Pengertian Koperasi Menurut Para Ahli

Berikut ini pengertian koperasi menurut para ahli :

1. Dr. Fay ( 1980 )
Koperasi adalah suatu perserikatan dengan tujuan berusaha bersama yang terdiri atas mereka yang lemah dan diusahakan selalu dengan semangat tidak memikirkan dari sendiri sedemikian rupa, sehingga masing-masing sanggup menjalankan kewajibannya sebagai anggota dan mendapat imbalan sebanding dengan pemanfaatan mereka terhadap organisasi.

2. R.M Margono Djojohadikoesoemo
Koperasi adalah perkumpulan manusia seorang-seoarang yang dengan sukanya sendiri hendak bekerja sama untuk memajukan ekonominya.

3. Prof. R.S. Soeriaatmadja
Koperasi adalah suatu badan usaha yang secara sukarela dimiliki dan dikendalikan oleh anggota yang adalah juga pelanggannya dan dioperasikan oleh mereka dan untuk mereka atas dasar nir laba atau dasar biaya.

4. Paul Hubert Casselman
Koperasi adalah suatu sistem, ekonomi yang mengandung unsur sosial.

5. Margaret Digby
Koperasi adalah kerja sama dan siap untuk menolong.

6. Dr. G Mladenata
Koperasi adalah terdiri atas produsen-produsen kecil yang tergabung secara sukarela untuk mencapai tujuan bersama dengan saling tukar jasa secara kolektif dan menanggung resiko bersama dengan mengerjakan sumber-sumber yang disumbangkan oleh anggota.

Ø Prinsip Munkner · · · · · · · · · · · · Keanggotaan bersifat sukarela Keanggotaan terbuka Pengembangan anggota Identitas sebagai pemilik dan pelanggan Manajemen dan pengawasan dilaksanakan scr demokratis Koperasi sbg kumpulan orang-orang Modal yang berkaitan dg aspek sosial tidak dibagi Efisiensi ekonomi dari perusahaan koperasi Perkumpulan dengan sukarela Kebebasan dalam pengambilan keputusan dan penetapan tujuan Pendistribusian yang adil dan merata akan hasil-hasil ekonomi Pendidikan anggota Ø Prinsip Rochdale · · · · · Pengawasan secara demokratis Keanggotaan yang terbuka Bunga atas modal dibatasi Pembagian sisa hasil usaha kepada anggota sebanding dengan jasa masing-masing anggota Penjualan sepenuhnya dengan tunai . dan informasi. pengelolaan yang demokratis. Prinsip koperasi terbaru yang dikembangkan International Cooperative Alliance (Federasi koperasi non-pemerintah internasional) adalah keanggotaan yang bersifat terbuka dan sukarela. kebebasan dan otonomi.Prinsip Koperasi Prinsip koperasi adalah suatu system ide-ide abstrak yang merupakan petunjuk untuk membangun koperasi yang efektif dan tahan lama. pelatihan. partisipasi anggota dalam [ekonomi]]. serta pengembangan pendidikan.

· · · Barang-barang yang dijual harus asli dan tidak yang dipalsukan Menyelenggarakan pendidikan kepada anggota dengan prinsip-prinsip anggota Netral terhadap politik dan agama Ø Prinsip Raiffeisen · · · · · · · Swadaya Daerah kerja terbatas SHU untuk cadangan Tanggung jawab anggota tidak terbatas Pengurus bekerja atas dasar kesukarelaan Usaha hanya kepada anggota Keanggotaan atas dasar watak. masyarakat. bukan uang Ø Prinsip Herman Schulze · · · · · · Swadaya Daerah kerja tak terbatas SHU untuk cadangan dan untuk dibagikan kepada anggota Tanggung jawab anggota terbatas Pengurus bekerja dengan mendapat imbalan Usaha tidak terbatas tidak hanya untuk anggota Ø Prinsip ICA (International Cooperative Allience) · · · · Keanggotaan koperasi secara terbuka tanpa adanya pembatasan yang dibuat-buat Kepemimpinan yang demokratis atas dasar satu orang satu suara Modal menerima bunga yang terbatas (bila ada) SHU dibagi 3 : cadangan. ke anggota sesuai dengan jasa masing-masing .

baik ditingkat regional.· Semua koperasi harus melaksanakan pendidikan secara terus menerus · Gerakan koperasi harus melaksanakan kerjasama yang erat. 12 tahun 1967 · Sifat keanggotaan sukarela dan terbuka untuk setiap warga negara Indonesia · Rapat anggota merupakan kekuasaan tertinggi sebagai pemimpin demokrasi dalam koperasi · · · · Pembagian SHU diatur menurut jasa masing-masing anggota Adanya pembatasan bunga atas modal Mengembangkan kesejahteraan anggota khususnya dan masyarakat pada umumnya Usaha dan ketatalaksanaannya bersifat terbuka · Swadaya. swakarta dan swasembada sebagai pencerminan prinsip dasar percaya pada diri sendiri Ø Prinsip Koperasi Indonesia versi UU No. 25/1992 · · · · · · · Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka Pengelolaan dilakukan secara demokrasi Pembagian SHU dilakukan secara adil sesuai dengan jasa usaha masing-masing anggota Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal Kemandirian Pendidikan perkoperasian Kerjasama antar koperasi Kesimpulannya: Koperasi bisa sebagai badan usaha dengan sukarela dan kerjasama dari keangotaan dan bisa menjadi petunjuk untuk membangun koperasi yang efektif dan tahan lama. nasional maupun internasional Ø Prinsip Koperasi Indonesia versi UU No. Dengan berbagai konsep dan prinsip-prinsip koperai itu sendiri .

Adapun yang menjadi tujuan dari pelaksanaan kegiatan praktek koperasi adalah sebagai berikut: 1. Latar Belakang. A. Untuk menumbuhkan semangat pembaharuan perkoperasian pada setiap diri mahasiswa. Tujuan Praktik koperasi. Setelah kegiatan praktek ini dilaksanakan semua mahasiswa diwajibkan untuk membuat laporan secara tertulis tentang segala sesuatu yang menyangkut kegiatan di koperasi tempat mengadakan praktek koperasi secara menyeluruh. kopi. Membentuk sikap mahasiswa agar lebih dewasa dan mmiliki kemampuan yang tinggi untuk menjadi pengelola koperasi yang dapat memahami bagaimana memanejerial koperasi yang baik. Dalam praktek ini mahasiswa diterjunkan langsung pada koperasi yang dipilih oleh mahasiswa yang bersangkutan. agar dalam pelaksanaan kegiatannya dapat menjadi efektif dan efisien. Kegiatan praktek koperasi ini dimaksudkan untuk mempersiapkan mahasiswa sebelum terjun langsung ke tempat-tempat peaktek. Mahasiswa dapat menerapkan ilmu yang di dapat dibangku kuliah pada keadaan yang sebenarnya. Koperasi konsumsi adalah koperasi yang menyediakan kebutuhan pokok para anggota. . Setiap aktivitas harus mempunyai tujuan yamg hendak dicapai. dll. . gula. Koperasi Konsumsi. 2. Barang-barang yang disediakan harganya lebih murah dibandingkan dengan toko-toko lainnya.PRAKTEK KOPERASI A. tepung. 3. Contoh : beras. Mempersiapkan mahasiswa untuk menjadi wirausaha yang profesional di masa yang akan datang. Kegiatan praktek koperasi merupakan proses yang harus dilakasanakan oleh setiap mahasiswa FKIP UNTAN P. 4.IPS khususnya BKK Koperasi untuk memenuhi persyaratan dan melengkapi tugastugas dalam mata kuliah praktek koperasi.

Prinsip Munkner • Keanggotaan bersifat sukarela • Keanggotaan terbuka • Pengembangan anggota • Identitas sebagai pemilik dan pelanggan • Manajemen dan pengawasan dilaksanakan scr demokratis • Koperasi sbg kumpulan orang-orang • Modal yang berkaitan dg aspek sosial tidak dibagi • Efisiensi ekonomi dari perusahaan koperasi • Perkumpulan dengan sukarela • Kebebasan dalam pengambilan keputusan dan penetapan tujuan • Pendistribusian yang adil dan merata akan hasil-hasil ekonomi • Pendidikan anggota 2.Prinsip-prinsip Koperasi 1. bukan uang 4. Prinsip Rochdale • Pengawasan secara demokratis • Keanggotaan yang terbuka • Bunga atas modal dibatasi • Pembagian sisa hasil usaha kepada anggota sebanding dengan jasa masing-masing anggota • Penjualan sepenuhnya dengan tunai • Barang-barang yang dijual harus asli dan tidak yang dipalsukan • Menyelenggarakan pendidikan kepada anggota dengan prinsip-prinsip anggota • Netral terhadap politik dan agama 3. Prinsip Raiffeisen • Swadaya • Daerah kerja terbatas • SHU untuk cadangan • Tanggung jawab anggota tidak terbatas • Pengurus bekerja atas dasar kesukarelaan • Usaha hanya kepada anggota • Keanggotaan atas dasar watak. Prinsip Herman Schulze • Swadaya • Daerah kerja tak terbatas • SHU untuk cadangan dan untuk dibagikan kepada anggota • Tanggung jawab anggota terbatas • Pengurus bekerja dengan mendapat imbalan • Usaha tidak terbatas tidak hanya untuk anggota .

Prinsip ICA (International Cooperative Allience) • Keanggotaan koperasi secara terbuka tanpa adanya pembatasan yang dibuat-buat • Kepemimpinan yang demokratis atas dasar satu orang satu suara • Modal menerima bunga yang terbatas (bila ada) • SHU dibagi 3 : cadangan. sifat kesuka relaan ini juga mengandung arti bahwa seorang anggota dapat mengundurkan diri dari koperasi sesuai dengan syarat yang ditentukan dalam Anggaran Dasar Koperasi. karena adanya: 1. Sifat ini mengandung arti bahwa menjadi anggota koperasi tidak boleh dipaksakan oleh siapapun. Dengan adanya prinsip tersebut. . b. tetapi juga atas dasar perimbangan jasa usaha mereka terhadap koperasi. maka Koperasi melaksanakan pula prinsip koperasi sebagai berikut : a. 2) Dalam mengembangkan koperasi. koperasi mewujudkan dirinya sebagai badan usaha sekaligus sebagai gerakkan ekonomi rakyat yang berwatak sosial. 3. Pembagian sisa hasil usaha dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha masing-masing anggota. baik ditingkat regional. Pasal (5) UU No 25 tahun 1992 diuraikan bahwa : 1) Koperasi melaksanakan prinsip koperasi sebagai berikut : a. Pengelolaan dilakukan secara demokratis.5. Sifat kesuka relaan dalam keanggotaan koperasi. c. Adanya prinsip demokrasi. Kemandirian.A) atau aliansi koperasi internasional. Kalau dikaji secara mendalam. Dengan melaksanakan keseluruhan prinsip tersebut. Pembagian sisa hasil usaha berdasar atas prinsip keadilan dan asas kekeluargaan. Prinsip ini menunjukkan bahwa pengelolaan koperasi dilakukan atas kehendak keputusan para anggotanya. Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal. Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka. prinsip atau asa koperasi tersebut merupakan penerimaan dari rumusan prinsip-prinsip seperti dirumuskan oleh international cooperative alliance (I. 2. e. masyarakat. Sisa hasil usaha koperasi tidak dibagi semata-mata atas dasar modal yang dimiliki anggota dalam koperasi. d. koperasi dapat dibedakan dari badan usaha lainnya. nasional maupun internasional 6. 25 Tahun 1992 tersebut.C. Pendidikan Perkoperasian b. Prinsip-prinsip koperasi Indonesia Prinsip Koperasi Indonesia dalam Bab III. diuraikan bahwa prinsip koperasi adalah merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan berkoperasi. bagian Kedua. ke anggota sesuai dengan jasa masing-masing • Semua koperasi harus melaksanakan pendidikan secara terus menerus • Gerakan koperasi harus melaksanakan kerjasama yang erat. Kerja sama antar koperasi Dalam Penjelasan dari Pasal (5) UU No. Prinsip koperasi merupakan esensi dari dasar kerja koperasi sebagai badan usaha dan merupakan ciri khas serta jati diri koperasi.

misalnya konsistensi penerapan prinsip – prinsip syar’i yang menjadi sumber rujukan segaa aktifitasnya. bai almuarabahah.4. Prinsip Kemandirian dari koperasi. 6. Meskipun koperasi bukan merupakan suatu akumulasi modal. . Di sana disebutkan bahwa jaminan (agunan) merupakan “keharusan” dalam beberapa produk lembaga keuangan syari’ah. tetapi koperasi memerlukan modal pula untuk menjalankan kegiata usahanya. atau musyarakah. Kompleksitas masalah yang dihadapi oleh BMT tidak hanya pada legitimasi dan dasar legal formal atas eksistensi BMT saja.25 % berada dalam keadaan kurang sehat dan 3. Contoh Kasus Di Semarang Jawa Tengah. 23 % BMT cukup sehat. atau juga menggunakan gadai (rahn). Selain lima prinsip tersebut. Sebagai contoh keharusan adanya jaminan dalam setiap akad pemberian kredit (pembiayaan) baik menggunakan skema akad mudharabah. tetapi lebih dari itu. keputusan. Misalnya akad mudharabah. Prinsip ini mengandung arti bahwa koperasi harus dapat berdiri sendiri. Padahal jika kita melihat aturannya tidak semua akad pembiayaan (kredit) harus disertai dengan adanya barang jaminan. 10 Tahun 1998.07 dalam keadaan tidak sehat. Ini berarti ada penyimpangan dalam operasionalisasi BMT karena praktek semacam itu pada hakekatnya tidak jauh berbeda dengan Praktek Bank konvensional yang berprinsip tidak ada kredit tanpa jaminan. Dalam prakteknya juga menghadapi kendala operasional. Penggunaan jaminan dalam semua akad tersebut seakan menjadi keharusan. Hampir dalam setiap bentuk akad yang diterapkan selalu mempersyaratkan adanya barang jaminan. perkembangan BMT menurut Ikhwan dan diperkuat lagi dengan penelitian Rahman yang mengukur tingkat kesejahteraan kinerja keuangan 228 BMT di Jawa Tengah termasuk di Kota Semarang menunjukkan bahwa 66. 5. Padahal jika dirunut akar syar’i. kemampuan dan usaha sendiri. Koperasi bukan merupakan akumulasi modal. B. dalam pengembangan dirinya koperasi juga melaksanakan prinsip-prinsip pendidikan perkoperasian dan bekerja sama dengan antar koperasi. tanpa bergantung kepada pihak lain yang dilandasi oleh kepercayaan kepada pertimbangan. Persyaratan adanya jaminan sebetulnya menjadi wajar karena hal tersebut juga tersirat menurut dalam Undang-Undang No. dan 23. qardul hasan dll. hanya dalam akad gadai saja yang secara eksplisit terdapat keharusan menyerahkan jaminan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful