Pasca Harmonisasi, Ambhara Hotel, 1 Mei 2007

Rancangan PP Pengelolaan SDA

BATANG TUBUH

PENJELASAN

RANCANGAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR ........ TAHUN 2007 TENTANG PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, I. Menimbang : bahwa untuk melaksanakan Pasal 10, Pasal 11, Pasal 21, Pasal 22, Pasal 25, Pasal 27, Pasal 28, Pasal 31, Pasal 32, Pasal 38, Pasal 39, Pasal 42, Pasal 43, Pasal 44, Pasal 53, Pasal 54, Pasal 57, Pasal 58, Pasal 60, Pasal 61, Pasal 62, Pasal 63, Pasal 64, Pasal 69, Pasal 76, Pasal 81, dan Pasal 84 Undang–Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air perlu menetapkan peraturan 1.

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PENJELASAN ATAS RANCANGAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR ……. TAHUN 2007 TENTANG PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR

UMUM Pengaturan mengenai proses dan pelaksanaan pengelolaan sumber daya air yang menyeluruh, terpadu, dan berwawasan lingkungan hidup dalam peraturan pemerintah ini sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air dimaksudkan agar: a. pendayagunaan sumber daya air dapat diselenggarakan dengan menjaga kelestaraian
1/109

Pasca Harmonisasi, Ambhara Hotel, 1 Mei 2007

Rancangan PP Pengelolaan SDA

BATANG TUBUH

PENJELASAN

pemerintah tentang pengelolaan sumber daya air; Mengingat : 1. Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; 2. Undang–Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 32, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4377); MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN PEMERINTAH TENTANG PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR.

2.

fungsi sumber daya air secara berkelanjutan; b. terciptanya keseimbangan antara fungsi sosial, fungsi lingkungan hidup, dan fungsi ekonomi sumber daya air; c. tercapainya sebesar-besar kemanfaatan umum sumber daya air secara efektif dan efisien; d. terwujudnya keserasian untuk berbagai kepentingan dengan memperhatikan sifat alami air yang dinamis; e. terlindunginya hak setiap warga negara untuk memperoleh kesempatan yang sama untuk berperan dan menikmati hasil pengelolaan sumber daya air; dan f. terwujudnya keterbukaan dan akuntabilitas pengelolaan sumber daya air. Kebijakan pengelolaan sumber daya air dimaksudkan sebagai arahan strategis yang menjadi dasar dalam mengintegrasikan kepentingan pengembangan wilayah administrasi dengan pengelolaan sumber daya air yang berbasis wilayah sungai. Kebijakan pengelolaan sumber daya air disusun dengan memperhatikan kondisi wilayah administratif seperti perkembangan penduduk dan ekonomi, sosial budaya, serta kebutuhan air. Kebijakan pengelolaan sumber daya air disusun di tingkat nasional, provinsi, dan kabupaten/kota. Kebijakan pengelolaan sumber daya air di tingkat nasional menjadi acuan dalam penyusunan kebijakan pengelolaan sumber daya air di tingkat provinsi dan di tingkat kabupaten/kota secara
2/109

Pasca Harmonisasi, Ambhara Hotel, 1 Mei 2007

Rancangan PP Pengelolaan SDA

BATANG TUBUH

PENJELASAN

berjenjang. 3. Sumber daya air merupakan sumber daya alam yang terbaharui dan secara alami keberadaaannya di dalam wilayah hidrografis yang disebut daerah aliran sungai (DAS) mengikuti siklus hidrologis. Ketersediaan sumber daya air dalam setiap DAS sangat dipengaruhi kondisi cuaca dan hidrogeologi setempat, sehingga mengakibatkan adanya DAS dengan ketersediaan air melimpah dan DAS yang sangat kekurangan air. Untuk mewujudkan asas keseimbangan dan asas keadilan dalam pengelolaan sumber daya air maka untuk efektifitas dan efisiensi pengelolaannya perlu dilakukan penyatuan beberapa DAS dalam satu wilayah pengelolaan yang disebut wilayah sungai. Namun demikian, dengan mempertimbangkan efektifitas dan efisiensi pengelolaan suatu DAS dapat merupakan satu wilayah pengelolaan apabila mampu mencukupi kebutuhan sumber daya air di wilayahnya. Selain itu, dengan pertimbangan yang sama, kumpulan pulaupulau kecil dapat pula menjadi satu wilayah pengelolaan. Mengingat sumber daya air adalah sumber daya alam yang mempunyai sifat mengalir sehingga membentuk suatu sistem yang meliputi berbagai komponen sumber daya yang akan terkait satu sama lain. Dengan demikian, pengelolaan sumber daya air akan berdampak terhadap kondisi sumber daya lainnya dan sebaliknya pengelolaan sumber daya lainnya dapat berpengaruh terhadap kondisi sumber daya air. Oleh karena itu, agar pengelolaan berbagai sumber daya
3/109

4.

1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN tersebut dapat menghasilkan manfaat bagi masyarakat secara optimum. yaitu berupa pola pengelolaan sumber daya air. diperlukan suatu acuan pengelolaan terpadu antarinstansi dan antarwilayah. Agar pola pengelolaan sumber daya air tersebut menjadi bingkai yang mengikat. melaksanakan. 5. serta langkah operasional dalam pelaksanaan strategi pengelolaan sumber daya air. Pola pengelolaan sumber daya air merupakan kerangka dasar dalam merencanakan. dan mengevaluasi kegiatan konservasi sumber daya air. penyusunan dan penetapan rencana pengelolaan sumber daya air. Pola pengelolaan sumber daya air dijabarkan dalam rencana pengelolaan sumber daya air. proses penyusunannya harus dilakukan secara terbuka melalui perlibatan berbagai pihak yang berkepentingan dan ditetapkan oleh pihak yang berwenang. memantau. Ambhara Hotel.Pasca Harmonisasi. dan pengendaliaan daya rusak air pada wilayah sungai. . Rencana pengelolaan sumber daya air merupakan rencana induk yang menjadi dasar bagi penyusunan program dan pelaksanaan kegiatan konservasi sumber 4/109 6. skenario dan strategi pengelolaan sumber daya air. Pola pengelolaan sumber daya air memuat tujuan beserta dasar pertimbangan pengelolaan sumber daya air. pendayagunaan sumber daya air. Rencana pengelolaan sumber daya air dilakukan melalui inventarisasi sumber daya air. Pola pengelolaan sumber daya air disusun dengan memperhatikan kebijakan pengelolaan sumber daya air pada wilayah administrasi yang bersangkutan.

Ambhara Hotel. 7. termasuk prakiraan kelayakan serta desain dasar upaya fisik. Kegiatan konstruksi. pengawetan 5/109 8. dan pengendalian daya rusak air oleh masing-masing sektor dan wilayah administrasi. dan pengendalian daya rusak air yang meliputi upaya fisik dan nonfisik. dan pengendalian daya rusak air. dan/atau penyempurnaan rencana tata ruang wilayah. . pendayagunaan sumber daya air. peninjauan kembali. pendayagunaan sumber daya air. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN daya air. daya tampung. operasi dan pemeliharaan sumber daya air tersebut dilaksanakan oleh Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya atau dengan saling bekerja sama antara Pemerintah dan pemerintah daerah atau antarpemerintah daerah. dilakukan melalui pelaksanaan kontruksi prasarana sumber daya air. Pelaksanaan kegiatan konservasi sumber daya air. Rencana induk tersebut memuat pokok-pokok program konservasi sumber daya air. Rencana pengelolaan sumber daya air merupakan salah satu unsur dalam penyusunan. dan fungsi sumber daya air dilakukan konservasi sumber daya air melalui kegiatan perlindungan dan pelestarian sumber air. Untuk menjaga kelangsungan keberadaan. serta dengan melibatkan masyarakat dan badan usaha.Pasca Harmonisasi. pendayagunaan sumber daya air. daya dukung. operasi dan pemeliharaan sumber daya air yang meliputi pemeliharaan sumber air serta operasi dan pemeliharaan prasarana sumber daya air.

dan pengusahaan sumber daya air. serta pengendalian pencemaran air dengan mengacu pada pola pengelolaan sumber daya air. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN air. Pemerintah atau pemerintah daerah sedapat mungkin mengutamakan kegiatan yang bersifat nonfisik daripada yang bersifat fisik serta mendorong kepada masyarakat untuk melakukan upaya pengawetan dan penghematan air. . pengembangan. penyediaan.Pasca Harmonisasi. serta penyebarluasan informasi dan penyuluhan kepada 6/109 10. dan terkoordinasi mencakup upaya pencegahan. menyeluruh. Pendayagunaan sumber daya air dilakukan melalui penatagunaan. Dalam pelaksanaan konservasi sumber daya air. penanggulangan dan pemulihan akibat bencana dengan mengutamakan upaya pencegahan. pengelolaan kualitas air. pemindahan dan/atau penyelamatan penduduk yang bermukim di kawasan rawan bencana. Pengendalian daya rusak air perlu dilakukan terpadu. Ambhara Hotel. Pendayagunaan sumber daya air bertujuan untuk memanfaatkan sumber daya air secara berkelanjutan dengan mengutamakan fungsi sosial sumber daya air guna mewujudkan pemenuhan kebutuhan pokok kehidupan masyarakat akan air secara adil. Upaya pencegahan dilakukan dengan peringatan dini. penggunaan. 9. Pemerintah atau pemerintah daerah wajib melibatkan peran masyarakat dalam pelaksanaan konservasi sumber daya air dengan menerapkan sistem insentif kepada masyarakat yang telah berperan dalam pelaksanaan konservasi sumber daya air serta disinsentif kepada masyarakat yang mengabaikan prinsip konservasi.

Sistem informasi sumber daya air. Kewajiban ini dikecualikan bagi penggunaan sumber daya air untuk kebutuhan pokok sehari-hari dan untuk pertanian rakyat. . dan ketepatan waktunya. Pembebanan biaya jasa pengelolaan sumber daya air ini dimaksudkan sebagai instrumen agar masyarakat berhemat dalam penggunaan air serta 7/109 12. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN masyarakat. Upaya penanggulangan diutamakan untuk keselamatan jiwa manusia dengan mengutamakan pemenuhan kebutuhan dasarnya dan bersifat segera. Ambhara Hotel. yang merupakan jaringan informasi yang tersebar dan dikelola oleh berbagai institusi baik pada tingkat pusat maupun daerah. kebenaran. serta dapat diakses oleh berbagai pihak yang berkepentingan. Sedangkan upaya pemulihan ditujukan untuk memfungsikan kondisi lingkungan hidup serta sarana dan prasarana umum yang terkena bencana. Pembiayaan pengelolaan sumber daya air diperlukan untuk mendukung terselenggaranya pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan.Pasca Harmonisasi. tetapi mengganti sebagian biaya yang diperlukan untuk pengelolaan sumber daya air. Biaya jasa pengelolaan air bukan merupakan pembayaran atas harga air. 11. Pengguna sumber daya air wajib menanggung biaya jasa pengelolaan sumber daya air. Untuk mendukung pengelolaan sumber daya air. perlu dikelola secara terpadu sehingga informasi yang tersedia dapat terjamin keakuratan. Pemerintah dan pemerintah daerah menyelenggarakan sistem informasi sumber daya air sesuai dengan kewenangannya.

serta menjamin hak ulayat masyarakat hukum adat setempat. 13. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN menumbuhkan rasa ikut memiliki sumber daya air ataupun prasarana sumber daya air.Pasca Harmonisasi. Perizinan dalam penggunaan sumber daya air merupakan instrumen pengendalian untuk mewujudkan ketertiban pengelolaan sumber daya air dan melindungi hak masyarakat untuk memperoleh akses atas air bagi pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari dan pertanian rakyat dalam sistem irigasi yang sudah ada. 8/109 . Ambhara Hotel.

8. termasuk dalam pengertian ini air permukaan. 7. PASAL DEMI PASAL Pasal 1 Pasal 1 Dalam peraturan pemerintah ini yang dimaksud dengan: Cukup jelas. melaksanakan. Air permukaan adalah semua air yang terdapat pada permukaan tanah. Kebijakan pengelolaan sumber daya air adalah arahan strategis untuk mengatasi masalah sumber daya air dan mengantisipasi perkembangan situasi dan kondisi sumber daya air. Air adalah semua air yang terdapat pada. dan pengendalian daya rusak 9/109 . 4. ataupun di bawah permukaan tanah. pendayagunaan sumber daya air. dan daya air yang terkandung di dalamnya. dan air laut yang berada di darat. Ambhara Hotel. di atas. Sumber air adalah tempat atau wadah air alami dan/atau buatan yang terdapat pada. air tanah. 1. dan pengendalian daya rusak air. ataupun di bawah permukaan tanah. 2. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN BAB I KETENTUAN UMUM II. Pengelolaan sumber daya air adalah upaya merencanakan. memantau. dan mengevaluasi kegiatan konservasi sumber daya air. air hujan. Sumber daya air adalah air. Pola pengelolaan sumber daya air adalah kerangka dasar dalam merencanakan. Air tanah adalah semua air yang terdapat dalam lapisan tanah atau batuan di bawah permukaan tanah. dan mengevaluasi penyelenggaraan konservasi sumber daya air. pendayagunaan sumber daya air.Pasca Harmonisasi. 6. 5. sumber air. melaksanakan. di atas. 3. memantau.

Pasca Harmonisasi, Ambhara Hotel, 1 Mei 2007

Rancangan PP Pengelolaan SDA

BATANG TUBUH

PENJELASAN

9.

10.

11.

12. 13.

14.

15.

air. Konservasi sumber daya air adalah upaya memelihara keberadaan, keberlanjutan keadaan, sifat dan fungsi sumber daya air agar senantiasa tersedia dalam kuantitas dan kualitas yang memadai untuk memenuhi kebutuhan mahluk hidup baik pada waktu sekarang maupun pada generasi yang akan datang. Pendayagunaan sumber daya air adalah upaya penatagunaan, penyediaan, penggunaan, pengembangan, dan pengusahaan sumber daya air secara optimal agar berhasil guna dan berdaya guna. Pengendalian daya rusak air adalah upaya untuk mencegah, menanggulangi, dan memulihkan kerusakan kualitas lingkungan yang disebabkan oleh daya rusak air. Daya rusak air adalah daya air yang dapat merugikan kehidupan. Wilayah sungai adalah kesatuan wilayah pengelolaan sumber daya air dalam satu atau lebih daerah aliran sungai dan/atau pulau-pulau kecil yang luasnya kurang dari atau sama dengan 2.000 km2. Daerah aliran sungai adalah suatu wilayah daratan yang merupakan satu kesatuan dengan sungai dan anak-anak sungainya, yang berfungsi menampung, menyimpan, dan mengalirkan air yang berasal dari curah hujan ke danau atau ke laut secara alami, yang batas di darat merupakan pemisah topografis dan batas di laut sampai dengan daerah perairan yang masih terpengaruh aktivitas daratan. Cekungan air tanah adalah suatu wilayah yang dibatasi oleh batas hidrogeologis, tempat semua kejadian hidrogeologis seperti proses pengimbuhan, pengaliran, dan pelepasan air tanah berlangsung.
10/109

Pasca Harmonisasi, Ambhara Hotel, 1 Mei 2007

Rancangan PP Pengelolaan SDA

BATANG TUBUH

PENJELASAN

16.

17. 18.

19.

20.

21.

22. 23.

24. 25.

26.

Konsultasi publik adalah kegiatan untuk menampung aspirasi para pihak yang berkepentingan dalam pengelolaan sumber daya air melalui dialog dan musyawarah. Pemulihan adalah upaya merehabilitasi suatu keadaan sehingga kembali pada fungsinya semula. Perlindungan sumber air adalah upaya pengamanan sumber air dari kerusakan yang ditimbulkan, baik akibat tindakan manusia maupun gangguan yang disebabkan oleh daya alam. Pengawetan air adalah upaya memelihara keberadaan dan ketersediaan air atau kuantitas air agar tersedia sesuai dengan fungsi dan manfaatnya. Pengelolaan kualitas air adalah upaya mempertahankan dan memulihkan kualitas air yang masuk dan yang berada di sumber air. Zona pemanfaatan sumber air adalah ruang pada sumber air yang dialokasikan, baik sebagai fungsi lindung maupun fungsi budidaya. Peruntukan air adalah penggolongan air pada suatu sumber air menurut jenis penggunaannya. Penyediaan sumber daya air adalah penentuan dan pemenuhan volume air persatuan waktu untuk memenuhi kebutuhan air dan daya air serta memenuhi berbagai keperluan sesuai dengan waktu, kualitas, dan kuantitas. Penggunaan sumber daya air adalah pemanfaatan sumber daya air dan prasarananya sebagai media dan/atau materi. Pengembangan sumber daya air adalah upaya peningkatan kemanfaatan fungsi sumber daya air untuk memenuhi kebutuhan air, dan/atau sumber air, dan/atau daya air. Modifikasi cuaca adalah upaya dengan cara memanfaatkan parameter cuaca dan kondisi iklim pada lokasi tertentu untuk
11/109

Pasca Harmonisasi, Ambhara Hotel, 1 Mei 2007

Rancangan PP Pengelolaan SDA

BATANG TUBUH

PENJELASAN

tujuan meminimalkan dampak bencana alam akibat iklim dan cuaca, seperti kekeringan dan/atau banjir. 27. Pengusahaan sumber daya air adalah upaya pemanfaatan sumber daya air untuk memenuhi kebutuhan usaha, seperti penggunaan air untuk bahan baku produksi, pemanfaatan potensinya, media usaha, ataupun penggunaan air untuk bahan pembantu produksi. 28. Masyarakat adalah seluruh rakyat Indonesia, baik sebagai orang perseorangan, kelompok orang, masyarakat adat, badan usaha, maupun yang berhimpun dalam suatu lembaga atau organisasi kemasyarakatan.  akan dicermati kembali  apakah akan dihilangkan? Setiap pasal yang menyebutkan masyarakat akan dicermati kembali untuk disesuaikan dengan konteks. Apakah masyrakat termasuk badan usaha?. 29. Pemerintah daerah adalah gubernur, bupati, atau walikota, dan perangkat daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah. 30. Pemerintah pusat, selanjutnya disebut Pemerintah, adalah Presiden Republik Indonesia yang memegang kekuasaan pemerintahan negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. 31. Departemen adalah departemen yang membidangi sumber daya air. 32. Menteri adalah menteri yang membidangi sumber daya air. 33. Menteri yang terkait dengan bidang sumber daya air atau kepala lembaga pemerintah nondepartemen yang terkait dengan bidang sumber daya air adalah menteri atau kepala lembaga pemerintah nondepartemen yang bidang tugasnya,
12/109

35. penyusunan pola pengelolaan sumber daya air. operasi. konservasi sumber daya air. proses dan pelaksanaan pengelolaan sumber daya air yang terdiri dari: a. c. wilayah. 13/109 . Dinas adalah organisasi pemerintahan di tingkat provinsi atau kabupaten/kota yang memiliki lingkup tugas dan tanggung jawab di bidang sumber daya air. dan para pemilik kepentingan dalam bidang sumber daya air. transportasi air. f. penataan ruang. d. dan pemeliharaan sumber daya air. perencanaan pengelolaan sumber daya air. 36. perikanan. pelaksanaan konstruksi. Pengelola sumber daya air adalah institusi yang diberi wewenang untuk melaksanakan pengelolaan sumber daya air. antara lain meliputi fungsi pengelolaan hutan. meteorologi. e. 37. lingkungan hidup. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN 34.Pasca Harmonisasi. Pasal 2 Pasal 2 Ruang lingkup pengaturan dalam peraturan pemerintah ini meliputi Cukup jelas. penetapan kebijakan pengelolaan sumber daya air. pertanian. Ambhara Hotel. pendayagunaan sumber daya air. pantai. g. b. air tanah. Dewan Sumber Daya Air Nasional adalah wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air tingkat nasional. dan teknologi modifikasi cuaca. Wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air adalah institusi tempat segenap pemilik kepentingan dalam bidang sumber daya air melakukan koordinasi dalam rangka mengintegrasikan kepentingan berbagai sektor. pengendalian daya rusak air.

air tanah. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN BAB II LANDASAN PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR Bagian Kesatu Umum Pasal 3 Pasal 3 (1) Pengelolaan sumber daya air diselenggarakan secara Cukup jelas. air hujan. menyeluruh. dan berwawasan lingkungan hidup. Ambhara Hotel. Pasal 4 Pasal 4 Kebijakan pengelolaan sumber daya air merupakan arahan strategis yang memuat visi. tujuan. provinsi. serta pola pengelolaan sumber daya air yang berbasis wilayah sungai. 14/109 . dan air laut yang berada di darat. dan kabupaten/kota. dengan tujuan mewujudkan kemanfaatan sumber daya air yang berkelanjutan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. (2) Pengelolaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berlandaskan pada kebijakan pengelolaan sumber daya air di tingkat nasional. Bagian Kedua Lingkup Kebijakan Pengelolaan Sumber Daya Air Pasal 5 Pasal 5 Yang dimaksud dengan “kebijakan pengelolaan sumber daya air” meliputi kebijakan pengelolaan air permukaan.Pasca Harmonisasi. dan prinsip pengelolaan sumber daya air. terpadu.

provinsi. pengendalian daya rusak air. pendayagunaan sumber daya air. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (1) Kebijakan pengelolaan sumber daya air mencakup aspek konservasi sumber daya air. Ambhara Hotel. yang disusun dengan memperhatikan kondisi masingmasing wilayah. 15/109 . menteri. demografis. Kebijakan pengelolaan sumber daya air di tingkat provinsi dirumuskan oleh wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air provinsi yang bernama dewan sumber daya air provinsi atau dengan nama lain. atau kepala lembaga pemerintah nondepartemen yang terkait dengan bidang sumber daya air dalam menetapkan kebijakan sektoral yang terkait dengan sumber daya air. dan sosial budaya. dan ditetapkan oleh gubernur. menjadi acuan bagi Ayat (3) penyusunan kebijakan pengelolaan sumber daya air di tingkat Cukup jelas.Pasca Harmonisasi. (1) (2) (3) (1) (2) Pasal 5b Kebijakan nasional sumber daya air sebagaimana dimaksud Ayat (2) pada Pasal 5 ayat (1) menjadi acuan bagi Menteri. misalnya kondisi hidrologis. Kebijakan nasional sumber daya air. dan sistem informasi sumber daya air. Yang dimaksud dengan “kondisi masing-masing wilayah”. Pasal 5a Kebijakan pengelolaan sumber daya air di tingkat nasional. Cukup jelas. yang selanjutnya disebut sebagai kebijakan nasional sumber daya air dirumuskan oleh Dewan Sumber Daya Air Nasional dan ditetapkan oleh Presiden. dan ditetapkan oleh bupati/walikota. Kebijakan pengelolaan sumber daya air di tingkat kabupaten/kota dirumuskan oleh wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air kabupaten/kota yang bernama dewan sumber daya air kabupaten/kota atau dengan nama lain. hidrogeologis. hidrometeorologis.

1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (3) Kebijakan pengelolaan sumber daya air di tingkat provinsi menjadi acuan bagi penyusunan kebijakan pengelolaan sumber daya air di tingkat kabupaten/kota. Ayat (3) Cukup jelas. dijadikan sebagai acuan dalam penyusunan pola pengelolaan sumber daya air untuk menghindari terhentinya proses pengelolaan sumber daya air. Pasal 5c Kebijakan pengelolaan sumber daya air dapat ditetapkan baik sebagai kebijakan tersendiri maupun atau terintegrasi ke dalam kebijakan pembangunan provinsi atau kabupaten/kota. rencana tata ruang wilayah kabupaten/kota.Pasca Harmonisasi. Perbaikan tgl 30 April 2007 (1) (2) Kebijakan pengelolaan sumber daya air yang ditetapkan secara tersendiri. Bagian Ketiga Pola Pengelolaan Sumber Daya Air 16/109 . Ayat (2) Yang dimaksud dengan “keselarasan” adalah bahwa kebijakan pengelolaan sumber daya air dapat mendukung atau sebagai bahan peninjauan kembali dan penyempurnaan kebijakan pembangunan di wilayah provinsi atau kabupaten/kota sesuai dengan keterbatasan sumber daya air. Ambhara Hotel. Pasal 5c Ayat (1) Dalam hal kebijakan pengelolaan sumber daya air belum tidak ditetapkan secara tersendiri. maka kebijakan pengelolaan sumber daya air ditetapkan secara terintegrasi dalam kebijakan pembangunan provinsi atau kabupaten/kota. Yang dimaksud dengan “terintegrasi” misalnya dituangkannya kebijakan pengelolaan sumber daya air dalam rencana tata ruang wilayah provinsi. rencana pembangunan provinsi. dan rencana pembangunan kabupaten/kota. diupayakan keselarasannya dengan kebijakan pembangunan di wilayah provinsi atau kabupaten/kota.

Pasca Harmonisasi, Ambhara Hotel, 1 Mei 2007

Rancangan PP Pengelolaan SDA

BATANG TUBUH

PENJELASAN

(1)

Pasal 7 Pola pengelolaan sumber daya air disusun dan ditetapkan sebagai kerangka dasar dalam pengelolaan sumber daya air di wilayah sungai dengan prinsip keterpaduan antara air permukaan dan air tanah, serta keseimbangan antara upaya konservasi sumber daya air dan pendayagunaan sumber daya air. Pola pengelolaan sumber daya air di wilayah sungai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (1) disusun sebagai berikut : a. Pola pengelolaan sumber daya air wilayah sungai lintas negara dan wilayah sungai strategis nasional disusun dengan memperhatikan kebijakan nasional sumber daya air dan kebijakan pengelolaan sumber daya air di tingkat provinsi dan/atau kabupaten/kota yang bersangkutan; b. Pola pengelolaan sumber daya air wilayah sungai lintas provinsi disusun dengan memperhatikan kebijakan pengelolaan sumber daya air di tingkat provinsi yang terkait; c. Pola pengelolaan sumber daya air wilayah sungai lintas kabupaten/kota disusun dengan memperhatikan kebijakan pengelolaan sumber daya air di tingkat kabupaten/kota terkait; dan d. Pola pengelolaan sumber daya air wilayah sungai dalam satu kabupaten/kota disusun dengan

Pasal 7 Ayat (1) Prinsip keterpaduan antara air permukaan dan air tanah merupakan keterpaduan dalam pengelolaannya yang diselenggarakan dengan memperhatikan wewenang dan tanggung jawab masing-masing instansi sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.

(2)

17/109

Pasca Harmonisasi, Ambhara Hotel, 1 Mei 2007

Rancangan PP Pengelolaan SDA

BATANG TUBUH

PENJELASAN

memperhatikan kebijakan pengelolaan sumber daya air di tingkat kabupaten/kota yang bersangkutan. Pasal 7b Pola pengelolaan sumber daya air sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (1) memuat: a. tujuan pengelolaan sumber daya air;

b.

dasar pertimbangan yang dipergunakan melakukan pengelolaan sumber daya air;

dalam

Pasal 7b Huruf a Yang dimaksud dengan “tujuan pengelolaan sumber daya air” adalah tujuan pelaksanaan pengelolaan sumber daya air pada wilayah sungai yang bersangkutan. Tujuan pengelolaan sumber daya air ditetapkan dengan memperhatikan kebijakan pengelolaan sumber daya air provinsi dan/atau kabupaten/kota yang sebagian atau seluruh wilayahnya berada dalam wilayah sungai yang bersangkutan. Penetapan tujuan pengelolaan sumber daya air perlu dilakukan dalam penyusunan pola pengelolaan sumber daya air sesuai dengan kondisi dan kebutuhan yang ada di wilayah sungai yang bersangkutan untuk mengatasi berbagai masalah yang berkaitan dengan sumber daya air dan dalam mendukung pembangunan wilayah. Huruf b. Dasar-dasar yang dipergunakan dalam merumuskan upaya pengelolaan sumber daya air, antara lain mencakup analisis kondisi yang ada, asumsi, standar, dan kriteria. Asumsi, standar, dan kriteria tersebut perlu ditetapkan secara jelas sehingga analisis dan perhitungan yang dilakukan mempunyai dasar yang jelas. Kejelasan tersebut diperlukan dalam penyusunan skenario, strategi, dan evaluasi pelaksanaan pengelolaan sumber daya air.
18/109

Pasca Harmonisasi, Ambhara Hotel, 1 Mei 2007

Rancangan PP Pengelolaan SDA

BATANG TUBUH

PENJELASAN

c.

beberapa skenario pengelolaan sumber daya air;

Huruf c. Skenario pengelolaan sumber daya air adalah asumsi kondisi pada masa yang akan datang yang mungkin terjadi di luar kemampuan kendali pengelola sumber daya air, misalnya kondisi perekonomian, perubahan iklim, dan politik. Huruf d. Strategi pengelolaan sumber daya air merupakan rangkaian upaya atau kegiatan pengelolaan sumber daya air untuk mencapai tujuan pengelolaan sumber daya air sesuai dengan skenario pengelolaan sumber daya air. Penyusunan strategi meliputi: merumuskan kegiatan pengelolaan sumber daya air secara fisik dan nonfisik; merumuskan prioritas sasaran; merumuskan urutan prioritas kegiatan. Kegiatan pengelolaan sumber daya air misalnya penetapan kelas air, upaya pemulihan kualitas air, upaya menambah tampungan air, pembangunan jaringan distribusi, dan upaya penghematan air. Huruf e. Langkah operasional untuk melaksanakan strategi pengelolaan sumber daya air adalah rangkaian kegiatan pendahuluan dan/atau kegiatan pendukung yang perlu dilakukan
19/109

d.

alternatif pilihan strategi pengelolaan sumber daya air untuk setiap skenario pengelolaan sumber daya air;

e.

langkah operasional untuk pengelolaan sumber daya air.

melaksanakan

strategi

Ambhara Hotel. Keberadaan masyarakat hukum adat mencakup unsur masyarakatnya. Misalnya. Pasal 8 Ayat (1) Huruf a. dan unsur hubungan antara masyarakat tersebut dengan wilayahnya. penyelenggaraan pengelolaan sumber daya air yang dilakukan oleh Pemerintah dan/atau pemerintah daerah yang bersangkutan. 20/109 . sifat alami dan karakteristik sumber daya air dalam satu Huruf b. Ketentuan ini dimaksudkan agar tercapai keterpaduan pengelolaan sumber daya air. c. Huruf c. rekomendasi penyusunan instrumen untuk penghematan penggunaan air dan rekomendasi penyusunan instrumen untuk mendukung upaya konservasi sumber daya air (baku mutu air limbah yang boleh dibuang ke perairan umum). kebutuhan sumber daya air bagi semua pemanfaat di wilayah sungai yang bersangkutan. unsur wilayahnya.Pasca Harmonisasi. b. Cukup jelas. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN sehingga upaya dan kegiatan yang terdapat di dalam strategi pengelolaan sumber daya air dapat terlaksana. d. Termasuk di dalam penyusunan langkah operasional ini adalah penyusunan pokok-pokok kebijakan operasional atau peraturan perundang-undangan yang diperlukan untuk melaksanakan pengelolaan sumber daya air. Huruf d. Pasal 8 (1) Pola pengelolaan sumber daya air sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (1) mengacu pada data dan/atau informasi mengenai: a. keberadaan masyarakat hukum adat setempat.

Cukup jelas. e. Pasal 9 Pola pengelolaan sumber daya air wilayah sungai dalam satu kabupaten/kota disusun oleh bupati setelah berkonsultasi dengan instansi teknis dan unsur masyarakat terkait. bupati/walikota dapat meminta pertimbangan wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air kabupaten/kota. Ayat (4) Cukup jelas. Ambhara Hotel. (2) Bupati menetapkan pola pengelolaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dengan memperhatikan pertimbangan wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air pada wilayah sungai yang bersangkutan. (3) Dalam hal pada wilayah sungai tersebut tidak atau belum terbentuk wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air. (2) Pola pengelolaan sumber daya air ditetapkan untuk jangka waktu 20 (dua puluh) tahun. kepentingan generasi masa kini dan mendatang. Ayat (5) Cukup jelas.Pasca Harmonisasi. (1) f. Pasal 9 Cukup jelas. (3) Pola pengelolaan sumber daya air yang sudah ditetapkan dapat ditinjau dan dievaluasi sekurang-kurangnya setiap 5 (lima) tahun sekali. (4) Hasil peninjauan dan evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) menjadi dasar pertimbangan bagi penyempurnaan pola pengelolaan sumber daya air. Ayat (6) Cukup jelas. 21/109 . Huruf f. serta lingkungan hidup. Huruf e. aktivitas manusia yang berdampak terhadap kondisi sumber daya air. Cukup jelas. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN kesatuan sistem hidrologis. Cukup jelas.

(2) (3) 22/109 . Dalam hal pada wilayah sungai tersebut tidak atau belum terbentuk wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air. lintas negara. bupati/walikota dapat langsung menetapkan pola pengelolaan sumber daya air sesuai dengan rancangan sebagaimana dimaksud pada ayat (2). Pasal 10 Pola pengelolaan sumber daya air wilayah sungai lintas kabupaten/kota disusun oleh gubernur setelah berkonsultasi dengan instansi teknis dan unsur masyarakat terkait Gubernur menetapkan pola pengelolaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berdasarkan pertimbangan wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air pada wilayah sungai yang bersangkutan. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (4) Dalam hal pada kabupaten/kota tersebut tidak atau belum terbentuk wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air kabupaten/kota. Menteri menetapkan pola pengelolaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berdasarkan pertimbangan wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air pada wilayah sungai bersangkutan. (1) (2) (3) (1) Pasal 11 Cukup jelas. Ambhara Hotel. Pasal 11 Pola pengelolaan sumber daya air wilayah sungai lintas provinsi. dan strategis nasional disusun oleh Menteri setelah berkonsultasi dengan instansi teknis dan unsur masyarakat terkait. gubernur dapat meminta pertimbangan wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air provinsi.Pasca Harmonisasi. Dalam hal pada wilayah sungai lintas provinsi atau strategis nasional dimaksud tidak atau belum terbentuk wadah Pasal 10 Cukup jelas.

1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN koordinasi pengelolaan sumber daya air. Pasal 12 Ketentuan mengenai pedoman teknis dan tata cara penyusunan pola pengelolaan sumber daya air sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 sampai dengan Pasal 11 diatur dengan peraturan Menteri. Pasal 13 Cukup jelas. pengelolaan sumber daya air pada wilayah sungai yang berada dalam wilayah negara kesatuan Republik Indonesia didasarkan pada pola pengelolaan sumber daya air yang ditetapkan oleh Menteri sebagaimana dimaksud pada ayat (2). . Pengelolaan sumber daya air pada wilayah sungai lintas negara dilakukan sesuai dengan perjanjian dengan negara terkait berdasarkan pola pengelolaan sumber daya air yang ditetapkan oleh Menteri.Pasca Harmonisasi. Ambhara Hotel. (5) Dalam hal belum ada perjanjian dengan negara terkait. (4) Pola pengelolaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (2) pada wilayah sungai lintas negara digunakan sebagai dasar penyusunan perjanjian dengan negara terkait. Menteri dapat meminta pertimbangan wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air provinsi melalui gubernur terkait. BAB III PERENCANAAN PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR Bagian Pertama Umum Pasal 13 Perencanaan pengelolaan sumber daya air disusun sesuai dengan 23/109 Pasal 12 Cukup jelas.

penyusunan dan penetapan rencana pengelolaan sumber daya air. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN prosedur dan persyaratan melalui tahapan yang ditetapkan dalam standar perencanaan yang berlaku secara nasional yang mencakup inventarisasi sumber daya air.Pasca Harmonisasi. keanekaragaman hayati pada sumber air. kondisi daerah resapan air. Bagian Kedua Inventarisasi Sumber Daya Air Pasal 14 Pasal 14 Inventarisasi sumber daya air dimaksudkan untuk Ayat (1) mengumpulkan data dan informasi sumber daya air sebagai Cukup jelas. dan kebutuhan. daerah rawan banjir. b. Yang dimaksud dengan “kuantitas sumber daya air” termasuk kuantitas penggunaan. kondisi lingkungan hidup dan potensi yang terkait dengan Huruf b sumber daya air. Yang dimaksud dengan “kualitas sumber daya air” mencakup parameter fisik. tingkat erosi. dan kondisi sanitasi lingkungan. Yang dimaksud dengan “kondisi lingkungan hidup yang terkait dengan sumber daya air” misalnya: kondisi daerah tangkapan air. serta kontinuitas sumber daya air. Yang dimaksud dengan “potensi yang terkait 24/109 (1) (2) . kuantitas dan kualitas sumber daya air. dasar penyusunan rencana pengelolaan sumber daya air. ketersediaan. Ambhara Hotel. kimia. Inventarisasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 meliputi Ayat (2) pengumpulan data dan informasi tentang: Huruf a a. dan biologi.

terpadu pada setiap wilayah sungai berdasarkan pola pengelolaan sumber daya air. ketenagaan. kondisi sosial ekonomi masyarakat yang terkait dengan Huruf e.Pasca Harmonisasi. kapasitas. Ambhara Hotel. sumber daya air. dan jangka pendek. dan pariwisata. dan . jumlah. Cukup jelas. Data dan informasi tentang sumber air dan prasarana sumber daya air mencakup jenis. (3) Rencana pengelolaan sumber daya air sebagaimana Ayat (3) dimaksud pada ayat (2) disusun untuk jangka panjang. perkotaan. dengan sumber daya air” misalnya: ketersediaan potensi untuk pengembangan irigasi. jangka menengah. pengelolaan cekungan air tanah tersebut tanah dalam cekungan air tanah pada wilayah sungai harus mempertimbangkan wilayah sungai yang tersebut dengan tetap mengutamakan penggunaan air terkait. 25/109 kelembagaan pengelolaan sumber daya air. industri. (4) Rencana pengelolaan sumber daya air jangka panjang Ayat (4) d. Huruf c. Cukup jelas. Cukup jelas. e. Huruf d. dan kondisinya. permukaan. sumber air dan prasarana sumber daya air. (2) Rencana pengelolaan sumber daya air sebagaimana Ayat (2) dimaksud pada ayat (1) disusun dengan Dalam hal cekungan air tanah melintasi wilayah mempertimbangkan penggunaan dan ketersediaan air sungai. Bagian Ketiga Pasal 15 Penyusunan dan Penetapan Rencana Pengelolaan Ayat (1) Rencana pengelolaan sumber daya air terpadu disusun dengan memperhatikan wewenang dan Pasal 15 tanggung jawab masing-masing instansi sesuai (1) Rencana pengelolaan sumber daya air disusun secara dengan tugas pokok dan fungsinya. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN c.

Ayat (6) Cukup jelas. Dalam hal wadah koordinasi sebagaimana dimaksud pada Ayat (3) ayat (1) pada wilayah sungai lintas negara tidak Cukup jelas. dibentuk. dan pengendalian daya rusak air yang disusun secara terkoordinasi berbasis wilayah sungai. Ambhara Hotel. (1) (2) (3) Pasal 16 Pasal 16 Rencana induk pengelolaan sumber daya air Ayat (1) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 ayat (4) disusun Strategi terpilih merupakan kesepakatan wadah berdasarkan pilihan strategi yang disepakati oleh wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air yang koordinasi pengelolaan sumber daya air pada wilayah didapat dari beberapa pilihan strategi yang terdapat sungai yang bersangkutan. dalam pola pengelolaan sumber daya air. Ayat (5) Cukup jelas. 26/109 . Cukup jelas.Pasca Harmonisasi. Rencana pengelolaan sumber daya air jangka pendek sebagaimana dimaksud pada ayat (3) merupakan rencana kegiatan pengelolaan sumber daya air masingmasing sektor dan wilayah administrasi yang terkait dengan wilayah sungai bersangkutan. kesepakatan pemilihan strategi dilakukan secara bersama oleh wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air tingkat provinsi yang terkait. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (5) (6) sebagaimana dimaksud pada ayat (3) merupakan rencana induk pengelolaan sumber daya air yang berfungsi sebagai pedoman dan arahan dalam pelaksanaan konservasi sumber daya air. pendayagunaan sumber daya air. Dalam hal wadah koordinasi sebagaimana dimaksud pada Ayat (2) ayat (1) pada wilayah sungai lintas provinsi tidak Cukup jelas. Rencana pengelolaan sumber daya air jangka menengah sebagaimana dimaksud pada ayat (3) merupakan program pengelolaan sumber daya air masing-masing sektor dan wilayah administrasi yang terkait dengan wilayah sungai bersangkutan.

kesepakatan pemilihan strategi dilakukan secara bersama oleh wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air tingkat kabupaten/kota terkait atau oleh wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air tingkat provinsi. bendung. Ayat (5) Cukup jelas. kesepakatan pemilihan strategi dilakukan oleh wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air tingkat kabupaten/kota atau wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air tingkat provinsi. 27/109 . pengaturan tata guna lahan. misalnya pengaturan pola pemanfaatan lahan. Ayat (4) Cukup jelas.. misalnya tentang lokasi. Ambhara Hotel. Yang dimaksud dengan “upaya nonfisik”. embung. reboisasi hutan. Dalam hal wadah koordinasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) pada wilayah sungai lintas kabupaten/kota atau wilayah sungai strategis nasional lintas kabupaten/kota tidak dibentuk. tata kelayakan. pilihan strategi dilakukan oleh wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air tingkat provinsi. terasering lahan. Yang dimaksud dengan “upaya fisik”. Upaya fisik dalam rencana induk pengelolaan sumber Ayat (2) daya air dilengkapi dengan desain dasar dan prakiraan Desain dasar memuat. letak dan perkiraan tipe dan ukuran bangunan. (1) (2) Pasal 17 Pasal 17 Rencana induk pengelolaan sumber daya air memuat Ayat (1) upaya fisik dan nonfisik. Dalam hal wadah koordinasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) pada wilayah sungai lintas kabupaten/kota atau wilayah sungai strategis nasional lintas kabupaten/kota belum atau tidak dibentuk. check dam. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (4) (5) dibentuk.Pasca Harmonisasi. misalnya pembangunan bendungan.

lokasi buangan (1) (2) Pasal 18 Pasal 18 Rencana induk pengelolaan sumber daya air pada setiap Ayat (1) Keanggotaan tim teknis berasal dari unsur-unsur wilayah sungai disusun untuk jangka waktu 20 (dua terkait dengan pengelolaan sumber daya air di puluh) tahun oleh tim teknis. (6) Rencana induk pengelolaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan untuk jangka waktu 20 (dua puluh) tahun. Ayat (5) Cukup jelas. gubernur. 28/109 . Ambhara Hotel. oleh Menteri. Rencana induk pengelolaan sumber daya air disusun dengan berpedoman pada standar dan prosedur yang ditetapkan oleh Menteri (4) Sebelum penetapan dilakukan.Pasca Harmonisasi. Ayat (4) Cukup jelas. bangunan. rancangan rencana induk pengelolaan sumber daya air atau perubahannya wajib dilakukan konsultasi publik. Cttn : mekanisme pengumpulan dan penentuan pendapat publik  diatur dalam pedoman (5) Informasi mengenai rancangan rencana induk pengelolaan sumber daya air disebarluaskan kepada masyarakat terlebih dahulu sebelum konsultasi publik dilaksanakan. wlayah sungai bersangkutan dan unsur lainnya Tim teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibentuk sesuai dengan kebutuhan. Ayat (2) Cukup jelas. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN Cttn : desain dasar mencakup prakiraan kelayakan dijelaskan dalam penjelasan  prakiraan kelayakan bukan bagian dari desain dasar ketersediaan bahan bahan galian. (3) Ayat (6) Cukup jelas. atau bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya.

(8) Ayat (8) Cukup jelas. (9) Ayat (7) Cukup jelas. peninjauan kembali dan/atau penyempurnaan rencana tata ruang wilayah yang bersangkutan. kelayakan dari kegiatan-kegiatan pengelolaan sumber daya air yang terdapat di dalam rencana induk pengelolaan sumber daya air yang dapat 29/109 (1) . 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (7) Rencana induk pengelolaan sumber daya air yang telah ditetapkan dapat ditinjau kembali paling sedikit setiap 5 (lima) tahun sekali. Ambhara Hotel. Pasal 20 Pasal 20 Rencana induk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 Ayat (1) ayat (4) ditindaklanjuti dengan melakukan studi Studi kelayakan merupakan kajian untuk menilai kelayakan. Pasal 19 Pasal 19 Ketentuan lebih lanjut mengenai pedoman teknis dan tata cara Cukup jelas.Pasca Harmonisasi. penyusunan rencana induk pengelolaan sumber daya air diatur dengan peraturan Menteri. Rencana induk pengelolaan sumber daya air yang sudah ditetapkan merupakan bagian dari rencana strategis setiap sektor yang terkait sesuai dengan bidang kegiatan masing-masing sektor dan sebagai salah satu unsur dalam penyusunan. Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pelaksanaan konsultasi publik sebagaimana dimaksud pada ayat (5) diatur dengan peraturan Menteri Ayat (3) Cukup jelas.

c. Ayat (3) Cukup jelas. kesiapan pembiayaan. (3) Studi kelayakan mencakup : a. dan e. oleh instansi terkait sesuai dengan lingkup tugas dan fungsi masing-masing dengan berpedoman 30/109 . 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (2) Studi kelayakan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dimaksudkan untuk menyeleksi kegiatan pengelolaan sumber daya air yang dapat dilakukan dalam jangka waktu 5 (lima) sampai dengan 10 (sepuluh) tahun. (2) Program dan rencana kegiatan sebagaimana Ayat (2) dimaksud pada ayat (1) disusun dan ditetapkan Cukup jelas. dilaksanakan dalam jangka menengah. Ambhara Hotel. program dan rencana kegiatan pengelolaan sumber daya air. ekonomi. b. kelayakan teknis. keterpaduan antarsektor. Pasal 21 Pasal 21 (1) Studi kelayakan sebagaimana dimaksud dalam Ayat (1) Pasal 20 ditindaklanjuti dengan penyusunan Cukup jelas. Ayat (2) Cukup jelas. kesiapan masyarakat untuk menerima rencana kegiatan. Ayat (5) Cukup jelas. (4) Studi kelayakan untuk upaya yang bersifat fisik harus dilengkapi dengan pra-desain struktur yang akan dibangun dan rencana pengadaan tanah dan/atau pemukiman kembali. Ayat (4) Cukup jelas. d. sosial. dan lingkungan. (5) Studi kelayakan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh instansi yang terkait dengan sumber daya air. kesiapan kelembagaan.Pasca Harmonisasi.

Cttn : perlu perbaikan rumusan tentang rincian kegiatan terkait dengan ayat 4  sudah diperbaiki (6) Penyusunan program dan rencana kegiatan pengelolaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. (3) Program pengelolaan sumber daya air mencakup rangkaian kegiatan pengelolaan yang dapat dilaksanakan untuk jangka waktu 5 (lima) tahun. Ayat (6) Apabila dalam rencana detail sebagaimana dimaksud pada ayat ini terdapat rencana pengadaan lahan/tanah. (4) Rencana kegiatan pengelolaan sumber daya air disusun berdasarkan program pengelolaan sumber daya air. (7) Rencana kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) diuraikan ke dalam rencana detail yang memuat rencana pelaksanaan konstruksi dan operasi dan pemeliharaan prasarana sumber daya air. Ayat (4) Cukup jelas. Ayat (5) Cukup jelas. Ayat (3) Cukup jelas.Pasca Harmonisasi. Rencana kegiatan pengelolaan sumber daya air merupakan rincian kegiatan yang terdapat di dalam program pengelolaan sumber daya air untuk dilaksanakan secara tahunan. rencana detail tersebut mencakup juga rencana pembebasan tanah atau rencana pemukiman kembali. (5) Rencana kegiatan pengelolaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (4) merupakan kegiatan-kegiatan pengelolaan sumber daya air yang akan dilaksanakan dalam jangka waktu 1 (satu) tahun. 31/109 . Ambhara Hotel. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN pada rencana induk pengelolaan sumber daya air dan peraturan perundang-undangan.

dan ayat (6) disosialisasikan kepada pemilik kepentingan. Cttn : Akhir Pembahasan tgl. Ambhara Hotel. operasi dan pemeliharaan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat dilakukan dengan melibatkan peran masyarakat. Pasal 22 Cukup jelas. ayat (3). OPERASI DAN PEMELIHARAAN Pasal 22 (1) Pelaksanaan konstruksi.Pasca Harmonisasi. dan rencana detail pengelolaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pemerintah atau pemerintah daerah dapat menugaskan pengelola sumber daya air untuk melaksanakan sebagian wewenang dan tanggung jawab dalam penyelenggaraan pelaksanaan konstruksi. ayat (2). rencana kegiatan. 23 Maret 2007  sudah diperbaiki pada tanggal 10 April 2007 Awal Pembahasan tgl 30 April 2007 BAB IV PELAKSANAAN KONSTRUKSI. Pemerintah atau pemerintah daerah dapat menugaskan pengelola sumber daya air. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (8) Studi kelayakan. program. operasi dan pemeliharaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). operasi dan pemeliharaan sumber daya air dilakukan berdasarkan program dan rencana kegiatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (2). operasi dan pemeliharaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) (3) (4) 32/109 . Pelaksanaan konstruksi. operasi dan pemeliharaan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dilaksanakan sesuai dengan peraturan Ayat (7) Cukup jelas. Pelaksanaan konstruksi. Untuk melaksanakan sebagian wewenang dan tanggung jawab dalam penyelenggaraan pelaksanaan konstruksi.

dimaksud pada ayat (1) untuk kepentingan sendiri. (3) Operasi dan pemeliharaan prasarana sumber daya air meliputi: Ayat (2) Cukup jelas. Ambhara Hotel. misalnya membangun tampungan air untuk Badan usaha. Pasal 24 Pasal 24 (1) Pelaksanaan operasi dan pemeliharaan sumber daya air Ayat (1) terdiri atas: Prasarana sumber daya air meliputi prasarana yang berfungsi untuk konservasi dan pendayagunaan a. Penjelasan: Pemeliharaan sumber air ditujukan untuk menjamin kelestarian fungsi sumber daya air dan prasarana sumber daya air. Ayat (3) (2) Pemeliharaan sumber air dilakukan melalui kegiatan Yang dimaksud dengan “kegiatan pencegahan” pencegahan kerusakan dan/atau penurunan fungsi sumber mencakup. 33/109 . hidrologi. (2) Pelaksanaan konstruksi. operasi dan pemeliharaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. berkala. dan sumber daya air.Pasca Harmonisasi. antara lain. Pasal 23  akan direlokasi ke Pasal terakhir dari konstruksi & OP (1) Pasal 23 Ayat (1) Yang dimaksud dengan “untuk kepentingan sendiri”. operasi dan pemeliharaan prasarana termasuk sarana pendukungnya dan jaringan sumber daya air. pemeliharaan rutin dan air serta perbaikan kerusakan sumber air. operasi dan pemeliharaan sebagaimana lingkungannya. pengalokasian. serta penyediaan air dan sumber air. Pemeliharaan sumber air dan prasarana sumber daya air dilakukan melalui kegiatan pencegahan dan perbaikan kerusakan dan/atau penurunan fungsi prasarana sumber daya air dan sumber air. Ayat (2) Cukup jelas. atau perseorangan memenuhi kebutuhan air bersih. serta pengendalian daya rusak air b. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN perundang-undangan. Operasi prasarana sumber daya air terdiri atas kegiatan pengaturan. membangun masyarakat atas prakarsa sendiri dapat melaksanakan mikrohidro untuk memenuhi kebutuhan listrik bagi kegiatan konstruksi. kelompok masyarakat. pemeliharaan sumber air.

(6) Rancangan sebagaimana dimaksud pada ayat (5) ditetapkan oleh Menteri. Ayat (4) Dalam hal di suatu wilayah sungai terdapat dewan atau wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air. 34/109 . 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN operasi prasarana sumber daya air yang terdiri dari kegiatan pengaturan. a. Pemeliharaan prasarana sumber daya air ditujukan untuk menjamin kelestarian fungsi prasarana sumber daya air. pemeliharaan prasarana sumber daya air yang terdiri dari kegiatan pencegahan kerusakan dan/atau penurunan fungsi prasarana sumber daya air serta perbaikan kerusakan prasarana sumber daya air Penjelasan: Operasi prasarana sumber daya air ditujukan untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya air dan prasarana sumber daya air. b. gubernur. kesepakatan dikoordinasikan melalui dewan atau wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air. atau bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya setelah mendapat pertimbangan dari wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air.Pasca Harmonisasi. pengalokasian. (5) Rancangan rencana tahunan operasi dan pemeliharaan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) disusun oleh pengelola sumber daya air berdasarkan pedoman yang ditetapkan oleh Menteri. serta penyediaan air dan sumber air. Ambhara Hotel. Penjelasan: Yang dimaksud dengan “rencana tahunan operasi dan pemeliharaan sumber daya air” adalah rencana untuk mengalokasikan sumber daya yang tersedia sesuai dengan kondisi prasarana sumber daya air dan perkembangan kebutuhan pengguna sumber daya air selama satu tahun. (4) Pelaksanaan operasi dan pemeliharaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) didasarkan atas rencana tahunan operasi dan pemeliharaan sumber daya air.

dan pemerintah kabupaten/kota Ayat (1) Kerja sama dalam pelaksanaan konstruksi dan/atau dapat melakukan kerja sama dalam pelaksanaan konstruksi operasi dan pemeliharaan misalnya: dan/atau operasi dan pemeliharaan. Pemerintah menyediakan dana untuk pemeliharaan dan pemerintah daerah menyediakan sumber daya untuk operasi. Pasal 25 Pasal 25 (1) Pemerintah. (2) Dalam hal prasarana sumber daya air dibangun oleh badan usaha. berdasarkan program dan rencana tahunan operasi dan pemeliharaan sumber daya air sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 ayat (4). a. 35/109 . Pelaksanaan operasi dan pemeliharaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan berdasarkan izin dari Pemerintah atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya. Ambhara Hotel. Ayat (3) Cukup jelas. Pemerintah menyiapkan rencana teknis (detail desain) dan pemerintah daerah melaksanakan konstruksi. kelompok masyarakat. (3) Setiap prasarana sumber daya air dilengkapi dengan manual operasi dan pemeliharaan. pemerintah provinsi. Ayat (2) Cukup jelas. c. atau perseorangan atas prakarsa sendiri.Pasca Harmonisasi. b. Pemerintah menyediakan pembiayaan konstruksi dan pemerintah daerah menyediakan lahan. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN Pasal 24b (1) Operasi dan pemeliharaan sumber daya air yang dilaksanakan oleh pemerintah dapat melibatkan peran masyarakat. Ayat (5) Bentuk peran serta misalnya masyarakat diikutsertakan untuk memelihara tanggul terkait dengan pemanfaatan lahan pada bantaran sungai Ayat (6) Cukup jelas. pelaksanaan operasi dan pemeliharaan sumber daya air dilakukan oleh pihak-pihak yang membangun berdasarkan rencana tahunan operasi dan pemeliharaan sumber daya air sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 ayat (4).

dengan “kerja sama” dalam berupa pembagian peran dan antara Pemerintah. b.Pasca Harmonisasi. (3) Kerja sama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukan dalam bidang: a. Ayat (6) Cukup jelas. tanggung jawab provinsi. dan/atau c. pemerintah pemerintah kabupaten/kota (5) Pedoman pelaksanaan kerja sama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur lebih lanjut dengan peraturan Menteri melalui konsultasi dengan menteri terkait. pendayagunaan sumber daya air. Pasal 26 Pasal 26 (1) Pemerintah. (4) Pelaksanaan kerja sama sebagaimana dimaksud pada ayat (3) harus berpedoman pada rencana induk dan/atau program pengelolaan sumber daya air yang telah ditetapkan di wilayah sungai yang bersangkutan. pengendalian daya rusak air. kabupaten/kota dapat melakukan kerja sama konstruksi dan/atau operasi dan pemeliharaan dengan pihak swasta dalam bidang konservasi sumber daya air. (2) Pelaksanaan kerja sama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus berpedoman pada rencana induk dan/atau program pengelolaan sumber daya air yang telah ditetapkan di wilayah sungai yang bersangkutan. atau pemerintah Cukup jelas. pengembangan dan pengusahaan sumber daya air. (3) Kesepakatan kerja sama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) 36/109 . Ayat (2) Cukup jelas. Ambhara Hotel. pemerintah provinsi. Ayat (5) Cukup jelas. Ayat (3) Yang dimaksud ketentuan ini. PENJELASAN (2) Kerja sama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan memperhatikan kepentingan pemerintah provinsi dan/atau pemerintah kabupaten/kota dalam wilayah sungai bersangkutan. serta pengendalian daya rusak air. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH Kerja sama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan memperhatikan pertimbangan dewan atau wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air yang bersangkutan. dan/atau Ayat (4) Cukup jelas. Kesepakatan kerja sama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dituangkan dalam bentuk keputusan bersama sesuai dengan peraturan perundang-undangan. konservasi sumber daya air.

kompensasi sebagai pengganti atas kerugian yang ditimbulkan. serta operasi dan pemeliharaan wajib memberikan ganti kerugian yang ditimbulkan. Sebelum konstruksi dan/atau operasi dan pemeliharaan prasarana sumber daya air dilaksanakan. Konstruksi prasarana sumber daya air serta operasi dan pemeliharaan sumber daya air dilaksanakan berdasarkan norma. Ganti kerugian sebagaimana dimaksud pada ayat (5) kompensasi (1) (2) (3) (4) (5) (6) 37/109 . pemrakarsa menginformasikan kepada kelompok masyarakat yang diperkirakan terkena dampak kegiatan pelaksanaan konstruksi. Pasal 27 Pasal 27 Cukup jelas. pemrakarsa pelaksanaan konstruksi. pemrakarsa pelaksanaan konstruksi serta operasi dan pemeliharaan wajib melakukan upaya pemulihan atau perbaikan atas akibat kerusakan yang ditimbulkannya. pedoman.Pasca Harmonisasi. Dalam hal pelaksanaan konstruksi prasarana sumber daya air serta operasi dan pemeliharaan sumber daya air menimbulkan kerugian kepada masyarakat. Pelaksanaan konstruksi prasarana sumber daya air serta operasi dan pemeliharaan sumber daya air memperhatikan ketentuan pengelolaan lingkungan hidup dan memenuhi persyaratan keselamatan dan kesehatan kerja sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan. Ambhara Hotel. operasi. dan manual yang ditetapkan oleh Menteri. dan/atau pemeliharaan sesuai dengan peraturan perundangan. Dalam hal pelaksanaan konstruksi prasarana sumber daya air serta operasi dan pemeliharaan sumber daya air menimbulkan kerusakan pada sumber air dan/atau lingkungan di sekitarnya. standar. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN dituangkan dalam bentuk perjanjian kerja sama pelaksanaan konstruksi.

Bagian Kedua 38/109 Pasal 28 Cukup jelas. daya tampung. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN diberikan undangan. daya dukung. (2) Tujuan konservasi sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan melalui kegiatan: a. Ambhara Hotel. perlindungan dan pelestarian sumber air. pengawetan air. pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air.Pasca Harmonisasi. b. (3) Kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilaksanakan dengan mengacu pada pola pengelolaan sumber daya air pada setiap wilayah sungai. dalam bentuk dan cara yang sesuai dengan peraturan perundang- kesepakatan antara pemrakarsa dan pihak yang dirugikan. . dan c. Batas akhir pembahasan 30 April 2007 BAB V KONSERVASI Bagian Pertama Tujuan dan Lingkup Konservasi Pasal 28 (1) Konservasi sumber daya air ditujukan untuk menjaga kelangsungan keberadaan. dan fungsi sumber daya air.

menampung air (retarding basin)). Ambhara Hotel. Yang dimaksud dengan “daerah tangkapan air” b. dan tempat-tempat yang mempunyai fungsi d. pemeliharaan kelangsungan fungsi resapan air dan Huruf a. Yang dimaksud dengan “kegiatan nonfisik” adalah kegiatan nonkonstruksi. e. rehabilitasi hutan dan lahan. pengendalian pemanfaatan sumber air. dan sumur resapan. daerah tangkapan air. misalnya kegiatan yang bersifat pengaturan. pengaturan prasarana dan sarana sanitasi. g. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN Perlindungan dan Pelestarian Sumber Air Pasal 29 Pasal 29 (1) Perlindungan dan pelestarian sumber air dilakukan melalui: Ayat (1) a. dan pemberdayaan masyarakat dalam perlindungan dan pelestarian sumber air. f. misalnya pembuatan groundsill. (3) Kegiatan perlindungan dan pelestarian sumber air Ayat (3) dilakukan dengan mengutamakan kegiatan yang lebih bersifat Cukup jelas. dam pengendali sedimen. Yang dimaksud dengan “kegiatan fisik” adalah kegiatan konstruksi. pengaturan daerah sempadan sumber air. embung. dan/atau i. c. perlindungan sumber air dalam hubungannya dengan kegiatan pembangunan dan pemanfaatan lahan pada sumber air. pelestarian hutan lindung.Pasca Harmonisasi. h. dan kawasan pelestarian alam. termasuk daerah penampung air (situ. pengendalian pengolahan tanah di daerah hulu. nonfisik. (4) Untuk menegakkan pelaksanaan perlindungan dan Ayat (4) 39/109 . kawasan suaka alam. pengisian air pada sumber air. (2) Perlindungan dan pelestarian sumber air dapat dilakukan Ayat (2) dengan kegiatan fisik dan nonfisik. penyuluhan.

. Penjelasan: Keterlibatan masyarakat dalam pemantauan dan pengawasan pelaksanaan perlindungan dan pelestarian sumber air dapat berupa pemberian kesempatan kepada masyarakat untuk melakukan pemantauan dan pengawasan . Pemantauan dan pengawasan dilakukan tidak hanya pada kepatuhan terhadap syarat-syarat perizinan tetapi juga terhadap dampak yang terjadi setelah kegiatan yang diizinkan dilaksanakan. (5) Perlindungan dan pelestarian sumber air sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dilakukan oleh Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air sesuai dengan tanggung jawabnya atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya.Pemberian kesempatan kepada masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya dalam rangka perizinan. Pelaksanaan pemantauan dan pengawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dapat ditugaskan oleh Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air sesuai dengan tanggung jawabnya atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya kepada pengelola sumber daya air. Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air atau pemerintah daerah sesuai dengan wewenang dan tanggung jawabnya dapat melibatkan peran masyarakat. Ayat (6) Cukup jelas. • Tujuan perizinan akan dimasukkan ke dalam intro bab perizinan. Pemantauan dan pengawasan terhadap dampak ini dilakukan untuk mengevaluasi terhadap izin yang diberikan. 40/109 . (6) Dalam melaksanakan perlindungan dan pelestarian sumber air sebagaimana dimaksud pada ayat (5). pemantauan dan pengawasan. Catatan: • Ayat ini dihapus.Pasca Harmonisasi. Ayat (5) Cukup jelas.Pemberian kesempatan kepada masyarakat untuk melakukan pemantauan dan pengawasan. substansi pemantauan dan pengawasan akan dimasukkan ke dalam masing2 kegiatan2 perlindungan dan pelestarian sumber air. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN pelestarian sumber air dilakukan melalui sistem perizinan. Ambhara Hotel. misalnya menyampaikan laporan dan/atau pengaduan kepada pihak Ayat (7) Keterlibatan masyarakat dalam pelaksanaan perlindungan dan pelestarian sumber air dapat berupa: .

(10) Pedoman penghitungan dan tata cara sistem insentif ditetapkan oleh Menteri. g. Ayat (11) Cukup jelas. 41/109 . Keputusan presiden untuk wilayah sungai lintas negara. Peraturan daerah masing-masing provinsi untuk wilayah sungai lintas provinsi. kebiasaan. embung. Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya mempertahankan keberadaan tempat-tempat penampungan air dan memperhatikan kearifan lokal. peraturan daerah kabupaten/kota untuk wilayah sungai dalam kabupaten/kota. Yang dimaksud dengan “kearifan lokal” adalah perbuatan. (7) Dalam melaksanakan perlindungan dan pelestarian sumber air sebagaimana dimaksud pada ayat (5). Peraturan daerah provinsi untuk wilayah sungai lintas kabupaten/kota. Ayat (8) Yang dimaksud dengan “tempat-tempat penampungan air”.Pasca Harmonisasi. misalnya situ. Ambhara Hotel. e. Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air sesuai dengan tanggung jawabnya dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya menerapkan sistem insentif kepada daerah dan masyarakat yang melakukan perlindungan dan pelestarian sumber air. dan tempat-tempat yang mempunyai fungsi menampung air sementara (retarding basin). f. (9) Sistem insentif sebagaimana dimaksud pada ayat (8) ditetapkan dengan: d. (8) Ayat (10) Cukup jelas. Ayat (9) Cukup jelas. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN yang berwenang. dan/atau adat istiadat yang bersifat lokal dalam perlindungan dan pelestarian sumber air.

menetapkan kawasan yang berfungsi sebagai daerah resapan air dan daerah tangkapan air pada kawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Kawasan yang berfungsi sebagai resapan air dan daerah tangkapan air Pemeliharaan kelangsungan fungsi resapan air dan daerah tangkapan air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menjadi salah satu acuan dimasukkan dalam penyusunan dan pelaksanaan rencana tata ruang wilayah. Ambhara Hotel. menyelengga 42/109 . 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN Paragraf 1 Pasal 30 Pemeliharaan kelangsungan fungsi resapan air dan daerah Cukup jelas. c.Pasca Harmonisasi. mengelola kawasan yang berfungsi sebagai daerah resapan air dan daerah tangkapan air. b. (3) Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan wewenang dan tanggung jawabnya: a. menetapkan dan mengawasi pelaksanaan peraturan untuk melestarikan fungsi resapan air dan daerah tangkapan air pada kawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). d. tangkapan air Pasal 30 (1) Pemeliharaan kelangsungan fungsi resapan air dan daerah tangkapan air dilakukan pada kawasan-kawasan yang ditetapkan berdasarkan rencana pengelolaan sumber daya air yang bersangkutan.

pengaturan melalui: a. dan menetapkan dan mengawasi pelaksanaan peraturan untuk melestarikan fungsi resapan air dan daerah tangkapan air pada kawasan-kawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). kawasan hutan. (4) Menteri atau menteri yang terkait dengan pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan wewenang dan tanggung jawabnya melaksanakan pemantauan dan pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (3).. (7) (1) Paragraf 2 Pasal 31 Pengendalian Pemanfaatan Sumber Air Huruf a Pasal 31 Yang dimaksud “sumber air tertentu” adalah sumber air diluar kawasan suaka alam dan kawasan pelestarian Pengendalian pemanfaatan sumber air dapat berupa alam. perizinan pemanfaatan sebagian atau seluruh sumber air tertentu. rakan program pelestarian fungsi resapan air dan daerah tangkapan air pada kawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). pelarangan untuk memanfaatkan sebagian atau seluruh sumber air pada kawasan suaka alam dan kawasan pelestarian alam. Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya mendorong dan melaksanakan pemberdayaan masyarakat dalam pelestarian fungsi resapan air dan daerah tangkapan air pada kawasan-kawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). f. Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya menetapkan dan mengawasi pelaksanaan peraturan-peraturan untuk melestarikan fungsi resapan air dan daerah tangkapan air pada kawasan-kawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 43/109 . dan kawasan pantai. dan/atau b. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN e.Pasca Harmonisasi. Ambhara Hotel. mendorong dan melaksanakan pemberdayaan masyarakat dalam pelestarian fungsi resapan air dan daerah tangkapan air pada kawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (5) (6) Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya menyelenggarakan program pelestarian fungsi resapan air dan daerah tangkapan air pada kawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

c. penambahan pengisian air dari suatu sumber air ke sumber air yang lain dalam suatu wilayah sungai atau dari wilayah sungai yang lain. Pasal 32 Cukup jelas.Pasca Harmonisasi. Pengisian air pada sumber air dapat dilaksanakan antara lain dalam bentuk: a. (2) Pengendalian pemanfaatan sumber air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan sesuai dengan ketentuan pemanfaatan zona pada sumber air yang bersangkutan. atau Peningkatan daya resap lahan dapat dilakukan antara lain melalui perbaikan vegetasi penutup 44/109 (1) . daerah aliran sungai melalui penatagunaan lahan. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN Penjelasan: Huruf a Yang dimaksud “sumber air tertentu” adalah sumber air diluar kawasan suaka alam dan kawasan pelestarian alam. Huruf b. pengimbuhan air ke lapisan air tanah (akuifer). (3) Dalam pelaksanaan perizinan dan pelarangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan pemantauan dan pengawasan berdasarkan ketentuan pemanfaatan zona pada sumber air yang bersangkutan. b. Cukup jelas. Paragraf 3 Pasal 32 Ayat (1) Pengisian Air Pada Sumber Air Huruf a. Ambhara Hotel. (4) Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya menyelenggarakan program pengendalian pemanfaatan sumber air. peningkatan daya resap lahan terhadap air hujan di Huruf c.

pembangunan sistem instalasi pengolah air limbah terpusat pada setiap lingkungan. serta pembuatan sumur resapan air hujan di kawasan permukiman. dan/atau 45/109 . b.Pasca Harmonisasi. lahan dan pembuatan teras atau sengkedan. pemisahan antara jaringan drainase dan jaringan pengumpul air limbah pada kawasan perkotaan. Cukup jelas. d. misalnya memuat ketentuan mengenai kewajiban membangun sumur resapan yang dikaitkan dengan persyaratan izin mendirikan bangunan. (4) Pelaksanaan pengisian air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c diatur melalui peraturan daerah. d. penetapan pedoman pembangunan prasarana dan sarana sanitasi. Ambhara Hotel. Paragraf 4 Pasal 33 Pengaturan Prasarana dan Sarana Sanitasi Cukup jelas. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN pemanfaatan teknologi modifikasi cuaca untuk meningkatkan curah hujan dalam kurun waktu tertentu. Huruf d. pembuangan air limbah melalui jaringan pengumpul air limbah pada kawasan perkotaan ke dalam sistem instalasi pengolah air limbah terpusat. (3) Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya menyelenggarakan pengawasan dan pemantauan pelaksanaan pengisian air pada sumber air sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Bentuk lain dalam pelaksanaan pengisian air pada sumber air diatur dengan peraturan Menteri. c. Ayat (2) Ayat (3) Substansi peraturan daerah. Pasal 33 (1) Pengaturan prasarana dan sarana sanitasi dilakukan melalui: a.

Ambhara Hotel.Pasca Harmonisasi. dan transportasi air untuk melindungi fungsi 46/109 . misalnya: kegiatan pembangunan dan pemanfaatan lahan pada sumber air dilakukan melalui pengaturan terhadap : . kegiatan pembangunan pada sumber air. e. Paragraf 5 Pasal 34 Perlindungan Sumber Air dalam Hubungannya dengan Kegiatan Ayat (1) Pembangunan dan Pemanfaatan Lahan pada Sumber Air Huruf a. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN penerapan teknologi pengolahan air limbah yang ramah lingkungan. f. Catatan 1 Mei 2007:  spirit melarang membuang sampah ke sumber air akan dipindah ke pengendalian pencemaran??? (2) Pelaksanaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a. prasarana pariwisata. dan huruf c diatur dengan mekanisme perizinan oleh pemerintah daerah yang bersangkutan. penerapan larangan membuang sampah pada sumber air.pengaturan terhadap pembangunan jembatan. Pasal 34 Pengaturan kegiatan pembangunan pada (1) Perlindungan sumber air dalam hubungannya dengan sumber air bertujuan untuk melindungi fungsi dan keberadaan sumber air. (3) Pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d diatur lebih lanjut oleh menteri yang bertanggung jawab dalam bidang lingkungan hidup setelah berkoordinasi dengan instansi menteri terkait. (4) Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya menyelenggarakan pengawasan dan pemantauan pelaksanaan pengaturan prasarana dan sarana sanitasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). prasarana a. huruf b.

Huruf b. Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya menyelenggarakan pengawasan dan pemantauan pelaksanaan perlindungan sumber air sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN b. . Ayat (3) Cukup jelas.Pasca Harmonisasi.pengaturan terhadap pembangunan permukiman untuk menjaga keberadaan sumber air. (1) Paragraf 6 Pasal 35 Pengendalian Pengolahan Tanah di Daerah Hulu Cukup jelas. pertanian. kegiatan pemanfaatan lahan pada sumber air. Pasal 35 Pengendalian pengolahan tanah di daerah hulu dilakukan untuk: 47/109 . dan perikanan. Pengaturan pemanfaatan lahan antara lain meliputi untuk kegiatan pertambangan. Ayat (2) Cukup jelas. sumber air. (2) (3) (4) Perlindungan sumber air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan sesuai dengan ketetapan ketentuan pemanfaatan zona pada sumber air yang bersangkutan. Ambhara Hotel. Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya Penyelenggaraan perlindungan sumber air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya.

mengurangi tingkat sedimentasi pada sumber air dan prasarana sumber daya air. meningkatkan peresapan air ke dalam tanah. Ambhara Hotel. Pengendalian pengolahan tanah sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diutamakan pada lahan dengan tingkat kemiringan lereng sebesar 40 (empat puluh) prosen atau lebih. c. Paragraf 7 Pasal 36 Pengaturan Daerah Sempadan Sumber Air Ayat (1) Pasal 36 Cukup jelas. (1) (2) .Pasca Harmonisasi. b. mengurangi laju erosi tanah. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN mencegah longsor. dan d. Pengaturan daerah sempadan sumber air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berupa penetapan batas sempadan sumber air dan penetapan pemanfaatan daerah sempadan 48/109 a. (2) Pengendalian pengolahan tanah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memperhatikan kaidah konservasi dan tetap mempertahankan fungsi lindung sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (3) Menteri atau menteri yang terkait dengan pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangan dan tanggung jawabnya menyelenggarakan pengawasan dan pemantauan pelaksanaan pengendalian pengolahan tanah di daerah hulu sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pengaturan daerah sempadan sumber air dilakukan untuk mengamankan dan mempertahankan fungsi sumber air serta prasarana sumber daya air.

1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (3) (4) sumber air. mengurangi kapasitas tampung sumber air. limbah padat. Daerah sempadan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya setelah berkonsultasi dengan dewan atau wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air provinsi atau kabupaten/kota yang bersangkutan.Pasca Harmonisasi. Ambhara Hotel. Pasal 37 Pasal 37 Menteri atau menteri yang terkait dengan pengelolaan Cukup jelas. mencegah pendirian bangunan dan pemanfaatan lahan yang dapat mengganggu aliran air. Garis sempadan sumber air adalah garis maya batas luar perlindungan sumber air. mencegah pembuangan air limbah yang tidak memenuhi baku mutu. Menteri atau menteri yang terkait dengan pengelolaan sumber daya air atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangan dan tanggung jawabnya: a. sumber daya air atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangan dan tanggung jawabnya mempertahankan fungsi daerah sempadan sumber air. atau tidak sesuai dengan 49/109 Untuk mempertahankan fungsi daerah sempadan sumber air setiap orang dan badan usaha melakukan upaya pencegahan terhadap: (2) . Pedoman penetapan dan pemanfaatan daerah sempadan sumber air ditetapkan oleh Menteri. Ayat (2) Cukup jelas. b. (1) Ayat (3) Yang dimaksud dengan “daerah sempadan sumber air” adalah kawasan tertentu di sekeliling sumber air yang dibatasi oleh garis sempadan sumber air. berdasarkan rekomendasi dewan atau wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air. Untuk mempertahankan fungsi daerah sempadan sumber air. dan/atau limbah cair.

cara. baik di dalam maupun di luar kawasan hutan. Paragraf 8 Pasal 38 Ayat (1) Rehabilitasi Hutan dan Lahan Cukup jelas. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN c. peruntukannya. dan melakukan revitalisasi daerah sempadan sumber air. sesuai dengan peraturan perundang-undangan. perbuatan menghidupkan atau memfungsikan kembali daerah sempadan sumber air. Ambhara Hotel. baik melalui upaya Cukup jelas. 50/109 (1) (2) (3) . Menteri atau menteri yang terkait dengan pengelolaan Ayat (2) sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan Cukup jelas. manajemen budi daya hutan. maupun kombinasi dari kegiatan dimaksud. kewenangan dan tanggung jawabnya melaksanakan rehabilitasi hutan dan lahan daerah tangkapan air sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Menteri atau menteri yang terkait dengan pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangan dan tanggung jawabnya menyelenggarakan pengawasan dan pemantauan pelaksanaan pengaturan daerah sempadan sumber air sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 ayat (1). Pasal 38 Rehabilitasi hutan dan lahan daerah tangkapan air dilakukan pada hutan rusak dan lahan kritis. vegetatif. Rehabilitasi hutan rusak dapat dilakukan dengan Ayat (3) kegiatan yang menyeluruh dan terpadu.Pasca Harmonisasi. Penjelasan: Yang dimaksud dengan “revitalisasi” adalah proses.

Menteri atau menteri yang terkait dengan pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangan dan tanggung jawabnya menyelenggarakan pengawasan dan pemantauan pelaksanaan rehabilitasi hutan dan lahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). agronomis. Kehutanan agar sinkron dengan RPP RRHL (untuk ayat (3). Ayat (4) Yang dimaksud dengan “upaya vegetatatif”. (5) (6) Kegiatan rehabilitasi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dan ayat (4) dilakukan melalui pendekatan sosial. antara lain meliputi kegiatan penghijauan dan reboisasi. ekonomi. Pelestarian Alam Pasal 39 (1) Pelestarian hutan lindung. Kawasan Suaka Alam. dan kawasan pelestarian alam dilakukan untuk memberikan perlindungan terhadap kawasan di bawahnya dalam rangka menjamin ketersediaan air tanah. (4). Ayat (5) Cukup jelas. Ayat (6) Cukup jelas. dan (5)) (4) Rehabilitasi lahan kritis dapat dilakukan dengan kegiatan yang menyeluruh dan terpadu baik melalui upaya vegetatif. kawasan suaka alam. air permukaan. kawasan suaka alam. Ambhara Hotel. dan budaya masyarakat. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN Catatan: akan diinformasikan oleh Pak Nas kepada Dep. dan kawasan pelestarian alam sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh Pemerintah atau pemerintah daerah sesuai 51/109 . antara lain termasuk pemilihan jenis tanaman budidaya dan teknis pengolahan lahan. dan unsur hara tanah. Yang dimaksud dengan “upaya agronomis”. sipil teknis.Pasca Harmonisasi. dan Kawasan Cukup jelas. (2) Pelestarian hutan lindung. Paragraf 9 Pasal 39 Pelestarian Hutan Lindung. maupun kombinasi dari kegiatan-kegiatan tersebut.

(2). Ambhara Hotel. mengendalikan penggunaan air tanah. kawasan suaka alam. dan (3)) (4) Menteri atau menteri yang terkait dengan pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangan dan tanggung jawabnya menyelenggarakan pengawasan dan pemantauan pelaksanaan pelestarian hutan lindung. Pemerintah atau pemerintah daerah mengupayakan pemberdayaan masyarakat dalam menjaga pelestarian hutan lindung. (3) Penyimpanan air sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a Ayat (3) 52/109 Ayat (6) Cukup jelas. sesuai dengan fungsi dan manfaatnya. menghemat air dengan pemakaian yang efisien dan efektif. ketersediaan air atau kuantitas air. menyimpan air yang berlebihan di saat hujan untuk dapat dimanfaatkan pada waktu diperlukan.Pasca Harmonisasi. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (3) dengan kewenangannya dan peraturan perundang-undangan. b. a. Catatan: akan diinformasikan oleh Pak Nas kepada Dep. . dan/atau c. Kehutanan agar sinkron dengan RPP RRHL (ayat (1). dan kawasan pelestarian alam sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dan kawasan pelestarian alam. kawasan suaka alam. Bagian Ketiga Pengawetan Air Pasal 40 Pasal 40 Ayat (1) (1) Pengawetan air ditujukan untuk memelihara keberadaan dan Cukup jelas. (2) Pengawetan air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan Ayat (2) dengan cara: Cukup jelas.

kolam.Pasca Harmonisasi. atau waduk. Ayat (5) Cukup jelas. industri. wisata. Pembuatan tampungan air hujan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) merupakan bagian persyaratan dalam pemberian izin pembangunan gedung dan perumahan. Batas akhir pembahasan Tanggal 1 Mei 2007 Ayat (4) Yang dimaksud dengan “kawasan atau lingkungan di daerah tertentu”. embung. misalnya perumahan. dapat dilakukan pada Cukup jelas. kolam. Ayat (4) Cukup jelas. (4) Pembuatan kolam dan/atau embung sebagaimana dimaksud pada ayat (3) merupakan bagian persyaratan dalam pemberian izin pengembangan kawasan atau lingkungan di daerah tertentu. atau kawasan lain yang mengubah fungsi resapan air. Ambhara Hotel. (5) Menteri atau menteri yang terkait dengan pengelolaan sumber daya air atau pemerintah daerah sesuai dengan wewenang dan tanggung jawabnya mendorong masyarakat dalam pembuatan tampungan air hujan. Catatan: akan dikonsultasikan oleh Bu Martini dengan Ditjen. Cipta Karya mengenai pembuatan tampungan air hujan sebagai persyaratan dalam pemberian izin pembangunan gedung dan perumahan. perdagangan. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN dapat dilakukan melalui pembuatan tampungan air hujan. 53/109 . dan embung di daerah yang memerlukannya. Penjelasan: Pembuatan tampungan air hujan bangunan gedung dan perumahan.

mendorong masyarakat untuk melakukan upaya penghematan air guna mencegah terjadinya krisis air. b. penggunaan air yang efisien dan efektif untuk huruf b. transmisi” adalah pipa atau saluran pembawa air baku dari intake ke instalasi pengolahan air atau pipa pembawa air minum dari instalasi pengolahan air ke reservoir. sumber air. segala macam kebutuhan. Cukup jelas. Cukup jelas. Yang dimaksud dengan “jaringan distribusi” adalah jaringan perpipaan yang berfungsi membagi air sampai ke pelanggan atau ke unit pelayanan. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN Pasal 41 Pasal 41 (1) Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab Ayat (1) pengelolaan sumber daya air atau pemerintah daerah Cukup jelas. (2) Penghematan air dapat dilakukan melalui: Ayat (2) a. pipa atau saluran transmisi. penerapan tarif penggunaan air yang bersifat huruf a. Yang dimaksud dengan “instalasi pengolahan air” adalah instalasi yang mengolah air baku menjadi air yang memenuhi persyaratan sebagai air minum. c. progresif. pencegahan kehilangan atau kebocoran air pada huruf c. Ambhara Hotel.Pasca Harmonisasi. instalasi Yang dimaksud dengan “pipa atau saluran pengolahan air. Yang dimaksud dengan “unit pelayanan” adalah sambungan rumah atau hidran umum dimana pelanggan memperoleh air. Yang dimaksud dengan “sambungan rumah” adalah bagian dari sistem penyediaan air minum 54/109 . jaringan distribusi dan unit pelayanan.

Ambhara Hotel. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN yang langsung melayani pelanggan air minum. Ayat (4) Cukup jelas. e. yang terdiri dari clamp saddle. Pasal 42 Pasal 42 (1) Pengendalian penggunaan air tanah dimaksudkan untuk Ayat (1) mencegah penurunan muka air tanah. huruf h. (3) Menteri setelah berkonsultasi dengan menteri terkait menetapkan pedoman penghematan air. secara pengembangan dan penerapan teknologi hemat huruf d. menerapkan praktek penggunaan air berulang. dan kran air. pipa dinas. pemberian disinsentif bagi pelaku boros air. g. Cukup jelas. f. misalnya dengan memberlakukan sanksi atau kewajiban ekstra bagi pelaku boros air. tanah. pemberian insentif bagi pelaku penghemat air. dan h. dan penurunan fungsi cekungan air tanah. d. huruf f. huruf g. 55/109 . mendaur ulang air yang telah dipakai. air.Pasca Harmonisasi. Cukup jelas. Yang dimaksud dengan “disinsentif”. penurunan kualitas air Cukup jelas. Yang dimaksud dengan “insentif”. huruf e. Ayat (3) Cukup jelas. misalnya dengan memberikan kemudahan dalam penggunaan peralatan hemat air. Cukup jelas. meter air. (2) Pengendalian penggunaan air tanah dapat dilakukan Ayat (2) dengan cara: huruf a. (4) Pemerintah daerah menyelenggarakan upaya penghematan air sesuai kebutuhan daerahnya. berdasarkan pedoman sebagaimana dimaksud pada ayat (3).

Cukup jelas. penggunaan air untuk tujuan usaha dikenakan tarif dengan harga satuan yang lebih tinggi daripada penggunaan air untuk rumah tangga. penurunan muka tanah (land subsidence). mengurangi alokasi pengambilan air tanah baru pada zona rawan air tanah. e. g.Pasca Harmonisasi. . Cukup jelas. melarang pengambilan air tanah baru dan mengurangi secara bertahap pengambilan air tanah yang sudah ada di zona kritis air tanah. Yang dimaksud dengan “tarif progresif penggunaan air tanah” misalnya penggunaan air dalam jumlah besar terkena tarif dengan harga satuan yang lebih tinggi daripada pengguna air dalam jumlah kecil. pengaliran. huruf e. dalam hal sumber air permukaan terbatas ketersediaannya. huruf b. huruf d. Cukup jelas. dan pelepasan air tanah. huruf f. menerapkan tarif progresif penggunaan air tanah sesuai dengan tingkat konsumsi. c. intrusi air laut. mengutamakan penggunaan air tanah untuk kebutuhan pokok sehari-hari di atas keperluan lainnya. b. menerapkan sistem perizinan dalam penggunaan air tanah. Kriteria:  Rawan apabila penurunan muka air tanah mencapai 40% sampai 56/109 f. huruf g. huruf c. mengutamakan penggunaan air dari sumber air permukaan. Zona rawan air tanah dan zona kritis air tanah ditandai dengan gejala sebagai berikut: penurunan muka air tanah. memperhatikan keseimbangan pengimbuhan. Ambhara Hotel. d. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN a. Cukup jelas. Cukup jelas.

000 mg/liter (DHL 1.000 mg/liter (DHL lebih besar dari 1. (3) Larangan dan pengurangan pengambilan air tanah sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf g diikuti dengan upaya penyediaan air untuk kebutuhan pokok sehari-hari oleh pengelola sumber daya air.000 sampai dengan 10. (4) Pemerintah atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya mengatur pengendalian penggunaan air tanah sebagaimana dimaksud pada ayat (2). Ambhara Hotel. memelihara kondisi kualitas air yang terdapat dalam kawasan lindung. dan kenaikan kandungan zat padat terlarut antara 10. 57/109 . (1) Pasal 43 Pasal 43 Ayat (1) Pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air Yang dimaksud dengan mempertahankan dan ditujukan untuk mempertahankan dan memulihkan kualitas air memulihkan kualitas air antara lain dengan cara yang masuk dan yang berada pada sumber-sumber air. Bagian Keempat Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air Ayat (3) Cukup jelas. dan kenaikan kandungan zat padat terlarut antara 1. (5) Pengaturan lebih lanjut tentang pengendalian penggunaan air tanah diatur dengan peraturan pemerintah tersendiri. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN  dengan 60%. Ayat (4) Cukup jelas.500 µS/cm) dari kondisi awal. Ayat (5) Cukup jelas.000 sampai dengan 1.500 µS/cm) dari kondisi awal.000 sampai dengan 100.Pasca Harmonisasi. Kritis apabila penurunan muka air tanah lebih besar dari 60%. mata air sebagaimana kondisi alamiahnya dan pelestarian fungsi air melalui penetapan standar baku mutu air.

Fungsi lingkungan adalah kemampuan alam untuk. Cukup jelas. perbaikan fungsi lingkungan untuk mengendalikan kualitas air. Huruf b. antara lain: . pengendalian kerusakan sumber air. Huruf c Pengendalian kerusakan sumber air misalnya pencegahan terjadinya penggerusan palung atau dasar sungai yang menyebabkan kekeruhan air. Cukup jelas.melakukan purifikasi diri air. e. mengembangbiakkan. c. Organisme atau mikro-organisme yang dapat menyerap bahan pencemar dapat diupayakan dengan cara menanam. pemantauan kualitas air pada sumber air. b. b. Huruf e. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (2) Perbaikan kualitas air pada sumber air dan prasarana sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh Pemerintah atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya melalui: a. Huruf b. d. penetapan kelas air dan baku mutu air pada sumber air. aerasi pada sumber air dan melalui prasarana sumber daya air. Ambhara Hotel. penanggulangan pencemaran air pada sumber air. 58/109 . Ayat (2) Huruf a. Ayat (3) Huruf a. . Huruf d. Yang dimaksud dengan “aerasi” adalah upaya meningkatkan kadar oksigen dalam air.memperkecil tingkat erosi tanah.Pasca Harmonisasi. Cukup jelas. (3) Perbaikan kualitas air pada sumber air dan prasarana sumber daya air dapat dilakukan melalui kegiatan-kegiatan antara lain: a. pemanfaatan organisme dan mikro-organisme yang dapat menyerap bahan pencemar pada sumber air dan prasarana sumber daya air.

59/109 . Ambhara Hotel.Pasca Harmonisasi. penggelontoran sumber air pada suatu keadaan yang mendesak. atau memanfaatkan sumber air yang mengandung organisme atau mikro-organisme tersebut. Ayat (4) Cukup jelas. antara lain menurunkan kelas air dari yang ditetapkan dan/atau berakibat fatal bagi kehidupan. Penggelontoran adalah bukan merupakan kegiatan rutin dalam rangka perbaikan kualitas air. Cukup jelas. penatagunaan sumber daya air ditujukan untuk menetapkan zona pemanfaatan sumber air dan peruntukan air pada sumber air. Huruf d. pembuatan sumur-sumur infiltrasi di sepanjang pantai untuk memperbaiki kualitas air tanah yang telah terkena intrusi air asin. Penggelontoran hanya boleh dilakukan apabila terjadi keadaan mendesak. BAB VI PENDAYAGUNAAN SUMBER DAYA AIR Bagian Pertama Umum (1) Pasal 44 Pasal 44 Pendayagunaan sumber daya air mencakup kegiatan: Cukup jelas. Huruf c. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN c. (4) Pengaturan lebih lanjut mengenai pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air dilaksanakan sesuai dengan peraturan pemerintah yang mengatur tentang pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air. d. a.

fungsi lindung dan budi daya. hasil penelitian dan pengukuran secara teknis hidrologis. c. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (2) b. penggunaan sumber daya air. c. d. penyediaan sumber daya air. b. Ambhara Hotel. 60/109 . pengusahaan sumber daya air. dan/atau f. untuk mendayagunakan fungsi atau potensi yang terdapat pada sumber air yang bersangkutan secara berkelanjutan. Penetapan zona pemanfaatan sumber air didasarkan pada pertimbangan: a. terakomodasinya semua jenis pemanfaatan secara layak. dampak negatif yang minimal terhadap kelestarian sumber daya air. Kegiatan-kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan secara terpadu berdasarkan rencana pendayagunaan sumber daya air yang telah ditetapkan. Bagian Kedua Penetapan Zona Pemanfaatan Sumber Air (1) (2) Pasal 45 Pasal 45 Penetapan zona pemanfaatan sumber air ditujukan Cukup jelas. d. e. fungsi kawasan. pengembangan sumber daya air.Pasca Harmonisasi. potensi konflik kepentingan yang minimal antar jenis penggunaan. e.

(3) Penetapan rencana zona pemanfaatan sumber Ayat (3) air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Cukup jelas. 61/109 . atau bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya melakukan kegiatan sebagai berikut: penelitian dan pengukuran parameter fisik dan karakter sumber air. b.Pasca Harmonisasi. Pasal 46 Pasal 46 (1) Menteri. gubernur. merupakan rencana zona pemanfatan sumber air. c. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN a. Menteri. bagian dari proses penyusunan pola pengelolaan sumber daya air dan rencana induk pengelolaaan sumber daya air sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 dan Pasal 15 ayat (2). menganalisa kelayakan dampak lingkungan serta potensi konflik dari jenis-jenis pemanfaatan yang sudah dilakukan. pertimbangan diberikan oleh wadah Ayat (4) Cukup jelas. Ambhara Hotel. (1). gubernur. (4) Dalam hal wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air wilayah sungai tidak atau belum terbentuk. inventarisasi jenis-jenis pemanfaatan yang sudah dilakukan di seluruh bagian sumber air. atau bupati/walikota sesuai Ayat (1) dengan kewenangannya dalam pengelolaan Penetapan rencana zona pemanfaatan sumber air sumber daya air merumuskan dan menetapkan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). kimia dan biologi pada sumber air. dilakukan dengan memperhatikan pertimbangan wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air pada wilayah sungai bersangkutan. (2) Dalam merumuskan rencana zona pemanfaatan Ayat (2) sumber air sebagaimana dimaksud pada ayat Cukup jelas. dan kesesuaiannya dengan peraturan perundangundangan.

c. Perhitungan dan proyeksi kebutuhan air dilakukan dengan memperhatikan tata ruang wilayah yang ada dalam rangka penyusunan. daya dukung sumber air. (1) Pasal 48 Pasal 48 Penyusunan rencana peruntukan air Ayat (1) dilakukan dengan kegiatan pengumpulan data dan informasi Huruf a.Pasca Harmonisasi. (5) Pedoman penetapan zona pemanfaatan sumber air ditetapkan oleh Menteri. jumlah dan penyebaran penduduk serta proyeksi Huruf b. pertumbuhannya. beberapa golongan atau klasifikasi mutu air termasuk baku mutu air. serta kajian pada wilayah sungai bersangkutan yang terkait Daya dukung sumber air mencakup kuantitas dengan: dan kualitas air. Ambhara Hotel. Bagian Ketiga Peruntukan Air Pada Sumber Air Ayat (5) Cukup jelas. Pasal 47 Pasal 47 Peruntukan air pada sumber air dimaksudkan untuk Penetapan peruntukan air dimaksudkan untuk mengelompokkan penggunaan air pada sumber air ke dalam mencegah terjadinya konflik antarpemanfaat air. a. Huruf c. Cukup jelas. peninjauan kembali. perhitungan dan proyeksi kebutuhan air. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN koordinasi pengelolaan sumber daya air provinsi atau kabupaten/kota sesuai dengan kewenangannya. dan/atau penyempurnaan rencana tata ruang wilayah ke depan. 62/109 . Penyusunan rencana peruntukan air pada sumber air merupakan bagian dari proses penyusunan pola pengelolaan sumber daya air. b.

Ambhara Hotel. mengutamakan penyediaan air untuk pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari dan pertanian rakyat pada sistem irigasi yang sudah ada. Pedoman penyusunan rencana peruntukan air pada sumber air ditetapkan oleh Menteri. Cukup jelas. menjaga kelangsungan penyediaan air untuk pemakai air lainnya yang sudah ada. b. Bagian Keempat Penyediaan Sumber Daya Air (1) Pasal 49 Pasal 49 Penyediaan sumber daya air dilakukan berdasarkan Cukup jelas. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN d. gubernur. Rencana peruntukan air pada sumber air yang terdapat di dalam pola pengelolaan sumber daya air ditetapkan oleh Menteri. atau bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya. Huruf d. c.Pasca Harmonisasi. Ayat (2) Cukup jelas. prinsip-prinsip: a. Ayat (4) Pedoman penyusunan rencana peruntukan air dapat disusun menjadi satu kesatuan dengan pedoman penyusunan pola pengelolaan sumber daya air. Ayat (3) Cukup jelas. (2) pemanfaatan air yang sudah ada. memperhatikan penyediaan air untuk pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari penduduk 63/109 . (3) (4) Penyusunan rencana peruntukan air pada sumber air dikoordinasikan melalui wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air pada wilayah sungai bersangkutan.

Ambhara Hotel. peruntukan air. a. prioritas penyediaan air ditempatkan pada pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari. hak ulayat yang bersangkutan dan disesuaikan kondisi setempat. kebutuhan air pada wilayah sungai kondisi sosial budaya yang berlaku. misalnya sumber air. masyarakat hukum adat yang berkaitan dengan sumber daya air. Pasal 50 Pasal 50 Urutan prioritas penyediaan sumber daya air ditetapkan pada Ayat (1) setiap wilayah sungai. sudah ada merupakan prioritas utama penyediaan sumber daya air di atas semua kebutuhan. Penyediaan air untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari Ayat (2) dan irigasi bagi pertanian rakyat dalam sistem irigasi yang Cukup jelas. sehari-hari dan pemenuhan kebutuhan air irigasi untuk pertanian rakyat. Dalam hal terjadi situasi kekeringan yang ekstrim sehingga Ayat (3) timbul konflik kepentingan antara pemenuhan kebutuhan pokok Cukup jelas. Dalam hal penerapan prinsip-prinsip sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menyebabkan perubahan urutan prioritas penyediaan air yang menimbulkan kerugian bagi pemakai air sebelumnya. usulan urutan prioritas penyediaan sumber daya air disiapkan oleh instansi teknis yang ditunjuk oleh pejabat yang berwenang atau pengelola sumber daya air pada 64/109 (1) (2) (3) (4) (5) . Prioritas penyediaan sumber daya air untuk kebutuhan lainnya Ayat (4) ditetapkan berdasarkan hasil penetapan zona pemanfaatan Yang dimaksud dengan “kondisi setempat”.Pasca Harmonisasi. Cukup jelas. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (2) yang berdomisili dekat dengan sumber air dan/atau di sekitar jaringan pembawa air. Pemerintah atau pemerintah daerah mengatur kompensasi kepada pemakainya. Tata cara penetapan urutan prioritas penyediaan sumber daya Ayat (5) air dilakukan sebagai berikut: Cukup jelas.

Pasca Harmonisasi. usulan urutan prioritas penyediaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada huruf a disampaikan kepada wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air provinsi atau kabupaten/kota sesuai dengan kewenangannya. usulan urutan prioritas penyediaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada huruf a disampaikan kepada wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air wilayah sungai sebagai bahan untuk perumusan urutan prioritas. b. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50 ayat (1). gubernur. Urutan prioritas penyediaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disusun dan ditetapkan untuk jangka waktu setiap 5 (lima) tahun sekali dan dapat ditinjau kembali sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun sekali. disusun pada setiap wilayah sungai. atau bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya menetapkan urutan prioritas penyediaan sumber daya air pada setiap wilayah sungai berdasarkan rumusan urutan prioritas sebagaimana dimaksud pada huruf b. Ambhara Hotel. Dalam hal wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air wilayah sungai tidak atau belum terbentuk. (2) Rencana penyediaan sumber daya air Ayat (2) sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang Cukup jelas. berasal dari sumber air permukaan dan cekungan air tanah. c. 65/109 . 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (6) wilayah sungai yang bersangkutan. d. Ayat (6) Cukup jelas. Menteri. (1) Pasal 51 Pasal 51 Rencana penyediaan sumber daya air disusun Ayat (1) berdasarkan urutan prioritas penyediaan sumber daya air Cukup jelas.

Ayat (6) Cukup jelas. (7) Dalam hal wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air wilayah sungai tidak atau belum terbentuk. Ayat (4) Cukup jelas. 66/109 . Ayat (7) Cukup jelas. 7 (tujuh) harian. b. (4) Rencana penyediaan sumber daya air terdiri dari rencana penyediaan sumber daya air tahunan dan rencana penyediaan sumber daya air rinci. gubernur. (8) Rencana penyediaan sumber daya air rinci merupakan rencana operasional dari rencana penyediaan sumber daya air tahunan pada setiap sumber air yang menggambarkan besaran volume. Periode yang ditetapkan. (6) Rencana penyediaan sumber daya air tahunan ditetapkan oleh Menteri. misalnya 5 (lima) harian. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN a. Ayat (5) Cukup jelas. (5) Rencana penyediaan sumber daya air tahunan disusun sesuai dengan: urutan prioritas penyediaan sumber daya air pada wilayah sungai yang bersangkutan. atau 15 (lima belas) harian. Ayat (8) Rencana penyediaan sumber daya air tahunan pada setiap sumber air misalnya rencana penyediaan sumber daya air pada setiap sungai. lokasi. dan ketersediaan air pada musim kemarau dan hujan. dan waktu untuk memenuhi kebutuhan air dalam periode yang ditetapkan Ayat (3) Cukup jelas. atau bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya dengan memperhatikan pertimbangan dari wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air wilayah sungai. (3) Rencana penyediaan sumber daya air yang berasal dari cekungan air tanah disesuaikan dengan kapasitas cekungan air tanah bersangkutan.Pasca Harmonisasi. Ambhara Hotel. pertimbangan diberikan oleh wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air provinsi atau kabupaten/kota sesuai dengan kewenangannya.

atau berkurangnya kapasitas jaringan karena kegiatan pemeliharaan dan/atau pembangunan dalam rangka pengelolaan sumber daya air. 67/109 . mempertimbangkan masukan dari dewan atau wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air wilayah sungai. bersangkutan berdasarkan rencana penyediaan sumber daya air rinci yang telah ditetapkan. dan/atau kerusakan jaringan sumber air. penyediaan sumber daya air.Pasca Harmonisasi. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN sesuai kondisi setempat. pihak pertimbangan diberikan oleh dewan atau wadah yang berwenang dapat melakukan penyesuaian koordinasi pengelolaan sumber daya air rencana penyediaan air tahunan dengan kabupaten/kota atau provinsi. atau penggiliran Cukup jelas. (2) Pihak yang berwenang dapat menetapkan Ayat (2) pengurangan. Ambhara Hotel. (3) Dalam hal penyediaan sumber daya air tahunan Ayat (3) tidak dapat dilaksanakan sesuai dengan yang Dalam hal di wilayah sungai bersangkutan belum ditetapkan karena peristiwa alam yang terbentuk dewan atau wadah koordinasi mengakibatkan berkurangnya ketersediaan air pengelolaan sumber daya air wilayah sungai. dalam hal penyediaan sumber daya air rinci tidak dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana penyediaan air tahunan yang ditetapkan karena: berkurangnya ketersediaan air dan/atau kerusakan jaringan sumber air yang disebabkan peristiwa alam. b. penambahan. a. Pasal 52 Pasal 52 (1) Penyediaan sumber daya air dilaksanakan oleh Ayat (1) pengelola sumber daya air wilayah sungai yang Cukup jelas.

Ayat (6) Cukup jelas. diatur lebih lanjut oleh Pemerintah dan/atau pemerintah daerah yang bersangkutan sesuai dengan kewenangannya. (5) Kompensasi sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dapat berupa: memperoleh penyediaan air dari tempat lain. keringanan biaya jasa pengelolaan sumber daya air. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (4) Dalam hal penyediaan sumber daya air tidak dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana yang ditetapkan sebagai akibat selain sebagaimana dimaksud pada ayat (2). Bagian Kelima Penggunaan Sumber Daya Air Ayat (4) Cukup jelas.Pasca Harmonisasi. Ayat (5) Cukup jelas. e. b. d. Pemerintah atau pemerintah daerah mengatur kompensasi dalam batas-batas tertentu kepada pihak pemegang hak yang dirugikan. c. ganti rugi. memperoleh perpanjangan masa izin. a. Ambhara Hotel. (7) Pedoman tata cara penetapan dan pemberian kompensasi sebagaimana dimaksud pada ayat (6) ditetapkan oleh Menteri. (6) Tata cara penetapan dan pemberian kompensasi sebagaimana dimaksud pada ayat (5). atau program pembangunan. Ayat (7) Cukup jelas. 68/109 .

areal rekreasi. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (1) (2) (3) Pasal 53 Pasal 53 Ayat (1) Penggunaan sumber daya air ditujukan untuk Cukup jelas. ketertiban dan keadilan. dan/atau daya air. b. e. ketepatan penggunaan. Penggunaan air dan daya air sebagai materi misalnya pemanfaatan untuk air minum. Penggunaan sumber air sebagai media adalah pemanfaatan ruang pada sumber air misalnya areal parkir. c.Pasca Harmonisasi. Penggunaan sumber daya air sebagaimana Ayat (3) dimaksud pada ayat (1) dilakukan berdasarkan prinsip-prinsip: Cukup jelas. sumber air. dan industri. Penggunaan air. dan daya air sebagai air. keberlanjutan penggunaan. rumah tangga. media. perikanan. a. misalnya pemanfaatan sungai untuk transportasi dan arung jeram. Ambhara Hotel. pemanfaatan sumber daya air dan prasarananya sebagai media dan/atau materi. d. dan/atau daya air sebagai media dan materi. Pasal 54 Pasal 54 69/109 . misalnya pemanfaatan untuk agroindustri. sumber air. Penggunaan sumber daya air sebagaimana Ayat (2) dimaksud pada ayat (1) dapat berupa penggunaan air. penggunaan yang saling menunjang antara air permukaan dan air tanah dengan memprioritaskan penggunaan air permukaan. sumber Penggunaan air. penghematan penggunaan.

1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (1) Penggunaan sumber daya air sebagaimana dimaksud dalam Pasal 53 dapat berupa: a. c. (2) Pedoman penggunaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh Menteri atau menteri yang terkait dengan bidang sumber daya air. Yang dimaksud dengan “pengambilan air dari sumber air”. antara lain penyadapan bebas dan pemompaan air dari sungai. b. Ayat (2) Cukup jelas. b. pengambilan air dari sumber air. Huruf b. sumber daya air yang mempunyai hak guna air di wilayah sungai yang bersangkutan. pemanfaatan ruang pada sumber air. Ambhara Hotel. Ayat (1) Huruf a. Cukup jelas. Pasal 55 Pasal 55 (1) Pengelola sumber daya air pada wilayah sungai berkewajiban: Ayat (1) a. c. pemanfaatan air pada sumber air. sumber daya air. menjamin ketersediaan sumber daya air bagi pengguna Cukup jelas.Pasca Harmonisasi. Huruf c. d. memelihara sumber daya air dan prasarananya agar terpelihara fungsinya. (2) Pengelola sumber daya air pada wilayah sungai berhak menerima Ayat (2) dana yang dipungut dari para pemegang izin penggunaan Cukup jelas. Cukup jelas. melakukan pemantauan dan evaluasi atas penggunaan sumber daya air. melaksanakan pemberdayaan kepada para pengguna sumber daya air. 70/109 .

seluruhnya kepada pihak lain. tidak Cukup jelas. pemegang izin tidak memenuhi Huruf e. e. atau Ayat (1) badan usaha yang menggunakan air berhak memperoleh hak Yang dimaksud dengan “perseorangan. b. Cukup jelas. Ayat (3) Cukup jelas. Hak guna air sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tidak Ayat (5) dapat disewakan atau dipindahtangankan sebagian atau Cukup jelas. a. Hak guna usaha air dinyatakan dalam izin pengusahaan Ayat (4) sumber daya air. secara sukarela. pemegang izin selama jangka waktu Huruf c. Hak guna air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berupa Ayat (2) hak guna pakai air dan hak guna usaha air. 71/109 . sosial. Hak guna pakai air diperoleh dengan izin atau tanpa izin. atau badan usaha” adalah subyek yang menggunakan air berdasarkan izin . ketentuan dan syarat-syarat diberikannya izin. kelompok masyarakat. c. Hak guna air batal dengan sendirinya atau dapat dibatalkan Ayat (6) dalam hal: Huruf a. Cukup jelas. badan sosial. mempergunakan hak sebagaimana mestinya.Pasca Harmonisasi. Cukup jelas. jangka waktu berlaku izin telah Huruf d. yang ditetapkan dalam keputusan pemberian izinnya. Ambhara Hotel. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (1) (2) (3) (4) (5) (6) Pasal 56 Pasal 56 Perseorangan. d. Cukup jelas. Cukup jelas. badan guna air. musnahnya sumber daya air. pemegang izin melepaskan haknya Huruf b. Yang dimaksud dengan “kelompok masyarakat” misalnya kelompok petani pemakai air irigasi pada sistem irigasi yang sudah ada. berakhir. Cukup jelas.

Ambhara Hotel. Pengembangan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan melalui tahapan perencanaan dan pelaksanaan. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN f. dilaksanakan untuk meningkatkan kemanfaatan fungsi sumber daya air melalui pengembangan kemanfaatan sumber daya air. badan hukum atau badan pemegang izin dibubarkan atau dinyatakan pailit. Ayat (7) Cukup jelas. Yang dimaksud dengan “tidak melaksanakan kewajiban konservasi sumber daya air”. g. Ayat (8) Cukup jelas. Huruf g. atau tidak melaksanakan kewajiban konservasi sumber daya air. Cukup jelas. antara lain membiarkan air dan/atau sumber air menjadi rusak tanpa upaya untuk melakukan pencegahan atau penanggulangan. Bagian Keenam Pengembangan Sumber Daya Air (1) (2) Pasal 57 Pasal 57 Pengembangan sumber daya air meliputi semua upaya yang Cukup jelas. pemegang izin menyalahgunakan haknya untuk tujuan yang menyimpang dari tujuan semula.Pasca Harmonisasi. (7) Pembatalan hak sebagaimana dimaksud pada ayat (6) huruf e dapat dipulihkan kembali dalam hal pemegang izin telah memenuhi ketentuan dan syarat yang ditentukan dalam izin. dan/atau peningkatan ketersediaan air dan kualitas air. (8) Hak guna air sebagaimana dimaksud pada ayat (2) mulai berlaku setelah kegiatan penggunaan atau pengusahaan sumber daya air yang bersangkutan beroperasi. usaha Huruf f. Pasal 58 Pasal 58 72/109 .

dan d. Pelaksanaan pengembangan sumber daya air wajib dilakukan Ayat (2) melalui kegiatan survai. kekhasan dan aspirasi daerah dan masyarakat setempat. Cukup jelas. sesuai norma. daya dukung sumber daya air yang ada di wilayah sungai bersangkutan. (4) Pengembangan sumber daya air yang mempunyai dampak penting terhadap lingkungan hidup dikenakan ketentuanketentuan tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup. sosial dan Cukup jelas. (3) Rencana pengembangan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disusun dengan memperhatikan: a. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (1) Perencanaan pengembangan sumber daya air disusun untuk menghasilkan rencana yang berfungsi sebagai pedoman dan arahan dalam pelaksanaan pengembangan sumber daya air. (1) (2) (3) Pasal 59 Pasal 59 Pelaksanaan pengembangan sumber daya air dilakukan setelah Ayat (1) dinilai memenuhi kelayakan teknis. investigasi.Pasca Harmonisasi. lingkungan hidup. c. ekonomis. Masyarakat diikutsertakan dalam pelaksanaan pengembangan Ayat (3) sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (2). pedoman. dan tahapan rencana detail Cukup jelas. kemampuan pembiayaan. standar. kelestarian keanekaragaman hayati dalam sumber air bersangkutan. dan manual yang ditetapkan oleh Menteri atau menteri terkait. b. Keikutsertaan masyarakat dalam pengembangan 73/109 . (2) Rencana pengembangan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dimulai dengan kegiatan studi kelayakan. Ambhara Hotel.

(5) Modifikasi cuaca dilaksanakan setelah memperoleh izin dari Ayat (5) instansi yang membidangi meteorologi dan geofisika dan Cukup jelas. rencana pengembangan sumber daya air sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58 ayat (2) dapat ditinjau ulang. (3) Penyimpangan kondisi iklim atau cuaca sebagaimana Ayat (3) dimaksud pada ayat (2) dinyatakan oleh instansi yang Cukup jelas.Pasca Harmonisasi. (1) 74/109 . normal). Ambhara Hotel. agar masyarakat dapat mempersiapkan diri terhadap situasi yang diperkirakan akan turun hujan yang diakibatkan oleh adanya kegiatan modifikasi cuaca. (2) Kegiatan modifikasi cuaca yang ditujukan untuk menambah Ayat (2) volume air pada sumber air dan/atau mengendalikan curah Yang dimaksud dengan “penyimpangan kondisi iklim hujan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) hanya dapat atau cuaca” adalah kondisi iklim atau cuaca di luar dilaksanakan untuk menanggulangi dampak penyimpangan kondisi normal (di atas normal atau di bawah kondisi iklim atau cuaca terhadap masyarakat luas. (4) Program kegiatan modifikasi cuaca diberitahukan kepada Ayat (4) masyarakat sekurang-kurangnya 1 (satu) bulan sebelum Pemberitahuan kepada masyarakat dimaksudkan pelaksanaan program kegiatan modifikasi cuaca. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (4) Dalam hal sebagian besar masyarakat yang diperkirakan terkena dampak kegiatan pengembangan sumber daya air menyatakan keberatan. sumber daya air diwujudkan dalam bentuk memberikan masukan atau pertimbangan dalam proses pengambilan keputusan. Ayat (4) Cukup jelas. air dan/atau mengendalikan curah hujan yang diperkirakan dapat mengakibatkan masalah banjir dan kekeringan. membidangi meteorologi dan geofisika. Pasal 60 Pasal 60 Pengembangan teknologi modifikasi cuaca ditujukan untuk Ayat (1) kepentingan penelitian dan menambah volume air pada sumber Cukup jelas.

(2) Badan hukum. pedoman. Pasal 61 Pasal 61 (1) Pemanfaatan air laut di darat dilaksanakan Cukup jelas. (7) Pelaksanaan teknologi modifikasi cuaca dilakukan oleh penyedia jasa teknologi modifikasi cuaca dan/atau pengguna jasa teknologi modifikasi cuaca. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN disetujui oleh pemerintah kabupaten/kota dan/atau pemerintah provinsi yang bersangkutan. (6) Pelaksanaan teknologi modifikasi cuaca harus sesuai dengan norma. Ayat (6) Yang dimaksud dengan “lembaga/instansi yang membidangi teknologi modifikasi cuaca” adalah kementerian yang membidangi riset dan teknologi. Ambhara Hotel. sesuai dengan rencana pengelolaan sumber daya air di wilayah sungai bersangkutan. dan kriteria yang ditetapkan oleh lembaga/instansi yang membidangi teknologi modifikasi cuaca.Pasca Harmonisasi. Ayat (8) Cukup jelas. (8) Pengawasan terhadap pelaksanaan teknologi modifikasi cuaca sebagaimana dimaksud pada ayat (7). (9) Pemantauan dan evaluasi dampak kegiatan modifikasi cuaca menjadi tanggung jawab pemrakarsa. Ayat (9) Yang dimaksud dengan “dampak”. kelompok masyarakat. dan perseorangan yang memanfaatkan air laut di darat wajib memperoleh izin pemanfaatan dari Pemerintah atau pemerintah daerah yang berwenang atas pengelolaan sumber daya air di wilayah sungai bersangkutan. badan usaha. standar. dilakukan oleh lembaga/instansi yang membidangi teknologi modifikasi cuaca. Ayat (7) Cukup jelas. (3) Pemanfaatan air laut di darat yang diperkirakan menimbulkan dampak penting terhadap lingkungan hidup dikenakan ketentuan-ketentuan tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. 75/109 . meliputi dampak positif (manfaat) dan dampak negatif (kerugian).

1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN Bagian Ketujuh Pengusahaan Sumber Daya Air Pasal 62 Pengusahaan sumber daya air pada suatu wilayah sungai dilaksanakan berdasarkan rencana pengelolaan sumber daya air di wilayah sungai yang bersangkutan.Pasca Harmonisasi. Pasal 63 Pasal 63 76/109 . Pengusahaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan dengan memperhatikan fungsi sosial dan kelestarian lingkungan hidup. Ambhara Hotel. Pengusahaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilaksanakan setelah keperluan air untuk kebutuhan pokok sehari-hari dan pertanian rakyat dalam sistem irigasi yang sudah ada terpenuhi. 2006): Agar hal2 mengenai bencana alam disinkronkan dengan RUU Penanggulangan Bencana Alam yang sedang dibahas di DPR. Pengaturan mengenai pengusahaan sumber daya air diatur dalam peraturan pemerintah tersendiri. 27 Nov. Pasal 62 Cukup jelas. (1) (2) (3) (4) BAB VII PENGENDALIAN DAYA RUSAK AIR Bagian Pertama Umum Catatan Pak Oka (Hrm.

dan/atau i. terancamnya kepunahan jenis tumbuhan dan/atau satwa. air tanah. upaya penanggulangan pada saat terjadi bencana. erosi dan sedimentasi. Pengendalian daya rusak air yang terkait dengan air hujan. kekeringan. Rencana pengendalian sebagaimana dimaksud pada ayat (3) ditetapkan oleh Pemerintah dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya dengan melibatkan peran masyarakat. Daya rusak air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berupa: a. f. h. menyeluruh. banjir lahar dingin. upaya pencegahan sebelum terjadi bencana. Ambhara Hotel. g. upaya pemulihan akibat bencana. amblesan tanah. Pengendalian daya rusak air dilakukan berdasarkan rencana pengendalian yang disusun secara terpadu. air permukaan. b. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (1) (2) (3) (4) Pengendalian daya rusak air meliputi: a. wabah penyakit. c. (5) 77/109 . longsoran tanah. perubahan sifat dan kandungan kimiawi. d. biologi. dan fisika air. e. dan air laut yang berada di darat diatur Cukup jelas.Pasca Harmonisasi. c. terkoordinasi dan merupakan bagian dari rencana pengelolaan sumber daya air di wilayah sungai yang bersangkutan. banjir. b.

longsoran tanah. banjir lahar dingin.Pasca Harmonisasi. erosi dan sedimentasi. kekeringan. Pemerintah daerah wajib mengendalikan pemanfaatan kawasan rawan bencana di wilayahnya masing-masing dengan melibatkan masyarakat. Kawasan rawan bencana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi wilayah yang rawan banjir. Bagian Kedua Pencegahan Bencana (1) Pasal 64 Pasal 64 Dalam rangka melakukan pencegahan akibat daya rusak air. Penetapan kawasan rawan bencana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (3) dilaksanakan berdasarkan pedoman yang ditetapkan oleh Menteri atau menteri lainnya yang terkait sesuai dengan kewenangannya. amblesan tanah. terancamnya kepunahan jenis tumbuhan dan/atau satwa. perubahan sifat dan kandungan kimiawi. biologi dan fisika air. Pemerintah dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya menetapkan kawasan rawan bencana di setiap wilayah sungai. (2) (3) (4) (5) (6) 78/109 . 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN dalam peraturan pemerintah tersendiri. dan/atau wabah penyakit. Kawasan rawan bencana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibagi ke dalam zona-zona rawan bencana berdasarkan tingkat kerawanannya. Cukup jelas. Kawasan rawan bencana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menjadi masukan untuk penyusunan rencana tata ruang wilayah di wilayah bersangkutan. Ambhara Hotel.

Pemindahan penduduk sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan berdasarkan pada kesepakatan dengan penduduk bersangkutan. Peringatan dini untuk pencegahan bencana akibat daya rusak air dilakukan oleh pengelola sumber daya air dan Pemerintah dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya. Ambhara Hotel. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (1) (2) (3) Pasal 65 Pasal 65 Pemerintah dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan Cukup jelas.Pasca Harmonisasi. untuk pencegahan bencana akibat daya rusak air. Dalam hal tingkat kerawanan bencana mengancam keselamatan jiwa. Kawasan rawan bencana sebagaimana dimaksud pada ayat (3) untuk selanjutnya ditetapkan sebagai 79/109 (1) (2) (3) (4) (5) . Pasal 66 Pasal 66 Pemerintah dan/atau pemerintah daerah Cukup jelas. Sistem peringatan dini sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disusun dan ditetapkan berdasarkan pedoman yang ditetapkan oleh Menteri terkait sesuai dengan kewenangannya. sesuai dengan kewenangannya dapat melakukan pemindahan penduduk yang bermukim di kawasan rawan bencana dalam upaya pencegahan bencana akibat daya rusak air. Pemerintah dan/atau pemerintah daerah melakukan upaya penyelamatan penduduk yang bermukim di kawasan rawan bencana. kewenangannya menetapkan sistem peringatan dini di setiap wilayah sungai. Biaya yang timbul akibat upaya penyelamatan penduduk sebagaimana dimaksud pada ayat (3) menjadi tanggung jawab Pemerintah dan/atau pemerintah daerah.

Pasca Harmonisasi. Pasal 68 daerah sesuai dengan Cukup jelas. Pasal 67 Pasal 67 Pemerintah dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan Cukup jelas. atau satuan pelaksanaan penanggulangan bencana 80/109 . Ambhara Hotel. menyeluruh. satuan koordinasi pelaksanaan penanggulangan bencana provinsi. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN kawasan yang tertutup bagi permukiman. (1) Tindakan penanggulangan kerusakan dan/atau bencana akibat daya rusak air dilakukan dengan segera. sebagian dana dari biaya sebagai kontribusi untuk air di wilayah sungai yang Bagian Ketiga Penanggulangan Bencana Pasal 69 Pasal 69 Cukup jelas. dan terkoordinasi melalui suatu badan koordinasi penanggulangan bencana pusat. Pasal 68 Pemerintah dan/atau pemerintah kewenangannya mengupayakan alokasi jasa pengelolaan sumber daya air pencegahan bencana akibat daya rusak bersangkutan. kewenangannya melakukan penyebarluasan informasi dan penyuluhan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam rangka pencegahan bencana akibat daya rusak air. terpadu.

pemenuhan kebutuhan tempat penampungan sementara. (5) Pemerintah dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya menyatakan terjadinya suatu bencana. b. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN kabupaten/kota. (6) Pedoman penanggulangan kerusakan dan/atau bencana akibat daya rusak air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh Menteri atau menteri lain yang terkait. keselamatan jiwa manusia. (3) Rencana penanggulangan bencana akibat daya rusak air sebagaimana dimaksud pada ayat (2) disebarluaskan kepada masyarakat di wilayah bersangkutan oleh Pemerintah dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya. c. d. (2) Pemerintah dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya menyiapkan rencana penanggulangan bencana akibat daya rusak air. Ambhara Hotel. pemenuhan kebutuhan air dan pangan. (7) Pernyataan terjadinya suatu bencana sebagaimana dimaksud pada ayat (5) ditetapkan oleh gubernur atau bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya. (4) Penanggulangan bencana akibat daya rusak air dilakukan berdasarkan urutan prioritas: a. (9) Prosedur operasi standar penanggulangan kerusakan dan/atau bencana akibat daya rusak air ditetapkan di setiap provinsi dan kabupaten/kota oleh gubernur atau 81/109 .Pasca Harmonisasi. pemenuhan kebutuhan kesehatan dan sanitasi. (8) Pemerintah dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya mensosialisasikan pedoman penanggulangan kerusakan dan/atau bencana sebagaimana dimaksud pada ayat (6) kepada masyarakat.

(2) Pemerintah dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangan dan tanggung jawabnya mengupayakan pemulihan fungsi lingkungan hidup serta sarana dan prasarana umum yang terkena bencana. jaringan perpipaan. rekonstruksi. dan/atau melintasi sumber air. BAB VIII PERIZINAN DALAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR Pasal 71 Pasal 71 Perizinan dalam pengelolaan sumber daya air diperlukan untuk Yang dimaksud dengan “konstruksi yang melintasi kegiatan: sumber air” misalnya jembatan. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya. . b. dan/atau pembangunan. Bagian Keempat Pemulihan Akibat Bencana Pasal 70 (1) Pemulihan akibat bencana dilakukan melalui upaya rehabilitasi. pelaksanaan kontruksi pada di bawah sungai. jaringan kabel listrik/telepon yang melintas di atas atau a. penggunaan sumber daya air 82/109 Pasal 70 Cukup jelas. (3) Tindakan pemulihan daya rusak air diprioritaskan untuk memulihkan kembali fungsi sarana dan prasarana guna pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari. (10) Mekanisme dan tata kerja badan koordinasi penanggulangan bencana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan sesuai dengan peraturan perundangundangan.Pasca Harmonisasi. Ambhara Hotel.

(2) Pemberian izin sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan mempertimbangkan rekomendasi teknis dari pengelola sumber daya air wilayah sungai bersangkutan. 83/109 . dan cekungan air tanah dilaksanakan sesuai dengan peraturan pemerintah yang mengatur tentang sumber air yang bersangkutan. dan wilayah sungai strategis nasional. (5) Tata cara permohonan dan pemberian izin pelaksanaan konstruksi pada dan/atau melintasi sungai dan danau. wilayah sungai lintas negara. (4) Izin pelaksanaan konstruksi pada dan/atau melintasi sumber air yang terkait dengan penggunaan sumber daya air menjadi satu kesatuan dalam izin penggunaan sumber daya air. bupati/walikota untuk wilayah sungai dalam satu kabupaten/kota. Pasal 72 Pasal 72 (1) Izin pelaksanaan konstruksi pada dan/atau melintasi sumber Cukup jelas. Menteri untuk wilayah sungai lintas provinsi. b. (3) Izin pelaksanaan konstruksi pada dan/atau melintasi sumber air sebagaimana dimaksud dalam Pasal 71 huruf a untuk cekungan air tanah dilaksanakan sesuai dengan peraturan pemerintah yang mengatur tentang air tanah. modifikasi cuaca. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN untuk tujuan tertentu. c. gubernur untuk wilayah sungai lintas kabupaten/kota. waduk dan bendungan. rawa. air sebagaimana dimaksud dalam Pasal 71 huruf a untuk sumber air permukaan diberikan oleh: a.Pasca Harmonisasi. Ambhara Hotel.

maksud/tujuan pembangunan. dan alamat pemegang izin. (tiga) tahun terhitung sejak izin berlaku. e. (2) Izin dapat diubah ketentuannya apabila keadaan yang dipakai Ayat (2) sebagai dasar pertimbangan pemberian izin telah mengalami Yang dimaksud dengan “perubahan” dalam perubahan. f. sumber air berkewajiban untuk: 2. Pasal 74 Pasal 74 (1) Pemegang izin pelaksanaan konstruksi pada dan/atau melintasi Cukup jelas. membayar retribusi dan kompensasi 84/109 . g. jenis/tipe prasarana yang akan dibangun. gambar dan spesifikasi teknis bangunan. Ambhara Hotel. c. tempat konstruksi yang akan dibangun. metode pelaksanaan pembangunan. ketentuan ini. pekerjaan. d. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN Pasal 73 Pasal 73 (1) Izin pelaksanaan konstruksi pada dan/atau melintasi sumber air Ayat (1) sekurang-kurangnya memuat tentang: Cukup jelas. jadwal pelaksanaan pembangunan. misalnya karena perubahan kebijakan pengelolaan sumber daya air yang berkaitan dengan penggunaan ruang.Pasca Harmonisasi. (3) Izin pelaksanaan konstruksi dinyatakan batal apabila pemegang Ayat (3) izin tidak melaksanakan pembangunan selambat-lambatnya 3 Cukup jelas. b. mematuhi ketentuan-ketentuan dalam izin. 3. nama.

5. 8. 11. melindungi dan mengamankan prasarana sumber daya air disekitarnya. mencegah terjadinya pencemaran air akibat pelaksanaan konstruksi. memberikan tanggapan yang positif apabila timbul gejolak sosial masyarakat di sekitar lokasi kegiatannya. evaluasi. menjamin kelangsungan penggunaan sumber daya air bagi pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari masyarakat di sekitar lokasi kegiatan yang terganggu akibat pelaksanaan konstruksi. dan pemeriksaan. memberikan laporan pelaksanaan konstruksi kepada pemberi izin. 10. memulihkan kerusakan lingkungan hidup yang disebabkan oleh kegiatan konstruksi. 4. Ambhara Hotel. (2) Pemegang izin pelaksanaan konstruksi pada dan/atau melintasi sumber air hanya dapat membangun pada sumber air dan memanfaatkan ruang pada sumber air sebatas tempat bangunan yang telah disetujui rencana teknisnya oleh pengelola 85/109 . 6.Pasca Harmonisasi. 7. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN lainnya sebagai akibat dari pelaksanaan konstruksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. 9. pengawasan. memberikan akses untuk dilakukan pemantauan. melindungi dan memelihara kelangsungan fungsi sumber daya air.

pemenuhan keperluan irigasi pertanian Huruf c. diberikan oleh bupati/walikota. Cukup jelas. (3) Penggunaan sumber daya air untuk tujuan tertentu Ayat (3) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 71 huruf b meliputi Huruf a. usaha Huruf d.Pasca Harmonisasi. penggunaan sumber daya air untuk: Yang dimaksud dengan “mengubah kondisi a. c. dan 86/109 . d. Pasal 75 Pasal 75 (1) Izin penggunaan sumber daya air sebagaimana Ayat (1) dimaksud dalam Pasal 71 huruf b untuk sumber daya air Cukup jelas. pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari Huruf b. gubernur untuk penggunaan sumber daya air pada wilayah sungai lintas kabupaten/kota. usaha pengapungan. memperendah permukaan air mengubah kondisi alami sumber air. usaha transportasi air. rakyat di luar sistem irigasi yang sudah ada. bupati/walikota untuk penggunaan sumber daya air pada wilayah sungai dalam satu kabupaten/kota. pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari alami sumber air” misalnya dengan dan pertanian rakyat yang dilakukan dengan cara mempertinggi. c. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN sumber daya air. Ambhara Hotel. (2) Izin penggunaan sumber daya air sebagaimana Ayat (2) dimaksud dalam Pasal 71 huruf b pada cekungan air tanah Cukup jelas. yang dilaksanakan oleh kelompok orang dan badan sosial. pemenuhan untuk usaha pertanian. usaha pertambangan. b. Menteri untuk penggunaan sumber daya air pada wilayah sungai lintas provinsi. Cukup jelas. dan wilayah sungai strategis nasional. ketenagaan. wilayah sungai lintas negara. permukaan diberikan oleh: a. Cukup jelas. b. dan/atau membelokkan aliran air pada sumber air.

1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN e. rawa. c. Huruf e. Ayat (4) Cukup jelas. Ambhara Hotel. 87/109 . Yang dimaksud dengan “pemenuhan kebutuhan usaha lainnya adalah pemenuhan kebutuhan usaha di luar ketentuan a. misalnya pembangunan terminal bahan bakar minyak untuk usaha pelayanan bahan bakar transportasi air. pejabat yang berwenang paling lama 10 (sepuluh) tahun sesuai dengan pertimbangan keperluannya dan/atau jenis dan besar investasi. b. pemenuhan untuk kebutuhan usaha (4) Tata cara permohonan dan pemberian izin penggunaan sumber daya air pada sungai. dan d yang dilakukan pada sumber air. lainnya. Pasal 76 Pasal 76 (1) Jangka waktu izin penggunaan air ditetapkan oleh Cukup jelas.Pasca Harmonisasi. danau. waduk dan bendungan. (2) Jangka waktu izin penggunaan air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dimintakan perpanjangan oleh pemegang izin dengan mengajukan permohonan perpanjangan secara tertulis kepada pihak yang berwenang selambatlambatnya 3 (tiga) bulan sebelum jangka waktu izin tersebut berakhir. dan cekungan air tanah diatur dengan peraturan pemerintah tersendiri.

88/109 Pasal 77 sumber daya g. misalnya baku mutu air yang boleh dibuang ke sumber air. Huruf b. Cukup jelas. c. jadwal pengambilan air dari sumber air Huruf a. Cukup jelas. nama pekerjaan atas usaha serta alamat pemegang ditambahkan sesuai dengan jenis penggunaan hak. Yang dimaksud dengan “dimensi ruang”. Yang dimaksud dengan” jumlah air”.Pasca Harmonisasi. Huruf h Cukup jelas. jumlah air atau dimensi ruang pada sumber air. e. misalnya volume air atau volume air per satuan waktu. Ambhara Hotel. jangka waktu berlakunya izin. cara pengambilan dan/atau pembuangan. d. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (1) Pasal 77 Izin penggunaan air sekurang-kurangnya Ayat (1) memuat tentang: Ketentuan yang tercantum dalam izin dapat a. Cukup jelas. Cukup jelas. Huruf c. b. maksud/tujuan. digunakan. Cukup jelas. jadwal penggunaan dan melaporkannya. tempat penggunaan yang diizinkan. Huruf g. sumber daya air. spesifikasi teknis dari bangunan atau sarana yang Huruf e. misalnya luas tapak sumber air termasuk ruang di atasnya dalam satuan meter persegi (m2) atau hektar (ha). Huruf d. Cukup jelas. f. kewajiban untuk . h. Huruf f.

pembaharuan. b. Ayat (3) Yang dimaksud dengan “keadaan memaksa” adalah keadaan yang bersifat darurat. untuk pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari pada saat kekeringan yang luar biasa. Cukup jelas. (2) syarat-syarat perubahan. j. Cukup jelas. dan ketentuan hak dan kewajiban. Izin dapat diubah ketentuannya apabila keadaan yang dipakai sebagai dasar pertimbangan pemberian izin telah mengalami perubahan. pembekuan sementara. Ambhara Hotel. untuk mengatasi kerusakan mendadak yang terjadi pada prasarana sumber daya air. misalnya untuk penggelontoran sumber air di kawasan perkotaan yang tingkat pencemarannya sangat tinggi. Huruf j. Ayat (2) Yang dimaksud dengan “perubahan” dalam ketentuan ini. dan pembatalan izin. berkewajiban untuk: a. Huruf i. membayar biaya jasa pengelolaan sumber daya air yang dikenakan atas penggunaan sumber daya air sesuai ketentuan yang tercantum dalam izin dan membayar kewajiban keuangan lainnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan.Pasca Harmonisasi. (3) Pembekuan sementara izin penggunaan sumber daya air yang dikarenakan keadaan memaksa harus diberitahukan kepada pemegang izin selambat-lambatnya 2 (dua) minggu sebelum pembekuan dilaksanakan. pencabutan. misalnya karena ketersediaan air atau perubahan kebijakan pengelolaan sumber daya air yang dapat berpengaruh terhadap keseluruhan penggunaan sumber daya air pada wilayah sungai. 89/109 . mematuhi ketentuan-ketentuan dalam izin. Pasal 78 Pasal 78 (1) Pemegang izin penggunaan sumber daya air Cukup jelas. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN i.

memberikan akses untuk penggunaan sumber daya air dari sumber air yang sama bagi pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari masyarakat di sekitar lokasi kegiatannya. b. (2) Pemegang izin penggunaan sumber daya air berhak untuk: a. memberikan laporan kegiatan penggunaan sumber daya air secara berkala. Cukup jelas. memberikan akses kepada pihak yang berwenang untuk melakukan pemantauan.Pasca Harmonisasi. badan usaha. e. atau perseorangan berdasarkan izin dari pihak yang berwenang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60 ayat (5). h. d. i. pengawasan. dan pemeriksaan. membangun prasarana sumber daya air dan bangunan lainnya sesuai rencana teknis yang telah disetujui oleh pengelola sumber daya air. dan/atau daya air sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam izin. f. melindungi dan mengamankan prasarana sumber daya air. g. Ambhara Hotel. melakukan perbaikan kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh kegiatannya. c. 90/109 . melakukan usaha pengendalian dan pencegahan terjadinya pencemaran air. evaluasi. (1) Pasal 79 Pasal 79 Kegiatan modifikasi cuaca dapat dilakukan oleh badan hukum. sumber air. menggunakan air. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN melindungi dan memelihara kelangsungan fungsi sumber daya air.

Pasal 80 Pasal 80 Pemegang izin kegiatan modifikasi cuaca wajib: Huruf a. pemohon tidak melaksanakan kegiatan dalam periode waktu yang telah diberikan dalam izin penyelenggaraan. a. b. dan b. mengumumkan rencana pelaksanaan Pemberitahuan kepada masyarakat dimaksudkan kegiatan modifikasi cuaca kepada publik melalui media masa agar masyarakat dapat mempersiapkan diri dalam wilayah yang diperkirakan dapat terkena dampak. kegiatan beserta dokumen pendukung untuk keperluan Cukup jelas. Izin penyelenggaraan kegiatan modifikasi cuaca dapat dibatalkan oleh pihak yang berwenang dalam hal: a. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (2) Tata cara perizinan penyelenggaraan kegiatan modifikasi cuaca ditetapkan oleh menteri yang membidangi teknologi modifikasi cuaca.Pasca Harmonisasi. (1) Pasal 81 Pasal 81 Izin penyelenggaraan kegiatan Cukup jelas. menghadapai situasi yang diperkirakan akan turun selambat-lambatnya 2 (dua) minggu sebelum pelaksanaan hujan yang diakibatkan oleh kegiatan modifikasi kegiatan modifikasi cuaca dan sekurang-kurangnya 3 (tiga) hari cuaca. pemohon melanggar ketentuan 91/109 (2) . modifikasi cuaca berlaku selama 6 (enam) bulan sejak izin berlaku. monitoring dan evaluasi disampaikan kepada pihak yang berwenang memberi izin. menyampaikan laporan pelaksanaan Huruf b. berturut-turut. Ambhara Hotel.

dikelola oleh institusi yang membidangi sumber daya air. kebijakan sumber daya air. Informasi sumber daya air mengenai kegiatan sosial ekonomi budaya masyarakat yang terkait dengan sumber daya air selain sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dikelola oleh berbagai institusi sesuai dengan peraturan perundang-undangan. teknologi sumber daya air. Informasi kondisi hidrogeologis mencakup cekungan air tanah misalnya potensi air tanah dan kondisi akuifer atau lapisan pembawa air. hidrogeologis. misalnya jumlah penduduk. kebijakan sumber daya air. lingkungan pada sumber daya air dan sekitarnya. hidrometeorologis. Informasi kegiatan sosial ekonomi budaya masyarakat yang terkait dengan pengelolaan sumber daya air misalnya hukum dan kelembagaan. mata pencaharian. debit sungai. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN yang ditetapkan dalam izin. prasarana sumber daya air. (1) (2) (3) (4) Informasi sumber daya air mengenai kondisi hidrometeorologis Pasal 82 Ayat (1) Informasi kondisi hidrologis misalnya tentang curah hujan. peta zona pemanfaatan sumber air. Ayat (4) 92/109 . serta kegiatan sosial ekonomi budaya masyarakat yang terkait dengan sumber daya air. lingkungan pada sumber daya air dan sekitarnya. Informasi sumber daya air mengenai kondisi hidrologis. keberadaan masyarakat hukum adat. tingkat pendidikan. prasarana sumber daya air. penggunaan sumber daya air. program dan pendanaan. teknologi sumber daya air. penghasilna per kapita. Ayat (3) Informasi kegiatan sosial ekonomi budaya masyarakat yang terkait dengan sumber daya air dalam ketentuan ini. Ayat (2) Informasi lingkungan pada sumber daya air misalnya. Ambhara Hotel. dan kelembaban udara. BAB IX SISTEM INFORMASI Pasal 82 Informasi sumber daya air meliputi informasi mengenai kondisi hidrologis. serta kegiatan sosial ekonomi budaya masyarakat yang terkait dengan pelaksanaan pengelolaan sumber daya air.Pasca Harmonisasi. dan tinggi muka air pada sumber air. Informasi kondisi hidrometeorologis misalnya tentang temperatur udara. kecepatan angin.

Huruf a. Pengelolaan sistem informasi sumber daya air sebagaimana Ayat (3) dimaksud pada ayat (1) diselenggarakan oleh Pemerintah dan Cukup jelas. b. Cukup jelas. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (5) dikelola oleh instansi yang membidangi meteorologi dan geofisika. Pengelolaan sistem informasi sumber daya air sebagaimana Ayat (2) dimaksud pada ayat (1) dilakukan melalui tahapan: a. Ayat (5) Cukup jelas. Dalam rangka menjaga keakuratan. standar. pengoperasian. evaluasi sistem informasi sumber daya air. dan Huruf b. kebenaran. pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya. dan Ayat (6) ketepatan waktu atas data dan informasi yang disampaikan Cukup jelas. pemeliharaan. 93/109 . Informasi sumber daya air mengenai kondisi hidrogeologis dikelola oleh instansi yang membidangi air tanah. penyebarluasan data dan informasi. c. kebenaran. Cukup jelas. Pemerintah dan pemerintah daerah dalam menyediakan Ayat (5) informasi sumber daya air berkewajiban menjaga keakuratan.Pasca Harmonisasi. (1) (2) (3) (4) (5) (6) Pasal 83 Pasal 83 Pengelolaan sistem informasi sumber daya air meliputi Ayat (1) kegiatan perencanaan. Ambhara Hotel. Cukup jelas. Yang termasuk “data dan informasi” adalah data dan informasi dalam bentuk media elektronik dan media cetak. pengelola sumber daya air wajib mengikuti norma. Cukup jelas. Pemerintah dan pemerintah daerah menyediakan informasi Ayat (4) sumber daya air untuk diakses oleh pihak yang berkepentingan. penyimpanan dan pengolahan data. Huruf c. dan Cukup jelas. dan ketepatan waktu atas data dan informasi. pengambilan dan pengumpulan data. Cukup jelas.

wilayah sungai lintas negara. lembaga. organisasi. (9) Akses terhadap informasi sumber daya air yang bersifat khusus dapat dikenakan biaya jasa penyediaan informasi sumber daya air.Pasca Harmonisasi. menghimpun semua informasi sumber daya air yang dikelola oleh departemen dan institusi lain di tingkat nasional. Pemerintah dan pemerintah daerah dalam menjaga keakuratan data. dan informasi sebagai hasil analisis data yang memerlukan keahlian khusus. Ayat (8) Yang dimaksud dengan “pejabat yang berwenang” adalah pejabat yang ditetapkan oleh Menteri. dan manual pengelolaan sistem informasi. melakukan pembaharuan dan penerbitan informasi sumber daya air secara periodik. 94/109 . wilayah sungai lintas provinsi. Ayat (9) Yang dimaksud dengan “informasi sumber daya air yang bersifat khusus”. gubernur atau bupati/walikota untuk menyelenggarakan pengelolaan sistem informasi sumber daya air. Ayat (10) Cukup jelas. dan wilayah sungai strategis nasional. (10) Badan hukum. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (7) (8) pedoman. serta menghimpun informasi sumber daya air tingkat nasional. misalnya peta sumber daya air skala besar peta cekungan air tanah skala besar. Ambhara Hotel. Ayat (7) Cukup jelas. dan perseorangan yang melaksanakan kegiatan pengelolaan informasi berkaitan dengan sumber daya air menyampaikan laporan hasil kegiatannya kepada instansi Pemerintah dan pemerintah daerah yang bertanggung jawab di bidang sumber daya air. (1) Pasal 84 Pasal 84 Departemen mengelola sistem informasi sumber daya air pada Cukup jelas. Data yang dipakai sebagai informasi sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dianggap benar setelah disahkan oleh pejabat yang berwenang.

sektor dan pihak lain yang terkait di tingkat provinsi serta unit pelaksana teknis pengelola data dan informasi tingkat kabupaten/kota. sektor dan pihak lain yang terkait di tingkat pusat serta unit pelaksana teknis pengelola data dan informasi tingkat provinsi dan kabupaten/kota. dan kabupaten/kota. lintas negara. Ambhara Hotel. dinas provinsi melakukan koordinasi dengan dinas dan institusi lain yang terkait di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. (1) (2) (3) Pasal 85 Pasal 85 Dinas provinsi mengelola sistem informasi sumber daya air Cukup jelas. Dalam mengelola sistem informasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 95/109 . Dalam mengelola sistem informasi sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1). penyimpan. Departemen melakukan koordinasi dengan departemen dan institusi lain yang terkait di tingkat pusat. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (2) (3) Departemen berfungsi sebagai penyeleksi. penyaji dan penyebar data dan informasi yang dikompilasi dari pengelola sumber daya air di wilayah sungai lintas provinsi. provinsi. penyaji dan penyebar data dan informasi yang dikompilasi dari pengelola sumber daya air di wilayah sungai lintas kabupaten/kota. penyimpan. strategis nasional. untuk wilayah sungai lintas kabupaten/kota yang ada dalam provinsi bersangkutan dan menghimpun semua informasi sumber daya air pada tingkat provinsi. Dinas di tingkat provinsi berfungsi sebagai pemasok data dan informasi bagi unit pelaksana teknis pengelola data dan informasi tingkat nasional dan sekaligus sebagai penyeleksi.Pasca Harmonisasi.

Ambhara Hotel. Dinas di tingkat kabupaten/kota yang berfungsi sebagai pemasok data dan informasi bagi unit pelaksana teknis pengelola data dan informasi tingkat provinsi serta sebagai penyeleksi dan penyimpan data. (2) Unit pelaksana teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dibentuk sebagai organisasi tersendiri atau menjadi bagian dari unit dari pengelola sumber daya air. Pasal 87 Pasal 87 Pemerintah dan pemerintah daerah sesuai dengan Cukup jelas. Dalam mengelola sistem informasi sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1).Pasca Harmonisasi. pengatura n standar format penyediaan data dan informasi. penyaji dan penyebar informasi yang dikompilasi dari pengelola sumber daya air di wilayah sungai dalam kabupaten/kota serta sektor dan pihak lain yang terkait di tingkat kabupaten/kota bersangkutan. air untuk wilayah sungai dalam kabupaten/kota bersangkutan dan menghimpun semua informasi sumber daya air pada tingkat kabupaten/kota. kewenangannya dalam pengelolaan sistem informasi sumber daya air dapat membentuk unit pelaksana teknis. dinas kabupaten/kota melakukan koordinasi dengan dinas dan institusi lain yang terkait di tingkat kabupaten/kota. Pasal 88 Pasal 88 Pengelolaan sistem informasi sumber daya air diatur lebih lanjut Pedoman pengelolaan sistem informasi sumber daya air dalam pedoman yang ditetapkan oleh Menteri setelah antara lain meliputi: dikoordinasikan dengan menteri terkait. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (1) (2) (3) Pasal 86 Pasal 86 Dinas kabupaten/kota mengelola sistem informasi sumber daya Cukup jelas. (1) 96/109 . a.

e. Ambhara Hotel. evaluasi. pembiayaan untuk: a. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN b. b. BAB X PEMBIAYAAN Pasal 89 Pasal 89 Ayat (1) Pembiayaan pengelolaan sumber daya air ditetapkan Cukup jelas. pengump kompatibil (1) (2) (3) 97/109 . biaya pelaksanaan konstruksi. d. dan c. c. ulan data di lapangan. biaya sistem informasi. biaya pemantauan. dan pemberdayaan masyarakat. berdasarkan kebutuhan nyata pengelolaan sumber daya air. biaya operasi dan pemeliharaan. Pembiayaan pengelolaan sumber daya air Ayat (2) berdasarkan kebutuhan nyata sebagaimana dimaksud pada ayat Cukup jelas. (1) merupakan dana yang benar-benar dibutuhkan dalam pengelolaan sumber daya air.Pasca Harmonisasi. biaya perencanaan. itas sistem pengolahan data. Dana yang dibutuhkan dalam pengelolaan sumber Ayat (3) daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (2) mencakup jenis Cukup jelas.

Ayat (8) Cukup jelas. Ayat (7) Cukup jelas. dan pengendalian daya rusak air. evaluasi. pendayagunaan sumber daya air. serta biaya untuk pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya air. Ayat (4) Cukup jelas. dan pemberdayaan masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf e merupakan biaya yang dibutuhkan untuk pemantauan dan evaluasi pelaksanaan pengelolaan sumber daya air. 98/109 . Ayat (9) Yang dimaksud dengan “biaya pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya air”. Ayat (5) Cukup jelas. Ambhara Hotel. pengolahan. dan rencana pengelolaan sumber daya air. pendayagunaan sumber daya air. Biaya sistem informasi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf a merupakan biaya yang dibutuhkan untuk pengumpulan. Biaya pemantauan. Biaya pelaksanaan konstruksi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf c mencakup biaya untuk pelaksanaan fisik dan nonfisik kegiatan konservasi sumber daya air. upaya-upaya peningkatan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sumber daya air. dan pengendalian daya rusak air.Pasca Harmonisasi. Ayat (6) Cukup jelas. Biaya operasi dan pemeliharaan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf d merupakan biaya untuk operasi prasarana sumber daya air serta pemeliharaan sumber daya air dan prasarana sumber daya air. Biaya perencanaan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf b merupakan biaya yang diperuntukan bagi kegiatan penyusunan kebijakan. pola. antara lain pelatihan untuk kelompok masyarakat pemakai air. dan penyebarluasan informasi sumber daya air. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (4) (5) (6) (7) (8) (9) Setiap jenis pembiayaan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) mencakup pembiayaan untuk kegiatan konservasi sumber daya air. penyimpanan.

dan c. Anggaran swasta sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Ayat (3) huruf b merupakan keikutsertaan pembiayaan swasta dalam Keikutsertaaan pembiayaan swasta dalam pengelolaan sumber daya air. antara lain: membayar biaya jasa pengelolaan sumber daya air atas 1. pembangunan pembangkit listrik tenaga air.Pasca Harmonisasi. biaya yang dibebankan kepada pelaku kegiatan penambangan bahan galian golongan C yang karena usaha dan/atau kegiatannya memanfaatkan bahan galian golongan C di sumber-sumber air. anggaran swasta. pengelolaan sumber daya air misalnya dalam hal pembangunan dan pengoperasian prasarana pengolahan limbah untuk suatu kawasan industri. Anggaran pemerintah sebagaimana dimaksud pada ayat Ayat (2) (1) huruf a diperuntukkan bagi pembiayaan pengelolaan sumber Cukup jelas. 3. 2. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (1) (2) (3) (4) Pasal 90 Pasal 90 Sumber pembiayaan pengelolaan sumber daya air Ayat (1) dapat berasal dari: Cukup jelas. biaya yang dibebankan kepada pemakai areal 99/109 . b. hasil penerimaan biaya jasa pengelolaan sumber daya air. biaya beban limbah cair yang dibuang oleh pemanfaatan atau pengusahaan sumber daya air. daya air wilayah sungai. anggaran pemerintah. pelaku kegiatan yang karena usaha dan/atau kegiatannya membuang limbah cair ke sumbersumber air yang dikelola oleh pengelola sumber daya air. a. Hasil penerimaan biaya jasa pengelolaan sumber daya Ayat (4) air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c merupakan Termasuk dalam biaya jasa pengelolaan sumber dana yang dipungut dari pengguna sumber daya air yang wajib daya air. Ambhara Hotel.

4 Des. operasi dan pemeliharaan sumber daya air beserta prasarananya dan jasa pelayanan pengelolaan air di wilayah sungai lintas kabupaten/kota. Dana dari pemerintah kabupaten/kota digunakan untuk membayai pembangunan dan investasi. 2006: 100/109 . Pasal 91 Pasal 91 Usul Dep. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (5) Tata cara penerimaan dan penggunaan sumber pembiayaan sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) diatur sesuai dengan peraturan perundang-undangan.Pasca Harmonisasi. (2) Pembiayaan pengelolaan suatu wilayah sungai Ayat (2) dapat dilakukan melalui pola kerja sama antara Pemerintah. tanggung jawabnya. wilayah sungai lintas negara. Dana dari pemerintah provinsi digunakan untuk membiayai pembangunan dan investasi. 2006: Ayat (1) perlu dikutip secara lengkap dari UU SDA Pasal 79 ayat (1) atau Pasal Dana dari Pemerintah digunakan untuk membiayai 78 (2). operasi dan pemeliharaan sumber daya air beserta prasarananya (1) Pemerintah dan pemerintah daerah dan jasa pelayanan pengelolaan air di wilayah bertanggung jawab menyediakan anggaran untuk biaya sungai lintas provinsi. Usul Dep. operasi dan pemeliharaan sumber daya air beserta prasarananya dan jasa pelayanan pengelolaan air di wilayah sungai dalam kabupaten/kota. dan pemerintah kabupaten/kota sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Keuangan. pemerintah provinsi. Ambhara Hotel. pengelolaan sumber daya air sesuai dengan kewenangan dan dan wilayah sungai strategis nasional. Keuangan. Cukup jelas. 4 Des. yang memperoleh manfaat atas penggunaan tanah pada daerah manfaat sumber-sumber air. Ayat (5) Cukup jelas. pembangunan dan investasi.

dll  dimasukkan dalam ayat atau pasal terpisah. amortisasi dan bunga investasi. b. Pedoman perhitungan biaya jasa pengelolaan sumber 101/109 (1) (2) (3) (4) (5) (6) . BUMD.Pasca Harmonisasi. atau bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya. dimaksud dalam Pasal 89 ayat (4) didasarkan pada perhitungan ekonomi rasional yang dapat dipertanggungjawabkan. gubernur. Penetapan nilai satuan biaya jasa pengelolaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dilakukan oleh Menteri. bukan hanya mengatur untuk pemerintah dan pemda tetapi juga BUMN. Penentuan kelompok ekonomi pengguna sebagaimana dimaksud pada ayat (3) didasarkan pada jenis penggunaan dan tujuan penggunaan sumber daya air. dan d. Perhitungan ekonomi rasional yang dapat dipertanggungjawabkan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) didasarkan pada unsur: a. biaya depresiasi. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN perlu diciocokkan dengan UU SDA Pasal 78 (4). biaya pengembangan sumber daya air. Pasal 92 Pasal 92 Biaya jasa pengelolaan sumber daya air sebagaimana Cukup jelas. biaya operasi dan pemeliharaan. Nilai satuan biaya jasa pengelolaan sumber daya air untuk setiap jenis penggunaan sumber daya air didasarkan pada kemampuan ekonomi kelompok pengguna dan volume penggunaan sumber daya air. Ambhara Hotel. c.

Pasal 93 Yang dimaksud dengan “pengelola sumber daya air”. 2006 ayat (5) dan (6)  perlu dicantumkan bahwa dalam penetapan pedoman dan nilai satuan oleh Menteri perlu berkonsultasi dengan Menteri Keuangan. 2006  perlu ditambahkan BUMN BAB XI PENGAWASAN (1) Pasal 94 Pengawasan atas penyelenggaraan pengelolaan sumber daya air ditujukan untuk menjamin tercapainya kesesuaian antara pelaksanaan pengelolaan sumber daya air Pasal 94 Cukup jelas. 4 Des. Pasal 93 Pengelola sumber daya air berhak memungut dan menerima biaya jasa pengelolaan sumber daya air dari para pengguna jasa pengelolaan sumber daya air. Usul Dep. 102/109 . Keuangan. Ambhara Hotel. misalnya perusahaan umum pengelola sumber daya air. unit pelaksana teknis pengelola sumber daya air pada wilayah sungai. Usul Dep. menteri yang terkait dengan sumber daya air atau lembaga nondepartemen yang terkait dengan sumber daya air. 4 Des.Pasca Harmonisasi. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN daya air dan nilai satuan biaya jasa pengelolaan sumber daya air ditetapkan lebih lanjut oleh Menteri. Keuangan.

Penyelenggaraan pengawasan oleh Pemerintah atau pemerintah daerah dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. pengaduan. dan peningkatan penyelenggaraan pengelolaan sumber daya air. Ambhara Hotel. instansi berwenang. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (2) (3) (4) (5) (6) dengan semua ketentuan yang berlaku baik yang menyangkut ketentuan administratif. Laporan hasil pengawasan merupakan bahan/masukan bagi perbaikan. BAB XII SANKSI ADMINISTRASI Pasal 95 Cukup jelas. pemberian sanksi. Pasal 95 (1) Setiap orang atau badan usaha sebagai pemrakarsa atau pelaksana kegiatan pelaksanaan konstruksi atau pengusaha 103/109 . Pengawasan yang dilakukan oleh masyarakat dapat diwujudkan dalam bentuk laporan. penyempurnaan. Pihak yang berwenang wajib menindaklanjuti laporan hasil pengawasan sebagaimana yang dimaksud pada ayat (5). maupun substansi pengelolaan sumber daya air. dan bentuk-bentuk tindakan lainnya dalam rangka memperbaiki dan menyempurnaan penyelenggaraan pengelolaan sumber daya air. dan masyarakat.Pasca Harmonisasi. Pengawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan penyelenggaraan pengawasan yang dilakukan oleh pengelola sumber daya air. dalam bentuk peringatan. keuangan. dan gugatan kepada pihak yang berwenang dalam pengelolaan sumber daya air.

dikenakan sanksi penghentian sementara pelaksanaan kegiatan. d. Peringatan tertulis. (1) (2) Pasal 96 Pasal 96 Pemrakarsa pelaksanaan konstruksi yang tidak melakukan Cukup jelas. Pencabutan izin. Dalam hal pemrakarsa pelaksanaan konstruksi tidak mengindahkan peringatan tertulis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sebanyak 3 (tiga) kali berturut-turut dengan tenggang waktu masing-masing 7 (tujuh) hari kalender. b. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN atau pengelola sumber daya air dapat dikenai sanksi administratif berupa: a. Pembekuan izin. (3) Penyedia jasa konstruksi yang melanggar ketentuan peraturan pemerintah ini dikenakan sanksi sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan di bidang jasa konstruksi. Dalam hal pemrakarsa pelaksanaan konstruksi yang telah 104/109 (3) (4) . Dalam hal pemrakarsa pelaksanaan konstruksi yang telah dikenakan sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) selama 14 (empat belas) hari kalender dan tetap tidak melakukan upaya pemulihan dan perbaikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikenakan sanksi berupa pembekuan izin. Ambhara Hotel.Pasca Harmonisasi. c. upaya pemulihan dan perbaikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (4) dikenakan sanksi berupa peringatan tertulis. dan biaya pemulihan. Penghentian sementara pelaksanaan kegiatan. ganti kerugian yang ditimbulkan. (2) Selain pengenaan sanksi administratif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dikenai sanksi berupa ganti kerugian yang ditimbulkan dan biaya pemulihan.

Dalam hal pemegang izin pelaksanaan konstruksi yang telah dikenakan sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) selama 14 (empat belas) hari kalender dan tetap melakukan kegiatan dikenakan sanksi pencabutan izin. Ambhara Hotel. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN dikenakan sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) selama 14 (empat belas) hari kalender dan tetap tidak melakukan upaya pemulihan dan perbaikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikenakan sanksi berupa pencabutan izin.Pasca Harmonisasi. ketentuan Pasal 74 dikenakan sanksi berupa peringatan tertulis. Dalam hal pemegang izin pelaksanaan konstruksi yang telah dikenakan sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) selama 14 (empat belas) hari kalender dan tetap tidak melakukan perbaikan atas pelanggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikenakan sanksi pembekuan izin. Pasal 97 Pasal 97 Setiap orang atau badan usaha yang melanggar ketentuan Pasal 38 Cukup jelas. dan biaya pemulihan. ayat (4) dikenakan sanksi berupa ganti kerugian yang ditimbulkan dan biaya pemulihan. (1) (2) Pasal 98 Pasal 98 Pemegang izin pelaksanaan konstruksi yang melanggar Cukup jelas. Dalam hal pemegang izin pelaksanaan konstruksi tidak mematuhi peringatan tertulis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sebanyak 3 (tiga) kali berturut-turut dalam tenggang waktu masing-masing 7 (tujuh) hari kalender dikenakan sanksi berupa penghentian sementara kegiatan. ganti kerugian yang ditimbulkan. (3) (4) 105/109 .

Pasca Harmonisasi. Dalam hal pemegang izin penggunaan sumber daya air dan pelaksana pengembangan sumber daya air yang telah dikenakan sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) selama 14 (empat belas) hari kalender dan tetap tidak melakukan perbaikan atas pelanggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikenakan sanksi pembekuan izin. Pasal 100 Pasal 100 Pengelola sumber daya air yang melanggar ketentuan Pasal 83 Cukup jelas. Dalam hal pengelola sumber daya air tidak mematuhi peringatan tertulis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sebanyak 3 (tiga) kali berturut-turut dalam tenggang waktu 106/109 (1) (2) . 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (1) (2) (3) (4) Pasal 99 Pasal 99 Pemegang izin penggunaan sumber daya air yang melanggar Cukup jelas. ketentuan Pasal 78 ayat (1) dan pelaksana pengembangan sumber daya air yang melanggar ketentuan Pasal 59 ayat (2) dikenakan sanksi berupa peringatan tertulis. Ambhara Hotel. Dalam hal pemegang izin penggunaan sumber daya air dan pelaksana pengembangan sumber daya air yang telah dikenakan sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) selama 14 (empat belas) hari kalender dan tetap tidak melakukan perbaikan atas pelanggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikenakan sanksi pencabutan izin. ayat (6) dikenakan sanksi berupa peringatan tertulis. Dalam hal pemegang izin penggunaan sumber daya air dan pelaksana pengembangan sumber daya air tidak mematuhi peringatan tertulis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sebanyak 3 (tiga) kali berturut-turut dalam tenggang waktu masing-masing 7 (tujuh) hari kalender dikenakan sanksi penghentian sementara kegiatan.

undangan yang mengatur mengenai pengelolaan sumber daya air yang telah ada sepanjang tidak bertentangan dan belum diganti dengan yang baru berdasarkan peraturan pemerintah ini dinyatakan tetap berlaku. 107/109 . Ambhara Hotel.Pasca Harmonisasi. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (3) (4) masing-masing 7 (tujuh) hari kalender dikenakan sanksi berupa penghentian sementara pelaksanaan kegiatan. Dalam hal pengelola sumber daya air yang telah dikenakan sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) selama 14 (empat belas) hari kalender dan tetap tidak melakukan perbaikan atas pelanggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikenakan sanksi pembekuan izin. peraturan perundangCukup jelas. Dalam hal pengelola sumber daya air yang telah dikenakan sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) selama 14 (empat belas) hari kalender dan tetap tidak melakukan perbaikan atas pelanggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikenakan sanksi pencabutan izin. BAB XIII KETENTUAN PERALIHAN Pasal 101 Pasal 101 Dengan berlakunya peraturan pemerintah ini.

... selambatlambatnya 1 (satu) tahun sejak peraturan pemerintah ini berlaku.Pasca Harmonisasi. (2) Izin yang telah diterbitkan atau perjanjian yang telah disepakati berkaitan dengan penggunaan sumber daya air sebelum ditetapkan peraturan pemerintah ini.. 2. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN Pasal 102 Pasal 102 (1) Semua pihak yang tanpa izin telah melaksanakan penggunaan Cukup jelas. harus mengajukan permohonan izin kepada pihak yang berwenang. 108/109 ... Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 1981 tentang Iuran Pembiayaan Eksploitasi dan Pemeliharaan Prasarana Pengairan (Lembaran Negara Tahun 1981 Nomor . Tambahan Lembaran Negara Nomor .. Ambhara Hotel.. Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 1982 tentang Tata Pengaturan Air (Lembaran Negara Tahun 1982 Nomor ..... Pasal 103 Cukup jelas.). Ctt : dalam hal wadah koordinasi belum dibentuk akan ditetapkan oleh TKPSDA/PTPA dan diatur dalam aturan peralihan BAB XIV KETENTUAN PENUTUP Pasal 103 Pada saat peraturan pemerintah ini mulai berlaku: 1.... dinyatakan tetap berlaku sampai dengan masa berlakunya berakhir. Tambahan Lembaran Negara Nomor ...) dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.... sumber daya air dan pengusahaan sumber daya air.

.. Ctt : dalam hal wadah koordinasi belum dibentuk akan ditetapkan oleh TKPSDA dan diatur dalam aturan peralihan 109/109 . Ditetapkan di Jakarta Pada tanggal PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA ttd SUSILO BAMBANG YUDHOYONO Diundangkan di Jakarta Pada tanggal SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA ttd YUSRIL IHZA MAHENDRA Pasal 104 Cukup jelas.Pasca Harmonisasi. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN Pasal 104 Peraturan pemerintah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Agar setiap orang mengetahuinya.. memerintahkan pengundangan peraturan pemerintah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia. TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR ... Ambhara Hotel.... LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2007 NOMOR ..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful