PERUBAHAN FISIOLOGI /ADAPTASI FISIK PADA BAYI BARU LAHIR

PENDAHULUAN
Sebagai seorang bidan harus mampu memahami tentang beberapa adaptasi atau perubahan fisiologi bayi baru lahir (BBL). Hal ini sebagai dasar dalam memberikan asuhan kebidanan yang tepat. Setelah lahir, BBL harus mampu beradaptasi dari keadaan yang sangat tergantung (plasenta) menjadi mandiri secara fisiologi. Setelah lahir, bayi harus mendapatkan oksigen melalui sistem sirkulasi pernapasannya sendiri, mendapatkan nutrisi per oral untuk mempertahankan kadar gula darah yang cukup, mengatur suhu tubuh dan melawan setiap penyakit /infeksi. Periode adaptasi ini disebut sebagai periode transisi, yaitu dari kehidupan di dalam rahim ke kehidupan di luar rahim. Periode ini berlagsung sampai 1 bulan atau lebih. Transisi yang paling cepat terjadi adalah pada sistem pernapasan, sirkulasi darah, termoregulasi, dan kemampuan dalam mengambil dan menggunakan glukosa. ADAPTASI /PERUBAHAN FISIOLOGI PADA BBL Menurut Pusdiknakes (2003) perubahan fisiologis pada bayi baru lahir adalah : 1. Perubahan sistim pernapasan / respirasi Selama dalam uterus, janin mendapatkan oksigen dari pertukaran gas melalui plasenta. Setelah bayi lahir, pertukaran gas harus melalui paru – paru. a. Perkembangan paru-paru Paru-paru berasal dari titik tumbuh yang muncul dari pharynx yang bercabnga dan kemudian bercabang kembali membentuk struktur percabangan bronkus proses ini terus berlanjit sampai sekitar usia 8 tahun, sampai jumlah bronkus dan alveolusnakan sepenuhnya berkembang, walaupun janin memperlihatkan adanya gerakan napas sepanjang trimester II dan III. Paru-paru yang tidak matang akan mengurangi kelangsungan hidup BBL sebelum usia 24 minggu. Hal ini disebabkan karena keterbatasan permukaan alveolus, ketidakmatangan sistem kapiler paru-paru dan tidak tercukupinya jumlah surfaktan. b. Awal adanya napas Faktor-faktor yang berperan pada rangsangan nafas pertama bayi adalah : 1). Hipoksia pada akhir persalinan dan rangsangan fisik lingkungan luar rahim yang merangsang pusat pernafasan di otak.

paru selama persalinan.2). kadar CO2 meningkat dalam darah dan akan merangsang pernafasan. c. kardiovaskuler dan susunan saraf pusat menimbulkan pernapasan yang teratur dan berkesinambungan serta denyut yang diperlukan untuk kehidupan. Pada saat bayi melewati jalan lahir selama persalinan. dan jumlahnya meningkat sampai paru-paru matang (sekitar 30-34 minggu kehamilan). Berurangnya O2 akan mengurangi gerakan pernafasan janin. Dari cairan menuju udara Bayi cukup bulan mempunyai cairan di paru-parunya. Berbagai peningkatan ini menyebabkan stres pada bayi yang sebelumnya sudah terganggu. sekitar sepertiga cairan ini diperas keluar dari paru-paru. Perubahan suhu Keadaan dingin akan merangsang pernapasan. 4). yang menyebabkan sulit bernafas. tetapi sebaliknya kenaikan CO2 akan menambah frekuensi dan tingkat gerakan pernapasan janin. 3). yang terjadi karena kompresi paru . Interaksi antara system pernapasan. Penimbunan karbondioksida (CO2) Setelah bayi lahir.paru secara mekanis. Tidak adanya surfaktan menyebabkan alveoli kolaps setiap saat akhir pernapasan. Mengeluarkan cairan dalam paru-paru 2). yang merangsang masuknya udara ke dalam paru . Surfaktan dan upaya respirasi untuk bernapas Upaya pernafasan pertama seorang bayi berfungsi untuk : 1). Produksi surfaktan dimulai pada 20 minggu kehamilan. d. Mengembangkan jaringan alveolus paru-paru untuk pertama kali. Fungsi surfaktan adalah untuk mengurangi tekanan permukaan paru dan membantu untuk menstabilkandinding alveolus sehingga tidak kolaps pada akhir pernapasan. Dengan beberapa kali tarikan napas . Peningkatan kebutuhan ini memerlukan penggunaan lebih banyak oksigen dan glukosa. Agar alveolus dapat berfungsi. harus terdapat survaktan(lemak lesitin /sfingomielin) yang cukup dan aliran darah ke paru – paru. Tekanan terhadap rongga dada. Seorang bayi yang dilahirkan secar sectio sesaria kehilangan keuntungan dari kompresi rongga dada dan dapat menderita paru-paru basah dalam jangka waktu lebih lama.

sehingga menyebabkan penurunan oksigen jaringan. Sisa cairan di paru-paru dikeluarkan dari paru-paru dan diserap oleh pembuluh limfe dan darah. sehingga mengubah aliran darah. kehidupan diluar rahim harus terjadi 2 perubahan besar : a. Perubahan sirkulasi ini terjadi akibat perubahan tekanan pada seluruh sistem pembuluh.yang pertama udara memenuhi ruangan trakea dan bronkus BBL. Dua peristiwa yang merubah tekanan dalam system pembuluh darah 1) Pada saat tali pusat dipotong resistensi pembuluh sistemik meningkat dan tekanan atrium kanan menurun. Oksigen menyebabkan sistem pembuluh mengubah tekanan dengan cara mengurangi /meningkatkan resistensinya. yang akan memperburuk hipoksia. Peningkatan sirkulasi ke paru-paru mengakibatkan peningkatan volume darah dan tekanan pada atrium kanan dengan peningkatan tekanan . Fungsi sistem pernapasan dan kaitannya dengan fungsi kardiovaskuler Oksigenasi yang memadai merupakan faktor yang sangat penting dalam mempertahankan kecukupan pertukaran udara. 2.Jika terdapat hipoksia. Jika hal ini terjadi. e. 2) Pernafasan pertama menurunkan resistensi pada pembuluh darah paru-paru dan meningkatkan tekanan pada atrium kanan oksigen pada pernafasan ini menimbulkan relaksasi dan terbukanya system pembuluh darah paru. Perubahan pada sistem peredaran darah Setelah lahir darah BBL harus melewati paru untuk mengambil oksigen dan mengadakan sirkulasi melalui tubuh guna mengantarkan oksigen ke jaringan.Untuk membuat sirkulasi yang baik. Hal ini menyebabkan penurunan volume dan tekanan atrium kanan itu sendiri. Kedua kejadian ini membantu darah dengan kandungan oksigen sedikit mengalir ke paru-paru untuk menjalani proses oksigenasi ulang. Perubahan duktus arteriousus antara paru-paru dan aorta. Peningkatan aliran darah paru-paru akan memperlancar pertukaran gas dalam alveolus dan akan membantu menghilangkan cairan paru-paru dan merangsang perubahan sirkulasi janin menjadi sirkulasi luar rahim. tekanan atrium menurun karena berkurangnya aliran darah ke atrium kanan tersebut. Penutupan foramen ovale pada atrium jantung b. berarti tidak ada pembuluh darah yang terbuka guna menerima oksigen yang berada dalam alveoli. pembuluh darah paru-paru akan mengalami vasokontriksi.

toramen kanan ini dan penusuran pada atrium kiri. Ductus venosus : adalah cabang – cabang dari venaumbilicalis dan mengalirkan sejumlahbesar darah yang mengalami oksigenasi ke dalam vena cava inferior . c). Ductus arteriosus : merupakan bypass yang terbentang dari venrtriculuc dexter dan aorta desendens e). Vena umbulicalis : membawa darah yang telah mengalami deoksigenasi dari plasenta ke permukaan dalam hepar b). Foramen ovale : merupakan lubang yang memungkinkan darah lewat atrium dextra ke dalam ventriculus sinistra d). 2). Arteri hypogastrica : dua pembuluh darah yang mengembalikan darah dari fetus ke plasenta. foramen ovali secara fungsional akan menutup. Perbedaan sirkulasi darah fetus dan bayi a. Struktur tambahan pada sirkulasi fetus a). sirkulasi darah fetus 1). Di dalam tubuh fetus arteri tersebut dikenal sebagai arteri hypogastica.atrium kanan ini dan penurunan pada atrium kiri. Vena hepatica meninggalkan hepar dan mengembalikan darah ke vena cava inferior b). Ductus venosus : meninggalkan vena umbilicalis sebelum mencapai hepar dan mengalirkan sebagian besar darah baru yang mengalami oksigenasi ke dalam vena cava inferior. Vena umbulicalis : membawa darah yang kaya oksigen dari plasenta ke permukaan dalam hepar. Vena umbilikus. Penutupan anatomi jaringan fibrosa berlangsung 2-3 bulan. duktus venosus dan arteri hipogastrika dari tali pusat menutup secara fungsional dalam beberapa menit setelah lahir dan setelah tali pusat diklem. Sistem sirkulasi fetus a). arteri ini dikenal sebagai ateri umbilicalis. Pada feniculus umbulicalis.

Ductus arteriosus : mengalirkan sebagian besar darah dari vena ventriculus dexter ke dalam aorta descendens untuk memasok darah bagi abdomen. Arteria hypogastrica : merupakan lanjutan dari arteria illiaca interna. menerima darah dari vena hepatica dan ductus venosus dan membawanya ke atrium dextrum d). membawa darah kembali ke plasenta dengan mengandung leih banyak oksigen dan nutrien yang dipasok dari peredaran darah maternal b. Foramen ovale : memungkinkan lewatnya sebagian besar darah yang mengalami oksigenasi dalam ventriculus dextra untuk menuju ke atrium sinistra. Dengan demikian hepar. Fibrosis a). Arteria pulmonalis : mengalirkan darah campuran keparu . Penutupan foramen ovale 4). Perubahan pada saat lahir 1). Vena cava inferior : telah mengalirkan darah yang telah beredar dalam ekstremitas inferior dan badan fetus. Ductus venosus . pelvis dan ekstremitas inferior h). dari sini darah melewati valvula mitralis ke ventriculuc sinister dan kemudian melaui aorta masuk kedalam cabang ascendensnya untuk memasok darah bagi kepala dan ekstremitas superior. Pengembangan dan pengisian udara pada paru-paru 3). Darah ini bersama sisa aliran yang dibawa oleh vena cava inferior melewati valvula tricuspidallis masuk ke dalam venriculus dexter f). jantung dan serebrum menerima darah baru yang mengalami oksigenasi e). Vena cava superior : mengembalikan darah dari kepala dan ekstremitas superior ke atrium dextrum. Penghentian pasokan darah dari plasenta 2).c).yanghanya memerlukan nutrien sedikit g). Vena umbilicalis b).paru yang nonfungsional.

Arteriae hypogastrica d). Jika seorang bayi kedinginan. pada lingkungan yang dingin . glukosa darah akan turun dalam waktu cepat (1 sampai 2 jam). sering bayi harus menggunakan glukosa guna mendapatkan energi yang akan mengubah lemak menjadi panas. Pengaturan suhu Bayi baru lahir belum dapat mengatur suhu tubuhnya.c). Dengan tindakan penjepitan tali pusat dengan klem pada saat lahir seorang bayi harus mulai mempertahankan kadar glukosa darahnya sendiri. Metabolisme Glukosa Untuk memfungsikan otak memerlukan glukosa dalam jumlah tertentu. melalui penggunaan ASI . Ductus arteriosus Sirkulasi darah bayi sirkulasi darah janin 3.Semakin lama usia kehamilan semakin banyak persediaan lemak coklat bayi. Pembentukan suhu tanpa menggigil ini merupakan hasil penggunaan lemak coklat untuk produksi panas. Lemak coklat tidak dapat diproduksi ulang oleh seorang BBL. hipoksia dan asidosis.Sehingga upaya pncegahan kehilangan panas merupakan prioritas utama dan bidan berkewajiban untuk meminimalkan kehilangan panas pada BBlL 4. Koreksi penurunan kadar gula darah dapat dilakukan dengan 3 cara : a. dia akan mulai mengalami hipoglikemia. pembentukan suhu tanpa mekanisme menggigil merupakan usaha utama seorang bayi untuk mendapatkan kembali panas tubuhnya. sehingga akan mengalami stress dengan adanya perubahan lingkungan dari dalam rahim ibu ke lingkungan luar yang suhunya lebih tinggi. Cadangan lemak coklat ini akan habis dalam waktu singkat dengan adanya stress dingin. Untuk membakar lemak coklat. Timbunan lemak coklat terdapat di seluruh tubuh dan mampu meningkatkan panas tubuh sampai 100%. Suhu dingin ini menyebabkan air ketuban menguap lewat kulit. Pada setiap bayi baru lahir.

meliputi. sebagaimana plasenta telah melakukan fungsi ini (Gorrie. . Perubahan sistem gastrointestinal Adaptasi Sistem Gastrointestinal Bayi Baru Lahir (BBL.lunglai dan menolak makanan. 1980). Bayi yang lahir kurang bulan (prematur). Saat lahir kapasitas lambung BBL sekitar 6 ml/kg BB. mencerna dan mengabsrobsi makanan setelah lahir. karena simpanan energi berkurang (digunakan sebelum lahir).Bayi yang sehat akan menyimpan glukosa dalam bentuk glikogen terutama di hati. et al. akan membuat glukosa dari glikogen (glikogenisasi). atau rata-rata sekitar 50-60 cc.. Bising usus pada keadaan normal dapat didengar pada 4 kuadran abdomen dalam jam pertama setelah lahir akibat bayi menelan udara saat menangis dan sistem saraf simpatis merangsang peristaltik (Simpson & Creehan. newborns) harus memulai untuk memasukkan. Gejala hipoglikemi dapat tidak jelas dan tidak khas. 1980) untuk pemasukan makanan dan kosong sempurna dalam 2 sampai 4 jam.. tangis lemah. Keseimbangan glukosa tidak sepenuhnya tercapai dalam 3-4 jam pertama kelahiran pada bayi cukup bulan. selama bulan-bulan terakhir dalam rahim. et al.. bayi yang mengalami hambatan pertumbuhan dalam rahim dan stres janin merpakan risiko utama. 1980). 1998). sianosis.b. Regurgitasi juga dapat terjadi karena kontrol persarafan pada lambung belum sempurna (Olds. tetapi segera bertambah sampai sekitar 90 ml selama beberapa hari pertama kehidupan.. et al. et al..2001).Hal ini hanya terjadi jika bayi mempunyai persediaan glikogen yang cukup. et al. apneu. melalui pembuatan glukosa dari sumber lain terutama lemak. et al. Lambung akan kosong dalam 3 jam (Olds. Keadaan ini menyebabkan area permukaan untuk absorbsi lebih luas (Gorrie. 1998). BBL mempunyai usus yang lebih panjang dalam ukurannya terhadap besar bayi dan jika dibandingkan dengan orang dewasa.. 1998). Bayi yang mengalami hipotermia. et al. Hipoglikemi juga dapat tanpa gejala pada awalnya. Jika semua persediaan glikogen digunakan pada jam pertama. 1998). kejang-kejang halus. melaui penggunaan cadangan glikogen c. Akibat jangka panjang hipoglikemi adalah kerusakan yang meluas di seluruh di sel-sel otak. Spingter cardiac antara esophagusdan lambung pada neonatus masih immatur (Olds. lewat bulan (post matur). (Gorrie.. BBL yang tidak mampu mencerna makanan dengan jumlah yang cukup. 5. pada saat lahir yang mengakibatkan hipoksia akan menggunakan cadangan glikogen dalam jam-jam pertama kelahiran.. maka otak dalam keadaan berisiko. mengalami relaksasi sehingga dapat menyebabkan regurgitasi makanan segera setelah diberikan (Gorrie. letargi.

. et al. .. Sekali bayi terpapar dengan lingkungan luar dan cairan mulai masuk. Karakteristik sistem pencernaan sebelum kelahiran Sebelum lahir Setelah lahir . Flora normal usus akan terbentuk dalam beberapa hari pertama kehidupan (Gorrie.gastrointestinal relatif inaktif. Selain itu BBL juga mengalami defisiensi lipase pankreas. bising usus dan distensi abdomen dan dicurigai kemungkinan obstruksi (Gorrie. Sebagai akibat.. Tabel berikut menjelaskan karaktertisik penting sistem pencernaan sebelum dan setelah lahir. memetabolisme dan mengabsorbsi protein dan karbohidrat sederhana serta mengemulsi lemak (Jensen et al. Keadaan feses selanjutnya sesuai tipe makanan yang didapat oleh bayi (Gorrie.tidak terjadi pengeluaran feses.. 1998). Amilase pankreas mengalami defisiensi selama 3-6 bulan pertama setelah lahir. et al. 1998) sehingga meskipun saluran cerna steril saat lahir. 1998 & Simpson & Creehan. protein..T.. lembut. mengandung partikelpartikel dari cairan amnion seperti sel kulit dan rambut. tidak berbau.I. Feses pertama yang dieksresi olehbayi disebut mekonium. Mekonium terkumpul dalam usus fetus sepanjang usia gestasi.Saat lahir saluran cerna steril. Feses ini merupakan kombinasi dari mekonium dan feses susu. BBL tidak bisa mencerna jenis karbohidrat yang kompleks seperti yang terdapat pada sereal. pada kebanyakan bayi bakteri dapat dikultur dalam 5 jam setelah lahir. Fetus menelan cairan amnion dan memperlihatkan gerakan mengisap dan menelan dalamuterus. mengindikasikan fetal distres.. dan lemak sederhana ada pada minggu ke-36-38 usia gestasi. 1980). sel-sel yang terlepas dari saluran cerna. 1980). Lemak yang ada di dalam Asi lebih bisa dicerna dan lebih sesuai untuk bayi dari pada lemak yang terdapat pada susu formula ( Gorrie. Tipe kedua feses yang dikeluarkan oleh bayi disebut feses transisional. bayi harus diperiksa patensi anus. berwarna gelap. et al. Feses mekonium pertama biasanya keluar dalam 24 jam pertama setelah lahir.tidak ada makanan yang diterima melalui G. 2004). . Bakteri ini penting untuk pencernaan dan untuk sintesa vitamin K (Olds. 2001). Enzim-enzim penting untuk mencerna karbohidrat. et a. mencerna. spingter anal relaksasi dan mekonium terlepas kedalam cairan amnion.1980). Bayi baru lahir cukup bila mampu menelan. hitam kehijauan. 1998 & Olds. kental. Pada keadaan hipoksis atau distres. Jika tidak keluar dalam 36-48 jam. . dan lengket. konsistensinya seperti aspal. et al. bewarna coklat kehijauan dan konsistensinya lebih lepas dari pada feses mekonium. et al. bakteri masuk ke saluran cerna. empedu dan sekresi usus yang lain (Gorrie. et al..

. Defisiensi kekebalan alami bayi menyebabkan bayi rentan sekali terjadi infeksi dan reaksi bayi terhadap infeksi masih lemah. perlindungan oleh kulit membran mukosa b. Salah satu tugas utama selama masa bayi dan balita adalah pembentukan sistem kekebalan tubuh. Tetapi pada BBL se-sel darah ini masih belum matang. artinya BBL tersebut belum mampu melokalisasi dan memerangi infeksi secara efisien. sehingga menyebabkan neonatus rentan terhadap berbagai infeksi dan alergi. .peristaltik aktif pada bagian abdomen yang lebih bawah karena bayi harus mengeluarkan feses. Dikutip dari Burrough & Leifer (2001) Universitas Sumatera Utara44 Jurnal Keperawatan Rufaidah Sumatera Utara. Reaksi antibodi keseluruhan terhadap antigen asing masih belum dapat dilakukan sampai awal kehidupa anak. Berikut beberapa contoh kekebalan alami: a. Tidak adanya feses dalam 48 jam pertama mengindikasikan obstruksi isi usus.Setelah Kelahiran . Kekebalan alami terdiri dari struktur pertahana tubuh yang mencegah atau meminimalkan infeksi. pembentukan koloni mikroba oleh klit dan usus d. BBL dengan kekebalan pasif mengandung banyak virus dalam tubuh ibunya. Volume 2 Nomor 1. .bayi dapat mengisap dan menelan.bayi mudah menelan udara selama makan dan menangis. mampu mencerna dan mengeliminasi Asi dan susu formula. perlindungan kimia oleh lingkungan asam lambung Kekebalan alami juga disediakan pada tingkat sel yaitu oleh sel darah yang membantu BBL membunuh mikroorganisme asing. Sistem imunitas yang matang akan memberikan kekebalan alami maupun yang di dapat. Oleh karena itu. pencegahan terhadap mikroba (seperti pada . Sistem kekebalan tubuh/ imun Sistem imunitas bayi baru lahir masih belum matang. Mei 2006 6. Kekebalan yang didapat akan muncul kemudian. fungsi saringan saluran napas c.

2001). 2000). et al. Genitalia The appearance of the genitalia varies with gestational age. usually over the brachial and femoral arteries. Bayi harus berupaya agar fungsifungsi tubuhnya menjadi efektif sebagai individu yang unik. Heart murmurs in newborns are common in the delivery room and during the first day of life. in utero torsion of the testes. The first heart sound is normal. et al. 1980). Hydroceles are clear and readily . Both kidneys should be palpable in the first day of life with gentle. dkk. Selama minggu pertama tersebut. 1998). masa 24 jam pertama kehidupan adalah signifikan karena merupakan periode kritis. pencernaan dan kebutuhan untuk regulasi harus bisa dilakukan sendiri (Gorrie et al. Secara statistik. 1980). An upper-to-lower extremity gradient of more than 10 to 20 mm Hg suggests coarctation of the aorta. Scrotal swelling may represent a hernia.. transisi dari kehidupan intrauteri ke ekstra-uteri. Blood pressure in the upper and lower extremities should be measured in all patients with a murmur or heart failure.. as is cryptorchidism. Ketidakmampuan bayi beradaptasi dengan kehidupan ekstra-uteri mempengaruhi kondisi kesehatannya dan bahkan dapat berakibat fatal. Heart The position of the heart in infants is more midline than in older children. whereas the second heart sound may not be split in the first day of life. merupakan waktu penyesuaian dari kehidupan intrauteri ke ekstra-uteri (Olds. transposition of the great vessels. harus mengidentifikasi perubahan fisiologis yang terjadi segera setelah bayi lahir sampai beberapa hari kemudian untuk mengidentifikasi ada tidaknya masalah dan abnormalitas (Simpson & Creehan. Hal ini dapat terlihat dari Kematian neonatal terbanyak terjadi selama minggu pertama kehidupan (Saifuddin. 1998).praktek persalinan yang aman dan menyusui ASI dini terutama kolostrum) dan deteksi dini serta pengobatan dini infeksi menjadi sangat penting.. Salah satu proses adaptasi fisiologis yang harus dilakukan bayi dan diidentifikasi oleh perawat selama periode transisi kehidupan fetus ke neonatus adalah adaptasi sistem gastrointestinal (Gorrie et al. Most of these murmurs are transient and are a result of closure of the ductus arteriosus. The testes occasionally are in the inguinal canal. Periode neonatus meliputi waktu dari sejak lahir sampai usia 28 hari. The spleen tip is less likely to be palpable. deep palpation. and pulmonary atresia.. risiko kematian dan kesakitan selama periode ini sangat tinggi (Olds. transient hydrocele. A left-sided liver suggests situs inversus and asplenia syndrome. Respirasi. rarely. Setelah lahir neonatus (BBL) harus bisa melakukan perubahan fisiologis yang sangat besar untuk beradaptasi dengan kehidupan baru. or. the liver may be palpable 2 cm below the right costal margin. this is more common among preterm infants. or a small VSD. The first urination occurs during the first day of life in greater than 95% of normal term infants. Abdomen In the abdomen. At term. dissected meconium from meconium ileus and peritonitis. peripheral pulmonary artery stenosis. the testes should be descended into a well-formed pigmented and rugated scrotum. Decreased splitting of the second heart sound is noted in PPHN (also known as persistent fetal circulation).. Pulses should be palpated in the upper and lower extremities.

problems of sexual development should be suspected (see Chapter 177). The normal prepuce is often too tight to retract in the neonatal period. If no testes are present in the scrotum and hypospadias is present. The urethral opening should be at the end of the penis. Distention of an imperforate hymen may produce hydrometrocolpos and a lower midline abdominal mass as a result of an enlarged uterus. Mucosal tags of the labia majora are common. The female genitalia normally may reveal a milky white or blood-streaked vaginal discharge as a result of maternal hormone withdrawal. whereas testicular torsion in the newborn may present as a painless.seen by transillumination. however. . Circumcision should be deferred with hypospadias because the foreskin is needed for the repair. Epispadias or hypospadias alone should not raise concern about pseudohermaphroditism. Clitoral enlargement with fusion of the labial-scrotal folds (labia majora) suggests adrenogenital syndrome or exposure to masculinizing maternal hormones. dark swelling.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful