Pasca Harmonisasi, Ambhara Hotel, 1 Mei 2007

Rancangan PP Pengelolaan SDA

BATANG TUBUH

PENJELASAN

RANCANGAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR ........ TAHUN 2007 TENTANG PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, I. Menimbang : bahwa untuk melaksanakan Pasal 10, Pasal 11, Pasal 21, Pasal 22, Pasal 25, Pasal 27, Pasal 28, Pasal 31, Pasal 32, Pasal 38, Pasal 39, Pasal 42, Pasal 43, Pasal 44, Pasal 53, Pasal 54, Pasal 57, Pasal 58, Pasal 60, Pasal 61, Pasal 62, Pasal 63, Pasal 64, Pasal 69, Pasal 76, Pasal 81, dan Pasal 84 Undang–Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air perlu menetapkan peraturan 1.

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PENJELASAN ATAS RANCANGAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR ……. TAHUN 2007 TENTANG PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR

UMUM Pengaturan mengenai proses dan pelaksanaan pengelolaan sumber daya air yang menyeluruh, terpadu, dan berwawasan lingkungan hidup dalam peraturan pemerintah ini sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air dimaksudkan agar: a. pendayagunaan sumber daya air dapat diselenggarakan dengan menjaga kelestaraian
1/109

Pasca Harmonisasi, Ambhara Hotel, 1 Mei 2007

Rancangan PP Pengelolaan SDA

BATANG TUBUH

PENJELASAN

pemerintah tentang pengelolaan sumber daya air; Mengingat : 1. Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; 2. Undang–Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 32, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4377); MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN PEMERINTAH TENTANG PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR.

2.

fungsi sumber daya air secara berkelanjutan; b. terciptanya keseimbangan antara fungsi sosial, fungsi lingkungan hidup, dan fungsi ekonomi sumber daya air; c. tercapainya sebesar-besar kemanfaatan umum sumber daya air secara efektif dan efisien; d. terwujudnya keserasian untuk berbagai kepentingan dengan memperhatikan sifat alami air yang dinamis; e. terlindunginya hak setiap warga negara untuk memperoleh kesempatan yang sama untuk berperan dan menikmati hasil pengelolaan sumber daya air; dan f. terwujudnya keterbukaan dan akuntabilitas pengelolaan sumber daya air. Kebijakan pengelolaan sumber daya air dimaksudkan sebagai arahan strategis yang menjadi dasar dalam mengintegrasikan kepentingan pengembangan wilayah administrasi dengan pengelolaan sumber daya air yang berbasis wilayah sungai. Kebijakan pengelolaan sumber daya air disusun dengan memperhatikan kondisi wilayah administratif seperti perkembangan penduduk dan ekonomi, sosial budaya, serta kebutuhan air. Kebijakan pengelolaan sumber daya air disusun di tingkat nasional, provinsi, dan kabupaten/kota. Kebijakan pengelolaan sumber daya air di tingkat nasional menjadi acuan dalam penyusunan kebijakan pengelolaan sumber daya air di tingkat provinsi dan di tingkat kabupaten/kota secara
2/109

Pasca Harmonisasi, Ambhara Hotel, 1 Mei 2007

Rancangan PP Pengelolaan SDA

BATANG TUBUH

PENJELASAN

berjenjang. 3. Sumber daya air merupakan sumber daya alam yang terbaharui dan secara alami keberadaaannya di dalam wilayah hidrografis yang disebut daerah aliran sungai (DAS) mengikuti siklus hidrologis. Ketersediaan sumber daya air dalam setiap DAS sangat dipengaruhi kondisi cuaca dan hidrogeologi setempat, sehingga mengakibatkan adanya DAS dengan ketersediaan air melimpah dan DAS yang sangat kekurangan air. Untuk mewujudkan asas keseimbangan dan asas keadilan dalam pengelolaan sumber daya air maka untuk efektifitas dan efisiensi pengelolaannya perlu dilakukan penyatuan beberapa DAS dalam satu wilayah pengelolaan yang disebut wilayah sungai. Namun demikian, dengan mempertimbangkan efektifitas dan efisiensi pengelolaan suatu DAS dapat merupakan satu wilayah pengelolaan apabila mampu mencukupi kebutuhan sumber daya air di wilayahnya. Selain itu, dengan pertimbangan yang sama, kumpulan pulaupulau kecil dapat pula menjadi satu wilayah pengelolaan. Mengingat sumber daya air adalah sumber daya alam yang mempunyai sifat mengalir sehingga membentuk suatu sistem yang meliputi berbagai komponen sumber daya yang akan terkait satu sama lain. Dengan demikian, pengelolaan sumber daya air akan berdampak terhadap kondisi sumber daya lainnya dan sebaliknya pengelolaan sumber daya lainnya dapat berpengaruh terhadap kondisi sumber daya air. Oleh karena itu, agar pengelolaan berbagai sumber daya
3/109

4.

Pola pengelolaan sumber daya air memuat tujuan beserta dasar pertimbangan pengelolaan sumber daya air. Rencana pengelolaan sumber daya air dilakukan melalui inventarisasi sumber daya air. Agar pola pengelolaan sumber daya air tersebut menjadi bingkai yang mengikat. Pola pengelolaan sumber daya air merupakan kerangka dasar dalam merencanakan. diperlukan suatu acuan pengelolaan terpadu antarinstansi dan antarwilayah. Pola pengelolaan sumber daya air disusun dengan memperhatikan kebijakan pengelolaan sumber daya air pada wilayah administrasi yang bersangkutan. 5. pendayagunaan sumber daya air. melaksanakan. Rencana pengelolaan sumber daya air merupakan rencana induk yang menjadi dasar bagi penyusunan program dan pelaksanaan kegiatan konservasi sumber 4/109 6.Pasca Harmonisasi. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN tersebut dapat menghasilkan manfaat bagi masyarakat secara optimum. serta langkah operasional dalam pelaksanaan strategi pengelolaan sumber daya air. dan mengevaluasi kegiatan konservasi sumber daya air. penyusunan dan penetapan rencana pengelolaan sumber daya air. yaitu berupa pola pengelolaan sumber daya air. Ambhara Hotel. Pola pengelolaan sumber daya air dijabarkan dalam rencana pengelolaan sumber daya air. skenario dan strategi pengelolaan sumber daya air. . memantau. dan pengendaliaan daya rusak air pada wilayah sungai. proses penyusunannya harus dilakukan secara terbuka melalui perlibatan berbagai pihak yang berkepentingan dan ditetapkan oleh pihak yang berwenang.

Pelaksanaan kegiatan konservasi sumber daya air. dan pengendalian daya rusak air oleh masing-masing sektor dan wilayah administrasi. serta dengan melibatkan masyarakat dan badan usaha. Kegiatan konstruksi.Pasca Harmonisasi. pengawetan 5/109 8. dan fungsi sumber daya air dilakukan konservasi sumber daya air melalui kegiatan perlindungan dan pelestarian sumber air. peninjauan kembali. daya tampung. operasi dan pemeliharaan sumber daya air tersebut dilaksanakan oleh Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya atau dengan saling bekerja sama antara Pemerintah dan pemerintah daerah atau antarpemerintah daerah. pendayagunaan sumber daya air. Rencana pengelolaan sumber daya air merupakan salah satu unsur dalam penyusunan. Ambhara Hotel. pendayagunaan sumber daya air. termasuk prakiraan kelayakan serta desain dasar upaya fisik. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN daya air. pendayagunaan sumber daya air. dan pengendalian daya rusak air. operasi dan pemeliharaan sumber daya air yang meliputi pemeliharaan sumber air serta operasi dan pemeliharaan prasarana sumber daya air. . Rencana induk tersebut memuat pokok-pokok program konservasi sumber daya air. Untuk menjaga kelangsungan keberadaan. dan/atau penyempurnaan rencana tata ruang wilayah. dan pengendalian daya rusak air yang meliputi upaya fisik dan nonfisik. daya dukung. dilakukan melalui pelaksanaan kontruksi prasarana sumber daya air. 7.

dan pengusahaan sumber daya air. penanggulangan dan pemulihan akibat bencana dengan mengutamakan upaya pencegahan. Ambhara Hotel. serta pengendalian pencemaran air dengan mengacu pada pola pengelolaan sumber daya air. dan terkoordinasi mencakup upaya pencegahan. Pemerintah atau pemerintah daerah wajib melibatkan peran masyarakat dalam pelaksanaan konservasi sumber daya air dengan menerapkan sistem insentif kepada masyarakat yang telah berperan dalam pelaksanaan konservasi sumber daya air serta disinsentif kepada masyarakat yang mengabaikan prinsip konservasi. Pendayagunaan sumber daya air bertujuan untuk memanfaatkan sumber daya air secara berkelanjutan dengan mengutamakan fungsi sosial sumber daya air guna mewujudkan pemenuhan kebutuhan pokok kehidupan masyarakat akan air secara adil. 9.Pasca Harmonisasi. penggunaan. pengembangan. serta penyebarluasan informasi dan penyuluhan kepada 6/109 10. Pendayagunaan sumber daya air dilakukan melalui penatagunaan. Dalam pelaksanaan konservasi sumber daya air. Pemerintah atau pemerintah daerah sedapat mungkin mengutamakan kegiatan yang bersifat nonfisik daripada yang bersifat fisik serta mendorong kepada masyarakat untuk melakukan upaya pengawetan dan penghematan air. Upaya pencegahan dilakukan dengan peringatan dini. penyediaan. Pengendalian daya rusak air perlu dilakukan terpadu. pemindahan dan/atau penyelamatan penduduk yang bermukim di kawasan rawan bencana. pengelolaan kualitas air. . 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN air. menyeluruh.

. perlu dikelola secara terpadu sehingga informasi yang tersedia dapat terjamin keakuratan. tetapi mengganti sebagian biaya yang diperlukan untuk pengelolaan sumber daya air. Ambhara Hotel. serta dapat diakses oleh berbagai pihak yang berkepentingan. Untuk mendukung pengelolaan sumber daya air. dan ketepatan waktunya. Pengguna sumber daya air wajib menanggung biaya jasa pengelolaan sumber daya air. Kewajiban ini dikecualikan bagi penggunaan sumber daya air untuk kebutuhan pokok sehari-hari dan untuk pertanian rakyat. Pembebanan biaya jasa pengelolaan sumber daya air ini dimaksudkan sebagai instrumen agar masyarakat berhemat dalam penggunaan air serta 7/109 12. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN masyarakat.Pasca Harmonisasi. Upaya penanggulangan diutamakan untuk keselamatan jiwa manusia dengan mengutamakan pemenuhan kebutuhan dasarnya dan bersifat segera. 11. yang merupakan jaringan informasi yang tersebar dan dikelola oleh berbagai institusi baik pada tingkat pusat maupun daerah. Biaya jasa pengelolaan air bukan merupakan pembayaran atas harga air. Pembiayaan pengelolaan sumber daya air diperlukan untuk mendukung terselenggaranya pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan. kebenaran. Sedangkan upaya pemulihan ditujukan untuk memfungsikan kondisi lingkungan hidup serta sarana dan prasarana umum yang terkena bencana. Pemerintah dan pemerintah daerah menyelenggarakan sistem informasi sumber daya air sesuai dengan kewenangannya. Sistem informasi sumber daya air.

13. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN menumbuhkan rasa ikut memiliki sumber daya air ataupun prasarana sumber daya air. Ambhara Hotel. serta menjamin hak ulayat masyarakat hukum adat setempat. 8/109 .Pasca Harmonisasi. Perizinan dalam penggunaan sumber daya air merupakan instrumen pengendalian untuk mewujudkan ketertiban pengelolaan sumber daya air dan melindungi hak masyarakat untuk memperoleh akses atas air bagi pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari dan pertanian rakyat dalam sistem irigasi yang sudah ada.

Air permukaan adalah semua air yang terdapat pada permukaan tanah. 8. 7. ataupun di bawah permukaan tanah.Pasca Harmonisasi. dan daya air yang terkandung di dalamnya. air hujan. 6. 1. Pola pengelolaan sumber daya air adalah kerangka dasar dalam merencanakan. Sumber air adalah tempat atau wadah air alami dan/atau buatan yang terdapat pada. melaksanakan. dan air laut yang berada di darat. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN BAB I KETENTUAN UMUM II. ataupun di bawah permukaan tanah. melaksanakan. air tanah. di atas. memantau. dan pengendalian daya rusak air. 3. 2. memantau. dan pengendalian daya rusak 9/109 . Air adalah semua air yang terdapat pada. dan mengevaluasi penyelenggaraan konservasi sumber daya air. Kebijakan pengelolaan sumber daya air adalah arahan strategis untuk mengatasi masalah sumber daya air dan mengantisipasi perkembangan situasi dan kondisi sumber daya air. termasuk dalam pengertian ini air permukaan. Sumber daya air adalah air. PASAL DEMI PASAL Pasal 1 Pasal 1 Dalam peraturan pemerintah ini yang dimaksud dengan: Cukup jelas. dan mengevaluasi kegiatan konservasi sumber daya air. 4. di atas. Ambhara Hotel. 5. pendayagunaan sumber daya air. sumber air. Air tanah adalah semua air yang terdapat dalam lapisan tanah atau batuan di bawah permukaan tanah. Pengelolaan sumber daya air adalah upaya merencanakan. pendayagunaan sumber daya air.

Pasca Harmonisasi, Ambhara Hotel, 1 Mei 2007

Rancangan PP Pengelolaan SDA

BATANG TUBUH

PENJELASAN

9.

10.

11.

12. 13.

14.

15.

air. Konservasi sumber daya air adalah upaya memelihara keberadaan, keberlanjutan keadaan, sifat dan fungsi sumber daya air agar senantiasa tersedia dalam kuantitas dan kualitas yang memadai untuk memenuhi kebutuhan mahluk hidup baik pada waktu sekarang maupun pada generasi yang akan datang. Pendayagunaan sumber daya air adalah upaya penatagunaan, penyediaan, penggunaan, pengembangan, dan pengusahaan sumber daya air secara optimal agar berhasil guna dan berdaya guna. Pengendalian daya rusak air adalah upaya untuk mencegah, menanggulangi, dan memulihkan kerusakan kualitas lingkungan yang disebabkan oleh daya rusak air. Daya rusak air adalah daya air yang dapat merugikan kehidupan. Wilayah sungai adalah kesatuan wilayah pengelolaan sumber daya air dalam satu atau lebih daerah aliran sungai dan/atau pulau-pulau kecil yang luasnya kurang dari atau sama dengan 2.000 km2. Daerah aliran sungai adalah suatu wilayah daratan yang merupakan satu kesatuan dengan sungai dan anak-anak sungainya, yang berfungsi menampung, menyimpan, dan mengalirkan air yang berasal dari curah hujan ke danau atau ke laut secara alami, yang batas di darat merupakan pemisah topografis dan batas di laut sampai dengan daerah perairan yang masih terpengaruh aktivitas daratan. Cekungan air tanah adalah suatu wilayah yang dibatasi oleh batas hidrogeologis, tempat semua kejadian hidrogeologis seperti proses pengimbuhan, pengaliran, dan pelepasan air tanah berlangsung.
10/109

Pasca Harmonisasi, Ambhara Hotel, 1 Mei 2007

Rancangan PP Pengelolaan SDA

BATANG TUBUH

PENJELASAN

16.

17. 18.

19.

20.

21.

22. 23.

24. 25.

26.

Konsultasi publik adalah kegiatan untuk menampung aspirasi para pihak yang berkepentingan dalam pengelolaan sumber daya air melalui dialog dan musyawarah. Pemulihan adalah upaya merehabilitasi suatu keadaan sehingga kembali pada fungsinya semula. Perlindungan sumber air adalah upaya pengamanan sumber air dari kerusakan yang ditimbulkan, baik akibat tindakan manusia maupun gangguan yang disebabkan oleh daya alam. Pengawetan air adalah upaya memelihara keberadaan dan ketersediaan air atau kuantitas air agar tersedia sesuai dengan fungsi dan manfaatnya. Pengelolaan kualitas air adalah upaya mempertahankan dan memulihkan kualitas air yang masuk dan yang berada di sumber air. Zona pemanfaatan sumber air adalah ruang pada sumber air yang dialokasikan, baik sebagai fungsi lindung maupun fungsi budidaya. Peruntukan air adalah penggolongan air pada suatu sumber air menurut jenis penggunaannya. Penyediaan sumber daya air adalah penentuan dan pemenuhan volume air persatuan waktu untuk memenuhi kebutuhan air dan daya air serta memenuhi berbagai keperluan sesuai dengan waktu, kualitas, dan kuantitas. Penggunaan sumber daya air adalah pemanfaatan sumber daya air dan prasarananya sebagai media dan/atau materi. Pengembangan sumber daya air adalah upaya peningkatan kemanfaatan fungsi sumber daya air untuk memenuhi kebutuhan air, dan/atau sumber air, dan/atau daya air. Modifikasi cuaca adalah upaya dengan cara memanfaatkan parameter cuaca dan kondisi iklim pada lokasi tertentu untuk
11/109

Pasca Harmonisasi, Ambhara Hotel, 1 Mei 2007

Rancangan PP Pengelolaan SDA

BATANG TUBUH

PENJELASAN

tujuan meminimalkan dampak bencana alam akibat iklim dan cuaca, seperti kekeringan dan/atau banjir. 27. Pengusahaan sumber daya air adalah upaya pemanfaatan sumber daya air untuk memenuhi kebutuhan usaha, seperti penggunaan air untuk bahan baku produksi, pemanfaatan potensinya, media usaha, ataupun penggunaan air untuk bahan pembantu produksi. 28. Masyarakat adalah seluruh rakyat Indonesia, baik sebagai orang perseorangan, kelompok orang, masyarakat adat, badan usaha, maupun yang berhimpun dalam suatu lembaga atau organisasi kemasyarakatan.  akan dicermati kembali  apakah akan dihilangkan? Setiap pasal yang menyebutkan masyarakat akan dicermati kembali untuk disesuaikan dengan konteks. Apakah masyrakat termasuk badan usaha?. 29. Pemerintah daerah adalah gubernur, bupati, atau walikota, dan perangkat daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah. 30. Pemerintah pusat, selanjutnya disebut Pemerintah, adalah Presiden Republik Indonesia yang memegang kekuasaan pemerintahan negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. 31. Departemen adalah departemen yang membidangi sumber daya air. 32. Menteri adalah menteri yang membidangi sumber daya air. 33. Menteri yang terkait dengan bidang sumber daya air atau kepala lembaga pemerintah nondepartemen yang terkait dengan bidang sumber daya air adalah menteri atau kepala lembaga pemerintah nondepartemen yang bidang tugasnya,
12/109

penyusunan pola pengelolaan sumber daya air. g. pengendalian daya rusak air. penataan ruang. c. perikanan. air tanah. e. operasi. dan pemeliharaan sumber daya air. wilayah. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN 34. Ambhara Hotel. penetapan kebijakan pengelolaan sumber daya air. perencanaan pengelolaan sumber daya air. Dewan Sumber Daya Air Nasional adalah wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air tingkat nasional. Pasal 2 Pasal 2 Ruang lingkup pengaturan dalam peraturan pemerintah ini meliputi Cukup jelas. 13/109 .Pasca Harmonisasi. konservasi sumber daya air. f. 35. meteorologi. pertanian. dan para pemilik kepentingan dalam bidang sumber daya air. b. Wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air adalah institusi tempat segenap pemilik kepentingan dalam bidang sumber daya air melakukan koordinasi dalam rangka mengintegrasikan kepentingan berbagai sektor. lingkungan hidup. dan teknologi modifikasi cuaca. antara lain meliputi fungsi pengelolaan hutan. Pengelola sumber daya air adalah institusi yang diberi wewenang untuk melaksanakan pengelolaan sumber daya air. pendayagunaan sumber daya air. d. proses dan pelaksanaan pengelolaan sumber daya air yang terdiri dari: a. pantai. transportasi air. Dinas adalah organisasi pemerintahan di tingkat provinsi atau kabupaten/kota yang memiliki lingkup tugas dan tanggung jawab di bidang sumber daya air. 36. 37. pelaksanaan konstruksi.

air hujan. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN BAB II LANDASAN PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR Bagian Kesatu Umum Pasal 3 Pasal 3 (1) Pengelolaan sumber daya air diselenggarakan secara Cukup jelas. terpadu. dan prinsip pengelolaan sumber daya air. Ambhara Hotel. (2) Pengelolaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berlandaskan pada kebijakan pengelolaan sumber daya air di tingkat nasional. dan berwawasan lingkungan hidup. Bagian Kedua Lingkup Kebijakan Pengelolaan Sumber Daya Air Pasal 5 Pasal 5 Yang dimaksud dengan “kebijakan pengelolaan sumber daya air” meliputi kebijakan pengelolaan air permukaan. serta pola pengelolaan sumber daya air yang berbasis wilayah sungai. air tanah.Pasca Harmonisasi. dan kabupaten/kota. dan air laut yang berada di darat. 14/109 . tujuan. provinsi. dengan tujuan mewujudkan kemanfaatan sumber daya air yang berkelanjutan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Pasal 4 Pasal 4 Kebijakan pengelolaan sumber daya air merupakan arahan strategis yang memuat visi. menyeluruh.

Kebijakan pengelolaan sumber daya air di tingkat kabupaten/kota dirumuskan oleh wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air kabupaten/kota yang bernama dewan sumber daya air kabupaten/kota atau dengan nama lain. dan ditetapkan oleh bupati/walikota. 15/109 . Pasal 5a Kebijakan pengelolaan sumber daya air di tingkat nasional. hidrogeologis. pendayagunaan sumber daya air. pengendalian daya rusak air.Pasca Harmonisasi. menteri. atau kepala lembaga pemerintah nondepartemen yang terkait dengan bidang sumber daya air dalam menetapkan kebijakan sektoral yang terkait dengan sumber daya air. demografis. misalnya kondisi hidrologis. dan sistem informasi sumber daya air. yang disusun dengan memperhatikan kondisi masingmasing wilayah. Ambhara Hotel. provinsi. Yang dimaksud dengan “kondisi masing-masing wilayah”. Kebijakan nasional sumber daya air. dan sosial budaya. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (1) Kebijakan pengelolaan sumber daya air mencakup aspek konservasi sumber daya air. dan ditetapkan oleh gubernur. yang selanjutnya disebut sebagai kebijakan nasional sumber daya air dirumuskan oleh Dewan Sumber Daya Air Nasional dan ditetapkan oleh Presiden. Cukup jelas. menjadi acuan bagi Ayat (3) penyusunan kebijakan pengelolaan sumber daya air di tingkat Cukup jelas. (1) (2) (3) (1) (2) Pasal 5b Kebijakan nasional sumber daya air sebagaimana dimaksud Ayat (2) pada Pasal 5 ayat (1) menjadi acuan bagi Menteri. hidrometeorologis. Kebijakan pengelolaan sumber daya air di tingkat provinsi dirumuskan oleh wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air provinsi yang bernama dewan sumber daya air provinsi atau dengan nama lain.

rencana tata ruang wilayah kabupaten/kota. Perbaikan tgl 30 April 2007 (1) (2) Kebijakan pengelolaan sumber daya air yang ditetapkan secara tersendiri. Ayat (2) Yang dimaksud dengan “keselarasan” adalah bahwa kebijakan pengelolaan sumber daya air dapat mendukung atau sebagai bahan peninjauan kembali dan penyempurnaan kebijakan pembangunan di wilayah provinsi atau kabupaten/kota sesuai dengan keterbatasan sumber daya air. Ayat (3) Cukup jelas. dan rencana pembangunan kabupaten/kota. rencana pembangunan provinsi. Ambhara Hotel. Pasal 5c Ayat (1) Dalam hal kebijakan pengelolaan sumber daya air belum tidak ditetapkan secara tersendiri. Bagian Ketiga Pola Pengelolaan Sumber Daya Air 16/109 .Pasca Harmonisasi. Pasal 5c Kebijakan pengelolaan sumber daya air dapat ditetapkan baik sebagai kebijakan tersendiri maupun atau terintegrasi ke dalam kebijakan pembangunan provinsi atau kabupaten/kota. diupayakan keselarasannya dengan kebijakan pembangunan di wilayah provinsi atau kabupaten/kota. Yang dimaksud dengan “terintegrasi” misalnya dituangkannya kebijakan pengelolaan sumber daya air dalam rencana tata ruang wilayah provinsi. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (3) Kebijakan pengelolaan sumber daya air di tingkat provinsi menjadi acuan bagi penyusunan kebijakan pengelolaan sumber daya air di tingkat kabupaten/kota. maka kebijakan pengelolaan sumber daya air ditetapkan secara terintegrasi dalam kebijakan pembangunan provinsi atau kabupaten/kota. dijadikan sebagai acuan dalam penyusunan pola pengelolaan sumber daya air untuk menghindari terhentinya proses pengelolaan sumber daya air.

Pasca Harmonisasi, Ambhara Hotel, 1 Mei 2007

Rancangan PP Pengelolaan SDA

BATANG TUBUH

PENJELASAN

(1)

Pasal 7 Pola pengelolaan sumber daya air disusun dan ditetapkan sebagai kerangka dasar dalam pengelolaan sumber daya air di wilayah sungai dengan prinsip keterpaduan antara air permukaan dan air tanah, serta keseimbangan antara upaya konservasi sumber daya air dan pendayagunaan sumber daya air. Pola pengelolaan sumber daya air di wilayah sungai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (1) disusun sebagai berikut : a. Pola pengelolaan sumber daya air wilayah sungai lintas negara dan wilayah sungai strategis nasional disusun dengan memperhatikan kebijakan nasional sumber daya air dan kebijakan pengelolaan sumber daya air di tingkat provinsi dan/atau kabupaten/kota yang bersangkutan; b. Pola pengelolaan sumber daya air wilayah sungai lintas provinsi disusun dengan memperhatikan kebijakan pengelolaan sumber daya air di tingkat provinsi yang terkait; c. Pola pengelolaan sumber daya air wilayah sungai lintas kabupaten/kota disusun dengan memperhatikan kebijakan pengelolaan sumber daya air di tingkat kabupaten/kota terkait; dan d. Pola pengelolaan sumber daya air wilayah sungai dalam satu kabupaten/kota disusun dengan

Pasal 7 Ayat (1) Prinsip keterpaduan antara air permukaan dan air tanah merupakan keterpaduan dalam pengelolaannya yang diselenggarakan dengan memperhatikan wewenang dan tanggung jawab masing-masing instansi sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.

(2)

17/109

Pasca Harmonisasi, Ambhara Hotel, 1 Mei 2007

Rancangan PP Pengelolaan SDA

BATANG TUBUH

PENJELASAN

memperhatikan kebijakan pengelolaan sumber daya air di tingkat kabupaten/kota yang bersangkutan. Pasal 7b Pola pengelolaan sumber daya air sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (1) memuat: a. tujuan pengelolaan sumber daya air;

b.

dasar pertimbangan yang dipergunakan melakukan pengelolaan sumber daya air;

dalam

Pasal 7b Huruf a Yang dimaksud dengan “tujuan pengelolaan sumber daya air” adalah tujuan pelaksanaan pengelolaan sumber daya air pada wilayah sungai yang bersangkutan. Tujuan pengelolaan sumber daya air ditetapkan dengan memperhatikan kebijakan pengelolaan sumber daya air provinsi dan/atau kabupaten/kota yang sebagian atau seluruh wilayahnya berada dalam wilayah sungai yang bersangkutan. Penetapan tujuan pengelolaan sumber daya air perlu dilakukan dalam penyusunan pola pengelolaan sumber daya air sesuai dengan kondisi dan kebutuhan yang ada di wilayah sungai yang bersangkutan untuk mengatasi berbagai masalah yang berkaitan dengan sumber daya air dan dalam mendukung pembangunan wilayah. Huruf b. Dasar-dasar yang dipergunakan dalam merumuskan upaya pengelolaan sumber daya air, antara lain mencakup analisis kondisi yang ada, asumsi, standar, dan kriteria. Asumsi, standar, dan kriteria tersebut perlu ditetapkan secara jelas sehingga analisis dan perhitungan yang dilakukan mempunyai dasar yang jelas. Kejelasan tersebut diperlukan dalam penyusunan skenario, strategi, dan evaluasi pelaksanaan pengelolaan sumber daya air.
18/109

Pasca Harmonisasi, Ambhara Hotel, 1 Mei 2007

Rancangan PP Pengelolaan SDA

BATANG TUBUH

PENJELASAN

c.

beberapa skenario pengelolaan sumber daya air;

Huruf c. Skenario pengelolaan sumber daya air adalah asumsi kondisi pada masa yang akan datang yang mungkin terjadi di luar kemampuan kendali pengelola sumber daya air, misalnya kondisi perekonomian, perubahan iklim, dan politik. Huruf d. Strategi pengelolaan sumber daya air merupakan rangkaian upaya atau kegiatan pengelolaan sumber daya air untuk mencapai tujuan pengelolaan sumber daya air sesuai dengan skenario pengelolaan sumber daya air. Penyusunan strategi meliputi: merumuskan kegiatan pengelolaan sumber daya air secara fisik dan nonfisik; merumuskan prioritas sasaran; merumuskan urutan prioritas kegiatan. Kegiatan pengelolaan sumber daya air misalnya penetapan kelas air, upaya pemulihan kualitas air, upaya menambah tampungan air, pembangunan jaringan distribusi, dan upaya penghematan air. Huruf e. Langkah operasional untuk melaksanakan strategi pengelolaan sumber daya air adalah rangkaian kegiatan pendahuluan dan/atau kegiatan pendukung yang perlu dilakukan
19/109

d.

alternatif pilihan strategi pengelolaan sumber daya air untuk setiap skenario pengelolaan sumber daya air;

e.

langkah operasional untuk pengelolaan sumber daya air.

melaksanakan

strategi

Huruf c. 20/109 . Ambhara Hotel. c. Cukup jelas. b. kebutuhan sumber daya air bagi semua pemanfaat di wilayah sungai yang bersangkutan. Pasal 8 Ayat (1) Huruf a. penyelenggaraan pengelolaan sumber daya air yang dilakukan oleh Pemerintah dan/atau pemerintah daerah yang bersangkutan. rekomendasi penyusunan instrumen untuk penghematan penggunaan air dan rekomendasi penyusunan instrumen untuk mendukung upaya konservasi sumber daya air (baku mutu air limbah yang boleh dibuang ke perairan umum). Ketentuan ini dimaksudkan agar tercapai keterpaduan pengelolaan sumber daya air. Termasuk di dalam penyusunan langkah operasional ini adalah penyusunan pokok-pokok kebijakan operasional atau peraturan perundang-undangan yang diperlukan untuk melaksanakan pengelolaan sumber daya air. Pasal 8 (1) Pola pengelolaan sumber daya air sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (1) mengacu pada data dan/atau informasi mengenai: a. Huruf d. dan unsur hubungan antara masyarakat tersebut dengan wilayahnya. unsur wilayahnya. sifat alami dan karakteristik sumber daya air dalam satu Huruf b. keberadaan masyarakat hukum adat setempat. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN sehingga upaya dan kegiatan yang terdapat di dalam strategi pengelolaan sumber daya air dapat terlaksana. Misalnya. d.Pasca Harmonisasi. Keberadaan masyarakat hukum adat mencakup unsur masyarakatnya.

Cukup jelas. Pasal 9 Cukup jelas. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN kesatuan sistem hidrologis. Ayat (4) Cukup jelas. bupati/walikota dapat meminta pertimbangan wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air kabupaten/kota. Huruf f. (3) Dalam hal pada wilayah sungai tersebut tidak atau belum terbentuk wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air.Pasca Harmonisasi. serta lingkungan hidup. e. Cukup jelas. Huruf e. (2) Bupati menetapkan pola pengelolaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dengan memperhatikan pertimbangan wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air pada wilayah sungai yang bersangkutan. Ayat (5) Cukup jelas. aktivitas manusia yang berdampak terhadap kondisi sumber daya air. (2) Pola pengelolaan sumber daya air ditetapkan untuk jangka waktu 20 (dua puluh) tahun. 21/109 . (3) Pola pengelolaan sumber daya air yang sudah ditetapkan dapat ditinjau dan dievaluasi sekurang-kurangnya setiap 5 (lima) tahun sekali. (1) f. Ayat (6) Cukup jelas. Cukup jelas. (4) Hasil peninjauan dan evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) menjadi dasar pertimbangan bagi penyempurnaan pola pengelolaan sumber daya air. Pasal 9 Pola pengelolaan sumber daya air wilayah sungai dalam satu kabupaten/kota disusun oleh bupati setelah berkonsultasi dengan instansi teknis dan unsur masyarakat terkait. Ambhara Hotel. kepentingan generasi masa kini dan mendatang.

Pasca Harmonisasi. dan strategis nasional disusun oleh Menteri setelah berkonsultasi dengan instansi teknis dan unsur masyarakat terkait. Menteri menetapkan pola pengelolaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berdasarkan pertimbangan wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air pada wilayah sungai bersangkutan. Pasal 10 Pola pengelolaan sumber daya air wilayah sungai lintas kabupaten/kota disusun oleh gubernur setelah berkonsultasi dengan instansi teknis dan unsur masyarakat terkait Gubernur menetapkan pola pengelolaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berdasarkan pertimbangan wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air pada wilayah sungai yang bersangkutan. bupati/walikota dapat langsung menetapkan pola pengelolaan sumber daya air sesuai dengan rancangan sebagaimana dimaksud pada ayat (2). (2) (3) 22/109 . Pasal 11 Pola pengelolaan sumber daya air wilayah sungai lintas provinsi. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (4) Dalam hal pada kabupaten/kota tersebut tidak atau belum terbentuk wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air kabupaten/kota. lintas negara. Dalam hal pada wilayah sungai tersebut tidak atau belum terbentuk wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air. Dalam hal pada wilayah sungai lintas provinsi atau strategis nasional dimaksud tidak atau belum terbentuk wadah Pasal 10 Cukup jelas. gubernur dapat meminta pertimbangan wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air provinsi. Ambhara Hotel. (1) (2) (3) (1) Pasal 11 Cukup jelas.

. pengelolaan sumber daya air pada wilayah sungai yang berada dalam wilayah negara kesatuan Republik Indonesia didasarkan pada pola pengelolaan sumber daya air yang ditetapkan oleh Menteri sebagaimana dimaksud pada ayat (2). 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN koordinasi pengelolaan sumber daya air. Pasal 12 Ketentuan mengenai pedoman teknis dan tata cara penyusunan pola pengelolaan sumber daya air sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 sampai dengan Pasal 11 diatur dengan peraturan Menteri. (4) Pola pengelolaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (2) pada wilayah sungai lintas negara digunakan sebagai dasar penyusunan perjanjian dengan negara terkait. (5) Dalam hal belum ada perjanjian dengan negara terkait. Menteri dapat meminta pertimbangan wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air provinsi melalui gubernur terkait. Pasal 13 Cukup jelas. BAB III PERENCANAAN PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR Bagian Pertama Umum Pasal 13 Perencanaan pengelolaan sumber daya air disusun sesuai dengan 23/109 Pasal 12 Cukup jelas.Pasca Harmonisasi. Pengelolaan sumber daya air pada wilayah sungai lintas negara dilakukan sesuai dengan perjanjian dengan negara terkait berdasarkan pola pengelolaan sumber daya air yang ditetapkan oleh Menteri. Ambhara Hotel.

Yang dimaksud dengan “kualitas sumber daya air” mencakup parameter fisik. dan kondisi sanitasi lingkungan. Yang dimaksud dengan “kuantitas sumber daya air” termasuk kuantitas penggunaan. ketersediaan. Yang dimaksud dengan “kondisi lingkungan hidup yang terkait dengan sumber daya air” misalnya: kondisi daerah tangkapan air. dasar penyusunan rencana pengelolaan sumber daya air. daerah rawan banjir. tingkat erosi. Ambhara Hotel. kondisi daerah resapan air. Yang dimaksud dengan “potensi yang terkait 24/109 (1) (2) . serta kontinuitas sumber daya air.Pasca Harmonisasi. kondisi lingkungan hidup dan potensi yang terkait dengan Huruf b sumber daya air. keanekaragaman hayati pada sumber air. Bagian Kedua Inventarisasi Sumber Daya Air Pasal 14 Pasal 14 Inventarisasi sumber daya air dimaksudkan untuk Ayat (1) mengumpulkan data dan informasi sumber daya air sebagai Cukup jelas. b. dan biologi. dan kebutuhan. penyusunan dan penetapan rencana pengelolaan sumber daya air. kuantitas dan kualitas sumber daya air. Inventarisasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 meliputi Ayat (2) pengumpulan data dan informasi tentang: Huruf a a. kimia. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN prosedur dan persyaratan melalui tahapan yang ditetapkan dalam standar perencanaan yang berlaku secara nasional yang mencakup inventarisasi sumber daya air.

Huruf c. Cukup jelas. (2) Rencana pengelolaan sumber daya air sebagaimana Ayat (2) dimaksud pada ayat (1) disusun dengan Dalam hal cekungan air tanah melintasi wilayah mempertimbangkan penggunaan dan ketersediaan air sungai. dan kondisinya. sumber daya air. pengelolaan cekungan air tanah tersebut tanah dalam cekungan air tanah pada wilayah sungai harus mempertimbangkan wilayah sungai yang tersebut dengan tetap mengutamakan penggunaan air terkait. Cukup jelas. Ambhara Hotel. 25/109 kelembagaan pengelolaan sumber daya air. kondisi sosial ekonomi masyarakat yang terkait dengan Huruf e. jangka menengah. e. permukaan. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN c. kapasitas. Bagian Ketiga Pasal 15 Penyusunan dan Penetapan Rencana Pengelolaan Ayat (1) Rencana pengelolaan sumber daya air terpadu disusun dengan memperhatikan wewenang dan Pasal 15 tanggung jawab masing-masing instansi sesuai (1) Rencana pengelolaan sumber daya air disusun secara dengan tugas pokok dan fungsinya. (4) Rencana pengelolaan sumber daya air jangka panjang Ayat (4) d. Data dan informasi tentang sumber air dan prasarana sumber daya air mencakup jenis. industri. Cukup jelas. ketenagaan. sumber air dan prasarana sumber daya air. dan pariwisata. Huruf d. dan . dan jangka pendek. dengan sumber daya air” misalnya: ketersediaan potensi untuk pengembangan irigasi. perkotaan. (3) Rencana pengelolaan sumber daya air sebagaimana Ayat (3) dimaksud pada ayat (2) disusun untuk jangka panjang. terpadu pada setiap wilayah sungai berdasarkan pola pengelolaan sumber daya air.Pasca Harmonisasi. jumlah.

Dalam hal wadah koordinasi sebagaimana dimaksud pada Ayat (2) ayat (1) pada wilayah sungai lintas provinsi tidak Cukup jelas. kesepakatan pemilihan strategi dilakukan secara bersama oleh wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air tingkat provinsi yang terkait. Ambhara Hotel. Rencana pengelolaan sumber daya air jangka pendek sebagaimana dimaksud pada ayat (3) merupakan rencana kegiatan pengelolaan sumber daya air masingmasing sektor dan wilayah administrasi yang terkait dengan wilayah sungai bersangkutan. Ayat (6) Cukup jelas. dibentuk. Cukup jelas.Pasca Harmonisasi. (1) (2) (3) Pasal 16 Pasal 16 Rencana induk pengelolaan sumber daya air Ayat (1) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 ayat (4) disusun Strategi terpilih merupakan kesepakatan wadah berdasarkan pilihan strategi yang disepakati oleh wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air yang koordinasi pengelolaan sumber daya air pada wilayah didapat dari beberapa pilihan strategi yang terdapat sungai yang bersangkutan. 26/109 . 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (5) (6) sebagaimana dimaksud pada ayat (3) merupakan rencana induk pengelolaan sumber daya air yang berfungsi sebagai pedoman dan arahan dalam pelaksanaan konservasi sumber daya air. Rencana pengelolaan sumber daya air jangka menengah sebagaimana dimaksud pada ayat (3) merupakan program pengelolaan sumber daya air masing-masing sektor dan wilayah administrasi yang terkait dengan wilayah sungai bersangkutan. dalam pola pengelolaan sumber daya air. pendayagunaan sumber daya air. Ayat (5) Cukup jelas. dan pengendalian daya rusak air yang disusun secara terkoordinasi berbasis wilayah sungai. Dalam hal wadah koordinasi sebagaimana dimaksud pada Ayat (3) ayat (1) pada wilayah sungai lintas negara tidak Cukup jelas.

Ayat (5) Cukup jelas. terasering lahan. Dalam hal wadah koordinasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) pada wilayah sungai lintas kabupaten/kota atau wilayah sungai strategis nasional lintas kabupaten/kota belum atau tidak dibentuk. misalnya tentang lokasi. kesepakatan pemilihan strategi dilakukan oleh wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air tingkat kabupaten/kota atau wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air tingkat provinsi. misalnya pengaturan pola pemanfaatan lahan. tata kelayakan. Yang dimaksud dengan “upaya fisik”. bendung. (1) (2) Pasal 17 Pasal 17 Rencana induk pengelolaan sumber daya air memuat Ayat (1) upaya fisik dan nonfisik. 27/109 . Dalam hal wadah koordinasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) pada wilayah sungai lintas kabupaten/kota atau wilayah sungai strategis nasional lintas kabupaten/kota tidak dibentuk. misalnya pembangunan bendungan. kesepakatan pemilihan strategi dilakukan secara bersama oleh wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air tingkat kabupaten/kota terkait atau oleh wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air tingkat provinsi. pengaturan tata guna lahan. Yang dimaksud dengan “upaya nonfisik”.Pasca Harmonisasi. Upaya fisik dalam rencana induk pengelolaan sumber Ayat (2) daya air dilengkapi dengan desain dasar dan prakiraan Desain dasar memuat.. letak dan perkiraan tipe dan ukuran bangunan. check dam. Ambhara Hotel. Ayat (4) Cukup jelas. embung. pilihan strategi dilakukan oleh wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air tingkat provinsi. reboisasi hutan. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (4) (5) dibentuk.

Ambhara Hotel. Ayat (5) Cukup jelas. (3) Ayat (6) Cukup jelas. Ayat (4) Cukup jelas. gubernur. wlayah sungai bersangkutan dan unsur lainnya Tim teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibentuk sesuai dengan kebutuhan. rancangan rencana induk pengelolaan sumber daya air atau perubahannya wajib dilakukan konsultasi publik. oleh Menteri. 28/109 . atau bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN Cttn : desain dasar mencakup prakiraan kelayakan dijelaskan dalam penjelasan  prakiraan kelayakan bukan bagian dari desain dasar ketersediaan bahan bahan galian. Rencana induk pengelolaan sumber daya air disusun dengan berpedoman pada standar dan prosedur yang ditetapkan oleh Menteri (4) Sebelum penetapan dilakukan. lokasi buangan (1) (2) Pasal 18 Pasal 18 Rencana induk pengelolaan sumber daya air pada setiap Ayat (1) Keanggotaan tim teknis berasal dari unsur-unsur wilayah sungai disusun untuk jangka waktu 20 (dua terkait dengan pengelolaan sumber daya air di puluh) tahun oleh tim teknis. bangunan. Ayat (2) Cukup jelas. (6) Rencana induk pengelolaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan untuk jangka waktu 20 (dua puluh) tahun. Cttn : mekanisme pengumpulan dan penentuan pendapat publik  diatur dalam pedoman (5) Informasi mengenai rancangan rencana induk pengelolaan sumber daya air disebarluaskan kepada masyarakat terlebih dahulu sebelum konsultasi publik dilaksanakan.Pasca Harmonisasi.

Pasal 19 Pasal 19 Ketentuan lebih lanjut mengenai pedoman teknis dan tata cara Cukup jelas. peninjauan kembali dan/atau penyempurnaan rencana tata ruang wilayah yang bersangkutan. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (7) Rencana induk pengelolaan sumber daya air yang telah ditetapkan dapat ditinjau kembali paling sedikit setiap 5 (lima) tahun sekali. (8) Ayat (8) Cukup jelas. (9) Ayat (7) Cukup jelas. penyusunan rencana induk pengelolaan sumber daya air diatur dengan peraturan Menteri.Pasca Harmonisasi. Pasal 20 Pasal 20 Rencana induk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 Ayat (1) ayat (4) ditindaklanjuti dengan melakukan studi Studi kelayakan merupakan kajian untuk menilai kelayakan. Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pelaksanaan konsultasi publik sebagaimana dimaksud pada ayat (5) diatur dengan peraturan Menteri Ayat (3) Cukup jelas. Ambhara Hotel. Rencana induk pengelolaan sumber daya air yang sudah ditetapkan merupakan bagian dari rencana strategis setiap sektor yang terkait sesuai dengan bidang kegiatan masing-masing sektor dan sebagai salah satu unsur dalam penyusunan. kelayakan dari kegiatan-kegiatan pengelolaan sumber daya air yang terdapat di dalam rencana induk pengelolaan sumber daya air yang dapat 29/109 (1) .

1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (2) Studi kelayakan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dimaksudkan untuk menyeleksi kegiatan pengelolaan sumber daya air yang dapat dilakukan dalam jangka waktu 5 (lima) sampai dengan 10 (sepuluh) tahun. kesiapan masyarakat untuk menerima rencana kegiatan. d. dilaksanakan dalam jangka menengah. kelayakan teknis. sosial. (4) Studi kelayakan untuk upaya yang bersifat fisik harus dilengkapi dengan pra-desain struktur yang akan dibangun dan rencana pengadaan tanah dan/atau pemukiman kembali. kesiapan pembiayaan. (3) Studi kelayakan mencakup : a. Ambhara Hotel. b. kesiapan kelembagaan. c. (5) Studi kelayakan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh instansi yang terkait dengan sumber daya air. dan e. dan lingkungan. (2) Program dan rencana kegiatan sebagaimana Ayat (2) dimaksud pada ayat (1) disusun dan ditetapkan Cukup jelas.Pasca Harmonisasi. Pasal 21 Pasal 21 (1) Studi kelayakan sebagaimana dimaksud dalam Ayat (1) Pasal 20 ditindaklanjuti dengan penyusunan Cukup jelas. ekonomi. Ayat (5) Cukup jelas. keterpaduan antarsektor. Ayat (4) Cukup jelas. program dan rencana kegiatan pengelolaan sumber daya air. Ayat (3) Cukup jelas. oleh instansi terkait sesuai dengan lingkup tugas dan fungsi masing-masing dengan berpedoman 30/109 . Ayat (2) Cukup jelas.

Pasca Harmonisasi. (3) Program pengelolaan sumber daya air mencakup rangkaian kegiatan pengelolaan yang dapat dilaksanakan untuk jangka waktu 5 (lima) tahun. Ayat (4) Cukup jelas. Ayat (5) Cukup jelas. Rencana kegiatan pengelolaan sumber daya air merupakan rincian kegiatan yang terdapat di dalam program pengelolaan sumber daya air untuk dilaksanakan secara tahunan. 31/109 . (7) Rencana kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) diuraikan ke dalam rencana detail yang memuat rencana pelaksanaan konstruksi dan operasi dan pemeliharaan prasarana sumber daya air. Cttn : perlu perbaikan rumusan tentang rincian kegiatan terkait dengan ayat 4  sudah diperbaiki (6) Penyusunan program dan rencana kegiatan pengelolaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. rencana detail tersebut mencakup juga rencana pembebasan tanah atau rencana pemukiman kembali. Ayat (3) Cukup jelas. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN pada rencana induk pengelolaan sumber daya air dan peraturan perundang-undangan. (4) Rencana kegiatan pengelolaan sumber daya air disusun berdasarkan program pengelolaan sumber daya air. Ayat (6) Apabila dalam rencana detail sebagaimana dimaksud pada ayat ini terdapat rencana pengadaan lahan/tanah. Ambhara Hotel. (5) Rencana kegiatan pengelolaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (4) merupakan kegiatan-kegiatan pengelolaan sumber daya air yang akan dilaksanakan dalam jangka waktu 1 (satu) tahun.

23 Maret 2007  sudah diperbaiki pada tanggal 10 April 2007 Awal Pembahasan tgl 30 April 2007 BAB IV PELAKSANAAN KONSTRUKSI. operasi dan pemeliharaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). OPERASI DAN PEMELIHARAAN Pasal 22 (1) Pelaksanaan konstruksi. dan ayat (6) disosialisasikan kepada pemilik kepentingan. operasi dan pemeliharaan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat dilakukan dengan melibatkan peran masyarakat. Untuk melaksanakan sebagian wewenang dan tanggung jawab dalam penyelenggaraan pelaksanaan konstruksi. Pasal 22 Cukup jelas. dan rencana detail pengelolaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ayat (2). operasi dan pemeliharaan sumber daya air dilakukan berdasarkan program dan rencana kegiatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (2). Pemerintah atau pemerintah daerah dapat menugaskan pengelola sumber daya air. (2) (3) (4) 32/109 . rencana kegiatan. program.Pasca Harmonisasi. Pelaksanaan konstruksi. operasi dan pemeliharaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (8) Studi kelayakan. ayat (3). Pemerintah atau pemerintah daerah dapat menugaskan pengelola sumber daya air untuk melaksanakan sebagian wewenang dan tanggung jawab dalam penyelenggaraan pelaksanaan konstruksi. Cttn : Akhir Pembahasan tgl. Ambhara Hotel. Pelaksanaan konstruksi. operasi dan pemeliharaan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dilaksanakan sesuai dengan peraturan Ayat (7) Cukup jelas.

operasi dan pemeliharaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Ayat (3) (2) Pemeliharaan sumber air dilakukan melalui kegiatan Yang dimaksud dengan “kegiatan pencegahan” pencegahan kerusakan dan/atau penurunan fungsi sumber mencakup. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN perundang-undangan. 33/109 . (2) Pelaksanaan konstruksi. dimaksud pada ayat (1) untuk kepentingan sendiri. membangun masyarakat atas prakarsa sendiri dapat melaksanakan mikrohidro untuk memenuhi kebutuhan listrik bagi kegiatan konstruksi. misalnya membangun tampungan air untuk Badan usaha. (3) Operasi dan pemeliharaan prasarana sumber daya air meliputi: Ayat (2) Cukup jelas. pemeliharaan rutin dan air serta perbaikan kerusakan sumber air. pengalokasian. Ayat (2) Cukup jelas. Penjelasan: Pemeliharaan sumber air ditujukan untuk menjamin kelestarian fungsi sumber daya air dan prasarana sumber daya air. Pasal 23  akan direlokasi ke Pasal terakhir dari konstruksi & OP (1) Pasal 23 Ayat (1) Yang dimaksud dengan “untuk kepentingan sendiri”. pemeliharaan sumber air. Pemeliharaan sumber air dan prasarana sumber daya air dilakukan melalui kegiatan pencegahan dan perbaikan kerusakan dan/atau penurunan fungsi prasarana sumber daya air dan sumber air. serta penyediaan air dan sumber air. operasi dan pemeliharaan prasarana termasuk sarana pendukungnya dan jaringan sumber daya air. atau perseorangan memenuhi kebutuhan air bersih. berkala. antara lain. Operasi prasarana sumber daya air terdiri atas kegiatan pengaturan. kelompok masyarakat. hidrologi. serta pengendalian daya rusak air b.Pasca Harmonisasi. operasi dan pemeliharaan sebagaimana lingkungannya. Pasal 24 Pasal 24 (1) Pelaksanaan operasi dan pemeliharaan sumber daya air Ayat (1) terdiri atas: Prasarana sumber daya air meliputi prasarana yang berfungsi untuk konservasi dan pendayagunaan a. Ambhara Hotel. dan sumber daya air.

atau bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya setelah mendapat pertimbangan dari wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air. Penjelasan: Yang dimaksud dengan “rencana tahunan operasi dan pemeliharaan sumber daya air” adalah rencana untuk mengalokasikan sumber daya yang tersedia sesuai dengan kondisi prasarana sumber daya air dan perkembangan kebutuhan pengguna sumber daya air selama satu tahun. (5) Rancangan rencana tahunan operasi dan pemeliharaan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) disusun oleh pengelola sumber daya air berdasarkan pedoman yang ditetapkan oleh Menteri. pengalokasian.Pasca Harmonisasi. Ambhara Hotel. (6) Rancangan sebagaimana dimaksud pada ayat (5) ditetapkan oleh Menteri. 34/109 . pemeliharaan prasarana sumber daya air yang terdiri dari kegiatan pencegahan kerusakan dan/atau penurunan fungsi prasarana sumber daya air serta perbaikan kerusakan prasarana sumber daya air Penjelasan: Operasi prasarana sumber daya air ditujukan untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya air dan prasarana sumber daya air. kesepakatan dikoordinasikan melalui dewan atau wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air. Ayat (4) Dalam hal di suatu wilayah sungai terdapat dewan atau wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN operasi prasarana sumber daya air yang terdiri dari kegiatan pengaturan. serta penyediaan air dan sumber air. gubernur. Pemeliharaan prasarana sumber daya air ditujukan untuk menjamin kelestarian fungsi prasarana sumber daya air. (4) Pelaksanaan operasi dan pemeliharaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) didasarkan atas rencana tahunan operasi dan pemeliharaan sumber daya air. b. a.

Pasal 25 Pasal 25 (1) Pemerintah. c. a. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN Pasal 24b (1) Operasi dan pemeliharaan sumber daya air yang dilaksanakan oleh pemerintah dapat melibatkan peran masyarakat. kelompok masyarakat. Ayat (2) Cukup jelas. Pemerintah menyediakan pembiayaan konstruksi dan pemerintah daerah menyediakan lahan. pelaksanaan operasi dan pemeliharaan sumber daya air dilakukan oleh pihak-pihak yang membangun berdasarkan rencana tahunan operasi dan pemeliharaan sumber daya air sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 ayat (4). Pelaksanaan operasi dan pemeliharaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan berdasarkan izin dari Pemerintah atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya. pemerintah provinsi. Ayat (5) Bentuk peran serta misalnya masyarakat diikutsertakan untuk memelihara tanggul terkait dengan pemanfaatan lahan pada bantaran sungai Ayat (6) Cukup jelas. b. (2) Dalam hal prasarana sumber daya air dibangun oleh badan usaha. Pemerintah menyiapkan rencana teknis (detail desain) dan pemerintah daerah melaksanakan konstruksi. (3) Setiap prasarana sumber daya air dilengkapi dengan manual operasi dan pemeliharaan. berdasarkan program dan rencana tahunan operasi dan pemeliharaan sumber daya air sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 ayat (4). dan pemerintah kabupaten/kota Ayat (1) Kerja sama dalam pelaksanaan konstruksi dan/atau dapat melakukan kerja sama dalam pelaksanaan konstruksi operasi dan pemeliharaan misalnya: dan/atau operasi dan pemeliharaan. Ambhara Hotel. atau perseorangan atas prakarsa sendiri. 35/109 . Pemerintah menyediakan dana untuk pemeliharaan dan pemerintah daerah menyediakan sumber daya untuk operasi.Pasca Harmonisasi. Ayat (3) Cukup jelas.

PENJELASAN (2) Kerja sama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan memperhatikan kepentingan pemerintah provinsi dan/atau pemerintah kabupaten/kota dalam wilayah sungai bersangkutan. kabupaten/kota dapat melakukan kerja sama konstruksi dan/atau operasi dan pemeliharaan dengan pihak swasta dalam bidang konservasi sumber daya air. pengembangan dan pengusahaan sumber daya air.Pasca Harmonisasi. pengendalian daya rusak air. konservasi sumber daya air. pendayagunaan sumber daya air. pemerintah pemerintah kabupaten/kota (5) Pedoman pelaksanaan kerja sama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur lebih lanjut dengan peraturan Menteri melalui konsultasi dengan menteri terkait. Ayat (3) Yang dimaksud ketentuan ini. atau pemerintah Cukup jelas. Pasal 26 Pasal 26 (1) Pemerintah. dengan “kerja sama” dalam berupa pembagian peran dan antara Pemerintah. Ambhara Hotel. pemerintah provinsi. b. Ayat (2) Cukup jelas. Ayat (6) Cukup jelas. Kesepakatan kerja sama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dituangkan dalam bentuk keputusan bersama sesuai dengan peraturan perundang-undangan. tanggung jawab provinsi. dan/atau Ayat (4) Cukup jelas. serta pengendalian daya rusak air. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH Kerja sama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan memperhatikan pertimbangan dewan atau wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air yang bersangkutan. (3) Kerja sama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukan dalam bidang: a. (2) Pelaksanaan kerja sama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus berpedoman pada rencana induk dan/atau program pengelolaan sumber daya air yang telah ditetapkan di wilayah sungai yang bersangkutan. (4) Pelaksanaan kerja sama sebagaimana dimaksud pada ayat (3) harus berpedoman pada rencana induk dan/atau program pengelolaan sumber daya air yang telah ditetapkan di wilayah sungai yang bersangkutan. Ayat (5) Cukup jelas. dan/atau c. (3) Kesepakatan kerja sama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) 36/109 .

kompensasi sebagai pengganti atas kerugian yang ditimbulkan. Ganti kerugian sebagaimana dimaksud pada ayat (5) kompensasi (1) (2) (3) (4) (5) (6) 37/109 . Konstruksi prasarana sumber daya air serta operasi dan pemeliharaan sumber daya air dilaksanakan berdasarkan norma. dan/atau pemeliharaan sesuai dengan peraturan perundangan. operasi. Pelaksanaan konstruksi prasarana sumber daya air serta operasi dan pemeliharaan sumber daya air memperhatikan ketentuan pengelolaan lingkungan hidup dan memenuhi persyaratan keselamatan dan kesehatan kerja sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.Pasca Harmonisasi. pemrakarsa pelaksanaan konstruksi. dan manual yang ditetapkan oleh Menteri. serta operasi dan pemeliharaan wajib memberikan ganti kerugian yang ditimbulkan. pemrakarsa menginformasikan kepada kelompok masyarakat yang diperkirakan terkena dampak kegiatan pelaksanaan konstruksi. pemrakarsa pelaksanaan konstruksi serta operasi dan pemeliharaan wajib melakukan upaya pemulihan atau perbaikan atas akibat kerusakan yang ditimbulkannya. Dalam hal pelaksanaan konstruksi prasarana sumber daya air serta operasi dan pemeliharaan sumber daya air menimbulkan kerusakan pada sumber air dan/atau lingkungan di sekitarnya. Pasal 27 Pasal 27 Cukup jelas. pedoman. Dalam hal pelaksanaan konstruksi prasarana sumber daya air serta operasi dan pemeliharaan sumber daya air menimbulkan kerugian kepada masyarakat. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN dituangkan dalam bentuk perjanjian kerja sama pelaksanaan konstruksi. standar. Ambhara Hotel. Sebelum konstruksi dan/atau operasi dan pemeliharaan prasarana sumber daya air dilaksanakan.

perlindungan dan pelestarian sumber air. Ambhara Hotel. daya dukung. dan fungsi sumber daya air. Batas akhir pembahasan 30 April 2007 BAB V KONSERVASI Bagian Pertama Tujuan dan Lingkup Konservasi Pasal 28 (1) Konservasi sumber daya air ditujukan untuk menjaga kelangsungan keberadaan. daya tampung. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN diberikan undangan. (3) Kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilaksanakan dengan mengacu pada pola pengelolaan sumber daya air pada setiap wilayah sungai. . pengawetan air. b. pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air. dalam bentuk dan cara yang sesuai dengan peraturan perundang- kesepakatan antara pemrakarsa dan pihak yang dirugikan. (2) Tujuan konservasi sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan melalui kegiatan: a. Bagian Kedua 38/109 Pasal 28 Cukup jelas. dan c.Pasca Harmonisasi.

Yang dimaksud dengan “kegiatan nonfisik” adalah kegiatan nonkonstruksi. kawasan suaka alam. (4) Untuk menegakkan pelaksanaan perlindungan dan Ayat (4) 39/109 . pengaturan prasarana dan sarana sanitasi. daerah tangkapan air. termasuk daerah penampung air (situ. pengendalian pengolahan tanah di daerah hulu. e. menampung air (retarding basin)). (3) Kegiatan perlindungan dan pelestarian sumber air Ayat (3) dilakukan dengan mengutamakan kegiatan yang lebih bersifat Cukup jelas. pengendalian pemanfaatan sumber air. nonfisik. h. dan sumur resapan. misalnya kegiatan yang bersifat pengaturan. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN Perlindungan dan Pelestarian Sumber Air Pasal 29 Pasal 29 (1) Perlindungan dan pelestarian sumber air dilakukan melalui: Ayat (1) a. g. embung. Yang dimaksud dengan “daerah tangkapan air” b. Yang dimaksud dengan “kegiatan fisik” adalah kegiatan konstruksi. pelestarian hutan lindung. (2) Perlindungan dan pelestarian sumber air dapat dilakukan Ayat (2) dengan kegiatan fisik dan nonfisik. perlindungan sumber air dalam hubungannya dengan kegiatan pembangunan dan pemanfaatan lahan pada sumber air. dan pemberdayaan masyarakat dalam perlindungan dan pelestarian sumber air. dam pengendali sedimen. c. penyuluhan. pemeliharaan kelangsungan fungsi resapan air dan Huruf a. Ambhara Hotel. dan tempat-tempat yang mempunyai fungsi d. misalnya pembuatan groundsill. f. rehabilitasi hutan dan lahan. pengaturan daerah sempadan sumber air. pengisian air pada sumber air. dan kawasan pelestarian alam. dan/atau i.Pasca Harmonisasi.

Pelaksanaan pemantauan dan pengawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dapat ditugaskan oleh Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air sesuai dengan tanggung jawabnya atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya kepada pengelola sumber daya air. pemantauan dan pengawasan. substansi pemantauan dan pengawasan akan dimasukkan ke dalam masing2 kegiatan2 perlindungan dan pelestarian sumber air. Ambhara Hotel.Pemberian kesempatan kepada masyarakat untuk melakukan pemantauan dan pengawasan. 40/109 . Penjelasan: Keterlibatan masyarakat dalam pemantauan dan pengawasan pelaksanaan perlindungan dan pelestarian sumber air dapat berupa pemberian kesempatan kepada masyarakat untuk melakukan pemantauan dan pengawasan .Pasca Harmonisasi. . Pemantauan dan pengawasan dilakukan tidak hanya pada kepatuhan terhadap syarat-syarat perizinan tetapi juga terhadap dampak yang terjadi setelah kegiatan yang diizinkan dilaksanakan. Ayat (6) Cukup jelas. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN pelestarian sumber air dilakukan melalui sistem perizinan. Pemantauan dan pengawasan terhadap dampak ini dilakukan untuk mengevaluasi terhadap izin yang diberikan.Pemberian kesempatan kepada masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya dalam rangka perizinan. Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air atau pemerintah daerah sesuai dengan wewenang dan tanggung jawabnya dapat melibatkan peran masyarakat. misalnya menyampaikan laporan dan/atau pengaduan kepada pihak Ayat (7) Keterlibatan masyarakat dalam pelaksanaan perlindungan dan pelestarian sumber air dapat berupa: . (5) Perlindungan dan pelestarian sumber air sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dilakukan oleh Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air sesuai dengan tanggung jawabnya atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya. Ayat (5) Cukup jelas. • Tujuan perizinan akan dimasukkan ke dalam intro bab perizinan. (6) Dalam melaksanakan perlindungan dan pelestarian sumber air sebagaimana dimaksud pada ayat (5). Catatan: • Ayat ini dihapus.

Peraturan daerah masing-masing provinsi untuk wilayah sungai lintas provinsi. Ambhara Hotel. (7) Dalam melaksanakan perlindungan dan pelestarian sumber air sebagaimana dimaksud pada ayat (5). (9) Sistem insentif sebagaimana dimaksud pada ayat (8) ditetapkan dengan: d. f. Ayat (8) Yang dimaksud dengan “tempat-tempat penampungan air”. kebiasaan. Ayat (11) Cukup jelas. 41/109 . g. embung. Peraturan daerah provinsi untuk wilayah sungai lintas kabupaten/kota. Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya mempertahankan keberadaan tempat-tempat penampungan air dan memperhatikan kearifan lokal. Keputusan presiden untuk wilayah sungai lintas negara. Yang dimaksud dengan “kearifan lokal” adalah perbuatan. (8) Ayat (10) Cukup jelas. (10) Pedoman penghitungan dan tata cara sistem insentif ditetapkan oleh Menteri. Ayat (9) Cukup jelas. e. misalnya situ. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN yang berwenang. dan tempat-tempat yang mempunyai fungsi menampung air sementara (retarding basin). peraturan daerah kabupaten/kota untuk wilayah sungai dalam kabupaten/kota.Pasca Harmonisasi. Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air sesuai dengan tanggung jawabnya dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya menerapkan sistem insentif kepada daerah dan masyarakat yang melakukan perlindungan dan pelestarian sumber air. dan/atau adat istiadat yang bersifat lokal dalam perlindungan dan pelestarian sumber air.

mengelola kawasan yang berfungsi sebagai daerah resapan air dan daerah tangkapan air. menetapkan kawasan yang berfungsi sebagai daerah resapan air dan daerah tangkapan air pada kawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN Paragraf 1 Pasal 30 Pemeliharaan kelangsungan fungsi resapan air dan daerah Cukup jelas. (3) Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan wewenang dan tanggung jawabnya: a. c. menyelengga 42/109 . menetapkan dan mengawasi pelaksanaan peraturan untuk melestarikan fungsi resapan air dan daerah tangkapan air pada kawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). tangkapan air Pasal 30 (1) Pemeliharaan kelangsungan fungsi resapan air dan daerah tangkapan air dilakukan pada kawasan-kawasan yang ditetapkan berdasarkan rencana pengelolaan sumber daya air yang bersangkutan. Ambhara Hotel. (2) Kawasan yang berfungsi sebagai resapan air dan daerah tangkapan air Pemeliharaan kelangsungan fungsi resapan air dan daerah tangkapan air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menjadi salah satu acuan dimasukkan dalam penyusunan dan pelaksanaan rencana tata ruang wilayah.Pasca Harmonisasi. b. d.

dan menetapkan dan mengawasi pelaksanaan peraturan untuk melestarikan fungsi resapan air dan daerah tangkapan air pada kawasan-kawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). pengaturan melalui: a. dan/atau b. Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya mendorong dan melaksanakan pemberdayaan masyarakat dalam pelestarian fungsi resapan air dan daerah tangkapan air pada kawasan-kawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). pelarangan untuk memanfaatkan sebagian atau seluruh sumber air pada kawasan suaka alam dan kawasan pelestarian alam. (7) (1) Paragraf 2 Pasal 31 Pengendalian Pemanfaatan Sumber Air Huruf a Pasal 31 Yang dimaksud “sumber air tertentu” adalah sumber air diluar kawasan suaka alam dan kawasan pelestarian Pengendalian pemanfaatan sumber air dapat berupa alam. 43/109 . perizinan pemanfaatan sebagian atau seluruh sumber air tertentu. kawasan hutan. Ambhara Hotel. f.Pasca Harmonisasi.. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN e. Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya menetapkan dan mengawasi pelaksanaan peraturan-peraturan untuk melestarikan fungsi resapan air dan daerah tangkapan air pada kawasan-kawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). mendorong dan melaksanakan pemberdayaan masyarakat dalam pelestarian fungsi resapan air dan daerah tangkapan air pada kawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (4) Menteri atau menteri yang terkait dengan pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan wewenang dan tanggung jawabnya melaksanakan pemantauan dan pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (3). rakan program pelestarian fungsi resapan air dan daerah tangkapan air pada kawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dan kawasan pantai. (5) (6) Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya menyelenggarakan program pelestarian fungsi resapan air dan daerah tangkapan air pada kawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

b. (4) Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya menyelenggarakan program pengendalian pemanfaatan sumber air. pengimbuhan air ke lapisan air tanah (akuifer).Pasca Harmonisasi. c. penambahan pengisian air dari suatu sumber air ke sumber air yang lain dalam suatu wilayah sungai atau dari wilayah sungai yang lain. peningkatan daya resap lahan terhadap air hujan di Huruf c. (2) Pengendalian pemanfaatan sumber air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan sesuai dengan ketentuan pemanfaatan zona pada sumber air yang bersangkutan. Pasal 32 Cukup jelas. (3) Dalam pelaksanaan perizinan dan pelarangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan pemantauan dan pengawasan berdasarkan ketentuan pemanfaatan zona pada sumber air yang bersangkutan. Huruf b. Pengisian air pada sumber air dapat dilaksanakan antara lain dalam bentuk: a. daerah aliran sungai melalui penatagunaan lahan. Paragraf 3 Pasal 32 Ayat (1) Pengisian Air Pada Sumber Air Huruf a. atau Peningkatan daya resap lahan dapat dilakukan antara lain melalui perbaikan vegetasi penutup 44/109 (1) . 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN Penjelasan: Huruf a Yang dimaksud “sumber air tertentu” adalah sumber air diluar kawasan suaka alam dan kawasan pelestarian alam. Ambhara Hotel. Cukup jelas.

pemisahan antara jaringan drainase dan jaringan pengumpul air limbah pada kawasan perkotaan. (2) Bentuk lain dalam pelaksanaan pengisian air pada sumber air diatur dengan peraturan Menteri. c. Ayat (2) Ayat (3) Substansi peraturan daerah. Cukup jelas. penetapan pedoman pembangunan prasarana dan sarana sanitasi. d.Pasca Harmonisasi. misalnya memuat ketentuan mengenai kewajiban membangun sumur resapan yang dikaitkan dengan persyaratan izin mendirikan bangunan. lahan dan pembuatan teras atau sengkedan. b. d. pembuangan air limbah melalui jaringan pengumpul air limbah pada kawasan perkotaan ke dalam sistem instalasi pengolah air limbah terpusat. (4) Pelaksanaan pengisian air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c diatur melalui peraturan daerah. Huruf d. Paragraf 4 Pasal 33 Pengaturan Prasarana dan Sarana Sanitasi Cukup jelas. Pasal 33 (1) Pengaturan prasarana dan sarana sanitasi dilakukan melalui: a. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN pemanfaatan teknologi modifikasi cuaca untuk meningkatkan curah hujan dalam kurun waktu tertentu. Ambhara Hotel. serta pembuatan sumur resapan air hujan di kawasan permukiman. dan/atau 45/109 . (3) Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya menyelenggarakan pengawasan dan pemantauan pelaksanaan pengisian air pada sumber air sebagaimana dimaksud pada ayat (1). pembangunan sistem instalasi pengolah air limbah terpusat pada setiap lingkungan.

f. Ambhara Hotel. dan huruf c diatur dengan mekanisme perizinan oleh pemerintah daerah yang bersangkutan.Pasca Harmonisasi. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN penerapan teknologi pengolahan air limbah yang ramah lingkungan. (4) Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya menyelenggarakan pengawasan dan pemantauan pelaksanaan pengaturan prasarana dan sarana sanitasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1).pengaturan terhadap pembangunan jembatan. misalnya: kegiatan pembangunan dan pemanfaatan lahan pada sumber air dilakukan melalui pengaturan terhadap : . e. Pasal 34 Pengaturan kegiatan pembangunan pada (1) Perlindungan sumber air dalam hubungannya dengan sumber air bertujuan untuk melindungi fungsi dan keberadaan sumber air. (3) Pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d diatur lebih lanjut oleh menteri yang bertanggung jawab dalam bidang lingkungan hidup setelah berkoordinasi dengan instansi menteri terkait. penerapan larangan membuang sampah pada sumber air. kegiatan pembangunan pada sumber air. Paragraf 5 Pasal 34 Perlindungan Sumber Air dalam Hubungannya dengan Kegiatan Ayat (1) Pembangunan dan Pemanfaatan Lahan pada Sumber Air Huruf a. prasarana pariwisata. prasarana a. huruf b. Catatan 1 Mei 2007:  spirit melarang membuang sampah ke sumber air akan dipindah ke pengendalian pencemaran??? (2) Pelaksanaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a. dan transportasi air untuk melindungi fungsi 46/109 .

Ambhara Hotel. Pasal 35 Pengendalian pengolahan tanah di daerah hulu dilakukan untuk: 47/109 . 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN b. Ayat (2) Cukup jelas. Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya Penyelenggaraan perlindungan sumber air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya. Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya menyelenggarakan pengawasan dan pemantauan pelaksanaan perlindungan sumber air sebagaimana dimaksud pada ayat (1). sumber air. kegiatan pemanfaatan lahan pada sumber air. .pengaturan terhadap pembangunan permukiman untuk menjaga keberadaan sumber air. Ayat (3) Cukup jelas. Pengaturan pemanfaatan lahan antara lain meliputi untuk kegiatan pertambangan. pertanian. Huruf b. (1) Paragraf 6 Pasal 35 Pengendalian Pengolahan Tanah di Daerah Hulu Cukup jelas. (2) (3) (4) Perlindungan sumber air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan sesuai dengan ketetapan ketentuan pemanfaatan zona pada sumber air yang bersangkutan.Pasca Harmonisasi. dan perikanan.

Pengaturan daerah sempadan sumber air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berupa penetapan batas sempadan sumber air dan penetapan pemanfaatan daerah sempadan 48/109 a. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN mencegah longsor. (1) (2) . Paragraf 7 Pasal 36 Pengaturan Daerah Sempadan Sumber Air Ayat (1) Pasal 36 Cukup jelas. mengurangi laju erosi tanah. (2) Pengendalian pengolahan tanah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memperhatikan kaidah konservasi dan tetap mempertahankan fungsi lindung sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan d. (3) Menteri atau menteri yang terkait dengan pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangan dan tanggung jawabnya menyelenggarakan pengawasan dan pemantauan pelaksanaan pengendalian pengolahan tanah di daerah hulu sebagaimana dimaksud pada ayat (1). meningkatkan peresapan air ke dalam tanah. mengurangi tingkat sedimentasi pada sumber air dan prasarana sumber daya air. b. c. Pengendalian pengolahan tanah sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diutamakan pada lahan dengan tingkat kemiringan lereng sebesar 40 (empat puluh) prosen atau lebih. Pengaturan daerah sempadan sumber air dilakukan untuk mengamankan dan mempertahankan fungsi sumber air serta prasarana sumber daya air. Ambhara Hotel.Pasca Harmonisasi.

mencegah pembuangan air limbah yang tidak memenuhi baku mutu. berdasarkan rekomendasi dewan atau wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air. b. Ayat (2) Cukup jelas. Garis sempadan sumber air adalah garis maya batas luar perlindungan sumber air. mencegah pendirian bangunan dan pemanfaatan lahan yang dapat mengganggu aliran air. sumber daya air atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangan dan tanggung jawabnya mempertahankan fungsi daerah sempadan sumber air. Untuk mempertahankan fungsi daerah sempadan sumber air. Daerah sempadan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab pengelolaan sumber daya air atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya setelah berkonsultasi dengan dewan atau wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air provinsi atau kabupaten/kota yang bersangkutan. (1) Ayat (3) Yang dimaksud dengan “daerah sempadan sumber air” adalah kawasan tertentu di sekeliling sumber air yang dibatasi oleh garis sempadan sumber air. limbah padat. mengurangi kapasitas tampung sumber air. Ambhara Hotel.Pasca Harmonisasi. Pasal 37 Pasal 37 Menteri atau menteri yang terkait dengan pengelolaan Cukup jelas. Menteri atau menteri yang terkait dengan pengelolaan sumber daya air atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangan dan tanggung jawabnya: a. atau tidak sesuai dengan 49/109 Untuk mempertahankan fungsi daerah sempadan sumber air setiap orang dan badan usaha melakukan upaya pencegahan terhadap: (2) . 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (3) (4) sumber air. Pedoman penetapan dan pemanfaatan daerah sempadan sumber air ditetapkan oleh Menteri. dan/atau limbah cair.

50/109 (1) (2) (3) . (3) Menteri atau menteri yang terkait dengan pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangan dan tanggung jawabnya menyelenggarakan pengawasan dan pemantauan pelaksanaan pengaturan daerah sempadan sumber air sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 ayat (1). manajemen budi daya hutan. Paragraf 8 Pasal 38 Ayat (1) Rehabilitasi Hutan dan Lahan Cukup jelas. baik di dalam maupun di luar kawasan hutan. dan melakukan revitalisasi daerah sempadan sumber air. baik melalui upaya Cukup jelas. peruntukannya. cara. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN c. perbuatan menghidupkan atau memfungsikan kembali daerah sempadan sumber air. Rehabilitasi hutan rusak dapat dilakukan dengan Ayat (3) kegiatan yang menyeluruh dan terpadu. sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Penjelasan: Yang dimaksud dengan “revitalisasi” adalah proses.Pasca Harmonisasi. Ambhara Hotel. maupun kombinasi dari kegiatan dimaksud. Pasal 38 Rehabilitasi hutan dan lahan daerah tangkapan air dilakukan pada hutan rusak dan lahan kritis. Menteri atau menteri yang terkait dengan pengelolaan Ayat (2) sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan Cukup jelas. kewenangan dan tanggung jawabnya melaksanakan rehabilitasi hutan dan lahan daerah tangkapan air sebagaimana dimaksud pada ayat (1). vegetatif.

kawasan suaka alam. dan (5)) (4) Rehabilitasi lahan kritis dapat dilakukan dengan kegiatan yang menyeluruh dan terpadu baik melalui upaya vegetatif. (4). Menteri atau menteri yang terkait dengan pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangan dan tanggung jawabnya menyelenggarakan pengawasan dan pemantauan pelaksanaan rehabilitasi hutan dan lahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1).Pasca Harmonisasi. Kawasan Suaka Alam. Ambhara Hotel. dan Kawasan Cukup jelas. ekonomi. Kehutanan agar sinkron dengan RPP RRHL (untuk ayat (3). dan budaya masyarakat. antara lain termasuk pemilihan jenis tanaman budidaya dan teknis pengolahan lahan. Ayat (6) Cukup jelas. agronomis. kawasan suaka alam. maupun kombinasi dari kegiatan-kegiatan tersebut. Paragraf 9 Pasal 39 Pelestarian Hutan Lindung. (5) (6) Kegiatan rehabilitasi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dan ayat (4) dilakukan melalui pendekatan sosial. Yang dimaksud dengan “upaya agronomis”. Pelestarian Alam Pasal 39 (1) Pelestarian hutan lindung. Ayat (4) Yang dimaksud dengan “upaya vegetatatif”. dan unsur hara tanah. (2) Pelestarian hutan lindung. air permukaan. sipil teknis. dan kawasan pelestarian alam sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh Pemerintah atau pemerintah daerah sesuai 51/109 . antara lain meliputi kegiatan penghijauan dan reboisasi. dan kawasan pelestarian alam dilakukan untuk memberikan perlindungan terhadap kawasan di bawahnya dalam rangka menjamin ketersediaan air tanah. Ayat (5) Cukup jelas. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN Catatan: akan diinformasikan oleh Pak Nas kepada Dep.

b. (2) Pengawetan air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan Ayat (2) dengan cara: Cukup jelas. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (3) dengan kewenangannya dan peraturan perundang-undangan. Ambhara Hotel. menghemat air dengan pemakaian yang efisien dan efektif. sesuai dengan fungsi dan manfaatnya. mengendalikan penggunaan air tanah. Kehutanan agar sinkron dengan RPP RRHL (ayat (1). dan kawasan pelestarian alam sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dan/atau c.Pasca Harmonisasi. kawasan suaka alam. Catatan: akan diinformasikan oleh Pak Nas kepada Dep. menyimpan air yang berlebihan di saat hujan untuk dapat dimanfaatkan pada waktu diperlukan. (3) Penyimpanan air sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a Ayat (3) 52/109 Ayat (6) Cukup jelas. . (2). a. dan (3)) (4) Menteri atau menteri yang terkait dengan pengelolaan sumber daya air dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangan dan tanggung jawabnya menyelenggarakan pengawasan dan pemantauan pelaksanaan pelestarian hutan lindung. dan kawasan pelestarian alam. Pemerintah atau pemerintah daerah mengupayakan pemberdayaan masyarakat dalam menjaga pelestarian hutan lindung. kawasan suaka alam. ketersediaan air atau kuantitas air. Bagian Ketiga Pengawetan Air Pasal 40 Pasal 40 Ayat (1) (1) Pengawetan air ditujukan untuk memelihara keberadaan dan Cukup jelas.

Pembuatan tampungan air hujan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) merupakan bagian persyaratan dalam pemberian izin pembangunan gedung dan perumahan. dan embung di daerah yang memerlukannya. wisata. kolam. 53/109 . Ayat (4) Cukup jelas. perdagangan. Catatan: akan dikonsultasikan oleh Bu Martini dengan Ditjen. industri. (4) Pembuatan kolam dan/atau embung sebagaimana dimaksud pada ayat (3) merupakan bagian persyaratan dalam pemberian izin pengembangan kawasan atau lingkungan di daerah tertentu. Batas akhir pembahasan Tanggal 1 Mei 2007 Ayat (4) Yang dimaksud dengan “kawasan atau lingkungan di daerah tertentu”. (5) Menteri atau menteri yang terkait dengan pengelolaan sumber daya air atau pemerintah daerah sesuai dengan wewenang dan tanggung jawabnya mendorong masyarakat dalam pembuatan tampungan air hujan. atau waduk. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN dapat dilakukan melalui pembuatan tampungan air hujan. Cipta Karya mengenai pembuatan tampungan air hujan sebagai persyaratan dalam pemberian izin pembangunan gedung dan perumahan. embung. Ambhara Hotel. dapat dilakukan pada Cukup jelas. kolam.Pasca Harmonisasi. Penjelasan: Pembuatan tampungan air hujan bangunan gedung dan perumahan. Ayat (5) Cukup jelas. atau kawasan lain yang mengubah fungsi resapan air. misalnya perumahan.

sumber air. Ambhara Hotel.Pasca Harmonisasi. penggunaan air yang efisien dan efektif untuk huruf b. pipa atau saluran transmisi. jaringan distribusi dan unit pelayanan. segala macam kebutuhan. (2) Penghematan air dapat dilakukan melalui: Ayat (2) a. Cukup jelas. c. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN Pasal 41 Pasal 41 (1) Menteri atau menteri yang terkait dengan tanggung jawab Ayat (1) pengelolaan sumber daya air atau pemerintah daerah Cukup jelas. progresif. Yang dimaksud dengan “jaringan distribusi” adalah jaringan perpipaan yang berfungsi membagi air sampai ke pelanggan atau ke unit pelayanan. mendorong masyarakat untuk melakukan upaya penghematan air guna mencegah terjadinya krisis air. transmisi” adalah pipa atau saluran pembawa air baku dari intake ke instalasi pengolahan air atau pipa pembawa air minum dari instalasi pengolahan air ke reservoir. penerapan tarif penggunaan air yang bersifat huruf a. Yang dimaksud dengan “unit pelayanan” adalah sambungan rumah atau hidran umum dimana pelanggan memperoleh air. Yang dimaksud dengan “instalasi pengolahan air” adalah instalasi yang mengolah air baku menjadi air yang memenuhi persyaratan sebagai air minum. b. Yang dimaksud dengan “sambungan rumah” adalah bagian dari sistem penyediaan air minum 54/109 . instalasi Yang dimaksud dengan “pipa atau saluran pengolahan air. pencegahan kehilangan atau kebocoran air pada huruf c. Cukup jelas.

dan penurunan fungsi cekungan air tanah. mendaur ulang air yang telah dipakai. (2) Pengendalian penggunaan air tanah dapat dilakukan Ayat (2) dengan cara: huruf a. pemberian insentif bagi pelaku penghemat air. pipa dinas. huruf f. Ambhara Hotel. dan h. Yang dimaksud dengan “disinsentif”. g. tanah. Cukup jelas. (3) Menteri setelah berkonsultasi dengan menteri terkait menetapkan pedoman penghematan air. 55/109 . d. menerapkan praktek penggunaan air berulang. Pasal 42 Pasal 42 (1) Pengendalian penggunaan air tanah dimaksudkan untuk Ayat (1) mencegah penurunan muka air tanah. misalnya dengan memberlakukan sanksi atau kewajiban ekstra bagi pelaku boros air. Ayat (3) Cukup jelas. f. huruf g. (4) Pemerintah daerah menyelenggarakan upaya penghematan air sesuai kebutuhan daerahnya. Ayat (4) Cukup jelas. Cukup jelas. meter air. Cukup jelas. dan kran air. berdasarkan pedoman sebagaimana dimaksud pada ayat (3). Yang dimaksud dengan “insentif”. air. penurunan kualitas air Cukup jelas. secara pengembangan dan penerapan teknologi hemat huruf d. misalnya dengan memberikan kemudahan dalam penggunaan peralatan hemat air. huruf e. e. pemberian disinsentif bagi pelaku boros air. huruf h. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN yang langsung melayani pelanggan air minum.Pasca Harmonisasi. yang terdiri dari clamp saddle.

huruf b. Cukup jelas. Cukup jelas. Ambhara Hotel. huruf c. mengutamakan penggunaan air dari sumber air permukaan. huruf d. Zona rawan air tanah dan zona kritis air tanah ditandai dengan gejala sebagai berikut: penurunan muka air tanah. pengaliran. dan pelepasan air tanah. dalam hal sumber air permukaan terbatas ketersediaannya.Pasca Harmonisasi. d. penggunaan air untuk tujuan usaha dikenakan tarif dengan harga satuan yang lebih tinggi daripada penggunaan air untuk rumah tangga. penurunan muka tanah (land subsidence). e. . memperhatikan keseimbangan pengimbuhan. Cukup jelas. b. Yang dimaksud dengan “tarif progresif penggunaan air tanah” misalnya penggunaan air dalam jumlah besar terkena tarif dengan harga satuan yang lebih tinggi daripada pengguna air dalam jumlah kecil. Cukup jelas. g. mengutamakan penggunaan air tanah untuk kebutuhan pokok sehari-hari di atas keperluan lainnya. menerapkan sistem perizinan dalam penggunaan air tanah. mengurangi alokasi pengambilan air tanah baru pada zona rawan air tanah. intrusi air laut. huruf g. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN a. melarang pengambilan air tanah baru dan mengurangi secara bertahap pengambilan air tanah yang sudah ada di zona kritis air tanah. Kriteria:  Rawan apabila penurunan muka air tanah mencapai 40% sampai 56/109 f. c. menerapkan tarif progresif penggunaan air tanah sesuai dengan tingkat konsumsi. huruf e. huruf f. Cukup jelas.

dan kenaikan kandungan zat padat terlarut antara 1. mata air sebagaimana kondisi alamiahnya dan pelestarian fungsi air melalui penetapan standar baku mutu air. 57/109 . Bagian Keempat Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air Ayat (3) Cukup jelas.500 µS/cm) dari kondisi awal.000 sampai dengan 10. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN  dengan 60%.Pasca Harmonisasi.500 µS/cm) dari kondisi awal. (5) Pengaturan lebih lanjut tentang pengendalian penggunaan air tanah diatur dengan peraturan pemerintah tersendiri. dan kenaikan kandungan zat padat terlarut antara 10.000 mg/liter (DHL lebih besar dari 1.000 sampai dengan 100. (1) Pasal 43 Pasal 43 Ayat (1) Pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air Yang dimaksud dengan mempertahankan dan ditujukan untuk mempertahankan dan memulihkan kualitas air memulihkan kualitas air antara lain dengan cara yang masuk dan yang berada pada sumber-sumber air.000 mg/liter (DHL 1. Kritis apabila penurunan muka air tanah lebih besar dari 60%. Ambhara Hotel. (3) Larangan dan pengurangan pengambilan air tanah sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf g diikuti dengan upaya penyediaan air untuk kebutuhan pokok sehari-hari oleh pengelola sumber daya air. (4) Pemerintah atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya mengatur pengendalian penggunaan air tanah sebagaimana dimaksud pada ayat (2).000 sampai dengan 1. Ayat (4) Cukup jelas. memelihara kondisi kualitas air yang terdapat dalam kawasan lindung. Ayat (5) Cukup jelas.

. d. Ambhara Hotel.memperkecil tingkat erosi tanah. pemantauan kualitas air pada sumber air. pengendalian kerusakan sumber air. antara lain: . mengembangbiakkan. e. Yang dimaksud dengan “aerasi” adalah upaya meningkatkan kadar oksigen dalam air. Ayat (2) Huruf a. Huruf b. aerasi pada sumber air dan melalui prasarana sumber daya air. 58/109 . b.Pasca Harmonisasi. Ayat (3) Huruf a.melakukan purifikasi diri air. b. Cukup jelas. (3) Perbaikan kualitas air pada sumber air dan prasarana sumber daya air dapat dilakukan melalui kegiatan-kegiatan antara lain: a. Organisme atau mikro-organisme yang dapat menyerap bahan pencemar dapat diupayakan dengan cara menanam. penanggulangan pencemaran air pada sumber air. Huruf e. Huruf d. Fungsi lingkungan adalah kemampuan alam untuk. Cukup jelas. Cukup jelas. Huruf b. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (2) Perbaikan kualitas air pada sumber air dan prasarana sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh Pemerintah atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya melalui: a. pemanfaatan organisme dan mikro-organisme yang dapat menyerap bahan pencemar pada sumber air dan prasarana sumber daya air. perbaikan fungsi lingkungan untuk mengendalikan kualitas air. c. Huruf c Pengendalian kerusakan sumber air misalnya pencegahan terjadinya penggerusan palung atau dasar sungai yang menyebabkan kekeruhan air. penetapan kelas air dan baku mutu air pada sumber air.

pembuatan sumur-sumur infiltrasi di sepanjang pantai untuk memperbaiki kualitas air tanah yang telah terkena intrusi air asin. penggelontoran sumber air pada suatu keadaan yang mendesak. Ayat (4) Cukup jelas.Pasca Harmonisasi. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN c. (4) Pengaturan lebih lanjut mengenai pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air dilaksanakan sesuai dengan peraturan pemerintah yang mengatur tentang pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air. Huruf c. Penggelontoran hanya boleh dilakukan apabila terjadi keadaan mendesak. BAB VI PENDAYAGUNAAN SUMBER DAYA AIR Bagian Pertama Umum (1) Pasal 44 Pasal 44 Pendayagunaan sumber daya air mencakup kegiatan: Cukup jelas. d. Cukup jelas. 59/109 . a. Penggelontoran adalah bukan merupakan kegiatan rutin dalam rangka perbaikan kualitas air. antara lain menurunkan kelas air dari yang ditetapkan dan/atau berakibat fatal bagi kehidupan. penatagunaan sumber daya air ditujukan untuk menetapkan zona pemanfaatan sumber air dan peruntukan air pada sumber air. Ambhara Hotel. Huruf d. atau memanfaatkan sumber air yang mengandung organisme atau mikro-organisme tersebut.

e.Pasca Harmonisasi. hasil penelitian dan pengukuran secara teknis hidrologis. e. Ambhara Hotel. Bagian Kedua Penetapan Zona Pemanfaatan Sumber Air (1) (2) Pasal 45 Pasal 45 Penetapan zona pemanfaatan sumber air ditujukan Cukup jelas. untuk mendayagunakan fungsi atau potensi yang terdapat pada sumber air yang bersangkutan secara berkelanjutan. potensi konflik kepentingan yang minimal antar jenis penggunaan. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (2) b. terakomodasinya semua jenis pemanfaatan secara layak. penggunaan sumber daya air. d. pengusahaan sumber daya air. dan/atau f. c. penyediaan sumber daya air. pengembangan sumber daya air. c. d. Penetapan zona pemanfaatan sumber air didasarkan pada pertimbangan: a. b. fungsi kawasan. 60/109 . dampak negatif yang minimal terhadap kelestarian sumber daya air. fungsi lindung dan budi daya. Kegiatan-kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan secara terpadu berdasarkan rencana pendayagunaan sumber daya air yang telah ditetapkan.

(3) Penetapan rencana zona pemanfaatan sumber Ayat (3) air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Cukup jelas. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN a. Ambhara Hotel. gubernur. Menteri.Pasca Harmonisasi. (2) Dalam merumuskan rencana zona pemanfaatan Ayat (2) sumber air sebagaimana dimaksud pada ayat Cukup jelas. bagian dari proses penyusunan pola pengelolaan sumber daya air dan rencana induk pengelolaaan sumber daya air sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 dan Pasal 15 ayat (2). dan kesesuaiannya dengan peraturan perundangundangan. (4) Dalam hal wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air wilayah sungai tidak atau belum terbentuk. menganalisa kelayakan dampak lingkungan serta potensi konflik dari jenis-jenis pemanfaatan yang sudah dilakukan. gubernur. pertimbangan diberikan oleh wadah Ayat (4) Cukup jelas. atau bupati/walikota sesuai Ayat (1) dengan kewenangannya dalam pengelolaan Penetapan rencana zona pemanfaatan sumber air sumber daya air merumuskan dan menetapkan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). b. atau bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya melakukan kegiatan sebagai berikut: penelitian dan pengukuran parameter fisik dan karakter sumber air. merupakan rencana zona pemanfatan sumber air. c. (1). inventarisasi jenis-jenis pemanfaatan yang sudah dilakukan di seluruh bagian sumber air. dilakukan dengan memperhatikan pertimbangan wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air pada wilayah sungai bersangkutan. Pasal 46 Pasal 46 (1) Menteri. kimia dan biologi pada sumber air. 61/109 .

daya dukung sumber air. Cukup jelas. pertumbuhannya.Pasca Harmonisasi. jumlah dan penyebaran penduduk serta proyeksi Huruf b. Perhitungan dan proyeksi kebutuhan air dilakukan dengan memperhatikan tata ruang wilayah yang ada dalam rangka penyusunan. c. serta kajian pada wilayah sungai bersangkutan yang terkait Daya dukung sumber air mencakup kuantitas dengan: dan kualitas air. (1) Pasal 48 Pasal 48 Penyusunan rencana peruntukan air Ayat (1) dilakukan dengan kegiatan pengumpulan data dan informasi Huruf a. 62/109 . Pasal 47 Pasal 47 Peruntukan air pada sumber air dimaksudkan untuk Penetapan peruntukan air dimaksudkan untuk mengelompokkan penggunaan air pada sumber air ke dalam mencegah terjadinya konflik antarpemanfaat air. Huruf c. peninjauan kembali. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN koordinasi pengelolaan sumber daya air provinsi atau kabupaten/kota sesuai dengan kewenangannya. Bagian Ketiga Peruntukan Air Pada Sumber Air Ayat (5) Cukup jelas. beberapa golongan atau klasifikasi mutu air termasuk baku mutu air. a. b. perhitungan dan proyeksi kebutuhan air. Ambhara Hotel. dan/atau penyempurnaan rencana tata ruang wilayah ke depan. Penyusunan rencana peruntukan air pada sumber air merupakan bagian dari proses penyusunan pola pengelolaan sumber daya air. (5) Pedoman penetapan zona pemanfaatan sumber air ditetapkan oleh Menteri.

atau bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya. Bagian Keempat Penyediaan Sumber Daya Air (1) Pasal 49 Pasal 49 Penyediaan sumber daya air dilakukan berdasarkan Cukup jelas. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN d. (3) (4) Penyusunan rencana peruntukan air pada sumber air dikoordinasikan melalui wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air pada wilayah sungai bersangkutan. Ayat (2) Cukup jelas. Rencana peruntukan air pada sumber air yang terdapat di dalam pola pengelolaan sumber daya air ditetapkan oleh Menteri. (2) pemanfaatan air yang sudah ada. prinsip-prinsip: a. gubernur. Pedoman penyusunan rencana peruntukan air pada sumber air ditetapkan oleh Menteri. Ambhara Hotel.Pasca Harmonisasi. menjaga kelangsungan penyediaan air untuk pemakai air lainnya yang sudah ada. Ayat (3) Cukup jelas. Cukup jelas. c. b. Huruf d. memperhatikan penyediaan air untuk pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari penduduk 63/109 . mengutamakan penyediaan air untuk pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari dan pertanian rakyat pada sistem irigasi yang sudah ada. Ayat (4) Pedoman penyusunan rencana peruntukan air dapat disusun menjadi satu kesatuan dengan pedoman penyusunan pola pengelolaan sumber daya air.

masyarakat hukum adat yang berkaitan dengan sumber daya air. usulan urutan prioritas penyediaan sumber daya air disiapkan oleh instansi teknis yang ditunjuk oleh pejabat yang berwenang atau pengelola sumber daya air pada 64/109 (1) (2) (3) (4) (5) . sudah ada merupakan prioritas utama penyediaan sumber daya air di atas semua kebutuhan. Cukup jelas. Pemerintah atau pemerintah daerah mengatur kompensasi kepada pemakainya. Dalam hal terjadi situasi kekeringan yang ekstrim sehingga Ayat (3) timbul konflik kepentingan antara pemenuhan kebutuhan pokok Cukup jelas. sehari-hari dan pemenuhan kebutuhan air irigasi untuk pertanian rakyat. Ambhara Hotel. prioritas penyediaan air ditempatkan pada pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari. a. Pasal 50 Pasal 50 Urutan prioritas penyediaan sumber daya air ditetapkan pada Ayat (1) setiap wilayah sungai. peruntukan air. hak ulayat yang bersangkutan dan disesuaikan kondisi setempat. Prioritas penyediaan sumber daya air untuk kebutuhan lainnya Ayat (4) ditetapkan berdasarkan hasil penetapan zona pemanfaatan Yang dimaksud dengan “kondisi setempat”. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (2) yang berdomisili dekat dengan sumber air dan/atau di sekitar jaringan pembawa air. Tata cara penetapan urutan prioritas penyediaan sumber daya Ayat (5) air dilakukan sebagai berikut: Cukup jelas. misalnya sumber air. Penyediaan air untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari Ayat (2) dan irigasi bagi pertanian rakyat dalam sistem irigasi yang Cukup jelas. Dalam hal penerapan prinsip-prinsip sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menyebabkan perubahan urutan prioritas penyediaan air yang menimbulkan kerugian bagi pemakai air sebelumnya.Pasca Harmonisasi. kebutuhan air pada wilayah sungai kondisi sosial budaya yang berlaku.

c. Ayat (6) Cukup jelas. atau bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya menetapkan urutan prioritas penyediaan sumber daya air pada setiap wilayah sungai berdasarkan rumusan urutan prioritas sebagaimana dimaksud pada huruf b. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50 ayat (1). 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (6) wilayah sungai yang bersangkutan. usulan urutan prioritas penyediaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada huruf a disampaikan kepada wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air provinsi atau kabupaten/kota sesuai dengan kewenangannya. b. Urutan prioritas penyediaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disusun dan ditetapkan untuk jangka waktu setiap 5 (lima) tahun sekali dan dapat ditinjau kembali sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun sekali. (1) Pasal 51 Pasal 51 Rencana penyediaan sumber daya air disusun Ayat (1) berdasarkan urutan prioritas penyediaan sumber daya air Cukup jelas. usulan urutan prioritas penyediaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada huruf a disampaikan kepada wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air wilayah sungai sebagai bahan untuk perumusan urutan prioritas. 65/109 . (2) Rencana penyediaan sumber daya air Ayat (2) sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang Cukup jelas. Menteri.Pasca Harmonisasi. gubernur. disusun pada setiap wilayah sungai. Ambhara Hotel. berasal dari sumber air permukaan dan cekungan air tanah. d. Dalam hal wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air wilayah sungai tidak atau belum terbentuk.

(7) Dalam hal wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air wilayah sungai tidak atau belum terbentuk. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN a. Ayat (4) Cukup jelas. gubernur. Ayat (5) Cukup jelas. Ayat (7) Cukup jelas. 7 (tujuh) harian. misalnya 5 (lima) harian. Ayat (8) Rencana penyediaan sumber daya air tahunan pada setiap sumber air misalnya rencana penyediaan sumber daya air pada setiap sungai. (3) Rencana penyediaan sumber daya air yang berasal dari cekungan air tanah disesuaikan dengan kapasitas cekungan air tanah bersangkutan. dan waktu untuk memenuhi kebutuhan air dalam periode yang ditetapkan Ayat (3) Cukup jelas. Ambhara Hotel.Pasca Harmonisasi. dan ketersediaan air pada musim kemarau dan hujan. (8) Rencana penyediaan sumber daya air rinci merupakan rencana operasional dari rencana penyediaan sumber daya air tahunan pada setiap sumber air yang menggambarkan besaran volume. pertimbangan diberikan oleh wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air provinsi atau kabupaten/kota sesuai dengan kewenangannya. Ayat (6) Cukup jelas. atau 15 (lima belas) harian. Periode yang ditetapkan. (5) Rencana penyediaan sumber daya air tahunan disusun sesuai dengan: urutan prioritas penyediaan sumber daya air pada wilayah sungai yang bersangkutan. lokasi. atau bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya dengan memperhatikan pertimbangan dari wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air wilayah sungai. b. 66/109 . (4) Rencana penyediaan sumber daya air terdiri dari rencana penyediaan sumber daya air tahunan dan rencana penyediaan sumber daya air rinci. (6) Rencana penyediaan sumber daya air tahunan ditetapkan oleh Menteri.

(3) Dalam hal penyediaan sumber daya air tahunan Ayat (3) tidak dapat dilaksanakan sesuai dengan yang Dalam hal di wilayah sungai bersangkutan belum ditetapkan karena peristiwa alam yang terbentuk dewan atau wadah koordinasi mengakibatkan berkurangnya ketersediaan air pengelolaan sumber daya air wilayah sungai.Pasca Harmonisasi. 67/109 . atau penggiliran Cukup jelas. b. dan/atau kerusakan jaringan sumber air. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN sesuai kondisi setempat. bersangkutan berdasarkan rencana penyediaan sumber daya air rinci yang telah ditetapkan. (2) Pihak yang berwenang dapat menetapkan Ayat (2) pengurangan. pihak pertimbangan diberikan oleh dewan atau wadah yang berwenang dapat melakukan penyesuaian koordinasi pengelolaan sumber daya air rencana penyediaan air tahunan dengan kabupaten/kota atau provinsi. Pasal 52 Pasal 52 (1) Penyediaan sumber daya air dilaksanakan oleh Ayat (1) pengelola sumber daya air wilayah sungai yang Cukup jelas. atau berkurangnya kapasitas jaringan karena kegiatan pemeliharaan dan/atau pembangunan dalam rangka pengelolaan sumber daya air. a. mempertimbangkan masukan dari dewan atau wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air wilayah sungai. Ambhara Hotel. penambahan. dalam hal penyediaan sumber daya air rinci tidak dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana penyediaan air tahunan yang ditetapkan karena: berkurangnya ketersediaan air dan/atau kerusakan jaringan sumber air yang disebabkan peristiwa alam. penyediaan sumber daya air.

b. (5) Kompensasi sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dapat berupa: memperoleh penyediaan air dari tempat lain. diatur lebih lanjut oleh Pemerintah dan/atau pemerintah daerah yang bersangkutan sesuai dengan kewenangannya. Ayat (7) Cukup jelas. atau program pembangunan. (6) Tata cara penetapan dan pemberian kompensasi sebagaimana dimaksud pada ayat (5). ganti rugi. d. keringanan biaya jasa pengelolaan sumber daya air. Bagian Kelima Penggunaan Sumber Daya Air Ayat (4) Cukup jelas. 68/109 . c. memperoleh perpanjangan masa izin. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (4) Dalam hal penyediaan sumber daya air tidak dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana yang ditetapkan sebagai akibat selain sebagaimana dimaksud pada ayat (2). (7) Pedoman tata cara penetapan dan pemberian kompensasi sebagaimana dimaksud pada ayat (6) ditetapkan oleh Menteri.Pasca Harmonisasi. a. Pemerintah atau pemerintah daerah mengatur kompensasi dalam batas-batas tertentu kepada pihak pemegang hak yang dirugikan. Ayat (5) Cukup jelas. Ayat (6) Cukup jelas. Ambhara Hotel. e.

Penggunaan sumber air sebagai media adalah pemanfaatan ruang pada sumber air misalnya areal parkir. penggunaan yang saling menunjang antara air permukaan dan air tanah dengan memprioritaskan penggunaan air permukaan. dan/atau daya air sebagai media dan materi. rumah tangga. misalnya pemanfaatan untuk agroindustri. Penggunaan sumber daya air sebagaimana Ayat (2) dimaksud pada ayat (1) dapat berupa penggunaan air.Pasca Harmonisasi. dan industri. media. Penggunaan sumber daya air sebagaimana Ayat (3) dimaksud pada ayat (1) dilakukan berdasarkan prinsip-prinsip: Cukup jelas. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (1) (2) (3) Pasal 53 Pasal 53 Ayat (1) Penggunaan sumber daya air ditujukan untuk Cukup jelas. a. misalnya pemanfaatan sungai untuk transportasi dan arung jeram. dan/atau daya air. sumber air. e. b. penghematan penggunaan. perikanan. ketertiban dan keadilan. dan daya air sebagai air. ketepatan penggunaan. areal rekreasi. Pasal 54 Pasal 54 69/109 . d. c. Ambhara Hotel. sumber air. keberlanjutan penggunaan. pemanfaatan sumber daya air dan prasarananya sebagai media dan/atau materi. Penggunaan air dan daya air sebagai materi misalnya pemanfaatan untuk air minum. Penggunaan air. sumber Penggunaan air.

Pasal 55 Pasal 55 (1) Pengelola sumber daya air pada wilayah sungai berkewajiban: Ayat (1) a. Cukup jelas. 70/109 . sumber daya air. pengambilan air dari sumber air. melakukan pemantauan dan evaluasi atas penggunaan sumber daya air. d. melaksanakan pemberdayaan kepada para pengguna sumber daya air. antara lain penyadapan bebas dan pemompaan air dari sungai. sumber daya air yang mempunyai hak guna air di wilayah sungai yang bersangkutan. Ayat (2) Cukup jelas. pemanfaatan ruang pada sumber air. c. Huruf c. (2) Pedoman penggunaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh Menteri atau menteri yang terkait dengan bidang sumber daya air. b. Ambhara Hotel. (2) Pengelola sumber daya air pada wilayah sungai berhak menerima Ayat (2) dana yang dipungut dari para pemegang izin penggunaan Cukup jelas.Pasca Harmonisasi. c. Cukup jelas. Ayat (1) Huruf a. memelihara sumber daya air dan prasarananya agar terpelihara fungsinya. Huruf b. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (1) Penggunaan sumber daya air sebagaimana dimaksud dalam Pasal 53 dapat berupa: a. b. Yang dimaksud dengan “pengambilan air dari sumber air”. pemanfaatan air pada sumber air. menjamin ketersediaan sumber daya air bagi pengguna Cukup jelas.

mempergunakan hak sebagaimana mestinya. Cukup jelas. secara sukarela. pemegang izin selama jangka waktu Huruf c. sosial. Cukup jelas. badan sosial. a. Cukup jelas. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (1) (2) (3) (4) (5) (6) Pasal 56 Pasal 56 Perseorangan. Hak guna air batal dengan sendirinya atau dapat dibatalkan Ayat (6) dalam hal: Huruf a. b. d. Cukup jelas. jangka waktu berlaku izin telah Huruf d. 71/109 . Cukup jelas. musnahnya sumber daya air. atau badan usaha” adalah subyek yang menggunakan air berdasarkan izin . seluruhnya kepada pihak lain. ketentuan dan syarat-syarat diberikannya izin. Cukup jelas. c. Hak guna air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berupa Ayat (2) hak guna pakai air dan hak guna usaha air. Ayat (3) Cukup jelas. pemegang izin melepaskan haknya Huruf b. yang ditetapkan dalam keputusan pemberian izinnya. Ambhara Hotel. Hak guna air sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tidak Ayat (5) dapat disewakan atau dipindahtangankan sebagian atau Cukup jelas. Hak guna usaha air dinyatakan dalam izin pengusahaan Ayat (4) sumber daya air. Hak guna pakai air diperoleh dengan izin atau tanpa izin. tidak Cukup jelas. badan guna air. Yang dimaksud dengan “kelompok masyarakat” misalnya kelompok petani pemakai air irigasi pada sistem irigasi yang sudah ada. kelompok masyarakat. pemegang izin tidak memenuhi Huruf e. berakhir. atau Ayat (1) badan usaha yang menggunakan air berhak memperoleh hak Yang dimaksud dengan “perseorangan.Pasca Harmonisasi. e.

Yang dimaksud dengan “tidak melaksanakan kewajiban konservasi sumber daya air”. Ayat (8) Cukup jelas. Pasal 58 Pasal 58 72/109 . 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN f. dilaksanakan untuk meningkatkan kemanfaatan fungsi sumber daya air melalui pengembangan kemanfaatan sumber daya air. Ambhara Hotel. atau tidak melaksanakan kewajiban konservasi sumber daya air. antara lain membiarkan air dan/atau sumber air menjadi rusak tanpa upaya untuk melakukan pencegahan atau penanggulangan. Cukup jelas. dan/atau peningkatan ketersediaan air dan kualitas air. badan hukum atau badan pemegang izin dibubarkan atau dinyatakan pailit. Pengembangan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan melalui tahapan perencanaan dan pelaksanaan. pemegang izin menyalahgunakan haknya untuk tujuan yang menyimpang dari tujuan semula. (8) Hak guna air sebagaimana dimaksud pada ayat (2) mulai berlaku setelah kegiatan penggunaan atau pengusahaan sumber daya air yang bersangkutan beroperasi. (7) Pembatalan hak sebagaimana dimaksud pada ayat (6) huruf e dapat dipulihkan kembali dalam hal pemegang izin telah memenuhi ketentuan dan syarat yang ditentukan dalam izin. usaha Huruf f. Bagian Keenam Pengembangan Sumber Daya Air (1) (2) Pasal 57 Pasal 57 Pengembangan sumber daya air meliputi semua upaya yang Cukup jelas.Pasca Harmonisasi. g. Huruf g. Ayat (7) Cukup jelas.

(2) Rencana pengembangan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dimulai dengan kegiatan studi kelayakan. c. pedoman. sesuai norma. lingkungan hidup. Pelaksanaan pengembangan sumber daya air wajib dilakukan Ayat (2) melalui kegiatan survai. b. (1) (2) (3) Pasal 59 Pasal 59 Pelaksanaan pengembangan sumber daya air dilakukan setelah Ayat (1) dinilai memenuhi kelayakan teknis. kekhasan dan aspirasi daerah dan masyarakat setempat. sosial dan Cukup jelas. dan tahapan rencana detail Cukup jelas. kemampuan pembiayaan. dan manual yang ditetapkan oleh Menteri atau menteri terkait. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (1) Perencanaan pengembangan sumber daya air disusun untuk menghasilkan rencana yang berfungsi sebagai pedoman dan arahan dalam pelaksanaan pengembangan sumber daya air. kelestarian keanekaragaman hayati dalam sumber air bersangkutan.Pasca Harmonisasi. Keikutsertaan masyarakat dalam pengembangan 73/109 . dan d. Masyarakat diikutsertakan dalam pelaksanaan pengembangan Ayat (3) sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (2). ekonomis. (3) Rencana pengembangan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disusun dengan memperhatikan: a. investigasi. Cukup jelas. daya dukung sumber daya air yang ada di wilayah sungai bersangkutan. (4) Pengembangan sumber daya air yang mempunyai dampak penting terhadap lingkungan hidup dikenakan ketentuanketentuan tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup. Ambhara Hotel. standar.

agar masyarakat dapat mempersiapkan diri terhadap situasi yang diperkirakan akan turun hujan yang diakibatkan oleh adanya kegiatan modifikasi cuaca. (5) Modifikasi cuaca dilaksanakan setelah memperoleh izin dari Ayat (5) instansi yang membidangi meteorologi dan geofisika dan Cukup jelas. rencana pengembangan sumber daya air sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58 ayat (2) dapat ditinjau ulang. sumber daya air diwujudkan dalam bentuk memberikan masukan atau pertimbangan dalam proses pengambilan keputusan. normal).Pasca Harmonisasi. (4) Program kegiatan modifikasi cuaca diberitahukan kepada Ayat (4) masyarakat sekurang-kurangnya 1 (satu) bulan sebelum Pemberitahuan kepada masyarakat dimaksudkan pelaksanaan program kegiatan modifikasi cuaca. air dan/atau mengendalikan curah hujan yang diperkirakan dapat mengakibatkan masalah banjir dan kekeringan. Pasal 60 Pasal 60 Pengembangan teknologi modifikasi cuaca ditujukan untuk Ayat (1) kepentingan penelitian dan menambah volume air pada sumber Cukup jelas. Ayat (4) Cukup jelas. (3) Penyimpangan kondisi iklim atau cuaca sebagaimana Ayat (3) dimaksud pada ayat (2) dinyatakan oleh instansi yang Cukup jelas. membidangi meteorologi dan geofisika. (2) Kegiatan modifikasi cuaca yang ditujukan untuk menambah Ayat (2) volume air pada sumber air dan/atau mengendalikan curah Yang dimaksud dengan “penyimpangan kondisi iklim hujan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) hanya dapat atau cuaca” adalah kondisi iklim atau cuaca di luar dilaksanakan untuk menanggulangi dampak penyimpangan kondisi normal (di atas normal atau di bawah kondisi iklim atau cuaca terhadap masyarakat luas. (1) 74/109 . 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (4) Dalam hal sebagian besar masyarakat yang diperkirakan terkena dampak kegiatan pengembangan sumber daya air menyatakan keberatan. Ambhara Hotel.

standar. badan usaha. 75/109 . meliputi dampak positif (manfaat) dan dampak negatif (kerugian). sesuai dengan rencana pengelolaan sumber daya air di wilayah sungai bersangkutan. Ayat (9) Yang dimaksud dengan “dampak”. (6) Pelaksanaan teknologi modifikasi cuaca harus sesuai dengan norma. dan perseorangan yang memanfaatkan air laut di darat wajib memperoleh izin pemanfaatan dari Pemerintah atau pemerintah daerah yang berwenang atas pengelolaan sumber daya air di wilayah sungai bersangkutan. kelompok masyarakat. (3) Pemanfaatan air laut di darat yang diperkirakan menimbulkan dampak penting terhadap lingkungan hidup dikenakan ketentuan-ketentuan tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. Pasal 61 Pasal 61 (1) Pemanfaatan air laut di darat dilaksanakan Cukup jelas. Ayat (6) Yang dimaksud dengan “lembaga/instansi yang membidangi teknologi modifikasi cuaca” adalah kementerian yang membidangi riset dan teknologi. (2) Badan hukum. Ayat (8) Cukup jelas. pedoman. Ambhara Hotel.Pasca Harmonisasi. Ayat (7) Cukup jelas. dan kriteria yang ditetapkan oleh lembaga/instansi yang membidangi teknologi modifikasi cuaca. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN disetujui oleh pemerintah kabupaten/kota dan/atau pemerintah provinsi yang bersangkutan. (8) Pengawasan terhadap pelaksanaan teknologi modifikasi cuaca sebagaimana dimaksud pada ayat (7). (7) Pelaksanaan teknologi modifikasi cuaca dilakukan oleh penyedia jasa teknologi modifikasi cuaca dan/atau pengguna jasa teknologi modifikasi cuaca. (9) Pemantauan dan evaluasi dampak kegiatan modifikasi cuaca menjadi tanggung jawab pemrakarsa. dilakukan oleh lembaga/instansi yang membidangi teknologi modifikasi cuaca.

Ambhara Hotel. 2006): Agar hal2 mengenai bencana alam disinkronkan dengan RUU Penanggulangan Bencana Alam yang sedang dibahas di DPR. (1) (2) (3) (4) BAB VII PENGENDALIAN DAYA RUSAK AIR Bagian Pertama Umum Catatan Pak Oka (Hrm. Pengaturan mengenai pengusahaan sumber daya air diatur dalam peraturan pemerintah tersendiri. Pengusahaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilaksanakan setelah keperluan air untuk kebutuhan pokok sehari-hari dan pertanian rakyat dalam sistem irigasi yang sudah ada terpenuhi. Pengusahaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan dengan memperhatikan fungsi sosial dan kelestarian lingkungan hidup. Pasal 62 Cukup jelas. Pasal 63 Pasal 63 76/109 .Pasca Harmonisasi. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN Bagian Ketujuh Pengusahaan Sumber Daya Air Pasal 62 Pengusahaan sumber daya air pada suatu wilayah sungai dilaksanakan berdasarkan rencana pengelolaan sumber daya air di wilayah sungai yang bersangkutan. 27 Nov.

Pengendalian daya rusak air dilakukan berdasarkan rencana pengendalian yang disusun secara terpadu. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (1) (2) (3) (4) Pengendalian daya rusak air meliputi: a. banjir. dan fisika air. biologi. c. dan/atau i. amblesan tanah. (5) 77/109 . b. air tanah. terancamnya kepunahan jenis tumbuhan dan/atau satwa. e. Pengendalian daya rusak air yang terkait dengan air hujan. upaya pencegahan sebelum terjadi bencana. Ambhara Hotel. air permukaan. c. f. upaya penanggulangan pada saat terjadi bencana. g. Daya rusak air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berupa: a. h. upaya pemulihan akibat bencana. kekeringan. Rencana pengendalian sebagaimana dimaksud pada ayat (3) ditetapkan oleh Pemerintah dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya dengan melibatkan peran masyarakat. wabah penyakit.Pasca Harmonisasi. banjir lahar dingin. terkoordinasi dan merupakan bagian dari rencana pengelolaan sumber daya air di wilayah sungai yang bersangkutan. b. perubahan sifat dan kandungan kimiawi. d. dan air laut yang berada di darat diatur Cukup jelas. menyeluruh. longsoran tanah. erosi dan sedimentasi.

perubahan sifat dan kandungan kimiawi. Pemerintah daerah wajib mengendalikan pemanfaatan kawasan rawan bencana di wilayahnya masing-masing dengan melibatkan masyarakat. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN dalam peraturan pemerintah tersendiri. Penetapan kawasan rawan bencana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (3) dilaksanakan berdasarkan pedoman yang ditetapkan oleh Menteri atau menteri lainnya yang terkait sesuai dengan kewenangannya. kekeringan. erosi dan sedimentasi. banjir lahar dingin.Pasca Harmonisasi. terancamnya kepunahan jenis tumbuhan dan/atau satwa. Kawasan rawan bencana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibagi ke dalam zona-zona rawan bencana berdasarkan tingkat kerawanannya. amblesan tanah. Cukup jelas. Ambhara Hotel. dan/atau wabah penyakit. Kawasan rawan bencana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menjadi masukan untuk penyusunan rencana tata ruang wilayah di wilayah bersangkutan. biologi dan fisika air. Pemerintah dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya menetapkan kawasan rawan bencana di setiap wilayah sungai. (2) (3) (4) (5) (6) 78/109 . longsoran tanah. Bagian Kedua Pencegahan Bencana (1) Pasal 64 Pasal 64 Dalam rangka melakukan pencegahan akibat daya rusak air. Kawasan rawan bencana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi wilayah yang rawan banjir.

Peringatan dini untuk pencegahan bencana akibat daya rusak air dilakukan oleh pengelola sumber daya air dan Pemerintah dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya. Pasal 66 Pasal 66 Pemerintah dan/atau pemerintah daerah Cukup jelas. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (1) (2) (3) Pasal 65 Pasal 65 Pemerintah dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan Cukup jelas. Sistem peringatan dini sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disusun dan ditetapkan berdasarkan pedoman yang ditetapkan oleh Menteri terkait sesuai dengan kewenangannya. kewenangannya menetapkan sistem peringatan dini di setiap wilayah sungai.Pasca Harmonisasi. Kawasan rawan bencana sebagaimana dimaksud pada ayat (3) untuk selanjutnya ditetapkan sebagai 79/109 (1) (2) (3) (4) (5) . untuk pencegahan bencana akibat daya rusak air. Dalam hal tingkat kerawanan bencana mengancam keselamatan jiwa. Pemindahan penduduk sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan berdasarkan pada kesepakatan dengan penduduk bersangkutan. Ambhara Hotel. Pemerintah dan/atau pemerintah daerah melakukan upaya penyelamatan penduduk yang bermukim di kawasan rawan bencana. Biaya yang timbul akibat upaya penyelamatan penduduk sebagaimana dimaksud pada ayat (3) menjadi tanggung jawab Pemerintah dan/atau pemerintah daerah. sesuai dengan kewenangannya dapat melakukan pemindahan penduduk yang bermukim di kawasan rawan bencana dalam upaya pencegahan bencana akibat daya rusak air.

1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN kawasan yang tertutup bagi permukiman.Pasca Harmonisasi. Ambhara Hotel. atau satuan pelaksanaan penanggulangan bencana 80/109 . menyeluruh. Pasal 68 Pemerintah dan/atau pemerintah kewenangannya mengupayakan alokasi jasa pengelolaan sumber daya air pencegahan bencana akibat daya rusak bersangkutan. kewenangannya melakukan penyebarluasan informasi dan penyuluhan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam rangka pencegahan bencana akibat daya rusak air. Pasal 68 daerah sesuai dengan Cukup jelas. (1) Tindakan penanggulangan kerusakan dan/atau bencana akibat daya rusak air dilakukan dengan segera. Pasal 67 Pasal 67 Pemerintah dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan Cukup jelas. satuan koordinasi pelaksanaan penanggulangan bencana provinsi. dan terkoordinasi melalui suatu badan koordinasi penanggulangan bencana pusat. terpadu. sebagian dana dari biaya sebagai kontribusi untuk air di wilayah sungai yang Bagian Ketiga Penanggulangan Bencana Pasal 69 Pasal 69 Cukup jelas.

keselamatan jiwa manusia. b.Pasca Harmonisasi. (4) Penanggulangan bencana akibat daya rusak air dilakukan berdasarkan urutan prioritas: a. (8) Pemerintah dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya mensosialisasikan pedoman penanggulangan kerusakan dan/atau bencana sebagaimana dimaksud pada ayat (6) kepada masyarakat. d. (5) Pemerintah dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya menyatakan terjadinya suatu bencana. c. (2) Pemerintah dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya menyiapkan rencana penanggulangan bencana akibat daya rusak air. (9) Prosedur operasi standar penanggulangan kerusakan dan/atau bencana akibat daya rusak air ditetapkan di setiap provinsi dan kabupaten/kota oleh gubernur atau 81/109 . (3) Rencana penanggulangan bencana akibat daya rusak air sebagaimana dimaksud pada ayat (2) disebarluaskan kepada masyarakat di wilayah bersangkutan oleh Pemerintah dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN kabupaten/kota. pemenuhan kebutuhan air dan pangan. Ambhara Hotel. (7) Pernyataan terjadinya suatu bencana sebagaimana dimaksud pada ayat (5) ditetapkan oleh gubernur atau bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya. pemenuhan kebutuhan kesehatan dan sanitasi. pemenuhan kebutuhan tempat penampungan sementara. (6) Pedoman penanggulangan kerusakan dan/atau bencana akibat daya rusak air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh Menteri atau menteri lain yang terkait.

dan/atau melintasi sumber air.Pasca Harmonisasi. jaringan perpipaan. pelaksanaan kontruksi pada di bawah sungai. BAB VIII PERIZINAN DALAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR Pasal 71 Pasal 71 Perizinan dalam pengelolaan sumber daya air diperlukan untuk Yang dimaksud dengan “konstruksi yang melintasi kegiatan: sumber air” misalnya jembatan. penggunaan sumber daya air 82/109 Pasal 70 Cukup jelas. jaringan kabel listrik/telepon yang melintas di atas atau a. (2) Pemerintah dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangan dan tanggung jawabnya mengupayakan pemulihan fungsi lingkungan hidup serta sarana dan prasarana umum yang terkena bencana. Ambhara Hotel. rekonstruksi. Bagian Keempat Pemulihan Akibat Bencana Pasal 70 (1) Pemulihan akibat bencana dilakukan melalui upaya rehabilitasi. . b. (3) Tindakan pemulihan daya rusak air diprioritaskan untuk memulihkan kembali fungsi sarana dan prasarana guna pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya. (10) Mekanisme dan tata kerja badan koordinasi penanggulangan bencana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan sesuai dengan peraturan perundangundangan. dan/atau pembangunan.

dan cekungan air tanah dilaksanakan sesuai dengan peraturan pemerintah yang mengatur tentang sumber air yang bersangkutan. waduk dan bendungan. bupati/walikota untuk wilayah sungai dalam satu kabupaten/kota. (5) Tata cara permohonan dan pemberian izin pelaksanaan konstruksi pada dan/atau melintasi sungai dan danau. rawa. Pasal 72 Pasal 72 (1) Izin pelaksanaan konstruksi pada dan/atau melintasi sumber Cukup jelas.Pasca Harmonisasi. (4) Izin pelaksanaan konstruksi pada dan/atau melintasi sumber air yang terkait dengan penggunaan sumber daya air menjadi satu kesatuan dalam izin penggunaan sumber daya air. modifikasi cuaca. Menteri untuk wilayah sungai lintas provinsi. (3) Izin pelaksanaan konstruksi pada dan/atau melintasi sumber air sebagaimana dimaksud dalam Pasal 71 huruf a untuk cekungan air tanah dilaksanakan sesuai dengan peraturan pemerintah yang mengatur tentang air tanah. gubernur untuk wilayah sungai lintas kabupaten/kota. dan wilayah sungai strategis nasional. Ambhara Hotel. (2) Pemberian izin sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan mempertimbangkan rekomendasi teknis dari pengelola sumber daya air wilayah sungai bersangkutan. wilayah sungai lintas negara. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN untuk tujuan tertentu. c. air sebagaimana dimaksud dalam Pasal 71 huruf a untuk sumber air permukaan diberikan oleh: a. 83/109 . b.

gambar dan spesifikasi teknis bangunan. (2) Izin dapat diubah ketentuannya apabila keadaan yang dipakai Ayat (2) sebagai dasar pertimbangan pemberian izin telah mengalami Yang dimaksud dengan “perubahan” dalam perubahan. mematuhi ketentuan-ketentuan dalam izin. g. jadwal pelaksanaan pembangunan. Ambhara Hotel. (3) Izin pelaksanaan konstruksi dinyatakan batal apabila pemegang Ayat (3) izin tidak melaksanakan pembangunan selambat-lambatnya 3 Cukup jelas. tempat konstruksi yang akan dibangun. Pasal 74 Pasal 74 (1) Pemegang izin pelaksanaan konstruksi pada dan/atau melintasi Cukup jelas. metode pelaksanaan pembangunan. f. c. d.Pasca Harmonisasi. misalnya karena perubahan kebijakan pengelolaan sumber daya air yang berkaitan dengan penggunaan ruang. 3. sumber air berkewajiban untuk: 2. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN Pasal 73 Pasal 73 (1) Izin pelaksanaan konstruksi pada dan/atau melintasi sumber air Ayat (1) sekurang-kurangnya memuat tentang: Cukup jelas. jenis/tipe prasarana yang akan dibangun. (tiga) tahun terhitung sejak izin berlaku. e. membayar retribusi dan kompensasi 84/109 . b. nama. maksud/tujuan pembangunan. dan alamat pemegang izin. pekerjaan. ketentuan ini.

11. Ambhara Hotel.Pasca Harmonisasi. 5. mencegah terjadinya pencemaran air akibat pelaksanaan konstruksi. pengawasan. memberikan tanggapan yang positif apabila timbul gejolak sosial masyarakat di sekitar lokasi kegiatannya. melindungi dan mengamankan prasarana sumber daya air disekitarnya. 7. 9. memberikan akses untuk dilakukan pemantauan. 8. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN lainnya sebagai akibat dari pelaksanaan konstruksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. (2) Pemegang izin pelaksanaan konstruksi pada dan/atau melintasi sumber air hanya dapat membangun pada sumber air dan memanfaatkan ruang pada sumber air sebatas tempat bangunan yang telah disetujui rencana teknisnya oleh pengelola 85/109 . evaluasi. melindungi dan memelihara kelangsungan fungsi sumber daya air. 10. memulihkan kerusakan lingkungan hidup yang disebabkan oleh kegiatan konstruksi. menjamin kelangsungan penggunaan sumber daya air bagi pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari masyarakat di sekitar lokasi kegiatan yang terganggu akibat pelaksanaan konstruksi. memberikan laporan pelaksanaan konstruksi kepada pemberi izin. dan pemeriksaan. 6. 4.

usaha pengapungan. Cukup jelas. usaha pertambangan. Pasal 75 Pasal 75 (1) Izin penggunaan sumber daya air sebagaimana Ayat (1) dimaksud dalam Pasal 71 huruf b untuk sumber daya air Cukup jelas. memperendah permukaan air mengubah kondisi alami sumber air. pemenuhan untuk usaha pertanian. Cukup jelas. c. permukaan diberikan oleh: a. b. yang dilaksanakan oleh kelompok orang dan badan sosial. dan wilayah sungai strategis nasional. pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari alami sumber air” misalnya dengan dan pertanian rakyat yang dilakukan dengan cara mempertinggi. usaha Huruf d. rakyat di luar sistem irigasi yang sudah ada. (2) Izin penggunaan sumber daya air sebagaimana Ayat (2) dimaksud dalam Pasal 71 huruf b pada cekungan air tanah Cukup jelas. gubernur untuk penggunaan sumber daya air pada wilayah sungai lintas kabupaten/kota. wilayah sungai lintas negara. Menteri untuk penggunaan sumber daya air pada wilayah sungai lintas provinsi. b. ketenagaan. c. (3) Penggunaan sumber daya air untuk tujuan tertentu Ayat (3) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 71 huruf b meliputi Huruf a. dan/atau membelokkan aliran air pada sumber air. penggunaan sumber daya air untuk: Yang dimaksud dengan “mengubah kondisi a. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN sumber daya air.Pasca Harmonisasi. dan 86/109 . d. Ambhara Hotel. usaha transportasi air. Cukup jelas. pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari Huruf b. pemenuhan keperluan irigasi pertanian Huruf c. diberikan oleh bupati/walikota. bupati/walikota untuk penggunaan sumber daya air pada wilayah sungai dalam satu kabupaten/kota.

Pasca Harmonisasi. (2) Jangka waktu izin penggunaan air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dimintakan perpanjangan oleh pemegang izin dengan mengajukan permohonan perpanjangan secara tertulis kepada pihak yang berwenang selambatlambatnya 3 (tiga) bulan sebelum jangka waktu izin tersebut berakhir. Ayat (4) Cukup jelas. 87/109 . Huruf e. c. lainnya. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN e. dan cekungan air tanah diatur dengan peraturan pemerintah tersendiri. Ambhara Hotel. misalnya pembangunan terminal bahan bakar minyak untuk usaha pelayanan bahan bakar transportasi air. Pasal 76 Pasal 76 (1) Jangka waktu izin penggunaan air ditetapkan oleh Cukup jelas. pejabat yang berwenang paling lama 10 (sepuluh) tahun sesuai dengan pertimbangan keperluannya dan/atau jenis dan besar investasi. pemenuhan untuk kebutuhan usaha (4) Tata cara permohonan dan pemberian izin penggunaan sumber daya air pada sungai. waduk dan bendungan. Yang dimaksud dengan “pemenuhan kebutuhan usaha lainnya adalah pemenuhan kebutuhan usaha di luar ketentuan a. rawa. b. dan d yang dilakukan pada sumber air. danau.

d. Cukup jelas.Pasca Harmonisasi. Huruf g. Cukup jelas. Huruf c. Huruf b. misalnya baku mutu air yang boleh dibuang ke sumber air. Cukup jelas. Cukup jelas. Cukup jelas. Huruf f. maksud/tujuan. b. sumber daya air. misalnya luas tapak sumber air termasuk ruang di atasnya dalam satuan meter persegi (m2) atau hektar (ha). digunakan. nama pekerjaan atas usaha serta alamat pemegang ditambahkan sesuai dengan jenis penggunaan hak. jumlah air atau dimensi ruang pada sumber air. f. jadwal penggunaan dan melaporkannya. Huruf h Cukup jelas. misalnya volume air atau volume air per satuan waktu. jangka waktu berlakunya izin. Ambhara Hotel. Huruf d. h. 88/109 Pasal 77 sumber daya g. Cukup jelas. cara pengambilan dan/atau pembuangan. tempat penggunaan yang diizinkan. jadwal pengambilan air dari sumber air Huruf a. kewajiban untuk . 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (1) Pasal 77 Izin penggunaan air sekurang-kurangnya Ayat (1) memuat tentang: Ketentuan yang tercantum dalam izin dapat a. Yang dimaksud dengan” jumlah air”. Yang dimaksud dengan “dimensi ruang”. spesifikasi teknis dari bangunan atau sarana yang Huruf e. c. e.

Ayat (2) Yang dimaksud dengan “perubahan” dalam ketentuan ini. Huruf j. b. misalnya untuk penggelontoran sumber air di kawasan perkotaan yang tingkat pencemarannya sangat tinggi. 89/109 .Pasca Harmonisasi. untuk pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari pada saat kekeringan yang luar biasa. (2) syarat-syarat perubahan. Cukup jelas. membayar biaya jasa pengelolaan sumber daya air yang dikenakan atas penggunaan sumber daya air sesuai ketentuan yang tercantum dalam izin dan membayar kewajiban keuangan lainnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Ambhara Hotel. pembaharuan. berkewajiban untuk: a. (3) Pembekuan sementara izin penggunaan sumber daya air yang dikarenakan keadaan memaksa harus diberitahukan kepada pemegang izin selambat-lambatnya 2 (dua) minggu sebelum pembekuan dilaksanakan. mematuhi ketentuan-ketentuan dalam izin. Huruf i. Cukup jelas. Ayat (3) Yang dimaksud dengan “keadaan memaksa” adalah keadaan yang bersifat darurat. Izin dapat diubah ketentuannya apabila keadaan yang dipakai sebagai dasar pertimbangan pemberian izin telah mengalami perubahan. j. untuk mengatasi kerusakan mendadak yang terjadi pada prasarana sumber daya air. Pasal 78 Pasal 78 (1) Pemegang izin penggunaan sumber daya air Cukup jelas. pencabutan. misalnya karena ketersediaan air atau perubahan kebijakan pengelolaan sumber daya air yang dapat berpengaruh terhadap keseluruhan penggunaan sumber daya air pada wilayah sungai. dan ketentuan hak dan kewajiban. dan pembatalan izin. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN i. pembekuan sementara.

c. memberikan akses untuk penggunaan sumber daya air dari sumber air yang sama bagi pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari masyarakat di sekitar lokasi kegiatannya. dan/atau daya air sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam izin. h. g. 90/109 . evaluasi. sumber air. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN melindungi dan memelihara kelangsungan fungsi sumber daya air. Ambhara Hotel. melindungi dan mengamankan prasarana sumber daya air. memberikan akses kepada pihak yang berwenang untuk melakukan pemantauan. e.Pasca Harmonisasi. (1) Pasal 79 Pasal 79 Kegiatan modifikasi cuaca dapat dilakukan oleh badan hukum. b. melakukan perbaikan kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh kegiatannya. menggunakan air. atau perseorangan berdasarkan izin dari pihak yang berwenang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60 ayat (5). d. pengawasan. (2) Pemegang izin penggunaan sumber daya air berhak untuk: a. membangun prasarana sumber daya air dan bangunan lainnya sesuai rencana teknis yang telah disetujui oleh pengelola sumber daya air. dan pemeriksaan. melakukan usaha pengendalian dan pencegahan terjadinya pencemaran air. i. Cukup jelas. f. badan usaha. memberikan laporan kegiatan penggunaan sumber daya air secara berkala.

modifikasi cuaca berlaku selama 6 (enam) bulan sejak izin berlaku. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (2) Tata cara perizinan penyelenggaraan kegiatan modifikasi cuaca ditetapkan oleh menteri yang membidangi teknologi modifikasi cuaca. kegiatan beserta dokumen pendukung untuk keperluan Cukup jelas. Pasal 80 Pasal 80 Pemegang izin kegiatan modifikasi cuaca wajib: Huruf a. a. dan b.Pasca Harmonisasi. Ambhara Hotel. monitoring dan evaluasi disampaikan kepada pihak yang berwenang memberi izin. (1) Pasal 81 Pasal 81 Izin penyelenggaraan kegiatan Cukup jelas. menyampaikan laporan pelaksanaan Huruf b. b. pemohon melanggar ketentuan 91/109 (2) . Izin penyelenggaraan kegiatan modifikasi cuaca dapat dibatalkan oleh pihak yang berwenang dalam hal: a. pemohon tidak melaksanakan kegiatan dalam periode waktu yang telah diberikan dalam izin penyelenggaraan. berturut-turut. menghadapai situasi yang diperkirakan akan turun selambat-lambatnya 2 (dua) minggu sebelum pelaksanaan hujan yang diakibatkan oleh kegiatan modifikasi kegiatan modifikasi cuaca dan sekurang-kurangnya 3 (tiga) hari cuaca. mengumumkan rencana pelaksanaan Pemberitahuan kepada masyarakat dimaksudkan kegiatan modifikasi cuaca kepada publik melalui media masa agar masyarakat dapat mempersiapkan diri dalam wilayah yang diperkirakan dapat terkena dampak.

penghasilna per kapita. Informasi sumber daya air mengenai kegiatan sosial ekonomi budaya masyarakat yang terkait dengan sumber daya air selain sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dikelola oleh berbagai institusi sesuai dengan peraturan perundang-undangan.Pasca Harmonisasi. BAB IX SISTEM INFORMASI Pasal 82 Informasi sumber daya air meliputi informasi mengenai kondisi hidrologis. debit sungai. Ambhara Hotel. kecepatan angin. tingkat pendidikan. Ayat (2) Informasi lingkungan pada sumber daya air misalnya. (1) (2) (3) (4) Informasi sumber daya air mengenai kondisi hidrometeorologis Pasal 82 Ayat (1) Informasi kondisi hidrologis misalnya tentang curah hujan. Ayat (4) 92/109 . mata pencaharian. Informasi kegiatan sosial ekonomi budaya masyarakat yang terkait dengan pengelolaan sumber daya air misalnya hukum dan kelembagaan. dan tinggi muka air pada sumber air. teknologi sumber daya air. Informasi kondisi hidrogeologis mencakup cekungan air tanah misalnya potensi air tanah dan kondisi akuifer atau lapisan pembawa air. penggunaan sumber daya air. prasarana sumber daya air. keberadaan masyarakat hukum adat. peta zona pemanfaatan sumber air. misalnya jumlah penduduk. dan kelembaban udara. lingkungan pada sumber daya air dan sekitarnya. Informasi sumber daya air mengenai kondisi hidrologis. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN yang ditetapkan dalam izin. dikelola oleh institusi yang membidangi sumber daya air. hidrometeorologis. hidrogeologis. kebijakan sumber daya air. teknologi sumber daya air. serta kegiatan sosial ekonomi budaya masyarakat yang terkait dengan sumber daya air. prasarana sumber daya air. serta kegiatan sosial ekonomi budaya masyarakat yang terkait dengan pelaksanaan pengelolaan sumber daya air. Informasi kondisi hidrometeorologis misalnya tentang temperatur udara. lingkungan pada sumber daya air dan sekitarnya. kebijakan sumber daya air. Ayat (3) Informasi kegiatan sosial ekonomi budaya masyarakat yang terkait dengan sumber daya air dalam ketentuan ini. program dan pendanaan.

1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (5) dikelola oleh instansi yang membidangi meteorologi dan geofisika. dan Ayat (6) ketepatan waktu atas data dan informasi yang disampaikan Cukup jelas. (1) (2) (3) (4) (5) (6) Pasal 83 Pasal 83 Pengelolaan sistem informasi sumber daya air meliputi Ayat (1) kegiatan perencanaan. Huruf a. kebenaran. evaluasi sistem informasi sumber daya air. 93/109 . penyebarluasan data dan informasi. pengoperasian. Pengelolaan sistem informasi sumber daya air sebagaimana Ayat (2) dimaksud pada ayat (1) dilakukan melalui tahapan: a. Huruf c. Cukup jelas. pengelola sumber daya air wajib mengikuti norma. b. c. penyimpanan dan pengolahan data. Pengelolaan sistem informasi sumber daya air sebagaimana Ayat (3) dimaksud pada ayat (1) diselenggarakan oleh Pemerintah dan Cukup jelas. Pemerintah dan pemerintah daerah menyediakan informasi Ayat (4) sumber daya air untuk diakses oleh pihak yang berkepentingan. Yang termasuk “data dan informasi” adalah data dan informasi dalam bentuk media elektronik dan media cetak. Cukup jelas. pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya. dan Huruf b. dan ketepatan waktu atas data dan informasi. Pemerintah dan pemerintah daerah dalam menyediakan Ayat (5) informasi sumber daya air berkewajiban menjaga keakuratan. Ayat (5) Cukup jelas. kebenaran. Informasi sumber daya air mengenai kondisi hidrogeologis dikelola oleh instansi yang membidangi air tanah. Ambhara Hotel.Pasca Harmonisasi. pemeliharaan. Cukup jelas. pengambilan dan pengumpulan data. dan Cukup jelas. standar. Dalam rangka menjaga keakuratan. Cukup jelas. Cukup jelas.

serta menghimpun informasi sumber daya air tingkat nasional. wilayah sungai lintas negara. (9) Akses terhadap informasi sumber daya air yang bersifat khusus dapat dikenakan biaya jasa penyediaan informasi sumber daya air. dan wilayah sungai strategis nasional. dan manual pengelolaan sistem informasi.Pasca Harmonisasi. Ayat (7) Cukup jelas. dan perseorangan yang melaksanakan kegiatan pengelolaan informasi berkaitan dengan sumber daya air menyampaikan laporan hasil kegiatannya kepada instansi Pemerintah dan pemerintah daerah yang bertanggung jawab di bidang sumber daya air. (1) Pasal 84 Pasal 84 Departemen mengelola sistem informasi sumber daya air pada Cukup jelas. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (7) (8) pedoman. 94/109 . organisasi. Ayat (8) Yang dimaksud dengan “pejabat yang berwenang” adalah pejabat yang ditetapkan oleh Menteri. Ayat (9) Yang dimaksud dengan “informasi sumber daya air yang bersifat khusus”. lembaga. dan informasi sebagai hasil analisis data yang memerlukan keahlian khusus. melakukan pembaharuan dan penerbitan informasi sumber daya air secara periodik. misalnya peta sumber daya air skala besar peta cekungan air tanah skala besar. Ayat (10) Cukup jelas. wilayah sungai lintas provinsi. gubernur atau bupati/walikota untuk menyelenggarakan pengelolaan sistem informasi sumber daya air. Data yang dipakai sebagai informasi sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dianggap benar setelah disahkan oleh pejabat yang berwenang. Pemerintah dan pemerintah daerah dalam menjaga keakuratan data. menghimpun semua informasi sumber daya air yang dikelola oleh departemen dan institusi lain di tingkat nasional. Ambhara Hotel. (10) Badan hukum.

penyaji dan penyebar data dan informasi yang dikompilasi dari pengelola sumber daya air di wilayah sungai lintas provinsi. 95/109 . dan kabupaten/kota. penyaji dan penyebar data dan informasi yang dikompilasi dari pengelola sumber daya air di wilayah sungai lintas kabupaten/kota. dinas provinsi melakukan koordinasi dengan dinas dan institusi lain yang terkait di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. sektor dan pihak lain yang terkait di tingkat provinsi serta unit pelaksana teknis pengelola data dan informasi tingkat kabupaten/kota. Ambhara Hotel. sektor dan pihak lain yang terkait di tingkat pusat serta unit pelaksana teknis pengelola data dan informasi tingkat provinsi dan kabupaten/kota. untuk wilayah sungai lintas kabupaten/kota yang ada dalam provinsi bersangkutan dan menghimpun semua informasi sumber daya air pada tingkat provinsi. penyimpan. (1) (2) (3) Pasal 85 Pasal 85 Dinas provinsi mengelola sistem informasi sumber daya air Cukup jelas. Departemen melakukan koordinasi dengan departemen dan institusi lain yang terkait di tingkat pusat. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (2) (3) Departemen berfungsi sebagai penyeleksi. Dalam mengelola sistem informasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Dinas di tingkat provinsi berfungsi sebagai pemasok data dan informasi bagi unit pelaksana teknis pengelola data dan informasi tingkat nasional dan sekaligus sebagai penyeleksi. Dalam mengelola sistem informasi sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1).Pasca Harmonisasi. strategis nasional. lintas negara. penyimpan. provinsi.

kewenangannya dalam pengelolaan sistem informasi sumber daya air dapat membentuk unit pelaksana teknis. Dalam mengelola sistem informasi sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (1) (2) (3) Pasal 86 Pasal 86 Dinas kabupaten/kota mengelola sistem informasi sumber daya Cukup jelas. (2) Unit pelaksana teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dibentuk sebagai organisasi tersendiri atau menjadi bagian dari unit dari pengelola sumber daya air. (1) 96/109 . penyaji dan penyebar informasi yang dikompilasi dari pengelola sumber daya air di wilayah sungai dalam kabupaten/kota serta sektor dan pihak lain yang terkait di tingkat kabupaten/kota bersangkutan.Pasca Harmonisasi. dinas kabupaten/kota melakukan koordinasi dengan dinas dan institusi lain yang terkait di tingkat kabupaten/kota. pengatura n standar format penyediaan data dan informasi. Pasal 87 Pasal 87 Pemerintah dan pemerintah daerah sesuai dengan Cukup jelas. a. Dinas di tingkat kabupaten/kota yang berfungsi sebagai pemasok data dan informasi bagi unit pelaksana teknis pengelola data dan informasi tingkat provinsi serta sebagai penyeleksi dan penyimpan data. Pasal 88 Pasal 88 Pengelolaan sistem informasi sumber daya air diatur lebih lanjut Pedoman pengelolaan sistem informasi sumber daya air dalam pedoman yang ditetapkan oleh Menteri setelah antara lain meliputi: dikoordinasikan dengan menteri terkait. air untuk wilayah sungai dalam kabupaten/kota bersangkutan dan menghimpun semua informasi sumber daya air pada tingkat kabupaten/kota. Ambhara Hotel.

e. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN b. evaluasi. biaya perencanaan. Pembiayaan pengelolaan sumber daya air Ayat (2) berdasarkan kebutuhan nyata sebagaimana dimaksud pada ayat Cukup jelas. berdasarkan kebutuhan nyata pengelolaan sumber daya air. biaya pelaksanaan konstruksi. dan pemberdayaan masyarakat. ulan data di lapangan. dan c. itas sistem pengolahan data. BAB X PEMBIAYAAN Pasal 89 Pasal 89 Ayat (1) Pembiayaan pengelolaan sumber daya air ditetapkan Cukup jelas. b. biaya operasi dan pemeliharaan. biaya pemantauan. pengump kompatibil (1) (2) (3) 97/109 . c. Dana yang dibutuhkan dalam pengelolaan sumber Ayat (3) daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (2) mencakup jenis Cukup jelas. (1) merupakan dana yang benar-benar dibutuhkan dalam pengelolaan sumber daya air. pembiayaan untuk: a.Pasca Harmonisasi. Ambhara Hotel. biaya sistem informasi. d.

dan pengendalian daya rusak air. penyimpanan. Ayat (8) Cukup jelas. dan penyebarluasan informasi sumber daya air.Pasca Harmonisasi. dan pemberdayaan masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf e merupakan biaya yang dibutuhkan untuk pemantauan dan evaluasi pelaksanaan pengelolaan sumber daya air. pola. Ayat (9) Yang dimaksud dengan “biaya pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya air”. Ayat (4) Cukup jelas. dan pengendalian daya rusak air. 98/109 . Ambhara Hotel. Ayat (5) Cukup jelas. Biaya sistem informasi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf a merupakan biaya yang dibutuhkan untuk pengumpulan. dan rencana pengelolaan sumber daya air. pendayagunaan sumber daya air. Ayat (6) Cukup jelas. pendayagunaan sumber daya air. Biaya pemantauan. upaya-upaya peningkatan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sumber daya air. Ayat (7) Cukup jelas. Biaya operasi dan pemeliharaan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf d merupakan biaya untuk operasi prasarana sumber daya air serta pemeliharaan sumber daya air dan prasarana sumber daya air. pengolahan. Biaya pelaksanaan konstruksi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf c mencakup biaya untuk pelaksanaan fisik dan nonfisik kegiatan konservasi sumber daya air. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (4) (5) (6) (7) (8) (9) Setiap jenis pembiayaan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) mencakup pembiayaan untuk kegiatan konservasi sumber daya air. serta biaya untuk pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya air. Biaya perencanaan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf b merupakan biaya yang diperuntukan bagi kegiatan penyusunan kebijakan. antara lain pelatihan untuk kelompok masyarakat pemakai air. evaluasi.

daya air wilayah sungai. Anggaran swasta sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Ayat (3) huruf b merupakan keikutsertaan pembiayaan swasta dalam Keikutsertaaan pembiayaan swasta dalam pengelolaan sumber daya air. a. biaya yang dibebankan kepada pelaku kegiatan penambangan bahan galian golongan C yang karena usaha dan/atau kegiatannya memanfaatkan bahan galian golongan C di sumber-sumber air. biaya beban limbah cair yang dibuang oleh pemanfaatan atau pengusahaan sumber daya air. Anggaran pemerintah sebagaimana dimaksud pada ayat Ayat (2) (1) huruf a diperuntukkan bagi pembiayaan pengelolaan sumber Cukup jelas. b. Hasil penerimaan biaya jasa pengelolaan sumber daya Ayat (4) air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c merupakan Termasuk dalam biaya jasa pengelolaan sumber dana yang dipungut dari pengguna sumber daya air yang wajib daya air. 3. pelaku kegiatan yang karena usaha dan/atau kegiatannya membuang limbah cair ke sumbersumber air yang dikelola oleh pengelola sumber daya air. Ambhara Hotel. hasil penerimaan biaya jasa pengelolaan sumber daya air.Pasca Harmonisasi. anggaran swasta. pembangunan pembangkit listrik tenaga air. 2. pengelolaan sumber daya air misalnya dalam hal pembangunan dan pengoperasian prasarana pengolahan limbah untuk suatu kawasan industri. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (1) (2) (3) (4) Pasal 90 Pasal 90 Sumber pembiayaan pengelolaan sumber daya air Ayat (1) dapat berasal dari: Cukup jelas. anggaran pemerintah. biaya yang dibebankan kepada pemakai areal 99/109 . antara lain: membayar biaya jasa pengelolaan sumber daya air atas 1. dan c.

4 Des. 2006: Ayat (1) perlu dikutip secara lengkap dari UU SDA Pasal 79 ayat (1) atau Pasal Dana dari Pemerintah digunakan untuk membiayai 78 (2). tanggung jawabnya. 4 Des. Pasal 91 Pasal 91 Usul Dep. Usul Dep. Keuangan. pembangunan dan investasi. operasi dan pemeliharaan sumber daya air beserta prasarananya dan jasa pelayanan pengelolaan air di wilayah sungai lintas kabupaten/kota. Keuangan. Ayat (5) Cukup jelas. yang memperoleh manfaat atas penggunaan tanah pada daerah manfaat sumber-sumber air.Pasca Harmonisasi. wilayah sungai lintas negara. pengelolaan sumber daya air sesuai dengan kewenangan dan dan wilayah sungai strategis nasional. pemerintah provinsi. Cukup jelas. Dana dari pemerintah kabupaten/kota digunakan untuk membayai pembangunan dan investasi. Dana dari pemerintah provinsi digunakan untuk membiayai pembangunan dan investasi. 2006: 100/109 . operasi dan pemeliharaan sumber daya air beserta prasarananya (1) Pemerintah dan pemerintah daerah dan jasa pelayanan pengelolaan air di wilayah bertanggung jawab menyediakan anggaran untuk biaya sungai lintas provinsi. dan pemerintah kabupaten/kota sesuai dengan peraturan perundang-undangan. operasi dan pemeliharaan sumber daya air beserta prasarananya dan jasa pelayanan pengelolaan air di wilayah sungai dalam kabupaten/kota. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (5) Tata cara penerimaan dan penggunaan sumber pembiayaan sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) diatur sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Ambhara Hotel. (2) Pembiayaan pengelolaan suatu wilayah sungai Ayat (2) dapat dilakukan melalui pola kerja sama antara Pemerintah.

Pasal 92 Pasal 92 Biaya jasa pengelolaan sumber daya air sebagaimana Cukup jelas. amortisasi dan bunga investasi. atau bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya. b. Penetapan nilai satuan biaya jasa pengelolaan sumber daya air sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dilakukan oleh Menteri. biaya pengembangan sumber daya air. Penentuan kelompok ekonomi pengguna sebagaimana dimaksud pada ayat (3) didasarkan pada jenis penggunaan dan tujuan penggunaan sumber daya air. Perhitungan ekonomi rasional yang dapat dipertanggungjawabkan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) didasarkan pada unsur: a. Nilai satuan biaya jasa pengelolaan sumber daya air untuk setiap jenis penggunaan sumber daya air didasarkan pada kemampuan ekonomi kelompok pengguna dan volume penggunaan sumber daya air. dan d. dll  dimasukkan dalam ayat atau pasal terpisah. bukan hanya mengatur untuk pemerintah dan pemda tetapi juga BUMN. biaya depresiasi. Pedoman perhitungan biaya jasa pengelolaan sumber 101/109 (1) (2) (3) (4) (5) (6) . 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN perlu diciocokkan dengan UU SDA Pasal 78 (4). Ambhara Hotel. biaya operasi dan pemeliharaan. c.Pasca Harmonisasi. gubernur. dimaksud dalam Pasal 89 ayat (4) didasarkan pada perhitungan ekonomi rasional yang dapat dipertanggungjawabkan. BUMD.

2006 ayat (5) dan (6)  perlu dicantumkan bahwa dalam penetapan pedoman dan nilai satuan oleh Menteri perlu berkonsultasi dengan Menteri Keuangan. Keuangan. Ambhara Hotel. menteri yang terkait dengan sumber daya air atau lembaga nondepartemen yang terkait dengan sumber daya air. Pasal 93 Yang dimaksud dengan “pengelola sumber daya air”. unit pelaksana teknis pengelola sumber daya air pada wilayah sungai. Pasal 93 Pengelola sumber daya air berhak memungut dan menerima biaya jasa pengelolaan sumber daya air dari para pengguna jasa pengelolaan sumber daya air. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN daya air dan nilai satuan biaya jasa pengelolaan sumber daya air ditetapkan lebih lanjut oleh Menteri. Usul Dep. 2006  perlu ditambahkan BUMN BAB XI PENGAWASAN (1) Pasal 94 Pengawasan atas penyelenggaraan pengelolaan sumber daya air ditujukan untuk menjamin tercapainya kesesuaian antara pelaksanaan pengelolaan sumber daya air Pasal 94 Cukup jelas. 102/109 . Usul Dep. misalnya perusahaan umum pengelola sumber daya air.Pasca Harmonisasi. 4 Des. Keuangan. 4 Des.

dan gugatan kepada pihak yang berwenang dalam pengelolaan sumber daya air. Pengawasan yang dilakukan oleh masyarakat dapat diwujudkan dalam bentuk laporan. pemberian sanksi. pengaduan. BAB XII SANKSI ADMINISTRASI Pasal 95 Cukup jelas. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (2) (3) (4) (5) (6) dengan semua ketentuan yang berlaku baik yang menyangkut ketentuan administratif. penyempurnaan. Laporan hasil pengawasan merupakan bahan/masukan bagi perbaikan. instansi berwenang. Pihak yang berwenang wajib menindaklanjuti laporan hasil pengawasan sebagaimana yang dimaksud pada ayat (5). Penyelenggaraan pengawasan oleh Pemerintah atau pemerintah daerah dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. keuangan. maupun substansi pengelolaan sumber daya air. dan masyarakat. Pengawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan penyelenggaraan pengawasan yang dilakukan oleh pengelola sumber daya air. Ambhara Hotel. dan bentuk-bentuk tindakan lainnya dalam rangka memperbaiki dan menyempurnaan penyelenggaraan pengelolaan sumber daya air. dan peningkatan penyelenggaraan pengelolaan sumber daya air. Pasal 95 (1) Setiap orang atau badan usaha sebagai pemrakarsa atau pelaksana kegiatan pelaksanaan konstruksi atau pengusaha 103/109 .Pasca Harmonisasi. dalam bentuk peringatan.

Dalam hal pemrakarsa pelaksanaan konstruksi tidak mengindahkan peringatan tertulis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sebanyak 3 (tiga) kali berturut-turut dengan tenggang waktu masing-masing 7 (tujuh) hari kalender. b. ganti kerugian yang ditimbulkan. c. Dalam hal pemrakarsa pelaksanaan konstruksi yang telah 104/109 (3) (4) . 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN atau pengelola sumber daya air dapat dikenai sanksi administratif berupa: a. Penghentian sementara pelaksanaan kegiatan. Peringatan tertulis. dan biaya pemulihan. Ambhara Hotel.Pasca Harmonisasi. d. Pencabutan izin. (3) Penyedia jasa konstruksi yang melanggar ketentuan peraturan pemerintah ini dikenakan sanksi sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan di bidang jasa konstruksi. (1) (2) Pasal 96 Pasal 96 Pemrakarsa pelaksanaan konstruksi yang tidak melakukan Cukup jelas. upaya pemulihan dan perbaikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (4) dikenakan sanksi berupa peringatan tertulis. Pembekuan izin. Dalam hal pemrakarsa pelaksanaan konstruksi yang telah dikenakan sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) selama 14 (empat belas) hari kalender dan tetap tidak melakukan upaya pemulihan dan perbaikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikenakan sanksi berupa pembekuan izin. dikenakan sanksi penghentian sementara pelaksanaan kegiatan. (2) Selain pengenaan sanksi administratif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dikenai sanksi berupa ganti kerugian yang ditimbulkan dan biaya pemulihan.

1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN dikenakan sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) selama 14 (empat belas) hari kalender dan tetap tidak melakukan upaya pemulihan dan perbaikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikenakan sanksi berupa pencabutan izin. Dalam hal pemegang izin pelaksanaan konstruksi yang telah dikenakan sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) selama 14 (empat belas) hari kalender dan tetap melakukan kegiatan dikenakan sanksi pencabutan izin. (3) (4) 105/109 . ketentuan Pasal 74 dikenakan sanksi berupa peringatan tertulis. Pasal 97 Pasal 97 Setiap orang atau badan usaha yang melanggar ketentuan Pasal 38 Cukup jelas. Dalam hal pemegang izin pelaksanaan konstruksi yang telah dikenakan sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) selama 14 (empat belas) hari kalender dan tetap tidak melakukan perbaikan atas pelanggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikenakan sanksi pembekuan izin. Ambhara Hotel. ganti kerugian yang ditimbulkan. ayat (4) dikenakan sanksi berupa ganti kerugian yang ditimbulkan dan biaya pemulihan. Dalam hal pemegang izin pelaksanaan konstruksi tidak mematuhi peringatan tertulis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sebanyak 3 (tiga) kali berturut-turut dalam tenggang waktu masing-masing 7 (tujuh) hari kalender dikenakan sanksi berupa penghentian sementara kegiatan. dan biaya pemulihan. (1) (2) Pasal 98 Pasal 98 Pemegang izin pelaksanaan konstruksi yang melanggar Cukup jelas.Pasca Harmonisasi.

Pasal 100 Pasal 100 Pengelola sumber daya air yang melanggar ketentuan Pasal 83 Cukup jelas. Dalam hal pemegang izin penggunaan sumber daya air dan pelaksana pengembangan sumber daya air yang telah dikenakan sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) selama 14 (empat belas) hari kalender dan tetap tidak melakukan perbaikan atas pelanggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikenakan sanksi pembekuan izin. Ambhara Hotel. Dalam hal pemegang izin penggunaan sumber daya air dan pelaksana pengembangan sumber daya air yang telah dikenakan sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) selama 14 (empat belas) hari kalender dan tetap tidak melakukan perbaikan atas pelanggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikenakan sanksi pencabutan izin. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (1) (2) (3) (4) Pasal 99 Pasal 99 Pemegang izin penggunaan sumber daya air yang melanggar Cukup jelas. Dalam hal pengelola sumber daya air tidak mematuhi peringatan tertulis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sebanyak 3 (tiga) kali berturut-turut dalam tenggang waktu 106/109 (1) (2) . ayat (6) dikenakan sanksi berupa peringatan tertulis. ketentuan Pasal 78 ayat (1) dan pelaksana pengembangan sumber daya air yang melanggar ketentuan Pasal 59 ayat (2) dikenakan sanksi berupa peringatan tertulis. Dalam hal pemegang izin penggunaan sumber daya air dan pelaksana pengembangan sumber daya air tidak mematuhi peringatan tertulis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sebanyak 3 (tiga) kali berturut-turut dalam tenggang waktu masing-masing 7 (tujuh) hari kalender dikenakan sanksi penghentian sementara kegiatan.Pasca Harmonisasi.

Ambhara Hotel. Dalam hal pengelola sumber daya air yang telah dikenakan sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) selama 14 (empat belas) hari kalender dan tetap tidak melakukan perbaikan atas pelanggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikenakan sanksi pembekuan izin. BAB XIII KETENTUAN PERALIHAN Pasal 101 Pasal 101 Dengan berlakunya peraturan pemerintah ini. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN (3) (4) masing-masing 7 (tujuh) hari kalender dikenakan sanksi berupa penghentian sementara pelaksanaan kegiatan. Dalam hal pengelola sumber daya air yang telah dikenakan sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) selama 14 (empat belas) hari kalender dan tetap tidak melakukan perbaikan atas pelanggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikenakan sanksi pencabutan izin.Pasca Harmonisasi. undangan yang mengatur mengenai pengelolaan sumber daya air yang telah ada sepanjang tidak bertentangan dan belum diganti dengan yang baru berdasarkan peraturan pemerintah ini dinyatakan tetap berlaku. 107/109 . peraturan perundangCukup jelas.

selambatlambatnya 1 (satu) tahun sejak peraturan pemerintah ini berlaku.. (2) Izin yang telah diterbitkan atau perjanjian yang telah disepakati berkaitan dengan penggunaan sumber daya air sebelum ditetapkan peraturan pemerintah ini.)...Pasca Harmonisasi.. dinyatakan tetap berlaku sampai dengan masa berlakunya berakhir.. Tambahan Lembaran Negara Nomor .. Tambahan Lembaran Negara Nomor .. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN Pasal 102 Pasal 102 (1) Semua pihak yang tanpa izin telah melaksanakan penggunaan Cukup jelas... Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 1982 tentang Tata Pengaturan Air (Lembaran Negara Tahun 1982 Nomor ..... Ctt : dalam hal wadah koordinasi belum dibentuk akan ditetapkan oleh TKPSDA/PTPA dan diatur dalam aturan peralihan BAB XIV KETENTUAN PENUTUP Pasal 103 Pada saat peraturan pemerintah ini mulai berlaku: 1.. harus mengajukan permohonan izin kepada pihak yang berwenang.. 2. 108/109 .. sumber daya air dan pengusahaan sumber daya air. Pasal 103 Cukup jelas. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 1981 tentang Iuran Pembiayaan Eksploitasi dan Pemeliharaan Prasarana Pengairan (Lembaran Negara Tahun 1981 Nomor ... Ambhara Hotel.) dicabut dan dinyatakan tidak berlaku...

Ditetapkan di Jakarta Pada tanggal PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA ttd SUSILO BAMBANG YUDHOYONO Diundangkan di Jakarta Pada tanggal SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA ttd YUSRIL IHZA MAHENDRA Pasal 104 Cukup jelas. memerintahkan pengundangan peraturan pemerintah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.. 1 Mei 2007 Rancangan PP Pengelolaan SDA BATANG TUBUH PENJELASAN Pasal 104 Peraturan pemerintah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan... LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2007 NOMOR ..... Agar setiap orang mengetahuinya. Ctt : dalam hal wadah koordinasi belum dibentuk akan ditetapkan oleh TKPSDA dan diatur dalam aturan peralihan 109/109 .Pasca Harmonisasi. Ambhara Hotel. TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR ...

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful