BAB IV

PROSES PENGOLAHAN MINYAK KELAPA SAWIT

4.1. Stasiun Penerimaan Buah Proses penerimaan tandan buah segar di Pabrik Kelapa Sawit Rambutan terlebih dahulu ditimbang di jembatan timbang, lalu dilakukan sortasi(pemeriksaan) sekaligus pembongkaran di loading ramp. 4.1.1. Jembatan Timbang Jembatan timbang merupakan alat ukur berat berfungsi untuk menimbang dan mengetahui jumlah berat TBS yang diterima pabrik. 4.1.2. Sortasi (Pemeriksaan) Proses ini dilakukan untuk mengetahui kualitas buah yang diterima di PKS Rambutan yang berasal dari kebun pendukung. Jenis buah segar pada umumnya adalah Tenera. Kualitas TBS yang diterima PKS Rambutan umumnya ditentukan berdasarkan fraksi-fraksi. 4.1.3. Loading Ramp TBS yang telah disortasi dimasukan ke hopper atau pintu masukan. Hopper adalah bagian dari loading ramp yang berfungsi sebagai tempat penampungan sementara TBS sebelum masuk ke dalam lori rebusan.

Gambar 1. Loading Ramp 4.2. Stasiun Perebusan Baik buruknya mutu hasil kelapa sawit yang dihasilkan oleh pabrik kelapa sawit ditentukan oleh proses perebusan. Proses perebusan merupakan proses pengolahan awal sebelum buah kelapa sawit diolah menjadi CPO dan inti sawit.

4.2.1. Lori rebusan (Boogies & Cages) Lori rebusan yang ada di PKS Rambutan kurang lebih 44 unit. Berfungsi untuk menampung TBS yang berasal dari loading ramp sekaligus sebagai tempat perebusan buah di dalam ketel rebusan. Dengan kapasitas masing-masing lori adalah 2,5 ton. 4.2.2. Wessel Wessel berfungsi untuk memindahkan lori satu rel ke rel yang lain.

Sistem transfer lori digunakan untuk memfasilitasi gerakan lori mulai dari daerahloading ramp ke stasiun sterilizer. 4.2.3. Capstand Berfungsi masuk sterilizer. 4.2.4.Ketel Rebusan (Sterilizer) Ketel rebusan adalah bejana bertekanan yang digunakan untuk merebus buah. Untuk menjaga tekanan dalam rebusan tidak melebihi tekanan kerja yang diizinkan maka rebusan diberi katub pengaman yang secara otomatis dibuka atau ditutup. untuk memutar troli tali profilin yang menarik lori keluar –

Gambar 2. Ketel Rebusan 4.3. Stasiun Penebah Tujuan utama stasiun penebah adalah untuk melepaskan dan memisahkan brondolan buah dari tandannya. Stasiun penebah ini terbagi beberapa bagian antara lain : 4.3.1.Alat Pengangkut (Hoisting Crane) Hoisting Crane berfungsi untuk mengangkut lori rebusan yang berisi tandan buah rebus dan menuangkannya ke dalam Hopper Automatic Feeder. 4.3.2. Pengisian Otomatis (Auto Feeder)

Timba Buah (Fruit Elevator) .3. Konveyor Buah Fruit conveyor adalah pengangkut buah masak atau brondolan kepada proses alat selanjutnya.3.3. 4. selanjutnya akan dimasukkan ke dalam lori kosong untuk direbus kembali dalam sterilizer.5. Empty Bunch Conveyor Berfungsi untuk membawa tandan kosong yang keluar dari drum thresher menuju Inclined Empty Bunch Hopper.6.7. Thresher 4.3. 4.3.4. Gambar 3. 4. Empty Bunch Hopper Berfungsi untuk menampung dan menimbun tandan kosong yang berasal dari empty bunch conveyor sekaligus mendistribusikan tandan kosong ke dalam truk pengangkut dan selanjutnya disebarkan di areal afdeling kebun sebagai pupuk tanaman kelapa sawit. 4. sekaligus sebagai tempat sortiranbuah atau buah yang tidak terpipil (dipilah) habis.Berfungsi sebagai pengumpan tandan buah yang sudah direbus ke dalam drum thresher. Thressher Fungsi thresser adalah untuk memisahakan buah dari janjangannya dengan cara mengangkat dan membanting serta mendorong janjang kosong ke empty bunch conveyor.3.

Gambar 4. Baik buruknya pengoperasian peralatan mempengaruhi efisiensi pengutipan minyak. sehingga daging buah terpisah dari biji.Timba buah adalah alat untuk mengangkut buah/brondolan dari conveyor silang bawah ke conveyor silang atas. kemudian dibawa ke conveyorpembagi. 4.4.5. serabut dan biji. Screw Press Screw Press berfungsi untuk memeras minyak kasar (crude oil) agar terpisah dari daging buah (pericarp).3.4. 4. 4.1. Stasiun Kempa Stasiun ini adalah stasiun untuk mengambil minyak pertama dari buah dengan jalan melumat buah dan mengempanya.4. Stasiun Pemurnian Minyak ( Clarification Station) . Pemecah Ampas Kempa (Cake Breaker Conveyor) Alat ini berfungsi untuk memecah gumpalan-gumpalan ampas yang telah dipress yang bercampur dengan biji sekaligus membawa ampas dan biji menuju alat selanjutnya yaitu ke depericarper. Di PKS Rambutan terdapat 4 unit screw press dengan kapasitas antara 15-17 ton TBS/jam.4. Ketel Adukan (Digester) Digester adalah alat untuk melumat berondolan. Stasiun ini terdiri dari : 4.2. Digester 4.

Jenis vibro separator yang digunakan di PKS Rambutan adalah jenis double deck yang berjumlah 2 unit.2.5.3. Gambar 5.5. 4. suhu tetap dijaga konstan antara 90–950C dengan sistem pemanasan injeksi yang dilakukan pada awal pemanasan dan pipa spiral untuk mempertahankan suhu tangki.5. Sand Trap Tank 4.1. Sand Trap Tank Tangki ini digunakan untuk memisahkan pasir dari cairan minyak kasar yang berasal dari screw press. cairan minyak kasar harus cukup panas yang diperoleh dari pemanasan pipa spiral. .4.Untuk mempermudah pemisahan. Crude oil tank dilengkapi dengan steam coil untuk memanaskan campuran minyak yaitu dengan suhu 950 C.5.Untuk memudahkan pengendapan pasir. Crude Oil Tank (COT) Tangki ini berguna sebagai tempat penyimpanan sementara minyak hasil olahan vibro separator. Vertical Continious Tank (VCT) Dalam tangki ini pemisahan minyak dengan sludge tank secara pengendapan. Vibro Separator Saringan ini digunakan untuk memisahkan benda-benda padat yang terikut pada minyak kasar berupa ampas (serat) dan pasir halus. Adapun peralatan stasiun ini adalah sebagai berikut : 4.Stasiun ini adalah stasiun untuk pengolahan minyak yang mana minyak kasar hasil pengolahan stasiun kempa dikirim ke stasiun ini untuk diproses dan menghasilkan minyak yang bersih dan sesuai dengan standar. 4.

5.5.5. .5. VCT 4. dimana pada keadaan ini di dalam tabung hampa udara. 4.Oil Tank Fungsi oil tank adalah sebagai tempat transit minyak sebelum diolah di oil purifier. PKS Rambutan mempunyai oil tank sebanyak 2 unit. Pemisahan kadar air ini dilakukan pada tekanan 72 cmHg dan suhunya sekitar 85 – 900 C. tinggi tangki 230 cm dan dengan kapasitas 10 ton / jam. Oil Tank 4. Pada oil tank suhu harus dijaga pada suhu 950 C untuk mengurangi kadar air sehingga kerja oil purifier tidak terlalu berat. air akan menguap dan uap air ini diisap dan dibuang ke hot water tank dan minyak yang keluar dari vacum dikirim ke storage tank.7.Gambar 6. Efektivitas pemisahan dalam oil purifier ini dikendalikan olehseal water dan gravity disk (Alva Laval) atau regulating ring (West Falia). Gambar 7. Vacum Dryer Fungsi dari Vacum Dryer adalah untuk mengurangi kadar air didalam minyak sebelum dikirim ke storage tank.6.Oil Purifier Fungsi oil purifier adalah untuk mengurangi NOS dan kadar air dengan cara sentrifugal. Diameter tangki 275 cm.

Buffer Tank Tangki ini memiliki kapasitas 9 m3 yang dilengkapi dengan steam injection. 4. Gambar 9. 4.10. Lumpur ini mengandung minyak 6 – 10 %. Buffer tank memiliki enam pipa saluran.12. Storage Tank 4. PKS Rambutan memiliki 2 unit storage tank dengan kapasitas 2000 ton / unit. Storage Tank Tangki ini merupakan tempat penyimpanan CPO sebelum dilakukan pengiriman kepada konsumen.5.9.5.5. Didalamnya diinjeksikan uap yang bersuhu 950 C yang bertujuan agar minyak tidak membeku.8. Pemanasan alat ini dilakukan dengan sistem injeksi uap dan suhu cairan dalam tangki perlu dijaga karena akan mempengaruhi persentase NOS dalam sludge.5. Sand Cyclone Sand Cyclone berfungsi untuk memisahkan minyak dari pasir.5. Low Speed .Gambar 8. Sludge akan didesintrifuge sehingga akan terpisah antara pasir dan kotoran lainnya dengan minyak. 4. Sludge Tank Tangki ini dipergunakan untuk menampung lumpur dari hasil pemisahan minyak di tangki pemisahan.11. Vacum Dryer 4.

Depericarper Fungsi dari depericarper adalah untuk memisahkan fiber dengan nut dan membawa fiber untuk menjadi bahan bakar boiler. minyak akan terkumpul di tengah sedangkan kotoran akan tercampak keluar.3. Stasiun Pengolahan Biji ( Kernel ) Stasiun pengolahan biji adalah proses pemisahan antara inti sawit dengan cangkangnya. memisahkan nut dari sampah dan Gambar 10. Biji dari pemisahan biji dan ampas (depricarper) dikirim ke stasiun ini untuk dipecah. 4. Dengan prinsip putaran rendah kearah sumbu vertikal.5.Alat ini digunakan untuk mengutip kembali minyak yang masih terkandung dalam sludge. Jumlahnya sebanyak 1 unit. membawa nut dari depericarper memisahkan gradasi nut. Nut Polising Drum Berfungsi untuk membersihkan biji dari serabut-serabut yang masih melekat. ke nut transpor.6. 4. 4.2.6. Stasiun ini terdiri dari : 4.1. Hot Well Tank Tangki ini terletak di bagian bawah stasiun klarifikasi.6.6.13. Nut Silo . Berfungsi untuk memanaskan air yang selanjutnya akan dikirim ke hot water tank. Nut Polishing Drum 4. dipisahkan antara inti dan cangkang.

4.6.7. 4.4. Yang perlu diperhatikan adalah suhu temperatur dan kebersihannya. agar nut yang terolah sesuai dengan aturan First In First Out (FIFO). Prinsip kerja alat ini adalah berdasarkan pada perbedaan berat jenis.Fungsi dari Nut Silo adalah tempat penyimpanan sementara nut sebelum diolah pada proses berikutnya. Hidrocyclone Fungsi dari hidrocyclone adalah untuk memisahkan cangkang dan inti sawit yang tidak terolah LTDS. Mekanisme pemecah biji dengan cara menekan biji. langsung masuk ke shell hopper. LTDS I berfungsi untuk menarik cangkang sebanyak mungkin melalui fraksi berat. Jumlah ripple mill di PKS Rambutan sebanyak 2 unit dengan putaran 3000 rpm dan kapasitas 5 ton/jam. Kernel Silo Fungsinya adalah untuk mengurangi kadar air yang terkandung dalam inti produksi. Jumlah nut silo ada 2 unit. 4. Gambar 11. cangkang dan pecahan biji dengan sistem pengisapan udara dalam separating column yang hampa udara. Kernel Silo .6.6. 4.6.8. Kebersihan shaking grade pada nut silo harus diperhatikan karena berpengaruh terhadap trough put nut silo. Ripple Mill Fungsi dari ripple mill adalah memecahkan nut. LTDS II berfungsi untuk menarik inti ke fraksi ringan sebanyak mungkin langsung masuk ke hidrocyclone.6. Penurunan kadar air pada inti bertujuan untuk menghindari penjamuran pada saat penyimpanan. Light Tenera Dust Separator (LTDS) Berfungsi untuk memisahkan inti.

7. Proses pengolahan air mencakup pengoperasian. penjernihan dan penyaringan.4. 4. Stasiun Water Treatment Proses penjernihan air bertujuan untuk menjamin kualitas air sebelum digunakan agar memenuhi persyaratan yang ditentukan. Kernel Storage Fungsi dari kernel storage adalah untuk menyimpan inti produksi sebelum dikirim keluar untuk dijual. Kapasitas bulk silo adalah 500 ton. Bulk Silo Sama halnya dengan kernel storage.6. Kernel storage pada umumnya berupa bulk siloyang dilengkapi dengan heater agar uap air yang masih terkandung di dalam inti dapat keluar dan tidak menyebabkan kondisi di dalam storage lembab.7. Gambar 12. .9. Tangki ini dilengkapi dengan fan yang berfungsi mengatur sirkulasi udara di dalam bulk silo.1. bulk silo berfungsi sebagai tempat penyimpanan kernel.10. Bulk Silo 4. Stasiun Water Treatment terdiri dari: 4. Water Tank Pada tangki ini diberikan larutan Caustic Soda (NaOH) yang berfungsi untuk menetralisir resin. Kapasitas water tank adalah 50 m3.6.

7.4. Penukar Kation. Apabila rasin anion jenuh.7. Penukar kation berfungsi menggantikan ion kation dari air menjadi ion hydrogen (H). Gambar 14. Penukaran Anion berfungsi untuk mengganti ion anion menjadi ion (OH-) Kapasitas penukar dari ion ini adalah 40 ton perjam. Feed Tank Feed Tank ini berfungsi menampung air dari water tank sebelum dikirim ke boiler.5. Suhu air pada tangki ini harus dipanasi hingga pada suhu ± 70-80ºC sebelum dimasukkan ke dearator. Dari dearator air umpan boiler dipompakan oleh pompa ke dalam drum boiler. maka penukaran anion ini harus diregenerasi dengan Natrium Hidroksida (NaOH). Gambar 13. Dearator . Hal ini dilakukan untuk mencegah proses korosif dalam boiler. Kation dan Anion Tank 4.2. Penukaran Anion.4. apabila resin kation ini telah jenuh.7. Pada saat dialirkan ke boiler ditambah beberapa bahan kimia sebanyak 0. maka penukaran kation ini harus diregenerasi dengan Asam Sulfat (H2SO4). Dearator Dearator mempunyai perlengkapan yang berfungsi mengurangi oksigen dan gas yang melekat dari feed tank. Kapasitas dari Ion pengganti ini adalah 40 ton per jam. 4. 4.7.7 liter/jam.3. Air yang masuk ke dearator dipanaskan sampai suhu 90-105ºC.

Electric Pump (digerakkan elektromotor) 2. Pabrik Kelapa Sawit memiliki dua buah ketel uap.4. Steam Pump (digerakkan steam turbin) Adapun spesifikasi ketel uap yang digunakan adalah sebagai berikut : Merk Type Kapasitas Tekanan Kerja Tekanan Maksimum Temperatur Uap Serial Number Year Built Made in : Takuma : N 600 SA : 20 ton uap / jam : 20 kg / cm2 : 23 kg / cm2 : 2600 C : 1096 : 1996 : PT Super Andalas Steel Indonesia Tersedianya air umpan dengan spesifikasi : Ph Conductivity TDS : 10. dimana ketel uap yang digunakan adalah ketel uap pipa air (Water Tube Boiler). sedangkan uap kering yang masuk ke BPV (Back Pressure Vessel) diubah menjadi uap basah yang digunakan untuk kebutuhan proses produksi di PKS Rambutan. digunakan dua buah pompa.5 : Maks 2500 us/cm : Maks 2000 ppm .5 – 11.8. Untuk memasok kebutuhan air pada ketel uap. yaitu : 1. Stasiun Boiler (Ketel Uap) Stasiun ini merupakan stasiun vital yang berfungsi untuk menghasilkan uap kering untuk kebutuhan turbin uap yang akan menghasilkan energi listrik.

yaitu : .- P Alkalinity M Alkalinity O Alkalinity T Hardness Silica Iron Sulphite Phoshate : Maks 600 ppm : 500 – 800 ppm : Min 2. 0 : Maks 150 ppm : Maks 2 ppm : 15 – 50 ppm : 15 – 50 ppm Gambar 15. .1. yaitu cangkang dan serabut. Ruang pembakaran terdiri dari 2 bagian. berfungsi sebagi ruang pembakaran sebagian panas yang dihasilkan langsung diterima oleh pipa-pipa air yang berada di ruang dapur tersebut. Ruang Pembakaran Ruang pembakaran berfungsi sebagai tempat pembakaran bahan bakar dimana bahan bakar yang digunakan adalah sisa produk dari pabrik sawit itu sendiri. yang terdiri dari pipa dari air drum ke header samping. Boiler 4.Ruang I.5 SiO2 : Trace.8.Bagian Ketel Uap Pada garis besarnya ketel uap terdiri dari beberapa bagian yaitu : 1.

. Pipa-pipa yang menghubungkan drum atas dengan drum bawah. 2.Ruang II. melalui pipa-pipa pemanas uap lanjut. Drum Atas 3. merupakan ruang gas panas yang diterima dari hasil pembakaran dalam ruang pertama. Pipa-pipa air ini terdiri dari : a. Pipa-pipa yang menghubungkan drum dengan header belakang. . Drum Atas Drum atas berfungsi untuk tempat pembentukan uap dan tempat pemasukan air umpan yang dilengkapi dengan sekat-sekat butiran air untuk memperkecil kemungkinan air terbawa oleh uap. Pipa Uap Pemanas Lanjut (Superheater Pipe) Uap hasil penguapan di drum atas belum dapat dipergunakan untuk turbin uap. 5. sehinga uap benar-benar kering dengan suhu 260-280ºC. b. c. Drum Bawah Drum bawah berfungsi sebagai pemanas air ketel yang di dalamnya dipasang plat-plat endapan lumpur untuk memudahkan pembuangan keluar (blow down). Pipa-pipa Air (Heater) Pipa – pipa air ini berfungsi sebagai tempat pemanas air ketel yang dibuat sebanyak mungkin. Dalam ruang kedua ini sebagian besar panas dari gas diterima oleh pipa-pipa air drum atas ke drum bawah. sehingga penyerapan panas lebih merata dengan efisiensi tinggi. oleh karena itu harus dilakukan pemanasan uap lanjut . Gambar 16. 4. Pipa-pipa yang menghubungkan drum atas dengan header muka dan belakang.

yakni: 1. Pembuangan Gas Hasil Pembakaran Gas bekas setelah ruang pembakaran dihisap oleh blower (IDF) melalui saringan abu (dust collector) kemudian dibuang ke udara bebas melalui corong asap.6. . Pengaturan tekanan di dalam dapur dilakukan dengan corong keluar blower dengan klep yang diatur secara otomatis oleh alat hydrolis(furnace draft controller).5 Kg/cm2. Umumnya pada uap basah distel pada tekanan 21 Kg/cm2. 2. satu buah kran buka cepat (quick action valve) dan satu buah lagi kran ulir. Katup Pengaman Alat ini bekerja untuk membuang uap apabila tekanan melebihi dari yang ditentukan sesuai dengan penyetelan klep pada alat ini. 3. untuk memudahkan ketel selama beroperasi.8. 4.2. Pengukur Tekanan Manometer adalah alat ukur tekanan uap di dalam ketel yang dipasang satu untuk tekanan uap superheater dan satu tekanan uap basah. Gelas Penduga Gelas penduga adalah alat untuk melihat tinggi air pada drum atas. 4. 7. sedangkan pada uap kering 20. Kran Spray air Kran spray air dipasang dua tingkat.Perlengkapan Pada Boiler Mengingat bahwa tekanan kerja dan temperatur tinggi maka ketel harus dilengkapi dengan alat pengaman. terbuang dan jatuh di dalam pembuangan abu yang berbentuk kerucut. Pembuangan Abu (ash hopper) Abu yang terbawa gas panas dari ruang pembakaran pertama.

Cara Pengoperasian Boiler a. selanjutnya buka pintu ash fit .lalu nyalakan secondary fan IDF dan FDF . b. Buka pintu bahan bakar lalu hidupkan autofeeder. Blow down setiap tiga jam. Pastikan pipa air umpan boiler elektrik dan turbo dalam keadaan baik . Hidupkan sistem control dumper IDF. Setelah temperatur drum kira-kira 200ºC hidupkan elektromotor dust colektor. Kran Uap Induk Kran uap induk berfungsi untuk membuka dan menutup aliran uap ketel yang terpasang pada pipa uap induk.3. d. Setelah pembakaran merata tutup pintu ruang bakar. Demikian jugu FDF. e. Pastikan Elektromotor Fan. 4. .5. Kran Pemasukan air Kran pemasukan yaitu satu kran ulir dan satu kran satu arah. Pasang pada posisis tertutup. Tutup kran ask fit . 4.8. 5. 6. Periksa kondisi safeti valve drain tank. Buka kran ventilasi superheater dan upper drum. 3. 2. Pastikan kondisi gelas penduga . Pengoperasian Boiler Faktor-faktor yang perlu diperhatikan 1. c. 6. Hidupkan IDF lalu atur dumper (buka sedikit) f.

j. Tutup pintu bahan bakar (fiber and shell). c. e. Hidupkan pompa desirator dan feed pump i. Perkecil dumper FDF. Pastikan sistem otomatis dan peralatan keadaan baik. Cara mematikan boiler antara lain : a. . Periksa kondisi gelas penduga dan pastikan air umpan 26 kg/cm2 dan hidupkan sistem pengumpan secara otomatis. Penjagaan Boiler selama beroperasi Setelah boiler beroperasi maka pabrik secara keseluruhan dapat beroperasi secara ideal. f. Pastikan bahan bakar di ruang bakar habis. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan : a. Karena steam yang dihasilkan boiler selain untuk pembangkit energi turbin juga sebagai pembagi temperatur proses pengolahan. jangan sampai pada ruang bakar terjadi penumpukan kotoran/kerak dengan cara menyetel dumper FDF dan mengorek kerak dari ruang bakar secara manual. b. Lakukan blow down sesuai rekomendasi labolatorium (3 jam sekali). Test fungsional safety valve. Jaga ketinggian air umpan di upper drum (60-70%).g. h. Setelah tekanan 18 bar tutup kran ventilasi. Bersihkan kerak di ruang bakar. Jaga tekanan kerja steam (18-20 Kg/cm2) d. dapat di kontrol dengan gelas penduga. b. c. Tutup main steam valve dan ventilasi superheater. e. d. k. Periksa rung bakar. Jalankan fuel conveyor dan atur masukan bahan bakar. Lakukan pembersihan pipa dengan shoot blower setiap 4 jam sekali . serta matikan auto feeder.

dari sini uap didistribusikan ke pipapipa superheater sambil terus mengalami pemanasan. Oleh sebab itu ketel dilengkapi 2 buah savety valve yang dipasang pada pipa superheat (untuk mengatasi kelebihan uap kering ) dan padaupper drum (untuk mengatasi kelebihan uap basah ). Untuk ketel dibantu oleh dua fan. Setelah ruang bakar dibersihkan lakukan pembersihan disekitar boiler. untuk membantu proses pembakaran diperlukan udara yang cukup. Uap yang terbentuk akan mengisi 1/3 volume pada upper drum yang merupakan ruang uap. yaitu Forced Draft Fan dan Secondary Draft Fan. Proses pembakaran dimulai dengan terlebih dahulu mengisi bahan bakar (ampas dan cangkang) oleh conveyor ke ruang bakar yang pemasukannya diatur oleh rotary feeder.f. tutup kran ventilasi superheater dan output lainnya. Setelah tekanan 10 Kg/cm2.bahkan pada kondisi ini sering terjadi kelebihan uap. i. j. Pada saat manometer menunjukkan tekanan 19-20 kg/cm2. h. uap kering pada superheat sudah bisa dimanfaatkan. . g. Proses pembakaran terus berlanjut. Matikan semua fan dan air lock. Uap kering yang sudah dimanfaatkan ini dialirkan ke turbin uap untuk menggerakkan sudu-sudu turbin yang dihubungkan dengan generator sehingga menghasilkan energi listrik. Gas sisa pembakaran pada ketel dialirkan ke cerobong asap (chinney) dengan bantuan blower isap (Induced Draft Fan) melalui saringan abu (dust colector). oleh sebab itu diinjeksikan udara dengan bantuan fan dan kompresor. pada kondisi ini secara alami terjadi sirkulasi pada pipa air dalam ketel akibat perbedaan tekanan. Pengaturan tekanan didalam dapur dilakukan pada corong keluar blower (exhaust) dengan klep yang diatur secara otomatis oleh alat hidrolis (furnace draft colector). Kerak yang keluar dengan air dibuang ke tempat penampungan sementara. Tambahkan air ke dalam drum sampai 80 melalui bypass lalu tutup kembali. Proses menghasilkan uap pada boiler Air yang keluar dari dearator pada suhu 950 C dipompakan ke upper drum. dari sini air didistribusikan ke seluruh pipa sampai ketinggian air padaupper drum mencapai 2/3 dari volume drum.

keadaan yang terus menerus mengakibatkan tekanan yang tidak tercapai serta kerusakan pada pipa superheater dan turbin. Jika keseimbangan ini tidak terjadi dapat mengakibatkan hembusan api dari dalam dapur boiler. Udara sekunder ini dapat ditempatkan di atas rangka dapur ataupun di pintu masuknya bahan bakar. Jika keduanya terjadi. Pengisian bahan bakar Di dalam pengisian bahan bakar pada boiler perlu diperhatikan kuantitas pengisiannya. 5. Dengan adanya udara sekunder ini membuat bahan bakar mengapung di udara sehingga mudah terbakar. 3. Udara primer dihasilkan IDF (kipas pengisap) dan FDF (kipas pendorong). Draft Balance Draft Balance merupakan upaya untuk menjaga kevakuman boiler. 2.Faktor – faktor yang berpengaruh dalam kinerja boiler 1. Bahan bakar juga tidak boleh terlalu sedikit agar udara tidak berlebih. Diharapkan bahan bakar jangan terlalu banyak sehingga udara yang diperlukan dalam pembakaran tidak kekurangan. yang lebih berbahaya ialah terikutnya silica di dalam carry over. Udara Sekunder Udara ini merupakan udara tambahan yang diperlukan oleh boiler untuk membantu proses pembakaran fiber dan cangkang di dalam boiler. maka mengakibatkan efisiensi boiler menjadi tidak optimal. Dalam hal ini perlu adanya keseimbangan dalam kekuatan IDF dan FDF. Indikator Level air drum atas Drum atas boiler memiliki indikator level air yang berfungsi untuk memberi petunjuk volume air pada drum tersebut hal ini sangat penting sekali untuk terus menerus dikontrol dan diharapkan agar level air di dalam drum atas selalu menunjukkan indikator normal. Sedangkan jika level air di bawah normal (Low level) akan mengakibatkan panas pada boiler . Jika level air diatas normal (high level) maka akan menyebabkan terjadinya air terikut didalam steam yang mengakibatkan terjadinya steam basah (Carry over). 4. Udara Primer Merupakan udara utama yang diperlukan dalam pengoperasian boiler.

Soot blower sebaiknya dilakukan setiap 4 jam ketika boiler beroperasi. Dengan blow down secara teratur akan dapat mengurangi tingkat korosi dan depositpada boiler serta menghindari terjadinya Selective Carry Over.yang berlebih sehingga dapat menyebabkan pipa-pipa boiler bengkok dan akibat terparah ialah meledaknya boiler. Blow down pada pengoperasian boiler memiliki 2 manfaat yaitu: a. Untuk menjaga boiler tetap pada kondisi prima didalam beroperasi serta untuk mempertahankan umur teknis boiler. Hal ini jika sering terjadi akan mengakibatkan pipa-pipa boiler akan cepat rusak sehingga pada akhirnya akan menggangu kinerja boiler dan menghabiskan biaya yang besar untuk penggantiannya. Ketidaksesuaian dalam persyaratan ini akan mengakibatkan pembakaran yang tidak effisien dan menimbulkan jelaga pada dinding boiler. Soot Blower (Penghembusan Jelaga) Sistem pembakaran yang berlaku didalam boiler meliputi komposisi bahan bakar (cangkang dan fiber). perlu dilakukan perawatan pada boiler secara teratur dan terjadwal seperti: a. Blow Down Blow down merupakan upaya pembuangan air pada boiler pada waktu sedang dioperasikan. 6. b. Oleh sebab itu perlu dilakukan proses pembuangan jelaga dengan cara soot blower dan diharapkan dapat membuang jelaga yang menempel. Menurunkan level air sewaktu terjadi High Level Water pada drum boiler sehingga level air pada drum menjadi normal. b. Proses menghidupkan boiler seharusnya terjadi peningkatan suhu secara perlahanlahan dan demikian juga dengan proses mematikan boiler yang seharusnya terjadi penurunan suhu secara perlahan-lahan (tidak drastis penurunannya). Jelaga tersebut merupakan faktor penghambat panas sehingga proses konversi energi akan menurun. Menurunkan kadar TDS (Total Dissolved Solid) pada air boiler. jumlah udara serta kuantitas bahan bakar yang masuk. kandungan air didalam bahan bakar. Menghidupkan dan mematikan boiler (start up dan shut down). .

9. Genset 4.9.Stasiun Power Plant Di pabrik kelapa sawit Rambutan.4.1.9. Pada saat tenaga yang dihasilkan turbin berkurang. Genset juga diperlukan untuk menggantikan peran turbin pada saat pabrik tidak mengolah. Tekanan dan level minyak pelumas b. dimana putaran dari turbin ini digunakan untuk memutar generator agar menghasilkan energi listrik. Temperatur mesin dan air pendingin c. frekuensi 50 Hz dan daya 230 KW. Turbin Uap Uap yang dihasilkan oleh ketel digunakan memutar turbin. 288 KVa. Stasiun power plant terdiri dari : 4. Putaran mesin d. maka genset diparalelkan dengan turbin. Beban dari mesin PKS Rambutan memiliki 2 unit genset dengan putaran 1500 Rpm. Diesel Engine (Genset) Diesel engine diperlukan pada saat start awal proses dan juga saat tenaga yang dihasilkan turbin tidak mencukupi untuk proses pengolahan. power plant merupakan pusat pembangkit tenaga dan distribusi steam untuk proses pengolahan dan kebutuhan lainnya. Gambar 17.2. Hal – hal yang perlu diperhatikan : a. Adapun jumlah turbin uap yang digunakan di Pabrik Kelapa Sawit Rambutan PTPN III adalah 2 unit turbin uap dengan spesifikasi sebagai berikut : Merk : Turbodyne .

9.1. Kran Uap Masuk Otomatis .Serial Nomor Intelt Pressure Intlet Temperature Trip Speed Max Control Rpm Kw or Trip 1st Crit Rpm Frame Rpm Exhaust Preasure Exahaust Temperatur : 36548 : 263 G : 500o F : 5458 : 5359 : 976 HP : 9240 : 502 w/0-3 : 4962/1500 : 50 G : 319 o F 4.Bagian yang bergerak (Rotor) .2. 4.2.Bagian dalam yang diam (Casting) . Proses Kerja Turbin Uap Turbin uap terdiri dari : .2.terdapat beberapa alat bantu antara lain : 1. Oleh roda gigi (gear box) putaran turbin diteruskan ke generator.Bantalan-bantalan rotor (Bearing) Adapun proses kerja turbin uap yaitu : a. Kran Uap Masuk Berguna untuk membuka dan menutup aliran uap pada pipa uap masuk turbin yang dikendalikan secara manual. sehingga putaran pada generator sesuai yang diinginkan yaitu 1500 rpm dan dari putaran tersebut menghasilkan arus listrik. b.9. 2. Uap yang berasal dari ketel uap melalui pipa induk dialirkan ke turbin uap dan masuk ke dalam sudu-sudu turbin uap yang kemudian menggerakkan rotor. Alat Bantu Pada Turbin Uap Pada pengoperasian turbin.

4.Berguna untuk membuka dan menutup aliran uap setelah kran uap masuk yang dikendalikan dengan alat pengatur otomatis. harus keadaan terbuka agar air kondesat dapat keluar. Kran Kondensat Untuk membuang air kondensat. 5. 4. Buka kran bekas yang terdapat diatas bejana uap ( steam vessel ) hingga uap bekas Buka katub masuk uap secara perlahan-lahan dan tarik tuas untuk memulai putaran turbin nantinya dapat masuk dan ditampung pada bejana uap. Klep Pengamanan (Emergency Valve Trip) Turbin uap dilengkapi dengan klep pengamanan yang berfungsi untuk dapat menutup secara otomatis aliran uap masuk ke dalam casing rotor apabila terjadi putaran terlalu tinggi dan putaran terlalu rendah.3. Pengoperasian dan Perawatan Turbin Uap a. harus pada posisi menutup dengan jalan memutar searah jarum Periksa semua katub-katub buang. pada uap bercampur dengan air yang berlebihan. bila kurang segera ditambah hingga garis Periksa hand whell start. Kran Uap Bekas Membuka dan menutup agar uap bekas dapat dikeluarkan dan dikirimkan ke Back Preasure Vessel. 3. minyak berada pada posisi normal. . Buka kran uap induk secara perlahan dan bertahap.9. Pengaturan Putaran Otomatis Alat ini bekerja dengan sistem hidrolik yang dapat mengatur kran uap masuk agar terbuka dan tertutup secara otomatis tergantung dari kebutuhan uap yang diperlukan turbin. 6.2. Pompa Minyak Pelumas Untuk memompa minyak pelumas ke dalam gear box. Menjalankan Steam Turbin    Buka kran steam masuk secara perlahan dan bertahap. 7. b.     Pengoperasian Turbin Uap Periksa minyak pelumas pada sight glass. jam. lalu kunci katub untuk mempertahankan turbin pada kecepatan turbin.

000 jam : Buka gear box casing dan periksa bearing air. d. Bila tidak ada gejala abnormal. otomatis.    c. getaran dan temperature bantalan yang sangat tinggi. Apabila tekanan minyak pelumas turun mencapai 0. bekerja bila dibutuhkan.       Naikkan kembali kecepatan kerja 1500 rpm dengan tombol control motor pengatur secara Tekan tombol minyak pelumas pada posisi auto. diablas untuk membuang endapannya. jalankan turbo oil pump pada kecepatan rendah hingga tekanan pelumas naik kembali. bila ternyata banayak mengandung uap Periksa alat-alat keamanan dan sesekali dicoba fungsinya. kemudian distop. Biarkan turbo oil pump berjalan dalam 3–5 menit hingga temperature bearing turun dan Tutup uap kran masuk dan kran uap bekas pada saluran (steam vessel) Buka semua katub air kondesat. Pada kondisi ini periksa setiap alat alat ukur. Periksa kandungan air pada minyak pelumas. Perawatan Turbin Uap Setiap 500 jam :      Bersihkan oil filter. sehingga pompa minyak pelumas hanya Secara bertahap turbin dapat diberi beban.  Buka katub pengaman perlahan-lahan dan menaikkan putaran turbin sampai ± 500 rpm. Tutup kran air pendingin dan tutup kran uap induk. Menghentikan Turbin Secara Normal Putar tuas ( hand whell ) searah jarum jam. Setiap 10. segera dicari penyebabnya dan mesin tidak boleh dijalankan.5 kg/cm2 (putaran turbin ± 400 rpm). . gangguan atau kerusakan pada turbin ± 1000 rpm. Periksa keadaan minyak pelumas. segera hentikan operasi turbin untuk pemeriksaan.

9.Tekanan uap dari bejana ini 3–3.Putaran .2 kg cm2 . BPV (Back Pressure Vessel) Bejana ini adalah bejana uap yang bertekanan yang digunakan untuk mengumpulkan uap bekas dari turbin uap dan membagi-bagikannya kepada peralatan lain yang memerlukan uap.3.3 kg/cm2 .Bila katup pengaman kurang mampu bekerja dengan tekanan berlanjut maka kran darurat dibuka perlahan-lahan secara manual.Frekuensi : 2 unit : 800 kW / 1000 kVa : 1500 rpm : 50 Hz Gambar 19.Jumlah . Hal-hal yang perlu diperhatikan : .Gambar 18. Turbin Uap 4.Katup pengaman membuka pada tekanan 3. BPV .4.9. Gambar 20. Alternator Samford Spesifikasi alat : . Alternator Samford 4.Kapasitas .

Pada kolam ini limbah akan dirombak menjadi valotile fatty acid (VFA). 2.limbah akan mengalir kekolam pengasaman yang berfungsi sebagai proses prakondisi bagi limbah sebelum masuk ke kolam anaerobic. Kolam Pengasaman Setelah dari kolam pendingin. Tahap-tahap pengolahan 1. Penampungan ini bertujuan untuk mengutip minyak yang masih terdapat dalam sludge.pelumatan . Limbah cair PKS terutama diperoleh dari : a. 4.4. 5. Air Drap (Sludge water). Suhu diturunkan menjadi 40-45ºC agar bakteri mesophilic dapat berkembang dengan baik. Tower Pendingin Tower ini berfungsi membantu proses pendinginan sludge. Kolam Fat-Fit Sludge dari pabrik dialirkan melalui pipa saluran untuk ditampung kembali dalam fat fit.10. Air Condensate Rebusan (Sterilizer condensate) b. 3. Resirkulasi Resirkulasi dilakukan dengan mengalirkan cairan dari kolam anaerobik yang berakhir ke saluran masuk kolam pengasaman yang bertujuan untuk menaikkan pH dan membantu pendinginan. Ketinggian tower kurang lebih lima meter dan mempunyai tingkatan yang memecah sludgesehingga membantu proses pendinginan. kemudian dialirkan ke kolam deoling pond. pemipilan. Proses Anaerobik . Stasiun Pengolahan Limbah (Efluent) Pada dasarnya pengolahan minyak kelapa sawit merupakan proses untuk mendapatkan minyak dari buah sawit dengan proses perebusan.7–1% sludge. Kadar minyak yang masih terdapat dalam fat fit antara 0. pemisahan minyak dalam sludge.

maka limbah harus dinetralisir dengan cara mencampurkannya dengan limbah keluaran (pipa outlet) dari kolam anaerobic dengan cara resirkulasi pada hari masukan (inlet) kolam anaerobic. 7.Dalam kolam pengasaman limbah akan mengalir ke kolam anaerobik primer. . Proses Fakultatif Proses yang terjadi pada kolam ini adalah proses penonaktifkan bakteri anaerobik dan pra kondisi proses anaerobik. 6. Karena pH dari kolam pengasaman masih rendah. masa tinggal limbah selama proses berlangsung mulai dari kolam pendinginan sampai air limbah dibuang ke badan penerima membutuhkan waktu masa tinggal kurang lebih 100 hari. Masa Tinggal Dari seluruh rangkaian tersebut.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful