GEOGRAFI PENDUDUK

Diposkan oleh hadispace. SOAL MATA KULIAH GEOGRAFI PENDUDUK DAN JAWABAN oleh : hadi wiyono 1. Mengapa pertambahan penduduk Indonesia masih tetap tinggi, jelaskan? 2. Mengapa pada tahun 1950’an di Indonesia teerjadi baby boom? 3. Mengapa persebaran dan kepadatan penduduk di Indonesia tidak merata? 4. Jelaskan permasalahan penduduk di Indonesia? 5. Faktor-faktor apakah yang berpengaruh pada fertilitas, jelaskan? 6. Factor-faktor apakah yang berpengaruh pada mortalitas, jelaskan? 7. Berilah kritik terhadap teori migrasi dorong tarik? 8. Mengapa penduduk Indonesia mobil? 9. Jelaskan proses bermigrasi? 10. Jelaskan peranan jaringan migrasi? JAWABAN 1. Pertambahan penduduk di Indonesia masih tetap tinggi dikarenakan beberapa sebab antara lain adalah akibat dari pengaruh kuat baby boom yang terjadi pada tahun 1950’an yang pada waktu itu laju pertambahan penduduk Indonesia sangat pesat. Laju pertambahan penduduk tersebut tidak dapat dihentikan dan hanya bisa diperlambat. Laju pertambahan penduduk tersebut masih berlangsung sampai sekarang tetapi hanya diperkecil beberapa persen saja yaitu menjadi 1,5 %-2% pertahun. Pertambahan penduduk Indonesia yang tinggi terlihat pada tahun-tahun berikut :tahun 1961 berjumlah 97 juta jiwa, pada tahun 1980 menjadi 146,9 juta jiwa, pada tahun 1990 menjadi 178,6 juta jiwa, tahun 2000 sebesar 203,5 juta jiwa, dan pada tahun 2005 sudah menjadi lebih dari 230 juta jiwa. Selain itu, program KB belum sepenuhnya berhasil. Program KB berhasil di beberapa tempat tetapi di rempat lain KB belum terlaksana dengan baik seperti didaerah pedesaan yang jauh dari lingkungan kota dan desa yang berada di daerah pedalaman. 2. Pada tahun 1950 indonesia tejadi baby boom karena

daerah menguntungkan/strategis. sebagai berikut:  Persebaran masyarakat mengikuti wilayah yang subur untuk mendukung kehidupan manusia seperti pulau jawa yang subur maka penduduknya lebih banyak dari daerah lain. Kepadatan penduduk yang tinggi berdampak pada kesejahteraan penduduk Indonesia yang belum menggembirakan atau dikatakan miskin. mempengaruhi terjadinya pemusatan wilayah persebaran. tepi laut.  Daya tarik suatu wilayah seperti kesuburan tanah. nyaman. Permasalahan penduduk di Indonesia  Besarnya jumlah penduduk Jumlah penduduk Indonesia yang lebih dari 230 juta jiwa dan terbatasnya daya dukung lingkungan alam yang tersedia seperti luas wilayah yang akan menyebabkan kepadatan penduduk. topografi datar. .  Masyarakat cenderung memlih tempat tinggal yang aman.5% – 2% pertahun dari total jumlah penduduk Indonesia. dari kemiskinan yang tinggi menimbulkan kriminalitas. tingkat pendidikan. dan efisien. tepi sungai. yang menyebabkan naiknya tingkat kemiskinan.  Tingginya tingkat pertambahan penduduk Pertumbuhan laju tingkat perambahan penduduk Indonesia masih cukup tinggi yaitu 1. Pertumbuhan penduduk Indonesia yang tinggi dapat menimbulkan masalah-masalah social seperti kurangnya lapangan pekerjaan.  Masalah akibat benyaknya penduduk belum terasa karena pada waktu itu jumlah penduduk masih jarang dan wilayah Indonesia masih jarang penduduknya. seperti daerah bebas konflik. dan wilayah subur. Hal ini menimbulkan jumlah kelahiranbayi sangat tinggi. Persebaran pendudu tidak dapat merata disemua tempat karena persebaran penduduk di pengaruhi oleh beberapa factor. 4. 3. banyaknya peluang mata pencaharian. lokasi wilayah. Pada waktu itu masyarakat masih percaya pada anggapan bahwa banyak anak bayak rezeki sehingga banyak yang mempunyai anak banyak walaupun kondisi ekonomi keluarganya rendah  Negara Indonesia baru saja merdeka sehingga pemerintah hanya berfokus pada pertahanan kemerdekaan dan masalah kependudukan kurang diperhatikan seperti belum ada atau kurangnya penggalakan program KB.

dan masa haid. Suami meninggal dunia. Menggunakan atau tidak menggunakan alat kontrasepsi 9.6% dari luas daratan Indonesia. Factor yang mempengaruhi fertilitas Yaitu berupa variabel antara: 1. 10. Lamanya masa reproduksi yang hilang karena: (1). . sakit. Perceraian. berpisah sementara karena hal yang tidak dapat dipisahkan. 5. 5. yaitu pantangan sanggama karena sesudah melahirkan. (2). Abstinensi sukarela. Selibat permanen. Kesuburan atau kemandulan yang dipengaruhi oleh sebab-sebab yang disengaja misalnya dengan sterilisasi. masa hamil. Umur memulai hubungan kelamin.  Persebaran penduduk Indonesia tidak merata Pulau jawa berpenduduk lebih dari 60% dari jumlah penduduk Indonesia padahal luas wilayah pulau jawa hanya 6. Abstinensi terpaksa. Penduduk Indonesia berstruktur penduduk muda Struktur penduduk muda yaitu kelompok penduduk ygn berumur dibawah 15 tahun jumlahnya lebih dari 40%. Kematian janin dengan sengaja 11. Sedangkan pulau Kalimantan yang lebih luas malah berpenduduk sedikit. Hal semacam ini menimbulkan kriminalitas di pulau jawa jika tidak didukung SDM dan lapangan kerja. Besarnya kelompok usia muda seperti di Indonesia menunjukan bahwa penduduk Indonesia yang belum ekonomis produktif cukup besar. atau ditinggal pergi. perpisahan. pantangan berkala. 3. yaitu proporsi wanita yang tidak pernah mengadakan hubungan kelamin. 6. Kesuburan atau kemandulan diluar kemauan 8. 4. yaitu pantangan sanggama karena impotesi. Frekuensi hubungan seks 7. 2. Kematian janin dengan tidak sengaja.

dan netral) 2. 3. pola hidup yang tidak sehat. negative. Factor daerah tujuan ( positif. kurangnya tenaga yang ahli dibidang kesehatan juga akan memperparah penyakit dan akhirnya mempertinggi kematian. 4. dan netral) 3.6. Kurangnya tenaga medis. Factor daerah asal ( positif. kesehatan yang rendah akan memperbesar jumlah kematian karena berbagai penyakit yang susah di obati didaerah yang sarana kesehatannya terbatas. 6. Harga obat-obatan yang mahal. Kurangnya sarana kesehatan. Bagi masyarakat yang berpendapatan rendah tidak mampu membeli obat-obatan yang harganya mahal. Tingkat kesehatan masyarakat yang rendah. gagal panen dan kemiskinan juga dapat menyebabkan kematian. Kekurangan bahan makanan serta gizi. maupun struktur sosila dimana ia menjadi bagian didalamnya. Factor penghalang migrasi 4. Terdapat beberapa factor yang mempengaruhi mortalitas diantaranya adalah factor yang mendukung mortalitas (promortalitas) serta penghambat kematian ( anti mortalitas) Faktor promortalitas Factor yang mendukung kematian adalah sebagai berikut: 1. Pencemaran lingkungan. 5. Teori dorong tarik oleh everest lee ( 1970) keputusa bermigrasi dipengaruhi oleh beberapa factor sekurang-kurangnya 4 faktor yaitu: 1. Factor individu pelaku migrasi Bahwa teori dorong tarik ini tidal menjelaskan bagaimana proses seseorang didalam pilih memilih sarana yang tersedia sebelum mengambil keputusan berpindah yang dipengaruhi oleh situasi. 7. banjir. Like this: . lingkungan yang tercemar akan mengganggu kesehatan masyarakat. kondisi. hal ini dapat dipengaruhi oelah lingkungan sekitar yang kotor. kekurangan bahan makanan karena bencana alam. negative. Everest lee hanya menekankan kepada pentingnya factor origin dan destination dalam perpindahan individu yang bersifat permanen. 2.

Fill in your details below or click an icon to log in:    Surel (wajib) (Address never made public) Nama (wajib) Situs web You are commenting using your WordPress. ( Log Out / Ubah ) You are commenting using your Twitter account.. ( Log Out / Ubah ) You are commenting using your Facebook account. Tema: Spring Loaded oleh the449..com... Ikuti . Tulisan-tulisan Terbaru  GEOGRAFI Blog pada WordPress.com account. Tinggalkan Balasan Enter your comment here. ( Log Out / Ubah ) Batal Connecting to %s Beritahu saya balasan komentar lewat surat elektronik.Suka Memuat.

com %d bloggers like this: .Follow “ARMADA MASA DEPAN” Get every new post delivered to your Inbox. Powered by WordPress.