Pasca Harmonisasi, Ambhara Hotel, 1 Mei 2007

Rancangan PP Pengelolaan SDA

BATANG TUBUH

PENJELASAN

RANCANGAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR ........ TAHUN 2007 TENTANG PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, I. Menimbang : bahwa untuk melaksanakan Pasal 10, Pasal 11, Pasal 21, Pasal 22, Pasal 25, Pasal 27, Pasal 28, Pasal 31, Pasal 32, Pasal 38, Pasal 39, Pasal 42, Pasal 43, Pasal 44, Pasal 53, Pasal 54, Pasal 57, Pasal 58, Pasal 60, Pasal 61, Pasal 62, Pasal 63, Pasal 64, Pasal 69, Pasal 76, Pasal 81, dan Pasal 84 Undang–Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air perlu menetapkan peraturan 1.

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PENJELASAN ATAS RANCANGAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR ……. TAHUN 2007 TENTANG PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR

UMUM Pengaturan mengenai proses dan pelaksanaan pengelolaan sumber daya air yang menyeluruh, terpadu, dan berwawasan lingkungan hidup dalam peraturan pemerintah ini sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air dimaksudkan agar: a. pendayagunaan sumber daya air dapat diselenggarakan dengan menjaga kelestaraian
1/109

Pasca Harmonisasi, Ambhara Hotel, 1 Mei 2007

Rancangan PP Pengelolaan SDA

BATANG TUBUH

PENJELASAN

pemerintah tentang pengelolaan sumber daya air; Mengingat : 1. Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; 2. Undang–Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 32, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4377); MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN PEMERINTAH TENTANG PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR.

2.

fungsi sumber daya air secara berkelanjutan; b. terciptanya keseimbangan antara fungsi sosial, fungsi lingkungan hidup, dan fungsi ekonomi sumber daya air; c. tercapainya sebesar-besar kemanfaatan umum sumber daya air secara efektif dan efisien; d. terwujudnya keserasian untuk berbagai kepentingan dengan memperhatikan sifat alami air yang dinamis; e. terlindunginya hak setiap warga negara untuk memperoleh kesempatan yang sama untuk berperan dan menikmati hasil pengelolaan sumber daya air; dan f. terwujudnya keterbukaan dan akuntabilitas pengelolaan sumber daya air. Kebijakan pengelolaan sumber daya air dimaksudkan sebagai arahan strategis yang menjadi dasar dalam mengintegrasikan kepentingan pengembangan wilayah administrasi dengan pengelolaan sumber daya air yang berbasis wilayah sungai. Kebijakan pengelolaan sumber daya air disusun dengan memperhatikan kondisi wilayah administratif seperti perkembangan penduduk dan ekonomi, sosial budaya, serta kebutuhan air. Kebijakan pengelolaan sumber daya air disusun di tingkat nasional, provinsi, dan kabupaten/kota. Kebijakan pengelolaan sumber daya air di tingkat nasional menjadi acuan dalam penyusunan kebijakan pengelolaan sumber daya air di tingkat provinsi dan di tingkat kabupaten/kota secara
2/109

Pasca Harmonisasi, Ambhara Hotel, 1 Mei 2007

Rancangan PP Pengelolaan SDA

BATANG TUBUH

PENJELASAN

berjenjang. 3. Sumber daya air merupakan sumber daya alam yang terbaharui dan secara alami keberadaaannya di dalam wilayah hidrografis yang disebut daerah aliran sungai (DAS) mengikuti siklus hidrologis. Ketersediaan sumber daya air dalam setiap DAS sangat dipengaruhi kondisi cuaca dan hidrogeologi setempat, sehingga mengakibatkan adanya DAS dengan ketersediaan air melimpah dan DAS yang sangat kekurangan air. Untuk mewujudkan asas keseimbangan dan asas keadilan dalam pengelolaan sumber daya air maka untuk efektifitas dan efisiensi pengelolaannya perlu dilakukan penyatuan beberapa DAS dalam satu wilayah pengelolaan yang disebut wilayah sungai. Namun demikian, dengan mempertimbangkan efektifitas dan efisiensi pengelolaan suatu DAS dapat merupakan satu wilayah pengelolaan apabila mampu mencukupi kebutuhan sumber daya air di wilayahnya. Selain itu, dengan pertimbangan yang sama, kumpulan pulaupulau kecil dapat pula menjadi satu wilayah pengelolaan. Mengingat sumber daya air adalah sumber daya alam yang mempunyai sifat mengalir sehingga membentuk suatu sistem yang meliputi berbagai komponen sumber daya yang akan terkait satu sama lain. Dengan demikian, pengelolaan sumber daya air akan berdampak terhadap kondisi sumber daya lainnya dan sebaliknya pengelolaan sumber daya lainnya dapat berpengaruh terhadap kondisi sumber daya air. Oleh karena itu, agar pengelolaan berbagai sumber daya
3/109

4.

pendayagunaan sumber daya air. Pola pengelolaan sumber daya air dijabarkan dalam rencana pengelolaan sumber daya air. Pola pengelolaan sumber daya air memuat tujuan beserta dasar pertimbangan pengelolaan sumber daya air. skenario dan strategi pengelolaan sumber daya air. Pola pengelolaan sumber daya air merupakan kerangka dasar dalam merencanakan. . Rencana pengelolaan sumber daya air merupakan rencana induk yang menjadi dasar bagi penyusunan program dan pelaksanaan kegiatan konservasi sumber 4/109 6. 5. Rencana pengelolaan sumber daya air dilakukan melalui inventarisasi sumber daya air.Pasca Harmonisasi. melaksanakan. yaitu berupa pola pengelolaan sumber daya air. memantau. proses penyusunannya harus dilakukan secara terbuka melalui perlibatan berbagai pihak yang berkepentingan dan ditetapkan oleh pihak yang berwenang. Ambhara Hotel. dan pengendaliaan daya rusak air pada wilayah sungai. dan mengevaluasi kegiatan konservasi sumber daya air. diperlukan suatu acuan pengelolaan terpadu antarinstansi dan antarwilayah. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN tersebut dapat menghasilkan manfaat bagi masyarakat secara optimum. serta langkah operasional dalam pelaksanaan strategi pengelolaan sumber daya air. penyusunan dan penetapan rencana pengelolaan sumber daya air. Agar pola pengelolaan sumber daya air tersebut menjadi bingkai yang mengikat. Pola pengelolaan sumber daya air disusun dengan memperhatikan kebijakan pengelolaan sumber daya air pada wilayah administrasi yang bersangkutan.

dan fungsi sumber daya air dilakukan konservasi sumber daya air melalui kegiatan perlindungan dan pelestarian sumber air. Pelaksanaan kegiatan konservasi sumber daya air. Rencana induk tersebut memuat pokok-pokok program konservasi sumber daya air. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN daya air. peninjauan kembali. pendayagunaan sumber daya air. Untuk menjaga kelangsungan keberadaan. termasuk prakiraan kelayakan serta desain dasar upaya fisik. pendayagunaan sumber daya air. serta dengan melibatkan masyarakat dan badan usaha. daya dukung. daya tampung. operasi dan pemeliharaan sumber daya air tersebut dilaksanakan oleh Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya atau dengan saling bekerja sama antara Pemerintah dan pemerintah daerah atau antarpemerintah daerah. dan/atau penyempurnaan rencana tata ruang wilayah. pengawetan 5/109 8. dan pengendalian daya rusak air oleh masing-masing sektor dan wilayah administrasi. Ambhara Hotel. dan pengendalian daya rusak air.Pasca Harmonisasi. dilakukan melalui pelaksanaan kontruksi prasarana sumber daya air. . dan pengendalian daya rusak air yang meliputi upaya fisik dan nonfisik. Kegiatan konstruksi. 7. Rencana pengelolaan sumber daya air merupakan salah satu unsur dalam penyusunan. pendayagunaan sumber daya air. operasi dan pemeliharaan sumber daya air yang meliputi pemeliharaan sumber air serta operasi dan pemeliharaan prasarana sumber daya air.

Upaya pencegahan dilakukan dengan peringatan dini. penanggulangan dan pemulihan akibat bencana dengan mengutamakan upaya pencegahan.Pasca Harmonisasi. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN air. serta penyebarluasan informasi dan penyuluhan kepada 6/109 10. 9. pengembangan. . dan pengusahaan sumber daya air. penyediaan. pemindahan dan/atau penyelamatan penduduk yang bermukim di kawasan rawan bencana. Pemerintah atau pemerintah daerah wajib melibatkan peran masyarakat dalam pelaksanaan konservasi sumber daya air dengan menerapkan sistem insentif kepada masyarakat yang telah berperan dalam pelaksanaan konservasi sumber daya air serta disinsentif kepada masyarakat yang mengabaikan prinsip konservasi. penggunaan. pengelolaan kualitas air. dan terkoordinasi mencakup upaya pencegahan. Pendayagunaan sumber daya air bertujuan untuk memanfaatkan sumber daya air secara berkelanjutan dengan mengutamakan fungsi sosial sumber daya air guna mewujudkan pemenuhan kebutuhan pokok kehidupan masyarakat akan air secara adil. Pengendalian daya rusak air perlu dilakukan terpadu. Pendayagunaan sumber daya air dilakukan melalui penatagunaan. Ambhara Hotel. menyeluruh. Dalam pelaksanaan konservasi sumber daya air. serta pengendalian pencemaran air dengan mengacu pada pola pengelolaan sumber daya air. Pemerintah atau pemerintah daerah sedapat mungkin mengutamakan kegiatan yang bersifat nonfisik daripada yang bersifat fisik serta mendorong kepada masyarakat untuk melakukan upaya pengawetan dan penghematan air.

Pemerintah dan pemerintah daerah menyelenggarakan sistem informasi sumber daya air sesuai dengan kewenangannya. kebenaran. dan ketepatan waktunya. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN masyarakat. Biaya jasa pengelolaan air bukan merupakan pembayaran atas harga air. Pembiayaan pengelolaan sumber daya air diperlukan untuk mendukung terselenggaranya pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan. Pengguna sumber daya air wajib menanggung biaya jasa pengelolaan sumber daya air. serta dapat diakses oleh berbagai pihak yang berkepentingan.Pasca Harmonisasi. perlu dikelola secara terpadu sehingga informasi yang tersedia dapat terjamin keakuratan. Kewajiban ini dikecualikan bagi penggunaan sumber daya air untuk kebutuhan pokok sehari-hari dan untuk pertanian rakyat. 11. Sedangkan upaya pemulihan ditujukan untuk memfungsikan kondisi lingkungan hidup serta sarana dan prasarana umum yang terkena bencana. Pembebanan biaya jasa pengelolaan sumber daya air ini dimaksudkan sebagai instrumen agar masyarakat berhemat dalam penggunaan air serta 7/109 12. yang merupakan jaringan informasi yang tersebar dan dikelola oleh berbagai institusi baik pada tingkat pusat maupun daerah. Ambhara Hotel. Untuk mendukung pengelolaan sumber daya air. Sistem informasi sumber daya air. Upaya penanggulangan diutamakan untuk keselamatan jiwa manusia dengan mengutamakan pemenuhan kebutuhan dasarnya dan bersifat segera. . tetapi mengganti sebagian biaya yang diperlukan untuk pengelolaan sumber daya air.

13. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN menumbuhkan rasa ikut memiliki sumber daya air ataupun prasarana sumber daya air. Perizinan dalam penggunaan sumber daya air merupakan instrumen pengendalian untuk mewujudkan ketertiban pengelolaan sumber daya air dan melindungi hak masyarakat untuk memperoleh akses atas air bagi pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari dan pertanian rakyat dalam sistem irigasi yang sudah ada. serta menjamin hak ulayat masyarakat hukum adat setempat. 8/109 .Pasca Harmonisasi. Ambhara Hotel.

2. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN BAB I KETENTUAN UMUM II. Pola pengelolaan sumber daya air adalah kerangka dasar dalam merencanakan. Pengelolaan sumber daya air adalah upaya merencanakan. Air permukaan adalah semua air yang terdapat pada permukaan tanah. Ambhara Hotel. air hujan. sumber air. 8. air tanah. dan pengendalian daya rusak 9/109 . ataupun di bawah permukaan tanah. 7. Kebijakan pengelolaan sumber daya air adalah arahan strategis untuk mengatasi masalah sumber daya air dan mengantisipasi perkembangan situasi dan kondisi sumber daya air. 5. dan mengevaluasi kegiatan konservasi sumber daya air. 6. memantau. Sumber air adalah tempat atau wadah air alami dan/atau buatan yang terdapat pada. pendayagunaan sumber daya air. Sumber daya air adalah air. termasuk dalam pengertian ini air permukaan. 3. ataupun di bawah permukaan tanah. 1. PASAL DEMI PASAL Pasal 1 Pasal 1 Dalam peraturan pemerintah ini yang dimaksud dengan: Cukup jelas. dan daya air yang terkandung di dalamnya. Air adalah semua air yang terdapat pada. pendayagunaan sumber daya air. melaksanakan. di atas. Air tanah adalah semua air yang terdapat dalam lapisan tanah atau batuan di bawah permukaan tanah. di atas. 4. melaksanakan. memantau. dan pengendalian daya rusak air.Pasca Harmonisasi. dan mengevaluasi penyelenggaraan konservasi sumber daya air. dan air laut yang berada di darat.

Pasca Harmonisasi, Ambhara Hotel, 1 Mei 2007

Rancangan PP Pengelolaan SDA

BATANG TUBUH

PENJELASAN

9.

10.

11.

12. 13.

14.

15.

air. Konservasi sumber daya air adalah upaya memelihara keberadaan, keberlanjutan keadaan, sifat dan fungsi sumber daya air agar senantiasa tersedia dalam kuantitas dan kualitas yang memadai untuk memenuhi kebutuhan mahluk hidup baik pada waktu sekarang maupun pada generasi yang akan datang. Pendayagunaan sumber daya air adalah upaya penatagunaan, penyediaan, penggunaan, pengembangan, dan pengusahaan sumber daya air secara optimal agar berhasil guna dan berdaya guna. Pengendalian daya rusak air adalah upaya untuk mencegah, menanggulangi, dan memulihkan kerusakan kualitas lingkungan yang disebabkan oleh daya rusak air. Daya rusak air adalah daya air yang dapat merugikan kehidupan. Wilayah sungai adalah kesatuan wilayah pengelolaan sumber daya air dalam satu atau lebih daerah aliran sungai dan/atau pulau-pulau kecil yang luasnya kurang dari atau sama dengan 2.000 km2. Daerah aliran sungai adalah suatu wilayah daratan yang merupakan satu kesatuan dengan sungai dan anak-anak sungainya, yang berfungsi menampung, menyimpan, dan mengalirkan air yang berasal dari curah hujan ke danau atau ke laut secara alami, yang batas di darat merupakan pemisah topografis dan batas di laut sampai dengan daerah perairan yang masih terpengaruh aktivitas daratan. Cekungan air tanah adalah suatu wilayah yang dibatasi oleh batas hidrogeologis, tempat semua kejadian hidrogeologis seperti proses pengimbuhan, pengaliran, dan pelepasan air tanah berlangsung.
10/109

Pasca Harmonisasi, Ambhara Hotel, 1 Mei 2007

Rancangan PP Pengelolaan SDA

BATANG TUBUH

PENJELASAN

16.

17. 18.

19.

20.

21.

22. 23.

24. 25.

26.

Konsultasi publik adalah kegiatan untuk menampung aspirasi para pihak yang berkepentingan dalam pengelolaan sumber daya air melalui dialog dan musyawarah. Pemulihan adalah upaya merehabilitasi suatu keadaan sehingga kembali pada fungsinya semula. Perlindungan sumber air adalah upaya pengamanan sumber air dari kerusakan yang ditimbulkan, baik akibat tindakan manusia maupun gangguan yang disebabkan oleh daya alam. Pengawetan air adalah upaya memelihara keberadaan dan ketersediaan air atau kuantitas air agar tersedia sesuai dengan fungsi dan manfaatnya. Pengelolaan kualitas air adalah upaya mempertahankan dan memulihkan kualitas air yang masuk dan yang berada di sumber air. Zona pemanfaatan sumber air adalah ruang pada sumber air yang dialokasikan, baik sebagai fungsi lindung maupun fungsi budidaya. Peruntukan air adalah penggolongan air pada suatu sumber air menurut jenis penggunaannya. Penyediaan sumber daya air adalah penentuan dan pemenuhan volume air persatuan waktu untuk memenuhi kebutuhan air dan daya air serta memenuhi berbagai keperluan sesuai dengan waktu, kualitas, dan kuantitas. Penggunaan sumber daya air adalah pemanfaatan sumber daya air dan prasarananya sebagai media dan/atau materi. Pengembangan sumber daya air adalah upaya peningkatan kemanfaatan fungsi sumber daya air untuk memenuhi kebutuhan air, dan/atau sumber air, dan/atau daya air. Modifikasi cuaca adalah upaya dengan cara memanfaatkan parameter cuaca dan kondisi iklim pada lokasi tertentu untuk
11/109

Pasca Harmonisasi, Ambhara Hotel, 1 Mei 2007

Rancangan PP Pengelolaan SDA

BATANG TUBUH

PENJELASAN

tujuan meminimalkan dampak bencana alam akibat iklim dan cuaca, seperti kekeringan dan/atau banjir. 27. Pengusahaan sumber daya air adalah upaya pemanfaatan sumber daya air untuk memenuhi kebutuhan usaha, seperti penggunaan air untuk bahan baku produksi, pemanfaatan potensinya, media usaha, ataupun penggunaan air untuk bahan pembantu produksi. 28. Masyarakat adalah seluruh rakyat Indonesia, baik sebagai orang perseorangan, kelompok orang, masyarakat adat, badan usaha, maupun yang berhimpun dalam suatu lembaga atau organisasi kemasyarakatan.  akan dicermati kembali  apakah akan dihilangkan? Setiap pasal yang menyebutkan masyarakat akan dicermati kembali untuk disesuaikan dengan konteks. Apakah masyrakat termasuk badan usaha?. 29. Pemerintah daerah adalah gubernur, bupati, atau walikota, dan perangkat daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah. 30. Pemerintah pusat, selanjutnya disebut Pemerintah, adalah Presiden Republik Indonesia yang memegang kekuasaan pemerintahan negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. 31. Departemen adalah departemen yang membidangi sumber daya air. 32. Menteri adalah menteri yang membidangi sumber daya air. 33. Menteri yang terkait dengan bidang sumber daya air atau kepala lembaga pemerintah nondepartemen yang terkait dengan bidang sumber daya air adalah menteri atau kepala lembaga pemerintah nondepartemen yang bidang tugasnya,
12/109

Pasca Harmonisasi. perencanaan pengelolaan sumber daya air. penyusunan pola pengelolaan sumber daya air. dan pemeliharaan sumber daya air. e. pertanian. meteorologi. b. dan teknologi modifikasi cuaca. operasi. pengendalian daya rusak air. Dinas adalah organisasi pemerintahan di tingkat provinsi atau kabupaten/kota yang memiliki lingkup tugas dan tanggung jawab di bidang sumber daya air. c. pendayagunaan sumber daya air. Dewan Sumber Daya Air Nasional adalah wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air tingkat nasional. Wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air adalah institusi tempat segenap pemilik kepentingan dalam bidang sumber daya air melakukan koordinasi dalam rangka mengintegrasikan kepentingan berbagai sektor. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN 34. proses dan pelaksanaan pengelolaan sumber daya air yang terdiri dari: a. 36. 13/109 . air tanah. pelaksanaan konstruksi. 37. perikanan. Pengelola sumber daya air adalah institusi yang diberi wewenang untuk melaksanakan pengelolaan sumber daya air. Pasal 2 Pasal 2 Ruang lingkup pengaturan dalam peraturan pemerintah ini meliputi Cukup jelas. penetapan kebijakan pengelolaan sumber daya air. g. pantai. 35. f. transportasi air. penataan ruang. lingkungan hidup. dan para pemilik kepentingan dalam bidang sumber daya air. konservasi sumber daya air. Ambhara Hotel. antara lain meliputi fungsi pengelolaan hutan. d. wilayah.

Bagian Kedua Lingkup Kebijakan Pengelolaan Sumber Daya Air Pasal 5 Pasal 5 Yang dimaksud dengan “kebijakan pengelolaan sumber daya air” meliputi kebijakan pengelolaan air permukaan. air hujan. dan prinsip pengelolaan sumber daya air. dengan tujuan mewujudkan kemanfaatan sumber daya air yang berkelanjutan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. menyeluruh. serta pola pengelolaan sumber daya air yang berbasis wilayah sungai. air tanah. dan air laut yang berada di darat. dan kabupaten/kota. (2) Pengelolaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berlandaskan pada kebijakan pengelolaan sumber daya air di tingkat nasional. provinsi. terpadu. tujuan. dan berwawasan lingkungan hidup. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN BAB II LANDASAN PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR Bagian Kesatu Umum Pasal 3 Pasal 3 (1) Pengelolaan sumber daya air diselenggarakan secara Cukup jelas.Pasca Harmonisasi. Pasal 4 Pasal 4 Kebijakan pengelolaan sumber daya air merupakan arahan strategis yang memuat visi. Ambhara Hotel. 14/109 .

menteri. Kebijakan nasional sumber daya air. Cukup jelas. yang disusun dengan memperhatikan kondisi masingmasing wilayah. Yang dimaksud dengan “kondisi masing-masing wilayah”. hidrometeorologis. Ambhara Hotel. (1) (2) (3) (1) (2) Pasal 5b Kebijakan nasional sumber daya air sebagaimana dimaksud Ayat (2) pada Pasal 5 ayat (1) menjadi acuan bagi Menteri.Pasca Harmonisasi. menjadi acuan bagi Ayat (3) penyusunan kebijakan pengelolaan sumber daya air di tingkat Cukup jelas. 15/109 . Kebijakan pengelolaan sumber daya air di tingkat provinsi dirumuskan oleh wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air provinsi yang bernama dewan sumber daya air provinsi atau dengan nama lain. pengendalian daya rusak air. misalnya kondisi hidrologis. dan sosial budaya. dan ditetapkan oleh gubernur. Pasal 5a Kebijakan pengelolaan sumber daya air di tingkat nasional. provinsi. atau kepala lembaga pemerintah nondepartemen yang terkait dengan bidang sumber daya air dalam menetapkan kebijakan sektoral yang terkait dengan sumber daya air. Kebijakan pengelolaan sumber daya air di tingkat kabupaten/kota dirumuskan oleh wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air kabupaten/kota yang bernama dewan sumber daya air kabupaten/kota atau dengan nama lain. hidrogeologis. dan sistem informasi sumber daya air. yang selanjutnya disebut sebagai kebijakan nasional sumber daya air dirumuskan oleh Dewan Sumber Daya Air Nasional dan ditetapkan oleh Presiden. demografis. pendayagunaan sumber daya air. dan ditetapkan oleh bupati/walikota. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (1) Kebijakan pengelolaan sumber daya air mencakup aspek konservasi sumber daya air.

rencana tata ruang wilayah kabupaten/kota. dijadikan sebagai acuan dalam penyusunan pola pengelolaan sumber daya air untuk menghindari terhentinya proses pengelolaan sumber daya air. Ambhara Hotel. Bagian Ketiga Pola Pengelolaan Sumber Daya Air 16/109 . dan rencana pembangunan kabupaten/kota. Ayat (2) Yang dimaksud dengan “keselarasan” adalah bahwa kebijakan pengelolaan sumber daya air dapat mendukung atau sebagai bahan peninjauan kembali dan penyempurnaan kebijakan pembangunan di wilayah provinsi atau kabupaten/kota sesuai dengan keterbatasan sumber daya air. diupayakan keselarasannya dengan kebijakan pembangunan di wilayah provinsi atau kabupaten/kota. rencana pembangunan provinsi. Ayat (3) Cukup jelas. maka kebijakan pengelolaan sumber daya air ditetapkan secara terintegrasi dalam kebijakan pembangunan provinsi atau kabupaten/kota. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (3) Kebijakan pengelolaan sumber daya air di tingkat provinsi menjadi acuan bagi penyusunan kebijakan pengelolaan sumber daya air di tingkat kabupaten/kota.Pasca Harmonisasi. Perbaikan tgl 30 April 2007 (1) (2) Kebijakan pengelolaan sumber daya air yang ditetapkan secara tersendiri. Pasal 5c Ayat (1) Dalam hal kebijakan pengelolaan sumber daya air belum tidak ditetapkan secara tersendiri. Yang dimaksud dengan “terintegrasi” misalnya dituangkannya kebijakan pengelolaan sumber daya air dalam rencana tata ruang wilayah provinsi. Pasal 5c Kebijakan pengelolaan sumber daya air dapat ditetapkan baik sebagai kebijakan tersendiri maupun atau terintegrasi ke dalam kebijakan pembangunan provinsi atau kabupaten/kota.

Pasca Harmonisasi, Ambhara Hotel, 1 Mei 2007

Rancangan PP Pengelolaan SDA

BATANG TUBUH

PENJELASAN

(1)

Pasal 7 Pola pengelolaan sumber daya air disusun dan ditetapkan sebagai kerangka dasar dalam pengelolaan sumber daya air di wilayah sungai dengan prinsip keterpaduan antara air permukaan dan air tanah, serta keseimbangan antara upaya konservasi sumber daya air dan pendayagunaan sumber daya air. Pola pengelolaan sumber daya air di wilayah sungai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (1) disusun sebagai berikut : a. Pola pengelolaan sumber daya air wilayah sungai lintas negara dan wilayah sungai strategis nasional disusun dengan memperhatikan kebijakan nasional sumber daya air dan kebijakan pengelolaan sumber daya air di tingkat provinsi dan/atau kabupaten/kota yang bersangkutan; b. Pola pengelolaan sumber daya air wilayah sungai lintas provinsi disusun dengan memperhatikan kebijakan pengelolaan sumber daya air di tingkat provinsi yang terkait; c. Pola pengelolaan sumber daya air wilayah sungai lintas kabupaten/kota disusun dengan memperhatikan kebijakan pengelolaan sumber daya air di tingkat kabupaten/kota terkait; dan d. Pola pengelolaan sumber daya air wilayah sungai dalam satu kabupaten/kota disusun dengan

Pasal 7 Ayat (1) Prinsip keterpaduan antara air permukaan dan air tanah merupakan keterpaduan dalam pengelolaannya yang diselenggarakan dengan memperhatikan wewenang dan tanggung jawab masing-masing instansi sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.

(2)

17/109

Pasca Harmonisasi, Ambhara Hotel, 1 Mei 2007

Rancangan PP Pengelolaan SDA

BATANG TUBUH

PENJELASAN

memperhatikan kebijakan pengelolaan sumber daya air di tingkat kabupaten/kota yang bersangkutan. Pasal 7b Pola pengelolaan sumber daya air sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (1) memuat: a. tujuan pengelolaan sumber daya air;

b.

dasar pertimbangan yang dipergunakan melakukan pengelolaan sumber daya air;

dalam

Pasal 7b Huruf a Yang dimaksud dengan “tujuan pengelolaan sumber daya air” adalah tujuan pelaksanaan pengelolaan sumber daya air pada wilayah sungai yang bersangkutan. Tujuan pengelolaan sumber daya air ditetapkan dengan memperhatikan kebijakan pengelolaan sumber daya air provinsi dan/atau kabupaten/kota yang sebagian atau seluruh wilayahnya berada dalam wilayah sungai yang bersangkutan. Penetapan tujuan pengelolaan sumber daya air perlu dilakukan dalam penyusunan pola pengelolaan sumber daya air sesuai dengan kondisi dan kebutuhan yang ada di wilayah sungai yang bersangkutan untuk mengatasi berbagai masalah yang berkaitan dengan sumber daya air dan dalam mendukung pembangunan wilayah. Huruf b. Dasar-dasar yang dipergunakan dalam merumuskan upaya pengelolaan sumber daya air, antara lain mencakup analisis kondisi yang ada, asumsi, standar, dan kriteria. Asumsi, standar, dan kriteria tersebut perlu ditetapkan secara jelas sehingga analisis dan perhitungan yang dilakukan mempunyai dasar yang jelas. Kejelasan tersebut diperlukan dalam penyusunan skenario, strategi, dan evaluasi pelaksanaan pengelolaan sumber daya air.
18/109

Pasca Harmonisasi, Ambhara Hotel, 1 Mei 2007

Rancangan PP Pengelolaan SDA

BATANG TUBUH

PENJELASAN

c.

beberapa skenario pengelolaan sumber daya air;

Huruf c. Skenario pengelolaan sumber daya air adalah asumsi kondisi pada masa yang akan datang yang mungkin terjadi di luar kemampuan kendali pengelola sumber daya air, misalnya kondisi perekonomian, perubahan iklim, dan politik. Huruf d. Strategi pengelolaan sumber daya air merupakan rangkaian upaya atau kegiatan pengelolaan sumber daya air untuk mencapai tujuan pengelolaan sumber daya air sesuai dengan skenario pengelolaan sumber daya air. Penyusunan strategi meliputi: merumuskan kegiatan pengelolaan sumber daya air secara fisik dan nonfisik; merumuskan prioritas sasaran; merumuskan urutan prioritas kegiatan. Kegiatan pengelolaan sumber daya air misalnya penetapan kelas air, upaya pemulihan kualitas air, upaya menambah tampungan air, pembangunan jaringan distribusi, dan upaya penghematan air. Huruf e. Langkah operasional untuk melaksanakan strategi pengelolaan sumber daya air adalah rangkaian kegiatan pendahuluan dan/atau kegiatan pendukung yang perlu dilakukan
19/109

d.

alternatif pilihan strategi pengelolaan sumber daya air untuk setiap skenario pengelolaan sumber daya air;

e.

langkah operasional untuk pengelolaan sumber daya air.

melaksanakan

strategi

rekomendasi penyusunan instrumen untuk penghematan penggunaan air dan rekomendasi penyusunan instrumen untuk mendukung upaya konservasi sumber daya air (baku mutu air limbah yang boleh dibuang ke perairan umum).Pasca Harmonisasi. sifat alami dan karakteristik sumber daya air dalam satu Huruf b. Cukup jelas. penyelenggaraan pengelolaan sumber daya air yang dilakukan oleh Pemerintah dan/atau pemerintah daerah yang bersangkutan. Keberadaan masyarakat hukum adat mencakup unsur masyarakatnya. Pasal 8 (1) Pola pengelolaan sumber daya air sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (1) mengacu pada data dan/atau informasi mengenai: a. c. Huruf d. keberadaan masyarakat hukum adat setempat. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN sehingga upaya dan kegiatan yang terdapat di dalam strategi pengelolaan sumber daya air dapat terlaksana. Termasuk di dalam penyusunan langkah operasional ini adalah penyusunan pokok-pokok kebijakan operasional atau peraturan perundang-undangan yang diperlukan untuk melaksanakan pengelolaan sumber daya air. Misalnya. unsur wilayahnya. dan unsur hubungan antara masyarakat tersebut dengan wilayahnya. d. b. kebutuhan sumber daya air bagi semua pemanfaat di wilayah sungai yang bersangkutan. 20/109 . Ambhara Hotel. Pasal 8 Ayat (1) Huruf a. Ketentuan ini dimaksudkan agar tercapai keterpaduan pengelolaan sumber daya air. Huruf c.

serta lingkungan hidup. bupati/walikota dapat meminta pertimbangan wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air kabupaten/kota. aktivitas manusia yang berdampak terhadap kondisi sumber daya air. Pasal 9 Cukup jelas. (3) Pola pengelolaan sumber daya air yang sudah ditetapkan dapat ditinjau dan dievaluasi sekurang-kurangnya setiap 5 (lima) tahun sekali. 21/109 . Pasal 9 Pola pengelolaan sumber daya air wilayah sungai dalam satu kabupaten/kota disusun oleh bupati setelah berkonsultasi dengan instansi teknis dan unsur masyarakat terkait. Ayat (6) Cukup jelas. (1) f. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN kesatuan sistem hidrologis. e. kepentingan generasi masa kini dan mendatang. Ayat (4) Cukup jelas. Ayat (5) Cukup jelas. Cukup jelas. Cukup jelas. (2) Pola pengelolaan sumber daya air ditetapkan untuk jangka waktu 20 (dua puluh) tahun. Huruf e. Ambhara Hotel. (2) Bupati menetapkan pola pengelolaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dengan memperhatikan pertimbangan wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air pada wilayah sungai yang bersangkutan. (4) Hasil peninjauan dan evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) menjadi dasar pertimbangan bagi penyempurnaan pola pengelolaan sumber daya air. Huruf f.Pasca Harmonisasi. Cukup jelas. (3) Dalam hal pada wilayah sungai tersebut tidak atau belum terbentuk wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air.

Pasca Harmonisasi. gubernur dapat meminta pertimbangan wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air provinsi. bupati/walikota dapat langsung menetapkan pola pengelolaan sumber daya air sesuai dengan rancangan sebagaimana dimaksud pada ayat (2). (1) (2) (3) (1) Pasal 11 Cukup jelas. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (4) Dalam hal pada kabupaten/kota tersebut tidak atau belum terbentuk wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air kabupaten/kota. (2) (3) 22/109 . Pasal 10 Pola pengelolaan sumber daya air wilayah sungai lintas kabupaten/kota disusun oleh gubernur setelah berkonsultasi dengan instansi teknis dan unsur masyarakat terkait Gubernur menetapkan pola pengelolaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berdasarkan pertimbangan wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air pada wilayah sungai yang bersangkutan. Pasal 11 Pola pengelolaan sumber daya air wilayah sungai lintas provinsi. Dalam hal pada wilayah sungai lintas provinsi atau strategis nasional dimaksud tidak atau belum terbentuk wadah Pasal 10 Cukup jelas. lintas negara. Ambhara Hotel. Dalam hal pada wilayah sungai tersebut tidak atau belum terbentuk wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air. dan strategis nasional disusun oleh Menteri setelah berkonsultasi dengan instansi teknis dan unsur masyarakat terkait. Menteri menetapkan pola pengelolaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berdasarkan pertimbangan wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air pada wilayah sungai bersangkutan.

Pasal 12 Ketentuan mengenai pedoman teknis dan tata cara penyusunan pola pengelolaan sumber daya air sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 sampai dengan Pasal 11 diatur dengan peraturan Menteri. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN koordinasi pengelolaan sumber daya air. . BAB III PERENCANAAN PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR Bagian Pertama Umum Pasal 13 Perencanaan pengelolaan sumber daya air disusun sesuai dengan 23/109 Pasal 12 Cukup jelas. (5) Dalam hal belum ada perjanjian dengan negara terkait. Ambhara Hotel. Pengelolaan sumber daya air pada wilayah sungai lintas negara dilakukan sesuai dengan perjanjian dengan negara terkait berdasarkan pola pengelolaan sumber daya air yang ditetapkan oleh Menteri. Pasal 13 Cukup jelas. (4) Pola pengelolaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (2) pada wilayah sungai lintas negara digunakan sebagai dasar penyusunan perjanjian dengan negara terkait. pengelolaan sumber daya air pada wilayah sungai yang berada dalam wilayah negara kesatuan Republik Indonesia didasarkan pada pola pengelolaan sumber daya air yang ditetapkan oleh Menteri sebagaimana dimaksud pada ayat (2). Menteri dapat meminta pertimbangan wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air provinsi melalui gubernur terkait.Pasca Harmonisasi.

serta kontinuitas sumber daya air. Inventarisasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 meliputi Ayat (2) pengumpulan data dan informasi tentang: Huruf a a. kondisi lingkungan hidup dan potensi yang terkait dengan Huruf b sumber daya air. daerah rawan banjir. tingkat erosi.Pasca Harmonisasi. dan kondisi sanitasi lingkungan. kondisi daerah resapan air. b. dasar penyusunan rencana pengelolaan sumber daya air. Ambhara Hotel. kimia. dan kebutuhan. Yang dimaksud dengan “kualitas sumber daya air” mencakup parameter fisik. ketersediaan. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN prosedur dan persyaratan melalui tahapan yang ditetapkan dalam standar perencanaan yang berlaku secara nasional yang mencakup inventarisasi sumber daya air. penyusunan dan penetapan rencana pengelolaan sumber daya air. keanekaragaman hayati pada sumber air. Yang dimaksud dengan “kondisi lingkungan hidup yang terkait dengan sumber daya air” misalnya: kondisi daerah tangkapan air. Yang dimaksud dengan “kuantitas sumber daya air” termasuk kuantitas penggunaan. dan biologi. Yang dimaksud dengan “potensi yang terkait 24/109 (1) (2) . Bagian Kedua Inventarisasi Sumber Daya Air Pasal 14 Pasal 14 Inventarisasi sumber daya air dimaksudkan untuk Ayat (1) mengumpulkan data dan informasi sumber daya air sebagai Cukup jelas. kuantitas dan kualitas sumber daya air.

ketenagaan. jangka menengah. Ambhara Hotel. e. dan jangka pendek. terpadu pada setiap wilayah sungai berdasarkan pola pengelolaan sumber daya air. Data dan informasi tentang sumber air dan prasarana sumber daya air mencakup jenis. permukaan. sumber air dan prasarana sumber daya air. Huruf c. kapasitas. dan pariwisata. perkotaan. (3) Rencana pengelolaan sumber daya air sebagaimana Ayat (3) dimaksud pada ayat (2) disusun untuk jangka panjang. sumber daya air. jumlah. 25/109 kelembagaan pengelolaan sumber daya air. (4) Rencana pengelolaan sumber daya air jangka panjang Ayat (4) d. Bagian Ketiga Pasal 15 Penyusunan dan Penetapan Rencana Pengelolaan Ayat (1) Rencana pengelolaan sumber daya air terpadu disusun dengan memperhatikan wewenang dan Pasal 15 tanggung jawab masing-masing instansi sesuai (1) Rencana pengelolaan sumber daya air disusun secara dengan tugas pokok dan fungsinya. (2) Rencana pengelolaan sumber daya air sebagaimana Ayat (2) dimaksud pada ayat (1) disusun dengan Dalam hal cekungan air tanah melintasi wilayah mempertimbangkan penggunaan dan ketersediaan air sungai. kondisi sosial ekonomi masyarakat yang terkait dengan Huruf e. industri. dengan sumber daya air” misalnya: ketersediaan potensi untuk pengembangan irigasi. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN c. Huruf d. Cukup jelas. dan kondisinya. Cukup jelas. dan .Pasca Harmonisasi. pengelolaan cekungan air tanah tersebut tanah dalam cekungan air tanah pada wilayah sungai harus mempertimbangkan wilayah sungai yang tersebut dengan tetap mengutamakan penggunaan air terkait. Cukup jelas.

Ayat (5) Cukup jelas. Dalam hal wadah koordinasi sebagaimana dimaksud pada Ayat (2) ayat (1) pada wilayah sungai lintas provinsi tidak Cukup jelas. Cukup jelas. 26/109 . Ayat (6) Cukup jelas. kesepakatan pemilihan strategi dilakukan secara bersama oleh wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air tingkat provinsi yang terkait. Dalam hal wadah koordinasi sebagaimana dimaksud pada Ayat (3) ayat (1) pada wilayah sungai lintas negara tidak Cukup jelas. Rencana pengelolaan sumber daya air jangka menengah sebagaimana dimaksud pada ayat (3) merupakan program pengelolaan sumber daya air masing-masing sektor dan wilayah administrasi yang terkait dengan wilayah sungai bersangkutan. (1) (2) (3) Pasal 16 Pasal 16 Rencana induk pengelolaan sumber daya air Ayat (1) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 ayat (4) disusun Strategi terpilih merupakan kesepakatan wadah berdasarkan pilihan strategi yang disepakati oleh wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air yang koordinasi pengelolaan sumber daya air pada wilayah didapat dari beberapa pilihan strategi yang terdapat sungai yang bersangkutan. dan pengendalian daya rusak air yang disusun secara terkoordinasi berbasis wilayah sungai. dibentuk. Rencana pengelolaan sumber daya air jangka pendek sebagaimana dimaksud pada ayat (3) merupakan rencana kegiatan pengelolaan sumber daya air masingmasing sektor dan wilayah administrasi yang terkait dengan wilayah sungai bersangkutan.Pasca Harmonisasi. dalam pola pengelolaan sumber daya air. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (5) (6) sebagaimana dimaksud pada ayat (3) merupakan rencana induk pengelolaan sumber daya air yang berfungsi sebagai pedoman dan arahan dalam pelaksanaan konservasi sumber daya air. pendayagunaan sumber daya air. Ambhara Hotel.

terasering lahan. letak dan perkiraan tipe dan ukuran bangunan. tata kelayakan. misalnya tentang lokasi. bendung. kesepakatan pemilihan strategi dilakukan oleh wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air tingkat kabupaten/kota atau wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air tingkat provinsi. misalnya pembangunan bendungan. pilihan strategi dilakukan oleh wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air tingkat provinsi. embung. Dalam hal wadah koordinasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) pada wilayah sungai lintas kabupaten/kota atau wilayah sungai strategis nasional lintas kabupaten/kota tidak dibentuk. Ambhara Hotel.Pasca Harmonisasi.. reboisasi hutan. Dalam hal wadah koordinasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) pada wilayah sungai lintas kabupaten/kota atau wilayah sungai strategis nasional lintas kabupaten/kota belum atau tidak dibentuk. Upaya fisik dalam rencana induk pengelolaan sumber Ayat (2) daya air dilengkapi dengan desain dasar dan prakiraan Desain dasar memuat. Yang dimaksud dengan “upaya fisik”. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (4) (5) dibentuk. pengaturan tata guna lahan. misalnya pengaturan pola pemanfaatan lahan. Ayat (5) Cukup jelas. Ayat (4) Cukup jelas. Yang dimaksud dengan “upaya nonfisik”. (1) (2) Pasal 17 Pasal 17 Rencana induk pengelolaan sumber daya air memuat Ayat (1) upaya fisik dan nonfisik. kesepakatan pemilihan strategi dilakukan secara bersama oleh wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air tingkat kabupaten/kota terkait atau oleh wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air tingkat provinsi. 27/109 . check dam.

wlayah sungai bersangkutan dan unsur lainnya Tim teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibentuk sesuai dengan kebutuhan. gubernur. bangunan. Rencana induk pengelolaan sumber daya air disusun dengan berpedoman pada standar dan prosedur yang ditetapkan oleh Menteri (4) Sebelum penetapan dilakukan. atau bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya. (3) Ayat (6) Cukup jelas. Ayat (5) Cukup jelas. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN Cttn : desain dasar mencakup prakiraan kelayakan dijelaskan dalam penjelasan  prakiraan kelayakan bukan bagian dari desain dasar ketersediaan bahan bahan galian.Pasca Harmonisasi. rancangan rencana induk pengelolaan sumber daya air atau perubahannya wajib dilakukan konsultasi publik. lokasi buangan (1) (2) Pasal 18 Pasal 18 Rencana induk pengelolaan sumber daya air pada setiap Ayat (1) Keanggotaan tim teknis berasal dari unsur-unsur wilayah sungai disusun untuk jangka waktu 20 (dua terkait dengan pengelolaan sumber daya air di puluh) tahun oleh tim teknis. (6) Rencana induk pengelolaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan untuk jangka waktu 20 (dua puluh) tahun. Ayat (4) Cukup jelas. Ambhara Hotel. Cttn : mekanisme pengumpulan dan penentuan pendapat publik  diatur dalam pedoman (5) Informasi mengenai rancangan rencana induk pengelolaan sumber daya air disebarluaskan kepada masyarakat terlebih dahulu sebelum konsultasi publik dilaksanakan. Ayat (2) Cukup jelas. oleh Menteri. 28/109 .

penyusunan rencana induk pengelolaan sumber daya air diatur dengan peraturan Menteri.Pasca Harmonisasi. peninjauan kembali dan/atau penyempurnaan rencana tata ruang wilayah yang bersangkutan. Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pelaksanaan konsultasi publik sebagaimana dimaksud pada ayat (5) diatur dengan peraturan Menteri Ayat (3) Cukup jelas. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (7) Rencana induk pengelolaan sumber daya air yang telah ditetapkan dapat ditinjau kembali paling sedikit setiap 5 (lima) tahun sekali. kelayakan dari kegiatan-kegiatan pengelolaan sumber daya air yang terdapat di dalam rencana induk pengelolaan sumber daya air yang dapat 29/109 (1) . Pasal 20 Pasal 20 Rencana induk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 Ayat (1) ayat (4) ditindaklanjuti dengan melakukan studi Studi kelayakan merupakan kajian untuk menilai kelayakan. (8) Ayat (8) Cukup jelas. Rencana induk pengelolaan sumber daya air yang sudah ditetapkan merupakan bagian dari rencana strategis setiap sektor yang terkait sesuai dengan bidang kegiatan masing-masing sektor dan sebagai salah satu unsur dalam penyusunan. Pasal 19 Pasal 19 Ketentuan lebih lanjut mengenai pedoman teknis dan tata cara Cukup jelas. Ambhara Hotel. (9) Ayat (7) Cukup jelas.

(5) Studi kelayakan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh instansi yang terkait dengan sumber daya air. d. Ayat (4) Cukup jelas. Ayat (2) Cukup jelas. Ambhara Hotel. kesiapan kelembagaan.Pasca Harmonisasi. dan lingkungan. kesiapan masyarakat untuk menerima rencana kegiatan. kelayakan teknis. kesiapan pembiayaan. dan e. program dan rencana kegiatan pengelolaan sumber daya air. oleh instansi terkait sesuai dengan lingkup tugas dan fungsi masing-masing dengan berpedoman 30/109 . (2) Program dan rencana kegiatan sebagaimana Ayat (2) dimaksud pada ayat (1) disusun dan ditetapkan Cukup jelas. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (2) Studi kelayakan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dimaksudkan untuk menyeleksi kegiatan pengelolaan sumber daya air yang dapat dilakukan dalam jangka waktu 5 (lima) sampai dengan 10 (sepuluh) tahun. b. c. ekonomi. (4) Studi kelayakan untuk upaya yang bersifat fisik harus dilengkapi dengan pra-desain struktur yang akan dibangun dan rencana pengadaan tanah dan/atau pemukiman kembali. Ayat (5) Cukup jelas. dilaksanakan dalam jangka menengah. Ayat (3) Cukup jelas. (3) Studi kelayakan mencakup : a. sosial. Pasal 21 Pasal 21 (1) Studi kelayakan sebagaimana dimaksud dalam Ayat (1) Pasal 20 ditindaklanjuti dengan penyusunan Cukup jelas. keterpaduan antarsektor.

Rencana kegiatan pengelolaan sumber daya air merupakan rincian kegiatan yang terdapat di dalam program pengelolaan sumber daya air untuk dilaksanakan secara tahunan. Ambhara Hotel. (3) Program pengelolaan sumber daya air mencakup rangkaian kegiatan pengelolaan yang dapat dilaksanakan untuk jangka waktu 5 (lima) tahun. Ayat (3) Cukup jelas. Ayat (5) Cukup jelas. (4) Rencana kegiatan pengelolaan sumber daya air disusun berdasarkan program pengelolaan sumber daya air. 31/109 . (5) Rencana kegiatan pengelolaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (4) merupakan kegiatan-kegiatan pengelolaan sumber daya air yang akan dilaksanakan dalam jangka waktu 1 (satu) tahun. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN pada rencana induk pengelolaan sumber daya air dan peraturan perundang-undangan. Ayat (6) Apabila dalam rencana detail sebagaimana dimaksud pada ayat ini terdapat rencana pengadaan lahan/tanah. (7) Rencana kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) diuraikan ke dalam rencana detail yang memuat rencana pelaksanaan konstruksi dan operasi dan pemeliharaan prasarana sumber daya air.Pasca Harmonisasi. Cttn : perlu perbaikan rumusan tentang rincian kegiatan terkait dengan ayat 4  sudah diperbaiki (6) Penyusunan program dan rencana kegiatan pengelolaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Ayat (4) Cukup jelas. rencana detail tersebut mencakup juga rencana pembebasan tanah atau rencana pemukiman kembali.

1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (8) Studi kelayakan. Cttn : Akhir Pembahasan tgl. operasi dan pemeliharaan sumber daya air dilakukan berdasarkan program dan rencana kegiatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (2). operasi dan pemeliharaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). operasi dan pemeliharaan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dilaksanakan sesuai dengan peraturan Ayat (7) Cukup jelas. Pasal 22 Cukup jelas. Pelaksanaan konstruksi. (2) (3) (4) 32/109 . 23 Maret 2007  sudah diperbaiki pada tanggal 10 April 2007 Awal Pembahasan tgl 30 April 2007 BAB IV PELAKSANAAN KONSTRUKSI. Pelaksanaan konstruksi. OPERASI DAN PEMELIHARAAN Pasal 22 (1) Pelaksanaan konstruksi. Ambhara Hotel. Untuk melaksanakan sebagian wewenang dan tanggung jawab dalam penyelenggaraan pelaksanaan konstruksi. ayat (3). ayat (2).Pasca Harmonisasi. program. operasi dan pemeliharaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pemerintah atau pemerintah daerah dapat menugaskan pengelola sumber daya air untuk melaksanakan sebagian wewenang dan tanggung jawab dalam penyelenggaraan pelaksanaan konstruksi. dan ayat (6) disosialisasikan kepada pemilik kepentingan. dan rencana detail pengelolaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pemerintah atau pemerintah daerah dapat menugaskan pengelola sumber daya air. rencana kegiatan. operasi dan pemeliharaan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat dilakukan dengan melibatkan peran masyarakat.

Ayat (2) Cukup jelas. Operasi prasarana sumber daya air terdiri atas kegiatan pengaturan. (3) Operasi dan pemeliharaan prasarana sumber daya air meliputi: Ayat (2) Cukup jelas. operasi dan pemeliharaan sebagaimana lingkungannya. atau perseorangan memenuhi kebutuhan air bersih. Pasal 23  akan direlokasi ke Pasal terakhir dari konstruksi & OP (1) Pasal 23 Ayat (1) Yang dimaksud dengan “untuk kepentingan sendiri”. kelompok masyarakat. membangun masyarakat atas prakarsa sendiri dapat melaksanakan mikrohidro untuk memenuhi kebutuhan listrik bagi kegiatan konstruksi. Ambhara Hotel. misalnya membangun tampungan air untuk Badan usaha. pemeliharaan rutin dan air serta perbaikan kerusakan sumber air. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN perundang-undangan. serta penyediaan air dan sumber air. Pemeliharaan sumber air dan prasarana sumber daya air dilakukan melalui kegiatan pencegahan dan perbaikan kerusakan dan/atau penurunan fungsi prasarana sumber daya air dan sumber air.Pasca Harmonisasi. pemeliharaan sumber air. hidrologi. antara lain. Ayat (3) (2) Pemeliharaan sumber air dilakukan melalui kegiatan Yang dimaksud dengan “kegiatan pencegahan” pencegahan kerusakan dan/atau penurunan fungsi sumber mencakup. berkala. pengalokasian. serta pengendalian daya rusak air b. 33/109 . Pasal 24 Pasal 24 (1) Pelaksanaan operasi dan pemeliharaan sumber daya air Ayat (1) terdiri atas: Prasarana sumber daya air meliputi prasarana yang berfungsi untuk konservasi dan pendayagunaan a. operasi dan pemeliharaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. dan sumber daya air. (2) Pelaksanaan konstruksi. dimaksud pada ayat (1) untuk kepentingan sendiri. operasi dan pemeliharaan prasarana termasuk sarana pendukungnya dan jaringan sumber daya air. Penjelasan: Pemeliharaan sumber air ditujukan untuk menjamin kelestarian fungsi sumber daya air dan prasarana sumber daya air.

(4) Pelaksanaan operasi dan pemeliharaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) didasarkan atas rencana tahunan operasi dan pemeliharaan sumber daya air. pemeliharaan prasarana sumber daya air yang terdiri dari kegiatan pencegahan kerusakan dan/atau penurunan fungsi prasarana sumber daya air serta perbaikan kerusakan prasarana sumber daya air Penjelasan: Operasi prasarana sumber daya air ditujukan untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya air dan prasarana sumber daya air. atau bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya setelah mendapat pertimbangan dari wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air. Ambhara Hotel. (6) Rancangan sebagaimana dimaksud pada ayat (5) ditetapkan oleh Menteri. (5) Rancangan rencana tahunan operasi dan pemeliharaan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) disusun oleh pengelola sumber daya air berdasarkan pedoman yang ditetapkan oleh Menteri. serta penyediaan air dan sumber air. 34/109 . Penjelasan: Yang dimaksud dengan “rencana tahunan operasi dan pemeliharaan sumber daya air” adalah rencana untuk mengalokasikan sumber daya yang tersedia sesuai dengan kondisi prasarana sumber daya air dan perkembangan kebutuhan pengguna sumber daya air selama satu tahun. a. Pemeliharaan prasarana sumber daya air ditujukan untuk menjamin kelestarian fungsi prasarana sumber daya air. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN operasi prasarana sumber daya air yang terdiri dari kegiatan pengaturan.Pasca Harmonisasi. pengalokasian. gubernur. Ayat (4) Dalam hal di suatu wilayah sungai terdapat dewan atau wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air. kesepakatan dikoordinasikan melalui dewan atau wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air. b.

a. Pemerintah menyediakan dana untuk pemeliharaan dan pemerintah daerah menyediakan sumber daya untuk operasi. Pelaksanaan operasi dan pemeliharaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan berdasarkan izin dari Pemerintah atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN Pasal 24b (1) Operasi dan pemeliharaan sumber daya air yang dilaksanakan oleh pemerintah dapat melibatkan peran masyarakat. pemerintah provinsi. dan pemerintah kabupaten/kota Ayat (1) Kerja sama dalam pelaksanaan konstruksi dan/atau dapat melakukan kerja sama dalam pelaksanaan konstruksi operasi dan pemeliharaan misalnya: dan/atau operasi dan pemeliharaan. Ambhara Hotel. Pemerintah menyiapkan rencana teknis (detail desain) dan pemerintah daerah melaksanakan konstruksi. (3) Setiap prasarana sumber daya air dilengkapi dengan manual operasi dan pemeliharaan. 35/109 . Pasal 25 Pasal 25 (1) Pemerintah. (2) Dalam hal prasarana sumber daya air dibangun oleh badan usaha. c.Pasca Harmonisasi. pelaksanaan operasi dan pemeliharaan sumber daya air dilakukan oleh pihak-pihak yang membangun berdasarkan rencana tahunan operasi dan pemeliharaan sumber daya air sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 ayat (4). berdasarkan program dan rencana tahunan operasi dan pemeliharaan sumber daya air sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 ayat (4). Ayat (5) Bentuk peran serta misalnya masyarakat diikutsertakan untuk memelihara tanggul terkait dengan pemanfaatan lahan pada bantaran sungai Ayat (6) Cukup jelas. Pemerintah menyediakan pembiayaan konstruksi dan pemerintah daerah menyediakan lahan. b. atau perseorangan atas prakarsa sendiri. Ayat (3) Cukup jelas. kelompok masyarakat. Ayat (2) Cukup jelas.

1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH Kerja sama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan memperhatikan pertimbangan dewan atau wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air yang bersangkutan. dan/atau c. Ambhara Hotel. serta pengendalian daya rusak air. (4) Pelaksanaan kerja sama sebagaimana dimaksud pada ayat (3) harus berpedoman pada rencana induk dan/atau program pengelolaan sumber daya air yang telah ditetapkan di wilayah sungai yang bersangkutan. dengan “kerja sama” dalam berupa pembagian peran dan antara Pemerintah. b. kabupaten/kota dapat melakukan kerja sama konstruksi dan/atau operasi dan pemeliharaan dengan pihak swasta dalam bidang konservasi sumber daya air. pemerintah pemerintah kabupaten/kota (5) Pedoman pelaksanaan kerja sama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur lebih lanjut dengan peraturan Menteri melalui konsultasi dengan menteri terkait.Pasca Harmonisasi. (2) Pelaksanaan kerja sama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus berpedoman pada rencana induk dan/atau program pengelolaan sumber daya air yang telah ditetapkan di wilayah sungai yang bersangkutan. Ayat (5) Cukup jelas. Pasal 26 Pasal 26 (1) Pemerintah. (3) Kesepakatan kerja sama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) 36/109 . Ayat (2) Cukup jelas. Ayat (6) Cukup jelas. pengembangan dan pengusahaan sumber daya air. tanggung jawab provinsi. dan/atau Ayat (4) Cukup jelas. pengendalian daya rusak air. atau pemerintah Cukup jelas. (3) Kerja sama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukan dalam bidang: a. PENJELASAN (2) Kerja sama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan memperhatikan kepentingan pemerintah provinsi dan/atau pemerintah kabupaten/kota dalam wilayah sungai bersangkutan. pemerintah provinsi. Kesepakatan kerja sama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dituangkan dalam bentuk keputusan bersama sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Ayat (3) Yang dimaksud ketentuan ini. pendayagunaan sumber daya air. konservasi sumber daya air.

operasi. Ambhara Hotel. Dalam hal pelaksanaan konstruksi prasarana sumber daya air serta operasi dan pemeliharaan sumber daya air menimbulkan kerugian kepada masyarakat. dan manual yang ditetapkan oleh Menteri. kompensasi sebagai pengganti atas kerugian yang ditimbulkan.Pasca Harmonisasi. Pasal 27 Pasal 27 Cukup jelas. Pelaksanaan konstruksi prasarana sumber daya air serta operasi dan pemeliharaan sumber daya air memperhatikan ketentuan pengelolaan lingkungan hidup dan memenuhi persyaratan keselamatan dan kesehatan kerja sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan. Konstruksi prasarana sumber daya air serta operasi dan pemeliharaan sumber daya air dilaksanakan berdasarkan norma. Dalam hal pelaksanaan konstruksi prasarana sumber daya air serta operasi dan pemeliharaan sumber daya air menimbulkan kerusakan pada sumber air dan/atau lingkungan di sekitarnya. pemrakarsa pelaksanaan konstruksi serta operasi dan pemeliharaan wajib melakukan upaya pemulihan atau perbaikan atas akibat kerusakan yang ditimbulkannya. Ganti kerugian sebagaimana dimaksud pada ayat (5) kompensasi (1) (2) (3) (4) (5) (6) 37/109 . serta operasi dan pemeliharaan wajib memberikan ganti kerugian yang ditimbulkan. pemrakarsa pelaksanaan konstruksi. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN dituangkan dalam bentuk perjanjian kerja sama pelaksanaan konstruksi. dan/atau pemeliharaan sesuai dengan peraturan perundangan. pemrakarsa menginformasikan kepada kelompok masyarakat yang diperkirakan terkena dampak kegiatan pelaksanaan konstruksi. standar. Sebelum konstruksi dan/atau operasi dan pemeliharaan prasarana sumber daya air dilaksanakan. pedoman.

daya dukung. dalam bentuk dan cara yang sesuai dengan peraturan perundang- kesepakatan antara pemrakarsa dan pihak yang dirugikan. Bagian Kedua 38/109 Pasal 28 Cukup jelas. Batas akhir pembahasan 30 April 2007 BAB V KONSERVASI Bagian Pertama Tujuan dan Lingkup Konservasi Pasal 28 (1) Konservasi sumber daya air ditujukan untuk menjaga kelangsungan keberadaan. (2) Tujuan konservasi sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan melalui kegiatan: a. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN diberikan undangan.Pasca Harmonisasi. b. dan fungsi sumber daya air. dan c. perlindungan dan pelestarian sumber air. pengawetan air. . daya tampung. (3) Kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilaksanakan dengan mengacu pada pola pengelolaan sumber daya air pada setiap wilayah sungai. Ambhara Hotel. pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air.

Yang dimaksud dengan “kegiatan fisik” adalah kegiatan konstruksi. (3) Kegiatan perlindungan dan pelestarian sumber air Ayat (3) dilakukan dengan mengutamakan kegiatan yang lebih bersifat Cukup jelas. Yang dimaksud dengan “kegiatan nonfisik” adalah kegiatan nonkonstruksi. pengisian air pada sumber air. misalnya pembuatan groundsill. Yang dimaksud dengan “daerah tangkapan air” b. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN Perlindungan dan Pelestarian Sumber Air Pasal 29 Pasal 29 (1) Perlindungan dan pelestarian sumber air dilakukan melalui: Ayat (1) a. daerah tangkapan air. c. misalnya kegiatan yang bersifat pengaturan. dan sumur resapan. pengendalian pemanfaatan sumber air. pelestarian hutan lindung.Pasca Harmonisasi. kawasan suaka alam. Ambhara Hotel. dan tempat-tempat yang mempunyai fungsi d. pengaturan prasarana dan sarana sanitasi. dan/atau i. g. h. (2) Perlindungan dan pelestarian sumber air dapat dilakukan Ayat (2) dengan kegiatan fisik dan nonfisik. pengaturan daerah sempadan sumber air. dan kawasan pelestarian alam. perlindungan sumber air dalam hubungannya dengan kegiatan pembangunan dan pemanfaatan lahan pada sumber air. menampung air (retarding basin)). dam pengendali sedimen. pengendalian pengolahan tanah di daerah hulu. (4) Untuk menegakkan pelaksanaan perlindungan dan Ayat (4) 39/109 . rehabilitasi hutan dan lahan. f. termasuk daerah penampung air (situ. dan pemberdayaan masyarakat dalam perlindungan dan pelestarian sumber air. pemeliharaan kelangsungan fungsi resapan air dan Huruf a. penyuluhan. embung. nonfisik. e.

Pemantauan dan pengawasan terhadap dampak ini dilakukan untuk mengevaluasi terhadap izin yang diberikan. Pelaksanaan pemantauan dan pengawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dapat ditugaskan oleh Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air sesuai dengan tanggung jawabnya atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya kepada pengelola sumber daya air.Pemberian kesempatan kepada masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya dalam rangka perizinan. Penjelasan: Keterlibatan masyarakat dalam pemantauan dan pengawasan pelaksanaan perlindungan dan pelestarian sumber air dapat berupa pemberian kesempatan kepada masyarakat untuk melakukan pemantauan dan pengawasan . Catatan: • Ayat ini dihapus. Pemantauan dan pengawasan dilakukan tidak hanya pada kepatuhan terhadap syarat-syarat perizinan tetapi juga terhadap dampak yang terjadi setelah kegiatan yang diizinkan dilaksanakan. . Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air atau pemerintah daerah sesuai dengan wewenang dan tanggung jawabnya dapat melibatkan peran masyarakat. Ambhara Hotel. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN pelestarian sumber air dilakukan melalui sistem perizinan.Pasca Harmonisasi. misalnya menyampaikan laporan dan/atau pengaduan kepada pihak Ayat (7) Keterlibatan masyarakat dalam pelaksanaan perlindungan dan pelestarian sumber air dapat berupa: .Pemberian kesempatan kepada masyarakat untuk melakukan pemantauan dan pengawasan. (5) Perlindungan dan pelestarian sumber air sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dilakukan oleh Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air sesuai dengan tanggung jawabnya atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya. 40/109 . Ayat (5) Cukup jelas. pemantauan dan pengawasan. substansi pemantauan dan pengawasan akan dimasukkan ke dalam masing2 kegiatan2 perlindungan dan pelestarian sumber air. • Tujuan perizinan akan dimasukkan ke dalam intro bab perizinan. Ayat (6) Cukup jelas. (6) Dalam melaksanakan perlindungan dan pelestarian sumber air sebagaimana dimaksud pada ayat (5).

Pasca Harmonisasi. Ayat (9) Cukup jelas. peraturan daerah kabupaten/kota untuk wilayah sungai dalam kabupaten/kota. (9) Sistem insentif sebagaimana dimaksud pada ayat (8) ditetapkan dengan: d. Yang dimaksud dengan “kearifan lokal” adalah perbuatan. Ayat (11) Cukup jelas. Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya mempertahankan keberadaan tempat-tempat penampungan air dan memperhatikan kearifan lokal. 41/109 . (10) Pedoman penghitungan dan tata cara sistem insentif ditetapkan oleh Menteri. e. Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air sesuai dengan tanggung jawabnya dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya menerapkan sistem insentif kepada daerah dan masyarakat yang melakukan perlindungan dan pelestarian sumber air. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN yang berwenang. Peraturan daerah provinsi untuk wilayah sungai lintas kabupaten/kota. embung. Peraturan daerah masing-masing provinsi untuk wilayah sungai lintas provinsi. dan tempat-tempat yang mempunyai fungsi menampung air sementara (retarding basin). kebiasaan. Keputusan presiden untuk wilayah sungai lintas negara. Ambhara Hotel. g. dan/atau adat istiadat yang bersifat lokal dalam perlindungan dan pelestarian sumber air. (8) Ayat (10) Cukup jelas. Ayat (8) Yang dimaksud dengan “tempat-tempat penampungan air”. f. misalnya situ. (7) Dalam melaksanakan perlindungan dan pelestarian sumber air sebagaimana dimaksud pada ayat (5).

c. (2) Kawasan yang berfungsi sebagai resapan air dan daerah tangkapan air Pemeliharaan kelangsungan fungsi resapan air dan daerah tangkapan air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menjadi salah satu acuan dimasukkan dalam penyusunan dan pelaksanaan rencana tata ruang wilayah. menyelengga 42/109 . tangkapan air Pasal 30 (1) Pemeliharaan kelangsungan fungsi resapan air dan daerah tangkapan air dilakukan pada kawasan-kawasan yang ditetapkan berdasarkan rencana pengelolaan sumber daya air yang bersangkutan.Pasca Harmonisasi. Ambhara Hotel. menetapkan kawasan yang berfungsi sebagai daerah resapan air dan daerah tangkapan air pada kawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). menetapkan dan mengawasi pelaksanaan peraturan untuk melestarikan fungsi resapan air dan daerah tangkapan air pada kawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). d. b. mengelola kawasan yang berfungsi sebagai daerah resapan air dan daerah tangkapan air. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN Paragraf 1 Pasal 30 Pemeliharaan kelangsungan fungsi resapan air dan daerah Cukup jelas. (3) Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan wewenang dan tanggung jawabnya: a.

1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN e. rakan program pelestarian fungsi resapan air dan daerah tangkapan air pada kawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). kawasan hutan. pengaturan melalui: a. dan kawasan pantai. 43/109 . (7) (1) Paragraf 2 Pasal 31 Pengendalian Pemanfaatan Sumber Air Huruf a Pasal 31 Yang dimaksud “sumber air tertentu” adalah sumber air diluar kawasan suaka alam dan kawasan pelestarian Pengendalian pemanfaatan sumber air dapat berupa alam.. (5) (6) Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya menyelenggarakan program pelestarian fungsi resapan air dan daerah tangkapan air pada kawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). pelarangan untuk memanfaatkan sebagian atau seluruh sumber air pada kawasan suaka alam dan kawasan pelestarian alam. f. Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya mendorong dan melaksanakan pemberdayaan masyarakat dalam pelestarian fungsi resapan air dan daerah tangkapan air pada kawasan-kawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dan/atau b.Pasca Harmonisasi. (4) Menteri atau menteri yang terkait dengan pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan wewenang dan tanggung jawabnya melaksanakan pemantauan dan pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (3). mendorong dan melaksanakan pemberdayaan masyarakat dalam pelestarian fungsi resapan air dan daerah tangkapan air pada kawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dan menetapkan dan mengawasi pelaksanaan peraturan untuk melestarikan fungsi resapan air dan daerah tangkapan air pada kawasan-kawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya menetapkan dan mengawasi pelaksanaan peraturan-peraturan untuk melestarikan fungsi resapan air dan daerah tangkapan air pada kawasan-kawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). perizinan pemanfaatan sebagian atau seluruh sumber air tertentu. Ambhara Hotel.

(3) Dalam pelaksanaan perizinan dan pelarangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan pemantauan dan pengawasan berdasarkan ketentuan pemanfaatan zona pada sumber air yang bersangkutan. Paragraf 3 Pasal 32 Ayat (1) Pengisian Air Pada Sumber Air Huruf a. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN Penjelasan: Huruf a Yang dimaksud “sumber air tertentu” adalah sumber air diluar kawasan suaka alam dan kawasan pelestarian alam. daerah aliran sungai melalui penatagunaan lahan. c. penambahan pengisian air dari suatu sumber air ke sumber air yang lain dalam suatu wilayah sungai atau dari wilayah sungai yang lain.Pasca Harmonisasi. atau Peningkatan daya resap lahan dapat dilakukan antara lain melalui perbaikan vegetasi penutup 44/109 (1) . pengimbuhan air ke lapisan air tanah (akuifer). peningkatan daya resap lahan terhadap air hujan di Huruf c. b. Ambhara Hotel. Pasal 32 Cukup jelas. Pengisian air pada sumber air dapat dilaksanakan antara lain dalam bentuk: a. Huruf b. Cukup jelas. (4) Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya menyelenggarakan program pengendalian pemanfaatan sumber air. (2) Pengendalian pemanfaatan sumber air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan sesuai dengan ketentuan pemanfaatan zona pada sumber air yang bersangkutan.

Paragraf 4 Pasal 33 Pengaturan Prasarana dan Sarana Sanitasi Cukup jelas. lahan dan pembuatan teras atau sengkedan. pembangunan sistem instalasi pengolah air limbah terpusat pada setiap lingkungan. (3) Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya menyelenggarakan pengawasan dan pemantauan pelaksanaan pengisian air pada sumber air sebagaimana dimaksud pada ayat (1). d. Cukup jelas. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN pemanfaatan teknologi modifikasi cuaca untuk meningkatkan curah hujan dalam kurun waktu tertentu. pembuangan air limbah melalui jaringan pengumpul air limbah pada kawasan perkotaan ke dalam sistem instalasi pengolah air limbah terpusat. (4) Pelaksanaan pengisian air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c diatur melalui peraturan daerah. serta pembuatan sumur resapan air hujan di kawasan permukiman. (2) Bentuk lain dalam pelaksanaan pengisian air pada sumber air diatur dengan peraturan Menteri. Ayat (2) Ayat (3) Substansi peraturan daerah. c.Pasca Harmonisasi. Ambhara Hotel. pemisahan antara jaringan drainase dan jaringan pengumpul air limbah pada kawasan perkotaan. misalnya memuat ketentuan mengenai kewajiban membangun sumur resapan yang dikaitkan dengan persyaratan izin mendirikan bangunan. dan/atau 45/109 . b. Pasal 33 (1) Pengaturan prasarana dan sarana sanitasi dilakukan melalui: a. penetapan pedoman pembangunan prasarana dan sarana sanitasi. Huruf d. d.

dan transportasi air untuk melindungi fungsi 46/109 . kegiatan pembangunan pada sumber air. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN penerapan teknologi pengolahan air limbah yang ramah lingkungan. dan huruf c diatur dengan mekanisme perizinan oleh pemerintah daerah yang bersangkutan. (4) Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya menyelenggarakan pengawasan dan pemantauan pelaksanaan pengaturan prasarana dan sarana sanitasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). prasarana a. huruf b.Pasca Harmonisasi. prasarana pariwisata. Ambhara Hotel. Catatan 1 Mei 2007:  spirit melarang membuang sampah ke sumber air akan dipindah ke pengendalian pencemaran??? (2) Pelaksanaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a. f. misalnya: kegiatan pembangunan dan pemanfaatan lahan pada sumber air dilakukan melalui pengaturan terhadap : .pengaturan terhadap pembangunan jembatan. penerapan larangan membuang sampah pada sumber air. (3) Pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d diatur lebih lanjut oleh menteri yang bertanggung jawab dalam bidang lingkungan hidup setelah berkoordinasi dengan instansi menteri terkait. Paragraf 5 Pasal 34 Perlindungan Sumber Air dalam Hubungannya dengan Kegiatan Ayat (1) Pembangunan dan Pemanfaatan Lahan pada Sumber Air Huruf a. Pasal 34 Pengaturan kegiatan pembangunan pada (1) Perlindungan sumber air dalam hubungannya dengan sumber air bertujuan untuk melindungi fungsi dan keberadaan sumber air. e.

Ambhara Hotel. pertanian. Huruf b. dan perikanan.Pasca Harmonisasi.pengaturan terhadap pembangunan permukiman untuk menjaga keberadaan sumber air. kegiatan pemanfaatan lahan pada sumber air. Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya Penyelenggaraan perlindungan sumber air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya. (1) Paragraf 6 Pasal 35 Pengendalian Pengolahan Tanah di Daerah Hulu Cukup jelas. Pasal 35 Pengendalian pengolahan tanah di daerah hulu dilakukan untuk: 47/109 . Ayat (3) Cukup jelas. sumber air. Pengaturan pemanfaatan lahan antara lain meliputi untuk kegiatan pertambangan. . (2) (3) (4) Perlindungan sumber air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan sesuai dengan ketetapan ketentuan pemanfaatan zona pada sumber air yang bersangkutan. Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya menyelenggarakan pengawasan dan pemantauan pelaksanaan perlindungan sumber air sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Ayat (2) Cukup jelas. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN b.

mengurangi laju erosi tanah. Pengaturan daerah sempadan sumber air dilakukan untuk mengamankan dan mempertahankan fungsi sumber air serta prasarana sumber daya air. Paragraf 7 Pasal 36 Pengaturan Daerah Sempadan Sumber Air Ayat (1) Pasal 36 Cukup jelas. b. Ambhara Hotel. Pengaturan daerah sempadan sumber air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berupa penetapan batas sempadan sumber air dan penetapan pemanfaatan daerah sempadan 48/109 a. c. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN mencegah longsor. Pengendalian pengolahan tanah sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diutamakan pada lahan dengan tingkat kemiringan lereng sebesar 40 (empat puluh) prosen atau lebih. meningkatkan peresapan air ke dalam tanah. dan d. (2) Pengendalian pengolahan tanah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memperhatikan kaidah konservasi dan tetap mempertahankan fungsi lindung sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (1) (2) . (3) Menteri atau menteri yang terkait dengan pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangan dan tanggung jawabnya menyelenggarakan pengawasan dan pemantauan pelaksanaan pengendalian pengolahan tanah di daerah hulu sebagaimana dimaksud pada ayat (1). mengurangi tingkat sedimentasi pada sumber air dan prasarana sumber daya air.Pasca Harmonisasi.

Pedoman penetapan dan pemanfaatan daerah sempadan sumber air ditetapkan oleh Menteri. Menteri atau menteri yang terkait dengan pengelolaan sumber daya air atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangan dan tanggung jawabnya: a. Untuk mempertahankan fungsi daerah sempadan sumber air. atau tidak sesuai dengan 49/109 Untuk mempertahankan fungsi daerah sempadan sumber air setiap orang dan badan usaha melakukan upaya pencegahan terhadap: (2) . limbah padat.Pasca Harmonisasi. Ambhara Hotel. b. mencegah pembuangan air limbah yang tidak memenuhi baku mutu. sumber daya air atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangan dan tanggung jawabnya mempertahankan fungsi daerah sempadan sumber air. mencegah pendirian bangunan dan pemanfaatan lahan yang dapat mengganggu aliran air. Garis sempadan sumber air adalah garis maya batas luar perlindungan sumber air. Pasal 37 Pasal 37 Menteri atau menteri yang terkait dengan pengelolaan Cukup jelas. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (3) (4) sumber air. (1) Ayat (3) Yang dimaksud dengan “daerah sempadan sumber air” adalah kawasan tertentu di sekeliling sumber air yang dibatasi oleh garis sempadan sumber air. mengurangi kapasitas tampung sumber air. berdasarkan rekomendasi dewan atau wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air. dan/atau limbah cair. Ayat (2) Cukup jelas. Daerah sempadan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya setelah berkonsultasi dengan dewan atau wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air provinsi atau kabupaten/kota yang bersangkutan.

dan melakukan revitalisasi daerah sempadan sumber air. Penjelasan: Yang dimaksud dengan “revitalisasi” adalah proses. Pasal 38 Rehabilitasi hutan dan lahan daerah tangkapan air dilakukan pada hutan rusak dan lahan kritis. Rehabilitasi hutan rusak dapat dilakukan dengan Ayat (3) kegiatan yang menyeluruh dan terpadu. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN c. baik melalui upaya Cukup jelas. 50/109 (1) (2) (3) . Menteri atau menteri yang terkait dengan pengelolaan Ayat (2) sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan Cukup jelas. cara. peruntukannya. (3) Menteri atau menteri yang terkait dengan pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangan dan tanggung jawabnya menyelenggarakan pengawasan dan pemantauan pelaksanaan pengaturan daerah sempadan sumber air sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 ayat (1).Pasca Harmonisasi. baik di dalam maupun di luar kawasan hutan. manajemen budi daya hutan. maupun kombinasi dari kegiatan dimaksud. perbuatan menghidupkan atau memfungsikan kembali daerah sempadan sumber air. Ambhara Hotel. kewenangan dan tanggung jawabnya melaksanakan rehabilitasi hutan dan lahan daerah tangkapan air sebagaimana dimaksud pada ayat (1). vegetatif. sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Paragraf 8 Pasal 38 Ayat (1) Rehabilitasi Hutan dan Lahan Cukup jelas.

1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN Catatan: akan diinformasikan oleh Pak Nas kepada Dep. kawasan suaka alam. Kehutanan agar sinkron dengan RPP RRHL (untuk ayat (3). dan (5)) (4) Rehabilitasi lahan kritis dapat dilakukan dengan kegiatan yang menyeluruh dan terpadu baik melalui upaya vegetatif. Ayat (5) Cukup jelas. maupun kombinasi dari kegiatan-kegiatan tersebut. agronomis. ekonomi. (5) (6) Kegiatan rehabilitasi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dan ayat (4) dilakukan melalui pendekatan sosial.Pasca Harmonisasi. Yang dimaksud dengan “upaya agronomis”. dan Kawasan Cukup jelas. dan unsur hara tanah. Menteri atau menteri yang terkait dengan pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangan dan tanggung jawabnya menyelenggarakan pengawasan dan pemantauan pelaksanaan rehabilitasi hutan dan lahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). antara lain termasuk pemilihan jenis tanaman budidaya dan teknis pengolahan lahan. Ambhara Hotel. Paragraf 9 Pasal 39 Pelestarian Hutan Lindung. Ayat (4) Yang dimaksud dengan “upaya vegetatatif”. dan kawasan pelestarian alam sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh Pemerintah atau pemerintah daerah sesuai 51/109 . antara lain meliputi kegiatan penghijauan dan reboisasi. dan kawasan pelestarian alam dilakukan untuk memberikan perlindungan terhadap kawasan di bawahnya dalam rangka menjamin ketersediaan air tanah. Pelestarian Alam Pasal 39 (1) Pelestarian hutan lindung. Kawasan Suaka Alam. kawasan suaka alam. dan budaya masyarakat. sipil teknis. Ayat (6) Cukup jelas. air permukaan. (4). (2) Pelestarian hutan lindung.

sesuai dengan fungsi dan manfaatnya. mengendalikan penggunaan air tanah. ketersediaan air atau kuantitas air.Pasca Harmonisasi. (3) Penyimpanan air sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a Ayat (3) 52/109 Ayat (6) Cukup jelas. kawasan suaka alam. Pemerintah atau pemerintah daerah mengupayakan pemberdayaan masyarakat dalam menjaga pelestarian hutan lindung. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (3) dengan kewenangannya dan peraturan perundang-undangan. menghemat air dengan pemakaian yang efisien dan efektif. dan kawasan pelestarian alam. Catatan: akan diinformasikan oleh Pak Nas kepada Dep. b. menyimpan air yang berlebihan di saat hujan untuk dapat dimanfaatkan pada waktu diperlukan. (2). Kehutanan agar sinkron dengan RPP RRHL (ayat (1). a. dan kawasan pelestarian alam sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Pengawetan air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan Ayat (2) dengan cara: Cukup jelas. Ambhara Hotel. kawasan suaka alam. dan/atau c. dan (3)) (4) Menteri atau menteri yang terkait dengan pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangan dan tanggung jawabnya menyelenggarakan pengawasan dan pemantauan pelaksanaan pelestarian hutan lindung. Bagian Ketiga Pengawetan Air Pasal 40 Pasal 40 Ayat (1) (1) Pengawetan air ditujukan untuk memelihara keberadaan dan Cukup jelas. .

industri. dapat dilakukan pada Cukup jelas. kolam. 53/109 . wisata. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN dapat dilakukan melalui pembuatan tampungan air hujan. Ambhara Hotel. misalnya perumahan. kolam. Ayat (4) Cukup jelas. (4) Pembuatan kolam dan/atau embung sebagaimana dimaksud pada ayat (3) merupakan bagian persyaratan dalam pemberian izin pengembangan kawasan atau lingkungan di daerah tertentu. (5) Menteri atau menteri yang terkait dengan pengelolaan sumber daya air atau pemerintah daerah sesuai dengan wewenang dan tanggung jawabnya mendorong masyarakat dalam pembuatan tampungan air hujan. perdagangan. Penjelasan: Pembuatan tampungan air hujan bangunan gedung dan perumahan.Pasca Harmonisasi. Pembuatan tampungan air hujan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) merupakan bagian persyaratan dalam pemberian izin pembangunan gedung dan perumahan. atau waduk. embung. Cipta Karya mengenai pembuatan tampungan air hujan sebagai persyaratan dalam pemberian izin pembangunan gedung dan perumahan. atau kawasan lain yang mengubah fungsi resapan air. dan embung di daerah yang memerlukannya. Batas akhir pembahasan Tanggal 1 Mei 2007 Ayat (4) Yang dimaksud dengan “kawasan atau lingkungan di daerah tertentu”. Ayat (5) Cukup jelas. Catatan: akan dikonsultasikan oleh Bu Martini dengan Ditjen.

1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN Pasal 41 Pasal 41 (1) Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab Ayat (1) pengelolaan sumber daya air atau pemerintah daerah Cukup jelas. segala macam kebutuhan. Yang dimaksud dengan “jaringan distribusi” adalah jaringan perpipaan yang berfungsi membagi air sampai ke pelanggan atau ke unit pelayanan. pipa atau saluran transmisi. instalasi Yang dimaksud dengan “pipa atau saluran pengolahan air. Ambhara Hotel.Pasca Harmonisasi. penerapan tarif penggunaan air yang bersifat huruf a. Yang dimaksud dengan “unit pelayanan” adalah sambungan rumah atau hidran umum dimana pelanggan memperoleh air. b. jaringan distribusi dan unit pelayanan. Yang dimaksud dengan “instalasi pengolahan air” adalah instalasi yang mengolah air baku menjadi air yang memenuhi persyaratan sebagai air minum. transmisi” adalah pipa atau saluran pembawa air baku dari intake ke instalasi pengolahan air atau pipa pembawa air minum dari instalasi pengolahan air ke reservoir. Yang dimaksud dengan “sambungan rumah” adalah bagian dari sistem penyediaan air minum 54/109 . Cukup jelas. pencegahan kehilangan atau kebocoran air pada huruf c. penggunaan air yang efisien dan efektif untuk huruf b. mendorong masyarakat untuk melakukan upaya penghematan air guna mencegah terjadinya krisis air. sumber air. progresif. c. Cukup jelas. (2) Penghematan air dapat dilakukan melalui: Ayat (2) a.

mendaur ulang air yang telah dipakai. g. yang terdiri dari clamp saddle. pemberian insentif bagi pelaku penghemat air. penurunan kualitas air Cukup jelas. Pasal 42 Pasal 42 (1) Pengendalian penggunaan air tanah dimaksudkan untuk Ayat (1) mencegah penurunan muka air tanah. huruf g. air. Cukup jelas. pipa dinas. (4) Pemerintah daerah menyelenggarakan upaya penghematan air sesuai kebutuhan daerahnya. pemberian disinsentif bagi pelaku boros air.Pasca Harmonisasi. menerapkan praktek penggunaan air berulang. Ayat (4) Cukup jelas. misalnya dengan memberlakukan sanksi atau kewajiban ekstra bagi pelaku boros air. dan kran air. tanah. f. (3) Menteri setelah berkonsultasi dengan menteri terkait menetapkan pedoman penghematan air. e. misalnya dengan memberikan kemudahan dalam penggunaan peralatan hemat air. (2) Pengendalian penggunaan air tanah dapat dilakukan Ayat (2) dengan cara: huruf a. Cukup jelas. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN yang langsung melayani pelanggan air minum. dan h. Ayat (3) Cukup jelas. dan penurunan fungsi cekungan air tanah. Ambhara Hotel. 55/109 . d. huruf h. secara pengembangan dan penerapan teknologi hemat huruf d. Yang dimaksud dengan “disinsentif”. huruf e. meter air. Cukup jelas. Yang dimaksud dengan “insentif”. huruf f. berdasarkan pedoman sebagaimana dimaksud pada ayat (3).

dalam hal sumber air permukaan terbatas ketersediaannya. b. Cukup jelas. c. Cukup jelas. Cukup jelas. pengaliran. huruf e. mengutamakan penggunaan air dari sumber air permukaan. huruf b. g. dan pelepasan air tanah. intrusi air laut. Zona rawan air tanah dan zona kritis air tanah ditandai dengan gejala sebagai berikut: penurunan muka air tanah. menerapkan tarif progresif penggunaan air tanah sesuai dengan tingkat konsumsi. e. penggunaan air untuk tujuan usaha dikenakan tarif dengan harga satuan yang lebih tinggi daripada penggunaan air untuk rumah tangga. Ambhara Hotel. . penurunan muka tanah (land subsidence). d. mengurangi alokasi pengambilan air tanah baru pada zona rawan air tanah. melarang pengambilan air tanah baru dan mengurangi secara bertahap pengambilan air tanah yang sudah ada di zona kritis air tanah. Cukup jelas. Cukup jelas. menerapkan sistem perizinan dalam penggunaan air tanah. memperhatikan keseimbangan pengimbuhan. huruf d. huruf f.Pasca Harmonisasi. huruf g. mengutamakan penggunaan air tanah untuk kebutuhan pokok sehari-hari di atas keperluan lainnya. Kriteria:  Rawan apabila penurunan muka air tanah mencapai 40% sampai 56/109 f. huruf c. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN a. Yang dimaksud dengan “tarif progresif penggunaan air tanah” misalnya penggunaan air dalam jumlah besar terkena tarif dengan harga satuan yang lebih tinggi daripada pengguna air dalam jumlah kecil.

Ayat (5) Cukup jelas.000 sampai dengan 100. (4) Pemerintah atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya mengatur pengendalian penggunaan air tanah sebagaimana dimaksud pada ayat (2).500 µS/cm) dari kondisi awal. memelihara kondisi kualitas air yang terdapat dalam kawasan lindung.000 sampai dengan 1.000 mg/liter (DHL lebih besar dari 1. (5) Pengaturan lebih lanjut tentang pengendalian penggunaan air tanah diatur dengan peraturan pemerintah tersendiri. (1) Pasal 43 Pasal 43 Ayat (1) Pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air Yang dimaksud dengan mempertahankan dan ditujukan untuk mempertahankan dan memulihkan kualitas air memulihkan kualitas air antara lain dengan cara yang masuk dan yang berada pada sumber-sumber air. (3) Larangan dan pengurangan pengambilan air tanah sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf g diikuti dengan upaya penyediaan air untuk kebutuhan pokok sehari-hari oleh pengelola sumber daya air. mata air sebagaimana kondisi alamiahnya dan pelestarian fungsi air melalui penetapan standar baku mutu air. dan kenaikan kandungan zat padat terlarut antara 10.Pasca Harmonisasi.000 mg/liter (DHL 1.500 µS/cm) dari kondisi awal. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN  dengan 60%. Bagian Keempat Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air Ayat (3) Cukup jelas. Kritis apabila penurunan muka air tanah lebih besar dari 60%.000 sampai dengan 10. dan kenaikan kandungan zat padat terlarut antara 1. Ambhara Hotel. Ayat (4) Cukup jelas. 57/109 .

Huruf b. Ayat (2) Huruf a.memperkecil tingkat erosi tanah. Fungsi lingkungan adalah kemampuan alam untuk. pemanfaatan organisme dan mikro-organisme yang dapat menyerap bahan pencemar pada sumber air dan prasarana sumber daya air. Cukup jelas. mengembangbiakkan. Cukup jelas. d. Cukup jelas. penetapan kelas air dan baku mutu air pada sumber air.melakukan purifikasi diri air. pengendalian kerusakan sumber air. c. . Huruf c Pengendalian kerusakan sumber air misalnya pencegahan terjadinya penggerusan palung atau dasar sungai yang menyebabkan kekeruhan air.Pasca Harmonisasi. Organisme atau mikro-organisme yang dapat menyerap bahan pencemar dapat diupayakan dengan cara menanam. e. Huruf b. pemantauan kualitas air pada sumber air. 58/109 . Huruf e. (3) Perbaikan kualitas air pada sumber air dan prasarana sumber daya air dapat dilakukan melalui kegiatan-kegiatan antara lain: a. aerasi pada sumber air dan melalui prasarana sumber daya air. perbaikan fungsi lingkungan untuk mengendalikan kualitas air. b. Yang dimaksud dengan “aerasi” adalah upaya meningkatkan kadar oksigen dalam air. antara lain: . Ambhara Hotel. Ayat (3) Huruf a. Huruf d. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (2) Perbaikan kualitas air pada sumber air dan prasarana sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh Pemerintah atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya melalui: a. penanggulangan pencemaran air pada sumber air. b.

1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN c. atau memanfaatkan sumber air yang mengandung organisme atau mikro-organisme tersebut. a. d. Penggelontoran hanya boleh dilakukan apabila terjadi keadaan mendesak.Pasca Harmonisasi. antara lain menurunkan kelas air dari yang ditetapkan dan/atau berakibat fatal bagi kehidupan. (4) Pengaturan lebih lanjut mengenai pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air dilaksanakan sesuai dengan peraturan pemerintah yang mengatur tentang pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air. pembuatan sumur-sumur infiltrasi di sepanjang pantai untuk memperbaiki kualitas air tanah yang telah terkena intrusi air asin. Huruf d. Huruf c. penggelontoran sumber air pada suatu keadaan yang mendesak. penatagunaan sumber daya air ditujukan untuk menetapkan zona pemanfaatan sumber air dan peruntukan air pada sumber air. Cukup jelas. BAB VI PENDAYAGUNAAN SUMBER DAYA AIR Bagian Pertama Umum (1) Pasal 44 Pasal 44 Pendayagunaan sumber daya air mencakup kegiatan: Cukup jelas. Ambhara Hotel. 59/109 . Ayat (4) Cukup jelas. Penggelontoran adalah bukan merupakan kegiatan rutin dalam rangka perbaikan kualitas air.

d. 60/109 . Penetapan zona pemanfaatan sumber air didasarkan pada pertimbangan: a. hasil penelitian dan pengukuran secara teknis hidrologis. penggunaan sumber daya air. Ambhara Hotel. untuk mendayagunakan fungsi atau potensi yang terdapat pada sumber air yang bersangkutan secara berkelanjutan. Kegiatan-kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan secara terpadu berdasarkan rencana pendayagunaan sumber daya air yang telah ditetapkan. e. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (2) b. fungsi kawasan. dan/atau f. pengembangan sumber daya air. potensi konflik kepentingan yang minimal antar jenis penggunaan. Bagian Kedua Penetapan Zona Pemanfaatan Sumber Air (1) (2) Pasal 45 Pasal 45 Penetapan zona pemanfaatan sumber air ditujukan Cukup jelas. e. dampak negatif yang minimal terhadap kelestarian sumber daya air.Pasca Harmonisasi. pengusahaan sumber daya air. terakomodasinya semua jenis pemanfaatan secara layak. b. c. c. penyediaan sumber daya air. d. fungsi lindung dan budi daya.

kimia dan biologi pada sumber air. bagian dari proses penyusunan pola pengelolaan sumber daya air dan rencana induk pengelolaaan sumber daya air sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 dan Pasal 15 ayat (2). (1). inventarisasi jenis-jenis pemanfaatan yang sudah dilakukan di seluruh bagian sumber air.Pasca Harmonisasi. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN a. (4) Dalam hal wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air wilayah sungai tidak atau belum terbentuk. gubernur. dilakukan dengan memperhatikan pertimbangan wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air pada wilayah sungai bersangkutan. pertimbangan diberikan oleh wadah Ayat (4) Cukup jelas. menganalisa kelayakan dampak lingkungan serta potensi konflik dari jenis-jenis pemanfaatan yang sudah dilakukan. Ambhara Hotel. (3) Penetapan rencana zona pemanfaatan sumber Ayat (3) air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Cukup jelas. atau bupati/walikota sesuai Ayat (1) dengan kewenangannya dalam pengelolaan Penetapan rencana zona pemanfaatan sumber air sumber daya air merumuskan dan menetapkan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). b. (2) Dalam merumuskan rencana zona pemanfaatan Ayat (2) sumber air sebagaimana dimaksud pada ayat Cukup jelas. gubernur. c. merupakan rencana zona pemanfatan sumber air. Menteri. Pasal 46 Pasal 46 (1) Menteri. 61/109 . dan kesesuaiannya dengan peraturan perundangundangan. atau bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya melakukan kegiatan sebagai berikut: penelitian dan pengukuran parameter fisik dan karakter sumber air.

Pasca Harmonisasi. (5) Pedoman penetapan zona pemanfaatan sumber air ditetapkan oleh Menteri. Pasal 47 Pasal 47 Peruntukan air pada sumber air dimaksudkan untuk Penetapan peruntukan air dimaksudkan untuk mengelompokkan penggunaan air pada sumber air ke dalam mencegah terjadinya konflik antarpemanfaat air. b. Bagian Ketiga Peruntukan Air Pada Sumber Air Ayat (5) Cukup jelas. a. Perhitungan dan proyeksi kebutuhan air dilakukan dengan memperhatikan tata ruang wilayah yang ada dalam rangka penyusunan. Cukup jelas. peninjauan kembali. daya dukung sumber air. (1) Pasal 48 Pasal 48 Penyusunan rencana peruntukan air Ayat (1) dilakukan dengan kegiatan pengumpulan data dan informasi Huruf a. perhitungan dan proyeksi kebutuhan air. pertumbuhannya. dan/atau penyempurnaan rencana tata ruang wilayah ke depan. c. jumlah dan penyebaran penduduk serta proyeksi Huruf b. serta kajian pada wilayah sungai bersangkutan yang terkait Daya dukung sumber air mencakup kuantitas dengan: dan kualitas air. Ambhara Hotel. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN koordinasi pengelolaan sumber daya air provinsi atau kabupaten/kota sesuai dengan kewenangannya. Huruf c. 62/109 . Penyusunan rencana peruntukan air pada sumber air merupakan bagian dari proses penyusunan pola pengelolaan sumber daya air. beberapa golongan atau klasifikasi mutu air termasuk baku mutu air.

gubernur. (2) pemanfaatan air yang sudah ada. mengutamakan penyediaan air untuk pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari dan pertanian rakyat pada sistem irigasi yang sudah ada. Pedoman penyusunan rencana peruntukan air pada sumber air ditetapkan oleh Menteri. Huruf d. prinsip-prinsip: a. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN d. Cukup jelas. Bagian Keempat Penyediaan Sumber Daya Air (1) Pasal 49 Pasal 49 Penyediaan sumber daya air dilakukan berdasarkan Cukup jelas. c. memperhatikan penyediaan air untuk pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari penduduk 63/109 . (3) (4) Penyusunan rencana peruntukan air pada sumber air dikoordinasikan melalui wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air pada wilayah sungai bersangkutan. Ayat (3) Cukup jelas. Rencana peruntukan air pada sumber air yang terdapat di dalam pola pengelolaan sumber daya air ditetapkan oleh Menteri. b. atau bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya.Pasca Harmonisasi. Ambhara Hotel. Ayat (4) Pedoman penyusunan rencana peruntukan air dapat disusun menjadi satu kesatuan dengan pedoman penyusunan pola pengelolaan sumber daya air. Ayat (2) Cukup jelas. menjaga kelangsungan penyediaan air untuk pemakai air lainnya yang sudah ada.

Cukup jelas. Penyediaan air untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari Ayat (2) dan irigasi bagi pertanian rakyat dalam sistem irigasi yang Cukup jelas. usulan urutan prioritas penyediaan sumber daya air disiapkan oleh instansi teknis yang ditunjuk oleh pejabat yang berwenang atau pengelola sumber daya air pada 64/109 (1) (2) (3) (4) (5) .Pasca Harmonisasi. Dalam hal terjadi situasi kekeringan yang ekstrim sehingga Ayat (3) timbul konflik kepentingan antara pemenuhan kebutuhan pokok Cukup jelas. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (2) yang berdomisili dekat dengan sumber air dan/atau di sekitar jaringan pembawa air. sudah ada merupakan prioritas utama penyediaan sumber daya air di atas semua kebutuhan. kebutuhan air pada wilayah sungai kondisi sosial budaya yang berlaku. Dalam hal penerapan prinsip-prinsip sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menyebabkan perubahan urutan prioritas penyediaan air yang menimbulkan kerugian bagi pemakai air sebelumnya. masyarakat hukum adat yang berkaitan dengan sumber daya air. Pasal 50 Pasal 50 Urutan prioritas penyediaan sumber daya air ditetapkan pada Ayat (1) setiap wilayah sungai. Tata cara penetapan urutan prioritas penyediaan sumber daya Ayat (5) air dilakukan sebagai berikut: Cukup jelas. peruntukan air. prioritas penyediaan air ditempatkan pada pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari. Ambhara Hotel. hak ulayat yang bersangkutan dan disesuaikan kondisi setempat. sehari-hari dan pemenuhan kebutuhan air irigasi untuk pertanian rakyat. misalnya sumber air. Prioritas penyediaan sumber daya air untuk kebutuhan lainnya Ayat (4) ditetapkan berdasarkan hasil penetapan zona pemanfaatan Yang dimaksud dengan “kondisi setempat”. Pemerintah atau pemerintah daerah mengatur kompensasi kepada pemakainya. a.

Ayat (6) Cukup jelas. (2) Rencana penyediaan sumber daya air Ayat (2) sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang Cukup jelas. Ambhara Hotel. atau bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya menetapkan urutan prioritas penyediaan sumber daya air pada setiap wilayah sungai berdasarkan rumusan urutan prioritas sebagaimana dimaksud pada huruf b. berasal dari sumber air permukaan dan cekungan air tanah. b. d. usulan urutan prioritas penyediaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada huruf a disampaikan kepada wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air wilayah sungai sebagai bahan untuk perumusan urutan prioritas. usulan urutan prioritas penyediaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada huruf a disampaikan kepada wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air provinsi atau kabupaten/kota sesuai dengan kewenangannya. c. Menteri. disusun pada setiap wilayah sungai. (1) Pasal 51 Pasal 51 Rencana penyediaan sumber daya air disusun Ayat (1) berdasarkan urutan prioritas penyediaan sumber daya air Cukup jelas.Pasca Harmonisasi. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (6) wilayah sungai yang bersangkutan. 65/109 . sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50 ayat (1). gubernur. Urutan prioritas penyediaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disusun dan ditetapkan untuk jangka waktu setiap 5 (lima) tahun sekali dan dapat ditinjau kembali sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun sekali. Dalam hal wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air wilayah sungai tidak atau belum terbentuk.

7 (tujuh) harian. (7) Dalam hal wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air wilayah sungai tidak atau belum terbentuk. Ayat (4) Cukup jelas. pertimbangan diberikan oleh wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air provinsi atau kabupaten/kota sesuai dengan kewenangannya. Periode yang ditetapkan. (5) Rencana penyediaan sumber daya air tahunan disusun sesuai dengan: urutan prioritas penyediaan sumber daya air pada wilayah sungai yang bersangkutan. Ambhara Hotel. Ayat (8) Rencana penyediaan sumber daya air tahunan pada setiap sumber air misalnya rencana penyediaan sumber daya air pada setiap sungai.Pasca Harmonisasi. (8) Rencana penyediaan sumber daya air rinci merupakan rencana operasional dari rencana penyediaan sumber daya air tahunan pada setiap sumber air yang menggambarkan besaran volume. (3) Rencana penyediaan sumber daya air yang berasal dari cekungan air tanah disesuaikan dengan kapasitas cekungan air tanah bersangkutan. gubernur. lokasi. (6) Rencana penyediaan sumber daya air tahunan ditetapkan oleh Menteri. atau 15 (lima belas) harian. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN a. dan waktu untuk memenuhi kebutuhan air dalam periode yang ditetapkan Ayat (3) Cukup jelas. (4) Rencana penyediaan sumber daya air terdiri dari rencana penyediaan sumber daya air tahunan dan rencana penyediaan sumber daya air rinci. Ayat (7) Cukup jelas. b. dan ketersediaan air pada musim kemarau dan hujan. Ayat (6) Cukup jelas. 66/109 . misalnya 5 (lima) harian. Ayat (5) Cukup jelas. atau bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya dengan memperhatikan pertimbangan dari wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air wilayah sungai.

pihak pertimbangan diberikan oleh dewan atau wadah yang berwenang dapat melakukan penyesuaian koordinasi pengelolaan sumber daya air rencana penyediaan air tahunan dengan kabupaten/kota atau provinsi. a. dan/atau kerusakan jaringan sumber air. 67/109 . b.Pasca Harmonisasi. dalam hal penyediaan sumber daya air rinci tidak dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana penyediaan air tahunan yang ditetapkan karena: berkurangnya ketersediaan air dan/atau kerusakan jaringan sumber air yang disebabkan peristiwa alam. (3) Dalam hal penyediaan sumber daya air tahunan Ayat (3) tidak dapat dilaksanakan sesuai dengan yang Dalam hal di wilayah sungai bersangkutan belum ditetapkan karena peristiwa alam yang terbentuk dewan atau wadah koordinasi mengakibatkan berkurangnya ketersediaan air pengelolaan sumber daya air wilayah sungai. atau berkurangnya kapasitas jaringan karena kegiatan pemeliharaan dan/atau pembangunan dalam rangka pengelolaan sumber daya air. Pasal 52 Pasal 52 (1) Penyediaan sumber daya air dilaksanakan oleh Ayat (1) pengelola sumber daya air wilayah sungai yang Cukup jelas. Ambhara Hotel. bersangkutan berdasarkan rencana penyediaan sumber daya air rinci yang telah ditetapkan. penambahan. (2) Pihak yang berwenang dapat menetapkan Ayat (2) pengurangan. penyediaan sumber daya air. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN sesuai kondisi setempat. atau penggiliran Cukup jelas. mempertimbangkan masukan dari dewan atau wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air wilayah sungai.

(6) Tata cara penetapan dan pemberian kompensasi sebagaimana dimaksud pada ayat (5). c. Ayat (6) Cukup jelas. keringanan biaya jasa pengelolaan sumber daya air. memperoleh perpanjangan masa izin. Pemerintah atau pemerintah daerah mengatur kompensasi dalam batas-batas tertentu kepada pihak pemegang hak yang dirugikan. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (4) Dalam hal penyediaan sumber daya air tidak dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana yang ditetapkan sebagai akibat selain sebagaimana dimaksud pada ayat (2). d. Ambhara Hotel. diatur lebih lanjut oleh Pemerintah dan/atau pemerintah daerah yang bersangkutan sesuai dengan kewenangannya.Pasca Harmonisasi. b. Bagian Kelima Penggunaan Sumber Daya Air Ayat (4) Cukup jelas. ganti rugi. Ayat (5) Cukup jelas. Ayat (7) Cukup jelas. (5) Kompensasi sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dapat berupa: memperoleh penyediaan air dari tempat lain. a. e. atau program pembangunan. (7) Pedoman tata cara penetapan dan pemberian kompensasi sebagaimana dimaksud pada ayat (6) ditetapkan oleh Menteri. 68/109 .

Penggunaan sumber air sebagai media adalah pemanfaatan ruang pada sumber air misalnya areal parkir. dan industri. misalnya pemanfaatan untuk agroindustri. ketertiban dan keadilan. c. keberlanjutan penggunaan. dan daya air sebagai air. penghematan penggunaan. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (1) (2) (3) Pasal 53 Pasal 53 Ayat (1) Penggunaan sumber daya air ditujukan untuk Cukup jelas. e. dan/atau daya air sebagai media dan materi. pemanfaatan sumber daya air dan prasarananya sebagai media dan/atau materi. areal rekreasi. rumah tangga. sumber Penggunaan air. a. Ambhara Hotel. media. sumber air. Pasal 54 Pasal 54 69/109 . misalnya pemanfaatan sungai untuk transportasi dan arung jeram. b. Penggunaan sumber daya air sebagaimana Ayat (3) dimaksud pada ayat (1) dilakukan berdasarkan prinsip-prinsip: Cukup jelas. penggunaan yang saling menunjang antara air permukaan dan air tanah dengan memprioritaskan penggunaan air permukaan. Penggunaan air. ketepatan penggunaan. sumber air. perikanan. dan/atau daya air. d.Pasca Harmonisasi. Penggunaan air dan daya air sebagai materi misalnya pemanfaatan untuk air minum. Penggunaan sumber daya air sebagaimana Ayat (2) dimaksud pada ayat (1) dapat berupa penggunaan air.

1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (1) Penggunaan sumber daya air sebagaimana dimaksud dalam Pasal 53 dapat berupa: a. Pasal 55 Pasal 55 (1) Pengelola sumber daya air pada wilayah sungai berkewajiban: Ayat (1) a. pengambilan air dari sumber air. (2) Pedoman penggunaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh Menteri atau menteri yang terkait dengan bidang sumber daya air. melaksanakan pemberdayaan kepada para pengguna sumber daya air. Yang dimaksud dengan “pengambilan air dari sumber air”. pemanfaatan ruang pada sumber air.Pasca Harmonisasi. Cukup jelas. sumber daya air yang mempunyai hak guna air di wilayah sungai yang bersangkutan. d. c. melakukan pemantauan dan evaluasi atas penggunaan sumber daya air. Ambhara Hotel. b. Huruf b. Huruf c. b. Ayat (1) Huruf a. (2) Pengelola sumber daya air pada wilayah sungai berhak menerima Ayat (2) dana yang dipungut dari para pemegang izin penggunaan Cukup jelas. Ayat (2) Cukup jelas. menjamin ketersediaan sumber daya air bagi pengguna Cukup jelas. c. 70/109 . Cukup jelas. antara lain penyadapan bebas dan pemompaan air dari sungai. sumber daya air. memelihara sumber daya air dan prasarananya agar terpelihara fungsinya. pemanfaatan air pada sumber air.

71/109 . Cukup jelas. Cukup jelas. pemegang izin tidak memenuhi Huruf e. pemegang izin melepaskan haknya Huruf b. musnahnya sumber daya air. tidak Cukup jelas. atau badan usaha” adalah subyek yang menggunakan air berdasarkan izin . Cukup jelas. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (1) (2) (3) (4) (5) (6) Pasal 56 Pasal 56 Perseorangan. e. sosial. kelompok masyarakat. Cukup jelas. badan sosial. Hak guna air sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tidak Ayat (5) dapat disewakan atau dipindahtangankan sebagian atau Cukup jelas. Cukup jelas. badan guna air. atau Ayat (1) badan usaha yang menggunakan air berhak memperoleh hak Yang dimaksud dengan “perseorangan. Hak guna usaha air dinyatakan dalam izin pengusahaan Ayat (4) sumber daya air. pemegang izin selama jangka waktu Huruf c.Pasca Harmonisasi. d. Hak guna pakai air diperoleh dengan izin atau tanpa izin. c. ketentuan dan syarat-syarat diberikannya izin. Ayat (3) Cukup jelas. Yang dimaksud dengan “kelompok masyarakat” misalnya kelompok petani pemakai air irigasi pada sistem irigasi yang sudah ada. a. mempergunakan hak sebagaimana mestinya. secara sukarela. Hak guna air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berupa Ayat (2) hak guna pakai air dan hak guna usaha air. Ambhara Hotel. Cukup jelas. seluruhnya kepada pihak lain. berakhir. jangka waktu berlaku izin telah Huruf d. Hak guna air batal dengan sendirinya atau dapat dibatalkan Ayat (6) dalam hal: Huruf a. b. yang ditetapkan dalam keputusan pemberian izinnya.

Pasal 58 Pasal 58 72/109 . Ayat (7) Cukup jelas. Cukup jelas. Yang dimaksud dengan “tidak melaksanakan kewajiban konservasi sumber daya air”. dilaksanakan untuk meningkatkan kemanfaatan fungsi sumber daya air melalui pengembangan kemanfaatan sumber daya air. antara lain membiarkan air dan/atau sumber air menjadi rusak tanpa upaya untuk melakukan pencegahan atau penanggulangan. (8) Hak guna air sebagaimana dimaksud pada ayat (2) mulai berlaku setelah kegiatan penggunaan atau pengusahaan sumber daya air yang bersangkutan beroperasi. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN f. Pengembangan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan melalui tahapan perencanaan dan pelaksanaan. dan/atau peningkatan ketersediaan air dan kualitas air.Pasca Harmonisasi. Ambhara Hotel. Huruf g. (7) Pembatalan hak sebagaimana dimaksud pada ayat (6) huruf e dapat dipulihkan kembali dalam hal pemegang izin telah memenuhi ketentuan dan syarat yang ditentukan dalam izin. Bagian Keenam Pengembangan Sumber Daya Air (1) (2) Pasal 57 Pasal 57 Pengembangan sumber daya air meliputi semua upaya yang Cukup jelas. usaha Huruf f. g. atau tidak melaksanakan kewajiban konservasi sumber daya air. badan hukum atau badan pemegang izin dibubarkan atau dinyatakan pailit. pemegang izin menyalahgunakan haknya untuk tujuan yang menyimpang dari tujuan semula. Ayat (8) Cukup jelas.

kekhasan dan aspirasi daerah dan masyarakat setempat. dan tahapan rencana detail Cukup jelas. investigasi. kelestarian keanekaragaman hayati dalam sumber air bersangkutan. standar. Cukup jelas. sesuai norma. lingkungan hidup.Pasca Harmonisasi. dan manual yang ditetapkan oleh Menteri atau menteri terkait. Masyarakat diikutsertakan dalam pelaksanaan pengembangan Ayat (3) sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (2). 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (1) Perencanaan pengembangan sumber daya air disusun untuk menghasilkan rencana yang berfungsi sebagai pedoman dan arahan dalam pelaksanaan pengembangan sumber daya air. kemampuan pembiayaan. Ambhara Hotel. dan d. sosial dan Cukup jelas. (1) (2) (3) Pasal 59 Pasal 59 Pelaksanaan pengembangan sumber daya air dilakukan setelah Ayat (1) dinilai memenuhi kelayakan teknis. ekonomis. (4) Pengembangan sumber daya air yang mempunyai dampak penting terhadap lingkungan hidup dikenakan ketentuanketentuan tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup. c. (2) Rencana pengembangan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dimulai dengan kegiatan studi kelayakan. (3) Rencana pengembangan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disusun dengan memperhatikan: a. daya dukung sumber daya air yang ada di wilayah sungai bersangkutan. Pelaksanaan pengembangan sumber daya air wajib dilakukan Ayat (2) melalui kegiatan survai. pedoman. Keikutsertaan masyarakat dalam pengembangan 73/109 . b.

(5) Modifikasi cuaca dilaksanakan setelah memperoleh izin dari Ayat (5) instansi yang membidangi meteorologi dan geofisika dan Cukup jelas. sumber daya air diwujudkan dalam bentuk memberikan masukan atau pertimbangan dalam proses pengambilan keputusan. (1) 74/109 . membidangi meteorologi dan geofisika. normal). (4) Program kegiatan modifikasi cuaca diberitahukan kepada Ayat (4) masyarakat sekurang-kurangnya 1 (satu) bulan sebelum Pemberitahuan kepada masyarakat dimaksudkan pelaksanaan program kegiatan modifikasi cuaca.Pasca Harmonisasi. air dan/atau mengendalikan curah hujan yang diperkirakan dapat mengakibatkan masalah banjir dan kekeringan. (2) Kegiatan modifikasi cuaca yang ditujukan untuk menambah Ayat (2) volume air pada sumber air dan/atau mengendalikan curah Yang dimaksud dengan “penyimpangan kondisi iklim hujan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) hanya dapat atau cuaca” adalah kondisi iklim atau cuaca di luar dilaksanakan untuk menanggulangi dampak penyimpangan kondisi normal (di atas normal atau di bawah kondisi iklim atau cuaca terhadap masyarakat luas. Ayat (4) Cukup jelas. rencana pengembangan sumber daya air sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58 ayat (2) dapat ditinjau ulang. Pasal 60 Pasal 60 Pengembangan teknologi modifikasi cuaca ditujukan untuk Ayat (1) kepentingan penelitian dan menambah volume air pada sumber Cukup jelas. agar masyarakat dapat mempersiapkan diri terhadap situasi yang diperkirakan akan turun hujan yang diakibatkan oleh adanya kegiatan modifikasi cuaca. (3) Penyimpangan kondisi iklim atau cuaca sebagaimana Ayat (3) dimaksud pada ayat (2) dinyatakan oleh instansi yang Cukup jelas. Ambhara Hotel. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (4) Dalam hal sebagian besar masyarakat yang diperkirakan terkena dampak kegiatan pengembangan sumber daya air menyatakan keberatan.

(7) Pelaksanaan teknologi modifikasi cuaca dilakukan oleh penyedia jasa teknologi modifikasi cuaca dan/atau pengguna jasa teknologi modifikasi cuaca. (2) Badan hukum. standar. dilakukan oleh lembaga/instansi yang membidangi teknologi modifikasi cuaca. sesuai dengan rencana pengelolaan sumber daya air di wilayah sungai bersangkutan. (9) Pemantauan dan evaluasi dampak kegiatan modifikasi cuaca menjadi tanggung jawab pemrakarsa. Ayat (6) Yang dimaksud dengan “lembaga/instansi yang membidangi teknologi modifikasi cuaca” adalah kementerian yang membidangi riset dan teknologi. pedoman. dan perseorangan yang memanfaatkan air laut di darat wajib memperoleh izin pemanfaatan dari Pemerintah atau pemerintah daerah yang berwenang atas pengelolaan sumber daya air di wilayah sungai bersangkutan. meliputi dampak positif (manfaat) dan dampak negatif (kerugian).Pasca Harmonisasi. 75/109 . (3) Pemanfaatan air laut di darat yang diperkirakan menimbulkan dampak penting terhadap lingkungan hidup dikenakan ketentuan-ketentuan tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. (6) Pelaksanaan teknologi modifikasi cuaca harus sesuai dengan norma. dan kriteria yang ditetapkan oleh lembaga/instansi yang membidangi teknologi modifikasi cuaca. Pasal 61 Pasal 61 (1) Pemanfaatan air laut di darat dilaksanakan Cukup jelas. (8) Pengawasan terhadap pelaksanaan teknologi modifikasi cuaca sebagaimana dimaksud pada ayat (7). Ayat (9) Yang dimaksud dengan “dampak”. badan usaha. Ayat (7) Cukup jelas. Ayat (8) Cukup jelas. kelompok masyarakat. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN disetujui oleh pemerintah kabupaten/kota dan/atau pemerintah provinsi yang bersangkutan. Ambhara Hotel.

Pengaturan mengenai pengusahaan sumber daya air diatur dalam peraturan pemerintah tersendiri. Pasal 63 Pasal 63 76/109 . (1) (2) (3) (4) BAB VII PENGENDALIAN DAYA RUSAK AIR Bagian Pertama Umum Catatan Pak Oka (Hrm. 2006): Agar hal2 mengenai bencana alam disinkronkan dengan RUU Penanggulangan Bencana Alam yang sedang dibahas di DPR. Pasal 62 Cukup jelas. Pengusahaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan dengan memperhatikan fungsi sosial dan kelestarian lingkungan hidup. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN Bagian Ketujuh Pengusahaan Sumber Daya Air Pasal 62 Pengusahaan sumber daya air pada suatu wilayah sungai dilaksanakan berdasarkan rencana pengelolaan sumber daya air di wilayah sungai yang bersangkutan. Pengusahaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilaksanakan setelah keperluan air untuk kebutuhan pokok sehari-hari dan pertanian rakyat dalam sistem irigasi yang sudah ada terpenuhi.Pasca Harmonisasi. 27 Nov. Ambhara Hotel.

Pasca Harmonisasi. upaya pemulihan akibat bencana. b. e. terkoordinasi dan merupakan bagian dari rencana pengelolaan sumber daya air di wilayah sungai yang bersangkutan. longsoran tanah. amblesan tanah. f. upaya pencegahan sebelum terjadi bencana. perubahan sifat dan kandungan kimiawi. air permukaan. banjir lahar dingin. erosi dan sedimentasi. d. air tanah. dan/atau i. kekeringan. h. Ambhara Hotel. b. Pengendalian daya rusak air dilakukan berdasarkan rencana pengendalian yang disusun secara terpadu. wabah penyakit. Pengendalian daya rusak air yang terkait dengan air hujan. biologi. c. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (1) (2) (3) (4) Pengendalian daya rusak air meliputi: a. Daya rusak air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berupa: a. g. upaya penanggulangan pada saat terjadi bencana. banjir. (5) 77/109 . terancamnya kepunahan jenis tumbuhan dan/atau satwa. c. dan fisika air. menyeluruh. dan air laut yang berada di darat diatur Cukup jelas. Rencana pengendalian sebagaimana dimaksud pada ayat (3) ditetapkan oleh Pemerintah dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya dengan melibatkan peran masyarakat.

Pemerintah daerah wajib mengendalikan pemanfaatan kawasan rawan bencana di wilayahnya masing-masing dengan melibatkan masyarakat. biologi dan fisika air. Kawasan rawan bencana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menjadi masukan untuk penyusunan rencana tata ruang wilayah di wilayah bersangkutan. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN dalam peraturan pemerintah tersendiri. erosi dan sedimentasi. Ambhara Hotel. Penetapan kawasan rawan bencana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (3) dilaksanakan berdasarkan pedoman yang ditetapkan oleh Menteri atau menteri lainnya yang terkait sesuai dengan kewenangannya. banjir lahar dingin. Cukup jelas. Kawasan rawan bencana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibagi ke dalam zona-zona rawan bencana berdasarkan tingkat kerawanannya.Pasca Harmonisasi. Pemerintah dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya menetapkan kawasan rawan bencana di setiap wilayah sungai. amblesan tanah. perubahan sifat dan kandungan kimiawi. Kawasan rawan bencana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi wilayah yang rawan banjir. Bagian Kedua Pencegahan Bencana (1) Pasal 64 Pasal 64 Dalam rangka melakukan pencegahan akibat daya rusak air. (2) (3) (4) (5) (6) 78/109 . longsoran tanah. terancamnya kepunahan jenis tumbuhan dan/atau satwa. kekeringan. dan/atau wabah penyakit.

kewenangannya menetapkan sistem peringatan dini di setiap wilayah sungai. sesuai dengan kewenangannya dapat melakukan pemindahan penduduk yang bermukim di kawasan rawan bencana dalam upaya pencegahan bencana akibat daya rusak air. Peringatan dini untuk pencegahan bencana akibat daya rusak air dilakukan oleh pengelola sumber daya air dan Pemerintah dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya. Pasal 66 Pasal 66 Pemerintah dan/atau pemerintah daerah Cukup jelas. Pemerintah dan/atau pemerintah daerah melakukan upaya penyelamatan penduduk yang bermukim di kawasan rawan bencana. Ambhara Hotel. Kawasan rawan bencana sebagaimana dimaksud pada ayat (3) untuk selanjutnya ditetapkan sebagai 79/109 (1) (2) (3) (4) (5) . 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (1) (2) (3) Pasal 65 Pasal 65 Pemerintah dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan Cukup jelas. Sistem peringatan dini sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disusun dan ditetapkan berdasarkan pedoman yang ditetapkan oleh Menteri terkait sesuai dengan kewenangannya. untuk pencegahan bencana akibat daya rusak air. Dalam hal tingkat kerawanan bencana mengancam keselamatan jiwa. Pemindahan penduduk sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan berdasarkan pada kesepakatan dengan penduduk bersangkutan. Biaya yang timbul akibat upaya penyelamatan penduduk sebagaimana dimaksud pada ayat (3) menjadi tanggung jawab Pemerintah dan/atau pemerintah daerah.Pasca Harmonisasi.

Pasal 68 Pemerintah dan/atau pemerintah kewenangannya mengupayakan alokasi jasa pengelolaan sumber daya air pencegahan bencana akibat daya rusak bersangkutan. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN kawasan yang tertutup bagi permukiman. kewenangannya melakukan penyebarluasan informasi dan penyuluhan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam rangka pencegahan bencana akibat daya rusak air. atau satuan pelaksanaan penanggulangan bencana 80/109 . (1) Tindakan penanggulangan kerusakan dan/atau bencana akibat daya rusak air dilakukan dengan segera. Ambhara Hotel. dan terkoordinasi melalui suatu badan koordinasi penanggulangan bencana pusat. Pasal 68 daerah sesuai dengan Cukup jelas. terpadu. satuan koordinasi pelaksanaan penanggulangan bencana provinsi. sebagian dana dari biaya sebagai kontribusi untuk air di wilayah sungai yang Bagian Ketiga Penanggulangan Bencana Pasal 69 Pasal 69 Cukup jelas. menyeluruh.Pasca Harmonisasi. Pasal 67 Pasal 67 Pemerintah dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan Cukup jelas.

c. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN kabupaten/kota. (8) Pemerintah dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya mensosialisasikan pedoman penanggulangan kerusakan dan/atau bencana sebagaimana dimaksud pada ayat (6) kepada masyarakat. (6) Pedoman penanggulangan kerusakan dan/atau bencana akibat daya rusak air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh Menteri atau menteri lain yang terkait. (7) Pernyataan terjadinya suatu bencana sebagaimana dimaksud pada ayat (5) ditetapkan oleh gubernur atau bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya. Ambhara Hotel. pemenuhan kebutuhan kesehatan dan sanitasi. (5) Pemerintah dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya menyatakan terjadinya suatu bencana. keselamatan jiwa manusia. (9) Prosedur operasi standar penanggulangan kerusakan dan/atau bencana akibat daya rusak air ditetapkan di setiap provinsi dan kabupaten/kota oleh gubernur atau 81/109 . pemenuhan kebutuhan tempat penampungan sementara. (2) Pemerintah dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya menyiapkan rencana penanggulangan bencana akibat daya rusak air. d. (4) Penanggulangan bencana akibat daya rusak air dilakukan berdasarkan urutan prioritas: a. (3) Rencana penanggulangan bencana akibat daya rusak air sebagaimana dimaksud pada ayat (2) disebarluaskan kepada masyarakat di wilayah bersangkutan oleh Pemerintah dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya. pemenuhan kebutuhan air dan pangan.Pasca Harmonisasi. b.

Bagian Keempat Pemulihan Akibat Bencana Pasal 70 (1) Pemulihan akibat bencana dilakukan melalui upaya rehabilitasi. dan/atau melintasi sumber air. BAB VIII PERIZINAN DALAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR Pasal 71 Pasal 71 Perizinan dalam pengelolaan sumber daya air diperlukan untuk Yang dimaksud dengan “konstruksi yang melintasi kegiatan: sumber air” misalnya jembatan. . dan/atau pembangunan. (3) Tindakan pemulihan daya rusak air diprioritaskan untuk memulihkan kembali fungsi sarana dan prasarana guna pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari. rekonstruksi.Pasca Harmonisasi. jaringan kabel listrik/telepon yang melintas di atas atau a. Ambhara Hotel. pelaksanaan kontruksi pada di bawah sungai. (10) Mekanisme dan tata kerja badan koordinasi penanggulangan bencana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan sesuai dengan peraturan perundangundangan. (2) Pemerintah dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangan dan tanggung jawabnya mengupayakan pemulihan fungsi lingkungan hidup serta sarana dan prasarana umum yang terkena bencana. b. jaringan perpipaan. penggunaan sumber daya air 82/109 Pasal 70 Cukup jelas. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya.

waduk dan bendungan. rawa. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN untuk tujuan tertentu. dan wilayah sungai strategis nasional. (5) Tata cara permohonan dan pemberian izin pelaksanaan konstruksi pada dan/atau melintasi sungai dan danau. Menteri untuk wilayah sungai lintas provinsi. gubernur untuk wilayah sungai lintas kabupaten/kota. Ambhara Hotel. modifikasi cuaca. Pasal 72 Pasal 72 (1) Izin pelaksanaan konstruksi pada dan/atau melintasi sumber Cukup jelas. c. bupati/walikota untuk wilayah sungai dalam satu kabupaten/kota. air sebagaimana dimaksud dalam Pasal 71 huruf a untuk sumber air permukaan diberikan oleh: a. dan cekungan air tanah dilaksanakan sesuai dengan peraturan pemerintah yang mengatur tentang sumber air yang bersangkutan. b.Pasca Harmonisasi. (2) Pemberian izin sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan mempertimbangkan rekomendasi teknis dari pengelola sumber daya air wilayah sungai bersangkutan. (4) Izin pelaksanaan konstruksi pada dan/atau melintasi sumber air yang terkait dengan penggunaan sumber daya air menjadi satu kesatuan dalam izin penggunaan sumber daya air. 83/109 . wilayah sungai lintas negara. (3) Izin pelaksanaan konstruksi pada dan/atau melintasi sumber air sebagaimana dimaksud dalam Pasal 71 huruf a untuk cekungan air tanah dilaksanakan sesuai dengan peraturan pemerintah yang mengatur tentang air tanah.

ketentuan ini. Ambhara Hotel. b. gambar dan spesifikasi teknis bangunan. dan alamat pemegang izin.Pasca Harmonisasi. tempat konstruksi yang akan dibangun. (3) Izin pelaksanaan konstruksi dinyatakan batal apabila pemegang Ayat (3) izin tidak melaksanakan pembangunan selambat-lambatnya 3 Cukup jelas. mematuhi ketentuan-ketentuan dalam izin. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN Pasal 73 Pasal 73 (1) Izin pelaksanaan konstruksi pada dan/atau melintasi sumber air Ayat (1) sekurang-kurangnya memuat tentang: Cukup jelas. pekerjaan. (tiga) tahun terhitung sejak izin berlaku. jadwal pelaksanaan pembangunan. jenis/tipe prasarana yang akan dibangun. metode pelaksanaan pembangunan. g. (2) Izin dapat diubah ketentuannya apabila keadaan yang dipakai Ayat (2) sebagai dasar pertimbangan pemberian izin telah mengalami Yang dimaksud dengan “perubahan” dalam perubahan. Pasal 74 Pasal 74 (1) Pemegang izin pelaksanaan konstruksi pada dan/atau melintasi Cukup jelas. 3. d. f. membayar retribusi dan kompensasi 84/109 . misalnya karena perubahan kebijakan pengelolaan sumber daya air yang berkaitan dengan penggunaan ruang. c. maksud/tujuan pembangunan. e. nama. sumber air berkewajiban untuk: 2.

Ambhara Hotel. 11. pengawasan. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN lainnya sebagai akibat dari pelaksanaan konstruksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. dan pemeriksaan. memulihkan kerusakan lingkungan hidup yang disebabkan oleh kegiatan konstruksi. 6. memberikan tanggapan yang positif apabila timbul gejolak sosial masyarakat di sekitar lokasi kegiatannya. menjamin kelangsungan penggunaan sumber daya air bagi pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari masyarakat di sekitar lokasi kegiatan yang terganggu akibat pelaksanaan konstruksi. 10. 7. melindungi dan mengamankan prasarana sumber daya air disekitarnya. mencegah terjadinya pencemaran air akibat pelaksanaan konstruksi. 4. 8. memberikan akses untuk dilakukan pemantauan. melindungi dan memelihara kelangsungan fungsi sumber daya air. (2) Pemegang izin pelaksanaan konstruksi pada dan/atau melintasi sumber air hanya dapat membangun pada sumber air dan memanfaatkan ruang pada sumber air sebatas tempat bangunan yang telah disetujui rencana teknisnya oleh pengelola 85/109 . evaluasi. memberikan laporan pelaksanaan konstruksi kepada pemberi izin. 5. 9.Pasca Harmonisasi.

diberikan oleh bupati/walikota. pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari Huruf b. gubernur untuk penggunaan sumber daya air pada wilayah sungai lintas kabupaten/kota. yang dilaksanakan oleh kelompok orang dan badan sosial. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN sumber daya air. Ambhara Hotel. wilayah sungai lintas negara. c. usaha pengapungan. Cukup jelas. dan 86/109 . Pasal 75 Pasal 75 (1) Izin penggunaan sumber daya air sebagaimana Ayat (1) dimaksud dalam Pasal 71 huruf b untuk sumber daya air Cukup jelas. permukaan diberikan oleh: a. rakyat di luar sistem irigasi yang sudah ada. dan/atau membelokkan aliran air pada sumber air. usaha transportasi air. (2) Izin penggunaan sumber daya air sebagaimana Ayat (2) dimaksud dalam Pasal 71 huruf b pada cekungan air tanah Cukup jelas. c. bupati/walikota untuk penggunaan sumber daya air pada wilayah sungai dalam satu kabupaten/kota. Cukup jelas. memperendah permukaan air mengubah kondisi alami sumber air. pemenuhan untuk usaha pertanian. dan wilayah sungai strategis nasional.Pasca Harmonisasi. usaha Huruf d. d. pemenuhan keperluan irigasi pertanian Huruf c. pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari alami sumber air” misalnya dengan dan pertanian rakyat yang dilakukan dengan cara mempertinggi. usaha pertambangan. b. Cukup jelas. ketenagaan. penggunaan sumber daya air untuk: Yang dimaksud dengan “mengubah kondisi a. Menteri untuk penggunaan sumber daya air pada wilayah sungai lintas provinsi. (3) Penggunaan sumber daya air untuk tujuan tertentu Ayat (3) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 71 huruf b meliputi Huruf a. b.

Huruf e. pejabat yang berwenang paling lama 10 (sepuluh) tahun sesuai dengan pertimbangan keperluannya dan/atau jenis dan besar investasi. (2) Jangka waktu izin penggunaan air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dimintakan perpanjangan oleh pemegang izin dengan mengajukan permohonan perpanjangan secara tertulis kepada pihak yang berwenang selambatlambatnya 3 (tiga) bulan sebelum jangka waktu izin tersebut berakhir.Pasca Harmonisasi. dan cekungan air tanah diatur dengan peraturan pemerintah tersendiri. rawa. Pasal 76 Pasal 76 (1) Jangka waktu izin penggunaan air ditetapkan oleh Cukup jelas. waduk dan bendungan. 87/109 . Ambhara Hotel. b. misalnya pembangunan terminal bahan bakar minyak untuk usaha pelayanan bahan bakar transportasi air. c. Ayat (4) Cukup jelas. dan d yang dilakukan pada sumber air. pemenuhan untuk kebutuhan usaha (4) Tata cara permohonan dan pemberian izin penggunaan sumber daya air pada sungai. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN e. Yang dimaksud dengan “pemenuhan kebutuhan usaha lainnya adalah pemenuhan kebutuhan usaha di luar ketentuan a. danau. lainnya.

Cukup jelas. jadwal penggunaan dan melaporkannya. Huruf f. f.Pasca Harmonisasi. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (1) Pasal 77 Izin penggunaan air sekurang-kurangnya Ayat (1) memuat tentang: Ketentuan yang tercantum dalam izin dapat a. Ambhara Hotel. b. kewajiban untuk . Cukup jelas. misalnya volume air atau volume air per satuan waktu. d. nama pekerjaan atas usaha serta alamat pemegang ditambahkan sesuai dengan jenis penggunaan hak. cara pengambilan dan/atau pembuangan. Yang dimaksud dengan “dimensi ruang”. misalnya luas tapak sumber air termasuk ruang di atasnya dalam satuan meter persegi (m2) atau hektar (ha). jangka waktu berlakunya izin. Yang dimaksud dengan” jumlah air”. Cukup jelas. h. jadwal pengambilan air dari sumber air Huruf a. misalnya baku mutu air yang boleh dibuang ke sumber air. tempat penggunaan yang diizinkan. e. Huruf g. spesifikasi teknis dari bangunan atau sarana yang Huruf e. Cukup jelas. Huruf c. Huruf b. Cukup jelas. Huruf d. maksud/tujuan. digunakan. jumlah air atau dimensi ruang pada sumber air. Cukup jelas. sumber daya air. Huruf h Cukup jelas. c. 88/109 Pasal 77 sumber daya g.

Ayat (3) Yang dimaksud dengan “keadaan memaksa” adalah keadaan yang bersifat darurat.Pasca Harmonisasi. pembekuan sementara. j. Huruf i. mematuhi ketentuan-ketentuan dalam izin. Ayat (2) Yang dimaksud dengan “perubahan” dalam ketentuan ini. untuk mengatasi kerusakan mendadak yang terjadi pada prasarana sumber daya air. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN i. (3) Pembekuan sementara izin penggunaan sumber daya air yang dikarenakan keadaan memaksa harus diberitahukan kepada pemegang izin selambat-lambatnya 2 (dua) minggu sebelum pembekuan dilaksanakan. pencabutan. (2) syarat-syarat perubahan. 89/109 . Izin dapat diubah ketentuannya apabila keadaan yang dipakai sebagai dasar pertimbangan pemberian izin telah mengalami perubahan. b. dan pembatalan izin. berkewajiban untuk: a. Ambhara Hotel. Huruf j. dan ketentuan hak dan kewajiban. Pasal 78 Pasal 78 (1) Pemegang izin penggunaan sumber daya air Cukup jelas. membayar biaya jasa pengelolaan sumber daya air yang dikenakan atas penggunaan sumber daya air sesuai ketentuan yang tercantum dalam izin dan membayar kewajiban keuangan lainnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan. pembaharuan. misalnya karena ketersediaan air atau perubahan kebijakan pengelolaan sumber daya air yang dapat berpengaruh terhadap keseluruhan penggunaan sumber daya air pada wilayah sungai. Cukup jelas. Cukup jelas. misalnya untuk penggelontoran sumber air di kawasan perkotaan yang tingkat pencemarannya sangat tinggi. untuk pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari pada saat kekeringan yang luar biasa.

Ambhara Hotel. menggunakan air. membangun prasarana sumber daya air dan bangunan lainnya sesuai rencana teknis yang telah disetujui oleh pengelola sumber daya air. h. dan/atau daya air sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam izin. i. badan usaha. memberikan akses kepada pihak yang berwenang untuk melakukan pemantauan. 90/109 . evaluasi. melakukan usaha pengendalian dan pencegahan terjadinya pencemaran air. Cukup jelas. e. d. melakukan perbaikan kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh kegiatannya. (2) Pemegang izin penggunaan sumber daya air berhak untuk: a. memberikan akses untuk penggunaan sumber daya air dari sumber air yang sama bagi pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari masyarakat di sekitar lokasi kegiatannya. g. memberikan laporan kegiatan penggunaan sumber daya air secara berkala. b. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN melindungi dan memelihara kelangsungan fungsi sumber daya air. dan pemeriksaan.Pasca Harmonisasi. (1) Pasal 79 Pasal 79 Kegiatan modifikasi cuaca dapat dilakukan oleh badan hukum. pengawasan. atau perseorangan berdasarkan izin dari pihak yang berwenang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60 ayat (5). f. melindungi dan mengamankan prasarana sumber daya air. sumber air. c.

dan b. Pasal 80 Pasal 80 Pemegang izin kegiatan modifikasi cuaca wajib: Huruf a. (1) Pasal 81 Pasal 81 Izin penyelenggaraan kegiatan Cukup jelas. Ambhara Hotel. modifikasi cuaca berlaku selama 6 (enam) bulan sejak izin berlaku. berturut-turut. menghadapai situasi yang diperkirakan akan turun selambat-lambatnya 2 (dua) minggu sebelum pelaksanaan hujan yang diakibatkan oleh kegiatan modifikasi kegiatan modifikasi cuaca dan sekurang-kurangnya 3 (tiga) hari cuaca. a. kegiatan beserta dokumen pendukung untuk keperluan Cukup jelas.Pasca Harmonisasi. b. Izin penyelenggaraan kegiatan modifikasi cuaca dapat dibatalkan oleh pihak yang berwenang dalam hal: a. monitoring dan evaluasi disampaikan kepada pihak yang berwenang memberi izin. pemohon melanggar ketentuan 91/109 (2) . 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (2) Tata cara perizinan penyelenggaraan kegiatan modifikasi cuaca ditetapkan oleh menteri yang membidangi teknologi modifikasi cuaca. pemohon tidak melaksanakan kegiatan dalam periode waktu yang telah diberikan dalam izin penyelenggaraan. mengumumkan rencana pelaksanaan Pemberitahuan kepada masyarakat dimaksudkan kegiatan modifikasi cuaca kepada publik melalui media masa agar masyarakat dapat mempersiapkan diri dalam wilayah yang diperkirakan dapat terkena dampak. menyampaikan laporan pelaksanaan Huruf b.

kebijakan sumber daya air. Informasi kegiatan sosial ekonomi budaya masyarakat yang terkait dengan pengelolaan sumber daya air misalnya hukum dan kelembagaan. Ambhara Hotel. lingkungan pada sumber daya air dan sekitarnya. prasarana sumber daya air. BAB IX SISTEM INFORMASI Pasal 82 Informasi sumber daya air meliputi informasi mengenai kondisi hidrologis. serta kegiatan sosial ekonomi budaya masyarakat yang terkait dengan pelaksanaan pengelolaan sumber daya air. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN yang ditetapkan dalam izin. Ayat (2) Informasi lingkungan pada sumber daya air misalnya. dikelola oleh institusi yang membidangi sumber daya air. hidrogeologis. Informasi kondisi hidrometeorologis misalnya tentang temperatur udara. (1) (2) (3) (4) Informasi sumber daya air mengenai kondisi hidrometeorologis Pasal 82 Ayat (1) Informasi kondisi hidrologis misalnya tentang curah hujan. hidrometeorologis. tingkat pendidikan. serta kegiatan sosial ekonomi budaya masyarakat yang terkait dengan sumber daya air. teknologi sumber daya air. prasarana sumber daya air. Informasi sumber daya air mengenai kondisi hidrologis. teknologi sumber daya air. program dan pendanaan.Pasca Harmonisasi. peta zona pemanfaatan sumber air. misalnya jumlah penduduk. Informasi kondisi hidrogeologis mencakup cekungan air tanah misalnya potensi air tanah dan kondisi akuifer atau lapisan pembawa air. keberadaan masyarakat hukum adat. Ayat (4) 92/109 . Informasi sumber daya air mengenai kegiatan sosial ekonomi budaya masyarakat yang terkait dengan sumber daya air selain sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dikelola oleh berbagai institusi sesuai dengan peraturan perundang-undangan. debit sungai. kecepatan angin. dan kelembaban udara. penghasilna per kapita. mata pencaharian. dan tinggi muka air pada sumber air. lingkungan pada sumber daya air dan sekitarnya. Ayat (3) Informasi kegiatan sosial ekonomi budaya masyarakat yang terkait dengan sumber daya air dalam ketentuan ini. penggunaan sumber daya air. kebijakan sumber daya air.

pengelola sumber daya air wajib mengikuti norma. pengoperasian. Yang termasuk “data dan informasi” adalah data dan informasi dalam bentuk media elektronik dan media cetak. pemeliharaan. Dalam rangka menjaga keakuratan. Pengelolaan sistem informasi sumber daya air sebagaimana Ayat (2) dimaksud pada ayat (1) dilakukan melalui tahapan: a. dan Ayat (6) ketepatan waktu atas data dan informasi yang disampaikan Cukup jelas. c. standar. evaluasi sistem informasi sumber daya air. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (5) dikelola oleh instansi yang membidangi meteorologi dan geofisika. Ambhara Hotel. Pengelolaan sistem informasi sumber daya air sebagaimana Ayat (3) dimaksud pada ayat (1) diselenggarakan oleh Pemerintah dan Cukup jelas. Huruf c. 93/109 . Cukup jelas. dan Cukup jelas. b. kebenaran. Cukup jelas. Ayat (5) Cukup jelas. kebenaran. penyimpanan dan pengolahan data. Pemerintah dan pemerintah daerah dalam menyediakan Ayat (5) informasi sumber daya air berkewajiban menjaga keakuratan.Pasca Harmonisasi. Cukup jelas. Cukup jelas. Huruf a. Informasi sumber daya air mengenai kondisi hidrogeologis dikelola oleh instansi yang membidangi air tanah. (1) (2) (3) (4) (5) (6) Pasal 83 Pasal 83 Pengelolaan sistem informasi sumber daya air meliputi Ayat (1) kegiatan perencanaan. Cukup jelas. pengambilan dan pengumpulan data. dan ketepatan waktu atas data dan informasi. penyebarluasan data dan informasi. Pemerintah dan pemerintah daerah menyediakan informasi Ayat (4) sumber daya air untuk diakses oleh pihak yang berkepentingan. dan Huruf b. pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya.

Ayat (8) Yang dimaksud dengan “pejabat yang berwenang” adalah pejabat yang ditetapkan oleh Menteri. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (7) (8) pedoman. dan wilayah sungai strategis nasional. Pemerintah dan pemerintah daerah dalam menjaga keakuratan data. lembaga. dan informasi sebagai hasil analisis data yang memerlukan keahlian khusus. melakukan pembaharuan dan penerbitan informasi sumber daya air secara periodik.Pasca Harmonisasi. (1) Pasal 84 Pasal 84 Departemen mengelola sistem informasi sumber daya air pada Cukup jelas. 94/109 . dan manual pengelolaan sistem informasi. wilayah sungai lintas provinsi. (9) Akses terhadap informasi sumber daya air yang bersifat khusus dapat dikenakan biaya jasa penyediaan informasi sumber daya air. serta menghimpun informasi sumber daya air tingkat nasional. Ayat (10) Cukup jelas. Ayat (7) Cukup jelas. dan perseorangan yang melaksanakan kegiatan pengelolaan informasi berkaitan dengan sumber daya air menyampaikan laporan hasil kegiatannya kepada instansi Pemerintah dan pemerintah daerah yang bertanggung jawab di bidang sumber daya air. wilayah sungai lintas negara. Ambhara Hotel. misalnya peta sumber daya air skala besar peta cekungan air tanah skala besar. organisasi. menghimpun semua informasi sumber daya air yang dikelola oleh departemen dan institusi lain di tingkat nasional. gubernur atau bupati/walikota untuk menyelenggarakan pengelolaan sistem informasi sumber daya air. Ayat (9) Yang dimaksud dengan “informasi sumber daya air yang bersifat khusus”. (10) Badan hukum. Data yang dipakai sebagai informasi sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dianggap benar setelah disahkan oleh pejabat yang berwenang.

sektor dan pihak lain yang terkait di tingkat pusat serta unit pelaksana teknis pengelola data dan informasi tingkat provinsi dan kabupaten/kota.Pasca Harmonisasi. penyimpan. dinas provinsi melakukan koordinasi dengan dinas dan institusi lain yang terkait di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. provinsi. Dinas di tingkat provinsi berfungsi sebagai pemasok data dan informasi bagi unit pelaksana teknis pengelola data dan informasi tingkat nasional dan sekaligus sebagai penyeleksi. sektor dan pihak lain yang terkait di tingkat provinsi serta unit pelaksana teknis pengelola data dan informasi tingkat kabupaten/kota. Departemen melakukan koordinasi dengan departemen dan institusi lain yang terkait di tingkat pusat. penyaji dan penyebar data dan informasi yang dikompilasi dari pengelola sumber daya air di wilayah sungai lintas kabupaten/kota. Ambhara Hotel. untuk wilayah sungai lintas kabupaten/kota yang ada dalam provinsi bersangkutan dan menghimpun semua informasi sumber daya air pada tingkat provinsi. lintas negara. penyaji dan penyebar data dan informasi yang dikompilasi dari pengelola sumber daya air di wilayah sungai lintas provinsi. Dalam mengelola sistem informasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). penyimpan. strategis nasional. (1) (2) (3) Pasal 85 Pasal 85 Dinas provinsi mengelola sistem informasi sumber daya air Cukup jelas. dan kabupaten/kota. Dalam mengelola sistem informasi sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 95/109 . 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (2) (3) Departemen berfungsi sebagai penyeleksi.

(1) 96/109 . 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (1) (2) (3) Pasal 86 Pasal 86 Dinas kabupaten/kota mengelola sistem informasi sumber daya Cukup jelas. pengatura n standar format penyediaan data dan informasi. kewenangannya dalam pengelolaan sistem informasi sumber daya air dapat membentuk unit pelaksana teknis.Pasca Harmonisasi. dinas kabupaten/kota melakukan koordinasi dengan dinas dan institusi lain yang terkait di tingkat kabupaten/kota. air untuk wilayah sungai dalam kabupaten/kota bersangkutan dan menghimpun semua informasi sumber daya air pada tingkat kabupaten/kota. Ambhara Hotel. (2) Unit pelaksana teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dibentuk sebagai organisasi tersendiri atau menjadi bagian dari unit dari pengelola sumber daya air. Pasal 88 Pasal 88 Pengelolaan sistem informasi sumber daya air diatur lebih lanjut Pedoman pengelolaan sistem informasi sumber daya air dalam pedoman yang ditetapkan oleh Menteri setelah antara lain meliputi: dikoordinasikan dengan menteri terkait. Dinas di tingkat kabupaten/kota yang berfungsi sebagai pemasok data dan informasi bagi unit pelaksana teknis pengelola data dan informasi tingkat provinsi serta sebagai penyeleksi dan penyimpan data. penyaji dan penyebar informasi yang dikompilasi dari pengelola sumber daya air di wilayah sungai dalam kabupaten/kota serta sektor dan pihak lain yang terkait di tingkat kabupaten/kota bersangkutan. a. Dalam mengelola sistem informasi sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 87 Pasal 87 Pemerintah dan pemerintah daerah sesuai dengan Cukup jelas.

d. Dana yang dibutuhkan dalam pengelolaan sumber Ayat (3) daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (2) mencakup jenis Cukup jelas.Pasca Harmonisasi. biaya perencanaan. biaya operasi dan pemeliharaan. c. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN b. berdasarkan kebutuhan nyata pengelolaan sumber daya air. b. dan c. biaya pelaksanaan konstruksi. Ambhara Hotel. BAB X PEMBIAYAAN Pasal 89 Pasal 89 Ayat (1) Pembiayaan pengelolaan sumber daya air ditetapkan Cukup jelas. pengump kompatibil (1) (2) (3) 97/109 . pembiayaan untuk: a. e. biaya sistem informasi. evaluasi. dan pemberdayaan masyarakat. Pembiayaan pengelolaan sumber daya air Ayat (2) berdasarkan kebutuhan nyata sebagaimana dimaksud pada ayat Cukup jelas. ulan data di lapangan. biaya pemantauan. itas sistem pengolahan data. (1) merupakan dana yang benar-benar dibutuhkan dalam pengelolaan sumber daya air.

dan pengendalian daya rusak air. dan pengendalian daya rusak air. Biaya sistem informasi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf a merupakan biaya yang dibutuhkan untuk pengumpulan. Biaya pelaksanaan konstruksi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf c mencakup biaya untuk pelaksanaan fisik dan nonfisik kegiatan konservasi sumber daya air. dan rencana pengelolaan sumber daya air. pendayagunaan sumber daya air. dan pemberdayaan masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf e merupakan biaya yang dibutuhkan untuk pemantauan dan evaluasi pelaksanaan pengelolaan sumber daya air. antara lain pelatihan untuk kelompok masyarakat pemakai air. Ayat (7) Cukup jelas. Ayat (6) Cukup jelas. Ambhara Hotel. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (4) (5) (6) (7) (8) (9) Setiap jenis pembiayaan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) mencakup pembiayaan untuk kegiatan konservasi sumber daya air.Pasca Harmonisasi. Biaya pemantauan. 98/109 . Ayat (4) Cukup jelas. penyimpanan. upaya-upaya peningkatan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sumber daya air. pola. Ayat (5) Cukup jelas. Ayat (9) Yang dimaksud dengan “biaya pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya air”. Ayat (8) Cukup jelas. Biaya operasi dan pemeliharaan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf d merupakan biaya untuk operasi prasarana sumber daya air serta pemeliharaan sumber daya air dan prasarana sumber daya air. evaluasi. Biaya perencanaan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf b merupakan biaya yang diperuntukan bagi kegiatan penyusunan kebijakan. pengolahan. serta biaya untuk pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya air. pendayagunaan sumber daya air. dan penyebarluasan informasi sumber daya air.

pembangunan pembangkit listrik tenaga air. antara lain: membayar biaya jasa pengelolaan sumber daya air atas 1. dan c. 2. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (1) (2) (3) (4) Pasal 90 Pasal 90 Sumber pembiayaan pengelolaan sumber daya air Ayat (1) dapat berasal dari: Cukup jelas. anggaran swasta. hasil penerimaan biaya jasa pengelolaan sumber daya air. pengelolaan sumber daya air misalnya dalam hal pembangunan dan pengoperasian prasarana pengolahan limbah untuk suatu kawasan industri. biaya beban limbah cair yang dibuang oleh pemanfaatan atau pengusahaan sumber daya air. anggaran pemerintah. Anggaran pemerintah sebagaimana dimaksud pada ayat Ayat (2) (1) huruf a diperuntukkan bagi pembiayaan pengelolaan sumber Cukup jelas. a. Hasil penerimaan biaya jasa pengelolaan sumber daya Ayat (4) air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c merupakan Termasuk dalam biaya jasa pengelolaan sumber dana yang dipungut dari pengguna sumber daya air yang wajib daya air. biaya yang dibebankan kepada pemakai areal 99/109 . pelaku kegiatan yang karena usaha dan/atau kegiatannya membuang limbah cair ke sumbersumber air yang dikelola oleh pengelola sumber daya air. b. Anggaran swasta sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Ayat (3) huruf b merupakan keikutsertaan pembiayaan swasta dalam Keikutsertaaan pembiayaan swasta dalam pengelolaan sumber daya air. 3. daya air wilayah sungai.Pasca Harmonisasi. biaya yang dibebankan kepada pelaku kegiatan penambangan bahan galian golongan C yang karena usaha dan/atau kegiatannya memanfaatkan bahan galian golongan C di sumber-sumber air. Ambhara Hotel.

Usul Dep. Ambhara Hotel. pemerintah provinsi. 2006: Ayat (1) perlu dikutip secara lengkap dari UU SDA Pasal 79 ayat (1) atau Pasal Dana dari Pemerintah digunakan untuk membiayai 78 (2). operasi dan pemeliharaan sumber daya air beserta prasarananya (1) Pemerintah dan pemerintah daerah dan jasa pelayanan pengelolaan air di wilayah bertanggung jawab menyediakan anggaran untuk biaya sungai lintas provinsi. Keuangan. Dana dari pemerintah provinsi digunakan untuk membiayai pembangunan dan investasi. 2006: 100/109 . Pasal 91 Pasal 91 Usul Dep. (2) Pembiayaan pengelolaan suatu wilayah sungai Ayat (2) dapat dilakukan melalui pola kerja sama antara Pemerintah. tanggung jawabnya. operasi dan pemeliharaan sumber daya air beserta prasarananya dan jasa pelayanan pengelolaan air di wilayah sungai lintas kabupaten/kota. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (5) Tata cara penerimaan dan penggunaan sumber pembiayaan sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) diatur sesuai dengan peraturan perundang-undangan. operasi dan pemeliharaan sumber daya air beserta prasarananya dan jasa pelayanan pengelolaan air di wilayah sungai dalam kabupaten/kota. pengelolaan sumber daya air sesuai dengan kewenangan dan dan wilayah sungai strategis nasional. pembangunan dan investasi. yang memperoleh manfaat atas penggunaan tanah pada daerah manfaat sumber-sumber air. 4 Des. Ayat (5) Cukup jelas. Cukup jelas. 4 Des. Dana dari pemerintah kabupaten/kota digunakan untuk membayai pembangunan dan investasi. dan pemerintah kabupaten/kota sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Keuangan.Pasca Harmonisasi. wilayah sungai lintas negara.

b. Nilai satuan biaya jasa pengelolaan sumber daya air untuk setiap jenis penggunaan sumber daya air didasarkan pada kemampuan ekonomi kelompok pengguna dan volume penggunaan sumber daya air. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN perlu diciocokkan dengan UU SDA Pasal 78 (4). amortisasi dan bunga investasi. dan d. Perhitungan ekonomi rasional yang dapat dipertanggungjawabkan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) didasarkan pada unsur: a. atau bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya. gubernur. Pasal 92 Pasal 92 Biaya jasa pengelolaan sumber daya air sebagaimana Cukup jelas. BUMD. Ambhara Hotel. biaya pengembangan sumber daya air.Pasca Harmonisasi. biaya operasi dan pemeliharaan. dll  dimasukkan dalam ayat atau pasal terpisah. c. Penetapan nilai satuan biaya jasa pengelolaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dilakukan oleh Menteri. dimaksud dalam Pasal 89 ayat (4) didasarkan pada perhitungan ekonomi rasional yang dapat dipertanggungjawabkan. Pedoman perhitungan biaya jasa pengelolaan sumber 101/109 (1) (2) (3) (4) (5) (6) . Penentuan kelompok ekonomi pengguna sebagaimana dimaksud pada ayat (3) didasarkan pada jenis penggunaan dan tujuan penggunaan sumber daya air. bukan hanya mengatur untuk pemerintah dan pemda tetapi juga BUMN. biaya depresiasi.

menteri yang terkait dengan sumber daya air atau lembaga nondepartemen yang terkait dengan sumber daya air. Pasal 93 Yang dimaksud dengan “pengelola sumber daya air”. 2006  perlu ditambahkan BUMN BAB XI PENGAWASAN (1) Pasal 94 Pengawasan atas penyelenggaraan pengelolaan sumber daya air ditujukan untuk menjamin tercapainya kesesuaian antara pelaksanaan pengelolaan sumber daya air Pasal 94 Cukup jelas. Usul Dep. Usul Dep. 4 Des. unit pelaksana teknis pengelola sumber daya air pada wilayah sungai. misalnya perusahaan umum pengelola sumber daya air. Pasal 93 Pengelola sumber daya air berhak memungut dan menerima biaya jasa pengelolaan sumber daya air dari para pengguna jasa pengelolaan sumber daya air. 102/109 . 2006 ayat (5) dan (6)  perlu dicantumkan bahwa dalam penetapan pedoman dan nilai satuan oleh Menteri perlu berkonsultasi dengan Menteri Keuangan. 4 Des. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN daya air dan nilai satuan biaya jasa pengelolaan sumber daya air ditetapkan lebih lanjut oleh Menteri.Pasca Harmonisasi. Keuangan. Keuangan. Ambhara Hotel.

Pengawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan penyelenggaraan pengawasan yang dilakukan oleh pengelola sumber daya air. BAB XII SANKSI ADMINISTRASI Pasal 95 Cukup jelas. instansi berwenang.Pasca Harmonisasi. dan bentuk-bentuk tindakan lainnya dalam rangka memperbaiki dan menyempurnaan penyelenggaraan pengelolaan sumber daya air. Pihak yang berwenang wajib menindaklanjuti laporan hasil pengawasan sebagaimana yang dimaksud pada ayat (5). keuangan. Penyelenggaraan pengawasan oleh Pemerintah atau pemerintah daerah dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. dan peningkatan penyelenggaraan pengelolaan sumber daya air. penyempurnaan. pengaduan. Pasal 95 (1) Setiap orang atau badan usaha sebagai pemrakarsa atau pelaksana kegiatan pelaksanaan konstruksi atau pengusaha 103/109 . Pengawasan yang dilakukan oleh masyarakat dapat diwujudkan dalam bentuk laporan. Laporan hasil pengawasan merupakan bahan/masukan bagi perbaikan. dan masyarakat. Ambhara Hotel. dalam bentuk peringatan. pemberian sanksi. dan gugatan kepada pihak yang berwenang dalam pengelolaan sumber daya air. maupun substansi pengelolaan sumber daya air. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (2) (3) (4) (5) (6) dengan semua ketentuan yang berlaku baik yang menyangkut ketentuan administratif.

dan biaya pemulihan. c. Dalam hal pemrakarsa pelaksanaan konstruksi yang telah dikenakan sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) selama 14 (empat belas) hari kalender dan tetap tidak melakukan upaya pemulihan dan perbaikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikenakan sanksi berupa pembekuan izin. (3) Penyedia jasa konstruksi yang melanggar ketentuan peraturan pemerintah ini dikenakan sanksi sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan di bidang jasa konstruksi. dikenakan sanksi penghentian sementara pelaksanaan kegiatan. (1) (2) Pasal 96 Pasal 96 Pemrakarsa pelaksanaan konstruksi yang tidak melakukan Cukup jelas. Dalam hal pemrakarsa pelaksanaan konstruksi tidak mengindahkan peringatan tertulis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sebanyak 3 (tiga) kali berturut-turut dengan tenggang waktu masing-masing 7 (tujuh) hari kalender.Pasca Harmonisasi. Ambhara Hotel. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN atau pengelola sumber daya air dapat dikenai sanksi administratif berupa: a. Pembekuan izin. Penghentian sementara pelaksanaan kegiatan. Peringatan tertulis. ganti kerugian yang ditimbulkan. Dalam hal pemrakarsa pelaksanaan konstruksi yang telah 104/109 (3) (4) . upaya pemulihan dan perbaikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (4) dikenakan sanksi berupa peringatan tertulis. (2) Selain pengenaan sanksi administratif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dikenai sanksi berupa ganti kerugian yang ditimbulkan dan biaya pemulihan. b. d. Pencabutan izin.

(3) (4) 105/109 . 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN dikenakan sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) selama 14 (empat belas) hari kalender dan tetap tidak melakukan upaya pemulihan dan perbaikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikenakan sanksi berupa pencabutan izin. ganti kerugian yang ditimbulkan. (1) (2) Pasal 98 Pasal 98 Pemegang izin pelaksanaan konstruksi yang melanggar Cukup jelas. Ambhara Hotel. Dalam hal pemegang izin pelaksanaan konstruksi yang telah dikenakan sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) selama 14 (empat belas) hari kalender dan tetap tidak melakukan perbaikan atas pelanggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikenakan sanksi pembekuan izin.Pasca Harmonisasi. Pasal 97 Pasal 97 Setiap orang atau badan usaha yang melanggar ketentuan Pasal 38 Cukup jelas. ayat (4) dikenakan sanksi berupa ganti kerugian yang ditimbulkan dan biaya pemulihan. ketentuan Pasal 74 dikenakan sanksi berupa peringatan tertulis. dan biaya pemulihan. Dalam hal pemegang izin pelaksanaan konstruksi yang telah dikenakan sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) selama 14 (empat belas) hari kalender dan tetap melakukan kegiatan dikenakan sanksi pencabutan izin. Dalam hal pemegang izin pelaksanaan konstruksi tidak mematuhi peringatan tertulis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sebanyak 3 (tiga) kali berturut-turut dalam tenggang waktu masing-masing 7 (tujuh) hari kalender dikenakan sanksi berupa penghentian sementara kegiatan.

ayat (6) dikenakan sanksi berupa peringatan tertulis. Pasal 100 Pasal 100 Pengelola sumber daya air yang melanggar ketentuan Pasal 83 Cukup jelas. Dalam hal pemegang izin penggunaan sumber daya air dan pelaksana pengembangan sumber daya air tidak mematuhi peringatan tertulis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sebanyak 3 (tiga) kali berturut-turut dalam tenggang waktu masing-masing 7 (tujuh) hari kalender dikenakan sanksi penghentian sementara kegiatan. Dalam hal pengelola sumber daya air tidak mematuhi peringatan tertulis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sebanyak 3 (tiga) kali berturut-turut dalam tenggang waktu 106/109 (1) (2) . 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (1) (2) (3) (4) Pasal 99 Pasal 99 Pemegang izin penggunaan sumber daya air yang melanggar Cukup jelas. Dalam hal pemegang izin penggunaan sumber daya air dan pelaksana pengembangan sumber daya air yang telah dikenakan sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) selama 14 (empat belas) hari kalender dan tetap tidak melakukan perbaikan atas pelanggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikenakan sanksi pembekuan izin. ketentuan Pasal 78 ayat (1) dan pelaksana pengembangan sumber daya air yang melanggar ketentuan Pasal 59 ayat (2) dikenakan sanksi berupa peringatan tertulis.Pasca Harmonisasi. Dalam hal pemegang izin penggunaan sumber daya air dan pelaksana pengembangan sumber daya air yang telah dikenakan sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) selama 14 (empat belas) hari kalender dan tetap tidak melakukan perbaikan atas pelanggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikenakan sanksi pencabutan izin. Ambhara Hotel.

Dalam hal pengelola sumber daya air yang telah dikenakan sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) selama 14 (empat belas) hari kalender dan tetap tidak melakukan perbaikan atas pelanggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikenakan sanksi pencabutan izin. BAB XIII KETENTUAN PERALIHAN Pasal 101 Pasal 101 Dengan berlakunya peraturan pemerintah ini. Dalam hal pengelola sumber daya air yang telah dikenakan sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) selama 14 (empat belas) hari kalender dan tetap tidak melakukan perbaikan atas pelanggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikenakan sanksi pembekuan izin.Pasca Harmonisasi. undangan yang mengatur mengenai pengelolaan sumber daya air yang telah ada sepanjang tidak bertentangan dan belum diganti dengan yang baru berdasarkan peraturan pemerintah ini dinyatakan tetap berlaku. 107/109 . peraturan perundangCukup jelas. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (3) (4) masing-masing 7 (tujuh) hari kalender dikenakan sanksi berupa penghentian sementara pelaksanaan kegiatan. Ambhara Hotel.

.).. Tambahan Lembaran Negara Nomor ... 108/109 . Ambhara Hotel.) dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. harus mengajukan permohonan izin kepada pihak yang berwenang.. Ctt : dalam hal wadah koordinasi belum dibentuk akan ditetapkan oleh TKPSDA/PTPA dan diatur dalam aturan peralihan BAB XIV KETENTUAN PENUTUP Pasal 103 Pada saat peraturan pemerintah ini mulai berlaku: 1. dinyatakan tetap berlaku sampai dengan masa berlakunya berakhir... selambatlambatnya 1 (satu) tahun sejak peraturan pemerintah ini berlaku..... sumber daya air dan pengusahaan sumber daya air.. (2) Izin yang telah diterbitkan atau perjanjian yang telah disepakati berkaitan dengan penggunaan sumber daya air sebelum ditetapkan peraturan pemerintah ini. Tambahan Lembaran Negara Nomor .. Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 1982 tentang Tata Pengaturan Air (Lembaran Negara Tahun 1982 Nomor .Pasca Harmonisasi. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 1981 tentang Iuran Pembiayaan Eksploitasi dan Pemeliharaan Prasarana Pengairan (Lembaran Negara Tahun 1981 Nomor ....... Pasal 103 Cukup jelas. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN Pasal 102 Pasal 102 (1) Semua pihak yang tanpa izin telah melaksanakan penggunaan Cukup jelas.. 2.

.Pasca Harmonisasi.... TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR . Ambhara Hotel. Agar setiap orang mengetahuinya... Ditetapkan di Jakarta Pada tanggal PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA ttd SUSILO BAMBANG YUDHOYONO Diundangkan di Jakarta Pada tanggal SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA ttd YUSRIL IHZA MAHENDRA Pasal 104 Cukup jelas. Ctt : dalam hal wadah koordinasi belum dibentuk akan ditetapkan oleh TKPSDA dan diatur dalam aturan peralihan 109/109 . memerintahkan pengundangan peraturan pemerintah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.. LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2007 NOMOR ... 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN Pasal 104 Peraturan pemerintah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.