BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Tanaman teh pertama kali masuk ke Indonesia tahun 1684, berupa biji teh dari Jepang yang ditanam sebagai tanaman hias. Kemudian dilaporkan pada tahun 1694 terdapat perdu teh muda berasal dari China tumbuh di Jakarta. Teh jenis Assam mulai masuk ke Indonesia dari Sri Lanka (Ceylon) pada tahun 1877 dan ditanam di Kebun Gambung, Jawa Barat oleh R.E Kerk Hoven. Sejak saat itu, teh China secara berangsur-angsur diganti dengan teh Assam, sejalan dengan perkembangan perkebunan teh di Indonesia, yang mulai sejak tahun 1910 dengan dibangunnya perkebunan teh di Simalungun, Sumatera Utara. Dalam perkembangannya industri teh di Indonesia mengalami pasang surut sesuai perkembangan situasi pasar dunia maupun Indonesia, antara lain pada masa pendudukan Jepang (19421945) banyak areal kebun teh menjadi terlantar (Soehardjo, Dkk, 1996). Tanaman teh dapat tumbuh sampai sekitar 6-9 meter tingginya. Di perkebunanperkebunan, tanaman teh dipertahankan hanya sekitar 1 meter tingginya dengan pemangkasan secara berkala. Hal ini adalah untuk memudahkan pemetikan daun dan agar diperoleh tunas-tunas daun teh yang cukup banyak. Tanaman teh umumnya mulai dapat dipetik daunnya secara terus-menerus setelah 5 tahun dan dapat memberikan hasil daun teh cukup besar selama 40 tahun, baru kemudian diadakan peremajaan. Tanaman ini dapat tumbuh dengan subur di daerah ketinggian 200-2000 meter di atas permukaan air laut. Semakin tinggi letak daerahnya, semakin menghasilkan mutu teh yang baik (Spillane, 1992). Pada tahun 1998 terjadi kenaikan harga teh dunia secara menyeluruh dari harga tahun 1997 sebesar $1.65 (Indonesia), $1.70 (India) dan $2.02 (Sri Lanka) menjadi masingmasing $1.70, $1.80 dan $2.28 pada tahun berikutnya, dan yang tertinggi adalah Sri Lanka. Seperti kejadian yang umum berlaku, setelah kenaikan harga selalu disusul dengan penurunan harga, karena sebagai respon penjual terhadap fenomena kenaikan harga yang melonjak. Pada saat harga baik setiap produsen berusaha meningkatkan produksinya agar memperoleh manfaat yang tinggi dalam jangka pendek, akibatnya pasar dibanjiri oleh teh kualitas rendah sehingga disusul dengan penurunan harga. Kalau diperhatikan antara tahun 1998 ke 1999 penurunan harga Sri Lanka dari $2.28 menjadi $1.64 atau 72%, India dari $1.80 menjadi $1.44 atau 80% tapi Indonesia dari $1.70 menjadi $1.05 atau 62% dan setelah itu harga teh Indonesia selalu terpuruk (Tim Penulis Pusat Penelitian Teh dan Kina, 2008).

1

1.2 Rumusan Masalah 1. Mengetahui nama latin teh 2. Mengetahui bagaimana budidaya tanaman teh 3. Mengetahui pergerakan tanaman teh dari hulu ke hilir 4. Mengetahui kebijakan penunjang pada tanaman teh 5. Mengetahui bagaimana pemasaran teh, baik lokal maupun internasional. 6. Mengetahui perkembangan teh di indonesia 1.3 Tujuan Makalah ini bertujuan supaya mahasiswa – mahasiswi mengetahui mengenai Perkebunan Kopi secara sub sistem agribisnis.

2

BAB II PEMBAHASAN 2.1 Nama Latin Teh Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji) Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil) Sub Kelas: Dilleniidae Ordo: Theales Famili: Theaceae Genus: Camellia Spesies: Camellia sinensis (L.)O.K Nama latin dari TEH adalah Camelia Sinensis (keluarga Camelia). Pada umumnya, tanaman teh tumbuh di daerah tropis dengan ketinggian antara 200-2000 meter diatas permukaan laut. Suhu cuaca antara 14-25 derajat celsius. Ketinggian tanaman dapat mencapai hingga 9 meter untuk Teh Cina dan Teh Jawa, ada yang berkisar antara 12-20 meter tingginya untuk tanaman Teh jenis Assamica. Hingga saat ini, di seluruh dunia terdapat sekitar 1500 jenis teh yang berasal dari 25 negara. Untuk mempermudah pemetikan daun-daun teh, maka pohon teh selalu dijaga pertumbuhannya, dengan cara selalu dipangkas sehingga ketinggannya tidak lebih dari 1 meter. Dengan ketinggian ini, maka sangatlah mudah untuk memetik pucuk-pucuk daun muda yang baik. Teh merupakan hasil pengolahan pucuk (daun muda) dari tanaman teh yang dipakai sebagai bahan minuman. Ada berbagai legenda asal mula teh, namun yang terpopuler adalah legenda Kaisar Shen Nung dari provinsi Yunan-Cina pada tahun 2737 SM. Ketika sedang memasak air minumannya, dengan tidak sengaja sehelai daun yang berasal dari ranting kering yang dipakainya sebagai kayu bakar, terbang dan tercelup ke dalam ketel air. Air seduhan daun tersebut kemudian menghasilkan sebuah minuman baru yang beraroma khas yang hingga kini dikenal sebagai teh. Teh yang baik dihasilkan dari bagian pucuk (pecco) ditambah 2-3 helai daun muda, karena pada daun muda tersebut kaya akan senyawa polifenol, kafein serta asam amino. Senyawasenyawa inilah yang akan mempengaruhi kualitas warna, aroma dan rasa dari teh. Dasar utama pengolahan teh adalah pemanfaatan oksidasi senyawa polifenol yang ada di dalam daun teh. Proses oksidasi ini lazim disebut fermentasi Berdasarkan sifat fermentasinya, dikenal beberapa macam jenis teh, yaitu: *Teh Hitam (Black Tea) Teh hitam mudah dikenali di pasaran karena warnanya hitam dan paling luas dikonsumsi. Dalam proses pengolahan diberi kesempatan penuh terjadi fermentasi (mengalami perubahan kimiawi sempurna sehingga hampir semua kandungan tanin terfermentasi menjadi theaflavin dan thearubigin) yang akan merubah warna daun teh dari hijau menjadi kecoklatan dan dengan proses pengeringan berubah menjadi hitam.

3

* Teh Oolong Umumnya diproduksi dari tanaman teh yang tumbuh di daerah semi tropis. Prosesnya sama seperti teh hitam, namun proses fermentasinya hanya sebagian (lebih singkat sekitar 30-70% dan perubahan berlangsung setengah sempurna sehingga masih mengandung sebagian tanin dan beberapa senyawa turunannya) sehingga warna dan aromanya di antara teh hitam dan teh hijau. * Teh Merah (Red Tea) Di Afrika Selatan, teh merah adalah sebutan untuk teh roibos, yang termasuk dalam golongan teh herbal. Teh merah dihasilkan melalui proses semifermentasi. * Teh Hijau (Green Tea) Daun teh tidak diberi kesempatan fermentasi (hampir tidak mengalami proses perubahan kimia). Biasanya pucuk teh diproses langsung dengan panas/steam untuk menghentikan aktivitas enzim sehingga sama seperti raw leaf (daun teh awalnya), karena itu selain warnanya masih hijau juga masih mengandung tanin yang relatif tinggi. * Teh Putih (White Tea) Merupakan jenis teh terbaik karena untuk mendapatkannya, hanya diambil dari satu pucuk tiap satu pohon, yakni pucuk tertinggi dan utama. Kandungan antioksidan paling tinggi. Dalam prosesnya, daun teh dibiarkan layu secara alami sehingga warnanya menjadi putih. * Teh Kuning (Yellow Tea) Sebutan untuk teh berkualitas tinggi yang disajikan di istana kaisar atau teh yang berasal dari daun teh yang diolah seperti teh hijau tapi dengan proses pengeringan yang lebih lambat. * Teh Bunga atau Teh Melati (Jasmine Tea) Teh hijau atau teh hitam yang diproses atau dicampur dengan bunga. Teh bunga yang paling populer adalah teh melati (Heung Pín dalam bahasa Kantonis, Hua Chá dalam bahasa Tionghoa) yang merupakan campuran teh hijau atau teh oolong yang dicampur bunga melati. Bunga-bunga lain yang sering dijadikan campuran teh adalah mawar, seroja, leci dan seruni. Mutu teh merupakan kumpulan sifat yang dimiliki oleh teh, baik sifat fisik maupun kimianya. Kedua sifat ini telah dimiliki sejak masih berupa pucuk teh maupun diperoleh sebagai akibat teknik penanganan dan pengolahan yang dilakukan. 2.2 Budidaya Teh 2.2.1 Persiapan Lahan Persiapan lahan dimulai dengan pembongkaran tunggul-tunggul dan pohon sampai ke akar agar tidak menjadi sumber penyakit akar. Lahan yang digunakan untuk penanaman baru dapat berupa hutan belantara, semak belukar atau lahan pertanian lain, yang telah diubah dan

4

Ajir/patok dipasang setiap jarak 20 m. dilakukan sedalam 40 cm untuk maratakan lahan. setelah 6-12 bulan. Batang ditebang pada batang leher akar dan tunggul ditimbun sedalam 10 cm dengan tanah. Pembersihan semak belukar dan gulma Setelah dilaksanakan pembongkaran dan pembuangan pohon. Pencangkulan pertama dilakukan sedalam 60 cm untuk menggemburkan tanah. mulai dari batas permukaan tanah sampai setinggi 1m. 5. Areal yang akan ditanami dicangkul sebanyak dua kali. yaitu setelah cadangan pati dalam akar habis. 3. serta pembuatan peta kebun dan peta kemampuan lahan. Dengan demikian jalan kebun dibuat secukupnya. 4. b. kemudian diberikan racun dengan dosis 1. Selesai membuat petakan selanjutnya pembuatan jalan kebun. Pohon dapat dimatikan terlebih dahulu sebelum dibongkar dengan cara pengulitan pohon (ring barking). Secara umum urutan kerja persiapan lahan bagi penanaman baru adalah sebagai berikut. agar tidak menjadi sumber penyakit akar bagi tanaman teh. gembur dan bersih dari sisa-sisa akar dan tunggul. Pohon dimatikan dengan penggunaan racun kimia atauaborosida seperti Natrium arsenat atau Garlon 480 P. atau ditumpuk di pinggir lahan yang akan ditanami. pada ketinggian 50-60 cm dari atas tanah. serta mematikan gulma yang masih tumbuh.dipersiapkan bagi tanaman teh. pembuatan fasilitas air. sehingga akan menyebabkan tanah menjadi tandus. 1. kemudian digulung kemudian dibuang ke jurang yang tidak ditanami teh. Pohon akan mati setelah 6-12 bulan. Pembuatan jalan dan saluran drainase Setelah pengolahan selesai selanjutnyadilakukan pengukuran dan pematokkan.Pada cara ini kulit batang dikupas berkeliling selebar 10-20cm. Dalam pembuatan jalan kebun ini hendaknya dipertimbangkan faktor kemiringan lahan serta faktor pekerjaan pemeliharaan dan pengangkutan pucuk.5 g/cm lingkaran batang. Pembersihan gulma dapat juga menggunakan bahan kimia yaitu herbisida dengan dosis yang telah tercantum dalam merk dagang. Dengan demikian akan terbentuk petakan-petakan yang berukuran 20m x 20m atau seluas 400 m2. membunuh mikroorganisme tanah yang berguna. tidak 5 . Pohon dan tunggul dibongkar langsung secara tuntas sampai keakar-akarnya. membersihkan sisa-sisa akar dan gulma. Sampah tersebut tidak boleh dibakar karena pembakaran akan merusak keadaan teh. Pengolahan tanah Maksud pengolahan tanah adalah mengusahakan tanah menjadi subur. Pembongkaran pohon dan tunggul Pelaksanaan Pembongkaran pohon dan tunggul dapat dilakukan dengan tiga cara berikut. 2. c. a. baik kearah panjang maupun kearah lebar. Sedangkan pencangkulan kedua dilakukan setelah 2-3 minggu pencangkulan pertama. semak belukar dibabat. pohon akan kering dan mati. Survey dan pemetaan tanah Survey dan pemetaan tanah perlu dilakukan karena berguna dalam me-nentukan sarana dan prasarana yang akan dibangun seperti jalan-jalan kebun untuk transportasi dan kontrol. dan akan membakar humus tanah.

2. 1. Kulit biji berwarna hitam dan mengkilap. benih yang digunakan adalah benih yang baik. dapat dibongkar untuk dipindahkan ke kebun. Biji yang dipungut untuk dijadikan benih adalah biji yang telah jatuh ke tanah. yang tumbuh subur dan sehat serta terhindar dari gangguan hama dan penyakit.2 Pembibitan Tanaman teh dapat diperbanyak secara generative maupun secara vegetative. Penyiangan 4. sedangkan perbanyakan secara vegetative digunakan bahan tanaman asal setek berupa klon. Diantara bedengan dibuat saluran drainase untuk membuang kelebihan air. Pada perbanyakan secara generative digunakan bahan tanam asal biji. sehingga apabila dimasukkan kedalam air akan tenggelam. Pengendalian hama dan penyakit 6. Mempunyai bentuk dan ukuran yang normal. b. Sebaiknya biji segera disemai karena daya kecambah biji teh cepat menurun dan biji teh mudah menjadi busuk. Pemeliharaan dipersemaian bibit asal biji Untuk memperoleh bibit yang baik. Berisi penuh. bibit dipersemaian harus dijaga dengan baik. dengan isi biji berwarna putih. dikumpulkan secara teratur setiap hari.Biji yang baik ditandai dengan beberapa ciri. Penyulaman 3. antara lain: a.2.terlalu banyak yang menyebabkan tanah terbuang dan tidak terlalu sedikit sehingga menyulitkan pelaksanaan pekerjaan di kebun 2. Pengaturan naungan 3. Penyemaian biji Persiapan lahan untuk persemaian harus dilaksanakan 6 bulan sebelum penyemaian benih. Tanah dibersihkan dan dicangkul sedalam 30 cm. Pemeliharaan bibit terdiri atas: 1. Pemindahan bibit ke lapangan Setelah bibit berumur dua tahun. Pemupukan 5. Tidak terserang penyakit. d. cendawan ataupun kepik biji. ke-mudian dibuat bedengan. Cara pembongkaran bibit adalah sebagai berikut: 6 . Mempunyai berat jenis yang lebih besar dari pada air. Penyiraman 2. Bedengan diberi atap naungan miring timur-barat dengan sudut kemiringan 300. c. e.Pengecambahan biji dimaksudkan untuk memperoleh biji yang tumbuh seragam dan serempak sehingga memudahkan pemindahannya ke persemaian bibit atau ke kantong plastik. benih yang mempunyai ukuran lebih besar dari pensil.

Hal ini sulit dicapai apabila digunakan bahan tanam asal biji. 2. Mengingat pentingnya penggunaan media yang steril untuk persemaian guna untuk membantu terciptanya bibit yang sehat dan layak untuk dikem-bangkan. diperlukan adanya perencanaan. Dekat dengan jalan agar memudahkan dalam pengawasan dan peng-angkutan ke lokasi yang akan ditanami. dan jenis klon yang di-tentukan dapat dipastikan sifat keunggulannya sama dengan induknya. persiapan. dan pelaksanaan yang baik dan tepat waktu.5 – 5. Bahan campuran dan dosis untuk media tanah dapat dilihat pada Tabel 1. Karena suatu kondisi media persemaian merupakan salah satu faktor dalam menentukan keberberhasilan ataupun kegagalan bibit yang dihasilkan. Setelah disimpan. sebelum media tanah di-masukkan kedalam kantong plastik. Tanah disimpan selama 4-6 minggu dalam bangunan penyimpanan.5 cm diatas dan 3-4 cm dibawah buku. akar tunggang dan akar se-rabut yang terlalu panjang bisa dipotong. fungisida dan tawas. Pertanaman teh diarahkan pada cara memperoleh produksi yang tinggi dan mantap. Bibit dibongkar dengan cara mencangkul tanah disekitar bibit sedalam 60 cm. Adapun pengambilan ranting stek atau stekresmulai dapat diambil 4 bulan setelah pemangkasan. c. 7 . ranting dipotong dengan pisau tajam. 4. Serta pH ta-nah 4. Stek tidak boleh direndam lebih dari 30 1. drainase tanah baik dan tidak becek. Syarat-syarat subsoil yang baik adalah mengandung liat yang relatiftinggi sehingga dapat menahan ataupun menyerap air lebih lama. Dua minggu sebelum bibit dibongkar. Dekat dengan sumber tanah. 5. untuk keperluan penyiraman. Setek ditampung dalam satu tempat yang berisi air bersih. ayaklah tanah menggunakan ayakan kawat yang berdiameter ± 1 cm. Media tanah untuk setek terdiri dari tanah lapisan atas (topsoil) dan lapisan bawah (subsoil). Dekat dengan sumber air. d. dan bahan organik maksimal 10%.6. Untuk memperoleh hasil pembibitan setek berupa setek bibit yang baik. Tanda bahwa setekres matang ialah apabila pangkal stekres sepanjang ± 10 cm sudah menunjukkan warna coklat.a. sehingga perusahaan perkebunan teh menjadi lebih efisien. dan tanah harus tetap dalam keadaan lembab. yang sebaiknya ditanam segera pada hari itu juga di kebun yang telah dipersiapkan. 3. Bibit yang ukuran batangnya lebih kecil dari pensil sebaiknya tidak di-gunakan. Karena biji merupakan hasil per-silangan yang dapat menimbulkan perubahan sifat pada keturunannya. agar mendapat sinar matahari pagi. Satu stek terdiri dari satu lembar daun dengan ruas sepanjang 0. Pembibitan menggunakan stek merupakan cara yang paling cepat untuk memenuhi kebutuhan bibit dalam jumlah yang banyak. terlebih dahulu dicampur dulu dengan pupuk. Bibit ini disebut bibit stump. diantaranya: Lokasi terbuka. Lebih baik bila lahan melandai kearah timur. Adapun lokasi untuk pembibitan. kan-dungan pasir tidak boleh lebih dari 30%. selanjutnya dicabut dengan hati-hati. batang dipotong setinggi 15-20 cm dari permukaan tanah. b. untuk mengisi polibag.

Lubang tanam yang dibuat tepat di tengah-tengah diantara dua ajir.3 Penanaman Pembuatan lubang tanam dilakukan 1-2 minggu sebelum dilakukan penanaman.menit. 8 . Ukuran lubang tanamnya adalah: 1. Untuk bibit asal stump biji: 30 cm x 30 cm x 40 cm. Tabel Dosis Pupuk Untuk Bibit Teh Dosis per m3Tanah Topsoil 500 g 500 g 400 g Subsoil 300 g No 1 2 3 TSP KCl Bahan Campuran Keterangan Dithane M 45/Manzate/Vandozep 4 5 6 Tawas Vapam Basamid 600 g 250 ml 150 g 1000 g 250 ml 150 g Fumigan Fumigan Sumber: Setyamidjaja (2000). Catatan : Jenis dan dosis pupuk bisa sesuai dengan anjuran dinas pertanian setempat.2. 2. Dari satu ranting stek hanya digunakan bagian tengahnya saja dan rata-rata diperoleh 3-4 stek yang baik untuk dijadikan bibit.

persis di tengah-tengah lubang.Penanaman pohon pelindung sementara dilakukan setelah penanaman teh selesai. Menanam bibit stump Bibit stump biasanya ditanam pada umur 2 tahun. Kebutuhan benih pupuk hijau tersebut adalah 10 kg-12 kg/ha. yaitu : 1. Adapun untuk penanaman pohon pelindung atau pohon naungan pertanaman teh terdiri atas pohon pelindung sementara dan pohon pelindung tetap. Pohon pelindung sementara Pohon pelindung sementara adalah pupuk hijau seperti Theprosia sp. kemudian dimasukkan ke dalam lubang.Jenis – jenis pohon pelindung. Penggunaan pohon pelindung tetap bukan jenis Leguminoceae. sementara tangan kanan menimbun lubang dengan tanah yang berada di sekitar lubang dengan menggunakan kored.5 g + TSP 5 g + KCl 5 g per lubang. Pohon pelindung tetap Penanaman pohon pelindung tetap diutamakan untuk daerah dengan ketinggian kurang dari 1. 2. Cara penanaman a. Jenis pelindung yang akan ditanam harus dipilih yang memenuhi persyaratan sebagai pelindung. Bibit tidak boleh miring dan tanah di sekitar lubang tanam diratakan. dengan leher akar tepat dipermukaan tanah.2. Selanjutnya lubang tanam ditimbun dan dipadatkan dengan diinjak. 2. yaitu: 1.000 m dpl. ini tidak dianjurkan. Menanam bibit asal stek Mula-mula kantong plastik disobek pada bagian bawah dan sampingnya untuk memudahkan melepaskan bibit dari plastik. perakarannya dalam dan kuat. Ujung kantong plastik bagian bawah yang telah sobek ditarik keatas sehingga bagian bawah kantong plastik terbuka . 9 . Untuk bibit stek dalam kantong plastik: 20 cm x 20 cm x 40 cm. Ada dua kegiatan dalam proses penanaman. selanjutnya bibit dipegang dengan tangan kiri. Apabila pH tanah diatas 6. Untuk dataran rendah dan sedang. disanggga dengan belahan bambu. pohon pelindung sangat diperlukan oleh tanaman teh agar pertumbuhannya baik. Pemberian pupuk dasar Pupuk dasar yang dianjurkan terdiri atas Urea 12. b. Atau Crotalaria sp. Bibit ditanam dengan cara dimasukkan ke dalam lubang tanam. yaitu memilki mahkota yang baik. dan resistensinya terhadap serangan hama atau penyakit baik. maka lubang tanam diberikan belerang murni ( belerang cirrus)sebanyak 1015 g per lubang.

pohon pelindung harus sudah dapat melindungi tanaman teh pada saat tanaman teh berumur 2-3 tahun. Sumatera Utara. dan pada umur sekitar enam bulan tingginya telah mencapai lebih dari satu meter. Pengendalian gulma pada pertanaman teh bertujuan untuk menekan serendah mungkin kerugian yang ditimbulkan akibat gulma. atau Theprosia sp. Pemangkasan tanaman pupuk hijau dilakukan setiap enam bulan sekali yaitu pada waktu musim hujan. 3. Intensitas serangan 28% sudah dapat mengakibatkan penurunan kualitas teh jadi. kafein. Pengendalian gulma Pengendalian teh di perkebunan teh merupakan salah satu kegiatan rutin yang sangat penting dalam pemeliharaan tanaman teh. Namun sementara ini biasa ditanam selang dua baris dari tanaman teh. Sampai saat ini 10 . Hal ini sebabkan sebagian besar permukaan tanah terbuka dan secara langsung mendapatkan sinar matahari. Pengendalian Hama dan Penyakit Penyakit cacar yang disebabkan oleh jamur Exobasidium VexansMassae berasal dari Assam. 2.4 Pemeliharaan 1. perlu dilakukan pemangkasan. Untuk itu. Gulma akan menimbulkan masalah besar terutama pada areal tanaman teh muda atau pada areal tanaman teh produktif yang baru dipangkas. sehingga perkecambahan maupun laju per-tumbuhan berbagai jenis gulma berlangsung sangat cepat. sehingga diperoleh laju pertumbuhan tanaman teh dan produksi pucuk yang maksimal. Pemangkasan dilakukan pada tinggi 50 cm dan sisa pangkasan dihamparkan sebagai mulsa disekitar tanaman. dan fenol total pucuk. Agar tanaman pupuk hijau ini tidak mengganggu pertumbuhan tanaman teh. Penyakit cacar dapat mengakibatkan kehilangan hasil sampai dengan 40% dan penurunan kuallitas teh jadi. yang ditandai berkurangnya kandungan theaflavin. cahaya matahari.Agar pohon pelindung tetap berfungsi baik pada tanaman teh.2. sedangkan kehilangan hasil baru dapat terjadi pada intensitas serangan 35%. thearubigin. terutama untuk kebun-kebun teh di dataran tinggi. dan menjadi penyakit yang paling merugikan. yaitu di perkebunan Bah Butong. akan merugikan tanaman teh karena terjadinya persaingan di dalam memperoleh unsur hara. 2. Sejak saat ini penyakit cacar meluas ke hampur seluruh perkebunan teh di Indonesia. India. air. Jenis-jenis gulma tertentu diduga pula mengeluarkan senyawa racun (allelopati) yang membahayakan tanaman teh. dan ruang tumbuh. Pemeliharaan dan pemangkasan Tanaman teh yang belum menghasilkan mendapat naungan sementara dari tanaman pupuk hijau seperti Crotalaria sp. Untuk pertama kalinya penyakit ini ditemukan di Indonesia pada tahun 1949. Jangan melakukan pemangkasan pada musim kemarau karena pada saat itu tanaman teh muda membutuhkan naungan. substansi polimer tinggi. pohon pelindung sebaiknya ditanam satu tahun sebelum dilakukan penanaman teh. Populasi gulma yang tumbuh tidak terkendali.

Istilah-istilah tersebut adalah sebagai berikut: 1. tidak bergerigi. biasa disebut kepel ceuli. maka perlu dipertimbangkan untuk mulai menerapkan strategi pengendalian penyakit cacar yang meminimalkan penggunaan fungisida sintetik umumnya. 2.tindakkan pengendalian penyakit cacar yang paling umum dilakukan di kebun-kebun teh adalah penggunaan fungisida sintetik. 3. ketinggian tempat. kecepatan pertumbuhan tunas akan mempengaruhi beberapa aspek pemetikan. yaitu: jenis pemetikan. dan fungisida tembaga khususnya. Teh hijau Jepang dipanen dengan frekuensi yang lebih lama yaitu 55 hari sekali. Kenyataan bahwa penggunaan fungisida tembaga dapat memacu per-kembangan populasi tungau atau Brevipalpus phoenicis (Martosupono. pemetikan berfungsi pula sebagi usaha membentuk kondisi tanaman agar mampu berproduksi tinggi secara berkesinambungan. Panjang pendeknya periode pemetikan ditentukan oleh umur dan kecepatan pembentukan tunas. terutama fungisida tembaga. Peko adalah kuncup tunas aktif berbentuk runcing yang terletak pada ujung pucuk. dan pelaksanaan pemetikan. Sisik ini segera berguguran apabila daun kepel mulai tumbuh. tetapi mengkombinasikan berbagai teknik pengendalian penyakit yang sesuai dan kompatibel berdasarkan pertimbangan ekologi dan ekonomi.2. kecepatan pertumbuhan tunas baru dipengaruhi oleh daun-daun yang tertinggal pada perdu yang biasa disebut daun pemeliharaan. pengaturan areal petikan. Mula-mula tumbuh daun kecil berbentuk lonjong. namun mengingat dampak negatif yang ditimbulkannya. Pada umumnya pekebun merasa puas dengan hasil yang diperoleh. Beberapa istilah perlu diketahui baik dalam pemetikan maupun dalam menentukan rumus-rumus pemetikan. 1985). licin. Tebal lapisan daun pemeliharaan yang optimal adalah 15-20 cm. yaitu suatu strategi pengendalian yang tidak hanya menggantungkan diri pada penerapan satu teknik pengendalian penyakit saja. jenis petikan. Kepel adalah dua daun awal yang keluar dari tunas yang sebelahnya tertutup sisik. dalam rumus petikan tertulis dengan huruf p. Selanjutnya kepel ceuli diikuti oleh 11 . lebih tebal atau lebih tipis dari ukuran tersebut pertumbuhan akan terhambat. Burung adalah tunas tidak aktif berbentuk titik yang terletak pada ujung pucuk dalam rumus petik tertulis dengan huruf b. Disamping faktor luar dan dalam. sehingga kurang memperhatikan dampak negatif yang dapat ditimbulkan dari penggunaan fungisida tembaga. praktis. daur petik. Walaupun sampai saat ini terbukti bahwa penggunaan fungisida tembaga merupakan cara yang paling efektif untuk mengendalikan penyakit cacar. Pucuk teh di petik dengan periode antara 6-12 bulan. iklim dan kesehatan tanaman. atau yang disebut dengan pengendalian penyakit tanaman terpadu.5 Pemetikan Pemetikan adalah pemungutan hasil pucuk tanaman teh yang memenuhi syarat-syarat pengolahan. pengaturan tenaga petik. dan ekonomis. 2. karena dianggap sebagai suatu teknik pengendalian yang efektif.

2t. 5. Pemetikan jendangan Pemetikan jendangan ialah pemetikan yang dilakukan pada tahap awal setelah tanaman dipangkas. baru diikuti oleh pertumbuhan daun yang bergerigi atau normal. Petikan pucuk pentil: bila yang dipetik peko dan satu lembar daun dibawahnya (p + 1m). 6.pertumbuhan sehelai daun kepel yang lebih besar yang disebut kepel licin. b + 1t. Pemetikan produksi Pemetikan produksi dilakukan terus menerus dengan daur petik tertentu dan jenis petikan tertentu sampai tanaman dipangkas kembali. dan dalam rumus pemetikan ditulis dengan huruf m mengikuti angka (1m. Petikan kasar: bila yang dipetik dengan tiga lembar daun tua atau lebih daun burung dengan satu. Macam dan rumus petikan adalah sebagai berikut: 1. terasa keras. Dalam rumus petik ditulis dengan angka 1. b + 3m). 2. 3. 4. 7. dua. Setelah daun-daun ini terbentuk. Petikan halus: bila yang dipetik peko dengan satu lembar atau dua lembar daun burung dengan satu lembar daun muda (p + 1m. p + 4. Daun muda adalah daun yang baru terbentuk tetapi belum terbuka seluruhnya. untuk membentuk bidang petik yang lebar dan rata dengan ketebalan lapisan daun pemeliharaan yang cukup. Petikan kepel: bila daun yang ditinggalkan pada perdu hanya kepel (p + n/k. 3t). 6. tiga lembar daun tua (p + 3. 3m). Dalam rumus pemetikan ditulis dengan huruf t mengikuti angka (1t. Daun kepel ini dalam rumus petikan ditulis dengan huruf k.3. dua atau tiga lembar daun muda ( p + 2m. p + 3m.4 dan seterusnya tergantung beberapa helai daun yang terdapat pada pucuk tersebut.2. Petikan medium: bila yang dipetik peko dengan dua lembar atau tiga lembar daun muda dan pucuk burung dengan satu. 4. Pemetikan produksi yang dilakukan menjelang 12 . 2. b + 1m). Daun tua adalah daun yang berwarna hijau gelap. Manjing adalah pucuk yang telah memenuhi syarat sesuai dengan sistem pemetikan yang telah ditentukan. 2m. 5. Petikan imperial: bila yang dipetik hanya kuncup peko (p + 0). b + 2t. b + n/k). dan bila dipatahkan berserat. agar tanaman mempunyai potensi produksi yang tinggi. Daun biasa/normal adalah daun yang tumbuh setelah terbentuk daun-daun kepel. b + 2m. Jenis pemetikan yang dilakukan selama satu daun pangkas terdiri dari: 1. b + 1m. berbentuk dan berukuran normal serta sisinya bergerigi. b + 3t).

rasa.tanaman dipangkas disebut “petikan gendesan”. cara uji. sehingga menjadi hasil olahan yang memunculkan sifat-sifat yang dikehendaki pada air seduhannya.7 STANDAR PRODUKSI 1. dan mineral). pertama. memisahkan ukuran besar dan ukuran kecil. Usai dikeringkan. Bila daun tersebut memenuhi standar maka akan dikemas ditempat penyimpanan sementara (disimpan didalam tong plastik berukuran besar). Daun-daun teh yang sudah layu kemudian dimasukan kedalam gentong dan diangkut menggunakan monorel ke tempat proses berikutnya. Bahan kimia yang terkandung dalam daun teh terdiri dari empat kelompok yaitu subtansi fenol (catechin dan flavanol). pengambilan contoh. dan badag. Fungsi dari proses pelayuan ini adalah untuk menghilangkan kadar air sampai dengan 48%. Ruang Lingkup Standar produksi ini: meliputi syarat mutu. daun dibawa ke ruangan sortasi. Setelah digiling. bubuk 3. Sementara itu hasil ayakan terakhir yaitu badag tidak melewati proses fermentasi. awal mula melewati proses pelayuan yang memakan waktu 18 jam disebuah tempat berbentuk persegi panjang bernama withered trough. penandaan. Masing-masing withered trough memuat 1 sampai 1. memisahkan daun teh yangberwarna hitam dan yang berwarna merah dengan menggunakan alat yang disebut Vibro. Ada 3 jenis pekerjaan yang dilakukan diruangan sortasi. Proses untuk mengayak ini terjadi beberapa kali dengan hasil hitungan berdasarkan jumlah mengayak: bubuk 1.5 ton daun teh.2. yaitu memetik semua pucuk yang memenuhi syarat untuk diolah tanpa memperhatikan daun yang ditinggalkan 2. resin. Setelah semua proses selesai dikerjakan maka teh harus diperiksa dahulu (quality control). dan aroma yang baik dan disukai. Lamanya proses pengeringan adalah 23 menit dengan suhu 100o C. Badag dan bubuk-bubuk yang telah melewati proses fermentasi kemudian dibawa ke ruangan berikutnya untuk dikeringkan. Kedua. bubuk 4..dan pengemasan. seperti warna. subtansi bukan fenol (pectin.6 Pascapanen Pengolahan daun teh dimaksudkan untuk mengubah komposisi kimia daun teh segar secara terkendali. daun teh dibawa ketempat untuk mengayak.2. Setiap 4 jam daun dibalik secara manual. Bila sudah siap untuk dipasarkan. 13 . subtansi aromatik dan enzim-enzim. vitamin. Bahan bakar untuk proses pengeringan ini adalah kayu dan batok kelapa untuk rasa yang lebih enak. contohnya di ekspor maka daun teh yang siap dipasarkan tersebut akan dikemas kedalam papersack 2. Dari monorel daun-daun dimasukan ke mesin penggilingan. 1 mesin memuat 350 kg daun teh dan waktu untuk menggiling adalah 50 menit. Daun teh yang dipetik. bubuk 2.

Selam dipijar tambahkan beberapa butir amonium karbonat untuk mempermudah pengabuan. lalu didinginkan dan ditimbang hingga bobotnya tetap. Kertas saring (berikut endapannya) dipijarkan dalam cawan petri. Kadar kotoran (pasir. 3. Kadar air=(pengurangan bobot bahan / berat gram contoh) x 100% 2. dsb) 5-10 gram contoh (yang telah dihaluskan) diabukan seperti keterangan diatas tersebut. kemudian disaring dan dicuci dengan air panas 2-3 kali. keadaan: normal Adapun cara uji adalah: 1. Standar mutu teh di Indonesia tercantum dalam Standar Nasional Indonesia SNI 01-3836-1995. Klasifikasi dan Standar Mutu a) Air: maksimum 12% b) Abu: maksimum 7% c) Abu dapat larut dalam air: minimum 50% dari kadar abu d) Ekstrak dalam air: minimum 33% e) Theina: minimum 5% f) Logam-logam berbahaya (Pb. kemudian abu ditambah/dilarutkan dalam HCl encer (25%) dan dipanaskan kedalam penangas 14 . Kadar abu larut dalam air=(pengurangan bobot masal abu / berat gram contoh ) x 100% 4. Abu 5-10 gram contoh (yang telah digerus dan dihaluskan) ditimbang dan dicampurkan dengan air sampai menjadi bubur. Cu. Hg) dan arsen: tidak nyata g) Bau. Abu dapat larut dengan air Abu yang terdapat dalam kadar abu diatas ditambah dengan air dan dipanaskan diatas pemanas air. Kadar abu=(bobot abu / berat gram contoh ) x 100% 3. dinginkan dan timbang hingga bobotnya tetap. kemudian panaskan sampai kelebihan asamnya hilang. rasa. tanah. tambahkan 1 ml asam sulfat pekat. Lalu keringkan pada 105 derajat C. Kadar Air 5-10 gram contoh (yang telah digerus dan dihaluskan) ditimbang dalam sebuah botol timbang. Diskripsi Teh adalah pucuk dan daun muda kering dari tanaman thea sinensis (L) sims yang telah diolah.2. Sesudah itu dipijar lalu didinginkan dan dibasahi lagi dengan 2-3 tetes asam sulfat pekat dan dipijarkan lagi. didinginkan dan timbang hingga bobotnya tetap.

Asam folat. Karoten). C. b) Teh hitam yang difermentasi. untuk produksi teh pada tahun 2005 yaitu 167 276 Ton sehingga produktivas teh pada tahun 2005 adalah 1. Setelah selesai disaring dan dicuci dengan air panas hingga tak bereaksi asam lagi. Kadar abu=( bobot kotoran / berat gram contoh ) x 100% 5. mineral (Mn. Dinginkan dan timbang. Pada saringan terakhir dikumpulkan.3 Pergerakan dari Hulu ke Hilir teh merupakan minuman penyegar yang memiliki banyak manfaat karena mengandung vitamin (B1.5 Ton/Ha. 2. 4. Teh hijau dikemas dalam kemasan 3 kg baik untuk daun maupun serbuk teh. F) serta polifenol (zat antioksidan). Kadar ekstrak (sari) Kertas saring bulat dikeringkan pada suhu 105 derajat C. Selain itu penelitian di Taiwan memperlihatkan bahwa kelompok yang biasa minum 120-600 ml teh/hari lebih rendah resiko terserang hipertensi dibandingkan dengan kelompok yang tidak biasa minum teh. Masukan 5 gram contoh kedalam piala 1 liter tambahkan 750 ml air didihkan selama 15 menit. Oleh karena itu dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan manfaat minum teh. Luas perkebunan teh di Indonesia berdasarkan pusat data dan informasi pertanian yang berasal dari departemen pertanian pada tahun 2005 adalah 140 538 Ha. Jumlah tiap-tiap contoh sekurang-kurangnya 250 gram 5. didinginkan dan ditimbang hingga bobotnya tetap. Pengambilan Contoh Menurut persetujuan pembeli dan penjual. 15 . kemudian dikeringkan pada suhu 105°. diperkirakan konsumsi teh dunia khusunya di Indonesi akan meningkat dari 288g/kapita/tahun menjadi sekitar 600 g/kapita/tahun. saring dengan kertas saring lalu dinginkan dan ditimbang. B2. Penelitian pada orang dewasa menunjukkan bahwa minum 3-4 cangkir teh sehari dalam jangka panjang dapat menurunkan resiko terhadap penyakit jantung koroner.air. Pekerjaan serupa diulangi sampai 4 kali. Kedua jenis teh tersebut diekspor dalam bentuk daun (leaf) atau serbuk teh (dust). K. contoh itu mewakili suatu tanding (pertij). Pengurangan bobot bahan asal dikurangi kadar air adalah kadar ekstrak (sari). K. Pengemasan Pasar internasional memerlukan dua macam teh yaitu: a) Teh hijau yang tidak difermentasi. Zn. B6. dinginkan ditimbang hingga bobotnya tetap. Sisa dalam piala ditambahkan lagi dengan 750 ml air dan didihkan kemudian saring. sisa saringan dipijar. Ekspor teh Indonesia mencapai 102 272 Ton pada tahun 2005 sedangkan untuk impor teh pada tahun yang sama mencapai 5 967 Ton.

yang meliputi jenis. jenis tanaman. Kegiatan lainnya yang merupakan kegiatan beruntun setelah pemangkasan adalah kubur ranggas. Adapun pada afdeling kayulandak dan andongsili tidak disediakan areal pembibitan. elevasi. penyiangan. yang terdiri atas curah hujan dan hari hujan. Di Indonesia terdapat beberapa daerah yang memiliki potensi cukup besar untuk pengembangan komoditi teh karena di daerah tersebut syarat-syarat bagi tanaman teh untuk tumbuh dengan baik terpenuhi. kebun bagian Andongsili dan kebun bagian kayulandak. Pemetikan tidak ditentukan luasan yang harus dipetik. (3) tanah. Proses produksi Pt Pagilaran di daerah Dieng Pembibitan Pembibitan di kebun PT pagilaran terdapat di kebun afdeling pagilaran. Kegiatan pembibitan dilakukan dengan dua teknik yaitu dengan menggunakan stek dan menggunakan biji.75 Ha dengan umur 4 tahun. Luas areal pembibitan yaitu 1000 m2. Faktor-faktor tersebut saling terkait satu dengan yang lainnya dan interaksi antar faktor sangat berpengaruh terhadap produktivitas teh. kimia dan biologi tanah (PPTPK Gambung. serta panjang penyinaran matahari). suhu udara.2. fisik. Tanaman teh tidak tahan terhadap kekeringan. Pemetikan 16 . Pagilaran diantaranya adalah pemangkasan. Pemetikan Pemetikan yang dilakukan di PT Pagilaran adalah pemetikan jendangan. Namun demikian. kerik lumut. dan penggarpuan. Pemeliharaan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) Tanaman belum menghasilkan di PT Pagilaran terdapat di tiap bagian kebun yaitu kebun bagian pagilaran. luas TBM di kebun bagian pagilaran tidak terlalu luas jika dibandingkan dengan TBM di kebun Andongsili yang luasnya mencapai 6. Namun demikian rata-rata tiap pekerja mendapatkan hanca petik 2 . penyulaman dan pemupukan. oleh karena itu dibutuhkan daerah yang mempunyai curah hujan yang cukup tinggi dan merata sepanjang tahun. produksi dan gendesan. Setiap mandor membawahi 40 orang pemetik.25 Ha dengan umur ± 3 tahun dan kebun TBM kayulandak yang berkisar 8. Pemeliharaan Tanaman Menghasilkan (TM) Pemeliharaan kebun yang dilakukan oleh PT. kelembaban udara. umur tanaman.5 Ha.Pertumbuhan dan produksi teh dipengaruhi oleh tiga faktor utama. (2) lingkungan tempat tumbuh (iklim. antara lain : (1) tanaman (populasi. 2005)). topografi. umer pangkas dan potensi genetik).

Pelayuan: Dilakukan untuk menghilangkan terbuangnya air dari daun dan memungkinkan oksidasi sesedikit mungkin. Daun kadang-kadang kehilangan lebih dari seperempat massanya akibat pelayuan. yang membantu oksidasi da memperbaiki citarasa teh. pengolahan teh melibatkan oksidasi terhadap pucuk daun. Untuk teh oolong 17 . yakni satu kuntum dan dua pucuk. Dari tahapan ini. daun dibiarkan semula di ruangan tertutup di mana segera mereka menjadi lebih gelap. karena jika yang terakhir dilakukan akan menurunkan mutu daun. Di industri teh. Pemetikan dilakukan dengan tangan ketika kualitas teh menjadi prioritas. Daun teh dapat dijemur atau ditiriskan di ruangan berangin lembut untuk mengurangi kelembaban.produksi menggunakan gilir petik 10 hari. DI dalam tahap ini klorofil pada daun dipecah secara enzimatik. Pemetikan pada musim gugur atau musim dingin jarang dilakukan. dengan perawatan dan pemotongan pucuk daun memengaruhi citarasa juga turut berperan meski cukup kecil. Di dalam bentuknya yang paling umum. Pemetikan juga dapat dilakukan dengan mesin. aroma. penghentian oksidasi. meski sebenarnya tidak terjadi fermentasi karena proses oksidatif ini tidak membangkitkan energi (langkah ini tidak juga dipicu oleh mikroorganisme. proses ini disebut fermentasi. Pemetikan dengan tangan dilakukan dengan cara menggenggam sejajar dengan hentakan pergelangan tangan dan tanpa pemilinan atau penjepitan. dipetik dari semak Camellia sinensis dua kali setahun pada permulaan musim semi dan musim panas atau penghujung musim semi. termasuk di antaranya pengeringan hingga penyeduhan teh. derajat oksidasi memainkan peran penting untuk menentukan rasa teh. meski akan lebih banyak daun yang rusak dan sebagian terbuang. pembentukan teh dan pengeringan. Harga pucuk teh yang diberikan untuk pemetik adalah Rp 390/Kg. dan wujud yang berbeda-beda. atau ketika biaya tenaga pekerja bukan persoalan. Penghasil teh dapat memilih ketika oksidasi harus dihentikan. Ini juga menghasilkan sedikit jus. di dalam langkah pengolahan teh lainnya--misalnya penyimpanan--mikroorganisme dapat digunakan untuk fermentasi). Jenisjenis teh dibedakan oleh pengolahan yang dilalui. pengolahan teh untuk semua jenis teh memiliki sekumpulan metode yang serupa dengan sedikit variasi: Pemetikan: Daun teh. Meskipun tiap-tiap jenis teh memiliki rasa. dan tanninnya dikeluarkan dan dialihbentukkan. daun boleh dimemarkan dengan memberinya sedikit tumbukan pada keranjang atau dengan digelindingkan dengan roda berat. Pememaran: Untuk mengajukan dan mempercepat oksidasi. Oksidasi: Untuk teh yang memerlukan oksidasi. Adalah juga sulit panen teh dengan mesin di lereng gunung di mana teh sering ditanam. Pengolahan Pengolahan teh adalah metode yang diterapkan pada pucuk daun teh (Camellia sinensis) yang melibatkan beberapa tahapan. meskipun bisa saja ketika musim memungkinkan.

tahap ini dilakukan bersama pengeringan. Tindakan penggulungan ini juga menyebabkan beberapa pati dan jus dari dalam daun keluar. Penghilangan-warna-hijau: Istilah lainnya shāqīng ( 殺 青 ) dilakukan untuk menghentikan oksidasi daun teh pada jenjang yang diharapkan. Pemeliharaan yang saksama mestilah dilakukan supaya pucuk daun teh tidak terlampau kering. menjemur. beberapa teh memerlukan penyimpanan ekstra. membentuk pelet. enzim oksidatif dihambat. Pembentukan:Tahap berikutnya adalah penggulungan untuk mendapatkan bentuk lajur yang ergonomik. Penguningan: Khusus untuk teh kuning. Lajur teh dapat dibentuk menjadi bentuk lain. Tradisionalnya. ini akan memperkaya rasa teh. teh yang diberi perisa dipabrikasi dengan menyemprotkan aroma dan rasa atau dengan menyimpannya di lingkungan perisa. Biasanya dilakukan dengan menempatkannya di dalam tas pakaian yang besar. atau memanggangnya. dilanjutkan dengan pemanasan ringan di dalam kontainer mini. Tahapan ini dipunahkan dengan pemanasan sedang. fermentasi tahap kedua. atau bahkan hangus. yang kemudian ditekan-tekan oleh tangan atau mesin untuk membentuk lajur. misalnya dengan menggongseng. Namun. warna teh berubah menguning.oksidasi harus terjadi 5-40%. tanpa merusak rasa teh. dan pada teh hitam 100%. Pengeringan: Pengeringan dilakukan sebagai "tahap akhir" menjelang penjualan. misalnya membentuk pola keriting. pada teh oolong yang lebih cerah 60-70%. Untuk teh hitam. atau pemanggangan untuk mencapai potensial minumannya. menghembuskan udara panas. Ini dapat dilakukan dengan banyak cara. atau digulung serupa bola dan bentuk lain yang diharapkan. tahapan ini dilakukan dengan pemanggangan di dalam drum yang diputar. Juga. pemanggangan adalah yang paling lazim. tetapi seiring majunya teknologi. 18 . daun teh digongseng atau dikukus. Pemeliharaan: Meski tidak selalu dilakukan.

KRAT SUPPLIER BAHAN Slamet GULA PASIR BAKU Impor Thailand AIR Air tanah PT. Iglass. Gunung 19 . KEMASAN BOTOL PT. Mulia Industrindo dan PT.CUSTOMER RETAILER AGEN DISTRIBUTOR MANUFACTURE SUPPLIER HULU KE HILIR PT SOSRO CROWN CORK TEH KERING PT. ATP. Indonesia Multi Colour Printing (IMCP) danSUPPLIER PT.

DTI terus melakukan sosialisasi. Kegiatan ini dimaksudkan sebagai forum pertukaran informasi dan pemikiran dalam upaya pelaksanaan GPATN yang sesuai dengan perkembangan situasi nasional dan global yang terjadi. baik dalam hal kelembagaan.8% dari harga teh wangi di tingkat konsumen menindikasikan bahwa ada permasalahan di bagian pemasaran teh di Indonesia. dan koordinasi dalam upaya implementasi konsep dan pelaksanaan GPATN.4 Kebijakan Penunjang Dewan Teh Indonesia (DTI) bersama-sama masyarakat pertehan Indonesia berkomitmen untuk tetap mengembangkan agribisnis teh. DTI menyelenggarakan Rapat Tahunan Anggota (RTA) sekaligus kegiatan round table discussion on tea (RTDOT) yang dikemas dalam kegiatan Seminar Pertehan Tahun 2013. komunikasi. sekaligus untuk mencermati perkembangan lingkungan strategis. Sesuai dengan sikap tersebut.2. telah disusun rencana pengembangan agribisnis teh yang tertuang dalam konsep Gerakan Penyelamatan Agribisnis Teh nasional (GPATN) sebagai rencana induk dalam penanganan dan pengembangan komoditas teh. Dalam melaksanakan Amanat yang tertuang dalam Anggaran Dasar. serta secara konsisten dan sungguh-sungguh berupaya mengatasi berbagai kendala dan tantangan untuk terus mempertahankan kelestarian agribisnis teh Indonesia. 20 . serta pelaksanaan transaksi. Terkait dengan komitmen tersebut. Rendahnya harga teh di tingkat petani yaitu hanya 15. rantai nilai dan rantai tataniaga.

Peranan lembaga lelang yang ada.300 gram. Praktek yang demikian tentu saja menguntungkan bagi kedua negara tersebut. (5)efisiensi biaya produksi. Terdapat 10 faktor yang diidentifikasi berpengaruh terhadap percepatan pengembangan industri hilir perkebunan yakni (1) penerapan kebijakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 10 persen. Harga ekspor teh Indonesia yang tercermin dari harga lelang teh di Jakarta Tea Auction (JTA) hanya 55%-60% dari harga teh di Colombo Tea Auction (CTA) yang antara lain disebabkan oleh kurangnya persaingan dalam lelang. Dari 10 faktor yang berpengaruh terhadap percepatan industri hilir perkebunan tersebut. sebagai salah satu Critical Sucess Factor dalam upaya penyelamatan agribisnis teh Indonesia. di mana 30-40 % dari total ekspor sudah dalam bentuk produk hilir. karena dapat memperoleh nilai tambah yang lebih besar. (9) respon sosial. Di lain pihak. • Penguatan kelembagaan Bandung Tea Auction (BTA) melalui pendanaan pemerintah. Pangsa pasar minuman dalam kemasan mencapai 42 %. sedangkan pangsa pasar minuman teh hanya sebesar 28 %. sedangkan 78% sisanya diperdagangkan dengan transaksi langsung antara produsen dengan fabrikan atau eksportir. (3) penerapan kebijakan harmonisasi tarif bagi produk hilir dan bahan bakunya. hingga saat ini belum mampu menjalankan misinya karena berbagai masalah yang dihadapinya antara lain ketiadaan bridging finance. (8) kualitas bahan baku dan bahan penolong. baik BTA dan JTA. dan mutu teh. yakni volume teh yang dijual melalui lelang hanya sebesar 22%. (3) harmonisasi tarif. Beberapa langkah yang perlu ditempuh antara lain sebagai berikut : • Meningkatkan kegiatan promosi dan pemasaran teh sesuai dengan program perbaikan kebun. ternyata hanya terdapat 4 faktor kunci yaitu (1) PPN. (7) penelitian pasar. Ini berbeda dengan ekspor teh Sedangkan Sri Langka dan India. (6) jaminan keamanan investasi. • Perbaikan Supply Chain teh Indonesia melalui pendanaan pemerintah. Untuk itu Dewan Teh Indonesia mencananagkan pogram perbaikan sistem pemasaran teh di Indonesia. (4) konsistensi dukungan pemerintah. Bandung Tea Auction (BTA) yang seharusnya dapat memasarkan hasil produksi dan mengangkat harga teh di tingkat petani. pengolahan. dan (10) supply chain management dan infrastruktur. lebih rendah dari India 600 gram dan Srilangka 1. (2) insentif investasi. volume ekspor teh Indonesia sebesar 94 % masih dalam bentuk curah (bulk). (2) insentif investasi. Bahkan hal ini juga diperparah dengan Kondisi Pangsa Pasar Teh di dalam negeri belum mampu bersaing dengan jenis minuman lain. pembagian keuntungan / manfaat di sepanjang supply chain menjadi asih sangat timpang. dan (4) konsistensi dukungan pemerintah. Konsumsi Teh Indonesia ± 350 gr/kapita/thn.Akibatnya. • Pengembangan dan pemberdayaan Jakarta Tea Auction (JTA) melalui pendanaan investor. Hal demikian menyebabkan produsen dan harga teh menjadi lebih tertekan. keterbatasan SDM. yang merupakan faktor kunci karena 21 . dan dana operasional.

Apabila skenario tersebut betul-betul terjadi di masa depan. Dalam menjaring pasar. (2) insentif investasi akan diberlakukan. Jangan heran. dan (4) konsistensi dukungan dari pemerintah akan sulit ditebak karena tergantung pada siapa presidennya bahkan sampai mengarah pada kondisi inkonsistensi dukungan pemerintah. 2. Bandulan. strategi pemasaran yang jitu adalah faktor kunci keberhasilan produsen teh tubruk memasarkan produknya. teh tanpa penyaring kertas ini memiliki rasa dan keharuman yang lebih maknyus dibandingkan dengan teh celup. Hingga saat ini teh tubruk masih memiliki pesona tersendiri. persaingan antarprodusen teh. 22 . Jawa Timur. Langkah ini pula yang dilakukan PT Gunung Subur di Solo.5 Pemasaran Teh PT Gunung Subur PT Gunung Subur menjual produk teh dengan warna kemasan yang berbeda di setiap daerah pemasarannya. teh Bandulan yang masih menjadi favorit penduduk. sudah tidak terhitung lagi produsen yang memproduksi teh tubruk. Oleh karena itu. Jawa Tengah. tapi lebih ke lokal per kota. Cara ini sukses mendongkrak penjualan. bukan lagi dilakukan secara nasional. rupanya tidak membuat teh tubruk kehilangan peminat. Bagi sebagian orang.memiliki pengaruh total yang tertinggi namun ketergantungannya pada faktor lain yang rendah. Tapi di Surabaya. Skenario yang paling mungkin terjadi di masa 5 – 10 tahun mendatang adalah skenario dimana akan terjadi kondisi (1) PPN akan tetap dipungut seperti sekarang atau tidak ada perubahan terhadap kebijakan PPN (statusquo). (3) harmonissai tarif akan diberlakukan. pemberlakuan insentif investasi dan harmonisasi tarif tetap perlu dipadu dengan penyempurnan kebijakan PPN dan dukungan penuh dari pemerintah terhadap percepatan pengembangan industri hilir perkebunan. Botol. Tong Tji. teh cap Gopek. Kini. Dus. Di wilayah Sumatra. misalnya. Perusahaan ini juga mengubah jalur distribusi dari pasar tradisional ke langsung ke warung. diperkirakan akan kurang dapat memacu percepatan pengembangan industri hilir perkebunan pada masa 5–10 tahun mendatang. dan Bendera. Gencarnya produsen minuman teh memasarkan produk teh celup. jika persaingan bisnis teh tubruk juga terbilang ketat. teh Bendera bisa menjadi penguasa pasar. Sebut saja.

meski belum sukses menjadi penguasa pasar. teh Gardoe bisa merebut beberapa pasar di daerah. Salah satunya. Sementara di Yogyakarta. “Kontribusi terhadap total penjualannya mencapai 10% dari sebelumnya hanya sekitar 2%-3%. Maklum. Gunung Subur ganti strategi dengan mengubah jalur distribusi teh tubruk dari pasar tradisional langsung ke end user seperti warung makan. “Di pasar Solo dan Sragen. penjualan teh Gardoe sudah mampu mengimbangi merek teh paling top di wilayah itu. kami lebih banyak menjual teh dengan kemasan tersebut.Produsen teh tubruk yang produknya terkenal dengan merek Kepala Djenggot ini. menjual teh tubruk bermerek Kepala Djenggot akan lebih gampang dikenal konsumen dibandingkan merek Teh Gardoe. Contohnya di Solo. Sales Supervisor PT Gunung Subur untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya. “Di pasar tradisional sepertinya hanya ditimbun. rasa juga disesuaikan dengan lidah penduduk setempat. Bukan cuma kemasan. Karenanya. di Ibukota responsnya kurang positif karena kurang dikenal. Di Jakarta. Teh Gardoe sengaja mengemas produknya dengan berbagai warna bungkusan.” kata Sugiarto. kami sudah menguasai pasar. ada pula teh yang mengandalkan keharuman. teh tubruk dengan warna kemasan biru.” kata Sugiarto.” kata Sugiarto. tak semua produk Gunung Subur bisa ditemui di satu toko. penggunaan merek tak langsung membuat penjualan teh tubruk Kepala Djenggot naik. Gunung Subur memang telah memahami permintaan pasar di masing-masing daerah. Merek teh ini memang lebih dikenal di Jakarta dan sekitarnya. Karena itu. melakukan pendekatan yang bersifat lokal dengan melabeli kemasan teh favorit di daerah tertentu. Contohnya. Namun. Gunung Subur menjual teh tubruk dengan merek Kepala Djenggot. Gunung Subur melabeli teh tubruknya dengan merek Gardoe. Strategi ini terbukti jitu. atau ungu.” kata Sugiarto PT SINAR SOSRO 23 . Jawa Tengah. Makanya. Namun. Melalui strategi ini. memiliki kiat khusus dalam menjaring pelanggan. teh tubruk buatan Gunung Subur sudah beredar sejak satu setengah tahun lalu. Pasalnya. Ada teh dengan kepekatan lebih. “Di sana. biru. belum tentu dijual di warung atau toko yang sama dengan teh kemasan hijau. masyarakat menggemari teh yang kemasannya biru. Itu sebabnya. Menurut Sugiarto. seperti hijau. merek teh yang lebih kesohor di wilayah ini adalah teh cap Botol.

Akan tetapu cara ini ternyata membuat banyak teh tumpah selama perjalanan karena saat itu struktur jalan belum sebaik sekarang. Atribut kepuasan ini dicoba untuk dipenuhi dengan menghadirkan minuman teh dalam kemasan botol yang praktis dan tersedia di kios-kios sepanjang jalan. Dengan leluasa mereka menjadikan indonesia dengan segala potensinya menjadi pasar empuk bagi produk yang dihasilkan. Untuk menambah nilai kepuasan teh botol ini disajikan dingin dengan menyediakan boks-boks es pada titik-titik penjualannya (penggunaan kulkas pada saat itu belum lazim). Mereka justru menganggap 24 . Sosro menyadari bahwa segmen konsumen ini memiliki keinginan hadirnya minuman yang dapat menghilangkan dahaga di tengah kelelahan dan kondisi panas selama perjalanan. Teh Botol Sosro sukses di dalam dan juga diluar negeri. Kala itu sang perusahaan menyewa jasa sebuah biro riset pemasaran untuk menguji kelayakan dan prospek produk tersebut di Indonesia. Akhirnya sosro mencoba untuk memasukkannya pada kemasankemasan botol limun agar mudah dibawa. Saking hebatnya brand image yang dibangun sehingga seolah-olah produk mereka telah manjadi bagian dari hidup bangsa kita. justru berpikir sebaliknya. Sosrodjojo. Pada demonstrasi pertama teh langsung diseduh di tempat dan disajikan pada calon konsumen yang menyaksikan. Biro itu beralasan bahwa budaya minum teh pada bangsa Indonesia umumnya dilakukan pagi hari dalam cangkir dan disajikan hangat sehingga kehadiran teh dalam kemasan botol justru akan dianggap sebuah keanehan. Setelah meneliti dan mengamati kebiasaan minum teh di masyarakat sang biro pun menyimpulkan bahwa produk ini tidak memiliki prospek bagus untuk dipasarkan di Indonesia. pendiri perusahaan sosro.Kesuksesan Toh Botol Sosro bermain di kancah dunia memang sangat membanggakan. Awalnya ide kemasan botol berasal dari pengalaman tes cicip (on place test) di pasar-pasar tradisional terhadap teh tubruk cap botol. Kemudian pada uji berikutnya teh telah diseduh dari pabrik dan kemudian dimasukkan ke dalam tong-tong dan dibawa dengan mobil. telah mengabaikan hukum-hukum umum yang terdapat di ilmu pemasaran. ada sebuah perusahaan asing yang ingin mengeluarkan produk teh dalam botol sepert yang dilakukan sosro saat ini. Kesuksesesan sosro dalam merebut hati konsumen Indonesia sesungguhnya dilihat dari aspek pemasaran cukup unik. Tidak banyak produk indonesia yang begitu membanggakan dan mampu “menghajar” kekuatan kapitalis internasional itu. Konon kabarnya sebelum sosro hadir. Tentu saja merubah kebiasaan tak semudah membalik telapak tangan. Dari awal produk ini ditargetkan untuk konsumen yang sering melakukan perjalanan seperti supir dan pejalan kaki sosro . Berangkat dari itu mereka berpikir bahwa penggunaan kemasan botol adalah alternatif yang paling praktis dalam menghadirkan kenikmatan teh lansung ke konsumen. Sosro. Pada masa-masa awal peluncurannya. teh botol sosro tidak banyak dilirik oleh konsumen. Namun cara tersebut memakan waktu lama sehingga calon konsumen cenderung meninggalkan tempat.dalam beberapa hal. Salah satu produk membanggakan itu adalah Teh Botol Sosro. Coca-Cola dan Pepsi adalah segelintir perusahaan asing yang produk minumannya familiar di kalangan masyarakat Indonesia. Bersaing dengan brand brand internasional seperti Coca Cola dan Pepsi. Misalnya saja mengenai perlunya riset pasar sebelum meluncurkan produk.

mengakuisisi master waralaba McDonald’s Indonesia langsung dari McDonald’s International. produk teh botol sosro baik rasa. Termasuk. Mengalahkan Coca-Cola dan Pepsi. Lewat perjalanan panjang. ongkang-ongkang kaki. Keunikan kedua dari metode pemasaran teh botol sosro adalah pada kekakuan dari produk itu sendiri.aneh produk ini karena kemasan botol dan penyajian dinginnya. atau kecerdasan yang maik meningkat. Perubahan itu dapat disebabkan karena gaya hidup. Strategi ini ternyata lebih tepat. Jika proses pembelian itu berakhir mulus. Gabungan antara ketiganya lah yang dapat menghasilkan seorang pemasar yang jenius dan berpikir di luar kebiasaan yang ada. Sekelumit kisah sukses sosro itu memberi pelajaran pada kita betapa pemasaran tidak hanya sekedar ilmu yang eksak. pemilik master waralaba McDonald’s Indonesia lama yang menguasai 13 gerai. Bambang merasa dilangkahi dan tidak diajak berunding dalam proses penjualan hak waralaba dan penjualan aset ke PT Sinar Sosro. kondisi ekonomi. Teh Botol Sosro merajai pasar minuman kemasan di Tanah Air. PT Sinar Sosro yang diperkirakan telah mengeluarkan dana pembelian Rp 250 milyar akan membuka 90 gerai baru Mc Donald’s di Indonesia selama 25 . Semenjak diluncurkan pada tahun 1970. konsumen secara alami mengalami perubahan atribut kepuasan seiring berjalannya waktu. misalnya. yang memiliki 97 gerai di Indonesia. kedua perusahaan multinasional itu pun tak berhasil berbuat banyak untuk merebut hati konsumen Indonesia. Proses pembelian ini. Perlahan tapi pasti produk teh botol sosro mulai mendapatkan tempat di hati konsumen Indonesia. Alih-alih merubah produknya. Apalagi. Perusahaan ini terus mengedukasi pasarnya melalui iklan-iklan di berbagai media dan promosipromosi on the spot. Faktor sisanya adalah seni dan intuisi yang dapat memandu para pemasar mencapai hasil yang di luar dugaan. sedang mengajukan tuntutan hukum kepada McDonald’s International. Seiring perubahan pasar itu harusnya produk yang dipasarkan harus menyesuaikan dan mengikuti tren yang ada. tapi mungkin juga dari jumlah yang sedikit itu ternyata Anda lah salah satunya. dengan cerdas sosro justru melakukan counter branding dengan mengeluarkan produk S-tee dengan volue yang lebih besar. Sesuai teori pemasaran. Namun yang terjadi pada produk teh inovatif ini justru kebalikan. kabarnya. kemasan logo maupun penampilan tidak mengalami perubahan sama sekali. Mereka malah makin giat berekspansi. Faktor knowledge terkadang hanya memberi kontribusi kecil pada kesuksesan produk kita ketika dipasarkan. produsen Teh Botol Sosro. Bambang N. memang belum tuntas. Slogan ini tidak saja mengguncang sesama produk teh namun juga produk minuman secara keseluruhan. Terlebih ketika slogan “Apapun makannya. Rachmadi. Gurita bisnis Sosro kian melebar bila sukses menggenggam master waralaba McDonald’s Indonesia. Bahkan ketika perusahaan multinational Pepsi dan Coca cola masuk melalui produk teh Tekita dan Frestea. Namun sosro tidak patah arang. Mungkin tidak banyak orang seperti itu di dunia ini. minumnya teh botol sosro” di munculkan. Sukses merajai pasar minuman dalam kemasan tak membuat PT Sinar Sosro. Sosro tetap tak bergeming.

Sosrodjojo. perusahaan keluarga ini bermula dari usaha kakeknya. Perusahaan ini memproduksi teh kering siap saji dengan beragam merek. Sosrodjojo melirik pasar kota Jakarta. Soegiharto. Dalam setahun.2%). Penjualan teh seduh dalam botol itu akhirnya ditekuni sejak 1969 dengan merek Teh Botol Sosro (mengambil nama depan sang kakek). Menurut Presiden Direktur PT Sinar Sosro Joseph S. Mereka juga sukses meraup untung Rp 1. dan Amerika Serikat. dan katering tak lain karena kegurihan pasar. Pangsa mereka lebih tinggi dari aneka produk minuman ringan merek global. Melihat peluang pasar yang menjanjikan. Teh Cap Botol. Saat ini. Pada awal 1940-an. bulan lalu. “Kota ini sangat kecil. yang meluncur sejak tahun 2002. Soetjipto. Usaha sang kakek yang mengusung merek Teh Cap Botol itu sukses merajai pasar di wilayah Jawa Tengah. Joseph menuturkan. Sosrodjojo menilai. bisnis keluarga Sosrodjojo berada di tangan generasi ketiga. Teh Terompet. Sosrodjojo. Teh Poci. penjualan produk minuman PT Sinar Sosro diperkirakan akan terus meroket dan berkibar. Australia. PT Sinar Sosro tertarik masuk ke bisnis usaha makanan siap saji. ‘Kota kedipan. harus bisa menguasai Ibu Kota. ekspor ke Timur Tengah.8 trilyun pada tahun lalu. pada 1953. PT Sinar Sosro melengkapi keberadaan PT Gunung Slamat yang telah berdiri di Slawi. kotanya akan terlewat. jangan berkedip. Salah satu wujud kecerdikan mereka dalam menguatkan merek Teh Botol Sosro adalah lewat slogan “Aslinya Teh” pada 1996.” tutur Joseph sembari tertawa. hingga Teh Berko. mulai Teh Celup Sosro. Cucu-cucu Sosrodjojo makin kreatif mengembangkan bisnis keluarga ini. olahan. Dan.000 trilyun. seperti Singapura.lima tahun mendatang.3%). Teh Botol Sosro (68%) menempati peringkat pertama merek yang dipakai konsumen pada kategori minuman dalam kemasan. Slogan ini membuat Teh Botol makin menempel di benak konsumen. Teh Sepatu. Bekasi. Minumnya Teh Botol Sosro”. Sejak 1990-an.’ kata istri saya. Dilanjutkan setahun kemudian dengan slogan “Ahlinya Teh”. Lalu. Perusahaan ini tercatat sebagai pabrik teh siap minum dalam kemasan botol pertama di Indonesia dan di dunia. dan Coca-Cola (5. dan Surjanto) mendirikan PT Sinar Sosro dengan satu pabrik di kawasan Cakung. Teh Botol Sosro menguasai lebih dari 30% pangsa pasar minuman dalam kemasan. kalau ke Slawi. Selain itu. Segera menyusul. Produk-produk mereka juga diekspor ke berbagai negara. Malaysia. Fanta (5. sang kakek mendirikan perusahaan teh seduh di kota Slawi. dengan memegang lisensi waralaba McDonald’s. karena sekali kedip.2%) menyusul di peringkat selanjutnya. omset bisnis ini di Indonesia bisa menembus angka Rp 1. 26 . Frestea (11. jika ingin menjadi produk nasional. pada 1974 Sosrodjojo beserta empat putranya (Soemarsono. produksi The Botol Sosro sudah menembus angka 2. Teh Sadel. Dan yang paling fenomenal adalah slogan “Apa Pun Makanannya. seperti Coca-Cola dan Pepsi. Jawa Tengah. Berdasarkan riset Swa.5 milyar dan 55 juta Teh Kotak pada Februari lalu.

teh prosesor. “Orang melihat pada harga per kilogramnya. namun konsumsi teh di Indonesia masih tergolong rendah. “Sebagian wilayah lain belum ada. sebagian besar teh kualitas terbaik menjadi komoditi ekspor bagi produknya. Tak pelak. bisnis yang kini dikomandani Joseph itu pun kian menggurita. harga per kilogram teh tersebut mencapai kisaran Rp 1. ia tidak memberikan berapa angka pastinya berapa konsumsi teh tiap bulannya. Rabu (10/10) di perusahaan teh Gunung Subur. Seperti halnya dengan salah satu varian teh. pengeringan. Tapi tidak melihat. Padahal kalau dibandingkan dengan kopi. “Kalau dari kultur budaya masyarakatnya. Beberapa teh kualitas nomor 1 di Indonesia justru diekspor ke luar negeri. Penyebabnya.” ungkapnya. produsen teh celup. Kehadiran para pemain baru malah membuat PT Sinar Sosro makin ligat berakrobat. konsumsi terbesar teh masyarakat Indonesia berada di Jawa. Lipton Tea. dan untuk CTC sieving produksi. Oleh produsen. Produksi teh Indonesia berada pada urutan nomor 5 dunia. produsen mesin dan aksesoris untuk layu. produksi teh di Indonesia masih belum bisa merata. satu kilogram white tea bisa dijadikan berapa ratus gelas. Serbuan teh siap minum merek asing. Hal tersebut memang tidak bisa dipungkiri.” ungkapnya. “Orientasinya ekspor. penggulung. Posisi Teh Botol yang demikian kuat memang ditopang dengan sikap fanatik konsumen.” kata ahli rempah-rempah dan peracik teh Nusantara.” terangnya. tak sanggup menggoyang dominasinya. Mereka meluncurkan produk-produk anyar: Fruit Tea. yang tak mau minum teh kemasan selain Teh Botol Sosro. Karanganyar. Kapasitas pabrik Sosro lebih dari 1 trilyun liter. tidak ada apa-apanya. sebagian Sumatera dan Sulawesi. Grup Sosro punya 11 kantor cabang dan 146 kantor di kota dan kabupaten di seluruh Indonesia. white tea. Meski berada pada urutan tersebut.” terangnya. Justru harga teh lebih murah dari harga kopi. terutama kalangan muda.480 orang. Produkproduk teh beraneka cita rasa dan kombinasi ini ternyata juga diminati pasar. Umar mencontohkan. Umar Syarif kepada wartawan. Di satu sisi. “Orang memandang harga teh kualitas atas itu mahal. Menurutnya.6 juta sampai dengan Rp 2 juta. 27 . Hanya saja. dengan jumlah karyawan 8. persepsi masyarakat selama ini salah. fermentasi. hasil produksi teh dengan kualitas atas justru dinikmati konsumen luar negeri. Produksi teh sendiri masih didominasi pada sejumlah daerah seperti Jawa. misalnya. seperti Hi-C. Tebs. Joy Tea Green. dan Happy Jus. speciality pemasok. penguasaan pasar Teh Botol Sosro malah mencapai 75%. Saat ini. Sementara sejumlah daerah lain di luar Pulau Jawa masih sangat minim.Di pasar teh siap minum dan teh kemasan. di Jawa memang sudah biasa minum teh. dan Frestea. Sebab. Tekita. pasar yang menjangkau produk-produk teh dengan kualitas terbaik berada pada konsumen luar negeri.

“Teh yang diproduksi di Indonesia itu rata-rata jenis Asamica atau teh hitam. kapasitas produksi teh tanah air mencapai 150 ribu ton tiap tahunnya. sekitar 75 ribu ton. 28 .” tuturnya. Dari catatan Kementerian Perdagangan. Jenis ini mengandung kafein yang lebih tinggi dan antioksidan yang lebih tinggi pula jika dibandingkan dengan teh jenis lain. menjadi komoditi ekspor ke luar negeri. teh produksi Indonesia menurutnya lebih unggul dari Negara lain. Separuhnya. Ratarata teh yang diekspor ke luar negeri adalah teh kualitas atas.Dari sisi kualitas.

menyumbang devisa bersih sekitar 110 juta dolar AS per tahun (sekitar Rp 1. Produksi teh di Jawa Barat. sektor ekspor teh Indonesia mendapat perhatian penting dalam skala internasional mengingat tidak semua negara mampu memproduksi teh dikarenakan faktor iklim. misalnya.2 triliun. rata-rata pertahun mencapai tidak kurang dari 113. Bahkan saat krisis ekonomi dunia melanda Indonesia komoditas perkebunan telah teruji dan mampu bertahan menjadi penggerak perekonomian pedesaan. Tingginya nilai strategis perkebunan. kesehatan. Industri dan perkebunan teh menyerap sekitar 320.2. Hingga kini perkembangan kinerja agribisnis teh Indonesia cukup memprihatinkan yang ditandai terjadinya penurunan areal. di era modernisasi dewasa ini. Hingga tahun 2008.7% merupakan perkebunan teh rakyat dan sisanya milik perusahaan swasta. Sistem agribisnis yang dijalankan secara utuh dapat meningkatkan input dan produktivitas yang baik. Perkebunan teh di Indonesia sudah berkembang pesat.3 juta jiwa.000 tenaga kerja dan menghidupi sekitar 1. karena telah mampu memberikan andil besar dalam kehidupan perekonomian. sudah sepatutnya kita terus meningkatkan kualitas perkebunan yang telah ada. serta berbagai produk lain yang berpotensi pada kesegaran. Perkebunan mempunyai nilai strategis yang penting terhadap PDB tercermin dengan berkontribusi sebesar 16% terhadap sektor pertanian secara nasional sebesar Rp 1. sektor perkebunan diharapkan dapat mengimbangi kemajuankemajuan sektor lainnya. bentuk serta manfaatnya yang lebih optimal. karena selain memiliki fungsi ekonomi yaitu sebagai sumber penghasilan masyarakat dan sumber devisa bagi negara.6 Perkembangan teh di indonesia PERKEMBANGAN AGRIBISNIS TEH DI INDONESIA Perkebunan menjadi salah satu sektor potensial pembangunan di Indonesia. Inilah yang menjadi faktor penting mengapa eksistensi agribisnis teh di Indonesia perlu terus dikembangkan oleh seluruh stakeholder teh sehingga ke depan dapat menjadi komoditas unggulan.21 triliun/tahun). Harapan terhadap sektor perkebunan agar mampu mengimbangi sektor lainnya. mutu teh rakyat yang 29 . kenaikan biaya produksi. Oleh karena itu. Fungsi ekonomi ini tentunya dapat bernilai tambah apabila setiap komoditas perkebunan yang dihasilkan dapat diolah menjadi berbagai produk. salah satunya adalah perkebunan teh.000 ton teh hitam dan teh hijau atau 70 % dari produksi teh nasional. perkebunan juga memiliki fungsi sosial dan lingkungan yang sangat besar. 52. baik berupa minuman siap saji. Perkebunan adalah sektor pertanian yang tidak kalah penting dengan sektor lainnya. kecantikan dan kebugaran bagi yang menkonsumsinya. Lebih dari itu. nilai produksi teh juga masih berpotensi terus bertambah seiring perkembangan produk turunan teh yang semakin pesat.

penyerobotan lahan oleh masyarakat serta pembiaran areal perkebunan akibat merugi. Dalam lima tahun terakhir ini ada kecenderungan pengurangan luar perkebunan teh rata-rata empat persen per tahun. Oleh karena itu. Salah satu wilayah yang masih bertahan adalah jawa barat. mulai dari usaha tani/on farm sampai dengan pemasaran. Menurut Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat (2009) luas perkebunan teh di Indonesia 142. perambahan dengan tanam sayur. Dapat menekan polusi udara. mesin dan peralatan dalam keadaan tidak mendukung. Jawa Barat menjadi propinsi yang memiliki luas lahan perkebunan teh terbesar di Indonesia karena wilayah tersebut mempunyai banyak dataran tinggi yang cocok untuk tanaman ini. Akan tetapi perkebunan teh nasional dihadapkan pada berbagai tantangan baik di tingkat nasional maupun internasional. sedangkan 2010 bantuan bibit teh ditingkatkan untuk 6000 hektar. Teh membutuhkan lahan yang tinggi. ini cukup membahayakan bagi upaya peningkatan produktivitas teh di tanah air. sayuran dan tanaman lainnya yang dianggap lebih menguntungkan.847 ha. Kualitas teh sangat ditentukan oleh ketinggian tempat penanaman.5 ton setara karbon per hektare tanaman per tahun. subsitem hulu sangat rentan kaitannya dalam menentukan kualitas budidaya teh. Bantuan bibit teh oleh pemerintah tahun 2009 sekitar 1000 hektar. Permasalahan yang dihadapai per-teh-an nasional mencakup seluruh subsistem.58%. Penyebab penurunan luasan perkebunan teh itu karena adanya alih fungsi lahan. Perkebunan teh memiliki dampak positif bagi lingkungan sekitar. dapat menyerap CO2 sebanyak 2. Dengan kondisi persaingan yang ketat. sumber air bagi kehidupan sekitarnya. namun sekarang daerahdaerah di pulau jawa telah bamyak mengalami penyempitan wilayah karena masalah konversi lahan. Bantuan bibit diharapkan dapat mampu meningkatkan produkstivitas produk teh. Lahan-lahan ini sebagian dikonversi menjadi kebun kelapa sawit. sedangkan di Indonesia hanya beberapa provinsi yang berdataran tinggi yang sampai sekarang lahannya masih digunakan untuk perkebunan teh. 30 . berbagai upaya perbaikan harus dilakukan disetiap subsistem secara komprehensif dan terintegrasi. keunggulan daya saing (competitive advantage) dan nilai tambah (added value) komoditas teh menjadi faktor yang menentukan dalam memenangi persaingan.masih rendah dan belum memenuhi SNI. Dalam susbsistem agribisnis. Dengan kualitas bibit yang baik. Dari aspek hidrologis berfungsi sebagai daerah resapan air. Jika dihitung secara keseluruhan pertumbuhan luas areal teh pada tahun 2004 mengalami penurunan – 0. Lahan yang digunakan untuk perkebunan teh di Indonesia semakin berkurang dari tahun ke tahun. dapat mendukung konservasi tanah dan air (lahan tertutup tajuk tanaman teh hampir 95%) dengan baik bila dikelola secara benar. Bahkan sebagian petani teh telah menjual tanah mereka karena dinilai tidak lagi mendatangkan keuntungan. sarana produksi pertanian yang qualified serta pupuk yang berkualitas dapat menghasilkan bibit yang memiliki daya saing untuk dibudidayakan.

Hal ini sangat penting. namun bila cuaca tidak bersahabat. untuk memastikan kelunakan daun yang dipetik menghasilkan teh yang terbaik. mereka hanya mampu menjual kepada para pembeli dengan harga yang relative rendah. Sekalipun petani mamiliki perkebunan teh tersebut. Pupuk yang digunakan dalam membudidayakan tanaman teh hanya menggunakan pupuk dasar yang biasa dijual di pasaran. belajar mengenali dengan tepat pucuk daun mana yang harus dipetik. Dan posisi mereka hanya sebagai penyedia. Tumbuhan baru dapat dipetik dengan interval 7 – 12 hari selama musim pertumbuhan.seperti kompos. Pada saat tersebut pohon yang sudah tua sudah saatnya digantikan dengan pohon yang masih muda yang telah ditumbuhkan di perkebunan untuk pembiakan tanaman muda. Pemetik teh.Tanaman teh banyak di budidayakan secara besar oleh para pemilik di sektor swasta. Para petani pennyedia bibit hannya mampu menyediakan bibit dalam skala sekali masa produksi. waktu pemetikan teh akan menjadi permasalahan dalam menentukan kualitas teh. bukan sebagai pemilik perkebunan teh. namun masih ada perkebunan yang setelah rentang waktu tersebut pohon teh belum diganti dengan tanaman baru/ tanaman muda. para petani sebagian besar berlaku di bidang pekerja(on farm)nya saja. padahal bila telah diproses dan masuk pada sub sistem hilir teh tersebut akan mengalami perubahan harga yang sangat jauh. Sehingga. dan jarang sekali menggunakan pupuk alam yang bersifat lebih organik. Pemetikan yang dilakukan tergantung pada cuaca. Hama dan penyakit pada tanaman teh sering muncul pada musim setelah daun pucuknya telah dipangkas. karena tanaman teh mengalami siklus pembibitan yang lumayan lama. Namun terkadang proses pemetikan berdasar pada permasalahan kuantitas 31 . Pemanenan teh membutuhkan banyak tenaga dan tenaga kerja intesif (antara dua sampai tiga ribu daun teh dibutuhkan untuk memproduksi hanya satu kilo teh yang belum terproses) dan prosedur yang digunakan memerlukan keahlian khusus. memetik teh. Pohon teh mampu menghasilkan teh yang bagus selama 50 – 70 tahun. sedangkan di Indonesia peralatan yang digunakan dalam sub sistem hulu masih bersifat sederhana dibandingkan dengan dengan negara penghasil teh lain yang telah menggunakan teknologi dari hulu.sampai hilir . sedangkan petani hanya sebagai penyediaan bibit yang minim (karena pembibitan dilakukan sekitar 25-50 tahun sekali). namun setelah 50 tahun hasil produksinya menurun. Pohon teh harus dipangkas setiap empat atau lima tahun dengan tujuan untuk memudakan kembali dan memelihara supaya mempunyai tinggi yang tetap untuk memudahkan para pemetik teh. Namun hal ini tidak selalu terjadi bila dapat diatasi dengan pemeliharaan dan perawatan yana baik. Tanaman teh ditumbuhkan secara berbaris dengan jarak satu meter. Hal ini dikenal dengan istilah “Tabel Pemetikan”. namun terkadang karena kurangnya lahan penanaman jarak tanam ini diperkecil sehingga kualitas teh sedikit menurun.

jeruk. Perusahaan teh Sosro sudah mengekspor produknya ke negara bagian Amerika. Hal ini karena daun teh memiliki bannyak unsur ion positif yang mudah diuraikan dalam tanah.Fhilipina. sehingga kualitas teh tinggi dan dapat dinikmati dengan kombibasi pilihan rasa yang berbeda.produksi pemanenan yang lebih mengutamakan banyaknya jumlah pucuk daun yang dipanen. yang banyak mengandung antioksidan tinggi.yang cocok untuk memanjakan tubuh terutama di bidang perawatan kulit. Vietnam. Ekstak daun teh dapat di manfaatkan untuk pewarna hitam alami.apel. Sehingga semua orang dapat menikmatinya kapan saja. hand body. dan dimana saja. terutama bagi jenis-jenis teh hitam. Berkembangnya teh semakin luas sejak semakin meningkatnya informasi tentang manfaat dan daya guna teh tersebut. seperti Jepang. Keberhasilan perusahaan Sosro dalkam mendiustribusikan produk teh dapat menjadi motivasi kepada pebisnis teh lokal yang ingin memulai usahanya.lemon. namun manfaatnya tetap terjaga. Berikut ini adalah strategi PT.Cina.atau ada juga yang dikombinasikan dengan alternative minuman dengan kombinasi komoditi yang berbeda. atau dengan susu. Sekarang . lulur. Sosro dalam mengembangkan produk teh hingga ke mancanegara. Brunei Darussalam dan Singapura. teh telah menjadi produk varian minuman terbanyak di dunia. Berkembangnya produk minnnuman berbahan dasar komoditi teh ini semakin meningkat karena adannya teknologi dalam mengemas dan menghasilkan minuman teh dengan kualitas yang baik dalam waktu yang relative lama. sehingga sanggat baik digunakan terutama sebagai media tanam hidroponik. kosmetik. polifenol. Teh memiliki banyak varian bentuk produk jika diolah menjadi produk akhir yang siap di pasarkan bagi konsumen. Sosro merupakan perusahaan pengolahan teh terbesar di Indonesia dan sudah mampu mngekspor produknya dalam skala internasional. Salah satu produk teh yang sudah terkenal di Indonesia adalah Sosro. Produk minuman teh. atau sebagai minuman teh yang siap diminum(teh botol. Produk teh dari perusahaan teh Sosro dapat ditemukan di seluruh pelosok Indonesia.Thailand. Di Jepang kebiasaan minum teh telah menjadi tradisi sejak zaman nenek moyang mereka.misalnya dengan rosella.delima. Ekstrak daunnya juga dapat dimanfaatkan untuk menjadi aroma therapi. yang memiliki kepekatan warna yang kental. yang pada umumnya telah dinikmati oleh seluruh orang dari seluruh penjuru di dunia. sauna.teh gelas). dan dapat bersaing dengan pupuk buatan bila di manfaatkan secara maksimal pengolahannya. dan perawatan kulit. Daun teh yang telah digunakan / dimanfaatkan dapat dimanfaatkan pula untuk dijadikan pupuk kompos yang baik. terutama negara-negara di Asia. mulai dari daun teh yang di olah menjadi teh seduh (berupa daun kering). 32 . milk cleanser.

Bahkan. melainkan juga mengambil kembali botol-botol kosong untuk segera diangkut ke pabrik. Dalam susbsistem agribisnis. California. keunggulan daya saing (competitive advantage) dan nilai tambah (added value) komoditas teh menjadi faktor yang menentukan dalam memenangi persaingan. Produk teh pada subsistem hilir sangat optimal untuk dikembangkan. dan Singapura. Di sisi inilah. Berbagai kendala yang dihadapi dalam pengembangan subsistem hulu agribinis teh harus segera diminimalisir agar produktivitas teh di Indonesia bisa dipertahankan. juga tergolong unik. mengelola botol adalah segala-galanya. Selain itu distribusinya kini juga telah merambah Australia. Hal ini tidak hanya meningkatkan produk domestic bruto. bahkan sekarang McD. warteg. dan pengadaan bibit unggul oleh 33 . menengah-atas maupun menengah-bawah. Sosro rela membenamkan investasinya untuk memproduksi botol kosong sebanyak empat hingga lima kali dari jumlah produksi teh botolnya. Perkebunan teh nasional dihadapkan pada berbagai tantangan baik di tingkat nasional maupun internasional. dimana bagian distribusi selalu sigap menyerbu bukan saja wilayah-wilayah pemasaran baru. Vietnam. Sosro. Ketersediaan produk teh yang maksimal dapat meningkatkan ketahanan pangan Indonesia akan produk teh. Dengan kondisi persaingan yang ketat. akan tetapi tentu saja akan meningkatkan surplus bagi negara Indonesia. warung makan. Hal ini karena permintaan pasar dalam skala nasional maupun dalam skala internasional. Di kaki lima. Tidak heran dengan mudahnya di mana-mana dapat ditemukan produk ini. setidaknya sampai saat ini.Kesuksesesan Sosro dalam merebut hati konsumen sesungguhnya bisa dilihat dari aspek pemasaran dan distribusi yang cukup unik. nasi padang. penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan) dan pupuk yang baik mampu menghasilkan kualitas teh yang siap dibudidayakan. Bagi Sosro. sehingga diperlukannya kinerja lembaga penunjang yang mampu meningkatkan sinergi para produsen teh untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksinya. Produsen teh masih sangat sedikit. untuk jaga-jaga. Brunei Darussalam. khususnya untuk produk andalannya Teh Botol Sosro. Sosro sangat mengerti pentingnya sistem distribusi dua jalur yang rapat. Distribusi Sosro. restoran. menurut sebuah sumber. Perkebunan teh nasional dihadapkan pada berbagai tantangan baik di tingkat nasional maupun internasional. dalam beberapa hal. seperti melakukan revitalisasi perkebunan teh. mengoptimalkan pasar di dalam dan luar negeri. keunggulan daya saing (competitive advantage) dan nilai tambah (added value) komoditas teh menjadi faktor yang menentukan dalam memenangi persaingan. karena tidak berfokus di satu tempat tapi merambah ke semua kalangan baik tua. telah mengabaikan hukum-hukum umum yang terdapat di ilmu pemasaran. subsitem hulu sangat rentan kaitannya dalam menentukan kualitas teh. Melalui peningkatan kualitas bibit. Sebagai bisnis yang sangat mengandalkan pengembalian botol kosong. muda. Misalnya saja mengenai perlunya riset pasar sebelum meluncurkan produk lewat iklan di berbagai media cetak ataupun elektronik. belum ada pesaing yang mampu menandingi kesigapan Sosro. Dengan kondisi persaingan yang ketat.

pangsa pasar ekspor dan rendahnya harga teh Indonesia memberikan dampak buruk pada perkembangan industri teh nasional. Sekarang ini 40% tanaman teh yang masih ada adalah peninggalan zaman Belanda. Sri Lanka.pemerintah serta swasta secara maksimal dapat meningkatkan input dan produktivitas perkebunan teh. salah satunya adalah tanaman teh di Indonesia rata-rata sudah tua. DTI. Dalam agenda Rapat Tahunan Anggota Dewan Teh Indonesia (DTI) dan Asosiasi Teh Indonesia (ATI) serta Seminar Pertehan Nasional yang diselenggarakan pada tanggal 17 November 2011 di Hotel Horison . ATI dan parastakeholder beberapa waktu lalu dengan menyelenggarakan workshop Gerakan Penyelamatan Agribisnis Teh Nasional (GPATN). GERAKAN PENYELAMATAN AGRIBISNIS TEH NASIONAL (GPATN) Teh merupakan salah satu komoditi perkebunan yang mempunyai peran strategis dalam perekonomian Indonesia.000 ha per tahun. Luasan kebun teh juga terus menurun sekitar 3. dengan demikian kualitas teh Indonesia juga mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. komoditi teh juga menghadapi persoalan klasik. dan Vietnam. sekitar tahun 1990 misalnya teh dari Indoensia lebih baik dan lebih tinggi harganya dibandingkan teh Srilangka maupun Kenya. Banyak faktor yang membuat produktivitas teh menurun. Tidak heran bila sebagai produsen teh Indonesia kini hanya menempati posisi keenam setelah India. Berbagai upaya dilakukan dalam rangka meningkatkan produksi teh. Kondisi ini pula yang membuat usaha perkebunan teh semakin terpuruk dan tidak sedikit kebun teh petani yang dialihkan kekomoditi lainnya seperti sayur-sayuran. Salah satunya seperti yang telah dilakukan Direktorat Jenderal Perkebunan. bahkan harga teh Indonesia kini setingkat dengan harga teh dari Bangladesh dan Ruwanda. Tapi sayangnya meski potensi yang dimiliki cukup besar. Kenya. Tapi setelah tahun 1992. seperti penurunan volume. nilai.Bandung. Cina. harga teh Indonesia terus menurun. disampaikan permasalahan-permasalahan 34 . Bila dilihat kebelakang. Setumpuk permasalahan. Bahkan komoditi teh juga menjadi sektor usaha unggulan yang mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang besar.

diantaranya anggota DTI. Dinas terkait serta Masyarakat Agribisnis Teh. Jangan sampai hal ini terjadi. ketenagakerjaan dan devisa negara. dihadiri oleh para pemangku kepentingan teh nasional. anggota GAPPRI. anggota ATI. ketimpangan serupa sudah lama terjadi dan ini harus segera diatasi dengan menyelamatkan perkebunan-perkebunan teh yang sangat kontributif terhadap lingkungan. sekarang mungkin lebih kondusif untuk mengadopsi ekonomi koperasi dan sudah tidak bisa ditangguhkan lagi keharusan mengakselerasi pengembangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM).Perkebunan Nusantara. Ketua DTI. Bila mata rantai teh from filed to cup lemah. PT. maka perkebunan-perkebunan teh hanya akan menjadi sejarah dan pasar besar Indonesia akan digarap oleh negara-negara lain. sehingga tidak ada jalan lain kecuali dengan mendongkrak atau mempercepat perkembangan ekonomi kerakyatan agar terbentuk ekonomi yang lebih berkeadilan. Perkebunan Rakyat. Puslit Teh dan Kina. walaupun didepan mata proses tersebut sebenarnya tengah berlangsung. yang sudah kuat jelas tidak boleh dilemahkan. Dede Yusuf. Terkait dengan situasi pertehan Indonesia. Situasi dan kondisi ekonomi dunia termasuk di Indonesia. Koperasi klaster merupakan gabungan petani teh dalam kelompok seluas 300 ha kebun teh rakyat yang pada tahap awal bertindak selaku pemasok pucuk daun teh ke PTPN/PBS. Rachmat Badruddin menyampaikan bahwa di Indonesia ketimpangan kesejahteraan secara kasat mata terlihat jelas. 1% penduduk bisa menguasai 70% aset bangsa. Untuk menjawab tantangan dan kebutuhan ini maka DTI telah menggagas strategi penyelematan teh nasional yaitu Gerakan Penyelamatan Agribisnis Teh Nasional (GPATN) melalui pembentukan Koperasi Klaster (cluster). Setelah melalui proses 35 . Untuk melestarikan perekonomian negara. para peneliti dan akademisi. Acara yang bertemakan “Sukseskan Gerakan Penyelamatan Agribisnis Teh Nasional” dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Jawa Barat.aktual pertehan Indonesia dan upaya untuk mendorong keberhasilan GPATN. Perkebunan Besar Swasta.

Konsep ini untuk mengatasi bahwa kecil sekali kemungkinan membuat petani memiliki berbagai ketrampilan sekaligus terkait dengan masalah bisnis dan persaingan usaha. harapan terhadap sektor perkebunan agar mampu mengimbangi sektor lainnya. Menurutnya. sektor perkebunan diharapkan dapat mengimbangi kemajuankemajuan sektor lainnya. provinsi dan kabupaten. Apabila konsep ini berhasil dilaksanakan dengan dukungan berbagai pihak.Selanjutnya koperasi petani teh dikembangkan sebagai pemegang saham bagi PT. administrasi. Idenya. GPATN dikelola. dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten Dua Bidang Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemrov Jabar Wawan Ridwan saat acara Rapat Tahunan Anggota (RAT) Dewan Teh Indonesia (DTI).(TM) Perkebunan menjadi salah satu sektor potensial pembangunan Jawa Barat. perkebunan juga memiliki fungsi sosial dan lingkungan yang sangat besar. teknis. Oleh karena itu. yaitu PT yang dibentuk yang sahamnya juga dimiliki oleh pemerintah dengan bantuan penyediaan pabrik teh hijau dan teh hitam. Hal ini dikatakan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. karena telah mampu memberikan andil besar dalam kehidupan perekonomian.penguatan kelompok dan pengembangan kelembagaan melalui pelatihan dan pemberdayaan petani yang mencakup berbagai aspek: organisasi. di era modernisasi dewasa ini. didanai dan dilaksanakan oleh berbagai pihak baik lembaga-lembaga ditingkat pusat. Kamis (19/11) di Hotel Horison Bandung. manajmen. maka kelembagaan petani teh diharapkan berkembang menjadi koperasi mapan yang berbadan hukum dan bankable. kepemimpinan maupun interaksi sosial. ITI). Para petani teh sekaligus juga dirancang menjadi karyawan/pekerja pada PT tersebut sehingga mendapatkan kepastian hasil dari gaji/upah sebagai karyawan dan deviden atas laba perusahaan. maka kawasan pengunungan teh di Puncak Pass akan terus berkibar sampai anak cucu kita. Indonesian Tea Incorporated (PT. serta perusahaan BUMN dan swasta. Bahkan saat krisis ekonomi dunia melanda Indonesia 36 . karena selain memiliki fungsi ekonomi yaitu sebagai sumber penghasilan masyarakat dan sumber devisa bagi negara. alangkah indahnya negeriku Indonesia.

Hingga tahun 2008. dalam sambutannya yang dibacakan Direktur Budidaya Tanaman Rempah dan Penyegar. serta berbagai produk lain yang berpotensi pada kesegaran. Sementara Dirjen Perkebunan RI. 52. “Inilah yang menjadi faktor penting mengapa eksistensi agribisnis teh di Jawa Barat perlu terus dikembangkan oleh seluruh stakeholder teh sehingga ke depan dapat menjadi komoditas unggulan di Jabar.komoditas perkebunan telah teruji dan mampu bertahan menjadi penggerak perekonomian pedesaan. Dengan parameter utama berupa peningkatan kontribusi sektor perkebunan terhadap pertumbuhan perekonomian daerah. Dari luasan tersebut. sebagian besar komoditi perkebunan merupakan tanaman tahunan yang mampu bertahan pada lahan-lahan kering dan kemiringan yang relatif tinggi.000 ton teh hitam dan teh hijau atau 70 % dari produksi teh nasional.312 ha merupakan perkebunan milik perusahaan.”jelasnya. lanjut Gubernur. Fungsi ekonomi ini tentunya dapat bernilai tambah apabila setiap komoditas perkebunan yang dihasilkan dapat diolah menjadi berbagai produk. baik berupa minuman siap saji. luas areal perkebunan teh di Jawa Barat mencapai kurang lebih 99. bentuk serta manfaatnya yang lebih optimal. pembentukan Dewan 37 .”katanya. Produksi teh Jawa Barat rata-rata pertahun mencapai tidak kurang dari 113. Lebih dari itu.7 % merupakan perkebunan teh rakyat.630 ha atau 52. nilai produksi teh juga masih berpotensi terus bertambah seiring perkembangan produk turunan teh yang semakin pesat. sisanya 47. Sehingga dapat berfungsi sebagai tanaman konservasi untuk menjaga lingkungan. dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Rizki Muis mengatakan. kecantikan dan kebugaran bagi yang menkonsumsinya. Ahmad Mangga Barani.942 ha. Sementara dilihat dari fungsi ekologi. kesehatan. “Kalau manfaat sosial bisa dilihat dari pengembangan komoditi perkebunan melalui usaha-usaha yang telah mampu membuka peluang lapangan pekerjaan besar bagi tenaga kerja daerah.

”Kita pahami bahwa peran kelembagaan DTI sangat penting dalam pembangunan perkebunan khususnya teh. kenaikan biaya produksi. Menurutnya. bahkan memberikan dampak terhadap lingkungan antara lain : mempertahankan hidroorologis. dan memperjuangkan kepentingan para pelaku agribisnis teh Indonesia dalam mewujudkan sistem dan usaha agribisnis teh yang berdaya saing. memfasilitasi. mencegah erosi pada tanaman teh yang telah produktif (tajuk sudah menutup). “ Jadi kami berharap keberadaan DTI mampu berperan aktif sebagai wadah untuk memperjuangkan dan mencari solusi terhadap permasalahan teh nasional sehingga dapat bersaing dengan negara lain. mesin dan peralatan dalam keadaan idle capacity. Karenanya.”ujarnya. serta harga teh ditingkat petani yang masih rendah akibat belum efisiensinya tataniaga teh. mulai dari usaha tani/on farm sampai dengan pemasaran. karena hingga kini perkembangan kinerja agribisnis teh Indonesia cukup memprihatinkan yang ditandai terjadinya penurunan areal. menyerap CO2 (carbon dioxide).Teh Indonesia bertujuan untuk mendorong. GERAKAN PENYELAMATAN AGRIBISNIS TEH NASIONAL Dari aspek lingkungan. agribisnis teh Indonesia dewasa ini sedang mengalami beberapa persoalan berat yang perlu segera diatasi agar peranan teh tersebut di atas dapat dijalankan dengan efektif. Permasalahan agribisnis teh secara menyeluruh terjadi pada sub sistem usaha tani. permasalahan yang dihadapai per-teh-an nasional mencakup seluruh subsistem. berbagai upaya perbaikan harus dilakukan disetiap subsistem secara komprehensip dan terintegrasi. menyediakan O2 (oxygen) dan dapat menjadi alternatif pilihan fasilitas rekreasi (agrowisat Namun demikian. dan kelembagaan petani sert tata hubungan antara pelaku bisnis secara nasional. pemasaran. 38 . mutu teh rakyat yang masih rendah dan belum memenuhi SNI. berkerakyatan. agribisnis dan industri teh termasuk jenis usaha yang mendukung konservasi tanah dan air. Oleh karena itu dalam program kerja ke depan DTI harus bisa mendorong dan memperjuangkan para pelaku agribisnis teh Indonesia . Hal itu. serta berkelanjutan.”tandasnya. pengolahan.

dan (c) belum memperhatikan GMP. dan (d) Harga teh di JTA hanya 55-60% dari harga CTA. (b) SDM. Gerakan tersebut akan diwujudkan dengan 39 . Gerakan Penyelamatan Agribisnis Teh Nasional (GPATN) menjadi sangat urgent mengingat keterpurukan industri ini dampaknya akan sangat luas. (b) Pembagian keuntungan di sepanjang rantai tataniaga masih timpang. keterbatasan SDM.Beberapa permasalahan utama pada sub sistem usaha tani antara lain : 60% areal perkebunan merupakan tanaman tua/rusak sehingga produktivitas rendah (56% dari potensi) serta kenaikan biaya produksi sebesar 13%/tahun yang lebih besar dari peningkatan harga jual hanya 4. HACCP (keamanan pangan).5%/tahun. dan (c) Belum adanya skim pembiaayaan khusus dan belum optimalnya perhatian pihak perbankan/lembaga keuangan untuk pengembangan komoditi teh. (c) Bandung Tea Auction belum mampu menjalankan misinya karena ketiadaan bridging finance. supply chain. Untuk mengatasi permasalahan tersebut. Hal demikian menyebabkan usaha perkebunan teh dalam kondisi merugi sejak tahun 2001 dan terjadinya penurunan areal yang tajam sebesar 16% dari th 2000 ke 2008 atau seluas 3. Kelemahan utama pada sistem pemasaran teh secara nasional terpusat pada aspek-aspek : (a) Tingkat harga petani rendah sekitar 15.000 ha/tahun.8% dari harga teh wangi di tingkat konsumen akibat masih belum efisiensnya tataniaga teh. mutu. dan dana operasional. Gerakan ini harus merupakan gerakan terpadu sebagai upaya percepatan peningkatan produktivitas. tiga kelemahan utama terletak pada : (a) Kelembagaan petani teh masih lemah. (b) mesin dan peralatan dalam kondisi idle capacity dan sudah tidak ekonomis. Tiga masalah utama pada sub sistem pengolahan yang perlu diperbaiki adalah : (a) Mutu teh rakyat rendah belum memenuhi SNI (kadar serat. dan yang paling penting peningkatan harga yang diterima oleh petani yang akan dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani teh. Dalam aspek dukungan terhadap sistem agribisnis teh Indonesia. fasilitas dan pembiayaan untuk R & D masih sangat terbatas. kadar air dan kadar abu tak larut asam yg tinggi).

40 .memberdayakan secara optimal seluruh potensi dari para pemangku kepentingan serta sumberdaya yang telah dikuasai.

sebagian Sumatera dan Sulawesi.BAB III PENUTUP 3.. sebagian besar teh kualitas terbaik menjadi komoditi ekspor bagi produknya. Sementara sejumlah daerah lain di luar Pulau Jawa masih sangat minim. 41 . Meski berada pada urutan tersebut. • • • • • Dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekspor teh Indonesia. menjadi komoditi ekspor ke luar negeri. sekitar 75 ribu ton. posisi daya saing teh Indonesia lebih lemah dibandingkan negara-negara produsen teh lainnya. produksi teh di Indonesia masih belum bisa merata. Saat ini. Dari sisi kualitas. Produksi teh sendiri masih didominasi pada sejumlah daerah seperti Jawa. Rata-rata teh yang diekspor ke luar negeri adalah teh kualitas atas. diperlukan upaya untuk meningkatkan komposisi produk teh melalui peningkatan ekspor teh Indonesia dalam bentuk produk-produk hilir. kecuali Bangladesh. Pada aspek daya saing. namun konsumsi teh di Indonesia masih tergolong rendah. kapasitas produksi teh tanah air mencapai 150 ribu ton tiap tahunnya. Dari catatan Kementerian Perdagangan. Separuhnya. hasil produksi teh dengan kualitas atas justru dinikmati konsumen luar negeri. Konsumsi terbesar teh masyarakat Indonesia berada di Jawa. Oleh produsen. Di satu sisi. teh produksi Indonesia menurutnya lebih unggul dari Negara lain. diperlukan upaya untuk meningkatkan pengaruh distribusi pasar.1 Kesimpulan • Produksi teh Indonesia berada pada urutan nomor 5 dunia. Selain itu.

10 WIB • klasifikasi tanaman teh .com/2011/12/klasifikasi-tanaman-teh.blogspot.com/2009/12/gula. Dapat diakses melalui Diakses pada http://galeriteh.html tanggal 6 Maret 2013 pukul 18.10 WIB • Sejarah teh.html Diakses pada tanggal 6 Maret 2013 pukul 18. Dapat diakses melalui web http://www.10 WIB • Budidaya Tanaman teh .com/mengenal-teh-dan-jenisnya. Dapat diakses melalui web http://sugar-leaf.com/2011/04/budidaya-tanaman-teh.DAFTAR PUSTAKA • Jenis-jenis teh dan khasiatnya.tehsekarmelati.html Diakses pada tanggal 6 Maret 2013 pukul 18.blogspot. Dapat diakses melalui web http://budidayanews.html Diakses pada tanggal 6 Maret 2013 pukul 18.10 WIB 42 .blogspot.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful