PERUBAHAN FISIOLOGI /ADAPTASI FISIK PADA BAYI BARU LAHIR

PENDAHULUAN
Sebagai seorang bidan harus mampu memahami tentang beberapa adaptasi atau perubahan fisiologi bayi baru lahir (BBL). Hal ini sebagai dasar dalam memberikan asuhan kebidanan yang tepat. Setelah lahir, BBL harus mampu beradaptasi dari keadaan yang sangat tergantung (plasenta) menjadi mandiri secara fisiologi. Setelah lahir, bayi harus mendapatkan oksigen melalui sistem sirkulasi pernapasannya sendiri, mendapatkan nutrisi per oral untuk mempertahankan kadar gula darah yang cukup, mengatur suhu tubuh dan melawan setiap penyakit /infeksi. Periode adaptasi ini disebut sebagai periode transisi, yaitu dari kehidupan di dalam rahim ke kehidupan di luar rahim. Periode ini berlagsung sampai 1 bulan atau lebih. Transisi yang paling cepat terjadi adalah pada sistem pernapasan, sirkulasi darah, termoregulasi, dan kemampuan dalam mengambil dan menggunakan glukosa. ADAPTASI /PERUBAHAN FISIOLOGI PADA BBL Menurut Pusdiknakes (2003) perubahan fisiologis pada bayi baru lahir adalah : 1. Perubahan sistim pernapasan / respirasi Selama dalam uterus, janin mendapatkan oksigen dari pertukaran gas melalui plasenta. Setelah bayi lahir, pertukaran gas harus melalui paru – paru. a. Perkembangan paru-paru Paru-paru berasal dari titik tumbuh yang muncul dari pharynx yang bercabnga dan kemudian bercabang kembali membentuk struktur percabangan bronkus proses ini terus berlanjit sampai sekitar usia 8 tahun, sampai jumlah bronkus dan alveolusnakan sepenuhnya berkembang, walaupun janin memperlihatkan adanya gerakan napas sepanjang trimester II dan III. Paru-paru yang tidak matang akan mengurangi kelangsungan hidup BBL sebelum usia 24 minggu. Hal ini disebabkan karena keterbatasan permukaan alveolus, ketidakmatangan sistem kapiler paru-paru dan tidak tercukupinya jumlah surfaktan. b. Awal adanya napas Faktor-faktor yang berperan pada rangsangan nafas pertama bayi adalah : 1). Hipoksia pada akhir persalinan dan rangsangan fisik lingkungan luar rahim yang merangsang pusat pernafasan di otak.

2). yang merangsang masuknya udara ke dalam paru . d. Dengan beberapa kali tarikan napas . Tidak adanya surfaktan menyebabkan alveoli kolaps setiap saat akhir pernapasan. yang menyebabkan sulit bernafas. kadar CO2 meningkat dalam darah dan akan merangsang pernafasan. 3). Interaksi antara system pernapasan. Penimbunan karbondioksida (CO2) Setelah bayi lahir. kardiovaskuler dan susunan saraf pusat menimbulkan pernapasan yang teratur dan berkesinambungan serta denyut yang diperlukan untuk kehidupan. Tekanan terhadap rongga dada. Surfaktan dan upaya respirasi untuk bernapas Upaya pernafasan pertama seorang bayi berfungsi untuk : 1). dan jumlahnya meningkat sampai paru-paru matang (sekitar 30-34 minggu kehamilan).paru secara mekanis. Pada saat bayi melewati jalan lahir selama persalinan. Mengembangkan jaringan alveolus paru-paru untuk pertama kali. c. Berurangnya O2 akan mengurangi gerakan pernafasan janin. Agar alveolus dapat berfungsi.paru selama persalinan. tetapi sebaliknya kenaikan CO2 akan menambah frekuensi dan tingkat gerakan pernapasan janin. 4). sekitar sepertiga cairan ini diperas keluar dari paru-paru. Fungsi surfaktan adalah untuk mengurangi tekanan permukaan paru dan membantu untuk menstabilkandinding alveolus sehingga tidak kolaps pada akhir pernapasan. Dari cairan menuju udara Bayi cukup bulan mempunyai cairan di paru-parunya. Seorang bayi yang dilahirkan secar sectio sesaria kehilangan keuntungan dari kompresi rongga dada dan dapat menderita paru-paru basah dalam jangka waktu lebih lama. Mengeluarkan cairan dalam paru-paru 2). Peningkatan kebutuhan ini memerlukan penggunaan lebih banyak oksigen dan glukosa. yang terjadi karena kompresi paru . Perubahan suhu Keadaan dingin akan merangsang pernapasan. harus terdapat survaktan(lemak lesitin /sfingomielin) yang cukup dan aliran darah ke paru – paru. Produksi surfaktan dimulai pada 20 minggu kehamilan. Berbagai peningkatan ini menyebabkan stres pada bayi yang sebelumnya sudah terganggu.

Perubahan duktus arteriousus antara paru-paru dan aorta. berarti tidak ada pembuluh darah yang terbuka guna menerima oksigen yang berada dalam alveoli. Kedua kejadian ini membantu darah dengan kandungan oksigen sedikit mengalir ke paru-paru untuk menjalani proses oksigenasi ulang. Oksigen menyebabkan sistem pembuluh mengubah tekanan dengan cara mengurangi /meningkatkan resistensinya.Untuk membuat sirkulasi yang baik. Dua peristiwa yang merubah tekanan dalam system pembuluh darah 1) Pada saat tali pusat dipotong resistensi pembuluh sistemik meningkat dan tekanan atrium kanan menurun.yang pertama udara memenuhi ruangan trakea dan bronkus BBL. Peningkatan sirkulasi ke paru-paru mengakibatkan peningkatan volume darah dan tekanan pada atrium kanan dengan peningkatan tekanan . yang akan memperburuk hipoksia. Perubahan sirkulasi ini terjadi akibat perubahan tekanan pada seluruh sistem pembuluh. kehidupan diluar rahim harus terjadi 2 perubahan besar : a. tekanan atrium menurun karena berkurangnya aliran darah ke atrium kanan tersebut. Sisa cairan di paru-paru dikeluarkan dari paru-paru dan diserap oleh pembuluh limfe dan darah. Hal ini menyebabkan penurunan volume dan tekanan atrium kanan itu sendiri. Fungsi sistem pernapasan dan kaitannya dengan fungsi kardiovaskuler Oksigenasi yang memadai merupakan faktor yang sangat penting dalam mempertahankan kecukupan pertukaran udara. Perubahan pada sistem peredaran darah Setelah lahir darah BBL harus melewati paru untuk mengambil oksigen dan mengadakan sirkulasi melalui tubuh guna mengantarkan oksigen ke jaringan. Jika hal ini terjadi. 2. 2) Pernafasan pertama menurunkan resistensi pada pembuluh darah paru-paru dan meningkatkan tekanan pada atrium kanan oksigen pada pernafasan ini menimbulkan relaksasi dan terbukanya system pembuluh darah paru. pembuluh darah paru-paru akan mengalami vasokontriksi. Penutupan foramen ovale pada atrium jantung b. e. Peningkatan aliran darah paru-paru akan memperlancar pertukaran gas dalam alveolus dan akan membantu menghilangkan cairan paru-paru dan merangsang perubahan sirkulasi janin menjadi sirkulasi luar rahim. sehingga mengubah aliran darah. sehingga menyebabkan penurunan oksigen jaringan.Jika terdapat hipoksia.

sirkulasi darah fetus 1). Di dalam tubuh fetus arteri tersebut dikenal sebagai arteri hypogastica. Vena hepatica meninggalkan hepar dan mengembalikan darah ke vena cava inferior b). Ductus venosus : adalah cabang – cabang dari venaumbilicalis dan mengalirkan sejumlahbesar darah yang mengalami oksigenasi ke dalam vena cava inferior . Ductus venosus : meninggalkan vena umbilicalis sebelum mencapai hepar dan mengalirkan sebagian besar darah baru yang mengalami oksigenasi ke dalam vena cava inferior. Arteri hypogastrica : dua pembuluh darah yang mengembalikan darah dari fetus ke plasenta.atrium kanan ini dan penurunan pada atrium kiri. 2). Struktur tambahan pada sirkulasi fetus a). Perbedaan sirkulasi darah fetus dan bayi a. Vena umbulicalis : membawa darah yang telah mengalami deoksigenasi dari plasenta ke permukaan dalam hepar b). Foramen ovale : merupakan lubang yang memungkinkan darah lewat atrium dextra ke dalam ventriculus sinistra d). Pada feniculus umbulicalis. duktus venosus dan arteri hipogastrika dari tali pusat menutup secara fungsional dalam beberapa menit setelah lahir dan setelah tali pusat diklem. foramen ovali secara fungsional akan menutup. Sistem sirkulasi fetus a). Ductus arteriosus : merupakan bypass yang terbentang dari venrtriculuc dexter dan aorta desendens e). Vena umbulicalis : membawa darah yang kaya oksigen dari plasenta ke permukaan dalam hepar. c). Vena umbilikus. toramen kanan ini dan penusuran pada atrium kiri. arteri ini dikenal sebagai ateri umbilicalis. Penutupan anatomi jaringan fibrosa berlangsung 2-3 bulan.

Pengembangan dan pengisian udara pada paru-paru 3). Vena cava inferior : telah mengalirkan darah yang telah beredar dalam ekstremitas inferior dan badan fetus. Vena umbilicalis b). Ductus venosus . Arteria hypogastrica : merupakan lanjutan dari arteria illiaca interna. Fibrosis a). Darah ini bersama sisa aliran yang dibawa oleh vena cava inferior melewati valvula tricuspidallis masuk ke dalam venriculus dexter f). Vena cava superior : mengembalikan darah dari kepala dan ekstremitas superior ke atrium dextrum. Penghentian pasokan darah dari plasenta 2). pelvis dan ekstremitas inferior h). membawa darah kembali ke plasenta dengan mengandung leih banyak oksigen dan nutrien yang dipasok dari peredaran darah maternal b. Dengan demikian hepar. dari sini darah melewati valvula mitralis ke ventriculuc sinister dan kemudian melaui aorta masuk kedalam cabang ascendensnya untuk memasok darah bagi kepala dan ekstremitas superior. jantung dan serebrum menerima darah baru yang mengalami oksigenasi e). Foramen ovale : memungkinkan lewatnya sebagian besar darah yang mengalami oksigenasi dalam ventriculus dextra untuk menuju ke atrium sinistra. Penutupan foramen ovale 4). Perubahan pada saat lahir 1). menerima darah dari vena hepatica dan ductus venosus dan membawanya ke atrium dextrum d). Ductus arteriosus : mengalirkan sebagian besar darah dari vena ventriculus dexter ke dalam aorta descendens untuk memasok darah bagi abdomen. Arteria pulmonalis : mengalirkan darah campuran keparu .c).yanghanya memerlukan nutrien sedikit g).paru yang nonfungsional.

Jika seorang bayi kedinginan. Pembentukan suhu tanpa menggigil ini merupakan hasil penggunaan lemak coklat untuk produksi panas. Pengaturan suhu Bayi baru lahir belum dapat mengatur suhu tubuhnya. sering bayi harus menggunakan glukosa guna mendapatkan energi yang akan mengubah lemak menjadi panas. pada lingkungan yang dingin . pembentukan suhu tanpa mekanisme menggigil merupakan usaha utama seorang bayi untuk mendapatkan kembali panas tubuhnya. Untuk membakar lemak coklat.Sehingga upaya pncegahan kehilangan panas merupakan prioritas utama dan bidan berkewajiban untuk meminimalkan kehilangan panas pada BBlL 4. Metabolisme Glukosa Untuk memfungsikan otak memerlukan glukosa dalam jumlah tertentu. Suhu dingin ini menyebabkan air ketuban menguap lewat kulit. melalui penggunaan ASI . Lemak coklat tidak dapat diproduksi ulang oleh seorang BBL. dia akan mulai mengalami hipoglikemia. Dengan tindakan penjepitan tali pusat dengan klem pada saat lahir seorang bayi harus mulai mempertahankan kadar glukosa darahnya sendiri. Ductus arteriosus Sirkulasi darah bayi sirkulasi darah janin 3.c). hipoksia dan asidosis. Koreksi penurunan kadar gula darah dapat dilakukan dengan 3 cara : a. glukosa darah akan turun dalam waktu cepat (1 sampai 2 jam). sehingga akan mengalami stress dengan adanya perubahan lingkungan dari dalam rahim ibu ke lingkungan luar yang suhunya lebih tinggi. Pada setiap bayi baru lahir. Cadangan lemak coklat ini akan habis dalam waktu singkat dengan adanya stress dingin. Arteriae hypogastrica d). Timbunan lemak coklat terdapat di seluruh tubuh dan mampu meningkatkan panas tubuh sampai 100%.Semakin lama usia kehamilan semakin banyak persediaan lemak coklat bayi.

Jika semua persediaan glikogen digunakan pada jam pertama. Lambung akan kosong dalam 3 jam (Olds. lewat bulan (post matur). 1998). BBL mempunyai usus yang lebih panjang dalam ukurannya terhadap besar bayi dan jika dibandingkan dengan orang dewasa. Regurgitasi juga dapat terjadi karena kontrol persarafan pada lambung belum sempurna (Olds.Bayi yang sehat akan menyimpan glukosa dalam bentuk glikogen terutama di hati. (Gorrie. atau rata-rata sekitar 50-60 cc. BBL yang tidak mampu mencerna makanan dengan jumlah yang cukup. kejang-kejang halus. akan membuat glukosa dari glikogen (glikogenisasi).. Bayi yang lahir kurang bulan (prematur). 1998).. apneu. newborns) harus memulai untuk memasukkan. mencerna dan mengabsrobsi makanan setelah lahir. et al. 1998). 1980).Hal ini hanya terjadi jika bayi mempunyai persediaan glikogen yang cukup. et al. et al. tangis lemah. Keseimbangan glukosa tidak sepenuhnya tercapai dalam 3-4 jam pertama kelahiran pada bayi cukup bulan.. bayi yang mengalami hambatan pertumbuhan dalam rahim dan stres janin merpakan risiko utama.. sebagaimana plasenta telah melakukan fungsi ini (Gorrie.. Bising usus pada keadaan normal dapat didengar pada 4 kuadran abdomen dalam jam pertama setelah lahir akibat bayi menelan udara saat menangis dan sistem saraf simpatis merangsang peristaltik (Simpson & Creehan. letargi. pada saat lahir yang mengakibatkan hipoksia akan menggunakan cadangan glikogen dalam jam-jam pertama kelahiran. et al.. et al. karena simpanan energi berkurang (digunakan sebelum lahir). Akibat jangka panjang hipoglikemi adalah kerusakan yang meluas di seluruh di sel-sel otak.2001). Keadaan ini menyebabkan area permukaan untuk absorbsi lebih luas (Gorrie.. et al. Hipoglikemi juga dapat tanpa gejala pada awalnya. et al. tetapi segera bertambah sampai sekitar 90 ml selama beberapa hari pertama kehidupan. melalui pembuatan glukosa dari sumber lain terutama lemak. Spingter cardiac antara esophagusdan lambung pada neonatus masih immatur (Olds.lunglai dan menolak makanan.b.meliputi. . melaui penggunaan cadangan glikogen c. sianosis. 1998).. Saat lahir kapasitas lambung BBL sekitar 6 ml/kg BB. maka otak dalam keadaan berisiko. selama bulan-bulan terakhir dalam rahim. mengalami relaksasi sehingga dapat menyebabkan regurgitasi makanan segera setelah diberikan (Gorrie. 5. 1980). Perubahan sistem gastrointestinal Adaptasi Sistem Gastrointestinal Bayi Baru Lahir (BBL. Gejala hipoglikemi dapat tidak jelas dan tidak khas. Bayi yang mengalami hipotermia. 1980) untuk pemasukan makanan dan kosong sempurna dalam 2 sampai 4 jam.

. mencerna.T. . Feses pertama yang dieksresi olehbayi disebut mekonium. 1998) sehingga meskipun saluran cerna steril saat lahir. Tipe kedua feses yang dikeluarkan oleh bayi disebut feses transisional. konsistensinya seperti aspal. 2001). et al. protein. 1998). mengindikasikan fetal distres. bising usus dan distensi abdomen dan dicurigai kemungkinan obstruksi (Gorrie. Sekali bayi terpapar dengan lingkungan luar dan cairan mulai masuk. et a.. pada kebanyakan bayi bakteri dapat dikultur dalam 5 jam setelah lahir. et al.. dan lemak sederhana ada pada minggu ke-36-38 usia gestasi. Fetus menelan cairan amnion dan memperlihatkan gerakan mengisap dan menelan dalamuterus. bewarna coklat kehijauan dan konsistensinya lebih lepas dari pada feses mekonium.tidak ada makanan yang diterima melalui G. 1998 & Simpson & Creehan.. Bayi baru lahir cukup bila mampu menelan.. kental. 1980). 1980). .. Jika tidak keluar dalam 36-48 jam. 1998 & Olds. Enzim-enzim penting untuk mencerna karbohidrat. BBL tidak bisa mencerna jenis karbohidrat yang kompleks seperti yang terdapat pada sereal. et al. Keadaan feses selanjutnya sesuai tipe makanan yang didapat oleh bayi (Gorrie. memetabolisme dan mengabsorbsi protein dan karbohidrat sederhana serta mengemulsi lemak (Jensen et al. Karakteristik sistem pencernaan sebelum kelahiran Sebelum lahir Setelah lahir . et al. Sebagai akibat. bakteri masuk ke saluran cerna. Selain itu BBL juga mengalami defisiensi lipase pankreas. bayi harus diperiksa patensi anus.gastrointestinal relatif inaktif. lembut. Lemak yang ada di dalam Asi lebih bisa dicerna dan lebih sesuai untuk bayi dari pada lemak yang terdapat pada susu formula ( Gorrie. hitam kehijauan.. Tabel berikut menjelaskan karaktertisik penting sistem pencernaan sebelum dan setelah lahir. berwarna gelap. 2004). tidak berbau. Flora normal usus akan terbentuk dalam beberapa hari pertama kehidupan (Gorrie. .tidak terjadi pengeluaran feses. spingter anal relaksasi dan mekonium terlepas kedalam cairan amnion. Feses ini merupakan kombinasi dari mekonium dan feses susu.1980). empedu dan sekresi usus yang lain (Gorrie. et al.. et al. Pada keadaan hipoksis atau distres. Amilase pankreas mengalami defisiensi selama 3-6 bulan pertama setelah lahir. dan lengket. Feses mekonium pertama biasanya keluar dalam 24 jam pertama setelah lahir.I. sel-sel yang terlepas dari saluran cerna.Saat lahir saluran cerna steril. Bakteri ini penting untuk pencernaan dan untuk sintesa vitamin K (Olds. mengandung partikelpartikel dari cairan amnion seperti sel kulit dan rambut. Mekonium terkumpul dalam usus fetus sepanjang usia gestasi.

Defisiensi kekebalan alami bayi menyebabkan bayi rentan sekali terjadi infeksi dan reaksi bayi terhadap infeksi masih lemah. Tetapi pada BBL se-sel darah ini masih belum matang. mampu mencerna dan mengeliminasi Asi dan susu formula. BBL dengan kekebalan pasif mengandung banyak virus dalam tubuh ibunya.bayi mudah menelan udara selama makan dan menangis. perlindungan oleh kulit membran mukosa b. pencegahan terhadap mikroba (seperti pada . perlindungan kimia oleh lingkungan asam lambung Kekebalan alami juga disediakan pada tingkat sel yaitu oleh sel darah yang membantu BBL membunuh mikroorganisme asing. artinya BBL tersebut belum mampu melokalisasi dan memerangi infeksi secara efisien. pembentukan koloni mikroba oleh klit dan usus d. Tidak adanya feses dalam 48 jam pertama mengindikasikan obstruksi isi usus. Kekebalan alami terdiri dari struktur pertahana tubuh yang mencegah atau meminimalkan infeksi. . Sistem kekebalan tubuh/ imun Sistem imunitas bayi baru lahir masih belum matang. Reaksi antibodi keseluruhan terhadap antigen asing masih belum dapat dilakukan sampai awal kehidupa anak. Dikutip dari Burrough & Leifer (2001) Universitas Sumatera Utara44 Jurnal Keperawatan Rufaidah Sumatera Utara. Berikut beberapa contoh kekebalan alami: a. sehingga menyebabkan neonatus rentan terhadap berbagai infeksi dan alergi. Sistem imunitas yang matang akan memberikan kekebalan alami maupun yang di dapat. . Mei 2006 6. Oleh karena itu. Salah satu tugas utama selama masa bayi dan balita adalah pembentukan sistem kekebalan tubuh. Volume 2 Nomor 1. fungsi saringan saluran napas c.Setelah Kelahiran . Kekebalan yang didapat akan muncul kemudian.bayi dapat mengisap dan menelan.peristaltik aktif pada bagian abdomen yang lebih bawah karena bayi harus mengeluarkan feses. .

1998). 1980). Hydroceles are clear and readily . At term. A left-sided liver suggests situs inversus and asplenia syndrome. 2000).. this is more common among preterm infants. The spleen tip is less likely to be palpable.. transisi dari kehidupan intrauteri ke ekstra-uteri. Selama minggu pertama tersebut. 1998). merupakan waktu penyesuaian dari kehidupan intrauteri ke ekstra-uteri (Olds. Hal ini dapat terlihat dari Kematian neonatal terbanyak terjadi selama minggu pertama kehidupan (Saifuddin. The testes occasionally are in the inguinal canal. dissected meconium from meconium ileus and peritonitis. dkk. Genitalia The appearance of the genitalia varies with gestational age. masa 24 jam pertama kehidupan adalah signifikan karena merupakan periode kritis. Setelah lahir neonatus (BBL) harus bisa melakukan perubahan fisiologis yang sangat besar untuk beradaptasi dengan kehidupan baru. Respirasi. harus mengidentifikasi perubahan fisiologis yang terjadi segera setelah bayi lahir sampai beberapa hari kemudian untuk mengidentifikasi ada tidaknya masalah dan abnormalitas (Simpson & Creehan. or. 1980). peripheral pulmonary artery stenosis.praktek persalinan yang aman dan menyusui ASI dini terutama kolostrum) dan deteksi dini serta pengobatan dini infeksi menjadi sangat penting. Both kidneys should be palpable in the first day of life with gentle. Most of these murmurs are transient and are a result of closure of the ductus arteriosus. or a small VSD. and pulmonary atresia. in utero torsion of the testes. the testes should be descended into a well-formed pigmented and rugated scrotum. An upper-to-lower extremity gradient of more than 10 to 20 mm Hg suggests coarctation of the aorta.. Heart The position of the heart in infants is more midline than in older children. Bayi harus berupaya agar fungsifungsi tubuhnya menjadi efektif sebagai individu yang unik. pencernaan dan kebutuhan untuk regulasi harus bisa dilakukan sendiri (Gorrie et al. Scrotal swelling may represent a hernia. whereas the second heart sound may not be split in the first day of life. Heart murmurs in newborns are common in the delivery room and during the first day of life.. the liver may be palpable 2 cm below the right costal margin. Periode neonatus meliputi waktu dari sejak lahir sampai usia 28 hari. Pulses should be palpated in the upper and lower extremities.. et al. risiko kematian dan kesakitan selama periode ini sangat tinggi (Olds. Ketidakmampuan bayi beradaptasi dengan kehidupan ekstra-uteri mempengaruhi kondisi kesehatannya dan bahkan dapat berakibat fatal. usually over the brachial and femoral arteries. rarely. deep palpation. The first heart sound is normal. et al. Salah satu proses adaptasi fisiologis yang harus dilakukan bayi dan diidentifikasi oleh perawat selama periode transisi kehidupan fetus ke neonatus adalah adaptasi sistem gastrointestinal (Gorrie et al. Blood pressure in the upper and lower extremities should be measured in all patients with a murmur or heart failure. Decreased splitting of the second heart sound is noted in PPHN (also known as persistent fetal circulation). transposition of the great vessels. Abdomen In the abdomen. as is cryptorchidism. 2001). Secara statistik. The first urination occurs during the first day of life in greater than 95% of normal term infants. transient hydrocele.

dark swelling.seen by transillumination. The urethral opening should be at the end of the penis. . however. Distention of an imperforate hymen may produce hydrometrocolpos and a lower midline abdominal mass as a result of an enlarged uterus. Mucosal tags of the labia majora are common. problems of sexual development should be suspected (see Chapter 177). Clitoral enlargement with fusion of the labial-scrotal folds (labia majora) suggests adrenogenital syndrome or exposure to masculinizing maternal hormones. Circumcision should be deferred with hypospadias because the foreskin is needed for the repair. Epispadias or hypospadias alone should not raise concern about pseudohermaphroditism. The female genitalia normally may reveal a milky white or blood-streaked vaginal discharge as a result of maternal hormone withdrawal. whereas testicular torsion in the newborn may present as a painless. If no testes are present in the scrotum and hypospadias is present. The normal prepuce is often too tight to retract in the neonatal period.