P. 1
4 Pengadaan (Manajemen Sumber Daya Manusia)

4 Pengadaan (Manajemen Sumber Daya Manusia)

|Views: 67|Likes:

More info:

Published by: Muhammad Haris Ginanjar on Mar 26, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/20/2013

pdf

text

original

PENGADAAN SDM

Drs. H. Setiyo Budiadi, M.M.
Manajemen Sumber Daya Manusia

Fungsi pengadaan dalam manajemen SDM dimaksudkan untuk memperoleh sejumlah orang dengan kualifikasi yang tepat sesuai kebutuhan organisasi, sebagaimana dirancang dalam perencanaan SDM. Pengadaan karyawan sangat penting bagi perusahaan, karena pengadaan merupakan pintu gerbang bagi perusahaan untuk mendapatkan sumber daya yang berkualitas.

Mengapa Harus Pengadaan??

Langkah-langkah pengadaan karyawan: a)Analisa pekerjaan; b)Analisa kebutuhan tenaga kerja; c)Penarikan; d)Seleksi; e)Penempatan, orientasi, dan induksi

Langkah Pengadaan

Analisis pekerjaan adalah informasi tertulis mengenai pekerjaan-pekerjaan apa saja yang harus dikerjakan dalam suatu perusahaan agar tujuan tercapai. Analisis pekerjaan dapat memastikan bahwa orangorang yang dipekerjakan itu memang memiliki kemampuan keterampilan, pengetahuan, dan kemampuan yang diperlukan serta preferensi, minat, dan kepribadian individu untuk setiap jenis pekerjaan dalam setiap setting organisasi.

Analisa Pekerjaan

Evaluasi peranan lingkungan terhadappekerjaan individu. Kaji kembali kemungkinan ada persyaratan kerja yang usang. 3. Ciptakan peraturan yang dapat menguntungkan semua pihak. 4. Rancang kebutuhan SDM masa depan. 5. Sesuaikan antara jumlah pelamar dan pekerja yang tersedia. 6. Rancang kebutuhan pendidikan dan pelatihan untuk karyawan baru maupun karyawan yang sudah berpengalaman. 7. Rancang rencana pengembangan potensi karyawan . 8. Tentukan standar kerja/prestsi yang realistis. 9. Penempatan karyawan yang hendaknya sesuai dengan minatnya. 10.Penempatan karyawan sesuai dengan keahlian.
1. 2.

Tujuan Analisis Pekerjaan

1.Menyediakan

suatu pandangan yang luas bagaimana masing–masing pekerjaan, terkait dengan perusahaan secara keseluruhan . 2.Untuk mendorong menentukan bagaimana analisis pekerjaan dan informasi rancang pekerjaan akan diguanakan . 3.Melibatkan penggunaan dari teknik analisis pekerjaan yang bisa diterima. 4.Mengumpilkan informasi yang digunakan . 5.Mengembangkan suatu deskrifsi pekerjaan . 6.Mempersiapkan suatu spesifikasi pekerjaan.

Langkah-langkah dalam analisis pekerjaan

Analisis kebutuhan sumber daya manusia sangat penting agar kebutuhan tenaga kerja masa kini dan masa yang akan datang sesuai dengan beban pekerjaan, kekosongan-kekosongan dapat dihindarkan dan semua pekerjaan dapat dikerjakan Dibawah ini merupakan faktor internal dan eksternal perusahaan dalam menganalisis kebutuhan pekerjaan 1. Jumlah produksi 2. Ramalan-ramalan usaha. 3. Perkembangan teknologi 4. Pasaran tenaga kerja 5. Tingkat penawaran dan permintaan tenaga kerja 6. Perancanaan karier pegawai.

Analisa kebutuhan pekerjaan

Penarikan (perekrutan) pegawai adalah proses menentukan dan menarik pelamar yang mampu untuk bekerja dalam suatu perusahaan ( Veithzal Rivai dan Ella Jauvani S : 2009 :148 ) Penarikan (perekrutan) pegawai adalah proses mengumpilkan sejumlah pelamar yang berkualifikasi bagus untuk pekerjaan di dalam organisasi. ( Mathis dan Jackson ( 2001 : 273 ). Penarikan merupakan kegiatan untuk mendapatkan sejumlah tenaga kerja dari berbagai sumber, sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan, sehingga mereka mampu menjalankan misi organisasi untuk merealisasikan visi dan tujuannya.

Penarikan (Perekrutan)

Tujuan Rekrutmen adalah menerima pelamar sebanyakbanyaknya sesuai dengan kualifikasi kebutuhan perusahaan dari berbagai sumber, sehingga memungkinkan akan terjaring calon karyawan dengan kualitas tertinggi dari yang terbaik.( Rivai dan Ella .2009 ; 150 ). Prinsip-prinsip rekrutmen : 1. Mutu karyawan yang akan direkrut harus sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan untuk mendapatkan mutu yang sesuai. 2. Jumlah karyawan yang diperlukan harus sesuai dengan pekerjaan yang tersedia. 3. Biaya yang diperlukan di minimalkan. 4. Perencanaan dan keputusan-keputusan strategis tentang rekrutmen. 5. Fleksibility 6. Pertimbangan-pertimbangan hukum.

Tujuan dan Prinsip Rekrutmen

Mangku negara ( 2008 ; 33 ) mengemukakan “ seleksi adalah suatu proses atau tindakan yang dilakukan oleh perusahaan untuk mendapatkan tambahan pegawai. Hariandja ( 2009 ; 125 ) berpendapat bahwa seleksi merupakan proses untuk memutuskan pegawai yang tepat dari sekumpulan calon pegawai yang di dapat melelui proses perekrutan, baik perekrutan internal maupun perekrutan eksternal. Rivai ( 2004 : 169 ) mengemukakan bahwa proses seleksi merupakan tahap-tahap khusus yang digunakan untuk memutuskan pelamar mana yang akan diterima, proses tersebut dimulai ketika pelamar melamar kerja dan diakhiri dengan keputusan penerimaan.

Seleksi

Tujuan seleksi adalah untuk mendapatkan pegawi yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap mental yang mendukung pelaksanaan pekerjaan. Sehubungan denagn hal itu, proses seleksi harus dilaksanakan sejalan dengan hasil analisis jabatan, deskripsi tugas dan spesifikasi pekerjaan, yang kesemuanya sudah di tuangkan dalam perencanaan SDM.

Tujuan Seleksi

Seleksi administratif, dilakukan dengan memeriksa kelengkapan data yang ditulis dalam formulir isian beserta keabsahan lampirannya. 2. Tes tertulis, pada umumnya dirumuskan dalam sejumlah pertanyaan yang telah disediakan alternatif jawabannya, misalnya berbentuk pilihan ganda, mencocokkan, ataupun isian singkat. Di bawah ini, yang biasa dilakukan dalam tes tertulis : a. Tes kecerdasan b. Tes kepribadian c. Tes bakat d. Tes minat e. Tes prestasi 3. Tes tidak tertulis, diantaranya berbentuk wawancara, praktek, dan kesehatan. Hal ini dilakukan untuk melihat kemampuan diri dalam berkumunikasi dan memiliki kondisi tubuh yang sehat saat bekerja.
1.

Jenis-Jenis Seleksi

Penempatan karyawan yaitu menempatkan calon karyawan yang diterima ( lulus seleksi) pada jabatan/pekerjaan yang membutuhkannya dan sekaligus mendelegasikan autholity kepada orang tersebut. Orientasi atau perkenalan bagi setiap karyawan baru harus dilaksanakan untuk menetapkan bahwa mereka betul-betul diterima dengan tangan terbuka menjadi karyawan yang akan bekerja sama dengan karyawan lain pada perusahaan itu.

Induksi karyawan adalah kegiatan untuk mengubah perilaku karyawan baru supaya menyesuaikan diri dengan tata tertib perusahaan.

Penempatan, orientasi dan Induksi

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->