P. 1
PTK-PAI-SMP

PTK-PAI-SMP

|Views: 117|Likes:
Published by Si Kantong Bolong

More info:

Published by: Si Kantong Bolong on Mar 26, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/06/2013

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG Agama merupakan hal yang sangat urgen dalam kehidupan, baik itu anak-anak, remaja, dewasa ataupun orang tua. Jika seseorang tidak memahami ajaran agama dengan baik, maka tak heran jika perbuatan dan perilakunya sangat jauh dari dikatakan baik. Apabila seorang manusia tidak dibekali ilmu agama sejak dini maka di masa mendatang akan sulit untuk mempelajari mulai dari awal, namun itu tidak bisa digeneralisir tapi pada umumnya memang seperti itu. Apalagi remaja, kata ini tidak asing bagi setiap insan karena pada masa inilah pembentukan karakter dari setiap manusia ditentukan. Remaja identik dengan kondisi labil dan penuh gejolak baik yang baik maupun yang buruk, tinggal tergantung pemahaman merka masingmasing. Pada masa inilah berbagai tawaran dan tantangan dihadapkan bagi eorang remaja, apabila dalam pembentukan pemahaman mereka baik dan tertata untuk disiapkan menjadi anak yang holeh maka tidak akan terlalu khawatir namun jika arahan itu tidak ada dan kontrol yang kurang maka tidak menutup kemungkinan mereka akan mencoba berbagai hal yang menantang dan cenderung negatif. Karenanyalah pendidikan agama bagi remaja sangatlah penting utnutk meluruskan berbagai persepsinya yang salah dan memberikan modal keimanan untuk mengarungi hidupnya dimasa mendatang. Ironisnya sebagian pihak hanya menumpukan pendidikan agama di sekolah yang hanya ada 2 jam pelajaran dalam seminggu. Disisi lain keluarga kurang memperhatikan kemampuan mereka dalam memahami anaknya tentang kebutuhan tersebut maka ini menjadi masalah yang krusial bagi sekolah dalam memberikan bimbingan dan perhatian pada sisi agama. Didalam kelas rata-rata terdapat 40 siswa yang dibimbing oleh seorang guru agama, memang secara klasikal itu bisa tetapi akan sangat sulit dalam membentuk watak dan karakter mereka menjadi lebih berakhlakul

1

Karena itu dalam penelitian tindakan kelas ini akan di bahas mengenai ”Peningkatan pemahaman materi PAI dengan melakukan pendampingan diluar jam Efektif KBM”.karimah karena itu harus ada usaha ekstra keras dalam memperhatikan mereka dengan mengadakan pendampingan secara pribadi dan pendekatan secara persuasif. TUJUAN PENELITIAN Berdasarkan pada permasalahan di atas maka penelitian ini bertujuan untuk : • • Mengetahui apakah metode pendampingan dapat meningkatkan pemahaman Agama dari siswa. B. Siswa 2 . RUMUSAN MASALAH Berdasarkan latar belakang permasalahan diatas. Mengetahui seberapa efektif perubahan yang didapat dari siswa setelah mengikuti berbagai perlakuan dari seorang pendekatan tersebut. MANFAAT PENELITIAN Dari berbagai penelitian dan pendekatan ini diharapkan menghasilkan manfaat positif dari semua pihak. D. adapun beberpa manfaat tersebut yaitu : 1. maka rumusan masalahnya adalah : • Apakah pendidikan agama islam sangat signifikan dalam membentuk karakter jiwa anak didik ? • Apa dan bagaimana harapan mereka untuk perkembangan agama dalam perubahan paradigma berfikir dan perilaku sehari-hari ? • Seberapa penting pengaruh dari pendampingan diluar jam KBM dalam meningkatkan pemahaman Agamanya ? C. Harapanya dari penelitian ini dapat mengungkapkan berbagi permasalahan remaja yang tidak kunjung selesai beserta pendekatannya yang dirasa efektif.

Dengan pendekatan ini diharapkan siswa bisa mengatasi berbagai masalahannya sekaligus mampu merubah berbagai sikap negatif menjadi positif khsususnya di bidang moral dan agamanya. 3. E. 3 . Peneliti (guru) Metode ini akan dapat mengungkap pentingnya pendekatan pada para siswanya agar memiliki kepribadian dan akhlakul karimah. penulis dapat mengambil kesimpulan sementara (hipotesis) bahwa dengan adanya pendekatan dan pendampingan diluar sekolah. siswa mampu merubah sikap dan kepribadiaannya seiring dengan pemahaman agama yang diberikan secara intensif. HIPOTESIS TINDAKAN Dari uraian latar belakang dan rumusan masalah diatas. 2. Lembaga Akan membantu kinerja sekolah secara riil dalam merubah tingkah laku dan kepribadian siswa secara positif sesuai dengan visi dan misis sekolah sendiri.

pengetahuan.2 Hal itu juga dibarengi dengan tuntutan untuk menghormati penganut agama lain dalam hubungannya dengan kerukunan antar umat beragama hingga terwujud kesatuan dan persatuan bangsa (Kurikulum PAI. 2003. Pendidikan Agama Islam (PAI) merupakan usaha sadar dan terencana untuk menyiapkan siswa dalam meyakini. dalam perkembangannya juga dimaksudkan sebagai tumpuan mata pelajaran yang diajarkan di sekolah maupun di luar sekolah secara informal. Jadi berbicara tentang PAI maka dapat dimaknai dalam dua pengertian : sebagai sebuah proses penanaman ajaran agama islam. pengajaran dan atau latihan. Menurut Zakiyah Daradjat (1987: 87) Pendidikan Agama Islam adalah suatu usaha untuk membina dan mengasuh peserta didik agar senantiasa dapat memahami ajaran Islam secara menyeluruh. memahami. Departemen Agama RI. Lalu menghayati tujuan. menghayati dan mengamalkan hingga mengimani ajaran islam melalui kegiatan bimbingan. 3: 2002). Adapun istilah pendidikan dalam islam pada umumnya mengacu pada istilah al Tarbiyah.BAB II KAJIAN PUSTAKA A. sedangkan menurut A. Pengertian PAI Agama merupakan kebutuhan dasar setiap manusia karena merupakan naluri yang terdalam dari setiap insan. amupun sebagai bahan kajian yang menjadi materi proses itu sendiri. kecakapan dan keterampilan kepada generasi muda agar kelak menjadi manusia bertaqwa kepada Allah SWT. BDM Al Hikmah 1 2 Pendidikan Agama Islam di Sekolah Umum dan SLB. Tafsir Pendidikan Agama Islam Adalah bimbingan yang diberikan seseorang kepada seseorang agar ia berkembang secara maksimal sesuai dengan ajaran Islam. PAI yang hakikatnya merupakan sebuah proses itu.yang pada akhirnya dapat mengamalkan serta menjadikan islam sebagai pandangan hidup. al Mutiara Ilam Yang Hilang. 4 . Tayar Yusuf (1986: 35) mengartikan Pendidikan Agama Islam sebagai usaha sadar generasi tua untuk mengalihkan pengalaman.1 Karenanyalah dalam kehidupan seharihari. khususnya seorang siswa seharusnya dibelakali pemahaman agama islam yang kokoh agar hidupnya terarah dengan baik.

B. (2) mengembangkan seluruh potensi memuju kesempurnaan. hlm 32 4 Dr. H. menyatakan bahwa : 3 Abdurrahman An Nahlawi. M. (4) melaksanakan pendidikan secara bertahap. Jakarta. Dalam kontek yang lebih luas kata al Tarbiyah memiliki empat unsur pendekatan. Bulan BIntang. Mempersiapkan tenaga professional yang terampil Adapun dalam kongres se-Dunia ke II tentang Pendidikan Islam di Islamabad pada tahun 1980. A. Filsafat Pendidikan Islam Pendekatan Historis. Ciputat Pers. 2002. Dasar-dasar pokok Pendidikan Islam. yaitu (1) memelihara dan menjaga Fitrah anak didik menjelang dewasa (baligh). Bandung. Persiapan untuk mencari rizki dan memlihara segi kemanfaatannya 4. Samsul Nizar. Tujuan Pendidikan Agama Islam Tujuan Pendidikan adalah orientasi yang dipilih pendidik dalam membimbing peserta didiknya dan pemilihan merupakan penilaian. masyarakat dan alam sekitar dan proses tersebut dilakukan dengan cara pendidikan dan pengajaran sebagai suatu aktivitas asasi dan profesi diantara sekian banyak profesi asasi dalam masyarakat. Mempersiapkan kehidupan dunia dan akhirat 3. Menumbuhkan semangat ilmiah dikalangan peserta didik 5. hlm 4 5 .Ta’dib. karenanya manakal pendidik telah menentukan pilihannya. namun dari ketiga istilah tersebut yang lebih populer dan sering digunakan adalah kata al Tarbiyah. Jakarta. Menurut Muhammad Athiyah al Abrasyi tujuan pendidikan islam terdiri atas 5 sasaran. Dengan demikain pada dasarnya tujuan pendidikan merupakan kristalisasi nilai-nilai. dan al Ta’lim. (3) mengarahkan seluruh fitrah menuju kesempurnaan.3 Menurut As Syaibaniy mengemukakan tentang pendidikan islam sebagaai proses mengubah tingkah laku individu peserta didik pada kehidupan pribadi. Teoritis dan Praktis. Membentuk akhlak mulia 2. sesungguhnya ia telah mengutamakan sebagian nilai atas sebaian yang lain. hal 31 5 Mohammad Athiyah al Abrasyi.4 Sehingga dari har tersebut dapat ditarik suatu kesimpulan bahwasnnya pendidikan islam merupakan suatu sistem yang memungkinkan seseorang (peserta didik) dapat mengarahkan kehidupannya sesuai dengan ideologi ajaran islam. Prinsip-prinsip dan Metode Pendidikan Islam. CV Diponegoro 1992. 1984. yaitu : 5 1.

baik secara individual maupun kolektif. Hal ini berlaku juga pada setiap perbuatan. Hal ini disebabkan oleh fungsi-fungsi yang dipikulnya. aspek spiritual. tujuan pendidikan memberi semangat dan dorongan untuk melaksanakan pendidikan. pendidikan hendaknya mencakup pengembangan seluruh aspek fitrah peserta didik.7 6 7 pendidikan merupakan masalah sentral dalam proses pendidikan. Keempat.)secara menyeluruh dan seimbang yang dilakukan melalui latihan jiwa. sesungguhnya belum dapat disebut berakhir. komunitas maupun seluruh umat manusia. Tanpa tujuan yang jelas. Drs. maka berakhir pula usaha tersebut. Fungsi ini menunjukkan pentingnya perumusan dan pembatasan tujuan pendidikan secara jelas. 6 Tujuan : Pertama. Hery Noer Aly. tujuan pendidikan disatu sisi membatasi lingkup suatu usaha pendidikan. seseorang diperintah untuk berjalan di jalan tertentu tanpa dijelaskan kepadanya mengapa ia harus menempuh jalan itu. hlm 53. proses pendidikan akan berjalan tidak efektif dan tidak efisien. tujuan pendidikan mengakhiri usaha pendidikan. MA. Hal ini disebabkan pendidikan merupakan berproses yang didalamnya usaha-usaha pokok dan usaha-usaha parsial saling terkait. Jakarta. diri manusia yang rasional.Tujuan pendidikan islam adalah untuk menacpai keseimbangan pertumbuhan kepribadian manusia (peserta didik pen. tujuan pendidikan mengarahkan perbuatan mendidik. dan bahasa. Apabila tujuannya telah tercapai. intelektual. Ilmu Pendidikan Islam. tetapi disisi lain mempengaruhi dinamikanya. LOGOS Wacana ilmu. Usaha yang terhenti sebelum tujuannya tercepai. akal pikiran (intelektual). baik secara pribadi. Dengan perintah yang demikian. Karena itu. Ketiga. yaitu antara lain Ibid hlm 38. tetapi hanya mengalami kegagagalan yang antara lain disebabkan tidak jelasnya rumusan tujuan pendidikan. Tujuan terakhir pendidikan muslim terletak pada perwujudan ketundukan yang sempurna kepada Allah. Kedua. dan mendorong semua aspek tersebut berkembang kearah kebaikan dan kesempurnaan. 6 . barang kali orang akan ragu-ragu dan berakibat ia akan berjalan lambat karena tidak mempunyai arah yang pasti. Sebagai contoh. 1999. perasaan dan indera. ilmiah. fisik.

Secara umum tugas pendidikan islam adalah membimbing dan mengarahkan pertumbuhan dan perkembangan peserta didik dari tahap ke tahap kehidupannya sampai mencapai titik kemampuan optimal. 2. fungsi pendidikan dapat dilihat dari dua bentuk. upaya ini dilakukan melalui potensi ilmu pengetahuan dan skil yang dimilki. D. Konsep ini bermakna bahwa tugas dan fungsi pendidikan memilki sasaran pada peserta didik yang senantiasa tumbuh dan berkembang secara dinamis.8 Bila dilihat secara operasional. memperluas dan menghubungkan tngkattingkat kebudayaan. Menetapkan Al Qur’an dan Hadits sebagai dasar pendidikan islam bukan hanya dipandang sebagai kebenaran yang didasarkan pada keimanan semata. mulai dari kandungan sampai akhir hayatnya. pendidikan islam adalah suatu proses yang berlangsung secara continue dan berkesinambungan. Berdasasrkan hal ini. serta melatih tenaga-tenaga manusia (peserta didik) yang produktifdalam menemukan perimbangan perubahan social dan ekonomi yang demikian dinamis. Landasan Pendidikan Agama Islam Menurut Al Qur’an Al qur’an merupakan Kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. Alat untuk mengadakan perubahan. Pada garis besarnya. maka tugas dan fungsi yang perlu diemban oleh pendidikan islam adalah pendidikan manusia seutuhnya dan berlangsung sepanjang hayat. inovasi dan perkembangan. Alat untuk memlihara. Fungsi Pendidikan Agama Islam Pada hakikatnya. nilai-nilai tradisi dan social serta ide-ide masyarakat dan nasional. hlm 32 7 . Namun justru karena kebenaran yang terdapat dalam kedua dasar tersebut dapat diterima oleh nalar manusia dan dapat dibuktikan dalam sejarah atau pengalaman 8 Ibid. yaitu : 1. Dengan perantara Malaikat Jibril sebagai petunjuk bagi umat manusia di dunia ini. Sementara fungsinya adalah menyediakan fasilitaas yang dapat memungkinkan tugas pendidikan berjala dengan lancar.C.

Petunjuk mengenai akhlaq yang murni dengan jalan menerangkan normanorma keagamaan dan susila yang harus diikuti oleh manusia dalam kehidupan.S. yang mana pendidikan merupakan perkara atau hal yang harus ditempuh/dikerjakan oleh setiap manusia.kemanusiaan. Al qur’an tidak ada keraguan padanya. Salah satunya dalam Al qur’an menjelaskan tentang pendidikan. Tujuan ini hanya akan tercapai dengan memperbaiki hati dan akal manusia dengan akidah-akidah yang benar dan akhlaq yang mulia serta mengarahkan tingkah laku mereka kepada perbuatan yang baik.‫كبيرا‬ “Sesungguhnya Al Qur’an ini memberikan petunjuk ke (jalan) yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar”. Dalam Al qur’an juga terdapat berbagai macam permasalahan yang menyangkut hidup manusia di dunia. Ia tetap terpelihara kesucian dan kebenarannya. (Q. baik dalam pembinaan aspek pendidikan maupun social budaya. yaitu: 1. dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok yang disebutnay sebagai maksud-maksud al Qur’an. ‫ل ريب فيه هدى للمتقين‬ . baik individual maupun kelompok. Petunjuk tentang akidah dan kepercayaan yang harus dianut manusia dan tersimpul dalam keimanan akan ke Esaan Tuhan serta kepercayaan akan kepastian adanya hari akhir. sebgai mana dikemukakan Mahmud Saltut. dan ini merupakan salah satu 8 . Dalam ayat-ayat yang lain juga dijelaskan tentang apa itu Al qur’an ‫إن هذا القرأن يهد ي للتى هي أقوم ويبشر المؤمنين الذين يعملون الصالحات أن لهججم أجججرا‬ ( 9 ‫ ) ألسرأ‬. Petunjuk mengenai syariat dan hukum dengan jalan menerangkan dasardasar hukum yang harus diikuti oleh manusia dqalam hubungannya dengan tuhan dan sesamanya. 3. Al Isra’ ayat 9 ) Ayat-ayat semacam ini menegaskan bahwa tujuan al Qur’an adlah memberi petunjuk kepasdd umat manusia. Petunjuk Al Qur’an. Sebagai pedoman. 2.

dasar pendidikan islam menurut Sa’id Ismail Ali sebagaiman dikutip langsung terdiri atas 6 macam. Qaul al Shahabat. Prof. Masalih al Mursalah. hlm 35. Al Qur’an. Sebagaimana yang dicontohkan Rosulullah : ‫لقد كان لكم في رسول ال أسوة حسنه‬ ‫كل مولود يولد على الفطرة‬ • • Secara lebih luas. Dr.10 Karenanya itu seorang siswa harus senantiasa dipantau dan perlu perhatian khusus agar tetap terarah segala tingkah polah kehidupan sehari-hari. baik berupa perkataan. dan pemikiran hasil Ijtihad inteletual muslim. serta ketetapannya. yaitu. Perasaan dan sikap. ibid.9 Menurut Undang-Undang Pendidikan UU Nomor 22 tahun 1999 PP Nomor 25 tahun 2000 dan UU Nomor 20 tahun 2003. Sunarto. secara umum hadits difahami sebagai segala sesuatu yang disandarkan kepada Nabi Muhammad SAW. E. Urf. Perkembangan Peserta Didik 10 9 9 . Pendampingan Merupakan usaha sadar untuk mengajak dan mengarahkan pada suatu kondisi yang stabil karena masa remaja terdapat kondisi entropy dimana kesadaran masih harus disusun lebih baik lagi baik pengetahuan.cara untuk memberikan petunjuk bagi manusia dengan belajar/mempelajari tentang semua yang ada di dunia ini. Sunnah. apabila lalai sedikit maka tidak heran jika terkadang mereka mencoba sesuatu yang dianggapnya baru walaupun itu perbuatan yang nista dan tercela. perbuatan. Menurut Hadits Demikain pula dengan kebenaran hadits sebagai dasr kedua bagi pendidikan islam. Dalam pasal 3 Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang system pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

maka disinilah pentingnya suatu pendampingan dan perhatian khusus untuk membantu menyelesaikan segala permasalahan dan konfilk yang mereka hadapi. 10 . Apabila mereka tidak memiliki bekal agama yang cukup maka sekalo lagi mereka akan mencari tempat penenangan yang terkadang tidak sesuai dengan norma yang ada.Tak jarang ketika dalam kehidupan keluarganya mengalamai friksi atau konflik mereka menjadi terganggu dalam konsentrasi belajar disekolah.

Rancangan penelitian ini cocok untuk mengembangkan produk sesuai dengan kondisi subyek maupun pemecahan masalah yang timbul dalam pelaksanaan suatu program. SMPN 03 Batu merupakan salah satu sekolah yang didukung oleh sumber daya manusia yang cukup memadai. Melihat realitas di kelas dengan jumlah 40 siswa sedang rata-rata umur antara 13-15 th. analisis dan refleksi yang akan menjadi dasar pijakan untuk langkah berikutnya. dan ruang BP. Dari 41 guru di atas semuanya lulusan S-1 dari berbagai perguruan tinggi yang ada di Jawa Timur dan sekitarnya. ruang praktikum. ruang komputer. ruang guru. RENCANA TINDAKAN Dalam kegiatan belajar mengajar PAI di SMPN 03 Batu ini untuk lebih memudahkan dalam penyampaian materi dan pencapaian yang maksimal maka tentunya ada metode khsusus yang di gunakan. 4 pegawai TU. ruang UKS. Adapun Penelitian Tindakan Kelas ini meliputi tahap perencanaan. SMPN 03 Batu menyediakan berbagai fasilitas pendukung akademik diantaranya adalah ruang belajar. ruang kepala sekolah. Selain itu untuk mengembangkan SDM yang berkualitas. Dalam kegiatan Belajar Mengajar SMPN 03 Batu semua siswanya dari kelas satu sampai kelas tiga masuk pagi. pelaksanaan.BAB III METODE PENELITIAN A. ruang TU. di mana SMPN 03 Batu memiliki 41 guru tetap. SETTING PENELITIAN Sekolah Menengah Pertama (SMPN) 03 Batu terletak di Jalan Raya Beji 08 Batu yang merupakan Sekolah Menengah Pertama yang berada dibawah naungan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan semenjak tahun 1984. rancangan yang akan digunakan adalah Rancangan Penelitian Tindakan. maka peneliti 11 . Diharapkan dari penelitian ini dapat menghasilkan output yang benar-benar dapat mengatasi segala masalahnya dengan tepat dan mempunyai pemahaman untuk melaksanakan ajaran Agma secara proporsional. B. Sesuai dengan tujuan penelitian. Perpustakaan. koperasi. Dalam Penelitian tindakan kelas ini peneliti akan memfokuskan pada siswa kelas VII A dan VII B SMPN 03 Batu. 2 tukang kebun. 2 Guru BP.

tentunya dengan menggunakan media dan teknologi. karenanya penggunaan metode inidipakai peneliti dalam kegiatan belajar mengajar Setelah beberapa kali peneliti menerapkan metode ceramah dan resitasi ini peneliti melihat adanya peningkatan dalam prestasi belajar. Pertemuan I (sabtu. Penggunaan metode ceramah ini dimaksud karena dari beberapa metode yang peneliti gunakan ternyata lebih mendapat tanggapan yang hangat dari pada metode-metode yang lain.menggunakan metode ceramah dan resitasi ini untuk mendapatkan hasil yang optimal. Apalagi materi pendidikan agama islam dalam sekolah sangat minim sekali waktu yang disediakan. Peneliti melakukannya 4 kali dalam setiap minggunya sehingga benar-benar diharapkan mampu membimbing mereka secara intensif. Melihat realita dan kondisi kelas selama proses belajar mengajar maka perlu sekali untuk dilakukan penerapan metode yang tepat dalam kegiatan belajar mengajar dan untuk bisa mendapatkan hasil yang optimal dalam pembelajaran pendidikan agama islam. Tahap Awal  Salam Pembuka 12 . belum lagi materi yang harus disampaikan kepada siswa yang sangat banyak karenanya materi harus menyesuaikan waktu yang ada dan kondisi kelas. sementara awal sebelum penggunaan metode ceramah kurang bisa diterima siswa dalam belajar. 6 Agustus 2007) 1. Dari setiap pertemuan dibahas materi yang cukup menarik dan menyenangkan. Sedangkan dilihat dari proses selama belajar mengajar pada waktu peneliti masuk kelas ada signifikansi terhadap pembelajaran yang peneliti lakukan. Hal ini peneliti mempunyai keyakinan bahwa dalam mengoptimalisasi pembelajaran PAI di SMPN 03 Batu ini lebih tepat dengan menggunakan metode ceramah dan resitasi. Karenayalah ada kegiatan pendampingan atau tambahan pelajran materi agama islam di luar jam pelajaran atau yang biasa disebut dengan halaqoh atau training. selain itu juga meode ini bisa membangkitkan motovasi siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar. sehingga dengan tanpa paksaan mereka akan hadir pada pertemuan berikutnya. karenanya siswa sebagai obyek dalam belajar seharusnya lebih aktif dan kreatif dalam kelas. Dalam penerapan metode ceramah dan resitasi ini sebenarnya kurang bisa mengenai dengan kemauan siswa.

kedudukan. Tahap Inti   Allah dan bagai mana membuktikan kebenaran adanya Allah  dilakukan dan akan dibahas pada pertemuan selanjutnya 3.  ikhlas dan sabar. Peneliti menerangkan materi materi tentang ikhlas. serta ciri-ciri orang yang ikhlas  Peneliti memberikan instruksi tentang penugasan yang akan dilakukan dan akan dibahas pada pertemuan selanjutnya 3. Tahap Akhir  Peneliti menyuruh menyimpulkan penjelasan dari peneliti Memberikan motivasi agar senantiasa beramal dengan Peneliti membenarkan kesimpulan dan menambah secara tertulis. Tahap Akhir  Peneliti menyuruh menyimpulkan penjelasan dari peneliti secara tertulis. 13 . Peneliti menerangkan materi materi tentang beriman pada Peneliti memberikan instruksi tentang penugasan yang akan 2. Tahap Inti   pengertian. tentang maksud dan tujuan kedatangan peneliti pada sekolah  2.  kesimpulan yang telah disebutkan  Berdoa dan salam penutup Pertemuan II (Sabtu. Perkenalan dengan siswa dengan memberikan penjelasan Absensi Peneliti mengadakan appersepsi terhadap murid. 13 Agustus 2007) 1. Tahap Awal    Salam Pembuka Memberikan review pelajaran terdahulu Mengecek tugas/hafalan yang telah diberikan sebelumnya Peneliti mengadakan appersepsi terhadap murid.

dan jaiz bagi Allah SWT  Peneliti memberikan tugas kepada siswa untuk menyebutkan macam-macam ciptaan Allah SWT  Menyimpulkan semua informasi yang telah diterima. Tahap akhir  Peneliti menjelaskan materi tentang pengertian dan fungsi Iman kepada kembali dan mencoba menanyakan materi yang 14 . C. Tahap Inti Allah SWT. C.  Menyimpulkan materi yang telah disampaikan. 27 Agustus 2007) A. Peneliti memberikan motivasi agar senantiasa memikirkan segala bentuk penciptaan dimukabumi ini agar lebih menambha keimanan kepadaNya. Tahap Awal  Salam pembuka  Mengulas terdahulu. Tahap Akhir  Peneliti memberikan tugas mencari dalil naqli tentang fungsi Iman kepada Allah SWT  Do’a bersama dan salam penutup Pertemuan IV (Sabtu.   B.  Peneliti membenarkan kesimpulan dan menambah kesimpulan yang telah disebutkan  Berdoa dan salam penutup Pertemuan III (Sabtu. Tahap Awal Salam pembuka Review dan feedback dari materi yang lalu Tahap inti  Peneliti menjelaskan materi tentang sifat-sifat wajib. mustahil. Sekaligus kedudukan manusia dalam kehidupan dunia ini. B. 20 Agustus 2007) A.

yang satu dapat melihat muka yang lain mendengarkan dengan telingannya sendiri. Peneliti memberikan motivasi kepada Peserta Didik agar tetap berusaha untuk terus berlatih bagaimana supaya mereka mampu menguasai materi pendidikan Agama Islam. Untuk menguatkan materi atau melihat respon mereka maka diberikan waktu untuk mengajukan pertanyaan dari beberapa hal yangtelah disampaikan sebelumnya sehingga akan sangat jelas sekali siapa yang mampu menyerap dengan baik dan yang maih agak sulit menerimanya. Metode Interview Metode interviev yaitu merupakan suatu proses tanya jawab lesan. namun jika ada beberapa tau banyak dari materi tersebut masih belum dipahami secara riil maka peneliti akan berusaha mengulainya dengan bahas ayang lebih sederhana.  Peneliti melakukan pamitan untuk perpisahan  Do’a bersama dan salam penutup. Jika materi itu sudah mampu diserap oleh peserta didik dengan baik maka materi bisa dilanjutkan dengan menginjak materi berikutnya. DATA DAN CARA PENGUMPULANNYA Dalam hal ini pengumpulan data ini. maka penulis menggunakan metode : a. D. dimana dua orang atau lebih berhadap-hadapan secara fisik. C. suara merupakan alat kesimpulan informai yang langsung tentang beberapa jenis data sosial. RENCANA PEREKAMAN DATA Pada setiap harinya dilakukan presensi kelompok. dari presensi tersebut didapat beberapa orang yang benar-benar menguasai materi yang telah diberikan secara komprehensif atau tidak. penulis terjun langsung pada obyek penelitian untuk mendapatkan data yang valid. Jika ada yang sangat sulit dalam menerimanya maka dilakukan pendekatan lebih khusus lagi dengan menanyakan secara persuasif hal-hal yang dianggap sulit untuk diterima dan faktor-faktor apa yang membuatnya seperti itu. baik yang terpendam 15 .

Metode Observasi Yang dimaksud dengan metode observasi adalah metode penyelidikan yang dilakukandengan jalan pengindraan pada obyek yang sengaja dan mengadakan pencatatan. Dalam hal ini metode observasi digunakan untuk memperoleh data lengkap mengenai kondisi umum.Andi offset.hlm.12 Metode ini sangat tepat untuk mengetahui obyek secara langsung tentang suatu peristiwa. kejadian maupun masalah yang sedang terjadi di lapangan penelitian. kegiatan proses belajar mengajar.11 Jadai setelah melakukan pembahasana materi PAI di luar jam pelajaran ditanya tentang apa yang telah menjadi masukan dalam dirinya. Aksara Baru.(tercatat ) atau interest. 1980. 125 16 .1989.yogyakarta. hlm.225 Agus Sujanto. keadaan dan fasilitas belajar.cet xx. lingkungan sekolah. MetodelogiResearch II. Tidak jarang jika seorang anak didik diluar jampelajaran diajak untuk berkomunikasi tentang berbagai permasalahan yang menimpa dirinya atau keluarganya sehingga disitu akan terjadi keterbukaan dan akan dengan mudah diselesaikan dengan solusi agama yang dipahaminya. kurikulum pembelajaran. b. Psikologi Perkembangan. Jakarta. metode pengajaran maupun kondisi belajar siswa. 11 12 Sutrisno Hadi.

Teoritis dan Praktis. Aksara Baru. Samsul Dr.DAFTAR PUSTAKA Agus Sujanto. YPFP Universitas Gajah Mada. 17 .yogyakarta. CV Diponegoro 1992. Mutiara Islam yang Hilang. Filsafat Pendidikan Islam Pendekatan Historis. Prosedur penelitian. 1999 Pendidikan Agama Islam di Sekolah Umum dan SLB. Sutrisno. Ciputat Pers. Hery Drs. Renika Cipta. 1985 Athiyah Mohammad al Abrasyi. 1984. MetodelogiResearch II. Rineka Cipta. Metedologi research 1. Sutrisno. An Nahlawi Abdurrahman. LOGOS Wacana ilmu. 2003.. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan.1993. Jakarta. A.Andi offset. Nizar. Dasar-dasar pokok Pendidikan Islam. 2002. M.. Bulan BIntang. Suharsimi. Jakarta. Jakarta. MA. Bandung. Departemen Agama RI. Jakarta. BDM Al Hikmah. Psikologi Perkembangan. IKIP Malang.cet xx. Ilmu Pendidikan Islam. Yogyakarta : cet XXIV.Jakarta. 1998 Arikunto Suahrsimi. H.1989. Hadi. 1980 Arikunto. Prinsip-prinsip dan Metode Pendidikan Islam.. Noer Aly. 2002 Hadi. Jakarta.

Si OLEH: Emy Fauziah NIM: 06150194 PROGRAM AKTA MENGAJAR IV FAKULTAS TARBIYAH UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MALANG 2007 18 .PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) PENDEKATAN DAN PENDAMPINGAN PEMAHAMAN AGAMA SECARA INTENSIF DILUAR SEKOLAH GUNA MERUBAH SIKAP DAN KEPRIBADIAAN SISWA Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Penelitian Pembelajaran Dosen Pembina: Drs. M. Yunus. M.

Latar Belakang Rumusan Masalah Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian Hipotesis Tindakan BAB II: KAJIAN PUSTAKA Pengertian PAI Tujuan Perndidikan Agama Islam Fungsi Perndidikan Agama Islam Landasan Perndidikan Agama Islam Pendampingan A. B. Setting Penelitian B C Rencana Tindakan Rencana Perekaman Data BAB III: METODE PENELITIAN D Data dan Cara Pengumpulannya DAFTAR PUSTAKA 19 . A. D.OUT LINE PROPOSAL PENELITIAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I: PENDAHULUAN A. E. B. D. E. C. C.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->