P. 1
RPP Pengelolaan SDA.doc

RPP Pengelolaan SDA.doc

|Views: 9|Likes:
Published by MeddyDanial

More info:

Published by: MeddyDanial on Mar 26, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/14/2014

pdf

text

original

Pasca Harmonisasi, Ambhara Hotel, 1 Mei 2007

Rancangan PP Pengelolaan SDA

BATANG TUBUH

PENJELASAN

RANCANGAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR ........ TAHUN 2007 TENTANG PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, I. Menimbang : bahwa untuk melaksanakan Pasal 10, Pasal 11, Pasal 21, Pasal 22, Pasal 25, Pasal 27, Pasal 28, Pasal 31, Pasal 32, Pasal 38, Pasal 39, Pasal 42, Pasal 43, Pasal 44, Pasal 53, Pasal 54, Pasal 57, Pasal 58, Pasal 60, Pasal 61, Pasal 62, Pasal 63, Pasal 64, Pasal 69, Pasal 76, Pasal 81, dan Pasal 84 Undang–Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air perlu menetapkan peraturan 1.

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PENJELASAN ATAS RANCANGAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR ……. TAHUN 2007 TENTANG PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR

UMUM Pengaturan mengenai proses dan pelaksanaan pengelolaan sumber daya air yang menyeluruh, terpadu, dan berwawasan lingkungan hidup dalam peraturan pemerintah ini sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air dimaksudkan agar: a. pendayagunaan sumber daya air dapat diselenggarakan dengan menjaga kelestaraian
1/109

Pasca Harmonisasi, Ambhara Hotel, 1 Mei 2007

Rancangan PP Pengelolaan SDA

BATANG TUBUH

PENJELASAN

pemerintah tentang pengelolaan sumber daya air; Mengingat : 1. Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; 2. Undang–Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 32, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4377); MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN PEMERINTAH TENTANG PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR.

2.

fungsi sumber daya air secara berkelanjutan; b. terciptanya keseimbangan antara fungsi sosial, fungsi lingkungan hidup, dan fungsi ekonomi sumber daya air; c. tercapainya sebesar-besar kemanfaatan umum sumber daya air secara efektif dan efisien; d. terwujudnya keserasian untuk berbagai kepentingan dengan memperhatikan sifat alami air yang dinamis; e. terlindunginya hak setiap warga negara untuk memperoleh kesempatan yang sama untuk berperan dan menikmati hasil pengelolaan sumber daya air; dan f. terwujudnya keterbukaan dan akuntabilitas pengelolaan sumber daya air. Kebijakan pengelolaan sumber daya air dimaksudkan sebagai arahan strategis yang menjadi dasar dalam mengintegrasikan kepentingan pengembangan wilayah administrasi dengan pengelolaan sumber daya air yang berbasis wilayah sungai. Kebijakan pengelolaan sumber daya air disusun dengan memperhatikan kondisi wilayah administratif seperti perkembangan penduduk dan ekonomi, sosial budaya, serta kebutuhan air. Kebijakan pengelolaan sumber daya air disusun di tingkat nasional, provinsi, dan kabupaten/kota. Kebijakan pengelolaan sumber daya air di tingkat nasional menjadi acuan dalam penyusunan kebijakan pengelolaan sumber daya air di tingkat provinsi dan di tingkat kabupaten/kota secara
2/109

Pasca Harmonisasi, Ambhara Hotel, 1 Mei 2007

Rancangan PP Pengelolaan SDA

BATANG TUBUH

PENJELASAN

berjenjang. 3. Sumber daya air merupakan sumber daya alam yang terbaharui dan secara alami keberadaaannya di dalam wilayah hidrografis yang disebut daerah aliran sungai (DAS) mengikuti siklus hidrologis. Ketersediaan sumber daya air dalam setiap DAS sangat dipengaruhi kondisi cuaca dan hidrogeologi setempat, sehingga mengakibatkan adanya DAS dengan ketersediaan air melimpah dan DAS yang sangat kekurangan air. Untuk mewujudkan asas keseimbangan dan asas keadilan dalam pengelolaan sumber daya air maka untuk efektifitas dan efisiensi pengelolaannya perlu dilakukan penyatuan beberapa DAS dalam satu wilayah pengelolaan yang disebut wilayah sungai. Namun demikian, dengan mempertimbangkan efektifitas dan efisiensi pengelolaan suatu DAS dapat merupakan satu wilayah pengelolaan apabila mampu mencukupi kebutuhan sumber daya air di wilayahnya. Selain itu, dengan pertimbangan yang sama, kumpulan pulaupulau kecil dapat pula menjadi satu wilayah pengelolaan. Mengingat sumber daya air adalah sumber daya alam yang mempunyai sifat mengalir sehingga membentuk suatu sistem yang meliputi berbagai komponen sumber daya yang akan terkait satu sama lain. Dengan demikian, pengelolaan sumber daya air akan berdampak terhadap kondisi sumber daya lainnya dan sebaliknya pengelolaan sumber daya lainnya dapat berpengaruh terhadap kondisi sumber daya air. Oleh karena itu, agar pengelolaan berbagai sumber daya
3/109

4.

Pola pengelolaan sumber daya air disusun dengan memperhatikan kebijakan pengelolaan sumber daya air pada wilayah administrasi yang bersangkutan. Ambhara Hotel. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN tersebut dapat menghasilkan manfaat bagi masyarakat secara optimum. Pola pengelolaan sumber daya air merupakan kerangka dasar dalam merencanakan. 5. Pola pengelolaan sumber daya air dijabarkan dalam rencana pengelolaan sumber daya air.Pasca Harmonisasi. dan mengevaluasi kegiatan konservasi sumber daya air. Rencana pengelolaan sumber daya air merupakan rencana induk yang menjadi dasar bagi penyusunan program dan pelaksanaan kegiatan konservasi sumber 4/109 6. Rencana pengelolaan sumber daya air dilakukan melalui inventarisasi sumber daya air. proses penyusunannya harus dilakukan secara terbuka melalui perlibatan berbagai pihak yang berkepentingan dan ditetapkan oleh pihak yang berwenang. dan pengendaliaan daya rusak air pada wilayah sungai. memantau. yaitu berupa pola pengelolaan sumber daya air. . melaksanakan. pendayagunaan sumber daya air. Agar pola pengelolaan sumber daya air tersebut menjadi bingkai yang mengikat. penyusunan dan penetapan rencana pengelolaan sumber daya air. diperlukan suatu acuan pengelolaan terpadu antarinstansi dan antarwilayah. serta langkah operasional dalam pelaksanaan strategi pengelolaan sumber daya air. skenario dan strategi pengelolaan sumber daya air. Pola pengelolaan sumber daya air memuat tujuan beserta dasar pertimbangan pengelolaan sumber daya air.

daya dukung. pengawetan 5/109 8. Pelaksanaan kegiatan konservasi sumber daya air. operasi dan pemeliharaan sumber daya air tersebut dilaksanakan oleh Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya atau dengan saling bekerja sama antara Pemerintah dan pemerintah daerah atau antarpemerintah daerah. daya tampung. dan pengendalian daya rusak air yang meliputi upaya fisik dan nonfisik. dan pengendalian daya rusak air oleh masing-masing sektor dan wilayah administrasi. . dilakukan melalui pelaksanaan kontruksi prasarana sumber daya air. pendayagunaan sumber daya air. Kegiatan konstruksi. dan/atau penyempurnaan rencana tata ruang wilayah. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN daya air. pendayagunaan sumber daya air. serta dengan melibatkan masyarakat dan badan usaha. Rencana pengelolaan sumber daya air merupakan salah satu unsur dalam penyusunan.Pasca Harmonisasi. pendayagunaan sumber daya air. termasuk prakiraan kelayakan serta desain dasar upaya fisik. dan pengendalian daya rusak air. peninjauan kembali. Ambhara Hotel. dan fungsi sumber daya air dilakukan konservasi sumber daya air melalui kegiatan perlindungan dan pelestarian sumber air. operasi dan pemeliharaan sumber daya air yang meliputi pemeliharaan sumber air serta operasi dan pemeliharaan prasarana sumber daya air. 7. Untuk menjaga kelangsungan keberadaan. Rencana induk tersebut memuat pokok-pokok program konservasi sumber daya air.

dan pengusahaan sumber daya air. penanggulangan dan pemulihan akibat bencana dengan mengutamakan upaya pencegahan.Pasca Harmonisasi. Ambhara Hotel. pemindahan dan/atau penyelamatan penduduk yang bermukim di kawasan rawan bencana. pengembangan. Pengendalian daya rusak air perlu dilakukan terpadu. penyediaan. Pendayagunaan sumber daya air bertujuan untuk memanfaatkan sumber daya air secara berkelanjutan dengan mengutamakan fungsi sosial sumber daya air guna mewujudkan pemenuhan kebutuhan pokok kehidupan masyarakat akan air secara adil. dan terkoordinasi mencakup upaya pencegahan. serta pengendalian pencemaran air dengan mengacu pada pola pengelolaan sumber daya air. . Pemerintah atau pemerintah daerah wajib melibatkan peran masyarakat dalam pelaksanaan konservasi sumber daya air dengan menerapkan sistem insentif kepada masyarakat yang telah berperan dalam pelaksanaan konservasi sumber daya air serta disinsentif kepada masyarakat yang mengabaikan prinsip konservasi. Pemerintah atau pemerintah daerah sedapat mungkin mengutamakan kegiatan yang bersifat nonfisik daripada yang bersifat fisik serta mendorong kepada masyarakat untuk melakukan upaya pengawetan dan penghematan air. Pendayagunaan sumber daya air dilakukan melalui penatagunaan. Dalam pelaksanaan konservasi sumber daya air. pengelolaan kualitas air. Upaya pencegahan dilakukan dengan peringatan dini. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN air. penggunaan. 9. menyeluruh. serta penyebarluasan informasi dan penyuluhan kepada 6/109 10.

Kewajiban ini dikecualikan bagi penggunaan sumber daya air untuk kebutuhan pokok sehari-hari dan untuk pertanian rakyat. Pembebanan biaya jasa pengelolaan sumber daya air ini dimaksudkan sebagai instrumen agar masyarakat berhemat dalam penggunaan air serta 7/109 12. Untuk mendukung pengelolaan sumber daya air. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN masyarakat. Upaya penanggulangan diutamakan untuk keselamatan jiwa manusia dengan mengutamakan pemenuhan kebutuhan dasarnya dan bersifat segera. Biaya jasa pengelolaan air bukan merupakan pembayaran atas harga air. dan ketepatan waktunya. tetapi mengganti sebagian biaya yang diperlukan untuk pengelolaan sumber daya air. 11. kebenaran. . perlu dikelola secara terpadu sehingga informasi yang tersedia dapat terjamin keakuratan. Pemerintah dan pemerintah daerah menyelenggarakan sistem informasi sumber daya air sesuai dengan kewenangannya. Ambhara Hotel. serta dapat diakses oleh berbagai pihak yang berkepentingan.Pasca Harmonisasi. Sedangkan upaya pemulihan ditujukan untuk memfungsikan kondisi lingkungan hidup serta sarana dan prasarana umum yang terkena bencana. Pembiayaan pengelolaan sumber daya air diperlukan untuk mendukung terselenggaranya pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan. Pengguna sumber daya air wajib menanggung biaya jasa pengelolaan sumber daya air. Sistem informasi sumber daya air. yang merupakan jaringan informasi yang tersebar dan dikelola oleh berbagai institusi baik pada tingkat pusat maupun daerah.

Pasca Harmonisasi. Perizinan dalam penggunaan sumber daya air merupakan instrumen pengendalian untuk mewujudkan ketertiban pengelolaan sumber daya air dan melindungi hak masyarakat untuk memperoleh akses atas air bagi pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari dan pertanian rakyat dalam sistem irigasi yang sudah ada. serta menjamin hak ulayat masyarakat hukum adat setempat. 8/109 . 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN menumbuhkan rasa ikut memiliki sumber daya air ataupun prasarana sumber daya air. Ambhara Hotel. 13.

pendayagunaan sumber daya air. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN BAB I KETENTUAN UMUM II. 6. 3. 5. Air tanah adalah semua air yang terdapat dalam lapisan tanah atau batuan di bawah permukaan tanah. di atas. 1. 2. Kebijakan pengelolaan sumber daya air adalah arahan strategis untuk mengatasi masalah sumber daya air dan mengantisipasi perkembangan situasi dan kondisi sumber daya air. Sumber daya air adalah air. 4. pendayagunaan sumber daya air. dan pengendalian daya rusak 9/109 . dan pengendalian daya rusak air. melaksanakan. dan mengevaluasi kegiatan konservasi sumber daya air. Pola pengelolaan sumber daya air adalah kerangka dasar dalam merencanakan. dan daya air yang terkandung di dalamnya. PASAL DEMI PASAL Pasal 1 Pasal 1 Dalam peraturan pemerintah ini yang dimaksud dengan: Cukup jelas. Sumber air adalah tempat atau wadah air alami dan/atau buatan yang terdapat pada. ataupun di bawah permukaan tanah. Air permukaan adalah semua air yang terdapat pada permukaan tanah. dan air laut yang berada di darat. Air adalah semua air yang terdapat pada. Ambhara Hotel. Pengelolaan sumber daya air adalah upaya merencanakan. memantau. ataupun di bawah permukaan tanah. 8. air hujan. melaksanakan. termasuk dalam pengertian ini air permukaan. di atas.Pasca Harmonisasi. dan mengevaluasi penyelenggaraan konservasi sumber daya air. air tanah. 7. sumber air. memantau.

Pasca Harmonisasi, Ambhara Hotel, 1 Mei 2007

Rancangan PP Pengelolaan SDA

BATANG TUBUH

PENJELASAN

9.

10.

11.

12. 13.

14.

15.

air. Konservasi sumber daya air adalah upaya memelihara keberadaan, keberlanjutan keadaan, sifat dan fungsi sumber daya air agar senantiasa tersedia dalam kuantitas dan kualitas yang memadai untuk memenuhi kebutuhan mahluk hidup baik pada waktu sekarang maupun pada generasi yang akan datang. Pendayagunaan sumber daya air adalah upaya penatagunaan, penyediaan, penggunaan, pengembangan, dan pengusahaan sumber daya air secara optimal agar berhasil guna dan berdaya guna. Pengendalian daya rusak air adalah upaya untuk mencegah, menanggulangi, dan memulihkan kerusakan kualitas lingkungan yang disebabkan oleh daya rusak air. Daya rusak air adalah daya air yang dapat merugikan kehidupan. Wilayah sungai adalah kesatuan wilayah pengelolaan sumber daya air dalam satu atau lebih daerah aliran sungai dan/atau pulau-pulau kecil yang luasnya kurang dari atau sama dengan 2.000 km2. Daerah aliran sungai adalah suatu wilayah daratan yang merupakan satu kesatuan dengan sungai dan anak-anak sungainya, yang berfungsi menampung, menyimpan, dan mengalirkan air yang berasal dari curah hujan ke danau atau ke laut secara alami, yang batas di darat merupakan pemisah topografis dan batas di laut sampai dengan daerah perairan yang masih terpengaruh aktivitas daratan. Cekungan air tanah adalah suatu wilayah yang dibatasi oleh batas hidrogeologis, tempat semua kejadian hidrogeologis seperti proses pengimbuhan, pengaliran, dan pelepasan air tanah berlangsung.
10/109

Pasca Harmonisasi, Ambhara Hotel, 1 Mei 2007

Rancangan PP Pengelolaan SDA

BATANG TUBUH

PENJELASAN

16.

17. 18.

19.

20.

21.

22. 23.

24. 25.

26.

Konsultasi publik adalah kegiatan untuk menampung aspirasi para pihak yang berkepentingan dalam pengelolaan sumber daya air melalui dialog dan musyawarah. Pemulihan adalah upaya merehabilitasi suatu keadaan sehingga kembali pada fungsinya semula. Perlindungan sumber air adalah upaya pengamanan sumber air dari kerusakan yang ditimbulkan, baik akibat tindakan manusia maupun gangguan yang disebabkan oleh daya alam. Pengawetan air adalah upaya memelihara keberadaan dan ketersediaan air atau kuantitas air agar tersedia sesuai dengan fungsi dan manfaatnya. Pengelolaan kualitas air adalah upaya mempertahankan dan memulihkan kualitas air yang masuk dan yang berada di sumber air. Zona pemanfaatan sumber air adalah ruang pada sumber air yang dialokasikan, baik sebagai fungsi lindung maupun fungsi budidaya. Peruntukan air adalah penggolongan air pada suatu sumber air menurut jenis penggunaannya. Penyediaan sumber daya air adalah penentuan dan pemenuhan volume air persatuan waktu untuk memenuhi kebutuhan air dan daya air serta memenuhi berbagai keperluan sesuai dengan waktu, kualitas, dan kuantitas. Penggunaan sumber daya air adalah pemanfaatan sumber daya air dan prasarananya sebagai media dan/atau materi. Pengembangan sumber daya air adalah upaya peningkatan kemanfaatan fungsi sumber daya air untuk memenuhi kebutuhan air, dan/atau sumber air, dan/atau daya air. Modifikasi cuaca adalah upaya dengan cara memanfaatkan parameter cuaca dan kondisi iklim pada lokasi tertentu untuk
11/109

Pasca Harmonisasi, Ambhara Hotel, 1 Mei 2007

Rancangan PP Pengelolaan SDA

BATANG TUBUH

PENJELASAN

tujuan meminimalkan dampak bencana alam akibat iklim dan cuaca, seperti kekeringan dan/atau banjir. 27. Pengusahaan sumber daya air adalah upaya pemanfaatan sumber daya air untuk memenuhi kebutuhan usaha, seperti penggunaan air untuk bahan baku produksi, pemanfaatan potensinya, media usaha, ataupun penggunaan air untuk bahan pembantu produksi. 28. Masyarakat adalah seluruh rakyat Indonesia, baik sebagai orang perseorangan, kelompok orang, masyarakat adat, badan usaha, maupun yang berhimpun dalam suatu lembaga atau organisasi kemasyarakatan.  akan dicermati kembali  apakah akan dihilangkan? Setiap pasal yang menyebutkan masyarakat akan dicermati kembali untuk disesuaikan dengan konteks. Apakah masyrakat termasuk badan usaha?. 29. Pemerintah daerah adalah gubernur, bupati, atau walikota, dan perangkat daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah. 30. Pemerintah pusat, selanjutnya disebut Pemerintah, adalah Presiden Republik Indonesia yang memegang kekuasaan pemerintahan negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. 31. Departemen adalah departemen yang membidangi sumber daya air. 32. Menteri adalah menteri yang membidangi sumber daya air. 33. Menteri yang terkait dengan bidang sumber daya air atau kepala lembaga pemerintah nondepartemen yang terkait dengan bidang sumber daya air adalah menteri atau kepala lembaga pemerintah nondepartemen yang bidang tugasnya,
12/109

lingkungan hidup. perencanaan pengelolaan sumber daya air. Wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air adalah institusi tempat segenap pemilik kepentingan dalam bidang sumber daya air melakukan koordinasi dalam rangka mengintegrasikan kepentingan berbagai sektor. dan pemeliharaan sumber daya air. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN 34. operasi. perikanan. 36. pengendalian daya rusak air. Pasal 2 Pasal 2 Ruang lingkup pengaturan dalam peraturan pemerintah ini meliputi Cukup jelas. Dewan Sumber Daya Air Nasional adalah wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air tingkat nasional. dan teknologi modifikasi cuaca. wilayah. d. 35. penetapan kebijakan pengelolaan sumber daya air. pendayagunaan sumber daya air. air tanah. Dinas adalah organisasi pemerintahan di tingkat provinsi atau kabupaten/kota yang memiliki lingkup tugas dan tanggung jawab di bidang sumber daya air. c. e. meteorologi. konservasi sumber daya air. Pengelola sumber daya air adalah institusi yang diberi wewenang untuk melaksanakan pengelolaan sumber daya air. pertanian. pantai. 37. transportasi air. Ambhara Hotel. pelaksanaan konstruksi. 13/109 . b. antara lain meliputi fungsi pengelolaan hutan. g. dan para pemilik kepentingan dalam bidang sumber daya air. f. proses dan pelaksanaan pengelolaan sumber daya air yang terdiri dari: a. penyusunan pola pengelolaan sumber daya air.Pasca Harmonisasi. penataan ruang.

Pasal 4 Pasal 4 Kebijakan pengelolaan sumber daya air merupakan arahan strategis yang memuat visi. menyeluruh. dan prinsip pengelolaan sumber daya air. dan air laut yang berada di darat. dan berwawasan lingkungan hidup. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN BAB II LANDASAN PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR Bagian Kesatu Umum Pasal 3 Pasal 3 (1) Pengelolaan sumber daya air diselenggarakan secara Cukup jelas. terpadu. air hujan. Ambhara Hotel. provinsi. serta pola pengelolaan sumber daya air yang berbasis wilayah sungai. tujuan. (2) Pengelolaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berlandaskan pada kebijakan pengelolaan sumber daya air di tingkat nasional. 14/109 .Pasca Harmonisasi. dengan tujuan mewujudkan kemanfaatan sumber daya air yang berkelanjutan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. dan kabupaten/kota. Bagian Kedua Lingkup Kebijakan Pengelolaan Sumber Daya Air Pasal 5 Pasal 5 Yang dimaksud dengan “kebijakan pengelolaan sumber daya air” meliputi kebijakan pengelolaan air permukaan. air tanah.

Cukup jelas. hidrogeologis.Pasca Harmonisasi. Kebijakan pengelolaan sumber daya air di tingkat kabupaten/kota dirumuskan oleh wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air kabupaten/kota yang bernama dewan sumber daya air kabupaten/kota atau dengan nama lain. dan sosial budaya. Yang dimaksud dengan “kondisi masing-masing wilayah”. menteri. dan ditetapkan oleh bupati/walikota. Pasal 5a Kebijakan pengelolaan sumber daya air di tingkat nasional. Kebijakan nasional sumber daya air. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (1) Kebijakan pengelolaan sumber daya air mencakup aspek konservasi sumber daya air. provinsi. Kebijakan pengelolaan sumber daya air di tingkat provinsi dirumuskan oleh wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air provinsi yang bernama dewan sumber daya air provinsi atau dengan nama lain. yang selanjutnya disebut sebagai kebijakan nasional sumber daya air dirumuskan oleh Dewan Sumber Daya Air Nasional dan ditetapkan oleh Presiden. menjadi acuan bagi Ayat (3) penyusunan kebijakan pengelolaan sumber daya air di tingkat Cukup jelas. dan sistem informasi sumber daya air. misalnya kondisi hidrologis. pendayagunaan sumber daya air. Ambhara Hotel. atau kepala lembaga pemerintah nondepartemen yang terkait dengan bidang sumber daya air dalam menetapkan kebijakan sektoral yang terkait dengan sumber daya air. pengendalian daya rusak air. (1) (2) (3) (1) (2) Pasal 5b Kebijakan nasional sumber daya air sebagaimana dimaksud Ayat (2) pada Pasal 5 ayat (1) menjadi acuan bagi Menteri. yang disusun dengan memperhatikan kondisi masingmasing wilayah. hidrometeorologis. demografis. dan ditetapkan oleh gubernur. 15/109 .

rencana pembangunan provinsi. dijadikan sebagai acuan dalam penyusunan pola pengelolaan sumber daya air untuk menghindari terhentinya proses pengelolaan sumber daya air. maka kebijakan pengelolaan sumber daya air ditetapkan secara terintegrasi dalam kebijakan pembangunan provinsi atau kabupaten/kota. Pasal 5c Ayat (1) Dalam hal kebijakan pengelolaan sumber daya air belum tidak ditetapkan secara tersendiri. Pasal 5c Kebijakan pengelolaan sumber daya air dapat ditetapkan baik sebagai kebijakan tersendiri maupun atau terintegrasi ke dalam kebijakan pembangunan provinsi atau kabupaten/kota. Yang dimaksud dengan “terintegrasi” misalnya dituangkannya kebijakan pengelolaan sumber daya air dalam rencana tata ruang wilayah provinsi. Bagian Ketiga Pola Pengelolaan Sumber Daya Air 16/109 . dan rencana pembangunan kabupaten/kota. Ayat (3) Cukup jelas.Pasca Harmonisasi. Ayat (2) Yang dimaksud dengan “keselarasan” adalah bahwa kebijakan pengelolaan sumber daya air dapat mendukung atau sebagai bahan peninjauan kembali dan penyempurnaan kebijakan pembangunan di wilayah provinsi atau kabupaten/kota sesuai dengan keterbatasan sumber daya air. rencana tata ruang wilayah kabupaten/kota. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (3) Kebijakan pengelolaan sumber daya air di tingkat provinsi menjadi acuan bagi penyusunan kebijakan pengelolaan sumber daya air di tingkat kabupaten/kota. Ambhara Hotel. diupayakan keselarasannya dengan kebijakan pembangunan di wilayah provinsi atau kabupaten/kota. Perbaikan tgl 30 April 2007 (1) (2) Kebijakan pengelolaan sumber daya air yang ditetapkan secara tersendiri.

Pasca Harmonisasi, Ambhara Hotel, 1 Mei 2007

Rancangan PP Pengelolaan SDA

BATANG TUBUH

PENJELASAN

(1)

Pasal 7 Pola pengelolaan sumber daya air disusun dan ditetapkan sebagai kerangka dasar dalam pengelolaan sumber daya air di wilayah sungai dengan prinsip keterpaduan antara air permukaan dan air tanah, serta keseimbangan antara upaya konservasi sumber daya air dan pendayagunaan sumber daya air. Pola pengelolaan sumber daya air di wilayah sungai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (1) disusun sebagai berikut : a. Pola pengelolaan sumber daya air wilayah sungai lintas negara dan wilayah sungai strategis nasional disusun dengan memperhatikan kebijakan nasional sumber daya air dan kebijakan pengelolaan sumber daya air di tingkat provinsi dan/atau kabupaten/kota yang bersangkutan; b. Pola pengelolaan sumber daya air wilayah sungai lintas provinsi disusun dengan memperhatikan kebijakan pengelolaan sumber daya air di tingkat provinsi yang terkait; c. Pola pengelolaan sumber daya air wilayah sungai lintas kabupaten/kota disusun dengan memperhatikan kebijakan pengelolaan sumber daya air di tingkat kabupaten/kota terkait; dan d. Pola pengelolaan sumber daya air wilayah sungai dalam satu kabupaten/kota disusun dengan

Pasal 7 Ayat (1) Prinsip keterpaduan antara air permukaan dan air tanah merupakan keterpaduan dalam pengelolaannya yang diselenggarakan dengan memperhatikan wewenang dan tanggung jawab masing-masing instansi sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.

(2)

17/109

Pasca Harmonisasi, Ambhara Hotel, 1 Mei 2007

Rancangan PP Pengelolaan SDA

BATANG TUBUH

PENJELASAN

memperhatikan kebijakan pengelolaan sumber daya air di tingkat kabupaten/kota yang bersangkutan. Pasal 7b Pola pengelolaan sumber daya air sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (1) memuat: a. tujuan pengelolaan sumber daya air;

b.

dasar pertimbangan yang dipergunakan melakukan pengelolaan sumber daya air;

dalam

Pasal 7b Huruf a Yang dimaksud dengan “tujuan pengelolaan sumber daya air” adalah tujuan pelaksanaan pengelolaan sumber daya air pada wilayah sungai yang bersangkutan. Tujuan pengelolaan sumber daya air ditetapkan dengan memperhatikan kebijakan pengelolaan sumber daya air provinsi dan/atau kabupaten/kota yang sebagian atau seluruh wilayahnya berada dalam wilayah sungai yang bersangkutan. Penetapan tujuan pengelolaan sumber daya air perlu dilakukan dalam penyusunan pola pengelolaan sumber daya air sesuai dengan kondisi dan kebutuhan yang ada di wilayah sungai yang bersangkutan untuk mengatasi berbagai masalah yang berkaitan dengan sumber daya air dan dalam mendukung pembangunan wilayah. Huruf b. Dasar-dasar yang dipergunakan dalam merumuskan upaya pengelolaan sumber daya air, antara lain mencakup analisis kondisi yang ada, asumsi, standar, dan kriteria. Asumsi, standar, dan kriteria tersebut perlu ditetapkan secara jelas sehingga analisis dan perhitungan yang dilakukan mempunyai dasar yang jelas. Kejelasan tersebut diperlukan dalam penyusunan skenario, strategi, dan evaluasi pelaksanaan pengelolaan sumber daya air.
18/109

Pasca Harmonisasi, Ambhara Hotel, 1 Mei 2007

Rancangan PP Pengelolaan SDA

BATANG TUBUH

PENJELASAN

c.

beberapa skenario pengelolaan sumber daya air;

Huruf c. Skenario pengelolaan sumber daya air adalah asumsi kondisi pada masa yang akan datang yang mungkin terjadi di luar kemampuan kendali pengelola sumber daya air, misalnya kondisi perekonomian, perubahan iklim, dan politik. Huruf d. Strategi pengelolaan sumber daya air merupakan rangkaian upaya atau kegiatan pengelolaan sumber daya air untuk mencapai tujuan pengelolaan sumber daya air sesuai dengan skenario pengelolaan sumber daya air. Penyusunan strategi meliputi: merumuskan kegiatan pengelolaan sumber daya air secara fisik dan nonfisik; merumuskan prioritas sasaran; merumuskan urutan prioritas kegiatan. Kegiatan pengelolaan sumber daya air misalnya penetapan kelas air, upaya pemulihan kualitas air, upaya menambah tampungan air, pembangunan jaringan distribusi, dan upaya penghematan air. Huruf e. Langkah operasional untuk melaksanakan strategi pengelolaan sumber daya air adalah rangkaian kegiatan pendahuluan dan/atau kegiatan pendukung yang perlu dilakukan
19/109

d.

alternatif pilihan strategi pengelolaan sumber daya air untuk setiap skenario pengelolaan sumber daya air;

e.

langkah operasional untuk pengelolaan sumber daya air.

melaksanakan

strategi

Ketentuan ini dimaksudkan agar tercapai keterpaduan pengelolaan sumber daya air. sifat alami dan karakteristik sumber daya air dalam satu Huruf b. unsur wilayahnya.Pasca Harmonisasi. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN sehingga upaya dan kegiatan yang terdapat di dalam strategi pengelolaan sumber daya air dapat terlaksana. b. Pasal 8 (1) Pola pengelolaan sumber daya air sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (1) mengacu pada data dan/atau informasi mengenai: a. Ambhara Hotel. d. Huruf c. keberadaan masyarakat hukum adat setempat. 20/109 . dan unsur hubungan antara masyarakat tersebut dengan wilayahnya. Termasuk di dalam penyusunan langkah operasional ini adalah penyusunan pokok-pokok kebijakan operasional atau peraturan perundang-undangan yang diperlukan untuk melaksanakan pengelolaan sumber daya air. Pasal 8 Ayat (1) Huruf a. Cukup jelas. Huruf d. rekomendasi penyusunan instrumen untuk penghematan penggunaan air dan rekomendasi penyusunan instrumen untuk mendukung upaya konservasi sumber daya air (baku mutu air limbah yang boleh dibuang ke perairan umum). Misalnya. kebutuhan sumber daya air bagi semua pemanfaat di wilayah sungai yang bersangkutan. c. Keberadaan masyarakat hukum adat mencakup unsur masyarakatnya. penyelenggaraan pengelolaan sumber daya air yang dilakukan oleh Pemerintah dan/atau pemerintah daerah yang bersangkutan.

Ayat (5) Cukup jelas. (3) Pola pengelolaan sumber daya air yang sudah ditetapkan dapat ditinjau dan dievaluasi sekurang-kurangnya setiap 5 (lima) tahun sekali. (2) Pola pengelolaan sumber daya air ditetapkan untuk jangka waktu 20 (dua puluh) tahun. (3) Dalam hal pada wilayah sungai tersebut tidak atau belum terbentuk wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air. serta lingkungan hidup. Huruf f. Huruf e.Pasca Harmonisasi. Ayat (4) Cukup jelas. (1) f. Pasal 9 Pola pengelolaan sumber daya air wilayah sungai dalam satu kabupaten/kota disusun oleh bupati setelah berkonsultasi dengan instansi teknis dan unsur masyarakat terkait. (2) Bupati menetapkan pola pengelolaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dengan memperhatikan pertimbangan wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air pada wilayah sungai yang bersangkutan. aktivitas manusia yang berdampak terhadap kondisi sumber daya air. Cukup jelas. bupati/walikota dapat meminta pertimbangan wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air kabupaten/kota. e. kepentingan generasi masa kini dan mendatang. (4) Hasil peninjauan dan evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) menjadi dasar pertimbangan bagi penyempurnaan pola pengelolaan sumber daya air. Ayat (6) Cukup jelas. Ambhara Hotel. 21/109 . Pasal 9 Cukup jelas. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN kesatuan sistem hidrologis. Cukup jelas. Cukup jelas.

dan strategis nasional disusun oleh Menteri setelah berkonsultasi dengan instansi teknis dan unsur masyarakat terkait.Pasca Harmonisasi. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (4) Dalam hal pada kabupaten/kota tersebut tidak atau belum terbentuk wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air kabupaten/kota. (2) (3) 22/109 . Dalam hal pada wilayah sungai tersebut tidak atau belum terbentuk wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air. Menteri menetapkan pola pengelolaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berdasarkan pertimbangan wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air pada wilayah sungai bersangkutan. bupati/walikota dapat langsung menetapkan pola pengelolaan sumber daya air sesuai dengan rancangan sebagaimana dimaksud pada ayat (2). Pasal 10 Pola pengelolaan sumber daya air wilayah sungai lintas kabupaten/kota disusun oleh gubernur setelah berkonsultasi dengan instansi teknis dan unsur masyarakat terkait Gubernur menetapkan pola pengelolaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berdasarkan pertimbangan wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air pada wilayah sungai yang bersangkutan. Ambhara Hotel. Dalam hal pada wilayah sungai lintas provinsi atau strategis nasional dimaksud tidak atau belum terbentuk wadah Pasal 10 Cukup jelas. Pasal 11 Pola pengelolaan sumber daya air wilayah sungai lintas provinsi. gubernur dapat meminta pertimbangan wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air provinsi. lintas negara. (1) (2) (3) (1) Pasal 11 Cukup jelas.

BAB III PERENCANAAN PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR Bagian Pertama Umum Pasal 13 Perencanaan pengelolaan sumber daya air disusun sesuai dengan 23/109 Pasal 12 Cukup jelas. .Pasca Harmonisasi. Ambhara Hotel. pengelolaan sumber daya air pada wilayah sungai yang berada dalam wilayah negara kesatuan Republik Indonesia didasarkan pada pola pengelolaan sumber daya air yang ditetapkan oleh Menteri sebagaimana dimaksud pada ayat (2). Pengelolaan sumber daya air pada wilayah sungai lintas negara dilakukan sesuai dengan perjanjian dengan negara terkait berdasarkan pola pengelolaan sumber daya air yang ditetapkan oleh Menteri. (4) Pola pengelolaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (2) pada wilayah sungai lintas negara digunakan sebagai dasar penyusunan perjanjian dengan negara terkait. Pasal 13 Cukup jelas. Menteri dapat meminta pertimbangan wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air provinsi melalui gubernur terkait. (5) Dalam hal belum ada perjanjian dengan negara terkait. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN koordinasi pengelolaan sumber daya air. Pasal 12 Ketentuan mengenai pedoman teknis dan tata cara penyusunan pola pengelolaan sumber daya air sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 sampai dengan Pasal 11 diatur dengan peraturan Menteri.

tingkat erosi. Yang dimaksud dengan “potensi yang terkait 24/109 (1) (2) . penyusunan dan penetapan rencana pengelolaan sumber daya air. kondisi lingkungan hidup dan potensi yang terkait dengan Huruf b sumber daya air. Yang dimaksud dengan “kondisi lingkungan hidup yang terkait dengan sumber daya air” misalnya: kondisi daerah tangkapan air. keanekaragaman hayati pada sumber air. Yang dimaksud dengan “kuantitas sumber daya air” termasuk kuantitas penggunaan. Bagian Kedua Inventarisasi Sumber Daya Air Pasal 14 Pasal 14 Inventarisasi sumber daya air dimaksudkan untuk Ayat (1) mengumpulkan data dan informasi sumber daya air sebagai Cukup jelas. kimia. daerah rawan banjir. Inventarisasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 meliputi Ayat (2) pengumpulan data dan informasi tentang: Huruf a a. dan kebutuhan. Yang dimaksud dengan “kualitas sumber daya air” mencakup parameter fisik. dan kondisi sanitasi lingkungan. ketersediaan. b. kuantitas dan kualitas sumber daya air. kondisi daerah resapan air. dan biologi. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN prosedur dan persyaratan melalui tahapan yang ditetapkan dalam standar perencanaan yang berlaku secara nasional yang mencakup inventarisasi sumber daya air. dasar penyusunan rencana pengelolaan sumber daya air. serta kontinuitas sumber daya air.Pasca Harmonisasi. Ambhara Hotel.

25/109 kelembagaan pengelolaan sumber daya air. dan pariwisata. Cukup jelas. e. permukaan. (4) Rencana pengelolaan sumber daya air jangka panjang Ayat (4) d. kapasitas. perkotaan. Cukup jelas. Cukup jelas. (3) Rencana pengelolaan sumber daya air sebagaimana Ayat (3) dimaksud pada ayat (2) disusun untuk jangka panjang. sumber daya air. Bagian Ketiga Pasal 15 Penyusunan dan Penetapan Rencana Pengelolaan Ayat (1) Rencana pengelolaan sumber daya air terpadu disusun dengan memperhatikan wewenang dan Pasal 15 tanggung jawab masing-masing instansi sesuai (1) Rencana pengelolaan sumber daya air disusun secara dengan tugas pokok dan fungsinya. Huruf d. sumber air dan prasarana sumber daya air.Pasca Harmonisasi. dan . Data dan informasi tentang sumber air dan prasarana sumber daya air mencakup jenis. dengan sumber daya air” misalnya: ketersediaan potensi untuk pengembangan irigasi. terpadu pada setiap wilayah sungai berdasarkan pola pengelolaan sumber daya air. (2) Rencana pengelolaan sumber daya air sebagaimana Ayat (2) dimaksud pada ayat (1) disusun dengan Dalam hal cekungan air tanah melintasi wilayah mempertimbangkan penggunaan dan ketersediaan air sungai. dan kondisinya. Huruf c. kondisi sosial ekonomi masyarakat yang terkait dengan Huruf e. dan jangka pendek. jangka menengah. Ambhara Hotel. jumlah. industri. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN c. ketenagaan. pengelolaan cekungan air tanah tersebut tanah dalam cekungan air tanah pada wilayah sungai harus mempertimbangkan wilayah sungai yang tersebut dengan tetap mengutamakan penggunaan air terkait.

dalam pola pengelolaan sumber daya air. kesepakatan pemilihan strategi dilakukan secara bersama oleh wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air tingkat provinsi yang terkait. Ayat (5) Cukup jelas. dibentuk. Dalam hal wadah koordinasi sebagaimana dimaksud pada Ayat (2) ayat (1) pada wilayah sungai lintas provinsi tidak Cukup jelas. 26/109 .Pasca Harmonisasi. Rencana pengelolaan sumber daya air jangka pendek sebagaimana dimaksud pada ayat (3) merupakan rencana kegiatan pengelolaan sumber daya air masingmasing sektor dan wilayah administrasi yang terkait dengan wilayah sungai bersangkutan. Dalam hal wadah koordinasi sebagaimana dimaksud pada Ayat (3) ayat (1) pada wilayah sungai lintas negara tidak Cukup jelas. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (5) (6) sebagaimana dimaksud pada ayat (3) merupakan rencana induk pengelolaan sumber daya air yang berfungsi sebagai pedoman dan arahan dalam pelaksanaan konservasi sumber daya air. Ambhara Hotel. Cukup jelas. Ayat (6) Cukup jelas. dan pengendalian daya rusak air yang disusun secara terkoordinasi berbasis wilayah sungai. pendayagunaan sumber daya air. Rencana pengelolaan sumber daya air jangka menengah sebagaimana dimaksud pada ayat (3) merupakan program pengelolaan sumber daya air masing-masing sektor dan wilayah administrasi yang terkait dengan wilayah sungai bersangkutan. (1) (2) (3) Pasal 16 Pasal 16 Rencana induk pengelolaan sumber daya air Ayat (1) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 ayat (4) disusun Strategi terpilih merupakan kesepakatan wadah berdasarkan pilihan strategi yang disepakati oleh wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air yang koordinasi pengelolaan sumber daya air pada wilayah didapat dari beberapa pilihan strategi yang terdapat sungai yang bersangkutan.

terasering lahan. Upaya fisik dalam rencana induk pengelolaan sumber Ayat (2) daya air dilengkapi dengan desain dasar dan prakiraan Desain dasar memuat. letak dan perkiraan tipe dan ukuran bangunan. misalnya pembangunan bendungan.. Yang dimaksud dengan “upaya fisik”. (1) (2) Pasal 17 Pasal 17 Rencana induk pengelolaan sumber daya air memuat Ayat (1) upaya fisik dan nonfisik. misalnya pengaturan pola pemanfaatan lahan. misalnya tentang lokasi. 27/109 . reboisasi hutan. bendung. kesepakatan pemilihan strategi dilakukan secara bersama oleh wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air tingkat kabupaten/kota terkait atau oleh wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air tingkat provinsi. tata kelayakan. Ayat (5) Cukup jelas. Ambhara Hotel. Yang dimaksud dengan “upaya nonfisik”. Dalam hal wadah koordinasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) pada wilayah sungai lintas kabupaten/kota atau wilayah sungai strategis nasional lintas kabupaten/kota belum atau tidak dibentuk. Dalam hal wadah koordinasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) pada wilayah sungai lintas kabupaten/kota atau wilayah sungai strategis nasional lintas kabupaten/kota tidak dibentuk. pilihan strategi dilakukan oleh wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air tingkat provinsi.Pasca Harmonisasi. embung. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (4) (5) dibentuk. check dam. pengaturan tata guna lahan. kesepakatan pemilihan strategi dilakukan oleh wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air tingkat kabupaten/kota atau wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air tingkat provinsi. Ayat (4) Cukup jelas.

28/109 . Ayat (5) Cukup jelas.Pasca Harmonisasi. bangunan. gubernur. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN Cttn : desain dasar mencakup prakiraan kelayakan dijelaskan dalam penjelasan  prakiraan kelayakan bukan bagian dari desain dasar ketersediaan bahan bahan galian. oleh Menteri. rancangan rencana induk pengelolaan sumber daya air atau perubahannya wajib dilakukan konsultasi publik. wlayah sungai bersangkutan dan unsur lainnya Tim teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibentuk sesuai dengan kebutuhan. Ayat (2) Cukup jelas. Ambhara Hotel. (3) Ayat (6) Cukup jelas. Rencana induk pengelolaan sumber daya air disusun dengan berpedoman pada standar dan prosedur yang ditetapkan oleh Menteri (4) Sebelum penetapan dilakukan. atau bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya. (6) Rencana induk pengelolaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan untuk jangka waktu 20 (dua puluh) tahun. Cttn : mekanisme pengumpulan dan penentuan pendapat publik  diatur dalam pedoman (5) Informasi mengenai rancangan rencana induk pengelolaan sumber daya air disebarluaskan kepada masyarakat terlebih dahulu sebelum konsultasi publik dilaksanakan. lokasi buangan (1) (2) Pasal 18 Pasal 18 Rencana induk pengelolaan sumber daya air pada setiap Ayat (1) Keanggotaan tim teknis berasal dari unsur-unsur wilayah sungai disusun untuk jangka waktu 20 (dua terkait dengan pengelolaan sumber daya air di puluh) tahun oleh tim teknis. Ayat (4) Cukup jelas.

peninjauan kembali dan/atau penyempurnaan rencana tata ruang wilayah yang bersangkutan. penyusunan rencana induk pengelolaan sumber daya air diatur dengan peraturan Menteri. kelayakan dari kegiatan-kegiatan pengelolaan sumber daya air yang terdapat di dalam rencana induk pengelolaan sumber daya air yang dapat 29/109 (1) . 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (7) Rencana induk pengelolaan sumber daya air yang telah ditetapkan dapat ditinjau kembali paling sedikit setiap 5 (lima) tahun sekali. Ambhara Hotel. Rencana induk pengelolaan sumber daya air yang sudah ditetapkan merupakan bagian dari rencana strategis setiap sektor yang terkait sesuai dengan bidang kegiatan masing-masing sektor dan sebagai salah satu unsur dalam penyusunan. Pasal 20 Pasal 20 Rencana induk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 Ayat (1) ayat (4) ditindaklanjuti dengan melakukan studi Studi kelayakan merupakan kajian untuk menilai kelayakan.Pasca Harmonisasi. (8) Ayat (8) Cukup jelas. (9) Ayat (7) Cukup jelas. Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pelaksanaan konsultasi publik sebagaimana dimaksud pada ayat (5) diatur dengan peraturan Menteri Ayat (3) Cukup jelas. Pasal 19 Pasal 19 Ketentuan lebih lanjut mengenai pedoman teknis dan tata cara Cukup jelas.

Pasal 21 Pasal 21 (1) Studi kelayakan sebagaimana dimaksud dalam Ayat (1) Pasal 20 ditindaklanjuti dengan penyusunan Cukup jelas. oleh instansi terkait sesuai dengan lingkup tugas dan fungsi masing-masing dengan berpedoman 30/109 . (4) Studi kelayakan untuk upaya yang bersifat fisik harus dilengkapi dengan pra-desain struktur yang akan dibangun dan rencana pengadaan tanah dan/atau pemukiman kembali. c. kesiapan pembiayaan. sosial. b. Ayat (4) Cukup jelas. dan e. dilaksanakan dalam jangka menengah. kesiapan kelembagaan. Ayat (3) Cukup jelas. (2) Program dan rencana kegiatan sebagaimana Ayat (2) dimaksud pada ayat (1) disusun dan ditetapkan Cukup jelas. kelayakan teknis. kesiapan masyarakat untuk menerima rencana kegiatan. program dan rencana kegiatan pengelolaan sumber daya air. Ayat (2) Cukup jelas. keterpaduan antarsektor. Ayat (5) Cukup jelas. ekonomi. d. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (2) Studi kelayakan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dimaksudkan untuk menyeleksi kegiatan pengelolaan sumber daya air yang dapat dilakukan dalam jangka waktu 5 (lima) sampai dengan 10 (sepuluh) tahun. (3) Studi kelayakan mencakup : a. (5) Studi kelayakan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh instansi yang terkait dengan sumber daya air. dan lingkungan.Pasca Harmonisasi. Ambhara Hotel.

Cttn : perlu perbaikan rumusan tentang rincian kegiatan terkait dengan ayat 4  sudah diperbaiki (6) Penyusunan program dan rencana kegiatan pengelolaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. (3) Program pengelolaan sumber daya air mencakup rangkaian kegiatan pengelolaan yang dapat dilaksanakan untuk jangka waktu 5 (lima) tahun. (7) Rencana kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) diuraikan ke dalam rencana detail yang memuat rencana pelaksanaan konstruksi dan operasi dan pemeliharaan prasarana sumber daya air. Ayat (6) Apabila dalam rencana detail sebagaimana dimaksud pada ayat ini terdapat rencana pengadaan lahan/tanah. Ambhara Hotel. Ayat (3) Cukup jelas. Ayat (5) Cukup jelas. rencana detail tersebut mencakup juga rencana pembebasan tanah atau rencana pemukiman kembali. (5) Rencana kegiatan pengelolaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (4) merupakan kegiatan-kegiatan pengelolaan sumber daya air yang akan dilaksanakan dalam jangka waktu 1 (satu) tahun. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN pada rencana induk pengelolaan sumber daya air dan peraturan perundang-undangan. Ayat (4) Cukup jelas. 31/109 . Rencana kegiatan pengelolaan sumber daya air merupakan rincian kegiatan yang terdapat di dalam program pengelolaan sumber daya air untuk dilaksanakan secara tahunan.Pasca Harmonisasi. (4) Rencana kegiatan pengelolaan sumber daya air disusun berdasarkan program pengelolaan sumber daya air.

operasi dan pemeliharaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). rencana kegiatan. Pasal 22 Cukup jelas. (2) (3) (4) 32/109 . operasi dan pemeliharaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pemerintah atau pemerintah daerah dapat menugaskan pengelola sumber daya air untuk melaksanakan sebagian wewenang dan tanggung jawab dalam penyelenggaraan pelaksanaan konstruksi. dan ayat (6) disosialisasikan kepada pemilik kepentingan. operasi dan pemeliharaan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dilaksanakan sesuai dengan peraturan Ayat (7) Cukup jelas. ayat (2). Pelaksanaan konstruksi. program. Pelaksanaan konstruksi. Cttn : Akhir Pembahasan tgl. 23 Maret 2007  sudah diperbaiki pada tanggal 10 April 2007 Awal Pembahasan tgl 30 April 2007 BAB IV PELAKSANAAN KONSTRUKSI. Pemerintah atau pemerintah daerah dapat menugaskan pengelola sumber daya air. operasi dan pemeliharaan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat dilakukan dengan melibatkan peran masyarakat. Untuk melaksanakan sebagian wewenang dan tanggung jawab dalam penyelenggaraan pelaksanaan konstruksi. OPERASI DAN PEMELIHARAAN Pasal 22 (1) Pelaksanaan konstruksi. operasi dan pemeliharaan sumber daya air dilakukan berdasarkan program dan rencana kegiatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (2). ayat (3). 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (8) Studi kelayakan.Pasca Harmonisasi. Ambhara Hotel. dan rencana detail pengelolaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

operasi dan pemeliharaan sebagaimana lingkungannya. Pasal 23  akan direlokasi ke Pasal terakhir dari konstruksi & OP (1) Pasal 23 Ayat (1) Yang dimaksud dengan “untuk kepentingan sendiri”. pemeliharaan rutin dan air serta perbaikan kerusakan sumber air. operasi dan pemeliharaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. serta pengendalian daya rusak air b. Pasal 24 Pasal 24 (1) Pelaksanaan operasi dan pemeliharaan sumber daya air Ayat (1) terdiri atas: Prasarana sumber daya air meliputi prasarana yang berfungsi untuk konservasi dan pendayagunaan a. kelompok masyarakat. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN perundang-undangan. membangun masyarakat atas prakarsa sendiri dapat melaksanakan mikrohidro untuk memenuhi kebutuhan listrik bagi kegiatan konstruksi. Pemeliharaan sumber air dan prasarana sumber daya air dilakukan melalui kegiatan pencegahan dan perbaikan kerusakan dan/atau penurunan fungsi prasarana sumber daya air dan sumber air. Ayat (3) (2) Pemeliharaan sumber air dilakukan melalui kegiatan Yang dimaksud dengan “kegiatan pencegahan” pencegahan kerusakan dan/atau penurunan fungsi sumber mencakup. (3) Operasi dan pemeliharaan prasarana sumber daya air meliputi: Ayat (2) Cukup jelas. pengalokasian. berkala. pemeliharaan sumber air. misalnya membangun tampungan air untuk Badan usaha. (2) Pelaksanaan konstruksi. 33/109 . atau perseorangan memenuhi kebutuhan air bersih. antara lain. dan sumber daya air. dimaksud pada ayat (1) untuk kepentingan sendiri. serta penyediaan air dan sumber air. hidrologi. Penjelasan: Pemeliharaan sumber air ditujukan untuk menjamin kelestarian fungsi sumber daya air dan prasarana sumber daya air.Pasca Harmonisasi. operasi dan pemeliharaan prasarana termasuk sarana pendukungnya dan jaringan sumber daya air. Ayat (2) Cukup jelas. Ambhara Hotel. Operasi prasarana sumber daya air terdiri atas kegiatan pengaturan.

atau bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya setelah mendapat pertimbangan dari wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air. serta penyediaan air dan sumber air. kesepakatan dikoordinasikan melalui dewan atau wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN operasi prasarana sumber daya air yang terdiri dari kegiatan pengaturan. pemeliharaan prasarana sumber daya air yang terdiri dari kegiatan pencegahan kerusakan dan/atau penurunan fungsi prasarana sumber daya air serta perbaikan kerusakan prasarana sumber daya air Penjelasan: Operasi prasarana sumber daya air ditujukan untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya air dan prasarana sumber daya air. Ayat (4) Dalam hal di suatu wilayah sungai terdapat dewan atau wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air. (6) Rancangan sebagaimana dimaksud pada ayat (5) ditetapkan oleh Menteri. (4) Pelaksanaan operasi dan pemeliharaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) didasarkan atas rencana tahunan operasi dan pemeliharaan sumber daya air. (5) Rancangan rencana tahunan operasi dan pemeliharaan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) disusun oleh pengelola sumber daya air berdasarkan pedoman yang ditetapkan oleh Menteri. a. 34/109 . Penjelasan: Yang dimaksud dengan “rencana tahunan operasi dan pemeliharaan sumber daya air” adalah rencana untuk mengalokasikan sumber daya yang tersedia sesuai dengan kondisi prasarana sumber daya air dan perkembangan kebutuhan pengguna sumber daya air selama satu tahun. pengalokasian. b. gubernur. Ambhara Hotel. Pemeliharaan prasarana sumber daya air ditujukan untuk menjamin kelestarian fungsi prasarana sumber daya air.Pasca Harmonisasi.

pelaksanaan operasi dan pemeliharaan sumber daya air dilakukan oleh pihak-pihak yang membangun berdasarkan rencana tahunan operasi dan pemeliharaan sumber daya air sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 ayat (4).Pasca Harmonisasi. b. dan pemerintah kabupaten/kota Ayat (1) Kerja sama dalam pelaksanaan konstruksi dan/atau dapat melakukan kerja sama dalam pelaksanaan konstruksi operasi dan pemeliharaan misalnya: dan/atau operasi dan pemeliharaan. 35/109 . Pemerintah menyiapkan rencana teknis (detail desain) dan pemerintah daerah melaksanakan konstruksi. Pemerintah menyediakan dana untuk pemeliharaan dan pemerintah daerah menyediakan sumber daya untuk operasi. pemerintah provinsi. atau perseorangan atas prakarsa sendiri. Pasal 25 Pasal 25 (1) Pemerintah. Pelaksanaan operasi dan pemeliharaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan berdasarkan izin dari Pemerintah atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya. Ayat (2) Cukup jelas. Ayat (5) Bentuk peran serta misalnya masyarakat diikutsertakan untuk memelihara tanggul terkait dengan pemanfaatan lahan pada bantaran sungai Ayat (6) Cukup jelas. Pemerintah menyediakan pembiayaan konstruksi dan pemerintah daerah menyediakan lahan. kelompok masyarakat. c. (2) Dalam hal prasarana sumber daya air dibangun oleh badan usaha. Ambhara Hotel. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN Pasal 24b (1) Operasi dan pemeliharaan sumber daya air yang dilaksanakan oleh pemerintah dapat melibatkan peran masyarakat. a. Ayat (3) Cukup jelas. berdasarkan program dan rencana tahunan operasi dan pemeliharaan sumber daya air sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 ayat (4). (3) Setiap prasarana sumber daya air dilengkapi dengan manual operasi dan pemeliharaan.

pemerintah provinsi. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH Kerja sama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan memperhatikan pertimbangan dewan atau wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air yang bersangkutan. Kesepakatan kerja sama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dituangkan dalam bentuk keputusan bersama sesuai dengan peraturan perundang-undangan. tanggung jawab provinsi. Ambhara Hotel. (2) Pelaksanaan kerja sama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus berpedoman pada rencana induk dan/atau program pengelolaan sumber daya air yang telah ditetapkan di wilayah sungai yang bersangkutan. Pasal 26 Pasal 26 (1) Pemerintah. serta pengendalian daya rusak air. dan/atau c. pengembangan dan pengusahaan sumber daya air.Pasca Harmonisasi. dengan “kerja sama” dalam berupa pembagian peran dan antara Pemerintah. Ayat (6) Cukup jelas. atau pemerintah Cukup jelas. pendayagunaan sumber daya air. dan/atau Ayat (4) Cukup jelas. Ayat (2) Cukup jelas. (4) Pelaksanaan kerja sama sebagaimana dimaksud pada ayat (3) harus berpedoman pada rencana induk dan/atau program pengelolaan sumber daya air yang telah ditetapkan di wilayah sungai yang bersangkutan. b. (3) Kerja sama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukan dalam bidang: a. Ayat (5) Cukup jelas. PENJELASAN (2) Kerja sama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan memperhatikan kepentingan pemerintah provinsi dan/atau pemerintah kabupaten/kota dalam wilayah sungai bersangkutan. kabupaten/kota dapat melakukan kerja sama konstruksi dan/atau operasi dan pemeliharaan dengan pihak swasta dalam bidang konservasi sumber daya air. konservasi sumber daya air. pemerintah pemerintah kabupaten/kota (5) Pedoman pelaksanaan kerja sama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur lebih lanjut dengan peraturan Menteri melalui konsultasi dengan menteri terkait. (3) Kesepakatan kerja sama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) 36/109 . pengendalian daya rusak air. Ayat (3) Yang dimaksud ketentuan ini.

Pelaksanaan konstruksi prasarana sumber daya air serta operasi dan pemeliharaan sumber daya air memperhatikan ketentuan pengelolaan lingkungan hidup dan memenuhi persyaratan keselamatan dan kesehatan kerja sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan. pemrakarsa pelaksanaan konstruksi. Dalam hal pelaksanaan konstruksi prasarana sumber daya air serta operasi dan pemeliharaan sumber daya air menimbulkan kerusakan pada sumber air dan/atau lingkungan di sekitarnya.Pasca Harmonisasi. standar. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN dituangkan dalam bentuk perjanjian kerja sama pelaksanaan konstruksi. Sebelum konstruksi dan/atau operasi dan pemeliharaan prasarana sumber daya air dilaksanakan. Pasal 27 Pasal 27 Cukup jelas. pemrakarsa pelaksanaan konstruksi serta operasi dan pemeliharaan wajib melakukan upaya pemulihan atau perbaikan atas akibat kerusakan yang ditimbulkannya. kompensasi sebagai pengganti atas kerugian yang ditimbulkan. dan/atau pemeliharaan sesuai dengan peraturan perundangan. pemrakarsa menginformasikan kepada kelompok masyarakat yang diperkirakan terkena dampak kegiatan pelaksanaan konstruksi. Ganti kerugian sebagaimana dimaksud pada ayat (5) kompensasi (1) (2) (3) (4) (5) (6) 37/109 . serta operasi dan pemeliharaan wajib memberikan ganti kerugian yang ditimbulkan. operasi. dan manual yang ditetapkan oleh Menteri. pedoman. Dalam hal pelaksanaan konstruksi prasarana sumber daya air serta operasi dan pemeliharaan sumber daya air menimbulkan kerugian kepada masyarakat. Konstruksi prasarana sumber daya air serta operasi dan pemeliharaan sumber daya air dilaksanakan berdasarkan norma. Ambhara Hotel.

(3) Kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilaksanakan dengan mengacu pada pola pengelolaan sumber daya air pada setiap wilayah sungai. (2) Tujuan konservasi sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan melalui kegiatan: a. b. dalam bentuk dan cara yang sesuai dengan peraturan perundang- kesepakatan antara pemrakarsa dan pihak yang dirugikan. pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air.Pasca Harmonisasi. . Batas akhir pembahasan 30 April 2007 BAB V KONSERVASI Bagian Pertama Tujuan dan Lingkup Konservasi Pasal 28 (1) Konservasi sumber daya air ditujukan untuk menjaga kelangsungan keberadaan. dan c. pengawetan air. daya dukung. Ambhara Hotel. Bagian Kedua 38/109 Pasal 28 Cukup jelas. dan fungsi sumber daya air. perlindungan dan pelestarian sumber air. daya tampung. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN diberikan undangan.

misalnya pembuatan groundsill. dan/atau i. dan pemberdayaan masyarakat dalam perlindungan dan pelestarian sumber air. menampung air (retarding basin)). misalnya kegiatan yang bersifat pengaturan. Yang dimaksud dengan “kegiatan nonfisik” adalah kegiatan nonkonstruksi. penyuluhan. e. rehabilitasi hutan dan lahan. pengaturan daerah sempadan sumber air. dam pengendali sedimen. Yang dimaksud dengan “kegiatan fisik” adalah kegiatan konstruksi. Ambhara Hotel. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN Perlindungan dan Pelestarian Sumber Air Pasal 29 Pasal 29 (1) Perlindungan dan pelestarian sumber air dilakukan melalui: Ayat (1) a. pengendalian pemanfaatan sumber air. c. (4) Untuk menegakkan pelaksanaan perlindungan dan Ayat (4) 39/109 . dan kawasan pelestarian alam. kawasan suaka alam. termasuk daerah penampung air (situ. Yang dimaksud dengan “daerah tangkapan air” b. pemeliharaan kelangsungan fungsi resapan air dan Huruf a. h. (2) Perlindungan dan pelestarian sumber air dapat dilakukan Ayat (2) dengan kegiatan fisik dan nonfisik. dan tempat-tempat yang mempunyai fungsi d. daerah tangkapan air. embung. pengendalian pengolahan tanah di daerah hulu. g. perlindungan sumber air dalam hubungannya dengan kegiatan pembangunan dan pemanfaatan lahan pada sumber air.Pasca Harmonisasi. pengaturan prasarana dan sarana sanitasi. pengisian air pada sumber air. (3) Kegiatan perlindungan dan pelestarian sumber air Ayat (3) dilakukan dengan mengutamakan kegiatan yang lebih bersifat Cukup jelas. dan sumur resapan. f. nonfisik. pelestarian hutan lindung.

(6) Dalam melaksanakan perlindungan dan pelestarian sumber air sebagaimana dimaksud pada ayat (5). Pelaksanaan pemantauan dan pengawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dapat ditugaskan oleh Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air sesuai dengan tanggung jawabnya atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya kepada pengelola sumber daya air. • Tujuan perizinan akan dimasukkan ke dalam intro bab perizinan. Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air atau pemerintah daerah sesuai dengan wewenang dan tanggung jawabnya dapat melibatkan peran masyarakat. Pemantauan dan pengawasan dilakukan tidak hanya pada kepatuhan terhadap syarat-syarat perizinan tetapi juga terhadap dampak yang terjadi setelah kegiatan yang diizinkan dilaksanakan.Pasca Harmonisasi. (5) Perlindungan dan pelestarian sumber air sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dilakukan oleh Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air sesuai dengan tanggung jawabnya atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya. misalnya menyampaikan laporan dan/atau pengaduan kepada pihak Ayat (7) Keterlibatan masyarakat dalam pelaksanaan perlindungan dan pelestarian sumber air dapat berupa: . Catatan: • Ayat ini dihapus. . 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN pelestarian sumber air dilakukan melalui sistem perizinan.Pemberian kesempatan kepada masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya dalam rangka perizinan. 40/109 . substansi pemantauan dan pengawasan akan dimasukkan ke dalam masing2 kegiatan2 perlindungan dan pelestarian sumber air. Ayat (5) Cukup jelas.Pemberian kesempatan kepada masyarakat untuk melakukan pemantauan dan pengawasan. Ambhara Hotel. pemantauan dan pengawasan. Pemantauan dan pengawasan terhadap dampak ini dilakukan untuk mengevaluasi terhadap izin yang diberikan. Ayat (6) Cukup jelas. Penjelasan: Keterlibatan masyarakat dalam pemantauan dan pengawasan pelaksanaan perlindungan dan pelestarian sumber air dapat berupa pemberian kesempatan kepada masyarakat untuk melakukan pemantauan dan pengawasan .

Peraturan daerah provinsi untuk wilayah sungai lintas kabupaten/kota. e. Keputusan presiden untuk wilayah sungai lintas negara. (7) Dalam melaksanakan perlindungan dan pelestarian sumber air sebagaimana dimaksud pada ayat (5). Ayat (9) Cukup jelas. peraturan daerah kabupaten/kota untuk wilayah sungai dalam kabupaten/kota. Ayat (8) Yang dimaksud dengan “tempat-tempat penampungan air”. embung. misalnya situ. Ayat (11) Cukup jelas. dan/atau adat istiadat yang bersifat lokal dalam perlindungan dan pelestarian sumber air. f.Pasca Harmonisasi. Ambhara Hotel. Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air sesuai dengan tanggung jawabnya dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya menerapkan sistem insentif kepada daerah dan masyarakat yang melakukan perlindungan dan pelestarian sumber air. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN yang berwenang. Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya mempertahankan keberadaan tempat-tempat penampungan air dan memperhatikan kearifan lokal. Yang dimaksud dengan “kearifan lokal” adalah perbuatan. dan tempat-tempat yang mempunyai fungsi menampung air sementara (retarding basin). g. Peraturan daerah masing-masing provinsi untuk wilayah sungai lintas provinsi. (8) Ayat (10) Cukup jelas. (10) Pedoman penghitungan dan tata cara sistem insentif ditetapkan oleh Menteri. (9) Sistem insentif sebagaimana dimaksud pada ayat (8) ditetapkan dengan: d. kebiasaan. 41/109 .

(3) Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan wewenang dan tanggung jawabnya: a. d. c. Ambhara Hotel. (2) Kawasan yang berfungsi sebagai resapan air dan daerah tangkapan air Pemeliharaan kelangsungan fungsi resapan air dan daerah tangkapan air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menjadi salah satu acuan dimasukkan dalam penyusunan dan pelaksanaan rencana tata ruang wilayah. menetapkan kawasan yang berfungsi sebagai daerah resapan air dan daerah tangkapan air pada kawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). tangkapan air Pasal 30 (1) Pemeliharaan kelangsungan fungsi resapan air dan daerah tangkapan air dilakukan pada kawasan-kawasan yang ditetapkan berdasarkan rencana pengelolaan sumber daya air yang bersangkutan. menetapkan dan mengawasi pelaksanaan peraturan untuk melestarikan fungsi resapan air dan daerah tangkapan air pada kawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). menyelengga 42/109 . mengelola kawasan yang berfungsi sebagai daerah resapan air dan daerah tangkapan air. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN Paragraf 1 Pasal 30 Pemeliharaan kelangsungan fungsi resapan air dan daerah Cukup jelas. b.Pasca Harmonisasi.

dan/atau b. rakan program pelestarian fungsi resapan air dan daerah tangkapan air pada kawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)..Pasca Harmonisasi. mendorong dan melaksanakan pemberdayaan masyarakat dalam pelestarian fungsi resapan air dan daerah tangkapan air pada kawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). pelarangan untuk memanfaatkan sebagian atau seluruh sumber air pada kawasan suaka alam dan kawasan pelestarian alam. (5) (6) Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya menyelenggarakan program pelestarian fungsi resapan air dan daerah tangkapan air pada kawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya mendorong dan melaksanakan pemberdayaan masyarakat dalam pelestarian fungsi resapan air dan daerah tangkapan air pada kawasan-kawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). pengaturan melalui: a. dan kawasan pantai. Ambhara Hotel. 43/109 . 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN e. perizinan pemanfaatan sebagian atau seluruh sumber air tertentu. kawasan hutan. Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya menetapkan dan mengawasi pelaksanaan peraturan-peraturan untuk melestarikan fungsi resapan air dan daerah tangkapan air pada kawasan-kawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (7) (1) Paragraf 2 Pasal 31 Pengendalian Pemanfaatan Sumber Air Huruf a Pasal 31 Yang dimaksud “sumber air tertentu” adalah sumber air diluar kawasan suaka alam dan kawasan pelestarian Pengendalian pemanfaatan sumber air dapat berupa alam. dan menetapkan dan mengawasi pelaksanaan peraturan untuk melestarikan fungsi resapan air dan daerah tangkapan air pada kawasan-kawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (4) Menteri atau menteri yang terkait dengan pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan wewenang dan tanggung jawabnya melaksanakan pemantauan dan pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (3). f.

Ambhara Hotel. Huruf b. (2) Pengendalian pemanfaatan sumber air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan sesuai dengan ketentuan pemanfaatan zona pada sumber air yang bersangkutan. b. penambahan pengisian air dari suatu sumber air ke sumber air yang lain dalam suatu wilayah sungai atau dari wilayah sungai yang lain. Pengisian air pada sumber air dapat dilaksanakan antara lain dalam bentuk: a. pengimbuhan air ke lapisan air tanah (akuifer). (3) Dalam pelaksanaan perizinan dan pelarangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan pemantauan dan pengawasan berdasarkan ketentuan pemanfaatan zona pada sumber air yang bersangkutan. daerah aliran sungai melalui penatagunaan lahan. (4) Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya menyelenggarakan program pengendalian pemanfaatan sumber air. Pasal 32 Cukup jelas. Paragraf 3 Pasal 32 Ayat (1) Pengisian Air Pada Sumber Air Huruf a. Cukup jelas.Pasca Harmonisasi. peningkatan daya resap lahan terhadap air hujan di Huruf c. c. atau Peningkatan daya resap lahan dapat dilakukan antara lain melalui perbaikan vegetasi penutup 44/109 (1) . 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN Penjelasan: Huruf a Yang dimaksud “sumber air tertentu” adalah sumber air diluar kawasan suaka alam dan kawasan pelestarian alam.

Pasal 33 (1) Pengaturan prasarana dan sarana sanitasi dilakukan melalui: a. dan/atau 45/109 . penetapan pedoman pembangunan prasarana dan sarana sanitasi. Ayat (2) Ayat (3) Substansi peraturan daerah. (2) Bentuk lain dalam pelaksanaan pengisian air pada sumber air diatur dengan peraturan Menteri. pembangunan sistem instalasi pengolah air limbah terpusat pada setiap lingkungan.Pasca Harmonisasi. Paragraf 4 Pasal 33 Pengaturan Prasarana dan Sarana Sanitasi Cukup jelas. pembuangan air limbah melalui jaringan pengumpul air limbah pada kawasan perkotaan ke dalam sistem instalasi pengolah air limbah terpusat. d. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN pemanfaatan teknologi modifikasi cuaca untuk meningkatkan curah hujan dalam kurun waktu tertentu. Cukup jelas. pemisahan antara jaringan drainase dan jaringan pengumpul air limbah pada kawasan perkotaan. (4) Pelaksanaan pengisian air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c diatur melalui peraturan daerah. Ambhara Hotel. (3) Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya menyelenggarakan pengawasan dan pemantauan pelaksanaan pengisian air pada sumber air sebagaimana dimaksud pada ayat (1). c. b. Huruf d. d. serta pembuatan sumur resapan air hujan di kawasan permukiman. lahan dan pembuatan teras atau sengkedan. misalnya memuat ketentuan mengenai kewajiban membangun sumur resapan yang dikaitkan dengan persyaratan izin mendirikan bangunan.

huruf b. (3) Pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d diatur lebih lanjut oleh menteri yang bertanggung jawab dalam bidang lingkungan hidup setelah berkoordinasi dengan instansi menteri terkait. (4) Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya menyelenggarakan pengawasan dan pemantauan pelaksanaan pengaturan prasarana dan sarana sanitasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dan transportasi air untuk melindungi fungsi 46/109 . prasarana a. Pasal 34 Pengaturan kegiatan pembangunan pada (1) Perlindungan sumber air dalam hubungannya dengan sumber air bertujuan untuk melindungi fungsi dan keberadaan sumber air. kegiatan pembangunan pada sumber air. Catatan 1 Mei 2007:  spirit melarang membuang sampah ke sumber air akan dipindah ke pengendalian pencemaran??? (2) Pelaksanaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a. Ambhara Hotel.pengaturan terhadap pembangunan jembatan. Paragraf 5 Pasal 34 Perlindungan Sumber Air dalam Hubungannya dengan Kegiatan Ayat (1) Pembangunan dan Pemanfaatan Lahan pada Sumber Air Huruf a. dan huruf c diatur dengan mekanisme perizinan oleh pemerintah daerah yang bersangkutan. e. misalnya: kegiatan pembangunan dan pemanfaatan lahan pada sumber air dilakukan melalui pengaturan terhadap : . penerapan larangan membuang sampah pada sumber air. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN penerapan teknologi pengolahan air limbah yang ramah lingkungan.Pasca Harmonisasi. prasarana pariwisata. f.

Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya menyelenggarakan pengawasan dan pemantauan pelaksanaan perlindungan sumber air sebagaimana dimaksud pada ayat (1). pertanian. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN b. Huruf b. Pengaturan pemanfaatan lahan antara lain meliputi untuk kegiatan pertambangan. dan perikanan. Pasal 35 Pengendalian pengolahan tanah di daerah hulu dilakukan untuk: 47/109 . Ayat (3) Cukup jelas. kegiatan pemanfaatan lahan pada sumber air. (1) Paragraf 6 Pasal 35 Pengendalian Pengolahan Tanah di Daerah Hulu Cukup jelas. sumber air. Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya Penyelenggaraan perlindungan sumber air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya. Ambhara Hotel.Pasca Harmonisasi. .pengaturan terhadap pembangunan permukiman untuk menjaga keberadaan sumber air. (2) (3) (4) Perlindungan sumber air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan sesuai dengan ketetapan ketentuan pemanfaatan zona pada sumber air yang bersangkutan. Ayat (2) Cukup jelas.

(1) (2) . Pengaturan daerah sempadan sumber air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berupa penetapan batas sempadan sumber air dan penetapan pemanfaatan daerah sempadan 48/109 a. b.Pasca Harmonisasi. Pengendalian pengolahan tanah sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diutamakan pada lahan dengan tingkat kemiringan lereng sebesar 40 (empat puluh) prosen atau lebih. (2) Pengendalian pengolahan tanah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memperhatikan kaidah konservasi dan tetap mempertahankan fungsi lindung sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. mengurangi laju erosi tanah. Paragraf 7 Pasal 36 Pengaturan Daerah Sempadan Sumber Air Ayat (1) Pasal 36 Cukup jelas. mengurangi tingkat sedimentasi pada sumber air dan prasarana sumber daya air. Ambhara Hotel. Pengaturan daerah sempadan sumber air dilakukan untuk mengamankan dan mempertahankan fungsi sumber air serta prasarana sumber daya air. meningkatkan peresapan air ke dalam tanah. c. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN mencegah longsor. (3) Menteri atau menteri yang terkait dengan pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangan dan tanggung jawabnya menyelenggarakan pengawasan dan pemantauan pelaksanaan pengendalian pengolahan tanah di daerah hulu sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dan d.

(1) Ayat (3) Yang dimaksud dengan “daerah sempadan sumber air” adalah kawasan tertentu di sekeliling sumber air yang dibatasi oleh garis sempadan sumber air. Untuk mempertahankan fungsi daerah sempadan sumber air. Pedoman penetapan dan pemanfaatan daerah sempadan sumber air ditetapkan oleh Menteri. mencegah pembuangan air limbah yang tidak memenuhi baku mutu. Garis sempadan sumber air adalah garis maya batas luar perlindungan sumber air. Daerah sempadan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya setelah berkonsultasi dengan dewan atau wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air provinsi atau kabupaten/kota yang bersangkutan. Ayat (2) Cukup jelas. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (3) (4) sumber air. mencegah pendirian bangunan dan pemanfaatan lahan yang dapat mengganggu aliran air. Pasal 37 Pasal 37 Menteri atau menteri yang terkait dengan pengelolaan Cukup jelas. berdasarkan rekomendasi dewan atau wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air. b.Pasca Harmonisasi. mengurangi kapasitas tampung sumber air. Menteri atau menteri yang terkait dengan pengelolaan sumber daya air atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangan dan tanggung jawabnya: a. limbah padat. Ambhara Hotel. dan/atau limbah cair. atau tidak sesuai dengan 49/109 Untuk mempertahankan fungsi daerah sempadan sumber air setiap orang dan badan usaha melakukan upaya pencegahan terhadap: (2) . sumber daya air atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangan dan tanggung jawabnya mempertahankan fungsi daerah sempadan sumber air.

50/109 (1) (2) (3) . Ambhara Hotel. Rehabilitasi hutan rusak dapat dilakukan dengan Ayat (3) kegiatan yang menyeluruh dan terpadu. sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Pasal 38 Rehabilitasi hutan dan lahan daerah tangkapan air dilakukan pada hutan rusak dan lahan kritis. perbuatan menghidupkan atau memfungsikan kembali daerah sempadan sumber air. (3) Menteri atau menteri yang terkait dengan pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangan dan tanggung jawabnya menyelenggarakan pengawasan dan pemantauan pelaksanaan pengaturan daerah sempadan sumber air sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 ayat (1). manajemen budi daya hutan. baik melalui upaya Cukup jelas. Menteri atau menteri yang terkait dengan pengelolaan Ayat (2) sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan Cukup jelas. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN c. maupun kombinasi dari kegiatan dimaksud. cara. dan melakukan revitalisasi daerah sempadan sumber air.Pasca Harmonisasi. Paragraf 8 Pasal 38 Ayat (1) Rehabilitasi Hutan dan Lahan Cukup jelas. peruntukannya. vegetatif. Penjelasan: Yang dimaksud dengan “revitalisasi” adalah proses. baik di dalam maupun di luar kawasan hutan. kewenangan dan tanggung jawabnya melaksanakan rehabilitasi hutan dan lahan daerah tangkapan air sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

agronomis. air permukaan. Ambhara Hotel. Pelestarian Alam Pasal 39 (1) Pelestarian hutan lindung. dan kawasan pelestarian alam sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh Pemerintah atau pemerintah daerah sesuai 51/109 . Paragraf 9 Pasal 39 Pelestarian Hutan Lindung. (2) Pelestarian hutan lindung. antara lain termasuk pemilihan jenis tanaman budidaya dan teknis pengolahan lahan. Kawasan Suaka Alam.Pasca Harmonisasi. maupun kombinasi dari kegiatan-kegiatan tersebut. kawasan suaka alam. Ayat (5) Cukup jelas. dan (5)) (4) Rehabilitasi lahan kritis dapat dilakukan dengan kegiatan yang menyeluruh dan terpadu baik melalui upaya vegetatif. Menteri atau menteri yang terkait dengan pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangan dan tanggung jawabnya menyelenggarakan pengawasan dan pemantauan pelaksanaan rehabilitasi hutan dan lahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). kawasan suaka alam. Kehutanan agar sinkron dengan RPP RRHL (untuk ayat (3). 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN Catatan: akan diinformasikan oleh Pak Nas kepada Dep. dan budaya masyarakat. Yang dimaksud dengan “upaya agronomis”. Ayat (6) Cukup jelas. dan kawasan pelestarian alam dilakukan untuk memberikan perlindungan terhadap kawasan di bawahnya dalam rangka menjamin ketersediaan air tanah. dan unsur hara tanah. ekonomi. sipil teknis. dan Kawasan Cukup jelas. (5) (6) Kegiatan rehabilitasi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dan ayat (4) dilakukan melalui pendekatan sosial. antara lain meliputi kegiatan penghijauan dan reboisasi. (4). Ayat (4) Yang dimaksud dengan “upaya vegetatatif”.

(2). ketersediaan air atau kuantitas air. b. dan kawasan pelestarian alam sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pemerintah atau pemerintah daerah mengupayakan pemberdayaan masyarakat dalam menjaga pelestarian hutan lindung. Ambhara Hotel. Kehutanan agar sinkron dengan RPP RRHL (ayat (1). . 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (3) dengan kewenangannya dan peraturan perundang-undangan. Catatan: akan diinformasikan oleh Pak Nas kepada Dep. kawasan suaka alam. (3) Penyimpanan air sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a Ayat (3) 52/109 Ayat (6) Cukup jelas. kawasan suaka alam. a.Pasca Harmonisasi. dan/atau c. Bagian Ketiga Pengawetan Air Pasal 40 Pasal 40 Ayat (1) (1) Pengawetan air ditujukan untuk memelihara keberadaan dan Cukup jelas. dan (3)) (4) Menteri atau menteri yang terkait dengan pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangan dan tanggung jawabnya menyelenggarakan pengawasan dan pemantauan pelaksanaan pelestarian hutan lindung. sesuai dengan fungsi dan manfaatnya. (2) Pengawetan air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan Ayat (2) dengan cara: Cukup jelas. menghemat air dengan pemakaian yang efisien dan efektif. mengendalikan penggunaan air tanah. dan kawasan pelestarian alam. menyimpan air yang berlebihan di saat hujan untuk dapat dimanfaatkan pada waktu diperlukan.

dapat dilakukan pada Cukup jelas. wisata. 53/109 . (5) Menteri atau menteri yang terkait dengan pengelolaan sumber daya air atau pemerintah daerah sesuai dengan wewenang dan tanggung jawabnya mendorong masyarakat dalam pembuatan tampungan air hujan. Ayat (5) Cukup jelas. Ayat (4) Cukup jelas. atau kawasan lain yang mengubah fungsi resapan air.Pasca Harmonisasi. kolam. industri. dan embung di daerah yang memerlukannya. embung. misalnya perumahan. Catatan: akan dikonsultasikan oleh Bu Martini dengan Ditjen. kolam. (4) Pembuatan kolam dan/atau embung sebagaimana dimaksud pada ayat (3) merupakan bagian persyaratan dalam pemberian izin pengembangan kawasan atau lingkungan di daerah tertentu. Cipta Karya mengenai pembuatan tampungan air hujan sebagai persyaratan dalam pemberian izin pembangunan gedung dan perumahan. Pembuatan tampungan air hujan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) merupakan bagian persyaratan dalam pemberian izin pembangunan gedung dan perumahan. Batas akhir pembahasan Tanggal 1 Mei 2007 Ayat (4) Yang dimaksud dengan “kawasan atau lingkungan di daerah tertentu”. perdagangan. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN dapat dilakukan melalui pembuatan tampungan air hujan. Ambhara Hotel. Penjelasan: Pembuatan tampungan air hujan bangunan gedung dan perumahan. atau waduk.

Ambhara Hotel. transmisi” adalah pipa atau saluran pembawa air baku dari intake ke instalasi pengolahan air atau pipa pembawa air minum dari instalasi pengolahan air ke reservoir. penerapan tarif penggunaan air yang bersifat huruf a. jaringan distribusi dan unit pelayanan. Cukup jelas. Yang dimaksud dengan “jaringan distribusi” adalah jaringan perpipaan yang berfungsi membagi air sampai ke pelanggan atau ke unit pelayanan. Yang dimaksud dengan “unit pelayanan” adalah sambungan rumah atau hidran umum dimana pelanggan memperoleh air. penggunaan air yang efisien dan efektif untuk huruf b. segala macam kebutuhan. pencegahan kehilangan atau kebocoran air pada huruf c.Pasca Harmonisasi. b. pipa atau saluran transmisi. sumber air. instalasi Yang dimaksud dengan “pipa atau saluran pengolahan air. progresif. Cukup jelas. Yang dimaksud dengan “sambungan rumah” adalah bagian dari sistem penyediaan air minum 54/109 . (2) Penghematan air dapat dilakukan melalui: Ayat (2) a. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN Pasal 41 Pasal 41 (1) Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab Ayat (1) pengelolaan sumber daya air atau pemerintah daerah Cukup jelas. mendorong masyarakat untuk melakukan upaya penghematan air guna mencegah terjadinya krisis air. c. Yang dimaksud dengan “instalasi pengolahan air” adalah instalasi yang mengolah air baku menjadi air yang memenuhi persyaratan sebagai air minum.

pipa dinas. Yang dimaksud dengan “disinsentif”. (3) Menteri setelah berkonsultasi dengan menteri terkait menetapkan pedoman penghematan air. penurunan kualitas air Cukup jelas. (4) Pemerintah daerah menyelenggarakan upaya penghematan air sesuai kebutuhan daerahnya. dan h. tanah. secara pengembangan dan penerapan teknologi hemat huruf d. (2) Pengendalian penggunaan air tanah dapat dilakukan Ayat (2) dengan cara: huruf a. 55/109 . meter air. yang terdiri dari clamp saddle. Ambhara Hotel. Ayat (4) Cukup jelas. air.Pasca Harmonisasi. Cukup jelas. Ayat (3) Cukup jelas. Pasal 42 Pasal 42 (1) Pengendalian penggunaan air tanah dimaksudkan untuk Ayat (1) mencegah penurunan muka air tanah. huruf f. g. misalnya dengan memberlakukan sanksi atau kewajiban ekstra bagi pelaku boros air. Cukup jelas. berdasarkan pedoman sebagaimana dimaksud pada ayat (3). pemberian insentif bagi pelaku penghemat air. pemberian disinsentif bagi pelaku boros air. mendaur ulang air yang telah dipakai. f. dan penurunan fungsi cekungan air tanah. dan kran air. e. huruf h. menerapkan praktek penggunaan air berulang. misalnya dengan memberikan kemudahan dalam penggunaan peralatan hemat air. Yang dimaksud dengan “insentif”. d. huruf e. huruf g. Cukup jelas. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN yang langsung melayani pelanggan air minum.

menerapkan tarif progresif penggunaan air tanah sesuai dengan tingkat konsumsi. mengutamakan penggunaan air tanah untuk kebutuhan pokok sehari-hari di atas keperluan lainnya. melarang pengambilan air tanah baru dan mengurangi secara bertahap pengambilan air tanah yang sudah ada di zona kritis air tanah. huruf b. c. penggunaan air untuk tujuan usaha dikenakan tarif dengan harga satuan yang lebih tinggi daripada penggunaan air untuk rumah tangga. mengutamakan penggunaan air dari sumber air permukaan. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN a. Cukup jelas. memperhatikan keseimbangan pengimbuhan. huruf f. d. dalam hal sumber air permukaan terbatas ketersediaannya. dan pelepasan air tanah. mengurangi alokasi pengambilan air tanah baru pada zona rawan air tanah. Yang dimaksud dengan “tarif progresif penggunaan air tanah” misalnya penggunaan air dalam jumlah besar terkena tarif dengan harga satuan yang lebih tinggi daripada pengguna air dalam jumlah kecil. penurunan muka tanah (land subsidence). pengaliran. Cukup jelas.Pasca Harmonisasi. . menerapkan sistem perizinan dalam penggunaan air tanah. huruf e. Ambhara Hotel. Kriteria:  Rawan apabila penurunan muka air tanah mencapai 40% sampai 56/109 f. Cukup jelas. huruf c. Cukup jelas. huruf d. g. b. huruf g. Cukup jelas. e. Zona rawan air tanah dan zona kritis air tanah ditandai dengan gejala sebagai berikut: penurunan muka air tanah. intrusi air laut.

(5) Pengaturan lebih lanjut tentang pengendalian penggunaan air tanah diatur dengan peraturan pemerintah tersendiri.000 sampai dengan 1.000 mg/liter (DHL lebih besar dari 1.000 sampai dengan 10.Pasca Harmonisasi. (1) Pasal 43 Pasal 43 Ayat (1) Pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air Yang dimaksud dengan mempertahankan dan ditujukan untuk mempertahankan dan memulihkan kualitas air memulihkan kualitas air antara lain dengan cara yang masuk dan yang berada pada sumber-sumber air. dan kenaikan kandungan zat padat terlarut antara 10.500 µS/cm) dari kondisi awal. Bagian Keempat Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air Ayat (3) Cukup jelas. 57/109 . Ayat (5) Cukup jelas. Kritis apabila penurunan muka air tanah lebih besar dari 60%. (3) Larangan dan pengurangan pengambilan air tanah sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf g diikuti dengan upaya penyediaan air untuk kebutuhan pokok sehari-hari oleh pengelola sumber daya air.500 µS/cm) dari kondisi awal. memelihara kondisi kualitas air yang terdapat dalam kawasan lindung. (4) Pemerintah atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya mengatur pengendalian penggunaan air tanah sebagaimana dimaksud pada ayat (2).000 sampai dengan 100. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN  dengan 60%. dan kenaikan kandungan zat padat terlarut antara 1.000 mg/liter (DHL 1. mata air sebagaimana kondisi alamiahnya dan pelestarian fungsi air melalui penetapan standar baku mutu air. Ayat (4) Cukup jelas. Ambhara Hotel.

d. Huruf d. Ayat (3) Huruf a.Pasca Harmonisasi. aerasi pada sumber air dan melalui prasarana sumber daya air. perbaikan fungsi lingkungan untuk mengendalikan kualitas air. pengendalian kerusakan sumber air. Huruf e. penanggulangan pencemaran air pada sumber air. pemanfaatan organisme dan mikro-organisme yang dapat menyerap bahan pencemar pada sumber air dan prasarana sumber daya air. Huruf b. penetapan kelas air dan baku mutu air pada sumber air.memperkecil tingkat erosi tanah. b. Organisme atau mikro-organisme yang dapat menyerap bahan pencemar dapat diupayakan dengan cara menanam. b. Ambhara Hotel. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (2) Perbaikan kualitas air pada sumber air dan prasarana sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh Pemerintah atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya melalui: a. Huruf b. antara lain: .melakukan purifikasi diri air. Huruf c Pengendalian kerusakan sumber air misalnya pencegahan terjadinya penggerusan palung atau dasar sungai yang menyebabkan kekeruhan air. . Cukup jelas. mengembangbiakkan. Fungsi lingkungan adalah kemampuan alam untuk. pemantauan kualitas air pada sumber air. Ayat (2) Huruf a. Cukup jelas. (3) Perbaikan kualitas air pada sumber air dan prasarana sumber daya air dapat dilakukan melalui kegiatan-kegiatan antara lain: a. Cukup jelas. c. Yang dimaksud dengan “aerasi” adalah upaya meningkatkan kadar oksigen dalam air. 58/109 . e.

BAB VI PENDAYAGUNAAN SUMBER DAYA AIR Bagian Pertama Umum (1) Pasal 44 Pasal 44 Pendayagunaan sumber daya air mencakup kegiatan: Cukup jelas. atau memanfaatkan sumber air yang mengandung organisme atau mikro-organisme tersebut.Pasca Harmonisasi. 59/109 . pembuatan sumur-sumur infiltrasi di sepanjang pantai untuk memperbaiki kualitas air tanah yang telah terkena intrusi air asin. Huruf c. Cukup jelas. Penggelontoran adalah bukan merupakan kegiatan rutin dalam rangka perbaikan kualitas air. a. d. (4) Pengaturan lebih lanjut mengenai pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air dilaksanakan sesuai dengan peraturan pemerintah yang mengatur tentang pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air. antara lain menurunkan kelas air dari yang ditetapkan dan/atau berakibat fatal bagi kehidupan. penggelontoran sumber air pada suatu keadaan yang mendesak. Ambhara Hotel. Ayat (4) Cukup jelas. penatagunaan sumber daya air ditujukan untuk menetapkan zona pemanfaatan sumber air dan peruntukan air pada sumber air. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN c. Huruf d. Penggelontoran hanya boleh dilakukan apabila terjadi keadaan mendesak.

pengembangan sumber daya air. fungsi kawasan. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (2) b. untuk mendayagunakan fungsi atau potensi yang terdapat pada sumber air yang bersangkutan secara berkelanjutan. b. Penetapan zona pemanfaatan sumber air didasarkan pada pertimbangan: a. Kegiatan-kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan secara terpadu berdasarkan rencana pendayagunaan sumber daya air yang telah ditetapkan. Bagian Kedua Penetapan Zona Pemanfaatan Sumber Air (1) (2) Pasal 45 Pasal 45 Penetapan zona pemanfaatan sumber air ditujukan Cukup jelas. pengusahaan sumber daya air. penyediaan sumber daya air. dan/atau f. terakomodasinya semua jenis pemanfaatan secara layak. e. 60/109 . Ambhara Hotel. c. fungsi lindung dan budi daya. dampak negatif yang minimal terhadap kelestarian sumber daya air.Pasca Harmonisasi. e. c. potensi konflik kepentingan yang minimal antar jenis penggunaan. d. hasil penelitian dan pengukuran secara teknis hidrologis. penggunaan sumber daya air. d.

(2) Dalam merumuskan rencana zona pemanfaatan Ayat (2) sumber air sebagaimana dimaksud pada ayat Cukup jelas.Pasca Harmonisasi. pertimbangan diberikan oleh wadah Ayat (4) Cukup jelas. (1). merupakan rencana zona pemanfatan sumber air. (4) Dalam hal wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air wilayah sungai tidak atau belum terbentuk. (3) Penetapan rencana zona pemanfaatan sumber Ayat (3) air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Cukup jelas. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN a. dilakukan dengan memperhatikan pertimbangan wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air pada wilayah sungai bersangkutan. menganalisa kelayakan dampak lingkungan serta potensi konflik dari jenis-jenis pemanfaatan yang sudah dilakukan. bagian dari proses penyusunan pola pengelolaan sumber daya air dan rencana induk pengelolaaan sumber daya air sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 dan Pasal 15 ayat (2). gubernur. inventarisasi jenis-jenis pemanfaatan yang sudah dilakukan di seluruh bagian sumber air. atau bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya melakukan kegiatan sebagai berikut: penelitian dan pengukuran parameter fisik dan karakter sumber air. Ambhara Hotel. 61/109 . atau bupati/walikota sesuai Ayat (1) dengan kewenangannya dalam pengelolaan Penetapan rencana zona pemanfaatan sumber air sumber daya air merumuskan dan menetapkan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Menteri. gubernur. Pasal 46 Pasal 46 (1) Menteri. dan kesesuaiannya dengan peraturan perundangundangan. b. kimia dan biologi pada sumber air. c.

Cukup jelas. Penyusunan rencana peruntukan air pada sumber air merupakan bagian dari proses penyusunan pola pengelolaan sumber daya air. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN koordinasi pengelolaan sumber daya air provinsi atau kabupaten/kota sesuai dengan kewenangannya. (5) Pedoman penetapan zona pemanfaatan sumber air ditetapkan oleh Menteri. Perhitungan dan proyeksi kebutuhan air dilakukan dengan memperhatikan tata ruang wilayah yang ada dalam rangka penyusunan. beberapa golongan atau klasifikasi mutu air termasuk baku mutu air. Bagian Ketiga Peruntukan Air Pada Sumber Air Ayat (5) Cukup jelas. a.Pasca Harmonisasi. 62/109 . serta kajian pada wilayah sungai bersangkutan yang terkait Daya dukung sumber air mencakup kuantitas dengan: dan kualitas air. Ambhara Hotel. b. peninjauan kembali. jumlah dan penyebaran penduduk serta proyeksi Huruf b. daya dukung sumber air. pertumbuhannya. c. Pasal 47 Pasal 47 Peruntukan air pada sumber air dimaksudkan untuk Penetapan peruntukan air dimaksudkan untuk mengelompokkan penggunaan air pada sumber air ke dalam mencegah terjadinya konflik antarpemanfaat air. Huruf c. dan/atau penyempurnaan rencana tata ruang wilayah ke depan. (1) Pasal 48 Pasal 48 Penyusunan rencana peruntukan air Ayat (1) dilakukan dengan kegiatan pengumpulan data dan informasi Huruf a. perhitungan dan proyeksi kebutuhan air.

Huruf d. Bagian Keempat Penyediaan Sumber Daya Air (1) Pasal 49 Pasal 49 Penyediaan sumber daya air dilakukan berdasarkan Cukup jelas. Ayat (2) Cukup jelas. memperhatikan penyediaan air untuk pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari penduduk 63/109 .Pasca Harmonisasi. Rencana peruntukan air pada sumber air yang terdapat di dalam pola pengelolaan sumber daya air ditetapkan oleh Menteri. (2) pemanfaatan air yang sudah ada. Pedoman penyusunan rencana peruntukan air pada sumber air ditetapkan oleh Menteri. prinsip-prinsip: a. Ayat (4) Pedoman penyusunan rencana peruntukan air dapat disusun menjadi satu kesatuan dengan pedoman penyusunan pola pengelolaan sumber daya air. c. menjaga kelangsungan penyediaan air untuk pemakai air lainnya yang sudah ada. (3) (4) Penyusunan rencana peruntukan air pada sumber air dikoordinasikan melalui wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air pada wilayah sungai bersangkutan. Cukup jelas. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN d. Ambhara Hotel. mengutamakan penyediaan air untuk pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari dan pertanian rakyat pada sistem irigasi yang sudah ada. atau bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya. b. Ayat (3) Cukup jelas. gubernur.

1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (2) yang berdomisili dekat dengan sumber air dan/atau di sekitar jaringan pembawa air. Pemerintah atau pemerintah daerah mengatur kompensasi kepada pemakainya. Ambhara Hotel. masyarakat hukum adat yang berkaitan dengan sumber daya air.Pasca Harmonisasi. misalnya sumber air. peruntukan air. usulan urutan prioritas penyediaan sumber daya air disiapkan oleh instansi teknis yang ditunjuk oleh pejabat yang berwenang atau pengelola sumber daya air pada 64/109 (1) (2) (3) (4) (5) . prioritas penyediaan air ditempatkan pada pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari. sehari-hari dan pemenuhan kebutuhan air irigasi untuk pertanian rakyat. Dalam hal terjadi situasi kekeringan yang ekstrim sehingga Ayat (3) timbul konflik kepentingan antara pemenuhan kebutuhan pokok Cukup jelas. Penyediaan air untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari Ayat (2) dan irigasi bagi pertanian rakyat dalam sistem irigasi yang Cukup jelas. Cukup jelas. hak ulayat yang bersangkutan dan disesuaikan kondisi setempat. a. kebutuhan air pada wilayah sungai kondisi sosial budaya yang berlaku. Tata cara penetapan urutan prioritas penyediaan sumber daya Ayat (5) air dilakukan sebagai berikut: Cukup jelas. Pasal 50 Pasal 50 Urutan prioritas penyediaan sumber daya air ditetapkan pada Ayat (1) setiap wilayah sungai. sudah ada merupakan prioritas utama penyediaan sumber daya air di atas semua kebutuhan. Prioritas penyediaan sumber daya air untuk kebutuhan lainnya Ayat (4) ditetapkan berdasarkan hasil penetapan zona pemanfaatan Yang dimaksud dengan “kondisi setempat”. Dalam hal penerapan prinsip-prinsip sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menyebabkan perubahan urutan prioritas penyediaan air yang menimbulkan kerugian bagi pemakai air sebelumnya.

Ambhara Hotel. (1) Pasal 51 Pasal 51 Rencana penyediaan sumber daya air disusun Ayat (1) berdasarkan urutan prioritas penyediaan sumber daya air Cukup jelas. Menteri. c. Dalam hal wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air wilayah sungai tidak atau belum terbentuk. gubernur. berasal dari sumber air permukaan dan cekungan air tanah. Ayat (6) Cukup jelas. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50 ayat (1). b.Pasca Harmonisasi. 65/109 . disusun pada setiap wilayah sungai. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (6) wilayah sungai yang bersangkutan. atau bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya menetapkan urutan prioritas penyediaan sumber daya air pada setiap wilayah sungai berdasarkan rumusan urutan prioritas sebagaimana dimaksud pada huruf b. Urutan prioritas penyediaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disusun dan ditetapkan untuk jangka waktu setiap 5 (lima) tahun sekali dan dapat ditinjau kembali sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun sekali. d. (2) Rencana penyediaan sumber daya air Ayat (2) sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang Cukup jelas. usulan urutan prioritas penyediaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada huruf a disampaikan kepada wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air wilayah sungai sebagai bahan untuk perumusan urutan prioritas. usulan urutan prioritas penyediaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada huruf a disampaikan kepada wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air provinsi atau kabupaten/kota sesuai dengan kewenangannya.

(4) Rencana penyediaan sumber daya air terdiri dari rencana penyediaan sumber daya air tahunan dan rencana penyediaan sumber daya air rinci. atau bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya dengan memperhatikan pertimbangan dari wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air wilayah sungai. (6) Rencana penyediaan sumber daya air tahunan ditetapkan oleh Menteri. atau 15 (lima belas) harian. misalnya 5 (lima) harian.Pasca Harmonisasi. b. Ayat (4) Cukup jelas. (8) Rencana penyediaan sumber daya air rinci merupakan rencana operasional dari rencana penyediaan sumber daya air tahunan pada setiap sumber air yang menggambarkan besaran volume. gubernur. Ayat (8) Rencana penyediaan sumber daya air tahunan pada setiap sumber air misalnya rencana penyediaan sumber daya air pada setiap sungai. (3) Rencana penyediaan sumber daya air yang berasal dari cekungan air tanah disesuaikan dengan kapasitas cekungan air tanah bersangkutan. dan waktu untuk memenuhi kebutuhan air dalam periode yang ditetapkan Ayat (3) Cukup jelas. Ambhara Hotel. Ayat (6) Cukup jelas. (5) Rencana penyediaan sumber daya air tahunan disusun sesuai dengan: urutan prioritas penyediaan sumber daya air pada wilayah sungai yang bersangkutan. (7) Dalam hal wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air wilayah sungai tidak atau belum terbentuk. Periode yang ditetapkan. lokasi. Ayat (7) Cukup jelas. 66/109 . 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN a. dan ketersediaan air pada musim kemarau dan hujan. 7 (tujuh) harian. Ayat (5) Cukup jelas. pertimbangan diberikan oleh wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air provinsi atau kabupaten/kota sesuai dengan kewenangannya.

bersangkutan berdasarkan rencana penyediaan sumber daya air rinci yang telah ditetapkan. atau penggiliran Cukup jelas. dan/atau kerusakan jaringan sumber air. b. atau berkurangnya kapasitas jaringan karena kegiatan pemeliharaan dan/atau pembangunan dalam rangka pengelolaan sumber daya air. Pasal 52 Pasal 52 (1) Penyediaan sumber daya air dilaksanakan oleh Ayat (1) pengelola sumber daya air wilayah sungai yang Cukup jelas. (2) Pihak yang berwenang dapat menetapkan Ayat (2) pengurangan.Pasca Harmonisasi. penambahan. penyediaan sumber daya air. a. (3) Dalam hal penyediaan sumber daya air tahunan Ayat (3) tidak dapat dilaksanakan sesuai dengan yang Dalam hal di wilayah sungai bersangkutan belum ditetapkan karena peristiwa alam yang terbentuk dewan atau wadah koordinasi mengakibatkan berkurangnya ketersediaan air pengelolaan sumber daya air wilayah sungai. Ambhara Hotel. pihak pertimbangan diberikan oleh dewan atau wadah yang berwenang dapat melakukan penyesuaian koordinasi pengelolaan sumber daya air rencana penyediaan air tahunan dengan kabupaten/kota atau provinsi. 67/109 . dalam hal penyediaan sumber daya air rinci tidak dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana penyediaan air tahunan yang ditetapkan karena: berkurangnya ketersediaan air dan/atau kerusakan jaringan sumber air yang disebabkan peristiwa alam. mempertimbangkan masukan dari dewan atau wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air wilayah sungai. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN sesuai kondisi setempat.

(5) Kompensasi sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dapat berupa: memperoleh penyediaan air dari tempat lain. keringanan biaya jasa pengelolaan sumber daya air. (6) Tata cara penetapan dan pemberian kompensasi sebagaimana dimaksud pada ayat (5). 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (4) Dalam hal penyediaan sumber daya air tidak dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana yang ditetapkan sebagai akibat selain sebagaimana dimaksud pada ayat (2). c. Ayat (5) Cukup jelas. memperoleh perpanjangan masa izin. Bagian Kelima Penggunaan Sumber Daya Air Ayat (4) Cukup jelas. 68/109 . Ayat (7) Cukup jelas. Pemerintah atau pemerintah daerah mengatur kompensasi dalam batas-batas tertentu kepada pihak pemegang hak yang dirugikan.Pasca Harmonisasi. a. diatur lebih lanjut oleh Pemerintah dan/atau pemerintah daerah yang bersangkutan sesuai dengan kewenangannya. d. Ambhara Hotel. Ayat (6) Cukup jelas. ganti rugi. atau program pembangunan. (7) Pedoman tata cara penetapan dan pemberian kompensasi sebagaimana dimaksud pada ayat (6) ditetapkan oleh Menteri. e. b.

areal rekreasi. media. penggunaan yang saling menunjang antara air permukaan dan air tanah dengan memprioritaskan penggunaan air permukaan. penghematan penggunaan. misalnya pemanfaatan sungai untuk transportasi dan arung jeram. rumah tangga. c. Pasal 54 Pasal 54 69/109 . dan/atau daya air sebagai media dan materi. ketepatan penggunaan. dan industri. Penggunaan air dan daya air sebagai materi misalnya pemanfaatan untuk air minum. pemanfaatan sumber daya air dan prasarananya sebagai media dan/atau materi. sumber air. b. d. e. a. Ambhara Hotel. keberlanjutan penggunaan. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (1) (2) (3) Pasal 53 Pasal 53 Ayat (1) Penggunaan sumber daya air ditujukan untuk Cukup jelas. dan/atau daya air. sumber Penggunaan air. sumber air. Penggunaan sumber daya air sebagaimana Ayat (2) dimaksud pada ayat (1) dapat berupa penggunaan air. ketertiban dan keadilan. Penggunaan sumber air sebagai media adalah pemanfaatan ruang pada sumber air misalnya areal parkir. Penggunaan sumber daya air sebagaimana Ayat (3) dimaksud pada ayat (1) dilakukan berdasarkan prinsip-prinsip: Cukup jelas. perikanan. misalnya pemanfaatan untuk agroindustri. dan daya air sebagai air. Penggunaan air.Pasca Harmonisasi.

d. melaksanakan pemberdayaan kepada para pengguna sumber daya air. pemanfaatan air pada sumber air. b. c. c. pengambilan air dari sumber air. pemanfaatan ruang pada sumber air. memelihara sumber daya air dan prasarananya agar terpelihara fungsinya. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (1) Penggunaan sumber daya air sebagaimana dimaksud dalam Pasal 53 dapat berupa: a. menjamin ketersediaan sumber daya air bagi pengguna Cukup jelas. Huruf c. (2) Pengelola sumber daya air pada wilayah sungai berhak menerima Ayat (2) dana yang dipungut dari para pemegang izin penggunaan Cukup jelas. sumber daya air yang mempunyai hak guna air di wilayah sungai yang bersangkutan. 70/109 . antara lain penyadapan bebas dan pemompaan air dari sungai. Cukup jelas. Pasal 55 Pasal 55 (1) Pengelola sumber daya air pada wilayah sungai berkewajiban: Ayat (1) a. melakukan pemantauan dan evaluasi atas penggunaan sumber daya air.Pasca Harmonisasi. Yang dimaksud dengan “pengambilan air dari sumber air”. Ambhara Hotel. Huruf b. Cukup jelas. Ayat (1) Huruf a. (2) Pedoman penggunaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh Menteri atau menteri yang terkait dengan bidang sumber daya air. b. Ayat (2) Cukup jelas. sumber daya air.

Cukup jelas. c. Yang dimaksud dengan “kelompok masyarakat” misalnya kelompok petani pemakai air irigasi pada sistem irigasi yang sudah ada. pemegang izin tidak memenuhi Huruf e. seluruhnya kepada pihak lain. Hak guna air batal dengan sendirinya atau dapat dibatalkan Ayat (6) dalam hal: Huruf a. tidak Cukup jelas. kelompok masyarakat. musnahnya sumber daya air. badan sosial. pemegang izin melepaskan haknya Huruf b.Pasca Harmonisasi. Cukup jelas. Cukup jelas. Cukup jelas. yang ditetapkan dalam keputusan pemberian izinnya. badan guna air. 71/109 . pemegang izin selama jangka waktu Huruf c. d. Hak guna usaha air dinyatakan dalam izin pengusahaan Ayat (4) sumber daya air. ketentuan dan syarat-syarat diberikannya izin. e. Ayat (3) Cukup jelas. Hak guna air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berupa Ayat (2) hak guna pakai air dan hak guna usaha air. atau Ayat (1) badan usaha yang menggunakan air berhak memperoleh hak Yang dimaksud dengan “perseorangan. b. secara sukarela. Cukup jelas. sosial. jangka waktu berlaku izin telah Huruf d. Cukup jelas. Hak guna pakai air diperoleh dengan izin atau tanpa izin. berakhir. Hak guna air sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tidak Ayat (5) dapat disewakan atau dipindahtangankan sebagian atau Cukup jelas. mempergunakan hak sebagaimana mestinya. a. Ambhara Hotel. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (1) (2) (3) (4) (5) (6) Pasal 56 Pasal 56 Perseorangan. atau badan usaha” adalah subyek yang menggunakan air berdasarkan izin .

Yang dimaksud dengan “tidak melaksanakan kewajiban konservasi sumber daya air”. Ambhara Hotel. dilaksanakan untuk meningkatkan kemanfaatan fungsi sumber daya air melalui pengembangan kemanfaatan sumber daya air. Pengembangan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan melalui tahapan perencanaan dan pelaksanaan. Cukup jelas. Huruf g.Pasca Harmonisasi. atau tidak melaksanakan kewajiban konservasi sumber daya air. badan hukum atau badan pemegang izin dibubarkan atau dinyatakan pailit. antara lain membiarkan air dan/atau sumber air menjadi rusak tanpa upaya untuk melakukan pencegahan atau penanggulangan. Bagian Keenam Pengembangan Sumber Daya Air (1) (2) Pasal 57 Pasal 57 Pengembangan sumber daya air meliputi semua upaya yang Cukup jelas. Pasal 58 Pasal 58 72/109 . usaha Huruf f. g. pemegang izin menyalahgunakan haknya untuk tujuan yang menyimpang dari tujuan semula. Ayat (7) Cukup jelas. (8) Hak guna air sebagaimana dimaksud pada ayat (2) mulai berlaku setelah kegiatan penggunaan atau pengusahaan sumber daya air yang bersangkutan beroperasi. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN f. Ayat (8) Cukup jelas. (7) Pembatalan hak sebagaimana dimaksud pada ayat (6) huruf e dapat dipulihkan kembali dalam hal pemegang izin telah memenuhi ketentuan dan syarat yang ditentukan dalam izin. dan/atau peningkatan ketersediaan air dan kualitas air.

dan tahapan rencana detail Cukup jelas. Cukup jelas. pedoman. b. kekhasan dan aspirasi daerah dan masyarakat setempat. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (1) Perencanaan pengembangan sumber daya air disusun untuk menghasilkan rencana yang berfungsi sebagai pedoman dan arahan dalam pelaksanaan pengembangan sumber daya air. (2) Rencana pengembangan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dimulai dengan kegiatan studi kelayakan. investigasi. ekonomis. sesuai norma.Pasca Harmonisasi. kelestarian keanekaragaman hayati dalam sumber air bersangkutan. daya dukung sumber daya air yang ada di wilayah sungai bersangkutan. dan manual yang ditetapkan oleh Menteri atau menteri terkait. c. sosial dan Cukup jelas. Pelaksanaan pengembangan sumber daya air wajib dilakukan Ayat (2) melalui kegiatan survai. lingkungan hidup. dan d. kemampuan pembiayaan. Keikutsertaan masyarakat dalam pengembangan 73/109 . (1) (2) (3) Pasal 59 Pasal 59 Pelaksanaan pengembangan sumber daya air dilakukan setelah Ayat (1) dinilai memenuhi kelayakan teknis. standar. Masyarakat diikutsertakan dalam pelaksanaan pengembangan Ayat (3) sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (2). Ambhara Hotel. (3) Rencana pengembangan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disusun dengan memperhatikan: a. (4) Pengembangan sumber daya air yang mempunyai dampak penting terhadap lingkungan hidup dikenakan ketentuanketentuan tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup.

sumber daya air diwujudkan dalam bentuk memberikan masukan atau pertimbangan dalam proses pengambilan keputusan. (4) Program kegiatan modifikasi cuaca diberitahukan kepada Ayat (4) masyarakat sekurang-kurangnya 1 (satu) bulan sebelum Pemberitahuan kepada masyarakat dimaksudkan pelaksanaan program kegiatan modifikasi cuaca. air dan/atau mengendalikan curah hujan yang diperkirakan dapat mengakibatkan masalah banjir dan kekeringan. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (4) Dalam hal sebagian besar masyarakat yang diperkirakan terkena dampak kegiatan pengembangan sumber daya air menyatakan keberatan. agar masyarakat dapat mempersiapkan diri terhadap situasi yang diperkirakan akan turun hujan yang diakibatkan oleh adanya kegiatan modifikasi cuaca. membidangi meteorologi dan geofisika. (3) Penyimpangan kondisi iklim atau cuaca sebagaimana Ayat (3) dimaksud pada ayat (2) dinyatakan oleh instansi yang Cukup jelas. (5) Modifikasi cuaca dilaksanakan setelah memperoleh izin dari Ayat (5) instansi yang membidangi meteorologi dan geofisika dan Cukup jelas. rencana pengembangan sumber daya air sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58 ayat (2) dapat ditinjau ulang. Ayat (4) Cukup jelas. (1) 74/109 . normal). (2) Kegiatan modifikasi cuaca yang ditujukan untuk menambah Ayat (2) volume air pada sumber air dan/atau mengendalikan curah Yang dimaksud dengan “penyimpangan kondisi iklim hujan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) hanya dapat atau cuaca” adalah kondisi iklim atau cuaca di luar dilaksanakan untuk menanggulangi dampak penyimpangan kondisi normal (di atas normal atau di bawah kondisi iklim atau cuaca terhadap masyarakat luas.Pasca Harmonisasi. Pasal 60 Pasal 60 Pengembangan teknologi modifikasi cuaca ditujukan untuk Ayat (1) kepentingan penelitian dan menambah volume air pada sumber Cukup jelas. Ambhara Hotel.

standar. badan usaha. (9) Pemantauan dan evaluasi dampak kegiatan modifikasi cuaca menjadi tanggung jawab pemrakarsa. (8) Pengawasan terhadap pelaksanaan teknologi modifikasi cuaca sebagaimana dimaksud pada ayat (7). Ayat (9) Yang dimaksud dengan “dampak”. (6) Pelaksanaan teknologi modifikasi cuaca harus sesuai dengan norma. pedoman. dan kriteria yang ditetapkan oleh lembaga/instansi yang membidangi teknologi modifikasi cuaca. dan perseorangan yang memanfaatkan air laut di darat wajib memperoleh izin pemanfaatan dari Pemerintah atau pemerintah daerah yang berwenang atas pengelolaan sumber daya air di wilayah sungai bersangkutan. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN disetujui oleh pemerintah kabupaten/kota dan/atau pemerintah provinsi yang bersangkutan. 75/109 . Ayat (8) Cukup jelas. (2) Badan hukum.Pasca Harmonisasi. (3) Pemanfaatan air laut di darat yang diperkirakan menimbulkan dampak penting terhadap lingkungan hidup dikenakan ketentuan-ketentuan tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. sesuai dengan rencana pengelolaan sumber daya air di wilayah sungai bersangkutan. meliputi dampak positif (manfaat) dan dampak negatif (kerugian). (7) Pelaksanaan teknologi modifikasi cuaca dilakukan oleh penyedia jasa teknologi modifikasi cuaca dan/atau pengguna jasa teknologi modifikasi cuaca. Ayat (6) Yang dimaksud dengan “lembaga/instansi yang membidangi teknologi modifikasi cuaca” adalah kementerian yang membidangi riset dan teknologi. Pasal 61 Pasal 61 (1) Pemanfaatan air laut di darat dilaksanakan Cukup jelas. Ayat (7) Cukup jelas. Ambhara Hotel. dilakukan oleh lembaga/instansi yang membidangi teknologi modifikasi cuaca. kelompok masyarakat.

2006): Agar hal2 mengenai bencana alam disinkronkan dengan RUU Penanggulangan Bencana Alam yang sedang dibahas di DPR. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN Bagian Ketujuh Pengusahaan Sumber Daya Air Pasal 62 Pengusahaan sumber daya air pada suatu wilayah sungai dilaksanakan berdasarkan rencana pengelolaan sumber daya air di wilayah sungai yang bersangkutan.Pasca Harmonisasi. 27 Nov. Ambhara Hotel. (1) (2) (3) (4) BAB VII PENGENDALIAN DAYA RUSAK AIR Bagian Pertama Umum Catatan Pak Oka (Hrm. Pengusahaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan dengan memperhatikan fungsi sosial dan kelestarian lingkungan hidup. Pasal 63 Pasal 63 76/109 . Pengusahaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilaksanakan setelah keperluan air untuk kebutuhan pokok sehari-hari dan pertanian rakyat dalam sistem irigasi yang sudah ada terpenuhi. Pengaturan mengenai pengusahaan sumber daya air diatur dalam peraturan pemerintah tersendiri. Pasal 62 Cukup jelas.

c. terancamnya kepunahan jenis tumbuhan dan/atau satwa. h. amblesan tanah. air tanah. air permukaan. dan fisika air. Pengendalian daya rusak air dilakukan berdasarkan rencana pengendalian yang disusun secara terpadu. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (1) (2) (3) (4) Pengendalian daya rusak air meliputi: a. Pengendalian daya rusak air yang terkait dengan air hujan. d. kekeringan. wabah penyakit. banjir lahar dingin. b. longsoran tanah. (5) 77/109 . g. upaya pencegahan sebelum terjadi bencana. upaya pemulihan akibat bencana. perubahan sifat dan kandungan kimiawi. dan air laut yang berada di darat diatur Cukup jelas. Rencana pengendalian sebagaimana dimaksud pada ayat (3) ditetapkan oleh Pemerintah dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya dengan melibatkan peran masyarakat. f. dan/atau i. menyeluruh. Ambhara Hotel. c. Daya rusak air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berupa: a. b. erosi dan sedimentasi. biologi.Pasca Harmonisasi. e. terkoordinasi dan merupakan bagian dari rencana pengelolaan sumber daya air di wilayah sungai yang bersangkutan. banjir. upaya penanggulangan pada saat terjadi bencana.

1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN dalam peraturan pemerintah tersendiri. perubahan sifat dan kandungan kimiawi. Kawasan rawan bencana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi wilayah yang rawan banjir. Pemerintah daerah wajib mengendalikan pemanfaatan kawasan rawan bencana di wilayahnya masing-masing dengan melibatkan masyarakat. terancamnya kepunahan jenis tumbuhan dan/atau satwa. biologi dan fisika air. longsoran tanah. Bagian Kedua Pencegahan Bencana (1) Pasal 64 Pasal 64 Dalam rangka melakukan pencegahan akibat daya rusak air. Cukup jelas. banjir lahar dingin. (2) (3) (4) (5) (6) 78/109 . kekeringan. Kawasan rawan bencana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menjadi masukan untuk penyusunan rencana tata ruang wilayah di wilayah bersangkutan. amblesan tanah. erosi dan sedimentasi. dan/atau wabah penyakit. Penetapan kawasan rawan bencana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (3) dilaksanakan berdasarkan pedoman yang ditetapkan oleh Menteri atau menteri lainnya yang terkait sesuai dengan kewenangannya.Pasca Harmonisasi. Pemerintah dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya menetapkan kawasan rawan bencana di setiap wilayah sungai. Ambhara Hotel. Kawasan rawan bencana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibagi ke dalam zona-zona rawan bencana berdasarkan tingkat kerawanannya.

Pasal 66 Pasal 66 Pemerintah dan/atau pemerintah daerah Cukup jelas. Sistem peringatan dini sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disusun dan ditetapkan berdasarkan pedoman yang ditetapkan oleh Menteri terkait sesuai dengan kewenangannya. kewenangannya menetapkan sistem peringatan dini di setiap wilayah sungai. Biaya yang timbul akibat upaya penyelamatan penduduk sebagaimana dimaksud pada ayat (3) menjadi tanggung jawab Pemerintah dan/atau pemerintah daerah. Dalam hal tingkat kerawanan bencana mengancam keselamatan jiwa.Pasca Harmonisasi. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (1) (2) (3) Pasal 65 Pasal 65 Pemerintah dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan Cukup jelas. sesuai dengan kewenangannya dapat melakukan pemindahan penduduk yang bermukim di kawasan rawan bencana dalam upaya pencegahan bencana akibat daya rusak air. Kawasan rawan bencana sebagaimana dimaksud pada ayat (3) untuk selanjutnya ditetapkan sebagai 79/109 (1) (2) (3) (4) (5) . Pemerintah dan/atau pemerintah daerah melakukan upaya penyelamatan penduduk yang bermukim di kawasan rawan bencana. Ambhara Hotel. untuk pencegahan bencana akibat daya rusak air. Pemindahan penduduk sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan berdasarkan pada kesepakatan dengan penduduk bersangkutan. Peringatan dini untuk pencegahan bencana akibat daya rusak air dilakukan oleh pengelola sumber daya air dan Pemerintah dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya.

Pasca Harmonisasi. Pasal 68 Pemerintah dan/atau pemerintah kewenangannya mengupayakan alokasi jasa pengelolaan sumber daya air pencegahan bencana akibat daya rusak bersangkutan. kewenangannya melakukan penyebarluasan informasi dan penyuluhan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam rangka pencegahan bencana akibat daya rusak air. Pasal 67 Pasal 67 Pemerintah dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan Cukup jelas. dan terkoordinasi melalui suatu badan koordinasi penanggulangan bencana pusat. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN kawasan yang tertutup bagi permukiman. atau satuan pelaksanaan penanggulangan bencana 80/109 . menyeluruh. terpadu. satuan koordinasi pelaksanaan penanggulangan bencana provinsi. sebagian dana dari biaya sebagai kontribusi untuk air di wilayah sungai yang Bagian Ketiga Penanggulangan Bencana Pasal 69 Pasal 69 Cukup jelas. Ambhara Hotel. (1) Tindakan penanggulangan kerusakan dan/atau bencana akibat daya rusak air dilakukan dengan segera. Pasal 68 daerah sesuai dengan Cukup jelas.

(3) Rencana penanggulangan bencana akibat daya rusak air sebagaimana dimaksud pada ayat (2) disebarluaskan kepada masyarakat di wilayah bersangkutan oleh Pemerintah dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya. (8) Pemerintah dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya mensosialisasikan pedoman penanggulangan kerusakan dan/atau bencana sebagaimana dimaksud pada ayat (6) kepada masyarakat. (9) Prosedur operasi standar penanggulangan kerusakan dan/atau bencana akibat daya rusak air ditetapkan di setiap provinsi dan kabupaten/kota oleh gubernur atau 81/109 . pemenuhan kebutuhan tempat penampungan sementara. (7) Pernyataan terjadinya suatu bencana sebagaimana dimaksud pada ayat (5) ditetapkan oleh gubernur atau bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya. (6) Pedoman penanggulangan kerusakan dan/atau bencana akibat daya rusak air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh Menteri atau menteri lain yang terkait. pemenuhan kebutuhan kesehatan dan sanitasi. b. (4) Penanggulangan bencana akibat daya rusak air dilakukan berdasarkan urutan prioritas: a. pemenuhan kebutuhan air dan pangan. (5) Pemerintah dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya menyatakan terjadinya suatu bencana. (2) Pemerintah dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya menyiapkan rencana penanggulangan bencana akibat daya rusak air. keselamatan jiwa manusia. d. c.Pasca Harmonisasi. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN kabupaten/kota. Ambhara Hotel.

. BAB VIII PERIZINAN DALAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR Pasal 71 Pasal 71 Perizinan dalam pengelolaan sumber daya air diperlukan untuk Yang dimaksud dengan “konstruksi yang melintasi kegiatan: sumber air” misalnya jembatan. pelaksanaan kontruksi pada di bawah sungai.Pasca Harmonisasi. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya. b. dan/atau pembangunan. Ambhara Hotel. dan/atau melintasi sumber air. Bagian Keempat Pemulihan Akibat Bencana Pasal 70 (1) Pemulihan akibat bencana dilakukan melalui upaya rehabilitasi. rekonstruksi. jaringan perpipaan. (10) Mekanisme dan tata kerja badan koordinasi penanggulangan bencana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan sesuai dengan peraturan perundangundangan. (2) Pemerintah dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangan dan tanggung jawabnya mengupayakan pemulihan fungsi lingkungan hidup serta sarana dan prasarana umum yang terkena bencana. (3) Tindakan pemulihan daya rusak air diprioritaskan untuk memulihkan kembali fungsi sarana dan prasarana guna pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari. jaringan kabel listrik/telepon yang melintas di atas atau a. penggunaan sumber daya air 82/109 Pasal 70 Cukup jelas.

Pasca Harmonisasi. gubernur untuk wilayah sungai lintas kabupaten/kota. Pasal 72 Pasal 72 (1) Izin pelaksanaan konstruksi pada dan/atau melintasi sumber Cukup jelas. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN untuk tujuan tertentu. modifikasi cuaca. Menteri untuk wilayah sungai lintas provinsi. Ambhara Hotel. 83/109 . dan cekungan air tanah dilaksanakan sesuai dengan peraturan pemerintah yang mengatur tentang sumber air yang bersangkutan. wilayah sungai lintas negara. air sebagaimana dimaksud dalam Pasal 71 huruf a untuk sumber air permukaan diberikan oleh: a. b. (3) Izin pelaksanaan konstruksi pada dan/atau melintasi sumber air sebagaimana dimaksud dalam Pasal 71 huruf a untuk cekungan air tanah dilaksanakan sesuai dengan peraturan pemerintah yang mengatur tentang air tanah. bupati/walikota untuk wilayah sungai dalam satu kabupaten/kota. rawa. (2) Pemberian izin sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan mempertimbangkan rekomendasi teknis dari pengelola sumber daya air wilayah sungai bersangkutan. (5) Tata cara permohonan dan pemberian izin pelaksanaan konstruksi pada dan/atau melintasi sungai dan danau. waduk dan bendungan. (4) Izin pelaksanaan konstruksi pada dan/atau melintasi sumber air yang terkait dengan penggunaan sumber daya air menjadi satu kesatuan dalam izin penggunaan sumber daya air. c. dan wilayah sungai strategis nasional.

mematuhi ketentuan-ketentuan dalam izin. Pasal 74 Pasal 74 (1) Pemegang izin pelaksanaan konstruksi pada dan/atau melintasi Cukup jelas. tempat konstruksi yang akan dibangun. c. e. misalnya karena perubahan kebijakan pengelolaan sumber daya air yang berkaitan dengan penggunaan ruang.Pasca Harmonisasi. g. Ambhara Hotel. 3. d. maksud/tujuan pembangunan. (tiga) tahun terhitung sejak izin berlaku. jadwal pelaksanaan pembangunan. b. (3) Izin pelaksanaan konstruksi dinyatakan batal apabila pemegang Ayat (3) izin tidak melaksanakan pembangunan selambat-lambatnya 3 Cukup jelas. jenis/tipe prasarana yang akan dibangun. gambar dan spesifikasi teknis bangunan. pekerjaan. f. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN Pasal 73 Pasal 73 (1) Izin pelaksanaan konstruksi pada dan/atau melintasi sumber air Ayat (1) sekurang-kurangnya memuat tentang: Cukup jelas. membayar retribusi dan kompensasi 84/109 . metode pelaksanaan pembangunan. dan alamat pemegang izin. (2) Izin dapat diubah ketentuannya apabila keadaan yang dipakai Ayat (2) sebagai dasar pertimbangan pemberian izin telah mengalami Yang dimaksud dengan “perubahan” dalam perubahan. sumber air berkewajiban untuk: 2. ketentuan ini. nama.

memberikan akses untuk dilakukan pemantauan. dan pemeriksaan. Ambhara Hotel. 5.Pasca Harmonisasi. melindungi dan memelihara kelangsungan fungsi sumber daya air. memberikan tanggapan yang positif apabila timbul gejolak sosial masyarakat di sekitar lokasi kegiatannya. 7. mencegah terjadinya pencemaran air akibat pelaksanaan konstruksi. menjamin kelangsungan penggunaan sumber daya air bagi pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari masyarakat di sekitar lokasi kegiatan yang terganggu akibat pelaksanaan konstruksi. 4. (2) Pemegang izin pelaksanaan konstruksi pada dan/atau melintasi sumber air hanya dapat membangun pada sumber air dan memanfaatkan ruang pada sumber air sebatas tempat bangunan yang telah disetujui rencana teknisnya oleh pengelola 85/109 . 9. memulihkan kerusakan lingkungan hidup yang disebabkan oleh kegiatan konstruksi. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN lainnya sebagai akibat dari pelaksanaan konstruksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. melindungi dan mengamankan prasarana sumber daya air disekitarnya. 6. evaluasi. 8. memberikan laporan pelaksanaan konstruksi kepada pemberi izin. 11. 10. pengawasan.

b. dan 86/109 . Cukup jelas. pemenuhan keperluan irigasi pertanian Huruf c. d.Pasca Harmonisasi. permukaan diberikan oleh: a. c. c. (3) Penggunaan sumber daya air untuk tujuan tertentu Ayat (3) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 71 huruf b meliputi Huruf a. dan wilayah sungai strategis nasional. ketenagaan. yang dilaksanakan oleh kelompok orang dan badan sosial. usaha transportasi air. Cukup jelas. penggunaan sumber daya air untuk: Yang dimaksud dengan “mengubah kondisi a. pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari alami sumber air” misalnya dengan dan pertanian rakyat yang dilakukan dengan cara mempertinggi. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN sumber daya air. wilayah sungai lintas negara. b. bupati/walikota untuk penggunaan sumber daya air pada wilayah sungai dalam satu kabupaten/kota. memperendah permukaan air mengubah kondisi alami sumber air. usaha Huruf d. usaha pertambangan. gubernur untuk penggunaan sumber daya air pada wilayah sungai lintas kabupaten/kota. dan/atau membelokkan aliran air pada sumber air. pemenuhan untuk usaha pertanian. Cukup jelas. Menteri untuk penggunaan sumber daya air pada wilayah sungai lintas provinsi. Pasal 75 Pasal 75 (1) Izin penggunaan sumber daya air sebagaimana Ayat (1) dimaksud dalam Pasal 71 huruf b untuk sumber daya air Cukup jelas. (2) Izin penggunaan sumber daya air sebagaimana Ayat (2) dimaksud dalam Pasal 71 huruf b pada cekungan air tanah Cukup jelas. rakyat di luar sistem irigasi yang sudah ada. Ambhara Hotel. diberikan oleh bupati/walikota. usaha pengapungan. pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari Huruf b.

(2) Jangka waktu izin penggunaan air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dimintakan perpanjangan oleh pemegang izin dengan mengajukan permohonan perpanjangan secara tertulis kepada pihak yang berwenang selambatlambatnya 3 (tiga) bulan sebelum jangka waktu izin tersebut berakhir. misalnya pembangunan terminal bahan bakar minyak untuk usaha pelayanan bahan bakar transportasi air. Huruf e. Ambhara Hotel. Ayat (4) Cukup jelas. dan cekungan air tanah diatur dengan peraturan pemerintah tersendiri. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN e. Pasal 76 Pasal 76 (1) Jangka waktu izin penggunaan air ditetapkan oleh Cukup jelas. rawa.Pasca Harmonisasi. dan d yang dilakukan pada sumber air. danau. waduk dan bendungan. pemenuhan untuk kebutuhan usaha (4) Tata cara permohonan dan pemberian izin penggunaan sumber daya air pada sungai. c. lainnya. 87/109 . pejabat yang berwenang paling lama 10 (sepuluh) tahun sesuai dengan pertimbangan keperluannya dan/atau jenis dan besar investasi. b. Yang dimaksud dengan “pemenuhan kebutuhan usaha lainnya adalah pemenuhan kebutuhan usaha di luar ketentuan a.

jangka waktu berlakunya izin. Yang dimaksud dengan “dimensi ruang”.Pasca Harmonisasi. maksud/tujuan. Yang dimaksud dengan” jumlah air”. Huruf c. nama pekerjaan atas usaha serta alamat pemegang ditambahkan sesuai dengan jenis penggunaan hak. Cukup jelas. f. misalnya volume air atau volume air per satuan waktu. c. 88/109 Pasal 77 sumber daya g. Ambhara Hotel. e. misalnya luas tapak sumber air termasuk ruang di atasnya dalam satuan meter persegi (m2) atau hektar (ha). digunakan. Cukup jelas. Huruf h Cukup jelas. h. sumber daya air. Cukup jelas. jadwal pengambilan air dari sumber air Huruf a. jumlah air atau dimensi ruang pada sumber air. cara pengambilan dan/atau pembuangan. jadwal penggunaan dan melaporkannya. Huruf g. b. Huruf d. Huruf f. Cukup jelas. spesifikasi teknis dari bangunan atau sarana yang Huruf e. Cukup jelas. misalnya baku mutu air yang boleh dibuang ke sumber air. Huruf b. tempat penggunaan yang diizinkan. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (1) Pasal 77 Izin penggunaan air sekurang-kurangnya Ayat (1) memuat tentang: Ketentuan yang tercantum dalam izin dapat a. kewajiban untuk . Cukup jelas. d.

b. misalnya untuk penggelontoran sumber air di kawasan perkotaan yang tingkat pencemarannya sangat tinggi. berkewajiban untuk: a. pembekuan sementara. 89/109 . untuk pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari pada saat kekeringan yang luar biasa. Cukup jelas. misalnya karena ketersediaan air atau perubahan kebijakan pengelolaan sumber daya air yang dapat berpengaruh terhadap keseluruhan penggunaan sumber daya air pada wilayah sungai. mematuhi ketentuan-ketentuan dalam izin. (2) syarat-syarat perubahan. Huruf j. Ayat (3) Yang dimaksud dengan “keadaan memaksa” adalah keadaan yang bersifat darurat. untuk mengatasi kerusakan mendadak yang terjadi pada prasarana sumber daya air. dan pembatalan izin. pembaharuan. Cukup jelas. pencabutan. Ambhara Hotel. dan ketentuan hak dan kewajiban. membayar biaya jasa pengelolaan sumber daya air yang dikenakan atas penggunaan sumber daya air sesuai ketentuan yang tercantum dalam izin dan membayar kewajiban keuangan lainnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan. j. (3) Pembekuan sementara izin penggunaan sumber daya air yang dikarenakan keadaan memaksa harus diberitahukan kepada pemegang izin selambat-lambatnya 2 (dua) minggu sebelum pembekuan dilaksanakan.Pasca Harmonisasi. Izin dapat diubah ketentuannya apabila keadaan yang dipakai sebagai dasar pertimbangan pemberian izin telah mengalami perubahan. Huruf i. Pasal 78 Pasal 78 (1) Pemegang izin penggunaan sumber daya air Cukup jelas. Ayat (2) Yang dimaksud dengan “perubahan” dalam ketentuan ini. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN i.

g. melindungi dan mengamankan prasarana sumber daya air. melakukan perbaikan kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh kegiatannya. Cukup jelas. sumber air. c. e. (2) Pemegang izin penggunaan sumber daya air berhak untuk: a. h. membangun prasarana sumber daya air dan bangunan lainnya sesuai rencana teknis yang telah disetujui oleh pengelola sumber daya air. d. atau perseorangan berdasarkan izin dari pihak yang berwenang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60 ayat (5). memberikan akses kepada pihak yang berwenang untuk melakukan pemantauan. dan/atau daya air sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam izin. melakukan usaha pengendalian dan pencegahan terjadinya pencemaran air. b. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN melindungi dan memelihara kelangsungan fungsi sumber daya air. memberikan laporan kegiatan penggunaan sumber daya air secara berkala. pengawasan. (1) Pasal 79 Pasal 79 Kegiatan modifikasi cuaca dapat dilakukan oleh badan hukum. evaluasi. Ambhara Hotel. dan pemeriksaan. menggunakan air.Pasca Harmonisasi. i. f. badan usaha. memberikan akses untuk penggunaan sumber daya air dari sumber air yang sama bagi pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari masyarakat di sekitar lokasi kegiatannya. 90/109 .

(1) Pasal 81 Pasal 81 Izin penyelenggaraan kegiatan Cukup jelas. mengumumkan rencana pelaksanaan Pemberitahuan kepada masyarakat dimaksudkan kegiatan modifikasi cuaca kepada publik melalui media masa agar masyarakat dapat mempersiapkan diri dalam wilayah yang diperkirakan dapat terkena dampak. pemohon melanggar ketentuan 91/109 (2) . kegiatan beserta dokumen pendukung untuk keperluan Cukup jelas. dan b. b. menyampaikan laporan pelaksanaan Huruf b. Ambhara Hotel.Pasca Harmonisasi. monitoring dan evaluasi disampaikan kepada pihak yang berwenang memberi izin. Pasal 80 Pasal 80 Pemegang izin kegiatan modifikasi cuaca wajib: Huruf a. a. berturut-turut. pemohon tidak melaksanakan kegiatan dalam periode waktu yang telah diberikan dalam izin penyelenggaraan. Izin penyelenggaraan kegiatan modifikasi cuaca dapat dibatalkan oleh pihak yang berwenang dalam hal: a. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (2) Tata cara perizinan penyelenggaraan kegiatan modifikasi cuaca ditetapkan oleh menteri yang membidangi teknologi modifikasi cuaca. menghadapai situasi yang diperkirakan akan turun selambat-lambatnya 2 (dua) minggu sebelum pelaksanaan hujan yang diakibatkan oleh kegiatan modifikasi kegiatan modifikasi cuaca dan sekurang-kurangnya 3 (tiga) hari cuaca. modifikasi cuaca berlaku selama 6 (enam) bulan sejak izin berlaku.

penggunaan sumber daya air. prasarana sumber daya air. prasarana sumber daya air. Ambhara Hotel. tingkat pendidikan. Informasi sumber daya air mengenai kondisi hidrologis. Ayat (4) 92/109 . Informasi kondisi hidrogeologis mencakup cekungan air tanah misalnya potensi air tanah dan kondisi akuifer atau lapisan pembawa air. penghasilna per kapita. dikelola oleh institusi yang membidangi sumber daya air. lingkungan pada sumber daya air dan sekitarnya. kebijakan sumber daya air. BAB IX SISTEM INFORMASI Pasal 82 Informasi sumber daya air meliputi informasi mengenai kondisi hidrologis. Ayat (2) Informasi lingkungan pada sumber daya air misalnya. hidrogeologis. serta kegiatan sosial ekonomi budaya masyarakat yang terkait dengan pelaksanaan pengelolaan sumber daya air. dan tinggi muka air pada sumber air. Ayat (3) Informasi kegiatan sosial ekonomi budaya masyarakat yang terkait dengan sumber daya air dalam ketentuan ini. kecepatan angin. misalnya jumlah penduduk. Informasi kondisi hidrometeorologis misalnya tentang temperatur udara. program dan pendanaan. kebijakan sumber daya air. teknologi sumber daya air. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN yang ditetapkan dalam izin. Informasi kegiatan sosial ekonomi budaya masyarakat yang terkait dengan pengelolaan sumber daya air misalnya hukum dan kelembagaan. keberadaan masyarakat hukum adat. serta kegiatan sosial ekonomi budaya masyarakat yang terkait dengan sumber daya air. lingkungan pada sumber daya air dan sekitarnya. peta zona pemanfaatan sumber air. (1) (2) (3) (4) Informasi sumber daya air mengenai kondisi hidrometeorologis Pasal 82 Ayat (1) Informasi kondisi hidrologis misalnya tentang curah hujan. debit sungai. Informasi sumber daya air mengenai kegiatan sosial ekonomi budaya masyarakat yang terkait dengan sumber daya air selain sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dikelola oleh berbagai institusi sesuai dengan peraturan perundang-undangan. teknologi sumber daya air. dan kelembaban udara. hidrometeorologis.Pasca Harmonisasi. mata pencaharian.

pengelola sumber daya air wajib mengikuti norma. Cukup jelas. Cukup jelas. evaluasi sistem informasi sumber daya air. dan Cukup jelas. standar. Ayat (5) Cukup jelas. Cukup jelas. c. penyimpanan dan pengolahan data. pemeliharaan. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (5) dikelola oleh instansi yang membidangi meteorologi dan geofisika. Cukup jelas. kebenaran. (1) (2) (3) (4) (5) (6) Pasal 83 Pasal 83 Pengelolaan sistem informasi sumber daya air meliputi Ayat (1) kegiatan perencanaan. penyebarluasan data dan informasi. Cukup jelas. pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya. Informasi sumber daya air mengenai kondisi hidrogeologis dikelola oleh instansi yang membidangi air tanah. pengambilan dan pengumpulan data. pengoperasian. Pengelolaan sistem informasi sumber daya air sebagaimana Ayat (2) dimaksud pada ayat (1) dilakukan melalui tahapan: a. Huruf a. Ambhara Hotel. dan ketepatan waktu atas data dan informasi. b. Dalam rangka menjaga keakuratan. Yang termasuk “data dan informasi” adalah data dan informasi dalam bentuk media elektronik dan media cetak. Huruf c. Pemerintah dan pemerintah daerah menyediakan informasi Ayat (4) sumber daya air untuk diakses oleh pihak yang berkepentingan. 93/109 . Pemerintah dan pemerintah daerah dalam menyediakan Ayat (5) informasi sumber daya air berkewajiban menjaga keakuratan. dan Huruf b. Pengelolaan sistem informasi sumber daya air sebagaimana Ayat (3) dimaksud pada ayat (1) diselenggarakan oleh Pemerintah dan Cukup jelas. dan Ayat (6) ketepatan waktu atas data dan informasi yang disampaikan Cukup jelas. kebenaran.Pasca Harmonisasi.

wilayah sungai lintas provinsi. gubernur atau bupati/walikota untuk menyelenggarakan pengelolaan sistem informasi sumber daya air. Ambhara Hotel. dan manual pengelolaan sistem informasi. melakukan pembaharuan dan penerbitan informasi sumber daya air secara periodik. misalnya peta sumber daya air skala besar peta cekungan air tanah skala besar. Ayat (10) Cukup jelas. (10) Badan hukum. menghimpun semua informasi sumber daya air yang dikelola oleh departemen dan institusi lain di tingkat nasional. Pemerintah dan pemerintah daerah dalam menjaga keakuratan data. organisasi. serta menghimpun informasi sumber daya air tingkat nasional. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (7) (8) pedoman. wilayah sungai lintas negara. Ayat (9) Yang dimaksud dengan “informasi sumber daya air yang bersifat khusus”. Ayat (8) Yang dimaksud dengan “pejabat yang berwenang” adalah pejabat yang ditetapkan oleh Menteri. Ayat (7) Cukup jelas. 94/109 . lembaga. dan wilayah sungai strategis nasional. dan perseorangan yang melaksanakan kegiatan pengelolaan informasi berkaitan dengan sumber daya air menyampaikan laporan hasil kegiatannya kepada instansi Pemerintah dan pemerintah daerah yang bertanggung jawab di bidang sumber daya air. (9) Akses terhadap informasi sumber daya air yang bersifat khusus dapat dikenakan biaya jasa penyediaan informasi sumber daya air.Pasca Harmonisasi. dan informasi sebagai hasil analisis data yang memerlukan keahlian khusus. (1) Pasal 84 Pasal 84 Departemen mengelola sistem informasi sumber daya air pada Cukup jelas. Data yang dipakai sebagai informasi sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dianggap benar setelah disahkan oleh pejabat yang berwenang.

(1) (2) (3) Pasal 85 Pasal 85 Dinas provinsi mengelola sistem informasi sumber daya air Cukup jelas.Pasca Harmonisasi. sektor dan pihak lain yang terkait di tingkat pusat serta unit pelaksana teknis pengelola data dan informasi tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Departemen melakukan koordinasi dengan departemen dan institusi lain yang terkait di tingkat pusat. penyaji dan penyebar data dan informasi yang dikompilasi dari pengelola sumber daya air di wilayah sungai lintas kabupaten/kota. dinas provinsi melakukan koordinasi dengan dinas dan institusi lain yang terkait di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. penyaji dan penyebar data dan informasi yang dikompilasi dari pengelola sumber daya air di wilayah sungai lintas provinsi. Ambhara Hotel. penyimpan. lintas negara. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (2) (3) Departemen berfungsi sebagai penyeleksi. sektor dan pihak lain yang terkait di tingkat provinsi serta unit pelaksana teknis pengelola data dan informasi tingkat kabupaten/kota. dan kabupaten/kota. strategis nasional. provinsi. Dalam mengelola sistem informasi sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Dalam mengelola sistem informasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 95/109 . penyimpan. untuk wilayah sungai lintas kabupaten/kota yang ada dalam provinsi bersangkutan dan menghimpun semua informasi sumber daya air pada tingkat provinsi. Dinas di tingkat provinsi berfungsi sebagai pemasok data dan informasi bagi unit pelaksana teknis pengelola data dan informasi tingkat nasional dan sekaligus sebagai penyeleksi.

Dalam mengelola sistem informasi sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1). pengatura n standar format penyediaan data dan informasi. penyaji dan penyebar informasi yang dikompilasi dari pengelola sumber daya air di wilayah sungai dalam kabupaten/kota serta sektor dan pihak lain yang terkait di tingkat kabupaten/kota bersangkutan.Pasca Harmonisasi. Pasal 88 Pasal 88 Pengelolaan sistem informasi sumber daya air diatur lebih lanjut Pedoman pengelolaan sistem informasi sumber daya air dalam pedoman yang ditetapkan oleh Menteri setelah antara lain meliputi: dikoordinasikan dengan menteri terkait. kewenangannya dalam pengelolaan sistem informasi sumber daya air dapat membentuk unit pelaksana teknis. a. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (1) (2) (3) Pasal 86 Pasal 86 Dinas kabupaten/kota mengelola sistem informasi sumber daya Cukup jelas. (1) 96/109 . Ambhara Hotel. (2) Unit pelaksana teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dibentuk sebagai organisasi tersendiri atau menjadi bagian dari unit dari pengelola sumber daya air. Pasal 87 Pasal 87 Pemerintah dan pemerintah daerah sesuai dengan Cukup jelas. Dinas di tingkat kabupaten/kota yang berfungsi sebagai pemasok data dan informasi bagi unit pelaksana teknis pengelola data dan informasi tingkat provinsi serta sebagai penyeleksi dan penyimpan data. air untuk wilayah sungai dalam kabupaten/kota bersangkutan dan menghimpun semua informasi sumber daya air pada tingkat kabupaten/kota. dinas kabupaten/kota melakukan koordinasi dengan dinas dan institusi lain yang terkait di tingkat kabupaten/kota.

d.Pasca Harmonisasi. e. (1) merupakan dana yang benar-benar dibutuhkan dalam pengelolaan sumber daya air. ulan data di lapangan. dan pemberdayaan masyarakat. pengump kompatibil (1) (2) (3) 97/109 . biaya pelaksanaan konstruksi. biaya perencanaan. itas sistem pengolahan data. BAB X PEMBIAYAAN Pasal 89 Pasal 89 Ayat (1) Pembiayaan pengelolaan sumber daya air ditetapkan Cukup jelas. berdasarkan kebutuhan nyata pengelolaan sumber daya air. c. Pembiayaan pengelolaan sumber daya air Ayat (2) berdasarkan kebutuhan nyata sebagaimana dimaksud pada ayat Cukup jelas. biaya pemantauan. b. biaya sistem informasi. Dana yang dibutuhkan dalam pengelolaan sumber Ayat (3) daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (2) mencakup jenis Cukup jelas. biaya operasi dan pemeliharaan. dan c. evaluasi. Ambhara Hotel. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN b. pembiayaan untuk: a.

dan pengendalian daya rusak air. pendayagunaan sumber daya air.Pasca Harmonisasi. pendayagunaan sumber daya air. dan pemberdayaan masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf e merupakan biaya yang dibutuhkan untuk pemantauan dan evaluasi pelaksanaan pengelolaan sumber daya air. Biaya pelaksanaan konstruksi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf c mencakup biaya untuk pelaksanaan fisik dan nonfisik kegiatan konservasi sumber daya air. dan penyebarluasan informasi sumber daya air. dan pengendalian daya rusak air. Ayat (5) Cukup jelas. Ayat (7) Cukup jelas. Biaya sistem informasi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf a merupakan biaya yang dibutuhkan untuk pengumpulan. Biaya perencanaan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf b merupakan biaya yang diperuntukan bagi kegiatan penyusunan kebijakan. dan rencana pengelolaan sumber daya air. penyimpanan. pengolahan. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (4) (5) (6) (7) (8) (9) Setiap jenis pembiayaan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) mencakup pembiayaan untuk kegiatan konservasi sumber daya air. upaya-upaya peningkatan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sumber daya air. Ayat (8) Cukup jelas. pola. Biaya operasi dan pemeliharaan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf d merupakan biaya untuk operasi prasarana sumber daya air serta pemeliharaan sumber daya air dan prasarana sumber daya air. serta biaya untuk pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya air. Biaya pemantauan. antara lain pelatihan untuk kelompok masyarakat pemakai air. 98/109 . evaluasi. Ayat (6) Cukup jelas. Ayat (9) Yang dimaksud dengan “biaya pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya air”. Ambhara Hotel. Ayat (4) Cukup jelas.

3. Anggaran swasta sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Ayat (3) huruf b merupakan keikutsertaan pembiayaan swasta dalam Keikutsertaaan pembiayaan swasta dalam pengelolaan sumber daya air. biaya yang dibebankan kepada pemakai areal 99/109 . dan c. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (1) (2) (3) (4) Pasal 90 Pasal 90 Sumber pembiayaan pengelolaan sumber daya air Ayat (1) dapat berasal dari: Cukup jelas. 2. anggaran swasta. biaya beban limbah cair yang dibuang oleh pemanfaatan atau pengusahaan sumber daya air. Ambhara Hotel. daya air wilayah sungai. hasil penerimaan biaya jasa pengelolaan sumber daya air. Anggaran pemerintah sebagaimana dimaksud pada ayat Ayat (2) (1) huruf a diperuntukkan bagi pembiayaan pengelolaan sumber Cukup jelas. pengelolaan sumber daya air misalnya dalam hal pembangunan dan pengoperasian prasarana pengolahan limbah untuk suatu kawasan industri. biaya yang dibebankan kepada pelaku kegiatan penambangan bahan galian golongan C yang karena usaha dan/atau kegiatannya memanfaatkan bahan galian golongan C di sumber-sumber air. pelaku kegiatan yang karena usaha dan/atau kegiatannya membuang limbah cair ke sumbersumber air yang dikelola oleh pengelola sumber daya air. antara lain: membayar biaya jasa pengelolaan sumber daya air atas 1.Pasca Harmonisasi. anggaran pemerintah. b. pembangunan pembangkit listrik tenaga air. a. Hasil penerimaan biaya jasa pengelolaan sumber daya Ayat (4) air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c merupakan Termasuk dalam biaya jasa pengelolaan sumber dana yang dipungut dari pengguna sumber daya air yang wajib daya air.

tanggung jawabnya. 2006: Ayat (1) perlu dikutip secara lengkap dari UU SDA Pasal 79 ayat (1) atau Pasal Dana dari Pemerintah digunakan untuk membiayai 78 (2). 2006: 100/109 . 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (5) Tata cara penerimaan dan penggunaan sumber pembiayaan sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) diatur sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Cukup jelas. dan pemerintah kabupaten/kota sesuai dengan peraturan perundang-undangan. pemerintah provinsi. Dana dari pemerintah provinsi digunakan untuk membiayai pembangunan dan investasi. Pasal 91 Pasal 91 Usul Dep.Pasca Harmonisasi. pembangunan dan investasi. Ayat (5) Cukup jelas. operasi dan pemeliharaan sumber daya air beserta prasarananya dan jasa pelayanan pengelolaan air di wilayah sungai lintas kabupaten/kota. 4 Des. Ambhara Hotel. Keuangan. Usul Dep. operasi dan pemeliharaan sumber daya air beserta prasarananya (1) Pemerintah dan pemerintah daerah dan jasa pelayanan pengelolaan air di wilayah bertanggung jawab menyediakan anggaran untuk biaya sungai lintas provinsi. operasi dan pemeliharaan sumber daya air beserta prasarananya dan jasa pelayanan pengelolaan air di wilayah sungai dalam kabupaten/kota. pengelolaan sumber daya air sesuai dengan kewenangan dan dan wilayah sungai strategis nasional. 4 Des. Dana dari pemerintah kabupaten/kota digunakan untuk membayai pembangunan dan investasi. yang memperoleh manfaat atas penggunaan tanah pada daerah manfaat sumber-sumber air. Keuangan. (2) Pembiayaan pengelolaan suatu wilayah sungai Ayat (2) dapat dilakukan melalui pola kerja sama antara Pemerintah. wilayah sungai lintas negara.

biaya depresiasi. Nilai satuan biaya jasa pengelolaan sumber daya air untuk setiap jenis penggunaan sumber daya air didasarkan pada kemampuan ekonomi kelompok pengguna dan volume penggunaan sumber daya air. Pedoman perhitungan biaya jasa pengelolaan sumber 101/109 (1) (2) (3) (4) (5) (6) . amortisasi dan bunga investasi. Perhitungan ekonomi rasional yang dapat dipertanggungjawabkan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) didasarkan pada unsur: a. Pasal 92 Pasal 92 Biaya jasa pengelolaan sumber daya air sebagaimana Cukup jelas. biaya pengembangan sumber daya air. BUMD. dll  dimasukkan dalam ayat atau pasal terpisah. bukan hanya mengatur untuk pemerintah dan pemda tetapi juga BUMN. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN perlu diciocokkan dengan UU SDA Pasal 78 (4). Ambhara Hotel.Pasca Harmonisasi. dimaksud dalam Pasal 89 ayat (4) didasarkan pada perhitungan ekonomi rasional yang dapat dipertanggungjawabkan. Penentuan kelompok ekonomi pengguna sebagaimana dimaksud pada ayat (3) didasarkan pada jenis penggunaan dan tujuan penggunaan sumber daya air. biaya operasi dan pemeliharaan. dan d. atau bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya. Penetapan nilai satuan biaya jasa pengelolaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dilakukan oleh Menteri. gubernur. b. c.

2006  perlu ditambahkan BUMN BAB XI PENGAWASAN (1) Pasal 94 Pengawasan atas penyelenggaraan pengelolaan sumber daya air ditujukan untuk menjamin tercapainya kesesuaian antara pelaksanaan pengelolaan sumber daya air Pasal 94 Cukup jelas. Pasal 93 Pengelola sumber daya air berhak memungut dan menerima biaya jasa pengelolaan sumber daya air dari para pengguna jasa pengelolaan sumber daya air. 4 Des. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN daya air dan nilai satuan biaya jasa pengelolaan sumber daya air ditetapkan lebih lanjut oleh Menteri. Usul Dep. Keuangan. Pasal 93 Yang dimaksud dengan “pengelola sumber daya air”. 102/109 . Keuangan. 2006 ayat (5) dan (6)  perlu dicantumkan bahwa dalam penetapan pedoman dan nilai satuan oleh Menteri perlu berkonsultasi dengan Menteri Keuangan. 4 Des. Usul Dep. Ambhara Hotel. unit pelaksana teknis pengelola sumber daya air pada wilayah sungai. menteri yang terkait dengan sumber daya air atau lembaga nondepartemen yang terkait dengan sumber daya air.Pasca Harmonisasi. misalnya perusahaan umum pengelola sumber daya air.

BAB XII SANKSI ADMINISTRASI Pasal 95 Cukup jelas. Pihak yang berwenang wajib menindaklanjuti laporan hasil pengawasan sebagaimana yang dimaksud pada ayat (5). dan gugatan kepada pihak yang berwenang dalam pengelolaan sumber daya air. Penyelenggaraan pengawasan oleh Pemerintah atau pemerintah daerah dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. keuangan. dan peningkatan penyelenggaraan pengelolaan sumber daya air. pengaduan. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (2) (3) (4) (5) (6) dengan semua ketentuan yang berlaku baik yang menyangkut ketentuan administratif.Pasca Harmonisasi. maupun substansi pengelolaan sumber daya air. Ambhara Hotel. penyempurnaan. dan masyarakat. instansi berwenang. dan bentuk-bentuk tindakan lainnya dalam rangka memperbaiki dan menyempurnaan penyelenggaraan pengelolaan sumber daya air. Pengawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan penyelenggaraan pengawasan yang dilakukan oleh pengelola sumber daya air. Laporan hasil pengawasan merupakan bahan/masukan bagi perbaikan. Pasal 95 (1) Setiap orang atau badan usaha sebagai pemrakarsa atau pelaksana kegiatan pelaksanaan konstruksi atau pengusaha 103/109 . dalam bentuk peringatan. Pengawasan yang dilakukan oleh masyarakat dapat diwujudkan dalam bentuk laporan. pemberian sanksi.

Peringatan tertulis.Pasca Harmonisasi. Dalam hal pemrakarsa pelaksanaan konstruksi yang telah dikenakan sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) selama 14 (empat belas) hari kalender dan tetap tidak melakukan upaya pemulihan dan perbaikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikenakan sanksi berupa pembekuan izin. dikenakan sanksi penghentian sementara pelaksanaan kegiatan. b. (2) Selain pengenaan sanksi administratif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dikenai sanksi berupa ganti kerugian yang ditimbulkan dan biaya pemulihan. c. dan biaya pemulihan. (3) Penyedia jasa konstruksi yang melanggar ketentuan peraturan pemerintah ini dikenakan sanksi sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan di bidang jasa konstruksi. Penghentian sementara pelaksanaan kegiatan. (1) (2) Pasal 96 Pasal 96 Pemrakarsa pelaksanaan konstruksi yang tidak melakukan Cukup jelas. Dalam hal pemrakarsa pelaksanaan konstruksi tidak mengindahkan peringatan tertulis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sebanyak 3 (tiga) kali berturut-turut dengan tenggang waktu masing-masing 7 (tujuh) hari kalender. Pembekuan izin. ganti kerugian yang ditimbulkan. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN atau pengelola sumber daya air dapat dikenai sanksi administratif berupa: a. d. Pencabutan izin. Ambhara Hotel. Dalam hal pemrakarsa pelaksanaan konstruksi yang telah 104/109 (3) (4) . upaya pemulihan dan perbaikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (4) dikenakan sanksi berupa peringatan tertulis.

ganti kerugian yang ditimbulkan. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN dikenakan sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) selama 14 (empat belas) hari kalender dan tetap tidak melakukan upaya pemulihan dan perbaikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikenakan sanksi berupa pencabutan izin. Dalam hal pemegang izin pelaksanaan konstruksi tidak mematuhi peringatan tertulis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sebanyak 3 (tiga) kali berturut-turut dalam tenggang waktu masing-masing 7 (tujuh) hari kalender dikenakan sanksi berupa penghentian sementara kegiatan. (3) (4) 105/109 . (1) (2) Pasal 98 Pasal 98 Pemegang izin pelaksanaan konstruksi yang melanggar Cukup jelas.Pasca Harmonisasi. dan biaya pemulihan. ayat (4) dikenakan sanksi berupa ganti kerugian yang ditimbulkan dan biaya pemulihan. ketentuan Pasal 74 dikenakan sanksi berupa peringatan tertulis. Dalam hal pemegang izin pelaksanaan konstruksi yang telah dikenakan sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) selama 14 (empat belas) hari kalender dan tetap melakukan kegiatan dikenakan sanksi pencabutan izin. Dalam hal pemegang izin pelaksanaan konstruksi yang telah dikenakan sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) selama 14 (empat belas) hari kalender dan tetap tidak melakukan perbaikan atas pelanggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikenakan sanksi pembekuan izin. Ambhara Hotel. Pasal 97 Pasal 97 Setiap orang atau badan usaha yang melanggar ketentuan Pasal 38 Cukup jelas.

ketentuan Pasal 78 ayat (1) dan pelaksana pengembangan sumber daya air yang melanggar ketentuan Pasal 59 ayat (2) dikenakan sanksi berupa peringatan tertulis. Pasal 100 Pasal 100 Pengelola sumber daya air yang melanggar ketentuan Pasal 83 Cukup jelas. Dalam hal pemegang izin penggunaan sumber daya air dan pelaksana pengembangan sumber daya air yang telah dikenakan sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) selama 14 (empat belas) hari kalender dan tetap tidak melakukan perbaikan atas pelanggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikenakan sanksi pencabutan izin.Pasca Harmonisasi. Dalam hal pengelola sumber daya air tidak mematuhi peringatan tertulis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sebanyak 3 (tiga) kali berturut-turut dalam tenggang waktu 106/109 (1) (2) . Dalam hal pemegang izin penggunaan sumber daya air dan pelaksana pengembangan sumber daya air tidak mematuhi peringatan tertulis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sebanyak 3 (tiga) kali berturut-turut dalam tenggang waktu masing-masing 7 (tujuh) hari kalender dikenakan sanksi penghentian sementara kegiatan. Dalam hal pemegang izin penggunaan sumber daya air dan pelaksana pengembangan sumber daya air yang telah dikenakan sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) selama 14 (empat belas) hari kalender dan tetap tidak melakukan perbaikan atas pelanggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikenakan sanksi pembekuan izin. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (1) (2) (3) (4) Pasal 99 Pasal 99 Pemegang izin penggunaan sumber daya air yang melanggar Cukup jelas. Ambhara Hotel. ayat (6) dikenakan sanksi berupa peringatan tertulis.

Dalam hal pengelola sumber daya air yang telah dikenakan sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) selama 14 (empat belas) hari kalender dan tetap tidak melakukan perbaikan atas pelanggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikenakan sanksi pencabutan izin. Dalam hal pengelola sumber daya air yang telah dikenakan sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) selama 14 (empat belas) hari kalender dan tetap tidak melakukan perbaikan atas pelanggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikenakan sanksi pembekuan izin. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (3) (4) masing-masing 7 (tujuh) hari kalender dikenakan sanksi berupa penghentian sementara pelaksanaan kegiatan. 107/109 . BAB XIII KETENTUAN PERALIHAN Pasal 101 Pasal 101 Dengan berlakunya peraturan pemerintah ini. undangan yang mengatur mengenai pengelolaan sumber daya air yang telah ada sepanjang tidak bertentangan dan belum diganti dengan yang baru berdasarkan peraturan pemerintah ini dinyatakan tetap berlaku. peraturan perundangCukup jelas.Pasca Harmonisasi. Ambhara Hotel.

. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN Pasal 102 Pasal 102 (1) Semua pihak yang tanpa izin telah melaksanakan penggunaan Cukup jelas.) dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Ctt : dalam hal wadah koordinasi belum dibentuk akan ditetapkan oleh TKPSDA/PTPA dan diatur dalam aturan peralihan BAB XIV KETENTUAN PENUTUP Pasal 103 Pada saat peraturan pemerintah ini mulai berlaku: 1... sumber daya air dan pengusahaan sumber daya air... Pasal 103 Cukup jelas... Tambahan Lembaran Negara Nomor .. dinyatakan tetap berlaku sampai dengan masa berlakunya berakhir. selambatlambatnya 1 (satu) tahun sejak peraturan pemerintah ini berlaku.).... Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 1982 tentang Tata Pengaturan Air (Lembaran Negara Tahun 1982 Nomor ... Ambhara Hotel. harus mengajukan permohonan izin kepada pihak yang berwenang.. Tambahan Lembaran Negara Nomor . 108/109 .Pasca Harmonisasi. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 1981 tentang Iuran Pembiayaan Eksploitasi dan Pemeliharaan Prasarana Pengairan (Lembaran Negara Tahun 1981 Nomor .... 2... (2) Izin yang telah diterbitkan atau perjanjian yang telah disepakati berkaitan dengan penggunaan sumber daya air sebelum ditetapkan peraturan pemerintah ini..

.. Ambhara Hotel. TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR .... Ditetapkan di Jakarta Pada tanggal PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA ttd SUSILO BAMBANG YUDHOYONO Diundangkan di Jakarta Pada tanggal SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA ttd YUSRIL IHZA MAHENDRA Pasal 104 Cukup jelas... Ctt : dalam hal wadah koordinasi belum dibentuk akan ditetapkan oleh TKPSDA dan diatur dalam aturan peralihan 109/109 . 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN Pasal 104 Peraturan pemerintah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.Pasca Harmonisasi. memerintahkan pengundangan peraturan pemerintah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia. LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2007 NOMOR . Agar setiap orang mengetahuinya...

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->