PERKULIAHAN KE XX BAB 5 - ASPEK KEUANGAN RITEL1

Tujuan Belajar: Setelah mempelajari bab ini, anda diharapkan dapat: 1. Memahami bagaimana strategi ritel direfleksikan dalam tujuan keuangannya. 2. Memahami bagaimana ritel menggunakan alat-alat dan metode untuk mengevaluasi kinerjanya. 3. Memahami bagaimana model keuntungan strategis dapat dipergunakan Pokok Bahasan: Aspek Keuangan Ritel Deskripsi singkat: Dalam pertemuan ini anda akan mempelajari bermacam-macam aspek keuangan ritel, mulai dari return on asset sampai bagaimana perusahaan menerapkan aspek keuangan ritel untuk mencapai tujuan perusahaan. I. Bahan Bacaan: 1. Utami, Chrisitna Whidya (2006), Manajemen Ritel: Strategi dan Implementasi Ritel Modern, Jakarta: Salemba Empat 2. Berman, Barry & Joel R Evans (2006), Retail Management: A Strategic Approach 10th edition, New Jersey: Pearson International Edition. 3. Levy, Michael & Barton A. Weitz (2007), Retailing Management 6th Edition, New York: McGraw-Hill. II. Bacaan Tambahan: Sopiah & Syihabudhin (2008), Manajemen Bisnis Ritel, Yogyakarta: Penerbit Andi III. Pertanyaan Kunci: Manajemen Operasional Ritel terkait dengan masalah efisiensi dan efektivitas implementasi kebijakan dalam memuaskan pelanggan, karyawan, maupun pihak manajemen. Aspek keuangan termasuk dalam aspek manajemen operasional ritel tersebut. Bagaimanakah pendapat anda terhadap pernyataan di atas? IV. Tugas: Dalam pembahasan tentang perencanaan laba (profit planning) dalam bisnis ritel, laporan laba dan rugi menyimpulkan pendapatan ritel dan biaya yang dikeluarkan. Jelaskan kaitan antara aktiva, kewajiban, dan kekayaan bersih dari ritel yang terdapat dalam laporan laba rugi tersebut.

1

Utami, Christina Whidya (2006), Manajemen Ritel: Strategi dan Implementasi Ritel Modern , Jakarta: Salemba Empat

174 miliar). perusahaan ritel tersebut meraup keuntungan sebesar Rp. Sedangkan perputaran aset (asset turnover) dapat juga digunakan untuk mengukur produktivitas aset yang diinvestasikan dalam perusahaan. Margin laba bersih (net profit margin) adalah seberapa besar keuntungan (setelah pajak) yang didapat perusahaan dibagi penjualan bersihnya. 174 miliar dalam membangun tokonya dan membeli barang-barang dagangan yang disiapkan untuk dijual. yaitu alur laba (profit path) yang diukur oleh margin laba bersih dan alur perputaran laba yang dikukur oleh perputaran asset. maupun pemilik modal. Pada bab ini. Rumus perhitungan ROA adalah sebagai berikut: Rasio Imbal Hasil Atas Aset (ROA) = Lababersih Totalaset ROA dapat dibagi menjadi dua. Di akhir tahun. karyawan. Efisiensi dan efektivitas operasional manajemen ritel akan sangat dipengaruhi oeh kebijakan dan keputusan yang diambil oleh ritel dalam memuaskan banyak pihak yaitu pelanggan. yang berarti menyumbangkan hasil sebesar 19 % dibandingkan dengan investasinya (Rp. didiskusikan bagaimana ritel mengembangkan strategi untuk mempertahankan keuntungan bersaing dan sekaligus melihat sarana keuangan yang digunakan untuk mengukur dan mengevaluasi pengelolaan kinerja secara keseluruhan. sebuah perusahaan ritel global menginvestasikan Rp. Oleh karena itu keputusan di bidang keuangan juga merupakan hal yang penting dalam bisnis ini. 33 miliar. Salah satu tujuan keuangan yang penting adalah untuk mencapai imbal hasil atas asset (return on asset – ROA) yang tinggi. biasanya dihitung dengan membagi laba bersih dengan total aset. manajemen. Sedangkan return on asset dapat diperoleh dari rumusan di bawah ini: Keuntungan Bersih X Perputaran Asset = Return on Asset Keuntungan Bersih PenjualanB ersih KeuntunganBersih X = PenjualanB ersih TotalAset TotalAset . Contohnya. maka ritel harus mengkonsentrasikan diri pada masalah manajemen operasional ritel. Model Keuntungan Strategis Setiap ritel menginginkan kesuksesan dalam hal keuangan. 33 miliar : Rp. Keputusan keuangan adalah komponen integral pada setiap aspek strategi ritel.Pendahuluan Ketika ritel memutuskan struktur organisasi bentuk organisasi dan perencanaan manajemen sumber daya manusianya. Metode dalam menjalankan operasional bisnis ritel akan berdampak pada penjualan dan akhirnya berpengaruh terhadap keuntungan yang diperoleh perusahaan ritel.

Berikut adalah cara menghitungnya: Margin laba kotor = Penjualan bersih – Harga pokok penjualan Margin laba kotor juga diperoleh dari persentase penjualan bersih sehingga ritel dapat membandingkan (1) pengelolaan dari berbagai tipe barang (antar kelompok barang dagangan) dan (2) pengelolaan barang dari satu riel dibandingkan dengan pengelolaan ritel-ritel lain. tidak sesuai. ritel dapat menggunakan strategi yang berbeda dalam mencapai keuntungan tersebut. Beberapa beban dapat dikategorikan sebagai berikut: Beban penjualan = Gaji staf penjualan + Komisi + Manfaat Beban umum = Sewa + Utilitas + Beban lain-lain Beban administrasi = Gajo semua karyawan selain tenaga penjualan + Beban operasi kantor + Admonistrasi beban pembelian lain Sedangkan beban operasi (operating expenses) adalah biaya-biaya yang dikeluarkan dalam menjalankan bisnis untuk memperoleh pendapatan. Kedua adalah biaya modal.  Beban Beban (expenses) adalah biaya yang terjadi dalam aktivitas normal yang dilakukan dalam bisnis untuk mendapatkan penghasilan. Penjualan bersih merupakan ukuran pengelolaan yang penting dalam bisnis ritel karena penjualan bersih menunjukkan tingkat kegiatan dari barang dagangan. Meskipun ritel mengejar tujuan keuangan yang sama. . Penjualan bersih = Jumlah penjualan kotor – Retur penjualan – Potongan penjualan Retur penjualan (sales return) mewakili nilai barang-barang yang dikembalikan konsumen karena barang-barangnya rusak.Salah satu cara untuk menjelaskan keberhasilan keuangan dalam lingkup bisnis ritel adalah dengan memberi para pemilik modal perusahaan hasil atau pengembalian yang baik atas investasi mereka. dan sebagainya. yaitu biaya untuk segala inventaris sampai pembelian lokasi toko baru. Alur Keuntungan Informasi yang digunakan untuk menganalisis alur keuntungan dapat berasal dari laporan laba rugi sebuah perusahaan ritel. Beberapa komponen utama dalam laporan laba rugi adalah sebagai berikut:  Penjualan bersih Pemahaman penjualan bersih (net sales) dapat diketahui dari jumlah tolal rupiah yang diterima oleh ritel setelah dikurangi semua pembayaran kembali pada konsumen untuk barang-barang yang dikembalikan.  Margin laba kotor Margin laba kotor (gross profit margin) adalah ukuran penting dalam binis ritel. Satu kategori biaya pengeluaran adalah biayabiaya pengoperasian.

seperti asset. Contoh. persediaan mencakup kira-kira 27. simapanan dan rekening di bank. Aktiva Lancar Aktiva Lancar (current assets) adalah asset-aset yang bias diubah menjadi uang dalam waktu satu tahun.53% dari total asset Tiffany. sedangkan kewajiban (liabilities) adalah segala kewajiban perusahaan untuk membayar tunai atau sumber-sumber ekonomi lain sebagai hasil dari keuntungan-keuntungan masa lalu. Aset atau aktiva (asset) adalah sumber-sumber ekonomi (seperti inventaris atau perlengkapanperlengkapan toko) yang dimiliki atau dikontrol oleh perusahaan sebagai hasil transaksi atau peristiwa. dan sebagainya. Aktiva Tetap .10 % dari total asset Wal-Mart dan 37. dan lain-lain yang biasanya tidak memiliki atau hanya memiliki sedikit persediaan barang. Keuntungan Bersih Keuntungan bersih (net profit) adalah ukuran pengelolaan perusahaan keseluruhab. Kas dan Aktiva Lancar Lainnya Kas terdiri atas uang tunai. Sebagai contoh. Piutang usaha + Persediaan barang dagangan + Aktiva lancar lain + Kas = Aktiva Lancar Piutang Usaha Piutang usaha (account receivable) ini penting bagi beberapa ritel. Meskipun demikian. investasi Wal-Mart pada uang yang diterima jauh lebih kecil dari pada Tiffany karena kecenderungan yang tinggi dari konsumen Wal-Mart untuk membayar tunai atau menggunakan kartu kredit pihak ketiga. sekarang. Keuntungan bersih = Margin kotor – Beban Alur Perputaran Informasi yang dapat digunakan untuk menganalisis alur perputaran ( turnover path) perusahaan adalah pos-pos yang berasal dari neraca saldo. atau keuntungan masa depan. salon kecantikan. surat-surat berharga yang dapat diperjualbelikan. dan piutang usaha. Keuntungan bersih dapat diperoleh sebelum atau sesudahpajak. sedangkan aktiva lancar lainnya meliputi berbagai pengeluaran maupun ongkos kirim yang belum dibayarkan oleh pelanggan. kewajiban. seperti Visa atau MasterCard. Persediaan Barang Dagangan Persediaan barang dagangan (merchandise inventory) adalah sumber hidup ritel. terdapat pengecualian yaitu pada ritel-ritel layanan seperti hotel.

aktiva tetap biasanya terdiri atas bangunan. Perputaran Aktiva = PenjualanB ersih Totalaktiva Kewajiban dan Ekuitas Pemilik Kewajiban lancar (current liabilities) adalah utang-utang yang diharapkan dibayar paling tidak dalam jangka waktu satu tahun.      Utang dagang adalah tagihan yang terutang kepada pemasok untuk pembelian barang dagangan.Asset-saset tetap (fixed assets) adalah asset yang membutuhkan waktu lebih dari satu tahun untuk mengubahnya menjadi tunai. wesel bayar. Hak pemilik. pola keuntungan strategis mengabungkan dua rasio pengelolaan dari hasil pendapatan dan neraca saldo. Utang-utang lainnya termasuk utang pajak. akan diperleh pengembalian atas aktiva (return on assets) lihat gambar berikut: . dan kewajibankewajiban lain yang belum terbayarkan. Kewajiban jangka panjang adalah utang=utang yang akan dibayar setelah satu tahun.batas keuntungan bersih dan hasil asset. Wesel bayar adalah bunga yang dipinjam ritel pada bank yang melebihi tanggal dan dapat dibayar kurang dari satu tahun. Perputaran aktiva ini dapat digunakan untuk mengevaluasi dan membandingkan seberapa efektif para manajer menggunakan asset-asetnya. perabotan. pemakaian. Dalam bisnis ritel. dan peralatan. juga disebut hak para pemegang saham. Dengan mengalikan perbandingan ini bbersamaan. Dalam istialh akintansi. sewa. hubungan tersebut dapat diperoleh dengan cara: Hak para pemilik = Total aktiva – Total Kewajiban Dengan demikian. dan utangutang lainnya. Aktiva tetap = biaya perolean aktiva – depresiasi Perputaran Aktiva Perputaran aktiva (asset turnover) adalah ukuran pengelolaan keseluruhan dari bagian asset pada neraca saldo. utang gaji. Kewajiban yang paling penting adalah utang dagang. mewakili sejumlah asset pemilik perusahaan ritel setelah semua kewajiban terpenuhi.

.p Aktiva Lancar lain POLA KEUNTUNGAN STRATEGIS Sumber: Levy & Weitz R O A Persediaan Barang dagangan Pola Keuntungan Strategis Pola keuntungan strategis sangat berguna bagi ritel karena pola ini menggabungkan dua bagian pengambilan keputusan – manajemen pembatasan dan manajemen asset – sehingga para manajer dapat meninjau hubungan antar manajemen tersebut.Penjualan Bersih Margin Kotor Harga Pokok Penjualan Laba Bersih sebelum pajak Beban Operasi Pajak Beban Total Beban Bunga Laba bersih setelah pajak Margin Laba Bersih Penjualan Bersih Piutan Usaha Aktiva Lancar Total Aktiva Total Perputaran Aktiva Kas Penjualan Bersih Aktiva Teta. Pola keuntungan strategis juga dapat digunakan untuk mengevaluasi dampak keuangan dari strategi baru sebelum strategi-strategi tersebut dilaksanakan.

Pengaturan kinerja tujuan meliputi (1) hasil kinerja yang sering kali dinyatakan dalam indeks yang dibandingkan dengan kemajuan yang dapat diukur. Biaya Opersional toko sebagai persentase penjualan      Gaji: produktivitas per karyawan Biaya sewa Depresiasi Listrik Total Biaya operasi toko 3. Margin kotor      Persentase margin kotor Analisi per kategori Markdown/ kerusakan Persediaan barang Margin kotor per meter persegi (m2) 2. Pengaturan Kinerja Tujuan Pengaturan kinerja tujuan merupakan komponen penting dalam proses perencanaan strategis. (2) kerangka waktu dimana tujuan harus dicapai. Pengaturan kinerja tujuan dapat disusun dengan memerhatikan hal sebagai berikut: .Beberapa Indikator Keuangan dalam Ritel Terdapat beberapa indicator yang dapat diguankan dalam mengukur kinerja keuangan dalam binis ritel antara lain: 1. Margin kontribusi   Selisih antara margin kotor dengan biaya operasional toko Perbandingan antar toko dan rata-rata perusahaan. dan (3) sumber-sumber yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut.

      Proses atas-bawah versus bawah-atas Kemampuan untuk dapat dipertanggungjawabkan (akuntabilitas) Pengukuran pegelolaan Jenis-jenis pengukuran Audit penjualan Kendali terhadap persediaan .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful