Pasca Harmonisasi, Ambhara Hotel, 1 Mei 2007

Rancangan PP Pengelolaan SDA

BATANG TUBUH

PENJELASAN

RANCANGAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR ........ TAHUN 2007 TENTANG PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, I. Menimbang : bahwa untuk melaksanakan Pasal 10, Pasal 11, Pasal 21, Pasal 22, Pasal 25, Pasal 27, Pasal 28, Pasal 31, Pasal 32, Pasal 38, Pasal 39, Pasal 42, Pasal 43, Pasal 44, Pasal 53, Pasal 54, Pasal 57, Pasal 58, Pasal 60, Pasal 61, Pasal 62, Pasal 63, Pasal 64, Pasal 69, Pasal 76, Pasal 81, dan Pasal 84 Undang–Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air perlu menetapkan peraturan 1.

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PENJELASAN ATAS RANCANGAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR ……. TAHUN 2007 TENTANG PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR

UMUM Pengaturan mengenai proses dan pelaksanaan pengelolaan sumber daya air yang menyeluruh, terpadu, dan berwawasan lingkungan hidup dalam peraturan pemerintah ini sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air dimaksudkan agar: a. pendayagunaan sumber daya air dapat diselenggarakan dengan menjaga kelestaraian
1/109

Pasca Harmonisasi, Ambhara Hotel, 1 Mei 2007

Rancangan PP Pengelolaan SDA

BATANG TUBUH

PENJELASAN

pemerintah tentang pengelolaan sumber daya air; Mengingat : 1. Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; 2. Undang–Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 32, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4377); MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN PEMERINTAH TENTANG PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR.

2.

fungsi sumber daya air secara berkelanjutan; b. terciptanya keseimbangan antara fungsi sosial, fungsi lingkungan hidup, dan fungsi ekonomi sumber daya air; c. tercapainya sebesar-besar kemanfaatan umum sumber daya air secara efektif dan efisien; d. terwujudnya keserasian untuk berbagai kepentingan dengan memperhatikan sifat alami air yang dinamis; e. terlindunginya hak setiap warga negara untuk memperoleh kesempatan yang sama untuk berperan dan menikmati hasil pengelolaan sumber daya air; dan f. terwujudnya keterbukaan dan akuntabilitas pengelolaan sumber daya air. Kebijakan pengelolaan sumber daya air dimaksudkan sebagai arahan strategis yang menjadi dasar dalam mengintegrasikan kepentingan pengembangan wilayah administrasi dengan pengelolaan sumber daya air yang berbasis wilayah sungai. Kebijakan pengelolaan sumber daya air disusun dengan memperhatikan kondisi wilayah administratif seperti perkembangan penduduk dan ekonomi, sosial budaya, serta kebutuhan air. Kebijakan pengelolaan sumber daya air disusun di tingkat nasional, provinsi, dan kabupaten/kota. Kebijakan pengelolaan sumber daya air di tingkat nasional menjadi acuan dalam penyusunan kebijakan pengelolaan sumber daya air di tingkat provinsi dan di tingkat kabupaten/kota secara
2/109

Pasca Harmonisasi, Ambhara Hotel, 1 Mei 2007

Rancangan PP Pengelolaan SDA

BATANG TUBUH

PENJELASAN

berjenjang. 3. Sumber daya air merupakan sumber daya alam yang terbaharui dan secara alami keberadaaannya di dalam wilayah hidrografis yang disebut daerah aliran sungai (DAS) mengikuti siklus hidrologis. Ketersediaan sumber daya air dalam setiap DAS sangat dipengaruhi kondisi cuaca dan hidrogeologi setempat, sehingga mengakibatkan adanya DAS dengan ketersediaan air melimpah dan DAS yang sangat kekurangan air. Untuk mewujudkan asas keseimbangan dan asas keadilan dalam pengelolaan sumber daya air maka untuk efektifitas dan efisiensi pengelolaannya perlu dilakukan penyatuan beberapa DAS dalam satu wilayah pengelolaan yang disebut wilayah sungai. Namun demikian, dengan mempertimbangkan efektifitas dan efisiensi pengelolaan suatu DAS dapat merupakan satu wilayah pengelolaan apabila mampu mencukupi kebutuhan sumber daya air di wilayahnya. Selain itu, dengan pertimbangan yang sama, kumpulan pulaupulau kecil dapat pula menjadi satu wilayah pengelolaan. Mengingat sumber daya air adalah sumber daya alam yang mempunyai sifat mengalir sehingga membentuk suatu sistem yang meliputi berbagai komponen sumber daya yang akan terkait satu sama lain. Dengan demikian, pengelolaan sumber daya air akan berdampak terhadap kondisi sumber daya lainnya dan sebaliknya pengelolaan sumber daya lainnya dapat berpengaruh terhadap kondisi sumber daya air. Oleh karena itu, agar pengelolaan berbagai sumber daya
3/109

4.

Rencana pengelolaan sumber daya air dilakukan melalui inventarisasi sumber daya air.Pasca Harmonisasi. dan mengevaluasi kegiatan konservasi sumber daya air. Ambhara Hotel. dan pengendaliaan daya rusak air pada wilayah sungai. . diperlukan suatu acuan pengelolaan terpadu antarinstansi dan antarwilayah. Rencana pengelolaan sumber daya air merupakan rencana induk yang menjadi dasar bagi penyusunan program dan pelaksanaan kegiatan konservasi sumber 4/109 6. yaitu berupa pola pengelolaan sumber daya air. proses penyusunannya harus dilakukan secara terbuka melalui perlibatan berbagai pihak yang berkepentingan dan ditetapkan oleh pihak yang berwenang. Pola pengelolaan sumber daya air memuat tujuan beserta dasar pertimbangan pengelolaan sumber daya air. Agar pola pengelolaan sumber daya air tersebut menjadi bingkai yang mengikat. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN tersebut dapat menghasilkan manfaat bagi masyarakat secara optimum. serta langkah operasional dalam pelaksanaan strategi pengelolaan sumber daya air. pendayagunaan sumber daya air. 5. melaksanakan. memantau. skenario dan strategi pengelolaan sumber daya air. Pola pengelolaan sumber daya air merupakan kerangka dasar dalam merencanakan. Pola pengelolaan sumber daya air dijabarkan dalam rencana pengelolaan sumber daya air. Pola pengelolaan sumber daya air disusun dengan memperhatikan kebijakan pengelolaan sumber daya air pada wilayah administrasi yang bersangkutan. penyusunan dan penetapan rencana pengelolaan sumber daya air.

operasi dan pemeliharaan sumber daya air tersebut dilaksanakan oleh Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya atau dengan saling bekerja sama antara Pemerintah dan pemerintah daerah atau antarpemerintah daerah. pendayagunaan sumber daya air. daya dukung. operasi dan pemeliharaan sumber daya air yang meliputi pemeliharaan sumber air serta operasi dan pemeliharaan prasarana sumber daya air. Ambhara Hotel. Untuk menjaga kelangsungan keberadaan. dan fungsi sumber daya air dilakukan konservasi sumber daya air melalui kegiatan perlindungan dan pelestarian sumber air. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN daya air. dan pengendalian daya rusak air. Kegiatan konstruksi.Pasca Harmonisasi. . dan/atau penyempurnaan rencana tata ruang wilayah. Rencana induk tersebut memuat pokok-pokok program konservasi sumber daya air. 7. Rencana pengelolaan sumber daya air merupakan salah satu unsur dalam penyusunan. dan pengendalian daya rusak air yang meliputi upaya fisik dan nonfisik. pengawetan 5/109 8. dan pengendalian daya rusak air oleh masing-masing sektor dan wilayah administrasi. pendayagunaan sumber daya air. pendayagunaan sumber daya air. dilakukan melalui pelaksanaan kontruksi prasarana sumber daya air. Pelaksanaan kegiatan konservasi sumber daya air. daya tampung. peninjauan kembali. serta dengan melibatkan masyarakat dan badan usaha. termasuk prakiraan kelayakan serta desain dasar upaya fisik.

penggunaan. Pemerintah atau pemerintah daerah sedapat mungkin mengutamakan kegiatan yang bersifat nonfisik daripada yang bersifat fisik serta mendorong kepada masyarakat untuk melakukan upaya pengawetan dan penghematan air. Pendayagunaan sumber daya air dilakukan melalui penatagunaan. serta penyebarluasan informasi dan penyuluhan kepada 6/109 10. penyediaan. dan terkoordinasi mencakup upaya pencegahan. Pemerintah atau pemerintah daerah wajib melibatkan peran masyarakat dalam pelaksanaan konservasi sumber daya air dengan menerapkan sistem insentif kepada masyarakat yang telah berperan dalam pelaksanaan konservasi sumber daya air serta disinsentif kepada masyarakat yang mengabaikan prinsip konservasi. pengembangan. dan pengusahaan sumber daya air. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN air. Pendayagunaan sumber daya air bertujuan untuk memanfaatkan sumber daya air secara berkelanjutan dengan mengutamakan fungsi sosial sumber daya air guna mewujudkan pemenuhan kebutuhan pokok kehidupan masyarakat akan air secara adil. Upaya pencegahan dilakukan dengan peringatan dini. pengelolaan kualitas air. Dalam pelaksanaan konservasi sumber daya air. menyeluruh. pemindahan dan/atau penyelamatan penduduk yang bermukim di kawasan rawan bencana. 9. serta pengendalian pencemaran air dengan mengacu pada pola pengelolaan sumber daya air. penanggulangan dan pemulihan akibat bencana dengan mengutamakan upaya pencegahan. Ambhara Hotel.Pasca Harmonisasi. Pengendalian daya rusak air perlu dilakukan terpadu. .

1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN masyarakat. . tetapi mengganti sebagian biaya yang diperlukan untuk pengelolaan sumber daya air. Sistem informasi sumber daya air. Pemerintah dan pemerintah daerah menyelenggarakan sistem informasi sumber daya air sesuai dengan kewenangannya. perlu dikelola secara terpadu sehingga informasi yang tersedia dapat terjamin keakuratan. serta dapat diakses oleh berbagai pihak yang berkepentingan. Pembiayaan pengelolaan sumber daya air diperlukan untuk mendukung terselenggaranya pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan. dan ketepatan waktunya. Untuk mendukung pengelolaan sumber daya air. yang merupakan jaringan informasi yang tersebar dan dikelola oleh berbagai institusi baik pada tingkat pusat maupun daerah. Kewajiban ini dikecualikan bagi penggunaan sumber daya air untuk kebutuhan pokok sehari-hari dan untuk pertanian rakyat.Pasca Harmonisasi. Pembebanan biaya jasa pengelolaan sumber daya air ini dimaksudkan sebagai instrumen agar masyarakat berhemat dalam penggunaan air serta 7/109 12. 11. Upaya penanggulangan diutamakan untuk keselamatan jiwa manusia dengan mengutamakan pemenuhan kebutuhan dasarnya dan bersifat segera. Biaya jasa pengelolaan air bukan merupakan pembayaran atas harga air. Pengguna sumber daya air wajib menanggung biaya jasa pengelolaan sumber daya air. Sedangkan upaya pemulihan ditujukan untuk memfungsikan kondisi lingkungan hidup serta sarana dan prasarana umum yang terkena bencana. kebenaran. Ambhara Hotel.

Perizinan dalam penggunaan sumber daya air merupakan instrumen pengendalian untuk mewujudkan ketertiban pengelolaan sumber daya air dan melindungi hak masyarakat untuk memperoleh akses atas air bagi pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari dan pertanian rakyat dalam sistem irigasi yang sudah ada. serta menjamin hak ulayat masyarakat hukum adat setempat. 13.Pasca Harmonisasi. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN menumbuhkan rasa ikut memiliki sumber daya air ataupun prasarana sumber daya air. Ambhara Hotel. 8/109 .

Kebijakan pengelolaan sumber daya air adalah arahan strategis untuk mengatasi masalah sumber daya air dan mengantisipasi perkembangan situasi dan kondisi sumber daya air. termasuk dalam pengertian ini air permukaan. Pola pengelolaan sumber daya air adalah kerangka dasar dalam merencanakan. di atas. dan pengendalian daya rusak 9/109 . air hujan. PASAL DEMI PASAL Pasal 1 Pasal 1 Dalam peraturan pemerintah ini yang dimaksud dengan: Cukup jelas. ataupun di bawah permukaan tanah. dan daya air yang terkandung di dalamnya. Sumber air adalah tempat atau wadah air alami dan/atau buatan yang terdapat pada. Sumber daya air adalah air. 6. Ambhara Hotel. dan air laut yang berada di darat. Air permukaan adalah semua air yang terdapat pada permukaan tanah. 5. dan pengendalian daya rusak air. di atas. 4. Pengelolaan sumber daya air adalah upaya merencanakan.Pasca Harmonisasi. 1. dan mengevaluasi penyelenggaraan konservasi sumber daya air. 7. Air tanah adalah semua air yang terdapat dalam lapisan tanah atau batuan di bawah permukaan tanah. memantau. 3. sumber air. dan mengevaluasi kegiatan konservasi sumber daya air. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN BAB I KETENTUAN UMUM II. memantau. melaksanakan. pendayagunaan sumber daya air. pendayagunaan sumber daya air. air tanah. 2. melaksanakan. ataupun di bawah permukaan tanah. 8. Air adalah semua air yang terdapat pada.

Pasca Harmonisasi, Ambhara Hotel, 1 Mei 2007

Rancangan PP Pengelolaan SDA

BATANG TUBUH

PENJELASAN

9.

10.

11.

12. 13.

14.

15.

air. Konservasi sumber daya air adalah upaya memelihara keberadaan, keberlanjutan keadaan, sifat dan fungsi sumber daya air agar senantiasa tersedia dalam kuantitas dan kualitas yang memadai untuk memenuhi kebutuhan mahluk hidup baik pada waktu sekarang maupun pada generasi yang akan datang. Pendayagunaan sumber daya air adalah upaya penatagunaan, penyediaan, penggunaan, pengembangan, dan pengusahaan sumber daya air secara optimal agar berhasil guna dan berdaya guna. Pengendalian daya rusak air adalah upaya untuk mencegah, menanggulangi, dan memulihkan kerusakan kualitas lingkungan yang disebabkan oleh daya rusak air. Daya rusak air adalah daya air yang dapat merugikan kehidupan. Wilayah sungai adalah kesatuan wilayah pengelolaan sumber daya air dalam satu atau lebih daerah aliran sungai dan/atau pulau-pulau kecil yang luasnya kurang dari atau sama dengan 2.000 km2. Daerah aliran sungai adalah suatu wilayah daratan yang merupakan satu kesatuan dengan sungai dan anak-anak sungainya, yang berfungsi menampung, menyimpan, dan mengalirkan air yang berasal dari curah hujan ke danau atau ke laut secara alami, yang batas di darat merupakan pemisah topografis dan batas di laut sampai dengan daerah perairan yang masih terpengaruh aktivitas daratan. Cekungan air tanah adalah suatu wilayah yang dibatasi oleh batas hidrogeologis, tempat semua kejadian hidrogeologis seperti proses pengimbuhan, pengaliran, dan pelepasan air tanah berlangsung.
10/109

Pasca Harmonisasi, Ambhara Hotel, 1 Mei 2007

Rancangan PP Pengelolaan SDA

BATANG TUBUH

PENJELASAN

16.

17. 18.

19.

20.

21.

22. 23.

24. 25.

26.

Konsultasi publik adalah kegiatan untuk menampung aspirasi para pihak yang berkepentingan dalam pengelolaan sumber daya air melalui dialog dan musyawarah. Pemulihan adalah upaya merehabilitasi suatu keadaan sehingga kembali pada fungsinya semula. Perlindungan sumber air adalah upaya pengamanan sumber air dari kerusakan yang ditimbulkan, baik akibat tindakan manusia maupun gangguan yang disebabkan oleh daya alam. Pengawetan air adalah upaya memelihara keberadaan dan ketersediaan air atau kuantitas air agar tersedia sesuai dengan fungsi dan manfaatnya. Pengelolaan kualitas air adalah upaya mempertahankan dan memulihkan kualitas air yang masuk dan yang berada di sumber air. Zona pemanfaatan sumber air adalah ruang pada sumber air yang dialokasikan, baik sebagai fungsi lindung maupun fungsi budidaya. Peruntukan air adalah penggolongan air pada suatu sumber air menurut jenis penggunaannya. Penyediaan sumber daya air adalah penentuan dan pemenuhan volume air persatuan waktu untuk memenuhi kebutuhan air dan daya air serta memenuhi berbagai keperluan sesuai dengan waktu, kualitas, dan kuantitas. Penggunaan sumber daya air adalah pemanfaatan sumber daya air dan prasarananya sebagai media dan/atau materi. Pengembangan sumber daya air adalah upaya peningkatan kemanfaatan fungsi sumber daya air untuk memenuhi kebutuhan air, dan/atau sumber air, dan/atau daya air. Modifikasi cuaca adalah upaya dengan cara memanfaatkan parameter cuaca dan kondisi iklim pada lokasi tertentu untuk
11/109

Pasca Harmonisasi, Ambhara Hotel, 1 Mei 2007

Rancangan PP Pengelolaan SDA

BATANG TUBUH

PENJELASAN

tujuan meminimalkan dampak bencana alam akibat iklim dan cuaca, seperti kekeringan dan/atau banjir. 27. Pengusahaan sumber daya air adalah upaya pemanfaatan sumber daya air untuk memenuhi kebutuhan usaha, seperti penggunaan air untuk bahan baku produksi, pemanfaatan potensinya, media usaha, ataupun penggunaan air untuk bahan pembantu produksi. 28. Masyarakat adalah seluruh rakyat Indonesia, baik sebagai orang perseorangan, kelompok orang, masyarakat adat, badan usaha, maupun yang berhimpun dalam suatu lembaga atau organisasi kemasyarakatan.  akan dicermati kembali  apakah akan dihilangkan? Setiap pasal yang menyebutkan masyarakat akan dicermati kembali untuk disesuaikan dengan konteks. Apakah masyrakat termasuk badan usaha?. 29. Pemerintah daerah adalah gubernur, bupati, atau walikota, dan perangkat daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah. 30. Pemerintah pusat, selanjutnya disebut Pemerintah, adalah Presiden Republik Indonesia yang memegang kekuasaan pemerintahan negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. 31. Departemen adalah departemen yang membidangi sumber daya air. 32. Menteri adalah menteri yang membidangi sumber daya air. 33. Menteri yang terkait dengan bidang sumber daya air atau kepala lembaga pemerintah nondepartemen yang terkait dengan bidang sumber daya air adalah menteri atau kepala lembaga pemerintah nondepartemen yang bidang tugasnya,
12/109

Pasal 2 Pasal 2 Ruang lingkup pengaturan dalam peraturan pemerintah ini meliputi Cukup jelas. antara lain meliputi fungsi pengelolaan hutan. penyusunan pola pengelolaan sumber daya air. pantai. c. 36. 37. transportasi air. pengendalian daya rusak air. Wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air adalah institusi tempat segenap pemilik kepentingan dalam bidang sumber daya air melakukan koordinasi dalam rangka mengintegrasikan kepentingan berbagai sektor. Ambhara Hotel. dan teknologi modifikasi cuaca. perikanan. pelaksanaan konstruksi. 35. Pengelola sumber daya air adalah institusi yang diberi wewenang untuk melaksanakan pengelolaan sumber daya air. d. Dewan Sumber Daya Air Nasional adalah wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air tingkat nasional. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN 34. lingkungan hidup. penataan ruang. g. operasi. penetapan kebijakan pengelolaan sumber daya air. konservasi sumber daya air. f. pertanian. meteorologi. Dinas adalah organisasi pemerintahan di tingkat provinsi atau kabupaten/kota yang memiliki lingkup tugas dan tanggung jawab di bidang sumber daya air. 13/109 . pendayagunaan sumber daya air. wilayah. air tanah. b. e. dan pemeliharaan sumber daya air. proses dan pelaksanaan pengelolaan sumber daya air yang terdiri dari: a. dan para pemilik kepentingan dalam bidang sumber daya air.Pasca Harmonisasi. perencanaan pengelolaan sumber daya air.

(2) Pengelolaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berlandaskan pada kebijakan pengelolaan sumber daya air di tingkat nasional. terpadu. 14/109 . Bagian Kedua Lingkup Kebijakan Pengelolaan Sumber Daya Air Pasal 5 Pasal 5 Yang dimaksud dengan “kebijakan pengelolaan sumber daya air” meliputi kebijakan pengelolaan air permukaan. provinsi. air tanah. Ambhara Hotel. serta pola pengelolaan sumber daya air yang berbasis wilayah sungai. dan air laut yang berada di darat. Pasal 4 Pasal 4 Kebijakan pengelolaan sumber daya air merupakan arahan strategis yang memuat visi. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN BAB II LANDASAN PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR Bagian Kesatu Umum Pasal 3 Pasal 3 (1) Pengelolaan sumber daya air diselenggarakan secara Cukup jelas. menyeluruh. dan prinsip pengelolaan sumber daya air.Pasca Harmonisasi. dan kabupaten/kota. tujuan. dan berwawasan lingkungan hidup. air hujan. dengan tujuan mewujudkan kemanfaatan sumber daya air yang berkelanjutan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

15/109 . hidrogeologis. demografis. yang selanjutnya disebut sebagai kebijakan nasional sumber daya air dirumuskan oleh Dewan Sumber Daya Air Nasional dan ditetapkan oleh Presiden. menjadi acuan bagi Ayat (3) penyusunan kebijakan pengelolaan sumber daya air di tingkat Cukup jelas. misalnya kondisi hidrologis. pendayagunaan sumber daya air. dan sistem informasi sumber daya air. pengendalian daya rusak air. Kebijakan pengelolaan sumber daya air di tingkat kabupaten/kota dirumuskan oleh wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air kabupaten/kota yang bernama dewan sumber daya air kabupaten/kota atau dengan nama lain. Cukup jelas. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (1) Kebijakan pengelolaan sumber daya air mencakup aspek konservasi sumber daya air. Pasal 5a Kebijakan pengelolaan sumber daya air di tingkat nasional. atau kepala lembaga pemerintah nondepartemen yang terkait dengan bidang sumber daya air dalam menetapkan kebijakan sektoral yang terkait dengan sumber daya air. yang disusun dengan memperhatikan kondisi masingmasing wilayah. Kebijakan pengelolaan sumber daya air di tingkat provinsi dirumuskan oleh wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air provinsi yang bernama dewan sumber daya air provinsi atau dengan nama lain. menteri. dan ditetapkan oleh gubernur. dan ditetapkan oleh bupati/walikota. provinsi. (1) (2) (3) (1) (2) Pasal 5b Kebijakan nasional sumber daya air sebagaimana dimaksud Ayat (2) pada Pasal 5 ayat (1) menjadi acuan bagi Menteri. Kebijakan nasional sumber daya air. Yang dimaksud dengan “kondisi masing-masing wilayah”. dan sosial budaya.Pasca Harmonisasi. Ambhara Hotel. hidrometeorologis.

Ayat (2) Yang dimaksud dengan “keselarasan” adalah bahwa kebijakan pengelolaan sumber daya air dapat mendukung atau sebagai bahan peninjauan kembali dan penyempurnaan kebijakan pembangunan di wilayah provinsi atau kabupaten/kota sesuai dengan keterbatasan sumber daya air. dan rencana pembangunan kabupaten/kota. rencana pembangunan provinsi. rencana tata ruang wilayah kabupaten/kota.Pasca Harmonisasi. maka kebijakan pengelolaan sumber daya air ditetapkan secara terintegrasi dalam kebijakan pembangunan provinsi atau kabupaten/kota. Perbaikan tgl 30 April 2007 (1) (2) Kebijakan pengelolaan sumber daya air yang ditetapkan secara tersendiri. Yang dimaksud dengan “terintegrasi” misalnya dituangkannya kebijakan pengelolaan sumber daya air dalam rencana tata ruang wilayah provinsi. dijadikan sebagai acuan dalam penyusunan pola pengelolaan sumber daya air untuk menghindari terhentinya proses pengelolaan sumber daya air. Ayat (3) Cukup jelas. Pasal 5c Ayat (1) Dalam hal kebijakan pengelolaan sumber daya air belum tidak ditetapkan secara tersendiri. Ambhara Hotel. Bagian Ketiga Pola Pengelolaan Sumber Daya Air 16/109 . 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (3) Kebijakan pengelolaan sumber daya air di tingkat provinsi menjadi acuan bagi penyusunan kebijakan pengelolaan sumber daya air di tingkat kabupaten/kota. Pasal 5c Kebijakan pengelolaan sumber daya air dapat ditetapkan baik sebagai kebijakan tersendiri maupun atau terintegrasi ke dalam kebijakan pembangunan provinsi atau kabupaten/kota. diupayakan keselarasannya dengan kebijakan pembangunan di wilayah provinsi atau kabupaten/kota.

Pasca Harmonisasi, Ambhara Hotel, 1 Mei 2007

Rancangan PP Pengelolaan SDA

BATANG TUBUH

PENJELASAN

(1)

Pasal 7 Pola pengelolaan sumber daya air disusun dan ditetapkan sebagai kerangka dasar dalam pengelolaan sumber daya air di wilayah sungai dengan prinsip keterpaduan antara air permukaan dan air tanah, serta keseimbangan antara upaya konservasi sumber daya air dan pendayagunaan sumber daya air. Pola pengelolaan sumber daya air di wilayah sungai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (1) disusun sebagai berikut : a. Pola pengelolaan sumber daya air wilayah sungai lintas negara dan wilayah sungai strategis nasional disusun dengan memperhatikan kebijakan nasional sumber daya air dan kebijakan pengelolaan sumber daya air di tingkat provinsi dan/atau kabupaten/kota yang bersangkutan; b. Pola pengelolaan sumber daya air wilayah sungai lintas provinsi disusun dengan memperhatikan kebijakan pengelolaan sumber daya air di tingkat provinsi yang terkait; c. Pola pengelolaan sumber daya air wilayah sungai lintas kabupaten/kota disusun dengan memperhatikan kebijakan pengelolaan sumber daya air di tingkat kabupaten/kota terkait; dan d. Pola pengelolaan sumber daya air wilayah sungai dalam satu kabupaten/kota disusun dengan

Pasal 7 Ayat (1) Prinsip keterpaduan antara air permukaan dan air tanah merupakan keterpaduan dalam pengelolaannya yang diselenggarakan dengan memperhatikan wewenang dan tanggung jawab masing-masing instansi sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.

(2)

17/109

Pasca Harmonisasi, Ambhara Hotel, 1 Mei 2007

Rancangan PP Pengelolaan SDA

BATANG TUBUH

PENJELASAN

memperhatikan kebijakan pengelolaan sumber daya air di tingkat kabupaten/kota yang bersangkutan. Pasal 7b Pola pengelolaan sumber daya air sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (1) memuat: a. tujuan pengelolaan sumber daya air;

b.

dasar pertimbangan yang dipergunakan melakukan pengelolaan sumber daya air;

dalam

Pasal 7b Huruf a Yang dimaksud dengan “tujuan pengelolaan sumber daya air” adalah tujuan pelaksanaan pengelolaan sumber daya air pada wilayah sungai yang bersangkutan. Tujuan pengelolaan sumber daya air ditetapkan dengan memperhatikan kebijakan pengelolaan sumber daya air provinsi dan/atau kabupaten/kota yang sebagian atau seluruh wilayahnya berada dalam wilayah sungai yang bersangkutan. Penetapan tujuan pengelolaan sumber daya air perlu dilakukan dalam penyusunan pola pengelolaan sumber daya air sesuai dengan kondisi dan kebutuhan yang ada di wilayah sungai yang bersangkutan untuk mengatasi berbagai masalah yang berkaitan dengan sumber daya air dan dalam mendukung pembangunan wilayah. Huruf b. Dasar-dasar yang dipergunakan dalam merumuskan upaya pengelolaan sumber daya air, antara lain mencakup analisis kondisi yang ada, asumsi, standar, dan kriteria. Asumsi, standar, dan kriteria tersebut perlu ditetapkan secara jelas sehingga analisis dan perhitungan yang dilakukan mempunyai dasar yang jelas. Kejelasan tersebut diperlukan dalam penyusunan skenario, strategi, dan evaluasi pelaksanaan pengelolaan sumber daya air.
18/109

Pasca Harmonisasi, Ambhara Hotel, 1 Mei 2007

Rancangan PP Pengelolaan SDA

BATANG TUBUH

PENJELASAN

c.

beberapa skenario pengelolaan sumber daya air;

Huruf c. Skenario pengelolaan sumber daya air adalah asumsi kondisi pada masa yang akan datang yang mungkin terjadi di luar kemampuan kendali pengelola sumber daya air, misalnya kondisi perekonomian, perubahan iklim, dan politik. Huruf d. Strategi pengelolaan sumber daya air merupakan rangkaian upaya atau kegiatan pengelolaan sumber daya air untuk mencapai tujuan pengelolaan sumber daya air sesuai dengan skenario pengelolaan sumber daya air. Penyusunan strategi meliputi: merumuskan kegiatan pengelolaan sumber daya air secara fisik dan nonfisik; merumuskan prioritas sasaran; merumuskan urutan prioritas kegiatan. Kegiatan pengelolaan sumber daya air misalnya penetapan kelas air, upaya pemulihan kualitas air, upaya menambah tampungan air, pembangunan jaringan distribusi, dan upaya penghematan air. Huruf e. Langkah operasional untuk melaksanakan strategi pengelolaan sumber daya air adalah rangkaian kegiatan pendahuluan dan/atau kegiatan pendukung yang perlu dilakukan
19/109

d.

alternatif pilihan strategi pengelolaan sumber daya air untuk setiap skenario pengelolaan sumber daya air;

e.

langkah operasional untuk pengelolaan sumber daya air.

melaksanakan

strategi

penyelenggaraan pengelolaan sumber daya air yang dilakukan oleh Pemerintah dan/atau pemerintah daerah yang bersangkutan. b. rekomendasi penyusunan instrumen untuk penghematan penggunaan air dan rekomendasi penyusunan instrumen untuk mendukung upaya konservasi sumber daya air (baku mutu air limbah yang boleh dibuang ke perairan umum). Huruf d. Ketentuan ini dimaksudkan agar tercapai keterpaduan pengelolaan sumber daya air. sifat alami dan karakteristik sumber daya air dalam satu Huruf b. Ambhara Hotel. Pasal 8 (1) Pola pengelolaan sumber daya air sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (1) mengacu pada data dan/atau informasi mengenai: a. 20/109 . Pasal 8 Ayat (1) Huruf a. Huruf c. Misalnya. c. keberadaan masyarakat hukum adat setempat. unsur wilayahnya. dan unsur hubungan antara masyarakat tersebut dengan wilayahnya. Cukup jelas. Termasuk di dalam penyusunan langkah operasional ini adalah penyusunan pokok-pokok kebijakan operasional atau peraturan perundang-undangan yang diperlukan untuk melaksanakan pengelolaan sumber daya air. Keberadaan masyarakat hukum adat mencakup unsur masyarakatnya. d. kebutuhan sumber daya air bagi semua pemanfaat di wilayah sungai yang bersangkutan.Pasca Harmonisasi. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN sehingga upaya dan kegiatan yang terdapat di dalam strategi pengelolaan sumber daya air dapat terlaksana.

21/109 . Huruf e. (4) Hasil peninjauan dan evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) menjadi dasar pertimbangan bagi penyempurnaan pola pengelolaan sumber daya air. Cukup jelas. (2) Bupati menetapkan pola pengelolaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dengan memperhatikan pertimbangan wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air pada wilayah sungai yang bersangkutan. kepentingan generasi masa kini dan mendatang. Ayat (4) Cukup jelas. e. (3) Dalam hal pada wilayah sungai tersebut tidak atau belum terbentuk wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air. aktivitas manusia yang berdampak terhadap kondisi sumber daya air. bupati/walikota dapat meminta pertimbangan wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air kabupaten/kota. (3) Pola pengelolaan sumber daya air yang sudah ditetapkan dapat ditinjau dan dievaluasi sekurang-kurangnya setiap 5 (lima) tahun sekali. Pasal 9 Cukup jelas. Ayat (6) Cukup jelas.Pasca Harmonisasi. (1) f. Pasal 9 Pola pengelolaan sumber daya air wilayah sungai dalam satu kabupaten/kota disusun oleh bupati setelah berkonsultasi dengan instansi teknis dan unsur masyarakat terkait. Ambhara Hotel. Ayat (5) Cukup jelas. Cukup jelas. (2) Pola pengelolaan sumber daya air ditetapkan untuk jangka waktu 20 (dua puluh) tahun. Cukup jelas. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN kesatuan sistem hidrologis. Huruf f. serta lingkungan hidup.

gubernur dapat meminta pertimbangan wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air provinsi. Pasal 11 Pola pengelolaan sumber daya air wilayah sungai lintas provinsi. Ambhara Hotel. (1) (2) (3) (1) Pasal 11 Cukup jelas. bupati/walikota dapat langsung menetapkan pola pengelolaan sumber daya air sesuai dengan rancangan sebagaimana dimaksud pada ayat (2). (2) (3) 22/109 . Dalam hal pada wilayah sungai tersebut tidak atau belum terbentuk wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air. Dalam hal pada wilayah sungai lintas provinsi atau strategis nasional dimaksud tidak atau belum terbentuk wadah Pasal 10 Cukup jelas.Pasca Harmonisasi. dan strategis nasional disusun oleh Menteri setelah berkonsultasi dengan instansi teknis dan unsur masyarakat terkait. Menteri menetapkan pola pengelolaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berdasarkan pertimbangan wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air pada wilayah sungai bersangkutan. Pasal 10 Pola pengelolaan sumber daya air wilayah sungai lintas kabupaten/kota disusun oleh gubernur setelah berkonsultasi dengan instansi teknis dan unsur masyarakat terkait Gubernur menetapkan pola pengelolaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berdasarkan pertimbangan wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air pada wilayah sungai yang bersangkutan. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (4) Dalam hal pada kabupaten/kota tersebut tidak atau belum terbentuk wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air kabupaten/kota. lintas negara.

pengelolaan sumber daya air pada wilayah sungai yang berada dalam wilayah negara kesatuan Republik Indonesia didasarkan pada pola pengelolaan sumber daya air yang ditetapkan oleh Menteri sebagaimana dimaksud pada ayat (2). . (5) Dalam hal belum ada perjanjian dengan negara terkait. BAB III PERENCANAAN PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR Bagian Pertama Umum Pasal 13 Perencanaan pengelolaan sumber daya air disusun sesuai dengan 23/109 Pasal 12 Cukup jelas. Menteri dapat meminta pertimbangan wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air provinsi melalui gubernur terkait. Pasal 13 Cukup jelas. (4) Pola pengelolaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (2) pada wilayah sungai lintas negara digunakan sebagai dasar penyusunan perjanjian dengan negara terkait. Ambhara Hotel.Pasca Harmonisasi. Pengelolaan sumber daya air pada wilayah sungai lintas negara dilakukan sesuai dengan perjanjian dengan negara terkait berdasarkan pola pengelolaan sumber daya air yang ditetapkan oleh Menteri. Pasal 12 Ketentuan mengenai pedoman teknis dan tata cara penyusunan pola pengelolaan sumber daya air sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 sampai dengan Pasal 11 diatur dengan peraturan Menteri. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN koordinasi pengelolaan sumber daya air.

1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN prosedur dan persyaratan melalui tahapan yang ditetapkan dalam standar perencanaan yang berlaku secara nasional yang mencakup inventarisasi sumber daya air. Bagian Kedua Inventarisasi Sumber Daya Air Pasal 14 Pasal 14 Inventarisasi sumber daya air dimaksudkan untuk Ayat (1) mengumpulkan data dan informasi sumber daya air sebagai Cukup jelas. Yang dimaksud dengan “kuantitas sumber daya air” termasuk kuantitas penggunaan. kondisi daerah resapan air. dan kebutuhan. kimia.Pasca Harmonisasi. Yang dimaksud dengan “kondisi lingkungan hidup yang terkait dengan sumber daya air” misalnya: kondisi daerah tangkapan air. Yang dimaksud dengan “kualitas sumber daya air” mencakup parameter fisik. Inventarisasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 meliputi Ayat (2) pengumpulan data dan informasi tentang: Huruf a a. tingkat erosi. penyusunan dan penetapan rencana pengelolaan sumber daya air. kondisi lingkungan hidup dan potensi yang terkait dengan Huruf b sumber daya air. daerah rawan banjir. ketersediaan. kuantitas dan kualitas sumber daya air. keanekaragaman hayati pada sumber air. dasar penyusunan rencana pengelolaan sumber daya air. Yang dimaksud dengan “potensi yang terkait 24/109 (1) (2) . b. dan biologi. serta kontinuitas sumber daya air. Ambhara Hotel. dan kondisi sanitasi lingkungan.

dengan sumber daya air” misalnya: ketersediaan potensi untuk pengembangan irigasi. (2) Rencana pengelolaan sumber daya air sebagaimana Ayat (2) dimaksud pada ayat (1) disusun dengan Dalam hal cekungan air tanah melintasi wilayah mempertimbangkan penggunaan dan ketersediaan air sungai. (4) Rencana pengelolaan sumber daya air jangka panjang Ayat (4) d. industri. Ambhara Hotel.Pasca Harmonisasi. terpadu pada setiap wilayah sungai berdasarkan pola pengelolaan sumber daya air. kondisi sosial ekonomi masyarakat yang terkait dengan Huruf e. Cukup jelas. jumlah. dan jangka pendek. Huruf c. Data dan informasi tentang sumber air dan prasarana sumber daya air mencakup jenis. (3) Rencana pengelolaan sumber daya air sebagaimana Ayat (3) dimaksud pada ayat (2) disusun untuk jangka panjang. pengelolaan cekungan air tanah tersebut tanah dalam cekungan air tanah pada wilayah sungai harus mempertimbangkan wilayah sungai yang tersebut dengan tetap mengutamakan penggunaan air terkait. dan . dan pariwisata. kapasitas. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN c. perkotaan. jangka menengah. Cukup jelas. 25/109 kelembagaan pengelolaan sumber daya air. ketenagaan. Bagian Ketiga Pasal 15 Penyusunan dan Penetapan Rencana Pengelolaan Ayat (1) Rencana pengelolaan sumber daya air terpadu disusun dengan memperhatikan wewenang dan Pasal 15 tanggung jawab masing-masing instansi sesuai (1) Rencana pengelolaan sumber daya air disusun secara dengan tugas pokok dan fungsinya. sumber air dan prasarana sumber daya air. Cukup jelas. e. Huruf d. dan kondisinya. permukaan. sumber daya air.

dalam pola pengelolaan sumber daya air. pendayagunaan sumber daya air. Rencana pengelolaan sumber daya air jangka pendek sebagaimana dimaksud pada ayat (3) merupakan rencana kegiatan pengelolaan sumber daya air masingmasing sektor dan wilayah administrasi yang terkait dengan wilayah sungai bersangkutan. Cukup jelas. 26/109 . (1) (2) (3) Pasal 16 Pasal 16 Rencana induk pengelolaan sumber daya air Ayat (1) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 ayat (4) disusun Strategi terpilih merupakan kesepakatan wadah berdasarkan pilihan strategi yang disepakati oleh wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air yang koordinasi pengelolaan sumber daya air pada wilayah didapat dari beberapa pilihan strategi yang terdapat sungai yang bersangkutan. Ambhara Hotel. dibentuk. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (5) (6) sebagaimana dimaksud pada ayat (3) merupakan rencana induk pengelolaan sumber daya air yang berfungsi sebagai pedoman dan arahan dalam pelaksanaan konservasi sumber daya air. Dalam hal wadah koordinasi sebagaimana dimaksud pada Ayat (2) ayat (1) pada wilayah sungai lintas provinsi tidak Cukup jelas. kesepakatan pemilihan strategi dilakukan secara bersama oleh wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air tingkat provinsi yang terkait. Rencana pengelolaan sumber daya air jangka menengah sebagaimana dimaksud pada ayat (3) merupakan program pengelolaan sumber daya air masing-masing sektor dan wilayah administrasi yang terkait dengan wilayah sungai bersangkutan. Dalam hal wadah koordinasi sebagaimana dimaksud pada Ayat (3) ayat (1) pada wilayah sungai lintas negara tidak Cukup jelas. Ayat (5) Cukup jelas.Pasca Harmonisasi. Ayat (6) Cukup jelas. dan pengendalian daya rusak air yang disusun secara terkoordinasi berbasis wilayah sungai.

embung. misalnya pembangunan bendungan.. Ambhara Hotel. misalnya tentang lokasi. bendung. Dalam hal wadah koordinasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) pada wilayah sungai lintas kabupaten/kota atau wilayah sungai strategis nasional lintas kabupaten/kota belum atau tidak dibentuk. tata kelayakan. Yang dimaksud dengan “upaya nonfisik”.Pasca Harmonisasi. reboisasi hutan. 27/109 . Ayat (4) Cukup jelas. check dam. misalnya pengaturan pola pemanfaatan lahan. kesepakatan pemilihan strategi dilakukan secara bersama oleh wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air tingkat kabupaten/kota terkait atau oleh wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air tingkat provinsi. Ayat (5) Cukup jelas. Dalam hal wadah koordinasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) pada wilayah sungai lintas kabupaten/kota atau wilayah sungai strategis nasional lintas kabupaten/kota tidak dibentuk. Upaya fisik dalam rencana induk pengelolaan sumber Ayat (2) daya air dilengkapi dengan desain dasar dan prakiraan Desain dasar memuat. terasering lahan. pilihan strategi dilakukan oleh wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air tingkat provinsi. (1) (2) Pasal 17 Pasal 17 Rencana induk pengelolaan sumber daya air memuat Ayat (1) upaya fisik dan nonfisik. Yang dimaksud dengan “upaya fisik”. letak dan perkiraan tipe dan ukuran bangunan. pengaturan tata guna lahan. kesepakatan pemilihan strategi dilakukan oleh wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air tingkat kabupaten/kota atau wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air tingkat provinsi. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (4) (5) dibentuk.

gubernur. lokasi buangan (1) (2) Pasal 18 Pasal 18 Rencana induk pengelolaan sumber daya air pada setiap Ayat (1) Keanggotaan tim teknis berasal dari unsur-unsur wilayah sungai disusun untuk jangka waktu 20 (dua terkait dengan pengelolaan sumber daya air di puluh) tahun oleh tim teknis. Ambhara Hotel. wlayah sungai bersangkutan dan unsur lainnya Tim teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibentuk sesuai dengan kebutuhan. Rencana induk pengelolaan sumber daya air disusun dengan berpedoman pada standar dan prosedur yang ditetapkan oleh Menteri (4) Sebelum penetapan dilakukan. Ayat (4) Cukup jelas. bangunan. rancangan rencana induk pengelolaan sumber daya air atau perubahannya wajib dilakukan konsultasi publik. 28/109 . 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN Cttn : desain dasar mencakup prakiraan kelayakan dijelaskan dalam penjelasan  prakiraan kelayakan bukan bagian dari desain dasar ketersediaan bahan bahan galian. oleh Menteri. Ayat (5) Cukup jelas. (6) Rencana induk pengelolaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan untuk jangka waktu 20 (dua puluh) tahun. Cttn : mekanisme pengumpulan dan penentuan pendapat publik  diatur dalam pedoman (5) Informasi mengenai rancangan rencana induk pengelolaan sumber daya air disebarluaskan kepada masyarakat terlebih dahulu sebelum konsultasi publik dilaksanakan. atau bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya.Pasca Harmonisasi. (3) Ayat (6) Cukup jelas. Ayat (2) Cukup jelas.

Rencana induk pengelolaan sumber daya air yang sudah ditetapkan merupakan bagian dari rencana strategis setiap sektor yang terkait sesuai dengan bidang kegiatan masing-masing sektor dan sebagai salah satu unsur dalam penyusunan. peninjauan kembali dan/atau penyempurnaan rencana tata ruang wilayah yang bersangkutan. (9) Ayat (7) Cukup jelas. kelayakan dari kegiatan-kegiatan pengelolaan sumber daya air yang terdapat di dalam rencana induk pengelolaan sumber daya air yang dapat 29/109 (1) . (8) Ayat (8) Cukup jelas. Pasal 20 Pasal 20 Rencana induk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 Ayat (1) ayat (4) ditindaklanjuti dengan melakukan studi Studi kelayakan merupakan kajian untuk menilai kelayakan. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (7) Rencana induk pengelolaan sumber daya air yang telah ditetapkan dapat ditinjau kembali paling sedikit setiap 5 (lima) tahun sekali. Ambhara Hotel.Pasca Harmonisasi. Pasal 19 Pasal 19 Ketentuan lebih lanjut mengenai pedoman teknis dan tata cara Cukup jelas. Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pelaksanaan konsultasi publik sebagaimana dimaksud pada ayat (5) diatur dengan peraturan Menteri Ayat (3) Cukup jelas. penyusunan rencana induk pengelolaan sumber daya air diatur dengan peraturan Menteri.

Ayat (3) Cukup jelas.Pasca Harmonisasi. keterpaduan antarsektor. oleh instansi terkait sesuai dengan lingkup tugas dan fungsi masing-masing dengan berpedoman 30/109 . (2) Program dan rencana kegiatan sebagaimana Ayat (2) dimaksud pada ayat (1) disusun dan ditetapkan Cukup jelas. kelayakan teknis. b. Pasal 21 Pasal 21 (1) Studi kelayakan sebagaimana dimaksud dalam Ayat (1) Pasal 20 ditindaklanjuti dengan penyusunan Cukup jelas. (5) Studi kelayakan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh instansi yang terkait dengan sumber daya air. Ayat (5) Cukup jelas. Ayat (4) Cukup jelas. kesiapan pembiayaan. program dan rencana kegiatan pengelolaan sumber daya air. d. dan lingkungan. Ayat (2) Cukup jelas. kesiapan kelembagaan. dilaksanakan dalam jangka menengah. c. dan e. (4) Studi kelayakan untuk upaya yang bersifat fisik harus dilengkapi dengan pra-desain struktur yang akan dibangun dan rencana pengadaan tanah dan/atau pemukiman kembali. (3) Studi kelayakan mencakup : a. ekonomi. kesiapan masyarakat untuk menerima rencana kegiatan. sosial. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (2) Studi kelayakan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dimaksudkan untuk menyeleksi kegiatan pengelolaan sumber daya air yang dapat dilakukan dalam jangka waktu 5 (lima) sampai dengan 10 (sepuluh) tahun. Ambhara Hotel.

Rencana kegiatan pengelolaan sumber daya air merupakan rincian kegiatan yang terdapat di dalam program pengelolaan sumber daya air untuk dilaksanakan secara tahunan. (7) Rencana kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) diuraikan ke dalam rencana detail yang memuat rencana pelaksanaan konstruksi dan operasi dan pemeliharaan prasarana sumber daya air. Ayat (6) Apabila dalam rencana detail sebagaimana dimaksud pada ayat ini terdapat rencana pengadaan lahan/tanah. rencana detail tersebut mencakup juga rencana pembebasan tanah atau rencana pemukiman kembali. 31/109 . Ayat (4) Cukup jelas. (4) Rencana kegiatan pengelolaan sumber daya air disusun berdasarkan program pengelolaan sumber daya air. Ayat (3) Cukup jelas. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN pada rencana induk pengelolaan sumber daya air dan peraturan perundang-undangan. Ambhara Hotel. (3) Program pengelolaan sumber daya air mencakup rangkaian kegiatan pengelolaan yang dapat dilaksanakan untuk jangka waktu 5 (lima) tahun. (5) Rencana kegiatan pengelolaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (4) merupakan kegiatan-kegiatan pengelolaan sumber daya air yang akan dilaksanakan dalam jangka waktu 1 (satu) tahun. Cttn : perlu perbaikan rumusan tentang rincian kegiatan terkait dengan ayat 4  sudah diperbaiki (6) Penyusunan program dan rencana kegiatan pengelolaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.Pasca Harmonisasi. Ayat (5) Cukup jelas.

ayat (3). 23 Maret 2007  sudah diperbaiki pada tanggal 10 April 2007 Awal Pembahasan tgl 30 April 2007 BAB IV PELAKSANAAN KONSTRUKSI. dan ayat (6) disosialisasikan kepada pemilik kepentingan. ayat (2). rencana kegiatan. Pasal 22 Cukup jelas. operasi dan pemeliharaan sumber daya air dilakukan berdasarkan program dan rencana kegiatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (2). Pelaksanaan konstruksi. program. operasi dan pemeliharaan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat dilakukan dengan melibatkan peran masyarakat. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (8) Studi kelayakan. Pemerintah atau pemerintah daerah dapat menugaskan pengelola sumber daya air untuk melaksanakan sebagian wewenang dan tanggung jawab dalam penyelenggaraan pelaksanaan konstruksi. Ambhara Hotel. dan rencana detail pengelolaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1). operasi dan pemeliharaan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dilaksanakan sesuai dengan peraturan Ayat (7) Cukup jelas. Cttn : Akhir Pembahasan tgl. operasi dan pemeliharaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). OPERASI DAN PEMELIHARAAN Pasal 22 (1) Pelaksanaan konstruksi. (2) (3) (4) 32/109 . Untuk melaksanakan sebagian wewenang dan tanggung jawab dalam penyelenggaraan pelaksanaan konstruksi. Pelaksanaan konstruksi. Pemerintah atau pemerintah daerah dapat menugaskan pengelola sumber daya air.Pasca Harmonisasi. operasi dan pemeliharaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

serta pengendalian daya rusak air b. atau perseorangan memenuhi kebutuhan air bersih. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN perundang-undangan. membangun masyarakat atas prakarsa sendiri dapat melaksanakan mikrohidro untuk memenuhi kebutuhan listrik bagi kegiatan konstruksi. pemeliharaan rutin dan air serta perbaikan kerusakan sumber air. Ayat (3) (2) Pemeliharaan sumber air dilakukan melalui kegiatan Yang dimaksud dengan “kegiatan pencegahan” pencegahan kerusakan dan/atau penurunan fungsi sumber mencakup. Ambhara Hotel.Pasca Harmonisasi. pemeliharaan sumber air. Penjelasan: Pemeliharaan sumber air ditujukan untuk menjamin kelestarian fungsi sumber daya air dan prasarana sumber daya air. antara lain. 33/109 . (2) Pelaksanaan konstruksi. operasi dan pemeliharaan sebagaimana lingkungannya. berkala. dan sumber daya air. serta penyediaan air dan sumber air. Pemeliharaan sumber air dan prasarana sumber daya air dilakukan melalui kegiatan pencegahan dan perbaikan kerusakan dan/atau penurunan fungsi prasarana sumber daya air dan sumber air. (3) Operasi dan pemeliharaan prasarana sumber daya air meliputi: Ayat (2) Cukup jelas. misalnya membangun tampungan air untuk Badan usaha. operasi dan pemeliharaan prasarana termasuk sarana pendukungnya dan jaringan sumber daya air. dimaksud pada ayat (1) untuk kepentingan sendiri. pengalokasian. Pasal 24 Pasal 24 (1) Pelaksanaan operasi dan pemeliharaan sumber daya air Ayat (1) terdiri atas: Prasarana sumber daya air meliputi prasarana yang berfungsi untuk konservasi dan pendayagunaan a. Pasal 23  akan direlokasi ke Pasal terakhir dari konstruksi & OP (1) Pasal 23 Ayat (1) Yang dimaksud dengan “untuk kepentingan sendiri”. hidrologi. Ayat (2) Cukup jelas. Operasi prasarana sumber daya air terdiri atas kegiatan pengaturan. kelompok masyarakat. operasi dan pemeliharaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Pasca Harmonisasi. (6) Rancangan sebagaimana dimaksud pada ayat (5) ditetapkan oleh Menteri. kesepakatan dikoordinasikan melalui dewan atau wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air. serta penyediaan air dan sumber air. pengalokasian. pemeliharaan prasarana sumber daya air yang terdiri dari kegiatan pencegahan kerusakan dan/atau penurunan fungsi prasarana sumber daya air serta perbaikan kerusakan prasarana sumber daya air Penjelasan: Operasi prasarana sumber daya air ditujukan untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya air dan prasarana sumber daya air. Penjelasan: Yang dimaksud dengan “rencana tahunan operasi dan pemeliharaan sumber daya air” adalah rencana untuk mengalokasikan sumber daya yang tersedia sesuai dengan kondisi prasarana sumber daya air dan perkembangan kebutuhan pengguna sumber daya air selama satu tahun. Ambhara Hotel. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN operasi prasarana sumber daya air yang terdiri dari kegiatan pengaturan. atau bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya setelah mendapat pertimbangan dari wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air. a. gubernur. Ayat (4) Dalam hal di suatu wilayah sungai terdapat dewan atau wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air. (4) Pelaksanaan operasi dan pemeliharaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) didasarkan atas rencana tahunan operasi dan pemeliharaan sumber daya air. 34/109 . Pemeliharaan prasarana sumber daya air ditujukan untuk menjamin kelestarian fungsi prasarana sumber daya air. b. (5) Rancangan rencana tahunan operasi dan pemeliharaan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) disusun oleh pengelola sumber daya air berdasarkan pedoman yang ditetapkan oleh Menteri.

Pemerintah menyediakan pembiayaan konstruksi dan pemerintah daerah menyediakan lahan. b. a. c. atau perseorangan atas prakarsa sendiri. Ayat (5) Bentuk peran serta misalnya masyarakat diikutsertakan untuk memelihara tanggul terkait dengan pemanfaatan lahan pada bantaran sungai Ayat (6) Cukup jelas. Pelaksanaan operasi dan pemeliharaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan berdasarkan izin dari Pemerintah atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya. Ambhara Hotel. Pasal 25 Pasal 25 (1) Pemerintah. Ayat (2) Cukup jelas. Ayat (3) Cukup jelas. dan pemerintah kabupaten/kota Ayat (1) Kerja sama dalam pelaksanaan konstruksi dan/atau dapat melakukan kerja sama dalam pelaksanaan konstruksi operasi dan pemeliharaan misalnya: dan/atau operasi dan pemeliharaan. berdasarkan program dan rencana tahunan operasi dan pemeliharaan sumber daya air sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 ayat (4). kelompok masyarakat. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN Pasal 24b (1) Operasi dan pemeliharaan sumber daya air yang dilaksanakan oleh pemerintah dapat melibatkan peran masyarakat. 35/109 . (2) Dalam hal prasarana sumber daya air dibangun oleh badan usaha. pelaksanaan operasi dan pemeliharaan sumber daya air dilakukan oleh pihak-pihak yang membangun berdasarkan rencana tahunan operasi dan pemeliharaan sumber daya air sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 ayat (4). (3) Setiap prasarana sumber daya air dilengkapi dengan manual operasi dan pemeliharaan. Pemerintah menyiapkan rencana teknis (detail desain) dan pemerintah daerah melaksanakan konstruksi.Pasca Harmonisasi. Pemerintah menyediakan dana untuk pemeliharaan dan pemerintah daerah menyediakan sumber daya untuk operasi. pemerintah provinsi.

Ayat (2) Cukup jelas. serta pengendalian daya rusak air. (2) Pelaksanaan kerja sama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus berpedoman pada rencana induk dan/atau program pengelolaan sumber daya air yang telah ditetapkan di wilayah sungai yang bersangkutan. (3) Kesepakatan kerja sama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) 36/109 . pendayagunaan sumber daya air. Kesepakatan kerja sama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dituangkan dalam bentuk keputusan bersama sesuai dengan peraturan perundang-undangan. pemerintah pemerintah kabupaten/kota (5) Pedoman pelaksanaan kerja sama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur lebih lanjut dengan peraturan Menteri melalui konsultasi dengan menteri terkait. dan/atau c. (4) Pelaksanaan kerja sama sebagaimana dimaksud pada ayat (3) harus berpedoman pada rencana induk dan/atau program pengelolaan sumber daya air yang telah ditetapkan di wilayah sungai yang bersangkutan. dan/atau Ayat (4) Cukup jelas. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH Kerja sama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan memperhatikan pertimbangan dewan atau wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air yang bersangkutan. pemerintah provinsi. b. Ayat (6) Cukup jelas.Pasca Harmonisasi. konservasi sumber daya air. kabupaten/kota dapat melakukan kerja sama konstruksi dan/atau operasi dan pemeliharaan dengan pihak swasta dalam bidang konservasi sumber daya air. Ambhara Hotel. pengembangan dan pengusahaan sumber daya air. tanggung jawab provinsi. pengendalian daya rusak air. Ayat (3) Yang dimaksud ketentuan ini. atau pemerintah Cukup jelas. Ayat (5) Cukup jelas. Pasal 26 Pasal 26 (1) Pemerintah. (3) Kerja sama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukan dalam bidang: a. dengan “kerja sama” dalam berupa pembagian peran dan antara Pemerintah. PENJELASAN (2) Kerja sama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan memperhatikan kepentingan pemerintah provinsi dan/atau pemerintah kabupaten/kota dalam wilayah sungai bersangkutan.

1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN dituangkan dalam bentuk perjanjian kerja sama pelaksanaan konstruksi. serta operasi dan pemeliharaan wajib memberikan ganti kerugian yang ditimbulkan. Pasal 27 Pasal 27 Cukup jelas. kompensasi sebagai pengganti atas kerugian yang ditimbulkan. Dalam hal pelaksanaan konstruksi prasarana sumber daya air serta operasi dan pemeliharaan sumber daya air menimbulkan kerugian kepada masyarakat. pemrakarsa menginformasikan kepada kelompok masyarakat yang diperkirakan terkena dampak kegiatan pelaksanaan konstruksi. operasi. Pelaksanaan konstruksi prasarana sumber daya air serta operasi dan pemeliharaan sumber daya air memperhatikan ketentuan pengelolaan lingkungan hidup dan memenuhi persyaratan keselamatan dan kesehatan kerja sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan. standar.Pasca Harmonisasi. dan manual yang ditetapkan oleh Menteri. Ganti kerugian sebagaimana dimaksud pada ayat (5) kompensasi (1) (2) (3) (4) (5) (6) 37/109 . dan/atau pemeliharaan sesuai dengan peraturan perundangan. Konstruksi prasarana sumber daya air serta operasi dan pemeliharaan sumber daya air dilaksanakan berdasarkan norma. Dalam hal pelaksanaan konstruksi prasarana sumber daya air serta operasi dan pemeliharaan sumber daya air menimbulkan kerusakan pada sumber air dan/atau lingkungan di sekitarnya. Sebelum konstruksi dan/atau operasi dan pemeliharaan prasarana sumber daya air dilaksanakan. pemrakarsa pelaksanaan konstruksi. pedoman. pemrakarsa pelaksanaan konstruksi serta operasi dan pemeliharaan wajib melakukan upaya pemulihan atau perbaikan atas akibat kerusakan yang ditimbulkannya. Ambhara Hotel.

dan c. pengawetan air. (2) Tujuan konservasi sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan melalui kegiatan: a. b. dan fungsi sumber daya air. . dalam bentuk dan cara yang sesuai dengan peraturan perundang- kesepakatan antara pemrakarsa dan pihak yang dirugikan. Batas akhir pembahasan 30 April 2007 BAB V KONSERVASI Bagian Pertama Tujuan dan Lingkup Konservasi Pasal 28 (1) Konservasi sumber daya air ditujukan untuk menjaga kelangsungan keberadaan. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN diberikan undangan. pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air. Ambhara Hotel. daya dukung. (3) Kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilaksanakan dengan mengacu pada pola pengelolaan sumber daya air pada setiap wilayah sungai. perlindungan dan pelestarian sumber air.Pasca Harmonisasi. daya tampung. Bagian Kedua 38/109 Pasal 28 Cukup jelas.

pengendalian pemanfaatan sumber air. dan pemberdayaan masyarakat dalam perlindungan dan pelestarian sumber air. embung. Yang dimaksud dengan “daerah tangkapan air” b. dam pengendali sedimen. pelestarian hutan lindung. e. penyuluhan. perlindungan sumber air dalam hubungannya dengan kegiatan pembangunan dan pemanfaatan lahan pada sumber air. dan sumur resapan. misalnya pembuatan groundsill.Pasca Harmonisasi. pemeliharaan kelangsungan fungsi resapan air dan Huruf a. menampung air (retarding basin)). pengaturan daerah sempadan sumber air. g. (3) Kegiatan perlindungan dan pelestarian sumber air Ayat (3) dilakukan dengan mengutamakan kegiatan yang lebih bersifat Cukup jelas. dan kawasan pelestarian alam. dan tempat-tempat yang mempunyai fungsi d. c. pengaturan prasarana dan sarana sanitasi. f. termasuk daerah penampung air (situ. misalnya kegiatan yang bersifat pengaturan. pengisian air pada sumber air. nonfisik. daerah tangkapan air. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN Perlindungan dan Pelestarian Sumber Air Pasal 29 Pasal 29 (1) Perlindungan dan pelestarian sumber air dilakukan melalui: Ayat (1) a. h. (4) Untuk menegakkan pelaksanaan perlindungan dan Ayat (4) 39/109 . pengendalian pengolahan tanah di daerah hulu. rehabilitasi hutan dan lahan. kawasan suaka alam. Yang dimaksud dengan “kegiatan nonfisik” adalah kegiatan nonkonstruksi. (2) Perlindungan dan pelestarian sumber air dapat dilakukan Ayat (2) dengan kegiatan fisik dan nonfisik. dan/atau i. Yang dimaksud dengan “kegiatan fisik” adalah kegiatan konstruksi. Ambhara Hotel.

1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN pelestarian sumber air dilakukan melalui sistem perizinan. 40/109 . • Tujuan perizinan akan dimasukkan ke dalam intro bab perizinan. Ambhara Hotel. Pemantauan dan pengawasan dilakukan tidak hanya pada kepatuhan terhadap syarat-syarat perizinan tetapi juga terhadap dampak yang terjadi setelah kegiatan yang diizinkan dilaksanakan. Pelaksanaan pemantauan dan pengawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dapat ditugaskan oleh Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air sesuai dengan tanggung jawabnya atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya kepada pengelola sumber daya air. misalnya menyampaikan laporan dan/atau pengaduan kepada pihak Ayat (7) Keterlibatan masyarakat dalam pelaksanaan perlindungan dan pelestarian sumber air dapat berupa: . Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air atau pemerintah daerah sesuai dengan wewenang dan tanggung jawabnya dapat melibatkan peran masyarakat. . (5) Perlindungan dan pelestarian sumber air sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dilakukan oleh Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air sesuai dengan tanggung jawabnya atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya.Pasca Harmonisasi. Ayat (6) Cukup jelas. substansi pemantauan dan pengawasan akan dimasukkan ke dalam masing2 kegiatan2 perlindungan dan pelestarian sumber air. Ayat (5) Cukup jelas. Catatan: • Ayat ini dihapus.Pemberian kesempatan kepada masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya dalam rangka perizinan. pemantauan dan pengawasan. (6) Dalam melaksanakan perlindungan dan pelestarian sumber air sebagaimana dimaksud pada ayat (5). Pemantauan dan pengawasan terhadap dampak ini dilakukan untuk mengevaluasi terhadap izin yang diberikan.Pemberian kesempatan kepada masyarakat untuk melakukan pemantauan dan pengawasan. Penjelasan: Keterlibatan masyarakat dalam pemantauan dan pengawasan pelaksanaan perlindungan dan pelestarian sumber air dapat berupa pemberian kesempatan kepada masyarakat untuk melakukan pemantauan dan pengawasan .

misalnya situ. Peraturan daerah masing-masing provinsi untuk wilayah sungai lintas provinsi. dan tempat-tempat yang mempunyai fungsi menampung air sementara (retarding basin). Keputusan presiden untuk wilayah sungai lintas negara. (8) Ayat (10) Cukup jelas. Ayat (9) Cukup jelas. e. embung. Ayat (8) Yang dimaksud dengan “tempat-tempat penampungan air”. kebiasaan. (10) Pedoman penghitungan dan tata cara sistem insentif ditetapkan oleh Menteri. 41/109 . Ambhara Hotel. dan/atau adat istiadat yang bersifat lokal dalam perlindungan dan pelestarian sumber air. (7) Dalam melaksanakan perlindungan dan pelestarian sumber air sebagaimana dimaksud pada ayat (5). g. Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air sesuai dengan tanggung jawabnya dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya menerapkan sistem insentif kepada daerah dan masyarakat yang melakukan perlindungan dan pelestarian sumber air. Yang dimaksud dengan “kearifan lokal” adalah perbuatan. Peraturan daerah provinsi untuk wilayah sungai lintas kabupaten/kota. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN yang berwenang. Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya mempertahankan keberadaan tempat-tempat penampungan air dan memperhatikan kearifan lokal. peraturan daerah kabupaten/kota untuk wilayah sungai dalam kabupaten/kota. (9) Sistem insentif sebagaimana dimaksud pada ayat (8) ditetapkan dengan: d. f.Pasca Harmonisasi. Ayat (11) Cukup jelas.

menetapkan kawasan yang berfungsi sebagai daerah resapan air dan daerah tangkapan air pada kawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). menyelengga 42/109 . menetapkan dan mengawasi pelaksanaan peraturan untuk melestarikan fungsi resapan air dan daerah tangkapan air pada kawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN Paragraf 1 Pasal 30 Pemeliharaan kelangsungan fungsi resapan air dan daerah Cukup jelas. (3) Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan wewenang dan tanggung jawabnya: a.Pasca Harmonisasi. b. Ambhara Hotel. d. tangkapan air Pasal 30 (1) Pemeliharaan kelangsungan fungsi resapan air dan daerah tangkapan air dilakukan pada kawasan-kawasan yang ditetapkan berdasarkan rencana pengelolaan sumber daya air yang bersangkutan. c. (2) Kawasan yang berfungsi sebagai resapan air dan daerah tangkapan air Pemeliharaan kelangsungan fungsi resapan air dan daerah tangkapan air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menjadi salah satu acuan dimasukkan dalam penyusunan dan pelaksanaan rencana tata ruang wilayah. mengelola kawasan yang berfungsi sebagai daerah resapan air dan daerah tangkapan air.

dan kawasan pantai. (4) Menteri atau menteri yang terkait dengan pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan wewenang dan tanggung jawabnya melaksanakan pemantauan dan pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (3).. pengaturan melalui: a. mendorong dan melaksanakan pemberdayaan masyarakat dalam pelestarian fungsi resapan air dan daerah tangkapan air pada kawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). f.Pasca Harmonisasi. (7) (1) Paragraf 2 Pasal 31 Pengendalian Pemanfaatan Sumber Air Huruf a Pasal 31 Yang dimaksud “sumber air tertentu” adalah sumber air diluar kawasan suaka alam dan kawasan pelestarian Pengendalian pemanfaatan sumber air dapat berupa alam. 43/109 . Ambhara Hotel. dan menetapkan dan mengawasi pelaksanaan peraturan untuk melestarikan fungsi resapan air dan daerah tangkapan air pada kawasan-kawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dan/atau b. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN e. pelarangan untuk memanfaatkan sebagian atau seluruh sumber air pada kawasan suaka alam dan kawasan pelestarian alam. rakan program pelestarian fungsi resapan air dan daerah tangkapan air pada kawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya menetapkan dan mengawasi pelaksanaan peraturan-peraturan untuk melestarikan fungsi resapan air dan daerah tangkapan air pada kawasan-kawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (5) (6) Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya menyelenggarakan program pelestarian fungsi resapan air dan daerah tangkapan air pada kawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya mendorong dan melaksanakan pemberdayaan masyarakat dalam pelestarian fungsi resapan air dan daerah tangkapan air pada kawasan-kawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). perizinan pemanfaatan sebagian atau seluruh sumber air tertentu. kawasan hutan.

1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN Penjelasan: Huruf a Yang dimaksud “sumber air tertentu” adalah sumber air diluar kawasan suaka alam dan kawasan pelestarian alam. (4) Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya menyelenggarakan program pengendalian pemanfaatan sumber air. c. penambahan pengisian air dari suatu sumber air ke sumber air yang lain dalam suatu wilayah sungai atau dari wilayah sungai yang lain. peningkatan daya resap lahan terhadap air hujan di Huruf c. Cukup jelas. (3) Dalam pelaksanaan perizinan dan pelarangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan pemantauan dan pengawasan berdasarkan ketentuan pemanfaatan zona pada sumber air yang bersangkutan. Pengisian air pada sumber air dapat dilaksanakan antara lain dalam bentuk: a. daerah aliran sungai melalui penatagunaan lahan. (2) Pengendalian pemanfaatan sumber air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan sesuai dengan ketentuan pemanfaatan zona pada sumber air yang bersangkutan.Pasca Harmonisasi. Ambhara Hotel. Huruf b. Paragraf 3 Pasal 32 Ayat (1) Pengisian Air Pada Sumber Air Huruf a. Pasal 32 Cukup jelas. b. atau Peningkatan daya resap lahan dapat dilakukan antara lain melalui perbaikan vegetasi penutup 44/109 (1) . pengimbuhan air ke lapisan air tanah (akuifer).

(3) Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya menyelenggarakan pengawasan dan pemantauan pelaksanaan pengisian air pada sumber air sebagaimana dimaksud pada ayat (1).Pasca Harmonisasi. Huruf d. pemisahan antara jaringan drainase dan jaringan pengumpul air limbah pada kawasan perkotaan. Ambhara Hotel. pembangunan sistem instalasi pengolah air limbah terpusat pada setiap lingkungan. b. Pasal 33 (1) Pengaturan prasarana dan sarana sanitasi dilakukan melalui: a. Ayat (2) Ayat (3) Substansi peraturan daerah. serta pembuatan sumur resapan air hujan di kawasan permukiman. (4) Pelaksanaan pengisian air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c diatur melalui peraturan daerah. lahan dan pembuatan teras atau sengkedan. d. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN pemanfaatan teknologi modifikasi cuaca untuk meningkatkan curah hujan dalam kurun waktu tertentu. misalnya memuat ketentuan mengenai kewajiban membangun sumur resapan yang dikaitkan dengan persyaratan izin mendirikan bangunan. d. (2) Bentuk lain dalam pelaksanaan pengisian air pada sumber air diatur dengan peraturan Menteri. dan/atau 45/109 . c. Paragraf 4 Pasal 33 Pengaturan Prasarana dan Sarana Sanitasi Cukup jelas. penetapan pedoman pembangunan prasarana dan sarana sanitasi. pembuangan air limbah melalui jaringan pengumpul air limbah pada kawasan perkotaan ke dalam sistem instalasi pengolah air limbah terpusat. Cukup jelas.

prasarana a. kegiatan pembangunan pada sumber air. prasarana pariwisata.pengaturan terhadap pembangunan jembatan. Paragraf 5 Pasal 34 Perlindungan Sumber Air dalam Hubungannya dengan Kegiatan Ayat (1) Pembangunan dan Pemanfaatan Lahan pada Sumber Air Huruf a. f. (4) Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya menyelenggarakan pengawasan dan pemantauan pelaksanaan pengaturan prasarana dan sarana sanitasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). misalnya: kegiatan pembangunan dan pemanfaatan lahan pada sumber air dilakukan melalui pengaturan terhadap : . huruf b. (3) Pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d diatur lebih lanjut oleh menteri yang bertanggung jawab dalam bidang lingkungan hidup setelah berkoordinasi dengan instansi menteri terkait.Pasca Harmonisasi. dan huruf c diatur dengan mekanisme perizinan oleh pemerintah daerah yang bersangkutan. dan transportasi air untuk melindungi fungsi 46/109 . Pasal 34 Pengaturan kegiatan pembangunan pada (1) Perlindungan sumber air dalam hubungannya dengan sumber air bertujuan untuk melindungi fungsi dan keberadaan sumber air. Ambhara Hotel. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN penerapan teknologi pengolahan air limbah yang ramah lingkungan. e. Catatan 1 Mei 2007:  spirit melarang membuang sampah ke sumber air akan dipindah ke pengendalian pencemaran??? (2) Pelaksanaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a. penerapan larangan membuang sampah pada sumber air.

sumber air. Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya menyelenggarakan pengawasan dan pemantauan pelaksanaan perlindungan sumber air sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dan perikanan. (2) (3) (4) Perlindungan sumber air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan sesuai dengan ketetapan ketentuan pemanfaatan zona pada sumber air yang bersangkutan. kegiatan pemanfaatan lahan pada sumber air. Pasal 35 Pengendalian pengolahan tanah di daerah hulu dilakukan untuk: 47/109 .pengaturan terhadap pembangunan permukiman untuk menjaga keberadaan sumber air. (1) Paragraf 6 Pasal 35 Pengendalian Pengolahan Tanah di Daerah Hulu Cukup jelas. Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya Penyelenggaraan perlindungan sumber air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya.Pasca Harmonisasi. Ayat (3) Cukup jelas. . Huruf b. Pengaturan pemanfaatan lahan antara lain meliputi untuk kegiatan pertambangan. pertanian. Ayat (2) Cukup jelas. Ambhara Hotel. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN b.

(3) Menteri atau menteri yang terkait dengan pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangan dan tanggung jawabnya menyelenggarakan pengawasan dan pemantauan pelaksanaan pengendalian pengolahan tanah di daerah hulu sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pengendalian pengolahan tanah sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diutamakan pada lahan dengan tingkat kemiringan lereng sebesar 40 (empat puluh) prosen atau lebih. c. (1) (2) . mengurangi tingkat sedimentasi pada sumber air dan prasarana sumber daya air. (2) Pengendalian pengolahan tanah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memperhatikan kaidah konservasi dan tetap mempertahankan fungsi lindung sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. b.Pasca Harmonisasi. mengurangi laju erosi tanah. Pengaturan daerah sempadan sumber air dilakukan untuk mengamankan dan mempertahankan fungsi sumber air serta prasarana sumber daya air. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN mencegah longsor. Pengaturan daerah sempadan sumber air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berupa penetapan batas sempadan sumber air dan penetapan pemanfaatan daerah sempadan 48/109 a. Ambhara Hotel. dan d. Paragraf 7 Pasal 36 Pengaturan Daerah Sempadan Sumber Air Ayat (1) Pasal 36 Cukup jelas. meningkatkan peresapan air ke dalam tanah.

Untuk mempertahankan fungsi daerah sempadan sumber air. Menteri atau menteri yang terkait dengan pengelolaan sumber daya air atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangan dan tanggung jawabnya: a. Daerah sempadan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya setelah berkonsultasi dengan dewan atau wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air provinsi atau kabupaten/kota yang bersangkutan. dan/atau limbah cair. mengurangi kapasitas tampung sumber air. Pasal 37 Pasal 37 Menteri atau menteri yang terkait dengan pengelolaan Cukup jelas. Garis sempadan sumber air adalah garis maya batas luar perlindungan sumber air. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (3) (4) sumber air.Pasca Harmonisasi. mencegah pendirian bangunan dan pemanfaatan lahan yang dapat mengganggu aliran air. limbah padat. atau tidak sesuai dengan 49/109 Untuk mempertahankan fungsi daerah sempadan sumber air setiap orang dan badan usaha melakukan upaya pencegahan terhadap: (2) . sumber daya air atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangan dan tanggung jawabnya mempertahankan fungsi daerah sempadan sumber air. berdasarkan rekomendasi dewan atau wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air. (1) Ayat (3) Yang dimaksud dengan “daerah sempadan sumber air” adalah kawasan tertentu di sekeliling sumber air yang dibatasi oleh garis sempadan sumber air. Ayat (2) Cukup jelas. mencegah pembuangan air limbah yang tidak memenuhi baku mutu. b. Pedoman penetapan dan pemanfaatan daerah sempadan sumber air ditetapkan oleh Menteri. Ambhara Hotel.

perbuatan menghidupkan atau memfungsikan kembali daerah sempadan sumber air. Ambhara Hotel.Pasca Harmonisasi. vegetatif. baik di dalam maupun di luar kawasan hutan. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN c. kewenangan dan tanggung jawabnya melaksanakan rehabilitasi hutan dan lahan daerah tangkapan air sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Paragraf 8 Pasal 38 Ayat (1) Rehabilitasi Hutan dan Lahan Cukup jelas. Penjelasan: Yang dimaksud dengan “revitalisasi” adalah proses. (3) Menteri atau menteri yang terkait dengan pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangan dan tanggung jawabnya menyelenggarakan pengawasan dan pemantauan pelaksanaan pengaturan daerah sempadan sumber air sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 ayat (1). 50/109 (1) (2) (3) . Rehabilitasi hutan rusak dapat dilakukan dengan Ayat (3) kegiatan yang menyeluruh dan terpadu. peruntukannya. Pasal 38 Rehabilitasi hutan dan lahan daerah tangkapan air dilakukan pada hutan rusak dan lahan kritis. Menteri atau menteri yang terkait dengan pengelolaan Ayat (2) sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan Cukup jelas. maupun kombinasi dari kegiatan dimaksud. manajemen budi daya hutan. dan melakukan revitalisasi daerah sempadan sumber air. cara. baik melalui upaya Cukup jelas. sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Ayat (4) Yang dimaksud dengan “upaya vegetatatif”. Ayat (6) Cukup jelas. Menteri atau menteri yang terkait dengan pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangan dan tanggung jawabnya menyelenggarakan pengawasan dan pemantauan pelaksanaan rehabilitasi hutan dan lahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Yang dimaksud dengan “upaya agronomis”. Pelestarian Alam Pasal 39 (1) Pelestarian hutan lindung. dan budaya masyarakat. antara lain termasuk pemilihan jenis tanaman budidaya dan teknis pengolahan lahan. Paragraf 9 Pasal 39 Pelestarian Hutan Lindung. (5) (6) Kegiatan rehabilitasi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dan ayat (4) dilakukan melalui pendekatan sosial. Ambhara Hotel. (2) Pelestarian hutan lindung. ekonomi. antara lain meliputi kegiatan penghijauan dan reboisasi. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN Catatan: akan diinformasikan oleh Pak Nas kepada Dep. kawasan suaka alam. Kehutanan agar sinkron dengan RPP RRHL (untuk ayat (3). Kawasan Suaka Alam. dan unsur hara tanah. kawasan suaka alam. Ayat (5) Cukup jelas. dan (5)) (4) Rehabilitasi lahan kritis dapat dilakukan dengan kegiatan yang menyeluruh dan terpadu baik melalui upaya vegetatif. dan kawasan pelestarian alam sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh Pemerintah atau pemerintah daerah sesuai 51/109 . dan Kawasan Cukup jelas. (4). maupun kombinasi dari kegiatan-kegiatan tersebut. agronomis. sipil teknis. air permukaan.Pasca Harmonisasi. dan kawasan pelestarian alam dilakukan untuk memberikan perlindungan terhadap kawasan di bawahnya dalam rangka menjamin ketersediaan air tanah.

b. . 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (3) dengan kewenangannya dan peraturan perundang-undangan. kawasan suaka alam. Catatan: akan diinformasikan oleh Pak Nas kepada Dep. Pemerintah atau pemerintah daerah mengupayakan pemberdayaan masyarakat dalam menjaga pelestarian hutan lindung. sesuai dengan fungsi dan manfaatnya. Bagian Ketiga Pengawetan Air Pasal 40 Pasal 40 Ayat (1) (1) Pengawetan air ditujukan untuk memelihara keberadaan dan Cukup jelas. dan/atau c. Ambhara Hotel. dan kawasan pelestarian alam sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dan (3)) (4) Menteri atau menteri yang terkait dengan pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangan dan tanggung jawabnya menyelenggarakan pengawasan dan pemantauan pelaksanaan pelestarian hutan lindung. ketersediaan air atau kuantitas air. menghemat air dengan pemakaian yang efisien dan efektif. (3) Penyimpanan air sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a Ayat (3) 52/109 Ayat (6) Cukup jelas. mengendalikan penggunaan air tanah. kawasan suaka alam. (2) Pengawetan air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan Ayat (2) dengan cara: Cukup jelas. a. Kehutanan agar sinkron dengan RPP RRHL (ayat (1). dan kawasan pelestarian alam.Pasca Harmonisasi. (2). menyimpan air yang berlebihan di saat hujan untuk dapat dimanfaatkan pada waktu diperlukan.

53/109 . (5) Menteri atau menteri yang terkait dengan pengelolaan sumber daya air atau pemerintah daerah sesuai dengan wewenang dan tanggung jawabnya mendorong masyarakat dalam pembuatan tampungan air hujan. perdagangan. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN dapat dilakukan melalui pembuatan tampungan air hujan. Penjelasan: Pembuatan tampungan air hujan bangunan gedung dan perumahan. kolam. dan embung di daerah yang memerlukannya. Batas akhir pembahasan Tanggal 1 Mei 2007 Ayat (4) Yang dimaksud dengan “kawasan atau lingkungan di daerah tertentu”. Pembuatan tampungan air hujan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) merupakan bagian persyaratan dalam pemberian izin pembangunan gedung dan perumahan. Ambhara Hotel. kolam. misalnya perumahan. Ayat (4) Cukup jelas. (4) Pembuatan kolam dan/atau embung sebagaimana dimaksud pada ayat (3) merupakan bagian persyaratan dalam pemberian izin pengembangan kawasan atau lingkungan di daerah tertentu. Catatan: akan dikonsultasikan oleh Bu Martini dengan Ditjen.Pasca Harmonisasi. industri. Cipta Karya mengenai pembuatan tampungan air hujan sebagai persyaratan dalam pemberian izin pembangunan gedung dan perumahan. atau kawasan lain yang mengubah fungsi resapan air. atau waduk. dapat dilakukan pada Cukup jelas. embung. wisata. Ayat (5) Cukup jelas.

Ambhara Hotel. Yang dimaksud dengan “sambungan rumah” adalah bagian dari sistem penyediaan air minum 54/109 . pipa atau saluran transmisi. b. pencegahan kehilangan atau kebocoran air pada huruf c. transmisi” adalah pipa atau saluran pembawa air baku dari intake ke instalasi pengolahan air atau pipa pembawa air minum dari instalasi pengolahan air ke reservoir. penerapan tarif penggunaan air yang bersifat huruf a. Yang dimaksud dengan “jaringan distribusi” adalah jaringan perpipaan yang berfungsi membagi air sampai ke pelanggan atau ke unit pelayanan. mendorong masyarakat untuk melakukan upaya penghematan air guna mencegah terjadinya krisis air. penggunaan air yang efisien dan efektif untuk huruf b. jaringan distribusi dan unit pelayanan. sumber air. (2) Penghematan air dapat dilakukan melalui: Ayat (2) a. progresif. Cukup jelas.Pasca Harmonisasi. instalasi Yang dimaksud dengan “pipa atau saluran pengolahan air. segala macam kebutuhan. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN Pasal 41 Pasal 41 (1) Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab Ayat (1) pengelolaan sumber daya air atau pemerintah daerah Cukup jelas. Yang dimaksud dengan “unit pelayanan” adalah sambungan rumah atau hidran umum dimana pelanggan memperoleh air. Cukup jelas. Yang dimaksud dengan “instalasi pengolahan air” adalah instalasi yang mengolah air baku menjadi air yang memenuhi persyaratan sebagai air minum. c.

yang terdiri dari clamp saddle. penurunan kualitas air Cukup jelas. air. berdasarkan pedoman sebagaimana dimaksud pada ayat (3). dan penurunan fungsi cekungan air tanah. Yang dimaksud dengan “insentif”. mendaur ulang air yang telah dipakai. (2) Pengendalian penggunaan air tanah dapat dilakukan Ayat (2) dengan cara: huruf a.Pasca Harmonisasi. pipa dinas. meter air. tanah. Yang dimaksud dengan “disinsentif”. (4) Pemerintah daerah menyelenggarakan upaya penghematan air sesuai kebutuhan daerahnya. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN yang langsung melayani pelanggan air minum. pemberian insentif bagi pelaku penghemat air. Ayat (4) Cukup jelas. huruf e. secara pengembangan dan penerapan teknologi hemat huruf d. huruf f. f. Cukup jelas. huruf g. e. Ayat (3) Cukup jelas. 55/109 . dan kran air. dan h. g. huruf h. pemberian disinsentif bagi pelaku boros air. d. Cukup jelas. misalnya dengan memberikan kemudahan dalam penggunaan peralatan hemat air. Pasal 42 Pasal 42 (1) Pengendalian penggunaan air tanah dimaksudkan untuk Ayat (1) mencegah penurunan muka air tanah. Ambhara Hotel. menerapkan praktek penggunaan air berulang. (3) Menteri setelah berkonsultasi dengan menteri terkait menetapkan pedoman penghematan air. Cukup jelas. misalnya dengan memberlakukan sanksi atau kewajiban ekstra bagi pelaku boros air.

Cukup jelas. intrusi air laut. mengurangi alokasi pengambilan air tanah baru pada zona rawan air tanah. memperhatikan keseimbangan pengimbuhan. mengutamakan penggunaan air tanah untuk kebutuhan pokok sehari-hari di atas keperluan lainnya. Yang dimaksud dengan “tarif progresif penggunaan air tanah” misalnya penggunaan air dalam jumlah besar terkena tarif dengan harga satuan yang lebih tinggi daripada pengguna air dalam jumlah kecil. huruf g. Ambhara Hotel. huruf c. Zona rawan air tanah dan zona kritis air tanah ditandai dengan gejala sebagai berikut: penurunan muka air tanah.Pasca Harmonisasi. dan pelepasan air tanah. penggunaan air untuk tujuan usaha dikenakan tarif dengan harga satuan yang lebih tinggi daripada penggunaan air untuk rumah tangga. . e. Cukup jelas. pengaliran. dalam hal sumber air permukaan terbatas ketersediaannya. huruf b. huruf e. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN a. menerapkan sistem perizinan dalam penggunaan air tanah. g. Kriteria:  Rawan apabila penurunan muka air tanah mencapai 40% sampai 56/109 f. mengutamakan penggunaan air dari sumber air permukaan. Cukup jelas. Cukup jelas. melarang pengambilan air tanah baru dan mengurangi secara bertahap pengambilan air tanah yang sudah ada di zona kritis air tanah. b. menerapkan tarif progresif penggunaan air tanah sesuai dengan tingkat konsumsi. Cukup jelas. huruf f. penurunan muka tanah (land subsidence). d. c. huruf d.

dan kenaikan kandungan zat padat terlarut antara 10. 57/109 . (5) Pengaturan lebih lanjut tentang pengendalian penggunaan air tanah diatur dengan peraturan pemerintah tersendiri. Kritis apabila penurunan muka air tanah lebih besar dari 60%. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN  dengan 60%. (4) Pemerintah atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya mengatur pengendalian penggunaan air tanah sebagaimana dimaksud pada ayat (2). (1) Pasal 43 Pasal 43 Ayat (1) Pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air Yang dimaksud dengan mempertahankan dan ditujukan untuk mempertahankan dan memulihkan kualitas air memulihkan kualitas air antara lain dengan cara yang masuk dan yang berada pada sumber-sumber air.000 mg/liter (DHL 1.500 µS/cm) dari kondisi awal. Ayat (4) Cukup jelas. Bagian Keempat Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air Ayat (3) Cukup jelas.000 sampai dengan 10.Pasca Harmonisasi. memelihara kondisi kualitas air yang terdapat dalam kawasan lindung.000 sampai dengan 1.000 mg/liter (DHL lebih besar dari 1. Ambhara Hotel. Ayat (5) Cukup jelas. dan kenaikan kandungan zat padat terlarut antara 1. (3) Larangan dan pengurangan pengambilan air tanah sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf g diikuti dengan upaya penyediaan air untuk kebutuhan pokok sehari-hari oleh pengelola sumber daya air.000 sampai dengan 100. mata air sebagaimana kondisi alamiahnya dan pelestarian fungsi air melalui penetapan standar baku mutu air.500 µS/cm) dari kondisi awal.

Ambhara Hotel. 58/109 . Cukup jelas.memperkecil tingkat erosi tanah. pemanfaatan organisme dan mikro-organisme yang dapat menyerap bahan pencemar pada sumber air dan prasarana sumber daya air. Ayat (3) Huruf a. antara lain: . e. d. aerasi pada sumber air dan melalui prasarana sumber daya air. Ayat (2) Huruf a. penetapan kelas air dan baku mutu air pada sumber air. pengendalian kerusakan sumber air. (3) Perbaikan kualitas air pada sumber air dan prasarana sumber daya air dapat dilakukan melalui kegiatan-kegiatan antara lain: a. Huruf e. mengembangbiakkan.melakukan purifikasi diri air. Huruf c Pengendalian kerusakan sumber air misalnya pencegahan terjadinya penggerusan palung atau dasar sungai yang menyebabkan kekeruhan air. b. Fungsi lingkungan adalah kemampuan alam untuk. Huruf b. perbaikan fungsi lingkungan untuk mengendalikan kualitas air. Huruf b. Organisme atau mikro-organisme yang dapat menyerap bahan pencemar dapat diupayakan dengan cara menanam. b. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (2) Perbaikan kualitas air pada sumber air dan prasarana sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh Pemerintah atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya melalui: a. c. Yang dimaksud dengan “aerasi” adalah upaya meningkatkan kadar oksigen dalam air. penanggulangan pencemaran air pada sumber air. Cukup jelas.Pasca Harmonisasi. . Cukup jelas. pemantauan kualitas air pada sumber air. Huruf d.

Cukup jelas. Ambhara Hotel. a. (4) Pengaturan lebih lanjut mengenai pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air dilaksanakan sesuai dengan peraturan pemerintah yang mengatur tentang pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air. penatagunaan sumber daya air ditujukan untuk menetapkan zona pemanfaatan sumber air dan peruntukan air pada sumber air. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN c. antara lain menurunkan kelas air dari yang ditetapkan dan/atau berakibat fatal bagi kehidupan.Pasca Harmonisasi. pembuatan sumur-sumur infiltrasi di sepanjang pantai untuk memperbaiki kualitas air tanah yang telah terkena intrusi air asin. penggelontoran sumber air pada suatu keadaan yang mendesak. Huruf c. BAB VI PENDAYAGUNAAN SUMBER DAYA AIR Bagian Pertama Umum (1) Pasal 44 Pasal 44 Pendayagunaan sumber daya air mencakup kegiatan: Cukup jelas. Huruf d. d. Penggelontoran hanya boleh dilakukan apabila terjadi keadaan mendesak. Penggelontoran adalah bukan merupakan kegiatan rutin dalam rangka perbaikan kualitas air. 59/109 . Ayat (4) Cukup jelas. atau memanfaatkan sumber air yang mengandung organisme atau mikro-organisme tersebut.

Penetapan zona pemanfaatan sumber air didasarkan pada pertimbangan: a. terakomodasinya semua jenis pemanfaatan secara layak. e. penyediaan sumber daya air.Pasca Harmonisasi. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (2) b. dan/atau f. penggunaan sumber daya air. e. c. Bagian Kedua Penetapan Zona Pemanfaatan Sumber Air (1) (2) Pasal 45 Pasal 45 Penetapan zona pemanfaatan sumber air ditujukan Cukup jelas. fungsi kawasan. b. Kegiatan-kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan secara terpadu berdasarkan rencana pendayagunaan sumber daya air yang telah ditetapkan. Ambhara Hotel. potensi konflik kepentingan yang minimal antar jenis penggunaan. fungsi lindung dan budi daya. 60/109 . pengembangan sumber daya air. c. d. dampak negatif yang minimal terhadap kelestarian sumber daya air. hasil penelitian dan pengukuran secara teknis hidrologis. d. untuk mendayagunakan fungsi atau potensi yang terdapat pada sumber air yang bersangkutan secara berkelanjutan. pengusahaan sumber daya air.

dan kesesuaiannya dengan peraturan perundangundangan. Pasal 46 Pasal 46 (1) Menteri. gubernur. atau bupati/walikota sesuai Ayat (1) dengan kewenangannya dalam pengelolaan Penetapan rencana zona pemanfaatan sumber air sumber daya air merumuskan dan menetapkan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN a. bagian dari proses penyusunan pola pengelolaan sumber daya air dan rencana induk pengelolaaan sumber daya air sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 dan Pasal 15 ayat (2). (1). gubernur. (3) Penetapan rencana zona pemanfaatan sumber Ayat (3) air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Cukup jelas. inventarisasi jenis-jenis pemanfaatan yang sudah dilakukan di seluruh bagian sumber air. dilakukan dengan memperhatikan pertimbangan wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air pada wilayah sungai bersangkutan. (4) Dalam hal wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air wilayah sungai tidak atau belum terbentuk. pertimbangan diberikan oleh wadah Ayat (4) Cukup jelas. merupakan rencana zona pemanfatan sumber air. menganalisa kelayakan dampak lingkungan serta potensi konflik dari jenis-jenis pemanfaatan yang sudah dilakukan. 61/109 . b. Menteri. (2) Dalam merumuskan rencana zona pemanfaatan Ayat (2) sumber air sebagaimana dimaksud pada ayat Cukup jelas.Pasca Harmonisasi. c. atau bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya melakukan kegiatan sebagai berikut: penelitian dan pengukuran parameter fisik dan karakter sumber air. kimia dan biologi pada sumber air. Ambhara Hotel.

Ambhara Hotel. Bagian Ketiga Peruntukan Air Pada Sumber Air Ayat (5) Cukup jelas. a. serta kajian pada wilayah sungai bersangkutan yang terkait Daya dukung sumber air mencakup kuantitas dengan: dan kualitas air. c. pertumbuhannya. Huruf c. Penyusunan rencana peruntukan air pada sumber air merupakan bagian dari proses penyusunan pola pengelolaan sumber daya air. daya dukung sumber air. 62/109 . jumlah dan penyebaran penduduk serta proyeksi Huruf b. dan/atau penyempurnaan rencana tata ruang wilayah ke depan. b. Cukup jelas.Pasca Harmonisasi. perhitungan dan proyeksi kebutuhan air. Perhitungan dan proyeksi kebutuhan air dilakukan dengan memperhatikan tata ruang wilayah yang ada dalam rangka penyusunan. (5) Pedoman penetapan zona pemanfaatan sumber air ditetapkan oleh Menteri. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN koordinasi pengelolaan sumber daya air provinsi atau kabupaten/kota sesuai dengan kewenangannya. peninjauan kembali. beberapa golongan atau klasifikasi mutu air termasuk baku mutu air. (1) Pasal 48 Pasal 48 Penyusunan rencana peruntukan air Ayat (1) dilakukan dengan kegiatan pengumpulan data dan informasi Huruf a. Pasal 47 Pasal 47 Peruntukan air pada sumber air dimaksudkan untuk Penetapan peruntukan air dimaksudkan untuk mengelompokkan penggunaan air pada sumber air ke dalam mencegah terjadinya konflik antarpemanfaat air.

Ayat (2) Cukup jelas. memperhatikan penyediaan air untuk pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari penduduk 63/109 . Bagian Keempat Penyediaan Sumber Daya Air (1) Pasal 49 Pasal 49 Penyediaan sumber daya air dilakukan berdasarkan Cukup jelas. Ayat (4) Pedoman penyusunan rencana peruntukan air dapat disusun menjadi satu kesatuan dengan pedoman penyusunan pola pengelolaan sumber daya air. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN d.Pasca Harmonisasi. gubernur. Huruf d. atau bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya. Cukup jelas. c. b. Rencana peruntukan air pada sumber air yang terdapat di dalam pola pengelolaan sumber daya air ditetapkan oleh Menteri. mengutamakan penyediaan air untuk pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari dan pertanian rakyat pada sistem irigasi yang sudah ada. prinsip-prinsip: a. (2) pemanfaatan air yang sudah ada. Pedoman penyusunan rencana peruntukan air pada sumber air ditetapkan oleh Menteri. (3) (4) Penyusunan rencana peruntukan air pada sumber air dikoordinasikan melalui wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air pada wilayah sungai bersangkutan. menjaga kelangsungan penyediaan air untuk pemakai air lainnya yang sudah ada. Ambhara Hotel. Ayat (3) Cukup jelas.

sehari-hari dan pemenuhan kebutuhan air irigasi untuk pertanian rakyat. usulan urutan prioritas penyediaan sumber daya air disiapkan oleh instansi teknis yang ditunjuk oleh pejabat yang berwenang atau pengelola sumber daya air pada 64/109 (1) (2) (3) (4) (5) . kebutuhan air pada wilayah sungai kondisi sosial budaya yang berlaku. a. prioritas penyediaan air ditempatkan pada pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari. sudah ada merupakan prioritas utama penyediaan sumber daya air di atas semua kebutuhan. misalnya sumber air. Tata cara penetapan urutan prioritas penyediaan sumber daya Ayat (5) air dilakukan sebagai berikut: Cukup jelas. Ambhara Hotel. hak ulayat yang bersangkutan dan disesuaikan kondisi setempat. Dalam hal penerapan prinsip-prinsip sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menyebabkan perubahan urutan prioritas penyediaan air yang menimbulkan kerugian bagi pemakai air sebelumnya. Pasal 50 Pasal 50 Urutan prioritas penyediaan sumber daya air ditetapkan pada Ayat (1) setiap wilayah sungai. Penyediaan air untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari Ayat (2) dan irigasi bagi pertanian rakyat dalam sistem irigasi yang Cukup jelas.Pasca Harmonisasi. Dalam hal terjadi situasi kekeringan yang ekstrim sehingga Ayat (3) timbul konflik kepentingan antara pemenuhan kebutuhan pokok Cukup jelas. peruntukan air. Cukup jelas. Prioritas penyediaan sumber daya air untuk kebutuhan lainnya Ayat (4) ditetapkan berdasarkan hasil penetapan zona pemanfaatan Yang dimaksud dengan “kondisi setempat”. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (2) yang berdomisili dekat dengan sumber air dan/atau di sekitar jaringan pembawa air. Pemerintah atau pemerintah daerah mengatur kompensasi kepada pemakainya. masyarakat hukum adat yang berkaitan dengan sumber daya air.

disusun pada setiap wilayah sungai. usulan urutan prioritas penyediaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada huruf a disampaikan kepada wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air wilayah sungai sebagai bahan untuk perumusan urutan prioritas. Ambhara Hotel. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50 ayat (1). c. (2) Rencana penyediaan sumber daya air Ayat (2) sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang Cukup jelas.Pasca Harmonisasi. usulan urutan prioritas penyediaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada huruf a disampaikan kepada wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air provinsi atau kabupaten/kota sesuai dengan kewenangannya. Ayat (6) Cukup jelas. berasal dari sumber air permukaan dan cekungan air tanah. b. atau bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya menetapkan urutan prioritas penyediaan sumber daya air pada setiap wilayah sungai berdasarkan rumusan urutan prioritas sebagaimana dimaksud pada huruf b. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (6) wilayah sungai yang bersangkutan. (1) Pasal 51 Pasal 51 Rencana penyediaan sumber daya air disusun Ayat (1) berdasarkan urutan prioritas penyediaan sumber daya air Cukup jelas. gubernur. Dalam hal wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air wilayah sungai tidak atau belum terbentuk. 65/109 . d. Urutan prioritas penyediaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disusun dan ditetapkan untuk jangka waktu setiap 5 (lima) tahun sekali dan dapat ditinjau kembali sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun sekali. Menteri.

Ayat (5) Cukup jelas. (7) Dalam hal wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air wilayah sungai tidak atau belum terbentuk. dan ketersediaan air pada musim kemarau dan hujan. 7 (tujuh) harian. b. (4) Rencana penyediaan sumber daya air terdiri dari rencana penyediaan sumber daya air tahunan dan rencana penyediaan sumber daya air rinci. misalnya 5 (lima) harian. (5) Rencana penyediaan sumber daya air tahunan disusun sesuai dengan: urutan prioritas penyediaan sumber daya air pada wilayah sungai yang bersangkutan.Pasca Harmonisasi. (3) Rencana penyediaan sumber daya air yang berasal dari cekungan air tanah disesuaikan dengan kapasitas cekungan air tanah bersangkutan. pertimbangan diberikan oleh wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air provinsi atau kabupaten/kota sesuai dengan kewenangannya. (8) Rencana penyediaan sumber daya air rinci merupakan rencana operasional dari rencana penyediaan sumber daya air tahunan pada setiap sumber air yang menggambarkan besaran volume. dan waktu untuk memenuhi kebutuhan air dalam periode yang ditetapkan Ayat (3) Cukup jelas. atau 15 (lima belas) harian. atau bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya dengan memperhatikan pertimbangan dari wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air wilayah sungai. gubernur. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN a. Ayat (6) Cukup jelas. 66/109 . (6) Rencana penyediaan sumber daya air tahunan ditetapkan oleh Menteri. lokasi. Ayat (7) Cukup jelas. Ambhara Hotel. Ayat (4) Cukup jelas. Ayat (8) Rencana penyediaan sumber daya air tahunan pada setiap sumber air misalnya rencana penyediaan sumber daya air pada setiap sungai. Periode yang ditetapkan.

dalam hal penyediaan sumber daya air rinci tidak dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana penyediaan air tahunan yang ditetapkan karena: berkurangnya ketersediaan air dan/atau kerusakan jaringan sumber air yang disebabkan peristiwa alam. atau berkurangnya kapasitas jaringan karena kegiatan pemeliharaan dan/atau pembangunan dalam rangka pengelolaan sumber daya air. atau penggiliran Cukup jelas. 67/109 . Pasal 52 Pasal 52 (1) Penyediaan sumber daya air dilaksanakan oleh Ayat (1) pengelola sumber daya air wilayah sungai yang Cukup jelas. penyediaan sumber daya air. a. mempertimbangkan masukan dari dewan atau wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air wilayah sungai. (3) Dalam hal penyediaan sumber daya air tahunan Ayat (3) tidak dapat dilaksanakan sesuai dengan yang Dalam hal di wilayah sungai bersangkutan belum ditetapkan karena peristiwa alam yang terbentuk dewan atau wadah koordinasi mengakibatkan berkurangnya ketersediaan air pengelolaan sumber daya air wilayah sungai. b. (2) Pihak yang berwenang dapat menetapkan Ayat (2) pengurangan.Pasca Harmonisasi. penambahan. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN sesuai kondisi setempat. dan/atau kerusakan jaringan sumber air. Ambhara Hotel. bersangkutan berdasarkan rencana penyediaan sumber daya air rinci yang telah ditetapkan. pihak pertimbangan diberikan oleh dewan atau wadah yang berwenang dapat melakukan penyesuaian koordinasi pengelolaan sumber daya air rencana penyediaan air tahunan dengan kabupaten/kota atau provinsi.

a. keringanan biaya jasa pengelolaan sumber daya air. c. Pemerintah atau pemerintah daerah mengatur kompensasi dalam batas-batas tertentu kepada pihak pemegang hak yang dirugikan. memperoleh perpanjangan masa izin. (5) Kompensasi sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dapat berupa: memperoleh penyediaan air dari tempat lain. b.Pasca Harmonisasi. Ayat (5) Cukup jelas. Ambhara Hotel. atau program pembangunan. Ayat (7) Cukup jelas. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (4) Dalam hal penyediaan sumber daya air tidak dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana yang ditetapkan sebagai akibat selain sebagaimana dimaksud pada ayat (2). ganti rugi. diatur lebih lanjut oleh Pemerintah dan/atau pemerintah daerah yang bersangkutan sesuai dengan kewenangannya. Bagian Kelima Penggunaan Sumber Daya Air Ayat (4) Cukup jelas. (6) Tata cara penetapan dan pemberian kompensasi sebagaimana dimaksud pada ayat (5). (7) Pedoman tata cara penetapan dan pemberian kompensasi sebagaimana dimaksud pada ayat (6) ditetapkan oleh Menteri. e. 68/109 . d. Ayat (6) Cukup jelas.

Penggunaan sumber air sebagai media adalah pemanfaatan ruang pada sumber air misalnya areal parkir.Pasca Harmonisasi. media. Pasal 54 Pasal 54 69/109 . c. sumber Penggunaan air. dan daya air sebagai air. d. ketertiban dan keadilan. b. ketepatan penggunaan. areal rekreasi. Penggunaan sumber daya air sebagaimana Ayat (2) dimaksud pada ayat (1) dapat berupa penggunaan air. sumber air. e. keberlanjutan penggunaan. dan/atau daya air. misalnya pemanfaatan sungai untuk transportasi dan arung jeram. rumah tangga. penggunaan yang saling menunjang antara air permukaan dan air tanah dengan memprioritaskan penggunaan air permukaan. penghematan penggunaan. dan/atau daya air sebagai media dan materi. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (1) (2) (3) Pasal 53 Pasal 53 Ayat (1) Penggunaan sumber daya air ditujukan untuk Cukup jelas. misalnya pemanfaatan untuk agroindustri. sumber air. Penggunaan sumber daya air sebagaimana Ayat (3) dimaksud pada ayat (1) dilakukan berdasarkan prinsip-prinsip: Cukup jelas. Penggunaan air. pemanfaatan sumber daya air dan prasarananya sebagai media dan/atau materi. Ambhara Hotel. perikanan. Penggunaan air dan daya air sebagai materi misalnya pemanfaatan untuk air minum. dan industri. a.

c. pemanfaatan air pada sumber air. Ayat (1) Huruf a. Cukup jelas. Ambhara Hotel. melakukan pemantauan dan evaluasi atas penggunaan sumber daya air. memelihara sumber daya air dan prasarananya agar terpelihara fungsinya. antara lain penyadapan bebas dan pemompaan air dari sungai. d. b.Pasca Harmonisasi. melaksanakan pemberdayaan kepada para pengguna sumber daya air. Huruf b. Ayat (2) Cukup jelas. 70/109 . sumber daya air yang mempunyai hak guna air di wilayah sungai yang bersangkutan. pemanfaatan ruang pada sumber air. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (1) Penggunaan sumber daya air sebagaimana dimaksud dalam Pasal 53 dapat berupa: a. Pasal 55 Pasal 55 (1) Pengelola sumber daya air pada wilayah sungai berkewajiban: Ayat (1) a. Huruf c. Cukup jelas. sumber daya air. c. (2) Pengelola sumber daya air pada wilayah sungai berhak menerima Ayat (2) dana yang dipungut dari para pemegang izin penggunaan Cukup jelas. pengambilan air dari sumber air. menjamin ketersediaan sumber daya air bagi pengguna Cukup jelas. Yang dimaksud dengan “pengambilan air dari sumber air”. b. (2) Pedoman penggunaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh Menteri atau menteri yang terkait dengan bidang sumber daya air.

Hak guna air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berupa Ayat (2) hak guna pakai air dan hak guna usaha air. pemegang izin selama jangka waktu Huruf c. Cukup jelas. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (1) (2) (3) (4) (5) (6) Pasal 56 Pasal 56 Perseorangan. tidak Cukup jelas. kelompok masyarakat. secara sukarela. Hak guna air batal dengan sendirinya atau dapat dibatalkan Ayat (6) dalam hal: Huruf a. pemegang izin melepaskan haknya Huruf b. Ambhara Hotel. Cukup jelas. musnahnya sumber daya air. badan sosial. b. Ayat (3) Cukup jelas. Cukup jelas. d. Hak guna usaha air dinyatakan dalam izin pengusahaan Ayat (4) sumber daya air. yang ditetapkan dalam keputusan pemberian izinnya. Hak guna pakai air diperoleh dengan izin atau tanpa izin. sosial. jangka waktu berlaku izin telah Huruf d. Cukup jelas.Pasca Harmonisasi. mempergunakan hak sebagaimana mestinya. Cukup jelas. Yang dimaksud dengan “kelompok masyarakat” misalnya kelompok petani pemakai air irigasi pada sistem irigasi yang sudah ada. atau badan usaha” adalah subyek yang menggunakan air berdasarkan izin . atau Ayat (1) badan usaha yang menggunakan air berhak memperoleh hak Yang dimaksud dengan “perseorangan. e. ketentuan dan syarat-syarat diberikannya izin. Cukup jelas. Hak guna air sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tidak Ayat (5) dapat disewakan atau dipindahtangankan sebagian atau Cukup jelas. pemegang izin tidak memenuhi Huruf e. a. berakhir. c. seluruhnya kepada pihak lain. 71/109 . badan guna air.

Pasal 58 Pasal 58 72/109 . 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN f. Ayat (7) Cukup jelas. (8) Hak guna air sebagaimana dimaksud pada ayat (2) mulai berlaku setelah kegiatan penggunaan atau pengusahaan sumber daya air yang bersangkutan beroperasi. antara lain membiarkan air dan/atau sumber air menjadi rusak tanpa upaya untuk melakukan pencegahan atau penanggulangan. atau tidak melaksanakan kewajiban konservasi sumber daya air. dan/atau peningkatan ketersediaan air dan kualitas air. Ayat (8) Cukup jelas. Bagian Keenam Pengembangan Sumber Daya Air (1) (2) Pasal 57 Pasal 57 Pengembangan sumber daya air meliputi semua upaya yang Cukup jelas. Pengembangan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan melalui tahapan perencanaan dan pelaksanaan. Yang dimaksud dengan “tidak melaksanakan kewajiban konservasi sumber daya air”.Pasca Harmonisasi. pemegang izin menyalahgunakan haknya untuk tujuan yang menyimpang dari tujuan semula. g. Huruf g. Ambhara Hotel. usaha Huruf f. (7) Pembatalan hak sebagaimana dimaksud pada ayat (6) huruf e dapat dipulihkan kembali dalam hal pemegang izin telah memenuhi ketentuan dan syarat yang ditentukan dalam izin. badan hukum atau badan pemegang izin dibubarkan atau dinyatakan pailit. Cukup jelas. dilaksanakan untuk meningkatkan kemanfaatan fungsi sumber daya air melalui pengembangan kemanfaatan sumber daya air.

Pasca Harmonisasi. kekhasan dan aspirasi daerah dan masyarakat setempat. ekonomis. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (1) Perencanaan pengembangan sumber daya air disusun untuk menghasilkan rencana yang berfungsi sebagai pedoman dan arahan dalam pelaksanaan pengembangan sumber daya air. (3) Rencana pengembangan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disusun dengan memperhatikan: a. pedoman. Keikutsertaan masyarakat dalam pengembangan 73/109 . Masyarakat diikutsertakan dalam pelaksanaan pengembangan Ayat (3) sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (2). Pelaksanaan pengembangan sumber daya air wajib dilakukan Ayat (2) melalui kegiatan survai. dan manual yang ditetapkan oleh Menteri atau menteri terkait. sosial dan Cukup jelas. standar. dan tahapan rencana detail Cukup jelas. (1) (2) (3) Pasal 59 Pasal 59 Pelaksanaan pengembangan sumber daya air dilakukan setelah Ayat (1) dinilai memenuhi kelayakan teknis. Cukup jelas. lingkungan hidup. sesuai norma. Ambhara Hotel. kemampuan pembiayaan. kelestarian keanekaragaman hayati dalam sumber air bersangkutan. (2) Rencana pengembangan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dimulai dengan kegiatan studi kelayakan. investigasi. (4) Pengembangan sumber daya air yang mempunyai dampak penting terhadap lingkungan hidup dikenakan ketentuanketentuan tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup. daya dukung sumber daya air yang ada di wilayah sungai bersangkutan. dan d. b. c.

Pasal 60 Pasal 60 Pengembangan teknologi modifikasi cuaca ditujukan untuk Ayat (1) kepentingan penelitian dan menambah volume air pada sumber Cukup jelas. (1) 74/109 . Ambhara Hotel. (2) Kegiatan modifikasi cuaca yang ditujukan untuk menambah Ayat (2) volume air pada sumber air dan/atau mengendalikan curah Yang dimaksud dengan “penyimpangan kondisi iklim hujan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) hanya dapat atau cuaca” adalah kondisi iklim atau cuaca di luar dilaksanakan untuk menanggulangi dampak penyimpangan kondisi normal (di atas normal atau di bawah kondisi iklim atau cuaca terhadap masyarakat luas. normal). (4) Program kegiatan modifikasi cuaca diberitahukan kepada Ayat (4) masyarakat sekurang-kurangnya 1 (satu) bulan sebelum Pemberitahuan kepada masyarakat dimaksudkan pelaksanaan program kegiatan modifikasi cuaca. sumber daya air diwujudkan dalam bentuk memberikan masukan atau pertimbangan dalam proses pengambilan keputusan. (3) Penyimpangan kondisi iklim atau cuaca sebagaimana Ayat (3) dimaksud pada ayat (2) dinyatakan oleh instansi yang Cukup jelas. membidangi meteorologi dan geofisika. Ayat (4) Cukup jelas. agar masyarakat dapat mempersiapkan diri terhadap situasi yang diperkirakan akan turun hujan yang diakibatkan oleh adanya kegiatan modifikasi cuaca. air dan/atau mengendalikan curah hujan yang diperkirakan dapat mengakibatkan masalah banjir dan kekeringan. rencana pengembangan sumber daya air sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58 ayat (2) dapat ditinjau ulang. (5) Modifikasi cuaca dilaksanakan setelah memperoleh izin dari Ayat (5) instansi yang membidangi meteorologi dan geofisika dan Cukup jelas.Pasca Harmonisasi. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (4) Dalam hal sebagian besar masyarakat yang diperkirakan terkena dampak kegiatan pengembangan sumber daya air menyatakan keberatan.

(7) Pelaksanaan teknologi modifikasi cuaca dilakukan oleh penyedia jasa teknologi modifikasi cuaca dan/atau pengguna jasa teknologi modifikasi cuaca. Ayat (7) Cukup jelas. dan perseorangan yang memanfaatkan air laut di darat wajib memperoleh izin pemanfaatan dari Pemerintah atau pemerintah daerah yang berwenang atas pengelolaan sumber daya air di wilayah sungai bersangkutan. Ayat (9) Yang dimaksud dengan “dampak”.Pasca Harmonisasi. kelompok masyarakat. (9) Pemantauan dan evaluasi dampak kegiatan modifikasi cuaca menjadi tanggung jawab pemrakarsa. meliputi dampak positif (manfaat) dan dampak negatif (kerugian). Ambhara Hotel. pedoman. badan usaha. standar. Ayat (6) Yang dimaksud dengan “lembaga/instansi yang membidangi teknologi modifikasi cuaca” adalah kementerian yang membidangi riset dan teknologi. (6) Pelaksanaan teknologi modifikasi cuaca harus sesuai dengan norma. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN disetujui oleh pemerintah kabupaten/kota dan/atau pemerintah provinsi yang bersangkutan. (3) Pemanfaatan air laut di darat yang diperkirakan menimbulkan dampak penting terhadap lingkungan hidup dikenakan ketentuan-ketentuan tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. 75/109 . dilakukan oleh lembaga/instansi yang membidangi teknologi modifikasi cuaca. (8) Pengawasan terhadap pelaksanaan teknologi modifikasi cuaca sebagaimana dimaksud pada ayat (7). sesuai dengan rencana pengelolaan sumber daya air di wilayah sungai bersangkutan. dan kriteria yang ditetapkan oleh lembaga/instansi yang membidangi teknologi modifikasi cuaca. (2) Badan hukum. Pasal 61 Pasal 61 (1) Pemanfaatan air laut di darat dilaksanakan Cukup jelas. Ayat (8) Cukup jelas.

Ambhara Hotel. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN Bagian Ketujuh Pengusahaan Sumber Daya Air Pasal 62 Pengusahaan sumber daya air pada suatu wilayah sungai dilaksanakan berdasarkan rencana pengelolaan sumber daya air di wilayah sungai yang bersangkutan. 27 Nov. Pasal 63 Pasal 63 76/109 . Pasal 62 Cukup jelas. Pengaturan mengenai pengusahaan sumber daya air diatur dalam peraturan pemerintah tersendiri. 2006): Agar hal2 mengenai bencana alam disinkronkan dengan RUU Penanggulangan Bencana Alam yang sedang dibahas di DPR. Pengusahaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan dengan memperhatikan fungsi sosial dan kelestarian lingkungan hidup. Pengusahaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilaksanakan setelah keperluan air untuk kebutuhan pokok sehari-hari dan pertanian rakyat dalam sistem irigasi yang sudah ada terpenuhi. (1) (2) (3) (4) BAB VII PENGENDALIAN DAYA RUSAK AIR Bagian Pertama Umum Catatan Pak Oka (Hrm.Pasca Harmonisasi.

b. b. wabah penyakit. upaya penanggulangan pada saat terjadi bencana. amblesan tanah. terancamnya kepunahan jenis tumbuhan dan/atau satwa. e. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (1) (2) (3) (4) Pengendalian daya rusak air meliputi: a. upaya pemulihan akibat bencana. upaya pencegahan sebelum terjadi bencana. air tanah. g. biologi. Rencana pengendalian sebagaimana dimaksud pada ayat (3) ditetapkan oleh Pemerintah dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya dengan melibatkan peran masyarakat. h. f. air permukaan. Pengendalian daya rusak air yang terkait dengan air hujan. c. dan/atau i. kekeringan. c. d.Pasca Harmonisasi. menyeluruh. banjir. (5) 77/109 . banjir lahar dingin. Ambhara Hotel. longsoran tanah. perubahan sifat dan kandungan kimiawi. terkoordinasi dan merupakan bagian dari rencana pengelolaan sumber daya air di wilayah sungai yang bersangkutan. dan fisika air. erosi dan sedimentasi. Pengendalian daya rusak air dilakukan berdasarkan rencana pengendalian yang disusun secara terpadu. dan air laut yang berada di darat diatur Cukup jelas. Daya rusak air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berupa: a.

biologi dan fisika air.Pasca Harmonisasi. Ambhara Hotel. (2) (3) (4) (5) (6) 78/109 . Pemerintah dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya menetapkan kawasan rawan bencana di setiap wilayah sungai. Kawasan rawan bencana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibagi ke dalam zona-zona rawan bencana berdasarkan tingkat kerawanannya. Bagian Kedua Pencegahan Bencana (1) Pasal 64 Pasal 64 Dalam rangka melakukan pencegahan akibat daya rusak air. terancamnya kepunahan jenis tumbuhan dan/atau satwa. amblesan tanah. longsoran tanah. dan/atau wabah penyakit. Kawasan rawan bencana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menjadi masukan untuk penyusunan rencana tata ruang wilayah di wilayah bersangkutan. erosi dan sedimentasi. Pemerintah daerah wajib mengendalikan pemanfaatan kawasan rawan bencana di wilayahnya masing-masing dengan melibatkan masyarakat. perubahan sifat dan kandungan kimiawi. Cukup jelas. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN dalam peraturan pemerintah tersendiri. banjir lahar dingin. Kawasan rawan bencana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi wilayah yang rawan banjir. kekeringan. Penetapan kawasan rawan bencana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (3) dilaksanakan berdasarkan pedoman yang ditetapkan oleh Menteri atau menteri lainnya yang terkait sesuai dengan kewenangannya.

Biaya yang timbul akibat upaya penyelamatan penduduk sebagaimana dimaksud pada ayat (3) menjadi tanggung jawab Pemerintah dan/atau pemerintah daerah. Pemindahan penduduk sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan berdasarkan pada kesepakatan dengan penduduk bersangkutan. Ambhara Hotel. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (1) (2) (3) Pasal 65 Pasal 65 Pemerintah dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan Cukup jelas. Kawasan rawan bencana sebagaimana dimaksud pada ayat (3) untuk selanjutnya ditetapkan sebagai 79/109 (1) (2) (3) (4) (5) . Peringatan dini untuk pencegahan bencana akibat daya rusak air dilakukan oleh pengelola sumber daya air dan Pemerintah dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya. Sistem peringatan dini sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disusun dan ditetapkan berdasarkan pedoman yang ditetapkan oleh Menteri terkait sesuai dengan kewenangannya. kewenangannya menetapkan sistem peringatan dini di setiap wilayah sungai. Pemerintah dan/atau pemerintah daerah melakukan upaya penyelamatan penduduk yang bermukim di kawasan rawan bencana. untuk pencegahan bencana akibat daya rusak air.Pasca Harmonisasi. Dalam hal tingkat kerawanan bencana mengancam keselamatan jiwa. sesuai dengan kewenangannya dapat melakukan pemindahan penduduk yang bermukim di kawasan rawan bencana dalam upaya pencegahan bencana akibat daya rusak air. Pasal 66 Pasal 66 Pemerintah dan/atau pemerintah daerah Cukup jelas.

terpadu. satuan koordinasi pelaksanaan penanggulangan bencana provinsi. Pasal 67 Pasal 67 Pemerintah dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan Cukup jelas.Pasca Harmonisasi. (1) Tindakan penanggulangan kerusakan dan/atau bencana akibat daya rusak air dilakukan dengan segera. menyeluruh. sebagian dana dari biaya sebagai kontribusi untuk air di wilayah sungai yang Bagian Ketiga Penanggulangan Bencana Pasal 69 Pasal 69 Cukup jelas. Pasal 68 daerah sesuai dengan Cukup jelas. dan terkoordinasi melalui suatu badan koordinasi penanggulangan bencana pusat. Ambhara Hotel. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN kawasan yang tertutup bagi permukiman. kewenangannya melakukan penyebarluasan informasi dan penyuluhan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam rangka pencegahan bencana akibat daya rusak air. Pasal 68 Pemerintah dan/atau pemerintah kewenangannya mengupayakan alokasi jasa pengelolaan sumber daya air pencegahan bencana akibat daya rusak bersangkutan. atau satuan pelaksanaan penanggulangan bencana 80/109 .

(9) Prosedur operasi standar penanggulangan kerusakan dan/atau bencana akibat daya rusak air ditetapkan di setiap provinsi dan kabupaten/kota oleh gubernur atau 81/109 . c. (6) Pedoman penanggulangan kerusakan dan/atau bencana akibat daya rusak air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh Menteri atau menteri lain yang terkait. (5) Pemerintah dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya menyatakan terjadinya suatu bencana. (4) Penanggulangan bencana akibat daya rusak air dilakukan berdasarkan urutan prioritas: a. d. (2) Pemerintah dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya menyiapkan rencana penanggulangan bencana akibat daya rusak air. (7) Pernyataan terjadinya suatu bencana sebagaimana dimaksud pada ayat (5) ditetapkan oleh gubernur atau bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya.Pasca Harmonisasi. b. (3) Rencana penanggulangan bencana akibat daya rusak air sebagaimana dimaksud pada ayat (2) disebarluaskan kepada masyarakat di wilayah bersangkutan oleh Pemerintah dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya. keselamatan jiwa manusia. (8) Pemerintah dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya mensosialisasikan pedoman penanggulangan kerusakan dan/atau bencana sebagaimana dimaksud pada ayat (6) kepada masyarakat. Ambhara Hotel. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN kabupaten/kota. pemenuhan kebutuhan air dan pangan. pemenuhan kebutuhan kesehatan dan sanitasi. pemenuhan kebutuhan tempat penampungan sementara.

BAB VIII PERIZINAN DALAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR Pasal 71 Pasal 71 Perizinan dalam pengelolaan sumber daya air diperlukan untuk Yang dimaksud dengan “konstruksi yang melintasi kegiatan: sumber air” misalnya jembatan. Bagian Keempat Pemulihan Akibat Bencana Pasal 70 (1) Pemulihan akibat bencana dilakukan melalui upaya rehabilitasi. . penggunaan sumber daya air 82/109 Pasal 70 Cukup jelas. (2) Pemerintah dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangan dan tanggung jawabnya mengupayakan pemulihan fungsi lingkungan hidup serta sarana dan prasarana umum yang terkena bencana. Ambhara Hotel.Pasca Harmonisasi. (3) Tindakan pemulihan daya rusak air diprioritaskan untuk memulihkan kembali fungsi sarana dan prasarana guna pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari. b. jaringan kabel listrik/telepon yang melintas di atas atau a. dan/atau melintasi sumber air. jaringan perpipaan. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya. rekonstruksi. (10) Mekanisme dan tata kerja badan koordinasi penanggulangan bencana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan sesuai dengan peraturan perundangundangan. pelaksanaan kontruksi pada di bawah sungai. dan/atau pembangunan.

(5) Tata cara permohonan dan pemberian izin pelaksanaan konstruksi pada dan/atau melintasi sungai dan danau. Ambhara Hotel. b. c. bupati/walikota untuk wilayah sungai dalam satu kabupaten/kota. (4) Izin pelaksanaan konstruksi pada dan/atau melintasi sumber air yang terkait dengan penggunaan sumber daya air menjadi satu kesatuan dalam izin penggunaan sumber daya air. wilayah sungai lintas negara. (2) Pemberian izin sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan mempertimbangkan rekomendasi teknis dari pengelola sumber daya air wilayah sungai bersangkutan. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN untuk tujuan tertentu. Menteri untuk wilayah sungai lintas provinsi. modifikasi cuaca. waduk dan bendungan. dan cekungan air tanah dilaksanakan sesuai dengan peraturan pemerintah yang mengatur tentang sumber air yang bersangkutan. dan wilayah sungai strategis nasional.Pasca Harmonisasi. 83/109 . rawa. (3) Izin pelaksanaan konstruksi pada dan/atau melintasi sumber air sebagaimana dimaksud dalam Pasal 71 huruf a untuk cekungan air tanah dilaksanakan sesuai dengan peraturan pemerintah yang mengatur tentang air tanah. air sebagaimana dimaksud dalam Pasal 71 huruf a untuk sumber air permukaan diberikan oleh: a. gubernur untuk wilayah sungai lintas kabupaten/kota. Pasal 72 Pasal 72 (1) Izin pelaksanaan konstruksi pada dan/atau melintasi sumber Cukup jelas.

jenis/tipe prasarana yang akan dibangun. 3. jadwal pelaksanaan pembangunan. b. d. Pasal 74 Pasal 74 (1) Pemegang izin pelaksanaan konstruksi pada dan/atau melintasi Cukup jelas. ketentuan ini. gambar dan spesifikasi teknis bangunan. nama. (tiga) tahun terhitung sejak izin berlaku. misalnya karena perubahan kebijakan pengelolaan sumber daya air yang berkaitan dengan penggunaan ruang. mematuhi ketentuan-ketentuan dalam izin. pekerjaan. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN Pasal 73 Pasal 73 (1) Izin pelaksanaan konstruksi pada dan/atau melintasi sumber air Ayat (1) sekurang-kurangnya memuat tentang: Cukup jelas. (3) Izin pelaksanaan konstruksi dinyatakan batal apabila pemegang Ayat (3) izin tidak melaksanakan pembangunan selambat-lambatnya 3 Cukup jelas. maksud/tujuan pembangunan. f. metode pelaksanaan pembangunan. dan alamat pemegang izin. membayar retribusi dan kompensasi 84/109 . Ambhara Hotel. tempat konstruksi yang akan dibangun. c. (2) Izin dapat diubah ketentuannya apabila keadaan yang dipakai Ayat (2) sebagai dasar pertimbangan pemberian izin telah mengalami Yang dimaksud dengan “perubahan” dalam perubahan. sumber air berkewajiban untuk: 2. e. g.Pasca Harmonisasi.

Pasca Harmonisasi. memulihkan kerusakan lingkungan hidup yang disebabkan oleh kegiatan konstruksi. 8. 7. pengawasan. 6. melindungi dan mengamankan prasarana sumber daya air disekitarnya. 11. 4. menjamin kelangsungan penggunaan sumber daya air bagi pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari masyarakat di sekitar lokasi kegiatan yang terganggu akibat pelaksanaan konstruksi. 5. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN lainnya sebagai akibat dari pelaksanaan konstruksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. dan pemeriksaan. Ambhara Hotel. 9. memberikan akses untuk dilakukan pemantauan. 10. memberikan tanggapan yang positif apabila timbul gejolak sosial masyarakat di sekitar lokasi kegiatannya. melindungi dan memelihara kelangsungan fungsi sumber daya air. mencegah terjadinya pencemaran air akibat pelaksanaan konstruksi. (2) Pemegang izin pelaksanaan konstruksi pada dan/atau melintasi sumber air hanya dapat membangun pada sumber air dan memanfaatkan ruang pada sumber air sebatas tempat bangunan yang telah disetujui rencana teknisnya oleh pengelola 85/109 . memberikan laporan pelaksanaan konstruksi kepada pemberi izin. evaluasi.

b. (3) Penggunaan sumber daya air untuk tujuan tertentu Ayat (3) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 71 huruf b meliputi Huruf a. Pasal 75 Pasal 75 (1) Izin penggunaan sumber daya air sebagaimana Ayat (1) dimaksud dalam Pasal 71 huruf b untuk sumber daya air Cukup jelas. permukaan diberikan oleh: a. pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari alami sumber air” misalnya dengan dan pertanian rakyat yang dilakukan dengan cara mempertinggi. (2) Izin penggunaan sumber daya air sebagaimana Ayat (2) dimaksud dalam Pasal 71 huruf b pada cekungan air tanah Cukup jelas. usaha pertambangan. pemenuhan untuk usaha pertanian. penggunaan sumber daya air untuk: Yang dimaksud dengan “mengubah kondisi a. Menteri untuk penggunaan sumber daya air pada wilayah sungai lintas provinsi. Cukup jelas. dan/atau membelokkan aliran air pada sumber air. Cukup jelas. pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari Huruf b. dan wilayah sungai strategis nasional. Cukup jelas. gubernur untuk penggunaan sumber daya air pada wilayah sungai lintas kabupaten/kota. pemenuhan keperluan irigasi pertanian Huruf c. yang dilaksanakan oleh kelompok orang dan badan sosial. memperendah permukaan air mengubah kondisi alami sumber air. bupati/walikota untuk penggunaan sumber daya air pada wilayah sungai dalam satu kabupaten/kota. Ambhara Hotel. c. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN sumber daya air. d. usaha Huruf d. ketenagaan. rakyat di luar sistem irigasi yang sudah ada. usaha transportasi air. wilayah sungai lintas negara.Pasca Harmonisasi. b. diberikan oleh bupati/walikota. dan 86/109 . usaha pengapungan. c.

(2) Jangka waktu izin penggunaan air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dimintakan perpanjangan oleh pemegang izin dengan mengajukan permohonan perpanjangan secara tertulis kepada pihak yang berwenang selambatlambatnya 3 (tiga) bulan sebelum jangka waktu izin tersebut berakhir. rawa. 87/109 . dan cekungan air tanah diatur dengan peraturan pemerintah tersendiri. Huruf e. pemenuhan untuk kebutuhan usaha (4) Tata cara permohonan dan pemberian izin penggunaan sumber daya air pada sungai. danau. waduk dan bendungan. misalnya pembangunan terminal bahan bakar minyak untuk usaha pelayanan bahan bakar transportasi air. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN e. dan d yang dilakukan pada sumber air.Pasca Harmonisasi. c. Ambhara Hotel. b. Pasal 76 Pasal 76 (1) Jangka waktu izin penggunaan air ditetapkan oleh Cukup jelas. Ayat (4) Cukup jelas. Yang dimaksud dengan “pemenuhan kebutuhan usaha lainnya adalah pemenuhan kebutuhan usaha di luar ketentuan a. pejabat yang berwenang paling lama 10 (sepuluh) tahun sesuai dengan pertimbangan keperluannya dan/atau jenis dan besar investasi. lainnya.

Cukup jelas. b. Cukup jelas. misalnya volume air atau volume air per satuan waktu. Huruf d. cara pengambilan dan/atau pembuangan. tempat penggunaan yang diizinkan. digunakan.Pasca Harmonisasi. Cukup jelas. Yang dimaksud dengan” jumlah air”. Cukup jelas. misalnya baku mutu air yang boleh dibuang ke sumber air. d. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (1) Pasal 77 Izin penggunaan air sekurang-kurangnya Ayat (1) memuat tentang: Ketentuan yang tercantum dalam izin dapat a. jadwal pengambilan air dari sumber air Huruf a. jadwal penggunaan dan melaporkannya. Cukup jelas. kewajiban untuk . e. Huruf g. maksud/tujuan. jangka waktu berlakunya izin. Huruf h Cukup jelas. Huruf b. misalnya luas tapak sumber air termasuk ruang di atasnya dalam satuan meter persegi (m2) atau hektar (ha). Ambhara Hotel. Cukup jelas. f. c. Huruf f. Huruf c. sumber daya air. 88/109 Pasal 77 sumber daya g. Yang dimaksud dengan “dimensi ruang”. spesifikasi teknis dari bangunan atau sarana yang Huruf e. nama pekerjaan atas usaha serta alamat pemegang ditambahkan sesuai dengan jenis penggunaan hak. h. jumlah air atau dimensi ruang pada sumber air.

89/109 . Izin dapat diubah ketentuannya apabila keadaan yang dipakai sebagai dasar pertimbangan pemberian izin telah mengalami perubahan. Ayat (2) Yang dimaksud dengan “perubahan” dalam ketentuan ini. untuk pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari pada saat kekeringan yang luar biasa. Huruf i. Cukup jelas. pembekuan sementara. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN i. pembaharuan. Ambhara Hotel. untuk mengatasi kerusakan mendadak yang terjadi pada prasarana sumber daya air. Cukup jelas. j. misalnya untuk penggelontoran sumber air di kawasan perkotaan yang tingkat pencemarannya sangat tinggi. Huruf j. membayar biaya jasa pengelolaan sumber daya air yang dikenakan atas penggunaan sumber daya air sesuai ketentuan yang tercantum dalam izin dan membayar kewajiban keuangan lainnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan. berkewajiban untuk: a.Pasca Harmonisasi. dan ketentuan hak dan kewajiban. (3) Pembekuan sementara izin penggunaan sumber daya air yang dikarenakan keadaan memaksa harus diberitahukan kepada pemegang izin selambat-lambatnya 2 (dua) minggu sebelum pembekuan dilaksanakan. Pasal 78 Pasal 78 (1) Pemegang izin penggunaan sumber daya air Cukup jelas. b. dan pembatalan izin. Ayat (3) Yang dimaksud dengan “keadaan memaksa” adalah keadaan yang bersifat darurat. misalnya karena ketersediaan air atau perubahan kebijakan pengelolaan sumber daya air yang dapat berpengaruh terhadap keseluruhan penggunaan sumber daya air pada wilayah sungai. (2) syarat-syarat perubahan. mematuhi ketentuan-ketentuan dalam izin. pencabutan.

membangun prasarana sumber daya air dan bangunan lainnya sesuai rencana teknis yang telah disetujui oleh pengelola sumber daya air. dan/atau daya air sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam izin. i. Cukup jelas. (2) Pemegang izin penggunaan sumber daya air berhak untuk: a. c. menggunakan air. b. h. Ambhara Hotel.Pasca Harmonisasi. pengawasan. 90/109 . (1) Pasal 79 Pasal 79 Kegiatan modifikasi cuaca dapat dilakukan oleh badan hukum. melindungi dan mengamankan prasarana sumber daya air. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN melindungi dan memelihara kelangsungan fungsi sumber daya air. badan usaha. f. memberikan akses untuk penggunaan sumber daya air dari sumber air yang sama bagi pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari masyarakat di sekitar lokasi kegiatannya. g. memberikan laporan kegiatan penggunaan sumber daya air secara berkala. memberikan akses kepada pihak yang berwenang untuk melakukan pemantauan. atau perseorangan berdasarkan izin dari pihak yang berwenang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60 ayat (5). dan pemeriksaan. melakukan usaha pengendalian dan pencegahan terjadinya pencemaran air. d. evaluasi. sumber air. e. melakukan perbaikan kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh kegiatannya.

Pasal 80 Pasal 80 Pemegang izin kegiatan modifikasi cuaca wajib: Huruf a. (1) Pasal 81 Pasal 81 Izin penyelenggaraan kegiatan Cukup jelas. monitoring dan evaluasi disampaikan kepada pihak yang berwenang memberi izin. modifikasi cuaca berlaku selama 6 (enam) bulan sejak izin berlaku. mengumumkan rencana pelaksanaan Pemberitahuan kepada masyarakat dimaksudkan kegiatan modifikasi cuaca kepada publik melalui media masa agar masyarakat dapat mempersiapkan diri dalam wilayah yang diperkirakan dapat terkena dampak. Izin penyelenggaraan kegiatan modifikasi cuaca dapat dibatalkan oleh pihak yang berwenang dalam hal: a. a. pemohon tidak melaksanakan kegiatan dalam periode waktu yang telah diberikan dalam izin penyelenggaraan. berturut-turut. kegiatan beserta dokumen pendukung untuk keperluan Cukup jelas. b. pemohon melanggar ketentuan 91/109 (2) . menghadapai situasi yang diperkirakan akan turun selambat-lambatnya 2 (dua) minggu sebelum pelaksanaan hujan yang diakibatkan oleh kegiatan modifikasi kegiatan modifikasi cuaca dan sekurang-kurangnya 3 (tiga) hari cuaca.Pasca Harmonisasi. dan b. Ambhara Hotel. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (2) Tata cara perizinan penyelenggaraan kegiatan modifikasi cuaca ditetapkan oleh menteri yang membidangi teknologi modifikasi cuaca. menyampaikan laporan pelaksanaan Huruf b.

dan tinggi muka air pada sumber air. Informasi kondisi hidrometeorologis misalnya tentang temperatur udara. prasarana sumber daya air. (1) (2) (3) (4) Informasi sumber daya air mengenai kondisi hidrometeorologis Pasal 82 Ayat (1) Informasi kondisi hidrologis misalnya tentang curah hujan. peta zona pemanfaatan sumber air.Pasca Harmonisasi. lingkungan pada sumber daya air dan sekitarnya. kebijakan sumber daya air. keberadaan masyarakat hukum adat. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN yang ditetapkan dalam izin. debit sungai. serta kegiatan sosial ekonomi budaya masyarakat yang terkait dengan pelaksanaan pengelolaan sumber daya air. teknologi sumber daya air. dikelola oleh institusi yang membidangi sumber daya air. misalnya jumlah penduduk. teknologi sumber daya air. lingkungan pada sumber daya air dan sekitarnya. Ayat (4) 92/109 . Ayat (3) Informasi kegiatan sosial ekonomi budaya masyarakat yang terkait dengan sumber daya air dalam ketentuan ini. dan kelembaban udara. Ayat (2) Informasi lingkungan pada sumber daya air misalnya. hidrogeologis. prasarana sumber daya air. Informasi sumber daya air mengenai kegiatan sosial ekonomi budaya masyarakat yang terkait dengan sumber daya air selain sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dikelola oleh berbagai institusi sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Informasi kegiatan sosial ekonomi budaya masyarakat yang terkait dengan pengelolaan sumber daya air misalnya hukum dan kelembagaan. Informasi sumber daya air mengenai kondisi hidrologis. mata pencaharian. penghasilna per kapita. serta kegiatan sosial ekonomi budaya masyarakat yang terkait dengan sumber daya air. Ambhara Hotel. kebijakan sumber daya air. program dan pendanaan. BAB IX SISTEM INFORMASI Pasal 82 Informasi sumber daya air meliputi informasi mengenai kondisi hidrologis. tingkat pendidikan. Informasi kondisi hidrogeologis mencakup cekungan air tanah misalnya potensi air tanah dan kondisi akuifer atau lapisan pembawa air. kecepatan angin. penggunaan sumber daya air. hidrometeorologis.

Cukup jelas. dan Huruf b. dan Ayat (6) ketepatan waktu atas data dan informasi yang disampaikan Cukup jelas. Cukup jelas. Ambhara Hotel. evaluasi sistem informasi sumber daya air. Pengelolaan sistem informasi sumber daya air sebagaimana Ayat (3) dimaksud pada ayat (1) diselenggarakan oleh Pemerintah dan Cukup jelas. pengoperasian. Cukup jelas. pengelola sumber daya air wajib mengikuti norma. Ayat (5) Cukup jelas. pengambilan dan pengumpulan data. dan ketepatan waktu atas data dan informasi. Dalam rangka menjaga keakuratan. Pemerintah dan pemerintah daerah menyediakan informasi Ayat (4) sumber daya air untuk diakses oleh pihak yang berkepentingan. c. pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (5) dikelola oleh instansi yang membidangi meteorologi dan geofisika. penyebarluasan data dan informasi. (1) (2) (3) (4) (5) (6) Pasal 83 Pasal 83 Pengelolaan sistem informasi sumber daya air meliputi Ayat (1) kegiatan perencanaan. Huruf a. kebenaran. Pemerintah dan pemerintah daerah dalam menyediakan Ayat (5) informasi sumber daya air berkewajiban menjaga keakuratan. penyimpanan dan pengolahan data. Pengelolaan sistem informasi sumber daya air sebagaimana Ayat (2) dimaksud pada ayat (1) dilakukan melalui tahapan: a. standar. Cukup jelas. Informasi sumber daya air mengenai kondisi hidrogeologis dikelola oleh instansi yang membidangi air tanah. Cukup jelas. 93/109 .Pasca Harmonisasi. pemeliharaan. Huruf c. b. dan Cukup jelas. Yang termasuk “data dan informasi” adalah data dan informasi dalam bentuk media elektronik dan media cetak. kebenaran.

Ayat (8) Yang dimaksud dengan “pejabat yang berwenang” adalah pejabat yang ditetapkan oleh Menteri.Pasca Harmonisasi. wilayah sungai lintas negara. Data yang dipakai sebagai informasi sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dianggap benar setelah disahkan oleh pejabat yang berwenang. organisasi. lembaga. Pemerintah dan pemerintah daerah dalam menjaga keakuratan data. melakukan pembaharuan dan penerbitan informasi sumber daya air secara periodik. Ayat (7) Cukup jelas. dan manual pengelolaan sistem informasi. wilayah sungai lintas provinsi. (9) Akses terhadap informasi sumber daya air yang bersifat khusus dapat dikenakan biaya jasa penyediaan informasi sumber daya air. dan perseorangan yang melaksanakan kegiatan pengelolaan informasi berkaitan dengan sumber daya air menyampaikan laporan hasil kegiatannya kepada instansi Pemerintah dan pemerintah daerah yang bertanggung jawab di bidang sumber daya air. dan wilayah sungai strategis nasional. 94/109 . 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (7) (8) pedoman. (1) Pasal 84 Pasal 84 Departemen mengelola sistem informasi sumber daya air pada Cukup jelas. misalnya peta sumber daya air skala besar peta cekungan air tanah skala besar. gubernur atau bupati/walikota untuk menyelenggarakan pengelolaan sistem informasi sumber daya air. Ayat (9) Yang dimaksud dengan “informasi sumber daya air yang bersifat khusus”. Ambhara Hotel. Ayat (10) Cukup jelas. (10) Badan hukum. serta menghimpun informasi sumber daya air tingkat nasional. menghimpun semua informasi sumber daya air yang dikelola oleh departemen dan institusi lain di tingkat nasional. dan informasi sebagai hasil analisis data yang memerlukan keahlian khusus.

penyimpan. untuk wilayah sungai lintas kabupaten/kota yang ada dalam provinsi bersangkutan dan menghimpun semua informasi sumber daya air pada tingkat provinsi. Dinas di tingkat provinsi berfungsi sebagai pemasok data dan informasi bagi unit pelaksana teknis pengelola data dan informasi tingkat nasional dan sekaligus sebagai penyeleksi. (1) (2) (3) Pasal 85 Pasal 85 Dinas provinsi mengelola sistem informasi sumber daya air Cukup jelas. dinas provinsi melakukan koordinasi dengan dinas dan institusi lain yang terkait di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Departemen melakukan koordinasi dengan departemen dan institusi lain yang terkait di tingkat pusat. 95/109 . sektor dan pihak lain yang terkait di tingkat provinsi serta unit pelaksana teknis pengelola data dan informasi tingkat kabupaten/kota. Ambhara Hotel. penyaji dan penyebar data dan informasi yang dikompilasi dari pengelola sumber daya air di wilayah sungai lintas provinsi. lintas negara. strategis nasional. Dalam mengelola sistem informasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). sektor dan pihak lain yang terkait di tingkat pusat serta unit pelaksana teknis pengelola data dan informasi tingkat provinsi dan kabupaten/kota.Pasca Harmonisasi. provinsi. Dalam mengelola sistem informasi sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1). penyimpan. penyaji dan penyebar data dan informasi yang dikompilasi dari pengelola sumber daya air di wilayah sungai lintas kabupaten/kota. dan kabupaten/kota. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (2) (3) Departemen berfungsi sebagai penyeleksi.

(2) Unit pelaksana teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dibentuk sebagai organisasi tersendiri atau menjadi bagian dari unit dari pengelola sumber daya air.Pasca Harmonisasi. Ambhara Hotel. kewenangannya dalam pengelolaan sistem informasi sumber daya air dapat membentuk unit pelaksana teknis. pengatura n standar format penyediaan data dan informasi. dinas kabupaten/kota melakukan koordinasi dengan dinas dan institusi lain yang terkait di tingkat kabupaten/kota. penyaji dan penyebar informasi yang dikompilasi dari pengelola sumber daya air di wilayah sungai dalam kabupaten/kota serta sektor dan pihak lain yang terkait di tingkat kabupaten/kota bersangkutan. air untuk wilayah sungai dalam kabupaten/kota bersangkutan dan menghimpun semua informasi sumber daya air pada tingkat kabupaten/kota. a. Pasal 87 Pasal 87 Pemerintah dan pemerintah daerah sesuai dengan Cukup jelas. Dalam mengelola sistem informasi sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Dinas di tingkat kabupaten/kota yang berfungsi sebagai pemasok data dan informasi bagi unit pelaksana teknis pengelola data dan informasi tingkat provinsi serta sebagai penyeleksi dan penyimpan data. Pasal 88 Pasal 88 Pengelolaan sistem informasi sumber daya air diatur lebih lanjut Pedoman pengelolaan sistem informasi sumber daya air dalam pedoman yang ditetapkan oleh Menteri setelah antara lain meliputi: dikoordinasikan dengan menteri terkait. (1) 96/109 . 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (1) (2) (3) Pasal 86 Pasal 86 Dinas kabupaten/kota mengelola sistem informasi sumber daya Cukup jelas.

b. berdasarkan kebutuhan nyata pengelolaan sumber daya air. evaluasi. itas sistem pengolahan data. Ambhara Hotel. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN b. biaya pemantauan. biaya pelaksanaan konstruksi. e. Pembiayaan pengelolaan sumber daya air Ayat (2) berdasarkan kebutuhan nyata sebagaimana dimaksud pada ayat Cukup jelas. ulan data di lapangan.Pasca Harmonisasi. c. dan pemberdayaan masyarakat. pembiayaan untuk: a. biaya perencanaan. BAB X PEMBIAYAAN Pasal 89 Pasal 89 Ayat (1) Pembiayaan pengelolaan sumber daya air ditetapkan Cukup jelas. biaya operasi dan pemeliharaan. d. biaya sistem informasi. pengump kompatibil (1) (2) (3) 97/109 . (1) merupakan dana yang benar-benar dibutuhkan dalam pengelolaan sumber daya air. Dana yang dibutuhkan dalam pengelolaan sumber Ayat (3) daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (2) mencakup jenis Cukup jelas. dan c.

pola. Biaya perencanaan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf b merupakan biaya yang diperuntukan bagi kegiatan penyusunan kebijakan. Biaya operasi dan pemeliharaan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf d merupakan biaya untuk operasi prasarana sumber daya air serta pemeliharaan sumber daya air dan prasarana sumber daya air. pendayagunaan sumber daya air. evaluasi. Ayat (7) Cukup jelas. dan rencana pengelolaan sumber daya air. Biaya sistem informasi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf a merupakan biaya yang dibutuhkan untuk pengumpulan. pendayagunaan sumber daya air. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (4) (5) (6) (7) (8) (9) Setiap jenis pembiayaan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) mencakup pembiayaan untuk kegiatan konservasi sumber daya air. Biaya pelaksanaan konstruksi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf c mencakup biaya untuk pelaksanaan fisik dan nonfisik kegiatan konservasi sumber daya air. dan pengendalian daya rusak air. Ayat (4) Cukup jelas. upaya-upaya peningkatan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sumber daya air. Ambhara Hotel. Ayat (8) Cukup jelas. pengolahan. antara lain pelatihan untuk kelompok masyarakat pemakai air. dan penyebarluasan informasi sumber daya air. 98/109 . dan pengendalian daya rusak air.Pasca Harmonisasi. Ayat (6) Cukup jelas. Ayat (9) Yang dimaksud dengan “biaya pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya air”. Ayat (5) Cukup jelas. penyimpanan. serta biaya untuk pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya air. Biaya pemantauan. dan pemberdayaan masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf e merupakan biaya yang dibutuhkan untuk pemantauan dan evaluasi pelaksanaan pengelolaan sumber daya air.

daya air wilayah sungai. pembangunan pembangkit listrik tenaga air. biaya yang dibebankan kepada pemakai areal 99/109 . biaya yang dibebankan kepada pelaku kegiatan penambangan bahan galian golongan C yang karena usaha dan/atau kegiatannya memanfaatkan bahan galian golongan C di sumber-sumber air. a. Hasil penerimaan biaya jasa pengelolaan sumber daya Ayat (4) air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c merupakan Termasuk dalam biaya jasa pengelolaan sumber dana yang dipungut dari pengguna sumber daya air yang wajib daya air. hasil penerimaan biaya jasa pengelolaan sumber daya air. 3. biaya beban limbah cair yang dibuang oleh pemanfaatan atau pengusahaan sumber daya air. anggaran swasta. Ambhara Hotel. dan c. anggaran pemerintah. Anggaran swasta sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Ayat (3) huruf b merupakan keikutsertaan pembiayaan swasta dalam Keikutsertaaan pembiayaan swasta dalam pengelolaan sumber daya air. antara lain: membayar biaya jasa pengelolaan sumber daya air atas 1.Pasca Harmonisasi. pengelolaan sumber daya air misalnya dalam hal pembangunan dan pengoperasian prasarana pengolahan limbah untuk suatu kawasan industri. pelaku kegiatan yang karena usaha dan/atau kegiatannya membuang limbah cair ke sumbersumber air yang dikelola oleh pengelola sumber daya air. Anggaran pemerintah sebagaimana dimaksud pada ayat Ayat (2) (1) huruf a diperuntukkan bagi pembiayaan pengelolaan sumber Cukup jelas. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (1) (2) (3) (4) Pasal 90 Pasal 90 Sumber pembiayaan pengelolaan sumber daya air Ayat (1) dapat berasal dari: Cukup jelas. b. 2.

Dana dari pemerintah provinsi digunakan untuk membiayai pembangunan dan investasi. 2006: Ayat (1) perlu dikutip secara lengkap dari UU SDA Pasal 79 ayat (1) atau Pasal Dana dari Pemerintah digunakan untuk membiayai 78 (2). operasi dan pemeliharaan sumber daya air beserta prasarananya dan jasa pelayanan pengelolaan air di wilayah sungai dalam kabupaten/kota. Usul Dep. 2006: 100/109 . 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (5) Tata cara penerimaan dan penggunaan sumber pembiayaan sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) diatur sesuai dengan peraturan perundang-undangan. operasi dan pemeliharaan sumber daya air beserta prasarananya dan jasa pelayanan pengelolaan air di wilayah sungai lintas kabupaten/kota. 4 Des. Pasal 91 Pasal 91 Usul Dep. tanggung jawabnya. operasi dan pemeliharaan sumber daya air beserta prasarananya (1) Pemerintah dan pemerintah daerah dan jasa pelayanan pengelolaan air di wilayah bertanggung jawab menyediakan anggaran untuk biaya sungai lintas provinsi. Keuangan. Dana dari pemerintah kabupaten/kota digunakan untuk membayai pembangunan dan investasi. Ayat (5) Cukup jelas. Keuangan. 4 Des. pemerintah provinsi. (2) Pembiayaan pengelolaan suatu wilayah sungai Ayat (2) dapat dilakukan melalui pola kerja sama antara Pemerintah. yang memperoleh manfaat atas penggunaan tanah pada daerah manfaat sumber-sumber air.Pasca Harmonisasi. wilayah sungai lintas negara. pengelolaan sumber daya air sesuai dengan kewenangan dan dan wilayah sungai strategis nasional. pembangunan dan investasi. Ambhara Hotel. dan pemerintah kabupaten/kota sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Cukup jelas.

Pasca Harmonisasi. dan d. Nilai satuan biaya jasa pengelolaan sumber daya air untuk setiap jenis penggunaan sumber daya air didasarkan pada kemampuan ekonomi kelompok pengguna dan volume penggunaan sumber daya air. bukan hanya mengatur untuk pemerintah dan pemda tetapi juga BUMN. atau bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya. Penentuan kelompok ekonomi pengguna sebagaimana dimaksud pada ayat (3) didasarkan pada jenis penggunaan dan tujuan penggunaan sumber daya air. biaya operasi dan pemeliharaan. Penetapan nilai satuan biaya jasa pengelolaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dilakukan oleh Menteri. dimaksud dalam Pasal 89 ayat (4) didasarkan pada perhitungan ekonomi rasional yang dapat dipertanggungjawabkan. amortisasi dan bunga investasi. biaya pengembangan sumber daya air. Pedoman perhitungan biaya jasa pengelolaan sumber 101/109 (1) (2) (3) (4) (5) (6) . dll  dimasukkan dalam ayat atau pasal terpisah. Perhitungan ekonomi rasional yang dapat dipertanggungjawabkan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) didasarkan pada unsur: a. BUMD. gubernur. c. biaya depresiasi. Pasal 92 Pasal 92 Biaya jasa pengelolaan sumber daya air sebagaimana Cukup jelas. b. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN perlu diciocokkan dengan UU SDA Pasal 78 (4). Ambhara Hotel.

Ambhara Hotel. misalnya perusahaan umum pengelola sumber daya air. Pasal 93 Yang dimaksud dengan “pengelola sumber daya air”. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN daya air dan nilai satuan biaya jasa pengelolaan sumber daya air ditetapkan lebih lanjut oleh Menteri.Pasca Harmonisasi. Keuangan. 102/109 . Usul Dep. Keuangan. 4 Des. 2006 ayat (5) dan (6)  perlu dicantumkan bahwa dalam penetapan pedoman dan nilai satuan oleh Menteri perlu berkonsultasi dengan Menteri Keuangan. 4 Des. 2006  perlu ditambahkan BUMN BAB XI PENGAWASAN (1) Pasal 94 Pengawasan atas penyelenggaraan pengelolaan sumber daya air ditujukan untuk menjamin tercapainya kesesuaian antara pelaksanaan pengelolaan sumber daya air Pasal 94 Cukup jelas. unit pelaksana teknis pengelola sumber daya air pada wilayah sungai. Usul Dep. Pasal 93 Pengelola sumber daya air berhak memungut dan menerima biaya jasa pengelolaan sumber daya air dari para pengguna jasa pengelolaan sumber daya air. menteri yang terkait dengan sumber daya air atau lembaga nondepartemen yang terkait dengan sumber daya air.

Laporan hasil pengawasan merupakan bahan/masukan bagi perbaikan. Pengawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan penyelenggaraan pengawasan yang dilakukan oleh pengelola sumber daya air. dan gugatan kepada pihak yang berwenang dalam pengelolaan sumber daya air. penyempurnaan. maupun substansi pengelolaan sumber daya air. dan bentuk-bentuk tindakan lainnya dalam rangka memperbaiki dan menyempurnaan penyelenggaraan pengelolaan sumber daya air. instansi berwenang. Pihak yang berwenang wajib menindaklanjuti laporan hasil pengawasan sebagaimana yang dimaksud pada ayat (5). dan masyarakat. pengaduan. BAB XII SANKSI ADMINISTRASI Pasal 95 Cukup jelas. dan peningkatan penyelenggaraan pengelolaan sumber daya air. dalam bentuk peringatan. pemberian sanksi. Pasal 95 (1) Setiap orang atau badan usaha sebagai pemrakarsa atau pelaksana kegiatan pelaksanaan konstruksi atau pengusaha 103/109 . 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (2) (3) (4) (5) (6) dengan semua ketentuan yang berlaku baik yang menyangkut ketentuan administratif. Ambhara Hotel.Pasca Harmonisasi. Pengawasan yang dilakukan oleh masyarakat dapat diwujudkan dalam bentuk laporan. keuangan. Penyelenggaraan pengawasan oleh Pemerintah atau pemerintah daerah dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

ganti kerugian yang ditimbulkan. Dalam hal pemrakarsa pelaksanaan konstruksi yang telah 104/109 (3) (4) . Pencabutan izin. upaya pemulihan dan perbaikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (4) dikenakan sanksi berupa peringatan tertulis. dan biaya pemulihan. Dalam hal pemrakarsa pelaksanaan konstruksi yang telah dikenakan sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) selama 14 (empat belas) hari kalender dan tetap tidak melakukan upaya pemulihan dan perbaikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikenakan sanksi berupa pembekuan izin. Penghentian sementara pelaksanaan kegiatan.Pasca Harmonisasi. dikenakan sanksi penghentian sementara pelaksanaan kegiatan. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN atau pengelola sumber daya air dapat dikenai sanksi administratif berupa: a. d. Ambhara Hotel. (1) (2) Pasal 96 Pasal 96 Pemrakarsa pelaksanaan konstruksi yang tidak melakukan Cukup jelas. (3) Penyedia jasa konstruksi yang melanggar ketentuan peraturan pemerintah ini dikenakan sanksi sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan di bidang jasa konstruksi. c. (2) Selain pengenaan sanksi administratif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dikenai sanksi berupa ganti kerugian yang ditimbulkan dan biaya pemulihan. b. Peringatan tertulis. Pembekuan izin. Dalam hal pemrakarsa pelaksanaan konstruksi tidak mengindahkan peringatan tertulis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sebanyak 3 (tiga) kali berturut-turut dengan tenggang waktu masing-masing 7 (tujuh) hari kalender.

1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN dikenakan sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) selama 14 (empat belas) hari kalender dan tetap tidak melakukan upaya pemulihan dan perbaikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikenakan sanksi berupa pencabutan izin. ayat (4) dikenakan sanksi berupa ganti kerugian yang ditimbulkan dan biaya pemulihan. Dalam hal pemegang izin pelaksanaan konstruksi yang telah dikenakan sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) selama 14 (empat belas) hari kalender dan tetap tidak melakukan perbaikan atas pelanggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikenakan sanksi pembekuan izin. (3) (4) 105/109 .Pasca Harmonisasi. Dalam hal pemegang izin pelaksanaan konstruksi tidak mematuhi peringatan tertulis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sebanyak 3 (tiga) kali berturut-turut dalam tenggang waktu masing-masing 7 (tujuh) hari kalender dikenakan sanksi berupa penghentian sementara kegiatan. Dalam hal pemegang izin pelaksanaan konstruksi yang telah dikenakan sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) selama 14 (empat belas) hari kalender dan tetap melakukan kegiatan dikenakan sanksi pencabutan izin. (1) (2) Pasal 98 Pasal 98 Pemegang izin pelaksanaan konstruksi yang melanggar Cukup jelas. Pasal 97 Pasal 97 Setiap orang atau badan usaha yang melanggar ketentuan Pasal 38 Cukup jelas. Ambhara Hotel. ketentuan Pasal 74 dikenakan sanksi berupa peringatan tertulis. dan biaya pemulihan. ganti kerugian yang ditimbulkan.

1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (1) (2) (3) (4) Pasal 99 Pasal 99 Pemegang izin penggunaan sumber daya air yang melanggar Cukup jelas. ketentuan Pasal 78 ayat (1) dan pelaksana pengembangan sumber daya air yang melanggar ketentuan Pasal 59 ayat (2) dikenakan sanksi berupa peringatan tertulis.Pasca Harmonisasi. Dalam hal pemegang izin penggunaan sumber daya air dan pelaksana pengembangan sumber daya air yang telah dikenakan sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) selama 14 (empat belas) hari kalender dan tetap tidak melakukan perbaikan atas pelanggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikenakan sanksi pembekuan izin. ayat (6) dikenakan sanksi berupa peringatan tertulis. Dalam hal pemegang izin penggunaan sumber daya air dan pelaksana pengembangan sumber daya air yang telah dikenakan sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) selama 14 (empat belas) hari kalender dan tetap tidak melakukan perbaikan atas pelanggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikenakan sanksi pencabutan izin. Dalam hal pengelola sumber daya air tidak mematuhi peringatan tertulis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sebanyak 3 (tiga) kali berturut-turut dalam tenggang waktu 106/109 (1) (2) . Ambhara Hotel. Pasal 100 Pasal 100 Pengelola sumber daya air yang melanggar ketentuan Pasal 83 Cukup jelas. Dalam hal pemegang izin penggunaan sumber daya air dan pelaksana pengembangan sumber daya air tidak mematuhi peringatan tertulis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sebanyak 3 (tiga) kali berturut-turut dalam tenggang waktu masing-masing 7 (tujuh) hari kalender dikenakan sanksi penghentian sementara kegiatan.

Dalam hal pengelola sumber daya air yang telah dikenakan sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) selama 14 (empat belas) hari kalender dan tetap tidak melakukan perbaikan atas pelanggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikenakan sanksi pembekuan izin. BAB XIII KETENTUAN PERALIHAN Pasal 101 Pasal 101 Dengan berlakunya peraturan pemerintah ini. 107/109 . Ambhara Hotel. peraturan perundangCukup jelas. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (3) (4) masing-masing 7 (tujuh) hari kalender dikenakan sanksi berupa penghentian sementara pelaksanaan kegiatan. undangan yang mengatur mengenai pengelolaan sumber daya air yang telah ada sepanjang tidak bertentangan dan belum diganti dengan yang baru berdasarkan peraturan pemerintah ini dinyatakan tetap berlaku.Pasca Harmonisasi. Dalam hal pengelola sumber daya air yang telah dikenakan sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) selama 14 (empat belas) hari kalender dan tetap tidak melakukan perbaikan atas pelanggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikenakan sanksi pencabutan izin.

Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 1981 tentang Iuran Pembiayaan Eksploitasi dan Pemeliharaan Prasarana Pengairan (Lembaran Negara Tahun 1981 Nomor . Ctt : dalam hal wadah koordinasi belum dibentuk akan ditetapkan oleh TKPSDA/PTPA dan diatur dalam aturan peralihan BAB XIV KETENTUAN PENUTUP Pasal 103 Pada saat peraturan pemerintah ini mulai berlaku: 1. Ambhara Hotel..... selambatlambatnya 1 (satu) tahun sejak peraturan pemerintah ini berlaku..)... harus mengajukan permohonan izin kepada pihak yang berwenang. (2) Izin yang telah diterbitkan atau perjanjian yang telah disepakati berkaitan dengan penggunaan sumber daya air sebelum ditetapkan peraturan pemerintah ini.. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN Pasal 102 Pasal 102 (1) Semua pihak yang tanpa izin telah melaksanakan penggunaan Cukup jelas...Pasca Harmonisasi... sumber daya air dan pengusahaan sumber daya air... dinyatakan tetap berlaku sampai dengan masa berlakunya berakhir.... Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 1982 tentang Tata Pengaturan Air (Lembaran Negara Tahun 1982 Nomor . Tambahan Lembaran Negara Nomor .. 108/109 . 2.) dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Tambahan Lembaran Negara Nomor ... Pasal 103 Cukup jelas.

. LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2007 NOMOR .. Agar setiap orang mengetahuinya. TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR . Ditetapkan di Jakarta Pada tanggal PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA ttd SUSILO BAMBANG YUDHOYONO Diundangkan di Jakarta Pada tanggal SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA ttd YUSRIL IHZA MAHENDRA Pasal 104 Cukup jelas.. memerintahkan pengundangan peraturan pemerintah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN Pasal 104 Peraturan pemerintah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Ctt : dalam hal wadah koordinasi belum dibentuk akan ditetapkan oleh TKPSDA dan diatur dalam aturan peralihan 109/109 . Ambhara Hotel....Pasca Harmonisasi...