Pasca Harmonisasi, Ambhara Hotel, 1 Mei 2007

Rancangan PP Pengelolaan SDA

BATANG TUBUH

PENJELASAN

RANCANGAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR ........ TAHUN 2007 TENTANG PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, I. Menimbang : bahwa untuk melaksanakan Pasal 10, Pasal 11, Pasal 21, Pasal 22, Pasal 25, Pasal 27, Pasal 28, Pasal 31, Pasal 32, Pasal 38, Pasal 39, Pasal 42, Pasal 43, Pasal 44, Pasal 53, Pasal 54, Pasal 57, Pasal 58, Pasal 60, Pasal 61, Pasal 62, Pasal 63, Pasal 64, Pasal 69, Pasal 76, Pasal 81, dan Pasal 84 Undang–Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air perlu menetapkan peraturan 1.

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PENJELASAN ATAS RANCANGAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR ……. TAHUN 2007 TENTANG PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR

UMUM Pengaturan mengenai proses dan pelaksanaan pengelolaan sumber daya air yang menyeluruh, terpadu, dan berwawasan lingkungan hidup dalam peraturan pemerintah ini sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air dimaksudkan agar: a. pendayagunaan sumber daya air dapat diselenggarakan dengan menjaga kelestaraian
1/109

Pasca Harmonisasi, Ambhara Hotel, 1 Mei 2007

Rancangan PP Pengelolaan SDA

BATANG TUBUH

PENJELASAN

pemerintah tentang pengelolaan sumber daya air; Mengingat : 1. Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; 2. Undang–Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 32, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4377); MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN PEMERINTAH TENTANG PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR.

2.

fungsi sumber daya air secara berkelanjutan; b. terciptanya keseimbangan antara fungsi sosial, fungsi lingkungan hidup, dan fungsi ekonomi sumber daya air; c. tercapainya sebesar-besar kemanfaatan umum sumber daya air secara efektif dan efisien; d. terwujudnya keserasian untuk berbagai kepentingan dengan memperhatikan sifat alami air yang dinamis; e. terlindunginya hak setiap warga negara untuk memperoleh kesempatan yang sama untuk berperan dan menikmati hasil pengelolaan sumber daya air; dan f. terwujudnya keterbukaan dan akuntabilitas pengelolaan sumber daya air. Kebijakan pengelolaan sumber daya air dimaksudkan sebagai arahan strategis yang menjadi dasar dalam mengintegrasikan kepentingan pengembangan wilayah administrasi dengan pengelolaan sumber daya air yang berbasis wilayah sungai. Kebijakan pengelolaan sumber daya air disusun dengan memperhatikan kondisi wilayah administratif seperti perkembangan penduduk dan ekonomi, sosial budaya, serta kebutuhan air. Kebijakan pengelolaan sumber daya air disusun di tingkat nasional, provinsi, dan kabupaten/kota. Kebijakan pengelolaan sumber daya air di tingkat nasional menjadi acuan dalam penyusunan kebijakan pengelolaan sumber daya air di tingkat provinsi dan di tingkat kabupaten/kota secara
2/109

Pasca Harmonisasi, Ambhara Hotel, 1 Mei 2007

Rancangan PP Pengelolaan SDA

BATANG TUBUH

PENJELASAN

berjenjang. 3. Sumber daya air merupakan sumber daya alam yang terbaharui dan secara alami keberadaaannya di dalam wilayah hidrografis yang disebut daerah aliran sungai (DAS) mengikuti siklus hidrologis. Ketersediaan sumber daya air dalam setiap DAS sangat dipengaruhi kondisi cuaca dan hidrogeologi setempat, sehingga mengakibatkan adanya DAS dengan ketersediaan air melimpah dan DAS yang sangat kekurangan air. Untuk mewujudkan asas keseimbangan dan asas keadilan dalam pengelolaan sumber daya air maka untuk efektifitas dan efisiensi pengelolaannya perlu dilakukan penyatuan beberapa DAS dalam satu wilayah pengelolaan yang disebut wilayah sungai. Namun demikian, dengan mempertimbangkan efektifitas dan efisiensi pengelolaan suatu DAS dapat merupakan satu wilayah pengelolaan apabila mampu mencukupi kebutuhan sumber daya air di wilayahnya. Selain itu, dengan pertimbangan yang sama, kumpulan pulaupulau kecil dapat pula menjadi satu wilayah pengelolaan. Mengingat sumber daya air adalah sumber daya alam yang mempunyai sifat mengalir sehingga membentuk suatu sistem yang meliputi berbagai komponen sumber daya yang akan terkait satu sama lain. Dengan demikian, pengelolaan sumber daya air akan berdampak terhadap kondisi sumber daya lainnya dan sebaliknya pengelolaan sumber daya lainnya dapat berpengaruh terhadap kondisi sumber daya air. Oleh karena itu, agar pengelolaan berbagai sumber daya
3/109

4.

skenario dan strategi pengelolaan sumber daya air. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN tersebut dapat menghasilkan manfaat bagi masyarakat secara optimum. serta langkah operasional dalam pelaksanaan strategi pengelolaan sumber daya air.Pasca Harmonisasi. pendayagunaan sumber daya air. 5. melaksanakan. Agar pola pengelolaan sumber daya air tersebut menjadi bingkai yang mengikat. Rencana pengelolaan sumber daya air merupakan rencana induk yang menjadi dasar bagi penyusunan program dan pelaksanaan kegiatan konservasi sumber 4/109 6. dan pengendaliaan daya rusak air pada wilayah sungai. Ambhara Hotel. Pola pengelolaan sumber daya air merupakan kerangka dasar dalam merencanakan. yaitu berupa pola pengelolaan sumber daya air. Pola pengelolaan sumber daya air memuat tujuan beserta dasar pertimbangan pengelolaan sumber daya air. diperlukan suatu acuan pengelolaan terpadu antarinstansi dan antarwilayah. Rencana pengelolaan sumber daya air dilakukan melalui inventarisasi sumber daya air. . penyusunan dan penetapan rencana pengelolaan sumber daya air. memantau. Pola pengelolaan sumber daya air dijabarkan dalam rencana pengelolaan sumber daya air. dan mengevaluasi kegiatan konservasi sumber daya air. proses penyusunannya harus dilakukan secara terbuka melalui perlibatan berbagai pihak yang berkepentingan dan ditetapkan oleh pihak yang berwenang. Pola pengelolaan sumber daya air disusun dengan memperhatikan kebijakan pengelolaan sumber daya air pada wilayah administrasi yang bersangkutan.

dilakukan melalui pelaksanaan kontruksi prasarana sumber daya air. Rencana induk tersebut memuat pokok-pokok program konservasi sumber daya air. peninjauan kembali. . operasi dan pemeliharaan sumber daya air yang meliputi pemeliharaan sumber air serta operasi dan pemeliharaan prasarana sumber daya air. dan fungsi sumber daya air dilakukan konservasi sumber daya air melalui kegiatan perlindungan dan pelestarian sumber air. daya tampung. Pelaksanaan kegiatan konservasi sumber daya air.Pasca Harmonisasi. pendayagunaan sumber daya air. Untuk menjaga kelangsungan keberadaan. Ambhara Hotel. serta dengan melibatkan masyarakat dan badan usaha. dan/atau penyempurnaan rencana tata ruang wilayah. dan pengendalian daya rusak air oleh masing-masing sektor dan wilayah administrasi. dan pengendalian daya rusak air. 7. pengawetan 5/109 8. operasi dan pemeliharaan sumber daya air tersebut dilaksanakan oleh Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya atau dengan saling bekerja sama antara Pemerintah dan pemerintah daerah atau antarpemerintah daerah. Rencana pengelolaan sumber daya air merupakan salah satu unsur dalam penyusunan. pendayagunaan sumber daya air. termasuk prakiraan kelayakan serta desain dasar upaya fisik. daya dukung. Kegiatan konstruksi. dan pengendalian daya rusak air yang meliputi upaya fisik dan nonfisik. pendayagunaan sumber daya air. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN daya air.

menyeluruh. penggunaan. Pengendalian daya rusak air perlu dilakukan terpadu. dan terkoordinasi mencakup upaya pencegahan. Pemerintah atau pemerintah daerah sedapat mungkin mengutamakan kegiatan yang bersifat nonfisik daripada yang bersifat fisik serta mendorong kepada masyarakat untuk melakukan upaya pengawetan dan penghematan air. Pemerintah atau pemerintah daerah wajib melibatkan peran masyarakat dalam pelaksanaan konservasi sumber daya air dengan menerapkan sistem insentif kepada masyarakat yang telah berperan dalam pelaksanaan konservasi sumber daya air serta disinsentif kepada masyarakat yang mengabaikan prinsip konservasi. pemindahan dan/atau penyelamatan penduduk yang bermukim di kawasan rawan bencana. . Upaya pencegahan dilakukan dengan peringatan dini. serta pengendalian pencemaran air dengan mengacu pada pola pengelolaan sumber daya air. pengembangan. Ambhara Hotel. dan pengusahaan sumber daya air. Pendayagunaan sumber daya air bertujuan untuk memanfaatkan sumber daya air secara berkelanjutan dengan mengutamakan fungsi sosial sumber daya air guna mewujudkan pemenuhan kebutuhan pokok kehidupan masyarakat akan air secara adil. penanggulangan dan pemulihan akibat bencana dengan mengutamakan upaya pencegahan. Pendayagunaan sumber daya air dilakukan melalui penatagunaan.Pasca Harmonisasi. 9. pengelolaan kualitas air. penyediaan. serta penyebarluasan informasi dan penyuluhan kepada 6/109 10. Dalam pelaksanaan konservasi sumber daya air. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN air.

Pembiayaan pengelolaan sumber daya air diperlukan untuk mendukung terselenggaranya pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan. Upaya penanggulangan diutamakan untuk keselamatan jiwa manusia dengan mengutamakan pemenuhan kebutuhan dasarnya dan bersifat segera. Untuk mendukung pengelolaan sumber daya air. Pemerintah dan pemerintah daerah menyelenggarakan sistem informasi sumber daya air sesuai dengan kewenangannya. tetapi mengganti sebagian biaya yang diperlukan untuk pengelolaan sumber daya air. Sedangkan upaya pemulihan ditujukan untuk memfungsikan kondisi lingkungan hidup serta sarana dan prasarana umum yang terkena bencana.Pasca Harmonisasi. yang merupakan jaringan informasi yang tersebar dan dikelola oleh berbagai institusi baik pada tingkat pusat maupun daerah. Sistem informasi sumber daya air. kebenaran. perlu dikelola secara terpadu sehingga informasi yang tersedia dapat terjamin keakuratan. 11. dan ketepatan waktunya. . Biaya jasa pengelolaan air bukan merupakan pembayaran atas harga air. Pengguna sumber daya air wajib menanggung biaya jasa pengelolaan sumber daya air. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN masyarakat. serta dapat diakses oleh berbagai pihak yang berkepentingan. Ambhara Hotel. Kewajiban ini dikecualikan bagi penggunaan sumber daya air untuk kebutuhan pokok sehari-hari dan untuk pertanian rakyat. Pembebanan biaya jasa pengelolaan sumber daya air ini dimaksudkan sebagai instrumen agar masyarakat berhemat dalam penggunaan air serta 7/109 12.

serta menjamin hak ulayat masyarakat hukum adat setempat. 8/109 . 13.Pasca Harmonisasi. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN menumbuhkan rasa ikut memiliki sumber daya air ataupun prasarana sumber daya air. Perizinan dalam penggunaan sumber daya air merupakan instrumen pengendalian untuk mewujudkan ketertiban pengelolaan sumber daya air dan melindungi hak masyarakat untuk memperoleh akses atas air bagi pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari dan pertanian rakyat dalam sistem irigasi yang sudah ada. Ambhara Hotel.

dan pengendalian daya rusak 9/109 . Sumber daya air adalah air. Air permukaan adalah semua air yang terdapat pada permukaan tanah. Pengelolaan sumber daya air adalah upaya merencanakan. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN BAB I KETENTUAN UMUM II. ataupun di bawah permukaan tanah. Air adalah semua air yang terdapat pada. Kebijakan pengelolaan sumber daya air adalah arahan strategis untuk mengatasi masalah sumber daya air dan mengantisipasi perkembangan situasi dan kondisi sumber daya air. 2. dan pengendalian daya rusak air. PASAL DEMI PASAL Pasal 1 Pasal 1 Dalam peraturan pemerintah ini yang dimaksud dengan: Cukup jelas. 3. melaksanakan. sumber air. dan mengevaluasi penyelenggaraan konservasi sumber daya air. Air tanah adalah semua air yang terdapat dalam lapisan tanah atau batuan di bawah permukaan tanah. dan mengevaluasi kegiatan konservasi sumber daya air. melaksanakan. termasuk dalam pengertian ini air permukaan. dan air laut yang berada di darat. Ambhara Hotel. 8. 1. pendayagunaan sumber daya air. Pola pengelolaan sumber daya air adalah kerangka dasar dalam merencanakan. air hujan. ataupun di bawah permukaan tanah. air tanah. 5. 7. di atas. Sumber air adalah tempat atau wadah air alami dan/atau buatan yang terdapat pada. 4. pendayagunaan sumber daya air. dan daya air yang terkandung di dalamnya. memantau. 6. memantau. di atas.Pasca Harmonisasi.

Pasca Harmonisasi, Ambhara Hotel, 1 Mei 2007

Rancangan PP Pengelolaan SDA

BATANG TUBUH

PENJELASAN

9.

10.

11.

12. 13.

14.

15.

air. Konservasi sumber daya air adalah upaya memelihara keberadaan, keberlanjutan keadaan, sifat dan fungsi sumber daya air agar senantiasa tersedia dalam kuantitas dan kualitas yang memadai untuk memenuhi kebutuhan mahluk hidup baik pada waktu sekarang maupun pada generasi yang akan datang. Pendayagunaan sumber daya air adalah upaya penatagunaan, penyediaan, penggunaan, pengembangan, dan pengusahaan sumber daya air secara optimal agar berhasil guna dan berdaya guna. Pengendalian daya rusak air adalah upaya untuk mencegah, menanggulangi, dan memulihkan kerusakan kualitas lingkungan yang disebabkan oleh daya rusak air. Daya rusak air adalah daya air yang dapat merugikan kehidupan. Wilayah sungai adalah kesatuan wilayah pengelolaan sumber daya air dalam satu atau lebih daerah aliran sungai dan/atau pulau-pulau kecil yang luasnya kurang dari atau sama dengan 2.000 km2. Daerah aliran sungai adalah suatu wilayah daratan yang merupakan satu kesatuan dengan sungai dan anak-anak sungainya, yang berfungsi menampung, menyimpan, dan mengalirkan air yang berasal dari curah hujan ke danau atau ke laut secara alami, yang batas di darat merupakan pemisah topografis dan batas di laut sampai dengan daerah perairan yang masih terpengaruh aktivitas daratan. Cekungan air tanah adalah suatu wilayah yang dibatasi oleh batas hidrogeologis, tempat semua kejadian hidrogeologis seperti proses pengimbuhan, pengaliran, dan pelepasan air tanah berlangsung.
10/109

Pasca Harmonisasi, Ambhara Hotel, 1 Mei 2007

Rancangan PP Pengelolaan SDA

BATANG TUBUH

PENJELASAN

16.

17. 18.

19.

20.

21.

22. 23.

24. 25.

26.

Konsultasi publik adalah kegiatan untuk menampung aspirasi para pihak yang berkepentingan dalam pengelolaan sumber daya air melalui dialog dan musyawarah. Pemulihan adalah upaya merehabilitasi suatu keadaan sehingga kembali pada fungsinya semula. Perlindungan sumber air adalah upaya pengamanan sumber air dari kerusakan yang ditimbulkan, baik akibat tindakan manusia maupun gangguan yang disebabkan oleh daya alam. Pengawetan air adalah upaya memelihara keberadaan dan ketersediaan air atau kuantitas air agar tersedia sesuai dengan fungsi dan manfaatnya. Pengelolaan kualitas air adalah upaya mempertahankan dan memulihkan kualitas air yang masuk dan yang berada di sumber air. Zona pemanfaatan sumber air adalah ruang pada sumber air yang dialokasikan, baik sebagai fungsi lindung maupun fungsi budidaya. Peruntukan air adalah penggolongan air pada suatu sumber air menurut jenis penggunaannya. Penyediaan sumber daya air adalah penentuan dan pemenuhan volume air persatuan waktu untuk memenuhi kebutuhan air dan daya air serta memenuhi berbagai keperluan sesuai dengan waktu, kualitas, dan kuantitas. Penggunaan sumber daya air adalah pemanfaatan sumber daya air dan prasarananya sebagai media dan/atau materi. Pengembangan sumber daya air adalah upaya peningkatan kemanfaatan fungsi sumber daya air untuk memenuhi kebutuhan air, dan/atau sumber air, dan/atau daya air. Modifikasi cuaca adalah upaya dengan cara memanfaatkan parameter cuaca dan kondisi iklim pada lokasi tertentu untuk
11/109

Pasca Harmonisasi, Ambhara Hotel, 1 Mei 2007

Rancangan PP Pengelolaan SDA

BATANG TUBUH

PENJELASAN

tujuan meminimalkan dampak bencana alam akibat iklim dan cuaca, seperti kekeringan dan/atau banjir. 27. Pengusahaan sumber daya air adalah upaya pemanfaatan sumber daya air untuk memenuhi kebutuhan usaha, seperti penggunaan air untuk bahan baku produksi, pemanfaatan potensinya, media usaha, ataupun penggunaan air untuk bahan pembantu produksi. 28. Masyarakat adalah seluruh rakyat Indonesia, baik sebagai orang perseorangan, kelompok orang, masyarakat adat, badan usaha, maupun yang berhimpun dalam suatu lembaga atau organisasi kemasyarakatan.  akan dicermati kembali  apakah akan dihilangkan? Setiap pasal yang menyebutkan masyarakat akan dicermati kembali untuk disesuaikan dengan konteks. Apakah masyrakat termasuk badan usaha?. 29. Pemerintah daerah adalah gubernur, bupati, atau walikota, dan perangkat daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah. 30. Pemerintah pusat, selanjutnya disebut Pemerintah, adalah Presiden Republik Indonesia yang memegang kekuasaan pemerintahan negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. 31. Departemen adalah departemen yang membidangi sumber daya air. 32. Menteri adalah menteri yang membidangi sumber daya air. 33. Menteri yang terkait dengan bidang sumber daya air atau kepala lembaga pemerintah nondepartemen yang terkait dengan bidang sumber daya air adalah menteri atau kepala lembaga pemerintah nondepartemen yang bidang tugasnya,
12/109

operasi. 36. Dinas adalah organisasi pemerintahan di tingkat provinsi atau kabupaten/kota yang memiliki lingkup tugas dan tanggung jawab di bidang sumber daya air. meteorologi. penyusunan pola pengelolaan sumber daya air. f. dan teknologi modifikasi cuaca. transportasi air. Pengelola sumber daya air adalah institusi yang diberi wewenang untuk melaksanakan pengelolaan sumber daya air. Dewan Sumber Daya Air Nasional adalah wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air tingkat nasional. c. perencanaan pengelolaan sumber daya air. penataan ruang. b. pantai. dan pemeliharaan sumber daya air. lingkungan hidup. penetapan kebijakan pengelolaan sumber daya air. konservasi sumber daya air. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN 34. Ambhara Hotel. Pasal 2 Pasal 2 Ruang lingkup pengaturan dalam peraturan pemerintah ini meliputi Cukup jelas. antara lain meliputi fungsi pengelolaan hutan. 37. pelaksanaan konstruksi. e. pendayagunaan sumber daya air. 13/109 . wilayah. dan para pemilik kepentingan dalam bidang sumber daya air. 35. d. pengendalian daya rusak air. g. air tanah. pertanian. perikanan. proses dan pelaksanaan pengelolaan sumber daya air yang terdiri dari: a. Wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air adalah institusi tempat segenap pemilik kepentingan dalam bidang sumber daya air melakukan koordinasi dalam rangka mengintegrasikan kepentingan berbagai sektor.Pasca Harmonisasi.

1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN BAB II LANDASAN PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR Bagian Kesatu Umum Pasal 3 Pasal 3 (1) Pengelolaan sumber daya air diselenggarakan secara Cukup jelas. dengan tujuan mewujudkan kemanfaatan sumber daya air yang berkelanjutan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. menyeluruh. Ambhara Hotel. Bagian Kedua Lingkup Kebijakan Pengelolaan Sumber Daya Air Pasal 5 Pasal 5 Yang dimaksud dengan “kebijakan pengelolaan sumber daya air” meliputi kebijakan pengelolaan air permukaan. air hujan. dan kabupaten/kota. 14/109 . (2) Pengelolaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berlandaskan pada kebijakan pengelolaan sumber daya air di tingkat nasional.Pasca Harmonisasi. serta pola pengelolaan sumber daya air yang berbasis wilayah sungai. dan prinsip pengelolaan sumber daya air. terpadu. tujuan. dan berwawasan lingkungan hidup. dan air laut yang berada di darat. Pasal 4 Pasal 4 Kebijakan pengelolaan sumber daya air merupakan arahan strategis yang memuat visi. provinsi. air tanah.

provinsi. pendayagunaan sumber daya air. pengendalian daya rusak air. hidrogeologis. atau kepala lembaga pemerintah nondepartemen yang terkait dengan bidang sumber daya air dalam menetapkan kebijakan sektoral yang terkait dengan sumber daya air. Pasal 5a Kebijakan pengelolaan sumber daya air di tingkat nasional. menteri. Kebijakan pengelolaan sumber daya air di tingkat kabupaten/kota dirumuskan oleh wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air kabupaten/kota yang bernama dewan sumber daya air kabupaten/kota atau dengan nama lain. yang disusun dengan memperhatikan kondisi masingmasing wilayah. demografis. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (1) Kebijakan pengelolaan sumber daya air mencakup aspek konservasi sumber daya air. hidrometeorologis.Pasca Harmonisasi. dan ditetapkan oleh gubernur. dan ditetapkan oleh bupati/walikota. dan sosial budaya. yang selanjutnya disebut sebagai kebijakan nasional sumber daya air dirumuskan oleh Dewan Sumber Daya Air Nasional dan ditetapkan oleh Presiden. dan sistem informasi sumber daya air. 15/109 . Cukup jelas. menjadi acuan bagi Ayat (3) penyusunan kebijakan pengelolaan sumber daya air di tingkat Cukup jelas. Ambhara Hotel. (1) (2) (3) (1) (2) Pasal 5b Kebijakan nasional sumber daya air sebagaimana dimaksud Ayat (2) pada Pasal 5 ayat (1) menjadi acuan bagi Menteri. Kebijakan pengelolaan sumber daya air di tingkat provinsi dirumuskan oleh wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air provinsi yang bernama dewan sumber daya air provinsi atau dengan nama lain. misalnya kondisi hidrologis. Kebijakan nasional sumber daya air. Yang dimaksud dengan “kondisi masing-masing wilayah”.

1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (3) Kebijakan pengelolaan sumber daya air di tingkat provinsi menjadi acuan bagi penyusunan kebijakan pengelolaan sumber daya air di tingkat kabupaten/kota. Ayat (2) Yang dimaksud dengan “keselarasan” adalah bahwa kebijakan pengelolaan sumber daya air dapat mendukung atau sebagai bahan peninjauan kembali dan penyempurnaan kebijakan pembangunan di wilayah provinsi atau kabupaten/kota sesuai dengan keterbatasan sumber daya air. Pasal 5c Ayat (1) Dalam hal kebijakan pengelolaan sumber daya air belum tidak ditetapkan secara tersendiri.Pasca Harmonisasi. rencana pembangunan provinsi. Yang dimaksud dengan “terintegrasi” misalnya dituangkannya kebijakan pengelolaan sumber daya air dalam rencana tata ruang wilayah provinsi. diupayakan keselarasannya dengan kebijakan pembangunan di wilayah provinsi atau kabupaten/kota. dijadikan sebagai acuan dalam penyusunan pola pengelolaan sumber daya air untuk menghindari terhentinya proses pengelolaan sumber daya air. Pasal 5c Kebijakan pengelolaan sumber daya air dapat ditetapkan baik sebagai kebijakan tersendiri maupun atau terintegrasi ke dalam kebijakan pembangunan provinsi atau kabupaten/kota. dan rencana pembangunan kabupaten/kota. Perbaikan tgl 30 April 2007 (1) (2) Kebijakan pengelolaan sumber daya air yang ditetapkan secara tersendiri. Ambhara Hotel. Ayat (3) Cukup jelas. maka kebijakan pengelolaan sumber daya air ditetapkan secara terintegrasi dalam kebijakan pembangunan provinsi atau kabupaten/kota. rencana tata ruang wilayah kabupaten/kota. Bagian Ketiga Pola Pengelolaan Sumber Daya Air 16/109 .

Pasca Harmonisasi, Ambhara Hotel, 1 Mei 2007

Rancangan PP Pengelolaan SDA

BATANG TUBUH

PENJELASAN

(1)

Pasal 7 Pola pengelolaan sumber daya air disusun dan ditetapkan sebagai kerangka dasar dalam pengelolaan sumber daya air di wilayah sungai dengan prinsip keterpaduan antara air permukaan dan air tanah, serta keseimbangan antara upaya konservasi sumber daya air dan pendayagunaan sumber daya air. Pola pengelolaan sumber daya air di wilayah sungai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (1) disusun sebagai berikut : a. Pola pengelolaan sumber daya air wilayah sungai lintas negara dan wilayah sungai strategis nasional disusun dengan memperhatikan kebijakan nasional sumber daya air dan kebijakan pengelolaan sumber daya air di tingkat provinsi dan/atau kabupaten/kota yang bersangkutan; b. Pola pengelolaan sumber daya air wilayah sungai lintas provinsi disusun dengan memperhatikan kebijakan pengelolaan sumber daya air di tingkat provinsi yang terkait; c. Pola pengelolaan sumber daya air wilayah sungai lintas kabupaten/kota disusun dengan memperhatikan kebijakan pengelolaan sumber daya air di tingkat kabupaten/kota terkait; dan d. Pola pengelolaan sumber daya air wilayah sungai dalam satu kabupaten/kota disusun dengan

Pasal 7 Ayat (1) Prinsip keterpaduan antara air permukaan dan air tanah merupakan keterpaduan dalam pengelolaannya yang diselenggarakan dengan memperhatikan wewenang dan tanggung jawab masing-masing instansi sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.

(2)

17/109

Pasca Harmonisasi, Ambhara Hotel, 1 Mei 2007

Rancangan PP Pengelolaan SDA

BATANG TUBUH

PENJELASAN

memperhatikan kebijakan pengelolaan sumber daya air di tingkat kabupaten/kota yang bersangkutan. Pasal 7b Pola pengelolaan sumber daya air sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (1) memuat: a. tujuan pengelolaan sumber daya air;

b.

dasar pertimbangan yang dipergunakan melakukan pengelolaan sumber daya air;

dalam

Pasal 7b Huruf a Yang dimaksud dengan “tujuan pengelolaan sumber daya air” adalah tujuan pelaksanaan pengelolaan sumber daya air pada wilayah sungai yang bersangkutan. Tujuan pengelolaan sumber daya air ditetapkan dengan memperhatikan kebijakan pengelolaan sumber daya air provinsi dan/atau kabupaten/kota yang sebagian atau seluruh wilayahnya berada dalam wilayah sungai yang bersangkutan. Penetapan tujuan pengelolaan sumber daya air perlu dilakukan dalam penyusunan pola pengelolaan sumber daya air sesuai dengan kondisi dan kebutuhan yang ada di wilayah sungai yang bersangkutan untuk mengatasi berbagai masalah yang berkaitan dengan sumber daya air dan dalam mendukung pembangunan wilayah. Huruf b. Dasar-dasar yang dipergunakan dalam merumuskan upaya pengelolaan sumber daya air, antara lain mencakup analisis kondisi yang ada, asumsi, standar, dan kriteria. Asumsi, standar, dan kriteria tersebut perlu ditetapkan secara jelas sehingga analisis dan perhitungan yang dilakukan mempunyai dasar yang jelas. Kejelasan tersebut diperlukan dalam penyusunan skenario, strategi, dan evaluasi pelaksanaan pengelolaan sumber daya air.
18/109

Pasca Harmonisasi, Ambhara Hotel, 1 Mei 2007

Rancangan PP Pengelolaan SDA

BATANG TUBUH

PENJELASAN

c.

beberapa skenario pengelolaan sumber daya air;

Huruf c. Skenario pengelolaan sumber daya air adalah asumsi kondisi pada masa yang akan datang yang mungkin terjadi di luar kemampuan kendali pengelola sumber daya air, misalnya kondisi perekonomian, perubahan iklim, dan politik. Huruf d. Strategi pengelolaan sumber daya air merupakan rangkaian upaya atau kegiatan pengelolaan sumber daya air untuk mencapai tujuan pengelolaan sumber daya air sesuai dengan skenario pengelolaan sumber daya air. Penyusunan strategi meliputi: merumuskan kegiatan pengelolaan sumber daya air secara fisik dan nonfisik; merumuskan prioritas sasaran; merumuskan urutan prioritas kegiatan. Kegiatan pengelolaan sumber daya air misalnya penetapan kelas air, upaya pemulihan kualitas air, upaya menambah tampungan air, pembangunan jaringan distribusi, dan upaya penghematan air. Huruf e. Langkah operasional untuk melaksanakan strategi pengelolaan sumber daya air adalah rangkaian kegiatan pendahuluan dan/atau kegiatan pendukung yang perlu dilakukan
19/109

d.

alternatif pilihan strategi pengelolaan sumber daya air untuk setiap skenario pengelolaan sumber daya air;

e.

langkah operasional untuk pengelolaan sumber daya air.

melaksanakan

strategi

Misalnya. Pasal 8 (1) Pola pengelolaan sumber daya air sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (1) mengacu pada data dan/atau informasi mengenai: a. unsur wilayahnya. Keberadaan masyarakat hukum adat mencakup unsur masyarakatnya. rekomendasi penyusunan instrumen untuk penghematan penggunaan air dan rekomendasi penyusunan instrumen untuk mendukung upaya konservasi sumber daya air (baku mutu air limbah yang boleh dibuang ke perairan umum). penyelenggaraan pengelolaan sumber daya air yang dilakukan oleh Pemerintah dan/atau pemerintah daerah yang bersangkutan. b. Termasuk di dalam penyusunan langkah operasional ini adalah penyusunan pokok-pokok kebijakan operasional atau peraturan perundang-undangan yang diperlukan untuk melaksanakan pengelolaan sumber daya air. Pasal 8 Ayat (1) Huruf a. keberadaan masyarakat hukum adat setempat. Cukup jelas. sifat alami dan karakteristik sumber daya air dalam satu Huruf b. Ketentuan ini dimaksudkan agar tercapai keterpaduan pengelolaan sumber daya air. 20/109 . c.Pasca Harmonisasi. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN sehingga upaya dan kegiatan yang terdapat di dalam strategi pengelolaan sumber daya air dapat terlaksana. d. dan unsur hubungan antara masyarakat tersebut dengan wilayahnya. Huruf c. Ambhara Hotel. kebutuhan sumber daya air bagi semua pemanfaat di wilayah sungai yang bersangkutan. Huruf d.

serta lingkungan hidup. (2) Bupati menetapkan pola pengelolaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dengan memperhatikan pertimbangan wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air pada wilayah sungai yang bersangkutan. e. Ambhara Hotel. aktivitas manusia yang berdampak terhadap kondisi sumber daya air. Ayat (5) Cukup jelas. (1) f. (4) Hasil peninjauan dan evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) menjadi dasar pertimbangan bagi penyempurnaan pola pengelolaan sumber daya air. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN kesatuan sistem hidrologis. Huruf f. (3) Pola pengelolaan sumber daya air yang sudah ditetapkan dapat ditinjau dan dievaluasi sekurang-kurangnya setiap 5 (lima) tahun sekali. Ayat (4) Cukup jelas. Huruf e. Cukup jelas. (3) Dalam hal pada wilayah sungai tersebut tidak atau belum terbentuk wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air. bupati/walikota dapat meminta pertimbangan wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air kabupaten/kota.Pasca Harmonisasi. kepentingan generasi masa kini dan mendatang. Pasal 9 Pola pengelolaan sumber daya air wilayah sungai dalam satu kabupaten/kota disusun oleh bupati setelah berkonsultasi dengan instansi teknis dan unsur masyarakat terkait. 21/109 . Pasal 9 Cukup jelas. Ayat (6) Cukup jelas. Cukup jelas. (2) Pola pengelolaan sumber daya air ditetapkan untuk jangka waktu 20 (dua puluh) tahun. Cukup jelas.

dan strategis nasional disusun oleh Menteri setelah berkonsultasi dengan instansi teknis dan unsur masyarakat terkait. Menteri menetapkan pola pengelolaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berdasarkan pertimbangan wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air pada wilayah sungai bersangkutan. Pasal 10 Pola pengelolaan sumber daya air wilayah sungai lintas kabupaten/kota disusun oleh gubernur setelah berkonsultasi dengan instansi teknis dan unsur masyarakat terkait Gubernur menetapkan pola pengelolaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berdasarkan pertimbangan wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air pada wilayah sungai yang bersangkutan. Dalam hal pada wilayah sungai lintas provinsi atau strategis nasional dimaksud tidak atau belum terbentuk wadah Pasal 10 Cukup jelas. Pasal 11 Pola pengelolaan sumber daya air wilayah sungai lintas provinsi.Pasca Harmonisasi. Dalam hal pada wilayah sungai tersebut tidak atau belum terbentuk wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air. lintas negara. gubernur dapat meminta pertimbangan wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air provinsi. bupati/walikota dapat langsung menetapkan pola pengelolaan sumber daya air sesuai dengan rancangan sebagaimana dimaksud pada ayat (2). 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (4) Dalam hal pada kabupaten/kota tersebut tidak atau belum terbentuk wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air kabupaten/kota. (2) (3) 22/109 . (1) (2) (3) (1) Pasal 11 Cukup jelas. Ambhara Hotel.

Pasal 12 Ketentuan mengenai pedoman teknis dan tata cara penyusunan pola pengelolaan sumber daya air sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 sampai dengan Pasal 11 diatur dengan peraturan Menteri. Pengelolaan sumber daya air pada wilayah sungai lintas negara dilakukan sesuai dengan perjanjian dengan negara terkait berdasarkan pola pengelolaan sumber daya air yang ditetapkan oleh Menteri. Pasal 13 Cukup jelas. (4) Pola pengelolaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (2) pada wilayah sungai lintas negara digunakan sebagai dasar penyusunan perjanjian dengan negara terkait. Ambhara Hotel. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN koordinasi pengelolaan sumber daya air. Menteri dapat meminta pertimbangan wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air provinsi melalui gubernur terkait. BAB III PERENCANAAN PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR Bagian Pertama Umum Pasal 13 Perencanaan pengelolaan sumber daya air disusun sesuai dengan 23/109 Pasal 12 Cukup jelas.Pasca Harmonisasi. (5) Dalam hal belum ada perjanjian dengan negara terkait. . pengelolaan sumber daya air pada wilayah sungai yang berada dalam wilayah negara kesatuan Republik Indonesia didasarkan pada pola pengelolaan sumber daya air yang ditetapkan oleh Menteri sebagaimana dimaksud pada ayat (2).

kondisi lingkungan hidup dan potensi yang terkait dengan Huruf b sumber daya air. dan biologi. daerah rawan banjir. dan kebutuhan. penyusunan dan penetapan rencana pengelolaan sumber daya air. Yang dimaksud dengan “kondisi lingkungan hidup yang terkait dengan sumber daya air” misalnya: kondisi daerah tangkapan air. Yang dimaksud dengan “kualitas sumber daya air” mencakup parameter fisik. Bagian Kedua Inventarisasi Sumber Daya Air Pasal 14 Pasal 14 Inventarisasi sumber daya air dimaksudkan untuk Ayat (1) mengumpulkan data dan informasi sumber daya air sebagai Cukup jelas. serta kontinuitas sumber daya air. kondisi daerah resapan air. Yang dimaksud dengan “kuantitas sumber daya air” termasuk kuantitas penggunaan. tingkat erosi. Ambhara Hotel. keanekaragaman hayati pada sumber air. kuantitas dan kualitas sumber daya air. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN prosedur dan persyaratan melalui tahapan yang ditetapkan dalam standar perencanaan yang berlaku secara nasional yang mencakup inventarisasi sumber daya air. Yang dimaksud dengan “potensi yang terkait 24/109 (1) (2) . kimia. dan kondisi sanitasi lingkungan. Inventarisasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 meliputi Ayat (2) pengumpulan data dan informasi tentang: Huruf a a. ketersediaan.Pasca Harmonisasi. b. dasar penyusunan rencana pengelolaan sumber daya air.

(3) Rencana pengelolaan sumber daya air sebagaimana Ayat (3) dimaksud pada ayat (2) disusun untuk jangka panjang.Pasca Harmonisasi. e. ketenagaan. Bagian Ketiga Pasal 15 Penyusunan dan Penetapan Rencana Pengelolaan Ayat (1) Rencana pengelolaan sumber daya air terpadu disusun dengan memperhatikan wewenang dan Pasal 15 tanggung jawab masing-masing instansi sesuai (1) Rencana pengelolaan sumber daya air disusun secara dengan tugas pokok dan fungsinya. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN c. jangka menengah. dan jangka pendek. Data dan informasi tentang sumber air dan prasarana sumber daya air mencakup jenis. perkotaan. industri. 25/109 kelembagaan pengelolaan sumber daya air. Cukup jelas. kondisi sosial ekonomi masyarakat yang terkait dengan Huruf e. sumber daya air. dan kondisinya. pengelolaan cekungan air tanah tersebut tanah dalam cekungan air tanah pada wilayah sungai harus mempertimbangkan wilayah sungai yang tersebut dengan tetap mengutamakan penggunaan air terkait. Huruf c. (4) Rencana pengelolaan sumber daya air jangka panjang Ayat (4) d. jumlah. terpadu pada setiap wilayah sungai berdasarkan pola pengelolaan sumber daya air. Ambhara Hotel. sumber air dan prasarana sumber daya air. dan pariwisata. Cukup jelas. Huruf d. Cukup jelas. dan . dengan sumber daya air” misalnya: ketersediaan potensi untuk pengembangan irigasi. kapasitas. permukaan. (2) Rencana pengelolaan sumber daya air sebagaimana Ayat (2) dimaksud pada ayat (1) disusun dengan Dalam hal cekungan air tanah melintasi wilayah mempertimbangkan penggunaan dan ketersediaan air sungai.

(1) (2) (3) Pasal 16 Pasal 16 Rencana induk pengelolaan sumber daya air Ayat (1) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 ayat (4) disusun Strategi terpilih merupakan kesepakatan wadah berdasarkan pilihan strategi yang disepakati oleh wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air yang koordinasi pengelolaan sumber daya air pada wilayah didapat dari beberapa pilihan strategi yang terdapat sungai yang bersangkutan. Rencana pengelolaan sumber daya air jangka menengah sebagaimana dimaksud pada ayat (3) merupakan program pengelolaan sumber daya air masing-masing sektor dan wilayah administrasi yang terkait dengan wilayah sungai bersangkutan. pendayagunaan sumber daya air. kesepakatan pemilihan strategi dilakukan secara bersama oleh wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air tingkat provinsi yang terkait. 26/109 . Dalam hal wadah koordinasi sebagaimana dimaksud pada Ayat (3) ayat (1) pada wilayah sungai lintas negara tidak Cukup jelas. dan pengendalian daya rusak air yang disusun secara terkoordinasi berbasis wilayah sungai. Rencana pengelolaan sumber daya air jangka pendek sebagaimana dimaksud pada ayat (3) merupakan rencana kegiatan pengelolaan sumber daya air masingmasing sektor dan wilayah administrasi yang terkait dengan wilayah sungai bersangkutan. Ambhara Hotel. Dalam hal wadah koordinasi sebagaimana dimaksud pada Ayat (2) ayat (1) pada wilayah sungai lintas provinsi tidak Cukup jelas. Ayat (6) Cukup jelas.Pasca Harmonisasi. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (5) (6) sebagaimana dimaksud pada ayat (3) merupakan rencana induk pengelolaan sumber daya air yang berfungsi sebagai pedoman dan arahan dalam pelaksanaan konservasi sumber daya air. dibentuk. Ayat (5) Cukup jelas. dalam pola pengelolaan sumber daya air. Cukup jelas.

Dalam hal wadah koordinasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) pada wilayah sungai lintas kabupaten/kota atau wilayah sungai strategis nasional lintas kabupaten/kota tidak dibentuk. Yang dimaksud dengan “upaya nonfisik”. pilihan strategi dilakukan oleh wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air tingkat provinsi. tata kelayakan. misalnya pembangunan bendungan. kesepakatan pemilihan strategi dilakukan oleh wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air tingkat kabupaten/kota atau wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air tingkat provinsi. reboisasi hutan. terasering lahan. (1) (2) Pasal 17 Pasal 17 Rencana induk pengelolaan sumber daya air memuat Ayat (1) upaya fisik dan nonfisik. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (4) (5) dibentuk. Upaya fisik dalam rencana induk pengelolaan sumber Ayat (2) daya air dilengkapi dengan desain dasar dan prakiraan Desain dasar memuat. Dalam hal wadah koordinasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) pada wilayah sungai lintas kabupaten/kota atau wilayah sungai strategis nasional lintas kabupaten/kota belum atau tidak dibentuk. bendung. Yang dimaksud dengan “upaya fisik”. Ayat (5) Cukup jelas. kesepakatan pemilihan strategi dilakukan secara bersama oleh wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air tingkat kabupaten/kota terkait atau oleh wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air tingkat provinsi. misalnya tentang lokasi. embung. pengaturan tata guna lahan.Pasca Harmonisasi. letak dan perkiraan tipe dan ukuran bangunan. check dam. 27/109 . misalnya pengaturan pola pemanfaatan lahan. Ambhara Hotel.. Ayat (4) Cukup jelas.

(6) Rencana induk pengelolaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan untuk jangka waktu 20 (dua puluh) tahun. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN Cttn : desain dasar mencakup prakiraan kelayakan dijelaskan dalam penjelasan  prakiraan kelayakan bukan bagian dari desain dasar ketersediaan bahan bahan galian.Pasca Harmonisasi. wlayah sungai bersangkutan dan unsur lainnya Tim teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibentuk sesuai dengan kebutuhan. Rencana induk pengelolaan sumber daya air disusun dengan berpedoman pada standar dan prosedur yang ditetapkan oleh Menteri (4) Sebelum penetapan dilakukan. Ambhara Hotel. lokasi buangan (1) (2) Pasal 18 Pasal 18 Rencana induk pengelolaan sumber daya air pada setiap Ayat (1) Keanggotaan tim teknis berasal dari unsur-unsur wilayah sungai disusun untuk jangka waktu 20 (dua terkait dengan pengelolaan sumber daya air di puluh) tahun oleh tim teknis. gubernur. rancangan rencana induk pengelolaan sumber daya air atau perubahannya wajib dilakukan konsultasi publik. (3) Ayat (6) Cukup jelas. 28/109 . oleh Menteri. Cttn : mekanisme pengumpulan dan penentuan pendapat publik  diatur dalam pedoman (5) Informasi mengenai rancangan rencana induk pengelolaan sumber daya air disebarluaskan kepada masyarakat terlebih dahulu sebelum konsultasi publik dilaksanakan. Ayat (4) Cukup jelas. Ayat (2) Cukup jelas. atau bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya. Ayat (5) Cukup jelas. bangunan.

1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (7) Rencana induk pengelolaan sumber daya air yang telah ditetapkan dapat ditinjau kembali paling sedikit setiap 5 (lima) tahun sekali. Ambhara Hotel. kelayakan dari kegiatan-kegiatan pengelolaan sumber daya air yang terdapat di dalam rencana induk pengelolaan sumber daya air yang dapat 29/109 (1) . Pasal 19 Pasal 19 Ketentuan lebih lanjut mengenai pedoman teknis dan tata cara Cukup jelas. Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pelaksanaan konsultasi publik sebagaimana dimaksud pada ayat (5) diatur dengan peraturan Menteri Ayat (3) Cukup jelas. peninjauan kembali dan/atau penyempurnaan rencana tata ruang wilayah yang bersangkutan. Pasal 20 Pasal 20 Rencana induk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 Ayat (1) ayat (4) ditindaklanjuti dengan melakukan studi Studi kelayakan merupakan kajian untuk menilai kelayakan. Rencana induk pengelolaan sumber daya air yang sudah ditetapkan merupakan bagian dari rencana strategis setiap sektor yang terkait sesuai dengan bidang kegiatan masing-masing sektor dan sebagai salah satu unsur dalam penyusunan. penyusunan rencana induk pengelolaan sumber daya air diatur dengan peraturan Menteri. (9) Ayat (7) Cukup jelas. (8) Ayat (8) Cukup jelas.Pasca Harmonisasi.

d. (5) Studi kelayakan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh instansi yang terkait dengan sumber daya air. program dan rencana kegiatan pengelolaan sumber daya air. kelayakan teknis. ekonomi. b. (3) Studi kelayakan mencakup : a. Ayat (2) Cukup jelas. kesiapan masyarakat untuk menerima rencana kegiatan. (2) Program dan rencana kegiatan sebagaimana Ayat (2) dimaksud pada ayat (1) disusun dan ditetapkan Cukup jelas. Ayat (3) Cukup jelas. sosial. kesiapan kelembagaan. Pasal 21 Pasal 21 (1) Studi kelayakan sebagaimana dimaksud dalam Ayat (1) Pasal 20 ditindaklanjuti dengan penyusunan Cukup jelas. keterpaduan antarsektor. oleh instansi terkait sesuai dengan lingkup tugas dan fungsi masing-masing dengan berpedoman 30/109 . c. dan lingkungan. (4) Studi kelayakan untuk upaya yang bersifat fisik harus dilengkapi dengan pra-desain struktur yang akan dibangun dan rencana pengadaan tanah dan/atau pemukiman kembali. kesiapan pembiayaan. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (2) Studi kelayakan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dimaksudkan untuk menyeleksi kegiatan pengelolaan sumber daya air yang dapat dilakukan dalam jangka waktu 5 (lima) sampai dengan 10 (sepuluh) tahun. Ambhara Hotel. dilaksanakan dalam jangka menengah. dan e. Ayat (5) Cukup jelas.Pasca Harmonisasi. Ayat (4) Cukup jelas.

31/109 .Pasca Harmonisasi. Ayat (4) Cukup jelas. Rencana kegiatan pengelolaan sumber daya air merupakan rincian kegiatan yang terdapat di dalam program pengelolaan sumber daya air untuk dilaksanakan secara tahunan. (5) Rencana kegiatan pengelolaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (4) merupakan kegiatan-kegiatan pengelolaan sumber daya air yang akan dilaksanakan dalam jangka waktu 1 (satu) tahun. Ayat (6) Apabila dalam rencana detail sebagaimana dimaksud pada ayat ini terdapat rencana pengadaan lahan/tanah. (4) Rencana kegiatan pengelolaan sumber daya air disusun berdasarkan program pengelolaan sumber daya air. (7) Rencana kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) diuraikan ke dalam rencana detail yang memuat rencana pelaksanaan konstruksi dan operasi dan pemeliharaan prasarana sumber daya air. Cttn : perlu perbaikan rumusan tentang rincian kegiatan terkait dengan ayat 4  sudah diperbaiki (6) Penyusunan program dan rencana kegiatan pengelolaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Ambhara Hotel. rencana detail tersebut mencakup juga rencana pembebasan tanah atau rencana pemukiman kembali. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN pada rencana induk pengelolaan sumber daya air dan peraturan perundang-undangan. Ayat (5) Cukup jelas. Ayat (3) Cukup jelas. (3) Program pengelolaan sumber daya air mencakup rangkaian kegiatan pengelolaan yang dapat dilaksanakan untuk jangka waktu 5 (lima) tahun.

ayat (2). Pasal 22 Cukup jelas.Pasca Harmonisasi. operasi dan pemeliharaan sumber daya air dilakukan berdasarkan program dan rencana kegiatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (2). 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (8) Studi kelayakan. rencana kegiatan. operasi dan pemeliharaan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat dilakukan dengan melibatkan peran masyarakat. operasi dan pemeliharaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pelaksanaan konstruksi. ayat (3). program. operasi dan pemeliharaan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dilaksanakan sesuai dengan peraturan Ayat (7) Cukup jelas. Pemerintah atau pemerintah daerah dapat menugaskan pengelola sumber daya air. Pemerintah atau pemerintah daerah dapat menugaskan pengelola sumber daya air untuk melaksanakan sebagian wewenang dan tanggung jawab dalam penyelenggaraan pelaksanaan konstruksi. 23 Maret 2007  sudah diperbaiki pada tanggal 10 April 2007 Awal Pembahasan tgl 30 April 2007 BAB IV PELAKSANAAN KONSTRUKSI. Ambhara Hotel. Pelaksanaan konstruksi. operasi dan pemeliharaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). OPERASI DAN PEMELIHARAAN Pasal 22 (1) Pelaksanaan konstruksi. (2) (3) (4) 32/109 . Cttn : Akhir Pembahasan tgl. dan ayat (6) disosialisasikan kepada pemilik kepentingan. dan rencana detail pengelolaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Untuk melaksanakan sebagian wewenang dan tanggung jawab dalam penyelenggaraan pelaksanaan konstruksi.

membangun masyarakat atas prakarsa sendiri dapat melaksanakan mikrohidro untuk memenuhi kebutuhan listrik bagi kegiatan konstruksi. Pasal 23  akan direlokasi ke Pasal terakhir dari konstruksi & OP (1) Pasal 23 Ayat (1) Yang dimaksud dengan “untuk kepentingan sendiri”. hidrologi. Pemeliharaan sumber air dan prasarana sumber daya air dilakukan melalui kegiatan pencegahan dan perbaikan kerusakan dan/atau penurunan fungsi prasarana sumber daya air dan sumber air. pemeliharaan sumber air. misalnya membangun tampungan air untuk Badan usaha. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN perundang-undangan. serta penyediaan air dan sumber air. kelompok masyarakat. (3) Operasi dan pemeliharaan prasarana sumber daya air meliputi: Ayat (2) Cukup jelas. berkala.Pasca Harmonisasi. (2) Pelaksanaan konstruksi. Pasal 24 Pasal 24 (1) Pelaksanaan operasi dan pemeliharaan sumber daya air Ayat (1) terdiri atas: Prasarana sumber daya air meliputi prasarana yang berfungsi untuk konservasi dan pendayagunaan a. atau perseorangan memenuhi kebutuhan air bersih. dimaksud pada ayat (1) untuk kepentingan sendiri. pemeliharaan rutin dan air serta perbaikan kerusakan sumber air. operasi dan pemeliharaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. dan sumber daya air. 33/109 . serta pengendalian daya rusak air b. Operasi prasarana sumber daya air terdiri atas kegiatan pengaturan. Penjelasan: Pemeliharaan sumber air ditujukan untuk menjamin kelestarian fungsi sumber daya air dan prasarana sumber daya air. Ayat (3) (2) Pemeliharaan sumber air dilakukan melalui kegiatan Yang dimaksud dengan “kegiatan pencegahan” pencegahan kerusakan dan/atau penurunan fungsi sumber mencakup. operasi dan pemeliharaan sebagaimana lingkungannya. pengalokasian. operasi dan pemeliharaan prasarana termasuk sarana pendukungnya dan jaringan sumber daya air. antara lain. Ambhara Hotel. Ayat (2) Cukup jelas.

(5) Rancangan rencana tahunan operasi dan pemeliharaan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) disusun oleh pengelola sumber daya air berdasarkan pedoman yang ditetapkan oleh Menteri. atau bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya setelah mendapat pertimbangan dari wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air. kesepakatan dikoordinasikan melalui dewan atau wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air. (6) Rancangan sebagaimana dimaksud pada ayat (5) ditetapkan oleh Menteri. (4) Pelaksanaan operasi dan pemeliharaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) didasarkan atas rencana tahunan operasi dan pemeliharaan sumber daya air. pemeliharaan prasarana sumber daya air yang terdiri dari kegiatan pencegahan kerusakan dan/atau penurunan fungsi prasarana sumber daya air serta perbaikan kerusakan prasarana sumber daya air Penjelasan: Operasi prasarana sumber daya air ditujukan untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya air dan prasarana sumber daya air. pengalokasian. Penjelasan: Yang dimaksud dengan “rencana tahunan operasi dan pemeliharaan sumber daya air” adalah rencana untuk mengalokasikan sumber daya yang tersedia sesuai dengan kondisi prasarana sumber daya air dan perkembangan kebutuhan pengguna sumber daya air selama satu tahun. a. Ayat (4) Dalam hal di suatu wilayah sungai terdapat dewan atau wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN operasi prasarana sumber daya air yang terdiri dari kegiatan pengaturan.Pasca Harmonisasi. gubernur. Pemeliharaan prasarana sumber daya air ditujukan untuk menjamin kelestarian fungsi prasarana sumber daya air. 34/109 . Ambhara Hotel. serta penyediaan air dan sumber air. b.

(2) Dalam hal prasarana sumber daya air dibangun oleh badan usaha. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN Pasal 24b (1) Operasi dan pemeliharaan sumber daya air yang dilaksanakan oleh pemerintah dapat melibatkan peran masyarakat. a. kelompok masyarakat. b. Pemerintah menyediakan pembiayaan konstruksi dan pemerintah daerah menyediakan lahan. berdasarkan program dan rencana tahunan operasi dan pemeliharaan sumber daya air sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 ayat (4). Ayat (2) Cukup jelas. (3) Setiap prasarana sumber daya air dilengkapi dengan manual operasi dan pemeliharaan. pemerintah provinsi. c. Pemerintah menyiapkan rencana teknis (detail desain) dan pemerintah daerah melaksanakan konstruksi. 35/109 . Pelaksanaan operasi dan pemeliharaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan berdasarkan izin dari Pemerintah atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya. Ayat (5) Bentuk peran serta misalnya masyarakat diikutsertakan untuk memelihara tanggul terkait dengan pemanfaatan lahan pada bantaran sungai Ayat (6) Cukup jelas. dan pemerintah kabupaten/kota Ayat (1) Kerja sama dalam pelaksanaan konstruksi dan/atau dapat melakukan kerja sama dalam pelaksanaan konstruksi operasi dan pemeliharaan misalnya: dan/atau operasi dan pemeliharaan. Pasal 25 Pasal 25 (1) Pemerintah. Ambhara Hotel. pelaksanaan operasi dan pemeliharaan sumber daya air dilakukan oleh pihak-pihak yang membangun berdasarkan rencana tahunan operasi dan pemeliharaan sumber daya air sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 ayat (4). Ayat (3) Cukup jelas. Pemerintah menyediakan dana untuk pemeliharaan dan pemerintah daerah menyediakan sumber daya untuk operasi.Pasca Harmonisasi. atau perseorangan atas prakarsa sendiri.

pengendalian daya rusak air. (2) Pelaksanaan kerja sama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus berpedoman pada rencana induk dan/atau program pengelolaan sumber daya air yang telah ditetapkan di wilayah sungai yang bersangkutan. pemerintah provinsi. b.Pasca Harmonisasi. serta pengendalian daya rusak air. Kesepakatan kerja sama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dituangkan dalam bentuk keputusan bersama sesuai dengan peraturan perundang-undangan. pemerintah pemerintah kabupaten/kota (5) Pedoman pelaksanaan kerja sama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur lebih lanjut dengan peraturan Menteri melalui konsultasi dengan menteri terkait. PENJELASAN (2) Kerja sama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan memperhatikan kepentingan pemerintah provinsi dan/atau pemerintah kabupaten/kota dalam wilayah sungai bersangkutan. atau pemerintah Cukup jelas. dengan “kerja sama” dalam berupa pembagian peran dan antara Pemerintah. (3) Kerja sama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukan dalam bidang: a. Ayat (5) Cukup jelas. Ayat (2) Cukup jelas. Ayat (6) Cukup jelas. dan/atau c. pendayagunaan sumber daya air. tanggung jawab provinsi. konservasi sumber daya air. Ambhara Hotel. Pasal 26 Pasal 26 (1) Pemerintah. dan/atau Ayat (4) Cukup jelas. Ayat (3) Yang dimaksud ketentuan ini. (4) Pelaksanaan kerja sama sebagaimana dimaksud pada ayat (3) harus berpedoman pada rencana induk dan/atau program pengelolaan sumber daya air yang telah ditetapkan di wilayah sungai yang bersangkutan. pengembangan dan pengusahaan sumber daya air. kabupaten/kota dapat melakukan kerja sama konstruksi dan/atau operasi dan pemeliharaan dengan pihak swasta dalam bidang konservasi sumber daya air. (3) Kesepakatan kerja sama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) 36/109 . 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH Kerja sama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan memperhatikan pertimbangan dewan atau wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air yang bersangkutan.

Pasal 27 Pasal 27 Cukup jelas. standar. Dalam hal pelaksanaan konstruksi prasarana sumber daya air serta operasi dan pemeliharaan sumber daya air menimbulkan kerusakan pada sumber air dan/atau lingkungan di sekitarnya. pemrakarsa pelaksanaan konstruksi serta operasi dan pemeliharaan wajib melakukan upaya pemulihan atau perbaikan atas akibat kerusakan yang ditimbulkannya. Sebelum konstruksi dan/atau operasi dan pemeliharaan prasarana sumber daya air dilaksanakan. kompensasi sebagai pengganti atas kerugian yang ditimbulkan.Pasca Harmonisasi. pemrakarsa pelaksanaan konstruksi. Ganti kerugian sebagaimana dimaksud pada ayat (5) kompensasi (1) (2) (3) (4) (5) (6) 37/109 . dan manual yang ditetapkan oleh Menteri. dan/atau pemeliharaan sesuai dengan peraturan perundangan. pedoman. Ambhara Hotel. pemrakarsa menginformasikan kepada kelompok masyarakat yang diperkirakan terkena dampak kegiatan pelaksanaan konstruksi. serta operasi dan pemeliharaan wajib memberikan ganti kerugian yang ditimbulkan. operasi. Dalam hal pelaksanaan konstruksi prasarana sumber daya air serta operasi dan pemeliharaan sumber daya air menimbulkan kerugian kepada masyarakat. Konstruksi prasarana sumber daya air serta operasi dan pemeliharaan sumber daya air dilaksanakan berdasarkan norma. Pelaksanaan konstruksi prasarana sumber daya air serta operasi dan pemeliharaan sumber daya air memperhatikan ketentuan pengelolaan lingkungan hidup dan memenuhi persyaratan keselamatan dan kesehatan kerja sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN dituangkan dalam bentuk perjanjian kerja sama pelaksanaan konstruksi.

perlindungan dan pelestarian sumber air. (2) Tujuan konservasi sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan melalui kegiatan: a. dan fungsi sumber daya air. b. dalam bentuk dan cara yang sesuai dengan peraturan perundang- kesepakatan antara pemrakarsa dan pihak yang dirugikan. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN diberikan undangan. daya dukung.Pasca Harmonisasi. Batas akhir pembahasan 30 April 2007 BAB V KONSERVASI Bagian Pertama Tujuan dan Lingkup Konservasi Pasal 28 (1) Konservasi sumber daya air ditujukan untuk menjaga kelangsungan keberadaan. . pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air. dan c. Bagian Kedua 38/109 Pasal 28 Cukup jelas. pengawetan air. Ambhara Hotel. (3) Kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilaksanakan dengan mengacu pada pola pengelolaan sumber daya air pada setiap wilayah sungai. daya tampung.

dan tempat-tempat yang mempunyai fungsi d. g. penyuluhan. e.Pasca Harmonisasi. f. menampung air (retarding basin)). 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN Perlindungan dan Pelestarian Sumber Air Pasal 29 Pasal 29 (1) Perlindungan dan pelestarian sumber air dilakukan melalui: Ayat (1) a. pemeliharaan kelangsungan fungsi resapan air dan Huruf a. Yang dimaksud dengan “daerah tangkapan air” b. (3) Kegiatan perlindungan dan pelestarian sumber air Ayat (3) dilakukan dengan mengutamakan kegiatan yang lebih bersifat Cukup jelas. pelestarian hutan lindung. h. pengendalian pengolahan tanah di daerah hulu. Yang dimaksud dengan “kegiatan nonfisik” adalah kegiatan nonkonstruksi. misalnya pembuatan groundsill. pengaturan daerah sempadan sumber air. Yang dimaksud dengan “kegiatan fisik” adalah kegiatan konstruksi. dan kawasan pelestarian alam. dan pemberdayaan masyarakat dalam perlindungan dan pelestarian sumber air. embung. perlindungan sumber air dalam hubungannya dengan kegiatan pembangunan dan pemanfaatan lahan pada sumber air. pengaturan prasarana dan sarana sanitasi. nonfisik. daerah tangkapan air. pengisian air pada sumber air. Ambhara Hotel. dan sumur resapan. rehabilitasi hutan dan lahan. pengendalian pemanfaatan sumber air. c. dan/atau i. dam pengendali sedimen. (2) Perlindungan dan pelestarian sumber air dapat dilakukan Ayat (2) dengan kegiatan fisik dan nonfisik. (4) Untuk menegakkan pelaksanaan perlindungan dan Ayat (4) 39/109 . misalnya kegiatan yang bersifat pengaturan. termasuk daerah penampung air (situ. kawasan suaka alam.

• Tujuan perizinan akan dimasukkan ke dalam intro bab perizinan.Pemberian kesempatan kepada masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya dalam rangka perizinan.Pasca Harmonisasi. Ayat (6) Cukup jelas.Pemberian kesempatan kepada masyarakat untuk melakukan pemantauan dan pengawasan. Ayat (5) Cukup jelas. Catatan: • Ayat ini dihapus. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN pelestarian sumber air dilakukan melalui sistem perizinan. (5) Perlindungan dan pelestarian sumber air sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dilakukan oleh Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air sesuai dengan tanggung jawabnya atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya. . Pemantauan dan pengawasan terhadap dampak ini dilakukan untuk mengevaluasi terhadap izin yang diberikan. (6) Dalam melaksanakan perlindungan dan pelestarian sumber air sebagaimana dimaksud pada ayat (5). Ambhara Hotel. Pelaksanaan pemantauan dan pengawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dapat ditugaskan oleh Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air sesuai dengan tanggung jawabnya atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya kepada pengelola sumber daya air. substansi pemantauan dan pengawasan akan dimasukkan ke dalam masing2 kegiatan2 perlindungan dan pelestarian sumber air. Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air atau pemerintah daerah sesuai dengan wewenang dan tanggung jawabnya dapat melibatkan peran masyarakat. Pemantauan dan pengawasan dilakukan tidak hanya pada kepatuhan terhadap syarat-syarat perizinan tetapi juga terhadap dampak yang terjadi setelah kegiatan yang diizinkan dilaksanakan. pemantauan dan pengawasan. Penjelasan: Keterlibatan masyarakat dalam pemantauan dan pengawasan pelaksanaan perlindungan dan pelestarian sumber air dapat berupa pemberian kesempatan kepada masyarakat untuk melakukan pemantauan dan pengawasan . misalnya menyampaikan laporan dan/atau pengaduan kepada pihak Ayat (7) Keterlibatan masyarakat dalam pelaksanaan perlindungan dan pelestarian sumber air dapat berupa: . 40/109 .

Peraturan daerah provinsi untuk wilayah sungai lintas kabupaten/kota. (7) Dalam melaksanakan perlindungan dan pelestarian sumber air sebagaimana dimaksud pada ayat (5). 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN yang berwenang. peraturan daerah kabupaten/kota untuk wilayah sungai dalam kabupaten/kota. Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya mempertahankan keberadaan tempat-tempat penampungan air dan memperhatikan kearifan lokal. Ayat (11) Cukup jelas. f. (10) Pedoman penghitungan dan tata cara sistem insentif ditetapkan oleh Menteri. dan/atau adat istiadat yang bersifat lokal dalam perlindungan dan pelestarian sumber air. e.Pasca Harmonisasi. dan tempat-tempat yang mempunyai fungsi menampung air sementara (retarding basin). Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air sesuai dengan tanggung jawabnya dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya menerapkan sistem insentif kepada daerah dan masyarakat yang melakukan perlindungan dan pelestarian sumber air. misalnya situ. 41/109 . kebiasaan. (9) Sistem insentif sebagaimana dimaksud pada ayat (8) ditetapkan dengan: d. (8) Ayat (10) Cukup jelas. Ambhara Hotel. Peraturan daerah masing-masing provinsi untuk wilayah sungai lintas provinsi. g. Ayat (8) Yang dimaksud dengan “tempat-tempat penampungan air”. embung. Keputusan presiden untuk wilayah sungai lintas negara. Ayat (9) Cukup jelas. Yang dimaksud dengan “kearifan lokal” adalah perbuatan.

menetapkan dan mengawasi pelaksanaan peraturan untuk melestarikan fungsi resapan air dan daerah tangkapan air pada kawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1).Pasca Harmonisasi. (2) Kawasan yang berfungsi sebagai resapan air dan daerah tangkapan air Pemeliharaan kelangsungan fungsi resapan air dan daerah tangkapan air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menjadi salah satu acuan dimasukkan dalam penyusunan dan pelaksanaan rencana tata ruang wilayah. menetapkan kawasan yang berfungsi sebagai daerah resapan air dan daerah tangkapan air pada kawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN Paragraf 1 Pasal 30 Pemeliharaan kelangsungan fungsi resapan air dan daerah Cukup jelas. mengelola kawasan yang berfungsi sebagai daerah resapan air dan daerah tangkapan air. tangkapan air Pasal 30 (1) Pemeliharaan kelangsungan fungsi resapan air dan daerah tangkapan air dilakukan pada kawasan-kawasan yang ditetapkan berdasarkan rencana pengelolaan sumber daya air yang bersangkutan. c. Ambhara Hotel. b. (3) Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan wewenang dan tanggung jawabnya: a. menyelengga 42/109 . d.

Ambhara Hotel. dan menetapkan dan mengawasi pelaksanaan peraturan untuk melestarikan fungsi resapan air dan daerah tangkapan air pada kawasan-kawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN e. dan/atau b. pengaturan melalui: a. 43/109 . Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya menetapkan dan mengawasi pelaksanaan peraturan-peraturan untuk melestarikan fungsi resapan air dan daerah tangkapan air pada kawasan-kawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (4) Menteri atau menteri yang terkait dengan pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan wewenang dan tanggung jawabnya melaksanakan pemantauan dan pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (3). dan kawasan pantai. mendorong dan melaksanakan pemberdayaan masyarakat dalam pelestarian fungsi resapan air dan daerah tangkapan air pada kawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (5) (6) Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya menyelenggarakan program pelestarian fungsi resapan air dan daerah tangkapan air pada kawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (7) (1) Paragraf 2 Pasal 31 Pengendalian Pemanfaatan Sumber Air Huruf a Pasal 31 Yang dimaksud “sumber air tertentu” adalah sumber air diluar kawasan suaka alam dan kawasan pelestarian Pengendalian pemanfaatan sumber air dapat berupa alam. rakan program pelestarian fungsi resapan air dan daerah tangkapan air pada kawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). kawasan hutan. pelarangan untuk memanfaatkan sebagian atau seluruh sumber air pada kawasan suaka alam dan kawasan pelestarian alam. Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya mendorong dan melaksanakan pemberdayaan masyarakat dalam pelestarian fungsi resapan air dan daerah tangkapan air pada kawasan-kawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). perizinan pemanfaatan sebagian atau seluruh sumber air tertentu. f.Pasca Harmonisasi..

atau Peningkatan daya resap lahan dapat dilakukan antara lain melalui perbaikan vegetasi penutup 44/109 (1) . Huruf b. penambahan pengisian air dari suatu sumber air ke sumber air yang lain dalam suatu wilayah sungai atau dari wilayah sungai yang lain. (3) Dalam pelaksanaan perizinan dan pelarangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan pemantauan dan pengawasan berdasarkan ketentuan pemanfaatan zona pada sumber air yang bersangkutan. Pengisian air pada sumber air dapat dilaksanakan antara lain dalam bentuk: a. b. Pasal 32 Cukup jelas. (2) Pengendalian pemanfaatan sumber air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan sesuai dengan ketentuan pemanfaatan zona pada sumber air yang bersangkutan. Ambhara Hotel. Cukup jelas.Pasca Harmonisasi. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN Penjelasan: Huruf a Yang dimaksud “sumber air tertentu” adalah sumber air diluar kawasan suaka alam dan kawasan pelestarian alam. (4) Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya menyelenggarakan program pengendalian pemanfaatan sumber air. pengimbuhan air ke lapisan air tanah (akuifer). Paragraf 3 Pasal 32 Ayat (1) Pengisian Air Pada Sumber Air Huruf a. peningkatan daya resap lahan terhadap air hujan di Huruf c. c. daerah aliran sungai melalui penatagunaan lahan.

pembuangan air limbah melalui jaringan pengumpul air limbah pada kawasan perkotaan ke dalam sistem instalasi pengolah air limbah terpusat. dan/atau 45/109 . (3) Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya menyelenggarakan pengawasan dan pemantauan pelaksanaan pengisian air pada sumber air sebagaimana dimaksud pada ayat (1). serta pembuatan sumur resapan air hujan di kawasan permukiman. misalnya memuat ketentuan mengenai kewajiban membangun sumur resapan yang dikaitkan dengan persyaratan izin mendirikan bangunan. Cukup jelas. c. (2) Bentuk lain dalam pelaksanaan pengisian air pada sumber air diatur dengan peraturan Menteri. Ayat (2) Ayat (3) Substansi peraturan daerah. Pasal 33 (1) Pengaturan prasarana dan sarana sanitasi dilakukan melalui: a. b. lahan dan pembuatan teras atau sengkedan. pemisahan antara jaringan drainase dan jaringan pengumpul air limbah pada kawasan perkotaan. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN pemanfaatan teknologi modifikasi cuaca untuk meningkatkan curah hujan dalam kurun waktu tertentu. (4) Pelaksanaan pengisian air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c diatur melalui peraturan daerah. d. Ambhara Hotel. d. pembangunan sistem instalasi pengolah air limbah terpusat pada setiap lingkungan.Pasca Harmonisasi. Paragraf 4 Pasal 33 Pengaturan Prasarana dan Sarana Sanitasi Cukup jelas. Huruf d. penetapan pedoman pembangunan prasarana dan sarana sanitasi.

misalnya: kegiatan pembangunan dan pemanfaatan lahan pada sumber air dilakukan melalui pengaturan terhadap : . Catatan 1 Mei 2007:  spirit melarang membuang sampah ke sumber air akan dipindah ke pengendalian pencemaran??? (2) Pelaksanaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a.pengaturan terhadap pembangunan jembatan. f. dan transportasi air untuk melindungi fungsi 46/109 . Paragraf 5 Pasal 34 Perlindungan Sumber Air dalam Hubungannya dengan Kegiatan Ayat (1) Pembangunan dan Pemanfaatan Lahan pada Sumber Air Huruf a. (4) Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya menyelenggarakan pengawasan dan pemantauan pelaksanaan pengaturan prasarana dan sarana sanitasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN penerapan teknologi pengolahan air limbah yang ramah lingkungan. Pasal 34 Pengaturan kegiatan pembangunan pada (1) Perlindungan sumber air dalam hubungannya dengan sumber air bertujuan untuk melindungi fungsi dan keberadaan sumber air. prasarana a. penerapan larangan membuang sampah pada sumber air. prasarana pariwisata. kegiatan pembangunan pada sumber air. (3) Pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d diatur lebih lanjut oleh menteri yang bertanggung jawab dalam bidang lingkungan hidup setelah berkoordinasi dengan instansi menteri terkait. Ambhara Hotel. huruf b.Pasca Harmonisasi. e. dan huruf c diatur dengan mekanisme perizinan oleh pemerintah daerah yang bersangkutan.

Ayat (2) Cukup jelas. Ambhara Hotel. pertanian. Ayat (3) Cukup jelas. Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya Penyelenggaraan perlindungan sumber air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya. (1) Paragraf 6 Pasal 35 Pengendalian Pengolahan Tanah di Daerah Hulu Cukup jelas. Huruf b. Pasal 35 Pengendalian pengolahan tanah di daerah hulu dilakukan untuk: 47/109 . dan perikanan. Pengaturan pemanfaatan lahan antara lain meliputi untuk kegiatan pertambangan. (2) (3) (4) Perlindungan sumber air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan sesuai dengan ketetapan ketentuan pemanfaatan zona pada sumber air yang bersangkutan.Pasca Harmonisasi. Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya menyelenggarakan pengawasan dan pemantauan pelaksanaan perlindungan sumber air sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN b. .pengaturan terhadap pembangunan permukiman untuk menjaga keberadaan sumber air. sumber air. kegiatan pemanfaatan lahan pada sumber air.

Pengaturan daerah sempadan sumber air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berupa penetapan batas sempadan sumber air dan penetapan pemanfaatan daerah sempadan 48/109 a. (3) Menteri atau menteri yang terkait dengan pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangan dan tanggung jawabnya menyelenggarakan pengawasan dan pemantauan pelaksanaan pengendalian pengolahan tanah di daerah hulu sebagaimana dimaksud pada ayat (1). mengurangi tingkat sedimentasi pada sumber air dan prasarana sumber daya air. b. Pengaturan daerah sempadan sumber air dilakukan untuk mengamankan dan mempertahankan fungsi sumber air serta prasarana sumber daya air. Ambhara Hotel. meningkatkan peresapan air ke dalam tanah. dan d.Pasca Harmonisasi. c. Pengendalian pengolahan tanah sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diutamakan pada lahan dengan tingkat kemiringan lereng sebesar 40 (empat puluh) prosen atau lebih. (1) (2) . Paragraf 7 Pasal 36 Pengaturan Daerah Sempadan Sumber Air Ayat (1) Pasal 36 Cukup jelas. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN mencegah longsor. mengurangi laju erosi tanah. (2) Pengendalian pengolahan tanah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memperhatikan kaidah konservasi dan tetap mempertahankan fungsi lindung sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Daerah sempadan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya setelah berkonsultasi dengan dewan atau wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air provinsi atau kabupaten/kota yang bersangkutan. Pasal 37 Pasal 37 Menteri atau menteri yang terkait dengan pengelolaan Cukup jelas. (1) Ayat (3) Yang dimaksud dengan “daerah sempadan sumber air” adalah kawasan tertentu di sekeliling sumber air yang dibatasi oleh garis sempadan sumber air. Pedoman penetapan dan pemanfaatan daerah sempadan sumber air ditetapkan oleh Menteri. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (3) (4) sumber air. Untuk mempertahankan fungsi daerah sempadan sumber air. berdasarkan rekomendasi dewan atau wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air. b. mengurangi kapasitas tampung sumber air. Menteri atau menteri yang terkait dengan pengelolaan sumber daya air atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangan dan tanggung jawabnya: a. atau tidak sesuai dengan 49/109 Untuk mempertahankan fungsi daerah sempadan sumber air setiap orang dan badan usaha melakukan upaya pencegahan terhadap: (2) . Ambhara Hotel. mencegah pendirian bangunan dan pemanfaatan lahan yang dapat mengganggu aliran air.Pasca Harmonisasi. dan/atau limbah cair. sumber daya air atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangan dan tanggung jawabnya mempertahankan fungsi daerah sempadan sumber air. mencegah pembuangan air limbah yang tidak memenuhi baku mutu. Ayat (2) Cukup jelas. limbah padat. Garis sempadan sumber air adalah garis maya batas luar perlindungan sumber air.

perbuatan menghidupkan atau memfungsikan kembali daerah sempadan sumber air. Pasal 38 Rehabilitasi hutan dan lahan daerah tangkapan air dilakukan pada hutan rusak dan lahan kritis. Menteri atau menteri yang terkait dengan pengelolaan Ayat (2) sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan Cukup jelas. dan melakukan revitalisasi daerah sempadan sumber air. vegetatif. Paragraf 8 Pasal 38 Ayat (1) Rehabilitasi Hutan dan Lahan Cukup jelas. peruntukannya. sesuai dengan peraturan perundang-undangan. manajemen budi daya hutan. baik melalui upaya Cukup jelas. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN c. (3) Menteri atau menteri yang terkait dengan pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangan dan tanggung jawabnya menyelenggarakan pengawasan dan pemantauan pelaksanaan pengaturan daerah sempadan sumber air sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 ayat (1). Ambhara Hotel. Penjelasan: Yang dimaksud dengan “revitalisasi” adalah proses. maupun kombinasi dari kegiatan dimaksud. cara. 50/109 (1) (2) (3) . kewenangan dan tanggung jawabnya melaksanakan rehabilitasi hutan dan lahan daerah tangkapan air sebagaimana dimaksud pada ayat (1).Pasca Harmonisasi. Rehabilitasi hutan rusak dapat dilakukan dengan Ayat (3) kegiatan yang menyeluruh dan terpadu. baik di dalam maupun di luar kawasan hutan.

air permukaan. antara lain meliputi kegiatan penghijauan dan reboisasi.Pasca Harmonisasi. Ayat (6) Cukup jelas. (2) Pelestarian hutan lindung. Ayat (5) Cukup jelas. Ayat (4) Yang dimaksud dengan “upaya vegetatatif”. ekonomi. dan budaya masyarakat. kawasan suaka alam. Ambhara Hotel. (4). kawasan suaka alam. (5) (6) Kegiatan rehabilitasi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dan ayat (4) dilakukan melalui pendekatan sosial. Yang dimaksud dengan “upaya agronomis”. dan unsur hara tanah. dan kawasan pelestarian alam sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh Pemerintah atau pemerintah daerah sesuai 51/109 . sipil teknis. dan Kawasan Cukup jelas. Kawasan Suaka Alam. antara lain termasuk pemilihan jenis tanaman budidaya dan teknis pengolahan lahan. Menteri atau menteri yang terkait dengan pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangan dan tanggung jawabnya menyelenggarakan pengawasan dan pemantauan pelaksanaan rehabilitasi hutan dan lahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN Catatan: akan diinformasikan oleh Pak Nas kepada Dep. maupun kombinasi dari kegiatan-kegiatan tersebut. dan (5)) (4) Rehabilitasi lahan kritis dapat dilakukan dengan kegiatan yang menyeluruh dan terpadu baik melalui upaya vegetatif. Kehutanan agar sinkron dengan RPP RRHL (untuk ayat (3). dan kawasan pelestarian alam dilakukan untuk memberikan perlindungan terhadap kawasan di bawahnya dalam rangka menjamin ketersediaan air tanah. Paragraf 9 Pasal 39 Pelestarian Hutan Lindung. Pelestarian Alam Pasal 39 (1) Pelestarian hutan lindung. agronomis.

b. Bagian Ketiga Pengawetan Air Pasal 40 Pasal 40 Ayat (1) (1) Pengawetan air ditujukan untuk memelihara keberadaan dan Cukup jelas. ketersediaan air atau kuantitas air. (2) Pengawetan air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan Ayat (2) dengan cara: Cukup jelas. sesuai dengan fungsi dan manfaatnya. a.Pasca Harmonisasi. (2). Catatan: akan diinformasikan oleh Pak Nas kepada Dep. Kehutanan agar sinkron dengan RPP RRHL (ayat (1). dan kawasan pelestarian alam. mengendalikan penggunaan air tanah. menyimpan air yang berlebihan di saat hujan untuk dapat dimanfaatkan pada waktu diperlukan. dan (3)) (4) Menteri atau menteri yang terkait dengan pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangan dan tanggung jawabnya menyelenggarakan pengawasan dan pemantauan pelaksanaan pelestarian hutan lindung. . 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (3) dengan kewenangannya dan peraturan perundang-undangan. dan kawasan pelestarian alam sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dan/atau c. Ambhara Hotel. (3) Penyimpanan air sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a Ayat (3) 52/109 Ayat (6) Cukup jelas. kawasan suaka alam. kawasan suaka alam. menghemat air dengan pemakaian yang efisien dan efektif. Pemerintah atau pemerintah daerah mengupayakan pemberdayaan masyarakat dalam menjaga pelestarian hutan lindung.

atau kawasan lain yang mengubah fungsi resapan air. embung. Pembuatan tampungan air hujan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) merupakan bagian persyaratan dalam pemberian izin pembangunan gedung dan perumahan. dapat dilakukan pada Cukup jelas. 53/109 . Batas akhir pembahasan Tanggal 1 Mei 2007 Ayat (4) Yang dimaksud dengan “kawasan atau lingkungan di daerah tertentu”. kolam. dan embung di daerah yang memerlukannya. (4) Pembuatan kolam dan/atau embung sebagaimana dimaksud pada ayat (3) merupakan bagian persyaratan dalam pemberian izin pengembangan kawasan atau lingkungan di daerah tertentu.Pasca Harmonisasi. wisata. (5) Menteri atau menteri yang terkait dengan pengelolaan sumber daya air atau pemerintah daerah sesuai dengan wewenang dan tanggung jawabnya mendorong masyarakat dalam pembuatan tampungan air hujan. kolam. Penjelasan: Pembuatan tampungan air hujan bangunan gedung dan perumahan. perdagangan. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN dapat dilakukan melalui pembuatan tampungan air hujan. Ayat (5) Cukup jelas. industri. Catatan: akan dikonsultasikan oleh Bu Martini dengan Ditjen. Cipta Karya mengenai pembuatan tampungan air hujan sebagai persyaratan dalam pemberian izin pembangunan gedung dan perumahan. Ayat (4) Cukup jelas. atau waduk. Ambhara Hotel. misalnya perumahan.

Pasca Harmonisasi. b. Ambhara Hotel. sumber air. Yang dimaksud dengan “sambungan rumah” adalah bagian dari sistem penyediaan air minum 54/109 . Yang dimaksud dengan “instalasi pengolahan air” adalah instalasi yang mengolah air baku menjadi air yang memenuhi persyaratan sebagai air minum. transmisi” adalah pipa atau saluran pembawa air baku dari intake ke instalasi pengolahan air atau pipa pembawa air minum dari instalasi pengolahan air ke reservoir. (2) Penghematan air dapat dilakukan melalui: Ayat (2) a. instalasi Yang dimaksud dengan “pipa atau saluran pengolahan air. mendorong masyarakat untuk melakukan upaya penghematan air guna mencegah terjadinya krisis air. pencegahan kehilangan atau kebocoran air pada huruf c. jaringan distribusi dan unit pelayanan. progresif. penerapan tarif penggunaan air yang bersifat huruf a. segala macam kebutuhan. Yang dimaksud dengan “jaringan distribusi” adalah jaringan perpipaan yang berfungsi membagi air sampai ke pelanggan atau ke unit pelayanan. Yang dimaksud dengan “unit pelayanan” adalah sambungan rumah atau hidran umum dimana pelanggan memperoleh air. Cukup jelas. c. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN Pasal 41 Pasal 41 (1) Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab Ayat (1) pengelolaan sumber daya air atau pemerintah daerah Cukup jelas. penggunaan air yang efisien dan efektif untuk huruf b. Cukup jelas. pipa atau saluran transmisi.

Ambhara Hotel. Cukup jelas. mendaur ulang air yang telah dipakai. pemberian insentif bagi pelaku penghemat air. f. tanah. dan h. Yang dimaksud dengan “disinsentif”. g. misalnya dengan memberlakukan sanksi atau kewajiban ekstra bagi pelaku boros air. (3) Menteri setelah berkonsultasi dengan menteri terkait menetapkan pedoman penghematan air. Ayat (4) Cukup jelas. air. huruf g. meter air. pipa dinas. 55/109 . e. pemberian disinsentif bagi pelaku boros air. huruf f. (4) Pemerintah daerah menyelenggarakan upaya penghematan air sesuai kebutuhan daerahnya. huruf h. dan penurunan fungsi cekungan air tanah. berdasarkan pedoman sebagaimana dimaksud pada ayat (3). misalnya dengan memberikan kemudahan dalam penggunaan peralatan hemat air. yang terdiri dari clamp saddle. huruf e. Pasal 42 Pasal 42 (1) Pengendalian penggunaan air tanah dimaksudkan untuk Ayat (1) mencegah penurunan muka air tanah. Cukup jelas. dan kran air. menerapkan praktek penggunaan air berulang. d.Pasca Harmonisasi. Cukup jelas. (2) Pengendalian penggunaan air tanah dapat dilakukan Ayat (2) dengan cara: huruf a. penurunan kualitas air Cukup jelas. secara pengembangan dan penerapan teknologi hemat huruf d. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN yang langsung melayani pelanggan air minum. Yang dimaksud dengan “insentif”. Ayat (3) Cukup jelas.

. dalam hal sumber air permukaan terbatas ketersediaannya.Pasca Harmonisasi. huruf c. huruf d. Ambhara Hotel. pengaliran. memperhatikan keseimbangan pengimbuhan. mengutamakan penggunaan air dari sumber air permukaan. huruf e. mengutamakan penggunaan air tanah untuk kebutuhan pokok sehari-hari di atas keperluan lainnya. dan pelepasan air tanah. e. penggunaan air untuk tujuan usaha dikenakan tarif dengan harga satuan yang lebih tinggi daripada penggunaan air untuk rumah tangga. Cukup jelas. b. huruf b. intrusi air laut. menerapkan tarif progresif penggunaan air tanah sesuai dengan tingkat konsumsi. penurunan muka tanah (land subsidence). Kriteria:  Rawan apabila penurunan muka air tanah mencapai 40% sampai 56/109 f. Cukup jelas. huruf f. Cukup jelas. Cukup jelas. huruf g. Zona rawan air tanah dan zona kritis air tanah ditandai dengan gejala sebagai berikut: penurunan muka air tanah. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN a. c. d. g. Cukup jelas. menerapkan sistem perizinan dalam penggunaan air tanah. Yang dimaksud dengan “tarif progresif penggunaan air tanah” misalnya penggunaan air dalam jumlah besar terkena tarif dengan harga satuan yang lebih tinggi daripada pengguna air dalam jumlah kecil. mengurangi alokasi pengambilan air tanah baru pada zona rawan air tanah. melarang pengambilan air tanah baru dan mengurangi secara bertahap pengambilan air tanah yang sudah ada di zona kritis air tanah.

Kritis apabila penurunan muka air tanah lebih besar dari 60%. memelihara kondisi kualitas air yang terdapat dalam kawasan lindung. mata air sebagaimana kondisi alamiahnya dan pelestarian fungsi air melalui penetapan standar baku mutu air.000 sampai dengan 10. (4) Pemerintah atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya mengatur pengendalian penggunaan air tanah sebagaimana dimaksud pada ayat (2). 57/109 .Pasca Harmonisasi. Bagian Keempat Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air Ayat (3) Cukup jelas.500 µS/cm) dari kondisi awal. (5) Pengaturan lebih lanjut tentang pengendalian penggunaan air tanah diatur dengan peraturan pemerintah tersendiri. (3) Larangan dan pengurangan pengambilan air tanah sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf g diikuti dengan upaya penyediaan air untuk kebutuhan pokok sehari-hari oleh pengelola sumber daya air. dan kenaikan kandungan zat padat terlarut antara 10.000 sampai dengan 100. (1) Pasal 43 Pasal 43 Ayat (1) Pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air Yang dimaksud dengan mempertahankan dan ditujukan untuk mempertahankan dan memulihkan kualitas air memulihkan kualitas air antara lain dengan cara yang masuk dan yang berada pada sumber-sumber air.000 sampai dengan 1. dan kenaikan kandungan zat padat terlarut antara 1. Ayat (4) Cukup jelas. Ambhara Hotel.000 mg/liter (DHL 1.000 mg/liter (DHL lebih besar dari 1. Ayat (5) Cukup jelas. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN  dengan 60%.500 µS/cm) dari kondisi awal.

Organisme atau mikro-organisme yang dapat menyerap bahan pencemar dapat diupayakan dengan cara menanam. penanggulangan pencemaran air pada sumber air. mengembangbiakkan. .Pasca Harmonisasi. 58/109 .melakukan purifikasi diri air. Yang dimaksud dengan “aerasi” adalah upaya meningkatkan kadar oksigen dalam air. Fungsi lingkungan adalah kemampuan alam untuk.memperkecil tingkat erosi tanah. e. (3) Perbaikan kualitas air pada sumber air dan prasarana sumber daya air dapat dilakukan melalui kegiatan-kegiatan antara lain: a. Huruf b. b. Huruf c Pengendalian kerusakan sumber air misalnya pencegahan terjadinya penggerusan palung atau dasar sungai yang menyebabkan kekeruhan air. Ayat (2) Huruf a. penetapan kelas air dan baku mutu air pada sumber air. antara lain: . b. perbaikan fungsi lingkungan untuk mengendalikan kualitas air. aerasi pada sumber air dan melalui prasarana sumber daya air. Huruf d. Cukup jelas. Ayat (3) Huruf a. Huruf b. pengendalian kerusakan sumber air. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (2) Perbaikan kualitas air pada sumber air dan prasarana sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh Pemerintah atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya melalui: a. Cukup jelas. Ambhara Hotel. Cukup jelas. pemantauan kualitas air pada sumber air. c. d. Huruf e. pemanfaatan organisme dan mikro-organisme yang dapat menyerap bahan pencemar pada sumber air dan prasarana sumber daya air.

1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN c. Penggelontoran hanya boleh dilakukan apabila terjadi keadaan mendesak. Huruf c. penggelontoran sumber air pada suatu keadaan yang mendesak. antara lain menurunkan kelas air dari yang ditetapkan dan/atau berakibat fatal bagi kehidupan. pembuatan sumur-sumur infiltrasi di sepanjang pantai untuk memperbaiki kualitas air tanah yang telah terkena intrusi air asin. Cukup jelas. Ambhara Hotel. a. Penggelontoran adalah bukan merupakan kegiatan rutin dalam rangka perbaikan kualitas air. d. atau memanfaatkan sumber air yang mengandung organisme atau mikro-organisme tersebut. penatagunaan sumber daya air ditujukan untuk menetapkan zona pemanfaatan sumber air dan peruntukan air pada sumber air. Huruf d. BAB VI PENDAYAGUNAAN SUMBER DAYA AIR Bagian Pertama Umum (1) Pasal 44 Pasal 44 Pendayagunaan sumber daya air mencakup kegiatan: Cukup jelas. 59/109 .Pasca Harmonisasi. (4) Pengaturan lebih lanjut mengenai pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air dilaksanakan sesuai dengan peraturan pemerintah yang mengatur tentang pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air. Ayat (4) Cukup jelas.

penyediaan sumber daya air. penggunaan sumber daya air. 60/109 . potensi konflik kepentingan yang minimal antar jenis penggunaan. pengusahaan sumber daya air. d. untuk mendayagunakan fungsi atau potensi yang terdapat pada sumber air yang bersangkutan secara berkelanjutan. Bagian Kedua Penetapan Zona Pemanfaatan Sumber Air (1) (2) Pasal 45 Pasal 45 Penetapan zona pemanfaatan sumber air ditujukan Cukup jelas. Ambhara Hotel. d. fungsi kawasan. b. terakomodasinya semua jenis pemanfaatan secara layak. e. e. c. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (2) b. pengembangan sumber daya air. hasil penelitian dan pengukuran secara teknis hidrologis. fungsi lindung dan budi daya. Penetapan zona pemanfaatan sumber air didasarkan pada pertimbangan: a. Kegiatan-kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan secara terpadu berdasarkan rencana pendayagunaan sumber daya air yang telah ditetapkan. c.Pasca Harmonisasi. dampak negatif yang minimal terhadap kelestarian sumber daya air. dan/atau f.

Menteri. inventarisasi jenis-jenis pemanfaatan yang sudah dilakukan di seluruh bagian sumber air. (3) Penetapan rencana zona pemanfaatan sumber Ayat (3) air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Cukup jelas. Pasal 46 Pasal 46 (1) Menteri. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN a. menganalisa kelayakan dampak lingkungan serta potensi konflik dari jenis-jenis pemanfaatan yang sudah dilakukan. atau bupati/walikota sesuai Ayat (1) dengan kewenangannya dalam pengelolaan Penetapan rencana zona pemanfaatan sumber air sumber daya air merumuskan dan menetapkan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). kimia dan biologi pada sumber air. (2) Dalam merumuskan rencana zona pemanfaatan Ayat (2) sumber air sebagaimana dimaksud pada ayat Cukup jelas. bagian dari proses penyusunan pola pengelolaan sumber daya air dan rencana induk pengelolaaan sumber daya air sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 dan Pasal 15 ayat (2). dilakukan dengan memperhatikan pertimbangan wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air pada wilayah sungai bersangkutan. dan kesesuaiannya dengan peraturan perundangundangan. 61/109 . merupakan rencana zona pemanfatan sumber air. (4) Dalam hal wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air wilayah sungai tidak atau belum terbentuk. pertimbangan diberikan oleh wadah Ayat (4) Cukup jelas. Ambhara Hotel. b. c. (1). gubernur.Pasca Harmonisasi. atau bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya melakukan kegiatan sebagai berikut: penelitian dan pengukuran parameter fisik dan karakter sumber air. gubernur.

Pasal 47 Pasal 47 Peruntukan air pada sumber air dimaksudkan untuk Penetapan peruntukan air dimaksudkan untuk mengelompokkan penggunaan air pada sumber air ke dalam mencegah terjadinya konflik antarpemanfaat air. 62/109 . c. jumlah dan penyebaran penduduk serta proyeksi Huruf b. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN koordinasi pengelolaan sumber daya air provinsi atau kabupaten/kota sesuai dengan kewenangannya. perhitungan dan proyeksi kebutuhan air. peninjauan kembali. daya dukung sumber air. Ambhara Hotel. beberapa golongan atau klasifikasi mutu air termasuk baku mutu air. Perhitungan dan proyeksi kebutuhan air dilakukan dengan memperhatikan tata ruang wilayah yang ada dalam rangka penyusunan. Bagian Ketiga Peruntukan Air Pada Sumber Air Ayat (5) Cukup jelas. serta kajian pada wilayah sungai bersangkutan yang terkait Daya dukung sumber air mencakup kuantitas dengan: dan kualitas air. a. dan/atau penyempurnaan rencana tata ruang wilayah ke depan. Penyusunan rencana peruntukan air pada sumber air merupakan bagian dari proses penyusunan pola pengelolaan sumber daya air. (5) Pedoman penetapan zona pemanfaatan sumber air ditetapkan oleh Menteri. pertumbuhannya.Pasca Harmonisasi. Huruf c. (1) Pasal 48 Pasal 48 Penyusunan rencana peruntukan air Ayat (1) dilakukan dengan kegiatan pengumpulan data dan informasi Huruf a. b. Cukup jelas.

b. atau bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya. menjaga kelangsungan penyediaan air untuk pemakai air lainnya yang sudah ada. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN d. c. mengutamakan penyediaan air untuk pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari dan pertanian rakyat pada sistem irigasi yang sudah ada. Cukup jelas. gubernur. Bagian Keempat Penyediaan Sumber Daya Air (1) Pasal 49 Pasal 49 Penyediaan sumber daya air dilakukan berdasarkan Cukup jelas. Ayat (4) Pedoman penyusunan rencana peruntukan air dapat disusun menjadi satu kesatuan dengan pedoman penyusunan pola pengelolaan sumber daya air. (3) (4) Penyusunan rencana peruntukan air pada sumber air dikoordinasikan melalui wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air pada wilayah sungai bersangkutan. Ayat (2) Cukup jelas. Ayat (3) Cukup jelas. Pedoman penyusunan rencana peruntukan air pada sumber air ditetapkan oleh Menteri. Huruf d.Pasca Harmonisasi. Ambhara Hotel. (2) pemanfaatan air yang sudah ada. prinsip-prinsip: a. memperhatikan penyediaan air untuk pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari penduduk 63/109 . Rencana peruntukan air pada sumber air yang terdapat di dalam pola pengelolaan sumber daya air ditetapkan oleh Menteri.

sehari-hari dan pemenuhan kebutuhan air irigasi untuk pertanian rakyat. Cukup jelas. Prioritas penyediaan sumber daya air untuk kebutuhan lainnya Ayat (4) ditetapkan berdasarkan hasil penetapan zona pemanfaatan Yang dimaksud dengan “kondisi setempat”. Dalam hal terjadi situasi kekeringan yang ekstrim sehingga Ayat (3) timbul konflik kepentingan antara pemenuhan kebutuhan pokok Cukup jelas. Dalam hal penerapan prinsip-prinsip sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menyebabkan perubahan urutan prioritas penyediaan air yang menimbulkan kerugian bagi pemakai air sebelumnya. prioritas penyediaan air ditempatkan pada pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari. a. usulan urutan prioritas penyediaan sumber daya air disiapkan oleh instansi teknis yang ditunjuk oleh pejabat yang berwenang atau pengelola sumber daya air pada 64/109 (1) (2) (3) (4) (5) . Pemerintah atau pemerintah daerah mengatur kompensasi kepada pemakainya. Pasal 50 Pasal 50 Urutan prioritas penyediaan sumber daya air ditetapkan pada Ayat (1) setiap wilayah sungai. peruntukan air. Ambhara Hotel. masyarakat hukum adat yang berkaitan dengan sumber daya air. misalnya sumber air. Tata cara penetapan urutan prioritas penyediaan sumber daya Ayat (5) air dilakukan sebagai berikut: Cukup jelas. hak ulayat yang bersangkutan dan disesuaikan kondisi setempat. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (2) yang berdomisili dekat dengan sumber air dan/atau di sekitar jaringan pembawa air. kebutuhan air pada wilayah sungai kondisi sosial budaya yang berlaku. sudah ada merupakan prioritas utama penyediaan sumber daya air di atas semua kebutuhan. Penyediaan air untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari Ayat (2) dan irigasi bagi pertanian rakyat dalam sistem irigasi yang Cukup jelas.Pasca Harmonisasi.

(1) Pasal 51 Pasal 51 Rencana penyediaan sumber daya air disusun Ayat (1) berdasarkan urutan prioritas penyediaan sumber daya air Cukup jelas. usulan urutan prioritas penyediaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada huruf a disampaikan kepada wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air wilayah sungai sebagai bahan untuk perumusan urutan prioritas. Ambhara Hotel. c. Ayat (6) Cukup jelas. disusun pada setiap wilayah sungai. berasal dari sumber air permukaan dan cekungan air tanah. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (6) wilayah sungai yang bersangkutan. gubernur. Dalam hal wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air wilayah sungai tidak atau belum terbentuk.Pasca Harmonisasi. b. (2) Rencana penyediaan sumber daya air Ayat (2) sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang Cukup jelas. Urutan prioritas penyediaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disusun dan ditetapkan untuk jangka waktu setiap 5 (lima) tahun sekali dan dapat ditinjau kembali sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun sekali. atau bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya menetapkan urutan prioritas penyediaan sumber daya air pada setiap wilayah sungai berdasarkan rumusan urutan prioritas sebagaimana dimaksud pada huruf b. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50 ayat (1). usulan urutan prioritas penyediaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada huruf a disampaikan kepada wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air provinsi atau kabupaten/kota sesuai dengan kewenangannya. d. 65/109 . Menteri.

(5) Rencana penyediaan sumber daya air tahunan disusun sesuai dengan: urutan prioritas penyediaan sumber daya air pada wilayah sungai yang bersangkutan. (8) Rencana penyediaan sumber daya air rinci merupakan rencana operasional dari rencana penyediaan sumber daya air tahunan pada setiap sumber air yang menggambarkan besaran volume. (6) Rencana penyediaan sumber daya air tahunan ditetapkan oleh Menteri. atau 15 (lima belas) harian. Ayat (5) Cukup jelas. dan waktu untuk memenuhi kebutuhan air dalam periode yang ditetapkan Ayat (3) Cukup jelas. Ayat (7) Cukup jelas. (3) Rencana penyediaan sumber daya air yang berasal dari cekungan air tanah disesuaikan dengan kapasitas cekungan air tanah bersangkutan. Ayat (6) Cukup jelas.Pasca Harmonisasi. 66/109 . b. (7) Dalam hal wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air wilayah sungai tidak atau belum terbentuk. (4) Rencana penyediaan sumber daya air terdiri dari rencana penyediaan sumber daya air tahunan dan rencana penyediaan sumber daya air rinci. atau bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya dengan memperhatikan pertimbangan dari wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air wilayah sungai. lokasi. Ayat (8) Rencana penyediaan sumber daya air tahunan pada setiap sumber air misalnya rencana penyediaan sumber daya air pada setiap sungai. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN a. gubernur. Ambhara Hotel. pertimbangan diberikan oleh wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air provinsi atau kabupaten/kota sesuai dengan kewenangannya. Periode yang ditetapkan. misalnya 5 (lima) harian. 7 (tujuh) harian. Ayat (4) Cukup jelas. dan ketersediaan air pada musim kemarau dan hujan.

(2) Pihak yang berwenang dapat menetapkan Ayat (2) pengurangan. penambahan. (3) Dalam hal penyediaan sumber daya air tahunan Ayat (3) tidak dapat dilaksanakan sesuai dengan yang Dalam hal di wilayah sungai bersangkutan belum ditetapkan karena peristiwa alam yang terbentuk dewan atau wadah koordinasi mengakibatkan berkurangnya ketersediaan air pengelolaan sumber daya air wilayah sungai. dan/atau kerusakan jaringan sumber air. a. dalam hal penyediaan sumber daya air rinci tidak dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana penyediaan air tahunan yang ditetapkan karena: berkurangnya ketersediaan air dan/atau kerusakan jaringan sumber air yang disebabkan peristiwa alam. b. atau penggiliran Cukup jelas.Pasca Harmonisasi. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN sesuai kondisi setempat. Pasal 52 Pasal 52 (1) Penyediaan sumber daya air dilaksanakan oleh Ayat (1) pengelola sumber daya air wilayah sungai yang Cukup jelas. penyediaan sumber daya air. bersangkutan berdasarkan rencana penyediaan sumber daya air rinci yang telah ditetapkan. 67/109 . mempertimbangkan masukan dari dewan atau wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air wilayah sungai. Ambhara Hotel. pihak pertimbangan diberikan oleh dewan atau wadah yang berwenang dapat melakukan penyesuaian koordinasi pengelolaan sumber daya air rencana penyediaan air tahunan dengan kabupaten/kota atau provinsi. atau berkurangnya kapasitas jaringan karena kegiatan pemeliharaan dan/atau pembangunan dalam rangka pengelolaan sumber daya air.

diatur lebih lanjut oleh Pemerintah dan/atau pemerintah daerah yang bersangkutan sesuai dengan kewenangannya. 68/109 . (5) Kompensasi sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dapat berupa: memperoleh penyediaan air dari tempat lain. ganti rugi. memperoleh perpanjangan masa izin. d. atau program pembangunan. Ayat (6) Cukup jelas.Pasca Harmonisasi. Ayat (7) Cukup jelas. a. c. Bagian Kelima Penggunaan Sumber Daya Air Ayat (4) Cukup jelas. Pemerintah atau pemerintah daerah mengatur kompensasi dalam batas-batas tertentu kepada pihak pemegang hak yang dirugikan. Ambhara Hotel. (7) Pedoman tata cara penetapan dan pemberian kompensasi sebagaimana dimaksud pada ayat (6) ditetapkan oleh Menteri. e. keringanan biaya jasa pengelolaan sumber daya air. Ayat (5) Cukup jelas. (6) Tata cara penetapan dan pemberian kompensasi sebagaimana dimaksud pada ayat (5). 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (4) Dalam hal penyediaan sumber daya air tidak dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana yang ditetapkan sebagai akibat selain sebagaimana dimaksud pada ayat (2). b.

pemanfaatan sumber daya air dan prasarananya sebagai media dan/atau materi. sumber air. penghematan penggunaan. rumah tangga. dan/atau daya air sebagai media dan materi. dan industri. keberlanjutan penggunaan. Penggunaan air dan daya air sebagai materi misalnya pemanfaatan untuk air minum. sumber air. misalnya pemanfaatan untuk agroindustri. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (1) (2) (3) Pasal 53 Pasal 53 Ayat (1) Penggunaan sumber daya air ditujukan untuk Cukup jelas. Penggunaan sumber daya air sebagaimana Ayat (3) dimaksud pada ayat (1) dilakukan berdasarkan prinsip-prinsip: Cukup jelas. c. dan/atau daya air. d. areal rekreasi. Penggunaan air. ketepatan penggunaan. ketertiban dan keadilan. e. sumber Penggunaan air. dan daya air sebagai air. a. Penggunaan sumber air sebagai media adalah pemanfaatan ruang pada sumber air misalnya areal parkir. perikanan. media. Penggunaan sumber daya air sebagaimana Ayat (2) dimaksud pada ayat (1) dapat berupa penggunaan air.Pasca Harmonisasi. Ambhara Hotel. penggunaan yang saling menunjang antara air permukaan dan air tanah dengan memprioritaskan penggunaan air permukaan. b. misalnya pemanfaatan sungai untuk transportasi dan arung jeram. Pasal 54 Pasal 54 69/109 .

1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (1) Penggunaan sumber daya air sebagaimana dimaksud dalam Pasal 53 dapat berupa: a. b. b. sumber daya air yang mempunyai hak guna air di wilayah sungai yang bersangkutan. Pasal 55 Pasal 55 (1) Pengelola sumber daya air pada wilayah sungai berkewajiban: Ayat (1) a. memelihara sumber daya air dan prasarananya agar terpelihara fungsinya. antara lain penyadapan bebas dan pemompaan air dari sungai. menjamin ketersediaan sumber daya air bagi pengguna Cukup jelas. Huruf b. Huruf c. Ayat (2) Cukup jelas. c. pemanfaatan air pada sumber air. melaksanakan pemberdayaan kepada para pengguna sumber daya air. d. pemanfaatan ruang pada sumber air. Ayat (1) Huruf a. sumber daya air. c. pengambilan air dari sumber air. Ambhara Hotel. Yang dimaksud dengan “pengambilan air dari sumber air”.Pasca Harmonisasi. Cukup jelas. melakukan pemantauan dan evaluasi atas penggunaan sumber daya air. (2) Pengelola sumber daya air pada wilayah sungai berhak menerima Ayat (2) dana yang dipungut dari para pemegang izin penggunaan Cukup jelas. 70/109 . Cukup jelas. (2) Pedoman penggunaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh Menteri atau menteri yang terkait dengan bidang sumber daya air.

b. secara sukarela. pemegang izin tidak memenuhi Huruf e. Ambhara Hotel. Cukup jelas. d. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (1) (2) (3) (4) (5) (6) Pasal 56 Pasal 56 Perseorangan. badan sosial. sosial. Hak guna air batal dengan sendirinya atau dapat dibatalkan Ayat (6) dalam hal: Huruf a. pemegang izin melepaskan haknya Huruf b. 71/109 . Cukup jelas. Cukup jelas. jangka waktu berlaku izin telah Huruf d. atau badan usaha” adalah subyek yang menggunakan air berdasarkan izin . badan guna air. Yang dimaksud dengan “kelompok masyarakat” misalnya kelompok petani pemakai air irigasi pada sistem irigasi yang sudah ada. pemegang izin selama jangka waktu Huruf c. Hak guna usaha air dinyatakan dalam izin pengusahaan Ayat (4) sumber daya air. musnahnya sumber daya air. ketentuan dan syarat-syarat diberikannya izin. Hak guna air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berupa Ayat (2) hak guna pakai air dan hak guna usaha air. mempergunakan hak sebagaimana mestinya. c. yang ditetapkan dalam keputusan pemberian izinnya. atau Ayat (1) badan usaha yang menggunakan air berhak memperoleh hak Yang dimaksud dengan “perseorangan. Hak guna air sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tidak Ayat (5) dapat disewakan atau dipindahtangankan sebagian atau Cukup jelas. berakhir. kelompok masyarakat. a. seluruhnya kepada pihak lain. Cukup jelas. tidak Cukup jelas. Cukup jelas.Pasca Harmonisasi. Cukup jelas. Ayat (3) Cukup jelas. e. Hak guna pakai air diperoleh dengan izin atau tanpa izin.

Bagian Keenam Pengembangan Sumber Daya Air (1) (2) Pasal 57 Pasal 57 Pengembangan sumber daya air meliputi semua upaya yang Cukup jelas. dilaksanakan untuk meningkatkan kemanfaatan fungsi sumber daya air melalui pengembangan kemanfaatan sumber daya air. usaha Huruf f. Yang dimaksud dengan “tidak melaksanakan kewajiban konservasi sumber daya air”. pemegang izin menyalahgunakan haknya untuk tujuan yang menyimpang dari tujuan semula. Pengembangan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan melalui tahapan perencanaan dan pelaksanaan. g. antara lain membiarkan air dan/atau sumber air menjadi rusak tanpa upaya untuk melakukan pencegahan atau penanggulangan. badan hukum atau badan pemegang izin dibubarkan atau dinyatakan pailit. (7) Pembatalan hak sebagaimana dimaksud pada ayat (6) huruf e dapat dipulihkan kembali dalam hal pemegang izin telah memenuhi ketentuan dan syarat yang ditentukan dalam izin. Huruf g. dan/atau peningkatan ketersediaan air dan kualitas air. Pasal 58 Pasal 58 72/109 . Ayat (7) Cukup jelas. Cukup jelas. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN f. Ambhara Hotel. atau tidak melaksanakan kewajiban konservasi sumber daya air. Ayat (8) Cukup jelas.Pasca Harmonisasi. (8) Hak guna air sebagaimana dimaksud pada ayat (2) mulai berlaku setelah kegiatan penggunaan atau pengusahaan sumber daya air yang bersangkutan beroperasi.

kelestarian keanekaragaman hayati dalam sumber air bersangkutan. (4) Pengembangan sumber daya air yang mempunyai dampak penting terhadap lingkungan hidup dikenakan ketentuanketentuan tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (1) Perencanaan pengembangan sumber daya air disusun untuk menghasilkan rencana yang berfungsi sebagai pedoman dan arahan dalam pelaksanaan pengembangan sumber daya air. Cukup jelas. Keikutsertaan masyarakat dalam pengembangan 73/109 . kekhasan dan aspirasi daerah dan masyarakat setempat. Masyarakat diikutsertakan dalam pelaksanaan pengembangan Ayat (3) sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (2). kemampuan pembiayaan. Pelaksanaan pengembangan sumber daya air wajib dilakukan Ayat (2) melalui kegiatan survai. dan d. b. (1) (2) (3) Pasal 59 Pasal 59 Pelaksanaan pengembangan sumber daya air dilakukan setelah Ayat (1) dinilai memenuhi kelayakan teknis. Ambhara Hotel.Pasca Harmonisasi. lingkungan hidup. pedoman. dan manual yang ditetapkan oleh Menteri atau menteri terkait. (3) Rencana pengembangan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disusun dengan memperhatikan: a. ekonomis. dan tahapan rencana detail Cukup jelas. sesuai norma. standar. (2) Rencana pengembangan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dimulai dengan kegiatan studi kelayakan. c. daya dukung sumber daya air yang ada di wilayah sungai bersangkutan. investigasi. sosial dan Cukup jelas.

rencana pengembangan sumber daya air sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58 ayat (2) dapat ditinjau ulang.Pasca Harmonisasi. agar masyarakat dapat mempersiapkan diri terhadap situasi yang diperkirakan akan turun hujan yang diakibatkan oleh adanya kegiatan modifikasi cuaca. (1) 74/109 . membidangi meteorologi dan geofisika. Ayat (4) Cukup jelas. normal). 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (4) Dalam hal sebagian besar masyarakat yang diperkirakan terkena dampak kegiatan pengembangan sumber daya air menyatakan keberatan. (3) Penyimpangan kondisi iklim atau cuaca sebagaimana Ayat (3) dimaksud pada ayat (2) dinyatakan oleh instansi yang Cukup jelas. (2) Kegiatan modifikasi cuaca yang ditujukan untuk menambah Ayat (2) volume air pada sumber air dan/atau mengendalikan curah Yang dimaksud dengan “penyimpangan kondisi iklim hujan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) hanya dapat atau cuaca” adalah kondisi iklim atau cuaca di luar dilaksanakan untuk menanggulangi dampak penyimpangan kondisi normal (di atas normal atau di bawah kondisi iklim atau cuaca terhadap masyarakat luas. Ambhara Hotel. (4) Program kegiatan modifikasi cuaca diberitahukan kepada Ayat (4) masyarakat sekurang-kurangnya 1 (satu) bulan sebelum Pemberitahuan kepada masyarakat dimaksudkan pelaksanaan program kegiatan modifikasi cuaca. Pasal 60 Pasal 60 Pengembangan teknologi modifikasi cuaca ditujukan untuk Ayat (1) kepentingan penelitian dan menambah volume air pada sumber Cukup jelas. sumber daya air diwujudkan dalam bentuk memberikan masukan atau pertimbangan dalam proses pengambilan keputusan. (5) Modifikasi cuaca dilaksanakan setelah memperoleh izin dari Ayat (5) instansi yang membidangi meteorologi dan geofisika dan Cukup jelas. air dan/atau mengendalikan curah hujan yang diperkirakan dapat mengakibatkan masalah banjir dan kekeringan.

(9) Pemantauan dan evaluasi dampak kegiatan modifikasi cuaca menjadi tanggung jawab pemrakarsa. (7) Pelaksanaan teknologi modifikasi cuaca dilakukan oleh penyedia jasa teknologi modifikasi cuaca dan/atau pengguna jasa teknologi modifikasi cuaca. Pasal 61 Pasal 61 (1) Pemanfaatan air laut di darat dilaksanakan Cukup jelas. (6) Pelaksanaan teknologi modifikasi cuaca harus sesuai dengan norma.Pasca Harmonisasi. (8) Pengawasan terhadap pelaksanaan teknologi modifikasi cuaca sebagaimana dimaksud pada ayat (7). Ayat (9) Yang dimaksud dengan “dampak”. standar. Ayat (6) Yang dimaksud dengan “lembaga/instansi yang membidangi teknologi modifikasi cuaca” adalah kementerian yang membidangi riset dan teknologi. (2) Badan hukum. 75/109 . dan kriteria yang ditetapkan oleh lembaga/instansi yang membidangi teknologi modifikasi cuaca. Ayat (7) Cukup jelas. Ambhara Hotel. dan perseorangan yang memanfaatkan air laut di darat wajib memperoleh izin pemanfaatan dari Pemerintah atau pemerintah daerah yang berwenang atas pengelolaan sumber daya air di wilayah sungai bersangkutan. pedoman. kelompok masyarakat. (3) Pemanfaatan air laut di darat yang diperkirakan menimbulkan dampak penting terhadap lingkungan hidup dikenakan ketentuan-ketentuan tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. dilakukan oleh lembaga/instansi yang membidangi teknologi modifikasi cuaca. Ayat (8) Cukup jelas. sesuai dengan rencana pengelolaan sumber daya air di wilayah sungai bersangkutan. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN disetujui oleh pemerintah kabupaten/kota dan/atau pemerintah provinsi yang bersangkutan. meliputi dampak positif (manfaat) dan dampak negatif (kerugian). badan usaha.

Pasca Harmonisasi. 2006): Agar hal2 mengenai bencana alam disinkronkan dengan RUU Penanggulangan Bencana Alam yang sedang dibahas di DPR. Ambhara Hotel. Pasal 62 Cukup jelas. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN Bagian Ketujuh Pengusahaan Sumber Daya Air Pasal 62 Pengusahaan sumber daya air pada suatu wilayah sungai dilaksanakan berdasarkan rencana pengelolaan sumber daya air di wilayah sungai yang bersangkutan. 27 Nov. Pengusahaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilaksanakan setelah keperluan air untuk kebutuhan pokok sehari-hari dan pertanian rakyat dalam sistem irigasi yang sudah ada terpenuhi. Pengaturan mengenai pengusahaan sumber daya air diatur dalam peraturan pemerintah tersendiri. Pasal 63 Pasal 63 76/109 . (1) (2) (3) (4) BAB VII PENGENDALIAN DAYA RUSAK AIR Bagian Pertama Umum Catatan Pak Oka (Hrm. Pengusahaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan dengan memperhatikan fungsi sosial dan kelestarian lingkungan hidup.

(5) 77/109 . g. dan air laut yang berada di darat diatur Cukup jelas. erosi dan sedimentasi. c. amblesan tanah. h. Daya rusak air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berupa: a. dan/atau i. Pengendalian daya rusak air yang terkait dengan air hujan.Pasca Harmonisasi. upaya penanggulangan pada saat terjadi bencana. f. biologi. d. Pengendalian daya rusak air dilakukan berdasarkan rencana pengendalian yang disusun secara terpadu. wabah penyakit. Ambhara Hotel. kekeringan. c. longsoran tanah. terkoordinasi dan merupakan bagian dari rencana pengelolaan sumber daya air di wilayah sungai yang bersangkutan. b. upaya pencegahan sebelum terjadi bencana. terancamnya kepunahan jenis tumbuhan dan/atau satwa. dan fisika air. menyeluruh. air permukaan. air tanah. b. Rencana pengendalian sebagaimana dimaksud pada ayat (3) ditetapkan oleh Pemerintah dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya dengan melibatkan peran masyarakat. perubahan sifat dan kandungan kimiawi. e. banjir lahar dingin. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (1) (2) (3) (4) Pengendalian daya rusak air meliputi: a. upaya pemulihan akibat bencana. banjir.

erosi dan sedimentasi. Kawasan rawan bencana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi wilayah yang rawan banjir. terancamnya kepunahan jenis tumbuhan dan/atau satwa. Penetapan kawasan rawan bencana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (3) dilaksanakan berdasarkan pedoman yang ditetapkan oleh Menteri atau menteri lainnya yang terkait sesuai dengan kewenangannya. (2) (3) (4) (5) (6) 78/109 . Bagian Kedua Pencegahan Bencana (1) Pasal 64 Pasal 64 Dalam rangka melakukan pencegahan akibat daya rusak air. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN dalam peraturan pemerintah tersendiri. perubahan sifat dan kandungan kimiawi. banjir lahar dingin. Kawasan rawan bencana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menjadi masukan untuk penyusunan rencana tata ruang wilayah di wilayah bersangkutan. longsoran tanah. amblesan tanah.Pasca Harmonisasi. Cukup jelas. kekeringan. biologi dan fisika air. Pemerintah dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya menetapkan kawasan rawan bencana di setiap wilayah sungai. dan/atau wabah penyakit. Kawasan rawan bencana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibagi ke dalam zona-zona rawan bencana berdasarkan tingkat kerawanannya. Pemerintah daerah wajib mengendalikan pemanfaatan kawasan rawan bencana di wilayahnya masing-masing dengan melibatkan masyarakat. Ambhara Hotel.

Peringatan dini untuk pencegahan bencana akibat daya rusak air dilakukan oleh pengelola sumber daya air dan Pemerintah dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya. Dalam hal tingkat kerawanan bencana mengancam keselamatan jiwa.Pasca Harmonisasi. sesuai dengan kewenangannya dapat melakukan pemindahan penduduk yang bermukim di kawasan rawan bencana dalam upaya pencegahan bencana akibat daya rusak air. Ambhara Hotel. kewenangannya menetapkan sistem peringatan dini di setiap wilayah sungai. Sistem peringatan dini sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disusun dan ditetapkan berdasarkan pedoman yang ditetapkan oleh Menteri terkait sesuai dengan kewenangannya. Kawasan rawan bencana sebagaimana dimaksud pada ayat (3) untuk selanjutnya ditetapkan sebagai 79/109 (1) (2) (3) (4) (5) . Pasal 66 Pasal 66 Pemerintah dan/atau pemerintah daerah Cukup jelas. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (1) (2) (3) Pasal 65 Pasal 65 Pemerintah dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan Cukup jelas. untuk pencegahan bencana akibat daya rusak air. Pemerintah dan/atau pemerintah daerah melakukan upaya penyelamatan penduduk yang bermukim di kawasan rawan bencana. Biaya yang timbul akibat upaya penyelamatan penduduk sebagaimana dimaksud pada ayat (3) menjadi tanggung jawab Pemerintah dan/atau pemerintah daerah. Pemindahan penduduk sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan berdasarkan pada kesepakatan dengan penduduk bersangkutan.

sebagian dana dari biaya sebagai kontribusi untuk air di wilayah sungai yang Bagian Ketiga Penanggulangan Bencana Pasal 69 Pasal 69 Cukup jelas. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN kawasan yang tertutup bagi permukiman. kewenangannya melakukan penyebarluasan informasi dan penyuluhan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam rangka pencegahan bencana akibat daya rusak air. menyeluruh. atau satuan pelaksanaan penanggulangan bencana 80/109 . Pasal 67 Pasal 67 Pemerintah dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan Cukup jelas. Pasal 68 Pemerintah dan/atau pemerintah kewenangannya mengupayakan alokasi jasa pengelolaan sumber daya air pencegahan bencana akibat daya rusak bersangkutan. Ambhara Hotel. terpadu. (1) Tindakan penanggulangan kerusakan dan/atau bencana akibat daya rusak air dilakukan dengan segera. dan terkoordinasi melalui suatu badan koordinasi penanggulangan bencana pusat. satuan koordinasi pelaksanaan penanggulangan bencana provinsi. Pasal 68 daerah sesuai dengan Cukup jelas.Pasca Harmonisasi.

1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN kabupaten/kota. (3) Rencana penanggulangan bencana akibat daya rusak air sebagaimana dimaksud pada ayat (2) disebarluaskan kepada masyarakat di wilayah bersangkutan oleh Pemerintah dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya. b.Pasca Harmonisasi. (6) Pedoman penanggulangan kerusakan dan/atau bencana akibat daya rusak air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh Menteri atau menteri lain yang terkait. pemenuhan kebutuhan kesehatan dan sanitasi. (5) Pemerintah dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya menyatakan terjadinya suatu bencana. pemenuhan kebutuhan tempat penampungan sementara. (7) Pernyataan terjadinya suatu bencana sebagaimana dimaksud pada ayat (5) ditetapkan oleh gubernur atau bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya. d. (8) Pemerintah dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya mensosialisasikan pedoman penanggulangan kerusakan dan/atau bencana sebagaimana dimaksud pada ayat (6) kepada masyarakat. keselamatan jiwa manusia. c. (4) Penanggulangan bencana akibat daya rusak air dilakukan berdasarkan urutan prioritas: a. (9) Prosedur operasi standar penanggulangan kerusakan dan/atau bencana akibat daya rusak air ditetapkan di setiap provinsi dan kabupaten/kota oleh gubernur atau 81/109 . (2) Pemerintah dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya menyiapkan rencana penanggulangan bencana akibat daya rusak air. Ambhara Hotel. pemenuhan kebutuhan air dan pangan.

penggunaan sumber daya air 82/109 Pasal 70 Cukup jelas. jaringan perpipaan. (3) Tindakan pemulihan daya rusak air diprioritaskan untuk memulihkan kembali fungsi sarana dan prasarana guna pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari. BAB VIII PERIZINAN DALAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR Pasal 71 Pasal 71 Perizinan dalam pengelolaan sumber daya air diperlukan untuk Yang dimaksud dengan “konstruksi yang melintasi kegiatan: sumber air” misalnya jembatan. (2) Pemerintah dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangan dan tanggung jawabnya mengupayakan pemulihan fungsi lingkungan hidup serta sarana dan prasarana umum yang terkena bencana. rekonstruksi. jaringan kabel listrik/telepon yang melintas di atas atau a. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya.Pasca Harmonisasi. b. Bagian Keempat Pemulihan Akibat Bencana Pasal 70 (1) Pemulihan akibat bencana dilakukan melalui upaya rehabilitasi. pelaksanaan kontruksi pada di bawah sungai. dan/atau pembangunan. (10) Mekanisme dan tata kerja badan koordinasi penanggulangan bencana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan sesuai dengan peraturan perundangundangan. dan/atau melintasi sumber air. . Ambhara Hotel.

Pasal 72 Pasal 72 (1) Izin pelaksanaan konstruksi pada dan/atau melintasi sumber Cukup jelas. dan cekungan air tanah dilaksanakan sesuai dengan peraturan pemerintah yang mengatur tentang sumber air yang bersangkutan. rawa. 83/109 . (2) Pemberian izin sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan mempertimbangkan rekomendasi teknis dari pengelola sumber daya air wilayah sungai bersangkutan. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN untuk tujuan tertentu. wilayah sungai lintas negara. b. (5) Tata cara permohonan dan pemberian izin pelaksanaan konstruksi pada dan/atau melintasi sungai dan danau. Menteri untuk wilayah sungai lintas provinsi. dan wilayah sungai strategis nasional.Pasca Harmonisasi. (4) Izin pelaksanaan konstruksi pada dan/atau melintasi sumber air yang terkait dengan penggunaan sumber daya air menjadi satu kesatuan dalam izin penggunaan sumber daya air. air sebagaimana dimaksud dalam Pasal 71 huruf a untuk sumber air permukaan diberikan oleh: a. modifikasi cuaca. bupati/walikota untuk wilayah sungai dalam satu kabupaten/kota. waduk dan bendungan. gubernur untuk wilayah sungai lintas kabupaten/kota. c. (3) Izin pelaksanaan konstruksi pada dan/atau melintasi sumber air sebagaimana dimaksud dalam Pasal 71 huruf a untuk cekungan air tanah dilaksanakan sesuai dengan peraturan pemerintah yang mengatur tentang air tanah. Ambhara Hotel.

jadwal pelaksanaan pembangunan. pekerjaan. e. tempat konstruksi yang akan dibangun. b. 3. nama. misalnya karena perubahan kebijakan pengelolaan sumber daya air yang berkaitan dengan penggunaan ruang. jenis/tipe prasarana yang akan dibangun. (3) Izin pelaksanaan konstruksi dinyatakan batal apabila pemegang Ayat (3) izin tidak melaksanakan pembangunan selambat-lambatnya 3 Cukup jelas. membayar retribusi dan kompensasi 84/109 . (2) Izin dapat diubah ketentuannya apabila keadaan yang dipakai Ayat (2) sebagai dasar pertimbangan pemberian izin telah mengalami Yang dimaksud dengan “perubahan” dalam perubahan. dan alamat pemegang izin. c. ketentuan ini. Ambhara Hotel.Pasca Harmonisasi. f. sumber air berkewajiban untuk: 2. (tiga) tahun terhitung sejak izin berlaku. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN Pasal 73 Pasal 73 (1) Izin pelaksanaan konstruksi pada dan/atau melintasi sumber air Ayat (1) sekurang-kurangnya memuat tentang: Cukup jelas. Pasal 74 Pasal 74 (1) Pemegang izin pelaksanaan konstruksi pada dan/atau melintasi Cukup jelas. g. maksud/tujuan pembangunan. d. metode pelaksanaan pembangunan. mematuhi ketentuan-ketentuan dalam izin. gambar dan spesifikasi teknis bangunan.

memberikan tanggapan yang positif apabila timbul gejolak sosial masyarakat di sekitar lokasi kegiatannya. Ambhara Hotel. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN lainnya sebagai akibat dari pelaksanaan konstruksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. menjamin kelangsungan penggunaan sumber daya air bagi pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari masyarakat di sekitar lokasi kegiatan yang terganggu akibat pelaksanaan konstruksi. 10.Pasca Harmonisasi. mencegah terjadinya pencemaran air akibat pelaksanaan konstruksi. evaluasi. pengawasan. 5. (2) Pemegang izin pelaksanaan konstruksi pada dan/atau melintasi sumber air hanya dapat membangun pada sumber air dan memanfaatkan ruang pada sumber air sebatas tempat bangunan yang telah disetujui rencana teknisnya oleh pengelola 85/109 . 9. 8. memberikan laporan pelaksanaan konstruksi kepada pemberi izin. memberikan akses untuk dilakukan pemantauan. 4. memulihkan kerusakan lingkungan hidup yang disebabkan oleh kegiatan konstruksi. melindungi dan mengamankan prasarana sumber daya air disekitarnya. dan pemeriksaan. 11. 6. 7. melindungi dan memelihara kelangsungan fungsi sumber daya air.

d. penggunaan sumber daya air untuk: Yang dimaksud dengan “mengubah kondisi a. pemenuhan keperluan irigasi pertanian Huruf c. c. bupati/walikota untuk penggunaan sumber daya air pada wilayah sungai dalam satu kabupaten/kota. pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari Huruf b. dan wilayah sungai strategis nasional. usaha transportasi air. Menteri untuk penggunaan sumber daya air pada wilayah sungai lintas provinsi.Pasca Harmonisasi. wilayah sungai lintas negara. ketenagaan. usaha pertambangan. Cukup jelas. Cukup jelas. diberikan oleh bupati/walikota. (2) Izin penggunaan sumber daya air sebagaimana Ayat (2) dimaksud dalam Pasal 71 huruf b pada cekungan air tanah Cukup jelas. (3) Penggunaan sumber daya air untuk tujuan tertentu Ayat (3) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 71 huruf b meliputi Huruf a. dan/atau membelokkan aliran air pada sumber air. b. dan 86/109 . memperendah permukaan air mengubah kondisi alami sumber air. Cukup jelas. usaha Huruf d. gubernur untuk penggunaan sumber daya air pada wilayah sungai lintas kabupaten/kota. Ambhara Hotel. Pasal 75 Pasal 75 (1) Izin penggunaan sumber daya air sebagaimana Ayat (1) dimaksud dalam Pasal 71 huruf b untuk sumber daya air Cukup jelas. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN sumber daya air. yang dilaksanakan oleh kelompok orang dan badan sosial. permukaan diberikan oleh: a. rakyat di luar sistem irigasi yang sudah ada. c. pemenuhan untuk usaha pertanian. b. usaha pengapungan. pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari alami sumber air” misalnya dengan dan pertanian rakyat yang dilakukan dengan cara mempertinggi.

danau. Pasal 76 Pasal 76 (1) Jangka waktu izin penggunaan air ditetapkan oleh Cukup jelas. pejabat yang berwenang paling lama 10 (sepuluh) tahun sesuai dengan pertimbangan keperluannya dan/atau jenis dan besar investasi. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN e. Huruf e. pemenuhan untuk kebutuhan usaha (4) Tata cara permohonan dan pemberian izin penggunaan sumber daya air pada sungai. rawa. misalnya pembangunan terminal bahan bakar minyak untuk usaha pelayanan bahan bakar transportasi air. (2) Jangka waktu izin penggunaan air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dimintakan perpanjangan oleh pemegang izin dengan mengajukan permohonan perpanjangan secara tertulis kepada pihak yang berwenang selambatlambatnya 3 (tiga) bulan sebelum jangka waktu izin tersebut berakhir. 87/109 . Ayat (4) Cukup jelas. b. Ambhara Hotel. c. waduk dan bendungan. dan d yang dilakukan pada sumber air.Pasca Harmonisasi. dan cekungan air tanah diatur dengan peraturan pemerintah tersendiri. Yang dimaksud dengan “pemenuhan kebutuhan usaha lainnya adalah pemenuhan kebutuhan usaha di luar ketentuan a. lainnya.

Cukup jelas. kewajiban untuk . Huruf c. Huruf g. f. Huruf h Cukup jelas. b. nama pekerjaan atas usaha serta alamat pemegang ditambahkan sesuai dengan jenis penggunaan hak.Pasca Harmonisasi. h. Cukup jelas. Cukup jelas. Yang dimaksud dengan” jumlah air”. 88/109 Pasal 77 sumber daya g. c. jadwal penggunaan dan melaporkannya. jadwal pengambilan air dari sumber air Huruf a. tempat penggunaan yang diizinkan. misalnya volume air atau volume air per satuan waktu. e. jumlah air atau dimensi ruang pada sumber air. misalnya baku mutu air yang boleh dibuang ke sumber air. Ambhara Hotel. digunakan. cara pengambilan dan/atau pembuangan. misalnya luas tapak sumber air termasuk ruang di atasnya dalam satuan meter persegi (m2) atau hektar (ha). Cukup jelas. spesifikasi teknis dari bangunan atau sarana yang Huruf e. sumber daya air. Huruf b. d. maksud/tujuan. Cukup jelas. Huruf f. Cukup jelas. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (1) Pasal 77 Izin penggunaan air sekurang-kurangnya Ayat (1) memuat tentang: Ketentuan yang tercantum dalam izin dapat a. Yang dimaksud dengan “dimensi ruang”. jangka waktu berlakunya izin. Huruf d.

j. pencabutan. (3) Pembekuan sementara izin penggunaan sumber daya air yang dikarenakan keadaan memaksa harus diberitahukan kepada pemegang izin selambat-lambatnya 2 (dua) minggu sebelum pembekuan dilaksanakan. Huruf i. Ayat (2) Yang dimaksud dengan “perubahan” dalam ketentuan ini. Izin dapat diubah ketentuannya apabila keadaan yang dipakai sebagai dasar pertimbangan pemberian izin telah mengalami perubahan.Pasca Harmonisasi. untuk mengatasi kerusakan mendadak yang terjadi pada prasarana sumber daya air. mematuhi ketentuan-ketentuan dalam izin. dan pembatalan izin. pembekuan sementara. b. 89/109 . Pasal 78 Pasal 78 (1) Pemegang izin penggunaan sumber daya air Cukup jelas. misalnya karena ketersediaan air atau perubahan kebijakan pengelolaan sumber daya air yang dapat berpengaruh terhadap keseluruhan penggunaan sumber daya air pada wilayah sungai. membayar biaya jasa pengelolaan sumber daya air yang dikenakan atas penggunaan sumber daya air sesuai ketentuan yang tercantum dalam izin dan membayar kewajiban keuangan lainnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Ayat (3) Yang dimaksud dengan “keadaan memaksa” adalah keadaan yang bersifat darurat. berkewajiban untuk: a. Huruf j. (2) syarat-syarat perubahan. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN i. Cukup jelas. Cukup jelas. dan ketentuan hak dan kewajiban. Ambhara Hotel. untuk pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari pada saat kekeringan yang luar biasa. misalnya untuk penggelontoran sumber air di kawasan perkotaan yang tingkat pencemarannya sangat tinggi. pembaharuan.

Pasca Harmonisasi. melindungi dan mengamankan prasarana sumber daya air. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN melindungi dan memelihara kelangsungan fungsi sumber daya air. sumber air. f. i. dan pemeriksaan. Ambhara Hotel. c. membangun prasarana sumber daya air dan bangunan lainnya sesuai rencana teknis yang telah disetujui oleh pengelola sumber daya air. memberikan laporan kegiatan penggunaan sumber daya air secara berkala. 90/109 . d. pengawasan. e. badan usaha. atau perseorangan berdasarkan izin dari pihak yang berwenang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60 ayat (5). dan/atau daya air sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam izin. g. (1) Pasal 79 Pasal 79 Kegiatan modifikasi cuaca dapat dilakukan oleh badan hukum. memberikan akses kepada pihak yang berwenang untuk melakukan pemantauan. h. melakukan usaha pengendalian dan pencegahan terjadinya pencemaran air. memberikan akses untuk penggunaan sumber daya air dari sumber air yang sama bagi pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari masyarakat di sekitar lokasi kegiatannya. evaluasi. menggunakan air. Cukup jelas. (2) Pemegang izin penggunaan sumber daya air berhak untuk: a. melakukan perbaikan kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh kegiatannya. b.

menghadapai situasi yang diperkirakan akan turun selambat-lambatnya 2 (dua) minggu sebelum pelaksanaan hujan yang diakibatkan oleh kegiatan modifikasi kegiatan modifikasi cuaca dan sekurang-kurangnya 3 (tiga) hari cuaca. Pasal 80 Pasal 80 Pemegang izin kegiatan modifikasi cuaca wajib: Huruf a. Izin penyelenggaraan kegiatan modifikasi cuaca dapat dibatalkan oleh pihak yang berwenang dalam hal: a. a.Pasca Harmonisasi. mengumumkan rencana pelaksanaan Pemberitahuan kepada masyarakat dimaksudkan kegiatan modifikasi cuaca kepada publik melalui media masa agar masyarakat dapat mempersiapkan diri dalam wilayah yang diperkirakan dapat terkena dampak. pemohon melanggar ketentuan 91/109 (2) . menyampaikan laporan pelaksanaan Huruf b. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (2) Tata cara perizinan penyelenggaraan kegiatan modifikasi cuaca ditetapkan oleh menteri yang membidangi teknologi modifikasi cuaca. modifikasi cuaca berlaku selama 6 (enam) bulan sejak izin berlaku. monitoring dan evaluasi disampaikan kepada pihak yang berwenang memberi izin. Ambhara Hotel. kegiatan beserta dokumen pendukung untuk keperluan Cukup jelas. b. pemohon tidak melaksanakan kegiatan dalam periode waktu yang telah diberikan dalam izin penyelenggaraan. (1) Pasal 81 Pasal 81 Izin penyelenggaraan kegiatan Cukup jelas. berturut-turut. dan b.

Ayat (2) Informasi lingkungan pada sumber daya air misalnya.Pasca Harmonisasi. Informasi kondisi hidrogeologis mencakup cekungan air tanah misalnya potensi air tanah dan kondisi akuifer atau lapisan pembawa air. serta kegiatan sosial ekonomi budaya masyarakat yang terkait dengan pelaksanaan pengelolaan sumber daya air. mata pencaharian. hidrometeorologis. tingkat pendidikan. teknologi sumber daya air. Informasi kondisi hidrometeorologis misalnya tentang temperatur udara. hidrogeologis. (1) (2) (3) (4) Informasi sumber daya air mengenai kondisi hidrometeorologis Pasal 82 Ayat (1) Informasi kondisi hidrologis misalnya tentang curah hujan. peta zona pemanfaatan sumber air. Ambhara Hotel. dan tinggi muka air pada sumber air. BAB IX SISTEM INFORMASI Pasal 82 Informasi sumber daya air meliputi informasi mengenai kondisi hidrologis. Ayat (4) 92/109 . kebijakan sumber daya air. debit sungai. prasarana sumber daya air. Informasi sumber daya air mengenai kondisi hidrologis. program dan pendanaan. serta kegiatan sosial ekonomi budaya masyarakat yang terkait dengan sumber daya air. penghasilna per kapita. kecepatan angin. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN yang ditetapkan dalam izin. teknologi sumber daya air. prasarana sumber daya air. kebijakan sumber daya air. lingkungan pada sumber daya air dan sekitarnya. Ayat (3) Informasi kegiatan sosial ekonomi budaya masyarakat yang terkait dengan sumber daya air dalam ketentuan ini. Informasi sumber daya air mengenai kegiatan sosial ekonomi budaya masyarakat yang terkait dengan sumber daya air selain sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dikelola oleh berbagai institusi sesuai dengan peraturan perundang-undangan. lingkungan pada sumber daya air dan sekitarnya. dan kelembaban udara. keberadaan masyarakat hukum adat. Informasi kegiatan sosial ekonomi budaya masyarakat yang terkait dengan pengelolaan sumber daya air misalnya hukum dan kelembagaan. misalnya jumlah penduduk. dikelola oleh institusi yang membidangi sumber daya air. penggunaan sumber daya air.

dan Cukup jelas. Dalam rangka menjaga keakuratan. pengambilan dan pengumpulan data. kebenaran. penyebarluasan data dan informasi. Huruf a. Pengelolaan sistem informasi sumber daya air sebagaimana Ayat (3) dimaksud pada ayat (1) diselenggarakan oleh Pemerintah dan Cukup jelas. Cukup jelas. Informasi sumber daya air mengenai kondisi hidrogeologis dikelola oleh instansi yang membidangi air tanah. standar. Pemerintah dan pemerintah daerah dalam menyediakan Ayat (5) informasi sumber daya air berkewajiban menjaga keakuratan. dan ketepatan waktu atas data dan informasi. c. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (5) dikelola oleh instansi yang membidangi meteorologi dan geofisika. 93/109 . dan Huruf b. evaluasi sistem informasi sumber daya air. dan Ayat (6) ketepatan waktu atas data dan informasi yang disampaikan Cukup jelas. Cukup jelas. Ayat (5) Cukup jelas. Yang termasuk “data dan informasi” adalah data dan informasi dalam bentuk media elektronik dan media cetak. Cukup jelas. penyimpanan dan pengolahan data. Cukup jelas. b.Pasca Harmonisasi. pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya. Ambhara Hotel. Pemerintah dan pemerintah daerah menyediakan informasi Ayat (4) sumber daya air untuk diakses oleh pihak yang berkepentingan. Pengelolaan sistem informasi sumber daya air sebagaimana Ayat (2) dimaksud pada ayat (1) dilakukan melalui tahapan: a. (1) (2) (3) (4) (5) (6) Pasal 83 Pasal 83 Pengelolaan sistem informasi sumber daya air meliputi Ayat (1) kegiatan perencanaan. Cukup jelas. Huruf c. pemeliharaan. pengoperasian. pengelola sumber daya air wajib mengikuti norma. kebenaran.

organisasi. (1) Pasal 84 Pasal 84 Departemen mengelola sistem informasi sumber daya air pada Cukup jelas. Ayat (9) Yang dimaksud dengan “informasi sumber daya air yang bersifat khusus”. misalnya peta sumber daya air skala besar peta cekungan air tanah skala besar. dan wilayah sungai strategis nasional. gubernur atau bupati/walikota untuk menyelenggarakan pengelolaan sistem informasi sumber daya air. wilayah sungai lintas provinsi. lembaga. Data yang dipakai sebagai informasi sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dianggap benar setelah disahkan oleh pejabat yang berwenang. serta menghimpun informasi sumber daya air tingkat nasional. Ambhara Hotel. Ayat (10) Cukup jelas. (9) Akses terhadap informasi sumber daya air yang bersifat khusus dapat dikenakan biaya jasa penyediaan informasi sumber daya air. menghimpun semua informasi sumber daya air yang dikelola oleh departemen dan institusi lain di tingkat nasional. Ayat (8) Yang dimaksud dengan “pejabat yang berwenang” adalah pejabat yang ditetapkan oleh Menteri. Pemerintah dan pemerintah daerah dalam menjaga keakuratan data. dan informasi sebagai hasil analisis data yang memerlukan keahlian khusus. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (7) (8) pedoman.Pasca Harmonisasi. Ayat (7) Cukup jelas. (10) Badan hukum. dan manual pengelolaan sistem informasi. wilayah sungai lintas negara. 94/109 . dan perseorangan yang melaksanakan kegiatan pengelolaan informasi berkaitan dengan sumber daya air menyampaikan laporan hasil kegiatannya kepada instansi Pemerintah dan pemerintah daerah yang bertanggung jawab di bidang sumber daya air. melakukan pembaharuan dan penerbitan informasi sumber daya air secara periodik.

penyimpan. penyaji dan penyebar data dan informasi yang dikompilasi dari pengelola sumber daya air di wilayah sungai lintas provinsi. dan kabupaten/kota. Dinas di tingkat provinsi berfungsi sebagai pemasok data dan informasi bagi unit pelaksana teknis pengelola data dan informasi tingkat nasional dan sekaligus sebagai penyeleksi. dinas provinsi melakukan koordinasi dengan dinas dan institusi lain yang terkait di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. untuk wilayah sungai lintas kabupaten/kota yang ada dalam provinsi bersangkutan dan menghimpun semua informasi sumber daya air pada tingkat provinsi. 95/109 .Pasca Harmonisasi. penyimpan. Dalam mengelola sistem informasi sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1). sektor dan pihak lain yang terkait di tingkat provinsi serta unit pelaksana teknis pengelola data dan informasi tingkat kabupaten/kota. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (2) (3) Departemen berfungsi sebagai penyeleksi. lintas negara. Departemen melakukan koordinasi dengan departemen dan institusi lain yang terkait di tingkat pusat. (1) (2) (3) Pasal 85 Pasal 85 Dinas provinsi mengelola sistem informasi sumber daya air Cukup jelas. penyaji dan penyebar data dan informasi yang dikompilasi dari pengelola sumber daya air di wilayah sungai lintas kabupaten/kota. provinsi. strategis nasional. Ambhara Hotel. Dalam mengelola sistem informasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). sektor dan pihak lain yang terkait di tingkat pusat serta unit pelaksana teknis pengelola data dan informasi tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

penyaji dan penyebar informasi yang dikompilasi dari pengelola sumber daya air di wilayah sungai dalam kabupaten/kota serta sektor dan pihak lain yang terkait di tingkat kabupaten/kota bersangkutan. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (1) (2) (3) Pasal 86 Pasal 86 Dinas kabupaten/kota mengelola sistem informasi sumber daya Cukup jelas. (2) Unit pelaksana teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dibentuk sebagai organisasi tersendiri atau menjadi bagian dari unit dari pengelola sumber daya air. dinas kabupaten/kota melakukan koordinasi dengan dinas dan institusi lain yang terkait di tingkat kabupaten/kota. Dinas di tingkat kabupaten/kota yang berfungsi sebagai pemasok data dan informasi bagi unit pelaksana teknis pengelola data dan informasi tingkat provinsi serta sebagai penyeleksi dan penyimpan data. (1) 96/109 . a. pengatura n standar format penyediaan data dan informasi. Ambhara Hotel. Dalam mengelola sistem informasi sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 87 Pasal 87 Pemerintah dan pemerintah daerah sesuai dengan Cukup jelas.Pasca Harmonisasi. kewenangannya dalam pengelolaan sistem informasi sumber daya air dapat membentuk unit pelaksana teknis. Pasal 88 Pasal 88 Pengelolaan sistem informasi sumber daya air diatur lebih lanjut Pedoman pengelolaan sistem informasi sumber daya air dalam pedoman yang ditetapkan oleh Menteri setelah antara lain meliputi: dikoordinasikan dengan menteri terkait. air untuk wilayah sungai dalam kabupaten/kota bersangkutan dan menghimpun semua informasi sumber daya air pada tingkat kabupaten/kota.

1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN b. pembiayaan untuk: a. berdasarkan kebutuhan nyata pengelolaan sumber daya air. biaya pemantauan. dan pemberdayaan masyarakat. (1) merupakan dana yang benar-benar dibutuhkan dalam pengelolaan sumber daya air. BAB X PEMBIAYAAN Pasal 89 Pasal 89 Ayat (1) Pembiayaan pengelolaan sumber daya air ditetapkan Cukup jelas. biaya sistem informasi. Pembiayaan pengelolaan sumber daya air Ayat (2) berdasarkan kebutuhan nyata sebagaimana dimaksud pada ayat Cukup jelas. Dana yang dibutuhkan dalam pengelolaan sumber Ayat (3) daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (2) mencakup jenis Cukup jelas. biaya pelaksanaan konstruksi.Pasca Harmonisasi. itas sistem pengolahan data. Ambhara Hotel. e. dan c. pengump kompatibil (1) (2) (3) 97/109 . biaya operasi dan pemeliharaan. d. biaya perencanaan. b. evaluasi. ulan data di lapangan. c.

penyimpanan. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (4) (5) (6) (7) (8) (9) Setiap jenis pembiayaan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) mencakup pembiayaan untuk kegiatan konservasi sumber daya air. Ayat (7) Cukup jelas. dan rencana pengelolaan sumber daya air. Biaya sistem informasi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf a merupakan biaya yang dibutuhkan untuk pengumpulan. dan penyebarluasan informasi sumber daya air. pola. evaluasi. Biaya operasi dan pemeliharaan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf d merupakan biaya untuk operasi prasarana sumber daya air serta pemeliharaan sumber daya air dan prasarana sumber daya air. pengolahan. dan pengendalian daya rusak air. Ayat (4) Cukup jelas. Biaya perencanaan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf b merupakan biaya yang diperuntukan bagi kegiatan penyusunan kebijakan. pendayagunaan sumber daya air. Biaya pemantauan. Ayat (8) Cukup jelas. Ayat (9) Yang dimaksud dengan “biaya pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya air”. serta biaya untuk pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya air. 98/109 . Ayat (5) Cukup jelas.Pasca Harmonisasi. Ayat (6) Cukup jelas. dan pemberdayaan masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf e merupakan biaya yang dibutuhkan untuk pemantauan dan evaluasi pelaksanaan pengelolaan sumber daya air. dan pengendalian daya rusak air. upaya-upaya peningkatan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sumber daya air. antara lain pelatihan untuk kelompok masyarakat pemakai air. Biaya pelaksanaan konstruksi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf c mencakup biaya untuk pelaksanaan fisik dan nonfisik kegiatan konservasi sumber daya air. Ambhara Hotel. pendayagunaan sumber daya air.

daya air wilayah sungai. dan c.Pasca Harmonisasi. 2. Anggaran pemerintah sebagaimana dimaksud pada ayat Ayat (2) (1) huruf a diperuntukkan bagi pembiayaan pengelolaan sumber Cukup jelas. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (1) (2) (3) (4) Pasal 90 Pasal 90 Sumber pembiayaan pengelolaan sumber daya air Ayat (1) dapat berasal dari: Cukup jelas. antara lain: membayar biaya jasa pengelolaan sumber daya air atas 1. biaya yang dibebankan kepada pelaku kegiatan penambangan bahan galian golongan C yang karena usaha dan/atau kegiatannya memanfaatkan bahan galian golongan C di sumber-sumber air. pengelolaan sumber daya air misalnya dalam hal pembangunan dan pengoperasian prasarana pengolahan limbah untuk suatu kawasan industri. Ambhara Hotel. pelaku kegiatan yang karena usaha dan/atau kegiatannya membuang limbah cair ke sumbersumber air yang dikelola oleh pengelola sumber daya air. a. hasil penerimaan biaya jasa pengelolaan sumber daya air. biaya yang dibebankan kepada pemakai areal 99/109 . anggaran swasta. Hasil penerimaan biaya jasa pengelolaan sumber daya Ayat (4) air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c merupakan Termasuk dalam biaya jasa pengelolaan sumber dana yang dipungut dari pengguna sumber daya air yang wajib daya air. biaya beban limbah cair yang dibuang oleh pemanfaatan atau pengusahaan sumber daya air. 3. Anggaran swasta sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Ayat (3) huruf b merupakan keikutsertaan pembiayaan swasta dalam Keikutsertaaan pembiayaan swasta dalam pengelolaan sumber daya air. pembangunan pembangkit listrik tenaga air. b. anggaran pemerintah.

Ambhara Hotel. Dana dari pemerintah kabupaten/kota digunakan untuk membayai pembangunan dan investasi. Ayat (5) Cukup jelas. Usul Dep. yang memperoleh manfaat atas penggunaan tanah pada daerah manfaat sumber-sumber air. Keuangan. pemerintah provinsi. pengelolaan sumber daya air sesuai dengan kewenangan dan dan wilayah sungai strategis nasional. operasi dan pemeliharaan sumber daya air beserta prasarananya (1) Pemerintah dan pemerintah daerah dan jasa pelayanan pengelolaan air di wilayah bertanggung jawab menyediakan anggaran untuk biaya sungai lintas provinsi. tanggung jawabnya. (2) Pembiayaan pengelolaan suatu wilayah sungai Ayat (2) dapat dilakukan melalui pola kerja sama antara Pemerintah. operasi dan pemeliharaan sumber daya air beserta prasarananya dan jasa pelayanan pengelolaan air di wilayah sungai lintas kabupaten/kota. 4 Des. Dana dari pemerintah provinsi digunakan untuk membiayai pembangunan dan investasi. 4 Des. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (5) Tata cara penerimaan dan penggunaan sumber pembiayaan sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) diatur sesuai dengan peraturan perundang-undangan. wilayah sungai lintas negara. 2006: Ayat (1) perlu dikutip secara lengkap dari UU SDA Pasal 79 ayat (1) atau Pasal Dana dari Pemerintah digunakan untuk membiayai 78 (2). Keuangan. pembangunan dan investasi. 2006: 100/109 . operasi dan pemeliharaan sumber daya air beserta prasarananya dan jasa pelayanan pengelolaan air di wilayah sungai dalam kabupaten/kota.Pasca Harmonisasi. Pasal 91 Pasal 91 Usul Dep. dan pemerintah kabupaten/kota sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Cukup jelas.

Nilai satuan biaya jasa pengelolaan sumber daya air untuk setiap jenis penggunaan sumber daya air didasarkan pada kemampuan ekonomi kelompok pengguna dan volume penggunaan sumber daya air. c. Perhitungan ekonomi rasional yang dapat dipertanggungjawabkan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) didasarkan pada unsur: a. dimaksud dalam Pasal 89 ayat (4) didasarkan pada perhitungan ekonomi rasional yang dapat dipertanggungjawabkan. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN perlu diciocokkan dengan UU SDA Pasal 78 (4). Penentuan kelompok ekonomi pengguna sebagaimana dimaksud pada ayat (3) didasarkan pada jenis penggunaan dan tujuan penggunaan sumber daya air. Pedoman perhitungan biaya jasa pengelolaan sumber 101/109 (1) (2) (3) (4) (5) (6) . b. dan d.Pasca Harmonisasi. BUMD. atau bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya. gubernur. biaya pengembangan sumber daya air. biaya operasi dan pemeliharaan. biaya depresiasi. bukan hanya mengatur untuk pemerintah dan pemda tetapi juga BUMN. Pasal 92 Pasal 92 Biaya jasa pengelolaan sumber daya air sebagaimana Cukup jelas. amortisasi dan bunga investasi. Ambhara Hotel. dll  dimasukkan dalam ayat atau pasal terpisah. Penetapan nilai satuan biaya jasa pengelolaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dilakukan oleh Menteri.

4 Des. 102/109 . 2006  perlu ditambahkan BUMN BAB XI PENGAWASAN (1) Pasal 94 Pengawasan atas penyelenggaraan pengelolaan sumber daya air ditujukan untuk menjamin tercapainya kesesuaian antara pelaksanaan pengelolaan sumber daya air Pasal 94 Cukup jelas. Pasal 93 Yang dimaksud dengan “pengelola sumber daya air”. Ambhara Hotel. Keuangan. 2006 ayat (5) dan (6)  perlu dicantumkan bahwa dalam penetapan pedoman dan nilai satuan oleh Menteri perlu berkonsultasi dengan Menteri Keuangan. misalnya perusahaan umum pengelola sumber daya air. Usul Dep. unit pelaksana teknis pengelola sumber daya air pada wilayah sungai.Pasca Harmonisasi. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN daya air dan nilai satuan biaya jasa pengelolaan sumber daya air ditetapkan lebih lanjut oleh Menteri. Pasal 93 Pengelola sumber daya air berhak memungut dan menerima biaya jasa pengelolaan sumber daya air dari para pengguna jasa pengelolaan sumber daya air. 4 Des. Usul Dep. Keuangan. menteri yang terkait dengan sumber daya air atau lembaga nondepartemen yang terkait dengan sumber daya air.

Laporan hasil pengawasan merupakan bahan/masukan bagi perbaikan. Pengawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan penyelenggaraan pengawasan yang dilakukan oleh pengelola sumber daya air. dan gugatan kepada pihak yang berwenang dalam pengelolaan sumber daya air. Pengawasan yang dilakukan oleh masyarakat dapat diwujudkan dalam bentuk laporan. instansi berwenang. dan bentuk-bentuk tindakan lainnya dalam rangka memperbaiki dan menyempurnaan penyelenggaraan pengelolaan sumber daya air. dan masyarakat. pemberian sanksi. Pasal 95 (1) Setiap orang atau badan usaha sebagai pemrakarsa atau pelaksana kegiatan pelaksanaan konstruksi atau pengusaha 103/109 . Pihak yang berwenang wajib menindaklanjuti laporan hasil pengawasan sebagaimana yang dimaksud pada ayat (5). keuangan. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (2) (3) (4) (5) (6) dengan semua ketentuan yang berlaku baik yang menyangkut ketentuan administratif. BAB XII SANKSI ADMINISTRASI Pasal 95 Cukup jelas. pengaduan. Ambhara Hotel. dan peningkatan penyelenggaraan pengelolaan sumber daya air. dalam bentuk peringatan. Penyelenggaraan pengawasan oleh Pemerintah atau pemerintah daerah dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.Pasca Harmonisasi. maupun substansi pengelolaan sumber daya air. penyempurnaan.

(2) Selain pengenaan sanksi administratif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dikenai sanksi berupa ganti kerugian yang ditimbulkan dan biaya pemulihan. Pencabutan izin. Ambhara Hotel. c. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN atau pengelola sumber daya air dapat dikenai sanksi administratif berupa: a. ganti kerugian yang ditimbulkan. (3) Penyedia jasa konstruksi yang melanggar ketentuan peraturan pemerintah ini dikenakan sanksi sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan di bidang jasa konstruksi. (1) (2) Pasal 96 Pasal 96 Pemrakarsa pelaksanaan konstruksi yang tidak melakukan Cukup jelas. Dalam hal pemrakarsa pelaksanaan konstruksi yang telah dikenakan sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) selama 14 (empat belas) hari kalender dan tetap tidak melakukan upaya pemulihan dan perbaikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikenakan sanksi berupa pembekuan izin. upaya pemulihan dan perbaikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (4) dikenakan sanksi berupa peringatan tertulis.Pasca Harmonisasi. Penghentian sementara pelaksanaan kegiatan. Dalam hal pemrakarsa pelaksanaan konstruksi tidak mengindahkan peringatan tertulis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sebanyak 3 (tiga) kali berturut-turut dengan tenggang waktu masing-masing 7 (tujuh) hari kalender. Pembekuan izin. d. b. Peringatan tertulis. Dalam hal pemrakarsa pelaksanaan konstruksi yang telah 104/109 (3) (4) . dan biaya pemulihan. dikenakan sanksi penghentian sementara pelaksanaan kegiatan.

(3) (4) 105/109 . dan biaya pemulihan. Dalam hal pemegang izin pelaksanaan konstruksi yang telah dikenakan sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) selama 14 (empat belas) hari kalender dan tetap tidak melakukan perbaikan atas pelanggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikenakan sanksi pembekuan izin. Dalam hal pemegang izin pelaksanaan konstruksi tidak mematuhi peringatan tertulis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sebanyak 3 (tiga) kali berturut-turut dalam tenggang waktu masing-masing 7 (tujuh) hari kalender dikenakan sanksi berupa penghentian sementara kegiatan. ketentuan Pasal 74 dikenakan sanksi berupa peringatan tertulis. Pasal 97 Pasal 97 Setiap orang atau badan usaha yang melanggar ketentuan Pasal 38 Cukup jelas. Dalam hal pemegang izin pelaksanaan konstruksi yang telah dikenakan sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) selama 14 (empat belas) hari kalender dan tetap melakukan kegiatan dikenakan sanksi pencabutan izin.Pasca Harmonisasi. (1) (2) Pasal 98 Pasal 98 Pemegang izin pelaksanaan konstruksi yang melanggar Cukup jelas. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN dikenakan sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) selama 14 (empat belas) hari kalender dan tetap tidak melakukan upaya pemulihan dan perbaikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikenakan sanksi berupa pencabutan izin. ganti kerugian yang ditimbulkan. ayat (4) dikenakan sanksi berupa ganti kerugian yang ditimbulkan dan biaya pemulihan. Ambhara Hotel.

Pasca Harmonisasi. Dalam hal pemegang izin penggunaan sumber daya air dan pelaksana pengembangan sumber daya air yang telah dikenakan sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) selama 14 (empat belas) hari kalender dan tetap tidak melakukan perbaikan atas pelanggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikenakan sanksi pembekuan izin. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (1) (2) (3) (4) Pasal 99 Pasal 99 Pemegang izin penggunaan sumber daya air yang melanggar Cukup jelas. Ambhara Hotel. Pasal 100 Pasal 100 Pengelola sumber daya air yang melanggar ketentuan Pasal 83 Cukup jelas. Dalam hal pemegang izin penggunaan sumber daya air dan pelaksana pengembangan sumber daya air yang telah dikenakan sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) selama 14 (empat belas) hari kalender dan tetap tidak melakukan perbaikan atas pelanggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikenakan sanksi pencabutan izin. ketentuan Pasal 78 ayat (1) dan pelaksana pengembangan sumber daya air yang melanggar ketentuan Pasal 59 ayat (2) dikenakan sanksi berupa peringatan tertulis. Dalam hal pemegang izin penggunaan sumber daya air dan pelaksana pengembangan sumber daya air tidak mematuhi peringatan tertulis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sebanyak 3 (tiga) kali berturut-turut dalam tenggang waktu masing-masing 7 (tujuh) hari kalender dikenakan sanksi penghentian sementara kegiatan. Dalam hal pengelola sumber daya air tidak mematuhi peringatan tertulis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sebanyak 3 (tiga) kali berturut-turut dalam tenggang waktu 106/109 (1) (2) . ayat (6) dikenakan sanksi berupa peringatan tertulis.

Dalam hal pengelola sumber daya air yang telah dikenakan sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) selama 14 (empat belas) hari kalender dan tetap tidak melakukan perbaikan atas pelanggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikenakan sanksi pencabutan izin. Ambhara Hotel. undangan yang mengatur mengenai pengelolaan sumber daya air yang telah ada sepanjang tidak bertentangan dan belum diganti dengan yang baru berdasarkan peraturan pemerintah ini dinyatakan tetap berlaku. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (3) (4) masing-masing 7 (tujuh) hari kalender dikenakan sanksi berupa penghentian sementara pelaksanaan kegiatan. BAB XIII KETENTUAN PERALIHAN Pasal 101 Pasal 101 Dengan berlakunya peraturan pemerintah ini. peraturan perundangCukup jelas. 107/109 . Dalam hal pengelola sumber daya air yang telah dikenakan sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) selama 14 (empat belas) hari kalender dan tetap tidak melakukan perbaikan atas pelanggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikenakan sanksi pembekuan izin.Pasca Harmonisasi.

selambatlambatnya 1 (satu) tahun sejak peraturan pemerintah ini berlaku.. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN Pasal 102 Pasal 102 (1) Semua pihak yang tanpa izin telah melaksanakan penggunaan Cukup jelas... (2) Izin yang telah diterbitkan atau perjanjian yang telah disepakati berkaitan dengan penggunaan sumber daya air sebelum ditetapkan peraturan pemerintah ini. 2. Tambahan Lembaran Negara Nomor ..... 108/109 . harus mengajukan permohonan izin kepada pihak yang berwenang..). sumber daya air dan pengusahaan sumber daya air.. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 1981 tentang Iuran Pembiayaan Eksploitasi dan Pemeliharaan Prasarana Pengairan (Lembaran Negara Tahun 1981 Nomor .. Pasal 103 Cukup jelas....) dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 1982 tentang Tata Pengaturan Air (Lembaran Negara Tahun 1982 Nomor .. Tambahan Lembaran Negara Nomor ... dinyatakan tetap berlaku sampai dengan masa berlakunya berakhir. Ctt : dalam hal wadah koordinasi belum dibentuk akan ditetapkan oleh TKPSDA/PTPA dan diatur dalam aturan peralihan BAB XIV KETENTUAN PENUTUP Pasal 103 Pada saat peraturan pemerintah ini mulai berlaku: 1.... Ambhara Hotel.Pasca Harmonisasi..

memerintahkan pengundangan peraturan pemerintah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.... Ambhara Hotel.... Ditetapkan di Jakarta Pada tanggal PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA ttd SUSILO BAMBANG YUDHOYONO Diundangkan di Jakarta Pada tanggal SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA ttd YUSRIL IHZA MAHENDRA Pasal 104 Cukup jelas.Pasca Harmonisasi. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN Pasal 104 Peraturan pemerintah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2007 NOMOR . Ctt : dalam hal wadah koordinasi belum dibentuk akan ditetapkan oleh TKPSDA dan diatur dalam aturan peralihan 109/109 .. TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR .. Agar setiap orang mengetahuinya..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful