Program Studi Diploma-III Teknik Sipil Fakultas Teknik Sipil & Perencanaan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

SEMESTER IV
Assisten Desain BG

Buku Siswa

Modul – 06 Aplikasi Pelat pada Pondasi
A. informasi umum
Tujuan Instruksional Umum : Mahasiswa dapat mendesain pondasi pelat telapak setempat. Tujuan Instruksional Khusus : Mahasiswa mampu menentukan tebal pelat dan selimut pondasi sesuai persyaratan, menentukan beban-beban, menghitung kebutuhan penulangan, dan menyatakannya ke dalam gambar rencana sesuai dengan SNI 03-2847-2002 atau ACI 318-1999. Posisi Modul ini dalam Garis Waktu Perkuliahan :

""""""""""""" % """""""""""

01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24

b. Materi
1. Fungsi Pondasi pada Struktur Bangunan Gedung. – Pondasi adalah elemen struktural yang menyalurkan ke tanah beban-beban kolom, dinding, atau beban-beban lateral dari tanah yang tertahan. Bila beban-beban tersebut harus disalurkan dengan sepatutnya, maka pondasi harus didesain cukup untuk mencegah terjadinya penurunan atau perputaran yang berlebihan, memperkecil penurunan-penurunan setempat (differential settlement), dan memberikan keamanan yang cukup terhadap pergeseran (sliding) dan gulingan (overturning).

KURIKULUM 2004 – KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI
Nama Mata Kuliah Kode Penyusun Modul Instruktur Tanggal Kuliah Halaman

Struk. Beton Dasar

PS-0463 Dicky I. Wahjudi

BS-06-1

Pada umumnya. memilih angka keamanan yang sesuai. dan akhirnya mendapatkan nilai tegangan ijinnya yang akan dipakai dalam desain. (2) Sifat-sifat fisika dan kemungkinan perilakunya terhadap pembebanan belum diketahui dan mungkin memerlukan pengujian-pengujian yang teliti. (3) penyelidikan tanah (Boring).Untuk itu. yang tentu saja akan memberikan daya dukung tanah yang berbeda-beda. (2) Pondasi untuk dinding. harus tersedia informasi yang cukup terandalkan pada nilai aman dari daya dukung tanah sebelum desain pondasi dimulai. dan hal ini akan mengakibatkan penurunan yang tidak seragam besarnya. – Kebanyakan bangunan gedung akan menggunakan salah satu di antara jenis-jenis pondasi yang disebutkan berikut ini : (1) Pondasi telapak setempat yang memikul kolom tunggal.00 kg/cm2) untuk lempung atau lempung kelanauan. Jenis-jenis Pondasi. kemudian pasir dan lanau berbutir halus yang biasanya meragukan . mengingat banyaknya faktor ketidaktentuan pada perilaku tanah di bawah pondasi. 2. (5) Adanya segala hambatan / gangguan (obstacles) buatan manusia yang berada di dalam tanah. yang mendukung dinding pemikul.00 kg/cm2 biasanya memerlukan tiang pancang untuk pondasinya. seorang insinyur pondasi mula-mula akan menetapkan daya dukung tanah ultimate. seperti sisa pondasi atau saluran air lama. atau – (5) kombinasi dari semua yang disebutkan di atas. tentu saja. Beton Dasar PS-0463 Dicky I. dan kemudian lempung yang harus dikaji lebih teliti lagi. Nilai daya dukung ijin tanah biasanya ditentukan dengan : (1) peraturan bangunan. (3) Perubahan musim hujan dan kemarau menyebabkan kembang-susut tanah yang berpengaruh pada tekanan porinya. dan timbunan tanah yang tidak seragam kepadatannya. Tanah yang sesuai untuk keperluan pondasi mempunyai kisaran harga tegangan ijin antara 575 kN/m2 (l 5. ragam perpindahannya. berikut segala informasi terkait yang ada di sekitarnya. KURIKULUM 2004 – KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI Nama Mata Kuliah Kode Penyusun Modul Instruktur Tanggal Kuliah Halaman Struk. Wahjudi BS-06-2 . kemudian pasir dan kerikil bergradasi . Pada saat melakukan perhitungan desain. (4) Getaran-getaran dari mesin atau proses selama pelaksanaan menyebabkan konsolidasi pada material berbutir (granular). Pekerjaaan desain pondasi harus dilakukan dengan cara yang seksama. Tekanan tanah dipakai di dalam desain pada filosofi tegangan kerja. Baik pelat pondasi maupun kolomnya bisa berbentuk denah bujur sangkar.86 kg/cm2) untuk batuan sampai dengan 96 kN/m2 (l 1. Berikut ini adalah beberapa hal umum yang menyebabkan ketidaktentuan tersebut : (1) Mungkin terdapat variasi yang banyak dari jenis-jenis tanah yang tergantung pada asalusul geologisnya. (4) uji pembebanan (load test). (2) membandingkan dengan pondasi yang telah ada. dan mekanisme sedimentasinya. batu dianggap sebagai bahan pondasi yang paling baik . segi empat. ataupun bulat. Tanah dengan kekuatan yang lebih rendah dari 1. baik rata maupun berundak.

Bentuk telapak dan ukuran luasannya. selanjutnya kedalaman pondasi dan banyaknya tulangan yang dibutuhkan ditentukan dengan metoda kekuatan batas. Pada bagian bawah telapak dikerjakan tekanan tanah secara seragam. dan beban tekanan tanah yang tersebar secara segi tiga atau trapesium yang diakibatkan oleh beban-beban eksentrik (kombinasi antara beban aksial dan momen). 3. sebagai akibat dari beban kolom atau dinding secara konsentrik (terpusat) . Berikut ini disampaikan pokok-pokok pikiran di dalam perhitungan desain pondasi : (1) Baik ukuran telapak pondasi atau banyaknya serta tata letak tiang pancang ditentukan berdasarkan beban-beban tak berfaktor (mati. Yaitu tegangantegangan (beban) kerja. Untuk menentukan tegangan ijin tanah atau kapasitas ijin tiang. Di antara kelima jenis pondasi disebutkan di atas. Pondasi jenis ini dipakai bila tanahnya sangat jelek tetapi pemakaian pondasi tiang tidak dikehendaki. sedangkan ACI 318-1999 memasukkannya pada Chapter 15. angin. – Pondasi harus didesain untuk dapat memikul segala pengaruh yang diakibatkan oleh beban-beban kerja berfaktor – baik aksial. berikut gaya geser dan momen-momen yang dihasilkannya. atau mereka berupa beberapa pelat setempat yang dihubungkan oleh balok. Dalam hal ini. Dalam melakukan analisis. maupun momen – dengan aman. Beton Dasar PS-0463 Dicky I. trapesium. atau banyaknya serta tata letak dari tiangtiang pancang. (2) Setelah ukuran-ukuran telapak ditetapkan. Di dalam SNI 03-2847-2002. Wahjudi BS-06-3 . geser. Pada Gambar 06-1 di bawah ini disampaikan berbagai jenis pondasi telapak. kolom tunggal. pondasi telapak setempat boleh dianggap kaku.(3) Pondasi pelat kombinasi yang mendukung 2 atau lebih beban kolom. maka digunakanlah kaidah-kaidah yang berlaku dalam ilmu mekanika tanah. hanya momen pada dasar kolom atau pedestal yang disalurkan ke pondasi. hidup. (5) Poer (pile caps). gempa dan lain-lain) dan nilai ijin dari tegangan tanah atau kapasitas dukung tiang. yaitu elemen struktur yang mengikat sekelompok tiang secara bersamasama. tidak perlu disalurkan kepada pondasi. Lihat uraian mengenai faktor-faktor ini di dalam Modul – 02 di depan. Pondasi jenis ini bisa mendukung dinding pemikul. Sedangkan persyaratan momen tambahan minimum. pondasi telapak setempat dibahas pada Bab 17. KURIKULUM 2004 – KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI Nama Mata Kuliah Kode Penyusun Modul Instruktur Tanggal Kuliah Halaman Struk. haruslah ditentukan dengan memperhitungkan tegangan ijin tanahnya atau kapasitas dukung ijin tiang. Beban-beban dan Reaksi. sebagai akibat kelangsingan kolom. hanya pondasi telapak setempat yang akan dibicarakan lebih mendalam pada modul ini. (4) Pondasi rakit atau pondasi pelat penuh (full plate). dikalikan terlebih dahulu dengan faktor-faktor beban yang sesuai. atau sekelompok kolom. yaitu pondasi pelat menerus yang memikul keseluruhan kolom-kolom struktur. Pondasi jenis ini bisa berbentuk denah segi empat. Yang disebut terakhir itu lebih dikenal dengan sebutan pondasi strap atau pondasi kantilever.

dan kemudian menghitung momen yang bekerja pada seluruh luasan pondasi pada satu sisi dari bidang vertikal tersebut. PA > PB Batas Kavling (e) Pondasi kombinasi Trapesium. PB > PA Batas Kavling (f) Pondasi kombinasi Trapesium. PA = PB Batas Kavling (d) Pondasi kombinasi Segi Empat. Pada pelat pondasi bujur sangkar. momen-momen yang diakibatkan oleh tekanan pada dasar telapak harus ditentukan dengan cara melewatkan suatu bidang vertikal melalui pondasi. baik satu arah maupun dua arah. Momen pada Pondasi. sebagai yang akan diperlihatkan pada Gambar 06-2 berikut ini. Besarnya momen berfaktor pada pondasi dihitung dengan cara melewatkan bidang vertikal melalui pondasi pada penampang kritisnya.(a) Pondasi telapak tunggal (b) Pondasi dinding Batas Kavling (c) Pondasi kombinasi Segi Empat. tulangan-tulangan lentur disebarkan secara merata pada seluruh lebar pelat pondasi. 4. – Pada semua penampang pondasi. Momen-momen inilah yang akan dipakai dalam menentukan kebutuhan tulangan-tulangan pondasi pada arah tersebut. Wahjudi BS-06-4 . PA > PB (g) Pondasi kombinasi Strap atau Kantilever Gambar 06-1 : Berbagai macam bentuk pondasi pelat / telapak. Beton Dasar PS-0463 Dicky I. sebagai yang dimaksudkan KURIKULUM 2004 – KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI Nama Mata Kuliah Kode Penyusun Modul Instruktur Tanggal Kuliah Halaman Struk.

oleh bunyi Pasal 17. atau Pasal 15. Beton Dasar PS-0463 Dicky I. Gambar 06-2 : Letak penampang kritis pondasi pelat setempat. Sedangkan untuk pelat pondasi persegi panjang dua arah. (c) Pelat pondasi memikul kolom baja dengan pelat landas. tulangan-tulangan disebarkan menurut gambar pada Tabel 06-1.4 Ayat – 4 Butir – 2 SNI 03-2847-2002.3 ACI 318-2002.4. Tabel 06-1 : Sebaran tulangan lentur pada pondasi pelat setempat. b b 2 s Penampang kritis Penampang kritis b 4 Penampang kritis s 2 (a) Pelat pondasi memikul kolom beton bertulang (b) Pelat pondasi memikul dinding pasangan batu. Jenis Pondasi Bujur Sangkar Pondasi Empat Persegi Panjang Pelat Satu Arah Pelat Dua Arah KURIKULUM 2004 – KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI Nama Mata Kuliah Kode Penyusun Modul Instruktur Tanggal Kuliah Halaman Struk. Wahjudi BS-06-5 .

Untuk menghitung Vc dipergunakan grafik seperti pada Gambar 06-4 di bawah ini. baik pada assumsi kerja balok lebar maupun kerja dua arah.5. Gaya Geser pada Pondasi. Kerja dua arah pada pondasi dimaksudkan untuk memeriksa kekuatan geser pons (punching shear stress). kekuatan KURIKULUM 2004 – KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI Nama Mata Kuliah Kode Penyusun Modul Instruktur Tanggal Kuliah Halaman Struk. Kekuatan geser Vc pelat pondasi untuk kerja dua arah tergantung pada nilai βc. Dengan kerja balok lebar. yaitu angka perbandingan antara dimensi panjang dengan lebar dari penampang kolom yang dipikulnya. Gambar 06-3 di bawah ini menjelaskan cara menentukan penampang kritis. kondisi ini jarang menentukan dalam desain. – Kekuatan geser pondasi di daerah sekitar kolom atau dinding yang dipikulnya harus ditentukan menurut mana yang lebih menentukan dari 2 (dua) kondisi. Tinjauan. Penampang kritis bo untuk geser kerja dua arah Penampang kritis untuk geser kerja balok lebar d = tebal manfaat pelat pondasi Luasan yang diperhitungkan ( tributary area ) pada geser kerja dua h Luasan yang diperhitungkan ( tributary area ) pada geser kerja balok lebar Gambar 06-3 : Luasan yang diperhitungkan dan penampang kritis pada geser pelat pondasi. Bila untuk tulangan geser dipakai batang-batang atau kawat tulangan. Bila gaya geser berfaktor Vu pada penampang kritis melampaui kekuatan geser ϕ. ( 06-5 ). yang mengelilingi kolom yang dipikul oleh pondasi.Vc sebagai yang diberikan oleh nilai terkecil menurut persamaan ( 06-3 ) s/d. maka tulangan geser diperlukan. Wahjudi BS-06-6 . Penampang kritis untuk geser pons ini terletak pada sepanjang lintasan yang terletak sejauh ½ d dari muka kolom. pondasi dianggap sebagai balok yang lebar dengan penampang kritis pada sepenuh lebarnya. baik sebagai kerja balok lebar maupun sebagai kerja dua arah. Beton Dasar PS-0463 Dicky I. Biasanya. harus dipertimbangkan untuk menentukan tebal pelat yang diperlukan.

........ KURIKULUM 2004 – KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI Nama Mata Kuliah Kode Penyusun Modul Instruktur Tanggal Kuliah Halaman Struk... .............................. Bagaimanapun................................................... ( 06-2 ) ( 06-3 ) ( 06-4 ) Vu [ minimum dari : ⎞ fc ' + 2⎟ ⎟ 12 × bo d ⎠ × bo d ......geser boleh ditingkatkan sampai maksimum menjadi ½ f c ' bo d.. Kerja dua arah 1/3 1/4 1/6 Kerja balok lebar 1/12 ⎛ 2 ⎞ fc ' ⎟ 1 × b0 d Vc = ⎜ + ⎜ βc ⎟ ⎠ 6 ⎝ Gambar 06-4 : Kekuatan geser beton pada pondasi......... Wahjudi BS-06-7 ............ Beton Dasar PS-0463 Dicky I.. ( 06-1 ) Kerja dua arah : ⎛ 2 ⎜ 1 + ⎜ βc ⎝ ⎛αs ⋅ d ⎜ ⎜ b ⎝ o fc ' 3 ⎞ ⎟ ⎟ ⎠ fc ' 6 × b0 d . V u ≤ ϕ ⋅ V n atau : V u ≤ ϕ × ⎜ ⎜ 6 ⎟ ⎝ ⎠ dimana bw dan Vu dihitung pada penampang kritis sebagai disebutkan di atas.. Rumus-rumus untuk menghitung kekuatan geser beton pada pondasi diikhtisarkan sbb................................. : Kerja balok lebar : ⎛ fc ' ⎞ × bw d ⎟ ......... tulangantulangan geser didesain untuk memikul kelebihan tegangan geser dari 1/6 f c ' bo d.....................

Tentukan luasan dasar pondasi pelat telapak setempat Af untuk beban-beban desain sebagai berikut : (a) beban mati layan = 160 ton.G. PUTL. C. : Notes on ACI 318-1999. D. : Tables for the Analysis of Plates. Ukuran kolom = 75/30 (cm).50 = 3. Bauverlag GmbH. YDNI : Peraturan Beton Bertulang Indonesia 1971 ( NI-2 ). Wang. 1999. DPMB – Ditjen Cipta Karya – Dep. dan – (c) beban surcharge layan = 0.A..50 + 2. Daftar pustaka 1. Tentukan luasan telapak pondasi : Surcharge Elevasi Lantai Luasan telapak pondasi ditentukan berdasarkan beban-beban tak berfaktor dan tegangan ijin tanah netto : Beban surcharge total : q = 0. & Salmon. 1971. Wiesbaden – Germany. 1979.dimana : βc = rasio antara sisi panjang dengan sisi pendek dari kolom atau dinding αs = 40 untuk kolom dalam = 30 untuk kolom tepi = 20 untuk kolom sudut = keliling pada penampang kritis sebagai ditunjukkan pada Gambar 06-3 bo C. 1971.A. 4.. Penyelesaian : 1).38 ton/m2 KURIKULUM 2004 – KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI Nama Mata Kuliah Kode Penyusun Modul Instruktur Tanggal Kuliah Halaman Struk. : Reinforced Concrete Design. Slabs and Diaphragms Based on the Elastic Theory. latihan soal-soal 1. Portland Cement Association.08 ton/m3.50 m σ t = 22 − 3 .62 = 18.08 % 1. Harper & Row. 2. Bares. Wahjudi BS-06-8 . R. 5. Beton Dasar PS-0463 Dicky I. Fanella. J. Assumsikan berat rata-rata dari tanah dan beton di atas dasar pondasi = 2.K.62 ton/m2 Tegangan ijin tanah netto : 1. C. Munshi. & Rabbat.50 ton/m2. D. Tegangan ijin tanah = 22 ton/m2. 6. ACI Committee 318 : Building Code Requirements for Structural Concrete (ACI 318-1999). Badan Standarisasi Nasional : Tata Cara Perencanaan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung (SNI 03-2847-2002). (b) beban hidup layan = 125 ton. B.G.. 3. 3rd Edition.

20 % PDL + 1. ) 2. Tentukan tebal pelat pondasi dari Soal no.00 = 2. Hitung d dengan anggapan Kerja Balok Lebar ¨ pakai persamaan ( 06-1 ) : bo untuk Kerja Dua Arah 30 cm + d 75 cm + d d/2 4.45 kg/cm2 l 0. 1 di atas. Beton Dasar PS-0463 Dicky I.00 m 2). Assumsikan beton : fc’ = 25 MPa Penyelesaian : 1).40 % 106 – 4000d Beban gaya geser : V u = q t × At bw untuk Kerja Balok Lebar = 1 813 000 – 980d Persamaan ( 06-1 ) : ⎞ ⎛ fc ' Vu ≤ ϕ × ⎜ × bw d ⎟ ⎟ ⎜ 6 ⎠ ⎝ ⎞ ⎛ 25 ⎟ × 4000 d 1813000 − 980 d ≤ 0 . Wahjudi BS-06-9 .00 m d Luasan tributary ( mm2 ) : 4000 − 300 − 2 d At = × 4000 2 = 7. Hitung beban-beban berfaktor dan reaksi tanah : Pu = 1.00 m2 > 15.K.50 m2 ( O.75 × ⎜ ⎟ ⎜ 6 ⎠ ⎝ 1813000 ≤ 3480 d â d m 520. Luas telapak pondasi yang dibutuhkan : P + PLL 160 + 125 A f = DL = = 15.50 ton/m2 Reaksi perlawanan tanah : q t = u = A f 16 . ( 06-4 ) : Luasan tributary ( mm2 ) : At = 4000 × 4000 − (750 + d ) × (300 + d ) = − d 2 − 1050 d + 15775000 Beban gaya geser : V u = q t × At = − 0 .25 d + 3864875 KURIKULUM 2004 – KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI Nama Mata Kuliah Kode Penyusun Modul Instruktur Tanggal Kuliah Halaman Struk.60 % PLL = 392 ton P 392 = 24.245 d 2 − 257 .2).98 mm 2).00 m % 4.50 m2 18 . Hitung d dengan anggapan Kerja Dua Arah ¨ pakai persamaan ( 06-2 ) s/d.245 N/mm2 Beban P : 4. 38 σt Pakai telapak bujur sangkar : 4.00 m ¨ Af tersedia = 16.

25 d + 3864875 ≤ ⎜ + 2⎟ × (2100 + 4 d ) × d ⎝ 2100 + 4 d ⎠ 12 ⎛ 40 d + 4200 + 8 d ⎞ 25 − 0 .25 d + 3864875 ≤ fc ' 25 × (2100 + 4 d ) × d 3 − 0 .245 d 2 − 257 .15 2 − 4 ⋅ (1) ⋅ (− 190905 .66 mm Persamaan ( 06-3 ) : ⎛αs ⋅ d ⎞ fc ' ⎟ + Vu ≤ ⎜ 2 ⎜ b ⎟ 12 × b o d ⎝ o ⎠ 40 d ⎛ ⎞ 25 2 − 0 .25 d + 3864875 ≤ 5250 d + 10 d 2 10.15 ± 99 .67 d 2 KURIKULUM 2004 – KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI Nama Mata Kuliah Kode Penyusun Modul Instruktur Tanggal Kuliah Halaman Struk.58 ± 439 .245 d 2 − 257 .16 ≥ 0 d 1.245 d 2 − 257 .245 d − 257 .53 ± 537 .25 d + 3864875 ≤ ⎜ × (2100 + 4 d ) × d ⎟ 2100 + 4 d ⎝ ⎠ 12 − 0 . 2 − 537 .245 d 2 − 257 . 2 ≥ d 1.245 d 2 − 257 .77 ± 670 . Beton Dasar PS-0463 Dicky I.245 d 2 − 257 . 2 d 1.25 d + 3864875 ≤ 3500 d + 6 .15 d − 190905 .53 d − 377245 ≥ 0 d 1. Wahjudi BS-06-10 .53 2 − 4 ⋅ (1) ⋅ (− 377245 ) ≥ 2 ⋅ (1) ≥ − 268 .245d 2 + 5507 d − 3864875 ≥ 0 d 2 + 537 .73 â Akar yang memenuhi syarat adalah : d m 390.Persamaan ( 06-2 ) : ⎛ 2 ⎞ Vu ≤ ⎜ ⎜1 + β ⎟ ⎟ c ⎠ ⎝ fc ' 6 × b0 d 2 ⎞ 25 ⎛ − 0 .245d 2 + 2007. 2 − 99 .25 d + 3864875 ≤ ⎜ 1 + ⎟ × {2 × (300 + 750 ) + 4 d }× d 1⎠ 6 ⎝ − 0 .15 mm Persamaan ( 06-4 ) : Vu ≤ × bo d 3 − 0 .25 d + 3864875 ≤ 1750 d + 20 d 2 20.16 ) 2 ⋅ (1) ≥ − 49 .43 â Akar yang memenuhi syarat adalah : d m 401.25d − 3864875 ≥ 0 d 2 + 99 .

TD-30 : fy = 300 MPa 400 cm 30 185 cm = 400 − 30 2 a).6. Rencanakanlah penulangan untuk pelat pondasi pada Soal no.96 d − 558507 .9048 ⎜1 − 1 − ⎜ 300 ⎝ Instruktur ⎞ ⎟ = 0 . Tentukan mutu bahan beton : fc’ = 25 MPa dan baja : Bj.85 × 25 ρ= 1⎛ ⎜1 − 1 − 2 m ⋅ R n m⎜ fy ⎝ Kode ⎞ 1 ⎟= ⎟ 14 .64 mm â Ambil tebal pelat pondasi : h = d = 581 . didapatkan harga yang paling memenuhi : d m 523.92d 2 + 3757.85 f c ' 0 . Penyelesaian : Beton : fc’ = 25 MPa Baja Bj.1176 × 1 .95 ) 2 ⋅ (1) d 1.95 ≥ 0 d 1.96 ± 542 .245 × 4000 × 1850 2 = 1.25d − 3864875 ≥ 0 d 2 + 542 .64 mm Dari keempat persamaan tersebut.mm 2 2 Tulangan tunggal : Mu 1 .80 × 4000 × 525 fy 300 m= = = 14 . 2 ≥ − 542 .96 2 − 4 ⋅ (1) ⋅ (− 558507 .12 â Akar yang memenuhi syarat adalah : d m 523.245 N/mm2 Penampang kritis untuk momen adalah pada muka kolom : Mu = 1 1 q t ⋅ bl 2 = × 0 .68 × 10 9 = = 1. 2 di atas.68 % 109 N. Beton Dasar PS-0463 Dicky I.90 3.1176 ⎠ ⎛ 2 × 14 .9048 N/mm2 Rn = 2 2 ϕ ⋅ bd 0 .1176 0 . 2 ≥ − 271 . Perhitungan momen ke arah dimensi terkecil dari penampang kolom Penampang kritis untuk Momen h = 600 mm d = 525 mm qt = 0.48 ± 795 . Wahjudi BS-06-11 .TD-30.82 l 600 mm 0 .0067 ⎟ ⎠ Halaman KURIKULUM 2004 – KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI Nama Mata Kuliah Penyusun Modul Tanggal Kuliah Struk.

KURIKULUM 2004 – KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI Nama Mata Kuliah Kode Penyusun Modul Instruktur Tanggal Kuliah Halaman Struk.0067 % 1000 % 525 = 3 518 mm2 â Pakai : D22 – 10 cm ¨ As ada = 3 801. Wahjudi BS-06-12 .K.29 mm2 > 2 817 mm2 ( O.245 N/mm2 Penampang kritis untuk momen adalah pada muka kolom : Mu = 1 1 q t ⋅ bl 2 = × 0 .6057 N/mm2 2 2 ϕ ⋅ bd 0 .0056 % 1000 % 503 = 2 817 mm2 â Pakai : D19 – 10 cm ¨ As ada = 2 835. ) 400 cm 75 162.0047 < 0. ) Akhirnya gambar rencana penulangan pelat pondasi disampaikan pada Gambar 06-5 di halaman berikut ini.1176 m= 0 .0067 ( O.50 = 400 − 75 2 b).0056 ⎟ ⎠ Kebutuhan tulangan : ρ = 0.34 mm2 > 3 518 mm2 ( O.K.K. ) 300 fy Luas tulangan diperlukan per-meter lebar : As = 0. ) Luas tulangan diperlukan per-meter lebar : As = 0.mm 2 2 Tulangan tunggal : Mu 1 .1176 × 1 .80 × 4000 × 503 fy 300 = = 14 .K.0056 > ρmin = 0.85 f c ' 0 .30 % 109 N.30 × 10 9 Rn = = = 1. Perhitungan momen ke arah dimensi terbesar dari penampang kolom Penampang kritis untuk Momen h = 600 mm d = 525 – 22 = 503 mm qt = 0.40 1 .1176 ⎠ ⎛ 2 × 14 .245 × 4000 × 1625 2 = 1.Periksa tulangan minimum : ρ min = 1 .0047 ( O.40 = = 0.85 × 25 ρ= 1⎛ ⎜1 − 1 − 2 m ⋅ R n m⎜ fy ⎝ ⎞ 1 ⎟= ⎟ 14 .6057 ⎜1 − 1 − ⎜ 300 ⎝ ⎞ ⎟ = 0 . Beton Dasar PS-0463 Dicky I.

3. Dari contoh soal no. E. pengayaan 1).Tulangan Kolom Tulangan Dowel / Stek Tulangan lapis atas : D19 .10 cm 60 cm Tulangan bawah : D22 . 3). tentukanlah ukuran telapak pelat pondasi. Beton Dasar PS-0463 Dicky I.10 cm 30 cm 75 cm 400 cm Gambar 06-5 : Gambar penulangan pelat pondasi dari Contoh Soal no. 2). 1 di atas. ( 06-4 ) ! Hitung dan gambarkanlah kebutuhan penulangan tunggal pelat pondasi ! Ulangi hitung penulangan bila dipakai tulangan rangkap dengan δ = 0. bila perbandingan panjang dengan lebar telapak diminta = 1. 4).25 ! Hitunglah tebal pelat pondasi dengan melakukan pemeriksaan geser pada persamaan-persamaan ( 06-1 ) s/d.50 ! KURIKULUM 2004 – KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI Nama Mata Kuliah Kode Penyusun Modul Instruktur Tanggal Kuliah Halaman Struk. Wahjudi 400 cm BS-06-13 .

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.