P. 1
Lap Metil Salisilat

Lap Metil Salisilat

5.0

|Views: 439|Likes:

More info:

Published by: Putri Kusuma Wardani on Mar 26, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/17/2014

pdf

text

original

LAPORAN PRAKTIKUM ANALISIS FARMASI ANALISIS OBAT METIL SALISILAT DALAM SEDIAAN SEMI PADAT BALSAM

Disusun oleh: KELOMPOK A-II Winanti Handayani Sani Zakkia Alawiyah Ifa Muttia Rahmawati Fitria Alifa Rahmawati (G1F010007) (G1F010009) (G1F010011) (G1F010013) (G1F010015)

Asisten: Shinta A. dan Banu A. Tanggal: 01 Oktober 2012

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU-ILMU KESEHATAN

labu ukur. gelas piala 250 ml. kassa. labu erlenmeyer. kaki tiga. Alat dan Bahan Alat yang digunakan adalah timbangan. Bahan yang digunakan yaitu balsem mengandung Metil Salisilat. larutan H2SO4 1 N. biuret dan statif. indikator metil jingga dan larutan NaOH 1 N. Tujuan Mampu memilih dan menerapkan metode analisis untuk analisis obat sediaan semi solid dan mampu menetapkan kadar obat tersebut. seperangkat alat refluks. filler. gelas ukur. pipet volum. indikator fenolftalein.JURUSAN FARMASI PURWOKERTO 2010 A. ethanol. Data Pengamatan Gambar 1 Proses refluks metil salisilat dan NaOH . batang pengaduk. spatula. B. C. pipet tetes. gelas arloji. pembakar spirtus.

Titrimetri atau titrasi biasanya dibedakan berdasarkan jenis reaksi yang terlibat di dalam proses titrasi. sebagai contoh bila melibatkan reaksi asam basa maka disebut sebagai titrasi asam basa.D. titrasi redoks untuk titrasi yang melibatkan reaksi reduksi oksidasi. sedangkan alkalimetri adalah pengukuran kosentrasi basa dengan menggunakan larutan baku asam. dan titrasi asam yang terbentuk dari hidrolisis garam yang berasal dari basa lemah (asam bebas) dengan suatu basa standar . Titrasi Asidi-alkalimetri Praktikum kali ini bertujuan untuk menetapkan kadar suatu obat dalam sediaan semi padat menggunakan metode titrimetri dengan prinsip reaksi asam basa. Asidi-alkalimetri ini melibatkan titrasi basa yang terbentuk karena hidrolisis garam yang berasal dari asam lemah (basa bebas) dengan suatu asam standar (asidimetri). Titrasi asam basa ada dua macam. 1986). Asidimetri adalah pengukuran kosentrasi asam dengan menggunakan larutan baku basa. titrasi kompleksometri untuk titrasi yang melibatkan pembentukan reaksi kompleks dan lain sebagainya (Day dan Underwood. Analisa titrimetri atau analisa volumetrik adalah analisis kuantitatif dengan mereaksikan suatu zat yang dianalisis dengan larutan baku (standar) yang telah diketahui konsentrasinya secara teliti dan reaksi antara zat yang dianalisis dan larutan standar tersebut berlangsung secara kuantitatif (Harjadi. 1986). Pembahasan 1. yaitu asidimetri dan alkalimetri.

3% b/b dan tidak lebih dari 93. 3% alkali jumlah.9% v/v dan tidak lebih dari 96. berbentuk pellet.07 : C2H5OH : cairan mudah menguap. rapuh dan menjukkan pecahan hablur. tidak berwarna. Untuk mengrtahui akhir penambahan titran digunakan suatu zat yang disebut indicator yang menandai kelebihan titran dengan perubahan warna.8% b/b. setara dengan tidak kurang dari 94. Asam sulfat : mudah larut dalam air dan dalam etanol (Anonim. serpihan atau batang atau bentuk lain. Bila dibiarkan diudara. masa melebur.56º.0% v/v. Mudah terbakar. 2007). Kelarutan b. Berat Molekul Rumus Molekul Pemerian : 46. akan cepat menyerap karbon dioksida dan lembab.0% dan tidak lebih dari 100. kemudian kelebihan titran dititasi dengan titran lain (Gandjar.(alkalimetri). Natrium Hidroksida Natrium hidroksida mengandung tidak kurang dari 95. Kelarutan : bercampur dengan air dan praktis bercampur dengan semua pelarut organik (Anonim. Berat Molekul Rumus Molekul Pemerian : 40. jernih. dihitung sebagai NaOH. Monografi Bahan Berikut pemerian bahan yang dipakai pada praktikum kali ini : a. 2.01 : NaOH : putih atau praktis putih. . Keras. c. 1995). 2007). Ethanol Etanol mengandung tidak kurang dari 92. Bersenyawanya ion hidrogen dan ion hidroksida untuk membentuk air merupakan akibat reaksi-reaksi tersebut (Gandjar. 1995). Mudah menguap walaupun pada suhu rendah dan mendidih pada suhu 78º. bau khas dan menyebabkan rasa terbakar pada lidah. C2H5OH pada suhu 15. mangandung Na2CO3 tidak lebih dari 3%. Pada praktikum ini dilakukan titrasi kembali yaitu dilakukan dengan cara penambahan titran dalam jumlah berlebihan.

dengan menimbulkan panas (Anonim. d.84.713 gr balsam yang mengandung mentil salisilat sebanyak 457. korosif tidak berwarna. : sukar larut dalam air.0% dan tidak lebih dari 98.0 % dan tidak lebih dari 100. Tujuan penambahan ethanol ini adalah untuk menyari metil salisilat dari basis salep. Cara Kerja Proses penetapan kadar metil salisilat ini mula-mula 5. tidak berwarna.04 mg berdasarkan label ditimbang lalu dimasukkan ke dalam mortir.15 : cairan. Rumus Molekul Berat Molekul Pemerian Kelarutan : C8H8O4 : 152. 1995). lalu digerus bersama 20 ml ethanol. Nama Lain Rumus Molekul Berat Molekul Pemerian Kelarutan : Acidium Sulfuricum. : H2SO4 : 98. berbau khas dan rasa seperti gandapura.Asam sulfat mengandung tidak kurang dari 95. Mendidih antara 219 ⁰ dan 224 ⁰ disertai peruraian. : bercampur dengan air dan dengan etanol.5 % C8H8O3. dimana metil salisethanol mudah larut dalam ethanol sedangkan . Mengandung tidak kurang dari 98.07 : cairan kental seperti mnyak. 3. jika ditambahkan kedalam air akan menimbulkan panasdan bobot jenis lebih kurang 1. 1995).0% b/b H2SO4. kekuningan atau kemerah. Metil Salisilat Metil salisilat diproduksi secara sintetik atau diperoleh dari maserasi dan dilanjutkan dengan destilasi uap daun Gaultheria pro cumbens Linn ( Familia Ericaceae ) atau kulit batang Bethula lenta Linn. larut dalam etanol dan dalam asam asetat glasial (Anonim.

Setelah itu dilakukan pembakuan larutan H2SO4 1N dengan metode titrasi yang menggunakan indikator metil jingga. Lalu larutan yang sudah dingin dititrasi dengan menggunakan H2SO4 0. Tahap I : Adisi (-OH) Selagi refluks berlangsung. Lalu diambil 40 ml NaOH 1 N dan dimasukkan ke dalam labu alas bulat bersama larutan metil salisilat untuk direfluks. sehingga nantinya akan dapat diketahui kadar metil salisilat. Refluks dilakukan dengan mendidihkan cairan dalam wadah yang disambung dengan kondensor sehingga cairan yang teruapkan akan mengembun kembali ke wadah (Wilcox. NaOH 1 N disini berfungsi sebangai larutan yang akan bereaksi dengan metil salisilat membentuk Natrium salisilat yang nantinya kelebihan NaOH 1 N ini akan di titrasi dengan titran H2SO4 1 N sehingga dapat diketahui kadar metil salisilat yang bereaksi dengan NaOH. hal ini merupakan prinsip dari titrasi balik. Lalu larutan metil salisilat dimasukkan ke dalam labu alas bulat 250 cc. 1995). Pada titrasi ini digunakan indikator berupa phenolftalein yang akan berwarna merah muda dalam keadaan basa dan tidak akan berwarna dalam keadaan asam.121 N yang dibuat dengan cara melarutkan 1. Adapun mekanisme reaksi yang terjadi: a.basis balsam yang berupa vaselin flavum praktis tidaak larut dalam ethanol. larutan didinginkan terlebih dahulu. dilakukan pembuatan larutan H2SO4 1N dengan cara melarutkan 6.832 N untuk mengetahui banyak NaOH yang tidak bereaksi dengan metil salisilat. Refluks dilakukan pada metil salisilat dan NaOH karena reaksi antara keduanya untuk membentuk natrium salisilat berjalan sangat lambat sehingga membutuhkan katalis berupa panas untuk mempercepat reaksi.7 ml H2SO4 dalam 250 ml aquades dalam labu piala 250 ml. Refluks adalah suatu metode untuk mencampurkan dua zat atau senyawa dengan cara pemanasan tanpa adanya senyawa yang hilang. Lalu dibuat larutan NaOH 1 N di dalam labu piala 250 ml dengan cara melarutkan 10 gr NaOH dalam 250 ml aquades. . Pembakuan ini dilakukan replikasi sebanyak tiga kali dan dapat diketahui bahwa N H2SO4 adalah 0. Setelah refluks selesai. Refluks dilakukan setelahnya antara larutan Metil salisilat dan larutan NaOH selama 2 jam pada suhu maksimal 79o C. Lalu larutan disaring dengan kertas saring untuk memisahkan metil salisilat dari basis balsam yang tidak larut. dengan menggunakan larutan Natrium karbonat 0.5 gr Natrium karbonat dengan 100 ml aquades.832 N.

Penambahan NaOH berfungsi agar suasana larutan menjadi basa.37 % b/b.832 N hingga menghasilkan larutan berwarna bening. H2SO4 yang digunakan berkonsentrasi terlalu rendah atau preparasi sampel yang kurang tepat. Hal tersebut kemungkinan dikarenakan analitnya tidak atau sedikit yang larut. sehingga dapat diketahui kadar kelebihan NaOH yang tidak bereaksi dengan metil salisilat. Setelah itu dididihkan dalam refluks selama 2 jam kemudian didinginkan.832 N yang digunakan untuk titrasi. Ketika indikator phenolftalein ditambahkan akan merubah larutan menjadi warna merah muda. dilakukan titrasi dengan menggunakan larutan H2SO4 0. pada praktikum yang kami lakukan hasil akhirnya bukan berupa larutan bening namun larutan berwarna kuning jernih. dan akan diketahui pula kadar NaOH yang bereaksi dengan metil salisilat. Tetapi pada titrasi kali ini tidak ada perubahan warna yang terjadi. Kadar metil salisilat yang didapat tidak mencapai 100% dikarenakan pada saat refluks reaksi antara metil salisilat dengan NaOH belum sempurna. NaOH yang konsentrasinya terlalu rendah. Setelah itu.Pada larutan sampel terdapat kelebihan NaOH yang tidak bereaksi dengan metil salisilat dan akan memberikan suasana basa. Setelah itu dapat diketahui jumlah H2SO4 0. Namun. Tujuan dilakukannya refluks untuk mempercepat reaksi dengan cara pemanasan tetapi tidak akan mengurangi jumlah zat yang ada. dan untuk memisahkan cairan organic dan anorganik karena perbedaan sifat kepolaran dan massa jenisnya. Dilakukan replikasi sebanyak 3 kali. Pada praktikum yang kami lakukan tidak dilakukan replikasi titrasi karena keterbatasan waktu. Umumnya titrasi aside-alkalimetri ketika ada kelebihan NaOH (basa) kemudian dititrasi dengan H2SO4 (asam) dengan indicator pp akan menghasilkan perubahan warna dari larutan yang berwarna merah muda menjadi larutan bening. . Kemudian diambil 25 mL dari larutan sampel tersebut dimasukkan ke dalam beaker glass 100 mL dan ditambahkan 40 mL NaOH.V H2SO4 yang digunakan V NaOH bereaksi = V titran untuk pengukuran kadar metil salisilat % Kadar metil salisilat = V titran x N NaOH x BE Metil salisilat Berat metil salisilat didapatkan kadar metil salisilat 10. Lalu ditambahindicator phenolptelain sebanyak kurang lebih 3 tetes dan dititrasi kelebihan basa dengan H2SO4 1N dilakukan penetapan terhadap blanko. larutan sampelnya tetap berwarna merah muda. Kadar metil salisilat dapat diketahui dengan rumus: V NaOH bereaksi = V NaOH awal (40 ml). merupakan pelarut yang dapat terpisah secara efisiensi. masih adanya zat pengotor pada larutan yang mengganggu titrasi sehingga dapat menghasilkan kadar metil salisilat yang didapat kurang valid. Sehingga kadar metil salisilat dapat diketahui. Hal ini dapat terjadi karena proses preparasi sampel yang kami lakukan belum benar-benar menghasilkan metil salisilat murni sehingga di dalam larutan sampel masih terdapat zat-zat pengotor yang menyebabkan warna yang dihasilkan tidak bening.

warnanya tidak berubah yaitu berwarna kuning tua. Ilmu Kimia Analitik Dasar.G. 2. Kesimpulan 1. Pada uji kualitatif tidak terbentuk warna juga dikarenakan FeCL yang digunakan sudah lama dan kadar metil salisilat yang terkandung didalam sampel yang tertera pada etiket juga terlalu sedikit. Analisis Kimia kuantitatif Edisi Kelima. ditambahkan dengan 5 ml aquades. 1995. Gandjar. maka akan timbul warna ungu tua. http://riyanpunyakabar. Hal ini disebakan karena FeCl3 yang digunakan sudah lama dan kadar metil salisilat yang terkandung didalam sampel yang tertera pada etiket juga terlalu sedikit. Departemen Kesehatan Indonesia: Jakarta. R. Besi (III) Klorida. 2011. 1986.A. 1986. Kimia Farmasi Analisis. W. F. . 2007. Penerbit Gramedia: Jakarta. H2SO4 yang digunakan berkonsentrasi terlalu rendah atau preparasi sampel yang kurang tepat. Pada penetapan kuantitatif kadar kali ini tidak terjadi perubahan warna dikarenakan analitnya tidak atau sedikit yang larut. I.blogspot. dan Underwood. tetapi kuningnya lebih pekat dari warna FeCl3nya. Day. Pada uji kualitatif kita kali ini tidak menimbulkan warna ungu tua. Pustaka Pelajar: Yogyakarta. E. Daftar Pustaka Anonim. diakses tanggal 30 Desember 2011. Nazarudin. Erlangga: Jakarta.com.Kemudian dilakukan analisis kualitatif dengan mengambil sejumlah larutan metil salisilat. sbagai pelarut dan 1 tetes FeCl3 sbagai pereaksi dan digojok hingga homogen. NaOH yang konsentrasinya terlalu rendah. Farmakope Indonesia Edisi IV. Harjadi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->