PERUBAHAN FISIOLOGI /ADAPTASI FISIK PADA BAYI BARU LAHIR

PENDAHULUAN
Sebagai seorang bidan harus mampu memahami tentang beberapa adaptasi atau perubahan fisiologi bayi baru lahir (BBL). Hal ini sebagai dasar dalam memberikan asuhan kebidanan yang tepat. Setelah lahir, BBL harus mampu beradaptasi dari keadaan yang sangat tergantung (plasenta) menjadi mandiri secara fisiologi. Setelah lahir, bayi harus mendapatkan oksigen melalui sistem sirkulasi pernapasannya sendiri, mendapatkan nutrisi per oral untuk mempertahankan kadar gula darah yang cukup, mengatur suhu tubuh dan melawan setiap penyakit /infeksi. Periode adaptasi ini disebut sebagai periode transisi, yaitu dari kehidupan di dalam rahim ke kehidupan di luar rahim. Periode ini berlagsung sampai 1 bulan atau lebih. Transisi yang paling cepat terjadi adalah pada sistem pernapasan, sirkulasi darah, termoregulasi, dan kemampuan dalam mengambil dan menggunakan glukosa. ADAPTASI /PERUBAHAN FISIOLOGI PADA BBL Menurut Pusdiknakes (2003) perubahan fisiologis pada bayi baru lahir adalah : 1. Perubahan sistim pernapasan / respirasi Selama dalam uterus, janin mendapatkan oksigen dari pertukaran gas melalui plasenta. Setelah bayi lahir, pertukaran gas harus melalui paru – paru. a. Perkembangan paru-paru Paru-paru berasal dari titik tumbuh yang muncul dari pharynx yang bercabnga dan kemudian bercabang kembali membentuk struktur percabangan bronkus proses ini terus berlanjit sampai sekitar usia 8 tahun, sampai jumlah bronkus dan alveolusnakan sepenuhnya berkembang, walaupun janin memperlihatkan adanya gerakan napas sepanjang trimester II dan III. Paru-paru yang tidak matang akan mengurangi kelangsungan hidup BBL sebelum usia 24 minggu. Hal ini disebabkan karena keterbatasan permukaan alveolus, ketidakmatangan sistem kapiler paru-paru dan tidak tercukupinya jumlah surfaktan. b. Awal adanya napas Faktor-faktor yang berperan pada rangsangan nafas pertama bayi adalah : 1). Hipoksia pada akhir persalinan dan rangsangan fisik lingkungan luar rahim yang merangsang pusat pernafasan di otak.

yang terjadi karena kompresi paru . yang menyebabkan sulit bernafas. Peningkatan kebutuhan ini memerlukan penggunaan lebih banyak oksigen dan glukosa. Dengan beberapa kali tarikan napas . Tidak adanya surfaktan menyebabkan alveoli kolaps setiap saat akhir pernapasan. Tekanan terhadap rongga dada. Dari cairan menuju udara Bayi cukup bulan mempunyai cairan di paru-parunya. Mengeluarkan cairan dalam paru-paru 2).paru secara mekanis. 4). Produksi surfaktan dimulai pada 20 minggu kehamilan. Berurangnya O2 akan mengurangi gerakan pernafasan janin. Mengembangkan jaringan alveolus paru-paru untuk pertama kali. Interaksi antara system pernapasan. Pada saat bayi melewati jalan lahir selama persalinan. kadar CO2 meningkat dalam darah dan akan merangsang pernafasan. Fungsi surfaktan adalah untuk mengurangi tekanan permukaan paru dan membantu untuk menstabilkandinding alveolus sehingga tidak kolaps pada akhir pernapasan.paru selama persalinan. sekitar sepertiga cairan ini diperas keluar dari paru-paru. tetapi sebaliknya kenaikan CO2 akan menambah frekuensi dan tingkat gerakan pernapasan janin. Penimbunan karbondioksida (CO2) Setelah bayi lahir. kardiovaskuler dan susunan saraf pusat menimbulkan pernapasan yang teratur dan berkesinambungan serta denyut yang diperlukan untuk kehidupan. d. Surfaktan dan upaya respirasi untuk bernapas Upaya pernafasan pertama seorang bayi berfungsi untuk : 1). dan jumlahnya meningkat sampai paru-paru matang (sekitar 30-34 minggu kehamilan). 3). c. yang merangsang masuknya udara ke dalam paru . Berbagai peningkatan ini menyebabkan stres pada bayi yang sebelumnya sudah terganggu. Perubahan suhu Keadaan dingin akan merangsang pernapasan. harus terdapat survaktan(lemak lesitin /sfingomielin) yang cukup dan aliran darah ke paru – paru. Seorang bayi yang dilahirkan secar sectio sesaria kehilangan keuntungan dari kompresi rongga dada dan dapat menderita paru-paru basah dalam jangka waktu lebih lama. Agar alveolus dapat berfungsi.2).

berarti tidak ada pembuluh darah yang terbuka guna menerima oksigen yang berada dalam alveoli. Perubahan duktus arteriousus antara paru-paru dan aorta. Sisa cairan di paru-paru dikeluarkan dari paru-paru dan diserap oleh pembuluh limfe dan darah. Penutupan foramen ovale pada atrium jantung b. 2) Pernafasan pertama menurunkan resistensi pada pembuluh darah paru-paru dan meningkatkan tekanan pada atrium kanan oksigen pada pernafasan ini menimbulkan relaksasi dan terbukanya system pembuluh darah paru. e. Perubahan pada sistem peredaran darah Setelah lahir darah BBL harus melewati paru untuk mengambil oksigen dan mengadakan sirkulasi melalui tubuh guna mengantarkan oksigen ke jaringan. sehingga mengubah aliran darah. pembuluh darah paru-paru akan mengalami vasokontriksi. Perubahan sirkulasi ini terjadi akibat perubahan tekanan pada seluruh sistem pembuluh. Dua peristiwa yang merubah tekanan dalam system pembuluh darah 1) Pada saat tali pusat dipotong resistensi pembuluh sistemik meningkat dan tekanan atrium kanan menurun. sehingga menyebabkan penurunan oksigen jaringan. 2. yang akan memperburuk hipoksia. Oksigen menyebabkan sistem pembuluh mengubah tekanan dengan cara mengurangi /meningkatkan resistensinya. Kedua kejadian ini membantu darah dengan kandungan oksigen sedikit mengalir ke paru-paru untuk menjalani proses oksigenasi ulang. kehidupan diluar rahim harus terjadi 2 perubahan besar : a.Untuk membuat sirkulasi yang baik. Peningkatan sirkulasi ke paru-paru mengakibatkan peningkatan volume darah dan tekanan pada atrium kanan dengan peningkatan tekanan . tekanan atrium menurun karena berkurangnya aliran darah ke atrium kanan tersebut. Peningkatan aliran darah paru-paru akan memperlancar pertukaran gas dalam alveolus dan akan membantu menghilangkan cairan paru-paru dan merangsang perubahan sirkulasi janin menjadi sirkulasi luar rahim. Jika hal ini terjadi.Jika terdapat hipoksia.yang pertama udara memenuhi ruangan trakea dan bronkus BBL. Hal ini menyebabkan penurunan volume dan tekanan atrium kanan itu sendiri. Fungsi sistem pernapasan dan kaitannya dengan fungsi kardiovaskuler Oksigenasi yang memadai merupakan faktor yang sangat penting dalam mempertahankan kecukupan pertukaran udara.

2). arteri ini dikenal sebagai ateri umbilicalis. sirkulasi darah fetus 1). Struktur tambahan pada sirkulasi fetus a). c). Vena umbilikus. Perbedaan sirkulasi darah fetus dan bayi a.atrium kanan ini dan penurunan pada atrium kiri. Penutupan anatomi jaringan fibrosa berlangsung 2-3 bulan. toramen kanan ini dan penusuran pada atrium kiri. Foramen ovale : merupakan lubang yang memungkinkan darah lewat atrium dextra ke dalam ventriculus sinistra d). Vena umbulicalis : membawa darah yang kaya oksigen dari plasenta ke permukaan dalam hepar. Vena umbulicalis : membawa darah yang telah mengalami deoksigenasi dari plasenta ke permukaan dalam hepar b). foramen ovali secara fungsional akan menutup. Ductus venosus : adalah cabang – cabang dari venaumbilicalis dan mengalirkan sejumlahbesar darah yang mengalami oksigenasi ke dalam vena cava inferior . Arteri hypogastrica : dua pembuluh darah yang mengembalikan darah dari fetus ke plasenta. Sistem sirkulasi fetus a). duktus venosus dan arteri hipogastrika dari tali pusat menutup secara fungsional dalam beberapa menit setelah lahir dan setelah tali pusat diklem. Di dalam tubuh fetus arteri tersebut dikenal sebagai arteri hypogastica. Ductus arteriosus : merupakan bypass yang terbentang dari venrtriculuc dexter dan aorta desendens e). Vena hepatica meninggalkan hepar dan mengembalikan darah ke vena cava inferior b). Pada feniculus umbulicalis. Ductus venosus : meninggalkan vena umbilicalis sebelum mencapai hepar dan mengalirkan sebagian besar darah baru yang mengalami oksigenasi ke dalam vena cava inferior.

yanghanya memerlukan nutrien sedikit g).paru yang nonfungsional. Penutupan foramen ovale 4). jantung dan serebrum menerima darah baru yang mengalami oksigenasi e). Pengembangan dan pengisian udara pada paru-paru 3). pelvis dan ekstremitas inferior h). Perubahan pada saat lahir 1). Vena umbilicalis b). Darah ini bersama sisa aliran yang dibawa oleh vena cava inferior melewati valvula tricuspidallis masuk ke dalam venriculus dexter f). Ductus arteriosus : mengalirkan sebagian besar darah dari vena ventriculus dexter ke dalam aorta descendens untuk memasok darah bagi abdomen.c). Dengan demikian hepar. Penghentian pasokan darah dari plasenta 2). Foramen ovale : memungkinkan lewatnya sebagian besar darah yang mengalami oksigenasi dalam ventriculus dextra untuk menuju ke atrium sinistra. dari sini darah melewati valvula mitralis ke ventriculuc sinister dan kemudian melaui aorta masuk kedalam cabang ascendensnya untuk memasok darah bagi kepala dan ekstremitas superior. menerima darah dari vena hepatica dan ductus venosus dan membawanya ke atrium dextrum d). Vena cava inferior : telah mengalirkan darah yang telah beredar dalam ekstremitas inferior dan badan fetus. membawa darah kembali ke plasenta dengan mengandung leih banyak oksigen dan nutrien yang dipasok dari peredaran darah maternal b. Vena cava superior : mengembalikan darah dari kepala dan ekstremitas superior ke atrium dextrum. Ductus venosus . Fibrosis a). Arteria pulmonalis : mengalirkan darah campuran keparu . Arteria hypogastrica : merupakan lanjutan dari arteria illiaca interna.

Dengan tindakan penjepitan tali pusat dengan klem pada saat lahir seorang bayi harus mulai mempertahankan kadar glukosa darahnya sendiri. Metabolisme Glukosa Untuk memfungsikan otak memerlukan glukosa dalam jumlah tertentu.Semakin lama usia kehamilan semakin banyak persediaan lemak coklat bayi. Cadangan lemak coklat ini akan habis dalam waktu singkat dengan adanya stress dingin. melalui penggunaan ASI . Arteriae hypogastrica d). Pengaturan suhu Bayi baru lahir belum dapat mengatur suhu tubuhnya. Jika seorang bayi kedinginan. pada lingkungan yang dingin . Koreksi penurunan kadar gula darah dapat dilakukan dengan 3 cara : a. sehingga akan mengalami stress dengan adanya perubahan lingkungan dari dalam rahim ibu ke lingkungan luar yang suhunya lebih tinggi. Untuk membakar lemak coklat. dia akan mulai mengalami hipoglikemia. sering bayi harus menggunakan glukosa guna mendapatkan energi yang akan mengubah lemak menjadi panas. Pembentukan suhu tanpa menggigil ini merupakan hasil penggunaan lemak coklat untuk produksi panas. pembentukan suhu tanpa mekanisme menggigil merupakan usaha utama seorang bayi untuk mendapatkan kembali panas tubuhnya.Sehingga upaya pncegahan kehilangan panas merupakan prioritas utama dan bidan berkewajiban untuk meminimalkan kehilangan panas pada BBlL 4. Timbunan lemak coklat terdapat di seluruh tubuh dan mampu meningkatkan panas tubuh sampai 100%. glukosa darah akan turun dalam waktu cepat (1 sampai 2 jam). Suhu dingin ini menyebabkan air ketuban menguap lewat kulit. Pada setiap bayi baru lahir. Ductus arteriosus Sirkulasi darah bayi sirkulasi darah janin 3. Lemak coklat tidak dapat diproduksi ulang oleh seorang BBL. hipoksia dan asidosis.c).

(Gorrie. BBL mempunyai usus yang lebih panjang dalam ukurannya terhadap besar bayi dan jika dibandingkan dengan orang dewasa.. Gejala hipoglikemi dapat tidak jelas dan tidak khas.lunglai dan menolak makanan..2001). et al. et al. maka otak dalam keadaan berisiko. Saat lahir kapasitas lambung BBL sekitar 6 ml/kg BB. 1980) untuk pemasukan makanan dan kosong sempurna dalam 2 sampai 4 jam. et al. Hipoglikemi juga dapat tanpa gejala pada awalnya. 1998). mencerna dan mengabsrobsi makanan setelah lahir. tetapi segera bertambah sampai sekitar 90 ml selama beberapa hari pertama kehidupan. melaui penggunaan cadangan glikogen c. Akibat jangka panjang hipoglikemi adalah kerusakan yang meluas di seluruh di sel-sel otak. letargi. et al.. BBL yang tidak mampu mencerna makanan dengan jumlah yang cukup. pada saat lahir yang mengakibatkan hipoksia akan menggunakan cadangan glikogen dalam jam-jam pertama kelahiran. Keseimbangan glukosa tidak sepenuhnya tercapai dalam 3-4 jam pertama kelahiran pada bayi cukup bulan. . tangis lemah. 1998). Lambung akan kosong dalam 3 jam (Olds. atau rata-rata sekitar 50-60 cc.. 1998).... sianosis.Bayi yang sehat akan menyimpan glukosa dalam bentuk glikogen terutama di hati. mengalami relaksasi sehingga dapat menyebabkan regurgitasi makanan segera setelah diberikan (Gorrie. Spingter cardiac antara esophagusdan lambung pada neonatus masih immatur (Olds. Keadaan ini menyebabkan area permukaan untuk absorbsi lebih luas (Gorrie. Perubahan sistem gastrointestinal Adaptasi Sistem Gastrointestinal Bayi Baru Lahir (BBL. et al. akan membuat glukosa dari glikogen (glikogenisasi). Regurgitasi juga dapat terjadi karena kontrol persarafan pada lambung belum sempurna (Olds.b. et al. 1998). sebagaimana plasenta telah melakukan fungsi ini (Gorrie. lewat bulan (post matur). kejang-kejang halus. melalui pembuatan glukosa dari sumber lain terutama lemak. 5. Bising usus pada keadaan normal dapat didengar pada 4 kuadran abdomen dalam jam pertama setelah lahir akibat bayi menelan udara saat menangis dan sistem saraf simpatis merangsang peristaltik (Simpson & Creehan. newborns) harus memulai untuk memasukkan.meliputi. karena simpanan energi berkurang (digunakan sebelum lahir). Jika semua persediaan glikogen digunakan pada jam pertama. bayi yang mengalami hambatan pertumbuhan dalam rahim dan stres janin merpakan risiko utama. Bayi yang mengalami hipotermia. 1980)..Hal ini hanya terjadi jika bayi mempunyai persediaan glikogen yang cukup. et al. apneu. selama bulan-bulan terakhir dalam rahim. 1980). Bayi yang lahir kurang bulan (prematur).

bewarna coklat kehijauan dan konsistensinya lebih lepas dari pada feses mekonium.1980). dan lengket. spingter anal relaksasi dan mekonium terlepas kedalam cairan amnion. berwarna gelap. . Feses mekonium pertama biasanya keluar dalam 24 jam pertama setelah lahir. Lemak yang ada di dalam Asi lebih bisa dicerna dan lebih sesuai untuk bayi dari pada lemak yang terdapat pada susu formula ( Gorrie. Selain itu BBL juga mengalami defisiensi lipase pankreas. mengindikasikan fetal distres. bising usus dan distensi abdomen dan dicurigai kemungkinan obstruksi (Gorrie. 2004).. 1980). Tipe kedua feses yang dikeluarkan oleh bayi disebut feses transisional. memetabolisme dan mengabsorbsi protein dan karbohidrat sederhana serta mengemulsi lemak (Jensen et al. Bayi baru lahir cukup bila mampu menelan.. 1998) sehingga meskipun saluran cerna steril saat lahir. et al. Sebagai akibat. Karakteristik sistem pencernaan sebelum kelahiran Sebelum lahir Setelah lahir . Bakteri ini penting untuk pencernaan dan untuk sintesa vitamin K (Olds. .gastrointestinal relatif inaktif... Tabel berikut menjelaskan karaktertisik penting sistem pencernaan sebelum dan setelah lahir. kental. Amilase pankreas mengalami defisiensi selama 3-6 bulan pertama setelah lahir. dan lemak sederhana ada pada minggu ke-36-38 usia gestasi. Flora normal usus akan terbentuk dalam beberapa hari pertama kehidupan (Gorrie. tidak berbau. mengandung partikelpartikel dari cairan amnion seperti sel kulit dan rambut. Sekali bayi terpapar dengan lingkungan luar dan cairan mulai masuk. BBL tidak bisa mencerna jenis karbohidrat yang kompleks seperti yang terdapat pada sereal. Keadaan feses selanjutnya sesuai tipe makanan yang didapat oleh bayi (Gorrie. empedu dan sekresi usus yang lain (Gorrie. Pada keadaan hipoksis atau distres. 1980). et al. bakteri masuk ke saluran cerna.tidak terjadi pengeluaran feses. et a. lembut.I.T. et al. . 2001). pada kebanyakan bayi bakteri dapat dikultur dalam 5 jam setelah lahir.tidak ada makanan yang diterima melalui G.. Mekonium terkumpul dalam usus fetus sepanjang usia gestasi.Saat lahir saluran cerna steril. Enzim-enzim penting untuk mencerna karbohidrat. protein. Jika tidak keluar dalam 36-48 jam. Feses ini merupakan kombinasi dari mekonium dan feses susu.. et al. et al. 1998 & Simpson & Creehan. 1998 & Olds.. et al. konsistensinya seperti aspal. mencerna. bayi harus diperiksa patensi anus. Feses pertama yang dieksresi olehbayi disebut mekonium.. hitam kehijauan. 1998). Fetus menelan cairan amnion dan memperlihatkan gerakan mengisap dan menelan dalamuterus. sel-sel yang terlepas dari saluran cerna.

fungsi saringan saluran napas c.Setelah Kelahiran . Volume 2 Nomor 1. Kekebalan alami terdiri dari struktur pertahana tubuh yang mencegah atau meminimalkan infeksi. Mei 2006 6.bayi dapat mengisap dan menelan. BBL dengan kekebalan pasif mengandung banyak virus dalam tubuh ibunya. pencegahan terhadap mikroba (seperti pada . Oleh karena itu. perlindungan oleh kulit membran mukosa b. . Sistem kekebalan tubuh/ imun Sistem imunitas bayi baru lahir masih belum matang. Berikut beberapa contoh kekebalan alami: a. Salah satu tugas utama selama masa bayi dan balita adalah pembentukan sistem kekebalan tubuh. sehingga menyebabkan neonatus rentan terhadap berbagai infeksi dan alergi.bayi mudah menelan udara selama makan dan menangis. Dikutip dari Burrough & Leifer (2001) Universitas Sumatera Utara44 Jurnal Keperawatan Rufaidah Sumatera Utara. Kekebalan yang didapat akan muncul kemudian. artinya BBL tersebut belum mampu melokalisasi dan memerangi infeksi secara efisien. Defisiensi kekebalan alami bayi menyebabkan bayi rentan sekali terjadi infeksi dan reaksi bayi terhadap infeksi masih lemah. Tetapi pada BBL se-sel darah ini masih belum matang. Reaksi antibodi keseluruhan terhadap antigen asing masih belum dapat dilakukan sampai awal kehidupa anak. Sistem imunitas yang matang akan memberikan kekebalan alami maupun yang di dapat.peristaltik aktif pada bagian abdomen yang lebih bawah karena bayi harus mengeluarkan feses. . . perlindungan kimia oleh lingkungan asam lambung Kekebalan alami juga disediakan pada tingkat sel yaitu oleh sel darah yang membantu BBL membunuh mikroorganisme asing. pembentukan koloni mikroba oleh klit dan usus d. Tidak adanya feses dalam 48 jam pertama mengindikasikan obstruksi isi usus. mampu mencerna dan mengeliminasi Asi dan susu formula.

Scrotal swelling may represent a hernia. dkk. risiko kematian dan kesakitan selama periode ini sangat tinggi (Olds. pencernaan dan kebutuhan untuk regulasi harus bisa dilakukan sendiri (Gorrie et al. merupakan waktu penyesuaian dari kehidupan intrauteri ke ekstra-uteri (Olds. Both kidneys should be palpable in the first day of life with gentle. Bayi harus berupaya agar fungsifungsi tubuhnya menjadi efektif sebagai individu yang unik.. whereas the second heart sound may not be split in the first day of life. Ketidakmampuan bayi beradaptasi dengan kehidupan ekstra-uteri mempengaruhi kondisi kesehatannya dan bahkan dapat berakibat fatal.. transient hydrocele. Selama minggu pertama tersebut. The spleen tip is less likely to be palpable. Hydroceles are clear and readily . or. A left-sided liver suggests situs inversus and asplenia syndrome. Setelah lahir neonatus (BBL) harus bisa melakukan perubahan fisiologis yang sangat besar untuk beradaptasi dengan kehidupan baru. Abdomen In the abdomen. Heart murmurs in newborns are common in the delivery room and during the first day of life. et al. Pulses should be palpated in the upper and lower extremities. deep palpation. 2001). peripheral pulmonary artery stenosis.. dissected meconium from meconium ileus and peritonitis. The first heart sound is normal. the testes should be descended into a well-formed pigmented and rugated scrotum. Salah satu proses adaptasi fisiologis yang harus dilakukan bayi dan diidentifikasi oleh perawat selama periode transisi kehidupan fetus ke neonatus adalah adaptasi sistem gastrointestinal (Gorrie et al. as is cryptorchidism. Blood pressure in the upper and lower extremities should be measured in all patients with a murmur or heart failure.praktek persalinan yang aman dan menyusui ASI dini terutama kolostrum) dan deteksi dini serta pengobatan dini infeksi menjadi sangat penting. Respirasi... Most of these murmurs are transient and are a result of closure of the ductus arteriosus. Genitalia The appearance of the genitalia varies with gestational age. rarely. et al. harus mengidentifikasi perubahan fisiologis yang terjadi segera setelah bayi lahir sampai beberapa hari kemudian untuk mengidentifikasi ada tidaknya masalah dan abnormalitas (Simpson & Creehan. 2000). transposition of the great vessels. in utero torsion of the testes. An upper-to-lower extremity gradient of more than 10 to 20 mm Hg suggests coarctation of the aorta. 1998). The first urination occurs during the first day of life in greater than 95% of normal term infants. transisi dari kehidupan intrauteri ke ekstra-uteri. Secara statistik. 1998). masa 24 jam pertama kehidupan adalah signifikan karena merupakan periode kritis. the liver may be palpable 2 cm below the right costal margin. this is more common among preterm infants. Decreased splitting of the second heart sound is noted in PPHN (also known as persistent fetal circulation). At term. usually over the brachial and femoral arteries. Hal ini dapat terlihat dari Kematian neonatal terbanyak terjadi selama minggu pertama kehidupan (Saifuddin. and pulmonary atresia. 1980). Periode neonatus meliputi waktu dari sejak lahir sampai usia 28 hari. The testes occasionally are in the inguinal canal. Heart The position of the heart in infants is more midline than in older children. or a small VSD. 1980).

seen by transillumination. problems of sexual development should be suspected (see Chapter 177). The normal prepuce is often too tight to retract in the neonatal period. . Clitoral enlargement with fusion of the labial-scrotal folds (labia majora) suggests adrenogenital syndrome or exposure to masculinizing maternal hormones. The urethral opening should be at the end of the penis. Epispadias or hypospadias alone should not raise concern about pseudohermaphroditism. If no testes are present in the scrotum and hypospadias is present. whereas testicular torsion in the newborn may present as a painless. Mucosal tags of the labia majora are common. however. The female genitalia normally may reveal a milky white or blood-streaked vaginal discharge as a result of maternal hormone withdrawal. Circumcision should be deferred with hypospadias because the foreskin is needed for the repair. dark swelling. Distention of an imperforate hymen may produce hydrometrocolpos and a lower midline abdominal mass as a result of an enlarged uterus.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful