P. 1
ANALISIS KESTABILAN

ANALISIS KESTABILAN

|Views: 13|Likes:
Electrical
Electrical

More info:

Categories:Types, Reviews
Published by: Firda Singgih Subekti on Mar 26, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/14/2013

pdf

text

original

ANALISIS KESTABILAN

Sistem Persamaan Predator-Prey
Sistem Persamaan Ekosistem Perairan Danau

MAKALAH
Untuk memenuhi tugas matakuliah
Sistem Dinamik
yang dibina oleh Bapak Toto Nusantara



Oleh:
Aldila Sakinah Putri
NIM 408312408014






UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
PROGRAM STUDI MATEMATIKA
MEI 2012

A. Predator-Pre
Diberikan sistem persamaan dua dimensi tak linier sebagai kasus sistem
persamaan dari predator-pre sebagai berikut,
(1 0, 5 )
( 0, 75 0, 25 )
x x y
y y x
-
-
= ÷
= ÷ +

(1)
Mencari titik setimbang adalah dengan membuat ruas kanan sistem
persamaan (1) disama dengankan dengan nol sehingga sistem persamaan
tersebut menjadi
0 (1 0, 5 )
0 ( 0, 75 0, 25 )
x y
y x
= ÷
= ÷ +

(2)
(3)
Sehingga titik setimbang dari sistem persamaan (1) adalah
( ) ( ) 0, 0 dan 3, 2 . Dan matriks Jacobian dari sistem persamaan (1) adalah
1 0, 5 0, 5
0, 25 0, 75 0, 25
y x
A
y x
÷ ÷ (
=
(
÷ +
¸ ¸

(4)
Untuk titik kesetimbangan ( ) 0, 0 disubstitusikan pada matriks (4)
1 0
0 0, 75
A
(
=
(
÷
¸ ¸

(5)
Sehingga
( )
( )( )
det 0
0
1 0
0
0 0, 75
1 0, 75 0
A I
A I
ì
ì
ì
ì
ì ì
÷ =
· ÷ =
÷
· =
÷ ÷
· ÷ ÷ ÷ =

(6)
Jadi didapatkan akar-akar persamaan karakteristiknya adalah
1 2
1, 0, 75 ì ì = = ÷ . Karena akar-akar karakteristik keduanya bernilai real dan
salah satunya bernilai positif maka kestabilan sistem adalah tidak stabil
dengan potret fase yang terbentuk adalah saddle pada titik setimbang ( ) 0, 0 .
Sedangkan untuk titik setimbang kesetimbangan ( ) 3, 2 disubstitusikan pada
matriks (4)
0 1, 5
0, 5 0
A
÷ (
=
(
¸ ¸

(7)
Sehingga
( )
( )( )
2
1,2
det 0
0
0 1, 5
0
0, 5 0
(0, 5)( 1, 5) 0
0, 74 0
4(0, 75) 3
2 2
A I
A I
i
ì
ì
ì
ì
ì ì
ì
ì
÷ =
· ÷ =
÷ ÷
· =
÷
· ÷ ÷ ÷ ÷ =
· + =
± ÷ ±
· = =

(8)
Jadi didapatkan akar-akar persamaan karakteristiknya adalah
1 2
3 3
,
2 2
i i
ì ì = = ÷ . Karena akar-akar karakteristik bernilai imajiner
konjugat dengan bagian real sama dengan nol maka kestabilan sistem adalah
tidak stabil dengan dengan potret fase yang terbentuk adalah center pada titik
setimbang( ) 3, 2 . Kestabilan dua titik setimbang ( ) ( ) 0, 0 dan 3, 2 terlihat pada
potret fase berikut,

Gambar 1 Potret Fase Saddle dan Center
pada Sistem Persamaan Predator-Pre











B. Model Matematika Konsentrasi Oksigen Terlarut pada Ekosistem
Perairan Danau
Diberikan sistem persamaan satu dimensi tak linier sebagai kasus sistem
persamaan ekosistem perairan danau sebagai berikut,
4
( ) (1 0,1 )
(1 )
x
x a t x x
x
-
= + ÷ ÷
+

(9)
Dengan parameter ( ) a t positif, yang diberikan sebagai berikut:
( ) 0,5; ( ) 0, 7; ( ) 1; ( ) 1, 2; ( ) 1,3 a t a t a t a t a t = = = = =

Titik Setimbang Sistem Persamaan
Mencari titik setimbang dengan menggunakan program Maple yaitu:
1. Untuk parameter ( ) 0, 5 a t = . Didapatkan tiga titik setimbang yaitu
1
2,3
0, 216462456
4, 391768772 1, 952193880
x
x i
=
= ±
.
2. Untuk parameter ( ) 0, 7 a t = . Didapatkan tiga titik setimbang yaitu
1
2,3
0, 350564086
4, 324717958 1,124559024
x
x i
=
= ±
.
3. Untuk parameter ( ) 1 a t = . Didapatkan tiga titik setimbang yaitu
1
2
3
5,895106516
2, 397295069
0, 7075984148
x
x
x
=
=
=
.
4. Untuk parameter ( ) 1, 2 a t = . Didapatkan tiga titik setimbang yaitu
1
2,3
6, 522333393
1, 238833303 0, 5523806665
x
x i
=
= ±
.
5. Untuk parameter ( ) 1, 3 a t = . Didapatkan tiga titik setimbang yaitu
1
2,3
6, 773591475
1,113204263- 0,8246177685
x
x i
=
=
.

Linierisasi Sistem Persamaan
Diketahui sistem persamaan (9) dengan ( ) a t parameter positif yang
nilainya adalah ( ) 0,5; ( ) 0, 7; ( ) 1; ( ) 1, 2; ( ) 1,3 a t a t a t a t a t = = = = = , dan dimisalkan
x
-
menjadi f maka sistem menjadi
4
( ) (1 0,1 )
(1 )
x
f a t x x
x
= + ÷ ÷
+

Dilakukan linierisasi ke dalam matriks Jacobian,
( )
( )
( ) ( )
( )
( )
( ) ( )
( )
( )
( )
( )
2
2
4
( ) (1 0,1 )
(1 )
4
( ) (1 0,1 ) (1 )
4 1 1 4 )
4 4
1 0, 2
0 1 2.0,
(1 )
1
1
4 8
1 0, 2
1
f
x x
x
x
a t x x
x
x
x
x
a t x x x
x
x x x
x x
x x
x
x
x x
x
x
x
x
-
c | | | |
=
| |
c \ . \ .
| | | |
c + ÷ ÷
| |
+
\ .
|
=
|
c
|
\ .
| | | |
c
| |
c c ÷ +
\ .
|
= + ÷
|
c c c
|
\ .
| | | |
+ +
| = + ÷ ÷ |
| |
+
\ . \ .
| |
+
= ÷ ÷ |
|
+
\ .
÷ ÷ +
+
= ( )
2
(1 )
x
x
| |
|
\ .
+

Dari matriks linierisasi Jacobian yang berukuran 1x1 dapat dicari nilai
eigen dengan menentukan persamaan karakteristiknya. Misalkan A adalah matriks
linierisasi Jacobian dengan titik kesetimbangan yang telah dicari berdasarkan
parameter ( ) a t dan ì adalah akar-akar karakteristik, maka
( ) det 0 A I ì ÷ =

Menentukan akar-akar karakteristik
Menentukan akar-akar karakteristik dengan menggunakan program
Maple yaitu:
1. Untuk parameter ( ) 0, 5 a t = .
a. Pada titik kesetimbangan
1
0, 216462456 x = , didapatkan satu nilai akar
karakteristik yaitu
10
1, 746395006 4, 244201801.10 i ì
÷
÷ ÷ = . Karena
akar karakteristik bernilai imajiner tak nol dengan bagian real bernilai
negatif maka kestabilan sistem dikatakan stabil dengan potret fase
yang terbentuk adalah spiral penyedot.
b. Pada titik kesetimbangan
2
4, 391768772 1, 952193880 x i = + ,
didapatkan satu nilai akar karakteristik yaitu
0, 281976804 0,3125595325i ì = + . Karena akar karakteristik bernilai
imajiner tak nol dengan bagian real bernilai positif maka kestabilan
sistem dikatakan tidak stabil dengan potret fase yang terbentuk adalah
spiral pelempar.
c. Pada titik kesetimbangan
3
4, 391768772 1, 952193880 x i = ÷ ,
didapatkan satu nilai akar karakteristik yaitu
0, 281976804 0,3125595325i ì = ÷ . Karena akar karakteristik bernilai
imajiner tak nol dengan bagian real bernilai positif maka kestabilan
sistem dikatakan tidak stabil dengan potret fase yang terbentuk adalah
spiral pelempar.

2. Untuk parameter ( ) 0, 7 a t = .
a. Pada titik kesetimbangan
1
0, 350564086 x = , didapatkan satu nilai akar
karakteristik yaitu -1, 26306720 ì = . Karena akar karakteristik bernilai
real negatif maka kestabilan sistem dikatakan stabil dengan potret fase
yang terbentuk adalah node penyedot.
b. Pada titik kesetimbangan
2
4, 324717958 1,124559024 x i = + ,
didapatkan nilai akar karakteristik yaitu
0,115336006 0,1703009140i ì = + . Karena akar karakteristik bernilai
imajiner tak nol dengan bagian real bernilai positif maka kestabilan
sistem dikatakan tidak stabil dengan potret fase yang terbentuk adalah
spiral pelempar.
c. Pada titik kesetimbangan
3
4, 324717958 1,124559024 x i = ÷ ,
didapatkan nilai akar karakteristik yaitu
0,115336006 0,1703009140i ì = ÷ . Karena akar karakteristik bernilai
imajiner tak nol dengan bagian real bernilai positif maka kestabilan
sistem dikatakan tidak stabil dengan potret fase yang terbentuk adalah
spiral pelempar.

3. Untuk parameter ( ) 1 a t = .
a. Pada titik kesetimbangan
1
5,895106516 x = , didapatkan satu nilai akar
karakteristik yaitu -0, 2631565614 ì = . Karena akar karakteristik
bernilai real negatif maka kestabilan sistem dikatakan stabil dengan
potret fase yang terbentuk adalah node penyedot.
b. Pada titik kesetimbangan
2
2, 397295069 x = , didapatkan satu nilai akar
karakteristik yaitu 0,1739690006 ì = . Karena akar karakteristik
bernilai real bernilai positif maka kestabilan sistem dikatakan tidak
stabil dengan potret fase yang terbentuk adalah node pelempar.
c. Pada titik kesetimbangan
3
0, 7075984148 x = , didapatkan satu nilai
akar karakteristik yaitu -0, 5133124390 ì = . Karena akar karakteristik
bernilai real negatif maka kestabilan sistem dikatakan stabil dengan
potret fase yang terbentuk adalah node penyedot.

4. Untuk parameter ( ) 1, 2 a t = .
a. Pada titik kesetimbangan
1
6, 522333393 x = , didapatkan satu nilai akar
karakteristik yaitu -0, 3751561670 ì = . Karena akar karakteristik
bernilai real negatif maka kestabilan sistem dikatakan stabil dengan
potret fase yang terbentuk adalah node penyedot.
b. Pada titik kesetimbangan
2
1, 238833303 0, 5523806665 x i = + ,
didapatkan satu nilai akar karakteristik yaitu
0,863280834 0, 2394169745i ì = + . Karena akar karakteristik bernilai
imajiner tak nol dengan bagian real bernilai positif maka kestabilan
sistem dikatakan tidak stabil dengan potret fase yang terbentuk adalah
spiral pelempar.
c. Pada titik kesetimbangan
3
1, 238833303 0, 5523806665 x i = ÷ ,
didapatkan satu nilai akar karakteristik yaitu
0,863280834 0, 2394169745i ì = ÷ . Karena akar karakteristik bernilai
imajiner tak nol dengan bagian real bernilai positif maka kestabilan
sistem dikatakan tidak stabil dengan potret fase yang terbentuk adalah
spiral pelempar.

5. Untuk parameter ( ) 1, 3 a t = .
a. Pada titik kesetimbangan
1
6, 773591475 x = , didapatkan satu nilai akar
karakteristik yaitu -0, 4209119810 ì = . Karena akar karakteristik
bernilai real negatif maka kestabilan sistem dikatakan stabil dengan
potret fase yang terbentuk adalah node penyedot.
b. Pada titik kesetimbangan
2
1,113204262 0,8246177685 x i = + ,
didapatkan satu nilai akar karakteristik yaitu
0, 2054559904 0,3615876264i ì = + . Karena akar karakteristik
bernilai imajiner tak nol dengan bagian real bernilai positif maka
kestabilan sistem dikatakan tidak stabil dengan potret fase yang
terbentuk adalah spiral pelempar.
c. Pada titik kesetimbangan
3
1,113204262- 0,8246177685 x i = ,
didapatkan satu nilai akar karakteristik yaitu
0, 2054559904- 0,3615876264i ì = . Karena akar karakteristik bernilai
imajiner tak nol dengan bagian real bernilai positif maka kestabilan
sistem dikatakan tidak stabil dengan potret fase yang terbentuk adalah
spiral pelempar.

Potret Fase Sistem Persamaan
Ilustrasi potret fase didapatkan dengan menggunakan program Maple
yaitu:
1. Untuk parameter ( ) 0, 5 a t = .
Pada titik kesetimbangan
1
0, 216462456 x = , potret fase yang terbentuk
adalah spiral penyedot.Pada titik kesetimbangan
2
4, 391768772 1, 952193880 x i = + , potret fase yang terbentuk adalah spiral
pelempar. Pada titik kesetimbangan
3
4, 391768772 1, 952193880 x i = ÷ ,
potret fase yang terbentuk adalah spiral pelempar.

Gambar 2 Potret Fase pada Sistem Persamaan Ekosistem Perairan Danau
dengan parameter ( ) 0, 5 a t =

2. Untuk parameter ( ) 0, 7 a t = .
Pada titik kesetimbangan
1
0, 350564086 x = , potret fase yang terbentuk
adalah node penyedot. Pada titik kesetimbangan
2
4, 324717958 1,124559024 x i = + , potret fase yang terbentuk adalah spiral
pelempar. Pada titik kesetimbangan
3
4, 324717958 1,124559024 x i = ÷ ,
potret fase yang terbentuk adalah spiral pelempar.

Gambar 3 Potret Fase pada Sistem Persamaan Ekosistem Perairan Danau
dengan parameter ( ) 0, 7 a t =

3. Untuk parameter ( ) 1 a t = .
Pada titik kesetimbangan
1
5,895106516 x = , potret fase yang terbentuk
adalah node penyedot. Pada titik kesetimbangan
2
2, 397295069 x = , potret
fase yang terbentuk adalah node pelempar. Pada titik kesetimbangan
3
0, 7075984148 x = , potret fase yang terbentuk adalah node penyedot.

Gambar 4 Potret Fase pada Sistem Persamaan Ekosistem Perairan Danau
dengan parameter ( ) 1 a t =

4. Untuk parameter ( ) 1, 2 a t = .
Pada titik kesetimbangan
1
6, 522333393 x = , potret fase yang terbentuk
adalah node penyedot. Pada titik kesetimbangan
2
1, 238833303 0, 5523806665 x i = + , potret fase yang terbentuk adalah
spiral pelempar. Pada titik kesetimbangan
3
1, 238833303 0, 5523806665 x i = ÷ , potret fase yang terbentuk adalah
spiral pelempar.

Gambar 5 Potret Fase pada Sistem Persamaan Ekosistem Perairan Danau
dengan parameter ( ) 1, 2 a t =

5. Untuk parameter ( ) 1, 3 a t = .
Pada titik kesetimbangan
1
6, 773591475 x = , potret fase yang terbentuk
adalah node penyedot. Pada titik kesetimbangan
2
1,113204262 0,8246177685 x i = + , potret fase yang terbentuk adalah
spiral pelempar. Pada titik kesetimbangan
3
1,113204262- 0,8246177685 x i = , potret fase yang terbentuk adalah
spiral pelempar.

Gambar 6 Potret Fase pada Sistem Persamaan Ekosistem Perairan Danau
dengan parameter ( ) 1, 3 a t =












C. Kesimpulan
1. Sistem Persamaan Predator-Pre
Pada sistem persamaan dua dimensi tak linier sebagai kasus sistem persamaan
dari predator-pre sebagai berikut,
(1 0, 5 )
( 0, 75 0, 25 )
x x y
y y x
-
-
= ÷
= ÷ +

Diperoleh titik setimbang dari sistem persamaan adalah ( ) ( ) 0, 0 dan 3, 2 . Pada
titik setimbang ( ) 0, 0 kestabilan sistem adalah tidak stabil dengan potret fase yang
terbentuk adalah saddle. Pada titik setimbang ( ) 3, 2 kestabilan sistem adalah tidak
stabil dengan potret fase yang terbentuk adalah center.

2. Sistem Persamaan Ekosistem Perairan Danau
Pada sistem persamaan satu dimensi tak linier sebagai kasus sistem persamaan
ekosistem perairan danau sebagai berikut,
4
( ) (1 0,1 )
(1 )
x
x a t x x
x
-
= + ÷ ÷
+
. Dengan parameter ( ) a t positif, yang diberikan
sebagai berikut:
a) Untuk parameter ( ) 0, 5 a t = .
Pada titik kesetimbangan
1
0, 216462456 x = , kestabilan sistem adalah
stabil dengan potret fase yang terbentuk adalah spiral penyedot.Pada titik
kesetimbangan
2
4, 391768772 1, 952193880 x i = + , kestabilan sistem
adalah tidak stabil dengan potret fase yang terbentuk adalah spiral
pelempar. Pada titik kesetimbangan
3
4, 391768772 1, 952193880 x i = ÷ ,
kestabilan sistem adalah tidak stabil dengan potret fase yang terbentuk
adalah spiral pelempar.
b) Untuk parameter ( ) 0, 7 a t = .
Pada titik kesetimbangan
1
0, 350564086 x = , kestabilan sistem adalah
stabil dengan potret fase yang terbentuk adalah node penyedot. Pada titik
kesetimbangan
2
4, 324717958 1,124559024 x i = + , kestabilan sistem
adalah tidak stabil dengan potret fase yang terbentuk adalah spiral
pelempar. Pada titik kesetimbangan
3
4, 324717958 1,124559024 x i = ÷ ,
kestabilan sistem adalah tidak stabil dengan potret fase yang terbentuk
adalah spiral pelempar.
c) Untuk parameter ( ) 1 a t = .
Pada titik kesetimbangan
1
5,895106516 x = , kestabilan sistem adalah
stabil dengan potret fase yang terbentuk adalah node penyedot. Pada titik
kesetimbangan
2
2, 397295069 x = , kestabilan sistem adalah tidak stabil
dengan potret fase yang terbentuk adalah node pelempar. Pada titik
kesetimbangan
3
0, 7075984148 x = , kestabilan sistem adalah stabil dengan
potret fase yang terbentuk adalah node penyedot.
d) Untuk parameter ( ) 1, 2 a t = .
Pada titik kesetimbangan
1
6, 522333393 x = , kestabilan sistem adalah
stabil dengan potret fase yang terbentuk adalah node penyedot. Pada titik
kesetimbangan
2
1, 238833303 0, 5523806665 x i = + , kestabilan sistem
adalah tidak stabil dengan potret fase yang terbentuk adalah spiral
pelempar. Pada titik kesetimbangan
3
1, 238833303 0, 5523806665 x i = ÷ ,
kestabilan sistem adalah tidak stabil dengan potret fase yang terbentuk
adalah spiral pelempar.
e) Untuk parameter ( ) 1, 3 a t = .
Pada titik kesetimbangan
1
6, 773591475 x = , kestabilan sistem adalah
stabil dengan potret fase yang terbentuk adalah node penyedot. Pada titik
kesetimbangan
2
1,113204262 0,8246177685 x i = + , kestabilan sistem
adalah tidak stabil dengan potret fase yang terbentuk adalah spiral
pelempar. Pada titik kesetimbangan
3
1,113204262- 0,8246177685 x i = ,
kestabilan sistem adalah tidak stabil dengan potret fase yang terbentuk
adalah spiral pelempar.











D. Lampiran
Lampiran 1
Menentukan potret fase pada sistem persamaan (1) yaitu sistem persamaan
predator-pre
>




>


Lampiran 2
Menentukan titik kesetimbangan dan akar-akar karakteristik pada sistem
persamaan (9) dengan parameter ( ) 0, 5 a t =





























Lampiran 3
Menentukan titik kesetimbangan dan akar-akar karakteristik pada sistem
persamaan (9) dengan parameter ( ) 0, 7 a t =





























Lampiran 4
Menentukan titik kesetimbangan dan akar-akar karakteristik pada sistem
persamaan (9) dengan parameter ( ) 1 a t =





























Lampiran 5
Menentukan titik kesetimbangan dan akar-akar karakteristik pada sistem
persamaan (9) dengan parameter ( ) 1, 2 a t =





























Lampiran 6
Menentukan titik kesetimbangan dan akar-akar karakteristik pada sistem
persamaan (9) dengan parameter ( ) 1, 3 a t =





























Lampiran 7
Potret fase pada sistem persamaan (9) dengan parameter ( ) 0, 5 a t =
>




>

Lampiran 8
Potret fase pada sistem persamaan (9) dengan parameter ( ) 0, 7 a t =
>




>

Lampiran 9
Potret fase pada sistem persamaan (9) dengan parameter ( ) 1 a t =
>




>

Lampiran 10
Potret fase pada sistem persamaan (9) dengan parameter ( ) 1, 2 a t =
>




>

Lampiran 11
Potret fase pada sistem persamaan (9) dengan parameter ( ) 1, 3 a t =
>




>


You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->