NAMA : MUCH.

BAYHAKI

NIM : 103234027

KELAS : KIMIA A 2010

Mengukur Tegangan Permukaan
Tegangan permukaan sebagai kerja yang dilakukan dalam memperluas tegangan permukaan cairan dengan satu satuan luas. Satuan untuk tegangan permukaan (γ) adalah (Jm-1) atau dyne cm-1 atau Nm-1. Metode yang paling umum untuk mengukur tegangan permukaan adalah kenaikan atau penurunan dalam pipa kapiler yaitu:

dimana d adalah kerapatan cairan, r a dalah jari-jari kapiler, l adalah panjang cairan yang ditekan atau yang akan naik dan g adalah konstanta gravitasi (Dogra, 1990). Kita mempertimbangkan untuk menarik suatu zat sampai itu, maka biasanya kita memikirkan mengenai benda padat, akan tetapi cairan juga mempunyai kecenderungan yang kuat untuk tetap kuat. Sebagai contoh, jika air murni tanpa ada udara yang dilarutkan di dalamnya ditekan antara dua pelat lain, maka gaya yang sangat besar diperlukan untuk memisahkan pelat-pelat tersebut. Seperti di dalam benda padat, kekohesifan cairan diakibatkan oleh tarikan diantara molekul-molekul. Karena tarikan ini, suatu cairan mempunyai suatu permukaan yang jelas, seperti selaput yang diregangkan atau lembaran karet yang diregangkan, yang cenderung mempunyai luas permukaan yang minimum. Riak di dalam sebuah kolam yang tenang ditekan karena riak itu memerlukan pertambahan luas permukaan. Serangga air mampu bergerak pada permukaan karena berat serangga itu dilawan oleh hambatan permukaan terhadap deformasi (Atkins, 1994). Di dalam cairan, sebuah molekul mengalami gaya tarik dari molekul tetangganya, tetapi pada permukaannya, sebuah molekul hanya dikelilingi sebagian saja dan akibatnya molekul pada permukaan ini hanya mengalami gaya tarik ke arah badan cairannya (dapat dikatakan seolah-olah kadar cairan dibungkus oleh suatu membran atau lapisan yang tidak nampak). Perilaku cairan pada permukaan cairan dapat ini yang disebut tegangan permukaan, dan sifat ini pula yang menyebabkan cairan dapat jatuh membentuk tetesan, dapat merambat pada pembuluh atau pipa

Dan terdapat banyak fenomena-fenomena tersebut mempunyai hubungan dengan adanya tegangan permukaan (Atkins. Metode Kenaikan Kapiler Tegangan permukaan diukur dengan melihat ketinggian air/cairan yang naik melalui suatu kapiler. 2. Metode Tetes Cairan diteteskan melalui suatu pipa kapiler. Cara-cara penentuan tegangan muka: 1. Berat 1 tetesan: Untuk cairan pembandingan: Sehingga: (Respati. Dihitung tetesan (n) untuk semua volume tertentu (v). Harus dinyatakan supaya jatuhnya tetesan hanya disebabkan oleh berat tetesan saja (tidak ada faktor-faktor lain yang mempengaruhinya).r Karena kadang-kadang penentuan jari-jari kapiler (v) itu sukar. maka dipergunakan cairan pembanding yang telah diketahui tegangan mukanya. waktu jatuh maka berat tetes: 2πvγ Jadi.d. Disini biasa digunakan metode perbandingan.NAMA : MUCH.g. Menurut rumus: y = ½ h. Metode kenaikan kapiler hanya dapat digunakan untuk mengukur tegangan permukaan tidak bisa untuk mengukur tegangan antar muka. 1994).BAYHAKI NIM : 103234027 KELAS : KIMIA A 2010 kapiler atau dapat mengembangkan selembar kertas logam. 1992) .

sehingga permukaannya seolah-olah ditutupi oleh suatu lapisan yang elastis. karena dengan bertambahnya suhu molekul-molekul cairan bergerak lebih cepat dan pengaruh interaksi antara molekul berkurang sehingga tegangan permukaannya menurun. Tegangan permukaan cairan turun bila suhu naik. sehingga mampu menahan suatu benda untuk terapung. Adanya gaya atau tarikan ke bawah menyebabkan permukaan cairan berkontraksi dan berada dalam keadaan tegang. Adanya tegangan permukaan menyebabkan permukaan cairan seperti ditutupi oleh hamparan selaput yang elastis. Bentuk yang paling memenuhi keadaan ini adalah bujur telur (sferik). Adanya zat terlarut ada cairan dapat menaikkan atau menurunkan tegangan permukaan tergantung sifat zat terlarutnya. Di dalam cairan. Gaya tersebut mengarah ke bawah karena molekul di bawah permukaan cairan jumlahnya lebih banyak dan jarak antara molekul lebih rapat. Pada permukaan cairan. akibat adanya tegangan permukaan zat cair selalu berusaha untuk menyusut atau mendapatkan luas permukaan terkecil karena bentuk ini dianggap mempunyai energi yang paling rendah (paling stabil). Hal ini disebabkan adanya gaya tarik menarik antara partikel sejenis di dalam zat cair sampai ke permukaan. sehingga ada sisa gaya yang bekerja pada lapisan atas cairan. Pada umumnya cairan yang memiliki gaya tarik antara molekulnya besar seperti air. Tegangan ini disebut dengan tegangan permukaan. tetapi tidak ditarik oleh molekul di atasnya karena di atas permukaan cairan berupa fase uap (udara) dengan jarak antara molekul sangat renggang. Zat terlarut dengan susunan kimia sama hampir tidak berpengaruh. Akibatnya tidak terdapat sisa (resulton) gaya yang bekerja pada masing-masing molekul. Selain itu.NAMA : MUCH. Untuk air adanya elektrolit . Tegangan permukaan cairan γ.BAYHAKI NIM : 103234027 KELAS : KIMIA A 2010 Permukaan zat cair mempunyai sifat ingin meregang. tiap molekul ditarik oleh molekul sejenis di dekatnya dengan arah hanya ke samping dan ke bawah. tiap molekul ditarik oleh molekul lain yang sejenis di dekatnya dengan gaya yang sama ke segala arah. Akibatnya terdapat perbedaan gaya tarik. maka tegangan permukaannya juga besar. Sifat cenderung untuk memperkecil luas permukaan inilah yang menyebabkan tetesan-tetesan cairan berbentuk bulat. berbeda-beda bergantung pada jenis cairan dan suhu.

Untuk penentuan tegangan permukaan saja dapat menggunakan metode kenaikan kapiler. di mana kawat lurus tersebut bisa digerakkan. kita tinjau sebuah kawat yang dibengkokkan membentuk huruf U. Dimana keberadaan zat terlarut dalam suatu cairan akan mempengaruhi besarnya tegangan permukaan terutama molekul zat yang berada pada permukaan cairan berbentuk lapisan monomolecular yang disebut dengan molekul surfaktan. Sedangkan Prinsip dari alat ini adalah gaya yang diperlukan untuk melepaskan suatu cincin platina iridium yang dicelupkan pada permukaan sebanding dengan tegangan permukaan atau tegangan antar muka dari cairan tersebut.BAYHAKI NIM : 103234027 KELAS : KIMIA A 2010 anorganik dan nonelektrolit tertentu seperti sukrosa dan gliserin menaikkan tegangan permukaan. Pada dasarnya tegangan permukaan suatu zat cair dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya suhu dan zat terlarut. Persamaan Tegangan Permukaan Pada pembahasan sebelumnya. Zat ini sering disebut dengan surface active agents atau surfactance (Yazid. Karena kawat lurus bisa digerakkan dan massanya tidak terlalu besar. maka lapisan air sabun akan memberikan gaya tegangan permukaan pada kawat lurus sehingga kawat lurus bergerak ke atas (perhatikan arah . maka setelah dikeluarkan akan terbentuk lapisan air sabun pada permukaan kawat tersebut.NAMA : MUCH. Untuk membantu kita menurunkan persamaan tegangan permukaan. detergen dan alkohol adalah efektif dalam menurunkan tegangan permukaan atau tegangan antar muka. Sedangkan adanya zat-zat seperti sabun. Kali ini kita tinjau tegangan permukaan secara kuantitatif. Pada percobaan tegangan permukaan atau antar muka ini metode yang digunakan yakni tensiometer Du-Nouy dimana Metode cincin Du-Nouy bisa digunakan untuk mengukur tegangan permukaan ataupun tegangan antar muka. 2005) · Metode tersiometer Du-Nouy Metode cincin Du-Nouy bisa digunakan untuk mengukur tegangan permukaan ataupun tegangan antar muka. Jika kawat ini dimasukan ke dalam larutan sabun. Prinsip dari alat ini adalah gaya yang diperlukan untuk melepaskan suatu cincin platina iridium yang dicelupkan pada permukaan sebanding dengan tegangan permukaan atau tegangan antar muka dari cairan tersebut. kita telah mempelajari konsep tegangan permukaan secara kualitatif (tidak ada persamaan matematis). Mirip seperti ketika dirimu bermain gelembung sabun. Sebuah kawat lain yang berbentuk lurus dikaitkan pada kedua kaki kawat U.

Dalam kesetimbangan. maka diperlukan gaya total yang arahnya ke bawah. di mana besarnya gaya total adalah F = w + T. 1 dyn/cm = 10-3 N/m = 1 mN/m . ditulis : Karena tegangan permukaan merupakan perbandingan antara Gaya tegangan permukaan dengan Satuan panjang. Untuk kasus ini. Secara matematis. maka satuan tegangan permukaan adalah Newton per meter (N/m) atau dyne per centimeter (dyn/cm). panjang permukaan adalah 2l. Karena lapisan air sabun yang menyentuh kawat lurus memiliki dua permukaan. Misalkan panjang kawat lurus adalah l.NAMA : MUCH.BAYHAKI NIM : 103234027 KELAS : KIMIA A 2010 panah). maka gaya tegangan permukaan yang ditimbulkan oleh lapisan air sabun bekerja sepanjang 2l. Untuk mempertahankan kawat lurus tidak bergerak (kawat berada dalam kesetimbangan). F = gaya tegangan permukaan yang dikerjakan oleh lapisan air sabun pada kawat lurus. Tegangan permukaan pada lapisan sabun merupakan perbandinganantara Gaya Tegangan Permukaan (F) dengan panjang permukaan di mana gaya bekerja (d).