P. 1
Persebaran Flora Dan Fauna Di Dunia

Persebaran Flora Dan Fauna Di Dunia

|Views: 341|Likes:
FGFDGFDGHR
FGFDGFDGHR

More info:

Categories:Types, Brochures
Published by: Andhika Galih Prasetyo on Mar 26, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/06/2014

pdf

text

original

TUGAS KELOMPOK ILMU ALAMIAH DASAR

Disusun Oleh :
• • • • •

Heri Tri Budi Santoso Andhika Galih Prasetyo Hafiiz Nur Perwira Aldisqa Pragana Prayitno

(J.520110012) (J.520110017) (J.520110031) (J.520110051) Adi Nugroho

(J.520110056)

PRODI KEDOKTERAN GIGI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

Misalnya kelapa. rerumputan. PENGANTAR Semua organisme mempunyai habitatnya masing-masing. dan padi. Organisme tersebut bergabung dalam sebuah persekutuan yang saling tergantung di antara anggotaanggotanya. Selain itu. Kelompok-kelompok organisme yang terdiri atas individu-individu sejenis disebut populasi. kita juga mengenal adanya habitat padang rumput. Suatu habitat dapat dianggap sebagai kawasan alam yang di dalamnya mencakup unsur-unsur hayati (biotik) dan unsur-unsur non hayati (abiotik). habitat hutan mangrove dan lainnya. URAIAN MATERI Tumbuhan yang menutupi permukaan bumi sangat beragam.2012 PERSEBARAN FLORA DAN FAUNA A. populasi bakau (Rhizophora) dalam komunitas hutan . baik sejenis atau dengan yang tidak sejenis. Berbagai jenis tumbuhan ini tersebar mulai dari wilayah zone iklim tropis sampai kutub. B. Dalam komunitas biotik. suatu organisme tidak dapat hidup sendiri. Misalnya. perdu-perduan sampai tumbuhan raksasa seperti Red Wood yang dapat kita temui di Amerika Serikat atau Bunga Rafflesia yang terdapat di wilayah Bengkulu. dapat hidup baik di daerah dataran rendah dari 0 – 700 meter dpl. mulai dari tumbuhan bersel satu seperti alga. tebu. tetapi berdampingan bersama organime lain. termasuk juga tumbuhan (flora) dan binatang (fauna). sedangkan kina dan pinus dapat hidup baik di pegunungan dengan ketinggian antara 1500 m – 2500 m dpl.

Contoh: pakis haji dan cemara. semangi. dan tanah. Untuk lebih jelasnya silahkan Anda pahami bagan taksonomi habitat tumbuhan. Artinya. Schizophyta (tumbuhan bersel satu). Contoh: paku ekor kuda. tempat suatu organisme hidup disebut biotop. misalnya pedada (Sonneratia). lumut hati. dan lumut tanduk. e. . Thallophyta (tumbuhan jenis talas-talasan). Mengingat jumlah spesies tumbuhan yang tersebar di muka bumi jumlah dan jenisnya sangat banyak. Pteridophyta (tumbuhan jenis paku-pakuan). Beberapa biotop yang memiliki persamaan dikelompokkan menjadi biokore (biochores). Termasuk ke dalam kelompok ini adalah hampir semua jenis bunga-bungaan dan buah-buahan. Contoh: lumut daun. paku air. dan tanjang (Bruguiera).mangrove. alga hijau. dan suplir. Suatu unit wilayah yang menunjukkan keseragaman kondisi habitat. biotop gurun pasir dan biotop gurun batu termasuk biokor gurun. b. maka untuk memudahkan mempelajarinya para ahli biologi mengklasifikasikan ke dalam 5 kelompok besar. terdiri atas : 1) tumbuhan biji terbuka. Faktor-faktor tersebut menunjang perkembangan umbuhan yang hidup pada suatu biotop. Bryophyta (tumbuhan jenis lumut). 2) tumbuhan biji tertutup. d. seperti medium. dan bakteri. api-api (Avicena). Biotop dicirikan oleh persamaan faktor-faktor regional. Misalnya. Contoh: jamur dan ganggang hijau. Spermatophyta (tumbuhan berbiji). c. selain populasi bakau terdapat pula populasi lain dalam komunitas mangrove. Contoh: alga biru. iklim. yaitu: a.

3) Epifita. paku-pakuan. .000 spesies bahkan lebih. Biosiklus darat Berbagai jenis tumbuhan yang menutupi wilayah darat sangat bervariasi ragam dan jumlahnya. dan biosiklus air asin (wilayah perairan laut). 5) Saprofita. dan Hutan Berkayu Keras yang senantiasa hijau. Terdapat tujuh kelompok tumbuhan utama yang menyusun hutan tropika. biosiklus air tawar (wilayah perairan darat). yaitu sekitar lintang 10oLU – 10oLS. dengan rata-rata suhu terdingin di atas 18oC dan curah hujan yang tinggi sepanjang tahun. Menurut penelitian ahli botani.1. Hutan hujan tropis tersebar di wilayah-wilayah sekitar ekuator atau khatulistiwa. tumbuhan yang melekat pada cabang. a. Ciri khas vegetasi hutan hujan tropis adalah merupakan hutan belantara dengan jenis tumbuhan sangat bervariasi (heterogen) dan tingkat kerapatan tinggi sehingga sinar matahari sulit sampai ke permukaan tanah. seperti cendawan dan bakteri yang berfungsi membantu terjadinya penguraian. anggrek. Wilayahnya tersebar mulai dari zone pantai sampai ke pegunungan. Contohnya Raflesia yang hidup pada akar liana. batang. Tumbuhan epifit merupakan indikasi bahwa tingkat kelembaban di daerah tersebut selalu tinggi. dan daun-daun pohon. seperti beringin hutan. Hutan Hujan Daerah Sedang. Persebaran flora Berbagai jenis tumbuhan tersebut tersebar di tiga biosiklus atau lingkungan di muka bumi. tumbuhan yang zat haranya diperoleh dari bahan organik yang telah mati. mulai dari kawasan khatulistiwa hingga ke kutub. 4) Pencekik pohon. seperti lumut. 6) Parasit. disebut juga tumbuhan pemanjat atau “liana”. tumbuhan yang awalnya sebagai epifita kemudian setelah besar akarnya menjulur ke tanah dan mencekik pohon inangnya. Hutan Musim (Hutan Desidius). 1) Hutan Lingkungan ekologi hutan terdiri atas vegetasi Hutan Hujan Tropis. Hutan Berdaun Jarum (Hutan Konifer). hidupnya seperti benalu. yaitu 1) Pohon-pohon hutan yang mempunyai tajuk membentuk atap (canopy): 2) Terna. yaitu biosiklus darat. jenis tumbuhan yang terdapat di kawasan hutan hujan tropis diperkirakan mencapai 3.

Congo. dimana udara sangat dingin saat musim winter dan relatif hangat dalam periode musim sammer. Afrika. Agathis. Australia Utara. misalnya wilayah-wilayah pantai barat sekitar lintang 30o . wilayah kepulauan antara lintang 25o – 40o. dan Papua. Contoh jenis tumbuhan meranggas adalah Pohon Jati. ekuatorial dan tropis. Disamping menggugurkan daun. maka corak vegetasi yang menutupi sebagian besar lahan didominasi oleh jenis perdu (pohon kerdil). Myanmar. Nigeria. dan pohon Sequoia (Red Wood) yang merupakan jenis pohon terbesar di dunia. Hutan Berdaun Jarum (Hutan Konifer) terdapat di daerah-daerah lintang tinggi mendekati kawasan lingkaran kutub. Palm. Bambu. baik utara maupun selatan. wilayah Afrika sekitar khatulistiwa seperti Zaire. serta periode musim kemarau yang relatif panjang dengan curah hujan antara 100 – 200 cm per tahun. wilayah dataran rendah Amazone (Brasilia). Malaysia. Jenis tumbuhan yang banyak dijumpai di wilayah konifer antara lain Pinus Mercussi. Kenya dan sebagainya. Hal ini dilakukan untuk mengurangi tingkat penguapan yang tinggi sehingga dengan menggugurkan daunnya tumbuhan muson tidak kekurangan air dan mati kekeringan. seperti wilayah Canada bagian utara. dan Amerika Selatan. Hutan Hujan Daerah Sedang terdapat di daerah-daerah pantai sebelah barat zone lintang 35o – 55o.Daerah persebaran hutan hujan tropis di muka bumi antara lain sebagian wilayah Indonesia terutama di Pulau Sumatra. Daerah persebaran Hutan Rontok Daerah Sedang antara lain meliputi sebagian besar wilayah Amerika Utara dan Eropa Barat. Asia Utara terutama sekitar Siberia. dan belukar. Malagasi. Hutan Berkayu Keras yang selalu hijau terdapat di kawasan iklim mediteran. Gabon. Hutan Musim terdapat di wilayah-wilayah yang memiliki pergantian musim kemarau dan penghujan sangat jelas. ciri khas lain dari hutan musim adalah kawasan hutan lebih didominasi oleh satu jenis tumbuhan utama (Hutan homogen). Beberapa jenis tumbuhan khas yang banyak dijumpai antara lain Pakis. sebagian Jawa. Pohon ini terdapat di California. Indo Cina. Hutan musim tersebar di India. Eropa Utara. Indonesia. baik di belahan bumi utara maupun selatan. Cemara. Kalimantan. Amerika Tengah. Larix. serta wilayah-wilayah pegunungan tinggi kawasan tropis. sepanjang perbatasan bagian timur benua. Karena di wilayah ini pengaruh iklim sangat mencolok. Pada musim kemarau vegetasi hutan musim biasanya menggugurkan daun (meranggas). dan tumbuhan meranggas. dan wilayah dataran tinggi zone iklim. sebagian besar Amerika Tengah.

dengan tumbuhan utama berupa jenis-jenis xerophyta karena periode musim hujan yang pendek namun intensitas curah hujannya relatif lebat. d) Savana Semi Arid. yaitu wilayah yang ditutupi oleh pohon-pohon rendah dengan persebaran yang jarang. Tanzania. sedangkan periode musim kering cukup lama.– 40o. yaitu wilayah padang rumput yang diselingi dengan jenis tanaman tegakan tinggi seperti akasia. Costa Rica. b) Belukar Tropis. f) Taiga. tetapi kayunya sangat keras. Australia. yaitu wilayah yang ditutupi oleh semak-semak dan rapat. seperti pohon Zaitun dan Oak. Savana banyak dijumpai di sebagian wilayah Nigeria. dengan jenis tanaman tegakan tinggi khas yaitu Kayu Putih (Eucaliptus). India. Taiga tersebar di wilayah sekitar lingkaran kutub yang berbatasan dengan kawasan Tundra. e) Moor. dengan jenis tumbuhan terdiri atas rerumputan dan semak. Secara umum savana dibedakan menjadi 6 jenis. Vegetasi yang terdapat di daerah semi arid antara lain semak-semak xerophyta. . 2) Savana Biokor Savana ditandai jenis tumbuhan yang relatif tahan terhadap tingkat kelembaban dan kadar curah hujan relatif rendah. Contoh kawasan hutan savana antara lain terdapat di Australia. Karakter tumbuhan yang terdapat di wilayah ini adalah bahwa biasanya batang pohonnya tidak terlalu tinggi. c) Savana. Moor banyak terdapat di wilayah pantai barat zone iklim sedang. Brasilia serta sekitar Bali dan sebagian Nusa Tenggara Barat. Tumbuhan penutup tanah utama di kawasan Moor adalah belukar. serta pohon-pohon tegakan tinggi yang tumbuh secara jarang di antara semak tersebut. yaitu : a) Hutan Savana. yang terdapat di daerah-daerah zone lintang tropis dan subtropisyang memiliki rata-rata jumlah curah hujan tahunan sedikit. Formasi vegetasi savana biasanya terdiri atas padang rumput yang diselingi pohon-pohon tinggi maupun perdu.

. Berdasarkan lokasinya. 4) Gurun Istilah gurun sering diidentikkan dengan kawasan padang pasir yang panas dan gersang. dan mata air) yang sifatnya permanen. sebab kenyataannya tidak semua gurun bersuhu udara panas. Steppa merupakan kawasan peralihan antara wilayah iklim basah dan iklim kering. biokor padang rumput dibedakan menjadi 3. yaitu padang rumput tinggi yang sangat luas. Sedangkan di Argentina dan Amerika Selatan dikenal dengan pampa. yaitu sebagai berikut ini. sehingga sangat jarang ditemui badan-badan air permukaan (sungai.3) Padang Rumput Padang rumput merupakan biochore yang lebih kering dibandingkan dengan savana. Gurun panas tersebar di wilayah-wilayah sekitar lintang 30o – 35o. Berdasarkan sifatnya. b) Stepa hampir sama dengan prairi hanya jenis rumputnya lebih pendek dan terdapat sedikit semak belukar. yaitu padang rumput yang terletak di wilayah-wilayah lintang tinggi (perbatasan dengan kutub). Pernyataan ini tidak seluruhnya benar. dan Hungaria. dan Rub An Nefud. gurun dibedakan menjadi dua. c) Tundra. Definisi paling cocok untuk mengartikan gurun adalah kawasan iklim kering yang ditandai rata-rata curah hujan tahunan jauh lebih kecil dibandingkan tingkat penguapan massa air ke atmosfer. Taklamakon. Vladimir Koppen menandai kawasan padang rumput dengan tipe iklim BS (semi arid steppa). tersebar di daerah zone lintang sedang dengan perbandingan tebal curah hujan relatif seimbang dengan tingkat penguapan. sebagian Amerika Serikat. yaitu gurun panas dan dingin. Contoh kawasan stepa terdapat di Rusia yang membentang dari Eropa Timur sampai Asia Timur. a) Prairi. meliputi Gurun Gobi. merupakan kawasan massa udara turun yang sifatnya panas dan kering sehingga banyak menyerap air di muka bumi. danau. Praire tersebar di Argentina. Australia. Wilayahnya terdiri atas hamparan padang rumput yang luas dan kadang-kadang diselingi sedikit tanaman perdu. Wilayah persebaran gurun panas antara lain: 1) di Asia. kecuali di beberapa daerah cekungan oasis dan wadi. Jenis tanaman yang banyak kita jumpai di wilayah tundra adalah rumput-rumput kerdil yang mampu bertahan terhadap suhu udara dingin. Rub Al Khali.

rumbia. dan rawa atau payapaya. Gurun dingin terdapat di sekitar kawasan lingkaran kutub utara. Wilayahnya senantiasa tertutup lapisan es abadi. seperti Gurun Sonora dan Attacama. b. Chaad. Hal ini sangat berkaitan dengan proses fotosintesis tumbuhan yang membutuhkan sinar matahari. Biosiklus air asin Sebagian besar biosiklus air asin terbentang mulai dari zone pantai sampai wilayah perairan laut yang masih tertembus sinar matahari (zone fotik). Jenis tumbuhan yang mendominasi wilayah gurun seperti kaktus dan beberapa jenis rumput gurun. Anda dapat melihat pada gambar berikut. 3) di Amerika. Beberapa jenis tumbuhan yang hidup di lingkungan perairan laut antara lain alga biru. alga merah. Selain itu juga hidup beberapa jenis lumut dan ganggang. dan eceng gondok. pandan pantai. Jenis tumbuhan yang masih mampu bertahan adalah lumut dan rumput kerdil. Di beberapa wilayah oasis banyak dijumpai pohon kurma. sehingga sangat sulit ditumbuhi tanaman dan menjadi wilayah yang nyaris gersang. nipah. c. dan beberapa jenis rerumputan khas pantai. meliputi Gurun Sinai. yaitu Gurun Australia Besar.2) di Afrika. dan Kalahari. Sahara. kolam. Contoh jenis tumbuhan yang menjadi komponen ekosistem air tawar antara lain selada air. Bagaimana persebaran flora yang ada di dunia. sedangkan yang hidup di sekitar pantai antara lain kelapa. Biosiklus air tawar Biosiklus air tawar terdiri atas lingkungan sungai. dan rumput laut. danau. hutan bakau (mangrove). bunga teratai. serta 4) di Australia. .

mulai dari binatang bersel satu (amoeba) sampai binatang besar yang hidup di lingkungan darat maupun wilayah perairan. Persebaran fauna Seperti halnya tumbuhan. pola persebaran binatang tidak setegas lingkungan hidup tumbuhan. Nearctic. yaitu vertebrata (binatang bertulang belakang) dan invertebrata (binatang tidak bertulang belakang).2. Dalam pelajaran biologi mengenai hal ini sudah dibahas. secara umum wilayah persebaran fauna di muka bumi dapat dikelompokkan ke dalam 6 region. Neotropical. yaitu Palaearctic. dunia binatang yang menghuni planet bumi pun sangat beragam. Australian. coba Anda sebutkan masing-masing contohnya! Pola persebaran fauna agak berbeda dengan flora. artinya bila habitat yang didiaminya dirasakan kurang cocok atau kurang menguntungkan bagi kelangsungan hidupnya. Karena itu. Secara umum aneka macam binatang di muka bumi diklasifikasikan menjadi 2 kelompok besar. maka sering kali binatang mengadakan migrasi ke wilayah lain. Ethiopian. . Oriental. Pola persebaran flora bersifat pasif artinya sangat terikat oleh habitat atau lingkungan hidupnya. Sedangkan persebaran fauna bersifat aktif. Menurut Alfred Russel Wallace.

Laut Mediteran. ular berbisa. b. dan kelinci. sedangkan beberapa jenis binatang yang masih bertahan di lingkungan aslinya antara lain Beruang Panda di Cina. dan Afrika bagian paling utara. kelalawar. Beberapa jenis binatang dari region iini antara lain sejenis tikus. . kelalawar. Unta di Afrika utara. Selain itu. berbagai jenis spesies anjing. Fauna khas kawasan ini antara lain tikus berkantung yang hidup di sekitar wilayah gurun Pasifik Timur. pantai Pasifik Barat bagian utara termasuk Jepang. beberapa jenis kura-kura. dan kalkun liar. Region Nearctic Region Nearctic meliputi wilayah-wilayah Amerika Utara dan Greenland sampai bagian tengah Mexico. kelinci. Region Palearctic Region Palearctic meliputi wilayah-wilayah di benua Eropa. Binatang-binatang yang berasal dari region ini telah menyebar ke kawasan-kawasan lainnya. Uni Sovyet. bajing. binatang-binatang kutub utara seperti rusa dan beruang kutub. beberapa jenis binatang palearktik lainnya seperti anjing.a.

Beberapa fauna palearktik lainnya seperti kelinci. Binatang-binatang mamalia lain yang tersebar di wilayah Madagaskar antara lain lemur berekor cincin. d. buaya. Jenis binatang khas tipe oriental antara lain beruang.c. Region Neotropik Region Neotropik meliputi sebagian wilayah Mexico bagian selatan. dan Kakatua. e. dan binatang vertebrata. Jenis reptil yang banyak dijumpai di sini adalah ular phiton. Llama yaitu sejenis unta khas negeri Bolivia. badak bercula satu. Sifat binatang neotropik sangat bervariasi. Beberapa jenis mamalia khas region Ethiopia seperti gajah Afrika. Sedangkan . dan kuskus. Madagaskar merupakan bagian Benua Afrika yang terlepas sehingga beberapa jenis spesies region Ethiopian dapat kita jumpai di pulau ini seperti Kuda Nil walaupun ukurannya lebih kecil. Kasuari. gorilla. wallaby. dan Pulau Tasmania. Region Oriental Region Oriental meliputi wilayah India. jerapah. berbagai mamalia yang hidup di wilayah padang rumput seperti zebra. badak bercula dua. singa. dan kepulauan-kepulauan di Hindia Barat. Region Ethiopian Region Ethiopia meliputi wilayah-wilayah Benua Afrika sebelah selatan Pegunungan Atlas. dan jenis-jenis harimau. Malaysia. anjing. kelalawar dan sebagainya. Ada yang hanya terdapat di wilayah tertentu seperti ikan Piranha dan Belut Listrik yang hanya dapat ditemui di sekitar Sungai Amazon. bajing. Platipus. Benua Australia. Emu. dan sebagainya. babi hutan. Indochina. dan kijang masih banyak dijumpai di wilayah ini. Beberapa jenis burung khas region Australia antara lain Cendrawasih. dan ujung selatan Saudi Arabia. Amerika Tengah. kadal dan lain-lain. Di lain pihak kita juga dapat menjumpai beberapa jenis binatang tipe oriental. dan tapir. orang utan. Region Australian Region Australian meliputi wilayah Pulau Papua. tikus. chimpanzee. lemur sutera. Menurut sejarah ilmu kebumian. Hal menarik mengenai region fauna ini adalah tipe fauna yang ada di Pulau Madagaskar. lemur wool. Beberapa spesies lain yang hidup di kawasan ini seperti beberapa jenis kera. Selain itu terdapat berbagai jenis ikan dan reptil. ular harimau penyengat. reptilia. kawasan Gurun Sahara. Amerika Selatan. f. babon. kuda nil. dan Indonesia bagian barat. banteng. Kawasan ini ditandai tipe fauna khas seperti binatang berkantung (Kanguru).

gajah membutuhkan ruang hidup antara 250-500 hektar per ekornya. Gen hewan dan tumbuhan tertentu akan hilang karena hewan tertentu memiliki ruang hidup dalam luasan wilayah tertentu. Selain kedua wilayah penyebarannya tersebut juga terdapat wilayah yang memiliki corak khas Indonesia yaitu terdapat di bagian tengah dinamakan corak Kepulauan Wallacea. Beberapa hewan yang ada di dalam hutan akan punah walaupun sebagian lainnya mungkin dapat berkembang dengan pesat. eksploitasi yang berlebihan. namun manusia tidak memperhatikan kelestarian tumbuhan dan fauna yang ada. rusaknya habitat. 3. Berkurangnya luas habitat telah banyak terjadi karena populasi manusia yang terus bertambah dan pemukiman manusia menggeser habitat hewan dan tumbuhan. dan penggunaan teknologi yang tidak bijaksana. Misalnya hutan menjadi alang-alang. walaupun luasnya tidak berkurang. dimana wilayah persebarannya terletak di antara kedua garis tersebut. Aneka gen dapat terjadi oleh kepunahan jenis maupun varietas hewan dan tumbuhan tertentu. Misalnya. Akan tetapi. yaitu berupa erosi gen. Erosi gen dapat disebabkan oleh berkurangnya luas habitat. terkadang segala macam sumber daya selalu ingin jenis dimanfaatkan. . Erosi gen menurut Otto Soemarwoto ialah berkurangnya keanekaan gen. sedangkan jarak jelajah harimau dalam satu malam mencapai 100 km. Persebaran flora dan fauna di Indonesia dicirikan dengan adanya garis batas wilayah persebaran yaitu garis Wallace dan garis Weber. Kepunahan juga dapat terjadi karena kerusakan habitat.kawasan Selandia Baru memiliki tipe binatang tersendiri walaupun letaknya berdekatan dengan Australia. maka terjadi kerusakan tumbuhan dan fauna. Jika dibiarkan tanpa ada kendali. biasanya sudah hilang keseimbangan ekosistem hutan tersebut. sehingga jika hewan yang berkembang pesat tersebut merupakan jenis hama akan mengakibatkan bencana dalam jenis lainnya. Upaya perlindungan terhadap flora dan fauna Di dalam era pembangunan. Sebagai contoh binatang Kiwi merupakan jenis fauna yang hanya terdapat di pulau ini. Sebagian besar corak fauna bagian barat sama dengan corak fauna oriental sedangkan bagian timurmya meliputi wilayah Maluku dan Papua memiliki corak Australia. Ada pula Sphenodon yaitu sejenis amphibia purba yang masih bertahan hidup sampai kini.

Padahal bisa jadi hewan atau tumbuhan tersebut sangat bermanfaat bagi kehidupan mansuia. dan pariwisata. penggunaan insektisida dan herbisida yang berlebihan dapat menyebabkan kepunahan jenis tertentu. jenis tumbuhan yang diwaspadai kepunahannya adalah kayu ramin dan rotan. Diadakan daerah penyangga. kira-kira 1. dan dalam masa kebudayaan kuno paling sedikit 500 jenis tumbuhan digunakan sebagai sayuran. hutan lindung. tetapi jangan sampai berlawanan dengan maksud dan tujuan perlindungan. Adanya daerah yang dilindungi. c. dan tumbuhan. serangga. dan keperluan lain. Pengembangan daerah yang dilindungi. perburuan ikan paus yang tidak terkendali akan memusnahkan jenis ikan paus tersebut. Misalnya. b. 95% makanan kita berasal dari 30 jenis makanan saja.500 jenis tumbuhuan digunakan sebagai sumber makanan. Hutan lindung memiliki fungsi yang sama dengan cagar alam yang bertujuan menjaga fungsi hidrologi untuk melindungi keanekaragaman gen. diperkirakan dalam masa prasejarah. kayu bakar. yaitu untuk daerah yang mengatasi masalah tekanan dari luar terhadap cagar alam terutama tekanan penduduk untuk mendapatkan lahan pertanian. jenis tumbuhan yang digunakan sebagai sumber makanan makin berkurang dengan majunya kebudayaan manusia. burung. Adapun dari jenis hewan. antara lain sebagai berikut: a. misalnya. misalnya rusa dan ikan laut. seperti padi. Pencemaran oleh industri dapat juga menyebabkan kepunahan jenis tertentu. misalnya ikan. Daerah penyengga merupakan daerah antara lahan pertanian dan pemukiman pemduduk dengan daerah cagar alam. misalnya Kebun Raya Bogor.Eksploitasi jenis tertentu yang berlebihan dapat mengakibatkan kepunahan jenis ersebut. Mendirikan kawasan kebun raya dan kebun binatang yang dijadikan koleksi hidup. Untuk menjaga kelestarian gen hewan atau tumbuhan perlu dilakukan usaha. yaitu berupa cagar alam. Pengunaan eknologi yang tidak bijaksana dapat menyebabkan kepunahan banyak jenis. Dari jenis tanaman biji-bijian. Di Indonesia. Kepunahan suatu jenis gen tumbuhan atau hewan dapat mengakibatkan punahnya jenis tumbuhan atau hewan bersangkutan. . Sebagai contoh. dan gandum. yaitu menjadikan daerah cagar alam untuk penelitian. Pada masa sekarang. jagung. d. dan suaka margasatwa. Menurut Otto Soemarwoto. pendidikan.

Penyimpanan gen dapat berupa penyimpanan biji.e. . Bank gen. yaitu menyimpan dan menjaga suatu gen agar tetap baik. sedangkan pada hewan dapat berwujud menyimpan sperma hewan jantan.

dentin. Proses terjadinya karies. Berbeda dengan hipotesa plak spesifik. dimulai segera setelah pH plak turun dan berada pada pH kritis yaitu sekitar 5.5. host. Menurut Keyes dan Jordan (1960). namun apabila plak dalam jumlah banyak. Terbentuknya karies bukan disebabkan karena satu kejadian seperti penyakit menular lainnya. substrat dan ditambah faktor waktu. yang digambarkan sebagai tiga lingkaran yang bertumpang-tindih. Penyakit ini sangat mudah terjadi pada individu yang mempunyai oral hygiene yang buruk.MIKROORGANISME YANG MERUSAK GIGI (PEMBENTUKAN KARIES) A. perkembangan karies dipengaruhi oleh tiga faktor utama yaitu agen. maka akan dihasilkan produk perusak dalam jumlah banyak pula yang dapat mengalahkan pertahanan tubuh. tetapi disebabkan serangkaian proses yang terjadi selama beberapa kurun waktu. . Hal ini akan berakhir sekitar 20 menit atau lebih lama tergantung dari ketersediaan substrat. apabila plak sedikit maka produk perusak yang dihasilkan dapat dinetralisir tubuh. karies merupakan penyakit multifaktorial yaitu ada beberapa faktor yang menjadi penyebab terbentuknya karies. Plak yang mengandung bakteri patogen yang spesifik dapat memproduksi substansi yang memperantarai perusakan jaringan. yaitu hanya bakteri plak tertentu yang patogen dan patogenitasnya tergantung pada keberadaan atau peningkatan mikroorganisme yang spesifik. Asam yang dihasilkan akan mulai mendemineralisasi enamel. Etiologi Karies Karies gigi merupakan suatu penyakit infeksi yang merusak struktur gigi yang dapat terjadi pada email. dan akar gigi. Berdasarkan hipotesa plak non-spesifik.

dan fluor dalam saliva dan gigi. dentin dan juga sementum. Saliva tidak hanya berfungsi secara fisik menyingkirkan substrat dan asam yang dihasilkan bakteri pada plak. Mengingat hal tersebut. Kondisi struktur gigi yang hipokalsifikasi mungkin lebih cenderung terserang karies gigi dan begitu juga gigi dengan kandungan fluor yang sedikit. sehingga karies akan berkembang cepat. fosfat dan fluor. posisi dan struktur gigi. Posisi gigi berjejal menyebabkan kebersihan mulut lebih sulit dilakukan. dengan alasan klinis ini perlu dilakukan perawatan ortodontik. sehingga diperlukan usaha memaksimalkan kandungan kalsium. penyikatan gigi belum cukup dalam pencegahan karies gigi dan direkomendasikannya aplikasi pit dan fisur silen. Hal ini disebabkan penyingkiran plak saat menyikat gigi terbatas pada daerah tersebut. Ada beberapa kondisi gigi yang mempengaruhi risiko karies. Unsur fluor juga kita ketahui dapat membantu dalam proses remineralisasi. saliva berperan dalam menyingkirkan substrat dan menetralisir asam yang dihasilkan bakteri. Saliva juga dapat memperlambat karies dengan cara proses remineralisasi yang menyediakan sumber zat yang diperlukan seperti kalsium.Kondisi gigi berperan dalam pembentukkan karies dimulai dari enamel. Gigi mengandung sebagian besar kalsium dan fosfat. fosfat. Sistem pertahanan yang alami dan utama terhadap karies gigi di dalam mulut adalah saliva. Anak yang dietnya tinggi karbohidrat. Rendahnya sekresi saliva dan kapasitas buffer dapat menyebabkan berkurangnya daya self-cleansing terhadap substrat makanan dan membunuh bakteri patogen dalam mulut. Karena gula dalam diet akan menyediakan substrat untuk perkembangbiakkan dan metabolisme bakteri dalam mulut dan akan menghasilkan asam yang merusak struktur gigi . Di samping itu. diantaranya bentuk. Kondisi bentuk gigi dengan pit dan fisur yang dalam lebih mungkin cenderung akan mengalami karies gigi. tetapi juga mempunyai suatu peran penting yaitu dalam sistem buffer pH saliva. oleh karena itu konsentrasi kalsium dan fosfat dalam saliva sangatlah penting dalam kejadian progresi atau regresi karies gigi. Keadaan ini ia akan menyebabkan peningkatan penyakit periodontal dan karies gigi. khususnya sukrosa cenderung terkena karies lebih tinggi dari pada anak dengan diet yang mengandung banyak lemak dan protein.

Substrat yang menempel pada permukaan gigi mempunyai sifat lebih lengket sehingga harus cepat dibersihkan dengan penyikatan karena konsistensi makanan yang lunak atau sedikit memerlukan pengunyahan akan mempercepat pembentukan plak. tapi juga oleh kemampuan inang untuk melawan infeksi. Saat ini. Patogen merupakan beberapa jenis mikroorganisme atau organisme lain yang berukuran yang lebih besar yang mampu menyebabkan penyakit. Ketika suatu mikroorganisme memasuki inang yang memasuki jaringan tubuh dan memperbanyak diri. disebut sebagai patogen. Derajat kemampuan suatu patogen oportunistik untuk menyebabkan penyakit disebut virulensi. mikroorganisme dapat menimbulkan infeksi. . Ketika asam dihasilkan oleh bakteri maka. Sedangkan kemampuan mikroorganisme untuk menimbulkan penyakit disebut patogenisitas. Patogen tersebut dapat menimbulkan penyakit pada individu yang sehat. B. Mutans. Waktu yang diperlukan untuk membentuk sebuah kavitas cukup bervariasi. Kemampuan mikroorganisme patogen untuk menyebabkan penyakit tidak hanya dipengaruhi oleh komponen yang ada pada mikroorganisme. Mikroorganisme sebagai Patogen Suatu mikroorganisme yang membuat kerusakan atau kerugian terhadap tubuh inang. Jika suatu mikroorganisme lebih mampu menyebabkan suatu penyakit. Mikroorganisme demikian disebut patogen oportunistik. Komponen mikroorganisme yang meningkatkan patogenisitas disebut faktor virulensi. diperkirakan 6-48 bulan. Contoh organisme yang berukuran besar adalah cacing Trichinella yang menyebabkan Trichinosis. Jika keadaan inang rentan terhadap infeksi dan fungsi biologinya rusak. peningkatan jumlah infeksi meningkat disebabkan oleh mikroorganisme yang sebelumnya dianggap tidak patogen. Infeksi ini berkembang dalam tubuh manusia yang factor kekebalan tubuhnya dirusak oleh penyakit lain atau karena terapi antibiotik dan terapi immunosupresif yang berkepanjangan. Apabila penyikatan kurang bersih akan merangsang pertumbuhan S. suatu penyakit akibat cacing parasit yang merusak jaringan otot. Proses ini bisa terjadi selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun Di rongga mulut akan selalu terjadi proses demineralisasi dan remineralisasi. terutama anggota flora normal. maka hal ini dapat menimbulkan suatu penyakit. kristal enamel akan rusak dan akan terjadi kavitas dengan berjalannya waktu.

c. Harus menginfeksi inang ( suatu patogen primer harus memasuki inang). Mekanisme suatu patogen untuk menyebabkan penyakit infeksi. Sebagai contoh. sel Streptococcus pneumoniae yang memiliki kapsul bersifat virulen dan menyebabkan pneumonia. proses demineralisasi menjadi lebih cepat dari remineralisasi.5. sebaliknya yang tidak berkapsul bersifat avirulen. d. Untuk kebanyakan patogen. adalah melalui tahapan sebagai sebagai berikut: a. Sebuah gigi akan mengalami demineralisasi dan remineralisasi.dikatakan lebih virulen dari yang lain. Agen atau Mikroorganisme perusak Gigi Lubang gigi disebabkan oleh beberapa tipe dari bakteri penghasil asam yang dapat merusak karena reaksi fermentasi karbohidrat termasuk sukrosa. Harus melakukan metabolisme dan memperbanyak diri dalam jaringan inang. Plak gigi memegang peranan penting dalam menyebabkan terjadinya karies. b. Streptococcus Streptococcus salivarus. faktor virulensi tidak begitu nyata. . Asam yang diproduksi tersebut memengaruhi mineral gigi sehingga menjadi sensitif pada pH rendah. Faktor virulensi beberapa patogen mudah diidentifikasi . selain itu dijumpai juga Lactobacillus dan beberapa beberapa spesies Actinomyces. Hal ini menyebabkan lebih banyak mineral gigi yang luluh dan membuat lubang pada gigi. kokus gram positif merupakan jenis yang paling banyak dijumpai seperti Streptococcus mutans. Streptococcus sanguis. pada awal pembentukan plak. Plak adalah suatu lapisan lunak yang terdiri atas kumpulan mikroorganisme yang berkembang biak di atas suatu matriks yang terbentuk dan melekat erat pada permukaan gigi yang tidak dibersihkan. Harus merusak inang. Strain virulen dari Corynebacterium diphtheriae menghasilkan suatu toksin yang menyebabkan diphtheria. dan glukosa. untuk sementara. serta beberapa strain lainnya. mitis. Harus melawan pertahanan inang. C. fruktosa. Secara histometris plak terdiri dari 70% sel-sel bakteri dan 30% materi interseluler yang pada pokoknya berasal dari bakteri. Komposisi mikroorganisme dalam plak berbeda-beda. Ketika pH turun menjadi di bawah 5. Plak bakteri ini dapat setebal beratus-ratus bakteri sehingga tampak sebagai lapisan putih.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->