P. 1
PERUBAHAN FISIOLOGI BBL

PERUBAHAN FISIOLOGI BBL

|Views: 127|Likes:
Published by asoetandar

More info:

Published by: asoetandar on Mar 26, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/21/2013

pdf

text

original

PERUBAHAN FISIOLOGI /ADAPTASI FISIK PADA BAYI BARU LAHIR

PENDAHULUAN
Sebagai seorang bidan harus mampu memahami tentang beberapa adaptasi atau perubahan fisiologi bayi baru lahir (BBL). Hal ini sebagai dasar dalam memberikan asuhan kebidanan yang tepat. Setelah lahir, BBL harus mampu beradaptasi dari keadaan yang sangat tergantung (plasenta) menjadi mandiri secara fisiologi. Setelah lahir, bayi harus mendapatkan oksigen melalui sistem sirkulasi pernapasannya sendiri, mendapatkan nutrisi per oral untuk mempertahankan kadar gula darah yang cukup, mengatur suhu tubuh dan melawan setiap penyakit /infeksi. Periode adaptasi ini disebut sebagai periode transisi, yaitu dari kehidupan di dalam rahim ke kehidupan di luar rahim. Periode ini berlagsung sampai 1 bulan atau lebih. Transisi yang paling cepat terjadi adalah pada sistem pernapasan, sirkulasi darah, termoregulasi, dan kemampuan dalam mengambil dan menggunakan glukosa. ADAPTASI /PERUBAHAN FISIOLOGI PADA BBL Menurut Pusdiknakes (2003) perubahan fisiologis pada bayi baru lahir adalah : 1. Perubahan sistim pernapasan / respirasi Selama dalam uterus, janin mendapatkan oksigen dari pertukaran gas melalui plasenta. Setelah bayi lahir, pertukaran gas harus melalui paru – paru. a. Perkembangan paru-paru Paru-paru berasal dari titik tumbuh yang muncul dari pharynx yang bercabnga dan kemudian bercabang kembali membentuk struktur percabangan bronkus proses ini terus berlanjit sampai sekitar usia 8 tahun, sampai jumlah bronkus dan alveolusnakan sepenuhnya berkembang, walaupun janin memperlihatkan adanya gerakan napas sepanjang trimester II dan III. Paru-paru yang tidak matang akan mengurangi kelangsungan hidup BBL sebelum usia 24 minggu. Hal ini disebabkan karena keterbatasan permukaan alveolus, ketidakmatangan sistem kapiler paru-paru dan tidak tercukupinya jumlah surfaktan. b. Awal adanya napas Faktor-faktor yang berperan pada rangsangan nafas pertama bayi adalah : 1). Hipoksia pada akhir persalinan dan rangsangan fisik lingkungan luar rahim yang merangsang pusat pernafasan di otak.

Dari cairan menuju udara Bayi cukup bulan mempunyai cairan di paru-parunya. c. Fungsi surfaktan adalah untuk mengurangi tekanan permukaan paru dan membantu untuk menstabilkandinding alveolus sehingga tidak kolaps pada akhir pernapasan. Agar alveolus dapat berfungsi. Berurangnya O2 akan mengurangi gerakan pernafasan janin. yang menyebabkan sulit bernafas. Pada saat bayi melewati jalan lahir selama persalinan. Tekanan terhadap rongga dada. Mengembangkan jaringan alveolus paru-paru untuk pertama kali.paru selama persalinan. kadar CO2 meningkat dalam darah dan akan merangsang pernafasan. Mengeluarkan cairan dalam paru-paru 2). 4). Perubahan suhu Keadaan dingin akan merangsang pernapasan. sekitar sepertiga cairan ini diperas keluar dari paru-paru. Dengan beberapa kali tarikan napas . Tidak adanya surfaktan menyebabkan alveoli kolaps setiap saat akhir pernapasan. tetapi sebaliknya kenaikan CO2 akan menambah frekuensi dan tingkat gerakan pernapasan janin. Surfaktan dan upaya respirasi untuk bernapas Upaya pernafasan pertama seorang bayi berfungsi untuk : 1). yang merangsang masuknya udara ke dalam paru . harus terdapat survaktan(lemak lesitin /sfingomielin) yang cukup dan aliran darah ke paru – paru. dan jumlahnya meningkat sampai paru-paru matang (sekitar 30-34 minggu kehamilan). Seorang bayi yang dilahirkan secar sectio sesaria kehilangan keuntungan dari kompresi rongga dada dan dapat menderita paru-paru basah dalam jangka waktu lebih lama. yang terjadi karena kompresi paru . Berbagai peningkatan ini menyebabkan stres pada bayi yang sebelumnya sudah terganggu. Penimbunan karbondioksida (CO2) Setelah bayi lahir. Interaksi antara system pernapasan. Peningkatan kebutuhan ini memerlukan penggunaan lebih banyak oksigen dan glukosa. kardiovaskuler dan susunan saraf pusat menimbulkan pernapasan yang teratur dan berkesinambungan serta denyut yang diperlukan untuk kehidupan. 3).paru secara mekanis. d. Produksi surfaktan dimulai pada 20 minggu kehamilan.2).

2) Pernafasan pertama menurunkan resistensi pada pembuluh darah paru-paru dan meningkatkan tekanan pada atrium kanan oksigen pada pernafasan ini menimbulkan relaksasi dan terbukanya system pembuluh darah paru. pembuluh darah paru-paru akan mengalami vasokontriksi. Peningkatan aliran darah paru-paru akan memperlancar pertukaran gas dalam alveolus dan akan membantu menghilangkan cairan paru-paru dan merangsang perubahan sirkulasi janin menjadi sirkulasi luar rahim. Fungsi sistem pernapasan dan kaitannya dengan fungsi kardiovaskuler Oksigenasi yang memadai merupakan faktor yang sangat penting dalam mempertahankan kecukupan pertukaran udara. sehingga menyebabkan penurunan oksigen jaringan. sehingga mengubah aliran darah. tekanan atrium menurun karena berkurangnya aliran darah ke atrium kanan tersebut.Jika terdapat hipoksia. yang akan memperburuk hipoksia. berarti tidak ada pembuluh darah yang terbuka guna menerima oksigen yang berada dalam alveoli. e. Jika hal ini terjadi. Sisa cairan di paru-paru dikeluarkan dari paru-paru dan diserap oleh pembuluh limfe dan darah. Oksigen menyebabkan sistem pembuluh mengubah tekanan dengan cara mengurangi /meningkatkan resistensinya. Perubahan duktus arteriousus antara paru-paru dan aorta. Hal ini menyebabkan penurunan volume dan tekanan atrium kanan itu sendiri. kehidupan diluar rahim harus terjadi 2 perubahan besar : a. 2.yang pertama udara memenuhi ruangan trakea dan bronkus BBL. Penutupan foramen ovale pada atrium jantung b. Perubahan pada sistem peredaran darah Setelah lahir darah BBL harus melewati paru untuk mengambil oksigen dan mengadakan sirkulasi melalui tubuh guna mengantarkan oksigen ke jaringan.Untuk membuat sirkulasi yang baik. Kedua kejadian ini membantu darah dengan kandungan oksigen sedikit mengalir ke paru-paru untuk menjalani proses oksigenasi ulang. Peningkatan sirkulasi ke paru-paru mengakibatkan peningkatan volume darah dan tekanan pada atrium kanan dengan peningkatan tekanan . Perubahan sirkulasi ini terjadi akibat perubahan tekanan pada seluruh sistem pembuluh. Dua peristiwa yang merubah tekanan dalam system pembuluh darah 1) Pada saat tali pusat dipotong resistensi pembuluh sistemik meningkat dan tekanan atrium kanan menurun.

arteri ini dikenal sebagai ateri umbilicalis. sirkulasi darah fetus 1). Sistem sirkulasi fetus a). c). duktus venosus dan arteri hipogastrika dari tali pusat menutup secara fungsional dalam beberapa menit setelah lahir dan setelah tali pusat diklem. Vena umbulicalis : membawa darah yang kaya oksigen dari plasenta ke permukaan dalam hepar. Struktur tambahan pada sirkulasi fetus a). Foramen ovale : merupakan lubang yang memungkinkan darah lewat atrium dextra ke dalam ventriculus sinistra d). toramen kanan ini dan penusuran pada atrium kiri. Ductus venosus : adalah cabang – cabang dari venaumbilicalis dan mengalirkan sejumlahbesar darah yang mengalami oksigenasi ke dalam vena cava inferior . Pada feniculus umbulicalis. Perbedaan sirkulasi darah fetus dan bayi a. 2). Penutupan anatomi jaringan fibrosa berlangsung 2-3 bulan. Ductus venosus : meninggalkan vena umbilicalis sebelum mencapai hepar dan mengalirkan sebagian besar darah baru yang mengalami oksigenasi ke dalam vena cava inferior.atrium kanan ini dan penurunan pada atrium kiri. Vena hepatica meninggalkan hepar dan mengembalikan darah ke vena cava inferior b). foramen ovali secara fungsional akan menutup. Ductus arteriosus : merupakan bypass yang terbentang dari venrtriculuc dexter dan aorta desendens e). Vena umbilikus. Di dalam tubuh fetus arteri tersebut dikenal sebagai arteri hypogastica. Arteri hypogastrica : dua pembuluh darah yang mengembalikan darah dari fetus ke plasenta. Vena umbulicalis : membawa darah yang telah mengalami deoksigenasi dari plasenta ke permukaan dalam hepar b).

jantung dan serebrum menerima darah baru yang mengalami oksigenasi e). Arteria hypogastrica : merupakan lanjutan dari arteria illiaca interna. Penutupan foramen ovale 4). Darah ini bersama sisa aliran yang dibawa oleh vena cava inferior melewati valvula tricuspidallis masuk ke dalam venriculus dexter f). Penghentian pasokan darah dari plasenta 2). Perubahan pada saat lahir 1). Fibrosis a). Arteria pulmonalis : mengalirkan darah campuran keparu . Dengan demikian hepar. Vena cava superior : mengembalikan darah dari kepala dan ekstremitas superior ke atrium dextrum.c). menerima darah dari vena hepatica dan ductus venosus dan membawanya ke atrium dextrum d). Pengembangan dan pengisian udara pada paru-paru 3). dari sini darah melewati valvula mitralis ke ventriculuc sinister dan kemudian melaui aorta masuk kedalam cabang ascendensnya untuk memasok darah bagi kepala dan ekstremitas superior. membawa darah kembali ke plasenta dengan mengandung leih banyak oksigen dan nutrien yang dipasok dari peredaran darah maternal b. pelvis dan ekstremitas inferior h).paru yang nonfungsional. Foramen ovale : memungkinkan lewatnya sebagian besar darah yang mengalami oksigenasi dalam ventriculus dextra untuk menuju ke atrium sinistra. Vena cava inferior : telah mengalirkan darah yang telah beredar dalam ekstremitas inferior dan badan fetus. Ductus venosus .yanghanya memerlukan nutrien sedikit g). Ductus arteriosus : mengalirkan sebagian besar darah dari vena ventriculus dexter ke dalam aorta descendens untuk memasok darah bagi abdomen. Vena umbilicalis b).

hipoksia dan asidosis. Suhu dingin ini menyebabkan air ketuban menguap lewat kulit. sering bayi harus menggunakan glukosa guna mendapatkan energi yang akan mengubah lemak menjadi panas. dia akan mulai mengalami hipoglikemia. Dengan tindakan penjepitan tali pusat dengan klem pada saat lahir seorang bayi harus mulai mempertahankan kadar glukosa darahnya sendiri.Sehingga upaya pncegahan kehilangan panas merupakan prioritas utama dan bidan berkewajiban untuk meminimalkan kehilangan panas pada BBlL 4. Pengaturan suhu Bayi baru lahir belum dapat mengatur suhu tubuhnya. Metabolisme Glukosa Untuk memfungsikan otak memerlukan glukosa dalam jumlah tertentu. sehingga akan mengalami stress dengan adanya perubahan lingkungan dari dalam rahim ibu ke lingkungan luar yang suhunya lebih tinggi. Pembentukan suhu tanpa menggigil ini merupakan hasil penggunaan lemak coklat untuk produksi panas. Timbunan lemak coklat terdapat di seluruh tubuh dan mampu meningkatkan panas tubuh sampai 100%. Untuk membakar lemak coklat.c). Arteriae hypogastrica d).Semakin lama usia kehamilan semakin banyak persediaan lemak coklat bayi. Pada setiap bayi baru lahir. pembentukan suhu tanpa mekanisme menggigil merupakan usaha utama seorang bayi untuk mendapatkan kembali panas tubuhnya. Cadangan lemak coklat ini akan habis dalam waktu singkat dengan adanya stress dingin. glukosa darah akan turun dalam waktu cepat (1 sampai 2 jam). Ductus arteriosus Sirkulasi darah bayi sirkulasi darah janin 3. pada lingkungan yang dingin . Lemak coklat tidak dapat diproduksi ulang oleh seorang BBL. Jika seorang bayi kedinginan. Koreksi penurunan kadar gula darah dapat dilakukan dengan 3 cara : a. melalui penggunaan ASI .

newborns) harus memulai untuk memasukkan. Lambung akan kosong dalam 3 jam (Olds. Bising usus pada keadaan normal dapat didengar pada 4 kuadran abdomen dalam jam pertama setelah lahir akibat bayi menelan udara saat menangis dan sistem saraf simpatis merangsang peristaltik (Simpson & Creehan.b. Bayi yang mengalami hipotermia. et al. Keadaan ini menyebabkan area permukaan untuk absorbsi lebih luas (Gorrie. Gejala hipoglikemi dapat tidak jelas dan tidak khas. 1980) untuk pemasukan makanan dan kosong sempurna dalam 2 sampai 4 jam. 1998). mengalami relaksasi sehingga dapat menyebabkan regurgitasi makanan segera setelah diberikan (Gorrie... akan membuat glukosa dari glikogen (glikogenisasi). kejang-kejang halus. bayi yang mengalami hambatan pertumbuhan dalam rahim dan stres janin merpakan risiko utama. maka otak dalam keadaan berisiko. 1998).2001). atau rata-rata sekitar 50-60 cc.. Regurgitasi juga dapat terjadi karena kontrol persarafan pada lambung belum sempurna (Olds.lunglai dan menolak makanan. tangis lemah. Saat lahir kapasitas lambung BBL sekitar 6 ml/kg BB.Bayi yang sehat akan menyimpan glukosa dalam bentuk glikogen terutama di hati. BBL yang tidak mampu mencerna makanan dengan jumlah yang cukup. 1980).. mencerna dan mengabsrobsi makanan setelah lahir.. Akibat jangka panjang hipoglikemi adalah kerusakan yang meluas di seluruh di sel-sel otak.meliputi. selama bulan-bulan terakhir dalam rahim. Spingter cardiac antara esophagusdan lambung pada neonatus masih immatur (Olds.. Keseimbangan glukosa tidak sepenuhnya tercapai dalam 3-4 jam pertama kelahiran pada bayi cukup bulan. Jika semua persediaan glikogen digunakan pada jam pertama. tetapi segera bertambah sampai sekitar 90 ml selama beberapa hari pertama kehidupan. BBL mempunyai usus yang lebih panjang dalam ukurannya terhadap besar bayi dan jika dibandingkan dengan orang dewasa. pada saat lahir yang mengakibatkan hipoksia akan menggunakan cadangan glikogen dalam jam-jam pertama kelahiran. et al.. letargi. 1980). melaui penggunaan cadangan glikogen c. et al. melalui pembuatan glukosa dari sumber lain terutama lemak. lewat bulan (post matur).. et al. Bayi yang lahir kurang bulan (prematur). Perubahan sistem gastrointestinal Adaptasi Sistem Gastrointestinal Bayi Baru Lahir (BBL. Hipoglikemi juga dapat tanpa gejala pada awalnya. . karena simpanan energi berkurang (digunakan sebelum lahir). et al. et al. 5. (Gorrie. sianosis. sebagaimana plasenta telah melakukan fungsi ini (Gorrie. et al. 1998).Hal ini hanya terjadi jika bayi mempunyai persediaan glikogen yang cukup. apneu. 1998).

Sebagai akibat. 1998). mengindikasikan fetal distres. et al. bakteri masuk ke saluran cerna. dan lemak sederhana ada pada minggu ke-36-38 usia gestasi.tidak ada makanan yang diterima melalui G. Enzim-enzim penting untuk mencerna karbohidrat. 1998 & Olds. Tipe kedua feses yang dikeluarkan oleh bayi disebut feses transisional. et al. bising usus dan distensi abdomen dan dicurigai kemungkinan obstruksi (Gorrie. et al. bewarna coklat kehijauan dan konsistensinya lebih lepas dari pada feses mekonium..gastrointestinal relatif inaktif. 1998 & Simpson & Creehan. et al. sel-sel yang terlepas dari saluran cerna. dan lengket.Saat lahir saluran cerna steril. Selain itu BBL juga mengalami defisiensi lipase pankreas. kental. 2004)..1980). . Sekali bayi terpapar dengan lingkungan luar dan cairan mulai masuk. protein.. Amilase pankreas mengalami defisiensi selama 3-6 bulan pertama setelah lahir. hitam kehijauan.. Pada keadaan hipoksis atau distres. berwarna gelap. et a.. BBL tidak bisa mencerna jenis karbohidrat yang kompleks seperti yang terdapat pada sereal.. pada kebanyakan bayi bakteri dapat dikultur dalam 5 jam setelah lahir. Mekonium terkumpul dalam usus fetus sepanjang usia gestasi. 1980). Tabel berikut menjelaskan karaktertisik penting sistem pencernaan sebelum dan setelah lahir. Karakteristik sistem pencernaan sebelum kelahiran Sebelum lahir Setelah lahir . Feses mekonium pertama biasanya keluar dalam 24 jam pertama setelah lahir. Feses ini merupakan kombinasi dari mekonium dan feses susu. Jika tidak keluar dalam 36-48 jam. mengandung partikelpartikel dari cairan amnion seperti sel kulit dan rambut. spingter anal relaksasi dan mekonium terlepas kedalam cairan amnion. Fetus menelan cairan amnion dan memperlihatkan gerakan mengisap dan menelan dalamuterus. 1998) sehingga meskipun saluran cerna steril saat lahir. . Bakteri ini penting untuk pencernaan dan untuk sintesa vitamin K (Olds. Feses pertama yang dieksresi olehbayi disebut mekonium. Keadaan feses selanjutnya sesuai tipe makanan yang didapat oleh bayi (Gorrie. 1980). et al. tidak berbau. Bayi baru lahir cukup bila mampu menelan.T. .tidak terjadi pengeluaran feses... 2001). et al. Flora normal usus akan terbentuk dalam beberapa hari pertama kehidupan (Gorrie. bayi harus diperiksa patensi anus.I. konsistensinya seperti aspal. mencerna. lembut. empedu dan sekresi usus yang lain (Gorrie. Lemak yang ada di dalam Asi lebih bisa dicerna dan lebih sesuai untuk bayi dari pada lemak yang terdapat pada susu formula ( Gorrie. memetabolisme dan mengabsorbsi protein dan karbohidrat sederhana serta mengemulsi lemak (Jensen et al.

artinya BBL tersebut belum mampu melokalisasi dan memerangi infeksi secara efisien.bayi dapat mengisap dan menelan. mampu mencerna dan mengeliminasi Asi dan susu formula. Sistem imunitas yang matang akan memberikan kekebalan alami maupun yang di dapat. Kekebalan yang didapat akan muncul kemudian. sehingga menyebabkan neonatus rentan terhadap berbagai infeksi dan alergi. Dikutip dari Burrough & Leifer (2001) Universitas Sumatera Utara44 Jurnal Keperawatan Rufaidah Sumatera Utara. Tidak adanya feses dalam 48 jam pertama mengindikasikan obstruksi isi usus. . Oleh karena itu. . Tetapi pada BBL se-sel darah ini masih belum matang. Reaksi antibodi keseluruhan terhadap antigen asing masih belum dapat dilakukan sampai awal kehidupa anak.peristaltik aktif pada bagian abdomen yang lebih bawah karena bayi harus mengeluarkan feses. perlindungan kimia oleh lingkungan asam lambung Kekebalan alami juga disediakan pada tingkat sel yaitu oleh sel darah yang membantu BBL membunuh mikroorganisme asing. Sistem kekebalan tubuh/ imun Sistem imunitas bayi baru lahir masih belum matang. perlindungan oleh kulit membran mukosa b. .bayi mudah menelan udara selama makan dan menangis. BBL dengan kekebalan pasif mengandung banyak virus dalam tubuh ibunya. fungsi saringan saluran napas c. Salah satu tugas utama selama masa bayi dan balita adalah pembentukan sistem kekebalan tubuh. Mei 2006 6. Kekebalan alami terdiri dari struktur pertahana tubuh yang mencegah atau meminimalkan infeksi.Setelah Kelahiran . Volume 2 Nomor 1. pencegahan terhadap mikroba (seperti pada . Berikut beberapa contoh kekebalan alami: a. Defisiensi kekebalan alami bayi menyebabkan bayi rentan sekali terjadi infeksi dan reaksi bayi terhadap infeksi masih lemah. pembentukan koloni mikroba oleh klit dan usus d.

masa 24 jam pertama kehidupan adalah signifikan karena merupakan periode kritis. The first urination occurs during the first day of life in greater than 95% of normal term infants. Abdomen In the abdomen. Heart murmurs in newborns are common in the delivery room and during the first day of life. Most of these murmurs are transient and are a result of closure of the ductus arteriosus. Salah satu proses adaptasi fisiologis yang harus dilakukan bayi dan diidentifikasi oleh perawat selama periode transisi kehidupan fetus ke neonatus adalah adaptasi sistem gastrointestinal (Gorrie et al. this is more common among preterm infants.. or. deep palpation. et al... Ketidakmampuan bayi beradaptasi dengan kehidupan ekstra-uteri mempengaruhi kondisi kesehatannya dan bahkan dapat berakibat fatal. transient hydrocele. usually over the brachial and femoral arteries. 2000). in utero torsion of the testes. dkk. et al. 1998). peripheral pulmonary artery stenosis. The testes occasionally are in the inguinal canal. pencernaan dan kebutuhan untuk regulasi harus bisa dilakukan sendiri (Gorrie et al. 1980). whereas the second heart sound may not be split in the first day of life. rarely.. Hydroceles are clear and readily . Selama minggu pertama tersebut. the liver may be palpable 2 cm below the right costal margin. Decreased splitting of the second heart sound is noted in PPHN (also known as persistent fetal circulation). or a small VSD. Blood pressure in the upper and lower extremities should be measured in all patients with a murmur or heart failure. risiko kematian dan kesakitan selama periode ini sangat tinggi (Olds. A left-sided liver suggests situs inversus and asplenia syndrome. dissected meconium from meconium ileus and peritonitis. 2001).praktek persalinan yang aman dan menyusui ASI dini terutama kolostrum) dan deteksi dini serta pengobatan dini infeksi menjadi sangat penting. Heart The position of the heart in infants is more midline than in older children. Scrotal swelling may represent a hernia. and pulmonary atresia. Bayi harus berupaya agar fungsifungsi tubuhnya menjadi efektif sebagai individu yang unik. Respirasi. Setelah lahir neonatus (BBL) harus bisa melakukan perubahan fisiologis yang sangat besar untuk beradaptasi dengan kehidupan baru. as is cryptorchidism. At term. transposition of the great vessels. 1998). Secara statistik. The spleen tip is less likely to be palpable. merupakan waktu penyesuaian dari kehidupan intrauteri ke ekstra-uteri (Olds. Pulses should be palpated in the upper and lower extremities. the testes should be descended into a well-formed pigmented and rugated scrotum. The first heart sound is normal. An upper-to-lower extremity gradient of more than 10 to 20 mm Hg suggests coarctation of the aorta. harus mengidentifikasi perubahan fisiologis yang terjadi segera setelah bayi lahir sampai beberapa hari kemudian untuk mengidentifikasi ada tidaknya masalah dan abnormalitas (Simpson & Creehan. 1980).. Genitalia The appearance of the genitalia varies with gestational age. transisi dari kehidupan intrauteri ke ekstra-uteri. Hal ini dapat terlihat dari Kematian neonatal terbanyak terjadi selama minggu pertama kehidupan (Saifuddin. Both kidneys should be palpable in the first day of life with gentle. Periode neonatus meliputi waktu dari sejak lahir sampai usia 28 hari.

The urethral opening should be at the end of the penis. .seen by transillumination. however. Epispadias or hypospadias alone should not raise concern about pseudohermaphroditism. The normal prepuce is often too tight to retract in the neonatal period. If no testes are present in the scrotum and hypospadias is present. whereas testicular torsion in the newborn may present as a painless. Distention of an imperforate hymen may produce hydrometrocolpos and a lower midline abdominal mass as a result of an enlarged uterus. problems of sexual development should be suspected (see Chapter 177). Clitoral enlargement with fusion of the labial-scrotal folds (labia majora) suggests adrenogenital syndrome or exposure to masculinizing maternal hormones. Circumcision should be deferred with hypospadias because the foreskin is needed for the repair. The female genitalia normally may reveal a milky white or blood-streaked vaginal discharge as a result of maternal hormone withdrawal. Mucosal tags of the labia majora are common. dark swelling.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->