P. 1
Modul BK

Modul BK

|Views: 870|Likes:
Published by Bagus Ririh

More info:

Published by: Bagus Ririh on Mar 27, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/04/2013

pdf

text

original

PENGANTAR Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan dan pemerintah mengusahakan serta menyelenggarakan satu sistem pendidikan

nasional yang meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan undang-undang (UUD Tahun 1945 Pasal 31 Ayat 1 dan 3). Lebih jauh dijelaskan bahwa pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara (UU No. 20 Tahun 2003 Pasal 1 Ayat 1). Dalam pernyataan lain, dikemukakan bahwa fungsi pendidikan nasional adalah mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Dua aspek penting tentang konsep dasar dan fungsi pendidikan yang dikemukakan dalam UU No. 20 Tahun 2003 memberikan peluang dan ruang yang sangat terbuka bagi peran bimbingan dan konseling dalam keseluruhan sistem pendidikan nasional. Peran bimbingan itu secara khusus tersurat dalam pernyataan: “Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang”. Ini berarti bahwa keberadaan bimbingan dan konseling di lingkungan pendidikan, baik formal non formal, maupun informal merupakan konsekuensi logis yang dikuatkan dengan landasan hukum sebagaimana aspek pendidikan seperti kurikulum pendidikan dan manajemen pendidikan. Dengan kata lain, kedudukan atau posisi bimbingan dan konseling merupakan bagian integral dari keseluruhan program pendidikan. Selain aspek hukum, keberadaan layanan bimbingan dan konseling dalam sistem pendidikan secara umum dilatarbelakangi oleh beberapa landasan. Mengutip pernyataan Uman Suherman (2006) bahwa untuk meningkatkatkan efektivitas penyelenggaraan layanan bimbingan dan konseling profesional, maka pekerjaan profesi itu harus ditata berlandaskan tuntutan riil masyarakat pengguna juga mengacu pada rujukan teori-teori yang berkenaan dengan landasan filosofis, sosiologis, psikologis, sosiologis, psikologis, sosio-kultur dan sistem nilai baik yang bersifat umum maupun keagamaan.

93

BAB I KONSEP DASAR MANAJEMEN DAN ORGANISASI BK A. Konsep Dasar Manajemen 1. Pengertian Managemen Secara sematik manjemen mempunyai beberapa arti, tergantung dari konteks dan maksudnya. Kata manajemen yang dipakai dalam kehidupan berorganisasi merupakan terjemahan dari bahasa Inggris to manage yang berarti mengurus, mengatur, mengemudikan, mengarahkan, mengendalikan, menangani, mengelola, menyelenggarakan, menjalankan, melaksanakan dan memimpin. Sedangkan dalam bahasa Latin manajemen berasal dari kata mano yang berarti tangan, kemudian menjadi manus yang berarti bekerja berkali-kali menggunakan tangan, kemudian ditambah imbuhan angere yang berarti melakukan sesuatu sehingga menjadi managiare yang berarti melakukan sesuatu berkali-kali dengan menggunakan beberapa tangan. Dengan kata lain untuk mengerjakan sesuatu memerlukan tangan-tangan dan kegiatan orang lain. Sehingga manajemen diartikan sebagai proses mengadakan, mengatur, dan memanfaatkan berbagai sumber daya yang dianggap penting guna mencapai suatu tujuan. Lebih jauh manajemen merupakan keseluruhan proses aktivitas yang dilakukan oleh sekelompok manusia dalam suatu sistem organisasi dengan menggunakan segala sumber daya untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien. 2. Tujuan dan Fungsi Manajemen Pada dasarnya penerapan manajemen adalah untuk mempermudah pencapaian suatu tujuan. Dalam upaya mencapai tujuan itu langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mengenal tujuan terlebih dahulu. Kejelasan pengenalan terhadap tujuan akan memberikan: (1) kepastian arah; (2) memfokuskan usaha; (3) menjadi pedoman rencana dan keputusan; dan (4) mempermudah pelaksanaan evaluasi terhadap kemajuan yang telah dicapai, termasuk mengidentifikasi faktor penghambat dan penunjangnya. John F. Mee (Uman Suherman, 2011) memberikan sifat-sifat yang seharusnya terkandung dalam tujuan sehingga dapat mempermudah pemahaman tentang arti atau makna yang terkandung dalam tujuan, diantaranya tujuan harus: a. Ditentukan sebelum aktivitas organisasi dilakukan. b. Dapat dimengerti oleh semua personel yang terlibat dalam pelaksanaan aktivitas organisasinya. c. Dinyatakan baik secara tertulis ataupun lisan. d. Menjadi pegangan bagi para personel organisasi dalam proses pencapaiannya. Sedangkan fungsi manajemen adalah memberikan alur aktivitas, penetapan posisi dan peran serta tanggung jawab setiap personel dalam menjalankan aktivitas organisasinya secara efektif dan efisien. Secara rinci fungsi manajemen adalah sebagai berikut: a. Menciptakan suatu koordinasi dan komunikasi tugas setiap personel dan antar personel organisasi. b. Mendorong setiap personel melaksanakan tugas-tugasnya secara efektif dan efisien. c. Memudahkan pelaksanaan analisis tugas dan tanggung jawab setiap personel organisasi secara efektif. 3. Aspek dan Fungsi Manajemen Menurut Babbage, Taylor, Fayol, Henry Gantt dan Gillberth, fungsi manajemen mencakup kegiatan perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pengarahan (actuating), koordinasi (coordinating) dan pengawasan (controlling).

94

a. Perencanaan: Fungsi manajemen yang dikemukakan oleh G. R. Terry dalam bukunya yang berjudul Principle Of Management, pertama adalah fungsi perencanaan (Planning) yang merupakan fungsi dasar (fundamental) manajemen, karena pengorganisasian, penggerakkan dan pengawasan harus direncanakan terlebih dahulu. Perencanaan adalah pondasi untuk keberhasilan pelaksanaan tiap fungsi manajemen lainnya. Menurut Winardi (Uman Suherman, 2011) pengertian perencanaan adalah perencanan yang meliputi tindakan memilih dan menghubungkan fakta-fakta dan membuat serta menggunakan asumsi-asumsi mengenai masa yang akan datang dalam hal memvisualisasi serta merumuskan aktivitas-aktivitas yang diusulkan yang dianggap perlu untuk mencapai hal-hal yang diinginkan. Karena itu proses perencanaan hendaknya menyuguhkan informasi yang lengkap dan menyeluruh bagi semua personel yang terlibat, terutama tentang: 1) Tujuan-tujuan dan cara-cara atau strategi mencapai tujuan. 2) Pedoman bagi semua personel yang terlibat dalam men-jalankan tugas-tugas suatu organisasi. 3) Alat pengawasan terhadap pelaksanaan program. 4) Penggunaan segala sumber daya yang dimiliki organisasi secara efisien. 5) Batas-batas kewewenangan dan tanggung jawab setiap personel pelaksanaan organisasi, sehingga dapat meningkatkan kinerja dan kerja sama antar personel. 6) Kriteria atau tolok ukur prestasi organisasi, baik berkenaan dengan program, pelaksanaan maupun out put atau hasil yang harus diperoleh. Melihat aspek-aspek yang hendaknya terkandung dalam perencanaan, maka proses perencanaan itu memerlukan analisis rasional yang akan mempertimbangkan setiap aspek dan langkah aktivitas organisasi yang akan dilakukan secara matang dan pasti. b. Pengorganisasian: Fungsi manajemen yang kedua adalah fungsi pengorganisasian (Organizing) yang merupakan fungsi organik ke dua dari manajemen. Kadarman (Uman Suherman, 2011), pengorganisasian adalah penetapan struktur peran-peran melalui penentuan berbagai aktivitas yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan-tujuan perusahaan dan bagian-bagiannya. Pengelompokkan aktivitas-aktivitas penegasan, pendelegasian wewenang untuk melaksanakan, serta pengorganisasian hubungan-hubungan wewenang dan informasi baik secara horizontal maupun vertikal oleh struktur organisasi. Pengorganisasian adalah tindakan mengusahakan hubungan-hubungan kelakuan yang efektif antara orang-orang sehingga mereka dapat bekerja sama secara efisien dan dengan demikian memperoleh kepuasan pribadi dalam hal melaksanakan tugas-tugas tertentu dalam kondisi lingkungan tertentu guna mencapai tujuan dan sasaran tertentu. Tiga alasan penting dilakukannya pengorganisasian, yaitu untuk: 1) Meningkatkan efisiensi dan kulitas dari pekerjaan organisasi. 2) Menetapkan akuntabilitas sebab partisipan dalam tiap usaha adalah lebih efktif ketika mereka memahami respon-sibilitas khusus mereka. 3) Memfasilitasi komunikasi, sebab komunikasi formal secara langsung mengikuti struktur otoritas organisasi. Dengan melaksanakan pengorganisasian, seorang manajer dapat memperoleh manfaat, yaitu: 1) Pencapain tujuan lebih jelas. 2) Mudah dalam memilih, menempatkan, dan melatih seseorang sesuai dengan kemampuannya. 3) Setiap anggota mengetahui pekerjaan yang harus dikerjakan. 4) Penggunaan fasilitas lebih efektif dan efisien.

95

c. Pengarahan: Fungsi yang ketiga adalah fungsi pergerakkan (Actuating) fungsi ini merupakan fungsi fundamental manajemen sebagai tindak lanjut dari fungsi perencanaan dan pengorganisasian. Fungsi penggerakkan adalah suatu fungsi pembimbing dan pemberian pimpinan serta penggerakkan orang-orang, agar orang-orang atau kelompok orang-orang itu suka dan mau bekerja. Pengarahan dilakukan untuk menjaga agar aktivitas manajemen tetap berada pada jalur mekanisme kerja yang sesuai dengan ketentuan-ketentuan organisasi. Dengan kata lain, melalui pengarahan yang efektif memungkinkan aktivitas lebih terarah pada pencapaian tujuan organisasi yang telah ditentukan. Lebih jauh Arthur Jones (Uman Suherman, 2011), mengemukakan pengarahan mancakup dua bentuk kegiatan, yaitu: 1) Sebagai kontrol kualitas yang direncanakan untuk memelihara, menyelenggarakan, dan menentang perubahan. 2) Mengadakan perubahan, penataran, serta mengadakan perubahan pola pikir dab perilaku personel organisasi. d. Pengawasan: Fungsi manajemen yang terakhir adalah fungsi pengawasan (Controlling). Fungsi terakhir dari manajemen ini harus dilaksanakan oleh manajer dan fungsi yang melengkapi lingkaran siklus manajemen secara utuh. T. Hani Handoko (1995) mengemukakan bahwa pengawasan manajemen adalah suatu usaha sistematik untuk menetapkan standar pelaksanaan dengan tujuan-tujuan perencanaan, merancang sistem informasi umpan balik, membandingkan kenyataan dengan standar yang telah ditetapkan sebelumnya, menentukan dan mengukur penyimpangan-penyimpangan serta mengambil tindakan koreksi yang diperlukan untuk menjamin bahwa semua sumber daya perusahaan dipergunakan dengan cara paling efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan. Fungsi-fungsi tersebut dapat dikembangkan menjadi beberapa fungsi yang lain seperti halnya dilakukan oleh Voontz-O'Donell yang memecah fungsi pengarahan (actuating) menjadi directing dan staffing. Fungsi tersebut disederhanakan dengan cara mengelompokkan fungsi tersebut ke dalam dua fungsi manajemen yakni manajemen mekanik dan manajemen dinamik. Manajemen mekanik adalah pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen yang tidak melihat personal sebagai masalah pengkajian. Perencanaan dan pengorganisasian adalah tugas kelompok bukan tugas individu tertentu dalam organisasi. Manajemen dinamik adalah pelaksanaan fungsi manajemen yang melihat personal sebagai bagian yang penting. Fungsi-fungsi yang dilakukan oleh individu tertentu dalam organisasi, seperti pengarahan, koordinasi dan pengawasan hanya dapat dilakukan oleh individu tertentu dan tidak sembarang orang.
B. Implementasi Fungsi Manajemen dalam BK Fungsi-fungsi manajemen yang diimplementasikan dalam kegiatan bimbingan dan konseling terlihat dan dapat diwujudkan dalam perencanaan program bimbingan dan konseling, penggorganisasian aktivitas dan semua unsur pendukung bimbingan dan konseling, penetapan staf bimbingan dan konseling, lalu menggerakkan atau meningkatkan SDM untuk melaksanakan tugas masing-masing dengan cara memberikan motivasi, dan yang terakhir mengevaluasi kegiatan serta hasil yang dicapai memalui aktivitas layanan yang telah dilaksanakan. Melalui implementasi fungsi-fungsi manajemen itulah bagaimana layanan bimbingan dan konseling dilakukan agar mencapai tujuan yang diinginkan secara efektif dengan menggunakan sumber daya secara efisien? Jawabannya adalah layanan bimbingan dan konseling perlu diurus, diatur, dikemudikan, dikendalikan, ditangani, dikelola, diseleng-garakan, dijalankan, dilaksanakan dan dipimpin oleh orang yang memiliki keahlian, keterampilan, serta wawasan dan pemahaman tentang arah, tujuan, fungsi, kegiatan, strategi, dan indikator keberhasilannya. Dengan kata

96

lain, layanan birnbingan dan konseling perlu dilakukan sebagai aktivitas layanan bermutu, yaitu yang mampu mengintegrasikan, mendistribusikan, mengelola, dan mendayagunakan program, personel, fasilitas, pembiayaan, dan sumber daya lainnya secara optimal agar dapat mengembangkan seluruh potensi individu sesuai dengan harapan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara, serta Tuhannya sebagai akhir penghambaannya. Karena itu dalam keseluruhan aktivitas layanan birnbingan dan konseling seorang manajer (konselor) perlu memperhatikan dan mendayagunakan sumber-sumber seperti: (1) manusia; (2) material; (3) alat dan fasilitas; (4) waktu; (5) keuangan ; dan (6) pemasaran. Sumber daya utama dalam proses layanan bimbingan dan konseling adalah manusia atau orang-orang, baik orang sebagai pengelola, pelaksana maupun sebagai sasaran layanan bantuan. Sebagai pengelola dan pelaksana, orang-orang yang terlibat dalam birnbingan dan konseling adalah yang memiliki keahlian dan kewenangan secara profesional. Artinya mereka adalah orang-orang pilihan dan bekerja sesuai dengan bidang keahliannya. Penempatan orang-orang yang befpatokan pada konsep ini memungkinkan munculnya organisasi layanan birnbingan efektif dan efisien. Artinya mudah dalam mencapai tujuan yang diharapkan dan hemat dalam waktu serta tenaga yang dikeluarkan. Materi layanan birnbingan dan konseling hendak-nya membumi, artinya mated yang disajikan sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan disediakan bagi pengembangan potensi perserta didik. Alat dan Fasilitas digunakan untu mempermudah pencapaian tujuan. Karena itu bagaimana seorang konselor merancang penggunaan atau pemanfaatan alat dan fasilitas secara efektif dan efisien dalam keseluruhan layanan birnbingan dan konseling. Waktu, kadang-kadang dijadikan kambing hitam yang menghambat pelaksanaan layanan. Karena itu kapan suatu kegiatan dilakukan secara tepat dan materi apa yang perlu diberikan pada waktu tertentu. Dengan demikian, dengan penggunaan waktu secara tepat tidak akan ada unsur yang merasa terganggu dan dirugikan, tetapi dengan penggunaan waktu tepat mempermudah tujuan untuk dicapai. Dalam keseluruhan kegiatan bimbingan dan konseling, keuangan menjadi salah satu faktor pendorong terlaksananya kegiatan. Tetapi perlu disadari bahwa belum tentu banyaknya modal yang dimiliki sudah memastikan pencapaian tujuan secara efektif. Dengan demikian tanpa uang disadari kegiatan akan terhambat tetapi dengan modal pemikiran kreativitas konselor dan seluruh personel bimbingan dan konseling, permasalahan keuangan bisa diatasi. Pemasaran (sosialisasi) program bimbingan dan konseling berbeda dengan organisasi perusahaan. Tetapi prinsip utama pemasaran adalah promosi demi menjaga keberadaan suatu organisasi. Begitu juga dalam memasarkan bimbingan dan konseling perlu perhatian dan pemikiran strategis agar keberadaan dan kedekatan antara bimbingan dan konseling dengan penggunanya senantiasa terjaga. Program bimbingan dan konseling adalah dimana program tersebut tertuju pada apa yang ingin dicapai dari tujuan birnbingan sehingga program tersebut berjalan efisien dan efektif. Untuk membuat program yang efektif dan efisien diperlukan perencanaan yang matang dalam membuat program bimbingan dan konseling, sehingga tujuan yang ingin dicapai sesuai dengan harapan dari pendidikan dan individu. Dewa Ketut Sukardi (1995) mengungkapkan bahwa kegiatan penyusunan program bimbingan dan konseling di sekolah merupakan seperangkat kegiatan yang dilakukan melalui berbagai bentuk survey untuk menginventarisasi tujuan, kebutuhan, kemampuan sekolah serta persiapan sekolah untuk melaksanakan program bimbingan dan konseling. Karena program bimbingan dan konseling yang efektif dan efisien adalah program bimbingan dan konseling yang terencana secara kontinu dan sesuai dengan tujuan serta visi dan misi bimbingan dan konseling sehingga diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan mutu dari layanan bimbingan dan

97

konseling. A. J. Nurihsan (2011) menjelaskan bahwa untuk tercapainya program perencanaan bimbingan yang efektif dan efisien/ maka ada beberapa hal yang perlu dilakukan diantaranya: 1. Analisis kebutuhan dan permasalahan peserta didik. 2. Penentuan tujuan program layanan bimbingan dan konseling yang ingin dicapai. 3. Analisis situasi dan kondisi di sekolah. 4. Penentuan jenis-jenis kegiatan yang akan dilakukan 5. Penetapan metode dan teknik yang akan dilakukan dalam kegiatan 6. Penetapan personel-personel yang akan melaksanakan kegiatan yang telah dilaksanakan. 7. Persiapan fasilitas dan biaya pelaksanaan kegiatan bimbingan yang direncanakan 8. Perkiraan tentang hambatan-hambatan yang akan ditemui dan usaha-usaha apa yang dilakukan dalam menangani hambatan-hambatan. Perencanaan ini dilakukan untuk sebagai langkah awal untuk meningkatkan kulaitas manajemen bimbingan dan konseling agar mempunyai mutu yang lebih baik sehingga akan menyokong tujuan dari layanan bimbingan dan konseling. Sehingga dalam melaksanakan program bimbingan diperlukan keterlibatan seluruh aspek dan komponen yang mendukung bimbingan. C. Prinsip-prinsip Perencanaan BK Flesher (Uman Suherman, 2011) menjelaskan bahwa untuk memulai sebuah perencanaan diperlukan landasan atau dasar untuk merumuskan program pendidikan diantaranya: 1. Merumuskan objek pendidikan yang layak untuk masyarakat. 2. Menentukan tujuan apa yang diinginkan atau dikehendaki dari pendidikan. 3. Pembentukan area kehadiran. 4. Mengembangkan program pendidikan untuk masyarakat dan untuk pusat kehadiran. 5. Membangun ruang dasar kebutuhan untuk tiap kehadiran. 6. Pemilihan tempat untuk tiap kehadiran dalam tahap ini perencanaan semestinya menggunakan pelayanan. 7. Persiapan dan membuat kesepakatan pendahuluan atau gambaran dasar untuk individu. 8. Persiapan dan membuat persetujuan gambaran pekerjaan untuk tiap individu. Bimbingan sebagai bagian integral dalam proses pendidikan, dalam melakukan perencanaan, diperlukan menentukan arah dan tujuan dari diadakannya bimbingan. Perencanaan yang baik adalah dimana seluruh komponen dari perencanaan mampu dijalankan dengan baik. Terutama dalam layanan bimbingan dan konseling, sebagai proses pemberian bantuan sehingga diharapkan dalam membuat suatu perencanaan dilakukan berbagai pertimbangan yang matang untuk kesuksesan dalam menjalankan program bimbingan dan konseling. Luther Gullich (Fattah, 2006) menyebutkan syaratsyarat perencanaan sebagai berikut: 1. Tujuan harus dirumuskan secara jelas. 2. Perencanaan harus sederhana dan realistis. 3. Memuat analisis-analisis dan penjelasan-penjelasan terhadap usaha-usaha yang direncanakan. 4. Bersifat fleksibel. 5. Ada keseimbangan baik ke luar maupun ke dalam. Ke dalam berarti seimbang antara bagian-bagian dalarn perencanaan tersebut, sedangkan ke luar berarti seimbang antara tujuan dan fasililtas yang tersedia. 6. Efisien dan efektif dalam penggunaan biaya, tenaga dan sumber daya yang tersedia.

98

D.

Konsep Dasar Pengorganisasian dalam BK 1. Definisi Pengorganisasian dalam pengertian bimbingan dan konseling berarti suatu bentuk kegiatan yang mengatur cara kerja, prosedur kerja dan pola kerja atau mekanisme kerja kegiatan layanan bimbingan dan konseling. Bimbingan dan konseling tidak dapat dilaksanakan secara berdaya guna dan berhasil kalau tidak diimbangi dengan organisasi yang baik. Tanpa organisasi, itu berarti tidak adanya suatu koordinasi, perencanaan, sasaran yang cukup jelas, serta kepemimpinan yang berwibawa, tegar dan bijaksana. Pengorganisasian program layanan bimbingan konseling di sekolah adalah upaya melibatkan orang-orang ke dalam organisasi bimbingan di sekolah, serta upaya melakukan pembagian kerja diantara anggota organisasi bimbingan di sekolah.

2. Manfaat Pengorganisasian Manfaat pengorganisasian program layanan bimbingan dan konseling adalah agar: a. Setiap personel bimbingan menyadari tugas, peranan, kedudukan, wewenang dan tanggung jawab masing- masing. b. Terhindar dari terjadinya tumpang tindih tugas diantara para personel bimbingan. c. Terjadi mekanisme kerja secara baik dan teratur. d. Tercapai kelancaran, efisiensi dan efektivitas pelaksanaan program layanan bimbingan dan konseling. Proses pengorganisasian program layanan bimbingan dan konseling meliputi langkah-langkah sebagai berikut: a. Pengelompokkan kegiatan layanan. b. Pembagian tugas, peranan, tanggung jawab dan wewenang bagi masingmasing personel. c. Penenentuan mekanisme kerja. d. Penyusunan suatu struktur organisasi bimbingan dan konseling. 3. Tujuan Pengorganisasian Organisasi merupakan proses instrumental yang dapat menjembatani tercapai nya sasaran-sasaran program bimbingan. Sasaran bimbingan tersebut jelas mengarah pada satu tujuan. Pada dasarnya, organisasi merupakan rangkuman dari keseluruhan tujuan bimbingan yang dicanangkan, kemudian dikomunikasikan ke bawah menurut garis dengan ide komitmen dan kesepakatan bersama. Jadi tujuan organisasi merupakan manif estasi dari tujuan bimbingan dan konseling itu sendiri. 4. Implementasi Pengorganisasian Bimbingan dan konseling tidak/dapat dilaksanakan secara jelas dan sistematis apabila tidak diimbangi dengan organisasi yang baik. Tanpa organisasi, berarti tidak adanya suatu koordinasi, perencanaan, sasaran yang cukup jelas, serta kepemimpinan yang proporsional dan profesional. Karena itu manajer sekolah hendaknya mampu merencanakan dan mengelola satu kesatuan sistem yang dapat mengatur operasi kegiatan-kegiatan sekolah termasuk didalamnya kegiatan layanan bimbingan dan konseling, sehingga setiap personel ditempatkan pada bagian yang tepat sesuai struktur jabatan dan kemampuannya. Dengan demikian peran guru mata pelajaran dan guru pembimbing (konselor) lebih ditegaskan sehingga dalam pelaksanaan layanan bimbingan tidak terjadi adanya subtitusi posisi guru mata pelajaran oleh guru pembimbing dan sebaliknya posisi guru pembing digantikan oleh guru mata pelajaran. Dengan kata lain pelibatan guru mata pelajaran atau pihak-pihak lain dalam bimbingan dan konseling ditegaskan dalam batas proporsi dan kewenangan profesionalitasnya.

99

Sosialisasi dan penetapan program bimbingan dan konseling kepada sivitas sekolah sebagai bagian dari program pendidikan. Sosialisasi program bimbingan dan konseling kepada seluruh personel dan komponen sekolah sesuai dengan bidang dan kewenangannya. sehingga terwujud satu kesatuan cara bertindak dalam usaha membantu memberikan layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Pengorganisasian bimbingan dan konseling secara tepat dapat membantu seluruh personel sekolah mulai dari peserta didik. meliputi kepala sekolah. Pemantauan dan supervisi terhadap pelaksanaan bimbingan dan konseling. wali kelas. b. Penyediaan kelengkapan sarana dan prasarana yang diperlukan dalam kegiatan bimbingan dan konseling. Tugas-tugas. Agar pengorganisasian kegiatan bimbingan dan konseling dapat terkoordinasi secara integral melalui kegiatan-kegiatan bimbingan dan konseling yang baik. Pengembangan program bimbingan dan konseling termasuk pembinaan dan pelatihan personel bimbingan dan konseling. 2.Pengembangan kerja sama profesional itu merupakan indikator skaligus menjadi manifestasi berhasil tidak nya suatu pengorganisasian dan tujuan dari rencana-rencana sekolah termasuk didalamnya program bimbingan dan konseling. pola kerja atau prosedur kerja bimbingan dan konseling di sekolah harus tunggal. tugas dan peran masing-masing personel pendidikan dalam bimbingan dan konseling. maka beberapa hal yang perlu diperhatikan diantaranya adalah: a. c. b. melalui pengorganisasian yang baik dan tepat terjadinya penyalah gunaan tugas setiap personel dapat dicegah secara cepat. sehingga masing-masing petugas bimbingan akan dapat memahami dan mengerti kewajiban dan tanggung jawab masing-masing. Pelaksanaan kebijakan pimpinan sekolah terutama yang berkaitan dengan pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling. d. dan staf administrasi bimbingan harus dihimpun dalam satu wadah. 2011) bisa diperhatikan dalam uraian sebagai berikut: 1. sehingga para peserta didik tidak menjadi bingung karena adanya berbagai bentuk layanan bimbingan atau layanan lainnya yang serupa yang dilaksanakan oleh petugas-petugas yang berbeda. Penentuan staf personel bimbingan dan konseling. g. c. kepeserta didikan maupun sumber daya lain yang diperlukan dan dapat mendukung dalam penyusunan program bimbingan dan konseling. Mekanisme kerja. d. f. Penyediaan informasi baik berkaitan dengan aktivitas dan prestasi akademik. Pengembangan kerjasama dengan instansi atau profesi lain yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan bimbingan dan konseling. 100 . penyediaan dan kelengkapan sarana prasarana. Kepala Sekolah a. seperti yang dikutip dalam buku Manajemen BK (Uman Suherman. Penyusunan program bimbingan dan konseling. Wakil Kepala Sekolah a. sampai kepala sekolah dalam mengoptimalkan peran masing-masing dan setiap personel pun akan mengetahui seberapa besar fungsi dan peranannya tersebut dapat dikontribusikan bagi sekolah. tanggung jawab dan wewenang dari masing-masing petugas yang terlibat dalam pelaksanaan layanan bimbingan di sekolah harus dirinci dengan jelas. guru mata pelajaran. c. koordinator bimbingan. Dengan kata lain. e. Dalam pendidikan formal. orang tua. b. Lebih daripada itu peran setiap personel mudah untuk dipertanggung jawabkan. Dukungan dan pemantauan pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling. guru pembimbing. Semua personel sekolah.

Mensosialisasikan layanan bimbingan dan konseling kepada peserta didik terutama berkaitan dengan motivasi. i. Memantau perkembangan dan kemajuan para peserta didik di kelasnya terutama yang telah memperoleh layanan bimbingan dan konseling. Mengkoordinasikan seluruh personel layanan bimbingan dan konseling. pelaksanaan sampai dengan penilaian terhadap layanan bimbingan dan konseling. Staf Administrasi a. Mengidentifikasi peserta didik yang membutuhkan layanan responsif berkenaan dengan permasalahan yang dihadapinya. Konselor a. f. b. sikap dan kebiasaan belajar yang efektif. d. Memberikan layanan dasar kepada seluruh peserta didik. e. d. Menyediakan informasi tentang karakteristik dan kebutuhan para peserta didik di kelasnya. b. Membantu mengadministrasikan seluruh kegiatan bimbingan dan konseling. g. Melaksanakan layanan responsif kepada peserta didik terutama dalam bentuk konseling. b. b. secara khusus Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Kepala Badan Administrasi Negara mengeluarkan 101 . c. Melakukan analisis terhadap kondisi sekolah akan layanan bimbingan dan konseling. Menyediakan informasi mengenai sikap dan kebiasaan peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran. Melakukan upaya layanan bimbingan belajar terutama pada program perbaikan dan pengayaan mata pelajaran yang diampunya. Mengadakan tindak lanjut. Membantu menyiapkan sarana yang diperlukan dalam pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling. terutama tujuan. e. d. c. Mengorganisasikan seluruh aktivitas layanan bimbingan dan konseling. 6. e. Mengidentifikasi peserta didik yang memerlukan layanan bimbingan dan konseling terutama berkenaan dengan matapelajaran yang diampunya. Mengadministrasikan seluruh kegiatan bimbingan dan konseling. Memantau perkembangan dan kemajuan para peserta didik terutama yang telah memperoleh layanan bimbingan dan konseling. f. Melakukan analisis terhadap karakteristik dan kebutuhan perkembangan peserta didik. Mensosialisasikan keberaadaan layanan bimbingan dan konseling. fungsi. d.3. h. Guru Mata Pelajaran/Bidang Studi a. Membantu menyampaikan informasi kepada personel lain berkenaan dengan pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling. Mempertanggungjawabkan seluruh kegiatan layanan bimbingan dan konseling kepada kepala sekolah. Membantu mempersiapkan seluruh kegiatan bimbingan dan konseling. 5. dan mekanisme layanan kepada para peserta didik dan orang tua peserta didik di kelasnya. terutama berkaitan dengan alih tangan kepada ahli lain. f. Wali Kelas a. Berkenaan dengan pelaksanaan tugas seorang konselor. mulai dari penyusunan. c. c. Melakukan kunjungan rumah. 4. Pelaksanaan konferensi kasus. Kegiatan konferensi kasus.

Evaluasi pelaksanaan pelayanan dalam bidang bimbingan pribadi-sosial. tanggung jawab serta wewenangnya lebih efektif. termasuk kegiatan pendukung yang dihargai sebanyak 12 jam. Sebagaimana guru mata pelajaran. 102 . beban tugas tersebut meliputi : 1. bimbingan karir serta semua jenis layanan termasuk kegiatan pendukung yang dihargai sebanyak 6 jam 4. maka dibutuhkan suatu kerjasama profesioanal yang saling melengakapi satu sama lain tanpa melanggar kode etik masing-masing profesinya. guru bimbingan dan konseling (konselor) yang membimbing minimal 150 orang peserta didik/tahun dihargai sebanyak 24 jam (Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 74 tahun 2008. serta semua jenis layanan.Surat Kepulusan Bersama Nomor: 0433/P/1993 dan Nomor: 25 Tahun 1993 menjelaskan bahwa pada setiap sekolah harus ada petugas yang melaksanakan layanan bimbingan yaitu guru pembimbing/konselor dengan rasio satu orang guru prmbimbing/ konselor untuk 150 orang peserta didik. bimbingan karir. tentang Guru). 3. Agar setiap personel yang terlibat dalam organisasi bimbingan dan konseling mampu menjalankan tugas. Penyusunan program pelayanan dalam bidang bimbingan pribadi . bimbingan belajar. dan beban tugas atau penghargaan jam kerja guru pembimbing/ konselor ditetapkan 36 jam/minggu. Pelaksanaan pelayanan dalam bidang bimbingan pribadi-sosial. bimbingan berlajar. bimbingan belajar. bimbingan karir serta semua jenis layanan termasuk kegiatan pendukung yang dihargai sebanyak 18 jam.sosial. 2.

Tujuan BK bersifat kompatibel dengan tujuan pendidikan. 2011). sikap bertindak peserta didik dan lain sebagainya. maka konsekuensinya adalah pengelolaan program BK harus memenuhi syarat. Selain itu. berbagai macam media informasi yang mempengaruhi pola pikir. Lingkungan pendidikan yang menopang perkembangan peserta didik dapat berupa sekolah. Program BK melibatkan kolaborasi antar staff (team building approach). segala aktivitas dan proses dalam layanan BK harus diarahkan pada upaya membantu siswa dalam pencapaian standar kompetensi dimaksud. keluarga. sasaran layanan. B. melainkan juga bekerja secara konsultatif dan kolaboratif dengan tim bimbingan yang lain. dalam pendidikan ada standar dan kompetensi tertentu yang harus dicapai oleh siswa. yakni meskipun seorang konselor dimungkinkan untuk mengatasi problem dan kebutuhan psikologis yang bersifat krisis dan klinis pada dasarnya fokus layanan BK lebih diarahkan pada usaha memfasilitasi pengalaman-pengalaman belajar tertentu yang membantu siswa untuk tumbuh. Syarat agar pengelolaan program BK berorientasi perkembangan adalah pengelolaan program dengan cara komprehensif. program BK sekolah dirancang untuk menjamin bahwa setiap siswa memiliki hak yang sama untuk memperoleh manfaat program itu. staf personel sekolah yang lain (guru dan tenaga administrasi) bahkan orangtua dan masyarakat. 2006): 1. Oleh karena itu. dewasa ini muncul istilah comprehensive school guidance and counseling sebagai kerangka kerja utuh yang harus dipahami oleh tenaga-tenaga ahli di bidang BK. 2. fungsi. jadi setiap siswa menerima manfaat program tersebut.BAB II BIMBINGAN DAN KONSELING KOMPREHENSIF A. Sehingga kenyataannya yang sering muncul yaitu aktivitas konselor sekolah yang menghabiskan banyak waktunya untuk memenuhi kebutuhan sebagian kecil siswa (secara khusus hanya mengurus kebutuhan siswa berprestasi rendah dan bermasalah) tidak terjadi lagi. (Gysbers & Henderson. Dengan demikian. Artinya. 3. Jika saat ini program BK berorientasi pada perkembangan. strategi. yaitu program BK yang bersifat komprehensif bersandar pada asumsi bahwa tanggung jawab kegiatan bimbingan elibatkan seluruh personalia yang ada di sekolah dengan sentral koordinasi dan tanggung jawab ada di tangan konselor yang bersertifikat. Program BK sekolah merupakan serangkaian rencana aktivitas layanan BK di sekolah yang selanjutnya akan menjadi pedoman bagi setiap personel dalam pelaksanaan dan pertanggungjawabannya. Program BK bersifat pengembangan (based on developmental approach). fasilitas dan rencana evaluasinya (Uman Suherman. secara mendasar program BK sekolah direkomendasikan sebagai upaya pemberian layanan langsung bagi seluruh siswa. Program BK sekolah yang komprehensif di dalamnya akan tergambarkan visi. masyarakat. berkembang dan menjadi pribadi yang mandiri. tujuan. Konselor tidak hanya menyediakan layanan langsung untuk siswa. Pendahuluan Pemahaman tentang bimbingan dan konseling (BK) sebagai suatu sistem dan kerangka kerja kelembagaan tidak dapat dilepaskan dari pandangan umum bahwa layanan BK merupakan bagian integral dari sistem pendidikan. personel. 103 . seluruh peserta didik di lembaga pendidikan tanpa ada yang diabaikan dan menciptakan lingkungan yang menopang perkembangan peserta didik. komunitas. Orientasi perkembangan ini mengharuskan layanan BK mengembangkan seluruh aspek dalam diri peserta didik. sistem manajemen dan sistem pertanggungjawabannya. Dengan demikian program BK sekolah yang komprehensif disusun untuk merefleksikan pendekatan yang menyeluruh bagi dasar penyususnan program. kegiatan. Berikut lima premis dasar yang menegaskan istilah tersebut. Hakikat BK Komprehensif Bercermin pada latar sejarah kelahiran dan perkembangan BK. misi. pelaksanaan program.

4. Program bimbingan merupakan suatu kebutuhan yang mencakup berbagai dimensi yang terkait dan dilaksanakan secara terpadu. pendidikan seksualitas. Upaya pencegahan dan antisipasi sedini mungkin hendaknya menjadi semangat utama yang terkandung dalam kurikulum bimbingan yang diterapkan di sekolah (kegiatan klasikal). evaluasi dan keberlanjutan. 1. mengembangkan ketrampilan resolusi konflik. Melalui penerapan fungsi-fungsi manajemen tersebut diharapkan kegiatan dan layanan BK dapat diselenggarakan secara tepat sasaran dan terukur. metode dan lama waktu layanan). Layanan bimbingan ditujukan untuk seluruh siswa. 3. keluarga serta masyarakat. bersifat komprehensif berarti program BK harus mampu memfasilitasi capaian-capaian perkembangan psikologis siswa dalam totalitas aspek bimbingan (baik pribadi-sosial. Kegiatan layanan BK sekolah yang berkembang di Indonesia selama ini lebih terfokus pada kegiatan-kegiatan yang bersifat adminiatratif dan klerikel (Sunaryo Kartadinata. namun juga harus bersifat preventif dalam desain dan bersifat pengembangan dalam tujuannya. bersifat preventif dalam desain mengandung arti bahwa pada dasarnya tujuan pengembangan program BK di sekolah hendaknya dilakukan dalam bentuk yang bersifat preventif. Dengan demikian. Dengan harapan setiap siswa dapat menggapai sukses di sekolah dan menunjukkan kontribusi nyata dalam masyarakat. Faktor kepemimpinan ini diharapkan dapat menjamin akuntabilitas dan pencapaian kinerja program BK. akademik dan karir). terampil dalam merespon lingkungan serta mampu mengembangkan diri menjadi pribadi yang bermakna dan berorientasi ke depan. seperti mengelola kehadiran dan ketidakhadiran siswa. 2. J. Nurihsan (2011) mengatakan bahwa model BK komprehensif adalah suatu konsep dasar bimbingan yang berasumsi sebagai berikut: 1. Melalui cara yang preventif tersebut diharapkan siswa mampu memilah sikap dan tindakan yang tepat serta mendukung pencapaian perkembangan psikologis ke arah ideal dan positif. implementasi. Pertama. mengenakan sanksi disiplin pada siswa yang dianggap bermasalah. Bower dan Hatch (Fatur Rahman. bersifat pengembangan dalam tujuan didasari oleh fakta di lapangan bahwa layanan BK sekolah selama ini justru kontraproduktif terhadap perkembangan siswa itu sendiri. 2003). BK seharusnya perlu diarahkan pada upaya memfasilitasi individu agar menjadi lebih sadar terhadap dirinya. 2008) bahkan menegaskan bahwa program BK di sekolah tidak hanya bersifat komprehensif dalam ruang lingkup. menggunakan berbagai strategi (pengembangan pribadi dan dukungan sistem). setting. Sudut pandang perkembangan ini mengandung implikasi luas bahwa pengembangan perilaku yang sehat dan efektif harus dapat dicapai oleh setiap individu dalam konteks lingkungannya masing-masing. Secara lebih sederhana A. 104 . Pendekatan dan tujuan layanan BK pada dasarnya tidak hanya berkaitan dengan perilaku menyimpang dan bagaimana mencegah perilaku tersebut. dan lain-lain. Ketiga. kesehatan reproduksi. Konsekuensi dari kenyataan ini pada akhirnya menyebabkan layanan BK yang diselenggarakan di sekolah akhirnya terjebak dalam pendekatan tradisional dan intervensi psikologis yang berorientasi pada paradigma intrapsikis dan sindrom klinis. Kedua. Program BK ditopang oleh kepemimpinan yang kokoh. Layanan yang diberikanpun tidak hanya terbatas pada siswa dengan karakter dan motivasi unggul serta siap belajar saja. Dengan demikian wajar apabila dalam masyarakat dan siswa-siswa sendiri guru BK distigmakan sebagai polisi sekolah. Layanan BK ditujukan untuk seluruh siswa tanpa syarat apapun. 5. 2. meliputi ragam dimensi (masalah. melainkan juga berurusan dengan pengembangan perilaku efektif. Program BK dikembangkan melalui serangkaian proses sitematis sejak dari perencanaan. desain. Beberapa program yang dapat dikembangkan seperti pendidikan multikulturalisme dan anti kekerasan. kerjasama antara personal bimbingan dan personal sekolah lainnya.

personalia. Setiap individu mempunyai kebebasan untuk memilih yang diikuti oleh tanggung jawab. Asesmen dapat merumuskan kebutuhan siswa dan stakeholder penting lain seperti orangtua. Menurut Erford (2007). Lebih lanjut Erford menambahkan bahwa program BK komprehensif membutuhkan kebijakan pendidikan di sekolah yang integratif yaitu adanya keselarasan antara kebijakan dalam bidang pengajaran. Tanggung jawab seseorang itu tidak hanya bertumpu dan terpusat pada dirinya sendiri. 3. Ia dapat mengolah pengalaman masa lampaunya untuk memperbaiki pilihan-pilihannya dan secara umum untuk memperbaiki arah. sarana-prasarana. Layanan BK menjangkau siswa dan stakeholder yang terkait.3. Program BK yang sistemik haruslah menjadi sebuah program yang data driven. Pendekatan sistemik dalam program BK komprehensif menempatkan individu sebagai pusat sistem dan menciptakan hubungan antar-subsistem yang mempengaruhi individu ke arah perkembangan positif. 4. Fajar Santoadi (2010) menyatakan bahwasanya program BK komprehensif adalah program BK yang dirancang menjadi bagian integral dari proses pendidikan di sekolah. mencegah timbulnya masalah dan menyelesaikan masalah siswa. Kualitas program dan hasil yang terbukti akan melahirkan kepercayaan masyarakat sekolah. dll. Manusia tidak kaku terhadap pengelaman-pengalaman masa lampaunya. Program BK dapat melibatkan stakeholder relevan tidak saja sebagai penerima layanan tetapi juga sebagai rekanan dalam memberi layanan yang yang relevan. Model bimbingan ini berpandangan bahwa manusia itu merupakan satu kesatuan. Pengaruh terhadap bagian dari seorang manusia akan mempengaruhi keseluruhannya. Bimbingan bertujuan untuk mengembangkan seluruh potensi siswa secara optimal. kegiatan ekstrakurikuler. Sementara program BK yang sistemik adalah program BK yang dirancang untuk menjangkau berbagai pihak. Selain sebagai prasyarat. sehingga program BK menjadi semakin komprehensif. kebijakan pendidikan yang terintegrasi juga merupakan dampak dari program BK komprehensif yang terbukti kualitasnya. Perilaku manusia adalah hasil interaksi antara individu dan lingkungannya. para guru. Program BK yang sistematik merupakan program yang pelaksanaannya sesuai dengan rencana. pelatihan. pengajaran dan kegiatan pendidikan lain di sekolah merupakan bukti kebijakan pendidikan yang integratif di sebuah lembaga pendidikan. Integrasi semacam ini membutuhkan kesamaan visi pendidikan dalam diri lembaga dan semua komponen yang terlibat dalam 105 . mulai dari siswa sebagai individu maupun kelompok. Kepercayaan yang besar dari masyarakat sekolah pada akhirnya akan melahirkan dukungan optimal bagi program BK tersebut. kebijakan keuangan. keluarga dan masyarakat. Evaluasi proses. Program BK komprehensif membutuhkan dukungan yang adil dan setara pihak sekolah (dengan payung kebijakan). bukan sekedar program yang sistematis. komunitas sekolah. pemberian waktu yang memadai untuk pembimbingan. Integrasi antara program bimbingan dan keseluruhan program pendidikan di sekolah yang bertujuan mengembangkan aspek intelektual dan skill diharapkan akan memberikan pengaruh pada pembentukan kompetensi peserta didik yang lebih utuh. kecepatan serta kematangan perkembangannya. Sifat sistemik dalam program BK komprehensif tampak dalam beberapa hal sebagai berikut: 1. bimbingan. Dukungan finansial memadai. Pada diri setiap individu terdapat tenaga yang mendorongnya untuk tumbuh dan berkembang secara positif ke arah yang sebaik-baiknya sesuai dengan kemampuan dasar individu tersebut. pendataan. 2. Senada dengan paparan di aats. hasil dan dampak yang menjangkau siswa dan stakeholder relevan tersebut di atas. fasilitas memadai. implementasi dan evaluasi. tertata baik sejak perencanaan. yaitu bertanggungjawab atas akibat yang timbul dari pilihannya itu. sehingga sekolah memberikan perhatian memadai dan setara kepada semua unsur yang penting bagi jalannya proses pendidikan. tetapi juga kepada orang lain secara seimbang. dll. program BK komprehensif bersifat sistemik. komunitas sebaya. administrator sekolah.

membentuk pusat pengembangan karir atau fasilitas sekolah lainnya. 5. berkelanjutan. dan Uman Suherman (2011) menyebutkan komponen BK komprehensif ada empat. Kurikulum ini harus mengandung pernyataan tentang kompetensi siswa pada setiap tingkatan kelas dan indikator yang diidentifikasi serta digunakan dalam penilaian atas kompetensi siswa. Program BK sekolah merupakan kesatuan komponen tujuan institusi sekolah. ketrampilan. Kurikulum BK serta kompetensi yang terkait didokumentasikan secara tertulis dan didasarkan atas penilaian terhadap program BK sekolah mengenai kebutuhan populasi siswa. 2011). yakni kurikulum BK. Pelayanan Dasar Pelayanan dasar diartikan sebgai proses pemberian bantuan kepada seluruh konseli melalui kegiatan penyiapan pengalaman terstruktur secara klasikal atau kelompok yang disajikan secara sistematis dalam rangka mengembangkan perilaku jangka panjang sesuai dengan tahap dan tugas-tugas perkembangan yang diperlukan dalam pengembangan kemampuan memilih dan mengambil keputusan dalam menjalani kehidupannya. Kurikulum BK sekolah merupakan hal yang terencana. Santoadi (2010). untuk merespon kebutuhan atau minat siswa. Instruksi dan workshop bagi orangtua siswa: konselor menyelenggarakan workshop bagi orangtua atau wali untuk menunjukkan kebutuhan komunitas sekolah dan merefleksikan kurikulum BK sekolah. serta tujuan bimbingan. terkoordinasi oleh konselor sekolah dan tenaga pendidik lainnya. Kurikulum bimbingan ini berupa layanan yang bertahap di berbagai jenjang pendidikan. 3. Tim ini mengembangkan unit-unit kelas yang mengintegrasikan antara persoalan mata pelajaran dengan rangkaian kurikulum BK di sekolah. d. perencanaan individual. layanan responsif dan dukungan sistem. 2. b.proses pendidikan sehingga BK yang komprehensif bisa diciptakan. yaitu layanan dasar bimbingan. Kurikulum BK Komponen kurikulum BK sekolah terdiri atas program intruksional tertulis yang cakupannya komprehensif. 2000). kegiatan belajar atau unit-unit dalam kelas. Sedangkan Gysbers (2007). Komponen Program BK Komprehensif Berdasarkan visi dan misi bimbingan. Kurikulum BK disampaikan melalui beberapa strategi sebagai berikut: a. maka komponen BK komprehensif dirumuskan ke dalam tiga komponen utama. layanan responsif dan layanan perencanaan individual (A. Pengembangan kurikulum interdisipliner: konselor berpartisipasi dalam tim interdisipliner untuk mengembangkan dan memperbaiki isi kurikulum. F. Memastikan bahwa program BK merupakan rancangan yang dapat dilaksanakan dalam sebuah gaya yang sistemik untuk semua siswa. kebutuhan siswa. Program BK memberikan kesempatan pelayanan kepada semua siswa. Tujuan layanan ini dapat juga dirumuskan sebagai upaya membantu siswa agar: 106 . desain ruang yang developmental. 1. 4. 2. Di Amerika Serikat sendiri. J. komitmen dan pengembangan diri). sikap dan kemampuankemampuan siswa lainnya yang dapat didemonstrasikan sebagai sebuah hasil dari keikutsertaan mereka dalam sebuah program BK di sekolah. Program BK ditunjang dengan keberadaan konselor yang profesional (keahlian. c. sehingga perhatian pada fungsi developmental dapat terjaga. Adapun yang menjadi ciri utama dari program BK komprehensif adalah sebagai berikut: 1. sistematis dan mencakup penjelasan atas ruang lingkup dan unit pengajaran di dalamnya. istilah pelayanan dasar ini lebih populer dengan kurikulum bimbingan (Bowers & Hatch. Nurihsan. preventif dan proaktif. C. Program BK mampu menghasilkan pengetahuan. Pengajaran kelas: konselor memberikan pengajaran terhadap tim dan membentu dalam mengajarkan kurikulum BK di sekolah. Aktivitas kelompok: konselor membentuk kelompok kecil yang terencana di luar kelas.

Untuk mencapai tujuan tersebut. ketrampilan sosial. b. belajar dan karir. serta mengembangkan dirinya dalam rangka mencapai tujuan hidupnya. (3) pelayanan informasi. dll. edukasional dan okupasional siswa. Walaupun konselor sekolah memiliki ketrampilan dan pelatihan khusus dalam merespon kebutuhan dan persoalan semacam ini. (4) bimbingan kelompok. okupasional dan tujuan personal mereka. 3. Keterlibatan siswa. ketrampilan dan prestasi siswa. pengalihan. tenaga pendidik lain atau dengan anggota masyarakat mengenai strategi untuk membantu siswa dan keluarga. Layanan Responsif Komponen layanan responsif dalam program BK sekolah terdiri atas kegiatankegiatan untuk menemukan kebutuhan dan persoalan yang tengah dihadapi siswa. Pemberian saran pada individual/kelompok kecil: konselor sekolah memberi saran pada siswa dengan menggunakan informasi pribadi/sosial. Penyelesaian kebutuhan atau persoalan ini memerlukan konseling. sekolah ke pekerjaan maupun sekolah ke pendidikan tinggi atau karir setelah mereka lulus dari suatu sekolah. perangkat pengungkap minat. c. 4. b. minat. pekerjaan. fasilitasi maupun informasi dari teman sebaya. seleksi persoalan tahunan. Konsultasi: konselor berkonsultasi dengan orangtua/wali. Memiliki kesadaran serta pemahaman tentang diri dan lingkungan (pendidikan. bantuan financial. Konselor tampil sebagai advokat bagi siswa. c. Konselor sekolah membantu siswa membuat pilihan dari sekolah ke sekolah. mengawasi dan menangani proses belajar siswa termasuk menemukan kompetensi dalam area akademis. Mampu menangani atau mamanuhi kebutuhan dan masalahnya.a. Perencanaan individual bagi siswa diimplementasikan melalui beberapa strategi sebagai berikut: a. fokus perilaku yang dikembangkan menyangkut aspek-aspek pribadi. sosial budaya dan agama). b. Dalam komponen ini siswa mengevaluasi tujuan edukasional. Penilaian individual/kelompok kecil: konselor sekolah mengadakan analisis dan evaluasi terhadap kemampuan. promosi dan retensi informasi. kerjasama dan dukungan dari seluruh pihak sekolah dan seluruh staf tetap diperlukan bagi suksesnya implementasi program layanan responsif. sosial. orangtua/wali dan orang lain bisa juga membantu siswa. mengalami hambatan 107 . guru. Contoh topik dalam komponen ini adalah: review skor tes. karir dan perkembanganpribadisosialnya. Perencanaan Individual Dalam perencanaan individual. orangtua/wali dan pihak sekolah dalam merencanakan program siswa yang sesuai dengan kebutuhan mereka merupakan hal yang sangat penting. dan (5) pelayanan pengumpulan data/aplikasi instrumentasi. Konselor sekolah mengkoordinasikan kegiatan bantuan bagi seluruh rencana siswa. konselor sekolah mengkoordinasikan kegiatan secara sitematis dan berkelanjutan serta dirancang untuk membantu siswa scara individual dalam menetapkan tujuan pribadi dan mengembangkan rencana mereka di masa depan. Komponen ini disediakan bagi seluruh siswa dan seringkali siswa diberi inisiasi melalui self-referral. karir dan pasar tenaga kerja dalam perencanaan tujuan pribadi. Strategi pelayanan untuk aplikasi pelayanan dasar antara lain: (1) bimbingan kelas. Konseling individual dan kelompok: pemberian layanan konseling ini ditujukan untuk membantu peserta didik yang mengalami kesulitan. (2) pelayanan orientasi. seleksi perguruan tinggi. Bagaimanapun guru. Mampu mengembangkan keterampilan untuk mengidentifikasi tanggung jawab atau seperangkat tingkah laku yang tepat bagi penyesuaian diri dengan lingkungannya. Layanan responsif disampaikan melalui strategi-strategi seperti: a. survei dan interview dengan siswa senior dan alumni. konsultasi.

Dirancangan sebagai pencegahan Tujuan program BK sekolah adalah untuk memberikan kemampuan khusus dan memsiswai sikap pencegahan yang proaktif. penyebab masalah. (2) karir. e. yaitu kehidupan: (1) akademik. memahami dan dapat bekerja dalam tiga area kehidupan mereka. Alih tangan: apabila konselor kurang memiliki kemampuan untuk menangani masalah konseli. tetapi disusun sebagai pelayanan untuk menemukan 108 . Oleh karena itu. Ruang lingkup layanan Program BK sekolah yang komprehensif tidak saja berfokus pada layanan bagi seluruh siswa tetapi juga pada seluruh aspek kehidupan siswa. tetapi program BK sekolah membantu seluruh siswa agar sukses berprestasi di sekolah dan kehidupannya lebih berkembang serta mampu memberikan kontribusi bagi kehidupan masyarakat sekitarnya. riset dan pengembangan. Program ini memberikan dukungan kepada konselor dalam memperlancar penyelenggaraan pelayanan di atas. Pengembangan potensi siswa Program BK yang komprehensif dirancang tidak hanya untuk pencegahan permasalahan siswa. Dukungan Sistem Ketiga komponen di atas merupakan pemberian BK kepada konseli secara langsung. 1. yang secara tidak langsung memberikan bantuan kepada konseli atau memfasilitasi kelancaran perkembangan konseli. didorong dan siap untuk belajar pengetahuan sekolah. Melalui konseling. intervensi dan tindak lanjut yang diberikan kepada siswa dan keluarga dalam mengahadapi situasi darurat. karir. Konseling krisis: memberikan pencegahan. kegiatan manajemen. Sedangkan dukungan sistem merupakan komponen pelayanan dan kegiatan manajemen. serta memfasilitasi semua siswa memperoleh keberhasilan akademik. c. Penyusunan Program BK Komprehensif Uman Suherman (2011) menjelaskan sehubungan dengan sifat program BK komprehensif. konseling semacam ini biasanya jangka pendek dan bersifat sementara. dan (3) pribadi-sosial. d. 5. (2) Dirancang lebih berorientasi pencegahan. tugas konselor tidak dibatasi sebagai penasihat dan pencari solusi tentang permasalahan yang dihadapi para siswa tetapi melalui pelaksanaan program bimbingan dan konseling sekolah konselor lebih mengarahkan aktivitasnya pada pencegahan risiko yang mungkin dihadapi para siswa. D. 3. Titik berat program BK sekolah adalah kesuksesan bagi setiap siswa. ada tiga hal yang secara mendasar perlu diperhatikan dalam penyusunan program bimbingan dan konseling di sekolah. maka sebaiknya konselor mereferal konseli kepada pihak lain yang lebih berwenang. Sedangkan bagi personel pendidik lainnya adalah untuk memperlancar penyelenggaraan program pendidikan di sekolah. Bimbingan teman sebaya: bimbingan yang dilakukan oleh siswa terhadap siswa lainnya.dalam mencapai tugas-tugas perkembangannya. peserta didik (konseli) dibantu untuk mengidentifikasi masalah. Dukungan sistem ini meliputi aspek-aspek pengembangan jejaring. Artinya mulai usia dini (Taman Kanak-Kanak) sampai dengan usia remaja (SMA/SMK) harus mengetahui. Siswa yang menjadi pembimbing sebelumnya diberikan latihan atau pembinaan oleh konselor. 2. artinya siswa tidak hanya dimotivasi. dan pengembangan pengalaman pribadisosialnya. yaitu: (1) Ruang lingkup yang menyeluruh. infrastruktur dan pengembangan kemampuan profesional konselor secara berkelanjutan. dan (3) Tujuannya pengembangan potensi siswa. penemuan alternatif pemecahan masalah dan pengambilan keputusan secara lebih tepat. tata kerja.

Dalam melakukan analisis ini. selama tahap pengembangan program BK. wali kelas. (2) Menganalisis harapan dan kondisi sekolah. masyarakat dan bangsanya di masa depan. karir dan perkembangan pribadi-sosial para siswa dalam menyiapkan dan menghadapi tantangan masa depan dalam kehidupan pribadi. Karena itu. 1. (8) Merumuskan rencana evaluasi pelaksanaan dan keberhasilan program. Mengkaji kebijakan dan produk hukum yang relevan Mengkaji kebijakan dan produk hukum yang relevan baik tingkat institusi (sekolah) maupun nasional dimaksudkan agar pengembangan program BK sekolah tidak bertentangan dengan kebijakan umum yang berlaku dan ditentukan oleh pemerintahan pusat. Proses penyusunan program BK di sekolah dilakukan melalui delapan tahap aktivitas. Menganalisis karakteristik dan kebutuhan siswa Program BK merupakan rancangan aktivitas dan kegiatan yang akan memfasilitasi tercapainya tujuan pendidikan nasional. Dasar pengembangan program yang lengkap merupakan hal yang sangat penting untuk memastikan bahwa program BK sekolah menjadi suatu bagian utuh dari seluruh program pendidikan untuk keberhasilan para siswa. termasuk dengan orangtua dan masyarakat sehingga program BK bisa diterima dan memberikan manfaat bagi semua siswa. menentukan dukungan sistem dan kebijakan yang tepat baik bagi siswa. (6) Merumuskan alternatif komponen dan isi kegiatan. Merumuskan tujuan yang ingin dicapai sekolah ditetapkan berdasarkan atas kebijakan yang berlaku dan analisis kondisi sekolah. Merancang keputusan dasar yang kuat memerlukan usaha kerjasama semua unsur dan personel sekolah. dukungan serta faktor-faktor penghambat program sebelumnya. program BK di sekolah harus menyediakan sistem layanan yang bermanfaat bagi kemajuan akademik. (4) Menganalisis program. 3. pelaksanaan. hasil. Sangat tepat jika dilakukan analisis dengan teknik SWOT (Strengt. maka semua pemegang kebijakan pendidikan di sekolah lebih memahami karakteristik dan kebutuhan siswa yang merupakan subjek layanan BK di sekolah. Treath) sehingga dapat diketahui secara tepat kekuatan. peluang atau kesempatan dan ancaman yang dihadapi sekolah. kelemahan atau kekurangan sekolah. guru. orangtua atau masyarakat sehingga mempertinggi prestasi pembelajaran siswa (akademik. Dengan demikian. daerah maupun sekolah sebagai tempat implementasi program. Lebih lanjut Uman memaparkan bahwa landasan atau dasar program merupakan suatu keputusan awal dan menentukan yang harus diambil oleh pemegang kebijakan pendidikan di sekolah bagi terwujudnya suatu program BK sekolah. Sebagai contoh dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan tidak mungkin suatu sekolah menggunakan standar kurikulum selain yang ditentukan dan diberlakukan secara nasional oleh Departemen Pendidikan Nasional (DEPDIKNAS). Oppornuty. konselor sekolah. Dengan kata lain program BK sekolah yang komprehensif harus mampu membangun tujuan-tujuan. karir dan pribadi-sosial). jika diperlukan sekolah dapat meminta bantuan tenaga ahli. sebelum memulai melakukan penyusunan program konselor perlu mengkaji terlebih dahulu produk-produk kebijakan yang berlaku. 109 . pengawas BK. kelemahan. (5) Merumuskan tujuan program baik umum maupun khusus. 2. Berdasarkan itu semua. Menganalisis harapan dan kondisi sekolah Menganalisis harapan dan kondisi sekolah merupakan langkah yang harus dilakukan konselor untuk mengetahui keadaan. memprediksi hasil. (3) Menganalisis karakteristik dan kebutuhan siswa. (7) Menetapkan langkah-langkah kegiatan pelaksanaan program. para stakeholder hendaknya bermusyawarah untuk menentukan filosofi. yaitu: (1) Mengkaji kebijakan dan produk hukum yang relevan. Weakness. kekuatan. misi dan fungsi dan isi keseluruhan program. Artinya.karakteristik dan kebutuhan siswa pada berbagai jenis dan tahapan perkembangan.

(3) Siapa pelaksana dan penanggung jawabnya. konselor perlu menjabarkan secara rinci program itu sampai dengan tahap-tahap pelaksanaannya. Sistem manajemen program BK Apakah suatu sekolah dapat melaksanakan layanan BK tanpa membuat suatu program kegiatan BK? Misalnya. di samping tenaga dan fasilitas lain dapat dimanfaatkan secara efisien. (3) Sukar untuk mengevaluasi kerja yang telah dilalukan. Data yang sudah terkumpul perlu dianalisis secara cermat dan komprehensif (menyeluruh). Tanpa perencanaan program. tetapi paling hemat dalam menggunakan tenaga. Cara kerja dalam kegiatan layanan BK semacam ini bisa saja dilaksanakan tetapi tidak memiliki dampak yang positif dalam membantu perkembangan optimal siswa. (4) Kapan waktu pelaksanaanya. waktu dan biayanya. kebutuhan dapat dilayani. akan lebih sukar dilakukan pengecekan. wali kelas dan staf sekolah lainnya dan tidak ikut melibatkan diri dalam kegiatan layanan BK. tetapi mempunyai banyak kelemahan diantaranya : (1) Program yang tidak didasari pemikiran secara matang mengakibatkan program kurang dapat dipertanggungjawabkan. paling tidak harus jelas mengenai: (1) Sasaran yang ingin dicapai. Apakah pelayanan itu betul-betul relevan dengan kebutuhan-kebutuhan yang ada. dukungan serta faktor-faktor penghambat program sebelumnya Sebelum alternatif program BK yang dipilih dilaksanakan. Alternatif program tersebut harus dievaluasi dan dipilih mana yang memiliki peluang paling besar untuk mencapai tujuan. (2) Tidak ada kontinuitas dalam pelayanan. Program BK memuat unsur-unsur yang terdapat dalam 110 . layanan kepada subjek sasaran akan lebih baik. 4. Cara kerja dalam kegiatan layanan BK seperti ini tidak menunjukan adanya suatu kelompok bimbingan dan konseling (team work) yang sinergis. akan lebih sukar dilakukan pengecekan. kebutuhan dapat dilayani. Dengan membuat rencana program BK. Tanpa perencanaan program. mereka harus menyusun program kegiatan BK yang dilengkapi dengan seperangkat kelengkapan instrumen. (2) Tidak ada kontinuitas dalam pelayanan. pada suatu sekolah hanya memiliki seorang konselor yang memiliki kompetensi dan kualifikasi profesional sebagai konselor. layanan kepada subjek sasaran akan lebih baik. wali kelas dan staf sekolah lainnya dan tidak ikut melibatkan diri dalam kegiatan layanan BK. (2) Kegiatan yang akan dilakukan. tetapi mempunyai banyak kelemahan diantaranya : (1) Program yang tidak didasari pemikiran secara matang mengakibatkan program kurang dapat dipertanggungjawabkan. hasil. Dalam setiap tahap pelaksanaan. 5. Cara kerja dalam kegiatan layanan BK semacam ini bisa saja dilaksanakan tetapi tidak memiliki dampak yang positif dalam membantu perkembangan optimal siswa.Data atau informasi tentang karakteristik dan kebutuhan siswa merupakan komponen atau faktor-faktor yang berkaitan dengan penentuan tujuan layanan BK di sekolah. Apakah suatu sekolah dapat melaksanakan layanan BK tanpa membuat suatu program kegiatan BK? Misalnya. di samping tenaga dan fasilitas lain dapat dimanfaatkan secara efisien. pelaksanaan. layanan BK tampaknya praktis dan simpel. sedangkan guru mata pelajaran. (3) Sukar untuk mengevaluasi kerja yang telah dilalukan. Dengan demikian sebelum konselor melaksanakan tugas-tugas kegiatan layanan BK di sekolah. untuk kemudian ditafsirkan dan diimplementasikan dalam beberapa alternatif rencana program BK di sekolah. Cara kerja dalam kegiatan layanan BK seperti ini tidak menunjukan adanya suatu kelompok bimbingan dan konseling (team work) yang sinergis. dan (5) Sarana atau pra sarana dan dana yang diperlukan. Dengan membuat rencana program BK. Menganalisis program. sedangkan guru mata pelajaran. Apakah pelayanan itu betul-betul relevan dengan kebutuhan-kebutuhan yang ada. layanan BK tampaknya praktis dan simpel. pada suatu sekolah hanya memiliki seorang konselor yang memiliki kompetensi dan kualifikasi profesional sebagai konselor.

111 . strategi dan atau teknik. masalah-masalah yang dihadapi. masalah dan konteks layanan: a. masalah dan konteks program dapat teridentifikasi dengan tepat. Fatur Rahman (2008) menjelaskan sistematika penyusunan dan pengembangan program BK komprehensif pada dasarnya terdiri dari dua langkah besar. Melalui pemetaan ini diharapkan program dan layanan BK yang dikembangkan oleh konselor benar-benar dibutuhkan oleh seluruh segmen yang terlibat dan sesuai dengan konteks lingkungan program. why. menganalisis dan menginterpretasi hasil penilaian yang diungkap dengan tujuan kebutuhan. minat. Analisis hasil penilaian kebutuhan. motivasi. masyarakat dan stakeholder pendidikan terlibat. sikap dan kebiasaan belajar. Identifikasikan dan rumuskan berbagai kegiatan yang harus/perlu dilakukan. orangtua. who. seperti aspek fisik (kesehatan dan keberfungsiannya). konselor mengolah. tempat. tugas perkembangan psikologis. (2) Asesmen kebutuhan dan masalah peserta didik yang menyangkut karakteristik peserta didik. Action plan yang disusun paling tidak memenuhi unsur 5W + 1H ( what. masalah dan konteks layanan Penyusunan program BK di sekolah haruslah dimulai dari kegiatan asesmen (pengukuran. dokumentasi dan sebagainya. Dengan demikian konselor perlu melakukan hal-hal berikut ini: a. Metode yang dapat digunakan seperti observasi. program dan kegiatan yang tertuang dalam rencana per semester ataupun tahunan bukan sekedar tuntunan administratif. kebutuhan. Kegiatan asesmen ini meliputi: (1) Asesmen konteks lingkungan program yang terkait dengan kegiatan mengidentifikasi harapan dan tujuan sekolah. Pemetaan. kecerdasan. Dalam instrumen ini. penilaian) atau kegiatan mengidentifikasi aspek-aspek yang dijadikan bahan masukan bagi penyususnan program/layanan (Depdiknas.berbagai ketentuan tentang pelaksanaan BK di sekolah seperti: visi dan misi. when and how). Pada tahap ini. masalah dan konteks membutuhkan instrumen asesmen yang berfungsi sebagai alat bantu. waktu. c. 2. biaya dan fasilitas lainnya. Adapun penjabaran dari tiap-tiap langkah besar adalah sebagai berikut: 1. Dengan kata lain. wawancara. Secara berbeda. yakni: (1) Pemetaan kebutuhan. kondisi dan kualifikasi konselor serta kebijakan pimpinan sekolah. Kegiatan ini diturunkan dari perilaku/tugas perkembangan/kompetensi yang harus dikuasai peserta didik. Berikut ini langkah-langkah yang dapat dilakukan oleh konselor dalam memetakan kebutuhan. kepribadian. where. Setelah hasil dianalisis dan identifikasi masalah terungkap. kegiatan. petugas BK dan konselor membuat peta kebutuhan/masalah yang dilengkapi dengan analisis faktor-faktor penyebab yang memunculkan kebutuhan/permasalahan. 2007). b. Eksplorasi peta kebutuhan. tujuan. Implementasi penilaian kebutuhan. rencana evaluasi. masalah dan konteks layanan. masalah dan konteks layanan. Desain program BK dan rencana aksi (Action Plan) Berikut ini adalah penjabaran rencana operasional (action plan) yang diperlukan. (2) Desain program yang sesuai dengan kebutuhan. konselor sesegera mungkin mengumpulkan data dengan menggunakan instrumen yang telah dibuat sebelumnya dengan tujuan memperoleh gambaran kebutuhan dan konteks lingkungan yang akan dirumuskan ke dalam program lebih lanjut. Menyusun instrumen dan unit analisis penilaain kebutuhan. sarana dan prasarana pendukung program bimbingan. pelaksana dan penanggung jawab. melainkan tuntunan tanggung jawab yang sungguh harus dilaksanakan secara profesional. Pemetaan kebutuhan/permasalahan. Setelah data terkumpul. konselor merumuskan aspek dan indikator beserta item pernyataan/pertanyaan yang akan diukur dan jenis metode yang akan digunakan untuk mengungkap aspek yang dimaksud. d.

Perencanaan waktu ini didasarkan kepada isi program dan dukungan manajemen yang harus dilakukan oleh konselor. buku-buku. Apakah kegiatan itu dilakukan dalam waktu tertentu atau terus menerus. Perkiraan Alokasi Waktu Pelayanan No Komponen Pelayanan SD/MI 1 2 3 4 Pelayanan Dasar Pelayanan Responsif Perancanaan Indiviaual Dukungan Sistem 45 – 55 % 20 – 30 % 5 – 10 % 10 – 15 % Jenjang Pendidikan SMP/MTS 35 – 45 % 25 – 35 % 15 – 25 % 10 – 15 % SMA/SMK 25 – 35 % 15 – 25 % 25 – 35 % 10 – 15 % c. Pertimbangan porsi waktu yang diperlukan untuk melaksanakan setiap kegiatan di atas. d. Adapun kegiatan bimbingan tanpa kontak langsung dengan peserta didik dapat dilaksanakan melalui tulisan (seperti e-mail. program tahunan dan program semesteran. brosur atau majalah dinding).b. Rancangan ini bisa dalam bentuk matrik. Program BK perlu dilaksanakan dalam bentuk kontak langsung dan tanpa kontak langsung dengan peserta didik. konferensi kasus dan alih tangan. kunjungan rumah. Berikut ini dikemukakan tabel alokasi waktu. Untuk kegiatan kontak langsung yang dilakukan secara klasikal di kelas (pelayanan dasar) perlu dialokasikan waktu terjadwal 2 jam pelajaran per-kelas per-minggu. 112 . sekedar perkiraan atau pedoman relatif dalam pengalokasian waktu untuk konselor dalam pelaksanaan komponen pelayanan BK di sekolah. Berapa banyak waktu yang diperlukan untuk melaksanakan pelayanan BK dalam setiap komponen program perlu dirancang dengan cermat. Rencana kegiatan dimaksud dituangkan ke dalam rancangan jadwal kegiatan untuk satu tahun. Inventarisasi kebutuhan yang diperoleh dari need assesment ke dalam tabel kebutuhan yang akan menjadi rencana kegiatan.

terutama lingkungan sekolah/madrasah. Pelayanan Orientasi Pelayanan ini merupakan suatu kegiatan yang memungkinkan peserta didik memahami dan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Bimbingan Klasikal Program yang dirancang menuntut konselor untuk melakukan kontak langsung dengan para peserta didik di kelas. staf dan guru-guru. Kegiatan bimbingan kelas ini bisa berupa diskusi kelas atau brain stroming.BAB III MEKANISME DAN KERANGKA KERJA LAYANAN BK KOMPREHENSIF Kerangka dan Cakupan Kerja Bimbingan dan Konseling Komprehensif A. Pelayanan orientasi ini biasanya dilaksanakan pada awal program pelajaran baru. Pelayanan Dasar 1. Secara terjadwal. untuk mempermudah atau memperlancar berperannya mereka di lingkungan baru tersebut. 113 . konselor memberikan pelayanan bimbingan kepada peserta didik. kurikulum. Materi pelayanan orientasi di sekolah/madrasah biasanya mencakup organisasi sekolah/madrasah. 2.

pengertian dan tukar pikiran antara konselor dan orangtua dalam upaya mengembangkan potensi peserta didik atau memecahkan masalah yang mungkin dihadapi peserta didik. Kerjasama ini penting agar proses bimbingan terhadap peserta didik tidak hanya berlangsung di sekolah/madrasah. dokter dan kepolisian. leaflet. 4. Kolaborasi dengan Guru Mata Pelajaran Konselor berkolaborasi dengan guru dan wali kelas dalam rangka memperoleh informasi tentang peserta didik (seperti prestasi belajar. Melalui konseling. Kolaborasi dengan Orangtua Konselor perlu melakukan kerjasama dengan para orangtua peserta didik. kiat-kiat menghadapi ujian dan mengelola stres. seperti depresi. B. Pelayanan Informasi Yaitu pemberian informasi tentang berbagai hal yang dipandang bermanfaat bagi peserta didik melalui komunikasi langsung maupun tidak langsung (melalui media cetak maupun elektronik. 2. penyebab masalah. seperti psikolog. seperti: cara-cara belajar yang efektif. membantu memecahkan masalah peserta didik dan mengidentifikasi aspek-aspek bimbingan yang dapat dilakukan oleh guru mata pelajaran. program ekstrakurikuler. tindak kejahatan (kriminalitas). seperti: buku. Melalui kerjasama ini memungkinkan terjadinya saling memberi informasi. 3. maka sebaiknya dia mereferal atau mengalihtangankan konseli kepada pihak lain yang lebih berwenang. Bimbingan ini ditujukan untuk merespon kebutuhan dan minat para peserta didik. penemuan alternatif pemecahan masalah dan pengambilan keputusan secara tepat. Konseling Individual dan Kelompok Pemberian pelayanan konseling ini ditujukan untuk membantu peserta didik yang mengalami kesulitan. 3. Aplikasi Instrumentasi Merupakan kegiatan untuk mengumpulkan data atau informasi tentang pribadi peserta didik dan lingkungan peserta didik. 4. majalah dan internet). tetapi juga oleh orangtua di rumah. Referal (Alih Tangan atau Rujukan) Apabila konselor merasa kurang memiliki kemampuan untuk menangani masalah konseli. baik tes maupun non-tes. Konseli yang sebeiknya direferal adalah mereka yang memiliki masalah. Konseling ini dapat dilakukan secara individu maupun kelompok. Pelayanan Responsif 1. 5. Pengumpulan data ini dapat dilakukan dengan berbagai instrumen. Bimbingan Kelompok Konselor memberikan pelayanan bimbingan kepada peserta didik melalui kelompok-kelompok kecil (5 s/d 10 orang). peserta didik (konseli) dibantu untuk mengidentifikasi masalah. kehadiran dan pribadinya). Kolaborasi dengan Pihak Terkait Di Luar Yaitu berkaitan dengan upaya sekolah/madrasah untuk menjalin kerjasama dengan unsur-unsur masyarakat yang dipandang relevan dengan peningkatan 114 . brosur. psikister.program BK. mengalami hambatan dalam mencapai tugas-tugas perkembangannya. 5. kecanduan narkoba dan penyakit kronis. fasilitas atau sarana-prasarana dan tata tertib sekolah. Topik yang didiskusikan dalam bimbingan kelompok ini adalah masalah yang bersifat umum (common problem) dan tidak rahasia.

Kunjungan Rumah Yaitu kegiatan untuk memperoleh data atau keterangan tentang peserta didik tertentu yang sedang ditangani. terselenggara dan tercapai bila tidak memiliki suatu sistem manajemen yang bermutu. sosial. C. pendidikan dan karir yang diperolehnya untuk: 1. Melakukan kegiatan yang sesuai dengan tujuan atau perencanaan yang telah ditetapkan. psikister dan dokter. Pelayanan perencanaan individual ini dapat dilakukan juga melalui pelayanan penempatan (penjurusan dan penyaluran) untuk membentuk peserta didik menempati posisi yang sesuai dengan bakat dan minatnya. 2. seperti psikolog. (5) MGMP. Mengevaluasi kegiatan yang telah dilakukan. 8. 9. kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya permasalahan peserta didik itu. (6) Depnaker. melakukan referal dan meningkatkan kualitas program bimbingan dan konseling. (3) aktif dalam kegiatan-kegiatan ilmiah. Merumuskan tujuan dan merencanakan kegiatan yang menunjang pengembangan dirinya atau kegiatan yang berfungsi untuk memperbaiki kelemahan dirinya. dalam arti D. peserta didik akan memiliki pemahaman. Pertemuan konferensi kasus ini bersifat terbatas dan tertutup. (2) aktif dalam organisasi profesi. Konferensi Kasus Yaitu kegiatan untuk membahas permasalahan peserta didik dalam suatu pertemuan yang dihadiri oleh pihak-pihak yang dapat memberikan keterangan. Konsultasi Konselor menerima pelayanan konsultasi bagi guru. Konseli menggunakan informasi tentang pribadi. sosial. Melalui kegiatan penilaian diri ini. penerimaan dan pengarahan dirinya secara positif dan konstruktif. Jalinan kerjasama ini seperti dengan pihak-pihak: (1) instansi pemerintah. (2) instansi swasta. (3) ABKIN. melalui kunjungan ke rumahnya. Manajemen program Program pelayanan BK tidak mungkin akan tercipta. Peserta didik yang menjadi pembimbing sebelumnya diberikan latihan atau pembinaan konselor. Bimbingan Teman sebaya Bimbingan teman sebaya ini adalah bimbingan yang dilakukan oleh peserta didik terhadap peserta didik yang lainnya. 2.mutu pelayanan bimbingan. dalam upaya mengentaskan masalahnya. 6. orangtua atau pihak pimpinan sekolah/madrasah yang terkait dengan upaya membangun kesamaan persepsi dalam memberikan bimbingan kepada peserta didik. (4) melanjutkan studi ke program yang lebih tinggi. 115 . 7. seperti seminar dan lokakarya atau. 3. Dukungan Sistem 1. Perencanaan Individual Konselor membantu peserta didik menganalisis kekuatan dan kelemahan dirinya berdasarkan data atau informasi yang diperoleh. yaitu yang menyangkut pencapaian tugas-tugas perkembangan atau aspek-aspek pribadi. Pengembangan Profesi Konselor secara terus menerus berusaha untuk memperbaharui pengetahuan dan ketrampilannya melalui: (1) in service training. menciptakan lingkungan sekolah/madrasah yang kondusif bagi perkembangan peserta didik. Peserta didik yang menjadi pembimbing berfungsi sebagai mentor atau tutor yang membantu peserta didik lain dalam memecahkan masalah yang dihadapinya baik akademik maupun nonakademik. belajar dan karir. (4) para ahli dalam bidang terkait.

Sekolah latihan adalah sekolah menengah yang berada di dalam dan atau di luar kampus. sistematis dan terarah.dilakukan secara jelas. 4. E. sekolah latihan. Oleh karena itu. 3. sehingga yang sedang berlatih tidak merasa terganggu. perpustakaan serta laboratorium untuk BK. bimbingan dan konseling harus ditempatkan sebagai bagian terpadu dari seluruh program sekolah/madrasah dengan dukungan wajar dalam aspek ketersediaan sumber daya manusia (konselor) maupun sarana dan pembiayaan. monitor televisi dan ruang pengamat yang dibatasi dengan kaca satu arah yang hanya tembus pandang dari tempat pengamat. laboratorium. sarana utama lain yang diperlukan dalam penyelenggaraan S-1 BK adalah ruang yang disediakan dan dirancang khusus sebagai ruang demonstrasi-observasi dan yang berada di kampus. 5. latihan dan praktik BK. dengan jumlah yang memadai. 116 . 3. 2. Ruang demonstrasi-observasi merupakan ruang untuk berlatih menguasai ketrampilan dasar wawancara dan ketrampilan konseling. bengkel kerja. pusat sumber belajar berbagai media dalam teknologi informasi dan komunikasi dan fasilitas khusus untuk latihan wawancara konseling. Perpustakaan yang memuat buku/sumber-sumber yang berkaitan dengan BK. Lembaga penyelenggara program S-1 BK mengutamakan pemanfaatan secara optimal sarana dan prasarana yang dimiliki. seperti perpustakaan. Riset dan Pengembangan Melakukan penelitian. mengikuti kegiatan profesi dan peningkatan profesi serta kegiatan pada organisasi profesi. Sarana dan prasarana tersebut digunakan untuk pengembangan keilmuan dan pembelajaran dalam bidang BK. satu sekolah menengah latihan maksimal untuk 10 mahasiswa. mengikuti aktivitas Sarana dan Prasarana 1. termasuk penelitian. Selain ruang kelas yang memadai. Ruang ini minimal dilengkapi dengan video-kamera.

Suatu proses sistematis dalam mengumpulkan data dan kegiatan analisis untuk menentukan nilai dari suatu program dalam membantu pengelolaan. Wysong 1974 mengemukakan bahwa evaluasi adalah proses untuk menggambarkan. Untuk lebih memperjelas keterkaitan evaluasi dengan proses pembuatan kebijakan dan keputusan dapat dilihat skema berikut: INFORMASI TUJUAN PEMBUATAN KEPUTUSAN ALTERNATIF PILIHAN: PERUBAHAN PERBAIKAN PENGEMBANGAN PENGAYAAN EVALUASI 117 . Perencanaan dan pengembangan merupakan proses yang banyak berkenaan dengan evaluator dan pembuat keputusan serta pelaksanaannya tidak hanya bersifat teknis. maka dalam pelaksanaan evaluasi program bimbingan dan konseling perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut: 1. justru untuk melayani pengambilan keputusan. perencanaan program. 2. serta kemungkinan-kemungkinan pengembangannya. Sedangkan Stufflebeam 1971 mengemukakan bahwa evaluasi adalah suatu proses mengupayakan data dan informasi yang berguna untuk mengambil suatu keputusan (Uman Suherman. Suatu proses pengumpulan informasi untuk mengetahui dan menentukan efektivitas dan efisiensi program bimbingan dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling dalam membantu para siswanya agar mereka dapat mengetahui dan memahami kebutuhan-kebutuhan kemampuan dan kelemahannya. Evaluasi program bimbingan dan konseling adalah suatu proses yang di dalamnya terdapat langkah-langkah perencanaan. 3. memperoleh atau menghasilkan informasi yang berguna untuk mempertimbangkan suatu keputusan. dalam kegiatan evaluasi program bimbingan dan konseling pengambilan keputusan merupakan aspek yang sangat penting. Pengertian Evaluasi Beberapa pengertian tentang evaluasi sering dikemukakan oleh beberapa ahli seperti: Lessinger 1973 mengemukakan bahwa evaluasi adalah proses penilaian dengan jalan membandingkan antara tujuan yang diharapkan dengan kemajuan/prestasi nyata yang dicapai. latihan staf dan peningkatannya. pelaksanaan.BAB IV EVALUASI PROGRAM. Gibson dan Mitchell mengemukakan bahwa proses evaluasi adalah untuk mencoba menyesuaikan data objektif dari awal hingga akhir pelaksanaan program sebagai dasar penilaian terhadap tujuan program. 2. 4. PROSES DAN HASIL BK A. agar memperoleh pertimhangan yang sebaik-baiknya tentang usaha. 2011). Karena suatu penilaian dianggap perlu dilakukan. Berdasarkan pada rumusan pengertian evaluasi di atas dapat disimpulkan bahwa evaluasi program bimbingan dan konseling adalah: 1. Evaluasi program bimbingan dan konseling dalam pengembangannya adalah untuk dapat membuat keputusan melalui informasi yang cukup. Evaluasi program bimbingan dan konseling adalah suatu lingkaran yang berkesinambungan dan melengkapi dalam susunan program. efektivitas dan efisiensi tidaknya suatu program. Pada akhirnya. dan pengembangannya. Supaya keputusan itu dapat dipenuhi.

Menumbuhkan dan meningkatkan partisipasi dalam pembuatan keputusan bersama. Tujuan Evaluasi Secara sepintas di atas telah dikemukakan bahwa pelaksanaan evaluasi program bimbingan dan konseling adalah untuk memenuhi dua tujuan utama. Meningkatkan kepercayaan dalam melaksanakan dan mempertimbangkan kegiatan dengan cara yang lebih baik. 4. Mengetahui sejauh mana keterlibatan semua pihak dalam menunjang keberhasilan program bimbingan dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling. Meneliti secara periodik hasil pelaksanaan program bimbingan dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling. 3. 4. 5. Meningkatkan pemahaman setiap personel dalam mengembangkan kemampuan profesionalnya. 2. Prinsip-prinsip Evaluasi Untuk memenuhi tujuan dan. Memperoleh pegangan yang kuat dalam mempublikasikan peranan bimbingan dalam masyarakat. Fungsi Evaluasi Pada umumnya para ahli mengemukakan bahwa evaluasi adalah proses mendapatkan/memperoleh data atau informasi yang berguna untuk membuat suatu keputusan. atau perkembangan orang-orang yang telah dilayani melalui program bimbingan dan konseling. 9. 6. Meningkatkan kualitas pelaksanaan program bimbingan dan konseling dengan memberikan acuan/dasar agar pelaksanaannya lebih efektif dan efisien. 2. 8. 118 . C. Mengukur pelaksanaan program bimbingan dan konseling dengan jalan membandingkan atau membuktikan tingkat kemajuan yang telah dicapai. Karena itu. Memberikan informasi atau data pada para pembuat keputusan. yaitu untuk mengetahui: 1. Mengetahui sumbangan program bimbingan dan konseling terhadap pencapaian tujuan institusional khususnya dan tujuan pendidikan pada umumnya. Tingkat efektivitas dan efisiensi strategi pelaksanaan program bimbingan dan konseling yang telah dilak-sanakan dalam jangka waktu tertentu. D. 8. 7. Atas dasar itulah kegiatan evaluasi program bimbingan dan konseling memiliki fungsi sebagai berikut: 1. Taraf kemajuan program bimbingan dan konseling. Mengetahui jenis layanan bimbingan yang sudah/belum dilaksanakan atau perlu diperbaiki. 6. 2. Mengetahui tingkat efektivitas metode/strategi layanan yang telah dilaksanakan. Meningkatkan pemahaman terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan program dan akibatnya. Memperoleh informasi yang kuat dalam mengembangkan program bimbingan dan konseling selanjutnya. Menyetujui atau menolak pelaksanaan program bimbingan dan konseling dengan memberikan bukti tentang apa yang telah dicapai dan belum di capai dalam pelaksanaan program. 3. Artinya kegiatan evaluasi program bimbingan dan konseling harus memenuhi aturan dan memperoleh hasil yang dapat digunakan untuk mempertimbangkan langkah selanjutnya.B. Kedua tujuan evaluasi program bimbingan dan konseling itu dapat dikembangkan secara operasional sebagai berikut: 1. 5. Memberikan umpan balik atau tanggapan terhadap peran dan tanggung jawab personel dalam pelaksanaan program bimbingan dan konseling. 7. Membantu mengembangkan kurikulum sekolah yang mempunyai kesesuaian dengan masalah dan kebutuhan para siswanya. fungsi pelaksanaan evaluasi program bimbingan dan konseling diperlukan adanya pelaksanaan evaluasi yans baik.

singkat. Langkah awal kegiatan evaluasi adalah menetapkan parameter atau batasan-batasan yang akan dievaluasi. Menuntut umpan balik dan tindak lanjut. Kriteria penilaian. tetapi merupakan proses kegiatan yang sistematis dan berkesinambungan. Waktu pelaksanaan. Kegiatan evaluasi program bimbingan dan konseling bukan merupakan kegiatan yang bersifat insidental. 2. Pelaporan dan Pemanfaatan Hasil Evaluasi: Pelaporan dan pemanfaatan hasil evaluasi dianggap sangat penting sebab langkah ini merupakan bentuk konkrit sikap akuntabilitas atas program dan hasil kegiatan yang telah dilakukan seorang konselor beserta staf yang lainnya. Personel pelaksanaan. Kejelasan tujuan yang akan dicapai dalam suatu kegiatan evaluasi. e. Prinsip pelaksanaan evaluasi perlu memperhatikan faktor-faktor yang telah direncanakan sehingga terjadi berinteraksi antara faktor yang satu dengan lainnya dan dapat membantu pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Karena itu kegiatan evaluasi program bimbingan dan konseling hendaknya memperhatikan prosedur dan langkah-langkah serta metoda atau strategi yang harus digunakan. d. Pengembangan rencana evaluasi: Pengembangan rencana evaluasi merupakan langkah lanjutan setelah menetapkan tujuan yang ingin dicapai. g. 5. f. Sumber data atau informasi yang dapat dihubungi. sehingga hasil evaluasi dapat digunakan untuk membuat kebijakan/ keputusan. b. Pelaksanaan Evaluasi: Setelah rencana itu disusun dan disetujui. operasional dan dapat diukur. Identifikasi Tujuan yang akan Dicapai: Melakukan identifikasi terhadap tujuan yang ingin dicapai sangat penting karena memberikan arah pekerjaan yang akan dilaksanakan. Melibatkan pihak yang betul-betul memahami tentang konsep dasar bimbingan dan konseling secara kom-prehensif. Artinya. Data atau informasi yang dibutuhkan. Hasil kegiatan evaluasi yang baik adalah yang dapat memberikan sumbangan pertimbangan dalam membuat kebijakan dan keputusan 119 . 4. 3. c. Tujuan itu hendaknya jelas. dapat dipusatkan pada program bimbingan dan konseling secara keseluruhan atau pada tujuan khusus secara terpisah-pisah. 4. Bagaimana pelaporan dan pada siapa laporan itu disampaikan. pelaksanaan evaluasi program bimbingan dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling bergantung pada cara/metoda yang digunakan. tetapi data atau informasi itu digunakan sebagai dasar kebijakan atau keputusan dalam pengembangan program bimbingan dan konseling selanjutnya. Alat pengumpulan data yang digunakan. Prosedur Evaluasi Evaluasi program bimbingan dan konseling bukan merupakan kegiatan akhir. kegiatan evaluasi merupakan suatu kegiatan yang berkesinambungan atau lebih tepat bila dikatakan siklus sebab tidak berhenti sampai terkumpulnya data atau informasi. Prosedur evaluasi. Komponenkomponen rencana evaluasi program bimbingan dan konseling yang perlu dikembangkan antara lain: a. 3. Memerlukan adanya kriteria pengukuran. E. 2. Artinya selama melakukan evaluasi tetap mengacu pada tujuan yang telah ditetapkan.pelaksanaan evaluasi program bimbingan dan konseling hendaknya memperhatikan beberapa prinsip sebagai berikut: 1. yaitu meliputi serangkaian kegiatan yang berurut sebagai berikut: 1.

Program bimbingan dan konseling itu dikembangkan semata-mata berdasarkan hasil evaluasi. 4) Dukungan sistem d. Dengan kata lain penilaian proses adalah menelaah kesesuaian antara peran yang diberikan atau diharapkan dengan kinerja yang ditunjukkan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan dalam rencana program. Aspek- 120 . 2) Perencanaan individual. Tujuan khusus program bimbingan dan konseling dari setiap materi dan jenis kegiatan yang dilakukan. operasional dan terukur. b. Dasar atau acuan penyusunan program. Proses penyusunan program. waktu dan fasilitas lainnya. berkaitan dengan anggaran dan sumber biayanya. Tujuan umum program bimbingan dan konseling di sekolah. Tujuan dan Keberhasilan yang Diharapkan: Penentuan tujuan merupakan bidang manajemen yang sangat penting. 3) Layanan responsif. 2) Fasilitas. b. seperti visi dan misi pendidikannya. berkaitan dengan ruangan dan alat-alat pengumpulan dan penyimpanan data. Proses Layanan Bimbingan: Seperti telah dikemukakan pada pendekatan penilaian bahwa penilaian terhadap proses ditekankan pada pengumpulan data atau informasi mengenai interaksi komponen-komponen aspek yang terdapat dalam suatu program. 3) Biaya. seperti produk hukum dalam bentuk undang-undang. diganti. menyangkut tugas dan tanggung jawab serta alur komunikasi/tata kerja diantara staf sekolah dan bimbingan. bagaimana program bimbingan dan konseling itu diwujudkan. 4) Waktu. Bisa berkaitan dengan jenis layanan. peraturan pemerintah. keputusan dan kebijakan baik berasal dari pemerintah maupun sekolah. c. serta bagaimana pelaksanaannya diantara komponen-komponen atau unsur-unsur tersebut. Beberapa aspek tujuan yang hendaknya diperhatikan antara lain: a. tetapi lebih ditekankan pada pelaksanaan setiap komponen yang telah ditetapkan dalam program sebelumnya. 3. 4. berkaitan dengan waktu perencanaan dan pelaksanaan serta pertanggungjawabannya. Hasil yang Dicapai: Penilaian terhadap hasil menekankan pada pengumpulan data atau informasi mengenai keberhasilan dan pengaruh kegiatan layanan bimbingan dan konseling yang telah dilakukan. singkat. Penilaian terhadap hasil diarahkan pada pencapaian tujuan program baik jangka pendek maupun jangka panjang. diubah atau Secara operasional.selanjutnya. Aspek yang dinilai dalam proses bimbingan dan konseling lebih ditekankan terhadap interaksi antara unsur-unsur yang telah ditetapkan dalam program. personel. apakah melalui penelaahan kebutuhan dan kondisi sekolah dengan melibatkan tim pengembang atau hasil pekerjaan perseorangan. Program BK: Aspek-aspek yang harus dinilai dalam program bimbingan dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling sekolah adalah sebagai berikut: a. 2. aspek-aspek program bimbingan dan konseling dan konseling dan konseling yang harus dievaluasi adalah sebagai berikut: 1. Pengorganisasian yang berkaitan dengan: 1) Personel. Penilaian terhadap proses tidak hanya mengetahui apakah komponen-komponen itu ada atau tidak. Kurikulum layanan: 1) Layanan dasar. karena itu tujuan program bimbingan dan konseling hendaknya jelas.

The How do We Stand Method: yaitu metode yang digunakan untuk mengidentifikasi hasil-hasil program yang diharapkan sesuai dengan karakteristik dan kriteria keberhasilannya. 3. 2) Pemahaman tentang jenjang/program pendidikan yang dipilih. baik keberadaan mereka sebagai makhluk individu. 3) Pemahaman tentang program bimbingan dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling di sekolah.aspek hasil program bimbingan dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling yang hendaknya dievaluasi adalah sebagai berikut: a. 4) Keberhasilan belajar mengajar. berkaitan dengan aspek-aspek: 1) Pemahaman tentang para siswa. dalam pelaksanaannya sering menggunakan pre-tes dan post-tes. berkaitan dengan aspek: 1) Pemahaman tentang kemampuan dan kelemahan diri. Caranya adalah membandingkan kemampuan sebelum dan setelah kegiatan dilakukan. 2011) mengemukakan tiga rnacam metode evaluasi seperti berikut: 1. Perkembangan guru. c. F. Tidak jarang suatu perencanaan evaluasi itu baik. Gibson and Mitchell (Uman suherman. Metode Evaluasi Pelaksanaan kegiatan evaluasi program bimbingan dan konseling memerlukan suatu strategi atau metode-metode yang efektif dan efisien. 121 . Perkembangan diri siswa. 3) Menurunnya angka persentase pelanggaran disiplin sekolah. teknik ini dilakukan dengan cara membuat dua kondisi yang berbeda tetapi mempunyai tujuan yang sama. berkaitan dengan aspek-aspek: 1) Keberhasilan sekolah dalam menyelenggarakan pembelajaran dan pendidikan. 4) Pemahaman tentang kelanjutan pendidikan siswa. 2. Before and After Method: metode ini digunakan untuk mengidentifikasi kemajuan yang telah dicapai melalui suatu kegiatan tertentu. Metode ini biasanya digunakan untuk mengevaluasi rumusan program. berkaitan dengan aspek-aspek: 1) Pemahaman tentang perkembangan putera-puterinya. 4) Hubungan penyelenggaraan program bimbingan dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling dengan program pendidikan di sekolah secara keseluruhan. pada waktu tertentu. Perkembangan orang tua siswa/masyarakat. tetapi hasilnya tidak sesuai dengan tujuan semula karena semata-mata terdapat kesalahan dalam pelaksanaannya. d. 2) Pencapaian tujuan institusional. 5) Pemahaman tentang bantuan pemecahan masalah yang dihadapi siswa. 3) Bantuan pemecahkan masalah belajar siswa. Sehubungan dengan metode pelaksanaan evaluasi program bimbingan dan konseling. pelaksanaannya (interaksi antara komponen-komponen itu. 2) Pemahaman tentang keberhasilan putera-puterinya dalam belajar. maupun sebagai makhluk Tuhan. b. apakah sesuai dengan yang seharusnya atau tidak). 3) Peningkatan prestasi akademik. 4) Penyesuaian terhadap lingkungan yang dihadapinya. sosial. 2) Pemahaman tentang program bimbingan dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling dan partisipasi mereka dalam pelaksanaannya. 5) Pemahaman tentang penanaman disiplin. Perkembangan sekolah. Comparison Method: yaitu metode yang dilakukan dengan cara membandingkan kelompok yang diberikan layanan bimbingan dengan yang tidak diberikan layanan bimbingan. kondisi-kondisi atau komponen-komponen yang mendukung. Dengan kata lain.

d. Untuk itu data yang kita gall hendaknya bukan dari satu pihak saja. kemampuan profesional profesional atau untuk mengevaluasi hasil yang telah dicapai melalui program bimbingan dan konseling di sekolah itu. kepala sekolah maupun orang tua dan masyarakat. kelancaran interaksi komponen-komponen program dalam proses pelaksanaannya. sumber data yang dapat kita hubungi dalam memperoleh informasi mengenai program bimbingan dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling adalah: 1. Sehubungan dengan kriteria rumusan program. 3. Orang tua dan masyarakat. karena itu untuk menghindari unsur subjektivitas diperlukan adanya rumusan kriteria sebagai acuan penilaian. Mempunyai tujuan yang ideal tetapi realistis. guru. Kriteria evaluasi tergantung pada tujuan dan aspek yang dievaluasi. 8. H. Para ahli atau lembaga tertentu yang berkaitan dengan pelaksanaan program bimbingan dan konseling di sekolah. sedangkan yang dapat bertindak sebagai evaluator adalah terutama koordinator bimbingan dan konseling. Penyusunannya disesuaikan dengan program pendidikan dan pengajaran di sekolah yang bersangkutan. maka diperlukan berbagai jenis dan bentuk kriterianya. Diatur menurut skala prioritas berdasarkan kebutuhan siswa. 122 . Kepala Sekolah. Guru mata pelajaran. h. b. c. Staf Sekolah lainnya seperti pegawai tata usaha. g. Miller (1961) mengemukakan bahwa program bimbingan dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling yang baik adalah yang bercirikan hal-hal sebagai berikut: a. Mencerminkan komunikasi yang berkesinambungan diantara semua staf pelaksana. e. data atau informasi yang dapat dipercaya pula. 2. f. Siswa dan teman terdekatnya. Bila evaluasi program bimbingan dan konseling ditujukan untuk menilai semua aspek tersebut di atas. 5. Wali Kelas. Disusun dan dikembangkan berdasarkan kebutuhan nyata siswa. 6. Sumber Data Untuk memperoleh data atau informasi yang objektif diperlukan sumber data yang dapat memberikan keterangan. 7. kepala sekolah. Koordinator BP. Di bawah ini dikemukakan beberapa jenis kriteria penilaian yang dapat dijadikan sebagai patokan dalam membuat keputusan: 1. Keputusan seseorang kadang-kadang dipengaruhi unsur subjektivitas dirinya. Dikembangkan secara berangsur-angsur dengan melibatkan semua unsur petugas. baik berkenaan dengan diri siswa. Oleh karena itu. Menyediakan fasilitas yang dibutuhkan. apakah untuk mengevaluasi rumusan programnya. Memberikan kemungkinan pelayanan pada seluruh siswa. Kriteria Rumusan Program Untuk menilai rumusan program bimbingan dan konseling dapat dilihat dari sejauh mana program itu telah memenuhi persyaratan atau ciri-ciri program bimbingan dan konseling baik (sebagaimana dikemukakan para ahli).G. 4. Kriteria Evaluasi Penilaian terhadap suatu program adalah untuk menentukan suatu kebijakan atau keputusan. penilik atau pengawas sekolah. Siapa sumber data yang perlu dihubungi? tentunya disesuaikan dengan data atau informasi yang diperlukan. tetapi dari berbagai pihak yang mempunyai keterkaitan dengan pelaksanaan bimbingan di sekolah.

Memperlihatkan peranan yang penting dalam meng-hubungkan sekolah dengan masyarakat. Kriteria Keberhasilan Program Keberhasilan program bimbingan dan konseling yang telah dilaksanakan dapat dilihat dari dampak atau pengaruhnya. 6) Pemberian konseling umum dan khusus. 2) Alat-alat itu digunakan sesuai dengan fungsinya. keterampilan serta sikap para petugas pelaksanannnya. c. 2) Semua siswa telah terlayani sesuai dengan kebutuhannya. 4) Jalur komunikasi/mekanisme kerja yang telah ditetapkan itu mendukung pelaksanaan program secara efektif dari efisien. d.i. Keberhasilan dapat dimanifestasikan dari segi kuantitatif (yang ditandai dengan angka lulusan. j. Jenis Layanan 1) Setiap jenis layanan dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana. dan kemajuan pengetahuan. 4) Setiap jenis layanan dalam pelaksanannya sesuai dengan prosedur semestinya. Beberapa pernyataan yang dapat dijadikan sebagai kriteria evaluasi pelaksanaan program bimbingan dan konseling adalah sebagai berikut: a. 3) Semua layanan pada pelaksanaannya mengacu pada tujuan dan fungsi yang diharapkan. Menjamin keseimbangan dan kesinambungan pelayanan bimbingan dalam hal: 1) Pelayanan kelompok dan individual. keberhasilan di perguruan tinggi. Layanan bagi 123 . Kriteria Pelaksanaan Program Bila penilaian terhadap program lebih ditekankan pada aspek material atau bahan masukan (input) yang tersedia. Personel 1) Semua staf bimbingan telah melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. 3) Penggunaan alat ukur yang objektif dan subjektif. 3) Biaya diperoleh dari sumber dana yang tetap. Subjek utama utama layanan bimbingan adalah siswa. Fasilitas 1) Semua alat-alat administrasi yang telah ditentukan tersedia. 2. 2) Kemampuan yang dibutuhkan dari setiap personel mendukung kelancaran pelaksanaan tugasnya. 4) Kualitas setiap fasilitas itu dapat menunjang pelaksanaan setiap jenis layanan bimbingan. 2) Pemakaian biaya tidak menyimpang dari rencana semula. 3) Jumlah personel yang ada mencukupi kebutuhan atau sesuai dengan keadaan siswa. 3. Anggaran Biaya 1) Anggaran biaya yang dibutuhkan tersedia. k. 4) Penelaahan tentang siswa dan pemberian konseling. 3) Fasilitas atau alat yang tersedia dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan. b. maka penilaian pelaksanaan program bimbingan dan konseling ditekankan pada teknis interaksi diantara aspek-aspek itu. 5) Pelayanan yang diberikan dalam berbagai jenis bimbingan. tetapi dalam perkembangannya tidak berarti layanan bagi subjek lainnya diabaikan. kemajuan siswa yang dibimbing. 5) Fasilitas yang tersedia dapat mencukupi kebutuhan pelaksanaan bimbingan. formasi di suatu lembaga pekerjaan/instansi) dan kualitatif yang ditandai dengan perubahan-perubahan dan perkembangan-perkembangan perilaku subjek yang mendapat layanan bimbingan dan konseling. 2) Pelayanan yang diberikan oleh masing-masing guru pembimbing. Berlangsung sejalan dengan proses penilaian baik mengenai program itu sendiri.

Pelaksanaan program bimbingan dan konseling di sekolah dapat dikatakan berhasil apabila ditunjukkan dengan: 1) Tercapainya peningkatan keberhasilan proses pembelajaran. guru. dan kemampuannya. serta perkembangan sekolah itu sendiri. kepala sekolah. 2) Tercapainya peningkatan pencapaian tujuan institusional yang ditandai dengan: a) Tingginya angka lulusan. 3) Memahami para siswa sebagai individu yang unik. c. 5) Mampu merencanakan masa depannya. baik yang ber-hubungan dengan kelanjutan pendidikan maupun dunia kerja yang sesuai dengan bakat. keterampilan dan sikap serta nilai kehidupannya. b. 3) Memahami jenjang pendidikan dan prospek pendidikan yang sedang ditempuhnya. 2) Berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling yang ditandai dengan: 124 .subjek yang lain dilakukan karena pada dasarnnya bimbingan dan konseling merupakan kegiatan integral dari keseluruhan proses pendidikan. Karena itu keberhasilan pelayanan bimbingan dan konseling itu pun dapat dilihat dampaknya pada para siswa. e) Meningkatnya animo masyarakat untuk menyekolahkan putera-puterinya pada sekolah yang bersangkutan. sosial dan personal siswa. 4) Membantu memecahkan masalah yang dicapai oleh para siswa. Kriteria keberhasilan bagi perkembangan sekolah. 4) Meningkat dalam pengetahuan. b) Tingginya angka lulusan yang diterima di Perguruan Tinggi dan di lapangan pekerjaan. Pelaksanaan program bimbingan dan konseling dapat dikatakan berhasil apabila orang tua dan masyarakat menunjukkan perilaku sebagai berikut: 1) Mengetahui dan memahami program bimbingan dan konseling yang dilaksanakan di sekolah. 2) Berpartisipasi dalam pelaksanaan program bimbingan dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling dengan peran dan tanggung jawab. Pelaksanaan program bimbingan dan konseling dapat dikatakan berhasil apabila para siswa mampu menunjukkan perilakunya sebagai berikut: 1) Mengetahui dan memahami program bimbingan dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling yang dilaksanakan sekolahnya. d. d) Meningkatnya perkembangan intelektual. c) Rendahnya angka yang tinggal kelas dan putus sekolah. 2) Mengetahui dan memahami kemampuan dan kelemahan dirinya. orang tua siswa dan masyarakat. minat. 5) Meningkatkan keberhasilan proses belajar mengajar. Kriteria keberhasilan para siswa. Pelaksanaan program bimbingan dan konseling dapat dikatakan berhasil apabila para guru menunjukkan perilaku sebagai berikut: 1) Mengetahui dan memahami program bimbingan dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling yang dilaksanakan disekolahnya. 6) Memahami dan menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial yang dihadapinya. Beberapa kriteria keberhasilan pelayanan bimbingan dan konseling yang bisa dijadikan dasar pengambilan kebijakan atau keputusan adalah sebagai berikut: a. Kriteria keberhasilan bagi orang tua dan masyarakat. Kriteria keberhasilan bagi guru.

Bimbingan dan Konseling dalam Berbagai Latar Kehidupan. P. Uman Suherman. Brandley T. Memahami keberhasilan belajar putera-puterinya. terutama di luar sekolah. maka gambaran hasil atau dampak pelaksanaan program bimbingan dan konseling bisa dikatakan baik. Nurihsan. d) Meneliti perkembangan putera-puterinya. kemudian dibandingkan dengan pencapaiannya sendiri. Alexandria: American Counseling Association. Membantu memecahkan masalah yang dihadapi putera-puterinya. VI/11 Mei 2003. Penyusunan Program BK di Sekolah . Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta. & Hatch. The National Model for School Counseling Programs. Bowers. Erford.3) 4) 5) 6) a) Memenuhi setiap undangan yang diberikan sekolah. Vol. 2008. Manajemen Bimbingan dan Konseling Komprehensif. Menyesuaikan keinginannya dengan kondisi yang dimiliki putera-puterinya. 2000. Jurnal Bimbingan dan Konseling. Manajemen Bimbingan dan Konseling. 2006. Cara lain ialah dengan terlebih dahulu menentukan suatu nilai patokan yang harus dicapai. b) Membantu menyediakan fasilitas yang dibutuhkan untuk kelanjutan proses pendidikan pada umumnya. Transforming the School Counseling Profesion. (Bahan Diklat Profesi Guru Rayon 11 DIY dan Jateng). Penataan Pendidikan Profesional Konselor dan Layanan Bimbingan dan Konseling dalam Jalur Pendidikan Formal. c) Mengkomuikasikan perkembangan putera-puterinya pada pihak sekolah. A. seorang penilai dapat melihat sampai seberapa jauh dari sekian kriteria tersebut tampak dalam perilaku masingmasing subjek layanan. Bandung: Refika Aditama. Departemen Pendidikan Nasional. N. & Henderson. 2003. KUALIFIKASI SANGAT BAIK BAIK KURANG BAIK 125 . Lebih banyak perilaku yang ditunjukkan masing-masing subjek sesuai dengan kriteria di atas. L. baik untuk kelanjutan studi cnaupun dalam memasuki kerjanya. Memahami perkembangan putera-puterinya. Fatur Rahman. 2007. Misalnya patokan nilaian yang ditentukan adalah sebagai berikut: NO 01 02 03 RENTANGAN PERSENTASE ≥ 75 50 – 74 ≥ DAFTAR PUSTAKA Achmad J. Gysbers. Bimbingan dan Konseling Perkembangan. American School Counselor Association. 2011. Bandung: Penerbit UPI. 2008. Fajar Santoadi. J. Pendekatan Alternatif bagi Perbaikan Mutu dan Sistem Manajemen Layanan Bimbingan dan Konseling Sekolah. Developing & Managing Your School Guidance and Counseling Program. 2011. Untuk mempermudah pelaksanaan analisis. New Jersey: Pearson Education Ltd. Sunaryo Kartadinata. C. Bandung: Rizqi Press. terutama yang berhubungan dengan pemecahan masalah yang dihadapi puteraputerinya. Yogyakarta: Penerbit Universitas Sanata Dharma. 2010. P.

126 .

Kompetensi dan Indikator Setelah mempelajari materi ini. Prasyarat yang diperlukan bagi peserta PLPG untuk mempelajari bahan ajar ini adalah peserta lulusan S1 Program Studi BK atau lulusan S1 Program Studi Lain yang pernah bertugas sebagai guru pembimbing di sekolah. Untuk mempraktekkan isi dari masing-masing bidang layanan BK dalam berbagai jenis layanan BK. Sebelum pelatihan dilaksanakan seyogyanya peserta pelatihan telah membaca terlebih dahulu materi latih. dan akan lebih baik lagi jika ada partner yang bisa diajak berkomunikasi dalam memahami isi buku ini. Deskripsi Materi dalam buku ajar ini mencakup berbagai macam bidang layanan bimbingan dan konseling yang diterapkan di lingkungan sekolah yaitu bidang layanan pribadi. peserta PLPG BK memperoleh pengetahuan dalam memahami dan menerapkan bidang-bidang layanan bimbingan dan konseling serta kompetensi kemandirian peserta didik. 127 . bidang layanan sosial. D. Selain itu buku ajar ini juga memuat standar kompetensi kemandirian peserta didik di sekolah. Indikator dalam bahan ajar ini diharapkan peserta dapat: Menjelaskan konsep dasar bimbingan dan konseling Menjelaskan bidang layanan BK Pribadi Menjelaskan bidang layanan BK Sosial Menjelaskan bidang layanan BK Belajar Menjelaskan bidang layanan BK Karir Menjelaskan jenis-jenis layanan BK Menjelaskan kegiatan pendukung BK Menerapkan bidang-bidang layanan BK dalam jenis layanan BK Memahami dan menerapkan standar kompetensi kemandirian peserta didik B. dan lakukan pencatatan yang dianggap penting. 2. Jika diberi kesempatan bertanya oleh dosen pergunakanlah dengan sebaik-baiknya dan jika menemukan sumber yang berbeda tanyakan pula kepada dosen atau instruktur dengan cara yang baik. C. Petunjuk Belajar Agar peserta PLPG dapat mengikuti kegiatan ini dengan lancar dan baik maka perlu diperhatikan beberapa petunjuk belajar sebagai berikut : 1. 3. Kerjasama dalam kegiatan ini sangat diperlukan guna mencapai hasil yang maksimal. Perhatikan ceramah yang diberikan oleh dosen atau instruktur dengan cermat. Lakukan pencatatan dengan sebaik-baiknya sebagai laporan praktek. subyek yang bisa saudara pergunakan praktek ada di sekitar saudara. 4. bidang layanan belajar.BAB I PENDAHULUAN A. dan bidang layanan karir yang dapat diterapkan di sekolah dengan menggunakan berbagai jenis layanan BK yang ada. Prasyarat Buku ajar ini khususnya disusun untuk peserta PLPG bidang Bimbingan dan Konseling (BK). Pada setiap akhir suatu pembahasan disediakan tugas yang harus dikerjakan dengan sungguh-sungguh.

Jones (Insano. pengembangan perilaku yang efektif. Bimbingan adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh orang yang ahli kepada seseorang atau beberapa orang individu. agar orang yang dibimbing dapat mengembangkan kemampuan dirinya sendiri dan mandiri dengan memanfaatkan kekuatan individu dan sarana yang ada dan dapat dikembangkan berdasarkan norma-norma yang berlaku. Dalam hal ini konseli dibantu untuk memahami diri sendiri. (Tolbert. Hubungan ini biasanya bersifat individual atau seorang-seorang. bimbingan dan konseling merupakan upaya proaktif dan sistematik dalam memfasilitasi individu mencapai tingkat perkembangan yang optimal. merubah dan memperbaiki perilaku. agar individu dapat mencapai kesejahteraan dalam kehidupannya. peserta pelatihan dapat: 1. 2004 : 11) menyebutkan bahwa konseling merupakan suatu hubungan profesional antara seorang konselor yang terlatih dengan klien. Menjelaskan asas-asas bimbingan dan konseling Uraian Materi 1. menyediakan situasi belajar. Bimbingan dan konseling memegang tugas dan tanggung jawab yang penting untuk mengembangkan lingkungan. membangun interaksi dinamis antara individu dengan lingkungan. Pengertian bimbingan dan konseling Bimbingan merupakan suatu proses pemberian bantuan. Menjelaskan pengertian bimbingan dan konseling 2. Menjelaskan prinsip-prinsip bimbingan dan konseling 5. membelajarkan individu untuk mengembangkan. Sedangkan konseling adalah hubungan pribadi yang dilakukan secara tatap muka antara dua orang dalam mana konselor melalui hubungan itu dengan kemampuankemampuan khusus yang dimilikinya. 2007). Kompetensi dan Indikator Para peserta pelatihan dapat memahami pengertian. B. (Naskah Akademik ABKIN. dalam Prayitno 2004 : 101). melainkan layanan ahli dalam konteks memandirikan peserta didik. Lebih lanjut konseli dapat belajar bagaimana memecahkan masalah-masalah dan menemukan kebutuhankebutuhan yang akan datang. fungsi. Jadi pada dasarnya kegiatan bimbingan dan konseling bukanlah kegiatan pembelajaran dalam konteks adegan mengajar yang layaknya dilakukan guru sebagai pembelajaran bidang studi. prinsip dan asasasas bimbingan dan konseling Adapun indikatornya. Menurut Bimo Walgito (2004: 4-5). meskipun kadang-kadang melibatkan lebih dari dua orang dan dirancang untuk membantu klien memahami dan memperjelas pandangan terhadap ruang lingkup hidupnya. Menjelaskan tujuan bimbingan dan konseling 3. sehingga dapat membuat pilihan yang bermakna bagi dirinya. Dengan demikian. yakni proses interaksi antara individu dengan lingkungan melalui interaksi yang sehat dan produktif. remaja. Menjelaskan fungsi bimbingan dan konseling 4. keadaannya sekarang. dan peningkatan fungsi atau manfaat individu dalam lingkungannya. Menurut Prayitno dan Erman Amti (2004: 99).BAB II KONSEP DASAR BIMBINGAN DAN KONSELING A. dan kemungkinan keadaannya masa depan yang dapat ia ciptakan dengan menggunakan potensi yang dimilikinya. demi untuk kesejahteraan pribadi maupun masyarakat. atau orang dewasa. 128 . pengembangan lingkungan. tujuan. baik anak-anak. mendefinisikan bahwa bimbingan adalah bantuan atau pertolongan yang diberikan kepada individu atau sekumpulan individu dalam menghindari atau mengatasi kesulitan-kesulitan hidupnya. Penataan Pendidikan Profesional Konselor dan Penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling dalam Jalur Pendidikan Formal. Semua perubahan perilaku tersebut merupakan proses perkembangan individu.

Bimbingan belajar dimaksudkan untuk mencapai tujuan dan tugas perkembangan pendidikan. perkembangan karir serta kehidupan-nya di masa yang akan datang. 6. sosial. 3. Bimbingan karier dimaksudkan untuk mewujudkan pribadi pekerja yang produktif. Tujuan bimbingan dan konseling Layanan bimbingan dan konseling diharapkan membantu peserta didik dalam pengenalan diri. maupun lingkungan kerja. belajar. penyesuaian dengan lingkungan pendidikan. 3. d. Fungsi ini berkaitan erat dengan upaya pemberian bantuan kepada siswa yang telah mengalami masalah. Secara khusus layanan Bimbingan dan Konseling bertujuan untuk membantu siswa agar dapat mencapai tujuan-tujuan perkembangan meliputi aspek pribadi. Mengembangkan seluruh potensi dan kekuatan yang dimiliki peserta didik secara optimal. Menyesuaikan diri dengan lingkungan pendidikan. c. yaitu fungsi yang berkaitan dengan upaya konselor untuk senantiasa mengantisipasi berbagai masalah yang mungkin terjadi dan berupaya untuk mencegahnya. 2. Mengatasi hambatan dan kesulitan yang dihadapi dalam studi. informasi. Menyesuaikan diri dengan keadaan dan tuntutan dari lingkungannya. dan bimbingan kelompok. konselor memberikan bimbingan kepada siswa tentang cara menghindarkan diri dari perbuatan atau kegiatan yang membahayakan dirinya. masyarakat. yaitu fungsi bimbingan yang bersifat kuratif. Bimbingan konseling bertujuan untuk: a. mandiri. dan tugas-tugas perkembangannya. Merencanakan kegiatan penyelesaian studi. c. melainkan untuk seluruh peserta didik. Memahami dan mengatasi kesulitan-kesulitan sendiri. peserta didik mendapatkan kesempatan untuk: 1. Fungsi Pencegahan. dan remedial teaching. Layanan bimbingan dan konseling tidak terbatas pada peserta didik tertentu atau yang perlu ‘dipanggil’ saja”. kepentingan lembaga tempat bekerja dan masyarakat. Fungsi Pemahaman. Mengenal dan menentukan tujuan dan rencana hidupnya serta rencana pencapaian tujuan tersebut 4. sosial. baik menyangkut aspek pribadi. serta memberikan arahan terhadap perkembangan peserta didik. Bimbingan pribadi – sosial dimaksudkan untuk mencapai tujuan dan tugas perkembangan pribadi – sosial dalam mewujudkan pribadi yang taqwa. Mengenal dan memahami potensi atau peluang yang ada di lingkungannya. 129 . Mengembangkan segala potensi dan kekuatan yang dimilikinya secara optimal. Melalui fungsi ini. Beberapa masalah yang perlu diinformasikan kepada para siswa dalam rangka mencegah terjadinya tingkah laku yang tidak diharapkan. dan norma agama). 5. Fungsi Pengentasan. maupun karir.2. 7. dan bertanggung-jawab. dan menyesuaikan dirinya dengan lingkungan secara dinamis dan konstruktif. b. belajar dan karier. Fungsi bimbingan dan konseling a. yaitu fungsi bimbingan yang membantu peserta didik (siswa) agar memiliki pemahaman terhadap dirinya (potensinya) dan lingkungannya (pendidikan. Adapun teknik yang dapat digunakan adalah layanan orientasi. siswa diharapkan mampu mengembangkan potensi dirinya secara optimal. kekuatan. lingkungan masyarakat serta lingkungan kerjanya. Berdasarkan pemahaman ini. Mengenal dan memahami potensi. Teknik yang dapat digunakan adalah konseling. Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. b. tidak hanya untuk peserta didik yang bermasalah tetapi untuk seluruh peserta didik. supaya tidak dialami oleh peserta didik. pengenalan lingkungan dan pengambilan keputusan. pekerjaan. Menggunakan kemampuannya untuk kepentingan dirinya.

kepala Sekolah/Madrasah dan staf. Bimbingan harus berpusat pada individu yang dibimbing e. bakat. Terhadap program bimbingan harus senantiasa diadakan penilaian yang teratur untuk mengetahui sampai dimana hasil dan manfaat yang diperoleh serta penyesuaian antara pelaksanaan dan rencana yang dirumuskan terdahulu. minat. f. Fungsi Penyaluran. Fungsi Penyesuaian. 4. dan guru untuk menyesuaikan program pendidikan terhadap latar belakang pendidikan. e. diantaranya: a. g.d. i. b. yaitu fungsi bimbingan dalam membantu siswa (siswa) agar dapat menyesuaikan diri dengan diri dan lingkungannya secara dinamis dan konstruktif. yaitu fungsi bimbingan dalam membantu siswa memilih kegiatan ekstrakurikuler. kemampuan. keahlian dan ciri-ciri kepribadian lainnya. Masalah yang tidak dapat diselesaikan disekolah diserahkan kepada individu atau lembaga yang mampu dan berwenang melakukannya. konselor perlu bekerja sama dengan pendidik lainnya di dalam maupun di luar lembaga pendidikan. yaitu fungsi bimbingan yang sifatnya lebih proaktif dari fungsi-fungsi lainnya. memilih metode dan proses pembelajaran. Konselor senantiasa berupaya untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. diskusi kelompok atau curah pendapat (brain storming). Kegiatan bimbingan itu berhubungan dengan sikap dan tingkah laku individu. Fungsi Adaptasi. tutorial. ialah untuk memberikan bimbingan yang tepat sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh individu yang bersangkutan. maupun menyusun bahan pelajaran sesuai dengan kemampuan dan kecepatan siswa. Adanya perbedaan individu dari pada individu-individu yang dibimbing. baik dalam memilih dan menyusun materi Sekolah/Madrasah. Bimbingan di arahkan kepada bantuan yang memberikan supaya individu yang bersangkutan mampu membantu atau menolong dirinya sendiri dalam menghapi kesulitan-kesulitannya. Program bimbingan harus sesuai dengan bimbingan pendidikan di sekolah yang bersangkutan. Pelaksanaan program bimbingan harus dipimpinan oleh seorang petugas yang memiliki keahlian dalam bidang dan sanggup bekerjasama dengan para pembantunya serta dapat dan bersedia mempergunakan sumber – sumber yang berguna di luar sekolah. f. jadi perlu di ingat bahwa sikap dan tingkah laku individu itu terbentuk dari segala aspek kepribadian yang unik dan khas. 130 . Fungsi Pengembangan. Teknik bimbingan yang dapat digunakan disini adalah layanan informasi. jurusan atau program studi. Prinsip-prinsip bimbingan dan konseling Dalam kegiatan bimbingan terdapat 10 prinsip. pembimbing/konselor dapat membantu para guru dalam memperlakukan siswa secara tepat. h. dan kebutuhan siswa (siswa). konselor. yaitu fungsi membantu para pelaksana pendidikan. Bimbingan harus dimulai dengan identifikasi kebutuhan – kebutuhan yang dirasakan oleh individu yang dibimbing. Dengan menggunakan informasi yang memadai mengenai siswa. j. Dalam melaksanakan fungsi ini. Bimbingan harus fleksibel sesuai dengan kebutuhan individu dan masyarakat. Konselor dan personel Sekolah/Madrasah lainnya secara sinergi sebagai teamwork berkolaborasi atau bekerjasama merencanakan dan melaksanakan program bimbingan secara sistematis dan berkesinambungan dalam upaya membantu siswa mencapai tugastugas perkembangannya. home room. dan karyawisata. d. c. yang memfasilitasi perkembangan siswa. g. dan memantapkan penguasaan karir atau jabatan yang sesuai dengan minat.

• Konselor harus menghormati dan menjaga kerahasiaan informasi tentang individu yang dibimbingnya. (sekolah. • Sekolah harus bekerja sama dengan lembaga–lembaga di luar sekolah yang menyelenggarakan pelayanan yang berhubungan dengan bimbingan dan penyuluhan pada umumnya. keluarga. • Pembagian waktu harus di atur untuk setiap petugas secara baik. • Individu yang mendapat bimbingan harus berangsur – angsur dapat membimbing dirinya.Prinsip-prinsip khusus bimbingan Prinsip –prinsip khusus yang akan dibicarakan disini adalah prinsip khusus yang berhubungan dengan (1) individu yang dibimbinng atau siswa. kemampuan dan hasil belajar indidividu untuk kepentingan perkembanagan kurikulum sekolah yang bersangkutan.fakta dan informasi–informasi yang berhubungan dengan lingkungan induvidu. • Bimbingan harus dilaksanakan dengan secara kontinyu. • Konselor sekolah dipilih atas dasar kualifikasi kepribadian. • Data–data. fakta. Prinsip – prinsip khusus yang berhubungan dengan Organisasi dan Admnistrasi Bimbingan. • Kepala sekolah memegang tanggung jawab tertingi dalam pelaksanaan dan perencanaan program bimbingan. Prinsip khusus yang berhubungan dengan individu yang dibimbing atau siswa. • Konselor hendaknya memperhatikan dan mempergunakan hasil – hasil penelitian dalam bidang minat. Untuk lebih jelasnya. • Pelayanan bimbingan harus diberikan kepada semua siswa. dan masyarakat) harus diperhitungkan dalam memberikan bimbingan kepada individu yang bersangkutan. sesuai dengan masalah dan metode yang dipergunakan dalam memecahkan masalah itu. • Program bimbingan harus berpusat pada siswa • Pelayanan bimbingan harus dapat memenuhi kebutuhan – kebutuhan individu yang bersangkutan secara serba ragam dan serba luas. • Program bimbingan harus disusun sesuai dengan kebutuhan sekolah yang bersangkutan. • Konselor hendaknya selalu mempergunakan informasi yang tersedia mengenai individu yang dibimbing beserta lingkungannya. • Konselor harus mendapat kesempatan untuk memperkembangkan dirinya serta keahliannya melalui berbagai keahlian tambahan (in-service training) dan penataran. pengalaman dan kemampuannya. • Keputusan terakhir dalam proses bimbingan ditentukan oleh individu yang dibimbinng. (2) individu yang memberikan bimbingan. pendidikan. Prinsip – prinsip khusus yang berhubungan dengan individu yang memberikan bimbingan : • Konselor harus melakukan tugasnya sesuai dengan kemampuan dan kewajiban masing –masing. 2. sebagai bahan untuk membantu individu yang bersangkutan ke arah penyesuaian diri yang lebih baik. • Harus ada kriteria untuk mengatur prioritas pelayanan bimbingan kepada siswa tertentu. • Konselor hendaknya mempergunakan berbagai jenis metode dan teknik yang tepat dalam melakukan tugasnya. 3. 131 . • Syarat mutlak dalam pelaksanaan layanan bimbingan yang baik ialah adanya kartu pribadi (cumulative record) bagi setiap individu (siswa) yang dibimbing. ketiga prinsip khusus tesebut diatas diuraikan sebagai berikut: 1. (3) organisasi atau administrasi bimbingan. • Bimbingan harus dilaksanakan dalam situasi individual dan dalam situasi kelompok.

Keterbukaan ini amat terkait pada terselenggaranya asas kerahasiaan dan adanya kesukarelaan pada diri peserta didik yang menjadi sasaran layanan/kegiatan. Prinsip yang berkaitan dengan sasaran layanan − Melayani semua individu − Kepedulian pada pribadi unik. guru pembimbing terlebih dahuu harus bersikap terbuka dan tidak berpura-pura. Asas Kerahasiaan. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menuntut dirahasiakannya segenap data dan keterangan tentang peserta didik (konseli) yang menjadi sasaran layanan. 4. Prinsip yang berkaitan dengan permasalahan individu − Menangani masalah klien yang berhubungan dengan pengaruh kondisi mental dan fisik terhadap penyesuaian diri dan interaksi sosial. 3. baik di dalam memberikan keterangan tentang dirinya sendiri maupun dalam menerima berbagai informasi dan materi dari luar yang berguna bagi pengembangan dirinya. mengarahkan serta mewujudkan diri sendiri. Agar peserta didik dapat terbuka. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar peserta didik (konseli) yang menjadi sasaran layanan/kegiatan bersifat terbuka dan tidak berpura-pura. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar peserta didik (konseli) yang menjadi sasaran layanan berpartisipasi secara aktif di dalam penyelenggaraan layanan/kegiatan bimbingan. Dalam hal ini guru pembimbing perlu mendorong peserta didik untuk aktif dalam setiap layanan/kegiatan bimbingan dan konseling yang diperuntukan baginya. Asas kemandirian. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki adanya kesukaan dan kerelaan peserta didik (konseli) mengikuti/menjalani layanan/kegiatan yang diperlukan baginya. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban mengembangkan keterbukaan peserta didik (konseli).Prinsip-prinsip bimbingan dan konseling yang dilakukan di sekolah: 1. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban membina dan mengembangkan kesukarelaan tersebut. kebutuhan individu. pengaruh kondisi lingkungan terhadap kondisi mental dan fisik − Memperhatikan keadaan sosial. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menunjuk pada tujuan umum bimbingan dan konseling. 3. mampu mengambil keputusan. kompleks dan dinamis − Memperhatikan tahap dan aspek perkembangan − Memperhatikan perbedaan individu 2. Asas keterbukaan. Prinsip yang berkaitan dengan program layanan − Bagian integral dari proses pendidikan dan pengembangan − Fleksibel. disesuaian dgn lembaga. ekonomi. dan politik yang berkembang. Asas kesukarelaan. Guru pembimbing hendaknya 132 . Asas kegiatan. Prinsip yang berkaitan dengan pelaksanaan layanan − Tujuan akhir layanan BK adalah kemandirian individu − Keputusan dalam proses konseling berada di tangan klien − Permasalahan khusus ditangani oleh ahli yang berwenang (layanan alih tangan atau referal) Keterlaksanaan dan keberhasilan pelayanan bimbingan dan konseling sangat ditentukan oleh asas-asas sebagai berikut: 1. dan masyarakat disusun secara berkesinambungan − Dilakukan penilaian yang terencana dan sistematis 4. yaitu data atau keterangan yang tidak boleh dan tidak layak diketahui oleh orang lain. 2. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban penuh memelihara dan menjaga semua data dan keterangan itu sehingga kerahasiaanya benar-benar terjamin. yakni: peserta didik (konseli) sebagai sasaran layanan bimbingan dan konseling diharapkan menjadi siswa-siswa yang mandiri dengan ciri-ciri mengenal dan menerima diri sendiri dan lingkungannya. 5.

yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar pihak-pihak yang tidak mampu menyelenggarakan layanan bimbingan dan konseling secara tepat dan tuntas atas suatu permasalahan peserta didik (konseli) mengalihtangankan permasalahan itu kepada pihak yang lebih ahli. Dalam hal ini. Asas Alih Tangan Kasus. C. Peserta pelatihan diajak diskusi untuk mengidentifikasi fungsi-fungi. 9. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar isi layanan terhadap sasaran layanan (konseli) yang sama kehendaknya selalu bergerak maju. Asas Keahlian. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar objek sasaran layanan bimbingan dan konseling ialah permasalahan peserta didik (konseli) dalam kondisinya sekarang. dan asas-asas BK untuk dapat mengimplementasikan ke dalam satuan layanan. dan kebiasaan yang berlaku. layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling justru harus dapat meningkatkan kemampuan peserta didik (konseli) memahami. Asas Kedinamisan. 133 . Untuk ini kerja sama antara guru pembimbing dan pihak-pihak yang berperan dalam penyelenggaraan pelayanan bimbingan dan konseling perlu terus dikembangkan. 6. prinsip-prinsip. 11. Latihan 1. dan demikian pula guru pembimbing dapat mengalihtangankan kasus kepada guru mata pelajaran/praktik dan lain-lain. untuk mencoba memahami secara mendalam tentang konsep dasar BK dan mampu menerapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai guru BK di sekolah. yaitu nilai dan norma agama. dan terus berkembang serta berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan dan tahap perkembangannya dari waktu ke waktu. Guru pembimbing dapat menerima alih tangan kasus dari orang tua. menghayati. baik yang dilakukan oleh guru pembimbing maupun pihak lain. 10. Keprofesionalan guru pembimbing harus terwujud baik dalam penyelenggaraan jenis-jenis layanan dan kegiatan dan konseling maupun dalam penegakan kode etik bimbingan dan konseling. Koordinasi segenap layanan/kegiatan bimbingan dan konseling itu harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. 2. Peserta pelatihan diminta sharing dengan teman dalam kelompok kecil. dan terpadu.mampu mengarahkan segenap layanan bimbingan dan konseling yang diselenggarakannya bagi berkembangnya kemandirian peserta didik. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar berbagai layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling. adat istiadat. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar segenap layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling didasarkan pada dan tidak boleh bertentangan dengan nilai dan norma yang ada. Peserta pelatihan diminta mendiskusikan tentang pentingnya pelayanan BK di sekolah. tidak monoton. guru-guru lain. Layanan yang berkenaan dengan “masa depan atau kondisi masa lampau pun” dilihat dampak dan/atau kaitannya dengan kondisi yang ada dan apa yang diperbuat sekarang. Asas Kekinian. saling menunjang. Asas Keterpaduan. dan mengamalkan nilai dan norma tersebut. 8. para pelaksana layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling hendaklah tenaga yang benar-benar ahli dalam bidang bimbingan dan konseling. Bukanlah layanan atau kegiatan bimbingan dan konseling yang dapat dipertanggungjawabkan apabila isi dan pelaksanaannya tidak berdasarkan nilai dan norma yang dimaksudkan itu. 7. hukum dan peraturan. 3. Lebih jauh. atau ahli lain. ilmu pengetahuan. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling diselenggarakan atas dasar kaidah-kaidah profesional. Asas Keharmonisan. harmonis.

Lembar Kegiatan Untuk memperoleh pemahaman yang mendalam pada bab ini seyogyanya saudara mengikuti langkah-langkah berikut: 1. mandiri. Berikan alasan mengapa seseorang konselor perlu memahami dan menerapkan berbagai prinsip dan asas-asas BK yang ada? 3. sosial. atau lihat kamus/ensiklopedi. 2. pengembangan lingkungan. E. Berikan contoh penerapan masing-masing fungsi BK tersebut dalam lingkungan sekolah! 134 . Rangkuman 1. mengapa seorang konselor perlu memahami konsep dasar Bimbingan dan konseling? 2. Jelaskan dengan contoh. Bimbingan karier dimaksudkan untuk mewujudkan pribadi pekerja yang produktif. belajar dan karier.D. dan bertanggung-jawab. Bimbingan dan konseling merupakan upaya pemberian bantuan secara sistematik dalam memfasilitasi individu mencapai tingkat perkembangan yang optimal. Bimbingan belajar dimaksudkan untuk mencapai tujuan dan tugas perkembangan pendidikan. Pelajari bab II buku ajar ini baik-baik. dan peningkatan fungsi atau manfaat individu dalam lingkungannya. siapkan pula alat tulis berupa spidol warna atau stabilo untuk menandai hal-hal yang penting. prinsip. bisa pula download dari internet. Jelaskan masing-masing fungsi BK secara singkat ! b. dosen atau instruktur. dan asas-asas BK yang ada. Sedangkan dalam kegiatan pelayanan Bimbingan dan konseling seorang konselor atau guru pembimbing di sekolah haruslah mengenal secara mendalam konseli yang hendak dilayani dengan menggunakan berbagai fungsi. Bimbingan pribadi – sosial dimaksudkan untuk mencapai tujuan dan tugas perkembangan pribadi – sosial dalam mewujudkan pribadi yang taqwa. Tes Formatif 1. 2. F. Berlatihlah merumuskan pengertian yang saudara jumpai dalam buku ajar ini dengan kalimat saudara sendiri sejauh tidak menyimpang dari maksud kalimat dalam buku ajar ini. atau cari penjelasannya di buku-buku psikologi dan/atau bimbingan dan konseling. a. pengembangan perilaku yang efektif. 3. 3. jika perlu tanyakan kepada teman sejawat. Tujuan adanya layanan bimbingan dan konseling adalah untuk membantu siswa agar dapat mencapai tujuan-tujuan perkembangan meliputi aspek pribadi. Cermati beberapa istilah penting yang ada di dalamnya.

Kompetensi dan Indikator Para peserta pelatihan dapat memahami bimbingan dan konseling pribadi secara utuh dan menyeluruh. yaitu bidang pelayanan bimbingan dan konseling yang membantu peserta didik dalam menilai dan mengembangkan kecakapan. maupun lingkungan fisik. Menjelaskan bentuk bimbingan dan konseling pribadi 5. Menjelaskan pelaksanaan bimbingan dan konseling pribadi Uraian Materi 1. Menjelaskan tujuan bimbingan dan konseling pribadi 3. dimaksudkan agar siswa mampu bersikap disiplin dan bisa bertanggung jawab dengan masa depannya sendiri. Menjelaskan materi dan pokok-pokok bimbingan dan konseling pribadi 6. dan karakteristik kepribadian diri sendiri untuk mengembangkan diri sendiri secara realistik. minat. serta dapat memanfaatkan sebesar-besarnya untuk pengembangan diri secara mantap dan berkelanjutan. keluarga. sekolah. Menjelaskan aspek-aspek bimbingan dan konseling pribadi 4. bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. SMA/SMK membantu siswa menemukan dan mengembangkan pribadi yang beriman. Menjelaskan pengertian bimbingan dan konseling pribadi 2. Tujuan umum ini diarahkan pada pengenalan diri sendiri dan lingkungan. 2. Tujuan bimbingan dan konseling pribadi Berdasarkan dari pengertian di atas dapat diketahui bahwa bimbingan pribadi bertujuan membantu individu agar bisa memecahkan masalah-masalah pribadi yang muncul dalam diri individu. baik yang menyangkut bidang pendidikan. dan menerima berbagai kondisi lingkungan tersebut secara positif dan dinamis. Pengertian bimbingan dan konseling pribadi Menurut Sukardi (2008: 53) dalam bidang bimbingan pribadi. baik sosial dan ekonomi. Jadi bidang pengembangan kehidupan pribadi. termasuk kompetensi dalam mengantisipasi. Tujuan-tujuan tersebut secara lebih khusus lagi dapat dirumuskan dalam bentuk berbagai kompetensi yang perlu dimiliki bagi keefektifan kehidupan individu sehari-hari. Pengenalan siswa terhadap lingkungannya dapat diartikan bahwa siswa dapat mengenal secara objektif lingkungannya. Adapun indikatornya. Dengan bimbingan pribadi dan pengenalan lingkungan tersebut. 135 . lingkungan budaya yang sarat dengan nilai dan norma. Dalam hal ini Prayitno (2006: 23) menjelaskan bahwa tujuan bimbingan pribadi dimaksudkan siswa dapat mengenal kekuatan dan kelemahan yang ada pada dirinya sendiri serta menerimanya secara positif dan dinamis sebagai modal untuk mengenal lingkungannya dan merancanakan masa depannya. dengan tujuan agar menunjang proses penyesuaian diri siswa dengan lingkungannya. maupun bidang kehidupan berbudaya. mantap dan mandiri serta sehat jasmani dan rohani. Secara B. menangani dan memecahkan suatu masalah. pelayanan bimbingan dan konseling di SMP. Masalah timbul karena siswa merasa kurang berhasil dalam menghadapi dan menyesuaikan dirinya sendiri. Tujuan umum bimbingan pribadi adalah membantu memandirikan individu dalam hidupnya dan mengembangkan potensipotensi mereka secara optimal. Sejalan dengan pendapat di atas menurut Tohirin (2007: 123-124) bimbingan pribadi adalah jenis bimbingan yang membantu siswa dalam menghadapi dan memecahkan masalah-masalah pribadinya. bakat.BAB III BIMBINGAN DAN KONSELING PRIBADI A. bidang karir. peserta pelatihan dapat: 1. Masalah atau problem siswa yang berlarut-larut akan mengakibatkan frustasi dan neurosis. dan kemasyarakatan. Pengenalan lingkungan ini meliputi lingkungan rumah. alam dan masyarakat sekitarnya.

h) kreativitas. Bentuk bimbingan dan konseling pribadi Bidang BK pribadi ini notabene harus tetap diberikan kepada seluruh siswa. tempat kerja maupun masyarakat pada umumnya. Pemantapan dalam menjalankan pilihan hidup. Pemantapan tentang bagaimana anak tersebut memahami kekurangan dirinya dan bagaimana ia dapat mengatasi kekurangan dirinya. b. baik dalam kehidupan pribadi. pergaulan dengan teman sebaya. Pemantapan kemampuan pengambilan keputusan bagi peserta didik. Memiliki komitmen untuk mengamalkan nilai keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. baik tentang keunggulan dan kelemahan maupun psikis dan fisik. j) moral. 2) makna ilmu pengetahuan. i. mandiri. Bentuk-bentuk Bimbingan pribadi sebagaimana dijelaskan oleh Tohirin (2007: 125-126). ada beberapa macam bentuk layanan bimbingan pribadi. i) pengertian. k) seks. etika dan nilai budaya. c. e. Memiliki kemampuan untuk melakukan secara sehat. Memiliki kemampuan untuk mengelola stress. yaitu : 1) Layanan informasi Informasi tentang tahap-tahap perkembangan dapat mencakup perkembangan : a) fisik. mantap. dan l) perkembangan kepribadian. sehingga menampilkan performance yang menarik. Sedangkan informasi tentang keadaan masyarakat dewasa ini dapat mencakup informasi tentang : 1) ciri-ciri masyarakat maju. sekolah. Memiliki pemahaman dan penerimaan diri secara objektif dan konstruktif. f) penyesuaian sosial. b) motorik. Pemantapan pemahaman tentang kekuatan diri dan pengembangannya untuk kegiatan yang kreatif dan produktif baik dalam kehidupan sehari-hari maupun untuk peranannya di tengah masyarakat. h. Aspek-aspek bimbingan dan konseling pribadi Dalam bidang bimbingan pribadi . f. Memiliki pemahaman tentang potensi diri dan kemampuan untuk mengembangkannya secara produktif dan melalui cara yang kreatif. g. e. Memiliki sikap optimis dalam menghadapi kehidupan dan masa depan. dan mampu meresponnya secara positif dan bersikap bersyukur dan bersabar. serta sehat jasmani dan rohani. baik siswa yang bermasalah atau tidak. Pengembangan sikap dan wawasan pribadi terhadap melalui sikap dan kebiasaan yang menunjukkan ketakwaan terhadap tuhan yang maha esa b. c) bicara. pelayanan bimbingan dan konseling membantu siswa menemukan dan mengembangkan pribadi yang beriman dan bertakwa terhadap tuhan yang maha esa. 4. f. atau pengambilan keputusan secara mandiri sesuai dengan nilai agama. Pemantapan pemahaman tentang bakat dan minat yang dimiliki individu tersebut dan bagaimana cara konselor untuk menyalurkan bakat anak tersebut agar tidak salah tersalurkan. 2) Pengumpulan data 136 . Memiliki sikap positif dan respek terhadap diri sendiri (tidak merasa rendah diri. d) emosi.lebih rinci syamsu yusuf (2009: 53-54) menyatakan bahwa bimbingan pribadi bertujuan membantu siswa agar mampu mengembangkan kompetensinya sebagai berikut: a. Memiliki kemampuan untuk merawat dan memelihara diri. 3. c. keluarga. dan 3) pentingnya IPTEK bagi kehidupan. g) bermain. d. Bidang ini dirincikan sebagai berikut: a. d. Memiliki pemahaman tentang irama kehidupan antara yang menyenangkan dan yang tidak menyenangkan. e) sosial.

(e) Pemantapan kemampuan mengarahkan diri sesuai dengan keputusan yang diambilnya. (c) pemantapan pemahaman tentang bakat dan minat pribadi serta penyaluran dan pengembangan melalui kegiatan yang kreatif dan produktif. (f) Pemantapan kemampuan berkomunikasi. dkk (2004: 52) adalah sebagai berikut: (a) pemantapan sikapsikap kebiasaan serta pengembangan wawasan dalam beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. 5. f) minat. 137 . (d) pemantapan pemahaman tentang kelemahan diri dan usaha penanggulangannya. dan (g) Pemantapan kemampuan menerima dan menyampaikan pendapat serta berargumentasi secara dinamis. 5) Pemantapan kemampuan mengambil keputusan. Pokok-pokok dalam bimbingan pribadi sebagai berikut: 1) Penanaman dan pemantapan sikap dan kebiasaan serta pengembangan wawasan dalam beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. (e) pemantapan kemampuan mengambil keputusan. kemampuan mengarahkan diri dan pemantapan dalam perencanaan dan penyelenggaraan hidup sehat. kemampuan pengambilan keputusan. dan lain sebagainya. tempat tanggal lahir. d) prestasi. pemantapan sikap tentang kekuatan diri yang produktif. dan lain-lain.Data yang dikumpulkan berkenaan dengan layanan bimbingan pribadi dapat mencakup : a) identitas individu seperti nama lengkap. pusat kebugaran dan latihan pengembangan kemampuan diri. jenis kelamin. (f) pemantapan kemampuan mengarahkan diri sesuai dengan keputusan yang telah diambilnya. Dari pendapat di atas dapat disimpulkan materi dan pokok-pokok bimbingan pribadi yaitu tentang pemantapan sikap tentang ketaqwaan. 3) Orientasi Layanan orientasi bidang pengembangan pribadi mencakup : suasana. (d) Pemantapan kemampuan dalam mengambil keputusan. 4) Pengenalan dan pemantapan pemahaman tentang kelemahan diri dan usaha-usaha penanggulangannya. 6) Pengembangan kemampuan mengarahkan diri sesuai dengan keputusan yang telah diambilnya. (c) Pemantapan pemahaman tentang kelemahan diri dan usaha penanggulangannya. 3) Pengenalan dan pemantapan pemahaman tentang bakat dan minat pribadi serta penyaluran dan pengembangannya melalui kegiatan kegiatan yang kreatif dan produktif. anak ke. baik secara rohaniah maupun jasmaniah. pemahaman tentang kelamahan diri dan penanggulangannya. tempat rekreasi. c) riwayat pendidikan. (b) Pemantapan pemahaman tentang kekuatan diri dan pengembangan untuk kegiatan-kegiatan yang kreatif dan produktif. e) bakat. alamat. (b) pemantapan pemahaman tentang kekuatan diri dari pengembangan untuk kegiatan yang kreatif dan produktif baik dalam kehidupan sehari-hari maupun untuk perannya di masa depan. kreatif dan produktif. baik secara rohaniah maupun jasmaniah. Materi dan pokok-pokok bimbingan dan konseling pribadi Materi dan pokok-pokok yang terkandung dalam bidang bimbingan pribadi menurut Mugiarso. baik dalam kehidupan sehari-hari maupun untuk peranan dimasa depan. (g) pemantapan dalam perencanaan dan penyelenggaraan hidup sehat. orang tua dan lain-lain. baik melalui lisan maupun tulisan secara efektif. 2) Penanaman dan pemantapan pemahaman tentang kekuatan diri dan pengembangannya untuk kegiatan-kegiatan yang kreatif dan produktif. bahasa daerah. lembaga dan obyek pengembangan pribadi seperti lembaga pengembangan bakat. baik dalam kehidupan sehari-hari maupun peranannya di masa depan. baik secara rohaniah maupun jasmaniah. Menurut Ma’mur Asmani (2010: 112-113) bimbingan pribadi ini dapat dirinci menjadi pokok-pokok berikut: (a) Pemantapan sikap dan kebiasaan serta pengembangan wawasan dalam beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. b) kejasmanian dan kesehatan. nama panggilan. agama. 7) Pemantapan dalam perencanaan dan penyelenggaaraan hidup sehat.

tersedianya waktu dan tempat. tergantung kepada sifat permasalahannya. 3) Pengenalan dan pemahaman tentang bakat dan minat pribadi serta penyaluran dan pengembangannya melalui kegiatan-kegiatan yang kreatif dan produktif. 5) Pemantapan kemampuan mengambil keputusan. yaitu bentuk layanan bimbingan pribadi yang melayani sejumlah peserta didik dalam satu kelas. Dengan cara kelompok. serta penyaluran dan pengembangannya melalui kegiatan yang kreatif dan produktif. Bidang Bimbingan Pribadi: Sekolah Menengah Pertama 1) Pemantapan kebiasaan dan pengembangan sikap dalam beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. SMA di bedakan sebagai berikut: a. 2) Pengenalan dan pemahaman tentang kekuatan diri sendiri dan penyalurannya untuk kegiatan-kegiatan yang kreatif dan produktif. Berdasarkan pedoman pelayanan bimbingan dan konseling (Sarono. 6. di masyarakat maupun untuk perannya di masa depan. b. 4) Pengenalan dan pemahaman tentang kelemahan diri sendiri dan usaha-usaha penanggulangannya. Pelaksanaan bimbingan dan konseling pribadi Layanan bimbingan dan konseling dapat dilaksanakan dalam beberapa cara. 2) Pemahaman kekuatan diri dan arah pengembangannya melalui kegiatan yang kreatif dan produktif baik dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. 5) Pemahaman dan pengamalan hidup sehat. jumlah siswa. yaitu bentuk layanan bimbingan pribadi yang melayani sejumlah peserta didik melalui suasana dinamika kelompok. 138 . 2008) bentuk kegiatan layanan bimbingan pribadi meliputi: a. 4) Pengenalan kelemahan diri dan upaya penanggulangannya. 4) Pemantapam pemahaman tentang kelemahan diri dan usaha-usaha penanggulangannya. 3) Pemahaman bakat dan minat pribadi. 3) Pemantapan pemahaman tentang bakat dan minat pribadi serta penyaluran dan pengembangannya melalui kegiatan-kegiatan yang kreatif dan produktif. baik dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. 2) Pemantapan pemahaman tentang kekuatan diri dan pengembangannya untuk kegiatan-kegiatan yang kreatif dan produktif. 6) Perencanaan serta penyelenggaraan hidup sehat.Secara lebih rinci pokok-pokok materi bidang layanan Bimbingan dan konseling pribadi untuk jenjang SD. 6) Pengembangan kemampuan mengarahkan diri sesuai dengan keputusan yang telah diambilnya. yaitu bentuk layanan bimbingan pribadi yang melayani peserta didik secara perorangan. kesiapan tenaga pembimbing. c. b. baik secara rohaniah maupun jasmaniah. Dengan cara individual. Bidang Bimbingan Pribadi: Sekolah Dasar 1) Penanaman sikap dan kebiasaan dalam beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. 7) Pemantapan dalam perencanaan dan penyelenggaraan hidup sehat. Bidang Bimbingan Pribadi: Sekolah Lanjutan Tingkat Atas 1) Pemantapan sikap dan kebiasaan serta pengembangan wawasan dalam beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. 5) Pengembangan kemampuan pengambilan keputusan sederhana dan mengarahkan diri. baik dalam kehidupan sehari-hari maupun untuk perannya di masa depan. maupun perannya di masa depan. SMP. Dengan cara klasikal. c.

siapkan pula alat tulis berupa spidol warna atau stabilo untuk menandai hal-hal yang penting. D.d. perlu dirancang program bimbingan yang akan dijadikan acuan pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling di sekolah tersebut. bakat. Berikan contoh materi layanan pribadi yang dapat digunakan dalam pelaksanaan Bimbingan klasikal! Beri penjelasan! 139 . e. 3. untuk berdiskusi tentang pelaksanaan bimbingan dan konseling pribadi di sekolah. atau lihat kamus/ensiklopedi. 2. bisa pula download dari internet. yaitu bentuk layanan bimbingan pribadi yang melayani seorang atau sejumlah peserta didik melalui kegiatan di luar kelas atau lapangan. Dengan cara lapangan. Tujuan-tujuan tersebut secara lebih khusus lagi dapat dirumuskan dalam bentuk berbagai kompetensi yang perlu dimiliki bagi keefektifan kehidupan individu sehari-hari. Dalam pelaksanaan layanan bimbingan pribadi di sekolah. Lembar Kegiatan Untuk memperoleh pemahaman yang mendalam pada bab ini. 2. apa tujuan dari bidang layanan pribadi yang dapat digunakan dalam pelaksanaan layanan konseling individual? 2. Cermati beberapa istilah penting yang ada di dalamnya. mantap. dan karakteristik kepribadian diri sendiri untuk mengembangkan diri sendiri secara realistik. Menurut anda. Peserta pelatihan diajak diskusi untuk mengidentifikasi contoh-contoh materi bimbingan pribadi yang ada dalam setiap jenjang pendidikan. Peserta pelatihan diminta membuat materi layanan BK Pribadi sesuai dengan jenjang sekolah yang dibimbingnya. dosen atau instruktur. minat. Tujuan umum ini diarahkan pada pengenalan diri sendiri dan lingkungan. F. Peserta pelatihan diminta membentuk kelompok yang terdiri atas 4-5 anggota. E. yaitu bidang pelayanan bimbingan dan konseling yang membantu peserta didik dalam menilai dan mengembangkan kecakapan. 3. Tes Formatif 1. mandiri. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan bimbingan pribadi bertujuan untuk membantu siswa dalam memecahkan masalah pribadinya dengan menggunakan berbagai cara sesuai dengan rancangan program bimbingan dan konseling yang dijadikan acuan pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling di sekolah tersebut. 3. Latihan 1. 2. Dalam bidang bimbingan pribadi . C. serta sehat jasmani dan rohani. Bidang Bimbingan dan Konseling Pribadi. para peserta diharapkan mengikuti langkah-langkah berikut: 1. yaitu bentuk layanan bimbingan pribadi yang melayani kepentingan peserta didik melalui pendekatan kepada pihak-pihak yang dapat memberikan kemudahan. Tujuan umum bimbingan pribadi adalah membantu memandirikan individu dalam hidupnya dan mengembangkan potensi-potensi mereka secara optimal. Berlatihlah merumuskan pengertian yang saudara jumpai dalam buku ajar ini dengan kalimat saudara sendiri sejauh tidak menyimpang dari maksud kalimat dalam buku ajar ini. menangani dan memecahkan suatu masalah. pelayanan bimbingan dan konseling membantu siswa menemukan dan mengembangkan pribadi yang beriman dan bertakwa terhadap tuhan yang maha esa. Pelajari bab ini baik-baik. termasuk kompetensi dalam mengantisipasi. Dengan cara pendekatan khusus. jika perlu tanyakan kepada teman sejawat. Rangkuman 1. atau cari penjelasannya di buku-buku psikologi dan/atau bimbingan dan konseling.

Menjelaskan pengertian bimbingan dan konseling sosial 2. serta kehidupannya pada masa yang akan datang. (3) menyesuaikan diri dengan lingkungan pendidikan. penyesuaian diri dengan lingkungan pendidikan dan masyarakat tempat tinggal mereka. dan warga lingkungan sosial yang lebih luas yang dilandasi budi pekerti luhur dan tanggung jawab sosial. Pengertian bimbingan dan konseling sosial Pengertian bimbingan sosial menurut Sukardi (2008: 55) adalah layanan bimbingan dan konseling untuk membantu siswa dalam mengenal dan berhubungan dengan lingkungan sosialnya yang dilandasi dengan budi pekerti luhur dan tanggung jawab kemasyarakatan dan kenegaraan. Jadi dapat disimpulkan bahwa bimbingan sosial adalah bidang pelayanan BK yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai serta mengembangkan kemampuan hubungan sosial yang sehat dan efektif dengan teman sebaya. perkembangan karier. dan (4) mengatasi hambatan serta kesulitan yang dihadapi dalam studi. Tujuan bimbingan dan konseling sosial Hallen (2005: 73) menyatakan tujuan bimbingan sosial adalah usaha untuk membantu peserta didik mengenali dan berhubungan dengan lingkungan sosialnya yang dilandasi budi pekerti. Bimbingan sosial mampu mewujudkan agar individu yang dibimbing mampu melakukan interaksi sosial secara baik dengan lingkungan.BAB IV BIMBINGAN DAN KONSELING SOSIAL A. Kompetensi dan Indikator Para peserta pelatihan dapat memahami bimbingan dan konseling sosial secara utuh dan menyeluruh.Bimbingan sosial juga bertujuan untuk membantu individu dalam memecahkan dan mengatasi kesulitan-kesulitan dalam masalah sosial. serta lingkungan kerjanya. sehingga individu dapat menyesuaikan diri secara baik dan wajar dalam lingkungan sosialnya. dan penyelesaian masalah konflik. Tujuan bimbingan sosial adalah agar individu dapat (1) merencanakan kegiatan penyelsaian studi. 2009: 8). ataupun lingkungan kerja (Nurihsan. baik dari luar atau dalam. anggota keluarga. peserta pelatihan dapat: 1. tanggung jawab kemasyarakatan dan kenegaraan. Sedangkan menurut pendapat Nurihsan (2009:15) bimbingan sosial adalah suatu bimbingan atau bantuan untuk membantu para individu untuk memecahkan masalah-masalah sosial seperti hubungan dengan sesama teman. Adapun tujuan jangka pendek merupakan suatu patokan ideal yang diharapkan dicapai B. 2. tanggung jawab kemasyarakatan dan kenegaraan. Menjelaskan tujuan bimbingan dan konseling sosial 3. Tujuan bimbingan sosial mempunyai: tujuan jangka pendek dan tujuan jangka panjang. Hallen (2005: 73) bahwa bimbingan sosial adalah usaha membantu peserta didik mengenal dan berhubungan dengan lingkungan sosial yang dilandasi dengan budi pekerti luhur. penyesuaian dengan lingkungan pendidikan. Adapun indikatornya. 140 . (2) mengembangkan seluruh potensi dan kekuatan yang dimiliki seoptimal mungkin. Sukardi (2008: 131) menyatakan tujuan bimbingan sosial di sekolah yang utama adalah membantu anak agar dapat mencapai kemajuan belajar optimal dalam kelas dan dapat mengadakan penyesuaian-penyesuaian dalam kehidupan sekolah. masyarakat. Menjelaskan materi dan pokok-pokok bimbingan dan konseling sosial Uraian Materi 1. lingkungan masyarakat. Bidang sosial ini kerap diberikan pada siswa yang merasa kesulitan dalam membina pergaulan karena beberapa hal. Menjelaskan aspek-aspek bimbingan dan konseling sosial 4.

Pemantapan pemahaman kondisi sekolah dan peraturan yang ada di sekolah tersebut agar para siswa terutama siswa baru tidak terkejut dengan kondisi yang ada di sekolah dan peraturan yang harus mereka patuhi di sekolah tersebut dan menjalankannya secara efektif dan dinamis serta bertanggung jawab. ilmu. Pemantapan kemampuan menerima dan menyampaikan gagasan secara argumentasi dengan cara yang dinamis. sopan santun yang ada dalam masyarakat. nilai-nilai agama. keluarga dan masyarakat dalam berperan dalam kehidupan kelompok. e. baik melalui lisan maupun tulis. tenggang rasa. maupun di masyarakat dengan menjunjung tinggi tata krama.individu yang telah memperoleh bimbingan. 4. Selain itu bimbingan sosial juga membantu mengembangkan kemampuan berkomunikasi yang efektif ditengah masyarakat yang luas. memperoleh persahabatan yang sesuai. c. efektif. mendapatkan kelompok sosial untuk memecahkan masalah tertentu memperoleh penyesuaian dalam kehidupan keluarga dan masyarakat serta meningkatkan pengetahuan yang terkait dalam persoalan-persoalan yang berhubungan dengan lingkungan sosial. dengan individu yang lebih tua dan lebih muda di lingkungan masyarakat dan keluarga. Sedangkan materi bimbingan sosial untuk siswa SMA adalah pemantapan kemampuan berkomunikasi baik melalui ragam lisan maupun tulisan secara efektif dan pemantapan kemampuan menerima dan menyampaikan pendapat serta berarumentasi secara dinamis. sekolah. Menurut Sukardi (2008: 55) materi layanan dalam bimbingan sosial meliputi kegiatan pemberian informasi tentang: (1) pemantapan kemampuan berkomunikasi. Materi dan pokok-pokok dalam bimbingan sosial Materi bimbingan sosial secara umum adalah pengembangan kemampuan bertingkah laku dan berhubungan sosial. adat istiadat. d. maupun masyarakat luas dengan sangat menjunjung tinggi nilai tata krama. Tujuan jangka panjang bersangkutan dengan pencapaian kesejahteraan mental yang optimal bagi individu dan pencapaian kebahagiaan pribadi yang bermanfaat bagi diri sendiri dan lingkungan. kreatif. adat. terutama dalam hal tata cara pergaulan yang dilandasi dengan budi pekerti yang luhur dan bertanggung jawab. Sebab dengan kemampuan komunikasi yang efektif maka seorang individu dapat menyampaikan gagasan dan pikirannya kepada orang lain b. Pemantapan hubungan yang harmonis antar masyarakat yang dinamis. 3. baik di rumah. dan kebiasaan yang berlaku. Aspek-aspek bimbingan dan konseling sosial Bimbingan sosial membantu siswa dalam dalam berhubungan dengan masyarakat di lingkungannya dengan berdasarkan budi pekerti yang luhur. dan produktif baik dengan teman sebaya di sekolah yang sama atau yang berbeda. hukum. 2001: 77). Pemantapan kemampuan berkomunikasi baik secara efektif. kreatif. dan juga rasa memberi dan menerima di tengah lingkungan yang memiliki banyak perbedaan. Pemantapan kemampuan bertingkah laku dan berhubungan sosial baik di rumah. Berdasarkan beberapa rumusan tujuan bimbingan sosial yang telah diungkapkan dapat disimpulkan bahwa tujuan dari bimbingan sosial yaitu pemberian bantuan kepada siswa agar memiliki kemampuan untuk mengatasi kesulitan di dalam memahami lingkungan baik lingkungan sekolah. sopan santun serta nilai-nilai agama. dilandasi oleh rasa kebangsaan yang tinggi serta diiringi dengan adanya rasa toleransi. Aspek-aspek bimbingan dan konseling sosial secara rinci diuraikan sebagai berikut: a. 141 . dan produktif (Prayitno. sekolah. tidak mau menang sendiri. dan produktif agar mudah dimengerti oleh orang yang mendengar. harmonis. sopan-santun. dan kebiasaan yang berlaku ditengah masyarakat. tanggung jawab kemanusiaan.

Sedangkan menurut Hallen (2005: 73) menyatakan materi dalam bimbingan sosial: meliputi: (1) pengembangan dan pemantapan kemampuan berkomunikasi baik melalui ragam lisan maupun tulisan secara efektif. baik di sekolah yang sama. pemahaman dan pemantapan tentang peraturan. Pengenalan. dan produktif dengan teman sebaya. baik di rumah. (2) pengembangan kemampuan bertingkah laku dan berhubungan sosial. baik di rumah. kreatif dan produktif. sopan santun. di sekolah lain. (2) pemantapan kemampuan menerima dan menyampaikan pendapat. adat istiadat. (3) kebiasaan di lingkungan masyarakat yang meliputi: cara bertingkah laku. baik melalui ragam lisan maupuntulisan secara efektif. pemahaman dan pemantapan tentang peraturan. maupun di masyarakat dengan menjunjung tinggi tata 142 . di sekolah yang lain. maupun di masyarakat pada umumnya. (4) pengenalan. sosial dan budaya. dan di masyarakat. diluar sekolah maupun dimasyarakat pada umumnya. harmonis dan produktif dengan teman sebaya. baik di sekolah yang sama. Orientasi tentang hidup berkeluarga. di sekolah yang lain. hukum dan tata krama yang berlaku di lingkungan masyarakat. (4) pemantapan hubungan yang dinamis. di sekolah maupun di masyarakat dengan menjunjung tinggi tata krama. e. tata krama. (5) pemantapan kemampuan menerima dan mengemukakan pendapat serta berargumentasi secara dinamis. baik di sekolah yang sama. dan (6) orientasi tentang hidup berkeluarga. peraturan dan kebiasaan yang berlaku. dan (6) orientasi tentang hidup berkeluarga. sopan santun dan disiplin di sekolah sendiri maupun di sekolah lain. 2. dan (7) hak dan kewajiban sebagai anggota sekolah dan masyarakat. kreatif dan produktif. rumah dan lingkungan serta upaya dan kesadaran untuk melaksanakannya secara dinamis dan bertanggung jawab. di sekolah. c. sopan santun. Pengembangan dan pemantapan hubungan yang dinamis. baik di rumah. Pemantapan kemampuan menerima dan mengemukakan pendapat serta argumentasi secara dinamis. nilai-nilai sosial. baik di sekolah yang sama. Pengembangan kemampuan bertingkah laku dan berhubungan sosial. (3) pemantapan kemampuan bertingkah laku dan berhubungan sosial. (2) kemampuan memecahkan masalah dan mengambil keputusan. di sekolah maupun dimasyarakat dengan menjunjung tinggi tata karma. SMP.baik ragam lisan maupun tulisan. Pengembangan dan pemantapan kemampuan dan berkomunikasi. harmonis. b. maupun di masyarakat pada umumnya. (5)pemantapan pemahaman kondisi dan peraturan seolah serta upaya pelaksanaannya secara dinamis dan bertanggung jawab. rumah dan lingkungan. maupun di masyarakat luas dengan menjunjung tinggi tata krama. kondisi dan tuntutan sekolah. di sekolah lain. serta upaya dan kesadaran untuk melaksanakannya secara dinamis dan bertanggung jawab. peraturan dan kebiasaan yang berlaku. di luar sekolah. harmonis dan produktif dengan teman sebaya. Pengembangan kemampuan bertingkah laku dan berhubungan sosial. (5) hubungan yang dinamis. d. Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa materi dalam bimbingan sosial meliputi: (1) kemampuan berkomunikasi. baik di rumah. adat. Pokok-pokok dalam bimbingan sosial adalah sebagai berikut: a. adat. Secara lebih rinci pokok-pokok materi bidang layanan Bimbingan dan konseling sosial untuk jenjang SD. sopan santun serta nilai-nilai agama. kondisi dan tuntutan sekolah. SMA di bedakan sebagai berikut: a. serta nilai-nilai agama. f. kebiasaan. di luar sekolah maupun di masyarakat pada umumnya. Pengembangan kemampuan berkomunikasi baik melalui ragam lisan maupun tulisan secara efektif. (6) pengenalan dan manfaat lingkungan yang lebih luas seperti: lingkungan fisik. Bidang Bimbingan Sosial: Sekolah Dasar 1. (3) pengembangan dan pemantapan hubungan yang dinamis. di luar sekolah. (4) pengenalan dan pemahaman norma agama. harmonis. di sekolah. dan produktif dengan teman sebaya.

harmonis dan produktif dengan teman sebaya. atau lihat kamus/ensiklopedi. hukum. adat istiadat. serta kesadaran untuk melaksanakannya. rumah. baik lisan maupun tulisan secara efektif. baik di sekolah yang sama. baik di rumah. Pemantapan sikap dan kebiasaan serta pengembangan wawasan dan beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Bidang Bimbingan Sosial: Sekolah Lanjutan Tingkat Atas 1. Pemantapan kemampuan bertingkah laku dan berhubungan sosial. sopan santun. C. Pengembangan hubungan yang harmonis dengan teman sebaya di dalam dan di luar sekolah serta di masyarakat pada umumnya. Pemantapan hubungan yang dinamis. para peserta diharapkan mengikuti langkah-langkah berikut: 1. 3. Lembar Kegiatan Untuk memperoleh pemahaman yang mendalam pada bab ini. 3. atau cari penjelasannya di buku-buku psikologi dan/atau bimbingan dan konseling. Pengenalan dan pemahaman peraturan dan tuntutan sekolah. Orientasi tentang hidup berkeluarga. c. Latihan 1. dan kebiasaan yang berlaku. nilai-nilai agama.karma. b. untuk berdiskusi tentang kegiatan bimbingan dan konseling sosial di sekolah. sopan santun serta nilai-nilai agama. adat-istiadat. adat istiadat. Pemantapan pemahaman tentang peraturan. Pengembangan hubungan yang dinamis dan harmonis serta produktif dengan teman sebaya. 3. D. 4. dosen atau instruktur. di tempat latihan/kerja maupun masyarakat luas dengan menjunjung tinggi tata karma. 6. 4. 3. baik di rumah. lingkungan. Pemantapan kemampuan berkomunikasi. 2. Pemantapan kemampuan menerima dan mengemukakan pendapat serta berargumentasi secara dinamis kreatif dan produktif. 143 . Pemahaman dan pengamalan disiplin dan peraturan sekolah. Berlatihlah merumuskan pengertian yang saudara jumpai dalam buku ajar ini dengan kalimat saudara sendiri sejauh tidak menyimpang dari maksud kalimat dalam buku ajar ini. 2. 2. peraturan dan kebiasaan yang berlaku. 2. Peserta pelatihan diminta membentuk kelompok yang terdiri atas 4-5 anggota. 5. bisa pula download dari internet. Pelajari bab ini baik-baik. ilmu. jika perlu tanyakan kepada teman sejawat. Peserta pelatihan diminta membuat materi layanan BK Sosial sesuai dengan jenjang sekolah yang dibimbingnya. 3. Peserta pelatihan diajak diskusi untuk mengidentifikasi contoh-contoh materi bimbingan sosial yang ada dalam setiap jenjang pendidikan. maupun di masyarakat dengan menjunjung tinggi tata karma. Bidang Bimbingan Sosial: Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama 1. di sekolah. Cermati beberapa istilah penting yang ada di dalamnya. kondisi dan sekolah sebagai upaya pelaksanaannya secara dinamis dan bertanggungjawab. 4. sopan santun serta nilai-nilai agama. di sekolah. Pengembangan kemampuan bertingkah laku dan berhubungan sosial. siapkan pula alat tulis berupa spidol warna atau stabilo untuk menandai hal-hal yang penting. di sekolah lain dan di luar sekolah maupun masyarakat pada umumnya. hukum dan kebiasaan yang berlaku.

baik di rumah. 3. dan warga lingkungan sosial yang lebih luas yang dilandasi budi pekerti luhur dan tanggung jawab sosial. adat istiadat.E. mendapatkan kelompok sosial untuk memecahkan masalah tertentu memperoleh penyesuaian dalam kehidupan keluarga dan masyarakat serta meningkatkan pengetahuan yang terkait dalam persoalan-persoalan yang berhubungan dengan lingkungan sosial. Materi bimbingan sosial secara umum adalah pengembangan kemampuan bertingkah laku dan berhubungan sosial. sopan santun serta nilai-nilai agama. dan kebiasaan yang berlaku. sekolah. Berikan contoh materi layanan pribadi yang dapat digunakan dalam pelaksanaan Bimbingan kelompok! Beri penjelasan! 144 . memperoleh persahabatan yang sesuai. F. maupun di masyarakat dengan menjunjung tinggi tata krama. 2. terutama dalam hal tata cara pergaulan yang dilandasi dengan budi pekerti yang luhur dan bertanggung jawab. Tujuan bimbingan sosial yang telah diungkapkan dapat disimpulkan bahwa tujuan dari bimbingan sosial yaitu pemberian bantuan kepada siswa agar memiliki kemampuan untuk mengatasi kesulitan di dalam memahami lingkungan baik lingkungan sekolah. Rangkuman 1. keluarga dan masyarakat dalam berperan dalam kehidupan kelompok. apa tujuan dari bidang layanan sosial yang dapat digunakan dalam pelaksanaan layanan konseling kelompok? 2. Bimbingan dan konseling sosial adalah bidang pelayanan BK yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai serta mengembangkan kemampuan hubungan sosial yang sehat dan efektif dengan teman sebaya. Menurut anda. Tes Formatif 1. anggota keluarga.

kecerdasan. bimbingan sosial. Adapun indikatornya. sikap dan kebiasaan belajar yang baik untuk menguasai pengetahuan dan keterampilan serta menyiapkannya melanjutkan pendidikan pada tingkat yang lebih tinggi. (4) bantuan kepada siswa agar mempunyai sikap dan kebiasaan belajar yang baik termasuk cara belajar yang tepat atau cara mengatasi kesulitan belajar. Selain itu juga untuk pemantapan disiplin belajar dan berlatih. (3) pengenalan dan pengembangan poternsi diri secara fisik dan psikis menyangkut beberapa hal antara lain kondisi fisik siswa. Prayitno dan Amti (2004: 279) menyatakan bahwa bimbingan belajar adalah salah satu bentuk bimbingan yang diselenggarakan di sekolah. Bimbingan belajar sangat berguna sekali untuk peserta didik dalam pemantapan sikap dan kebiasaan belajar yang efektif dan efisien serta produktif. emosi dan motivasi untuk melakukan kegiatan belajar serta faktor luar siswa yang mempengaruhi kegiatan belajar. Mugiarso (2009: 53) menjelaskan bimbingan belajar adalah bantuan dari pembimbing pada siswa agar dapat mengembangkan diri. Pengalaman menunjukkan bahwa kegagalan-kegagalan yang dialami siswa dalam belajar tidak selalu disebabkan oleh kebodohan atau rendahnya intellegensi. Uraian Materi 1. bakat. mengembangkan dan memanfaatkan potensi diri siswa baik fisik maupun psikis yang berkaitan dengan kegiatan belajarnya. baik dalam mencari informasi dari berbagai sumber belajar. namun seringkali kegagalan itu terjadi karena siswa kurang maksimal dalam mendapatkan bimbingan belajar di sekolah. Menjelaskan pengertian bimbingan dan konseling belajar 2. Menjelaskan materi dalam bimbingan belajar 4. minat. Berdasarkan pengertian di atas dapat ditemukan unsur-unsur penting sebagai berikut: (1) bimbingan belajar merupakan salah satu bagian dari empat bidang bimbingan yang meliputi bimbingan pribadi. dan menjalani program penilaian hasil belajar. dapat mengembangkan keterampilan belajarnya.BAB V BIMBINGAN DAN KONSELING BELAJAR A. dan membentuk kebiasaan-kebiasaan belajar dengan sistematik dan konsisten dan dapat mencapai prestasi semaksimal mungkin sesuai dengan potensi dan kemampuan yang ada pada dirinya atau bisa pula dikatakan bahwa bimbingan dan konseling belajar merupakan 145 . Menjelaskan pelaksanaan bimbingan belajar 5. Pengertian bimbingan dan konseling belajar Menurut Sukardi (2008: 4) bimbingan belajar adalah bimbingan dalam hal menemukan cara belajar yang tepat dalam memilih program studi dan dalam mengatasi kesukaran-kesukaran yang timbul berkaitan dengan tuntutan-tuntutan belajar di suatu institusi pendidikan. peserta pelatihan dapat: 1. (2) bimbingan belajar merupakan bantuan kepada siswa untuk mengenal. mengerjakan tugas-tugas pelajaran. Menjelaskan tujuan bimbingan dan konseling belajar 3. Menjelaskan tahap-tahap bimbingan belajar B. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa bimbingan belajar adalah suatu proses layanan bantuan dari pembimbing kepada peserta bimbing dalam memecahakan kesulitan yang berhubungan dengan masalah belajar baik di sekolah maupun di luar sekolah agar peserta bimbing dapat menyesuaikan diri dalam situasi belajarnya. baik secara mandiri maupun berkelompok. bimbingan karir dan bimbingan belajar. bersikap terhadap guru dan nara sumber lainnya. memahami. Kompetensi dan Indikator Para peserta pelatihan dapat memahami bimbingan dan konseling belajar secara utuh dan menyeluruh.

sehingga setiap siswa dapat belajar dengan efisien sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Santoso (1988: 28) menjelaskan bahwa tujuan bimbingan belajar sebagai berikut: agar peserta didik dapat berkonsentrasi dalam belajar. 2. kecerdasan. dan berusaha memperoleh informasi tentang berbagai hal dalam rangka mengembangkan wawasan yang lebih luas. menunjukkan cara untuk menyusun suatu karangan ilmiah atau karya tulis. memberikan informasi (saran dan petunjuk) bagi yang memanfaatkan perpustakaan. Tujuan bimbingan dan konseling belajar Menurut Ahmadi (2004:111) tujuan bimbingan belajar adalah membantu siswa untuk mendapatkan penyesuaian yang baik di dalam situasi belajar. menunjukkan cara mencatat dan mendengarkan sewaktu menerima pelajaran. membuat tugas sekolah dan mempersiapkan diri dalam ulangan dan ujian. menggunakan kamus. pemahaman tentang pemanfaatan perpustakaan. memiliki kesiapan mental dan kemampuan untuk menghadapi ujian. orientasi belajar di perguruan tinggi. menentukan pembagian waktu dan perencanaan jadwal belajar. baik secara mandiri maupun berkelompok. serta produktif. pengembangan kemampuan membaca dan menulis (meringkas) secara cepat. mengejakan tugas dan mengembangkan keterampilan 146 . memiliki keterampilan untuk menetapkan tujuan dan perencanaan pendidikan. memantapkan diri dalam memperdalam pelajaran tertentu. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa tujuan bimbingan belajar adalah membantu peserta bimbing agar dapat menyesuaikan diri dalam situasi belajarnya. menunjukkan cara-cara mempelajari sesuatu dan menggunakan buku pelajaran. pemantapan sikap dan kebiasaan belajar yang efektif. menentukan pembagian waktu dan perencanaan jadwal belajarnya. citacita. mencatat pelajaran. Untuk lebih jelasnya tujuan bimbingan belajar dirinci sebagai berikut: mencarikan cara-cara belajar yang efisien dan efektif bagi seorang anak atau kelompok anak. dan mempersiapkan diri menghadapi ujian. dan mencapai perkembangan yang optimal. pemanfaatan kondisi (fisik. efisien. mengerjakan tugas-tugas. memiliki keterampilan dan teknik belajar yang efektif seperti keterampilan membaca buku. menunjukkan bagaimana cara belajar atau mempelajari bahasa asing. baik dalam mencari informasi dari berbagai sumber belajar. menunjukkan cara-cara menghadapi kesulitan dalam bidang studi tertentu. disiplin dalam belajar. Yusuf dan Nurihsan (2006: 15) mengemukakan bahwa tujuan bimbingan belajar adalah sebagai berikut: memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang positif. Menurut Sukardi (2008) mengatakan bahwa materi bimbingan belajar adalah sebagai berikut: pemantapan sistem belajar dan berlatih. dan kondisi fisik atau kesehatannya. memiliki motif yang tinggi untuk belajar sepanjang hayat. 3.bidang pelayanan yang membantu peserta didik mengembangkan kemampuan belajar dalam rangka mengikuti pendidikan sekolah/madrasah dan belajar secara mandiri. memilih pelajaran tambahan baik yang berhubungan dengan pelajaran di sekolah maupun untuk pengembangan bakat dan karirnya di masa depan. sosial. minat. dan budaya) bagi pengembangan pengetahuan. memilih suatu bidang studi (mayor atau minor) sesuai dengan bakat. pemahaman tentang hasil teknologi bagi pengembangan ilmu pengetahuan. bersikap terhadap guru dan nara sumber lainnya. mempunyai perhatian terhadap semua pelajaran dan aktif mengikuti semua kegiatan belajar yang diprogramkan. memberikan informasi mengenai kondisi-kondisi yang baik untuk belajar. pemantapan penguasaan materi pelajaran sekolah berupa remedial atau pengayaan. Materi dalam bimbingan belajar Secara rinci materi pokok bimbingan belajar antara lain menurut Rahman (2003: 42) sebagai berikut: pemantapan sikap dan kebiasaan belajar secara efektif dan efisien. seperti membuat jadwal belajar. dapat mengembangkan keterampilan belajarnya dan membentuk kebiasaan-kebiasaan belajar dengan sistematik dan konsisten dan dapat mencapai prestasi semaksimal mungkin sesuai dengan potensi dan kemampuan yang ada pada dirinya. seperti kebiasaan membaca buku.

Pelaksanaan bimbingan dan konseling belajar Pelaksanaan bimbingan belajar dilakukan dengan langkah-langkah umum sebagai berikut: a. mengembangkan keterampilan belajar. c. budaya yang ada di lingkungan sekitar dan masyarakat untuk pengembangan pengetahuan dan keterampilan serta pengembangan diri. Pengembangan sikap dan kebiasaan belajar yang baik dalam mendapatkan informasi dari berbagai sumber. Melakukan bimbingan dalam bentuk bantuan. baik secara mandiri maupun kelompok. Menetapkan cara-cara yang akan digunakan untuk melakukan bimbingan kepada siswa yang di anggap konsisten dengan masalah dan faktor penyebabnya. Mengembangkan penguasaan materi program belajar di Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama. Bidang Bimbingan Belajar: Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama 1. dengan cara membandingkan nilai setiap siswa dengan nilai batas lulus kelompok. Orientasi belajar di Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama. dan menjalani program penilaian. g. d. Melakukan penilaian dengan teknik tertentu untuk mengetahui sampai dimanan tingkat keberhasilan bimbingan yang telah dilaksanakan dan bagaimana tindak lanjutnya. Bidang Bimbingan Belajar: Sekolah Dasar 1. f. 2. dalam bersikap terhadap guru dan siswa yang terkait. baik secara mandiri maupun berkelompok. orientasi di Perguruan Tinggi. serta dalam menjalani program penilaian. Pengembangan sikap dan kebiasaan belajar untuk mencari informasi dan berbagai sumber. yang selanjutnya berusaha menemukan dan merumuskan masalah yang paling terasakan bagi siswa. mengidentifikasi letaknya masalah dengan cara melihat 147 . mengikuti pelajaran seari-hari. arahan. pemantapan pemahaman dan pemanfaatan kondisi fisik. 4. 4. Memisahkan siswa yang telah dibimbing dan mengembalikannya ke dalam kelas semula. gerakan. Menumbuhkan disiplin belajar dan berlatih. nasihat. mengerjakan tugas. dan mengembangkan keterampilan. dan sebagainya sesuai dengan cara-cara yang telah ditetapkan sebelumnya. Kedua. Melakukan penjajakan berbagai masalah atau kesulitan yang sedang dihadapi oleh para siswa. sosial. e. b. pemantapan penguasaan materi program belajar di sekolah sesuai dengan perkembangan ilmu teknologi dan kesenian. dan menerima laporan dari setiap guru atau wali kelas tentang aktivitas belajar.dan menjalani program penilaian. dan pengayaan. SMA di bedakan sebagai berikut: a. Yusuf dan Nurihsan (2006:224) langkah-langkah bimbingan belajar yang pertama adalah mengidentifikasi kasus. petunjuk. Pemantapan dan pengembangan penguasaan materi pelajaran di sekolah dasar. 3. Melakukan studi tentang berbagai faktor penyebab terjadinya masalah atau kesulitan yang selanjutnya menetapkan satu atau beberapa faktor yang diduga paling determinan terhadap terjadinya masalah atau kesulitan tersebut. 2. b. Secara lebih rinci pokok-pokok materi bidang layanan Bimbingan dan konseling belajar untuk jenjang SD. Mengembangkan pemahaman dan 4. peningkatan keterampilan belajar. Pengembangan disiplin belajar dan berlatih. mengerjakan tugas. Jadi materi bimbingan belajar meliputi kegiatan peningkatan motivasi belajar. pengembangan dan pemanfaatan lingkungan sekitar untuk belajar. perbaikan. bersikap terhadap guru dan nara sumber lainnya. SMP. 3. Siswa sendiri yang memecahkan masalah atau kesulitan yang sedang dialaminya. baik sebagai individu maupun sebagai kelompok. pengembangan sikap dan kebiasaan belajar yang baik.

Kemudian setiap kelompok melaporkan hasil diskusinya. dan (5) Analisis hasil belajar atau karya c) Upaya membantu siswa yang mengalami masalah belajar Siswa yang mengalami masalah belajar perlu mendapatkan bantuan agar masalahnya tidak berlarut-larut yang nantinya dapat mempengaruhi proses belajar siswa. mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kesulitan belajar (diagnosis). 3) Sangat lambat dalam belajar. Menurut Oemar Hamalik (2009:199) tahapnya adalah. (5) Siswa sendiri yang memecahkan masalah atau 148 . Beberapa upaya yang dapat dilakukan adalah dengan (1) pengajaran perbaikan. yang pada umumnya dapat digolongkan atas: 1) Keterlambatan akademik. Keempat. b) Pengungkapan sebab-sebab timbulnya masalah belajar Siswa yang mengalami masalah dalam belajar dapat dikenali melalui: (1) Tes hasil belajar. (4) Melakukan bimbingan dalam bentuk bantuan. arahan. (4) Skala sikap dan kebiasaan belajar. Salah satu jenis kegiatan yang perlu dilakukan sebagai wujud menyelenggarakan bimbingan terhadap siswa adalah bimbingan belajar. Faktor-faktor penyebab ini dapat diklasifikasikan ke dalam dua faktor. (3) Menetapkan cara-cara yang akan digunakan untuk melakukan bimbingan kepada siswa yang dianggap konsisten dengan masalah dan faktor penyebabnya. mengatur tempat duduk. membentuk kelompok diskusi (memilih pemimpin diskusi. 5) Berkebiasaan buruk dalam belajar. Tahap-tahap Bimbingan Belajar. dan memperhatikan waktu untuk diskusi). atau dapat juga ditanggapi oleh kelompok lain. petunjuk. Santoso (1988: 82) menguraikan langkah-langkah bimbingan belajar yang dapat ditempuh oleh konselor dalam menggunakan teknik diskusi adalah sebagai berikut: konselor mengemukakan masalah yang akan didiskusikan. Menurut Prayitno dan Erman Amti (2004: 279) mengemukakan bahwa tahapan bimbingan belajar dilaksanakan melalui tiga tahap. prognosis yaitu mengambil kesimpulan dan keputusan serta meramalkan kemungkinan penyembuhannya. treatment merupakan pemberian layanan bantuan sesuai dengan prognosis yang telah dilakukan. yaitu internal (yang berasal atau bersumber dari diri siswa itu sendiri) dan eksternal (yang bersumber dari luar atau lingkungan). (4) pengembangan sikap dan kebiasaan belajar yang efektif. dapat diwakilkan oleh sekretaris atau wakil yang lain. (2) Melakukan study tentang berbagai faktor penyebab terjadinya masalah atau kesulitan yang selanjutnya menetapkan satu atau beberapa faktor yang diduga paling determinan terhadap terjadinya masalah atau kesulitan tersebut. Kelima. 2) Ketercepatan dalam belajar. Hasil ini perlu dijelaskan atau diberi ulasan oleh konselor. Ketiga. dan sebagainya sesuai dengan cara-cara yang telah ditetapkan sebelumnya. pada saat peserta bimbing berdiskusi dalam kelompoknya masing-masing. dan melihat ruang lingkup atau bahan ajar mana yang belum dikuasai. gerakan. (3) Tes Diagnostik. Bimbingan belajar merupakan salah satu bentuk bimbingan yang penting diselenggarakan disekolah khusus disekolah menengah. yang selanjutnya berusaha menemukan dan merumuskan masalah yang paling terasakan bagi siswa. (1) Melakukan penjajakan berbagai masalah atau kesulitan yang sedang dihadapi oleh para siswa. yaitu sebagai berikut : a) Pengenalan siswa yang mengalami kesulitan belajar Masalah belajar mempunyai bentuk yang ragam. (3) peningkatan motovasi belajar.kawasan tujuan belajar mana yang belum tercapai. nasihat. (2) kegiatan pengayaan. konselor memberikan dorongan agar setiap peserta bimbing dapat berperan aktif dan menjaga ketertiban. 4) Kurang motivasi dalam belajar. 5. (2) Tes kemampuan dasar. baik sebagai individu maupun kelompok. sekretaris.

Peserta pelatihan diminta membuat materi layanan BK Belajar sesuai dengan jenjang sekolah yang dibimbingnya. bisa pula download dari internet. mencari tau mengenai berbagai faktor yang menyebabkan siswa mengalami masalah belajar. 3. 2. dapat mengembangkan keterampilan belajarnya. (7) Melakukan penilaian dengan teknik tertentu untuk mengetahui sampai di mana tingkat keberhasilan bimbingan yang telah dilaksanakan dan bagaimana tindak lanjutnya. Cermati beberapa istilah penting yang ada di dalamnya. dosen atau instruktur. untuk berdiskusi tentang kegiatan bimbingan dan konseling belajar di sekolah. memberikan informasi (saran dan petunjuk) bagi yang memanfaatkan perpustakaan. Peserta pelatihan diminta membentuk kelompok yang terdiri atas 4-5 anggota. 2. E. 149 . dan membentuk kebiasaan-kebiasaan belajar dengan sistematik dan konsisten dan dapat mencapai prestasi semaksimal mungkin sesuai dengan potensi dan kemampuan yang ada pada dirinya atau bisa pula dikatakan bahwa bimbingan dan konseling belajar merupakan bidang pelayanan yang membantu peserta didik mengembangkan kemampuan belajar dalam rangka mengikuti pendidikan sekolah/madrasah dan belajar secara mandiri. menunjukkan cara-cara mempelajari sesuatu dan menggunakan buku pelajaran.kesulitan yang sedang dialaminya. D. Tujuan bimbingan belajar dirinci sebagai berikut: mencarikan cara-cara belajar yang efisien dan efektif bagi seorang anak atau kelompok anak. dan kondisi fisik atau kesehatannya. dari pendapat para ahli diatas terdapat kesamaan mengenai tahapan dalam melakukan bimbingan. menunjukkan cara-cara menghadapi kesulitan dalam bidang studi tertentu. siapkan pula alat tulis berupa spidol warna atau stabilo untuk menandai hal-hal yang penting. cita-cita. memilih pelajaran tambahan baik yang berhubungan dengan pelajaran di sekolah maupun untuk pengembangan bakat dan karirnya di masa depan. atau cari penjelasannya di buku-buku psikologi dan/atau bimbingan dan konseling. Berlatihlah merumuskan pengertian yang saudara jumpai dalam buku ajar ini dengan kalimat saudara sendiri sejauh tidak menyimpang dari maksud kalimat dalam buku ajar ini. kecerdasan. dan memberikan bimbingan untuk membantu siswa itu dalam menyelesaikan masalah belajarnya. Latihan 1. memilih suatu bidang studi (mayor atau minor) sesuai dengan bakat. D. para peserta diharapkan mengikuti langkah-langkah berikut: 1. Dari pendapat diatas maka dapat disimpulkan mengenai tahapan bimbingan yaitu mencari siswa yang sedang mengalami masalah atau kesulitan belajar. jika perlu tanyakan kepada teman sejawat. minat. membuat tugas sekolah dan mempersiapkan diri dalam ulangan dan ujian. 3. atau lihat kamus/ensiklopedi. Lembar Kegiatan Untuk memperoleh pemahaman yang mendalam pada bab ini. Dalam melakukan bimbingan perlu adanya suatu tahapan yang harus dilakukan agar proses bimbingan itu berjalan sesuai dengan apa yang diinginkan. Peserta pelatihan diajak diskusi untuk mengidentifikasi contoh-contoh materi bimbingan belajar yang ada dalam setiap jenjang pendidikan. Rangkuman Bimbingan belajar adalah suatu proses layanan bantuan dari pembimbing kepada peserta bimbing dalam memecahakan kesulitan yang berhubungan dengan masalah belajar baik di sekolah maupun di luar sekolah agar peserta bimbing dapat menyesuaikan diri dalam situasi belajarnya. (6) Memisahkan siswa yang telah dibimbing dan mengembalikannya kedalam kelas semula. menentukan pembagian waktu dan perencanaan jadwal belajarnya. Pelajari bab ini baik-baik.

Menurut anda. pengembangan sikap dan kebiasaan belajar yang baik. peningkatan keterampilan belajar.Materi bimbingan belajar meliputi kegiatan peningkatan motivasi belajar. Dalam melakukan bimbingan perlu adanya suatu tahapan yang harus dilakukan agar proses bimbingan itu berjalan sesuai dengan apa yang diinginkan. Tes Formatif 1. mencari tau mengenai berbagai faktor yang menyebabkan siswa mengalami masalah belajar. Tahapan bimbingan yaitu mencari siswa yang sedang mengalami masalah atau kesulitan belajar. F. dan memberikan bimbingan untuk membantu siswa itu dalam menyelesaikan masalah belajarnya. apa tujuan dari bidang layanan belajar yang dapat digunakan dalam pelaksanaan Bimbingan klasikal? 2. pengembangan dan pemanfaatan lingkungan sekitar untuk belajar. Berikan contoh materi layanan belajar yang dapat digunakan dalam pelaksanaan Bimbingan kelompok! Beri penjelasan! 150 . dari pendapat para ahli diatas terdapat kesamaan mengenai tahapan dalam melakukan bimbingan.

Menjelaskan prinsip bimbingan karir 5. Sedangkan Lois-ellen Datta dan Corinne H. Menjelaskan materi bimbingan karir B. Menjelaskan tujuan bimbingan dan konseling karir 3. perencanaan dan pengembangan karir. teknik-teknik. Kompetensi dan Indikator Para peserta pelatihan dapat memahami bimbingan dan konseling karir secara utuh dan menyeluruh. pemahaman kondisi lingkungan.BAB VI BIMBINGAN DAN KONSELING KARIR A. 2010:122) adalah suatu proses untuk membantu pribadi guna mengembangkan penerimaan kesatuan dan gambaran diri serta perananya dalam dunia kerja. Menjelaskan fungsi-fungsi bimbingan karir 4. serta mengembangkan ketrampilan-ketrampilan mengambil keputusan sehingga yang bersangkutan dapat menciptakan dan mengelola perkembangan karirnya. dalam memilih lapangan pekerjaan atau jabatan/ profesi tertentu serta membekali diri supaya siap memangku jabatan itu dan dalam menyesuaikan diri dengan berbagai tuntutan dari lapangan pekerjaan yang telah dimasuki. Dalam bimbingan karir harus memperhatikan perkembangan anak didik yang menuntut kemampuan melaksanakan tugas-tugas perkembangan. atau layanan-layanan yang dimaksudkan untuk membantu individu memahami dan berbuat atas dasar pengenalan diri dan pengenalan kesempatankesempatan dalam kerjaan. memahami proses pengambilan keputusan. maupun perolehan pengetahuan dalam keterampilan yang akan membantu dirinya memasuki sistem kehidupan sosial yang terus berubahubah. Bimbingan karir dilaksanakan di 151 . dan penyelesaian masalah-masalah karir. pemahaman kondisi dan kemampuan diri. Menurut Herr (dalam Marsudi. Lebih lanjut dengan layanan bimbingan karir individu mampu menentukan dan mengambil keputusan secara tepat dan bertanggung jawab atas keputusan yang diambilnya sehingga mereka mampu mewujudkan dirinya secara bermakna. Lebih lanjut Winkel dan Hastuti (2005: 114) mengemukakan bahwa bimbingan karir adalah bimbingan dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia pekerjaan. peserta pelatihan dapat: 1.Super (dalam Marsudi. maupun keterampilan individu dalam mewujudkan konsep diri yang positif. mengembangkan masa depannya yang sesuai dengan bentuk kehidupannya yang diharapkan. tugas perkembangan bagi siswa disekolah sebagai calon tenaga kerja ialah memilih lapangan kerja yang sesuai dengan potensi-potensi yang dimilikinya. mengenal dunia kerjanya. Menjelaskan pengertian bimbingan dan konseling karir 2. Bimbingan karir terkait dengan perkembangan kemampuan kognitif. Rieder (dalam Sukardi 1984:96) berpendapat bahwa bimbingan karir dapat diartikan sebagai suatu perkembangan dari pengetahuan. kemampuan umum dan kemampuan khusus guna membantu individu-individu dan kelompok-kelompok untuk memperoleh kemajuan dalam pekerjaan serta dalam merencanakan karir. penyesuaian pekerjaan. 2010:121) Bimbingan karir adalah proses-proses. Uraian Materi 1. Adapun indikatornya. seperti pemahaman tentang jabatan dan tugas-tugas kerja. dan waktu luang. Pengertian bimbingan dan konseling karir Yusuf dan Nurihsan (2008: 12) menyatakan bahwa bimbingan karir merupakan upaya bantuan terhadap individu agar dapat mengenal dan memahami dirinya. pengembangan. Bimbingan karir menurut Donald E. pendidikan. afektif. dan penyelesaian masalah-masalah karir yang dihadapi. Lebih dalam lagi Nurihsan(2006 :16) juga berpendapat Bimbingan karir yaitu bimbingan untuk membantu individu dalam perencanaan.

e. dengan cara mengenali cirriciri pekerjaan. minat. asal bermakna bagi dirinya. Dengan bimbingan karir ini siswa dibantu agar memperoleh pemahaman diri. lingkungan sosiopsikologis pekerjaan. Siswa dapat mengembangkan sikap dan nilai diri sendiri dalam menghadapi pilihan lapangan kerja serta dalam persiapan memasukinya. 2. Meningkatkan pengetahuan siswa tentang dunia kerja. Bimbingan karir disekolah adalah salah satu usaha untuk memecahkan masalah karir. c. dan kesejahteraan kerja. tanpa merasa rendah diri. lingkungannya dan dunia kerja. kemampuan (persyaratan) yang dituntut. 6) Mengenal keterampilan. Dari uraian diatas dapat disimpulkan Bimbingan Karir adalah suatu layanan pemberian bantuan oleh guru pembimbing kepada individu untuk dapat mengenal dunia karir. mengetahui jenis-jenis pendidikan dan latihan yang diperlukan bagi suatu bidang tertentu. yaitu kecenderungan arah karir. Oleh karena itu. Siswa menguasai ketrampilan dasar yang penting dalam pekerjaan terutama kemampuan berkomunukasi. dan apakah dia berminat terhadap pekerjaan tersebut. dan citacitanya. Secara khusus menurut Sukardi (2000: 42) bimbingan karir dilaksanakan di sekolah bertujuan antara lain : a. yaitu merancang kehidupan secara rasional untuk memperoleh peran-peran yang sesuai dengan minat. 3) Mengetahui berbagai jenis pekerjaan yang berhubungan dengan potensi yang ada dalam dirinya. dan sesuai dengan norma agama. bekerja sama. Jadi bimbingan dan konseling karir yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai informasi. 5) Dapat membentuk pola-pola karir. serta memahami hubungan usaha dirinya yang sekarang dengan masa depannya. sikap. d. 3) Memiliki kemampuan untuk membentuk identitas karir. Dalam arti mau bekerja dalam bidang pekerjaan apapun. Tujuan bimbingan karir Menurut Yusuf dan Nurihsan ( 2008: 15-16) tujuan bimbingan karir sebagai berikut : 1) Memiliki pemahaman diri (kemampuan dan minat) yang terkait dengan pekerjaan 2) Memiliki sikap positif terhadap dunia kerja. berprakasa dan sebagainya. terutama yang berkaitan dengan potensi yang ada dalam dirinya mengenai kemampuan. 152 . 4) Memiliki kemampuan merencanakan masa depan. maka ia senantiasa harus mengarahkan dirinya kepada kegiatan-kegiatan yang relevan dengan karir keguruan tersebut. agar dapat mengarahkan dirinya ke suatu bidang pekerjaan yang sesuai selaras dengan dirinya dan kebutuhan masyarakat. mengenal bakat minat sesuai karir. Walgito (2004: 202-203) berpendapat tujuan dari bimbingan karir adalah untuk membantu para siswa agar: 1) Dapat memahami dan menilai dirinya sendiri. Meningkatkan pengetahuan siswa tentang dirinya sendiri. bakat. 2) Menyadari dan memahami nilai-nilai yang ada dalam dirinya dan yang ada pada masyarakat. Apabila seorang siswa bercita-cita menjadi seorang guru. Siswa meningkatkan keterampilan berpikir agar mampu mengambil keputusan tentang jabatan yang sesuai dengan dirinya dan tersedia dalam dunia kerja. prospek kerja. kemampuan dan kondisi kehidupan sosial ekonomi. kemampuan dan minat. b. Keberhasilan atau kenyamanan dakam suatu karir amat dipengaruhi oleh kemampuan dan minat yang dimiliki.sekolah bertujuan agar siswa dapat meningkatkan keterampilan berfikir agar mampu mengambil keputusan tentang jabatan yang sesuai dengan diri siswa dan tersedia dalam dunia kerja. setiap orang perlu memahami kemampuan dan minatnya. serta memilih dan mengambil keputusan karir. dalam bidang pekerjaan apa dia mampu.

Seluruh siswa hendaknya mendapat kesempatan yang sama untuk mengembangkan dirinya dalam pencapaian karirnya secara tepat. Jadi dapat disimpulkan bahwa dalam layanan bimbingan karir ini bertujuan untuk membantu siswa agar mampu mengembangkan kesadaran akan perlunya penerapan yang lebih khusus dari tujuan karir. dengan maksud untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu yang berbeda. 2007: 134) Secara umum menurut Sukardi (1994: 34)prinsip-prinsip bimbingan karir di sekolah diantaranya : a. Siswa hendaknya dibantu dalam mengembangkan pemahaman yang cukup memadahi terhadap diri sendiri dan kaitannya dengan perkembangan sosial pribadi dan perencanaan pendidikan karir. Fungsi bimbingan karir Bimbingan karir sebagai satu kesatuan proses bimbingan memiliki manfaat mengarahkan diri dan menciptakan kemandirian dalam memilih karir yang sesuai dengan kemampuan siswanya. Siswa perlu diberikan pemahaman tentang dimana dan mengapa mereka berada dalam suatu alur pendidikannya. pemilihan lapangan pekerjaan atau jabatan (profesi) tertentu serta membekali diri agar siap memangku jabatan tersebut dan dalam menyesuaikan diri dengan tuntutan-tuntutan dari lapangan pekerjaan yang telah dimasuki (Tohirin. dan pendidikan adalah sebagai persiapan dalam hidup. b. yang dapat meberikan latihan persiapan untuk pekerjaan mendatang. Prinsip bimbingan karir Pada prinsipnya bimbingan karir merupakan bantuan dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia pekerjaan. 5) Siswa dapat memilih pekerjaan dari lingkup pekerjaan yang luas dan mempelajarinya secara mendalam. dan mengejar latihan lebih lanjut di perguruan tinggi atau pendidikan setelah sekolah lanjutan yang mengantarkan siswa pada kualifikasi untuk pekerjaan khusus. Setiap siswa hendaknya memahami bahwa karir itu adalah sebagai suatu jalan hidup. mengembangkan rencana-rencana yang lebih khusus guna menerapkan tujuan karir. Siswa pada setiap tahap program pendidikannya hendaknya memiliki pengalaman yang berorientasi pada karir secara berarti dan realistik. serta mencari jalan untuk dapat mengatasi hambatan-hambatan tersebut. 2) Siswa dapat membedakan antara beberapa daerah pekerjaan yang luas. Catherine D.S dalam (Marsudi. melakukan perencanaan karir untuk mencapai cita-cita pekerjaan dengan mengambil mata pelajaran yang mendukung pekerjaan. c. 153 . e. nilai) dan mampu melihat perbedaannya dengan orang lain. 6) Siswa dapat membedakan diantara banyak pekerjaan. yang disebabkan oleh dirinya sendiri dan faktor lingkungan. 3. 3) Siswa dapat membedakan bermacam-macam dunia pendidikan yang tersedia. Yusuf G.L. latihan dalam jabatan. 4) Siswa mampu mengidentifikasi keputusan mendatang yang harus ia putuskan. 4. bakat khusus. d. 2010: 124-125) mengemukakan fungsi bimbingan karir adalah: 1) Siswa dapat membedakan lebih rinci sifat-sifat kepribadiannya (kemampuan.4) Menemukan hambatan-hambatan yang mungkin timbul. minat. 5) Para siswa dapat merencanakan masa depannya. f. Siswa secara keseluruhan hendaknya dibantu untuk memperoleh pemahaman tentang hubungan antara pendidikannya dan karirnya. 7) Siswa dapat memilih atau menyelesaikan pendidikan atau latihan dengan dasar pemilihan karirnya. serta menemukan karir dan kehidupannya yang serasi atau sesuai.

diantaranya adalah : a. (2) Pemantapan orientasi dan informasi karir pada umumnya. pemahaman tentang hubungan antara pendidikan dengan karir. pengalaman yang berorientasi pada karir secara berarti dan realistis.g. dan kegiatan-kegiatan yang diharapkan dari siswa dalam pelaksanaan bimbingan karir. d. orientasi dan informasi lembaga-lembaga ketrampilan sesuai dengan pilihan kerja serta orientasi dan informasi perguruan tinggi sesuai dengan arah perkembangan karir. pemahaman bahwa karir adalah sebagai suatu jalan hidup. kesempatan untuk menguji konsep berbagai peranan dan ketrampilannya. 1997: 35) menyusun prinsip-prinsip tentang bimbingan karir disekolah. membahas pilihan program studi lanjutan. (3) Minat. e. b. Layanan penguasaan konten dalam bimbingan karir. bantuan dalam perencanaan pendidikan karir. tugas dan perkembangan remaja tentang kemampuan dan perkembangan karir. khususnya sesuai dengan karir yang hendak dikembangkan. dan Donald E. Sukardi (1997: 141) menjelaskan materi paket bimbingan karir dibagi menjadi lima topik bimbingan karir yang tiap-tiap topik dibagi lagi menjadi sub-sub topik. peranan BK serta pelacakan karir SMK. minat. perkembangan karir di masyarakat. disertai partisipasi orang tua dan kontribusi masyarakat. dan sifat kepribadiaan. 5. Menurut Wibowo (2002: 24) materi bimbingan karir adalah : a. Holland. disertai partisipasi orang tua dan kontribusi masyarakat.masing memilih kecakapan untuk sejumlah pekerjaan. kegiatan pengembangan pemahaman. yang meliputi. sikap dan kebiasaan belajar. (3) Orientasi dan informasi terhadap dunia kerja dan usaha memperoleh penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Informasi mengenai jabatan akan membantu dalam pemilihan jabatan karena informasi tersebut membantu dalam menentukan apakah pekerjaan itu dapat memenuhi kebutuhan. meliputi. Layanan informasi. meliputi. pemahaman tentang jalur pendidikan siswa. Setiap individu masing. Setiap jabatan memerlukan pola khas dari pada kemampuan. Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa prinsip-prinsip bimbingan karir di sekolah adalah memberikan kesempatan yang sama. orientasi dan informasi karir. Paket I : Pemahaman diri. merangsang perkembangan pendidikan siswa. dengan koordinasi oleh pembimbing. c. berpusat dikelas. (4) Cita-cita atau gaya hidup. dengan koordinasi oleh pembimbing. b. 154 . Materi Bimbingan Karir Prayitno (1997: 66) menjelaskan materi bimbingan karir dapat dirinci menjadi pokok-pokok berikut: (1) Pemantapan pemahaman diri berkenaan dengan kecenderungan karir yang hendak dikembangkan. c. (4) Orientasi dan informasi terhadap pendidikan yang lebih tinggi. Happock. potensi dan kemampuan. kelompok latihan dan kegiatan ekstrakurikuler yang menunjang pilihan karir. (2) Bakat. Pemilihan jabatan bermula ketika seseorang pertama kali sadar bahwa suatu pekerjaan dapat menolong memenuhi kebutuhannya. Program bimbingan karir di sekolah hendaknya berpusat di kelas. kursus-kursus serta program pilihan dalam rangka pengembangan karir. meliputi. d. Layanan orientasi. diintegrasikan secara fungsional dengan program pendidikan pada umumnya. program pengajaran perbaikan dan program pengayaan serta program pengayaan tersebut dapat diharapkan untuk memantapkan diri siswa dalam pilihan karir. terdiri atas sub topik sebagai berikut: (1) Pengantar pemahaman diri. diantaranya sebagai berikut : a. khususnya karir yang hendak dikembangkan. pelaksanaan bimbingan karir. Super (dalam Sukardi. Pekerjaan itu dipilih dengan maksud untuk memenuhi kebutuhan. Layanan penempatan.

(7) Pengembangan kemampuan manajemen dan kepemimpinan. siapkan pula alat tulis berupa spidol warna atau stabilo untuk menandai hal-hal yang penting. lingkungannya dan dunia kerja. (2) Saling mengenal dengan nilai orang lain. Paket II : Nilai-nilai. Dengan bimbingan karir ini siswa dibantu agar memperoleh pemahaman diri. terdiri atas sub topik sebagai berikut : (1) Faktor pribadi. 2. Paket IV : Hambatan dan mengatasi hambatan. para peserta diharapkan mengikuti langkah-langkah berikut: 1. terdiri atas sub topik sebagai berikut: (1) Menyusun informasi diri. serta memilih dan mengambil keputusan karir. (4) Pertentangan nilai-nilai sendiri dengan orang lain. agar dapat mengarahkan dirinya ke suatu bidang pekerjaan yang sesuai selaras dengan dirinya dan kebutuhan masyarakat. (3) Pemahaman dan pengembangan kemampuan wirausaha. terdiri atas sub topik sebagai berikut: (1) Informasi pendidikan. bisa pula download dari internet. Peserta pelatihan diminta membuat materi layanan BK Karir sesuai dengan jenjang sekolah yang dibimbingnya. Latihan 1. c. atau lihat kamus/ensiklopedi. antara lain: (1) Pemahaman tentang bakat. Dari beberpa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa materi pokok layanan bimbingan karir. (6) Pemahaman strategi mimilih sekolah dan jurusan. Jadi bimbingan dan konseling karir yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai informasi. Paket V : Merencanakan masa depan. Lembar Kegiatan Untuk memperoleh pemahaman yang mendalam pada bab ini. 3. (4) Keputusan dan rencana. (4) Pemahaman tentang berbagai macam jurusan dibidang pendidikan. untuk berdiskusi tentang kegiatan bimbingan dan konseling karir di sekolah.b. dosen atau instruktur. (4) Cara-cara mengatasi hambatan. Bimbingan karir ini bertujuan untuk membantu siswa agar mampu mengembangkan kesadaran akan perlunya penerapan yang lebih khusus dari tujuan karir. E. C. (2) Mengelola informasi diri. (3) Pertentangan nilai-nilai dalam diri sendiri. terdiri atas sub topik sebagai berikut: (1) Nilai-nilai kehidupan. (3) Mempertimbangkan alternatif. minat dan kemampuan diri berkaitan dengan karir yang akan dikembangkan. 2. (3) Manusia dan hambatan. mengembangkan rencana-rencana yang lebih khusus guna menerapkan tujuan 155 . Peserta pelatihan diminta membentuk kelompok yang terdiri atas 4-5 anggota. Berlatihlah merumuskan pengertian yang saudara jumpai dalam bahan ajar ini dengan kalimat saudara sendiri sejauh tidak menyimpang dari maksud kalimat dalam bahan ajar ini. e. Rangkuman Bimbingan Karir adalah suatu layanan pemberian bantuan oleh guru pembimbing kepada individu untuk dapat mengenal dunia karir. (2) Kekayaan daerah dan pengembangannya. 3. (5) Pengembangan kemampuan berkompetensi. (2) Faktor lingkungan. d. atau cari penjelasannya di buku-buku psikologi dan/atau bimbingan dan konseling. mengenal bakat minat sesuai karir. (2) Pemahaman tentang berbagai macam profesi sebagai alternatif pengembangan karir. Cermati beberapa istilah penting yang ada di dalamnya. (6) Bertindak atas nilai-nilai sendiri. Paket III : Pemahaman lingkungan. (5) Nilai-nilai yang bertentangan dengan kelompok atau masyrakat. D. (3) Informasi jabatan. jika perlu tanyakan kepada teman sejawat. Pelajari bab ini baik-baik. Bimbingan karir disekolah adalah salah satu usaha untuk memecahkan masalah karir. Peserta pelatihan diajak diskusi untuk mengidentifikasi contoh-contoh materi bimbingan karir yang ada dalam setiap jenjang pendidikan. (5) Merencanakan masa depan.

F. (2) Pemahaman tentang berbagai macam profesi sebagai alternatif pengembangan karir. minat dan kemampuan diri berkaitan dengan karir yang akan dikembangkan. antara lain: (1) Pemahaman tentang bakat. Menurut anda. Materi pokok layanan bimbingan karir. (5) Pengembangan kemampuan berkompetensi. melakukan perencanaan karir untuk mencapai cita-cita pekerjaan dengan mengambil mata pelajaran yang mendukung pekerjaan. dan mengejar latihan lebih lanjut di perguruan tinggi atau pendidikan setelah sekolah lanjutan yang mengantarkan siswa pada kualifikasi untuk pekerjaan khusus. (3) Pemahaman dan pengembangan kemampuan wirausaha. latihan dalam jabatan. Tes Formatif 1. Berikan contoh materi layanan karir yang dapat digunakan dalam pelaksanaan layanan penguasaan konten! Beri penjelasan! 156 . (6) Pemahaman strategi mimilih sekolah dan jurusan. (4) Pemahaman tentang berbagai macam jurusan dibidang pendidikan. apa tujuan dari bidang layanan karir yang dapat digunakan dalam pelaksanaan Bimbingan klasikal? 2. (7) Pengembangan kemampuan manajemen dan kepemimpinan.karir.

BAB VII STANDAR KOMPETENSI KEMANDIRIAN PESERTA DIDIK Standar Kompetensi Kemandirian (SKK) Peserta Didik pada Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama adalah sebagai berikut: No Tataran/Internalisasi Tujuan Akomodasi Tindakan Melakukan berbagai Landasan hidup Mengenal arti dan Berminat mempelajari kegiatan ibadah religius tujuan ibadah arti dan tujuan ibadah dengan kemauan sendiri Memahami Mengenal alasan Bertindak atas keragaman Landasan perilaku perlunya mentaati pertimbangan diri aturan/patokan dalam etis aturan/norma terhadap norma yang berperilaku dalam berperilaku berlaku konteks budaya Memahami Mengekspresikan Mengenal cara-cara keragaman ekspresi perasaan atas dasar Kematangan emosi mengekspresikan perasaan diri dan pertimbangan perasaan secara wajar perasaan orasaan kontekstual orang lain Mempelajari cara-cara Menyadari adanya Mengambil keputusan Kematangan pengambilan keputusan resiko dari berdasarkan intelektual dan pemecahan pengambilan pertimbangan resiko masalah keputusan yang mungkin terjadi.kehidupan sehari-hari. kehidupan sehari-hari. ulet kewirausahaan sungguh-sungguh dan sungguh-sungguh sungguh-sungguh dan (kemandirian konpetitif dalam dan konpetitif dalam konpetitif dalam perilaku ekonomis) kehidupan sehari-hari. Menghargai peranan Berinteraksi dengan Mengenal peran-peran diri dan orang lain lain jenis secara Kesadaran gender sosial sebagai laki-laki sebagai laki-laki atau kolaboratif dalam atau perempuan perempuan dalam memerankan peran kehidupan sehari-hari jenis Meyakini keunikan diri sebagai aset yang Mengenal kemampuan Menerima keadaan Pengembangan diri harus dikembangkan dan keinginan diri diri secara positif secara harmonis dalam kehidupan Mengenal nilai-nilai Menyadari manfaat Membiasakan diri Perilaku perilaku hemat. pendidikan Wawasan dan persyaratan dan pendidikan dan aktivitas dan aktifitas yang kesiapan karier aktivitas yang dalam dengan mengandung menuntut pemenuhan kemampuan diri relevansi dengn kemampuan tertentu kemampuan diri Kematangan Mempelajari normaMenyadari Bekerja sama dengan hubungan dengan norma pergaulan keragaman latar teman sebaya yang teman sebaya dengan teman sebaya belakang teman beragam latar Aspek Perkembangan Pengenalan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 157 . ulet perilaku hemat. Mengidentifikasi Menyadari Mengekspresikan ragam alternatif keragaman nilai dan ragam pekerjaan. Mempelajari cara-cara Berinteraksi dengan Menghargai nilai-nilai Kesadaran memperoleh hak dan orang lain atas dasar persahabatan dan tanggung jawab memenuhi kewajiban nilai-nilai keharmonisan dalam sosial dalam lingkungan persahabatan dan kehidupan sehari-hari kehidupan sehari-hari keharmonisan hidup. ulet hidup hemat. pekerjaan.

Mengembangkan peluang dan ragam Internalisasi nilai-niolai alternatif perencanaan pekerjaan.terbuka dan tidak lain sendiri dan orang lain menimbulkan konflik Mempelajari caraMenyadari akan Mengambil keputusan cara pengambilan keragaman alternatif dan pemecahan keputusan dan keputusan dan masalah atas dasar pemecahan masalah konsekuensi yang informasi/data secara secara objektif dihadapinya obyektif Menyadari nilai-nilai Mempelajari persahabatan dan Berinteraksi dengan keragaman interaksi keharmonisan dalam orang lain atas dasar sosial konteks keragaman kesamaan interaksi sosial Menghargai keragaman Mempelajari perilaku Berkolaborasi secara peraan laki-laki atau kolaborasi antar jenis harmonis dengan lain perempuan sebagai dalam ragam jenis dalam keragaman aset kolaborasi dan kehidupan peran keharmonisan hidup Menerima keunikan diri Mempelajari keunikan Menampilkan keunikan dengan segala diri dalam konteks diri secara harmonis kelebihan dan kehidupan sosial dalam keragaman kekurangannya Mempelajari strategi Menerima nilai-nilai dan peluang untuk Menampilkan hidup hidup hemat. yang melandasi karir dengan pendidikan. ulet. dan pertimbangan pemilihan mempertimbangkan aktifitas yang terfokus alternatif karir kemampuan.ulet. sengguhsungguh dan kompetitif kompetitif sebagai aset sungguh dan atas dasar kesadaran untuk mencapai hidup kompetitif dalam sendiri mandiri keragaman kehidupan Mempelajari kemampuan diri.yang beragam latar belakangnya sebaya yang belakangnya mendasari pergaulan Standar Kompetensi Kemandirian (SKK) Peserta Didik pada Sekolah Lanjutan Tingkat Atas adalah sebagai berikut: No 1 Aspek Perkembangan Landasan hidup religious Landasan perilaku etis Tataran/Internalisasi Tujuan Akomodasi Tindakan Mengembangkan Melaksanakan ibadah Mempelajari hal ihwal pemikiran tentang atas keyakinan sendiri ibadah kehidupan beragama disertai sikap toleransi Mengenal keragaman Menghargai Keragaman Berperilaku atas dasar sumber norma yang sumber norma sebagai keputusan yang berlaku di rujukan pengambilan mempertimbang kan masyaraakat keputusan aspek-aspek etis Mengekspresikan Mempelajari caraBersikap toleran perasaan dalam caracara menghindari terhadap ragam cara yang konflik dengan orang ekspresi perasaan diri bebas. sungguhsungguh-sungguh dan hemat. peluang pada pengembangan dan ragam karir alternatif karir yang lebih terarah Mempelajari caraMenghargai nilai-nilai Mempererat jalinan cara membina dan kerjasama dan toleransi persahabatan yang Pengenalan 2 3 Kematangan emosi 4 Kematangan intelektual 5 Kesadaran tanggung jawab sosial 6 Kesadaran gender 7 Pengembangan diri Perilaku kewirausahaan (kemandirian perilaku ekonomis) 8 9 Wawasan dan kesiapan karier 10 Kematangan hubungan 158 .ulet berperilaku hemat.

2004. Heru. Bandung : PT Remaja Rosda Karya. (10) Kematangan hubungan dengan teman sebaya. Surakarta: Muhammadiyah University Press. Psikologi Belajar. (7) Pengembangan diri. (8 ) Perilaku kewirausahaan (kemandirian perilaku ekonomis). yang di dalamnya mencakup sepuluh aspek perkembangan individu (SD dan SLTP) dan sebelas aspek perkembangan individu (SLTA dan PT). (6) Kesadaran gender. Bimbingan dan Konseling Di Sekolah. S. Jamal. Bandung : Refika Aditama. (5) Kesadaran tanggung jawab sosial.2010. 2006. 2007. Landasan Bimbingan dan Konseling. Mugiarso. 2007. Erman. Yogyakarta: Diva Press. 2005. Asmani M. Saring. Bimbingan dan Konseling Pola 17. Depdiknas. (4) Kematangan intelektual. B. Jakarta: Penerbit Erlangga. yaitu:(1) pengenalan/penyadaran (memperoleh pengetahuan dan pemahaman tentang aspek dan tugas perkembangan [standar kompetensi] yang harus dikuasai). Marsudi. Bimbingan dan Konseling untuk SMA dan MA Kelas X. Jakarta: Rineka Cipta. Bimbingan dan Konseling. Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling. Kesebelas aspek perkembangan tersebut adalah: (1) Landasan hidup religius. Bimbingan dan Konseling dalam Berbagai Latar Kehidupan. Jakarta: Quantum Teaching. DAFTAR PUSTAKA Ahmadi. 2004.Jakarta. Rambu-Rambu Penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling dalam Jalur Pendidikan Formal. 2006. Bimbingan dan Konseling.2006. Masing-masing aspek perkembangan memiliki tiga dimensi tujuan. (9) Wawasan dan kesiapan karier. Rahman. (3) Kematangan emosi. Nurihsan. dan (11) Kesiapan diri untuk menikah dan berkeluarga (hanya untuk SLTA dan PT). sementara dalam konteks Bimbingan dan Konseling Standar Kompetensi ini dikenal dengan istilah Standar Kompetensi Kemandirian (SKK). Nurihsan & Yusuf . Achmad Juntika. (2) Landasan perilaku etis. Layanan Konseling Di Sekolah. 2003. Yusup Purnomo. Hallen A. Mulyaningtyas.dengan teman sebaya kerjasama dan toleransi dalam pergaulan dengan teman sebaya sebagai dasar untuk lebih akrab dengan menjalin persahabatan memperhatikan norma dengan teman sebaya yang berlaku Mengharagai normanorma pernikahan dan berkeluarga sebagai landasan bagi terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis Mengekspresikan keinginannya untuk mempelajari lebih intensif tentang norma pernikahan dan berkeluarga Kesiapan diri Mengenal norma11 untuk menikah norma pernikahan dan berkeluarga dan berkeluarga Dalam konteks pembelajaran Standar Kompetensi ini disebut Standar Kompetensi Lulusan (SKL). Prayitno dan Amti. Renita. Jakarta: PT Rineka Cipta. (2) akomodasi (memperoleh pemaknaan dan internalisasi atas aspek dan tugas perkembangan [standar kompetensi] yang harus dikuasai) dan (3) tindakan (perilaku nyata dalam kehidupan seharihari dari aspek dan tugas perkembangan [standar kompetensi] yang harus dikuasai). Yogyakarta: UCY Press. 159 . Abu. Semarang : UPT MKK Universitas Negeri Semarang. 2010.

Yusuf. Suharsimi Arikunto. Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah. Dewa Ketut. Syamsu. 2007. Tohirin. Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Bimbingan Dan Konseling Untuk SMP Kelas VIII. Dan Suzy Yulia. Bandung: Rizqi Press. Jakarta: Rineka Cipta. Sri. Jakarta : Bima Aksara. 2009. Jakarta: Depdikbud. Jakarta: PT. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi. Santoso. 2010. Pengantar Pelaksanaan Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta. Totok. Pedoman Pelayanan Bimbingan dan Konseling SMP. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Sarono. Slameto. Sukardi.Rintyastini. Gelora Aksara Pratama. 160 . Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Winkel dan Hastuti. Yogyakarta: Media Abadi. 1988. 2005. 2008. Semarang: Satya Wacana. 2004. 2006. Yulita. Layanan Bimbingan Belajar di Sekolah Menengah. 2008.

C. maka prasyarat yang harus dimiliki oleh setiap peserta pelatihan adalah memahami Psikologi. Petunjuk Belajar Dalam mempelajari buku ajar ini. disediakan tugas-tugas yang harus saudara lakukan mulai persiapan hingga melakukan tindakan praktik teknik tertentu. teknik non-tes ini dikenal sebagai mata kuliah ”Pemahaman Individu Teknik Nontes dan Praktikum Teknik Nontes”. seyogyanya saudara melakukannya dengan sungguhsungguh dan lakukan pencatatan dengan sebaik-baiknya sebagai laporan praktik. Dalam kurikulum Program Studi Bimbingan dan Konseling sebagaimana disepakati oleh Forum Komunikasi Jurusan/Program Studi Bimbingan dan Konseling Indonesia pada Workshop Nasional Kurikulum Program Studi Bimbingan dan Konseling tanggal 28-29 Maret 2009 di Hotel Satelit Surabaya.BAB I PENDAHULUAN A. (h) tes bakat umum. dan secara konsisten menampilkan perilaku sesuai kode etik profesi konselor. (k) pemanfaatan hasil nontes dan tes untuk konseling individual. (e) angket. 2. Berbagai hal yang belum dipahami dalam disksusi dengan teman sejawat sebaiknya dicari penjelasannya dalam kepustakaan yang relevan. untuk selanjutnya menerapkannya dalam pelayanan bimbingan dan konseling. sedangkan teknik tes diberikan dalam mata kuliah ”Pemahaman Individu Teknik Tes dan Praktikum Teknik Tes”. hasil pemahaman terhadap individu (konseli) adalah untuk kepentingan pelayanan bimbingan dan konseling. (c) daftar cek masalah (DCM). Meski sifatnya latihan. bukan untuk kepentingan yang lain. Lingkup isi buku ajar ini mencakup (a) pengertian dan tujuan pemahaman individu. mengingat gejala yang dipahami adalah gejala-gejala psikologis yang muncul dalam bentuk ucapan dan tingkah laku seseorang dalam kehidupannya sehari-hari. dan lebih baik lagi jika beberapa peserta berkelompok memahami dan mendiskusikan isi buku ajar ini. dan jika masih belum terjawab dapat ditanyakan kepada dosen atau instruktur ketika pelatihan berlangsung. B. Semua teknik diawali dengan penyajian materi secara teoretik. (j) tes prestasi belajar. Sebelum pelatihan dilaksanakan seyogyanya peserta pelatihan telah membaca terlebih dahulu buku ajar ini. (f) wawancara. (d) sosiometri. 3. (i) tes kepribadian. Sedangkan kebutuhan terhadap pengetahuan dasar bimbingan dan konseling mengingat bahwa. 1. 161 . (b) teknik observasi. Sementara profesi konselor memberikan pemahaman bahwa nilai-nilai pribadi konselor dapat mempengaruhi respon-respon konselor terhadap klien. selanjutnya peserta pelatihan dipandu untuk berlatih mempersiapkan dan mempraktikkan masingmasing teknik tersebut. Pada setiap akhir setiap bab yang membahas suatu teknik. setiap peserta pelatihan disarankan menempuh langkah-langkah berikut ini. Deskripsi Materi buku ajar Pemahaman Individu mencakup teknik nontes dan tes. Prasyarat Mengingat aspek yang hendak dipahami konselor berkaitan dengan gejala-gejala psikis seseorang (terutama konseli) dalam kerangka bimbingan dan konseling. (g) tes inteligensi umum. Manfaatkan kesempatan tanya jawab dan diskusi untuk bertanya dan meminta penjelasan atas materi yang belum saudara pahami. dan Profesi Konselor. memahami kekuatan dan keterbatasan personal dan profesional. Kebutuhan pengetahuan dasar psikologi ini mutlak. Ikuti penyajian materi oleh dosen atau instruktur dengan cermat dan sungguhsungguh. demikian pula jika saudara menemukan sumber yang berbeda perlu dikonfirmasi dan dikomunikasikan dengan baik kepada dosen atau instruktur pelatihan. lakukan pencatatan seperlunya terhadap hal-hal yang saudara anggap penting. Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling.

D. Untuk lebih mempertajam cara pandang saudara. Untuk itu praktikkanlah dan manfaatkan setiap kesempatan untuk berlatih memahami sifat-sifat atau karakteristik orang lain. 5. ada baiknya saudara lebih banyak membaca berbagai referensi yang berhubungan dengan kehidupan manusia yang sekarang ini banyak tersedia di toko buku. atau siswa di sekolah saudara.4. teman guru. di internet yang luar bisaa banyaknya (dan cenderung lebih murah dari pada buku teks).6 Memilih dan mengadministrasikan instrumen untuk mengungkapkan kondisi aktual konseli berkaitan dengan lingkungan 11. subjek itu bisa jadi tetangga rumah.9 Menampilkan tanggung jawab profesional dalam praktik asesmen Hasil belajar dalam pelatihan dikatakan terpenuhi jika penguasaan terhadap indikator tersebut di atas mencapai 80%. Kompetensi dan Indikator Kompetensi utuh yang harus dimiliki oleh setiap konselor ada 17 butir sebagaimana disebutkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 27 Tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor.7 Mengakses data dokumentasi tentang konseli dalam pelayanan bimbingan dan konseling 11.8 Menggunakan hasil asesmen dalam pelayanan bimbingan dan konseling dengan tepat 11.1 Menguasai hakikat asesmen 11. kebutuhan. sesuai dengan kebutuhan pelayanan bimbingan dan konseling 11. 11. 11. Oleh karena itu setiap peserta pelatihan dan dosen atau instruktur harus berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mencapai indikator kompetensi di atas secara benar. 162 . sebab subjek yang bisa saudara gunakan praktik ada di sekitar saudara.2 Memilih teknik asesmen. teman sepelatihan.5 Memilih dan mengadministrasikan teknik asesmen pengungkapan kemampuan dasar dan kecenderungan pribadi konseli. Untuk mempraktikkan teknik-teknik yang disajikan dalam buku ajar ini tidak terlalu sulit.3 Menyusun dan mengembangkan instrumen asesmen untuk keperluan bimbingan dan konseling 11. kompetensi yanag terkait langsung dengan pemahaman individu adalah kompetensi butir 11 yaitu Menguasai konsep dan praksis asesmen untuk memahami kondisi. dan masalah konseli. Dalam hal ini. Bagi setiap konselor penguasaan terhadap kompetensi tersebut dapat diukur dengan indikator sebagai berikut: 11.4 Mengadministrasikan asesmen untuk mengungkapkan masalah-masalah konseli.

Dengan kata lain perlunya pemahaman individu dalam layanan bimbingan dan konseling adalah agar individu memperoleh bantuan yang sesuai dengan kemampuan dan potensinya agar apa yang diharapkannya dapat tercapai (artinya individu dapat mencapai penyesuaian diri dengan dirinya sendiri. dapat disimpulkan perlunya pemahaman individu dalam bimbingan dan konseling sebagai berikut : b. Uraian Materi 1. Scribd. Kompetensi dan Indikator Setelah mempelajari materi ini. dengan tujuan agar kita semakin memahami mengapa pemahaman individu diperlukan dalam bimbingan dan konseling. Tujuan Pemahaman Individu dalam Bimbingan dan Konseling Sebelum kita membahas lebih lanjut mengenai perlunya pemahaman individu dalam kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling. mengarahkan dirinya sesuai dengan kemampuan dan potensinya sehingga mencapai penyesuaian diri dengan lingkungan keluarga. c. mengerti dan memahami tersebut dilakukan oleh konselor terhadap konseli. Dengan demikian pemahaman individu adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh seseorang untuk mengerti dan memahami individu lain. Sebagai indikator bahwa peserta telah memahami hakikat pemahaman individu mereka (a) Memahami hakikat asesmen. kita tidak mungkin dapat memberikan pertolongan kepada seseorang sebelum kita kenal atau paham dengan orang tersebut. sosial dengan harapan klien tersebut dapat memecahkan masalahnya. menilai atau menaksir karakteristik. and tests”. daftar cek. dan masalah konseli. Cara yang digunakan meliputi observasi. Di dalam bimbingan dan konseling. Dengan demikian individu akan memperoleh bantuan yang tepat dan terarah. skala penilaian. inventories. inventori. check list. kebutuhan. rating scale. dan (c) Menyusun dan mengembangkan instrumen asesmen untuk keperluan bimbingan dan konseling. Semuanya itu bisa ditaksir atau diukur dengan bermacam-macam cara. dan tingkah lakunya. Pengertian Pemahaman Individu Pemahaman individu oleh Aiken (1997:454) diartikan sebagai “Appraising the presence or magnitude of one or more personal characteristic. potensi. 163 . interviews. lingkungan keluarga. Berdasarkan pengertian bimbingan dan konseling di atas. sekolah dan masyarakat). Dari rumusan tersebut bisa diidentifikasi bahwa pemahaman individu adalah suatu cara untuk memahami. Aiken (1997:1) menunjukkan bahwa manusia dalam kenyataannya berbeda-beda dalam kemampuan berpikirnya. teknik projektif. Salah satu hal yang penting dalam bimbingan dan konseling ialah memahami individu secara keseluruhan baik masalah yang dihadapi maupun latar belakangnya. setiap peserta pelatihan diharapkan memahami konsep dan praksis asesmen untuk memahami kondisi. Assessing human behavior and mental processes includes such procedures as observations. dan/atau sumber data selain konseli yang bisa memberikan keterangan tentang konseli. sesuai dengan kebutuhan pelayanan bimbingan dan konseling. dan atau masalah-masalah (gangguan) yang ada pada individu atau sekelompok individu. interview. sekolah dan masyarakat”. B. Pemahaman atau penilaian tersebut dimaksudkan untuk kepentingan pemberian bantuan bagi pengembangan potensi yang ada padanya (developmental) dan atau penyelesaian masalah-masalah yang dihadapinya (klinis). 2.com (2009) mendefinisikan bimbingan dan konseling sebagai ”suatu bantuan yang diberikan seseorang (konselor) kepada orang lain (klien) yang bermasalah psikis.BAB II PENGERTIAN DAN TUJUAN Kegiatan Belajar 1 A. karakter kepribadiannya. dan beberapa jenis tes. Dalam konteks bimbingan dan konseling. (b) Memilih teknik asesmen. terlebih dahulu kita pelajari tentang pengertian bimbingan dan konseling. memahami dirinya. projective techniques.

E. Mengenal cara individu dalam menghadapi masalah. Rumuskan persamaan sifat-sifat umum di antara mereka yang saudara tangkap dalam observasi! c. Pemahaman individu adalah suatu cara untuk memahami. 3. Pelajari bab II buku ajar ini baik-baik. kemampuan berpikirnya. Dalam upaya mengenali/memahami sasaran tidak mungkin bisa mengenalinya sampai seratus persen. latar belakang pendidikannya. Berlatihlah menggali data. Rangkuman 1. Latihan 1. daftar cek. 2. 4. Kita semakin mampu memperlakukan siswa sebagaimana mestinya dalam arti lain mampu memberikan bantuan seperti yang dikehendaki oleh siswa. Mengenal masalah dan perkembangannya. Tunjukkan perbedaan sifat-sifat 10 orang tersebut yang satu dengan lainnya! b. c. Kita terhindar dari gangguan komunikasi. 3. teknik projektif. jika saudara gagal dengan suatu cara. remaja. Apa keuntungan bagi konselor dan guru pada umumnya jika memahami sifatsifat pribadi siswa asuhnya? D. dosen atau instruktur. Mengenal pribadinya (hakekat individu dan kebutuhannya). budayanya. Lembar Kegiatan Untuk memperoleh pemahaman yang mendalam pada bab ini seyogyanya saudara mengikuti langkah-langkah berikut: 1. Lakukan pengamatan dan pencatatan secara cermat terhadap 10 orang peserta pelatihan di sekitar saudara. Apa yang perlu dikenal dari setiap sasaran? a. Mengapa? Karena individu/manusia adalah makhluk yang paling dinamis. b. atau cari penjelasannya di buku-buku psikologi dan/atau bimbingan dan konseling. dan atau masalah-masalah (gangguan) yang ada pada individu atau sekelompok individu. apa yang saudara lakukan untuk tetap memperoleh data yang saudara harapkan? 5. menilai atau menaksir karakteristik. Cermati beberapa istilah penting yang ada di dalamnya. potensi.Pemahaman individu dalam layanan bimbingan dan konseling bertujuan agar: 1. skala penilaian. C. dan orang dewasa. Mengenal reaksi individu dalam menghadapi masalah. Kemudian jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut: a. inventori. Cara yang digunakan meliputi observasi. 164 . bisa pula download dari internet. setiap saat manusia berkembang dan berubah. Berlatihlah merumuskan pengertian yang saudara jumpai dalam buku ajar ini dengan kalimat saudara sendiri sejauh tidak menyimpang dari maksud kalimat dalam buku ajar ini. sehingga mampu menciptakan relasi yang semakin baik. dan beberapa jenis tes. interview. jika perlu tanyakan kepada teman sejawat. 2. Catat perbedaan yang diperoleh saat menggali data dengan teknik yang sama terhadap subjek yang berbeda usianya. 3. Lakukan pula percobaan menggali data pada anak-anak. Mengenal Sasaran Pemahaman Individu Sasaran yang dimaksud dalam pelayanan bimbingan dan konseling adalah individu/manusia. siapkan pula alat tulis berupa spidol warna atau stabilo untuk menandai hal-hal yang penting. atau lihat kamus/ensiklopedi. Kita semakin mampu menerima keadaan individu (siswa) seperti apa adanya dan sekaligus keberadaan siswa baik dari segi kelebihan maupun kekurangannya. d.

Tuliskan semua manfaat bagi konselor bila ia terampil menggunakan bermacammacam teknik asesmen! 4. kita tidak mungkin dapat memberikan pertolongan kepada seseorang sebelum kita kenal atau paham dengan orang tersebut. Sedangkan tujuan pemahaman individu adalah untuk (1) Kita semakin mampu menerima keadaan individu (siswa) seperti apa adanya dan sekaligus keberadaan siswa baik dari segi kelebihan maupun kekurangannya. Tunjukkan semua alasan. dan (3) Kita terhindar dari gangguan komunikasi. (b) Salah satu hal yang penting dalam bimbingan dan konseling ialah memahami individu secara keseluruhan baik masalah yang dihadapi maupun latar belakangnya. 3. mengapa seorang konselor perlu memahami karakteristik individu yang dibimbingnya? 2. Tunjukkan pula semua alasan mengapa seseorang konselor perlu memahami dan terampil menggunakan bermacam-macam teknik? 3. (2) Kita semakin mampu memperlakukan siswa sebagaimana mestinya dalam arti lain mampu memberikan bantuan seperti yang dikehendaki oleh siswa. Tes Formatif 1. Pemahaman individu diperlukan dalam bimbingan dan konseling. Tuliskan pula kemungkinan negatif jika konselor tidak bisa memahami konseli yang dilayaninya! 165 .2. karena (a) Di dalam bimbingan dan konseling. F. sehingga mampu menciptakan relasi yang semakin baik.

BAB III PEMAHAMAN INDIVIDU TEKNIK NONTES Kegiatan Belajar 2 A. Kompetensi dan Indikator Kompetensi yang terkait dengan materi ini adalah (1) Memilih teknik asesmen, sesuai dengan kebutuhan pelayanan bimbingan dan konseling, (2) Menyusun dan mengembangkan instrumen asesmen untuk keperluan bimbingan dan konseling, dan (3) Mengadministrasikan asesmen untuk mengungkapkan masalah-masalah konseli. Oleh karena itu, setelah mempelajari materi ini, diharapkan peserta pelatihan mampu melakukan observasi dalam rangka bimbingan dan konseling dengan benar. Kemampuan melakukan observasi itu ditampilkan dalam (a) mampu memilih jenis instrument yang tepat untuk memperoleh data individu: observasi, daftar cek masalah (DCM), sosiometri, angket, dan/atau wawancara, (b) mampu merancang atau mempersiapkan observasi, daftar cek masalah (DCM), sosiometri, angket, dan wawancara dengan benar, (c) mampu memanfaatkan alat-alat bantu observasi, daftar cek masalah (DCM), sosiometri, angket, dan wawancara, (d) mampu melaksanakan analisis hasil observasi, daftar cek masalah (DCM), sosiometri, angket, ataukah wawancara dengan benar, dan (e) mampu memanfaatkan hasil observasi, daftar cek masalah (DCM), sosiometri, angket, dan wawancara untuk kepentingan bimbingan dan konseling dengan tepat. B. Uraian Materi 3.1 Observasi 3.1.1 Pengertian Observasi Dari berbagai pengertian metode observasi yang dapat dilacak dari berbagai sumber, penulis menyimpulkan bahwa metode observasi sebagai alat pengumpul data adalah kegiatan pengamatan (secara inderawi) yang direncanakan, sistematis, dan hasilnya dicatat serta dimaknai (diinterpretasikan) dalam rangka memperoleh pemahaman tentang subjek yang diamati. Pengertian tersebut menunjukkan karakteristik observasi sebagai berikut: 1) Observasi merupakan kegiatan pengamatan terhadap suatu objek perilaku subjek yang diamati. 2) Kegiatan tersebut pada pokoknya menggunakan dan memanfaatkan kemampuan indera pengamatan, terutama mata dan telinga. 3) Kegiatan pengamatan harus direncanakan sesuai dengan tujuan yang akan dicapai/diperoleh. 4) Kegiatan pengamatan dilakukan secara sistematis yaitu dengan prosedur (uruturutan, langkah-langkah) tertentu. 5) Hasilnya segera dicatat begitu pengamatan selesai, sehingga tidak lupa dan menyebabkan data pengamatan bisa. 6) Catatan pengamatan digunakan untuk memaknai perilaku subjek yang diamati, sehingga pengamat memperoleh pemahaman tertentu atas subjek itu. 3.1.2 Bentuk-bentuk Observasi Menurut cara dan tujuannya, Surya dan Natawidjaja (1997:226) membedakan observasi menjadi observasi partisipatif, observasi sistematis, dan observasi experimental. 1. Observasi partisipatif, ialah observasi di mana orang yang mengobservasi (pengamat, observer) benar-benar turut serta mengambil bagian dalam kegiatan yang dilakukan oleh orang atau objek yang diamati ( observee, observi). Misalnya guru mengamati perilaku siswa di kelas sambil mengajar, sehingga guru langsung dalam kegiatan pembelajaran yang dilakukan guru dan siswa. Atau guru mengamati perilaku siswa pada saat mengikuti olahraga ekstrakurikuler dengan cara guru terlibat langsung sebagai peserta olehraga tersebut. Apabila pengamat tidak mengambil bagian sama sekali dalam kegiatan orang atau objek yang diobservasi, maka observasi itu disebut

166

observasi nonpartisipatif. Misalnya guru mengamati perilaku siswa dalam diskusi, guru tersebut tidak ikut diskusi tetapi mengamati dari luar kelompok diskusi. 2. Observasi sistematis atau disebut juga observasi terstruktur, ialah observasi di mana sebelumnya telah diatur struktur yang berisikan faktor-faktor yang telah diatur berdasarkan kategori masalah yang hendak diobservasi. Pada observasi sistematis ini, observer sebelumnya menyusun kisi-kisi yang memuat faktor-faktor yang akan diobservasi beserta kategori masalahnya. Berdasarkan kisi-kisi tersebut, observer selanjutnya menjabarkan dalam daftar cek dan/atau skala penilaian. Apabila dalam suatu observasi tidak terdapat sistematika struktur kategori itu, observasi itu disebut observasi nonsistematis atau tidak terstruktur. 3. Observasi experimental, ialah observasi yang dilakukan secara nonpartisipatif dan secara sistematis, untuk mengetahui perubahan-perubahan atau gejala-gejala sebagai akibat dari situasi yang sengaja diadakan. Misalnya untuk mengetahui perkembangan klien setelah dilakukan treatment dalam konseling individual (perorangan); konselor mengobservasi perilaku siswa tersebut yang mengalami kesulitan untuk mengemukakan pendapat dalam diskusi. Konselor merancang suatu diskusi (nonpartisipatif) beserta pedoman observasi untuk mengamati perilaku siswa tersebut dalam mengemukakan dan/atau menanggapi pendapat pada saat kegiatan diskusi (sistematik). Berdasarkan pengamatan tersebut, konselor dapat membuat interpretasi tentang hasil dan perkembangan treatment terhadap klien tersebut; apakah klien sudah berkembang atau belum kemampuannya mengemukakan dan/atau menanggapi pendapat dalam kegiatan diskusi. Untuk memahami individu, metode observasi ini mempunyai manfaat yang cukup dapat disaudaralkan, karena mempunyai beberapa kelebihan dan kekurangan sebagaimana dikemukakan oleh Djumhur dan Surya (1981:52). Kelebihan-kelebihan observasi adalah sebagai berikut: 1) Observasi merupakan teknik yang langsung dapat digunakan untuk memperoleh data berbagai aspek tingkah laku. 2) Bagi observi, hal ini lebih meringankan dibandingkan dengan apabila mereka disuruh mengisi angket atau menjawab pertanyaan. 3) Teknik observasi memungkinkan dilakukan pencatatan yang serempak dengan terjadinya gejala atau kejadian penting. 4) Observasi dapat merupakan teknik untuk mencek data yang diperoleh dengan teknik lain seperti wawancara, angket (kuesioner), dan sosiometri. 5) Dengan observasi observer tidak memerlukan bahasa verbal sebagai alat untuk memperoleh data. 6) Dengan observasi dapat dieroleh data, gejala atau kejadian yang sebenarnya dan langsung. Selain beberapa keuntungan sebagaimana tersebut di atas, observasi juga memiliki kelemahan-kelemahan sebagai berikut: 1) Banyak hal yang tidak dapat diungkap dengan observasi, misalnya kehidupan pribadi yang bersifat rahasia. 2) Apabila siswa (atau observi lainnya) mengetahui bahwa mereka sedang diobservasi, mungkin sekali mereka melakukan kegiatan yang tidak wajar lagi (perilakunya dibuat-dibuat). 3) Observasi banyak tergantung pada faktor-faktor yang tidak terkontrol. 4) Faktor subjektivitas observer sukar untuk dihindari. 3.1.3 Menyusun Panduan Observasi Agar observasi bisa dilakukan dengan baik, maka perlu dilakukan perencanaan secara cermat dalam bentuk panduan observasi. Langkah-langkah yang perlu diperhatikan dalam menyusun panduan observasi bisa ditempuh langkah-langkah berikut :

167

a. Tetapkan tujuan observasi, dengan selalu memperhatikan tujuan observasi diharapkan observer akan lebih terfokus pada tujuan observasi dan sekaligus tidak mudah tertarik kepada gejala-gejala yang sebenarnya tidak ada kaitannya dengan tujuan observasi. b. Pastikan dan fahami materi observasi, apa sebenarnya yang hendak diobservasi seyogianya sudah dikuasi dengan baik oleh observer. c. Gali variabel-variabel observasi; jika obyek atau materi observasi itu adalah ”kambing”, variabel-variabel itu adalah bagian-bagian penting yang pasti ada atau menjadi bagian penting dari binatang yang namanya ”kambing”; (misalnya kepala, badan, kaki, ekor, dan lain sebagainya). d. Gali pula sub variabel; terkadang suatu obyek bukan hanya terdiri dari satu variabel saja, tetapi ia terdiri dari sub-sub variabel; ibarat salah satu variabel dalam obyek observasi adalah ”kepala kambing”, maka pada kepala kambing itupun ada mata, telinga, hidung, tanduk, dan bulu. e. Tetapkan Indikator; indikator dimaknai sebagai ciri-ciri atau katrekteristik yang ada pada variabel atau sub-varibel. Langkah-langkah dalam menyusun panduan observasi (observasi guide) selanjutnya disajikan pada diagram berikut : LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN PANDUAN OBSERVASI

TETAPKAN TUJUAN

PASTIKAN & FAHAMI MATERI
JABARKAN KONSEP

TETAPKAN INDIKATOR

GALI VARIABEL & SUB-VARIABEL

OBSERVASI PENJAJAGAN

PANDUAN OBSERVASI

3.1.4 Alat-alat Bantu Observasi Beberapa alat bantu yang bisa digunakan untuk mendukung kegiatan observasi yaitu (a) daftar riwayat kelakuan atau catatan anekdot, (b) catatan berkala, (c) daftar cek, (d) skala penilaian, dan (e) alat-alat bantu mekanik (seperti tape recorder, kamera digital dan manual, handycam, camera CCTV, computer). 3.1.5 Analisis hasil observasi: individual dan kelompok Observasi dapat dilakukan untuk individual maupun kelompok. Mengacu pada pedoman observasi yang disajikan dalam contoh di buku ajar ini seorang konselor dapat memahami subjek setelah melakukan analisis data berdasarkan fakta yang diperoleh dari kegiatan observasi. Mari kita coba menganalisis hasil observasi yang sudah diperoleh konselor dari observer yang berbeda.

168

Contoh 3.1.4.1 Daftar riwayat kelakuan atau Catatan ankedot insidental (individual)
Nama siswa Sekolah / Kelas Hari, tanggal Tempat Peristiwa Interpretasi : : : : : : Srikandi SMA Madukara Semarang / X A Kamis, 9 Juni 2011 Ruang kelas X A Srikandi menangis menjerit-jerit pada waktu sehabis istirahat pertama karena bertengkar dengan Dessy teman sekelasnya

Semarang, 9 Juni 2011 Observer,

Bambang Tetuka, S.Pd.
Dari contoh 1 di atas konselor harus mampu membedakan antara peristiwa dengan interpretasi. Peristiwa merupakan fakta yang sebenarya terjadi yang bisa kita tangkap dengan panca indera. Sementara interpretasi merupakan makna yang diberikan oleh observer atas peristiwa yang terjadi. Konselor menginterpretasikan setelah melakukan investigasi (pelacakan) dan kajian lebih lanjut atas peristiwa yang terjadi. Informasi yang diperoleh dari pelacakan dan kajian tersebut diinterpretasikan sebagai cermin pemahaman individu oleh konselor. Dengan demikian bisa saja ada berbagai interpretasi atas peristiwa tersebut oleh beberapa konselor yang berbeda . Contoh 3.1.4.2: Daftar riwayat kelakuan atau Catatan anekdot insidental (kelompok) Masalah yang diobservasi Hari, tanggal Jam pelajaran ke Sekolah/Kelas Mata pelajaran Guru mata pelajaran Peristiwa Hesti memecahkan tabung reaksi : : : : : : Tingkah laku siswa pada waktu praktikum di laboratorium Kamis, 7 Juni 2012 4-5 SMA Pringgodani Kudus/XI IPA.5 Kimia Endang Pergiwa Paraf

Komentar observer Hesti bekerja tidak sungguh-sungguh, bahkan sambil bergurau dengan Anto saat mengadukaduk (menggoyang-goyang) dua zat kimia dalam tabung reaksi. Mungkin karena bergurau tabung lepas dan pecah.

Dani bertengkar dengan Iwan, hampir berkelahi

169

Sariman tangannya terbakar

Kesimpulan/komentar observer: Ketiga persitiwa tersebut terjadi karena siswa mengabaikan petunjuk guru dan tata tertib kerja praktek di laboratorium.

Semarang 7 Juni 2012 Ketua kelas,
Siti Sundari Catatan: Ketua kelas sebagai observer Dari contoh di atas, analisis observer ada pada kolom komentar observer, yang kemudian disimpulkan. Jika analisis berbeda, maka kesimpulan pun bisa berbeda pula. Contoh 3.1.4.3: Daftar riwayat kelakuan atau Catatan Anekdot Periodik Masalah yang diobservasi : Kejadian-kejadian pada waktu kerja kelompok Siswa yang diobservasi : Hesti Pramudita Hari ke 1 Peristiwa Hesti memecahkan tabung reaksi pada saat praktikum Kimia di laboratorium Hesti tidak ikut berbicara pada saat diskusi tentang life skill. Hesti banyak membuat kesalahan ketika bermain bola voli, sehingga regunya kalah. Komentar observer Guru bidang studi marah bukan hanya kepada Hesti tetapi juga kepada siswa lainnya, karena para siswa tidak mau mengikuti petunjuk guru. Mungkin dia tidak siap dengan dia Nampaknya Hesti memang tidak sehat dan tidak bersemangat untuk bermain, sehingga ia asal memukul bola. Paraf

2 3

Kesimpulan/komentar observer: Perlu ada pendekatan pribadi, sehingga dapat diketahui apakah Hesti memang sakit atau sedang menghadapi masalah.

Semarang 2 Juni 2012 Wali kelas,

Drs.Gegap Gempita Dari contoh di atas, analisis observer ada pada kolom komentar observer, yang kemudian disimpulkan. Jika analisis dilakukan oleh konselor yang berbeda, bisa jadi kesimpulannya berbeda pula.

170

Contoh 3.1.4.4: Skala Penilaian Deskriptif Nama siswa Kelas Jenis kelamin Hari dan tanggal Aspek yang diobservasi : Larasati : VIIB SMP Pringgodani Semarang : Perempuan : Jum’at, 15 Juni 2012 : Keaktifan dalam mengikuti pelajaran Alternatif Penilaian KadangSering kadang       Tidak pernah

Aspek yang diobservasi 1. Mengajukan pertanyaan kepada guru 2. Menjawab pertanyaan guru 3. Menulis keterangan guru 4. Mendengarkan keterangan guru dengan sungguh-sungguh 5. Mendengarkan keterangan guru sambil berbicara dengan teman 6. Mendengarkan keterangan guru sambil bermain sendiri 7. Menjawab pertanyaan teman Komentar Observer:

Selalu

Larasati aktif mengikuti pelajaran di kelas

Semarang, 15 Juni 2012 Observer, ……………………….. Cobalah Saudara isi kolom pada contoh 4 di atas, kemudian buat analisis sehingga data yang Saudara peroleh mempunyai makna untuk memahami individu (Larasati).

171

Contoh 3.1.4.5 Skala Penilaian Grafis Nama siswa Kelas Jenis kelamin Hari dan tanggal Aspek yang diobservasi Mata pelajaran 5 menunjukkan minat setiap waktu 5 selalu mengajukan pertanyaan III. Mengerjakan tugas-tugas rumah 3 2 4 4 : Indrajit : XII IPS1 SMA Pringgodani Semarang : Laki-laki : Sabtu, 16 Juni 2012 : Kegiatan siswa dalam kelas : Sosiologi I. Minat belajar 3 2 1

tidak berminat yang baik sekali II. Mengajukan pertanyaan 3

2

1 tidak pernah bertanya

5 Selalu dikerjakan dan benar 5 Selalu hadir

4

1

Tidak pernah dikerjakan IV. Kehadiran di kelas 3

4

2

1 seringkali absen dan tanpa alasan

Komentar/kesimpulan: ……………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………… Semarang, 16 Juni 2012 Observer,

Drs. Gunawan Wibisono Buatlah analisis berdasarkan data yang diperoleh (kolom yang diarsir)

172

Pada waktu diskusi 3. Persiapan pulang sekolah Komentar Observer : : Ada tidaknya sifat mengganggu teman pada seorang murid : Suyudana : XII Bahasa/SMA Hastinapura Semarang : 2-7 Juli 2012 Hari observasi Senin Selasa Rabu Kamis Jum’at Sabtu Semarang. Drs.1.6 Daftar Cek Individual Aspek yang diobservasi Nama murid Kelas/Sekolah Waktu observasi Situasi 1. Istirahat 5. 173 . Di perpustakaan 6. Pada saat pelajaran 2. 9 Juli 2012 Observer. Bambang Kombayana Perhatikan contoh 6 di atas.Contoh 3. Berdasarkan data di atas yang sudah diberi tsaudara cek buatlah analisisnya sehingga data yang Saudara peroleh mempunyai makna untuk memahami Suyudana. Kerja kelompok 4.4.

Contoh 3.8 Gambar 1 Endang Suburiyani masih sempat ”njenggelek” di saat teman-temannya serius mengerjakan soal-soal tes 174 . Bertanya 5. Meminta penjelasan 6. Bambang Kombayana Perhatikan contoh 7 di atas. 4 Juli 2012 Observer.1. Drs.Contoh 3.1. Beri tsaudara cek pada setiap kolom yang menunjukkan aktivitas/kegiatan setiap anggota kelompok.7 Daftar Cek Kelompok Aspek yang diobservasi Kelas/Sekolah Tempat observasi Waktu observasi Aktivitas/kegiatan 1.4. Menentang pendapat kelompok 4. Buatlah analisisnya sehingga data yang Saudara peroleh mempunyai makna untuk memahami masing-masing individu tersebut. Mengemukakan pendapat 2. Menjelaskan pendapat 3. Menegaskan pendapat kelompok Komentar Observer : : Kegiatan diskusi kelompok persiapan karyawisata : XI Bahasa/SMA Hastinapura Semarang : Ruang kelas XI bahasa : 4 Juli 2012 Farida Siswa yang diobservasi Lampir Mardi Basir Jarot Kasim Semarang.4.

3. pemanfaatan alat pencatat data.2 Daftar Cek Masalah (DCM 3. otobiografi. wawancara. Validitas dan reliabilitas. Data semacam ini sulit diperoleh melalui teknik lain seperti observasi. Intensif. sehingga individu dapat mencermati dan memilih masalah yang sesuai dengan dirinya.1.2 Alasan Penggunaan DCM Penggunaan Daftar Cek Masalah (DCM) dilakukan atas dasar pertimbangan efisien. Masalah siswa merupakan suatu hal yang penting diketahui oleh konselor. validitas dan reliabilitas (Sutoyo & Supriyo.1 Pengertian Daftar Cek Masalah (DCM) Daftar cek masalah (DCM) merupakan daftar cek yang khusus disusun untuk merangsang atau memancing pengutaraan masalah-masalah atau problem-problem yang pernah atau sedang dialami seseorang . Dan masalah merupakan starting point di dalam kita memberikan layanan bimbingan konseling. DCM mempunyai fungsi sebagai berikut: 175 .6 Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan observasi Pada hakekatnya setiap metode pemahaman individu mengandung kelebihan dan keterbatasan. karena data yang diperoleh melali DCM lebih teliti. dan libatkan beberapa orang observer. pengklasifikasian gejala. Pada prinsipnya masalah yang menimpa diri individu harus segera dipecahkan (diatasi) agar tidak mengganggu kehidupan individu yang bersangkutan.2.2. Fungsi DCM Sebagai salah satu cara untuk memahami individu dalam pelayanan bimbingan dan konseling. 1.2. Efisien. sosiometri dan sebagainya 3. setiap konselor hendaknya memperhatikan beberapa hal sebagaimana disarankan oleh Sutoyo & Supriyo (2008). karena dengan DCM dapat diperoleh banyak data tentang masalah dan kebutuhan siswa dalam waktu singkat 2. 3. DCM dikatakan valid dan reliabel. DCM dikatakan efisien. Oleh karena itu dalam melaksanaan observasi. 3. sebab masalah inilah yang mungkin menjadi sebab-sebab terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. mendalam dan luas. intensif. antara lain karena individu yang bersangkutan mengecek sendiri masalah yang telah atau sedang dialami. 2008). di samping daftar jumlah item kemungkinan masalah yang tersedia cukup banyak. menjaga hubungan baik dengan observi.Gambar 2 Chiamick Group saat manggung di Jatim Park Batu Malang? 3. yaitu menggunakan metode pelengkap. dan mungkin pula individu-individu lainnya.3 Fungsi dan Kegunaan DCM a.

sementara siswa memperhatikan sambil membaca dalam hati petunjuk tersebut h) Memberi contoh (misal dengan menulis di papan tulis atau di layar LCD) cara mengerjakan DCM. yaitu menjelang dan pada waktu mengerjakan. yaitu memberi tanda cek (√) pada nomor di lembar jawaban yang item nomor tersebut menjadi masalah bagi dirinya i) Memberi instruksi mengerjakan DCM. Topik c. yaitu: 1) Untuk melengkapi data individu yang sudah ada 2) Untuk mengenal individu yang perlu segera mendapat bimbingan khusus 3) Sebagai pedoman penyusunan program bimbingan klasikal dan bimbingan kelompok pada umumnya 4) Untuk mendalami masalah individu maupun kelompok 3. 3) Untuk menyarankan suatu prioritas program pelayanan bimbingan dan konseling sesuai dengan masalah individu atau kelompok pada saat itu. yaitu sebelum melaksanakan.2. Instruksi atau petunjuk cara mengerjakan d.1) Untuk memudahkan individu mengemukakan masalah yang pernah dan sedang dialami. Dengan DCM memungkinkan individu mengingat kembali masalahmasalah yang pernah dialaminya. Petunjuk yang harus diperhatikan itu meliputi petunjuk bagi instruktur dan petunjuk bagi siswa. teliti dan memberitahukan waktu yang disediakan cukup lama (+ 40 menit) j) Mengontrol apakah siswa telah mengerjakan DCM dengan benar 176 . 1) Hal-hal penting dalam persiapan adalah: a) Menyiapkan bahan (buku DCM) sesuai dengan jumlah siswa b) Menguasai petunjuk cara mengerjakan DCM 2) Hal-hal penting yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan meliputi berbagai kegiatan. Kegunaan DCM Ada beberapa manfaat yang dapat diperoleh dengan menggunakan DCM. dan motivasi pada siswa c) Menyuruh siswa mempersiapkan alat tulis d) Membagikan lembar DCM e) Menginstruksikan kepada siswa untuk menulis identitas dan tanggal pelaksanaan DCM f) Membagikan buku DCM. b. untuk menumbuhkan kepercayaan.4 Isi Daftar Cek Masalah Daftar Cek Masalah berisi: a. setiap siswa satu buku g) Membacakan petunjuk cara mengerjakan DCM. dan (2) Pelaksanaan.5 Petunjuk Pengadministrasian DCM Agar hasil kegiatan ini valid dan reliabel perlu diberikan petunjuk pelaksanaan dan cara mengerjakan DCM.2. mengingatkan agar para siswa mengerjakan dengan tenang. siswa harus duduk tenang. Petunjuk bagi instruktur Keterampilan konselor melaksanakan DCM ini mencakup: (1) Persiapan. antara lain: a) Mengontrol situasi ruangan. 2) Untuk sistematisasi jenis masalah yang ada pada individu agar memudahkan analisis dan sintesis dengan cara/alat lain. menghindari suara yang mengganggu. Topik ini berdasarkan pengolahan tertentu tentang masalah 3. a. Topik-topik masalah dan butir-butirnya. menyingkirkan benda-benda yang tidak perlu agar tidak mengganggu pelaksanaan b) Konselor menerangkan maksud menggunakan DCM itu. Ruangan tempat identitas siswa yang mengerjakan DCM b.

Analisis Individual Langkah-langkah dalam menganalisis secara individual (per-siswa) ialah: 1) Menjumlahkan butir (item) yang menjadi masalah individu pada tiap-tiap topik masalah. Rumusnya: (nm) x100% n dengan ketentuan: nm = jumlah butir yang menjadi salah satu topik masalah n = jumlah butir pada topik masalah itu. tugas konselor selanjutnya adalah menganalisis pekerjaan itu.k) Mengumpulkan pekerjaan siswa b. Maka persentase masalah keluarga yang dialami Ali adalah: (nm) 6 x100% = x100% = 30% n 20 Jadi predikat hubungan keluarga yang dialami Ali adalah: D (kurang). dan E. B. 1) Analisis per-butir masalah Analisis ini bertujuan untuk mengetahui butir masalah apa yang pada umumnya dihadapi oleh para siswa. 3) Mencari jenjang (ranking) masalah. Petunjuk bagi siswa Beberapa hal penting yang harus diperhatikan oleh siswa. b. Analisis Kelompok Langkah-langkah menganalisis DCM secara kelompok meliputi analisis per-butir dan analisis per-topik masalah. Konversi tersebut adalah sebagai berikut: 0% 1% . 2) Mencari persentase per-topik masalah.2. Analisis tersebut meliputi analisis individual dan analisis kelompok.6 Analisis DCM Setelah semua pekerjaan siswa dikumpulkan. C. hanya akan merugikan dirinya sendiri 3) Siswa harus menulis identitasnya sendiri 4) Siswa harus mematuhi tata cara mengerjakan DCM. 177 . sedangkan jumlah semua butir topik keluarga ialah 20. 4) Mengkonversikan % masalah ke dalam stan-ten scale dan predikat nilai A. Dengan demikian dapat diidentifikasi bahwa Ali mengalami masalah hubungan keluarga yang serius. dengan cara mencari rasio antara jumlah butir yang menjadi masalah dengan jumlah butir topik masalah. D. dengan cara mengurutkan % topik masalah dari yang terbesar sampai terkecil. a. 3.10% 11% 25% 26% 50% 51% -100% = = = = = 1 0 8 6 4 2 = = = = = A (Baik Sekali) B (Baik) C (Sedang) D (Kurang) E (Kurang Sekali) Contoh : Ali mencek 6 butir masalah keluarga. yaitu: 1) Siswa harus mempunyai minat dan kemauan untuk mengutarakan masalah yang sebenarnya 2) Siswa harus menyadari bahwa jika ia mengerjakan secara asal-asalan ataupun tidak serius.

Persentase yang dimaksud adalah antara ratio jumlah butir masalah dan jumlah butir dalam topik masalah kali jumlah peserta. ( Mm) 30 x100% = x100% = 25% M 120 Maka predikat permasalahan butir ini bagi para siswa adalah: C (Cukup). Langkah-langkah menganalisisnya adalah: a) Harus diketahui jumlah siswa yang mengerjakan DCM. dianggap sebagai item yang dicek siswa.92% NxM 20 x120 Jadi predikat topik IX dalam hubungan permasalahan adalah E (Kurang Sekali). maka dapat dicatat tersendiri sebagai item nomor berikut pada aspek itu.Langkah-langkah analisisnya adalah: a) Menjumlahkan banyaknya siswa yang mempunyai butir masalah yang sama untuk tiap butir. 2) Analisis per-topik masalah Analisis ini bertujuan untuk mengetahui topik masalah apa yang pada mumnya dihadapi oleh para siswa. c) Menghitung persentse permasalahan topik. Berarti topik IX ini merupakan masalah para siswa yang sangat serius. Jika pernyataan tidak termasuk ke dalam semua item. artinya pada umumnya para siswa mengalami masalah ini cukup serius. dicatat tersendiri dan dicari frekuensinya. dianalisis sebagaimana kalau kita menggunakan kuessioner terbuka. Rumusnya: ( Mm) x100% M dengan keterangan: Mm = banyaknya siswa yang bermasalah untuk butir tertentu. apakah 178 . Jika jawaban senada dengan item yang sudah ada. M = banyaknya siswa yang mengerjakan DCM Contoh: 30 orang siswa bermasalah untuk butir nomor 65. Jumlah semua siswa yang mengerjakan DCM 120 orang. Rumusnya: Nm x100% NxM dengan ketentuan: Nm = jumlah butir masalah (banyaknya butir yang dicek) N = jumlah butir dalam topik M = jumlah siswa. Jika jawaban siswa tidak sama dengan item yang sudah ada tetapi termasuk ke dalam aspek yang diungkap (Kesehatan dan seterusnya). dan seterusnya). Contoh: Jumlah butir dalam topik masalah IX Jumlah butir yang merupakan masalah Jumlah siswa (peserta) : 20 : 1750 : 120 orang Nm 1750 x100% = x100% = 72. b) Harus diketahui jumlah butir yang menjadi masalah siswa (banyaknya butir yang dicek). 3) Analisis pertanyaan terbuka Pertanyaan yang terbuka pada item nomor 221-223. Jawaban yang muncul dapat dimasukkan ke dalam kelompok masalah (mulai dari masalah Kesehatan. b) Mencari persentase masalah dengan cara mencari rasio antara banyaknya siswa yang bermasalah untuk butir tertentu dengan jumlah siswa.

e) Psikodrama. caturwulanan. baik program individual maupun kelompok. Memasukkan predikat masalah (A. himpunan data. pemindahan jurusan. Mendalami masalah individual maupun masalah kelompok. Teliti lebih dahulu butir-butir aspek kepribadian dalam buku pribadi yang relevan dengan topik masalah dalam DCM. Kalau tidak. dan mungkin perlu layanan bimbingan konseling khusus (misalnya konseling perorangan).8 Penggunaan hasil analisis DCM dalam penyusunan program bimbingan konseling Hasil analisisdata DCM dilengkapi dengan data yang diperoleh dengan metodemetode lain dapat dipergunakan untuk merencanakan program bimbingan konseling.dialami oleh siswa lain ataukah tidak. b. pengembangan. observasi (bentuk selain DCM). penukaran kelas. Hampir semua aspek kepribadian dalam buku pribadi dapat dilengkapi dengan data DCM. Individu tersebut dicatat sebagai individu yang mempunyai masalah khusus. pembelajaran. yaitu pencegahan. dalam bentuk kegiatan harian. kunjungan rumuah. kelompok. 2) Program bimbingan konseling kelompok dan/atau klasikal Data yang diperoleh konselor melalui penyelenggaraan DCM dapat digunakan untuk menyusun program bimbingan konseling kelompok dan/atau klasikal. 4) Masalah Individual Dari penjumlahan tiap butir masalah. yaitu memberikan berbagai jenis layanan (orientasi. dan tahunan. 1) Program bimbingan konseling individual Data yang diperoleh melalui penyelenggaraan DCM dapat digunakan untuk menyusun program bimbingan konseling individual. b) Merancang kegiatan yang dilakukan konselor. konseling kelompok) dan kegiatan pendukung (aplikasi instrumentasi BK. 3. c. Efisiensi pelayanan. dan sebagainya. dan harian. B. baik program individual. 179 . yaitu membuat dan membahas kasus individu yang bersangkutan. semesteran. sosiometri. konseling perorangan. alih tangan kasus) terhadap siswa asuhnya. Caranya adalahsebagai berikut: a. penempatan/penyaluran. mingguan. konferensi kasus. 3.2. program tahunan. atau E) ke dalam lajur (kolom) yang sesuai pada buku pribadi. C. mingguan. dan sebagainya. Memprioritaskan masalah yang harus segera ditangani. referal). bimbingan kelompok. Penyusunan program bimbingan konseling ini adalah dalam rangka: a. Kegiatan yang dapat dilakukan konselor dalam program bimbingan konseling kelompok dan/atau klasikal adalah: a) Melengkapi data yang sudah ada yang diperoleh dengan metode lain. b) Studi kasus. berarti termasuk masalah individual. klasikal. c) Konseling individual.2. Kegiatan yang dapat dilakukan konselor dalam program bimbingan konseling individual adalah: a) Mendalami masalah dan melengkapi data (pengumpulan data) wawancara. D.7 Pemindahan hasil analisis data DCM ke dalam buku pribadi siswa Hasil analisis data DCM merupakan data pelengkap buku pribadi (cummulative records) siswa. dan sosiodrama. dan pengatasan sebelum masalah-masalah itu berkembang menjadi akut. d) Penempatan. Dan kalau beberapa siswa mengalaminya. maka merupakan masalah kelompok. sering didapatkan masalah yang hanya dialami oleh satu orang saja. rujukan (alih tangan kasus. b. informasi. Semua masalah yang muncul dari DCM dipertimbangkan dalam penyusunan program bimbingan konseling.

berkemah. Kesehatan 1 1 1 1 0 1 2 3 √ 1 4 1 5 1 6 1 7 1 8 1 9 √ √ √ 2 0 1 2 6 0 8 √5 2 4 0 1 4 7 6 √3 2 2 1 5 2 2 √7 √3 ∑ 180 . diskusi. Penyajian ini dapat dilakukan secara individual maupun kelompok.2. d) Student case conference e) Group counseling. Hasil analisis data DCM adalah sebagaimana dipaparkan dalam Tabel-tabel berikut. maupun terpadu dengan kegiatan pembelajaran dan pelatihan seperti: kunjungan studi. tugas-tugas kelompok. 3.9 Penyajian hasil analisis data DCM Hasil analisis data DCM perlu disajikan untuk dimasukkan ke dalam cummulative record agar sewaktu-waktu dapat diketemukan dan dipergunakan dengan mudah. Penyajian data DCM ini didasarkan pada hasil analisis masalah individual dan kelompok sebagaimana telah dipaparkan di muka. sosiodrama. Tabel 1 Rekapitulasi Butir Masalah Siswa Berdasarkan DCM Siswa kelas VIIIA SLTP Pringgodani Semarang Semester I tahun 2011/2012 N o 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 0 1 1 1 2 1 3 1 4 1 5 1 6 1 7 1 8 1 9 2 0 2 1 2 2 1 2 3 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 4 5 6 7 8 9 I.c) Merancang aktivitas siswa dalam kegiatan-kegiatan yang bermuatan bimbingan secara mandiri.

Kesehatan 1 1 1 1 0 1 2 3 √ 1 4 1 5 √ 1 6 √ 1 7 √ 1 8 √ 1 9 √ 2 0 6 3 1 ∑ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 8 11 4 4 √6 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 3 2 √ √ √ √ √ √5 4 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 1 7 4 0 √ √ √ √ √ √ 2 3 1 4 √ 8 √ 9 1 √ 1 0 1 1 8 1 √ 1 1 √ 1 6 5 1 √ 2 0 6 0 0 2 1 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √2 2 √6 √7 2 7 0 168 Rekapitulasi butir masalah siswa dalam satu kelas dibuat sampai dengan Tabel 11 (Tabel berikutnya tidak dicantumkan di sini). selanjutnya dirangkum menjadi Tabel 2. 181 . Berdasarkan Tabel 2 inilah dibuat analisis individual dan kelompok.N o 2 3 2 4 2 5 2 6 2 7 2 8 2 9 3 0 3 1 3 2 3 3 3 4 3 5 3 6 3 7 3 8 3 9 4 0 4 1 4 2 4 3 4 4 ∑ 1 2 3 4 5 √ 6 7 8 9 I.

Tabel 2 Rekapitulasi Kelompok Masalah Siswa Berdasarkan Hasil DCM Kelas VIIIA SMP Pringgodani Semarang Semester I tahun 2011/2012 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 ∑ I 1 2 6 0 8 5 2 4 0 1 4 7 6 3 2 2 1 5 2 2 7 3 6 3 1 8 11 4 4 6 3 2 5 4 1 7 4 0 2 2 6 7 2 7 168 II 0 2 1 0 6 0 0 1 0 0 1 9 0 0 3 1 1 4 1 0 1 2 2 0 0 3 2 3 3 4 5 0 5 0 0 7 1 0 2 0 2 0 4 1 77 III 2 2 5 0 7 7 3 3 0 0 5 7 4 5 3 3 4 4 2 1 10 3 7 6 2 3 3 2 7 5 3 1 7 7 3 6 3 1 4 2 6 3 3 8 172 IV 2 1 7 0 7 4 4 0 0 3 8 9 4 0 1 1 1 3 0 2 4 0 4 3 2 12 7 2 9 5 3 2 4 8 3 8 7 1 4 2 6 3 3 0 159 KELOMPOK MASALAH V VI VII VIII 2 2 0 0 2 2 2 2 6 2 2 3 0 0 0 0 7 4 3 3 10 3 4 3 3 1 0 1 1 1 1 1 0 0 0 0 0 0 7 0 8 0 3 4 7 8 5 3 3 3 2 0 4 2 1 1 5 4 2 0 3 2 1 2 2 0 0 1 6 1 4 1 3 1 1 1 1 0 1 0 2 0 1 4 0 1 0 0 8 7 5 3 4 1 3 1 0 2 3 1 5 2 2 2 6 1 0 3 2 2 2 0 11 8 4 3 9 7 1 1 3 0 3 2 2 0 1 0 3 0 3 0 7 3 3 2 7 1 1 0 10 2 1 1 4 3 2 0 1 0 0 0 7 2 0 0 1 0 0 0 9 7 1 4 4 2 2 5 1 0 1 1 2 1 3 0 181 88 81 59 IX 1 0 3 0 3 3 2 0 1 1 1 4 0 0 2 1 0 5 2 1 3 1 6 2 1 1 0 1 8 2 5 0 2 1 0 2 2 0 0 2 6 2 1 1 79 X 1 1 8 0 8 6 10 5 2 1 6 6 4 10 7 3 2 5 3 3 5 2 3 6 3 5 10 5 13 4 7 2 8 4 3 5 8 3 4 3 5 6 3 11 219 XI 3 1 9 0 7 4 5 3 5 0 5 4 3 5 2 2 0 3 1 1 1 1 8 1 3 9 2 2 7 2 5 3 4 2 1 5 1 1 3 1 6 2 4 3 140 182 .

d. 2. 11.d. 1. Masa Depan dan Cita-cita Pendidikan. 7. 10. Penyajian individual – Siswa nomor kode 24 No. b.a. 4. Penyajian kelompok KELOMPOK MASALAH SISWA KELAS VIIIA SMP PRINGGODANI SEMARANG Keterangan : I s. 25 adalah persentase masalah yang dialami oleh kelompok (kelas) 183 . 8. 5. 6. 3. XI adalah Kelompok Masalah 0 s. Masalah Kesehatan Keadaan Kehidupan Rekreasi dan Hobi Kehidupan Sosial – Keaktifan Berorganisasi Hubungan Pribadi Muda-mudi Kehidupan Keluarga Agama dan Moral Penyesuaian terhadap Sekolah Masa Depan dan Cita-cita Pendidikan Penyesuaian terhadap Kurikulum E E E E E E E E E E E D D D D D D D D D D D Kriteria C B C B C B C B C C C C C C C B B B B B B B A A A A A A A A A A A Kesimpulan: Siswa nomor 24 memiliki masalah yang serius pada masalah Rekreasi dan Hobi. 9.

tetapi tidak ada kesempatan Lebih suka membaca buku-buku hiburan dari pada buku pelajaran Setiap malam selalu menonton film televisi/sinetron Tidak dapat menggunakan waktu luang Mudah tersinggung Sering bingung bila berhadapan dengan orang banyak Merasa malu jika berhadapan dengan orang banyak Mudah marah Merasa tidak mempunyai harapan (pesimis) Ingin sekali dikagumi Ingin hidup lebih tenang Bergaul dengan teman sejenis lebih menyenangkan dari pada dengan lawan jenis (komentar : wajar bagi usia mereka) Ingin mengadakan perubahan di rumah Tidak dapat sungguh-sungguh dalam beribadah Merasa berdosa sekali Pribadi seorang guru menyebabkan perasaan sebal terhadap pelajarannya dan enggan mengikuti pelajarannya Khawatir tidak dapat berdiri sendiri kelak Sukar untuk menetapkan pilihan SLTA/Perguruan Tinggi Sulit untuk memilih jurusan Khawatir tidak diterima di SLTA/Perguruan Tinggi Ingin mengetahui bakat dan kemampuan yang dimilikinya Belum mempunyai cita-cita tertentu Cita-cita selalu goyah/berubah Sering takut/cemas menghadapi ulangan Sering kuatir kalau-kalau mendapat giliran mengerjakan soal di papan tulis Sering mendapat kesukaran dalam menyelesaikan tugas pekerjaan rumah ∑ 16 20 12 17 17 14 15 22 19 13 22 19 13 14 20 19 19 14 13 15 24 18 23 19 17 27 17 24 29 19 21 Dari 44 siswa yang mengisi DCM disimpulkan: Satu orang siswa tidak mempunyai masalah (tidak ada yang dicek). 96. 94. 68. 136. 184. 196. 42. 75. 142.Tabel 3 Masalah yang paling banyak dicek siswa kelas VIII A SMP Pringgodani Semarang No. ibu) = 12 c. 187. Pada umumnya para siswa tidak suka membicarakan masalahnya dengan orang lain. 167. 41. 194. 31. 181. adalah dengan: a. 48. 100. Orang tua (ayah. 214. 206. 12. Teman akrab =8 d. 186. 51. jumlahnya = 15 Bagi yang suka membicarakannya dengan orang lain. Siswa yang suka membicarakan masalahnya dengan orang lain tidak menganggap bahwa konselor dapat membantu memecahkan masalahnya. 159. 76. 45. Kakak =5 b. Siswa tidak ada yang suka membicarakan masalahnya dengan konselor. 49. 118. 213. karena itu mereka lebih suka 184 . 15. Item masalah Merasa lelah dan tidak bersemangat Sering mengantuk Ingin mempunyai kamar sendiri Tidak mempunyai waktu untuk bermain Keinginan untuk rekreasi sering terhalang Suka olahraga. 77. Orang ain-lain yang dapat membantu =3 1. 188.

1 Pengertian Sosiometri Jacob Levy Moreno membuat istilah sosiometri dan menggunakannnya dalam studi tentang sosiometri yang dilakukan antara 1932-1938 di New York State Training School for Girl in Hudson. individu memilih teman yang berbeda pula. c. Dengan demikian. Kegiatan tertentu tersebut merupakan situasi pergaulan sosial (criterion) yang menjadi dasar bagi pilihan-pilihan individu dalam kelompok. 3. Sosiometri sebagai salah satu metode memahami interaksi sosial individu dilaksanakan dengan prosedur sebagai berikut: a. 2001). New York (Hofman. kedua. Istilah sosiometri berasal dari bahasa Latin “socius” yang berarti sosial. Siswa yang tergabung dalam suatu kelompok. 3. teman akrab (8 orang). (Catatan: Pengertian tes (angket) sosiometri tidak sama dengan istilah tes pada teknik testing dalam pemahaman individu). Menentukan kelompok yang akan dipahami dengan metode sosiometri. diberi penjelasan bahwa perlu dibentuk kelompok-kelompok yang lebih kecil (antara 4-6 orang) dalam rangka mengadakan kegiatan tertentu. dua. Jumlah teman yang dipilih dan tidak dipilih sebagai teman kelompok ditentukan satu orang. berdasarkan preferensi pribadi antara anggota-anggota kelompok. misalnya satu kelas di sekolah. orang tua (12 orang). Menyusun angket sosiometri atau tes sosiometri untuk diisi oleh anggota kelompok. Setiap siswa diminta untuk menulis pada blanko yang disediakan (blanko angket atau tes sosiometri) nama beberapa teman di dalam kelompok. dua orang. Dalam hal ini sering terjadi bahwa dalam kegiatan yang berbeda. Penggunaan sosiometri terikat pada suatu pergaulan sosial atau kriterium (criterion) tertentu yang lingkupnya tidak terlalu luas. dengan siapa dia ingin dan lebih suka melakukan kegiatan itu. Jawaban responden tentang siapa yang disukai maupun yang tidak disukai tersebut dapat terdiri dari satu. Preferensi pribadi dinyatakan dalam kesukaan untuk berada bersama dalam melakukan kegiatan tertentu.membicarakan masalahnya dengan kakak (5 orang). tiga orang atau lebih. atau dinyatakan dalam ungkapan perasaan terhadap anggota-anggota kelompok untuk melakukan suatu kegiatan tertentu.2 Sosiometri 3. Berdasarkan kata dasar ini. dan “metrum” yang diartikan sebagai pengukuran.3. d. maka data tersebut harus disajikan dalam bentuk tabel (disebut matrik sosiometri) dan bentuk gambar (disebut sosiogram). ataukah tiga orang dengan urutan pilihan pertama. seperti “kelompok belajar”.3. dan ketiga. yaitu dengan menggunakan beberapa pertanyaan yang berisi mengenai siapa yang disukai (dipilih) dan siapa yang tidak disukai (ditolak) di antara anggota kelompoknya. Agar data sosiometri tersebut mudah dipahami siapa yang popular (paling disukai/disenangi) dan siapa yang terisolir (tidak disukai atau tidak dipilih). b. dan dengan siapa dia tidak ingin dan tidak suka melakukan kegiatan itu.2 Angket Sosiometri Instrumen atau alat untuk memperoleh materi sosiometri adalah angket sosiometri.3 Menggambarkan Hasil Angket Sosiometri Data psikologis yang dikumpulkan dengan angket sosiometri masih sulit untuk dianalisis dan dipahami (dibaca) apabila belum diolah. Mastur dan Rifa’i (2009) telah menyusun Aplikasi Komputer DCM. sosiometri dapat diartikan sebagai suatu metode atau teknik untuk memahami individu terutama untuk memperoleh data tentang jaringan hubungan sosial antarindividu (antarpribadi) dalam suatu kelompok. 3. dan selain mereka (3 orang).2. sosiometri digunakan sebagai cara untuk mengukur tingkat antarhubungan individu dalam kelompok. 185 . misalnya kelas. Untuk membantu dan mempermudah konselor dalam memahami siswa asuh.

3. A memilih B dan C B memilih A dan C C memilih E dan A D memilih B dan A E memilih A dan B Contoh 3. Setelah angket sosiometri diisi. kemudian dikumpulkan untuk ditabulasi dalam matrik sosiometri.e. berikut ini disajikan contoh prosedur sosiometri. f. maka data sosiometri dianalisis dengan cara: 1) menggambar sosiogram 2) menganalisis hubungan sosial secara keseluruhan 3) menghitung indeks sosiometri 4) mengisi kartu sosiometri secara individual.3. Dengan melihat sosiogram kita akan dapat memperoleh informasi tentang: a) Besarnya jumlah pemilih untuk setiap individu b) Arah pilihan dari dan terhadap individu tertentu c) Kualitas arah pilihan d) Ada tidaknya isolasi e) Kecenderungan terbentuknya anak kelompok.1 Tabel 1 Matrik Sosiometri Arah Pilih Teman Kelompok Belajar Dipilih Pemilih A B C D E F G H I J Jumlah Pilihan 1 Jumlah Pilihan 2 Jumlah seluruhnya A x 1 2 2 1 2 2 1 3 4 7 B 1 x 1 2 1 1 C 2 2 x x x x 2 1 4 1 5 0 3 3 0 0 0 1 0 1 2 1 1 2 0 0 0 x x x 0 1 1 0 0 0 1 X 1 0 1 2 D E F G H I J F memilih B dan H G memilih B dan C H memilih F dan A I memilih J dan A J memilih A dan F 1 186 . Sebagai gambaran pelaksanaan metode sosiometri dalam pelayanan bimbingan dan konseling. Berdasarkan matrik sosiometri.

atau garis utuh untuk pilihan pertama. dan garis terputus-putus untuk pilihan kedua.SOSIOGRAM ARAH PILIH TEMAN KELOMPOK BELAJAR SISWA KELAS X-9 SMA PRINGGODANI KUDUS 7 6 5 4 3 2 1 0 A B F H G D I Gambar 3 Sosiogram bentuk Grafik E J C SOSIOGRAM ARAH PILIH TEMAN DUDUK SEBANGKU SISWA KELAS X-9 SMA PRINGGODANI KUDUS H G B D J A C Gambar 4 Sosiogram bentuk sirkuler F E Keterangan : : Laki-laki : Perempuan : Pilihan 1 : Pilihan 2 Di dalam sosiogram bisaanya arah penolakan tidak digambarkan. yang digambarkan adalah arah pemilihan dengan memberikan bentuk garis yang berbeda warnanya atu bentuknya. Contoh: A A A B B B arah panah menunjukkan pemilihan A kepada B. tetapi B memilih A I 187 . Misalnya warna hitam untuk pilihan pertama dan warna hijau untuk pilihan kedua. saling memilih pilihan 1 antara A dengan B. A memilih B sebagai pilihan pertama.

Dalam sosiogram terdapat lima macam bentuk konfigurasi. hubungan bersifat menyeluruh. intensitas tinggi. hubungan persahabatan erat.sebagai pilihan kedua. Hubungan atau relasi sosial dari individu-individu dalam suatu kelompok membentuk suatu susunan tertentu yang disebut konfigurasi. yaitu: A A B A A B C B D C Konfigurasi bentuk segitiga (triangle). status penolakan (rejection status: rs) 3. menolak F dan H C memilih E dan A. hubungan bersifat timbal balik. A memilih B dan C. intensitas tinggi. menolak D dan F 188 . menolak I dan D G memilih B dan C. dapatkah anda jumpai dalam gambar 3 dan/atau 4? Sebagaimana telah dikemukakan di atas. intensitas hubungan sosial kurang baik. Dalam analisis ini kita menghitung berapakah jumlah indeks setiap individu dalam tiap-tiap kelompok yang dikenai sosiometri. menolak H dan F D memilih B dan A. B A dan B saling memilih sebagai pilihan kedua. Di dalam analisis indeks ini ada tiga kedudukan individu dalam kelompoknya. cepat rapuh. menolak E dan C E memilih A dan B. status pemilihan (choice status: cs) 2. menolak J dan F F memilih B dan H. Untuk memperoleh gambaran yang jelas tentang analisis indeks tersebut. menolak J dan I B memilih A dan C. Konfigurasi bentuk pasangan (mutual). Model konfigurasi di atas. yaitu: 1. status pemilihan penolakan (choice and rejection status: crs). Konfigurasi bentuk rantai (chain). perhatikan contoh berikut ini yang merupakan pengembangan dari contoh tabel 1 yang kemudian memperoleh matrik sosiometri sebagaimana contoh tabel 2. data sosiometri juga dapat dianalisis secara indeks (analisis indeks).

Status pemilihan (choice status=cs) Jumlah orang yang memilih A cs A = N-1 atau Jumlah pemilih cs A = N-1 189 . analisis indeks sosiometri bisaanya ditinjau dari status pemilihan (cs=choice status). Dalam berbagai literatur.3.H memilih F dan A.2: Tabel 2 Matrik Sosiometri Arah Pilih Teman Kelompok Belajar Dipilih Pemilih A B C D E F G H I J Jumlah Pilihan 1 Jumlah Pilihan 2 Jumlah Pilihan Jumlah penolakan 1 (3) Jumlah penolakan 2 (4) Jumlah Pilihan A x 1 2 2 1 2 2 1 3 4 7 0 0 0 B 1 x 1 2 1 1 (3) 4 1 5 1 0 1 C 2 2 x (4) 2 (4) 0 3 3 0 2 2 D E F G H I (4) J (3) x (4) (3) (3) (3) 0 0 0 3 1 4 1 (3) x (3) (4) (4) x (4) 1 2 1 1 2 1 3 4 (4 (3) (3) 2 x x x 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 2 0 0 0 1 1 2 1 x 1 0 1 2 0 2 (3) (4) (4) 1 0 1 1 2 3 Berdasarkan praktek di lapangan. karena itu rumus-rumus analisis indeks sosiometri perlu direkonstruksi. dan status pemilihan penolakan (crs=choice and rejection status). menolak B dan C I memilih J dan A. Rahardjo (1998) menemukan bahwa ada ketidaksesuaian teori analisis indeks sosiometri dalam segi status pemilihan (cs=choice status). penolakan. menolak D dan E J memilih A dan F. maupun pemilihan penolakan. Rumus yang digunakan untuk mencari masing-masing status adalah sebagai berikut : Versi Teori 1. status penolakan (rs=rejection status). Rahardjo (1998) menyusun rumus baru baik untuk indek pemilihan. status penolakan (rs=rejection status).3. menolak D dan E Contoh 3. Studi lanjutan tentang rumusrumus analisis indeks sosiometri dilakukan dengan melakukan penelitian tentang Dua Versi Analisis Indeks Sosiometri Pada Siswa Kelas II SMU Negeri 2 Bae Kudus Tahun 1998/1999. dan indeks pemilihan penolakan (crs=choice and rejection status). Dengan uji komputer.

Kalau seseorang memperoleh indeks yang mendekati angka 1 berarti tingkat popularitasnya tinggi. Sugiyo.Keterangan : A = Kode orang yang diselidiki dalam kelompok N = Jumlah orang dalam kelompok (Sumber : Walgito 1975. 1985. Hendrarno. terasing). 1985. Supriyo yaitu tidak dikalikan –1 dan dengan dikalikan –1. Djumhur dan Surya 1975). Sukardi 1983. 1985. Hampir semua orang yang mempelajari dan menggunakan sosiometri menerima analisis indeks sosiometri tersebut. Rahardjo (1998. Status pemilihan (choice status=cs) Jumlah pemilih A cs A = Nxp Keterangan : 190 . Status penolakan (rejection status=rs) Jumlah orang yang menolak B rs B = N-1 Keterangan : B = Kode orang yang diselidiki dalam kelompok N = Jumlah orang dalam kelompok (Sumber : Walgito 1975. Sugiyo. Supriyo 1987) Indeks penolakan ini bergerak dari 0 sampai dengan –1. Sugiyo. Individu yang memperoleh indeks rs = –1 berarti semua siswa dalam kelompok menolak individu yang bersangkutan. Di sini ada perbedaan yang mendasar antara rumus dari Walgito dengan yang dikemukakan oleh Sukardi dan Hendrarno. Sugiyo. Indeks pemilihan ini bergerak dari 0 sampai dengan 1. 1999) mengemukakan analisis indeks sosiometri versi baru seperti berikut ini. 3. 1985) atau Jumlah penolak rs B = x-1 N-1 (Sumber : Sukardi 1983. Versi Baru 1. sedang 1 berarti paling populer. Sukardi 1983. Keterangan : C = Kode orang yang diselidiki dalam kelompok N = Jumlah orang dalam kelompok (Sumber : Walgito 1975. Supriyo 1987. Indeks –1 berarti individu tersebut paling ditolak. Hendrarno. Rumus-rumus versi teori di atas selama puluhan tahun digunakan tanpa kritik dan upaya pembaruan. Hendrarno. Berdasarkan kajian lapangan yang ditunjang dengan perhitungan komputer. sedang yang memperoleh indeks 0 berarti tidak ada yang memilih (tidak populer. Supriyo 1987) Indeks pemilihan penolakan ini bergerak dari –1 sampai dengan 1. Indeks pemilihan penolakan (choice and rejection status=crs) Jumlah pemilih C – jumlah penolak C rs C = N-1 2. 1985. 1985. sedang individu yang memperoleh indeks rs = 0 berarti tidak ada yang menolak.

Makin besar jumlah pemilihnya. dan indeks 1 berarti semua individu memilih dia tanpa ada yang menolak. Tabel 5. Sementara itu pada versi baru menunjukkan bahwa berapa pun jumlah pemilihnya. 7. Dengan demikian. Dengan rumus versi baru berapa pun jumlah individu dalam kelompok hasil penjumlah indeks kelompok sama dengan –1. Indeks pemilihan penolakan (choice and rejection status=crs) Jumlah pemilih C – jumlah penolak C rs C = Nxq Keterangan : C = Kode orang yang dicari statusnya dalam kelompok N = Jumlah orang dalam kelompok q = banyaknya pilihan/penolakan setiap orang yang ditentukan dalam angket sosiometri Dalam versi baru ini indeks pemilihan penolakan ini bergerak dari -1 sampai dengan 1. Pada tabel 3 dan 4 nampak berbeda hasil perhitungan analisis indeks pemilihan antara versi teori dengan versi baru. 6. 2. 0 berarti tidak ada yang memilih atau menolak. Sedangkan pada rumus versi teori jumlah indeks seluruh kelompok semakin besar dari –1 jika jumlah pilihannya semakin besar. Indeks –1 berarti semua siswa dalam kelompok menolak individu yang diselidiki tanpa ada yang memilih. Indeks –1 berarti semua siswa dalam kelompok menolak individu yang diselidiki. 7. 4. Tetapi kenyataannya pada rumus analisis indeks versi teori tidak demikian. dan delapan pun serupa dengan tabel 3 dan 4. bukan dikalikan jumlah penolakan. analisis indeks pemilihan versi baru sesuai dengan ketentuan/kesepakatan para ahli tentang rentangan antara 0 sampai 1. 5. Berdasarkan data tabel 2. 191 . makin besar jumlah indeks csnya. Hal ini dapat terjadi karena nilai N dikurangi 1.A = Kode orang yang dicari statusnya dalam kelompok N = Jumlah orang dalam kelompok p = banyaknya pilihan setiap orang yang ditentukan dalam angket sosiometri Dalam rumus versi baru ini. Menurut ketentuan. aplikasi rumus analisis indeks versi teori dan baru dilakukan dengan membandingkannya sebagaimana dipaparkan tabel 3. sedang 0 berarti tidak ada yang menolak. 6. Hal ini dapat terjadi karena nilai N dikurangi 1. silahkan cermati. Artinya seluruh individu dalam kelompok tersebut jika indeksnya dijumlahkan. indeks pemilihan bergerak dari 0 sampai dengan 1. pembaginya bukan N-1 tetapi Nxp. hasilnya sama dengan 1. Status penolakan (rejection status=rs) Jumlah penolak B rs B = x -1 Nxt Keterangan : B = Kode orang yang dicari statusnya dalam kelompok N = Jumlah orang dalam kelompok t = banyaknya penolakan setiap orang yang ditentukan dalam angket sosiometri Dalam versi baru ini indeks penolakan ini bergerak dari 0 sampai dengan –1. hasil penjumlah indeks cs-nya tetap 1. 3. Sedangkan pada versi teori jumlah indeks seluruh kelompok semakin besar jika jumlah pilihannya semakin besar. dan ternyata rumus ini memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh para penulis teori sosiometri terdahulu yaitu indeks cs bergerak dari 0 sampai dengan 1 atau jumlah indeks seluruh orang dalam kelompok sama dengan 1. 8.

111 2.050 0.050 0 0.111 0 0.111 0.0.350 0.150 0 0.556 0.333 0 0.222 0 0.222 Tabel 4 Indeks Pemilihan (cs) versi baru Subjek Sekor Nxp Indeks Cs A B C D E F G H I J Jumlah 7 5 3 0 1 2 0 1 0 1 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 0.222 192 .0.050 1.111 C 2 9 -1 .100 0 0.000 Tabel 5 Indeks Penolakan (rs) versi teori Subjek Sekor N-1 x -1 Indeks rs A 0 9 -1 0 B 1 9 -1 .250 0.Tabel 3 Indeks Pemilihan (cs) versi teori Subjek Sekor N-1 Indeks Cs A B C D E F G H I J Jumlah 7 5 3 0 1 2 0 1 0 1 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 0.778 0.

193 .0.100 J 1 2 20 .0.0.200 E 1 3 20 .0.100 G 0 0 20 0 H 1 2 20 .0.0.0.111 Jumlah 0.200 E 3 20 -1 .0.0.444 E 1 3 9 .1.444 0 .0.0.350 B 5 1 20 0.0.200 C 3 2 20 0.0.0.050 I 0 2 20 .100 F 2 4 20 .0.222 .D E F G H I J Jumlah 4 3 4 0 2 2 2 9 9 9 9 9 9 9 -1 -1 -1 -1 -1 -1 -1 .222 J 1 2 9 .222 .200 G 0 20 -1 0 H 2 20 -1 .111 I 0 2 9 .050 Jumlah 0 Mastur dan Rifa’i (2009) telah menyusun Aplikasi Komputer Sosiometri yang dapat digunakan konselor untuk menganalisis data sosiometri dengan mudah.444 .0.0.111 D 0 4 9 .0.0.222 G 0 0 9 0 H 1 2 9 .000 Tabel 7 Indeks Pemilihan Penolakan (crs) versi teori Subjek c r N-1 Indeks Crs A 7 0 9 0.0.222 .0.2.100 Jumlah .0.050 D 0 4 20 .0.0.111 J 2 20 -1 .444 C 3 2 9 0.150 F 4 20 -1 .000 Tabel 8 Indeks Pemilihan Penolakan (crs) versi baru Subjek c r Nxq Indeks Crs A 7 0 20 0.100 I 2 20 -1 .222 F 2 4 9 .333 .0.778 B 5 1 9 0.050 C 2 20 -1 .222 Tabel 6 Indeks Penolakan (rs) versi baru Subjek Sekor Nxt x -1 Indeks rs A 0 20 -1 0 B 1 20 -1 .0.100 D 4 20 -1 .

Kons. yaitu dengan memberikan daftar pertanyaan yang harus dijawab atau dikerjakan oleh responden secara tertulis pula. Menurut Walgito (1983:65). Hal ini dapat dilihat dari penolakan oleh Banowati. walaupun Fauzi memilih Banowati sebagai teman belajar kelompok Kudus. Fauzi 14376 II-1 Kelompok Belajar 10 orang 1. walaupun kualitas pilihannya berbeda  Hubungannya dengan Banowati tidak baik. terlihat dari saling memilih di antara mereka. di dalam kuesioner terdapat dua bagian yang pokok yaitu bagian yang mengandung identitas. Banowati 2. Haris 2. BIMBINGAN DAN KONSELING SMA PRINGGODANI KUDUS ========================== KARTU SOSIOMETRI Nama siswa Nomor Induk Kelas Kegiatan Jumlah siswa dalam kelompok Dipilih oleh Ditolak oleh : : : : : : : Teman yang dipilih Teman yang ditolak : : Jumlah pemilih : Jumlah penolak : Indeks cs : Indeks rs : Indeks crs : Catatan/Komentar:  Secara keseluruhan hubungan sosial Fauzi kurang baik. Bambang Tetuka. Drs.4. Banowati 2. Hal ini dapat diketahui dari angka indeks di atas  Hubungannya dengan Haris intim. kuesioner dimaksudkan untuk merekam dan menggali informasi atau keterangan yang sesuai dengan kondisi individu dan bisa dijelaskan atau diterangkan oleh responden.Kegiatan berikutnya yang dapat dilakukan oleh konselor setelah melakukan tahapan-tahapan dalam pelaksanaan metode sosiometri. M. Haris 1. 3. dan bagian yang mengandung pertanyaan-pertanyaan yang ingin memperoleh jawabannya. Dewi 2 orang 4 orang 0. Gunadi 1. adalah mencatat data individu dalam kartu sosiometri sebagaimana contoh berikut. Sebagai teknik untuk memahami individu.44 -0.22 0. Cinderella 3.Pd.4. Kuesioner 3. 6 Mei 2012 Konselor. Ernawan 4.22 194 .1 Pengertian Kuesioner Kuesioner atau angket merupakan suatu teknik atau cara memahami siswa dengan mengadakan komunikasi tertulis. Intan 2. Jumadi 1.

c. renang h. pergi ke sawah. 3. Dalam kuesioner tersebut di samping ada pertanyaan terbuka juga terdapat pertanyaan tertutup dalam satu item. ………………………… b. 60. ………………………… Pada item ini responden diberi kesempatan untuk memberikan jawaban sebebasbebasnya sesuai dengan keinginannya. mengasuh adik. ………….Bagian yang mengandung data identitas ialah bagian yang mengandung data tentang diri individu atau orang yang dikenai kuesioner tersebut.2 Macam-macam Kuesioner 195 . Ia tidak dapat dengan bebas memberikan jawaban yang sesuai dengan keinginannya. Apakah keinginanmu setelah lulus SMA? a. Sedangkan bagian yang mengandung pertanyaan fakta atau opini ialah bagian yang mengandung pertanyaan-pertanyaan untuk mendapatkan fakta atau opini tersebut. Misalnya uang sakunya Rp. menikah d. memancing. misalnya menyangkut nama. merupakan pertanyaan-pertanyaan yang masih memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada responden untuk memberikan jawabannya atau tanggapannya terhadap kuesioner tersebut. 1) Pertanyaan yang tertutup (closed questions). merupakan campuran atau perpaduan kedua macam pertanyaan di atas. sepak bola e. dan pertanyaan yang terbuka dan tertutup. Contoh: Berilah tanda silang (x) pada jawaban yang sesuai dengan pertanyaan berikut! 1. yang dalam pertanyaan tertutup tidak dapat diperoleh karena terbatas. beladiri b. misalnya dapat diperoleh jawaban-jawaban tidur. pertanyaan yang terbuka. melanjutkan kuliah b. bekerja c. …………. mengulang pelajaran hari ini. Pertanyaanpertanyaan tersebut dapat berbentuk tiga macam yaitu pertanyaan yang tertutup. Contoh: 22. 3) Pertanyaan yang terbuka dan tertutup (open and closed questions). tidak tahu. …………. Olahraga di luar sekolah yang saya ikuti adalah: a. d. sesuai dengan opininya. yaitu pertanyaan yang berbentuk di mana responden tinggal memilih jawaban-jawaban yang telah disediakan di dalam kuesioner itu. Dari sekian banyak responden dapat diperoleh berbagai macam jawaban. Contoh: 33. alamat.-/bulan ia tidak dapat menyatakannya. suku bangsa. istirahat sebentar terus berangkat les.4. membantu pekerjaan orang tua. Dari item 22 di atas. agama. Dengan pertanyaan-pertanyaan tersebut.000. 2) Pertanyaan yang terbuka (open questions). kursus keterampilan e. responden (siswa) tinggal memilih salah satu jawaban yang tersedia. tempat dan tanggal lahir. berkebun. melainkan dengan memilih jawaban c. Kegiatan apa yang bisaa kamu lakukan di rumah setelah pulang sekolah? a. ………………………… c. pergi ke hutan mencari kayu bakar. jenis kelamin. ………………………… d. bulu tangkis g. mengerjakan PR. volley ball f.

kuesioner dapat dibagi menjadi tiga.2 Pendidikan orang tua siswa SMA Pringgodani Kudus Kelas Pendidikan orang tua I II III Jumlah Tidak tamat SD 2 2 1 5 SD/MI 3 1 7 11 SLTP/MTs 37 44 37 128 SMA/MA 49 48 42 139 Diploma 11 8 7 26 Sarjana 21 13 7 41 Pascasarjana 2 0 0 2 Total 125 126 131 352 Kolom-kolom yang tersedia pada tabel 4. pendidikan orang tua. pengumpul data mungkin akan kesulitan untuk menggolong-golongkan jenis data yang diperoleh. Dengan kuesioner ini.1 Agama yang dianut siswa SMA Pringgodani Kudus Agama yang dianut Islam Krist Katol Hind Budh en ik u a 37 1 2 1 1 40 1 0 0 0 39 1 1 0 0 40 0 0 0 0 35 2 1 0 0 38 0 1 0 0 35 0 0 0 0 34 1 0 0 0 39 1 0 0 1 337 7 5 1 2 Kelas XA XB XC XI IPA XI IPS XI Bhs XII IPA XII IPS XII Bhs Total Juml ah 42 41 41 40 38 39 35 35 41 352 Tabel 4. yaitu kuesioner tertutup. Responden tinggal memilih jawaban-jawaban yang sudah disediakan. Dengan kuesioner bentuk ini. kuesioner terbuka. pengumpul data dapat memperoleh data yang banyak dan sangat bervariasi karena jawaban responden tidak dibatasi. Misalnya dari pertanyaan tentang agama. Kuesioner bentuk ini sebenarnya terkait langsung dengan bentuk-bentuk pertanyaan sebagaimana dikemukakan di atas. dapat diketahui distribusi frekuensi agama yang dianut siswa. 1) Kuesioner tertutup (closed questionnaire) Merupakan kuesioner yang menggunakan pertanyaan-pertanyaan tertutup. dan mungkin yang lain-lainnya. dan kuesioner terbuka tertutup. Selanjutnya data tersebut diolah untuk kepentingan mencari frekuensi data/fakta tertentu. Responden diberikan kesempatan sebebas-bebasnya untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang disediakan. pekerjaan orang tua. Kelemahannya. 2) Kuesioner terbuka (open questionnaire) Kuesioner terbuka adalah kuesioner yang menggunakan pertanyaan-pertanyaan yang terbuka.Dilihat dari bentuk pertanyaannya. Tabel 4.1 dan 4. pengumpul data bermaksud memperoleh data yang relatif “seragam”.2 tinggal diisi dengan jumlah pada setiap kelas dan total (jumlah seluruhnya). 3) Kuesioner terbuka tertutup (open and closed questionnaire) 196 . pendidikan orang disusun penyajian data seperti berikut ini. Dengan demikian dari sekian ratus murid SMA Pringgodani Kudus.

... Dengan pertanyaan tertutup.. 3.3 Merancang Kuesioner Merancang alat kuesioner bukan pekerjaan yang mudah dan sederhana... 1983:66)... Pertanyaan semacam itu dapat dipisah menjadi dua item... ……………………………. fakta) dari sumber pertama (first resource.. karena ada sejumlah persyaratan teknis yang harus diindahkan dan isi kuesioner harus sesuai dengan kebutuhan di institusi pendidikan tertentu (tidak selalu suatu angket dapat digunakan untuk berbagai atau beberapa sekolah).. Sementara dengan pertanyaan yang terbuka diharapkan responden dapat memberikan kemungkinan jawaban lain dari alternatif jawaban yang sudah disediakan... sehingga tidak membingungkan... sumber data primer).. Oleh karena itu... Misalnya untuk memperoleh data tentang siswa... c... alasan ……………………………….... Misalnya jangan ditanyakan “Apakah lingkungan sekitar tempat tinggalmu religius?”.... Istilah-istilah yang sukar dan bisaanya tidak dipahami oleh siswa harus dihindari. sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.. Misalnya: “Mata pelajaran apakah yang anda sukai dan tidak anda sukai?”......Kuesioner terbuka tertutup merupakan kuesioner yang pertanyaanpertanyaannya berupa gabungan dari pertanyaan yang terbuka dan tertutup.... Coba jelaskan secara umum. (1) Ditentukan dengan tujuan apa kuesioner diberikan dan dipikirkan luas informasi yang dibutuhkan.... 197 .. Sejauh perlu... Sebutkan tiga mata pelajaran yang paling anda sukai. maupun dalam keseluruhan item. b..... konstruksi kuesioner harus diserahkan kepada tenaga ahli bimbingan konseling. ……………………………...... 1) Kuesioner langsung Kuesioner langsung adalah jika kuesioner langsung diberikan kepada responden yang ingin diselidiki (diungkap datanya).. kuesioner dapat dibedakan menjadi kuesioner langsung dan kuesioner tidak langsung (Walgito..4... sehingga jawaban yang diperoleh tidak diperoleh dari sumber pertama. alasan ………………………………. ... kuesioner tersebut langsung diberikan kepada siswa dan yang menjawab atau mengisi kuesioner juga siswa yang bersangkutan............ alasan ………………………………. baik dalam suatu item.. Setelah naskah kuesioner selesai disusun.. (3) Perumusan item-item harus jelas dan isinya mudah ditangkap..... 2) Kuesioner tidak langsung Kuesioner dikatakan sebagai kuesioner tidak langsung jika untuk mendapatkan jawaban membutuhkan perantara...... Bagimanakah pembawaanmu?” dapat dirumuskan menjadi item 24..... bagaimanakah kebisaaan ibadah orang-orang di sekitar tempat tinggalmu..... a. misalnya: 16........ (2) Harus ada introduksi yang menjelaskan kepada siswa (maupun responden pada umumnya) dengan tujuan apa mereka diminta mengisi kuesioner... (4) Suatu item jangan menanyakan dua hal sekaligus (pertanyaan ganda).... Winkel (1991:241242) mengemukakan 11 butir persyaratan konstruksi kuesioner yaitu sebagai berikut: Catatan: semua contoh item dalam uraian butir-butir ini nomor item dianggap (dibayangkan) pengetikannya mulai dari garis tepi kiri. Misalnya untuk memperoleh keterangan tentang siswa... Diterangkan pula siapa yang akan membaca kuesioner itu.... dengan menjaga kerahasiaan. Pada umumnya kuesioner ini banyak digunakan untuk kepentingan bimbingan konseling.. diserahkan kepada konselor yang lain untuk dikomentari dan kemudian dikoreksi seperlunya..... kuesioner diberikan dan diisi oleh guru mata pelajaran (data akademik) atau oleh orang tua siswa (data keluarga dan latar belakangnya).. Jadi dalam hal ini pengumpul data memperoleh jawaban (data. Ditinjau dari cara memberikannya........ ……………………………. pengumpul data berkeinginan memperoleh data yang relatif sudah pasti (sudah diduga ada datanya atau faktanya) dan mudah diukur... tidak menggunakan perantara untuk memperoleh jawaban... Item-item atau butir-butir dikelompokkan menurut bidang-bidang tertentu. dijelaskan cara mengerjakannya....

………………………. sebaiknya dipisahkan menjadi dua bagian. ayah d. Perhatikan contoh berikut . misalnya dalam hal penggunaan huruf besar. lebih bijaksana jika ditanyakan dalam wawancara. misalnya jangan dirumuskan pertanyaan: “Apakah anda merasa senang dalam belajar di sekolah?”. guru les c. dan orang tua tidak memperhatikan. berlibur di rumah nenek b. letak item. Jika anda mengalami kesulitan belajar di rumah. guru les 198 . Perumusan yang demikian mendorong siswa cenderung menjawab ya. harus disertai instruksi yang jelas. tetangga b. Tidak 30. ………………………. ………………………………………………………………. saudara f. tidak ada atau 21. Contoh yang disarankan 19. Pada waktu libur sekolah. ibu e. “Hal-hal apakah yang anda rasakan abnormal pada diri anda?” Seandainya hal-hal semacam itu perlu diketahui oleh konselor. Apakah anda sering tidak masuk sekolah? a. d. siapakah yang sering membantu menyelesaikan kesulitan anda? a. dapat dirumuskan menjadi: 29. seandainya ia tidak merasa senang. ibu e. Bagaimana perasaan anda dalam belajar di sekolah? ………………………………………………………………… 38. Ya b. Pilihlah salah satu jawaban yang paling sesuai dengan keadaan anda dengan cara menyilang (x) huruf pada salah satu pilihan jawaban Contoh: 11. (6) Perumusan item jangan mengandung jawaban yang baik atau sugesti mengenai jawaban yang ideal. “Apakah orang tua bisaanya memperhatikan belajar anda di rumah?”. menghabiskan waktu untuk bermain dengan teman di rumah d. (8) Susunan teknis (lay out) perlu diperhatikan. letak pilihan jawaban. apa sebabnya? ………………………………………………………………………. Bagaimana perhatian orang tua terhadap belajar anda di rumah? ………………………………………………………………… (7) Bilamana item tertentu ada lanjutannya. ……………………………… (9) Butir-butir yang cara menjawabnya berbeda dengan butir lainnya. siapakah yang sering membantu menyelesaikan kesulitan anda? a. Siapa saja yang menjadi teman kelompok belajar anda belajar di rumah? a. Jika anda mengalami kesulitan belajar di rumah. ……………………………… b. kegiatan apakah yang bisaanya anda lakukan? a. demi melindungi diri sendiri atau orang tuanya.. atau yang berikut ini 20. Misalnya item yang berbunyi “Apakah anda sering tidak masuk sekolah? Apa sebabnya?”. tetapi pun tidak terlalu longgar. ayah d. c.(5) Jangan menanyakan hal-hal yang dirasa mempermalukan atau mempunyai konotasi emosional negatif. Kalau ya. misalnya: “Ayahmu mempunyai berapa orang istri?”. Item-tem tersebut lebih baik dirumuskan: 37. di rumah saja tanpa ada kegiatan c.. dan letak ruang untuk menulis jawaban. Pada pertanyaan terbuka harus disediakan ruang untuk menjawab yang cukup longgar. bagian pertama dapat dijawab dengan Ya / Tidak lebih dahulu. tetangga b.

kuesioner dapat dikembalikan kepada siswa kelas XI dan XII untuk disesuaikan seperlunya. …………. Mesin cuci c. beladiri b. Fasilitas yang dimiliki oleh keluarga saya. d. d. tidak ada atau: Pada item nomor 11-20 anda boleh menjawab lebih dari satu jawaban. Tujuan perlu dirumuskan secara singkat dalam kisi-kisi. Hal-hal penting yang perlu diperhatikan dalam kisi-kisi kuesioner adalah sebagai berikut: a. sepak bola e. saudara f. bulu tangkis g. Dengan demikian kuesioner yang disusun diharapkan memenuhi segi teknis dan kebutuhan bimbingan konseling. 14. Hal ini perlu disebutkan dalam kisi-kisi. karena bisa saja konselor membutuhkan suatu data yang bersumber dari beberapa responden. Jenis data yang diperlukan Jenis data yang diperlukan dideskripsikan secara singkat. c. Berdasarkan unsur-unsur data ini. Tujuan yang akan dicapai dengan kuesioner tersebut. c. Nomor item Nomor item yang akan dimunculkan dalam kuesioner dikemukakan dalam kisi-kisi ini. sebaiknya didahului dengan menyusun kisi-kisi tentang kuesioner tersebut. d. dengan asumsi bahwa siswa sudah mengenal dan menyatu dengan lingkungan sekolah yang baru. …………. …………. mobil h.. Responden Responden adalah sumber data atau orang yang akan diberi kuesioner. (10)Pengisian kuesioner harus dilangsungkan pada waktu yang tepat. sehingga dapat dijadikan pedoman bagi perancang kuesioner (konselor) tentang data apa saja yang perlu didapatkan dari responden. Konselor dalam merancang kuesioner dengan rambu-rambu sebagaimana telah dikemukakan di atas. dengan menggunakan alat tulis yang berbeda warnanya. …………. renang h. antara lain: a. Pada introduksi atau pengantar kuesioner juga dikemukakan tujuan kuesioner diisi atau dijawab oleh responden. Olahraga di luar sekolah yang saya ikuti adalah: a. sepeda motor g. telepon b. televisi e. Caranya dengan menyilang (x) huruf pada pilihan jawaban yang sesuai dengan keadaan anda. …………. maka satu kisi-kisi dapat 199 . Dengan demikian dapat menghemat biaya. e. Siswa diminta untuk membubuhkan tanda tangan sebagai jaminan rasa tanggung jawab. b. perancang dapat mendeskripsikan item-item kuesioner. volley ball f. Unsur-unsur data Dari setiap jenis data. dan dapat pula dengan mengisi kolom yang tersedia Contoh: 13. perancang kuesioner dapat memerinci lebih detil tentang unsurunsur data dari setiap jenis data. radio tape f. sehingga perancang dapat memperkirakan seberapa banyak data yang diperoleh. misalnya siswa kelas I mengisi kuesioner baru dalam minggu yang kelima atau keenam sesudah tahun ajaran dimulai.c. (11)Mengingat keadaan siswa dalam beberapa hal mungkin sudah berubah pada waktu setahun sesudah mengisi kuesioner untuk pertama kali. Dan jika itu yang terjadi.

wawancara dibedakan menjadi empat yaitu the employment interview. yaitu: 1) Dapat dipergunakan untuk mengumpulkan data kepada sejumlah responden dalam waktu singkat. yaitu wawancara yang dilakukan untuk keperluan administrasi. yaitu wawancara yang dilakukan untuk kepentingan konseling. 200 . 4) Counseling interview. Contoh kisi-kisi dan kuesioner untuk siswa pelajari secara mandiri dari Rahardjo dan Gudnanto (2011) 3.5. Misalnya satu angket untuk siswa. 2. Menurut tujuannya (Walgito. 3) Administrative interview.1 Pengertian Wawancara Wawancara atau interview adalah suatu teknik memahami siswa dengan cara melakukan komunikasi langsung (face to face relation) antara pewawancara (interviewer) dengan yang diwawancarai (interviewee) untuk memperoleh keterangan atau informasi tentang siswa. 3) Responden mempunyai kebebasan untuk memberikan keterangannya. sehingga ada halhal yang tidak dapat terungkap. kuesioner juga mempunyai beberapa kelemahan yang perlu diperhatikan. 2) Informational interview. kuesioner mempunyai nilai praktis karena memiliki beberapa kelebihan. 3) Kadang-kadang ada responden yang tidak bersedia mengisi kuesioner. 4) Pertanyaan yang diajukan dalam kuesioner bersifat terbatas.2 Macam-macam Wawancara Ditinjau dari beberapa hal. 1) The employment interview. 1983:69). Namun demikian. dan counseling interview.4.menghasilkan dua angket atau lebih. yaitu wawancara yang dijalankan dengan suatu maksud yang berhubungan dengan employment (pekerjaan). Sedangkan wawancara kelompok adalah wawancara yang terdiri atas seorang interviewer atau lebih menghadapi sekelompok interviewee. wawancara dapat dibedakan menjadi wawancara individual dan wawancara kelompok (Walgito. 5) Pengaruh subjektivitas dapat dihindari.5. wawancara ada bermacam-macam jenis. 2. jika wawancara yang dilaksanakan melibatkan seorang interviewer dengan seorang interviewee.5 Wawancara 2. 4) Responden mempunyai waktu yang cukup untuk menjawab pertanyaan. administrative interview. dan angket lainnya untuk orang tua siswa. Berdasarkan jumlah orang yang diwawancarai.4 Kelebihan dan Kelamahan Kuesioner Sebagai suatu metode untuk memahami individu. Dikatakan sebagai wawancara individual. 1983:69). atau menyampaikan suatu informasi kepada interviewee. yaitu wawancara yang ditujukan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan. 2) Kuesioner hanya terbatas pada individu yang dapat membaca dan menulis. 2) Setiap responden menerima sejumlah pertanyaan yang sama. antara lain: 1) Kuesioner belum memberikan jaminan bahwa responden memberikan jawaban yang tepat. informational interview.

Merumuskan masalah. serta mengikuti teknik wawancara yang sesuai dengan kepribadiannya. b. Pada tahap ini langkah-langkah pokok yang perlu dilakukan oleh konselor adalah: 201 . 1983:69-70). 1) The non-directive interview. jauh dari hal-hal yang dapat mengganggu perhatian dan campur tangan orang lain. maka pada bagian ini konselor harus memperoleh data yang diinginkan. dan the repeated interview (Walgito. b. Menciptakan hubungan baik (rapport) dengan interviewee. Menempatkan diri dalam dunia interviewee. maka wawancara dapat dibedakan menjadi tiga yaitu the non-directive interview. Eksplorasi. Menyampaikan maksud dan tujuan diadakannya wawancara. Menyiapkan tempat yang tenang untuk melakukan wawancara. 3) The repeated interview. the focused interview. mulai interview. Mengumpulkan berbagai informasi tentang klien yang ada hubungannya dengan persoalan yang akan dibicarakan. e. Bila wawancara bermaksud mengumpulkan data klien. 2) Mulai interview. 1) Persiapan untuk interview. c. ialah pengolahan berbagai alternatif tindakan yang dapat dipilih sebagai hasil pengolahan masalah. Beberapa hal pokok yang perlu disiapkan konselor (konselor) untuk melakukan wawancara adalah sebagai berikut: a. Pokok-pokok persoalan yang akan dibicarakan ditulis dalam pedoman wawancara. maka pada bagian ini mengandung pokok-pokok: a. 3) Inti interview. sikap membolehkan dan mempergunakan penjelasan-penjelasan dari dunia klien. yaitu wawancara yang ditujukan kepada orang-orang tertentu yang mempunyai hubungan dengan objek-objek (kasus) yang diselidiki. yaitu wawancara yang dilakukan secara berulang. d. Tetapi bila maksud dan tujuan wawancara untuk memberikan bantuan (wawancara konseling). Kegiatan yang perlu dilakukan adalah: a. Rencana tersebut hendaknya fleksibel.3 Langkah-langkah Wawancara Jika konselor melakukan kegiatan wawancara. dan akhir interview. d. Mengenal dan memahami pandangan pihak interviewee. maka ada empat langkah perlu lakukan (Wibowo. yaitu wawancara yang dilakukan dalam proses konseling yang menggunakan cara atau teknik dengan menitik beratkan penerimaan pada klien. 1984:24-26) yaitu persiapan untuk interview. 4) Akhir interview. c. 2.Gambar 5 Wawancara kelompok Menurut peranan yang dimainkan. inti interview. Mendorong interviewee untuk mengemukakan informasi atau masalah yang akan diungkap/diketahui interviewer. b. percaya kepada kebijaksanaan klien. 2) The focused interview. Bagian ini merupakan bagian di mana maksud dan tujuan wawancara harus dapat dicapai.5. c. Perencanaan. pembentukan suasana positif yang netral. ialah pengembangan rencana untuk melaksanakan tindakan berdasarkan pemilihan terhadap alternatif yang telah dikembangkan. Konsolidasi. dapat berubah dan diganti sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapi. ialah mengolah masalah yang telah ditemukan dan dirumuskan. Membuat rencana atau pedoman wawancara (interview guide).

2. kemudian dirumuskan dalam pedoman wawancara (interview guide). yaitu pada waktu mengadakan observasi terhadap individu yang bersangkutan sekaligus juga diwawancarai. 1) Kelebihan wawancara adalah: a. Wawancara dikatakan valid apabila mencakup pendapat interviewee itu sendiri tanpa adanya pengaruh dari luar. wawancara sebagai teknik pengumpulan data juga mengandung beberapa kekurangan. Sugiyo & Supriyo. Bisa artinya pengaruh yang mengganggu. Untuk itu wawancara harus memenuhi syarat-syarat valid. c. Adanya pengaruh-pengaruh subjektif interviewer yang dapat mempengaruhi hasil wawancara. 1975:50-51). Menyimpulkan hasil wawancara.a. hangat. relevan. Wawancara terlalu banyak memakan waktu dan mungkin pula tenaga dan biaya. 2) Namun demikian selain berbagai keuntungan sebagaimana di atas. e. 4) Komunikatif. d.5 Syarat-syarat Wawancara Agar wawancara mendapatkan hasil yang baik. Winkel (1991:250-251). Mengacu pada berbagai pendapat yang telah dikemukakan oleh Walgito (1983:50-51). Artinya orang yang tidak dapat membaca dan/atau pun menulis dapat diajak wawancara d. Mempunyai kemungkinan masuknya data lebih mendalam dan lebih tepat (dibandingkan dengan kuesioner yang ada kemungkinan diisi oleh orang lain) f.4 Kelebihan dan Kekurangan Wawancara Sebagai metode untuk memahami siswa. 202 . Dapat diadakan serempak (bersamaan) dengan observasi. Dapat menimbulkan hubungan pribadi yang lebih baik g. wawancara mempunyai beberapa kelebihan dan kelemahan (Djumhur & Surya.5. maka untuk memperoleh hasil wawancara yang baik harus dipenuhi: a. 2. dan menyenangkan sehingga interviewee dapat bebas dan terbuka untuk memberikan informasi atau keterangan. maka interviewer harus dapat menciptakan situasi yang bebas. 3) Tidak mengandung bisa. Dapat dilaksanakan kepada setiap individu c. Memantapkan hasil yang telah disepakati. Sangat tergantung kepada individu yang akan diwawancarai. Untuk itu interviewer harus mendalami materi yang akan ditanyakan. atau sebaliknya e. Menentukan waktu wawancara berikutnya (bilamana masih dianggap perlu untuk dilanjutkan). Konselor dapat memberikan penjelasan terhadap pertanyaan-pertanyaan yang kurang jelas h. Tidak mengandung bisa berarti tidak ada pengaruh dari luar yang mengganggu wawancara. Situasi wawancara mudah terpengaruh oleh situasi alam sekitar. 1987:82). Sugiyo & Supriyo (1987:80-81). terbuka. 1) Valid. d. Menuntut keterampilan dan penguasaan bahasa yang baik dari interviewer. Tidak dibatasi oleh kemampuan membaca dan/atau menulis dari interviewee. Penilaian hasil upaya yang telah diperoleh. b. e. c. tidak mengandung bisa. Menghentikan wawancara atas kehendak bersama dengan tetap membina rapport. Wawancara merupakan teknik yang tepat untuk mengungkapkan keadaan pribadi b. Persoalan yang akan diungkap dalam wawancara harus dipersiapkan dengan cermat dan sistematik (kisi-kisi wawancara). b. komunikatif (Hendrarno. 2) Relevan.5. Kerahasiaan pribadi lebih terjamin. yaitu: a. Hendrarno.

Minta izin kepada interviewee untuk membuat catatan seperlunya. PEDOMAN WAWANCARA (INTERVIEW GUIDE) Tidak Langsung : 1 (pertama) : Memperoleh informasi tentang sebab-sebab siswa terisolir dalam kelompoknya (kelas) : Guru matapelajaran/Wali Kelas/Siswa lain : Burisrawa : 15 Mei 2010 : Ruang BK SMP Pringgodani Kudus Pertanyaan Jawaban 4. 2. c. Catatlah segera hasil wawancara. m. dan setelah wawancara. i. 1. Tujuan dan maksud diadakan wawancara harus dijelaskan sebaik-baiknya kepada interviewee. Namun. kelompok belajar d. Bersikap waspada terhadap kemungkinan bahwa informasi yang diberikan tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya atau interviewee menghindari jawaban yang terbuka terhadap pertanyaan tertentu. 3. Contoh 3. Pergunakanlah bahasa yang sederhana. Interviewer harus selalu membina hubungan baik (rapport) dengan interviewee yaitu sebelum. kegiatan ekstra-kurikuler Bagaimanakah hubungan sosial Burisrawa dengan siswa lainnya: a. Bagaimanakah pengenalan anda terhadap Burisrawa? Menurut pengamatan anda. Pertanyaan sedapat mungkin dikomunikasikan secara cross examining.b. lebih baik tidak membuat terlalu banyak catatan selama wawancara berlangsung. namun jangan mengganggu jalannya wawancara.1 Wawancara ke Tujuan Responden Nama siswa Tanggal wawancara Tempat wawancara N o. f. l. d. diskusi kelompok c. Hindarkan sikap menonjolkan aku interviewer. Karena hubungan baik ini sedikit banyak mempunyai pengaruh dalam proses dan hasil wawancara. sekelas b. h. Bertindak asertif selama proses wawancara berlangsung. yang memberikan indikasi terselubung mengenai jawaban yang ideal atau cenderung mengungkap jawaban tertentu demi memberikan kesan yang baik. g.5. mengikuti pelajaran b. j. pada saat. siapakah teman akrabnya di kelas? Menurut pengamatan anda bagaimana kegiatan Burisrawa dalam: a. maksudnya pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dapat diperluas sesuai dengan kebutuhan. Menghindari pertanyaan-pertanyaan yang sugestif. sebab hal itu dapat mengecilkan diri interviewee. Interviewer harus mengontrol isi wawancara. Pergunakanlah waktu sebaik mungkin untuk memperoleh keterangan atau informasi yang diharapkan. k. n. jelas dan mudah dipahami. lain kelas 203 . Interviewer harus menjaga jangan sampai ada waktu diam (jeda) yang terlalu lama. situasi dak kondisi yang dihadapi interviewer pada saat itu walaupun wawancara sudah dipersiapkan secara sistematis (terstruktur). e.

: 1 (pertama) : Memperoleh informasi tentang sebab-sebab siswa terisolir dalam kelompok belajar di kelasnya : Siswa yang bersangkutan : Burisrawa : 17 Mei 2010 : Ruang BK SMP Pringgodani Kudus Pertanyaan Jawaban Bagaimanakah hubungan sosial anda dengan teman satu kelas? 2. Bagaimanakah hubungan sosial anda dengan siswa lainnya: a. Menurut pendapat anda bagaimana kegiatan anda dalam: a. diskusi kelompok c. Siapakah teman sekelas yang anda anggap sebagai teman akrab? 3.2 PEDOMAN WAWANCARA (INTERVIEW GUIDE) Langsung Wawancara ke Tujuan Responden Nama siswa Tanggal wawancara Tempat wawancara N o. 1. …………………………… tanda tangan dan nama terang Contoh 3. hal-hal apa sajakah yang menyebabkan Burisrawa terisolir dalam pemilihan teman kelompok belajar? Kesimpulan/catatan: Kudus. mengikuti pelajaran b. …………………… Interviewer. Menurut pendapat anda. kegiatan ekstra-kurikuler 5.5. lain kelas 6. kelompok belajar d.5. Menurut pendapat anda. Hal-hal apa yang menarik bagi anda tentang teman sekelas yang menjadi teman akrab anda? 4. sekelas b. hal-hal apa sajakah yang menyebabkan anda terisolir dalam pemilihan teman kelompok belajar? 204 .

E. Observasi dilakukan dengan mengikuti langkah-langkah sebagai berikut: tentukan tujuan observasi. dan (c) observasi experimental. handycam. ……………………. Pelajari bab III buku ajar ini baik-baik. Agar kegiatan observasi dapat berjalan dengan baik. (c) daftar cek. 2. Diskusikan dan bandingkan hasil analisis yang sudah dibuat setiap anggota kelompok dari contoh 1-8 dengan teman-teman satu kelompok kerja D. yaitu (a) observasi terhadap situasi bebas (free situation). Berdasarkan situasi yang diamati. 205 . Bagaimanakah anda memaknai hubungan sosial antar teman di kelas anda? Kesimpulan/catatan: Kudus. gali variabel-variabel observasi. atau cari penjelasannya di buku-buku psikologi dan/atau bimbingan dan konseling. 4. siapkan pula alat tulis berupa spidol warna atau stabilo untuk mensaudarai hal-hal yang penting. (d) skala penilaian. baik untuk data perorangan maupun kelompok. Interviewer. (b) observasi yang dimanipulasikan (manipulated situation) (c) observasi terhadap situasi yang setengah terkontrol (partially controlled). Berlatihlah menggali data dengan beberapa instrumen nontes untuk memahami individu. 3. …………………………… tanda tangan dan nama terang C. gali pula sub variabel. pastikan dan fahami materi observasi. (b) observasi sistematis. camera CCTV. dan (e) alatalat bantu mekanik (seperti tape recorder. Berlatihlah melakukan analisis instrumen nontes untuk memahami individu. dan cobalah mengaplikasikannya dalam bimbingan dan konseling. sistematis. Menurut cara dan tujuannya observasi dibedakan menjadi (a) observasi partisipatif. Cermati beberapa istilah penting yang ada di dalamnya. dosen atau instruktur. kamera digital dan manual. Latihan 1. 5. observasi dibagi menjadi tiga jenis. Lembar Kegiatan Untuk memperoleh pemahaman yang mendalam pada bab ini seyogyanya saudara mengikuti langkah-langkah berikut: 1. Bentuklah kelompok kerja yang beranggotakan 5-8 orang. Rangkuman 1.7. jika perlu tanyakan kepada teman sejawat. dan hasilnya dicatat serta dimaknai (diinterpretasikan) dalam rangka memperoleh pemahaman tentang subjek yang diamati. cermati data yang diperoleh dari setiap instrumen tersebut. atau lihat kamus/ensiklopedi. Observasi sebagai alat pengumpul data adalah kegiatan pengamatan (secara inderawi) yang direncanakan. computer). tetapkan indikator. bisa pula download dari internet. Berlatihlah menyusun instrumen-instrumen nontes untuk memahami individu. (b) catatan berkala. ada beberapa alat bantu yang bisa digunakan untuk mendukung observasi yaitu (a) daftar riwayat kelakuan atau catatan anekdot.

Sementara itu ditinjau dari cara memberikannya. Agar data sosiometri tersebut mudah dipahami siapa yang popular (paling disukai/disenangi) dan siapa yang terisolir (tidak disukai atau tidak dipilih). Suatu kuesioner yang baik harus dipersiapkan dan dirancang dengan baik pula. Preferensi pribadi dinyatakan dalam kesukaan untuk berada bersama dalam melakukan kegiatan tertentu. Menurut tujuannya. administrative interview. pertanyaan yang terbuka. Pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat berbentuk tiga macam yaitu pertanyaan yang tertutup. dan akhir interview. sebelum membuat item kuesioner perlu dirancang kisi-kisinya. 4. kuesioner terbuka. Dalam setiap 206 . kuesioner dapat dibagi menjadi tiga. mendalami masalah individu dan kelompok. Kuesioner atau angket merupakan suatu teknik atau cara memahami siswa dengan mengadakan komunikasi tertulis. dan the repeated interview. dan interview treatment. Sosiometri merupakan suatu metode atau teknik untuk memahami individu terutama untuk memperoleh data tentang jaringan hubungan sosial antarindividu (antarpribadi) dalam suatu kelompok. Instrumen atau alat untuk memperoleh materi sosiometri adalah angket sosiometri. the focused interview. Bagian yang mengandung pertanyaan fakta atau opini ialah bagian yang mengandung pertanyaan-pertanyaan untuk mendapatkan fakta atau opini. yaitu kuesioner tertutup. DCM sangat berguna untuk melengkapi data. Dan diitinjau dari pelaksanaannya wawancara dibedakan menjadi dua yaitu wawancara yang terencana atau terstruktur (structured interview). dan wawancara yang bebas atau tidak terencana atau tidak terstruktur ( non-structured interview). berdasarkan preferensi pribadi antara anggota-anggota kelompok. dan kuesioner terbuka tertutup. wawancara dapat dibedakan menjadi tiga yaitu the non-directive interview. wawancara dibedakan menjadi empat yaitu the employment interview. DCM digunakan oleh konselor karena dinilai efisien dan efektif bagi pengungkapan masalah-masalah yang dialami individu. dan counseling interview. wawancara dapat dibedakan menjadi wawancara individual dan wawancara kelompok. Wawancara bersifat langsung jika konselor memperoleh data itu langsung dari klien itu sendiri. dan bagian yang mengandung pertanyaan-pertanyaan yang ingin memperoleh jawabannya. maka data tersebut harus disajikan dalam bentuk tabel (disebut matrik sosiometri) dan bentuk gambar (disebut sosiogram). Berdasarkan jumlah orang yang diwawancarai. Dengan demikian data psikologis yang dikumpulkan dengan angket sosiometri mudah untuk dianalisis dan dipahami (dibaca). Ditinjau dari fungsinya. Untuk itu. atau dinyatakan dalam ungkapan perasaan terhadap anggota-anggota kelompok untuk melakukan suatu kegiatan tertentu. Wawancara atau interview adalah suatu teknik memahami siswa dengan cara melakukan komunikasi langsung (face to face relation) antara pewawancara (interviewer) dengan yang diwawancarai (interviewee) untuk memperoleh keterangan atau informasi tentang siswa. Dilihat dari bentuk pertanyaannya. dan pertanyaan yang terbuka dan tertutup. kuesioner dapat dibedakan menjadi kuesioner langsung dan kuesioner tidak langsung. Daftar Cek Masalah (DCM) sangat bermanfaat bagi konselor terutama dalam menggali informasi tentang masalah-masalah yang terkadang sudah terlupakan oleh individu. Menurut peranan yang dimainkan. Kegiatan wawancara dilakukan melalui empat langkah yaitu persiapan untuk interview. 5. interview diagnotis. Analisis DCM dapat dilakukan secara individual maupun kelompok. yaitu dengan memberikan daftar pertanyaan yang harus dijawab atau dikerjakan oleh responden secara tertulis pula. mulai interview. inti interview. Berdasarkan sifatnya wawancara dapat bersifat langsung dan tidak langsung. informational interview.2. 3. wawancara dibedakan menjadi tiga yaitu interview research. yaitu dengan menggunakan beberapa pertanyaan yang berisi mengenai siapa yang disukai (dipilih) dan siapa yang tidak disukai (ditolak) di antara anggota kelompoknya. Di dalam kuesioner terdapat dua bagian yang pokok yaitu bagian yang mengandung identitas.

sehingga data tersebut dapat dimanfaatkan untuk keperluan bimbingan dan konseling. Jika data yang anda peroleh menggunakan berbagai instrumen dan metode diatas dirasa kurang sesuai dengan kondisi siswa yang sesungguhnya. apa saja yang perlu anda perhatikan dalam mengolah data DCM maupun Sosiometri guna penyusunan program layanan bimbingan dan konseling yang benar-benar tepat dan dibutuhkan oleh siswa? 3. setiap konselor hendaknya: menggunakan data pembanding yang dapat meningkatkan tingkat validitas data yang diperoleh. Jelaskan arti penting penggunaan metode non-tes dalam memahami individu dalam layanan bimbingan dan konseling 2. 207 . sosiometri maupun wawancara perlu dianalisis agar diperoleh simpulan yang bermakna. Mengingat berbagai metode diatas mengandung kelebihan dan keterbatasan. 5. derajat intervensi. Hasil yang diperoleh melaui observasi. lengkapi dengan interpretasinya.6. Kerjakan semua contoh observasi mulai dari contoh 1 sampai dengan contoh 8. wawancara terdapat tiga dimensi wawancara yaitu kekayaan dan kecermatan. 7. Tes Formatif 1. Sebagai instrumen yang digunakan sebagai need assesment. pengumpulan data DCM. F. kuesioner. apa yang akan anda lakukan guna meningkatkan pemahaman anda tentang siswa-siswa yang anda bimbing? 4. kedalaman pembicaraan dan pengaruh waktu. Buatlah kuesioner dilengkapi dengan kisi-kisinya yang tujuannya adalah untuk mengungkap data-data awal yang anda butuhkan untuk kegiatan konseling.

dan (5) Memilih dan mengadministrasikan instrumen untuk mengungkapkan kondisi aktual konseli berkaitan dengan lingkungan. (c) tes bakat. Pengertian lain yang perlu dipunyai oleh siswa adalah bahwa apa yang diungkapkan melalui tes itu bukan gambaran keseluruhan dirinya melainkan wakil belaka dari keseluruhan segi kepribadiannya (a sampel of behavior) yang maunya diukur. sehingga dapat dikatakan bahwa tes psikologis adalah alat untuk mengukur perbedaan individu. c) tes memandang bahwa atas dasar jawaban pertanyaan atau pelaksanaan tugas testi ditarik suatu simpulan tentang contoh atau profil perilaku individu d) tes disusun secara sistematis dan objektif --. umpamanya tinggi dan berat badan orang. Dengan demikian tes psikologis ini dapat memberikan gambaran tentang aneka ragam sifat individu. Munandir (1996:125) mengingatkan bahwa ada hal penting yang harus dicatat. dan (4) Memilih dan mengadministrasikan teknik asesmen pengungkapan kemampuan dasar dan kecenderungan pribadi konseli. sesuai dengan kebutuhan pelayanan bimbingan dan konseling. (b) tes inteligensi. (2) Menyusun dan mengembangkan instrumen asesmen untuk keperluan bimbingan dan konseling. tes yang dimaksudkan adalah tes pikologis atau psikotes. diharapkan peserta pelatihan (a) memahami konsep dasar tes bimbingan dan konseling. 4. Maksudnya. angka hasil pengukuran itu tidak mutlak seperti halnya hasil yang didapat dari kalau orang mengukur. B.BAB IV PEMAHAMAN INDIVIDU TEKNIK TES Kegiatan Belajar 3 A. dapat disimpulkan bahwa suatu tes mengandung pengertian yang mencakup: a) tes berupa seperangkat alat yang digunakan untuk mengungkapkan ciri-ciri psikologis individu (testi) dengan cara melakukan pengukuran b) tes merupakan tugas atau serangkaian tugas yang berbentuk pertanyaan atau perintah yang harus dijawab atau dilakukan individu.dengan cara membandingkan hasil yang dicapainya dengan individu lain. Uraian Materi 4.1. yaitu bahwa ukuran yang dihasilkan pengetesan (atau pengukuran psikologis) itu nisbi sifatnya. kelompok maupun standar yang telah ditetapkan.1 Pengertian Tes Psikologis Dalam bidang bimbingan dan konseling. setelah mempelajari materi ini.1 Konsep Dasar Tes dalam Bimbingan dan Konseling 4. Opersionalisasi bimbingan konseling di sekolah --. dan merencanakan masa depan. Tes psikologis dengan demikian diasumsikan mempunyai sumbangan yang cukup signifikan dalam pelayanan bimbingan 208 . (d) tes kepribadian.yang kemudian populer dengan istilah BK POLA 17 PLUS --. Dari berbagai batasan tentang tes yang telah dikemukakan para pakar.merupakan perangkat dan prosedur untuk menetapkan profil perilaku individu --. Kompetensi dan Indikator Kompetensi yang terkait dengan materi ini adalah (1) Memilih teknik asesmen. (3) Mengadministrasikan asesmen untuk mengungkapkan masalah-masalah konseli. bahwa bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada siswa dalam rangka upaya menemukan pribadi. Oleh karena itu. akan menampakkan aneka ragam perbedaan-perbedaan individu. mengenal lingkungan.1.salah satu di antaranya adalah penggunaan data tes psikologis yang merupakan kegiatan pendukung bimbingan konseling yaitu aplikasi instrumentasi bimbingan konseling dengan teknik tes. dan (e) tes prestasi belajar.2 Tujuan Tes Psikologis Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 28/1990 tentang Pendidikan Dasar (pasal 25) dan Peraturan Pemerintah Nomor 29/1990 tentang Pendidikan Menengah (pasal 27) disebutkan.

1. tes kepribadian (personality test) d. karena itu untuk mendapatkan pemahaman yang baik perlu dilakukan klasifikasi tes. (3) personality. Kemudian di sekolah diadakan penggolongan anak berdasarkan kemampuannya yaitu : ~ anak-anak yang terbelakang kemampuan belajarnya (educationally retarded) ~ anak-anak yang normal ~ anak-anak yang berkemampuan lebih dari normal (intellectually gifted). sekolah membutuhkan tes untuk kepentingan membedakan siswa yang abnormal (feebleminded) dari siswa yang normal (Stamboel. Membantu guru dalam merencanakan dan mengelola pengajaran. tes inteligensi (intelligence test) b.5 Jenis-jenis Tes Psikologis Tes psikologis sangat banyak macam ragamnya. Dalam kaitannya dengan penyelenggaraan bimbingan konseling di sekolah. yaitu (1) intelligence. Membantu kepala sekolah dalam menetapkan suatu kebijakan. tes itu harus distandarisasikan d. 1986:25). 4. tes itu harus valid b. tes itu harus objektif e. Membantu siswa untuk mengenal dirinya sendiri.3 Dasar Pikiran Penggunaan Tes Psikologis Dasar pikiran utama dari kegiatan testing adalah upaya untuk mencari jawaban atas masalah kebutuhan akan metodologi penelitian psikologi yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. sampling of tasks. Tyler & Walsh (1979:43) menggolongkan tes psikologis menjadi tiga bidang. Dalam bidang psikologi.konseling di sekolah. prediction from measurement. tes itu harus mudah digunakan 4. tes prestasi belajar (achievement test. tes itu harus komprehensif g. 2. Di lingkungan pendidikan formal (sekolah) kebutuhan dan dorongan semacam itu terasa sekali di kalangan guru. Pada umumnya penggolongan tes yang terakhir yang sering digunakan yaitu: a. 4. 4. 3. standardization group. tes bakat khusus (special ability test. Misalnya kita ingin mengetahui kecerdasan atau kemampuan berpikir seseorang. Morgan & King (1971: 311-314) menyatakan bahwa suatu tes psikologis yang baik mempunyai karakteristik yang menyangkut reliability. 1.4 Syarat-syarat Tes Psikologis Suatu tes psikologis yang baik harus memenuhi syarat-syarat tertentu. tes itu harus reliabel c. Jenis rangsang ini disesuaikan dengan aspek psikis yang hendak diketahui atau diukur. aptitude test) c. 5. tes itu harus diskriminatif f. yaitu (1) tes yang mengukur performansi maksimum (test of maximum performance).1. Untuk keperluan bimbingan konseling. yaitu dalam rangka membantu peserta didik menemukan pribadi dan agar mampu berkembang secara optimal. Sedangkan Suryabrata (1984b:23) menyatakan bahwa : a. Pada awal perkembangan tes psikologis. validity. scholastic test) 209 . tes psikologis mempunyai tujuan sebagaimana dipaparkan berikut ini. metodologi yang dimaksudkan adalah dengan melakukan testing. Dengan tes sesungguhnya kita berupaya untuk menimbulkan suatu reaksi pada diri orang yang dites melalui rangsang-rangsang tertentu. dan (2) tes yang mengukur performansi tipikal (test of typical performance). Membantu orang tua untuk menganl anaknya. Sementara Cronbach (1984:28) mengklasifikasi-kan tes menjadi dua golongan besar. (2) special ability. maka kepada dia harus diberikan berbagai rangsang yang dapat menimbulkan aktivitas berpikir. dapat disusun suatu kesimpulan tertentu tentang kemampuan berpikirnya.1. Dari berbagai reaksi yang muncul.

Kenyataan ini sering membingungkan pemahaman dan mengecewakan orang awam tentang angka kecerdasan.4. sedangkan yang diperoleh Doni 89 diartikan agak kurang cerdas. 4.1 Pengertian Inteligensi Inteligensi dapat diartikan sebagai kemampuan potensial individu dalam menggunakan pikirannya untuk mempelajari dan menyesuaikan diri dengan lingkungannya dalam memecahkan persoalan-persoalan baru ataupun persyaratan dari tuntutan yang dihadapinya secara cepat. Urusan Reproduksi dan Alat-alat Tes – URDAT) 210 . Kebisaaan untuk mendeskripsikan kecerdasan. Lebih-lebih lagi jika angka kecerdasan tersebut dikaitkan dengan prestasi belajar siswa. kepandaian seseorang dengan melihat penampilan yang tampak sebagaimana dua kasus di atas sudah merupakan kecenderungan orang awam.2 Angka Kecerdasan dan Realitanya Dalam kehidupan sehari-hari kita sering dihadapkan pada perbincangan tentang orang-orang yang pandai. Misalnya nilai kecerdasan yang diperoleh Ani 75 diartikan cukup cerdas.2. antara lain si ibu dan guru pembimbing di SMP tersebut di atas. Tabel 1 Klasifikasi/Tingkat/ Taraf Inteligensi Genius Very Superior Sangat Cerdas Superior Cerdas High Average Above Average Bright Normal Cukup Cerdas Average Rerata Sedang/Normal Low Average Dull Normal Agak Kurang Cerdas Borderline Kurang Cerdas Mentally Deffective Sangat Kurang Cerdas ~ Debil ~ Embisil ~ Idiot KLASIFIKASI DAN ANGKA KECERDASAN Angka kecerdasan menurut : Raven Binet.109 80 . dan berhasil.89 70 .2 Tes Inteligensi 4. Justru pengrtian-pengertian semacam itulah yang sering menimbulkan kekecewaan pada banyak orang. cerdas.2. tepat. kurang cerdas dengan mengacu pada angka-angka kecerdasan yang diperoleh dari suatu tes kecerdasan. Di sinilah peran guru pembimbing untuk ditonjolkan dengan memberikan penjelasan yang benar tentang angka kecerdasan tersebut sehingga tidak menimbulkan salah pengertian.79 30 – 69 50 – 69 30 – 49 di bawah 30 91 – 110 80 – 90 66 – 79 5 65 ke bawah (Sumber : Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Wechsler (SPM/CPM) Cattel (CFIT) (WAIS/WISC) 170 ke atas 95 90 75 140 – 169 120 -139 110 –119 128 ke atas 120 – 127 111 – 119 50 25 10 90 .

dan IQnya akan tetap 128. Karenanya timbul usaha-usaha untuk mengatasi berbagai kelemahan tes inteligensi. Kualitatif 7. Penilaian alternatif 6. yang diperoleh dari umur mental anak dibagi umur kronologisnya. 1984:112. cemerlang). serba menentukan dalam segala hal. Kuantitatif 7. Tes-tes diperhitungkan secara tidak sama 211 . terpencar dan tidak saling berhubungan 4. Seleksi berdasarkan fungsi yang diukur 3. 1982:22) Tabel 2 PERBANDINGAN SKALA UMUR DAN SKALA NILAI SKALA UMUR 1. IQnya adalah 128 {(9:7)x100}. sedangkan anak yang paling rendah dalam tes disebutnya miskin. tes yang telah sekian lama diterima banyak orang tanpa kritik. Tidak seluruhnya dapat diperlakukan secara statistik 8. Tes-tes diperhitungkan secara sama SKALA NILAI 1. Untuk menunjukkan ciri-ciri dan keuntungan skala nilai (point scale) Yerkes dan Foster membuat perbandingan antara skala umur dan skala nilai sebagaimana terjabarkan dalam tabel 2 berikut (Suryabrata.3.2. Seluruhnya dapat diperlakukan secara statistik 8. seorang ahli psikologi bangsa Perancis. Skala nilai untuk penilaian tunggal 2.2 Perkembangan dan Macam Tes Inteligensi Dalam perkembangannya. Tiap tes diberi tingkatan dan dapat digunakan untuk umur yang ber-bedabeda 4. Tes ini dapat digunakan untuk semua anak yang mempunyai latar belakang berbeda-beda. 4. serba kuat. Ia menemukan teori bahwa pada setiap tingkat umur beberapa anak lebih baik dari anak lainnya. nantinya anak yang memiliki 13 CA akan meiliki 10 (9. IQ = MA x100 CA Menurut teori Stern. Sejak tahun 1904 Binet dan Henri telah memikirkan untuk mengembangkan metode obyektif guna menyeleksi anak-anak yang lambat mental. Skala umur untuk kelompok berganda 2. Para ahli mulai menyadari bahwa tes inteligensi bukanlah hal yang almighty (serba baik. tetapi ia bekerja di bidang tes-tes yang menunjukkan sampel tingkah laku anak dan membedakan kemampuan dari tingkat umur yang berbeda-beda.2. Istilah IQ atau Intelligence Quotient diperkenalkan pertama kali oleh William Stern. Anak yang paling pandai dalam tes disebut bright (pandai. Di Amerika.4. Keduanya menulis serangkaian karangan dalam L'Annee Psychologique. Distandarisasikan secara internal dan tidak fleksibel 5. Pada akhirnya disadari bahwa tes inteligensi mempunyai kelemahan-kelemahan. Tes ini bisaa disebut kemampuan untuk memikirkan hal-hal abstrak. tes Binet ini telah dikembangkan oleh Lewis Terman dari Universitas Stanford dan diberi nama Tes Stanford Binet. maha kuasa) . jika seorang anak mempunyai 7 CA dan 9 MA. karena mereka dianggap memerlukan bantuan khusus dalam proses pendidikan. Tes yang tidak bertingkat. Sebagai contoh. Secara matematis dapat direfleksikan sebagai berikut : Menurut Stern pada hakekatnya IQ manusia relatif stabil sepanjang hidupnya.3. Distandarisasikan secara eksternal dan tidak fleksibel 5.2. Binet tidak memiliki teori inteligensi tertentu. Seleksi berdasarkan hubungan sukses dengan umur 3.3 Penggunaan Beberapa Jenis Alat Ukur Inteligensi 4. Prabu. pada akhirnya timbul keragu-raguan terhadap tes inteligensi itu sebagai alat peramal.1 Asal Mula Pengukuran Inteligensi Orang yang dianggap sebagai pelopor dalam pengukuran inteligensi adalah Alfred Binet. Definisinya digunakan untuk dasar penyusunan item-item tes. Penilaian gradual 6.8) MA.

Ukuran-ukuran untuk berbagai umur relatif dapat dibandingkan Para ahli yang menggunakan skala nilai dalam pengukuran inteligensi di antaranya David Wechsler dan JC Raven. Tes ini sebagian besar mengukur general factor. Tes inteligensi dari Wechsler ini sebenarnya juga merupakan tes yang terikat budaya karena terdiri dari kelompok verbal dan performance. Raven Progressive Matrices dimaksudkan sebagai tes non-verbal yang dirancang untuk mengukur kemampuan untuk mengerti dan melihat hubungan antara bagian-bagian gambar yang disajikan sserta mengembangkan pola berpikir yang sistematis.9. baik tes untuk anak-anak (WISC --. inductive reasoning. Gambar 6 Item A1 dari SPM 212 . Salah satu contoh item tes Raven Progressive Matrices adalah sebagaimana gambar 6 berikut ini. Model tes tersebut adalah seperti pada gambar 5 berikut. 1984:1). sedangkan sebagian kecil mengukur spatial aptitude. Ukuran-ukuran umur relatif dibandingkan fungsi-fungsi yang untuk berbagai tidak dapat 9.Wechsler Adult Intelligence Scale). Menganalisis fungsi-fungsi yang berkembang 10. Gambar 5 Model Tes Labyrinth Testi harus menunjukkan jalan tersingkat untuk masuk dan selanjutnya keluar dari labyrinth itu sebagaimana ditunjukkan oleh anak panah. Porteus mengembangkan tes labyrinth (maze test) yang dianggapnya sebagai tes yang bebas dari pengaruh kebudayaan. dan perceptual accuracy (Sugiyanto. Menganalisis nampak 10. dkk.Wechsler Intelligence Scale for Children) maupun tes untuk orang dewasa (WAIS --.

Raven Progressive Matrices terdiri atas tiga tes dengan penggunaan yang berbeda-beda (Sugiyanto. Tes ini dapat dipergunakan untuk orang normal tanpa batasan waktu. dan orang lanjut usia. masing-masing dikenai norma yang berbeda. merupakan tingkat kecerdasan yang paling tinggi. karena kelompok ini mulai ada kerawanan yang kadang kala menimbulkan tinggal kelas. A. Revisi dilakukan pada tahun 1947 dan 1962. Misalnya dengan mengirimkannya untuk sekolah di luar negeri. Mereka ini perlu memperoleh tambahan pengajaran yang disesuaikan (adjusted curriculum practice). Sedangkan untuk group test mulai dari usia 8 sampai dengan 14 tahun dengan jarak setengah tahun (jadi ada 13 golongan).4 Perlakuan Bimbingan Konseling Pada Tiap Tingkat Kecerdasan Mengacu pada klasifikasi dan angka kecerdasan tersebut di atas. karena pada umumnya di luar negeri sudah tersedia lembaga pendidikan yang memadai untuk anak genius.5 tahun dengan masing-masing jarak adalah setengah tahun.11 tahun. 1960. A. 5. Tes ini dapat dipergunakan untuk anak usia 5 . C. 1960) untuk individual test usia 6 sampai dengan 13. 1984:1). 2. Ab dan B. Very Superior. mulai diperlukan adanya bimbingan preventive. Low Average. 6. untuk masing-masing golongan usia tersebut (16 golongan) dikenai norma yang berbeda untuk menentukan tingkat kecerdasan mereka. B. 3) Advanced Progressive Matrices (APM) APM pertama kali disusun pada tahun 1943. and E) 4. Individu yang mempunyai taraf inteligensi ini hendaknya diberi pendidikan luar bisaa supaya dapat teraktualisasikan kognitifnya.D.B. yakni untuk mengukur kemampuan observasi dan clear thinking. dkk. mereka dapat ditempatkan di sekolah bisaa tetapi ada tambahan berupa layanan individual (program pengayaan atau akselerasi). Average. CPM dapat berbentuk buku soal ataupun papan.2. adalah kelompok anak yang sehari-hari disebut sebagai slow learners (lamban belajar). yaitu : 1) Standard Progressive Matrices (SPM) SPM terdiri dari 60 soal yang dikelompokkan ke dalam lima seri. 2) Coloured Progressive Matrices (CPM) CPM terdiri dari 36 soal yang dikelompokkan ke dalam tiga seri. 4. karena hasil belajarnya bisa naik dan bisa pula turun. studinya relatif stabil. Jika tes ini dipergunakan dengan batasan waktu (selama 40 menit) berarti untuk mengukur kecepatan dan kemampuan intelektual. di sekolah bisaa dan masih dapat dikembangkan aspek afektifnya. High Average. maka perlakuan guru pembimbing pada setiap tingkat kecerdasan dapat dideskripsikan sebagai berikut : 1. anak yang mengalami hambatan mental. Guide to the Standard Progressive Matrices Sets A. Tabel 3THE SELF-ADMINISTERED or GROUP TEST Percentile Point 95 90 75 50 25 10 5 20 55 54 49 44 37 28 23 25 55 54 49 44 37 28 23 30 54 53 47 42 34 25 19 Chronological Age in Years 35 40 45 50 53 52 50 48 51 49 47 45 45 43 41 39 40 38 35 33 30 27 24 21 55 46 43 37 30 18 60 44 41 35 27 15 65 42 39 33 24 13 - (Sumber : Raven. 213 . D dan E. Genius.C. 3. Tes ini dapat dipergunakan untuk orang normal usia 6-65 tahun. Superior. Norma CPM yang asli (Raven.

Mereka dapat dilatih untuk memperoleh keterampilan-keterampilan tertentu. ssehingga iia dapat hidup dengan baik di lingkungan tertentu yang menuntut penyesuaian tertentu pula. Embisil. 4.dan hal perlu dilakukan sedini mungkin. menyapu lantai rumah.3. tersirat beberapa hal yang dapat dijelaskan sebagai berikut:  Suatu kondisi atau serangkaian karakteristik kemampuan seseorang. menyapu dan membersihkan halaman. misalnya membersihkan tempat tidur. misalnya membuat perkakas rumah tangga yang sederhana yang tidak membutuhkan kreativitas dan imajinasi yang tinggi seperti keset dari sabut kelapa. kemudian dikembangkan dan disalurkan sehingga siswa dapat berkembang seoptimal mungkin.3 Tes Bakat 4. Karena itu lebih bijaksana jika mereka ditempatkan di Sekolah Semi Luar Bisaa.3. Dalam diri seseorang terdapat kondisi atau karakteristik tertentu yang merupakan bekal atau modal untuk berbuat (bertingkah laku) 214 . Mereka ini dapat dididik untuk melakukan kebisaaan-kebisaaan yang baik untuk memenuhi kebutuhannya sendiri dan lingkungannya yang terkecil. menyemir sepatu.7. misalnya kemampuan berbahasa. adalah kelompok individu yang perlu rawat (total care atau dependent). Maka hal-hal yang diajarkan kepada anak didik baik di sekolah maupun di lingkungan keluarga dan masyarakat adalah kemampuan-kemampuan yang mengandung unsur-unsur kebudayaan. bahkan kehidupannya sepenuhnya tergantung pada bantuan orang lain. Borderline. kemudian dikenali. kemampuan bermain musik dan lain-lain.2. Idiot. pelayanan bimbingan konseling mempunyai peran yang penting dalam pengembangan siswa. Mentally Deffective. Sedangkan faktor-faktor khusus seperti mengapa Jefri lebih suka menekuni musik dan dengan cepat dapat mengekspresikan isi hatinya ke dalam nadanada yang tersususn rapi dan dinamis. Bakat dan Dimensi Bakat adalah suatu kondisi atau serangkaian karakteristik dari kemampuan seseorang yang dengan suatu latihan khusus memungkinkannya mmencapai suatu kecakapan. sedangkan mereka mempunyai gradasi kecerdasan yang sama. Bisaanya mereka ditempatkan di rehabilitasi sosial sehingga menjadi sumber daya manusia yang eksis.dan kemampuankemampuan siswa yang lain --. Dalam kegiatan pendidikan Munandir (2001:15-16) mengatakan. 8.1 Latar Belakang Kita telah mengetahui bahwa inteligensi menggambarkan kemampuan seseorang untuk memecahkan masalah-masalah di lingkungannya.1. Program pengembangan bakat siswa di sekolah dicapai melalui kegiatan pembelajaran dan bimbingan konseling. adalah mereka yang dikatakan sebagai individu yang mampu latih (trainable atau semi dependent). dan dipahami. Dari pengertian tersebut. adalah mereka yang dikatakan sebagai individu yang mampu didik (marginal independent atau independent retarded atau educable) yaitu kelompok anak yang masih bisa menerima pendidikan yang diberikan di dalam situasi sekolah (Sekolah Luar Bisaa). Faktor umum inilah yang diukur dengan tes kecerdasan umum (general iintelligence ttest). bahwa usaha untuk menemukan. Pada umumnya kemampuan untuk menyerap faktor-faktor kebudayaan itu terdiri dari kemampuan umum yang minimal harus dipunyai untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. serta Dono lebih cepat mengekspresikan apa yang ditangkapnya menjadi banyolan-banyolan segar. 4. mengenal dan memahami bakat siswa merupakan perkara yang penting.3. pengetahuan dan ketrampilan khusus. yaitu : 8. Bisaanya kelompok ini dirawat di Lembaga Pemeliharaan Cacat Mental. Dengan demikian. merupakan golongan yang kognitifnya tidak dapat berkembang. Debil. merupakan anak-anak yang harus ditempatkan di Sekolah Luar Bisaa. Mereka tidak mampu untuk merawat dirinya sendiri.2. Faktor khusus inilah yang sering disebut bakat. Setelah pendidik menemukan bakat --. Kelompok ini dapat digolongkan menjadi tiga. 8. merupakan faktor khusus yang perlu dikaji. 8.

Sebaliknya ia tidak akan berkembang dengan baik jika ia tidak berbakat. Bila tugas penting ini dikesampingkan. tetapi seberapa besarnya. Bakat dan kemampuan menentukan prestasi seseorang. antara lain berupa kemampuan berbahasa. Bakat yang diartikan dari aptitude merupakan suatu kemampuan bawaan. 1984a:169) dimasukkan dalam kemampuan (ability). oleh Woodworth dan Marquis (Suryabrata. pengetahuan dan ketrampilan kkhusus. 1992:17-18). sedangkan bakat memerlukan latihan dan pendidikan agar suatu tindakan dapat dilakukan di masa yang akan datang. Pengertian sejak lahir mengandung makna bahwa manusia sejak bayi memang sudah membawa “bibit bakat”. Sebagian orang mengatakan. Bakat atau aptitude. Munandir (2001:15-16) mengatakan. kita tidak mengetahui secara pasti. Jadi prestasi merupakan perwujudan dari bakat dan kemampuan. bahwa dalam tingkah laku itu kita dapatkan gejala sebagai berikut : 215 . Pandangan ini sering kita dengar secara umum sebagaimana para ahli dan “orang awam” ada setuju bahwa bakat dibawa sejak lahir. bahwa bakat sering dikatakan merupakan kemampuan yang dibawa orang sejak lahir. merupakan analisis tingkah laku. dan lain-lain. mengenal kemampuan tersebut dan mengembangkannya. keterampilan teknik. kemampuan bermain musik dan lain-lain. Sementara itu sebagian orang yang lain mengatakan.. yang dapat diukur secara tidak langsung dengan melalui pengukuran terhadap kecakapan iindividu. 2) capacity yang merupakan potential ability. yang dapat diukur langsung dengan alat atau tes tertentu. bagaimana kita dapat mengatakan bahwa kita hidup dalam dunia yang beradab? Bakat seseorang tidaklah dibawa sejak lahir. kita harus mengetahui kemampuan diri kita sendiri. dimana kecakapan ini berkembang dengan perpaduan antara dasar dengan training yang intensif dan pengalaman 3) aptitude. maka dapat disimpulkan bahwa bakat adalah kemampuan manusia yang dibawa sejak lahir (kodrati. sebab sifat-sifat seseorang dibawa sejak lahir. yaitu kualitas yang hanya dapat diungkap/diukur dengan tes khusus yang sengaja dibuat untuk itu. Dan dari analisis tentang tingkah laku itu kita ketemukan. Kita tidak dapat berbuat apa-apa bila seorang anak dilahirkan tanpa memiliki kemampuan seperti anak-anak yang lain. Ability mempunyai tiga arti. bermain musik. Bekal atau modal tersebut akan berkembang menjadi suatu kecakapan. Prestasi yang sangat menonjol dalam suatu bidang mencerminkan bakat yang unggul dalam bidang tersebut (Munandar. alamiah) yang dengan latihan-latihan tertentu akan memperoleh berbagai macam pengetahuan dan keterampilan khusus seperti kemampuan berbahasa. “Pertumbuhan karakter seorang anak adalah hal yang wajar. Kemudian apa bedanya bakat dengan kemampuan dan prestasi? Bagi seorang pendidik pertanyaan tersebut di atas mempunyai arti penting. sebagai potensi yang masih perlu dikembangkan dan dilatih agar dapat terwujud. herediter). Pengetahuan kita bahwa seseorang berbakat ataukah tidak setelah kita mengetahui perkembangan seseorang kemudian... dengan kata lain bersifat keturunan (atau genetis.. bahwa analisis tentang bakat selalu . walaupun memperoleh latihan khusus. Suzuki (1993:1-2) mempunyai pandangan yang menarik. Berbagai pendapat tentang bakat menunjukkan. pengetahuan dan keterampilan khusus jika memperoleh suatu latihan khusus  Kecakapan. seberapa kualitasnya. Tentang kata sejak lahir dalam kaitannya dengan bakat ini.” Dengan demikian. seperti setiap analisis psikologis yang lain . yaitu : 1) achievement yang merupakan actual ability. Orang yang berbakat matematika diperkirakan akan mampu mencapai prestasi yang tinggi dalam bidang itu... kemampuan merupakan daya untuk melakukan suatu tindakan sebagai hasil dari pembawaan dan latihan. Berbeda dengan bakat. sementara yang lain mengatakan bahwa bakat tidak dibawa sejak lahir. Dengan demikian orang yang berbakat dapat berkembang optimal jika ia memperoleh suatu latihan khusus. Kemampuan menunjukkan bahwa suatu tindakan (performance) dapat dilakukan sekarang.

faktor kekuatan b. (4) faktor untuk menghasilkan transformasi. (4) faktor untuk menghasilkan sistem. yang menitik beratkan pada posisi. (2) faktor untuk pengalihan kelas-kelas secara spontan. yaitu dimensi perseptual. dan sebagainya. (5) pengenalan terhadap kesimpulan c.(a) individu melakukan sesuatu (b) apa yang dilakukan itu merupakan sebab dari sesuatu tertentu (atau mempunyai akibat atau hasil tertentu) (c) dia melakukan sesuatu itu dengan cara tertentu. e. yang meliputi (1) faktor untuk menghasilkan nama-nama. faktor berfikir konvergen. yang menitik beratkan pada gerakan. faktor kecepatan gerak d. faktor kordinasi f. (3) faktor untuk menghasilkan sistem-sistem. Guilford yang bertolak dari analisis faktor. yang mencakup (1) faktor ingatan mengenai substansi. (3) faktor ingatan mengenai sistem b. Dimensi psikomotor. dan ini meliputi faktor-faktor antara lain : a. (4) pengenalan terhadap bentuk atau struktur. faktor impuls c. (3) evaluasi terhadap sistem. dimensi psikomotor. faktor ingatan. ideational fluency. orientasi ruang d. luasnya daerah persepsi f. yang meliputi (1) evaluasi mengenai identitas. dan dimensi intelektual. yang mempunyai tiga aspek itu adalah pengejawantahan dari kualitas individu yang didasari oleh bakat tertentu. Dimensi ini meliputi lima faktor. yaitu (1) faktor kecepatan statis. yang mencakup (1) pengenalan terhadap keseluruhan informasi. (2) faktor ingatan mengenai relasi. (2) pengenalan terhadap golongan (kelas). dan (2) faktor ketepatan dinamis. perhatian c. Karena itu analisis tingkah laku ini memberi kesimpulan bahwa tingkah laku itu mengandung tiga aspek yaitu : (a) aspek tindakan (performance atau act) (b) aspek sebab atau akibatnya (a person causes a result) (c) aspek ekspresif. yang meliputi (1) faktor untuk menghasilkan unit-unit. yang secara garis besar telah disebutkan di atas. 3. yaitu : a. (4) evaluasi terhadap penting tidaknya problem (kepekaan terhadap problem yang dihadapi) d. kepekaan indera b. 2. faktor evaluatif. (5) faktor untuk menghasilkan implikasi-implikasi yang unik e. Tingkah laku individu. faktor berfikir divergen. (3) faktor kelancaran dalam menghasilkan hubungan-hubungan. seperti word fluency. Dimensi intelektual. Dimensi perseptual Dimensi perseptual meliputi kemampuan-kemampuan dalam mengadakan persepsi. kecepatan persepsi. (2) faktor untuk menghasilkan hubungan-hubungan. berusaha merumuskan faktor-faktor yang terkandung di dalam bakat itu. yang terdiri atas dua macam. orientasi waktu e. faktor pengenalan. Dimensi ini mencakup enam faktor yaitu : a. faktor ketelitian/ketepatan. seperti expressional fluency (kelancaran 216 . Di sini Guilford menjelaskan lebih jauh tiga dimensi yang tercakup dalam bakat. karena memang dimensi inilah yang mempunyai implikasi sangat luas. Dimensi inilah yang umumnya mendapat penyorotan secara luas. faktor keluwesan (flexibility). (3) pengenalan terhadap hubungan-hubungan. 1. (2) evaluasi mengenai relasi-relasi.

Perceptual Speed dan Induction atau General Reasoning. FACT (Flanagan Aptitude Classification Test).G. & Thurstone. (1941). yaitu kemampuan untuk mengadakan orientasi tempat dan ruang. DAT (Differential Aptitude Test). (6) faktor untuk menyusun bagian-bagian menjadi garis besar atau kerangka. yaitu Verbal Comprehension. M Assosiative Memory atau faktor ingatan yaitu kemampuan untuk mengingat.L. cermat dan teliti I atau R Induction atau Reasoning (faktor penalaran). dan faktor ini secara umum dianggap sesuatu indikator mudah tidaknya seseorang mengubah rasionya dan mengalihkan rasionya sesuai dengan kebutuhannya. Seluruh baterai tes BAKUM terdiri dari 10 persoalan untuk mengungkap 10 aspek bakat umum individu yaitu : Pemahaman sosial Kawasan Pengetahuan Analogi Verbal Logika Sosial Pemahaman Numerik Logika Numerik Kemampuan Analogi Berpikir Induktif-Deduktif Persepsi Keruangan Ketepatan Presisi : : : : : : : : : : Sikap terhadap situasi sosial praktis Ruang lingkup pengetahuan terhadap dunia luar Kemampuan analogi berpikir verbal Cara berfikir logis terhadap masalah-masalah sosial Penalaran berhitung dengan angka Logika berfikir dengan angka Kemampuan berfikir analogi Kemampuan berfikir deskriminasi-generalisasi Kemampuan pandang ruang (stereometri) Kemampuan persepsi secara tepat 217 .. (5) faktor untuk transformasi divergen. P Perceptual Speed atau kecepatan persepsi yaitu faktor kemampuan untuk mengamati (persepsi) dengan cepat. khususnya persepsi dan visualisasi dalam tiga dimensi. Namun didasari oleh pertimbangan praktis. T. tes BAKUM dikatakan praktis oleh karena administrasi tes dapat dilakukan secara klasikal dan waktu pelaksanaan relatif singkat (66 menit).3 Cara Pengukuran Bakat Dalam pengukuran bakat. t. tes bakat yang bisaanya dipergunakan antara lain BAKUM (Bakat Umum). Space Relation. tes BAKUM hanya mengukur 5 faktor saja.) yaitu : V Verbal Comprehension (kemampuan verbal) atau faktor verbal. SAT (Scholastic Aptitude Test). karena dua tes inilah yang sering digunakan dalam layanan bimbingan dan konseling di sekolah. merupakan kemampuan menggunakan bahasa. Kecuali alasan di atas. GRE (Graduate Records Examination).Tes Bakum disusun atas dasar teori multiple factor yang dipelopori oleh Thurstone. 4. Tes BAKUM atu TKD atau TINTUM 69 adalah serangkaian tes kemampuan differensial yang praktis untuk mengetahui serangkaian bakat individu. yaitu kemampuan untuk berfikir logis. yaitu kemampuan untuk bekerja dengan bilangan (kecakapan menghitung) S Space Relation (penguasaan ruang). W Word Fluency (kefasihan kata-kata) yaitu faktor kelancaran atau kefasihan menggunakan kata-kata. 1. Number Facility. GATB (General Aptitude Test Battery). N Number Facility atau faktor bilangan.3.mengungkapkan). Sebagai bahan orientasi dalam pengenalan tes bakat dalam buku ajar ini akan diuraikan secara singkat tentang tes BAKUM dan DAT. Tes BAKUM (Bakat Umum) Tes BAKUM (Bakat Umum) disebut juga TKD (Tes Kemampuan Differensial) atau TINTUM 69 (Tes Inteligensi Umum). L. Thurstone mengemukakan selusin faktor yang dirancang sebagai 7 faktor kemampuan mental primer (Manual TKD.th.

Mechanical Reasoning (Penalaran Mekanis=MR) dapat mengungkapkan bagaimana dengan mudahnya seseorang dapat menangkap prinsip-prinsip umum fisika pada saat seseorang melihatnya dalam kejadian sehari-hari. serta pemahaman seseorang terhadap hhukum-hukum yyang mendasari alat-alat. mesin-mesin dan gerakan-gerakan yang sederhana. potongan-potongan gambar serta posisi.Hasil tes BAKUM bisaanya disajikan dalam profil bakat sebagai contoh berikut : Aspek Bakat Pemahaman Sosial Kawasan Pengetahuan Analogi Verbal Logika Sosial Pemahaman Numerik Logika Numerik Kemampuan Analogi Berpikir Induktif-Deduktif Persespsi Keruangan Ketepatan Presisi Gambar 5 RS R Klasifikasi AR S CT • • • • • • • • • • Profil Bakat Umum (BAKUM) T TS 2. sedangkan sub tes 218 . serta bagaimana sebaiknya seseorang untuk berfikir dalam tiga dimensi. antara lain diagram. Sub tes mengeja (spelling) dapat mengukur bagaimana baiknya seseorang untuk mengeja kata-kata umum dalam bahasa Indonesia (Inggris). dan dapat berfikir serta menalar dengan kata-kata. Abstract Reasoning (Penalaran Abstrak=AR) dapat mengungkapkan bagaimana sebaiknya seseorang untuk memahami ide-ide yang tidak dinyatakan dengan kata-kata atau angka-angka. membentuk gambar-gambar dari obyek-obyek padat dengan hanya melihat rencana (plant) di atas kertas yang rata. Language Usage : Spelling and Grammar (Pemakaian Bahasa: Mengeja dan Tata Bahasa) terdiri dari dua tes prestasi belajar yang singkat yang mengukur kemampuan-kemampuan penting yang perlu dipertimbangkan oleh seseorang bersama dengan tes bakat lainnya dalam DAT. Clerical Speed and Accuracy (Kecepatan dan Ketelitian Klerikal=CSA) mmengukur bagaimana kecepatan dan ketelitian seseorang dalam membandingkan dan memperhatikan daftar tertulis seperti nama-nama atau angka-angka. Tes DAT (Differential Aptitude Test) Tes DAT dapat memberikan gambaran tentang keseluruhan bakat seseorang secara maksimal dan terperinci. dan bagaimana jelasnya mereka untuk dapat berfikir serta mengadakan penalaran dengan angka-angka. Tes DAT banyak digunakan untuk penjurusan di SMU dan SMK dan akhir-akhir ini seringkali digunakan dalam konseling pendidikan dan pekerjaan bagi para remaja yang memasuki dunia kerja dan seleksi lamaran kerja. Space Relations (Tilikan Ruang=SR) dapat mengungkapkan bagaimana ssebaiknya seseorang dapat membayangkan. Numerical Ability (Kemampuan Angka=NA) akan mengungkapkan kepada seseorang bagaimana sebaiknya mereka memahami ide-ide yang diekspresikan dalam angka-angka. Hanya sub tes ini yang menuntut kecepatan kerja dalam DAT. Tes DAT terdiri dari 8 sub tes yaitu untuk mengukur: Verbal Reasoning (Penalaran Verbal=VR) akan mengungkap bagaimana baiknya sesorang untuk dapat memahami ide-ide yang diekspresikan ssecara verbal.

kombinasi dari skor Verbal Reasoning dan Numerical Ability akan mengungkapkan kemampuan skolastik seseorang. dan keberhasilan di perguruan tinggi. yaitu suatu kemampuan untuk menyelesaikan bidang studi-bidang studi atau program studi persiapan untuk memasuki perguruan tinggi di sekolah. VR 99 95 90 NA AR SR MR CSA Sp Stc SA 80 75 70 60 50 40 30 25 20 10 5 0 80 90 86 96 99 57 35 16 85 Gambar 6 Profil bakat berdasarkan Differential Aptitude Test 219 .tata bahasa (grammar) dapat mengukur bagaimana baiknya seseorang untuk dapat memahamai kesalahan-kesalahan tata bahasa. tanda baca dan pemakaian kata-kata dalam kalimat-kalimat yang mudah. dan merupakan suatu estimasi yang bbaik tentang bakat skolastik. Berikut ini disajikan kutipan profil bakat berdasarkan hasil tes DAT. Scholastic Aptitude (Bakat Skolastik=VR+NA).

sedangkan keputusan akhir tetap pada individu yang bersangkutan 3) Kaitannya dengan fungsi distributif. Data yang lengkap ini akan membantu individu membuat perencanaan dan keputusan lebih tepat. pendidikan lanjutan dan pekerjaan 2) Menggambarkan kekuatan dan kelemahan individu. dan di atas persentil 50 digambarkan ke atas sampai skor yang dimaksud. Edwards pada tahun 1953. Di antara model tes yang termasuk dalam selfreport inventory adalah Woodworth Personal Data Sheet (PDS). Dewanti.1 Hakekat Tes Kepribadian Tes kepribadian sering dibatasi sebagai tes yang bermaksud mengukur dan menilai aspek-aspek non kognitif. 1988:41). Berbagai tes kepribadian di atas tidak akan dikemukakan semua.2. Dari 20 kebutuhan pokok yang 220 . Akan tetapi sebagaimana dikemukakan oleh Stamboel (1986:119) dalam konteks tes kepribadian cukup dibatasi pada aspek pokok yang meliputi motivasi. dan hubungan sosial. Gambaran ini merupakan deskripsi tentang kemampuan individu. artinya aspek-aspek yang bukan abilitas dan ‘kepribadian’ manusia (Martensi. Edwards Personal Preference Schedule (EPPS). 4.4 Pemanfaatan Hasil Pengukuran Bakat dalam Bimbingan Konseling Pengenalan dan pemahaman bakat individu dalam layanan bimbingan dan konseling secara eksplisit dapat digunakan untuk : 1) Membantu dalam merencanakan dan membuat keputusan tentang pilihan jurusan/program khusus. tes Permainan. Tes Minat Belajar. Murray dan kawan-kawan. melainkan harus dilengkapi dengan data yang lain tentang individu tersebut. 4. Karena itu pemahaman konselor tentang teknik memahami individu ini sangat penting dalam layanan bimbingan 4.4. Thematic Apperception Test (TAT). Tetapi dalam perkembangan selanjutnya digunakan untuk berbagai kepentingan. dan Kraepelin.1 Idenitifikasi dan Dimensi-dimensi Kepribadian Edwards Personal Preference Schedule yang dikenal dengan singkatan EPPS ditujukan untuk mengungkap kecenderungan-kecenderungan aatau kebutuhan-kebutuhan (needs) khusus yang dimiliki seseorang. Tes kepribadian mencakup dua macam teknik. baik data yang diperoleh dengan teknik testing maupun non testing. emosi. Kuder Preference Record Vocational (KPRV). Di antara tes yang termasuk ke dalam tes proyeksi adalah tes Rorschach.3. Wartegg. dan Tes Minat Belajar. Self-report inventory bersifat “melaporkan keadaan diri sendiri” mengenai kehidupan testitif seseorang. Mugiarso. RMIB. Rothwell Miller Inventory Blank (RMIB).4. kebutuhan-kebutuhan sesorang dapat diklasifikasikan ke dalam 15 golongan yang dibuatnya berdasarkan suatu daftar kebutuhan pokok manusia yang disusun oleh Henry A. Wartegg. Perlu diperhatikan bahwa penggunaan hasil tes bakat untuk kepentingan bimbingan dan konseling. hasil tes bakat akan membantu guru pembimbing untuk mengarahkan/menyalurkan siswa sesuai dengan bakatnya sehingga siswa dapat menempati suatu jurusan/program khusus atau pekerjaan yang tepat sesuai dengan kemampuan dasarnya. dan teknik proyektif.2. Pada DAT skor di bawah persentil 50 digambarkan ke bawah sampai skor yang dimaksud. Namun demikian gambaran ini tidak dapat memberikan keputusan atau menjuruskan secara khusus atau memilihkan pendidikan atau pekerjaan bagi seseorang secara pasti. yang diciptakan oleh Allen L. EPPS ini merupakan tes kepribadian yang bersifat self-report inventory atau personality inventory. yaitu teknik self-reprot inventory. Aspek non kognitif ini sesuai dengan analisis faktor banyak jumlahnya. pada dasarnya tidak dapat berdiri sendiri secara tunggal. Semula tes ini disusun untuk kepentingan clinical psychology dan counseling. namun hanya EPPS.Penyajian hasil tes BAKUM dan DAT berbeda.4 Tes Kepribadian 4.4. Edwards Personal Preference Schedule (EPPS) 4. Menurut Edwards.

untuk diperlakukan sebagai pemimpin. untuk menyelesaikan tugastugas yang sukar dan menarik. Dari setiap kebutuhan tersebut di atas. Nurturance : untuk menolong teman dan orang lain yang mengalami kesulitan.disusun Murray. kemudian oleh Edwards disusun menjadi 15 (Sugiyanto. untuk menerima fitnahan. Autonomy : untuk berdiri sendiri dalam membuat keputusan. Menghadapi kasus ini langkah yang dilakukan guru pembimbing adalah : a. untuk menyesuaikan apa yang diharapkan dari orang lain terhadap dirinya. maka kesimpulan hasil jawaban testi dinyatakan inconsistence (diragukan). Abasement : untuk merasa bersalah bila. 1984:81-83). Deference : untuk menyuruh orang lain memutuskan sesuatu pendapat bagi dirinya. merasa takut dan rendah diri. Bila jawaban consisten di bawah 10 atau jawaban incon di atas 5. Pemasangan pernyataan-pernyataan ini mengikuti suatu pola tertentu seperti yang terlihat pada kertas jawaban (answer sheet). Dominance : untuk mengatasi dan mempengaruhi orang lain. untuk memahami dan mengerti perasaan-perasaan orang lain. sehingga diperoleh 210 pasang pernyataan. untuk tidak ingin diganggu selama bertugas. Memberikan bimbingan konseling Achievement : 221 . untuk bekerja bersama atau berbuat sesuatu dengan orang lain. Testi cenderung tidak jujur. Pasangan dari suatu variabel dipasangkan dengan pernyataan dari variabel lainnya. Change : untuk berbuat sesuatu yang baru dan berbeda. Endurance : untuk bertekun dalam tugas-tugas yang dihadapinya. Exhibition : untuk menjadi pusat perhatian. untuk ingin mengikuti perubahan-perubahan keadaan dan kebudayaan. Edwards membuat 9 (sembilan) macam pernyataan yang isinya menunjukkan sikap dan kecenderungan dari kebutuhan-kebutuhan tersebut. untuk supaya orang lain bersimpati dan mengerti tentang dirinya. Affiliation : untuk baik hati.orang lain berbuat kesalahan. untuk mengampuni dan berlaku dermawan terhadap orang lain. dkk. Testi mengalami konflik c. untuk memerintah orang lain. untuk ikut ambil bagian dengan temanteman sekelompok. untuk suka mempermainkan orang lain. Selanjutnya Edwards menambahkan 15 pasang pernyataan sebagai pengulangan dari pernyataan yang sudah ada. Testi belum integrated (menyatu) dengan pernyataan EPPS b. Aggression : untuk menyerang pendapat orang lain yang berbeda. Hal ini dimaksudkan untuk melihat dan mengetahui konsistensi (con) jawaban-jawaban testi yang dikenai EPPS. untuk menonjolkan sesuatu prestasi atau mengatakan keberhasilannya. untuk menghindari urusan dan campur tangan orang lain. Mengadakan re tes b. Penyebab terjadinya jawaban incon ini mungkin: a. agar kecenderungan yang sama terletak pada garis atau kolom yang sama. Heterosexuality : untuk bergaul bebas dengan lawan jenisnya untuk ikut aktif dalam pertemuan di mana orang dari jenis lain hadir. Macam-macam kebutuhan tersebut adalah : untuk berbuat sebaik mungkin. Intraception : untuk menganilisis motif-motif dan perasaan-perasaan diri. Order : untuk berbuat secara teratur dan rapih dengan perencanaan sebelumnya. Succorance : untuk menerima bantuan atau afeksi dari orang lain.

data EPPS tersebut dapat dikomunikasikan atau diterjemahkan ke dalam bahasa awam. bahkan ia lebih suka memutuskan sendiri apa yang ingin dilakukannya. Ia termasuk orang yang berdisiplin tinggi. 4.2 Profil Laporan Ilmiah dan Awam Setelah disekor. pada sisi lain kecenderungannya untuk menyesuaikan pendapatnya dengan orang lain agak rendah. Kecenderungan Kepribadian (Needs) Achievement Deference Order Exhibition Autonomy Affiliation Intraception Succorance Dominance Abasement Nurturance Change Endurance Heterosexuality Aggression Consistence Klasifikasi AR S CT • • • • • • • • • • • • • • • RS R T • TS Gambar 7 Profil/Psikogram Hasil EPPS a. 4. BBahkan ia cenderung menonjolkan kekuasaan dan pengaruhnya. tanpa batasan waktu ketat selama 60 menit. tekun dalam menyelesaikan tugas yang menjadi tanggung jjawabnya. Prasetyo Dari contoh psikogram sebagaimana dipaparkan di atas. Segi positif yang ada pada dirinya antara lain ia mau menerima kesalahan orang lain yang menjadi tanggung jawabnya.n.3 Kegunaan EPPS 222 . Jika tidak selesai menjawabnya.4. agak mudah bergaul dengan lawan jenis.2. waktunya ditambah sampai seselesainya. Skor standar ini selanjutnya disajikan dalam profil/ psikogram seperti berikut. Kesehariannya ia kadangkala nampak ikut berperan serta dalam pergaulan dengan teman sekelompoknya dan kadangkala iia mmau memahami perasaan orang lain. keinginannya menonjolkan diri (pamer) cukup tinggi. Tetapi ia tidak mau menerima bantuan dan simpati orang lain jika menghadapi persoalan.4. Pada prinsipnya testi harus menjawab semua item yang berjumlah 225. akan diperoleh standard score (ss) EPPS. maka hasil pekerjaan EPPS tidak dapat dianalisis dan diinterpretasi. Namun demikian dia orang yang sangat jujur. kurang lebih sebagai berikut ini.2. dengan senang hati akan menolong orang lain yang mengalami kesulitan. Namun jika sampai 60 menit tidak selesai. Sedangkan segi negatif yang menonjol pada dirinya adalah bahwa ia suka sekali mengikuti perubahan dan suka menyerang pendapat orang lain. Prasetyo memiliki dorongan untuk berprestasi yang tinggi sekali.Tes ini diberikan untuk orang dewasa (minimal berpendidikan SLTA) dengan waktu penyajian antara 40-60 menit.

prosedur skoring tes ini melelahkan dan menjenuhkan. (3) Individu mempunyai kemampuan dan kesadaran untuk menyatakan keadaan dan penghayatannya menurut apa adanya.Dalam prakteknya EPPS sering kali digunakan untuk kepentingan diagnosis dalam bidang : (1) Seleksi dan Penempatan Seleksi dan penempatan karyawan baik di lingkungan instansi pemerintah maupun swasta. Hal ini misalnya jika tes dilakukan untuk seleksi penerimaan pegawai. testi sedang mengalami konflik. (5) Sering terjadi adanya pemalsuan jawaban testi baik yang bersifat faking good maupun faking bad. 4. Faking good merupakan kecenderungan testi untuk memilih pernyataan yang dianggap baik-baik saja. dan testi tidak jujur. Misalnya testi cenderung inkonsisten. (3) Psikoterapi Dengan melihat data EPPS terapis akan dapat memberikan treatment yang sesuai dengan masalah yang muncul dari 15 kecenderungan kepribadian testi. yang pada saatnya dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas dan menyalurkan ssumber ddaya manusia sesuai dengan tugas dan kewajiban yang diberikan kepadanya.4. Dalam pelaksanaannya tes ini ternyata mampu mengungkap ada tidaknya sesuatu atribut pada kepribadian seseorang dan apabila ada dapat pula diungkap seberapa besar kecenderungannya. khususnya pada kecenderungan kepribadian tertentu yang menonjol. (3) Bagi korektor. mempunyai nilai yang cukup efektif dengan menggunakan EPPS. Sebaliknya faking bad merupakan kecenderungan testi untuk memilih pernyataan yang 223 . EPPS juga mempunyai beberapa kelemahan yang perlu diperhatikan yaitu : (1) Terikat budaya Sebagai tes yang menggunakan bahasa. Hal ini dapat diketahui dengan melihat jawaban atas item-item tertentu yang berpasangan sebagaimana telah disebutkan ddi muka. (4) Riset Sumber Daya Manusia Untuk mengetahui kemampuan sumber daya manusia dalam berbagai kepentingan. (2) Materinya yang banyak akan menimbulkan kejenuhan pada testi. (2) Bimbingan Konseling Berdasarkan data EPPS seorang guru pembimbing dapat memberikan layanan bimbingan konseling. (4) Teknik interpretasi secara teknis dan awam membutuhkan keterampilan yang tinggi dari interpreternya. walaupun itu tidak sesuai dengan dirinya (kata hatinya). Jawaban yang berbeda menunjukkan testi tidak jujur (inconsistence). Dengan EPPS yang merupakan self-report inventory. tes ini harus diadaptasikan pemakaiannya. Selain kelebihan. promosi jabatan diinginkan. Dari data ini bisa ditelusuri sebab-sebab inkonsisten tersebut antara lain mungkin karena testi menolak rangsang (tidak mau bekerja sama dengan orang lain/tester). ttesti ssuka mmenentang. testi tidak siap diberi tugas (tidak integrated). (2) Individu adalah orang yang paling tahu tentang keadaan dirinya sendiri. riset dengan menggunakan EPPS akan dapat memberikan masukkan yang cukup lengkap tentang kecenderungan kepribadian seseorang. Karena dengan EPPS akan dapat diketahui kecenderungan-kecenderungan pribadi testi untuk diterima atau ditempatkan pada job yang sesuai dengan kepribadiannya. maka kita akan mendapatkan gambaran yang relatif benar tentang kepribadian (kecenderungan kepribadian) testi.4 Kelebihan dan Kelamahan EPPS Sebagai suatu tes psikologis EPPS mempunyai beberapa kelebihan antara lain : (1) Dapat mendeteksi tingkat kejujuran testi yaitu dengan melihat tingkat konsistensinya. baik negatif maupun positif.2.

…. …. Hal ini didasarkan pula atas ideaidea stereotype terhadap pekerjaan yang bersangkutan. …. Kemudian pada tahun 1958. …. Sebelum diserahkan pada tester. score dapat disusun dengan lebih cepat d. Contoh tes RM adalah sebagai berikut: FORMULIR TES MINAT : ROTHWELL MILLER Nama : ………………………… Usia ……. ….. …. …. ….dianggap negatif. Tes ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengukur interest seseorang berdasarkan sikap seseorang terhadap suatu pekerjaan. …. …. …. Tanggal ……… Nomor : …. Hal ini misalnya jika tes dilakukan untuk seleksi wajib militer. ….4. Sekolah/Kelas : …………………………………….3.. 4. …. …. PRIA 224 . lebih mudah dikerjakan oleh testi c. Jangan ada yang dilewatkan ! Petani Insinyur Sipil Akuntan Ilmiawan Manager Bidang Penjualan Seniman Wartawan Pianis Konser Guru Sekolah Dasar Manajer Bank Tukang Kayu Dokter A …. …. cek dulu pekerjaan anda. Hal-hal yang merupakan kekhususan (Manual The Rothwell-Miller Inventory Blank) dari tes ini adalah: a. tugas pengisian dari tes ini akan menimbulkan interest testi dan kerja sama yang aktif sifatnya e.4. ….1 Identifikasi Tes RMIB Tes RM atau Rothwell Miller atau The Rothwell Miller Inventory Blank (RMIB) menurut sejarahnya disusun oleh Rothwell pertama kali pada tahun 1947. Minat seorang siswa dalam belajar berkaitan dengan pekerjaan yang akan ditekuni kelak. dapat dimasukkan ke dalam susunan batteray test b. ….. walaupun itu tidak sesuai dengan dirinya (kata hatinya). Ahli Pembuat Alat-alat Ahli Statistik Insinyur Kimia Industri Penyiar Radio Artis Komersial Pengarang Dirigen Orkes Psikolog Pendidikan Sekretaris Perusahaan Ahli Bangunan Ahli Bedah Ahli Kehutanan …. tes diperluas dari 9 menjadi 12 kategori oleh Kenneth Miller. Saat itu tes ini hanya memiliki 9 jenis kategori dari jenis-jenis pekerjaan yang ada. Tester : ……………………… PETUNJUK : Tulislah nomor urut pekerjaan di bawah ini dari yang paling Anda sukai dengan menuliskan 1 sampai dengan yang paling tidak disukai dengan menuliskan angka12 pada kolom A sampai I. ….3 Rothwell Miller Inventory Blank (RMIB) 4. hasil keseluruhan tes akan memperlihatkan pola interest dari testi.. …. …. …. …. lebih cocok apabila diberikan kepada orang dewasa f. Sejak itu. tes interest tersebut disebut sebagai tes interest Rothwell-Miller.

…. ….4. eksperimen. yaitu pekerjaan yang berhubungan dengan buku-buku. mengarang Musical. …. …. misalnya pada kelompok pekerjaan A testi menuliskan rangkingnya dari atas ke bawah 5. …. …. 3. …. Mechanical.2 Aspek-aspek (dimensi-dimensi) yang diukur Suka dan tidak suka terhadap kelompok pekerjaan merupakan faktor yang diukur oleh tes RM ini. yaitu pekerjaan yang berhubungan dengan angka-angka Scientific. 1. …. kimia dan ilmu pengetahuan pada umumnya Personal contact. …. …. membujuk. atau pekerjaan yang tidak berhubungan dengan hal-hal yang rutin sifatnya. Penghargaan terhadap musik Social service. 4. Cler Prac Med : : : 225 . mengurangi akibat dari pada penyakit. kegiatan membaca. : : : : : : : : : Out door. 10. yaitu pekerjaan yang dapat disebutkan sebagai keaktifan dalam analisis dan penyelidikan. …. ….S. yaitu pekerjaan yang aktivitasnya dilakukan di luar ruangan atau di udara terbuka. atau untuk mendengarkan orang lain bermain. yaitu minat terhadap kesejahteraan penduduk. Pekerjaan yang berhubungan dengan minat seseorang dalam tes RM digolongkan dalam 12 jenis pekerjaan yaitu: Out Mec Com Sci Pers Aest Lit Mus S. alat-alat dan daya mekanik. Keinginan untuk mengerti orang lain. 6. yaitu minat terhadap tugas-tugas rutin yang menuntut kecepatan dan ketelitian Practical. diskusi. yaitu pekerjaan yang berhubungan dengan atau menggunakan mesin. karya pertukangan dan yang memerlukan keterampilan Medical. …. bergaul dengan orang lain. yaitu pekerjaan yang berhubungan dengan manusia. 2. …. penyembuhan dan di dalam bidang medis serta hal-hal biologis pada umumnya. yaitu pekerjaan yang berhubungan dengan hal-hal yang bersifat seni dan menciptakan sesuatu Literary. Pada dasarnya adalah suatu pekerjaan yang membutuhkan kontak (hubungan) dengan orang lain Aesthetic. 4. ….3. dengan keinginan untuk menolong dan membimbing/menasehati tentang problem dan kesulitan mereka. yaitu minat memainkan alat-alat musik.Auditor Ahli Meteorologi Salesgirl Guru Kesenian Penulis Drama Komponis Kepala Sosial Resepsionis Penata rambut Dokter Hewan Pramugari Kapal Petugas Mesin Jahit C …. …. WANITAA Ahli Biologi Agen Biro Iklan Dekorator Interior Ahli Sejarah Kritikus Musik Pekerja Sosial Penulis Steno Penjilid Buku Apoteker Ahli Pertamanan Petugas Pompa Bensin Petugas Mesin Hitung …. Computational. 12. …. bernyanyi atau membaca sesuatu yang berhubungan dengan music. yaitu minat terhadap pengobatan. 9. 7. …. 8. …. 11. …. …. dan mempunyai idea yang besar atau kuat tentang pelayanan Clerical. …. yaitu minat terhadap pekerjaan-pekerjaan yang praktis. Testi tes diminta untuk menuliskan ranking suka dan tidak suka dalam setiap kelompok pekerjaan dari rangking 1 sampai dengan 12 tanpa harus urut.

Kesenian k. Sekretaris e. Tidak Suka).4. dalam usaha memecahkan problem waktu reaksi.2 Aspek-aspek (dimensi) yang diukur Tes minat belajar ini dalam mengukur minat belajar seseorang dilakukan dengan cara mengukur minatnya terhadap pekerjaan-pekerjaan tertentu melalui pilihan Sika.1 Identifikasi Tes minat belajar berupa buku yang terdiri dari 176 daftar pernyataan yang harus dijawab semuanya oleh responden. Home economic d. Kraepelin menyusun tes yang kemudian digunakan ssebagai ddasar psikologis untuk 226 .4. Bussines c.Kombinasi sekor-sekor yang diperoleh dari tes RM dapat digunakan untuk berbagai kepentingan misalnya penjurusan di SMU. Kombinasi dari jenis minat belajar tersebut akan menggambarkan profil minat siswa dalam bidang Bahasa.4. Asumsinya. penempatan pekerjaan. seorang yang berminat terhadap pekerjaan tertentu berkaitan dengan pelajaran-pelajaran tertentu yang harus disiapkan untuk pekerjaan yang akan dilakukannya. Lembar jawaban tes terpisah dengan buku tes.4. Fisika h. Setiap minat terdiri dari 16 soal (item tes). Contoh daftar pernyataan tes minat belajar adalah sebagai berikut: 1.4. 5 Tes Kraepelin 4.. studi lanjutan di perguruan tinggi. sensori motor. Raguragu. Musik Untuk mengungkap 11 minat belajar tersebut disusun 176 daftar pernyataan secara simultan. Matematika g. S R T Mempelajari hukum dan keputusan-keputusan pengadilan yang dipakai dalam lapangan perusahaan/perdagangan 4. IPA.4.5. perseptual dan tingkah laku. Pada permulaan tahun 1880 ia bekerja pada laboratorium Wundt. Tidak Suka terhadap penryataan-pernyataan yang disediakan. Sosial b. 4. Biologi i. 176. 4. dan pernah menjadi murid Wilhelm Wundt. Kesehatan f. Ragu-ragu atau tidak menyatakan sikap suka atau tidak suka. Tes minat belajar digunakan di sekolah dalam rangka mengukur 11 minat terhadap lapangan belajar/pekerjaan khusus yaitu: a. Dengan dasar pemikiran adanya perbedaan dari faktor-faktor yang khas pada proses sensori sederhana.4.4 Tes Minat Belajar 4. yang dalam penelitiannya ia kerjakan di laboratoriumnya di Lepzig menggunakan pasien-pasien psikiatrik. S R T Memasukkan telur ke dalam mesin pengeram dan membukanya satu per satu setiap hari untuk melihat bagaimana perkembangan anak ayam …………………………………………………………………. Pada setiap pernyataan didahului dengan dengan pilihan jawaban S R T (Suka.1 Identifikasi Tes Kraepelin Koentjoro dan Nuryati Atamimi (1984 : 1) mengatakan tes Kraepelin ini diciptakan oleh Emile Kraepelin seorang psikiater dari Jerman yang hidup antara tahun : 1856-1926. Teknik j. Dari sini dasar-dasar pemikiran Wundt berpengaruh dalam bidangnya terutama dalam pemecahan masalah kerancuan Neurologis. IPS.

Dengan berdasarkan pada alat tes ciptaannya ia berusaha memperluas penggunaannya untuk menyusun tipologi kepribadian manusia antara normal dan abnormal. 227 . Di antara tes yang dipakai oleh Kraepelin adalah Simple arithmatic test.mengklasifikasikan kecanduan psikiatrik. Simple arithmatic test inilah yang kini dikenal dengan nama tes Kraepelin (tes K) yang pada awalnya merupakan tes kepribadian dan dalam perkembangannya telah berubah menjadi tes bakat. yang digunakan oleh Kraepelin untuk mengukur Practice effect. Dari penelitian ini Kraepelin menyusun dua golongan besar psikosis fungsional yaitu manic depresive dan dementia praecox. Memory dan lain-lain yang berhubungan dengan kelelahan dan Distraction. dengan cara mengubah tekanan skoring dan integrasinya.

4.Karakteristik tes ini adalah materinya hanya berupa angka-angka 1 sampai dengan 9 yang disebar secara acak membentuk lajur dan baris. tes Kraepelin antara lain mempunyai kegunaan sebagai berikut : 228 . dan bukan proyektifnya. yaitu : a. Faktor ketahanan atau ausdauer factor Menurut Guilford (1959) penjumlahan item yang berupa angka-angka satuan ini bila ditinjau dari fungsi mental. sehingga dapat disimpulkan adanya gejala epilepsi. Namun bila ditinjau dari jenis isi itemnya. Faktor ketelitian atau accuracy factor c. Setelah perhitungan objektif dilakukan. artinya pada suatu ketika terjadi hasil rendah. Faktor keajegan atau ritme fact d. dengan waktu 15 detik.5. misalnya : 1) Bila hasil menjumlahkan angka-angka “ansich”. Testi bertugas menjumlahkan angka-angka tersebut dalam dua angka yang berdekatan dalam setiap lajur dari bawah ke atas. tergolong dalam faktor "numerical facility" yaitu kecakapan uuntuk menggunakan angka dengan cepat dan teliti. dapat diprediksikan sebagai adanya perfeksionis. diprediksikan bahwa testi mengalami distraksi mental atau "mental disorder".4 Kegunaan dalam Bimbingan Konseling Dalam kegiatan bimbingan konseling di sekolah. dapat diprediksikan bahwa testi mengalami gangguan.2 Tes Kraepelin Sebagai Tes Kepribadian Tes Kraepelin sebagai tes kepribadian. 3) Hasil tes menunjukkan ritme yang tajam.4. Faktor kecepatan atau speed factor b. tes Kraepelin mempunyai nilai diagnosis yang cukup handal untuk memberikan informasi tentang kepribadian seseorang. 4.5. tergolong dalam "convergent thinking". Karena itu tekanan skoring dan interpretasinya didasarkan pada hasil-hasil test secara objektif.4. digunakan untuk menentukan tipe "performance". 2) Bila terdapat salah hitung terlalu banyak dalam menjumlah angka dan dibawah minimum normal. sebagaimana dikutip oleh Kuntjoro dan Atamimi (1984 : 2). Begitu seterusnya sampai 50 lajur selesai dalam waktu 12' 30''.gangguan emosional. rendah sekali dan tidak pada kedudukan minimum normal hal ini dapat diprediksi bahwa ada gejala depresi mental pada testi. Setelah 15 detik dan ada aba-aba. menurut Marchan Darokah (1967) seperti yang dikutip oleh Koentjoro dan Nuryati Atamimi (1984 : 3). paling tidak tentang performance kepribadiannya sebagaimana disebutkan di atas. Sebagai tes kepribadian. Hasil perhitungan angka dalam mengerjakan tes ini menurut Freeman (1962) sangat dipengaruhi oleh faktor sensori perception dan "motor response".4. Hal ini dicontohkan oleh Marcham Darokah. 4. dan dari bawah ke atas membentuk 28 baris. 4) Bila terdapat range ritme yang terlalu besar pada hasil tes hingga dibawah minimum normal. ini disebabkan pada suatu saat kehilangan ingatannya. (Mahasiswa dapat memperoleh pemahaman yang utuh setelah mempelajari Manual Tes Kraepelin dan mempraktekkannya). dapat diprediksikan adanya gejala kelelahan dan mungkin gejala neurasthenia. 5) Di dalam grafik hasil tes menunjukkan garis naik tegak lurus atau tetap secara kaku.3 Tes Kraepelin sebagai Tes Bakat Tes Kraepelin sebagai tes bakat dimaksudkan untuk mengukur "maximum performace" seseorang. Lajur dari kiri ke kanan terdiri dari 50 lajur.5. maka testi harus pindah ke lajur berikutnya tanpa harus menyelesaikan lajur yang sedang dikerjakan. 6) Di dalam grafik hasil tes menunjukkan penurunan hingga minimum normal. Hasil ini dapat diinterprestasikan dengan menggunakan dasar faktor-faktor bakat yang terkandung didalamnya.

b.1 Latar Belakang Prestasi belajar merupakan sasaran personal yang terlibat dalam proses belajar mengajar di sekolah. d.5. Testi juga dituntut mempunyai kemampuan berfikir cepat. Dengan demikian penggunaannya terbatas kepada orang-orang yang mempunyai kemampuan baca tulis. guru pembimbing dapat mengetahui masalah-masalah kepribadian yang dialami oleh siswa. kecepatan. Dengan demikian pemahaman tentang bakat siswa menurut tes Kraepelin ini akan membantu siswa menentukan pilihan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuannya. Konon tes ini dapat disekor dengan komputer tetapi penggunaannya masih terbatas. lanjutan studi. sehingga dengan melihat bakatnya dari hasil tes Kraepelin guru pembimbing dapat memberikan saran program studi apa yang sesuai untuk siswa. Memberikan informasi tentang penempatan dan dapat menemukan kasus yang dihadapi testi. Namun demikian tes Kraepelin juga mempunyai keterbatasan antara lain seperti berikut : a. penjurusan. Karena itu pelaksanaan skoringnya menjenuhkan.1) Dengan melihat hasil performancenya. keajegan dan ketahanan kerja) yang selanjutnya dapat dipergunakan untuk pertimbangan : a. Dapat mengungkap bakat dan kepribadian sekaligus dengan melihat hasil kerja testi b.5 Kelebihan dan Keterbatasan Tes Kraepelin Tes Kraepelin mempunyai beberapa kelebihan yaitu antara lain : a. keajegan dan ketahanan kerja yang berbeda. Hal ini karena skoring yang kita lakukan selama ini masih dengan cara manual. karena jurusan/program yang satu dengan lainnya mensyaratkan bakat ketelitian. 2) Dapat mengungkap empat aspek bakat siswa (ketelitian. Alat ukur yang praktis dan bebas budaya e. kecepatan. dan komponen sekolah yang lain dalam kurun waktu tertentu. dapat digunakan untuk seleksi yang mempunyai nilai kompetitif. artinya testi cenderung terdorong untuk bersaing dengan testi lain c. Tes ini tidak tepat untuk teknisi dan olahragawan. b. Hal ini akan kelihatan pada hasil tes pada aspek kecepatan kerja. c.5 Tes Prestasi Belajar 4. 4. karir/pekerjaan. satu tahun ajaran ataupun satu jenjang pendidikan dari kelas I sampai kelas yang terakhir di lembaga pendidikan tersebut. khususnya kemampuan baca tulis angka atau matematik sederhana. misalnya satu catur wulan.5. sehingga kepada siswa dapat diberikan terapi yang sesuai dengan masalahnya. Sebagai tes yang bersifat speed test. Tes Kraepelin juga bersifat power test sehingga dapat mengukur daya tahan atau ausdouer seseorang dalam menyelesaikan tugas yang menjadi tanggung jawabnya d.4. siswa. karena untuk melanjutkan studi diperlukan syarat bakat yang berbeda satu dengan lainnya. Testi dituntut kemampuan baca dan tulis. Cronbach sebagaimana dikutip Waridjan (dalam Tim Pengembangan MKDK IKIP Semarang. 4. 1990 : 27) menyebutkan: 229 . karena pada pekerjaan tertentu membutuhkan ketelitian yang lebih baik dibandingkan dengan kecepatan kerja. Pada hakekatnya prestasi belajar merupakan cermin keberhasilan proses belajar mengajar yang telah dilakukan oleh guru. Pada saat mengerjakan tugas mereka yang tidak mempunyai kemampuan berfikir cepat akan sulit menyesuaikan diri dengan materi tes. Karena tes ini tidak memberikan kesempatan pada testi untuk menimbang jawaban yang benar. c. Tehnik skoring tes ini juga memerlukan ketelitian dari korektornya.

sebagai pedoman beribadah. mengamati objek dan isu-isu yang terjadi seseorang menilai positif atau negatif terhadap dirinya sendiri. belajar ditandai adanya suatu usaha. mengapa. Dalam pengertian ini terkandung unsur-unsur berikut : Pertama. 230 . Crow & Crow (dalam Kasijan.  Memperoleh berbagai sikap.  Pengalaman itu membawa perubahan yang berarti dalam perkembangan dirinya. atau lebih tepat belajar tertunjukkan oleh adanya perubahan tingkah laku sebagai hasil mengalami sesuatu.  Memperoleh ilmu pengetahuan. Berdasarkan pada perbuatan dirinya sendiri dan/atau orang lain. sehingga seseorang itu  Memperoleh sesuatu kebisaaan. Ia pernah mendengar dari orang tuanya bahwa berdasarkan pengalaman “orang-orang tua dulu” kalau sudah ada kelelawar terbang. Kedua. action. Misalnya hari ini seseorang memperoleh pengalaman bahwa agar dapat naik sepeda dengan baik ia harus menjaga keseimbangan badan. Proses menilai dan kemudian bersikap sesuatu tersebut merupakan perbuatan belajar. kita menyatakan bahwa dia telah mempelajari sesuatu. dan jika kelelawar sudah muncul. 1984:321) menyatakan bahwa belajar adalah perbuatan untuk memperoleh kebisaaan. dan keterampilannya bersepeda makin baik pula.If the person makes a different response this month than the made a month ago. suatu aktivitas dalam diri individu (baik fisik maupun psikis). Perbuatan ini ia lakukan berulang-ulang. mungkin pula sebentar. Apabila seseorang pada bulan ini melakukan reaksi yang berbeda dengan reaksinya bulan lalu. apa. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa belajar merupakan suatu usaha sadar yang dilakukan individu untuk mendapatkan kecakapan baru melalui suatu proses perubahan sebagai hasil mengalami sesuatu. maupun objek dan isuisu yang terjadi tersebut. orang lain. ilmu pengetahuan dan berbagai sikap. dari hari ke hari ia belajar dari pengalaman batinnya. kemarin tubuhnya miring ke kiri dan ke kanan. orang lain. Pengalaman itu dapat berupa pengalaman fisik maupun pengalaman batin. Ketiga. Kebisaaan-kebisaaan melihat kelelawar tersebut mungkin saja tidak dapat dilakukan karena terjadi hujan. Perolehan ini lebih ilmiah dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya karena dikonstruk dengan cara-cara ilmiah. objek.  tanpa mengalami seseorang tidak belajar. we say that he has learned something. misalnya seseorang yang pada saat berpuasa menunggu waktu berbuka listrik mati. usaha tersebut dilakukan secara sadar. Pengertian di atas dapat diidentifikasikan bahwa belajar mengandung makna:  Ditunjukkan adanya proses mengalami sesuatu yang berbeda dari waktu ke waktu. misalnya dari hari ke hari keseimbangannya semakin baik. sehingga ia tidak dapat mendengar adzan dari masjid yang jaraknya cukup jauh dari rumahnya. berarti matahari sudah terbenam dan dengan waktu berbuka telah tiba. dengan usaha yang dilakukan secara sadar tersebut individu mempunyai tujuan mendapatkan kecakapan baru (tingkah laku baru). learning. Dalam hal ini individu mulai dari tidak tahu berubah menjadi tahu. perilaku seseorang yang dilakukan dengan sengaja dan/atau tidak sengaja. mulai dari tidak cakap berubah men-jadi cakap dalam sesuatu hal. atau isu-isu. dan bagaimana seseorang berperilaku yang serasi dan sehat. Keempat. kecakapan baru tersebut diperoleh melalui suatu proses perubahan yang mungkin memakan waktu lama. is shown by a change in behavior as a result of experience. disengaja. Karena itu ia berusaha memperoleh jadwal puasa dan waktu sholat dari lembaga-lembaga yang dapat dipercaya. setiap kali menjelang waktu berbuka ia ke luar rumah mengamati kelelawar. Or. Sikap adalah penilaian umum yang dibuat seseorang terhadap dirinya sendiri. Pengertian yang dikemukakan Crow & Crow dapat dijelaskan sebagai berikut:  Belajar merupakan perbuatan. dan jatuhlah ia. more pricisely.

tes hasil belajar mempunyai beberapa fungsi (Stamboel. sadar dan disengaja. 1986:213) yaitu seleksi. matematika dan tes dengan tujuan pendidikan yang luas.2 Tes Hasil Belajar Buatan Guru Tes hasil belajar buatan guru dapat digolongkan menjadi tes objektif dan subjektif (essay).5. Selain tes hasil belajar yang distandardisasikan ada pula tes hasil belajar buatan guru (Stamboel. Perubahan tingkah laku ini ditandai dengan suatu hasil belajar yang dicapai oleh siswa setelah menyelesaikan program belajar dalam suatu kurun waktu tertentu.1 Tes Hasil Belajar Yang Distandardisasikan Di sini akan dibicarakan tes hasil belajar yang bersifat umum dan khusus.2. Batere pertama untuk kelas I sampai kelas 6 SD. yaitu suatu rencana pelajaran. masing-masing terdiri 4 atau 5 bentuk yang ekuivalen (Anastasi. klasifikasi. Tes ini didasarkan atas tujuan pendidikan yang bersifat umum. umpamanya kursus bahasa tertentu.Kelima. Beberapa di antara batere tes mempergunakan tachistoscope yang meneliti kecepatan bacaan (mencatat gerak mata) ketika seseorang membaca. 4) Petunjuk untuk administrasi dan penilaian yang distandarisasikan dirumuskan secara mendetail. Sedangkan tes subjektif cara penilaiannya cenderung dipengaruhi oleh hal-hal yang bersifat subjektif seperti prasangka. 1986:209). 3) Sampel-sampel yang dicobakan harus bersifat representatif. b. yang diambil dari suatu populasi anak normal pada sekolah-sekolah umum. dan bimbingan konseling.bidang khusus yaitu terutama tes membaca. maka guru perlu mengukur hasil belajar siswa dengan alat ukur yang disebut tes hasil belajar. Untuk mengetahui hasil belajar seorang siswa. 4. remedial teaching. Suatu contoh batere tes yang telah distandarisasikan yang banyak digunakan di luar negeri yang terkenal adalah Tes Hasil Belajar Metropolitan yang terdiri dari 5 batere. 8 dan 9. Beberapa hal yang perlu diketahui : 1) Tujuan utama dari tes hasil belajar yang distandardisasikan yang bersifat umum adalah penilaian terhadap pengaruh pengajaran/pendidikan/kursus tertentu.5. terutama berbeda dalam tingkat pengalaman. 231 . 4. suka atau tidak suka. Tes hasil belajar yang bersifat khusus adalah tes-tes yang mencakup bidang. proses perubahan dalam diri individu dikarenakan individu tersebut mengalami sesuatu secara langsung. yang terutama digunakan dalam bantuan terhadap anak yang mengalami kesulitan belajar.2 Jenis dan Fungsi Pengukuran Hasil Belajar Tes hasil belajar yang distandardisasikan merupakan tes psikologi yang paling maju perkembangannya. 4. rajin atau tidak dalam mengikuti pelajaran.2. Dalam kegiatan belajar mengajar diharapkan dapat diperoleh perubahan tingkah laku. 2) Tes semacam ini dikonstruksikan dengan keahlian oleh ahli-ahli dalam bidang konstruksi tes. Dalam praktek di lingkup pendidikan. satu tahun ajaran dan seterusnya. a. kemudian sampai dengan batere untuk yang lebih lanjut bagi kelas 7. misalnya satu catur wulan. sedangkan tes kemampuan mengukur efek belajar yang secara relatif terwujud dalam kondisi yang tidak terkontrol dan tang diketahui. 1968). satu semester. mencek standar. Disebut objektif karena cara pemeriksaannya (skoringnya) yang seragam terhadap semua murid yang telah mengikuti tes itu. Selain dibedakan tes hasil belajar yang bersifat umum dengan tes hasil belajar khusus. penetapan kenaikan tingkatan kelas. perlu juga dibedakan antara tes hasil belajar yang bersifat umum dan tes kemampuan. Tes hasil belajar yang bersifat umum mengukur efek pengalaman yang secara relatif dicakup oleh suatu unit pengalaman yang distandardisasikan.5.

Cermati beberapa istilah penting yang ada di dalamnya. jika saudara gagal dengan suatu cara. terutama dalam kaitannya dengan layanan bimbingan belajar. 6) Dan akhirnya tes hasil belajar digunakan dalam bidang penyuluhan (bimbingan konseling). atau lihat kamus/ensiklopedi. juga klasifikasi anak untuk ditempatkan sesuai dengan kelompok yang sama kemampuannya (homogeneous ability) digunakan tes hasil belajar. perlu waktu belajar lebih ataukah tidak dan sebagainya. 3. Berlatihlah merumuskan pengertian yang saudara jumpai dalam buku ajar ini dengan kalimat saudara sendiri sejauh tidak menyimpang dari maksud kalimat dalam buku ajar ini. 4) Penetapan kenaikan tingkat kelas bisaanya juga menggunakan tes hasil belajar sebagai patokan. serta berbagai aspek tujuan dan kegiatan belajar lainnya. Pelajari bab IV buku ajar ini baik-baik. karena tes ini bersifat objektif dan uniform bila dikonstruksikan secara baik. apa yang saudara lakukan untuk tetap memperoleh data yang saudara harapkan? 5. Buatlah analisis hasil psikotes (baik inetegensi. bakat. guru pembimbing akan dapat membantu siswa untuk memahami dirinya yang menyangkut kkemampuannya. Rangkuman 232 . Hal ini dilakukan jika subyek yang terdaftar melebihi jatah yang ada. Layanan bimbingan belajar yaitu layanan bimbingan yang memungkinkan siswa mengembangkan diri berkenaan dengan sikap dan kebisaaan belajar yang baik. Berpedoman pada prestasi belajar siswa. Latihan 1. 5) Untuk keperluan remedial teaching (perbaikan pelajaran). Hal ini berarti siswa yang memiliki kemampuan lebih dapat menyelesaikan masa belajarnya lebih cepat. nalar dan logis. Berlatihlah menggali data. D. dosen atau instruktur. 3) Untuk mencek standar suatu kelakuan minimum yang dicapai misalnya untuk mengikuti pelajaran berikutnya anak dituntut telah memiliki kemampuan tertentu sebagaimana yang digariskan. Lakukan pula percobaan menggali data pada teman-teman anda dalam satu kelompok yang anda tentukan sendiri anggotanya. 4. 2. Lembar Kegiatan Untuk memperoleh pemahaman yang mendalam pada bab ini seyogyanya saudara mengikuti langkah-langkah berikut: 1. 2) Tidak saja dalam seleksi. E. kelebihan dan kelemahannya. serta dapat menolong dirinya sendiri untuk mengatasi masalah-masalah yang berhubungan dengan belajar berdasarkan pemahaman dirinya yang baik. sebab suatu pengajaran yang bersifat klasikal sebenarnya banyak mengabaikan segi-segi perbedaan individual anak didik. materi belajar yang cocok dengan kecepatan dan kesulitan belajarnya. minat) yang anda miliki dari siswa anda serta komparasikan dengan hasil prestasi belajar yang dimilikinya lalu buatlah deskripsi tentang diri siswa tersebut dan kemungkinan berhasil siswa pada suatu jurusan tertentu. Hasil tes prestasi belajar akan mempunyai manfaat yang penting dalam kegiatan bimbingan konseling di sekolah. misalnya calon mahasiswa yang dibutuhkan 40 sedangkan pendaftar 70. bisa pula download dari internet. atau cari penjelasannya di buku-buku psikologi dan/atau bimbingan dan konseling. C. jika perlu tanyakan kepada teman sejawat.1) Fungsi tes hasil belajar terutama adalah untuk seleksi. untuk mengambil keputusan tentang program khusus apa yang akan diikutinya. perlu pengayaan ataukah tidak. siapkan pula alat tulis berupa spidol warna atau stabilo untuk menandai hal-hal yang penting.

6. Tes prestasi belajar merupakan tes psikologis yang digunakan untuk mengukur perubahan perilaku siswa setelah menyelesaikan program belajar dalam suatu kurun waktu tertentu yang ditandai dengan pencapaian hasil belajar (biasanya berbentuk nilai). Hasil tes yang diperoleh juga tidak boleh serta merta digunakan sebagai acuan atau pedoman utama dalam menentukan masa depan pengembangan diri siswa. dimana tes ini bisaanya digunakan sebagai dasar pertimbangan penjurusan di sekolah. 4. dan teknik proyektif. Namun. 5. Karena setiap tes memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. minat. yaitu teknik self-reprot inventory. Tunjukkan semua alasan. Teknik tes dalam pemahaman individu pada hakekatnya adala suatu cara yang digunakan untuk memahami individu pada aspek tertentu dengan menggunakan metode testing dimana hasilnya dapat menunjukkan faktor pembeda (diferensial) antara individu satu dengan yang lain terutama yang berkaitan dengan pengukuran aspek psikologis sehingga dapat memberikan gambaran rancangan perlakukan layanan yang akan diberikan kepada masing-masing individu berdasarkan data yang valid dan akuntabel. Ada berbagai macam tes bakat. Dari berbagai macam tes yang tersedia. Aspek non kognitif ini dibatasi pada aspek pokok yang meliputi motivasi. 2. F.1. Tes Formatif 1. karena ada banyak faktor yang mungkin saja mempengaruhi hasil tes yang diperoleh maupun kemungkinan keberhasilan individu atau siswa dimasa yang akan datang. Tes intelegensi merupakan salah satu metode testing dalam pemahaman individu dimana tes ini akan menunjukkan tingkat kecerdasan individu secara umum. Dari hasil tes ini kemudian akan ditemukan klasifikasi-klasifikasi tertentu dari tiap tingkat kecerdasan individu yang tentunya akan memberikan pedoman kepada konselor dalam memberikan perlakuan untuk membantu individu berkembang. yang sering digunakan antara lain adalah Tes BAKUM dan Tes DAT. Tes bakat sebagai salah satu jenis tes psikologi memiliki tujuan untuk mengetahui kemampuan-kemampuan khusus yang dimiliki individu yang sangat potensial untuk bisa berkembang jika mendapatkan perlakukan yang tepat. mengapa seorang konselor perlu melakukan tes psikologi dalam memahami individu? 2. 3. Apa pendapat anda serta apa yang akan anda lakukan jika ditemukan fakta bahwa hasil tes psikologi berbeda dengan keseharian (baik sikap. Tes hasil belajar berbentuk tes buatan guru dan tes yang distandarisasikan. artinya aspek-aspek yang bukan abilitas dan ‘kepribadian’ manusia. emosi. hendaknya konselor dapat secara bijak memilih dan memilah mana saja tes yang dianggap cocok dan tepat bagi siswasiswanya. dan hubungan sosial. Tes kepribadian adalah tes psikologis yang bermaksud mengukur dan menilai aspek-aspek non kognitif. kecerdasan maupun bakat) yang ditunjukkan oleh individu? 233 . Tes kepribadian mencakup dua macam teknik.

Uraian Materi 5. sehingga informasi kemudian menjadi pengetahuan bagi kita tentang sesuatu. Pendahuluan Tes dan nontes merupakan salah instrument untuk memahami individu dalam keseluruhan layanan konseling. Kompetensi dan Indikator Setelah mempelajari materi ini. pada hakekatnya adalah untuk memperoleh informasi sebagai bahan untuk mengambil keputusan. untuk kepentingan informasi (for informational purpose). Lebih lanjut Goldman menjelaskan bahwa Super (1957) dan Bordin (1955) menetapkan ada tiga kategori dalam tes untuk informasi yaitu: precounseling diagnostic information (informasi pre konseling untuk menetapkan diagnostik). Tes untuk kepentingan non informasi terdiri atas: simulating interest in areas not previously considered (merangsang minat terhadap bidang tertentu yang sebelumnya tidak ikut dipertimbangkan). biologis. Walaupun ada teknik testing untuk pemahaman individu. Dalam pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah teknik non testing merupakan teknik utama yang harus dikuasai oleh seorang konselor sekolah. informasi adalah segala sesuatu yang membuat orang menjadi tahu tentang sesuatu. information for counseling process itself (informasi yang digunakan untuk membantu pelaksanaan konseling itu sendiri) dan information for postcounseling plans and actions (informasi untuk menetapkan rencana dan tindakan setelah konseling). sesuai dengan kebutuhan pelayanan bimbingan dan konseling. Seperti aspek biofisiologis. Hal ini senada dengan yang ditegaskan oleh Munandir (1996:165) bahwa. minat dan kepribadian. (c) Menyusun dan mengembangkan instrumen asesmen untuk keperluan bimbingan dan konseling (d) mampu memanfaatkan data yang dimiliki untuk keperluan layanan konseling individual bagi siswa-siswanya. teknik testing sejauh ini baru dapat memahami individu pada aspek inteligensi. B. Segala apa yang berasal dari luar itu masuk ke dalam diri untuk diolah dan disimpan di dalam sistem ingatan kita. 234 . konselor dihadapkan pada kenyataan yang lebih kompleks. informasi merupakan bahan yang kita hadapi berasal dari dalam dan/atau luar diri kita untuk mengambil keputusan. Masing-masing instrument tersebut memiliki karakteristik dalam penggunaannya. Hasil suatu tes dan/atau nontes sebagai bahan informasi merupakan suatu hal penting dalam mengambil keputusan. Satu hal yang sangat mendasar. Sebagai indikator bahwa peserta telah memahami hakikat pemahaman individu mereka (a) Memahami hakikat asesmen. tetapi sebagai tes yang terstandar. yaitu pertama. untuk kepentingan non informasi (for non informational purpose). laying a groundwork for later counseling (meletakkan dasar kerja konseling). kepribadian dan nilai-nilai klien yang dipengaruhi oleh budaya yang dapat menjadi penyebab masalah klien belum dapat diungkap dengan teknik testing. Sementara dalam pengumpulan informasi tentang diri klien. bakat. Setelah menjadi pengetahuan bagi kita.BAB V PEMANFAATAN HASIL NONTES DAN TES UNTUK LAYANAN KONSELING INDIVIDUAL Kegiatan Belajar 4 A. learning experiences in decision-making (memperoleh pengalaman belajar membuat keputusan) dan facilitating conversation (penyediaan fasilitas percakapan dalam konseling). Pada umumnya konselor di sekolah lebih sering memahami individu dengan teknik non testing. validitas dan reliable teruji. (b) Memilih teknik asesmen. Goldman (1971:23) dalam hal ini memandang bahwa penggunaan tes untuk kepentingan konseling dikelompokkan menjadi dua. setiap peserta pelatihan diharapkan memahami bagaimana memanfaatkan data hasil tes maupun nontes yang dimiliki untuk membuat perencanaan dan pelaksanaan layanan konseling individual. apa pun teknik yang digunakan konselor dalam memahami individu.1. dan kedua. sosial.

Konselor wajib selalu memeriksa dirinya apakah mempunyai wewenang yang dimaksud. Pada tahap akhir konseling informasi hasil tes digunakan untuk memberikan bantuan dalam membuat keputusan-keputusan dan rencana-rencana untuk masa depan dengan alternatif-alternatif tindakan secara realistis.2. (c) sebagai salah satu bahan diagnosis dari proses yang berkesinambungan dan dipadukan dengan hasil analisis yang lain --. 235 . wawancara. biografi. Selain itu juga merupakan sumbangan yang berarti bagi klien untuk proses perencanaan dan pilihan tindak lanjut. hasil tes dapat digunakan sebelum konseling. (b) untuk menentukan fokus masalah yang dialami klien. dalam arti tidak hanya berhenti pada penyajian sekor yang diperoleh seorang klien. Pilihan seseorang atas informasi yang diperolehnya merupakan keputusan. sosiometri. metode. sosiometri. Teknik Non Tes Dalam Bimbingan Dan Konseling Konselor pada umumnya memahami dan terampil menggunakan teknik non tes dalam melakukan pelayanan bimbingan dan konseling. kecenderungan kepribadian). Untuk kepentingan konseling. AUM. Pada tahap sebelum konseling hasil informasi tes digunakan konselor sebagai bahan pertimbangan (a) menentukan jenis layanan apakah yang akan diberikan konselor kepada klien. dan alat mana yang digunakan dalam upaya membantu pemecahan masalah yang dialami klien. Pada tahap proses konseling informasi hasil tes digunakan untuk menafsirkan prognosis dengan memberikan alternatif-alternatif tindakan tentang pendekatan. bakat dan minatku?” Program studi dan jabatan yang bermacammacam merupakan bahan informasi bagi seseorang untuk dipilih. pada umumnya tes yang digunakan untuk memperoleh data klien adalah tes inteligensi. ITP). Teknik Tes Dalam Bimbingan Dan Konseling Dalam pelayanan bimbingan dan konseling. 2006): Suatu jenis tes hanya diberikan oleh konselor yang berwewenang menggunakan dan menafsirkan hasilnya. 5. dan proses konseling satu di antaranya tidak mungkin menghindari tahap pembuatan keputusan. Sementara di sisi lain keterampilan menggunakan teknik tes sangat terbatas karena tes terstandar sudah siap pakai. teknik. Teknik non tes dimaksud antara lain observasi.misalnya informasi dari teknik non testing : observasi. Hal tersebut berlanjut sampai mereka bekerja di lapangan. Konselor sejak kuliah sudah berlatih secara intensif menyusun dan menggunakan teknik non tes untuk memahami individu dalam konteks pelayanan bimbingan dan konseling. berkaitan tentang dirinya sendiri dalam hubungannya dengan fakta sekarang yang ada. tes bakat. Di samping itu informasi hasil tes disampaikan kepada klien dengan harapan klien lebih mengenali dirinya sendiri sehingga klien mampu mengembangkan harapan-harapan yang realistis dalam proses konseling. wawancara. Berdasarkan hasil tes konselor mendapatkan pelengkap data khususnya mengenai sifatsifat kepribadian klien yang selama ini belum dapat terungkap melalui teknik non tes. pada saat proses konseling. sehingga diharapkan hasil informasi tes tersebut dapat membantu kerangka berpikir konselor di dalam merefleksi perasaan klien. 5.Informasi yang diperoleh konselor merupakan rujukan untuk membantu klien menentukan pilihan serta merupakan upaya mencari jawaban atas persoalan “Apa yang harus saya lakukan?” Apabila pilihan itu menyangkut bidang pendidikan mungkin persoalannya akan banyak berkaitan dengan : “Program studi manakah yang harus saya pilih sesuai dengan bakat dan minatku?” Demikian pula jika berkenaan dengan bidang jabatan (karier) mungkin pertanyaan yang muncul berkaitan dengan : “Jabatan apakah yang sesuai dengan bakat dan minatku?” “Bagaimanakah saya memperoleh jabatan yang sesuai dengan cita-cita. dan penggunaannya terikat kode etik yang ketat sebagaimana disebutkan dalam Kode Etik Profesi Bimbingan dan Konseling Indonesia (PB ABKIN. dan setelah konseling sebagaimana dikatakan oleh Super dan Bordin (dalam Goldman 1971:23). dan tes prestasi belajar. Hasil tes akan mempunyai makna sebagai informasi bagi klien jika tes tersebut dianalisis dan dinterpretasi.3. inventori (DCM. tes kepribadian (minat. kuesioner. kuesioner.

pergaulannya luas karena sikapnya supel. Dari pertemuan awal diperoleh gambaran: (1) Arimbi merupakan tipe anak yang tidak mau menerima begitu saja apa yang diputuskan baginya. Konselor wajib memberikan orientasi yang tepat kepada klien dan orang tua mengenai alasan digunakannya tes disamping arti dan kegunaannya. melakukan pengumpulan data dengan metode tersebut. Keterampilan konselor dalam teknik non tes semisal observasi. Ia merasa bahwa ia mampu dalam bidang IPA. Konselor merancang untuk memberikan layanan konseling individual kepada Arimbi setelah memperoleh masukan dari beberapa guru dan wali kelas X. Tetapi jika ia dijuruskan ke Bahasa merupakan siksaan baginya. AUM.3. Perilaku Arimbi yang berubah sejak itu. sudah barang tentu konselor semestinya terampil menggunakan teknik non tes. tampangnya kusut. Jika ia menjadi dokter maka ia dapat mengobati dirinya sendiri. Karena pada umumnya untuk memahami individu secara utuh: potensinya. ia disukai teman-temannya karena senang membantu teman yang kesulitan antara lain 236 . Hasil testing hanya diberitahukan kepada pihak lain sejauh ada hubungannya dengan usaha bantuan kepada klien. tidak menggunakan metode tunggal. Ia merasa kecewa karena harapannya tidak sesuai dengan kenyataan yang digambarkan pada psikotes. sebaliknya kuesioner tidak bisa mencatat aktivitas klien “secara on the spot” ketika mengikuti kegiatan tertentu di sekolah. Hasil studi awal konselor terhadap Arimbi atas kasus ini diperoleh simpulan bahwa di satu sisi Arimbi punya ambisi cukup besar untuk mewujudkan keinginannya. dan kemungkinan pengembangan pribadinya tidak dapat diperoleh dari satu metode saja. d. yang dalam batas tertentu mereka memperoleh mata kuliah konstruksi tes. Aplikasi instrumentasi teknik non tes oleh konselor pada umumnya dilakukan secara terpadu. Misalnya observasi tidak menjangkau data latar belakang keluarga yang lebih tepat diungkap melalui kuesioner. menyusun instrumen. Namun demikian. e. enggan bergaul dengan teman sekelas. kekhasan tiap metode. Data hasil testing wajib diintegrasikan dengan informasi lain yang telah diperoleh dari klien sendiri atau dari sumber lain. inventori (DCM. Sejak itu ia sering mengalami konflik batin. IPS dan Bahasa sama baiknya. Penggunaan suatu jenis tes wajib mengikuti secara ketat pedoman atau petunjuk yang berlaku bagi tes tersebut. 5. masalahnya. Beberapa orang guru dan wali kelas kemudian menyampaikan kepada konselor tentang perubahan perilaku Arimbi. diperoleh mulai dari memahami konsepnya. menarik perhatian para guru mata pelajaran dan wali kelas. Rambu-rambu tersebut menyebabkan pembelajaran calon konselor berbeda dengan teman-temannya di program studi Psikologi. b.4. karena dalam pembelajaran calon konselor lebih menekankan penguasaan konsep dan praksis teknik non tes. wawancara. mau belajar lebih rajin ataukah bisaa saja? Perilaku yang nampak di kelas antara lain sering bengong. ITP).3. menggunakan hasil praktik teknik non tes untuk pelayanan bimbingan dan konseling. c. kuesioner. cenderung sering tidak mengerjakan PR jika dibandingkan dengan sebelum menerima hasil psikotes. kemauan belajarnya cukup tinggi. Rekomendasi psikologis yang disarankan untuknya adalah dengan urutan prioritas jurusan Bahasa. dan IPA. Testing dilakukan bila diperlukan data yang lebih luas tentang sifat atau ciri kepribadian subjek untuk kepentingan pelayanan. sosiometri. Arimbi setelah menerima laporan hasil psikotes ternyata mengalami konflik. Ia ingin jadi dokter karena ia sering sakit. wawancara bisa lebih mendalami latar belakang mengapa seorang siswa memilih dan menolak temannya satu kelas dari pada sekedar alasan memilih dan menolak temannya yang tertulis dalam angket sosiometri. IPS. menganalisis dan menginterpretasi data. Dalam hal ini data hasil testing wajib diperlakukan setara dengan data dan informasi lain tentang klien. tetapi takut dengan dokter. Implementasi Teknik Tes Dan Non Tes Dalam Layanan Konseling Individual Pada suatu hari konselor SMA Pringgodani Kudus didatangi oleh Arimbi siswa kelas X.a.

Fisika 7. Bahasa Indonesia 4. kehilangan canda rianya bersama adik-adiknya. Hampir semua orang di rumah (tetangganya) maupun di sekolah sangat suka dengan Arimbi. Sosiologi 13.dengan mengajak belajar kelompok. Teman-teman sekelas kehilangan sumber informasi dan sumber belajar. Keterampilan /Bahasa Asing B. sehingga menimbulkan konflik pada dirinya.terbuka dalam membahas persoalan yang dihadapi oleh anggota keluarga. Sejarah 10. karena tidak mau mengerjakan PR maka Arimbi pun tidak mau membantu temannya menyelsaikan soal-soal PR. konselor mempelajari catatan akademiknya pada semester 1 sebagaimana tersaji dalam Tabel 5. dan orang tua. tidak suka dikritik. Untuk memperoleh gambaran yang utuh tentang harapan dan cita-citanya. teman. Teknologi Informasi dan Komunikasi 16. Pendidikan Agama 2.1 Nilai Arimbi Kelas X.1. Sementara itu orang tua tidak tahu bagaimana harus bersikap menghadapi Arimbi di rumah yang sekarang lebih banyak nyungsep di kamar. Konflik itu muncul karena ia ingin masuk IPA.1 Identifikasi Arimbi berasal dari keluarga yang cukup baik sosial ekonominya. Ekonomi 12. Pendidikan Jasmani. Kimia 9. gairah makan menurun. 5. guru-guru mengalami kesulitan untuk memberikan motivasi anak lainnya sebab Arimbi sering mendorong teman-temannya untuk mencoba menuliskan hasil PRnya di papan tulis.4. di sisi lain ia tidak suka jika orang lain memutuskan sesuatu yang tidak sesuai dengan dirinya. demokratis --. Geografi 11. Olahraga Kesehatan 15. Karena cenderung sering tidak mengerjakan PR. mudah kecewa terhadap sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginannya. Muatan Lokal 17. wali kelas. Dinamika psikisnya menghadapi keputusan penjurusan cenderung negatif. Matematika 6. (2) Konflik yang dialami oleh Arimbi dirasakan cukup mengganggu oleh guruguru. Seni Budaya 14. Pendidikan Kewarganegaraan 3. Konselor memutuskan untuk memberikan layanan konseling individual kepada Arimbi setelah memperoleh masukan dari guru. menghindari berbicara dengan orang tua. Biologi 8. tetapi ia diputuskan masuk Bahasa sebagai prioritas I. Bahasa Jawa Nilai 8 8 9 9 8 7 8 7 9 8 8 8 9 8 9 8 7 dan 237 . teman sekolah dan di kampung sangat baik. Mata Pelajaran 1. wali kelas. Pergaulannya dengan guru. Suasana keluarga hangat. Bahasa Inggris 5. teman sekelas. Tabel 5.3 Semester 1 Tahun Pelajaran 2010/2011 Komponen A. dan orang tua.

maka pada saat menghadapi masalah baru ia akan bisa mengatasinya dengan cara yang sama. memutuskan untuk menggunakan pendekatan Client-Centered. (4) Penekanan pada hubungan terapetik itu sendiri sebagai tumbuhnya pengalaman. Arimbi menunjukkan hasil psikotes yang diperolehnya sebagaimana disajikan dalam tabel 5. Pendekatan ini bekerja langsung terhadap kehidupan emosi dan perasaan yang nyata daripada berusaha mereroganisasikan faktor emosi melalui pendekatan intelektual. Konselor tidak perlu mengomentari bahwa sikapnya sekarang ini tidak benar. sehingga bagaimana Arimbi terselesaikan masalahnya tergantung pada dirinya sendiri. lebih bertanggungjawab. dan teman-temannya untuk minta jasa konseling kepada konselor. dari pada terhadap faktor intelek. Sejak saat itu Arimbi disadarkan bahwa konselor tidak mempunyai jawaban. Arimbi bisa mengetahui bahwa perilakunya sebenarnya tidak baik. Arimbi harus bertanggungjawab atas dirinya sendiri. 1992:127-128) karena secara spesifik : (1) Perhatian diarahkan pada pribadi klien dan bukan kepada masalahnya. (2) Situasi terapetik dimulai. Jika seseorang berhasil mengatasi masalah dalam suasana yang lebih bebas. konflik batinnya. Pengembangan Diri A 5. wali kelas.4. (3) Konselor mendorong Arimbi untuk mengemukakan perasaannya secara bebas berkenaan dengan hasil psikotes untuk penetapan jurusan. baik masalah sekarang maupun masalah yang akan datang dengan cara yang lebih baik. Mengacu dari Surya (1988:213) dan Gunarsa (1992:129-131). tetapi membantu seseorang untuk tumbuh. sehingga menimbulkan 238 .Komponen Nilai C. Pendekatan ini dipilih konselor untuk membantu memecahkan masalah Arimbi (Gunarsa. jadi secara rasional dan intelektual. cemberut. tetapi melalui proses konseling Arimbi akan memperoleh sesuatu. dan menerima klien apa adanya (congruence dan unconditional positive regard). Tujuannya bukan memecahkan suatu masalah tertentu. pendek kata semua perilaku negatifnya.2 Proses Konseling Konselor setelah mempelajar latar belakang Arimbi. sehingga ia bisa mengatasi masalah. dan sebagainya. mengenal dan memahami Arimbi yang menggerutu. membuat keputusan sendiri. (2) Penekanan lebih banyak terhadap faktor emosi. Agar Arimbi dapat mengemukakan kekecewaannya. kemudian merespon perilaku Arimbi. tetapi kenyataannya lain. menghentak-hentakkan kakinya. Pola emosi yang diperlihatkan Arimbi sekarang ini sama saja dengan pola emosi yang sudah ada dalam sejarah pribadinya. bersahabat.2 (4) Konselor menerima. langkah-langkah yang ditempuh oleh konselor dalam membantu memecahkan masalah Arimbi adalah sebagai berikut : (1) Arimbi datang menemui konselor. Ia mengatakan bahwa ia mendapatkan saran dari guru. ia mengetahui hal itu dan tidak boleh melakukan hal itu. sehingga ia memutuskan untuk melanjutkan konseling. (3) Memberi tekanan yang lebih besar terhadap keadaan yang ada sekarang dari pada terhadap apa yang sudah lewat. membuat keputusan yang penting dengan bebas dan bisa sukses berhubungan dengan orang lain secara lebih dewasa. berkurang sikap ragu-ragunya. tetapi cukup tersenyum simpul dan menunjukkan kepada Arimbi apa yang ada di balik ungkapan-ungkapan perasaanya itu. maka konselor secara wajar memperlihatkan sikap ramah. Dalam kenyataannya perilaku Arimbi dipengaruhi oleh emosi daripada oleh pikiran. Konselor hanya sebagai fasilitator. tidak sopan. Konselor menciptakan situasi yang bebas dan permisif. dengan cara yang lebih teratur. Di sini Arimbi belajar memahami diri sendiri.

Seandainya saya dapat masuk IPA. Saya tidak ingin menjadi sastrawan atau ahli bahasa. (5) Ketika perasaan-perasaan negatif telah diungkapkan sepenuhnya. Kimia dan Biologi. Bakat dan Minat Arimbi No.2 Profil Kecerdasan. Saya hanya ingin menjadi dokter. Wujud dari kondisi positif adalah pernyataan Arimbi: “Saya kecewa sekali dijuruskan ke program Bahasa. rasa-rasanya masa depan saya suram. tidak diproyeksikan kepada orang lain atau disembunyikan. Misalnya dengan mengatakan: “Anda nampak kecewa sekali. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Aspek Minat Sosial Bussines Home Ekonomi Secretary Medical Matematika Fisika Biologi Teknik Kesehatan 11 Musik Kemungkinan berhasil 239 .” Hal ini merupakan peluang bagi klien untuk disembuhkan. pada saat itu akan diikuti oleh ekspresi dari dorongan positif untuk berkembang lebih lanjut. karena hasil psikotes Anda tidak sesuai dengan harapan dan keinginan Anda. Tabel 5. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Aspek Kecerdasan dan Bakat Kecerdasan Umum Pemahaman Sosial Kawasan Pengetahuan Analogi Verbal Logika Sosial Pemahaman Numerik Logika Numerik Kemampuan Analogi Berpikir Induktif Deduktif Persepsi Keruangan NILAI 80 89 75 79 70 69 75 80 85 75 75 IPA IPS Bahasa Nilai 70 79 59 80 69 70 80 89 80 90 69 IPA IPS Bahasa KLASIFIKASI Tinggi Tinggi Cukup Tinggi Cukup Tinggi Cukup Tinggi Sedang Cukup Tinggi Tinggi Tinggi Cukup Tinggi Cukup Tinggi 77 Cukup Tinggi 78 Cukup Tinggi 81 Tinggi Klasifikasi Cukup Tinggi Cukup Tinggi Agak Rendah Tinggi Sedang Cukup Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Sekali Sedang 78 Cukup Tinggi 72 Cukup Tinggi 78 Cukup Tinggi 11 KetepatanPresisi Kemungkinan berhasil No.suasana klien dapat memahami dan menerima keadaan negatif atau tidak menyenangkan itu. saya akan lebih tekun mempelajari Fisika.” Dengan cara semacam itu maka klien tidak akan melakukan defense mechanism.

membaca puisi. Biarkan Arimbi menganalisisnya dan mengomentarinya. “Kenapa tidak. (1) Bersama-sama dengan proses pemahaman ini adalah proses yang memperjelas kemungkinan-kemungkinan keputusan atau tindakan yang akan dilakukan Arimbi. Fisika. “Saya akan belajar sungguh-sungguh.” Perasaan positif tidak diterima oleh konselor sebagai sesuatu yang harus dipuji atau seperti layaknya sesuatu permintaan yang harus dipenuhi. “Anda ingin sekali masuk IPA. Tetapi apakah itu mungkin?”. melainkan sebagai sesuatu yang wajar yang ada pada diri pribadi seseorang. yang tumbuh dari dirinya sendiri. sedangkan dari dalam 240 . hasil psikotesnya. Mungkin juga saya harus mengurangi. saya ada peluang masuk IPA jika raport saya pada semester kedua nilai-nilai IPAnya lebih baik dari semester pertama. Konselor mendengarkan dengan seksama kata-kata Arimbi: “Saya akan berjuang agar dapat masuk IPA. adalah langkah berikutnya yang penting dari keseluruhan proses. sama seperti menerima dan memahami ungkapan-ungkapan perasaan negatif Arimbi. “Jika Bapak mengijinkan. “Baik Pak. tanya konselor. karena tadi Bapak mendukung keinginan saya. Atau saya tetap mengikuti kegiatan OSIS tetapi yang aktivitasnya mengarah ke IPA seperti KIR”. Bilogi dan Kimia. (2) Pemahaman. (2) Tindakan positif. meskipun juga di kelas VI SD menang lomba mata pelajaran Matematika dan IPA. The self Arimbi telah terbentuk melalui pengalaman-pengalamannya baik yang berasal dari luar maupun yang dari dalam dirinya. “Kenapa tidak. yang positif.” “Apa yang kamu lakukan untuk itu?”. Dari luar adalah pengalaman yang berupa dorongan dari orang lain dan kemungkinan untuk memenuhi keinginannya. tidak mengerjakan PR dan lebih baik dihukum. “Saya rasa tidak. kata Arimbi. kata konselor. asal nilai raportmu memenuhi syarat untuk itu”. (1) Konselor memahami dan menerima perasaan-perasaan positif yang diungkap-kan Arimbi sebagaimana adanya. Hasil dokumentasi juga menunjukkan sejak SD. Konselor juga menceritakan hasil wawancara dengan teman-teman sekelas dan orang tuanya yang memberikan gambaran serupa dengan hasil observasi guru-guru mata pelajaran. paling tidak saya rasa saya dapat mengikuti pelajaran di kelas XI IPA jika saya masuk ke sana. Pada saat ini konselor sebagai fasilitator memimpin klien untuk melihat kenyataan dirinya dengan memahami dan mendiskusikan hasil psikotes dan nilai raportnya di kelas X semester I. Suatu keputusan untuk melakukan tindakan yang nyata. “Apakah kamu tidak merasa rugi meninggalkan kegiatanmu di OSIS?”. demikian pula dengan guru-guru yang lain dan wali kelas. bahkan kalau perlu meninggalkan kegiatan saya di OSIS”. karena Anda ingin jadi dokter. “Saya tahu dan saya kecewa sekali bahwa sekor-sekor saya untuk program IPA lebih jelek dibandingkan dengan sekor-sekor Bahasa dan IPS sebagaimana hasil psikotes saya. saya akan ikut les privat untuk mata pelajaran Matematika. saya minta dimasukkan ke IPA”.” kata konselor. jawab Arimbi. saya akan berusaha sekuat tenaga”. dan data-data non tes yang diperoleh konselor. pengenalan dan penerimaan tentang diri sendiri.Konselor menceritakan hasil pengamatan yang dilakukan guru-guru selama Arimbi mengikuti pelajaran setelah menerima hasil psikotes yang cenderung menurun motivasi belajarnya. (3) Langkah selanjutnya adalah perkembangan sikap dan perilaku Arimbi sejalan dengan perkembangan tilikan tentang dirinya. timpal Arimbi. Tetapi saya rasa nilai-nilai raport saya tidak begitu jelek. Klien mencoba memanifestasikan/mengaktualisasikan pilihannya itu dalam sikap dan tingkah lakunya. karena saya ingin masuk IPA. SMP. yang menjadi dasar pada diri Arimbi untuk dapat maju ke tingkat yang baru dari integrasinya. jawab Arimbi mantap. di kelas VIII SMP juga pernah menang lomba IPA. dan awal di SMA Arimbi sering memenangi lomba mengarang. kata Arimbi. Dengan penerimaan seperti itulah klien belajar menyadari diri sendiri sebagaimana keadaan sebenarnya. tanya konselor.

C. Konselor dan Arimbi melakukan kegiatannya masing-masing. dengan segala resikonya. Tentunya perlakukan yang akan anda berikan kepada individu tersebut harus sesuai dengan apa yang anda pahami dari interpretasi data-data yang anda miliki. Konseling telah selesai. apa yang saudara lakukan untuk tetap memperoleh data yang saudara harapkan? 5. D. Saya yakin saya bisa jika saya berusaha keras dan sungguhsungguh”. Apa yang akan anda lakukan jika ternyata hasil interpretasi yang anda lakukan berbeda dengan apa yang diungkapkan oleh individu dalam konseling? 241 . jika saudara gagal dengan suatu cara. 3. 2. Berlatihlah merumuskan pengertian yang saudara jumpai dalam buku ajar ini dengan kalimat saudara sendiri sejauh tidak menyimpang dari maksud kalimat dalam buku ajar ini. Tes Formatif 1. Latihan 1. Saya dapat melihat kenyataan tentang penjurusan saya. karena saya sudah berusaha semampu saya. atau lihat di kamus/ensiklopedi. 2.berupa pengalaman konflik dan kekecewaan karena keinginannya terhambat tetapi pada akhirnya terbuka kesempatan untuk mencapainya. apa tujuan yang fundamental pemanfaatan hasil tes maupun non tes dalam layanan konseling individual? 2. 4. (5) Arimbi merasa bahwa bebannya suda ditanggalkan dan hubungan konseling harus segera diakhiri. Arimbi merasa yakin akan kemampuannya untuk mengejar waktu yang tersisa dalam memenuhi keinginannya. Saya sudah tahu apa yang harus saya lakukan. “Saya rasa. Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak yang telah membantu memecahkan masalah saya”. kemandirian dan pengalaman dirinya makin meyakinkan. Dan tentu saja saya tidak akan kecewa berat seperti sebelum pertemuan ini jika saya gagal. Lakukan pula percobaan menggali data pada teman-teman anda dalam satu kelompok yang anda tentukan sendiri anggotanya. (4) Tingkah laku Arimbi makin bertambah terintegrasi dan pilihan-pilihan yang dilakukannya makin adekuat. Ia berkata kepada konselor: “Saya merasa bahwa jalan yang akan saya tempuh sudah lapang dan jelas. atau cari penjelasannya di buku-buku psikologi dan/atau bimbingan dan konseling. ia telah bebas dari masalahnya. Berlatihlah menggali data. Kumpulkan data yang telah anda miliki baik hasil tes maupun non tes lalu susunlah rencana untuk memberikan sebuah layanan konseling individual bagi individu. dan saya melihat ada peluang terbuka untuk saya ke jurusan IPA. Informasikan hasil pemahaman individu klien tersebut kepada klien yang bersangkutan dan orang-orang yang terkait agar bisa memberikan kontribusi membantu memecahkan masalah klien E. siapkan pula alat tulis berupa spidol warna atau stabilo untuk menandai hal-hal yang saudara anggap penting. Arimbi telah menjadi individu yang kepribadiannya terintegrasi dan berdiri sendiri. saya sudah merasa bebas dari masalah saya. Cermati beberapa istilah penting yang ada di dalamnya. dosen atau instruktur. jika perlu tanyakan kepada teman sejawat. Menurut anda. Ia menghentikan hubungan terapetik dengan konselor. Lembar Kegiatan Untuk memperoleh pemahaman yang mendalam pada bab ini seyogyanya saudara mengikuti langkah-langkah berikut: 1. bisa pula download dari internet. Pelajari bab V buku ajar ini sebaik-baiknya.

PB ABKIN. (8th edition). 242 . 2011. 1985. Tokyo: Allin and Bacon. Co. Kode Etik Profesi Bimbingan dan Konseling Indonesia . Ahmad. 2011. Hariadi. 2001. Surabaya: Usaha Nasional. 1987. Pemahaman Individu Teknik Non Tes. Pusat Kurikulum. A. Bimbingan dan Penyuluhan Belajar di Sekolah. Mengembangkan Bakat dan Kreativitas Anak Sekolah (Petunjuk bagi guru dan orang tua). 1997. 1996. Sukardi. Goldman.D. 1995. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. L. Gall. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 27 Tahun 2008 Tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor. (1971). Susilo & Gudnanto. Malang: Panitia Konvensi Nasional Pendidik Konselor Indonesia I. --------.scribd. Proyek Pendidikan Tenaga Akademik.K. New York: Pearson Education. Kudus: Program Studi Bimbingan dan Konsleing Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muria Kudus. --------. Tersedia di http://www. D. Tersedia on line di http://himcyoo.H.org/ soc2. Bimbingan dan Konseling Sekolah. Psychological Testing and Assessment. 2008.. Konseling dan Psikoterapi. Jakarta: Ghalia Indonesia. Himcyoo.DAFTAR PUSTAKA Aiken. New Jersey: Prentice Hall. Ke Arah Profesionalisasi Pekerjaan Bimbingan di Indonesia. Makalah disajikan dalam Konvensi Nasional ke-17 Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN) di Pekanbaru: Sabtu-Minggu. M. Program Bimbingan Karier di Sekolah. Pengantar Teori Konseling. Djalali. 1991. Educational Research an Introduction. Singgih D. Badan Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Nasional. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia. M. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Surabaya: Bina Ilmu. 1992. Susilo. 2003.com/doc/8695600/STANDAR-KUALIFIKASI-AKADEMIK-DANKOMPETENSI-KONSELOR. Gibson. 2006.asgp. Gunarsa. http://www. Pemahaman Individu dengan Teknik Non Testing. Non Tes dalam Bimbingan dan Konseling .com/2011/07/non-tes-dalam-bimbingan-dankonseling.com/2011/02/22/pemahaman-individu-dengan-teknik-nontesting/ diunduh 28 Nopember 2011.L. Makalah disampaikan pada Konvensi Nasional Pendidik Konselor Indonesia I tanggal 8-9 Juli 1991 di Malang.htm diunduh 15 Dec. Departemen Pendidikan Nasional. Dasar-Dasar Konseling Pendidikan (Teori dan Konsep). 1983. C. --------. Semarang: Bina Putera. (1988). Using Test in Counseling. R. dkk. Pekanbaru: Panitia Konvensi Nasional ke-17 Asosiasi Bimbingan dan Konsleing Indonesia. General Information About Sociometry: Sociometry. Munandir. Rahardjo.html diunduh 28 Nopember 2011. Hendrarno. M. Introduction to Counseling and Guidance (Fourth Edition). Jakarta: BPK Gunung Mulia. 1992.wordpress. diunduh 4 Januari 2009. Kudus: Nora Media Enterprise. S. L. Teknik-teknik Bimbingan dan Penyuluhan.blogspot. 17-18 Desember 2011. 2007. 2007. Inc. E. --------. M. Pemahaman Individu II Tinjauan dari Segi Testing. Tersedia on line di http://hariadimemed. Sugiyo & Supriyo. U. Santa Monica. R. 2011. Surya. Model Pengembangan Diri SMA/MA . Pemanfaatan Hasil Tes dan Nontes untuk Layanan Konseling Individual . 2011. & Mitchel. Yogyakarta : Kota Kembang. Munandar. Rahardjo. 1986. California: Goodyear Publishing. Bandung: Pengurus Besar Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia.

1983. 1984. R. M & Natawidjaja. S. S. Jakarta: Universitas Terbuka. Mengembangkan Bakat Sejak Lahir. 1991. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. S. Winkel. Suzuki. Suryabrata. Pengantar Bimbingan dan Penyuluhan. Cetakan IV edisi ketiga. 1997. --------. Bimbingan dan Penyuluhan di Sekolah. 1983. & Supriyo. Surya. Yogyakarta: Yayasan Penerbitan Fakultas Psikologi UGM. Semarang: Panitia Sertifikasi Guru Rayon XII Universitas Negeri Semarang. Pembimbing ke Psikodiagnostik. Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Sertifikasi Guru Dalam Jabatan Tahun 2008 Bimbingan Konseling. Buku ajar pemahaman individu. W.Sutoyo. Yogyakarta: Rake Sarasin. Psikologi Kepribadian. Materi Pokok DKEP2211/2SKS/Modul 1-6. Jakarta: Rajawali Press. (1993). A. 243 . Walgito. 2008.

244 .

Petunjuk Belajar Agar peserta kuliah atau pelatihan dapat mengikuti kegiatan ini dengan lancar dan baik maka perlu diperhatikan beberapa petunjuk belajar sebagai berikut: 245 . Bab. dan pelayanan tidak langsung). Prasyarat Untuk mengikuti Buku Ajar pengembangan program bimbingan dan konseling ini peserta pelatihan harus sudah menempuh dan lulus mata kuliah manajemen bimbingan dan konseling. karir. B. sosial.analisis kebutuhan/permasalahan siswa (b) penentuan tujuan yang akan dicapai (c) analisis situasi dan kondisi sekolah (d) penentuan jenis kegiatan yang akan dilakukan (e) penentuan tehnik dan strategi kegiatan (f) penentuan personel-personel yang akan melaksanakan. dan dasar-dasar bimbingan dan konseling. Bab V Pengembangan program Bimbingan dan Konseling berdasarkan KTSP. laporan bulanan. Modul pengembangan program bimbingan dan konseling merupakan salah satu kompetensi dasar yang harus dikuasai oleh konselor. Melalui perencanaan yang baik akan memperoleh kejelasan arah pelaksanaaan program bimbingan dan konseling serta memudahkan untuk mengontrol kegiatan yang dilaksanakan. Di dalam proses sertifikasi guru pembimbing. maka perlu dilaporkan secara fisik beberapa jenis dokumen yaitu : agenda kerja konselor. pelayanan langsung. dan laporan tahunan. Deskripsi Modul pengembangan program bimbingan dan konseling dimaksudkan sebagai salah satu panduan kinerja guru bimbingan dan konseling atau konselor dalam mengelola dan mengevaluasi pelayanan bimbingan dan konseling yang meliputi bidang pelayanan bimbingan pendidikan/belajar. karena dalam kegiatannya seorang konselor hendaknya mampu mengembangkan program yang meliputi kegiatan merancang program dan melaksanakan serta mengevaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan. daftar konseli (siswa). Mengapa. menengah maupun jangka panjang. data kebutuhan atau permasalahan konseli. Oleh karena itu dalam pengembangan program bimbingan dan konseling seorang konselor perlu memperhatikan berbagai hal sebagai berikut ini:(a). Bab III Konsep dasar program Bimbingan dan Konseling 4. Pelaksaaan kegiatan bimbingan perlu disadari bahwa berbeda dengan guru bidang studi lain yang sudah terjadwal secara rinci dan jelas.am Kurikulum KTSP 3. akhlak mulia/budi pekerti. Dalam Buku Ajar pengembangan program ini akan dibahas beberapa bab yaitu: 1. pribadi. Di dalam melaksanakan tugasnya. (g) perkiraaan biaya dan fasilitas yang digunakan (h) mengantisipasi kemungkainan hambatan dalam pelaksanaan kegiatan bimbingan dan konseling (i) waktu dan tempat artinya kapan kegiatan dilakukan dan dimana kegiatan itu dilakukan. dan dengan program yang baik pada gilirannya akan memberikan panduan pelaksanaan· kegiatan bimbingan dan konseling dan sekaligus menghilangkan kesan bahwa konselor bekerja sifatnya insidental dan bersifat kuratif semata-mata. I Pendahuluan 2. Bab IV Teori-teori pengembangan program Bimbingan dan Konseling 5. laporan semesteran. Selanjutnya semua kegiatan yang telah dilaksanakan dievaluasi baik dalam jangka pendek. seorang konselor perlu merancang program. melaksanakan. Pengembangan program bimbingan dan konseling yang baik.1I Kedudukan Bimbingan dan Konseling dal. konselor hendaknya mampu mengalokasikan kegiatan yang ada di dalam kelas dan di luar kelas sehingga kegiatan berjalan dengan baik dan dapat mencapai tujuan yang telah ditentukan. Bab.BAB I PENDAHULUAN A. terarah dan sistematis merupakan manifestasi dan akumulasi kinerja konselor. C. dan selanjutnya mengevaluasi program bimbingan dan konseling. dan laporan hasil evaluasi program bimbingan dan konseling dan tindak lanjutnya. aktivitas pelayanan bimbingan dan konseling (pemahaman.

1.3 Menyusun program semesteran 2. Menyusun program pelayanan BK di sekolah berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Kompetensi Dasar: 1.2.1 Menjelaskan rasional program BK 1.2.4 Memahami rambu-rambu pengembangan program pelayanan BK berdasarkan KTSP 1.1 Menjelaskan teori perencanaan program konvensional 1.3 Memahami teori-teori perencanaan program BK 1.6 Menyusun program harian 2. Bacalah setiap kegiatan belajar dengan teliti dan buatlah rangkuman setiap selesai mempelajari materi tersebut.5 Menyusun program mingguan 2.7 Menilai pelaksanaan program 2.3 Menjelaskan penilaian kegiatan 2.2.3.2 Menjelaskan pelaksanaan kegiatan 2. 2.1 Mengdentifikasi jenis layanan 2.2. 2.2.1 Memahami kedudukan BK dalam KTSP 1.2 Menjelaskan struktur isi KTSP 1.4 Menjelaskan kedudukan pelayanan BK dalam KTSP 1.4 Menyusun program bulanan 2.2.3 Menjelaskan tujuan dan manfaat program BK 1. Bertindak sejujur mungkin sehingga saudara dapat mengetahui secara persis dimana posisi saudara dalam pengguaaan modul tersebut.4 Menjelaskan laporan pelaksanaan program 2.2. Kerjakan soal-soal latihan dan cocokkanlah dengan kunci jawaban dan apabila hasil pekerjaan saudara sudah mecapai 75% maka saudara diperbolehkan melanjutkan pada kegiatan belajar selanjutnya.5 Menyusun program pelayanan BK berdasarkan KTSP Indikator Pencapaian Kompetensi: 1.2.1. Kompetensi dan indikator Standar Kompetensi: 1.1 Menjelaskan perencanaan kegiatan 2. D.3 Menjelaskan pengembangan diri 1. Memahami konsep pengembangan program pelayanan Bimbingan dan Konseling (BK) di sekolah.1.4 Menjelaskan prinsip-2 pokok pengembangan program BK 1.2.2.1 Menjelaskan pengertian KTSP 1.1.1.2.2 Memahami konsep dasar program pelayanan BK 1.1.2 Menjelaskan teori perencanaan program berdasarkan PPBS 2.5 Menjelaskan tahap-tahap pengembangan program BK 1.2.2 Menyusun program tahunan 2.2 Menjelaskan pengertian program BK 1.1.8 Menyusun lapelprog 246 .1.3.2. 3.1.

1 Menjelaskan konsep dasar KTSP 1. dan menyenangkan.1. dll. Pencapaian kompetensi tersebut saat ini dilakukan dengan sertifikasi guru dalam jabatan melalui penilaian portofolio dan melalui pendidikan profesi selama 1 tahun Kurikulum merupakan salah satu faktor yang diasumsikan sebagai instrumen untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional. dan pelibatan masyarakat dalam rangka mengefektifkan proses belajar mengajar di sekolah yang lebih aktif.1 Memahami kedudukan BK dalam KTSP Indikator Pencapaian Kompetensi: 1.1. Pengembangan KTSP dilakukan oleh satuan pendidikan dengan memperhatikan dan berdasarkan standar kompetensi serta kompetensi dasar yangdikembangkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Melalui pengembangan 247 .1.20) : 1) KTSP dikembangkan sesuai dengan kondisi satuan pendidikan. KTSP merupakan paradigma baru dalam pendidikan khususnya dalam pengembangan kurikulum karena memberikan kesempatan yang luas pada setiap satuan pendidikan. Konsep Dasar KTSP. kreatif.BAB II KEGIATAN BELAJAR 1 A. 2007 .3 Menjelaskan pengembangan diri 1. dibawah supervisi Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. 3) Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan untuk setiap program studi di perguruan tinggi dikembangkan dan ditetapkan oleh masingmasing perguruan tinggi dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan.4 Menjelaskan kedudukan pelayanan BK dalam KTSP B.1. Era yang demikian memberikan suatu pemahaman bahwa pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas tidak dapat ditunda-tunda lagi. Bimbingan dan Konseling dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) a. sarana dan prasarana. Pengembangan sumber daya manusia merupakan upaya komprehensif dari berbagai aktor pendidikan seperti guru. Oalam Standar Nasional Pendidikan (SNP Pasal 1 ayat 15) dikemukakan bahwa Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing masing satuan pendidikan. Berdasarkan konsep tersebut perlu dipahami beberapa hal yang terkait dengan kurikulum tingkat satuan pendidikan sebagai berikut:(Mulyasa.2 Menjelaskan struktur isi KTSP 1. Uraian Materi 1. Perkembangan mutakir dikenal dengan sebutan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). 2) Sekolah dan komite sekolah mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan. Seperti diketahui bahwa Pemerintah Republik Indonesia telah mencanangkan pengembangan sumber daya manusia yang unggul dalam rangka menghadapi era millenium yaitu era pasar global dan pasar bebas. sosial. pribadi dan profesional. tenaga non kependidikan. serta sosial budaya masyarakat setempat dan peserta didik. Upaya pemerintah yang nyata dalam peningkatan kualitas guru adalah meningkatkan kompetensi guru yang meliputi kompetensi pedagogik. dan Depatemen Agama yang bertanggungjawab di bidang pendidikan. kurikulum. potensi dan karakteristik daerah. Kompetensi Dasar: 1. Kompetensi dan indikator: Standar Kompetensi: Memahami konsep pengembangan program pelayanan Bimbingan dan Konseling (BK) di sekolah.

Untuk itu sekolah mutlak dituntut untuk mengembangkan visi.KTSP ini sekolah memliliki keleluasaan dam menglola sumber daya. dan kebutuhan masing-masing sekolah. setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. Struktur kurikulum merupakan pola dan susunan mata pelajaran yang harus ditempuh oleh peserta didik dalam pembelajaran. tetapi diperlukan kegiatan bimbingan dan konseling.. Dengan otonomi ini kinerja guru dan sekolah akan lebih optimal karena mempunyai kekuasaan penuh dan tanggungjawab yang lebih besar dalam menetapkan kurikulum sesuai dengan visi. serta kematangan dalam perannya sebagai pria dan wanita. KTSP merupakan salah satu wujud reformasi pendidikan yang memberikan otonomi kepada sekolah dan satuan pendidikan untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan potensi. dan dewan pendidikan . Kedalaman muatan kurikulum setiap mata pelajaran pada setiap satuan pendidikan dituangkan dalam kompetensi yang harus dikuasai oleh peserta didik sesuai dengan beban belajar yang tercantum dalam struktur kurikulum. Pengembangan KTSP dilakukan oleh guru. 2) Mencapai kematangan dalam hubungan teman sebaya. Muatan lokal dan pengembangan diri merupakan bagian integral dari struktur kurikulum pada jenjang dasar dan menengah. Struktur Isi KTSP. sumber belajart dan kegatan lain sesuai dengan kebutuhan dan prioritas masing-masing sekolah. Melalui pengembangan diri ini maka guru pembimbing atau konselor menterjemahkan dan mengembangkan standar kompetensi dan kompetensi dasar apa saja yang per/u dikuasai siswa. intelektual dan ekonomi. mengendalikan pemberdayaan berbagai potensi sekolah dan Iingkungan sekitar. serta mempertanggungjawabkan kepada pemerintah dan masyarakat. tuntutan. minat. guru. bakat. sosial. komite sekolah. 4) Mengembangkan penguasaan i1mu. 248 . Untuk mencapai standar kompetensi dan kompetensi dasar tersebut peserta didik tidak cukup diberikan pengajaran bidang studi saja. misi dan tujuan sekolah. Orang-orang yang terlibat dalam pengembangan KTSP tersebut merupakan badan yang atau lembaga yang menetapkan segala kebijakan sekolah berdasarkan peraturan-peraturan tentasng pendidikan yang berlaku. Kegiatan pengembangan diri ini difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor. Dalam konteks bimbingan dan konseling pengembangan diri peserta didik didasarkan pada tugas-tugas perkembangan yang harus dicapai oleh peserta didik pada masa perkembangannya. 6) Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang kehidupan mandiri secara emosional. persiapan karir dan melanjutkan studi.menentukan prioritas. 3) Mencapai kematangan pertumbuhan jasmaniah yang sehat. teknologi dan seni sesual dengan program kurikulum. b. Khusus mengenai pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan. serta berperan dalam kehidupan masyarakat yang lebih luas. misi. misi dan tujuan sekolah yang berdasarkan analisis SWOT dengan berbagai implikasinya terhadap program -program kegiatan opersional untuk mencapai tujuan sekolah. Kompetensi tersebut terdiri atas standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dikembangkan berdasarkan standar kelulusan. 5) Mencapai kematangan dalam pemilihan karir. atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler? Berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan tersebut maka dalam kegiatan bimbingan dan konseling mengacu pada standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dikuasai siswa Salah satu bentuk kegiatan yang dapat digunakan adalah pengembangan diri. dan tujuan sekolah mendasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar kedalam indikator kompetensi. kepala sekolah. dana. mengembangkan strategi. Untuk itu komite sekolah bersama sekolah menetapkan visi. Adapun tugas-tugas perkembangan tersebut adalah sebagai berikut: 1) Mencapai kematangan dalam beriman dan bertakwa kepada Tuhan Ynag Maha Esa.

baik dalam bakat. Seperti yang tercantum dalam Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 dinyatakan bahwa : Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran yang harus diasuh oleh guru. Pendekatan pengembangan berbeda dengan pendekatan lama yang lebih menitik beratkan pada pendekatan klinis. dan potensi yang ada pada siswa. bakat. bimbingan kelompok. Kedudukan Bimbingan dan Konseling dalam KTSP. Selanjutnya berdasarkan hasil identifikasi tersebut semua potensi siswa dikembangkan melalui serangkaian kegiatan bimbingan yang dikenal dengan pola 17 Plus. Oleh karena itu diperlukan pendidik yang memahami perbedaan individu sehingga mampu mengarahkan dan mengembangkan diri siswa secara optimal. atau melakukan aktivitas tertentu untuk kepentingar pembelajaran dan pengembangan diri siswa secara komprehensif. Pengembangan diri secara konseptual berarti mengembangkan seluruh aspek diri siswa baik dirim yang disadari maupun yang tidak disadari. permainan kelompok. sikap. Demikian pula dalam kurikulum in. namun jam belajar diberikan lebih banyak untuk kegiatan di luar jam belajar efektif melalui pengembangan diri dibawah bimbingan Konselor maupun tenaga kependidikan yang lain. melalui serangkaian kegiatar ekstrakurikuler seperti diskusi.7) Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang kehidupan berkeluarga. dalam proses dialog dengan klien sampai menyentuh. Berdasarkan rumusan tersebut diatas maka kegiata pengembangan diri seyogyanya dilakukan lebih banyak berada dilua jam efektif. bermasyarakat. kepercayaan. minat. lebih menghargai adanya perbedaan individu. dan pengembangan karir peserta didik. menggembirakan siswa. yaitu dalam mengindetifikasi kebutuhan. potensi.dll. Demikian pula kegiatan pengembangan diri dapat dilakukan secara mandiri seperti mengkaji buku. minat. kegiatan bersifat humanistik. Dalam pendekatan pengembangan lebih berorientasi dan bersifat pedagogis. 249 . atau diluar jam pelajaran. atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatc: ekstrakurikuler. Memperhatikan karakteristik kurikulum tersebut peranan bimbngan konseling sangat menentukan. dan sebagainya. berbangsa dan bernegara. d. mengunjungi nara sumber. melihat potensi klien. Pengembangan Diri Pengembangan diri merupakan istilah yang relatif baru dalam kurikulum pendidikan kita. Hal ini akan mengoptimalkan aktivitas siswa dalam menggali ilmu pengetahuan dan penjelajahan dalam bidang lain untuk mengembangkan bakat. 8) Mengembangkan kemampuan komunikasi sosial dan intelektual serta apresiasi seni. berorientasi pengembangan positif klien. perasaan. Dalam psikologi pendidikan istilah diri dapat disebut dengan istilah "aku" atau self yang merupakan salah satu asperk kepribadian yang didalamnya terdapat nilai. dan klien bersifat terbuka. guru. sehingga siswa akan merasa bebas dan tidak melulu hanya di dalam kelas saja. karakteristik . minat. dan minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. 9) Mencapai kematangan dalam sistem etika dan nilai c. sikap. bakat. Dibandingkan dengan kurikulum terdahulu agaknya ada perbedaan dalam jumlah jam belajar efektif. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor. Mencermati konsep dasar KTSP dan karakteristiknya maka kegiatan bimbingan dan konseling secara prisnip sudah sesuai dengan kurikulum tersebut. Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan. potensi. dan sebagainya yang terkait dengan karakteristik siswa. Seperti diketahui bahwa dalam bimbingan dan konseling mempunyai peranan mengembangkan potensi diri siswa seoptimal mungkin. cita-cita dan aspek psikis lainnya yang kesemuanya merupakan satu kesatuan yang saling terkait. Kegiatan pengembangan diri melalui layanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosia belajar. yaitu adanya pengurangan jam belajar efektif di kelas. Pengembangan diri dalam bimbingan dan konseling sejalan dengan konsep bimbingan dan konseling mutakhir yaitu bimbingan dan konseling dengan pendekatan pengembangan.

Pendekatan pengembangan dalam bimbingan dan konseling searah dengan pengembangan diri melalui KTSP. Untuk itu maka pengelolaan dan pengorganisasian yang sinergis merupakan syarat mutlak tercapinya pengembangan diri siswa. Rangkuman 1. Kedudukan bimbingan dan konseling dalam pengembangan diri melalui KTSP sangat penting dan sentral. Pengembangan diri dalam bimbingan dan konseling sejalan dengan pengembangan diri dalam KTSP. 5.klien mempunyai peran dan tanggungjawab penuh dalam menentukan sendiri. C. Dengan demikian maka semua kegiatan bimbingan dan konseling baik pelayanan maupun kegiatan pendukung perlu lebih ditingkatkan dalam semua aktivitas program maupun pelaksanaannya. Mengapa kegiatan bimbingan dan konseling dapat dinyatakan sebagai jantungnya pengembangan diri dalam KTSP? 2. Pelaksanaan pengembangan diri dalam KTSP dapat dilaksanakan dalam kelas akan tetapi seyogyanya lebih banyak memberikan kesempatan pada siswa untuk menjelajah dunia melalui aktivitas yang terbimbing. KTSP merupakan kurikulum yang memberikan penekanan pada pengembangan diri peserta didik yang disesuaikan dengan kondisi peserta didik dan sekolah yang bersangkutan. 4. Latihan Untuk mengetahui apakah saudara sudah memahami tentang posisi bimbingan dan konseling dalam KTSP maka coba saudara jawab beberapa soal latihan berikut ini: 1.| 4. Jelaskan pendapat saudara terhadap pernyataan tersebut. Bandingkan pendekatan pengembangan dengan pendekatan klinis dalam bimbingan dan konseling. Coba saudara bandingkan bagaimana ciri-ciri kurikulum tingkat satuan pendidikan dengan kurikulum yang terdahulu? 3. 3. Pengembangan diri dalam bimbingan dan konseling diaktualisasikan dalam kegiatan pelayanan dan pendukung yang tercermin dalam pola 17 plus. dan Konselor hanya bersifat membantu dan memberikan beberapa alternatif. Melalui kegiatan bimbingan dan konseling diharapkaan siswa dapat mengembangkan dirinya seoptimal mungkin sehingga pada gilirannya tercapailah tujuan pendidikan dan bimbingan yaitu tercapainya kepribadian yang sehat dan utuh. Berdasarkan konsep tersebut maka kedudukan bimbingan dan konseling dalam KTSP sangat strategis dan merupakan jantungnya kegiatan pengembangan diri. 2. 250 . D.

Dalam satu sub kegiatan itu sendiri seringkali juga berupa kegiatankegiatan yang tidak berdiri sendiri. pelaksnaan. bulanan. Dengan adanya program yang sistematis maka pelaksanaannya-pun akan lebih mudah dikendalikan. Oleh karena itu. dan pelaporan dalam suatu periode waktu tertentu untuk mencapai suatu tujuan. dan efektif kearah pencapaian tujuan. efisien. mingguan.4 Menjelaskan prinsip-prinsip pokok pengembangan program BK 1. Jumlah kegiatan yang tidak sedikit itu akan membutuhkan dan melibatkan berbagai pihak baik personal maupun materal.3 Menjelaskan tujuan dan manfaat program BK 1. Tanpa sebuah program menjadi tidak jelas apa. Pelayanan bimbingan dan konseling juga melibatkan berbagai pihak dan memerlukan sejumlah fasilitas. dan harian) untuk mencapai tujuan Pelayanan bimbingan dan konseling. Dalam kondisi seperti itu maka diperlukan adaya penataan pengorganisasian. dan dimana suatu kegiatan akan dilaksanakan. pegangan. Program Pelayanan bimbingan dan konseling adalah serangkaian kegiatan Pelayanan bimbingan dan konseling sejak dari perencanaan. semesteran. Rasionel Program Bimbingan dan Konseling Program merupakan salah satu konsekuensi bagi setiap kegiatan atau aktivitas manusia dalam mencapai suatu tujuan. dan dievaluasi Pelayanan bimbingan dan konseling sebagai sebuah kegiatan mencakup berbagai bidang. dan pelaporan dalam suatu periode waktu tertentu (tahunan. dan pengordinasian secara sistematis agar semuanya dapat berjalan dengan lancar.1. Tujuan Program Secara umum tujuan pengembangan sebuah program adalah agar seluruh 251 . Pengertian Program Bimbingan dan Konseling Program dapat diartikan sebagai serangkaian kegiatan yang sistematis. pelaksnaan. Standart kompetensi: Memahami konsep pengembangan program pelayanan Bimbingan dan Konseling (BK) di sekolah.1. yaitu yang terencana. dan kegiatan pendukung. terorganisasi. tetapi merupakan sejumlah kegiatan dan sub-sub kegiatan yang terangkai secara harmonis dalam sebuah sistem.1.2 Menjelaskan pengertian program BK 1. Kompetensi dan indikator.1 Menjelaskan rasional program BK 1. dikontrol. Dapat dikatakan bahwa program merupakan pedoman. Pada umumnya suatu kegiatan bukan merupakan aktivitas tunggal. agar Pelayanan bimbingan dan konseling dapat berjalan dengan lancar.1. bagaimana. Tujuan dan manfaat program Bimbingan dan Konseling a. siapa. atau panduan bagi para pelaksana suatu kegiatan. efisien. dari aktivitas yang sangat sederhana tidak tertulis sampai dengan yang sangat kompleks. sampai dengan penilaian.5 Menjelaskan tahap-tahap pengembangan program BK B. Disadari maupun tidak dalam setiap aktivitas manusia ada sebuah program.BAB III KEGIATAN BELAJAR 2 A. Kompetensi Dasar: Memahami konsep dasar program pelayanan BK Indikator Pencapaian Kompetensi: 1. dan efektif perlu adanya sebuah program. dan sistematis. 3. 2.1. sekalipun hanya di dalam pikiran. Dengan kata lain diperlukan keberadaan sebuah program. jenis layanan. dan terkordinasi sejak dari perencanaan. tertulis. sampai dengan penilaian. Uraian Materi 1.

Program bimbingan dan konseling disusun dengan mempertimbangkan kemampuan 252 . Program bimbingan dan konseling menyediakan layanan bantuan kepada siswa. maupun perbaikan. f. b. pengembangan. kemampuannya dan dapat mengembangkan dan memacu tercapainya tujuan-tujuan siswa. Ada beberapa pendapat yang membahas tentang prinsip pokok ini. (1955). baik tujuan jangka pendek maupun panjang. Siswa-siswa akan menerima pelayanan bimbingan secara seimbang dan menyeluruh. Program bimbingan dan konseling merupakan bagian yang integrasi dari program pendidikan dan pengajaran dari sekolah yang bersangkutan secara keseluruhan. dan pekerjaan. tenaga. e. pendidikan. dan di masyarakat. terkoordinasi. ataupun dalam jenis pelayanan bimbingan yang diperlukan. di rumah. Manfaat Program 1) Tujuan setiap kegiatan bimbingan akan lebih jelas. minat. yaitu : a. administrator. baik dalam hal kesempatan. Yang pertama disarikan oleh Romlah dari pendapat Roeber dkk. d. Program bimbingan dan konseling membantu siswa agar dapat berfungsi secara efektif dalam kelompok. dan lembaga masyarakat yang memberi layanan kepada siswa. Program bimbingan dan konseling harus disusun selaras dengan program pendidikan dan pengajaran dan dengan memanfaatkan prasarana dan sarana yang ada seoptimal mungkin. bimbingan dan konseling yang komprehensif harus dapat membantu mengembangkan keempat aspek teraebut secara keseluruhan. yang pada dasarnya tidak jauh berbeda dan bahkan saling melengkapi. 3) Pemberian pelayanan bimbingan lebih teratur dan memadai. dengan menghindarkan kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi.kegiatan dapat terencana. 2) Memungkinkan para petugas bimbingan untuk menghemat waktu. Prinsip-prinsip pokok pengembangan program Bimbingan dan Konseling Dalam pengembangan program bimbingan dan konseling sekolah perlu diperhatikan prinsip-prinsip pokok yang akan mendasari program yang akan disusun. dan biaya. Program bimbingan dan konseling membantu semua siswa agar dapat menjadi sadar terhadap kebutuhan. sehingga dapat berjalan dengan lancar. Konselor sekolah sesuai dengan latihan yang diperolehnya dan peranannya berperan sebagai orang sumber dan perantara bagi siswa dengan orangorang atau lembaga-Iembaga yang mempunyai peranan penting dalam kehidupan siswa. 6) Memungkinkan lebih eratnya komunikasi dengan berbagai pihak yang berkepentingan dengan kegiatan bimbingan. 7) Adanya kejelasan kegiatan bimbingan dari antara keseluruhan kegiatan program sekolah. 4) Setiap petugas bimbingan akan menyadari peranan dan tugasnya masing-masing dan mengetahui pula bilamana dan di mana mereka harus bertindak. Program bimbingan dan konseling membantu perkembangan siswa dalam aspek pribadi. 5) Penyediaan fasilitas akan lebih sempurna dan dapat dikontrol. baik yang bersifat pencegahan. terarah. g. Gysbers dan Hendersen (1988). b. dalam pada itu para petugas bimbingan akan menghayati pengalaman yang sangat berguna untuk kemajuannya sendiri dan untuk kepentingan siswa-siswa yang dibimbingnya.. terorganisasi. 4. c. sosial. dan usaha coba-coba yang tidak menguntungkan. orang tua siswa. dan efektif kearah pencapaian suatu tujuan. Program bimbingan dan konseling membantu semua siswa belajar berpartisipasi secara produktif dalam kelompok di sekolah. efisien. Program bimbingan dan konseling menyediakan layanan konsultasi dan koordinasi kepada guru. Program. dan terkontrol secara sistematis. Berikut ini akan diuraikan dua pendapat tentang prinsip pokok pengembangan program bimbingan.

Program bimbingan hendaknya menunjukkan peranan yang penting dalam menghubungkan dan mengintegrasikan sekolah dengan masyarakat. dan penilaian. 2) Pelayanan yang diberikan oleh berbagai jenis petugas bimbingan. dan penilaian yang sistematis. dan berbuat. Program bimbingan dan konseling secara berkelanjutan perlu disempurnakan melalui perencanaan. 5) Pemberian jenis-jenis bimbingan 6) Pemberian bimbingan tentang berbagai program sekolah. pengembangan. kemampuan sekolah serta kesiapan sekolah yang bersangkutan untuk melaksanakan program bimbingan. Tahap-tahap Pengembangan Program Pelayanan Bimbingan dan Konseling Program bimbingan dan konseling di suatu sekolah sebaikn~ disusun setiap tahun pada awal tahun ajaran. c. Karena semua pihak yang terlibat di dalamnya dan iktu berpartisipasi sejak awal kegiatan. f. Kemampuan dan keterampilan yang perlu diidentifikasi meliputi latar belakang pendidikan. 9) Kesempatan untuk berpikir. Program bimbingan hendaknya menyediakan atau memiliki fasi yang diperlukan e. Program bimbingan hendaknya memberikan kesempatan untuk melaksanakan penilaian terhadap diri sendiri. b. Program bimbingan harus memiliki tujuan yang ideal dan realistis dalam perencanaannya. kebutuhan. Pertemuan-pertemuan Permulaan Tujuan utama dari tahap pertemuan permulaan ini adalah untuk menanamkan pengertian bagi para peserta pertemuan tentang tujuan dari program bimbingan dan 253 . dan memelihara suasana psikologis yang menguntungkan. pelaksanaan. Program bimbingan itu hendaknya dikembangkan secara berangsur-angsur atau tahap demi tahap dengan melibatkan semua unsur atau stat sekolah dalam perencanaannya. Pendapat kedua tentang prinsip-prinsip pokok pengembangan program bimbingan disampaikan oleh Miller (1961) yang mengemukakan sebagai berikut: a. Program bimbingan hendaknya menjamin keseimbangan pelayanan bimbingan dalam hal: 1) Pelayanan kelompok dan pelayanan individual. Untuk membahas tahap-tahap pengembangan program ini akan disampaikan dua macam pendapat tentang tahap-tahap kegiatan yang disarankan oleh Miller yaitu: a. Program bimbingan hendaknya mendorong komunikasi yang terus menerus antara unsur atau anggota staf sekolah yang bersangkutan. kepribadian dan minat terhadap kegiatan bimbingan. h. merasa. Program bimbingan hendaknya saling berhubungan dengan program pendidikan dan pengajaran. Program bimbingan hendaknya memberikan pelayanan kepada semua siswa. pemantauan. g. maka selama program dilaksanakan perlu peninjauan. minat dalam kegiatan bimbingan.dan keterampilan staf sekolah dalam bidang bimbingan dan konseling. 4) Penggunaan alat pengukur atau teknik pengumpul data yang obyektif maupun subyektif. 5. Tahap Persiapan Dalam tahap persiapan ini kegiatan yang dilakukan ialah survai untuk menginventarisasikan tujuan. d. latihan bimbingan dan konseling yang pernah diperoleh. dan mengembangkan program yang sudah ada. 7) Penggunaan sumber-sumber di dalam maupun di luar sekolat 8) Kebutuhan individual dan kebutuhan masyarakat luas. Untuk menjamin bahwa program bimbingan dan konseling dapat memenuhi kebutuhankebutuhan siswa dan masyarakat. Penyusun program bimbingan dan konseling dapat dibedakan menjadi dua. 3) Studi individual dan konseling individual. yaitu membuat program yang sama sekali baru. b. h. i. Tahap ini mempunyai arti yang penting untuk menarik perhatian. menentukan titik tolak program.

Pembentukan Panitia Sementara Pembentukan panitia sementara bertujuan untuk merumuskan program bimbingan di sekolah. 2) Memilih strategi pelaksanaan program yang sesuai dengan kondisi dan situasi sekolah yang bersangkutan. pelaksanaan (impolemnting) dan penH (evaluating). Melaksanakan program dan menyesuaikan program dengan pelaksanaan programprogram sekolah yang lain 4. Tahap Pelaksanaan Program (Implementing) Pada tahap ini kegiatan-kegiatan yang dilakukan adalah sebagai berikut: 1. c. Pendapat lain tentang tahap-tahap pengembangan pro dikemukakan oleh Gysbers dan Henderson ( 1988 ) bahwa t pengembangan program meliputi 4 tahap yaitu: Pereneanaan (Plann Pengembangan (designing). Pertemuan-pertemuan ini melibatkan petugas-petugas bimbingan dan konseling. dan laporan hasil penilaian 254 . Mengadakan perubahan atau perbaikan program berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan. 6) Menyajikan data. analisis. 2. Tahap Penilaian Program (Evaluating) Pada tahap ini kegiatan yang dilakukan adalah : 1) Menentukan komponen-komponen program yang akan dinilai. 3) Menjabarkan komponen-komponen program 4) Menganalisis kemampuan staf sekolah 5) Mengadakan peningkatan kemampuan atau pengembangan staf pelaksanaan program.konseling di sekolah. Panitia ini bertugas untuk : 1) Mempersiapkan program dan sistem pencatatan. Mengindentifikasi sumber-sumber yang diperlukan yang meliputi manusia. Membuat instrumen pengukuran keberhasilan pelaksanaan program 3. Seeara rinei tahap-tahap tersebut sebagai berikut: a. c. sarana. Perencanaan (planning) Pada tahap pereneanaan hal-hal yang harus dikerjakan oleh pengembang program adalah : 1) Meneliti kebutuhan siswa 2) Mengklasifikasi tujuan-tujuan yang ingin dieapai. d. 2) Memilih model penilaian program yang akan digunakan. 2) Mempersiapkan dan melaksanakan latihan bagi para pelaksanan program. Tugas-tugas dari panitia sementara adalah: 1) Menentukan tujuan program bimbingan di sekolah 2) Mempersiapkan bagan organisasi dari program bimbingan 3) Membuat kerangka dasar dari program bimbingan d. 5) Menciptakan sistemn monitoring pelaksanaan program. 3) Membuat batasan jenis program yang akan dibuat 4) Meneliti jenis-jenis program yang sudah ada 5) Mengupayakan dukungan dan kerjasama dari staf sekolah. 3) Memilih instrumen penilaian. Tahap Pengembangan Program (Designing) Pada tahap ini kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh pengemba program adalah : 1) Merumuskan tujuan-tujuan program seeara operasional dala bentuk kegiatan-kegiatan yang dapat diukur hasilnya. Pembentukan Panitia Penyelenggara program. 4) Menentukan prosedure pengumpulan data. prasarana dan waktu. 6) Menentukan prioritas program b. orang tua dan masyarakat.

1. tujuh atau sembilan layanan dan lima kegiatan pendukung. Berdasarkan data hasil ungkap masalah kemudian ditabulasi dan dianalisis kebutuhan apa yang diharapkan atau masalah apa yang dirasakan oleh siswa di sekolah serta berdasarkan hasil analisis ini selanjutnya disusunlah perencanaan program bimbingan dan konseling di sekolah yang mencakup empat bidang. maksudnya program yang akan disusun disesuaikan dengan bagaimana situasi dan kondisi sekolah. d. Menetukan program bulanan. c. mingguan dan harian. Teori Pengembangan Program Pelayanan Bimbingan Dan Konseling Berdasarkan Planning. masalah apa yang Menentukan karakteristik sekolah. Program ini mengacu pada program yang sudah dijabarkan dalam tahunan dan semesteran. e. f. Hal ini diperhatikan agar layanan bimbingan dan konseling dapat sesuai dengan karakteristik sekolah. b. Kompetensi Dasar: Memahami teori-teori perencanaan program BK Indikator Pencapaian Kompetensi: 1.BAB IV KEGIATAN BELAJAR 3 A. Programming. Program ini merupakan jabaran secara makro dari serangkaian kegiatan layanan bimbingan dan konseling yang menjadi wilayah tanggungjawabnya. Kompetensi dan indikator Standar Kompetensi: Memahami konsep pengembangan program pelayanan Bimbir dan Konseling (BK) di sekolah.1. sehinga dapat direncanakan kegiatan apa saja yang akan diberikan selama satu semester untuk kelas tertentu. Teori Perencanaan Program Pelayanan Bimbingan Dan Konseling Konvensional. maksudnya berdasarkan analisis kebutuhan diatas segera mendapatkan layanan agar perlu mendapat perhatian utama untuk dicantumkan dalam program bimbingan dan konseling di sekolah.1 Menjelaskan teori perencanaan program konvensional 1 . sehingga akan tampak kegiatan yang saling mendukung tercapainya tujuan layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Berikut ini uraian singkat teori dimaksud.2 Menjelaskan teori perencanaan program berdasarkan PPBS B. Secara garis besar perncanaan program bimbingasn konseling menurut teori ini adalah sebagai berikut: a. Menentukan skala prioritas. 1. seperti apakah sekolah tersebut bersifat umum atau kejuruan. 2. Menentukan program semesteran yang didasarkan pada program tahunan. cek list atau yang lain yang sudah dibakukan. Bugdeting System (PPBS) Pengembangan program berdasarkan PPBS merupakan upaya untuk memperbaiki cara pengembangan program berdasar1<an pada cara konvensional yang mendasarkan kebutuhan atau masalah siswa karena cara yang pertama lebih 255 . Untuk dapat mengetahui kebutuhan dan masalah siswa dapat dilakukan dengan berbagai instrumen seperti menggunakan Alat Ungkap Masalah baik menggunakan kuesioner. Mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan atau masalah-masalah siswa. Uraian Materi Dalam perencanaan program pelayanan bimbingan dan konseling dikenal dengan 2 macam teori perencanan program yaitu (1) teori konvensional dan (2) PPBS. Menentukan program tahunan yaitu keseluruhan layanan bimbingan dan konseling yang akan diberikan selama satu tahun. berada di kota atau di desa.

Untuk itu cara yang kedua ini dipertimbangkan untuk digunakan dalam pengembangan program bimbingan dan konseling di sekolah. Secara eksplisit telah dikemukakan bahwa perkembangan yang optimal dapat diturunkan menjadi tujuan bimbingan yang mencakup 4 bidang yatiu pribadi. b. mandiri. Agar program sekolah dapat terealisasi maka perlu perencanaan yang mendasarkan pada tujuan baik tujuan umum maupun khusus. 1. Penentuan Kategori Program Utama dijabarkan berdasarkan tujuan yang telah ditentukan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. dan lain-lain. Misalnya saja dalam kategori porgram utama adalah pengmbangan bimbingan pribadi maka program utamanya dapat . (4) 256 . dan menjadi warganegara yang demokratis serta bertanggungjawab.Tujuan dalam kegiatan bimbingan dan konseling dapat bersifat filosofis seperti tercapainya perkembangan yang optimal.menekankan pada selera peserta didik dan kurang memperhatikan tujuan layanan bimbingan dan konseling. memberikan standart atau pedoman serta tolok ukur keberhasilan kegiatan bimbingan dan konseling. Programming Programming merupakan suatu kegiatan untuk membuat program yang akan dilaksanakan selama kurun waktu tertentu. belajar. berilmu. program dan penganggaran. berakhlak mulia. Menentukan Kategori Program Utama ( KPU ). Ungkapan seperti setelah mengikuti layanan konseling siswa dapat mengentaskan masalah yang dihadapi. Melalui perencanaan yang matang akan dapat memberikan arah terhadap pencapaian tujuan bimbingan yang telah ditetapkan. kurikulum yang telah disusun secara nasional dan bagaimana mengevaluasi kegiatan sangat sukar dilakukan. Menentukan Program Utama Program utama merupakan penjabaran dari kategori program utama. Perencanaan Dalam sistem pendidikan nasional dinyatakan bahwa Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak dan peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. sosial. Secara singkat pengembangan program berdasarkan PPBS sebagai berikut: a. menjadi insan mandiri. cakap. kreatif. konkrit dan kuantitatif. Dengan demikian penetapan tujuan merupakan awal dari kegiatan perencanaan. Namun tujuan juga dapat bersifat sasaran apabila tujuan yang diharapkan tercapai dapat diukur secara konkrit dengan ciri pragmatis. 2. administrasi dan kepemimpinan yang memadai dan pemberian bantuan layanan bimbingan dan konseling untuk mengembangkan potensi peserta didik secara optimal. Untuk menentukan progam apa yang akan dilaksanakan maka dalam PPBS proses pengembangan program mencakup langkah-Iangkah sebagai berikut ini. Program itu sendiri merupakan serangkaian kegiatan yang saling terkait satu dengan yang lain untuk mencapai tujuan berarti serangkaian kegiatan bimbingan dan konseling yang saling terkait satu dengan yang lain untuk mencapai tujuan bimbingan dan konseling yang telah ditentukan sebelumnya. Pengembangan program bimbingan dan konseling berdasarkan PPBS maksudnya dalam menyusun program didasarkan pada sistem yang memperhatikan perencanaan. Oleh karena itu melalui kegiatan perencanaan diharapkan semua tujuan yang telah ditentukan dapat tercapai. bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Untuk mencapai tujuan tersebut maka kegiatan di sekolah selayaknya memberikan layanan dalam pembelajaran yang kondusif. (3) pengenalan dan pemahaman tentang bakat dan minat pribadi serta penyaluran dan pengembangannya melaui kegiatan-kegiatan yang kreatif dan produktif.sehat. basik dalam kehidupan sehari-hari di sekolah maupun untuk peranannya di masa depan. dan karir.(1) penanaman sikap kebiasaan dalam beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa (2) Pengenalan dan pengembangan tentang kekuatan diri sendiri dan penyalurannya untuk kegiatan-kegiatan yang kreatif dan produktif. atau klien dapat menunjukkan rasa bahagia dan merasa puas setelah memperoleh layanan konseling merupakan contohnya.

(5) pengembangan kemampuan mengambil keputusan sederhana dan mengarahkan diri ( 6) perencanaan dan pemeliharaan hidup sehat. mingguan dan akhirnya kegiatan. Jadi tugas utama adalah menentukan program apa saja yang dapat dilakukan agar semua rencana yang telah dicanangkan dapat terealisasi Adapun jumlah dan kegiatannya tidak dibatasi. Untuk itu pada awal tahun ajaran hendaknya sudah dipikirkan seberapa dana yang dibutuhkan dan dari mana sumber pembiayaan. 3. Selanjutnya bila kerjasama telah terjalin maka keberadaan bimbingan dan konseling sekolah akan semakin diakui dan dihargai oleh semua pihak termasuk staf sekolah dan masyarakat.Target Target merupakan keluaran atau hasil yang ingin dicapai setelah program dilaksanakan. Dengan demikian maka serangkaian program yang dipaparkan merupakan acuan pembiayaan yang proporsional. tetapi yang perlu diingat adalah apakah program yang disusun dapat memenuhi tercapainya program utama. Berdasrkan program dalam jangka waktu satu tahun tersebut kemudian disusunlah program semesteran. dll. Biaya Berdasarkan program yang telah disusun maka perlu dipertimbangkan biaya operasional yang dibutuhkan. c. bagaimana perubahan sikap dan perilaku individu setelah memperoleh sejumlah layanan. 257 . 4. bulanan. Program Program merupakan bagian terkecil dari KPU. Namun yang perlu diingat bahwa pengembangan anggaran biaya perlu memperlhatikan situasi dan kondisi keuangan sekolah. dan berdasarkan program utama maka langkah selanjutnya menentukan program.Pengenalan dan pemahaman tentang kelemahan diri sendiri serta usaha-usaha penanggulangannya. Namun satu hal yang perlu dicermati oleh guru pembimbing di sekolah bahwa dengan adanya program yang jelas maka personal di sekolah seperti kepala sekolah dan guru bidang studi lainnya akan memperoleh pencerahan dan keyakinan bahwa guru pembimbing adalah bukan pengangguran melainkan guru yang mempunyai program yang jelas sehingga pada gilirannya mereka akan secara sukarela mau bekerjasama untuk melaksanakan program bimbingan dan konseling di sekolah. Target dapat dilihat dari seberapa banyak peserta didik yang mendapat layanan. Berdasarkan pengamatan di lapangan belum semua guru pembimbing di sekolah yang telah menyusun program bimbingan dan konseling sesuai dengan tahap-tahap maupun teori pengembangan program. Jangka waktu Semua kegiatan hendaknya disusun untuk minimal dalam kurun waktu satu tahun kedepan sehingga dapat diantisipasi semua unsur yang dapat mendukung terlaksananya program. d.

BAB V KEGIATAN BELAJAR 4 A.11 Menilai pelaksanaan program 2. bulanan serta mingguan.2.7 Menyusun program semesteran 2.2 Menjelaskan pelaksanaan kegiatan 2. Di dalam perencanaan program bimbingan dan konseling.2.2. 5) Volume keseluruhan kegiatan pelayanan konseling dalam satu minggu minimal ekuivalen dengan beban tugas wajib konselor di sekolahl/madrasah.1 Memahami rambu-rambu pengembangan program pelayanan BK berdasarkan KTSP 1.1. serta alat bantu yang digunakan d) Pelaksana layanan/kegiatan pendukung dan pihak-pihak yang terlibat e) Waktu dan tempat 3) Rencana kegiatan pelayanan konseling mingguan meliputi kegiatan di dalam kelas dan di luar kelas untuk masing-masing kelas peserta didik yang menjadi tanggung jawab konselor. 2) Perencanaan kegiatan pelayanan BK harian yang merupakan jabaran dari program mingguan disusun dalam bentuk satuan layanan (SATLAN) dan satuan kegiatan pendukung (SATKUNG) yang masing-masing memuat: a) Sasaran layanan/kegiatan pendukung b) Substansi layanan/kegiatan pendukung c) Jenis layanan/kegiatan pendukung. Kompetensi dan indikator Standar Kompetensi: Menyusun program pelayanan BK di sekolah berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Kompetensi Dasar: 1.1. Pemilihan dan pengorganisasian materi pelayanan bimbingan dan konseling (sesuai dengan tujuan dan karakteristik konseli).9 Menyusun program mingguan 2.2 Memahami langkah-Iangkah operasional pengembangan program pelayanan BK berdasarkan KTSP Indikator Pencapaian Kompetensi: 2.10 Menyusun program harian 2. Perencanaan Kegiatan 1) Perencanaan kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling (BK) mengacu pada program tahunan yang telah dijabarkan ke dalam program semesteran.1. terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan.2. 4) Satu kali kegiatan layanan atau kegiatan pendukung konseling berbobot ekuivalen 2 (dua) jam pembelajaran. Rambu-rambu Pengembangan Program Pelayanan BK berdasarkan KTSP a. yaitu : 1.2. Kejelasan perumusan tujuan bimbingan dan konseling (tidak menimbulkan penafsiran ganda dan mengarah ke kemandirian) 2.1.6 Menyusun program tahunan 2.1 Menjelaskan perencanaan kegiatan 2.1.2.3 Menjelaskan penilaian kegiatan 2.4 Menjelaskan laporan pelaksanaan program 2.8 Menyusun program bulanan 2.12 Menyusun lapelprog B.1.2.5 Mengdentifikasi jenis layanan 2. Uraian Materi 1. 258 .2.

dan mensinkronisasikan program pelayanan konseling dengan kegiatan pembelajaran mata pelajaran dan kegiatan ekstra kurikuler. serta kegiatan lainnya yang dapat dilaksanakan di luar kelas. tempat. Waktu dan biaya (ketepatan dan kecukupan waktu dan biaya). dan alih tangan kasus. (4) Kegiatan pelayanan konseling dicatat dalam laporan pelaksanaan program (LAPELPROG). dan karakteristik konseli). 7. 6. kegiatan instrumentasi. penempatan dan penyaluran. konseling perorangan" bimbingan kelompok. serta mengefektifkan dan mengefisienkan penggunaan fasilitas sekolah/ madrasah. kunjungan rumah. 4. 6) Pelaksanaan Kegiatan 1) Bersama pendidik dan personil sekolah/madrasah lainnya. Program Tahunan bimbingan dan konseling (sistematis dan lengkap). insidental dan keteladanan. serta layanan/kegiatan lain yang dapat dilakukan di dalam kelas (2) Volume kegiatan tatap muka klasikal adalah 2 (dua) jam per kelas per minggu dan dilaksanakan secara terjadwal (3) Kegiatan tidak tatap muka dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan konsultasi.3. dan pihak-pihak yang terkait. himpunan data. 2) Program pelayanan konseling yang direncanakan dalam bentuk SATLAN dan SAT KUNG dilaksanakan sesuai dengan sasaran. 3) Pelaksanaan Kegiatan Pelayanan Konseling a) Di dalam jam pembelajaran sekolah/madrasah: (1) Kegiatan tatap muka secara klasikal dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan informasi. (3) Kegiatan pelayanan konseling di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah maksimum 50% dari seluruh kegiatan pelayanan konseling. (2) Satu kali kegiatan layanan/pendukung konseling di luar kelas/di luar jam pembelajaran ekuivalen dengan 2 (dua) jam pembelajaran tatap muka dalam kelas. Pemilihan instrument dan media pelayanan bimbingan dan konseling ( sesuai dengan tujuan. penguasaan konten. dan mediasi. konselor berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan pengembangan diri yang bersifat rutin. Pemilihan Strategi Pelayanan Bimbingan dan Konseling( ketepatan skenario pelayanan bimbingan dan konseling : langkah-langkahnya fleksibel) 5. Program semesteran bimbingan dan konseling (sistematis dan lengkap). diketahui dan dilaporkan kepada pimpinan sekolah/madrasah. konseling kelompok. substansi. 8. jenis kegiatan. waktu. kegiatan konferensi kasus. pemanfaatan kepustakaan. Rencana evaluasi dan tindak lanjut (tindaklanjutnya sejalan dengan hasil evaluasi dan mampu mencapai tujuan). 259 . b) Di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah: (1) Kegiatan tatap muka dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan orientasi. (5) Volume dan waktu untuk pelaksanaan kegiatan pelayanan konseling di dalam kelas dan di luar kelas setiap minggu diatur oleh konselor dengan persetujuan pimpinan sekolah/madrasah (6) Program pelayanan konseling pada masing-masing satuan sekolah/madrasah dikelola dengan memperhatikan keseimbangan dan kesinambungan program antar kelas dan antar jenjang kelas. materi.

konferensi kasus. liflet. buku saku). maka layanan-Iayanan yang akan diberikan kepada siswa belum tentu sesuai dengan kebutuhan dan permasalahan siswa.seperti konseling individual. wawancara. dan sosiometri. kotak masalah. yaitu penilaian dalam waktu tertentu (satu minggu sampai dengan satu bulan) setelah satu jenis layanan dan atau kegiatan pendukung konseling diselenggarakan untuk mengetahui dampak layanan/kegiatan terhadap peserta didik. media cetak. bimbingan kelompok/klasikal. Langkah-Iangkah Operasional Pengembangan Program Pelayanan Bimbingan dan Konseling berdasarkan KTSP a. audio. inventori. 2) Penilaian proses kegiatan pelayanan konseling dilakukan melalui analisis terhadap keterlibatan unsur-unsur sebagaimana tercantum di dalam SATLAN dan SATKUNG.b. laporan semesteran. laporan bulanan. dan laporan hasil evaluasi program bimbingan dan konseling dan tindak lanjutnya. bakat. dan referal. data kebutuhan atau permasalahan konseli. Disamping itu. b) Penilaian jangka pendek (LAIJAPEN). 2. Tanpa melakukan identifikasi yang jelas dan mantap. papan bimbingan. konsultasi. Kegiatan ini merupakan langkah awal dan sebagai dasar dalam pengembangan program. serta pelayanan tidak langsung. Penilaian Kegiatan 1) Penilaian hasil kegiatan pelayanan konseling dilakukan melalui: a) Penilaian segera (LAISEG). bibliokonseling. juga dapat diidentifikasi kegiatan pendukung apa yang diperlukan sebagai konsekuensi dari layanan-Iayanan tersebut. c) Penilaian jangka panjang (LAIJAPANG). seperti evaluasi proses dan produk. Hasil identifikasi ini seyogyanya ditampilkan dalam sebuah tabel. aktivitas pelayanan bimbingan dan konseling (pemahaman. Misalnya siswa kelas 1 SMP. kunjungan rumah. audiovisual. angket. 4) Hasil kegiatan pelayanan konseling secara keseluruhan dalam satu semester untuk setiap peserta didik dilaporkan secara kualitatif. dan tindak lanjut. pelayanan langsung. seperti ada catatan anekdotal. Selain menggunakan teknik-teknik tersebut. konseling kelompok. Perlu diperhatikan bahwa langkah ini merupakan langkah yang sangat strategis yang sangat menentukan langkah-Iangkah berikutnya. untuk mengetahui efektifitas dan efesiensi pelaksanaan kegiatan. Hasil identifikasi tersebut selanjutnya dianalisis untuk menentukan layananIayanan apa yang diperlukan oleh siswa. Mengacu pada pengembangan diri 260 . yaitu penilaian pada akhir setiap jenis layanan dan kegiatan pendukung konseling untuk mengetahui perolehan peserta didik yang dilayani. dan sebagainya. juga dapat padukan dengan mendasarkan pada asumsi teoritik. 5) Secara keseluruhan perlu dilaporkan secara fisik beberapa jenis dokumen yaitu: agenda kerja konselor. yaitu penilaian dalam waktu tertentu (satu bulan sampai dengan satu semester) setelah satu atau beberapa layanan dan kegiatan pendukung konseling diselenggarakan untuk mengetahui lebih jauh dampak layanan dan atau kegiatan pendukung konseling terhadap peserta didik. Maka dapat diasumsikan apa yang dibutuhkan dan apa permasalahan-permasalahan mereka. minat. Identifikasi kebutuhan dan permasalahan siswa dapat dilakukan dengan teknik tes maupun non tes. dan laporan tahunan. Teknik tes misalnya tes kecerdasan. Identifikasi Kebutuhan dan Permasalahan Siswa Identifikasi kebutuhan dan permasalahan siswa adalah mengumpulkan dan memahami secara cermat kebutuhan dan permasalahan siswa yang secara aktual dirasakan dan dihadapi oleh siswa. analisis dan pengambilan keputusan. daftar konseli (siswa). Teknik non tes misalnya dengan observasi. secara teoritik mereka berada pada fase perkembangan remaja awal. dan sebagainya. Penggunaan teknik tes harus dilakukan oleh tenaga yang berkewenangan. 3) Hasil penilaian kegiatan pelayanan konseling dicantumkan dalam LAPELPROG.

Pertemuan dengan keluarga peserta didik yang mengalami masalah pribadi. kemampuan. Pembahasan kasus-kasus masalah pribadi tertentu yang dialami peserta didik. CONTOH IDENTIFIKASI KEBUTUHAN DAN PERMASALAHAN SISWA KELAS XII IPS 1 BIDANG BIMBINGAN A. Pemberdayaan pihak tertentu untuk membantu peserta didik dalam pengembangan pribadi 8. 11. Masalah pribadi : dalam kehidupan pribadi. maka pengembangan program tahunan sampai dengan harian menjadai lebih mudah. kondisi dan lingkungan diri sendiri. 7. Oleh karena itu. Obyek-obyek pengembangan pribadi 2. 12. Pendalaman dan penyelesaian masalah pribadi 14. 4. Identifikasi kebutuhan dan permasalahan siswa paling tidak harus bisa menurunkan 12 layanan dan atau kegiatan per minggu. Bacaan dan rekaman tentang perkembangan dan kehidupan pribadi 13. Informasi ttg perkembangan. Apabila langkah ini dapat dilakukan dengan baik. dan setiap satu layanan atau kegiatan BK ekivalen dengan 2 jam pelajaran. SOSIAL ORIN 261 . 6. potensi. Penempatan dan penyaluran untuk pengembangan kemampuan pribadi.dalam KTSP bahwa beban tugas guru adalah 24 jam pelajaran per minggu. Kemampuan dan Kondisi Pribadi. dan potensi diri. Obyek-obyek pengembangan JENIS LAYANAN ORIN INFO PP PKO KP BKp/KKp KSI KEGIATAN PENDUKUNG AI HD KK KR TKP APIN B. 3. Apabila dalam satu tahun ada 36 minggu efektif maka diperlukan 12 layanan/ pendukung X 36 yaitu 432 layanan dan pendukung. Kompetensi dan kebiasaan dalam kehidupan pribadi 5. Data perkembangan. 10. PRIBADI KEBUTUHAN/PERMASALAHAN Need assesment : 1. maka setiap minggu seorang konselor minimal harus menyelenggarakan 12 layanan dan atau kegiatan pendukung. Pengungkapan kondisi dan masalah pribadi peserta didik 9. Pengembangan program tahunan sampai dengan harian pada dasarnya merupakan pendistribusian seluruh kegiatan yang akan diberikan kepada siswa agar dapat berjalan dengan lancar dan jelas pada setiap satuan waktu.

Informasi ttg. Pemberdayaan pihak tertentu untuk membantu peserta didik dalam pengembangan kemampuan sosial 21. Masalah pribadi : dalam kemampuan. Pembahasan kasus-kasus masalah sosial tertentu yang dialami peserta didik. kegiatan dan hasil belajar. 29. Bacaan dan rekaman tentang perkembangan dan kehidupan sosial 26. Pengungkapan kondisi dan masalah belajar peserta didik 35. Pengungkapan kondisi dan masalah sosial peserta didik 22. 32. 31. Penempatan dan penyaluran untuk pengembangan kemampuan belajar. 20. 19. kegiatan dan hasil belajar peserta didik. kegiatan dan hasil belajar. potensi. Pendalaman dan penyelesaian masalah sosial C. Kompetensi dan kebiasaan dalam kehidupan sosial 18. Data kemampuan. Data perkembangan. 16. 25. kegiatan dan hasil belajar. Kompetensi dan kebiasaan dalam kegiatan serta penguasaan bahan belajar. Pembahasan kasus-kasus masalah INFO PP PKO KP BKp/KKp KSI AI HD KK KR TKP APIN ORIN INFO PP PKO KP BKp/KKp KSI AI HD KK KR 262 . 33. 36. Obyek-obyek pengembangan kemampuan belajar 28. Pemberdayaan pihak tertentu untuk membantu peserta didik dalam pengembangan kemampuan relajar. 23. 24. 17. Kemampuan dan Kondisi hubungan sosial. 30. BELAJAR 27. kemampuan. Masalah pribadi : dalam kehidupan sosial. Penempatan dan penyaluran untuk pengembangan kemampuan sosial. Informasi ttg perkembangan.hubungan sosial 15. kemampuan. potensi. Kemampuan. kondisi dan lingkungan sosial. Pertemuan dengan keluarga peserta didik yang mengalami masalah sosial. 34. dan kondisi hubungan sosial.

. Kompetensi dan kebiasaan dalam pengembangan karir. KARIR 40. 37.belajar tertentu yang dialami peserta didik. arah dan kondisi karir.. Bacaan dan rekaman tentang kemampuan dan kegiatan belajar. NIP. 43. Pemberdayaan pihak tertentu untuk membantu peserta didik dalam pengembangan karir 47.... Catatan : Minggu efektif : Semester 1 = 22 minggu Semester 2 = 14 minggu Jumlah = 36 minggu 263 . NIP.. 50... ORIN INFO PP PKO KP BKp/KKp KSI TKP APIN AI HD KK KR TKP APIN Mengetahui : Kepala Sekolah. 44. 45.. Kudus.. 49.... Kemampuan dan arah karir. Informasi ttg potensi. 42.. 41.. 38. .. Pengungkapan kondisi dan masalah karir peserta didik 48.. Obyek-obyek implementasi karir. 39. kemampuan. Pendalaman dan penyelesaian masalah belajar. Juni 2011 Konselor. 51. Data kemampuan dan arah karir. Pembahasan kasus-kasus masalah karir tertentu yang dialami peserta didik... Masalah pribadi : dalam pengembangan karir. D.. Pendalaman dan penyelesaian masalah karir.. Bacaan dan rekaman tentang perkembangan dan kehidupan karir 52. 46.. Pertemuan dengan keluarga peserta didik yang mengalami masalah karir.. ...... Penempatan dan penyaluran untuk pengembangan kemampuan karir... Pertemuan dengan keluarga peserta didik yang mengalami masalah belajar.

maka terdapat jumlah layanan per-kelas yaitu 432 layanan : 4 kelas sama dengan 108 layanan/kelas/tahun. Apabila setiap konselor diserahi 4 kelas. atau cara khusus/strategi politik. lapangan. ekuivalen dengan 12 layanan/kegiatan pendukung. Program Bulanan (Lampiran 3) 4. Satuan Kegiatan Pendukung. Program Tahunan (lampiran 1) 2. Program Semesteran (lampiran 2) 3. 1 tahun = 36 minggu X 12 layanan. serta Laporan pelaksanaan Kegiatannya (Lampiran 6) 264 . dan 36 layanan di luar jam pembelajaran di sekolah dengan format individual. kelompok. Termasuk contoh Satuan Kegiatan Layanan. b.Tugas konselor per minggu = 24 jam. Program Harian (Lampiran 5) 6. Dalam uraian berikut disajikan beberapa contoh program bimbingan dan konseling di sekolah yang meliputi : 1. dan 5. sehingga umlah layanan dalam satu tahun 432 layanan. Program Pelayanan Bimbingan dan Konseling. Rinciannya sebagai berikut : 72 layanan di dalam jam pembelajaran di sekolah. Program Mingguan (Lampiran 4).

265 .

266 .

Masalah pribadi dalam kehidupa n pribadi Masalah pribadi dalam kehidupa n sosial Topik bebas tentang Teoriris Membah as kasus yang perlu melibatk an berbagai pihak Membah as kasus yang perlu melibatk an berbagai pihak Bacaan Masalah pribadi dalam penentua n arah karir VI Penempata n dan penyaluran untuk pengemba ngan kemampua n karir 4. Layanan Bimbingan Kelompok Topik tugas tentang bulliying Topik bebas tentang kehidupan remaja akhir 6.MANIS : XI IPS SEMESTER KONSELOR : 2 (2011: DRS.Lampiran 2 : (CONTOH) PROGRAM SEMESTERAN PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING SEKOLAH 2012) KELAS ANONIM NO : SMA NEGERI GD. Konferensi Kasus 7. KEGIATAN I 1 Layanan Informasi 2 Layanan Penempata n dan Penyaluran Penempa tan dan penyalur an untuk pengemb angan kemamp uan belajar 3 Layanan Penguasaan konten MATERI BIDANG PENGEMBANGAN SEMESTER 2 (JANUARI-JUNI 2009-2010) BULAN (SELAMA SATU SEMESTER) II III IV V Informasi ttg potensi kemamp uan dan kondisi hubunga n sosial Penempa tan dan penyalur an untuk pengemb angan kemamp uan sosial Kompete nsi dan kebiasaa n dalam kehidupa n sosial. Tampilan Bacaan 267 . Layanan Konseling Perorangan 5.

dan rekaman ttg peningka tan motivasi berprest asi 8. anaknya dan sejenisnya Upaya mediasi dari pihak-pihak yang berselisih Pertemuan dg Kunjungan orang tua siswa rumah membahas membahas masalah sosial kenakalan anaknya siswa di sekolah (tawuran.Kepustakaa n dan rekaman ttg pergaula n bebas dan efeknya Identifika si self esteem siswa Pengukur an kecender ungan kepribadi an siswa. Aplikasi instrumenta si Lampiran 3 : (CONTOH) PROGRAM BULANAN PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING SEKOLAH 2012) KELAS ANONIM NO 1 2 : SMA NEGERI GD. KEGIATAN Layanan Informasi Layanan Bimbingan kelompok Layanan Konsultasi 3 4 Layanan Mediasi 5 Kunjungan Rumah MATERI BIDANG PENGEMBANGAN MINGGU I MINGGU II MINGGU III MINGGU IV Informasi perkembangan diri Membahas Membahas topik ttg topik kemampuan tentang sosial arah karir Konsultasi dari Konsultasi orangtua siswa dari orang yang tua tentang mengeluhkan masalah putranya sering belajar pulang malam. dll) 268 .MANIS : XI IPS SEMESTER KONSELOR : 2 (2011: DRS.

269 .6. Himpunan Data Menghimpun data hasil sosiometri siswa kelas ybs.

270 .MANIS (2011-2012) KELAS : XI IPS DRS. Dst. ANONIM N O KEGIATA N SENIN 1.Lampiran 4 : (CONTOH) PROGRAM MINGGUAN PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING SEKOLAH : SMA NEGERI GD. Layanan Bimbingan Kelompok Mediasi Membaha s topik tentang kemampu an sosial Upaya mediasi dari pihakpihak yang berselisi h Mentabula si data hasil sosiometri siswa kelas ybs Menghim pun data hasil sosiomet ri siswa kelas ybs Upaya mediasi dari pihakpihak yang berselisi h SEMESTER KONSELOR : : 2 MATERI BIDANG PENGEMBANGAN (MULAI HARI SENIN SAMPAI SABTU) MINGGU KE II (Pebruari 2010) SELASA RABU KAMI S JUM’AT SABTU 2 3 Himpunan Data 4.

Lampiran 6 : (Contoh) 271 .

Laijapeng : Melihat perkembangan kelompok belajar P. 1 (satu) K. Materi Instrumen 1. Semester : 45 menit.Identifikasi anak yang paling banyak diterima dan ditolak sebagai teman belajar . Uraian Kegiatan . Tempat Penyelenggaraan : Ruang kelas XI IPS – 1 SMA 1 Gd. Keterkaitan Layanan ini dengan : Pemberian layanan konseling perorangan bagi siswa Layanan Pendukung Lain yang terisolir Q.700. Jenis Layanan D. Sabtu. Menjelaskan tujuan angket sosiometri 3. Laiseg : .SATUAN KEGIATAN PENDUKUNG APLIKASI DAN INSTRUMENTASI A. Tujuan Layanan : : : : : Angket Sosiometri Sosial Aplikasi Instrumentasi Pemahaman. Menjelaskan cara pengisian sosiometri . Jenis Instrumen : Non Tes 3. Topik B. Bidang Bimbingan C. 24-25 Agt 2011.Kegiatan Murid 1. Menyiapkan lembar angket sosiometri 2.Kegiatan Guru 1. Pihak yang Disertakan/Terkait : Wali Kelas N. Pencegahan dan Untuk mengetahui hubungan sosial dalam kelas dan pembuatan kelompok belajar Kelas XI IPS – 1 SMA 1 Gd. Waktu. Alat dan Perlengkapan : Angket sosiometri O. Tanggal. Nama Instrumen : Angket Sosiometri 2.Manis J. Anonim. 272 . Fungsi Layanan Pengentasan E. Hari. Biaya/Dana : Foto copy 170 lembar = Rp 18. Proses : Melihat perilaku siswa saat mengisi angket 2. Isi a. Penyelenggara Layanan : Drs. Sasaran Layanan : G. Mengisi identitas siswa ada lembar sosiometri 2. Catatan Khusus : Layanan pendukung dengan instrumen angket sosiometri diharapkan dapat mengungkap anak yang terisolir dalam kelasnya untuk diberikan bantuan sehingga dapat diterima kembali di lingkungan teman belajarnya.Sumber dana : Komite Sekolah L. Isi Instrumen : Dipilih dan ditolak teman belajar I. M.Manis F. Mengisi lembar jawab sosiometri H. Rencana Penilaian dan Tindak Lanjut 1.Pembuatan kelompok belajar b.

tanggal.Mengetahui 2011 Kepala SMA 1 Gd. 24 Agustus 2011. Pelaksanaan 1. 2. Deskripsi dan komentar tentang : mempunyai hasil penilaian kehidupan keluarga angket D. hari. 131693660 LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI. b. Keaktifan siswa dalam mengisi Membuat rekapitulasi daftar cek Sebagian besar siswa yang banyak masalah pada pokok masalah Siswa cukup antusias mengisi B. Tempat : 3. siswa hadir semua. NIP. Bidang Bimbingan 2. Membuat sosiogram. E. 131957012 Drs. Manis Pelaksanaan pengisian sosiometri berjalan dengan lancar. Fungsi Layanan pengentasan 4. Cara-cara penilaian angket sosiometri : masalah 2. Analisa dilakukan dengan membuat tally dan menghitung jumlahnhya pada pilihan siswa dan penolakan siswa dalam kelompok belajar. semester : (satu) 2.Manis Kudus. Tujuan Layanan 5. Konselor Agustus Dra. Cara-cara tindak lanjut a. Tindak Lanjut 1. Deskripsi dan komentar tentang analisa Anak yang mempunyai masalah paling banyak ditolak teman dalam kelompok belajar mendapat prioritas utama dalam penanganannya. Evaluasi 1. Anonim NIP. Deskripsi dan komentar tentang : C. Jenis Layanan 3. Membuat jadwal konseling bagi siswa yang banyak ditolak 273 . Jum’at. Putu W. Waktu. Sasaran Layanan : : : : : : Angket Sosiometri Sosial Aplikasi Instrumentasi Pemahaman dan pencegahan serta Untuk mengetahui hubungan sosial dalam kelompok belajar Siswa kelas XI IPS – 1 SMA 1 Gd. ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN LAYANAN PENDUKUNG A. Cara-cara Analisa a. Manis 45 menit. Topik 1. Analisa Hasil Penilaian 1. 1 Ruang kelas XI IPS – 1 SMA 1 Gd.

Tanggal. Hari. Kelas XI IPS – 1 SMA 1 Gd. Bidang Bimbingan D.Sumber dana : Komite Sekolah L. Semester : 45 menit. Topik C. Manis J. Tempat Penyelenggaraan : Ruang kelas XI IPS – 1 SMA 1 Gd. Jum’at dan Sabtu. Bagi siswa yang telah dikonseling perkembangannya. 1 (satu) K. Menjelaskan tujuan yang akan diharapkan DCM 3. Putu W. 131693660 SATUAN KEGIATAN PENDUKUNG APLIKASI DAN INSTRUMENTASI B. Anonim. Penyelenggara Layanan : Drs. b. Menyiapkan lembar pernyataan dan lembar jawab DCM 2. Biaya/Dana : Foto copy 370 lembar = Rp 40. 274 . Sasaran Layanan : H. dilihat Mengetahui 2011 Kepala SMA 1 Gd. Materi Instrumen 1. Deskripsi komentar tentang upaya tindak lanjut a. Kelompok belajar diikuti kegiatan belajarnya. 131957012 Drs. Mengisi lembar jawab DCM dengan tanda ceklist (√) I. Tujuan Layanan : : : : : DCM Pribadi Aplikasi Instrumentasi Pencegahan dan Pengentasan Untuk mengidentifikasi masalahmasalah yang dihadapi oleh siswa sehingga dapat memberikan bantuan yang sesuai/tepat. Nama Instrumen : DCM 2.b. Anonim NIP.700. Manis Kudus. 31 Oktober dan 1 Nopember 2011.Kegiatan Guru 1. Mengisi identitas siswa 2. Jenis Layanan E. NIP.Manis Waktu.Kegiatan Murid 1. Jenis Instrumen : Non Tes 3. Konselor Agustus Dra. G. Membuat kelompok belajar 2. Fungsi Layanan F. Menjelaskan cara pengisian DCM . Isi Instrumen : Pernyataan yang berhubungan dengan masalah siswa dengan 220 pernyataan dan 11 pokok masalah I. Uraian Kegiatan .

Mengetahui Kepala SMA 1 Gd. Jenis Layanan : 3. Anonim NIP. Manis 45 menit. Konselor September 2011 Dra. Manis Kudus. 131957012 Drs. NIP. Pihak yang Disertakan/Terkait : Wali Kelas N. Pelaksanaan Layanan 1. Tindak Lanjut : Kualitas dan kuantitas masalah yang dialami siswa P. 2. semester : (satu) 2. tanggal. Fungsi Layanan : 4.M. Rencana Penilaian dan Tindak Lanjut 1. hari. Evaluasi 1. Sasaran Layanan : C. Rencana Penilaian : Validitas data yang diperoleh 2. Tempat : Manis D. B. Deskripsi dan komentar tentang : mempunyai hasil penilaian E. Analisa Hasil Penilaian 1. 131693660 LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI. Waktu. Membuat rekapitulasi hasil Daftar Cek Masalah Menganalisa hasil Daftar Cek Masalah Sebagian besar siswa banyak yang masalah pada kesehatan. 1 Ruang kelas XI Bhs – 1 SMA 1 Gd. Cara-cara Analisa 275 . Putu W. ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN LAYANAN PENDUKUNG A. 31 Oktober 2011. Cara-cara penilaian : Daftar Cek Masalah : Sosial Instrumen data Pemahaman dan pencegahan Siswa kelas XI Bhs – 1 SMA 1 Gd. Jum’at. Keterkaitan Layanan ini dengan : Pemberian layanan konseling perorangan Layanan Pendukung Lain Q. Catatan Khusus : Layanan konseling perorangan melalui DCM akan membantu GP untuk mengidentifikasi masalah siswa. Topik : Spesifikasi Bimbingan 1. Bidang Bimbingan 2. Alat dan Perlengkapan : Seperangkat DCM dan lembar jawabnya O.

Deskripsi dan komentar tentang hasil penilaian a. Membuat daftar kegiatan tindak lanjut 2. Juli 2011 Konselor Dra. Siswa yang suka membicarakan masalahnya pada orang lain : .Orang tua saja : 0 anak . kepala diletakkan di atas kedua tangan di meja selama ± 3 menit. Anonim NIP.Pada orang tua dan teman : 6 anak . Putu W. siswa duduk dengan menunduk. b. Siswa yang tidak suka membicarakan masalah pada orang lain sebanyak 10 anak. Deskripsi komentar tentang upaya tindak lanjut Apabila konseling telah dilaksanakan diikuti perkembangannya dan apabila perlu diikuti oleh layanan kunjungan rumah ataupun yang lain. Membuat jadwal konseling bagi siswa yang banyak mengalami masalah atau memiliki masalah serius.00 – 11. Hal itu dilakukan selama 2 kali. 2. Siswa juga terlihat memainkan bolpoint Keterangan : 276 . NIP. Cara-cara tindak lanjut a. Manis Kudus. 131693660 CATATAN ANEKDOT SAAT MENGIKUTI BIMBINGAN KLASIKAL INFORMASI PERGURUAN TINGGI Nama Siswa Kelas Hari. 24 Oktober 2011 11. Tindak Lanjut 1. 131957012 Drs.Analisa dilakukan dengan hati-hati karena sangat berguna dalam layanan konseling. b.45 Deskripsi : Saat dilaksanakan bimbingan klasikal.Teman saja : 14 anak F. Mengetahui Kepala SMA 1 Gd. tanggal Jam : : : : Sby XI IPS – 1 Sabtu.

Siswa jarang memandang konselor. Konselor Drs. Anonim NIP. 131693660 277 . Intepretasi : Siswa tidak konsentrasi. Kudus. Kemungkinan siswa sedang memiliki masalah yang belum terselesaikan. Siswa tidak bereaksi ketika konselor memberi pertanyaan ataupun tanggapan kepada seluruh siswa.dengan diputar-putar di jari-jarinya dan beberapa kali terlihat siswa melihat ke arah luar jendela. Tindak lanjut : Siswa perlu diadakan konseling.

NIP.Konseling . L. ketika sakitnya terasa kadang sampai siswa tidak sadar memukuli perut dan kepalanya sendiri. Hasil konseling dengan siswa dan informasi dari orang tua. malah ke paranormal. I. Anonim NIP. K. dan kalau dipaksa masuk mengancam akan bunuh diri.Sakitnya perlu penanganan secara medis karena kelihatannya kena sakit maag. : H. Waktu alih tangan kasus : Senin. Januari 2011 Penerima Dra.11. Kepada siapa dialihtangankan : Dokter Alasan pengalihtanganan : .000. M. Putu W. 26 Januari 2011 Biaya dan sumber : Rp 100.0809 029 Gambaran ringkas masalah : Klien sering tidak masuk dengan alasan sakit.Presensi Keterkaitan kegiatan ini dengan layanan/kegiatanpendukung terdahulu : . D. J. O. Sering tidak masuk sekolah dikarenakan sakit perut dan pusing Bidang bimbingan : Pribadi Jenis kegiatan : Alih tangan kasus Fungsi kegiatan : Pengentasan Tujuan kegiatan : Ingin memperoleh data dan penanganan secara medis sakitnya klien Subyek yang mengalami masalah : B1. G. Sudah diobatkan ke paranormal dan ke dokter.Sejak kelas X siswa sudah sering tidak masuk alasan sakit juga.Konsultasi dengan orang tua / panggilan orang tua Rencana penilaian dan tindak lanjut kegiatan :  Laiseg : Melihat perkembangan siswa setelah dinobatkan ke dokter  Laijapan : Dipantau kehadirannya Catatan khusus . 131597012 Drs. .. Mengetahui Kepala Sekolah Layanan/Konselor Kudus.SATUAN KEGIATAN PENDUKUNG ALIH TANGAN KASUS A. C. E. Topik Permasalahan B. tetapi sudah lama.dari Komite Sekolah Bahan-bahan yang disertakan dalam alih tangan : . 131693660 278 .Berobatnya ke dokter tidak rutin. F. N.

279 .

Menciptakan suasana kelompok yang dinamis b. Tahap Pengakhiran . saran. Tahap IV . Kegiatan Siswa a.Memperhatikan penjelasan Konselor dan bertanya jika kurang jelas . Agar siswa mampu menerima pendapat dan saran dari orang lain (temannya). Tahap I . Topik Permasalahan B.Pemimpin dan sebagian anggota kelompok mengembangkan kesan dari hasil kegiatan .Permainan penghangat c. Tahap Peralihan : .Konselor menyimpulkan hasil diskusi .Memberikan usul kemungkinan pertemuan berikutnya 280 . Tahap II . Tahap Awal : . Kegiatan Konselor sebagai pimpinan kelompok a. usul. dan gagasannya.Memberikan kesan-kesan tentang konseling kelompok yang telah membantu memecahkan masalah yang dialami bersama .Menawarkan atau mengamati apakah peserta sudah siap menjalankan tahap berikutnya . Tahap Pembentukan : . Uraian Kegiatan dan Materi : 1.Memberikan motivasi kepada siswa untuk mengikuti kegiatan layanan tersebut dengan aktif d. Tahap Kegiatan kelompok . Sasaran Layanan : G.Menjelaskan kegiatan yang akan ditempuh pada tahap berikutnya . Siswa kelas XII IS – 1 F.Aktif membahas masalah.Mendengarkan pembacaan kesimpulan konseling kelompok . pendapat.SATUAN LAYANAN KONSELING KELOMPOK A.Memperkenalkan diri . berusaha mengembangkan pikiran. Tahap III . .Secara terbuka menyampaikan sebagaimana topik di atas.Membuka kegiatan dengan doa .Konseling kegiatan 2.Aktif mengemukakan pendapat c.Memberikan penjelasan cara-cara dan asas kegiatan bimbingan kelompok .Menjelaskan pengertian dan tujuan bimbingan kelompok . ide. Bidang Bimbingan C. Jenis Layanan D.Diskusi interaktif yang melibatkan guru dan peserta e. Tujuan Layanan : : : : : Masalah pribadi (bebas) Pribadi Konseling kelompok Pemahaman dan pengentasan .Menentukan jumlah anggota . dan memberikan alternatif jalan keluar pemecahan masalah d.Doa penutup .Mempersiapkan dan mengumpulkan para peserta b. Fungsi Layanan E.Agar siswa mampu mengekspresikan pendapat.

Keterkaitan Layanan ini dengan Layanan / Kegiatan Pendukung . Tanggal. Tempat Penyelenggaraan J. kreatif. : : Ceramah. Kemampuan siswa dalam mengemukakan pendapat 3.Layanan informasi . kertas kosong Rencana Penilaian dan Tindak Lanjut Rencana Penilaian : 1. 20 Februari 2011.Himpunan data . Pengamatan terhadap antusias siswa 2. Metode I. NIP. Semester : 90 menit. L. dan inovatif 2011 Mengetahui Kudus. Catatan Khusus : Layanan konseling kelompok akan dapat berjalan lancar apabila semua anggotanya aktif. diskusi. 131597012 Drs. tanya jawab Kelas XII IS – 1 SMA 1 Gd. M.H. buku catatan. Anonim NIP. K. Putu W. 20 Februari Kepala Sekolah Layana/Konselor Penerima Dra. 2 (dua) Penyelenggara Layanan : Drs. 131693660 281 . Anonim Pihak-pihak yang Disertakan : Alat dan Perlengkapan : Kursi.Layanan penyaluran P. Mengungkapkan seberapa jauh layanan konseling kelompok telah membantu pemecahan masalah yang dihadapi bersama O. N. Manis Waktu.

282 .

Tanggapan yang muncul dari siswa :  Topik pertama yang dibahas : Ingin mencari perhatian a.W. Mestinya mencari perhatian itu harus diarahkan ke hal-hal yang positif agar bermanfaat bagi dirinya maupun orang lain b.S. S / P : Bingung dana untuk kepentingan kesehatan orang tua yang sedang sakit atau untuk kuliah f. ingin bekerja d. Anonim Siswa kelas XII IS – 1 SMA 1 : 1.I. Bingung ingin kuliah tetapi biaya tidak ada / orang tua kurang mampu 4. Sifat Topik : Topik bebas 2. / P : Ingin kuliah tetapi orang tua kuran gmampu e. / L : Bingung bekerja dulu atau kuliah 3. A.N. Sasaran : Nama : Konseling kelompok : Drs.K. 4. semua siswa aktif menyumbangkan pikirannya.RESUME KONSELING KELOMPOK A. Harus dipikirkan dampak baik buruknya dalam pelajaran maupun dengan teman  Topik kedua yang dibahas : Bingung ingin melanjutkan kuliah tidak ada biaya a.U. Masalah yang muncul a.S. Meminta bantuan kepada saudara yang mampu secara bergotong royong 5. T. Topik yang dibahas : a. Manis S/P A.U. Kesan dan pesan Kesan : Konseling kelompok berjalan dengan lancar. / L : Orang tua menyuruh kuliah tetapi sudah tidak punya semangat. Sebaiknya bekerja terlebih dahulu atau bekerja sambil kuliah b.N / P 6. S. / L 7. Ingin mencari perhatian b. 283 .K / P N. E. 2. Bentuk Layanan B.I. St / L 5. 20 Februari 2011 Gd. 3. S. T. Waktu Pelaksanaan Lingkup Pembicaraan 1. ide dan gagasannya sehingga tampaknya ide dari teman-temannya cukup jitu sebagai bahan pertimbangan dalam menghadapi masa depan temantemannya. Penyelenggara C. Waktunya banyak diisi dengan kegiatan keagamaan c. St / L : Ingin mencari perhatian b. / P : Bingung ingin melanjutkan kuliah tidak ada biaya c. / P : Belajar cepat bosan g.K / L D. N. / P : Rabu.K. E. E.W.

Anonim NIP. Cara-cara penilaian : a. 131597012 Drs. Siswa mempunyai keberanian untuk memberikan bantuan kepada teman kelompok dalam mengatasi masalahnya D. Siswa dapat mengemukakan pendapat. Siswa aktif dan antusias dalam mengikuti layanan konseling kelompok b. 21 Februari Mengetahui 2011 Kepala Sekolah Layana/Konselor Penerima Dra. 4. Waktu. hari. B. Rabu. Analisa Hasil Penilaian 284 . 131693660 LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI. Proses layanan berjalan dengan lancar c. Putu W. Siswa aktif dan antusias sekali b.Pesan : Konseling kelompok perlu dikembangkan terus agar siswa terbiasa untuk berpikir kreatif dan kooperatif. Mengamati kemampuan siswa dalam menyampaikan pendapat. ide. DAN TINDAK LANJUT SATUAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING A. semester : 90 menit. Manis C. 20 Februari 2011. Deskripsi dan komentar dalam proses layanan : a. NIP. Evaluasi 1. Mengamati keaktifan dan antusias siswa selama kegiatan berlangsung b. 3. 1. Tempat : Ruang Laboratorium Kimia 3. ANALISA. 2 (dua) 2. Siswa berani mengungkapkan permasalahan yang dihadapi d. Deskripsi dan komentar a. ide. dan saran serta kemampuan dalam memecahkan masalah 2. dan saran serta kemampuan dalam memecahkan masalah E. Pelaksanaan Layanan 1. Kudus. Topik Permasalahan : Spesifikasi Bimbingan Bidang Bimbingan Jenis Layanan Fungsi Layanan Sasaran Layanan Topik bebas : : : : Pribadi Konseling kelompok Pemahaman dan pencegahan XII IS – 1 SMA 1 Gd. 2. tanggal.

ide. agar terjadi dinamika kelompok yang kuat dan efektif. Topik Permasalahan B. Putu W. Memahami tentang school bullying. E. Siswa mampu mencegah terjadinya school bullying. 2.Menentukan jumlah anggota . Deskripsi dan komentar kelompok dengan : : Menyimpulkan hasil-hasil pengamatan Siswa melaksanakan layanan konseling baik F.Dilanjutkan dengan berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaannya . Cara-cara analisa 2.Perkenalan . Kegiatan Konselor sebagai pimpinan kelompok a. : Mewaspadai school bullying (tindak kekerasan pada anak sekolah Pribadi dan sosial Bimbingan kelompok Pemahaman dan pengentasan Bidang Bimbingan : Jenis Layanan : Fungsi Layanan : Tujuan Layanan : 1. 3.Pembukaan dengan salam . Sasaran Layanan : Siswa kelas XI IS – 1 SMA 1 Gd. Siswa mampu dan berani mengutarakanpendapat. 4. 131693660 SATUAN LAYANAN KONSELING KELOMPOK A. 131597012 Drs. F. Anonim NIP. Penerima 21 Februari Dra. 5. Uraian Kegiatan dan Materi : 1. Mengidentifikasi masalah siswa yang belum terselesaikan dalam konseling kelompok utuk dibahas dalam waktu lain b. Siswa mampu menerima pendapat saran dari orang lain. Deskripsi dan komentar : Konseling kelompok akan lebih banyak membawa manfaat bagi siswa dalam menuntaskan masalah Mengetahui 2011 Kepala Sekolah Layana/Konselor Kudus. Tindak Lanjut 1. Tahap Awal : . D. Manis G. Cara-cara tindakan : a. NIP. Menentukan waktu yang tepat untuk melakukan konseling kelompok berikutnya 2. C. dan saran.1.Mempersiapkan dan mengumpulkan para peserta .Permainan 285 .

pendapat. Tahap Peralihan : . Waktu. . Catatan Khusus : Untuk menyemarakkan dan keberhasilan layanan konseling kelompok dibutuhkan kebersamaan dan kreatifitas para anggota. Keterkaitan Layanan ini dengan Layanan / Kegiatan Pendukung .Himpunan data .Mendengarkan pembacaan kesimpulan konseling kelompok . Tanggal.Konselor menyimpulkan hasil diskusi. 2. Alat dan Perlengkapan : Bolpoin. Tahap Pengakhiran . Anonim L. tanya jawab Kelas XI IS – 1 SMA 1 Gd. 286 . . Tahap I . Tahap Kegiatan Kelompok : .Layanan informasi . d. Tahap IV .b.Doa penutup 2. berusaha mengembangkan pikiran. Manis J. c.Memperhatikan penjelasan Konselor dan bertanya jika kurang jelas . buku catatan. saran. Rencana Penilaian dan Tindak Lanjut Rencana Penilaian : 1. Metode I. meja kursi. kertas kosong N.Memperkenalkan diri .Menjelaskan pengertian dan tujuan bimbingan kelompok. Semester : 90 menit. Pihak-pihak yang Disertakan : Siswa anggota bimbingan kelompok M. Memberikan motivasi untuk mengikuti kegiatan layanan. Tahap III .Layanan penempatan P. O. Tempat Penyelenggaraan : : Ceramah. Penyelenggara Layanan : Drs. Menjelaskan fungsi bimbingan kelompok. 3.Aktif membahas masalah. usul.Memberikan kesan-kesan tentang konseling kelompok yang telah membantu memecahkan masalah yang dialami bersama . 2 (dua) K. Kemampuan siswa dalam membahas pendapat anggota.Memberikan usul kemungkinan pertemuan berikutnya H. Kegiatan Siswa a.Aktif mengemukakan pendapat c. Tahap II .Pemimpin dan sebagian anggota kelompok mengembangkan kesan dari hasil kegiatan .Bersama kelompok membahas topik yang sudah ditentukan.Menciptakan suasana kelompok yang dinamis b. Pengamatan aktifitas dan antusias siswa dalam kegiatan. diskusi. Kemampuan siswa dalam mengemukakan pendapat. dan memberikan alternatif jalan keluar pemecahan masalah d.Menjelaskan asas bimbingan kelompok. 15 Februari 2011.

NIP. 131597012 Drs. 131693660 287 . Anonim NIP.Mengetahui 2011 Kepala Sekolah Layana/Konselor Kudus. 15 Februari Penerima Dra. Putu W.

Pesan : Hendaknya Konselor lebih sering memberikan layanan bimbingan kelompok karena banyak sekali manfaatnya.F.0708. . .Karena ikut-ikutan teman. 5.Dendam yang berkepanjangan.1.II.Suasana sekolah tidak harmonis. .1.0708. Lingkup Pembicaraan 1.0708.Ingin mencari perhatian. 11.P.1.II.T. 9.R.7 E. Kesan dan pesan Kesan : . D. 4. Isi Bahasan a.1. . .Menimbulkan perkelahian massal.W. Bentuk Layanan B Penyelenggara C.J.Siswa juga mampu memberikan gagasan kemungkinan cara mengatasi kekerasan terhadap anak sekolah.Terjadi tindak kriminal. 10.II. 3.0708.19 Mn / 26 / S.A.E.30 A.6 A. Anonim Siswa kelas XI IS – 1 1. F.0708. 15 Februari 2011 Topik tugas Mewaspadai school bullying kekerasan pada anak sekolah.II.0708. / 30 / S.Pengaruh di televisi.W.26 N. .27 D.1.9 L L L L /P P P P P P L Jum’at.8 I. Akibat yang ditimbulkan dari school bullying : . / 27 / S. / 19 / S.II.1. 7. 8.18 D. b.DJ / 6 / S.M.1 N.1. . 6. .1.Ternyata siswa mampu mengungkap dan membahas sebab akibat school bullying .II. 2.Balas dendam. Sasaran SMA 1 Gd.0708. / 1 / S.0708. Sebab-sebab school bullying .II. / 8 S.4 D.1. / 7 / S.RESUME KONSELING KELOMPOK A.A.0708.II.Ingin dianggap pemberani.W.0708.II. / 4 / S.Dikeluarkan dari sekolah. (tindak 3. / 9 / S.0708. Sifat Topik 2. Waktu Pelaksanaan E.II. Manis : : : Bimbingan kelompok Drs. Topik yang ditentukan : : : IS / 18 / S.II.1.1. 288 .

Siswa berani mengungkapkan permasalahan yang dihadapi 1. ide. ANALISA. Mengamati keaktifan dan antusias siswa selama kegiatan berlangsung. Rabu. hari. Tempat : D. Putu W. 2 Ruang Laboratorium Kimia Deskripsi dan komentar dalam proses layanan : 1. Penerima 16 Februari Kepala Sekolah Layana/Konselor Dra. Evaluasi E. 131693660 LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI. Cara-cara penilaian : a. pencegahan 4. Manis : Mewaspadai school bullying kekerasan pada anak sekolah) : : : : sosial Bimbingan Pemahaman dan (tindak Bidang Bimbingan Jenis Layanan Fungsi Layanan Sasaran Layanan XI IS – 1 SMA 1 Gd. Spesifikasi Bimbingan 1.2011 Mengetahui Kudus. Proses layanan berjalan dengan lancar 3. Mengamati kemampuan siswa dalam menyampaikan pendapat. Pelaksanaan Layanan 1. Siswa aktif dan antusias dalam mengikuti layanan konseling kelompok 2. Deskripsi dan komentar a. C. 2. Waktu. dan saran serta kemampuan dalam memecahkan masalah F. 15 Februari 2011. Analisa Hasil Penilaian 289 . 2. Siswa dapat mengemukakan pendapat. 131597012 Drs. Topik Permasalahan B. NIP. dan saran serta kemampuan dalam memecahkan masalah. b. ide. semester : (dua) 2. 90 menit. Anonim NIP. tanggal. Siswa aktif dan antusias sekali b. kelompok 3. DAN TINDAK LANJUT SATUAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING A.

Siswa memahami faktor penyebab kekerasan anak sekolah. S.) M. Orang tua siswa dipanggil ke sekolah. Siswa melaksanakan layanan bimbingan kelompok dengan baik. C. Tindak Lanjut 1.000. 131597012 Drs. NIP. b. H. Biaya dan sumber : Rp 50. D. c.0809.Panggilan orang tua N. Pihak yang ingin dikunjungi : Orang tua dan anggota keluarga lain I. G.. Cara-cara tindakan 2.1. sehingga diharapkan tidak terjerumus dalam kekerasan yang berkepanjangan. 131693660 SATUAN KEGIATAN PENDUKUNG KUNJUNGAN RUMAH A. Deskripsi dan komentar : : Mengamati siswa dalam pergaulan baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah. E.Konseling . Putu W.dari Komite Sekolah L. B. Deskripsi dan komentar : a. Anonim NIP. 12 November 2011 K. Siswa memahami bagaimana cara mencegahnya. Topik Permasalahan Bidang Bimbingan Jenis Kegiatan Fungsi Layanan Tujuan Kegiatan : : : : : 290 . Gambaran ringkas masalah : Siswa sering tidak masuk sekolah dengan alasan sakit. tetapi masih sering tidak masuk sekolah. Keterkaitan layanan ini dengan layanan / kegiatan pendukung terdahulu : . Kudus.1. Cara-cara analisa : Menyimpulkan hasil-hasil pengamatan 2.Laiseg : Melihat kondisi siswa saat sakit dan kondisi rumah tangga orang tua. Waktu : Rabu.Pd. Subjek yang mengalami masalah : B. Siswa perlu mendapat pemantauan dari semua personil sekolah.11.029 G. Rencana penilaian dan tindak lanjut : Penilaian : . Pihak yang disertakan dalam kunjungan rumah : Wali kelas (Ibu Mardiyah. Tidak masuk sekolah dengan alasan sakit Pribadi Kunjungan rumah Pemahaman Mendapatkan informasi yang selengkapnya mengenai siswa dari orang tua pada saat siswa sakit F. Penerima 15 Februari 2011 Mengetahui Kepala Sekolah Layana/Konselor Dra.

Putu W. NIP. Anonim NIP. Gambaran ringkas masalah : H. kurang serius dalam mengikuti pelajaran Belajar Konferensi kasus Pemahaman dan pengentasan Memperoleh informasi lengkap mengenai siswa dari semua unsur dan merencanakan bantuan kepada siswa. C.0708. . 131693660 SATUAN KEGIATAN PENDUKUNG KONFERENSI KASUS A. Diperiksakan lebih lanjut ke dokter. sikap kepada guru tidak sopan. : Kalau masih sering sakit perlu direferal/alih tangan kasus ke dokter. Topik Permasalahan B. D. E. Bidang Bimbingan Jenis Kegiatan Fungsi Layanan Tujuan Kegiatan : : : : : Sering tidak masuk sekolah. / Kepala SMA 1 Gd. Catatan khusus Mengikuti perkembangan kesehatan lewat absen kelas. siswa mengikuti pelajaran dengan santai.009 Siswa sering tidak masuk sekolah dengan alasan sakit (surat ijin palsu).12. Peserta konferensi kasus : 291 . S. Ketika masuk.1. apabila orang tua tidak mampu maka diusulkan ke sekolah.Laijapen Tindak lanjut : O. Manis 12 Perancang Layanan Konselor Dra.BK . nilai jelek. : Kudus. Subjek yang mengalami masalah : G.Kepala Sekola F. November 2011 Mengetahui. 131597012 Drs..

Konsultasi dengan orang tua .Konseling . Manis Oktober 2011 / Perancang Layanan Konselor Dra. 131597012 Drs. N. masukan-masukan yang ada. Put NIP.Panggilan orang tua untuk menginformasikan hasil evaluasi. Kepala SMA 1 Gd. L. Mengetahui. K.(Matematika I. .Orang tua dan Geografi) . 131693660 292 .Konseling bagi siswa . O. Wali Kelas - Dua guru mapel J. Anonim NIP.Kunjungan rumah Rencana penilaian dan tindak lanjut : Penilaian : .Catatan laporan guru . Kudus. .Tata Tertib Siswa Keterkaitan kegiatan ini dengan layanan / kegiatan pendukung terdahulu : .Presensi .Laiseg : Melihat jalannya konfeensi kasus.Laijapen : Melaksanakan hasil masukan penanganan dari peserta konferensi kasus. . M. Waktu konferensi kasus : Selasa.Waka Kesiswaan Alasan konferensi kasus : Mendapatkan data yang lengkap dan mendapatkan masukan penanganan kepada siswa karena telah dikonseling belum ada perubahan. Tindak lanjut : .Memantau kehadiran siswa. Catatan khusus : Siswa bersikap tidak seperti anak lain sejak ayahnya meninggal dunia. 23 Oktober 2011 Biaya dan sumber : Bahan-bahan yang disertakan dalam konferensi kasus : .

Bertanya 3. Fungsi Layanan F. Tujuan Layanan G.Memiliki dasar humaniora untuk menerapkan kebersamaan dalam kehidupan. Agustus minggu ke 3 dan 4 Fotokopi angket Rp 45.Laijapang : Memperhatikan sikap perilaku siswa..Siswa dapat mengembangkannilai yang ada dalam diri Kelas XII IA Klasikal.Penutup 2 menit Pertemuan II : . Penyelenggara Layanan N.000. Topik Permasalahan B. Buchori Nasution M.Penutup 2 menit Guru BK (Drs.Materi 30 menit . Penguasaan konten Pemahaman dan pengentasan . Memperhatikan 2. Sasaran Layanan H. SQ 2. Anonim. Bidang Bimbingan C. Penilaian Proses Hasil : : : : : : Memperhatikan aktivitas dan partisipasi siswa . Guru memberi tugas 3. Q.Materi Layanan perencanaan perbaikan I.Guru Siswa Setting : : : : : : membuat : : : : : : diri Ruang kelas 2 x 45 menit. EQ. Uraian Kegiatan .Tanya jawab 10 menit . apakah ada perubahan. Guru menanggapi 1. Waktu.Apa itu ESQ .Pembukaan 3 menit .SATUAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING A.Strategi Penyajian . Setting dan Pengalaman BK . Tempat Penyelenggaraan J. tugas . . Pihak lain yang disertakan O. .Sumber : LKS.Tugas 40 menit . . Rencana Tindak Lanjut : . tanggal K.Konseling bagi siswa yang membutuhkan. Mengerjakan tugas Pertemuan I : . Alat Perlengkapan dan Sumber P.Siswa dapat mengenali suara hatinya. 293 .Laijapen : Membaca dan mengomentari hasil kerja siswa.Memiliki keyakinan dan ketakwaan sesuai dengan ajaran agama yang dianutnya.dari Komite 1.) .Laiseg : Bertanya ke siswa mengenai perasaan siswa setelah mendapatkan kegiatan layanan.Pembukaan 3 menit . Biaya dan sumber Sekolah L.Alat : Angket . Jenis Layanan E.ESQ dan keberhasilan diri Mengenali diri dan D. Kompetensi Dasar : : : ESQ dan Perencanaan Masa Depan Pribadi . . Guru menjelaskan IQ.

November 2011 Kepala SMA 1 Gd. Manis Dra. 131693660 12 294 .. Mengetahui.Membuat siswa. 131597012 skala pengamatan sikap Kudus. NIP. Putu W. Konselor Drs. Anonim NIP.

Tanya jawab Pertemuan II : .Tanya jawab .Pembukaan .000. tanggal Biaya dan sumber Setting dan Pengalaman BK . Berdiskusi materi persiapan 3. Sasaran Layanan H.SATUAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING A. Jenis Layanan E.Arti keluarga bagi para penghuni . Mengerjakan tugas Pertemuan I : . .Pengertian keluarga . bermasyarakat.4 Film Rp 50.Siswa mengetahui tugas/peran sebagai anggota keluarga. Maret 2011 minggu ke 2 . J. Topik Permasalahan B.Pembukaan . 3. Tempat Penyelenggaraan Waktu.Ulasan kasus 17 32 5 5 3 37 5 3 3 : menit 295 .Materi . 2.Materi Layanan : : : I.Siswa bisa menganalisa penyebab kasus perceraian. Mendengarkan dan menjawab 2.Tugas analisa 25 menit . Kompetensi Dasar D. Tujuan Layanan : : : : : : Keluarga sakinah.Guru jawab persiapan kelas perceraian . Fungsi Layanan F. . Kelas XII IA Membahas materi dalam dinamika G. berbangsa dan bernegara.Setting menit menit menit menit menit menit menit menit : : : : .Tugas/peranan anggota keluarga . Bidang Bimbingan C.Diskusi . warohmah Bimbingan sosial Memiliki sikap yang mantap tentang kehidupan berkeluarga. Layanan informasi Pemahaman .Pembukaan . L. Uraian Kegiatan .dari Komite Sekolah 1. K. Penjelasan materi dengan teknik tanya Memberi tugas diskusi materi Memberi tugas menganalisa kasus : 1.Strategi Penyajian kelompok .Kesimpulan Pertemuan III : . mawaddah.Siswa berkeluarga ..Siswa mengetahui persiapan yang harus dilakukan dalam berkeluarga.Persiapan berkeluarga Ruang laboratorium Kimia 3 x 45 menit.

2011 Mengetahui. J.Laijapang : Melihat/mengikuti perkembangan siswa dalam hal berkeluarga kelak. Drs.000.Pengertian karir .Siswa memiliki pengetahuan cara mencari pekerjaan.Penggolongan pekerjaan . diskusi . 3.Siswa dapat membuat surat lamaran kerja. Tujuan Layanan : : : : : : Mengenal dunia kerja Bimbingan karir Memiliki kemantapan pemahaman tentang perlunya pilihan karir yang tepat untuk dikembalikan lebih lanjut. Sasaran Layanan H. Alat Perlengkapan dan Sumber . Uraian Kegiatan . Kepala SMA 1 Gd. Memperhatikan penjelasan dan 2. Pihak lain yang disertakan O. ceramah.) Berita di koran Buku Membentuk Keluarga Sakinah. 131693660 SATUAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING A. Layanan informasi dan penguasaan konten Pemahaman . . Anonim.Laiseg : Bertanya kepada siswa mengenai perasaan siswa setelah setelah mengikuti materi. Jenis Layanan E.Materi Layanan : : : I. Warohmah dan Surat nikah/buku nikah. Memberi contoh surat lamaran 4. Penilaian Proses Hasil : : : : : : : : Guru BK (Drs. Manis Kudus.Cara mencari lapangan kerja . Februari 2011 minggu ke 2 Fotokopi Rp 8. Anonim NIP. Mawaddah..Guru : : : : . Tempat Penyelenggaraan Waktu. Menerangkan materi 2. tanggal Biaya dan sumber Setting dan Pengalaman BK . . L. Penyelenggara Layanan N. 4 K. radio. Q. Kelas XII IA Klasikal.Sumber P. Fungsi Layanan F. Pemberian contoh lowongan kerja lewat koran.Alat .Seleksi mencari lapangan kerja . Memberi tugas 1. Melihat partisipasi siswa saat diterangkan. 131597012 NIP.Strategi Penyajian . internet. Bertanya yang kurang jelas G. Konselor Juli Dra. Rencana Tindak Lanjut : Layanan konsultasi bagi yang membutuhkan.Membuat lamaran kerja Ruang kelas 3 x 45 menit. televisi. Topik Permasalahan B. Putu W.M. Bidang Bimbingan C. Kompetensi Dasar D.dari Komite Sekolah 1. .Siswa contoh-contoh : 296 .

Tanya jawab Pertemuan III : . Topik Permasalahan B.Tanya jawab Pertemuan II : . .Alat : Komputer. koran . P. Kompetensi Dasar D. 131693660 SATUAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING A. Sasaran Layanan H.Laijapen : Memeriksa hasil tugas siswa membuat surat lamaran. Penyelenggara Layanan : Guru BK (Drs. Anonim. buku lamaran pekerjaan.Pembukaan . Layanan informasi Pemahaman . Jenis Layanan E. Putu W.Materi . Bidang Bimbingan C.Laiseg : Bertanya kepada siswa bagaimana cara mencari lowongan.Sumber : Internet. Drs. Tujuan Layanan : : : : : : Etika sebagai alumni Akhlak mulia / budi pekerti Memiliki kemantapan pemahaman tentang aspek-aspek sosial dalam sistem etika dan nilai. Fungsi Layanan F.Setting menit menit menit menit menit menit menit : 3. Uraian Kegiatan : 297 . Hasil : .Materi . . 131597012 NIP.Tugas analisa 35 menit . Alat Perlengkapan dan Sumber : . Anonim NIP. Mengerjakan tugas Pertemuan I : .) N.Laijapang : Mengumpulkan data alumni yang bekerja.. Kelas XII IS G. Rencana Tindak Lanjut : Layanan konsultasi bagi yang membutuhkan informasi lebih lanjut.Kesimpulan 37 37 3 5 3 5 5 kasus 5 menit M. Pihak lain yang disertakan : Guru TI O. . Konselor Juli Dra.Pembukaan .Pembukaan .Siswa memahami bagaimana bersikap ketika datang ke sekolah.Siswa memahami bagaimana bila bertemu guru. Penilaian : Proses : Melihat antusiasme siswa dalam mengikuti pelajaran. 2011 Kepala SMA 1 Gd. Manis Kudus. Q. Mengetahui.

Pihak lain yang disertakan : O. Memutarkan film rekaman alumni I.Materi Layanan : : Klasikal. P. Tempat Penyelenggaraan Waktu. Meminta tanggapan.Memutar film 10 menit . . Manis Kudus. Penyelenggara Layanan : N. Anonim NIP. Alat Perlengkapan dan Sumber : .Kewajiban alumni bertemu guru Ruang kelas 1 x 45 menit. Rencana Tindak Lanjut : Konsultasi bagi siswa yang kurang sepaham. Konselor Juli Dra.000. Menanggapi pertanyaan 3.Alat : Film .Strategi Penyajian jawab . Q. 2011 Kepala SMA 1 Gd.Kesimpulan 5 menit Guru BK (Drs. NIP. Mei 2011 minggu ke 3 Film Rp 200. pemberian contoh film.dari Komite Sekolah 1. K. Memperhatikan 2.Menanggapi 25 menit .Alumni bagian dari sekolah . 131597012 Drs. tanya .Guru legalisir Siswa Setting : : : : : : M. 131693660 298 . 1.Laijapang : Memantau alumni yang datang ke sekolah untuk suatu urusan.Kewajiban alumni di masyarakat sekolah .Sumber : Tata tertib alumni.Laiseg : Meminta tanggapan siswa jika ada alumni datang ke sekolah mencari siswa kelas I dengan langsung menyuruh anak mencarikan. 2.. J.. Hasil : . Putu W. Anonim.Kewajiban alumni di masyarakat . tanggal Biaya dan sumber Setting dan Pengalaman BK . L. Mengerjakan tugas .) Wali kelas Mengetahui.Pembukaan 5 menit . Penilaian : Proses : Memperhatikan aktivitas siswa dalam penyampaian.

Konselor Dra. Manis Kudus. E. Mengikuti hubungan siswa di kelas Konseling dengan siswa untuk menanyakan permasalah. NIP.Orang tua siswa Kamis. Alasan Konsultasi : : : L. Anonim NIP. 131597012 Drs. Uraian Kegiatan dan Layanan H. D. B. Waktu J. Konseling dengan siswa dan pihak-pihak lain.Guru BK .Bertanya kepada teman-temannya. Catatan Khusus Laijapen Laijapang : : : : Mengetahui. hanya bilang ingin pindah. Pihak yang terlibat dlm konsultasi : I. Putu W.027 Siswa menangis didepanorang tua minta pindah sekolah tetapi tidak memberikan alasannya mengapa minta pindah. . Lihat hasil sosiogram mengenai hubungan siswa di kelas. . 22 Januari 2011 Orang tua bingung apa yang harus diperbuat karena anak tidak mau cerita permasalahannya. F. Sasaran Layanan G. Januari 2011 Kepala SMA 1 Gd.11. Biaya dan Sumber K. C. Pihak yang disertakan : M.0809.2. Topik Permasalahan Bidang Bimbingan Jenis Layanan Fungsi Layanan Tujuan Layanan : : : : : : : Anak mengeluh ingin minta pindah sekolah Bimbingan belajar Layanan konsultasi Pemahaman Memperoleh informasi mengenai masalah siswa yang minta pindah Orang tua siswa B.SATUAN LAYANAN KONSULTASI A. Rencana penilaian dan tindak lanjut Penilaian : . kegiatan : Menanyakan kepuasan orang tua dengan jawaban dari konselor.Laiseg : Tindak lanjut N. 131693660 299 .

300 .

SATUAN LAYANAN MEDIASI A. B. C. D. E. Topik Permasalahan Bidang Bimbingan Jenis Layanan Fungsi Layanan Tujuan Layanan : : : : : Bertengkar dengan pacar di ruang UKS Bimbingan pribadi Layanan mediasi Pengentasan Agar tercapai kesepakatan dan hubungan kembali baik. A1.12.0809.044 dan A1.12.0809.045 Ruang UKS SMA 1 Gd. Manis - Guru BK Rabu, 4 Februari 2011 Pada jam ke 4, di ruang UKS terlihat 2 orang siswa yang sedang bertengar adu mulut. Jadi siswa tidak ikut pelajaran. - Pihak satu : siswi perempuan kelas XII IA-1 dengan kode A1.12.0809.044. - Pihak lain : Siswa laki-laki kelas XII IA-1, dengan kode A1.12.0809.045.
PIHAK LAIN Pihak laki-laki tidak merasa punya cewek lain. Sama-sama marah sambil memberikan informasi. Tidak mau putus. Menyatakan yang pakai HPnya adalah temannya, sehingga SMS itu bukan untuk dirinya. - Kesukarelaan - Kegiatan

F. Sasaran Layanan : G. Lokasi/tempat penyelenggaraan : H. Pihak yang terlibat dlm konsultasi : Tanggal : I. Biaya dan Sumber : J. Pemicu konflik : K. Pihak-pihak yang terlibat :

L. Kondisi Awal
NO. 1. 2. 3. 4. 5. KONDISI AWAL Hal dipersoalkan yang

PIHAK SATU Pacarnya dituduh punya cewek lain, terbukti dari SMS di HP si cowok. Marah-marah, cemburu. Minta putus. Bersikukuh pacarnya punya pacar lain, terbukti dari SMS cewek lain. Kesukarelaan Kegiatan

Kondisi yang ada Tuntutan Pertahanan diri Asas-asas mediasi

M. Pihak yang disertakan : Pihak-pihak yang berseteru. N. Rencana Penilaian dan Tindak lanjut Penilaian : - Laiseg : Menanyakan kepuasan layanan kepada pihak yang berseteru. - Laijapang : Melihat hubungan dua belah pihak selanjutnya. Tindak lanjut : Memanggil kedua belah pihak untuk didamaikan. N. Catatan Khusus : Mengetahui, Februari 2011 Kepala SMA 1 Gd. Manis Kudus, Konselor

Dra. Putu W. NIP. 131597012

Drs. Anonim NIP. 131693660

301

302

SATUAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING A. Topik Permasalahan syarat kelulusan B. Bidang Bimbingan C. Kompetensi Dasar D. Jenis Layanan E. Fungsi Layanan F. Tujuan Layanan G. Sasaran Layanan H. Uraian Kegiatan - Strategi Penyajian - Materi Layanan I. Tempat Penyelenggaraan J. Waktu, tanggal dan 4 K. Biaya dan sumber L. Setting dan Pengalaman BK - Guru Siswa Setting : : : : : : : : : : : : : : : Ujian Nasional dan Ujian Sekolah serta Bimbingan belajar Pemahaman tentang ujian serta mampu menyiapkan diri dengan baik. Layanan informasi Pemahaman - Siswa mengetahui tentang waktu ujian. - Siswa mengetahui syarat peserta ujian - Siswa mengetahui syarat kelulusan. Kelas XII IA Klasikal, ceramah, dan tanya jawab - Syarat peserta ujian - Waktu dan materi ujian - Syarat kelulusan Ruang kelas XII IA – 1 dan 2 2 x 45 menit, Januari 2009 minggu ke 3 Fotokopi Rp 27.000,- dari Komite Sekolah 1. Penjelasan materi. 2. Pembahasan bahan. 3. Tanya jawab 1. Memperhatikan penjelasan materi 2. Menjawab 3. Bertanya Pertemuan I : - Pembukaan 3 menit - Pmbahasan materi 37 menit - Tanya jawab 5 menit Pertemuan II : - Pembukaan 3 menit - Penjelasan materi 32 menit - Tanya jawab 5 menit - Kesimpulan 5 menit Guru BK (Drs. Anonim.) Wakil Kepala Sekolah Urusan Kurikulum

M. Penyelenggara Layanan : N. Pihak lain yang disertakan : O. Alat Perlengkapan dan Sumber : - Alat : Fotokopi materi - Sumber : POS Ujian dari BSNP tahun 2011 P. Penilaian : Proses : Melihat antusiasme siswa dalam mengikuti pelajaran. Hasil : - Laiseg : Bertanya ke siswa bilamana siswa dinyatakan lulus. - Laijapen : Melihat kemajuan belajar siswa lewat try out. - Laijapang : Memantau hasil ujian nasional dan ujian sekolah. Q. Rencana Tindak Lanjut : Konseling kelompok bagi siswa yang hasil try outnya jelek. Mengetahui, Kudus, Juli

2011

303

Kepala SMA 1 Gd. Manis

Konselor

Dra. Putu W. NIP. 131597012

Drs. Anonim NIP. 131693660

304

SATUAN LAYANAN KONSELING PERORANGAN A. Topik Pembahasan B. Rumusan Kompetensi C. Bidang Bimbingan D. Jenis Layanan E. Fungsi Layanan F. Tujuan/Hasil yang ingin meningkatkan motiDicapai G. Sasaran Layanan H. Waktu Pelaksanaan Hari, Tanggal, Semester I. Tugas Perkembangan J. : : : : : : : : : : Kehidupan Pribadi Memiliki kesadaran dan dorongan untuk meningkatkan motivasi belajar Bidang belajar Konseling perorangan Pengentasan Memberi kesadaran pada diri klien agar vasi belajar A1.12.0809.029 1 x 45 menit Rabu, 17 November 2011, Semester I Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang kehidupan mandiri secara emosional, sosial intelektual dan ekonomi

K. L. M. N. O. P. O.

Uraian Kegiatan 1. Strategi Penyajian : Tanya jawab 2. Format kegiatan : Perorangan 3. Uraian materi :  Kegiatan Konselor : 1. Mengidentifikasi masalah klien 2. Mendiagnosa penyebab timbulnya masalah klien 3. Melakukan prognosis tentang kemungkinan pemecahan masalah 4. Melakukan treatment atau tindakan bantuan 5. Mengevaluasi hasil konseling dan menyimpulkannya  Kegiatan Klien : 1. Mengemukakan masalah secara jelas 2. Ikut terlibat diagnosis tentang sebab timbulnya masalah 3. Memilih alternatif pemecahan masalah 4. Melakukan pemecahan masalah Metode : Behavioristik Tempat Pelaksanaan : Ruang BK Penyelenggara Layanan : Guru BK (Drs. Anonim.) Pihak yang Disertakan : Wali kelas Alat dan Perlengkapan : Rekapitulasi nilai mid semester, bollpoint, buku sosiometri, dan DCM Keterkaitan Layanan ini dengan Kegiatan Pendukung : Evaluasi : Setelah diadakan konseling anak tidak menunjukkan perubahan tingkah laku, maka akan diberikan konseling lanjutan.

Mengetahui, November 2011 Kepala SMA 1 Gd. Manis

Kudus, Konselor

17

Dra. Putu W. NIP. 131597012

Drs. Anonim NIP. 131693660

305

SATUAN LAYANAN KONSELING KELOMPOK A. B. C. D. E. Masalah pribadi (bebas) Bimbingan pribadi Konseling kelompok Pemahaman dan Pengentasan - Agar siswa mampu mengekspresikan pendapatnya, idenya, dan gagasannya. - Agar siswa mampu menerima pendapat dan saran dari orang lain. F. Sasaran Layanan : Siswa kelas XI IPS-1 G. Uraian Kegiatan dan Materi : 1. Kegiatan Konselor sebagai pimpinan kelompok a. Tahap Awal : - Menentukan jumlah anggota - Mempersiapkan dan mengumpulkan para peserta b. Tahap Pembentukan : - Membuka kegiatan dengan doa - Menjelaskan pengertian dan tujuan bimbingan kelompok Memberikan penjelasan cara-cara dan asas kegiatan bimbingan kelompok - Permainan penghangat c. Tahap Peralihan : - Menjelaskan kegiatan yang akan ditempuh pada tahap berikutnya - Menawarkan atau mengamati apakah peserta sudah siap menjalankan tahap berikutnya - Memberikan motivasi kepada siswa untuk mengikuti kegiatan layanan tersebut dengan aktif. d. Tahap Kegiatan Kelompok : - Secara terbuka menyampaikan sebagaimana topik di atas. - Diskusi interaktif yang melibatkan guru dan peserta. e. Tahap Pengakhiran : - Konselor menyimpulkan hasil diskusi. - Pemimpin dan sebagian anggota kelompok mengembangkan kesan dari hasil kegiatan. - Doa penutup - Konseling lanjutan 2. Kegiatan Siswa Tahap I : a. Memperkenalkan diri. b. Menciptakan suasana kelompok yang dinamis. Tahap II : a. Memperhatikan penjelasan Konselor dan bertanya jika kurang jelas. b. Aktif mengemukakan pendapat. Tahap III : Aktif membahas masalah, berusaha mengembangkan pikiran, pendapat, usul, saran, dan memberikan alternatif jalan keluar pemecahan masalah. Tahap IV : a. Mendengarkan pembacaan kesimpulan konseling kelompok. b. Memberikan kesan-kesan tentang konseling kelompok yang telah membantu memecahkan masalah yang dialami bersama. Topik Permasalahan Bidang Bimbingan Jenis Layanan Fungsi Layanan Tujuan Layanan : : : : :

306

c. Memberikan usul kemungkinan pertemuan berikutnya. H. Metode : Ceramah, diskusi, tanya jawab I. Tempat Penyelenggaraan : Ruang laboratorium Kimia J. Waktu, Tanggal, Semester : 90 menit, Rabu, 12 November 2011, I (Satu) K. Penyelenggara Layanan : Guru BK (Drs.Anonim) L. Pihak-pihak yang Disertakan : M. Alat dan Perlengkapan : Kursi, buku catatan, kertas kosong. N. Rencana Penilaian dan Tindak Lanjut : 1. Rencana Penilaian : a. Pengamatan terhadap antusiasme siswa. b. Kemampuan siswa dalam mengemukakan pendapat. c. Mengungkapkan seberapa jauh layanan konseling kelompok telah membantu pemecahan masalah yang dihadapi bersama. 2. Tindak Lanjut : O. Keterkaitan Layanan ini dengan layanan/kegiatan pendukung : - Layanan informasi - Himpunan data - Layanan penyaluran P. Catatan Khususu : Layanan konseling kelompok akan dapat berjalan lancar apabila semua anggotanya aktif, kreatif, dan inovatif.

Mengetahui, November 2011 Kepala SMA 1 Gd. Manis

Kudus, Konselor

12

Dra. Putu W. NIP. 131597012

Drs.Anonim NIP. 131693660

307

308 .

o Siswa berani mengungkapkan permasalahan yang dihadapi. saran. ide. o Siswa mempunyai keberanian untuk memberikan bantuan kepada teman kelompok dalam mengatasi masalahnya. ide.Siswa aktif dan antusias sekali. E. smt : 90 menit. Cara-cara Analisa : Menyimpulkan hasil-hasil pengamatan. Fungsi Layanan : Pemahaman dan pencegahan 4. ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN LAYANAN PENDUKUNG A. . 12 November 2011. 2.Mengamati keaktifan dan antusias siswa selama kegiatan berlangsung. 131693660 309 . Deskripsi dan Komentar : . Deskripsi dan komentar : Siswa melaksanakan layanan konseling kelompok dengan baik. Topik Permasalahan : Bebas B. Evaluasi : 1. dan kemampuan dalam memecahkan masalah. Rabu. Pelaksanaan Layanan : 1. Jenis Layanan : Konseling kelompok 3. F. Cara-cara Tindakan : . o Proses layanan berjalan dengan lancar. Analisa Hasil Penilaian : 1. Deskripsi dan komentar dalam proses layanan : o Siswa aktif dan antusias dalam mengikuti layanan konseling kelompok. Spesifikasi Bimbingan : 1. .Mengamati kemampuan siswa dalam menyampaikan pendapat. NIP. Cara-cara Penilaian : . . Waktu. Deskripsi dan Komentar : Konseling kelompok akan lebih banyak membawa manfaat bagi siswa dalam menuntaskan masalah. D. 2. dan saran serta kemampuan dalam memecahkan masalah. hari. Mengetahui 2011 Kepala SMA 1 Gd. Konselor 12 November Drs. Manis C. Anonim NIP. Manis Dra. Tindak Lanjut : 1.Mengidentifikasi masalah siswa yang belum terselesaikan dalam konseling kelompok untuk dibahas pada waktu lain.LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI. Sasaran Layanan : Kelas XI IPS-1 SMA 1 Gd. 2.Siswa dapat mengemukakan pendapat. I (satu) 2. Putu W. tanggal.Menentukan waktu yang tepat untuk melakukan konseling kelompok berikutnya. Tempat : Ruang laboratorium Kimia 3. 131957012 Kudus. Bidang Bimbingan : Pribadi 2.

310 .

Jika diajak bicara tidak nyambung Tuntutan orang tua terlalu tinggi Orang tua kurang memperhatikannya HP disita orang tuanya Susah menolak pacar 1. 3. RA/25/P Rabu. . LS/17/P f. Anonim NIP.Siswa belum dapat membagi waktu antara belajar dan bermain. ES/6/P 5. Masalah yang muncul a. 12 November 2011 Laboratorium Kimia Bebas Susah mengatur waktu Tidak konsentrasi dan susah tidur Sering gelisah.. IQ/12/P d. Waktu Pelaksanaan E. Sifat Topik 2. b. IQ/12/P 7.RESUME KONSELING KELOMPOK A. Anonim. KW/15/L 8.Tidak konsentrasi dalam belajar . 131957012 Kudus. Manis 1.) Siswa kelas XI Bhs-1 SMA 1 Gd. Penyelenggara C. ES/6/P b. . KW/15/L e.Orang tua khawatir jika menggunakan HP akan mengganggu pelajaran. . HP disita orang tua : . MK/18/P 3. 131693660 311 . Lingkup Pembicaraan 1. Putu W.Konseling kelompok berjalan dengan lancar. NIP. Tanggapan yang muncul dari siswa : a. FK/7/L c. Tempat F. Orang tua terlalu D.Manis Dra.Partisipasi siswa secara aktif. Kesan dan Pesan : . MK/18/P g. Orang tua terlalu mengekang : Orang tua takut anaknya terjerumus kedalam kebebasan anaknya pergaulan bebas. FK/7/L 6. Tindak Lanjut 1.Siswa belum dapat menggunakan HP untuk kegiatan yang bermanfaat bagi pelajaran. Sasaran Anggota Nama : : : : Konseling kelompok Guru BK (Drs. LS/17/P 2. RP/24/P 4.Orang tua menginginkan keberhasilan dalam belajar kelak untuk mencapai cita-cita. Bentuk Layanan B. RA/25/P G. Topik yang dibahas : : : : : : : : : : : : : : : mengekang kebebasan 2. RP/24/P h. 2011 Mengetahui Kepala SMA 1 Gd. Konselor 12 November Drs. takut kalau dapat nilai jelek . HP disita orang tua 2. .

312 .

Manis 45 menit. Deskripsi dan Komentar E. : : 2011 Mengetahui Kepala SMA 1 Gd. Usaha guru BK perlu mendapat dukungan dari personil sekolah yang berkompeten. Cara-cara Analisa 2. II Ruang kelas XII IPS-2 Mengamati / observasi. Siswa mampu mempersiapkan memasuki dunia kerja Kelas XII IPS-2 SMA 1 Gd. hari. smt : 2. ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN LAYANAN PENDUKUNG A. Siswa mampu mengetahui tentang dunia b. Analisa Hasil Penilaian : 1. 131957012 Kudus. diri 5. 131693660 313 . Anonim NIP. Deskripsi dan komentar F. Siswa aktif dan antusias sekali. Siswa sebagian besar dapat menjawab. Sasaran Layanan : C. Cara-cara Tindak Lanjut 2. tanggal. Topik Permasalahan B. Bidang Bimbingan 2. Jenis Layanan 3. Februari 2011 minggu ke 2 – 4. Siswa aktif memberikan tanggapan dan kemampuan diri dalam belajar yang telah disiapkan oleh guru. NIP. Cara-cara Penilaian : 2. Waktu. Memberikan siswa untuk selalu berintrospeksi dalam belajar. Tujuan Layanan kerja. : : : : : : Pekerjaan dan lowongan kerja Karir Informasi Pemahaman dan pemeliharaan a.LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI. Tempat : D. Evaluasi : 1. Tindak Lanjut : 1. Manis Dra. Bertanya kepada siswa. Deskripsi dan Komentar : : : Menyimpulkan analisa hasil kegiatan. Spesifikasi Bimbingan 1. Konselor 14 November Drs. Fungsi Layanan 4. Pelaksanaan Layanan : 1. Putu W.

314 .

Deskripsi dan komentar tentang pelaksanaan pendukung : . baik klien maupun dokter terlihat antusias untuk bertanya-tanya. Jenis Pendukung : Alih tangan kasus 3. . F. E.Melalui konsultasi. 131957012 Kudus. Cara-cara Penilaian : . mau bercerita mengenai penyakitnya. 2. 26 Januari 2011 2.Melalui konseling Konselor bisa lebih memotivasi siswa agar lebih mantap di jurusan itu atau pindah jurusan. Analisa Hasil Penilaian : 1. Manis Dra. karena mau bercerita dan memberi motivasi dan saran kepada klien. Cara-cara Tindak Lanjut : .Siswa sakit maag dengan penyebab pikiran yang lebih dominan.Pengamatan / observasi. Deskripsi dan Komentar : . 131693660 315 .029 C. Waktu : Senin. Fungsi Pendukung : Pengentasan 4.Dokternya sangat kooperatif. 2. NIP. 2. Spesifikasi Bimbingan : 1. Deskripsi dan komentar : .Referal berjalan dengan baik. sekolah dapat menginformasikan hasil dan pemeriksaan dokter/proses referal. .Siswa tidak suka dengan jurusan yang diikuti. Pelaksanaan Pendukung : 1. Deskripsi dan Komentar : .Konseling individual. Konselor Januari Drs. . . Anonim NIP. Evaluasi (penilaian) : 1. Cara-cara Analisa : Menyimpulkan hasil pengamatan. ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN PENDUKUNG BIMBINGAN KONSELING ALIH TANGAN KASUS / REFERAL A.Bertanya pada akhir layanan kepada dokter “apa penyakit siswa”.Siswa kooperatif.LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI. Sasaran : B1. Putu W. Topik Permasalahan : Sering tidak masuk sekolah karena sakit perut dan pusing B. .Dokter baik sekali karena ramah dan banyak memberi masukan/saran.11. Tempat : Ruang praktik dokter Rumanah 3. D. Mengetahui 2011 Kepala SMA 1 Gd.0809.Memanggil orang tua untuk konsultasi. . Bidang Bimbingan : Pribadi 2. Tindak Lanjut : 1.

316 .

. Deskripsi dan komentar tentang pelaksanaan pendukung : .Pengamatan / observasi pada saat layanan berlangsung. Anonim NIP.Walaupun agak molor dari waktu yang ditulis di undangan namun berjalan dengan lancar. Mengetahui 2011 Kepala SMA 1 Gd. Putu W.Konseling individual. Sasaran : S1.Dengan konseling individual. siswa akan lebih terbuka pemikirannya. 131693660 317 . Deskripsi dan Komentar : . ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN PENDUKUNG BIMBINGAN KONSELING KONFERENSI KASUS A. 2.LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI.Bertanya kepada orang tua setelah layanan ini selesai. Pelaksanaan Pendukung : 1. Deskripsi dan Komentar : . NIP. Bidang Bimbingan : Belajar 2. semua berpartisipasi dalam konferensi kasus ini. Topik Permasalahan : Sering tidak masuk sekolah. 2. Analisa Hasil Penilaian : 1. Waktu : Selasa. . “Apakah puas dengan layanan ini”. Tempat : Ruang Kepala Sekolah 3. E. Konselor Oktober Drs. 131957012 Kudus. . Jenis Pendukung : Konferensi kasus 3.003 C. Cara-cara Penilaian : .Sekolah dan guru menjadi lebih tahu mengenai keadaan siswa di rumah. Cara-cara Tindak Lanjut : . F.Peserta rapat. . Tindak Lanjut : 1.0809. Deskripsi dan komentar : . Evaluasi (penilaian) : 1. kurang serius dalam mengikuti pelajaran B.Orang tua memperoleh manfaat dari layanan konferensi kasus ini karena mendapat masukan-masukan. Fungsi Pendukung : Pemahaman dan Pengentasan 4. siswa akan mendapat masukan dari teman-temannya. D.Ada usulan-usulan pemecahan masalah baik dari guru maupun Kepala Sekolah.Dengan konseling kelompok. .Konseling kelompok.Orang tua/ibunya kooperatif dengan layanan ini. 23 Oktober 2011 2. guru memberikan informasi yang cukup dan orang tua terbuka. Manis Dra. Cara-cara Analisa : Memberikan pertanyaan reflektif kepada orang tua dan guru 2. Spesifikasi Bimbingan : 1.12. .

318 .

LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI. .Orang tua agak bosan dan keberatan dengan penyakit anaknya. Cara-cara Analisa : Bertanya aktif kepada orang tua. Mengetahui 2011 Kepala SMA 1 Gd.Siswa membang benar-benar sakit di rumah dengan kondisi rumahnya yang sederhana. Fungsi Pendukung : Pemahaman 4. Waktu : Rabu. Putu W.Siswa berada di rumah kalau sedang sakit. selebihnya berada di rumah budenya. 131957012 Kudus.Orang tua terbuka dengan Konselor. Spesifikasi Bimbingan : 1. Deskripsi dan Komentar : . D.Pengamatan / observasi. . NIP. .Kondisi rumah sederhana. Sasaran : B1.0809. Cara-cara Tindak Lanjut : Layanan referal/alih tangan kasus ke dokter. F.029 C. Deskripsi dan komentar : .Diterima oleh ibunya.Bertanya setelah layanan selesai “Apa rencana dengan penanganan sakit anak/siswa dari orang tua”. Anonim. Manis 3. Manis Dra. NIP. 2. atau sebelum berangkat di rumah orang tua. 2. Analisa Hasil Penilaian : 1. Jenis Pendukung : Kunjungan rumah 3. Cara-cara Penilaian : . Deskripsi dan Komentar : Melalui layanan referal akan diketahui dengan lebih akurat penyebab sakit dan akan mendapat penanganan yang tepat. karena Bapaknya sedang bekeja. Konselor November Drs.Siswa membutuhkan layanan ini untuk keberhasilan dalam belajar. Tindak Lanjut : 1. 12 November 2008 2. Topik Permasalahan : Tidak masuk sekolah dengan alasan sakit B. Tempat : Gd. E. Bidang Bimbingan : Pribadi 2.Orang tua memperoleh manfaat dari hasil layanan yang diberikan oleh Konselor. . 2. Pelaksanaan Pendukung : 1. 131693660 319 . siswa sakit di rumah. Deskripsi dan komentar tentang pelaksanaan pendukung : . .11. Evaluasi (penilaian) : 1. . ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN PENDUKUNG BIMBINGAN KONSELING HOME VISIT / KUNJUNGAN RUMAH A.

320 .

ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN PENDUKUNG BIMBINGAN KONSELING A.LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI. Deskripsi dan komentar : . 2. Manis Dra. NIP. 22. NIP. Deskripsi dan komentar tentang pelaksanaan pendukung : . Cara-cara Tindak Lanjut : . F. E. Analisa Hasil Penilaian : 1.Layanan bimbingan kelompok.Pengamatan / observasi selama kegiatan berlangsung. 29.Siswa membutuhkan materi layanan tersebut untuk keberhasilan dalam belajar di dalam kelas dan hubungan sosial. siswa dapat berlatih mengeluarkan pendapat/tanggapannya. serta cukup antusias ketika disuruh bertanya. Topik Permasalahan : ESQ dan keberhasilan diri B.Siswa mendapat manfaat dari hasil layanan yang diberikan Konselor. 2. Waktu : 2 x 45 menit. 23. .Siswa merasa terbuka hatinya dengan disuruh mengenali diri sendiri. Cara-cara Penilaian : . . Pelaksanaan Pendukung : 1. Cara-cara Analisa : Mengajukan pertanyaan reflektif kepada siswa. Deskripsi dan Komentar : . . Jenis Pendukung : Penguasaan konten 3. 131957012 Kudus. Fungsi Pendukung : Pemahaman. 131693660 321 .Melalui bimbingan kelompok. Tempat : Ruang kelas 3. 2. Evaluasi (penilaian) : 1. Sasaran : Kelas XII IA C. Deskripsi dan Komentar : . Anonim. Konselor 3 September Drs. Mengetahui 2011 Kepala SMA 1 Gd.Siswa hadir semua dan tenang ketika diterangkan. pencegahan 4. 30 Agustus 2011 2.Siswa aktif mendengar dan bertanya. Putu W.Menanyakan kepada siswa pada akhir kegiatan layanan bagaimana perasaan siswa setelah kegiatan ini. Tindak Lanjut : 1. D. Spesifikasi Bimbingan : 1. Bidang Bimbingan : Pribadi 2.

131693660 322 .Siswa aktif mendengar dan bertanya. .Menanyakan kepada siswa mengenai materi (syarat-syarat kelulusan). Pelaksanaan Pendukung : 1. 23 – 24 Januari 2011 2.Layanan bimbingan kelompok. siswa mendapat kesempatan yang banyak untuk bertanya. Cara-cara Penilaian : .Siswa membutuhkan materi layanan tersebut untuk keberhasilan dalam belajar di dalam kelas dan hubungan sosial. Deskripsi dan Komentar : . NIP. Deskripsi dan komentar tentang pelaksanaan pendukung : . Anonim. siswa nampak memperhatikan dengan baik dan aktif bertanya. 2011 Mengetahui Kepala SMA 1 Gd. E. Evaluasi (penilaian) : 1.Mengamati keaktifan siswa selama kegiatan berlangsung. Analisa Hasil Penilaian : 1. Cara-cara Analisa : Memberi pertanyaan reflektif kepada diri sendiri dan siswa. NIP. Bidang Bimbingan : Belajar 2.LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI. Jenis Pendukung : Informasi 3. Konselor 25 Januari Drs. 131957012 Kudus. ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN PENDUKUNG BIMBINGAN KONSELING A. Deskripsi dan Komentar : . F. Sasaran : Kelas XII IA C. Waktu : 1 x 45 menit.Layanan berjalan dengan baik. Manis Dra. Tindak Lanjut : 1. Tempat : Ruang kelas 3.Siswa dapat menjawab dengan baik. Putu W. Cara-cara Tindak Lanjut : . . Deskripsi dan komentar : .Melalui bimbingan kelompok.Siswa menganggap kegiatan tersebut penting untuk dipelajari. 2. Spesifikasi Bimbingan : 1. . D. 2. Fungsi Pendukung : Pemahaman dan pencegahan 4. 2. Topik Permasalahan : Panduan operasional Ujian Nasional dan Ujian Sekolah B.

F. bagaimana kalau ada alumni yang butuh dengan siswa langsung menyuruh siswa lain memanggilkan yang bersangkutan.Siswa yang hadir 38 orang. . Jenis Pendukung : Informasi 3. Mengetahui Kepala SMA 1 Gd.Siswa antusias mengikuti kegiatan dengan melihat film dan cukup antusias ketika disuruh menanggapi. NIP. Spesifikasi Bimbingan : 1. 22. Waktu : 1 x 45 menit.Layanan bimbingan kelompok.Siswa antusias ketika mengikuti materi/kegiatan layanan. 2. ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN PENDUKUNG BIMBINGAN KONSELING A. tidak lewat kantor/piket. Cara-cara Analisa : Mengajukan pertanyaan reflektif kepada diri sendiri. 2. Cara-cara Tindak Lanjut : . Pelaksanaan Pendukung : 1.Meminta tanggapan kepada siswa-siswa pada akhir kegiatan layanan. 2. D. Tempat : Ruang kelas 3. Topik Permasalahan : Etika sebagai alumni B. Evaluasi (penilaian) : 1. Manis Dra. Sasaran : Kelas XII IS C. 24 Mei 2011 Konselor Drs. Deskripsi dan komentar : Untuk lebih efektif danintensif dalam layanan maka diperlukan latihan/praktik. Analisa Hasil Penilaian : 1. E. 24 Mei 2011 2. Putu W. Bidang Bimbingan : Akhlak mulia / budi pekerti 2. Fungsi Pendukung : Pemahaman 4. Deskripsi dan Komentar : . . Tindak Lanjut : 1. NIP. Anonim.Observasi / pengamatan. sakit 2 orang. siswa bisa lebih dalam lagi membahas masalah alumni.LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI. Deskripsi dan Komentar : . 131693660 323 . Deskripsi dan komentar tentang pelaksanaan pendukung : .Siswa cukup antusias menanggapi pertanyaan guru. Cara-cara Penilaian : .Melalui bimbingan kelompok. . 131957012 Kudus.

324 .

E. .Kegiatan/layanan ini menarik dan menyenangkan. 28 Februari 2011 2. Topik Permasalahan : Mengenal Dunia Kerja B. Jenis Pendukung : Informasi dan penguasaan konten 3. F. 2. Manis Dra.Bertanya kepada siswa pada akhir layanan/kegiatan “Bagaimana cara mencari lowongan pekerjaan”. Pelaksanaan Pendukung : 1. 13.Layanan bimbingan kelompok. 21. 131693660 325 . 27.Pengamatan/observasi selama kegiatan berlangsung. Tempat : Ruang kelas 3. Waktu : 3 x 45 menit. Deskripsi dan komentar : . 2 Maret 2011 Konselor Drs. . 14. . Cara-cara Tindak Lanjut : . Tindak Lanjut : 1. Cara-cara Penilaian : .Siswa masuk semua. Evaluasi (penilaian) : 1. Deskripsi dan Komentar : . Mengetahui Kepala SMA 1 Gd. D. 131957012 Kudus.Siswa terlihat antusias ketika guru menerangkan materi. 2. Putu W. ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN PENDUKUNG BIMBINGAN KONSELING A. . NIP.Melalui bimbingan kelompok. 20. Anonim.Siswa aktif mendengar dan bertanya.Siswa memperoleh manfaat dari hasil layanan yang diberikan oleh Konselor. Spesifikasi Bimbingan : 1. Cara-cara Analisa : Memberi pertanyaan reflektif kepada diri sendiri. Fungsi Pendukung : Pemahaman 4. NIP. Sasaran : Kelas XII IA C. Bidang Bimbingan : Karir 2. Deskripsi dan Komentar : . 2.LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI. Deskripsi dan komentar tentang pelaksanaan pendukung : . Analisa Hasil Penilaian : 1. siswa mendapat kesempatan mengemukakan hal-hal/masalah yang belum jelas.Siswa dapat menjawab dengan baik.

326 .

Putu W. Mengetahui Kepala SMA 1 Gd. sebagian besar siswa ingin menjawab. Cara-cara Tindak Lanjut : . Deskripsi dan Komentar : . 28 Maret 2011 2. Evaluasi (penilaian) : 1. 30 Maret 2011 Konselor Drs. Deskripsi dan komentar tentang pelaksanaan pendukung : . NIP. siswa memperhatikan. . 20. Warohmah B. F. Tempat : Ruang kelas 3.Bertanya kepada siswa pada akhir layanan.Banyak siswa menginginkan materi ini dibahas lagi dalam kegiatan lain. 14. Anonim. Cara-cara Penilaian : . ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN PENDUKUNG BIMBINGAN KONSELING A.Pada waktu guru menerangkan.Sebagian besar siswa antusias/serius pada waktu Konselor memberi ceramah. Topik Permasalahan : Keluarga Sakinah. E.Layanan bimbingan kelompok. siswa dengan segera mengerjakan. 2. D. Bidang Bimbingan : Sosial 2. 131957012 Kudus. .Pada saat memberi tugas membacakan.Pada saat guru bertanya. . 13. Manis Dra.Kegiatan/layanan ini menarik dan menyenangkan. Analisa Hasil Penilaian : 1.Banyak siswa yang tunjuk jari ketika diberi kesempatan bertanya. 2.Melalui bimbingan kelompok.LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI. Deskripsi dan Komentar : .Pada saat memberi tugas. 27. NIP. Spesifikasi Bimbingan : 1. . Deskripsi dan komentar : .Siswa memperoleh manfaat dari layanan yang diberikan Konselor. Sasaran : Kelas XII IA C. Cara-cara Analisa : Mengajukan pertanyaan reflektif kepada siswa.Pengamatan/observasi ketika kegiatan berlangsung. siswa dapat berlatih mengeluarkan pendapat/tanggapannya. Mawaddah. Tindak Lanjut : 1. Pelaksanaan Pendukung : 1. 21. Fungsi Pendukung : Pemahaman 4. . Jenis Pendukung : Informasi 3. . 131693660 327 . 2. siswa segera melakukan dengan senang. Waktu : 3 x 45 menit. .

328 .

Tindak Lanjut : 1. Cara-cara Tindak Lanjut : .0809.Melalui konseling individual siswa lebih bisa mengungkapkan masalahnya dengan lebih dalam lagi. Fungsi Pendukung : Pengentasan 4.045 C.12. terdengar agar keras dari ruang UKS.Konselor merasa puas dengan layanan yang diberikan kepada siswa.. Mengetahui Kepala SMA 1 Gd. NIP. 4 Februari 2011 2.044 dan A1.Bertanya kepada siswa kepada akhir layanan’ “Apakah Anda puas dengan layanan ini. Deskripsi dan komentar tentang pelaksanaan pendukung : . Evaluasi (penilaian) : 1. Cara-cara Penilaian : . D. . Jenis Pendukung : Mediasi 3.Dua belah pihak kooperatif dengan Konselor. ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN PENDUKUNG BIMBINGAN KONSELING “ MEDIASI “ A. . Sasaran : A1. 2. F. Tempat : Ruang UKS 3. Cara-cara Analisa : Mengajukan pertanyaan reflektif kepada siswa. Putu W. 131957012 Kudus. Deskripsi dan Komentar : . Deskripsi dan komentar : . 5 Maret 2011 Konselor Drs.LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI. 2. E. Spesifikasi Bimbingan : 1.Dua siswa bertengkar beradu mulut. Waktu : Rabu.12. Anonim. Analisa Hasil Penilaian : 1. 2. 131693660 329 .Konseling individual. NIP.Keduabelah pihak kooperatif dengan Konselor.Pengamatan/observasi selama layanan berlangsung. . Manis Dra. . ataukah masih ada yang mengganjal di hati”.Keduabelahpihak cukup puas dan berjanji untuk tetap berhubungan dengan bai. Bidang Bimbingan : Pribadi 2.Kegiatan/layanan ini membantu siswa untuk berhasil dalam membina hubungan sosial dengan teman sebayanya.0809. Pelaksanaan Pendukung : 1. Deskripsi dan Komentar : . Topik Permasalahan : Bertengkar dengan pacar di ruang UKS B.

330 .

E.Sebagian besar siswa antusias/serius pada waktu Konselor memberi ceramah. Evaluasi (penilaian) : 1. . Deskripsi dan Komentar : . 28 Maret 2011 2. Cara-cara Penilaian : . sebagian besar siswa ingin menjawab. Topik Permasalahan : Keluarga Sakinah. NIP. Pelaksanaan Pendukung : 1.Banyak siswa menginginkan materi ini dibahas lagi dalam kegiatan lain.Pada saat guru bertanya. Sasaran : Kelas XII IA C. 2.Siswa memperoleh manfaat dari layanan yang diberikan Konselor. Manis Dra. Fungsi Pendukung : Pemahaman 4. . Warohmah B.Pada saat memberi tugas. Mengetahui Kepala SMA 1 Gd. Jenis Pendukung : Informasi 3. 21. Mawaddah. Tempat : Ruang kelas 3. 14. siswa dapat berlatih mengeluarkan pendapat/tanggapannya. D. Deskripsi dan Komentar : . 20. 2. .Layanan bimbingan kelompok. ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN PENDUKUNG BIMBINGAN KONSELING A. . 13. NIP. 27.Melalui bimbingan kelompok. 131957012 Kudus. siswa segera melakukan dengan senang.Pada saat memberi tugas membacakan. .Bertanya kepada siswa pada akhir layanan. . Tindak Lanjut : 1.LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI.Pengamatan/observasi ketika kegiatan berlangsung. Anonim. Waktu : 3 x 45 menit. 131693660 331 . F. Spesifikasi Bimbingan : 1. Analisa Hasil Penilaian : 1.Banyak siswa yang tunjuk jari ketika diberi kesempatan bertanya. siswa memperhatikan. .Pada waktu guru menerangkan. Cara-cara Analisa : Mengajukan pertanyaan reflektif kepada siswa. 2. 30 Maret 2011 Konselor Drs. Putu W. Deskripsi dan komentar tentang pelaksanaan pendukung : . Deskripsi dan komentar : . Bidang Bimbingan : Sosial 2.Kegiatan/layanan ini menarik dan menyenangkan. siswa dengan segera mengerjakan. Cara-cara Tindak Lanjut : .

332 .

Waktu : 3 x 45 menit.Pada saat memberi tugas. 30 Maret 2011 Konselor Drs. Evaluasi (penilaian) : 1.Pada saat guru bertanya. Pelaksanaan Pendukung : 1. siswa segera melakukan dengan senang. Mawaddah. Fungsi Pendukung : Pemahaman 4. Deskripsi dan komentar : .Banyak siswa menginginkan materi ini dibahas lagi dalam kegiatan lain. siswa dengan segera mengerjakan. .Kegiatan/layanan ini menarik dan menyenangkan. 28 Maret 2011 2.Bertanya kepada siswa pada akhir layanan. Topik Permasalahan : Keluarga Sakinah. . Deskripsi dan komentar tentang pelaksanaan pendukung : . 21. Sasaran : Kelas XII IA C. Mengetahui Kepala SMA 1 Gd. D.Siswa memperoleh manfaat dari layanan yang diberikan Konselor. 2. Jenis Pendukung : Informasi 3. . 2. Bidang Bimbingan : Sosial 2. E. . 131693660 333 . F. Warohmah B. Deskripsi dan Komentar : . Cara-cara Tindak Lanjut : .Pengamatan/observasi ketika kegiatan berlangsung.Sebagian besar siswa antusias/serius pada waktu Konselor memberi ceramah.Pada waktu guru menerangkan. Tindak Lanjut : 1.LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI. 13. Manis Dra. 14.Layanan bimbingan kelompok.Banyak siswa yang tunjuk jari ketika diberi kesempatan bertanya. NIP. Anonim. Cara-cara Penilaian : . sebagian besar siswa ingin menjawab. Putu W. Spesifikasi Bimbingan : 1.Melalui bimbingan kelompok. Analisa Hasil Penilaian : 1. 20. Tempat : Ruang kelas 3. ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN PENDUKUNG BIMBINGAN KONSELING A. Cara-cara Analisa : Mengajukan pertanyaan reflektif kepada siswa. 131957012 Kudus. . 2. siswa memperhatikan. . 27. siswa dapat berlatih mengeluarkan pendapat/tanggapannya. Deskripsi dan Komentar : .Pada saat memberi tugas membacakan. . NIP.

334 .

Tindak Lanjut : 1. .Orang tua merasa senang dengan layanan konsultasi oleh sekolah. Konselor 30 Januari Drs. NIP. Deskripsi dan komentar tentang pelaksanaan pendukung : . 131693660 335 . Bidang Bimbingan : Belajar 2. Evaluasi (penilaian) : 1.Bertanya kepada teman-temannya.Pengamatan/observasi ketika kegiatan berlangsung. orang tua terbuka terhadap keadaan keluarga dan cukup tahu terhadap sahabat-sahabat anaknya. . 131957012 Kudus.Orang tua kooperatif dengan Konselor. Topik Permasalahan : Anak ingin pindah ke sekolah lain B.Konsultasi berjalan dengan lancar. Tempat : Ruang BK 3. .11. 22 Januari 2011 2. Pelaksanaan Pendukung : 1. Deskripsi dan Komentar : .Bertanya setelah selesai layanan. Cara-cara Penilaian : . Deskripsi dan komentar : . “Apakah orang tua senang dengan layanan ini”. 2. Sasaran : Orang tua siswa B2. Waktu : Kamis. . Manis Dra.LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI. Spesifikasi Bimbingan : 1. Analisa Hasil Penilaian : 1. Anonim. Jenis Pendukung : Konsultasi 3. E.Melalui konseling dengan data yang lebih lengkap diharapkan siswa akan mau lebih terbuka. 2011 Mengetahui Kepala SMA 1 Gd.Konseling 2. D.Dengan bertanya kepada temannya diharapkan akan memberikan informasi apakah ada permasalahan diantara klien dengan siswa lain. 2. F. Deskripsi dan Komentar : . ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN PENDUKUNG BIMBINGAN KONSELING “ KONSULTASI “ A.Konselor memperoleh kepuasan dari hasil layanan ini.027 C.Orang tua memperoleh manfaat dari hasil layanan yang diberikan oleh Konselor. . Fungsi Pendukung : Pemahaman dan pengentasan 4. Putu W. Cara-cara Tindak Lanjut : .0809. Cara-cara Analisa : Mengajukan pertanyaan reflektif kepada orang tua. NIP.

336 .

B. Cenderung pasif. internet. diantaranya adalah : a. fotokopi KTP. Manusia hanya dapat hidup sebagai pribadi terhormat dan mandiri apabila menghayati dirinya sebagai pribadi yang bertanggug jawab membangun serta memelihara kehidupan yang manusiawi. Apabila seorang siswa dengan keterbatasannya tidak dapat melanjutkan ke perguruan tinggi atau mengikuti kursus atau pelatihan.  Rajin mengunjungi pusat-pusat perkantoran dan pameran bursa kerja.  Membaca koran atau majalah yang memuat lowongan kerja. dan sebagainya. Materi Pokok 1. PNS : . disamping untuk berbakti. kesempatan mengembangkan diri serta aktualisasi diri. pas foto dan daftar riwayat hidup. d. Gaji tetap. Pengertian Karier : Perkembangan dan kemajuan dalam kehidupan. persiapan karier dan melanjutkan pendidikan tinggi. c. b.  Mengikuti tes (seleksi) 4. Wirausaha : Menjadi pimpinan terhadap diri sendiri.  Memantapkan rasa percaya diri dan mempromosikan kemampuan yang dimiliki. Bentuk Seleksi  Seleksi administrasi : Surat lamaran. SKKB. Sebagai suatu kesempatan hendaknya pekerjaan tidak disia-siakan dan terus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Memasuki kehidupan berkeluarga. serta berperan dalam masyarakat luas. c.  Tes wawancara : Wawancara biasanya dilaksanakan setelah mengalami beberapa seleksi. Harus ulet. C.  Psikotes (tes kemampuan) : Biasanya meliputi tes bakat. kecepatan dan ketelitian kerja. tekun. Macam Pekerjaan a. Pekerjaan adalah sumber penghasilan. Memasuki dunia kerja. minat. Mencari Lowongan Kerja Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mencari dan memilih pekerjaan. Tugas Perkembangan Mengembangkan penguasaanilmu. pekerjaan. Ada beberapa kemungkinan yang dapat dilakukan oleh siswa setelah tamat SMA.  Melihat informasi lowongan kerja melalui elektronik. Hati-hati dan harus disiplin. 337 .  Bergaul dan bertanya kepada orang-orang yang sudah bekerja. 2. Non PNS/Swasta : Karir terbuka bagi yang kreatif.Karir Gaji pasti tiap bulan. sikap kerja. b. 3. seperti televisi. Melanjutkan ke perguruan tinggi.  Mendaftarkan diri ke Departemen Tenaga Kerja sebagai calon pencari kerja. dan kesenian sesuai dengan program kurikulum. Gaji bagus bagi perusahaan yang bonafid.  Seleksi akademis : Biasanya tes tertulis meliputi pengetahuan umum. jabatan pekerjaan yang memberikan harapan untuk maju.MATERI LAYANAN “ MEMASUKI DUNIA KERJA “ A. fotokopi STTB. Sub Tugas Perkembangan Memiliki kesadaran dan dorongan untuk mempersiapkan diri terjun ke dunia kerja. Mengikuti kursus atau pelatihan. Untuk mendapatkan pekerjaan dapat dengan cara mencari lowongan pekerjaan atau menciptakan lapangan pekerjaan sendiri. maka jalan yang ditempuh adalah dengan mencari pekerjaan. teknologi.

Ketika Anda memutuskan untuk menikah berarti Anda sudah harus siap bertanggung jawab bukan hanya untuk diri sendiri. Sub Tugas Perkembangan Merencanakan dan hidup berkeluarga dengan baik. WAROHMAH “ A. ketahanan fisik dan sebagainya. Tips membuat lamaran pekerjaan a. Jawablah pertanyaan denganjelas. B. Menikah merupakan salah satu kebutuhan manusia untuk melanjutkan keturunan. Biasanya tes ini meliputi tes penglihatan. bagi yang sudah mampu dan tidak dapat mengendalikan nafsu sahwatnya (jika tidak kawin akan terjerumus kepada perbuatan zina). keluarga suami/istri Anda dan lingkungan. 2. 338 . i. Perhatikan penampilan Anda. f. Sunah. b. Menikah hukumnya wajib bagi yang sudah mampu. C.  MATERI LAYANAN “ KEHIDUPAN BERKELUARGA SAKINAH. h.5. g. Hukum-hukum nikah antara lain : 1. Untuk memasuki kehidupan berkehidupan berkeluarga diperlukan berbagai macam pertimbangan. Mempersiapkan diri dalam menghadapi berbagai kemungkinan pertanyaan. Berbagai macam tanggung jawab ekonomi. Namun demikian untuk berumah tangga tidaklahmudah. c. Bahasa standar atau baku. Haram. d. Materi Pokok Tuhan menciptakan manusia secara berpasang-pasangan. Lampiran lengkap. Bersikap sopan dari mulai masuk ruangan saat wawancara sampai selesai. Bersikap tenang saat meninggalkan ruang wawancara. Tips menghadapi tes wawancara : a. Tulisan jelas dan rapi. Berterus terang bila Anda tidak tahu jawaban pertanyaan pewawancara. Tugas Perkembangan Mengembangkan penguasaan ilmu. Jangan lupa berdoa terlebih dahulu. Kesiapan secara fisik maupun ekonomi sangat diperlukan disamping kesiapan mental. serta berperan dalam masyarakat yang luas. Mengucapkan terima kasih setelah wawancara selesai. rapi dan sopan. Datang lebih awal 15 atau 20 menit sebelum acara dimulai. Amplop ada kode lowongan pekerjaan buat yang khas. teknologi. Seleksi kesehatan (tes fisik) digunakan untuk mengetahui kesesuaian antara fisik pekerja dengan jenis pekerjaan. 3. MAWADDAH. b. moral dibebankan kepada Anda. sosial. c. bagi yang sudah mampu namun masih mampu mengendalikan nafsunya. dan kesenian sesuai dengan program kurikulum persiapan karier dan melanjutkan pendidikan tinggi. d. Anda dituntut untuk memberi nafkah apabila Anda laki-laki dan dapat memelihara keluarga (anak dan suami) apabila Anda perempuan. berpakaian bersih. e. pendengaran. Orang yang sudah berumah tangga secara otomatis dianggap dewasa. jika mengawini seseorang dengan maksud untuk menyakiti pasangan hidupnya. tetapi terhadap anak. Wajib. walaupun secara usia masih belia.

Materi : . 1. seperti rasa aman. pakaian. Persiapan berkeluarga. pendidikan.Anak. Laki-laki umur 21 tahun Perempuan umur 18 tahun Syarat agama (Islam) : Seagama Islam Sudah baligh Mampu 3. rasa sayang. . membantu tugas/pekerjaan rumah dan mencari ilmu dengan baik demi masa depannya. rumah.Jika Anda setelah lulus SMA memutuskan untuk menikah harus dipertimbangkan secara matang. 2. . Keluarga adalah “Perekrutan terkecil dari masyarakat”.siap dengan rintangan/masalah-masalah dalam keluarga c. sebagai ibu rumah tangga harus bisa menjaga harta dengan baik.siap menyatukan dua sifat yang berbeda .usia .siap dengan tugas dan tanggung jawabnya .mampu menghidupi keluarganya 339 . Karena pernikahan di usia dini umumnya mengalami banyak hambatan dan tantangan. Psikis : . 4. Syarat-syarat perkawinan / UU No. Fisik : .Ibu. dan sebagainya. . dan menjaga martabat dirinya dan keluarga. peranannya harus bisa menjaga nama baik keluarga dengan sikapnya. Nafkah batin kepada istri dan anak. 1 tahun 1974. Tugas/peranan anggota keluarga. Dimana masing-masing anggota keluarga memiliki peran masing-masing. mendidik anak. Nafkah lahir seperti makan.Ayah.mampu b. sebagai kepala keluarga memberi nafkah kepada anggota keluarganya. a.

340 .

Pendekatan konseling behavioristik. Memahami tujuan konseling individual 3. tujuan. 2. Memahami asas-asas konseling individual 5. Untuk mempraktikkan teknik-teknik yang tersaji dalam buku ini tidak terlalu sulit. Petunjuk Belajar Agar peserta PLPG dapat mengikuti kegiatan ini dengan lancar dan baik maka perlu diperhatikan beberapa petunjuk belajar sebagai berikut : 1. D. Memahami makna hubungan konselor dan konseli dalam konseling individual 4. Perhatikan ceramah yang diberikan oleh dosen atau instruktur dengan cermat. sebab subyek yang bisa saudara pergunakan praktek ada di sekitar saudara. pendekatan konseling rational emotif terapi sehingga dengan membaca buku ajar ini pembaca dapat menguasai kerangka teoretik dan praksis konseling individual dan selanjutnya mampu mengaplikasikan pendekatan atau model konseling behavioristik dan model konseling rational emotif terapi dalam kegiatan bimbingan dan konseling di sekolah. Memahami pengertian. fungsi. dan asas konseling individual 2. Menguasai prosedur penggunaan teknik konseling dalam seting individual. fungsi dan asas-asas konseling. Kerjasama dalam kegiatan ini sangat diperlukan guna mencapai hasil yang optimal. 4. Memahami dan menerapkan keterampilan dasar Attending 341 . Menganalisis konsep dasar dan aplikasi teknik pendekatan Rational Emotif Terapi (RET) dalam setting individual 7. Memahami makna konseli dan konselor individual 3. B.BAB I PENDAHULUAN A. Deskripsi Materi dalam buku ajar ini meliputi definisi. Menganalisis konsep dasar dan aplikasi teknik pendekatan Behavioristik dalam setting individual 6. Jika diberi kesempatan bertanya oleh dosen pergunakanlah dengan sebaik-baiknya dan jika menemukan sumber yang berbeda tanyakan pula kepada dosen atau instruktur dengan cara yang baik. Menerapkan konsep ketrampilan dasar paraprase. Memahami makna konseli individual 6. C. tujuan. dan akan lebih baik lagi jika ada partner yang bisa diajak berkomunikasi dalam memahami isi buku ini. 3. Memahami makna Konselor individual 7. Pada setiap akhir suatu pembahasan disediakan tugas yang harus dikerjakan dengan sungguh-sungguh. Memahami pengertian konseling individual 2. keterampilan dasar konseling. refleksi perasaan. dan lakukan pencatatan yang dianggap penting. Kompetensi dan Indikator Kompetensi yang hendak dicapai adalah peserta pelatihan dapat : 1. hubungan konselor dan konseli dalam konseling. dan keterampilan dasar konseling meringkas 5. Prasyarat Buku ajar ini khususnya disusun untuk peserta PLPG bidang Bimbingan dan Konseling (BK). Sebelum pelatihan dilaksanakan seyogyanya peserta pelatihan telah membaca terlebih dahulu materi latih. Memahami makna hubungan konselor dan konseli dalam konseling individual 8. Memahami fungsi konseling individual 4. Lakukan pencatatan dengan sebaik-baiknya sebagai laporan praktik. konfrontasi. Prasyarat yang diperlukan bagi peserta PLPG untuk mempelajari bahan ajar ini adalah peserta lulusan S1 Program Studi BK atau lulusan S1 Program Studi Lain yang pernah bertugas sebagai guru pembimbing di sekolah. Indikatornya adalah: 1.

19. Memahami dan menerapkan keterampilan Interpretasi 14. Memahami dan menerapkan keterampilan Normalisasi 16. 17. 342 . Menganalisis konsep dasar dan aplikasi teknik pendekatan behavioristik dalam seting individual. Memahami dan menerapkan keterampilan Parafrase isi dan Refleksi perasaan 15. 21. Menguasai prosedur penggunaan teknik konseling pendekatan RET. Mengevaluasi ketepatan penggunaan teknik konseling RET dalam kasus. Menguasai prosedur penggunaan teknik konseling pendekatan behavioristik. Memahami dan menerapkan keterampilan Memimpin 11. 23. Memahami dan menerapkan keterampilan Respon Mendengarkan 10. Menganalisis kasus yang mendasari alasan konselor menggunakan teknik konseling RET. Mengevaluasi ketepatan penggunaan teknik konseling behavioristik dalam kasus. Memahami dan menerapkan keterampilan Memantulkan 12. 22.9. 20. Memahami dan menerapkan keterampilan Konfrontasi 13. 18. Menganalisis konsep dasar dan aplikasi teknik pendekatan RET dalam seting individual. Menganalisis kasus yang mendasari alasan konselor menggunakan teknik konseling behavioristik.

serta pendekatan dalam implementasi pelayanan konseling. Terkait dengan lengkapnya penerapan pendekatan dan teknik serta asasasas yang ada dalam konseling individual. walaupun dalam perkembangan kemudian ada konseling kelompok (group counseling). Memahami asas-asas konseling individual B. Kompetensi dan Indikator Para peserta pelatihan dapat memahami pengertian. tujuan. 1. Konseling individual merupakan pelayanan bantuan secara profesional melalui hubungan khusus secara pribadi dalam wawancara antara seorang konselor dan seorang untuk mengentaskan masalah yang dihadapi individu dalam kehidupannya. Agar dapat mencapai tujuan konseling secara efektif. maka sering dianggap sebagai ”jantung hatinya” pelayanan konseling yang berarti sebagai berikut:  Konseling individual seringkali merupakan layanan esensial dan puncak (paling bermakna) dalam pengentasan masalah konseli. dan asas-asas konseling Adapun indikatornya. Konseli mengalami kesukaran pribadi yang tidak dapat ia pecahkan sendiri. FUNGSI DAN ASAS-ASAS KONSELING A. permasalahan yang dihadapi oleh individu pun semakin kompleks. Proses konseling sejatinya merupakan usaha menghidupkan dan mendayagunakan secara penuh fungsi-fungsi dan potensi-potensi yang ada pada diri konseli. dan asasasas konseling.  Seorang ahli (konselor) yang mampu dengan baik menerapkan secara sinergis berbagai pendekatan. Proses konseling pada dasarnya dilakukan secara individual (between two persons) yaitu antara konselor dan konseli. diyakini akan mampu juga menyelenggarakan jenis-jenis layanan lain keseluruhan spektrum pelayanan konseling. tujuan. Memahami tujuan konseling individual 3. teknik dan asas-asas konseling dalam layanan Konseling individual. Pemecahan masalah dalam proses konseling itu dijalankan dengan wawancara atau diskusi antara konselor dan konseli secara face to face. Dengan demikian individu tersebut memerlukan konseling individual yang secara sistematis mampu mengentaskan masalah yang dihadapinya sehingga ia mampu mengembangkan dirinya ke arah peningkatan kualitas kehidupan efektif sehari-hari (efektive daily living) dan mengembangkan potensi dan kemandirian secara optimal pada setiap tahap perkembangannya. TUJUAN. fungsi. Uraian Materi Perkembangan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut kualitas hidup individu. Memahami fungsi konseling individual 4. 343 . Pengertian konseling individual Konseling adalah bantuan yang diberikan kepada individu dalam memecahkan masalah kehidupannya dengan wawancara dan dengan cara yang sesuai dengan keadaan yang dihadapi individu untuk mencapai kesejahteraan hidupnya. Memahami pengertian konseling individual 2. Dalam layanan konseling individual. Pemilihan dan penyesuaian yang tepat dapat memberikan perkembangan ini individu dapat lebih baik dalam lingkungannya. keputusan diri sendiri sehingga ia dapat lebih baik menyesuaikan diri dengan lingkungannya dan memberikan kesejahteraan pada diri sendiri dan masyarakat sekitarnya. seorang konselor diharapkan memiliki pemahaman mendasar dan komprehensif tentang esensi. Dalam hal ini harus selalu diingat agar individu pada akhirnya dapat memecahkan setiap masalah yang mungkin akan dihadapi dalam kehidupannya. Permasalahan yang dialami oleh individu tersebut seringkali tidak mampu diatasi sendiri oleh individu tersebut dan tidak mampu pula jika hanya diberi nasihat oleh orang lain. peserta pelatihan dapat: 1. Dalam konseling diharapkan konseli dapat mengubah sikap.BAB II DEFINISI. kemudian ia meminta bantuan konselor sebagai petugas yang profesional dalam jabatannya dengan pengetahuan dan keterampilan yang dimilikinya. konselor memberikan ruang dan suasana yang memungkinkan konseli membuka diri setransparan mungkin.

c. kekinian. b. b. d. keterbukaan. mendalami arti nilai hidup pribadi. Tujuan Konseling individual Konseling bertujuan membantu membantu individu untuk mengadakan interpretasi fakta-fakta. 4. serta positif dan dinamis (fungsi pemahaman). Segenap rahasia pribadi konseli yang terbongkar menjadi tanggung jawab penuh konselor untuk melindunginya. dan potensi konseli dikembangkan. kini dan mendatang. Masalah yang dialami yang dialami konseli menyangkut dilanggarnya hak-hak konseli sehingga konseli teraniaya dalam kadar tertentu. 3. Melalui layanan konseling individual konseli memiliki kemampuan untuk membela diri sendiri menghadapi keteraniayaan itu. Yang mendasar seluruh kegiatan layanan konseling individual adalah asas kerahasiaan. suatu yang ingin dihilangkan. Asas-asas konseling akan memperlancar proses dan memperkuat bangunan yang ada di dalamnya. maka dalam layanan Konseling individual dapat dirinci dan secara langsung dikaitkan dengan fungsi-fungsi konseling secara menyeluruh diembannya yaitu sebagai berikut: a. Melalui layanan konseling individual konseli memahami seluk beluk masalah yang dialami secara mendalam dan komprehensif. Fungsi Konseling individual Dalam kerangka tujuan umum di atas. kegiatan. Keyakinan konseli akan adanya perlindungan yang demikian itu menjadi jaminan untuk suksesnya pelayanan. terutama pada sisi konseli. Kelima sasaran yang merupakan wujud dari keseluruhan fungsi konseling itu. diperkuat oleh terentaskannya masalah. kemampuan konseli ditingkatkan. kenormatifan dan asas keahlian. Apabila masalah konseli itu dicirikan antara lain: sesuatu yang tidak disukai adanya. 2. Asas kesukarelaan dan keterbukaan Kesukarelaan penuh konseli untuk menjalani proses layanan konseling individual bersama konselor menjadi buah dari terjaminnya kerahasiaan pribadi konseli. layanan konseling individual dapat menangani sasaran yang bersifat advokasi (fungsi advokasi). Dengan demikian kerahasiaan dan kesukarelaan menjadi unsur dwi- 344 . secara langsung mengarah kepada dipenuhinya kualitas untuk kehidupan sehari-hari yang efektif (efektive daily living). kesukarelaan. Asas kerahasiaan Hubungan interpersonal yang amat intens sanggup membongkar berbagai isi pribadi yang paling dalam sekalipun. Pengembangan dan pemeliharaan potensi konseli dan berbagai unsur positif yang ada pada dirinya merupakan latar belakang pemahaman dan pengentasan masalah konseli dapat dicapai (fungsi pengembangan dan pemeliharaan). kesukarelaan. Konseling memberikan bantuan kepada individu untuk mengembangkan kesehatan mental. sesuatu yang dapat menghambat atau menimbulkan kerugian. e. serta diharapkan tercegah pula masalah-masalah baru yang mungkin timbul timbul (fungsi pencegahan). Tujuan umum layanan Konseling individual adalah terentaskannya masalah yang dialami konseli. dan tingkah laku.a. Pemahaman yang mengarah kepada dikembangkannya persepsi dan sikap serta kegiatan demi terentaskannya secara spesifik masalah yang dialami konseli tersebut (fungsi pengentasan). Asas-asas konseling individual Kekhasan yang paling mendasar layanan konseling individual adalah hubungan interpersonal yang amat intens antara konseli dan konselor. Konseling menjadi strategi utama dalam proses bimbingan dan merupakan teknik standar serta merupakan tugas pokok seorang konselor di pusat pendidikan. Untuk ini asas kerahasiaan menjamin jaminannya. Layanan konseling individual seringkali menjadikan pengembangan/ pemeliharaan potensi dan unsur-unsur positif konseli sebagai fokus dan sasaran layanan. maka upaya pengentasan masalah konseli melalui Konseling individual akan mengurani intensitas ketidaksukaan atas keberadaan sesuatu yang dimaksud. perubahan sikap. akan merupakan kekuatan bagi tercegah menjalarnya masalah yang sekarang sedang dialami itu. Dengan layanan Konseling individual beban konseli diringankan.

4. Rangkuman Makna konseling adalah suatu proses bantuan secara profesional antara konselor dan konseli yang bertujuan membantu untuk mengentaskan masalah yang dihadapi individu dalam kehidupannya. Kesukarelaan awal ini harus dipupuk dan dikuatkan. Dengan nuansa kekinianlah segenap proses layanan dikembangkan dan atas dasar kekinian pulalah kegiatan konseli dalam layanan dijalankan. D. diharapkan konseli dapat mengubah sikap. Diskusikan pula latihan yang telah anda kerjakan. Question. Kemudian diskusikan materi yang telah anda ringkas. Read. keputusan diri sendiri sehingga ia dapat lebih baik menyesuaikan diri dengan lingkungannya dan memberikan kesejahteraan pada diri sendiri dan masyarakat sekitarnya. tunggal yang mengantarkan konseli ke arena proses layanan konseling individual. aktif agar konseli mampu mengambil keputusan sendiri. 3. Apabila penguatan kesukarelaan awal ini gagal dilaksanakan maka keterbukaan tidak akan terjadi dan kelangsungan proses layanan terancam kegagalan. Asas kenormatifan dan keahlian Semua aspek teknis dan isi layanan konseling individual adalah normatif artinya tidak boleh terlepas dari kaidah-kaidah norma yang berlaku baik norma agama. Buatlah ringkasan materi dengan metode PQ4R (Preview. Recite dan Review). terkait dengan hal tersebut peserta diharapkan perlu untuk melakukan latihan-latihan sebagai berikut: 1. Jadi seberat apapun pengembangan kesukarelaan dan keterbukaan itu harus dilakukan konselor. yaitu: 1. 2. Seluruh kegiatan konseling individual ini bernuansa kekinian dan rahasia pribadi sepenuhnya dirahasiakan. Sebagai seorang yang ahli dalam pelayanan konseling. Konseli dituntut untuk benar-benar aktif menjalani proses perbantuan melalui layanan konseling individual. hukum. Pelajari terlebih dahulu materi yang telah tersaji pada kegiatan di Bab II ini secara seksama. Reflect on the material. buatlah contoh dalam penerapan fungsi dan asas konseling individual. Lembar Kegiatan Peserta Pelatihan Untuk mendukung pencapaian tujuan dalam kegiatan peserta pelatihan ini. adat. Keahlian konselor itu diterapkan dalam suasana normatif terhadap konseli yang sukarela. konselor mencurahkan keahlian profesionalnya dalam pengembangan konseling individual untuk kepentingan konseli dengan menerapkan semua asas di atas. d. apabila proses konseling hendak dihidupkan. Konseli pada awalnya dalam kondisi sukarela untuk bertemu dengan konselor. 2. Dalam layanan konseling individual. di bawah ini terdapat beberapa langkah yang harus dilakukan. 345 . 3.c. Pemilihan dan penyesuaian yang tepat dapat memberikan perkembangan ini individu dapat lebih baik dalam lingkungannya. dari awal dan selama proses layanan sampai pada periode pasca layanan. ilmu. Asas kekinian dan kegiatan Asas kekinian diterapkan sejak paling awal konselor bertemu konseli. Latihan Setelah pelatihan peserta pelatihan diharapkan dapat memahami materi pada bagian bab II. identifikaskan perubahan perilaku yang termasuk ke dalam tujuan konseling individual. Tanpa keseriusan dalam aktifitas yang dimaksudkan itu dikhawatirkan perolehan konseli akan sangat terbatas atau keseluruhan proses layanan itu menjadi sia-sia. terbuka. dan kebiasaan. Asas kesukarelaan akan menghasilkan keterbukaan konseli. C. Konseli dan konselor terikat sepenuhnya oleh nilai-nilai dan norma yang berlaku. Rumuskan konsep dasar tentang definisi konseling individual. E.

dan potensi konseli dikembangkan. fungsi pengembangan dan pemeliharaan. Tujuan secara umum layanan Konseling individual adalah terentaskannya masalah yang dialami konseli. dan fungsi advokasi. maka dalam layanan Konseling individual dengan menggunakan fungsi-fungsi yang ada dalam pelayanan konseling yaitu: fungsi pemahaman. Kelima sasaran yang merupakan wujud dari keseluruhan fungsi konseling itu. Dengan demikian. Yang mendasar seluruh kegiatan layanan konseling individual adalah asas kerahasiaan. kegiatan. dan tingkah laku. tujuan. secara langsung mengarah kepada dipenuhinya kualitas untuk kehidupan sehari-hari yang efektif (efektive daily living). fungsi pencegahan. kini dan mendatang. makna. Kekhasan yang paling mendasar layanan konseling individual adalah hubungan interpersonal yang amat intens antara konseli dan konselor. kenormatifan dan asas keahlian. Dalam kerangka tujuan inilah. dan asas-asas dalam pelaksanaan layanan konseling individual hendaknya harus dipahami dan dilaksanakan agar tercipta suatu layanan konseling individual yang berkualitas. perubahan sikap. Konseling memberikan bantuan kepada individu untuk mengembangkan kesehatan mental.Konseling bertujuan membantu membantu individu untuk mengadakan interpretasi fakta-fakta. kekinian. kesukarelaan. mendalami arti nilai hidup pribadi. 346 . Dengan layanan Konseling individual diharapkan beban konseli diringankan. fungsi. kemampuan konseli ditingkatkan. fungsi pengentasan. Konseling menjadi strategi utama dalam proses bimbingan dan merupakan teknik standar serta merupakan tugas pokok seorang konselor di pusat pendidikan. kesukarelaan. Asas-asas konseling akan memperlancar proses dan memperkuat bangunan yang ada di dalamnya. keterbukaan.

Respek dan apresiatif terhadap diri sendiri. kekuatan atau daya (strength). b. artinya konselor harus memilki suatu rasa harga diri yang kuat yang menyanggupkannya berhubungan dengan orang lain atas dasar hal-hal yang positif dari konseli. yang berupa kerelaan untuk mengambil bagian dengan orang lain dalam suka duka mereka. kesabaran. kebebasan. Memiliki gagasan yang jelas mengenai keyakinan tentang hidup. seorang konselor dituntut memiki seperangkat sifat kepribadian dan ketrampilan tertentu. selain menggunakan media verbal. kepekaan (sensitivity). kejujuran. 2. Para peserta pelatihan dapat memahami komponen konseling. Mampu mereduksi kecemasan. Uraian Materi Dalam kegiatan belajar bab III ini akan diuraikan materi yang berkaitan dengan komponen konseling. dapat dipercaya (trustworthness). Kompetensi dan Indikator Pada kegiatan belajar 2 ini. manusia. 1. e. Untuk mengelola konseling secara efetif. d. dan tanpa syarat memandang dan merespons konseli sebagai pribadi. Konselor tidak hanya puas dengan apa yang ada dan berupaya mempertanyakan mutu eksistensinya. Beberapa kompetensi pribadi yang signifikan untuk dimiliki konselor antara lain. kesehatan psikologis yang baik. serta menerapkannya sesuai dengan konteks dan pribadinya. hal mana timbul dari keterbukaan konselor terhadap masalah dan perasaan sendiri. Komponen konseling merupakan bagian-bagian penting yang sangat menentukan terjadinya proses konseling. kehangatan (warmth) pendengar yang aktif (active responsiveness). Kompetensi tersebut akan mendorong konselor untuk menjadi pribadi terapeutik. konselor juga dapat menggunakan media tulisan. tidak tertekan. tidak membiarkan diri menurun kapasitasnya c. Dalam proses konseling. dan kesadaran holistik. Memiliki kemampuan untuk hadir bagi orang lain. peserta pelatihan dapat : Memahami makna konseli individual Memahami makna Konselor individual 3. dan media pengembangan tingkah laku lainnya. sehingga dia sanggup menghayati dan menunjukan empaty dengan konselinya. 347 . tidak menunjukan sikap bermusuhan. dalam pengertian berusaha untuk terbuka guna memperluas cakrawala wawasannya.BAB III HUBUNGAN KONSELOR DAN KONSELI DALAM KONSELING INDIVIDUAL A. Semua itu diupayakan konselor dengan cara-cara yang cermat dan tepat. Mengembangkan diri menjadi konselor yang otonom. Dalam konseling individual. Meskipun dalam tataran konsep berkembangnya pandangan yang bervariasi tentang konselor yang efektif. Memahami makna hubungan konselor dan konseli dalam konseling individual B. melalui pengembangan gaya konseling yang sesuai dengan kepribadiannya sambil terbuka untuk belajar dari orang lain. dan motivasinya. demi terentaskannya masalah yang dialami oleh konseli. Berorientasi untuk tumbuh dan berkembang. dan mempelajari berbagai konsep dan teknik konseling. di bawah ini akan diuraikan komponen yang dituntut ada dalam konseling. media elektronik. gambar. kesadaran dan pandangan yang tepat terhadap peranannya. nilainilai. konselor menjadi aktor yang secara aktif mengembangkan proses konseling untuk mencapai tujuan konseling sesuai dengan prinsip-prinsip dasar konseling. yang antara lain dapat dideskripsikan sebagai berikut : a. Adapun indikatornya. yaitu : Konselor Konselor adalah seseorang yang karena kewenangan dan keahliannya memberi bantuan kepada konseli. namun mereka mengakui bahwa karakteristik pribadi dan perilaku konselor kontributif bagi pembinaan relasi yang bermakna yang akan mendorong konseli untuk berkembang. serta terus menerus berusaha memahami dirinya sendiri karena konselor hendak mendorong pemahaman diri itu dalam diri konseli. f. Terkait dengan hal tersebut. dan masalah-masalah. berkompeten. pengetahuan yang baik tentang diri sendiri (self-knowledge).

hidup yang lebih berarti. ada yang datang dengan perantara orang lain. Ada yang datang sendiri dengan kemauan kuat untuk menemui konselor (self-referal). dan dilayani sepenuhnya oleh konselor. uneg-uneg. Kedatangan konseli bertemu konselor disertai dengan kondisi tertentu yang ada pada konseli. hubungan konselor dengan dengan konseli berada dalam konteks hubungan membantu (helping relationship). dan cara menghadapi kehidupan dengan memanfaatkan sumber-sumber internal pada pihak konseli. Dengan adanya a. tidak bersikap defensif karena jika konseli memiliki sikap-sikap demikian akan menghambat hubungan konseling. dan memahami secara empati (emphatic understanding). Dengan demikian dapat tercipta kondisi yang harmonis antara konselor dan konseli. Penghargaan Positif Tanpa Syarat Konseling akan lebih efektif jika kondisi penghargaan yang positif ini diciptakan konselor dan dilakukan tanpa syarat. kesejatian (genuineness). kematangan. Dengan kondisi ini maka konselor yang efektif mestilah menghayati perasaan konseli sebagaimana konseli mempersepsi perasan-perasannya maupun cara pandangnya terhadap sesuatu. Pemahaman Secara Empati Memahami secara empati merupakan suatu kemampuan untuk memahami cara pandang (pikiran. baik kekurangan maupun kelebihan yang ia miliki. yaitu hubungan untuk meningkatkan pertumbuhan. serta mempunyai kesadaran akan budaya (cultural awareness) Kongruensi Kongruensi dalam hubungan konseling dapat dimaknakan dengan ”menunjukan diri sendiri” apa adanya. dan hal-hal positif lainnya dalam menjalani hidup sehari-hari. kepedulian. terus terang. konseli menginginkan agar ia mendapatkan suasana berpikir yang jernih dan/atau perasaan yang lebih nyaman. penghargaan positif tanpa syarat (positive regard). harus diperhatikan. b. Tujuan-tujuan yang akan dicapai dalam proses konseling tersebut akan dicapai secara efektif apabila kondisi konseling memungkinkan konseli berkembang dan menggali potensi-potensi yang ada pada dirinya. memperoleh nilai tambah. c. Kondisi konseling yang fasilitatif meliputi kongruensi (congruence). Konseli menanggung semacam beban. Dengan kata lain konselor menerima setiap individu (konseli) tanpa menilai aspek-aspek pribadinya yang ”lemah” ataupun ”kuat” Penghargaan kondisi yang harmonis positif tanpa syarat memiliki kesamaan makna dengan hangat. diterima. Jika konseli tahu bahwa konselor tidak kongruensi maka bisa berakibat mengurangi bahkan menghilangkan kepercayaan konseli pada konselor. Konselor dalam hubungan konseling diharapkan dapat menimbulkan kongruensi pada diri konseli. Apapun latar belakang kedatangan konseli dan bagaimanapun kondisi konseli. fungsi. ide) dan perasaan orang lain. artinya konseli mempunyai sikap apa adanya. Dalam hal ini konseli dapat belajar bahwa dirinya dengan kenyataan yang ada dapat diterima oleh orang lain sekaligus konseli dapat menerima dirinya apa adanya. Kongruensi dalam beberapa referensi yang lain memiliki kesamaan istilah dengan otentik (authenticity). Konselor hendaknya berfikir dengan bersama-sama konseli daripada berfikir tentang atau mengenai konseli. atau mengalami suatu kekurangan yang ia ingin isi.Konseli Konseli adalah seorang individu yang sedang mengalami masalah. bahkan ada yang datang (mungkin terpaksa) karena didorong atau diperintah oleh pihak lain. Konseli datang dan bertemu konselor dengan cara yang berbeda-beda. 348 . Melalui konseling. Konteks Hubungan Konselor-Konseli Dalam konseling. Memahami secara empati ini bermakna bahwa konselor memahami cara pandang dan perasaan konseli berdasakan kerangka pemikiran yang dimiliki oleh konseli sendiri (internal frame of reference). atau setidaknya sedang mengalami sesuatu yang ingin disampaikan kepada orang lain. berpenampilan terus terang dan lebih penting adalah kesesuaian antara hal-hal yang dikomunikasikan secara verbal dengan non verbal. atau mengalami suatu ia ingin dan/atau perlu dikembangkan pada dirinya.

d. f. Latihan 1. d. Karakteristik dinamika dan keunikan hubungan konselor konseli sebagai hubungan yang bersifat membantu adalah sebagai berikut. untuk mencoba mengenali. Afeksi Hubungan konselor dengan konseli sejatinya lebih sebagai hubungan afeksi dari ada sebagai hubungan afeksi dari pada sebagai hubungan kognitif. Hubungan yang penuh afeksi ini dapat mengurangi rasa kecemasan dan ketakutan pada konseli. Kedinamisan hubungan ini akan tercermin dari waktu ke waktu terjadi peningkatan hubungan konselor dengan konseli. 3. Konselor dan konseli harus membangun hubungan secara jujur dan terbuka. Kejujuran Hubungan konselor dengan konseli didasari atas kejujuran dan keterbukaan. Dalam hubungan konseling tidak ada sandiwara dengan jalan menutupi kelemahan. atau mengatakan yang bukan sejatinya. Kesadaran Budaya Kesadaran akan budaya mengacu pada kemampuan konselor untuk terbuka dan memotivasi untuk belajar menerima dan memahami budaya yang berbeda dengan budaya yang ia miliki. Dorongan Dalam hubungan konseling. Peserta pelatihan diminta sharing dengan teman dalam kelompok kecil. peningkatan pengalaman dan tanggung jawab konseli. Tanpa adanya hubungan konseling tidak akan mencapai pada tingkatan yang diharapkan. Peserta pelatihan diajak diskusi untuk mengidentifikasi ciri-ciri individu yang dapat dikategorikan sebagai seorang konseli. C. c. Perlindungan jaminan ini adalah unik dan akan meningkatkan kemauan konseli membuka diri. konselor harus menjaga kerahasiaan seluruh informasi tentang konseli dan tidak dibenarkan mengemukakan secara transparan kepada siapapun tanpa seijin konseli. 2. penghargaan positif tanpa syarat 349 . a. Dengan menggunakan kesadaran budaya konseli tidak memaksakan kehendaknya (nilai-nilai) yang dianutnya sekaligus didalamnya terkandung budaya yang konselor miliki tetapi konselor memberikan dorongan konseli untuk mengubah apa yang seharusnya ia inginkan sesuai dengan nilai-nilai budaya yang ia miiki. Intensitas Hubungan konselor dengan konseli dilakukan dengan penuh intensitas sehingga memfasilitasi konseli untuk terbuka terhadap persepsinya. terus berkembang menuju pertumbuhan dan perkembangan yang lebih optimal. konselor mengupayakan agar hubungannya konseli dapat berlangsung secara mendalam sejalan dengan perjalanan hubungan konseling. b. konselor memberikan dorongan kepada konseli untuk meningkatkan kemampuan dirinya dan berkembang sesuai dengan kemampuannya. Privasi Pada prinsipnya dalam hubungan konseling perlu keterbukaan konseli tentang masalahnya. Memberikan dorongan kepada konseli untuk meningkatkan efektifitas perilakunya dan memotivasi untuk bertanggung jawab terhadap keputusannya. e. memahami dan mengevaluasi dirinya apakah sudah memenuhi kriteria sebagai seorang konselor yang terapeutik. Pertumbuhan dan perubahan Hubungan konseling bersifat dinamis. Hubungan afeksi akan tercermin sepanjang proses konseling termasuk dalam melakukan eksplorasi terhadap persepsi dan perasaan-perasaan subyektif konseli. pemahaman secara empati maka konseli akan merasakan bahwa ada orang lain yang mau dan bersedia memahami dirinya yang sebelumnya belum diperolehnya. Keterbukaan konseli tersebut bersifat konfidensial. Keterbukaan konseli tentang masalahnya. Peserta pelatihan diminta mendiskusikan tentang bagaimana caranya membuat kondisi konseling yang kongruensi. Dalam konteks ini.

konselor dituntut memiliki karakteristik pribadi dan perilaku konselor kontributif bagi pembinaan relasi yang bermakna yang akan mendorong konseli untuk berkembang. E. Ada berbagai varitas seorang konseli mendatangi konselor. kesehatan psikologis yang baik. ada yang dengan terpaksa karena disuruh oleh pihak lain. kepekaan. D. konseli menginginkan agar ia mendapatkan suasana fikiran yang jernih da/atau perasaan yang lebih nyaman. dibawah ini terdapat beberapa langkah-langkah yang harus dilakukan. Kemudian diskusikan materi yang telah anda ringkas. Reflect on the Material. kompetens. 4. kemudian masing-masing peserta memberikan feedback. hidup yang lebih berarti. Lakukan simulasi terhadap materi kegiatan belajar 2 ini. dan halhal yang positif lainnya dalam menjalani hidup sehari-hari dalam rangka kehidupan secara menyeluruh. Buatlah ringkasan materi dengan metoda PQ4R (Preview. Question. dan kesadaran akan budaya (cultural awarenness). Beberapa kompetensi pribadi yang signifikan untuk dimilki oleh konselor antara lain. Konseli adalah seorang individu yang sedang mengalami masalah. yaitu : 1.(positive regard) memahami secara empati (emphatic understaning). 350 . Recite dan Review) 3. memperoleh nilai tambah. dapat dipercaya. Dalam konseling individual. kebebasan. Read. kejujuran. Lembar Kegiatan Peserta Pelatihan Untuk mendukung pencapaian tujuan dalam pembelajaran ini. Rangkuman Konselor adalah seorang yang mempunyai kewenangan dan keahliannya memberi bantuan kepada konseli. Melalui konseling. atau setidaksetidaknya sedang mengalami sesuatu yang ingin disampaikan kepada orang lain. Pelajari terlebih dahulu materi yang telah tersaji pada kegiatan belajar 2 secara seksama 2. pengetahuan yang baik tentang diri sendiri. kesabaran. dan kesadaran holistik. kekuatan atau daya. kehangatan pendengar yang aktif.

Memahami dan menerapkan keterampilan Memantulkan 5. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penampilan fisik antara lain: menghadapkan muka pada konseli dengan cerah. Kesediaan konseli untuk terlibat sangat ditentukan oleh kesan pertama tentang konselor. Attending sangat diperlukan selama proses konseling berlangsung. Kompetensi dan Indikator Kegiatan belajar pada Bab IV ini mempunyai kompetensi yang harus dicapai oleh Para peserta pelatihan yaitu diharapkan peseta pelatihan dapat memahami dan menerapkan konsep dasar pada keterampilan dasar konseling. Komponen-komponen attending Berikut ini uraian tentang komponen-komponen attending yaitu sebagai berikut:  Kontak mata Ketika sedang berkomunikasi. Keberhasilan konselor untuk mengajak konseli terlibat secara penuh dalam konseling akan mempengaruhi proses konseling selanjutnya. Memahami dan menerapkan keterampilan Normalisasi 1. Memahami dan menerapkan keterampilan Memimpin 4. Secara singkat attending dapat dipahami sebagai kemampuan konselor dalam menunjukkan perhatian secara penuh kepada konseli sehingga konseli dapat terlibat dalam proses konseling. mengembangkan suasana yang aman sehingga melancarkan ekspresi bebas tentang apa saja yang muncul di benak konseli. serta respek atau penghargaan positif. Pengertian Di awal proses konseling. Memahami dan menerapkan keterampilan Konfrontasi 6. sehingga diharapkan konselor dalam memandang secara mendalam dan konseli merasa diperhatikan. Attending terjadi dalam konteks inti kondisi-kondisi yang mempengaruhi hubungan dalam konseling. Temuan penelitian menunjukkan bahwa perilaku attending yang baik membangkitkan harga diri konseli. misalnya empati. Memahami dan menerapkan keterampilan dasar Attending 2. Posisi duduk konselor sebaiknya tidak bersandar atau membungkuk karena dapat mencerminkan kesan enggan.BAB IV KETERAMPILAN DASAR KONSELING A. Adapun indikator dalam pembelajaran ini. peserta pelatihan dapat: 1. Penampilan fisik konselor juga sangat penting. 351 . malas atau tidak tulus. maka harus diperhatikan agar proses konseling bisa efektif. Hal ini adalah cara untuk menunjukkan adanya perhatian yang sungguh-sungguh terhadap lawan bicara karena kontak mata adalah alat pokok untuk berkomunikasi. Konselor juga hendaknya tidak bersikap tegang dan bisa bersikap rileks karena ketegangan ketegangan yang ditunjukkan konselor dapat mengalihkan perhatian konseli kepada konselor dan menimbulkan respon ketegangan pada konseli. Memahami dan menerapkan keterampilan Parafrase Isi dan Refleksi perasaan 8. dan terus terang sebagai bukti bahwa konselor dapat bekerja sama. menunjukkan sikap terbuka dan tidak bersikap defensif dengan cara posisi tangan di atas pangkuan tetapi tidak B. biasanya pandangan tertuju pada mata. Attending adalah metode yang biasanya digunakan untuk membuka suatu wawancara konseling karena dapat mengembangkan tujuan konseli untuk mengadakan eksplorasi dan penjajagan diri. tulus. Memahami dan menerapkan keterampilan Interpretasi 7. keaslian/ketulusan. konselor harus dapat mempersiapkan konseli untuk terlibat dalam konseling. Uraian Materi Keterampilan Dasar Attending a. b.  Postur tubuh Postur tubuh atau penampilan fisik seorang konselor bisa memberikan kesan tertentu pada konseli. Dengan adanya kontak mata menunjukkan bahwa konselor menaruh perhatian terhadap konseli. terutama sekali pada tahap awal konseling. Memahami dan menerapkan keterampilan Respon Mendengarkan 3.

2. sehingga kesimpulan konselor terkesan tergesa-gesa. ekspresi muka yang responsif dengan dihiasi senyum secara spontan. dan mendengarkan ungkapan konseli dengan penuh perhatian. konselor tidak mengajukan pertanyaan atau memunculkan topik baru tetapi konselor tingkah verbal yang dimaksudkan sebagai isyarat bahwa konselor memperhatikan dan memahami konseli. Batasan dan tujuan dari respon mendengarkan yaitu klarifikasi. bahwa kejelasan pesan-pesan konseli sangat penting bagi konselor sebelum melakukan kesimpulan. Jika konselor banyak menggunakan tangannya misalnya ”sedekap”. Di bawah ini akan di jelaskan hal-hal yang terdapat dari respon mendengarkan sebagai berikut: Klarifikasi Klarifikasi merupakan pertanyaan yang diajukan ketika muncul pesan konseli tidak jelas. refleksi dan rangkuman. Dalam hal ini. baik secara langsung maupun tidak. kemungkinan konseli tidak akan dapat melakukan eksplorasi diri. maka perlu dilakukan klarifikasi. Keterampilan konselor menggunakan respon klarifikasi akan menentukan ketepatan pesan yang diterima dan diprosesnya.  Tingkah laku verbal Respon konselor terhadap konseli dengan menggunakan kata-kata yang disampaikan secara lisan berhubungan dengan apa yang dikatakan konseli merupakan suatu tingkah laku verbal. apa yang Anda maksud lari dari semuanya?” Pada contoh di atas. Tujuan dari adanya klarifikasi adalah:  Mendorong konseli untuk elaborasi  Memeriksa ketepatan apa yang didengar konselor terhadap pesan-pesan konseli  Memperjelas pesan-pesan yang samar atau membingungkan. embigu. Respon konselor dapat berupa kata-kata yang menunjukkan dukungan. seperti ”Ya” atau ”Saya tahu apa yang anda rasakan”. Jika konselor tidak yakin dengan makna pesan yang dikemukakan konseli. klarifikasi akan membantu memperjelas apa terjadi dan apa yang dirasakan konseli. Dengan demikian hendaknya konselor perlu menyadari pesan apa yang akan disampaikan kepada konseli dengan gerakan tubuh dan tangan yang kita gunakan. Berikut ini ada beberapa contoh klarifikasi yaitu: Contoh 1 Konseli : ”Saya sudah merasa jenuh kalau harus berkumpul terus dengan keluarga”.kaku. atau tidak jelas. Konselor: ” Tampaknya anda ingin memisahkan diri dan bekerja sendiri” Contoh 2 Konseli : ”Kadang-kadang Saya ingin lari dari semuanya” Konselor : ”Dapatkah Anda jelaskan. Perlu diingat. tanpa memeriksa ketepatan pesan yang di dengar. Disamping klarifikasi terhadap ketepatan pesan konseli.  Gerak tubuh Konselor dapat menggunakan gerakan tubuh untuk menyampaikan pesan tertentu kepada konseli. parafrase. terutama pada tahap awal konseling. Keterampilan Respon Mendengarkan Dalam berkomunikasi terdapat dua kegiatan yaitu mendengarkan dan berbicara. Pertanyaan klarifikasi kepada konseli dimaksudkan untuk menguraikan pernyataan konseli yang samar-samar. a. mengungkapkan situasi atau perasaan konseli. masalah yang dibicarakan tidak tepat. Yang sering terjadi dalam proses konseling yaitu konselor seringkali membuat asumsi dan kesimpulan tentang konseli. Hal ini sering terjadi di tahap-tahap awal konseling dimana konselor belum memiliki gambaran yang jelas tentang konseli. memperhatikan sikap santai sehingga konseli pun terpengaruh untuk santai pula. Jika konselor gagal dalam mendengarkan. Mendengarkan merupakan prasyarat bagi konselor untuk dapat memberikan respon atau strategi secara tepat dalam suatu konseling. 352 . Cara berkomunikasi seperti ini kurang baik. bahkan strategi yang digunakan bahkan tidak sesuai. miring atau condong kepada konseli disaat mendengarkan atau merespon berbicara sehingga menampakkan diri sebagai orang yang bersama dengan konseli.

seperti”Dapatkah Anda jelaskan” atau Apakah Anda mengatakan” .  Memeriksa keefektifan parafrase berdasarkan berdasarkan respon konseli. Berikut ini terdapat langkah-langkah dalam klarifikasi. Parafrase lebih memperhatikan bagian kognitif dari pesan konseli. Esensi keterampilan ini adalah pengulangan kata-kata atau pemikiran-pemikiran kunci dari konseli dalam rumusan-rumusan yang menggunakan kata-kata konselor sendiri. Contoh 1 Konseli : ”Saya tahu. atau ide apa yang dibicarakan”  Memilih kata-kata yang sesuai dengan apa yang dikemukakan konseli. Jadi. obyek. Konseli akan merasa dimengerti dan dipersiapkan untuk mengolah lebih dalam lagi masalah-masalah yang diajukannya. dan memberi peluang untuk memerika kecermatan persepsi konselor. Perhatikan contoh berikut ini. Kemampuan konselor untuk mengamati dan memberikan respon terhadap perasaan-perasaan konseli merupakan hal yang sangat penting dalam proses konseling karena tindakan tersebut akan mendorong dan merangsang konseli untuk mengemukakan segala sesuatu yang  353 . tidak sekedar menirukan kata-kata yang diucapkan konseli. mengkristalisasi komentar konseli dengan lebih memendekkannya sehingga membantu mengarahkan wawancara.  Mengidentifikasi adanya pesan-pesan yang samar-samar atau membingungkan. Tujuan berikutnya adalah menyatakan kepada konseli bahwa konselor mencoba mengerti pesan konseli. konselor hendaknya menggunakan pilihan kata yang tepat sehingga membantu menekankan kata atau ide penting yang diungkapkan konseli. orang. Oleh karena itu. Tujuan utama parafrase bagi konselor adalah menguji pengertian konselor tentang apa yang dikatakan konseli. baik verbal maupun non verbal untuk mengetahui apa yang tellah dikatakan oleh konseli. Contoh 2 Konseli : ”Kadang-kadang dia menampakkan kesukaannya kepada saya.  Memeriksa keefektifan klarifikasi dengan mendengar dan memperhatikan respon konseli. Parafrase Parafrase merupakan suatu metode untuk menyatakan kembali pesan pokok konseli dengan kata-kata yang lebih pendek dan tepat dengan tujuan untuk memperbaiki hubungan pribadi. maksud dari kegiatan parafrase adalah: menyampaikan kepada konseli bahwa konselor bersama konseli. yang perlu diperiksa ketepatannya atau perlu di elaborasi. jika hanya duduk atau tidur sepanjang hari tidak akan membantu depresi yang saya alami”.  Menentukan kalimat atau kata-kata yang tepat untuk klarifikasi. dalam klarifikasi konselor sebaiknya lebih menunjukkan nada bertanya daripada memberikan suatu pertanyaan. dan jika berhasil berarti konselor telah mengikuti cerita konseli. Refleksi Refleksi merupakan keterampilan konselor untuk merespon keadaan perasaan konseli terhadap situasi yang sedang dihadapi. konselor menyatakan ide pokok konseli dengan katakata sendiri. dan konselor berupaya memahami apa yang dinyatakan konseli. tetapi secara tiba-tiba dia memarahi saya” Konselor: ” Apakah Anda mengatakan bahwa perilakunya tidak konsisten terhadap Anda?” Adapun langkah-langkah dalam melakukan parafrase adalah sebagai berikut:  Berusaha mengingat kembali pesan-pesan konseli (apa yang telah dikatakan konseli)  Mengidentifikasi isi pesan konseli dengan menanyakan dalam diri ”situasi. Dalam parafrase. yaitu: Mengidentifikasi isi pesan konseli. Bila parafrase yang diberikan tepat maka konseli akan memberikan tanda persetujuan. Konselor : ”Anda tahu bahwa Anda perlu menghindari duduk atau tider sepanjang hari untuk membantu depresi yang anda alami”. baik verbal maupun non verbal yang mengisyaratkan bahwa pernayataan konselor tepat dan bermanfaat. c.b. Cara ini dipergunakan konselor untuk memberi tahu bahwa ia sedang mendengarkan apa yang dikatakan dan konselor ingin mendengarkan lebih banyak lagi.

benar.berhubungan dengan masalah yang sedang dihadapinya. yaitu:  Membantu konseli memahami perasaannya  Mendorong konseli agar lebih banyak mengekspresikan perasaannya. apakah disampaikan secara visual. konseli akan menyatakan ”Ya. konselor menyampaikan kepada konseli bahwa dia mampu memahami bagaimana perasaannya. merfleksi perasaan konseli merupakan suatu teknik yang ampuh. Jika identifikasi perasaan konseli dalam refleksi itu tepat. karena melalui tindakan keterampilan tersebut akan terwujud suasana keakraban dan sekaligus pemberian empati dari konselor kepada konseli. Dengan menggunakan keterampilan refleksi perasaan. agar memperkuat kebebasan konseli dan mempercayai ekspresi perasaannya sendiri.  Memberitahukan pada konseli bahwa konselor memahami perasaan konseli yang tidak suka atau marah kepada konselor.  Membantu konseli membedakan intensitas berbagai perasaan yang ada dalam dirinya. 6. Memeriksa keefektifan refleksi berdasarkan respon konseli terhadap pernyataan refleksi yang disampaikan konselor. 4. atau hal-hal khusus lainnya. Jadi bila kita memakai 354 . Refleksi perasaan bisa menjadi keterampilan yang sulit dipelajari karena seringkali perasaan-perasaan tersebut diabaikan atau tidak dipahami. Dalam hubungan sosial sehari-hari perasaan-perasaan konseli ada kecenderungan untuk disembunyikan atau dikekang. Nada suara atau ekspresi wajah dapat emmberi tanda atau petunjuk mengenai perasaan dalam diri konseli. yaitu: 1. atau kata-kata afektif dalam pesan atau pernyataan konseli. Mengemukakan pernyataan refleksi dengan awalan kata yang sesuai dengan petunjuk dari konseli. kegiatan ini berperan sebagai pemeriksa efektifnya kecermatan persepsi terhadap spektrum sepenuhnya konseli. auditori atau kinestetik 5. Merangkum Rangkuman merupakan pernyataan kembali yang menyangkut data kognitif atau afektif. Perhatikan tingkah laku non verbal konseli ketika ia mengemukakan pernyataan/pesan-pesan secara verbal. Menyatakan kembali perasaan-perasaan konseli dengan menggunakan kata-kata yang berbeda dari yang diucapkan konseli. Merangkum juga dapat dipakai untuk mengakhiri interviu dan untuk memperjelas ide yang baru. Dengan demikian. d. Refleksi hampir sama dengan parafrase. baik positif maupun negatif tentang situasi orang. Ia juga mempunyai efek meyakinkan kembali konseli bahwa konselor telah berada dalam permasalahan konseli. atau aspek emosional konseli. serta menyadari kemajuan wawasan diri dan pemecahan masalahnya. Dalam hal ini konselor harus peka terhadap cara konseli mengungkapkan permasalahannya. Merangkum memerlukan perhatian yang teliti dan konsentrasi terhadap pesan-pesan konseli yang disampaikan secara verbal maupun non verbal. Dengarkan kata-kata yang digunakan konseli untuk menyatakan perasaanperasaannya. Ada beberapa tujuan dari refleksi perasaan. itulah yang saya rasakan”. Refleksi perasaan dapat digunakan untuk menyatakan bagian efektif dari pesan. 3. Menambahkan konteks atau situasi dimana perasaan itu muncul. namun dalam refleksi memuat aspek emosional atau komponen pesan yang tak terungkap dalam parafrase. 2.” atau ”Ya. Ketepatan menggunakan respon ini bergantung pada ingatan yang tepat tentang tingkah laku konseli. tidak hanya dalam satu sisi atau beberapa bulan proses konseling berlangsung. Ada 6 langkah dalam membuat reflesi perasaan. sehingga perasaan tersebut dapat berkurang. apabila konselor dapat mengamati perasaan-perasaan konseli secara tepat. Untuk konselor. Oleh karena itu. Merangkum juga mempunyai pengaruh memberi keyakinan kepada konseli bahwa konselor meresapi pesan konseli serta membantu konseli agar merasakan suatu gerakan dalam mengeksplorasi ide dan perasaan. hal itu akan sangat mendorong konseli untuk terlibat secara aktif dalam proses wawancara.

bukan nada bertanya. tema atau unsur ganda yang tampak jelas dalam pesan-pesan konseli. Keterampilan memimpin ini dipakai dalam seluruh proses konseling. ”Marilah kita meneliti lebih jauh konsep anda tentang mengajar!” 2. merangkum akan merupakan suatu usaha bersama untuk menangkap persoalan yang telah diteliti. apakah ia memperkuat atau menyangkal tema yang dinyatakan konselor dalam rangkuman. Tujuan yang lebih spesifik dari memimpin adalah:  Mendorong konseli untuk menjajagi perasaan dan meneliti perasaan. A. Teknik ini juga mendorong konseli untuk meneliti. memadatkan. keterampilan ini terutama bermanfaat dalam membuka hubungan agar konseli mau berbicara. Memperhatikan beberapa pola. ”Coba buat kesimpulan secara singkat!” 3. Konselor mencoba supaya konseli merangkum juga bila diperlukan karena hal ini merupakan suatu tes tentang pengertian konseli. Memilih kata pembuka rangkuman yang tepat. lalu ungkapkan sebagai respon rangkuman.  Mendorong konseli untuk lebih aktif dalam proses konseling dan tetap bertanggung jawab terhadap arah interviu. Petunjuk untuk memimpin langsung adalah: Tentukan tujuan pimpinan Nyatakan tujuan dalam kata-kata yang konkrit Beri konseli kebebasan untuk mengikuti pimpinan anda. ”Apa yang anda maksudkan dengan takut?” B. Biasanya teknik ini digunakan 355 . Merangkum hasil penemuan sebelumnya pada permulaan suatu interviu seringkali diperlukan untuk memudahkan kelanjutan interviu. Memperhatikan dan mengingat pesan atau serangkaian pesan konseli dengan cara menyatakan kembali dalam hati. konselor dapat berkata: 1. dan mengkristalisasi esensi apa yang telah dikatakan. Keterampilan Memimpin Tujuan dari memimpin adalah mendorong konseli untuk merespon terhadap komunikasi yang sifatnya terbuka. bagaimana pendapat anda?” Apabila suatu hubungan dihentikan. ”Mari kita lihat apa yang telah kita selesaikan dalam intervieu ini. Gunakan pilihan kata yang menggambarkan tema atau gabungan unsur-unsur pesan. kita berupaya merekapitulasi. Konselor dapat berkata: 1. Memimpin secara langsung Memimpin secara langsung merupakan suatu teknik untuk memusatkan pada suatu topik. Hal ini dapt dilakukan dengan bertanya dalam diri ”Apa yang telah dikatakan atau dilakukan konseli?” 2. Bagi konselor merangkum berfungsi sebagai suatu bukti yang efektif tentang ketepatan pengamatan konselor. Gunakan nada suara seperti memberikan pernyataan. ”Bagaimana pendapatmu tentang hal ini?” 2.  Memberi kesempatan kepada konseli untuk secara bebas menjajagi perasaannya dalam berbagai arah dan emrespon secara bebas terhadap apa yang sedang terjadi. apakah menggunakan kata ”Anda” atau nama konseli dan menyesuaikan dengan kata-kata yang diucapkan konseli. 4. 3.ringkasan. juga sebagai suatu metode supaya konseli tetap bertanggung jawab. 5. kemajuan yang telah dicapai dan rencana langkah berikutnya. Memeriksa keefektifan rangkuman dengan cara mendengarkan atau mengamati respon konseli. Hal ini bisa dilakukan dengan menanyakan dalam diri sendiri ”Apa yang selalu diulang-ulang?” 3. menjelaskan dan memberikan ilustrasi apa yang sedang mereka katakan. Memimpin secara tidak langsung Tujuan dari memimpin secara tidak langsung adalah agar konseli memulai bicara dan tetap bertanggung jawab atas kelangsungan interviu. Dalam hal ini. Adapun langkah-langkah dalam membuat rangkuman adalah sebagai berikut: 1.

Amati pengaruhnya.  Konselor diam cukup lama supaya konseli dapat menangkap apa maksud konselornya. terdapat beberapa keterampilan konfrontasi yaitu: a. Beberapa contoh ilustrasi teknik meusatkan adalah: 1. Bertanya Teknik yang digunakan dalam bertanya adalah jenis pertanyaan yang bersifat terbuka akan memberikan kebebasan kepada konseli. Menentukan perasaan apa yang dinyatakan oleh konseli. 4. 2. Teknik memusatkan juga merupakan suatu cara membentuk konseli dan menyentuh perasaan mereka. ”Bagaimana perasaanmu tentang apa yang telah kita bicarakan?” 2. untuk memperjelas perasaan yang samar-samar menjadi lebih disadari dan untuk emmbantu konseli memiliki perasaannya sendiri. Contoh pemantulan perasaan adalah sebagai berikut: 1. 356 . Tutuplah matamu dan coba hayati apa yang kamu rasakan!” D. digunakan apabila konseli menunjukkan ketidakpastian dalam ceritanya.untuk membuka suatu intervieu. ”Apa yang anda maksud dengan gagal?” 2. ”Apa yang ingin anda bicarakan?” 2. Contoh: 1. Menggambarkan perasaan ini secara jelas. ”Benar-benar menyakitkan ditolak seseorang yang anda cintai”. Keterampilan Konfrontasi Konfrontasi mencakup sekelompok keterampilan konseling yang kompleks. Apabila konselor berpendapat bahwa konseli telah membicarakan topik permasalahannya.  Pertahankan yang sifatnya umumdan agak samar. ”Dengan kata lain anda benci terhadap tingkah lakunya”. Ada beberapa petunjuk untuk memimpin secara tidak langsung:  Tentukan tujuan pimpinan secara jelas. 5. 2.  Tentukan pertanyaan yang mengakibatkan munculnya perasaan dan bukan informasi. Metode bertanya ini mempunyai arti bahwa pertanyaan adalah untuk membantu konseli mengerti dan bukan untuk mempermudah pengertian konselor. konselor dapat menghentikan dan meminta kepada mereka untuk menentukan pada satu aspek karena tujuan lain dari teknik memusatkan adalah untuk menentukan pada satu perasaan atau ide. ”Bagaimana perasaan anda?” C. ”Marilah kita bicarakan untuk sementara waktu. Tujuan dari memantulkan perasaan adalah untuk memusatkan pada perasaan. 3. Memusatkan Memusatkan pembicaraan pada suatu topik yang menurut pikiran konselor akan memperlancar pemahaman. ”Cobalah anda menerangkan lebih banyak lagi tentang hungan anda dengan orang tua anda?” 4. Mengenal perasaan-perasaan dalam diri sendiri sebagai seorang konselor. Ada beberapa pedoman untuk bertanya yang bersifat memimpin yaitu:  Tanyakan pertanyaan yang sifatnya terbuka sehingga tidak hanya menjawab dengan ”Ya” dan ”Tidak”. Keterampilan Memantulkan Memantulkan perasaan adalah menyatakan dengan kata sendiri tentang perasaan konseli yang esensial.  Tanyakan pertanyaan yang mengarah pada penjelasan bagi konseli dan bukan informasi untuk konselor. Contoh pertanyaan terbuka: 1. Nilailah melalui reaksi konseli apakah pemantulan ini bersifat membantu atau menghambat. Langkah-langkah yang digunakan dalam teknik memantulkan memantulkan perasaan adalah: 1.

f. Coba amati bagaimana reaksi konseli terhadap interpretasi konselor. kebutuhan-kebutuhan dan pola hidup. 5. Mengenal Perasaan Menggambarkan dan membagi perasaan (sharing) Balikan dan Pendapat Meditasi Mengulang Melakukan Asosiasi Keterampilan Interpretasi Menginterpretasikan merupakan suatu proses menjelaskan arti tentang peristiwaperistiwa kepada konseli. mekanisme pertahanan diri. D. Dalam konfrontasi digunakan kerangka acuan luar (external frame of reference). Cari pesan pokok konseli. 2. menginterpretasi berarti bahwa konselor memimpin konseli untuk mencari pengertian-pengertian dan persepsi-persepsi yang lebih luas tentang perasaanperasaannya. kita tidak dapat memberi pengertian kepada orang lain. c. Konfrontasi dalam wawancara konseling dimaknai sebagai pemberian tanggapan terhadap pengungkapan kontradiksi dari konseli. Ajari konseli menginterpretasi sendiri. tetapi dalam menginterpretasi konselor menambahkan arti terhadap pesan pokok konseli. B. b. Asosiasi sebagai suatu metode menyentuh perasaan. konfrontasi merupakan suatu metode ”menceritakan sesuatu seperti apa adanya” yang mungkin menyebabkan kecemasan. Maksud penerapan konfrontasi dalam konseling adalah membantu konseli agar mengubah pertahanan yang telah dibangun guna menghindari pertimbangan tertentu dan untuk meningkatkan keterbukaan komunikasi. Memberikan balikan dalam bentuk pendapat tentang tingkah laku konseli. Pertahanan-pertahanan psikologis ini biasanya merupakan bidang yang penting untuk didekati namun sangat sensitif sehingga memerlukan cara yang cermat dan cerdas. ia harus menemukan pengertian itu sendiri. 4. Beberapa keterampilan interpretasi dilakukan dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut: a. Mengulang sebagai bentuk memberi tekanan dan memberi kejelasan. 3. Konselor merumuskan semua dugaan tentang apa yang sedang terjadi dan bagaimana penafsirannya secara logis tentang tingkah laku konseli. Mengintrerpretasi hampir sama dengan memantulkan. tergantung pada waktu kesiapan konseli untuk dikonfrontasi dan dengan umpan balik secara jujur. 6. Contoh: ”Cobalah dulu sbeelum anda menggunakan!” 6. sedangkan pada paraprase dan refleksi perasaan ditekankan pada pernyataan dan keterampilan acuan konseli sendiri. C. Tambahkan pengertian konselor tentang apa arti dari pesan konseli dalam kaitannya dengan teori konseling atau penjelasan umum tentang motif. Perkenalkan ide-ide konselor dalm bentuk pertanyaan-pertanyaan yang menunjukkan bahwa konselor menawarkan ide-ide sementara tentang arti diri kata-kata atau tingkah laku konseli. ”Kapan anda merasa terbebani atas keadaan diri anda?” b. Menggambarkan perasaan-perasaan yang ada dalam diri sendiri dan membagi perasaan tersebut dengan konseli. Tanggapan tersebut berbeda dengan paraprase dan refleksi perasaan. 7. d. ”Jadi apa yang salah dalam sikap tersebut?” Berikut ini ada beberapa pedoman untuk menginterpretasikan yaitu: 1. E.A. 357 . Ingat. e. Buatlah parafrasenya. Keterampilan Parafrase Isi dan Refleksi Perasaan Konselor diharapkan untuk membantu konseli menghadapi perasaan-perasaanperasaannya daripada menekan perasaan-perasaan tersebut dengan cara memfokuskan 7. Bahasa hendaknya tetap sederhana dan sesuai dengan pesan konseli. Tujuan dari teknik interpretasi adalah supaya konseli dapat menginterpretasi sendiri dan menambah kemampuan konseli untuk bertidak secara efektif. sehingga konseli mampu melihat persoalannya dengan cara-cara baru. Hindari spekulasi dan penggunaan bahasa tidak lazim. F. Meditasi sebagai bentuk konfrontasi pada diri sendiri.

 Yang saya pahami di sini adalah.. ibu memang datang berkunjung. Latihan Untuk mendukung pemahaman peserta pelatihan. Keterampilan Normalisasi Keterampilan normalisasi secara khusus berfungsi dan berpengaruh jika digunakan secara tepat. D. Konselor : Anda kecewa oleh perilaku ibu Anda atau Anda merasa terluka atas kekurang pedulian ibu Anda. Peserta menstimulasikan dan disertai dengan pemberian feedback dari anggota kelompok 358 . Ketika merefleksikan perasaan. Adapun bentuk latihannya. Kemarin waktu ulang tahun saya.  Yang saya dengar tadi anda mengatakan. Lembar Kegiatan Peserta 1. dll).. Peserta diminta untuk memahami materi secara individual. Berikut ini adalah contoh penggabungan refleksi isi dan refleksi perasaan Konseli : Saya selalu menunggu-nunggu kapan ibu saya menunjukkan lebih banyak perhatian kepada saya. tapi tahukan Anda.. kemudian mendiskusikan dalam kelompok kecil. Peserta diminta untuk membuat rencana simulasi tentang keterampilan yang sudah diajarkan seperti di atas. Saya pikir ibu sama sekali tidak peduli pada saya (bicara lambat dengan nada suara datar).  Saya memperhatikan bahwa Anda merasa.  Saya mendapat kesan bahwa. dan hubungan pergaulan yang disebabkan oleh krisis perkembangan hidup.. Diskusikan apa perbedaan antara keterampilan konfrontasi dan keterampilan interpretasi dalam proses konseling.. tetapi tindakan ini memiliki efek katarsis dan nantinya dapat membantu proses penyembuhan yang diinginkan oleh sebagian besar konseli. Sudah berkali-kali saya memintanya untuk datang mengunjungi saya tetapi ia tidak pernah datang... akan lebih membantu jika konselor memfokuskan pembicaraan pada isi daripada perasaan. Tujuan dari normalisasi kondisi emosional klien adalah untuk membantunya meredakan kecemasan dengan cara mengatakan padanya bahwa respons emosionalnya merupakan hal yang normal. 8. Untuk konseli semacam ini.. maka dalam pelatihan ini peserta diminta untuk berlatih tentang materi kegiatan pada bab IV ini dengan baik... dia bahkan tidak ingat kalau hari itu ulang tahun saya... Menyelami perasaan secara lebih total seringkali menyakitkan. peran. Ada sejumlah konseli yang tidak mampu menghadapi mengendalikan level-level ekspresi emosi yang tinggi.  Saya mendapat kesan bahwa Anda merasa. 3. Seringkali kecemasan seseorang banyak berkurang jika ia menemukan bahwa kondisi emosionalnya normal dan wajar untuk keadaannyaa. sedih. Seringkali konseli ketakutan oleh perasaan-perasaan emosionalnya yang kuat di saat-saat krisis.. atau isi dan perasaan secara bersamaan  Kalau saya tidak salah dengar Anda (kecewa. Normalisasi dapat digunakan untuk: menormalisasikan kondisi-kondisi emosional dan menormalisasikan perubahan-perubahan dalam perilaku. Beberapa contoh kalimat refleksi yang didahului dengan kata-kata pengantar seperti di bawah ini: Ketika merefleksikan isi  Saya mendengar bahwa anda mengatakan.. Jelaskan komponen-komponen apa saja yang harus digunakan dalam keterampilan attending dan bagaimana cara melaksanakannya? C.p[erhatian pada level kepala atau kognitif. Bagaimanakah cara melakukan konfrontasi yang tepat sehingga bisa mengarahkan proses pengentasan masalah konseli dengan efektif? 3. adalah: 1. 2. 2.

Beberapa keterampilan konseling yang sudah diuraikan pada bab IV ini secara umum mempunyai tujuan untuk membina hubungan baik dengan konseli. cara melakukan wawancara. menciptakan suasana keakraban dan akhirnya mampu membuat kesadaran penuh pada diri konseli sehingga konseli secara ikhlas dan sukarela melaksanakan proses konseling tanpa ada paksaan. 359 . memperbaiki hubungan antar pribadi yang sudah terjalin. memandang konseli hendaknya dilakukan secara standar. Kedudukan keterampilan dasar ini akan sangat mendukung keberhasilan konselor tatkala melakukan proses konseling. Keterampilan attending sebagai salah satu contoh pentingnya keterampilan konseling karena keterampilan attending ini sangat dibutuhkan pada saat membina hubungan dengan konseli dimana tatkala konselor menyambut konseli untuk melakukan proses konseling. tata cara duduk.E. keterampilan dasar sangat penting digunakan untuk mengentaskan masalah konseli disamping model-model pendekatan yang akan digunakan dalam proses konseling. Rangkuman Dalam proses konseling.

sejak jaman dahulu.BAB V PENDEKATAN KONSELING BEHAVIORISTIK A. maka masalah itu akan selalu mengganggu kehidupannya. Menguasai prosedur penggunaan teknik konseling pendekatan behavioristik. dan Arjuna terus maju kemedan pertempuran. 2. 360 . Manusia mampu untuk memperoleh dan membentuk sendiri suatu pola tingkah laku yang baru melalui suatu proses belajar. 4. Konseling Behavioristik berpangkal pada beberapa keyakinan tentang martabat manusia yaitu: 1. Indikator: 1. Pembiasaan operan dan Peniruan. termasuk minta bantuan orang lain. Demikian juga orang yang menghadapi kesulitan yang tidak dapat mereka atasi sendiri. Manusia pada dasarnya tidak berakhlak baik atau buruk. misalnya seperti yang digambarkan dalam pewayangan. Manusia mampu untuk berefleksi atas tingkah lakunya sendiri. Kompetensi dan Indikator Setelah mempelajari bab ini. menunjukan bahwa bimbingan dan konseling telah ada. 3. Manusia dapat mempengaruhi perilaku orang lain dan dirinya pun dipengaruhi oleh perilaku orang lain. 4. Karenanya masalah itu perlu dipecahkan dengan berbagai macam cara. Pendekatan Konseling Behavioristik Pendekatan konseling behavioristik pada dasarnya berpegang pada keyakinan bahwa manusia merupakan hasil suatu proses belajar. Tingkah laku seseorang ditentukan oleh banyak dan macamnya penguatan yang diterima dalam situasi hidupnya. benar atau salah. Tingkah laku dipelajari ketika individu berinteraksi dengan lingkungan. melalui hukum-hukum belajar: Pembiasaan klasik. Uraian Materi Deskriptif dan Makna Pendekatan Bimbingan dan Konseling Bimbingan dan konseling sebagai sesuatu aktivitas untuk menghindari dan atau mengatasi persoalan-persoalan di dalam kehidupan sebenarnya bukanlah hal yang seluruhnya baru. 1. sehingga ia dapat diubah dengan memanipulasi 2. Nasehat kresna kepada arjuna dalam perang Bharata Yuda pada waktu Arjuna mengalami kebimbangan saat berhadapan dengan karna. Dengan nasehat kresna semangat juang dan keberanian Arjuna bangkit kembali. Manusia pada dasarnya mempunyai potensi untuk bertingkah laku baik atau buruk. Mengapa demikian? Karena orang merasa bahwa apabila masalahnya belum terpecahkan. B. proses konseling pada dasarnya pun dipandang sebagai suatu proses belajar. a. Menganalisis kasus yang mendasari alasan konselor menggunakan teknik konseling behavioristik. 2. dan mengatur serta mengontrol perilakunya sendiri. Konsep Dasar Manusia merupakan mahluk reaktif yang tingkah lakunya dikontrol/dipengaruhi oleh faktor-faktor dari luar. Mengevaluasi ketepatan penggunaan teknik konseling behavioristik dalam kasus. Manusia bukanlah hasil dari dorongan tidak sadar melainkan merupakan hasil belajar. peserta pelatihan dapat menguasai kerangka teoretik dan praksis bimbingan dan konseling dengan cara mengaplikasikan pendekatan behavioristik dalam memberikan layanan konseling individual. 3. bagus atau jelek. orang tersebut membutuhkan nasehat atau pertolongan orang lain untuk turut serta memecahkan kesulitan tersebut. menunjukan dengan jelas adanya bimbingan dan konseling ini. Berdasarkan faktor keturunan dan lingkungan maka terbentuklah tingkah laku manusia yang menjadi suatu ciri khas kepribadiannya. menangkap apa yang dilakukannya. Manusia memulai kehidupannya dengan memberikan reaksi terhadap lingkungannya dan interaksi ini menghasilkan pola-pola perilaku yang kemudian membentuk kepribadian. Menganalisis konsep dasar dan aplikasi teknik pendekatan behavioristik dalam seting individual. Dengan demikian.

Dengan demikian konselor diharapkan dapat mendorong klien untuk mengemukakan keadaan yang benar-benar dialaminya pada waktu itu. Goal setting Berdasarkan informasi yang diperoleh dari langkah assessment konselor dan klien menyusun dan merumuskan tujuan yang ingin dicapai dalam konseling. b. Proses konseling adalah proses belajar. Deskripsi Proses Konseling Proses konseling dibingkai oleh kerangka kerja untuk mengajar klien dalam mengubah tingkah lakunya. konselor membantu terjadinya proses belajar tersebut. Klien mengkhususkan perubahan positif yang dikehendaki sebagai hasil konseling. Konselor dan klien mendifinisikan masalah yang dihadapi klien. Karakteristik Konseling Behavioristik Konseling behavioristik biasanya berfokus pada tingkah laku yang tampak. Dengan memahami kepribadian manusia berarti mempelajari dan memahami bagaimana terbentuknya suatu tingkah laku. Langkah-langkah dalam konseling bervariasi. dan penilaian obyektif terhadap tujuan konseling. yaitu tingkah laku yang tidak sesuai dengan tuntutan lingkungan dan tingkah laku yang salah hakikatnya terbentuk dari cara belajar atau lingkungan yang salah. tingkah laku yang salah itu juga dapat dihapus dan diganti dengan tingkah laku yang tepat melalui suatu proses belajar. Tingkah laku bermasalah adalah tingkah laku atau kebiasaan-kebiasaan negatif atau tingkah laku yang tidak tepat. Karena tingkah laku salah merupakan hasil belajar. Tujuan Konseling Behavioristik Tujuan konseling behavioristik adalah membantu klien untuk mendapatkan tingkah laku baru. mengembangkan prosedur perlakuan spesifik. dan mengkreasi kondisi-kondisi pembentukan tingkah laku. 2. yaitu situasi atau stimulus yang diterimanya. Tujuan yang sifatnya umum harus dijabarkan ke dalam perilaku yang spesifik  Diinginkan oleh klien  Konselor mampu dan bersedia membantu mencapai tujuan tersebut  Klien dapat mencapai tujuan tersebut  Dirumuskan secara spesifik  Konselor dan klien bersama-sama (bekerja sama) menetapkan/merumuskan tujuan-tujuan khusus konseling. Namun demikian proses konseling tetap membutuhkan suatu framework untuk mengajar klien dalam mengubah tingkah lakunya agar konseling berjalan efektif. c. Mengahapus/menghilangkan tingkah laku maldaptif (masalah) untuk digantikan dengan tingkah laku baru yaitu tingkah laku adaptif yang diinginkan klien. harus dikatakan bahwa baik tingka laku tepat maupun tingka laku salah sama-sama merupakan hasil belajar. Konselor mengemukakan keadaannya yang benar yang dialaminya pada waktu itu. Manusia cenderung akan mengambil stimulus yang menyenangkan dan menghindarkan stimulus yang tidak menyenangkan. Behavior Therapy dirumuskan sebagai aplikasi metode eksperimen terhadap masalah tingkah laku abnormal dan maladaptive. Tujuan dari assessment ini untuk memperkirakan apa yang diperbuat klien pada waktu itu. d. 361 . Bagi seorang konselor behavioristik perilaku konseli merupakan hasil dari keseluruhan pengalaman hidupnya dalam berinteraksi dengan lingkungan. Framework yang dipakai sebagai pedoman adalah sebagai berikut: 1. Assesment Assesment diperlukan untuk mengidentifikasi motode atau teknik mana yang akan dipilih sesuai dengan tingkah laku yang ingin diubah. Perumusan tujuan konseling dilakukan dengan tahapan sebagai berikut : a. cermat dan operasional dalam merumuskan tujuan konseling.b. Pandangan tentang Kepribadian Kepribadian seseorang merupakan cerminan dari pengalaman. Kalau perilaku konseli ditinjau dari sudut pandangan apakah perilaku itu tepat dan sesuai dengan situasi kehidupannya (well-adjusted)atau tidak tepat dan salah suai (maladjusted). e.

Teknik Konseling Behavioristik Teknik konseling behavioral diarahkan pada penghapusan respon yang telah dipelajari (yang membentuk tingkah laku bermasalah) terhadap perangsang.c. Konselor dan klien mendiskusikan tujuan yang telah ditetapkan klien : 1) apakah merupakan tujuan yang benar-benar diinginkan klien 2) apakah tujuan itu realistik 3) kemungkinan manfaatnya 4) kemungkinan kerugiannya. Mengkondisikan pengubahan tingkah laku melalui pemberian contoh atau model (film. Merencanakan prosedur pemberian penguatan terhadap tingkah laku yang diinginkan dengan sistem kontrak . atau contoh nyata langsung) 6. mengungkapkan afeksi dan respon posistif lainnya. Mengurangi frekuensi berlangsungnya tingkah laku yang tidak diinginkan 4. Desensitisasi Sistematis o Memfokuskan bantuan untuk menenangkan klien dari ketegangan yang dialami dengan cara mengajarkan klien untuk rileks. Latihan Asertif o Digunakan untuk melatih klien yang mengalami kesulitan untuk menyatakan diri bahwa tindakannya adalah layak atau benar. Feedback Memberikan dan menganalisis umpan balik untuk memperbaiki dan meingkatkan proses konseling. f. 3. Agar klien terdorong untuk merubah tingkah lakunya penguatan tersebut hendaknya mempunyai daya yang cukup kuat dan dilaksanakan secara sistematis dan nyata-nyata ditampilkan melalui tingkah laku klien. Konselor dan klien membuat keputusan apakah : 1) melanjutkan konseling dengan menetapkan teknik yang akan dilaksanakan. kesulitan menyatakan tidak. Behavior therapy merumuskan suatu konsep bahwa tingkah laku menyimpang adalah disebabkan oleh prosesbelajar yang salah. maka konsep itu digunakan dalam terapi. 2) mempertimbangkan kembali tujuan yang akan dicapai. Dengan menggunakan berbagai teknik sebagai berikut: 1. 4. d. Technique implementation Maksudnya yaitu menentukan dan melaksanakan teknik konseling yang digunakan untuk mencapai tingkah laku yang diinginkan yang menjadi tujuan konseling. dengan demikian respon-respon yang baru (sebagai tujuan konseling) akan dapat dibentuk. 2. o Esensi teknik ini adalah menghilangkan tingkah laku yang diperkuat secara negatif dan menyertakan respon yang berlawanan dengan tingkah laku yang akan dihilangkan. o Cara: permainan peran dengan bimbingan konselor. Evaluation termination Maksudnya yaitu melakukan penilaian apakah kegiatan konseling yang telah dilaksanakan mengarah dan mencapai hasil sesuai dengan tujuan konseling. 3) melakukan referal. o Terutama berguna di antaranya untuk membantu individu yang tidak mampu mengungkapkan perasaan tersinggung. Prinsip Kerja Teknik Konseling Behavioral 1. 5. 3. diskusi kelompok 2. tape recorder. Memberikan penguatan terhadap suatu respon yang akan mengakibatkan terhambatnya kemunculan tingkah laku yang tidak diinginkan 5. Pengkondisian Aversi o Digunakan untuk menghilangkan kebiasaan buruk dengan meningkatkan kepekaan klien agar mengamati respon pada stimulus yang disenanginya dengan kebalikan stimulus tersebut 362 . Memodifikasi tingkah laku melalui pemberian penguatan. 3.

dapat menggunakan model audio. dan memperkuat tingkah laku yang sudah terbentuk. o Tingkah laku yang berhasil dicontoh memperoleh ganjaran dari konselor: dapat berupa pujian sebagai ganjaran sosial. Pembentukan Tingkah laku Model o Digunakan untuk membentuk tingkah laku baru pada klien. o Konselor menunjukkan kepada klien tentang tingkah laku model. 4. o 363 .Stimulus yang tidak menyenangkan yang disajikan tersebut diberikan secara bersamaan dengan munculnya tingkah laku yang tidak dikehendaki kemunculannya o Pengkondisian ini diharapkan terbentuk asosiasi antara tingkah laku yang tidak dikehendaki dengan stimulus yang tidak menyenangkan. model fisik. model hidup atau lainnya yang teramati dan dipahami jenis tingkah laku yang hendak dicontoh.

melalui proses terapeutik rasional emotif konseli mempelajari keterampilan yang memberikan kepada mereka perangkat untuk mengidentifikasikan dan mempertanyakan keyakinan yang tidak rasional yang telah didapat dan sampai sekarang tetap ada karena adanya indoktrinasi diri. menunda-nunda. kebahagiaan. Indikator: 1. sangat direktif dan memiliki kepedulian yang seimbang antara pikiran dan perasaan dan didasarkan pada asumsi bahwa kognisi. yang mempraktekan ketrampilan yang didapatnya dari terapi dalam kehidupan sehari-hari. Terapi rational-emotif menjadi sebuah aliran psikoterapi yang ditujukan untuk memberi kepada konseli atau perangkat untuk mengrestrukturisasi gaya falsafah serta perilaku mereka. Menganalisis kasus yang mendasari alasan konselor menggunakan teknik konseling rational emotif. serta mengadakan pendekatan yang tegas. serta terjadinya pertumbuhan dan aktualisasi diri. Implikasi terapeutik berasal dari asumsi-asumsi berbuat. evaluasi. menghindar dan memikirkan sesuatu. dalam arti bahwa rationalemotif menekankan pada berfikir. Mereka juga memiliki dorongan dari dalam dirinya untuk merusak diri sendiri. Konseling Rational-emotif banyak kesamaannya dengan terapi yang berorientasi pada kognisi. kesempatan memikirkan dan mengungkapkannya dengan kata-kata. B. dan perilaku berinteraksi secara signifikan dan memiliki hubungan sebab akibat yang timbal balik. mengambil keputusan. percaya pada takhayul. dan oleh karenanya memberinya ciri sebagai yang menggunakan pendekatan elektik yang multimodal. perilaku. dan menghindari adanya aktualisasi potensi pertumbuhan yang dimilikinya. tidak memiliki tenggang rasa. dan bukan terutama masalah perasaan yang diungkapkan. Rational-emotif sangatlah didaktis. 4. terutama dalam hal memberi pekerjaan rumah dan dalam mengerjakan strategi untuk berfikir secara lurus dan konselipun berfungsi sebagai pelajar. keberadaannya. berulang-ulang melakukan kekeliruan. Orang ada kecenderungan untuk menjaga kelangsungan keadaan dirinya. dalam banyak hal terapis berfungsi seperti guru. peserta pelatihan dapat menguasai kerangka teoretik dan praksis bimbingan dan konseling dengan cara mengaplikasikan pendekatan rational emotif dalam memberikan layanan konseling individual.RATIONAL EMOTIF THERAPY A. Melalui perkembangannya rational-emotif terus menerus menekankan pada ketiga modalitas itu serta interaksinya. menjadi perfeksionis dan menyalahkan diri-sendiri. dan perbuatan. mencintai. Konselor berusaha agar konseli makin menyadari pikiran dan kata-katanya sendiri. Uraian Materi 1. 364 . emosi. Bahwa emosi kita terutama berasal dari keyakinan. Kompetensi dan Indikator Setelah mempelajari bab ini. baik yang rasional atau lurus maupun yang tidak rasional atau bengkok. memperkirakan. Konsep Dasar Terapi rational-emotif didasarkan pada suatu asumsi bahwa manusia memiliki potensi berfikir. Mengevaluasi ketepatan penggunaan teknik konseling rational emotif dalam kasus. 3. Mereka belajar caranya mengganti cara rasional dan sebagai hasilnya mereka mengubah reaksi emosional mereka terhadap situasi. interpretasi serta reaksi kita terhadap situasi kehidupan. Menganalisis konsep dasar dan aplikasi teknik pendekatan rational emotif dalam seting individual. Pendekatan Konseling Rational-Emotive Therapy Pendekatan konseling Rational-emotif pada intinya ialah untuk mengatasi pikiran yang tidak logis tentang diri sendiri dan lingkungannya. 2. berkomunikasi dengan orang lain. Menguasai prosedur penggunaan teknik konseling pendekatan rational emotif. menganalisis dan berbuat. melatih konseli untuk bisa berfikir dan berbuat yang lebih realistis dan rasional.

Dengan anggapan bahwa manusia itu tidak sempurna, rasional emotif berusaha untuk menolong mereka untuk mau menerima dirinya sebagai mahkluk yang akan selalu membuat kesalahan namun pada saat yang bersamaan juga sebagai yang bisa belajar hidup damai dengan dirinya sendiri. Asumsi pokok terapi rasional emotif adalah sebagai berikut: (1) Orang mengkondisikan diri-sendiri sebagai merasakan adanya suatu gangguan dan bukan dikondisikan oleh sumber yang berasal dari luar dirinya. (2) Orang ada kecenderungan biologis dan budaya untuk berfikir berbelit-belit dan menimbulkan gangguan pada diri-sendiri sesuatu yang sebenarnya tidak perlu terjadi. (3) Manusia itu unik dalam arti bahwa mereka menemukan keyakinan yang mengganggu dan membiarkan dirinya terganggu oleh adanya gangguan itu. (4) Orang ada kapasitas untuk mengubah proses kognisi, emotif dan behavioral mereka; terutama mereka bisa memilih untuk memberikan reaksi mereka secra berbeda dengan pola yang biasanya mereka anut bisa menolak untuk memberikan dirinya menjadi marah, dan bisa melatih diri mereka sendiri sehingga pada akhirnya nanti mereka bisa bertahan mengalami gangguan yang minim selama sisa hidupnya. Pandangan tentang Kepribadian Terapi rasional emotif ini menegaskan bahwa menyalahkan merupakan inti dari sebagian besar gangguan emosional. Oleh karena itu kalau menyembuhkan nurosis atau gangguan kepribadian sebaiknya berhenti menyalahkan diri sendiri dan orang lain, melainkan adalah hal yang penting kalau mau menerima diri sendiri meskipun ada ketidak sempurnaan pada diri . Pendekatan terapi rasional emotif ini pada esensinya semua orang dilahirkan dengan dibekali oleh kemampuan untuk berfikir secara rasionil, namun juga memiliki kecenderungan kuat untuk meningkatkan hasrat dan preferensi menjadi tuntutan dan perintah ”apa yang seharusnya”, ”apa yang harus” ”apa yang seyogyanya”, yang sifatnya dogmatik dan mutlak. Apabila pada suatu preferensi dan keyakinan yang rasionil tidak akan menjadi tertekan secara proposional, memusuhi, dan mengasihani diri serta berdasarkan tuntutan-tuntutan maka mengganggu diri kita sendiri. Ide-ide yang tidak realistis dan tidak logis menciptakan perasaan yang terganggu. Menciptakan pikiran serta perasaan yang muncul dari dalam diri yang terganggu juga memiliki kekuatan untuk mengontrol masa depan emosional, dan apabila kita marah hal yang baik ada;ah apabila melihat ke ”tuntutan harus” yang dogmatik serta ”tuntutan seharusnya” yang mutlak, yang tersembunyi dalam diri. Kognisi yang sifatnya mutlak merupakan inti dari penderitaan manusia, oleh karena seringkali keyakinan ini menjadi ganjalan dan menghalangi orang dalam usahanya untuk sampai pada sasaran serta maksud yang dituju. Pada hakekatnya semua penderitaan manusia dan gejolak emosionalnya yang serius sama sekali tidak perlu ada, menciptakannya baik secara sadar atau tidak sadar, jalan pikiran kita dan cara kita dalam merasakan dalam berbagai situasi. Memiliki kapasitas untuk sadar akan dirisendiri maka bisa diamati dan mengevaluasi sasaran serta maksud tujuan dan bagaimana cara untuk mengubahnya. Biasanya perasaan dapat bisa dirubah apapun yang terjadi dengan cara secara kreatif menetapkan untuk merasakan sesuatu secara berbeda dan dengan tekad bulat menolak untuk menjadikan diri sangat resah dan tertekan karena adanya sesuatu. Orang tidak perlu harus diterima dan dicintai meskipun hal itu merupakan yang sangat diinginkan, terapis rational emotif mengajarkan pada konseli bagaimana rasanya tidak tertekan bahkan manakala mereka tidak diterima dan dicintai orang lain yang signifikan. Rasoinal emotif berusaha menolong orang mendapatkan cara untuk mengatasi depresi,keresahan, kepedihan, kehilangan rasa harga diri, dan kebencian. Berikut ini adalah beberapa ide tidak rasional yang di internalisasi dan yang pasti membawa ke penggagalan diri tersebut yakni : (1) ”Saya harus dicintai atau diterima oleh semua orang penting dalam hidup saya”. (2) ”Saya harus melakukan tugas penting secara kompeten dan sempurna”. (3) ”Oleh karena saya sangat senang menginginkan agar orang memperlakukan saya dengan penuh pengertian dan jujur maka mutlak harus berbuat seperti itu”.

365

(4) ”Apabila saya tidak mendapatkan apa yang saya inginkan maka itu merupakan hal yang sangat tidak menyenangkan dan tidak akan tahan”. (5) ”Lebih mudah menghindari kesulitan hidup dan pertanggungan jawab dari pada melakukan suatu bentuk disiplin diri yang menjadikan keuntungan”. Seperti yang telah kita lihat, dogma dasar dari terapi rational emotif adalah gangguan emosional (yang dibedakan dari perasaan duka, menyesal, dan frustasi merupakan hasil pemikiran irasional. Kualitas irasonalnya berasal dari tuntutan agar dunia ini seharusnya, seyogyanya, dan harus berbeda. Diagram berikut ini akan menjelaskan interaksi dari berbagai komponen yang sedang dibahas : A B C

D E F Keterangan : A= peristiwa yang sedang terjadi B= keyakinan C= konsekuensi emosi dan perilaku D= intervensi yang meragukan/membantah E= efek F= perasaan baru Teori A-B-C dari kepribadian menduduki posisi sentral dalam teori dan praktek rasional emotif. A adalah keberadaanya fakta, suatu peristiwa atau perilaku atau sikap seorang individu. C adalah konsekuensi emosi dan perilaku ataupun reaksi si individu; reaksi itu bisa cocok, bisa juga tidak A (peristiwa yang sedang berjalan), melainkan B, yaitu keyakinan si pribadi pada A banyak menjadi penyebab C, reaksi emosi. Misalnya apabila seseorang mengalami depresi setelah bercerai dengan suami/istrinya mungkin bukan perceraian itu sendiri yang menjadi penyebab reaksi dalam bentuk depresi itu, tetapi keyakinan si individu bahwa ia gagal, merasa ditolak, atau kehilangan pasangan. Keyakinan terhadap penolakan dan kegagalan (pada titik B) merupakan penyebab utama dari depresi (pada titik C), dan bukan peristiwa yang sesungguhnya terjadinya perceraian (pada titik A). Jadi manusia memikul sebagian besar dari tanggung jawab terciptanya reaksi serta gangguan emosi mereka sendiri. Dengan menunjukan kepada seseorang cara ia bisa merubah keyakinan irasional yang secara langsung menjadi penyebab terjadinya konsekuensi terganggunya emosi merupakan inti dari terapi rational emotif. Setelah A, B, C maka munculah D, yang meragukan/membantah pada esensinya D merupakan aplikasi dari metode ilmiah untuk menolong konseli menantang keyakinan irasional mereka. Ada tiga komponen dari proses meragukan/membantah ini : mendeteksi, memperdebatkan, dan mendekriminasi. Pertama konseli belajar caranya mendeteksi keyakinan irasional mereka, terutama kemutlakan ”seharusnya” dan ”harus”, ”sifat berlebihan”, dan ”pelecehannya pada diri-sendiri”, kemudian konseli memperdebatkan keyakinan yang disfungsional itu dengan belajar cara mempertanyakan semuanya itu secara logis dan emperis dan dengan sekuat tenaga mempertanyakannya pada diri sendiri serta berbuat untuk tidak mempercayainya. Akhirnya konseli belajar untuk mendiskriminasi keyakinan yang irasional dan rasionil. Meskipun terapi rational emotif menggunakan banyak kognitif, emotif, dan behavioral untuk menolong konseli mengalahkan keyakinan irasional mereka, ditekankannya proses meragukan ini baik pada waktu selama sesi terapi maupun di kehidupan diluar sesi terapi. Akhirnya sampailah mereka pada E, falsafah efektif yang memiliki segi praktis. Falsafah rasional yang baru dan efektif terdiri dari menggantikan pikiran yang tidak pada tempatnya dengan yang cocok. Apabila kita berhasil dalam melakukan ini kita juga menciptakan F atau perangkat perasaan yang baru. Kita tidak lagi merasakan kecemasan yang sungguh-sungguh atau merasa tertekan, melainkan merasakan segala sesuatu sesuai dengan situasi yang ada. Cara yang paling baik untuk memulai merasa lebih baik adalah mengembangkan falsafah yang efektif dan rasionil, jadi orang tidak menyalahkan diri-sendiri serta menghukum diri-sendiri berupa

366

depresi karena terjadi perceraian melainkan orang akan mencari konglusi yang rasionil dan berdasarkan empiris Untuk bisa mengubah kepribadian yang disfungsional mencakup langkahlangkah sebagai berikut : (1) mengakui sepenuhnya bahwa yang bertanggung jawab atas terciptanya masalah yang dialami (2) mau menerima pendapat bahwa kita memiliki kemampuan untuk secara signifikan mengubah gangguan-gangguan ini. (3) mengakui bahwa masalah emosional banyak berasal dari keyakinan irasional (4) melihat nilai dari sikap meragukan keyakinan yang bodoh dengan menggunakan metode yang tegas (5) menerima kenyataan bahwa apabila mengharapkan adanya perubahan sebaiknya bekerja keras dengan cara emotif behavioral untuk mengadakan kontra aksi terhadap keyakinan dan perasaan serta perbuatan yang disfungsional yang mengikutinya (6) mempraktekan metode rational emotif untuk mencabut atau merubah konsekuensi yang mengganggu disisa kehidupan kita Tujuan Konseling Tujuan utama konseling rasional-emotif ialah menunjukan dan menyadarkan konseli bahwa cara berfikir yang tidak logis itulah merupakan penyebab gangguan emosionilnya. Atau dengan kata lain konseling rational-emotif ini bertujuan membantu konseli membebaskan dirinya dari berfikir atau ide-idenya yang tidak logis dan menggantinya dengan cara-cara yang logis. Untuk bisa mencapai sasaran yang telah disebutkan diatas ada beberapa langkah diantaranya : (1) menunjukan kepada konseli bahwa mereka telah menggunakan banyak hal ”seharusnya”, ”seyogyanya”, dan ”harus” yang irasional. Konseli belajar untuk memisahkan keyakinan mereka yang irasional dari yang rasional (2) dalam proses terapeutik membawa konseli melampui tahap kesadaran, dengan kata lain konseli tetap saja mengindoktrinasi diri serta mereka banyak memikul tanggung jawab atas adanya masalah yang dialami. (3) Menolong mereka memodifikasikan pemikiran dan meninggalkan ide yang irasional. (4) Menantang konseli untuk mengembangkan falsafah hidup yang rasional sehingga dimasa depan bisa menghindarkan diri untuk tidak menjadi korban dari keyakinan irasional yang lain. Hubungan Pertolongan (Helping Relationship) RET mempunyai karakteristik dalam helping relationshipnya sebagai berikut: 1. Aktif Direktif: artinya dalam hubungan konseling atau terapeutik disini terapis atau konselor lebih aktif dalam membantu mengarahkan konseli dalam menghadapai dan memecahkan masalahnya. 2. Kognitif Rasional: artinya bahwa hubungan yang dibentuk berfokus pada aspek kognitif dari konseli dan berintikan pemecahan masalah yang rasional. 1. Emotif Eksperiensial: bahwa hubungan yang dibetuk juga harus melihat aspek emotif konseli dengan mempelajari sumber-sumber gangguan emosional sekaligus membongkar akar-akar keyakinan yang keliru mendasari gangguan tersebut. 2. Behavioristik: artinya bahwa hubungan yang dibentuk harus menyentuh dan mendorong terjadinya perubahan behavioral (tingkah laku dalam diri konseli). 3. Kondisional: artinya bahwa hubungan dalam RET dilakukan dengan membuat kondisi-kondisi tertentu terhadap konseli berbagai teknik kondisioning untuk mencapai tujuan konseling. Fungsi dan peranan konselor dalam RET adalah: 1. Konselor bertugas mendorong dan meyakinkan kepada konseli bahwa konseli harus memisahkan keyakinannya yang rasional dari keyakinannya yang irasional. 2. Konselor menunjukkan kepada konseli bahwa berpikir yang ilogis sebenarnya adalah sumber dari gangguan terhadap kepribadiannya. 3. Konselor mencoba mengarahkan kepada konseli untuk berpikir dan membebaskan dari ide-ide yang tidak rasional.

367

4. Mengajarkan konseli bagaimana mengaplikasikan pendekatan ilmiah, objektif
dan logis dalam berpikir dan selanjutnya melatih diri untuk menghayati sendiri bahwa ide-ide irasional hanya akan mengembangkan perilaku dan perasaanperasaan yang dapat menghancurkan atau merusak diri sendiri. Hubungan antara konselor dan konseli dalam RET adalah sebagai berikut: 1. Hubungan hendaknya dalam suasana informal. 2. Hubungan sebaiknya konselor aktif, direktif tetapi juga objektif sehingga dari pola hubungan yang demikian itu secara tidak langsung akan menjadi anutan konseli. 3. Konselor sebagai model untuk konseli. Dengan model ini, konseli dapat menginternalisasikan sistwm nilai tertentu yang dapat melawan sistem nilai dan keyakinannya yang salah. 4. Hubungan di sini perlu adanya full tolerance and unconditional positive regard yang harus diciptakan oleh konselor untuk menghilangkan perasaan-perasaan bersalah dari konseli. 5. Konselor hendaknya menerima diri konseli sebagai seorang manusia yang berharkat dan bernilai. C. Teknik Konseling Teknik konseling yang digunakan dalam RET adalah sebagai berikut: 1. Teknik Assertive Training: yaitu teknik yang digunakan untuk melatih, mendorong dan membiasakan konseli untuk secara terus-menerus menyesuaikan dirinya dengan pola tertentu yang diinginkan. Contoh: Seorang murid pemalu diberikan latihan pembiasaan diri agar perasaan malunya hilang melalui latihan berdiri di depan kelas, memimpin kelompok kecil, latihan berdiskusi dan sebagainya. Namun latihan ini secara bertahap, sehingga konseli secara tidak langsung perasaan malunya hilang. Jika dalam tahap tertentu konselor menilai bahwa perasaan malu konseli telah berkurang, maka selanjutnya diberikan informasi penyadaran bahwa sesungguhnya perasaannya itu hanya disebabkan oleh penilaian dan persepsinya terhadap diri sendiri yang keliru dan tidak rasional. 2. Teknik Sosiodrama: yaitu teknik yang digunakan untuk mengekspresikan berbagai jenis perasaan yang menekan konseli, melalui suatu suasana yang didramasasikan sehingga konseli dapat secara bebas mengungkapkan dirinya sendiri secara lisan, tulisan maupun melalui gerakan-gerakan dramatis. Teknik ini dilakukan untuk melatih perilaku verbal dan non verbal yang diharapkan konseli. 3. Teknik Self Modeling: yaitu teknik yang digunakan dengan meminta konseli untuk berjanji atau mengadakan komitmen dengan konselor untuk menghilangkan perasaan atau perilaku tertentu. Dalam self modeling ini, konseli diminta untuk tetap setia pada janjinya dan secara terus-menerus menghindarkan dirinya dari perilaku negatif. 4. Teknik Imitasi: yaitu teknik yang digunakan di mana konseli diminta untuk menirukan secara terus-menerus suatu model perilaku tertentu dengan maksud melawan perilakunya sendiri yang negatif. 5. Teknik-teknik Behavioristik a. Teknik Reinforcement yaitu teknik yang digunakan untuk mendorong konseli ke arah perilaku yang lebih rasional dan logis dengan jalan memberikan pujian verbal (reward) ataupun punishment. Bila perilaku konseli mengalami kemajuan dalam arti positif, maka ia dipuji ”baik” dan bila mundur berperilaku negatif maka dikatakan ”buruk”. Teknik ini dimaksudkan untuk membongkar sistem nilai dan keyakinan yang irasional pada konseli dan menggantinya dengan sistem nilai yang positif. Dengan memberikan reward atau punishment, maka konseli akan menginternalisasikan sistem nilai yang diharapkan kepadanya. b. Teknik Social Modeling yaitu teknik yang digunakan untuk membentuk perilaku-perilaku baru pada konseli. Teknik ini dilakukan agar konseli dapat hidup dalam suatu model sosial yang diharapkan dengan mengimitasi, mengobservasi dan menyesuaikan dirinya

368

dengan social model yang dibuat itu. Dalam teknik ini, konselor mencoba mengamati bagaimana proses konseli mempersepsi, menyesuaikan dirinya dan menginternalisasi norma-norma dalam sistem model sosial dengan masalah tertentu yang telah disiapkan oleh konselor. Model-model dalam social model antara lain: • Live models, digunakan untuk menggambarkan perilaku-perilaku tertentu, khususnya situasi-situasi interpersonal yang kompleks dalam bentuk percakapan sosial, interaksi dengan orang tua, orang dewasa, guru atau dengan teman-teman sekelompoknya. Dalam live models ini, konseli dilatih untuk mengidentifikasikan dirinya dengan orang-orang tertentu yang menjadi model untuk kehidupan dan perilakunya. • Filmed models, suatu model perilaku yang difilmkan, sehingga konseli dapat mengimitasikan dan mengidentifikasikan dirinya dengan model perilaku yang dimunculkan dalam film. 6. Teknik Counter Conditioning: yaitu teknik yang digunakan untuk menanggulangi perilaku-perilaku seperti anxiety, fears, phobia, defensive, dan perilaku maladaptive lainnya. Beberapa jenis teknik counter conditioning antara lain: a. Systematic Desensitization, dalam teknik ini konselor menciptakan suatu kondisi atau situasi tertentu yang secara potensial merupakan penyebab dari munculnya perasaan negatif konseli, namun situasi itu memberikan keadaan yang rileks kepada konseli itu sendiri. Misalnya seorang konseli menderita phobia terhadap orang mati. Dalam keadaan ini konselor dapat menciptakan suatu kondisi misalnya melewati kuburan dengan perangsang tertentu sehingga konseli hanya merasakan rileksnya kuburan itu. b. Teknik Relaxation, teknik ini digunakan bila kondisi konseli sedang berada dalam tahap petentangan antara keyakinannya yang irasional dan menimbulkan ketegangan. Pada saat yang demikian diperlukan teknik relaxation untuk menghilangkan ketegangan dalam diri konseli. c. Teknik Self Control, teknik ini untuk memodifikasi perilaku konseli dengan jalan membangkitkan dan mengembangkan self controlnya. Inti utama dari teknik ini adalah bagaimana konseli dapat mengendalikan diri berdasarkan pemikiran-pemikiran yang rasional untuk menghilangkan keinginan-keinginan, nafsu-nafsu ataupun dorongan yang negatif. 7. Teknik-teknik Kognitif Teknik ini digunakan dengan maksud melawan sistem keyakinan yang irasional dari konseli serta perilakunya yang negatif. Dengan sistem ini konseli didorong dan dimodifikasi aspek kognitifnya agar dapat berpikir dengan cara yang rasional dan logis. Beberapa teknik kognitif yang cukup dikenal ialah: a. Home Work Assigment, dalam teknik ini konseli diberikan tugas-tugas rumah untuk melatih, emmbiasakan diri serta menginternalisasikan sistem nilai tertentu yang menuntun pola perilaku yang diharapkan untuk mengurangi atau menghilangkan ide-ide atau perasaanperasaan yang irasional atau ilogis dalam situasi-situasi tertentu, mempraktekkan respon-respon tertentu, berkonfrontasi dengan self verbalizationnya yang mendahului, mempelajari bahan-bahan tertentu yang ditugaskan untuk mengubah aspek kognisinya yang keliru, mengadakan latihan-latihan tertentu berdasarkan tugas yang diberikan. Selanjutnya pelaksanaan tugas yang diberikan konselor dilaporkan oleh konseli dalam suatu pertemuan tatap muka dengan konselor. Teknik ini sebenarnya dimaksudkan untuk membina dan mengembangkan sikap-sikap yang bertanggung jawab, kepercayaan pada diri sendiri serta kemampuan untuk self direction, self management diri sendiri serta mengurangi ketergantungannya kepada konselor. b. Teknik Bibliotherapy, teknik ini untuk membongkar akar-akar keyakinan yang irasional dan ilogis dalam diri konseli serta melatih konseli dengan cara-cara berpikir rasional dan logis dengan

369

d. e.

f.

g.

mempelajari bahan-bahan bacaan yang telah dipilih dan ditentukan oleh konselor. c. Teknik Diskusi, teknik ini konseli dapat mempelajari pengalaman-pengalaman orang lain serta dapat menimba berbagai informasi yang dapat mempengaruhi dan mengubah keyakinannya serta cara berpikir yang irasional dan tidak objektif. Teknik simulasi, teknik ini digunakan untuk memberi kemungkinan kepada konseli mempraktekkan perilaku-perilaku tertentu emlalui suatu kondisi simulatif yang mendekati kenyataan. Teknik Gaming, teknik ini terutama digunakan untuk melatih dan menempatkan konseli dalam peran tertentu. Misalnya peran sebagai seorang ayah, seorang guru, dan seorang pemimpin kelas. Dalam kondisi ini konseli dilatih dan belajar mengidentifikasikan dirinya dengan peranan dari figur tertentu yang ada dalam lingkungan sosialnya. Teknik Paradoxical Intention (keinginan yang berlawanan), teknik ini didasarkan pada asumsi bahwa seseorang yang mulai memperlihatkan keinginan atau hasrat yang tidak baik (negatif) dengan sendirinya akan menjadi jera dengan jalan menciptakan kondisi yang hiperintention, yakni mempertinggi hasrat atau keinginan, sehingga pada titik kulminasi tertentu orang itu akan menghilangkan sama sekali keinginannya itu. Misalnya seorang murid yang biasa ribut dalam kelas, kepadanya diberikan kesempatan untuk ribut seenaknya. Pada saat tertentu, pasti anak atu akan bosan dan berhenti dengan sendirinya. Seorang anak yang takut pada dentuman keras, maka kepadanya diperdengarkan bunyi dentuman keras secara terus-menerus dengan kadar yang lebih tinggi. Pada saat tertentu pasti ketakutan anak ini menjadi hilang dengan sendirinya. Teknik Asertive, teknik digunakan untuk melatih keberanian diri konseli dalam mengekspresikan perilaku-perilaku tertentu yang diharapkan melalui: role playing dan social modeling. Teknik asertive ini digunakan untuk: 1. Mendorong kemampuan konseli mengekspresikan seluruh hal yang berhubungan dengan emosinya. 2. Membangkitkan kemampuan konseli dalam mengungkapkan hak asasinya sendiri tanpa menolak atau memusuhi hak asasi ornag lain. 3. Mendorong kepercayaan pada kemampuan diri sendiri. 4. Meningkatkan kemampuan untuk memilih perilaku-perilaku asertive yang cocok untuk dirinya sendiri.

D.

Panduan Praktik

Format 1

PEDOMAN OBSERVASI PRAKTIK PENDEKATAN KONSELING RASIONAL-EMOTIF : ………………………….. : ………………………….. : …………………………..

Konselor Konseli Pengamat

Petunjuk : Berilah tanda silang pada jenjang skala yang disediakan sesuai dengan keadaan yang saudara amati, dengan rambu-rambu: Skala 0, bila keterampilan tersebut tidak dilakukan Skala 1, bila keterampilan tersebut dilakukantetapi tidak tepat Skala 2, bila keterampilan tersebut dilakukan dengan tepat NO 1 TAHAPAN/KETERAMPILAN KONSELOR Langkah 1 0 SKALA 1 2

370

2

3

4

Menunjukkan kepada konseli bahwa mereka telah menggunakan banyak hal-hal ”seharusnya”, ”seyogyanya” dan harus yang irasional. Konseli belajar untuk memisahkan keyakinan mereka yang irasional dari yang rasional. Konselor mendorong, menghimbau, dan kadang-kadang sampai-sampai mengarahkan konseli untuk melibatkan diri dalam kegiatan yang akan menangkis propaganda itu. Langkah 2 Membawa konseli melampaui tahap kesadaran. Hal ini ditunjukkan konseli dengan membiarkan gangguan emosional mereka tetap aktif dengan terus berpikir tidak logis dan mengulang-ulang makna secara falsafah menggagalkan diri sendiri (konseli mengindoktrinasi diri dengan banyak memikul tanggung jawab atas adanya masalah yang dialami). Langkah 3 Menolong konseli memodifiasikan pemikiran dan meninggalkan ide yang irasional dengan cara membantu konseli untuk bisa memahami lingaran setan dari proses menyalahkan diri yang ada dalam diri konseli. Langkah 4 Menantang konseli untuk mengembangkan falsafah hidup yang rasional sehingga di masa depan mereka bisa memberi jaminan bahwa rasa takut yang tidak logis tidak akan muncul. Oleh karena itu, apa yang didambakan adalah adalah menyerang inti dari pemikiran irasional dan mengajar konseli cara menggantikan keyakinan dan sikap yang tidak rasional itu dengan yang rasional. Semarang, Mei 2012 Pengamat

Format 2
PEDOMAN OBSERVASI PRAKTIK PENDEKATAN KONSELING RASIONAL-EMOTIF Konselor : ………………………….. Konseli : ………………………….. Pengamat : ………………………….. Petunjuk : Berilah tanda silang pada jenjang skala yang disediakan sesuai dengan keadaan yang saudara amati, dengan rambu-rambu: Skala 0, bila keterampilan tersebut tidak dilakukan Skala 1, bila keterampilan tersebut dilakukantetapi tidak tepat Skala 2, bila keterampilan tersebut dilakukan dengan tepat NO 1 TAHAPAN/KETERAMPILAN KONSELOR Langkah 1 Menunjukkan kepada konseli bahwa mereka telah menggunakan banyak hal-hal ”seharusnya”, ”seyogyanya” dan harus yang irasional. Konseli belajar untuk memisahkan keyakinan mereka yang irasional dari yang rasional. Konselor mendorong, menghimbau, dan kadang-kadang sampai-sampai mengarahkan konseli untuk melibatkan diri dalam kegiatan yang akan menangkis propaganda itu. 0 SKALA 1 2

371

2

3

4

Langkah 2 Membawa konseli melampaui tahap kesadaran. Hal ini ditunjukkan konseli dengan membiarkan gangguan emosional mereka tetap aktif dengan terus berpikir tidak logis dan mengulang-ulang makna secara falsafah menggagalkan diri sendiri (konseli mengindoktrinasi diri dengan banyak memikul tanggung jawab atas adanya masalah yang dialami). Langkah 3 Menolong konseli memodifiasikan pemikiran dan meninggalkan ide yang irasional dengan cara membantu konseli untuk bisa memahami lingaran setan dari proses menyalahkan diri yang ada dalam diri konseli. Langkah 4 Menantang konseli untuk mengembangkan falsafah hidup yang rasional sehingga di masa depan mereka bisa memberi jaminan bahwa rasa takut yang tidak logis tidak akan muncul. Oleh karena itu, apa yang didambakan adalah adalah menyerang inti dari pemikiran irasional dan mengajar konseli cara menggantikan keyakinan dan sikap yang tidak rasional itu dengan yang rasional. Semarang, Mei 2012 Konseli

372

ALAT PENILAIAN KEMAMPUAN KONSELOR DALAM MELAKSANAKAN KONSELING INDIVIDUAL
Petunjuk Pengisian :

Nama Peserta ………………………. Nomor ……………………….

:

1.

Isilah format sesuai dengan pengamatan Bapak/Ibu selama peserta praktik Nama Mahasiswa : 2. Untuk setiap deskriptor berilah skor : (5) sangat baik, (4) baik,

:

Aspek yang Dinilai

Deskriptor 1

Skor Praktik ke 2

3

A. Tingkah laku nonverbal yang sesuai

1. Ekspresi wajah yang 2. Posisi tubuh terbuka
membe-rikan perhatian (tidak melipat kaki atau tangan) 3. Posisi tubuh atentif (condong ke depan) 4. Memberikan respon non-verbal (anggukan kepala) 5. Kontak mata

MeMemperlihatkan B. karakteristik personal konselor

6. Empati (verbal atau
non ver-bal) 7. Penerimaan tanpa syarat 8. Ketulusan 9. Keterbukaan 10. Tidak menilai/menyalahkan/mengkritik 11. Tidak memberikan solusi 12. Kehangatan

C. Menampilkan
keterampilanketerampilan sebagai konselor

13.

Mengawali/membu ka kon-seling (opening) 14. Mendengar aktif (active listening) 15. Memperjelas (clarifying) 16. Merefleksikan perasaan (reflecting feelings) 17. Mengulang kembali (restating/paraphrasing) 18. Bertanya (questioning) 19. Membatasi (structuring) 20. Menyimpulkan (summariz-ing)

373

21. Mengkonfrontasi
(confront-ing) 22. Menentukan tujuan (setting goals) 23. Memberikan umpan balik (giving feedback) 24. Menghubungkan (linking) 25. Merintangi (blocking) 26. Mengakhiri (terminating) D. Menampilkan keterampilan konseling

27. Merencanakan
dan menen-tukan tujuan 28. Mengidentifikasi masalah 29. Mengidentifikasi berbagai alternatif 30. Menetapkan alternatif yang terbaik Jumlah total

Keterangan: Deskriptor-deskriptor dari aspek yang dinilai belum tentu ditampilkan semua oleh konselor, misalnya deskriptor dari keterampilan sebagai konselor belum tentu semua perlu dipergunakan dalam suatu sesi konseling. Oleh karena itu, penilaian juga memperhatikan hal tersebut. Penilaian Ada dua tahap penghitungan nilai, yaitu: 1. Nilai setiap sesi praktik konseling Jumlahkan skor kemudian dibagi dengan jumlah aspek yang dapat terlihat dalam praktik konseling. Bila terdapat aspek yang tidak dapat diobservasi, aspek tersebut tidak diikutkan dalam pembagian. NILAI = ∑ skor -------------------------------∑ aspek yang diobservasi

2. Nilai akhir adalah nilai rata-rata dari praktik konseling ke-1 hingga ke-3. N1 + N2 + N3 NILAI AKHIR= ------------------- X 100 3 3. Untuk mendapatkan nilai (kualitas) praktik konseling individual, nilai akhir pada no. 2 dibandingkan dengan kriteria sebagai berikut: Prosentase 85 % - 100 % 70 % - 84 % 60 % - 69 % 50 % - 59 % < 50 % Kualitas Sangat Baik Baik Cukup Kurang Baik Sangat Kurang Huruf Mutu A B C D E

Semarang, …………………… 374 Instruktur PLPG

E.

Latihan Untuk memperdalam pemahaman dari materi kegiatan ini, peserta diminta untuk melakukan beberapa latihan di bawah ini. 1. Diskusikan apa makna dari Pendekatan yang baik dalam proses konseling. 2. Buatlah latihan cara meringkas dan menggeneralisasikan data pada proses konseling rasional emotif. 3. Diskusikan dan instropeksi atas kondisi diri sendiri, apakah selama ini proses konseling yang dilakukan sudah memenuhi tingkatan keprofesionalan seperti yang dinyatakan oleh Prayitno (2005:1). 4. Peserta diminta untuk memisahkan keyakinan yang irasional dan rasional dalam kajian konseling rasional-emotif. 5. Peserta diminta menstimulasikan proses konseling rasional-emotif dalam kelompok kecil dan dievaluasi melalui format observasi yang tertera pada format 1. F. Lembar Kegiatan Kegiatan ini akan dapat mengarah pada kompetensi yang diharapkan, maka pencapaiannya diperlukan langkah-langkah, sebagai berikut: 1. Peserta diminta untuk memahami materi secara individual, kemudian mendiskusikan dalam kelompok kecil. 2. Peserta diminta untuk membuat rencana simulasi tentang proses konseling rasional-emotif. 3. Peserta menstimulasikan dan disertai dengan pemberian feedback dari anggota kelompok. G. Rangkuman Konselor dalam melaksanakan konseling hendaknya memahami pendekatan yang akan digunakan. Pendekatan dapat dijadikan acuan dalam menyelenggarakan konseling. Terdapat lima kriteria pendekatan yang baik yaitu: 1) Jelas, 2) Komprehensif, 3) Ekplisit, 4) Parsimonius, dan 5) menghasilkan penelitian yang bermanfaat. Pemahaman konselor terhadap pendekatan secara baik sangat dibutuhkan dalam proses konseling, karena pendekatan itu mempunyai fungsi umum: 1. Meringkaskan dengan menggeneralisasikan satu kesatuan informasi. 2. Membantu dalam pemahaman dan penjelasan suatu fenomena yang kompleks. 3. Sebagai prediktor bagi suatu kondisi tertentu. 4. Mendorong penelitian dan pengumpulan data lebih lanjut. Dalam proses konseling terdapat lima tingkatan keprofesionalan yaitu: konseling diselenggarakan secara pragmatis, dogmatis, sinkretik, elektik, dan mempribadi. Pendekatan konseling Rational-emotif pada intinya ialah untuk mengatasi pikiran yang tidak logis tentang diri sendiri dan lingkungannya. Konselor berusaha agar konseli makin menyadari pikiran dan katakatanya sendiri, serta mengadakan pendekatan yang tegas, melatih konseli untuk bisa berfikir dan berbuat yang lebih realistis dan rasional. Konseling Rational-emotif banyak kesamaannya dengan terapi yang berorientasi pada kognisi, perilaku, dan perbuatan, dalam arti bahwa rational-emotif menekankan pada berfikir, memperkirakan, mengambil keputusan, menganalisis dan berbuat. Rational-emotif sangatlah didaktis, sangat direktif dan memiliki kepedulian yang seimbang antara pikiran dan perasaan dan didasarkan pada asumsi bahwa kognisi, emosi, dan perilaku berinteraksi secara signifikan dan memiliki hubungan sebab akibat yang timbal balik. Melalui perkembangannya rational-emotif terus menerus menekankan pada ketiga modalitas itu serta interaksinya, dan oleh karenanya memberinya ciri sebagai yang menggunakan pendekatan elektik yang multimodal.

375

DAFTAR PUSTAKA Burk, H.M & Stefflre, B. 1979. Theories of Counseling. New York: McGraw-Hill Book Company. Corey, Gerald. 1999. Teori dan Praktik Konseling dan Psikoterapi. Bandung: PT. Eresco. Geldard Kathryn. 2011. Keterampilan Praktik Konseling .Yogyakarta: Pustaka Belajar Hansen, A.J. 1951. Counseling, Teori and Process. Boston: Allyn and Bacon. Hariastuti, Retno Tri. 2007. Ketrerampilan-Keterampilan Dasar Konseling. Surabaya: UNESA Press. Myrick, D. Robert. 1979. Developmental Guidance and Counseling : A Practical Approach . Boston: Hougton Mifflin Company. Nurihsan, Juntika. 2005. Strategi Layanan Bimbingan dan Konseling. Bandung: Refika Aditama. -------------------. 2005. Ketrerampilan Konseling. Surabaya: Offset Mapan. Nursalim, Mochamad. 2002. Layanan Bimbingan dan Konseling. Surabaya: UNESA Press. Prayitno. 2004. Layanan Konseling Individual (L.5). Padang: Jurusan Bimbingan dan Konseling FIP UNP. Walgito, Bimo. 2004. Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Yogyakarta: Andi Winkel W.S dan Sri Hastuti. 2004. Bimbingan dan Konseling di Institusi pendidikan. Yogyakarta: Media Abadi.

376

Oleh karena itu. khususnya dari dimensi kesosialannya. Kerumunan dapat berubah menjadi kelompok. yaitu kalau unsur penarik perhatian (objek yang menimbulkan kerumunan) dan unsur-unsur pengikat antara orang-orang yang berkumpul (yang menimbulkan kelompok) menjadi hilang. yaitu apabila unsur-unsur pengikat antar anggota kelompok makin mengendor. suatu kelompok dapat berubah menjadi kerumunan. B. Manusia adalah makhluk social yang tak mungkin dapat hidup berkembang secara layak apabila ia hidup sendiri dan menyendiri. Latar Belakang Terbentuknya berbagai kelompok dalam kehidupan manusia merupakan wujud dari hakikat kemanusiaan. 3. yaitu kalau unsur-unsur hubungan antara orang-orang yang nada di dalamnya ditingkatkan. Praktik layanan bimbingan dan konseling kelompok. C. selanjutnya kerumunan ini dapat berkembang menjadi kelompok. PENDAHULUAN A. sejumlah orang berkumpul membentuk kerumunan. Menjelaskan konsep dasar dan proses terbentuknya kelompok dan pengembangannya dalam konseling kelompok. yaitu kalau terhadap orangorang yang berkumpul itu berlaku hubungan atau kaitan tertentu antar otang tersebut. Kerumunan dan kelompok dapat berubah menjadi sekedar kumpulan orang-orang belaka. manusia selalu berusaha hidup dalam kumpulannya dan dalam kebersamaannya. Pada tingkat yang paling awal. Sebaliknya. 2. Kumpulan orang-orang itu kemudian menjunjung suatu atau beberapa kualitas tertentu. jenis-jenis kelompok dan keanggotaannya.I. 377 . Lebih jauh kerumunan dapat membentuk kelompok. Berkumpulnya sejumlah orang dapat membentuk suatu kerumunan. yaitu apabila ke dalam kerumunan itu dimasukkan ikatan-ikatan atau “kualitas” tertentu yang mengenai orang-orang yang berkumpul itu. sehingga dengan demikian kumpulan tersebut menjadi sebuah kelompok. tujuan. Terampil menyusun perencanaan dan mempraktikkan layanan bimbingan dan konseling kelompok. Tujuan 1. Metode 1. Paparan pengertian. Paparan kegiatan dan tahapan bimbingan dan konseling kelompok. 3. sedang berkumpulnya sejumlah orang yang saling berkaitan satu sama lain membentuk apa yang disebut kelompok. Kelompok pada dasarnya didukung dan terbentuk melalui perkumpulannya sejumlah orang. 2. yaitu kalau berkumpulnya orang-orang itu disebabkan karena adanya suatu kejadian atau objek yang menarik perhatian mereka sedangkan diantara orang-orang itu tidak asa saling kaitan sama sekali. Berkumpulnya sejumlah orang yang masing-masing tidak mempunyai hubungan itu membentuk apa yang disebut kerumunan. Menjelaskan tahap-tahap perkembangan kelompok dalam penyelenggaraan layanan bimbingan dan konseling kelompok. serta membentuk kelompok-kelompok.

Kelompok sosial mempunyai ciri-ciri: (a) keanggotaannya bersifat sukarela maupun tidak sukarela dalam arti seseorang dapat menjadi anggota kelompok bukan karena keinginannya sendiri tetapi karena ditunjuk untuk mewakili organisasi tertentu. Uraian Materi 1. Individu lain tidak boleh masuk ikut kegiatan kelompok selama proses kelompok berlangsung. c. dan diikutsertakan dalam kegiatan-kegiatan kelompoknya. Keberadaan dan keterlibatan individu dalam kegiatan ditentukan oleh sikap-sikapnya seperti sikap membantu. 4. a. (c) mempunyai tujuan tertentu yang ditetapkan oleh anggotaanggotanya dan biasanya bersifat sosial. (c) jumlah anggotanya kecil pada umumnya dua tiga atau empat orang. ada peraturan yang mengatur kegiatan pemimpin hubungan antara anggota anggotanya dan hubungan luar kelompok. Kelompok primer dan kelompok sekunder Kelompok primer adalah kelompok yang anggota-anggotanya bertemu secara langsung. Kelompok tertutup dan kelompok terbuka/berkesinambungan Kelompok tertutup adalah kelompok yang jumlah anggotanya tetap yaitu individu-individu yang dan awal sampai akhir menjadi anggota kelompok tersebut. saling membantu dan bersama-sama memecahkan masalah yang dihadapi. Tujuan 1. (d) tujuannya untuk memuaskan kebutuhan-kebutuhan emosional anggotanya. Kelompok berkesinambungan juga sering disebut dengan nama kelompok terbuka. Kelompok psikologis dan kelompok sosial Kelompok psikologis atau psyche group adalah kelompok yang mempunyai ciri: (a) bersifat informal dalam arti hampir tidak mempunyai peraturan-peraturan. Cara pengklasifikasian yang umum dipakai adalah pengklasifikasian “dia tipe” atau “dua arah”. 2. Kelompok sekunder adalah kelompok yang hubungan anggotanya tidak Langsung. memikirkan dan sikap kerjasama. dan andaikata ada peraturan maka aturan itu sifatnya sementara (b) keanggotaannya bersifat sukarela dan biasanya sangat homogen. kelompok terorganisasikan dan kelompok tidak terorganisasikan. Out-group yaitu individu dianggap sebagai out-group karena tidak melibatkan diri dengan kegiatan-kegiatan kelompok dan tidak diikutsertakan oleh kelompoknya. Lebih bersifat formal dai pertemuan antara anggota-anggotanya berlangsung pada saat-saat tertentu saja. kelompok formal dan kelompok informal. (b) anggotanya heterogen baik dalam hal umur. tetapi tujuan ini biasanya tidak dirumuskan secara tegas karena adanya perasaan senasib. Dalam pengklasifikasian seperti itu dikenali adanya kelompok primer dan kelompok sekunder. b. Di dalam kelompok sekunder terdapat pimpinan dan anggota yang formal. adalah kelompok yang anggotanya dapat bertambah selama proses kelompok berlangsung.II. kelompok social dan kelompok psikologikal. kedudukan. maupun pekerjaan. (d) kegiatannya berorientasi pada tugas atau pada pemecahan masalah. d. khususnya dalam situasi-situasi sosial tertentu. yang satu metrupakan kebalikan dari yang lain. Mendeskripsikan proses terbentuknya kelompok Menyebutkan macam-macam kelompok Mendeskripsikan unsur-unsur utama suasana kelompok Mendeskripsikan bentuk dan peran anggota kelompok B. melibatkan dirinya. 3. (e) ada hubungan pribadi yang mendalam diantara anggota-anggotanya. 378 . JENIS KELOMPOK DAN KEANGGOTAAN KELOMPOK A. hubungannya akrab. dan sebagainya. Jenis Kelompok Jenis-jenis kelompok dibedakan atas beberapa klasifikasi. In-group dan out-group In-group adalah kelompok dimana individu-individu anggotanya dengan sadar mengidentifikasi dirinya.

bimbingan kelompok. dan bahkan Lebih dan itu. (4) itikad dan sikap terhadap orang lain. Menurut alur dan patut yang berlaku dimasyarakat. tanggapan dan berbagai reaksi pun dapat merupakan peluang yang amat berharga bagi perorangan yang bersangkutan Kesempatan timbal balik inilah yang merupakan dinamika dan kehidupan kelompok itu yang akan membawakan kemanfaatan bagi para anggotanya. Apabila disebut: kemanfaatan disini tidaklah berarti bahwa suasana kelompok selalu serta menyenangkan. Peranan kelompok tidak akan terwujud tanpa keikutsertaan secara aktif para anggota kelompok. Melalui dinamika kehidupan kelompok itu hendaknya setiap anggota kelompok. Keanggotaan merupakan salah satu unsur pokok dalam proses kehidupan kelompok. dapat merupakan wahana dimana masing-masing anggota kelompok itu (secara perorangan) dapat memanfaatkan semua informasi. 2. Anggota kelompok Tidak semua kumpulan orang atau individu dapat dijadikan anggota bimbingan dan konseling bimbingan. Tanpa anggota tidaklah mungkin jadi kelompok. mampu tegak sebagai perorangan yang sedang mengembangkan kediriannya dalam hubungannya dengan orang lain. Untuk terselenggaranya konseling kelompok seorang konselor perlu membentuk kumpulan individu menjadi sebuah kelompok yang memiliki persyaratan. Lebih tegas dapat dikatakan bahwa anggota kelompok justru merupakan badan dan jiwa kelompok itu. (5) kemampuan mandiri. kelompok psikoterapi atau psychotherapy group. dan sebaiknya keperluan kehidupan orang lain dan kehidupan kelompok pada umumnya jangan sampai pula mematikan perkembangan pribadi kedirian perorangan. dan psikoterapi kelompok. 3. Unsur-unsur utama suasana kelompok Suasana kelompok yaitu antar hubungan dari semua orang yang terlibat dalam kelompok. kelompok pertemanan (encounter groups). Namun demikian betapapun suasana kelompok itu dirasakan sebagai suasana yang positif ataupun negatif. melegakan ataupun bersifat menguntungkan bagi setiap peserta kelompok. tanggapan dan berbagai reaksi dan anggota kelompok lainnya untuk kepentingan dirinya yang bersangkut-paut dengan masalahnya itu. kelompok latihan (T-Groups). ini tidak berarti bahwa kedirian seseorang Lebih ditonjolkan daripada kehidupan kelompok secara umum. Kegiatan ataupun kehidupan kelompok itu sebagian besar didasarkan atas peranan para anggotanya. merisaukan ataupun merugikan perorangan tertentu anggota kelompok itu. Corey & Corey (1987) yaitu: kelompok bimbingan (guidance group). Pengembangan pribadi kedirian dan kepentingan orang lain atau kelompok harus dapat saling menghidupi. kelompok konseling atau counseling group. sehingga masing-masing individu berupaya mewujudkan kediriannya secara penuh dengan selalu mengingat kepentingan orang lain. kelompok latihan keterampilan hidup (life skills training groups). Dan segi kesempatan mengemukakan pendapat. (2) tujuan bersama. kelompok latihan hubungan antar manusia yang sistematis (Systematic human relation training groups). kelompok latihan kepekaan (sensitivity groups). diharapkan dapat merupakan umpan bagi pengembangan pribadi masing-masing anggota kelompok. kelompok • pengembangan organisasi (organizational development groups). Suasana kelompok justru kadang-kadang terasa mencekam. baik ataupun kurang baik dengan memperhatikan pada (1) saling hubungan yang dinamis antar anggota. 379 . Secara ringkas peranan para anggota kelompok sangatlah menentukan. Unsur utama suasana kelompok menurut para ahli hendaknya diperhatikan dalam menilai kehidupan sebuah kelompok. dalam batas-batas tertentu suatu kelompok dapat melakukan kegiatan tanpa kehadiran peranan pemimpin kelompok sama sekali. maka pengembangan pribadi kedirian tidak boleh merusak kehidupan pribadi-pribadi orang lain. konseling kelompok. dan sifat kegiatan kelompok. Oleh karena itu maka tiap individu mampu untuk mengendalikan diri. bertenggang rasa atau tepo sliro.Selain pembagian kelompok tersebut ada pembagian lain yang dikemukakan oleh beberapa ahli misalnya Gazda (1089). (3) hubungan antara besarnya kelompok (banyak anggota).

Misalnya. kurang pandai berkawan. hasilnyapun dapat merugikan. Sampai dengan anak umur SLTP pada umumnya akan menguntungkan bila dibentuk kelompok-kelompok dengan anggota yang kelaminnya sama dibandingkan dengan kelompok yang anggotanya campuran. dan juga untuk orangorang dewasa. kelompok yang seluruh anggotanya termasuk anakanak yang kurang pandai bergaul akan tidak mampu meningkatkan keterampilan anggota-anggotanya itu dalam pergaulan. sedangkan masalah-masalah keterampilan bergaul. Jika perbedaan di antara para anggota itu amat besar. 2) Umur Tentang umur. masalah-masalah yang menyangkut disiplin biasanya lebih baik diolah dalam kelompok yang anggota-anggotanya sejenis. 2) Mencurahkan segenap perasaan dalam melibatkan diri dalam kegiatan kelompok. jika kesamaan diantara anggota itu sangat besar. 380 . yaitu ada yang pandai dan tidak pandai bergaul. dan sebaliknya. Keakraban dapat mewarnai hubungan antaranggota kelompok yang sudah saling bergaul sebelumnya. pada umumnya dinamika kelompok lebih baik dikembangkan dalam kelompok-kelompok dengan anggota seumur. Misalnya. Sedangkan kelompok dengan anggota campuran. pertimbangan tentang keragaman ataupun keseragaman jenis kelamin anggota kelompok ni pada umumnya didasarkan pada tujuan-tujuan tertentu yang akan dicapai dengan kegiatan kelompok itu.a. dan sebaliknya suasana keasingan akan dirasakan oleh para anggota yang belum saling mengenal. 4) Membantu tersusunnya aturan kelompok dan berusaha mematuhinva dengan baik. Peranan Anggota Kelompok Peranan yang hendaknya dimainkan oleh anggota kelompok agar dinamika kelompok itu benar-benar seperti yang diharapkan ialah: 1) membantu terbinanya suasana keakraban dalam hubungan antar anggota kelompok. 3) Kepribadian Keragaman atau keseragaman dalam kepribadian anggota kelompok dapat membawa keuntungan ataupun kerugian tertentu. Anak-anak yang masih muda itu akan lebih bebas berbicara dan mendiskusikan masalah-masalah mereka sendiri dengan teman-teman sejenis. Keragaman dan Keseragaman 1) Jenis kelompok Untuk tujuan-tujuan tertentu mungkin diperlukan pembentukan kelompok dengan jumlah anggotanya seimbang antara laki-laki dan perempuan. Namun demikian. dan sebagainya akan Lebih baik digarap dalam kegiatan kelompok dengan anggota campuran. 3) Berusaha agar yang dilakukannya itu membantu tercapainya tujuan bersama. seperti rasa malu. kelompok dengan campuran akan memberikan keuntungankeuntungan yang amat berarti. b. maka komunikasi antar anggota itu akan banyak mengalami masalah. Tampaknya anggota-anggota yang pandai bergaul itu menjadi contoh kawan-kawannya yang kurang pandai. yaitu dinamika kelompok akan “kurang hangat”. akan secara nyata mampu meningkatkan kemampuan anggota-anggota yang kurang/tidak pandai. Untuk pemuda-pemuda di SLTA dan Perguruan Tinggi. 4) Hubungan awal Keragaman dan keseragaman anggota kelompok juga menyangkut hubungan awal para anggota kelompok itu sebelum kegiatan kelompok dimulai.

6) Penghargaan pemimpin kelompok tentang kesukarelaan dan keberanian para anggota mengikuti kegiatan kelompok itu.5) Benar-benar berusaha untuk secara aktif ikut serta dalam keseluruhan kegiatan kelompok. dan 4. 2. 9) Menyadari pentingnya kegiatan kelompok itu. Tugas pemimpin kelompok adalah memperhatikan tingkat kesiapan anggota-anggota kelompok dalam menjalani kegiatan kelompok itu. yang meliputi kesiapan masing-masing anggota untuk 1. 8) Memberi kesempatan kepada anggota lain untuk menjalankan peranannya. pemimpin kelompok perlu menjelaskan semua hal tersebut di atas. Di awal kegiatan kelompok. 5) Bahwa segala yang terjadi dan menjadi isi dan kegiatan kelompok itu sifatnya rahasia. Peran Pimpinan Kelompok Pemimpin kelompok memiliki peranan penting untuk mempersiapkan anggota kelompok agar dapat melaksanakan semua peran dalam mewujudkan dinamika kelompok. 3) Bahwa anggota kelompok bebas menanggapi hal-hal yang disampaikan ataupun menolak saran-saran yang diberikan anggota lain. 6) Mampu berkomunikasi secara terbuka. dan peranan serta cara-cara yang akan dilakukan oleh pemimpin kelompok. 2) Bahwa keikutsertaan dalam kelompok itu adalah sukarela. Dalam hal ni semua anggota kelompok (dan juga pemimpin kelompok) perlu memegang teguh kerahasiaan itu. c. Dalam hal ini pemimpin kelompok perlu memberitahukan: 1) Tentang apa-apa yang diharapkan dari para anggota. Setelah penjelasan ini pada umumnya kehidupan kelompok yang sebenarnya dimulai. Dapat menerima tanggapan yang mendalam dan Lebih “menyentuh” tentang tingkah lakunya. 381 . Kesiapan para anggota untuk membebaskan diri dan rasa enggan dan sikap mempertahankan diri. Mendiskusikan tingkah aku yang secara sosial tidak bisa dibenarkan. 3. suasana khusus yang dapat terjadi dalam kelompok itu. 7) Berusaha membantu anggota lain. 4) Bahwa hasil kegiatan kelompok itu tidak mengikat para anggota kelompok itu dalam kehidupan mereka diluar kelompok. mengemukakan pendapat dan isi hatinya.

Dalam konseling kelompok mengaktifkan dinamika kelompok untuk membahas berbagai hal yang berguna bagi pengembangan pribadi yang/atau pemecahan masalah individu yang menjadi peserta kegiatan kelompok. ada pengertian. Anggota kelompok dalam konseling kelompok pada dasarnya adalah individu-individu “normal” yang memiliki berbagai kepedulian. Masalah atau topik yang dibahas dalam konseling kelompok bersifat “pribadi” yaitu masalah itu memang merupakan masalah pribadi yang secara langsung dialami. persoalan. di rumah salah seorang peserta atau di rumah konselor atau di suatu kantor atau lembaga tertentu atau di ruang praktik pribadi konselor. tujuan dan kelebihan dan kelemahan bimbingan dan konseling kelompok. Layanan konseling kelompok dapat diselenggarakan dimana saja. dan diarahkan kepada pemberian kemudahan dalam rangka perkembangan dan pertumbuhannya. atau lebih tepat lagi merupakan masalah atau kebutuhan yang sedang dialami oleh para anggota kelompok yang menyampaikan topik atau masalah. Masalah atau topik pribadi “berada di dalam diri anggota kelompok yang menyampaikan. Bimbingan dan konseling kelompok mengaktifkan dinamika kelompok untuk membahas berbagai hal yang berguna bagi pengembangan pribadi dan/atau pengentasan masalah individu yang menjadi peserta kegiatan kelompok. Tujuan 1. 382 . Konseling kelompok merupakan upaya bantuan kepada individu dalam rangka memberikan kemudahan dalam perkembangan dan pertumbuhannya. ada rasa saling percaya mempercayai. Uraian Materi 1. 2. Mendeskripsikan pengertian. Persamaannya terletak pada semua unsur pokoknya. 2.III. konseling kelompok dapat pula bersifat penyembuhan (remediation). Mengidentifikasikan perbedaan antara konseling kelompok. melibatkan fungsi terapeutis. konseling kelompok adalah suatu proses interpersonal yang dinamis yang menitikberatkan (memusatkan) pada kesadaran berpikir dan tingkah laku. PENGERTIAN DAN PERBANDINGAN ANTARA BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN KONSELING KELOMPOK A. Merupakan suatu proses dimana konselor terlibat dalam hubungan dengan sejumlah klien pada waktu yang sama. saling mempercayai. berorientasi pada kenyataan. menjadi milik” atau bagian dari pribadi anggota kelompok yang bersangkutan. saling menerima dan saling mendukung. saling pengertian. saling memperlakukan dengan mesra. berorientasi pada kenyataan. di dalam sekolah ataupun diluar sekolah. termasuk konselor sendiri. Pengertian Bimbingan konseling kelompok. kepentingan yang tidak memerlukan perubahan kepribadian serta tidak tolol. bimbingan kelompok. Dengan demikian. dan selain bersifat pencegahan. Konseling kelompok adalah suatu proses antar pribadi yang dinamis yang terpusat pada pemikiran dan perilaku yang sadar dan melibatkan fungsi-fungsi terapi seperti sifat permisif. dan perbedaannya terletak pada kekuatan materi yang didukungnya. konseling kelompok adalah suatu upaya bantuan kepada individu dalam suasana kelompok yang bersifat pencegahan dan penyembuhan. penerimaan dan bantuan. B. Berbeda dari bimbingan kelompok. untuk mempelajari atau menghilangkan sikap-sikap dan perilaku tertentu. Anggota dalam konseling kelompok dapat menggunakan interaksi dalam kelompok untuk meningkatkan pemahaman dan penerimaan terhadap nilai-nilai dan tujuan-tujuan tertentu. Perbandingan Antara Bimbingan Kelompok dan Konseling Kelompok Bimbingan dan Konseling Kelompok dapat diibaratkan sebagai “anak kembar” yang lebih banyak persamaannya daripada perbedaannya. katarsis. Fungsi-fungsi terapi ini diciptakan dan dikembangkan dalam suatu kelompok kecil melalui cara saling mempedulikan di antara para anggota konseling kelompok. Jumlahnya dapat bervariasi yang ideal maksimal 6 orang. meskipun biasanya berkisar antara 4 orang sampai 8 orang. di dalam ruangan ataupun diluar ruangan.

yaitu tujuan kelompok. dikendalikan. Para anggota kelompok ialah seluruh peserta kelompok masing-masing yang melibatkan diri dalam kegiatan itu. kesukarelaan.Tujuan yang dicapai Bimbingan Kelompok 1.berpartisipasi aktif dalam dinamika interaksi social b. dan aturan kelompok.menyumbang bagi peme-cahan masalah pribadi kawan sekelompok 383 . Sebagaimana amat ditekankan diatas.Pembahasan masalah atau topik-topik umum secara luas dan mendalam yang bermanfaat bagi para anggota kelompok. pemimpin kelompok. dan dimanfaatkan untuk mencapai tujuan-tujuan bimbingan dan konseling. bimbingan kelompok dan konseling kelompok secara penuh mengandung empat unsur utama kehidupan kelompok. keterbukaan dan kenormatifan. Perbandingan antara bimbingan kelompok dan konseling kelompok untuk semua aspek dapat dilihat seperti berikut: Perbandingan Antara Bimbingan Kelompok dan Konseling Kelompok Aspek 1. kegiatan. Mutu dinamika kelompok itulah yang akan menentukan mutu keberhasilan bimbingan kelompok dan konselingkelompok sebagai layanan pokok dalam keseluruhan upaya bimbingan dan konseling. Sedangkan pemimpin kelompok adalah orang yang bertanggungjawab atas berlangsungnya kegiatan masing-masing kelompok itu. Aspek-aspek Pelaksanaan Kegiatan Sejumlah aspek kegiatan dalam bimbingan kelompok dan konseling kelompok dapat diidentifikasi. antara lain asas-asas kerahasiaan. suasana interaksi.a. bimbingan kelompok dan konseling kelompok adalah kegiatan kelompok.Kondisi dan karakte-ristik anggota 4. jumlah anggota dan karakteristik serta homogenitasnya. format kegiatan.Pengembangan pribadi 2. evaluasi dan pelaksanaannya. peranan anggota kelompok.10 orang Homogen Kelompok kecil Aktif membahas permasa-lahan tertentu (masalah pri-badi dalam membantu me-mecahkan masalah kawan sekelompoknya: a. Dibatasi 10 . Aturan ini didasarkan pada dan merupakan penjabaran dari berbagai hal yang akan mempengaruhi kehidupan kelompok.Format kegiatan 5. dalam bimbingan kelompok dan konseling kelompok dinamika kelompok ditumbuh kembangkan.15 orang Homogen Kelompok kecil Aktif membahas permasalahan atau topic umum tertentu yang hasil pembahasannya berguna bagi para anggota kelompok: a.berpartisipasi aktif dalam dinamika interaksi social b. Aturan kelompok adalah berbagai ketentuan yang hendaknya dijalankan dan dipatuhi oleh semua anggota kelompok dan pemimpin kelompok. unsur kelima yang menandai kehidupan kelompok adalah adanya dan berkembangnya dinamika kelompok pada bimbingan kelompok dan konseling kelompok itu. Lebih dari kegiatan kelompok-kelompok lainnya. Sebagai kegiatan kelompok.Pengembangan pribadi 2. dalam hal ini konselor/ guru pembimbing. yaitu tujuan kegiatan.Peranan anggota kelompok Dibatasi sampai sekitar 8 . Kandungan Unsur-unsur Kelompok Sesuai dengan namanya. lama dan frekuensi pembicaraan.Pembahasan dan peme-cahan masalah pribadi yg dialami oleh masing2 anggota kelompok 2. anggota kelompok.menyumbang bagi pembahasan masalah Konseling Kelompok 1. Tujuan bersama yang ingin dicapai oleh kedua kelompok itu adalah pengembangan pribadi semua peserta dan peralihan-peralihan lainnya melalui perubahan dan pendalaman topik umum (khusus untuk bimbingan kelompok) atau masalah pribadi peserta (khusus untuk konseling kelompok).Jumlah anggota 3. sifat isi pembicaraan. b.

evaluasi dampak: sejauh mana anggota yang masalah pribadinya dibahas me-rasa mendapatkan alterna-tif pemecahan masalahnya Guru Pembimbing/ konselor (tenaga ahli) 10. khususnya kemampuan komunikasi Peserta Layanan.Pelaksana 3. 4. Kedua. saran dan berbagai alternative untuk meme-cahkan masalahnya sen-diri a.Suasana interaksi a. Dalam waktu yang relatif singkat konselor dapat berhadapan dengan sejumlah siswa di dalam kelompok dalam upaya untuk membantu memenuhi kebutuhan yang berkaitan dengan pencegahan. Melalui Layanan kelompok yang intensif dalam upaya pemecahan masalah tersebut para peserta memperoleh dua tujuan sekaligus (1) terkembangkannya perasaan. diharapkan bahwa ia dapat berubah di dunia yang lebih luas.menyerap berbagai infor-masi. pengembangan pribadi dan pengatasan masalah.mendalam dengan melibatkan aspek kognitif a.tidak rahasia Kegiatan berkembang sesuai dengan tingkat perubahan dan pendalaman masalah/ topik a. apabila yang mengatakan anggota lain yang mempunyai masalah sama. pikiran. Di dalam konseling individual hanya menghadap konselor saja. afektif dan aspek-aspek kepribadian lainnya a. 384 . persepsi.Sifat isi pembicaraan 8.pribadi b. Melalui konseling kelompok setiap anggota kelompok akan belajar untuk bersosia1isasi dengan cara saling memberi dan menerima umpan balik.Evaluasi c.evaluasi proses: keterlibatan anggota b. wawasan dan sikap terarah kepada tingkah laku khususnya dalam ber-sosialisasi/komunikasi.rahasia Kegiatan berkembang sesuai dengan tingkat pen-dalaman dan penuntasan pemecahan masalah a. adalah kepraktisan. artinya apabila seseorang dapat berubah di dalam kelompok. ini tidak dapat ditemukan dengan mudah di dalam konseling individual.evaluasi isi: kedalaman pembahasan c. Akan tetapi di dalam konseling kelompok. dan (2) terpecahkannya masalah individu yang bersangkutan dan diperolehnya imbasan pemecahan masalah tersebut bagi individu-individu lain peserta pada Layanan konseling kelompok khususnya. di mana siswa hanya berlatih dengan seorang konselor tanpa adanya umpan balik dan orang lain selain konselor. Tujuan bimbingan dan konseling kelompok Tujuan umum layanan bimbingan dan konseling kelompok adalah berkembangnya kemampuan sosialisasi siswa.c.interaksi multiarah b.interaksi multiarah b.menyerap berbagai informasi untuk diri sendiri 6.evaluasi proses: keterli-batan anggota b. di dalam bimbingan dan konseling kelompok anggota akan belajar untuk berlatih tentang perilaku yang baru. Kelebihan dan kelemahan bimbingan dan konseling kelompok Pertama. Di samping itu juga bermaksud mengentaskan masalah klien dengan memanfaatkan dinamika kelompok. Jadi kelompok sesungguhnya merupakan mikrokosmik sosial.Lama dan frekuensi kegiatan 9.evaluasi dampak: pemahaman dan dampak kegiatan terhadap anggota Guru Pembimbing/ konselor (tenaga ahli) 7. sehingga sering terjadi siswa tidak percaya akan apa yang dikemukakan oleh konselornya.mendalam dan tuntas de-ngan melibatkan aspek kognitif. Kelompok dapat digunakan sebagai ajang latihan untuk mengubah perilaku yang kurang memuaskan menjadi lebih memuaskan.evaluasi isi: kedalaman dan ketuntasan pembaha-san c.umum b. Adapun tujuan khusus konseling kelompok pada dasarnya terletak pada pembahasan masalah pribadi individu peserta kegiatan Layanan. maka biasanya komentar yang diberikan akan diterima dan dicerna.

motivasi manusia muncul dan hubungan kelompok kecil. membutuhkan bertukar pikiran dan berbagai perasaan dengan orang lain. konseling kelompok dapat merupakan wilayah penjajagan awal bagi anggota kelompok untuk memasuki konseling individual. dinamika interaksi di dalam kelompok membuahkan berbagai hal yang pendalamannya lebih lanjut akan dapat dilakukan dalam layanan konseling individual. Dalam konseling individual komunikasi terbatas pada interaksi dengan konselor. Anggota dapat meniru anggota lain yang telah terampil. berbagai pengalaman. bimbingan dan konseling kelompok lebih sesuai bagi siswa yang membutuhkan untuk belajar lebih memahami orang lain dan lebih menghargai kepribadian orang lain. dimengerti. unsur mempelajari keterampilan sosial sangat terbatas pada konselor. bimbingan dan konseling kelompok mempunyai manfaat besar untuk bertindak sebagai miniatur situasi sosial. perilaku baru. melakukan konfrontasi secara tepat. pendapat dan apa dan apa yang disebut ciri-ciri pribadi sebagai ciri unik individu yang berakar pada pola afiliasi kelompok yang menentukan konteks sosial seseorang hidup dan berfungsi dapat diwujudkan melalui intervensi konseling kelompok. menunjukkan perhatian pada orang lain. dan belajar untuk meningkatkan kepercayaannya pada orang lain. melalui bimbingan dan konseling kelompok individu-individu mencapai tujuannya dan berhubungan dengan individu-individu lain dengan cara yang produktif. Manusia membutuhkan penerimaan. pencegahan. Dalam konseling individual unsur saling memberikan tidak ada. pemahaman dan sikap yang harus ditransfer secara sukses dari setting konseling kelompok ke kehidupan siswa. atau laboratorium yang mana anggota kelompok tidak hanya mempelajari perilaku-perilaku baru tetapi bisa mencoba. dalam bimbingan dan konseling kelompok interaksi antar individu anggota kelompok merupakan suatu yang khas. Bimbingan dan konseling kelompok juga dapat digunakan untuk belajar mengekspresikan perasaan. Masing-masing anggota akan saling belajar untuk berhubungan pribadi dengan lebih mendalam. Kesembilan. sikap. pengakuan. setiap usaha untuk mengubah perilaku manusia di luar lingkungan alam di mana individu bekerja dan hidup sangat tergantung pada efektivitas tingkat transfer pelatihan yaitu. dan belajar untuk meningkatkan kepercayaannya pada orang lain. yang mudah berbicara tentang dirinya: yang dapat mengambil manfaat dan umpan batik yang diberikan oleh seorang teman serta merasa tertolong dengan umpan balik itu. Dengan interaksi yang intensif dan dinamis selama berlangsung konseling kelompok. Kesebelas. dan menambah rasa positif dalam diri mereka. Ketujuh. Mereka juga belajar mendengarkan secara aktif. mempraktekkan dan menguasai perilaku-perilaku dalam situasi yang hampir sama dengan lingkungan yang sebenarnya individu berasal. diharapkan tujuan setiap anggota kelompok dapat tercapai lebih mantap. mamperlihatkan perhatian yang sungguh-sungguh terhadap anggota lain dan belajar untuk membuat suasana positif bagi orang lain. maka perilaku. sehingga mereka akan merasa diterima. Kedelapan. dalam bimbingan dan konseling kelompok terdapat kesempatan luas untuk berkomunikasi dengan teman-teman mengenai segala kebutuhan yang terfokus pada pengembangan pribadi. Dengan demikian. Keenam. bimbingan dan konseling kelompok memberi kesempatan para anggota untuk mempelajari keterampilan sosial. anggota kelompok mempunyai kesempatan untuk saling memberi bantuan. konseling kelompok dapat menjadi wilayah persemaian bagi konseling individual. dan pengatasan masalah yang dialami oleh setiap anggota. dan dapat belajar dan pemimpin kelompok. Kesepuluh.Ketiga. Keduabelas. Selain 385 . apabila unsur-unsur tersebut terpenuhi semua. dapat belajar memberikan umpan balik yang bermanfaat bagi anggota lain. Dalam konseling individual. Keadaan ini menumbuhkan harga diri. menerima bantuan dan berempati dengan tulus di dalam konseling kelompok. yang tidak mungkin terjadi pada konseling individual. Keempat. keyakinan diri dan suasana yang positif diantara anggota. Cara ini akan meningkatkan hubungan antar pribadi yang efektif. Kelima. Bagi anggota kelompok. berbagai pengalaman. dan afiliasi.

katarsis. Dalam keadaan tertentu. bahwa banyak sumber-sumber atau pendapat dapat diperoleh dalam setting kelompok. dan kedua. serta mendasarkan kepada fungsi tetapi yang bersifat membiarkan dan berorientasi pada kenyataan. belajar dan anggota lain dan sebagainya. (2) pengalaman merasa memiliki. penerimaan nilai-nilai. oleh karena itu kelompok yang baik akan dapat menjadi sebuah masyarakat kecil atau sebuah mikro kosmos sosial. Dalam kelompok para anggota akan memiliki pandangan yang bervariasi yang ditampilkan dan didiskusikan. (4) kesempatan untuk menerima berbagai umpan balik. saling percaya. kerja kelompok. Ada dua pertimbangan dalam penggunaan kelompok. Menurut Blocher (1994) asumsi dasar konseling perkembangan. dan (7) dorongan teman guna memelihara komitmen. Para remaja merasa lebih mudah membicarakan masalah-masalah mereka secara terbuka dalam kelompok daripada dalam konseling individual. para remaja berpikir bahwa pemimpin yang dewasa cenderung mendengar mereka diri membantu mereka menemukan berbagai alternatif pemecahan. Anggota kelompok dapat menggunakan interaksi kelompok meningkatkan pemahaman. Pertama. Memperkuat pandangan ini. yaitu (1) perasaan membagi keadaan bersama. untuk kepentingan efisiensi. Mengubah persepsi. suasana kelompok yang berkembang dalam konseling kelompok juga dapat menjadi tempat pengembangan keterampilan berkomunikasi dan berinteraksi sosial bagi anggota kelompok setelah menerima layanan konseling individual. (6) perkiraan untuk menghadapi kenyataan hidup. Konseling kelompok memiliki kekuatan sebagai suatu proses interpersonal yang dinamis dengan memusatkan perhatian kepada kesadaran pikiran dan perilaku. Di dalam kelompok. karena memang sukar bagi konselor harus membimbing siswa secara individual dan 300 orang siswa pada suatu sekolah. (5) belajar seolah-olah mengalami berdasarkan kepedulian orang lain. Di dalam perspektif konseling perkembangan. Mereka akan dapat saling berbagi pengalaman. (3) kesempatan untuk berpraktek dengan orang lain. pencegahan masalah dan pemecahan masalah. mana kala buah pelayanan konseling individual menganjurkan perlunya pengembangan keterampilan tersebut. yang dalam konseling individual sulit dikembangkan. ada tujuh keuntungan yang dapat diperoleh berkaitan dengan konseling kelompok. perasaan dan perilaku mereka. Pertama.C Dinkrnyer & J.J Munro (1998) menyatakan bahwa konseling kelompok dapat menciptakan kondisi dan suasana yang memungkinkan individu dapat menilai kembali pikiran. membantu orang lain. rasa percaya diri. memahami dan mendukung. tetapi dalam suasana kelompok sangat memungkinkan siswa tersebut dapat mengungkapkan secara leluasa. berarti membekali mereka untuk mengalami dan menghadapi tugas-tugas kehidupan. Konse1in kelompok merupakan laboratorium yang berharga bagi konselor dan siswa. D. oleh karena itu konselor perlu memiliki suatu kerangka berpikir konseptual untuk memahami 386 . yaitu keterampilan berkomunikasi. dan saling memberikan masukan yang semuanya itu sangat berharga bagi upaya pengembangan pribadi. yaitu perkembangan individu akan berlangsung dalam interaksi yang sehat antara individu dengan lingkungannya. Melalui suasana kelompok dapat pula dikembangkan berbagai keterampilan sosial dan sikap-sikap tertentu. dan peningkatan tanggung jawab. Dan segi efisiensi. Selain dua alasan yang sifatnya umum tersebut. Asumsi ini membawa dua implikasi pokok dalam pelaksanaan konseling kelompok di sekolah. sikap dan perasaan atau tindakan mereka. Melalui suasana konseling kelompok dapat dikembangkan suasana untuk menumbuhkan rasa toleransi. tujuan dan untuk belajar sikap dan perilaku tertentu. konseling kelompok merupakan suatu perwujudan asumsi bahwa konseling pada hakikatnya diperuntukkan bagi semua siswa dan bertujuan membantu pencapaian perkembangan pribadi secara optimal. memelihara. bukan memanfaatkan mereka atau menekan mereka untuk melakukan apa yang dikehendaki oleh orang tua atau guru.itu. perkembangan adalah tujuan konseling. seorang siswa mungkin mengalami kesulitan dalam mengungkapkan permasalahan melalui konseling individual. keterampilan menghargai pendapat orang lain. keadaan ini merupakan sumber yang berharga dalam kegiatan kelompok apabila dibandingkan dengan hanya pandangan atau pendapat dan dua orang seperti dalam konseling individual.

karena yang dihadapi tidak hanya satu orang tetapi banyak orang. beberapa diantaranya membutuhkan perhatian dan intervensi individual. tidak semua siswa siap atau bersedia untuk bersikap terbuka dan jujur mengemukakan si hatinya terhadap teman-temannya di dalam kelompok. Tugas-tugas perkembangan tersusun menurut pola tertentu dan sec39ara keseluruhan saling terkait. Keempat. tugas perkembangan adalah suatu tugas yang muncul pada periode tertentu dalam kehidupan seseorang. dan mengintegrasikan sistem nilai dan pola perilaku yang diperoleh melalui proses pendidikan secara umum (Sunaryo Kartadinata. Konselor harus mampu secara simulasi mengarahkan setiap siswa. tidak diterima oleh masyarakat. tetapi justru dipakai sebagai tujuan. memberi respon interaksi di antara para anggota dan mengamati dinamika dari kelompok tersebut. dan mengalami kesulitan dalam menjalani tugas-tugas berikutnya (dalam Shertzer & stone. karena hanya untuk kepentingan seorang belaka. sulit untuk dibina kepercayaan. melainkan Lebih mengupayakan pencapaian tujuan dalam kaitan penguasaan tugas-tugas perkembangan. menginternalisasi. Ketujuh. karena perhatian kelompok terfokus pada persoalan pribadi anggota yang lain. serta menjadi tujuan dan segenap Layanan konseling baik secara individual maupun kelompok. Kedua. interaksi yang sehat merupakan suatu iklim perkembangan yang harus dikembangkan oleh konselor. sering kelompok bukan dijadikan sarana untuk berlatih melakukan perubahan. lebih-lebih bila yang akan dikatakan terasa memalukan bagi dirinya. dan pengatasan masalah. untuk itu dibutuhkan norma dan aturan main khusus mengenai konfidensialitas. karena setiap individu yang berkembang harus menyelesaikan tugas-tugas perkembangan apabila ia hendak dikatakan sebagai individu yang bahagia dan sukses. 1987:104). 1990). 387 . Kesembilan.perkembangan siswa sebagai dasar perumusan isi dan tujuan konseling. 1996). persoalan pribadi satu-dua anggota kelompok mungkin kurang mendapat perhatian dan tanggapan sebagaimana mestinya. sering siswa mengharapkan terlalu banyak dan kelompok. Ketiga. fokus konseling kelompok adalah membantu seluruh siswa tanpa kecuali dengan tujuan agar mereka mencapai taraf perkembangan pribadi secara optimal dalam berbagai aspek kehidupan. 1992) menekankan bahwa orientasi perkembangan justru merupakan ciri khas yang menjadi inti gerakan konseling. Model konseling perkembangan memungkinkan konselor untuk memfokuskan tidak sekedar terhadap gangguan emosional klien. Kedua. sehingga tidak berusaha untuk berubah. 1997:79). Perkembangan merupakan konsep inti dan keterpaduan. Menurut Havighurts. menjembatani tugas-tugas yang muncul pada saat tertentu. bimbingan dan konseling Kelompok juga memiliki beberapa keterbatasan yang harus diperhatikan oleh konselor antara lain sebagai berikut : Pertama. Disamping kekuatan-kekuatan. Fungsi konseling ini adalah memberikan kemudahan untuk terjadinya perkembangan kepribadian secara normal. seringkali kelompok tidak berkembang dan dapat mengurangi arti kelompok sebagai sarana belajar. Konseling kelompok memusatkan perhatiannya pada keseluruhan proses perkembangan yang terjadi pada din individu. tidak semua siswa cocok berada dalam kelompok. Strategi upaya khusus ini akan lebih tepat melalui pendekatan konseling kelompok yang berfungsi preventif. Kelima. Dengan demikian. pengembangan. Strategi upaya ini akan lebih memperhalus. dan meningkatkan sumberdaya dan kompetensi dalam memberikan bantuan terhadap pola perkembangan yang optimal dan klien (Blocher. Ivey dan Rigazio (dalam Mayers. Konseling merupakan strategi upaya khusus yang lebih intensif menyentuh dunia kehidupan siswa secara individual. Konseling kelompok dalam konteks konseling perkembangan adalah upaya bantuan kepada sekelompok individu dengan cara mendorong pencapaian tujuan perkembangan dan memfokuskan pada kebutuhan dan kegiatan belajarnya. Tujuan konseling adalah untuk mempermudah perkembangan. Oleh karena itu konselor perlu menguasai pengetahuan dan keterampilan khusus untuk mengembangkan interaksi yang sehat sebagai pendukung sistem peluncuran konseling di sekolah (Sunaryo Kartadinata. Oleh karena itu seseorang merasa terlalu nyaman di dalam kelompok. sebagai akibat siswa tidak akan merasa puas. Kedelapan. yang kesuksesan penyelesaiannya akan menyebabkan orang tersebut tidak bahagia. peran konselor menjadi lebih menyebar dan kompleks. Keenam.

kelompok tidak selalu efektif untuk semua orang.untuk menjadi konselor kelompok dibutuhkan latihan yang intensif dan khusus. Ada beberapa kondisi individu yang perlu diperhatikan. 388 . motivasi. (5) siswa terlalu banyak minta perhatian dan orang lain sehingga sangat mengganggu dalam kelompok. atau sama sekali tidak mempunyai keterampilan sosial. dan memiliki konsep diri yang negatif. (8) siswa kurang memiliki keyakinan dirt. (6) siswa diperkirakan sangat mengganggu jalannya konseling karena keterbatasan ekspresi verbal. Kondisi tersebut adalah: (1) siswa dalam keadaan krisis. harga diri. (2) siswa takut untuk berbicara di dalam kelompok dan sangat membutuhkan perlindungan. dikhawatirkan justru membuat lebih buruk keadaan daripada memperbaikinya. (7) siswa sangat agresif. Apabila konselor tidak cukup mempunyai dasar teori dan terlatih untuk memimpin kelompok. (4) siswa tidak menyadari akan perasaan. sehingga kelompok ti2direkomendasikan. sehingga akan membuat anggota lain merasa takut. (3) siswa sangat tidak efektif dalam berhubungan dengan orang lain. Selain keterbatasan tersebut. dan perilakunya.

Kedua jenis layanan itu. menjadi “milik” atau bagian dari pribadi peserta yang bersangkutan. Suatu topic atau masalah dikatakan “umum” apabila antara topik atau masalah itu dan para peserta tidak terdapat hubungan khusus tertentu. C. 4. baik yang sifatnya bebas maupun tugas. 2. 389 . menunjukkan bahwa masalah-masalah pribadi tidak boleh dijadikan “topik tugas”.IV. Dari segi datangnya masalah atau topik itu dikenal adanya “topik tugas” dan “topik bebas”. Masalah atau topik pribadi “berada di dalam” diri peserta yang menyampaikannya. merupakan masalah yang sedang diderita oleh peserta yang menyampaikan masalah atau topik itu. Sedangkan suatu masalah atau topik disebut “pribadi” apabila masalah itu memang merupakan masalah pribadi yang secara langsung dialami atau. lebih tepat lagi. konseling kelompok hanya membahas masalah-masalah pribadi yang sifatnya bebas. ISI KEGIATAN DAN TAHAPAN KEGIATAN SERTA EVALUASI A. sedangkan yang membahas “topik bebas” disebut “kelompok bebas”. Kelompok yang membahas “topik tugas” kemudian dapat disebut “kelompok tugas”. Tanda arsiran pada matrik. Tentang sifat hubungan topik atau masalah-masalah tersebut dengan para peserta dapat dikatakan “umum” atau “pribadi”. topik atau masalah itu berada di luar diri masing-masing peserta. Tahapan Bimbingan dan Konseling Kelompok Hal lain yang dapat dibedakan antara bimbingan kelompok dan konseling kelompok adalah berkenaan dengan tahapan pelaksanaannya. 3. 1. “Topik tugas” adalah topik atau masalah yang datangnya dari pemimpin kelompok (guru pembimbing) yang “ditugaskan” kepada para peserta untuk membahasnya. Tujuan Menjelaskan isi kegiatan bimbingan dan konseling kelompok Menjelaskan tahapan bimbingan dan konseling kelompok Mendeskripsikan kegiatan pada setiap tahapan bimbingan dan konseling kelompok Menjelaskan bagaimana pelaksanaan Evaluasi Kegiatan B. Sedangkan “topik bebas” adalah topik atau masalah yang muncul atau dikemukakan secara “bebas” oleh para peserta masing-masing. keduanya terlihat pada matrik berikut: Pokok Bahasan Dalam Bimbingan dan Konseling Kelompok Kegiatan Bimbingan Kelompok Konseling Kelompok Kelompok Bebas Masalah Umum Masalah Pribadi   Kelompok Tugas Masalah Umum Masalah Pribadi  Dari matrik diatas tampak bahwa bimbingan kelompok hanya dapat membahas masalah atau topik-topik umum. Sebaliknya. baik pada bimbingan kelompok maupun konseling kelompok. Isi Kegiatan Bimbingan dan Konseling Kelompok Perbedaan antara bimbingan dan konseling kelompok dapat dilihat dari isi kegiatan masing-masing. Perbedaan antara bimbingan kelompok dan konseling kelompok berkenaan dengan isi atau pokok bahasan. bila kita mengacu kepada masalah-masalah atau topik-topik yang menjadi pokok bahasan keduanya. baik dari segi asal datangnya maupun sifat masalah atau topik itu bila dihubungkan dengan para peserta kegiatan.

b. Penjelasan tentang pengertian dan tujuan bimbingan kelompok atau konseling kelompok (pilih salah satu mana yang akan diselenggarakan). c. 2. khususnya yang menyangkut sifat masalah atau topik. Tahap II (Peralihan) a. umum atau pribadi (pilih salah satu mana yang akan diselenggarakan). Tahap I (Pembentukan) a. Penjelasan asal datangnya masalah atau topik. tugas (untuk bimbingan kelompok) atau bebas (untuk konseling kelompok).Persamaan dan Perbedaan Pelaksanaan Tahap-tahap Kegiatan dalam Bimbingan Kelompok dan Konseling Kelompok Baik untuk bimbingan kelompok ataupun konseling kelompok. pelaksanaan Tahap I dan Tahap II pada dasarnya sama. b. Ajakan untuk mengemukakan masalah umum secara bebas (untuk bimbingan kelompok) atau masalah pribadi secara bebas (untuk konseling kelompok). Perbedaannya hanya terletak pada: 1. Penjelasan tentang masalah atau topik “tugas” (khusus untuk bimbingan kelompok) 390 . Penjelasan tentang cara kerja.

Konseling Kelompok: 1) Pokok bahasan: masalah pribadi yang bersifat bebas. Tahap IV (Pengakhiran) Pelaksanaan Tahap Keempat. yaitu isi yang sesuai dengan pokok bahasannya yang mereka selenggarakan pada Taahap Ketiga. 4. Pada tahap ketiga inilah layanan bimbingan kelompok atau konseling kelompok menampilkan jati dirinya. Pada tahap ini dilakukan tinjauan terhadap kualitas kegiatan kelompok dan hasil-hasilnya melalui pengungkapan kesan-kesan peserta. Tahap III (Kegiatan) Khusus untuk kegitan konseling kelompok diperlukan penjelasan. penegasan.d. harapannya. penilaian jangka pendek (laijapen) dan penilaian jangka panjang (laijapang) dilakukan pasca layanan secara lisan maupun tulisan. minat dan sikapnya terhadap berbagai hal. 391 . Ajakan untuk membahas. Perbedaannya hanya terletak pada isi kesan-kesan para peserta. Evaluasi Kegiatan Penilaian terhadap kegiatan konseling kelompok dapat dilakukan secara tertu1is dimana para peserta diminta mengungkapkan perasaannya. dan pemantapan tentang asas kerahasiaan. 2) Para peserta melakukan pembahasan tanpa secara khusus menyangkutpautkan isi pembicaraannya itu kepada peserta tertentu. 2) Para peserta melakukan pembahasan dengan setiap kali mengingat bahwa isi pembicaraannya itu adalah bertujuan untuk membantu pemecahan masalah yang sedang dibicarakan yang dialami oleh salah seorang rekan sekelompoknya. hal ini perlu diutamakan. yaitu Tahap Pengakhiran pada dasarnya sama untuk Bimbingan Kelompok dan Konseling Kelompok. b. dengan muatan materi kehidupan yang berbeda. baik yang bersifat “bebas” atau “tugas”. Kegiatan pada Tahap Ketiga: a. Perbedaan yang amat kentara dan berlangsung sepanjang kegiatan ialah pada Tahap ketiga yang merupakan tahap inti dari seluruh kegiatan bimbingankelompok atau konseling kelompok. baik yang telah dilakukan selama kegiatan kelompok (yang menyangkut si maupun proses) maupun kemungkinan keterlibatan mereka untuk kegiatan serupa selanjutnya. D. dan memecahkan masalah atau topik umum (untuk bimbingan kelompok) atau masalah pribadi (untuk konseling kelompok) 3. Dengan memperhatikan persamaan dan perbedaan diantara Bimbingan Kelompokdan Konseling Kelompok itu. Kondisi UCA (Understanding Comfort Action) menjadi fokus penilaian hasil-hasil konseling kelompok. Penilaian dilakukan dalam tiga tahap yaitu penilaian segera (laiseg) dilakukan pada akhir setiap sesi layanan. Bimbingan Kelompok: 1) Pokok bahasan: masalah atau topic umum. mendalami. dapatlah dikatakan bahwa Bimbingan Kelompok dan Konseling Kelompok merupakan “saudara kembar identik.

Melakukan pembahasan kegiatan lanjutan 4. Menjelaskan kembali kegiatan bimbingan konseling kelompok 2. Peseta pelatihan terampil mempraktikkan Layanan bimbingan dan konseling kelompok. Menjelaskan Asas-Asas Bimbingan Dan Konseling Kelompok (Khusus Pada Konseling Kelompok Perlu Ikrar Untuk Menjaga Kerahasiaan). Menjelaskan Pengertian Dan Tujuan Bimbingan Dan Konseling 4. Memimpin doa penutup 6. Membuat kesepakatan waktu 7.V. Peserta pelatihan dapat melaksanakan praktik bimbingan dan konseling kelompok. 2. 3. Memfasilitasi anggota kelompok untuk menetapkan topik dan atau masalah pribadi yang akan dibahas. Dalam konseling kelompok: anggota kelompok dipersilahkan mengemukakan masalah pribadi masing-masing secara bergantian. 6. Perkenalan permainan. Mengenali suasana kelompok tentang kesiapan kelompok dan mengatasi masalah yang muncul dari kelompok. Penyimpulan. 3. 6. Tujuan Peserta pelatihan dapat menyusun perencanaan bimbingan dan konseling kelompok. Dalam bimbingan kelompok: untuk topik tugas topik diberikan oleh konselor sedang untuk topik bebas anggota kelompok diberi kesempatan secara bergantian menyampaikan usulan topik yang akan dibahas. 2. Memimpin Doa 3. Menerima Kehadiran Secara Terbuka Dan Mengucapkan Terima Kasih. Perpisahan Peralihan Kegiatan Pengakhiran 392 . 1. Memberikan ucapan terima kasih 5. Menjelaskan Cara Pelaksanaan Bimbingan Konseling 5. 1. MODEL OPERASIONAL KEGIATAN A. Selingan (bila diperlukan). 3. 1. Menyampaikan bahwa bimbingan / konseling kelompok akan diakhiri. Memberi contoh topik tugas dan bebas dalam bimbingan kelompok atau contoh masalah pribadi dalam konseling kelompok. Menanyakan kesiapan kelompok untuk melanjutkan kegiatan. Peserta latihan dapat membuat operasionalisasi layanan bimbingan dan konseling kefompok 4. Melakukan penilaian segera 3. Model Operasional Kegiatan BimbinganKelompok dan Konseling Kelompok Agar lebih jelas berikut ini disajikan suatu model operasionalisasi kegiatan layanan bimbingan dan konseling kelompok berupa langkah-langkah seorang konselor dalam memimpin kegiatan tersebut: Tahapan BKp & KKp Pembentukan Langkah-langkah Konselor 1. 2. 4. 2. pribadi 1. 5. Membahas masalah hingga tuntas. B.

dan Aplikasi dalam Rentang Sepanjang Hayat. Seri Layanan Konseling. Konseling Kelompok Perkembangan. -----------. Panduan Pengawasan Bimbingan dan Konseling di Sekolah. (2001). Jakarta: Rineka Cipta. Padang: Univ. (2004).9. -----------. Layanan Bimbingan dan Konseling Kelompok (Dasar dan Profil). L. Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas IlmuPendidikan Universitas Negeri Padang. Mungin Eddy Wibowo. Seri Layanan Konseling Layanan Bimbingan Konseling Kelompok. Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Bandung. 393 .1 s/d L. (2004). Prayitno (1995). Jakarta: Ghalia Indonesia. (2005). Teori.DAFTAR PUSTAKA Mamat Supriatna (2003). -----------. Konseling kelompok : Wawasan Konsep. Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang. Semarang: UNNES Press. Negeri Padang.

394 .

Menjelaskan Pengembangan Alat / Mediadalam Bimbingan Klasikal 8. Memahami Tujuan Bimbingan Klasikal 3. Kerjakan soal – soal latihan dan tugas dan kumpulkan tepat waktu C. Petunjuk Belajar. Menjelaskan Tujuan Bimbingan Klasikal 3. 2. tujuan bimbingan klasikal .2. Kompetensi dan Indikator Standar Kompetensi: 1. Memahami Konsep Dasar Bimbingan Klasikal 2. Agar peserta pelatihan dapat mengikuti kegiatan ini dengan lancar dan baik maka perlu diperhatikan beberapa petunjuk belajar sebagai berikut: 1. Mengikuti penjelasan secara cermat dan apabila belum jelas bertanyalah pada instruktur agar dapat penjelasan yang benar 3. fungsi bimbingan klasikal dan keunggulan bimbingan klasikal. Menjelaskan Fungsi Bimbingan Klasikal 4. Memahami Pengembangan Alat / Media Indikator dan Pencapaian Kompetensi : 1. Menjelaskan Langkah-langkah Bimbingan Klasikal 7.BAB I PENDAHULUAN A. Memahami Langkah-langkah Bimbingan Kalsikal 6. Merencanakan dan melaksanakan Bimbingan Klasikal 395 . Menjelaskan Konsep Dasar Bimbingan Klasikal 2. Memahai Teknik / Metode Bimbingan Klasikal 5. 3. Menjelaskan Teknik Bimbingan Klasikal 6. Memahami Hakikat Bimbingan Klasikal dalam pelayanan bimbingan dan konseling di Sekolah. Metode Bimbingan Klasikal B. Deskripsi Bahan ajar ini mencakup: 1. Menjelaskan Materi Bimbingan Klasikal 5. Hakikat Bimbingan Klasikal yang terdiri dari Pengertian bimbingan klasikal. Merencanakan dan melaksanakan bimbingan klasikal sesuai dengan bidang dan materi bimbingan 3. Materi Bimbingan Klasikal. Bacalah setiap kegiatan belajar dengan teliti dan buatlah rangkuman setelah selesai membaca setiap materi 2. Memahami Materi Bimbingan Klasikal 4. Memilih teknik yang sesuai dengan topic layanan dan kondisi siswa Kompetensi Dasar: 1.

seperti bimbingan belajar.BAB II KEGIATAN BELAJAR I A. (3) menyelenggarakan pelayanan bimbingan dan konseling yang memandirikan. kepribadian.langkah Bimbingan Klasikal 5. Menjelaskan langkah. Dengan demikian. Masing-masing kualifikasi pendidik. Fungsi dan Keunggulan Bimbingan Klasikal 3. (2) menguasai landasan dan kerangka teoretik bimbingan dan konseling. 20 Tahun 2003 Pasal 1 Ayat 6). dan kecenderungan pribadi yang mendukung. Unjuk kerja konselor sangat dipengaruhi oleh kualitas penguasaan ke empat komptensi tersebut yang dilandasi oleh sikap. Sosok utuh kompetensi konselor mencakup kompetensi akademik dan profesional sebagai satu keutuhan. Uraian Matri 1. pribadi dan social ( Depdiknas 2007. dan (4) mengembangkan pribadi dan profesionalitas konselor secara berkelanjutan. Menjelaskan Materi Bimbingan Klasikal 4. Kompetensi akademik merupakan landasan bagi pengembangan kompetensi profesional. Menjelaskan Konsep Dasar Bimbingan Klasikal 2. 207-209) 396 . sejahtera. beberapa sekolah mulai mengelola program tersebut ( Winkel dalam Hastuti 2006:545). Menjelaskan Tujuan . termasuk konselor. Menjelaskan Pengembangan Alat / Media B. Pada masa sekarang layanan bimbingan klasikal sebagai salah satu layanan dasar yang digunakan untuk memberikan informasi belajar. dan peduli kemaslahatan umum. Kompetensi akademik merupakan landasan ilmiah dari kiat pelaksanaan pelayanan profesional bimbingan dan konseling. dengan selalu mencermati dampak jangka panjang dari pelayanan yang diberikan. pamong belajar. sosial. bukan hanya ragam bidang jabatan yang diberikan tetapi sangat bervariasi. nilai. Kompetensi dan Indikator Kompetensi: Memahami Hakikat Bimbingan Klasikal Indikator Pencapaian Kompetensi 1. fasilitator. bidang kehidupan bermasyarakat dan bidang rekreasi. bimbingan pribadi dan bimbingan social. dosen. Konteks tugas konselor berada dalam kawasan pelayanan yang bertujuan mengembangkan potensi dan memandirikan konseli dalam pengambilan keputusan dan pilihan untuk mewujudkan kehidupan yang produktif. dan profesional. yang meliputi: (1) memahami secara mendalam konseli yang dilayani. dan instruktur (UU No. Konsep Dasar Keberadaan konselor dalam Sistem Pendidikan Nasional dinyatakan sebagai salah satu kualifikasi pendidik. memiliki keunikan konteks tugas dan ekspektasi kinerja. sikap empatik. widyaiswara. Konselor adalah pengampu pelayanan ahli bimbingan dan konseling. seperti bidang kesehatan. bidang kehidupan keluarga. Ekspektasi kinerja konselor dalam menyelenggarakan pelayanan ahli bimbingan dan konseling senantiasa digerakkan oleh motif altruistik. Standar kualifikasi akademik dan kompetensi konselor dikembangkan dan dirumuskan atas dasar kerangka pikir yang menegaskan konteks tugas dan ekspektasi kinerja konselor. serta mengutamakan kepentingan konseli. Kompetensi akademik dan profesional konselor secara terintegrasi membangun keutuhan kompetensi pedagogik. Pelayanan dimaksud adalah pelayanan bimbingan dan konseling. Setelah Person mencanangkn konsepsinya tentang bimbingan jabatan. Pelayanan bimbingan klasikal berakar dari gerakan bimbingan di Amerika yang dipelopori oleh Frank Person. Menggunakan bimbingan klasikal sebagai sarana untuk mempersiapkan siswa untuk mengatur berbagai bidang kehidupan supaya bermakna dan memberikan kepuasan . sejajar dengan kualifikasi guru. menghormati keragaman. bidang pekerjaan. terutama dalam jalur pendidikan formal dan nonformal. karir. tutor.

mampu mengambil keputusan untuk hidupnya sendiri. b. Pengertian Bimbingan Klasikal Bimbingan klasikal adalah bimbingan yang diberikan kepada sejumlah siswa yang tergabung dalam suatu satuan kegiatan pengajaran ( Winkel dan Hastuti 2006:561). dalam rangka membantu siswa mengembangkan potensinya secara optimal ( Yusuf dan Nurihsan 2008:26) 2. Bimbingan klasikal memberikan peluang bagi siswa untuk belajar bertoleransi siswa dapat mem. (b). (c) dan menyesuaikan dengan lingkungan pendidikan dan lingkungan masyarakat. adaptasi dan penyesuaian. 397 . (d). perkembangan karir serta kehidupan di masa yang akan datang. Secara lebih rinci Yusuf dan Nurihsan (2008:13) menjelaskan bahwa tujuan bimbingan klasikal adalah agar individu dapat : (a). bidang social dan bidang karir. mampu beradaptasi dalam kelompok. Fungsi Preventif atau pencegahan adalah fungsi bimbingan untuk menghindarkan diri dari terjadinya tingkah laku yang tidak diharapkan dan membahayakan dirinya dari orang lain. Bimbingan klasikal membuka peluang untuk siswa secara serempak mempunyai pengalaman belajar yang sama dan seragam. Fungsi Bimbingan Klasikal Fungsi bimbingan klasikal meliputi preventif dan pemahaman ( Gazda 1984:6). social. belajar dan karir. Bimbingan klasikal memungkinkan para siswa saling memahami berbagai keterbukaan . Bimbingan klasikal membantu siswa membina sikap asertif yang sangat diperlukan siswa dalam kehidupan merekan di masa mendatang. a. Fungsi bimbingan klasikal lebih bersifat preventif dan berorientasi pada pengembangan pribadi siswa yang meliputi bidang pembelajaran. Tujuan bimbingan klasikal adalah membantu individu agar mampu menyesuaikan diri. menerima dan dapat mengarahkan diri secara positif apabila konselor mampu mengelola kelas dengan baik. Fungsi pemahaman adalah fungsi bimbingan untuk membantu siswa agar memiliki pemahaman terhadap dirinya dan lingkungannya. Bimbingan klasikal adalah bimbingan yang beorientasi pada kelompok siswa dalam jumlah yang cukup besar 30 – 40 orang siswa ( satu kelas ). penyaluran. (f). (b). Bimbingan klasikal lebih bersifat preventif dan berorientasi pada pengembangan pribadi siswa yang meliputi bidang pembelajaran . Bimbingan klasikal memberikan kesempatan bagi siswa-siswa untuk mengimprovisasi kemampuan kreativitasnya dan sportivitasnya apabila konselor mampu memanagement kelas dengan baik. mengenal. Informasi yang disampaikan atau jenis kegiatan bimbingan yang dilakukan dapat menjangkau sejumlah siswa secara merata para siswa sekelas dapat menerima informasi yang sama dari suatu sumber yaitu dari konselor secara bersama-sama dengan demikian dapat meminimalkan pemahaman yang keliru atau kesalahan persepsi. Fungsi bimbingan klasikal menurut Nurihsan (2006:9) adalah pengembanghan. Tujuan Bimbingan Klasikal. merencanakan kegiatan penyelesaian studi. sehingga mampu mengembangkan potensi diri secara optimal. Keunggulan Bimbingan Klasikal Keunggulan bimbingan klasikal berdasarkan pendapat Siwabessy dan Hastoeti (2008:136-137) sebagai berikut: (a). (c). mengomentari dengan jujur dan tulus sesuai pengarahan konselor. bidang social dan bidang karir ( Siwabessy dan Hastoeti 2008:136). Tujuan bimbingan klasikal menurut Sugandi (2008:207) adalah membantu siswa agar dapat memenuhi tugas-tugas perkembangan yang meliputi aspek pribadi. menilai. Bimbingan klasikal sering disebut sebagai layanan dasar yakni layanan bantuan bagi peserta didik melalui kegiatan-kegiatan secara klasikal yang disajikan secara sistematis.ahami. mampu menerima support atau dapat memberikan support pada teman-temannya. mengembangkan seluruh potensi dan kekuatan yang dimilikinya secara optimal mungkin.a. dan mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan secara dinamis dan konstruktif. (e).

menarik dan menyenangkan dan dapat dinilai oleh siswa bersamasama. Akomodasi 3. 2. egois. Pengenalan Tujuan (Kompetensi) SLTP Mengenal arti dan tujuan ibadah Tujuan (Kompetensi) SLTA Menmpelajari hal ihwal ibadah 2. dan agresif. Landasan Perilaku Etis (mencapai Kematangan Berprilaku Etis) Tahap Internalisasi 1. Materi Bimbingan Klasikal Tugas perkembangan 1 Tugas Perkembangan 1. Tindakan Berprilaku sesuai dengan norma yang dijunjung tinggi dalam masyarakat Tujuan (Kompetensi) SLTA Mengenal keragaman sumber norma sebagai rujukan pengambila keputusan Menghargai keragaman sumber norma sebagai rujukan pengambilan keputusan. pemalu. Landasan Hidup Religius (mencapai Kematangan dalam Beriman dan Bertaqwa Kpd TYME) Tahap Internalisasi 1. 3. Akomodasi Tujuan (Kompetensi) SLTP Mengenal jenis-jenis norma dan memahami alasan pentingnya noram dalam kehidupan Bersikap positif terhadap norma 3.Mempelajari caracara mengelolah emosi (termasuk mengelolah stress).(g). (j)Metode belajar konstekstual yang digunakan konselor dalam bimbingan klasikal memungkinkan siswa akan belajar dan mengalami sendiri bukan pemberian orang Dalam pelaksanaannya mahasiswa harus menguasai beberapa ketrampilan dalam menyampaikan bimbingan klasikal. 1. antara lain kepemimpinan. (h). Pengenalan 2.Mempelajari caracara mengekspresikan emosi yg tidak menimbulkan konflik dengan orang lain. (i). Dalam bimbingan klasikal juga akan membuka peluang bagi konselor menjaring masalah-masalah siswa secara spesifik seperti kelainan tingkah laku yang muncul pada siswanya seperti siswa yang penakut (phobia). seni olah raga managerial. 398 . Dalam bimbingan klasikal konselor menggunakan metode-metode pembelajaran yang bervariasi. Bimbingan klasikal memberikan kesempatan bagi konselor mengenal bakat-bakat khusus siswa melalui observasi kelas. Tindakan Berminat mempelajari arti & tujuan ibadah Melakukan berbagai kegiatan ibadah dengan kemauan sendiri Tugas perkembangan 2 Mengembangkan sikap positif terhadap kehidupan beragama Mengenal keragaman sumber norma yg berlaku di masyarakat Tugas Perkembangan 2.

Mencapai Kematangan Emosi Tahap Internalisasi 1. 4 Tugas perkembangan Tugas Perkembangan 4. Tindakan Berminat untuk lebih memahami keragaman emosi sendiri dan orang lain Dapat mengekspresikan emosi atas dasar pertimbangan kontekstual (norma / budaya).Memiliki motif berprestasi dalam belajar. 2. 2.Dapat mengambil keputusan dan pemecahan masalah berdasarkan pertimbangan yanh matang. 2.Berminat untuk berlatih memecahkan masalah 3.Mempelajari caracara mengekspresikan emosi yang tidak menimbulkan konflik dengan orang lain.Mempelajari lebih mendalam ttg caracara belajar yang efektif.Mengenal cara belajar yang efektif 2. terbuka dan tidak menimbulkan konflik. Tindakan Dapat memecahkan masalah dan mengambil keputusan berdasarkan informasi / data secara obyektif Tujuan (Kompetensi) SLTA 1. Pengenalan Tujuan (Kompetensi) SLTP Mengenal emosi sendiri dan cara mengekspresikannya secara wajar (tidak kekanak-kanakan / impulsive) Tujuan (Kompetensi) SLTA 1. 2. Mencapai Kematangan Intelektual Tahap Internalisasi 1.Mempelajari cara mendalam ttg caracara pengambilan keputusan dan pemecahan masalah secara objektif. Tugas perkembangan 5 399 .Tugas perkembangan 3 Tugas Perkembangan 3. Akomodasi 1.Menyadari akan keragaman alternative keputuasan dan konsekuensi yang dihadapinya. 1. 1. 2.Memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang positif.Bertanggung jawab atas resiko yang mungkin terjadi.Mengenal cara-cara pemecahan masalah dan pemgambilan keputusan 2. Pengenalan Tujuan (Kompetensi) SLTP 1. Bersikap toleran terhadap ragam ekspresi perasaan diri sendiri dan orang lain Dapat mengekspresikan perasaan dalam caracara yang bebas. Akomodasi 3.Mempelajari caracara mengelola emosi (termasuk mengelola stress). 2.

maupun kepribadiannya. dan motivasi belajarnya) Menerima keadaan diri sendiri secara positif dan realistis Mengkuti kegiatankegiatan yang positif dalam rangka mengembangkan kemampuan dan kepribadiannya. Akomodasi Tujuan (Kompetensi) SLTP Mengenal karakteristik diri sendiri (seperti fisik. budaya dan agama). Tindakan Berinteraksi dengan orang lain atas dasar pertimbangan hak dan kewajiban yang diemban masing-masing Tujuan (Kompetensi) SLTA Mempelajari caracara memperoleh hak dan memenuhi kewajiban dalam kehidupan seharihari. Memiliki Kesadaran Tanggung Jawab Tahap Internalisasi 1. Berinteraksi dengan orang lain atas dasar kesamaan (equity) harkat dan martabat. Tugas perkembangan Tugas Perkembangan 6. kolaboratif. Tindakan Tugas perkembangan 7 400 . Menyadari tentang pentingnya sikap menerima diri sendiri secara positif dan realistis. kecerdasan. Baik fisik. empati. Pengenalan 6 Tujuan (Kompetensi) SLTA Mempelajari kelebihan dirinya. Mencapai Kematangan Pengembangan Pribadi Tahap Internalisasi 1. 3. Memiliki sikap-sikap social dalam berinteraksi social dengan orang lain yang bersifat heterogen (multi etnis. seperti sikap altruis. Akomodasi 3. kecerdasan. kooperatif. dan toleran. Pengenalan Tujuan (Kompetensi) SLTP Mengenal cara-cara memperoleh hak dan memenuhi kewajiban dalam kehidupan seharihari Mengahargai hak-hak ornag lain dan merasa senang melaksanakan kewajiban yang diembangnya 2. dan nilai-nilai keharmonisan hidup (mutual simbiosis).Tugas Perkembangan 5. Melakukan berbagai kegiatan yang positif dalam upaya mengembangkan potensi dirinya. minat. 2.

peluang dan ragam pekerjaan. Menyadari ttg pentingnya penerapan norma-norma dalam bergaul denagn teman sebaya. Akomodasi 3. Membiasakan diri hidup hemat ulet. T ugas perkembangan Tugas Perkembangan 9. sungguh-sungguh. akomodasi 3. Meneriam nilai-nilai hdup hemat. Menyadari ttg pentingnya penerapan normanorma dalam bergaul dengan teman sebaya Bergaul dengan teman sebaya atas dasar norma atau etika. dan kompetitif dalam keragaman kehidupan. Pengenalan Tujuan (Kompetensi) SLTP Mengenal nilai-nilai perilaku hemat. mencapai kematangan dalam pilihan karier Tahap Internalisasi 1. Menampilkan hidup hemat ulet. baik ynag bersumber dan agama maupun adat istiadat Tugas perkembangan 8 Tugas Perkembangan 8. Pengenalan Tujuan (Kompetensi) SLTP Mengenal norma-norma (etika) pergaulan denagn teman sebaya yang beragam latar belakangnya. sungguh-sungguh. sungguh-sungguh. dan kompetitif dalam kehidupan sehari-hari. sungguh-sungguh. Mencapai Kematangan Hubungan dengan Teman Sebaya. ulet. ulet. Bergaul dengan teman sebaya secara positif dan konstruktif 2. Tindakan Tujuan (Kompetensi) SLTP Mengenal jenis-2 dan karakteristik studi lanjutan (SLTA) dan pekerjaan. Tindakan Tujuan (Kompetensi) SLTA Mempelajari lebih mendalam ttg etika pergaulan dalam berinteraksi dengan teman sebaya (terutama dengan lawan jenis). Pengenalan 9 Tujuan (Kompetensi) SLTA Mempelajari kemampuan diri. sungguh2 dan kompetitif atas dasar kesadaran sendiri. dan kompetitif dalam kehidupan sehari-hari. ulet.Tugas Perkembangan 7. 401 . dan kompetitif dalam kehidupan sehari-hari. Tahap Internalisasi 1. 2. ulet. dan kompetitif sebagai aset untuk mencapai hidup mandiri. Menyadari mamfaat berprilaku hemat. pendidikan dan aktivitas yang Tujuan (Kompetensi) SLTA Mempelajari strategi dan peluang untuk berprilaku hemt. Perilaku Kewirausahaan (memilki kemandirian Perilaku ekonomi). sungguh-sungguh. Tahap Internalisasi 1.

3). Sosiodrama dan Psikodrama. Pengajaran Bimbingan. 2. 2). 6). 1). Home Room Merupakan teknik bimbingan klasikal yang bertujuan agar konselor dapat mengenal murid secara lebih mendalam. Tugas perkembangan Tugas Perkembangan 10. Ceramah Bimbingan. dan keterampilan dalam upaya persiapan diri memasuki dunia kerja. Akomodasi Xxx 3. Tindakan Xxx 4.kegiatan yang dilakukan dalam home room dilakukan dalam 402 . Jumlah anggota dapat berupa kelompok kecil atau kelompok besar. Menyadari ttg pentingannya pendidikan untuk memperoleh pengetahuan. Mengidentifikasi ragam alternative studi lanjut atau pekerjaan yang mengandung relevansi dengan kemampuan dan minatnya. 7). Organisasi Murid. Diskusi Kelompok. 5). Akomodasi 3. Pengelompokan dalam home room ini dapat berdasarkan tingkatan kelas yang sama atau gabungan dari berbagai tingkatan kelas. Karya Wisata.2. Pengajaran Perbaikan. 4). Mengembangkan alternative perencanaan karier dengan mempertimbangkan. Teknik-teknik Bimbingan Klasikal Bimbingan Klasikal dapat dilaksanakan dalam berbagai teknik yakni : 1). 9). Tindakan Memiliki motivasi untuk mempersiapkan diri dengan mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan studi lanjutan atau pekerjaan yang diminatinya. sehingga dapat membantunya secara efektif. Mencapai kematangan dalam kesiapan diri untuk menikah dan berkeluarga Tahap Internalisasi 1. Pengenalan Tujuan (Kompetensi) SLTP Xxx Tujuan (Kompetensi) SLTA Mengena norma-2 atau nilai pernikahan dan berkeluarga Menghargai norma-2 pernikahan dan berkeluarga sebagai landasan bagi terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis Mengekspresikan keinginannya untuk mempelajari lebih intensif ttg norma pernikahan dan berkeluarga. 8). Kelompok Kerja. 10 terfocus pada pengembangan alternative karier. Home Room.

konselor hendaknya benarbenar dapat memilih topik yang sesuai dengan kebutuhan siswa sehingga semua siswa diharapkan aktif dan berdampak suasana kelas bebas dan terarah. Pembicaraan suatu masalah dalam kelompok sangat berguna karena masing-masing siswa dapat mengambil manfaat dari pengalaman dari gagasan teman. mengadaptasikan dan menyesuaikan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kemampuan belajar. Sehingga siswa dapat memenuhi criteria keberhasilan minimal yang diharapkan melalui proses interaksi yang berencana. jenis kelamin. dengan demikian teknik bimbingan ini dapat melayani berbagai masalah. Letak unsur bimbingannya adalah pembentukan sikap belajar. Dengan proses layanan yang seperti ini siswa tidak sekedar mendapat pengetahuan namun ada perubahan sikap dan tingkah laku. Tujuannya dapat berupa mengidentifikasikan masalah serta menghadapi dan memecahkan masalah. Dengan demikian kelompok kerja ini dapat berupa kelompok belajar. Ditinjau dari segi fungsinya pengajaran remedial sebagai teknik 403 . latihan-latihan serta penekanan aspekaspek tertentu. terorganisasi. Pengajaran remedial diberikan kepada siswa-siswa yang mengalami kesulitan belajar. Kelompok Kerja Kelompok kerja dibentuk dengan memperhatikan tingkah laku. Program home room dapat dilakukan secara periodic atau insidentatal sesuai kebutuhan. Bimbingan dilakukan dalam kelompok-kelompok yang sudah ada . kegiatan dapat dilakukan pada jam pelajaran yang diatur secara bijaksana. Pengajaran Perbaikan Pengajaran remedial mempunyai makna sebagai upaya guru untuk menciptakan suatu situasi yang memungkinkan individu atau kelompok siswa lebih mampu mengembangkan dirinya seoptimal mungkin. Pengajaran Bimbingan Teknik bimbingan kelompok ini dilakukan pada kelompok siswa yang sudah dibentuk keperluan pengajaran. membentuk sikap kooperatif dan kompetetif yang sehat.suasana yang bebas dan menyenangkan siswa dapat mengutarakan perasaannya dan pendapatnya yang tidak dapat diutarakan dalam pertemuan formal. Konselor masuk kelas memberikan layanan bimbingan sesuai dengan dengan materi layanan pengembangan diri siswa. dan proses bimbingan (menekankan aspek afektif). Pengajaran remedial baru dapat dilakukan setelah diperoleh hasil diagnosis kesulitan belajar secara tepat. sehingga bimbingan dapat berfungsi menyalurkan. Kelompok kerja sebagai alat bimbingan dapat berfungsi mengadaptasikan maupun menyesuaikan . termasuk pemahaman diri akan kemampuannya serta timbul minat dan dorongan untuk belajar (lebih menekankan aspek kognitif). 5). pengulangan kembali permasalahan yang kurang dikuasai. Diskusi ini akan lebih efektif apabila siswa mempunyai pengalaman yang cukup banyak mengenai masalah yang sedang didiskusikan. waktu yang ditentukan disesuaikan dengan permasalahannya. Bimbingan dilakukan dengan memberikan kegiatan tugas-tugas belajar atau tugas kerja lain. Disamping itu sebagai kelompok kegiatan aktivitas banyak dilakukan diluar jam pelajaran baik sebagai kelompok studi maupun sebagai kelompok kegiatan. meningkatkan penyesuaian social. masalah yang didiskusikan biasanya telah ditentukan oleh konselor. sehingga lebih bersifat kuratif 3). 4). yang kesemuanya akan mengarahkan pada perkembangan siswa. Diskusi kelompok dapat berfungsi mengadaptasi dan penyesuaian. tempat tinggal dan jalinan social. Diskusi Kelompok Diskusi Kelompok merupakan bimbingan kelompok yang dilakukan dalam bentuk kecil antara 5 sampai 10 orang. terarah. kemampuan. Dalam hal sebagai kelompok studi. Yang perlu diperhatikan dalam home room mengubah suasana kelas menjadi suasana rumah. terkoordinasi terkontrol dengan memperhatikan kesesuaian diri individu dengan lingkungannya. hubungan konselor diupayakan seperti orang tua dan anak dengan hubungan yang semacam ini diharapkan siswa bebas mencurahkan isi hatinya kepada konselor. Bimbingan disini lebih menekankan pada sifat preventif dari pada kuratif. Bantuan yang diberikan dapat berupa penambahan pelajaran. baik yang bersifat preventif maupun kuratif. 2). Dalam pelaksanaanya dapat secara kelompok maupun jumlah yang mengalami kesulitan. Tujuan yang paling utama adalah untuk memecahkan masalah. menyalurkan bakat dan minat.

prosedur remedial dapat disajikan sebagai berikut: 1. Rekomendasi / referral 3. Follow up berupa suatu tugas ( individual maupun kelompok ) dapat berupa diskusi kelompok kecil. Sehingga obyek yang dikunjungi sesuai dengan tujuan layanan karir. Layanan Konseling 6. Karya Wisata Kegiatan karyawisata selain merupakan kegiatan rekreasi atau salah satu metode mengajar dapat pula difungsikan sebagai salah satu teknik bimbingan kelompok. 6). dan akhirnya dilanjutkan dengan evaluasi. Pelaksanaan pengajaran remedial 7. Teknik bimbingan ini dapat berfungsi menyalurkan dan mengadaptasi sehingga pemberian informasi ini mempunyai tujuan untuk pembentukan sikap dan pengembangan bakat serta minat. Teknik ini hampir sama dengan pengajaran bimbingan. Hasil yang diharapkan. Diagnostik kesulitan belajar mengajar 2. Sosiodrama dan Psikodrama Memainkan peran dalam suatu drama dapat dipakai sebagai alat bimbingan. 8). mengadaptasikan dan menyesuaikan. Secara skematis. Untuk pemilihan obyek karyawisata yang menarik dan merupakan kebutuhan siswa. Ceramah bimbingan ini lebih memberikan kesempatan pada siswa untuk berpendapat dan mendorong untuk aktif serta dapat dilanjutkan dengan follow up. Pada sosiodrama menekankan pada masalah social sedangkan psikodrama menekankan pada masalah psikis. Ceramah Bimbingan Kegiatan ceramah bimbingan dapat di pakai sebagai teknik bimbingan. Bedanya terletak pada jenisnya cerita yang dimainkan dan tekanan masalah yang hendak diceritakan.bimbingan akan berfungsi menyalurkan . Melalui kegiatan karyawisata konselor dapar mengarahkan siswa untuk belajar menyesuaikan diri dalam kehidupan kelompok. psikodramanya penyelesaianya pada konflik dan tekanan batin ( problem kejiwaan) oleh sebab itu kedua penyelesaian itu sering disebut “sosio-psikodrama” Sosiodrama sebagai teknik bimbingan tidak terlalu menekankan pada seni acting. Tujuan utama membantu siswa dalam memecahkan masalah kesulitan belajar yang sifatnya korektif dan kuratif. Bedanya pada ceramah bimbingan tidak selalu dilaksanakan di dalam kelas. Pernelaahan kembali kasus 4. Mungkin dikelompokkan pada siswa yang lambat belajar. tergolong nakal dan sebagainya. tetapi dapat dilaksanakan di ruang-ruang besar dalam jumlah yang besar pula. Reevaluasi / rediagnostik 9. sosiodrama penyelesaianya pada hubungan yang tidak harmonis antara anak dan orang tua. Antara sosiodrama dan psikodrama mempunyai fungsi dan tujuan yang sama dalam bimbingan. Melaui kegiatan drama diharapkan siswa dapat memproyeksikan sikap. Pengukuran kembali hasil belajar mengajar 8. ide-ide dan pemikiran baru. Karyawisata sebagai teknik bimbingan kelompok akan mengarahkan pada perkembangan dan pembentukan sikap siswa. Selaras dengan tujuan bimbingan tersebut maka sifat bimbingan lebih pada development dan dapat pula bersifat preventif 404 . Pilihan alternative tindakan 5. penemuan jalan keluar. Peserta dalam kegiatan ini berasal dari berbagai tingkatan kelas. blocking maupun indahnya dialog. Tugas tambahan 10. Kegiatan karyawisata lebih baik dimanfaatkan untuk kepentingan dalam layanan karir. 7). sehingga benar-benar dapat berfungsi sebagai alat bimbingan. Kelompok siswa yang akan diberi ceramah bimbingan tergantung pada tujuan bimbingan. dengan demikian akan timbul dorongan dalam diri siswa untuk mengetahui dan memahami serta mendapat kesempatan mengembangkan bakat atau timbulnya minat dan cita-citayang berkaitan dengan obyek tersebut. tapi mengarah pada ekspresi-ekspresi yang spontan. Misalnya suatu tema pertentangan antara anak dan orang tua. penyaluran dorongan yang tertekan serta improvisasi psikis kearah perkembangan. perasaan dan pikirannya.

mengatasi atau mengantisipasi 2). Pramuka. Lebih lanjut konselor dapat mengarahkan siswa agar mengenal berbagai aspek kehidupan social. Faktor – factor yang mempengaruhi. Langkah-langkah Penyusunan Materi Bimbingan Klasikal Agar materi bimbingan klasikal lebih mudah dipahami oleh siswa maka dalam pelaksanaannya dapat diberikan dengan langkah-langkah atau setruktur sebagai berikut. 4. Aspek yang dinilai A. PELAKSANAAN. Ciri – ciri / Dapak / akibat 5). seperti: OSIS. 5. 6. Organisasi Siswa Organisasi siswa yang dimaksud adalah organisasi yang ada di sekolah dan di luar sekolah. Apabila dilaksanakan di ruangan maka media yang dipergunakan adalah LCD dengan Power Point dan diselingi potongan film sebagi quis atau film motivasi agar lebih 405 . 5. 7. Pengertian topic yang dibicarakan/dibahas secara umum atau menurut ahli 3). 1. PMR dan sejenisnya. Pengembangan Alat / Media Alat atau Media yang diperegunakan dalam bimbingan klasikal disesuaikan dengan teknik yang akan dipergunakan.rata Nilai 6. mengembangkan sikap kepemimpinan. 2.9). 1). Pengantar . 3. 5. kuratif dan development. kerjasama serta tanggung jawab dan harga diri. Langkah – langkah Bimbingan Klasikal 1). 2. Langkah-langkah Dalam Pelaksanaan Bimbingan Klasikal No 1. Terkait dengan tujuan bimbingan tersebut maka teknik bimbingan ini berfungsi mengadaptasi dan menyesuaikan sehingga bimbingan ini mempunyai sifat sebagai preventif. PERSIAPAN Perumusan tujuan layanan bimbingan dan konseling Kesesuian tujuan layanan dengan materi bimbingan dan konseling Perencanaan kegiatan siswa dalam layanan bimbingan dan konseling Pemilihan metode / teknik bimbingan dan konseling Rencana evalauasi bimbingan dan konseling B. hal-hal apasaja yang dapat menyebabkan dari diri individu atau luar individu (Intern dan Ekstern) 4). 4. Upaya – upaya yang dilakukan untuk : Meningkatkan. 8. adalah suatu penjelasan. ceritera atau brain storming yang dapat membawa perhatian siswa pada topic yang akan disampaikan dalam bimbingan klasikal 2). 3. Melalui organisasi siswa ini dapat dilaksanakan layanan bimbingan terhadap masalah-masalah yang sifatnya kelompok maupun individual dengan bantuan konselor. Ketepatan memulai penyajian materi layanan Ketepatan mengembangkan kegiatan siswa dalam mengikuti layanan bimbingan dan konseling Ketrampilan menimbulkan kreativitas siswa dalam mengikuti layanan bimbingan dan konseling Ketrampilan mengembangkan dinamika kelompok siswa dalam mengikuti layanan bimbingan dan konseling Keterampilan membantu siswa dalam mengemukakan masalah Keterampilan menggunakan metode/teknik bimbingan dan konseling Keterampilan menguasai materi bimbingan dan konseling Keterampilan melakukan evaluasi layanan bimbingan dan konseling Jumlah Nilai Nilai Rata .

menarik dan tidak membosankan siswa yang dapat diunduh di Youtube sesuai dengan topic yang sedang dibahas. Upaya – upaya yang dilakukan untuk : Meningkatkan. bidang social dan bidang karir. mampu beradaptasi dalam kelompok. Bimbingan klasikal adalah bimbingan yang beorientasi pada kelompok siswa dalam jumlah yang cukup besar 30 – 40 orang siswa (satu kelas). 4). Bimbingan Klasikal dapat dilaksanakan dalam berbagai teknik yakni : 1. berorientasi pada pengembangan pribadi siswa yang meliputi bidang pembelajaran. Tujuan bimbingan klasikal adalah membantu individu agar mampu menyesuaikan diri. Karya Wisata. Organisasi Murid. Fungsi pemahaman adalah fungsi bimbingan untuk membantu siswa agar memiliki pemahaman terhadap dirinya dan lingkungannya. Sebenarnya penulis ingin menyertakan dalam materi ini namun tidak dapat karena filenya terlalu besar. 3. Pengantar . LATIHAN 1. dan mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan secara dinamis dan konstruktif. 4. Kelompok Kerja. Praktekan layanan tersebut sesuai dengan langkah-langkah pelaksanaan bimbingan klasikal 406 . Agar materi bimbingan klasikal lebih mudah dipahami oleh siswa maka dalam pelaksanaannya dapat diberikan dengan langkah-langkah sebagai berikut. D. Tentukan satu topic permasalahan yang anda akan berikan dengan teknik bimbingan klasikal. Fungsi Preventif atau pencegahan adalah fungsi bimbingan untuk menghindarkan diri dari terjadinya tingkah laku yang tidak diharapkan dan membahayakan dirinya dari orang lain. 3. Diskusi Kelompok. Pengajaran Bimbingan. 1). 7. 9. Pengertian 3). mampu mengambil keputusan untuk hidupnya sendiri. Home Room. 6. Pengajaran Perbaikan. 8. 2. sehingga mampu mengembangkan potensi diri secara optimal. Ceramah Bimbingan. mengatasi atau mengantisipasi E. Ciri – ciri / Dapak / akibat 5). 5. mampu menerima support atau dapat memberikan support pada temantemannya. RANGKUMAN Bimbingan klasikal adalah bimbingan yang diberikan kepada sejumlah siswa yang tergabung dalam suatu satuan kegiatan pengajaran. oleh sebab itu peserta PLPG saya persilahkan berlatih mengunduh sendiri di Youtube sesuai dengan kebutuhan dan topic permasalahan. Sosiodrama dan Psikodrama. Faktor – factor yang mempengaruhi. Buatlah Satlan atau persiapan lengkap dengan Materi bimbingan klasikal sesuai dengan Langkah-langkah bimbingan klasikal. adaptasi dan penyesuaian. penyaluran. 2. 2). Fungsi bimbingan klasikal meliputi preventif dan pemahaman.

407 . Bimbingan dan Konseling Pola 17. Louise B dan Sri Hastioeti. M. 2003. Jakarta : Universitas Terbuka. Hibana S. Yogyakarta : UCY Press.S dan Sri Hastuti. Jakarta: Derpdiknas Rahman. Bahan Ajar Setifikasi Guru Bimbingan dan Konseling dalam jabatan melaui Jalur Pendidikan : Praktek Bimbingan Klasikal.M 2006. 2008. Jakarta : Dirjen Dikasmes. Landasan Bimbingan dan Konseling. Siwabessy. Sistem Pendidikan Nasional. 2007. Muhammad. Penataan Pendidikan Profesional Konselor dan Layanan Bimbingan dan Konseling dalam jalur Pendidikan Formal . Kapita Selekta Pendidikan Dasar. Tahun 2003. Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Winkel. Yogyakarta: Media Abadi Yusuf Nurihsan. 2008. 2003.DAFTAR PUSTAKA Depdiknas. W. UU NO 20. Jakarta: jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia Surya. Bandung Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia dan Remaja Rosdakarya.

C 2. B 408 . Bantuan yang diberikan kepada siswa yang mengalami kesulitan belajar yang bertujuan untuk memperbaiki prestasi siswa adalah: a. B 6. Guru d. Permasalahan yang secara umum dimilki oleh siswa c. Sumua permasalahan b. Bimbingan Karir c. Konselor dan guru c. Bimbingan dan konserling b.PRE TES PLPG TH 2011 ( Mata Latih Bimbingan Klasikal ) Soal – soal : 1. Bimbingan yang diberikan kepada sejumlah siswa yang tergabung dalam suatu satuan pengajaran adalah : a. Bimbingan Klasikal 3. pemahaman dan kuratif d. Yang kompeten dalam layanan tsb adalah : a. Belajar Kelompok 6. Pengajaran perbaikan c. Bimbingan Individual b. Bimbingan Klasikal adalah bimbingan yang diberikan kepada sejumlah siswa yang tergabung dalam suatu satuan kegiatan pengajaran. C 5. Fungsi Layanan Bimbingan Klasikal adsala: a. Kuratif 4. Bimbingan Kelompok c. Preventif. Home Room d. Preventif / Pencegahan b. Permasalahan yang sedang aktual KUNCI JAWABAN 1. Bimbingan Klasikal d. Kelompok Kerja 5. B 4. Diskusi kelompok b. Permasalahan Individu d. Konselor b. D 3. Siapa saja boleh 7. A 7. Bimbingan kelompok d. Preventif dan Pemahaman c. Karya Wisata c. Salah satu teknik dalam bimbingan klasikal yang mengubah suasana rumah agar siswa bebas mencurahkan isi hati adalah : a. Topik Bimbingan yang tepat diberikan secara klasikal adalah a. Bimbingan dan Konseling 2. Bimbingan dan konseling b. Infomasi yang disampaikan dapat menyangkau siswa sekelas dapat menerima informasi yang sama dari konselor dapat meminimalkan pemahaman yang keliru adalah salah satu keunggulan dari: a. Diskusi kelompok d.

seorang konselor perlu menengenal berbagai jenis media. Petunjuk Belajar Agar peserta kuliah atau pelatihan dapat mengikuti kegiatan ini dengan lancar dan baik maka perlu diperhatikan beberapa petunjuk belajar sebagai berikut: 1. Deskripsi Modul pengembangan media bimbingan dan konseling dimaksudkan sebagai salah satu panduan kinerja guru bimbingan dan konseling atau konselor untuk memanfaatkan dan mengefektifkan media dalam pelayanan bimbingan dan konseling yang meliputi pengertian. Bab. Bab V Kerugian Penggunaan Media Bimbingan dan Konseling. (f) perkiraaan biaya yang dimiliki sekolah. Bab III Jenis-Jenis Media Bimbingan dan Konseling 4. Bab VI Mengembangkan Media Bimbingan dan Konseling B. Penggunaan media bimbingan dan konseling perlu disadari bahwa berbeda dengan guru bidang studi lain karena sifat tugasnya. Melalui perencanaan yang baik akan memperoleh kejelasan arah penggunaan media bimbingan dan konseling dan memudahkan untuk mengontrol kegiatan yang dilaksanakan. Bacalah setiap kegiatan belajar dengan teliti dan buatlah rangkuman setiap selesai mempelajari materi tersebut. Bab IV Manfaat Penggunaan Media Bimbingan dan Konseling 5. menengah maupun jangka panjang. Kerjakan soal-soal latihan dan cocokkanlah dengan kunci jawaban dan apabila hasil pekerjaan saudara sudah mecapai 75% maka saudara diperbolehkan melanjutkan pada kegiatan belajar selanjutnya.BAB I PENDAHULUAN A. landasan BK. 409 . maka konselor hendaknya mampu mengalokasikan kegiatan yang ada di dalam kelas dan di luar kelas dengan media yang dapat mendukung kegiatan dimaksud sehingga kegiatan berjalan dengan baik dan dapat mencapai tujuan yang telah ditentukan. pemahaman individu teknik non tes. Bertindak sejujur mungkin sehingga saudara dapat mengetahui secara persis dimana posisi saudara dalam penguaaan modul tersebut. dan mengevaluasi efektivitas penggunaan media dalam pelayanan bimbingan dan konseling. Pelayanan bimbingan dan konseling akan berjalan lebih baik dan menyenangkan apabila disertai dengan pemanfaatan media bimbingan dan konseling yang baik. efektif. 3. menggunakan. manfaat. dan belajar dan pembelajaran. 6. dan (i) waktu dan tempat untuk digunakannya media bimbingan dan konseling. karena dalam kegiatannya seorang konselor hendaknya mampu merancang. Hal ini merupakan manifestasi dan akumulasi kinerja konselor. Oleh karena itu dalam penggunaan media bimbingan dan konseling seorang konselor perlu memperhatikan berbagai hal sebagai berikut ini: (a) analisis kebutuhan/permasalahan siswa (b) penentuan tujuan yang akan dicapai (c) analisis situasi dan kondisi sekolah (d) penentuan jenis kegiatan yang akan dilakukan (e) penentuan personel-personel yang akan menggunakan. 2. Mengapa. (g) mengantisipasi kemungkinan hambatan dalam penggunaan media bimbingan dan konseling. C. Selanjutnya semua kegiatan yang telah dilaksanakan dievaluasi baik dalam jangka pendek. jenis media. Modul pengembangan media bimbingan dan konseling merupakan salah satu kompetensi dasar yang harus dikuasai oleh konselor. dan dapat memanfaatkan semaksimal mungkin agar pelayanan bimbingan dan konseling semakin maksimal. kerugian penggunaan media. efektif. Bab.II Pengertian Media Bimbingan dan Konseling 3. terarah dan sistematis. Dalam Buku Ajar media BK ini akan dibahas beberapa bab yaitu: 1. dan efisien. dan seterusnya. dan pada gilirannya akan memberikan kesan bahwa konselor bekerja secara profesional dan cakap. Prasyarat Untuk mengikuti Buku Ajar media bimbingan dan konseling ini peserta pelatihan harus sudah menempuh dan lulus mata kuliah dasar-dasar bimbingan konseling. dan efisien. dan tidak gagap teknologi. I Pendahuluan 2. Di dalam melaksanakan tugasnya.

1 Menjelaskan pengertian media dalam pelayanan bimbingan dan konseling 1.6 Mengembangkan media dalam pelayanan BK. Memahami konsep media bimbingan dan konseling (BK) di sekolah. 2.5 Menjelaskan kerugian dalam penggunaan media dalam pelayanan BK 1. 410 . Kompetensi Dasar: 1.5 Memahami kerugian dalam penggunaan media dalam pelayanan BK 1.1 Memahami pengertian media dalam pelayanan bimbingan dan konseling 1.D.4 Menjelaskan manfaat media dalam pelayanan BK 1. Mengembangkan media bimbingan dan konseling .4 Memahami manfaat media dalam pelayanan BK 1. Indikator Pencapaian Kompetensi: 1.3 Menjelaskan jenis-jenis media BK 1.2 Memahami konsep dasar media BK 1.2 Menjelaskan konsep dasar media BK 1.3 Memahami jenis-jenis media BK 1. Kompetensi dan indikator Standar Kompetensi: 1.6 Mengembangkan media dalam pelayanan BK.

Schramm (1977) mengemukakan bahwa media pembelajaran/bimbingan adalah teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran/bimbingan.Memahami pengertian media bimbingan dan konseling . Uraian Materi Media berasal dari bahasa latin merupakan bentuk jamak dari “Medium” yang secara harfiah berarti “Perantara” atau “Pengantar” yaitu perantara atau pengantar sumber pesan dengan penerima pesan. Allen mengemukakan tentang hubungan antara media dengan tujuan pembelajaran/bimbingan. baik yang bersifat visual. audial. Kompetensi dan Indikator: .BAB II PENGERTIAN MEDIA BIMBINGAN DAN KONSELING a. Beberapa ahli memberikan definisi tentang media pembelajaran/bimbingan. projected still media maupun projected motion media bisa dilakukan secara bersama dan serempak melalui satu alat saja yang disebut Multi Media. Sejalan dengan perkembangan IPTEK penggunaan media. konsep dan aturan 4 = Prosedur belajar 5= Penyampaian keterampilan persepsi motorik T= Tinggi 411 .Dapat menjelaskan pengertian media bimbingan dan konseling b. namun dapat meramu semua jenis media yang bersifat interaktif. Contoh : dewasa ini penggunaan komputer tidak hanya bersifat projected motion media. sebagaimana terlihat dalam tabel di bawah ini : Jenis Media 1 2 3 4 5 6 Gambar Diam Gambar Hidup Televisi Obyek Tiga Dimensi Rekaman Audio Programmed Instruction Demonstrasi Buku teks tercetak S S S R S S R S T T S T R S S R S T T R R S R S S T S R S T T S R S R R R R S R R S S R S S S S Keterangan : R = Rendah S = Sedang 1 = Belajar Informasi faktual 2 = Belajar pengenalan visual 3 = Belajar prinsip.

pengalaman. Lebih singkatnya. Sebagai perantara. maka media bimbingan ini akan disesuaikan dengan karakteristik masing-masing materi bimbingan dan konseling yang akan disajikan juga memperhatikan karakteristik siswa. Gagne (dalam Sadiman. Sebagai alat bantu dalam kegiatan layanan bimbingan dan konseling. 1. c. Latihan: Identifikasi segala peralatan. Jelaskan pengertian media dalam pelayanan bimbingan dan konseling! 412 . bahan.6 = Mengembangkan sikap. Tes Formatif. opini dan motivasi Seringkali kita temui dalam kegiatan layanan bimbingan dan konseling di kelas. atau melalui perantara yang disebut sebagai media. radio. Sadiman (2002) menyatakan bahwa kegiatan belajar dan kegiatan layanan bimbingan dan konseling di kelas pada dasarnya adalah proses komunikasi. Hal ini menunjukkan bahwa konselor/guru pembimbing sebagai sumber informasi memiliki kebutuhan untuk menyampaikan informasi (materi bimbingan dan konseling) kepada siswa sebagai penerima informasi. Konselor/guru pembimbing mengeluh karena sudah seringkali diulang. Definisi tersebut mengarahkan kita untuk menarik suatu simpulan bahwa media adalah segala jenis (benda) perantara yang dapat menyalurkan informasi dari sumber informasi kepada orang yang membutuhkan informasi. Lebih lanjut. Istilah media berasal dari bahasa latin. disebutkan bahwa media adalah bentuk perantara dalam berbagai jenis kegiatan berkomunikasi. Briggs (dalam Sadiman. dkk. Keterbatasan metode ini akan membuat siswa merasa cepat bosan walaupun materi yang diberikan oleh konselor/guru pembimbing sebenarnya sangat menarik. dkk. Dalam arti bahwa konselor/guru pembimbing hanya sebatas menjelaskan atau memberi ceramah kepada siswa. Penyampaian informasi ini dapat melalui cara-cara biasa seperti berbicara kepada siswa. 2002) menyatakan bahwa media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar dan atau menerima layanan bimbingan dan konseling. dan atau dianggap sebagai media bimbingan dan konseling! kondisi yang dapat d. 2002) menyatakan bahwa media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar dan atau menerima layanan bimbingan dan konseling.Seringkali konselor/guru pembimbing menyampaikan materi bimbingan dan konseling kepada siswa hanya dengan mempergunakan cara-cara yang “kuno”. Dimana kesenjangan ini muncul mungkin akibat materi bimbingan dan konseling yang diberikan kepada siswa kurang menarik atau mungkin media yang dipergunakan tidak sesuai dengan karakteristik materi bimbingan dan konseling yang diberikan. maka media ini dapat berupa koran. Suyitno (1997) menyatakan bahwa media bimbingan dan konseling adalah suatu peralatan baik berupa perangkat lunak maupun perangkat keras yang berfungsi sebagai alat bantu bimbingan dan alat bantu mengajar. dapat disajikan pada gambar sebagai berikut: Sumber Informasi --------------. konselor/guru pembimbing mengalami masalah untuk memberikan pengertian kepada siswa tentang satu pokok bahasan. Dalam Dictionary of Education. Kasus ini mengindikasikan bahwa dalam proses komunikasi antara konselor/guru pembimbing dan siswa terdapat kesenjangan. tetapi siswa tidak dengan segera dapat menjelaskan pokok bahasan tersebut. yaitu medium yang memiliki arti perantara. televisi bahkan komputer.MEDIA ----------------Penerima Informasi Lebih lanjut. dalam kegiatan layanan bimbingan dan konseling dikenal pula istilah media bimbingan dan konseling.

papan bimbingan. Beberapa media yang paling akrab dan hampir semua sekolah memanfaatkan adalah media cetak (buku). selain itu banyak juga sekolah yang telah memanfaatkan jenis media lain gambar.BAB III JENIS-JENIS MEDIA BIMBINGAN DAN KONSELING a. media komunikasi yang dimaksud adalah media untuk membantu pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah. telepon/handphone. slide (film bingkai). telepon Buku pelajaran. video/VCD. Laboran CAI (Pembelajaran berbantuan komputer). Pustakawan. 1. Kompetensi dan Indikator Memahami Jenis-jenis media bimbingan dan konseling Dapat menjelaskan jenis-jenis media bimbingan dan konseling b. brosur. Mulai yang paling kecil sederhana dan murah hingga media yang canggih dan mahal harganya. Buku berisi segenap informasi yang bisa digunakan guru pembimbing/konselor untuk menyampaikan mteri bimbingan dalam layanan informasi. leaflet. kotak masalah. video. Makanya di rumah saklit justeru banyak penjenguk pasien di saat besuk tidak memberikan uang atau membawakan buah tangan berupa kue atau roti tetapi membawakan majalah atau koran yang berisi artikel/tulisan yang berhubungan dengan sakit si klien/pasien. program pembelajaran komputer masih jarang digunakan meskipun sebenarnya sudah tidak asing lagi bagi sebagian besar guru pembimbing/konselor. CD. Beberapa media yang dimaksud adalah buku/majalah/surat kabar. peralatan audio seperti tape recorder dan peralatan visual seperti VCD/DVD. gambar Kaset audio yang dilengkapi bahan tertulis Overhead transparansi (OHP). Sedangkan media lain seperti kaset audio. specimen Guru pembimbing/konselor. ada pula media yang secara khusus sengaja dirancang untuk keperluan pelayanan bimbingan dan konseling. Majalah seringkali digunakan oleh guru pembimbing/konselor sebagai biblioterapi apabila klien sedang sakit dan dengan membaca klien mendapatkan pemahaman cara mengatasi sakitnya karena dengan membaca majalah tersebut. 413 . CBI (Pembelajaran berbasis komputer) VIII Obyek fisik IX Manusia dan lingkungan X Komputer Saat ini. dengan cepatnya teknologi komunikasi maka semakin banyak pula media komunikasi yang muncul. Uraian materi Media bimbingan dan konseling banyak sekali jenis dan macamnya. film gerak bersuara. Ada media yang sudah tersedia di lingkungan yang langsung dapat kita manfaatkan. model. VCD. Ada media yang dapat dibuat oleh guru pembimbing/konselor sendiri. siaran radio. namun kenyataannya tidak banyak jenis media yang biasa digunakan oleh guru pembimbing/konselor di sekolah. komputer (internet). dan Overhead Projector (OHP) dan obyek-obyek nyata. televisi Benda nyata. dan adapula media yang diproduksi pabrik. Film bingkai (slide) Film bingkai (slide) bersuara Film bisu Audio Visual gerak. model. Buku/majalah/surat kabar: Buku/majalah/surat kabar adalah media yang sangat mudah di dapat dan praktis penggunaannya. modul. Anderson (1976) mengelompokkan media menjadi 10 golongan sbb : No I II III IV V VI VII Golongan Media Audio Cetak Audio-cetak Proyeksi visual diam Proyeksi Audio visual diam Visual gerak Contoh dalam Pembelajaran Kaset audio. Meskipun media banyak ragamnya. Pada pembahasan ini.

Dengan demikian begitu mudah kan sebenarnya memberikan pelayanan bimbingan dan konseling dengan media ini? 3.konselor sekolah sibuk dan repot mencari data/informasi sendiri dan selanjutnya ditempel pada papan bimbingan. dan selanjutnya mengangkat dan membahas topic dan atau menganalisis kasus tersebut ke dalam bimbingan kelompok. Kotak masalah harus sering dibuka. social. Mengapa demikian? Menurut hemat penulis karena pengistilahan ‘kotak masalah’ itu sendiri memiliki konotasi negatif. dan studi lanjut.Koran dapat dipakai guru pembimbing/konselor untuk menyelenggarakan bimbingan kelompok/konseling kelompok dengan membacakan suatu kasus/masalah hangat yang sedang terjadi di masyarakat. Papan bimbingan ini seringkali menjadi tempat semua siswa mendapatkan dan bahkan mencari informasi berkaitan dengan informasi belajar. konselor. dan atau konseling kelompok. Saya menyarankan penyebutan ‘kotak masalah’ diganti dengan “kotak curhat”. karir/peluang kerja. seperti kotak surat yang terdapat di depan kantor pos. imbauan. Apabila tidak ada suratnya. dipajang dengan menarik. Suatu saat kotak masalah dibuka guru pembimbing/konselor ternyata ada surat yang ternyata berupa keluhan bahwa siswa ingin mendapatkan bantuan konseling karena beratnya masalah yang dihadapi tertanggal 2 414 . atau “kotak konseling” yang pasti berkonotasi positif. namun disadari bahwa siswa juga memiliki kemampuan luar biasa mencari informasi penting melalui internet yang dapat disebarluaskan kepada teman-temannya di sekolah melalui papan bimbingan. Siswa mungkin akan lebih mudah menyampaikan perasaannya melalui bahasa tulis dan disampaikan melalui kotak masalah. Begitu pula dengan kotak masalah yang senantiasa kosong sehingga konselor malas membuka dan sampai akhirnya menjadi terlupakan membuka kotak masalah itu berbulan-bulan karena dianggapnya paling-paling tidak ada surat sebagai ungkapan masalah siswa. Guru pembimbing/konselor mempersilakan siswa untuk memberikan informasi seluas-luasnya selama itu berguna bagi perkembangan dan membuka wawasan siswa lainnya yang sebelumnya melalui pembimbingan/seizing guru pembimbing/konselor. sangat efektif dilihat banyak siswa. menuangkan kreativitas. 2. Celakanya kotak masalah ini sepertinya hanya kotak PPPK yang hanya dipajang dan tidak dibuka apabila tidak ada korban atau yang membutuhkan. Kondisi yang terjadi selama ini menurut pengamatan penulis tampaknya kotak masalahpun sering belum diminati siswa untuk memulai langkah awal mendapatkan pelayanan konseling. Papan Bimbingan Papan bimbingan merupakan media bimbingan dan konseling yang sangat murah. karir. bahkan pencerahan spiritual untuk meningkatkan kadar keimanan dan pendidikan moral/akhlak mulia siswa. dan lebih bersahabat untuk mengajak siswa merasa ingin mendapatkan pelayanan mengatasi masalahnya. maupun siswa. Mestinya kotak masalah tidak seperti kotak PPPK. dan sangat familier bagi huru. Kotak Masalah Banyak dijumpai kasus tidak semudah orang berbicara bahwa mengungkapkan masalah secara langsung itu mudah dan sangat gampang. Siswa yang bermasalah tidak ingin diketahui oleh banyak orang apabila dirinya diketahui memiliki masalah. dan memberikan rasa kurang nyaman bagi siswa sehingga tidak akan menggerakkan minat siswa untuk memanfaatkannya. Mengingat begitu pentingnya papan bimbingan bagi siswa maka menuntut para guru pembimbing/konselor untuk senantiasa menyajikan informasi yang up to date. Dengan demikian fungsi guru pembimbing/konselor hanya memotivasi siswa memanfaatkan semaksimal mungkin papan bimbingan baik untuk menerima informasi maupun memberikan sumbangan informasi pada bidang belajar. gagasan dan ide bagi siswa dan semua warga sekolah selama hal tersebut demi pertumbuhan dan perkembangan siswa. mudah pengadaannya. menggunakan bahasa lugas tetapi mengenai sasaran. pribadi. Papan bimbingan merupakan media untuk memberikan informasi. Jadi tidak selamanya guru pembimbing. Sampai saat ini siswa masih takut atau mungkin masih malu karena berperasaan kalau dirinya orang bermasalah dan atau berkasus. Seringkali dijumpai siswa apabila ditanya apakah dia memiliki masalah maka silakan datang ke guru pembimbing/konselor. tidak memerlukan perawatan khusus. syukur setiap hari. maupun kehidupan berkeagamaan/akhlak mulia. maka konselor berupaya bagaimana kotak masalah itu ada suratnya seperti seorang pengelola/pegawai pos yang merasa sedih karena kotak posnya tidak ada suratnya sehingga penghasilannya menurun.

415 . mungkin bentuk dan desainnya yang tidak menarik. Saat ini dibutuhkan akses data yang cepat. 5. Saat mengolah data tes dan membutuhkan analisis secara cepat dan akurat dapat digunakan komputer sehingga pekerjaan konselor sangat dibantu dan sangat efektif dan efisien. email. Melalui cara ini dirasakan kerahasiaan klien sangat terjamin dan memberikan bantuan yang sangat segera. Dengan computer dapat menyajikan peristiwa yang direkam dan ditayangkan di dalam kelas. Telepon memiliki keterbatasan karena hanya dapat digunakan pada saat pembimbimbing/konselor berada di sekolah dan atau di rumah (bagi yang memiliki telepon rumah). Betapa dosanya guru pembimbing/konselor dengan peristiwa ini karena telah membuat siswa merana berhari-hari bahkan berminggu-minggu karena tidak mendapatkan pelayanan konseling dari guru pembimbing/konselor. dapat dibawa ke manapun sehingga sangat memiliki kepraktisan dan kemudahan yang sangat luar biasa. dapat menampilkan gambar data dengan grafik. Telepon dan handphone Telepon sebagai media komunikasi sebenarnya sangat bisa digunakan konselor di dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling. Sebagai contoh adalah perkembangan prosessor sebagai otak dalam sebuah komputer mulai dari Intel Pentium 1 sampai dengan Pentium 4. Merupakan kewajiban guru pembimbing/konselor untuk bertanggungjawab mengelola dan memanfaatkan kotak masalah setelah berani memasangnya. Ada apa dengan kotak masalah yang masih kosong? Barangkali itu terjadi karena siswa sudah tidak percaya lagi kalau kotak masalah akan dibuka (seperti diuraikan dalam kasus di atas). Hampir setiap bulan muncul genre-genre baru dalam dunia komputer. 6. kurva perkembangan siswa. Sekarang ini telepon sudah banyak ditinggalkan karena kekurangpraktisannya dan diganti dengan telepon tangan/genggam (handphone) karena jarak jangkaunya yang luas. Dengan demikian guru pembimbing/konselor harus bertindak seperti pegawai kantor pos.bulan yang lalu. namun bisa terjadi pengistilahan yang kurang tepat tentang ‘kotak masalah’. facebook untuk komunikasi yang lebih intens dan mendalam dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling. Belum lagi sebagian orang berpikir kehebatan Centrino Duo Core. Dengen komputer dan akses internet siswa maupun guru pembimbing/konselor dapat belajar dan mengajari siswa bagaimana melakukan konseling jarak jauh. Di dalam pelayanan bimbingan dan konseling computer sangat membantu tugas guru pembimbing/konselor untuk membuat power point dengan berbagai artistiknya saat menayangkan materi bimbingan dan konseling di kelas sehingga penyajian lebih hidup dan menarik. dan tidak strategis. telah muncul pula AMD 690. Klien yang sedang kalut saat malam hari misalnya dan sangat ingin mencurahkan perasaannya dan kekalutannya (situasi kritis) bisa mendapatkan layanan konseling lewat telepon. saat ini sudah muncul Centrino bahkan Centrino Duo Core. diagram. atau yang lainnya. Perubahan di masyarakat yang semakin cepat pada akhirnya menuntut perkembangan teknologi komputer yang semakin canggih. Sebagian orang belum bisa menikmati kecanggihan Prosesor Pentium 4. Peralatan audio yang di pergunakan dalam proses bimbingan dan konseling seperti tape recorder.Pesatnya perkembangan teknologi komputer ini memang sebagai jawaban untuk akses data atau informasi. membuat blog. Penggunaan tape recorder ini antara lain adalah untuk merekam sesi konseling dan memutar kembali hasil-hasil yang diperoleh selama sesi konseling. Komputer/Internet Perkembangan perangkat komputer saat ini mengalami kemajuan yang sangat pesat. yaitu merasa sedih apabila kotak masalahnya tidak ada satu suratpun yang masuk setelah satu minggu dibuka yang terakhir karena kita meyakini bahwa setiap hari dengan sekian ratus siswa pasti siswa-siswa memiliki masalahnya masing-masing. Peralatan Audio Perkembangan peralatan audio saat ini juga mengalami perkembangan yang pesat. peletakkannya yang tidak pas sepeerti terlalu tinggi atau terlalu rendah. Seringkali telepon sangat membantu klien dalam keadaan darurat yang memberikan sifat pencegahan dan bahkan pengentasan terhadap masalah klien. sehingga pada akhirnya prosesor yang ada juga semakin cepat. 4. Konselor baru kecewa karena ternyata ada siswanya yang memerlukan pelayanan konseling segera tetapi sudah lewat dan tidak bisa diulang kembali.

pengoperasian VCD/DVD ke player akan semakin mudah. alat MP3 atau MP4 seukuran sebuah spidol atau ballpoint. Mulai dari merekam gambar sampai dengan menampilkan gambar. Dengan kecanggihan teknologi yang ada saat ini. Saat ini telah berkembang alat perekam yang tidak membutuhkan pita perekam. Saat ini peralatan komputer yang dijumpai di pasaran pun sudah mempergunakan teknologi multi media. merasa sudah akrab dengan media tersebut. merasa bahwa media dapat berbuat lebih dari yang bisa dilakukannya. Untuk menghasilkan sebuah hasil rekaman yang baik. 7. proses perekaman gambar tidak perlu mempergunakan perangkat yang bermacam-macam. Ukuran MP3 dan MP4 saat ini amat kecil jika dibandingkan dengan sebuah mini tape recorder biasa. Pada awalnya. maka alat ini dapat memainkan musik dan dapat dipergunakan untuk merekam suara. Sebagai sebuah player. kelompok maupun bimbingan klasikal sehingga pengalaman belajar siswa/mahasiswa semakin lebih nyata dan membekas. yaitu memenuhi kebutuhan atau mencapai tujuan yang diinginkan atau tidak. dan d. dimana di dalam alat ini terdapat sebuah mini harddisk yang memiliki kapasitas sampai dengan 4 Gb. karena dalam proses produksinya membutuhkan tahapan-tahapan yang panjang. Alat ini disebut MP3 dan MP4. Pemilihan Media Pembelajaran Beberapa penyebab orang memilih media antara lain adalah : a. Secara visual siswa dan atau mahasiswa dapat memberikan feedback pelaksanaan konseling perorangan. Jadi dasar pertimbangan untuk memilih media sangatlah sederhana. Saat ini telah berkembang alat perekam (handycam) yang secara langsung dapat merekam gambar langsung ke dalam keping VCD/DVD. komputer hanya dipergunakan sebagai alat pengolah data saja. Perkembangan teknologi informasi saat ini. ingin memberi gambaran atau penjelasan yang lebih kongkrit. Tetapi selanjutnya berkembang juga sebagai alat entertainment. Dulu. saat ini sudah banyak ditinggalkan karena proses produksinya tertalu berbelit. b. Use It!” 416 . c. Pada dasarnya alat ini berfungsi sebagai player. sehingga sehingga seringkali konsumen bingun untuk memilih teknologi apa yang akan dibeli. Peralatan ini banyak dijumpai karena memiliki tingkat pengoperasian yang mudah dan memiliki harga yang relatif murah. Komputer saat ini hampir bisa dipergunakan untuk membantu segala macam permasalahan manusia. Penggunaan proyektor ini dipandang tidak efisien. Penggunaan video player ini tidak akan bisa lepas dari keberadaan sebuah disc atau keping VCD/DVD. bermaksud mendemosntrasikannya seperti halnya pada kuliah tentang media. Peralatan Visual Alat visual dapat bermacam-macam ragamnya seperti video player dan VCD/DVD player.Tape recorder membutuhkan kaset untuk bisa melakukan tindakan perekaman. Peralatan visual yang sering kita jumpai antara lain adalah video player atau CD player. penggunaan peralatan visual adalah dengan mempergunakan projector. Di dalam pembelajaran dan atau perkuliahan alat ini sangat membantu konselor atau dosen di dalam memberikan contoh melaksanakan konseling dan atau bimbingan yang diharapkan baik konseling perorangan. mulai dari mengolah data sampai dengan memproduksi sebuah tayangan video yang baik Di dalam pembelajaran dan atau perkuliahan alat ini sangat membantu konselor atau dosen di dalam memberikan contoh melaksanakan konseling dan atau bimbingan yang diharapkan baik konseling perorangan. dibutuhkan kamera perekam yang lumayan besar dan berat. Bahkan seringkali dijumpai mutu gambar yang tidak bagus dan bahkan mudah rusak. Sehingga lambat laun peralatan ini mulai ditinggalkan. selain itu kaset yang dipergunakan juga relatif besar. kelompok maupun bimbingan klasikal. Teknologi multi media yang berkembang saat ini sudah demikian canggihnya. kelompok maupun bimbingan klasikal. Video player dulu merupakan peralatan yang lumayan banyak dipergunakan orang. Seringkali kita jumpai. sehingga dipandang tidak praktis. pada akhirnya bertujuan untuk memudahkan konsumen menikmati hiburan antau informasi dengan efisien. Dengan kata lain. hasil rekaman seringkali tidak begitu jernih. Hanya saja. Mc. Terlebih. Kaset memiliki pita magnetik yang berfungsi untuk menyimpan data atau informasi percakapan. Connell (1974) mengatakan bila media itu sesuai pakailah “If The Medium Fits. Hal ini pada akhirnya memunculkan perangkat-perangkat multi media.

Jelaskan cara memotivasi siswa untuk memanfaatkan computer dan internet dalam pengembangan dirinya? 417 . Persiapan sebelum belajar 6. berbagai kondisi dan prinsip-prinsip psikologi yang perlu mendapat pertimbangan dalam pemilihan dan penggunaan media khususnya dalam bimbingan dan konseling adalah sebagai berikut : 1. Partisipasi Umpan balik 8. Latihan: Temu dan Kenali semua benda yang dapat dijadikan media dalam pelayanan bimbingan dan konseling! d. Bagaimanakah upaya agar kotak masalah dapat digunakan sebagai media BK yang efektif dan efisien? 4. Tes Formatif: 1. Motivasi 2. Tujuan pembelajaran 4. Perbedaan individual 3. Penguatan (reinforcement) 9. Sebutkan dan temukan jenis-jenis media bimbingan dan konseling! 2. Latihan dan pengulangan 10.Dari segi teori belajar. Penerapan. c. Bagaimanakah cara mengelola papan bimbingan yang baik? Jelaskan! 3. Latihan dan pengulangan 11. Emosi 7. Organisasi isi 5.

meningkatkan keingintahuan dan memberikan variasi pengajaran. karena dengan membuka internet. dapat dianggap sebagai data yang dapat dipertanggungjawabkan dan masuk akal (Pearson. Tidak dapat disangkal bahwa saat ini kita hidup dalam dunia teknologi. 4. saat ini telah mengalami perubahan-perubahan yang sangat cepat. maka siswa akan dapat melihat banyak informasi atau data yang dibutuhkan untuk menentukan pilihan studi lanjut atau pilihan karirnya.BAB IV MANFAAT PENGGUNAAN MEDIA DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING a. dapat dipergunakan pula software seperti microsoft power point. Kompetensi dan Indikator: . informasi yang didapat tidak sebatas pada konselor/guru pembimbing saja. dan lingkungan pelayanan BK yang ditata dan diciptakan oleh guru pembimbing/konselor. Data-data yang didapat melalui internet. kondisi. tetapi bisa sampai masing-masing program studi dan bahkan sampai pada kurikulum yang dipergunakan oleh masing-masing program studi. tetapi sampai di rumah-rumah. 5. sehingga kelas akan menjadi lebih menarik. Akan memunculkan respon yang positif terhadap penggunaan email. Akan meningkatkan kreativitas. Meskipun demikian. dan 7. Akan meningkatkan kunjungan ke web site. Tidak akan memunculkan kebosanan. Pemilihan salah satu metode BK tertentu akan mempengaruhi jenis media BK yang sesuai. jenis tugas dan respon yang diharapkan siswa pahami setelah pelayanan BK berlangsung. antara lain tujuan pelayanan BK. meskipun masih ada berbagai aspek lain yang harus diperhatikan dalam memilih media.Memahami manfaat penggunaan media dalam pelayanan BK . Hohenshill. Media dalam konseling antara lain adalah komputer dan perangkat audio visual. 2. Data atau informasi yang didapat melalui internet adalah data-data yang sudah memiliki tingkat validitas tinggi. dapat dikatakan bahwa salah satu fungsi utama media BK adalah sebagai alat bantu pelayanan BK yang turut mempengaruhi iklim. Penggunaan komputer di kelas sebagai media bimbingan dan konseling akan memiliki beberapa keuntungan seperti yang dinyatakan oleh Baggerly sebagai berikut: 1. Hal ini sangat beralasan. Terdapat pengaturan pelayanan BK secara lebih baik. Konselor akan memiliki pandangan yang baik dan bijaksana terhadap materi yang diberikan. 2000). Bimbingan dan konseling sebagai usaha bantuan kepada siswa. dalam Pelling 2002. dua unsur yang sangat penting adalah metode dan media BK. 6. Selain penggunaan internet seperti yang telah diuraikan di atas. 3. terutama teknologi komunikasi. Sebagai contoh. Hal ini sangat memungkinkan. Hampir seluruh sisi kehidupan kita bergantung pada kecanggihan teknologi. Software ini dapat membantu 418 . termasuk karakteristik siswa. Sehingga kecil kemungkinan jika data yang dimasukkan berupa data-data sampah. pendampingan konselor sekolah dalam hal ini sangat diperlukan. Dapat ditemukan silabus. Bahkan. kurikulum dan lain sebagainya melalui website. Tentu saja. Uraian Materi: Dalam suatu pelayanan bimbingan dan konseling. terutama yang berhubungan dengan kebutuhan siswa. menurut Pelling (2002) ketergantungan kepada teknologi ini tidak saja di kantor. Data-data yang didapat oleh siswa pada akhirnya menjadi suatu dasar pilihan yang dapat dipertanggungjawabkan. saat ini dapat kita lihat di internet tentang profil konselor/guru pembimbing. Pelling (2002) menyatakan bahwa penggunaan komputer (internet) dapat dipergunakan untuk membantu siswa dalam proses pilihan karir sampai pada tahap pengambilan keputusan pilihan karir. Kedua aspek ini saling berkaitan.Mampu menjelaskan manfaat penggunaan media dalam pelayanan BK b. Tentu saja hal ini harus didasari pada kebutuhan siswa. Sampsons (2000) mengungkapkan bahwa fasilitas di internet dapat dapat dipergunakan untuk melakukan testing bagi siswa. karena data yang ada di internet dapat dibaca oleh semua orang di muka bumi. Komputer merupakan salah satu media yang dapat dipergunakan oleh konselor dalam proses konseling. Bahkan. dan konteks pelayanan BK. Perubahan ini dapat ditemukan pada bagaimana teori-teori konseling muncul sesuai dengan kebutuhan masyarakat atau bagaimana media teknologi bersinggungan dengan konseling.

Latihan: Pada saat mengadakan bimbingan klasikal di kelas saudara menggunakan ceramah. Setelah film selesai ditayangkan.konselor dalam menyambaikan bahan bimbingan secara lebih interaktif. Konselor dapat memasukkan gambargambar yang bergerak. Merubah peran konselor/guru pembimbing ke arah yang lebih positif dan produktif. sehingga sasaran yang akan dicapai menjadi lebih optimal. Media memungkinkan pelayanan BK dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja 7. Peralatan ini seringkali dipergunakan oleh konselor untuk menunjukkan perilaku-perilaku tertentu. manfaat media dalam kegiatan layanan bimbingan dan konseling adalah memperlancar interaksi antara konselor/guru pembimbing dengan siswa sehingga pelayanan BK akan lebih efektif dan efisien. Besok paginya saudara menggunakan computer dan video player tentang topik atau pokok bahasan yang sama. Program software power point memberikan kesempatan bagi konselor untuk memberikan sentuhan-sentuhan seni dalam bahan layanan informasi. dalam Baggerly. Perilaku-perilaku yang tampak pada tayangan tersebut dipergunakan oleh konselor untuk merubah perilaku klien yang tidak diinginkan (Alssid & Hitchinson. Dalam proses pendidikan konselor pun. maka siswa akan memiliki kerangka berpikir yang sama. Tes Formatif: Jelaskan manfaat menggunakan media dalam pelayanan bimbingan dan konseling! 419 . Penyampaian materi bimbingan dapat diseragamkan 2. Kegiatan layanan bimbingan dan konseling menjadi lebih interaktif 4. Sebelum VCD/DVD player ini ditayangkan. Media lain yang dapat dipergunakan dalam proses bimbingan dan konseling di kelas antara lain adalah VCD/DVD player. penggunaan video modeling ini juga dipergunakan untuk meningkatkan keterampilan dan prinsip konseling yang akan dikembangkan bagi calon konselor (Koch & Dollarhide. yang kemudian diharapkan akan dapat merubah perilaku klien atau siswa. Hal ini sangat penting. Melalui fasilitas ini. Hamalik (1986) mengemukakan bahwa pemakaian media BK dalam pelayanan BK dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru. 2002). Ivey. dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa. bahkan konselor bisa melakukan insert gambar-gambar yang ada di sebuah film. 1971. Konselor dituntut untuk dapat menyajikan bahan layanan dengan mempergunakan imajinasinya agar bahan layanannya tidak membosankan. Tanggapan-tanggapan ini pada akhirnya akan mempengaruhi bagaimana klien berpikir dan bersikap. mengidentifikasi beberapa manfaat media dalam pembelajaran/ bimbingan dan konseling yaitu : 1. 2000. Melalui program ini. Minta kepada siswa untuk membandingkan atau berpendapat mereka lebih mudah memahami dan menghayati cara yang mana. maka konselor meminta siswa untuk memberikan tanggapan terhadap apa yang telah mereka lihat. konselor dapat pula memasukkan gambargambar di luar fasilitas power point. Meningkatkan kualitas hasil belajar siswa 6. sebab dengan memiliki gambaran dan tujuan film tersebut ditayangkan. c. Gambar-gambar yang disajikan melalui program power point tidak statis seperti yang terdapat pada Over Head Projector (OHP). Secara umum. Efisiensi dalam waktu dan tenaga 5. Tetapi secara lebh khusus ada beberapa manfaat media yang lebih rinci Kemp dan Dayton (1985) misalnya. 1977. Kegiatan layanan bimbingan dan konseling menjadi lebih jelas dan menarik 3. yang ditayangkan tidak saja berupa tulisan-tulisan yang mungkin sangat membosankan. yang hanya ceramah atau yang menggunakan computer atau video player? d. dalam Baggerly 2002). tetapi dapat juga ditampilkan gambar-gambar dan suara-suara yang menarik yang tersedia dalam program power point. membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan pelayanan BK. Media dapat menumbuhkan sikap positif siswa terhadap materi dan proses belajar 8. seorang konselor sebaiknya memberikan arahan terlebih dahulu kepada siswa tentang alasan ditayangkannya sebuah film.

tetapi jika pola pikir masyarakat masih terkungkung dengan nilai-nilai yang diyakini benar. Mampu menjejelaskan kerugian penggunaan media dalam pelayanan bimbingan dan konseling. Dalam bimbingan dan konseling dikenal istilah empati. tetapi nanti tergantung pada orang tua saya”. alat komunikasi ini bisa menjadi “tidak bermanfaat”. b. d. Tetapi. Penggunaan media. pada saat mereka dihadapkan untuk menentukan dan memilih jurusan yang akan diambil. c. Kompetensi dan Indikator: Memahami Kerugian penggunaan media dalam pelayanan bimbingan dan konseling. Artinya penggunaan teknologi ini akan memunculkan efek yang baik jika dijalankan oleh mereka yang paham peralatan tersebut. Klien datang ke ruang konseling tidak selalu membutuhkan informasi dari internet atau komputer. Tes Formatif: 420 . tetapi media ini seringkali masih belum bisa menyentuh sisi afektif seseorang. seringkali pula akan “menghilangkan” empati konselor. Hal ini tidak lepas dari budaya paternalistik yang melingkupi masyarakat kita. walau jarak yang ditempuh untuk mendatangi orang tua relatif jauh. bahkan meminta restu ini akan lebih afdol jika dilakukan dengan melakukan sungkem. Sebagai contoh. peralatan ini akan memberikan dampak negatif jika pelaksananya tidak menjelaskan dampak yang akan ditimbulkan. Tidak dapat dipungkiri bahwa sebagian besar masyarakat kita masih percaya bahwa pernyataan-pernyataan yang diberikan oleh orang tua atau orang yang dituakan masih dianggap lebih baik. Tetapi adakalanya. saat ini perkembangan teknologi sudah berkembang dengan demikian pesat. Untuk menunjukkan perilaku ini. Banyak contoh kasus dampak negatif penyalahgunaan teknologi informasi seperti beredarnya rekaman video porno di ponsel. beredarnya video porno bajakan yang dilakukan oleh anak negeri dan lain sebagainya. maka tidak jarang dari mereka akan berkata. tetapi di lain pihak. Hal lain yang terkait dengan penggunaan media dalam bimbingan dan konseling adalah sasaran pengguna seringkali disamakan. masih banyak diantara kita yang mengalami ketakutan untuk mempergunakan teknologi. maka seringkali mereka melupakan kecanggihan piranti komunikasi yang sudah canggih. seorang siswa akan memilih jurusan di perguruan tinggi. jika konselor mempergunakan media sebagai alat bantu utama. Uraian Materi: Pelling (2002) menyatakan bahwa. Tetapi dalam budaya tertentu. Siswa tersebut menyatakan ingin bertemu lewat telepon saja dan minta konseling. dan konselor akan memfasilitasi keinginan mereka. Restu orang tua merupakan hal yang dianggap sakral oleh sebagian budaya tertentu. Contoh lain. walaupun saat ini masyarakat sangat tergantung pada teknologi. maka data atau informasi yang didapat seakan-akan menjadi tidak berguna. Tiap manusia dapat berkomunikasi tanpa dibatasi rentang ruang dan waktu. peralatan teknologi yang ada saat ini hanya bisa bermanfaat jika dimanfaatkan oleh mereka yang menjelaskan penggunaan masing-masing alat tersebut. Walaupun ragam media sudah bermacammacam. bahkan ada kemungkinan klien atau siswa datang ke ruang konseling juga tidak membutuhkan bantuan dari konselor secara langsung melalui proses konseling. siswa atau klien datang ke ruang konseling hanya ingin mendapatkan senyuman dari konselor atau penerimaan tanpa syarat dari konselor. Sebaliknya. Sebagai benda mati. “Saya senang dengan jurusan A. Mungkin mereka akan mencari informasi sebanyak mungkin. Sebaik apapun teknologi yang berkembang. Latihan: Seorang siswa diminta menelepon guru pembimbing/konselor yang sudah berusia cukup dan saat itu konselor tersebut tidak diberitahu sebelumnya bahwa ada klien (siswa) yang akan konseling. Bagaimana kesan dan pendapat konselor sekolah tersebut tentang siswa yang belum dikenalnya minta konseling melalui telepon.BAB V KERUGIAN PENGGUNAAN MEDIA DALAM PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING a.

dapat disimpulkan bahwa media adalah bagian yang tidak terpisahkan dari proses pelayanan bimbingan dan konseling demi tercapainya tujuan pendidikan pada umumnya dan tujuan pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah pada khususnya. Tes Formatif: Hal apa sajakah yang perlu di[perhatikan di dalam mengembangkan media bimbingan dan konseling? Jelaskan! 421 . yaitu: • Media sebagai alat komunikasi guna lebih mengefektifkan pelayanan bimbingan dan konseling. guru pembimbing/konselor juga dituntut untuk dapat mengembangkan keterampilan membuat media bimbingan dan konseling yang akan digunakannya apabila media tersebut belum tersedia. dan tidak tertutup kemungkinan bahwa alat-alat tersebut sesuai dengan perkembangan dan tuntutan zaman. Para guru pembimbing/konselor dituntut agar mampu menggunakan alat-alat yang dapat disediakan oleh sekolah.Jelaskan kekurangtepatan penggunaan media dalam pelayanan bimbingan dan konseling! BAB VI MENGEMBANGKAN MEDIA BIMBINGAN DAN KONSELING a. • Seluk-beluk pelayanan bimbingan dan konseling. Disamping mampu menggunakan alat-alat yang tersedia. • Fungsi media dalam rangka mencapai tujuan pelayanan himbingan dan konseling. guru pembimbing/konselor juga dituntut untuk dapat mengembangkan alat-alat yang tersedia. Untuk itu guru pembimbing/konselor harus memiliki pengetahuan yang cukup tentang media pengajaran oleh Hamalik (1994 : 6) yang setelah disesuaikan dalam bidang bimbingan dan konseling meliputi. • Nilai atau manfaat media BK. Latihan: Ciptakan satu media bimbingan dan konseling dan kembangkan agar media tersebut bisa dipergunakan dalam pelayanan bimbingan dan konseling yang efektif dan efisien! d. c. b. • Hubungan antara metode BK dan media BK. • Usaha inovasi dalam media BK Dengan demikian. Guru pembimbing/konselor sekurangkurangnya dapat menggunakan alat yang murah dan bersahaja tetapi merupakan keharusan dalam upaya mencapai tujuan pelayanan bimbingan dan konseling yang diharapkan. Kompetensi dan Indikator: Memahami cara mengembangkan media bimb ingan dan konseling Mampu menjelaskan cara mengembangkan media bimbingan dan konseling. • Pemilihan dan penggunaan media BK • Berbagai jenis alat dan teknik media BK. Uraian materi: Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin mendorong upaya-upaya pembaharuan dalam pemanfaatan hasil-hasil teknologi dalam proses belajar mengajar.

Journal of Technology in Counseling. Media Pembelajaran. Media Pembelajaran. James.. Perlu pelatihan atau peningkatan kompetensi konselor dalam menguasai teknologi informasi. 3. 2003. Menanti. 2002. P. Untuk mempergunakan media bimbingan dan konseling perlu diperhatikan budaya yang dimiliki oleh siswa. 2005. V 78: 365-368. Asih. 2003. 2007. Media bimbingan dan konseling seperti internet akan menyediakan data atau informasi yang akurat bagi siswa. --------. Journal of Technology in Counseling. Media Pendidikan. 22. 2. Media Pengajaran. Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Tenaga Kependidikan. Thomas. Sampson. Makalah disampaikan pada Konvensi Nasional ABKIN di Bandung 2005. Using the Internet to Enchance Testing in Counseling. Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Tenaga Kependidikan. V 78: 348-356. H. 2005. The Use Technology In Career Counseling. 4. Raja Grafindo Persada. Nadine. Media Pembelajaran. --------. Sadiman. Media bimbingan dan konseling saat ini telah berkembang dengan pesat sesuai dengan perkembangan jaman dan kebutuhan manusia yang semakin meningkat.BAB VII SIMPULAN 1. Hohenshill. Jakarta : Raja Grafindo Persada. Psikologi Konseling. Practical Technological Applications to Promote Pedagogical Principles and Active Learning in Counselor Education. 422 . Referensi Azhar Arsyad.. Soedarmadji. Jakarta : Raja Grafindo Persada. 2007. Boy. Baggerly. et al. Journal of Counseling and Development. Surabaya: University Press UNIPA Surabaya. 2007. sehingga pemilihan media bimbingan dan konseling akan efektif. High Tech Counseling. Vol. sehingga penggunaan media sebaiknya terbatas pada usaha perolehan data dan informasi saja. Arief S. 2000. Azhar Arsyad. Jennifer. Azhar Arsyad. 5. Vol. 2000. Konseling Indigenous. 2000. Jakarta : Raja Grafindo Persada. 22. 2002. Journal of Counseling and Development. Pelling. Media Pembelajaran. Hartono. Hubungan konseling memerlukan empati. Jakarta : PT.

Bab ini membahas pengertian penilaian pada umumnya. Melakukan penyesuaian proses pelayanan bimbingan dan konseling c. Merevisi dan mengembangkan program berbasis hasil penilaian B. konseling. Menggunakan hasil pelaksanaan penilaian untuk merevisi dan mengembangkan program bimbingan dan konseling 2. Bimbingan Masyarakat dibidang pertanian (BIMAS). Menggunakan hasil penilaian untuk perbaikan program. PENGERTIAN PENILAIAN Bimbingan sebagai usaha pendidikan dilaksahakan disekolah dalam berbagai bentuk pelayanan dan kegiatan. Merevisi pelayanan BK komprehensif sesuai dengan hasil penilaian c. Merancang perbaikan proses pelayanan BK komprehensif sesuai hasil penilaian e. Sub Kompetensi a. menulis surat dan program KB. dan penyusunan rekomendasi. pemberian informasi. 2. biaya. Pendidikan Dasar Sembilan Tahun atau Wajib Belajar. pelaksanaan studi penilaian sendiri. pelaku atau pembuat kebijaksanaan ingin memastikan bahwa apa yang dikerjakan membawa hasil. Indikator a. Dibahas juga segi administrasi penilaian program yang mencakup pembentukan struktur organisasi penilaian. Kompetensi dan Indikator 1. khususnya penilaian layanan program pendidikan dan bimbingan. disajikan penilaian keberhasilan konseling karier. seperti menyelenggarakan program-program Keluarga Berencana (KB). Pada contoh menyampul buku. program KB diterima masyarakat dan jumlah peserta program meningkat berbarengan dengan menurunnya angka kelahiran. Apakah yang diperbuat itu perkara kecil-kecil kesehariannya. mencuci pakaian. Orang pelaku memperoleh kepuasan dengan rampung dan lancarnya pekerjaan serta tercapainya tujuan-tujuannya. mencuci pakaian. seperti orientasi siswa baru. b. Melakukan penilaian hasil. inventarisasi pribasi siswa. Orang itu selanjutnya tidak hanya puas karena tercapainya apa yang diharapkan. Menganalisis hasil implementasi program bimbingan dan konseling d. atau menulis surat. seperti menyampul buku. produk dan program BK b. Orang berusaha memperoleh informasi balikan mengenai hasil dari apa yang telah dikerjakannya. Penilaian dilakukan dengan maksud memastikan bahwa yang diperbuat ada nilai gunanya. atau yang besar-besar dan berdampak luas dan jauh. Deskriptor a. pakaiannya bersih. survei masyarakat sekitar antara lain 423 . sesuai dengan yang diharapkan semula. PENDAHULUAN Penilaian menjadi perhatian semua orang yang peduli akan apa yang sedang dikerjakannya. pertemuan kasus. 3. Pada bagian akhir . Menghasilkan penilaian proses. Kompetensi Menilai hasil.EVALUASI PROGRAM DAN LAYANAN BK A. dan bagaimana prosesnya. Dan uraian bab ditutup dengan pokok tentang akuntabilitas pendidikan. kepuasan orang itu diperoleh karena bukunya tersampul rapi. penjurusan siswa. proses dan program bimbingan dan konseling. serta tenaga yang digunakan sedikit mungkin. URAIAN MATERI 1. Menganalsis proses implementsi program bimbingan dan konseling c. proses dan program bimbingan dan konseling b. tetapi juga mempertimbangkan bagaimana tercapainya tujuan itu : pekerjaan lancar sedangkan waktu. Dibedakan antara penilaian layanan bimbingan dan penilaian program bimbingan meskipun perbedaan itu tidak esensial. suratnya selesai ditulis dan rapi serta jelas maksud pesannya. bernilai guna. Menghasilkan penilaian kesesuaian program bimbingan dan konseling dengan implementasi di lapangan. akuntabilitas bimbingan dan pengembangan sistem akuntabilitas bimbingan.

dan ancaman) atau SWOT analysis (strengths. kelemahan.AKUNTANBILITAS DAN PENILAIAN 424 . Chelimsky mengemukakan bahwa berbagai tujuan dan manfaat kegiatan penilaian yang beragam itu dapat dikelompokkan menjadi tiga perspektif. penilaian dilakukan terutama untuk menegakkan akuntabilitas. penilaian biasanya lebih diarahkan untuk menyediakan informasi yang diperlukan bagi penyusunan rencana atau program kerja (renstra dan renop) agar terjadi proses peningkatan kinerja program atau lembaga secara berkelanjutan (continuous improvement). Dalam pelaksanaan layanan dan program bimbingan itu konselor menetapkan tujuan dan ia ingin mengetahui bahwa tujuan itu tercapai dan kegiatan yang dilakukan ada guna manfaatnya. pemberian informasi. Baker menyebut akuntabilitas ini sebagai salah satu jenis layanan bimbingan dan konseling di abad 21. weaknesses. Walaupun demikian. yaitu untuk : • menegakkan akuntabilitas (evaluation for accountability) seperti pengukuran hasil dan efisiensi yang memberikan bukti untuk pengambilan keputusan yang kokoh. Ada pelayanan dan kegiatan yang spesifik dan sesewaktu penyelenggaraannya. hasil dan efisiensi) suatu kegiatan. Bagi manajer dan reformis. Akuntabilitas di sini merupakan tindak lanjut dari penilaian program. 4. naik pemerintah maupun swasta (penyandang dana). proyek atau program. menyediakan bukti dukungan positif terhadap suatu program 5. Cronbach (1980. dan pemerintah yang mensponsori suatu kegiatan. opportunities. hal 14) menyatakan bahwa manfaat kegiatan penilaian program adalah untuk membantu meningkatkan program yang dipenilaian ataupun program sejenis yang memiliki tujuan yang sama. Menurut Baker.TUJUAN DAN MANFAAT PENILAIAN Penilaian program dilakukan untuk tujuan yang berbeda-beda. menyediakan bukti dukungan negatif terhadap suatu program 6. 3. atau proyek kepada pengambil keputusan. serta akan terus bertambah sejalan dengan semakin banyaknya pengalaman para pendidik (termasuk konselor) dan pengelola serta penyelenggara pendidikan (khususnya bimbingan dan konseling) dalam melakukan penilaian programnya masing-msaing. karena masalah khusus dan layanan-layanan lain yang berkaitan-testing.untuk pengumpulan bahan informasi karier. memberikan kontribusi dalam pengambilan keputusan tentang keberlanjutan. program pengumpulan bahan informasi. akuntabilitas harus dilakukan dan ditegakkan oleh setiap konselor dan lembaga yang menyelenggarakan layanan bimbingan dan konseling. atau sertifikasi program 3. dan (2) mendapatkan informasi yang lebih Ahli lain. • mengembangkan program yang ada (evaluation for development) seperti penyediaan informasi penilaian untuk memperbaiki suatu program sehingga program yang sedang berjalan dapat selalu diperbaiki dan berkembang sesuai harapan. Dari perspektif auditor. sosial. barangkali. ekspansi. and threats). memberikan kontribusi dalam pengambilan keputusan tentang modifikasi program 4. Penilaian ditunjukan untuk menyediakan informasi tentang (misalnya. Patton mengemukakan dua macam manfaat kegiatan penilaian program. program penjurusan. • menambah dan memperkaya pengetahuan (evalauation for knowledge) seperti untuk memperoleh pemahaman yang lebih dalam tentang sesuatu masalah atau peristiwa. penyandang dana. dan proses lainya Berdasarkan pendapat yang dikemukakan di atas dapat disimpulkan bahwa manfaat kegiatan penilaian program sangat banyak dan beragam. seperti konseling terhadap seorang siswa yang datang menemui konselor di suatu pagi. Anderson dan Ball mengatakan bahwa tujuan utama penilaian adalah untuk : 1. peluang.. Salah satu teknik yang banyak digunakan adalah analisis kekepan (kekuatan. yaitu (1) memberikan kepastian dan keyakinan tentang program yang terlaksana. memberikan kontribusi dalam pengambilan keputusan tentang instalasi program 2. program. memberikan suatu kontribusi dalam memahami dasar yang bersifat psikologis. Ahli lain. program konseling. Ada pula kegiatan yang diacarakan atau terprogram untuk jangka waktu tertentusemesteran atau tahunan—misalnya program testing.

dan luasnya. ini kentara dari sedikitnya anggaran belanjayang disediakan setiap tahun bagi sektor pendidikan. mengingat biaya.Pendidikan pada waktu kurun waktu ini diselenggarakan dalam keadaan kelangkaan sumber. Dikatakan bahwa akuntabilitas itu suatu kondisi yang memerlukan penilaian. terjemahan oleh penulis). Penjelasan. termasuk anak sekolah. Akuntabilitas pendidikan menjadi issu politik yang ramai sejak dua puluh lima tahunan yang lampau. proses. budayawan. Demikian juga bimbingan terkena tagihan mutu kinerja ini. Penilaian didefinisikan Cronbach secara luas sebagai "pengumpulan dan penggunaan informasi untuk membuat keputusan mengenai suatu program pendidikan" (Cronbach. dan sebagainya. Ini berbeda benar halnya dengan yang terjadi di Amerika Serikat. khususnya sumber dana. 1981. penilaian merupakan proses mempertimbangkan nilai guna suatu produk. yang telah disediakan bagi penyelenggaraannya. juga oleh kalangan legislatif. Pakar-pakar lain memberikan batasan mengenai penilaian sebagai "tugas menetapkan tujuan yang diinginkan. Demikianpun sebagai bidang kajian telah menjadi pokok studi secara luas oleh para pakar ilmu-ilmu sosial. seorang pakar terkemuka di bidang pengukuran dan penilaian pendidikan. program-program bimbingan. Mutu pendidikan kita dipertanyakan dan dipermasalahkan akhir-akhir ini. Menyangkut bimbingan karier. Dari pustaka kelihatan tidak ada satu definisi yang disepakati para ahli itu. meski tidak resmi dan nyata dikatakan. menggejala yang menyebabkan kerisauan para orang tua. Untuk maksud tulisan ini ada beberapa pandangan dan pendapat yang akan diberikan. Guba (dalam Abramson. mempelajari rumusan-rumusan definisi di dalam pustaka. Identik dengan kecocokan antara kinerja dan tujuan 3. khususnya bagi pengembangan sumber daya manusia. sementara itu masalah perilaku. dan mengambil keputusan untuk memperbaiki program" (Wysong. hal 114. DEFINISI PENILAIAN Penilaian dilakukan orang sejak lama diberbagai bidang: pendidikan. industri. Scriven. Akuntabilitas menjadi istilah yang lagi "in"di dalam pendidikan dan mengingat ramainya. khususnya bimbingan karier. bahasa indonesia oleh Penulis). Dalam keadaan sumber dana yang demikian itu pendidikan sebenarnya mendapat tagihan dari masyarakat agar mempertanggung. atau ketakandalan. dan pikiran serta pembahasan mereka bisa diikuti di sumber-sumber pustaka. atau "proses memaparkan. atau suatu program. agar sekolah bisa mengatasi masalah kemerosotan mutu ini. mengumpulkan dan menyusun informasi untuk mengukur pencapaian tujuan itu. Pengharapan itu dirasakan berlebihan oleh para guru dan pendidik. dalam Payne). 1979). memperoleh dan memberikan informasi yang berguna 425 . Melalui penilaian bisa ditunjukkan bukti-bukti keandalan. Namun. lembaga-lembaga pendidikan kita waktu ini terkena tuntutan akuntabilitas juga. khususnya yang menyangkut remaja. tudingan kepada mereka itu kadang-kadang terasa tidak adil. Pertimbangan profesional Menurut paham pakar-pakar seperti Suchman. khususnya menyangkut prestasi tamatan. 1974. Mereka menaruhkan harapan pada lembaga pendidikan agar berkinerja lebih baik. 1981). percaturan di sekitar soal ini ada koran terkemuka yang menamakan pendidikan di Amerika waktu itu sedang memasuki "zaman akuntabilitas" (Lessinger di dalam Gibson & Mitchell. Webster dan Stufflebeam (dalam Abramson. Tidak ada orang atau pihak yang meragukan arti penting pendidikan dan sumbangannya bagi pembangunan.jawabkan kinerjanya. Namun perkembangan pembangunan nasional sampai waktu ini belum menempatkan pembangunan bidang pendidikan pada papan pengumuman atas. meskipun secara proporsional nasional tidak seberapa banyak. tidak pelak lagi masalah sulitnya tamatan sekolah mendapatkan pekerjaan dan pilihan pekerjaan dewasa ini memperparah masalah ini. uraian atau definisi itu diharapkan bisa membantu pembaca memperoleh pemahaman mengenai penilaian bimbingan. usaha. dan masyarakat umum. Padanan istilah pengukuran 2. mengenai tiga jenis definisi penilaian yaitu : 1. pengamat masalah-masalah sosial. tagihan yang dimaksud tersebut tidak nyata dan tidak jelas ditujukan kepada dunia pendidikan oleh masyarakat kita. pemerintahan. 1979). Definisi umum mengenai penilaian di lingkungan pendidikan diberikan oleh Cronbach (1974. menimbang-nimbang memada-tidaknya pencapaian iti. Dapat dikatakan tidak ada liputan di dalam pustaka mengenai soal akuntabilitas pendidikan ini. didalam Gibson & Mitchell. Begitulah. Apa yang telah dicapai bimbingan karier ? Bagaimana kinerjanya? Penilaian menjadi sentral untuk menjawab pertanyaan tagihan itu. terkenai tuntutan akuntabilitas. dan bahwa penilaian merupakan bagian intrinsik dari akuntabilitas 5.

value judgement. ada bermacam-macam yang menyangkut program. atau diberlakukan atau disebarluaskan ke sekolah-sekolah atau ke daerah-daerah lain. reliabilitas. objektivitas dan prosedur pembakuan (standardisasi) pengukuran. Di bidang bimbingan. Hemphill (dalam Payne. Kalau dirangkum. siswa perorangan. 426 . 2. misalnya adalah program itu diperbarui. dan yang terutama penilaian juga dapat dilakukan dengan menerapkan ancangan riset. atau diganti. 4. orientasi. Keputusan yang menyangkut siswa perorangan. bagi seorang konselor yang berdedikasi profesi. diperolehnya data dan informasi. Penggunaan penilaian telah disebutkan. atau sebagian program di suatu wilayah. Hal ini mengingatkan. berlakunya ancangan kuantitatif dan kualitatif. Di antara perbedaan itu adalah : 1. di dalam Gibson & Mitchell.untuk mempertimbangkan alternatif –alternatif keputusan" (Stufflebeam et al. atau bagian tertentu suatu program. 1974) membandingkan penilaian dan penelitian dan menyenaraikan sejumlah perbedaan. atau merujuk siswa tersebut ke konselor lain atau ke suatu program pelatihan karier. bahkan terhadap seorang siswa dengan masalah kariernya yang khusus dan khas. Keputusan yang menyangkut program. Tersirat di sini pentingnya dilakukannya pertimbangan nilai. 1975). Dengan demikian. 6. umpamanya adalah menempatkan seorang siswa di suatu jurusan tertentu. dalam melakukan penilaian. seperti halnya dalam bidang pendidikan umumnya. Dengan melakukan penilaian. PENILAIAN DAN PENELITIAN Pengertian penilaian perlu dibedakan dari pengertian penelitian. bimbingan kelompok dan pengembangan ketrampilan pengambilan keputusan karier di suatu sekolah. sebagai bentuk usaha pendidikan bisa mengenakan batasan-batasan umum penilaian ini. Masalah ditentukan oleh situasi. Secara umum. melakukan penilaian merupakan kebutuhan dan tujuan etis pribadi. konselor pada hakikatnya bermaksud mengu sahakan perbaikan atau peningkatan kinerja profesionalnya. Keputusan di dalam bimbingan konseling. berlaku persyaratan pengukuran seperti validitas. Riset mencakup pengujian hipotesis yang diturunkan dari teori dengan tujuan meramalkan tingkah laku dan mengendalikannya dengan presisi tinggi dan secara ketat (Burk & Peterson. umpamanya adalah program layanan informasi. Program itu. Penelitian tidak peduli akan penggunaan dan kegunaan hasilnya untuk kemanfaatan praktis. yaitu untuk mengambil keputusan berdasarkan simpulan mengenai nilai-guna keseluruhan program atau sebagian dari program itu. Dari penilaian juga bisa diperoleh informasi untuk keputusan administratif yang menyangkut lembaga seperti mempertimbangkan bagaimana "baiknya" sistem sekolah yang memiliki program karier tertentu. administratif maka macam informasi yang diperlukan untuk bahan pengambilan keputusan itu pun bermacam-macam. Diterapkannya pengendalian variabel secara 4. untuk keduanya berlaku metodologi-metodologi yang mengandung kesamaan: ada kegiatan pengukuran dengan teknik testing dan "non testing". ketat pada penelitian. Penilaian yang dimaksud itu bisa untuk program bimbingan konseling yang diberlakukan secara nasional.. McDaniel (1956) dengan merujuk ke pendapat Kefauver dan Hand mengatakan bahwa penilaian itu pada dasarnya adalah proses menentukan nilai guna. Kepeduliannya adalah perluasan pengetahuan dan penyusunan teori dalam rangka pengembangan ilmu. Pengumpulan data ditentukan oleh masalahnya 3. Bimbingan. konselor melakukan penilaian karena kepeduliannya yang besar untuk memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya bagi siswa. dari uraian-uraian tentang pengertian penilaian di atas tersirat maksud atau fungsi penilaian. terjemahan oleh penulis). Berlaku asas perampatan (generalisabilitas) PENILAIAN 1. 1981. berlakunya teknik pengolahan atas data yang diperoleh. dan penilaian suatu program bimbingan merupakan usaha untuk menentukan nilai dan kegunaan program itu. atau diteruskan penyelenggaraannya di suatu sekolah. Penelitian rumusan masalah ditentukan oleh peneliti. bagaimana kecakapan konselor yang mengelola suatu program bimbingan karier. Di bidang bimbingan.

khususnya berkenan dengan soal-soal keketatan dan kemurnian. Penilaian dalam pengajaran berusaha melihat terjadinya perubahan perilaku siswa sebagai hasil belajar dan ini mengacu ke tujuan pembelajaran yang ditetapkan berdasarkantujuan kurikulum. Dalam hal program. naka suatu intervensi bimbingan karier dipandang sebagai variabel bebas dan dengan ancangan riset ingin dilihat hubungan. Kalaupun ada. lulus atau gagal dalam ujian. efektif) atau program bimbingan tidak berhasil. huruf umpamanya (mis. E) atau pernyataan kualitatif (mis. C. 6. dan bukan menyimpulkan bahwa klien "tidak lulus konseling". 3. B. sangat rendah. penilaian pengajaran memberikan lambang sebagai simpulan atas perilaku siswa yang dinilai. Dalam penilaian dalam pengajaran ada pengertian "baik" dan "buruk". Dalam praktik pengajaran yang lazim di sekolah-sekolah. studi penilaian tidak akan seketat dan seformal penelitian-penelitian psikologi. umpamanya tidak bisa digunakan dengan pengertian seperti dalam eksperimen-eksperimen psikologi. atau lambang lain. menstudi atas individu daripada kelompok. dan penggunaan laboratorium secara acuan kelompok. umpamanya diperolehnya kemantapan dalam pengambilan keputusan karier pada diri klien. penilaian keefektifan program bimbingan banyak persamaannya dengan penilaian keefektifan pengajaran. biasanya digunakan guru untuk mengambil keputusan yang menyangkut siswa. D. Kalau dalam konseling klien tidak memperlihatkan kemajuan tingkah laku menurut pengertian dan tujuan konseling klien masih "bermasalah"--. 5. Gabungan kedua konsep itu adalah kalau orang melakukan penelitian penilaian (atau riset evaluatif). berupa angka nilai (mis. Simpulan penilaiannya secara garis besar adalah program bimbingan berhasil (tujuan tercapai. Dengan model ini. dan agar lebih mengandalkan ancangan kualitatif. dalam banyak hal. atau merujuknya. Pengendalian variabel tidak secara ketat 4. Penilaian dalam bimbingan. Dasar pertimbangan pemberian nilai adalah asesmen suatu bentuk pengukuran atas kinerja siswa. Bisa juga dikatakan bahwa ini adalah penilaian yang dilakukan dengan pendekatan penelitian. Lambang-lambang penilaian ini dalam sistem yang berlaku. A. PENILAIAN BIMBINGAN Penilaian Produk 427 . 8. atau "benar" dan "salah" mengenai tingkah laku seorang siswa. melibatkan subjek selaku rekan. sedangkan penilaian konseling mengacu ke tujuan yang ditetapkan klien sendiri dengan bantuan konselor. apakah siswa naik kelas atau harus tinggal kelas. Ini pada hakikatnya adalah usaha penelitian tetapi yang dilakukan dengan tujuan menilai suatu usaha atau proyek. 7. "cukup". tidak menilai siswa dalam arti dan penggunaan seperti dalam pengajaran. atau dampaknya pada suatu variabel terikat. Soal kontrol. 7. konselor melihat klien dengan perilaku seperti adanya itulah kasusnya. bahkan kegagalan model riset selama ini. atau dibatalkan. kasus yang menjadi tugas konselor untuk terus membantu klien menanganinya. Goldman (1978) Untuk bidang bimbingan dan konseling ia menyarankan agar penilai/periset melakukan studi di lapangan.2. Acuan penilaian dalam pengajaran adalah tujuan yang ditetapkan guru atau perancang berdasarkan isi dan tujuan kurikulum. atau 10 sampai 100). dan pertimbangan penilaiannya berdasarkan isi kurikulum dan tujuan pembelajaran yang ditetapkan sebelumnya. tidak berlaku asas perampatan (generalisabilitas) pada penelitian. dan sering dengan mengikuti model eksperimen psikologi. Pengumpulan data sangat bergantung kepada keterlaksanaan pengumpulannya. Demikian juga dengan keputusan programatik yang diambil berdasarkan simpulan penilaian itu : program diteruskan. sampai 10. Penilaian dalam bimbingan lebih banyak menilai konselor dan pelayanannya daripada manilai klien. atau lainnya. Para peneliti di bidang bimbingan diperingatkan oleh Goldman (1978) mengenai kelemahan. Meski menerapkan metodologi riset. Penilaian lebih luas dari asesmen. "kurang"). khususnya terhadap layanan konseling. PENILAIAN PENGAJARAN DAN PENILAIAN BIMBINGAN Penilaian dalam bimbingan mesti juga dibedakan dari penilaian dalam bidang pengajaran. "bagus". khususnya yang menyangkut siswa perorangan.

Penilaian ini berguna untuk mengenali mana-mana dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan yang membuahkan hasil dan mana-mana yang tidak. Penilaian segi hasil berusaha mengetahui apakah tujuan program itu tercapai dan sampai seberapa jauh kalau tercapai. artinya bagaimana prosesnya. yang dapat diangkat untuk diterapkan di bidang bimbingan. ia bisa pula dilihat dari hubungannya dengan komponen-komponen lain. dalam hal ini mengubahnya ke arah sikap karier yang positif. penilaian proses (formatif). hakikatnya menilai apa yang terjadi waktu sistem dalam tahap pembentukan dalam rangka mencapai tujuan. khususnya penilaian program kurikulum dan pembelajaran. orang tua. Itu semua dipandang merupakan buah dari program layanan bimbingan yang telah diberikan kepada siswa. mencakup seratus persen siswa atau proporsinya kurang dari itu. bisa dikenali beberapa yang termuka dari sekian banyak model yang ada. Mengapa siswa pada akhirnya mampu memilih sendiri atau pada kejadian lain sebaliknya. penilaian hasil (sumatif). menilai dan menafsirkan informasi tentang kesempatan kerja. Sebagai suatu sistem. DPR atau penyandang dana pada umumnya-. prosesnya dan keluarannya. 428 . Mengikuti perkembangan model-model penilaian di bidang pendidikan. Penilaian sendiri pun suatu sistem. Sebagai sistem yang terbuka. masyarakat umum. Disamping itu penilaian merupakan bagian dari suatu kegiatan sistem yang utuh. misalnya semua siswa memiliki suatu tujuan karier tertentu. Penilaian produk cocok benar untuk menjawab pertanyaan akuntabilitas karena hasil yang dicapai itu menunjukkan bahwa konselor telah mencapai apa yang ingin dicapainya. atau dengan bantuan orang lain. di samping itu menentukan tujuan-tujuan lain apa sebagai alternatif. sasarannya adalah menjadikan keluaran sistem. tidak hanya dua segi saja dari padanya. Dalam penilaian produk. tidak berhasil memilih sendiri jurusan yang cocok baginya? Faktorfaktor apa dalam proses bantuan yang menyumbang bagi mampunya atau tidak mampunya siswa menentukan pilihan? Misal: Program bimbingan karier SMA dimaksudkan agar. Penilaian pencapaian tujuan. misalnya mempengaruhi sikap karier siswa. penilaian proses mencari penjelasan mengapa diperoleh suatu hasil seperti yang dapat diamati. Ada berbagai pandangan mengenai segi bimbingan yang dinilai. Penilaian acuan keluaran ini memandang produk merupakan hasil akhir dari seluruh usaha intervensiyang telah diberikan tidak pandang apa yang terjadi atau dilakukan untuk menghasilkan produk itu. PROSES PENILAIAN PEMBIMBING Telah disebutkan bahwa penilaian itu ada beberapa macamnya. 9. Arti dari produk intervensi program akan diperoleh kalau itu ditilik dari sudut bagaimana produk itu dicapai. goal-attainment model. Demikian juga ada berbagai model penilaian. Penilaian proses. misalnya keluarga. bukan kejadian sesaat atau yang berlangsung sekali jadi. Penilaian produk yang bersifat sumatif berguna untuk maksud menjawab tagihan dari luar. Berdasarkan penilaian proses diambil keputusan untuk meneruskan sistem atau mengubahnya. misalnya pada akhir suatu kegiatan yang panjang. ia bisa ditinjau dari sudut masukannya. atau yang berlangsung pada satu titik waktu. juga disebut penilaian formatif. Misalnya. apakah siswa mandiri dalam mencapai tujuan kariernya.juga dari diri konselor sendiri. penilaian program. Dapat dipahami kalau penilaian yang menyeluruh akan mencakup segenap segi sistem. Lepas dari itu. merupakan proses menentukan seberapa jauh tujuan program yang telah tercapai.Bimbingan merupakan satu sistem. Dengan kata lain penilaian produk berkenaan dengan soal akuntabilitas. Kedua macam penilaian ini. adalah jenis penilaian yang lazim dilakukan. yaitu yang bertujuan memperoleh balikan mengenai kerja sistem untuk meluruskan kerja sistem dan untuk perbaikan kinerja apabila kinerja itu kurang baik. masyarakat sekitar. penilaian itu suatu proses. Perilaku dan kinerja itu misalnya adalah siswa menguasai ketrampilan mencari. Penilaian Proses Sebaliknya. dikembangkan oleh Tyler. menetapkan jalur sekolah mana dan program kurikulum (jurusan) apa untuk mencapai tujuan itu. yaitu siswa dengan perilaku dan capaiannya. misalnya penilaian layanan. seperti pengajaran dan sistem diluarnya. produk dan proses. industri.

2. Model lain yang luas penggunaannya adalah model CIPP ( Context. 7. 6. Telah pula disebutkan bahwa penilaian itu ada bermacam-macam --penilaian atas layanan atau kegiatan. dan mencakup empat jenis penilaian sesuai dengan empat huruf akronimnya. yang banyak terjadi adalah bahwa rumusan tujuan itu terlalu luas. Setiap model dikembangkan atas dasar definisi tentang penilaian yang diberikan oleh penganjurnya dan dikembangkan untuk maksud penggunaan tertentu. evidensi) Mempertimbangkan kecocokan evidensi itu terhadap kriteria. Para pakar yang penganut paham ini berpendapat bahwa penilaian yang dilakukan pada akhir kegiatan itu usaha yang terlambat. penilaian atas program. maka tujuan penilaian mesti diacukan ke tujuan program bimbingan yang dinilai itu. PERUMUSAN TUJUAN DAN MASALAH KRITERIA PENILAIAN Tujuan penilaian perlu dirumuskan secara jelas dan spesifik. 8. 4. Konsekuensinya. Demikian juga ada paham bahwa penilaian itu bukan peristiwa akhir kegiatan. Jika penilaian baru dilakukan setelah rampungnya proses bantuan. Blocher (1987) mengenali delapan langkah dalam proses penilaian. maka kesalahan itu tidak diketahui. 9. di samping kabur. 3. 2. melainkan kegiatan yang berkelanjutan atau berlangsung terus-menerus. dan penilaian itu menerapkan ancangan penelitian (riset) atau studi – studi penilaian.1. Padahal seharusnya kesalahan yang terjadi segera diketahui dan langsung saja dikoreksi. 1988) menjadi : Mengenali tujuan penilaian dan keputusan yang akan diambil Menentukan siapa yang akan mengambil keputusan Menetapkan kriteria penilaian Menentukan sumber data Menentukan cara pengumpulan data Mengumpulkan data Menganalisa data Menafsirkan data dan malaporkan hasil Mengambil keputusan mengenai program berdasarkan simpulan penilaian Langkah-langkah proses penilaian tersebut di atas nyata berlaku untuk pelaksanaan penilaian yang sistematis. Ini berarti bahwa program itu melalui proses perancangan. 3. Inipun perlu dinilai keefektifannya. Input. juga ada layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling yang ditujukan kepada siswa individual. 1. 5. penilaian atas proses (disebut penilaian formatif). Lepas dari adanya berbagai definisi dan model penilaian. 2. penilaian atas hasil (disebut penilaian sumatif). yang dengan langkah kesembilan (Brown dan Srebalus. 10. atau "Memperbaiki ketrampilan pengambilan keputusan karier". 1. atau bahkan muluk-muluk seperti "Menghayati peranan bimbingan karier dalam pengembangan sumber daya manusia berkualitas untuk menunjang pembangunan 429 . 4. Demikianpun yang dimaksud dengan langkah-langkah penilaian itu khususnya adalah langkah-langkah penilaian program bimbingan. Masalahnya. yaitu : Penilaian-penilaian konteks (context) Masukan (input) Proses (process) Hasil (product) Model lain yang juga sangat populer adalah model diskrepansi oleh Provus. Dapatkah dipahami kalau masing-masing mempunyai kekuatan di samping kelemahannya. penilaian dalam bimbingan menurut McDaniel (1956) secara umum berlangsung mengikuti proses berikut : Merumuskan tujuan Menetapkan kriteria Mengumpulkan data (bukti. kalau terjadi kesalahan selama berlangsungnya proses bantuan. konseling dengan seorang klien itu tidak diketahui sebelumnya apa yang menjadi tujuan. Prosess dan Product ) yang dikembangkan oleh Guba dan Stufflebeam. Rumusan tujuan yang kabur itu misalnya "Meningkatkan rasa percaya diri menghadapi situasi dunia kerja yang penuh persaingan". Dalam banyak kejadian. 4. tujuan program itu sendiri harus dirumuskan secara jelas dan spesifik. Karena penilaian suatu program bimbingan dimaksudkan untuk memberikan dasar yang efektif untuk memeriksa seberapa jauh tujuan bimbingan tercapai. 3. Di samping program. atau terlalu umum.

adalah kriteria. kelanjutan studi. jumlah yang berhasil dibantu mendapatkan pekerjaan. pencegahan kasus putus sekolah. dan karena itu ia ditentukan dengan menjabarkannya dari rumusan tujuan berdasarkan nilai "kepantasannya". Nyata bahwa program bimbingan kuantitatif lebih mudah menilainya. jumlah kehadiran. beberapa dari kriteria yang lazim digunakan dalam program bimbingan adalah : Keberhasilan kelak diperguruan tinggi Gaji dan pekerjaan kelak Penilaian kepuasan kerja Sedikitnya masalah yang dikemukakan Seberapa realistis cita-cita pendidikan dan pekerjaan Kriteria merupakan tolok ukur keberhasilan program. mengingat sebab-sebab kebanyakan kasus putus sekolah selama ini dan mengingat keadaan kemasyarakatan dan taraf sosial-ekonomi orangtua murid pada umumnya dewasa ini. meningkatkan prestasi belajar. Kriteria erat kaitannya dengan tujuan. Contoh program yang disebut paling belakang –pemilihan karier bahkan melibatkan masyarakat luar sekolah juga. atau absensi siswa tiap kelas dan seluruh sekolah dalam semester. seberapa jauh rencana pendidikan diwujudkan. meningkatkan presensi siswa di kelas. informasi dan pemilihan karier. frekuensi pergantian pekerjaan. Shertzer & Stones. kriterianya adalah meningkatnya proporsi jumlah mereka mereka yang 430 . Kriteria dipergunakan sebagai dasar mengambil keputusan atau simpulan penilaian. khususnya orangtua dan masyarakat industri. testing dan inventarisasi pribadi siswa baru. membantu dalam penyusunan rencana pendidikan siswa. Menurut Shertzer & Stones (19). Untuk tujuan-tujuan seperti ini penetapan kriterianya jelas. 4. Dasar untuk menetapkan keberhasilan program. 5. Program bimbingan kuantitatif itu umpamanya adalah yang bertujuan: 1. keberhasilan itu berkat daya upayanya sendiri. hal yang tentu saja langka terjadinya. seberapa jauhkah itu.atas semua siswa baru. 2. merupakan program bersama yang melibatkan seluruh staf sekolah. dan pakar-pakar lain (diantaranya Gibson & Mitchell. 6. dengan kriteria apapun. angka nilai rapor atau ujian nasional dari tahun ke tahun. dan menentukan kriterianya berturut-turut adalah data berupa angka putus sekolah dalam kurun waktu tertentu. kalau suatu program bimbingan itu dinilai berhasil. umpamanya untuk program penurunan kasus putus sekolah. Program bimbingan biasanya merupakan bagian dari keseluruhan program sekolah. daripada yang kualitatif. pengetesan –dalam rangka layanan inventarisasi pribadi-. Dalam keadaan demikian. Bagaimana para pengambil keputusan menetapkan bahwa suatu program berhasil atau gagal? Apa tolok ukur keberhasilan bahwa tujuan telah tercapai? Dapatkah dipahami adanya kesulitan dalam merumuskan kriteria ini mengingat sifat hakikat layanan bimbingan dan konseling. banyak program bimbingan itu tidak murni kegiatan bimbingan. Untuk tujuan program seperti bantuan mendapatkan pekerjaan bagi para putus sekolah dan tamatan. Rumusan tujuan seperti itu sedikit kegunaannya untuk maksud penyelenggaraan program dan memeriksa keberhasilannya karena terlalu umum sehingga tidak mungkin orang mengetahui apakah tujuan itu telah tercapai atau tidak/belum dan. Kriteria dipergunakan sebagai dasar mengambil keputusan atau menarik simpulan penilaian. 3. tetapi secara umum itu bisa digolongkan menjadi dua. nasional". Program dan layanan bimbingan ada berbagai macam. Dari langkah-langkah proses penilaian yang disebutkn McDaniel dan Blocker. berarti tolok ukur pencapaian tujuan. yaitu kuantitatif dan yang kualitatif sifatnya. tidak hanya konselor dan staf bimbingan saja. Program-program seperti artikulasi. 3. seandainya tercapai. 2. Program berhasil penuh apabila tercapai angka nol persen. karena adanya sejumlah masalah. 4. jumlah atau proporsi jumlah siswa baru yang telah dites dengan berbagai alat ukur psikologi tiap tahun ajaran. penjurusan. 19 . adalah persentase yang menurun dari sepuluh persen menjadi lima persen dalam kurun waktu lima tahun. membantu tamatan dan mereka yang gugur mendapatkan pekerjaan. Di samping banyaknya faktor yang tersangkut di dalam kegiatan bimbingan seperti telah disinggung di muka. 7. 19) hal yang paling banyak menjadi bahan pembahasan dan kajian. membantu dalam perencanaan karier. dan lebih mudah menetapkan kriterianya. menurunkan angka putus sekolah. 5.1. sukarlah petugas bimbingan mengklaim bahwa. Kriteria keberhasilannya.

Penetapan tujuan di bidang pekerjaan seperti ini dapat menimbulkan masalah. tidak bisa diketahui berdasarkan data hasil ukuran langsung tercapainya sifat-sifat kepribadian tersebut. Sebab-sebab lain terjadinya putus sekolah adalah kurangnya motivasi belajar. menurut siswa. "ketepatan". untuk memilih mata-mata kuliah yang "mudah" atau yang dosennya bukan yang dijuluki "pembunuh. 1985). laporan atasan mengenai kecakapan pekerja. 431 . guru budang studi. dan persiapannya untuk bekerja. Seharusnya. kurangnya pemahaman diri. bukan angka nilai melainkan tingkah laku dan sikap dalam berlangsungnya proses belajar yang lebih diutamakan : sikap positif terhadap belajar. umpamanya membantu siswa yang putus sekolah dan tamatan mendapatkan pekerjaan. sehingga dilupakan cara atau proses begaimana nilai itu dicapai. dalam menciptakan kondisi emosional belajar yang mendukung. Dalam contoh kriteria yang pertama. killer". banyaknya jabatan yang dipegang. harus bisa dinyatakan dalam bentuk tingkah laku dalam berbagai tingkat : dari pernyataan verbal sampai tingkah laku konkret dalam situasi nyata. penilaian atasan. sikap klien terhadap layanan konseling dan perubahan dalam pekerjaan. alasan mengapa orang menanggalkan jabatan itu. yaitu menyangkut validitas tujuan itu sendiri. Realistiskah tujuan itu? Pemberi layanan tidak bisa menetapkan tujuan yang tidak realistis. gaji yang diterima. untuk berprestasi. dipertanyakan mengenai kesesuaian "kecocokan". pustakawan sekolah. keberhasilan belajar itu bergantung pada banyak faktor. pernyataan berkurangnya masalah hubungan kerja yang dialami karyawan. penunaian fungsi adaptif (McDaniel. Dalam hal yang disebut belakang. Strang (1963) menyarankan diterapkannya gabungan kriteria. bisa juga konselor tergoda membantu siswa/klien untuk memilih jurusan yang "mudah". Tujuan yang mudah umpamanya adalah mencegah para siswa bunuh diri karena gagal mendapatkan pekerjaan barangkali akan tercapai hampir seratus persen-. yaitu pada bantuan dalam mengadaptasi pengalaman belajar sehingga memenuhi kebutuhan siswa dan selaras dengan ciri pribadi siswa. atau kalau diperguruan tinggi. Diatas telah disebutkan tentang adanya ketidakpuasan para ahli untuk kriteria di dalam penilaian bimbingan karieryang biasa dipergunakan. yaitu belajar. Banyak dari tujuan bimbingan yang kriteria penilaiannya dibahas ini adalah tujuan keseluruhan program-program sekolah sehingga menjadi tujuan dan kepentingan bersama seluruh petugas pendidikan di sekolah –tidak hanya kepentingan petugas bimbingan-. kurangnya informasi pendidikan dan informasi karier. 1956). Mengenai tujuan dan kriteria dalam penilaian program bimbingan karier banyak ahli mengemukakan keberatannya.mendapatkan pekerjaan dalam sekian tahun. Dalam hal program penurunan kasus putus sekolah. Tujuan seperti itu. sikap siap dan ulet menghadapi tantangan. yaitu kriteria penyesuaian vokasional dan penyesuaian pribadi. lamanya jabatanjabatan itu dipegang. demi objektifnya. di mana berlaku sistem pilihan. apa yang perlu dipertimbangkan dalam penetapan kriteria penilaiannya adalah bahwa putus sekolah itu terjadi karena berbagai faktor penyebab. Penyebab yang banyak disebut-sebut adalah faktor keuangan atau sosialekonomi orang tua. antara yang mudah mencapainya dan yang penuh tantangan dan amat susah mencapainya (Posavac & Carey. untuk ilustrasi. Tujuantujuan bimbingan yang sifatnya kualitatif seperti meningkatnya sifat-sifat penyesuaian sosial. kriteria keberhasilan sebesar 60 persen dari jumlah siswa saja. agaknya dipertanyakan tercapainya dalam konteks keadaan dunia karja di negara kita dewasa ini. kepuasan kerja.sementara tujuan yang berat mencapainya. penyesuaian emosional. petugas Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). dan kemampuan menahan diri. termasuk membantu mengatasi masalah pribadi yang mempengaruhi belajar. hal yang banyak terjadi di jenjang pendidikan dasar : anak meninggalkan sekolah karena harus bekerja mencari nafkah untuk membantu kelangsungan hidup keluarga. Ihwalnya menjadi soal penetapan tujuan. dan dilupakannya esensi dasar. itu sendiri antara konselor dan siswa –apa yang "cocok". atau "tepat". yaitu banyaknya jabatan yang dipegang. Salah satu kriteria yang banyak digunakan di sekolah adalah meningkatnya angka nilai hasil belajar siswa. dan sebagainya. Ada soal lain yang mesti juga diperhatikan berkenaan dengan penggunaan kriteria objektif untuk menilai hasil guna program dan layanan bimbingan. dan dalam memotivasi siswa untuk belajar. Kedua. Pertama adalah adanya keberatan kalau meningkatnya angka nilai itu menjadi tujuan pokok.seperti guru kelas. Dan ketiga. Dalam pembelajaran. peranan bimbingan dan konseling bersifat tidak langsung. di dalam diri dan di luar diri pebelajar. atau "tepat" menurut konselor belum tentu "cocok". Kriteria-kriteria itu umpamanya adalah "kecocokan" atau "tepatnya" tujuan karier yang di pilih.

A3 dan B siswa mengenali mata-mata pelajaran dan prestasi hasil belajar yang dipersyaratkan dalam mata-mata pelajaran itu untuk setiap jurusan". penilaian itu proses yang berkesinambungan. adalah menurut Kurikulum SMA 1984. umpamanya sekurang-kurangnya 80 persen semua siswa mampu mengenali mata-mata pelajaran dan nilai prestasi belajar yang dipersyaratkan untuk setiap jurusan. Menurut Kurikulum SMA 1994. umpamanya. sistem yang terbuka. dapat dinyatakan secara operasional dalam tingkah laku orang untuk bekerja sama dengan orang lain. apalagi konseling. Dalam ranah vokasional (karier). yaitu berupa Garis-garis Besar Program Pengajaran (GBPP). Penyelenggaraan penilaian memerlukan pengaturan mengingat bahwa penilaian itu sendiri merupakan satu sistem. Seperti yang telah dikemukakan. apalagi berkat usaha bimbingan dan konseling. dan hal-hal bukan orang yang tersangkut di dalamnya seperti alat. hal yang tidak dijumpai pada pekerjaan guru atau perancang sistem pembelajaran ketika merumuskan tujuan pembelajaran dan menetapkan kriteria penilaiannya. Kriteria untuk tujuan ini. Ini pun bertingkat : dari tingkah laku sebagai pengalaman tidak langsung di sekolah sampai pengalaman langsung di latar luar sekolah. termasuk penilaian program bimbingan karier. aturan-. pelaksanaan penilaian program bimbingan. 1978). Di dalam penyelenggaraannya program mesti mendapat dukungan dari seluruh staff –konselor sendiri. memerlukan pengorganisasian yang seksama. (Jurusan di dalam contoh ini. A2. staff lain sekolah. tidak statis. dimulai di kelas dua. Ranah-ranah tujuan itu adalah edukasional. guru dan lembaga (sekolah). dan itu diperoleh dari pelaksanaan penilaian. dan wujud tingkah lakunya adalah siswa menyebutkan. tidak bisa diharapkan sama bagi semua konselor. Penilaian perlu dilakukan atas kinerja program bimbingan mengingat bahwa program itu merupakanproses yang dinamis. Kapabilitas yang diharapkan akan dipertunjukkan siswa adalah dari ranah informasi verbal (Gagne. PENGORGANISASIAN PENILAIAN PROGRAM BIMBINGAN Demi keberhasilannya. sementara untuk bimbingan. guru. tidak saja kebutuhan siswa tetapi juga kebutuhan orangtua murid. prosedur. Berbeda halnya dengan bidang pengajaran. IPS dan Bahasa). media. yang sampai waktu ini masih ditetapkan secara nasional dan berlaku lebih kurang sama bagi seluruh sistem. proses.Penyesuaian sosial. vokasional dan sosial (Bardo et al. tujuan itu umpamanya. Apa yang baru disebutkan di atas adalah justru yang menimbulkan kesulitan. secara lisan atau tertulis. 11. Setiap konselor mesti mengembangkan sendiri rumusan tujuan program yang sesuai dengan kebutuhan. 1988). dan sudah barang tentu pimpinan sekolah. Bardo dan rekan-rekannya menyarankan digunakannya ranah Wellman dalam menetapkan tujuan dan kriteria. "Siswa mengenali faktor-faktor kesulitan (atau penghambat) dalam menjalankan dengan baik tugas pekerjaanpekerjaan yang dipertimbangkan untuk dipilihnya". Untuk kriterianya.. tidak ada apa yang bisa disebut "kurikulum bimbingan".dan sistem-sistem di luarnya. ataukah berkat faktor-faktor lain mengingat banyaknya faktor atau variabel luar yang ikut main didalamnya. sifat dan ketrampilan orang yang diperlukan agar ia bisa berfungsi secara efektif di dalam kelompok. atau menghargai pendapat orang lain sementara ia tetap mempertahankan pendapatnya sendiri. Contoh tujuan ranah edukasional. orang. Untuk itu sistem terus memerlukan balikan. yang mendasari pelaksanaannya. Dalam hal tingkah laku di latar luar sekolah. Sudah barang tentu tolok ukur mutakhirnya adalah dapat diamatinya tingkah laku siswa yang berucap itu di dalam situasi nyata. Program bimbingan itu sendiri merupakan satu sistem organisasi yang kompleks mencakup tujuan. Tujuan khusus pembelajaran suatu pokok bahasan dalam sistem sekolah yang berlaku dirumuskan dengan jalan menjabarkannya dari tujuan umum yang terdapat di dalam kurikulum (GBPP). "Diberikan persyaratan untuk jurusan-jurusan A1. artinya terus berubah dan memerlukan pengubahan sesuai dengan kebutuhan. 432 . ada tiga jurusan dan baru dimulai di kelas tiga yaitu IPA-Matematika. 90 persen siswa mampu menyebutkan pengetahuan tentang kendala akademis dan fisik dalam menjalankan tugas pekerjaan-pekerjaan yang dipilih. Bimbingan dan konseling berbeda dengan pembelajaran dalam arti bahwa untuk kegiatan yang disebut belakang ada kurikulumnya. penetapan tujuan suatu program bimbingan. masukan. adalah sulit memastikan apakah kalaupun terjadi tingkah laku bekerja sama yang dikehendaki hal itu seratus persen berkat usaha pendidikan sekolah. Tujuan itupun harus diselaraskan dengan keadaan dan kondisi yang berlaku di samping disesuaikan dengan waktu. Sebagai contoh pengertian penyesuaian dan kebahagiaan berbeda bagi kepala atau pimpinan (eksekutif) dan bagi buruh.

tahapan dan kegiatan-kegiatan dalam rangka penilaian itu berlaku juga untuk penilaian layanan bimbingan karier. Demikian juga. atau tersusun suatu organisasi yang rapi demi keberhasilannya. khususnya akuntabilitas bimbingan karier. itu berarti bahwa telah dilakukan persiapan-persiapan untuk melaksanakan keputusan yang telah diambil. Dalam tahapan persiapan ini. paham tentang penilaian ini berkaitan erat dengan paham tentang akuntabilitas pendidikan dan bimbingan. adalah menerapkan pengertian-pengertian dan asas-asas umum penilaian untuk bidang bimbingan karier. Persyaratan dan tuntutan dunia industri terus berkembang dan ini harus dipertimbangkan tim penilai untuk menentukan tolok ukur keberhasilan program bimbingan karier. Pelaksanaan studi penilaian dan 3. Langkah-langkah itu menunjukkan adanya tahapan pelaksanaan (eksekusi) penilaian. 1978) adalah : (a) Merumuskan tujuan layanan penilaian Menunjukkan siapa yang menjadi koordinator layanan (c) Menentukan siapa-siapa yang akan diikutsertakan di dalam layanan dan apa tugasnya masing-masing (d) Membangun kesiapan pihak-pihak yang tersangkut dalam penilaian yang akan diselenggarakan dan kesiapan akan perubahan-perubahan yang mungkin bakal terjadi (e) Menentukan batas lingkup yang akan dinilai (f) Menentukan jadual penilaian. Begitulah. waktu. Perkara akuntabilitas ini akan dibahas lebih lanjut di bagian belakang. Dalam tahapan ini perlu dilakukan kunjungan untuk b) 433 . seperti pemberian informasi. yaitu pengambilan keputusan berupa rekomendasi hasil penilaian.Di lingkungan sekolah. khususnya pengelolaan program bimbingan karier. Ini selanjutnya mengasumsikan bahwa telah ada. dan wewenang dari pimpinan (h) Membangun jalinan komunikasi pribadi di antara semua staf yang terlibat di dalam penilaian. 2. yaitu keputusan untuk melakukan penilaian. sebagai contoh. layanan-layanan yang lain. Apakah penilaian itu ditujukan kepada penyelenggaraan bimbingan karier sebagai suatu program yang berdiri sendiri atau itu merupakan bagian dari suatu program bimbingan yang lebih besar. hendaknya berjalan seperti biasa. Dengan kata lain. serta perhatian yang perlu dicurahkan untuk mencapai tujuan program maka di sini ada soal pengelolaan. tidak sampai terputus atau terganggu. Sesuai dengan lingkup dan tujuan buku ini. umpamanya hal-hal yang mesti diperhatikan adalah bagaimana perkembangan dunia industri dan dunia usaha. Pada tahap pembentukan organisasi ini. penyelenggara program bimbingan harus dapat mempertunjukkan kinerjanya sebagai pertanggungjawaban misinya kepada badan pemberi tugas dan lebih-lebih pemberi dana. Pelaksanaan rekomendasi. Hollis dan Hollis (1978) mengenali adanya tiga tahapan besar di dalam usaha penilaian program bimbingan : 1. Kegiatan-kegiatan yang tercakup di dalam tahapan ini (Hollis & Hollis. Kalau hal ini dikaitkan dengan pengertian tentang penilaian dan maksud diselenggarakannya penilaian. Maksud pengorganisasian ini adalah menyiapkan segala sesuatunya sehingga penilaian nanti bisa terlaksana dengan lancar dalam mencapai tujuannya. yang penting di antaranya adalah perumusan tujuan dan penetapan kriteria. seperti yang juga telah disebutkan. termasuk penilaian di waktu yang akan datang (g) Mendapatkan dukungan berupa uang. konseling. Sebagaimana tersirat dari uraian di muka. Pembentukan struktur organisasi. hal penting dalam tahapan ini. Dalam rapat-rapat tim atau kepanitiaan penilaian untuk merumuskan tujuan penilaian. teknik-teknik pembentukannya mesti diacukan ke bimbingan karier. dapat dibayangkan bahwa ada tahapan besar yang lain sebagai tindak ikutan. 12. Yang dimaksud adalah pengelolaan program bimbingan pada umumnya. tahapan-tahapan itu berlaku. segala pengaturan dibuat sedemikian rupa sehingga penilaian itu merupakan bagian dari kegiatan sehari-hari. Di bagian muka telah disebutkan adanya langkah-langkah dalam proses penilaian. PEMBENTUKAN STRUKTUR ORGANISASI Yang dimaksud dengan organisasi yang strukturnya dibentuk di sini adalah organisasi penilaian. demikian juga dalam tahapan-tahapan kedua dan ketiga. dan keorganisasian usaha penilaiannya. Menilik sifat keorganisasian program. Selanjutnya ini berarti soal pengelolaan program penilaian.

Rasio konselor- 434 .dan dilakukan setelah segala sesuatunya mustahil. 1978) mencakup : 1. Demikian juga. Jadi tidak ada pengertian "tujuan bersama" yang berlaku untuk semua sekolah di semua tempat atau wilayah. dalam hal ini melakukan pengamatan lapangan. yaitu : (a) Metode Sebelum-dan-Sesudah (b) Metode Perbandingan. 13. dan (c) Metode "Bagaimana Kedudukan Kita Sekarang" (a) Metode Sebelum-dan-Sesudah Berusaha mengetahui kemajuan yang dibuat siswa setelah mengikuti suatu kegiatan program. Rumusan tujuan ini hendaknya jelas dan spesifik. 14. seminggu sekali selama satu kuartal. Kegiatan-kegiatan di dalam tahap ini (Hollis & Hollis. 9. dengan berbagai teknik dan metode 5. Menyusun rekomendasi. misalnya mereka lebih realistis dalam pilihan karirnya. Hal penting lain yang perlu diperhatikan adalah bahwa tujuan dan kriteria keberhasilan itu hendaknya dirumuskan sejak semula. Penilaian berusaha melihat kemajuan yang dicapai siswa. Perbandingan bisa juga dilakukan terhadap norma dari sejumlah kelompok. Menarik simpulan dan implikasi 8. Mengumpulkan data. Di samping itu perumusan itu hendaknya berdasarkan kesepakatan bersama antara yang memberikan layanan dan pihak yang menerima layanan. atau sekolah setempat pada suatu waktu. termasuk menentukan kriteria dan teknik studi penyusunan 3. METODE PENILAIAN Penilaian program bisa dilakukan dengan berbagai metode. Segala usaha dan teknik serta alat mesti diacukan ke pencapaian tujuan. Gibson dan Mitchell (1989) menyebutkan tiga. Menyusun rancangan studi. Menyusun data yang terkumpul 6. atau lebih baik pemahamannya tentang pekerjaan yang diamatinya secara langsung itu. Kegiatan itu umpamanya siswa-siswa mengikuti pengalaman belajar langsung di bidang karier. Merumuskan tujuan studi 2. setelah berakhirnya program. Tujuan dan kriteria bersifat khas.observasi dan konsultasi ke sekolah-sekolah yang diketahui berhasil dalam pelaksanaan penilaian di bidang bimbingan karier. dari antara kegiatan-kegiatan tahap kedua ini yang bersifat sentral adalah perumusan tujuan dan penetapan kriteria. Termasuk juga di sini kunjungan survei dan konsultasi ke instansi dan dunia industri untuk memperoleh pandangan yang akan dijadikan dasar untuk penetapan tujuan penilaian. Menentukan tim penilai (tim inti) dan pihak-pihak pembantu (nara sumber informasi dan konsultasi) 4. semua pihak yang tersangkut mesti mengorientasikan kegiatannya kepada tujuan. Menerapkan kriteria terhadap data dan menafsirkannya 7. dan pada segala waktu. artinya mesti didasarkan pada kebutuhan lembaga. tidak umum. Menyebarluaskan temuan atau hasil penilaian kepada pihak-pihak yang berkepentingan Seperti yang telah disebutkan di bagian muka. apakah program diteruskan (kalau berhasil baik) atau diubah/disempurnakan bahkan dihentikan. (b) Metode Perbandingan Dilakukan dengan membandingkan sekelompok siswa dengan kelompok-kelompok lain. PELAKSANAAN STUDI PENILAIAN Ini adalah inti kegiatan –pelaksanaan studi penilaian sendiri-.

Konseling karier dinilai terlalu sempit. mengubah tingkah laku klien yang maladaptif. lokakarya. Keputusan pertama –program diteruskan-menyiratkan keberhasilan program sedangkan keputusan terakhir --program dibatalkan-menggambarkan kegagalan program. kegiatan-kegiatan dalam tahapan ketiga ini yang disesuaikan dengan yang dikemukakan Hallis dan Hallis (1978): (a) Menyusun kerangka prosedur untuk pelaksanaan rekomendasi (b) Memperoleh persetujuan dari pihak-pihak yang berwenang untuk melaksanakan rekomendasi (c) Menunjuk koordinator selaku penasihat pelaksanaan rekomendasi (d) Mengikutsertakan orang-orang yang tersangkut untuk membantu pelaksanaan rekomendasi (e) Menyusun prioritas dan jadwal dalam pelaksanaan rekomendasi (f) Mengikuti pelaksanaan rekomendasi untuk melihat pengaruhnya (g) Menyusun laporan kegiatan Kegiatan (f) mengandung arti bahwa pelaksanaan rekomendasi sebagai hasil penilaian itu sendiri terkena penilaian. dilakukan modifikasi terhadap bagian-bagian tertentu atau keseluruhannya. kegiatan kelas. apa yang terjadi sebelum pertemuan konselor-klien. Demikianlah penilaian intervensi karier ini mencakup tidak saja penilaian atas layanan bantuan individual diadik (antara dua orang) yang tradisional tetapi juga atas siasat-siasat bantuan lain yang luas seperti metode kelompok. terjemahan). Atas dasar kriteria disusun skala penilaian. dan berupa "setiap kegiatan yang tujuannya adalah meningkatkan kemampuan individu membuat keputusan karier yang lebih baik" (Spokane. Di dalam pustaka di waktu akhirakhir ini dibedakan antara konseling karier dan intervensi karier (Spokane 1991). rencana kariernya mampu disusunnya. disempurnakan. pelayanan dan kegiatan bimbingan hendaknya berjalan seperti biasa. dalam hal ini perbandingan bukan dilakukan terhadap kelompok lain. Dengan mengabaikan kemungkinan keputusan terakhir. seperti yang telah disebutkan di muka merupakan proses yang berkelanjutan dan berlangsung sejak saat pertemuan pertama kali konselor-klien terjadi. Intervensi karier lebih luas cakupan layananya. kuesioner untuk mengukur pelaksanaan program. melainkan dengan kriteria tertentu atau standar yang ditetapkan dan diterima. keragu-raguan pilihan kariernya hilang. modul pembelajaran diri. dan inventori arahan-diri (self-directed inventory). yang tidak mampu menyusun rencana karier. yaitu hanya mencakup bantuan yang berlangsung di dalam hubungan satu-satu. (c) Metode Kedudukan Sekarang Pada dasarnya menerapkan perbandingan juga. 15. hal. 1991. MENERAPKAN REKOMENDASI Telah dikemukakan bahwa maksud dilakukannya penilaian terhadap program bimbingan adalah untuk memperoleh bahan guna mengambil keputusan berkenaan dengan program itu: apakah akan diteruskan. Paham lain mengatakan bahwa penilaian konseling hendaknya. atau kejadian lebih awal lagi. 17. yaitu 435 . daftar cek. yang secara umum mengalami masalah. yang ragu-ragu dalam memilih karier. atau dibatalkan sama sekali. Dalam wawancara konseling terhadap seorang klien dilakukan penilaian untuk mengetahui apakah tujuan intervensi diadik ini telah tercapai : mengenal kekhasan dirinya (demikian juga kekhasan orang lain). tingkah lakunya berubah menjadi adaptif –secara umum masalahnya masalahnya terpecahkan. Penilaian-hasil mengukur hasil yang dicapai sesuai dengan tujuan: membantu mengenal dan memahami diri.siswa suatu sekolah bisa dibandingkan dengan ratio rerata konselor-siswa sejumlah sekolah di suatu daerah untuk menilai apakah jumlah konselor di sekolah itu memadai. Konseling juga dinilai mahal karena hanya mampu manangani klien dalam jumlah yang terbatas sehingga kurang berguna untuk jumlah siswa yang banyak di lembaga yang besar. Tujuan dan tolok ukurnya di sini adalah tujuan rekomendasi itu sendiri. antara konselor dan klien. atau bahwa program itu tidak perlu lagi diselenggarakan. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah bahwa selama pelaksanaan rekomendasi. PENILAIAN KEBERHASILAN KONSELING Konseling karier merupakan inti kegiatan bimbingan. Bahkan. Perkecualiannya adalah kalau kegiatan atau bagian kegiatan itu yang terkena rekomendasi. yaitu sejak klien diterima petugas resepsionis. misalnya harus diubah atau disempurnakan. 16.

Jika pembicaraan dibatasi pada intervensi yang pokok. atau menunduk terus menerus). PENILAIAN DALAM KONSELING SISTEMATIS Di dalam konseling sistematis (Stewart et al. penilaian berlangsung saat demi saat. penilaian atas prosesnya adalah penilaian atas isi wawancara yang sedang berlangsung. Penilaian proses ini dilakukan dengan mempelajari rekaman pembicaraan dengan klien untuk memperoleh petunjuk apakah telah terjadi perubahan tingkah laku. dinilai untuk dilihat kecocokannya dengan keseluruhan tujuan konseling. "Saya ini bagaimana. 17. mencari/menemukan sendiri informasi jabatan yang diperlukannya (tanpa disuruh. atau seberapa banyak kemajuan itu. mengambinghitamkan orang.tatkala rujukan dibuat. atau "siswa memperoleh pekerjaan". Konselor yang peduli akan keberhasilan bantuannya sejak awal pertemuan memperhatikan apakah klien memperoleh kemajuan selama berlangsungnya wawancara. Bu. "Apa yang harus saya perbuat. dan ditujukan tidak saja kepada klien tetapi juga kepada konselor sendiri. ke perpustakaan. masalah klien bisa menjadi ringan atau malah bertambah berat oleh pengalaman prakonseling itu. tujuan itu umpamanya "siswa mencapai nilai rata-rata paling kurang 7 untuk bidang studi syarat masuk jurusan mesin (di SMK)". yang dilakukan pada tahap akhir. Bagaimana klien diterima oleh petugas resepsionis. "Apa. dan bagaimana dia dirujuk bisa berpengaruh –baik atau buruk-. sebenarnya "konseling" sudah berlangsung. Bu. klien mulai mau bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri. dan mungkin hanya berupa pertanyaan verbal). menurut Ibu?".pada diri klien dan pada masalah yang dibawanya ke konselor. percaya diri. Bu. menggambarkan pemahaman diri dan penerimaan diri. yaitu setelah konseling selesai. atau "siswa menentukan pilihan kerja tentatif". Ini yang barang kali menyebabkan keterlambatan saya". saya ini tidak becus". 1978). Di dalam konseling karier. bukan suatu kegiatan yang terlepas. terusmenerus. matang.kalu ia rujuk-. misalnya dari koran. 436 . "Kok saya ini serba salah. lalu bagaimana selanjutnya. mandiri (mengambil keputusan sendiri. umpamanya siswa berbicara dengan tatap muka langsung (semula berpaling-paling ke kanan ke kiri. menunjukkan bukti-bukti adanya pertumbuhan. Setelah memperoleh petunjuk dari ucapan-ucapan klien bahwa klien membuat kemajuan –mulai memahami dirinya. atau "siswa membina hubungan baik dengan teman-teman kerja kelompok". atau mula-mula. misalnya seorang pekerjayang sukses). "Jurusan apa. dan kebiasaan saya suka menunda-nunda. Pak?". setiap apa yang terjadi. Pak". mau bertanggung jawab. 1956). menepati janji pertemuan. tidak percaya diri. mengelak dari tanggung jawab. "Ayah selalu bilang. ya". mengembangkan pemahaman mendalam atas situasi masalahnya--konselor mencari petunjuk lebih lanjut mengenai kelangsungan kemajuan itu dan seberapa jauh. Penilaian merupakan bagian dari keseluruhan proses konseling sendiri. kebergantungan. atau disarankan. Respons negatif yang dimaksud itu umpamanya berupa ucapan-ucapan seperti. Dari wawancara seorang klien tersirat pemahaman dirinya dan seberapa jauh telah berkembangnya pemahaman mendalam akan masalahnya dan situasi di mana dirinya berada. yang sebaiknya saya ambil?". penilaian kemajuan konseling berarti penilaian atas hasil. Dengan begitu penilaian masuk menjadi satu dalam bagan arus proses konseling yang dimulai dari penetapan tujuan sampai pengakhiran konseling. Diperoleh kemajuan kalau respons negatif yang pada mulanya sering dilakukan makin lama makin berkurang dengan digantikannya respons-respons yang positif. yaitu konseling. "Apakah ditolaknya lamaran kerja saya tidak karena keterlambatan saya memasukkan surat lamaran?". Jadi. ke seorang nara sumber. merupakan hasil patungan konselor-klien. Penilaian dilakukan dengan menghitung banyaknya respons positif dan respons negatif yang muncul. hal itu mengingat bahwa konseling terjadi di dalam situasi antar hubungan konselor-klien sehingga apa yang terjadi pada diri klien. Sebaliknya dari apa yang baru disebutkan. Siswa yang mula-mula berkata. Ucapan-ucapan klien yang negatif menggambarkan berbagai sikap yang tidak dikehendakiseperti membela diri. Bu?". "Setelah membuat surat lamaran kerja. "Itu bukan salah saya. Tanda-tanda kemajuan yang lain. yang makin bertambah (McDaniel. "Saya sebetulnya mau belajar. meski mungkin itu keputusan kecil. mengutik diri. kemajuan atau tidak. Setiap langkah konseling. yang mesti saya lakukan?" kemudian tuturnya menjadi "Saya rasa sebaiknya saya ikut kerja magang". tetapi … (teman saya sekamar kos selalu mengganggu" –dan 'tetapitetapi' yang lain)". ucapan klien. "Apa yang dapat saya lakukan?". "Kerja saya lamban. Mengenai yang disebut belakangan. Ini dapat dijadikan petunjuk terjadinya kemajuan tingkah laku. sehingga merupakan suatu proses berkelanjutan. Apa yang seharusnya saya perbuat?" kemudian berucap.

yang diberikan arti pertanggungjawaban. Kalau konseling berakhir dan tujuannya tercapai.merasa terpanggil untuk selalu memberikan yang terbaik bagi kliennya. akuntabilitas bisa diindonesiakan. berlangsung mengikuti runtunan langkah yang terpetakan di dalam bagan arus. yaitu pemeriksaan atas motivasi untuk mencapai tujuan yang semula ditetapkan. menimbulkan semacam alergi. dimintai pertanggungjawaban. Di dalam bahasa inggris pun. kurang disukai. terkena tuntutan akuntabilitasdari masyarakat luas dari mana ia memperoleh peranannya dan dari mana siswasiswa yang dilayaninya berasal. Setelah penetapan tujuan. kata accountability 437 . proses penilaian kinerja klien itu adalah : 1. Krumboltz (1974) mengatakan. Hal ini mengingat bahwa ada kemungkinan sehabis konseling yang berhasil klien kembali ke pola perilaku lama yang tidak adaptif. apakah cukup kuat. penilaian terus berjalan untuk mamantau bagaimana kinerja klien selanjutnya seusai konseling. 18. seperti halnya istilah penilaian. demikianpun riset menunjukkan (Prazak. dan program-program bimbingan yang dikembangkannya. istilah akuntabilitas sendiri. atau wawancar). SISTEM AKUNTABILITAS BIMBINGAN Di muka telah disinggung perihal akuntabilitas. termasuk tujuan-tujuan antara. meskipun sebenarnya terjadi juga masalah akuntabilitas pendidikan ini. dan seberapa banyak 3. menggunakan format pelaporan tertentu atau daftar cek kemajuan. konselor yang kuat nurani profesinya –seperti telah disinggung di muka-. Demikian juga telah disebut tentang belum "membudayanya" akuntabilitas ini di lingkungan pendidikan. data kehadiran mengikuti pelajaran. yaitu dengan melakukan pengamatan langsung atas perilaku klien. Ia terus-menerus mengusahakan peningkatan kemampuan profesional dirinya demi peningkatan mutu layanan bantuannya. apalagi bimbingan. PENGERTIAN AKUNTABILITAS Secara singkat. Jika tercapai. dengan begitu bagi masyarakat yang memberikan kepercayaan kepadanya. keputusan berikut bisa pengakhiran konseling atau konseling lebih lanjut (karena berkembang tujuan lain. seperti nilai rapor. konselor dan klien kembali lagi ke tahap yang lebih awal (sebelumnya). Penilaian pascakonseling. Berkinerja karena adanya akuntabilitas menjadi panggilan etis pribadinya. teman. 1976). laporan atau informasi dari pihak-pihak seperti guru. misalnya di halaman sekolah waktu istirahat atau di dalam kelas waktu pelajaran. bagi siswasiswa yang menjadi tanggung jawabnya. Jika tujuan tidak tercapai. pengertian dan hubungannya dengan penilaian.Membandingkan kinerja dengan tujuan : hasil perbandingan adalah apakah tujuan tercapai atau tidak. bahkan ketakutan –orang cenderung tidak suka atau takut dinilai. di Indonesia dewasa ini. dan proses berjalan ulang dari tahap itu ke tahap-tahap selanjutnya. 19. proses konseling.Di dalam konseling sistematis. yaitu tujuan ikutan atau tujuan yang baru sama sekali). Dengan demikian ia merasa bahwa dirinya. Meski kedengarannya sudah jelas. akuntabilitas itu bermanfaat bagi konselor dan oleh karena itu konselor perlu berusaha untuk membangun suatu sistem akuntabilitas yang akan berguna bagi dirinya sendiri selaku profesional. dan penilaiannya. dan langkah-langkah yang berkaitan seperti penentuan siasat dan langkah-langkah.Merekam kinerja : merekam secara tertulis taraf kinerja klien sekarang dalam mengatasi masalahnya 2.Melihat kemajuan : apakah ada. Bagi sebagian orang. Penilaian tindak lanjut Ada beberapa cara penilaian tindak lanjut yang dapat dilakukan. bagi mereka penilaian mengandung konotasi negative. melalui klien sendiri (tertulis. orang tua. dengan mempelajari dokumen-dokumen atau data atau bahan tertulis yang ada mengenai klien itu. Ia memahami arti dan maksud akuntabilitas dan tahu apa dampak akuntabilitas baginya –dampak positif. dan diartikan pertanggung jawaban. Meskipun demikian. Langkah-langkah pemantauan perilaku klien pascakonseling bermaksud melihat apakah klien menjalankan keputusan yang dibuatnya sebagai hasil konseling atau apakah ia terus membuat kemajuan. dari kajian pustaka ternyata bahwa pengertian akuntabilitas tidak sesederhana yang mungkin dikira orang.

Bagaimana pertanggungjawaban itu dilakukan? Atau 7. sebenarnya istilah pinjaman.. bukan untuk menunjukkan kesalahan atau menghukum kinerja yang buruk 438 . Apa yang dipertanggungjawabkan?.  Mengajukan permintaan untuk menyelenggarakan pelatihan guna menghadapi masalah yang pemecahannya menuntut kemampuan baru.bisa diartikan responsibility (kira-kira. kepada seseorang. 5. Siapa yang bertanggung jawab? 2. artinya bertanggung jawab dan siap bisa menjawab. bisa pula bermakna answerability (kira-kira. Ada sejumlah model model bagi pengembangan sistem akuntabilitas. Sistem akuntabilitas harus dibangun dengan tujuan untuk memajukan keefektifan profesional dan untuk melakukan perbaikan oleh diri sendiri. dan Leon Lessinger adalah tokoh yang secara umum dipandang "bapak akuntabilitas" pendidikan (Gibson & Mitchell. Telah disebutkan bahwa sebagai bagian dari usaha pendidikan bimbinganpun terkena akuntabilitas. Apa yang dikerjakan dan dicapai konselor harus dinyatakan dalam rumusan perubahan tingkah laku klien yang penting yang dapat diamati 3.. Kegiatan yang dilakukan konselor harus dinyatakan sebagai biaya. Agar sistem akuntabilitas bimbingan membawa hasil yang dikehendaki. pembayar pajak dan warga masyarakat sekitar (Lessinger et al. Definisi lain mengenai akuntabilitas yang dikutip adalah definisi yang khusus untuk pendidikan. Bagaimana cara bertanggung jawab? Akuntabilitas di dunia pendidikan. Pertanggungjawaban apa? atau 3. Untuk penerapannya di bidang bimbingan. 1981). Gibson et al. termasuk latar pendidikan. (1981) mengutip definisi umum akuntabilitas yang berarti kewajiban untuk menjelaskan atau melaporkan pelaksanaan tugas yang dipercayakan kepada seseorang. maka ada banyak definisi yang diberikan para pakar. Karena soal semantik ini. dan soal ragam konsepnya. guru. atau diberikan jawaban).  Mengenali siswa-siswa yang kebutuhannya tidak terpenuhi. akuntabilitas pendidikan. apalagi setelah konsep yang ada semula diterapkan pada latar-latar. atau menggelembung. salah satu model yang banyak dikutip adalah yang dikembangkan oleh Krumboltz (1974). Istilah bertanggung jawab dan pertanggungjawaban berkembang pengertiannya melalui pertanyaan-pertanyaan seperti: 1. Agar bisa merumuskan apa saja yang menjadi tanggungjawab konselor. Menurut Krumboltz. Dari uraian-uraian tentang definisi di atas nyata bahwa akuntabilitas itu suatu sistem. bukan sebagai kerja dan capaiannya 4. tujuan umum konseling harus disepakati oleh semua pihak yang berkepentingan 2. atau bidang-bidang lain. yaitu bahwa sekolah dan para pendidik yang menjalankannya dituntut untuk akuntabel. mengenai apa yang mereka hasilkan sebagai "buah usaha pendidikan". ada tujuh kriteria yang menurut Krumboltz (1974) perlu dikenali. sistem akuntabilitas yang dikembangkan bermanfaat secara potensial bagi konselor karena hal itu memungkinkan konselor untuk:  Memperoleh balikan mengenai hasil dari kerjanya. di dalam Gibson et al. Bertanggung jawab kepada siapa? Dan 6. Konsep dasar yang semula pun berkembang.  Menemukan cara-cara pintas untuk pekerjaan tugas rutin. tanggung jawab atau pertanggungjawaban). Ia mendifinisikan pengertian umum akuntabilitas: pertanggung jawaban untuk sesuatu. yaitu apa yang dipelajari siswa.  Memiliki metode konseling atas dasar keberhasilan nyata yang dapat dilihat. Penerapan konsep akuntabilitas itu dibidang pendidikan mengandung makna penilaian secara terus-menerus prestasi pendidikan para murid di sebuah sistem sekolah. pengaitan tingkat prestasi yang dicapai itu dengan tujuan dan pengharapan pendidikan negara dan masyarakat dan masyarakat dan selanjutnya dengan orangtua. Ketujuh kriteria tersebut adalah: 1.  Memberikan argumentasi untuk minta tambahan tenaga staff guna mencapai tujuan yang wajar. 1984) Dari buku Administrators handbook on educational accountability. dengan konsekuensi yang dapat diramalkan demi kinerja yang dikehendaki dan dapat dipahami dari apa yang dipertanggungjawabkan itu". Bertanggung jawab tentang apa? atau 4. hal dapat dijawab.

2. one-way mirror). laporan mengenai kegagalan dan hasil yang tidak diketahui hendaknya tidak dilarang dan jangan dihukum 6. yaitu: 439 . Apakah ia mengikuti langkah-langkah dalam bagan arus yang telah dibuat.. 2. 1978). Dengan kerangka kerja seperti itu dapat diterapkan asas-asas dan kriteria yang ditetapkan berdasarkan filsafat yang dianut dan kebijaksanaan yang berlaku. ucapan-ucapannya. di sini diperlukan izin klien yang sedang diwawancarai 20. Agar laporan bisa dibuat sebenar-benarnya. Krumboitz (1974). Penilaian atas konselor. Ada berbagai model dalam pengembangan sistem akuntabilitas. Prazak (1976). atau oleh penilai luar yang diminta (Stewart et al. Apakah ia menerapkan siasat yang cocok untuk klien ? 3. Sistem akuntabilitas itu sendiri harus dinilai dan bisa diubah. 5. Apakah konselor membantu klien dalam mencapai tujuan yang telah disepakati bersama ? 2. Adanya kebutuhan. Dalam hal rekaman elektronik. konselor sendiri (swapenilaian). 4. diantaranya adalah menurut Pulvino & Sanborn (1972). video. Pengenalan dan perumusan tujuan-tujuannya. 6. Shertzer & Stone (1971: 457-458) juga mengemukakan lima kategori umum indikator atau kriteria keberhasilan program bimbingan dan konseling di sekolah. hasil rekamannya dapat dipelajari dalam usaha penilaian diri ini. yaitu bahwa klien harus diminta persetujuannya. 3. juga target yang jelas dan spesifik. konselor menilai dirinya apakah kerjanya sudah betul. atau dosen pembimbing program studi pendidikan konselor. umpamanya adalah konselor sejawat atau supervisor/pimpinan unit tugas konselor. Hal sebaliknya. yang disebut paling akhir ini adalah kalau yang menjalankan konseling itu mahasiswa yang sedang berpraktik. ada kode etik yang harus diperhatikan. Demikian juga. Pelaksanaan program dan 4. Pengembangan sistem akuntabilitas bimbingan nyata kaitannya dengan program yang sedang dikembangkan atau sedang berjalan. adalah pasti bahwa program bimbingan dan sistem akuntabilitas yang mau dikembangkan mesti bertolak dari 1. suatu program kerja tidak akan memiliki arah yang jelas. 1973).5. di situ juga ikut terbawa kinerja konselor. Maka. penilaian juga dilakukan terhadap konselor. tetapi kemajuan itu juga berkat peranan konselor. Penilaian atas konselor ini dapat dilakukan oleh klien yang dibantu. 3. Di atas semuanya. Di sini dituntut kejujuran konselor terhadap diri sendiri dan penting adanya niat belajar untuk membuat kemajuan. Mereka memberikan balikan untuk bahan penilaian setelah mempelajari rekaman konseling –audio. 7. Melalui angket atau pertanyaan langsung klien bisa diminta menyampaikan komentarnya mengenai bagaimana kerja konselor : 1. yaitu kalau konseling tidak berhasil. Semua pengguna sistem akuntabilitas harus diikutsertakan (diwakili) dalam merancang sistem tersebut 7. pengembangan sistem akuntabilitas ini harus memperhatikan pengertian-pengertian dan asas-asas pengorganisasian program yang telah dibahas di bab depan. atau verbatimnya—atau dengan menyaksikan jalannya konseling melalui fasilitas pengamatan lewat kaca satu arah (one-way screen. pertanyaan-pertanyaannya apakah jelas. untuk keberhasilan sistem akuntabilitas yang dikembangkan itu perlu perancangan dan perencanaan. Jika wawancara direkam --audio atau video--. Keefektifan konseling dapat dilihat dari kemajuan tingkah laku klien. apakah tidak ada kesalahan yang dibuatnya dengan jalan bertanya kepada diri sendiri. Karena itulah penilaian perlu dilakukan terhadap konselor untuk melihat apakah konselor menjalankan konseling sepatutnya : 1. dalam banyak hal. tugas-tugas yang diberikannya apakah tidak terlalu sukar. INDIKATOR KEBERHASILAN PROGRAM BIMBINGN DAN KONSELING Setiap program kerja seyogyanya memilliki tujuan yang jelas dan dikuti oleh indikator atau kriteria keberhasilan yang spesifik dan. AASA (Asosiasi Administrator Sekolah Amerika. Pihak luar yang diminta penilaiannya. Dalam konseling sistematis. Lepas dari model-model yang ada. Tahap dimana pengemban tugas mempertanggungjawabkan usaha-usaha bimbingan yang dituangkan di dalam program. dan sebagainya.

yaitu penurunan kegagalan dan masalah pembelajaran di sekolah baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Setujukan anda . yaitu penurunan masalah-masalah disiplin. • Reduction in discipline problems. tidak ada alat test. yaitu pilihan siswa tentang tujuan dan pilihan pekerjaan dan karir menjadi semakin tepat (cocok dengan potensi dan karakteristik pribadinya). Hal ini sebagaimana dinyatakan dalam ucapan: Ada bimbingan tetapi kasus kenakalan remaja tetap saja ada. Sahihkah penilaian fihak luar tersebut. Bagaimanakah persamaan dan perbedaannya antara penilaian dengan penelitian? 3. Apakah kriteria yang digunakan? 440 . LATIHAN SELESAIKAN SOAL BERIKUT INI Kasus A : Sering terdengar kecaman mengenai keberadaan program bimbingan di sekolah yang menyatakan BK tidak berhasil. Sementara kalangan petugas BK mendapat kecaman seperti itu mengatakan bahwa BK tidak berjalan semestinya karena kurang fasilitas . Bagaimana pendapat anda mengenai apa yang dikemukakan oleh petugas BK di atas.. kurang beaya .50. baik secara kuantitatif maupun kualitatif.• Reduction in scholastic failure. Pertanyaan : 1.00 menjadi 7. Berilah alasan saudara. C. • Choice of “suitable” vocational goals. berilah alasan ? Kasus B. • Greater utilization of the counceling service. Secara umum bagaimanakah pendapat anda mengenai penilaian pihak luar tersebut? Setujukah anda. produk dan dampak BK 6. seperti tidak adanya ruang BK yang khusus. Apakah kendala yang dihadapinya? Bagaimana mengatasinya? 5. Pertanyaan : 1. Berkat program bersama BK dan pengajaran nilai ujian siswa hampir semua kelas di sebuah SLTP naik dari rerata 6. Menurut pengamatan anda apakah Guru. • Reduction in program changes.Ada BK tetapi tamatan sekolah tetap susah mendapatkan pekerjaan. Bagaimanakah karakteristik program BK yang efektif? 8. yaitu penurunan perubahan dalam program bimbingan di tengah jalan. Mengapa penilaian layanan dan program diperlukan? 7.guru BK telah melakukan penilaian layanan dan program – programnya? 4. 2. 2. Temuan ini umumnya disambut baik dari berbagai kalangan. Jelaskan dengan contoh penilaian proses. Apakah ada kaitan antara penilaian bimbingan dengan penilaian pengajaran. yaitu peningkatan pemanfaatan layanan konseling secara sukarela. Jelaskan jawab saudara dengan contoh.

Disamping bisa diketahui letak penyimpangan-penyimpangan tersebut terjadi. lantaran banyaknya penyimpangan yang terjadi dilapangan. apalagi dilaksanakan. Tujuan yang hendak dicapai : Meningkatkan keterampilan para siswa untuk memcahkan masalah-masalah yang dirasakan bersama. direncanakan. Tanpa penilaian 1. termasuk penilaian layanan bimbingan konseling. 10. Problematika (yang akan dicari jawabannya). I. Contoh tersebut di atas. 9. Evaluator : Konselor dan Kepala Sekolah. penyusunan instrument. PENDAHULUAN A. 6. Tujuan dan Manfaat penilaian Definisi operasional Populasi dan sampel . 3. ada tiga langkah yang harus ditempuh. Pelaksana : Para siswa di bawah bimbingan konselor sekolah. Dengan kata lain ”apa yang terjadi dilapangan” selama ini belum pernah dipenilaian dan ditindaklanjuti Agar segala penyimpangan secara pasti dapat diketahui. Latar Belakang Penilaian Layanan Bimbingan Konseling Adalah merupakan kenyataan bahwa pelaksanaan bimbingan dan konseling terkesan belum berjalan. 4. 7. maka ”pelayanan BK di sekolah” perlu dipenilaian. dan bagaimana menindaklanjuti atau cara mengatasinya. dan pengumpulan data. 441 . memberikan gambaran singkat tentang penyusunan disain penilaian atau penelitian. Tugas-tugas yang diemban oleh para konselor masih jauh dari yang diharapakan. Banyaknya tugas yang kurang proporsional.MATERI BAGIAN KEDUA SISTEMATIKA PENILAIAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING Dalam rangka penilaian suatu kegiatan. antara lain : Latar belakang penilaian./Subyek penilaian Instrumen dan sumber data . 12. Sejauh mana penyimpangan-penyimpangan itu selama ini belum pernah di identifikasi. Pengembangan Program : Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN) Sarana : Buku ”Pedoman Bimbingan dan Konseling Kelompok”. dapat dijelaskan sebagai berikut : BAB. 11. disain penilaian berisi hal-hal yang perlu dicakup. Untuk memperjelas setiap langkah sebagaimana disebutkan diatas. mengakibatkan para konselor menjadi tidak profesional dalam bidangnya. 8. Penyusunan Disain Penilaian Secara garis besar. 5. Laporan Hasil Penilaian/ grafik/ tabel Pembahasan Penutup : Simpulan dan Rekomendasi Daftar Pustaka Lampiran – lampiran Contoh : Disuatu SMA akan dicobakan layanan bimbingan kelompok yang selama ini belum pernah dicobakan oleh kebanyakan konselor. 13. Teknik analisis data. 2. yaitu penyusunan disain penilaian.

tidak akan pernah terwujud. 10. 6. dan keterampilan siswa setelah diberi pelayanan BK. 4. 8. Untuk mengetahui tingkat pengetahuan. Orang tua Memberikan masukan kepada siswa dalam kaitannya dengan sikap / perilaku 4. Apakah setiap layanan bimbingan yang dilakukan sudah mengacu sepenuhnya pada empat bidang bimbingan. Untuk mengetahui tercakupinya tenaga pengelola dalam pelaksanaan pelayanan BK di sekolah. Untuk mengetahui tingkat keprofesionalan konselorsebagai tenaga inti pelayanan BK. antara lain : 1. 3. Untuk mengetahui kesulitan konselor dalam pelaksanaan layanan BK. Untuk Mengetahui keberhasilan pola 17 plus dalam pelaksanaan pelayanan bimbingan konseling. Untuk mengetahui pengelolaan pelayanan bimbingan dan konseling yang mengacu pada pola 17 plus. Untuk Mengetahui pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling berdasarkan kurikulum bimbingan dan konseling . 5. Problematika/Permasalahan Sebagai problematika umum yang akan dicari jawabnya adalah ”Apakah pelayanan bimbingan konseling di sekolah sudah efektif dan efisien sesuai dengan azas-azas dan kode etik bimbingan dan konseling sebagaimana diharapkan ?” Untuk mempermudah mencari jawaban atas problematika tersebut. Untuk mengetahui standar tindaknya alat yang digunakan dalam pelayanan BK. antara lain : 1. 2. lingkungannya dan dapat merencanakan masa depanya ? Kegiatan Bimbingan dan Konseling. Kepala Sekolah : Sebagai masukan dalam pengelolaan Layanan BK di Sekolah 2.dan upaya untuk menindak lanjuti. Apakah kegiatan bimbingan dan konseling sudah dikelola sebaik-baiknya ? C. 11. tujuh jenis layanan dan lima kegiatan pendukung sesuai dengan yang diharapkan oleh kurnas ? 3. Konselor Memberi masukan dalam pelaksanaan layanan bimbingan kelompok yang lebih akurat 3. Untuk mengetahui hubungan antar staf yang ada di sekolah. Untuk mengetahui pengelolaan pelayanan bimbingan konseling. Tujuan Penilaian 1. sikap. 9. maka problematika tersebut dirinci sebagai berikut : Siswa. B. Apakah pelayanan bimbingan dan konseling menjadikanya setiap siswa semakin memahami dirinya. Untuk mengetahui tersedianya alat / perlengkapan yang diperlukan dalam pelayanan bimbingan konseling. Siswa Memberi masukan kepada siswa agar mampu mengubah perilaku BAB II KAJIAN TEORI Menjelaskan teori dan variabel yang dinilai 442 . Apakah Pelayanan bimbingan dan konseling sudah berorientasi pada pola 17 plus sesuai dengan Kurnas BK ? 2. Manfaat Penilaian bagi : 1. Apakah pada diri siswa telah ada perubahan tingkah laku sesuai dengan tujuan bimbingan dan konseling ? 2. 7. maka perubahan terhadap apa yang sekarang ini terjadi. D.

Untuk mengetahui hal-hal yang berhubungan dengan kegiatan pelayanan BK. SATKUNG. datanya dikumpulkan melalui para pengelola di sekolah seperti. buku laporan dan catatan-catatan lain (paper). yaitu menyusun instrumen penilaian. Hal-hal yang dilakukan adalah: Mengurutkan butir menurut sistematika yang penghendaki penilai untuk mempermudah pengolahan data. dan Personil Bantu Pelayanan.BAB III METODE PENILAIAN A. Populasi dan Sampel / Subyek Penilaian Populasi yang dimaksud adalah sekumpulan / keseluruhan subjek penilaian.. Jenis dan banyaknya instrumen yang disusun. maka penilaianya merupakan penilaian populasi. digunakan: Pengamatan di kelas dengan sumber data kegiatan bimbingan dan konseli (Place). disesuaikan dengan keperluan pengumpulan data seperti yang telah ditetapkan di dalam disain penilaian. sampailah pada tahap kedua persiapan. Pengamatan terhadap penampilan siswa. Angket tentang pengelolaan alat kepada pengelola. Langkah ini sangat perlu. digunakan wawancara.. dan sebagainya. akan mendorong responden untuk mengisi angket. Sampel adalah sebagaian (perwakilan) dari keseluruhan subjek penilaian. menurut variabel yang dinilai. Penyusunan Instrumen Setelah selesai menyusun disain. Borg dan Gall. data dikumpulkan melalui wawancara dengan konselor dan siswa. Wawancara dengan guru. dan III. observasi. Kepala Sekolah. adalah sebagai berikut: Merumuskan tujuan yang akan dicapai dengan instrumen yang akan disusun. Untuk mengetahui ketetapan sarana yang digunakan dalam pelayanan bimbingan dan konseling. Studi atau penilaianya juga disebut studi populasi atau studi sensus. Tes sikap. siswa. sumber data dapat dilaboratorium. Untuk mengetahui perubahan sikap mental siswa. data dikumpulkan melalui: Dokumentasi/catatan pribadi siswa. pedoman observasi dan pedoman dokumentasi hanya identitas yang menunjuk pada sumber data dan identitas pengisi.Wawancara dengan guru.. Menjelaskan disain Penilaian B. II. dengan sumber data konselor. apa fungsi setiap jawaban dalam setiap butir bagi jawaban problematika. wawancara dan dokumentasi. orang tua siswa dengan sumber data: guru dan siswa. Menyunting instrumen merupakan pekerjaan terakhir dalam penyusunan instrumen. dengan sumber data : SATLAN. buku kerja. Membuat kisi-kisi yang mencanangkan tentang rincian variabel dan jenis intrumen yang akan digunakan untuk mengukur bagian variabel yang bersangkutan. Untuk pedoman wawancara. apa yang harus dilakukan sesudah itu.). Untuk mengetahui pengelolaan pelayanan bimbingan dan konseling. pengelola. kegiatan praktikm. Untuk mengetahui posisi konselor dan kesulitan yang dihadapi dalam pelayanan bimbingan dan konseling. dengan sumber data dari para siswa yang diambil perwakilan dari kelas I. sebab tidak mungkin kiranya menyusun intrumen tanpa tahu untuk apa data yang terkumpl. konselor. Apabila seseorang ingin mneilai semua elemen yang ada dalam wilayah penilaian.. (Contoh kisi-kisi penyusunan instrumen. Wakil Sekolah. Menuliskan petunjuk pengisian. Untuk mengetahui tanggapan siswa tentang pelayanan bimbimbingan dan konseling di sekolah. Wawancara dengan siswa. C. Borg dan Gall (1979:295) menyatakan bahwa selama waktu istirahat makan siang terlihat banyak angket dibuang ditempat sampah. D. Oleh karena itu penilaian dilakukan terhadap sampel. Oleh karena itu instrument untuk mengumpulkan data perlu bervariasi. lihat lampiran. Untuk menghindari kejadian ini. Instrumen dan Sumber Data Khusus penilaian pelayanan bimbingan konseling di sekolah. data dikumpulkan melalui pengamatan. dengan sumber data siswa yang diambil sebagai perwakilan (person). 443 . Membuat pengantar permohonan pengisian bagi angket yang diberikan kepada orang lain. menyarankan hal-hal sebagai berikut: Angket perlu dibuat menarik penampilannya dengan tata letak huruf atau warna tertentu. identitasm dan sebagainya. cukup banyak dan komprehensif . Angket dengan huruf-huruf yang jelas dan dengan wajah depan yang menarik. Dokumentasi tentang pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling. Langkah-langkah yang harus dilalui dalam menyusun instrumen (apa pun).

bahwa angket merupakan daftar pernyataan yang diisi oleh responden pada waktu mereka tidak berdekatan dengan penyusun. Tidak boleh membuat butir yang mengandung dua pengertian misalnya: Pendidikan menjadi tanggung jawab orang tua. Kegiatan uji coba dimaksudkan untuk : Mengetahui apakah rumusan kalimat yang ada dalam angke sudah cukup mudah dipahami (tidak membingungkan). Petunjuk pengisian dibuat singkat. Urutan pertanyaan diusahan sedimikian rupa sehingga memberikan kemudahan bagi pengisi untuk mengorganisasikan pikirannya dalam menjawab. Hindari penggunaan kata-kata atau kalimat-kalimat yang membingungkan. berikut ini ditambahkan kondensasi aturan-aturan penulisan butir angket. Satu hal yang perlu diperhatikan oleh penilai adalah sebelum angket digunakan sebagai alat pengumpul data yag sesungguhnya. menarik dan tidak menekan perasaan. keadaan. Butir pertanyaan yang menyangkut informasi yang sangat penting jangan diletakkan dibelakang. namun masih tetap diminta mencantumkan identitas lain seperti pendidikan formal yang diselesaikan pendidikan tambahan. Untuk mengakhiri penjelasan tentang penyusunana instrumen. “biasanya” yang tidak mempunyai arti jelas dalam jumlah Rumusan yang pendek lebih baik daripada yang panjang. karena kalimat yang pendek akan lebih mudah dipahami. Misalnya inforamsi tentang anak kecil. kesan yang ada pada diresponden sendiri maupun sendiri maupun di luar dirinya. Penggunaan Angket Angket adalah seperangkat pertanyaan tertulis yang dikirimkan kepada responden untuk mengungkapkan pendapat. harus diujicobakan terlebih dahulu. Setiap lembar perlu diberi nomor halaman. maka akan dijelaskan secara singkat menurut urutan intrtumen di bagian berikut ini. Uji coba dilakukan terhadap subyek yag mempunyai karakteristik atau ciri-ciri yang sama dengan subjek yang akan dijadikan responden penelitian. tetapi ada kalanya disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk memberikan jawaban semaunya. tetapi tidak untuk yang kedua. maka ada bagian dari angket suatu tempat kosong disediakan bagi responden uji coba untuk memberikan saran-saran. jelas dan dengan cetakan yang berbeda dengan butir-butir pertanyaannya. 1. 444 . dan angket tidak langsung (mengungkap orang lain yang menjawabnya diutarakan oleh orang pengisi angket). maka dikenal angket tidak langsung (mengungkap diri orang yang menjawab). masyarakat. Kadang-kadang penilai hanya meniadakan nama responden. hendaknya digarisbawahi. Jika terpasang menggunakan kata yang menunjuk pada arti negatif. jenis kelamin. Rumusan negatif seyogyanya dihindari atau dikurangi sedikit mungkin. Oleh karena itu semua kata. Diantara aturan-aturan dimaksud dengan: Hindarkan pengunaan kata-kata “kebanyakan”. E. Penyusun instrumen tidak dibenarkan sedikit atau banyak memberikan ”isyarat pacingan” (hint) yang menyebabkan responden memilih suatu aternatif tertentu. atau kumpulan kalimat harus jelas. Pengumpulan Data Dalam bagian ini akan dikemukakan mengenai penggunaan tiap-tiap metode pengumpulan data penilaian yang sudah dijelaskan didepan. dan negara. “sebagian besar”. dan sebagainya. agar penyusunan angket memperoleh masukan yang banyak dapat memperbaiki secara tepat. angket diberikan kepada bapak/ibunya.Usahakan agar responden dapat mengisi semudah-mudahnya. pengalaman membimbing. Angket anonim memberikan kekebasan kepada pengisi untuk menyampaikan sejujur-jujurnya. Angket dapat dibuat anonim (tanpa identitas) dan dapat pula lenkap dengan identitas diri serta latar belakangnya. Ingat. karenanya maka orang tua asuh perlu diharuskan untuk responden dapat setuju terhadap pernyataan pertama. Tuliskan nama secara jelas. kepada siapa angket tersebut dikembalikan. Bibir pertanyaan pertama diusahakana yang mudah pengisiannya. terutama mengenai inti dari hal yang diselidiki. Agar dapat diikuti secara rinci. Bila perlu diberi contoh pengisian sebelum butir pertanyaan pertama. kalimat. Dari jenis data ini. masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangannya. Identitas ini akan sangat berguna dalam analisis data jika penilai ingin membandingkan hasil ditinjau dari latar belakang responden. Pernyataan setiap butir supaya dibuat sejelas-jelasnya. Dari kedua jenis angket ini. Hindari pengarahan terselubung.

Mengetahui reaksi responden terdapat pertanyaan angket atau kesediaan untuk mengembalikan. Data yang bersifat deskriptif disimpulkan secara langsung tanpa memperluas dengan daerah mana yang dapat dikenai simpulan yang diperoleh dari perbuatan pengumpulan data. Pertanyaan yang ditanyakan oleh pewawancara biasanya benar-benar sama dengan pertanyaan atau permasalahan yang dituliskan di dalam pedoman wawancara. merupakan hal penting yang disarankan. sangat ditentukan oleh penjelasan penyusun instrumen. Penggunaan Pengamatan (Observasi) Angket dan wawancara merupakan teknik-teknik atau metode-metode yang digunakan untuk mengungkap data dari responden yang sifatnya ”disuguhkan” atau ”diberikan”. cakupannya terbatas. maka pedoman wawancara perlu dilengkapi dengan petunjuk penggunaannya. 2. Agar tercapai tujuan yang diinginkan. Mengetahui apakah pertanyaan-pertanyaan yang ada dalam angket kucup lengkap atau perlu ditambah. Data yang disuguhkan ini dalam penelitian atau penilaian disebut dengan istilah data yang dilaporkan sendiri (self report data). kemudian baru memberikan sekot. dan sebagainya. Menurut Sechrest (1966) data tentang sikap sosial yang terlahir tidak mungkin diperoleh melalui kedua metode tersebut. Contoh : pengamat menjumpai beberapa kasus yang berbeda gradasinya. evaluatif. Ada dua jenis pedoman wawancara yaitu : 1. beberapa lama waktu pengisian. 3. supaya dalam waktu yang singkat dapat mengumpulkan sebanyak mungkin informasi yang diperlukan. sedangkan konselor lain lagi tidak menjumpai kesulitan sama sekali. Pengamat bukan hanya menentukan tingkatan data pengamatan. hanya berlaku bagi orang tersebut. Menggunakan tape-recorder dalam wawancara. yang disampaikan secara tertulis maupun lisan sebelum pewawancara melaksanakan tugasnya. pengamat harus melakukan inferensi. Pengumpul data sifatnya meneripa. situasi dialog dan sebagainya. pewawancara dapat mengajukan pertanyaan secara leluasa dan menuliskan jawabannya dengan kode-kode atau tanda-tanda. hanya berwujud daftar pertanyaan atau pokok-pokok masalah yang perlu ditanyakan kepada responden. Ada tiga macam pengamatan. Oleh penjawab. maka penting baginya untuk terlebih dahulu memahami tujuan penggunaan pedoman wawancara tersebut. dan 3. pasif. Hal-hal yang dapat dilaporkan sendiri seperti ini. Variabel inferensial. Apabila ada kekecualian atau perlu tambahan pengantar untuk memancing pembicaraan. pewawancara (interview) menyusun pedoman wawancara atau check list sesuai dengan data yang akan dikumpulkan. Penggunaan Wawancara (Interview) Sebelum melakukan wawancara. sehingga penilai hanya memperoleh data yang diberikan oleh penjawab. mengambil simpulan dari berbagai kasus. penyusun instrumen perlu menambahkan penjelasan khusu pada petunjuk penggunaannya.Mengetahui dan mengadministrasikannya dengan tetap. yaitu : 1. Variabel deskriptif adalah variabel yang dikumpulkan dari pengamat tanpa memerlukan pemikiran untuk menggeneralisasikan pada aspek atau situasi lain. Contoh : pengamatan tentang tingkah laku seseorang yang sifatnya aneh. Contoh : pengamat mencatat seorang konselor yang dengan tegas menerangkan pengertian bimbingan. Hal ini juga memerlukan inferensi dari pengamat unguk menentukan penilaian berdasarkan pertimbangan tertentu. Sedang pedoman wawancara tidak tersusun. tidak tersusun (unstructured). atau kalimat-kalimat singkat. sehingga memperjelas data. Variabel evaluatif merupakan variabel yang sangat erat dengan variabel inferensial. Pedoman wawancara tersusun adalah pedoman wawancara mirip check-list atau memang dapat berbentukcheck-list. deskriptif. dan sebagainya yang bersifat meningkatkan kualitas perolehan data penilaian. tidak mencari atau mengambil sendiri apa yang dimiliki atau yang ada pada responden. menuntut pengamat untuk melakukan inferensi sebelum data diberi sekor.efensial. Konselor lain menjumpai sedikit kesulitan didalam menerangkan. Apabila pewawancara bukan penyusun instrumen melainkan hanya bertindak sebagai pengumpulan data. melainkan 445 . 2. misalnya bagaimana teknik menyampaikan. tetapi harus diambil secara wajar. dalam hal seperti ini. yang tersusun (structured) dan 2. Bagaimana bentuk pembicaraan.

yakni catatan kejadian secara kronologis dan rinci. pencatat mencatat munculnya kejadian yang diharapkan dalam jangka waktu tertentu > biasanya pengamat menggunakan blangko atau lembaran untuk menuliskan tally (jari-jari hitungan). Pencatatan dengan interval (interval recording) Pencatatan dengan interval dilakukan oleh pengamat untuk melakukan pengamatan terhadap sejumlah kejadian dalam interval waktu tertentu. Nomor protokol : ______________________________ Nama pengamat : ______________________________ Tanggal pengamatan : ______________________________ Yang diamati : ______________________________ Pukul 07. melakukan pengamatan juga perlu latihan agara terdapat kesamaan interpretasi terhadap suatu objek pengamatan. anakanak” Semua siswa menjawab ”selamat pagi. Misalnya pengamat pertama mencatat 80 menit dan pengamat kedua mencatat 90 menit. Reliabilitas pencatatan dihitung dengan membandingkan waktu yang dicatat oleh dua pengamatan dalam waktu yang berbeda.89. 8. 5. 3. pengamatan dengan jangka waktu. pencatatan terus menerus. Estimasi persetujuan dua pengamat ini disebut dengan istilah reliabilitas antar pencatat atau inter-rater reliability.71 sampai 0. 1988:87) kejadian didalam kelas yang dapat diamati dapat diklasifikasikan atas satu dari sepuluh kategori. dan 4. 4. variabel evaluatif memerlukan penilaian dengan pertimbangan tertentu. Menurut Flanders (dalam Suharsimi Arikunto. Penggunaan Metode Dokumentasi Metode dokumetasi sebenarnya mirip dengan metode pengamatan. 2. Pengamatan terus menerus (continuous observation) Didalam pencatatan atau pengamatan terus menerus ini pengamat melakukan/menuliskan semua kejadian yang muncul pada subjek atau sekelompok subjek dalam satu penggalan waktu tertentu. 7. yaitu : 1. pengamat dibiasakan melakukan pencatatan beberapa kejadian yang muncul dalam waktu yang bersamaan. bukan hanya perbandingkan. pengamatan ada empat macam. pak” Guru meletakkan buku dimeja depan Lalu pergi ke jendela untuk membukanya dan seterusnya Seperti halnya wawancara. pencatatan frekuensi. 6. Pencatatan perhitungan frekuensi (frequency-count recording) Didalam pencatatan perhitungan frekuensi.30 WIB Guru memasuki ruangan. misalnya stop wacth. misalnya satu jam kegiatan didalam kelas.juga meletakkannya dalam satu skala kontinum. 446 . Hanya objek yang diamati saja yang berbeda. Pencatatan dengan jangka waktu (duration recording) Didalam pencatatan dengan jangka waktu. Jadi berbeda dengan variabel inferensial. Dalam hal ini pengamat menunggu selesainya suatu tugas. Dengan singkat dapat dikatakan bahwa pengamat membuat sebuat protocol. Untuk kejadian yang kemunculannya sangat sering. pencatat hanya mampu mencatat satu jenis kejadian jasa. termasuk narasi yang terjadi. Di tinjau dari pengamatannya. reliabilitas pengamatan (inter observers) utnuk 13 keajaiban diperoleh antara 0. pencatatan dengan interval.96. pencatat mengadang munculnya siswa mengajukan pertanyaan. Dalam metode dokumentasi yang diamati adalah dokumen. maka estimasi reliabilitas pengamatan adalah 80/90 atau 0. Menurut Borg (1977:9-18). atau beberapa kali konselor mengajukan pertanyaan. sambil Mengucapkan ”selamat pagi. Misalnya selama jangka waktu lima menit. Alat yang digunakan adalah check-list (daftar tentang) atau pedoman pengamatan. Biasanya interval pengamatan diadakan merentang antara sepuluh detik sampai satu menit. misalnya setiap tiga detik. Dengan jalan latihan. Contoh : Catatan tentang kejadian kelas II SMA pada jam ke 1 ketika berlangsung pelajaran IPS. pengamat menggunakan alat pencatat waktu.

analisis secara deskriptif kualitatif. candi-candi dan sebagainya. uji beda ANAVA. surat keterangan. dan sebagainya/regresi BAB IV LAPORAN PENILAIAN Paparan data Analisis BAB V PEMBAHASAN BAB VI SIMPULAN DAN REKOMENDASI Daftar Pustaka Lampiran – lampiran LATIHAN : Buatlah kajian/ studi evaluasi pelaksanaan layanan orientasi dan informasi dalam bimbingan dengan menggunakan disain ilmiah dalam studi evaluasi di sekolah saudara bekerja. Tes buatan sendiri disusun utntuk keperluan khusus menyediakan keperlua tersebut. alat-alat rumah tangga dari batu. cerita buku maupun yang tertera pada manuskrip-manuskrip. artikel. Bermacam-macam tes yang dapat digunakan untuk mengumpulkan data penilaian dan mendukung metode-metode lain yaitu : (1) Tes Prestasi Belajar (Achievement Test) (2) Tes Kemampuan Akademik (Scholastic Ability Test) (3) Tes Bakat (Aptitude Test) (4) Tes Kepribadian (Objective Personality Test) (5) Tes (inventori) Minat (Interest Inventories Test) (6) Tes (Skala) Sikap (Attitude Scales Test) Untuk menentukan mana tes yang baik dan bagaimana menyusunnya. Problematika yang mengandung variabel tunggal. penilai perlu mempelajari secara khusus buku-buku yang membicarakan tentan tes. Teknik Analisis Data Teknik yang digunakan untuk menganalisis data disesuaikan dengan bentuk problematika dan jenis data. baik yang tertera pada warkat. t-test. Penggunaan Tes Metode tes digunakan untuk mengumpulkan data dengan alat bantu berupa tes. Problematika komparasi atau kolerasi dijawab dengan jawaban dari data yang diolah dengan teknik statistik korelasi. jika di dalam bahan belajar ini pembahasan tes diperluas. 447 .Secara umum yang dimaksud dengan dokumen hanya terbatas pada bahan-bahan tertulis saja. Tes terstandar merupakan tes yang sudah dibakukan dan dapat diperoleh di tempat yang khususnya menyediakan keperluan tersebut. Di dalam penilaian pendidikan. Tes buatan sendiri disusun utnuk keperluan khusus dari suatu proyek penelitian. dikenal adanya dua macam tes. misalnya benda-benda porselin. Menurut pengertian penelitian. Oleh karena teorinya begitu kompleks. F. yaitu tes yang terstandar (standardized test) dan tes yang disusun sendiri (man made test). boleh jadi justru mengalihkan perhatian mahasiswa dari tujuan semula yang ingin dicapai. Disamping itu ada alasan lain. yang dimaksud dengan dokumentasi termasuk juga benda-benda hasil budaya yang mengandung keterangan sejarah. kiranya terlalu luas apabila disajikan didalam bahan belajar ini. 9.

1989. Edisi IV. Jakarta : Depdikbud Dirjen. Sutrisno Hadi. Yogkyakarta. Bandung : Mutiara.E.. ( Makalah Proyek ---------. Development. --------. Edisi VII. 2001.II. 1987. Dirjen. Dasar – dasar bimbingan bimbingan konseling. Theory and practice of counseling and psychotherapy. B.L. Educational psychology.II. Seminar . tidak diterbitkan ---------. program managemen and Shertzer .F. Buku II . Conditioning and Instrumental Learning. Metodologi Penelitian Pendidikan.I. ----------. Jakarta : Grasindo. Pengembangan wawasan bimbingan konseling. Bimbingan sekolah di Indonesia corak yang bagaimana? Pidato Pengukuhan Guru Besar IKIP Malang.(Tanpa penerbit ) ----------. Donald Mc.S. Introduction to Psychology.1981. 448 . IKIP. 1995. ( Alih bahasa Mari Junaidi ). Konseling di sekolah. 1994. Jakarta : Airlangga.Tidak diterbitkan ).Press. Boston : Publi. Nurihsan Juntika. Second edition. Mungin Eddy Wibowo. Manajemen bimbingan dan konseling . Malang : UM. Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan.III. Belmont : Publishing Company. 1996 . 1987.Metodologi research . Profesionalisasi konseling dan pendidikan konselor. Inc. J. 1969. Munandir. Dasar-Dasar Bimbingan Konseling . Fundamental of guidance.. Margono. : Andi Offset Tantawy.Semarang. and Peters.C.Jakarta : Rineka Cipta. Guidance.D. 1987.DAFTAR PUSTAKA Corey Gerald 1987.shing Company.1986. Team Fakultas Psikologi Universitas Indonesia).Jakarta : Rineka Cipta. Linda L.Dikti Pendidikan Tenaga Akademik. 1985. Pacific Grove : Brooks / Cole Publising Company. 1974 . Theory and practice of counseling and psychotherapy. Ensiklopedi pendidikan .1981. Jilid. Pacific Grove : Brooks / Cole Publising Company. 1998. 2003. 1996. Prayitno. Jakarta : Dep.B. Seri Pemandu Pelaksanaan Bimbingan dan Konseling. Bimbingan karier di sekolah. Jakarta : Universitas Indonesia Winkel. H. Shertzer. -------. Ohio : Publishing Company. Semarang : Fakultas Ilmu Pendidik an. Jakarta : Pamator Presindo Walker.I. (Terjemahan.and Stone .J.Dikti. 1991 Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan.Pdan K. 1997.

(d) Laporan PTBK. sistem asesmen dan evaluasi pembelajaran. oleh karena itu untuk dapat melaksanakan PTBK. Tugas pada setiap akhir kegiatan belajar (kegiatan pelatihan) dipersilakan untuk dikerjakan guna menginternalisasikan pemahaman materi yang telah Bapak/Ibu kuasai. Dengan demikian PTK terarah pada perbaikan kualitas tindakan guru dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya sebagai guru. 4. Sharing tentang pelaksanaan PTBK dengan kolaborator penting untuk dilakukan! 7. (a) Kerangka dasar PTBK. B. 6. Sebelum mengikuti pelatihan. media dan sumber belajar. D. prasyarat yang harus dimiliki oleh peneliti dalam PTBK adalah: (1) Pemahaman bidang garap BK. (4) Masalah konseli. Dalam kaitannya dengan PTBK. Lingkup bahan ajar ini meliputi. (b) Pelaksanaan PTBK. C. dan (5) Kepribadian konselor. Karena senyatanya tugas dan tanggung jawab guru pembimbing/konselor berbeda dengan bidang garap dan tanggungjawab guru kelas/bidang studi. Kompetensi dan Indikator Indikator kerja profesional guru pembimbing/konselor di antaranya adalah dapat menunjukkan kinerja sesuai dengan kompetensi yang dituntut melekat dalam dirinya.BAB I: PENDAHULUAN A. Penjelasan instruktur tentang bahan ajar yang disajikan. Dengan demikian PTBK dimaksudkan untuk memperbaiki kualitas proses palayanan BK (tindakan BK) dan hasil yang diperoleh siswa sesudah mengikuti layanan BK. Guna meningkatkan keterampilan dalam meneliti dengan rancangan penelitian tindakan. (2) Jenis-jenis layanan BK. maka guru pembimbing/konselor dapat melaksanakan PTBK sesuai dengan kaidah yang telah ditentukan dalam PTBK. Prasyarat No. PTK dapat mengangkat permasalahan yang terkait dengan desain dan strategi pembelajaran. (3) Metode dan strategi layanan BK. PTK untuk Bimbingan dan Konseling (PTBK) dilaksanakan dengan cara analog dengan PTK untuk guru kelas/bidang studi. mulai dari tahap persiapan sampai dengan refleksi dan tindak lanjut. 3. Petunjuk Belajar Untuk menguasai bahan ajar ini. Untuk peningkatan kualitas proses (tindakan) dan hasil KBM. 5. sesuai dengan masalah dan/atau bidang garap bimbingan dan konseling. keseluruhan materi pelatihan perlu dibaca dengan aktif dan kreatif. Deskripsi Penelitian tindakan kelas (PTK) sejatinya diperuntukkan bagi upaya memperbaiki kualitas proses dan hasil dari kegiatan belajar-mengajar (KBM). Prasyarat PTK untuk BK (PTBK) pada dasarnya menunjuk pada beragam pelaksanaan tindakan layanan dalam BK. serta hasil yang dicapai siswa sesudah mengikuti kegiatan bersama guru. Oleh karena itu indikator tercapainya tujuan pendidikan dan latihan profesi guru BK untuk mata latih PTBK adalah jika peserta 449 . penting untuk dipraktikkan setiap tahapan dalam PTBK. Bapak/Ibu peserta pendidikan dan latihan diseyogyakan menambah bahan bacaan dari sumber-sumber lain yang relevan. kepada peserta pendidikan dan latihan profesi guru pembimbing diberikan alternatif langkah-langkah pengusaan materi sebagai berikut: 1. (c) Penyusunan proposal PTBK. perlu ditanggapi dengan cara mengajukan pertanyaan yang telah Bapak/Ibu buat terkait dengan materi yang belum anda pahami. Setiap latihan yang disediakan penting untuk dicoba kerjakan. alat bantu. dan prasyarat No. 1-3 merupakan pengetahuan dan keterampilan konselor. dengan cara membuat serangkaian pertanyaan yang dikembangkan dari 5W 1H sebanyak-banyaknya secara tertulis.4 merupakan kecenderungan ragam masalah yang dihadapi konseli. 2. Untuk memperluas khasanah pengetahuan PTBK. Prasyarat No.5 adalah pribadi konselor sebagai peneliti.

450 .pendidikan dan latihan profesi guru menunjukkan penguasaan minimal 80% dari konsepkonsep dan praktik PTBK.

a. c. Suyanto (1977): PTK adalah suatu bentuk penelitian yang bersifat reflektif dengan melakukan tindakan-tindakan tertentu agar dapat memperbaiki dan/atau meningkatkan praktik-praktik pembelajaran di kelas secara professional. Uraian Materi 1. c. Adanya “tindakan” yang dipromosikan untuk meningkatkan kualitas praktik (tindakan) dan hasil layanan BK dan/atau untuk memecahkan masalah yang terjadi dalam layanan BK guna mencapai keberhasilan layanan sebagaimana tujuan yang dirumuskan. sehingga diperoleh kemantapan pemahaman tentang suatu tindakan (layanan) tertentu yang telah dilakukan guru pembimbing/konselor. Berdasarkan hasil refleksi dirumuskan tindakan perbaikan yang mengandung unsur baru (novelty) merupakan penciri utama dari pelaksanaan PT BK. 2. TUJUAN. Rochman Natawidjaja (1977): PTK adalah pengkajian terhadap permasalahan praktis yang bersifat situasional dan kontekstual. yang dilakukan oleh pelaku tindakan untuk meningkatkan kemantapan rasional dari tindakan-tindakannya dalam melaksanakan tugas dan memperdalam pemahaman tentang kondisi dalam praktik pembelajaran. KARAKTERISTIK. (2) mampu menunjukkan kakhususan layanan bimbingan disertai PTBK. seperti bagaimana dampak dari tindakan yang dilaksanakan oleh guru pembimbing/konselor tersebut terkait dengan masalah yang dientaskan dan/atau pencapaian fungsi dari layanan BK. (3) mampu menjelaskan PTBK terkait dengan tujuan dan manfaatnya. d. TIM PGSM (1999): PTK sebagai suatu bentuk kajian yang bersifat reflektif oleh pelaku tindakan yang dilakukan untuk meningkatkan kemantapan rasional dari tindakan mereka dalam melaksanakan tugas. Karakteristik PTBK 451 . Sukiman (2011): PTBK sebenarnya adalah analog dengan PTK yang dilaksanakan oleh guru kelas/guru bidang studi yang diterapkan pada bidang Bimbingan dan Konseling. Adanya ”refleksi” dari tindakan yang telah dilakukan. PRINSIP-PRINSIP.BAB II: DEFINISI. teknik dan strategi tindakan serta kode etik yang harus ditegakkan. yang dilaksanakan secara sistematis. pengalaman kerja sendiri. B. serta memperbaiki kondisi di mana praktik pembelajaran tersebut dilakukan. Berdasarkan pendapat tentang PTK dan PTBK di atas diperoleh kata kunci dari kegiatan PTBK sebagai berikut: a. Kemmis dan Mc. b. yang ditujukan untuk menentukan tindakan yang tepat dalam rangka pemecahan masalah yang dihadapi. MANFAAT DAN BIDANG GARAP PTBK Kegiatan Belajar 1 A. (4) dapat melaksanakan PTK sesuai dengan bidang garap BK. f. atau memperbaiki sesuatu. e. memperdalam pemahaman terhadap tindakan-tindakan yang dilakukan. diasumsikan para peserta pendidikan dan latihan profesi guru BK memperoleh pemahaman tentang isi bahan ajar sehingga dapat: (1) membuat rumusan pengertian PTBK dengan menggunakan kalimat sendiri. Hopkins (1993): PTK adalah suatu bentuk kajian yang bersifat reflektif. dan dengan sikap mandiri. b. Perbedaan di antara keduanya terletak pada bidang garap permasalahan. terencana.Taggart (1988): PTK adalah studi yang dilakukan untuk memperbaiki diri sendiri. sebagai alternatif cara lain untuk mencapai hasil yang lebih baik dari sebelumnya. Definisi Penelitian Tindakan Kelas BK Pemahaman terhadap PTBK dapat diperoleh lewat definisi PTK yang dikemukakan oleh para ahli maupun pendapat berikut ini. Kompetensi dan Indikator Setelah mempelajari materi ini.

Namun demikian. Masalah yang dicari penyelesaiannya lewat PTBK berasal dari masalah riil yang dihadapi guru BK/Konselor dalam melaksanakan tugas sehari-hari di tempatnya bekerja. diusahakan untuk diperbaiki sehingga kualitas layanan menjadi lebih baik. kemudian melakukan identifikasi masalah yang dirasakan. o PTK BK dapat menjembatani kesenjangan antara teori BK dan praktik layanan BK. melakukan analisis masalah. Inkuiri Reflektif Dalam PTBK peneliti selalu memikirkan proses dari tindakan (layanan) dan hasil dari tindakan (layanan) untuk mendapatkan penjelasan dan justifikasi tentang kemajuan. Keberanian untuk bersikap objektif tersebut akan menghasilkan pengenalan terhadap kekurangan dan bahkan kesalahan tindakan dalam memberikan layanan BK. bukan masalah yang dirumuskan dari pihak lain. Kekurangan dan/atau kesalahan yang ditemukan. Tindakan-tindakan tertentu dalam PTBK dapat berupa penggunaan metode kontemporer (masa kini). satu hal yang harus ditegakkan adalah kejujuran pribadi Guru Pembimbing/Konselor dalam melakukan refleksi terhadap tindakannya sendiri. kekurangefektifan. b. dari pelaksanaan sebuah tindakan (layanan) untuk dapat dimanfaat-gunakan memperbaiki proses tindakan (layanan) pada siklus kegiatan berikutnya. Keberadaan suatu teori pada dasarnya memberikan peta atau petunjuk tentang cara suatu tindakan dilaksanakan. Guru pembimbing/Konselor berupaya bersikap objektif terhadap kualitas tindakan dalam layanan BK yang dilakukan selama ini. Pelaksanaan PTBK memerlukan pihak lain untuk diajak bekerja sama. kemunduran. kegiatan rekam data dapat dilakukan dengan menggunakan teknik CCTV dan alat-alat lain yang berfungsi menggantikan keberadaan kolaborator. Keberadaan orang lain (kolaborator) di maksud diperlukan untuk merekam data tentang ragam tindakan yang dilakukan Guru Pembimbing/Konselor sewaktu melakukan layanan BK. Sehingga lewat rekaman data kegiatan tersebut dikenali ketepatan/kekurangan dan bahkan kekeliruan suatu tindakan yang dilakukan Guru Pembimbing/ Konselor dalam pelaksanaan layanan BK. Partisipatif o Pelakunya meningkatkan kualitas praktiknya (tindakannya) sendiri. Melalui PTBK. Namun demikian disadari bahwa suatu teori 452 . o Menggunakan kecerdasan kritis untuk membangun komitmen melakukan tindakan. dan juga merekam data tentang kondisi peserta didik sewaktu menerima tindakan tertentu dari Guru Pembimbing/ Konselor.Kekhususan atau penciri PTBK sebagaimana PTK pada umumnya ditunjukkan pada beberapa hal berikut ini: a. o Menumbuhkan kesadaran diri untuk berkolaborasi dengan kolega profesi dalam seluruh tahapan PTBK. Pastinya PTBK dilaksanakan untuk mencari jawab atau memecahkan masalah yang benar-benar terjadi dalam pelaksanaan tindakan (layanan) BK sehari-hari. Bila rekam data dilakukan dengan teknologi. PTBK pelaksanaannya diawali dari guru BK/Konselor merasakan adanya masalah sewaktu pelaksanaan layanan BK. Dengan demikian masalah yang ingin diselesaikan lewat PTBK adalah masalah yang didapati Guru Pembimbing/Konselor sendiri dalam kegiatan layanan BK yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya. ataupun tindakan-tindakan yang bersifat inovatif dalam melaksanakan berbagai jenis layanan BK. PTBK dilaksanakan dengan menggunakan cara-cara baru untuk meningkatkan kualitas proses tindakan (layanan) dengan cara mengatasi masalah yang ditemui dalam praktik pelayanan BK. PTBK adalah jenis penelitian yang memunculkan adanya tindakan tertentu. demikian pula hasil layanan juga menjadi semakin baik. dengan kemajuan teknologi. dan dilanjutkan dengan perumusan masalah. peningkatan. Guru BK/Konselor berusaha untuk mengatasi masalah tersebut dengan sebuah penelitian yang disebut PTBK.

dirumuskan berdasarkan suatu budaya tertentu dari penciptanya. setidaknya perlu adanya tindakan adaptasi. Dengan pelaksanaan PTBK. Empat kegiatan di maksud adalah: (1) Perencanaan. Rasionalnya. • Dilakukan sampai perbaikan atau peningkatan yang diharapkan tercapai (sesuai kriteria keberhasilan) dan/atau setiap siklus paling tidak ada dua kali tindakan. Selanjutnya Guru Pembimbing/Konselor dapat menetapkan untuk mengadopsi teori tersebut untuk diterapkan dalam pelayanan BK. Karena suatu tingkah laku eksistensinya didahuhui oleh sikap dari individu yang bersangkutan. menerapkan tindakan. Hal tersebut merupakan empat kegiatan dalam satu kesatuan. Prinsip-Prinsip PTBK Berdasarkan pemahaman terhadap pengertian dan karakteristik PTK dapatlah diidentifikasi mengenai prinsip-prinsip PTBK. tingkah laku yang bermasalah bisa disebabkan cara berfikir seseorang yang salah. Hal tersebut sangat tergantung apakah penyebab suatu tingkah laku menjadi bermasalah telah berhasil disentuh lewat tindakan tertentu yang dilakukan Guru Pembimbing/ Konselor dalam layanan BK yang diselenggarakannya. 3. Artinya. Sikap di maksud meliputi: 1) cara berfikir ( way of thinking). mengembangkan strategi yang dapat diterapkan pada situasi layanan. dan 3) cara bertindak (way of behaving). atau cara bertindak mereka yang salah. Dengan kata lain. serta memperoleh data yang dapat digunakan untuk menjawab hipotesis yang dikemukakannya. Metode yang digunakan harus cukup handal (reliable) sehingga memung-kinkan guru mengidentifikasi serta merumuskan hipotesis secara meyakinkan. d. (4) Refleksi. suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil pengaruh tindakan tertentu tidak serta merta dapat dilihat. d. dan refleksi. mengevaluasi proses dan hasil tindakan (observasi). guru Pembimbing/Konselor akan memperoleh balikan yang baik dan sistematis untuk perbaikan layanan BK selanjutnya. dan selalu berulang pada kegiatan selanjutnya. Metode pengumpulan data yang digunakan tidak menuntut waktu yang berlebihan sehingga mengganggu proses layanan BK. PTBK tidak boleh mengganggu kegiatan Guru Pembimbing/Konselor dalam melaksanakan layanan BK. b. Masalah penelitian yang diangkat oleh guru seharusnya merupakan masalah yang benar-benar merisaukannya dan bertolak dari tanggung jawab profesionalnya. 453 . Bisa juga tingkah laku menjadi bermasalah dikarenakan dua di antara unsur sikap dan bahkan dari ke tiganya. Oleh karena itu perubahan tingkah laku dari satu kondisi ke kondisi berikutnya memerlukan waktu. c. (2) Tindakan. 2) cara berasa (way of feeling). (3) Observasi dan evaluasi. sehingga sangat dimungkinkan budaya pencipta teori tidak dengan mudah diterapkan pada kelompok masyarakat dengan budaya lain tempat teori itu dipraktikkan. Siklis • PTBK dan juga PTK paling sedikit dilakukan dalam dua siklus. c. Dengan kata lain Guru Pembimbing/Konselor dapat membuktikan apakah suatu teori pendekatan dalam layanan BK dapat diterapkan dengan baik atau tidak dalam praktik nyata. atau cara berasa mereka yang salah. Bertumpu pada pendapat Hopkins (1992) tentang enam prinsip penting dalam PTK dapat diadaptasi ke dalam prinsip-prinsip PTBK sebagai berikut: a. untuk melihat perubahan kearah peningkatan kualitas dan hasil suatu tindakan dalam kegiatan layanan dapat diketahui lewat perubahan dari satu tahapan (siklus) ke tahapan berikutnya (siklus berikutnya). • Setiap siklus diawali dengan merencanakan tindakan. Proses kajian berdaur Setiap pelaksanaan PTK dan juga PTBK selalu mengandung empat kegiatan.

Dengan pelaksanaan PTBK akan terjadi peningkatan sikap profesional Guru Pembimbing/Konselor. Bidang Garap PTBK dan Ragam Jenis Layanan BK Lahan yang menjadi garapan Guru Pembimbing/Konselor dalam melaksanakan PTBK berbeda dengan bidang garap Guru Kelas maupun Guru Bidang Studi. Kelas tidak diartikan seperti umumnya diketahui. Manfaat Praktis Manfaat prkatis dari pelaksanaan PTBK. a. Layanan Orientasi 454 . (3) peningkatan profesionalisme pada diri Guru Pembimbing/Konselor melalui proses latihan yang sistematik. Di samping itu PTBK bermanfaat bagi Guru Pembimbing/Konselor untuk melakukan adaptasi teori-teori BK dan/atau mengadopsinya. Dengan pelaksanaan PTBK akan terjadi perbaikan dan/atau pengembangan pribadi peserta didik. Guru Pembimbing/Konselor harus selalu bersikap konsisten menaruh kepedulian tinggi terhadap prosedur etika yang berkaitan dengan pekerjaannya. PTBK mendatangkan manfaat secara akademik maupun secara praktis. antara lain: (1) adanya inovasi praktik layanan BK. 4. Bidang bimbingan keberagamaan BK Pola 17 + PPlus+ Keenam bidang bimbingan tersebut dapat dilaksanakan melalui Layanan BK yang jenisnya dan kegiatan pendukungnya seperti berikut ini. Dengan kata lain. Dalam menyelenggarakan PTBK. (2) pengembangan program BK yang lebih sesuai dengan kondisi peserta didik. a. d. Bidang bimbingan karir e. maka tujuan yang hendak dicapai adalah diperolehnya perbaikan dan peningkatan kualitas layanan BK. Bidang bimbingan pribadi b. e. b. serta membantu memberdayakan Guru Pembimbing/Konselor dalam memecahkan masalah dalam layanan BK. dilaporkan hasilnya sesuai dengan tata krama penyusunan karya ilmiah. Bidang bimbingan keluarga f. b. meliputi: a. Bidang bimbingan belajar BK Pola 17 d. di samping tetap mengedepankan kemlasahatan subjek didik. Dengan pelaksanaan PTBK akan terjadi peningkatan kompetensi Guru Pembimbing/Konselor dalam mengatasi masalah yang terjadi dalam pelaksanaan layanan BK yang menjadi tugas utamanya. Dalam pelaksanaan PTBK guru menggunakan wawasan yang lebih luas daripada perspektif kelas. Bidang garap PTBK adalah bidang garap bimbingan dan konseling pada umumnya. Manfaat Akademik Bagi Guru Pembimbing PTBK bermanfaat untuk membantu menghasilkan pengetahuan yang sahih dan relevan tentang peserta didik yang menjadi tanggung jawabnya.e. Prakarsa penelitian harus dikomunikasikan kepada pimpinan lembaga. f. tetapai lebih diartikan sebagai kecenderungan siswa yang mengalami masalah. 5. Dengan pelaksanaan PTBK akan terjadi perbaikan dan/atau peningkatan kualitas proses layanan BK. manfaat yang diperoleh adalah sebagai berikut: a.. c. Dengan pelaksanaan PTBK akan terjadi perbaikan dan/atau peningkatan kinerja belajar dan kompetensi peserta didik. Tujuan dan Manfaat PTBK Berdasarkan pengertian PTBK. Dengan dicapainya tujuan PTBK. disosialisasikan kepada teman sejawat dilakukan sesuai dengan kaidah-kaidah ilmiah. serta berguna untuk memperbaiki palayanan jangka pendek. Bidang bimbingan sosial c.

Konferensi Kasus d. e. Latihan 1.b. Himpunan Data c. h. d. Lakukakan identifikasi terhadap cara-cara/tindakan kontemporer (masa kini) yang dapat diterapkan dalam layanan BK! 455 . f. Sharingkan pendapat anda tentang cara-cara mewujudkan tujuan dan manfaat PTBK! 4. Diskusikan dengan sesama peserta pendidikan dan pelatihan tentang cara menegakkan prinsip-prinsip PTBK! 3. dan f. i. Alih Tangan Kasus. g. Tampilan Kepustakaan. Kunjungan Rumah e. C. Aplikasi Instrumentasi b. c. Layanan Informasi Layanan Penempatan dan Penyaluran Layanan Penguasaan Konten Layanan Konseling Perorangan Layanan Bimbingan Kelompok Layanan Konseling Kelompok Layanan Konsultasi Layanan Mediasi Adapun kegiatan pendukung BK meliputi: a. Buatlah suatu rumusan tentang pengertian PTBK dengan menggunakan kalimat anda sendiri! 2.

B. 5. tidak memiliki keunggulan yang bisa ditawarkan kepada dunia kerja. Menjelaskan tahapan mengenai persiapan kegiatan PTBK. cita-cita tidak jelas. sehingga diperoleh permasalahan kongkrit yang hendak diubah atau diperbaiki. Seringnya terjadi konflik antar teman. Tidak tertib dalam menjalankan ibadah. Tidak tahu akan kemana setelah selesai sekolah. konflik dengan sasudara. b. Prosedur PTBK Sebelum PTBK dilaksanakan. Guru Pembimbing/Konselor dapat menyusunnya kembali. b. dan/atau ketidaktepatan pelaksanaan layanan BK yang selama ini dijalankan.BAB III: PERSIAPAN PTBK Kegiatan Belajar 2 A. Guru Pembimbing/Konselor segera mengevaluasi terhadap diri sendiri dan beragam tindakan dalam pelayanan BK yang telah dilaksanakan. Agar masalah-masalah umum seperti disebut di atas dapat menjadi fokus PTBK. sebagai ganti tindakan yang serta merta mencari kesalahan pihak lain. e. Oleh karena itu bagi Guru Pembimbing/Konselor perlu merencana-kan jenis tindakan layanan BK tertentu yang dapat diberikan untuk mengetahui apakah tindakan pelayanan BK tersebut berpengaruh terhadap permasalahan yang ingin diselesaikan. Penetapan Fokus Masalah PTBK a. dengan indikator sebagai berikut ini: 1. kekurangan. d. Misalnya: a. Merumuskan masalah PTBK. c. sebagai bentuk pengakuan bahwa layanan BK yang dijalankan belum mencapai sasaran yang direncanakan dan muncul adanya upaya untuk mengatasi masalah tersebut lebih lanjut. Dengan kata lain Guru Pembimbing/Konselor merasakan adanya masalah dalam pelaksanaan layanan BK yang telah dijalankan. Merasakan adanya masalah Untuk melaksanakan PTBK. Ada kecenderungan siswa tidak mematuhi tata tertib sekolah. Motivasi belajar siswa rendah. Berikut ada beberapa langkah untuk menemukan masalah yang akan dicari penyelesaiannya melalui PTK BK: 456 . Menganalisis masalah PTBK. Kejujuran dan keberanian di maksud dapat dimunculkan manakala ada masalah. Menetapkan fokus masalah PTBK. Mengidentifikasi masalah Tahap kedua dalam tahapan PTBK adalah kegiatan mengidentifikasi masalah. Kompetensi dan Indikator Setelah memperlajari dan menguasai bahan ajar ini peserta pendidikan dan pelatihan memiliki kemampuan dalam membuat persiapan PTBK. Mengidentifikasi masalah PTBK. terlebih dahulu ditentukan satu topik sesuai dengan bidang garap yang terjadi permasalahan dalam praktik pelayanan BK. sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas layanan BK dan hasilnya. dibutuhkan adanya kejujuran dan keberanian untuk mengakui kelemahan. Secara lebih detail masalah di atas dapat ditindaklanjuti dengan pertanyaan sebagai berikut: 1) Perubahan-perubahan apakah yang dapat dilakukan agar anak dapat mematuhi tata terib sekolah? 2) Jenis tindakan layanan BK yang mana yang tepat untuk menjadikan anak disiplin di sekolah? 3) Strategi layanan BK yang seperti apa yang dapat menjadikan anak mau menjalakankan tata tertib sekolah? 2. Tidak betah di rumah. Masalah pada dasarnya merupakan kesenjangan antara kenyataan dan keadaan yang diinginkan. 3. Uraian Materi 1. dan bahkan ditingkatkan. f. 2. 4.

C. Analisis masalah Setelah memperoleh permasalahan-permasalahan melalui proses identifikasi tersebut. 3) Masalah mempunyai manfaat yang jelas Untuk menilai kemanfaatan atas dipecahkannya suatu masalah. artinya masalah tersebut benar-benar ada. Berikut ini beberapa contoh masalah yang diidentifikasi sebagai fokus Penelitian Tindakan BK: (1) rendahnya ketaatan siswa dalam memenuhi tata tertib sekolah. (2) Resiko apa yang paling ringan bila masalah tersebut tidak dientaskan. masalah didapat dari pengalaman Guru Pembimbing/Konselor dalam melaksanakan layanan BK se hari hari. dana. Perumusan masalah yang jelas akan membuka peluang bagi Guru Pembimbing/Konselor untuk menetapkan tindakan perbaikan (tindakan yang mengandung alternatif solusi) yang perlu dilakukan. Guru Pembimbing/Konselor merasakan bahwa hal tersebut sebagai masalah. menyusun perencanaan baru. (3) rendahnya kepedulian siswa terhadap orang lain/lingkungan. Dalam hubungan ini akan ditemukan permasalahan yang sangat mendesak – mendesak . termasuk prosedur perekamannya serta cara menginterpretasikannya. (6) Hubungan siswa yang tidak harmonis dengan keluarga. 4) Masalah PTBK harus fisibel (dapat dipecahkan/dientaskan). jenis data yang perlu dikumpulkan. (3) Aspek pengembangan diri mana yang terhambat manakala masalah tersebut tidak terentaskan. 2. (4) Rendahnya pemahaman siswa tentang rencana hidup di masa depan. Masalah hendaknya diidentifikasi melalui proses refleksi dan evaluasi. c. maka guru pembimbing/konselor selanjutnya perlu merumuskan permasalah-an secara lebih jelas. dan berada dalam wilayah kewenangannya untuk menyelesaikan. 2) Masalah harus problematik (Masalah penting dan mendesak untuk dientaskan). Perumusan masalah Rumusan masalah (tahap ke-4 PTBK) merupakan deskripsi atas masalah penelitian yang telah diidentifikasi. yang dalam model Kemmis dan Taggart disebut reconnaissance. Di samping itu. penetapan tindakan perbaikan yang akan dicobakan itu juga memberikan arahan kepada Guru Pembimbing/Konselor untuk melakukan berbagai persiapan. sehingga dapat dilanjutkan dengan mengidentifikasi serta menetapkan sasaran-sasaran perbaikan baru. dapat diajukan pertanyaan-pertanyanyaan sebagai berikut: (1) apa yang terjadi bila masalah tersebut tidak dientaskan. terhadap data pengamatan awal. dan Guru Pembimbing/ Konselor memiliki kewenangan dalam bidang tersebut. atau sekedar untuk menjelaskan kegagalan implementasi suatu tindakan perbaikan. (5) Rendahnya motivasi siswa dalam belajar. Kegiatan reconnaissance dalam PTK diperlukan untuk menemukan titik-titik rawan. maka peneliti – Guru Pembimbing/Konselor melakukan analisis terhadap masalah-masalah tersebut untuk menentukan urgensi penyelesai-annya (tahap ke3 PTBK). d. (7) Rendahnya ketaatan siswa dalam menjalankan kewajiban agamanya. termasuk yang berbentuk latihan guna meningkatkan keterampilan untuk melakukan tindakan perbaikan yang di maksud. Setelah menetapkan fokus permasalahan serta menganalisisnya. spesifik dan operasional. (2) rendahnya tingkat kedisiplinan siswa dalam masuk sekolah. dan dukungan birokrasi.Masalah harus riil dan bersifat on the job problem oriented. media. Masalah yang akan ditindaklanjuti dengan PTBK harus mendapat dukungan literatur/sarana-prasarana/birokrasi. Latihan 1.kurang mendesak .tidak mendesak untuk diselesaikan. Fisibilitas masalah dapat ditelaah dari sumber daya peneliti (Guru Pembimbing/Konselor) ditilik dari waktu efektif yang dimiliki. Dengan kata lain. fasilitas. Buatlah contoh rumusan tentang fokus masalah PTBK! Lakukan kegiatan identifikasi masalah PTBK! Buatlah rumusan masalah PTBK! 1) 457 . 3.

458 .

BAB IV: PELAKSANAAN PTBK Kegiatan Belajar 3 A. Uraian Materi 1. melalui langkahlangkah persiapan sebagai berikut: B. serta dapat mencatat kejadian-kejaidan penting selama proses layanan BK berlangsung. Analisis Kelaikan Hipotesis Tindakan Berdasarkan gambaran awal mengenai sejumlah hipotesis tindakan. Pada tahap perencanaan. sehingga semua komponen yang direncanakan dapat dikelola dengan baik. serta keterlaksanaannya. dan menjadikannya sebagai dasar untuk merencanakan tindakan layanan BK selanjutnya. dengan demikian memiliki landasan konseptual yang mantap. Oleh karena itu kondisi dan situasi yang dipersyaratkan untuk penyelenggaraan sesuatu tindakan perbaikan dalam rangka PTBK harus ditetapkan sedemikian rupa sehingga masih ada dalam batas-batas kemampuan guru pembimbing/konselor serta dukungan fasilitas yang tersedia di sekolah. dalam arti mengindikasikan dugaan mengenai perubahan yakni perbaikan yang akan terjadi jika suatu tindakan yang dipilih dilakukan. Persiapan Tindakan Sebelum PTBK dilaksanakan. ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan. dapat menggambarkan tindakan yang dilaksanakan dalam layanan BK perbaikan. Di samping itu tetapkan cara penilaiannya sehingga dapat memfasilitasi pengumpulan data dan analisisnya secara cepat dan tepat selama program tindakan perbaikan diimplementasikan. Jika terdapat jarak yang jauh antara keduanya sehingga dalam praktik akan mengalami kesulitan dalam mewujudkannya. Pada tahap refleksi. bersama kolaborator dapat mengamati pengaruh pelaksanaan tindakan BK perbaikan terhadap masalah yang diteliti. b. Perencanaan Tindakan PTBK a. Formulasi Solusi Tindakan dalam Bentuk Hipotesis Tindakan Alternatif tindakan perbaikan juga dapat dilihat sebagai hipotesis tindakan. 3. dapat membuat perencanaan PTBK secara benar meliputi unsur-unsur yang tercakup di dalamnya. (3) Pilih alternatif tindakan serta prosedur implementasi yang dinilai paling menjanjikan hasil yang optimal namun masih tetap ada dalam jangkauan kemampuan Guru Pembimbing/Konselor untuk melakukannya dalam kondisi dan situasi sekolah yang aktual. hipotesis tindakan PTBK dinyatakan dalam bentuk keyakinan bahwa dengan suatu tindakan yang dipilih (Misalnya: Bimbingan Kelompok) dipercaya dapat mengatasi permasalahan yang diteliti. (2) Kaji ulang setiap alternatif tindakan perbaikan yang dipertimbangkan dan dievaluasi dari segi relevansinya dengan tujuan. c. 2. Hipotesis tindakan harus dapat diuji secara empirik. 459 . Soedarsono (1997) memberikan beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam merumuskan hipotesis tindakan. yaitu: (1) Rumuskan alternatif tindakan perbaikan berdasarkan hasil kajian. Hal ini menunjukkan bahwa baik proses implementasi tindakan yang dilakukan maupun dampak yang diakibatkannya dapat diamati Guru Pembimbing/Konselor yang merupakan aktor PTBK maupun kolaboratornya. kelaikan teknis. Berbeda dengan penelitian formal. Kompetensi dan Indikator Kompetensi yang dirancang untuk dimiliki peserta pendidikan dan pelatihan dalam mempelajari bahan ajar ini ialah memperoleh kejelasan tentang pratik penyelenggaraan PTBK. pada setiap hipotesis tindakan dilakukan pengkajian dari segi “jarak” yang terdapat antara situasi nyata dengan situasi ideal yang dijadikan rujukan. hipotesis tindakan menyatakan adanya hubungan dan/atau perbedaan dua variabel atau lebih. dapat menceriterakan pengaruh yang dihasilkan dari suatu tindakan layanan BK. Adapun indikator dimilikinya kompetensi ini adalah peserta pendidikan dan pelatihan: 1. Pada tahap pelaksanaan. tindakan yang dilakukan tidak akan membuahkan hasil optimal.

penyimpulan. Paparan data adalah proses penampilan data secara lebih sederhana dalam bentuk paparan naratif. Pendek kata dapat dijelaskan bahwa kegiatan refleksi merupakan pengkajian terhadap (1) 460 . yang berisikan langkah-langkah yang akan dilakukan Guru Pembimbing/Konselor dalam mengimplementasi-kan tindakan perbaikan yang direncanakan. efek-efek dari tindakan. representasi tabular termasuk format matriks. apa yang telah dihasilkan. lingkungan dan hambatan yang muncul. Diskusi Balikan Diskusi balikan dari kolaborator tentang hasil pengamatan yang dilakukan adalah penting. Membuat skenario pelayanan BK. Pertama. dan (iii) diam/kacau (silence/confusion). maupun layanan-layanan BK lainnya. untuk tiap-tiap kategori amatan yang terdiri atas (i) ujaran guru (teacher talk) (ii) ujaran siswa (pupil talk). Ada tiga tahapan dalam analisis data. representasi grafis. Observasi dan Interpretasi Observasi berfungsi untuk melihat dan mendokumentasikan pengaruh-pengaruh yang diakibatkan oleh tindakan-tindakan yang dipilih dan diterapkan untuk mengatasi masalah yang dihadapi Guru Pembimbing/Konselor dalam kegiatan layanan BK. Hasil pengamatan ini merupakan dasar dilakukannya refleksi sehingga hasil observasi yang dilakukan harus dapat menceriterakan keadaan yang sesungguhnya. (2) Mempersiapkan fasilitas dan sarana pendukung yang diperlukan dalam praktik layanan BK untuk perbaikan. Dalam observasi hal-hal yang harus dicatat peliti dan/atau masuk dalam pedoman observasi adalah proses dari tindakan. Sebab tanpa adanya diskusi balikan hasil pengamatan tidak ada artinya. dsb. Namun demikian pengamatan yang dilakukan kolaborator tidak hanya terfokus pada kekurangan dan/atau kesalahan Guru Pembimbing/Konselor yang sedang melaksanakan upaya perbaikan. dan Ketiga. Kadar interpretasi dalam observasi dapat direntang mulai dari yang bersifat sepenuhnya mekanistik tanpa interpretasi. (5) Menetapkan kriteria tingkat keberhasilan tindakan layanan BK. Hasil refleksi dipergunakan untuk memperbaiki cara kegiatan yang telah dilaksanakan untuk diterapkan pada kegiatan (siklus) selanjutnya. c.a. b. Refleksi. tetapi mengandung pengertian yang luas. Kedua. dapat berupa penerapan model konseling tertentu yang bertujuan untuk memperbaiki atau menyempurnakan model yang dijalankan untuk mengatasi masalah. Reduksi data adalah proses penyederhanaan yang dilakukan melalui seleksi. 3. Hasil observasi selanjutnya dimaknai lewat kegiatan interpretasi. (3) Mempersiapkan cara merekam dan menganalisis data mengenai proses dan hasil tindakan perbaikan. paparan data. akan tetapi kolaborator dapat melakukan berbagai fungsi sesuai dengan kebutuhan kontekstual seperti mencatat suatu insiden penting yang mungkin lepas dari dari perhatian guru yang sedang berupaya melakukan perbaikan. merupakan aktivitas mengkaji apa yang telah dan/atau tidak terjadi. misalnya hasil observasi yang berbentuk tanda cacah (tallies). (4) Melakukan simulasi pelaksanaan tindakan layanan BK perbaikan untuk menguji keterlaksanaannya rancangan. pemfokusan dan pengabstaksian data mentah menjadi informasi yang bermakna. Analisis dan Refleksi Analisis data dalam rangka refleksi setelah implementasi suatu tindakan terpilih untuk perbaikan mencakup proses dan dampak tindakan perbaikan dalam sesuatu siklus PTBK secara keseluruhan. reduksi data. atau yang belum berhasil dientaskan oleh tindakan dalam layanan BK yang telah dilakukan. Sedangkan penyimpulan adalah proses pengambilan intisari dan sajian data yang telah terorganisasi tersebut dalam bentuk pernyataan kalimat dan/atau formula yang singkat dan padat. Pelaksanaan PTBK Pelaksanaan Tindakan Tindakan merupakan penerapan dari perencanaan tindakan yang telah dibuat. sehingga observasi yang demikian dinamakan observasi yang berinferensi rendah (low-inference observation). 2.

Buatlah skenario kegiatan layanan BK berdasarkan hipotesis tindakan yang anda rumuskan! 3. perencanaan tindakan. Jika pada suatu siklus permasalahan telah berhasil dientaskan maka tidak perlu dilanjutkan pada siklus berikutnya. dengan prosedur yang sama seperti pada siklus sebelumnya. observasi dan interpretasi. Buatlah satu rumusan hipotesis tindakan dalam PTBK! 2. Latihan 1. Dapat ditegaskan bahwa dalam PTK. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa banyak sedikitnya siklus dalam PTBK sangat tergatung pada terselesaikannya masalah yang diteliti danmunculnya faktor-faktor lain yang berkaitan dengan masalah yang muncul. Tetapi jika pada suatu siklus masalah belum terselesaikan. Jika hasilnya belum berhasil mengentaskan masalah.keberhasilan atau kegagalan dalam pencapaian tujuan sementara. Satu hal yang penting untuk diperhatikan dalam kaitannya dengan tindakan perbaikan adalah perlunya memikirkan ulang tentang kekuatan dan kelemahan dari tindakan yang akan dilaksanakan sebagai pengganti dari tindakan sebelumnya. Perencanaan dan Tindak Lanjut Hasil analisis dan refleksi akan menentukan apakah tindakan layanan yang telah dilaksanakan dapat mengatasi masalah yang memicu penyelenggaraan PTBK atau belum. yaitu (perumusan masalah. C. maka diteruskan pada siklus selanjutnya. Buatlah pedoman observasi terhadap kegiatan layanan BK untuk Guru Pembimbing/Konselor Peneliti dan Siswa yang mendapat layanan BK! 461 . atau dengan menyususun tindakan perbaikan yang betul-betul baru untuk mengatasi masalah yang belum terentaskan tersebut pada siklus selanjutnya. 4. untuk diperbaiki guna mencapai tujuan selanjutnya. dan analisis-refleksi). pelaksanaan tindakan. termasuk PTBK sebenarnya siklus tidak dapat ditentukan terlebih dahulu jumlahnya. maka dilakukan tindakan perbaikan lanjutan dengan memperbaiki tindakan perbaikan sebelumnya.

MANFAAT HASIL PENELITIAN Uraikan manfaat hasil penelitian terutama untuk perbaikan kualitas layanan BK. biaya dan daya dukung lainnya yang dapat memperlancar penelitian tersebut. Rumuskan indikator serta cara mengevaluasinya sehingga dapat diukur tingkat pencapaian keberhasilan. Prosedur yang digunakan dalam mengidentifikasi masalah perlu dikemukakan secara jelas dan sistematis. Uraian Materi 1. Masalah yang akan diteliti merupakan masalah penting dan mendesak untuk dipecahkan. Kemampuan dalam membuat proposal PTBK ditandai adanya kemampuan peserta pendidikan dan pelatihan dalam merumuskan setiap aspek dari proposal penelitian BK. dan diagnosis dilakukan oleh guru pembimbing dan/atau bersama kolaboratornya.BAB IV: PENYUSUNAN PROPOSAL PTBK Kegiatan Belajar 4 A. PERUMUSAN MASALAH DAN PEMECAHAN MASALAH a. 462 . Setelah diidentifikasi masalah penelitiannya. belajar. Masalah perlu dijelaskan secara operasional dan ditetapkan lingkup penelitiannya. Kemukakan secara jelas bahwa masalah yang diteliti merupakan sebuah masalah yang nyata terjadi di sekolah. Rumusan masalah sebaiknya menggunakan kalimat tanya. b. sosial. 4. B. TUJUAN PENELITIAN Kemukakan secara singkat dan jelas tujuan penelitian yang ingin dicapai dengan mendasarkan pada permasalahan yang dikemukakan. Komptensi dan Indikator Peserta pendidikan dan pelatihan setelah mempelajari bahan ajar ini dapat membuat usulan PTBK. Berikan argumentasi yang logis mengenai dipilihnya tindakan yang akan dilakukan untuk memecahkan masalah. cara pemecahan masalah dirumuskan dalam bentuk tindakan (action) yang jelas dan terarah. spesifik. dan tempat penelitian. PENDAHULUAN Penelitian dilakukan untuk memecahkan permasalahan BK. karir. Kemukanan hipotesis tindakan bila diperlukan. Cara pemecahan masalah ditentukan berdasarkan ketepatannya dalam mengatasi akar penyebab permasalahan. Perumusan Masalah Rumuskan masalah penelitian dalam bentuk suatu rumusan penelitian tindakan. Pemecahan Masalah Identifikasi alternatif tindakan yang dapat dilakukan untuk memecahkan masalah. serta dapat dilaksanakan dilihat dari segi ketersediaan waktu. Penting juga digambarkan situasi kolaboratif antara anggota peneliti dalam mencari masalah dan akar penyebab munculnya masalah tersebut. hasil yang diharapkan. 3. maka selanjutnya perlu dianalisis dan dideskripsikan secara cermat akar penyebab dari masalah tersebut. JUDUL PENELITIAN Judul hendaknya singkat (maksimal 20 kata). 2. BIDANG KAJIAN Tuliskan bidang kajian PTBK yang diteliti. 6. sehingga tampak manfaatnya bagi siswa. komponen pendidikan terkait di sekolah. 5. sesuai dengan bidang garap BK: masalah pribadi. tindakan untuk mengatasi masalah. Kemukakan hal-hal baru sebagai hasil kreativitas layanan BK yang akan dihasilkan dari penelitian ini. dan cukup jelas menggambarkan masalah yang akan diteliti. keluarga ataupun keberagamaan. guru.

LAMPIRAN-LAMPIRAN a. Untuk memantapkan hasil tindakan. Surat keterangan C. bahan dan alat. pertengahan. yang bersifat siklis. pelaku. 10. Diskusikan proposal anda dengan sesama peserta pelatihan! 3. dengan memberikan perhatian rinci pada setiap aspek dalam proposal. Uraikan secara jelas prosedur/langkah-langkah PTBK yang akan dilakukan. KAJIAN PUSTAKA Uraikan dengan jelas kajian teoretis dan empiris yang menumbuhkan gagasan usulan PTBK yang sejalan dengan rumusan dan hipotesis tindakan (bila ada). pelaksanaan tindakan. Instrumen penelitian b. Fungsi observasi proses dilakukan secara terus menerus dalam PTBK sesuai dengan siklus yang ditentukan. instrtumen observasi. Uraian ini digunakan sebagai dasar penyusunan kerangka berfikir yang akan digunakan dalam penelitian. seminar danpenyusunan hasil penelitian dalam bentuk Gantt chart. waktu dan lamanya tindakan. Tunjukkan siklus-siklus kegiatan penelitian dengan menguraikan indikator keberhasilan yang dicapai dalam setiap siklus sebelum pindah ke siklus selanjutnya. dan sumber informasi. Curriculum Vitae c. Dalam rencana pelaksanaan tindakan pada setiap tahapan hendaknya digambarkan peranan dan intensitas kegiatan masingmasing anggota peneliti. Dalam tahapan refleksi uraikan prosedur. 2. tiap-tiap siklus sebaiknya dilaksanakan dalam beberapa kali pertemuan. BIAYA PENELITIAN Sesuaikan dengan aturan yang ditetapkan 11. refleksi. Dalam tahap evaluasi uraikan cara esesmen dan penyekorannya. sehingga tampak jelas tingkat dan kualitas kolaborasi dalam penelitian tersebut. DAFTAR PUSTAKA Ditulis secara konsisten menurut model yang dipilih. Prosedur hendaknya dirinci dari perencanaan. serta tempat penelitian secara jelas. persiapan. media. evaluasi dan refleksi). alat. dan akhir pembelajaran. Latihan 1. evaluasi. JADWAL PENELITIAN Buatlah jadwal kegiatan penelitian yang meliputi perencnaan. PESONALIA PENELITIAN Pelaksana dan Pengamat 12. Dalam pelaksanaan tindakan uraian bagaimana tahapan-tahapan tindakan yang akan dilakukan oleh guru maupun siswa pada awal. 13.7. observasi. Kemukakan juga teori dan hasil penelitian lain yang mendukung pilihan tindakan untuk mengatasi permasalahan penelitian tersebut. pelaksanaan monitoring. Tanyakan hal-hal yang kurang jelas kepada pelatih anda! 463 . RENCANA DAN PROSEDUR PENELITIAN Kemukakan subjek penelitian. Dalam tahap observasi uraikan objek amatannya dan prosedurnya. Cobalah menyusun proposal untuk PTK BK. 9. Dalam perencanaan uraikan secara rinci hal-hal yang diperlukan sebelum pelaksanaan tindakan (seperti misalnya: penyiapan perangkat pembelajaran berupa skenario pembelajaran. 8.

karakterisitik siswa di sekolah sebagai subjek penelitian. evaluasi. Halaman Pengesahan Halaman pengesahan laporan akhir PTKBK Abstrak Menguraikan dengan ringkas unsur-unsur permasalahan. Daftar Gambar Berisikan nomor dan judul semua gambar atau foto yang ada dalam laporan serta halamannya. serta bagian akhir. Diketik satu spasi dengan font 10 dalam bahasa inggris. prosedur dan hasil penelitian. Tindakan yang dilakukan bersifat rasional dan feasible serta collaborative. hasil layanan. Dibagian ini dapat pula disampaikan ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang berjasa dalam pelaksanaan penelitian. Setelah memperoleh pengetahuan tentang Hasil PTBK. mulai dari perencanaan. lingkungan. Uraian Materi Halaman Kulit Muka laporan akhir hasil penelitian Halaman kulit muka laporan akhir hasil PTBK dapat disesuaikan dengan warna lembaga. guru pembimbing sendiri. Kompetensi dan Indikator B. waktu. pelaksanaan. peserta pendidikan dan pelatihan diharapkan dapat mendokumentasikan hasil penelitian dimaksud dalam bentuk laporan penelitian. 464 . C. pelaksanaan pengamatan dan refleksi yang berisi penjelasan tentang aspek keberhasilan dan kelemahan yang terjadi dari suatu tindakan. data awal tentang permasalahan pentingnya masalah dipecahkan. Kejelasan tiap siklus: rancangan. motivasi dan aktivitas siswa dalam berkegiatan.BAB V: LAPORAN PTBK Kegiatan Belajar 5 A. Bab IV Hasil Penelitian dan Pembahasan Menyajikan uraian masing-masing siklus dengan data lengkap. Bab II Kajian Pustaka Menguraikan teori terkait dan temuan penelitian yang relevan yang memberi arah ke pelaksanaan PTBK dan usaha peneliti membangun argumen teoritik bahwa dengan tindakan tertentu dimungkinkan dapat meningkatkan mutu proses dan hasil tindakan pelayanan BK. serta definisi operasional. Bab I Pendahuluan Memuat unsur latar belakang masalah. Kata Pengantar Berisi fakta-fakta yang ingin disampaikan oleh peneliti sehubungan dengan pelaksanaan penelitian dan hasil yang dicapai. untuk menggambarkan situasi kelas laboratorium atau mimik seorang peserta didik yang dapat memperkuat uraian dalam komponen penemuan. Daftar Tabel Berisikan daftar nomor dan judul semua tabel yang ada dalam laporan serta halamannya. identifikasi masalah. Bab III Pelaksanaan Penelitian Mengandung unsur: deskripsi lokasi. situasi kegiatan. Dafar Isi Berupa halaman yang memuat bagian awal laporan bab dan sub bab. dan manfaat penelitian. Gunakan grafik dan/atau tabel secara optimal. dan refleksi. Proses gambar atau foto yang dimaksud adalah gambar/foto yang diambil selama proses penelitian berlangsung dan berguna antara lain. mata pelajaran. observasi. Perlu ditambahkan hal yang mendasar yaitu hasil perubahan pada diri siswa. tujuan. analisis dan rumusan masalah. hipostesis tindakan (bila diperlukan). Hasil penelitian yang telah didokumentasikan akan bermanfaat sebagaimana dirumuskan pada uraian kompetensi sebelumnya. kemukakan hasil analisis data yang menunjukkan perubahan yang terjadi disertai pembahasan. dan/atau sponsor. tujuan. bukan untuk membuktikan teori.

Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Jasmani dan Bimbingan Konseling. Melaksanakan PTK Itu Mudah (Classroom Action Research). Subyantoro. Jakarta: Univesitas Terbuka. (2009). dan bukti lain pelaksanaan penelitian. Sukiman. 465 . Daftar Kepustakaan Departemen Pendidikan Nasional. data penelitian. IGAK Wardani. Yogyakarta: Paramitra Publishing. riwayat hidup semua peneliti. Pedoman Praktis Bagi Guru Profesional. (2009).Bab V Kesimpulan dan Saran Menyajikan simpulan hasil penelitian (potret kemajuan) sesuai dengan tujuan penelitian. perangkat pembelajaran. Masnur Muslich. Penelitian Tindakan Kelas. Suara Bangsa. Lampiran-lampiran Memuat instrumen penelitian. Daftar Pustaka Memuat semua sumber pustaka yang digunakan dalam penelitian secara alphabetis. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro Semarang. Jakarta: Ditjen PMPTK Depdiknas. Jakarta: Bumi Aksara. Jakarta: YSB@2009. Jakarta: Dirjendikti Direktorat PPTK dan KPT. Berikan saran tindak lanjut berdasarkan pembahasan hasil penelitian. Penelitian Tindakan Kelas untuk Guru Pembimbing (Bimbingan dan Konseling). (2007). Pedoman Penyusunan Usulan dan Laporan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Buku Panduan Penelitian Tindakan Kelas (P2PTK). (2009). Edisi Revisi. dkk. personalia peneliti. (2008). Pedoman Pelaksanaan Pelayanan Konseling Pada satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Penelitian Tindakan Kelas. (2005). (2011).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->