PERUBAHAN FISIOLOGI BBL

PERUBAHAN FISIOLOGI /ADAPTASI FISIK PADA BAYI BARU LAHIR

PENDAHULUAN
Sebagai seorang bidan harus mampu memahami tentang beberapa adaptasi atau perubahan fisiologi bayi baru lahir (BBL). Hal ini sebagai dasar dalam memberikan asuhan kebidanan yang tepat. Setelah lahir, BBL harus mampu beradaptasi dari keadaan yang sangat tergantung (plasenta) menjadi mandiri secara fisiologi. Setelah lahir, bayi harus mendapatkan oksigen melalui sistem sirkulasi pernapasannya sendiri, mendapatkan nutrisi per oral untuk mempertahankan kadar gula darah yang cukup, mengatur suhu tubuh dan melawan setiap penyakit /infeksi. Periode adaptasi ini disebut sebagai periode transisi, yaitu dari kehidupan di dalam rahim ke kehidupan di luar rahim. Periode ini berlagsung sampai 1 bulan atau lebih. Transisi yang paling cepat terjadi adalah pada sistem pernapasan, sirkulasi darah, termoregulasi, dan kemampuan dalam mengambil dan menggunakan glukosa. ADAPTASI /PERUBAHAN FISIOLOGI PADA BBL Menurut Pusdiknakes (2003) perubahan fisiologis pada bayi baru lahir adalah : 1. Perubahan sistim pernapasan / respirasi Selama dalam uterus, janin mendapatkan oksigen dari pertukaran gas melalui plasenta. Setelah bayi lahir, pertukaran gas harus melalui paru – paru. a. Perkembangan paru-paru Paru-paru berasal dari titik tumbuh yang muncul dari pharynx yang bercabnga dan kemudian bercabang kembali membentuk struktur percabangan bronkus proses ini terus berlanjit sampai sekitar usia 8 tahun, sampai jumlah bronkus dan alveolusnakan sepenuhnya berkembang, walaupun janin memperlihatkan adanya gerakan napas sepanjang trimester II dan III. Paru-paru yang tidak matang akan mengurangi kelangsungan hidup BBL sebelum usia 24 minggu. Hal ini disebabkan karena keterbatasan permukaan alveolus, ketidakmatangan sistem kapiler paru-paru dan tidak tercukupinya jumlah surfaktan. b. Awal adanya napas Faktor-faktor yang berperan pada rangsangan nafas pertama bayi adalah : 1). Hipoksia pada akhir persalinan dan rangsangan fisik lingkungan luar rahim yang merangsang pusat pernafasan di otak.

kadar CO2 meningkat dalam darah dan akan merangsang pernafasan. c. harus terdapat survaktan(lemak lesitin /sfingomielin) yang cukup dan aliran darah ke paru – paru. Mengembangkan jaringan alveolus paru-paru untuk pertama kali. d. Seorang bayi yang dilahirkan secar sectio sesaria kehilangan keuntungan dari kompresi rongga dada dan dapat menderita paru-paru basah dalam jangka waktu lebih lama. Mengeluarkan cairan dalam paru-paru 2). 3). Dengan beberapa kali tarikan napas . Tidak adanya surfaktan menyebabkan alveoli kolaps setiap saat akhir pernapasan.2).paru selama persalinan. Pada saat bayi melewati jalan lahir selama persalinan. Interaksi antara system pernapasan. yang terjadi karena kompresi paru . dan jumlahnya meningkat sampai paru-paru matang (sekitar 30-34 minggu kehamilan). tetapi sebaliknya kenaikan CO2 akan menambah frekuensi dan tingkat gerakan pernapasan janin. Surfaktan dan upaya respirasi untuk bernapas Upaya pernafasan pertama seorang bayi berfungsi untuk : 1). yang merangsang masuknya udara ke dalam paru . Produksi surfaktan dimulai pada 20 minggu kehamilan. Tekanan terhadap rongga dada. Dari cairan menuju udara Bayi cukup bulan mempunyai cairan di paru-parunya. Agar alveolus dapat berfungsi. Berbagai peningkatan ini menyebabkan stres pada bayi yang sebelumnya sudah terganggu. Perubahan suhu Keadaan dingin akan merangsang pernapasan. yang menyebabkan sulit bernafas.paru secara mekanis. Peningkatan kebutuhan ini memerlukan penggunaan lebih banyak oksigen dan glukosa. kardiovaskuler dan susunan saraf pusat menimbulkan pernapasan yang teratur dan berkesinambungan serta denyut yang diperlukan untuk kehidupan. Berurangnya O2 akan mengurangi gerakan pernafasan janin. Penimbunan karbondioksida (CO2) Setelah bayi lahir. sekitar sepertiga cairan ini diperas keluar dari paru-paru. 4). Fungsi surfaktan adalah untuk mengurangi tekanan permukaan paru dan membantu untuk menstabilkandinding alveolus sehingga tidak kolaps pada akhir pernapasan.

yang pertama udara memenuhi ruangan trakea dan bronkus BBL.Untuk membuat sirkulasi yang baik. Hal ini menyebabkan penurunan volume dan tekanan atrium kanan itu sendiri. Perubahan duktus arteriousus antara paru-paru dan aorta. e. Fungsi sistem pernapasan dan kaitannya dengan fungsi kardiovaskuler Oksigenasi yang memadai merupakan faktor yang sangat penting dalam mempertahankan kecukupan pertukaran udara. Peningkatan sirkulasi ke paru-paru mengakibatkan peningkatan volume darah dan tekanan pada atrium kanan dengan peningkatan tekanan . Kedua kejadian ini membantu darah dengan kandungan oksigen sedikit mengalir ke paru-paru untuk menjalani proses oksigenasi ulang. kehidupan diluar rahim harus terjadi 2 perubahan besar : a.Jika terdapat hipoksia. Perubahan sirkulasi ini terjadi akibat perubahan tekanan pada seluruh sistem pembuluh. Peningkatan aliran darah paru-paru akan memperlancar pertukaran gas dalam alveolus dan akan membantu menghilangkan cairan paru-paru dan merangsang perubahan sirkulasi janin menjadi sirkulasi luar rahim. Perubahan pada sistem peredaran darah Setelah lahir darah BBL harus melewati paru untuk mengambil oksigen dan mengadakan sirkulasi melalui tubuh guna mengantarkan oksigen ke jaringan. tekanan atrium menurun karena berkurangnya aliran darah ke atrium kanan tersebut. pembuluh darah paru-paru akan mengalami vasokontriksi. 2. Dua peristiwa yang merubah tekanan dalam system pembuluh darah 1) Pada saat tali pusat dipotong resistensi pembuluh sistemik meningkat dan tekanan atrium kanan menurun. Oksigen menyebabkan sistem pembuluh mengubah tekanan dengan cara mengurangi /meningkatkan resistensinya. sehingga mengubah aliran darah. 2) Pernafasan pertama menurunkan resistensi pada pembuluh darah paru-paru dan meningkatkan tekanan pada atrium kanan oksigen pada pernafasan ini menimbulkan relaksasi dan terbukanya system pembuluh darah paru. berarti tidak ada pembuluh darah yang terbuka guna menerima oksigen yang berada dalam alveoli. sehingga menyebabkan penurunan oksigen jaringan. yang akan memperburuk hipoksia. Jika hal ini terjadi. Sisa cairan di paru-paru dikeluarkan dari paru-paru dan diserap oleh pembuluh limfe dan darah. Penutupan foramen ovale pada atrium jantung b.

Ductus venosus : adalah cabang – cabang dari venaumbilicalis dan mengalirkan sejumlahbesar darah yang mengalami oksigenasi ke dalam vena cava inferior . Arteri hypogastrica : dua pembuluh darah yang mengembalikan darah dari fetus ke plasenta. Pada feniculus umbulicalis. toramen kanan ini dan penusuran pada atrium kiri. sirkulasi darah fetus 1).atrium kanan ini dan penurunan pada atrium kiri. duktus venosus dan arteri hipogastrika dari tali pusat menutup secara fungsional dalam beberapa menit setelah lahir dan setelah tali pusat diklem. Vena umbulicalis : membawa darah yang telah mengalami deoksigenasi dari plasenta ke permukaan dalam hepar b). arteri ini dikenal sebagai ateri umbilicalis. Ductus arteriosus : merupakan bypass yang terbentang dari venrtriculuc dexter dan aorta desendens e). Perbedaan sirkulasi darah fetus dan bayi a. foramen ovali secara fungsional akan menutup. c). Vena umbilikus. Foramen ovale : merupakan lubang yang memungkinkan darah lewat atrium dextra ke dalam ventriculus sinistra d). Sistem sirkulasi fetus a). Ductus venosus : meninggalkan vena umbilicalis sebelum mencapai hepar dan mengalirkan sebagian besar darah baru yang mengalami oksigenasi ke dalam vena cava inferior. Struktur tambahan pada sirkulasi fetus a). Vena umbulicalis : membawa darah yang kaya oksigen dari plasenta ke permukaan dalam hepar. Penutupan anatomi jaringan fibrosa berlangsung 2-3 bulan. 2). Di dalam tubuh fetus arteri tersebut dikenal sebagai arteri hypogastica. Vena hepatica meninggalkan hepar dan mengembalikan darah ke vena cava inferior b).

Vena cava superior : mengembalikan darah dari kepala dan ekstremitas superior ke atrium dextrum. menerima darah dari vena hepatica dan ductus venosus dan membawanya ke atrium dextrum d). Pengembangan dan pengisian udara pada paru-paru 3). Foramen ovale : memungkinkan lewatnya sebagian besar darah yang mengalami oksigenasi dalam ventriculus dextra untuk menuju ke atrium sinistra. membawa darah kembali ke plasenta dengan mengandung leih banyak oksigen dan nutrien yang dipasok dari peredaran darah maternal b. Arteria hypogastrica : merupakan lanjutan dari arteria illiaca interna. Fibrosis a). Ductus venosus .paru yang nonfungsional. Vena umbilicalis b). Perubahan pada saat lahir 1). dari sini darah melewati valvula mitralis ke ventriculuc sinister dan kemudian melaui aorta masuk kedalam cabang ascendensnya untuk memasok darah bagi kepala dan ekstremitas superior. Ductus arteriosus : mengalirkan sebagian besar darah dari vena ventriculus dexter ke dalam aorta descendens untuk memasok darah bagi abdomen. Arteria pulmonalis : mengalirkan darah campuran keparu . Vena cava inferior : telah mengalirkan darah yang telah beredar dalam ekstremitas inferior dan badan fetus. Darah ini bersama sisa aliran yang dibawa oleh vena cava inferior melewati valvula tricuspidallis masuk ke dalam venriculus dexter f). jantung dan serebrum menerima darah baru yang mengalami oksigenasi e). Dengan demikian hepar.c). Penghentian pasokan darah dari plasenta 2).yanghanya memerlukan nutrien sedikit g). Penutupan foramen ovale 4). pelvis dan ekstremitas inferior h).

sering bayi harus menggunakan glukosa guna mendapatkan energi yang akan mengubah lemak menjadi panas. dia akan mulai mengalami hipoglikemia. Metabolisme Glukosa Untuk memfungsikan otak memerlukan glukosa dalam jumlah tertentu. Timbunan lemak coklat terdapat di seluruh tubuh dan mampu meningkatkan panas tubuh sampai 100%. Lemak coklat tidak dapat diproduksi ulang oleh seorang BBL. Dengan tindakan penjepitan tali pusat dengan klem pada saat lahir seorang bayi harus mulai mempertahankan kadar glukosa darahnya sendiri. hipoksia dan asidosis. Pembentukan suhu tanpa menggigil ini merupakan hasil penggunaan lemak coklat untuk produksi panas. Arteriae hypogastrica d). glukosa darah akan turun dalam waktu cepat (1 sampai 2 jam). sehingga akan mengalami stress dengan adanya perubahan lingkungan dari dalam rahim ibu ke lingkungan luar yang suhunya lebih tinggi. Untuk membakar lemak coklat. Suhu dingin ini menyebabkan air ketuban menguap lewat kulit. Ductus arteriosus Sirkulasi darah bayi sirkulasi darah janin 3. pembentukan suhu tanpa mekanisme menggigil merupakan usaha utama seorang bayi untuk mendapatkan kembali panas tubuhnya. Cadangan lemak coklat ini akan habis dalam waktu singkat dengan adanya stress dingin.Semakin lama usia kehamilan semakin banyak persediaan lemak coklat bayi. Pengaturan suhu Bayi baru lahir belum dapat mengatur suhu tubuhnya. pada lingkungan yang dingin .Sehingga upaya pncegahan kehilangan panas merupakan prioritas utama dan bidan berkewajiban untuk meminimalkan kehilangan panas pada BBlL 4. Jika seorang bayi kedinginan.c). Pada setiap bayi baru lahir. melalui penggunaan ASI . Koreksi penurunan kadar gula darah dapat dilakukan dengan 3 cara : a.

Gejala hipoglikemi dapat tidak jelas dan tidak khas. . 1998).Bayi yang sehat akan menyimpan glukosa dalam bentuk glikogen terutama di hati. Spingter cardiac antara esophagusdan lambung pada neonatus masih immatur (Olds. et al. mencerna dan mengabsrobsi makanan setelah lahir. Bayi yang mengalami hipotermia. et al. et al. 1980) untuk pemasukan makanan dan kosong sempurna dalam 2 sampai 4 jam.. Keseimbangan glukosa tidak sepenuhnya tercapai dalam 3-4 jam pertama kelahiran pada bayi cukup bulan. lewat bulan (post matur). sianosis..meliputi.. tetapi segera bertambah sampai sekitar 90 ml selama beberapa hari pertama kehidupan.. 1998). Regurgitasi juga dapat terjadi karena kontrol persarafan pada lambung belum sempurna (Olds. bayi yang mengalami hambatan pertumbuhan dalam rahim dan stres janin merpakan risiko utama. BBL mempunyai usus yang lebih panjang dalam ukurannya terhadap besar bayi dan jika dibandingkan dengan orang dewasa. pada saat lahir yang mengakibatkan hipoksia akan menggunakan cadangan glikogen dalam jam-jam pertama kelahiran.lunglai dan menolak makanan.. sebagaimana plasenta telah melakukan fungsi ini (Gorrie. melaui penggunaan cadangan glikogen c. tangis lemah.. apneu. BBL yang tidak mampu mencerna makanan dengan jumlah yang cukup.. 1998). Akibat jangka panjang hipoglikemi adalah kerusakan yang meluas di seluruh di sel-sel otak. 5.. selama bulan-bulan terakhir dalam rahim. 1998).b. kejang-kejang halus. Perubahan sistem gastrointestinal Adaptasi Sistem Gastrointestinal Bayi Baru Lahir (BBL. Hipoglikemi juga dapat tanpa gejala pada awalnya. Bising usus pada keadaan normal dapat didengar pada 4 kuadran abdomen dalam jam pertama setelah lahir akibat bayi menelan udara saat menangis dan sistem saraf simpatis merangsang peristaltik (Simpson & Creehan. Bayi yang lahir kurang bulan (prematur). et al. akan membuat glukosa dari glikogen (glikogenisasi). 1980).2001). Lambung akan kosong dalam 3 jam (Olds. mengalami relaksasi sehingga dapat menyebabkan regurgitasi makanan segera setelah diberikan (Gorrie. et al. Jika semua persediaan glikogen digunakan pada jam pertama. Saat lahir kapasitas lambung BBL sekitar 6 ml/kg BB. (Gorrie. Keadaan ini menyebabkan area permukaan untuk absorbsi lebih luas (Gorrie. letargi.Hal ini hanya terjadi jika bayi mempunyai persediaan glikogen yang cukup. melalui pembuatan glukosa dari sumber lain terutama lemak. atau rata-rata sekitar 50-60 cc. maka otak dalam keadaan berisiko. et al. 1980). et al. newborns) harus memulai untuk memasukkan. karena simpanan energi berkurang (digunakan sebelum lahir).

bewarna coklat kehijauan dan konsistensinya lebih lepas dari pada feses mekonium. Lemak yang ada di dalam Asi lebih bisa dicerna dan lebih sesuai untuk bayi dari pada lemak yang terdapat pada susu formula ( Gorrie. konsistensinya seperti aspal.tidak terjadi pengeluaran feses. dan lemak sederhana ada pada minggu ke-36-38 usia gestasi. mencerna. Feses pertama yang dieksresi olehbayi disebut mekonium. bising usus dan distensi abdomen dan dicurigai kemungkinan obstruksi (Gorrie. BBL tidak bisa mencerna jenis karbohidrat yang kompleks seperti yang terdapat pada sereal. 1980). kental. memetabolisme dan mengabsorbsi protein dan karbohidrat sederhana serta mengemulsi lemak (Jensen et al. . et al. et al. Sebagai akibat. 1998 & Simpson & Creehan. Flora normal usus akan terbentuk dalam beberapa hari pertama kehidupan (Gorrie. Bakteri ini penting untuk pencernaan dan untuk sintesa vitamin K (Olds.. hitam kehijauan. bakteri masuk ke saluran cerna.. Selain itu BBL juga mengalami defisiensi lipase pankreas. et al. . Tipe kedua feses yang dikeluarkan oleh bayi disebut feses transisional. Tabel berikut menjelaskan karaktertisik penting sistem pencernaan sebelum dan setelah lahir.. et al. Karakteristik sistem pencernaan sebelum kelahiran Sebelum lahir Setelah lahir . et a. Feses mekonium pertama biasanya keluar dalam 24 jam pertama setelah lahir.. pada kebanyakan bayi bakteri dapat dikultur dalam 5 jam setelah lahir. Mekonium terkumpul dalam usus fetus sepanjang usia gestasi.T. . et al. Amilase pankreas mengalami defisiensi selama 3-6 bulan pertama setelah lahir.. Fetus menelan cairan amnion dan memperlihatkan gerakan mengisap dan menelan dalamuterus.. mengindikasikan fetal distres. protein. Sekali bayi terpapar dengan lingkungan luar dan cairan mulai masuk. spingter anal relaksasi dan mekonium terlepas kedalam cairan amnion.I.tidak ada makanan yang diterima melalui G. 1980). berwarna gelap. et al. 1998 & Olds. Pada keadaan hipoksis atau distres. Feses ini merupakan kombinasi dari mekonium dan feses susu. 2004). dan lengket. lembut.. Keadaan feses selanjutnya sesuai tipe makanan yang didapat oleh bayi (Gorrie. 1998). 2001). mengandung partikelpartikel dari cairan amnion seperti sel kulit dan rambut.Saat lahir saluran cerna steril. Jika tidak keluar dalam 36-48 jam. sel-sel yang terlepas dari saluran cerna. 1998) sehingga meskipun saluran cerna steril saat lahir..1980). empedu dan sekresi usus yang lain (Gorrie. tidak berbau. Enzim-enzim penting untuk mencerna karbohidrat. bayi harus diperiksa patensi anus.gastrointestinal relatif inaktif. Bayi baru lahir cukup bila mampu menelan.

perlindungan oleh kulit membran mukosa b. Salah satu tugas utama selama masa bayi dan balita adalah pembentukan sistem kekebalan tubuh. . BBL dengan kekebalan pasif mengandung banyak virus dalam tubuh ibunya. Kekebalan alami terdiri dari struktur pertahana tubuh yang mencegah atau meminimalkan infeksi.peristaltik aktif pada bagian abdomen yang lebih bawah karena bayi harus mengeluarkan feses. . .bayi mudah menelan udara selama makan dan menangis. sehingga menyebabkan neonatus rentan terhadap berbagai infeksi dan alergi. Dikutip dari Burrough & Leifer (2001) Universitas Sumatera Utara44 Jurnal Keperawatan Rufaidah Sumatera Utara. pembentukan koloni mikroba oleh klit dan usus d. Kekebalan yang didapat akan muncul kemudian.Setelah Kelahiran . artinya BBL tersebut belum mampu melokalisasi dan memerangi infeksi secara efisien. Sistem kekebalan tubuh/ imun Sistem imunitas bayi baru lahir masih belum matang. Tidak adanya feses dalam 48 jam pertama mengindikasikan obstruksi isi usus. perlindungan kimia oleh lingkungan asam lambung Kekebalan alami juga disediakan pada tingkat sel yaitu oleh sel darah yang membantu BBL membunuh mikroorganisme asing. Volume 2 Nomor 1. Reaksi antibodi keseluruhan terhadap antigen asing masih belum dapat dilakukan sampai awal kehidupa anak. fungsi saringan saluran napas c. Mei 2006 6. Defisiensi kekebalan alami bayi menyebabkan bayi rentan sekali terjadi infeksi dan reaksi bayi terhadap infeksi masih lemah.bayi dapat mengisap dan menelan. Sistem imunitas yang matang akan memberikan kekebalan alami maupun yang di dapat. mampu mencerna dan mengeliminasi Asi dan susu formula. Oleh karena itu. Berikut beberapa contoh kekebalan alami: a. Tetapi pada BBL se-sel darah ini masih belum matang. pencegahan terhadap mikroba (seperti pada .

1998). Both kidneys should be palpable in the first day of life with gentle. 1980). An upper-to-lower extremity gradient of more than 10 to 20 mm Hg suggests coarctation of the aorta. 1998). deep palpation. Heart The position of the heart in infants is more midline than in older children.. Scrotal swelling may represent a hernia. transisi dari kehidupan intrauteri ke ekstra-uteri.praktek persalinan yang aman dan menyusui ASI dini terutama kolostrum) dan deteksi dini serta pengobatan dini infeksi menjadi sangat penting. harus mengidentifikasi perubahan fisiologis yang terjadi segera setelah bayi lahir sampai beberapa hari kemudian untuk mengidentifikasi ada tidaknya masalah dan abnormalitas (Simpson & Creehan. the liver may be palpable 2 cm below the right costal margin. peripheral pulmonary artery stenosis. Abdomen In the abdomen. transposition of the great vessels. Respirasi. merupakan waktu penyesuaian dari kehidupan intrauteri ke ekstra-uteri (Olds. Heart murmurs in newborns are common in the delivery room and during the first day of life. Genitalia The appearance of the genitalia varies with gestational age. et al. Periode neonatus meliputi waktu dari sejak lahir sampai usia 28 hari. the testes should be descended into a well-formed pigmented and rugated scrotum. The testes occasionally are in the inguinal canal. transient hydrocele. or. 2000). dkk. masa 24 jam pertama kehidupan adalah signifikan karena merupakan periode kritis.. dissected meconium from meconium ileus and peritonitis. At term. Secara statistik. or a small VSD. Hal ini dapat terlihat dari Kematian neonatal terbanyak terjadi selama minggu pertama kehidupan (Saifuddin. Salah satu proses adaptasi fisiologis yang harus dilakukan bayi dan diidentifikasi oleh perawat selama periode transisi kehidupan fetus ke neonatus adalah adaptasi sistem gastrointestinal (Gorrie et al. pencernaan dan kebutuhan untuk regulasi harus bisa dilakukan sendiri (Gorrie et al. usually over the brachial and femoral arteries. A left-sided liver suggests situs inversus and asplenia syndrome.. Blood pressure in the upper and lower extremities should be measured in all patients with a murmur or heart failure. Ketidakmampuan bayi beradaptasi dengan kehidupan ekstra-uteri mempengaruhi kondisi kesehatannya dan bahkan dapat berakibat fatal. in utero torsion of the testes. rarely. whereas the second heart sound may not be split in the first day of life. Selama minggu pertama tersebut. Pulses should be palpated in the upper and lower extremities. as is cryptorchidism. Decreased splitting of the second heart sound is noted in PPHN (also known as persistent fetal circulation). this is more common among preterm infants. Setelah lahir neonatus (BBL) harus bisa melakukan perubahan fisiologis yang sangat besar untuk beradaptasi dengan kehidupan baru. risiko kematian dan kesakitan selama periode ini sangat tinggi (Olds. Most of these murmurs are transient and are a result of closure of the ductus arteriosus. The first heart sound is normal.. Hydroceles are clear and readily . and pulmonary atresia. 1980). Bayi harus berupaya agar fungsifungsi tubuhnya menjadi efektif sebagai individu yang unik. The spleen tip is less likely to be palpable.. et al. The first urination occurs during the first day of life in greater than 95% of normal term infants. 2001).

Clitoral enlargement with fusion of the labial-scrotal folds (labia majora) suggests adrenogenital syndrome or exposure to masculinizing maternal hormones. Epispadias or hypospadias alone should not raise concern about pseudohermaphroditism. however. The normal prepuce is often too tight to retract in the neonatal period. If no testes are present in the scrotum and hypospadias is present. . whereas testicular torsion in the newborn may present as a painless. The female genitalia normally may reveal a milky white or blood-streaked vaginal discharge as a result of maternal hormone withdrawal.seen by transillumination. Circumcision should be deferred with hypospadias because the foreskin is needed for the repair. The urethral opening should be at the end of the penis. Mucosal tags of the labia majora are common. problems of sexual development should be suspected (see Chapter 177). dark swelling. Distention of an imperforate hymen may produce hydrometrocolpos and a lower midline abdominal mass as a result of an enlarged uterus.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful