ILMU PENYAKIT MATA GLAUKOMA Glaukoma berasal dari bahasa yunani glaukos yang berarti hijau kebiruan, yang

memberi kesan warna tersebut pada penderita glaukoma. Kelainan mata glaukoma ditandai dengan meningkatnya tekanan bola mata, atropi papil saraf optik, dan menciutnya lapang pandang. Penyakit yang ditandai dengan penikatan tekanan intra okuler ini disebabkan oleh : Bertambahnya produksi cairan bola mata oleh badan silier. Berkurangnya cairan mata disebelah sudut bilik mata atau di celah pupil. Pada glaukoma akan terdapat melemahnya fungsi mata dengan terjadinya cacat lapang pandang dan kerusakan anatomi berupa ekskavasi (penggaungan) serta degenerasi papil saraf optik, yang dapat berakhir dengan kebutaan. Ekskavasi galukomatosa, penggaungan atau cekuk papil saraf optik akibat glaukoma merupakan gejala glaukoma yang mengakibatkan kerusakan pada saraf optik. Luas atau dalamnya cekuk ini pada glaukoma kongenital dipakai sebagai indikator progresifitas glaukoma. KLASIFIKASI GLAUKOMA Klasifiksi Vaughen untuk glaukma aldalah sebagai berikut : 1. Glaukoma primer · Glaukoma sudut terbuka (galaukoma simplek) · Glaukoma sudut sempit 2. Glaukoma kongenital · Primer atau invantil · Menyertai keleinan kongenital lainnya 3. Glaukma sekunder · Perubahan lensa · Kelainan uvea · Trauma · Bedah · Rubeosis · Steroid dan lainnya.

4. Glaukoma absolut Dari pembagian diatas dapat dapat bdikenal glaukoma dalam bentuk-bentuk : · Glaukoma sudut sempit primer dan sekunder. (dengan blokade pupil atau tanpa blokade pupil) · Glaukoma sudut terbuka primer dan sekunder · Kelinan pertumbuhan primer (kongenital, infantil, juvenil), sekunder kelainan pertumbuhan lain tanpa mata.
GLAUKOMA PRIMER Glaukoma dengan etiologi tidak pasti, dimana didapatkan kelainan yang merupakan penyebab glaukoma. Glaukoma ini didapatkan pada orang yang telah memiliki bakat bawaan glaukoma, seperti : Bakat dapat gangguan fasilitas pengeluran cairan mata atau sudut anatomis bilik maya yang menyempit.

Glaukoma simplek ini diagnosisnya dibuata bila ditemukan glaukoma pada kedua mata pada pemeriksaan pertama. Merupakan suatu glaukoma primer yang ditandai dengan sudut bilik mata terbuka. Gangguan saraf optik akan terlihat sebagai gangguan fungsinya berupa penciutan lapang pandang. pengelompokan ini berguna penatalaksanaan dan penelitian. Pada keadaan ini glaukoma simplek tersebut berakhir dengan glaukoma absolut. pilokarpin. Mata tidak merah atau tidak terdapat keluhan. Pada umumnya glaukoma simplek ditemukan pada usia lebih dari 40 tahun. dan hipertensi. Trabekulodisgenesis adalah : Barkan menemukan membran yang persisten menutupi permukaan trabekula Iris dapat berinsersi pada permukaan trabekula tepat pada skleral spur atau agak lebih kedepan. Goniodisgenesis Glaukoma perimer bersifat bilateral. . Pada waktu pengukuran bila didapatkan tekanan bola mata normal sedang terlihat gejala gangguan fungsi saraf optik seperti glaukoma mungkin akibat adanya variasi diurnal. degenerasi papil dan gangguan lapang pandangdapat disebabkan langsung dan tidak langsung oleh tekanan bola mata pada papil saraf optik d an retina atau pembuluh darah yang memperdarahinya.   Mungkin disebabkan kelainan pertumbuhan pada sudut bilik mata depan (goniodisgenesis) berupa trabekulodisgenesis.aukoma simplek ini agak lambat yang kadang-kadang tidak disadari oleh penderita sampai akhirnya berlanjut dengan kebutaan. yang mengakibatkan terdapat ganguan susunan anatomis dan fungsi disadari oleh penderita. Parut dipikirkan kemungkinan pengukuran tekanan dilakukan dalam kurva rendah dari pada variasi diurnal. Pada glaukoma simplek tekanan bola mata sehari-hari tinggi atau lebih dari 20mmHg. Bila pengairan cairan mata (akuos humor) keluar disudut bilik mata normal maka ini disebut glaukoma hipersekresi. tanpa ditemukan kelainan yang dapat merupakan penyabab. Terdapat pada 99% penderita glaukoma primer dengan hambatan pengeluaran cairan mata (akuos humor) pada jaringan trabekulum dan kanal schlem. Akibat takanan tinggi akan dibentuk atropi papil disertai dengan ekskavasio glaukomatosa. Dalam keadaan ini maka dilakukan uji provokasi minum air. Ekskavasi papil. Terdapat faktor resiko pada seseorang yang mendapatkan glaukoma seperti inni seperti diabetis melitus. yang tidak selalu simetris dengan sudut bilik mata terbuka ataupun tertutup. GLAUKOMA SIMPLEK Glsukoma simplek adalah glaukoma yangmenyebabnya tidak diketahui. iridodisgenesis dan korneodisgenesis dan yang paling sering berupa trabekulodisgenesis dan goniodisgenesis. Mulai timbulnya gejala gl. kulit berwarna dan miopia. walaupun penyakit ini kadang-kadang ditemukan pada usia muda. uji variasi diurnal dan provokasi steroid. Diduga glaukoma simplek diturunkan secara dominan atau resesif pada kira-kira 50% penderita. secara genetik penderitannya adalah homozigot. Untuk setiap glaukoma diperlukan pemeriksaan gonioskopi.

Olah raga meredakan teakanan bola mata sedikit. Bila gagal maka mata akan buta total. karena keluhhan pasien amat sedikit atau samar. Takanan darah tinggi lama bila diturunkan akan mengekibatkan bertambah terancamnya saraf mata oleh tekanan mata. Bila terdapat riwayat keluarga glaukoma.sudut tertutup      Gl.25% 1-2 dd sampai 0. buta. Karena perjalanan penyakit demikian maka glaukoma simplek disebut sebagai maling pengelihatan. Prognosis sangat tergantung pada penemuan dan pengobatan diri. asetazolamida 3 kali 250 mg atau epinefrin 1-2%. Diberikan pilokarpin tetes mata 1-4% dan bila perlu dapat ditambah asetazolamid 3 kali satu hari. hipotensi. Tekanan darah naik cepat akan menaikan tekanan bola mata.simplek Gl. miopia tinggi. kepala pening sebelah. Minum tidak boleh sekaligus banyak. Anjuran dan keterangan pada penderita glaukoma primer sudut terbuka : Penyakit ini tidak nyata dipengaruhi emosi. Pembedahan tidak seluruhnya menjamin penyembuhan mata. mata satu atau menderita diabetis melitus. anemia. Bila sudah dibuat diagnosis glaukoma dimana tekanan mata diatas 21mmHg dan terdapat kelainan pada lapang pandang dan papil maka berikan pilokarpin 2% 3 kali sehari. trabekulektomi dan iridenkleisis. kadang-ladang pengelihatan kabur dengan anambesa tidak khas. 2 dd. GLAUKOMA (Martin Doyle) Gl. Pada glaukoma simplek ditemukan perjalanan penyakit yang lama akan tetapi berjalan terus sampai berakkhir dengan kebutaan yang disebut sebagai glaukoma absolut. Bila pengobatan tidak berhasil maka dilakukan trabekulektomi laser atau pembedahan trabekulektomi. Pengobatan glaukoma simplek : · Bila tekanan sebesar 21 mmHg. maka kontrol dalakukan lebih sering.5%.infantil . temukan titik buta yang meluas dan stokoma sekitar titik fiksasi. ditambah timolol 0. Kontrol lebih ketat dan lakukan pemeriksaan diatas bila masih dalam batas-batas normal mungkin suatu hiopertensi okuli. · Bila tensi 24-30 mmHg. sebaiknya dikontrol rasio C/D. Tujuan pengobatan pada glaukoma simplek adalah untuk memperlancat pengeluaran cairan mata (akuos humor) ataua usaha untuk mengurangi produksi cairan mata (akuos humor). Obat ini dapat diberikan dalam bentuk kombinasi untuk mendapatkan hasil yang efektif. Bila diagnosis sudah dibuat maka penderita sudah harus memakai obat seumur hidup untuk mencegah kebutaan. Pasien tidak mengeluh adanya halo dan memerlukan kaca mata koreksi untuk presbiopi lebih kuat dibanding usianya. Penderita memerlukan pemeriksaan papil saraf optik dan lapang pandangan 6 bulan satu kali. Kadang-kadang tajam pengelihatan tetap normal sampai keadaan glauikoma sudah berat. Tindakan pembedahan merupakan tindakan untuk membuat filtrasi cairan mata (akuos humor) keluar bilik mata dengan operasi Scheie. Bila dengan pengobatan tekanan bola mata belum juga terkontrol atau kerusakan papil saraf optik berjalan terus disertai dengan penciutan kampus progresif maka dilakukan pembedahan. Bila pada kontrol tidak terdapat perbaikan. periksa lapang pandang sentral.Glaukoma primer yang kronis dan berjalan lambat sering tidak ketahui bila mulainya. Misalnya mata sebelah terasa berat.

Pr Dalam sekali Kel.perkuliahan.D Sudut B.M.com/makalah-ilmu-penyakit-mataglaukoma/#ixzz2O5PRLHQG . buruk Bayi Ik&gt.D Halo Papil Tekanan Kampus Pengobatan Orogonosis Dekade ke 5 Emosional Dangkal Sempit + serangan Ekskavasi bila lanjut Naik bila diprovokasi + bila lanjut Dini.M. baik Dekade ke 6 Arteriosklerotik Normal Biasa terbuka + dini Variasi diurnal tinggi Bjerrum. konstriksi Obat.Serangan Tipe penderita B. iridektomi Dini. bila gagalfiltrat Sedang.kongenital Dalam sekali Tinggi Goniotomi Buruk Read more: http://www.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful