AUSE LABELLAPANSA 324250 TUGAS KEAMANAN JARINGAN

MANAGEMENT OF NETWORK SECURITY APPLICATIONS
ABSTRAK Kebijakan keamanan dan teknik keamanan telah menjadi topik penelitian utama dalam waktu yang lama, akan tetapi masih relatif sedikit penelitian yang tercatat pada pengelolaan aplikasi keamanan terdistribusi. Makalah ini meninjau beberapa proyek manajemen keamanan dan penelitian terkait keamanan sampai saat ini. Kami menyajikan seperangkat inti obyek yang dikelola keamanan untuk digunakan dengan Simple Network Management Protocol (SNMP). Aplikasi keamanan yang dinilai untuk nilai manajemen melalui SNMP. Sebuah skenario firewall sebuah perusahaan menggambarkan konsep dari ketepatan manajemen keamanan, kecukupan, dan kelengkapan. Investigasi yang sedang berlangsung, studi kasus, dan isu-isu implementasi dibahas. Pengenalan Information Protocol PacketFilter (PFIP) menunjukkan penyebaran informasi keamanan dengan cara yang digunakan oleh protokol routing. Kami menyimpulkan dengan rekomendasi begi penelitian berikutnya untuk memajukan manajemen aplikasi keamanan berbasis SNMP. KATA KUNCI Firewall, Informasi Manajemen Base (MIB), Manajemen Jaringan, Packet-Filter Information Protocol (PFIP), Manajemen Aplikasi Keamanan, Manajemen Keamanan, SNMP I. Pendahuluan Solusi keamanan umumnya mencoba membangun perimeter atau lapisan perlindungan untuk menyaring data masuk atau data keluar. Lapisan yang berlapis dan jalur akses sistem keamanan jaringan yang kuat merupakan contoh operasi terdistribusi pada pelaksanaan dan aspek manajemen. Tingkat ancaman terhadap sumber daya dan data dalam suatu sistem memposisikan kemampuan keamanan manajemen aktif adalah misi operasi terdistribusi yang penting. Keamanan komputer adalah item yang menarik sejak sistem multi-user muncul pertama. Hanya belakangan ini, karena data dan fungsi bisnis penting pindah ke sistem jaringan, membuat mekanisme jaringan keamanan berkembang. Harapan pengguna sistem adalah meningkatnya kualitas, privasi, kinerja, dan kehandalan. Penyebaran cepat dari teknologi keamanan baru membutuhkan manajemen yang fleksibel, efisien untuk membantu operator sistem agar tidak kewalahan dengan konfigurasi dan pemantauan rutin. Sifat kompleksitas dan saling bergantung pada keamanan jaringan menuntut pandangan sistem yang up-to-date dan kemampuan untuk mengumpulkan dan berkorelasi kejadian detail yang mendasarinya. Sebuah program keamanan bergantung pada ketepatan, kelengkapan, dan kehandalan dari tiga komponen terkait - kebijakan keamanan, mekanisme pelaksanaan, dan langkah-langkah jaminan. Kebijakan keamanan mengatur pedoman prosedur operasional dan teknik keamanan yang berhadapan dengan risiko keamanan dengan kontrol dan upaya pengamanan. Kebijakan keamanan memiliki dampak langsung pada aturan dan tindakan kebijakan yang menjamin operasi yang tepat dari mekanisme implementasi. Kebijakan memiliki pengaruh tidak langsung terhadap pengguna, mereka melihat aplikasi keamanan dan layanan akses, bukan kebijakan. Kebijakan keamanan sebuah organisasi menentukan

II. otentikasi. dan kontrol akses umumnya berkembang lebih jauh dengan projek yang sama dalam komunitas IETF. Bagian 2 menyediakan latar belakang pada topik terkait dari manajemen jaringan dan peninjauan manajemen keamanan dan sistem sampai saat ini. dan tantangan utama menuju kondisi manajemen keamanan yang lebih kuat. variasi. Sebagai bagian aktif dari komponen jaminan. Tujuan dari manajer keamanan untuk menegakkan kebijakan keamanan yang konsisten melintasi batas sistem dan seluruh organisasi. Kami percaya bahwa kebutuhan terhadap manajemen keamanan akan bertambah banyak. Kebutuhan kedua adalah skema gabungan untuk menegakkan kebijakan keamanan yang dapat diterapkan dengan menggunakan alat. Bagian 4 menarik kesimpulan tentang keadaan pengembangan manajemen keamanan dan kebutuhan untuk penelitian lebih lanjut. Sebuah Protokol Informasi Paket-Filter (PIPF) / “Packet-Filter Information Protocol (PFIP)” baru yang diperkenalkan untuk penyebaran keamanan informasi. Bagian 3 mengembangkan landasan bagi sebuah konsep manajemen keamanan menggunakan atribut keamanan umum. Tantangan dalam mencapai suatu sistem keamanan fungsional adalah berlipat ganda. Tujuan kami adalah untuk mempromosikan pemahaman yang lebih baik tentang isu-isu dan pendekatan terhadap manajemen keamanan yang konsisten dan terpadu. prosedur. manajemen kunci. alarm keamanan dan peringatan. Kuantitas. Latar Belakang dan Projek Terkait Manajemen keamanan telah lama dianggap sebagai sub-fungsi dari manajemen jaringan. Tugas sulit dalam mencapai "keadaan keamanan" adalah tidak mendapatkan alat yang diperlukan. studi dan pengalaman dengan manajemen keamanan jaringan operasional yang kurang. A. terlepas dari pelaksanaannya. Antara 1992 dan 1994. tetapi memilih dan mengintegrasikan yang tepat untuk memberikan rantai keamanan yang komprehensif dan terpercaya. sebanyak pertumbuhan LAN menciptakan permintaan solusi manajemen jaringan yang lebih baik. Pada makalah ini. Ini adalah salah satu dari lima bidang fungsional yang didefinisikan dalam kerangka manajemen OSI. Hal ini juga mengidentifikasi pekerjaan yang sedang berlangsung di Laboratorium UGM untuk Teknologi Keamanan Informasi untuk menerapkan prototipe manajemen keamanan. Pertama. Standar internasional untuk fungsi keamanan seperti jejak audit.keseimbangan antara kemudahan penggunaan dari pengguna dan tingkat tanggung jawab dibanding jumlah kontrol dan penanggulangan. kami menyajikan sebuah struktur keamanan umum Basis Informasi Manajemen (BIM) / “Management Information Base (MIB)” dan mendiskusikan penerapannya pada mekanisme keamanan yang representatif. perluasan infrastruktur manajemen jaringan untuk mencakup manajemen keamanan. spesifikasi konsisten dan lengkap dari kebijakan keamanan yang diinginkan harus terdefinisikan. manajemen keamanan operasional memerlukan penelitian tambahan untuk memanfaatkan potensi penuh dari banyak sistem keamanan yang berkembang. Namun. Proyek lain yang disebut WILMA menghasilkan beberapa alat pengembangan SNMP tahun 1995 pada manajemen keamanan. prototipe manajemen keamanan Eropa yang disebut Projek SAMSON mengidentifikasi arsitektur integrasi yang mencakup antarmuka CMIP dan SNMP untuk mekanisme manajemen keamanan. dan kompleksitas aplikasi keamanan menghadirkan begitu banyak fungsi yang berbeda dan tingkat keamanan dimana manajemen terpadu adalah mustahil tanpa pemetaan atribut pada model manajemen umum. Kebijakan keamanan dan teknik keamanan telah menjadi topik penelitian utama selama bertahuntahun. dan mekanisme yang tersedia. Terminologi .

• Deteksi kesalahan selama operasi dan • Pemulihan kesalahan selama keadaan tidak normal atau kondisi error. Manajemen keamanan memiliki dua peran . tetapi mereka harus menanggapi ancaman yang ada untuk menghasilkan kepercayaan dalam kehandalan sistem. Pengembang untuk sistem penting telah menetapkan bahwa sistem yang dapat diandalkan harus mensiasati: • Pencegahan kesalahan selama desain dan pengembangan. Seperti kernel keamanan. terutama karena perlindungan dari pihak berbahaya adalah kebutuhan mendasar. Presentasi status mungkin dalam bentuk tampilan grafis real-time atau laporan cetak berkala tren data atau pengecualian. Sementara keamanan kernel dan mekanisme keamanan seperti pengendara mobil yang bertanggung jawab untuk operasi yang aman. mekanisme keamanan harus mengimplementasikan keamanan secara benar. Pendekatan ini diterapkan secara luas dalam penerbangan penting. Analisis pra-operasional dari keamanan dapat melibatkan pengujian ekstensif dan penggunaan analisis logis yang ketat yang disebut sebagai metode formal. selama. Frekuensi dan kejelasan dari pengumpulan data adalah “tradeoff” yang layak dengan volume lalu lintas jaringan dan beban pengolahan pemantauan komponen. Banyak aplikasi Intrusion Detection System (IDS) dimulai sebagai fungsi pasca pengolahan karena kemampuan perangkat lunak dan pengolahan terbatas. seimbang dengan kondisi saat ini. serta keamanan kernel. tetapi peran jaminan biasanya terjadi dalam aplikasi terpisah daripada secara internal. namun sebagian besar bermigrasi ke arah interaktif.Kami mendefinisikan manajemen keamanan sebagai real-time monitoring dan pengendalian aplikasi keamanan aktif yang mengimplementasikan satu atau lebih layanan keamanan. Tidak hanya layanan harus berfungsi dengan benar dan secara tepat waktu. Kebutuhan terhadap sistem keamanan yang sangat handal tidak dapat dipenuhi hanya melalui desain dan pengujian. tenaga nuklir dan sistem kesehatan.Monitoring dan Kontrol. dan status kinerja. Tujuan dari manajemen keamanan adalah untuk memastikan bahwa langkah-langkah keamanan operasional. Aplikasi manajemen keamanan jaringan berkonsentrasi pada dua bidang terakhir karena terkait dengan jaringan. Yang pertama melibatkan pengumpulan data dan memberikan pandangan detail bagi stakeholders apakah operasi keamanan mencapai kebijakan keamanan yang dimaksudkan pada desain sistem. manajemen keamanan seperti polisi lalu lintas yang menegakkan aturan dan membantu pada lokasi yang bermasalah. Pasca pengolahan kejadian keamanan biasanya mencakup analisis jejak audit dan terkait deteksi intrusi offline dan metode tren analisis. Perlindungan adalah sekuat mata rantai terlemah. operasi real-time. dan sesuai dengan kebijakan keamanan. Peran kedua manajemen keamanan adalah untuk menyediakan sarana untuk menyesuaikan tingkat pemantauan keamanan dan pengamanan operasional jika tingkat terkini tidak sesuai kebijakan keamanan atau tingkat risiko yang diinginkan. Jaminan adalah istilah konvensional bagi metode yang diterapkan untuk menilai dan memastikan sistem keamanan ditegakkan dan sesuai dengan kebijakan keamanan termaksud. Alat manajemen keamanan adalah metode jaminan aktif yang berfungsi untuk memonitor layanan keamanan operasional. konfigurasi. atau setelah operasi mekanisme keamanan. . yang memungkinkan observasi dan reaksi terhadap kesalahan kunci. Bisa saja seseorang menggunakan alat jaminan sebelum. untuk meningkatkan kehandalan. Salah satu perangkap keamanan terbesar adalah fokus pada produk keamanan tertentu atau teknologi tanpa mendefinisikan kebijakan keamanan yang seimbang dan dengan demikian memperoleh rasa aman yang semu.

Di sisi lain. kami percaya bahwa pemantauan jarak jauh dengan korelasi dibantu komputer dan manajemen aktivitas sistem sama pentingnya bagi manajeman keamanan dengan manajemen jaringan. Sampai saat ini. telekonferensi. Keamanan manajemen merupakan prasyarat keandalan yang tinggi dan aplikasi aman. kami menawarkan beberapa aturan manajemen keamanan umum. Manajemen keamanan menghadapi ancaman keamanan yang sama dengan aplikasi terdistribusi lainnya. Manajemen keamanan terkoordinasi tidak layak tanpa infrastruktur manajemen aman yang melindungi transit pesan dari modifikasi. namun proses standar gagal. lebih banyak penelitian yang telah dilakukan untuk menentukan mekanisme keamanan daripada memperluas kemampuan manajemen pada aplikasi keamanan. C. server otentikasi. dan implementasi yang handal dari perangkat lunak manajemen sangat penting juga. Organisasi sekarang berharap baik mekanisme privasi maupun perlindungan firewall. jelas bahwa manajemen kunci. Bahkan.445-1. modul manajemen keamanan harus menggunakan bahasa yang sama. dapat dikatakan bahwa deteksi serangan canggih memerlukan alat korelasi komputer lebih dari sistem manajemen jaringan. Manajemen keamanan melibatkan keterlibatan manusia pada setiap perangkat keamanan dan evaluasi secara manual dari semua jejak kejadian penting. Jaringan Keamanan Manajemen jaringan keamanan sifatnya adalah fungsi terdistribusi. Karena SNMP lebih luas daripada standar Protokol Informasi Manajemen Umum milik ISO. khususnya manajemen keamanan. Penelitian Manajemen Keamanan . Kemungkinan yang sama pada keamanan yang lebih cenderung pada permintaan pasar dan investasi ketimbang keterbatasan teknologi. tetapi tantangan persaingan mengendalikan administrator untuk mengurangi biaya tenaga kerja dari jaringan dan manajemen sistem melalui otomatisasi dan konsolidasi kegiatan manajemen. SNMPv3 diharapkan menjadi protokol keamanan manajemen yang penting. Seperti aplikasi terdistribusi lainnya. manajemen keamanan dan keamanan manajemen adalah aspek yang berbeda dari isu yang sama. dan lain-lain. database. SNMPv2 mengusulkan peningkatan keamanan terhadap SNMPv1 yang ada. Beberapa upaya penelitian seperti projek SAMSON telah melihat pada isu aspek integrasi manajemen keamanan.Secara tradisional. Keamanan dan manajemen saling bergantung. deteksi intrusi. tetapi penelitian lebih lanjut perlu membangun visi dan rencana yang nyata sehingga dapat membawa ketertiban dan sinergi. B. kontrol akses. server email aman. sehingga masing-masing membutuhkan layanan yang lain. Aplikasi yang dapat memanfaatkan manajemen keamanan termasuk firewall. Penyebaran cepat dari layanan keamanan di jaringan perusahaan dan publik memperkuat kebutuhan untuk manajemen keamanan. e-commerce. Ini yang disebut sebagai manajemen keamanan sebelum persyaratan keamanan manajemen. Meskipun pada sisi lain dari sistem keamanan berada di luar cakupan diskusi ini. Dengan pola fikir tersebut. dan roadmap untuk kebutuhan penelitian tambahan. Beberapa sistem manajemen jaringan menggunakan analisis trend jarak jauh dan pengenalan pola data manajemen untuk memulai respon otomatis atau respon yang direkomendasikan oleh operator.452) dengan SNMPv2c (RFC1901-1907). dan replay. Dua protokol manajemen berbasis standar telah membahas manajemen keamanan. manajemen keamanan telah dipandang sebagai kasus khusus dari manajemen jaringan. spoofing. Bahkan jaringan kecil dengan kebutuhan keamanan sederhana akan segera menghadapi beban administratif yang signifikan untuk mengatur dan memonitor firewall. dan aplikasi kontrol akses. Dengan demikian. email. pandangan dan alat-alat. SNMPv3 muncul untuk menggabungkan aspek terbaik dari SNMPv2 (RFC 1.

Lingkungan Manajemen Terdistribusi / “Distributed Management Environment (DME)”. Terlepas dari publikasi vendor yang heboh. Gong telah mengangkat isu-isu spesifik ini kepada kelompok yang berorientasi keamanan multicast. konferensi multicast. permintaan untuk solusi privasi multicast akan tumbuh. merupakan bagian dari Software Open Foundation (OSF) (inisiatif Distributed Computing Environment (DCE) yang lebih luas). dan keamanan web (HTTP) telah mendapatkan perhatian. tapi interkomunikasi dan fungsi manajemen jelas dibutuhkan dan jelas diidentifikasi. Sebagai bagian dari upaya ini. Kedua upaya berkutat pada fungsionalitas dari aplikasi IDS. mirip dengan fungsi manajemen jaringan yang dipicu oleh jejak kejadian lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa masa depan IDS dapat terdiri dari independen. Seiring dengan teknik analisis dan kemampuan pemrosesan terdistribusi yang membaik. Manajemen kunci biasanya ditangani . Dokumen Omnipoint 1 adalah roadmap bagi spesifikasi yang kompatibel. Karena bisnis penggunaan multicast menjadi umum. kelompok kerja ISO/CCITT Internet Management Coexistence (IIMC) mendefiniskan aturan terjemahan MIB dan definisi proksi untuk mencapai tujuan ini. Banyak pekerjaan manajemen keamanan diterbitkan sampai saat ini yang berhubungan dengan aplikasi IDS. projek IDS belakangan ini menjadi lebih real-time dan kooperatif. Projek SAMSON mempelajari dan mengembangkan prototipe bekerja menggunakan XMP dengan gabungan SNMP dan CMIP. Beberapa masalah dari keamanan multicast berkaitan dengan skenario manajemen jaringan di mana sebuah situs pusat perlu berkomunikasi dengan banyak perangkat terdistribusi.Literatur dan produk yang tersedia yang berkaitan dengan aplikasi manajemen keamanan agak jarang. Crosbie mengusulkan menggunakan "agen otonom" untuk redundansi dan kesederhanaan. Otentikasi. Sebagai langkah pertama. OSF mengumumkan Opsi Manajemen Jaringan / “Network Management Option (NMO)” 1. Bergabung belakangan dan logoff awal dari sesi aman memperumit manajemen kunci karena kebutuhan untuk secara dinamis menampilkan ulang peserta yang sedang aktif. tapi banyak juga masalah manajemen keamanan umum. Forum Manajemen Jaringan telah berusaha meleburkan SNMP dan CMIP. Meskipun penggunaan S-HTTP tidak diusulkan oleh kelompok kerja eksisting. Fisch dan Pooch bekerja pada "koperasi. sebuah alternatif penting. Jika protokol IDS dan kemampuan manajemen itu harus selaras dengan SNMP. Baru-baru ini.0 spesifikasi pada Mei 1994. tapi tidak ada keamanan MIB eksisting begitu juga dengan fungsi manajemen keamanan terintegrasi yang digunakan secara luas. White. Koordinasi dan pengelolaan agen IDS terdistribusi adalah spesialisasi fungsi manajemen terdistribusi dari IDS. enkripsi kunci manajemen dan kontrol akses adalah keprihatinan besar seiring dengan meningkatnya partisipasi. Meskipun beberapa vendor firewall telah menggunakan SNMP Traps untuk mengidentifikasi alarm keamanan ke stasiun manajemen jaringan. tapi berkomunikasi alat deteksi. kebanyakan penelitian keamanan difokuskan pada teknik dan analisis data. penggunaan HTTP untuk tampilan muka GUI untuk non-secure manajemen telah memperoleh momentum. umumnya alat manajemen untuk aplikasi aman terbatas dalam kemampuan. IDS pada awalnya berhubungan dengan metode analisis off-line untuk mendeteksi anomali atau pola serangan dalam data audit dari sistem standalone. jaringan heterogen dengan mendefinisikan antarmuka tingkat tinggi umum perangkat jaringan dan aplikasi yang menggunakan API tunggal untuk mengakses fungsi-fungsi umum dari protokol SNMP dan CMIP. maka hubungan dengan aplikasi manajemen lain adalah progres logis berikutnya. Deteksi intrusi. DME bertujuan untuk mensiasati manajemen besar. peer-based" IDS. Sebagian besar pembaca akan terbiasa dengan konsep dasar SNMP umum dan protokol manajemen jaringan CMIP yang diulas oleh penulis seperti Rose dan Stallings. Isu manajemen multicast telah menjadi topik penelitian aktif karena meningkatnya ketertarikan terhadap konferensi internet.

Meskipun hanya sebuah prototipe sederhana. Manajemen Keamanan Terintegrasi Penyebaran manajemen keamanan yang efektif memerlukan tiga komponen manajemen dasar aplikasi. Aplikasi Manajemen Keamanan Hal ini secara luas disepakati bahwa konsolidasi dan integrasi dari fungsi-fungsi manajemen diperlukan untuk menjaga costs tetap rendah dan memungkinkan staf operasi jaringan kecil untuk memperluas kontrol ruang lingkup mereka. Kami percaya satu set inti dari atribut dan prosedur akan sangat mempromosikan perluasan fungsi manajemen kepada aplikasi keamanan lainnya dan mendukung sinergi antar aplikasi. III. Penggunaan protokol standar seperti SNMPv3 bersama dengan mekanisme keamanan yang telah terbukti untuk otentikasi. terutama yang dinamis dan banyak terduplikasi pada beberapa situs. pengembangan agen. Kami fokus pada isu-isu mengadaptasi status manajemen yang dominan dan mekanisme kontrol (infrastruktur manajemen dan agen) untuk mengakomodasi kebutuhan manajemen keamanan. Banning membangun sistem audit terdistribusik untuk mengumpulkan data dari sistem heterogen dengan menggunakan protokol manajemen jaringan. . Pengolahan dan aplikasi tampilan berada di luar cakupan diskusi ini. integritas dan kerahasiaan memastikan tidak ada link keamanan yang lemah. hal tersebut menunjukkan langkah-langkah mengintegrasikan aplikasi keamanan lainnya menggunakan definisi MIB sejenis. A. infrastruktur. Sebuah tren baru dalam industri manajemen jaringan adalah penyebaran sistem manajemen terdistribusi yang kooperatif dapat berbagi informasi dan menerapkan fungsi kontrol. platform manajemen itu sendiri membutuhkan perlindungan melalui sistem yang baik dan keamanan fisik. tetapi menggunakan manajemen aman untuk memantau dan mengontrol aplikasi manajemen kunci sangat bisa dipercaya. Infrastruktur manajemen dasar harus menyediakan mekanisme yang cocok bagi faktor-faktor berikut untuk memaintain manajemen aman dari aplikasi: • Kerahasiaan dan integritas • Transportasi/Transmisi Data • Pengkodean Data Umum • Liveness Kemampuan ini dapat tersedia/tidak dari sistem manajemen jaringan eksisting. manajemen koperasi. Sebuah aplikasi langsung dari manajemen keamanan telah dibahas oleh Banning. Selain itu. Ballardie telah mengidentifikasi masalah membatasi akses ke “multicast trees” dan menyarankan metode untuk mengendalikan pelanggaran oleh pengguna yang mungkin secara tidak sengaja atau berniat jahat mengkonsumsi bahagian besar dari sumber daya jaringan. dan pengolahan data terkumpul yang memiliki nilai tambah. Banyak aplikasi keamanan dapat mengambil manfaat dari konsolidasi. Hal ini juga jelas bergerak menuju manajemen terpusat dan dapat mengarah kepada titik tunggal masalah kegagalan dan kinerja. Tidak semua aplikasi manajemen keamanan harus menerapkan proses ini. kontrol akses. Kontrol akses terhadap sumber daya transmisi jaringan telah menjadi perhatian penelitian karena multicast dapat mengkonsumsi bandwidth dalam jumlah besar ketika disiarkan ke banyak audiens.di luar standar manajemen jaringan. kami menerapkan beberapa konsep serupa dalam usulan Protokol Informasi Paket-Filter / “Packet-Filter Information Protocol (PFIP)” untuk memantau dan mengontrol filter firewall terbatas. dan agen. Kemudian.

Ini mungkin terkesan bahwa sistem manajemen keamanan yang mengelola aplikasi terpercaya harus melalui pengujian ketat yang sama dan analisis sebagai aplikasi keamanan utama. Sebuah model keamanan penting dalam memperluas paradigma manajemen jaringan untuk mencakup keamanan. Tantangan utama adalah untuk mendefinisikan seperangkat objek ter-manaje yang berguna bagi manajer keamanan dalam mendeteksi dan bereaksi terhadap aftifitas keamanan. nilai penelitian menilai pentingnya teknologi aplikasi. Meskipun definisi keamanan MIB tunggal tidak dapat mencakup tiap kebutuhan. Rushby menunjukkan keamanan kernel harus memiliki akses dan kontrol terhadap fitur keamanan penting dari sistem dan harus mempertahankan atribut aman terlepas dari urutan kemungkinan dari operasi. tambahan modul MIB . Accounting. Manajemen aktif adalah definisi dari merekam kejadian. Keamanan MIB Dari tiga prinsip dasar keamanan (kerahasiaan. Demikian juga. keamanan kernel). itu bukanlah driver yang konstan. Performance and Security (FCAPS)”) dalam konteks keamanan. MIB dapat menerapkan tabel akses aturan packet-filter dari sebuah firewall. Kami menyimpulkan bahwa tujuan manajemen keamanan tidak untuk menegakkan keamanan. Seberapa luas tingkat proliferasi aplikasi. kepentingan penelitian substansial dalam aplikasi IDS membuat topik ini menjadi subjek yang baik untuk dipelajari. kinerja dan keamanan standar / “Fault. Setelah atribut inti set MIB telah ditetapkan. C. Sementara kerahasiaan beberapa data dapat diharapkan (seperti transfer kunci baru atau password pada login). firewall keamanan jaringan menunjukkan harapan besar bagi manajemen oleh protokol standar. tapi untuk mengelola risiko keamanan dengan mendeteksi dan menampilkan status parameter penting. hal tersebut dan semua infrastruktur terkait harus memenuhi semua persyaratan keamanan aplikasi inti (misalnya. Untuk membangun keamanan MIB secara menyeluruh. terdapat beberapa kelebihan dalam standar umum bahwa semua sistem sesuai harus mendukung dan dapat memperpanjang sebagaimana yang diperlukan. Otentikasi pengguna dan pengiriman data yang benar yang dapat diandalkan adalah keharusan yang konstan. Ketersediaan aplikasi manajemen keamanan juga menjadi perhatian lebih sedikit dikarenakan banyak aplikasi dapat terus beroperasi dan memaintain informasi status selama kesenjangan dalam komunikasi. Operasi manajemen (SET / GET) pada entri tabel paket-filter. misalnya. dan real-time manajemen menunjukkan kegunaan manajemen interaktif dalam domain aplikasi. B. setiap aplikasi keamanan dapat memperluas MIB keamanan untuk menentukan item yang mendukung fitur unik dalam domain mereka. Aturan bagi tingkat aplikasi "proxy server" firewall juga sedang dikembangkan sebagai bagian MIB yang terpisah. Perekaman menghasilkan real-time alert bagi kejadian penting pada titik tertentu seperti melebihi batas atau tingkat ambang batas.Beberapa aplikasi keamanan adalah kandidat potensial untuk manajemen terpadu dengan menggunakan protokol standar. integritas adalah yang paling penting terhadap operasi manajemen. Jika aplikasi manajemen keamanan menegakkan keamanan. akan memungkinkan konfigurasi aturan spesifik penyaringan. konfigurasi. karena penyebaran cepat dan berbagai penawaran vendor. Configuration. Template Keamanan MIB Sebuah keamanan dasar MIB harus mencakup atribut umum dari semua aplikasi dengan peran keamanan. Langkah awal yang baik dalam mendefinisikan keamanan inti MIB adalah untuk menerapkan faktor manajemen jaringan (kesalahan. Misalnya. perhitungan. Kami menggunakan tiga faktor subjektif untuk menilai setiap aplikasi untuk integrasi dengan sistem manajemen keamanan. Ini adalah sarana untuk mengumpulkan informasi status dan menyempurnakan parameter kinerja untuk memenuhi kebutuhan data keamanan saat ini. integritas dan ketersediaan).

NMS dapat menaikkan/menurunkan kondisi pemantauan keamanan berdasarkan pola terkini dari peringatan. Jika peringatan keamanan terulang dihasilkan dari sumber yang sama. mungkin ada penyebab kekhawatiran. Implementasi kami dari konsolidasi manajemen keamanan juga akan melibatkan alat-alat keamanan lainnya yang banyak tersedia. kejadian menarik pada firewall adalah menurunnya jumlah paket masuk karena pembatasan packet-filter. upgrade dari SNMPv1 ke SNMPv3 akan mendukung integritas data dan kerahasiaan. rekam peristiwa harus ditetapkan untuk pemberitahuan terkait kejadian penting secara real-time. Tingkat kegunaan bagi operasi konfigurasi dan pengumpulan status adalah penting. manajer mungkin akan mengatur tindakan filtering sebagai "catatan paket / log header" untuk kemudian ditelaah. ACME Enterprises memiliki beberapa LAN eksternal yang terhubung dan membutuhkan firewall baru dan beberapa yang perlu firewall antar departemen. Instrumentasi dari aplikasi keamanan dengan agen SNMP akan memungkinkan implementasi dan peningkatan keamanan MIB. Untuk melakukannya. Untuk mengubah konfigurasi tabel packet-filtering. Rekaman paket memerlukan operator NMS untuk SET aturan packet-filtering terkait peringatan. D. Kedua kejadian ini dapat memicu perekam kejadian ke NMS untuk memberitahukan operator untuk penilaian lebih lanjut. manajemen eksternal firewall diperlukan bagi organisasi yang menginginkan administrasi terpusat. Pengamatan dibutuhkan untuk menghindari banjir serangan terhadap penyimpanan yang dapat meluap. Atau. Pada umumnya. dan IDS. . server otentikasi. Validasi akan terdiri dari sebagian penilaian mengenai apakah konfigurasi tertentu efektif dalam mendeteksi satu atau lebih serangan yang dijelaskan oleh advisories CERT.dapat didefinisikan untuk mekanisme keamanan lainnya seperti jejak audit keamanan. penjaga keamanan. Selain itu. informasi eksternal. peristiwa keamanan yang signifikan akan terjadi. Jika penurunan dalam jumlah besar terjadi dalam kurun waktu yang cepat. atau kebijakan sistem keamanan. karena SNMP menggunakan layanan UDP dan kemampuan manajemen akan terhambat jika akses UDP melalui firewall dibatasi. Pengujian terhadap skenario yang telah diketahui akan memberikan implementasi dan pengalaman eksperimental. aplikasi manajemen umum dapat dipertimbangkan. kolom "action" harus memberikan akses read/write. Sistem pengembangan mencakup packet-filtering sederhana firewall yang menggunakan paket Texas A & M University Drawbridge pada platform PC. Skenario Aplikasi Manajemen Ketika beberapa perangkat manageable serupa atau aplikasi berada dalam domain manajemen umum. Di bawah ini kami menyajikan contoh aplikasi dengan satu Stasiun Manajemen Jaringan / “Network Management Station (NMS)” untuk mengelola sekelompok firewall keamanan jaringan. atau peringatan awal dapat menunjukkan aturan terkait dalam pesan rekaman. jika persentase yang tinggi dari paket dalam sebuah interval (misal 50% dalam interval 30 detik) ditolak. Meskipun kebanyakan firewall akan dikelola dari NMS dalam firewall. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan GET dan mencari pada tabel packet-filter mengenai aturan. bukan untuk diabaikan. seperti tcp_wrappers dan toolkit firewall TIS. Manajer ACME ingin menggunakan platform manajemen jaringan yang ada untuk memantau firewall baru. Penelitian yang sedang berlangsung sedang menguji kelayakan dan utilitas dari definisi MIB awal. Hal ini berpotensi masalah. Respon manajemen termaksud dapat memberikan bukti yang dibutuhkan untuk melacak penyusup.

Tabel packet-filter dan aplikasi proxy hanya memberikan alur akses yang disetujui untuk lewat. Kolom tertentu seperti alamat sumber dan tujuan akan menjadi bagian wajib dari informasi tabel tersebut. kami mencatat beberapa kesamaan dengan implementasi MIB2 dari sebuah tabel routing IP. aturan yang paling penting dan masalah dapat dinilai lebih melekat dan pengaruh dari perubahan dapat dilihat.Pendekatan lain untuk menilai konfigurasi dan efisiensi firewall dari sebuah packet-filtering adalah melalui variabel ringkasan seperti TopTenRuleHits. E. Kami mempertanyakan apakah informasi paket-filter dapat disebarkan pada router dan host yang kompatibel dengan cara yang dengan diperbaruinya tabel routing oleh Protokol Informasi Routing / “Routing Information Protocol”. Dengan cara ini. TopTenSrcIPAddr dan TopTenDroppedPktSrcIPAddr mirip dengan Remote Monitoring (RMON) MIB (RFC1757 / 2021). . tanda tangan digital. Jika kondisi pendukung kepercayaan yang kuat dibangun antar entitas melalui otentikasi. Sedangkan protokol rute menangani informasi tentang jalur yang tersedia antara jaringan dengan host. dan informasi IDS "tip-off" sedang berlangsung. PFIP hanya dapat menyebarkan aturan yang membatasi antar entitas yang dikenal. Daripada menyusun rute. stasiun manajemen akan memperbarui tabel aplikasi dengan menginisiasi operasi SET pada “row values” yang tepat. pengguna membutuhkan akses sementara selama perjalanan). atau pemicu keamanan dapat mematikan aplikasi atau lokasi berbahaya. Tujuannya adalah untuk membatalkan paket yang tidak diinginkan sedekat mungkin dengan sumbernya. Kapabilitas ini juga menawarkan sebagai sarana potensi untuk menerapkan layanan blocking bagi rumah tangga atau bisnis yang ingin memastikan data yang tidak diinginkan diblokir dari situs tertentu dan/atau selama jam-jam tertentu. maka administrasi tabel packet-filter dapat terlaksana secara menyeluruh. paket-filter memblokir rute yang dikenal dan yang berpotensi baik dari dan ke tujuan tertentu. Manfaat jelasnya adalah adalah pengurangan penggunaan bandwidth jaringan secara sia-sia karena paket dibuang lebih dekat ke sumber daripada ke tempat tujuan. Perubahan terhadap konfigurasi firewall dapat dihasilkan dari reaksi terhadap informasi status atau dari kebutuhan eksternal. Penyelidikan lebih lanjut untuk menilai ekstensi dalam berbagi gateway aplikasi. aplikasi manajemen dapat menetapkan akses berdasarkan waktu untuk menghapus akses secara otomatis. Mungkin. Dengan demikian. Prosedur untuk membuat update adalah sebagai berikut. PFIP bekerja secara harmonis dengan protokol routing eksisting untuk mengontrol akses jaringan sedekat mungkin dengan sumber traffic. dan lain-lain. PFIP adalah mekanisme terbatas untuk dengan mudah membatasi aliran paket data dari sumber yang dianggap mengganggu atau tidak dapat dipercaya. PFIP ini dimaksudkan untuk memungkinkan penyebaran informasi packet-filter antar host dan router dalam sebuah jaringan berbasis IP. Aturan khusus dapat berubah dan diaktifkan atau dinonaktifkan. enkripsi. Jika kebutuhan untuk akses aplikasi bersifat sementara (contoh. Protokol Informasi Paket-Filter / “Packet-Filter Information Protocol (PFIP)” Sambil mendefinisikan MIB packet-filter. daripada menyerahkan tanggung jawab tersebut hanya kepada penerima. PFIP merupakan sarana untuk mendistribusikan beban menyaring data keluar yang tidak layak bagi penerima. kinerja yang lebih baik dapat tercapai apabila aturan yang sebagian besar tidak lagi dipergunakan diatur kembali dalam tabel penyaringan. aplikasi dan tabel packetfiltering dapat berfungsi seperti router yang memberikan alur akses lintas mengalir menuju tujuan. Aplikasi baru dapat dibuka untuk digunakan pada server proxy. kejadian audit. PFIP yang dijelaskan di bawah ini adalah hasilnya. Jika firewall operasional dan aplikasi proxy baru akan ditambahkan.

Setiap host packet-filtering diasumsikan memiliki tabel packet-filter. Sebelum kemampuan manajemen keamanan yang efektif dapat dikembangkan dan didemonstrasikan. Aturan dapat didefinisikan secara lokal oleh administrator jaringan atau mungkin merupakan dampak dari permintaan dari situs remote yang aturannya sendiri membutuhkan pembatasan lalu lintas dari host lokal. Pertama. Host A bertindak seolah-olah pesan penolakan tiba dan mencoba update lebih lanjut dengan node terdekat berikutnya. Seperti pada ecommerce. Gambar 5 akan menggambarkan konsep sebelumnya. Tanpa bentuk mekanisme kepercayaan. Tabel ini memiliki sebuah entri semua aturan filtering yang telah ditetapkan pada interface-nya. Langkah 3: Host Z menerima atau menolak pembaruan PFIP sesuai dengan otentikasi dan/atau persyaratan validasi. Langkah 2: Host A. Kesimpulan Perluasan Internet dan jumlah aplikasi sensitif yang membutuhkan keamanan yang kuat adalah pertanda pertumbuhan akan permintaan pada kemampuan manajemen keamanan. atau tidak ada node lain lagi untuk dicoba. Jika Host A menerima pesan penolakan. Jika tingkat kepercayaan yang diperlukan tidak terpenuhi bagi update paket-filter atau “node” tidak mendukung PFIP. Baik penerimaan atau penolakan menyebabkan balasan dari Z ke A agar update kedepannya tidak terupayakan. Dalam kasus ini. infrastruktur manajemen aman harus terimplementasi. Langkah 6: Langkah 2-5 diulang sampai pesan penerimaan menegaskan update baru. informasi routing digunakan untuk mencoba update filter pada “node” berikutnya yang paling dekat dengan sumber. Host A segera mengirimkan pesan update PFIP ke node V. IV. Jika tiga kali berturut-turut pembaruan gagal. ancaman dari pemblokiran layanan oleh pihak ketiga adalah signifikan. node jauh diasumsikan tidak mampu meng-update PFIP. Langkah 4: Pesan penerimaan dari Z menyebabkan A untuk menandai aturan PF sebagai diaktifkan secara remote. Setiap entri tabel packet-filter akan ditentukan sesuai dengan MIB Firewall. MIB keamanan harus didefinisikan untuk memungkinkan SET / GET operasi pada nilai-nilai penting untuk aplikasi keamanan untuk dikelola. node berikutnya yang paling dekat dengan sumber. setelah sejumlah dikonfigurasi dengan aturan baru. Dalam makalah ini. mengirimkan paket PFIP ke Z meminta penghentian lalu lintas. Langkah 1: Host A menciptakan aturan packet-filter baru yang memblokir lalu lintas dari host Z. pesan aman dan aplikasi firewall berkembang. MIB inti dapat diperluas untuk . Kurangnya kepercayaan antar organisasi menciptakan suatu hambatan besar untuk implementasi. kami telah menyarankan MIB keamanan inti dengan beberapa parameter umum berlaku untuk semua aplikasi keamanan. aplikasi manajemen akan dibutuhkan untuk membatasi beban administrasi sambil memungkinkan fleksibilitas dan kontrol operasi keamanan yang lebih besar. SNMPv3 disiasati sebagai penerus aman untuk SNMPv1. Selanjutnya. timer di Host A berakhir dan A mengasumsikan bahwa baik update atau respon telah hilang. karena sumber mensyaratkan bahwa sumber menerapkan filter eksternal yang telah didefinisikan. Ini menunjukkan satu contoh tentang bagaimana PFIP dapat bekerja untuk memperbarui tabel packet-filter dalam jaringan campuran yang terdiri dari compliant dan non-compliant host. Langkah 5: Jika tidak ada respon yang diterima setelah upaya pembaruan PF. ada beberapa prasyarat. Hal ini merupakan langkah kontroversial dan sulit karena kebutuhan untuk memetakan persyaratan dan parameter status dari banyak aplikasi vendor yang berbeda dan fitur untuk seperangkat nilai-nilai umum kecil yang telah ditentukan.

penggunaan inovatif dari pandangan manajemen keamanan dan sinergi dengan manajemen lain dan informasi keamanan di seluruh jaringan dapat memunculkan kekuatan baru untuk manajemen keamanan. atribut dan definisi MIB akan memungkinkan perkembangan ke tahap berikutnya dari pengembangan kapabilitas. Kemudian. . yaitu. Pekerjaan dasar mendefinisikan inti umum infrastruktur manajemen keamanan. Modifikasi dari modul agen dan aplikasi manajemen keamanan untuk secara efektif mengakses seperangkat nilai-nilai keamanan akan membuka fitur manajemen baru. korelasi yang lebih baik dari kejadian manajemen terkait masalah keamanan.menentukan parameter konfigurasi dan status bagi aplikasi keamanan dan fitur vendor dalam konteks yang sama dengan MIB lainnya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful