P. 1
Seni Dan Keindahan

Seni Dan Keindahan

|Views: 1,245|Likes:
Published by Nasrul B-funity

More info:

Published by: Nasrul B-funity on Mar 26, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/16/2014

pdf

text

original

SENI DAN KEINDAHAN

Definisi Seni : Beberapa definisi dan pengertian kata seni: Pengertian kata seni kita ambil dari Inggris art, yang berakar pada kata Latin ars, yang berarti: "ketrampilan yang diperoleh melalui pengalaman, pengamatan atau proses belajar". Dari akar kata ini kemudian berkembang pengertian yang diberikan oleh kamus Webster sebagai berikut: "penggunaan ketrampilan dan imajinasi secara kreatif dalam menghasilkan benda-benda estetis." (Webster's Collegiate Dictionary, 1973, hal.63). Pengertian lain diambil dari bahasa Belanda kunst, yang mempunyai definisi sebagai berikut: "suatu kesatuan secara struktural dari elemen-elemen estetis, kwalitas-kwalitas teknis dan ekpresi simbolis, yang mempunyai arti tersendiri dan tidak membutuhkan lagi pengesahan oleh unsur-unsur luar untuk pernyataan dirinya".(Winkler Prins, hal.427). Definisi seni Kamus Umum Bahasa Indonesia: Kecakapan membuat (menciptakan) sesuatu yang elok-elok atau indah. Sesuatu karya yang dibuat (diciptakan) dengan kecakapan yang luar biasa seperti sanjak, lukisan, ukiran-ukiran dsb.

a.seni rupa -senirupa merupakan kesenian yang dapat dinikmati melalui indra mata sehingga sifatnya fisual. b.seni suara -seni suara merupakan kesenian yang dapat dinikmati melalui indra telinga sehingga sifatnya audio. c.seni pertunjukan -seni pertunjukan merupakan kesenian yang dapat dinikmati menggunakan indra mata dan telinga sekaligus sehingga sifatnya audiovisual. 2.PERKEMBANGAN KESENIAN a.perkembangan kesenian atas dasar waktu perkembangan kesenian atas dasar waktu,pada umumnya dapat dibedakan atas tiga zaman,yaitu zaman kuno,tengah,dan modern. 1)zaman kuno Zaman kuno memiliki cirri dan sifat sebagai berikut: -meniru alam -adanya keselarasan yang bersifat statis -semboyan yang umum adalah I’art pour I”art 2)zaman tengah Zaman tengah memiliki sifat peralihan antara zaman tengah dan modern,sehingga memiliki cirri di antara kedua zaman tesebut. 3)zaman modern Zaman modern memiliki sifat kntemporer bercirikan sifatsebgai berikut: -merupakan ekspresi manusia -ada kekuatan yang dinamik -semboyan yang umum adalah I’art pour I home Dalam perkembangannya,pada umumnya sejarah budaya atau seni manusia bersifat maju atau berkembang dari wujud yang sederhana ke wujud yang megah,namun ada kalanya juga bersifat regresif atau kembali ke wujud seni yang primitive.misalnya dipergunakannya kembali gaya lama yang tradisional setelah orang jenuh dengan gaya baru yang modern.

b.perkembangan kesenian atas dasar tempat atau lokasi perkembangan kesenian menurut tempat atau lokasi juga dapat membedakan satu kesenian dengan kesenian yang lain. Namun perbedaan ini sebenarnya juga tidak terlepas dari factor waktu. Sehingga perkembangan menurut tempat dapat juga menggambarkan perkembangan waktu. Secara umum,perkembangan kesenian ini dapat dibedakan atas kesenian rakyat,kraton,dan kota. 1. kesenian rakyat kesenian rakyat yang merupakan seni tertua di Indonesia disebut sebagai seni tradisional. Seni ini sifatnya masih asli sehingga disebut juga kesenian daerah. Beberapa cirri kesenian rakyat adalah sebagai berikut: a.kesenian rakyat merupakan ekspresi –kolektif masyarakat tingkat rendah. b.kesenian rakyat keadaannya sangat sederhana karna pendukungnya memang memiliki tingkat kehidupan dan kemampuan yang rendah walau belum tentu dapat dikatakan miskin. c.arena yang dipergunakan untuk kesenian rakyat adalah lapangan terbuka. d.kesenian rakyat bersifat spontan.sehingga dalam kesenian rakyat tidak di butuhkan naskah. e.pada pertunjukan kesenian rakyat,antara permainan dan penonton dapat dengan mudah terjadi komunikasi. f.yang diutamakan dalam suatu pertunjukan kesenian rakyat adalah jalan pertunjukan harus mengikuti cerita sebagaimana lazimnya. Walaupun kesenian rakyat dikatakan sederhana,karena lahir dari masyarakat yang memang sederhana,tetapi memiliki beberapa fungsi yaitu : a.untuk memberikan hiburan b.untuk keperluan suatu upacara adat c.sebagai media pendidikan yang sifatnya informal. d.kesenian rakyat dapat memberikan kesempatan orang2 untuk mengekspresikan jiwanya. 2.kesenian keraton Kesenian keraton merupakan kesenian yang berkembang di keraton istana raja.pendukukungnya adalah raja dan bangsawan,bendoro dalam bahasa jawa. Berapa cirinya adalah sebagai berikut : a.arena yang di pergunakan adalah pendopo b.penyajiannya serba megah c.keraton sebagai makro kosmos dan rakyatnya sebagai mikro kosmos. d.cerita yang sering di mainkan erat hubungannya dengan masalah pemerintahan. e.penontonnya cukup beradab. 3.kesenian kota Kesenian atau teater kota merupakan kesenian yang berkembang di kota terutama setelah kota-kota di Indonesia menjadi pusat kegiatan perdagangan maupun pemerintahan. Beberapa ciri keseniat kota adalah sebagai berikut : a.arena yagn di pergunakan adalah gedung pertunjukan. B.penyajian yang serba kontemporer. c.materi yang di sajikan umumnya adalah cerita hidup dalam masyarakat. d.antara pemain dan penonton tidak terdapat komunikasi. Teater kota memiliki prospek yang cerah dibandingkan kedua teater yang telah di kemukakan sebelumnya.sifat modern dari teater kota menyebabkan kedua teater sebelumnya jadi bersifat tradisional. 3.ALIRAN-ALIRAN KESENIAN Dengan bahasa kesenian dapat di sebutkan bahwa seni yang masih tergantung pada alam dikenal sebagai naturalisme atau realism sedangkan yang sudah cenderung sebagai ciptaan manusia dikenal sebagai

ekspresionisme. Berikut akan di kemukakan masing-masing berupa cabang alirannya serta contohnya untuk memperjelas. a.seni lukis seni lukis dapat di definisikan antara lain sebagai ekspresi manusia akan keindahan yang dituangkan dengan sarana tertentu pada kanvas,yaitu kain untuk lukisan. Beberapa aliran seni lukis di indonesiayang umum adalah : 1.naif-primitivisme =Merupakan aliran seni lukis yang memiliki sifat naïf ( kekanak-kanakan) dan masih primitive (sederhana). 2.naturalisme=Merupakan suatu aliran dalam seni lukis yang mengutamakan keindahan sesuai dengan alam.

3.Ekspresionisme =merupakan aliran dalam seni lukis yang subjeknya mengutamakan perasaan atau fikiran pelukis itu sendiri lalu dituangkan dalam kanvas jadi bukan objeknya tetapi subjeknya.

4.kubisme = merupakan suatu aliran dalam seni lukis yang dalam mewujudkan lukisannya didasari oleh pola kubus.

5.gerakan seni rupa baru Indonesia= gerakan imajinasi yang bebas. b.seni sastra merupakan wujud lain yang dapat diciptakan oleh manusia. Sastra,sebagai karya manusia yang berdasarkan keindahan dalam bahasa,juga memiliki aliran-aliran sesuai dengan rasa dan karya sang penciptanya. Seperti juga dengan seni lukis yang telah diuraikan dimuka seni sastra dapat di bedakan atas kedua aliran yaitu realism dan ekspresionisme. Masing-masing memiliki subaliran yang secara garis besar diuraikan di bawah ini. 1. realisme merupakan aliran yang timbul berdasarkan cara yang ilmiah. Aliran ini menitik beratkan pada objeknya. Aliran realisme terbagi dalam beberapa sub,antara lain adalah sebagai berikut: a. impresionisme adalah realisme yang mendasarkan uraiannya pada impresi atau kesan. b. Naturalism Naturalism dalam seni sastra tidak lagi hanya mengandung pengrtian tentang hal-hal yang bersifat buruk,mesum(porno). c. neo-naturalisme neo-naturalisme artinya naturalism dalam bentuk baru. d. Determinisme Determinisme merupakan cabang realism yang menitik beratkan pada hal-hal yang telah di tentukan. 2. ekspresionisme merupakan suatu aliran dalam seni sastra yang timbul berdasarkan atas ekspresi atau pengeluaran perasaan si penciptanya sehingga titik beratnya terletak pada subyeknya. Aliran ekspresionisme terbagi menjadi beberapa sub: a. romantic b. idealism c. simbolik d. surrealism 4.RENUNGAN,KESERASIAN,DAN KEHALUSAN

a. renungan renungan merupakan merupakan hasil merenung. Merenung adalah memikirkan sesuatu secara mendalam dengan diam. Dalam usaha manusia menciptakan karya seni terdapat beberapa teori: 1. teori pengungkapan pengungkapan disebut juga ekspresionalisme yang didapat dari sebuah renungan sehingga mendapatkan idea tau wahyu. 2. Teori metafisika Dalam teori ini orang menggunakan filsafat sebagai dasar perenungannya. 3. Teori psikologi Dalam teori ini penciptaan seni dadasarkan atas kejiwaan. b. keserasian berasal dari kata rasi yang berarti cocok,sesuai,atau harmonis. Dalam IBD disebutkan bahwa ada enam asas cirri-ciri bentuk seni,yaitu: 1. Asas kesatuan bentuk Menyebutkan bahwa karya seni memiliku unsur-unsur yang keseluruhannya membentuk karya sebagai satuan yang indah. 2. Asas tema Menyebutkan bahwa setiap karya seni keseluruhan ada kalanya juga memiliki beberapa tema dalam satu karya seni. 3. Asas variasi berdasarkan tema Merupakan asas yang berganti-ganti atau perbedaan cerita dengan tema yang tetap. 4. Asas keseimbangan Merupakan asas keseimbangan antara yang baik dan yang buruk,yang menggambarkan bahwa ada kesamaan dari unsure-unsur yang berlawanan dalam unsure-unsur yang bersamaan sehingga menciptakan suatu kebulatan yang baik. 5. Asas perkembangan Merupakan asas yang menggambarkan bahwa awal suatu karya seni akan menentukan bagian-bagian selanjutnya dan menciptakan suatu karya yang menyeluruh. 6. Asas tata jenjang merupakan asas yang menyatakan bahwa satu unsure yang memegang peranan penting secara tegas akan mendukung tema yang bersangkutan dan peranan yang lebih besar dari unsure lain. c. kehalusan kehalusan mengandung arti sebagai sifat yang tidak kasar,lembut,sopan,dan beradab. Dalam tingkah laku,bagian tubuh yang jasmaniah juga menggambarkan kehalusan atau kekasaran. Bagian-bagian tubuh yang berperan demikian adalah kaki,tangan,bahu,kepala,mulut,bibir,mata,dan muka. Kehalusan gerak tubuh tersebut mencerminkan kepribadian seseorang.

PENGERTIAN SENI ADALAH KEINDAHAN DAN SENI ADALAH EKSPRESI
A. SENI ADALAH KEINDAHAN Secara umum banyak orang yang mengemukakan pengertian seni sebagaikeindahan. Pengertian seni adalah produk manusia yang mengandung nilai keindahanbukan pengertian yang keliru, namun tidak sepenuhnya benar. Jika menelusuri arti senimelalui sejarahnya, baik di Barat (baca: sejak Yunani Purba) maupun di Indonesia,

nilaikeindahan menjadi satu kriteria yang utama. Sebelum memasuki tentang pengertian seni,ada baiknya dibicarakan lebih dahulu tentang: apakah keindahan itu. Menurut asal katanya, “keindahan”dalam perkataan bahasa Inggris: beautiful (dalam bahasa Perancis beau , sedang Italia dan Spanyol bello yang berasal dari kata Latin bellum. Akar katanya adalah bonum yang berarti kebaikan, kemudian mempunyai bentuk pengecilan menjadi bonellum dan terakhir dipendekkan sehingga ditulis bellum. Menurut cakupannya orang harus membedakan antara keindahan sebagai suatu kwalitaabstrak dan sebagai sebuah benda tertentu yang indah. Untuk perbedaan ini dalambahasa Inggris sering dipergunakan istilah beauty (keindahan) dan the beautifull (benda atau hal yang indah). Dalam pembahasan filsafat, kedua pengertian itu kadang-kadang dicampuradukkan saja.Selain itu terdapat pula perbedaan menurut luasnya pengertian yaitu: a. Keindahan dalam arti yang luas, b. Keindahan dalam arti estetis murni, c. Keindahan dalam arti terbatas dalam hubungannya dengan penglihatan. Definisi seni yang sering kita dengar, bahkan para mahasiswa juga tidak jarang yang masih mengatakan bahwa seni adalah segala keindahan yang diciptakan manusia. Definisi tersebut secara universal dilontarkan orang, karena karya seni di setiap bangsa di dunia ini, dari zaman prasejarah hingga zaman kini mempunyai ciri keindahan. Hubungan seni dan keindahan sangat jelas, terutama ditinjau dari sudut kebentukan karya seni itu. Jika kita memandang lukisan Rembrandt, pelukis Belanda pada masa Barok, keindahan manusia yang dilukiskan memperlihatkan cita rasa (taste) klasik. B. SENI ADALAH EKSPRESI Seni memang selalu dihubungkan dengan ekpresi pribadi, sebab seni lahir dari ungkapan perasaan pribadi pada penciptanya. Sehubungan dengan nilai ekspresi dalam seni, Herbert Read merumuskan tentang kedudukan ekspresi dalam proses penciptaan seni, sebagai berikut : 1) Pengamatan terhadap kualitas materiil 2) Penyusunan hasil pengamatan tersebut 3) Pemanfaatan susunan itu untuk mengekspresikan emosi atau perasaan yang dirasakan sebelumnya Herbert Read juga menyatakan bahwa desain yang estetis sudah cukup dengan dua tahap saja, tetapi untuk membuat desain yang estetis itu menjadi karya seni, haruslah ditambah dengan ekspresi. Jadi dapat

disimpulkan bahwa seni adalah susunan estetis yang digunakan untuk mngekspresikan suatu perasaan atau emosi tertentu. Berdasarkan analisis Sanento Yuliman, karya seni yang sedang berkembang hingga saat ini dapat dikelompokkan ke dalam dua kategori pendekatan yaitu : 1) Ada karya seni yang secara tegas didasari ekspresi, dengan pendekatan emosional (intuitif), misalnya karyakarya Affandi, Courbet, Van Gogh, Pollock, dll. 2) Ada pula karya seni yang lebih banyak pertimbangan rasional (kalkulasi) atas komposisi garis, warna, bentuk, bidang, dan unsur visual lainnya : karya yang dibuat dengan pendekatan rasional (intelektual) ini misalnya karya Op Art, Kinetic Art, Kubisme, Konstruktivisme, Purisme, dll. Dari segi kebentukan visual (Visual Form), kita menyebutnya gaya informal 9yang pertama) dan gaya formal atau rasional yang non lirisisme (yang kedua).

FILSAFAT SENI
Wednesday, November 7, 2012
A. Teori Seni

Teori seni merupakan gabungan antara dua suku kata, yaitu terdiri dari teori & seni. Agar kita dapat memahami definisi teori seni, maka kita harus mengerti terlebih dahulu apa itu teori dan apa itu seni. Berikut bebearapa pengertian Teori menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) online, teori adalah:
 

pendapat yg didasarkan pada penelitian dan penemuan, didukung oleh data dan argumentasi. penyelidikan eksperimental yg mampu menghasilkan fakta berdasarkan ilmu pasti, logika, metodologi, argumentasi. asas dan hukum umum yg menjadi dasar suatu kesenian atau ilmu pengetahuan pendapat, cara, dan aturan untuk melakukan sesuatu. pendapat yg dikemukakan sebagai keterangan mengenai suatu peristiwa.

  

Dari beberapa defini di atas yang dikutip dari kamus besar bahasa indonesia (KBBI) online, dapat di simpulkan bahwa TEORI adalah pendapat yang terlahir dari pola fikir akal manusia terhadap sesuatu yang telah melewati proses penelitian & uji coba sehingga mampu menghasilkan fakta yang bisa di terima oleh akal. Sedangkan pengertian SENI menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) online, pengertian seni terbagi menjadi tiga :
  

Seni diartikan halus, kecil dan halus, tipis, lembut dan enak didengar, mungil dan elok. Keahlian membuat karya bermutu (dilihat dari segi keindahan dan kehalusannya) kesanggupan akal untuk menciptakan sesuatu yang bernilai tinggi Sedangkan menurut Ki Hajar Dewantara, seni merupakan perbuatan manusia yang timbul dari perasaannya dan bersifat indah sehinga dapat menggerakkan jiwanya. Dari beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa seni adalah sesuatu yang indah, hasil ungkapan perasaan seseorang yang dilahirkan melalui sebuah karya seni, dan dapat dinikmati keindahannya. Jadi, Teori Seni yang dapat di simpulkan dari beberapa sumber di atas adalah: Pendapat terhadap suatu keindahan melalui proses penelitian dan uji coba lapangan sehingga dapat mengarahkan dan mempermudah dalam menciptakan suatu karya seni berdasarkan prinsip ilmunya.

Dan kaitan ilmu filsafat terhadap seni memiliki hubungan yang erat, karena estetika (keindahan) dalam seni merupakan bagian dari filsafat. Agar seni dapat selalu berkembang secara dinamis namun tidak bergeser dari akar filsafat seni yaitu keindahan, hendak'lah para pelaku seni berupaya untuk selalu menciptakan sebuah karya seni tidak lepas dari akar filsafat seni itu sendiri yaitu estetika. Dengan menciptakan suatu karya demi keindahan maka secara otomatis karya-kaya seni yang dihasilkan, akan selalu tercipta secara estetis, bagi diri sendiri maupun untuk orang lain. B. Metafisis (Metafisika) Filsafat adalah pandangan hidup seseorang atau sekelompok orang yang merupakan konsep dasar mengenai kehidupan. Lantas, apabila Seni dikaji berdasarkan ilmu filsafat metafisis (metafisika), pasti pertanyaan yang terlintas di fikiran kita adalah apa itu metafisis (metafisika). Metafisika adalah salah satu cabang Filsafat yang mempelajari dan memahami mengenai penyebab segala sesuatu sehingga hal tetrtentu menjadi ada. Menurut kamus besar bahasa indonesia (KBBI) online, metafisk atau metafisika adalah ilmu pengetahuan yg berhubungan dengan hal-hal yang nonfisik atau tidak kelihatan.

Sebagai sebuah disiplin filsafat, metafisika telah dimulai sejak zaman yunani kuno, mulai dari filosoffilosof alam sampai Aristoteles (284-322 SM). Aristoteles sendiri tidak pernah memakai istilah ”metafisika”. Aristoteles menyebut disiplin yang mengkaji hal-hal yang sifatnya di luar fisika sebagai filsafat pertama (proto philosophia). untuk membedakannya dengan filsafat kedua, yaitu disiplin yang mengkaji hal-hal yang bersifat fisika. Istilah metafisika yang kita kenal sekarang, berasal dari bahasa Yunani ta meta ta physika yang artinya “yang datang setelah fisik”. Istilah tersebut diberikan oleh Andronikos dari Rhodos (70 SM) terhadap karya-karya Aristoteles yang disusun sesudah (meta) buku fisika. Aristoteles dalam bukunya yang berjudul Metaphysica mengemukakan beberapa gagasannya tentang metafisika antara lain:  Metafisika sebagai kebijaksanaan (sophia), ilmu pengetahuan yang mencari prinsip-prinsip fundamental dan penyebab-penyebab pertama.

 Metafisika sebagai ilmu yang bertugas mempelajari yang ada sebagai yang ada (being qua being) yaitu keseluruhan kenyataan.

 Metafisika sebagai ilmu tertinggi yang mempunyai obyek paling luhur dan sempurna dan menjadi landasan bagi seluruh adaan, yang mana ilmu ini sering disebut dengan theologia. Dari ketiga keterangan Aristoteles tentang metafisika tersebut, sebenarnya terdapat dua obyek yang menjadi metafisis Aristoteles yaitu, (a) yang ada sebagai yang ada being qua being dan (b) yang Ilahi (theologi atau ketuhanan). Apabila di kaitkan dengan seni, kita dapat mengkaji seni berdasarkan dua objek metafisis aristoteles yaitu (a) yang ada sebagai yang ada( being qua being )dan (b) yang Ilahi (theologi atau ketuhanan). 1. Seni dikaji berdasarkan yang ada sebagai ada ( being qua being) Jika kita membahas seni berdasarkan yang ada sebagai ada (being qua being), mungkin kita bisa berangkat dari awal mulanya seni di atas muka bumi ini. Menurut pemikiran saya, seni sudah terlahir sejak terciptanya susunan planet yang ada di galaksi ini. Kita semua tau, bahwa planet-planet yang ada di galksi ini, yaitu merkurius, venus, bumi, mars, jupiter, saturnus, uranus, neptunus dan pluto telah tersusun dengan teratur sesuai dengan prosnya dalam mengintari matahari agar tidak saling berbenturan. Yang Berarti ada suatu keterauran dan kedisiplinan yang mengikat antara setiap planet. Dan juga setiap planet memiliki nilai estetika yang sangat luas. Baik itu di lihat dari bentuk luarnya, maupun isi dalamnya. Di dalam seni, keteraturan dan kedisiplinan sangatlah penting untuk menghasilkan sebuah karya yang indah. Saya kerucutkan lagi pada ruang lingkup seni musik, di dalam musik terdapat berbagai macam

aturan dan kedisiplinan dalam membuat suatu karya komposisi musik. Sebagai contoh , untuk membuat suatu komposisi musik, para komposer tidak bisa terlepas dari teori musik, ilmu harmoni, yang sudah di bakukan oleh parah ahli musik terdahulu. Teori musik membahas banyak tentang simbol-simbol notasi yang sudah menjadi bahasa musik dunia. Terlepas dari itu, dalam membuat suatu komposisi musik, kita pun tidak bisa lari dari ilmu harmoni, yang mengatur keselarasan nada agar tersusun teratur dan dapat didengar indah berdasarkan harmoninya. Berdasarkan kedua perbandingan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa seni itu memang sudah ada sejak lama. Dan seni memang sudah terlahir seiring terciptanya planet di galaksi ini.

2. Seni dikaji berdasarkan yang ILAHI (theologi atau ke-TUHANAN) Seni adalah sesuatu yang indah, TUHAN pun sangat mencintai keindahan. Kajian filsafat seni dalam konsep yang ILAHI (theologi / ke-TUHANAN) tidak bisa terlepas dari pandangan nilai etika dan estetika. a. Etika Ada beberapa teori tentang nilai baik dan buruk (Etika). Pertama, misalnya teori nilai dari islam. Dalam islam nilai (etika) direntang menjadi lima kategori: baik sekali, baik, netral, buruk, buruk sekali ( wajib, sunnah, mubah, makruh, haram). Nilai dalam islam ditentukan oleh TUHAN. Teori baik buruk dari hedonisme mengajarkan bahwa sesuatu dianggap baik apabila mengandung hedone (kenikmatan, kepuasan) bagi manusia. Teori ini sudah ada sejak zaman yunani kuno. b. Estetika Nilai baik sebanding dengan nilai indah, tetapi kata “indah” lebih sering dikenakan pada seni, sedangkan “baik” pada perbuatan. Di dalam kehidupan, indah lebih berpengaruh ketimbang baik. Sebagian besar orang lebih tertarik pada rupa ketimbang tingkah laku. Orang yang tingkah lakunya baik (etika), tetapi kurang indah (estetika), akan dipilih belakangan. Yang dipilih lebih dulu adalah orang yang indah, sekalipun kurang baik. Menurut plato, keindahan adalh realitas yang sungguh-sungguh, suatu hakikat yang abadi, tidak berubah. Sekalipun ia menyatakan bahwa harmoni, proporsi, dan simetri, adalah yang membentuk keindahan, ia tetap berpendapat bahwa ada unsur metafisik dalam keindahan. Baginya keindahan suatu objek, bukan berasal dari objek itu, akan tetapi keindahan itu yang menyertai objek tersebut. Bagi plotinus, keindahan adalah pancaran akal ILAHI, bila ILAHI memancarkan diri-NYA maka itulah keindahan. Seniman adalah orang yang tajam daya tangkapnya, yang dapat menangkap sinar ILAHI. Di dalam islam disebutkan bahwa TUHAN itu indah dan mencintai keindahan.

Lantas, apa kaitannya seni dengan kedua nilai di atas? Seni memang tidak bisa lepas dari nilai etika & estetika. Tak jarang, terkadang sebuah karya seni menjadi kontrofersi di tengah masyarakat. Biasanya karya seni yang menjadi buah bibir adalah karya seni yang lari dari nilai etika dan hanya mengedepankan nilai estetika. Jika seni dikaji berdasarkan konsep yang ILAHI (theologi / ke-TUHANAN) maka kita tidak bisa hanya mengedepankan estetika dan mengesampingkan etika dalam penciptaan sebuah karya seni. Karena TUHAN adalah pencipta semesta alam ini dan pembuat segala aturan di muka bumi ini. Indah dari sudut pandang estetika, belum tentu sejalan dengan sudut pandang etika, jika seni hanya mengedepankan keindahan saja, maka itu adalah estetika seni ( art to art) seni untuk seni. Tapi seni yang berdasarakan konsep ILAHI ( theologi/ke-TUHANAN) maka wajib memepertimbangkan nilai etika dan estetika.

Ekspresionisme Penganut paham ekspresionisme memiliki dalil bahwa "Art is an expression of human feeling" atau seni adalah suatu pengungkapan dari perasaan manusia. Aliran ini terutama bertalian dengan apa yang dialami oleh seseorang seniman ketika menciptakan suatu karya seni. Perintis aliran ini Benedetto Croce (1866-1952) menyatakan bahwa seni dalah pengungkapan dari kesankesan ( art is expression of impresion). Menurut Croce ekspresi sama dengan intuisi. Intuisi adalah pengetahuan intuitif yang diperoleh melalui pengkhayalan tentang hal-hal individual yang menghasilkan gambaran angan-angan ( images ) (The Liang Gie, 1976:75). Ekspresionisme juga didefinisikan sebagai kebebasan distorsi bentuk dan warna untuk melahirkan emosi ataupun sensasi dari dalam yang biasanya dihubungkan dengan kekerasan atau tragedi. Ekspresionisme menjajagi jiwa dan menemukan ` Sturm und Drang' dan pancarannya keluar merupakan media yang baik untuk melukiskan emosiny Tokoh pelukis Ekspresionisme di Indonesia adalah Affandi (Soegeng Toekio, 1987:40). Pengungkapan berwujud berbagai gambaran angan-angan misalnya images warna, garis, dan kata. Mengungkapkan bagi seseorang berarti menciptakan seni dalam dirinya tanpa perlu adanya kegiatan jasmaniah keluar. Seorang tokoh lain dari aliran ini adalah Leo Tolstoy. Ia berpendapat: "Memunculkan dalam diri sendiri suatu perasaan yang seseorang telah mengalaminya dan setelah memunculkan itu kemudian dengan perantaraan pelbagai gerak, garis, warna, suara atau bentuk yang diungkapkan dalam kata-kata, memindahkan perasaan itu sehingga orang-orang lain mengalami perasaan yang sama, ini adalah kegiatan seni (The Liang Gie, 1976:76).

Ekspresi musik Arti ekspresi ialah ungkapan pikiran & perasaan yg mencakup semua nuansa dari tempo, dinamik, & warna nada dari unsur-unsur pokok musik, dalam pengelompokkan frase (phrasing) yang diwujudkan oleh seniman musik/penyanyi, disampaikan kepada pendengarnya. Ekspersi dalam bermain musik sangat penting karena menyangkut perasaan yang mewakili isi dari lagu yang akan disampaikan oleh penciptannya.Ekspresi dalam musik adalah ungkapan pikiran dan perasaan yang mencakup nuansa tempo dinamik, dan gaya dari unsur -unsur pokok musik. Unsur -unsur ekspresi dalam musik adalah :

a. Tempo Adalah kecepatan suatu lagu dan perubahan dalam kecepatan lagu tersebut. Kata tempo berasal dari bahasa Italia. Alat yang digunakan untuk menentukan kecepatan tempo adalah Metronom Maelzel. Contoh istilah tempo yang sering digunakan dalam bermain musik , presto( cepat sekali),allegro (cepat gembira), allegretto (agak cepat), moderatto( sedang), andante(seperti orang berjalan), adagio (lambat) dan lain sebagainya b. Dinamik Dinamik dalam musik adalah tanda untuk menyatakan tingkat volume suara, keras lunaknya suara serta perubahan-perubahan yang terjadi. c. Gaya Gaya dalam ekspresi musik adalah cara penyampaian melodi atau lagu yang akan disampaikan dalam penyajian musik. Misal legato (tersambung halus), staccato terputus-putus), dan sforzando (bertekanan). Dag Österberg (2005:19) berargumen musik sebagai ekspresi dan kegiatan ekspresif berhubungan dengan sifat-sifat alami tubuh manusia yang berfungsi sebagai media ekspresi yang potensil dan bawaan lahir. Seperti perasaan senang, marah, takut, sedih, bisa diekspresikan melalui sinar mata, senyuman, atau gerakan anggota tubuh lainnya. Ekspresi yang diwarnai kekhasan budaya ibu ini pun sejak kecil sudah kita kenal dan ketika ekspresi ini dilakukan, ia tidak berlangsung asal-asalan; bahkan upaya mengelaborasinya adalah bertujuan untuk mengentalkan dan memperkaya makna yang hendak diungkapkan itu. Ekspresivitas adalah hubungan internal antara apa yang diekspresikan dan ekspresi itu sendiri. Teori dan konsep inilah yang mendasari sosio-musikolog Barat dalam menginterpretasikan ekspresi musik.

Dalam sejarah musik Barat, musik sudah dianggap sebagai ekspresi perasaan, paling tidak, setelah jaman Barok, 1750. Tapi pendekatan ini sesungguhnya sudah dimulai sejak renaisance. Di jaman Rococo dikaitkan dengan emosi, dan puncaknya adalah di jaman Romantik: jaman kejayaan musik instrumental yang juga disebut jaman peluapan emosi tak terbatas. Di awal abad 20, ekspresivitas digegerkan oleh pandangan Stravinsky yang menyatakan “musik tidak mengekspresikan apa-apa.” Sejak itu sejarah musik Barat berusaha menggayuti “objektivitas baru.” Tetapi anti-romantisme ini tak pernah sukses. Sampai saat ini budaya musik Barat masih dalam domain ekspresivitas ini. Tetapi di balik sejarah itu, pertanyaan besarnya adalah bagaimana cara masyarakat dan budaya Barat mengapresiasi ekspresi musik ini? Bagaimana para ahli (sosiolog, musikolog) melihat hubungan ekspresi musikal dengan struktur sosialnya. Situasi dan struktur sosial seperti apakah yang bisa diekspresikan melalui musik, atau musik seperti apakah yang bisa dikatakan mewakili struktur sosial itu?

Pendekatan para ahli untuk menjelaskan pertanyaan-pertanyaan ini adalah melalui musik itu sendiri. Yaitu melalui rekaman bunyi yang dicatat dalam simbol-simbol, pengkodean, teori musik Barat. Susunan bunyi yang bisa diidentifikasikan melalui kode-kode musik itu dimaknai mewakili suasana dan perasaan hati pada saat musik itu dimainkan atau diperdengarkan—tentu dalam konsep budaya musik Barat. Nada minor dipersepsikan mewakili suasana/rasa sedih. Konsep blue note dalam musik blues adalah nada sedih, yaitu nada ters minor dalam akor mayor. Sedangkan nada-nada mayor dimaknai sebagai suasana hati gembira, ceria. Sekedar membandingkannya dengan musik orang Toba, misalnya, nada mayor sebaliknya mengekspresikan melodi yang pedih memilukan. Terutama tradisi ratapan (lamenta) dalam upacara kematian yang disebut mangandung. Lompatan nada ters minor —dalam akor dasar minor—tidak dikenal pada musik vokal ini. Dengan meminjam teori musik Barat mendeskripsikannya, dapat dipastikan melodi sedih yang menyayat hati itu menggunakan kualitas tangga nada mayor. Ini bukan mengada-ada, tetapi ciri-ciri dan warna budaya musik Toba itu sendiri. Kalau penyeteman (tuning) alat musik hasapi juga dideskripsikan melalui teori musik Barat, misalnya, maka dua dawai yang terdapat pada alat musik ini menghasilkan interval ters mayor: nada do pada tali kedua, dan nada mi pada tali satu (E – G#). Contoh lain, kalau anda punya rekaman lagu-lagu Toba berirama sedih, seperti Inang (Charles Hutagalung), itu bukan dari tangganada minor, tapi “mayor.” Akor konsonan, yaitu susunan tiga nada vertikal yang konvensional—seperti do, mi, sol, (c, e, g) dalam konsep harmoni tradisional—dikonotasikan keselarasan, kemapanan, dan kerukunan sosial, sedangkan akor-akor disonan (harmoni modern yang bersuara miring seperti akor jazz, misalnya) dikonotasikan sebagai konflik, perselisihan, dan permusuhan. Benturan nada-nada yang rapat berjarak setengah langkah (100 cent) pada akor disonan dianggap mewakili konfilk sosial. Dalam komposisi musik Barat, pergeseran antara tangga-nada mayor dan minor sengaja diciptakan dan direkayasa terus menerus. Begitu pula kombinasi akor atau bentuk harmoni konsonan, disonan, serta modulasinya terjadi secara terus menerus.

Teori Organis

untuk memahami seni secara teori organis dalam filsafat, maka kita harus membedah terlebih dahulu apa itu organis atau organisme. menurut kamus besar bahasa indonesi (KBBI) organisme adalah susunan yang bersistem dari berbagai bagian jasad hidup untuk suatu tujuan tertentu. filsafat organisme mungkin disebut sebagai satu-satunya sistem pengetahuan yang paling radikal mengkritik paradigma sains modern. meskipun sistem berfikir ini lahir di awal abad yang lalu, namun tetap relevan untuk di bahas sekarang.filsafat yang dirintis oleh alfred north whitehead ini mencoba melakukan revitalisasi terhadap tradisi ontologi. whitehead meyakini filsafat organisme mengedepankan keutuhan, integrasi, di antara jejaring realitas dalam bingkai pemikiran sitemik.dalam proses and reality (1978), dia mengatakan bahwa tujuan dari filsafat organisme adalah mencanangkan kosmologi baru, yang berbasis pada sistem, dimana usnsurunsur pembentukan sistem tersebut bersinergi menciptakan keteraturan yang padu.artinya, ada kesalingterkaitan antara unsur-unsur tersebut menciptakan entitas utuh yang tidak hanya sekedar penjumlahan dari unsur-unsur pembentuknya. alfred nort whitehead (1929) menyatakan realitas adalah proses, dan proses adalah realitas. artinya realitas itu bagian dari proses, dan realitas itu selalu berubah atau berproses untuk menjadi realitas baru. filsafat organisme mengajarkan bahwa realitas ini satu dan bagian dari realitas itu di sebut entitas. contohnya adalah tubuh manusia yang terdiri dari banyak organ yang saling terikat. semua organ itu harus bekerja sama agar tubuh itu tetap sehat dan orangnya hidup bahagia. menurut xun-zi, mengajarkan bahwa masyarakat perlu diatur secara organis. negara adalah suatu organisme, pemerintah sebagai kepalanya, aparatur negara adalah kaki tangannya, rakyat adalah bagian dari organ tubuhnya. Masyarakat Negara sebagai organisme.Xun Zi menganggap Negara sebagai organisme. Dia menata ekonomi juga berdasar filsafat organisme.Pemimpin Negara diumpamakan sebagai kepala. Ajaran Xun Zi ini dipraktekan di Negara Jepang dan RRC dalam mengelola Negara agar teratur dan berdampak positif pada kemajuan negara. berdasar pendapat dari beberapa ahli di atas, dapat kita ambil kesimpulan bahwa seni pun juga demikian. seni merupakan suatu organisme yang terdiri dari beberapa partikel yang membentuk suatu kesatuan utuh. kita kecilkan lagi pada ruang lingkup seni musik, jika kita mengkutip dan membandingkan pendapat yang terlontar dari xun zi, bahwa teori organis dalam seni juga sama demikian.

bahwasannya seni pun perlu di atur secara organis. seni adalah suatu organisme, musik sebagai kepalanya, para musisi dan pakar musik adalah kaki tangannnya, penikmat musik adalah bagian organ tubuhnya. Mengapa demikian? Karena memang seni harus di atur sedemikian rupa agar tidak terjadi kesimpang siuran dalam berkesenian. Baik itu di tinjau dari etika maupun estetika. Ada beberapa pertimbangan bagi setiap seniman yang harus difikirkan sebelum melahirkan sebuah karya seni. Dalam ruang lingkup seni musik pun demikian adanya. Para musisi yang ada harus betul-betul mempertimbangkan karya musiknya baik itu dari segi teori musik dan harmonisasinya agar dapat terlahir sebuah karya yang indah dapat diterima dengan baik oleh penikmatnya. Seni pun juga sejalan dengan pendapat alfred nort whitehead (1929) yang menyatakan bahwa realitas adalah proses, dan proses adalah realitas. Realitas seni itu adalah bagian dari proses berkesenian, dan realitas seni itu selalu berubah atau berproses untuk menjadi realitas seni yang baru.

Kontekstualisme
Berdasarkan KBBI (kamus besar bahasa indonesia) kontekstualis adalah Aliran yang menyelidiki makna dalam bahasa dengan metode probabilitas dan memusatkan diri pada distribusi formal bentuk bahasa, ujaran, dan hubungan antara ujaran atau wacana dan lingkungan fisik dan sosial Kontekstualisme dalam epistemologis adalah suatu paham dalam filsafat pengetahuan. Paham ini beranggapan bahwa kebenaran dari sebuah pernyataan tergantung dari konteks mana dia dinyatakan. Kontekstualisme dalam pengetahuan merupakan argumen yang baik untuk menghadang argumen skeptis. Pertama kita harus mengenal mengenai argumen skeptis. Argumen skeptis berpendapat bahwa kita tidak mungkin memiliki pengetahuan di sekeliling kita. Kita ambil saja contohnya pengetahuan bahwa saya memiliki sebuah gitar. Pengetahuan ini jelas sekali, bahwa saya melihat gitar saya, saya bisa merasakan ini saya dan saya bisa memainkannya sehingga menghasilkan bunyi yang harmoni. Namun demikian Skeptisisme mengajukan argumen “Brain In Vat” atau “Otak dalam wadah”. Pernah melihat film The Matrix, dari film itu kita menjadi ragu apakah pengetahuan yang kita dapat mengenai alam sekeliling kita adalah pengetahuan asli ataukah itu hanya suatu simulasi yang dibuat oleh mesin. Teori Brain In Vat atau disingkat BIV adalah teori yang menyatakan bahwa kita tidak pernah yakin bahwa tubuh kita ini asli dan bukan hanya simulasi di komputer. Kita sekarang hanyalah sebuah otak yang mengambang dalam wadah yang tersambung dengan kabel-kabel.

Dengan kata lain sebenarnya kita tidak memiliki tubuh. Dari sini ada tiga argumen yang bisa diambil. 1. Saya tahu bahwa saya memiliki gitar. 2. Saya tidak tahu apakah saya punya tangan karena saya tidak yakin apakah saya BIV 3. Saya tidak tahu apakah saya BIV Ada tiga jenis argumen semacam ini. Skeptisisme menganggap, karena kita tidak bisa yakin apakah kita BIV, maka kita tidak bisa meyakini apapun. Kontekstualisme beranggapan bahwa pernyataan itu kebenarannya tergantung dari konteksnya. Apakah dengan standar tinggi atau tidak. Jika kita menggunakan standar tinggi dalam pengetahuan kita, maka bisa dibenarkan. Sedangkan salah, jika kita memakai standar rendah. Maka yang benar dan bukan. Dalam filsafat ilmu, kontekstualisme bisa berarti term teoritis hanya memiliki makna kontekstual. Maksudnya adalah bermakna ketika mereka memainkan peranan dalam sistem deduksi dan konsekuensi yang telah dites secara empiris.

Posted by sun ny vai at 12:58 AM Email This BlogThis! Share to Twitter Share to Facebook

SENI DAN KEINDAHAN
Diposkan oleh Dartiny Mentari di 06.45

BAB I PENDAHULUAN
Setiap teori seni harus dimulai dengan anggapan bahwa manusia memberikan reaksi terhadap bentuk, massa dan permukaan dari benda-benda yang dilihatnya, dan bahwa komposisi dan penataan unsur-unsur tersebut menimbulkan rasa senang pada diri manusia.
I.1 LATAR BELAKANG

Seperti telah diuraikan pada Pengertian Seni, terdapat kalimat yang mengatakan bahwa keindahan adalah seni karena menyentuh kedalaman rasa pada seorang manusia. Jika kita kaji lebih jauh, maka akan kita lihat betapa manusia tidak dapat dipisahkan dengan kata SENI dimana setiap detik nafas kehidupan akan merupakan keindahan bagi setiap insan manusia yang merasakannya. Ada semacam keinginan yang sangat mendasar dimana keindahan menjadi faktor utama didalam menentukan sebuah kwalitas kehidupan. Walaupun tidak dapat diukur dengan tepat, tetapi seperti ada kesepakatan yang menggambarkan nilai nilai keindahan mempengaruhi setiap langkah kemajuan jaman. Dimulai dengan pembentukan sebuah tempat dimana manusia tinggal. Pada jaman dulu dimana kebutuhan dasar manusia terhadap tempat tinggal hanya dipengaruhi oleh cuaca dan alam sekitarnya, mungkin belum terlintas untuk berpikir keindahan karena pada jaman itu hal yang sangat mempengaruhi kebutuhan hanyalah bagaimana mereka dapat selamat dari keadaaan cuaca buruk dan binatang buas. Dengan perjalanan waktu dimana kehidupan mulai meningkat kepada kebutuhan lain selain dua hal diatas, manusia mulai memikirkan keindahan yang dapat dilihat dari bentuk bentuk geometris dan lekukan lekukan pada benda benda pakai seperti pegangan pisau dan beberapa alat rumah tangga. Sampai pada kemajuan yang sangat dramatis dimana ditemukannya rumus rumus mathematis yang dapat menirukan bentuk bentuk alam kedalam bentuk yang dapat diukur, membuat kebutuhan akan keindahan menjadi lebih utama apalagi ketika sebuah kerajaan mulai memperlihatkan kekuasaannya, keindahan menjadi ukuran tingkat kehidupan sosial saat itu.

Sejarah seni dimulai dari saat manusia mulai berpikir akan nilai nilai tambah bagi kehidupan spirituilnya. Disana sering terdapat benda benda istimewa yang memberikan kekuatan spirituil dibentuk dengan sangat memikirkan keindahan, sehingga diperlukan keahlian khusus

didalam membuatnya. Sudah barang tentu orang yang diberikan tugas membuat bukan orang sembarangan tetapi orang yang ditunjuk masyarakat karena keistimewaannya dan kemampuan spirituilnya. Kegiatan spirituil merupakan kegiatan utama bagi peradaban manusia ketika mereka menyadari adanya kekuatan ghaib yang menguasai kehidupan mereka. Dengan segala kekuatan hati mereka berusaha menyentuh kekuatan itu melalui upacara upacara spirituil dengan berharap kehidupan dilindungi dan menjadi lebih baik. Spirituil adalah kebutuhan dasar manusia karena menyentuh jiwa yang memakai raga untuk menjalankan kehidupan didunia yang berarti setiap jiwa yang berada didunia ini akan selalu ingin mendekatkan dirinya pada sebuah kekuatan alam yang sangat diyakini akan memberikan kehidupan yang diinginkan. Lalu dimana letak keindahan didalam fenomena ini? Ada semacam rasa yang tidak dapat dianalisa oleh siapapun karena rasa itu telah ada dari sejak manusia menghuni bumi dan apabila kita mengatakan bahwa ini merupakan ciptaan Yang Maha Kuasa maka hal ini berarti segala hal yang menyangkut rasa merupakan salah satu kehidupan yang diciptakan olehNya pada diri manusia dengan segala kelengkapannya. “Dimana kita dapat merasa, disitulah kita hidup.” Kalimat sederhana tetapi mempunyai makna yang kuat dimana rasa sangat mendominasi kehidupan manusia didunia ini. Sebagai ungkapan dari setiap perasaan yang timbul, manusia berbuat bermacam cara agar orang lain dapat merasakannya ataupun sekedar mengetahui. Ada semacam kekuatan naluri dimana rasa keindahan sudah berada didalam jiwa manusia begitu dia mengisi sebuah janin didalam kandungan dan hal ini akan dapat dirasakan ketika manusia memulai kehidupannya dan akan selalu berperan penting didalam mengisi segala sisi kegiatannya. Jadi, sebenarnya apa yang kita rasakan tentang keindahan adalah sebuah komponen dasar pada jiwa manusia yang akan terus mengikuti setiap nafas kehidupannya sehingga dengan sendirinya

1. 2. 3. 4. 5.

I.2 RUMUSAN MASALAH Dalam penulisan makalah mengenai seni dan keindahan ini terdapat beberapa rumusan masalah yakni: Pengertian seni dan keindahan dalam kehidupan sehari-hari. Fungsi seni dalam kehidupan sehari-hari. Filosofi seni dan keindahan Apresiasi pesona seni dan keindahan Kesadaran berkesenian I.3 TUJUAN

Tujuan penulisan makalah ini ialah: 1) Memberikan pengetahuan tentang pengertian seni dan keindahan dalam kehidupan sehari-hari. 2) Mengetahui fungsi seni dalam kehidupan sehari-hari. 3) Memberikan pengetahuan tentang filosofi seni dan keindahan, apresiasi pesona seni dan keindahan, serta kesadaran berkesenian.

BAB II PEMBAHASAN
II.1 PENGERTIAN SENI Seni pada mulanya adalah proses dari manusia, dan oleh karena itu merupakan sinonim dari ilmu. Dewasa ini, seni bisa dilihat dalam intisari ekspresi dari kreatifitas manusia. Seni sangat sulit untuk dijelaskan dan juga sulit dinilai, bahwa masing-masing individu artis memilih sendiri peraturan dan parameter yang menuntunnya atau kerjanya, masih bisa dikatakan bahwa seni adalah proses dan produk dari memilih medium, dan suatu set peraturan untuk penggunaan medium itu, dan suatu set nilai-nilai yang menentukan apa yang pantas dikirimkan dengan ekspresi lewat medium itu, untuk menyampaikan baik kepercayaan, gagasan, sensasi, atau perasaan dengan cara seefektif mungkin untuk medium itu. Dalam bahasa Sanskerta, kata seni disebut cilpa. Sebagai kata sifat, cilpa berarti berwarna, dan kata jadiannya su-cilpa berarti dilengkapi dengan bentuk-bentuk yang indah atau dihiasi dengan

indah. Sebagai kata benda ia berarti pewarnaan, yang kemudian berkembang menjadi segala macam kekriaan yang artistik. Cilpacastra yang banyak disebut-sebut dalam pelajaran sejarah kesenian, adalah buku atau pedoman bagi para cilpin, yaitu tukang, termasuk di dalamnya apa yang sekarang disebut seniman. Memang dahulu belum ada pembedaan antara seniman dan tukang. Pemahaman seni adalah yang merupakan ekspresi pribadi belum ada dan seni adalah ekspresi keindahan masyarakat yang bersifat kolektif. Yang demikian itu ternyata tidak hanya terdapat di India dan Indonesia saja, juga terdapat di Baratpada masa lampau. Dalam bahasa Latin

pada abad pertengahan, ada terdapat istilah-istilah ars, artes, dan artista. Ars adalah teknik atau craftsmanship, yaitu ketangkasan

dan kemahiran dalam mengerjakan sesuatu; adapun artes berarti kelompok orang-orang yang memiliki ketangkasan atau kemahiran; dan artista adalah anggota yang ada di dalam kelompok-kelompok itu. Maka kiranya artista dapat dipersamakan dengan cilpa. Kata seni yang bersumber dari bahasa asing itu menekankan arti pada hasil aktivitas seniman. Lingkup seni sebagai hasil aktivitas artistik yang meliputi seni suara, seni gerak dan seni rupa sesuai dengan media aktivitasnya. Media dalam hal ini mempunyai arti sarana yang menentukan batasan-batasan dari lingkup seni tersebut. Media sebagai sarana aktivitas seni dapat menghasilkan karya seni setelah melalui proses penciptaan seniman berdasarkan pertimbangan artistik (nilai artistik). Jadi karya seni sesuai dengan media yang dipakai meliputi jenisnya; antaranya senirupa (visual art). adapun beberapa teori seni menurut beberapa tokoh : 1. Ki. Hadjar Dewantara: Seni adalah segala perbuatan manusia yang timbul dan bersifat indah, menyenangkan dan dapat menggerakan jiwa manusia, 2. Herbert Read: Aktivitas menciptakan bentuk-bentuk yang menyenangkan.

3. Ahdiat Karta Miharja: Kegiatan rohani yang merefleksi pada jasmani, dan mempunyai daya yang bisa membangkitkan perasaan/jiwa orang lain. 4.Schopenhauer: seni adalah suatu usaha untuk menciptakan bentukbentuk yang menyenangkan. 5.Sudarmadji: seni adalah manifestasi batin dan pengalaman estetis menggunakan media garis,bidang,warna,tekstur, volume, dan gelap terang. 6.Ensiklopedia Indonesia: seni adalah penciptaansegala hal atau benda yang karena keindahannya orang senang melihatnya, mendengarkan dan menikmatinya. 7.Suwaji Bastomi: Seni adalah aktivitas batin dengan pengalaman estetika yang dinyatakan dalam bentuk-bentuk yang agung dan mempunyai daya membangkitkan rasa takjub dan keharuan. 8.Wijoyo Yudoseputro: seni adalah manifestasi artistic dari interaksi antara kehidupan manusia dengan lingkungannya. II.2 FUNGSI SENI Manusia dalam kebutuhan hidupnya senantiasa berupaya untuk memenuhinya. Kebutuhan ini tentu saja berbeda-beda baik kualitas maupun kuantitasnya berdasarkan pengalaman hidup dan perhatian yang berbeda, baik manusia sebagai makhluk pribadi atau manusia sebagai bagian dari masyarakat luas. Dari sedemikian banyak kebutuhan seharihari sebagai seni. Dalam aspek kehidupan manusia, seni memiliki beberapa fungsi sebagai berikut: 1. Seni untuk memenuhi kebutuhan individu a. Kebutuhan fisik Sejarah membuktikan bahwa perkembangan seni selalu seiring dengan peradaban manusia. Sejak dahulu perabot rumah tangga atau benda-benda yang diciptakan manusia untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, diciptakan dengan mempertimbangkan nilai seni. Misalnya, perkembangan model kursi dari zaman Romawi, Dinasti Cina, sampai gaya

kontemporer. Atau perkembangan alat transportasi dari sado,sepeda, mobil, pesawat ulang alik, yang kesemuanya itu dibuat untuk memenuhi kebutuhan fisik manusia dengan memperhatikan segi keindahan. b. Kebutuhan Emosional Manusia juga mempunyai kebutuhan emosional yang harus dipenuhi. Emosi seseorang muncul karena adanya hubungan atau interaksi dengan orang lain atau sesuatu hal yang akhirnya menimbulkan perasaan sedih, susah, gembira, daan sebagainya. Melalui seni seseorang dapat mengungkapkan perasaan dan menyalurkan daya imajinasi atau menikmati seni tersebut untuk menghibur hatinya. Untuk itulah orang seringkali melukis, membuat puisi, mendengarkan lagu atau menonton, semuanya sebagai apresiasi seni. Seni tak hanya semata-mata dikuasai oleh seniman saja,tetapi setiap individu memiliki bakat dan naluri atau jiwa seni dan dapat disalurkan walaupun dengan kapasitas yang berbeda-beda oleh karena bakat ,naluri atau jiwa seni ini bersifat alamiah. Seniman dan masyarakat harus berinteraksi dengan dalam membicarakan dan memberikan masukan kepada seniman karena seniman dalam menciptakan sebuah karya disamping untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, sehingga pada akhirnya suatu karya seni yang dihasilkan dapat lebih baik. 2. Seni untuk memenuhi kebutuhan sosial a) Fungsi social seni dibidang agama Pada bidang agama, seni dapat memiliki fungsi social terutama yang berkaitan dengan tempat ibadah. Faktor artistic pada tempat-tempat peribadatan sangat diperlukan, salah satunya untuk memberikan suasana sejuk, damai, indah, berwibawa, agung, suci agar dapat membuat umat beragama lebih betah dan lebih nikmat untuk beribadah. b) Fungsi sosial seni dibidang pendidikan

Setiap pemimpin selalu berupaya dan mengharapkan masyarakat yang dipimpinnya mempunyai budi pekerti yang luhur yang terpancar dari lubuk hati dengan penuh ketulusan. Salah satu cara pencapaiannya yaitu melalui pendidikan seni baik secara formal maupun nonformal, oleh karena pendidikan seni dapat menimbulkan pengalaman estetika bahkan pengalaman etika pada seiap orang. Pengalaman ini sangat penting sebab diharapkan dapat memberikan fungsi sosial bagi seseorang manakala nilai tersebut diaktualisasikan ditengah masyarakat. c) Fungsi sosial seni dibidang komunikasi Proses interaksi diantara kedua pihak baik antar manusia maupun antara manusia dengan lingkungannya, dapat terjadi melalui komunikasi. Artinya pada umumnya orang yang berkomunikasi menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi karena bahasa merupakan alat yang paling sederhana dan mudah dimengerti. Namun seni juga digunakan sebagai alat komunikasi, misalnya seni music dapat berkomunikasi melalui rangkaian nada yang indah, seni rupa dapat berkomunikasi menyampaikan pesan-pesan alam maupun bentuk rupa benda yang dituangkan dalam karyanya kepada semua orang, dan lainlain. d) Fungsi sosial seni dibidang rekreasi Dalam kesibukan pekerjaan rutinitas sehari-hari terkadang manusia diserang perasaan jenuh, apalagi seseorang yang bekerja pada benda mati sehingga tak jarang orang mencari suasana baru demi untuk menyegarkan diri. Untuk memenuhi hasrat tersebut, masing-masing orang melakukan berbagai hal sesuai dengan kondisi individu tersebut. Salah satu yang paling sesuai adalah mencari tempat rekreasi yang bernuansa seni, apakah dialam pedesaan yang terbuka dan hijau, dimuseum purbakala, ditempat-tempat artistic atau dimana saja yang dapat membuat hati menjadi tentram karena adanya sentuhan seni dari benda atau objek yang kita kunjungi.

II.3 FILOSOFI SENI DAN KEINDAHAN Keindahan mengisi beragam dunia mulai dari makrokosmos sampai pada mikrokosmos. Tema “kosmo” mengandung pengertian tertib yang menyatakan bahwa seni keindahan itu berada pada ketertibannya, pada pesona susunan dari seluruh bagiannya , dan pada sifat kegenapannya. Keindahan itu berada pada deburan ombak yang memecah, berada pada gemercik air mengalir, berada pada kelapkelipnya bintang dan contoh-contoh lain yang tidak terhingga banyaknya. Sejumlah contoh keindahan di dalam alam dan budaya kehidupan dan penghidupan masyarakat itu membekas dalam diri seniman. Timbullah proses peniruan alam dalam dirinya, dan dalam rangka berkomunikasi dengan sesamanya, maka terciptalah seni lukis, seni pahat, seni sastra, seni music dan sejumlah seni lainnya. Setiap seni menyampaikan pesan dengan masing-masing cara sesuai dengan karakteristiknya. Ada penikmat yang dapat membaca pesan itu, ada yang belum, tergantung pada kepekaan seni dan keindahan di dalam dirinya. Keindahan dapat mengundang keharuan, betapa tidak setiap yang indah memiliki ketertiban, setiap yang tertib penuh dengan informasi, sesuatu yang penuh dengan informasi akan memiliki spectrum yang luas untuk berkomunikasin dengan manusia melalui sensibilitas yang dimilikinya. Dalam diri manusia telah terakumulasi sejumlah memori dari yang manis sampai pahit, asin sampai hambar, panas sampai dingin, susah sampai senang, santai sampai serius, takut sampai berani, memuaskan sampai mengecewakan, menyelamatkan sampai mencelakakan dan space-space lainnya berdasarkan spectrum pengalaman hidupnya. Keindahan bagi masing-masing orang terkadang apresiasinya tergantung pada pribadi yang bersangkutan sebab sesuatu dapat dikatakan indah namun orang lain menganggapnya tidak indah, demikian pula sebaliknya.

II.4 APRESIASI PESONA SENI DAN KEINDAHAN Apresiasi pesona seni tak hanya bagaimana menangkap makna atau pesan yang disampaikan oleh karya seni, akan tetapi lebih jauh lagi adalah menghayati dan mengambil manfaat dari makna yang terserap. Untuk dapat mengapresiasikan karya seni diperlukan sejumlah perangkat lunak yang telah diinstalkan terlebih dahulu didalam jiwa pengapresiasi. Diantaranya adalah kepekaan analisis dan sintesis dari sensibilitas, intelektualitas dan moralitas, yang dapat mengukur keindahan, kebenaran, dan kebaikan. Sumber inspirasi karya seni berada pada keindahan alam dan budaya manusia, sedangkan seni hanya merupakan upaya seniman untuk mengapresiasikan hasil tiruannya. Realitas karya seni secara umum tampil berupa pemikiran, tutur kata, tulisan, perilaku, karya seni yang bersifat material seperti lukisan, ukiran, pahatan, bangunan, dan karya-karya seni yang bersifat dinamik seperti music, holografi, tiruan air terjun, tiruan air mancur, panggung pentas lakon, sandiwara, drama, sinetron termasuk pentas olaraga. II.5 KESADARAN BERKESENIAN Kehendak seorang manusia adalah suatu system ilmu-raga dikendalikan oleh tingkat kesadaran yang terbentuk dalam otak besar dan otak kecil, bermuara pada tindakan/ kegiatan, dan mewujudkan dalam buah karyanya, yaitu karya seni. Kesadaran merupakan suatu interaksi antara dirinya dan lingkungannya melalui rangsangan dari luar dirinya sehingga muncul perintah-perintah yang akan membentuk suatu tindakan berupa laku perbuatan. Pada hakikatnya seni dapat dikelompokkan atas dua , ada yang normative dan ada yang suyetif pragmatis, yang normative selain rasional, empiris juga harus memiliki keterkaitan dengan aspek ilahiyah, tidak seperti halnya yang suyektif pragmatis hanya rasional dan empiric saja.

BAB III KESIMPULAN
III.1 Kesimpulan Dalam bahasa Sanskerta, kata seni disebut cilpa. Sebagai kata sifat, cilpa berarti berwarna, dan kata jadiannya su-cilpa berarti dilengkapi dengan bentuk-bentuk yang indah atau dihiasi dengan indah. seni memiliki beberapa fungsi sebagai berikut: Seni untuk memenuhi kebutuhan individu, Seni untuk memenuhi kebutuhan sosial. Keindahan mengisi beragam dunia mulai dari makrokosmos sampai pada mikrokosmos sehingga apresiasi pesona seni tak hanya bagaimana menangkap makna atau pesan yang disampaikan oleh karya seni, akan tetapi lebih jauh lagi adalah menghayati dan mengambil manfaat dari makna yang terserap tetapi juga bagaimana menumbuhkan kesadaran berkesenian dimana kesadaran sendiri merupakan suatu interaksi antara dirinya dan lingkungannya melalui rangsangan dari luar dirinya

sehingga muncul perintah-perintah tindakan berupa laku perbuatan.

yang akan membentuk suatu

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->