PENGANTAR Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan dan pemerintah mengusahakan serta menyelenggarakan satu sistem pendidikan

nasional yang meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan undang-undang (UUD Tahun 1945 Pasal 31 Ayat 1 dan 3). Lebih jauh dijelaskan bahwa pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara (UU No. 20 Tahun 2003 Pasal 1 Ayat 1). Dalam pernyataan lain, dikemukakan bahwa fungsi pendidikan nasional adalah mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Dua aspek penting tentang konsep dasar dan fungsi pendidikan yang dikemukakan dalam UU No. 20 Tahun 2003 memberikan peluang dan ruang yang sangat terbuka bagi peran bimbingan dan konseling dalam keseluruhan sistem pendidikan nasional. Peran bimbingan itu secara khusus tersurat dalam pernyataan: “Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang”. Ini berarti bahwa keberadaan bimbingan dan konseling di lingkungan pendidikan, baik formal non formal, maupun informal merupakan konsekuensi logis yang dikuatkan dengan landasan hukum sebagaimana aspek pendidikan seperti kurikulum pendidikan dan manajemen pendidikan. Dengan kata lain, kedudukan atau posisi bimbingan dan konseling merupakan bagian integral dari keseluruhan program pendidikan. Selain aspek hukum, keberadaan layanan bimbingan dan konseling dalam sistem pendidikan secara umum dilatarbelakangi oleh beberapa landasan. Mengutip pernyataan Uman Suherman (2006) bahwa untuk meningkatkatkan efektivitas penyelenggaraan layanan bimbingan dan konseling profesional, maka pekerjaan profesi itu harus ditata berlandaskan tuntutan riil masyarakat pengguna juga mengacu pada rujukan teori-teori yang berkenaan dengan landasan filosofis, sosiologis, psikologis, sosiologis, psikologis, sosio-kultur dan sistem nilai baik yang bersifat umum maupun keagamaan.

93

BAB I KONSEP DASAR MANAJEMEN DAN ORGANISASI BK A. Konsep Dasar Manajemen 1. Pengertian Managemen Secara sematik manjemen mempunyai beberapa arti, tergantung dari konteks dan maksudnya. Kata manajemen yang dipakai dalam kehidupan berorganisasi merupakan terjemahan dari bahasa Inggris to manage yang berarti mengurus, mengatur, mengemudikan, mengarahkan, mengendalikan, menangani, mengelola, menyelenggarakan, menjalankan, melaksanakan dan memimpin. Sedangkan dalam bahasa Latin manajemen berasal dari kata mano yang berarti tangan, kemudian menjadi manus yang berarti bekerja berkali-kali menggunakan tangan, kemudian ditambah imbuhan angere yang berarti melakukan sesuatu sehingga menjadi managiare yang berarti melakukan sesuatu berkali-kali dengan menggunakan beberapa tangan. Dengan kata lain untuk mengerjakan sesuatu memerlukan tangan-tangan dan kegiatan orang lain. Sehingga manajemen diartikan sebagai proses mengadakan, mengatur, dan memanfaatkan berbagai sumber daya yang dianggap penting guna mencapai suatu tujuan. Lebih jauh manajemen merupakan keseluruhan proses aktivitas yang dilakukan oleh sekelompok manusia dalam suatu sistem organisasi dengan menggunakan segala sumber daya untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien. 2. Tujuan dan Fungsi Manajemen Pada dasarnya penerapan manajemen adalah untuk mempermudah pencapaian suatu tujuan. Dalam upaya mencapai tujuan itu langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mengenal tujuan terlebih dahulu. Kejelasan pengenalan terhadap tujuan akan memberikan: (1) kepastian arah; (2) memfokuskan usaha; (3) menjadi pedoman rencana dan keputusan; dan (4) mempermudah pelaksanaan evaluasi terhadap kemajuan yang telah dicapai, termasuk mengidentifikasi faktor penghambat dan penunjangnya. John F. Mee (Uman Suherman, 2011) memberikan sifat-sifat yang seharusnya terkandung dalam tujuan sehingga dapat mempermudah pemahaman tentang arti atau makna yang terkandung dalam tujuan, diantaranya tujuan harus: a. Ditentukan sebelum aktivitas organisasi dilakukan. b. Dapat dimengerti oleh semua personel yang terlibat dalam pelaksanaan aktivitas organisasinya. c. Dinyatakan baik secara tertulis ataupun lisan. d. Menjadi pegangan bagi para personel organisasi dalam proses pencapaiannya. Sedangkan fungsi manajemen adalah memberikan alur aktivitas, penetapan posisi dan peran serta tanggung jawab setiap personel dalam menjalankan aktivitas organisasinya secara efektif dan efisien. Secara rinci fungsi manajemen adalah sebagai berikut: a. Menciptakan suatu koordinasi dan komunikasi tugas setiap personel dan antar personel organisasi. b. Mendorong setiap personel melaksanakan tugas-tugasnya secara efektif dan efisien. c. Memudahkan pelaksanaan analisis tugas dan tanggung jawab setiap personel organisasi secara efektif. 3. Aspek dan Fungsi Manajemen Menurut Babbage, Taylor, Fayol, Henry Gantt dan Gillberth, fungsi manajemen mencakup kegiatan perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pengarahan (actuating), koordinasi (coordinating) dan pengawasan (controlling).

94

a. Perencanaan: Fungsi manajemen yang dikemukakan oleh G. R. Terry dalam bukunya yang berjudul Principle Of Management, pertama adalah fungsi perencanaan (Planning) yang merupakan fungsi dasar (fundamental) manajemen, karena pengorganisasian, penggerakkan dan pengawasan harus direncanakan terlebih dahulu. Perencanaan adalah pondasi untuk keberhasilan pelaksanaan tiap fungsi manajemen lainnya. Menurut Winardi (Uman Suherman, 2011) pengertian perencanaan adalah perencanan yang meliputi tindakan memilih dan menghubungkan fakta-fakta dan membuat serta menggunakan asumsi-asumsi mengenai masa yang akan datang dalam hal memvisualisasi serta merumuskan aktivitas-aktivitas yang diusulkan yang dianggap perlu untuk mencapai hal-hal yang diinginkan. Karena itu proses perencanaan hendaknya menyuguhkan informasi yang lengkap dan menyeluruh bagi semua personel yang terlibat, terutama tentang: 1) Tujuan-tujuan dan cara-cara atau strategi mencapai tujuan. 2) Pedoman bagi semua personel yang terlibat dalam men-jalankan tugas-tugas suatu organisasi. 3) Alat pengawasan terhadap pelaksanaan program. 4) Penggunaan segala sumber daya yang dimiliki organisasi secara efisien. 5) Batas-batas kewewenangan dan tanggung jawab setiap personel pelaksanaan organisasi, sehingga dapat meningkatkan kinerja dan kerja sama antar personel. 6) Kriteria atau tolok ukur prestasi organisasi, baik berkenaan dengan program, pelaksanaan maupun out put atau hasil yang harus diperoleh. Melihat aspek-aspek yang hendaknya terkandung dalam perencanaan, maka proses perencanaan itu memerlukan analisis rasional yang akan mempertimbangkan setiap aspek dan langkah aktivitas organisasi yang akan dilakukan secara matang dan pasti. b. Pengorganisasian: Fungsi manajemen yang kedua adalah fungsi pengorganisasian (Organizing) yang merupakan fungsi organik ke dua dari manajemen. Kadarman (Uman Suherman, 2011), pengorganisasian adalah penetapan struktur peran-peran melalui penentuan berbagai aktivitas yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan-tujuan perusahaan dan bagian-bagiannya. Pengelompokkan aktivitas-aktivitas penegasan, pendelegasian wewenang untuk melaksanakan, serta pengorganisasian hubungan-hubungan wewenang dan informasi baik secara horizontal maupun vertikal oleh struktur organisasi. Pengorganisasian adalah tindakan mengusahakan hubungan-hubungan kelakuan yang efektif antara orang-orang sehingga mereka dapat bekerja sama secara efisien dan dengan demikian memperoleh kepuasan pribadi dalam hal melaksanakan tugas-tugas tertentu dalam kondisi lingkungan tertentu guna mencapai tujuan dan sasaran tertentu. Tiga alasan penting dilakukannya pengorganisasian, yaitu untuk: 1) Meningkatkan efisiensi dan kulitas dari pekerjaan organisasi. 2) Menetapkan akuntabilitas sebab partisipan dalam tiap usaha adalah lebih efktif ketika mereka memahami respon-sibilitas khusus mereka. 3) Memfasilitasi komunikasi, sebab komunikasi formal secara langsung mengikuti struktur otoritas organisasi. Dengan melaksanakan pengorganisasian, seorang manajer dapat memperoleh manfaat, yaitu: 1) Pencapain tujuan lebih jelas. 2) Mudah dalam memilih, menempatkan, dan melatih seseorang sesuai dengan kemampuannya. 3) Setiap anggota mengetahui pekerjaan yang harus dikerjakan. 4) Penggunaan fasilitas lebih efektif dan efisien.

95

c. Pengarahan: Fungsi yang ketiga adalah fungsi pergerakkan (Actuating) fungsi ini merupakan fungsi fundamental manajemen sebagai tindak lanjut dari fungsi perencanaan dan pengorganisasian. Fungsi penggerakkan adalah suatu fungsi pembimbing dan pemberian pimpinan serta penggerakkan orang-orang, agar orang-orang atau kelompok orang-orang itu suka dan mau bekerja. Pengarahan dilakukan untuk menjaga agar aktivitas manajemen tetap berada pada jalur mekanisme kerja yang sesuai dengan ketentuan-ketentuan organisasi. Dengan kata lain, melalui pengarahan yang efektif memungkinkan aktivitas lebih terarah pada pencapaian tujuan organisasi yang telah ditentukan. Lebih jauh Arthur Jones (Uman Suherman, 2011), mengemukakan pengarahan mancakup dua bentuk kegiatan, yaitu: 1) Sebagai kontrol kualitas yang direncanakan untuk memelihara, menyelenggarakan, dan menentang perubahan. 2) Mengadakan perubahan, penataran, serta mengadakan perubahan pola pikir dab perilaku personel organisasi. d. Pengawasan: Fungsi manajemen yang terakhir adalah fungsi pengawasan (Controlling). Fungsi terakhir dari manajemen ini harus dilaksanakan oleh manajer dan fungsi yang melengkapi lingkaran siklus manajemen secara utuh. T. Hani Handoko (1995) mengemukakan bahwa pengawasan manajemen adalah suatu usaha sistematik untuk menetapkan standar pelaksanaan dengan tujuan-tujuan perencanaan, merancang sistem informasi umpan balik, membandingkan kenyataan dengan standar yang telah ditetapkan sebelumnya, menentukan dan mengukur penyimpangan-penyimpangan serta mengambil tindakan koreksi yang diperlukan untuk menjamin bahwa semua sumber daya perusahaan dipergunakan dengan cara paling efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan. Fungsi-fungsi tersebut dapat dikembangkan menjadi beberapa fungsi yang lain seperti halnya dilakukan oleh Voontz-O'Donell yang memecah fungsi pengarahan (actuating) menjadi directing dan staffing. Fungsi tersebut disederhanakan dengan cara mengelompokkan fungsi tersebut ke dalam dua fungsi manajemen yakni manajemen mekanik dan manajemen dinamik. Manajemen mekanik adalah pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen yang tidak melihat personal sebagai masalah pengkajian. Perencanaan dan pengorganisasian adalah tugas kelompok bukan tugas individu tertentu dalam organisasi. Manajemen dinamik adalah pelaksanaan fungsi manajemen yang melihat personal sebagai bagian yang penting. Fungsi-fungsi yang dilakukan oleh individu tertentu dalam organisasi, seperti pengarahan, koordinasi dan pengawasan hanya dapat dilakukan oleh individu tertentu dan tidak sembarang orang.
B. Implementasi Fungsi Manajemen dalam BK Fungsi-fungsi manajemen yang diimplementasikan dalam kegiatan bimbingan dan konseling terlihat dan dapat diwujudkan dalam perencanaan program bimbingan dan konseling, penggorganisasian aktivitas dan semua unsur pendukung bimbingan dan konseling, penetapan staf bimbingan dan konseling, lalu menggerakkan atau meningkatkan SDM untuk melaksanakan tugas masing-masing dengan cara memberikan motivasi, dan yang terakhir mengevaluasi kegiatan serta hasil yang dicapai memalui aktivitas layanan yang telah dilaksanakan. Melalui implementasi fungsi-fungsi manajemen itulah bagaimana layanan bimbingan dan konseling dilakukan agar mencapai tujuan yang diinginkan secara efektif dengan menggunakan sumber daya secara efisien? Jawabannya adalah layanan bimbingan dan konseling perlu diurus, diatur, dikemudikan, dikendalikan, ditangani, dikelola, diseleng-garakan, dijalankan, dilaksanakan dan dipimpin oleh orang yang memiliki keahlian, keterampilan, serta wawasan dan pemahaman tentang arah, tujuan, fungsi, kegiatan, strategi, dan indikator keberhasilannya. Dengan kata

96

lain, layanan birnbingan dan konseling perlu dilakukan sebagai aktivitas layanan bermutu, yaitu yang mampu mengintegrasikan, mendistribusikan, mengelola, dan mendayagunakan program, personel, fasilitas, pembiayaan, dan sumber daya lainnya secara optimal agar dapat mengembangkan seluruh potensi individu sesuai dengan harapan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara, serta Tuhannya sebagai akhir penghambaannya. Karena itu dalam keseluruhan aktivitas layanan birnbingan dan konseling seorang manajer (konselor) perlu memperhatikan dan mendayagunakan sumber-sumber seperti: (1) manusia; (2) material; (3) alat dan fasilitas; (4) waktu; (5) keuangan ; dan (6) pemasaran. Sumber daya utama dalam proses layanan bimbingan dan konseling adalah manusia atau orang-orang, baik orang sebagai pengelola, pelaksana maupun sebagai sasaran layanan bantuan. Sebagai pengelola dan pelaksana, orang-orang yang terlibat dalam birnbingan dan konseling adalah yang memiliki keahlian dan kewenangan secara profesional. Artinya mereka adalah orang-orang pilihan dan bekerja sesuai dengan bidang keahliannya. Penempatan orang-orang yang befpatokan pada konsep ini memungkinkan munculnya organisasi layanan birnbingan efektif dan efisien. Artinya mudah dalam mencapai tujuan yang diharapkan dan hemat dalam waktu serta tenaga yang dikeluarkan. Materi layanan birnbingan dan konseling hendak-nya membumi, artinya mated yang disajikan sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan disediakan bagi pengembangan potensi perserta didik. Alat dan Fasilitas digunakan untu mempermudah pencapaian tujuan. Karena itu bagaimana seorang konselor merancang penggunaan atau pemanfaatan alat dan fasilitas secara efektif dan efisien dalam keseluruhan layanan birnbingan dan konseling. Waktu, kadang-kadang dijadikan kambing hitam yang menghambat pelaksanaan layanan. Karena itu kapan suatu kegiatan dilakukan secara tepat dan materi apa yang perlu diberikan pada waktu tertentu. Dengan demikian, dengan penggunaan waktu secara tepat tidak akan ada unsur yang merasa terganggu dan dirugikan, tetapi dengan penggunaan waktu tepat mempermudah tujuan untuk dicapai. Dalam keseluruhan kegiatan bimbingan dan konseling, keuangan menjadi salah satu faktor pendorong terlaksananya kegiatan. Tetapi perlu disadari bahwa belum tentu banyaknya modal yang dimiliki sudah memastikan pencapaian tujuan secara efektif. Dengan demikian tanpa uang disadari kegiatan akan terhambat tetapi dengan modal pemikiran kreativitas konselor dan seluruh personel bimbingan dan konseling, permasalahan keuangan bisa diatasi. Pemasaran (sosialisasi) program bimbingan dan konseling berbeda dengan organisasi perusahaan. Tetapi prinsip utama pemasaran adalah promosi demi menjaga keberadaan suatu organisasi. Begitu juga dalam memasarkan bimbingan dan konseling perlu perhatian dan pemikiran strategis agar keberadaan dan kedekatan antara bimbingan dan konseling dengan penggunanya senantiasa terjaga. Program bimbingan dan konseling adalah dimana program tersebut tertuju pada apa yang ingin dicapai dari tujuan birnbingan sehingga program tersebut berjalan efisien dan efektif. Untuk membuat program yang efektif dan efisien diperlukan perencanaan yang matang dalam membuat program bimbingan dan konseling, sehingga tujuan yang ingin dicapai sesuai dengan harapan dari pendidikan dan individu. Dewa Ketut Sukardi (1995) mengungkapkan bahwa kegiatan penyusunan program bimbingan dan konseling di sekolah merupakan seperangkat kegiatan yang dilakukan melalui berbagai bentuk survey untuk menginventarisasi tujuan, kebutuhan, kemampuan sekolah serta persiapan sekolah untuk melaksanakan program bimbingan dan konseling. Karena program bimbingan dan konseling yang efektif dan efisien adalah program bimbingan dan konseling yang terencana secara kontinu dan sesuai dengan tujuan serta visi dan misi bimbingan dan konseling sehingga diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan mutu dari layanan bimbingan dan

97

konseling. A. J. Nurihsan (2011) menjelaskan bahwa untuk tercapainya program perencanaan bimbingan yang efektif dan efisien/ maka ada beberapa hal yang perlu dilakukan diantaranya: 1. Analisis kebutuhan dan permasalahan peserta didik. 2. Penentuan tujuan program layanan bimbingan dan konseling yang ingin dicapai. 3. Analisis situasi dan kondisi di sekolah. 4. Penentuan jenis-jenis kegiatan yang akan dilakukan 5. Penetapan metode dan teknik yang akan dilakukan dalam kegiatan 6. Penetapan personel-personel yang akan melaksanakan kegiatan yang telah dilaksanakan. 7. Persiapan fasilitas dan biaya pelaksanaan kegiatan bimbingan yang direncanakan 8. Perkiraan tentang hambatan-hambatan yang akan ditemui dan usaha-usaha apa yang dilakukan dalam menangani hambatan-hambatan. Perencanaan ini dilakukan untuk sebagai langkah awal untuk meningkatkan kulaitas manajemen bimbingan dan konseling agar mempunyai mutu yang lebih baik sehingga akan menyokong tujuan dari layanan bimbingan dan konseling. Sehingga dalam melaksanakan program bimbingan diperlukan keterlibatan seluruh aspek dan komponen yang mendukung bimbingan. C. Prinsip-prinsip Perencanaan BK Flesher (Uman Suherman, 2011) menjelaskan bahwa untuk memulai sebuah perencanaan diperlukan landasan atau dasar untuk merumuskan program pendidikan diantaranya: 1. Merumuskan objek pendidikan yang layak untuk masyarakat. 2. Menentukan tujuan apa yang diinginkan atau dikehendaki dari pendidikan. 3. Pembentukan area kehadiran. 4. Mengembangkan program pendidikan untuk masyarakat dan untuk pusat kehadiran. 5. Membangun ruang dasar kebutuhan untuk tiap kehadiran. 6. Pemilihan tempat untuk tiap kehadiran dalam tahap ini perencanaan semestinya menggunakan pelayanan. 7. Persiapan dan membuat kesepakatan pendahuluan atau gambaran dasar untuk individu. 8. Persiapan dan membuat persetujuan gambaran pekerjaan untuk tiap individu. Bimbingan sebagai bagian integral dalam proses pendidikan, dalam melakukan perencanaan, diperlukan menentukan arah dan tujuan dari diadakannya bimbingan. Perencanaan yang baik adalah dimana seluruh komponen dari perencanaan mampu dijalankan dengan baik. Terutama dalam layanan bimbingan dan konseling, sebagai proses pemberian bantuan sehingga diharapkan dalam membuat suatu perencanaan dilakukan berbagai pertimbangan yang matang untuk kesuksesan dalam menjalankan program bimbingan dan konseling. Luther Gullich (Fattah, 2006) menyebutkan syaratsyarat perencanaan sebagai berikut: 1. Tujuan harus dirumuskan secara jelas. 2. Perencanaan harus sederhana dan realistis. 3. Memuat analisis-analisis dan penjelasan-penjelasan terhadap usaha-usaha yang direncanakan. 4. Bersifat fleksibel. 5. Ada keseimbangan baik ke luar maupun ke dalam. Ke dalam berarti seimbang antara bagian-bagian dalarn perencanaan tersebut, sedangkan ke luar berarti seimbang antara tujuan dan fasililtas yang tersedia. 6. Efisien dan efektif dalam penggunaan biaya, tenaga dan sumber daya yang tersedia.

98

D.

Konsep Dasar Pengorganisasian dalam BK 1. Definisi Pengorganisasian dalam pengertian bimbingan dan konseling berarti suatu bentuk kegiatan yang mengatur cara kerja, prosedur kerja dan pola kerja atau mekanisme kerja kegiatan layanan bimbingan dan konseling. Bimbingan dan konseling tidak dapat dilaksanakan secara berdaya guna dan berhasil kalau tidak diimbangi dengan organisasi yang baik. Tanpa organisasi, itu berarti tidak adanya suatu koordinasi, perencanaan, sasaran yang cukup jelas, serta kepemimpinan yang berwibawa, tegar dan bijaksana. Pengorganisasian program layanan bimbingan konseling di sekolah adalah upaya melibatkan orang-orang ke dalam organisasi bimbingan di sekolah, serta upaya melakukan pembagian kerja diantara anggota organisasi bimbingan di sekolah.

2. Manfaat Pengorganisasian Manfaat pengorganisasian program layanan bimbingan dan konseling adalah agar: a. Setiap personel bimbingan menyadari tugas, peranan, kedudukan, wewenang dan tanggung jawab masing- masing. b. Terhindar dari terjadinya tumpang tindih tugas diantara para personel bimbingan. c. Terjadi mekanisme kerja secara baik dan teratur. d. Tercapai kelancaran, efisiensi dan efektivitas pelaksanaan program layanan bimbingan dan konseling. Proses pengorganisasian program layanan bimbingan dan konseling meliputi langkah-langkah sebagai berikut: a. Pengelompokkan kegiatan layanan. b. Pembagian tugas, peranan, tanggung jawab dan wewenang bagi masingmasing personel. c. Penenentuan mekanisme kerja. d. Penyusunan suatu struktur organisasi bimbingan dan konseling. 3. Tujuan Pengorganisasian Organisasi merupakan proses instrumental yang dapat menjembatani tercapai nya sasaran-sasaran program bimbingan. Sasaran bimbingan tersebut jelas mengarah pada satu tujuan. Pada dasarnya, organisasi merupakan rangkuman dari keseluruhan tujuan bimbingan yang dicanangkan, kemudian dikomunikasikan ke bawah menurut garis dengan ide komitmen dan kesepakatan bersama. Jadi tujuan organisasi merupakan manif estasi dari tujuan bimbingan dan konseling itu sendiri. 4. Implementasi Pengorganisasian Bimbingan dan konseling tidak/dapat dilaksanakan secara jelas dan sistematis apabila tidak diimbangi dengan organisasi yang baik. Tanpa organisasi, berarti tidak adanya suatu koordinasi, perencanaan, sasaran yang cukup jelas, serta kepemimpinan yang proporsional dan profesional. Karena itu manajer sekolah hendaknya mampu merencanakan dan mengelola satu kesatuan sistem yang dapat mengatur operasi kegiatan-kegiatan sekolah termasuk didalamnya kegiatan layanan bimbingan dan konseling, sehingga setiap personel ditempatkan pada bagian yang tepat sesuai struktur jabatan dan kemampuannya. Dengan demikian peran guru mata pelajaran dan guru pembimbing (konselor) lebih ditegaskan sehingga dalam pelaksanaan layanan bimbingan tidak terjadi adanya subtitusi posisi guru mata pelajaran oleh guru pembimbing dan sebaliknya posisi guru pembing digantikan oleh guru mata pelajaran. Dengan kata lain pelibatan guru mata pelajaran atau pihak-pihak lain dalam bimbingan dan konseling ditegaskan dalam batas proporsi dan kewenangan profesionalitasnya.

99

100 . Penyediaan informasi baik berkaitan dengan aktivitas dan prestasi akademik. tugas dan peran masing-masing personel pendidikan dalam bimbingan dan konseling. penyediaan dan kelengkapan sarana prasarana. d. e. c. g. dan staf administrasi bimbingan harus dihimpun dalam satu wadah. tanggung jawab dan wewenang dari masing-masing petugas yang terlibat dalam pelaksanaan layanan bimbingan di sekolah harus dirinci dengan jelas. d.Pengembangan kerja sama profesional itu merupakan indikator skaligus menjadi manifestasi berhasil tidak nya suatu pengorganisasian dan tujuan dari rencana-rencana sekolah termasuk didalamnya program bimbingan dan konseling. b. Kepala Sekolah a. Penyusunan program bimbingan dan konseling. Pelaksanaan kebijakan pimpinan sekolah terutama yang berkaitan dengan pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling. Dengan kata lain. 2011) bisa diperhatikan dalam uraian sebagai berikut: 1. guru pembimbing. wali kelas. Dalam pendidikan formal. Lebih daripada itu peran setiap personel mudah untuk dipertanggung jawabkan. Pemantauan dan supervisi terhadap pelaksanaan bimbingan dan konseling. orang tua. sehingga para peserta didik tidak menjadi bingung karena adanya berbagai bentuk layanan bimbingan atau layanan lainnya yang serupa yang dilaksanakan oleh petugas-petugas yang berbeda. Pengorganisasian bimbingan dan konseling secara tepat dapat membantu seluruh personel sekolah mulai dari peserta didik. seperti yang dikutip dalam buku Manajemen BK (Uman Suherman. Pengembangan program bimbingan dan konseling termasuk pembinaan dan pelatihan personel bimbingan dan konseling. b. c. meliputi kepala sekolah. Wakil Kepala Sekolah a. pola kerja atau prosedur kerja bimbingan dan konseling di sekolah harus tunggal. sampai kepala sekolah dalam mengoptimalkan peran masing-masing dan setiap personel pun akan mengetahui seberapa besar fungsi dan peranannya tersebut dapat dikontribusikan bagi sekolah. sehingga terwujud satu kesatuan cara bertindak dalam usaha membantu memberikan layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Dukungan dan pemantauan pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling. guru mata pelajaran. Pengembangan kerjasama dengan instansi atau profesi lain yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan bimbingan dan konseling. koordinator bimbingan. maka beberapa hal yang perlu diperhatikan diantaranya adalah: a. Penentuan staf personel bimbingan dan konseling. Sosialisasi program bimbingan dan konseling kepada seluruh personel dan komponen sekolah sesuai dengan bidang dan kewenangannya. b. c. Sosialisasi dan penetapan program bimbingan dan konseling kepada sivitas sekolah sebagai bagian dari program pendidikan. Penyediaan kelengkapan sarana dan prasarana yang diperlukan dalam kegiatan bimbingan dan konseling. 2. Tugas-tugas. kepeserta didikan maupun sumber daya lain yang diperlukan dan dapat mendukung dalam penyusunan program bimbingan dan konseling. Mekanisme kerja. Semua personel sekolah. sehingga masing-masing petugas bimbingan akan dapat memahami dan mengerti kewajiban dan tanggung jawab masing-masing. melalui pengorganisasian yang baik dan tepat terjadinya penyalah gunaan tugas setiap personel dapat dicegah secara cepat. f. Agar pengorganisasian kegiatan bimbingan dan konseling dapat terkoordinasi secara integral melalui kegiatan-kegiatan bimbingan dan konseling yang baik.

Mengorganisasikan seluruh aktivitas layanan bimbingan dan konseling. b. b. Membantu menyampaikan informasi kepada personel lain berkenaan dengan pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling. sikap dan kebiasaan belajar yang efektif. Mengadministrasikan seluruh kegiatan bimbingan dan konseling. 4. g. Membantu mengadministrasikan seluruh kegiatan bimbingan dan konseling. dan mekanisme layanan kepada para peserta didik dan orang tua peserta didik di kelasnya. c. d. Staf Administrasi a. Mengidentifikasi peserta didik yang membutuhkan layanan responsif berkenaan dengan permasalahan yang dihadapinya. terutama berkaitan dengan alih tangan kepada ahli lain. Memberikan layanan dasar kepada seluruh peserta didik. Melaksanakan layanan responsif kepada peserta didik terutama dalam bentuk konseling. Menyediakan informasi mengenai sikap dan kebiasaan peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran. Mengidentifikasi peserta didik yang memerlukan layanan bimbingan dan konseling terutama berkenaan dengan matapelajaran yang diampunya. b. d. e. Melakukan analisis terhadap kondisi sekolah akan layanan bimbingan dan konseling. c. Berkenaan dengan pelaksanaan tugas seorang konselor. d. 6. Kegiatan konferensi kasus. Membantu menyiapkan sarana yang diperlukan dalam pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling. Mempertanggungjawabkan seluruh kegiatan layanan bimbingan dan konseling kepada kepala sekolah.3. mulai dari penyusunan. Memantau perkembangan dan kemajuan para peserta didik di kelasnya terutama yang telah memperoleh layanan bimbingan dan konseling. Melakukan upaya layanan bimbingan belajar terutama pada program perbaikan dan pengayaan mata pelajaran yang diampunya. h. terutama tujuan. Pelaksanaan konferensi kasus. Melakukan analisis terhadap karakteristik dan kebutuhan perkembangan peserta didik. e. f. Melakukan kunjungan rumah. c. f. pelaksanaan sampai dengan penilaian terhadap layanan bimbingan dan konseling. Mensosialisasikan keberaadaan layanan bimbingan dan konseling. e. d. Guru Mata Pelajaran/Bidang Studi a. b. secara khusus Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Kepala Badan Administrasi Negara mengeluarkan 101 . f. Mensosialisasikan layanan bimbingan dan konseling kepada peserta didik terutama berkaitan dengan motivasi. fungsi. Mengadakan tindak lanjut. 5. c. Mengkoordinasikan seluruh personel layanan bimbingan dan konseling. Wali Kelas a. i. Konselor a. Membantu mempersiapkan seluruh kegiatan bimbingan dan konseling. Menyediakan informasi tentang karakteristik dan kebutuhan para peserta didik di kelasnya. Memantau perkembangan dan kemajuan para peserta didik terutama yang telah memperoleh layanan bimbingan dan konseling.

bimbingan karir serta semua jenis layanan termasuk kegiatan pendukung yang dihargai sebanyak 18 jam. dan beban tugas atau penghargaan jam kerja guru pembimbing/ konselor ditetapkan 36 jam/minggu. bimbingan berlajar. 102 . bimbingan karir serta semua jenis layanan termasuk kegiatan pendukung yang dihargai sebanyak 6 jam 4. Evaluasi pelaksanaan pelayanan dalam bidang bimbingan pribadi-sosial.sosial.Surat Kepulusan Bersama Nomor: 0433/P/1993 dan Nomor: 25 Tahun 1993 menjelaskan bahwa pada setiap sekolah harus ada petugas yang melaksanakan layanan bimbingan yaitu guru pembimbing/konselor dengan rasio satu orang guru prmbimbing/ konselor untuk 150 orang peserta didik. Penyusunan program pelayanan dalam bidang bimbingan pribadi . bimbingan belajar. 3. guru bimbingan dan konseling (konselor) yang membimbing minimal 150 orang peserta didik/tahun dihargai sebanyak 24 jam (Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 74 tahun 2008. bimbingan karir. 2. serta semua jenis layanan. termasuk kegiatan pendukung yang dihargai sebanyak 12 jam. maka dibutuhkan suatu kerjasama profesioanal yang saling melengakapi satu sama lain tanpa melanggar kode etik masing-masing profesinya. Pelaksanaan pelayanan dalam bidang bimbingan pribadi-sosial. tentang Guru). Sebagaimana guru mata pelajaran. Agar setiap personel yang terlibat dalam organisasi bimbingan dan konseling mampu menjalankan tugas. bimbingan belajar. tanggung jawab serta wewenangnya lebih efektif. beban tugas tersebut meliputi : 1.

Selain itu. Tujuan BK bersifat kompatibel dengan tujuan pendidikan. Oleh karena itu. komunitas. B. misi. Dengan demikian. Artinya. fasilitas dan rencana evaluasinya (Uman Suherman. kegiatan. strategi. yaitu program BK yang bersifat komprehensif bersandar pada asumsi bahwa tanggung jawab kegiatan bimbingan elibatkan seluruh personalia yang ada di sekolah dengan sentral koordinasi dan tanggung jawab ada di tangan konselor yang bersertifikat. Sehingga kenyataannya yang sering muncul yaitu aktivitas konselor sekolah yang menghabiskan banyak waktunya untuk memenuhi kebutuhan sebagian kecil siswa (secara khusus hanya mengurus kebutuhan siswa berprestasi rendah dan bermasalah) tidak terjadi lagi. Hakikat BK Komprehensif Bercermin pada latar sejarah kelahiran dan perkembangan BK. jadi setiap siswa menerima manfaat program tersebut. seluruh peserta didik di lembaga pendidikan tanpa ada yang diabaikan dan menciptakan lingkungan yang menopang perkembangan peserta didik. Program BK sekolah merupakan serangkaian rencana aktivitas layanan BK di sekolah yang selanjutnya akan menjadi pedoman bagi setiap personel dalam pelaksanaan dan pertanggungjawabannya. 2011). Konselor tidak hanya menyediakan layanan langsung untuk siswa. Jika saat ini program BK berorientasi pada perkembangan. staf personel sekolah yang lain (guru dan tenaga administrasi) bahkan orangtua dan masyarakat. program BK sekolah dirancang untuk menjamin bahwa setiap siswa memiliki hak yang sama untuk memperoleh manfaat program itu. Pendahuluan Pemahaman tentang bimbingan dan konseling (BK) sebagai suatu sistem dan kerangka kerja kelembagaan tidak dapat dilepaskan dari pandangan umum bahwa layanan BK merupakan bagian integral dari sistem pendidikan. Lingkungan pendidikan yang menopang perkembangan peserta didik dapat berupa sekolah. (Gysbers & Henderson. masyarakat.BAB II BIMBINGAN DAN KONSELING KOMPREHENSIF A. Syarat agar pengelolaan program BK berorientasi perkembangan adalah pengelolaan program dengan cara komprehensif. yakni meskipun seorang konselor dimungkinkan untuk mengatasi problem dan kebutuhan psikologis yang bersifat krisis dan klinis pada dasarnya fokus layanan BK lebih diarahkan pada usaha memfasilitasi pengalaman-pengalaman belajar tertentu yang membantu siswa untuk tumbuh. dalam pendidikan ada standar dan kompetensi tertentu yang harus dicapai oleh siswa. sistem manajemen dan sistem pertanggungjawabannya. 3. 2. fungsi. 2006): 1. sasaran layanan. melainkan juga bekerja secara konsultatif dan kolaboratif dengan tim bimbingan yang lain. pelaksanaan program. secara mendasar program BK sekolah direkomendasikan sebagai upaya pemberian layanan langsung bagi seluruh siswa. Orientasi perkembangan ini mengharuskan layanan BK mengembangkan seluruh aspek dalam diri peserta didik. tujuan. sikap bertindak peserta didik dan lain sebagainya. berbagai macam media informasi yang mempengaruhi pola pikir. dewasa ini muncul istilah comprehensive school guidance and counseling sebagai kerangka kerja utuh yang harus dipahami oleh tenaga-tenaga ahli di bidang BK. Program BK sekolah yang komprehensif di dalamnya akan tergambarkan visi. Dengan demikian program BK sekolah yang komprehensif disusun untuk merefleksikan pendekatan yang menyeluruh bagi dasar penyususnan program. 103 . personel. keluarga. Berikut lima premis dasar yang menegaskan istilah tersebut. Program BK bersifat pengembangan (based on developmental approach). berkembang dan menjadi pribadi yang mandiri. segala aktivitas dan proses dalam layanan BK harus diarahkan pada upaya membantu siswa dalam pencapaian standar kompetensi dimaksud. Program BK melibatkan kolaborasi antar staff (team building approach). maka konsekuensinya adalah pengelolaan program BK harus memenuhi syarat.

Dengan demikian. 2008) bahkan menegaskan bahwa program BK di sekolah tidak hanya bersifat komprehensif dalam ruang lingkup. metode dan lama waktu layanan). 2. mengembangkan ketrampilan resolusi konflik. Nurihsan (2011) mengatakan bahwa model BK komprehensif adalah suatu konsep dasar bimbingan yang berasumsi sebagai berikut: 1. menggunakan berbagai strategi (pengembangan pribadi dan dukungan sistem). 3. Ketiga. Faktor kepemimpinan ini diharapkan dapat menjamin akuntabilitas dan pencapaian kinerja program BK. 2. Layanan BK ditujukan untuk seluruh siswa tanpa syarat apapun. Melalui penerapan fungsi-fungsi manajemen tersebut diharapkan kegiatan dan layanan BK dapat diselenggarakan secara tepat sasaran dan terukur. evaluasi dan keberlanjutan. Beberapa program yang dapat dikembangkan seperti pendidikan multikulturalisme dan anti kekerasan. Melalui cara yang preventif tersebut diharapkan siswa mampu memilah sikap dan tindakan yang tepat serta mendukung pencapaian perkembangan psikologis ke arah ideal dan positif. BK seharusnya perlu diarahkan pada upaya memfasilitasi individu agar menjadi lebih sadar terhadap dirinya. setting. Bower dan Hatch (Fatur Rahman. bersifat komprehensif berarti program BK harus mampu memfasilitasi capaian-capaian perkembangan psikologis siswa dalam totalitas aspek bimbingan (baik pribadi-sosial. keluarga serta masyarakat. Dengan demikian wajar apabila dalam masyarakat dan siswa-siswa sendiri guru BK distigmakan sebagai polisi sekolah. melainkan juga berurusan dengan pengembangan perilaku efektif. implementasi. 5.4. Program BK dikembangkan melalui serangkaian proses sitematis sejak dari perencanaan. 2003). Program BK ditopang oleh kepemimpinan yang kokoh. bersifat pengembangan dalam tujuan didasari oleh fakta di lapangan bahwa layanan BK sekolah selama ini justru kontraproduktif terhadap perkembangan siswa itu sendiri. Upaya pencegahan dan antisipasi sedini mungkin hendaknya menjadi semangat utama yang terkandung dalam kurikulum bimbingan yang diterapkan di sekolah (kegiatan klasikal). kesehatan reproduksi. Secara lebih sederhana A. Konsekuensi dari kenyataan ini pada akhirnya menyebabkan layanan BK yang diselenggarakan di sekolah akhirnya terjebak dalam pendekatan tradisional dan intervensi psikologis yang berorientasi pada paradigma intrapsikis dan sindrom klinis. meliputi ragam dimensi (masalah. kerjasama antara personal bimbingan dan personal sekolah lainnya. Dengan harapan setiap siswa dapat menggapai sukses di sekolah dan menunjukkan kontribusi nyata dalam masyarakat. namun juga harus bersifat preventif dalam desain dan bersifat pengembangan dalam tujuannya. mengenakan sanksi disiplin pada siswa yang dianggap bermasalah. seperti mengelola kehadiran dan ketidakhadiran siswa. Kegiatan layanan BK sekolah yang berkembang di Indonesia selama ini lebih terfokus pada kegiatan-kegiatan yang bersifat adminiatratif dan klerikel (Sunaryo Kartadinata. Layanan yang diberikanpun tidak hanya terbatas pada siswa dengan karakter dan motivasi unggul serta siap belajar saja. 1. terampil dalam merespon lingkungan serta mampu mengembangkan diri menjadi pribadi yang bermakna dan berorientasi ke depan. 104 . Layanan bimbingan ditujukan untuk seluruh siswa. akademik dan karir). dan lain-lain. Pertama. Kedua. Pendekatan dan tujuan layanan BK pada dasarnya tidak hanya berkaitan dengan perilaku menyimpang dan bagaimana mencegah perilaku tersebut. desain. Sudut pandang perkembangan ini mengandung implikasi luas bahwa pengembangan perilaku yang sehat dan efektif harus dapat dicapai oleh setiap individu dalam konteks lingkungannya masing-masing. pendidikan seksualitas. Program bimbingan merupakan suatu kebutuhan yang mencakup berbagai dimensi yang terkait dan dilaksanakan secara terpadu. J. bersifat preventif dalam desain mengandung arti bahwa pada dasarnya tujuan pengembangan program BK di sekolah hendaknya dilakukan dalam bentuk yang bersifat preventif.

pengajaran dan kegiatan pendidikan lain di sekolah merupakan bukti kebijakan pendidikan yang integratif di sebuah lembaga pendidikan. Sifat sistemik dalam program BK komprehensif tampak dalam beberapa hal sebagai berikut: 1. Dukungan finansial memadai. personalia. Kepercayaan yang besar dari masyarakat sekolah pada akhirnya akan melahirkan dukungan optimal bagi program BK tersebut. hasil dan dampak yang menjangkau siswa dan stakeholder relevan tersebut di atas. Perilaku manusia adalah hasil interaksi antara individu dan lingkungannya. Program BK dapat melibatkan stakeholder relevan tidak saja sebagai penerima layanan tetapi juga sebagai rekanan dalam memberi layanan yang yang relevan. Program BK yang sistemik haruslah menjadi sebuah program yang data driven. implementasi dan evaluasi. bimbingan. Kualitas program dan hasil yang terbukti akan melahirkan kepercayaan masyarakat sekolah. yaitu bertanggungjawab atas akibat yang timbul dari pilihannya itu. komunitas sekolah. sehingga sekolah memberikan perhatian memadai dan setara kepada semua unsur yang penting bagi jalannya proses pendidikan. Program BK komprehensif membutuhkan dukungan yang adil dan setara pihak sekolah (dengan payung kebijakan). sehingga program BK menjadi semakin komprehensif. Integrasi antara program bimbingan dan keseluruhan program pendidikan di sekolah yang bertujuan mengembangkan aspek intelektual dan skill diharapkan akan memberikan pengaruh pada pembentukan kompetensi peserta didik yang lebih utuh. Model bimbingan ini berpandangan bahwa manusia itu merupakan satu kesatuan. administrator sekolah. tertata baik sejak perencanaan. tetapi juga kepada orang lain secara seimbang. mencegah timbulnya masalah dan menyelesaikan masalah siswa. pelatihan. pemberian waktu yang memadai untuk pembimbingan. program BK komprehensif bersifat sistemik. dll. para guru. Tanggung jawab seseorang itu tidak hanya bertumpu dan terpusat pada dirinya sendiri. kecepatan serta kematangan perkembangannya. sarana-prasarana. Ia dapat mengolah pengalaman masa lampaunya untuk memperbaiki pilihan-pilihannya dan secara umum untuk memperbaiki arah. Lebih lanjut Erford menambahkan bahwa program BK komprehensif membutuhkan kebijakan pendidikan di sekolah yang integratif yaitu adanya keselarasan antara kebijakan dalam bidang pengajaran. Program BK yang sistematik merupakan program yang pelaksanaannya sesuai dengan rencana. Selain sebagai prasyarat. Integrasi semacam ini membutuhkan kesamaan visi pendidikan dalam diri lembaga dan semua komponen yang terlibat dalam 105 . kegiatan ekstrakurikuler. komunitas sebaya. fasilitas memadai. 4. dll. Setiap individu mempunyai kebebasan untuk memilih yang diikuti oleh tanggung jawab. Pada diri setiap individu terdapat tenaga yang mendorongnya untuk tumbuh dan berkembang secara positif ke arah yang sebaik-baiknya sesuai dengan kemampuan dasar individu tersebut. 3. pendataan.3. Bimbingan bertujuan untuk mengembangkan seluruh potensi siswa secara optimal. Evaluasi proses. kebijakan keuangan. bukan sekedar program yang sistematis. Pengaruh terhadap bagian dari seorang manusia akan mempengaruhi keseluruhannya. Menurut Erford (2007). Asesmen dapat merumuskan kebutuhan siswa dan stakeholder penting lain seperti orangtua. Pendekatan sistemik dalam program BK komprehensif menempatkan individu sebagai pusat sistem dan menciptakan hubungan antar-subsistem yang mempengaruhi individu ke arah perkembangan positif. Senada dengan paparan di aats. Manusia tidak kaku terhadap pengelaman-pengalaman masa lampaunya. keluarga dan masyarakat. kebijakan pendidikan yang terintegrasi juga merupakan dampak dari program BK komprehensif yang terbukti kualitasnya. Sementara program BK yang sistemik adalah program BK yang dirancang untuk menjangkau berbagai pihak. Layanan BK menjangkau siswa dan stakeholder yang terkait. 2. Fajar Santoadi (2010) menyatakan bahwasanya program BK komprehensif adalah program BK yang dirancang menjadi bagian integral dari proses pendidikan di sekolah. mulai dari siswa sebagai individu maupun kelompok.

membentuk pusat pengembangan karir atau fasilitas sekolah lainnya. Tujuan layanan ini dapat juga dirumuskan sebagai upaya membantu siswa agar: 106 . terkoordinasi oleh konselor sekolah dan tenaga pendidik lainnya. Kurikulum BK sekolah merupakan hal yang terencana. Pelayanan Dasar Pelayanan dasar diartikan sebgai proses pemberian bantuan kepada seluruh konseli melalui kegiatan penyiapan pengalaman terstruktur secara klasikal atau kelompok yang disajikan secara sistematis dalam rangka mengembangkan perilaku jangka panjang sesuai dengan tahap dan tugas-tugas perkembangan yang diperlukan dalam pengembangan kemampuan memilih dan mengambil keputusan dalam menjalani kehidupannya. Santoadi (2010). Memastikan bahwa program BK merupakan rancangan yang dapat dilaksanakan dalam sebuah gaya yang sistemik untuk semua siswa. preventif dan proaktif. Kurikulum BK Komponen kurikulum BK sekolah terdiri atas program intruksional tertulis yang cakupannya komprehensif. Sedangkan Gysbers (2007). F. dan Uman Suherman (2011) menyebutkan komponen BK komprehensif ada empat. komitmen dan pengembangan diri). Program BK memberikan kesempatan pelayanan kepada semua siswa. maka komponen BK komprehensif dirumuskan ke dalam tiga komponen utama. c. 1. Program BK ditunjang dengan keberadaan konselor yang profesional (keahlian. b. Kurikulum BK disampaikan melalui beberapa strategi sebagai berikut: a. yaitu layanan dasar bimbingan. Pengembangan kurikulum interdisipliner: konselor berpartisipasi dalam tim interdisipliner untuk mengembangkan dan memperbaiki isi kurikulum. Kurikulum ini harus mengandung pernyataan tentang kompetensi siswa pada setiap tingkatan kelas dan indikator yang diidentifikasi serta digunakan dalam penilaian atas kompetensi siswa. desain ruang yang developmental. 2011). 2. Aktivitas kelompok: konselor membentuk kelompok kecil yang terencana di luar kelas. yakni kurikulum BK. Nurihsan. Adapun yang menjadi ciri utama dari program BK komprehensif adalah sebagai berikut: 1. J. 3. sehingga perhatian pada fungsi developmental dapat terjaga. 2000). Di Amerika Serikat sendiri. kebutuhan siswa. untuk merespon kebutuhan atau minat siswa. Program BK sekolah merupakan kesatuan komponen tujuan institusi sekolah. ketrampilan. Program BK mampu menghasilkan pengetahuan. perencanaan individual. berkelanjutan. istilah pelayanan dasar ini lebih populer dengan kurikulum bimbingan (Bowers & Hatch. 2.proses pendidikan sehingga BK yang komprehensif bisa diciptakan. sikap dan kemampuankemampuan siswa lainnya yang dapat didemonstrasikan sebagai sebuah hasil dari keikutsertaan mereka dalam sebuah program BK di sekolah. Instruksi dan workshop bagi orangtua siswa: konselor menyelenggarakan workshop bagi orangtua atau wali untuk menunjukkan kebutuhan komunitas sekolah dan merefleksikan kurikulum BK sekolah. sistematis dan mencakup penjelasan atas ruang lingkup dan unit pengajaran di dalamnya. Kurikulum BK serta kompetensi yang terkait didokumentasikan secara tertulis dan didasarkan atas penilaian terhadap program BK sekolah mengenai kebutuhan populasi siswa. Tim ini mengembangkan unit-unit kelas yang mengintegrasikan antara persoalan mata pelajaran dengan rangkaian kurikulum BK di sekolah. Komponen Program BK Komprehensif Berdasarkan visi dan misi bimbingan. C. layanan responsif dan layanan perencanaan individual (A. layanan responsif dan dukungan sistem. d. 5. Kurikulum bimbingan ini berupa layanan yang bertahap di berbagai jenjang pendidikan. kegiatan belajar atau unit-unit dalam kelas. 4. serta tujuan bimbingan. Pengajaran kelas: konselor memberikan pengajaran terhadap tim dan membentu dalam mengajarkan kurikulum BK di sekolah.

3. Konsultasi: konselor berkonsultasi dengan orangtua/wali. Bagaimanapun guru. pekerjaan. Konselor sekolah mengkoordinasikan kegiatan bantuan bagi seluruh rencana siswa. Konselor sekolah membantu siswa membuat pilihan dari sekolah ke sekolah. Konseling individual dan kelompok: pemberian layanan konseling ini ditujukan untuk membantu peserta didik yang mengalami kesulitan. Layanan Responsif Komponen layanan responsif dalam program BK sekolah terdiri atas kegiatankegiatan untuk menemukan kebutuhan dan persoalan yang tengah dihadapi siswa. Contoh topik dalam komponen ini adalah: review skor tes. promosi dan retensi informasi. tenaga pendidik lain atau dengan anggota masyarakat mengenai strategi untuk membantu siswa dan keluarga. serta mengembangkan dirinya dalam rangka mencapai tujuan hidupnya. dll. mengawasi dan menangani proses belajar siswa termasuk menemukan kompetensi dalam area akademis. ketrampilan sosial.a. c. karir dan pasar tenaga kerja dalam perencanaan tujuan pribadi. seleksi perguruan tinggi. Untuk mencapai tujuan tersebut. edukasional dan okupasional siswa. Penyelesaian kebutuhan atau persoalan ini memerlukan konseling. sekolah ke pekerjaan maupun sekolah ke pendidikan tinggi atau karir setelah mereka lulus dari suatu sekolah. orangtua/wali dan pihak sekolah dalam merencanakan program siswa yang sesuai dengan kebutuhan mereka merupakan hal yang sangat penting. Perencanaan individual bagi siswa diimplementasikan melalui beberapa strategi sebagai berikut: a. ketrampilan dan prestasi siswa. sosial. b. b. survei dan interview dengan siswa senior dan alumni. Dalam komponen ini siswa mengevaluasi tujuan edukasional. sosial budaya dan agama). kerjasama dan dukungan dari seluruh pihak sekolah dan seluruh staf tetap diperlukan bagi suksesnya implementasi program layanan responsif. Strategi pelayanan untuk aplikasi pelayanan dasar antara lain: (1) bimbingan kelas. 4. Perencanaan Individual Dalam perencanaan individual. minat. okupasional dan tujuan personal mereka. Komponen ini disediakan bagi seluruh siswa dan seringkali siswa diberi inisiasi melalui self-referral. belajar dan karir. Layanan responsif disampaikan melalui strategi-strategi seperti: a. pengalihan. Mampu menangani atau mamanuhi kebutuhan dan masalahnya. konsultasi. karir dan perkembanganpribadisosialnya. perangkat pengungkap minat. dan (5) pelayanan pengumpulan data/aplikasi instrumentasi. (3) pelayanan informasi. bantuan financial. orangtua/wali dan orang lain bisa juga membantu siswa. Mampu mengembangkan keterampilan untuk mengidentifikasi tanggung jawab atau seperangkat tingkah laku yang tepat bagi penyesuaian diri dengan lingkungannya. Penilaian individual/kelompok kecil: konselor sekolah mengadakan analisis dan evaluasi terhadap kemampuan. mengalami hambatan 107 . Pemberian saran pada individual/kelompok kecil: konselor sekolah memberi saran pada siswa dengan menggunakan informasi pribadi/sosial. b. konselor sekolah mengkoordinasikan kegiatan secara sitematis dan berkelanjutan serta dirancang untuk membantu siswa scara individual dalam menetapkan tujuan pribadi dan mengembangkan rencana mereka di masa depan. (4) bimbingan kelompok. seleksi persoalan tahunan. Memiliki kesadaran serta pemahaman tentang diri dan lingkungan (pendidikan. Walaupun konselor sekolah memiliki ketrampilan dan pelatihan khusus dalam merespon kebutuhan dan persoalan semacam ini. Keterlibatan siswa. fokus perilaku yang dikembangkan menyangkut aspek-aspek pribadi. guru. fasilitasi maupun informasi dari teman sebaya. c. (2) pelayanan orientasi. Konselor tampil sebagai advokat bagi siswa.

Program ini memberikan dukungan kepada konselor dalam memperlancar penyelenggaraan pelayanan di atas. Artinya mulai usia dini (Taman Kanak-Kanak) sampai dengan usia remaja (SMA/SMK) harus mengetahui. infrastruktur dan pengembangan kemampuan profesional konselor secara berkelanjutan. penyebab masalah. Pengembangan potensi siswa Program BK yang komprehensif dirancang tidak hanya untuk pencegahan permasalahan siswa. tetapi disusun sebagai pelayanan untuk menemukan 108 . 2. intervensi dan tindak lanjut yang diberikan kepada siswa dan keluarga dalam mengahadapi situasi darurat. D. 1. tetapi program BK sekolah membantu seluruh siswa agar sukses berprestasi di sekolah dan kehidupannya lebih berkembang serta mampu memberikan kontribusi bagi kehidupan masyarakat sekitarnya. Sedangkan bagi personel pendidik lainnya adalah untuk memperlancar penyelenggaraan program pendidikan di sekolah. dan (3) Tujuannya pengembangan potensi siswa. 5. yang secara tidak langsung memberikan bantuan kepada konseli atau memfasilitasi kelancaran perkembangan konseli. konseling semacam ini biasanya jangka pendek dan bersifat sementara. peserta didik (konseli) dibantu untuk mengidentifikasi masalah. Melalui konseling. 3. yaitu kehidupan: (1) akademik. tata kerja. (2) karir. tugas konselor tidak dibatasi sebagai penasihat dan pencari solusi tentang permasalahan yang dihadapi para siswa tetapi melalui pelaksanaan program bimbingan dan konseling sekolah konselor lebih mengarahkan aktivitasnya pada pencegahan risiko yang mungkin dihadapi para siswa. (2) Dirancang lebih berorientasi pencegahan. kegiatan manajemen. artinya siswa tidak hanya dimotivasi. dan (3) pribadi-sosial. Ruang lingkup layanan Program BK sekolah yang komprehensif tidak saja berfokus pada layanan bagi seluruh siswa tetapi juga pada seluruh aspek kehidupan siswa. penemuan alternatif pemecahan masalah dan pengambilan keputusan secara lebih tepat. maka sebaiknya konselor mereferal konseli kepada pihak lain yang lebih berwenang. Dirancangan sebagai pencegahan Tujuan program BK sekolah adalah untuk memberikan kemampuan khusus dan memsiswai sikap pencegahan yang proaktif. Dukungan sistem ini meliputi aspek-aspek pengembangan jejaring. yaitu: (1) Ruang lingkup yang menyeluruh. Konseling krisis: memberikan pencegahan. Oleh karena itu. Titik berat program BK sekolah adalah kesuksesan bagi setiap siswa. dan pengembangan pengalaman pribadisosialnya. Bimbingan teman sebaya: bimbingan yang dilakukan oleh siswa terhadap siswa lainnya. didorong dan siap untuk belajar pengetahuan sekolah. Sedangkan dukungan sistem merupakan komponen pelayanan dan kegiatan manajemen. Alih tangan: apabila konselor kurang memiliki kemampuan untuk menangani masalah konseli. Dukungan Sistem Ketiga komponen di atas merupakan pemberian BK kepada konseli secara langsung. ada tiga hal yang secara mendasar perlu diperhatikan dalam penyusunan program bimbingan dan konseling di sekolah. Siswa yang menjadi pembimbing sebelumnya diberikan latihan atau pembinaan oleh konselor. memahami dan dapat bekerja dalam tiga area kehidupan mereka. c. e. karir. d. Penyusunan Program BK Komprehensif Uman Suherman (2011) menjelaskan sehubungan dengan sifat program BK komprehensif. riset dan pengembangan.dalam mencapai tugas-tugas perkembangannya. serta memfasilitasi semua siswa memperoleh keberhasilan akademik.

maka semua pemegang kebijakan pendidikan di sekolah lebih memahami karakteristik dan kebutuhan siswa yang merupakan subjek layanan BK di sekolah. (8) Merumuskan rencana evaluasi pelaksanaan dan keberhasilan program.karakteristik dan kebutuhan siswa pada berbagai jenis dan tahapan perkembangan. masyarakat dan bangsanya di masa depan. termasuk dengan orangtua dan masyarakat sehingga program BK bisa diterima dan memberikan manfaat bagi semua siswa. Berdasarkan itu semua. guru. kekuatan. orangtua atau masyarakat sehingga mempertinggi prestasi pembelajaran siswa (akademik. daerah maupun sekolah sebagai tempat implementasi program. Dengan kata lain program BK sekolah yang komprehensif harus mampu membangun tujuan-tujuan. 2. (6) Merumuskan alternatif komponen dan isi kegiatan. (7) Menetapkan langkah-langkah kegiatan pelaksanaan program. Artinya. 109 . Sangat tepat jika dilakukan analisis dengan teknik SWOT (Strengt. Dasar pengembangan program yang lengkap merupakan hal yang sangat penting untuk memastikan bahwa program BK sekolah menjadi suatu bagian utuh dari seluruh program pendidikan untuk keberhasilan para siswa. Merumuskan tujuan yang ingin dicapai sekolah ditetapkan berdasarkan atas kebijakan yang berlaku dan analisis kondisi sekolah. (3) Menganalisis karakteristik dan kebutuhan siswa. misi dan fungsi dan isi keseluruhan program. jika diperlukan sekolah dapat meminta bantuan tenaga ahli. Oppornuty. sebelum memulai melakukan penyusunan program konselor perlu mengkaji terlebih dahulu produk-produk kebijakan yang berlaku. Menganalisis harapan dan kondisi sekolah Menganalisis harapan dan kondisi sekolah merupakan langkah yang harus dilakukan konselor untuk mengetahui keadaan. hasil. (4) Menganalisis program. Dengan demikian. pengawas BK. selama tahap pengembangan program BK. Menganalisis karakteristik dan kebutuhan siswa Program BK merupakan rancangan aktivitas dan kegiatan yang akan memfasilitasi tercapainya tujuan pendidikan nasional. Dalam melakukan analisis ini. Treath) sehingga dapat diketahui secara tepat kekuatan. peluang atau kesempatan dan ancaman yang dihadapi sekolah. Weakness. kelemahan. dukungan serta faktor-faktor penghambat program sebelumnya. 3. yaitu: (1) Mengkaji kebijakan dan produk hukum yang relevan. karir dan pribadi-sosial). Proses penyusunan program BK di sekolah dilakukan melalui delapan tahap aktivitas. memprediksi hasil. program BK di sekolah harus menyediakan sistem layanan yang bermanfaat bagi kemajuan akademik. para stakeholder hendaknya bermusyawarah untuk menentukan filosofi. menentukan dukungan sistem dan kebijakan yang tepat baik bagi siswa. Merancang keputusan dasar yang kuat memerlukan usaha kerjasama semua unsur dan personel sekolah. konselor sekolah. Karena itu. 1. Mengkaji kebijakan dan produk hukum yang relevan Mengkaji kebijakan dan produk hukum yang relevan baik tingkat institusi (sekolah) maupun nasional dimaksudkan agar pengembangan program BK sekolah tidak bertentangan dengan kebijakan umum yang berlaku dan ditentukan oleh pemerintahan pusat. (2) Menganalisis harapan dan kondisi sekolah. Sebagai contoh dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan tidak mungkin suatu sekolah menggunakan standar kurikulum selain yang ditentukan dan diberlakukan secara nasional oleh Departemen Pendidikan Nasional (DEPDIKNAS). wali kelas. pelaksanaan. kelemahan atau kekurangan sekolah. karir dan perkembangan pribadi-sosial para siswa dalam menyiapkan dan menghadapi tantangan masa depan dalam kehidupan pribadi. (5) Merumuskan tujuan program baik umum maupun khusus. Lebih lanjut Uman memaparkan bahwa landasan atau dasar program merupakan suatu keputusan awal dan menentukan yang harus diambil oleh pemegang kebijakan pendidikan di sekolah bagi terwujudnya suatu program BK sekolah.

waktu dan biayanya. Tanpa perencanaan program. Dengan membuat rencana program BK. akan lebih sukar dilakukan pengecekan. layanan BK tampaknya praktis dan simpel. (3) Sukar untuk mengevaluasi kerja yang telah dilalukan. Tanpa perencanaan program. layanan kepada subjek sasaran akan lebih baik. kebutuhan dapat dilayani. Apakah pelayanan itu betul-betul relevan dengan kebutuhan-kebutuhan yang ada. hasil. sedangkan guru mata pelajaran. Dalam setiap tahap pelaksanaan. Cara kerja dalam kegiatan layanan BK semacam ini bisa saja dilaksanakan tetapi tidak memiliki dampak yang positif dalam membantu perkembangan optimal siswa. Menganalisis program. Cara kerja dalam kegiatan layanan BK semacam ini bisa saja dilaksanakan tetapi tidak memiliki dampak yang positif dalam membantu perkembangan optimal siswa.Data atau informasi tentang karakteristik dan kebutuhan siswa merupakan komponen atau faktor-faktor yang berkaitan dengan penentuan tujuan layanan BK di sekolah. Cara kerja dalam kegiatan layanan BK seperti ini tidak menunjukan adanya suatu kelompok bimbingan dan konseling (team work) yang sinergis. (2) Tidak ada kontinuitas dalam pelayanan. 4. Apakah suatu sekolah dapat melaksanakan layanan BK tanpa membuat suatu program kegiatan BK? Misalnya. (2) Tidak ada kontinuitas dalam pelayanan. Apakah pelayanan itu betul-betul relevan dengan kebutuhan-kebutuhan yang ada. mereka harus menyusun program kegiatan BK yang dilengkapi dengan seperangkat kelengkapan instrumen. Dengan membuat rencana program BK. Data yang sudah terkumpul perlu dianalisis secara cermat dan komprehensif (menyeluruh). (3) Siapa pelaksana dan penanggung jawabnya. Program BK memuat unsur-unsur yang terdapat dalam 110 . pada suatu sekolah hanya memiliki seorang konselor yang memiliki kompetensi dan kualifikasi profesional sebagai konselor. kebutuhan dapat dilayani. layanan BK tampaknya praktis dan simpel. di samping tenaga dan fasilitas lain dapat dimanfaatkan secara efisien. Alternatif program tersebut harus dievaluasi dan dipilih mana yang memiliki peluang paling besar untuk mencapai tujuan. Cara kerja dalam kegiatan layanan BK seperti ini tidak menunjukan adanya suatu kelompok bimbingan dan konseling (team work) yang sinergis. (2) Kegiatan yang akan dilakukan. pada suatu sekolah hanya memiliki seorang konselor yang memiliki kompetensi dan kualifikasi profesional sebagai konselor. sedangkan guru mata pelajaran. dukungan serta faktor-faktor penghambat program sebelumnya Sebelum alternatif program BK yang dipilih dilaksanakan. di samping tenaga dan fasilitas lain dapat dimanfaatkan secara efisien. (3) Sukar untuk mengevaluasi kerja yang telah dilalukan. untuk kemudian ditafsirkan dan diimplementasikan dalam beberapa alternatif rencana program BK di sekolah. akan lebih sukar dilakukan pengecekan. tetapi mempunyai banyak kelemahan diantaranya : (1) Program yang tidak didasari pemikiran secara matang mengakibatkan program kurang dapat dipertanggungjawabkan. tetapi mempunyai banyak kelemahan diantaranya : (1) Program yang tidak didasari pemikiran secara matang mengakibatkan program kurang dapat dipertanggungjawabkan. wali kelas dan staf sekolah lainnya dan tidak ikut melibatkan diri dalam kegiatan layanan BK. konselor perlu menjabarkan secara rinci program itu sampai dengan tahap-tahap pelaksanaannya. (4) Kapan waktu pelaksanaanya. Sistem manajemen program BK Apakah suatu sekolah dapat melaksanakan layanan BK tanpa membuat suatu program kegiatan BK? Misalnya. paling tidak harus jelas mengenai: (1) Sasaran yang ingin dicapai. dan (5) Sarana atau pra sarana dan dana yang diperlukan. pelaksanaan. 5. layanan kepada subjek sasaran akan lebih baik. wali kelas dan staf sekolah lainnya dan tidak ikut melibatkan diri dalam kegiatan layanan BK. Dengan demikian sebelum konselor melaksanakan tugas-tugas kegiatan layanan BK di sekolah. tetapi paling hemat dalam menggunakan tenaga.

masalah dan konteks layanan Penyusunan program BK di sekolah haruslah dimulai dari kegiatan asesmen (pengukuran. Setelah data terkumpul. Adapun penjabaran dari tiap-tiap langkah besar adalah sebagai berikut: 1. motivasi. Analisis hasil penilaian kebutuhan. Dengan demikian konselor perlu melakukan hal-hal berikut ini: a. penilaian) atau kegiatan mengidentifikasi aspek-aspek yang dijadikan bahan masukan bagi penyususnan program/layanan (Depdiknas. program dan kegiatan yang tertuang dalam rencana per semester ataupun tahunan bukan sekedar tuntunan administratif. tempat. masalah dan konteks layanan: a. kepribadian. masyarakat dan stakeholder pendidikan terlibat. Metode yang dapat digunakan seperti observasi. rencana evaluasi. kecerdasan. Pada tahap ini. masalah dan konteks layanan. pelaksana dan penanggung jawab. c. konselor mengolah. kondisi dan kualifikasi konselor serta kebijakan pimpinan sekolah. tujuan. Pemetaan. wawancara. melainkan tuntunan tanggung jawab yang sungguh harus dilaksanakan secara profesional. Kegiatan asesmen ini meliputi: (1) Asesmen konteks lingkungan program yang terkait dengan kegiatan mengidentifikasi harapan dan tujuan sekolah. orangtua. Dengan kata lain. (2) Asesmen kebutuhan dan masalah peserta didik yang menyangkut karakteristik peserta didik. minat. masalah dan konteks layanan. tugas perkembangan psikologis. 111 . Kegiatan ini diturunkan dari perilaku/tugas perkembangan/kompetensi yang harus dikuasai peserta didik. Implementasi penilaian kebutuhan. waktu. Pemetaan kebutuhan/permasalahan. d. 2007). sarana dan prasarana pendukung program bimbingan. where. why. seperti aspek fisik (kesehatan dan keberfungsiannya). 2. b. Action plan yang disusun paling tidak memenuhi unsur 5W + 1H ( what. Fatur Rahman (2008) menjelaskan sistematika penyusunan dan pengembangan program BK komprehensif pada dasarnya terdiri dari dua langkah besar. dokumentasi dan sebagainya. strategi dan atau teknik. sikap dan kebiasaan belajar. (2) Desain program yang sesuai dengan kebutuhan. masalah dan konteks membutuhkan instrumen asesmen yang berfungsi sebagai alat bantu. Identifikasikan dan rumuskan berbagai kegiatan yang harus/perlu dilakukan.berbagai ketentuan tentang pelaksanaan BK di sekolah seperti: visi dan misi. who. Eksplorasi peta kebutuhan. masalah-masalah yang dihadapi. biaya dan fasilitas lainnya. kebutuhan. kegiatan. konselor merumuskan aspek dan indikator beserta item pernyataan/pertanyaan yang akan diukur dan jenis metode yang akan digunakan untuk mengungkap aspek yang dimaksud. Melalui pemetaan ini diharapkan program dan layanan BK yang dikembangkan oleh konselor benar-benar dibutuhkan oleh seluruh segmen yang terlibat dan sesuai dengan konteks lingkungan program. Desain program BK dan rencana aksi (Action Plan) Berikut ini adalah penjabaran rencana operasional (action plan) yang diperlukan. Setelah hasil dianalisis dan identifikasi masalah terungkap. Berikut ini langkah-langkah yang dapat dilakukan oleh konselor dalam memetakan kebutuhan. Menyusun instrumen dan unit analisis penilaain kebutuhan. konselor sesegera mungkin mengumpulkan data dengan menggunakan instrumen yang telah dibuat sebelumnya dengan tujuan memperoleh gambaran kebutuhan dan konteks lingkungan yang akan dirumuskan ke dalam program lebih lanjut. masalah dan konteks program dapat teridentifikasi dengan tepat. when and how). menganalisis dan menginterpretasi hasil penilaian yang diungkap dengan tujuan kebutuhan. petugas BK dan konselor membuat peta kebutuhan/masalah yang dilengkapi dengan analisis faktor-faktor penyebab yang memunculkan kebutuhan/permasalahan. Secara berbeda. Dalam instrumen ini. yakni: (1) Pemetaan kebutuhan.

buku-buku.b. program tahunan dan program semesteran. Pertimbangan porsi waktu yang diperlukan untuk melaksanakan setiap kegiatan di atas. Adapun kegiatan bimbingan tanpa kontak langsung dengan peserta didik dapat dilaksanakan melalui tulisan (seperti e-mail. Apakah kegiatan itu dilakukan dalam waktu tertentu atau terus menerus. sekedar perkiraan atau pedoman relatif dalam pengalokasian waktu untuk konselor dalam pelaksanaan komponen pelayanan BK di sekolah. Berikut ini dikemukakan tabel alokasi waktu. Perencanaan waktu ini didasarkan kepada isi program dan dukungan manajemen yang harus dilakukan oleh konselor. Untuk kegiatan kontak langsung yang dilakukan secara klasikal di kelas (pelayanan dasar) perlu dialokasikan waktu terjadwal 2 jam pelajaran per-kelas per-minggu. d. Rencana kegiatan dimaksud dituangkan ke dalam rancangan jadwal kegiatan untuk satu tahun. konferensi kasus dan alih tangan. Inventarisasi kebutuhan yang diperoleh dari need assesment ke dalam tabel kebutuhan yang akan menjadi rencana kegiatan. Program BK perlu dilaksanakan dalam bentuk kontak langsung dan tanpa kontak langsung dengan peserta didik. Rancangan ini bisa dalam bentuk matrik. brosur atau majalah dinding). Berapa banyak waktu yang diperlukan untuk melaksanakan pelayanan BK dalam setiap komponen program perlu dirancang dengan cermat. kunjungan rumah. Perkiraan Alokasi Waktu Pelayanan No Komponen Pelayanan SD/MI 1 2 3 4 Pelayanan Dasar Pelayanan Responsif Perancanaan Indiviaual Dukungan Sistem 45 – 55 % 20 – 30 % 5 – 10 % 10 – 15 % Jenjang Pendidikan SMP/MTS 35 – 45 % 25 – 35 % 15 – 25 % 10 – 15 % SMA/SMK 25 – 35 % 15 – 25 % 25 – 35 % 10 – 15 % c. 112 .

Secara terjadwal. Pelayanan orientasi ini biasanya dilaksanakan pada awal program pelajaran baru. Pelayanan Orientasi Pelayanan ini merupakan suatu kegiatan yang memungkinkan peserta didik memahami dan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Materi pelayanan orientasi di sekolah/madrasah biasanya mencakup organisasi sekolah/madrasah. terutama lingkungan sekolah/madrasah. 113 . konselor memberikan pelayanan bimbingan kepada peserta didik. kurikulum.BAB III MEKANISME DAN KERANGKA KERJA LAYANAN BK KOMPREHENSIF Kerangka dan Cakupan Kerja Bimbingan dan Konseling Komprehensif A. staf dan guru-guru. 2. Pelayanan Dasar 1. untuk mempermudah atau memperlancar berperannya mereka di lingkungan baru tersebut. Bimbingan Klasikal Program yang dirancang menuntut konselor untuk melakukan kontak langsung dengan para peserta didik di kelas. Kegiatan bimbingan kelas ini bisa berupa diskusi kelas atau brain stroming.

Konseling ini dapat dilakukan secara individu maupun kelompok. maka sebaiknya dia mereferal atau mengalihtangankan konseli kepada pihak lain yang lebih berwenang. Kerjasama ini penting agar proses bimbingan terhadap peserta didik tidak hanya berlangsung di sekolah/madrasah. 2. B. Pelayanan Responsif 1. Bimbingan ini ditujukan untuk merespon kebutuhan dan minat para peserta didik. kecanduan narkoba dan penyakit kronis. Pengumpulan data ini dapat dilakukan dengan berbagai instrumen. leaflet. psikister. Pelayanan Informasi Yaitu pemberian informasi tentang berbagai hal yang dipandang bermanfaat bagi peserta didik melalui komunikasi langsung maupun tidak langsung (melalui media cetak maupun elektronik. kehadiran dan pribadinya). Topik yang didiskusikan dalam bimbingan kelompok ini adalah masalah yang bersifat umum (common problem) dan tidak rahasia. tetapi juga oleh orangtua di rumah. Konseling Individual dan Kelompok Pemberian pelayanan konseling ini ditujukan untuk membantu peserta didik yang mengalami kesulitan. tindak kejahatan (kriminalitas).program BK. Kolaborasi dengan Orangtua Konselor perlu melakukan kerjasama dengan para orangtua peserta didik. 3. fasilitas atau sarana-prasarana dan tata tertib sekolah. 4. Melalui konseling. brosur. Referal (Alih Tangan atau Rujukan) Apabila konselor merasa kurang memiliki kemampuan untuk menangani masalah konseli. seperti: cara-cara belajar yang efektif. Kolaborasi dengan Pihak Terkait Di Luar Yaitu berkaitan dengan upaya sekolah/madrasah untuk menjalin kerjasama dengan unsur-unsur masyarakat yang dipandang relevan dengan peningkatan 114 . 3. 4. kiat-kiat menghadapi ujian dan mengelola stres. membantu memecahkan masalah peserta didik dan mengidentifikasi aspek-aspek bimbingan yang dapat dilakukan oleh guru mata pelajaran. program ekstrakurikuler. 5. dokter dan kepolisian. penemuan alternatif pemecahan masalah dan pengambilan keputusan secara tepat. seperti depresi. pengertian dan tukar pikiran antara konselor dan orangtua dalam upaya mengembangkan potensi peserta didik atau memecahkan masalah yang mungkin dihadapi peserta didik. peserta didik (konseli) dibantu untuk mengidentifikasi masalah. penyebab masalah. majalah dan internet). Aplikasi Instrumentasi Merupakan kegiatan untuk mengumpulkan data atau informasi tentang pribadi peserta didik dan lingkungan peserta didik. Konseli yang sebeiknya direferal adalah mereka yang memiliki masalah. Bimbingan Kelompok Konselor memberikan pelayanan bimbingan kepada peserta didik melalui kelompok-kelompok kecil (5 s/d 10 orang). Melalui kerjasama ini memungkinkan terjadinya saling memberi informasi. Kolaborasi dengan Guru Mata Pelajaran Konselor berkolaborasi dengan guru dan wali kelas dalam rangka memperoleh informasi tentang peserta didik (seperti prestasi belajar. 5. seperti psikolog. seperti: buku. mengalami hambatan dalam mencapai tugas-tugas perkembangannya. baik tes maupun non-tes.

Bimbingan Teman sebaya Bimbingan teman sebaya ini adalah bimbingan yang dilakukan oleh peserta didik terhadap peserta didik yang lainnya. (5) MGMP. belajar dan karir. penerimaan dan pengarahan dirinya secara positif dan konstruktif. orangtua atau pihak pimpinan sekolah/madrasah yang terkait dengan upaya membangun kesamaan persepsi dalam memberikan bimbingan kepada peserta didik. sosial. menciptakan lingkungan sekolah/madrasah yang kondusif bagi perkembangan peserta didik. Konseli menggunakan informasi tentang pribadi. Peserta didik yang menjadi pembimbing berfungsi sebagai mentor atau tutor yang membantu peserta didik lain dalam memecahkan masalah yang dihadapinya baik akademik maupun nonakademik. dalam upaya mengentaskan masalahnya. dalam arti D. (3) ABKIN. kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya permasalahan peserta didik itu. Konferensi Kasus Yaitu kegiatan untuk membahas permasalahan peserta didik dalam suatu pertemuan yang dihadiri oleh pihak-pihak yang dapat memberikan keterangan. sosial. (6) Depnaker. 9. C. (3) aktif dalam kegiatan-kegiatan ilmiah. pendidikan dan karir yang diperolehnya untuk: 1. 2. yaitu yang menyangkut pencapaian tugas-tugas perkembangan atau aspek-aspek pribadi. peserta didik akan memiliki pemahaman. melalui kunjungan ke rumahnya. melakukan referal dan meningkatkan kualitas program bimbingan dan konseling. Manajemen program Program pelayanan BK tidak mungkin akan tercipta. Pelayanan perencanaan individual ini dapat dilakukan juga melalui pelayanan penempatan (penjurusan dan penyaluran) untuk membentuk peserta didik menempati posisi yang sesuai dengan bakat dan minatnya. 2. Pengembangan Profesi Konselor secara terus menerus berusaha untuk memperbaharui pengetahuan dan ketrampilannya melalui: (1) in service training. Melalui kegiatan penilaian diri ini. (2) instansi swasta. (4) melanjutkan studi ke program yang lebih tinggi. psikister dan dokter. terselenggara dan tercapai bila tidak memiliki suatu sistem manajemen yang bermutu. 7.mutu pelayanan bimbingan. (4) para ahli dalam bidang terkait. 6. Konsultasi Konselor menerima pelayanan konsultasi bagi guru. Mengevaluasi kegiatan yang telah dilakukan. Dukungan Sistem 1. 3. Perencanaan Individual Konselor membantu peserta didik menganalisis kekuatan dan kelemahan dirinya berdasarkan data atau informasi yang diperoleh. 8. Pertemuan konferensi kasus ini bersifat terbatas dan tertutup. Jalinan kerjasama ini seperti dengan pihak-pihak: (1) instansi pemerintah. Kunjungan Rumah Yaitu kegiatan untuk memperoleh data atau keterangan tentang peserta didik tertentu yang sedang ditangani. seperti psikolog. Melakukan kegiatan yang sesuai dengan tujuan atau perencanaan yang telah ditetapkan. Peserta didik yang menjadi pembimbing sebelumnya diberikan latihan atau pembinaan konselor. seperti seminar dan lokakarya atau. 115 . Merumuskan tujuan dan merencanakan kegiatan yang menunjang pengembangan dirinya atau kegiatan yang berfungsi untuk memperbaiki kelemahan dirinya. (2) aktif dalam organisasi profesi.

E. laboratorium. Riset dan Pengembangan Melakukan penelitian. sarana utama lain yang diperlukan dalam penyelenggaraan S-1 BK adalah ruang yang disediakan dan dirancang khusus sebagai ruang demonstrasi-observasi dan yang berada di kampus. seperti perpustakaan. sistematis dan terarah. mengikuti aktivitas Sarana dan Prasarana 1. bimbingan dan konseling harus ditempatkan sebagai bagian terpadu dari seluruh program sekolah/madrasah dengan dukungan wajar dalam aspek ketersediaan sumber daya manusia (konselor) maupun sarana dan pembiayaan.dilakukan secara jelas. mengikuti kegiatan profesi dan peningkatan profesi serta kegiatan pada organisasi profesi. Sekolah latihan adalah sekolah menengah yang berada di dalam dan atau di luar kampus. Sarana dan prasarana tersebut digunakan untuk pengembangan keilmuan dan pembelajaran dalam bidang BK. 3. 2. 3. Oleh karena itu. Ruang ini minimal dilengkapi dengan video-kamera. termasuk penelitian. pusat sumber belajar berbagai media dalam teknologi informasi dan komunikasi dan fasilitas khusus untuk latihan wawancara konseling. satu sekolah menengah latihan maksimal untuk 10 mahasiswa. dengan jumlah yang memadai. Lembaga penyelenggara program S-1 BK mengutamakan pemanfaatan secara optimal sarana dan prasarana yang dimiliki. bengkel kerja. sehingga yang sedang berlatih tidak merasa terganggu. 5. perpustakaan serta laboratorium untuk BK. 116 . monitor televisi dan ruang pengamat yang dibatasi dengan kaca satu arah yang hanya tembus pandang dari tempat pengamat. Selain ruang kelas yang memadai. sekolah latihan. latihan dan praktik BK. Perpustakaan yang memuat buku/sumber-sumber yang berkaitan dengan BK. 4. Ruang demonstrasi-observasi merupakan ruang untuk berlatih menguasai ketrampilan dasar wawancara dan ketrampilan konseling.

Untuk lebih memperjelas keterkaitan evaluasi dengan proses pembuatan kebijakan dan keputusan dapat dilihat skema berikut: INFORMASI TUJUAN PEMBUATAN KEPUTUSAN ALTERNATIF PILIHAN: PERUBAHAN PERBAIKAN PENGEMBANGAN PENGAYAAN EVALUASI 117 . serta kemungkinan-kemungkinan pengembangannya.BAB IV EVALUASI PROGRAM. Pengertian Evaluasi Beberapa pengertian tentang evaluasi sering dikemukakan oleh beberapa ahli seperti: Lessinger 1973 mengemukakan bahwa evaluasi adalah proses penilaian dengan jalan membandingkan antara tujuan yang diharapkan dengan kemajuan/prestasi nyata yang dicapai. memperoleh atau menghasilkan informasi yang berguna untuk mempertimbangkan suatu keputusan. Gibson dan Mitchell mengemukakan bahwa proses evaluasi adalah untuk mencoba menyesuaikan data objektif dari awal hingga akhir pelaksanaan program sebagai dasar penilaian terhadap tujuan program. Evaluasi program bimbingan dan konseling adalah suatu lingkaran yang berkesinambungan dan melengkapi dalam susunan program. efektivitas dan efisiensi tidaknya suatu program. Perencanaan dan pengembangan merupakan proses yang banyak berkenaan dengan evaluator dan pembuat keputusan serta pelaksanaannya tidak hanya bersifat teknis. Suatu proses sistematis dalam mengumpulkan data dan kegiatan analisis untuk menentukan nilai dari suatu program dalam membantu pengelolaan. 4. Pada akhirnya. Berdasarkan pada rumusan pengertian evaluasi di atas dapat disimpulkan bahwa evaluasi program bimbingan dan konseling adalah: 1. 2. justru untuk melayani pengambilan keputusan. Suatu proses pengumpulan informasi untuk mengetahui dan menentukan efektivitas dan efisiensi program bimbingan dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling dalam membantu para siswanya agar mereka dapat mengetahui dan memahami kebutuhan-kebutuhan kemampuan dan kelemahannya. agar memperoleh pertimhangan yang sebaik-baiknya tentang usaha. dan pengembangannya. Sedangkan Stufflebeam 1971 mengemukakan bahwa evaluasi adalah suatu proses mengupayakan data dan informasi yang berguna untuk mengambil suatu keputusan (Uman Suherman. Supaya keputusan itu dapat dipenuhi. pelaksanaan. 2011). Evaluasi program bimbingan dan konseling dalam pengembangannya adalah untuk dapat membuat keputusan melalui informasi yang cukup. Karena suatu penilaian dianggap perlu dilakukan. 2. dalam kegiatan evaluasi program bimbingan dan konseling pengambilan keputusan merupakan aspek yang sangat penting. latihan staf dan peningkatannya. 3. Wysong 1974 mengemukakan bahwa evaluasi adalah proses untuk menggambarkan. perencanaan program. maka dalam pelaksanaan evaluasi program bimbingan dan konseling perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut: 1. PROSES DAN HASIL BK A. Evaluasi program bimbingan dan konseling adalah suatu proses yang di dalamnya terdapat langkah-langkah perencanaan.

Memperoleh pegangan yang kuat dalam mempublikasikan peranan bimbingan dalam masyarakat. Menumbuhkan dan meningkatkan partisipasi dalam pembuatan keputusan bersama. 2. 7. 3. yaitu untuk mengetahui: 1. Meningkatkan kepercayaan dalam melaksanakan dan mempertimbangkan kegiatan dengan cara yang lebih baik. Membantu mengembangkan kurikulum sekolah yang mempunyai kesesuaian dengan masalah dan kebutuhan para siswanya. Fungsi Evaluasi Pada umumnya para ahli mengemukakan bahwa evaluasi adalah proses mendapatkan/memperoleh data atau informasi yang berguna untuk membuat suatu keputusan. Prinsip-prinsip Evaluasi Untuk memenuhi tujuan dan. Tingkat efektivitas dan efisiensi strategi pelaksanaan program bimbingan dan konseling yang telah dilak-sanakan dalam jangka waktu tertentu. atau perkembangan orang-orang yang telah dilayani melalui program bimbingan dan konseling. Taraf kemajuan program bimbingan dan konseling. 6. Mengetahui tingkat efektivitas metode/strategi layanan yang telah dilaksanakan. Memperoleh informasi yang kuat dalam mengembangkan program bimbingan dan konseling selanjutnya. 2. 2. Meningkatkan pemahaman terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan program dan akibatnya. Memberikan umpan balik atau tanggapan terhadap peran dan tanggung jawab personel dalam pelaksanaan program bimbingan dan konseling. Atas dasar itulah kegiatan evaluasi program bimbingan dan konseling memiliki fungsi sebagai berikut: 1. Meneliti secara periodik hasil pelaksanaan program bimbingan dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling.B. 9. Meningkatkan pemahaman setiap personel dalam mengembangkan kemampuan profesionalnya. 4. 118 . Karena itu. D. Mengetahui jenis layanan bimbingan yang sudah/belum dilaksanakan atau perlu diperbaiki. Artinya kegiatan evaluasi program bimbingan dan konseling harus memenuhi aturan dan memperoleh hasil yang dapat digunakan untuk mempertimbangkan langkah selanjutnya. C. Meningkatkan kualitas pelaksanaan program bimbingan dan konseling dengan memberikan acuan/dasar agar pelaksanaannya lebih efektif dan efisien. 5. 8. Memberikan informasi atau data pada para pembuat keputusan. Kedua tujuan evaluasi program bimbingan dan konseling itu dapat dikembangkan secara operasional sebagai berikut: 1. Mengetahui sejauh mana keterlibatan semua pihak dalam menunjang keberhasilan program bimbingan dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling. 8. 3. 5. 7. 4. 6. Mengukur pelaksanaan program bimbingan dan konseling dengan jalan membandingkan atau membuktikan tingkat kemajuan yang telah dicapai. Mengetahui sumbangan program bimbingan dan konseling terhadap pencapaian tujuan institusional khususnya dan tujuan pendidikan pada umumnya. fungsi pelaksanaan evaluasi program bimbingan dan konseling diperlukan adanya pelaksanaan evaluasi yans baik. Menyetujui atau menolak pelaksanaan program bimbingan dan konseling dengan memberikan bukti tentang apa yang telah dicapai dan belum di capai dalam pelaksanaan program. Tujuan Evaluasi Secara sepintas di atas telah dikemukakan bahwa pelaksanaan evaluasi program bimbingan dan konseling adalah untuk memenuhi dua tujuan utama.

f. Data atau informasi yang dibutuhkan. Pelaksanaan Evaluasi: Setelah rencana itu disusun dan disetujui. Alat pengumpulan data yang digunakan. Melibatkan pihak yang betul-betul memahami tentang konsep dasar bimbingan dan konseling secara kom-prehensif. Identifikasi Tujuan yang akan Dicapai: Melakukan identifikasi terhadap tujuan yang ingin dicapai sangat penting karena memberikan arah pekerjaan yang akan dilaksanakan. Sumber data atau informasi yang dapat dihubungi. Tujuan itu hendaknya jelas. Kejelasan tujuan yang akan dicapai dalam suatu kegiatan evaluasi. pelaksanaan evaluasi program bimbingan dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling bergantung pada cara/metoda yang digunakan. kegiatan evaluasi merupakan suatu kegiatan yang berkesinambungan atau lebih tepat bila dikatakan siklus sebab tidak berhenti sampai terkumpulnya data atau informasi. 4. Pengembangan rencana evaluasi: Pengembangan rencana evaluasi merupakan langkah lanjutan setelah menetapkan tujuan yang ingin dicapai.pelaksanaan evaluasi program bimbingan dan konseling hendaknya memperhatikan beberapa prinsip sebagai berikut: 1. Langkah awal kegiatan evaluasi adalah menetapkan parameter atau batasan-batasan yang akan dievaluasi. 3. E. g. tetapi data atau informasi itu digunakan sebagai dasar kebijakan atau keputusan dalam pengembangan program bimbingan dan konseling selanjutnya. 3. singkat. Komponenkomponen rencana evaluasi program bimbingan dan konseling yang perlu dikembangkan antara lain: a. d. 2. Prosedur evaluasi. 5. c. 4. sehingga hasil evaluasi dapat digunakan untuk membuat kebijakan/ keputusan. Kriteria penilaian. Prinsip pelaksanaan evaluasi perlu memperhatikan faktor-faktor yang telah direncanakan sehingga terjadi berinteraksi antara faktor yang satu dengan lainnya dan dapat membantu pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Prosedur Evaluasi Evaluasi program bimbingan dan konseling bukan merupakan kegiatan akhir. dapat dipusatkan pada program bimbingan dan konseling secara keseluruhan atau pada tujuan khusus secara terpisah-pisah. operasional dan dapat diukur. Karena itu kegiatan evaluasi program bimbingan dan konseling hendaknya memperhatikan prosedur dan langkah-langkah serta metoda atau strategi yang harus digunakan. Hasil kegiatan evaluasi yang baik adalah yang dapat memberikan sumbangan pertimbangan dalam membuat kebijakan dan keputusan 119 . e. Kegiatan evaluasi program bimbingan dan konseling bukan merupakan kegiatan yang bersifat insidental. 2. Menuntut umpan balik dan tindak lanjut. Memerlukan adanya kriteria pengukuran. Artinya selama melakukan evaluasi tetap mengacu pada tujuan yang telah ditetapkan. b. Waktu pelaksanaan. Pelaporan dan Pemanfaatan Hasil Evaluasi: Pelaporan dan pemanfaatan hasil evaluasi dianggap sangat penting sebab langkah ini merupakan bentuk konkrit sikap akuntabilitas atas program dan hasil kegiatan yang telah dilakukan seorang konselor beserta staf yang lainnya. tetapi merupakan proses kegiatan yang sistematis dan berkesinambungan. Artinya. yaitu meliputi serangkaian kegiatan yang berurut sebagai berikut: 1. Bagaimana pelaporan dan pada siapa laporan itu disampaikan. Personel pelaksanaan.

Hasil yang Dicapai: Penilaian terhadap hasil menekankan pada pengumpulan data atau informasi mengenai keberhasilan dan pengaruh kegiatan layanan bimbingan dan konseling yang telah dilakukan. b. Pengorganisasian yang berkaitan dengan: 1) Personel. Bisa berkaitan dengan jenis layanan. 4) Waktu. 2) Fasilitas. operasional dan terukur. aspek-aspek program bimbingan dan konseling dan konseling dan konseling yang harus dievaluasi adalah sebagai berikut: 1. Beberapa aspek tujuan yang hendaknya diperhatikan antara lain: a. apakah melalui penelaahan kebutuhan dan kondisi sekolah dengan melibatkan tim pengembang atau hasil pekerjaan perseorangan. menyangkut tugas dan tanggung jawab serta alur komunikasi/tata kerja diantara staf sekolah dan bimbingan. tetapi lebih ditekankan pada pelaksanaan setiap komponen yang telah ditetapkan dalam program sebelumnya. waktu dan fasilitas lainnya. personel. seperti visi dan misi pendidikannya. Tujuan dan Keberhasilan yang Diharapkan: Penentuan tujuan merupakan bidang manajemen yang sangat penting. 2) Perencanaan individual. Dasar atau acuan penyusunan program. berkaitan dengan anggaran dan sumber biayanya. peraturan pemerintah. Proses Layanan Bimbingan: Seperti telah dikemukakan pada pendekatan penilaian bahwa penilaian terhadap proses ditekankan pada pengumpulan data atau informasi mengenai interaksi komponen-komponen aspek yang terdapat dalam suatu program. serta bagaimana pelaksanaannya diantara komponen-komponen atau unsur-unsur tersebut. diganti. 3. 3) Layanan responsif. 2. Proses penyusunan program. Aspek- 120 . Penilaian terhadap hasil diarahkan pada pencapaian tujuan program baik jangka pendek maupun jangka panjang. singkat. Program BK: Aspek-aspek yang harus dinilai dalam program bimbingan dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling sekolah adalah sebagai berikut: a. 3) Biaya. Tujuan umum program bimbingan dan konseling di sekolah. berkaitan dengan ruangan dan alat-alat pengumpulan dan penyimpanan data. Aspek yang dinilai dalam proses bimbingan dan konseling lebih ditekankan terhadap interaksi antara unsur-unsur yang telah ditetapkan dalam program. Tujuan khusus program bimbingan dan konseling dari setiap materi dan jenis kegiatan yang dilakukan. b. diubah atau Secara operasional. Program bimbingan dan konseling itu dikembangkan semata-mata berdasarkan hasil evaluasi. Kurikulum layanan: 1) Layanan dasar. berkaitan dengan waktu perencanaan dan pelaksanaan serta pertanggungjawabannya. karena itu tujuan program bimbingan dan konseling hendaknya jelas. keputusan dan kebijakan baik berasal dari pemerintah maupun sekolah. Dengan kata lain penilaian proses adalah menelaah kesesuaian antara peran yang diberikan atau diharapkan dengan kinerja yang ditunjukkan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan dalam rencana program. seperti produk hukum dalam bentuk undang-undang. 4) Dukungan sistem d. c. bagaimana program bimbingan dan konseling itu diwujudkan. Penilaian terhadap proses tidak hanya mengetahui apakah komponen-komponen itu ada atau tidak.selanjutnya. 4.

2) Pemahaman tentang keberhasilan putera-puterinya dalam belajar. berkaitan dengan aspek-aspek: 1) Pemahaman tentang perkembangan putera-puterinya. apakah sesuai dengan yang seharusnya atau tidak). d. The How do We Stand Method: yaitu metode yang digunakan untuk mengidentifikasi hasil-hasil program yang diharapkan sesuai dengan karakteristik dan kriteria keberhasilannya. 2. maupun sebagai makhluk Tuhan. pada waktu tertentu. dalam pelaksanaannya sering menggunakan pre-tes dan post-tes. berkaitan dengan aspek-aspek: 1) Keberhasilan sekolah dalam menyelenggarakan pembelajaran dan pendidikan. 4) Pemahaman tentang kelanjutan pendidikan siswa. 4) Hubungan penyelenggaraan program bimbingan dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling dengan program pendidikan di sekolah secara keseluruhan. 4) Keberhasilan belajar mengajar. 2) Pencapaian tujuan institusional. 3. c. teknik ini dilakukan dengan cara membuat dua kondisi yang berbeda tetapi mempunyai tujuan yang sama. Sehubungan dengan metode pelaksanaan evaluasi program bimbingan dan konseling. 2011) mengemukakan tiga rnacam metode evaluasi seperti berikut: 1. F. 4) Penyesuaian terhadap lingkungan yang dihadapinya. Perkembangan guru. Perkembangan orang tua siswa/masyarakat. Metode Evaluasi Pelaksanaan kegiatan evaluasi program bimbingan dan konseling memerlukan suatu strategi atau metode-metode yang efektif dan efisien. Perkembangan sekolah. berkaitan dengan aspek-aspek: 1) Pemahaman tentang para siswa. tetapi hasilnya tidak sesuai dengan tujuan semula karena semata-mata terdapat kesalahan dalam pelaksanaannya. 5) Pemahaman tentang bantuan pemecahan masalah yang dihadapi siswa. 3) Pemahaman tentang program bimbingan dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling di sekolah. 3) Menurunnya angka persentase pelanggaran disiplin sekolah. Gibson and Mitchell (Uman suherman. b. Tidak jarang suatu perencanaan evaluasi itu baik. 5) Pemahaman tentang penanaman disiplin. kondisi-kondisi atau komponen-komponen yang mendukung. Metode ini biasanya digunakan untuk mengevaluasi rumusan program. baik keberadaan mereka sebagai makhluk individu. 3) Peningkatan prestasi akademik. Before and After Method: metode ini digunakan untuk mengidentifikasi kemajuan yang telah dicapai melalui suatu kegiatan tertentu. 121 . 2) Pemahaman tentang program bimbingan dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling dan partisipasi mereka dalam pelaksanaannya. berkaitan dengan aspek: 1) Pemahaman tentang kemampuan dan kelemahan diri. 2) Pemahaman tentang jenjang/program pendidikan yang dipilih. Perkembangan diri siswa.aspek hasil program bimbingan dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling yang hendaknya dievaluasi adalah sebagai berikut: a. 3) Bantuan pemecahkan masalah belajar siswa. Dengan kata lain. Comparison Method: yaitu metode yang dilakukan dengan cara membandingkan kelompok yang diberikan layanan bimbingan dengan yang tidak diberikan layanan bimbingan. sosial. pelaksanaannya (interaksi antara komponen-komponen itu. Caranya adalah membandingkan kemampuan sebelum dan setelah kegiatan dilakukan.

Diatur menurut skala prioritas berdasarkan kebutuhan siswa. kepala sekolah maupun orang tua dan masyarakat. kemampuan profesional profesional atau untuk mengevaluasi hasil yang telah dicapai melalui program bimbingan dan konseling di sekolah itu. Oleh karena itu. H. Siapa sumber data yang perlu dihubungi? tentunya disesuaikan dengan data atau informasi yang diperlukan. Menyediakan fasilitas yang dibutuhkan. 4. Para ahli atau lembaga tertentu yang berkaitan dengan pelaksanaan program bimbingan dan konseling di sekolah. apakah untuk mengevaluasi rumusan programnya. b. 8. Sehubungan dengan kriteria rumusan program. d. Orang tua dan masyarakat. Memberikan kemungkinan pelayanan pada seluruh siswa. sedangkan yang dapat bertindak sebagai evaluator adalah terutama koordinator bimbingan dan konseling. g. Keputusan seseorang kadang-kadang dipengaruhi unsur subjektivitas dirinya. 7. Kepala Sekolah. Mempunyai tujuan yang ideal tetapi realistis. 2. Kriteria evaluasi tergantung pada tujuan dan aspek yang dievaluasi. Penyusunannya disesuaikan dengan program pendidikan dan pengajaran di sekolah yang bersangkutan. karena itu untuk menghindari unsur subjektivitas diperlukan adanya rumusan kriteria sebagai acuan penilaian. kelancaran interaksi komponen-komponen program dalam proses pelaksanaannya. 6. Disusun dan dikembangkan berdasarkan kebutuhan nyata siswa. Di bawah ini dikemukakan beberapa jenis kriteria penilaian yang dapat dijadikan sebagai patokan dalam membuat keputusan: 1. Bila evaluasi program bimbingan dan konseling ditujukan untuk menilai semua aspek tersebut di atas.G. baik berkenaan dengan diri siswa. Sumber Data Untuk memperoleh data atau informasi yang objektif diperlukan sumber data yang dapat memberikan keterangan. kepala sekolah. Kriteria Evaluasi Penilaian terhadap suatu program adalah untuk menentukan suatu kebijakan atau keputusan. c. Untuk itu data yang kita gall hendaknya bukan dari satu pihak saja. Staf Sekolah lainnya seperti pegawai tata usaha. guru. tetapi dari berbagai pihak yang mempunyai keterkaitan dengan pelaksanaan bimbingan di sekolah. sumber data yang dapat kita hubungi dalam memperoleh informasi mengenai program bimbingan dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling adalah: 1. Mencerminkan komunikasi yang berkesinambungan diantara semua staf pelaksana. maka diperlukan berbagai jenis dan bentuk kriterianya. Koordinator BP. 122 . Kriteria Rumusan Program Untuk menilai rumusan program bimbingan dan konseling dapat dilihat dari sejauh mana program itu telah memenuhi persyaratan atau ciri-ciri program bimbingan dan konseling baik (sebagaimana dikemukakan para ahli). data atau informasi yang dapat dipercaya pula. Dikembangkan secara berangsur-angsur dengan melibatkan semua unsur petugas. penilik atau pengawas sekolah. 5. h. e. 3. Guru mata pelajaran. Siswa dan teman terdekatnya. Miller (1961) mengemukakan bahwa program bimbingan dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling yang baik adalah yang bercirikan hal-hal sebagai berikut: a. Wali Kelas. f.

b. 3) Semua layanan pada pelaksanaannya mengacu pada tujuan dan fungsi yang diharapkan. Memperlihatkan peranan yang penting dalam meng-hubungkan sekolah dengan masyarakat. d. 4) Penelaahan tentang siswa dan pemberian konseling. 5) Pelayanan yang diberikan dalam berbagai jenis bimbingan. c. Beberapa pernyataan yang dapat dijadikan sebagai kriteria evaluasi pelaksanaan program bimbingan dan konseling adalah sebagai berikut: a. Layanan bagi 123 . kemajuan siswa yang dibimbing. Kriteria Keberhasilan Program Keberhasilan program bimbingan dan konseling yang telah dilaksanakan dapat dilihat dari dampak atau pengaruhnya. Jenis Layanan 1) Setiap jenis layanan dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana. 3) Fasilitas atau alat yang tersedia dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan. tetapi dalam perkembangannya tidak berarti layanan bagi subjek lainnya diabaikan. Subjek utama utama layanan bimbingan adalah siswa. 4) Setiap jenis layanan dalam pelaksanannya sesuai dengan prosedur semestinya. dan kemajuan pengetahuan. Personel 1) Semua staf bimbingan telah melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. 3. Fasilitas 1) Semua alat-alat administrasi yang telah ditentukan tersedia. 2) Semua siswa telah terlayani sesuai dengan kebutuhannya. keberhasilan di perguruan tinggi. 4) Kualitas setiap fasilitas itu dapat menunjang pelaksanaan setiap jenis layanan bimbingan. 3) Penggunaan alat ukur yang objektif dan subjektif. 2) Pemakaian biaya tidak menyimpang dari rencana semula. 3) Biaya diperoleh dari sumber dana yang tetap. Kriteria Pelaksanaan Program Bila penilaian terhadap program lebih ditekankan pada aspek material atau bahan masukan (input) yang tersedia. keterampilan serta sikap para petugas pelaksanannnya.i. 2. Keberhasilan dapat dimanifestasikan dari segi kuantitatif (yang ditandai dengan angka lulusan. Menjamin keseimbangan dan kesinambungan pelayanan bimbingan dalam hal: 1) Pelayanan kelompok dan individual. Berlangsung sejalan dengan proses penilaian baik mengenai program itu sendiri. 3) Jumlah personel yang ada mencukupi kebutuhan atau sesuai dengan keadaan siswa. Anggaran Biaya 1) Anggaran biaya yang dibutuhkan tersedia. k. formasi di suatu lembaga pekerjaan/instansi) dan kualitatif yang ditandai dengan perubahan-perubahan dan perkembangan-perkembangan perilaku subjek yang mendapat layanan bimbingan dan konseling. maka penilaian pelaksanaan program bimbingan dan konseling ditekankan pada teknis interaksi diantara aspek-aspek itu. j. 6) Pemberian konseling umum dan khusus. 2) Alat-alat itu digunakan sesuai dengan fungsinya. 5) Fasilitas yang tersedia dapat mencukupi kebutuhan pelaksanaan bimbingan. 2) Kemampuan yang dibutuhkan dari setiap personel mendukung kelancaran pelaksanaan tugasnya. 2) Pelayanan yang diberikan oleh masing-masing guru pembimbing. 4) Jalur komunikasi/mekanisme kerja yang telah ditetapkan itu mendukung pelaksanaan program secara efektif dari efisien.

2) Berpartisipasi dalam pelaksanaan program bimbingan dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling dengan peran dan tanggung jawab. Kriteria keberhasilan bagi orang tua dan masyarakat. baik yang ber-hubungan dengan kelanjutan pendidikan maupun dunia kerja yang sesuai dengan bakat. Pelaksanaan program bimbingan dan konseling dapat dikatakan berhasil apabila para guru menunjukkan perilaku sebagai berikut: 1) Mengetahui dan memahami program bimbingan dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling yang dilaksanakan disekolahnya. sosial dan personal siswa. 4) Meningkat dalam pengetahuan. 3) Memahami para siswa sebagai individu yang unik. Kriteria keberhasilan bagi perkembangan sekolah. Pelaksanaan program bimbingan dan konseling dapat dikatakan berhasil apabila orang tua dan masyarakat menunjukkan perilaku sebagai berikut: 1) Mengetahui dan memahami program bimbingan dan konseling yang dilaksanakan di sekolah. Beberapa kriteria keberhasilan pelayanan bimbingan dan konseling yang bisa dijadikan dasar pengambilan kebijakan atau keputusan adalah sebagai berikut: a. d. e) Meningkatnya animo masyarakat untuk menyekolahkan putera-puterinya pada sekolah yang bersangkutan. c) Rendahnya angka yang tinggal kelas dan putus sekolah. Kriteria keberhasilan para siswa. 6) Memahami dan menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial yang dihadapinya. keterampilan dan sikap serta nilai kehidupannya. 5) Meningkatkan keberhasilan proses belajar mengajar. serta perkembangan sekolah itu sendiri. orang tua siswa dan masyarakat. minat. Karena itu keberhasilan pelayanan bimbingan dan konseling itu pun dapat dilihat dampaknya pada para siswa. 2) Tercapainya peningkatan pencapaian tujuan institusional yang ditandai dengan: a) Tingginya angka lulusan.subjek yang lain dilakukan karena pada dasarnnya bimbingan dan konseling merupakan kegiatan integral dari keseluruhan proses pendidikan. 3) Memahami jenjang pendidikan dan prospek pendidikan yang sedang ditempuhnya. guru. 2) Berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling yang ditandai dengan: 124 . Pelaksanaan program bimbingan dan konseling di sekolah dapat dikatakan berhasil apabila ditunjukkan dengan: 1) Tercapainya peningkatan keberhasilan proses pembelajaran. d) Meningkatnya perkembangan intelektual. b. Kriteria keberhasilan bagi guru. 4) Membantu memecahkan masalah yang dicapai oleh para siswa. dan kemampuannya. 2) Mengetahui dan memahami kemampuan dan kelemahan dirinya. c. kepala sekolah. b) Tingginya angka lulusan yang diterima di Perguruan Tinggi dan di lapangan pekerjaan. Pelaksanaan program bimbingan dan konseling dapat dikatakan berhasil apabila para siswa mampu menunjukkan perilakunya sebagai berikut: 1) Mengetahui dan memahami program bimbingan dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling yang dilaksanakan sekolahnya. 5) Mampu merencanakan masa depannya.

3) 4) 5) 6) a) Memenuhi setiap undangan yang diberikan sekolah. Fajar Santoadi. Yogyakarta: Penerbit Universitas Sanata Dharma. 2000. d) Meneliti perkembangan putera-puterinya. New Jersey: Pearson Education Ltd. Departemen Pendidikan Nasional. P. 2006. 2008. 2008. c) Mengkomuikasikan perkembangan putera-puterinya pada pihak sekolah. & Hatch. The National Model for School Counseling Programs. Bandung: Penerbit UPI. Manajemen Bimbingan dan Konseling Komprehensif. Cara lain ialah dengan terlebih dahulu menentukan suatu nilai patokan yang harus dicapai. Jurnal Bimbingan dan Konseling. Developing & Managing Your School Guidance and Counseling Program. b) Membantu menyediakan fasilitas yang dibutuhkan untuk kelanjutan proses pendidikan pada umumnya. Fatur Rahman. VI/11 Mei 2003. Bimbingan dan Konseling Perkembangan. terutama di luar sekolah. 2011. Alexandria: American Counseling Association. kemudian dibandingkan dengan pencapaiannya sendiri. terutama yang berhubungan dengan pemecahan masalah yang dihadapi puteraputerinya. Erford. Nurihsan. 2007. J. Membantu memecahkan masalah yang dihadapi putera-puterinya. baik untuk kelanjutan studi cnaupun dalam memasuki kerjanya. & Henderson. Brandley T. 2011. seorang penilai dapat melihat sampai seberapa jauh dari sekian kriteria tersebut tampak dalam perilaku masingmasing subjek layanan. C. Memahami perkembangan putera-puterinya. Bowers. Penyusunan Program BK di Sekolah . Gysbers. Menyesuaikan keinginannya dengan kondisi yang dimiliki putera-puterinya. American School Counselor Association. L. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta. Penataan Pendidikan Profesional Konselor dan Layanan Bimbingan dan Konseling dalam Jalur Pendidikan Formal. (Bahan Diklat Profesi Guru Rayon 11 DIY dan Jateng). 2003. Bandung: Refika Aditama. KUALIFIKASI SANGAT BAIK BAIK KURANG BAIK 125 . Misalnya patokan nilaian yang ditentukan adalah sebagai berikut: NO 01 02 03 RENTANGAN PERSENTASE ≥ 75 50 – 74 ≥ DAFTAR PUSTAKA Achmad J. Lebih banyak perilaku yang ditunjukkan masing-masing subjek sesuai dengan kriteria di atas. Untuk mempermudah pelaksanaan analisis. Sunaryo Kartadinata. Memahami keberhasilan belajar putera-puterinya. P. Manajemen Bimbingan dan Konseling. Vol. Bimbingan dan Konseling dalam Berbagai Latar Kehidupan. Pendekatan Alternatif bagi Perbaikan Mutu dan Sistem Manajemen Layanan Bimbingan dan Konseling Sekolah. Uman Suherman. Transforming the School Counseling Profesion. A. maka gambaran hasil atau dampak pelaksanaan program bimbingan dan konseling bisa dikatakan baik. N. 2010. Bandung: Rizqi Press.

126 .

Selain itu buku ajar ini juga memuat standar kompetensi kemandirian peserta didik di sekolah. peserta PLPG BK memperoleh pengetahuan dalam memahami dan menerapkan bidang-bidang layanan bimbingan dan konseling serta kompetensi kemandirian peserta didik. dan bidang layanan karir yang dapat diterapkan di sekolah dengan menggunakan berbagai jenis layanan BK yang ada. Lakukan pencatatan dengan sebaik-baiknya sebagai laporan praktek. 4. 127 . Jika diberi kesempatan bertanya oleh dosen pergunakanlah dengan sebaik-baiknya dan jika menemukan sumber yang berbeda tanyakan pula kepada dosen atau instruktur dengan cara yang baik. dan lakukan pencatatan yang dianggap penting. bidang layanan sosial. bidang layanan belajar. Prasyarat Buku ajar ini khususnya disusun untuk peserta PLPG bidang Bimbingan dan Konseling (BK). 2. 3. Perhatikan ceramah yang diberikan oleh dosen atau instruktur dengan cermat. dan akan lebih baik lagi jika ada partner yang bisa diajak berkomunikasi dalam memahami isi buku ini. Sebelum pelatihan dilaksanakan seyogyanya peserta pelatihan telah membaca terlebih dahulu materi latih.BAB I PENDAHULUAN A. Indikator dalam bahan ajar ini diharapkan peserta dapat: Menjelaskan konsep dasar bimbingan dan konseling Menjelaskan bidang layanan BK Pribadi Menjelaskan bidang layanan BK Sosial Menjelaskan bidang layanan BK Belajar Menjelaskan bidang layanan BK Karir Menjelaskan jenis-jenis layanan BK Menjelaskan kegiatan pendukung BK Menerapkan bidang-bidang layanan BK dalam jenis layanan BK Memahami dan menerapkan standar kompetensi kemandirian peserta didik B. Untuk mempraktekkan isi dari masing-masing bidang layanan BK dalam berbagai jenis layanan BK. Kompetensi dan Indikator Setelah mempelajari materi ini. Pada setiap akhir suatu pembahasan disediakan tugas yang harus dikerjakan dengan sungguh-sungguh. subyek yang bisa saudara pergunakan praktek ada di sekitar saudara. Petunjuk Belajar Agar peserta PLPG dapat mengikuti kegiatan ini dengan lancar dan baik maka perlu diperhatikan beberapa petunjuk belajar sebagai berikut : 1. C. D. Kerjasama dalam kegiatan ini sangat diperlukan guna mencapai hasil yang maksimal. Deskripsi Materi dalam buku ajar ini mencakup berbagai macam bidang layanan bimbingan dan konseling yang diterapkan di lingkungan sekolah yaitu bidang layanan pribadi. Prasyarat yang diperlukan bagi peserta PLPG untuk mempelajari bahan ajar ini adalah peserta lulusan S1 Program Studi BK atau lulusan S1 Program Studi Lain yang pernah bertugas sebagai guru pembimbing di sekolah.

B. membangun interaksi dinamis antara individu dengan lingkungan. agar individu dapat mencapai kesejahteraan dalam kehidupannya. Pengertian bimbingan dan konseling Bimbingan merupakan suatu proses pemberian bantuan. menyediakan situasi belajar. atau orang dewasa. peserta pelatihan dapat: 1. Penataan Pendidikan Profesional Konselor dan Penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling dalam Jalur Pendidikan Formal. dan peningkatan fungsi atau manfaat individu dalam lingkungannya. pengembangan perilaku yang efektif. Kompetensi dan Indikator Para peserta pelatihan dapat memahami pengertian. dan kemungkinan keadaannya masa depan yang dapat ia ciptakan dengan menggunakan potensi yang dimilikinya. Jadi pada dasarnya kegiatan bimbingan dan konseling bukanlah kegiatan pembelajaran dalam konteks adegan mengajar yang layaknya dilakukan guru sebagai pembelajaran bidang studi. prinsip dan asasasas bimbingan dan konseling Adapun indikatornya. Dalam hal ini konseli dibantu untuk memahami diri sendiri. Menurut Prayitno dan Erman Amti (2004: 99). Lebih lanjut konseli dapat belajar bagaimana memecahkan masalah-masalah dan menemukan kebutuhankebutuhan yang akan datang. Menjelaskan tujuan bimbingan dan konseling 3. (Naskah Akademik ABKIN. agar orang yang dibimbing dapat mengembangkan kemampuan dirinya sendiri dan mandiri dengan memanfaatkan kekuatan individu dan sarana yang ada dan dapat dikembangkan berdasarkan norma-norma yang berlaku. pengembangan lingkungan. demi untuk kesejahteraan pribadi maupun masyarakat. Menjelaskan pengertian bimbingan dan konseling 2. Jones (Insano.BAB II KONSEP DASAR BIMBINGAN DAN KONSELING A. Menjelaskan fungsi bimbingan dan konseling 4. bimbingan dan konseling merupakan upaya proaktif dan sistematik dalam memfasilitasi individu mencapai tingkat perkembangan yang optimal. Sedangkan konseling adalah hubungan pribadi yang dilakukan secara tatap muka antara dua orang dalam mana konselor melalui hubungan itu dengan kemampuankemampuan khusus yang dimilikinya. Dengan demikian. Bimbingan adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh orang yang ahli kepada seseorang atau beberapa orang individu. dalam Prayitno 2004 : 101). Menjelaskan prinsip-prinsip bimbingan dan konseling 5. 2007). (Tolbert. sehingga dapat membuat pilihan yang bermakna bagi dirinya. remaja. merubah dan memperbaiki perilaku. meskipun kadang-kadang melibatkan lebih dari dua orang dan dirancang untuk membantu klien memahami dan memperjelas pandangan terhadap ruang lingkup hidupnya. Bimbingan dan konseling memegang tugas dan tanggung jawab yang penting untuk mengembangkan lingkungan. Hubungan ini biasanya bersifat individual atau seorang-seorang. baik anak-anak. 2004 : 11) menyebutkan bahwa konseling merupakan suatu hubungan profesional antara seorang konselor yang terlatih dengan klien. yakni proses interaksi antara individu dengan lingkungan melalui interaksi yang sehat dan produktif. 128 . membelajarkan individu untuk mengembangkan. mendefinisikan bahwa bimbingan adalah bantuan atau pertolongan yang diberikan kepada individu atau sekumpulan individu dalam menghindari atau mengatasi kesulitan-kesulitan hidupnya. Menjelaskan asas-asas bimbingan dan konseling Uraian Materi 1. keadaannya sekarang. tujuan. Menurut Bimo Walgito (2004: 4-5). melainkan layanan ahli dalam konteks memandirikan peserta didik. fungsi. Semua perubahan perilaku tersebut merupakan proses perkembangan individu.

kepentingan lembaga tempat bekerja dan masyarakat. 3. Mengembangkan segala potensi dan kekuatan yang dimilikinya secara optimal. dan bertanggung-jawab. dan bimbingan kelompok. Adapun teknik yang dapat digunakan adalah layanan orientasi. 2. b. belajar. 3. Fungsi bimbingan dan konseling a. Fungsi Pengentasan. belajar dan karier. baik menyangkut aspek pribadi. dan menyesuaikan dirinya dengan lingkungan secara dinamis dan konstruktif. melainkan untuk seluruh peserta didik. mandiri. Tujuan bimbingan dan konseling Layanan bimbingan dan konseling diharapkan membantu peserta didik dalam pengenalan diri. maupun karir. Memahami dan mengatasi kesulitan-kesulitan sendiri. supaya tidak dialami oleh peserta didik. Menyesuaikan diri dengan lingkungan pendidikan. Mengatasi hambatan dan kesulitan yang dihadapi dalam studi. Melalui fungsi ini. pekerjaan. konselor memberikan bimbingan kepada siswa tentang cara menghindarkan diri dari perbuatan atau kegiatan yang membahayakan dirinya. dan remedial teaching. siswa diharapkan mampu mengembangkan potensi dirinya secara optimal. Fungsi Pemahaman. maupun lingkungan kerja. lingkungan masyarakat serta lingkungan kerjanya. Beberapa masalah yang perlu diinformasikan kepada para siswa dalam rangka mencegah terjadinya tingkah laku yang tidak diharapkan. Layanan bimbingan dan konseling tidak terbatas pada peserta didik tertentu atau yang perlu ‘dipanggil’ saja”. kekuatan. dan tugas-tugas perkembangannya. serta memberikan arahan terhadap perkembangan peserta didik. Mengenal dan memahami potensi. yaitu fungsi yang berkaitan dengan upaya konselor untuk senantiasa mengantisipasi berbagai masalah yang mungkin terjadi dan berupaya untuk mencegahnya. Bimbingan pribadi – sosial dimaksudkan untuk mencapai tujuan dan tugas perkembangan pribadi – sosial dalam mewujudkan pribadi yang taqwa. c. Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. 7. b. c. yaitu fungsi bimbingan yang membantu peserta didik (siswa) agar memiliki pemahaman terhadap dirinya (potensinya) dan lingkungannya (pendidikan. Teknik yang dapat digunakan adalah konseling. Mengenal dan memahami potensi atau peluang yang ada di lingkungannya. masyarakat. Mengembangkan seluruh potensi dan kekuatan yang dimiliki peserta didik secara optimal. d.2. 129 . Menggunakan kemampuannya untuk kepentingan dirinya. tidak hanya untuk peserta didik yang bermasalah tetapi untuk seluruh peserta didik. sosial. Menyesuaikan diri dengan keadaan dan tuntutan dari lingkungannya. penyesuaian dengan lingkungan pendidikan. Fungsi ini berkaitan erat dengan upaya pemberian bantuan kepada siswa yang telah mengalami masalah. Bimbingan konseling bertujuan untuk: a. Merencanakan kegiatan penyelesaian studi. 5. Fungsi Pencegahan. sosial. Bimbingan karier dimaksudkan untuk mewujudkan pribadi pekerja yang produktif. 6. Mengenal dan menentukan tujuan dan rencana hidupnya serta rencana pencapaian tujuan tersebut 4. informasi. Berdasarkan pemahaman ini. Secara khusus layanan Bimbingan dan Konseling bertujuan untuk membantu siswa agar dapat mencapai tujuan-tujuan perkembangan meliputi aspek pribadi. perkembangan karir serta kehidupan-nya di masa yang akan datang. Bimbingan belajar dimaksudkan untuk mencapai tujuan dan tugas perkembangan pendidikan. pengenalan lingkungan dan pengambilan keputusan. peserta didik mendapatkan kesempatan untuk: 1. dan norma agama). yaitu fungsi bimbingan yang bersifat kuratif.

yaitu fungsi membantu para pelaksana pendidikan. yaitu fungsi bimbingan dalam membantu siswa memilih kegiatan ekstrakurikuler. i. diskusi kelompok atau curah pendapat (brain storming). Terhadap program bimbingan harus senantiasa diadakan penilaian yang teratur untuk mengetahui sampai dimana hasil dan manfaat yang diperoleh serta penyesuaian antara pelaksanaan dan rencana yang dirumuskan terdahulu. dan guru untuk menyesuaikan program pendidikan terhadap latar belakang pendidikan. Fungsi Pengembangan. ialah untuk memberikan bimbingan yang tepat sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh individu yang bersangkutan. Dalam melaksanakan fungsi ini. tutorial. Kegiatan bimbingan itu berhubungan dengan sikap dan tingkah laku individu. yaitu fungsi bimbingan dalam membantu siswa (siswa) agar dapat menyesuaikan diri dengan diri dan lingkungannya secara dinamis dan konstruktif. Fungsi Adaptasi. Dengan menggunakan informasi yang memadai mengenai siswa. h. Fungsi Penyaluran. f. Pelaksanaan program bimbingan harus dipimpinan oleh seorang petugas yang memiliki keahlian dalam bidang dan sanggup bekerjasama dengan para pembantunya serta dapat dan bersedia mempergunakan sumber – sumber yang berguna di luar sekolah. Prinsip-prinsip bimbingan dan konseling Dalam kegiatan bimbingan terdapat 10 prinsip. e. 4.d. yaitu fungsi bimbingan yang sifatnya lebih proaktif dari fungsi-fungsi lainnya. c. maupun menyusun bahan pelajaran sesuai dengan kemampuan dan kecepatan siswa. Fungsi Penyesuaian. keahlian dan ciri-ciri kepribadian lainnya. memilih metode dan proses pembelajaran. dan karyawisata. 130 . g. jadi perlu di ingat bahwa sikap dan tingkah laku individu itu terbentuk dari segala aspek kepribadian yang unik dan khas. kemampuan. Program bimbingan harus sesuai dengan bimbingan pendidikan di sekolah yang bersangkutan. dan memantapkan penguasaan karir atau jabatan yang sesuai dengan minat. Bimbingan harus berpusat pada individu yang dibimbing e. d. Konselor senantiasa berupaya untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. j. Konselor dan personel Sekolah/Madrasah lainnya secara sinergi sebagai teamwork berkolaborasi atau bekerjasama merencanakan dan melaksanakan program bimbingan secara sistematis dan berkesinambungan dalam upaya membantu siswa mencapai tugastugas perkembangannya. bakat. b. home room. konselor perlu bekerja sama dengan pendidik lainnya di dalam maupun di luar lembaga pendidikan. Teknik bimbingan yang dapat digunakan disini adalah layanan informasi. Adanya perbedaan individu dari pada individu-individu yang dibimbing. konselor. diantaranya: a. Bimbingan harus fleksibel sesuai dengan kebutuhan individu dan masyarakat. Bimbingan harus dimulai dengan identifikasi kebutuhan – kebutuhan yang dirasakan oleh individu yang dibimbing. f. yang memfasilitasi perkembangan siswa. baik dalam memilih dan menyusun materi Sekolah/Madrasah. g. jurusan atau program studi. kepala Sekolah/Madrasah dan staf. pembimbing/konselor dapat membantu para guru dalam memperlakukan siswa secara tepat. dan kebutuhan siswa (siswa). Bimbingan di arahkan kepada bantuan yang memberikan supaya individu yang bersangkutan mampu membantu atau menolong dirinya sendiri dalam menghapi kesulitan-kesulitannya. minat. Masalah yang tidak dapat diselesaikan disekolah diserahkan kepada individu atau lembaga yang mampu dan berwenang melakukannya.

• Syarat mutlak dalam pelaksanaan layanan bimbingan yang baik ialah adanya kartu pribadi (cumulative record) bagi setiap individu (siswa) yang dibimbing. Prinsip khusus yang berhubungan dengan individu yang dibimbing atau siswa. • Data–data.Prinsip-prinsip khusus bimbingan Prinsip –prinsip khusus yang akan dibicarakan disini adalah prinsip khusus yang berhubungan dengan (1) individu yang dibimbinng atau siswa. • Sekolah harus bekerja sama dengan lembaga–lembaga di luar sekolah yang menyelenggarakan pelayanan yang berhubungan dengan bimbingan dan penyuluhan pada umumnya. • Bimbingan harus dilaksanakan dalam situasi individual dan dalam situasi kelompok. • Keputusan terakhir dalam proses bimbingan ditentukan oleh individu yang dibimbinng. • Harus ada kriteria untuk mengatur prioritas pelayanan bimbingan kepada siswa tertentu. • Konselor harus mendapat kesempatan untuk memperkembangkan dirinya serta keahliannya melalui berbagai keahlian tambahan (in-service training) dan penataran. • Kepala sekolah memegang tanggung jawab tertingi dalam pelaksanaan dan perencanaan program bimbingan. • Konselor hendaknya mempergunakan berbagai jenis metode dan teknik yang tepat dalam melakukan tugasnya. Untuk lebih jelasnya. • Pembagian waktu harus di atur untuk setiap petugas secara baik. keluarga. • Bimbingan harus dilaksanakan dengan secara kontinyu. fakta. (3) organisasi atau administrasi bimbingan. 131 . sebagai bahan untuk membantu individu yang bersangkutan ke arah penyesuaian diri yang lebih baik. (2) individu yang memberikan bimbingan. • Konselor hendaknya memperhatikan dan mempergunakan hasil – hasil penelitian dalam bidang minat. • Program bimbingan harus berpusat pada siswa • Pelayanan bimbingan harus dapat memenuhi kebutuhan – kebutuhan individu yang bersangkutan secara serba ragam dan serba luas. ketiga prinsip khusus tesebut diatas diuraikan sebagai berikut: 1. sesuai dengan masalah dan metode yang dipergunakan dalam memecahkan masalah itu. kemampuan dan hasil belajar indidividu untuk kepentingan perkembanagan kurikulum sekolah yang bersangkutan. 2. Prinsip – prinsip khusus yang berhubungan dengan individu yang memberikan bimbingan : • Konselor harus melakukan tugasnya sesuai dengan kemampuan dan kewajiban masing –masing. (sekolah. 3. • Konselor sekolah dipilih atas dasar kualifikasi kepribadian.fakta dan informasi–informasi yang berhubungan dengan lingkungan induvidu. • Pelayanan bimbingan harus diberikan kepada semua siswa. pendidikan. • Konselor harus menghormati dan menjaga kerahasiaan informasi tentang individu yang dibimbingnya. • Program bimbingan harus disusun sesuai dengan kebutuhan sekolah yang bersangkutan. • Individu yang mendapat bimbingan harus berangsur – angsur dapat membimbing dirinya. pengalaman dan kemampuannya. • Konselor hendaknya selalu mempergunakan informasi yang tersedia mengenai individu yang dibimbing beserta lingkungannya. dan masyarakat) harus diperhitungkan dalam memberikan bimbingan kepada individu yang bersangkutan. Prinsip – prinsip khusus yang berhubungan dengan Organisasi dan Admnistrasi Bimbingan.

kompleks dan dinamis − Memperhatikan tahap dan aspek perkembangan − Memperhatikan perbedaan individu 2. Agar peserta didik dapat terbuka. 4. mengarahkan serta mewujudkan diri sendiri. yaitu data atau keterangan yang tidak boleh dan tidak layak diketahui oleh orang lain. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menuntut dirahasiakannya segenap data dan keterangan tentang peserta didik (konseli) yang menjadi sasaran layanan. guru pembimbing terlebih dahuu harus bersikap terbuka dan tidak berpura-pura.Prinsip-prinsip bimbingan dan konseling yang dilakukan di sekolah: 1. pengaruh kondisi lingkungan terhadap kondisi mental dan fisik − Memperhatikan keadaan sosial. kebutuhan individu. Prinsip yang berkaitan dengan program layanan − Bagian integral dari proses pendidikan dan pengembangan − Fleksibel. baik di dalam memberikan keterangan tentang dirinya sendiri maupun dalam menerima berbagai informasi dan materi dari luar yang berguna bagi pengembangan dirinya. 5. Prinsip yang berkaitan dengan permasalahan individu − Menangani masalah klien yang berhubungan dengan pengaruh kondisi mental dan fisik terhadap penyesuaian diri dan interaksi sosial. 3. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar peserta didik (konseli) yang menjadi sasaran layanan berpartisipasi secara aktif di dalam penyelenggaraan layanan/kegiatan bimbingan. yakni: peserta didik (konseli) sebagai sasaran layanan bimbingan dan konseling diharapkan menjadi siswa-siswa yang mandiri dengan ciri-ciri mengenal dan menerima diri sendiri dan lingkungannya. Asas kesukarelaan. ekonomi. Asas Kerahasiaan. Asas keterbukaan. Prinsip yang berkaitan dengan pelaksanaan layanan − Tujuan akhir layanan BK adalah kemandirian individu − Keputusan dalam proses konseling berada di tangan klien − Permasalahan khusus ditangani oleh ahli yang berwenang (layanan alih tangan atau referal) Keterlaksanaan dan keberhasilan pelayanan bimbingan dan konseling sangat ditentukan oleh asas-asas sebagai berikut: 1. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban mengembangkan keterbukaan peserta didik (konseli). 3. Asas kemandirian. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar peserta didik (konseli) yang menjadi sasaran layanan/kegiatan bersifat terbuka dan tidak berpura-pura. Dalam hal ini guru pembimbing perlu mendorong peserta didik untuk aktif dalam setiap layanan/kegiatan bimbingan dan konseling yang diperuntukan baginya. 2. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban penuh memelihara dan menjaga semua data dan keterangan itu sehingga kerahasiaanya benar-benar terjamin. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menunjuk pada tujuan umum bimbingan dan konseling. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban membina dan mengembangkan kesukarelaan tersebut. Guru pembimbing hendaknya 132 . yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki adanya kesukaan dan kerelaan peserta didik (konseli) mengikuti/menjalani layanan/kegiatan yang diperlukan baginya. Prinsip yang berkaitan dengan sasaran layanan − Melayani semua individu − Kepedulian pada pribadi unik. Keterbukaan ini amat terkait pada terselenggaranya asas kerahasiaan dan adanya kesukarelaan pada diri peserta didik yang menjadi sasaran layanan/kegiatan. mampu mengambil keputusan. dan masyarakat disusun secara berkesinambungan − Dilakukan penilaian yang terencana dan sistematis 4. disesuaian dgn lembaga. Asas kegiatan. dan politik yang berkembang.

Koordinasi segenap layanan/kegiatan bimbingan dan konseling itu harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. ilmu pengetahuan. dan terus berkembang serta berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan dan tahap perkembangannya dari waktu ke waktu. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar segenap layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling didasarkan pada dan tidak boleh bertentangan dengan nilai dan norma yang ada. guru-guru lain. Asas Kedinamisan. 10. Peserta pelatihan diajak diskusi untuk mengidentifikasi fungsi-fungi. para pelaksana layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling hendaklah tenaga yang benar-benar ahli dalam bidang bimbingan dan konseling. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar objek sasaran layanan bimbingan dan konseling ialah permasalahan peserta didik (konseli) dalam kondisinya sekarang. Asas Keharmonisan. layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling justru harus dapat meningkatkan kemampuan peserta didik (konseli) memahami. Layanan yang berkenaan dengan “masa depan atau kondisi masa lampau pun” dilihat dampak dan/atau kaitannya dengan kondisi yang ada dan apa yang diperbuat sekarang. Dalam hal ini. 9. Lebih jauh. Asas Alih Tangan Kasus. harmonis. 11. baik yang dilakukan oleh guru pembimbing maupun pihak lain. Latihan 1. Asas Keterpaduan. dan asas-asas BK untuk dapat mengimplementasikan ke dalam satuan layanan. 8. dan mengamalkan nilai dan norma tersebut. dan terpadu. saling menunjang. 6. 2. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling diselenggarakan atas dasar kaidah-kaidah profesional. adat istiadat. dan kebiasaan yang berlaku. atau ahli lain. untuk mencoba memahami secara mendalam tentang konsep dasar BK dan mampu menerapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai guru BK di sekolah. Keprofesionalan guru pembimbing harus terwujud baik dalam penyelenggaraan jenis-jenis layanan dan kegiatan dan konseling maupun dalam penegakan kode etik bimbingan dan konseling. 3. hukum dan peraturan. Untuk ini kerja sama antara guru pembimbing dan pihak-pihak yang berperan dalam penyelenggaraan pelayanan bimbingan dan konseling perlu terus dikembangkan. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar pihak-pihak yang tidak mampu menyelenggarakan layanan bimbingan dan konseling secara tepat dan tuntas atas suatu permasalahan peserta didik (konseli) mengalihtangankan permasalahan itu kepada pihak yang lebih ahli. 7. Asas Kekinian. tidak monoton. dan demikian pula guru pembimbing dapat mengalihtangankan kasus kepada guru mata pelajaran/praktik dan lain-lain.mampu mengarahkan segenap layanan bimbingan dan konseling yang diselenggarakannya bagi berkembangnya kemandirian peserta didik. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar berbagai layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling. yaitu nilai dan norma agama. menghayati. Asas Keahlian. prinsip-prinsip. 133 . yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar isi layanan terhadap sasaran layanan (konseli) yang sama kehendaknya selalu bergerak maju. Peserta pelatihan diminta sharing dengan teman dalam kelompok kecil. Guru pembimbing dapat menerima alih tangan kasus dari orang tua. C. Bukanlah layanan atau kegiatan bimbingan dan konseling yang dapat dipertanggungjawabkan apabila isi dan pelaksanaannya tidak berdasarkan nilai dan norma yang dimaksudkan itu. Peserta pelatihan diminta mendiskusikan tentang pentingnya pelayanan BK di sekolah.

E. 2. Rangkuman 1. Jelaskan masing-masing fungsi BK secara singkat ! b. pengembangan perilaku yang efektif. Berlatihlah merumuskan pengertian yang saudara jumpai dalam buku ajar ini dengan kalimat saudara sendiri sejauh tidak menyimpang dari maksud kalimat dalam buku ajar ini. jika perlu tanyakan kepada teman sejawat. Lembar Kegiatan Untuk memperoleh pemahaman yang mendalam pada bab ini seyogyanya saudara mengikuti langkah-langkah berikut: 1. Bimbingan karier dimaksudkan untuk mewujudkan pribadi pekerja yang produktif. Tujuan adanya layanan bimbingan dan konseling adalah untuk membantu siswa agar dapat mencapai tujuan-tujuan perkembangan meliputi aspek pribadi. Bimbingan pribadi – sosial dimaksudkan untuk mencapai tujuan dan tugas perkembangan pribadi – sosial dalam mewujudkan pribadi yang taqwa. a. pengembangan lingkungan. prinsip. belajar dan karier. sosial. 3. Tes Formatif 1. dan asas-asas BK yang ada. Sedangkan dalam kegiatan pelayanan Bimbingan dan konseling seorang konselor atau guru pembimbing di sekolah haruslah mengenal secara mendalam konseli yang hendak dilayani dengan menggunakan berbagai fungsi. siapkan pula alat tulis berupa spidol warna atau stabilo untuk menandai hal-hal yang penting. bisa pula download dari internet. 3.D. Jelaskan dengan contoh. Bimbingan belajar dimaksudkan untuk mencapai tujuan dan tugas perkembangan pendidikan. mengapa seorang konselor perlu memahami konsep dasar Bimbingan dan konseling? 2. Cermati beberapa istilah penting yang ada di dalamnya. F. dan peningkatan fungsi atau manfaat individu dalam lingkungannya. dan bertanggung-jawab. Bimbingan dan konseling merupakan upaya pemberian bantuan secara sistematik dalam memfasilitasi individu mencapai tingkat perkembangan yang optimal. Berikan contoh penerapan masing-masing fungsi BK tersebut dalam lingkungan sekolah! 134 . mandiri. Berikan alasan mengapa seseorang konselor perlu memahami dan menerapkan berbagai prinsip dan asas-asas BK yang ada? 3. atau lihat kamus/ensiklopedi. atau cari penjelasannya di buku-buku psikologi dan/atau bimbingan dan konseling. 2. Pelajari bab II buku ajar ini baik-baik. dosen atau instruktur.

alam dan masyarakat sekitarnya. pelayanan bimbingan dan konseling di SMP. Kompetensi dan Indikator Para peserta pelatihan dapat memahami bimbingan dan konseling pribadi secara utuh dan menyeluruh. dan menerima berbagai kondisi lingkungan tersebut secara positif dan dinamis. Menjelaskan aspek-aspek bimbingan dan konseling pribadi 4. serta dapat memanfaatkan sebesar-besarnya untuk pengembangan diri secara mantap dan berkelanjutan. 135 . maupun lingkungan fisik. minat. bidang karir. menangani dan memecahkan suatu masalah. termasuk kompetensi dalam mengantisipasi. Dalam hal ini Prayitno (2006: 23) menjelaskan bahwa tujuan bimbingan pribadi dimaksudkan siswa dapat mengenal kekuatan dan kelemahan yang ada pada dirinya sendiri serta menerimanya secara positif dan dinamis sebagai modal untuk mengenal lingkungannya dan merancanakan masa depannya. keluarga. Masalah atau problem siswa yang berlarut-larut akan mengakibatkan frustasi dan neurosis. dimaksudkan agar siswa mampu bersikap disiplin dan bisa bertanggung jawab dengan masa depannya sendiri. 2. yaitu bidang pelayanan bimbingan dan konseling yang membantu peserta didik dalam menilai dan mengembangkan kecakapan. Tujuan-tujuan tersebut secara lebih khusus lagi dapat dirumuskan dalam bentuk berbagai kompetensi yang perlu dimiliki bagi keefektifan kehidupan individu sehari-hari. Menjelaskan pengertian bimbingan dan konseling pribadi 2. dengan tujuan agar menunjang proses penyesuaian diri siswa dengan lingkungannya. maupun bidang kehidupan berbudaya. Tujuan umum ini diarahkan pada pengenalan diri sendiri dan lingkungan. Tujuan bimbingan dan konseling pribadi Berdasarkan dari pengertian di atas dapat diketahui bahwa bimbingan pribadi bertujuan membantu individu agar bisa memecahkan masalah-masalah pribadi yang muncul dalam diri individu. Adapun indikatornya. Secara B. Menjelaskan tujuan bimbingan dan konseling pribadi 3. bakat. Menjelaskan pelaksanaan bimbingan dan konseling pribadi Uraian Materi 1. sekolah. SMA/SMK membantu siswa menemukan dan mengembangkan pribadi yang beriman. Masalah timbul karena siswa merasa kurang berhasil dalam menghadapi dan menyesuaikan dirinya sendiri. Sejalan dengan pendapat di atas menurut Tohirin (2007: 123-124) bimbingan pribadi adalah jenis bimbingan yang membantu siswa dalam menghadapi dan memecahkan masalah-masalah pribadinya. baik sosial dan ekonomi. baik yang menyangkut bidang pendidikan. Dengan bimbingan pribadi dan pengenalan lingkungan tersebut. Tujuan umum bimbingan pribadi adalah membantu memandirikan individu dalam hidupnya dan mengembangkan potensipotensi mereka secara optimal. Menjelaskan materi dan pokok-pokok bimbingan dan konseling pribadi 6. dan karakteristik kepribadian diri sendiri untuk mengembangkan diri sendiri secara realistik.BAB III BIMBINGAN DAN KONSELING PRIBADI A. Menjelaskan bentuk bimbingan dan konseling pribadi 5. bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Jadi bidang pengembangan kehidupan pribadi. Pengenalan lingkungan ini meliputi lingkungan rumah. dan kemasyarakatan. Pengertian bimbingan dan konseling pribadi Menurut Sukardi (2008: 53) dalam bidang bimbingan pribadi. mantap dan mandiri serta sehat jasmani dan rohani. peserta pelatihan dapat: 1. Pengenalan siswa terhadap lingkungannya dapat diartikan bahwa siswa dapat mengenal secara objektif lingkungannya. lingkungan budaya yang sarat dengan nilai dan norma.

Pemantapan kemampuan pengambilan keputusan bagi peserta didik. keluarga. j) moral. Pemantapan pemahaman tentang kekuatan diri dan pengembangannya untuk kegiatan yang kreatif dan produktif baik dalam kehidupan sehari-hari maupun untuk peranannya di tengah masyarakat. Pemantapan dalam menjalankan pilihan hidup. Memiliki komitmen untuk mengamalkan nilai keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. c) bicara. sekolah. baik tentang keunggulan dan kelemahan maupun psikis dan fisik. etika dan nilai budaya. serta sehat jasmani dan rohani. h. atau pengambilan keputusan secara mandiri sesuai dengan nilai agama. yaitu : 1) Layanan informasi Informasi tentang tahap-tahap perkembangan dapat mencakup perkembangan : a) fisik. mantap. f) penyesuaian sosial. Bentuk bimbingan dan konseling pribadi Bidang BK pribadi ini notabene harus tetap diberikan kepada seluruh siswa. Memiliki kemampuan untuk melakukan secara sehat. e. Memiliki kemampuan untuk merawat dan memelihara diri. Pemantapan tentang bagaimana anak tersebut memahami kekurangan dirinya dan bagaimana ia dapat mengatasi kekurangan dirinya. ada beberapa macam bentuk layanan bimbingan pribadi. dan mampu meresponnya secara positif dan bersikap bersyukur dan bersabar. f. d. Memiliki pemahaman tentang potensi diri dan kemampuan untuk mengembangkannya secara produktif dan melalui cara yang kreatif. 2) makna ilmu pengetahuan. dan 3) pentingnya IPTEK bagi kehidupan. Memiliki pemahaman dan penerimaan diri secara objektif dan konstruktif. 3. e) sosial. g. dan l) perkembangan kepribadian. Pengembangan sikap dan wawasan pribadi terhadap melalui sikap dan kebiasaan yang menunjukkan ketakwaan terhadap tuhan yang maha esa b. baik siswa yang bermasalah atau tidak. Memiliki pemahaman tentang irama kehidupan antara yang menyenangkan dan yang tidak menyenangkan. Memiliki sikap positif dan respek terhadap diri sendiri (tidak merasa rendah diri. Sedangkan informasi tentang keadaan masyarakat dewasa ini dapat mencakup informasi tentang : 1) ciri-ciri masyarakat maju. pelayanan bimbingan dan konseling membantu siswa menemukan dan mengembangkan pribadi yang beriman dan bertakwa terhadap tuhan yang maha esa. mandiri. d. i) pengertian. e. Pemantapan pemahaman tentang bakat dan minat yang dimiliki individu tersebut dan bagaimana cara konselor untuk menyalurkan bakat anak tersebut agar tidak salah tersalurkan. pergaulan dengan teman sebaya. b) motorik. k) seks. Bidang ini dirincikan sebagai berikut: a. 4. d) emosi. baik dalam kehidupan pribadi. Memiliki kemampuan untuk mengelola stress. c. sehingga menampilkan performance yang menarik. Bentuk-bentuk Bimbingan pribadi sebagaimana dijelaskan oleh Tohirin (2007: 125-126). Memiliki sikap optimis dalam menghadapi kehidupan dan masa depan. f. g) bermain. b. 2) Pengumpulan data 136 . tempat kerja maupun masyarakat pada umumnya. c. i. h) kreativitas. Aspek-aspek bimbingan dan konseling pribadi Dalam bidang bimbingan pribadi .lebih rinci syamsu yusuf (2009: 53-54) menyatakan bahwa bimbingan pribadi bertujuan membantu siswa agar mampu mengembangkan kompetensinya sebagai berikut: a.

(c) pemantapan pemahaman tentang bakat dan minat pribadi serta penyaluran dan pengembangan melalui kegiatan yang kreatif dan produktif. baik dalam kehidupan sehari-hari maupun untuk peranan dimasa depan. (f) pemantapan kemampuan mengarahkan diri sesuai dengan keputusan yang telah diambilnya. kemampuan pengambilan keputusan. (e) Pemantapan kemampuan mengarahkan diri sesuai dengan keputusan yang diambilnya. dan lain sebagainya. (b) Pemantapan pemahaman tentang kekuatan diri dan pengembangan untuk kegiatan-kegiatan yang kreatif dan produktif. (e) pemantapan kemampuan mengambil keputusan. bahasa daerah. (d) Pemantapan kemampuan dalam mengambil keputusan. Pokok-pokok dalam bimbingan pribadi sebagai berikut: 1) Penanaman dan pemantapan sikap dan kebiasaan serta pengembangan wawasan dalam beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. tempat tanggal lahir. baik secara rohaniah maupun jasmaniah. alamat. 4) Pengenalan dan pemantapan pemahaman tentang kelemahan diri dan usaha-usaha penanggulangannya. dan (g) Pemantapan kemampuan menerima dan menyampaikan pendapat serta berargumentasi secara dinamis. Dari pendapat di atas dapat disimpulkan materi dan pokok-pokok bimbingan pribadi yaitu tentang pemantapan sikap tentang ketaqwaan. (b) pemantapan pemahaman tentang kekuatan diri dari pengembangan untuk kegiatan yang kreatif dan produktif baik dalam kehidupan sehari-hari maupun untuk perannya di masa depan. baik dalam kehidupan sehari-hari maupun peranannya di masa depan. 7) Pemantapan dalam perencanaan dan penyelenggaaraan hidup sehat. 5. kreatif dan produktif. pemahaman tentang kelamahan diri dan penanggulangannya. lembaga dan obyek pengembangan pribadi seperti lembaga pengembangan bakat. pusat kebugaran dan latihan pengembangan kemampuan diri. nama panggilan. anak ke. Materi dan pokok-pokok bimbingan dan konseling pribadi Materi dan pokok-pokok yang terkandung dalam bidang bimbingan pribadi menurut Mugiarso. kemampuan mengarahkan diri dan pemantapan dalam perencanaan dan penyelenggaraan hidup sehat. orang tua dan lain-lain.Data yang dikumpulkan berkenaan dengan layanan bimbingan pribadi dapat mencakup : a) identitas individu seperti nama lengkap. (c) Pemantapan pemahaman tentang kelemahan diri dan usaha penanggulangannya. c) riwayat pendidikan. tempat rekreasi. d) prestasi. agama. e) bakat. pemantapan sikap tentang kekuatan diri yang produktif. baik secara rohaniah maupun jasmaniah. 137 . Menurut Ma’mur Asmani (2010: 112-113) bimbingan pribadi ini dapat dirinci menjadi pokok-pokok berikut: (a) Pemantapan sikap dan kebiasaan serta pengembangan wawasan dalam beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. (f) Pemantapan kemampuan berkomunikasi. f) minat. jenis kelamin. b) kejasmanian dan kesehatan. dan lain-lain. baik secara rohaniah maupun jasmaniah. (d) pemantapan pemahaman tentang kelemahan diri dan usaha penanggulangannya. 5) Pemantapan kemampuan mengambil keputusan. 6) Pengembangan kemampuan mengarahkan diri sesuai dengan keputusan yang telah diambilnya. (g) pemantapan dalam perencanaan dan penyelenggaraan hidup sehat. dkk (2004: 52) adalah sebagai berikut: (a) pemantapan sikapsikap kebiasaan serta pengembangan wawasan dalam beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. 3) Pengenalan dan pemantapan pemahaman tentang bakat dan minat pribadi serta penyaluran dan pengembangannya melalui kegiatan kegiatan yang kreatif dan produktif. baik melalui lisan maupun tulisan secara efektif. 2) Penanaman dan pemantapan pemahaman tentang kekuatan diri dan pengembangannya untuk kegiatan-kegiatan yang kreatif dan produktif. 3) Orientasi Layanan orientasi bidang pengembangan pribadi mencakup : suasana.

baik dalam kehidupan sehari-hari maupun untuk perannya di masa depan. baik dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. 4) Pengenalan dan pemahaman tentang kelemahan diri sendiri dan usaha-usaha penanggulangannya. Dengan cara kelompok. 3) Pengenalan dan pemahaman tentang bakat dan minat pribadi serta penyaluran dan pengembangannya melalui kegiatan-kegiatan yang kreatif dan produktif. jumlah siswa. maupun perannya di masa depan.Secara lebih rinci pokok-pokok materi bidang layanan Bimbingan dan konseling pribadi untuk jenjang SD. c. Bidang Bimbingan Pribadi: Sekolah Dasar 1) Penanaman sikap dan kebiasaan dalam beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. 3) Pemantapan pemahaman tentang bakat dan minat pribadi serta penyaluran dan pengembangannya melalui kegiatan-kegiatan yang kreatif dan produktif. 138 . 4) Pemantapam pemahaman tentang kelemahan diri dan usaha-usaha penanggulangannya. Pelaksanaan bimbingan dan konseling pribadi Layanan bimbingan dan konseling dapat dilaksanakan dalam beberapa cara. yaitu bentuk layanan bimbingan pribadi yang melayani sejumlah peserta didik melalui suasana dinamika kelompok. 2) Pemantapan pemahaman tentang kekuatan diri dan pengembangannya untuk kegiatan-kegiatan yang kreatif dan produktif. Bidang Bimbingan Pribadi: Sekolah Menengah Pertama 1) Pemantapan kebiasaan dan pengembangan sikap dalam beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. 5) Pemahaman dan pengamalan hidup sehat. Dengan cara klasikal. 2008) bentuk kegiatan layanan bimbingan pribadi meliputi: a. baik secara rohaniah maupun jasmaniah. tersedianya waktu dan tempat. 5) Pengembangan kemampuan pengambilan keputusan sederhana dan mengarahkan diri. kesiapan tenaga pembimbing. 3) Pemahaman bakat dan minat pribadi. yaitu bentuk layanan bimbingan pribadi yang melayani sejumlah peserta didik dalam satu kelas. 5) Pemantapan kemampuan mengambil keputusan. b. 6. serta penyaluran dan pengembangannya melalui kegiatan yang kreatif dan produktif. 2) Pemahaman kekuatan diri dan arah pengembangannya melalui kegiatan yang kreatif dan produktif baik dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. yaitu bentuk layanan bimbingan pribadi yang melayani peserta didik secara perorangan. 6) Pengembangan kemampuan mengarahkan diri sesuai dengan keputusan yang telah diambilnya. di masyarakat maupun untuk perannya di masa depan. 4) Pengenalan kelemahan diri dan upaya penanggulangannya. Bidang Bimbingan Pribadi: Sekolah Lanjutan Tingkat Atas 1) Pemantapan sikap dan kebiasaan serta pengembangan wawasan dalam beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. 2) Pengenalan dan pemahaman tentang kekuatan diri sendiri dan penyalurannya untuk kegiatan-kegiatan yang kreatif dan produktif. 6) Perencanaan serta penyelenggaraan hidup sehat. Berdasarkan pedoman pelayanan bimbingan dan konseling (Sarono. b. tergantung kepada sifat permasalahannya. 7) Pemantapan dalam perencanaan dan penyelenggaraan hidup sehat. SMA di bedakan sebagai berikut: a. SMP. c. Dengan cara individual.

Tes Formatif 1. Peserta pelatihan diminta membuat materi layanan BK Pribadi sesuai dengan jenjang sekolah yang dibimbingnya. Dengan cara pendekatan khusus. Peserta pelatihan diminta membentuk kelompok yang terdiri atas 4-5 anggota. termasuk kompetensi dalam mengantisipasi. 2. Berikan contoh materi layanan pribadi yang dapat digunakan dalam pelaksanaan Bimbingan klasikal! Beri penjelasan! 139 . siapkan pula alat tulis berupa spidol warna atau stabilo untuk menandai hal-hal yang penting. atau lihat kamus/ensiklopedi. 3. mandiri. dosen atau instruktur. e. Latihan 1. Berlatihlah merumuskan pengertian yang saudara jumpai dalam buku ajar ini dengan kalimat saudara sendiri sejauh tidak menyimpang dari maksud kalimat dalam buku ajar ini. 2. mantap. Menurut anda. jika perlu tanyakan kepada teman sejawat. Peserta pelatihan diajak diskusi untuk mengidentifikasi contoh-contoh materi bimbingan pribadi yang ada dalam setiap jenjang pendidikan. 3. Dalam pelaksanaan layanan bimbingan pribadi di sekolah. Lembar Kegiatan Untuk memperoleh pemahaman yang mendalam pada bab ini. Cermati beberapa istilah penting yang ada di dalamnya. bakat. 2. perlu dirancang program bimbingan yang akan dijadikan acuan pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling di sekolah tersebut. yaitu bidang pelayanan bimbingan dan konseling yang membantu peserta didik dalam menilai dan mengembangkan kecakapan. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan bimbingan pribadi bertujuan untuk membantu siswa dalam memecahkan masalah pribadinya dengan menggunakan berbagai cara sesuai dengan rancangan program bimbingan dan konseling yang dijadikan acuan pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling di sekolah tersebut. D. serta sehat jasmani dan rohani. 3.d. apa tujuan dari bidang layanan pribadi yang dapat digunakan dalam pelaksanaan layanan konseling individual? 2. Pelajari bab ini baik-baik. menangani dan memecahkan suatu masalah. Tujuan umum bimbingan pribadi adalah membantu memandirikan individu dalam hidupnya dan mengembangkan potensi-potensi mereka secara optimal. Tujuan umum ini diarahkan pada pengenalan diri sendiri dan lingkungan. para peserta diharapkan mengikuti langkah-langkah berikut: 1. dan karakteristik kepribadian diri sendiri untuk mengembangkan diri sendiri secara realistik. pelayanan bimbingan dan konseling membantu siswa menemukan dan mengembangkan pribadi yang beriman dan bertakwa terhadap tuhan yang maha esa. yaitu bentuk layanan bimbingan pribadi yang melayani seorang atau sejumlah peserta didik melalui kegiatan di luar kelas atau lapangan. Bidang Bimbingan dan Konseling Pribadi. atau cari penjelasannya di buku-buku psikologi dan/atau bimbingan dan konseling. E. Rangkuman 1. minat. Dengan cara lapangan. Tujuan-tujuan tersebut secara lebih khusus lagi dapat dirumuskan dalam bentuk berbagai kompetensi yang perlu dimiliki bagi keefektifan kehidupan individu sehari-hari. F. Dalam bidang bimbingan pribadi . C. untuk berdiskusi tentang pelaksanaan bimbingan dan konseling pribadi di sekolah. yaitu bentuk layanan bimbingan pribadi yang melayani kepentingan peserta didik melalui pendekatan kepada pihak-pihak yang dapat memberikan kemudahan. bisa pula download dari internet.

Menjelaskan aspek-aspek bimbingan dan konseling sosial 4.Bimbingan sosial juga bertujuan untuk membantu individu dalam memecahkan dan mengatasi kesulitan-kesulitan dalam masalah sosial. dan warga lingkungan sosial yang lebih luas yang dilandasi budi pekerti luhur dan tanggung jawab sosial. Tujuan bimbingan sosial mempunyai: tujuan jangka pendek dan tujuan jangka panjang. Tujuan bimbingan sosial adalah agar individu dapat (1) merencanakan kegiatan penyelsaian studi. Menjelaskan pengertian bimbingan dan konseling sosial 2. penyesuaian diri dengan lingkungan pendidikan dan masyarakat tempat tinggal mereka. tanggung jawab kemasyarakatan dan kenegaraan. Adapun tujuan jangka pendek merupakan suatu patokan ideal yang diharapkan dicapai B. 140 . Menjelaskan tujuan bimbingan dan konseling sosial 3. Sedangkan menurut pendapat Nurihsan (2009:15) bimbingan sosial adalah suatu bimbingan atau bantuan untuk membantu para individu untuk memecahkan masalah-masalah sosial seperti hubungan dengan sesama teman. Jadi dapat disimpulkan bahwa bimbingan sosial adalah bidang pelayanan BK yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai serta mengembangkan kemampuan hubungan sosial yang sehat dan efektif dengan teman sebaya. (3) menyesuaikan diri dengan lingkungan pendidikan. 2. peserta pelatihan dapat: 1. serta lingkungan kerjanya. dan penyelesaian masalah konflik. sehingga individu dapat menyesuaikan diri secara baik dan wajar dalam lingkungan sosialnya. penyesuaian dengan lingkungan pendidikan. Adapun indikatornya. tanggung jawab kemasyarakatan dan kenegaraan. Bidang sosial ini kerap diberikan pada siswa yang merasa kesulitan dalam membina pergaulan karena beberapa hal. anggota keluarga. 2009: 8). Tujuan bimbingan dan konseling sosial Hallen (2005: 73) menyatakan tujuan bimbingan sosial adalah usaha untuk membantu peserta didik mengenali dan berhubungan dengan lingkungan sosialnya yang dilandasi budi pekerti. dan (4) mengatasi hambatan serta kesulitan yang dihadapi dalam studi. Pengertian bimbingan dan konseling sosial Pengertian bimbingan sosial menurut Sukardi (2008: 55) adalah layanan bimbingan dan konseling untuk membantu siswa dalam mengenal dan berhubungan dengan lingkungan sosialnya yang dilandasi dengan budi pekerti luhur dan tanggung jawab kemasyarakatan dan kenegaraan. perkembangan karier. Sukardi (2008: 131) menyatakan tujuan bimbingan sosial di sekolah yang utama adalah membantu anak agar dapat mencapai kemajuan belajar optimal dalam kelas dan dapat mengadakan penyesuaian-penyesuaian dalam kehidupan sekolah. baik dari luar atau dalam. ataupun lingkungan kerja (Nurihsan.BAB IV BIMBINGAN DAN KONSELING SOSIAL A. serta kehidupannya pada masa yang akan datang. Menjelaskan materi dan pokok-pokok bimbingan dan konseling sosial Uraian Materi 1. Kompetensi dan Indikator Para peserta pelatihan dapat memahami bimbingan dan konseling sosial secara utuh dan menyeluruh. Hallen (2005: 73) bahwa bimbingan sosial adalah usaha membantu peserta didik mengenal dan berhubungan dengan lingkungan sosial yang dilandasi dengan budi pekerti luhur. masyarakat. Bimbingan sosial mampu mewujudkan agar individu yang dibimbing mampu melakukan interaksi sosial secara baik dengan lingkungan. (2) mengembangkan seluruh potensi dan kekuatan yang dimiliki seoptimal mungkin. lingkungan masyarakat.

dan kebiasaan yang berlaku. adat istiadat. sekolah. adat. tidak mau menang sendiri. baik di rumah. 3. harmonis. sopan santun serta nilai-nilai agama. maupun masyarakat luas dengan sangat menjunjung tinggi nilai tata krama. hukum. tanggung jawab kemanusiaan. Pemantapan kemampuan berkomunikasi baik secara efektif. dan juga rasa memberi dan menerima di tengah lingkungan yang memiliki banyak perbedaan. memperoleh persahabatan yang sesuai. e. Menurut Sukardi (2008: 55) materi layanan dalam bimbingan sosial meliputi kegiatan pemberian informasi tentang: (1) pemantapan kemampuan berkomunikasi. keluarga dan masyarakat dalam berperan dalam kehidupan kelompok. Pemantapan kemampuan bertingkah laku dan berhubungan sosial baik di rumah. Pemantapan kemampuan menerima dan menyampaikan gagasan secara argumentasi dengan cara yang dinamis. Sedangkan materi bimbingan sosial untuk siswa SMA adalah pemantapan kemampuan berkomunikasi baik melalui ragam lisan maupun tulisan secara efektif dan pemantapan kemampuan menerima dan menyampaikan pendapat serta berarumentasi secara dinamis. sopan santun yang ada dalam masyarakat. nilai-nilai agama. Aspek-aspek bimbingan dan konseling sosial Bimbingan sosial membantu siswa dalam dalam berhubungan dengan masyarakat di lingkungannya dengan berdasarkan budi pekerti yang luhur. dan produktif agar mudah dimengerti oleh orang yang mendengar. c. dan produktif (Prayitno. ilmu. 141 . d. sekolah. tenggang rasa. Pemantapan hubungan yang harmonis antar masyarakat yang dinamis. 4. Pemantapan pemahaman kondisi sekolah dan peraturan yang ada di sekolah tersebut agar para siswa terutama siswa baru tidak terkejut dengan kondisi yang ada di sekolah dan peraturan yang harus mereka patuhi di sekolah tersebut dan menjalankannya secara efektif dan dinamis serta bertanggung jawab. Berdasarkan beberapa rumusan tujuan bimbingan sosial yang telah diungkapkan dapat disimpulkan bahwa tujuan dari bimbingan sosial yaitu pemberian bantuan kepada siswa agar memiliki kemampuan untuk mengatasi kesulitan di dalam memahami lingkungan baik lingkungan sekolah. dan produktif baik dengan teman sebaya di sekolah yang sama atau yang berbeda. sopan-santun. Selain itu bimbingan sosial juga membantu mengembangkan kemampuan berkomunikasi yang efektif ditengah masyarakat yang luas. mendapatkan kelompok sosial untuk memecahkan masalah tertentu memperoleh penyesuaian dalam kehidupan keluarga dan masyarakat serta meningkatkan pengetahuan yang terkait dalam persoalan-persoalan yang berhubungan dengan lingkungan sosial. terutama dalam hal tata cara pergaulan yang dilandasi dengan budi pekerti yang luhur dan bertanggung jawab. 2001: 77). Aspek-aspek bimbingan dan konseling sosial secara rinci diuraikan sebagai berikut: a. efektif.individu yang telah memperoleh bimbingan. kreatif. dilandasi oleh rasa kebangsaan yang tinggi serta diiringi dengan adanya rasa toleransi. baik melalui lisan maupun tulis. Tujuan jangka panjang bersangkutan dengan pencapaian kesejahteraan mental yang optimal bagi individu dan pencapaian kebahagiaan pribadi yang bermanfaat bagi diri sendiri dan lingkungan. dengan individu yang lebih tua dan lebih muda di lingkungan masyarakat dan keluarga. Materi dan pokok-pokok dalam bimbingan sosial Materi bimbingan sosial secara umum adalah pengembangan kemampuan bertingkah laku dan berhubungan sosial. Sebab dengan kemampuan komunikasi yang efektif maka seorang individu dapat menyampaikan gagasan dan pikirannya kepada orang lain b. dan kebiasaan yang berlaku ditengah masyarakat. kreatif. maupun di masyarakat dengan menjunjung tinggi tata krama.

(5) pemantapan kemampuan menerima dan mengemukakan pendapat serta berargumentasi secara dinamis. SMP. baik di rumah. maupun di masyarakat pada umumnya. (4) pengenalan. Pengenalan. kreatif dan produktif. (5)pemantapan pemahaman kondisi dan peraturan seolah serta upaya pelaksanaannya secara dinamis dan bertanggung jawab. (5) hubungan yang dinamis. kondisi dan tuntutan sekolah. harmonis dan produktif dengan teman sebaya. baik di sekolah yang sama. di sekolah. rumah dan lingkungan serta upaya dan kesadaran untuk melaksanakannya secara dinamis dan bertanggung jawab. harmonis dan produktif dengan teman sebaya. (2) kemampuan memecahkan masalah dan mengambil keputusan. Pokok-pokok dalam bimbingan sosial adalah sebagai berikut: a. (2) pemantapan kemampuan menerima dan menyampaikan pendapat. sopan santun serta nilai-nilai agama. Bidang Bimbingan Sosial: Sekolah Dasar 1. diluar sekolah maupun dimasyarakat pada umumnya. dan di masyarakat. Pengembangan dan pemantapan kemampuan dan berkomunikasi. 2. baik di rumah. rumah dan lingkungan. maupun di masyarakat luas dengan menjunjung tinggi tata krama. dan produktif dengan teman sebaya. di luar sekolah. Sedangkan menurut Hallen (2005: 73) menyatakan materi dalam bimbingan sosial: meliputi: (1) pengembangan dan pemantapan kemampuan berkomunikasi baik melalui ragam lisan maupun tulisan secara efektif. kebiasaan. (2) pengembangan kemampuan bertingkah laku dan berhubungan sosial. Pemantapan kemampuan menerima dan mengemukakan pendapat serta argumentasi secara dinamis. adat. sopan santun. di sekolah maupun dimasyarakat dengan menjunjung tinggi tata karma. Pengembangan kemampuan bertingkah laku dan berhubungan sosial. Pengembangan kemampuan berkomunikasi baik melalui ragam lisan maupun tulisan secara efektif. harmonis. di sekolah lain. harmonis. di sekolah maupun di masyarakat dengan menjunjung tinggi tata krama. SMA di bedakan sebagai berikut: a. sopan santun dan disiplin di sekolah sendiri maupun di sekolah lain. (3) pemantapan kemampuan bertingkah laku dan berhubungan sosial. hukum dan tata krama yang berlaku di lingkungan masyarakat. Pengembangan dan pemantapan hubungan yang dinamis. dan (6) orientasi tentang hidup berkeluarga. e. di luar sekolah. sopan santun. (6) pengenalan dan manfaat lingkungan yang lebih luas seperti: lingkungan fisik. (4) pengenalan dan pemahaman norma agama. di luar sekolah maupun di masyarakat pada umumnya. dan produktif dengan teman sebaya. adat. di sekolah yang lain. nilai-nilai sosial. peraturan dan kebiasaan yang berlaku. adat istiadat. baik di rumah. kondisi dan tuntutan sekolah. sosial dan budaya. di sekolah yang lain. baik di sekolah yang sama. (4) pemantapan hubungan yang dinamis.baik ragam lisan maupun tulisan. baik di sekolah yang sama. maupun di masyarakat pada umumnya. baik melalui ragam lisan maupuntulisan secara efektif. f. Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa materi dalam bimbingan sosial meliputi: (1) kemampuan berkomunikasi. Pengembangan kemampuan bertingkah laku dan berhubungan sosial. maupun di masyarakat dengan menjunjung tinggi tata 142 . peraturan dan kebiasaan yang berlaku. baik di rumah. serta nilai-nilai agama. pemahaman dan pemantapan tentang peraturan. di sekolah. (3) pengembangan dan pemantapan hubungan yang dinamis. d. baik di sekolah yang sama. c. dan (6) orientasi tentang hidup berkeluarga. di sekolah lain. serta upaya dan kesadaran untuk melaksanakannya secara dinamis dan bertanggung jawab. tata krama. b. (3) kebiasaan di lingkungan masyarakat yang meliputi: cara bertingkah laku. Orientasi tentang hidup berkeluarga. Secara lebih rinci pokok-pokok materi bidang layanan Bimbingan dan konseling sosial untuk jenjang SD. dan (7) hak dan kewajiban sebagai anggota sekolah dan masyarakat. pemahaman dan pemantapan tentang peraturan. kreatif dan produktif.

6. Pengenalan dan pemahaman peraturan dan tuntutan sekolah. 3. Bidang Bimbingan Sosial: Sekolah Lanjutan Tingkat Atas 1.karma. atau lihat kamus/ensiklopedi. peraturan dan kebiasaan yang berlaku. siapkan pula alat tulis berupa spidol warna atau stabilo untuk menandai hal-hal yang penting. baik di rumah. 4. kondisi dan sekolah sebagai upaya pelaksanaannya secara dinamis dan bertanggungjawab. sopan santun serta nilai-nilai agama. Peserta pelatihan diminta membentuk kelompok yang terdiri atas 4-5 anggota. Orientasi tentang hidup berkeluarga. maupun di masyarakat dengan menjunjung tinggi tata karma. c. sopan santun serta nilai-nilai agama. Berlatihlah merumuskan pengertian yang saudara jumpai dalam buku ajar ini dengan kalimat saudara sendiri sejauh tidak menyimpang dari maksud kalimat dalam buku ajar ini. C. sopan santun. 3. di tempat latihan/kerja maupun masyarakat luas dengan menjunjung tinggi tata karma. 2. Pemahaman dan pengamalan disiplin dan peraturan sekolah. adat-istiadat. di sekolah. Lembar Kegiatan Untuk memperoleh pemahaman yang mendalam pada bab ini. Pemantapan sikap dan kebiasaan serta pengembangan wawasan dan beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. baik di rumah. harmonis dan produktif dengan teman sebaya. Pemantapan pemahaman tentang peraturan. nilai-nilai agama. 2. Pemantapan kemampuan bertingkah laku dan berhubungan sosial. adat istiadat. D. serta kesadaran untuk melaksanakannya. adat istiadat. 2. dosen atau instruktur. 3. Pemantapan hubungan yang dinamis. 4. dan kebiasaan yang berlaku. hukum dan kebiasaan yang berlaku. Peserta pelatihan diajak diskusi untuk mengidentifikasi contoh-contoh materi bimbingan sosial yang ada dalam setiap jenjang pendidikan. Latihan 1. baik di sekolah yang sama. Bidang Bimbingan Sosial: Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama 1. 3. 3. rumah. di sekolah lain dan di luar sekolah maupun masyarakat pada umumnya. Pengembangan hubungan yang harmonis dengan teman sebaya di dalam dan di luar sekolah serta di masyarakat pada umumnya. Pengembangan hubungan yang dinamis dan harmonis serta produktif dengan teman sebaya. Pelajari bab ini baik-baik. lingkungan. b. baik lisan maupun tulisan secara efektif. Pemantapan kemampuan menerima dan mengemukakan pendapat serta berargumentasi secara dinamis kreatif dan produktif. 5. ilmu. Pengembangan kemampuan bertingkah laku dan berhubungan sosial. untuk berdiskusi tentang kegiatan bimbingan dan konseling sosial di sekolah. bisa pula download dari internet. Peserta pelatihan diminta membuat materi layanan BK Sosial sesuai dengan jenjang sekolah yang dibimbingnya. atau cari penjelasannya di buku-buku psikologi dan/atau bimbingan dan konseling. 2. hukum. jika perlu tanyakan kepada teman sejawat. para peserta diharapkan mengikuti langkah-langkah berikut: 1. di sekolah. 143 . 4. Pemantapan kemampuan berkomunikasi. Cermati beberapa istilah penting yang ada di dalamnya.

Menurut anda. Tujuan bimbingan sosial yang telah diungkapkan dapat disimpulkan bahwa tujuan dari bimbingan sosial yaitu pemberian bantuan kepada siswa agar memiliki kemampuan untuk mengatasi kesulitan di dalam memahami lingkungan baik lingkungan sekolah. memperoleh persahabatan yang sesuai. dan warga lingkungan sosial yang lebih luas yang dilandasi budi pekerti luhur dan tanggung jawab sosial. maupun di masyarakat dengan menjunjung tinggi tata krama. terutama dalam hal tata cara pergaulan yang dilandasi dengan budi pekerti yang luhur dan bertanggung jawab. Bimbingan dan konseling sosial adalah bidang pelayanan BK yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai serta mengembangkan kemampuan hubungan sosial yang sehat dan efektif dengan teman sebaya. Tes Formatif 1. mendapatkan kelompok sosial untuk memecahkan masalah tertentu memperoleh penyesuaian dalam kehidupan keluarga dan masyarakat serta meningkatkan pengetahuan yang terkait dalam persoalan-persoalan yang berhubungan dengan lingkungan sosial. baik di rumah. F. sekolah. keluarga dan masyarakat dalam berperan dalam kehidupan kelompok. 2. Materi bimbingan sosial secara umum adalah pengembangan kemampuan bertingkah laku dan berhubungan sosial. Rangkuman 1. sopan santun serta nilai-nilai agama. anggota keluarga. 3. apa tujuan dari bidang layanan sosial yang dapat digunakan dalam pelaksanaan layanan konseling kelompok? 2.E. Berikan contoh materi layanan pribadi yang dapat digunakan dalam pelaksanaan Bimbingan kelompok! Beri penjelasan! 144 . adat istiadat. dan kebiasaan yang berlaku.

Mugiarso (2009: 53) menjelaskan bimbingan belajar adalah bantuan dari pembimbing pada siswa agar dapat mengembangkan diri. Berdasarkan pengertian di atas dapat ditemukan unsur-unsur penting sebagai berikut: (1) bimbingan belajar merupakan salah satu bagian dari empat bidang bimbingan yang meliputi bimbingan pribadi. kecerdasan. Menjelaskan materi dalam bimbingan belajar 4. Menjelaskan pengertian bimbingan dan konseling belajar 2. sikap dan kebiasaan belajar yang baik untuk menguasai pengetahuan dan keterampilan serta menyiapkannya melanjutkan pendidikan pada tingkat yang lebih tinggi. Kompetensi dan Indikator Para peserta pelatihan dapat memahami bimbingan dan konseling belajar secara utuh dan menyeluruh. bimbingan sosial. Pengertian bimbingan dan konseling belajar Menurut Sukardi (2008: 4) bimbingan belajar adalah bimbingan dalam hal menemukan cara belajar yang tepat dalam memilih program studi dan dalam mengatasi kesukaran-kesukaran yang timbul berkaitan dengan tuntutan-tuntutan belajar di suatu institusi pendidikan. Menjelaskan tujuan bimbingan dan konseling belajar 3. namun seringkali kegagalan itu terjadi karena siswa kurang maksimal dalam mendapatkan bimbingan belajar di sekolah. bersikap terhadap guru dan nara sumber lainnya. Pengalaman menunjukkan bahwa kegagalan-kegagalan yang dialami siswa dalam belajar tidak selalu disebabkan oleh kebodohan atau rendahnya intellegensi. baik dalam mencari informasi dari berbagai sumber belajar. (4) bantuan kepada siswa agar mempunyai sikap dan kebiasaan belajar yang baik termasuk cara belajar yang tepat atau cara mengatasi kesulitan belajar. peserta pelatihan dapat: 1. Menjelaskan tahap-tahap bimbingan belajar B. bimbingan karir dan bimbingan belajar. bakat.BAB V BIMBINGAN DAN KONSELING BELAJAR A. emosi dan motivasi untuk melakukan kegiatan belajar serta faktor luar siswa yang mempengaruhi kegiatan belajar. Menjelaskan pelaksanaan bimbingan belajar 5. (2) bimbingan belajar merupakan bantuan kepada siswa untuk mengenal. minat. Bimbingan belajar sangat berguna sekali untuk peserta didik dalam pemantapan sikap dan kebiasaan belajar yang efektif dan efisien serta produktif. dan menjalani program penilaian hasil belajar. (3) pengenalan dan pengembangan poternsi diri secara fisik dan psikis menyangkut beberapa hal antara lain kondisi fisik siswa. mengembangkan dan memanfaatkan potensi diri siswa baik fisik maupun psikis yang berkaitan dengan kegiatan belajarnya. Adapun indikatornya. Uraian Materi 1. dan membentuk kebiasaan-kebiasaan belajar dengan sistematik dan konsisten dan dapat mencapai prestasi semaksimal mungkin sesuai dengan potensi dan kemampuan yang ada pada dirinya atau bisa pula dikatakan bahwa bimbingan dan konseling belajar merupakan 145 . memahami. Selain itu juga untuk pemantapan disiplin belajar dan berlatih. mengerjakan tugas-tugas pelajaran. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa bimbingan belajar adalah suatu proses layanan bantuan dari pembimbing kepada peserta bimbing dalam memecahakan kesulitan yang berhubungan dengan masalah belajar baik di sekolah maupun di luar sekolah agar peserta bimbing dapat menyesuaikan diri dalam situasi belajarnya. baik secara mandiri maupun berkelompok. dapat mengembangkan keterampilan belajarnya. Prayitno dan Amti (2004: 279) menyatakan bahwa bimbingan belajar adalah salah satu bentuk bimbingan yang diselenggarakan di sekolah.

Yusuf dan Nurihsan (2006: 15) mengemukakan bahwa tujuan bimbingan belajar adalah sebagai berikut: memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang positif. Santoso (1988: 28) menjelaskan bahwa tujuan bimbingan belajar sebagai berikut: agar peserta didik dapat berkonsentrasi dalam belajar. menunjukkan cara-cara mempelajari sesuatu dan menggunakan buku pelajaran. sehingga setiap siswa dapat belajar dengan efisien sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. 2. efisien. mengerjakan tugas-tugas. mengejakan tugas dan mengembangkan keterampilan 146 . mencatat pelajaran. menunjukkan cara untuk menyusun suatu karangan ilmiah atau karya tulis. orientasi belajar di perguruan tinggi. bersikap terhadap guru dan nara sumber lainnya. menunjukkan bagaimana cara belajar atau mempelajari bahasa asing. baik secara mandiri maupun berkelompok. menunjukkan cara mencatat dan mendengarkan sewaktu menerima pelajaran. seperti kebiasaan membaca buku. pemahaman tentang hasil teknologi bagi pengembangan ilmu pengetahuan.bidang pelayanan yang membantu peserta didik mengembangkan kemampuan belajar dalam rangka mengikuti pendidikan sekolah/madrasah dan belajar secara mandiri. memiliki keterampilan untuk menetapkan tujuan dan perencanaan pendidikan. memiliki motif yang tinggi untuk belajar sepanjang hayat. dan kondisi fisik atau kesehatannya. memilih suatu bidang studi (mayor atau minor) sesuai dengan bakat. memilih pelajaran tambahan baik yang berhubungan dengan pelajaran di sekolah maupun untuk pengembangan bakat dan karirnya di masa depan. menunjukkan cara-cara menghadapi kesulitan dalam bidang studi tertentu. dan mencapai perkembangan yang optimal. menggunakan kamus. memberikan informasi mengenai kondisi-kondisi yang baik untuk belajar. Materi dalam bimbingan belajar Secara rinci materi pokok bimbingan belajar antara lain menurut Rahman (2003: 42) sebagai berikut: pemantapan sikap dan kebiasaan belajar secara efektif dan efisien. dan mempersiapkan diri menghadapi ujian. Untuk lebih jelasnya tujuan bimbingan belajar dirinci sebagai berikut: mencarikan cara-cara belajar yang efisien dan efektif bagi seorang anak atau kelompok anak. memiliki kesiapan mental dan kemampuan untuk menghadapi ujian. seperti membuat jadwal belajar. pemanfaatan kondisi (fisik. 3. kecerdasan. pemantapan penguasaan materi pelajaran sekolah berupa remedial atau pengayaan. pemantapan sikap dan kebiasaan belajar yang efektif. memberikan informasi (saran dan petunjuk) bagi yang memanfaatkan perpustakaan. mempunyai perhatian terhadap semua pelajaran dan aktif mengikuti semua kegiatan belajar yang diprogramkan. menentukan pembagian waktu dan perencanaan jadwal belajarnya. membuat tugas sekolah dan mempersiapkan diri dalam ulangan dan ujian. baik dalam mencari informasi dari berbagai sumber belajar. serta produktif. menentukan pembagian waktu dan perencanaan jadwal belajar. citacita. memiliki keterampilan dan teknik belajar yang efektif seperti keterampilan membaca buku. sosial. dan berusaha memperoleh informasi tentang berbagai hal dalam rangka mengembangkan wawasan yang lebih luas. pengembangan kemampuan membaca dan menulis (meringkas) secara cepat. disiplin dalam belajar. dapat mengembangkan keterampilan belajarnya dan membentuk kebiasaan-kebiasaan belajar dengan sistematik dan konsisten dan dapat mencapai prestasi semaksimal mungkin sesuai dengan potensi dan kemampuan yang ada pada dirinya. Menurut Sukardi (2008) mengatakan bahwa materi bimbingan belajar adalah sebagai berikut: pemantapan sistem belajar dan berlatih. minat. pemahaman tentang pemanfaatan perpustakaan. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa tujuan bimbingan belajar adalah membantu peserta bimbing agar dapat menyesuaikan diri dalam situasi belajarnya. memantapkan diri dalam memperdalam pelajaran tertentu. dan budaya) bagi pengembangan pengetahuan. Tujuan bimbingan dan konseling belajar Menurut Ahmadi (2004:111) tujuan bimbingan belajar adalah membantu siswa untuk mendapatkan penyesuaian yang baik di dalam situasi belajar.

SMA di bedakan sebagai berikut: a. Melakukan bimbingan dalam bentuk bantuan. c. Jadi materi bimbingan belajar meliputi kegiatan peningkatan motivasi belajar. Menetapkan cara-cara yang akan digunakan untuk melakukan bimbingan kepada siswa yang di anggap konsisten dengan masalah dan faktor penyebabnya. 3. d. Orientasi belajar di Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama. mengembangkan keterampilan belajar.dan menjalani program penilaian. baik secara mandiri maupun berkelompok. pengembangan dan pemanfaatan lingkungan sekitar untuk belajar. SMP. peningkatan keterampilan belajar. dengan cara membandingkan nilai setiap siswa dengan nilai batas lulus kelompok. dan mengembangkan keterampilan. Yusuf dan Nurihsan (2006:224) langkah-langkah bimbingan belajar yang pertama adalah mengidentifikasi kasus. b. dan pengayaan. serta dalam menjalani program penilaian. mengikuti pelajaran seari-hari. Secara lebih rinci pokok-pokok materi bidang layanan Bimbingan dan konseling belajar untuk jenjang SD. Kedua. Bidang Bimbingan Belajar: Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama 1. b. mengidentifikasi letaknya masalah dengan cara melihat 147 . 2. Pengembangan sikap dan kebiasaan belajar untuk mencari informasi dan berbagai sumber. Mengembangkan pemahaman dan 4. gerakan. dan menjalani program penilaian. pemantapan penguasaan materi program belajar di sekolah sesuai dengan perkembangan ilmu teknologi dan kesenian. budaya yang ada di lingkungan sekitar dan masyarakat untuk pengembangan pengetahuan dan keterampilan serta pengembangan diri. Mengembangkan penguasaan materi program belajar di Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama. Pengembangan sikap dan kebiasaan belajar yang baik dalam mendapatkan informasi dari berbagai sumber. Melakukan penjajakan berbagai masalah atau kesulitan yang sedang dihadapi oleh para siswa. Pelaksanaan bimbingan dan konseling belajar Pelaksanaan bimbingan belajar dilakukan dengan langkah-langkah umum sebagai berikut: a. pemantapan pemahaman dan pemanfaatan kondisi fisik. baik secara mandiri maupun kelompok. petunjuk. arahan. Menumbuhkan disiplin belajar dan berlatih. yang selanjutnya berusaha menemukan dan merumuskan masalah yang paling terasakan bagi siswa. Melakukan studi tentang berbagai faktor penyebab terjadinya masalah atau kesulitan yang selanjutnya menetapkan satu atau beberapa faktor yang diduga paling determinan terhadap terjadinya masalah atau kesulitan tersebut. dan sebagainya sesuai dengan cara-cara yang telah ditetapkan sebelumnya. bersikap terhadap guru dan nara sumber lainnya. Pemantapan dan pengembangan penguasaan materi pelajaran di sekolah dasar. orientasi di Perguruan Tinggi. 3. f. Bidang Bimbingan Belajar: Sekolah Dasar 1. Siswa sendiri yang memecahkan masalah atau kesulitan yang sedang dialaminya. Melakukan penilaian dengan teknik tertentu untuk mengetahui sampai dimanan tingkat keberhasilan bimbingan yang telah dilaksanakan dan bagaimana tindak lanjutnya. Pengembangan disiplin belajar dan berlatih. perbaikan. dan menerima laporan dari setiap guru atau wali kelas tentang aktivitas belajar. g. 4. sosial. baik sebagai individu maupun sebagai kelompok. pengembangan sikap dan kebiasaan belajar yang baik. 4. dalam bersikap terhadap guru dan siswa yang terkait. mengerjakan tugas. nasihat. Memisahkan siswa yang telah dibimbing dan mengembalikannya ke dalam kelas semula. 2. mengerjakan tugas. e.

baik sebagai individu maupun kelompok. (4) Skala sikap dan kebiasaan belajar. Beberapa upaya yang dapat dilakukan adalah dengan (1) pengajaran perbaikan. Menurut Prayitno dan Erman Amti (2004: 279) mengemukakan bahwa tahapan bimbingan belajar dilaksanakan melalui tiga tahap. Tahap-tahap Bimbingan Belajar. dan (5) Analisis hasil belajar atau karya c) Upaya membantu siswa yang mengalami masalah belajar Siswa yang mengalami masalah belajar perlu mendapatkan bantuan agar masalahnya tidak berlarut-larut yang nantinya dapat mempengaruhi proses belajar siswa. (2) Melakukan study tentang berbagai faktor penyebab terjadinya masalah atau kesulitan yang selanjutnya menetapkan satu atau beberapa faktor yang diduga paling determinan terhadap terjadinya masalah atau kesulitan tersebut. Menurut Oemar Hamalik (2009:199) tahapnya adalah. yang pada umumnya dapat digolongkan atas: 1) Keterlambatan akademik. nasihat. treatment merupakan pemberian layanan bantuan sesuai dengan prognosis yang telah dilakukan. yang selanjutnya berusaha menemukan dan merumuskan masalah yang paling terasakan bagi siswa. Ketiga. (4) pengembangan sikap dan kebiasaan belajar yang efektif. 5) Berkebiasaan buruk dalam belajar. petunjuk. (1) Melakukan penjajakan berbagai masalah atau kesulitan yang sedang dihadapi oleh para siswa. 4) Kurang motivasi dalam belajar. arahan. dan sebagainya sesuai dengan cara-cara yang telah ditetapkan sebelumnya. (3) Menetapkan cara-cara yang akan digunakan untuk melakukan bimbingan kepada siswa yang dianggap konsisten dengan masalah dan faktor penyebabnya. dan melihat ruang lingkup atau bahan ajar mana yang belum dikuasai. (4) Melakukan bimbingan dalam bentuk bantuan. (2) kegiatan pengayaan. gerakan. 5.kawasan tujuan belajar mana yang belum tercapai. 2) Ketercepatan dalam belajar. Kemudian setiap kelompok melaporkan hasil diskusinya. b) Pengungkapan sebab-sebab timbulnya masalah belajar Siswa yang mengalami masalah dalam belajar dapat dikenali melalui: (1) Tes hasil belajar. 3) Sangat lambat dalam belajar. (3) Tes Diagnostik. pada saat peserta bimbing berdiskusi dalam kelompoknya masing-masing. prognosis yaitu mengambil kesimpulan dan keputusan serta meramalkan kemungkinan penyembuhannya. mengatur tempat duduk. (3) peningkatan motovasi belajar. Hasil ini perlu dijelaskan atau diberi ulasan oleh konselor. (5) Siswa sendiri yang memecahkan masalah atau 148 . sekretaris. yaitu sebagai berikut : a) Pengenalan siswa yang mengalami kesulitan belajar Masalah belajar mempunyai bentuk yang ragam. Keempat. konselor memberikan dorongan agar setiap peserta bimbing dapat berperan aktif dan menjaga ketertiban. (2) Tes kemampuan dasar. Bimbingan belajar merupakan salah satu bentuk bimbingan yang penting diselenggarakan disekolah khusus disekolah menengah. Santoso (1988: 82) menguraikan langkah-langkah bimbingan belajar yang dapat ditempuh oleh konselor dalam menggunakan teknik diskusi adalah sebagai berikut: konselor mengemukakan masalah yang akan didiskusikan. yaitu internal (yang berasal atau bersumber dari diri siswa itu sendiri) dan eksternal (yang bersumber dari luar atau lingkungan). dan memperhatikan waktu untuk diskusi). Kelima. dapat diwakilkan oleh sekretaris atau wakil yang lain. Faktor-faktor penyebab ini dapat diklasifikasikan ke dalam dua faktor. Salah satu jenis kegiatan yang perlu dilakukan sebagai wujud menyelenggarakan bimbingan terhadap siswa adalah bimbingan belajar. mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kesulitan belajar (diagnosis). membentuk kelompok diskusi (memilih pemimpin diskusi. atau dapat juga ditanggapi oleh kelompok lain.

Dari pendapat diatas maka dapat disimpulkan mengenai tahapan bimbingan yaitu mencari siswa yang sedang mengalami masalah atau kesulitan belajar.kesulitan yang sedang dialaminya. Lembar Kegiatan Untuk memperoleh pemahaman yang mendalam pada bab ini. untuk berdiskusi tentang kegiatan bimbingan dan konseling belajar di sekolah. Pelajari bab ini baik-baik. membuat tugas sekolah dan mempersiapkan diri dalam ulangan dan ujian. memberikan informasi (saran dan petunjuk) bagi yang memanfaatkan perpustakaan. D. Peserta pelatihan diminta membentuk kelompok yang terdiri atas 4-5 anggota. 3. 149 . atau cari penjelasannya di buku-buku psikologi dan/atau bimbingan dan konseling. dan kondisi fisik atau kesehatannya. D. dan membentuk kebiasaan-kebiasaan belajar dengan sistematik dan konsisten dan dapat mencapai prestasi semaksimal mungkin sesuai dengan potensi dan kemampuan yang ada pada dirinya atau bisa pula dikatakan bahwa bimbingan dan konseling belajar merupakan bidang pelayanan yang membantu peserta didik mengembangkan kemampuan belajar dalam rangka mengikuti pendidikan sekolah/madrasah dan belajar secara mandiri. minat. (7) Melakukan penilaian dengan teknik tertentu untuk mengetahui sampai di mana tingkat keberhasilan bimbingan yang telah dilaksanakan dan bagaimana tindak lanjutnya. siapkan pula alat tulis berupa spidol warna atau stabilo untuk menandai hal-hal yang penting. (6) Memisahkan siswa yang telah dibimbing dan mengembalikannya kedalam kelas semula. dosen atau instruktur. bisa pula download dari internet. menunjukkan cara-cara mempelajari sesuatu dan menggunakan buku pelajaran. 3. 2. mencari tau mengenai berbagai faktor yang menyebabkan siswa mengalami masalah belajar. memilih pelajaran tambahan baik yang berhubungan dengan pelajaran di sekolah maupun untuk pengembangan bakat dan karirnya di masa depan. 2. Peserta pelatihan diajak diskusi untuk mengidentifikasi contoh-contoh materi bimbingan belajar yang ada dalam setiap jenjang pendidikan. Cermati beberapa istilah penting yang ada di dalamnya. Berlatihlah merumuskan pengertian yang saudara jumpai dalam buku ajar ini dengan kalimat saudara sendiri sejauh tidak menyimpang dari maksud kalimat dalam buku ajar ini. Peserta pelatihan diminta membuat materi layanan BK Belajar sesuai dengan jenjang sekolah yang dibimbingnya. memilih suatu bidang studi (mayor atau minor) sesuai dengan bakat. dari pendapat para ahli diatas terdapat kesamaan mengenai tahapan dalam melakukan bimbingan. Dalam melakukan bimbingan perlu adanya suatu tahapan yang harus dilakukan agar proses bimbingan itu berjalan sesuai dengan apa yang diinginkan. dapat mengembangkan keterampilan belajarnya. dan memberikan bimbingan untuk membantu siswa itu dalam menyelesaikan masalah belajarnya. menentukan pembagian waktu dan perencanaan jadwal belajarnya. menunjukkan cara-cara menghadapi kesulitan dalam bidang studi tertentu. Latihan 1. para peserta diharapkan mengikuti langkah-langkah berikut: 1. atau lihat kamus/ensiklopedi. Tujuan bimbingan belajar dirinci sebagai berikut: mencarikan cara-cara belajar yang efisien dan efektif bagi seorang anak atau kelompok anak. E. jika perlu tanyakan kepada teman sejawat. Rangkuman Bimbingan belajar adalah suatu proses layanan bantuan dari pembimbing kepada peserta bimbing dalam memecahakan kesulitan yang berhubungan dengan masalah belajar baik di sekolah maupun di luar sekolah agar peserta bimbing dapat menyesuaikan diri dalam situasi belajarnya. kecerdasan. cita-cita.

dan memberikan bimbingan untuk membantu siswa itu dalam menyelesaikan masalah belajarnya. Berikan contoh materi layanan belajar yang dapat digunakan dalam pelaksanaan Bimbingan kelompok! Beri penjelasan! 150 . F.Materi bimbingan belajar meliputi kegiatan peningkatan motivasi belajar. apa tujuan dari bidang layanan belajar yang dapat digunakan dalam pelaksanaan Bimbingan klasikal? 2. Dalam melakukan bimbingan perlu adanya suatu tahapan yang harus dilakukan agar proses bimbingan itu berjalan sesuai dengan apa yang diinginkan. pengembangan sikap dan kebiasaan belajar yang baik. dari pendapat para ahli diatas terdapat kesamaan mengenai tahapan dalam melakukan bimbingan. pengembangan dan pemanfaatan lingkungan sekitar untuk belajar. Menurut anda. peningkatan keterampilan belajar. mencari tau mengenai berbagai faktor yang menyebabkan siswa mengalami masalah belajar. Tahapan bimbingan yaitu mencari siswa yang sedang mengalami masalah atau kesulitan belajar. Tes Formatif 1.

pemahaman kondisi lingkungan.BAB VI BIMBINGAN DAN KONSELING KARIR A. Bimbingan karir dilaksanakan di 151 . Dalam bimbingan karir harus memperhatikan perkembangan anak didik yang menuntut kemampuan melaksanakan tugas-tugas perkembangan. Menjelaskan tujuan bimbingan dan konseling karir 3. Rieder (dalam Sukardi 1984:96) berpendapat bahwa bimbingan karir dapat diartikan sebagai suatu perkembangan dari pengetahuan. Pengertian bimbingan dan konseling karir Yusuf dan Nurihsan (2008: 12) menyatakan bahwa bimbingan karir merupakan upaya bantuan terhadap individu agar dapat mengenal dan memahami dirinya. afektif. Uraian Materi 1. Menjelaskan materi bimbingan karir B. Menjelaskan prinsip bimbingan karir 5. Sedangkan Lois-ellen Datta dan Corinne H. penyesuaian pekerjaan. memahami proses pengambilan keputusan. pengembangan. Kompetensi dan Indikator Para peserta pelatihan dapat memahami bimbingan dan konseling karir secara utuh dan menyeluruh. seperti pemahaman tentang jabatan dan tugas-tugas kerja. Menjelaskan pengertian bimbingan dan konseling karir 2. Lebih lanjut Winkel dan Hastuti (2005: 114) mengemukakan bahwa bimbingan karir adalah bimbingan dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia pekerjaan. 2010:122) adalah suatu proses untuk membantu pribadi guna mengembangkan penerimaan kesatuan dan gambaran diri serta perananya dalam dunia kerja. dan penyelesaian masalah-masalah karir. maupun perolehan pengetahuan dalam keterampilan yang akan membantu dirinya memasuki sistem kehidupan sosial yang terus berubahubah. peserta pelatihan dapat: 1. pendidikan. serta mengembangkan ketrampilan-ketrampilan mengambil keputusan sehingga yang bersangkutan dapat menciptakan dan mengelola perkembangan karirnya.Super (dalam Marsudi. Lebih dalam lagi Nurihsan(2006 :16) juga berpendapat Bimbingan karir yaitu bimbingan untuk membantu individu dalam perencanaan. mengembangkan masa depannya yang sesuai dengan bentuk kehidupannya yang diharapkan. Lebih lanjut dengan layanan bimbingan karir individu mampu menentukan dan mengambil keputusan secara tepat dan bertanggung jawab atas keputusan yang diambilnya sehingga mereka mampu mewujudkan dirinya secara bermakna. dan waktu luang. teknik-teknik. dan penyelesaian masalah-masalah karir yang dihadapi. perencanaan dan pengembangan karir. 2010:121) Bimbingan karir adalah proses-proses. Adapun indikatornya. Bimbingan karir terkait dengan perkembangan kemampuan kognitif. dalam memilih lapangan pekerjaan atau jabatan/ profesi tertentu serta membekali diri supaya siap memangku jabatan itu dan dalam menyesuaikan diri dengan berbagai tuntutan dari lapangan pekerjaan yang telah dimasuki. kemampuan umum dan kemampuan khusus guna membantu individu-individu dan kelompok-kelompok untuk memperoleh kemajuan dalam pekerjaan serta dalam merencanakan karir. tugas perkembangan bagi siswa disekolah sebagai calon tenaga kerja ialah memilih lapangan kerja yang sesuai dengan potensi-potensi yang dimilikinya. atau layanan-layanan yang dimaksudkan untuk membantu individu memahami dan berbuat atas dasar pengenalan diri dan pengenalan kesempatankesempatan dalam kerjaan. Bimbingan karir menurut Donald E. maupun keterampilan individu dalam mewujudkan konsep diri yang positif. mengenal dunia kerjanya. Menjelaskan fungsi-fungsi bimbingan karir 4. Menurut Herr (dalam Marsudi. pemahaman kondisi dan kemampuan diri.

bekerja sama. Siswa menguasai ketrampilan dasar yang penting dalam pekerjaan terutama kemampuan berkomunukasi. 3) Mengetahui berbagai jenis pekerjaan yang berhubungan dengan potensi yang ada dalam dirinya. Oleh karena itu. Walgito (2004: 202-203) berpendapat tujuan dari bimbingan karir adalah untuk membantu para siswa agar: 1) Dapat memahami dan menilai dirinya sendiri. 6) Mengenal keterampilan. kemampuan dan kondisi kehidupan sosial ekonomi. Bimbingan karir disekolah adalah salah satu usaha untuk memecahkan masalah karir. prospek kerja. 2) Menyadari dan memahami nilai-nilai yang ada dalam dirinya dan yang ada pada masyarakat. 152 . minat. dan citacitanya. tanpa merasa rendah diri. berprakasa dan sebagainya. Meningkatkan pengetahuan siswa tentang dunia kerja. Meningkatkan pengetahuan siswa tentang dirinya sendiri. Jadi bimbingan dan konseling karir yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai informasi. yaitu merancang kehidupan secara rasional untuk memperoleh peran-peran yang sesuai dengan minat. sikap. kemampuan (persyaratan) yang dituntut. 2. 5) Dapat membentuk pola-pola karir. Dengan bimbingan karir ini siswa dibantu agar memperoleh pemahaman diri. serta memilih dan mengambil keputusan karir. lingkungannya dan dunia kerja. dengan cara mengenali cirriciri pekerjaan. 4) Memiliki kemampuan merencanakan masa depan. bakat. serta memahami hubungan usaha dirinya yang sekarang dengan masa depannya. Siswa dapat mengembangkan sikap dan nilai diri sendiri dalam menghadapi pilihan lapangan kerja serta dalam persiapan memasukinya. lingkungan sosiopsikologis pekerjaan. kemampuan dan minat. terutama yang berkaitan dengan potensi yang ada dalam dirinya mengenai kemampuan. Apabila seorang siswa bercita-cita menjadi seorang guru. asal bermakna bagi dirinya. c. dan apakah dia berminat terhadap pekerjaan tersebut. maka ia senantiasa harus mengarahkan dirinya kepada kegiatan-kegiatan yang relevan dengan karir keguruan tersebut. Dari uraian diatas dapat disimpulkan Bimbingan Karir adalah suatu layanan pemberian bantuan oleh guru pembimbing kepada individu untuk dapat mengenal dunia karir. agar dapat mengarahkan dirinya ke suatu bidang pekerjaan yang sesuai selaras dengan dirinya dan kebutuhan masyarakat. Secara khusus menurut Sukardi (2000: 42) bimbingan karir dilaksanakan di sekolah bertujuan antara lain : a. yaitu kecenderungan arah karir. mengenal bakat minat sesuai karir. 3) Memiliki kemampuan untuk membentuk identitas karir. dan kesejahteraan kerja. Tujuan bimbingan karir Menurut Yusuf dan Nurihsan ( 2008: 15-16) tujuan bimbingan karir sebagai berikut : 1) Memiliki pemahaman diri (kemampuan dan minat) yang terkait dengan pekerjaan 2) Memiliki sikap positif terhadap dunia kerja. Dalam arti mau bekerja dalam bidang pekerjaan apapun. mengetahui jenis-jenis pendidikan dan latihan yang diperlukan bagi suatu bidang tertentu. dalam bidang pekerjaan apa dia mampu. Siswa meningkatkan keterampilan berpikir agar mampu mengambil keputusan tentang jabatan yang sesuai dengan dirinya dan tersedia dalam dunia kerja. e. setiap orang perlu memahami kemampuan dan minatnya. Keberhasilan atau kenyamanan dakam suatu karir amat dipengaruhi oleh kemampuan dan minat yang dimiliki. b. dan sesuai dengan norma agama. d.sekolah bertujuan agar siswa dapat meningkatkan keterampilan berfikir agar mampu mengambil keputusan tentang jabatan yang sesuai dengan diri siswa dan tersedia dalam dunia kerja.

dan pendidikan adalah sebagai persiapan dalam hidup. dengan maksud untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu yang berbeda. b. serta mencari jalan untuk dapat mengatasi hambatan-hambatan tersebut. f. 5) Siswa dapat memilih pekerjaan dari lingkup pekerjaan yang luas dan mempelajarinya secara mendalam. Jadi dapat disimpulkan bahwa dalam layanan bimbingan karir ini bertujuan untuk membantu siswa agar mampu mengembangkan kesadaran akan perlunya penerapan yang lebih khusus dari tujuan karir. Prinsip bimbingan karir Pada prinsipnya bimbingan karir merupakan bantuan dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia pekerjaan.4) Menemukan hambatan-hambatan yang mungkin timbul. Catherine D. bakat khusus. serta menemukan karir dan kehidupannya yang serasi atau sesuai. 6) Siswa dapat membedakan diantara banyak pekerjaan. Fungsi bimbingan karir Bimbingan karir sebagai satu kesatuan proses bimbingan memiliki manfaat mengarahkan diri dan menciptakan kemandirian dalam memilih karir yang sesuai dengan kemampuan siswanya. Siswa secara keseluruhan hendaknya dibantu untuk memperoleh pemahaman tentang hubungan antara pendidikannya dan karirnya. 153 . mengembangkan rencana-rencana yang lebih khusus guna menerapkan tujuan karir. c. 2007: 134) Secara umum menurut Sukardi (1994: 34)prinsip-prinsip bimbingan karir di sekolah diantaranya : a. yang dapat meberikan latihan persiapan untuk pekerjaan mendatang. 2010: 124-125) mengemukakan fungsi bimbingan karir adalah: 1) Siswa dapat membedakan lebih rinci sifat-sifat kepribadiannya (kemampuan. Seluruh siswa hendaknya mendapat kesempatan yang sama untuk mengembangkan dirinya dalam pencapaian karirnya secara tepat. 4) Siswa mampu mengidentifikasi keputusan mendatang yang harus ia putuskan. Siswa hendaknya dibantu dalam mengembangkan pemahaman yang cukup memadahi terhadap diri sendiri dan kaitannya dengan perkembangan sosial pribadi dan perencanaan pendidikan karir. 3) Siswa dapat membedakan bermacam-macam dunia pendidikan yang tersedia. minat. e. nilai) dan mampu melihat perbedaannya dengan orang lain. 4. d. Setiap siswa hendaknya memahami bahwa karir itu adalah sebagai suatu jalan hidup.S dalam (Marsudi. 5) Para siswa dapat merencanakan masa depannya. pemilihan lapangan pekerjaan atau jabatan (profesi) tertentu serta membekali diri agar siap memangku jabatan tersebut dan dalam menyesuaikan diri dengan tuntutan-tuntutan dari lapangan pekerjaan yang telah dimasuki (Tohirin. 2) Siswa dapat membedakan antara beberapa daerah pekerjaan yang luas. 7) Siswa dapat memilih atau menyelesaikan pendidikan atau latihan dengan dasar pemilihan karirnya. Siswa perlu diberikan pemahaman tentang dimana dan mengapa mereka berada dalam suatu alur pendidikannya. 3. yang disebabkan oleh dirinya sendiri dan faktor lingkungan. latihan dalam jabatan. Siswa pada setiap tahap program pendidikannya hendaknya memiliki pengalaman yang berorientasi pada karir secara berarti dan realistik. melakukan perencanaan karir untuk mencapai cita-cita pekerjaan dengan mengambil mata pelajaran yang mendukung pekerjaan. dan mengejar latihan lebih lanjut di perguruan tinggi atau pendidikan setelah sekolah lanjutan yang mengantarkan siswa pada kualifikasi untuk pekerjaan khusus. Yusuf G.L.

b.g. berpusat dikelas. kegiatan pengembangan pemahaman. dan kegiatan-kegiatan yang diharapkan dari siswa dalam pelaksanaan bimbingan karir. dengan koordinasi oleh pembimbing. pengalaman yang berorientasi pada karir secara berarti dan realistis. Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa prinsip-prinsip bimbingan karir di sekolah adalah memberikan kesempatan yang sama. diantaranya adalah : a. diintegrasikan secara fungsional dengan program pendidikan pada umumnya. dan sifat kepribadiaan. sikap dan kebiasaan belajar. Super (dalam Sukardi. Materi Bimbingan Karir Prayitno (1997: 66) menjelaskan materi bimbingan karir dapat dirinci menjadi pokok-pokok berikut: (1) Pemantapan pemahaman diri berkenaan dengan kecenderungan karir yang hendak dikembangkan. b. orientasi dan informasi karir. orientasi dan informasi lembaga-lembaga ketrampilan sesuai dengan pilihan kerja serta orientasi dan informasi perguruan tinggi sesuai dengan arah perkembangan karir. (3) Orientasi dan informasi terhadap dunia kerja dan usaha memperoleh penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup.masing memilih kecakapan untuk sejumlah pekerjaan. minat. diantaranya sebagai berikut : a. khususnya karir yang hendak dikembangkan. disertai partisipasi orang tua dan kontribusi masyarakat. pemahaman tentang hubungan antara pendidikan dengan karir. Happock. program pengajaran perbaikan dan program pengayaan serta program pengayaan tersebut dapat diharapkan untuk memantapkan diri siswa dalam pilihan karir. Layanan informasi. dengan koordinasi oleh pembimbing. pelaksanaan bimbingan karir. Holland. d. meliputi. Layanan penempatan. (2) Bakat. kelompok latihan dan kegiatan ekstrakurikuler yang menunjang pilihan karir. Pekerjaan itu dipilih dengan maksud untuk memenuhi kebutuhan. c. Informasi mengenai jabatan akan membantu dalam pemilihan jabatan karena informasi tersebut membantu dalam menentukan apakah pekerjaan itu dapat memenuhi kebutuhan. meliputi. d. bantuan dalam perencanaan pendidikan karir. disertai partisipasi orang tua dan kontribusi masyarakat. yang meliputi. 5. Program bimbingan karir di sekolah hendaknya berpusat di kelas. (4) Orientasi dan informasi terhadap pendidikan yang lebih tinggi. Sukardi (1997: 141) menjelaskan materi paket bimbingan karir dibagi menjadi lima topik bimbingan karir yang tiap-tiap topik dibagi lagi menjadi sub-sub topik. Pemilihan jabatan bermula ketika seseorang pertama kali sadar bahwa suatu pekerjaan dapat menolong memenuhi kebutuhannya. merangsang perkembangan pendidikan siswa. terdiri atas sub topik sebagai berikut: (1) Pengantar pemahaman diri. tugas dan perkembangan remaja tentang kemampuan dan perkembangan karir. (3) Minat. meliputi. perkembangan karir di masyarakat. peranan BK serta pelacakan karir SMK. Setiap jabatan memerlukan pola khas dari pada kemampuan. membahas pilihan program studi lanjutan. kesempatan untuk menguji konsep berbagai peranan dan ketrampilannya. Layanan orientasi. pemahaman bahwa karir adalah sebagai suatu jalan hidup. (4) Cita-cita atau gaya hidup. Setiap individu masing. khususnya sesuai dengan karir yang hendak dikembangkan. c. 154 . Paket I : Pemahaman diri. dan Donald E. Menurut Wibowo (2002: 24) materi bimbingan karir adalah : a. pemahaman tentang jalur pendidikan siswa. potensi dan kemampuan. 1997: 35) menyusun prinsip-prinsip tentang bimbingan karir disekolah. kursus-kursus serta program pilihan dalam rangka pengembangan karir. (2) Pemantapan orientasi dan informasi karir pada umumnya. e. Layanan penguasaan konten dalam bimbingan karir.

serta memilih dan mengambil keputusan karir. (3) Informasi jabatan. 3. (3) Pemahaman dan pengembangan kemampuan wirausaha. Rangkuman Bimbingan Karir adalah suatu layanan pemberian bantuan oleh guru pembimbing kepada individu untuk dapat mengenal dunia karir. jika perlu tanyakan kepada teman sejawat. terdiri atas sub topik sebagai berikut: (1) Nilai-nilai kehidupan. lingkungannya dan dunia kerja. 2. Latihan 1. atau cari penjelasannya di buku-buku psikologi dan/atau bimbingan dan konseling. terdiri atas sub topik sebagai berikut: (1) Informasi pendidikan. D. (6) Bertindak atas nilai-nilai sendiri. (5) Pengembangan kemampuan berkompetensi. 2. Paket III : Pemahaman lingkungan. terdiri atas sub topik sebagai berikut : (1) Faktor pribadi. (4) Pemahaman tentang berbagai macam jurusan dibidang pendidikan. d. Paket V : Merencanakan masa depan. Bimbingan karir disekolah adalah salah satu usaha untuk memecahkan masalah karir. Paket IV : Hambatan dan mengatasi hambatan. antara lain: (1) Pemahaman tentang bakat. (7) Pengembangan kemampuan manajemen dan kepemimpinan. atau lihat kamus/ensiklopedi.b. (4) Cara-cara mengatasi hambatan. (3) Pertentangan nilai-nilai dalam diri sendiri. (2) Kekayaan daerah dan pengembangannya. c. 3. Lembar Kegiatan Untuk memperoleh pemahaman yang mendalam pada bab ini. Berlatihlah merumuskan pengertian yang saudara jumpai dalam bahan ajar ini dengan kalimat saudara sendiri sejauh tidak menyimpang dari maksud kalimat dalam bahan ajar ini. siapkan pula alat tulis berupa spidol warna atau stabilo untuk menandai hal-hal yang penting. dosen atau instruktur. (4) Pertentangan nilai-nilai sendiri dengan orang lain. C. (3) Manusia dan hambatan. Dari beberpa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa materi pokok layanan bimbingan karir. terdiri atas sub topik sebagai berikut: (1) Menyusun informasi diri. agar dapat mengarahkan dirinya ke suatu bidang pekerjaan yang sesuai selaras dengan dirinya dan kebutuhan masyarakat. Paket II : Nilai-nilai. Peserta pelatihan diminta membentuk kelompok yang terdiri atas 4-5 anggota. e. untuk berdiskusi tentang kegiatan bimbingan dan konseling karir di sekolah. (5) Merencanakan masa depan. (2) Pemahaman tentang berbagai macam profesi sebagai alternatif pengembangan karir. Jadi bimbingan dan konseling karir yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai informasi. bisa pula download dari internet. Peserta pelatihan diajak diskusi untuk mengidentifikasi contoh-contoh materi bimbingan karir yang ada dalam setiap jenjang pendidikan. (2) Faktor lingkungan. E. (2) Saling mengenal dengan nilai orang lain. (4) Keputusan dan rencana. para peserta diharapkan mengikuti langkah-langkah berikut: 1. Dengan bimbingan karir ini siswa dibantu agar memperoleh pemahaman diri. minat dan kemampuan diri berkaitan dengan karir yang akan dikembangkan. Cermati beberapa istilah penting yang ada di dalamnya. (2) Mengelola informasi diri. Pelajari bab ini baik-baik. Peserta pelatihan diminta membuat materi layanan BK Karir sesuai dengan jenjang sekolah yang dibimbingnya. Bimbingan karir ini bertujuan untuk membantu siswa agar mampu mengembangkan kesadaran akan perlunya penerapan yang lebih khusus dari tujuan karir. mengembangkan rencana-rencana yang lebih khusus guna menerapkan tujuan 155 . (3) Mempertimbangkan alternatif. (5) Nilai-nilai yang bertentangan dengan kelompok atau masyrakat. mengenal bakat minat sesuai karir. (6) Pemahaman strategi mimilih sekolah dan jurusan.

apa tujuan dari bidang layanan karir yang dapat digunakan dalam pelaksanaan Bimbingan klasikal? 2. (6) Pemahaman strategi mimilih sekolah dan jurusan. (2) Pemahaman tentang berbagai macam profesi sebagai alternatif pengembangan karir. antara lain: (1) Pemahaman tentang bakat. (4) Pemahaman tentang berbagai macam jurusan dibidang pendidikan. Materi pokok layanan bimbingan karir. dan mengejar latihan lebih lanjut di perguruan tinggi atau pendidikan setelah sekolah lanjutan yang mengantarkan siswa pada kualifikasi untuk pekerjaan khusus. minat dan kemampuan diri berkaitan dengan karir yang akan dikembangkan. F.karir. (3) Pemahaman dan pengembangan kemampuan wirausaha. (5) Pengembangan kemampuan berkompetensi. Berikan contoh materi layanan karir yang dapat digunakan dalam pelaksanaan layanan penguasaan konten! Beri penjelasan! 156 . Menurut anda. Tes Formatif 1. (7) Pengembangan kemampuan manajemen dan kepemimpinan. latihan dalam jabatan. melakukan perencanaan karir untuk mencapai cita-cita pekerjaan dengan mengambil mata pelajaran yang mendukung pekerjaan.

pendidikan Wawasan dan persyaratan dan pendidikan dan aktivitas dan aktifitas yang kesiapan karier aktivitas yang dalam dengan mengandung menuntut pemenuhan kemampuan diri relevansi dengn kemampuan tertentu kemampuan diri Kematangan Mempelajari normaMenyadari Bekerja sama dengan hubungan dengan norma pergaulan keragaman latar teman sebaya yang teman sebaya dengan teman sebaya belakang teman beragam latar Aspek Perkembangan Pengenalan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 157 . Menghargai peranan Berinteraksi dengan Mengenal peran-peran diri dan orang lain lain jenis secara Kesadaran gender sosial sebagai laki-laki sebagai laki-laki atau kolaboratif dalam atau perempuan perempuan dalam memerankan peran kehidupan sehari-hari jenis Meyakini keunikan diri sebagai aset yang Mengenal kemampuan Menerima keadaan Pengembangan diri harus dikembangkan dan keinginan diri diri secara positif secara harmonis dalam kehidupan Mengenal nilai-nilai Menyadari manfaat Membiasakan diri Perilaku perilaku hemat. pekerjaan. ulet hidup hemat. ulet kewirausahaan sungguh-sungguh dan sungguh-sungguh sungguh-sungguh dan (kemandirian konpetitif dalam dan konpetitif dalam konpetitif dalam perilaku ekonomis) kehidupan sehari-hari.BAB VII STANDAR KOMPETENSI KEMANDIRIAN PESERTA DIDIK Standar Kompetensi Kemandirian (SKK) Peserta Didik pada Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama adalah sebagai berikut: No Tataran/Internalisasi Tujuan Akomodasi Tindakan Melakukan berbagai Landasan hidup Mengenal arti dan Berminat mempelajari kegiatan ibadah religius tujuan ibadah arti dan tujuan ibadah dengan kemauan sendiri Memahami Mengenal alasan Bertindak atas keragaman Landasan perilaku perlunya mentaati pertimbangan diri aturan/patokan dalam etis aturan/norma terhadap norma yang berperilaku dalam berperilaku berlaku konteks budaya Memahami Mengekspresikan Mengenal cara-cara keragaman ekspresi perasaan atas dasar Kematangan emosi mengekspresikan perasaan diri dan pertimbangan perasaan secara wajar perasaan orasaan kontekstual orang lain Mempelajari cara-cara Menyadari adanya Mengambil keputusan Kematangan pengambilan keputusan resiko dari berdasarkan intelektual dan pemecahan pengambilan pertimbangan resiko masalah keputusan yang mungkin terjadi. ulet perilaku hemat. Mengidentifikasi Menyadari Mengekspresikan ragam alternatif keragaman nilai dan ragam pekerjaan. Mempelajari cara-cara Berinteraksi dengan Menghargai nilai-nilai Kesadaran memperoleh hak dan orang lain atas dasar persahabatan dan tanggung jawab memenuhi kewajiban nilai-nilai keharmonisan dalam sosial dalam lingkungan persahabatan dan kehidupan sehari-hari kehidupan sehari-hari keharmonisan hidup. kehidupan sehari-hari.kehidupan sehari-hari.

yang beragam latar belakangnya sebaya yang belakangnya mendasari pergaulan Standar Kompetensi Kemandirian (SKK) Peserta Didik pada Sekolah Lanjutan Tingkat Atas adalah sebagai berikut: No 1 Aspek Perkembangan Landasan hidup religious Landasan perilaku etis Tataran/Internalisasi Tujuan Akomodasi Tindakan Mengembangkan Melaksanakan ibadah Mempelajari hal ihwal pemikiran tentang atas keyakinan sendiri ibadah kehidupan beragama disertai sikap toleransi Mengenal keragaman Menghargai Keragaman Berperilaku atas dasar sumber norma yang sumber norma sebagai keputusan yang berlaku di rujukan pengambilan mempertimbang kan masyaraakat keputusan aspek-aspek etis Mengekspresikan Mempelajari caraBersikap toleran perasaan dalam caracara menghindari terhadap ragam cara yang konflik dengan orang ekspresi perasaan diri bebas. sungguhsungguh-sungguh dan hemat.terbuka dan tidak lain sendiri dan orang lain menimbulkan konflik Mempelajari caraMenyadari akan Mengambil keputusan cara pengambilan keragaman alternatif dan pemecahan keputusan dan keputusan dan masalah atas dasar pemecahan masalah konsekuensi yang informasi/data secara secara objektif dihadapinya obyektif Menyadari nilai-nilai Mempelajari persahabatan dan Berinteraksi dengan keragaman interaksi keharmonisan dalam orang lain atas dasar sosial konteks keragaman kesamaan interaksi sosial Menghargai keragaman Mempelajari perilaku Berkolaborasi secara peraan laki-laki atau kolaborasi antar jenis harmonis dengan lain perempuan sebagai dalam ragam jenis dalam keragaman aset kolaborasi dan kehidupan peran keharmonisan hidup Menerima keunikan diri Mempelajari keunikan Menampilkan keunikan dengan segala diri dalam konteks diri secara harmonis kelebihan dan kehidupan sosial dalam keragaman kekurangannya Mempelajari strategi Menerima nilai-nilai dan peluang untuk Menampilkan hidup hidup hemat. ulet. peluang pada pengembangan dan ragam karir alternatif karir yang lebih terarah Mempelajari caraMenghargai nilai-nilai Mempererat jalinan cara membina dan kerjasama dan toleransi persahabatan yang Pengenalan 2 3 Kematangan emosi 4 Kematangan intelektual 5 Kesadaran tanggung jawab sosial 6 Kesadaran gender 7 Pengembangan diri Perilaku kewirausahaan (kemandirian perilaku ekonomis) 8 9 Wawasan dan kesiapan karier 10 Kematangan hubungan 158 . sengguhsungguh dan kompetitif kompetitif sebagai aset sungguh dan atas dasar kesadaran untuk mencapai hidup kompetitif dalam sendiri mandiri keragaman kehidupan Mempelajari kemampuan diri.ulet.ulet berperilaku hemat. yang melandasi karir dengan pendidikan. dan pertimbangan pemilihan mempertimbangkan aktifitas yang terfokus alternatif karir kemampuan. Mengembangkan peluang dan ragam Internalisasi nilai-niolai alternatif perencanaan pekerjaan.

2006. sementara dalam konteks Bimbingan dan Konseling Standar Kompetensi ini dikenal dengan istilah Standar Kompetensi Kemandirian (SKK). (8 ) Perilaku kewirausahaan (kemandirian perilaku ekonomis). B. (2) Landasan perilaku etis. Prayitno dan Amti. (4) Kematangan intelektual. (6) Kesadaran gender. (9) Wawasan dan kesiapan karier. S. 2004. Jakarta: Penerbit Erlangga. Layanan Konseling Di Sekolah. Psikologi Belajar. (3) Kematangan emosi. Jakarta: Rineka Cipta. Heru. Abu. Renita. Yogyakarta: UCY Press. Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling. Depdiknas. 2005.2006. Saring. 2006. Jakarta: PT Rineka Cipta. Asmani M. (10) Kematangan hubungan dengan teman sebaya. 159 . Bimbingan dan Konseling Di Sekolah. 2007. yaitu:(1) pengenalan/penyadaran (memperoleh pengetahuan dan pemahaman tentang aspek dan tugas perkembangan [standar kompetensi] yang harus dikuasai). Erman. Yogyakarta: Diva Press.dengan teman sebaya kerjasama dan toleransi dalam pergaulan dengan teman sebaya sebagai dasar untuk lebih akrab dengan menjalin persahabatan memperhatikan norma dengan teman sebaya yang berlaku Mengharagai normanorma pernikahan dan berkeluarga sebagai landasan bagi terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis Mengekspresikan keinginannya untuk mempelajari lebih intensif tentang norma pernikahan dan berkeluarga Kesiapan diri Mengenal norma11 untuk menikah norma pernikahan dan berkeluarga dan berkeluarga Dalam konteks pembelajaran Standar Kompetensi ini disebut Standar Kompetensi Lulusan (SKL). Mugiarso. Marsudi. Bandung : Refika Aditama. Semarang : UPT MKK Universitas Negeri Semarang. (2) akomodasi (memperoleh pemaknaan dan internalisasi atas aspek dan tugas perkembangan [standar kompetensi] yang harus dikuasai) dan (3) tindakan (perilaku nyata dalam kehidupan seharihari dari aspek dan tugas perkembangan [standar kompetensi] yang harus dikuasai). 2004. Jakarta: Quantum Teaching. Bimbingan dan Konseling untuk SMA dan MA Kelas X. Achmad Juntika. 2007. Masing-masing aspek perkembangan memiliki tiga dimensi tujuan. Surakarta: Muhammadiyah University Press. Jamal. (5) Kesadaran tanggung jawab sosial. dan (11) Kesiapan diri untuk menikah dan berkeluarga (hanya untuk SLTA dan PT). Bimbingan dan Konseling Pola 17. Nurihsan. Rahman. Nurihsan & Yusuf . Kesebelas aspek perkembangan tersebut adalah: (1) Landasan hidup religius. (7) Pengembangan diri. Bimbingan dan Konseling. DAFTAR PUSTAKA Ahmadi. Mulyaningtyas.Jakarta. Bimbingan dan Konseling dalam Berbagai Latar Kehidupan. 2010.2010. Rambu-Rambu Penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling dalam Jalur Pendidikan Formal. Bandung : PT Remaja Rosda Karya. Landasan Bimbingan dan Konseling. yang di dalamnya mencakup sepuluh aspek perkembangan individu (SD dan SLTP) dan sebelas aspek perkembangan individu (SLTA dan PT). Yusup Purnomo. 2003. Hallen A. Bimbingan dan Konseling.

2008. Layanan Bimbingan Belajar di Sekolah Menengah. Slameto. Gelora Aksara Pratama. Yusuf. 2005. Jakarta: Rineka Cipta. 2010.Rintyastini. Pedoman Pelayanan Bimbingan dan Konseling SMP. Sukardi. Semarang: Satya Wacana. Jakarta: Depdikbud. 1988. Suharsimi Arikunto. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi. Yogyakarta: Media Abadi. 2009. 2004. Dewa Ketut. 2007. Tohirin. 160 . Yulita. Dan Suzy Yulia. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta. Jakarta: PT. Bimbingan Dan Konseling Untuk SMP Kelas VIII. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Sri. Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Jakarta : Bima Aksara. Bandung: Rizqi Press. Totok. Winkel dan Hastuti. 2008. Syamsu. Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah. Sarono. 2006. Pengantar Pelaksanaan Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Santoso.

B. Kebutuhan pengetahuan dasar psikologi ini mutlak. 161 . Meski sifatnya latihan. Sementara profesi konselor memberikan pemahaman bahwa nilai-nilai pribadi konselor dapat mempengaruhi respon-respon konselor terhadap klien. hasil pemahaman terhadap individu (konseli) adalah untuk kepentingan pelayanan bimbingan dan konseling. (i) tes kepribadian. setiap peserta pelatihan disarankan menempuh langkah-langkah berikut ini. (d) sosiometri. dan lebih baik lagi jika beberapa peserta berkelompok memahami dan mendiskusikan isi buku ajar ini. lakukan pencatatan seperlunya terhadap hal-hal yang saudara anggap penting. dan jika masih belum terjawab dapat ditanyakan kepada dosen atau instruktur ketika pelatihan berlangsung. (g) tes inteligensi umum. 2. Berbagai hal yang belum dipahami dalam disksusi dengan teman sejawat sebaiknya dicari penjelasannya dalam kepustakaan yang relevan. C. (c) daftar cek masalah (DCM). Prasyarat Mengingat aspek yang hendak dipahami konselor berkaitan dengan gejala-gejala psikis seseorang (terutama konseli) dalam kerangka bimbingan dan konseling. (k) pemanfaatan hasil nontes dan tes untuk konseling individual. mengingat gejala yang dipahami adalah gejala-gejala psikologis yang muncul dalam bentuk ucapan dan tingkah laku seseorang dalam kehidupannya sehari-hari. Semua teknik diawali dengan penyajian materi secara teoretik. Deskripsi Materi buku ajar Pemahaman Individu mencakup teknik nontes dan tes. Sedangkan kebutuhan terhadap pengetahuan dasar bimbingan dan konseling mengingat bahwa. teknik non-tes ini dikenal sebagai mata kuliah ”Pemahaman Individu Teknik Nontes dan Praktikum Teknik Nontes”. untuk selanjutnya menerapkannya dalam pelayanan bimbingan dan konseling. (h) tes bakat umum. (b) teknik observasi. Lingkup isi buku ajar ini mencakup (a) pengertian dan tujuan pemahaman individu. Ikuti penyajian materi oleh dosen atau instruktur dengan cermat dan sungguhsungguh. sedangkan teknik tes diberikan dalam mata kuliah ”Pemahaman Individu Teknik Tes dan Praktikum Teknik Tes”. disediakan tugas-tugas yang harus saudara lakukan mulai persiapan hingga melakukan tindakan praktik teknik tertentu. seyogyanya saudara melakukannya dengan sungguhsungguh dan lakukan pencatatan dengan sebaik-baiknya sebagai laporan praktik. Manfaatkan kesempatan tanya jawab dan diskusi untuk bertanya dan meminta penjelasan atas materi yang belum saudara pahami. 3.BAB I PENDAHULUAN A. memahami kekuatan dan keterbatasan personal dan profesional. maka prasyarat yang harus dimiliki oleh setiap peserta pelatihan adalah memahami Psikologi. dan secara konsisten menampilkan perilaku sesuai kode etik profesi konselor. dan Profesi Konselor. Pada setiap akhir setiap bab yang membahas suatu teknik. (j) tes prestasi belajar. demikian pula jika saudara menemukan sumber yang berbeda perlu dikonfirmasi dan dikomunikasikan dengan baik kepada dosen atau instruktur pelatihan. Sebelum pelatihan dilaksanakan seyogyanya peserta pelatihan telah membaca terlebih dahulu buku ajar ini. (e) angket. (f) wawancara. selanjutnya peserta pelatihan dipandu untuk berlatih mempersiapkan dan mempraktikkan masingmasing teknik tersebut. Dalam kurikulum Program Studi Bimbingan dan Konseling sebagaimana disepakati oleh Forum Komunikasi Jurusan/Program Studi Bimbingan dan Konseling Indonesia pada Workshop Nasional Kurikulum Program Studi Bimbingan dan Konseling tanggal 28-29 Maret 2009 di Hotel Satelit Surabaya. bukan untuk kepentingan yang lain. Petunjuk Belajar Dalam mempelajari buku ajar ini. 1. Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling.

teman sepelatihan. D. Untuk lebih mempertajam cara pandang saudara. di internet yang luar bisaa banyaknya (dan cenderung lebih murah dari pada buku teks). kompetensi yanag terkait langsung dengan pemahaman individu adalah kompetensi butir 11 yaitu Menguasai konsep dan praksis asesmen untuk memahami kondisi.9 Menampilkan tanggung jawab profesional dalam praktik asesmen Hasil belajar dalam pelatihan dikatakan terpenuhi jika penguasaan terhadap indikator tersebut di atas mencapai 80%. Untuk mempraktikkan teknik-teknik yang disajikan dalam buku ajar ini tidak terlalu sulit. sebab subjek yang bisa saudara gunakan praktik ada di sekitar saudara. 5.4 Mengadministrasikan asesmen untuk mengungkapkan masalah-masalah konseli.8 Menggunakan hasil asesmen dalam pelayanan bimbingan dan konseling dengan tepat 11.5 Memilih dan mengadministrasikan teknik asesmen pengungkapan kemampuan dasar dan kecenderungan pribadi konseli. atau siswa di sekolah saudara. Oleh karena itu setiap peserta pelatihan dan dosen atau instruktur harus berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mencapai indikator kompetensi di atas secara benar. Dalam hal ini. Bagi setiap konselor penguasaan terhadap kompetensi tersebut dapat diukur dengan indikator sebagai berikut: 11. sesuai dengan kebutuhan pelayanan bimbingan dan konseling 11. Kompetensi dan Indikator Kompetensi utuh yang harus dimiliki oleh setiap konselor ada 17 butir sebagaimana disebutkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 27 Tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor.7 Mengakses data dokumentasi tentang konseli dalam pelayanan bimbingan dan konseling 11. teman guru. subjek itu bisa jadi tetangga rumah. 11. 11.3 Menyusun dan mengembangkan instrumen asesmen untuk keperluan bimbingan dan konseling 11. 162 . ada baiknya saudara lebih banyak membaca berbagai referensi yang berhubungan dengan kehidupan manusia yang sekarang ini banyak tersedia di toko buku. kebutuhan.6 Memilih dan mengadministrasikan instrumen untuk mengungkapkan kondisi aktual konseli berkaitan dengan lingkungan 11. Untuk itu praktikkanlah dan manfaatkan setiap kesempatan untuk berlatih memahami sifat-sifat atau karakteristik orang lain.1 Menguasai hakikat asesmen 11.4.2 Memilih teknik asesmen. dan masalah konseli.

Di dalam bimbingan dan konseling. dan (c) Menyusun dan mengembangkan instrumen asesmen untuk keperluan bimbingan dan konseling. dan beberapa jenis tes.com (2009) mendefinisikan bimbingan dan konseling sebagai ”suatu bantuan yang diberikan seseorang (konselor) kepada orang lain (klien) yang bermasalah psikis. 2. Dengan demikian individu akan memperoleh bantuan yang tepat dan terarah. sesuai dengan kebutuhan pelayanan bimbingan dan konseling. inventori. Berdasarkan pengertian bimbingan dan konseling di atas. Tujuan Pemahaman Individu dalam Bimbingan dan Konseling Sebelum kita membahas lebih lanjut mengenai perlunya pemahaman individu dalam kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling. Dengan demikian pemahaman individu adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh seseorang untuk mengerti dan memahami individu lain. potensi. Scribd. dan atau masalah-masalah (gangguan) yang ada pada individu atau sekelompok individu. dan tingkah lakunya. skala penilaian. Aiken (1997:1) menunjukkan bahwa manusia dalam kenyataannya berbeda-beda dalam kemampuan berpikirnya. rating scale. dapat disimpulkan perlunya pemahaman individu dalam bimbingan dan konseling sebagai berikut : b. dan/atau sumber data selain konseli yang bisa memberikan keterangan tentang konseli. sekolah dan masyarakat”. Cara yang digunakan meliputi observasi. projective techniques. dengan tujuan agar kita semakin memahami mengapa pemahaman individu diperlukan dalam bimbingan dan konseling. Dengan kata lain perlunya pemahaman individu dalam layanan bimbingan dan konseling adalah agar individu memperoleh bantuan yang sesuai dengan kemampuan dan potensinya agar apa yang diharapkannya dapat tercapai (artinya individu dapat mencapai penyesuaian diri dengan dirinya sendiri. karakter kepribadiannya. Sebagai indikator bahwa peserta telah memahami hakikat pemahaman individu mereka (a) Memahami hakikat asesmen. Dalam konteks bimbingan dan konseling. memahami dirinya. Kompetensi dan Indikator Setelah mempelajari materi ini. sosial dengan harapan klien tersebut dapat memecahkan masalahnya. sekolah dan masyarakat). daftar cek. terlebih dahulu kita pelajari tentang pengertian bimbingan dan konseling. Pengertian Pemahaman Individu Pemahaman individu oleh Aiken (1997:454) diartikan sebagai “Appraising the presence or magnitude of one or more personal characteristic. Uraian Materi 1. mengarahkan dirinya sesuai dengan kemampuan dan potensinya sehingga mencapai penyesuaian diri dengan lingkungan keluarga. interview. Dari rumusan tersebut bisa diidentifikasi bahwa pemahaman individu adalah suatu cara untuk memahami. and tests”. inventories. Semuanya itu bisa ditaksir atau diukur dengan bermacam-macam cara. teknik projektif. kita tidak mungkin dapat memberikan pertolongan kepada seseorang sebelum kita kenal atau paham dengan orang tersebut. mengerti dan memahami tersebut dilakukan oleh konselor terhadap konseli. B. c. lingkungan keluarga. Assessing human behavior and mental processes includes such procedures as observations. 163 .BAB II PENGERTIAN DAN TUJUAN Kegiatan Belajar 1 A. kebutuhan. Pemahaman atau penilaian tersebut dimaksudkan untuk kepentingan pemberian bantuan bagi pengembangan potensi yang ada padanya (developmental) dan atau penyelesaian masalah-masalah yang dihadapinya (klinis). menilai atau menaksir karakteristik. setiap peserta pelatihan diharapkan memahami konsep dan praksis asesmen untuk memahami kondisi. interviews. check list. Salah satu hal yang penting dalam bimbingan dan konseling ialah memahami individu secara keseluruhan baik masalah yang dihadapi maupun latar belakangnya. dan masalah konseli. (b) Memilih teknik asesmen.

Pelajari bab II buku ajar ini baik-baik. kemampuan berpikirnya. Mengapa? Karena individu/manusia adalah makhluk yang paling dinamis. dan orang dewasa. potensi. jika saudara gagal dengan suatu cara. Mengenal Sasaran Pemahaman Individu Sasaran yang dimaksud dalam pelayanan bimbingan dan konseling adalah individu/manusia. c. atau cari penjelasannya di buku-buku psikologi dan/atau bimbingan dan konseling. apa yang saudara lakukan untuk tetap memperoleh data yang saudara harapkan? 5. Mengenal masalah dan perkembangannya. 4. b. 3. 3. daftar cek. remaja. jika perlu tanyakan kepada teman sejawat. 2. Apa yang perlu dikenal dari setiap sasaran? a. Pemahaman individu adalah suatu cara untuk memahami. skala penilaian. Kita semakin mampu menerima keadaan individu (siswa) seperti apa adanya dan sekaligus keberadaan siswa baik dari segi kelebihan maupun kekurangannya. Rangkuman 1. Mengenal cara individu dalam menghadapi masalah. bisa pula download dari internet. setiap saat manusia berkembang dan berubah. Mengenal pribadinya (hakekat individu dan kebutuhannya). Kita semakin mampu memperlakukan siswa sebagaimana mestinya dalam arti lain mampu memberikan bantuan seperti yang dikehendaki oleh siswa. Tunjukkan perbedaan sifat-sifat 10 orang tersebut yang satu dengan lainnya! b. latar belakang pendidikannya. 164 . Lakukan pula percobaan menggali data pada anak-anak. dan beberapa jenis tes. inventori. Cara yang digunakan meliputi observasi. menilai atau menaksir karakteristik. Kita terhindar dari gangguan komunikasi. atau lihat kamus/ensiklopedi. Berlatihlah menggali data. budayanya. dan atau masalah-masalah (gangguan) yang ada pada individu atau sekelompok individu. E. Mengenal reaksi individu dalam menghadapi masalah. Cermati beberapa istilah penting yang ada di dalamnya. Dalam upaya mengenali/memahami sasaran tidak mungkin bisa mengenalinya sampai seratus persen.Pemahaman individu dalam layanan bimbingan dan konseling bertujuan agar: 1. sehingga mampu menciptakan relasi yang semakin baik. Apa keuntungan bagi konselor dan guru pada umumnya jika memahami sifatsifat pribadi siswa asuhnya? D. interview. siapkan pula alat tulis berupa spidol warna atau stabilo untuk menandai hal-hal yang penting. 2. Latihan 1. Berlatihlah merumuskan pengertian yang saudara jumpai dalam buku ajar ini dengan kalimat saudara sendiri sejauh tidak menyimpang dari maksud kalimat dalam buku ajar ini. d. C. 3. teknik projektif. Rumuskan persamaan sifat-sifat umum di antara mereka yang saudara tangkap dalam observasi! c. dosen atau instruktur. Lakukan pengamatan dan pencatatan secara cermat terhadap 10 orang peserta pelatihan di sekitar saudara. Catat perbedaan yang diperoleh saat menggali data dengan teknik yang sama terhadap subjek yang berbeda usianya. Lembar Kegiatan Untuk memperoleh pemahaman yang mendalam pada bab ini seyogyanya saudara mengikuti langkah-langkah berikut: 1. Kemudian jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut: a.

Tuliskan semua manfaat bagi konselor bila ia terampil menggunakan bermacammacam teknik asesmen! 4. (2) Kita semakin mampu memperlakukan siswa sebagaimana mestinya dalam arti lain mampu memberikan bantuan seperti yang dikehendaki oleh siswa. karena (a) Di dalam bimbingan dan konseling. kita tidak mungkin dapat memberikan pertolongan kepada seseorang sebelum kita kenal atau paham dengan orang tersebut.2. Sedangkan tujuan pemahaman individu adalah untuk (1) Kita semakin mampu menerima keadaan individu (siswa) seperti apa adanya dan sekaligus keberadaan siswa baik dari segi kelebihan maupun kekurangannya. Pemahaman individu diperlukan dalam bimbingan dan konseling. Tes Formatif 1. Tunjukkan semua alasan. Tunjukkan pula semua alasan mengapa seseorang konselor perlu memahami dan terampil menggunakan bermacam-macam teknik? 3. dan (3) Kita terhindar dari gangguan komunikasi. F. 3. (b) Salah satu hal yang penting dalam bimbingan dan konseling ialah memahami individu secara keseluruhan baik masalah yang dihadapi maupun latar belakangnya. mengapa seorang konselor perlu memahami karakteristik individu yang dibimbingnya? 2. Tuliskan pula kemungkinan negatif jika konselor tidak bisa memahami konseli yang dilayaninya! 165 . sehingga mampu menciptakan relasi yang semakin baik.

BAB III PEMAHAMAN INDIVIDU TEKNIK NONTES Kegiatan Belajar 2 A. Kompetensi dan Indikator Kompetensi yang terkait dengan materi ini adalah (1) Memilih teknik asesmen, sesuai dengan kebutuhan pelayanan bimbingan dan konseling, (2) Menyusun dan mengembangkan instrumen asesmen untuk keperluan bimbingan dan konseling, dan (3) Mengadministrasikan asesmen untuk mengungkapkan masalah-masalah konseli. Oleh karena itu, setelah mempelajari materi ini, diharapkan peserta pelatihan mampu melakukan observasi dalam rangka bimbingan dan konseling dengan benar. Kemampuan melakukan observasi itu ditampilkan dalam (a) mampu memilih jenis instrument yang tepat untuk memperoleh data individu: observasi, daftar cek masalah (DCM), sosiometri, angket, dan/atau wawancara, (b) mampu merancang atau mempersiapkan observasi, daftar cek masalah (DCM), sosiometri, angket, dan wawancara dengan benar, (c) mampu memanfaatkan alat-alat bantu observasi, daftar cek masalah (DCM), sosiometri, angket, dan wawancara, (d) mampu melaksanakan analisis hasil observasi, daftar cek masalah (DCM), sosiometri, angket, ataukah wawancara dengan benar, dan (e) mampu memanfaatkan hasil observasi, daftar cek masalah (DCM), sosiometri, angket, dan wawancara untuk kepentingan bimbingan dan konseling dengan tepat. B. Uraian Materi 3.1 Observasi 3.1.1 Pengertian Observasi Dari berbagai pengertian metode observasi yang dapat dilacak dari berbagai sumber, penulis menyimpulkan bahwa metode observasi sebagai alat pengumpul data adalah kegiatan pengamatan (secara inderawi) yang direncanakan, sistematis, dan hasilnya dicatat serta dimaknai (diinterpretasikan) dalam rangka memperoleh pemahaman tentang subjek yang diamati. Pengertian tersebut menunjukkan karakteristik observasi sebagai berikut: 1) Observasi merupakan kegiatan pengamatan terhadap suatu objek perilaku subjek yang diamati. 2) Kegiatan tersebut pada pokoknya menggunakan dan memanfaatkan kemampuan indera pengamatan, terutama mata dan telinga. 3) Kegiatan pengamatan harus direncanakan sesuai dengan tujuan yang akan dicapai/diperoleh. 4) Kegiatan pengamatan dilakukan secara sistematis yaitu dengan prosedur (uruturutan, langkah-langkah) tertentu. 5) Hasilnya segera dicatat begitu pengamatan selesai, sehingga tidak lupa dan menyebabkan data pengamatan bisa. 6) Catatan pengamatan digunakan untuk memaknai perilaku subjek yang diamati, sehingga pengamat memperoleh pemahaman tertentu atas subjek itu. 3.1.2 Bentuk-bentuk Observasi Menurut cara dan tujuannya, Surya dan Natawidjaja (1997:226) membedakan observasi menjadi observasi partisipatif, observasi sistematis, dan observasi experimental. 1. Observasi partisipatif, ialah observasi di mana orang yang mengobservasi (pengamat, observer) benar-benar turut serta mengambil bagian dalam kegiatan yang dilakukan oleh orang atau objek yang diamati ( observee, observi). Misalnya guru mengamati perilaku siswa di kelas sambil mengajar, sehingga guru langsung dalam kegiatan pembelajaran yang dilakukan guru dan siswa. Atau guru mengamati perilaku siswa pada saat mengikuti olahraga ekstrakurikuler dengan cara guru terlibat langsung sebagai peserta olehraga tersebut. Apabila pengamat tidak mengambil bagian sama sekali dalam kegiatan orang atau objek yang diobservasi, maka observasi itu disebut

166

observasi nonpartisipatif. Misalnya guru mengamati perilaku siswa dalam diskusi, guru tersebut tidak ikut diskusi tetapi mengamati dari luar kelompok diskusi. 2. Observasi sistematis atau disebut juga observasi terstruktur, ialah observasi di mana sebelumnya telah diatur struktur yang berisikan faktor-faktor yang telah diatur berdasarkan kategori masalah yang hendak diobservasi. Pada observasi sistematis ini, observer sebelumnya menyusun kisi-kisi yang memuat faktor-faktor yang akan diobservasi beserta kategori masalahnya. Berdasarkan kisi-kisi tersebut, observer selanjutnya menjabarkan dalam daftar cek dan/atau skala penilaian. Apabila dalam suatu observasi tidak terdapat sistematika struktur kategori itu, observasi itu disebut observasi nonsistematis atau tidak terstruktur. 3. Observasi experimental, ialah observasi yang dilakukan secara nonpartisipatif dan secara sistematis, untuk mengetahui perubahan-perubahan atau gejala-gejala sebagai akibat dari situasi yang sengaja diadakan. Misalnya untuk mengetahui perkembangan klien setelah dilakukan treatment dalam konseling individual (perorangan); konselor mengobservasi perilaku siswa tersebut yang mengalami kesulitan untuk mengemukakan pendapat dalam diskusi. Konselor merancang suatu diskusi (nonpartisipatif) beserta pedoman observasi untuk mengamati perilaku siswa tersebut dalam mengemukakan dan/atau menanggapi pendapat pada saat kegiatan diskusi (sistematik). Berdasarkan pengamatan tersebut, konselor dapat membuat interpretasi tentang hasil dan perkembangan treatment terhadap klien tersebut; apakah klien sudah berkembang atau belum kemampuannya mengemukakan dan/atau menanggapi pendapat dalam kegiatan diskusi. Untuk memahami individu, metode observasi ini mempunyai manfaat yang cukup dapat disaudaralkan, karena mempunyai beberapa kelebihan dan kekurangan sebagaimana dikemukakan oleh Djumhur dan Surya (1981:52). Kelebihan-kelebihan observasi adalah sebagai berikut: 1) Observasi merupakan teknik yang langsung dapat digunakan untuk memperoleh data berbagai aspek tingkah laku. 2) Bagi observi, hal ini lebih meringankan dibandingkan dengan apabila mereka disuruh mengisi angket atau menjawab pertanyaan. 3) Teknik observasi memungkinkan dilakukan pencatatan yang serempak dengan terjadinya gejala atau kejadian penting. 4) Observasi dapat merupakan teknik untuk mencek data yang diperoleh dengan teknik lain seperti wawancara, angket (kuesioner), dan sosiometri. 5) Dengan observasi observer tidak memerlukan bahasa verbal sebagai alat untuk memperoleh data. 6) Dengan observasi dapat dieroleh data, gejala atau kejadian yang sebenarnya dan langsung. Selain beberapa keuntungan sebagaimana tersebut di atas, observasi juga memiliki kelemahan-kelemahan sebagai berikut: 1) Banyak hal yang tidak dapat diungkap dengan observasi, misalnya kehidupan pribadi yang bersifat rahasia. 2) Apabila siswa (atau observi lainnya) mengetahui bahwa mereka sedang diobservasi, mungkin sekali mereka melakukan kegiatan yang tidak wajar lagi (perilakunya dibuat-dibuat). 3) Observasi banyak tergantung pada faktor-faktor yang tidak terkontrol. 4) Faktor subjektivitas observer sukar untuk dihindari. 3.1.3 Menyusun Panduan Observasi Agar observasi bisa dilakukan dengan baik, maka perlu dilakukan perencanaan secara cermat dalam bentuk panduan observasi. Langkah-langkah yang perlu diperhatikan dalam menyusun panduan observasi bisa ditempuh langkah-langkah berikut :

167

a. Tetapkan tujuan observasi, dengan selalu memperhatikan tujuan observasi diharapkan observer akan lebih terfokus pada tujuan observasi dan sekaligus tidak mudah tertarik kepada gejala-gejala yang sebenarnya tidak ada kaitannya dengan tujuan observasi. b. Pastikan dan fahami materi observasi, apa sebenarnya yang hendak diobservasi seyogianya sudah dikuasi dengan baik oleh observer. c. Gali variabel-variabel observasi; jika obyek atau materi observasi itu adalah ”kambing”, variabel-variabel itu adalah bagian-bagian penting yang pasti ada atau menjadi bagian penting dari binatang yang namanya ”kambing”; (misalnya kepala, badan, kaki, ekor, dan lain sebagainya). d. Gali pula sub variabel; terkadang suatu obyek bukan hanya terdiri dari satu variabel saja, tetapi ia terdiri dari sub-sub variabel; ibarat salah satu variabel dalam obyek observasi adalah ”kepala kambing”, maka pada kepala kambing itupun ada mata, telinga, hidung, tanduk, dan bulu. e. Tetapkan Indikator; indikator dimaknai sebagai ciri-ciri atau katrekteristik yang ada pada variabel atau sub-varibel. Langkah-langkah dalam menyusun panduan observasi (observasi guide) selanjutnya disajikan pada diagram berikut : LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN PANDUAN OBSERVASI

TETAPKAN TUJUAN

PASTIKAN & FAHAMI MATERI
JABARKAN KONSEP

TETAPKAN INDIKATOR

GALI VARIABEL & SUB-VARIABEL

OBSERVASI PENJAJAGAN

PANDUAN OBSERVASI

3.1.4 Alat-alat Bantu Observasi Beberapa alat bantu yang bisa digunakan untuk mendukung kegiatan observasi yaitu (a) daftar riwayat kelakuan atau catatan anekdot, (b) catatan berkala, (c) daftar cek, (d) skala penilaian, dan (e) alat-alat bantu mekanik (seperti tape recorder, kamera digital dan manual, handycam, camera CCTV, computer). 3.1.5 Analisis hasil observasi: individual dan kelompok Observasi dapat dilakukan untuk individual maupun kelompok. Mengacu pada pedoman observasi yang disajikan dalam contoh di buku ajar ini seorang konselor dapat memahami subjek setelah melakukan analisis data berdasarkan fakta yang diperoleh dari kegiatan observasi. Mari kita coba menganalisis hasil observasi yang sudah diperoleh konselor dari observer yang berbeda.

168

Contoh 3.1.4.1 Daftar riwayat kelakuan atau Catatan ankedot insidental (individual)
Nama siswa Sekolah / Kelas Hari, tanggal Tempat Peristiwa Interpretasi : : : : : : Srikandi SMA Madukara Semarang / X A Kamis, 9 Juni 2011 Ruang kelas X A Srikandi menangis menjerit-jerit pada waktu sehabis istirahat pertama karena bertengkar dengan Dessy teman sekelasnya

Semarang, 9 Juni 2011 Observer,

Bambang Tetuka, S.Pd.
Dari contoh 1 di atas konselor harus mampu membedakan antara peristiwa dengan interpretasi. Peristiwa merupakan fakta yang sebenarya terjadi yang bisa kita tangkap dengan panca indera. Sementara interpretasi merupakan makna yang diberikan oleh observer atas peristiwa yang terjadi. Konselor menginterpretasikan setelah melakukan investigasi (pelacakan) dan kajian lebih lanjut atas peristiwa yang terjadi. Informasi yang diperoleh dari pelacakan dan kajian tersebut diinterpretasikan sebagai cermin pemahaman individu oleh konselor. Dengan demikian bisa saja ada berbagai interpretasi atas peristiwa tersebut oleh beberapa konselor yang berbeda . Contoh 3.1.4.2: Daftar riwayat kelakuan atau Catatan anekdot insidental (kelompok) Masalah yang diobservasi Hari, tanggal Jam pelajaran ke Sekolah/Kelas Mata pelajaran Guru mata pelajaran Peristiwa Hesti memecahkan tabung reaksi : : : : : : Tingkah laku siswa pada waktu praktikum di laboratorium Kamis, 7 Juni 2012 4-5 SMA Pringgodani Kudus/XI IPA.5 Kimia Endang Pergiwa Paraf

Komentar observer Hesti bekerja tidak sungguh-sungguh, bahkan sambil bergurau dengan Anto saat mengadukaduk (menggoyang-goyang) dua zat kimia dalam tabung reaksi. Mungkin karena bergurau tabung lepas dan pecah.

Dani bertengkar dengan Iwan, hampir berkelahi

169

Sariman tangannya terbakar

Kesimpulan/komentar observer: Ketiga persitiwa tersebut terjadi karena siswa mengabaikan petunjuk guru dan tata tertib kerja praktek di laboratorium.

Semarang 7 Juni 2012 Ketua kelas,
Siti Sundari Catatan: Ketua kelas sebagai observer Dari contoh di atas, analisis observer ada pada kolom komentar observer, yang kemudian disimpulkan. Jika analisis berbeda, maka kesimpulan pun bisa berbeda pula. Contoh 3.1.4.3: Daftar riwayat kelakuan atau Catatan Anekdot Periodik Masalah yang diobservasi : Kejadian-kejadian pada waktu kerja kelompok Siswa yang diobservasi : Hesti Pramudita Hari ke 1 Peristiwa Hesti memecahkan tabung reaksi pada saat praktikum Kimia di laboratorium Hesti tidak ikut berbicara pada saat diskusi tentang life skill. Hesti banyak membuat kesalahan ketika bermain bola voli, sehingga regunya kalah. Komentar observer Guru bidang studi marah bukan hanya kepada Hesti tetapi juga kepada siswa lainnya, karena para siswa tidak mau mengikuti petunjuk guru. Mungkin dia tidak siap dengan dia Nampaknya Hesti memang tidak sehat dan tidak bersemangat untuk bermain, sehingga ia asal memukul bola. Paraf

2 3

Kesimpulan/komentar observer: Perlu ada pendekatan pribadi, sehingga dapat diketahui apakah Hesti memang sakit atau sedang menghadapi masalah.

Semarang 2 Juni 2012 Wali kelas,

Drs.Gegap Gempita Dari contoh di atas, analisis observer ada pada kolom komentar observer, yang kemudian disimpulkan. Jika analisis dilakukan oleh konselor yang berbeda, bisa jadi kesimpulannya berbeda pula.

170

Contoh 3.1.4.4: Skala Penilaian Deskriptif Nama siswa Kelas Jenis kelamin Hari dan tanggal Aspek yang diobservasi : Larasati : VIIB SMP Pringgodani Semarang : Perempuan : Jum’at, 15 Juni 2012 : Keaktifan dalam mengikuti pelajaran Alternatif Penilaian KadangSering kadang       Tidak pernah

Aspek yang diobservasi 1. Mengajukan pertanyaan kepada guru 2. Menjawab pertanyaan guru 3. Menulis keterangan guru 4. Mendengarkan keterangan guru dengan sungguh-sungguh 5. Mendengarkan keterangan guru sambil berbicara dengan teman 6. Mendengarkan keterangan guru sambil bermain sendiri 7. Menjawab pertanyaan teman Komentar Observer:

Selalu

Larasati aktif mengikuti pelajaran di kelas

Semarang, 15 Juni 2012 Observer, ……………………….. Cobalah Saudara isi kolom pada contoh 4 di atas, kemudian buat analisis sehingga data yang Saudara peroleh mempunyai makna untuk memahami individu (Larasati).

171

Contoh 3.1.4.5 Skala Penilaian Grafis Nama siswa Kelas Jenis kelamin Hari dan tanggal Aspek yang diobservasi Mata pelajaran 5 menunjukkan minat setiap waktu 5 selalu mengajukan pertanyaan III. Mengerjakan tugas-tugas rumah 3 2 4 4 : Indrajit : XII IPS1 SMA Pringgodani Semarang : Laki-laki : Sabtu, 16 Juni 2012 : Kegiatan siswa dalam kelas : Sosiologi I. Minat belajar 3 2 1

tidak berminat yang baik sekali II. Mengajukan pertanyaan 3

2

1 tidak pernah bertanya

5 Selalu dikerjakan dan benar 5 Selalu hadir

4

1

Tidak pernah dikerjakan IV. Kehadiran di kelas 3

4

2

1 seringkali absen dan tanpa alasan

Komentar/kesimpulan: ……………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………… Semarang, 16 Juni 2012 Observer,

Drs. Gunawan Wibisono Buatlah analisis berdasarkan data yang diperoleh (kolom yang diarsir)

172

1.6 Daftar Cek Individual Aspek yang diobservasi Nama murid Kelas/Sekolah Waktu observasi Situasi 1. Berdasarkan data di atas yang sudah diberi tsaudara cek buatlah analisisnya sehingga data yang Saudara peroleh mempunyai makna untuk memahami Suyudana. Pada waktu diskusi 3. 173 . Kerja kelompok 4.4. Di perpustakaan 6. Bambang Kombayana Perhatikan contoh 6 di atas. 9 Juli 2012 Observer. Drs. Istirahat 5.Contoh 3. Pada saat pelajaran 2. Persiapan pulang sekolah Komentar Observer : : Ada tidaknya sifat mengganggu teman pada seorang murid : Suyudana : XII Bahasa/SMA Hastinapura Semarang : 2-7 Juli 2012 Hari observasi Senin Selasa Rabu Kamis Jum’at Sabtu Semarang.

1.7 Daftar Cek Kelompok Aspek yang diobservasi Kelas/Sekolah Tempat observasi Waktu observasi Aktivitas/kegiatan 1.4. Menentang pendapat kelompok 4. Buatlah analisisnya sehingga data yang Saudara peroleh mempunyai makna untuk memahami masing-masing individu tersebut.1. Drs. Bertanya 5.4. 4 Juli 2012 Observer.Contoh 3. Bambang Kombayana Perhatikan contoh 7 di atas. Contoh 3.8 Gambar 1 Endang Suburiyani masih sempat ”njenggelek” di saat teman-temannya serius mengerjakan soal-soal tes 174 . Menegaskan pendapat kelompok Komentar Observer : : Kegiatan diskusi kelompok persiapan karyawisata : XI Bahasa/SMA Hastinapura Semarang : Ruang kelas XI bahasa : 4 Juli 2012 Farida Siswa yang diobservasi Lampir Mardi Basir Jarot Kasim Semarang. Meminta penjelasan 6. Beri tsaudara cek pada setiap kolom yang menunjukkan aktivitas/kegiatan setiap anggota kelompok. Mengemukakan pendapat 2. Menjelaskan pendapat 3.

Data semacam ini sulit diperoleh melalui teknik lain seperti observasi. di samping daftar jumlah item kemungkinan masalah yang tersedia cukup banyak.2.1. Masalah siswa merupakan suatu hal yang penting diketahui oleh konselor. setiap konselor hendaknya memperhatikan beberapa hal sebagaimana disarankan oleh Sutoyo & Supriyo (2008). Oleh karena itu dalam melaksanaan observasi.1 Pengertian Daftar Cek Masalah (DCM) Daftar cek masalah (DCM) merupakan daftar cek yang khusus disusun untuk merangsang atau memancing pengutaraan masalah-masalah atau problem-problem yang pernah atau sedang dialami seseorang . otobiografi. pemanfaatan alat pencatat data. Validitas dan reliabilitas. dan mungkin pula individu-individu lainnya.6 Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan observasi Pada hakekatnya setiap metode pemahaman individu mengandung kelebihan dan keterbatasan. DCM dikatakan efisien. karena dengan DCM dapat diperoleh banyak data tentang masalah dan kebutuhan siswa dalam waktu singkat 2. 2008). 1. Pada prinsipnya masalah yang menimpa diri individu harus segera dipecahkan (diatasi) agar tidak mengganggu kehidupan individu yang bersangkutan. yaitu menggunakan metode pelengkap.2. sehingga individu dapat mencermati dan memilih masalah yang sesuai dengan dirinya. dan libatkan beberapa orang observer. pengklasifikasian gejala. DCM mempunyai fungsi sebagai berikut: 175 . sosiometri dan sebagainya 3.2 Alasan Penggunaan DCM Penggunaan Daftar Cek Masalah (DCM) dilakukan atas dasar pertimbangan efisien.Gambar 2 Chiamick Group saat manggung di Jatim Park Batu Malang? 3. karena data yang diperoleh melali DCM lebih teliti.2. antara lain karena individu yang bersangkutan mengecek sendiri masalah yang telah atau sedang dialami. validitas dan reliabilitas (Sutoyo & Supriyo. wawancara. Dan masalah merupakan starting point di dalam kita memberikan layanan bimbingan konseling. DCM dikatakan valid dan reliabel. 3. 3. Fungsi DCM Sebagai salah satu cara untuk memahami individu dalam pelayanan bimbingan dan konseling.3 Fungsi dan Kegunaan DCM a. sebab masalah inilah yang mungkin menjadi sebab-sebab terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Efisien. mendalam dan luas. Intensif. intensif. menjaga hubungan baik dengan observi. 3.2 Daftar Cek Masalah (DCM 3.

sementara siswa memperhatikan sambil membaca dalam hati petunjuk tersebut h) Memberi contoh (misal dengan menulis di papan tulis atau di layar LCD) cara mengerjakan DCM. dan (2) Pelaksanaan. teliti dan memberitahukan waktu yang disediakan cukup lama (+ 40 menit) j) Mengontrol apakah siswa telah mengerjakan DCM dengan benar 176 .1) Untuk memudahkan individu mengemukakan masalah yang pernah dan sedang dialami.2. dan motivasi pada siswa c) Menyuruh siswa mempersiapkan alat tulis d) Membagikan lembar DCM e) Menginstruksikan kepada siswa untuk menulis identitas dan tanggal pelaksanaan DCM f) Membagikan buku DCM. mengingatkan agar para siswa mengerjakan dengan tenang. Petunjuk yang harus diperhatikan itu meliputi petunjuk bagi instruktur dan petunjuk bagi siswa. yaitu memberi tanda cek (√) pada nomor di lembar jawaban yang item nomor tersebut menjadi masalah bagi dirinya i) Memberi instruksi mengerjakan DCM. b. menyingkirkan benda-benda yang tidak perlu agar tidak mengganggu pelaksanaan b) Konselor menerangkan maksud menggunakan DCM itu. untuk menumbuhkan kepercayaan. 2) Untuk sistematisasi jenis masalah yang ada pada individu agar memudahkan analisis dan sintesis dengan cara/alat lain. setiap siswa satu buku g) Membacakan petunjuk cara mengerjakan DCM. siswa harus duduk tenang.5 Petunjuk Pengadministrasian DCM Agar hasil kegiatan ini valid dan reliabel perlu diberikan petunjuk pelaksanaan dan cara mengerjakan DCM. Kegunaan DCM Ada beberapa manfaat yang dapat diperoleh dengan menggunakan DCM. Ruangan tempat identitas siswa yang mengerjakan DCM b. yaitu menjelang dan pada waktu mengerjakan. Instruksi atau petunjuk cara mengerjakan d. Topik c. yaitu sebelum melaksanakan. Petunjuk bagi instruktur Keterampilan konselor melaksanakan DCM ini mencakup: (1) Persiapan. 1) Hal-hal penting dalam persiapan adalah: a) Menyiapkan bahan (buku DCM) sesuai dengan jumlah siswa b) Menguasai petunjuk cara mengerjakan DCM 2) Hal-hal penting yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan meliputi berbagai kegiatan.4 Isi Daftar Cek Masalah Daftar Cek Masalah berisi: a. 3) Untuk menyarankan suatu prioritas program pelayanan bimbingan dan konseling sesuai dengan masalah individu atau kelompok pada saat itu. a.2. menghindari suara yang mengganggu. Topik-topik masalah dan butir-butirnya. antara lain: a) Mengontrol situasi ruangan. Dengan DCM memungkinkan individu mengingat kembali masalahmasalah yang pernah dialaminya. yaitu: 1) Untuk melengkapi data individu yang sudah ada 2) Untuk mengenal individu yang perlu segera mendapat bimbingan khusus 3) Sebagai pedoman penyusunan program bimbingan klasikal dan bimbingan kelompok pada umumnya 4) Untuk mendalami masalah individu maupun kelompok 3. Topik ini berdasarkan pengolahan tertentu tentang masalah 3.

B. 177 . Konversi tersebut adalah sebagai berikut: 0% 1% . 3) Mencari jenjang (ranking) masalah.6 Analisis DCM Setelah semua pekerjaan siswa dikumpulkan. Analisis Individual Langkah-langkah dalam menganalisis secara individual (per-siswa) ialah: 1) Menjumlahkan butir (item) yang menjadi masalah individu pada tiap-tiap topik masalah. 3. Rumusnya: (nm) x100% n dengan ketentuan: nm = jumlah butir yang menjadi salah satu topik masalah n = jumlah butir pada topik masalah itu. dengan cara mengurutkan % topik masalah dari yang terbesar sampai terkecil. tugas konselor selanjutnya adalah menganalisis pekerjaan itu. sedangkan jumlah semua butir topik keluarga ialah 20. Dengan demikian dapat diidentifikasi bahwa Ali mengalami masalah hubungan keluarga yang serius. 2) Mencari persentase per-topik masalah. C. Analisis Kelompok Langkah-langkah menganalisis DCM secara kelompok meliputi analisis per-butir dan analisis per-topik masalah.k) Mengumpulkan pekerjaan siswa b.10% 11% 25% 26% 50% 51% -100% = = = = = 1 0 8 6 4 2 = = = = = A (Baik Sekali) B (Baik) C (Sedang) D (Kurang) E (Kurang Sekali) Contoh : Ali mencek 6 butir masalah keluarga. yaitu: 1) Siswa harus mempunyai minat dan kemauan untuk mengutarakan masalah yang sebenarnya 2) Siswa harus menyadari bahwa jika ia mengerjakan secara asal-asalan ataupun tidak serius. dan E. hanya akan merugikan dirinya sendiri 3) Siswa harus menulis identitasnya sendiri 4) Siswa harus mematuhi tata cara mengerjakan DCM. b. Analisis tersebut meliputi analisis individual dan analisis kelompok. a. 1) Analisis per-butir masalah Analisis ini bertujuan untuk mengetahui butir masalah apa yang pada umumnya dihadapi oleh para siswa. dengan cara mencari rasio antara jumlah butir yang menjadi masalah dengan jumlah butir topik masalah.2. Petunjuk bagi siswa Beberapa hal penting yang harus diperhatikan oleh siswa. 4) Mengkonversikan % masalah ke dalam stan-ten scale dan predikat nilai A. D. Maka persentase masalah keluarga yang dialami Ali adalah: (nm) 6 x100% = x100% = 30% n 20 Jadi predikat hubungan keluarga yang dialami Ali adalah: D (kurang).

Jawaban yang muncul dapat dimasukkan ke dalam kelompok masalah (mulai dari masalah Kesehatan. Jika jawaban siswa tidak sama dengan item yang sudah ada tetapi termasuk ke dalam aspek yang diungkap (Kesehatan dan seterusnya). Berarti topik IX ini merupakan masalah para siswa yang sangat serius. dianggap sebagai item yang dicek siswa. Langkah-langkah menganalisisnya adalah: a) Harus diketahui jumlah siswa yang mengerjakan DCM. Contoh: Jumlah butir dalam topik masalah IX Jumlah butir yang merupakan masalah Jumlah siswa (peserta) : 20 : 1750 : 120 orang Nm 1750 x100% = x100% = 72. b) Mencari persentase masalah dengan cara mencari rasio antara banyaknya siswa yang bermasalah untuk butir tertentu dengan jumlah siswa. dan seterusnya). Jika pernyataan tidak termasuk ke dalam semua item. 2) Analisis per-topik masalah Analisis ini bertujuan untuk mengetahui topik masalah apa yang pada mumnya dihadapi oleh para siswa. b) Harus diketahui jumlah butir yang menjadi masalah siswa (banyaknya butir yang dicek). M = banyaknya siswa yang mengerjakan DCM Contoh: 30 orang siswa bermasalah untuk butir nomor 65.Langkah-langkah analisisnya adalah: a) Menjumlahkan banyaknya siswa yang mempunyai butir masalah yang sama untuk tiap butir. 3) Analisis pertanyaan terbuka Pertanyaan yang terbuka pada item nomor 221-223. dianalisis sebagaimana kalau kita menggunakan kuessioner terbuka. artinya pada umumnya para siswa mengalami masalah ini cukup serius. Persentase yang dimaksud adalah antara ratio jumlah butir masalah dan jumlah butir dalam topik masalah kali jumlah peserta. maka dapat dicatat tersendiri sebagai item nomor berikut pada aspek itu. ( Mm) 30 x100% = x100% = 25% M 120 Maka predikat permasalahan butir ini bagi para siswa adalah: C (Cukup). dicatat tersendiri dan dicari frekuensinya. Jika jawaban senada dengan item yang sudah ada. Rumusnya: Nm x100% NxM dengan ketentuan: Nm = jumlah butir masalah (banyaknya butir yang dicek) N = jumlah butir dalam topik M = jumlah siswa. Rumusnya: ( Mm) x100% M dengan keterangan: Mm = banyaknya siswa yang bermasalah untuk butir tertentu. c) Menghitung persentse permasalahan topik. apakah 178 . Jumlah semua siswa yang mengerjakan DCM 120 orang.92% NxM 20 x120 Jadi predikat topik IX dalam hubungan permasalahan adalah E (Kurang Sekali).

b) Merancang kegiatan yang dilakukan konselor. c) Konseling individual. penukaran kelas.7 Pemindahan hasil analisis data DCM ke dalam buku pribadi siswa Hasil analisis data DCM merupakan data pelengkap buku pribadi (cummulative records) siswa. pembelajaran. Kegiatan yang dapat dilakukan konselor dalam program bimbingan konseling kelompok dan/atau klasikal adalah: a) Melengkapi data yang sudah ada yang diperoleh dengan metode lain. atau E) ke dalam lajur (kolom) yang sesuai pada buku pribadi. e) Psikodrama. referal).2. dalam bentuk kegiatan harian. dan mungkin perlu layanan bimbingan konseling khusus (misalnya konseling perorangan). dan sosiodrama.dialami oleh siswa lain ataukah tidak. kunjungan rumuah. konseling kelompok) dan kegiatan pendukung (aplikasi instrumentasi BK. 2) Program bimbingan konseling kelompok dan/atau klasikal Data yang diperoleh konselor melalui penyelenggaraan DCM dapat digunakan untuk menyusun program bimbingan konseling kelompok dan/atau klasikal. 1) Program bimbingan konseling individual Data yang diperoleh melalui penyelenggaraan DCM dapat digunakan untuk menyusun program bimbingan konseling individual. Penyusunan program bimbingan konseling ini adalah dalam rangka: a. konferensi kasus. rujukan (alih tangan kasus. dan sebagainya. sering didapatkan masalah yang hanya dialami oleh satu orang saja. b) Studi kasus. yaitu pencegahan. Teliti lebih dahulu butir-butir aspek kepribadian dalam buku pribadi yang relevan dengan topik masalah dalam DCM. Kalau tidak. Memprioritaskan masalah yang harus segera ditangani. pengembangan. yaitu membuat dan membahas kasus individu yang bersangkutan. bimbingan kelompok. d) Penempatan. Kegiatan yang dapat dilakukan konselor dalam program bimbingan konseling individual adalah: a) Mendalami masalah dan melengkapi data (pengumpulan data) wawancara. klasikal.8 Penggunaan hasil analisis DCM dalam penyusunan program bimbingan konseling Hasil analisisdata DCM dilengkapi dengan data yang diperoleh dengan metodemetode lain dapat dipergunakan untuk merencanakan program bimbingan konseling. dan tahunan. mingguan. dan sebagainya. B. Dan kalau beberapa siswa mengalaminya. Mendalami masalah individual maupun masalah kelompok. D. Memasukkan predikat masalah (A. 4) Masalah Individual Dari penjumlahan tiap butir masalah. program tahunan. dan pengatasan sebelum masalah-masalah itu berkembang menjadi akut. sosiometri. semesteran. berarti termasuk masalah individual. konseling perorangan. penempatan/penyaluran. baik program individual. caturwulanan. Caranya adalahsebagai berikut: a. informasi. mingguan. Efisiensi pelayanan. Hampir semua aspek kepribadian dalam buku pribadi dapat dilengkapi dengan data DCM. maka merupakan masalah kelompok. kelompok. observasi (bentuk selain DCM). Individu tersebut dicatat sebagai individu yang mempunyai masalah khusus. baik program individual maupun kelompok. dan harian. C. Semua masalah yang muncul dari DCM dipertimbangkan dalam penyusunan program bimbingan konseling. 3. c. b. pemindahan jurusan. yaitu memberikan berbagai jenis layanan (orientasi.2. himpunan data. alih tangan kasus) terhadap siswa asuhnya. b. 3. 179 .

3. sosiodrama. Penyajian ini dapat dilakukan secara individual maupun kelompok.c) Merancang aktivitas siswa dalam kegiatan-kegiatan yang bermuatan bimbingan secara mandiri.9 Penyajian hasil analisis data DCM Hasil analisis data DCM perlu disajikan untuk dimasukkan ke dalam cummulative record agar sewaktu-waktu dapat diketemukan dan dipergunakan dengan mudah. Kesehatan 1 1 1 1 0 1 2 3 √ 1 4 1 5 1 6 1 7 1 8 1 9 √ √ √ 2 0 1 2 6 0 8 √5 2 4 0 1 4 7 6 √3 2 2 1 5 2 2 √7 √3 ∑ 180 .2. Penyajian data DCM ini didasarkan pada hasil analisis masalah individual dan kelompok sebagaimana telah dipaparkan di muka. Tabel 1 Rekapitulasi Butir Masalah Siswa Berdasarkan DCM Siswa kelas VIIIA SLTP Pringgodani Semarang Semester I tahun 2011/2012 N o 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 0 1 1 1 2 1 3 1 4 1 5 1 6 1 7 1 8 1 9 2 0 2 1 2 2 1 2 3 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 4 5 6 7 8 9 I. maupun terpadu dengan kegiatan pembelajaran dan pelatihan seperti: kunjungan studi. Hasil analisis data DCM adalah sebagaimana dipaparkan dalam Tabel-tabel berikut. d) Student case conference e) Group counseling. berkemah. diskusi. tugas-tugas kelompok.

Kesehatan 1 1 1 1 0 1 2 3 √ 1 4 1 5 √ 1 6 √ 1 7 √ 1 8 √ 1 9 √ 2 0 6 3 1 ∑ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 8 11 4 4 √6 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 3 2 √ √ √ √ √ √5 4 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 1 7 4 0 √ √ √ √ √ √ 2 3 1 4 √ 8 √ 9 1 √ 1 0 1 1 8 1 √ 1 1 √ 1 6 5 1 √ 2 0 6 0 0 2 1 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √2 2 √6 √7 2 7 0 168 Rekapitulasi butir masalah siswa dalam satu kelas dibuat sampai dengan Tabel 11 (Tabel berikutnya tidak dicantumkan di sini). selanjutnya dirangkum menjadi Tabel 2.N o 2 3 2 4 2 5 2 6 2 7 2 8 2 9 3 0 3 1 3 2 3 3 3 4 3 5 3 6 3 7 3 8 3 9 4 0 4 1 4 2 4 3 4 4 ∑ 1 2 3 4 5 √ 6 7 8 9 I. 181 . Berdasarkan Tabel 2 inilah dibuat analisis individual dan kelompok.

Tabel 2 Rekapitulasi Kelompok Masalah Siswa Berdasarkan Hasil DCM Kelas VIIIA SMP Pringgodani Semarang Semester I tahun 2011/2012 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 ∑ I 1 2 6 0 8 5 2 4 0 1 4 7 6 3 2 2 1 5 2 2 7 3 6 3 1 8 11 4 4 6 3 2 5 4 1 7 4 0 2 2 6 7 2 7 168 II 0 2 1 0 6 0 0 1 0 0 1 9 0 0 3 1 1 4 1 0 1 2 2 0 0 3 2 3 3 4 5 0 5 0 0 7 1 0 2 0 2 0 4 1 77 III 2 2 5 0 7 7 3 3 0 0 5 7 4 5 3 3 4 4 2 1 10 3 7 6 2 3 3 2 7 5 3 1 7 7 3 6 3 1 4 2 6 3 3 8 172 IV 2 1 7 0 7 4 4 0 0 3 8 9 4 0 1 1 1 3 0 2 4 0 4 3 2 12 7 2 9 5 3 2 4 8 3 8 7 1 4 2 6 3 3 0 159 KELOMPOK MASALAH V VI VII VIII 2 2 0 0 2 2 2 2 6 2 2 3 0 0 0 0 7 4 3 3 10 3 4 3 3 1 0 1 1 1 1 1 0 0 0 0 0 0 7 0 8 0 3 4 7 8 5 3 3 3 2 0 4 2 1 1 5 4 2 0 3 2 1 2 2 0 0 1 6 1 4 1 3 1 1 1 1 0 1 0 2 0 1 4 0 1 0 0 8 7 5 3 4 1 3 1 0 2 3 1 5 2 2 2 6 1 0 3 2 2 2 0 11 8 4 3 9 7 1 1 3 0 3 2 2 0 1 0 3 0 3 0 7 3 3 2 7 1 1 0 10 2 1 1 4 3 2 0 1 0 0 0 7 2 0 0 1 0 0 0 9 7 1 4 4 2 2 5 1 0 1 1 2 1 3 0 181 88 81 59 IX 1 0 3 0 3 3 2 0 1 1 1 4 0 0 2 1 0 5 2 1 3 1 6 2 1 1 0 1 8 2 5 0 2 1 0 2 2 0 0 2 6 2 1 1 79 X 1 1 8 0 8 6 10 5 2 1 6 6 4 10 7 3 2 5 3 3 5 2 3 6 3 5 10 5 13 4 7 2 8 4 3 5 8 3 4 3 5 6 3 11 219 XI 3 1 9 0 7 4 5 3 5 0 5 4 3 5 2 2 0 3 1 1 1 1 8 1 3 9 2 2 7 2 5 3 4 2 1 5 1 1 3 1 6 2 4 3 140 182 .

10. 3. 25 adalah persentase masalah yang dialami oleh kelompok (kelas) 183 . Penyajian kelompok KELOMPOK MASALAH SISWA KELAS VIIIA SMP PRINGGODANI SEMARANG Keterangan : I s. 6.d. Masalah Kesehatan Keadaan Kehidupan Rekreasi dan Hobi Kehidupan Sosial – Keaktifan Berorganisasi Hubungan Pribadi Muda-mudi Kehidupan Keluarga Agama dan Moral Penyesuaian terhadap Sekolah Masa Depan dan Cita-cita Pendidikan Penyesuaian terhadap Kurikulum E E E E E E E E E E E D D D D D D D D D D D Kriteria C B C B C B C B C C C C C C C B B B B B B B A A A A A A A A A A A Kesimpulan: Siswa nomor 24 memiliki masalah yang serius pada masalah Rekreasi dan Hobi. 4. 1. XI adalah Kelompok Masalah 0 s. 5.a. 11.d. 7. 8. Masa Depan dan Cita-cita Pendidikan. b. Penyajian individual – Siswa nomor kode 24 No. 9. 2.

49. 196. Orang ain-lain yang dapat membantu =3 1. karena itu mereka lebih suka 184 . 100. Pada umumnya para siswa tidak suka membicarakan masalahnya dengan orang lain.Tabel 3 Masalah yang paling banyak dicek siswa kelas VIII A SMP Pringgodani Semarang No. ibu) = 12 c. 118. 15. 187. Teman akrab =8 d. 159. adalah dengan: a. 76. Orang tua (ayah. 167. 31. 68. 96. 213. 12. 77. Siswa yang suka membicarakan masalahnya dengan orang lain tidak menganggap bahwa konselor dapat membantu memecahkan masalahnya. 41. 214. 181. Siswa tidak ada yang suka membicarakan masalahnya dengan konselor. 186. 48. 42. Item masalah Merasa lelah dan tidak bersemangat Sering mengantuk Ingin mempunyai kamar sendiri Tidak mempunyai waktu untuk bermain Keinginan untuk rekreasi sering terhalang Suka olahraga. 194. Kakak =5 b. 75. tetapi tidak ada kesempatan Lebih suka membaca buku-buku hiburan dari pada buku pelajaran Setiap malam selalu menonton film televisi/sinetron Tidak dapat menggunakan waktu luang Mudah tersinggung Sering bingung bila berhadapan dengan orang banyak Merasa malu jika berhadapan dengan orang banyak Mudah marah Merasa tidak mempunyai harapan (pesimis) Ingin sekali dikagumi Ingin hidup lebih tenang Bergaul dengan teman sejenis lebih menyenangkan dari pada dengan lawan jenis (komentar : wajar bagi usia mereka) Ingin mengadakan perubahan di rumah Tidak dapat sungguh-sungguh dalam beribadah Merasa berdosa sekali Pribadi seorang guru menyebabkan perasaan sebal terhadap pelajarannya dan enggan mengikuti pelajarannya Khawatir tidak dapat berdiri sendiri kelak Sukar untuk menetapkan pilihan SLTA/Perguruan Tinggi Sulit untuk memilih jurusan Khawatir tidak diterima di SLTA/Perguruan Tinggi Ingin mengetahui bakat dan kemampuan yang dimilikinya Belum mempunyai cita-cita tertentu Cita-cita selalu goyah/berubah Sering takut/cemas menghadapi ulangan Sering kuatir kalau-kalau mendapat giliran mengerjakan soal di papan tulis Sering mendapat kesukaran dalam menyelesaikan tugas pekerjaan rumah ∑ 16 20 12 17 17 14 15 22 19 13 22 19 13 14 20 19 19 14 13 15 24 18 23 19 17 27 17 24 29 19 21 Dari 44 siswa yang mengisi DCM disimpulkan: Satu orang siswa tidak mempunyai masalah (tidak ada yang dicek). 45. 51. 188. 184. jumlahnya = 15 Bagi yang suka membicarakannya dengan orang lain. 142. 94. 206. 136.

Siswa yang tergabung dalam suatu kelompok. ataukah tiga orang dengan urutan pilihan pertama. atau dinyatakan dalam ungkapan perasaan terhadap anggota-anggota kelompok untuk melakukan suatu kegiatan tertentu. dan selain mereka (3 orang). Jawaban responden tentang siapa yang disukai maupun yang tidak disukai tersebut dapat terdiri dari satu. dan dengan siapa dia tidak ingin dan tidak suka melakukan kegiatan itu. Preferensi pribadi dinyatakan dalam kesukaan untuk berada bersama dalam melakukan kegiatan tertentu. maka data tersebut harus disajikan dalam bentuk tabel (disebut matrik sosiometri) dan bentuk gambar (disebut sosiogram). 2001). d. Untuk membantu dan mempermudah konselor dalam memahami siswa asuh.3 Menggambarkan Hasil Angket Sosiometri Data psikologis yang dikumpulkan dengan angket sosiometri masih sulit untuk dianalisis dan dipahami (dibaca) apabila belum diolah.3. misalnya satu kelas di sekolah. Sosiometri sebagai salah satu metode memahami interaksi sosial individu dilaksanakan dengan prosedur sebagai berikut: a. b. dengan siapa dia ingin dan lebih suka melakukan kegiatan itu. berdasarkan preferensi pribadi antara anggota-anggota kelompok. New York (Hofman. dan “metrum” yang diartikan sebagai pengukuran. Istilah sosiometri berasal dari bahasa Latin “socius” yang berarti sosial. dua.membicarakan masalahnya dengan kakak (5 orang). Menentukan kelompok yang akan dipahami dengan metode sosiometri. 3. Penggunaan sosiometri terikat pada suatu pergaulan sosial atau kriterium (criterion) tertentu yang lingkupnya tidak terlalu luas. individu memilih teman yang berbeda pula. (Catatan: Pengertian tes (angket) sosiometri tidak sama dengan istilah tes pada teknik testing dalam pemahaman individu). kedua. Kegiatan tertentu tersebut merupakan situasi pergaulan sosial (criterion) yang menjadi dasar bagi pilihan-pilihan individu dalam kelompok. Agar data sosiometri tersebut mudah dipahami siapa yang popular (paling disukai/disenangi) dan siapa yang terisolir (tidak disukai atau tidak dipilih). seperti “kelompok belajar”. diberi penjelasan bahwa perlu dibentuk kelompok-kelompok yang lebih kecil (antara 4-6 orang) dalam rangka mengadakan kegiatan tertentu. Jumlah teman yang dipilih dan tidak dipilih sebagai teman kelompok ditentukan satu orang. c. dan ketiga. Berdasarkan kata dasar ini. 3. tiga orang atau lebih.2.2 Sosiometri 3. teman akrab (8 orang).3. Dengan demikian. Dalam hal ini sering terjadi bahwa dalam kegiatan yang berbeda. sosiometri dapat diartikan sebagai suatu metode atau teknik untuk memahami individu terutama untuk memperoleh data tentang jaringan hubungan sosial antarindividu (antarpribadi) dalam suatu kelompok. Menyusun angket sosiometri atau tes sosiometri untuk diisi oleh anggota kelompok.2 Angket Sosiometri Instrumen atau alat untuk memperoleh materi sosiometri adalah angket sosiometri. 3.1 Pengertian Sosiometri Jacob Levy Moreno membuat istilah sosiometri dan menggunakannnya dalam studi tentang sosiometri yang dilakukan antara 1932-1938 di New York State Training School for Girl in Hudson. Setiap siswa diminta untuk menulis pada blanko yang disediakan (blanko angket atau tes sosiometri) nama beberapa teman di dalam kelompok. yaitu dengan menggunakan beberapa pertanyaan yang berisi mengenai siapa yang disukai (dipilih) dan siapa yang tidak disukai (ditolak) di antara anggota kelompoknya. sosiometri digunakan sebagai cara untuk mengukur tingkat antarhubungan individu dalam kelompok. misalnya kelas. orang tua (12 orang). dua orang. Mastur dan Rifa’i (2009) telah menyusun Aplikasi Komputer DCM. 185 .

kemudian dikumpulkan untuk ditabulasi dalam matrik sosiometri. Berdasarkan matrik sosiometri. A memilih B dan C B memilih A dan C C memilih E dan A D memilih B dan A E memilih A dan B Contoh 3. Setelah angket sosiometri diisi.3.e. maka data sosiometri dianalisis dengan cara: 1) menggambar sosiogram 2) menganalisis hubungan sosial secara keseluruhan 3) menghitung indeks sosiometri 4) mengisi kartu sosiometri secara individual.3. f. Sebagai gambaran pelaksanaan metode sosiometri dalam pelayanan bimbingan dan konseling. berikut ini disajikan contoh prosedur sosiometri.1 Tabel 1 Matrik Sosiometri Arah Pilih Teman Kelompok Belajar Dipilih Pemilih A B C D E F G H I J Jumlah Pilihan 1 Jumlah Pilihan 2 Jumlah seluruhnya A x 1 2 2 1 2 2 1 3 4 7 B 1 x 1 2 1 1 C 2 2 x x x x 2 1 4 1 5 0 3 3 0 0 0 1 0 1 2 1 1 2 0 0 0 x x x 0 1 1 0 0 0 1 X 1 0 1 2 D E F G H I J F memilih B dan H G memilih B dan C H memilih F dan A I memilih J dan A J memilih A dan F 1 186 . Dengan melihat sosiogram kita akan dapat memperoleh informasi tentang: a) Besarnya jumlah pemilih untuk setiap individu b) Arah pilihan dari dan terhadap individu tertentu c) Kualitas arah pilihan d) Ada tidaknya isolasi e) Kecenderungan terbentuknya anak kelompok.

dan garis terputus-putus untuk pilihan kedua. Contoh: A A A B B B arah panah menunjukkan pemilihan A kepada B. Misalnya warna hitam untuk pilihan pertama dan warna hijau untuk pilihan kedua. atau garis utuh untuk pilihan pertama. tetapi B memilih A I 187 . yang digambarkan adalah arah pemilihan dengan memberikan bentuk garis yang berbeda warnanya atu bentuknya. A memilih B sebagai pilihan pertama. saling memilih pilihan 1 antara A dengan B.SOSIOGRAM ARAH PILIH TEMAN KELOMPOK BELAJAR SISWA KELAS X-9 SMA PRINGGODANI KUDUS 7 6 5 4 3 2 1 0 A B F H G D I Gambar 3 Sosiogram bentuk Grafik E J C SOSIOGRAM ARAH PILIH TEMAN DUDUK SEBANGKU SISWA KELAS X-9 SMA PRINGGODANI KUDUS H G B D J A C Gambar 4 Sosiogram bentuk sirkuler F E Keterangan : : Laki-laki : Perempuan : Pilihan 1 : Pilihan 2 Di dalam sosiogram bisaanya arah penolakan tidak digambarkan.

Konfigurasi bentuk pasangan (mutual). B A dan B saling memilih sebagai pilihan kedua. Konfigurasi bentuk rantai (chain). Untuk memperoleh gambaran yang jelas tentang analisis indeks tersebut.sebagai pilihan kedua. status penolakan (rejection status: rs) 3. menolak J dan F F memilih B dan H. hubungan bersifat menyeluruh. intensitas tinggi. Di dalam analisis indeks ini ada tiga kedudukan individu dalam kelompoknya. cepat rapuh. dapatkah anda jumpai dalam gambar 3 dan/atau 4? Sebagaimana telah dikemukakan di atas. Dalam analisis ini kita menghitung berapakah jumlah indeks setiap individu dalam tiap-tiap kelompok yang dikenai sosiometri. status pemilihan penolakan (choice and rejection status: crs). A memilih B dan C. menolak H dan F D memilih B dan A. menolak J dan I B memilih A dan C. intensitas hubungan sosial kurang baik. hubungan bersifat timbal balik. Dalam sosiogram terdapat lima macam bentuk konfigurasi. yaitu: A A B A A B C B D C Konfigurasi bentuk segitiga (triangle). intensitas tinggi. perhatikan contoh berikut ini yang merupakan pengembangan dari contoh tabel 1 yang kemudian memperoleh matrik sosiometri sebagaimana contoh tabel 2. hubungan persahabatan erat. Hubungan atau relasi sosial dari individu-individu dalam suatu kelompok membentuk suatu susunan tertentu yang disebut konfigurasi. yaitu: 1. data sosiometri juga dapat dianalisis secara indeks (analisis indeks). menolak I dan D G memilih B dan C. menolak D dan F 188 . menolak E dan C E memilih A dan B. menolak F dan H C memilih E dan A. status pemilihan (choice status: cs) 2. Model konfigurasi di atas.

Status pemilihan (choice status=cs) Jumlah orang yang memilih A cs A = N-1 atau Jumlah pemilih cs A = N-1 189 . analisis indeks sosiometri bisaanya ditinjau dari status pemilihan (cs=choice status).2: Tabel 2 Matrik Sosiometri Arah Pilih Teman Kelompok Belajar Dipilih Pemilih A B C D E F G H I J Jumlah Pilihan 1 Jumlah Pilihan 2 Jumlah Pilihan Jumlah penolakan 1 (3) Jumlah penolakan 2 (4) Jumlah Pilihan A x 1 2 2 1 2 2 1 3 4 7 0 0 0 B 1 x 1 2 1 1 (3) 4 1 5 1 0 1 C 2 2 x (4) 2 (4) 0 3 3 0 2 2 D E F G H I (4) J (3) x (4) (3) (3) (3) 0 0 0 3 1 4 1 (3) x (3) (4) (4) x (4) 1 2 1 1 2 1 3 4 (4 (3) (3) 2 x x x 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 2 0 0 0 1 1 2 1 x 1 0 1 2 0 2 (3) (4) (4) 1 0 1 1 2 3 Berdasarkan praktek di lapangan. Rahardjo (1998) menemukan bahwa ada ketidaksesuaian teori analisis indeks sosiometri dalam segi status pemilihan (cs=choice status). Rahardjo (1998) menyusun rumus baru baik untuk indek pemilihan. maupun pemilihan penolakan. Dalam berbagai literatur.3. Studi lanjutan tentang rumusrumus analisis indeks sosiometri dilakukan dengan melakukan penelitian tentang Dua Versi Analisis Indeks Sosiometri Pada Siswa Kelas II SMU Negeri 2 Bae Kudus Tahun 1998/1999. Dengan uji komputer. dan status pemilihan penolakan (crs=choice and rejection status).3. status penolakan (rs=rejection status). status penolakan (rs=rejection status). menolak D dan E Contoh 3. dan indeks pemilihan penolakan (crs=choice and rejection status).H memilih F dan A. menolak D dan E J memilih A dan F. karena itu rumus-rumus analisis indeks sosiometri perlu direkonstruksi. menolak B dan C I memilih J dan A. Rumus yang digunakan untuk mencari masing-masing status adalah sebagai berikut : Versi Teori 1. penolakan.

Supriyo yaitu tidak dikalikan –1 dan dengan dikalikan –1. Supriyo 1987) Indeks penolakan ini bergerak dari 0 sampai dengan –1. sedang 1 berarti paling populer. Indeks pemilihan ini bergerak dari 0 sampai dengan 1. Rumus-rumus versi teori di atas selama puluhan tahun digunakan tanpa kritik dan upaya pembaruan. 1985. 1999) mengemukakan analisis indeks sosiometri versi baru seperti berikut ini. Djumhur dan Surya 1975). Individu yang memperoleh indeks rs = –1 berarti semua siswa dalam kelompok menolak individu yang bersangkutan. Status pemilihan (choice status=cs) Jumlah pemilih A cs A = Nxp Keterangan : 190 . 1985. Sugiyo. Supriyo 1987. 3. Sukardi 1983. Versi Baru 1. sedang individu yang memperoleh indeks rs = 0 berarti tidak ada yang menolak. Kalau seseorang memperoleh indeks yang mendekati angka 1 berarti tingkat popularitasnya tinggi. Hendrarno. Hendrarno. Status penolakan (rejection status=rs) Jumlah orang yang menolak B rs B = N-1 Keterangan : B = Kode orang yang diselidiki dalam kelompok N = Jumlah orang dalam kelompok (Sumber : Walgito 1975. Indeks pemilihan penolakan (choice and rejection status=crs) Jumlah pemilih C – jumlah penolak C rs C = N-1 2. 1985. 1985) atau Jumlah penolak rs B = x-1 N-1 (Sumber : Sukardi 1983. Hendrarno. Sukardi 1983. 1985. Keterangan : C = Kode orang yang diselidiki dalam kelompok N = Jumlah orang dalam kelompok (Sumber : Walgito 1975. sedang yang memperoleh indeks 0 berarti tidak ada yang memilih (tidak populer. Rahardjo (1998. Sugiyo. 1985. Sugiyo. terasing). Di sini ada perbedaan yang mendasar antara rumus dari Walgito dengan yang dikemukakan oleh Sukardi dan Hendrarno. Sugiyo. Hampir semua orang yang mempelajari dan menggunakan sosiometri menerima analisis indeks sosiometri tersebut. Indeks –1 berarti individu tersebut paling ditolak.Keterangan : A = Kode orang yang diselidiki dalam kelompok N = Jumlah orang dalam kelompok (Sumber : Walgito 1975. Berdasarkan kajian lapangan yang ditunjang dengan perhitungan komputer. Supriyo 1987) Indeks pemilihan penolakan ini bergerak dari –1 sampai dengan 1.

Tabel 5. Hal ini dapat terjadi karena nilai N dikurangi 1.A = Kode orang yang dicari statusnya dalam kelompok N = Jumlah orang dalam kelompok p = banyaknya pilihan setiap orang yang ditentukan dalam angket sosiometri Dalam rumus versi baru ini. bukan dikalikan jumlah penolakan. Sedangkan pada rumus versi teori jumlah indeks seluruh kelompok semakin besar dari –1 jika jumlah pilihannya semakin besar. Artinya seluruh individu dalam kelompok tersebut jika indeksnya dijumlahkan. Berdasarkan data tabel 2. dan delapan pun serupa dengan tabel 3 dan 4. 6. 2. 3. makin besar jumlah indeks csnya. 6. hasilnya sama dengan 1. Indeks –1 berarti semua siswa dalam kelompok menolak individu yang diselidiki. silahkan cermati. 4. 7. analisis indeks pemilihan versi baru sesuai dengan ketentuan/kesepakatan para ahli tentang rentangan antara 0 sampai 1. Sementara itu pada versi baru menunjukkan bahwa berapa pun jumlah pemilihnya. 8. Makin besar jumlah pemilihnya. Sedangkan pada versi teori jumlah indeks seluruh kelompok semakin besar jika jumlah pilihannya semakin besar. indeks pemilihan bergerak dari 0 sampai dengan 1. Pada tabel 3 dan 4 nampak berbeda hasil perhitungan analisis indeks pemilihan antara versi teori dengan versi baru. Menurut ketentuan. 0 berarti tidak ada yang memilih atau menolak. 7. Dengan demikian. 5. aplikasi rumus analisis indeks versi teori dan baru dilakukan dengan membandingkannya sebagaimana dipaparkan tabel 3. Indeks –1 berarti semua siswa dalam kelompok menolak individu yang diselidiki tanpa ada yang memilih. Dengan rumus versi baru berapa pun jumlah individu dalam kelompok hasil penjumlah indeks kelompok sama dengan –1. dan indeks 1 berarti semua individu memilih dia tanpa ada yang menolak. Status penolakan (rejection status=rs) Jumlah penolak B rs B = x -1 Nxt Keterangan : B = Kode orang yang dicari statusnya dalam kelompok N = Jumlah orang dalam kelompok t = banyaknya penolakan setiap orang yang ditentukan dalam angket sosiometri Dalam versi baru ini indeks penolakan ini bergerak dari 0 sampai dengan –1. dan ternyata rumus ini memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh para penulis teori sosiometri terdahulu yaitu indeks cs bergerak dari 0 sampai dengan 1 atau jumlah indeks seluruh orang dalam kelompok sama dengan 1. Indeks pemilihan penolakan (choice and rejection status=crs) Jumlah pemilih C – jumlah penolak C rs C = Nxq Keterangan : C = Kode orang yang dicari statusnya dalam kelompok N = Jumlah orang dalam kelompok q = banyaknya pilihan/penolakan setiap orang yang ditentukan dalam angket sosiometri Dalam versi baru ini indeks pemilihan penolakan ini bergerak dari -1 sampai dengan 1. Tetapi kenyataannya pada rumus analisis indeks versi teori tidak demikian. pembaginya bukan N-1 tetapi Nxp. Hal ini dapat terjadi karena nilai N dikurangi 1. 191 . sedang 0 berarti tidak ada yang menolak. hasil penjumlah indeks cs-nya tetap 1.

0.333 0 0.111 2.0.778 0.222 0 0.Tabel 3 Indeks Pemilihan (cs) versi teori Subjek Sekor N-1 Indeks Cs A B C D E F G H I J Jumlah 7 5 3 0 1 2 0 1 0 1 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 0.111 0 0.100 0 0.111 0.000 Tabel 5 Indeks Penolakan (rs) versi teori Subjek Sekor N-1 x -1 Indeks rs A 0 9 -1 0 B 1 9 -1 .222 Tabel 4 Indeks Pemilihan (cs) versi baru Subjek Sekor Nxp Indeks Cs A B C D E F G H I J Jumlah 7 5 3 0 1 2 0 1 0 1 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 0.050 0.350 0.222 192 .050 0 0.111 C 2 9 -1 .050 1.556 0.150 0 0.250 0.

222 G 0 0 9 0 H 1 2 9 .050 Jumlah 0 Mastur dan Rifa’i (2009) telah menyusun Aplikasi Komputer Sosiometri yang dapat digunakan konselor untuk menganalisis data sosiometri dengan mudah.0.2.0.0.350 B 5 1 20 0.444 0 .0.0. 193 .100 Jumlah .111 Jumlah 0.0.100 D 4 20 -1 .111 I 0 2 9 .0.0.0.0.444 C 3 2 9 0.778 B 5 1 9 0.050 C 2 20 -1 .050 I 0 2 20 .200 E 1 3 20 .222 .100 F 2 4 20 .200 C 3 2 20 0.111 J 2 20 -1 .100 G 0 0 20 0 H 1 2 20 .0.0.150 F 4 20 -1 .100 I 2 20 -1 .1.0.0.333 .444 .0.222 F 2 4 9 .0.111 D 0 4 9 .0.222 Tabel 6 Indeks Penolakan (rs) versi baru Subjek Sekor Nxt x -1 Indeks rs A 0 20 -1 0 B 1 20 -1 .0.050 D 0 4 20 .0.0.200 E 3 20 -1 .222 J 1 2 9 .0.100 J 1 2 20 .0.0.222 .0.000 Tabel 8 Indeks Pemilihan Penolakan (crs) versi baru Subjek c r Nxq Indeks Crs A 7 0 20 0.222 .D E F G H I J Jumlah 4 3 4 0 2 2 2 9 9 9 9 9 9 9 -1 -1 -1 -1 -1 -1 -1 .0.0.200 G 0 20 -1 0 H 2 20 -1 .444 E 1 3 9 .000 Tabel 7 Indeks Pemilihan Penolakan (crs) versi teori Subjek c r N-1 Indeks Crs A 7 0 9 0.

22 0. walaupun Fauzi memilih Banowati sebagai teman belajar kelompok Kudus. Sebagai teknik untuk memahami individu. Haris 2. BIMBINGAN DAN KONSELING SMA PRINGGODANI KUDUS ========================== KARTU SOSIOMETRI Nama siswa Nomor Induk Kelas Kegiatan Jumlah siswa dalam kelompok Dipilih oleh Ditolak oleh : : : : : : : Teman yang dipilih Teman yang ditolak : : Jumlah pemilih : Jumlah penolak : Indeks cs : Indeks rs : Indeks crs : Catatan/Komentar:  Secara keseluruhan hubungan sosial Fauzi kurang baik.4. kuesioner dimaksudkan untuk merekam dan menggali informasi atau keterangan yang sesuai dengan kondisi individu dan bisa dijelaskan atau diterangkan oleh responden. Cinderella 3. Hal ini dapat diketahui dari angka indeks di atas  Hubungannya dengan Haris intim. Fauzi 14376 II-1 Kelompok Belajar 10 orang 1.1 Pengertian Kuesioner Kuesioner atau angket merupakan suatu teknik atau cara memahami siswa dengan mengadakan komunikasi tertulis. terlihat dari saling memilih di antara mereka.22 194 .4. walaupun kualitas pilihannya berbeda  Hubungannya dengan Banowati tidak baik. di dalam kuesioner terdapat dua bagian yang pokok yaitu bagian yang mengandung identitas. Dewi 2 orang 4 orang 0.Kegiatan berikutnya yang dapat dilakukan oleh konselor setelah melakukan tahapan-tahapan dalam pelaksanaan metode sosiometri. Hal ini dapat dilihat dari penolakan oleh Banowati. 3. Jumadi 1.Pd. dan bagian yang mengandung pertanyaan-pertanyaan yang ingin memperoleh jawabannya. Intan 2.44 -0. yaitu dengan memberikan daftar pertanyaan yang harus dijawab atau dikerjakan oleh responden secara tertulis pula. Menurut Walgito (1983:65). Haris 1. Banowati 2. Drs. M. adalah mencatat data individu dalam kartu sosiometri sebagaimana contoh berikut. Ernawan 4. Kuesioner 3. 6 Mei 2012 Konselor.Kons. Gunadi 1. Bambang Tetuka. Banowati 2.

…………. beladiri b. Olahraga di luar sekolah yang saya ikuti adalah: a. ………………………… c. mengasuh adik. Apakah keinginanmu setelah lulus SMA? a. ………………………… Pada item ini responden diberi kesempatan untuk memberikan jawaban sebebasbebasnya sesuai dengan keinginannya. 60. kursus keterampilan e. Pertanyaanpertanyaan tersebut dapat berbentuk tiga macam yaitu pertanyaan yang tertutup.Bagian yang mengandung data identitas ialah bagian yang mengandung data tentang diri individu atau orang yang dikenai kuesioner tersebut. mengerjakan PR. bekerja c. berkebun. membantu pekerjaan orang tua.000. memancing. yaitu pertanyaan yang berbentuk di mana responden tinggal memilih jawaban-jawaban yang telah disediakan di dalam kuesioner itu. istirahat sebentar terus berangkat les. Dalam kuesioner tersebut di samping ada pertanyaan terbuka juga terdapat pertanyaan tertutup dalam satu item. 3. renang h. misalnya dapat diperoleh jawaban-jawaban tidur. 3) Pertanyaan yang terbuka dan tertutup (open and closed questions). c. Dari sekian banyak responden dapat diperoleh berbagai macam jawaban. Contoh: 33. bulu tangkis g.-/bulan ia tidak dapat menyatakannya. melainkan dengan memilih jawaban c. Contoh: 22. agama. …………. yang dalam pertanyaan tertutup tidak dapat diperoleh karena terbatas. menikah d. pergi ke sawah. ………………………… b. jenis kelamin. Sedangkan bagian yang mengandung pertanyaan fakta atau opini ialah bagian yang mengandung pertanyaan-pertanyaan untuk mendapatkan fakta atau opini tersebut.2 Macam-macam Kuesioner 195 . Misalnya uang sakunya Rp. tempat dan tanggal lahir. responden (siswa) tinggal memilih salah satu jawaban yang tersedia. suku bangsa. 1) Pertanyaan yang tertutup (closed questions). volley ball f. 2) Pertanyaan yang terbuka (open questions). Ia tidak dapat dengan bebas memberikan jawaban yang sesuai dengan keinginannya. merupakan pertanyaan-pertanyaan yang masih memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada responden untuk memberikan jawabannya atau tanggapannya terhadap kuesioner tersebut. d. alamat. mengulang pelajaran hari ini.4. merupakan campuran atau perpaduan kedua macam pertanyaan di atas. tidak tahu. …………. misalnya menyangkut nama. ………………………… d. sepak bola e. melanjutkan kuliah b. Dengan pertanyaan-pertanyaan tersebut. sesuai dengan opininya. pergi ke hutan mencari kayu bakar. Kegiatan apa yang bisaa kamu lakukan di rumah setelah pulang sekolah? a. dan pertanyaan yang terbuka dan tertutup. Contoh: Berilah tanda silang (x) pada jawaban yang sesuai dengan pertanyaan berikut! 1. pertanyaan yang terbuka. Dari item 22 di atas.

dan kuesioner terbuka tertutup. kuesioner terbuka. Kelemahannya. Dengan demikian dari sekian ratus murid SMA Pringgodani Kudus. dapat diketahui distribusi frekuensi agama yang dianut siswa. pengumpul data dapat memperoleh data yang banyak dan sangat bervariasi karena jawaban responden tidak dibatasi. kuesioner dapat dibagi menjadi tiga. pengumpul data bermaksud memperoleh data yang relatif “seragam”. pekerjaan orang tua.1 dan 4. 1) Kuesioner tertutup (closed questionnaire) Merupakan kuesioner yang menggunakan pertanyaan-pertanyaan tertutup. Dengan kuesioner ini. Selanjutnya data tersebut diolah untuk kepentingan mencari frekuensi data/fakta tertentu. pengumpul data mungkin akan kesulitan untuk menggolong-golongkan jenis data yang diperoleh.2 Pendidikan orang tua siswa SMA Pringgodani Kudus Kelas Pendidikan orang tua I II III Jumlah Tidak tamat SD 2 2 1 5 SD/MI 3 1 7 11 SLTP/MTs 37 44 37 128 SMA/MA 49 48 42 139 Diploma 11 8 7 26 Sarjana 21 13 7 41 Pascasarjana 2 0 0 2 Total 125 126 131 352 Kolom-kolom yang tersedia pada tabel 4. Tabel 4. 3) Kuesioner terbuka tertutup (open and closed questionnaire) 196 . Responden tinggal memilih jawaban-jawaban yang sudah disediakan.2 tinggal diisi dengan jumlah pada setiap kelas dan total (jumlah seluruhnya). Kuesioner bentuk ini sebenarnya terkait langsung dengan bentuk-bentuk pertanyaan sebagaimana dikemukakan di atas.Dilihat dari bentuk pertanyaannya. 2) Kuesioner terbuka (open questionnaire) Kuesioner terbuka adalah kuesioner yang menggunakan pertanyaan-pertanyaan yang terbuka. dan mungkin yang lain-lainnya. yaitu kuesioner tertutup. Misalnya dari pertanyaan tentang agama. pendidikan orang disusun penyajian data seperti berikut ini. pendidikan orang tua. Responden diberikan kesempatan sebebas-bebasnya untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang disediakan. Dengan kuesioner bentuk ini.1 Agama yang dianut siswa SMA Pringgodani Kudus Agama yang dianut Islam Krist Katol Hind Budh en ik u a 37 1 2 1 1 40 1 0 0 0 39 1 1 0 0 40 0 0 0 0 35 2 1 0 0 38 0 1 0 0 35 0 0 0 0 34 1 0 0 0 39 1 0 0 1 337 7 5 1 2 Kelas XA XB XC XI IPA XI IPS XI Bhs XII IPA XII IPS XII Bhs Total Juml ah 42 41 41 40 38 39 35 35 41 352 Tabel 4.

Dengan pertanyaan tertutup.......... alasan ……………………………….. 1) Kuesioner langsung Kuesioner langsung adalah jika kuesioner langsung diberikan kepada responden yang ingin diselidiki (diungkap datanya).. Misalnya: “Mata pelajaran apakah yang anda sukai dan tidak anda sukai?”.. 2) Kuesioner tidak langsung Kuesioner dikatakan sebagai kuesioner tidak langsung jika untuk mendapatkan jawaban membutuhkan perantara... b......... Diterangkan pula siapa yang akan membaca kuesioner itu... (4) Suatu item jangan menanyakan dua hal sekaligus (pertanyaan ganda).. a.. Ditinjau dari cara memberikannya..4........ sehingga tidak membingungkan. Winkel (1991:241242) mengemukakan 11 butir persyaratan konstruksi kuesioner yaitu sebagai berikut: Catatan: semua contoh item dalam uraian butir-butir ini nomor item dianggap (dibayangkan) pengetikannya mulai dari garis tepi kiri..... kuesioner tersebut langsung diberikan kepada siswa dan yang menjawab atau mengisi kuesioner juga siswa yang bersangkutan... Item-item atau butir-butir dikelompokkan menurut bidang-bidang tertentu.. Sebutkan tiga mata pelajaran yang paling anda sukai. 197 .... dijelaskan cara mengerjakannya... 1983:66)........ baik dalam suatu item. (3) Perumusan item-item harus jelas dan isinya mudah ditangkap..... Setelah naskah kuesioner selesai disusun. 3. Pada umumnya kuesioner ini banyak digunakan untuk kepentingan bimbingan konseling. sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.... ……………………………. dengan menjaga kerahasiaan... Oleh karena itu... (1) Ditentukan dengan tujuan apa kuesioner diberikan dan dipikirkan luas informasi yang dibutuhkan.. c. Bagimanakah pembawaanmu?” dapat dirumuskan menjadi item 24... Istilah-istilah yang sukar dan bisaanya tidak dipahami oleh siswa harus dihindari.. Sejauh perlu......... kuesioner diberikan dan diisi oleh guru mata pelajaran (data akademik) atau oleh orang tua siswa (data keluarga dan latar belakangnya). tidak menggunakan perantara untuk memperoleh jawaban.... diserahkan kepada konselor yang lain untuk dikomentari dan kemudian dikoreksi seperlunya. maupun dalam keseluruhan item.. Misalnya untuk memperoleh keterangan tentang siswa.. …………………………….Kuesioner terbuka tertutup merupakan kuesioner yang pertanyaanpertanyaannya berupa gabungan dari pertanyaan yang terbuka dan tertutup. Misalnya jangan ditanyakan “Apakah lingkungan sekitar tempat tinggalmu religius?”... bagaimanakah kebisaaan ibadah orang-orang di sekitar tempat tinggalmu.... Misalnya untuk memperoleh data tentang siswa.. misalnya: 16.. alasan ……………………………….. konstruksi kuesioner harus diserahkan kepada tenaga ahli bimbingan konseling. karena ada sejumlah persyaratan teknis yang harus diindahkan dan isi kuesioner harus sesuai dengan kebutuhan di institusi pendidikan tertentu (tidak selalu suatu angket dapat digunakan untuk berbagai atau beberapa sekolah).... sehingga jawaban yang diperoleh tidak diperoleh dari sumber pertama.......... (2) Harus ada introduksi yang menjelaskan kepada siswa (maupun responden pada umumnya) dengan tujuan apa mereka diminta mengisi kuesioner..... alasan ……………………………….. kuesioner dapat dibedakan menjadi kuesioner langsung dan kuesioner tidak langsung (Walgito.. fakta) dari sumber pertama (first resource. Pertanyaan semacam itu dapat dipisah menjadi dua item... Coba jelaskan secara umum..... ……………………………....... ... Sementara dengan pertanyaan yang terbuka diharapkan responden dapat memberikan kemungkinan jawaban lain dari alternatif jawaban yang sudah disediakan.3 Merancang Kuesioner Merancang alat kuesioner bukan pekerjaan yang mudah dan sederhana. Jadi dalam hal ini pengumpul data memperoleh jawaban (data...... pengumpul data berkeinginan memperoleh data yang relatif sudah pasti (sudah diduga ada datanya atau faktanya) dan mudah diukur. sumber data primer).

………………………. ayah d. ibu e. guru les c. Pada waktu libur sekolah. misalnya jangan dirumuskan pertanyaan: “Apakah anda merasa senang dalam belajar di sekolah?”. Kalau ya. misalnya: “Ayahmu mempunyai berapa orang istri?”. “Apakah orang tua bisaanya memperhatikan belajar anda di rumah?”. Item-tem tersebut lebih baik dirumuskan: 37. misalnya dalam hal penggunaan huruf besar. “Hal-hal apakah yang anda rasakan abnormal pada diri anda?” Seandainya hal-hal semacam itu perlu diketahui oleh konselor. atau yang berikut ini 20. Pada pertanyaan terbuka harus disediakan ruang untuk menjawab yang cukup longgar.. dan letak ruang untuk menulis jawaban. lebih bijaksana jika ditanyakan dalam wawancara. letak pilihan jawaban. ……………………………… b. Perhatikan contoh berikut . Siapa saja yang menjadi teman kelompok belajar anda belajar di rumah? a. c. Bagaimana perasaan anda dalam belajar di sekolah? ………………………………………………………………… 38. Jika anda mengalami kesulitan belajar di rumah. ………………………. apa sebabnya? ………………………………………………………………………. ……………………………… (9) Butir-butir yang cara menjawabnya berbeda dengan butir lainnya. Tidak 30. (8) Susunan teknis (lay out) perlu diperhatikan. Pilihlah salah satu jawaban yang paling sesuai dengan keadaan anda dengan cara menyilang (x) huruf pada salah satu pilihan jawaban Contoh: 11. di rumah saja tanpa ada kegiatan c. tetapi pun tidak terlalu longgar. seandainya ia tidak merasa senang. tetangga b. sebaiknya dipisahkan menjadi dua bagian. Jika anda mengalami kesulitan belajar di rumah. bagian pertama dapat dijawab dengan Ya / Tidak lebih dahulu. guru les 198 . ayah d. dan orang tua tidak memperhatikan. demi melindungi diri sendiri atau orang tuanya. ibu e. tidak ada atau 21. siapakah yang sering membantu menyelesaikan kesulitan anda? a. Misalnya item yang berbunyi “Apakah anda sering tidak masuk sekolah? Apa sebabnya?”. Apakah anda sering tidak masuk sekolah? a. saudara f.. Bagaimana perhatian orang tua terhadap belajar anda di rumah? ………………………………………………………………… (7) Bilamana item tertentu ada lanjutannya. menghabiskan waktu untuk bermain dengan teman di rumah d. harus disertai instruksi yang jelas. d. berlibur di rumah nenek b. Contoh yang disarankan 19. (6) Perumusan item jangan mengandung jawaban yang baik atau sugesti mengenai jawaban yang ideal. siapakah yang sering membantu menyelesaikan kesulitan anda? a. letak item. Perumusan yang demikian mendorong siswa cenderung menjawab ya.(5) Jangan menanyakan hal-hal yang dirasa mempermalukan atau mempunyai konotasi emosional negatif. Ya b. dapat dirumuskan menjadi: 29. ………………………………………………………………. kegiatan apakah yang bisaanya anda lakukan? a. tetangga b.

Hal-hal penting yang perlu diperhatikan dalam kisi-kisi kuesioner adalah sebagai berikut: a. Dan jika itu yang terjadi. Jenis data yang diperlukan Jenis data yang diperlukan dideskripsikan secara singkat. mobil h. sehingga dapat dijadikan pedoman bagi perancang kuesioner (konselor) tentang data apa saja yang perlu didapatkan dari responden. renang h. Berdasarkan unsur-unsur data ini. saudara f. Unsur-unsur data Dari setiap jenis data. antara lain: a. d. Nomor item Nomor item yang akan dimunculkan dalam kuesioner dikemukakan dalam kisi-kisi ini. Olahraga di luar sekolah yang saya ikuti adalah: a. dengan asumsi bahwa siswa sudah mengenal dan menyatu dengan lingkungan sekolah yang baru. Dengan demikian kuesioner yang disusun diharapkan memenuhi segi teknis dan kebutuhan bimbingan konseling. d. e. Caranya dengan menyilang (x) huruf pada pilihan jawaban yang sesuai dengan keadaan anda. Fasilitas yang dimiliki oleh keluarga saya. b. …………. …………. perancang kuesioner dapat memerinci lebih detil tentang unsurunsur data dari setiap jenis data. ………….. Konselor dalam merancang kuesioner dengan rambu-rambu sebagaimana telah dikemukakan di atas. sehingga perancang dapat memperkirakan seberapa banyak data yang diperoleh. ………….c. Mesin cuci c. (11)Mengingat keadaan siswa dalam beberapa hal mungkin sudah berubah pada waktu setahun sesudah mengisi kuesioner untuk pertama kali. Responden Responden adalah sumber data atau orang yang akan diberi kuesioner. televisi e. sepeda motor g. sepak bola e. d. perancang dapat mendeskripsikan item-item kuesioner. bulu tangkis g. dan dapat pula dengan mengisi kolom yang tersedia Contoh: 13. volley ball f. 14. tidak ada atau: Pada item nomor 11-20 anda boleh menjawab lebih dari satu jawaban. kuesioner dapat dikembalikan kepada siswa kelas XI dan XII untuk disesuaikan seperlunya. Tujuan perlu dirumuskan secara singkat dalam kisi-kisi. (10)Pengisian kuesioner harus dilangsungkan pada waktu yang tepat. Hal ini perlu disebutkan dalam kisi-kisi. telepon b. maka satu kisi-kisi dapat 199 . sebaiknya didahului dengan menyusun kisi-kisi tentang kuesioner tersebut. karena bisa saja konselor membutuhkan suatu data yang bersumber dari beberapa responden. radio tape f. dengan menggunakan alat tulis yang berbeda warnanya. …………. Siswa diminta untuk membubuhkan tanda tangan sebagai jaminan rasa tanggung jawab. Tujuan yang akan dicapai dengan kuesioner tersebut. Pada introduksi atau pengantar kuesioner juga dikemukakan tujuan kuesioner diisi atau dijawab oleh responden. beladiri b. c. c. misalnya siswa kelas I mengisi kuesioner baru dalam minggu yang kelima atau keenam sesudah tahun ajaran dimulai. Dengan demikian dapat menghemat biaya.

1 Pengertian Wawancara Wawancara atau interview adalah suatu teknik memahami siswa dengan cara melakukan komunikasi langsung (face to face relation) antara pewawancara (interviewer) dengan yang diwawancarai (interviewee) untuk memperoleh keterangan atau informasi tentang siswa. 1983:69). 4) Pertanyaan yang diajukan dalam kuesioner bersifat terbatas. 2. yaitu wawancara yang dijalankan dengan suatu maksud yang berhubungan dengan employment (pekerjaan). 5) Pengaruh subjektivitas dapat dihindari. Sedangkan wawancara kelompok adalah wawancara yang terdiri atas seorang interviewer atau lebih menghadapi sekelompok interviewee. 4) Responden mempunyai waktu yang cukup untuk menjawab pertanyaan. 1983:69). 2) Informational interview. Berdasarkan jumlah orang yang diwawancarai. 2) Kuesioner hanya terbatas pada individu yang dapat membaca dan menulis. administrative interview.menghasilkan dua angket atau lebih. Dikatakan sebagai wawancara individual. wawancara dapat dibedakan menjadi wawancara individual dan wawancara kelompok (Walgito. 2) Setiap responden menerima sejumlah pertanyaan yang sama. Misalnya satu angket untuk siswa. dan counseling interview.2 Macam-macam Wawancara Ditinjau dari beberapa hal. antara lain: 1) Kuesioner belum memberikan jaminan bahwa responden memberikan jawaban yang tepat. 200 . jika wawancara yang dilaksanakan melibatkan seorang interviewer dengan seorang interviewee.5 Wawancara 2. sehingga ada halhal yang tidak dapat terungkap. yaitu wawancara yang dilakukan untuk keperluan administrasi. 4) Counseling interview. dan angket lainnya untuk orang tua siswa. 3) Administrative interview. wawancara ada bermacam-macam jenis. yaitu wawancara yang ditujukan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan. yaitu: 1) Dapat dipergunakan untuk mengumpulkan data kepada sejumlah responden dalam waktu singkat. 1) The employment interview.4. yaitu wawancara yang dilakukan untuk kepentingan konseling. kuesioner mempunyai nilai praktis karena memiliki beberapa kelebihan. atau menyampaikan suatu informasi kepada interviewee. 3) Responden mempunyai kebebasan untuk memberikan keterangannya.4 Kelebihan dan Kelamahan Kuesioner Sebagai suatu metode untuk memahami individu.5. 3) Kadang-kadang ada responden yang tidak bersedia mengisi kuesioner. Contoh kisi-kisi dan kuesioner untuk siswa pelajari secara mandiri dari Rahardjo dan Gudnanto (2011) 3. kuesioner juga mempunyai beberapa kelemahan yang perlu diperhatikan. wawancara dibedakan menjadi empat yaitu the employment interview. informational interview. Namun demikian. 2.5. Menurut tujuannya (Walgito.

inti interview. Pada tahap ini langkah-langkah pokok yang perlu dilakukan oleh konselor adalah: 201 . mulai interview. b. ialah pengolahan berbagai alternatif tindakan yang dapat dipilih sebagai hasil pengolahan masalah.5. 4) Akhir interview. maka pada bagian ini mengandung pokok-pokok: a. Menciptakan hubungan baik (rapport) dengan interviewee. 2) Mulai interview. Tetapi bila maksud dan tujuan wawancara untuk memberikan bantuan (wawancara konseling). Merumuskan masalah. Mengumpulkan berbagai informasi tentang klien yang ada hubungannya dengan persoalan yang akan dibicarakan. 1) The non-directive interview. Rencana tersebut hendaknya fleksibel. 1984:24-26) yaitu persiapan untuk interview. 2) The focused interview. b. c. dan akhir interview. c.3 Langkah-langkah Wawancara Jika konselor melakukan kegiatan wawancara. sikap membolehkan dan mempergunakan penjelasan-penjelasan dari dunia klien. pembentukan suasana positif yang netral. b. c. yaitu wawancara yang ditujukan kepada orang-orang tertentu yang mempunyai hubungan dengan objek-objek (kasus) yang diselidiki. Membuat rencana atau pedoman wawancara (interview guide). Mengenal dan memahami pandangan pihak interviewee. Perencanaan. Eksplorasi. Menyampaikan maksud dan tujuan diadakannya wawancara. maka ada empat langkah perlu lakukan (Wibowo. maka pada bagian ini konselor harus memperoleh data yang diinginkan. Menempatkan diri dalam dunia interviewee. dapat berubah dan diganti sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapi. Konsolidasi. Kegiatan yang perlu dilakukan adalah: a. dan the repeated interview (Walgito. yaitu wawancara yang dilakukan secara berulang. ialah pengembangan rencana untuk melaksanakan tindakan berdasarkan pemilihan terhadap alternatif yang telah dikembangkan. Bagian ini merupakan bagian di mana maksud dan tujuan wawancara harus dapat dicapai. d. the focused interview. d. Beberapa hal pokok yang perlu disiapkan konselor (konselor) untuk melakukan wawancara adalah sebagai berikut: a. Pokok-pokok persoalan yang akan dibicarakan ditulis dalam pedoman wawancara. Bila wawancara bermaksud mengumpulkan data klien. maka wawancara dapat dibedakan menjadi tiga yaitu the non-directive interview. jauh dari hal-hal yang dapat mengganggu perhatian dan campur tangan orang lain. yaitu wawancara yang dilakukan dalam proses konseling yang menggunakan cara atau teknik dengan menitik beratkan penerimaan pada klien. 2. 1983:69-70). 3) Inti interview. e. Menyiapkan tempat yang tenang untuk melakukan wawancara. 3) The repeated interview. serta mengikuti teknik wawancara yang sesuai dengan kepribadiannya.Gambar 5 Wawancara kelompok Menurut peranan yang dimainkan. percaya kepada kebijaksanaan klien. ialah mengolah masalah yang telah ditemukan dan dirumuskan. 1) Persiapan untuk interview. Mendorong interviewee untuk mengemukakan informasi atau masalah yang akan diungkap/diketahui interviewer.

e. b. Untuk itu wawancara harus memenuhi syarat-syarat valid. Memantapkan hasil yang telah disepakati. Menuntut keterampilan dan penguasaan bahasa yang baik dari interviewer. Tidak dibatasi oleh kemampuan membaca dan/atau menulis dari interviewee. Mempunyai kemungkinan masuknya data lebih mendalam dan lebih tepat (dibandingkan dengan kuesioner yang ada kemungkinan diisi oleh orang lain) f. Dapat menimbulkan hubungan pribadi yang lebih baik g. Adanya pengaruh-pengaruh subjektif interviewer yang dapat mempengaruhi hasil wawancara. d. Menghentikan wawancara atas kehendak bersama dengan tetap membina rapport. yaitu pada waktu mengadakan observasi terhadap individu yang bersangkutan sekaligus juga diwawancarai. Artinya orang yang tidak dapat membaca dan/atau pun menulis dapat diajak wawancara d. yaitu: a. Konselor dapat memberikan penjelasan terhadap pertanyaan-pertanyaan yang kurang jelas h. Bisa artinya pengaruh yang mengganggu. 2. wawancara sebagai teknik pengumpulan data juga mengandung beberapa kekurangan. tidak mengandung bisa.5. 1975:50-51). relevan. atau sebaliknya e. Persoalan yang akan diungkap dalam wawancara harus dipersiapkan dengan cermat dan sistematik (kisi-kisi wawancara). Wawancara dikatakan valid apabila mencakup pendapat interviewee itu sendiri tanpa adanya pengaruh dari luar. 1) Valid.5 Syarat-syarat Wawancara Agar wawancara mendapatkan hasil yang baik. Dapat dilaksanakan kepada setiap individu c. 2) Namun demikian selain berbagai keuntungan sebagaimana di atas. Kerahasiaan pribadi lebih terjamin. Wawancara merupakan teknik yang tepat untuk mengungkapkan keadaan pribadi b. 202 . c. Dapat diadakan serempak (bersamaan) dengan observasi. wawancara mempunyai beberapa kelebihan dan kelemahan (Djumhur & Surya. Menentukan waktu wawancara berikutnya (bilamana masih dianggap perlu untuk dilanjutkan). 2) Relevan. b. Menyimpulkan hasil wawancara. hangat. komunikatif (Hendrarno. Sugiyo & Supriyo. 4) Komunikatif. 1987:82). 2. maka untuk memperoleh hasil wawancara yang baik harus dipenuhi: a. Mengacu pada berbagai pendapat yang telah dikemukakan oleh Walgito (1983:50-51). c. kemudian dirumuskan dalam pedoman wawancara (interview guide). Wawancara terlalu banyak memakan waktu dan mungkin pula tenaga dan biaya. Sugiyo & Supriyo (1987:80-81). d.a. Situasi wawancara mudah terpengaruh oleh situasi alam sekitar. Untuk itu interviewer harus mendalami materi yang akan ditanyakan. 3) Tidak mengandung bisa. Hendrarno.4 Kelebihan dan Kekurangan Wawancara Sebagai metode untuk memahami siswa. Tidak mengandung bisa berarti tidak ada pengaruh dari luar yang mengganggu wawancara. dan menyenangkan sehingga interviewee dapat bebas dan terbuka untuk memberikan informasi atau keterangan. 1) Kelebihan wawancara adalah: a. maka interviewer harus dapat menciptakan situasi yang bebas. Sangat tergantung kepada individu yang akan diwawancarai. terbuka. Penilaian hasil upaya yang telah diperoleh.5. Winkel (1991:250-251). e.

Hindarkan sikap menonjolkan aku interviewer. namun jangan mengganggu jalannya wawancara. situasi dak kondisi yang dihadapi interviewer pada saat itu walaupun wawancara sudah dipersiapkan secara sistematis (terstruktur). Bagaimanakah pengenalan anda terhadap Burisrawa? Menurut pengamatan anda. Bersikap waspada terhadap kemungkinan bahwa informasi yang diberikan tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya atau interviewee menghindari jawaban yang terbuka terhadap pertanyaan tertentu. h. PEDOMAN WAWANCARA (INTERVIEW GUIDE) Tidak Langsung : 1 (pertama) : Memperoleh informasi tentang sebab-sebab siswa terisolir dalam kelompoknya (kelas) : Guru matapelajaran/Wali Kelas/Siswa lain : Burisrawa : 15 Mei 2010 : Ruang BK SMP Pringgodani Kudus Pertanyaan Jawaban 4. i. e. Contoh 3.1 Wawancara ke Tujuan Responden Nama siswa Tanggal wawancara Tempat wawancara N o. Interviewer harus selalu membina hubungan baik (rapport) dengan interviewee yaitu sebelum. Catatlah segera hasil wawancara. mengikuti pelajaran b. kelompok belajar d. dan setelah wawancara. Minta izin kepada interviewee untuk membuat catatan seperlunya. Bertindak asertif selama proses wawancara berlangsung. kegiatan ekstra-kurikuler Bagaimanakah hubungan sosial Burisrawa dengan siswa lainnya: a.b. m. 3. siapakah teman akrabnya di kelas? Menurut pengamatan anda bagaimana kegiatan Burisrawa dalam: a. Menghindari pertanyaan-pertanyaan yang sugestif. Pergunakanlah waktu sebaik mungkin untuk memperoleh keterangan atau informasi yang diharapkan. Tujuan dan maksud diadakan wawancara harus dijelaskan sebaik-baiknya kepada interviewee. pada saat. jelas dan mudah dipahami. Interviewer harus mengontrol isi wawancara. c. Namun. g. yang memberikan indikasi terselubung mengenai jawaban yang ideal atau cenderung mengungkap jawaban tertentu demi memberikan kesan yang baik. sekelas b. maksudnya pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dapat diperluas sesuai dengan kebutuhan. Pergunakanlah bahasa yang sederhana. 1. lain kelas 203 . Pertanyaan sedapat mungkin dikomunikasikan secara cross examining. sebab hal itu dapat mengecilkan diri interviewee. j. d. Karena hubungan baik ini sedikit banyak mempunyai pengaruh dalam proses dan hasil wawancara. f.5. lebih baik tidak membuat terlalu banyak catatan selama wawancara berlangsung. Interviewer harus menjaga jangan sampai ada waktu diam (jeda) yang terlalu lama. diskusi kelompok c. l. n. k. 2.

…………………… Interviewer. Siapakah teman sekelas yang anda anggap sebagai teman akrab? 3. …………………………… tanda tangan dan nama terang Contoh 3. Menurut pendapat anda.5. Menurut pendapat anda bagaimana kegiatan anda dalam: a. Menurut pendapat anda.2 PEDOMAN WAWANCARA (INTERVIEW GUIDE) Langsung Wawancara ke Tujuan Responden Nama siswa Tanggal wawancara Tempat wawancara N o. lain kelas 6.5. kelompok belajar d. 1. mengikuti pelajaran b. sekelas b. hal-hal apa sajakah yang menyebabkan anda terisolir dalam pemilihan teman kelompok belajar? 204 . diskusi kelompok c. Bagaimanakah hubungan sosial anda dengan siswa lainnya: a. hal-hal apa sajakah yang menyebabkan Burisrawa terisolir dalam pemilihan teman kelompok belajar? Kesimpulan/catatan: Kudus. Hal-hal apa yang menarik bagi anda tentang teman sekelas yang menjadi teman akrab anda? 4. : 1 (pertama) : Memperoleh informasi tentang sebab-sebab siswa terisolir dalam kelompok belajar di kelasnya : Siswa yang bersangkutan : Burisrawa : 17 Mei 2010 : Ruang BK SMP Pringgodani Kudus Pertanyaan Jawaban Bagaimanakah hubungan sosial anda dengan teman satu kelas? 2. kegiatan ekstra-kurikuler 5.

gali variabel-variabel observasi. jika perlu tanyakan kepada teman sejawat. Pelajari bab III buku ajar ini baik-baik. 205 . (d) skala penilaian. 3. 5. sistematis. Berlatihlah menyusun instrumen-instrumen nontes untuk memahami individu. 2. dan (e) alatalat bantu mekanik (seperti tape recorder. Lembar Kegiatan Untuk memperoleh pemahaman yang mendalam pada bab ini seyogyanya saudara mengikuti langkah-langkah berikut: 1. cermati data yang diperoleh dari setiap instrumen tersebut. …………………………… tanda tangan dan nama terang C. Menurut cara dan tujuannya observasi dibedakan menjadi (a) observasi partisipatif. dan hasilnya dicatat serta dimaknai (diinterpretasikan) dalam rangka memperoleh pemahaman tentang subjek yang diamati. yaitu (a) observasi terhadap situasi bebas (free situation). handycam. ada beberapa alat bantu yang bisa digunakan untuk mendukung observasi yaitu (a) daftar riwayat kelakuan atau catatan anekdot. baik untuk data perorangan maupun kelompok. Interviewer. kamera digital dan manual. ……………………. Berlatihlah melakukan analisis instrumen nontes untuk memahami individu. atau cari penjelasannya di buku-buku psikologi dan/atau bimbingan dan konseling. dosen atau instruktur. Observasi dilakukan dengan mengikuti langkah-langkah sebagai berikut: tentukan tujuan observasi. bisa pula download dari internet. Agar kegiatan observasi dapat berjalan dengan baik. dan cobalah mengaplikasikannya dalam bimbingan dan konseling. gali pula sub variabel. pastikan dan fahami materi observasi.7. (c) daftar cek. camera CCTV. Latihan 1. Bagaimanakah anda memaknai hubungan sosial antar teman di kelas anda? Kesimpulan/catatan: Kudus. Rangkuman 1. tetapkan indikator. Cermati beberapa istilah penting yang ada di dalamnya. E. 4. computer). siapkan pula alat tulis berupa spidol warna atau stabilo untuk mensaudarai hal-hal yang penting. (b) observasi yang dimanipulasikan (manipulated situation) (c) observasi terhadap situasi yang setengah terkontrol (partially controlled). Diskusikan dan bandingkan hasil analisis yang sudah dibuat setiap anggota kelompok dari contoh 1-8 dengan teman-teman satu kelompok kerja D. Bentuklah kelompok kerja yang beranggotakan 5-8 orang. Observasi sebagai alat pengumpul data adalah kegiatan pengamatan (secara inderawi) yang direncanakan. atau lihat kamus/ensiklopedi. Berlatihlah menggali data dengan beberapa instrumen nontes untuk memahami individu. observasi dibagi menjadi tiga jenis. dan (c) observasi experimental. (b) observasi sistematis. (b) catatan berkala. Berdasarkan situasi yang diamati.

4. mendalami masalah individu dan kelompok. wawancara dapat dibedakan menjadi tiga yaitu the non-directive interview. Di dalam kuesioner terdapat dua bagian yang pokok yaitu bagian yang mengandung identitas. wawancara dapat dibedakan menjadi wawancara individual dan wawancara kelompok. 3. Sosiometri merupakan suatu metode atau teknik untuk memahami individu terutama untuk memperoleh data tentang jaringan hubungan sosial antarindividu (antarpribadi) dalam suatu kelompok. dan bagian yang mengandung pertanyaan-pertanyaan yang ingin memperoleh jawabannya. kuesioner terbuka. Daftar Cek Masalah (DCM) sangat bermanfaat bagi konselor terutama dalam menggali informasi tentang masalah-masalah yang terkadang sudah terlupakan oleh individu.2. Pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat berbentuk tiga macam yaitu pertanyaan yang tertutup. sebelum membuat item kuesioner perlu dirancang kisi-kisinya. Instrumen atau alat untuk memperoleh materi sosiometri adalah angket sosiometri. Berdasarkan sifatnya wawancara dapat bersifat langsung dan tidak langsung. dan interview treatment. dan kuesioner terbuka tertutup. Dan diitinjau dari pelaksanaannya wawancara dibedakan menjadi dua yaitu wawancara yang terencana atau terstruktur (structured interview). Wawancara bersifat langsung jika konselor memperoleh data itu langsung dari klien itu sendiri. Kuesioner atau angket merupakan suatu teknik atau cara memahami siswa dengan mengadakan komunikasi tertulis. informational interview. interview diagnotis. inti interview. Preferensi pribadi dinyatakan dalam kesukaan untuk berada bersama dalam melakukan kegiatan tertentu. dan wawancara yang bebas atau tidak terencana atau tidak terstruktur ( non-structured interview). Untuk itu. Dengan demikian data psikologis yang dikumpulkan dengan angket sosiometri mudah untuk dianalisis dan dipahami (dibaca). Analisis DCM dapat dilakukan secara individual maupun kelompok. yaitu dengan memberikan daftar pertanyaan yang harus dijawab atau dikerjakan oleh responden secara tertulis pula. the focused interview. kuesioner dapat dibagi menjadi tiga. Sementara itu ditinjau dari cara memberikannya. dan pertanyaan yang terbuka dan tertutup. Kegiatan wawancara dilakukan melalui empat langkah yaitu persiapan untuk interview. Menurut peranan yang dimainkan. wawancara dibedakan menjadi empat yaitu the employment interview. dan akhir interview. Dilihat dari bentuk pertanyaannya. Dalam setiap 206 . dan counseling interview. yaitu dengan menggunakan beberapa pertanyaan yang berisi mengenai siapa yang disukai (dipilih) dan siapa yang tidak disukai (ditolak) di antara anggota kelompoknya. berdasarkan preferensi pribadi antara anggota-anggota kelompok. yaitu kuesioner tertutup. DCM sangat berguna untuk melengkapi data. Bagian yang mengandung pertanyaan fakta atau opini ialah bagian yang mengandung pertanyaan-pertanyaan untuk mendapatkan fakta atau opini. kuesioner dapat dibedakan menjadi kuesioner langsung dan kuesioner tidak langsung. dan the repeated interview. Wawancara atau interview adalah suatu teknik memahami siswa dengan cara melakukan komunikasi langsung (face to face relation) antara pewawancara (interviewer) dengan yang diwawancarai (interviewee) untuk memperoleh keterangan atau informasi tentang siswa. 5. Ditinjau dari fungsinya. Agar data sosiometri tersebut mudah dipahami siapa yang popular (paling disukai/disenangi) dan siapa yang terisolir (tidak disukai atau tidak dipilih). atau dinyatakan dalam ungkapan perasaan terhadap anggota-anggota kelompok untuk melakukan suatu kegiatan tertentu. Berdasarkan jumlah orang yang diwawancarai. Suatu kuesioner yang baik harus dipersiapkan dan dirancang dengan baik pula. administrative interview. maka data tersebut harus disajikan dalam bentuk tabel (disebut matrik sosiometri) dan bentuk gambar (disebut sosiogram). Menurut tujuannya. mulai interview. pertanyaan yang terbuka. DCM digunakan oleh konselor karena dinilai efisien dan efektif bagi pengungkapan masalah-masalah yang dialami individu. wawancara dibedakan menjadi tiga yaitu interview research.

Sebagai instrumen yang digunakan sebagai need assesment. Jika data yang anda peroleh menggunakan berbagai instrumen dan metode diatas dirasa kurang sesuai dengan kondisi siswa yang sesungguhnya. kuesioner. Kerjakan semua contoh observasi mulai dari contoh 1 sampai dengan contoh 8. Mengingat berbagai metode diatas mengandung kelebihan dan keterbatasan. pengumpulan data DCM. derajat intervensi. lengkapi dengan interpretasinya. Jelaskan arti penting penggunaan metode non-tes dalam memahami individu dalam layanan bimbingan dan konseling 2. sosiometri maupun wawancara perlu dianalisis agar diperoleh simpulan yang bermakna. apa saja yang perlu anda perhatikan dalam mengolah data DCM maupun Sosiometri guna penyusunan program layanan bimbingan dan konseling yang benar-benar tepat dan dibutuhkan oleh siswa? 3. 5. 7. F. 207 . apa yang akan anda lakukan guna meningkatkan pemahaman anda tentang siswa-siswa yang anda bimbing? 4. setiap konselor hendaknya: menggunakan data pembanding yang dapat meningkatkan tingkat validitas data yang diperoleh. Buatlah kuesioner dilengkapi dengan kisi-kisinya yang tujuannya adalah untuk mengungkap data-data awal yang anda butuhkan untuk kegiatan konseling. sehingga data tersebut dapat dimanfaatkan untuk keperluan bimbingan dan konseling. kedalaman pembicaraan dan pengaruh waktu.6. Hasil yang diperoleh melaui observasi. wawancara terdapat tiga dimensi wawancara yaitu kekayaan dan kecermatan. Tes Formatif 1.

salah satu di antaranya adalah penggunaan data tes psikologis yang merupakan kegiatan pendukung bimbingan konseling yaitu aplikasi instrumentasi bimbingan konseling dengan teknik tes. dan (5) Memilih dan mengadministrasikan instrumen untuk mengungkapkan kondisi aktual konseli berkaitan dengan lingkungan.BAB IV PEMAHAMAN INDIVIDU TEKNIK TES Kegiatan Belajar 3 A. mengenal lingkungan.1.2 Tujuan Tes Psikologis Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 28/1990 tentang Pendidikan Dasar (pasal 25) dan Peraturan Pemerintah Nomor 29/1990 tentang Pendidikan Menengah (pasal 27) disebutkan. Opersionalisasi bimbingan konseling di sekolah --. setelah mempelajari materi ini. (3) Mengadministrasikan asesmen untuk mengungkapkan masalah-masalah konseli.1 Konsep Dasar Tes dalam Bimbingan dan Konseling 4. Dengan demikian tes psikologis ini dapat memberikan gambaran tentang aneka ragam sifat individu. B. c) tes memandang bahwa atas dasar jawaban pertanyaan atau pelaksanaan tugas testi ditarik suatu simpulan tentang contoh atau profil perilaku individu d) tes disusun secara sistematis dan objektif --. Pengertian lain yang perlu dipunyai oleh siswa adalah bahwa apa yang diungkapkan melalui tes itu bukan gambaran keseluruhan dirinya melainkan wakil belaka dari keseluruhan segi kepribadiannya (a sampel of behavior) yang maunya diukur. umpamanya tinggi dan berat badan orang.1 Pengertian Tes Psikologis Dalam bidang bimbingan dan konseling.1.yang kemudian populer dengan istilah BK POLA 17 PLUS --. Tes psikologis dengan demikian diasumsikan mempunyai sumbangan yang cukup signifikan dalam pelayanan bimbingan 208 . (c) tes bakat. diharapkan peserta pelatihan (a) memahami konsep dasar tes bimbingan dan konseling. 4. Munandir (1996:125) mengingatkan bahwa ada hal penting yang harus dicatat. akan menampakkan aneka ragam perbedaan-perbedaan individu. sesuai dengan kebutuhan pelayanan bimbingan dan konseling. (d) tes kepribadian. dan (e) tes prestasi belajar. kelompok maupun standar yang telah ditetapkan. yaitu bahwa ukuran yang dihasilkan pengetesan (atau pengukuran psikologis) itu nisbi sifatnya. Kompetensi dan Indikator Kompetensi yang terkait dengan materi ini adalah (1) Memilih teknik asesmen. dan (4) Memilih dan mengadministrasikan teknik asesmen pengungkapan kemampuan dasar dan kecenderungan pribadi konseli. Oleh karena itu. tes yang dimaksudkan adalah tes pikologis atau psikotes. (2) Menyusun dan mengembangkan instrumen asesmen untuk keperluan bimbingan dan konseling. Uraian Materi 4. sehingga dapat dikatakan bahwa tes psikologis adalah alat untuk mengukur perbedaan individu.dengan cara membandingkan hasil yang dicapainya dengan individu lain. Maksudnya.merupakan perangkat dan prosedur untuk menetapkan profil perilaku individu --. bahwa bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada siswa dalam rangka upaya menemukan pribadi. Dari berbagai batasan tentang tes yang telah dikemukakan para pakar. angka hasil pengukuran itu tidak mutlak seperti halnya hasil yang didapat dari kalau orang mengukur. (b) tes inteligensi. dapat disimpulkan bahwa suatu tes mengandung pengertian yang mencakup: a) tes berupa seperangkat alat yang digunakan untuk mengungkapkan ciri-ciri psikologis individu (testi) dengan cara melakukan pengukuran b) tes merupakan tugas atau serangkaian tugas yang berbentuk pertanyaan atau perintah yang harus dijawab atau dilakukan individu. dan merencanakan masa depan.

Pada awal perkembangan tes psikologis. Misalnya kita ingin mengetahui kecerdasan atau kemampuan berpikir seseorang. sampling of tasks. 1. metodologi yang dimaksudkan adalah dengan melakukan testing. validity. Pada umumnya penggolongan tes yang terakhir yang sering digunakan yaitu: a. 4. Sementara Cronbach (1984:28) mengklasifikasi-kan tes menjadi dua golongan besar. tes itu harus objektif e. Sedangkan Suryabrata (1984b:23) menyatakan bahwa : a.3 Dasar Pikiran Penggunaan Tes Psikologis Dasar pikiran utama dari kegiatan testing adalah upaya untuk mencari jawaban atas masalah kebutuhan akan metodologi penelitian psikologi yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. yaitu (1) tes yang mengukur performansi maksimum (test of maximum performance). tes itu harus reliabel c. Morgan & King (1971: 311-314) menyatakan bahwa suatu tes psikologis yang baik mempunyai karakteristik yang menyangkut reliability. scholastic test) 209 . Membantu siswa untuk mengenal dirinya sendiri. dan (2) tes yang mengukur performansi tipikal (test of typical performance). tes itu harus komprehensif g. yaitu dalam rangka membantu peserta didik menemukan pribadi dan agar mampu berkembang secara optimal. 3. Membantu orang tua untuk menganl anaknya.1. sekolah membutuhkan tes untuk kepentingan membedakan siswa yang abnormal (feebleminded) dari siswa yang normal (Stamboel. tes prestasi belajar (achievement test. Membantu kepala sekolah dalam menetapkan suatu kebijakan. Dengan tes sesungguhnya kita berupaya untuk menimbulkan suatu reaksi pada diri orang yang dites melalui rangsang-rangsang tertentu. tes psikologis mempunyai tujuan sebagaimana dipaparkan berikut ini. tes inteligensi (intelligence test) b.4 Syarat-syarat Tes Psikologis Suatu tes psikologis yang baik harus memenuhi syarat-syarat tertentu. Jenis rangsang ini disesuaikan dengan aspek psikis yang hendak diketahui atau diukur. Dari berbagai reaksi yang muncul. Kemudian di sekolah diadakan penggolongan anak berdasarkan kemampuannya yaitu : ~ anak-anak yang terbelakang kemampuan belajarnya (educationally retarded) ~ anak-anak yang normal ~ anak-anak yang berkemampuan lebih dari normal (intellectually gifted). aptitude test) c. tes itu harus distandarisasikan d. tes itu harus valid b. 4. Dalam bidang psikologi. Membantu guru dalam merencanakan dan mengelola pengajaran. dapat disusun suatu kesimpulan tertentu tentang kemampuan berpikirnya. tes bakat khusus (special ability test. tes itu harus mudah digunakan 4. (3) personality. standardization group. maka kepada dia harus diberikan berbagai rangsang yang dapat menimbulkan aktivitas berpikir.konseling di sekolah. (2) special ability. 2. 5. Di lingkungan pendidikan formal (sekolah) kebutuhan dan dorongan semacam itu terasa sekali di kalangan guru. prediction from measurement.1. 1986:25).1. Tyler & Walsh (1979:43) menggolongkan tes psikologis menjadi tiga bidang. Untuk keperluan bimbingan konseling. 4. yaitu (1) intelligence.5 Jenis-jenis Tes Psikologis Tes psikologis sangat banyak macam ragamnya. karena itu untuk mendapatkan pemahaman yang baik perlu dilakukan klasifikasi tes. tes itu harus diskriminatif f. tes kepribadian (personality test) d. Dalam kaitannya dengan penyelenggaraan bimbingan konseling di sekolah.

Urusan Reproduksi dan Alat-alat Tes – URDAT) 210 .89 70 . sedangkan yang diperoleh Doni 89 diartikan agak kurang cerdas. antara lain si ibu dan guru pembimbing di SMP tersebut di atas. Kenyataan ini sering membingungkan pemahaman dan mengecewakan orang awam tentang angka kecerdasan. 4. cerdas. Wechsler (SPM/CPM) Cattel (CFIT) (WAIS/WISC) 170 ke atas 95 90 75 140 – 169 120 -139 110 –119 128 ke atas 120 – 127 111 – 119 50 25 10 90 .2 Tes Inteligensi 4. Misalnya nilai kecerdasan yang diperoleh Ani 75 diartikan cukup cerdas.2. Justru pengrtian-pengertian semacam itulah yang sering menimbulkan kekecewaan pada banyak orang. Kebisaaan untuk mendeskripsikan kecerdasan.109 80 . Di sinilah peran guru pembimbing untuk ditonjolkan dengan memberikan penjelasan yang benar tentang angka kecerdasan tersebut sehingga tidak menimbulkan salah pengertian. Lebih-lebih lagi jika angka kecerdasan tersebut dikaitkan dengan prestasi belajar siswa. kurang cerdas dengan mengacu pada angka-angka kecerdasan yang diperoleh dari suatu tes kecerdasan. tepat. dan berhasil.79 30 – 69 50 – 69 30 – 49 di bawah 30 91 – 110 80 – 90 66 – 79 5 65 ke bawah (Sumber : Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Tabel 1 Klasifikasi/Tingkat/ Taraf Inteligensi Genius Very Superior Sangat Cerdas Superior Cerdas High Average Above Average Bright Normal Cukup Cerdas Average Rerata Sedang/Normal Low Average Dull Normal Agak Kurang Cerdas Borderline Kurang Cerdas Mentally Deffective Sangat Kurang Cerdas ~ Debil ~ Embisil ~ Idiot KLASIFIKASI DAN ANGKA KECERDASAN Angka kecerdasan menurut : Raven Binet.1 Pengertian Inteligensi Inteligensi dapat diartikan sebagai kemampuan potensial individu dalam menggunakan pikirannya untuk mempelajari dan menyesuaikan diri dengan lingkungannya dalam memecahkan persoalan-persoalan baru ataupun persyaratan dari tuntutan yang dihadapinya secara cepat.4.2.2 Angka Kecerdasan dan Realitanya Dalam kehidupan sehari-hari kita sering dihadapkan pada perbincangan tentang orang-orang yang pandai. kepandaian seseorang dengan melihat penampilan yang tampak sebagaimana dua kasus di atas sudah merupakan kecenderungan orang awam.

2. nantinya anak yang memiliki 13 CA akan meiliki 10 (9. Para ahli mulai menyadari bahwa tes inteligensi bukanlah hal yang almighty (serba baik.2. terpencar dan tidak saling berhubungan 4. maha kuasa) . Tes-tes diperhitungkan secara sama SKALA NILAI 1. 1982:22) Tabel 2 PERBANDINGAN SKALA UMUR DAN SKALA NILAI SKALA UMUR 1.4. Distandarisasikan secara internal dan tidak fleksibel 5. Penilaian gradual 6. Binet tidak memiliki teori inteligensi tertentu. IQnya adalah 128 {(9:7)x100}. karena mereka dianggap memerlukan bantuan khusus dalam proses pendidikan. Tes-tes diperhitungkan secara tidak sama 211 . Tidak seluruhnya dapat diperlakukan secara statistik 8. Pada akhirnya disadari bahwa tes inteligensi mempunyai kelemahan-kelemahan. Penilaian alternatif 6.3. serba kuat. pada akhirnya timbul keragu-raguan terhadap tes inteligensi itu sebagai alat peramal. dan IQnya akan tetap 128.2 Perkembangan dan Macam Tes Inteligensi Dalam perkembangannya. Kuantitatif 7. sedangkan anak yang paling rendah dalam tes disebutnya miskin. Secara matematis dapat direfleksikan sebagai berikut : Menurut Stern pada hakekatnya IQ manusia relatif stabil sepanjang hidupnya. Sebagai contoh. serba menentukan dalam segala hal. Istilah IQ atau Intelligence Quotient diperkenalkan pertama kali oleh William Stern. Skala nilai untuk penilaian tunggal 2. Tes yang tidak bertingkat. 4. IQ = MA x100 CA Menurut teori Stern. Keduanya menulis serangkaian karangan dalam L'Annee Psychologique. cemerlang). Prabu. Seluruhnya dapat diperlakukan secara statistik 8. tes yang telah sekian lama diterima banyak orang tanpa kritik. Anak yang paling pandai dalam tes disebut bright (pandai.8) MA.3 Penggunaan Beberapa Jenis Alat Ukur Inteligensi 4. Distandarisasikan secara eksternal dan tidak fleksibel 5.3. 1984:112. Tiap tes diberi tingkatan dan dapat digunakan untuk umur yang ber-bedabeda 4.1 Asal Mula Pengukuran Inteligensi Orang yang dianggap sebagai pelopor dalam pengukuran inteligensi adalah Alfred Binet. Seleksi berdasarkan hubungan sukses dengan umur 3. yang diperoleh dari umur mental anak dibagi umur kronologisnya. Ia menemukan teori bahwa pada setiap tingkat umur beberapa anak lebih baik dari anak lainnya. Seleksi berdasarkan fungsi yang diukur 3. Kualitatif 7. Tes ini bisaa disebut kemampuan untuk memikirkan hal-hal abstrak. Skala umur untuk kelompok berganda 2. tetapi ia bekerja di bidang tes-tes yang menunjukkan sampel tingkah laku anak dan membedakan kemampuan dari tingkat umur yang berbeda-beda. Di Amerika. Karenanya timbul usaha-usaha untuk mengatasi berbagai kelemahan tes inteligensi. Untuk menunjukkan ciri-ciri dan keuntungan skala nilai (point scale) Yerkes dan Foster membuat perbandingan antara skala umur dan skala nilai sebagaimana terjabarkan dalam tabel 2 berikut (Suryabrata. Tes ini dapat digunakan untuk semua anak yang mempunyai latar belakang berbeda-beda. jika seorang anak mempunyai 7 CA dan 9 MA. Definisinya digunakan untuk dasar penyusunan item-item tes. tes Binet ini telah dikembangkan oleh Lewis Terman dari Universitas Stanford dan diberi nama Tes Stanford Binet. Sejak tahun 1904 Binet dan Henri telah memikirkan untuk mengembangkan metode obyektif guna menyeleksi anak-anak yang lambat mental.2. seorang ahli psikologi bangsa Perancis.

Porteus mengembangkan tes labyrinth (maze test) yang dianggapnya sebagai tes yang bebas dari pengaruh kebudayaan. Ukuran-ukuran untuk berbagai umur relatif dapat dibandingkan Para ahli yang menggunakan skala nilai dalam pengukuran inteligensi di antaranya David Wechsler dan JC Raven.Wechsler Intelligence Scale for Children) maupun tes untuk orang dewasa (WAIS --.9. baik tes untuk anak-anak (WISC --. 1984:1). Raven Progressive Matrices dimaksudkan sebagai tes non-verbal yang dirancang untuk mengukur kemampuan untuk mengerti dan melihat hubungan antara bagian-bagian gambar yang disajikan sserta mengembangkan pola berpikir yang sistematis. sedangkan sebagian kecil mengukur spatial aptitude. inductive reasoning. Menganalisis fungsi-fungsi yang berkembang 10. dan perceptual accuracy (Sugiyanto. Tes ini sebagian besar mengukur general factor. Salah satu contoh item tes Raven Progressive Matrices adalah sebagaimana gambar 6 berikut ini.Wechsler Adult Intelligence Scale). Gambar 5 Model Tes Labyrinth Testi harus menunjukkan jalan tersingkat untuk masuk dan selanjutnya keluar dari labyrinth itu sebagaimana ditunjukkan oleh anak panah. dkk. Ukuran-ukuran umur relatif dibandingkan fungsi-fungsi yang untuk berbagai tidak dapat 9. Model tes tersebut adalah seperti pada gambar 5 berikut. Tes inteligensi dari Wechsler ini sebenarnya juga merupakan tes yang terikat budaya karena terdiri dari kelompok verbal dan performance. Gambar 6 Item A1 dari SPM 212 . Menganalisis nampak 10.

4 Perlakuan Bimbingan Konseling Pada Tiap Tingkat Kecerdasan Mengacu pada klasifikasi dan angka kecerdasan tersebut di atas. 4. 5. Tes ini dapat dipergunakan untuk orang normal tanpa batasan waktu. Genius. 1984:1). maka perlakuan guru pembimbing pada setiap tingkat kecerdasan dapat dideskripsikan sebagai berikut : 1. 2. di sekolah bisaa dan masih dapat dikembangkan aspek afektifnya. karena kelompok ini mulai ada kerawanan yang kadang kala menimbulkan tinggal kelas. anak yang mengalami hambatan mental. A. adalah kelompok anak yang sehari-hari disebut sebagai slow learners (lamban belajar).2. CPM dapat berbentuk buku soal ataupun papan.5 tahun dengan masing-masing jarak adalah setengah tahun. Superior. untuk masing-masing golongan usia tersebut (16 golongan) dikenai norma yang berbeda untuk menentukan tingkat kecerdasan mereka. A.Raven Progressive Matrices terdiri atas tiga tes dengan penggunaan yang berbeda-beda (Sugiyanto. Tes ini dapat dipergunakan untuk anak usia 5 . High Average.B. studinya relatif stabil. masing-masing dikenai norma yang berbeda.D. Ab dan B. 213 . Individu yang mempunyai taraf inteligensi ini hendaknya diberi pendidikan luar bisaa supaya dapat teraktualisasikan kognitifnya. Average. 6. yaitu : 1) Standard Progressive Matrices (SPM) SPM terdiri dari 60 soal yang dikelompokkan ke dalam lima seri. Revisi dilakukan pada tahun 1947 dan 1962. Guide to the Standard Progressive Matrices Sets A. mereka dapat ditempatkan di sekolah bisaa tetapi ada tambahan berupa layanan individual (program pengayaan atau akselerasi). Tabel 3THE SELF-ADMINISTERED or GROUP TEST Percentile Point 95 90 75 50 25 10 5 20 55 54 49 44 37 28 23 25 55 54 49 44 37 28 23 30 54 53 47 42 34 25 19 Chronological Age in Years 35 40 45 50 53 52 50 48 51 49 47 45 45 43 41 39 40 38 35 33 30 27 24 21 55 46 43 37 30 18 60 44 41 35 27 15 65 42 39 33 24 13 - (Sumber : Raven. C. 3) Advanced Progressive Matrices (APM) APM pertama kali disusun pada tahun 1943. 3. Misalnya dengan mengirimkannya untuk sekolah di luar negeri. Tes ini dapat dipergunakan untuk orang normal usia 6-65 tahun. 1960) untuk individual test usia 6 sampai dengan 13. and E) 4. karena pada umumnya di luar negeri sudah tersedia lembaga pendidikan yang memadai untuk anak genius. 1960.11 tahun. Very Superior. Jika tes ini dipergunakan dengan batasan waktu (selama 40 menit) berarti untuk mengukur kecepatan dan kemampuan intelektual. B.C. Sedangkan untuk group test mulai dari usia 8 sampai dengan 14 tahun dengan jarak setengah tahun (jadi ada 13 golongan). karena hasil belajarnya bisa naik dan bisa pula turun. yakni untuk mengukur kemampuan observasi dan clear thinking. mulai diperlukan adanya bimbingan preventive. dkk. 2) Coloured Progressive Matrices (CPM) CPM terdiri dari 36 soal yang dikelompokkan ke dalam tiga seri. Norma CPM yang asli (Raven. merupakan tingkat kecerdasan yang paling tinggi. D dan E. Mereka ini perlu memperoleh tambahan pengajaran yang disesuaikan (adjusted curriculum practice). dan orang lanjut usia. Low Average.

Dari pengertian tersebut. misalnya kemampuan berbahasa. yaitu : 8. Idiot. misalnya membersihkan tempat tidur. Dalam kegiatan pendidikan Munandir (2001:15-16) mengatakan. Sedangkan faktor-faktor khusus seperti mengapa Jefri lebih suka menekuni musik dan dengan cepat dapat mengekspresikan isi hatinya ke dalam nadanada yang tersususn rapi dan dinamis. Karena itu lebih bijaksana jika mereka ditempatkan di Sekolah Semi Luar Bisaa. kemampuan bermain musik dan lain-lain. merupakan anak-anak yang harus ditempatkan di Sekolah Luar Bisaa. 4. Mereka ini dapat dididik untuk melakukan kebisaaan-kebisaaan yang baik untuk memenuhi kebutuhannya sendiri dan lingkungannya yang terkecil. 8. bahwa usaha untuk menemukan. serta Dono lebih cepat mengekspresikan apa yang ditangkapnya menjadi banyolan-banyolan segar. adalah mereka yang dikatakan sebagai individu yang mampu didik (marginal independent atau independent retarded atau educable) yaitu kelompok anak yang masih bisa menerima pendidikan yang diberikan di dalam situasi sekolah (Sekolah Luar Bisaa). mengenal dan memahami bakat siswa merupakan perkara yang penting. pengetahuan dan ketrampilan khusus. menyapu dan membersihkan halaman. sedangkan mereka mempunyai gradasi kecerdasan yang sama. Borderline. menyemir sepatu.1.3 Tes Bakat 4.dan hal perlu dilakukan sedini mungkin. kemudian dikembangkan dan disalurkan sehingga siswa dapat berkembang seoptimal mungkin. Maka hal-hal yang diajarkan kepada anak didik baik di sekolah maupun di lingkungan keluarga dan masyarakat adalah kemampuan-kemampuan yang mengandung unsur-unsur kebudayaan. Dalam diri seseorang terdapat kondisi atau karakteristik tertentu yang merupakan bekal atau modal untuk berbuat (bertingkah laku) 214 . Mentally Deffective. kemudian dikenali. merupakan faktor khusus yang perlu dikaji. Mereka tidak mampu untuk merawat dirinya sendiri. 8.3. menyapu lantai rumah.7. misalnya membuat perkakas rumah tangga yang sederhana yang tidak membutuhkan kreativitas dan imajinasi yang tinggi seperti keset dari sabut kelapa. Debil. Program pengembangan bakat siswa di sekolah dicapai melalui kegiatan pembelajaran dan bimbingan konseling. Faktor umum inilah yang diukur dengan tes kecerdasan umum (general iintelligence ttest). Faktor khusus inilah yang sering disebut bakat. tersirat beberapa hal yang dapat dijelaskan sebagai berikut:  Suatu kondisi atau serangkaian karakteristik kemampuan seseorang. pelayanan bimbingan konseling mempunyai peran yang penting dalam pengembangan siswa. 4.2.3. Bisaanya kelompok ini dirawat di Lembaga Pemeliharaan Cacat Mental. Mereka dapat dilatih untuk memperoleh keterampilan-keterampilan tertentu.1 Latar Belakang Kita telah mengetahui bahwa inteligensi menggambarkan kemampuan seseorang untuk memecahkan masalah-masalah di lingkungannya. bahkan kehidupannya sepenuhnya tergantung pada bantuan orang lain.2.3. 8. Bakat dan Dimensi Bakat adalah suatu kondisi atau serangkaian karakteristik dari kemampuan seseorang yang dengan suatu latihan khusus memungkinkannya mmencapai suatu kecakapan. Dengan demikian. Kelompok ini dapat digolongkan menjadi tiga. adalah kelompok individu yang perlu rawat (total care atau dependent). Pada umumnya kemampuan untuk menyerap faktor-faktor kebudayaan itu terdiri dari kemampuan umum yang minimal harus dipunyai untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Embisil. Setelah pendidik menemukan bakat --.dan kemampuankemampuan siswa yang lain --. ssehingga iia dapat hidup dengan baik di lingkungan tertentu yang menuntut penyesuaian tertentu pula. dan dipahami. Bisaanya mereka ditempatkan di rehabilitasi sosial sehingga menjadi sumber daya manusia yang eksis. merupakan golongan yang kognitifnya tidak dapat berkembang. adalah mereka yang dikatakan sebagai individu yang mampu latih (trainable atau semi dependent).

sebab sifat-sifat seseorang dibawa sejak lahir. 2) capacity yang merupakan potential ability. sedangkan bakat memerlukan latihan dan pendidikan agar suatu tindakan dapat dilakukan di masa yang akan datang. 1992:17-18). sebagai potensi yang masih perlu dikembangkan dan dilatih agar dapat terwujud. keterampilan teknik. mengenal kemampuan tersebut dan mengembangkannya. yang dapat diukur secara tidak langsung dengan melalui pengukuran terhadap kecakapan iindividu. kita harus mengetahui kemampuan diri kita sendiri. sementara yang lain mengatakan bahwa bakat tidak dibawa sejak lahir. bahwa dalam tingkah laku itu kita dapatkan gejala sebagai berikut : 215 . Sebagian orang mengatakan. dan lain-lain.” Dengan demikian. yaitu kualitas yang hanya dapat diungkap/diukur dengan tes khusus yang sengaja dibuat untuk itu. Munandir (2001:15-16) mengatakan. Ability mempunyai tiga arti. merupakan analisis tingkah laku. yaitu : 1) achievement yang merupakan actual ability. pengetahuan dan keterampilan khusus jika memperoleh suatu latihan khusus  Kecakapan.. dengan kata lain bersifat keturunan (atau genetis. Dan dari analisis tentang tingkah laku itu kita ketemukan. Pandangan ini sering kita dengar secara umum sebagaimana para ahli dan “orang awam” ada setuju bahwa bakat dibawa sejak lahir. Dengan demikian orang yang berbakat dapat berkembang optimal jika ia memperoleh suatu latihan khusus. bermain musik. bagaimana kita dapat mengatakan bahwa kita hidup dalam dunia yang beradab? Bakat seseorang tidaklah dibawa sejak lahir. Tentang kata sejak lahir dalam kaitannya dengan bakat ini. Berbagai pendapat tentang bakat menunjukkan.. Prestasi yang sangat menonjol dalam suatu bidang mencerminkan bakat yang unggul dalam bidang tersebut (Munandar.. Orang yang berbakat matematika diperkirakan akan mampu mencapai prestasi yang tinggi dalam bidang itu. herediter). Jadi prestasi merupakan perwujudan dari bakat dan kemampuan. Suzuki (1993:1-2) mempunyai pandangan yang menarik. Kemampuan menunjukkan bahwa suatu tindakan (performance) dapat dilakukan sekarang. Bakat yang diartikan dari aptitude merupakan suatu kemampuan bawaan. Bakat dan kemampuan menentukan prestasi seseorang. Bekal atau modal tersebut akan berkembang menjadi suatu kecakapan. 1984a:169) dimasukkan dalam kemampuan (ability). tetapi seberapa besarnya. “Pertumbuhan karakter seorang anak adalah hal yang wajar. Sementara itu sebagian orang yang lain mengatakan. antara lain berupa kemampuan berbahasa. Pengertian sejak lahir mengandung makna bahwa manusia sejak bayi memang sudah membawa “bibit bakat”. dimana kecakapan ini berkembang dengan perpaduan antara dasar dengan training yang intensif dan pengalaman 3) aptitude. Kita tidak dapat berbuat apa-apa bila seorang anak dilahirkan tanpa memiliki kemampuan seperti anak-anak yang lain. Kemudian apa bedanya bakat dengan kemampuan dan prestasi? Bagi seorang pendidik pertanyaan tersebut di atas mempunyai arti penting. walaupun memperoleh latihan khusus. yang dapat diukur langsung dengan alat atau tes tertentu.. Bila tugas penting ini dikesampingkan. kemampuan bermain musik dan lain-lain. bahwa analisis tentang bakat selalu . Sebaliknya ia tidak akan berkembang dengan baik jika ia tidak berbakat. seberapa kualitasnya. Bakat atau aptitude. Berbeda dengan bakat. bahwa bakat sering dikatakan merupakan kemampuan yang dibawa orang sejak lahir.. kita tidak mengetahui secara pasti. kemampuan merupakan daya untuk melakukan suatu tindakan sebagai hasil dari pembawaan dan latihan. Pengetahuan kita bahwa seseorang berbakat ataukah tidak setelah kita mengetahui perkembangan seseorang kemudian. alamiah) yang dengan latihan-latihan tertentu akan memperoleh berbagai macam pengetahuan dan keterampilan khusus seperti kemampuan berbahasa. maka dapat disimpulkan bahwa bakat adalah kemampuan manusia yang dibawa sejak lahir (kodrati. oleh Woodworth dan Marquis (Suryabrata.. seperti setiap analisis psikologis yang lain . pengetahuan dan ketrampilan kkhusus.

yang menitik beratkan pada gerakan. Dimensi ini meliputi lima faktor. (3) faktor ingatan mengenai sistem b. (3) evaluasi terhadap sistem. Dimensi intelektual. yaitu (1) faktor kecepatan statis. (3) faktor untuk menghasilkan sistem-sistem. Dimensi psikomotor. berusaha merumuskan faktor-faktor yang terkandung di dalam bakat itu. yang terdiri atas dua macam. (2) faktor ingatan mengenai relasi. Tingkah laku individu. faktor impuls c. (5) faktor untuk menghasilkan implikasi-implikasi yang unik e. (4) pengenalan terhadap bentuk atau struktur. (4) faktor untuk menghasilkan sistem. 3. yaitu dimensi perseptual. yang mempunyai tiga aspek itu adalah pengejawantahan dari kualitas individu yang didasari oleh bakat tertentu. orientasi waktu e. seperti expressional fluency (kelancaran 216 . faktor berfikir konvergen. (5) pengenalan terhadap kesimpulan c. faktor kecepatan gerak d. yang menitik beratkan pada posisi. dan ini meliputi faktor-faktor antara lain : a. (4) faktor untuk menghasilkan transformasi. ideational fluency. Dimensi inilah yang umumnya mendapat penyorotan secara luas. (3) pengenalan terhadap hubungan-hubungan. (3) faktor kelancaran dalam menghasilkan hubungan-hubungan. yang meliputi (1) faktor untuk menghasilkan unit-unit. luasnya daerah persepsi f. Dimensi perseptual Dimensi perseptual meliputi kemampuan-kemampuan dalam mengadakan persepsi. yang mencakup (1) pengenalan terhadap keseluruhan informasi. (2) pengenalan terhadap golongan (kelas). Karena itu analisis tingkah laku ini memberi kesimpulan bahwa tingkah laku itu mengandung tiga aspek yaitu : (a) aspek tindakan (performance atau act) (b) aspek sebab atau akibatnya (a person causes a result) (c) aspek ekspresif. yang mencakup (1) faktor ingatan mengenai substansi. yang meliputi (1) faktor untuk menghasilkan nama-nama. 2. orientasi ruang d. faktor kekuatan b. Dimensi ini mencakup enam faktor yaitu : a. yaitu : a. Guilford yang bertolak dari analisis faktor. yang secara garis besar telah disebutkan di atas. faktor kordinasi f. yang meliputi (1) evaluasi mengenai identitas. faktor berfikir divergen. perhatian c. dan sebagainya. faktor ketelitian/ketepatan. (2) faktor untuk pengalihan kelas-kelas secara spontan. (2) faktor untuk menghasilkan hubungan-hubungan. kepekaan indera b. karena memang dimensi inilah yang mempunyai implikasi sangat luas. Di sini Guilford menjelaskan lebih jauh tiga dimensi yang tercakup dalam bakat. dimensi psikomotor. dan (2) faktor ketepatan dinamis. faktor keluwesan (flexibility). 1. faktor evaluatif. seperti word fluency.(a) individu melakukan sesuatu (b) apa yang dilakukan itu merupakan sebab dari sesuatu tertentu (atau mempunyai akibat atau hasil tertentu) (c) dia melakukan sesuatu itu dengan cara tertentu. (4) evaluasi terhadap penting tidaknya problem (kepekaan terhadap problem yang dihadapi) d. faktor ingatan. dan dimensi intelektual. (2) evaluasi mengenai relasi-relasi. e. kecepatan persepsi. faktor pengenalan.

merupakan kemampuan menggunakan bahasa. yaitu kemampuan untuk mengadakan orientasi tempat dan ruang. t. M Assosiative Memory atau faktor ingatan yaitu kemampuan untuk mengingat. L. N Number Facility atau faktor bilangan. (5) faktor untuk transformasi divergen.3. FACT (Flanagan Aptitude Classification Test). yaitu kemampuan untuk bekerja dengan bilangan (kecakapan menghitung) S Space Relation (penguasaan ruang). dan faktor ini secara umum dianggap sesuatu indikator mudah tidaknya seseorang mengubah rasionya dan mengalihkan rasionya sesuai dengan kebutuhannya. W Word Fluency (kefasihan kata-kata) yaitu faktor kelancaran atau kefasihan menggunakan kata-kata.mengungkapkan). (6) faktor untuk menyusun bagian-bagian menjadi garis besar atau kerangka. 1. Perceptual Speed dan Induction atau General Reasoning.G. DAT (Differential Aptitude Test). Thurstone mengemukakan selusin faktor yang dirancang sebagai 7 faktor kemampuan mental primer (Manual TKD. T.3 Cara Pengukuran Bakat Dalam pengukuran bakat. tes bakat yang bisaanya dipergunakan antara lain BAKUM (Bakat Umum).Tes Bakum disusun atas dasar teori multiple factor yang dipelopori oleh Thurstone. tes BAKUM hanya mengukur 5 faktor saja. cermat dan teliti I atau R Induction atau Reasoning (faktor penalaran). (1941). Seluruh baterai tes BAKUM terdiri dari 10 persoalan untuk mengungkap 10 aspek bakat umum individu yaitu : Pemahaman sosial Kawasan Pengetahuan Analogi Verbal Logika Sosial Pemahaman Numerik Logika Numerik Kemampuan Analogi Berpikir Induktif-Deduktif Persepsi Keruangan Ketepatan Presisi : : : : : : : : : : Sikap terhadap situasi sosial praktis Ruang lingkup pengetahuan terhadap dunia luar Kemampuan analogi berpikir verbal Cara berfikir logis terhadap masalah-masalah sosial Penalaran berhitung dengan angka Logika berfikir dengan angka Kemampuan berfikir analogi Kemampuan berfikir deskriminasi-generalisasi Kemampuan pandang ruang (stereometri) Kemampuan persepsi secara tepat 217 . P Perceptual Speed atau kecepatan persepsi yaitu faktor kemampuan untuk mengamati (persepsi) dengan cepat. & Thurstone. khususnya persepsi dan visualisasi dalam tiga dimensi.L.) yaitu : V Verbal Comprehension (kemampuan verbal) atau faktor verbal. tes BAKUM dikatakan praktis oleh karena administrasi tes dapat dilakukan secara klasikal dan waktu pelaksanaan relatif singkat (66 menit). yaitu Verbal Comprehension. Kecuali alasan di atas.th. Tes BAKUM atu TKD atau TINTUM 69 adalah serangkaian tes kemampuan differensial yang praktis untuk mengetahui serangkaian bakat individu. karena dua tes inilah yang sering digunakan dalam layanan bimbingan dan konseling di sekolah. yaitu kemampuan untuk berfikir logis. SAT (Scholastic Aptitude Test). Number Facility. GRE (Graduate Records Examination). 4. GATB (General Aptitude Test Battery). Space Relation. Namun didasari oleh pertimbangan praktis. Tes BAKUM (Bakat Umum) Tes BAKUM (Bakat Umum) disebut juga TKD (Tes Kemampuan Differensial) atau TINTUM 69 (Tes Inteligensi Umum). Sebagai bahan orientasi dalam pengenalan tes bakat dalam buku ajar ini akan diuraikan secara singkat tentang tes BAKUM dan DAT..

antara lain diagram. serta pemahaman seseorang terhadap hhukum-hukum yyang mendasari alat-alat. Mechanical Reasoning (Penalaran Mekanis=MR) dapat mengungkapkan bagaimana dengan mudahnya seseorang dapat menangkap prinsip-prinsip umum fisika pada saat seseorang melihatnya dalam kejadian sehari-hari. Numerical Ability (Kemampuan Angka=NA) akan mengungkapkan kepada seseorang bagaimana sebaiknya mereka memahami ide-ide yang diekspresikan dalam angka-angka. Sub tes mengeja (spelling) dapat mengukur bagaimana baiknya seseorang untuk mengeja kata-kata umum dalam bahasa Indonesia (Inggris). Tes DAT (Differential Aptitude Test) Tes DAT dapat memberikan gambaran tentang keseluruhan bakat seseorang secara maksimal dan terperinci. Hanya sub tes ini yang menuntut kecepatan kerja dalam DAT.Hasil tes BAKUM bisaanya disajikan dalam profil bakat sebagai contoh berikut : Aspek Bakat Pemahaman Sosial Kawasan Pengetahuan Analogi Verbal Logika Sosial Pemahaman Numerik Logika Numerik Kemampuan Analogi Berpikir Induktif-Deduktif Persespsi Keruangan Ketepatan Presisi Gambar 5 RS R Klasifikasi AR S CT • • • • • • • • • • Profil Bakat Umum (BAKUM) T TS 2. sedangkan sub tes 218 . Abstract Reasoning (Penalaran Abstrak=AR) dapat mengungkapkan bagaimana sebaiknya seseorang untuk memahami ide-ide yang tidak dinyatakan dengan kata-kata atau angka-angka. dan bagaimana jelasnya mereka untuk dapat berfikir serta mengadakan penalaran dengan angka-angka. membentuk gambar-gambar dari obyek-obyek padat dengan hanya melihat rencana (plant) di atas kertas yang rata. Clerical Speed and Accuracy (Kecepatan dan Ketelitian Klerikal=CSA) mmengukur bagaimana kecepatan dan ketelitian seseorang dalam membandingkan dan memperhatikan daftar tertulis seperti nama-nama atau angka-angka. mesin-mesin dan gerakan-gerakan yang sederhana. Language Usage : Spelling and Grammar (Pemakaian Bahasa: Mengeja dan Tata Bahasa) terdiri dari dua tes prestasi belajar yang singkat yang mengukur kemampuan-kemampuan penting yang perlu dipertimbangkan oleh seseorang bersama dengan tes bakat lainnya dalam DAT. potongan-potongan gambar serta posisi. dan dapat berfikir serta menalar dengan kata-kata. Tes DAT terdiri dari 8 sub tes yaitu untuk mengukur: Verbal Reasoning (Penalaran Verbal=VR) akan mengungkap bagaimana baiknya sesorang untuk dapat memahami ide-ide yang diekspresikan ssecara verbal. serta bagaimana sebaiknya seseorang untuk berfikir dalam tiga dimensi. Tes DAT banyak digunakan untuk penjurusan di SMU dan SMK dan akhir-akhir ini seringkali digunakan dalam konseling pendidikan dan pekerjaan bagi para remaja yang memasuki dunia kerja dan seleksi lamaran kerja. Space Relations (Tilikan Ruang=SR) dapat mengungkapkan bagaimana ssebaiknya seseorang dapat membayangkan.

dan keberhasilan di perguruan tinggi. Berikut ini disajikan kutipan profil bakat berdasarkan hasil tes DAT. kombinasi dari skor Verbal Reasoning dan Numerical Ability akan mengungkapkan kemampuan skolastik seseorang. dan merupakan suatu estimasi yang bbaik tentang bakat skolastik. tanda baca dan pemakaian kata-kata dalam kalimat-kalimat yang mudah. yaitu suatu kemampuan untuk menyelesaikan bidang studi-bidang studi atau program studi persiapan untuk memasuki perguruan tinggi di sekolah.tata bahasa (grammar) dapat mengukur bagaimana baiknya seseorang untuk dapat memahamai kesalahan-kesalahan tata bahasa. Scholastic Aptitude (Bakat Skolastik=VR+NA). VR 99 95 90 NA AR SR MR CSA Sp Stc SA 80 75 70 60 50 40 30 25 20 10 5 0 80 90 86 96 99 57 35 16 85 Gambar 6 Profil bakat berdasarkan Differential Aptitude Test 219 .

dan Kraepelin. EPPS ini merupakan tes kepribadian yang bersifat self-report inventory atau personality inventory. dan teknik proyektif. Di antara tes yang termasuk ke dalam tes proyeksi adalah tes Rorschach. Karena itu pemahaman konselor tentang teknik memahami individu ini sangat penting dalam layanan bimbingan 4. Perlu diperhatikan bahwa penggunaan hasil tes bakat untuk kepentingan bimbingan dan konseling. baik data yang diperoleh dengan teknik testing maupun non testing. dan di atas persentil 50 digambarkan ke atas sampai skor yang dimaksud. Murray dan kawan-kawan.4.1 Idenitifikasi dan Dimensi-dimensi Kepribadian Edwards Personal Preference Schedule yang dikenal dengan singkatan EPPS ditujukan untuk mengungkap kecenderungan-kecenderungan aatau kebutuhan-kebutuhan (needs) khusus yang dimiliki seseorang. Berbagai tes kepribadian di atas tidak akan dikemukakan semua. Dewanti. Rothwell Miller Inventory Blank (RMIB). Kuder Preference Record Vocational (KPRV). Tetapi dalam perkembangan selanjutnya digunakan untuk berbagai kepentingan. Tes Minat Belajar. RMIB. kebutuhan-kebutuhan sesorang dapat diklasifikasikan ke dalam 15 golongan yang dibuatnya berdasarkan suatu daftar kebutuhan pokok manusia yang disusun oleh Henry A. melainkan harus dilengkapi dengan data yang lain tentang individu tersebut.4 Pemanfaatan Hasil Pengukuran Bakat dalam Bimbingan Konseling Pengenalan dan pemahaman bakat individu dalam layanan bimbingan dan konseling secara eksplisit dapat digunakan untuk : 1) Membantu dalam merencanakan dan membuat keputusan tentang pilihan jurusan/program khusus.4.3. Wartegg. Thematic Apperception Test (TAT). emosi. Wartegg. Tes kepribadian mencakup dua macam teknik. yang diciptakan oleh Allen L. Pada DAT skor di bawah persentil 50 digambarkan ke bawah sampai skor yang dimaksud. sedangkan keputusan akhir tetap pada individu yang bersangkutan 3) Kaitannya dengan fungsi distributif. Dari 20 kebutuhan pokok yang 220 . 1988:41). Gambaran ini merupakan deskripsi tentang kemampuan individu. Akan tetapi sebagaimana dikemukakan oleh Stamboel (1986:119) dalam konteks tes kepribadian cukup dibatasi pada aspek pokok yang meliputi motivasi. Self-report inventory bersifat “melaporkan keadaan diri sendiri” mengenai kehidupan testitif seseorang. Edwards Personal Preference Schedule (EPPS). yaitu teknik self-reprot inventory. dan Tes Minat Belajar. artinya aspek-aspek yang bukan abilitas dan ‘kepribadian’ manusia (Martensi. Edwards pada tahun 1953. Namun demikian gambaran ini tidak dapat memberikan keputusan atau menjuruskan secara khusus atau memilihkan pendidikan atau pekerjaan bagi seseorang secara pasti.2. Edwards Personal Preference Schedule (EPPS) 4. pendidikan lanjutan dan pekerjaan 2) Menggambarkan kekuatan dan kelemahan individu.4 Tes Kepribadian 4.Penyajian hasil tes BAKUM dan DAT berbeda. pada dasarnya tidak dapat berdiri sendiri secara tunggal. 4. namun hanya EPPS. Di antara model tes yang termasuk dalam selfreport inventory adalah Woodworth Personal Data Sheet (PDS).2. Mugiarso.4.1 Hakekat Tes Kepribadian Tes kepribadian sering dibatasi sebagai tes yang bermaksud mengukur dan menilai aspek-aspek non kognitif. Semula tes ini disusun untuk kepentingan clinical psychology dan counseling. 4. hasil tes bakat akan membantu guru pembimbing untuk mengarahkan/menyalurkan siswa sesuai dengan bakatnya sehingga siswa dapat menempati suatu jurusan/program khusus atau pekerjaan yang tepat sesuai dengan kemampuan dasarnya. dan hubungan sosial. Data yang lengkap ini akan membantu individu membuat perencanaan dan keputusan lebih tepat. Aspek non kognitif ini sesuai dengan analisis faktor banyak jumlahnya. Menurut Edwards. tes Permainan.

Nurturance : untuk menolong teman dan orang lain yang mengalami kesulitan. Exhibition : untuk menjadi pusat perhatian. Bila jawaban consisten di bawah 10 atau jawaban incon di atas 5.disusun Murray. Heterosexuality : untuk bergaul bebas dengan lawan jenisnya untuk ikut aktif dalam pertemuan di mana orang dari jenis lain hadir. Affiliation : untuk baik hati. Penyebab terjadinya jawaban incon ini mungkin: a. Menghadapi kasus ini langkah yang dilakukan guru pembimbing adalah : a. maka kesimpulan hasil jawaban testi dinyatakan inconsistence (diragukan). Testi belum integrated (menyatu) dengan pernyataan EPPS b. kemudian oleh Edwards disusun menjadi 15 (Sugiyanto. untuk memerintah orang lain. Order : untuk berbuat secara teratur dan rapih dengan perencanaan sebelumnya. Intraception : untuk menganilisis motif-motif dan perasaan-perasaan diri. Dominance : untuk mengatasi dan mempengaruhi orang lain. agar kecenderungan yang sama terletak pada garis atau kolom yang sama. Macam-macam kebutuhan tersebut adalah : untuk berbuat sebaik mungkin. sehingga diperoleh 210 pasang pernyataan. Succorance : untuk menerima bantuan atau afeksi dari orang lain. Abasement : untuk merasa bersalah bila. Autonomy : untuk berdiri sendiri dalam membuat keputusan. Selanjutnya Edwards menambahkan 15 pasang pernyataan sebagai pengulangan dari pernyataan yang sudah ada. dkk. Edwards membuat 9 (sembilan) macam pernyataan yang isinya menunjukkan sikap dan kecenderungan dari kebutuhan-kebutuhan tersebut. untuk ingin mengikuti perubahan-perubahan keadaan dan kebudayaan. untuk ikut ambil bagian dengan temanteman sekelompok. Change : untuk berbuat sesuatu yang baru dan berbeda. untuk menerima fitnahan. Deference : untuk menyuruh orang lain memutuskan sesuatu pendapat bagi dirinya. Mengadakan re tes b. Testi cenderung tidak jujur. untuk diperlakukan sebagai pemimpin. untuk menyesuaikan apa yang diharapkan dari orang lain terhadap dirinya. untuk menghindari urusan dan campur tangan orang lain. untuk mengampuni dan berlaku dermawan terhadap orang lain.orang lain berbuat kesalahan. Hal ini dimaksudkan untuk melihat dan mengetahui konsistensi (con) jawaban-jawaban testi yang dikenai EPPS. untuk memahami dan mengerti perasaan-perasaan orang lain. untuk bekerja bersama atau berbuat sesuatu dengan orang lain. untuk menonjolkan sesuatu prestasi atau mengatakan keberhasilannya. 1984:81-83). Pemasangan pernyataan-pernyataan ini mengikuti suatu pola tertentu seperti yang terlihat pada kertas jawaban (answer sheet). Aggression : untuk menyerang pendapat orang lain yang berbeda. untuk supaya orang lain bersimpati dan mengerti tentang dirinya. Dari setiap kebutuhan tersebut di atas. untuk menyelesaikan tugastugas yang sukar dan menarik. Testi mengalami konflik c. untuk suka mempermainkan orang lain. merasa takut dan rendah diri. untuk tidak ingin diganggu selama bertugas. Pasangan dari suatu variabel dipasangkan dengan pernyataan dari variabel lainnya. Memberikan bimbingan konseling Achievement : 221 . Endurance : untuk bertekun dalam tugas-tugas yang dihadapinya.

agak mudah bergaul dengan lawan jenis. Namun demikian dia orang yang sangat jujur. Pada prinsipnya testi harus menjawab semua item yang berjumlah 225. keinginannya menonjolkan diri (pamer) cukup tinggi. 4. Tetapi ia tidak mau menerima bantuan dan simpati orang lain jika menghadapi persoalan. waktunya ditambah sampai seselesainya. Namun jika sampai 60 menit tidak selesai.4. Kecenderungan Kepribadian (Needs) Achievement Deference Order Exhibition Autonomy Affiliation Intraception Succorance Dominance Abasement Nurturance Change Endurance Heterosexuality Aggression Consistence Klasifikasi AR S CT • • • • • • • • • • • • • • • RS R T • TS Gambar 7 Profil/Psikogram Hasil EPPS a.2. kurang lebih sebagai berikut ini.Tes ini diberikan untuk orang dewasa (minimal berpendidikan SLTA) dengan waktu penyajian antara 40-60 menit. akan diperoleh standard score (ss) EPPS. maka hasil pekerjaan EPPS tidak dapat dianalisis dan diinterpretasi. Jika tidak selesai menjawabnya. tekun dalam menyelesaikan tugas yang menjadi tanggung jjawabnya. Prasetyo memiliki dorongan untuk berprestasi yang tinggi sekali. Segi positif yang ada pada dirinya antara lain ia mau menerima kesalahan orang lain yang menjadi tanggung jawabnya. Ia termasuk orang yang berdisiplin tinggi.2. dengan senang hati akan menolong orang lain yang mengalami kesulitan. Prasetyo Dari contoh psikogram sebagaimana dipaparkan di atas. bahkan ia lebih suka memutuskan sendiri apa yang ingin dilakukannya.2 Profil Laporan Ilmiah dan Awam Setelah disekor. Skor standar ini selanjutnya disajikan dalam profil/ psikogram seperti berikut. 4. Kesehariannya ia kadangkala nampak ikut berperan serta dalam pergaulan dengan teman sekelompoknya dan kadangkala iia mmau memahami perasaan orang lain. pada sisi lain kecenderungannya untuk menyesuaikan pendapatnya dengan orang lain agak rendah. tanpa batasan waktu ketat selama 60 menit.n. BBahkan ia cenderung menonjolkan kekuasaan dan pengaruhnya.4. data EPPS tersebut dapat dikomunikasikan atau diterjemahkan ke dalam bahasa awam.3 Kegunaan EPPS 222 . Sedangkan segi negatif yang menonjol pada dirinya adalah bahwa ia suka sekali mengikuti perubahan dan suka menyerang pendapat orang lain.

testi sedang mengalami konflik. (3) Bagi korektor. (5) Sering terjadi adanya pemalsuan jawaban testi baik yang bersifat faking good maupun faking bad. prosedur skoring tes ini melelahkan dan menjenuhkan. baik negatif maupun positif. (2) Bimbingan Konseling Berdasarkan data EPPS seorang guru pembimbing dapat memberikan layanan bimbingan konseling. Jawaban yang berbeda menunjukkan testi tidak jujur (inconsistence). Misalnya testi cenderung inkonsisten. riset dengan menggunakan EPPS akan dapat memberikan masukkan yang cukup lengkap tentang kecenderungan kepribadian seseorang. ttesti ssuka mmenentang. (2) Individu adalah orang yang paling tahu tentang keadaan dirinya sendiri. walaupun itu tidak sesuai dengan dirinya (kata hatinya). (3) Psikoterapi Dengan melihat data EPPS terapis akan dapat memberikan treatment yang sesuai dengan masalah yang muncul dari 15 kecenderungan kepribadian testi. Faking good merupakan kecenderungan testi untuk memilih pernyataan yang dianggap baik-baik saja. tes ini harus diadaptasikan pemakaiannya. (2) Materinya yang banyak akan menimbulkan kejenuhan pada testi. Dalam pelaksanaannya tes ini ternyata mampu mengungkap ada tidaknya sesuatu atribut pada kepribadian seseorang dan apabila ada dapat pula diungkap seberapa besar kecenderungannya. promosi jabatan diinginkan. Karena dengan EPPS akan dapat diketahui kecenderungan-kecenderungan pribadi testi untuk diterima atau ditempatkan pada job yang sesuai dengan kepribadiannya. Sebaliknya faking bad merupakan kecenderungan testi untuk memilih pernyataan yang 223 . Dengan EPPS yang merupakan self-report inventory. (4) Teknik interpretasi secara teknis dan awam membutuhkan keterampilan yang tinggi dari interpreternya. mempunyai nilai yang cukup efektif dengan menggunakan EPPS. yang pada saatnya dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas dan menyalurkan ssumber ddaya manusia sesuai dengan tugas dan kewajiban yang diberikan kepadanya.2. dan testi tidak jujur.Dalam prakteknya EPPS sering kali digunakan untuk kepentingan diagnosis dalam bidang : (1) Seleksi dan Penempatan Seleksi dan penempatan karyawan baik di lingkungan instansi pemerintah maupun swasta. Dari data ini bisa ditelusuri sebab-sebab inkonsisten tersebut antara lain mungkin karena testi menolak rangsang (tidak mau bekerja sama dengan orang lain/tester). 4.4 Kelebihan dan Kelamahan EPPS Sebagai suatu tes psikologis EPPS mempunyai beberapa kelebihan antara lain : (1) Dapat mendeteksi tingkat kejujuran testi yaitu dengan melihat tingkat konsistensinya. EPPS juga mempunyai beberapa kelemahan yang perlu diperhatikan yaitu : (1) Terikat budaya Sebagai tes yang menggunakan bahasa. Hal ini dapat diketahui dengan melihat jawaban atas item-item tertentu yang berpasangan sebagaimana telah disebutkan ddi muka. (4) Riset Sumber Daya Manusia Untuk mengetahui kemampuan sumber daya manusia dalam berbagai kepentingan. (3) Individu mempunyai kemampuan dan kesadaran untuk menyatakan keadaan dan penghayatannya menurut apa adanya. khususnya pada kecenderungan kepribadian tertentu yang menonjol. Selain kelebihan. maka kita akan mendapatkan gambaran yang relatif benar tentang kepribadian (kecenderungan kepribadian) testi.4. Hal ini misalnya jika tes dilakukan untuk seleksi penerimaan pegawai. testi tidak siap diberi tugas (tidak integrated).

Hal-hal yang merupakan kekhususan (Manual The Rothwell-Miller Inventory Blank) dari tes ini adalah: a. …. cek dulu pekerjaan anda. …. Minat seorang siswa dalam belajar berkaitan dengan pekerjaan yang akan ditekuni kelak. …. Tes ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengukur interest seseorang berdasarkan sikap seseorang terhadap suatu pekerjaan. Hal ini misalnya jika tes dilakukan untuk seleksi wajib militer. tes diperluas dari 9 menjadi 12 kategori oleh Kenneth Miller. …. lebih cocok apabila diberikan kepada orang dewasa f. tugas pengisian dari tes ini akan menimbulkan interest testi dan kerja sama yang aktif sifatnya e. lebih mudah dikerjakan oleh testi c. …. ….3. hasil keseluruhan tes akan memperlihatkan pola interest dari testi. …. tes interest tersebut disebut sebagai tes interest Rothwell-Miller..4. Sejak itu. Sekolah/Kelas : …………………………………….. …. …. …. Tester : ……………………… PETUNJUK : Tulislah nomor urut pekerjaan di bawah ini dari yang paling Anda sukai dengan menuliskan 1 sampai dengan yang paling tidak disukai dengan menuliskan angka12 pada kolom A sampai I. walaupun itu tidak sesuai dengan dirinya (kata hatinya). …. …. Contoh tes RM adalah sebagai berikut: FORMULIR TES MINAT : ROTHWELL MILLER Nama : ………………………… Usia ……. 4. …. …. …. …. Saat itu tes ini hanya memiliki 9 jenis kategori dari jenis-jenis pekerjaan yang ada. …. …. Kemudian pada tahun 1958.dianggap negatif. dapat dimasukkan ke dalam susunan batteray test b. Ahli Pembuat Alat-alat Ahli Statistik Insinyur Kimia Industri Penyiar Radio Artis Komersial Pengarang Dirigen Orkes Psikolog Pendidikan Sekretaris Perusahaan Ahli Bangunan Ahli Bedah Ahli Kehutanan ….. Tanggal ……… Nomor : …. PRIA 224 . …. Sebelum diserahkan pada tester. ….. Jangan ada yang dilewatkan ! Petani Insinyur Sipil Akuntan Ilmiawan Manager Bidang Penjualan Seniman Wartawan Pianis Konser Guru Sekolah Dasar Manajer Bank Tukang Kayu Dokter A …. score dapat disusun dengan lebih cepat d.3 Rothwell Miller Inventory Blank (RMIB) 4. ….1 Identifikasi Tes RMIB Tes RM atau Rothwell Miller atau The Rothwell Miller Inventory Blank (RMIB) menurut sejarahnya disusun oleh Rothwell pertama kali pada tahun 1947. …. Hal ini didasarkan pula atas ideaidea stereotype terhadap pekerjaan yang bersangkutan.4.

atau pekerjaan yang tidak berhubungan dengan hal-hal yang rutin sifatnya. …. Computational. 10. WANITAA Ahli Biologi Agen Biro Iklan Dekorator Interior Ahli Sejarah Kritikus Musik Pekerja Sosial Penulis Steno Penjilid Buku Apoteker Ahli Pertamanan Petugas Pompa Bensin Petugas Mesin Hitung …. …. 11. …. atau untuk mendengarkan orang lain bermain.2 Aspek-aspek (dimensi-dimensi) yang diukur Suka dan tidak suka terhadap kelompok pekerjaan merupakan faktor yang diukur oleh tes RM ini. …. …. yaitu pekerjaan yang aktivitasnya dilakukan di luar ruangan atau di udara terbuka. karya pertukangan dan yang memerlukan keterampilan Medical. Pada dasarnya adalah suatu pekerjaan yang membutuhkan kontak (hubungan) dengan orang lain Aesthetic. penyembuhan dan di dalam bidang medis serta hal-hal biologis pada umumnya. Keinginan untuk mengerti orang lain. bergaul dengan orang lain. Pekerjaan yang berhubungan dengan minat seseorang dalam tes RM digolongkan dalam 12 jenis pekerjaan yaitu: Out Mec Com Sci Pers Aest Lit Mus S. …. 4. …. Penghargaan terhadap musik Social service. …. …. …. 3. dan mempunyai idea yang besar atau kuat tentang pelayanan Clerical. kegiatan membaca. bernyanyi atau membaca sesuatu yang berhubungan dengan music.3. mengarang Musical. Mechanical. yaitu pekerjaan yang berhubungan dengan hal-hal yang bersifat seni dan menciptakan sesuatu Literary. Testi tes diminta untuk menuliskan ranking suka dan tidak suka dalam setiap kelompok pekerjaan dari rangking 1 sampai dengan 12 tanpa harus urut. …. eksperimen. : : : : : : : : : Out door. …. 4.Auditor Ahli Meteorologi Salesgirl Guru Kesenian Penulis Drama Komponis Kepala Sosial Resepsionis Penata rambut Dokter Hewan Pramugari Kapal Petugas Mesin Jahit C …. 1. Cler Prac Med : : : 225 . yaitu pekerjaan yang berhubungan dengan manusia. …. membujuk. …. 8. mengurangi akibat dari pada penyakit. yaitu minat terhadap pengobatan. yaitu minat terhadap kesejahteraan penduduk. yaitu minat memainkan alat-alat musik. 7. yaitu pekerjaan yang berhubungan dengan atau menggunakan mesin. kimia dan ilmu pengetahuan pada umumnya Personal contact. 2. 9. yaitu pekerjaan yang berhubungan dengan buku-buku. misalnya pada kelompok pekerjaan A testi menuliskan rangkingnya dari atas ke bawah 5. …. …. …. 12. yaitu pekerjaan yang dapat disebutkan sebagai keaktifan dalam analisis dan penyelidikan. yaitu minat terhadap pekerjaan-pekerjaan yang praktis. …. yaitu pekerjaan yang berhubungan dengan angka-angka Scientific. diskusi. …. ….S. …. dengan keinginan untuk menolong dan membimbing/menasehati tentang problem dan kesulitan mereka. yaitu minat terhadap tugas-tugas rutin yang menuntut kecepatan dan ketelitian Practical. …. alat-alat dan daya mekanik.4. 6.

perseptual dan tingkah laku.4.2 Aspek-aspek (dimensi) yang diukur Tes minat belajar ini dalam mengukur minat belajar seseorang dilakukan dengan cara mengukur minatnya terhadap pekerjaan-pekerjaan tertentu melalui pilihan Sika. Lembar jawaban tes terpisah dengan buku tes.Kombinasi sekor-sekor yang diperoleh dari tes RM dapat digunakan untuk berbagai kepentingan misalnya penjurusan di SMU. yang dalam penelitiannya ia kerjakan di laboratoriumnya di Lepzig menggunakan pasien-pasien psikiatrik.1 Identifikasi Tes minat belajar berupa buku yang terdiri dari 176 daftar pernyataan yang harus dijawab semuanya oleh responden. Teknik j. Fisika h.. Home economic d. 176. Biologi i.4. Musik Untuk mengungkap 11 minat belajar tersebut disusun 176 daftar pernyataan secara simultan. Ragu-ragu atau tidak menyatakan sikap suka atau tidak suka. Pada setiap pernyataan didahului dengan dengan pilihan jawaban S R T (Suka. 4.4 Tes Minat Belajar 4. IPA. Sekretaris e. IPS.5.4. 4.4. Bussines c. 5 Tes Kraepelin 4. Kraepelin menyusun tes yang kemudian digunakan ssebagai ddasar psikologis untuk 226 . seorang yang berminat terhadap pekerjaan tertentu berkaitan dengan pelajaran-pelajaran tertentu yang harus disiapkan untuk pekerjaan yang akan dilakukannya. Matematika g. Tes minat belajar digunakan di sekolah dalam rangka mengukur 11 minat terhadap lapangan belajar/pekerjaan khusus yaitu: a. S R T Mempelajari hukum dan keputusan-keputusan pengadilan yang dipakai dalam lapangan perusahaan/perdagangan 4. Kesehatan f.4.1 Identifikasi Tes Kraepelin Koentjoro dan Nuryati Atamimi (1984 : 1) mengatakan tes Kraepelin ini diciptakan oleh Emile Kraepelin seorang psikiater dari Jerman yang hidup antara tahun : 1856-1926. Kombinasi dari jenis minat belajar tersebut akan menggambarkan profil minat siswa dalam bidang Bahasa. Asumsinya. Dengan dasar pemikiran adanya perbedaan dari faktor-faktor yang khas pada proses sensori sederhana. Setiap minat terdiri dari 16 soal (item tes). Tidak Suka terhadap penryataan-pernyataan yang disediakan. sensori motor. dalam usaha memecahkan problem waktu reaksi. Kesenian k. Tidak Suka). penempatan pekerjaan. Sosial b. Contoh daftar pernyataan tes minat belajar adalah sebagai berikut: 1. S R T Memasukkan telur ke dalam mesin pengeram dan membukanya satu per satu setiap hari untuk melihat bagaimana perkembangan anak ayam ………………………………………………………………….4. dan pernah menjadi murid Wilhelm Wundt. studi lanjutan di perguruan tinggi. Raguragu. Pada permulaan tahun 1880 ia bekerja pada laboratorium Wundt. Dari sini dasar-dasar pemikiran Wundt berpengaruh dalam bidangnya terutama dalam pemecahan masalah kerancuan Neurologis.4.

Memory dan lain-lain yang berhubungan dengan kelelahan dan Distraction. yang digunakan oleh Kraepelin untuk mengukur Practice effect. dengan cara mengubah tekanan skoring dan integrasinya. Di antara tes yang dipakai oleh Kraepelin adalah Simple arithmatic test. 227 . Dengan berdasarkan pada alat tes ciptaannya ia berusaha memperluas penggunaannya untuk menyusun tipologi kepribadian manusia antara normal dan abnormal. Dari penelitian ini Kraepelin menyusun dua golongan besar psikosis fungsional yaitu manic depresive dan dementia praecox. Simple arithmatic test inilah yang kini dikenal dengan nama tes Kraepelin (tes K) yang pada awalnya merupakan tes kepribadian dan dalam perkembangannya telah berubah menjadi tes bakat.mengklasifikasikan kecanduan psikiatrik.

misalnya : 1) Bila hasil menjumlahkan angka-angka “ansich”. dan bukan proyektifnya. Hasil perhitungan angka dalam mengerjakan tes ini menurut Freeman (1962) sangat dipengaruhi oleh faktor sensori perception dan "motor response". ini disebabkan pada suatu saat kehilangan ingatannya.5. Faktor kecepatan atau speed factor b.4.5. Namun bila ditinjau dari jenis isi itemnya. dan dari bawah ke atas membentuk 28 baris. 4. diprediksikan bahwa testi mengalami distraksi mental atau "mental disorder". yaitu : a. Hal ini dicontohkan oleh Marcham Darokah. 2) Bila terdapat salah hitung terlalu banyak dalam menjumlah angka dan dibawah minimum normal.4 Kegunaan dalam Bimbingan Konseling Dalam kegiatan bimbingan konseling di sekolah. Faktor ketahanan atau ausdauer factor Menurut Guilford (1959) penjumlahan item yang berupa angka-angka satuan ini bila ditinjau dari fungsi mental. tes Kraepelin mempunyai nilai diagnosis yang cukup handal untuk memberikan informasi tentang kepribadian seseorang. sehingga dapat disimpulkan adanya gejala epilepsi. maka testi harus pindah ke lajur berikutnya tanpa harus menyelesaikan lajur yang sedang dikerjakan. Faktor keajegan atau ritme fact d. (Mahasiswa dapat memperoleh pemahaman yang utuh setelah mempelajari Manual Tes Kraepelin dan mempraktekkannya). tes Kraepelin antara lain mempunyai kegunaan sebagai berikut : 228 . Setelah 15 detik dan ada aba-aba. sebagaimana dikutip oleh Kuntjoro dan Atamimi (1984 : 2).4.4. Faktor ketelitian atau accuracy factor c. Lajur dari kiri ke kanan terdiri dari 50 lajur. dapat diprediksikan adanya gejala kelelahan dan mungkin gejala neurasthenia. 4) Bila terdapat range ritme yang terlalu besar pada hasil tes hingga dibawah minimum normal. tergolong dalam faktor "numerical facility" yaitu kecakapan uuntuk menggunakan angka dengan cepat dan teliti. digunakan untuk menentukan tipe "performance". artinya pada suatu ketika terjadi hasil rendah. dapat diprediksikan bahwa testi mengalami gangguan. 6) Di dalam grafik hasil tes menunjukkan penurunan hingga minimum normal. menurut Marchan Darokah (1967) seperti yang dikutip oleh Koentjoro dan Nuryati Atamimi (1984 : 3).Karakteristik tes ini adalah materinya hanya berupa angka-angka 1 sampai dengan 9 yang disebar secara acak membentuk lajur dan baris.5. 3) Hasil tes menunjukkan ritme yang tajam. Karena itu tekanan skoring dan interpretasinya didasarkan pada hasil-hasil test secara objektif. Testi bertugas menjumlahkan angka-angka tersebut dalam dua angka yang berdekatan dalam setiap lajur dari bawah ke atas. 5) Di dalam grafik hasil tes menunjukkan garis naik tegak lurus atau tetap secara kaku. 4.gangguan emosional. Setelah perhitungan objektif dilakukan. dapat diprediksikan sebagai adanya perfeksionis. Begitu seterusnya sampai 50 lajur selesai dalam waktu 12' 30''. dengan waktu 15 detik. Hasil ini dapat diinterprestasikan dengan menggunakan dasar faktor-faktor bakat yang terkandung didalamnya. Sebagai tes kepribadian. tergolong dalam "convergent thinking". rendah sekali dan tidak pada kedudukan minimum normal hal ini dapat diprediksi bahwa ada gejala depresi mental pada testi. paling tidak tentang performance kepribadiannya sebagaimana disebutkan di atas.2 Tes Kraepelin Sebagai Tes Kepribadian Tes Kraepelin sebagai tes kepribadian. 4.3 Tes Kraepelin sebagai Tes Bakat Tes Kraepelin sebagai tes bakat dimaksudkan untuk mengukur "maximum performace" seseorang.

Namun demikian tes Kraepelin juga mempunyai keterbatasan antara lain seperti berikut : a. sehingga kepada siswa dapat diberikan terapi yang sesuai dengan masalahnya. khususnya kemampuan baca tulis angka atau matematik sederhana. 1990 : 27) menyebutkan: 229 . 4. karir/pekerjaan. dapat digunakan untuk seleksi yang mempunyai nilai kompetitif.5. kecepatan. c. karena untuk melanjutkan studi diperlukan syarat bakat yang berbeda satu dengan lainnya. Tes ini tidak tepat untuk teknisi dan olahragawan. Pada hakekatnya prestasi belajar merupakan cermin keberhasilan proses belajar mengajar yang telah dilakukan oleh guru. d. karena pada pekerjaan tertentu membutuhkan ketelitian yang lebih baik dibandingkan dengan kecepatan kerja.5. Hal ini karena skoring yang kita lakukan selama ini masih dengan cara manual. guru pembimbing dapat mengetahui masalah-masalah kepribadian yang dialami oleh siswa. Alat ukur yang praktis dan bebas budaya e. Karena itu pelaksanaan skoringnya menjenuhkan. keajegan dan ketahanan kerja yang berbeda.1 Latar Belakang Prestasi belajar merupakan sasaran personal yang terlibat dalam proses belajar mengajar di sekolah. siswa. 4. misalnya satu catur wulan. Dengan demikian pemahaman tentang bakat siswa menurut tes Kraepelin ini akan membantu siswa menentukan pilihan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuannya. keajegan dan ketahanan kerja) yang selanjutnya dapat dipergunakan untuk pertimbangan : a. Tehnik skoring tes ini juga memerlukan ketelitian dari korektornya. Testi juga dituntut mempunyai kemampuan berfikir cepat. Cronbach sebagaimana dikutip Waridjan (dalam Tim Pengembangan MKDK IKIP Semarang. b. Karena tes ini tidak memberikan kesempatan pada testi untuk menimbang jawaban yang benar. dan komponen sekolah yang lain dalam kurun waktu tertentu. karena jurusan/program yang satu dengan lainnya mensyaratkan bakat ketelitian. Hal ini akan kelihatan pada hasil tes pada aspek kecepatan kerja.5 Kelebihan dan Keterbatasan Tes Kraepelin Tes Kraepelin mempunyai beberapa kelebihan yaitu antara lain : a. Pada saat mengerjakan tugas mereka yang tidak mempunyai kemampuan berfikir cepat akan sulit menyesuaikan diri dengan materi tes.4. Dengan demikian penggunaannya terbatas kepada orang-orang yang mempunyai kemampuan baca tulis. kecepatan. Tes Kraepelin juga bersifat power test sehingga dapat mengukur daya tahan atau ausdouer seseorang dalam menyelesaikan tugas yang menjadi tanggung jawabnya d. Dapat mengungkap bakat dan kepribadian sekaligus dengan melihat hasil kerja testi b. Sebagai tes yang bersifat speed test. Testi dituntut kemampuan baca dan tulis. lanjutan studi.1) Dengan melihat hasil performancenya. c. b. Memberikan informasi tentang penempatan dan dapat menemukan kasus yang dihadapi testi. 2) Dapat mengungkap empat aspek bakat siswa (ketelitian.5 Tes Prestasi Belajar 4. artinya testi cenderung terdorong untuk bersaing dengan testi lain c. sehingga dengan melihat bakatnya dari hasil tes Kraepelin guru pembimbing dapat memberikan saran program studi apa yang sesuai untuk siswa. penjurusan. satu tahun ajaran ataupun satu jenjang pendidikan dari kelas I sampai kelas yang terakhir di lembaga pendidikan tersebut. Konon tes ini dapat disekor dengan komputer tetapi penggunaannya masih terbatas.

dan jatuhlah ia. Misalnya hari ini seseorang memperoleh pengalaman bahwa agar dapat naik sepeda dengan baik ia harus menjaga keseimbangan badan. dan keterampilannya bersepeda makin baik pula. Dalam hal ini individu mulai dari tidak tahu berubah menjadi tahu. Pengertian yang dikemukakan Crow & Crow dapat dijelaskan sebagai berikut:  Belajar merupakan perbuatan. learning. Proses menilai dan kemudian bersikap sesuatu tersebut merupakan perbuatan belajar. kecakapan baru tersebut diperoleh melalui suatu proses perubahan yang mungkin memakan waktu lama. usaha tersebut dilakukan secara sadar. action. orang lain. dan bagaimana seseorang berperilaku yang serasi dan sehat. Apabila seseorang pada bulan ini melakukan reaksi yang berbeda dengan reaksinya bulan lalu. mungkin pula sebentar. Ia pernah mendengar dari orang tuanya bahwa berdasarkan pengalaman “orang-orang tua dulu” kalau sudah ada kelelawar terbang. disengaja. orang lain.  tanpa mengalami seseorang tidak belajar. sebagai pedoman beribadah. ilmu pengetahuan dan berbagai sikap.  Memperoleh ilmu pengetahuan.If the person makes a different response this month than the made a month ago. perilaku seseorang yang dilakukan dengan sengaja dan/atau tidak sengaja. Berdasarkan pada perbuatan dirinya sendiri dan/atau orang lain. sehingga ia tidak dapat mendengar adzan dari masjid yang jaraknya cukup jauh dari rumahnya. Perolehan ini lebih ilmiah dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya karena dikonstruk dengan cara-cara ilmiah. Crow & Crow (dalam Kasijan. objek. Pengalaman itu dapat berupa pengalaman fisik maupun pengalaman batin.  Memperoleh berbagai sikap. 230 . is shown by a change in behavior as a result of experience. dengan usaha yang dilakukan secara sadar tersebut individu mempunyai tujuan mendapatkan kecakapan baru (tingkah laku baru). belajar ditandai adanya suatu usaha. kita menyatakan bahwa dia telah mempelajari sesuatu. Dalam pengertian ini terkandung unsur-unsur berikut : Pertama. Kedua. mulai dari tidak cakap berubah men-jadi cakap dalam sesuatu hal. more pricisely. maupun objek dan isuisu yang terjadi tersebut. dan jika kelelawar sudah muncul.  Pengalaman itu membawa perubahan yang berarti dalam perkembangan dirinya. Pengertian di atas dapat diidentifikasikan bahwa belajar mengandung makna:  Ditunjukkan adanya proses mengalami sesuatu yang berbeda dari waktu ke waktu. setiap kali menjelang waktu berbuka ia ke luar rumah mengamati kelelawar. mengapa. atau lebih tepat belajar tertunjukkan oleh adanya perubahan tingkah laku sebagai hasil mengalami sesuatu. misalnya dari hari ke hari keseimbangannya semakin baik. 1984:321) menyatakan bahwa belajar adalah perbuatan untuk memperoleh kebisaaan. apa. mengamati objek dan isu-isu yang terjadi seseorang menilai positif atau negatif terhadap dirinya sendiri. Karena itu ia berusaha memperoleh jadwal puasa dan waktu sholat dari lembaga-lembaga yang dapat dipercaya. Keempat. Ketiga. we say that he has learned something. sehingga seseorang itu  Memperoleh sesuatu kebisaaan. Kebisaaan-kebisaaan melihat kelelawar tersebut mungkin saja tidak dapat dilakukan karena terjadi hujan. atau isu-isu. Sikap adalah penilaian umum yang dibuat seseorang terhadap dirinya sendiri. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa belajar merupakan suatu usaha sadar yang dilakukan individu untuk mendapatkan kecakapan baru melalui suatu proses perubahan sebagai hasil mengalami sesuatu. dari hari ke hari ia belajar dari pengalaman batinnya. kemarin tubuhnya miring ke kiri dan ke kanan. Or. misalnya seseorang yang pada saat berpuasa menunggu waktu berbuka listrik mati. suatu aktivitas dalam diri individu (baik fisik maupun psikis). Perbuatan ini ia lakukan berulang-ulang. berarti matahari sudah terbenam dan dengan waktu berbuka telah tiba.

Kelima. Untuk mengetahui hasil belajar seorang siswa. proses perubahan dalam diri individu dikarenakan individu tersebut mengalami sesuatu secara langsung. Beberapa di antara batere tes mempergunakan tachistoscope yang meneliti kecepatan bacaan (mencatat gerak mata) ketika seseorang membaca. maka guru perlu mengukur hasil belajar siswa dengan alat ukur yang disebut tes hasil belajar. Tes hasil belajar yang bersifat khusus adalah tes-tes yang mencakup bidang. Dalam kegiatan belajar mengajar diharapkan dapat diperoleh perubahan tingkah laku. yang diambil dari suatu populasi anak normal pada sekolah-sekolah umum. Dalam praktek di lingkup pendidikan. suka atau tidak suka. penetapan kenaikan tingkatan kelas. Selain dibedakan tes hasil belajar yang bersifat umum dengan tes hasil belajar khusus. yang terutama digunakan dalam bantuan terhadap anak yang mengalami kesulitan belajar. klasifikasi. misalnya satu catur wulan.2. terutama berbeda dalam tingkat pengalaman. Disebut objektif karena cara pemeriksaannya (skoringnya) yang seragam terhadap semua murid yang telah mengikuti tes itu. 231 . perlu juga dibedakan antara tes hasil belajar yang bersifat umum dan tes kemampuan. matematika dan tes dengan tujuan pendidikan yang luas. a.2. Tes ini didasarkan atas tujuan pendidikan yang bersifat umum. remedial teaching. 4) Petunjuk untuk administrasi dan penilaian yang distandarisasikan dirumuskan secara mendetail. umpamanya kursus bahasa tertentu. 4. Suatu contoh batere tes yang telah distandarisasikan yang banyak digunakan di luar negeri yang terkenal adalah Tes Hasil Belajar Metropolitan yang terdiri dari 5 batere. b. Sedangkan tes subjektif cara penilaiannya cenderung dipengaruhi oleh hal-hal yang bersifat subjektif seperti prasangka. 4.5. 1986:209). 3) Sampel-sampel yang dicobakan harus bersifat representatif. 1968). tes hasil belajar mempunyai beberapa fungsi (Stamboel. Perubahan tingkah laku ini ditandai dengan suatu hasil belajar yang dicapai oleh siswa setelah menyelesaikan program belajar dalam suatu kurun waktu tertentu. sadar dan disengaja. 1986:213) yaitu seleksi. sedangkan tes kemampuan mengukur efek belajar yang secara relatif terwujud dalam kondisi yang tidak terkontrol dan tang diketahui. Tes hasil belajar yang bersifat umum mengukur efek pengalaman yang secara relatif dicakup oleh suatu unit pengalaman yang distandardisasikan. 2) Tes semacam ini dikonstruksikan dengan keahlian oleh ahli-ahli dalam bidang konstruksi tes.2 Jenis dan Fungsi Pengukuran Hasil Belajar Tes hasil belajar yang distandardisasikan merupakan tes psikologi yang paling maju perkembangannya. satu tahun ajaran dan seterusnya. Beberapa hal yang perlu diketahui : 1) Tujuan utama dari tes hasil belajar yang distandardisasikan yang bersifat umum adalah penilaian terhadap pengaruh pengajaran/pendidikan/kursus tertentu. 8 dan 9. Batere pertama untuk kelas I sampai kelas 6 SD. 4. masing-masing terdiri 4 atau 5 bentuk yang ekuivalen (Anastasi.2 Tes Hasil Belajar Buatan Guru Tes hasil belajar buatan guru dapat digolongkan menjadi tes objektif dan subjektif (essay). kemudian sampai dengan batere untuk yang lebih lanjut bagi kelas 7. dan bimbingan konseling. rajin atau tidak dalam mengikuti pelajaran. yaitu suatu rencana pelajaran.1 Tes Hasil Belajar Yang Distandardisasikan Di sini akan dibicarakan tes hasil belajar yang bersifat umum dan khusus.bidang khusus yaitu terutama tes membaca. Selain tes hasil belajar yang distandardisasikan ada pula tes hasil belajar buatan guru (Stamboel.5. satu semester.5. mencek standar.

minat) yang anda miliki dari siswa anda serta komparasikan dengan hasil prestasi belajar yang dimilikinya lalu buatlah deskripsi tentang diri siswa tersebut dan kemungkinan berhasil siswa pada suatu jurusan tertentu. untuk mengambil keputusan tentang program khusus apa yang akan diikutinya. Hal ini dilakukan jika subyek yang terdaftar melebihi jatah yang ada. Berpedoman pada prestasi belajar siswa. Rangkuman 232 . bakat. 6) Dan akhirnya tes hasil belajar digunakan dalam bidang penyuluhan (bimbingan konseling). Lembar Kegiatan Untuk memperoleh pemahaman yang mendalam pada bab ini seyogyanya saudara mengikuti langkah-langkah berikut: 1. Hal ini berarti siswa yang memiliki kemampuan lebih dapat menyelesaikan masa belajarnya lebih cepat. perlu waktu belajar lebih ataukah tidak dan sebagainya. dosen atau instruktur. 2. C. Cermati beberapa istilah penting yang ada di dalamnya. Berlatihlah menggali data. nalar dan logis. Pelajari bab IV buku ajar ini baik-baik. apa yang saudara lakukan untuk tetap memperoleh data yang saudara harapkan? 5. 4) Penetapan kenaikan tingkat kelas bisaanya juga menggunakan tes hasil belajar sebagai patokan. materi belajar yang cocok dengan kecepatan dan kesulitan belajarnya. guru pembimbing akan dapat membantu siswa untuk memahami dirinya yang menyangkut kkemampuannya. karena tes ini bersifat objektif dan uniform bila dikonstruksikan secara baik. Buatlah analisis hasil psikotes (baik inetegensi. Layanan bimbingan belajar yaitu layanan bimbingan yang memungkinkan siswa mengembangkan diri berkenaan dengan sikap dan kebisaaan belajar yang baik. 3. Berlatihlah merumuskan pengertian yang saudara jumpai dalam buku ajar ini dengan kalimat saudara sendiri sejauh tidak menyimpang dari maksud kalimat dalam buku ajar ini. Lakukan pula percobaan menggali data pada teman-teman anda dalam satu kelompok yang anda tentukan sendiri anggotanya.1) Fungsi tes hasil belajar terutama adalah untuk seleksi. serta dapat menolong dirinya sendiri untuk mengatasi masalah-masalah yang berhubungan dengan belajar berdasarkan pemahaman dirinya yang baik. misalnya calon mahasiswa yang dibutuhkan 40 sedangkan pendaftar 70. sebab suatu pengajaran yang bersifat klasikal sebenarnya banyak mengabaikan segi-segi perbedaan individual anak didik. kelebihan dan kelemahannya. D. jika perlu tanyakan kepada teman sejawat. bisa pula download dari internet. juga klasifikasi anak untuk ditempatkan sesuai dengan kelompok yang sama kemampuannya (homogeneous ability) digunakan tes hasil belajar. jika saudara gagal dengan suatu cara. atau cari penjelasannya di buku-buku psikologi dan/atau bimbingan dan konseling. 5) Untuk keperluan remedial teaching (perbaikan pelajaran). siapkan pula alat tulis berupa spidol warna atau stabilo untuk menandai hal-hal yang penting. 4. 3) Untuk mencek standar suatu kelakuan minimum yang dicapai misalnya untuk mengikuti pelajaran berikutnya anak dituntut telah memiliki kemampuan tertentu sebagaimana yang digariskan. terutama dalam kaitannya dengan layanan bimbingan belajar. Latihan 1. Hasil tes prestasi belajar akan mempunyai manfaat yang penting dalam kegiatan bimbingan konseling di sekolah. E. serta berbagai aspek tujuan dan kegiatan belajar lainnya. 2) Tidak saja dalam seleksi. atau lihat kamus/ensiklopedi. perlu pengayaan ataukah tidak.

Dari berbagai macam tes yang tersedia. 3. F. Tes kepribadian mencakup dua macam teknik. artinya aspek-aspek yang bukan abilitas dan ‘kepribadian’ manusia. 5. kecerdasan maupun bakat) yang ditunjukkan oleh individu? 233 . Tes kepribadian adalah tes psikologis yang bermaksud mengukur dan menilai aspek-aspek non kognitif. 4. karena ada banyak faktor yang mungkin saja mempengaruhi hasil tes yang diperoleh maupun kemungkinan keberhasilan individu atau siswa dimasa yang akan datang. minat. emosi. Tes prestasi belajar merupakan tes psikologis yang digunakan untuk mengukur perubahan perilaku siswa setelah menyelesaikan program belajar dalam suatu kurun waktu tertentu yang ditandai dengan pencapaian hasil belajar (biasanya berbentuk nilai). Dari hasil tes ini kemudian akan ditemukan klasifikasi-klasifikasi tertentu dari tiap tingkat kecerdasan individu yang tentunya akan memberikan pedoman kepada konselor dalam memberikan perlakuan untuk membantu individu berkembang. dan teknik proyektif. Tes hasil belajar berbentuk tes buatan guru dan tes yang distandarisasikan. 2. Aspek non kognitif ini dibatasi pada aspek pokok yang meliputi motivasi. dan hubungan sosial.1. 6. Tes bakat sebagai salah satu jenis tes psikologi memiliki tujuan untuk mengetahui kemampuan-kemampuan khusus yang dimiliki individu yang sangat potensial untuk bisa berkembang jika mendapatkan perlakukan yang tepat. Namun. Tes intelegensi merupakan salah satu metode testing dalam pemahaman individu dimana tes ini akan menunjukkan tingkat kecerdasan individu secara umum. yang sering digunakan antara lain adalah Tes BAKUM dan Tes DAT. hendaknya konselor dapat secara bijak memilih dan memilah mana saja tes yang dianggap cocok dan tepat bagi siswasiswanya. dimana tes ini bisaanya digunakan sebagai dasar pertimbangan penjurusan di sekolah. Hasil tes yang diperoleh juga tidak boleh serta merta digunakan sebagai acuan atau pedoman utama dalam menentukan masa depan pengembangan diri siswa. yaitu teknik self-reprot inventory. Tunjukkan semua alasan. Apa pendapat anda serta apa yang akan anda lakukan jika ditemukan fakta bahwa hasil tes psikologi berbeda dengan keseharian (baik sikap. Ada berbagai macam tes bakat. Teknik tes dalam pemahaman individu pada hakekatnya adala suatu cara yang digunakan untuk memahami individu pada aspek tertentu dengan menggunakan metode testing dimana hasilnya dapat menunjukkan faktor pembeda (diferensial) antara individu satu dengan yang lain terutama yang berkaitan dengan pengukuran aspek psikologis sehingga dapat memberikan gambaran rancangan perlakukan layanan yang akan diberikan kepada masing-masing individu berdasarkan data yang valid dan akuntabel. Tes Formatif 1. Karena setiap tes memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. mengapa seorang konselor perlu melakukan tes psikologi dalam memahami individu? 2.

Uraian Materi 5. kepribadian dan nilai-nilai klien yang dipengaruhi oleh budaya yang dapat menjadi penyebab masalah klien belum dapat diungkap dengan teknik testing. Walaupun ada teknik testing untuk pemahaman individu. information for counseling process itself (informasi yang digunakan untuk membantu pelaksanaan konseling itu sendiri) dan information for postcounseling plans and actions (informasi untuk menetapkan rencana dan tindakan setelah konseling). Tes untuk kepentingan non informasi terdiri atas: simulating interest in areas not previously considered (merangsang minat terhadap bidang tertentu yang sebelumnya tidak ikut dipertimbangkan). biologis. informasi merupakan bahan yang kita hadapi berasal dari dalam dan/atau luar diri kita untuk mengambil keputusan. B. Lebih lanjut Goldman menjelaskan bahwa Super (1957) dan Bordin (1955) menetapkan ada tiga kategori dalam tes untuk informasi yaitu: precounseling diagnostic information (informasi pre konseling untuk menetapkan diagnostik). untuk kepentingan non informasi (for non informational purpose). untuk kepentingan informasi (for informational purpose). sosial. Seperti aspek biofisiologis. konselor dihadapkan pada kenyataan yang lebih kompleks. (c) Menyusun dan mengembangkan instrumen asesmen untuk keperluan bimbingan dan konseling (d) mampu memanfaatkan data yang dimiliki untuk keperluan layanan konseling individual bagi siswa-siswanya. Kompetensi dan Indikator Setelah mempelajari materi ini. Pendahuluan Tes dan nontes merupakan salah instrument untuk memahami individu dalam keseluruhan layanan konseling. 234 . yaitu pertama. tetapi sebagai tes yang terstandar. laying a groundwork for later counseling (meletakkan dasar kerja konseling). Segala apa yang berasal dari luar itu masuk ke dalam diri untuk diolah dan disimpan di dalam sistem ingatan kita. bakat. Dalam pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah teknik non testing merupakan teknik utama yang harus dikuasai oleh seorang konselor sekolah. Hasil suatu tes dan/atau nontes sebagai bahan informasi merupakan suatu hal penting dalam mengambil keputusan. Goldman (1971:23) dalam hal ini memandang bahwa penggunaan tes untuk kepentingan konseling dikelompokkan menjadi dua. Setelah menjadi pengetahuan bagi kita. validitas dan reliable teruji. Satu hal yang sangat mendasar. apa pun teknik yang digunakan konselor dalam memahami individu.1. Masing-masing instrument tersebut memiliki karakteristik dalam penggunaannya. teknik testing sejauh ini baru dapat memahami individu pada aspek inteligensi. informasi adalah segala sesuatu yang membuat orang menjadi tahu tentang sesuatu. learning experiences in decision-making (memperoleh pengalaman belajar membuat keputusan) dan facilitating conversation (penyediaan fasilitas percakapan dalam konseling). sehingga informasi kemudian menjadi pengetahuan bagi kita tentang sesuatu. pada hakekatnya adalah untuk memperoleh informasi sebagai bahan untuk mengambil keputusan. minat dan kepribadian. sesuai dengan kebutuhan pelayanan bimbingan dan konseling. setiap peserta pelatihan diharapkan memahami bagaimana memanfaatkan data hasil tes maupun nontes yang dimiliki untuk membuat perencanaan dan pelaksanaan layanan konseling individual.BAB V PEMANFAATAN HASIL NONTES DAN TES UNTUK LAYANAN KONSELING INDIVIDUAL Kegiatan Belajar 4 A. Hal ini senada dengan yang ditegaskan oleh Munandir (1996:165) bahwa. dan kedua. Sebagai indikator bahwa peserta telah memahami hakikat pemahaman individu mereka (a) Memahami hakikat asesmen. (b) Memilih teknik asesmen. Pada umumnya konselor di sekolah lebih sering memahami individu dengan teknik non testing. Sementara dalam pengumpulan informasi tentang diri klien.

kuesioner. Pada tahap akhir konseling informasi hasil tes digunakan untuk memberikan bantuan dalam membuat keputusan-keputusan dan rencana-rencana untuk masa depan dengan alternatif-alternatif tindakan secara realistis. dan tes prestasi belajar. AUM. pada umumnya tes yang digunakan untuk memperoleh data klien adalah tes inteligensi. (c) sebagai salah satu bahan diagnosis dari proses yang berkesinambungan dan dipadukan dengan hasil analisis yang lain --.3. Teknik non tes dimaksud antara lain observasi. (b) untuk menentukan fokus masalah yang dialami klien. bakat dan minatku?” Program studi dan jabatan yang bermacammacam merupakan bahan informasi bagi seseorang untuk dipilih. pada saat proses konseling. sehingga diharapkan hasil informasi tes tersebut dapat membantu kerangka berpikir konselor di dalam merefleksi perasaan klien. Teknik Non Tes Dalam Bimbingan Dan Konseling Konselor pada umumnya memahami dan terampil menggunakan teknik non tes dalam melakukan pelayanan bimbingan dan konseling. Konselor sejak kuliah sudah berlatih secara intensif menyusun dan menggunakan teknik non tes untuk memahami individu dalam konteks pelayanan bimbingan dan konseling. tes kepribadian (minat. 5. 235 . tes bakat. hasil tes dapat digunakan sebelum konseling. wawancara. kuesioner. 5. ITP). metode. Pada tahap sebelum konseling hasil informasi tes digunakan konselor sebagai bahan pertimbangan (a) menentukan jenis layanan apakah yang akan diberikan konselor kepada klien. 2006): Suatu jenis tes hanya diberikan oleh konselor yang berwewenang menggunakan dan menafsirkan hasilnya. berkaitan tentang dirinya sendiri dalam hubungannya dengan fakta sekarang yang ada. Di samping itu informasi hasil tes disampaikan kepada klien dengan harapan klien lebih mengenali dirinya sendiri sehingga klien mampu mengembangkan harapan-harapan yang realistis dalam proses konseling.Informasi yang diperoleh konselor merupakan rujukan untuk membantu klien menentukan pilihan serta merupakan upaya mencari jawaban atas persoalan “Apa yang harus saya lakukan?” Apabila pilihan itu menyangkut bidang pendidikan mungkin persoalannya akan banyak berkaitan dengan : “Program studi manakah yang harus saya pilih sesuai dengan bakat dan minatku?” Demikian pula jika berkenaan dengan bidang jabatan (karier) mungkin pertanyaan yang muncul berkaitan dengan : “Jabatan apakah yang sesuai dengan bakat dan minatku?” “Bagaimanakah saya memperoleh jabatan yang sesuai dengan cita-cita. Konselor wajib selalu memeriksa dirinya apakah mempunyai wewenang yang dimaksud. Hasil tes akan mempunyai makna sebagai informasi bagi klien jika tes tersebut dianalisis dan dinterpretasi.misalnya informasi dari teknik non testing : observasi. sosiometri. Pilihan seseorang atas informasi yang diperolehnya merupakan keputusan. wawancara. kecenderungan kepribadian).2. Teknik Tes Dalam Bimbingan Dan Konseling Dalam pelayanan bimbingan dan konseling. Hal tersebut berlanjut sampai mereka bekerja di lapangan. biografi. dan alat mana yang digunakan dalam upaya membantu pemecahan masalah yang dialami klien. teknik. Berdasarkan hasil tes konselor mendapatkan pelengkap data khususnya mengenai sifatsifat kepribadian klien yang selama ini belum dapat terungkap melalui teknik non tes. inventori (DCM. Pada tahap proses konseling informasi hasil tes digunakan untuk menafsirkan prognosis dengan memberikan alternatif-alternatif tindakan tentang pendekatan. dan proses konseling satu di antaranya tidak mungkin menghindari tahap pembuatan keputusan. Untuk kepentingan konseling. Sementara di sisi lain keterampilan menggunakan teknik tes sangat terbatas karena tes terstandar sudah siap pakai. dan penggunaannya terikat kode etik yang ketat sebagaimana disebutkan dalam Kode Etik Profesi Bimbingan dan Konseling Indonesia (PB ABKIN. dan setelah konseling sebagaimana dikatakan oleh Super dan Bordin (dalam Goldman 1971:23). dalam arti tidak hanya berhenti pada penyajian sekor yang diperoleh seorang klien. Selain itu juga merupakan sumbangan yang berarti bagi klien untuk proses perencanaan dan pilihan tindak lanjut. sosiometri.

Konselor merancang untuk memberikan layanan konseling individual kepada Arimbi setelah memperoleh masukan dari beberapa guru dan wali kelas X. Rambu-rambu tersebut menyebabkan pembelajaran calon konselor berbeda dengan teman-temannya di program studi Psikologi. Tetapi jika ia dijuruskan ke Bahasa merupakan siksaan baginya. e. masalahnya. inventori (DCM. d. 5. Dari pertemuan awal diperoleh gambaran: (1) Arimbi merupakan tipe anak yang tidak mau menerima begitu saja apa yang diputuskan baginya. Karena pada umumnya untuk memahami individu secara utuh: potensinya. menggunakan hasil praktik teknik non tes untuk pelayanan bimbingan dan konseling.3. Penggunaan suatu jenis tes wajib mengikuti secara ketat pedoman atau petunjuk yang berlaku bagi tes tersebut. dan IPA. Dalam hal ini data hasil testing wajib diperlakukan setara dengan data dan informasi lain tentang klien. mau belajar lebih rajin ataukah bisaa saja? Perilaku yang nampak di kelas antara lain sering bengong. dan kemungkinan pengembangan pribadinya tidak dapat diperoleh dari satu metode saja. Ia merasa kecewa karena harapannya tidak sesuai dengan kenyataan yang digambarkan pada psikotes. menyusun instrumen. Hasil studi awal konselor terhadap Arimbi atas kasus ini diperoleh simpulan bahwa di satu sisi Arimbi punya ambisi cukup besar untuk mewujudkan keinginannya. Ia merasa bahwa ia mampu dalam bidang IPA. Rekomendasi psikologis yang disarankan untuknya adalah dengan urutan prioritas jurusan Bahasa. Arimbi setelah menerima laporan hasil psikotes ternyata mengalami konflik. kekhasan tiap metode. cenderung sering tidak mengerjakan PR jika dibandingkan dengan sebelum menerima hasil psikotes.a. kuesioner. kemauan belajarnya cukup tinggi. Implementasi Teknik Tes Dan Non Tes Dalam Layanan Konseling Individual Pada suatu hari konselor SMA Pringgodani Kudus didatangi oleh Arimbi siswa kelas X. c. menganalisis dan menginterpretasi data. IPS dan Bahasa sama baiknya. tampangnya kusut. ITP). yang dalam batas tertentu mereka memperoleh mata kuliah konstruksi tes.4. sosiometri. Ia ingin jadi dokter karena ia sering sakit. tetapi takut dengan dokter. wawancara bisa lebih mendalami latar belakang mengapa seorang siswa memilih dan menolak temannya satu kelas dari pada sekedar alasan memilih dan menolak temannya yang tertulis dalam angket sosiometri.3. Hasil testing hanya diberitahukan kepada pihak lain sejauh ada hubungannya dengan usaha bantuan kepada klien. Aplikasi instrumentasi teknik non tes oleh konselor pada umumnya dilakukan secara terpadu. menarik perhatian para guru mata pelajaran dan wali kelas. AUM. Jika ia menjadi dokter maka ia dapat mengobati dirinya sendiri. IPS. sebaliknya kuesioner tidak bisa mencatat aktivitas klien “secara on the spot” ketika mengikuti kegiatan tertentu di sekolah. Perilaku Arimbi yang berubah sejak itu. Konselor wajib memberikan orientasi yang tepat kepada klien dan orang tua mengenai alasan digunakannya tes disamping arti dan kegunaannya. melakukan pengumpulan data dengan metode tersebut. ia disukai teman-temannya karena senang membantu teman yang kesulitan antara lain 236 . enggan bergaul dengan teman sekelas. wawancara. Testing dilakukan bila diperlukan data yang lebih luas tentang sifat atau ciri kepribadian subjek untuk kepentingan pelayanan. b. karena dalam pembelajaran calon konselor lebih menekankan penguasaan konsep dan praksis teknik non tes. pergaulannya luas karena sikapnya supel. Misalnya observasi tidak menjangkau data latar belakang keluarga yang lebih tepat diungkap melalui kuesioner. Sejak itu ia sering mengalami konflik batin. tidak menggunakan metode tunggal. sudah barang tentu konselor semestinya terampil menggunakan teknik non tes. Beberapa orang guru dan wali kelas kemudian menyampaikan kepada konselor tentang perubahan perilaku Arimbi. diperoleh mulai dari memahami konsepnya. Keterampilan konselor dalam teknik non tes semisal observasi. Namun demikian. Data hasil testing wajib diintegrasikan dengan informasi lain yang telah diperoleh dari klien sendiri atau dari sumber lain.

mudah kecewa terhadap sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginannya. Untuk memperoleh gambaran yang utuh tentang harapan dan cita-citanya. wali kelas.1 Nilai Arimbi Kelas X. teman sekelas. Dinamika psikisnya menghadapi keputusan penjurusan cenderung negatif. dan orang tua. Konflik itu muncul karena ia ingin masuk IPA. kehilangan canda rianya bersama adik-adiknya. Olahraga Kesehatan 15. teman. Teman-teman sekelas kehilangan sumber informasi dan sumber belajar. di sisi lain ia tidak suka jika orang lain memutuskan sesuatu yang tidak sesuai dengan dirinya.3 Semester 1 Tahun Pelajaran 2010/2011 Komponen A. Muatan Lokal 17. Bahasa Indonesia 4. konselor mempelajari catatan akademiknya pada semester 1 sebagaimana tersaji dalam Tabel 5.dengan mengajak belajar kelompok. Sosiologi 13. Keterampilan /Bahasa Asing B. Kimia 9. Suasana keluarga hangat. Karena cenderung sering tidak mengerjakan PR. Pergaulannya dengan guru. Pendidikan Agama 2. tetapi ia diputuskan masuk Bahasa sebagai prioritas I. Pendidikan Kewarganegaraan 3. Sementara itu orang tua tidak tahu bagaimana harus bersikap menghadapi Arimbi di rumah yang sekarang lebih banyak nyungsep di kamar. Fisika 7. sehingga menimbulkan konflik pada dirinya. teman sekolah dan di kampung sangat baik. Mata Pelajaran 1. Sejarah 10. guru-guru mengalami kesulitan untuk memberikan motivasi anak lainnya sebab Arimbi sering mendorong teman-temannya untuk mencoba menuliskan hasil PRnya di papan tulis. demokratis --. Teknologi Informasi dan Komunikasi 16. gairah makan menurun. Bahasa Inggris 5. 5. (2) Konflik yang dialami oleh Arimbi dirasakan cukup mengganggu oleh guruguru. wali kelas. menghindari berbicara dengan orang tua. dan orang tua. Konselor memutuskan untuk memberikan layanan konseling individual kepada Arimbi setelah memperoleh masukan dari guru. Ekonomi 12. Seni Budaya 14. Pendidikan Jasmani. Matematika 6. Geografi 11.terbuka dalam membahas persoalan yang dihadapi oleh anggota keluarga.1. tidak suka dikritik. karena tidak mau mengerjakan PR maka Arimbi pun tidak mau membantu temannya menyelsaikan soal-soal PR. Biologi 8.4. Tabel 5.1 Identifikasi Arimbi berasal dari keluarga yang cukup baik sosial ekonominya. Hampir semua orang di rumah (tetangganya) maupun di sekolah sangat suka dengan Arimbi. Bahasa Jawa Nilai 8 8 9 9 8 7 8 7 9 8 8 8 9 8 9 8 7 dan 237 .

dengan cara yang lebih teratur. Tujuannya bukan memecahkan suatu masalah tertentu. tetapi kenyataannya lain. 1992:127-128) karena secara spesifik : (1) Perhatian diarahkan pada pribadi klien dan bukan kepada masalahnya. lebih bertanggungjawab. langkah-langkah yang ditempuh oleh konselor dalam membantu memecahkan masalah Arimbi adalah sebagai berikut : (1) Arimbi datang menemui konselor. baik masalah sekarang maupun masalah yang akan datang dengan cara yang lebih baik. Arimbi menunjukkan hasil psikotes yang diperolehnya sebagaimana disajikan dalam tabel 5. (3) Konselor mendorong Arimbi untuk mengemukakan perasaannya secara bebas berkenaan dengan hasil psikotes untuk penetapan jurusan.2 Proses Konseling Konselor setelah mempelajar latar belakang Arimbi. maka pada saat menghadapi masalah baru ia akan bisa mengatasinya dengan cara yang sama.Komponen Nilai C. Pengembangan Diri A 5. Konselor menciptakan situasi yang bebas dan permisif. maka konselor secara wajar memperlihatkan sikap ramah. Pola emosi yang diperlihatkan Arimbi sekarang ini sama saja dengan pola emosi yang sudah ada dalam sejarah pribadinya. Pendekatan ini bekerja langsung terhadap kehidupan emosi dan perasaan yang nyata daripada berusaha mereroganisasikan faktor emosi melalui pendekatan intelektual. bersahabat. konflik batinnya. Di sini Arimbi belajar memahami diri sendiri. Mengacu dari Surya (1988:213) dan Gunarsa (1992:129-131). sehingga ia bisa mengatasi masalah. membuat keputusan sendiri. tidak sopan. cemberut. sehingga ia memutuskan untuk melanjutkan konseling. Arimbi harus bertanggungjawab atas dirinya sendiri. (3) Memberi tekanan yang lebih besar terhadap keadaan yang ada sekarang dari pada terhadap apa yang sudah lewat. Konselor hanya sebagai fasilitator. mengenal dan memahami Arimbi yang menggerutu. dari pada terhadap faktor intelek. Konselor tidak perlu mengomentari bahwa sikapnya sekarang ini tidak benar. Agar Arimbi dapat mengemukakan kekecewaannya. dan menerima klien apa adanya (congruence dan unconditional positive regard). Ia mengatakan bahwa ia mendapatkan saran dari guru. Dalam kenyataannya perilaku Arimbi dipengaruhi oleh emosi daripada oleh pikiran.4. (2) Penekanan lebih banyak terhadap faktor emosi. tetapi membantu seseorang untuk tumbuh. dan sebagainya. sehingga bagaimana Arimbi terselesaikan masalahnya tergantung pada dirinya sendiri.2 (4) Konselor menerima. kemudian merespon perilaku Arimbi. tetapi cukup tersenyum simpul dan menunjukkan kepada Arimbi apa yang ada di balik ungkapan-ungkapan perasaanya itu. memutuskan untuk menggunakan pendekatan Client-Centered. ia mengetahui hal itu dan tidak boleh melakukan hal itu. tetapi melalui proses konseling Arimbi akan memperoleh sesuatu. Sejak saat itu Arimbi disadarkan bahwa konselor tidak mempunyai jawaban. Arimbi bisa mengetahui bahwa perilakunya sebenarnya tidak baik. Pendekatan ini dipilih konselor untuk membantu memecahkan masalah Arimbi (Gunarsa. jadi secara rasional dan intelektual. dan teman-temannya untuk minta jasa konseling kepada konselor. menghentak-hentakkan kakinya. (4) Penekanan pada hubungan terapetik itu sendiri sebagai tumbuhnya pengalaman. sehingga menimbulkan 238 . pendek kata semua perilaku negatifnya. Jika seseorang berhasil mengatasi masalah dalam suasana yang lebih bebas. (2) Situasi terapetik dimulai. membuat keputusan yang penting dengan bebas dan bisa sukses berhubungan dengan orang lain secara lebih dewasa. berkurang sikap ragu-ragunya. wali kelas.

Kimia dan Biologi.” Dengan cara semacam itu maka klien tidak akan melakukan defense mechanism.” Hal ini merupakan peluang bagi klien untuk disembuhkan. Bakat dan Minat Arimbi No. pada saat itu akan diikuti oleh ekspresi dari dorongan positif untuk berkembang lebih lanjut.2 Profil Kecerdasan. Tabel 5. Seandainya saya dapat masuk IPA. karena hasil psikotes Anda tidak sesuai dengan harapan dan keinginan Anda. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Aspek Minat Sosial Bussines Home Ekonomi Secretary Medical Matematika Fisika Biologi Teknik Kesehatan 11 Musik Kemungkinan berhasil 239 . saya akan lebih tekun mempelajari Fisika. rasa-rasanya masa depan saya suram. Saya hanya ingin menjadi dokter. (5) Ketika perasaan-perasaan negatif telah diungkapkan sepenuhnya. Saya tidak ingin menjadi sastrawan atau ahli bahasa. tidak diproyeksikan kepada orang lain atau disembunyikan.suasana klien dapat memahami dan menerima keadaan negatif atau tidak menyenangkan itu. Misalnya dengan mengatakan: “Anda nampak kecewa sekali. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Aspek Kecerdasan dan Bakat Kecerdasan Umum Pemahaman Sosial Kawasan Pengetahuan Analogi Verbal Logika Sosial Pemahaman Numerik Logika Numerik Kemampuan Analogi Berpikir Induktif Deduktif Persepsi Keruangan NILAI 80 89 75 79 70 69 75 80 85 75 75 IPA IPS Bahasa Nilai 70 79 59 80 69 70 80 89 80 90 69 IPA IPS Bahasa KLASIFIKASI Tinggi Tinggi Cukup Tinggi Cukup Tinggi Cukup Tinggi Sedang Cukup Tinggi Tinggi Tinggi Cukup Tinggi Cukup Tinggi 77 Cukup Tinggi 78 Cukup Tinggi 81 Tinggi Klasifikasi Cukup Tinggi Cukup Tinggi Agak Rendah Tinggi Sedang Cukup Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Sekali Sedang 78 Cukup Tinggi 72 Cukup Tinggi 78 Cukup Tinggi 11 KetepatanPresisi Kemungkinan berhasil No. Wujud dari kondisi positif adalah pernyataan Arimbi: “Saya kecewa sekali dijuruskan ke program Bahasa.

karena Anda ingin jadi dokter. “Kenapa tidak.” “Apa yang kamu lakukan untuk itu?”. jawab Arimbi. membaca puisi. sedangkan dari dalam 240 . saya akan berusaha sekuat tenaga”. paling tidak saya rasa saya dapat mengikuti pelajaran di kelas XI IPA jika saya masuk ke sana. tidak mengerjakan PR dan lebih baik dihukum. “Apakah kamu tidak merasa rugi meninggalkan kegiatanmu di OSIS?”. “Anda ingin sekali masuk IPA. Bilogi dan Kimia. Dengan penerimaan seperti itulah klien belajar menyadari diri sendiri sebagaimana keadaan sebenarnya. Konselor mendengarkan dengan seksama kata-kata Arimbi: “Saya akan berjuang agar dapat masuk IPA. asal nilai raportmu memenuhi syarat untuk itu”. Tetapi apakah itu mungkin?”. (2) Pemahaman. kata konselor. dan data-data non tes yang diperoleh konselor. Hasil dokumentasi juga menunjukkan sejak SD. hasil psikotesnya. timpal Arimbi. (2) Tindakan positif. Mungkin juga saya harus mengurangi. yang positif. kata Arimbi. (1) Konselor memahami dan menerima perasaan-perasaan positif yang diungkap-kan Arimbi sebagaimana adanya. bahkan kalau perlu meninggalkan kegiatan saya di OSIS”. SMP. pengenalan dan penerimaan tentang diri sendiri. adalah langkah berikutnya yang penting dari keseluruhan proses. The self Arimbi telah terbentuk melalui pengalaman-pengalamannya baik yang berasal dari luar maupun yang dari dalam dirinya. Klien mencoba memanifestasikan/mengaktualisasikan pilihannya itu dalam sikap dan tingkah lakunya. “Saya rasa tidak. tanya konselor. saya akan ikut les privat untuk mata pelajaran Matematika. Pada saat ini konselor sebagai fasilitator memimpin klien untuk melihat kenyataan dirinya dengan memahami dan mendiskusikan hasil psikotes dan nilai raportnya di kelas X semester I. Atau saya tetap mengikuti kegiatan OSIS tetapi yang aktivitasnya mengarah ke IPA seperti KIR”. “Jika Bapak mengijinkan. Suatu keputusan untuk melakukan tindakan yang nyata. yang menjadi dasar pada diri Arimbi untuk dapat maju ke tingkat yang baru dari integrasinya. “Baik Pak. Biarkan Arimbi menganalisisnya dan mengomentarinya. “Saya tahu dan saya kecewa sekali bahwa sekor-sekor saya untuk program IPA lebih jelek dibandingkan dengan sekor-sekor Bahasa dan IPS sebagaimana hasil psikotes saya. (1) Bersama-sama dengan proses pemahaman ini adalah proses yang memperjelas kemungkinan-kemungkinan keputusan atau tindakan yang akan dilakukan Arimbi.Konselor menceritakan hasil pengamatan yang dilakukan guru-guru selama Arimbi mengikuti pelajaran setelah menerima hasil psikotes yang cenderung menurun motivasi belajarnya. jawab Arimbi mantap. demikian pula dengan guru-guru yang lain dan wali kelas. karena tadi Bapak mendukung keinginan saya. “Kenapa tidak. Fisika. Konselor juga menceritakan hasil wawancara dengan teman-teman sekelas dan orang tuanya yang memberikan gambaran serupa dengan hasil observasi guru-guru mata pelajaran. Tetapi saya rasa nilai-nilai raport saya tidak begitu jelek. kata Arimbi. “Saya akan belajar sungguh-sungguh. dan awal di SMA Arimbi sering memenangi lomba mengarang. sama seperti menerima dan memahami ungkapan-ungkapan perasaan negatif Arimbi. tanya konselor. meskipun juga di kelas VI SD menang lomba mata pelajaran Matematika dan IPA. Dari luar adalah pengalaman yang berupa dorongan dari orang lain dan kemungkinan untuk memenuhi keinginannya.” kata konselor. yang tumbuh dari dirinya sendiri. (3) Langkah selanjutnya adalah perkembangan sikap dan perilaku Arimbi sejalan dengan perkembangan tilikan tentang dirinya. saya minta dimasukkan ke IPA”. di kelas VIII SMP juga pernah menang lomba IPA.” Perasaan positif tidak diterima oleh konselor sebagai sesuatu yang harus dipuji atau seperti layaknya sesuatu permintaan yang harus dipenuhi. saya ada peluang masuk IPA jika raport saya pada semester kedua nilai-nilai IPAnya lebih baik dari semester pertama. karena saya ingin masuk IPA. melainkan sebagai sesuatu yang wajar yang ada pada diri pribadi seseorang.

2. Ia berkata kepada konselor: “Saya merasa bahwa jalan yang akan saya tempuh sudah lapang dan jelas. Konselor dan Arimbi melakukan kegiatannya masing-masing. 2. Konseling telah selesai. Pelajari bab V buku ajar ini sebaik-baiknya. saya sudah merasa bebas dari masalah saya. Kumpulkan data yang telah anda miliki baik hasil tes maupun non tes lalu susunlah rencana untuk memberikan sebuah layanan konseling individual bagi individu. bisa pula download dari internet. “Saya rasa. ia telah bebas dari masalahnya. Menurut anda. apa yang saudara lakukan untuk tetap memperoleh data yang saudara harapkan? 5. atau lihat di kamus/ensiklopedi. jika perlu tanyakan kepada teman sejawat. jika saudara gagal dengan suatu cara. Ia menghentikan hubungan terapetik dengan konselor. (4) Tingkah laku Arimbi makin bertambah terintegrasi dan pilihan-pilihan yang dilakukannya makin adekuat. Arimbi telah menjadi individu yang kepribadiannya terintegrasi dan berdiri sendiri. Tentunya perlakukan yang akan anda berikan kepada individu tersebut harus sesuai dengan apa yang anda pahami dari interpretasi data-data yang anda miliki. Lakukan pula percobaan menggali data pada teman-teman anda dalam satu kelompok yang anda tentukan sendiri anggotanya. Apa yang akan anda lakukan jika ternyata hasil interpretasi yang anda lakukan berbeda dengan apa yang diungkapkan oleh individu dalam konseling? 241 .berupa pengalaman konflik dan kekecewaan karena keinginannya terhambat tetapi pada akhirnya terbuka kesempatan untuk mencapainya. 3. Saya yakin saya bisa jika saya berusaha keras dan sungguhsungguh”. Dan tentu saja saya tidak akan kecewa berat seperti sebelum pertemuan ini jika saya gagal. 4. D. apa tujuan yang fundamental pemanfaatan hasil tes maupun non tes dalam layanan konseling individual? 2. Berlatihlah menggali data. Saya dapat melihat kenyataan tentang penjurusan saya. Lembar Kegiatan Untuk memperoleh pemahaman yang mendalam pada bab ini seyogyanya saudara mengikuti langkah-langkah berikut: 1. kemandirian dan pengalaman dirinya makin meyakinkan. dan saya melihat ada peluang terbuka untuk saya ke jurusan IPA. siapkan pula alat tulis berupa spidol warna atau stabilo untuk menandai hal-hal yang saudara anggap penting. dengan segala resikonya. Informasikan hasil pemahaman individu klien tersebut kepada klien yang bersangkutan dan orang-orang yang terkait agar bisa memberikan kontribusi membantu memecahkan masalah klien E. (5) Arimbi merasa bahwa bebannya suda ditanggalkan dan hubungan konseling harus segera diakhiri. Berlatihlah merumuskan pengertian yang saudara jumpai dalam buku ajar ini dengan kalimat saudara sendiri sejauh tidak menyimpang dari maksud kalimat dalam buku ajar ini. Arimbi merasa yakin akan kemampuannya untuk mengejar waktu yang tersisa dalam memenuhi keinginannya. Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak yang telah membantu memecahkan masalah saya”. Saya sudah tahu apa yang harus saya lakukan. Cermati beberapa istilah penting yang ada di dalamnya. karena saya sudah berusaha semampu saya. Latihan 1. dosen atau instruktur. C. Tes Formatif 1. atau cari penjelasannya di buku-buku psikologi dan/atau bimbingan dan konseling.

Bimbingan dan Penyuluhan Belajar di Sekolah. Susilo. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1986.html diunduh 28 Nopember 2011. Sukardi.D. M. PB ABKIN. Educational Research an Introduction. Sugiyo & Supriyo. Model Pengembangan Diri SMA/MA . Makalah disampaikan pada Konvensi Nasional Pendidik Konselor Indonesia I tanggal 8-9 Juli 1991 di Malang.wordpress. Dasar-Dasar Konseling Pendidikan (Teori dan Konsep). 2011. Pekanbaru: Panitia Konvensi Nasional ke-17 Asosiasi Bimbingan dan Konsleing Indonesia. 1983. Badan Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Nasional. 2008. Gibson.com/doc/8695600/STANDAR-KUALIFIKASI-AKADEMIK-DANKOMPETENSI-KONSELOR. Departemen Pendidikan Nasional. Surabaya: Bina Ilmu. L. M. 1996. Kode Etik Profesi Bimbingan dan Konseling Indonesia . Jakarta: BPK Gunung Mulia. Ahmad. A. L. Kudus: Nora Media Enterprise. dkk. Malang: Panitia Konvensi Nasional Pendidik Konselor Indonesia I. 242 . R. Santa Monica. New Jersey: Prentice Hall. E. California: Goodyear Publishing. Rahardjo. 1991.K. Pemahaman Individu II Tinjauan dari Segi Testing. Pemahaman Individu dengan Teknik Non Testing. 2007. Pusat Kurikulum. M. & Mitchel. C. Psychological Testing and Assessment. Djalali. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. U. Gall.. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 27 Tahun 2008 Tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor.com/2011/07/non-tes-dalam-bimbingan-dankonseling. 17-18 Desember 2011. Semarang: Bina Putera. Mengembangkan Bakat dan Kreativitas Anak Sekolah (Petunjuk bagi guru dan orang tua). 2007. 1987. Ke Arah Profesionalisasi Pekerjaan Bimbingan di Indonesia. (8th edition). Co. Bandung: Pengurus Besar Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia. --------. 2011. 2011. Susilo & Gudnanto. Using Test in Counseling. Munandir. Kudus: Program Studi Bimbingan dan Konsleing Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muria Kudus. Gunarsa. Hariadi. M. --------. Himcyoo. Non Tes dalam Bimbingan dan Konseling . 2003. Bimbingan dan Konseling Sekolah.scribd. D. 1985. Pengantar Teori Konseling.htm diunduh 15 Dec. Tersedia on line di http://himcyoo. 2001.L. diunduh 4 Januari 2009. Inc. http://www. S. 1995. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia. Rahardjo. General Information About Sociometry: Sociometry. --------. Surya. Yogyakarta : Kota Kembang. Program Bimbingan Karier di Sekolah. Konseling dan Psikoterapi. Proyek Pendidikan Tenaga Akademik. R. Introduction to Counseling and Guidance (Fourth Edition). Pemahaman Individu Teknik Non Tes.org/ soc2. Tokyo: Allin and Bacon. 2006. Munandar. Teknik-teknik Bimbingan dan Penyuluhan. Goldman. Singgih D.DAFTAR PUSTAKA Aiken. New York: Pearson Education. --------.asgp. 1992. Pemanfaatan Hasil Tes dan Nontes untuk Layanan Konseling Individual .blogspot. 1992.com/2011/02/22/pemahaman-individu-dengan-teknik-nontesting/ diunduh 28 Nopember 2011. Tersedia on line di http://hariadimemed. 1997.H. 2011. Jakarta: Ghalia Indonesia. Makalah disajikan dalam Konvensi Nasional ke-17 Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN) di Pekanbaru: Sabtu-Minggu. (1971). (1988). Hendrarno. Tersedia di http://www. Surabaya: Usaha Nasional.

Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Mengembangkan Bakat Sejak Lahir. Cetakan IV edisi ketiga. Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Suzuki. --------. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Sertifikasi Guru Dalam Jabatan Tahun 2008 Bimbingan Konseling. 2008. Winkel. 1997. 1984. Suryabrata. Materi Pokok DKEP2211/2SKS/Modul 1-6. 1991. R. Pengantar Bimbingan dan Penyuluhan. 1983. Surya. A. Yogyakarta: Rake Sarasin. S. Buku ajar pemahaman individu. Walgito. S. Jakarta: Universitas Terbuka. M & Natawidjaja. & Supriyo. Semarang: Panitia Sertifikasi Guru Rayon XII Universitas Negeri Semarang. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia. 1983.Sutoyo. Psikologi Kepribadian. W. (1993). Pembimbing ke Psikodiagnostik. Bimbingan dan Penyuluhan di Sekolah. S. Jakarta: Rajawali Press. Yogyakarta: Yayasan Penerbitan Fakultas Psikologi UGM. 243 .

244 .

C. dan dasar-dasar bimbingan dan konseling. Bab. I Pendahuluan 2.analisis kebutuhan/permasalahan siswa (b) penentuan tujuan yang akan dicapai (c) analisis situasi dan kondisi sekolah (d) penentuan jenis kegiatan yang akan dilakukan (e) penentuan tehnik dan strategi kegiatan (f) penentuan personel-personel yang akan melaksanakan. Di dalam melaksanakan tugasnya. pelayanan langsung. Selanjutnya semua kegiatan yang telah dilaksanakan dievaluasi baik dalam jangka pendek. dan laporan hasil evaluasi program bimbingan dan konseling dan tindak lanjutnya. Modul pengembangan program bimbingan dan konseling merupakan salah satu kompetensi dasar yang harus dikuasai oleh konselor. (g) perkiraaan biaya dan fasilitas yang digunakan (h) mengantisipasi kemungkainan hambatan dalam pelaksanaan kegiatan bimbingan dan konseling (i) waktu dan tempat artinya kapan kegiatan dilakukan dan dimana kegiatan itu dilakukan. dan laporan tahunan. data kebutuhan atau permasalahan konseli. terarah dan sistematis merupakan manifestasi dan akumulasi kinerja konselor. Bab IV Teori-teori pengembangan program Bimbingan dan Konseling 5. laporan semesteran. maka perlu dilaporkan secara fisik beberapa jenis dokumen yaitu : agenda kerja konselor. B. Pelaksaaan kegiatan bimbingan perlu disadari bahwa berbeda dengan guru bidang studi lain yang sudah terjadwal secara rinci dan jelas. Petunjuk Belajar Agar peserta kuliah atau pelatihan dapat mengikuti kegiatan ini dengan lancar dan baik maka perlu diperhatikan beberapa petunjuk belajar sebagai berikut: 245 . Prasyarat Untuk mengikuti Buku Ajar pengembangan program bimbingan dan konseling ini peserta pelatihan harus sudah menempuh dan lulus mata kuliah manajemen bimbingan dan konseling. aktivitas pelayanan bimbingan dan konseling (pemahaman.1I Kedudukan Bimbingan dan Konseling dal.am Kurikulum KTSP 3. Deskripsi Modul pengembangan program bimbingan dan konseling dimaksudkan sebagai salah satu panduan kinerja guru bimbingan dan konseling atau konselor dalam mengelola dan mengevaluasi pelayanan bimbingan dan konseling yang meliputi bidang pelayanan bimbingan pendidikan/belajar. Di dalam proses sertifikasi guru pembimbing. seorang konselor perlu merancang program. Pengembangan program bimbingan dan konseling yang baik. dan pelayanan tidak langsung). Bab III Konsep dasar program Bimbingan dan Konseling 4. sosial. menengah maupun jangka panjang.BAB I PENDAHULUAN A. konselor hendaknya mampu mengalokasikan kegiatan yang ada di dalam kelas dan di luar kelas sehingga kegiatan berjalan dengan baik dan dapat mencapai tujuan yang telah ditentukan. Melalui perencanaan yang baik akan memperoleh kejelasan arah pelaksanaaan program bimbingan dan konseling serta memudahkan untuk mengontrol kegiatan yang dilaksanakan. Oleh karena itu dalam pengembangan program bimbingan dan konseling seorang konselor perlu memperhatikan berbagai hal sebagai berikut ini:(a). karir. melaksanakan. dan selanjutnya mengevaluasi program bimbingan dan konseling. pribadi. Bab. dan dengan program yang baik pada gilirannya akan memberikan panduan pelaksanaan· kegiatan bimbingan dan konseling dan sekaligus menghilangkan kesan bahwa konselor bekerja sifatnya insidental dan bersifat kuratif semata-mata. Bab V Pengembangan program Bimbingan dan Konseling berdasarkan KTSP. daftar konseli (siswa). Mengapa. laporan bulanan. akhlak mulia/budi pekerti. Dalam Buku Ajar pengembangan program ini akan dibahas beberapa bab yaitu: 1. karena dalam kegiatannya seorang konselor hendaknya mampu mengembangkan program yang meliputi kegiatan merancang program dan melaksanakan serta mengevaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan.

1.6 Menyusun program harian 2. Bacalah setiap kegiatan belajar dengan teliti dan buatlah rangkuman setiap selesai mempelajari materi tersebut.8 Menyusun lapelprog 246 .2.2 Menjelaskan pengertian program BK 1.3 Memahami teori-teori perencanaan program BK 1. 2.1 Mengdentifikasi jenis layanan 2.1.5 Menjelaskan tahap-tahap pengembangan program BK 1.3 Menjelaskan pengembangan diri 1.2.1 Menjelaskan rasional program BK 1.2.1.2.2 Menjelaskan struktur isi KTSP 1.1 Menjelaskan perencanaan kegiatan 2.4 Menyusun program bulanan 2.2. Bertindak sejujur mungkin sehingga saudara dapat mengetahui secara persis dimana posisi saudara dalam pengguaaan modul tersebut.2 Menyusun program tahunan 2.2. D.2 Memahami konsep dasar program pelayanan BK 1.2.1.5 Menyusun program mingguan 2.2.4 Memahami rambu-rambu pengembangan program pelayanan BK berdasarkan KTSP 1.4 Menjelaskan kedudukan pelayanan BK dalam KTSP 1.2 Menjelaskan pelaksanaan kegiatan 2. Kerjakan soal-soal latihan dan cocokkanlah dengan kunci jawaban dan apabila hasil pekerjaan saudara sudah mecapai 75% maka saudara diperbolehkan melanjutkan pada kegiatan belajar selanjutnya.2 Menjelaskan teori perencanaan program berdasarkan PPBS 2.1.4 Menjelaskan laporan pelaksanaan program 2.2.7 Menilai pelaksanaan program 2.1 Memahami kedudukan BK dalam KTSP 1. Memahami konsep pengembangan program pelayanan Bimbingan dan Konseling (BK) di sekolah.3 Menjelaskan tujuan dan manfaat program BK 1.1.3. Menyusun program pelayanan BK di sekolah berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Kompetensi Dasar: 1.1.1 Menjelaskan teori perencanaan program konvensional 1.2.2. Kompetensi dan indikator Standar Kompetensi: 1.2.3.5 Menyusun program pelayanan BK berdasarkan KTSP Indikator Pencapaian Kompetensi: 1.1 Menjelaskan pengertian KTSP 1. 3.3 Menyusun program semesteran 2.2.4 Menjelaskan prinsip-2 pokok pengembangan program BK 1. 2.1.1.3 Menjelaskan penilaian kegiatan 2.

potensi dan karakteristik daerah.4 Menjelaskan kedudukan pelayanan BK dalam KTSP B. Berdasarkan konsep tersebut perlu dipahami beberapa hal yang terkait dengan kurikulum tingkat satuan pendidikan sebagai berikut:(Mulyasa. Era yang demikian memberikan suatu pemahaman bahwa pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas tidak dapat ditunda-tunda lagi. Melalui pengembangan 247 .1. KTSP merupakan paradigma baru dalam pendidikan khususnya dalam pengembangan kurikulum karena memberikan kesempatan yang luas pada setiap satuan pendidikan. Oalam Standar Nasional Pendidikan (SNP Pasal 1 ayat 15) dikemukakan bahwa Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing masing satuan pendidikan.3 Menjelaskan pengembangan diri 1. Bimbingan dan Konseling dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) a. Pengembangan sumber daya manusia merupakan upaya komprehensif dari berbagai aktor pendidikan seperti guru. Kompetensi Dasar: 1. 2) Sekolah dan komite sekolah mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan. dan Depatemen Agama yang bertanggungjawab di bidang pendidikan. 2007 . sarana dan prasarana. kreatif. Upaya pemerintah yang nyata dalam peningkatan kualitas guru adalah meningkatkan kompetensi guru yang meliputi kompetensi pedagogik.1 Menjelaskan konsep dasar KTSP 1. Perkembangan mutakir dikenal dengan sebutan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Kompetensi dan indikator: Standar Kompetensi: Memahami konsep pengembangan program pelayanan Bimbingan dan Konseling (BK) di sekolah.1. kurikulum.1. Pencapaian kompetensi tersebut saat ini dilakukan dengan sertifikasi guru dalam jabatan melalui penilaian portofolio dan melalui pendidikan profesi selama 1 tahun Kurikulum merupakan salah satu faktor yang diasumsikan sebagai instrumen untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional. tenaga non kependidikan.20) : 1) KTSP dikembangkan sesuai dengan kondisi satuan pendidikan. dll. sosial. pribadi dan profesional. Konsep Dasar KTSP.BAB II KEGIATAN BELAJAR 1 A.1 Memahami kedudukan BK dalam KTSP Indikator Pencapaian Kompetensi: 1. dan menyenangkan.1. Pengembangan KTSP dilakukan oleh satuan pendidikan dengan memperhatikan dan berdasarkan standar kompetensi serta kompetensi dasar yangdikembangkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). dibawah supervisi Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. serta sosial budaya masyarakat setempat dan peserta didik. Uraian Materi 1.2 Menjelaskan struktur isi KTSP 1. Seperti diketahui bahwa Pemerintah Republik Indonesia telah mencanangkan pengembangan sumber daya manusia yang unggul dalam rangka menghadapi era millenium yaitu era pasar global dan pasar bebas. 3) Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan untuk setiap program studi di perguruan tinggi dikembangkan dan ditetapkan oleh masingmasing perguruan tinggi dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan. dan pelibatan masyarakat dalam rangka mengefektifkan proses belajar mengajar di sekolah yang lebih aktif.

Muatan lokal dan pengembangan diri merupakan bagian integral dari struktur kurikulum pada jenjang dasar dan menengah. sumber belajart dan kegatan lain sesuai dengan kebutuhan dan prioritas masing-masing sekolah. Pengembangan KTSP dilakukan oleh guru. misi dan tujuan sekolah. misi dan tujuan sekolah yang berdasarkan analisis SWOT dengan berbagai implikasinya terhadap program -program kegiatan opersional untuk mencapai tujuan sekolah. Struktur kurikulum merupakan pola dan susunan mata pelajaran yang harus ditempuh oleh peserta didik dalam pembelajaran. dan dewan pendidikan . dan kebutuhan masing-masing sekolah. 3) Mencapai kematangan pertumbuhan jasmaniah yang sehat. serta berperan dalam kehidupan masyarakat yang lebih luas. 2) Mencapai kematangan dalam hubungan teman sebaya. 248 . kepala sekolah. Kompetensi tersebut terdiri atas standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dikembangkan berdasarkan standar kelulusan. komite sekolah. Melalui pengembangan diri ini maka guru pembimbing atau konselor menterjemahkan dan mengembangkan standar kompetensi dan kompetensi dasar apa saja yang per/u dikuasai siswa. mengendalikan pemberdayaan berbagai potensi sekolah dan Iingkungan sekitar. tuntutan. minat. serta mempertanggungjawabkan kepada pemerintah dan masyarakat. tetapi diperlukan kegiatan bimbingan dan konseling. Kedalaman muatan kurikulum setiap mata pelajaran pada setiap satuan pendidikan dituangkan dalam kompetensi yang harus dikuasai oleh peserta didik sesuai dengan beban belajar yang tercantum dalam struktur kurikulum. guru. bakat. 4) Mengembangkan penguasaan i1mu.menentukan prioritas. setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. intelektual dan ekonomi. teknologi dan seni sesual dengan program kurikulum. Orang-orang yang terlibat dalam pengembangan KTSP tersebut merupakan badan yang atau lembaga yang menetapkan segala kebijakan sekolah berdasarkan peraturan-peraturan tentasng pendidikan yang berlaku. misi. persiapan karir dan melanjutkan studi. serta kematangan dalam perannya sebagai pria dan wanita.KTSP ini sekolah memliliki keleluasaan dam menglola sumber daya. Dalam konteks bimbingan dan konseling pengembangan diri peserta didik didasarkan pada tugas-tugas perkembangan yang harus dicapai oleh peserta didik pada masa perkembangannya. mengembangkan strategi. Kegiatan pengembangan diri ini difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor. Struktur Isi KTSP. Untuk itu komite sekolah bersama sekolah menetapkan visi. Untuk itu sekolah mutlak dituntut untuk mengembangkan visi. Untuk mencapai standar kompetensi dan kompetensi dasar tersebut peserta didik tidak cukup diberikan pengajaran bidang studi saja. b.. 6) Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang kehidupan mandiri secara emosional. KTSP merupakan salah satu wujud reformasi pendidikan yang memberikan otonomi kepada sekolah dan satuan pendidikan untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan potensi. dana. Khusus mengenai pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan. sosial. atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler? Berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan tersebut maka dalam kegiatan bimbingan dan konseling mengacu pada standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dikuasai siswa Salah satu bentuk kegiatan yang dapat digunakan adalah pengembangan diri. Adapun tugas-tugas perkembangan tersebut adalah sebagai berikut: 1) Mencapai kematangan dalam beriman dan bertakwa kepada Tuhan Ynag Maha Esa. 5) Mencapai kematangan dalam pemilihan karir. dan tujuan sekolah mendasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar kedalam indikator kompetensi. Dengan otonomi ini kinerja guru dan sekolah akan lebih optimal karena mempunyai kekuasaan penuh dan tanggungjawab yang lebih besar dalam menetapkan kurikulum sesuai dengan visi.

8) Mengembangkan kemampuan komunikasi sosial dan intelektual serta apresiasi seni. Kedudukan Bimbingan dan Konseling dalam KTSP. yaitu adanya pengurangan jam belajar efektif di kelas. baik dalam bakat. dan minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. atau diluar jam pelajaran. bimbingan kelompok.dll. Seperti yang tercantum dalam Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 dinyatakan bahwa : Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran yang harus diasuh oleh guru. yaitu dalam mengindetifikasi kebutuhan. Oleh karena itu diperlukan pendidik yang memahami perbedaan individu sehingga mampu mengarahkan dan mengembangkan diri siswa secara optimal. atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatc: ekstrakurikuler. d. kegiatan bersifat humanistik. atau melakukan aktivitas tertentu untuk kepentingar pembelajaran dan pengembangan diri siswa secara komprehensif. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor. melihat potensi klien. dan sebagainya. Memperhatikan karakteristik kurikulum tersebut peranan bimbngan konseling sangat menentukan. cita-cita dan aspek psikis lainnya yang kesemuanya merupakan satu kesatuan yang saling terkait. mengunjungi nara sumber. berbangsa dan bernegara. karakteristik . minat. Seperti diketahui bahwa dalam bimbingan dan konseling mempunyai peranan mengembangkan potensi diri siswa seoptimal mungkin. Mencermati konsep dasar KTSP dan karakteristiknya maka kegiatan bimbingan dan konseling secara prisnip sudah sesuai dengan kurikulum tersebut. Hal ini akan mengoptimalkan aktivitas siswa dalam menggali ilmu pengetahuan dan penjelajahan dalam bidang lain untuk mengembangkan bakat. sikap. dan potensi yang ada pada siswa. Pengembangan diri secara konseptual berarti mengembangkan seluruh aspek diri siswa baik dirim yang disadari maupun yang tidak disadari. sehingga siswa akan merasa bebas dan tidak melulu hanya di dalam kelas saja. guru. Dibandingkan dengan kurikulum terdahulu agaknya ada perbedaan dalam jumlah jam belajar efektif. melalui serangkaian kegiatar ekstrakurikuler seperti diskusi. bakat. potensi. dalam proses dialog dengan klien sampai menyentuh. minat. Pengembangan diri dalam bimbingan dan konseling sejalan dengan konsep bimbingan dan konseling mutakhir yaitu bimbingan dan konseling dengan pendekatan pengembangan. dan klien bersifat terbuka. Demikian pula dalam kurikulum in. bakat. namun jam belajar diberikan lebih banyak untuk kegiatan di luar jam belajar efektif melalui pengembangan diri dibawah bimbingan Konselor maupun tenaga kependidikan yang lain. Berdasarkan rumusan tersebut diatas maka kegiata pengembangan diri seyogyanya dilakukan lebih banyak berada dilua jam efektif. Kegiatan pengembangan diri melalui layanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosia belajar. 249 . Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan. 9) Mencapai kematangan dalam sistem etika dan nilai c. sikap. permainan kelompok. minat. Pengembangan Diri Pengembangan diri merupakan istilah yang relatif baru dalam kurikulum pendidikan kita. Demikian pula kegiatan pengembangan diri dapat dilakukan secara mandiri seperti mengkaji buku. lebih menghargai adanya perbedaan individu. Dalam psikologi pendidikan istilah diri dapat disebut dengan istilah "aku" atau self yang merupakan salah satu asperk kepribadian yang didalamnya terdapat nilai. dan pengembangan karir peserta didik. bermasyarakat.7) Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang kehidupan berkeluarga. menggembirakan siswa. Pendekatan pengembangan berbeda dengan pendekatan lama yang lebih menitik beratkan pada pendekatan klinis. Selanjutnya berdasarkan hasil identifikasi tersebut semua potensi siswa dikembangkan melalui serangkaian kegiatan bimbingan yang dikenal dengan pola 17 Plus. Dalam pendekatan pengembangan lebih berorientasi dan bersifat pedagogis. potensi. dan sebagainya yang terkait dengan karakteristik siswa. kepercayaan. perasaan. berorientasi pengembangan positif klien.

3. D. 4. Dengan demikian maka semua kegiatan bimbingan dan konseling baik pelayanan maupun kegiatan pendukung perlu lebih ditingkatkan dalam semua aktivitas program maupun pelaksanaannya. Pengembangan diri dalam bimbingan dan konseling sejalan dengan pengembangan diri dalam KTSP. Pelaksanaan pengembangan diri dalam KTSP dapat dilaksanakan dalam kelas akan tetapi seyogyanya lebih banyak memberikan kesempatan pada siswa untuk menjelajah dunia melalui aktivitas yang terbimbing. Untuk itu maka pengelolaan dan pengorganisasian yang sinergis merupakan syarat mutlak tercapinya pengembangan diri siswa. Coba saudara bandingkan bagaimana ciri-ciri kurikulum tingkat satuan pendidikan dengan kurikulum yang terdahulu? 3. 2.klien mempunyai peran dan tanggungjawab penuh dalam menentukan sendiri. 5. Latihan Untuk mengetahui apakah saudara sudah memahami tentang posisi bimbingan dan konseling dalam KTSP maka coba saudara jawab beberapa soal latihan berikut ini: 1. KTSP merupakan kurikulum yang memberikan penekanan pada pengembangan diri peserta didik yang disesuaikan dengan kondisi peserta didik dan sekolah yang bersangkutan. Kedudukan bimbingan dan konseling dalam pengembangan diri melalui KTSP sangat penting dan sentral. Jelaskan pendapat saudara terhadap pernyataan tersebut. Pendekatan pengembangan dalam bimbingan dan konseling searah dengan pengembangan diri melalui KTSP. Rangkuman 1. dan Konselor hanya bersifat membantu dan memberikan beberapa alternatif. Berdasarkan konsep tersebut maka kedudukan bimbingan dan konseling dalam KTSP sangat strategis dan merupakan jantungnya kegiatan pengembangan diri. C. Mengapa kegiatan bimbingan dan konseling dapat dinyatakan sebagai jantungnya pengembangan diri dalam KTSP? 2. Bandingkan pendekatan pengembangan dengan pendekatan klinis dalam bimbingan dan konseling. 250 . Pengembangan diri dalam bimbingan dan konseling diaktualisasikan dalam kegiatan pelayanan dan pendukung yang tercermin dalam pola 17 plus. Melalui kegiatan bimbingan dan konseling diharapkaan siswa dapat mengembangkan dirinya seoptimal mungkin sehingga pada gilirannya tercapailah tujuan pendidikan dan bimbingan yaitu tercapainya kepribadian yang sehat dan utuh.| 4.

5 Menjelaskan tahap-tahap pengembangan program BK B.1. dikontrol. Dengan kata lain diperlukan keberadaan sebuah program. sekalipun hanya di dalam pikiran. Program Pelayanan bimbingan dan konseling adalah serangkaian kegiatan Pelayanan bimbingan dan konseling sejak dari perencanaan. dan sistematis. pelaksnaan. atau panduan bagi para pelaksana suatu kegiatan. 2. 3. bagaimana.BAB III KEGIATAN BELAJAR 2 A. dan pengordinasian secara sistematis agar semuanya dapat berjalan dengan lancar.1. Uraian Materi 1. Pengertian Program Bimbingan dan Konseling Program dapat diartikan sebagai serangkaian kegiatan yang sistematis. tetapi merupakan sejumlah kegiatan dan sub-sub kegiatan yang terangkai secara harmonis dalam sebuah sistem. Pada umumnya suatu kegiatan bukan merupakan aktivitas tunggal. bulanan. mingguan.4 Menjelaskan prinsip-prinsip pokok pengembangan program BK 1. dan kegiatan pendukung. dan pelaporan dalam suatu periode waktu tertentu (tahunan. dan efektif perlu adanya sebuah program. jenis layanan.1 Menjelaskan rasional program BK 1. tertulis. Rasionel Program Bimbingan dan Konseling Program merupakan salah satu konsekuensi bagi setiap kegiatan atau aktivitas manusia dalam mencapai suatu tujuan. terorganisasi. efisien. dan pelaporan dalam suatu periode waktu tertentu untuk mencapai suatu tujuan. Dengan adanya program yang sistematis maka pelaksanaannya-pun akan lebih mudah dikendalikan. dan harian) untuk mencapai tujuan Pelayanan bimbingan dan konseling. dan terkordinasi sejak dari perencanaan. Tujuan dan manfaat program Bimbingan dan Konseling a.1. Jumlah kegiatan yang tidak sedikit itu akan membutuhkan dan melibatkan berbagai pihak baik personal maupun materal. dan efektif kearah pencapaian tujuan. dan dimana suatu kegiatan akan dilaksanakan. Kompetensi dan indikator. Oleh karena itu. Dapat dikatakan bahwa program merupakan pedoman. Standart kompetensi: Memahami konsep pengembangan program pelayanan Bimbingan dan Konseling (BK) di sekolah.2 Menjelaskan pengertian program BK 1. dari aktivitas yang sangat sederhana tidak tertulis sampai dengan yang sangat kompleks. sampai dengan penilaian. agar Pelayanan bimbingan dan konseling dapat berjalan dengan lancar. pegangan.1. Dalam satu sub kegiatan itu sendiri seringkali juga berupa kegiatankegiatan yang tidak berdiri sendiri. dan dievaluasi Pelayanan bimbingan dan konseling sebagai sebuah kegiatan mencakup berbagai bidang. Tujuan Program Secara umum tujuan pengembangan sebuah program adalah agar seluruh 251 . Tanpa sebuah program menjadi tidak jelas apa. yaitu yang terencana. pelaksnaan. Disadari maupun tidak dalam setiap aktivitas manusia ada sebuah program.3 Menjelaskan tujuan dan manfaat program BK 1. siapa. sampai dengan penilaian. Dalam kondisi seperti itu maka diperlukan adaya penataan pengorganisasian.1. Pelayanan bimbingan dan konseling juga melibatkan berbagai pihak dan memerlukan sejumlah fasilitas. semesteran. Kompetensi Dasar: Memahami konsep dasar program pelayanan BK Indikator Pencapaian Kompetensi: 1. efisien.

dan di masyarakat. ataupun dalam jenis pelayanan bimbingan yang diperlukan. Program bimbingan dan konseling membantu semua siswa belajar berpartisipasi secara produktif dalam kelompok di sekolah. Program bimbingan dan konseling disusun dengan mempertimbangkan kemampuan 252 . b. efisien. pengembangan. b. tenaga. dan efektif kearah pencapaian suatu tujuan. terarah. sosial. 3) Pemberian pelayanan bimbingan lebih teratur dan memadai. yaitu : a. 2) Memungkinkan para petugas bimbingan untuk menghemat waktu. sehingga dapat berjalan dengan lancar. f. dan lembaga masyarakat yang memberi layanan kepada siswa. dan terkontrol secara sistematis. 6) Memungkinkan lebih eratnya komunikasi dengan berbagai pihak yang berkepentingan dengan kegiatan bimbingan. Program bimbingan dan konseling harus disusun selaras dengan program pendidikan dan pengajaran dan dengan memanfaatkan prasarana dan sarana yang ada seoptimal mungkin. Ada beberapa pendapat yang membahas tentang prinsip pokok ini. Program bimbingan dan konseling merupakan bagian yang integrasi dari program pendidikan dan pengajaran dari sekolah yang bersangkutan secara keseluruhan. terkoordinasi. Program bimbingan dan konseling membantu semua siswa agar dapat menjadi sadar terhadap kebutuhan. Program bimbingan dan konseling menyediakan layanan konsultasi dan koordinasi kepada guru. maupun perbaikan. 4) Setiap petugas bimbingan akan menyadari peranan dan tugasnya masing-masing dan mengetahui pula bilamana dan di mana mereka harus bertindak. (1955). orang tua siswa. d. dengan menghindarkan kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi. pendidikan. c. baik dalam hal kesempatan. 5) Penyediaan fasilitas akan lebih sempurna dan dapat dikontrol. Program bimbingan dan konseling membantu perkembangan siswa dalam aspek pribadi. Berikut ini akan diuraikan dua pendapat tentang prinsip pokok pengembangan program bimbingan. 4. bimbingan dan konseling yang komprehensif harus dapat membantu mengembangkan keempat aspek teraebut secara keseluruhan. Prinsip-prinsip pokok pengembangan program Bimbingan dan Konseling Dalam pengembangan program bimbingan dan konseling sekolah perlu diperhatikan prinsip-prinsip pokok yang akan mendasari program yang akan disusun. Manfaat Program 1) Tujuan setiap kegiatan bimbingan akan lebih jelas. Konselor sekolah sesuai dengan latihan yang diperolehnya dan peranannya berperan sebagai orang sumber dan perantara bagi siswa dengan orangorang atau lembaga-Iembaga yang mempunyai peranan penting dalam kehidupan siswa. Yang pertama disarikan oleh Romlah dari pendapat Roeber dkk. kemampuannya dan dapat mengembangkan dan memacu tercapainya tujuan-tujuan siswa. e. administrator. dalam pada itu para petugas bimbingan akan menghayati pengalaman yang sangat berguna untuk kemajuannya sendiri dan untuk kepentingan siswa-siswa yang dibimbingnya. yang pada dasarnya tidak jauh berbeda dan bahkan saling melengkapi. Gysbers dan Hendersen (1988). baik tujuan jangka pendek maupun panjang. dan biaya. terorganisasi. 7) Adanya kejelasan kegiatan bimbingan dari antara keseluruhan kegiatan program sekolah.kegiatan dapat terencana. Siswa-siswa akan menerima pelayanan bimbingan secara seimbang dan menyeluruh. di rumah. Program. baik yang bersifat pencegahan. Program bimbingan dan konseling membantu siswa agar dapat berfungsi secara efektif dalam kelompok. g. dan pekerjaan. dan usaha coba-coba yang tidak menguntungkan. Program bimbingan dan konseling menyediakan layanan bantuan kepada siswa.. minat.

Untuk menjamin bahwa program bimbingan dan konseling dapat memenuhi kebutuhankebutuhan siswa dan masyarakat. Program bimbingan hendaknya memberikan kesempatan untuk melaksanakan penilaian terhadap diri sendiri. menentukan titik tolak program. Penyusun program bimbingan dan konseling dapat dibedakan menjadi dua. Program bimbingan dan konseling secara berkelanjutan perlu disempurnakan melalui perencanaan. 5. 9) Kesempatan untuk berpikir. Program bimbingan itu hendaknya dikembangkan secara berangsur-angsur atau tahap demi tahap dengan melibatkan semua unsur atau stat sekolah dalam perencanaannya. dan penilaian. 2) Pelayanan yang diberikan oleh berbagai jenis petugas bimbingan. i. kebutuhan. dan mengembangkan program yang sudah ada. Program bimbingan hendaknya menunjukkan peranan yang penting dalam menghubungkan dan mengintegrasikan sekolah dengan masyarakat. c. merasa. g. kepribadian dan minat terhadap kegiatan bimbingan. yaitu membuat program yang sama sekali baru. Pendapat kedua tentang prinsip-prinsip pokok pengembangan program bimbingan disampaikan oleh Miller (1961) yang mengemukakan sebagai berikut: a. Untuk membahas tahap-tahap pengembangan program ini akan disampaikan dua macam pendapat tentang tahap-tahap kegiatan yang disarankan oleh Miller yaitu: a. b. Tahap-tahap Pengembangan Program Pelayanan Bimbingan dan Konseling Program bimbingan dan konseling di suatu sekolah sebaikn~ disusun setiap tahun pada awal tahun ajaran. dan penilaian yang sistematis. Tahap Persiapan Dalam tahap persiapan ini kegiatan yang dilakukan ialah survai untuk menginventarisasikan tujuan. kemampuan sekolah serta kesiapan sekolah yang bersangkutan untuk melaksanakan program bimbingan. Pertemuan-pertemuan Permulaan Tujuan utama dari tahap pertemuan permulaan ini adalah untuk menanamkan pengertian bagi para peserta pertemuan tentang tujuan dari program bimbingan dan 253 . minat dalam kegiatan bimbingan. Program bimbingan hendaknya mendorong komunikasi yang terus menerus antara unsur atau anggota staf sekolah yang bersangkutan. 3) Studi individual dan konseling individual. Program bimbingan hendaknya menjamin keseimbangan pelayanan bimbingan dalam hal: 1) Pelayanan kelompok dan pelayanan individual. h. dan berbuat.dan keterampilan staf sekolah dalam bidang bimbingan dan konseling. d. pengembangan. Program bimbingan harus memiliki tujuan yang ideal dan realistis dalam perencanaannya. 5) Pemberian jenis-jenis bimbingan 6) Pemberian bimbingan tentang berbagai program sekolah. Program bimbingan hendaknya memberikan pelayanan kepada semua siswa. 4) Penggunaan alat pengukur atau teknik pengumpul data yang obyektif maupun subyektif. f. Program bimbingan hendaknya menyediakan atau memiliki fasi yang diperlukan e. b. h. pelaksanaan. 7) Penggunaan sumber-sumber di dalam maupun di luar sekolat 8) Kebutuhan individual dan kebutuhan masyarakat luas. latihan bimbingan dan konseling yang pernah diperoleh. pemantauan. maka selama program dilaksanakan perlu peninjauan. Tahap ini mempunyai arti yang penting untuk menarik perhatian. dan memelihara suasana psikologis yang menguntungkan. Kemampuan dan keterampilan yang perlu diidentifikasi meliputi latar belakang pendidikan. Program bimbingan hendaknya saling berhubungan dengan program pendidikan dan pengajaran. Karena semua pihak yang terlibat di dalamnya dan iktu berpartisipasi sejak awal kegiatan.

analisis. Membuat instrumen pengukuran keberhasilan pelaksanaan program 3. Pembentukan Panitia Penyelenggara program. Tahap Pelaksanaan Program (Implementing) Pada tahap ini kegiatan-kegiatan yang dilakukan adalah sebagai berikut: 1. 5) Menciptakan sistemn monitoring pelaksanaan program. Perencanaan (planning) Pada tahap pereneanaan hal-hal yang harus dikerjakan oleh pengembang program adalah : 1) Meneliti kebutuhan siswa 2) Mengklasifikasi tujuan-tujuan yang ingin dieapai. dan laporan hasil penilaian 254 . Pendapat lain tentang tahap-tahap pengembangan pro dikemukakan oleh Gysbers dan Henderson ( 1988 ) bahwa t pengembangan program meliputi 4 tahap yaitu: Pereneanaan (Plann Pengembangan (designing). 3) Memilih instrumen penilaian. 2) Memilih strategi pelaksanaan program yang sesuai dengan kondisi dan situasi sekolah yang bersangkutan. Panitia ini bertugas untuk : 1) Mempersiapkan program dan sistem pencatatan. sarana. c. Tugas-tugas dari panitia sementara adalah: 1) Menentukan tujuan program bimbingan di sekolah 2) Mempersiapkan bagan organisasi dari program bimbingan 3) Membuat kerangka dasar dari program bimbingan d. 6) Menentukan prioritas program b. Pertemuan-pertemuan ini melibatkan petugas-petugas bimbingan dan konseling. Melaksanakan program dan menyesuaikan program dengan pelaksanaan programprogram sekolah yang lain 4. Mengindentifikasi sumber-sumber yang diperlukan yang meliputi manusia. pelaksanaan (impolemnting) dan penH (evaluating). Tahap Penilaian Program (Evaluating) Pada tahap ini kegiatan yang dilakukan adalah : 1) Menentukan komponen-komponen program yang akan dinilai. Tahap Pengembangan Program (Designing) Pada tahap ini kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh pengemba program adalah : 1) Merumuskan tujuan-tujuan program seeara operasional dala bentuk kegiatan-kegiatan yang dapat diukur hasilnya. Seeara rinei tahap-tahap tersebut sebagai berikut: a. d.konseling di sekolah. Mengadakan perubahan atau perbaikan program berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan. 2) Memilih model penilaian program yang akan digunakan. 3) Menjabarkan komponen-komponen program 4) Menganalisis kemampuan staf sekolah 5) Mengadakan peningkatan kemampuan atau pengembangan staf pelaksanaan program. 2) Mempersiapkan dan melaksanakan latihan bagi para pelaksanan program. c. 4) Menentukan prosedure pengumpulan data. Pembentukan Panitia Sementara Pembentukan panitia sementara bertujuan untuk merumuskan program bimbingan di sekolah. 2. 3) Membuat batasan jenis program yang akan dibuat 4) Meneliti jenis-jenis program yang sudah ada 5) Mengupayakan dukungan dan kerjasama dari staf sekolah. prasarana dan waktu. 6) Menyajikan data. orang tua dan masyarakat.

Hal ini diperhatikan agar layanan bimbingan dan konseling dapat sesuai dengan karakteristik sekolah. seperti apakah sekolah tersebut bersifat umum atau kejuruan. Secara garis besar perncanaan program bimbingasn konseling menurut teori ini adalah sebagai berikut: a.BAB IV KEGIATAN BELAJAR 3 A. tujuh atau sembilan layanan dan lima kegiatan pendukung.2 Menjelaskan teori perencanaan program berdasarkan PPBS B. cek list atau yang lain yang sudah dibakukan. Untuk dapat mengetahui kebutuhan dan masalah siswa dapat dilakukan dengan berbagai instrumen seperti menggunakan Alat Ungkap Masalah baik menggunakan kuesioner. Bugdeting System (PPBS) Pengembangan program berdasarkan PPBS merupakan upaya untuk memperbaiki cara pengembangan program berdasar1<an pada cara konvensional yang mendasarkan kebutuhan atau masalah siswa karena cara yang pertama lebih 255 . Menentukan program semesteran yang didasarkan pada program tahunan. 2. Programming. Teori Perencanaan Program Pelayanan Bimbingan Dan Konseling Konvensional. Program ini merupakan jabaran secara makro dari serangkaian kegiatan layanan bimbingan dan konseling yang menjadi wilayah tanggungjawabnya. Berdasarkan data hasil ungkap masalah kemudian ditabulasi dan dianalisis kebutuhan apa yang diharapkan atau masalah apa yang dirasakan oleh siswa di sekolah serta berdasarkan hasil analisis ini selanjutnya disusunlah perencanaan program bimbingan dan konseling di sekolah yang mencakup empat bidang. berada di kota atau di desa. b. e. Berikut ini uraian singkat teori dimaksud. Teori Pengembangan Program Pelayanan Bimbingan Dan Konseling Berdasarkan Planning. sehinga dapat direncanakan kegiatan apa saja yang akan diberikan selama satu semester untuk kelas tertentu. maksudnya program yang akan disusun disesuaikan dengan bagaimana situasi dan kondisi sekolah.1. c. Program ini mengacu pada program yang sudah dijabarkan dalam tahunan dan semesteran. sehingga akan tampak kegiatan yang saling mendukung tercapainya tujuan layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Menetukan program bulanan.1 Menjelaskan teori perencanaan program konvensional 1 .1. d. Menentukan program tahunan yaitu keseluruhan layanan bimbingan dan konseling yang akan diberikan selama satu tahun. f. Kompetensi Dasar: Memahami teori-teori perencanaan program BK Indikator Pencapaian Kompetensi: 1. Kompetensi dan indikator Standar Kompetensi: Memahami konsep pengembangan program pelayanan Bimbir dan Konseling (BK) di sekolah. mingguan dan harian. masalah apa yang Menentukan karakteristik sekolah. Uraian Materi Dalam perencanaan program pelayanan bimbingan dan konseling dikenal dengan 2 macam teori perencanan program yaitu (1) teori konvensional dan (2) PPBS. Menentukan skala prioritas. maksudnya berdasarkan analisis kebutuhan diatas segera mendapatkan layanan agar perlu mendapat perhatian utama untuk dicantumkan dalam program bimbingan dan konseling di sekolah. 1. Mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan atau masalah-masalah siswa.

Misalnya saja dalam kategori porgram utama adalah pengmbangan bimbingan pribadi maka program utamanya dapat . Oleh karena itu melalui kegiatan perencanaan diharapkan semua tujuan yang telah ditentukan dapat tercapai. bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Penentuan Kategori Program Utama dijabarkan berdasarkan tujuan yang telah ditentukan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. memberikan standart atau pedoman serta tolok ukur keberhasilan kegiatan bimbingan dan konseling. Menentukan Program Utama Program utama merupakan penjabaran dari kategori program utama. (3) pengenalan dan pemahaman tentang bakat dan minat pribadi serta penyaluran dan pengembangannya melaui kegiatan-kegiatan yang kreatif dan produktif. belajar. Dengan demikian penetapan tujuan merupakan awal dari kegiatan perencanaan. 1. Programming Programming merupakan suatu kegiatan untuk membuat program yang akan dilaksanakan selama kurun waktu tertentu. Menentukan Kategori Program Utama ( KPU ). sosial. Perencanaan Dalam sistem pendidikan nasional dinyatakan bahwa Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak dan peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Pengembangan program bimbingan dan konseling berdasarkan PPBS maksudnya dalam menyusun program didasarkan pada sistem yang memperhatikan perencanaan. Untuk menentukan progam apa yang akan dilaksanakan maka dalam PPBS proses pengembangan program mencakup langkah-Iangkah sebagai berikut ini. berilmu. Secara eksplisit telah dikemukakan bahwa perkembangan yang optimal dapat diturunkan menjadi tujuan bimbingan yang mencakup 4 bidang yatiu pribadi.(1) penanaman sikap kebiasaan dalam beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa (2) Pengenalan dan pengembangan tentang kekuatan diri sendiri dan penyalurannya untuk kegiatan-kegiatan yang kreatif dan produktif. (4) 256 .Tujuan dalam kegiatan bimbingan dan konseling dapat bersifat filosofis seperti tercapainya perkembangan yang optimal. menjadi insan mandiri. berakhlak mulia. kreatif. dan karir. administrasi dan kepemimpinan yang memadai dan pemberian bantuan layanan bimbingan dan konseling untuk mengembangkan potensi peserta didik secara optimal. basik dalam kehidupan sehari-hari di sekolah maupun untuk peranannya di masa depan. b. program dan penganggaran. cakap. dan lain-lain.menekankan pada selera peserta didik dan kurang memperhatikan tujuan layanan bimbingan dan konseling. Namun tujuan juga dapat bersifat sasaran apabila tujuan yang diharapkan tercapai dapat diukur secara konkrit dengan ciri pragmatis. Ungkapan seperti setelah mengikuti layanan konseling siswa dapat mengentaskan masalah yang dihadapi. konkrit dan kuantitatif. Untuk itu cara yang kedua ini dipertimbangkan untuk digunakan dalam pengembangan program bimbingan dan konseling di sekolah. atau klien dapat menunjukkan rasa bahagia dan merasa puas setelah memperoleh layanan konseling merupakan contohnya. kurikulum yang telah disusun secara nasional dan bagaimana mengevaluasi kegiatan sangat sukar dilakukan. Melalui perencanaan yang matang akan dapat memberikan arah terhadap pencapaian tujuan bimbingan yang telah ditetapkan. Secara singkat pengembangan program berdasarkan PPBS sebagai berikut: a. 2.sehat. dan menjadi warganegara yang demokratis serta bertanggungjawab. Agar program sekolah dapat terealisasi maka perlu perencanaan yang mendasarkan pada tujuan baik tujuan umum maupun khusus. Program itu sendiri merupakan serangkaian kegiatan yang saling terkait satu dengan yang lain untuk mencapai tujuan berarti serangkaian kegiatan bimbingan dan konseling yang saling terkait satu dengan yang lain untuk mencapai tujuan bimbingan dan konseling yang telah ditentukan sebelumnya. mandiri. Untuk mencapai tujuan tersebut maka kegiatan di sekolah selayaknya memberikan layanan dalam pembelajaran yang kondusif.

3. Program Program merupakan bagian terkecil dari KPU. Namun yang perlu diingat bahwa pengembangan anggaran biaya perlu memperlhatikan situasi dan kondisi keuangan sekolah. Selanjutnya bila kerjasama telah terjalin maka keberadaan bimbingan dan konseling sekolah akan semakin diakui dan dihargai oleh semua pihak termasuk staf sekolah dan masyarakat. dan berdasarkan program utama maka langkah selanjutnya menentukan program. Dengan demikian maka serangkaian program yang dipaparkan merupakan acuan pembiayaan yang proporsional.Pengenalan dan pemahaman tentang kelemahan diri sendiri serta usaha-usaha penanggulangannya. c. Berdasarkan pengamatan di lapangan belum semua guru pembimbing di sekolah yang telah menyusun program bimbingan dan konseling sesuai dengan tahap-tahap maupun teori pengembangan program. Jangka waktu Semua kegiatan hendaknya disusun untuk minimal dalam kurun waktu satu tahun kedepan sehingga dapat diantisipasi semua unsur yang dapat mendukung terlaksananya program. d. mingguan dan akhirnya kegiatan. bagaimana perubahan sikap dan perilaku individu setelah memperoleh sejumlah layanan. Berdasrkan program dalam jangka waktu satu tahun tersebut kemudian disusunlah program semesteran.Target Target merupakan keluaran atau hasil yang ingin dicapai setelah program dilaksanakan. (5) pengembangan kemampuan mengambil keputusan sederhana dan mengarahkan diri ( 6) perencanaan dan pemeliharaan hidup sehat. Jadi tugas utama adalah menentukan program apa saja yang dapat dilakukan agar semua rencana yang telah dicanangkan dapat terealisasi Adapun jumlah dan kegiatannya tidak dibatasi. 257 . Biaya Berdasarkan program yang telah disusun maka perlu dipertimbangkan biaya operasional yang dibutuhkan. Untuk itu pada awal tahun ajaran hendaknya sudah dipikirkan seberapa dana yang dibutuhkan dan dari mana sumber pembiayaan. Namun satu hal yang perlu dicermati oleh guru pembimbing di sekolah bahwa dengan adanya program yang jelas maka personal di sekolah seperti kepala sekolah dan guru bidang studi lainnya akan memperoleh pencerahan dan keyakinan bahwa guru pembimbing adalah bukan pengangguran melainkan guru yang mempunyai program yang jelas sehingga pada gilirannya mereka akan secara sukarela mau bekerjasama untuk melaksanakan program bimbingan dan konseling di sekolah. Target dapat dilihat dari seberapa banyak peserta didik yang mendapat layanan. bulanan. tetapi yang perlu diingat adalah apakah program yang disusun dapat memenuhi tercapainya program utama. 4. dll.

Rambu-rambu Pengembangan Program Pelayanan BK berdasarkan KTSP a. terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan.6 Menyusun program tahunan 2. Perencanaan Kegiatan 1) Perencanaan kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling (BK) mengacu pada program tahunan yang telah dijabarkan ke dalam program semesteran.1 Menjelaskan perencanaan kegiatan 2.2.2. yaitu : 1.9 Menyusun program mingguan 2.1.4 Menjelaskan laporan pelaksanaan program 2. Di dalam perencanaan program bimbingan dan konseling.3 Menjelaskan penilaian kegiatan 2.2. bulanan serta mingguan.2. 258 .1. Pemilihan dan pengorganisasian materi pelayanan bimbingan dan konseling (sesuai dengan tujuan dan karakteristik konseli).1. Kompetensi dan indikator Standar Kompetensi: Menyusun program pelayanan BK di sekolah berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Kompetensi Dasar: 1. Uraian Materi 1. Kejelasan perumusan tujuan bimbingan dan konseling (tidak menimbulkan penafsiran ganda dan mengarah ke kemandirian) 2.7 Menyusun program semesteran 2.5 Mengdentifikasi jenis layanan 2.1.BAB V KEGIATAN BELAJAR 4 A.1 Memahami rambu-rambu pengembangan program pelayanan BK berdasarkan KTSP 1.2.2.1.10 Menyusun program harian 2.8 Menyusun program bulanan 2. 4) Satu kali kegiatan layanan atau kegiatan pendukung konseling berbobot ekuivalen 2 (dua) jam pembelajaran.2. 5) Volume keseluruhan kegiatan pelayanan konseling dalam satu minggu minimal ekuivalen dengan beban tugas wajib konselor di sekolahl/madrasah. 2) Perencanaan kegiatan pelayanan BK harian yang merupakan jabaran dari program mingguan disusun dalam bentuk satuan layanan (SATLAN) dan satuan kegiatan pendukung (SATKUNG) yang masing-masing memuat: a) Sasaran layanan/kegiatan pendukung b) Substansi layanan/kegiatan pendukung c) Jenis layanan/kegiatan pendukung. serta alat bantu yang digunakan d) Pelaksana layanan/kegiatan pendukung dan pihak-pihak yang terlibat e) Waktu dan tempat 3) Rencana kegiatan pelayanan konseling mingguan meliputi kegiatan di dalam kelas dan di luar kelas untuk masing-masing kelas peserta didik yang menjadi tanggung jawab konselor.12 Menyusun lapelprog B.2 Menjelaskan pelaksanaan kegiatan 2.1.11 Menilai pelaksanaan program 2.2.2 Memahami langkah-Iangkah operasional pengembangan program pelayanan BK berdasarkan KTSP Indikator Pencapaian Kompetensi: 2.

Pemilihan instrument dan media pelayanan bimbingan dan konseling ( sesuai dengan tujuan. serta kegiatan lainnya yang dapat dilaksanakan di luar kelas. (4) Kegiatan pelayanan konseling dicatat dalam laporan pelaksanaan program (LAPELPROG). 3) Pelaksanaan Kegiatan Pelayanan Konseling a) Di dalam jam pembelajaran sekolah/madrasah: (1) Kegiatan tatap muka secara klasikal dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan informasi. materi.3. 7. (5) Volume dan waktu untuk pelaksanaan kegiatan pelayanan konseling di dalam kelas dan di luar kelas setiap minggu diatur oleh konselor dengan persetujuan pimpinan sekolah/madrasah (6) Program pelayanan konseling pada masing-masing satuan sekolah/madrasah dikelola dengan memperhatikan keseimbangan dan kesinambungan program antar kelas dan antar jenjang kelas. serta mengefektifkan dan mengefisienkan penggunaan fasilitas sekolah/ madrasah. (3) Kegiatan pelayanan konseling di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah maksimum 50% dari seluruh kegiatan pelayanan konseling. tempat. Program Tahunan bimbingan dan konseling (sistematis dan lengkap). 259 . Program semesteran bimbingan dan konseling (sistematis dan lengkap). konseling kelompok. 2) Program pelayanan konseling yang direncanakan dalam bentuk SATLAN dan SAT KUNG dilaksanakan sesuai dengan sasaran. substansi. b) Di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah: (1) Kegiatan tatap muka dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan orientasi. kunjungan rumah. Pemilihan Strategi Pelayanan Bimbingan dan Konseling( ketepatan skenario pelayanan bimbingan dan konseling : langkah-langkahnya fleksibel) 5. Rencana evaluasi dan tindak lanjut (tindaklanjutnya sejalan dengan hasil evaluasi dan mampu mencapai tujuan). dan mensinkronisasikan program pelayanan konseling dengan kegiatan pembelajaran mata pelajaran dan kegiatan ekstra kurikuler. kegiatan instrumentasi. kegiatan konferensi kasus. jenis kegiatan. himpunan data. konselor berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan pengembangan diri yang bersifat rutin. konseling perorangan" bimbingan kelompok. 8. (2) Satu kali kegiatan layanan/pendukung konseling di luar kelas/di luar jam pembelajaran ekuivalen dengan 2 (dua) jam pembelajaran tatap muka dalam kelas. penempatan dan penyaluran. penguasaan konten. 6) Pelaksanaan Kegiatan 1) Bersama pendidik dan personil sekolah/madrasah lainnya. dan alih tangan kasus. dan mediasi. dan karakteristik konseli). 6. waktu. pemanfaatan kepustakaan. 4. diketahui dan dilaporkan kepada pimpinan sekolah/madrasah. dan pihak-pihak yang terkait. Waktu dan biaya (ketepatan dan kecukupan waktu dan biaya). insidental dan keteladanan. serta layanan/kegiatan lain yang dapat dilakukan di dalam kelas (2) Volume kegiatan tatap muka klasikal adalah 2 (dua) jam per kelas per minggu dan dilaksanakan secara terjadwal (3) Kegiatan tidak tatap muka dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan konsultasi.

2. media cetak. Penilaian Kegiatan 1) Penilaian hasil kegiatan pelayanan konseling dilakukan melalui: a) Penilaian segera (LAISEG). Penggunaan teknik tes harus dilakukan oleh tenaga yang berkewenangan. yaitu penilaian pada akhir setiap jenis layanan dan kegiatan pendukung konseling untuk mengetahui perolehan peserta didik yang dilayani. serta pelayanan tidak langsung. wawancara. laporan semesteran. Perlu diperhatikan bahwa langkah ini merupakan langkah yang sangat strategis yang sangat menentukan langkah-Iangkah berikutnya. secara teoritik mereka berada pada fase perkembangan remaja awal. seperti ada catatan anekdotal. Mengacu pada pengembangan diri 260 . Tanpa melakukan identifikasi yang jelas dan mantap. Kegiatan ini merupakan langkah awal dan sebagai dasar dalam pengembangan program. yaitu penilaian dalam waktu tertentu (satu minggu sampai dengan satu bulan) setelah satu jenis layanan dan atau kegiatan pendukung konseling diselenggarakan untuk mengetahui dampak layanan/kegiatan terhadap peserta didik. papan bimbingan. juga dapat padukan dengan mendasarkan pada asumsi teoritik. dan laporan hasil evaluasi program bimbingan dan konseling dan tindak lanjutnya. 2) Penilaian proses kegiatan pelayanan konseling dilakukan melalui analisis terhadap keterlibatan unsur-unsur sebagaimana tercantum di dalam SATLAN dan SATKUNG. juga dapat diidentifikasi kegiatan pendukung apa yang diperlukan sebagai konsekuensi dari layanan-Iayanan tersebut. audio. buku saku). Selain menggunakan teknik-teknik tersebut. Hasil identifikasi tersebut selanjutnya dianalisis untuk menentukan layananIayanan apa yang diperlukan oleh siswa. laporan bulanan. yaitu penilaian dalam waktu tertentu (satu bulan sampai dengan satu semester) setelah satu atau beberapa layanan dan kegiatan pendukung konseling diselenggarakan untuk mengetahui lebih jauh dampak layanan dan atau kegiatan pendukung konseling terhadap peserta didik. dan sebagainya. 5) Secara keseluruhan perlu dilaporkan secara fisik beberapa jenis dokumen yaitu: agenda kerja konselor. Misalnya siswa kelas 1 SMP. untuk mengetahui efektifitas dan efesiensi pelaksanaan kegiatan. dan sebagainya. Langkah-Iangkah Operasional Pengembangan Program Pelayanan Bimbingan dan Konseling berdasarkan KTSP a. konsultasi. data kebutuhan atau permasalahan konseli. konseling kelompok.seperti konseling individual. Identifikasi kebutuhan dan permasalahan siswa dapat dilakukan dengan teknik tes maupun non tes. pelayanan langsung. analisis dan pengambilan keputusan. Teknik tes misalnya tes kecerdasan. Teknik non tes misalnya dengan observasi. liflet. dan laporan tahunan. audiovisual. Identifikasi Kebutuhan dan Permasalahan Siswa Identifikasi kebutuhan dan permasalahan siswa adalah mengumpulkan dan memahami secara cermat kebutuhan dan permasalahan siswa yang secara aktual dirasakan dan dihadapi oleh siswa. maka layanan-Iayanan yang akan diberikan kepada siswa belum tentu sesuai dengan kebutuhan dan permasalahan siswa. angket. daftar konseli (siswa). Hasil identifikasi ini seyogyanya ditampilkan dalam sebuah tabel. Maka dapat diasumsikan apa yang dibutuhkan dan apa permasalahan-permasalahan mereka. seperti evaluasi proses dan produk. kotak masalah. c) Penilaian jangka panjang (LAIJAPANG).b. dan referal. 4) Hasil kegiatan pelayanan konseling secara keseluruhan dalam satu semester untuk setiap peserta didik dilaporkan secara kualitatif. bakat. bibliokonseling. b) Penilaian jangka pendek (LAIJAPEN). kunjungan rumah. 3) Hasil penilaian kegiatan pelayanan konseling dicantumkan dalam LAPELPROG. Disamping itu. dan tindak lanjut. konferensi kasus. bimbingan kelompok/klasikal. aktivitas pelayanan bimbingan dan konseling (pemahaman. dan sosiometri. minat. inventori.

dan potensi diri. 7. Penempatan dan penyaluran untuk pengembangan kemampuan pribadi. Pengembangan program tahunan sampai dengan harian pada dasarnya merupakan pendistribusian seluruh kegiatan yang akan diberikan kepada siswa agar dapat berjalan dengan lancar dan jelas pada setiap satuan waktu. Obyek-obyek pengembangan pribadi 2. Apabila dalam satu tahun ada 36 minggu efektif maka diperlukan 12 layanan/ pendukung X 36 yaitu 432 layanan dan pendukung. Informasi ttg perkembangan.dalam KTSP bahwa beban tugas guru adalah 24 jam pelajaran per minggu. 11. Pendalaman dan penyelesaian masalah pribadi 14. Apabila langkah ini dapat dilakukan dengan baik. CONTOH IDENTIFIKASI KEBUTUHAN DAN PERMASALAHAN SISWA KELAS XII IPS 1 BIDANG BIMBINGAN A. Pertemuan dengan keluarga peserta didik yang mengalami masalah pribadi. kemampuan. 12. dan setiap satu layanan atau kegiatan BK ekivalen dengan 2 jam pelajaran. Pembahasan kasus-kasus masalah pribadi tertentu yang dialami peserta didik. 10. 3. kondisi dan lingkungan diri sendiri. SOSIAL ORIN 261 . PRIBADI KEBUTUHAN/PERMASALAHAN Need assesment : 1. Kemampuan dan Kondisi Pribadi. Pengungkapan kondisi dan masalah pribadi peserta didik 9. Identifikasi kebutuhan dan permasalahan siswa paling tidak harus bisa menurunkan 12 layanan dan atau kegiatan per minggu. Masalah pribadi : dalam kehidupan pribadi. Data perkembangan. maka setiap minggu seorang konselor minimal harus menyelenggarakan 12 layanan dan atau kegiatan pendukung. Obyek-obyek pengembangan JENIS LAYANAN ORIN INFO PP PKO KP BKp/KKp KSI KEGIATAN PENDUKUNG AI HD KK KR TKP APIN B. potensi. maka pengembangan program tahunan sampai dengan harian menjadai lebih mudah. 4. 6. Bacaan dan rekaman tentang perkembangan dan kehidupan pribadi 13. Pemberdayaan pihak tertentu untuk membantu peserta didik dalam pengembangan pribadi 8. Oleh karena itu. Kompetensi dan kebiasaan dalam kehidupan pribadi 5.

Pemberdayaan pihak tertentu untuk membantu peserta didik dalam pengembangan kemampuan relajar. 32. kondisi dan lingkungan sosial. Bacaan dan rekaman tentang perkembangan dan kehidupan sosial 26.hubungan sosial 15. 17. Pengungkapan kondisi dan masalah belajar peserta didik 35. Penempatan dan penyaluran untuk pengembangan kemampuan sosial. Pertemuan dengan keluarga peserta didik yang mengalami masalah sosial. 36. kegiatan dan hasil belajar peserta didik. Masalah pribadi : dalam kehidupan sosial. Informasi ttg perkembangan. kegiatan dan hasil belajar. 29. 31. kemampuan. dan kondisi hubungan sosial. Kompetensi dan kebiasaan dalam kegiatan serta penguasaan bahan belajar. Data kemampuan. 19. 24. BELAJAR 27. potensi. Data perkembangan. Obyek-obyek pengembangan kemampuan belajar 28. Penempatan dan penyaluran untuk pengembangan kemampuan belajar. 25. potensi. Pemberdayaan pihak tertentu untuk membantu peserta didik dalam pengembangan kemampuan sosial 21. 33. 16. 23. 20. kegiatan dan hasil belajar. 30. Pembahasan kasus-kasus masalah INFO PP PKO KP BKp/KKp KSI AI HD KK KR TKP APIN ORIN INFO PP PKO KP BKp/KKp KSI AI HD KK KR 262 . Kemampuan. kemampuan. Masalah pribadi : dalam kemampuan. 34. kegiatan dan hasil belajar. Kompetensi dan kebiasaan dalam kehidupan sosial 18. Kemampuan dan Kondisi hubungan sosial. Pembahasan kasus-kasus masalah sosial tertentu yang dialami peserta didik. Informasi ttg. Pendalaman dan penyelesaian masalah sosial C. Pengungkapan kondisi dan masalah sosial peserta didik 22.

. ORIN INFO PP PKO KP BKp/KKp KSI TKP APIN AI HD KK KR TKP APIN Mengetahui : Kepala Sekolah.. kemampuan.. Bacaan dan rekaman tentang perkembangan dan kehidupan karir 52. 37. 38. Juni 2011 Konselor....... Kompetensi dan kebiasaan dalam pengembangan karir... 46. Pengungkapan kondisi dan masalah karir peserta didik 48... Pembahasan kasus-kasus masalah karir tertentu yang dialami peserta didik. NIP.. . Bacaan dan rekaman tentang kemampuan dan kegiatan belajar. Pendalaman dan penyelesaian masalah karir. Masalah pribadi : dalam pengembangan karir. 49. Pertemuan dengan keluarga peserta didik yang mengalami masalah karir. Penempatan dan penyaluran untuk pengembangan kemampuan karir.. Pemberdayaan pihak tertentu untuk membantu peserta didik dalam pengembangan karir 47. .. 39.. Informasi ttg potensi. NIP. 50. KARIR 40.. arah dan kondisi karir.. 51.... 44...belajar tertentu yang dialami peserta didik. Kudus. Kemampuan dan arah karir. 45. Pertemuan dengan keluarga peserta didik yang mengalami masalah belajar.. 42. 41. Obyek-obyek implementasi karir... Data kemampuan dan arah karir... D. 43. Catatan : Minggu efektif : Semester 1 = 22 minggu Semester 2 = 14 minggu Jumlah = 36 minggu 263 . Pendalaman dan penyelesaian masalah belajar..

Rinciannya sebagai berikut : 72 layanan di dalam jam pembelajaran di sekolah. atau cara khusus/strategi politik. b. Program Pelayanan Bimbingan dan Konseling. Satuan Kegiatan Pendukung. 1 tahun = 36 minggu X 12 layanan. Program Mingguan (Lampiran 4). ekuivalen dengan 12 layanan/kegiatan pendukung. Apabila setiap konselor diserahi 4 kelas. Program Tahunan (lampiran 1) 2. dan 5. Termasuk contoh Satuan Kegiatan Layanan. sehingga umlah layanan dalam satu tahun 432 layanan. Program Harian (Lampiran 5) 6. lapangan.Tugas konselor per minggu = 24 jam. Program Bulanan (Lampiran 3) 4. serta Laporan pelaksanaan Kegiatannya (Lampiran 6) 264 . Program Semesteran (lampiran 2) 3. dan 36 layanan di luar jam pembelajaran di sekolah dengan format individual. maka terdapat jumlah layanan per-kelas yaitu 432 layanan : 4 kelas sama dengan 108 layanan/kelas/tahun. Dalam uraian berikut disajikan beberapa contoh program bimbingan dan konseling di sekolah yang meliputi : 1. kelompok.

265 .

266 .

KEGIATAN I 1 Layanan Informasi 2 Layanan Penempata n dan Penyaluran Penempa tan dan penyalur an untuk pengemb angan kemamp uan belajar 3 Layanan Penguasaan konten MATERI BIDANG PENGEMBANGAN SEMESTER 2 (JANUARI-JUNI 2009-2010) BULAN (SELAMA SATU SEMESTER) II III IV V Informasi ttg potensi kemamp uan dan kondisi hubunga n sosial Penempa tan dan penyalur an untuk pengemb angan kemamp uan sosial Kompete nsi dan kebiasaa n dalam kehidupa n sosial. Tampilan Bacaan 267 .MANIS : XI IPS SEMESTER KONSELOR : 2 (2011: DRS.Lampiran 2 : (CONTOH) PROGRAM SEMESTERAN PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING SEKOLAH 2012) KELAS ANONIM NO : SMA NEGERI GD. Layanan Bimbingan Kelompok Topik tugas tentang bulliying Topik bebas tentang kehidupan remaja akhir 6. Masalah pribadi dalam kehidupa n pribadi Masalah pribadi dalam kehidupa n sosial Topik bebas tentang Teoriris Membah as kasus yang perlu melibatk an berbagai pihak Membah as kasus yang perlu melibatk an berbagai pihak Bacaan Masalah pribadi dalam penentua n arah karir VI Penempata n dan penyaluran untuk pengemba ngan kemampua n karir 4. Konferensi Kasus 7. Layanan Konseling Perorangan 5.

Aplikasi instrumenta si Lampiran 3 : (CONTOH) PROGRAM BULANAN PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING SEKOLAH 2012) KELAS ANONIM NO 1 2 : SMA NEGERI GD. dll) 268 . KEGIATAN Layanan Informasi Layanan Bimbingan kelompok Layanan Konsultasi 3 4 Layanan Mediasi 5 Kunjungan Rumah MATERI BIDANG PENGEMBANGAN MINGGU I MINGGU II MINGGU III MINGGU IV Informasi perkembangan diri Membahas Membahas topik ttg topik kemampuan tentang sosial arah karir Konsultasi dari Konsultasi orangtua siswa dari orang yang tua tentang mengeluhkan masalah putranya sering belajar pulang malam.MANIS : XI IPS SEMESTER KONSELOR : 2 (2011: DRS.Kepustakaa n dan rekaman ttg pergaula n bebas dan efeknya Identifika si self esteem siswa Pengukur an kecender ungan kepribadi an siswa. dan rekaman ttg peningka tan motivasi berprest asi 8. anaknya dan sejenisnya Upaya mediasi dari pihak-pihak yang berselisih Pertemuan dg Kunjungan orang tua siswa rumah membahas membahas masalah sosial kenakalan anaknya siswa di sekolah (tawuran.

Himpunan Data Menghimpun data hasil sosiometri siswa kelas ybs. 269 .6.

Layanan Bimbingan Kelompok Mediasi Membaha s topik tentang kemampu an sosial Upaya mediasi dari pihakpihak yang berselisi h Mentabula si data hasil sosiometri siswa kelas ybs Menghim pun data hasil sosiomet ri siswa kelas ybs Upaya mediasi dari pihakpihak yang berselisi h SEMESTER KONSELOR : : 2 MATERI BIDANG PENGEMBANGAN (MULAI HARI SENIN SAMPAI SABTU) MINGGU KE II (Pebruari 2010) SELASA RABU KAMI S JUM’AT SABTU 2 3 Himpunan Data 4. ANONIM N O KEGIATA N SENIN 1.Lampiran 4 : (CONTOH) PROGRAM MINGGUAN PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING SEKOLAH : SMA NEGERI GD.MANIS (2011-2012) KELAS : XI IPS DRS. Dst. 270 .

Lampiran 6 : (Contoh) 271 .

Menyiapkan lembar angket sosiometri 2. Mengisi identitas siswa ada lembar sosiometri 2. Laijapeng : Melihat perkembangan kelompok belajar P. Biaya/Dana : Foto copy 170 lembar = Rp 18. Keterkaitan Layanan ini dengan : Pemberian layanan konseling perorangan bagi siswa Layanan Pendukung Lain yang terisolir Q. Menjelaskan cara pengisian sosiometri .Kegiatan Guru 1.Sumber dana : Komite Sekolah L. Proses : Melihat perilaku siswa saat mengisi angket 2. Penyelenggara Layanan : Drs. Alat dan Perlengkapan : Angket sosiometri O. Menjelaskan tujuan angket sosiometri 3.Pembuatan kelompok belajar b. Pencegahan dan Untuk mengetahui hubungan sosial dalam kelas dan pembuatan kelompok belajar Kelas XI IPS – 1 SMA 1 Gd. Fungsi Layanan Pengentasan E. 272 .700. Uraian Kegiatan . M. Catatan Khusus : Layanan pendukung dengan instrumen angket sosiometri diharapkan dapat mengungkap anak yang terisolir dalam kelasnya untuk diberikan bantuan sehingga dapat diterima kembali di lingkungan teman belajarnya. Semester : 45 menit. Tujuan Layanan : : : : : Angket Sosiometri Sosial Aplikasi Instrumentasi Pemahaman. Bidang Bimbingan C. Anonim. 24-25 Agt 2011. Rencana Penilaian dan Tindak Lanjut 1.Manis F. Nama Instrumen : Angket Sosiometri 2. Sasaran Layanan : G. Waktu. Hari. Tempat Penyelenggaraan : Ruang kelas XI IPS – 1 SMA 1 Gd. Materi Instrumen 1. Pihak yang Disertakan/Terkait : Wali Kelas N. Topik B. Tanggal. Isi a.Kegiatan Murid 1.Manis J. Jenis Instrumen : Non Tes 3. Jenis Layanan D. Laiseg : . 1 (satu) K. Mengisi lembar jawab sosiometri H.Identifikasi anak yang paling banyak diterima dan ditolak sebagai teman belajar .SATUAN KEGIATAN PENDUKUNG APLIKASI DAN INSTRUMENTASI A. Isi Instrumen : Dipilih dan ditolak teman belajar I. Sabtu.

tanggal. Pelaksanaan 1. Membuat jadwal konseling bagi siswa yang banyak ditolak 273 . Cara-cara Analisa a. Analisa Hasil Penilaian 1. Membuat sosiogram. Waktu. E.Mengetahui 2011 Kepala SMA 1 Gd. Putu W. Tindak Lanjut 1. b. Manis 45 menit. 1 Ruang kelas XI IPS – 1 SMA 1 Gd. Manis Pelaksanaan pengisian sosiometri berjalan dengan lancar. 2. 131957012 Drs. Tempat : 3. Cara-cara penilaian angket sosiometri : masalah 2. Konselor Agustus Dra. 131693660 LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI. Anonim NIP. Jenis Layanan 3. Sasaran Layanan : : : : : : Angket Sosiometri Sosial Aplikasi Instrumentasi Pemahaman dan pencegahan serta Untuk mengetahui hubungan sosial dalam kelompok belajar Siswa kelas XI IPS – 1 SMA 1 Gd. siswa hadir semua. Deskripsi dan komentar tentang : C. Cara-cara tindak lanjut a. Bidang Bimbingan 2. ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN LAYANAN PENDUKUNG A. Deskripsi dan komentar tentang : mempunyai hasil penilaian kehidupan keluarga angket D.Manis Kudus. Analisa dilakukan dengan membuat tally dan menghitung jumlahnhya pada pilihan siswa dan penolakan siswa dalam kelompok belajar. Evaluasi 1. hari. 24 Agustus 2011. semester : (satu) 2. Topik 1. Keaktifan siswa dalam mengisi Membuat rekapitulasi daftar cek Sebagian besar siswa yang banyak masalah pada pokok masalah Siswa cukup antusias mengisi B. Jum’at. NIP. Fungsi Layanan pengentasan 4. Deskripsi dan komentar tentang analisa Anak yang mempunyai masalah paling banyak ditolak teman dalam kelompok belajar mendapat prioritas utama dalam penanganannya. Tujuan Layanan 5.

131693660 SATUAN KEGIATAN PENDUKUNG APLIKASI DAN INSTRUMENTASI B. Manis J. Konselor Agustus Dra. Materi Instrumen 1. Sasaran Layanan : H. Isi Instrumen : Pernyataan yang berhubungan dengan masalah siswa dengan 220 pernyataan dan 11 pokok masalah I. Tujuan Layanan : : : : : DCM Pribadi Aplikasi Instrumentasi Pencegahan dan Pengentasan Untuk mengidentifikasi masalahmasalah yang dihadapi oleh siswa sehingga dapat memberikan bantuan yang sesuai/tepat. Kelas XI IPS – 1 SMA 1 Gd. G. Mengisi lembar jawab DCM dengan tanda ceklist (√) I. Topik C. Biaya/Dana : Foto copy 370 lembar = Rp 40. Tempat Penyelenggaraan : Ruang kelas XI IPS – 1 SMA 1 Gd. 274 . Semester : 45 menit.b. Nama Instrumen : DCM 2. Menjelaskan cara pengisian DCM . NIP. dilihat Mengetahui 2011 Kepala SMA 1 Gd.Kegiatan Guru 1. Uraian Kegiatan . Membuat kelompok belajar 2.700. Jum’at dan Sabtu. Tanggal. Hari. Jenis Instrumen : Non Tes 3. 1 (satu) K. 31 Oktober dan 1 Nopember 2011. Mengisi identitas siswa 2. b.Manis Waktu. Penyelenggara Layanan : Drs. Bagi siswa yang telah dikonseling perkembangannya. Anonim NIP. Anonim. Manis Kudus. Fungsi Layanan F. Menjelaskan tujuan yang akan diharapkan DCM 3. Putu W.Kegiatan Murid 1. Bidang Bimbingan D. Kelompok belajar diikuti kegiatan belajarnya. Deskripsi komentar tentang upaya tindak lanjut a. Menyiapkan lembar pernyataan dan lembar jawab DCM 2. Jenis Layanan E. 131957012 Drs.Sumber dana : Komite Sekolah L.

Keterkaitan Layanan ini dengan : Pemberian layanan konseling perorangan Layanan Pendukung Lain Q. Jum’at. 31 Oktober 2011. Manis 45 menit. Rencana Penilaian : Validitas data yang diperoleh 2. Rencana Penilaian dan Tindak Lanjut 1. Pelaksanaan Layanan 1. Cara-cara Analisa 275 . Cara-cara penilaian : Daftar Cek Masalah : Sosial Instrumen data Pemahaman dan pencegahan Siswa kelas XI Bhs – 1 SMA 1 Gd. Evaluasi 1. Analisa Hasil Penilaian 1. 131693660 LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI. Tindak Lanjut : Kualitas dan kuantitas masalah yang dialami siswa P. Membuat rekapitulasi hasil Daftar Cek Masalah Menganalisa hasil Daftar Cek Masalah Sebagian besar siswa banyak yang masalah pada kesehatan. Pihak yang Disertakan/Terkait : Wali Kelas N. ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN LAYANAN PENDUKUNG A. Konselor September 2011 Dra. Waktu. Fungsi Layanan : 4. 131957012 Drs. Bidang Bimbingan 2. NIP. hari. Catatan Khusus : Layanan konseling perorangan melalui DCM akan membantu GP untuk mengidentifikasi masalah siswa. Jenis Layanan : 3. Deskripsi dan komentar tentang : mempunyai hasil penilaian E. 1 Ruang kelas XI Bhs – 1 SMA 1 Gd. Topik : Spesifikasi Bimbingan 1. B.M. Manis Kudus. Putu W. Anonim NIP. tanggal. Tempat : Manis D. semester : (satu) 2. Sasaran Layanan : C. Alat dan Perlengkapan : Seperangkat DCM dan lembar jawabnya O. 2. Mengetahui Kepala SMA 1 Gd.

131957012 Drs. Hal itu dilakukan selama 2 kali. b.00 – 11. 2. Manis Kudus. Tindak Lanjut 1. Deskripsi dan komentar tentang hasil penilaian a.45 Deskripsi : Saat dilaksanakan bimbingan klasikal. Membuat jadwal konseling bagi siswa yang banyak mengalami masalah atau memiliki masalah serius. Siswa yang tidak suka membicarakan masalah pada orang lain sebanyak 10 anak.Pada orang tua dan teman : 6 anak . 24 Oktober 2011 11. tanggal Jam : : : : Sby XI IPS – 1 Sabtu. Mengetahui Kepala SMA 1 Gd. Siswa juga terlihat memainkan bolpoint Keterangan : 276 .Analisa dilakukan dengan hati-hati karena sangat berguna dalam layanan konseling. NIP. b. kepala diletakkan di atas kedua tangan di meja selama ± 3 menit. Membuat daftar kegiatan tindak lanjut 2. Siswa yang suka membicarakan masalahnya pada orang lain : . Putu W.Teman saja : 14 anak F. Cara-cara tindak lanjut a. 131693660 CATATAN ANEKDOT SAAT MENGIKUTI BIMBINGAN KLASIKAL INFORMASI PERGURUAN TINGGI Nama Siswa Kelas Hari.Orang tua saja : 0 anak . Deskripsi komentar tentang upaya tindak lanjut Apabila konseling telah dilaksanakan diikuti perkembangannya dan apabila perlu diikuti oleh layanan kunjungan rumah ataupun yang lain. Anonim NIP. Juli 2011 Konselor Dra. siswa duduk dengan menunduk.

dengan diputar-putar di jari-jarinya dan beberapa kali terlihat siswa melihat ke arah luar jendela. Konselor Drs. Tindak lanjut : Siswa perlu diadakan konseling. 131693660 277 . Kudus. Siswa jarang memandang konselor. Kemungkinan siswa sedang memiliki masalah yang belum terselesaikan. Intepretasi : Siswa tidak konsentrasi. Anonim NIP. Siswa tidak bereaksi ketika konselor memberi pertanyaan ataupun tanggapan kepada seluruh siswa.

Waktu alih tangan kasus : Senin.11. ketika sakitnya terasa kadang sampai siswa tidak sadar memukuli perut dan kepalanya sendiri. N. malah ke paranormal. Sudah diobatkan ke paranormal dan ke dokter. Hasil konseling dengan siswa dan informasi dari orang tua. J. NIP. dan kalau dipaksa masuk mengancam akan bunuh diri.000. 131597012 Drs. D. Topik Permasalahan B. Januari 2011 Penerima Dra. E.Sakitnya perlu penanganan secara medis karena kelihatannya kena sakit maag. F. M.Presensi Keterkaitan kegiatan ini dengan layanan/kegiatanpendukung terdahulu : . Sering tidak masuk sekolah dikarenakan sakit perut dan pusing Bidang bimbingan : Pribadi Jenis kegiatan : Alih tangan kasus Fungsi kegiatan : Pengentasan Tujuan kegiatan : Ingin memperoleh data dan penanganan secara medis sakitnya klien Subyek yang mengalami masalah : B1. Kepada siapa dialihtangankan : Dokter Alasan pengalihtanganan : .0809 029 Gambaran ringkas masalah : Klien sering tidak masuk dengan alasan sakit.SATUAN KEGIATAN PENDUKUNG ALIH TANGAN KASUS A. Anonim NIP. 131693660 278 . I. C.. tetapi sudah lama.Konsultasi dengan orang tua / panggilan orang tua Rencana penilaian dan tindak lanjut kegiatan :  Laiseg : Melihat perkembangan siswa setelah dinobatkan ke dokter  Laijapan : Dipantau kehadirannya Catatan khusus .Konseling . O. G. K. : H. .dari Komite Sekolah Bahan-bahan yang disertakan dalam alih tangan : .Berobatnya ke dokter tidak rutin. Mengetahui Kepala Sekolah Layanan/Konselor Kudus. Putu W. L.Sejak kelas X siswa sudah sering tidak masuk alasan sakit juga. 26 Januari 2011 Biaya dan sumber : Rp 100.

279 .

Memberikan usul kemungkinan pertemuan berikutnya 280 . Fungsi Layanan E.Permainan penghangat c. usul.Menjelaskan pengertian dan tujuan bimbingan kelompok . Tahap IV . ide. berusaha mengembangkan pikiran. Tahap II . Kegiatan Siswa a. Tahap I . dan memberikan alternatif jalan keluar pemecahan masalah d.Membuka kegiatan dengan doa .Mendengarkan pembacaan kesimpulan konseling kelompok .Konseling kegiatan 2. pendapat.Menentukan jumlah anggota .Memberikan penjelasan cara-cara dan asas kegiatan bimbingan kelompok .Secara terbuka menyampaikan sebagaimana topik di atas.Mempersiapkan dan mengumpulkan para peserta b.Diskusi interaktif yang melibatkan guru dan peserta e.Memperhatikan penjelasan Konselor dan bertanya jika kurang jelas . Tahap Peralihan : .Menciptakan suasana kelompok yang dinamis b. Siswa kelas XII IS – 1 F.Doa penutup . . Tahap III .Konselor menyimpulkan hasil diskusi . Bidang Bimbingan C. Tahap Awal : .Menawarkan atau mengamati apakah peserta sudah siap menjalankan tahap berikutnya .Pemimpin dan sebagian anggota kelompok mengembangkan kesan dari hasil kegiatan . Kegiatan Konselor sebagai pimpinan kelompok a.Aktif mengemukakan pendapat c. Tahap Pengakhiran . Agar siswa mampu menerima pendapat dan saran dari orang lain (temannya).Menjelaskan kegiatan yang akan ditempuh pada tahap berikutnya . Uraian Kegiatan dan Materi : 1. Tujuan Layanan : : : : : Masalah pribadi (bebas) Pribadi Konseling kelompok Pemahaman dan pengentasan . dan gagasannya. Topik Permasalahan B. Jenis Layanan D. Sasaran Layanan : G.SATUAN LAYANAN KONSELING KELOMPOK A.Aktif membahas masalah. saran. Tahap Kegiatan kelompok . Tahap Pembentukan : .Agar siswa mampu mengekspresikan pendapat.Memberikan kesan-kesan tentang konseling kelompok yang telah membantu memecahkan masalah yang dialami bersama .Memberikan motivasi kepada siswa untuk mengikuti kegiatan layanan tersebut dengan aktif d.Memperkenalkan diri .

Tempat Penyelenggaraan J. Semester : 90 menit. 20 Februari 2011. Anonim NIP.Layanan penyaluran P. L.Layanan informasi . kreatif. kertas kosong Rencana Penilaian dan Tindak Lanjut Rencana Penilaian : 1.H. buku catatan.Himpunan data . dan inovatif 2011 Mengetahui Kudus. diskusi. Manis Waktu. M. Pengamatan terhadap antusias siswa 2. Putu W. N. tanya jawab Kelas XII IS – 1 SMA 1 Gd. Tanggal. Catatan Khusus : Layanan konseling kelompok akan dapat berjalan lancar apabila semua anggotanya aktif. 131597012 Drs. 131693660 281 . : : Ceramah. NIP. 20 Februari Kepala Sekolah Layana/Konselor Penerima Dra. K. Kemampuan siswa dalam mengemukakan pendapat 3. Anonim Pihak-pihak yang Disertakan : Alat dan Perlengkapan : Kursi. Keterkaitan Layanan ini dengan Layanan / Kegiatan Pendukung . Metode I. 2 (dua) Penyelenggara Layanan : Drs. Mengungkapkan seberapa jauh layanan konseling kelompok telah membantu pemecahan masalah yang dihadapi bersama O.

282 .

N. ide dan gagasannya sehingga tampaknya ide dari teman-temannya cukup jitu sebagai bahan pertimbangan dalam menghadapi masa depan temantemannya. E. semua siswa aktif menyumbangkan pikirannya.S. St / L 5. Tanggapan yang muncul dari siswa :  Topik pertama yang dibahas : Ingin mencari perhatian a. Waktunya banyak diisi dengan kegiatan keagamaan c. St / L : Ingin mencari perhatian b.I. Bingung ingin kuliah tetapi biaya tidak ada / orang tua kurang mampu 4. Kesan dan pesan Kesan : Konseling kelompok berjalan dengan lancar.N / P 6. Meminta bantuan kepada saudara yang mampu secara bergotong royong 5. / P : Bingung ingin melanjutkan kuliah tidak ada biaya c. / P : Rabu. 283 . Anonim Siswa kelas XII IS – 1 SMA 1 : 1. T.K. S. ingin bekerja d. E. / P : Belajar cepat bosan g. Sebaiknya bekerja terlebih dahulu atau bekerja sambil kuliah b. 20 Februari 2011 Gd.N. Manis S/P A. Topik yang dibahas : a. / L 7. Penyelenggara C.W.RESUME KONSELING KELOMPOK A. / P : Ingin kuliah tetapi orang tua kuran gmampu e. T. Mestinya mencari perhatian itu harus diarahkan ke hal-hal yang positif agar bermanfaat bagi dirinya maupun orang lain b.U. / L : Orang tua menyuruh kuliah tetapi sudah tidak punya semangat. 2.I. 4.K.K / L D.W.U. Waktu Pelaksanaan Lingkup Pembicaraan 1. Masalah yang muncul a. A. S / P : Bingung dana untuk kepentingan kesehatan orang tua yang sedang sakit atau untuk kuliah f. Ingin mencari perhatian b. E.K / P N. Sifat Topik : Topik bebas 2. S. / L : Bingung bekerja dulu atau kuliah 3. Bentuk Layanan B.S. Harus dipikirkan dampak baik buruknya dalam pelajaran maupun dengan teman  Topik kedua yang dibahas : Bingung ingin melanjutkan kuliah tidak ada biaya a. 3. Sasaran : Nama : Konseling kelompok : Drs.

Evaluasi 1. 131597012 Drs. Pelaksanaan Layanan 1. 4. Siswa mempunyai keberanian untuk memberikan bantuan kepada teman kelompok dalam mengatasi masalahnya D. Tempat : Ruang Laboratorium Kimia 3. ANALISA. Deskripsi dan komentar dalam proses layanan : a.Pesan : Konseling kelompok perlu dikembangkan terus agar siswa terbiasa untuk berpikir kreatif dan kooperatif. 20 Februari 2011. semester : 90 menit. Kudus. tanggal. Mengamati kemampuan siswa dalam menyampaikan pendapat. Analisa Hasil Penilaian 284 . Mengamati keaktifan dan antusias siswa selama kegiatan berlangsung b. Deskripsi dan komentar a. Waktu. Siswa berani mengungkapkan permasalahan yang dihadapi d. Siswa dapat mengemukakan pendapat. B. 1. Putu W. Siswa aktif dan antusias sekali b. 131693660 LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI. NIP. dan saran serta kemampuan dalam memecahkan masalah E. Topik Permasalahan : Spesifikasi Bimbingan Bidang Bimbingan Jenis Layanan Fungsi Layanan Sasaran Layanan Topik bebas : : : : Pribadi Konseling kelompok Pemahaman dan pencegahan XII IS – 1 SMA 1 Gd. Manis C. ide. Cara-cara penilaian : a. Anonim NIP. Rabu. dan saran serta kemampuan dalam memecahkan masalah 2. 2 (dua) 2. ide. 3. 21 Februari Mengetahui 2011 Kepala Sekolah Layana/Konselor Penerima Dra. hari. Siswa aktif dan antusias dalam mengikuti layanan konseling kelompok b. DAN TINDAK LANJUT SATUAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING A. 2. Proses layanan berjalan dengan lancar c.

Menentukan waktu yang tepat untuk melakukan konseling kelompok berikutnya 2. 131693660 SATUAN LAYANAN KONSELING KELOMPOK A. Siswa mampu mencegah terjadinya school bullying. Deskripsi dan komentar kelompok dengan : : Menyimpulkan hasil-hasil pengamatan Siswa melaksanakan layanan konseling baik F. Penerima 21 Februari Dra. NIP. Cara-cara tindakan : a. Siswa mampu dan berani mengutarakanpendapat. Mengidentifikasi masalah siswa yang belum terselesaikan dalam konseling kelompok utuk dibahas dalam waktu lain b.Dilanjutkan dengan berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaannya . Sasaran Layanan : Siswa kelas XI IS – 1 SMA 1 Gd. Anonim NIP. dan saran. Uraian Kegiatan dan Materi : 1.Pembukaan dengan salam . Kegiatan Konselor sebagai pimpinan kelompok a. Tahap Awal : . 2.Perkenalan .1. Tindak Lanjut 1. E. Topik Permasalahan B. 4.Permainan 285 . F. Deskripsi dan komentar : Konseling kelompok akan lebih banyak membawa manfaat bagi siswa dalam menuntaskan masalah Mengetahui 2011 Kepala Sekolah Layana/Konselor Kudus. Manis G. Putu W. C. 3. Memahami tentang school bullying.Menentukan jumlah anggota .Mempersiapkan dan mengumpulkan para peserta . : Mewaspadai school bullying (tindak kekerasan pada anak sekolah Pribadi dan sosial Bimbingan kelompok Pemahaman dan pengentasan Bidang Bimbingan : Jenis Layanan : Fungsi Layanan : Tujuan Layanan : 1. Siswa mampu menerima pendapat saran dari orang lain. 131597012 Drs. ide. agar terjadi dinamika kelompok yang kuat dan efektif. Cara-cara analisa 2. 5. D.

Tanggal. Kemampuan siswa dalam membahas pendapat anggota.Konselor menyimpulkan hasil diskusi. Keterkaitan Layanan ini dengan Layanan / Kegiatan Pendukung . Memberikan motivasi untuk mengikuti kegiatan layanan. Waktu. c. 15 Februari 2011.Memberikan kesan-kesan tentang konseling kelompok yang telah membantu memecahkan masalah yang dialami bersama . Tahap II .Doa penutup 2. Tahap IV . Catatan Khusus : Untuk menyemarakkan dan keberhasilan layanan konseling kelompok dibutuhkan kebersamaan dan kreatifitas para anggota. Penyelenggara Layanan : Drs. Kemampuan siswa dalam mengemukakan pendapat.Memperkenalkan diri . usul.b. Tahap I . pendapat. saran. 2. Alat dan Perlengkapan : Bolpoin. 3.Memberikan usul kemungkinan pertemuan berikutnya H. Manis J.Menciptakan suasana kelompok yang dinamis b.Menjelaskan pengertian dan tujuan bimbingan kelompok.Mendengarkan pembacaan kesimpulan konseling kelompok . berusaha mengembangkan pikiran.Layanan penempatan P. Anonim L. d. Menjelaskan fungsi bimbingan kelompok. Tempat Penyelenggaraan : : Ceramah. Pengamatan aktifitas dan antusias siswa dalam kegiatan. Metode I.Menjelaskan asas bimbingan kelompok. Kegiatan Siswa a.Bersama kelompok membahas topik yang sudah ditentukan. Semester : 90 menit.Himpunan data . O. Tahap Peralihan : . kertas kosong N.Layanan informasi . diskusi.Aktif membahas masalah. . Rencana Penilaian dan Tindak Lanjut Rencana Penilaian : 1. tanya jawab Kelas XI IS – 1 SMA 1 Gd. Tahap Pengakhiran . 286 . 2 (dua) K. Pihak-pihak yang Disertakan : Siswa anggota bimbingan kelompok M. Tahap Kegiatan Kelompok : . buku catatan.Aktif mengemukakan pendapat c. . Tahap III . dan memberikan alternatif jalan keluar pemecahan masalah d.Pemimpin dan sebagian anggota kelompok mengembangkan kesan dari hasil kegiatan .Memperhatikan penjelasan Konselor dan bertanya jika kurang jelas . meja kursi.

Mengetahui 2011 Kepala Sekolah Layana/Konselor Kudus. 131597012 Drs. 131693660 287 . Putu W. 15 Februari Penerima Dra. NIP. Anonim NIP.

1. (tindak 3. / 19 / S. .Ingin mencari perhatian. / 9 / S.8 I. 10.T. Topik yang ditentukan : : : IS / 18 / S.0708. Isi Bahasan a.Suasana sekolah tidak harmonis.0708. .II.II. .18 D.1. 8.W. / 8 S. 4.1.0708. Sasaran SMA 1 Gd.F. Waktu Pelaksanaan E.Siswa juga mampu memberikan gagasan kemungkinan cara mengatasi kekerasan terhadap anak sekolah.P.II. .7 E.II. / 7 / S. b.1.Balas dendam.II.1. 5. 7.J. D.II.II.Dikeluarkan dari sekolah. 9.0708.A.Ingin dianggap pemberani. / 1 / S.0708.1. Kesan dan pesan Kesan : .0708.Karena ikut-ikutan teman. / 4 / S.A.1.Menimbulkan perkelahian massal.II. Akibat yang ditimbulkan dari school bullying : . Anonim Siswa kelas XI IS – 1 1.II.0708.II. F.1.6 A. Lingkup Pembicaraan 1. / 30 / S. .1 N. Sebab-sebab school bullying . 15 Februari 2011 Topik tugas Mewaspadai school bullying kekerasan pada anak sekolah. 2.1.Pengaruh di televisi. 6. . .9 L L L L /P P P P P P L Jum’at.0708.M.R.RESUME KONSELING KELOMPOK A.Ternyata siswa mampu mengungkap dan membahas sebab akibat school bullying . .4 D. 288 . 3. Manis : : : Bimbingan kelompok Drs. / 27 / S.26 N.0708.W.19 Mn / 26 / S. Pesan : Hendaknya Konselor lebih sering memberikan layanan bimbingan kelompok karena banyak sekali manfaatnya. 11. Bentuk Layanan B Penyelenggara C.0708.Terjadi tindak kriminal. Sifat Topik 2.II.W.DJ / 6 / S.1.30 A.0708.E.Dendam yang berkepanjangan.1.27 D.

ANALISA. C. Manis : Mewaspadai school bullying kekerasan pada anak sekolah) : : : : sosial Bimbingan Pemahaman dan (tindak Bidang Bimbingan Jenis Layanan Fungsi Layanan Sasaran Layanan XI IS – 1 SMA 1 Gd.2011 Mengetahui Kudus. Siswa dapat mengemukakan pendapat. Evaluasi E. Proses layanan berjalan dengan lancar 3. Mengamati keaktifan dan antusias siswa selama kegiatan berlangsung. Siswa aktif dan antusias sekali b. dan saran serta kemampuan dalam memecahkan masalah. Mengamati kemampuan siswa dalam menyampaikan pendapat. Topik Permasalahan B. 131597012 Drs. Penerima 16 Februari Kepala Sekolah Layana/Konselor Dra. 90 menit. b. semester : (dua) 2. Spesifikasi Bimbingan 1. Tempat : D. dan saran serta kemampuan dalam memecahkan masalah F. 2. pencegahan 4. Analisa Hasil Penilaian 289 . Waktu. Siswa berani mengungkapkan permasalahan yang dihadapi 1. ide. hari. NIP. Cara-cara penilaian : a. 2. Putu W. 131693660 LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI. 2 Ruang Laboratorium Kimia Deskripsi dan komentar dalam proses layanan : 1. 15 Februari 2011. Rabu. Deskripsi dan komentar a. Pelaksanaan Layanan 1. kelompok 3. Anonim NIP. tanggal. Siswa aktif dan antusias dalam mengikuti layanan konseling kelompok 2. ide. DAN TINDAK LANJUT SATUAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING A.

sehingga diharapkan tidak terjerumus dalam kekerasan yang berkepanjangan. S. Tidak masuk sekolah dengan alasan sakit Pribadi Kunjungan rumah Pemahaman Mendapatkan informasi yang selengkapnya mengenai siswa dari orang tua pada saat siswa sakit F. Putu W. Tindak Lanjut 1.11.dari Komite Sekolah L.Panggilan orang tua N. G. C. Pihak yang disertakan dalam kunjungan rumah : Wali kelas (Ibu Mardiyah. 131693660 SATUAN KEGIATAN PENDUKUNG KUNJUNGAN RUMAH A. 12 November 2011 K. tetapi masih sering tidak masuk sekolah.1. Cara-cara analisa : Menyimpulkan hasil-hasil pengamatan 2. Orang tua siswa dipanggil ke sekolah.) M. c.0809.029 G.Pd. Penerima 15 Februari 2011 Mengetahui Kepala Sekolah Layana/Konselor Dra. Kudus. Anonim NIP. Pihak yang ingin dikunjungi : Orang tua dan anggota keluarga lain I. Subjek yang mengalami masalah : B.1. Waktu : Rabu. b. Deskripsi dan komentar : a. Biaya dan sumber : Rp 50. B. Siswa melaksanakan layanan bimbingan kelompok dengan baik.Laiseg : Melihat kondisi siswa saat sakit dan kondisi rumah tangga orang tua. 131597012 Drs. Cara-cara tindakan 2. Gambaran ringkas masalah : Siswa sering tidak masuk sekolah dengan alasan sakit.000. Siswa perlu mendapat pemantauan dari semua personil sekolah. D. NIP. E. H. Keterkaitan layanan ini dengan layanan / kegiatan pendukung terdahulu : .. Deskripsi dan komentar : : Mengamati siswa dalam pergaulan baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah. Topik Permasalahan Bidang Bimbingan Jenis Kegiatan Fungsi Layanan Tujuan Kegiatan : : : : : 290 . Siswa memahami bagaimana cara mencegahnya. Rencana penilaian dan tindak lanjut : Penilaian : . Siswa memahami faktor penyebab kekerasan anak sekolah.Konseling .

November 2011 Mengetahui.Kepala Sekola F.1. Catatan khusus Mengikuti perkembangan kesehatan lewat absen kelas. / Kepala SMA 1 Gd. 131693660 SATUAN KEGIATAN PENDUKUNG KONFERENSI KASUS A. 131597012 Drs. Gambaran ringkas masalah : H. nilai jelek.Laijapen Tindak lanjut : O. kurang serius dalam mengikuti pelajaran Belajar Konferensi kasus Pemahaman dan pengentasan Memperoleh informasi lengkap mengenai siswa dari semua unsur dan merencanakan bantuan kepada siswa. siswa mengikuti pelajaran dengan santai. S.0708.12. : Kalau masih sering sakit perlu direferal/alih tangan kasus ke dokter. apabila orang tua tidak mampu maka diusulkan ke sekolah. Topik Permasalahan B. NIP. Bidang Bimbingan Jenis Kegiatan Fungsi Layanan Tujuan Kegiatan : : : : : Sering tidak masuk sekolah.BK . Manis 12 Perancang Layanan Konselor Dra. Ketika masuk. : Kudus.. Diperiksakan lebih lanjut ke dokter.009 Siswa sering tidak masuk sekolah dengan alasan sakit (surat ijin palsu). E. . Putu W. Peserta konferensi kasus : 291 . C. Anonim NIP. sikap kepada guru tidak sopan. D. Subjek yang mengalami masalah : G.

masukan-masukan yang ada. Catatan khusus : Siswa bersikap tidak seperti anak lain sejak ayahnya meninggal dunia. Kudus.Memantau kehadiran siswa.Konseling . .Konsultasi dengan orang tua .Panggilan orang tua untuk menginformasikan hasil evaluasi. Manis Oktober 2011 / Perancang Layanan Konselor Dra. Kepala SMA 1 Gd. N. Put NIP. Wali Kelas - Dua guru mapel J. .Catatan laporan guru . O. M. K.(Matematika I. 23 Oktober 2011 Biaya dan sumber : Bahan-bahan yang disertakan dalam konferensi kasus : . 131597012 Drs. Anonim NIP.Laijapen : Melaksanakan hasil masukan penanganan dari peserta konferensi kasus. Mengetahui. 131693660 292 .Konseling bagi siswa .Waka Kesiswaan Alasan konferensi kasus : Mendapatkan data yang lengkap dan mendapatkan masukan penanganan kepada siswa karena telah dikonseling belum ada perubahan.Orang tua dan Geografi) . Waktu konferensi kasus : Selasa.Laiseg : Melihat jalannya konfeensi kasus. L.Tata Tertib Siswa Keterkaitan kegiatan ini dengan layanan / kegiatan pendukung terdahulu : .Kunjungan rumah Rencana penilaian dan tindak lanjut : Penilaian : .Presensi . . Tindak lanjut : .

Biaya dan sumber Sekolah L. Bidang Bimbingan C.000. Pihak lain yang disertakan O. Waktu. Mengerjakan tugas Pertemuan I : .Siswa dapat mengenali suara hatinya.Penutup 2 menit Guru BK (Drs.dari Komite 1. Guru menanggapi 1. Anonim.Materi Layanan perencanaan perbaikan I. Q. Setting dan Pengalaman BK .Konseling bagi siswa yang membutuhkan.ESQ dan keberhasilan diri Mengenali diri dan D. tugas .Tugas 40 menit .. Bertanya 3.Alat : Angket . SQ 2.Memiliki dasar humaniora untuk menerapkan kebersamaan dalam kehidupan.SATUAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING A. Guru menjelaskan IQ.Pembukaan 3 menit . Alat Perlengkapan dan Sumber P. Topik Permasalahan B.Penutup 2 menit Pertemuan II : .Tanya jawab 10 menit . Memperhatikan 2. Tujuan Layanan G. Uraian Kegiatan .Siswa dapat mengembangkannilai yang ada dalam diri Kelas XII IA Klasikal. Rencana Tindak Lanjut : . Jenis Layanan E.Laijapen : Membaca dan mengomentari hasil kerja siswa.Pembukaan 3 menit . . Penilaian Proses Hasil : : : : : : Memperhatikan aktivitas dan partisipasi siswa .Laiseg : Bertanya ke siswa mengenai perasaan siswa setelah mendapatkan kegiatan layanan. EQ. Agustus minggu ke 3 dan 4 Fotokopi angket Rp 45.Sumber : LKS. Kompetensi Dasar : : : ESQ dan Perencanaan Masa Depan Pribadi . Tempat Penyelenggaraan J. Buchori Nasution M. Sasaran Layanan H. 293 . Penguasaan konten Pemahaman dan pengentasan .Strategi Penyajian .Materi 30 menit . tanggal K.) . Penyelenggara Layanan N.Laijapang : Memperhatikan sikap perilaku siswa.Memiliki keyakinan dan ketakwaan sesuai dengan ajaran agama yang dianutnya. .Apa itu ESQ .Guru Siswa Setting : : : : : : membuat : : : : : : diri Ruang kelas 2 x 45 menit. apakah ada perubahan. . Guru memberi tugas 3. . Fungsi Layanan F.

Anonim NIP. Mengetahui. NIP. Manis Dra. 131693660 12 294 . 131597012 skala pengamatan sikap Kudus.Membuat siswa. Konselor Drs. Putu W.. November 2011 Kepala SMA 1 Gd.

J.Diskusi .Siswa bisa menganalisa penyebab kasus perceraian. Maret 2011 minggu ke 2 . Fungsi Layanan F. Kompetensi Dasar D. Berdiskusi materi persiapan 3. Penjelasan materi dengan teknik tanya Memberi tugas diskusi materi Memberi tugas menganalisa kasus : 1. Mendengarkan dan menjawab 2..Siswa berkeluarga . .Ulasan kasus 17 32 5 5 3 37 5 3 3 : menit 295 . Topik Permasalahan B.Arti keluarga bagi para penghuni .Siswa mengetahui tugas/peran sebagai anggota keluarga.Tugas/peranan anggota keluarga . Sasaran Layanan H.Pembukaan . 3. Tempat Penyelenggaraan Waktu.Kesimpulan Pertemuan III : . warohmah Bimbingan sosial Memiliki sikap yang mantap tentang kehidupan berkeluarga. Mengerjakan tugas Pertemuan I : . 2.Strategi Penyajian kelompok .Materi Layanan : : : I.dari Komite Sekolah 1. Jenis Layanan E.Materi .Setting menit menit menit menit menit menit menit menit : : : : . Uraian Kegiatan .Tanya jawab . Kelas XII IA Membahas materi dalam dinamika G. Bidang Bimbingan C.Persiapan berkeluarga Ruang laboratorium Kimia 3 x 45 menit.SATUAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING A.4 Film Rp 50. berbangsa dan bernegara.Siswa mengetahui persiapan yang harus dilakukan dalam berkeluarga. bermasyarakat.Tanya jawab Pertemuan II : . Tujuan Layanan : : : : : : Keluarga sakinah.Pembukaan . mawaddah.Pengertian keluarga .Tugas analisa 25 menit .000.Guru jawab persiapan kelas perceraian . . tanggal Biaya dan sumber Setting dan Pengalaman BK . L.Pembukaan . K. Layanan informasi Pemahaman .

Membuat lamaran kerja Ruang kelas 3 x 45 menit.. Layanan informasi dan penguasaan konten Pemahaman . J.Pengertian karir . Warohmah dan Surat nikah/buku nikah. Q. radio. Tujuan Layanan : : : : : : Mengenal dunia kerja Bimbingan karir Memiliki kemantapan pemahaman tentang perlunya pilihan karir yang tepat untuk dikembalikan lebih lanjut. Februari 2011 minggu ke 2 Fotokopi Rp 8.Siswa contoh-contoh : 296 .Siswa memiliki pengetahuan cara mencari pekerjaan. Pemberian contoh lowongan kerja lewat koran. 131597012 NIP.Siswa dapat membuat surat lamaran kerja. Memberi tugas 1. Kompetensi Dasar D.Strategi Penyajian . Bertanya yang kurang jelas G. Melihat partisipasi siswa saat diterangkan. Fungsi Layanan F. Uraian Kegiatan . Manis Kudus. .Seleksi mencari lapangan kerja .Laijapang : Melihat/mengikuti perkembangan siswa dalam hal berkeluarga kelak.Penggolongan pekerjaan . Topik Permasalahan B. Menerangkan materi 2. televisi. tanggal Biaya dan sumber Setting dan Pengalaman BK . Rencana Tindak Lanjut : Layanan konsultasi bagi yang membutuhkan. Memberi contoh surat lamaran 4.dari Komite Sekolah 1. Jenis Layanan E. Konselor Juli Dra. Anonim. 4 K. 2011 Mengetahui. .Alat . Kelas XII IA Klasikal. Mawaddah.Cara mencari lapangan kerja .M.Guru : : : : .000. 3. 131693660 SATUAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING A. . ceramah. Kepala SMA 1 Gd.Laiseg : Bertanya kepada siswa mengenai perasaan siswa setelah setelah mengikuti materi. Alat Perlengkapan dan Sumber . Pihak lain yang disertakan O. Penyelenggara Layanan N. Tempat Penyelenggaraan Waktu.) Berita di koran Buku Membentuk Keluarga Sakinah.Materi Layanan : : : I. L. internet. Penilaian Proses Hasil : : : : : : : : Guru BK (Drs. Drs. Memperhatikan penjelasan dan 2. Bidang Bimbingan C. Sasaran Layanan H.Sumber P. Anonim NIP. Putu W. diskusi .

. 131597012 NIP. . Anonim NIP. 2011 Kepala SMA 1 Gd. Mengetahui.) N.Siswa memahami bagaimana bersikap ketika datang ke sekolah.Tugas analisa 35 menit .Materi .Sumber : Internet. Alat Perlengkapan dan Sumber : . Topik Permasalahan B.Pembukaan . Uraian Kegiatan : 297 . . 131693660 SATUAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING A.Materi . Anonim.Tanya jawab Pertemuan III : . Penilaian : Proses : Melihat antusiasme siswa dalam mengikuti pelajaran. Kompetensi Dasar D. buku lamaran pekerjaan. Q.Laiseg : Bertanya kepada siswa bagaimana cara mencari lowongan. Konselor Juli Dra.Kesimpulan 37 37 3 5 3 5 5 kasus 5 menit M. koran . Putu W.Tanya jawab Pertemuan II : . Rencana Tindak Lanjut : Layanan konsultasi bagi yang membutuhkan informasi lebih lanjut. Hasil : . P.Siswa memahami bagaimana bila bertemu guru.Pembukaan . Drs. . Sasaran Layanan H. Manis Kudus. Kelas XII IS G. Fungsi Layanan F. Bidang Bimbingan C. Pihak lain yang disertakan : Guru TI O. Tujuan Layanan : : : : : : Etika sebagai alumni Akhlak mulia / budi pekerti Memiliki kemantapan pemahaman tentang aspek-aspek sosial dalam sistem etika dan nilai. Jenis Layanan E.Pembukaan . Layanan informasi Pemahaman .Laijapen : Memeriksa hasil tugas siswa membuat surat lamaran. Mengerjakan tugas Pertemuan I : .Setting menit menit menit menit menit menit menit : 3.Alat : Komputer. Penyelenggara Layanan : Guru BK (Drs.Laijapang : Mengumpulkan data alumni yang bekerja.

Menanggapi pertanyaan 3.Strategi Penyajian jawab . 2. Pihak lain yang disertakan : O.. Rencana Tindak Lanjut : Konsultasi bagi siswa yang kurang sepaham.Kewajiban alumni di masyarakat . P. 2011 Kepala SMA 1 Gd. Alat Perlengkapan dan Sumber : . .Laiseg : Meminta tanggapan siswa jika ada alumni datang ke sekolah mencari siswa kelas I dengan langsung menyuruh anak mencarikan. Memutarkan film rekaman alumni I. NIP. Penyelenggara Layanan : N.Pembukaan 5 menit .Kewajiban alumni bertemu guru Ruang kelas 1 x 45 menit. J. 1.Sumber : Tata tertib alumni. Anonim. Penilaian : Proses : Memperhatikan aktivitas siswa dalam penyampaian. Manis Kudus. Anonim NIP. Tempat Penyelenggaraan Waktu. Mei 2011 minggu ke 3 Film Rp 200.Kesimpulan 5 menit Guru BK (Drs. Memperhatikan 2.dari Komite Sekolah 1.Alat : Film . tanggal Biaya dan sumber Setting dan Pengalaman BK .Kewajiban alumni di masyarakat sekolah . 131693660 298 . pemberian contoh film. 131597012 Drs. K. Meminta tanggapan. Mengerjakan tugas . tanya . L.Guru legalisir Siswa Setting : : : : : : M.Menanggapi 25 menit . Putu W.Laijapang : Memantau alumni yang datang ke sekolah untuk suatu urusan. Q.000. Konselor Juli Dra.. Hasil : .Materi Layanan : : Klasikal.Memutar film 10 menit .) Wali kelas Mengetahui.Alumni bagian dari sekolah .

hanya bilang ingin pindah. Uraian Kegiatan dan Layanan H. 22 Januari 2011 Orang tua bingung apa yang harus diperbuat karena anak tidak mau cerita permasalahannya. Anonim NIP. Konseling dengan siswa dan pihak-pihak lain. F. . Waktu J.SATUAN LAYANAN KONSULTASI A.Laiseg : Tindak lanjut N.Orang tua siswa Kamis. . Rencana penilaian dan tindak lanjut Penilaian : . Catatan Khusus Laijapen Laijapang : : : : Mengetahui. 131693660 299 . Alasan Konsultasi : : : L. Lihat hasil sosiogram mengenai hubungan siswa di kelas.11. Biaya dan Sumber K. Pihak yang terlibat dlm konsultasi : I. E. 131597012 Drs.0809.027 Siswa menangis didepanorang tua minta pindah sekolah tetapi tidak memberikan alasannya mengapa minta pindah. B. Sasaran Layanan G.Bertanya kepada teman-temannya. Konselor Dra. Manis Kudus. Mengikuti hubungan siswa di kelas Konseling dengan siswa untuk menanyakan permasalah. Pihak yang disertakan : M. kegiatan : Menanyakan kepuasan orang tua dengan jawaban dari konselor. D. C.Guru BK .2. Januari 2011 Kepala SMA 1 Gd. Putu W. NIP. Topik Permasalahan Bidang Bimbingan Jenis Layanan Fungsi Layanan Tujuan Layanan : : : : : : : Anak mengeluh ingin minta pindah sekolah Bimbingan belajar Layanan konsultasi Pemahaman Memperoleh informasi mengenai masalah siswa yang minta pindah Orang tua siswa B.

300 .

SATUAN LAYANAN MEDIASI A. B. C. D. E. Topik Permasalahan Bidang Bimbingan Jenis Layanan Fungsi Layanan Tujuan Layanan : : : : : Bertengkar dengan pacar di ruang UKS Bimbingan pribadi Layanan mediasi Pengentasan Agar tercapai kesepakatan dan hubungan kembali baik. A1.12.0809.044 dan A1.12.0809.045 Ruang UKS SMA 1 Gd. Manis - Guru BK Rabu, 4 Februari 2011 Pada jam ke 4, di ruang UKS terlihat 2 orang siswa yang sedang bertengar adu mulut. Jadi siswa tidak ikut pelajaran. - Pihak satu : siswi perempuan kelas XII IA-1 dengan kode A1.12.0809.044. - Pihak lain : Siswa laki-laki kelas XII IA-1, dengan kode A1.12.0809.045.
PIHAK LAIN Pihak laki-laki tidak merasa punya cewek lain. Sama-sama marah sambil memberikan informasi. Tidak mau putus. Menyatakan yang pakai HPnya adalah temannya, sehingga SMS itu bukan untuk dirinya. - Kesukarelaan - Kegiatan

F. Sasaran Layanan : G. Lokasi/tempat penyelenggaraan : H. Pihak yang terlibat dlm konsultasi : Tanggal : I. Biaya dan Sumber : J. Pemicu konflik : K. Pihak-pihak yang terlibat :

L. Kondisi Awal
NO. 1. 2. 3. 4. 5. KONDISI AWAL Hal dipersoalkan yang

PIHAK SATU Pacarnya dituduh punya cewek lain, terbukti dari SMS di HP si cowok. Marah-marah, cemburu. Minta putus. Bersikukuh pacarnya punya pacar lain, terbukti dari SMS cewek lain. Kesukarelaan Kegiatan

Kondisi yang ada Tuntutan Pertahanan diri Asas-asas mediasi

M. Pihak yang disertakan : Pihak-pihak yang berseteru. N. Rencana Penilaian dan Tindak lanjut Penilaian : - Laiseg : Menanyakan kepuasan layanan kepada pihak yang berseteru. - Laijapang : Melihat hubungan dua belah pihak selanjutnya. Tindak lanjut : Memanggil kedua belah pihak untuk didamaikan. N. Catatan Khusus : Mengetahui, Februari 2011 Kepala SMA 1 Gd. Manis Kudus, Konselor

Dra. Putu W. NIP. 131597012

Drs. Anonim NIP. 131693660

301

302

SATUAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING A. Topik Permasalahan syarat kelulusan B. Bidang Bimbingan C. Kompetensi Dasar D. Jenis Layanan E. Fungsi Layanan F. Tujuan Layanan G. Sasaran Layanan H. Uraian Kegiatan - Strategi Penyajian - Materi Layanan I. Tempat Penyelenggaraan J. Waktu, tanggal dan 4 K. Biaya dan sumber L. Setting dan Pengalaman BK - Guru Siswa Setting : : : : : : : : : : : : : : : Ujian Nasional dan Ujian Sekolah serta Bimbingan belajar Pemahaman tentang ujian serta mampu menyiapkan diri dengan baik. Layanan informasi Pemahaman - Siswa mengetahui tentang waktu ujian. - Siswa mengetahui syarat peserta ujian - Siswa mengetahui syarat kelulusan. Kelas XII IA Klasikal, ceramah, dan tanya jawab - Syarat peserta ujian - Waktu dan materi ujian - Syarat kelulusan Ruang kelas XII IA – 1 dan 2 2 x 45 menit, Januari 2009 minggu ke 3 Fotokopi Rp 27.000,- dari Komite Sekolah 1. Penjelasan materi. 2. Pembahasan bahan. 3. Tanya jawab 1. Memperhatikan penjelasan materi 2. Menjawab 3. Bertanya Pertemuan I : - Pembukaan 3 menit - Pmbahasan materi 37 menit - Tanya jawab 5 menit Pertemuan II : - Pembukaan 3 menit - Penjelasan materi 32 menit - Tanya jawab 5 menit - Kesimpulan 5 menit Guru BK (Drs. Anonim.) Wakil Kepala Sekolah Urusan Kurikulum

M. Penyelenggara Layanan : N. Pihak lain yang disertakan : O. Alat Perlengkapan dan Sumber : - Alat : Fotokopi materi - Sumber : POS Ujian dari BSNP tahun 2011 P. Penilaian : Proses : Melihat antusiasme siswa dalam mengikuti pelajaran. Hasil : - Laiseg : Bertanya ke siswa bilamana siswa dinyatakan lulus. - Laijapen : Melihat kemajuan belajar siswa lewat try out. - Laijapang : Memantau hasil ujian nasional dan ujian sekolah. Q. Rencana Tindak Lanjut : Konseling kelompok bagi siswa yang hasil try outnya jelek. Mengetahui, Kudus, Juli

2011

303

Kepala SMA 1 Gd. Manis

Konselor

Dra. Putu W. NIP. 131597012

Drs. Anonim NIP. 131693660

304

SATUAN LAYANAN KONSELING PERORANGAN A. Topik Pembahasan B. Rumusan Kompetensi C. Bidang Bimbingan D. Jenis Layanan E. Fungsi Layanan F. Tujuan/Hasil yang ingin meningkatkan motiDicapai G. Sasaran Layanan H. Waktu Pelaksanaan Hari, Tanggal, Semester I. Tugas Perkembangan J. : : : : : : : : : : Kehidupan Pribadi Memiliki kesadaran dan dorongan untuk meningkatkan motivasi belajar Bidang belajar Konseling perorangan Pengentasan Memberi kesadaran pada diri klien agar vasi belajar A1.12.0809.029 1 x 45 menit Rabu, 17 November 2011, Semester I Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang kehidupan mandiri secara emosional, sosial intelektual dan ekonomi

K. L. M. N. O. P. O.

Uraian Kegiatan 1. Strategi Penyajian : Tanya jawab 2. Format kegiatan : Perorangan 3. Uraian materi :  Kegiatan Konselor : 1. Mengidentifikasi masalah klien 2. Mendiagnosa penyebab timbulnya masalah klien 3. Melakukan prognosis tentang kemungkinan pemecahan masalah 4. Melakukan treatment atau tindakan bantuan 5. Mengevaluasi hasil konseling dan menyimpulkannya  Kegiatan Klien : 1. Mengemukakan masalah secara jelas 2. Ikut terlibat diagnosis tentang sebab timbulnya masalah 3. Memilih alternatif pemecahan masalah 4. Melakukan pemecahan masalah Metode : Behavioristik Tempat Pelaksanaan : Ruang BK Penyelenggara Layanan : Guru BK (Drs. Anonim.) Pihak yang Disertakan : Wali kelas Alat dan Perlengkapan : Rekapitulasi nilai mid semester, bollpoint, buku sosiometri, dan DCM Keterkaitan Layanan ini dengan Kegiatan Pendukung : Evaluasi : Setelah diadakan konseling anak tidak menunjukkan perubahan tingkah laku, maka akan diberikan konseling lanjutan.

Mengetahui, November 2011 Kepala SMA 1 Gd. Manis

Kudus, Konselor

17

Dra. Putu W. NIP. 131597012

Drs. Anonim NIP. 131693660

305

SATUAN LAYANAN KONSELING KELOMPOK A. B. C. D. E. Masalah pribadi (bebas) Bimbingan pribadi Konseling kelompok Pemahaman dan Pengentasan - Agar siswa mampu mengekspresikan pendapatnya, idenya, dan gagasannya. - Agar siswa mampu menerima pendapat dan saran dari orang lain. F. Sasaran Layanan : Siswa kelas XI IPS-1 G. Uraian Kegiatan dan Materi : 1. Kegiatan Konselor sebagai pimpinan kelompok a. Tahap Awal : - Menentukan jumlah anggota - Mempersiapkan dan mengumpulkan para peserta b. Tahap Pembentukan : - Membuka kegiatan dengan doa - Menjelaskan pengertian dan tujuan bimbingan kelompok Memberikan penjelasan cara-cara dan asas kegiatan bimbingan kelompok - Permainan penghangat c. Tahap Peralihan : - Menjelaskan kegiatan yang akan ditempuh pada tahap berikutnya - Menawarkan atau mengamati apakah peserta sudah siap menjalankan tahap berikutnya - Memberikan motivasi kepada siswa untuk mengikuti kegiatan layanan tersebut dengan aktif. d. Tahap Kegiatan Kelompok : - Secara terbuka menyampaikan sebagaimana topik di atas. - Diskusi interaktif yang melibatkan guru dan peserta. e. Tahap Pengakhiran : - Konselor menyimpulkan hasil diskusi. - Pemimpin dan sebagian anggota kelompok mengembangkan kesan dari hasil kegiatan. - Doa penutup - Konseling lanjutan 2. Kegiatan Siswa Tahap I : a. Memperkenalkan diri. b. Menciptakan suasana kelompok yang dinamis. Tahap II : a. Memperhatikan penjelasan Konselor dan bertanya jika kurang jelas. b. Aktif mengemukakan pendapat. Tahap III : Aktif membahas masalah, berusaha mengembangkan pikiran, pendapat, usul, saran, dan memberikan alternatif jalan keluar pemecahan masalah. Tahap IV : a. Mendengarkan pembacaan kesimpulan konseling kelompok. b. Memberikan kesan-kesan tentang konseling kelompok yang telah membantu memecahkan masalah yang dialami bersama. Topik Permasalahan Bidang Bimbingan Jenis Layanan Fungsi Layanan Tujuan Layanan : : : : :

306

c. Memberikan usul kemungkinan pertemuan berikutnya. H. Metode : Ceramah, diskusi, tanya jawab I. Tempat Penyelenggaraan : Ruang laboratorium Kimia J. Waktu, Tanggal, Semester : 90 menit, Rabu, 12 November 2011, I (Satu) K. Penyelenggara Layanan : Guru BK (Drs.Anonim) L. Pihak-pihak yang Disertakan : M. Alat dan Perlengkapan : Kursi, buku catatan, kertas kosong. N. Rencana Penilaian dan Tindak Lanjut : 1. Rencana Penilaian : a. Pengamatan terhadap antusiasme siswa. b. Kemampuan siswa dalam mengemukakan pendapat. c. Mengungkapkan seberapa jauh layanan konseling kelompok telah membantu pemecahan masalah yang dihadapi bersama. 2. Tindak Lanjut : O. Keterkaitan Layanan ini dengan layanan/kegiatan pendukung : - Layanan informasi - Himpunan data - Layanan penyaluran P. Catatan Khususu : Layanan konseling kelompok akan dapat berjalan lancar apabila semua anggotanya aktif, kreatif, dan inovatif.

Mengetahui, November 2011 Kepala SMA 1 Gd. Manis

Kudus, Konselor

12

Dra. Putu W. NIP. 131597012

Drs.Anonim NIP. 131693660

307

308 .

2. ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN LAYANAN PENDUKUNG A. Tindak Lanjut : 1. NIP. Putu W. Manis C. Pelaksanaan Layanan : 1. Manis Dra. o Proses layanan berjalan dengan lancar. 131693660 309 .Mengamati keaktifan dan antusias siswa selama kegiatan berlangsung. . Evaluasi : 1. E. D.Menentukan waktu yang tepat untuk melakukan konseling kelompok berikutnya. Konselor 12 November Drs. dan kemampuan dalam memecahkan masalah. Topik Permasalahan : Bebas B. Deskripsi dan komentar dalam proses layanan : o Siswa aktif dan antusias dalam mengikuti layanan konseling kelompok. dan saran serta kemampuan dalam memecahkan masalah. Bidang Bimbingan : Pribadi 2. . o Siswa berani mengungkapkan permasalahan yang dihadapi. . I (satu) 2. Cara-cara Tindakan : . Deskripsi dan Komentar : . F. Deskripsi dan Komentar : Konseling kelompok akan lebih banyak membawa manfaat bagi siswa dalam menuntaskan masalah. hari.Mengamati kemampuan siswa dalam menyampaikan pendapat.Siswa aktif dan antusias sekali.LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI. Sasaran Layanan : Kelas XI IPS-1 SMA 1 Gd. Rabu. Spesifikasi Bimbingan : 1. ide. 2. 12 November 2011. o Siswa mempunyai keberanian untuk memberikan bantuan kepada teman kelompok dalam mengatasi masalahnya. Deskripsi dan komentar : Siswa melaksanakan layanan konseling kelompok dengan baik. saran. tanggal. Mengetahui 2011 Kepala SMA 1 Gd. Jenis Layanan : Konseling kelompok 3.Mengidentifikasi masalah siswa yang belum terselesaikan dalam konseling kelompok untuk dibahas pada waktu lain. Cara-cara Analisa : Menyimpulkan hasil-hasil pengamatan. smt : 90 menit. 2.Siswa dapat mengemukakan pendapat. Waktu. Tempat : Ruang laboratorium Kimia 3. 131957012 Kudus. Analisa Hasil Penilaian : 1. Cara-cara Penilaian : . Anonim NIP. ide. Fungsi Layanan : Pemahaman dan pencegahan 4.

310 .

131693660 311 . HP disita orang tua 2.RESUME KONSELING KELOMPOK A. ES/6/P 5. Tanggapan yang muncul dari siswa : a. Waktu Pelaksanaan E. Orang tua terlalu D. Sifat Topik 2.Siswa belum dapat menggunakan HP untuk kegiatan yang bermanfaat bagi pelajaran. Orang tua terlalu mengekang : Orang tua takut anaknya terjerumus kedalam kebebasan anaknya pergaulan bebas. RP/24/P 4. Anonim. Bentuk Layanan B.Tidak konsentrasi dalam belajar . Penyelenggara C.) Siswa kelas XI Bhs-1 SMA 1 Gd.Manis Dra. . LS/17/P 2. IQ/12/P 7. KW/15/L 8. RA/25/P G.Konseling kelompok berjalan dengan lancar. Masalah yang muncul a. HP disita orang tua : . RA/25/P Rabu. FK/7/L c. Tindak Lanjut 1. 3. MK/18/P g. LS/17/P f. .. 2011 Mengetahui Kepala SMA 1 Gd.Jika diajak bicara tidak nyambung Tuntutan orang tua terlalu tinggi Orang tua kurang memperhatikannya HP disita orang tuanya Susah menolak pacar 1. KW/15/L e.Orang tua khawatir jika menggunakan HP akan mengganggu pelajaran. Kesan dan Pesan : . Konselor 12 November Drs.Orang tua menginginkan keberhasilan dalam belajar kelak untuk mencapai cita-cita. RP/24/P h. 12 November 2011 Laboratorium Kimia Bebas Susah mengatur waktu Tidak konsentrasi dan susah tidur Sering gelisah. Putu W. Anonim NIP. . IQ/12/P d. MK/18/P 3. 131957012 Kudus. b. . NIP.Partisipasi siswa secara aktif. ES/6/P b. FK/7/L 6. Topik yang dibahas : : : : : : : : : : : : : : : mengekang kebebasan 2. Manis 1.Siswa belum dapat membagi waktu antara belajar dan bermain. Lingkup Pembicaraan 1. Sasaran Anggota Nama : : : : Konseling kelompok Guru BK (Drs. Tempat F. takut kalau dapat nilai jelek .

312 .

Bidang Bimbingan 2. Evaluasi : 1. 131957012 Kudus. Manis 45 menit. ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN LAYANAN PENDUKUNG A. Siswa mampu mempersiapkan memasuki dunia kerja Kelas XII IPS-2 SMA 1 Gd. Konselor 14 November Drs. Cara-cara Analisa 2. Memberikan siswa untuk selalu berintrospeksi dalam belajar. Usaha guru BK perlu mendapat dukungan dari personil sekolah yang berkompeten. Siswa aktif dan antusias sekali. 131693660 313 . Tempat : D. : : 2011 Mengetahui Kepala SMA 1 Gd. Jenis Layanan 3. Pelaksanaan Layanan : 1. Putu W. Sasaran Layanan : C. Deskripsi dan Komentar : : : Menyimpulkan analisa hasil kegiatan. Waktu. tanggal. Tujuan Layanan kerja. Cara-cara Penilaian : 2. Bertanya kepada siswa.LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI. smt : 2. : : : : : : Pekerjaan dan lowongan kerja Karir Informasi Pemahaman dan pemeliharaan a. Februari 2011 minggu ke 2 – 4. Spesifikasi Bimbingan 1. Analisa Hasil Penilaian : 1. II Ruang kelas XII IPS-2 Mengamati / observasi. Topik Permasalahan B. Siswa mampu mengetahui tentang dunia b. Deskripsi dan komentar F. diri 5. Fungsi Layanan 4. hari. Siswa sebagian besar dapat menjawab. NIP. Deskripsi dan Komentar E. Manis Dra. Cara-cara Tindak Lanjut 2. Anonim NIP. Tindak Lanjut : 1. Siswa aktif memberikan tanggapan dan kemampuan diri dalam belajar yang telah disiapkan oleh guru.

314 .

26 Januari 2011 2. . Deskripsi dan komentar : . Konselor Januari Drs. Pelaksanaan Pendukung : 1. . ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN PENDUKUNG BIMBINGAN KONSELING ALIH TANGAN KASUS / REFERAL A. Bidang Bimbingan : Pribadi 2.Bertanya pada akhir layanan kepada dokter “apa penyakit siswa”.Konseling individual. . 131693660 315 .0809.Melalui konseling Konselor bisa lebih memotivasi siswa agar lebih mantap di jurusan itu atau pindah jurusan.Siswa sakit maag dengan penyebab pikiran yang lebih dominan.Melalui konsultasi. Deskripsi dan komentar tentang pelaksanaan pendukung : . NIP. Analisa Hasil Penilaian : 1. Tempat : Ruang praktik dokter Rumanah 3. Jenis Pendukung : Alih tangan kasus 3. .Pengamatan / observasi. 2.Dokternya sangat kooperatif.Siswa tidak suka dengan jurusan yang diikuti. karena mau bercerita dan memberi motivasi dan saran kepada klien. 131957012 Kudus. Evaluasi (penilaian) : 1. Tindak Lanjut : 1. D. F. .Dokter baik sekali karena ramah dan banyak memberi masukan/saran. Anonim NIP.LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI. Sasaran : B1.Siswa kooperatif. Cara-cara Tindak Lanjut : . Topik Permasalahan : Sering tidak masuk sekolah karena sakit perut dan pusing B.11. Waktu : Senin. Putu W. Cara-cara Penilaian : . Mengetahui 2011 Kepala SMA 1 Gd. Deskripsi dan Komentar : . 2. Spesifikasi Bimbingan : 1.029 C. Cara-cara Analisa : Menyimpulkan hasil pengamatan. mau bercerita mengenai penyakitnya. Fungsi Pendukung : Pengentasan 4. sekolah dapat menginformasikan hasil dan pemeriksaan dokter/proses referal. Manis Dra. 2. E. . Deskripsi dan Komentar : .Memanggil orang tua untuk konsultasi.Referal berjalan dengan baik. baik klien maupun dokter terlihat antusias untuk bertanya-tanya.

316 .

F. . Sasaran : S1.003 C.Peserta rapat. kurang serius dalam mengikuti pelajaran B.Sekolah dan guru menjadi lebih tahu mengenai keadaan siswa di rumah. Pelaksanaan Pendukung : 1. Tindak Lanjut : 1. Spesifikasi Bimbingan : 1. . Deskripsi dan komentar : . ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN PENDUKUNG BIMBINGAN KONSELING KONFERENSI KASUS A. Cara-cara Tindak Lanjut : . Evaluasi (penilaian) : 1.Pengamatan / observasi pada saat layanan berlangsung. 23 Oktober 2011 2. guru memberikan informasi yang cukup dan orang tua terbuka. Konselor Oktober Drs.LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI.Bertanya kepada orang tua setelah layanan ini selesai. . Putu W. Cara-cara Penilaian : . 2.Orang tua/ibunya kooperatif dengan layanan ini. Topik Permasalahan : Sering tidak masuk sekolah. NIP. Mengetahui 2011 Kepala SMA 1 Gd.Konseling individual. 131957012 Kudus.0809. D. Cara-cara Analisa : Memberikan pertanyaan reflektif kepada orang tua dan guru 2. Deskripsi dan Komentar : . . Manis Dra. semua berpartisipasi dalam konferensi kasus ini. 2. Anonim NIP. “Apakah puas dengan layanan ini”. siswa akan mendapat masukan dari teman-temannya. . 131693660 317 . siswa akan lebih terbuka pemikirannya. Deskripsi dan Komentar : .Dengan konseling kelompok. Deskripsi dan komentar tentang pelaksanaan pendukung : . Bidang Bimbingan : Belajar 2.Walaupun agak molor dari waktu yang ditulis di undangan namun berjalan dengan lancar. Jenis Pendukung : Konferensi kasus 3.Konseling kelompok. . Tempat : Ruang Kepala Sekolah 3. Waktu : Selasa.Orang tua memperoleh manfaat dari layanan konferensi kasus ini karena mendapat masukan-masukan. E. Analisa Hasil Penilaian : 1. Fungsi Pendukung : Pemahaman dan Pengentasan 4.Dengan konseling individual.Ada usulan-usulan pemecahan masalah baik dari guru maupun Kepala Sekolah.12.

318 .

Sasaran : B1. Tindak Lanjut : 1. karena Bapaknya sedang bekeja. .Bertanya setelah layanan selesai “Apa rencana dengan penanganan sakit anak/siswa dari orang tua”. . Cara-cara Penilaian : . .Orang tua agak bosan dan keberatan dengan penyakit anaknya.Siswa membang benar-benar sakit di rumah dengan kondisi rumahnya yang sederhana. Cara-cara Analisa : Bertanya aktif kepada orang tua.Siswa berada di rumah kalau sedang sakit. 131693660 319 . 2. Fungsi Pendukung : Pemahaman 4. Mengetahui 2011 Kepala SMA 1 Gd. Waktu : Rabu.LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI. F.Kondisi rumah sederhana.029 C. . NIP. NIP.Diterima oleh ibunya. E.Orang tua terbuka dengan Konselor. Putu W. 2. . siswa sakit di rumah.Siswa membutuhkan layanan ini untuk keberhasilan dalam belajar. . Analisa Hasil Penilaian : 1. Deskripsi dan Komentar : .11.0809. Anonim. Deskripsi dan Komentar : Melalui layanan referal akan diketahui dengan lebih akurat penyebab sakit dan akan mendapat penanganan yang tepat. Spesifikasi Bimbingan : 1. ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN PENDUKUNG BIMBINGAN KONSELING HOME VISIT / KUNJUNGAN RUMAH A. Pelaksanaan Pendukung : 1.Orang tua memperoleh manfaat dari hasil layanan yang diberikan oleh Konselor. Konselor November Drs. 12 November 2008 2. 2. Evaluasi (penilaian) : 1. D. Jenis Pendukung : Kunjungan rumah 3. Tempat : Gd. Manis 3. 131957012 Kudus. Deskripsi dan komentar : . selebihnya berada di rumah budenya.Pengamatan / observasi. Cara-cara Tindak Lanjut : Layanan referal/alih tangan kasus ke dokter. Bidang Bimbingan : Pribadi 2. Manis Dra. atau sebelum berangkat di rumah orang tua. Topik Permasalahan : Tidak masuk sekolah dengan alasan sakit B. Deskripsi dan komentar tentang pelaksanaan pendukung : .

320 .

Menanyakan kepada siswa pada akhir kegiatan layanan bagaimana perasaan siswa setelah kegiatan ini. 22. Spesifikasi Bimbingan : 1. Analisa Hasil Penilaian : 1.Siswa membutuhkan materi layanan tersebut untuk keberhasilan dalam belajar di dalam kelas dan hubungan sosial. Bidang Bimbingan : Pribadi 2.Siswa mendapat manfaat dari hasil layanan yang diberikan Konselor. siswa dapat berlatih mengeluarkan pendapat/tanggapannya. serta cukup antusias ketika disuruh bertanya. Pelaksanaan Pendukung : 1. 23. 131693660 321 . Deskripsi dan komentar : . Jenis Pendukung : Penguasaan konten 3. Deskripsi dan komentar tentang pelaksanaan pendukung : . Putu W. Deskripsi dan Komentar : .Layanan bimbingan kelompok. Tindak Lanjut : 1. 30 Agustus 2011 2. 2. F. 29. Manis Dra. ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN PENDUKUNG BIMBINGAN KONSELING A. 2. Cara-cara Analisa : Mengajukan pertanyaan reflektif kepada siswa. Cara-cara Penilaian : . .LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI. Fungsi Pendukung : Pemahaman. pencegahan 4.Siswa merasa terbuka hatinya dengan disuruh mengenali diri sendiri. Topik Permasalahan : ESQ dan keberhasilan diri B. Waktu : 2 x 45 menit. D.Siswa hadir semua dan tenang ketika diterangkan. Cara-cara Tindak Lanjut : . Sasaran : Kelas XII IA C.Siswa aktif mendengar dan bertanya. Tempat : Ruang kelas 3. NIP. . Konselor 3 September Drs. NIP.Melalui bimbingan kelompok. 2. 131957012 Kudus.Pengamatan / observasi selama kegiatan berlangsung. . Anonim. Evaluasi (penilaian) : 1. Mengetahui 2011 Kepala SMA 1 Gd. E. Deskripsi dan Komentar : .

Konselor 25 Januari Drs. 2. Deskripsi dan komentar : . Spesifikasi Bimbingan : 1. 131957012 Kudus. Cara-cara Analisa : Memberi pertanyaan reflektif kepada diri sendiri dan siswa. Analisa Hasil Penilaian : 1. . Jenis Pendukung : Informasi 3. Anonim. Deskripsi dan Komentar : .Melalui bimbingan kelompok.Siswa menganggap kegiatan tersebut penting untuk dipelajari.Layanan bimbingan kelompok.Siswa membutuhkan materi layanan tersebut untuk keberhasilan dalam belajar di dalam kelas dan hubungan sosial. 131693660 322 . 23 – 24 Januari 2011 2. E.Layanan berjalan dengan baik. Cara-cara Tindak Lanjut : . 2. F. Bidang Bimbingan : Belajar 2. Manis Dra. . D. Tempat : Ruang kelas 3. siswa mendapat kesempatan yang banyak untuk bertanya. Deskripsi dan Komentar : . Deskripsi dan komentar tentang pelaksanaan pendukung : . Fungsi Pendukung : Pemahaman dan pencegahan 4. ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN PENDUKUNG BIMBINGAN KONSELING A. Tindak Lanjut : 1.Mengamati keaktifan siswa selama kegiatan berlangsung. NIP. 2. 2011 Mengetahui Kepala SMA 1 Gd. Cara-cara Penilaian : . Evaluasi (penilaian) : 1. NIP. .Siswa aktif mendengar dan bertanya. Putu W.Menanyakan kepada siswa mengenai materi (syarat-syarat kelulusan). Topik Permasalahan : Panduan operasional Ujian Nasional dan Ujian Sekolah B.LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI. Waktu : 1 x 45 menit. Sasaran : Kelas XII IA C.Siswa dapat menjawab dengan baik. siswa nampak memperhatikan dengan baik dan aktif bertanya. Pelaksanaan Pendukung : 1.

Layanan bimbingan kelompok. . Cara-cara Tindak Lanjut : . E. 22. Tindak Lanjut : 1. Analisa Hasil Penilaian : 1. siswa bisa lebih dalam lagi membahas masalah alumni. Fungsi Pendukung : Pemahaman 4.Siswa yang hadir 38 orang.Siswa antusias mengikuti kegiatan dengan melihat film dan cukup antusias ketika disuruh menanggapi. Sasaran : Kelas XII IS C.Siswa antusias ketika mengikuti materi/kegiatan layanan. Deskripsi dan Komentar : . NIP. 2. Mengetahui Kepala SMA 1 Gd. 2. Topik Permasalahan : Etika sebagai alumni B. Evaluasi (penilaian) : 1.Observasi / pengamatan. Deskripsi dan Komentar : .Siswa cukup antusias menanggapi pertanyaan guru. Cara-cara Penilaian : . Spesifikasi Bimbingan : 1. 24 Mei 2011 Konselor Drs. F. NIP. . . 131957012 Kudus. 131693660 323 . Deskripsi dan komentar tentang pelaksanaan pendukung : .Meminta tanggapan kepada siswa-siswa pada akhir kegiatan layanan.Melalui bimbingan kelompok. Tempat : Ruang kelas 3. Deskripsi dan komentar : Untuk lebih efektif danintensif dalam layanan maka diperlukan latihan/praktik. ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN PENDUKUNG BIMBINGAN KONSELING A. bagaimana kalau ada alumni yang butuh dengan siswa langsung menyuruh siswa lain memanggilkan yang bersangkutan. tidak lewat kantor/piket. Putu W. 24 Mei 2011 2. Anonim. Cara-cara Analisa : Mengajukan pertanyaan reflektif kepada diri sendiri.LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI. Manis Dra. Pelaksanaan Pendukung : 1. 2. Bidang Bimbingan : Akhlak mulia / budi pekerti 2. sakit 2 orang. D. Waktu : 1 x 45 menit. Jenis Pendukung : Informasi 3.

324 .

Analisa Hasil Penilaian : 1. Pelaksanaan Pendukung : 1. 21.Siswa aktif mendengar dan bertanya. . Mengetahui Kepala SMA 1 Gd. Cara-cara Analisa : Memberi pertanyaan reflektif kepada diri sendiri. Deskripsi dan komentar tentang pelaksanaan pendukung : . siswa mendapat kesempatan mengemukakan hal-hal/masalah yang belum jelas. Deskripsi dan Komentar : . 20. E.Siswa masuk semua. Sasaran : Kelas XII IA C. Fungsi Pendukung : Pemahaman 4. . 2.Layanan bimbingan kelompok. 2. Tindak Lanjut : 1. Putu W.Pengamatan/observasi selama kegiatan berlangsung. Bidang Bimbingan : Karir 2. Cara-cara Tindak Lanjut : . Manis Dra. Deskripsi dan Komentar : . 13. F. Spesifikasi Bimbingan : 1.LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI. Jenis Pendukung : Informasi dan penguasaan konten 3. Evaluasi (penilaian) : 1. Waktu : 3 x 45 menit. Anonim. . ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN PENDUKUNG BIMBINGAN KONSELING A. Topik Permasalahan : Mengenal Dunia Kerja B. 28 Februari 2011 2.Siswa dapat menjawab dengan baik.Siswa memperoleh manfaat dari hasil layanan yang diberikan oleh Konselor. 131957012 Kudus. Tempat : Ruang kelas 3. 2. D.Kegiatan/layanan ini menarik dan menyenangkan. 27.Melalui bimbingan kelompok. 2 Maret 2011 Konselor Drs.Siswa terlihat antusias ketika guru menerangkan materi. 131693660 325 . NIP.Bertanya kepada siswa pada akhir layanan/kegiatan “Bagaimana cara mencari lowongan pekerjaan”. Deskripsi dan komentar : . NIP. 14. . Cara-cara Penilaian : .

326 .

Pada saat guru bertanya. siswa segera melakukan dengan senang. 2. Spesifikasi Bimbingan : 1. NIP.Siswa memperoleh manfaat dari layanan yang diberikan Konselor. E.Banyak siswa menginginkan materi ini dibahas lagi dalam kegiatan lain. Deskripsi dan Komentar : . Deskripsi dan Komentar : . Cara-cara Penilaian : . Analisa Hasil Penilaian : 1. . D. Putu W. Deskripsi dan komentar : . siswa dengan segera mengerjakan. Bidang Bimbingan : Sosial 2.Banyak siswa yang tunjuk jari ketika diberi kesempatan bertanya. Cara-cara Tindak Lanjut : . . . 14. NIP. Tindak Lanjut : 1. Mawaddah.Pada waktu guru menerangkan.Layanan bimbingan kelompok.Kegiatan/layanan ini menarik dan menyenangkan. siswa dapat berlatih mengeluarkan pendapat/tanggapannya. Waktu : 3 x 45 menit. 20. Mengetahui Kepala SMA 1 Gd. 30 Maret 2011 Konselor Drs.Pada saat memberi tugas membacakan. 27. sebagian besar siswa ingin menjawab. 13. . Fungsi Pendukung : Pemahaman 4. 131957012 Kudus. 28 Maret 2011 2.Bertanya kepada siswa pada akhir layanan. Pelaksanaan Pendukung : 1.Pengamatan/observasi ketika kegiatan berlangsung. Jenis Pendukung : Informasi 3. Sasaran : Kelas XII IA C. Anonim. Cara-cara Analisa : Mengajukan pertanyaan reflektif kepada siswa. Manis Dra. siswa memperhatikan. . ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN PENDUKUNG BIMBINGAN KONSELING A.Sebagian besar siswa antusias/serius pada waktu Konselor memberi ceramah. Warohmah B. 2.LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI. F. .Pada saat memberi tugas. Topik Permasalahan : Keluarga Sakinah. 131693660 327 . 21. . Tempat : Ruang kelas 3.Melalui bimbingan kelompok. Evaluasi (penilaian) : 1. Deskripsi dan komentar tentang pelaksanaan pendukung : . 2.

328 .

Konselor merasa puas dengan layanan yang diberikan kepada siswa. Spesifikasi Bimbingan : 1. 131957012 Kudus. 5 Maret 2011 Konselor Drs. NIP. Anonim. .Keduabelahpihak cukup puas dan berjanji untuk tetap berhubungan dengan bai. 2. Fungsi Pendukung : Pengentasan 4. F. Analisa Hasil Penilaian : 1. 131693660 329 . Waktu : Rabu. .12. D. Jenis Pendukung : Mediasi 3. 4 Februari 2011 2. Deskripsi dan komentar : .Dua belah pihak kooperatif dengan Konselor. Deskripsi dan Komentar : .12. ataukah masih ada yang mengganjal di hati”. 2. Deskripsi dan Komentar : .Pengamatan/observasi selama layanan berlangsung. Topik Permasalahan : Bertengkar dengan pacar di ruang UKS B. ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN PENDUKUNG BIMBINGAN KONSELING “ MEDIASI “ A. NIP.0809.Kegiatan/layanan ini membantu siswa untuk berhasil dalam membina hubungan sosial dengan teman sebayanya.. Deskripsi dan komentar tentang pelaksanaan pendukung : . Putu W. Cara-cara Tindak Lanjut : . Cara-cara Penilaian : . Tindak Lanjut : 1. E. . .Bertanya kepada siswa kepada akhir layanan’ “Apakah Anda puas dengan layanan ini. Cara-cara Analisa : Mengajukan pertanyaan reflektif kepada siswa. Pelaksanaan Pendukung : 1. Manis Dra. 2.LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI. Evaluasi (penilaian) : 1. Tempat : Ruang UKS 3.044 dan A1. Sasaran : A1.0809.Konseling individual.045 C.Melalui konseling individual siswa lebih bisa mengungkapkan masalahnya dengan lebih dalam lagi. terdengar agar keras dari ruang UKS.Dua siswa bertengkar beradu mulut. Mengetahui Kepala SMA 1 Gd. Bidang Bimbingan : Pribadi 2.Keduabelah pihak kooperatif dengan Konselor.

330 .

. 131693660 331 . Spesifikasi Bimbingan : 1.Sebagian besar siswa antusias/serius pada waktu Konselor memberi ceramah. Mawaddah. siswa dengan segera mengerjakan. siswa dapat berlatih mengeluarkan pendapat/tanggapannya.Pada saat guru bertanya. Bidang Bimbingan : Sosial 2.Kegiatan/layanan ini menarik dan menyenangkan. E. . 2. 13. 131957012 Kudus.Layanan bimbingan kelompok. Topik Permasalahan : Keluarga Sakinah.Bertanya kepada siswa pada akhir layanan. siswa memperhatikan. Deskripsi dan komentar tentang pelaksanaan pendukung : . Analisa Hasil Penilaian : 1. siswa segera melakukan dengan senang. Warohmah B. . Deskripsi dan Komentar : . F. . 28 Maret 2011 2. Mengetahui Kepala SMA 1 Gd. Fungsi Pendukung : Pemahaman 4.Banyak siswa yang tunjuk jari ketika diberi kesempatan bertanya.Banyak siswa menginginkan materi ini dibahas lagi dalam kegiatan lain. Tindak Lanjut : 1. Tempat : Ruang kelas 3. Cara-cara Penilaian : .Pada saat memberi tugas. 21. Waktu : 3 x 45 menit. 30 Maret 2011 Konselor Drs. D. . 27. Manis Dra. sebagian besar siswa ingin menjawab. 14.Pada saat memberi tugas membacakan. ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN PENDUKUNG BIMBINGAN KONSELING A. Sasaran : Kelas XII IA C. . Deskripsi dan komentar : .Melalui bimbingan kelompok. 20. Anonim. NIP. Cara-cara Tindak Lanjut : .Siswa memperoleh manfaat dari layanan yang diberikan Konselor. Jenis Pendukung : Informasi 3. Cara-cara Analisa : Mengajukan pertanyaan reflektif kepada siswa. 2. . Evaluasi (penilaian) : 1. 2. Deskripsi dan Komentar : .Pengamatan/observasi ketika kegiatan berlangsung. Putu W. NIP.Pada waktu guru menerangkan. Pelaksanaan Pendukung : 1.LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI.

332 .

Bidang Bimbingan : Sosial 2. F. 2. Deskripsi dan Komentar : . Putu W. siswa dengan segera mengerjakan.Banyak siswa yang tunjuk jari ketika diberi kesempatan bertanya. Evaluasi (penilaian) : 1. . 2. 20. 13. Cara-cara Tindak Lanjut : . Waktu : 3 x 45 menit.Siswa memperoleh manfaat dari layanan yang diberikan Konselor.Pada saat memberi tugas.Layanan bimbingan kelompok. Cara-cara Penilaian : . Deskripsi dan Komentar : . . . Topik Permasalahan : Keluarga Sakinah. D.Banyak siswa menginginkan materi ini dibahas lagi dalam kegiatan lain. NIP. Analisa Hasil Penilaian : 1.Pada waktu guru menerangkan. Jenis Pendukung : Informasi 3. Warohmah B. Mengetahui Kepala SMA 1 Gd. Sasaran : Kelas XII IA C. sebagian besar siswa ingin menjawab.Pengamatan/observasi ketika kegiatan berlangsung.Kegiatan/layanan ini menarik dan menyenangkan. Cara-cara Analisa : Mengajukan pertanyaan reflektif kepada siswa. E. 131693660 333 . .Sebagian besar siswa antusias/serius pada waktu Konselor memberi ceramah. Fungsi Pendukung : Pemahaman 4. Anonim. siswa dapat berlatih mengeluarkan pendapat/tanggapannya. siswa segera melakukan dengan senang. 131957012 Kudus. Deskripsi dan komentar : . Spesifikasi Bimbingan : 1. Mawaddah. . Tindak Lanjut : 1. 2. 28 Maret 2011 2. Pelaksanaan Pendukung : 1.LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI. 27. 21. ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN PENDUKUNG BIMBINGAN KONSELING A.Melalui bimbingan kelompok. NIP. Tempat : Ruang kelas 3. 30 Maret 2011 Konselor Drs. Deskripsi dan komentar tentang pelaksanaan pendukung : . siswa memperhatikan.Pada saat memberi tugas membacakan. Manis Dra. . 14.Bertanya kepada siswa pada akhir layanan. .Pada saat guru bertanya.

334 .

Deskripsi dan Komentar : . Analisa Hasil Penilaian : 1. Evaluasi (penilaian) : 1.Konselor memperoleh kepuasan dari hasil layanan ini.LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI. Topik Permasalahan : Anak ingin pindah ke sekolah lain B. NIP. 131957012 Kudus. Sasaran : Orang tua siswa B2.11. . Cara-cara Analisa : Mengajukan pertanyaan reflektif kepada orang tua. Konselor 30 Januari Drs.0809.Melalui konseling dengan data yang lebih lengkap diharapkan siswa akan mau lebih terbuka. . NIP. Bidang Bimbingan : Belajar 2.Pengamatan/observasi ketika kegiatan berlangsung.Bertanya kepada teman-temannya.027 C. . Spesifikasi Bimbingan : 1. Putu W. Pelaksanaan Pendukung : 1. D. Manis Dra.Dengan bertanya kepada temannya diharapkan akan memberikan informasi apakah ada permasalahan diantara klien dengan siswa lain. Jenis Pendukung : Konsultasi 3. Deskripsi dan Komentar : . 131693660 335 . Tempat : Ruang BK 3.Orang tua memperoleh manfaat dari hasil layanan yang diberikan oleh Konselor.Orang tua kooperatif dengan Konselor.Konsultasi berjalan dengan lancar. 2. Tindak Lanjut : 1. Fungsi Pendukung : Pemahaman dan pengentasan 4. “Apakah orang tua senang dengan layanan ini”. 22 Januari 2011 2. 2. E. ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN PENDUKUNG BIMBINGAN KONSELING “ KONSULTASI “ A. Deskripsi dan komentar : . Cara-cara Penilaian : . Cara-cara Tindak Lanjut : .Konseling 2.Orang tua merasa senang dengan layanan konsultasi oleh sekolah. orang tua terbuka terhadap keadaan keluarga dan cukup tahu terhadap sahabat-sahabat anaknya. 2011 Mengetahui Kepala SMA 1 Gd. Deskripsi dan komentar tentang pelaksanaan pendukung : . .Bertanya setelah selesai layanan. Anonim. F. . Waktu : Kamis.

336 .

Bentuk Seleksi  Seleksi administrasi : Surat lamaran.  Tes wawancara : Wawancara biasanya dilaksanakan setelah mengalami beberapa seleksi. disamping untuk berbakti. minat. B. maka jalan yang ditempuh adalah dengan mencari pekerjaan. Materi Pokok 1.  Melihat informasi lowongan kerja melalui elektronik.  Psikotes (tes kemampuan) : Biasanya meliputi tes bakat. pekerjaan. b. C. internet. Harus ulet. Apabila seorang siswa dengan keterbatasannya tidak dapat melanjutkan ke perguruan tinggi atau mengikuti kursus atau pelatihan.  Mendaftarkan diri ke Departemen Tenaga Kerja sebagai calon pencari kerja. Pengertian Karier : Perkembangan dan kemajuan dalam kehidupan.MATERI LAYANAN “ MEMASUKI DUNIA KERJA “ A. teknologi. PNS : . d. Melanjutkan ke perguruan tinggi.  Seleksi akademis : Biasanya tes tertulis meliputi pengetahuan umum. sikap kerja. serta berperan dalam masyarakat luas. Ada beberapa kemungkinan yang dapat dilakukan oleh siswa setelah tamat SMA. persiapan karier dan melanjutkan pendidikan tinggi. Memasuki kehidupan berkeluarga. Untuk mendapatkan pekerjaan dapat dengan cara mencari lowongan pekerjaan atau menciptakan lapangan pekerjaan sendiri. 2. dan sebagainya. c. c. jabatan pekerjaan yang memberikan harapan untuk maju. fotokopi STTB. diantaranya adalah : a. Macam Pekerjaan a. Pekerjaan adalah sumber penghasilan.Karir Gaji pasti tiap bulan. pas foto dan daftar riwayat hidup. Non PNS/Swasta : Karir terbuka bagi yang kreatif. Mencari Lowongan Kerja Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mencari dan memilih pekerjaan. b.  Membaca koran atau majalah yang memuat lowongan kerja. kesempatan mengembangkan diri serta aktualisasi diri. Mengikuti kursus atau pelatihan.  Mengikuti tes (seleksi) 4. Sebagai suatu kesempatan hendaknya pekerjaan tidak disia-siakan dan terus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Hati-hati dan harus disiplin. 337 . tekun. Manusia hanya dapat hidup sebagai pribadi terhormat dan mandiri apabila menghayati dirinya sebagai pribadi yang bertanggug jawab membangun serta memelihara kehidupan yang manusiawi. Sub Tugas Perkembangan Memiliki kesadaran dan dorongan untuk mempersiapkan diri terjun ke dunia kerja. Gaji tetap.  Rajin mengunjungi pusat-pusat perkantoran dan pameran bursa kerja. fotokopi KTP. Wirausaha : Menjadi pimpinan terhadap diri sendiri. Gaji bagus bagi perusahaan yang bonafid.  Memantapkan rasa percaya diri dan mempromosikan kemampuan yang dimiliki. Tugas Perkembangan Mengembangkan penguasaanilmu. Memasuki dunia kerja. seperti televisi. SKKB. 3. dan kesenian sesuai dengan program kurikulum.  Bergaul dan bertanya kepada orang-orang yang sudah bekerja. kecepatan dan ketelitian kerja. Cenderung pasif.

berpakaian bersih. f. Bersikap tenang saat meninggalkan ruang wawancara. walaupun secara usia masih belia. moral dibebankan kepada Anda. Kesiapan secara fisik maupun ekonomi sangat diperlukan disamping kesiapan mental. c. Mengucapkan terima kasih setelah wawancara selesai. Bersikap sopan dari mulai masuk ruangan saat wawancara sampai selesai. Berterus terang bila Anda tidak tahu jawaban pertanyaan pewawancara. C. g. Haram. Wajib. Untuk memasuki kehidupan berkehidupan berkeluarga diperlukan berbagai macam pertimbangan. sosial. B. bagi yang sudah mampu namun masih mampu mengendalikan nafsunya. keluarga suami/istri Anda dan lingkungan.5. Anda dituntut untuk memberi nafkah apabila Anda laki-laki dan dapat memelihara keluarga (anak dan suami) apabila Anda perempuan. bagi yang sudah mampu dan tidak dapat mengendalikan nafsu sahwatnya (jika tidak kawin akan terjerumus kepada perbuatan zina). Biasanya tes ini meliputi tes penglihatan. Datang lebih awal 15 atau 20 menit sebelum acara dimulai. Tulisan jelas dan rapi. b. Tips menghadapi tes wawancara : a. teknologi. Namun demikian untuk berumah tangga tidaklahmudah. Menikah hukumnya wajib bagi yang sudah mampu. Lampiran lengkap. jika mengawini seseorang dengan maksud untuk menyakiti pasangan hidupnya. ketahanan fisik dan sebagainya. Sub Tugas Perkembangan Merencanakan dan hidup berkeluarga dengan baik. Tugas Perkembangan Mengembangkan penguasaan ilmu. rapi dan sopan. 338 . Sunah. Tips membuat lamaran pekerjaan a. Jangan lupa berdoa terlebih dahulu. Berbagai macam tanggung jawab ekonomi. d. Materi Pokok Tuhan menciptakan manusia secara berpasang-pasangan. Amplop ada kode lowongan pekerjaan buat yang khas. 2. c. Mempersiapkan diri dalam menghadapi berbagai kemungkinan pertanyaan. d. Hukum-hukum nikah antara lain : 1. Perhatikan penampilan Anda. Bahasa standar atau baku. Jawablah pertanyaan denganjelas. h. serta berperan dalam masyarakat yang luas. 3. pendengaran. e. tetapi terhadap anak.  MATERI LAYANAN “ KEHIDUPAN BERKELUARGA SAKINAH. Menikah merupakan salah satu kebutuhan manusia untuk melanjutkan keturunan. Ketika Anda memutuskan untuk menikah berarti Anda sudah harus siap bertanggung jawab bukan hanya untuk diri sendiri. MAWADDAH. dan kesenian sesuai dengan program kurikulum persiapan karier dan melanjutkan pendidikan tinggi. Orang yang sudah berumah tangga secara otomatis dianggap dewasa. WAROHMAH “ A. Seleksi kesehatan (tes fisik) digunakan untuk mengetahui kesesuaian antara fisik pekerja dengan jenis pekerjaan. i. b.

usia .mampu menghidupi keluarganya 339 . pakaian. 1. Nafkah batin kepada istri dan anak. sebagai kepala keluarga memberi nafkah kepada anggota keluarganya. . rumah. membantu tugas/pekerjaan rumah dan mencari ilmu dengan baik demi masa depannya. rasa sayang. a. Karena pernikahan di usia dini umumnya mengalami banyak hambatan dan tantangan. Dimana masing-masing anggota keluarga memiliki peran masing-masing.Ayah. Persiapan berkeluarga. . dan menjaga martabat dirinya dan keluarga. 4. Materi : . Psikis : . seperti rasa aman. Laki-laki umur 21 tahun Perempuan umur 18 tahun Syarat agama (Islam) : Seagama Islam Sudah baligh Mampu 3. pendidikan.siap dengan tugas dan tanggung jawabnya . Tugas/peranan anggota keluarga.siap dengan rintangan/masalah-masalah dalam keluarga c.Jika Anda setelah lulus SMA memutuskan untuk menikah harus dipertimbangkan secara matang. 1 tahun 1974. mendidik anak.siap menyatukan dua sifat yang berbeda . 2. Keluarga adalah “Perekrutan terkecil dari masyarakat”. Nafkah lahir seperti makan. dan sebagainya.mampu b. peranannya harus bisa menjaga nama baik keluarga dengan sikapnya. Syarat-syarat perkawinan / UU No. Fisik : .Anak. sebagai ibu rumah tangga harus bisa menjaga harta dengan baik.Ibu. .

340 .

dan akan lebih baik lagi jika ada partner yang bisa diajak berkomunikasi dalam memahami isi buku ini. dan asas konseling individual 2. Memahami makna konseli dan konselor individual 3. Kerjasama dalam kegiatan ini sangat diperlukan guna mencapai hasil yang optimal. pendekatan konseling rational emotif terapi sehingga dengan membaca buku ajar ini pembaca dapat menguasai kerangka teoretik dan praksis konseling individual dan selanjutnya mampu mengaplikasikan pendekatan atau model konseling behavioristik dan model konseling rational emotif terapi dalam kegiatan bimbingan dan konseling di sekolah. C. tujuan. 2. refleksi perasaan. tujuan. Perhatikan ceramah yang diberikan oleh dosen atau instruktur dengan cermat. D. fungsi dan asas-asas konseling. Memahami dan menerapkan keterampilan dasar Attending 341 . Sebelum pelatihan dilaksanakan seyogyanya peserta pelatihan telah membaca terlebih dahulu materi latih. Memahami makna hubungan konselor dan konseli dalam konseling individual 4. hubungan konselor dan konseli dalam konseling. dan lakukan pencatatan yang dianggap penting. Memahami makna hubungan konselor dan konseli dalam konseling individual 8. 4. Menerapkan konsep ketrampilan dasar paraprase. Kompetensi dan Indikator Kompetensi yang hendak dicapai adalah peserta pelatihan dapat : 1.BAB I PENDAHULUAN A. Memahami makna Konselor individual 7. Memahami fungsi konseling individual 4. B. Jika diberi kesempatan bertanya oleh dosen pergunakanlah dengan sebaik-baiknya dan jika menemukan sumber yang berbeda tanyakan pula kepada dosen atau instruktur dengan cara yang baik. 3. Memahami asas-asas konseling individual 5. konfrontasi. Untuk mempraktikkan teknik-teknik yang tersaji dalam buku ini tidak terlalu sulit. Menganalisis konsep dasar dan aplikasi teknik pendekatan Behavioristik dalam setting individual 6. sebab subyek yang bisa saudara pergunakan praktek ada di sekitar saudara. Prasyarat yang diperlukan bagi peserta PLPG untuk mempelajari bahan ajar ini adalah peserta lulusan S1 Program Studi BK atau lulusan S1 Program Studi Lain yang pernah bertugas sebagai guru pembimbing di sekolah. Indikatornya adalah: 1. keterampilan dasar konseling. Petunjuk Belajar Agar peserta PLPG dapat mengikuti kegiatan ini dengan lancar dan baik maka perlu diperhatikan beberapa petunjuk belajar sebagai berikut : 1. Pada setiap akhir suatu pembahasan disediakan tugas yang harus dikerjakan dengan sungguh-sungguh. Lakukan pencatatan dengan sebaik-baiknya sebagai laporan praktik. Deskripsi Materi dalam buku ajar ini meliputi definisi. Menganalisis konsep dasar dan aplikasi teknik pendekatan Rational Emotif Terapi (RET) dalam setting individual 7. dan keterampilan dasar konseling meringkas 5. Memahami pengertian. Menguasai prosedur penggunaan teknik konseling dalam seting individual. Prasyarat Buku ajar ini khususnya disusun untuk peserta PLPG bidang Bimbingan dan Konseling (BK). Memahami pengertian konseling individual 2. fungsi. Memahami makna konseli individual 6. Memahami tujuan konseling individual 3. Pendekatan konseling behavioristik.

23. Mengevaluasi ketepatan penggunaan teknik konseling RET dalam kasus. Memahami dan menerapkan keterampilan Memantulkan 12. Menganalisis konsep dasar dan aplikasi teknik pendekatan behavioristik dalam seting individual.9. Menganalisis kasus yang mendasari alasan konselor menggunakan teknik konseling RET. Memahami dan menerapkan keterampilan Interpretasi 14. Memahami dan menerapkan keterampilan Respon Mendengarkan 10. Memahami dan menerapkan keterampilan Normalisasi 16. 18. Mengevaluasi ketepatan penggunaan teknik konseling behavioristik dalam kasus. 19. Memahami dan menerapkan keterampilan Parafrase isi dan Refleksi perasaan 15. Memahami dan menerapkan keterampilan Konfrontasi 13. 342 . 22. Menganalisis konsep dasar dan aplikasi teknik pendekatan RET dalam seting individual. 20. Menganalisis kasus yang mendasari alasan konselor menggunakan teknik konseling behavioristik. Menguasai prosedur penggunaan teknik konseling pendekatan behavioristik. Menguasai prosedur penggunaan teknik konseling pendekatan RET. 17. Memahami dan menerapkan keterampilan Memimpin 11. 21.

peserta pelatihan dapat: 1. Dalam konseling diharapkan konseli dapat mengubah sikap. Memahami tujuan konseling individual 3. Permasalahan yang dialami oleh individu tersebut seringkali tidak mampu diatasi sendiri oleh individu tersebut dan tidak mampu pula jika hanya diberi nasihat oleh orang lain. Pengertian konseling individual Konseling adalah bantuan yang diberikan kepada individu dalam memecahkan masalah kehidupannya dengan wawancara dan dengan cara yang sesuai dengan keadaan yang dihadapi individu untuk mencapai kesejahteraan hidupnya. Proses konseling sejatinya merupakan usaha menghidupkan dan mendayagunakan secara penuh fungsi-fungsi dan potensi-potensi yang ada pada diri konseli. TUJUAN. Pemilihan dan penyesuaian yang tepat dapat memberikan perkembangan ini individu dapat lebih baik dalam lingkungannya. Proses konseling pada dasarnya dilakukan secara individual (between two persons) yaitu antara konselor dan konseli.BAB II DEFINISI. Dalam layanan konseling individual. Memahami asas-asas konseling individual B. FUNGSI DAN ASAS-ASAS KONSELING A. kemudian ia meminta bantuan konselor sebagai petugas yang profesional dalam jabatannya dengan pengetahuan dan keterampilan yang dimilikinya. keputusan diri sendiri sehingga ia dapat lebih baik menyesuaikan diri dengan lingkungannya dan memberikan kesejahteraan pada diri sendiri dan masyarakat sekitarnya.  Seorang ahli (konselor) yang mampu dengan baik menerapkan secara sinergis berbagai pendekatan. tujuan. diyakini akan mampu juga menyelenggarakan jenis-jenis layanan lain keseluruhan spektrum pelayanan konseling. Terkait dengan lengkapnya penerapan pendekatan dan teknik serta asasasas yang ada dalam konseling individual. Pemecahan masalah dalam proses konseling itu dijalankan dengan wawancara atau diskusi antara konselor dan konseli secara face to face. permasalahan yang dihadapi oleh individu pun semakin kompleks. maka sering dianggap sebagai ”jantung hatinya” pelayanan konseling yang berarti sebagai berikut:  Konseling individual seringkali merupakan layanan esensial dan puncak (paling bermakna) dalam pengentasan masalah konseli. 1. teknik dan asas-asas konseling dalam layanan Konseling individual. walaupun dalam perkembangan kemudian ada konseling kelompok (group counseling). Agar dapat mencapai tujuan konseling secara efektif. Memahami pengertian konseling individual 2. dan asas-asas konseling Adapun indikatornya. 343 . Konseli mengalami kesukaran pribadi yang tidak dapat ia pecahkan sendiri. Memahami fungsi konseling individual 4. konselor memberikan ruang dan suasana yang memungkinkan konseli membuka diri setransparan mungkin. Kompetensi dan Indikator Para peserta pelatihan dapat memahami pengertian. Dalam hal ini harus selalu diingat agar individu pada akhirnya dapat memecahkan setiap masalah yang mungkin akan dihadapi dalam kehidupannya. tujuan. serta pendekatan dalam implementasi pelayanan konseling. Uraian Materi Perkembangan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut kualitas hidup individu. seorang konselor diharapkan memiliki pemahaman mendasar dan komprehensif tentang esensi. Dengan demikian individu tersebut memerlukan konseling individual yang secara sistematis mampu mengentaskan masalah yang dihadapinya sehingga ia mampu mengembangkan dirinya ke arah peningkatan kualitas kehidupan efektif sehari-hari (efektive daily living) dan mengembangkan potensi dan kemandirian secara optimal pada setiap tahap perkembangannya. Konseling individual merupakan pelayanan bantuan secara profesional melalui hubungan khusus secara pribadi dalam wawancara antara seorang konselor dan seorang untuk mengentaskan masalah yang dihadapi individu dalam kehidupannya. fungsi. dan asasasas konseling.

Konseling menjadi strategi utama dalam proses bimbingan dan merupakan teknik standar serta merupakan tugas pokok seorang konselor di pusat pendidikan. kesukarelaan. Segenap rahasia pribadi konseli yang terbongkar menjadi tanggung jawab penuh konselor untuk melindunginya. Melalui layanan konseling individual konseli memahami seluk beluk masalah yang dialami secara mendalam dan komprehensif. Dengan layanan Konseling individual beban konseli diringankan. maka upaya pengentasan masalah konseli melalui Konseling individual akan mengurani intensitas ketidaksukaan atas keberadaan sesuatu yang dimaksud. kesukarelaan. akan merupakan kekuatan bagi tercegah menjalarnya masalah yang sekarang sedang dialami itu. suatu yang ingin dihilangkan. mendalami arti nilai hidup pribadi. Tujuan Konseling individual Konseling bertujuan membantu membantu individu untuk mengadakan interpretasi fakta-fakta. c. 2. Untuk ini asas kerahasiaan menjamin jaminannya. sesuatu yang dapat menghambat atau menimbulkan kerugian. e. Asas-asas konseling individual Kekhasan yang paling mendasar layanan konseling individual adalah hubungan interpersonal yang amat intens antara konseli dan konselor. b. 4. Masalah yang dialami yang dialami konseli menyangkut dilanggarnya hak-hak konseli sehingga konseli teraniaya dalam kadar tertentu. kenormatifan dan asas keahlian.a. Fungsi Konseling individual Dalam kerangka tujuan umum di atas. Asas-asas konseling akan memperlancar proses dan memperkuat bangunan yang ada di dalamnya. b. serta positif dan dinamis (fungsi pemahaman). Melalui layanan konseling individual konseli memiliki kemampuan untuk membela diri sendiri menghadapi keteraniayaan itu. dan tingkah laku. Apabila masalah konseli itu dicirikan antara lain: sesuatu yang tidak disukai adanya. perubahan sikap. kekinian. terutama pada sisi konseli. dan potensi konseli dikembangkan. maka dalam layanan Konseling individual dapat dirinci dan secara langsung dikaitkan dengan fungsi-fungsi konseling secara menyeluruh diembannya yaitu sebagai berikut: a. Tujuan umum layanan Konseling individual adalah terentaskannya masalah yang dialami konseli. Asas kesukarelaan dan keterbukaan Kesukarelaan penuh konseli untuk menjalani proses layanan konseling individual bersama konselor menjadi buah dari terjaminnya kerahasiaan pribadi konseli. diperkuat oleh terentaskannya masalah. serta diharapkan tercegah pula masalah-masalah baru yang mungkin timbul timbul (fungsi pencegahan). keterbukaan. Yang mendasar seluruh kegiatan layanan konseling individual adalah asas kerahasiaan. layanan konseling individual dapat menangani sasaran yang bersifat advokasi (fungsi advokasi). Konseling memberikan bantuan kepada individu untuk mengembangkan kesehatan mental. Dengan demikian kerahasiaan dan kesukarelaan menjadi unsur dwi- 344 . kemampuan konseli ditingkatkan. kini dan mendatang. kegiatan. 3. Pemahaman yang mengarah kepada dikembangkannya persepsi dan sikap serta kegiatan demi terentaskannya secara spesifik masalah yang dialami konseli tersebut (fungsi pengentasan). Layanan konseling individual seringkali menjadikan pengembangan/ pemeliharaan potensi dan unsur-unsur positif konseli sebagai fokus dan sasaran layanan. Pengembangan dan pemeliharaan potensi konseli dan berbagai unsur positif yang ada pada dirinya merupakan latar belakang pemahaman dan pengentasan masalah konseli dapat dicapai (fungsi pengembangan dan pemeliharaan). Kelima sasaran yang merupakan wujud dari keseluruhan fungsi konseling itu. Keyakinan konseli akan adanya perlindungan yang demikian itu menjadi jaminan untuk suksesnya pelayanan. Asas kerahasiaan Hubungan interpersonal yang amat intens sanggup membongkar berbagai isi pribadi yang paling dalam sekalipun. secara langsung mengarah kepada dipenuhinya kualitas untuk kehidupan sehari-hari yang efektif (efektive daily living). d.

Keahlian konselor itu diterapkan dalam suasana normatif terhadap konseli yang sukarela. 2. Read. Asas kesukarelaan akan menghasilkan keterbukaan konseli. dan kebiasaan. buatlah contoh dalam penerapan fungsi dan asas konseling individual. 345 . di bawah ini terdapat beberapa langkah yang harus dilakukan. Dengan nuansa kekinianlah segenap proses layanan dikembangkan dan atas dasar kekinian pulalah kegiatan konseli dalam layanan dijalankan. Konseli pada awalnya dalam kondisi sukarela untuk bertemu dengan konselor. identifikaskan perubahan perilaku yang termasuk ke dalam tujuan konseling individual. Diskusikan pula latihan yang telah anda kerjakan. Dalam layanan konseling individual. Asas kekinian dan kegiatan Asas kekinian diterapkan sejak paling awal konselor bertemu konseli. apabila proses konseling hendak dihidupkan. D. Konseli dituntut untuk benar-benar aktif menjalani proses perbantuan melalui layanan konseling individual. C. tunggal yang mengantarkan konseli ke arena proses layanan konseling individual. terbuka. Latihan Setelah pelatihan peserta pelatihan diharapkan dapat memahami materi pada bagian bab II. Kesukarelaan awal ini harus dipupuk dan dikuatkan. Jadi seberat apapun pengembangan kesukarelaan dan keterbukaan itu harus dilakukan konselor. diharapkan konseli dapat mengubah sikap. Seluruh kegiatan konseling individual ini bernuansa kekinian dan rahasia pribadi sepenuhnya dirahasiakan. hukum. Pemilihan dan penyesuaian yang tepat dapat memberikan perkembangan ini individu dapat lebih baik dalam lingkungannya. Rangkuman Makna konseling adalah suatu proses bantuan secara profesional antara konselor dan konseli yang bertujuan membantu untuk mengentaskan masalah yang dihadapi individu dalam kehidupannya. aktif agar konseli mampu mengambil keputusan sendiri. Lembar Kegiatan Peserta Pelatihan Untuk mendukung pencapaian tujuan dalam kegiatan peserta pelatihan ini. Rumuskan konsep dasar tentang definisi konseling individual. 3. Reflect on the material. 2. Konseli dan konselor terikat sepenuhnya oleh nilai-nilai dan norma yang berlaku. E. Pelajari terlebih dahulu materi yang telah tersaji pada kegiatan di Bab II ini secara seksama. Sebagai seorang yang ahli dalam pelayanan konseling. keputusan diri sendiri sehingga ia dapat lebih baik menyesuaikan diri dengan lingkungannya dan memberikan kesejahteraan pada diri sendiri dan masyarakat sekitarnya. 4. Asas kenormatifan dan keahlian Semua aspek teknis dan isi layanan konseling individual adalah normatif artinya tidak boleh terlepas dari kaidah-kaidah norma yang berlaku baik norma agama. Question. Buatlah ringkasan materi dengan metode PQ4R (Preview. 3. d. Kemudian diskusikan materi yang telah anda ringkas. Tanpa keseriusan dalam aktifitas yang dimaksudkan itu dikhawatirkan perolehan konseli akan sangat terbatas atau keseluruhan proses layanan itu menjadi sia-sia.c. Recite dan Review). ilmu. dari awal dan selama proses layanan sampai pada periode pasca layanan. yaitu: 1. terkait dengan hal tersebut peserta diharapkan perlu untuk melakukan latihan-latihan sebagai berikut: 1. Apabila penguatan kesukarelaan awal ini gagal dilaksanakan maka keterbukaan tidak akan terjadi dan kelangsungan proses layanan terancam kegagalan. adat. konselor mencurahkan keahlian profesionalnya dalam pengembangan konseling individual untuk kepentingan konseli dengan menerapkan semua asas di atas.

fungsi pengembangan dan pemeliharaan. dan tingkah laku. secara langsung mengarah kepada dipenuhinya kualitas untuk kehidupan sehari-hari yang efektif (efektive daily living). Yang mendasar seluruh kegiatan layanan konseling individual adalah asas kerahasiaan. dan potensi konseli dikembangkan. 346 . tujuan. Konseling menjadi strategi utama dalam proses bimbingan dan merupakan teknik standar serta merupakan tugas pokok seorang konselor di pusat pendidikan. Asas-asas konseling akan memperlancar proses dan memperkuat bangunan yang ada di dalamnya. kenormatifan dan asas keahlian. perubahan sikap. keterbukaan. kemampuan konseli ditingkatkan. kesukarelaan. kegiatan. makna. Dalam kerangka tujuan inilah. fungsi pengentasan. maka dalam layanan Konseling individual dengan menggunakan fungsi-fungsi yang ada dalam pelayanan konseling yaitu: fungsi pemahaman. Kekhasan yang paling mendasar layanan konseling individual adalah hubungan interpersonal yang amat intens antara konseli dan konselor. kekinian. Tujuan secara umum layanan Konseling individual adalah terentaskannya masalah yang dialami konseli. kini dan mendatang. Kelima sasaran yang merupakan wujud dari keseluruhan fungsi konseling itu. Dengan layanan Konseling individual diharapkan beban konseli diringankan. fungsi.Konseling bertujuan membantu membantu individu untuk mengadakan interpretasi fakta-fakta. Dengan demikian. dan fungsi advokasi. kesukarelaan. dan asas-asas dalam pelaksanaan layanan konseling individual hendaknya harus dipahami dan dilaksanakan agar tercipta suatu layanan konseling individual yang berkualitas. fungsi pencegahan. Konseling memberikan bantuan kepada individu untuk mengembangkan kesehatan mental. mendalami arti nilai hidup pribadi.

Berorientasi untuk tumbuh dan berkembang. kesabaran. kesadaran dan pandangan yang tepat terhadap peranannya. Adapun indikatornya. berkompeten. artinya konselor harus memilki suatu rasa harga diri yang kuat yang menyanggupkannya berhubungan dengan orang lain atas dasar hal-hal yang positif dari konseli. kehangatan (warmth) pendengar yang aktif (active responsiveness). tidak membiarkan diri menurun kapasitasnya c. hal mana timbul dari keterbukaan konselor terhadap masalah dan perasaan sendiri. di bawah ini akan diuraikan komponen yang dituntut ada dalam konseling. tidak tertekan. Para peserta pelatihan dapat memahami komponen konseling. Respek dan apresiatif terhadap diri sendiri. dapat dipercaya (trustworthness). d. pengetahuan yang baik tentang diri sendiri (self-knowledge). Beberapa kompetensi pribadi yang signifikan untuk dimiliki konselor antara lain. Mampu mereduksi kecemasan. selain menggunakan media verbal. Meskipun dalam tataran konsep berkembangnya pandangan yang bervariasi tentang konselor yang efektif. kesehatan psikologis yang baik. Kompetensi dan Indikator Pada kegiatan belajar 2 ini. nilainilai. Mengembangkan diri menjadi konselor yang otonom. 2. sehingga dia sanggup menghayati dan menunjukan empaty dengan konselinya. media elektronik. dan mempelajari berbagai konsep dan teknik konseling. Uraian Materi Dalam kegiatan belajar bab III ini akan diuraikan materi yang berkaitan dengan komponen konseling. b. melalui pengembangan gaya konseling yang sesuai dengan kepribadiannya sambil terbuka untuk belajar dari orang lain. manusia. tidak menunjukan sikap bermusuhan. yang berupa kerelaan untuk mengambil bagian dengan orang lain dalam suka duka mereka. serta menerapkannya sesuai dengan konteks dan pribadinya. dan media pengembangan tingkah laku lainnya. dan tanpa syarat memandang dan merespons konseli sebagai pribadi. Terkait dengan hal tersebut. dan motivasinya. konselor juga dapat menggunakan media tulisan. Memahami makna hubungan konselor dan konseli dalam konseling individual B. 1. Semua itu diupayakan konselor dengan cara-cara yang cermat dan tepat. serta terus menerus berusaha memahami dirinya sendiri karena konselor hendak mendorong pemahaman diri itu dalam diri konseli. Untuk mengelola konseling secara efetif. Komponen konseling merupakan bagian-bagian penting yang sangat menentukan terjadinya proses konseling. Kompetensi tersebut akan mendorong konselor untuk menjadi pribadi terapeutik. Memiliki kemampuan untuk hadir bagi orang lain. yaitu : Konselor Konselor adalah seseorang yang karena kewenangan dan keahliannya memberi bantuan kepada konseli. demi terentaskannya masalah yang dialami oleh konseli. peserta pelatihan dapat : Memahami makna konseli individual Memahami makna Konselor individual 3. dan masalah-masalah. gambar. konselor menjadi aktor yang secara aktif mengembangkan proses konseling untuk mencapai tujuan konseling sesuai dengan prinsip-prinsip dasar konseling. Memiliki gagasan yang jelas mengenai keyakinan tentang hidup. e. dan kesadaran holistik. yang antara lain dapat dideskripsikan sebagai berikut : a. namun mereka mengakui bahwa karakteristik pribadi dan perilaku konselor kontributif bagi pembinaan relasi yang bermakna yang akan mendorong konseli untuk berkembang. kebebasan.BAB III HUBUNGAN KONSELOR DAN KONSELI DALAM KONSELING INDIVIDUAL A. seorang konselor dituntut memiki seperangkat sifat kepribadian dan ketrampilan tertentu. kekuatan atau daya (strength). f. kejujuran. dalam pengertian berusaha untuk terbuka guna memperluas cakrawala wawasannya. Dalam proses konseling. 347 . Konselor tidak hanya puas dengan apa yang ada dan berupaya mempertanyakan mutu eksistensinya. Dalam konseling individual. kepekaan (sensitivity).

konseli menginginkan agar ia mendapatkan suasana berpikir yang jernih dan/atau perasaan yang lebih nyaman. 348 . Kongruensi dalam beberapa referensi yang lain memiliki kesamaan istilah dengan otentik (authenticity). bahkan ada yang datang (mungkin terpaksa) karena didorong atau diperintah oleh pihak lain. Penghargaan Positif Tanpa Syarat Konseling akan lebih efektif jika kondisi penghargaan yang positif ini diciptakan konselor dan dilakukan tanpa syarat. tidak bersikap defensif karena jika konseli memiliki sikap-sikap demikian akan menghambat hubungan konseling. hubungan konselor dengan dengan konseli berada dalam konteks hubungan membantu (helping relationship). berpenampilan terus terang dan lebih penting adalah kesesuaian antara hal-hal yang dikomunikasikan secara verbal dengan non verbal. penghargaan positif tanpa syarat (positive regard). Kedatangan konseli bertemu konselor disertai dengan kondisi tertentu yang ada pada konseli. ide) dan perasaan orang lain. fungsi. Dalam hal ini konseli dapat belajar bahwa dirinya dengan kenyataan yang ada dapat diterima oleh orang lain sekaligus konseli dapat menerima dirinya apa adanya. Dengan kata lain konselor menerima setiap individu (konseli) tanpa menilai aspek-aspek pribadinya yang ”lemah” ataupun ”kuat” Penghargaan kondisi yang harmonis positif tanpa syarat memiliki kesamaan makna dengan hangat.Konseli Konseli adalah seorang individu yang sedang mengalami masalah. serta mempunyai kesadaran akan budaya (cultural awareness) Kongruensi Kongruensi dalam hubungan konseling dapat dimaknakan dengan ”menunjukan diri sendiri” apa adanya. dan dilayani sepenuhnya oleh konselor. terus terang. Konseli menanggung semacam beban. yaitu hubungan untuk meningkatkan pertumbuhan. b. atau mengalami suatu ia ingin dan/atau perlu dikembangkan pada dirinya. dan hal-hal positif lainnya dalam menjalani hidup sehari-hari. Konseli datang dan bertemu konselor dengan cara yang berbeda-beda. artinya konseli mempunyai sikap apa adanya. Konselor dalam hubungan konseling diharapkan dapat menimbulkan kongruensi pada diri konseli. harus diperhatikan. Ada yang datang sendiri dengan kemauan kuat untuk menemui konselor (self-referal). Kondisi konseling yang fasilitatif meliputi kongruensi (congruence). Jika konseli tahu bahwa konselor tidak kongruensi maka bisa berakibat mengurangi bahkan menghilangkan kepercayaan konseli pada konselor. uneg-uneg. dan memahami secara empati (emphatic understanding). Konselor hendaknya berfikir dengan bersama-sama konseli daripada berfikir tentang atau mengenai konseli. atau setidaknya sedang mengalami sesuatu yang ingin disampaikan kepada orang lain. kesejatian (genuineness). ada yang datang dengan perantara orang lain. baik kekurangan maupun kelebihan yang ia miliki. atau mengalami suatu kekurangan yang ia ingin isi. kepedulian. Dengan adanya a. dan cara menghadapi kehidupan dengan memanfaatkan sumber-sumber internal pada pihak konseli. diterima. Memahami secara empati ini bermakna bahwa konselor memahami cara pandang dan perasaan konseli berdasakan kerangka pemikiran yang dimiliki oleh konseli sendiri (internal frame of reference). Melalui konseling. Apapun latar belakang kedatangan konseli dan bagaimanapun kondisi konseli. Pemahaman Secara Empati Memahami secara empati merupakan suatu kemampuan untuk memahami cara pandang (pikiran. c. kematangan. hidup yang lebih berarti. Tujuan-tujuan yang akan dicapai dalam proses konseling tersebut akan dicapai secara efektif apabila kondisi konseling memungkinkan konseli berkembang dan menggali potensi-potensi yang ada pada dirinya. Konteks Hubungan Konselor-Konseli Dalam konseling. memperoleh nilai tambah. Dengan kondisi ini maka konselor yang efektif mestilah menghayati perasaan konseli sebagaimana konseli mempersepsi perasan-perasannya maupun cara pandangnya terhadap sesuatu. Dengan demikian dapat tercipta kondisi yang harmonis antara konselor dan konseli.

Keterbukaan konseli tentang masalahnya. Karakteristik dinamika dan keunikan hubungan konselor konseli sebagai hubungan yang bersifat membantu adalah sebagai berikut. 2. Konselor dan konseli harus membangun hubungan secara jujur dan terbuka. a. Dalam konteks ini. memahami dan mengevaluasi dirinya apakah sudah memenuhi kriteria sebagai seorang konselor yang terapeutik. b. Hubungan afeksi akan tercermin sepanjang proses konseling termasuk dalam melakukan eksplorasi terhadap persepsi dan perasaan-perasaan subyektif konseli. 3. konselor memberikan dorongan kepada konseli untuk meningkatkan kemampuan dirinya dan berkembang sesuai dengan kemampuannya. Afeksi Hubungan konselor dengan konseli sejatinya lebih sebagai hubungan afeksi dari ada sebagai hubungan afeksi dari pada sebagai hubungan kognitif. pemahaman secara empati maka konseli akan merasakan bahwa ada orang lain yang mau dan bersedia memahami dirinya yang sebelumnya belum diperolehnya. f. untuk mencoba mengenali. Intensitas Hubungan konselor dengan konseli dilakukan dengan penuh intensitas sehingga memfasilitasi konseli untuk terbuka terhadap persepsinya. Memberikan dorongan kepada konseli untuk meningkatkan efektifitas perilakunya dan memotivasi untuk bertanggung jawab terhadap keputusannya. Kejujuran Hubungan konselor dengan konseli didasari atas kejujuran dan keterbukaan. C. Dengan menggunakan kesadaran budaya konseli tidak memaksakan kehendaknya (nilai-nilai) yang dianutnya sekaligus didalamnya terkandung budaya yang konselor miliki tetapi konselor memberikan dorongan konseli untuk mengubah apa yang seharusnya ia inginkan sesuai dengan nilai-nilai budaya yang ia miiki. Kesadaran Budaya Kesadaran akan budaya mengacu pada kemampuan konselor untuk terbuka dan memotivasi untuk belajar menerima dan memahami budaya yang berbeda dengan budaya yang ia miliki. Keterbukaan konseli tersebut bersifat konfidensial. Latihan 1. terus berkembang menuju pertumbuhan dan perkembangan yang lebih optimal. Peserta pelatihan diajak diskusi untuk mengidentifikasi ciri-ciri individu yang dapat dikategorikan sebagai seorang konseli. Dorongan Dalam hubungan konseling. peningkatan pengalaman dan tanggung jawab konseli. Perlindungan jaminan ini adalah unik dan akan meningkatkan kemauan konseli membuka diri. e. Dalam hubungan konseling tidak ada sandiwara dengan jalan menutupi kelemahan.d. atau mengatakan yang bukan sejatinya. c. konselor mengupayakan agar hubungannya konseli dapat berlangsung secara mendalam sejalan dengan perjalanan hubungan konseling. Privasi Pada prinsipnya dalam hubungan konseling perlu keterbukaan konseli tentang masalahnya. konselor harus menjaga kerahasiaan seluruh informasi tentang konseli dan tidak dibenarkan mengemukakan secara transparan kepada siapapun tanpa seijin konseli. Pertumbuhan dan perubahan Hubungan konseling bersifat dinamis. Kedinamisan hubungan ini akan tercermin dari waktu ke waktu terjadi peningkatan hubungan konselor dengan konseli. Peserta pelatihan diminta sharing dengan teman dalam kelompok kecil. Peserta pelatihan diminta mendiskusikan tentang bagaimana caranya membuat kondisi konseling yang kongruensi. penghargaan positif tanpa syarat 349 . Tanpa adanya hubungan konseling tidak akan mencapai pada tingkatan yang diharapkan. Hubungan yang penuh afeksi ini dapat mengurangi rasa kecemasan dan ketakutan pada konseli. d.

kesehatan psikologis yang baik. 4. E. kesabaran. D. Lakukan simulasi terhadap materi kegiatan belajar 2 ini. Kemudian diskusikan materi yang telah anda ringkas. kebebasan. Question. dan halhal yang positif lainnya dalam menjalani hidup sehari-hari dalam rangka kehidupan secara menyeluruh. Konseli adalah seorang individu yang sedang mengalami masalah. Read. dan kesadaran holistik. hidup yang lebih berarti. konseli menginginkan agar ia mendapatkan suasana fikiran yang jernih da/atau perasaan yang lebih nyaman. Lembar Kegiatan Peserta Pelatihan Untuk mendukung pencapaian tujuan dalam pembelajaran ini. atau setidaksetidaknya sedang mengalami sesuatu yang ingin disampaikan kepada orang lain. ada yang dengan terpaksa karena disuruh oleh pihak lain. kemudian masing-masing peserta memberikan feedback. dibawah ini terdapat beberapa langkah-langkah yang harus dilakukan. memperoleh nilai tambah. konselor dituntut memiliki karakteristik pribadi dan perilaku konselor kontributif bagi pembinaan relasi yang bermakna yang akan mendorong konseli untuk berkembang. Melalui konseling. Buatlah ringkasan materi dengan metoda PQ4R (Preview. Rangkuman Konselor adalah seorang yang mempunyai kewenangan dan keahliannya memberi bantuan kepada konseli. yaitu : 1. dan kesadaran akan budaya (cultural awarenness). Reflect on the Material. kepekaan. Pelajari terlebih dahulu materi yang telah tersaji pada kegiatan belajar 2 secara seksama 2. Beberapa kompetensi pribadi yang signifikan untuk dimilki oleh konselor antara lain. kehangatan pendengar yang aktif. Recite dan Review) 3. kejujuran. kompetens. pengetahuan yang baik tentang diri sendiri.(positive regard) memahami secara empati (emphatic understaning). Dalam konseling individual. Ada berbagai varitas seorang konseli mendatangi konselor. kekuatan atau daya. 350 . dapat dipercaya.

Memahami dan menerapkan keterampilan Interpretasi 7. 351 .  Postur tubuh Postur tubuh atau penampilan fisik seorang konselor bisa memberikan kesan tertentu pada konseli. menunjukkan sikap terbuka dan tidak bersikap defensif dengan cara posisi tangan di atas pangkuan tetapi tidak B. Konselor juga hendaknya tidak bersikap tegang dan bisa bersikap rileks karena ketegangan ketegangan yang ditunjukkan konselor dapat mengalihkan perhatian konseli kepada konselor dan menimbulkan respon ketegangan pada konseli. misalnya empati. serta respek atau penghargaan positif. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penampilan fisik antara lain: menghadapkan muka pada konseli dengan cerah. Attending terjadi dalam konteks inti kondisi-kondisi yang mempengaruhi hubungan dalam konseling. terutama sekali pada tahap awal konseling.BAB IV KETERAMPILAN DASAR KONSELING A. Hal ini adalah cara untuk menunjukkan adanya perhatian yang sungguh-sungguh terhadap lawan bicara karena kontak mata adalah alat pokok untuk berkomunikasi. Memahami dan menerapkan keterampilan Konfrontasi 6. Memahami dan menerapkan keterampilan Normalisasi 1. b. Pengertian Di awal proses konseling. peserta pelatihan dapat: 1. malas atau tidak tulus. keaslian/ketulusan. Memahami dan menerapkan keterampilan Memimpin 4. Posisi duduk konselor sebaiknya tidak bersandar atau membungkuk karena dapat mencerminkan kesan enggan. mengembangkan suasana yang aman sehingga melancarkan ekspresi bebas tentang apa saja yang muncul di benak konseli. Penampilan fisik konselor juga sangat penting. Memahami dan menerapkan keterampilan Parafrase Isi dan Refleksi perasaan 8. Uraian Materi Keterampilan Dasar Attending a. biasanya pandangan tertuju pada mata. maka harus diperhatikan agar proses konseling bisa efektif. Keberhasilan konselor untuk mengajak konseli terlibat secara penuh dalam konseling akan mempengaruhi proses konseling selanjutnya. Memahami dan menerapkan keterampilan dasar Attending 2. Attending sangat diperlukan selama proses konseling berlangsung. Kesediaan konseli untuk terlibat sangat ditentukan oleh kesan pertama tentang konselor. Attending adalah metode yang biasanya digunakan untuk membuka suatu wawancara konseling karena dapat mengembangkan tujuan konseli untuk mengadakan eksplorasi dan penjajagan diri. dan terus terang sebagai bukti bahwa konselor dapat bekerja sama. Memahami dan menerapkan keterampilan Memantulkan 5. Komponen-komponen attending Berikut ini uraian tentang komponen-komponen attending yaitu sebagai berikut:  Kontak mata Ketika sedang berkomunikasi. Dengan adanya kontak mata menunjukkan bahwa konselor menaruh perhatian terhadap konseli. tulus. Secara singkat attending dapat dipahami sebagai kemampuan konselor dalam menunjukkan perhatian secara penuh kepada konseli sehingga konseli dapat terlibat dalam proses konseling. Kompetensi dan Indikator Kegiatan belajar pada Bab IV ini mempunyai kompetensi yang harus dicapai oleh Para peserta pelatihan yaitu diharapkan peseta pelatihan dapat memahami dan menerapkan konsep dasar pada keterampilan dasar konseling. Memahami dan menerapkan keterampilan Respon Mendengarkan 3. Adapun indikator dalam pembelajaran ini. sehingga diharapkan konselor dalam memandang secara mendalam dan konseli merasa diperhatikan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa perilaku attending yang baik membangkitkan harga diri konseli. konselor harus dapat mempersiapkan konseli untuk terlibat dalam konseling.

Berikut ini ada beberapa contoh klarifikasi yaitu: Contoh 1 Konseli : ”Saya sudah merasa jenuh kalau harus berkumpul terus dengan keluarga”. Keterampilan konselor menggunakan respon klarifikasi akan menentukan ketepatan pesan yang diterima dan diprosesnya. Mendengarkan merupakan prasyarat bagi konselor untuk dapat memberikan respon atau strategi secara tepat dalam suatu konseling. Pertanyaan klarifikasi kepada konseli dimaksudkan untuk menguraikan pernyataan konseli yang samar-samar. a. Disamping klarifikasi terhadap ketepatan pesan konseli. apa yang Anda maksud lari dari semuanya?” Pada contoh di atas. Respon konselor dapat berupa kata-kata yang menunjukkan dukungan.  Tingkah laku verbal Respon konselor terhadap konseli dengan menggunakan kata-kata yang disampaikan secara lisan berhubungan dengan apa yang dikatakan konseli merupakan suatu tingkah laku verbal. mengungkapkan situasi atau perasaan konseli. klarifikasi akan membantu memperjelas apa terjadi dan apa yang dirasakan konseli. Jika konselor gagal dalam mendengarkan. Cara berkomunikasi seperti ini kurang baik. kemungkinan konseli tidak akan dapat melakukan eksplorasi diri. seperti ”Ya” atau ”Saya tahu apa yang anda rasakan”. Keterampilan Respon Mendengarkan Dalam berkomunikasi terdapat dua kegiatan yaitu mendengarkan dan berbicara. 352 .  Gerak tubuh Konselor dapat menggunakan gerakan tubuh untuk menyampaikan pesan tertentu kepada konseli. baik secara langsung maupun tidak. atau tidak jelas. bahkan strategi yang digunakan bahkan tidak sesuai. Tujuan dari adanya klarifikasi adalah:  Mendorong konseli untuk elaborasi  Memeriksa ketepatan apa yang didengar konselor terhadap pesan-pesan konseli  Memperjelas pesan-pesan yang samar atau membingungkan. refleksi dan rangkuman. maka perlu dilakukan klarifikasi. masalah yang dibicarakan tidak tepat. Jika konselor banyak menggunakan tangannya misalnya ”sedekap”. Yang sering terjadi dalam proses konseling yaitu konselor seringkali membuat asumsi dan kesimpulan tentang konseli.kaku. sehingga kesimpulan konselor terkesan tergesa-gesa. memperhatikan sikap santai sehingga konseli pun terpengaruh untuk santai pula. embigu. terutama pada tahap awal konseling. tanpa memeriksa ketepatan pesan yang di dengar. 2. Jika konselor tidak yakin dengan makna pesan yang dikemukakan konseli. Dengan demikian hendaknya konselor perlu menyadari pesan apa yang akan disampaikan kepada konseli dengan gerakan tubuh dan tangan yang kita gunakan. Hal ini sering terjadi di tahap-tahap awal konseling dimana konselor belum memiliki gambaran yang jelas tentang konseli. dan mendengarkan ungkapan konseli dengan penuh perhatian. Dalam hal ini. konselor tidak mengajukan pertanyaan atau memunculkan topik baru tetapi konselor tingkah verbal yang dimaksudkan sebagai isyarat bahwa konselor memperhatikan dan memahami konseli. ekspresi muka yang responsif dengan dihiasi senyum secara spontan. miring atau condong kepada konseli disaat mendengarkan atau merespon berbicara sehingga menampakkan diri sebagai orang yang bersama dengan konseli. bahwa kejelasan pesan-pesan konseli sangat penting bagi konselor sebelum melakukan kesimpulan. Perlu diingat. Di bawah ini akan di jelaskan hal-hal yang terdapat dari respon mendengarkan sebagai berikut: Klarifikasi Klarifikasi merupakan pertanyaan yang diajukan ketika muncul pesan konseli tidak jelas. Batasan dan tujuan dari respon mendengarkan yaitu klarifikasi. parafrase. Konselor: ” Tampaknya anda ingin memisahkan diri dan bekerja sendiri” Contoh 2 Konseli : ”Kadang-kadang Saya ingin lari dari semuanya” Konselor : ”Dapatkah Anda jelaskan.

 Mengidentifikasi adanya pesan-pesan yang samar-samar atau membingungkan. Cara ini dipergunakan konselor untuk memberi tahu bahwa ia sedang mendengarkan apa yang dikatakan dan konselor ingin mendengarkan lebih banyak lagi. orang. konselor menyatakan ide pokok konseli dengan katakata sendiri. mengkristalisasi komentar konseli dengan lebih memendekkannya sehingga membantu mengarahkan wawancara. obyek.b. Bila parafrase yang diberikan tepat maka konseli akan memberikan tanda persetujuan.  Memeriksa keefektifan parafrase berdasarkan berdasarkan respon konseli. dan konselor berupaya memahami apa yang dinyatakan konseli. Berikut ini terdapat langkah-langkah dalam klarifikasi. Tujuan utama parafrase bagi konselor adalah menguji pengertian konselor tentang apa yang dikatakan konseli. Tujuan berikutnya adalah menyatakan kepada konseli bahwa konselor mencoba mengerti pesan konseli. yang perlu diperiksa ketepatannya atau perlu di elaborasi. Dalam parafrase. c.  Memeriksa keefektifan klarifikasi dengan mendengar dan memperhatikan respon konseli. baik verbal maupun non verbal untuk mengetahui apa yang tellah dikatakan oleh konseli. Kemampuan konselor untuk mengamati dan memberikan respon terhadap perasaan-perasaan konseli merupakan hal yang sangat penting dalam proses konseling karena tindakan tersebut akan mendorong dan merangsang konseli untuk mengemukakan segala sesuatu yang  353 . Perhatikan contoh berikut ini. Oleh karena itu. maksud dari kegiatan parafrase adalah: menyampaikan kepada konseli bahwa konselor bersama konseli. Konselor : ”Anda tahu bahwa Anda perlu menghindari duduk atau tider sepanjang hari untuk membantu depresi yang anda alami”. Contoh 2 Konseli : ”Kadang-kadang dia menampakkan kesukaannya kepada saya. Jadi. atau ide apa yang dibicarakan”  Memilih kata-kata yang sesuai dengan apa yang dikemukakan konseli. dan jika berhasil berarti konselor telah mengikuti cerita konseli. jika hanya duduk atau tidur sepanjang hari tidak akan membantu depresi yang saya alami”. seperti”Dapatkah Anda jelaskan” atau Apakah Anda mengatakan” . Refleksi Refleksi merupakan keterampilan konselor untuk merespon keadaan perasaan konseli terhadap situasi yang sedang dihadapi. Parafrase Parafrase merupakan suatu metode untuk menyatakan kembali pesan pokok konseli dengan kata-kata yang lebih pendek dan tepat dengan tujuan untuk memperbaiki hubungan pribadi. dan memberi peluang untuk memerika kecermatan persepsi konselor. tetapi secara tiba-tiba dia memarahi saya” Konselor: ” Apakah Anda mengatakan bahwa perilakunya tidak konsisten terhadap Anda?” Adapun langkah-langkah dalam melakukan parafrase adalah sebagai berikut:  Berusaha mengingat kembali pesan-pesan konseli (apa yang telah dikatakan konseli)  Mengidentifikasi isi pesan konseli dengan menanyakan dalam diri ”situasi. tidak sekedar menirukan kata-kata yang diucapkan konseli. yaitu: Mengidentifikasi isi pesan konseli. dalam klarifikasi konselor sebaiknya lebih menunjukkan nada bertanya daripada memberikan suatu pertanyaan. Parafrase lebih memperhatikan bagian kognitif dari pesan konseli. Konseli akan merasa dimengerti dan dipersiapkan untuk mengolah lebih dalam lagi masalah-masalah yang diajukannya. Esensi keterampilan ini adalah pengulangan kata-kata atau pemikiran-pemikiran kunci dari konseli dalam rumusan-rumusan yang menggunakan kata-kata konselor sendiri. konselor hendaknya menggunakan pilihan kata yang tepat sehingga membantu menekankan kata atau ide penting yang diungkapkan konseli. Contoh 1 Konseli : ”Saya tahu.  Menentukan kalimat atau kata-kata yang tepat untuk klarifikasi. baik verbal maupun non verbal yang mengisyaratkan bahwa pernayataan konselor tepat dan bermanfaat.

atau aspek emosional konseli.  Membantu konseli membedakan intensitas berbagai perasaan yang ada dalam dirinya. Oleh karena itu. Dengarkan kata-kata yang digunakan konseli untuk menyatakan perasaanperasaannya. yaitu:  Membantu konseli memahami perasaannya  Mendorong konseli agar lebih banyak mengekspresikan perasaannya. konseli akan menyatakan ”Ya. 6. Ketepatan menggunakan respon ini bergantung pada ingatan yang tepat tentang tingkah laku konseli. Dengan demikian. Dalam hal ini konselor harus peka terhadap cara konseli mengungkapkan permasalahannya. Ada beberapa tujuan dari refleksi perasaan. apakah disampaikan secara visual. Jika identifikasi perasaan konseli dalam refleksi itu tepat. Dengan menggunakan keterampilan refleksi perasaan. benar. atau hal-hal khusus lainnya. hal itu akan sangat mendorong konseli untuk terlibat secara aktif dalam proses wawancara. atau kata-kata afektif dalam pesan atau pernyataan konseli. tidak hanya dalam satu sisi atau beberapa bulan proses konseling berlangsung. Perhatikan tingkah laku non verbal konseli ketika ia mengemukakan pernyataan/pesan-pesan secara verbal. d. Menyatakan kembali perasaan-perasaan konseli dengan menggunakan kata-kata yang berbeda dari yang diucapkan konseli. sehingga perasaan tersebut dapat berkurang. merfleksi perasaan konseli merupakan suatu teknik yang ampuh. Dalam hubungan sosial sehari-hari perasaan-perasaan konseli ada kecenderungan untuk disembunyikan atau dikekang. 4. Merangkum juga mempunyai pengaruh memberi keyakinan kepada konseli bahwa konselor meresapi pesan konseli serta membantu konseli agar merasakan suatu gerakan dalam mengeksplorasi ide dan perasaan. Refleksi perasaan bisa menjadi keterampilan yang sulit dipelajari karena seringkali perasaan-perasaan tersebut diabaikan atau tidak dipahami. apabila konselor dapat mengamati perasaan-perasaan konseli secara tepat. 2. 3. Refleksi perasaan dapat digunakan untuk menyatakan bagian efektif dari pesan. Merangkum juga dapat dipakai untuk mengakhiri interviu dan untuk memperjelas ide yang baru. Menambahkan konteks atau situasi dimana perasaan itu muncul. Ada 6 langkah dalam membuat reflesi perasaan. Nada suara atau ekspresi wajah dapat emmberi tanda atau petunjuk mengenai perasaan dalam diri konseli.  Memberitahukan pada konseli bahwa konselor memahami perasaan konseli yang tidak suka atau marah kepada konselor. konselor menyampaikan kepada konseli bahwa dia mampu memahami bagaimana perasaannya.berhubungan dengan masalah yang sedang dihadapinya. baik positif maupun negatif tentang situasi orang. Mengemukakan pernyataan refleksi dengan awalan kata yang sesuai dengan petunjuk dari konseli. agar memperkuat kebebasan konseli dan mempercayai ekspresi perasaannya sendiri. Memeriksa keefektifan refleksi berdasarkan respon konseli terhadap pernyataan refleksi yang disampaikan konselor. yaitu: 1. Refleksi hampir sama dengan parafrase. namun dalam refleksi memuat aspek emosional atau komponen pesan yang tak terungkap dalam parafrase. itulah yang saya rasakan”. Jadi bila kita memakai 354 . Merangkum memerlukan perhatian yang teliti dan konsentrasi terhadap pesan-pesan konseli yang disampaikan secara verbal maupun non verbal. karena melalui tindakan keterampilan tersebut akan terwujud suasana keakraban dan sekaligus pemberian empati dari konselor kepada konseli. Ia juga mempunyai efek meyakinkan kembali konseli bahwa konselor telah berada dalam permasalahan konseli. Untuk konselor.” atau ”Ya. Merangkum Rangkuman merupakan pernyataan kembali yang menyangkut data kognitif atau afektif. kegiatan ini berperan sebagai pemeriksa efektifnya kecermatan persepsi terhadap spektrum sepenuhnya konseli. auditori atau kinestetik 5. serta menyadari kemajuan wawasan diri dan pemecahan masalahnya.

Memimpin secara tidak langsung Tujuan dari memimpin secara tidak langsung adalah agar konseli memulai bicara dan tetap bertanggung jawab atas kelangsungan interviu. 3. Bagi konselor merangkum berfungsi sebagai suatu bukti yang efektif tentang ketepatan pengamatan konselor. keterampilan ini terutama bermanfaat dalam membuka hubungan agar konseli mau berbicara. Keterampilan Memimpin Tujuan dari memimpin adalah mendorong konseli untuk merespon terhadap komunikasi yang sifatnya terbuka. 5. ”Marilah kita meneliti lebih jauh konsep anda tentang mengajar!” 2. Hal ini dapt dilakukan dengan bertanya dalam diri ”Apa yang telah dikatakan atau dilakukan konseli?” 2. Tujuan yang lebih spesifik dari memimpin adalah:  Mendorong konseli untuk menjajagi perasaan dan meneliti perasaan. juga sebagai suatu metode supaya konseli tetap bertanggung jawab. bukan nada bertanya. Petunjuk untuk memimpin langsung adalah: Tentukan tujuan pimpinan Nyatakan tujuan dalam kata-kata yang konkrit Beri konseli kebebasan untuk mengikuti pimpinan anda. tema atau unsur ganda yang tampak jelas dalam pesan-pesan konseli. Biasanya teknik ini digunakan 355 . Memperhatikan dan mengingat pesan atau serangkaian pesan konseli dengan cara menyatakan kembali dalam hati. Konselor mencoba supaya konseli merangkum juga bila diperlukan karena hal ini merupakan suatu tes tentang pengertian konseli. Gunakan nada suara seperti memberikan pernyataan. lalu ungkapkan sebagai respon rangkuman. Memimpin secara langsung Memimpin secara langsung merupakan suatu teknik untuk memusatkan pada suatu topik. konselor dapat berkata: 1. kemajuan yang telah dicapai dan rencana langkah berikutnya. Merangkum hasil penemuan sebelumnya pada permulaan suatu interviu seringkali diperlukan untuk memudahkan kelanjutan interviu. apakah ia memperkuat atau menyangkal tema yang dinyatakan konselor dalam rangkuman. menjelaskan dan memberikan ilustrasi apa yang sedang mereka katakan. ”Apa yang anda maksudkan dengan takut?” B. Keterampilan memimpin ini dipakai dalam seluruh proses konseling. Dalam hal ini. Memilih kata pembuka rangkuman yang tepat. Adapun langkah-langkah dalam membuat rangkuman adalah sebagai berikut: 1. Hal ini bisa dilakukan dengan menanyakan dalam diri sendiri ”Apa yang selalu diulang-ulang?” 3. memadatkan.  Memberi kesempatan kepada konseli untuk secara bebas menjajagi perasaannya dalam berbagai arah dan emrespon secara bebas terhadap apa yang sedang terjadi. ”Coba buat kesimpulan secara singkat!” 3. ”Bagaimana pendapatmu tentang hal ini?” 2. Memperhatikan beberapa pola. Teknik ini juga mendorong konseli untuk meneliti. A. Memeriksa keefektifan rangkuman dengan cara mendengarkan atau mengamati respon konseli. Gunakan pilihan kata yang menggambarkan tema atau gabungan unsur-unsur pesan. apakah menggunakan kata ”Anda” atau nama konseli dan menyesuaikan dengan kata-kata yang diucapkan konseli. ”Mari kita lihat apa yang telah kita selesaikan dalam intervieu ini. Konselor dapat berkata: 1. dan mengkristalisasi esensi apa yang telah dikatakan. bagaimana pendapat anda?” Apabila suatu hubungan dihentikan.ringkasan. merangkum akan merupakan suatu usaha bersama untuk menangkap persoalan yang telah diteliti. 4.  Mendorong konseli untuk lebih aktif dalam proses konseling dan tetap bertanggung jawab terhadap arah interviu. kita berupaya merekapitulasi.

 Tentukan pertanyaan yang mengakibatkan munculnya perasaan dan bukan informasi. ”Apa yang ingin anda bicarakan?” 2. Contoh pemantulan perasaan adalah sebagai berikut: 1. 2. Contoh pertanyaan terbuka: 1.  Konselor diam cukup lama supaya konseli dapat menangkap apa maksud konselornya.  Pertahankan yang sifatnya umumdan agak samar. 5. ”Bagaimana perasaanmu tentang apa yang telah kita bicarakan?” 2. Contoh: 1. Beberapa contoh ilustrasi teknik meusatkan adalah: 1. 356 . ”Bagaimana perasaan anda?” C. Ada beberapa petunjuk untuk memimpin secara tidak langsung:  Tentukan tujuan pimpinan secara jelas. 2. ”Marilah kita bicarakan untuk sementara waktu. untuk memperjelas perasaan yang samar-samar menjadi lebih disadari dan untuk emmbantu konseli memiliki perasaannya sendiri. ”Cobalah anda menerangkan lebih banyak lagi tentang hungan anda dengan orang tua anda?” 4. Metode bertanya ini mempunyai arti bahwa pertanyaan adalah untuk membantu konseli mengerti dan bukan untuk mempermudah pengertian konselor. Keterampilan Konfrontasi Konfrontasi mencakup sekelompok keterampilan konseling yang kompleks.untuk membuka suatu intervieu. Mengenal perasaan-perasaan dalam diri sendiri sebagai seorang konselor. konselor dapat menghentikan dan meminta kepada mereka untuk menentukan pada satu aspek karena tujuan lain dari teknik memusatkan adalah untuk menentukan pada satu perasaan atau ide. ”Apa yang anda maksud dengan gagal?” 2. Tutuplah matamu dan coba hayati apa yang kamu rasakan!” D. ”Dengan kata lain anda benci terhadap tingkah lakunya”. terdapat beberapa keterampilan konfrontasi yaitu: a. Apabila konselor berpendapat bahwa konseli telah membicarakan topik permasalahannya. 4. Teknik memusatkan juga merupakan suatu cara membentuk konseli dan menyentuh perasaan mereka. Langkah-langkah yang digunakan dalam teknik memantulkan memantulkan perasaan adalah: 1. Ada beberapa pedoman untuk bertanya yang bersifat memimpin yaitu:  Tanyakan pertanyaan yang sifatnya terbuka sehingga tidak hanya menjawab dengan ”Ya” dan ”Tidak”. Amati pengaruhnya. Memusatkan Memusatkan pembicaraan pada suatu topik yang menurut pikiran konselor akan memperlancar pemahaman. Keterampilan Memantulkan Memantulkan perasaan adalah menyatakan dengan kata sendiri tentang perasaan konseli yang esensial. Bertanya Teknik yang digunakan dalam bertanya adalah jenis pertanyaan yang bersifat terbuka akan memberikan kebebasan kepada konseli. digunakan apabila konseli menunjukkan ketidakpastian dalam ceritanya. 3.  Tanyakan pertanyaan yang mengarah pada penjelasan bagi konseli dan bukan informasi untuk konselor. Menggambarkan perasaan ini secara jelas. ”Benar-benar menyakitkan ditolak seseorang yang anda cintai”. Menentukan perasaan apa yang dinyatakan oleh konseli. Nilailah melalui reaksi konseli apakah pemantulan ini bersifat membantu atau menghambat. Tujuan dari memantulkan perasaan adalah untuk memusatkan pada perasaan.

c. Konfrontasi dalam wawancara konseling dimaknai sebagai pemberian tanggapan terhadap pengungkapan kontradiksi dari konseli. E. 2. b. kebutuhan-kebutuhan dan pola hidup. d. 357 . Pertahanan-pertahanan psikologis ini biasanya merupakan bidang yang penting untuk didekati namun sangat sensitif sehingga memerlukan cara yang cermat dan cerdas.A. sedangkan pada paraprase dan refleksi perasaan ditekankan pada pernyataan dan keterampilan acuan konseli sendiri. tergantung pada waktu kesiapan konseli untuk dikonfrontasi dan dengan umpan balik secara jujur. Tujuan dari teknik interpretasi adalah supaya konseli dapat menginterpretasi sendiri dan menambah kemampuan konseli untuk bertidak secara efektif. mekanisme pertahanan diri. Contoh: ”Cobalah dulu sbeelum anda menggunakan!” 6. konfrontasi merupakan suatu metode ”menceritakan sesuatu seperti apa adanya” yang mungkin menyebabkan kecemasan. Beberapa keterampilan interpretasi dilakukan dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut: a. Maksud penerapan konfrontasi dalam konseling adalah membantu konseli agar mengubah pertahanan yang telah dibangun guna menghindari pertimbangan tertentu dan untuk meningkatkan keterbukaan komunikasi. Coba amati bagaimana reaksi konseli terhadap interpretasi konselor. Menggambarkan perasaan-perasaan yang ada dalam diri sendiri dan membagi perasaan tersebut dengan konseli. ”Kapan anda merasa terbebani atas keadaan diri anda?” b. menginterpretasi berarti bahwa konselor memimpin konseli untuk mencari pengertian-pengertian dan persepsi-persepsi yang lebih luas tentang perasaanperasaannya. Tanggapan tersebut berbeda dengan paraprase dan refleksi perasaan. Hindari spekulasi dan penggunaan bahasa tidak lazim. Asosiasi sebagai suatu metode menyentuh perasaan. 5. F. Mengulang sebagai bentuk memberi tekanan dan memberi kejelasan. C. Mengenal Perasaan Menggambarkan dan membagi perasaan (sharing) Balikan dan Pendapat Meditasi Mengulang Melakukan Asosiasi Keterampilan Interpretasi Menginterpretasikan merupakan suatu proses menjelaskan arti tentang peristiwaperistiwa kepada konseli. ”Jadi apa yang salah dalam sikap tersebut?” Berikut ini ada beberapa pedoman untuk menginterpretasikan yaitu: 1. sehingga konseli mampu melihat persoalannya dengan cara-cara baru. Perkenalkan ide-ide konselor dalm bentuk pertanyaan-pertanyaan yang menunjukkan bahwa konselor menawarkan ide-ide sementara tentang arti diri kata-kata atau tingkah laku konseli. Tambahkan pengertian konselor tentang apa arti dari pesan konseli dalam kaitannya dengan teori konseling atau penjelasan umum tentang motif. Ajari konseli menginterpretasi sendiri. Bahasa hendaknya tetap sederhana dan sesuai dengan pesan konseli. Ingat. ia harus menemukan pengertian itu sendiri. f. kita tidak dapat memberi pengertian kepada orang lain. Mengintrerpretasi hampir sama dengan memantulkan. Memberikan balikan dalam bentuk pendapat tentang tingkah laku konseli. 6. Buatlah parafrasenya. tetapi dalam menginterpretasi konselor menambahkan arti terhadap pesan pokok konseli. Meditasi sebagai bentuk konfrontasi pada diri sendiri. Dalam konfrontasi digunakan kerangka acuan luar (external frame of reference). Cari pesan pokok konseli. Keterampilan Parafrase Isi dan Refleksi Perasaan Konselor diharapkan untuk membantu konseli menghadapi perasaan-perasaanperasaannya daripada menekan perasaan-perasaan tersebut dengan cara memfokuskan 7. e. 3. 4. 7. D. Konselor merumuskan semua dugaan tentang apa yang sedang terjadi dan bagaimana penafsirannya secara logis tentang tingkah laku konseli. B.

Untuk konseli semacam ini. 2. Konselor : Anda kecewa oleh perilaku ibu Anda atau Anda merasa terluka atas kekurang pedulian ibu Anda. Keterampilan Normalisasi Keterampilan normalisasi secara khusus berfungsi dan berpengaruh jika digunakan secara tepat. Kemarin waktu ulang tahun saya. Sudah berkali-kali saya memintanya untuk datang mengunjungi saya tetapi ia tidak pernah datang. Tujuan dari normalisasi kondisi emosional klien adalah untuk membantunya meredakan kecemasan dengan cara mengatakan padanya bahwa respons emosionalnya merupakan hal yang normal. ibu memang datang berkunjung. tetapi tindakan ini memiliki efek katarsis dan nantinya dapat membantu proses penyembuhan yang diinginkan oleh sebagian besar konseli. sedih. Beberapa contoh kalimat refleksi yang didahului dengan kata-kata pengantar seperti di bawah ini: Ketika merefleksikan isi  Saya mendengar bahwa anda mengatakan. 2. Bagaimanakah cara melakukan konfrontasi yang tepat sehingga bisa mengarahkan proses pengentasan masalah konseli dengan efektif? 3. Jelaskan komponen-komponen apa saja yang harus digunakan dalam keterampilan attending dan bagaimana cara melaksanakannya? C. tapi tahukan Anda. Ada sejumlah konseli yang tidak mampu menghadapi mengendalikan level-level ekspresi emosi yang tinggi. Seringkali konseli ketakutan oleh perasaan-perasaan emosionalnya yang kuat di saat-saat krisis. Normalisasi dapat digunakan untuk: menormalisasikan kondisi-kondisi emosional dan menormalisasikan perubahan-perubahan dalam perilaku. Menyelami perasaan secara lebih total seringkali menyakitkan.... atau isi dan perasaan secara bersamaan  Kalau saya tidak salah dengar Anda (kecewa. Saya pikir ibu sama sekali tidak peduli pada saya (bicara lambat dengan nada suara datar).. 8. dan hubungan pergaulan yang disebabkan oleh krisis perkembangan hidup. dll).  Saya memperhatikan bahwa Anda merasa.. D. Latihan Untuk mendukung pemahaman peserta pelatihan. dia bahkan tidak ingat kalau hari itu ulang tahun saya... Adapun bentuk latihannya. kemudian mendiskusikan dalam kelompok kecil.. Peserta diminta untuk membuat rencana simulasi tentang keterampilan yang sudah diajarkan seperti di atas. Diskusikan apa perbedaan antara keterampilan konfrontasi dan keterampilan interpretasi dalam proses konseling. maka dalam pelatihan ini peserta diminta untuk berlatih tentang materi kegiatan pada bab IV ini dengan baik.. Peserta menstimulasikan dan disertai dengan pemberian feedback dari anggota kelompok 358 . Ketika merefleksikan perasaan. akan lebih membantu jika konselor memfokuskan pembicaraan pada isi daripada perasaan. Seringkali kecemasan seseorang banyak berkurang jika ia menemukan bahwa kondisi emosionalnya normal dan wajar untuk keadaannyaa. Berikut ini adalah contoh penggabungan refleksi isi dan refleksi perasaan Konseli : Saya selalu menunggu-nunggu kapan ibu saya menunjukkan lebih banyak perhatian kepada saya. adalah: 1..  Saya mendapat kesan bahwa Anda merasa.. Lembar Kegiatan Peserta 1. 3... peran.  Yang saya dengar tadi anda mengatakan.p[erhatian pada level kepala atau kognitif..  Saya mendapat kesan bahwa.  Yang saya pahami di sini adalah. Peserta diminta untuk memahami materi secara individual.

tata cara duduk. Rangkuman Dalam proses konseling. cara melakukan wawancara. Keterampilan attending sebagai salah satu contoh pentingnya keterampilan konseling karena keterampilan attending ini sangat dibutuhkan pada saat membina hubungan dengan konseli dimana tatkala konselor menyambut konseli untuk melakukan proses konseling.E. Beberapa keterampilan konseling yang sudah diuraikan pada bab IV ini secara umum mempunyai tujuan untuk membina hubungan baik dengan konseli. memperbaiki hubungan antar pribadi yang sudah terjalin. keterampilan dasar sangat penting digunakan untuk mengentaskan masalah konseli disamping model-model pendekatan yang akan digunakan dalam proses konseling. Kedudukan keterampilan dasar ini akan sangat mendukung keberhasilan konselor tatkala melakukan proses konseling. 359 . menciptakan suasana keakraban dan akhirnya mampu membuat kesadaran penuh pada diri konseli sehingga konseli secara ikhlas dan sukarela melaksanakan proses konseling tanpa ada paksaan. memandang konseli hendaknya dilakukan secara standar.

B. Demikian juga orang yang menghadapi kesulitan yang tidak dapat mereka atasi sendiri. Menganalisis kasus yang mendasari alasan konselor menggunakan teknik konseling behavioristik. maka masalah itu akan selalu mengganggu kehidupannya. Menganalisis konsep dasar dan aplikasi teknik pendekatan behavioristik dalam seting individual. Kompetensi dan Indikator Setelah mempelajari bab ini. Manusia bukanlah hasil dari dorongan tidak sadar melainkan merupakan hasil belajar. Konsep Dasar Manusia merupakan mahluk reaktif yang tingkah lakunya dikontrol/dipengaruhi oleh faktor-faktor dari luar. peserta pelatihan dapat menguasai kerangka teoretik dan praksis bimbingan dan konseling dengan cara mengaplikasikan pendekatan behavioristik dalam memberikan layanan konseling individual. Tingkah laku seseorang ditentukan oleh banyak dan macamnya penguatan yang diterima dalam situasi hidupnya. misalnya seperti yang digambarkan dalam pewayangan. 4. dan mengatur serta mengontrol perilakunya sendiri. Mengevaluasi ketepatan penggunaan teknik konseling behavioristik dalam kasus. 3. Nasehat kresna kepada arjuna dalam perang Bharata Yuda pada waktu Arjuna mengalami kebimbangan saat berhadapan dengan karna. termasuk minta bantuan orang lain. 4. menangkap apa yang dilakukannya. bagus atau jelek. 1. Menguasai prosedur penggunaan teknik konseling pendekatan behavioristik. Manusia pada dasarnya mempunyai potensi untuk bertingkah laku baik atau buruk. sejak jaman dahulu. Indikator: 1. Manusia dapat mempengaruhi perilaku orang lain dan dirinya pun dipengaruhi oleh perilaku orang lain. 360 . Manusia pada dasarnya tidak berakhlak baik atau buruk. dan Arjuna terus maju kemedan pertempuran. 2. melalui hukum-hukum belajar: Pembiasaan klasik. Manusia memulai kehidupannya dengan memberikan reaksi terhadap lingkungannya dan interaksi ini menghasilkan pola-pola perilaku yang kemudian membentuk kepribadian. Berdasarkan faktor keturunan dan lingkungan maka terbentuklah tingkah laku manusia yang menjadi suatu ciri khas kepribadiannya. proses konseling pada dasarnya pun dipandang sebagai suatu proses belajar. Manusia mampu untuk berefleksi atas tingkah lakunya sendiri. Manusia mampu untuk memperoleh dan membentuk sendiri suatu pola tingkah laku yang baru melalui suatu proses belajar. Konseling Behavioristik berpangkal pada beberapa keyakinan tentang martabat manusia yaitu: 1. a. Karenanya masalah itu perlu dipecahkan dengan berbagai macam cara. Pendekatan Konseling Behavioristik Pendekatan konseling behavioristik pada dasarnya berpegang pada keyakinan bahwa manusia merupakan hasil suatu proses belajar. Mengapa demikian? Karena orang merasa bahwa apabila masalahnya belum terpecahkan. Pembiasaan operan dan Peniruan. Tingkah laku dipelajari ketika individu berinteraksi dengan lingkungan. Dengan demikian. Dengan nasehat kresna semangat juang dan keberanian Arjuna bangkit kembali. sehingga ia dapat diubah dengan memanipulasi 2. Uraian Materi Deskriptif dan Makna Pendekatan Bimbingan dan Konseling Bimbingan dan konseling sebagai sesuatu aktivitas untuk menghindari dan atau mengatasi persoalan-persoalan di dalam kehidupan sebenarnya bukanlah hal yang seluruhnya baru. orang tersebut membutuhkan nasehat atau pertolongan orang lain untuk turut serta memecahkan kesulitan tersebut. 3. 2. benar atau salah. menunjukan bahwa bimbingan dan konseling telah ada.BAB V PENDEKATAN KONSELING BEHAVIORISTIK A. menunjukan dengan jelas adanya bimbingan dan konseling ini.

d. Perumusan tujuan konseling dilakukan dengan tahapan sebagai berikut : a. Tujuan yang sifatnya umum harus dijabarkan ke dalam perilaku yang spesifik  Diinginkan oleh klien  Konselor mampu dan bersedia membantu mencapai tujuan tersebut  Klien dapat mencapai tujuan tersebut  Dirumuskan secara spesifik  Konselor dan klien bersama-sama (bekerja sama) menetapkan/merumuskan tujuan-tujuan khusus konseling. Karena tingkah laku salah merupakan hasil belajar. Langkah-langkah dalam konseling bervariasi. yaitu tingkah laku yang tidak sesuai dengan tuntutan lingkungan dan tingkah laku yang salah hakikatnya terbentuk dari cara belajar atau lingkungan yang salah. cermat dan operasional dalam merumuskan tujuan konseling. mengembangkan prosedur perlakuan spesifik. Pandangan tentang Kepribadian Kepribadian seseorang merupakan cerminan dari pengalaman. b. Klien mengkhususkan perubahan positif yang dikehendaki sebagai hasil konseling.b. yaitu situasi atau stimulus yang diterimanya. Manusia cenderung akan mengambil stimulus yang menyenangkan dan menghindarkan stimulus yang tidak menyenangkan. dan mengkreasi kondisi-kondisi pembentukan tingkah laku. Tujuan dari assessment ini untuk memperkirakan apa yang diperbuat klien pada waktu itu. Deskripsi Proses Konseling Proses konseling dibingkai oleh kerangka kerja untuk mengajar klien dalam mengubah tingkah lakunya. Bagi seorang konselor behavioristik perilaku konseli merupakan hasil dari keseluruhan pengalaman hidupnya dalam berinteraksi dengan lingkungan. dan penilaian obyektif terhadap tujuan konseling. Framework yang dipakai sebagai pedoman adalah sebagai berikut: 1. konselor membantu terjadinya proses belajar tersebut. tingkah laku yang salah itu juga dapat dihapus dan diganti dengan tingkah laku yang tepat melalui suatu proses belajar. Mengahapus/menghilangkan tingkah laku maldaptif (masalah) untuk digantikan dengan tingkah laku baru yaitu tingkah laku adaptif yang diinginkan klien. Karakteristik Konseling Behavioristik Konseling behavioristik biasanya berfokus pada tingkah laku yang tampak. Dengan demikian konselor diharapkan dapat mendorong klien untuk mengemukakan keadaan yang benar-benar dialaminya pada waktu itu. Tingkah laku bermasalah adalah tingkah laku atau kebiasaan-kebiasaan negatif atau tingkah laku yang tidak tepat. Proses konseling adalah proses belajar. Konselor mengemukakan keadaannya yang benar yang dialaminya pada waktu itu. 2. Konselor dan klien mendifinisikan masalah yang dihadapi klien. e. Goal setting Berdasarkan informasi yang diperoleh dari langkah assessment konselor dan klien menyusun dan merumuskan tujuan yang ingin dicapai dalam konseling. c. 361 . harus dikatakan bahwa baik tingka laku tepat maupun tingka laku salah sama-sama merupakan hasil belajar. Assesment Assesment diperlukan untuk mengidentifikasi motode atau teknik mana yang akan dipilih sesuai dengan tingkah laku yang ingin diubah. Tujuan Konseling Behavioristik Tujuan konseling behavioristik adalah membantu klien untuk mendapatkan tingkah laku baru. Namun demikian proses konseling tetap membutuhkan suatu framework untuk mengajar klien dalam mengubah tingkah lakunya agar konseling berjalan efektif. Kalau perilaku konseli ditinjau dari sudut pandangan apakah perilaku itu tepat dan sesuai dengan situasi kehidupannya (well-adjusted)atau tidak tepat dan salah suai (maladjusted). Behavior Therapy dirumuskan sebagai aplikasi metode eksperimen terhadap masalah tingkah laku abnormal dan maladaptive. Dengan memahami kepribadian manusia berarti mempelajari dan memahami bagaimana terbentuknya suatu tingkah laku.

Mengurangi frekuensi berlangsungnya tingkah laku yang tidak diinginkan 4. tape recorder. 3) melakukan referal. kesulitan menyatakan tidak. 4. o Esensi teknik ini adalah menghilangkan tingkah laku yang diperkuat secara negatif dan menyertakan respon yang berlawanan dengan tingkah laku yang akan dihilangkan. Mengkondisikan pengubahan tingkah laku melalui pemberian contoh atau model (film. maka konsep itu digunakan dalam terapi. Konselor dan klien mendiskusikan tujuan yang telah ditetapkan klien : 1) apakah merupakan tujuan yang benar-benar diinginkan klien 2) apakah tujuan itu realistik 3) kemungkinan manfaatnya 4) kemungkinan kerugiannya. mengungkapkan afeksi dan respon posistif lainnya. Merencanakan prosedur pemberian penguatan terhadap tingkah laku yang diinginkan dengan sistem kontrak . Memodifikasi tingkah laku melalui pemberian penguatan. atau contoh nyata langsung) 6. 5. 2. o Terutama berguna di antaranya untuk membantu individu yang tidak mampu mengungkapkan perasaan tersinggung. 3. 2) mempertimbangkan kembali tujuan yang akan dicapai. Feedback Memberikan dan menganalisis umpan balik untuk memperbaiki dan meingkatkan proses konseling. Dengan menggunakan berbagai teknik sebagai berikut: 1.c. dengan demikian respon-respon yang baru (sebagai tujuan konseling) akan dapat dibentuk. Pengkondisian Aversi o Digunakan untuk menghilangkan kebiasaan buruk dengan meningkatkan kepekaan klien agar mengamati respon pada stimulus yang disenanginya dengan kebalikan stimulus tersebut 362 . Latihan Asertif o Digunakan untuk melatih klien yang mengalami kesulitan untuk menyatakan diri bahwa tindakannya adalah layak atau benar. 3. f. Konselor dan klien membuat keputusan apakah : 1) melanjutkan konseling dengan menetapkan teknik yang akan dilaksanakan. Desensitisasi Sistematis o Memfokuskan bantuan untuk menenangkan klien dari ketegangan yang dialami dengan cara mengajarkan klien untuk rileks. 3. Memberikan penguatan terhadap suatu respon yang akan mengakibatkan terhambatnya kemunculan tingkah laku yang tidak diinginkan 5. o Cara: permainan peran dengan bimbingan konselor. Teknik Konseling Behavioristik Teknik konseling behavioral diarahkan pada penghapusan respon yang telah dipelajari (yang membentuk tingkah laku bermasalah) terhadap perangsang. Technique implementation Maksudnya yaitu menentukan dan melaksanakan teknik konseling yang digunakan untuk mencapai tingkah laku yang diinginkan yang menjadi tujuan konseling. diskusi kelompok 2. Agar klien terdorong untuk merubah tingkah lakunya penguatan tersebut hendaknya mempunyai daya yang cukup kuat dan dilaksanakan secara sistematis dan nyata-nyata ditampilkan melalui tingkah laku klien. d. Prinsip Kerja Teknik Konseling Behavioral 1. Evaluation termination Maksudnya yaitu melakukan penilaian apakah kegiatan konseling yang telah dilaksanakan mengarah dan mencapai hasil sesuai dengan tujuan konseling. Behavior therapy merumuskan suatu konsep bahwa tingkah laku menyimpang adalah disebabkan oleh prosesbelajar yang salah.

4.Stimulus yang tidak menyenangkan yang disajikan tersebut diberikan secara bersamaan dengan munculnya tingkah laku yang tidak dikehendaki kemunculannya o Pengkondisian ini diharapkan terbentuk asosiasi antara tingkah laku yang tidak dikehendaki dengan stimulus yang tidak menyenangkan. o Tingkah laku yang berhasil dicontoh memperoleh ganjaran dari konselor: dapat berupa pujian sebagai ganjaran sosial. model hidup atau lainnya yang teramati dan dipahami jenis tingkah laku yang hendak dicontoh. Pembentukan Tingkah laku Model o Digunakan untuk membentuk tingkah laku baru pada klien. o Konselor menunjukkan kepada klien tentang tingkah laku model. model fisik. o 363 . dapat menggunakan model audio. dan memperkuat tingkah laku yang sudah terbentuk.

serta mengadakan pendekatan yang tegas. Terapi rational-emotif menjadi sebuah aliran psikoterapi yang ditujukan untuk memberi kepada konseli atau perangkat untuk mengrestrukturisasi gaya falsafah serta perilaku mereka. peserta pelatihan dapat menguasai kerangka teoretik dan praksis bimbingan dan konseling dengan cara mengaplikasikan pendekatan rational emotif dalam memberikan layanan konseling individual. Orang ada kecenderungan untuk menjaga kelangsungan keadaan dirinya. dan perilaku berinteraksi secara signifikan dan memiliki hubungan sebab akibat yang timbal balik. mengambil keputusan. Mereka juga memiliki dorongan dari dalam dirinya untuk merusak diri sendiri. Mereka belajar caranya mengganti cara rasional dan sebagai hasilnya mereka mengubah reaksi emosional mereka terhadap situasi. memperkirakan. interpretasi serta reaksi kita terhadap situasi kehidupan. dan oleh karenanya memberinya ciri sebagai yang menggunakan pendekatan elektik yang multimodal. keberadaannya. B. berulang-ulang melakukan kekeliruan. Rational-emotif sangatlah didaktis. Melalui perkembangannya rational-emotif terus menerus menekankan pada ketiga modalitas itu serta interaksinya. terutama dalam hal memberi pekerjaan rumah dan dalam mengerjakan strategi untuk berfikir secara lurus dan konselipun berfungsi sebagai pelajar. 364 . menunda-nunda. mencintai. sangat direktif dan memiliki kepedulian yang seimbang antara pikiran dan perasaan dan didasarkan pada asumsi bahwa kognisi. Menganalisis konsep dasar dan aplikasi teknik pendekatan rational emotif dalam seting individual. serta terjadinya pertumbuhan dan aktualisasi diri. percaya pada takhayul. 4. dan bukan terutama masalah perasaan yang diungkapkan. emosi. Konseling Rational-emotif banyak kesamaannya dengan terapi yang berorientasi pada kognisi. Implikasi terapeutik berasal dari asumsi-asumsi berbuat. menghindar dan memikirkan sesuatu. kesempatan memikirkan dan mengungkapkannya dengan kata-kata. 2. dalam arti bahwa rationalemotif menekankan pada berfikir. kebahagiaan. tidak memiliki tenggang rasa.RATIONAL EMOTIF THERAPY A. perilaku. menjadi perfeksionis dan menyalahkan diri-sendiri. dan menghindari adanya aktualisasi potensi pertumbuhan yang dimilikinya. 3. menganalisis dan berbuat. Mengevaluasi ketepatan penggunaan teknik konseling rational emotif dalam kasus. dan perbuatan. yang mempraktekan ketrampilan yang didapatnya dari terapi dalam kehidupan sehari-hari. Bahwa emosi kita terutama berasal dari keyakinan. melalui proses terapeutik rasional emotif konseli mempelajari keterampilan yang memberikan kepada mereka perangkat untuk mengidentifikasikan dan mempertanyakan keyakinan yang tidak rasional yang telah didapat dan sampai sekarang tetap ada karena adanya indoktrinasi diri. berkomunikasi dengan orang lain. Uraian Materi 1. Pendekatan Konseling Rational-Emotive Therapy Pendekatan konseling Rational-emotif pada intinya ialah untuk mengatasi pikiran yang tidak logis tentang diri sendiri dan lingkungannya. Indikator: 1. Kompetensi dan Indikator Setelah mempelajari bab ini. baik yang rasional atau lurus maupun yang tidak rasional atau bengkok. Konselor berusaha agar konseli makin menyadari pikiran dan kata-katanya sendiri. Konsep Dasar Terapi rational-emotif didasarkan pada suatu asumsi bahwa manusia memiliki potensi berfikir. melatih konseli untuk bisa berfikir dan berbuat yang lebih realistis dan rasional. dalam banyak hal terapis berfungsi seperti guru. Menguasai prosedur penggunaan teknik konseling pendekatan rational emotif. evaluasi. Menganalisis kasus yang mendasari alasan konselor menggunakan teknik konseling rational emotif.

Dengan anggapan bahwa manusia itu tidak sempurna, rasional emotif berusaha untuk menolong mereka untuk mau menerima dirinya sebagai mahkluk yang akan selalu membuat kesalahan namun pada saat yang bersamaan juga sebagai yang bisa belajar hidup damai dengan dirinya sendiri. Asumsi pokok terapi rasional emotif adalah sebagai berikut: (1) Orang mengkondisikan diri-sendiri sebagai merasakan adanya suatu gangguan dan bukan dikondisikan oleh sumber yang berasal dari luar dirinya. (2) Orang ada kecenderungan biologis dan budaya untuk berfikir berbelit-belit dan menimbulkan gangguan pada diri-sendiri sesuatu yang sebenarnya tidak perlu terjadi. (3) Manusia itu unik dalam arti bahwa mereka menemukan keyakinan yang mengganggu dan membiarkan dirinya terganggu oleh adanya gangguan itu. (4) Orang ada kapasitas untuk mengubah proses kognisi, emotif dan behavioral mereka; terutama mereka bisa memilih untuk memberikan reaksi mereka secra berbeda dengan pola yang biasanya mereka anut bisa menolak untuk memberikan dirinya menjadi marah, dan bisa melatih diri mereka sendiri sehingga pada akhirnya nanti mereka bisa bertahan mengalami gangguan yang minim selama sisa hidupnya. Pandangan tentang Kepribadian Terapi rasional emotif ini menegaskan bahwa menyalahkan merupakan inti dari sebagian besar gangguan emosional. Oleh karena itu kalau menyembuhkan nurosis atau gangguan kepribadian sebaiknya berhenti menyalahkan diri sendiri dan orang lain, melainkan adalah hal yang penting kalau mau menerima diri sendiri meskipun ada ketidak sempurnaan pada diri . Pendekatan terapi rasional emotif ini pada esensinya semua orang dilahirkan dengan dibekali oleh kemampuan untuk berfikir secara rasionil, namun juga memiliki kecenderungan kuat untuk meningkatkan hasrat dan preferensi menjadi tuntutan dan perintah ”apa yang seharusnya”, ”apa yang harus” ”apa yang seyogyanya”, yang sifatnya dogmatik dan mutlak. Apabila pada suatu preferensi dan keyakinan yang rasionil tidak akan menjadi tertekan secara proposional, memusuhi, dan mengasihani diri serta berdasarkan tuntutan-tuntutan maka mengganggu diri kita sendiri. Ide-ide yang tidak realistis dan tidak logis menciptakan perasaan yang terganggu. Menciptakan pikiran serta perasaan yang muncul dari dalam diri yang terganggu juga memiliki kekuatan untuk mengontrol masa depan emosional, dan apabila kita marah hal yang baik ada;ah apabila melihat ke ”tuntutan harus” yang dogmatik serta ”tuntutan seharusnya” yang mutlak, yang tersembunyi dalam diri. Kognisi yang sifatnya mutlak merupakan inti dari penderitaan manusia, oleh karena seringkali keyakinan ini menjadi ganjalan dan menghalangi orang dalam usahanya untuk sampai pada sasaran serta maksud yang dituju. Pada hakekatnya semua penderitaan manusia dan gejolak emosionalnya yang serius sama sekali tidak perlu ada, menciptakannya baik secara sadar atau tidak sadar, jalan pikiran kita dan cara kita dalam merasakan dalam berbagai situasi. Memiliki kapasitas untuk sadar akan dirisendiri maka bisa diamati dan mengevaluasi sasaran serta maksud tujuan dan bagaimana cara untuk mengubahnya. Biasanya perasaan dapat bisa dirubah apapun yang terjadi dengan cara secara kreatif menetapkan untuk merasakan sesuatu secara berbeda dan dengan tekad bulat menolak untuk menjadikan diri sangat resah dan tertekan karena adanya sesuatu. Orang tidak perlu harus diterima dan dicintai meskipun hal itu merupakan yang sangat diinginkan, terapis rational emotif mengajarkan pada konseli bagaimana rasanya tidak tertekan bahkan manakala mereka tidak diterima dan dicintai orang lain yang signifikan. Rasoinal emotif berusaha menolong orang mendapatkan cara untuk mengatasi depresi,keresahan, kepedihan, kehilangan rasa harga diri, dan kebencian. Berikut ini adalah beberapa ide tidak rasional yang di internalisasi dan yang pasti membawa ke penggagalan diri tersebut yakni : (1) ”Saya harus dicintai atau diterima oleh semua orang penting dalam hidup saya”. (2) ”Saya harus melakukan tugas penting secara kompeten dan sempurna”. (3) ”Oleh karena saya sangat senang menginginkan agar orang memperlakukan saya dengan penuh pengertian dan jujur maka mutlak harus berbuat seperti itu”.

365

(4) ”Apabila saya tidak mendapatkan apa yang saya inginkan maka itu merupakan hal yang sangat tidak menyenangkan dan tidak akan tahan”. (5) ”Lebih mudah menghindari kesulitan hidup dan pertanggungan jawab dari pada melakukan suatu bentuk disiplin diri yang menjadikan keuntungan”. Seperti yang telah kita lihat, dogma dasar dari terapi rational emotif adalah gangguan emosional (yang dibedakan dari perasaan duka, menyesal, dan frustasi merupakan hasil pemikiran irasional. Kualitas irasonalnya berasal dari tuntutan agar dunia ini seharusnya, seyogyanya, dan harus berbeda. Diagram berikut ini akan menjelaskan interaksi dari berbagai komponen yang sedang dibahas : A B C

D E F Keterangan : A= peristiwa yang sedang terjadi B= keyakinan C= konsekuensi emosi dan perilaku D= intervensi yang meragukan/membantah E= efek F= perasaan baru Teori A-B-C dari kepribadian menduduki posisi sentral dalam teori dan praktek rasional emotif. A adalah keberadaanya fakta, suatu peristiwa atau perilaku atau sikap seorang individu. C adalah konsekuensi emosi dan perilaku ataupun reaksi si individu; reaksi itu bisa cocok, bisa juga tidak A (peristiwa yang sedang berjalan), melainkan B, yaitu keyakinan si pribadi pada A banyak menjadi penyebab C, reaksi emosi. Misalnya apabila seseorang mengalami depresi setelah bercerai dengan suami/istrinya mungkin bukan perceraian itu sendiri yang menjadi penyebab reaksi dalam bentuk depresi itu, tetapi keyakinan si individu bahwa ia gagal, merasa ditolak, atau kehilangan pasangan. Keyakinan terhadap penolakan dan kegagalan (pada titik B) merupakan penyebab utama dari depresi (pada titik C), dan bukan peristiwa yang sesungguhnya terjadinya perceraian (pada titik A). Jadi manusia memikul sebagian besar dari tanggung jawab terciptanya reaksi serta gangguan emosi mereka sendiri. Dengan menunjukan kepada seseorang cara ia bisa merubah keyakinan irasional yang secara langsung menjadi penyebab terjadinya konsekuensi terganggunya emosi merupakan inti dari terapi rational emotif. Setelah A, B, C maka munculah D, yang meragukan/membantah pada esensinya D merupakan aplikasi dari metode ilmiah untuk menolong konseli menantang keyakinan irasional mereka. Ada tiga komponen dari proses meragukan/membantah ini : mendeteksi, memperdebatkan, dan mendekriminasi. Pertama konseli belajar caranya mendeteksi keyakinan irasional mereka, terutama kemutlakan ”seharusnya” dan ”harus”, ”sifat berlebihan”, dan ”pelecehannya pada diri-sendiri”, kemudian konseli memperdebatkan keyakinan yang disfungsional itu dengan belajar cara mempertanyakan semuanya itu secara logis dan emperis dan dengan sekuat tenaga mempertanyakannya pada diri sendiri serta berbuat untuk tidak mempercayainya. Akhirnya konseli belajar untuk mendiskriminasi keyakinan yang irasional dan rasionil. Meskipun terapi rational emotif menggunakan banyak kognitif, emotif, dan behavioral untuk menolong konseli mengalahkan keyakinan irasional mereka, ditekankannya proses meragukan ini baik pada waktu selama sesi terapi maupun di kehidupan diluar sesi terapi. Akhirnya sampailah mereka pada E, falsafah efektif yang memiliki segi praktis. Falsafah rasional yang baru dan efektif terdiri dari menggantikan pikiran yang tidak pada tempatnya dengan yang cocok. Apabila kita berhasil dalam melakukan ini kita juga menciptakan F atau perangkat perasaan yang baru. Kita tidak lagi merasakan kecemasan yang sungguh-sungguh atau merasa tertekan, melainkan merasakan segala sesuatu sesuai dengan situasi yang ada. Cara yang paling baik untuk memulai merasa lebih baik adalah mengembangkan falsafah yang efektif dan rasionil, jadi orang tidak menyalahkan diri-sendiri serta menghukum diri-sendiri berupa

366

depresi karena terjadi perceraian melainkan orang akan mencari konglusi yang rasionil dan berdasarkan empiris Untuk bisa mengubah kepribadian yang disfungsional mencakup langkahlangkah sebagai berikut : (1) mengakui sepenuhnya bahwa yang bertanggung jawab atas terciptanya masalah yang dialami (2) mau menerima pendapat bahwa kita memiliki kemampuan untuk secara signifikan mengubah gangguan-gangguan ini. (3) mengakui bahwa masalah emosional banyak berasal dari keyakinan irasional (4) melihat nilai dari sikap meragukan keyakinan yang bodoh dengan menggunakan metode yang tegas (5) menerima kenyataan bahwa apabila mengharapkan adanya perubahan sebaiknya bekerja keras dengan cara emotif behavioral untuk mengadakan kontra aksi terhadap keyakinan dan perasaan serta perbuatan yang disfungsional yang mengikutinya (6) mempraktekan metode rational emotif untuk mencabut atau merubah konsekuensi yang mengganggu disisa kehidupan kita Tujuan Konseling Tujuan utama konseling rasional-emotif ialah menunjukan dan menyadarkan konseli bahwa cara berfikir yang tidak logis itulah merupakan penyebab gangguan emosionilnya. Atau dengan kata lain konseling rational-emotif ini bertujuan membantu konseli membebaskan dirinya dari berfikir atau ide-idenya yang tidak logis dan menggantinya dengan cara-cara yang logis. Untuk bisa mencapai sasaran yang telah disebutkan diatas ada beberapa langkah diantaranya : (1) menunjukan kepada konseli bahwa mereka telah menggunakan banyak hal ”seharusnya”, ”seyogyanya”, dan ”harus” yang irasional. Konseli belajar untuk memisahkan keyakinan mereka yang irasional dari yang rasional (2) dalam proses terapeutik membawa konseli melampui tahap kesadaran, dengan kata lain konseli tetap saja mengindoktrinasi diri serta mereka banyak memikul tanggung jawab atas adanya masalah yang dialami. (3) Menolong mereka memodifikasikan pemikiran dan meninggalkan ide yang irasional. (4) Menantang konseli untuk mengembangkan falsafah hidup yang rasional sehingga dimasa depan bisa menghindarkan diri untuk tidak menjadi korban dari keyakinan irasional yang lain. Hubungan Pertolongan (Helping Relationship) RET mempunyai karakteristik dalam helping relationshipnya sebagai berikut: 1. Aktif Direktif: artinya dalam hubungan konseling atau terapeutik disini terapis atau konselor lebih aktif dalam membantu mengarahkan konseli dalam menghadapai dan memecahkan masalahnya. 2. Kognitif Rasional: artinya bahwa hubungan yang dibentuk berfokus pada aspek kognitif dari konseli dan berintikan pemecahan masalah yang rasional. 1. Emotif Eksperiensial: bahwa hubungan yang dibetuk juga harus melihat aspek emotif konseli dengan mempelajari sumber-sumber gangguan emosional sekaligus membongkar akar-akar keyakinan yang keliru mendasari gangguan tersebut. 2. Behavioristik: artinya bahwa hubungan yang dibentuk harus menyentuh dan mendorong terjadinya perubahan behavioral (tingkah laku dalam diri konseli). 3. Kondisional: artinya bahwa hubungan dalam RET dilakukan dengan membuat kondisi-kondisi tertentu terhadap konseli berbagai teknik kondisioning untuk mencapai tujuan konseling. Fungsi dan peranan konselor dalam RET adalah: 1. Konselor bertugas mendorong dan meyakinkan kepada konseli bahwa konseli harus memisahkan keyakinannya yang rasional dari keyakinannya yang irasional. 2. Konselor menunjukkan kepada konseli bahwa berpikir yang ilogis sebenarnya adalah sumber dari gangguan terhadap kepribadiannya. 3. Konselor mencoba mengarahkan kepada konseli untuk berpikir dan membebaskan dari ide-ide yang tidak rasional.

367

4. Mengajarkan konseli bagaimana mengaplikasikan pendekatan ilmiah, objektif
dan logis dalam berpikir dan selanjutnya melatih diri untuk menghayati sendiri bahwa ide-ide irasional hanya akan mengembangkan perilaku dan perasaanperasaan yang dapat menghancurkan atau merusak diri sendiri. Hubungan antara konselor dan konseli dalam RET adalah sebagai berikut: 1. Hubungan hendaknya dalam suasana informal. 2. Hubungan sebaiknya konselor aktif, direktif tetapi juga objektif sehingga dari pola hubungan yang demikian itu secara tidak langsung akan menjadi anutan konseli. 3. Konselor sebagai model untuk konseli. Dengan model ini, konseli dapat menginternalisasikan sistwm nilai tertentu yang dapat melawan sistem nilai dan keyakinannya yang salah. 4. Hubungan di sini perlu adanya full tolerance and unconditional positive regard yang harus diciptakan oleh konselor untuk menghilangkan perasaan-perasaan bersalah dari konseli. 5. Konselor hendaknya menerima diri konseli sebagai seorang manusia yang berharkat dan bernilai. C. Teknik Konseling Teknik konseling yang digunakan dalam RET adalah sebagai berikut: 1. Teknik Assertive Training: yaitu teknik yang digunakan untuk melatih, mendorong dan membiasakan konseli untuk secara terus-menerus menyesuaikan dirinya dengan pola tertentu yang diinginkan. Contoh: Seorang murid pemalu diberikan latihan pembiasaan diri agar perasaan malunya hilang melalui latihan berdiri di depan kelas, memimpin kelompok kecil, latihan berdiskusi dan sebagainya. Namun latihan ini secara bertahap, sehingga konseli secara tidak langsung perasaan malunya hilang. Jika dalam tahap tertentu konselor menilai bahwa perasaan malu konseli telah berkurang, maka selanjutnya diberikan informasi penyadaran bahwa sesungguhnya perasaannya itu hanya disebabkan oleh penilaian dan persepsinya terhadap diri sendiri yang keliru dan tidak rasional. 2. Teknik Sosiodrama: yaitu teknik yang digunakan untuk mengekspresikan berbagai jenis perasaan yang menekan konseli, melalui suatu suasana yang didramasasikan sehingga konseli dapat secara bebas mengungkapkan dirinya sendiri secara lisan, tulisan maupun melalui gerakan-gerakan dramatis. Teknik ini dilakukan untuk melatih perilaku verbal dan non verbal yang diharapkan konseli. 3. Teknik Self Modeling: yaitu teknik yang digunakan dengan meminta konseli untuk berjanji atau mengadakan komitmen dengan konselor untuk menghilangkan perasaan atau perilaku tertentu. Dalam self modeling ini, konseli diminta untuk tetap setia pada janjinya dan secara terus-menerus menghindarkan dirinya dari perilaku negatif. 4. Teknik Imitasi: yaitu teknik yang digunakan di mana konseli diminta untuk menirukan secara terus-menerus suatu model perilaku tertentu dengan maksud melawan perilakunya sendiri yang negatif. 5. Teknik-teknik Behavioristik a. Teknik Reinforcement yaitu teknik yang digunakan untuk mendorong konseli ke arah perilaku yang lebih rasional dan logis dengan jalan memberikan pujian verbal (reward) ataupun punishment. Bila perilaku konseli mengalami kemajuan dalam arti positif, maka ia dipuji ”baik” dan bila mundur berperilaku negatif maka dikatakan ”buruk”. Teknik ini dimaksudkan untuk membongkar sistem nilai dan keyakinan yang irasional pada konseli dan menggantinya dengan sistem nilai yang positif. Dengan memberikan reward atau punishment, maka konseli akan menginternalisasikan sistem nilai yang diharapkan kepadanya. b. Teknik Social Modeling yaitu teknik yang digunakan untuk membentuk perilaku-perilaku baru pada konseli. Teknik ini dilakukan agar konseli dapat hidup dalam suatu model sosial yang diharapkan dengan mengimitasi, mengobservasi dan menyesuaikan dirinya

368

dengan social model yang dibuat itu. Dalam teknik ini, konselor mencoba mengamati bagaimana proses konseli mempersepsi, menyesuaikan dirinya dan menginternalisasi norma-norma dalam sistem model sosial dengan masalah tertentu yang telah disiapkan oleh konselor. Model-model dalam social model antara lain: • Live models, digunakan untuk menggambarkan perilaku-perilaku tertentu, khususnya situasi-situasi interpersonal yang kompleks dalam bentuk percakapan sosial, interaksi dengan orang tua, orang dewasa, guru atau dengan teman-teman sekelompoknya. Dalam live models ini, konseli dilatih untuk mengidentifikasikan dirinya dengan orang-orang tertentu yang menjadi model untuk kehidupan dan perilakunya. • Filmed models, suatu model perilaku yang difilmkan, sehingga konseli dapat mengimitasikan dan mengidentifikasikan dirinya dengan model perilaku yang dimunculkan dalam film. 6. Teknik Counter Conditioning: yaitu teknik yang digunakan untuk menanggulangi perilaku-perilaku seperti anxiety, fears, phobia, defensive, dan perilaku maladaptive lainnya. Beberapa jenis teknik counter conditioning antara lain: a. Systematic Desensitization, dalam teknik ini konselor menciptakan suatu kondisi atau situasi tertentu yang secara potensial merupakan penyebab dari munculnya perasaan negatif konseli, namun situasi itu memberikan keadaan yang rileks kepada konseli itu sendiri. Misalnya seorang konseli menderita phobia terhadap orang mati. Dalam keadaan ini konselor dapat menciptakan suatu kondisi misalnya melewati kuburan dengan perangsang tertentu sehingga konseli hanya merasakan rileksnya kuburan itu. b. Teknik Relaxation, teknik ini digunakan bila kondisi konseli sedang berada dalam tahap petentangan antara keyakinannya yang irasional dan menimbulkan ketegangan. Pada saat yang demikian diperlukan teknik relaxation untuk menghilangkan ketegangan dalam diri konseli. c. Teknik Self Control, teknik ini untuk memodifikasi perilaku konseli dengan jalan membangkitkan dan mengembangkan self controlnya. Inti utama dari teknik ini adalah bagaimana konseli dapat mengendalikan diri berdasarkan pemikiran-pemikiran yang rasional untuk menghilangkan keinginan-keinginan, nafsu-nafsu ataupun dorongan yang negatif. 7. Teknik-teknik Kognitif Teknik ini digunakan dengan maksud melawan sistem keyakinan yang irasional dari konseli serta perilakunya yang negatif. Dengan sistem ini konseli didorong dan dimodifikasi aspek kognitifnya agar dapat berpikir dengan cara yang rasional dan logis. Beberapa teknik kognitif yang cukup dikenal ialah: a. Home Work Assigment, dalam teknik ini konseli diberikan tugas-tugas rumah untuk melatih, emmbiasakan diri serta menginternalisasikan sistem nilai tertentu yang menuntun pola perilaku yang diharapkan untuk mengurangi atau menghilangkan ide-ide atau perasaanperasaan yang irasional atau ilogis dalam situasi-situasi tertentu, mempraktekkan respon-respon tertentu, berkonfrontasi dengan self verbalizationnya yang mendahului, mempelajari bahan-bahan tertentu yang ditugaskan untuk mengubah aspek kognisinya yang keliru, mengadakan latihan-latihan tertentu berdasarkan tugas yang diberikan. Selanjutnya pelaksanaan tugas yang diberikan konselor dilaporkan oleh konseli dalam suatu pertemuan tatap muka dengan konselor. Teknik ini sebenarnya dimaksudkan untuk membina dan mengembangkan sikap-sikap yang bertanggung jawab, kepercayaan pada diri sendiri serta kemampuan untuk self direction, self management diri sendiri serta mengurangi ketergantungannya kepada konselor. b. Teknik Bibliotherapy, teknik ini untuk membongkar akar-akar keyakinan yang irasional dan ilogis dalam diri konseli serta melatih konseli dengan cara-cara berpikir rasional dan logis dengan

369

d. e.

f.

g.

mempelajari bahan-bahan bacaan yang telah dipilih dan ditentukan oleh konselor. c. Teknik Diskusi, teknik ini konseli dapat mempelajari pengalaman-pengalaman orang lain serta dapat menimba berbagai informasi yang dapat mempengaruhi dan mengubah keyakinannya serta cara berpikir yang irasional dan tidak objektif. Teknik simulasi, teknik ini digunakan untuk memberi kemungkinan kepada konseli mempraktekkan perilaku-perilaku tertentu emlalui suatu kondisi simulatif yang mendekati kenyataan. Teknik Gaming, teknik ini terutama digunakan untuk melatih dan menempatkan konseli dalam peran tertentu. Misalnya peran sebagai seorang ayah, seorang guru, dan seorang pemimpin kelas. Dalam kondisi ini konseli dilatih dan belajar mengidentifikasikan dirinya dengan peranan dari figur tertentu yang ada dalam lingkungan sosialnya. Teknik Paradoxical Intention (keinginan yang berlawanan), teknik ini didasarkan pada asumsi bahwa seseorang yang mulai memperlihatkan keinginan atau hasrat yang tidak baik (negatif) dengan sendirinya akan menjadi jera dengan jalan menciptakan kondisi yang hiperintention, yakni mempertinggi hasrat atau keinginan, sehingga pada titik kulminasi tertentu orang itu akan menghilangkan sama sekali keinginannya itu. Misalnya seorang murid yang biasa ribut dalam kelas, kepadanya diberikan kesempatan untuk ribut seenaknya. Pada saat tertentu, pasti anak atu akan bosan dan berhenti dengan sendirinya. Seorang anak yang takut pada dentuman keras, maka kepadanya diperdengarkan bunyi dentuman keras secara terus-menerus dengan kadar yang lebih tinggi. Pada saat tertentu pasti ketakutan anak ini menjadi hilang dengan sendirinya. Teknik Asertive, teknik digunakan untuk melatih keberanian diri konseli dalam mengekspresikan perilaku-perilaku tertentu yang diharapkan melalui: role playing dan social modeling. Teknik asertive ini digunakan untuk: 1. Mendorong kemampuan konseli mengekspresikan seluruh hal yang berhubungan dengan emosinya. 2. Membangkitkan kemampuan konseli dalam mengungkapkan hak asasinya sendiri tanpa menolak atau memusuhi hak asasi ornag lain. 3. Mendorong kepercayaan pada kemampuan diri sendiri. 4. Meningkatkan kemampuan untuk memilih perilaku-perilaku asertive yang cocok untuk dirinya sendiri.

D.

Panduan Praktik

Format 1

PEDOMAN OBSERVASI PRAKTIK PENDEKATAN KONSELING RASIONAL-EMOTIF : ………………………….. : ………………………….. : …………………………..

Konselor Konseli Pengamat

Petunjuk : Berilah tanda silang pada jenjang skala yang disediakan sesuai dengan keadaan yang saudara amati, dengan rambu-rambu: Skala 0, bila keterampilan tersebut tidak dilakukan Skala 1, bila keterampilan tersebut dilakukantetapi tidak tepat Skala 2, bila keterampilan tersebut dilakukan dengan tepat NO 1 TAHAPAN/KETERAMPILAN KONSELOR Langkah 1 0 SKALA 1 2

370

2

3

4

Menunjukkan kepada konseli bahwa mereka telah menggunakan banyak hal-hal ”seharusnya”, ”seyogyanya” dan harus yang irasional. Konseli belajar untuk memisahkan keyakinan mereka yang irasional dari yang rasional. Konselor mendorong, menghimbau, dan kadang-kadang sampai-sampai mengarahkan konseli untuk melibatkan diri dalam kegiatan yang akan menangkis propaganda itu. Langkah 2 Membawa konseli melampaui tahap kesadaran. Hal ini ditunjukkan konseli dengan membiarkan gangguan emosional mereka tetap aktif dengan terus berpikir tidak logis dan mengulang-ulang makna secara falsafah menggagalkan diri sendiri (konseli mengindoktrinasi diri dengan banyak memikul tanggung jawab atas adanya masalah yang dialami). Langkah 3 Menolong konseli memodifiasikan pemikiran dan meninggalkan ide yang irasional dengan cara membantu konseli untuk bisa memahami lingaran setan dari proses menyalahkan diri yang ada dalam diri konseli. Langkah 4 Menantang konseli untuk mengembangkan falsafah hidup yang rasional sehingga di masa depan mereka bisa memberi jaminan bahwa rasa takut yang tidak logis tidak akan muncul. Oleh karena itu, apa yang didambakan adalah adalah menyerang inti dari pemikiran irasional dan mengajar konseli cara menggantikan keyakinan dan sikap yang tidak rasional itu dengan yang rasional. Semarang, Mei 2012 Pengamat

Format 2
PEDOMAN OBSERVASI PRAKTIK PENDEKATAN KONSELING RASIONAL-EMOTIF Konselor : ………………………….. Konseli : ………………………….. Pengamat : ………………………….. Petunjuk : Berilah tanda silang pada jenjang skala yang disediakan sesuai dengan keadaan yang saudara amati, dengan rambu-rambu: Skala 0, bila keterampilan tersebut tidak dilakukan Skala 1, bila keterampilan tersebut dilakukantetapi tidak tepat Skala 2, bila keterampilan tersebut dilakukan dengan tepat NO 1 TAHAPAN/KETERAMPILAN KONSELOR Langkah 1 Menunjukkan kepada konseli bahwa mereka telah menggunakan banyak hal-hal ”seharusnya”, ”seyogyanya” dan harus yang irasional. Konseli belajar untuk memisahkan keyakinan mereka yang irasional dari yang rasional. Konselor mendorong, menghimbau, dan kadang-kadang sampai-sampai mengarahkan konseli untuk melibatkan diri dalam kegiatan yang akan menangkis propaganda itu. 0 SKALA 1 2

371

2

3

4

Langkah 2 Membawa konseli melampaui tahap kesadaran. Hal ini ditunjukkan konseli dengan membiarkan gangguan emosional mereka tetap aktif dengan terus berpikir tidak logis dan mengulang-ulang makna secara falsafah menggagalkan diri sendiri (konseli mengindoktrinasi diri dengan banyak memikul tanggung jawab atas adanya masalah yang dialami). Langkah 3 Menolong konseli memodifiasikan pemikiran dan meninggalkan ide yang irasional dengan cara membantu konseli untuk bisa memahami lingaran setan dari proses menyalahkan diri yang ada dalam diri konseli. Langkah 4 Menantang konseli untuk mengembangkan falsafah hidup yang rasional sehingga di masa depan mereka bisa memberi jaminan bahwa rasa takut yang tidak logis tidak akan muncul. Oleh karena itu, apa yang didambakan adalah adalah menyerang inti dari pemikiran irasional dan mengajar konseli cara menggantikan keyakinan dan sikap yang tidak rasional itu dengan yang rasional. Semarang, Mei 2012 Konseli

372

ALAT PENILAIAN KEMAMPUAN KONSELOR DALAM MELAKSANAKAN KONSELING INDIVIDUAL
Petunjuk Pengisian :

Nama Peserta ………………………. Nomor ……………………….

:

1.

Isilah format sesuai dengan pengamatan Bapak/Ibu selama peserta praktik Nama Mahasiswa : 2. Untuk setiap deskriptor berilah skor : (5) sangat baik, (4) baik,

:

Aspek yang Dinilai

Deskriptor 1

Skor Praktik ke 2

3

A. Tingkah laku nonverbal yang sesuai

1. Ekspresi wajah yang 2. Posisi tubuh terbuka
membe-rikan perhatian (tidak melipat kaki atau tangan) 3. Posisi tubuh atentif (condong ke depan) 4. Memberikan respon non-verbal (anggukan kepala) 5. Kontak mata

MeMemperlihatkan B. karakteristik personal konselor

6. Empati (verbal atau
non ver-bal) 7. Penerimaan tanpa syarat 8. Ketulusan 9. Keterbukaan 10. Tidak menilai/menyalahkan/mengkritik 11. Tidak memberikan solusi 12. Kehangatan

C. Menampilkan
keterampilanketerampilan sebagai konselor

13.

Mengawali/membu ka kon-seling (opening) 14. Mendengar aktif (active listening) 15. Memperjelas (clarifying) 16. Merefleksikan perasaan (reflecting feelings) 17. Mengulang kembali (restating/paraphrasing) 18. Bertanya (questioning) 19. Membatasi (structuring) 20. Menyimpulkan (summariz-ing)

373

21. Mengkonfrontasi
(confront-ing) 22. Menentukan tujuan (setting goals) 23. Memberikan umpan balik (giving feedback) 24. Menghubungkan (linking) 25. Merintangi (blocking) 26. Mengakhiri (terminating) D. Menampilkan keterampilan konseling

27. Merencanakan
dan menen-tukan tujuan 28. Mengidentifikasi masalah 29. Mengidentifikasi berbagai alternatif 30. Menetapkan alternatif yang terbaik Jumlah total

Keterangan: Deskriptor-deskriptor dari aspek yang dinilai belum tentu ditampilkan semua oleh konselor, misalnya deskriptor dari keterampilan sebagai konselor belum tentu semua perlu dipergunakan dalam suatu sesi konseling. Oleh karena itu, penilaian juga memperhatikan hal tersebut. Penilaian Ada dua tahap penghitungan nilai, yaitu: 1. Nilai setiap sesi praktik konseling Jumlahkan skor kemudian dibagi dengan jumlah aspek yang dapat terlihat dalam praktik konseling. Bila terdapat aspek yang tidak dapat diobservasi, aspek tersebut tidak diikutkan dalam pembagian. NILAI = ∑ skor -------------------------------∑ aspek yang diobservasi

2. Nilai akhir adalah nilai rata-rata dari praktik konseling ke-1 hingga ke-3. N1 + N2 + N3 NILAI AKHIR= ------------------- X 100 3 3. Untuk mendapatkan nilai (kualitas) praktik konseling individual, nilai akhir pada no. 2 dibandingkan dengan kriteria sebagai berikut: Prosentase 85 % - 100 % 70 % - 84 % 60 % - 69 % 50 % - 59 % < 50 % Kualitas Sangat Baik Baik Cukup Kurang Baik Sangat Kurang Huruf Mutu A B C D E

Semarang, …………………… 374 Instruktur PLPG

E.

Latihan Untuk memperdalam pemahaman dari materi kegiatan ini, peserta diminta untuk melakukan beberapa latihan di bawah ini. 1. Diskusikan apa makna dari Pendekatan yang baik dalam proses konseling. 2. Buatlah latihan cara meringkas dan menggeneralisasikan data pada proses konseling rasional emotif. 3. Diskusikan dan instropeksi atas kondisi diri sendiri, apakah selama ini proses konseling yang dilakukan sudah memenuhi tingkatan keprofesionalan seperti yang dinyatakan oleh Prayitno (2005:1). 4. Peserta diminta untuk memisahkan keyakinan yang irasional dan rasional dalam kajian konseling rasional-emotif. 5. Peserta diminta menstimulasikan proses konseling rasional-emotif dalam kelompok kecil dan dievaluasi melalui format observasi yang tertera pada format 1. F. Lembar Kegiatan Kegiatan ini akan dapat mengarah pada kompetensi yang diharapkan, maka pencapaiannya diperlukan langkah-langkah, sebagai berikut: 1. Peserta diminta untuk memahami materi secara individual, kemudian mendiskusikan dalam kelompok kecil. 2. Peserta diminta untuk membuat rencana simulasi tentang proses konseling rasional-emotif. 3. Peserta menstimulasikan dan disertai dengan pemberian feedback dari anggota kelompok. G. Rangkuman Konselor dalam melaksanakan konseling hendaknya memahami pendekatan yang akan digunakan. Pendekatan dapat dijadikan acuan dalam menyelenggarakan konseling. Terdapat lima kriteria pendekatan yang baik yaitu: 1) Jelas, 2) Komprehensif, 3) Ekplisit, 4) Parsimonius, dan 5) menghasilkan penelitian yang bermanfaat. Pemahaman konselor terhadap pendekatan secara baik sangat dibutuhkan dalam proses konseling, karena pendekatan itu mempunyai fungsi umum: 1. Meringkaskan dengan menggeneralisasikan satu kesatuan informasi. 2. Membantu dalam pemahaman dan penjelasan suatu fenomena yang kompleks. 3. Sebagai prediktor bagi suatu kondisi tertentu. 4. Mendorong penelitian dan pengumpulan data lebih lanjut. Dalam proses konseling terdapat lima tingkatan keprofesionalan yaitu: konseling diselenggarakan secara pragmatis, dogmatis, sinkretik, elektik, dan mempribadi. Pendekatan konseling Rational-emotif pada intinya ialah untuk mengatasi pikiran yang tidak logis tentang diri sendiri dan lingkungannya. Konselor berusaha agar konseli makin menyadari pikiran dan katakatanya sendiri, serta mengadakan pendekatan yang tegas, melatih konseli untuk bisa berfikir dan berbuat yang lebih realistis dan rasional. Konseling Rational-emotif banyak kesamaannya dengan terapi yang berorientasi pada kognisi, perilaku, dan perbuatan, dalam arti bahwa rational-emotif menekankan pada berfikir, memperkirakan, mengambil keputusan, menganalisis dan berbuat. Rational-emotif sangatlah didaktis, sangat direktif dan memiliki kepedulian yang seimbang antara pikiran dan perasaan dan didasarkan pada asumsi bahwa kognisi, emosi, dan perilaku berinteraksi secara signifikan dan memiliki hubungan sebab akibat yang timbal balik. Melalui perkembangannya rational-emotif terus menerus menekankan pada ketiga modalitas itu serta interaksinya, dan oleh karenanya memberinya ciri sebagai yang menggunakan pendekatan elektik yang multimodal.

375

DAFTAR PUSTAKA Burk, H.M & Stefflre, B. 1979. Theories of Counseling. New York: McGraw-Hill Book Company. Corey, Gerald. 1999. Teori dan Praktik Konseling dan Psikoterapi. Bandung: PT. Eresco. Geldard Kathryn. 2011. Keterampilan Praktik Konseling .Yogyakarta: Pustaka Belajar Hansen, A.J. 1951. Counseling, Teori and Process. Boston: Allyn and Bacon. Hariastuti, Retno Tri. 2007. Ketrerampilan-Keterampilan Dasar Konseling. Surabaya: UNESA Press. Myrick, D. Robert. 1979. Developmental Guidance and Counseling : A Practical Approach . Boston: Hougton Mifflin Company. Nurihsan, Juntika. 2005. Strategi Layanan Bimbingan dan Konseling. Bandung: Refika Aditama. -------------------. 2005. Ketrerampilan Konseling. Surabaya: Offset Mapan. Nursalim, Mochamad. 2002. Layanan Bimbingan dan Konseling. Surabaya: UNESA Press. Prayitno. 2004. Layanan Konseling Individual (L.5). Padang: Jurusan Bimbingan dan Konseling FIP UNP. Walgito, Bimo. 2004. Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Yogyakarta: Andi Winkel W.S dan Sri Hastuti. 2004. Bimbingan dan Konseling di Institusi pendidikan. Yogyakarta: Media Abadi.

376

Sebaliknya. manusia selalu berusaha hidup dalam kumpulannya dan dalam kebersamaannya. tujuan. sehingga dengan demikian kumpulan tersebut menjadi sebuah kelompok. khususnya dari dimensi kesosialannya. yaitu kalau unsur-unsur hubungan antara orang-orang yang nada di dalamnya ditingkatkan. 2. B. suatu kelompok dapat berubah menjadi kerumunan. Menjelaskan konsep dasar dan proses terbentuknya kelompok dan pengembangannya dalam konseling kelompok. Tujuan 1. yaitu kalau terhadap orangorang yang berkumpul itu berlaku hubungan atau kaitan tertentu antar otang tersebut. selanjutnya kerumunan ini dapat berkembang menjadi kelompok. Berkumpulnya sejumlah orang dapat membentuk suatu kerumunan. Kerumunan dapat berubah menjadi kelompok. Menjelaskan tahap-tahap perkembangan kelompok dalam penyelenggaraan layanan bimbingan dan konseling kelompok. 2. Kumpulan orang-orang itu kemudian menjunjung suatu atau beberapa kualitas tertentu. yaitu apabila ke dalam kerumunan itu dimasukkan ikatan-ikatan atau “kualitas” tertentu yang mengenai orang-orang yang berkumpul itu. yaitu apabila unsur-unsur pengikat antar anggota kelompok makin mengendor. Praktik layanan bimbingan dan konseling kelompok. yaitu kalau berkumpulnya orang-orang itu disebabkan karena adanya suatu kejadian atau objek yang menarik perhatian mereka sedangkan diantara orang-orang itu tidak asa saling kaitan sama sekali. Paparan kegiatan dan tahapan bimbingan dan konseling kelompok. yaitu kalau unsur penarik perhatian (objek yang menimbulkan kerumunan) dan unsur-unsur pengikat antara orang-orang yang berkumpul (yang menimbulkan kelompok) menjadi hilang. Berkumpulnya sejumlah orang yang masing-masing tidak mempunyai hubungan itu membentuk apa yang disebut kerumunan. 377 . C. Kelompok pada dasarnya didukung dan terbentuk melalui perkumpulannya sejumlah orang. 3. Kerumunan dan kelompok dapat berubah menjadi sekedar kumpulan orang-orang belaka. sedang berkumpulnya sejumlah orang yang saling berkaitan satu sama lain membentuk apa yang disebut kelompok. 3.I. Manusia adalah makhluk social yang tak mungkin dapat hidup berkembang secara layak apabila ia hidup sendiri dan menyendiri. serta membentuk kelompok-kelompok. jenis-jenis kelompok dan keanggotaannya. Paparan pengertian. Oleh karena itu. sejumlah orang berkumpul membentuk kerumunan. Metode 1. Latar Belakang Terbentuknya berbagai kelompok dalam kehidupan manusia merupakan wujud dari hakikat kemanusiaan. Pada tingkat yang paling awal. Lebih jauh kerumunan dapat membentuk kelompok. Terampil menyusun perencanaan dan mempraktikkan layanan bimbingan dan konseling kelompok. PENDAHULUAN A.

(e) ada hubungan pribadi yang mendalam diantara anggota-anggotanya. Dalam pengklasifikasian seperti itu dikenali adanya kelompok primer dan kelompok sekunder. saling membantu dan bersama-sama memecahkan masalah yang dihadapi. Mendeskripsikan proses terbentuknya kelompok Menyebutkan macam-macam kelompok Mendeskripsikan unsur-unsur utama suasana kelompok Mendeskripsikan bentuk dan peran anggota kelompok B. khususnya dalam situasi-situasi sosial tertentu. 378 . kelompok formal dan kelompok informal.II. dan sebagainya. JENIS KELOMPOK DAN KEANGGOTAAN KELOMPOK A. Kelompok sosial mempunyai ciri-ciri: (a) keanggotaannya bersifat sukarela maupun tidak sukarela dalam arti seseorang dapat menjadi anggota kelompok bukan karena keinginannya sendiri tetapi karena ditunjuk untuk mewakili organisasi tertentu. Tujuan 1. Jenis Kelompok Jenis-jenis kelompok dibedakan atas beberapa klasifikasi. d. dan diikutsertakan dalam kegiatan-kegiatan kelompoknya. Individu lain tidak boleh masuk ikut kegiatan kelompok selama proses kelompok berlangsung. (d) tujuannya untuk memuaskan kebutuhan-kebutuhan emosional anggotanya. Uraian Materi 1. kelompok terorganisasikan dan kelompok tidak terorganisasikan. melibatkan dirinya. maupun pekerjaan. c. 4. Kelompok psikologis dan kelompok sosial Kelompok psikologis atau psyche group adalah kelompok yang mempunyai ciri: (a) bersifat informal dalam arti hampir tidak mempunyai peraturan-peraturan. 3. (d) kegiatannya berorientasi pada tugas atau pada pemecahan masalah. Cara pengklasifikasian yang umum dipakai adalah pengklasifikasian “dia tipe” atau “dua arah”. yang satu metrupakan kebalikan dari yang lain. (b) anggotanya heterogen baik dalam hal umur. hubungannya akrab. kelompok social dan kelompok psikologikal. Di dalam kelompok sekunder terdapat pimpinan dan anggota yang formal. Kelompok berkesinambungan juga sering disebut dengan nama kelompok terbuka. Lebih bersifat formal dai pertemuan antara anggota-anggotanya berlangsung pada saat-saat tertentu saja. Out-group yaitu individu dianggap sebagai out-group karena tidak melibatkan diri dengan kegiatan-kegiatan kelompok dan tidak diikutsertakan oleh kelompoknya. Keberadaan dan keterlibatan individu dalam kegiatan ditentukan oleh sikap-sikapnya seperti sikap membantu. In-group dan out-group In-group adalah kelompok dimana individu-individu anggotanya dengan sadar mengidentifikasi dirinya. (c) mempunyai tujuan tertentu yang ditetapkan oleh anggotaanggotanya dan biasanya bersifat sosial. Kelompok primer dan kelompok sekunder Kelompok primer adalah kelompok yang anggota-anggotanya bertemu secara langsung. Kelompok sekunder adalah kelompok yang hubungan anggotanya tidak Langsung. Kelompok tertutup dan kelompok terbuka/berkesinambungan Kelompok tertutup adalah kelompok yang jumlah anggotanya tetap yaitu individu-individu yang dan awal sampai akhir menjadi anggota kelompok tersebut. adalah kelompok yang anggotanya dapat bertambah selama proses kelompok berlangsung. memikirkan dan sikap kerjasama. kedudukan. ada peraturan yang mengatur kegiatan pemimpin hubungan antara anggota anggotanya dan hubungan luar kelompok. tetapi tujuan ini biasanya tidak dirumuskan secara tegas karena adanya perasaan senasib. (c) jumlah anggotanya kecil pada umumnya dua tiga atau empat orang. 2. b. dan andaikata ada peraturan maka aturan itu sifatnya sementara (b) keanggotaannya bersifat sukarela dan biasanya sangat homogen. a.

bimbingan kelompok. kelompok konseling atau counseling group. tanggapan dan berbagai reaksi pun dapat merupakan peluang yang amat berharga bagi perorangan yang bersangkutan Kesempatan timbal balik inilah yang merupakan dinamika dan kehidupan kelompok itu yang akan membawakan kemanfaatan bagi para anggotanya. 2. sehingga masing-masing individu berupaya mewujudkan kediriannya secara penuh dengan selalu mengingat kepentingan orang lain. bertenggang rasa atau tepo sliro. Tanpa anggota tidaklah mungkin jadi kelompok.Selain pembagian kelompok tersebut ada pembagian lain yang dikemukakan oleh beberapa ahli misalnya Gazda (1089). dan psikoterapi kelompok. baik ataupun kurang baik dengan memperhatikan pada (1) saling hubungan yang dinamis antar anggota. kelompok latihan (T-Groups). kelompok psikoterapi atau psychotherapy group. Kegiatan ataupun kehidupan kelompok itu sebagian besar didasarkan atas peranan para anggotanya. Apabila disebut: kemanfaatan disini tidaklah berarti bahwa suasana kelompok selalu serta menyenangkan. dan sifat kegiatan kelompok. (5) kemampuan mandiri. Unsur-unsur utama suasana kelompok Suasana kelompok yaitu antar hubungan dari semua orang yang terlibat dalam kelompok. Keanggotaan merupakan salah satu unsur pokok dalam proses kehidupan kelompok. Untuk terselenggaranya konseling kelompok seorang konselor perlu membentuk kumpulan individu menjadi sebuah kelompok yang memiliki persyaratan. merisaukan ataupun merugikan perorangan tertentu anggota kelompok itu. Anggota kelompok Tidak semua kumpulan orang atau individu dapat dijadikan anggota bimbingan dan konseling bimbingan. Namun demikian betapapun suasana kelompok itu dirasakan sebagai suasana yang positif ataupun negatif. Dan segi kesempatan mengemukakan pendapat. (3) hubungan antara besarnya kelompok (banyak anggota). kelompok • pengembangan organisasi (organizational development groups). dalam batas-batas tertentu suatu kelompok dapat melakukan kegiatan tanpa kehadiran peranan pemimpin kelompok sama sekali. (4) itikad dan sikap terhadap orang lain. Corey & Corey (1987) yaitu: kelompok bimbingan (guidance group). Peranan kelompok tidak akan terwujud tanpa keikutsertaan secara aktif para anggota kelompok. kelompok pertemanan (encounter groups). dapat merupakan wahana dimana masing-masing anggota kelompok itu (secara perorangan) dapat memanfaatkan semua informasi. Suasana kelompok justru kadang-kadang terasa mencekam. 379 . Unsur utama suasana kelompok menurut para ahli hendaknya diperhatikan dalam menilai kehidupan sebuah kelompok. ini tidak berarti bahwa kedirian seseorang Lebih ditonjolkan daripada kehidupan kelompok secara umum. dan sebaiknya keperluan kehidupan orang lain dan kehidupan kelompok pada umumnya jangan sampai pula mematikan perkembangan pribadi kedirian perorangan. Lebih tegas dapat dikatakan bahwa anggota kelompok justru merupakan badan dan jiwa kelompok itu. maka pengembangan pribadi kedirian tidak boleh merusak kehidupan pribadi-pribadi orang lain. konseling kelompok. dan bahkan Lebih dan itu. mampu tegak sebagai perorangan yang sedang mengembangkan kediriannya dalam hubungannya dengan orang lain. Menurut alur dan patut yang berlaku dimasyarakat. Secara ringkas peranan para anggota kelompok sangatlah menentukan. kelompok latihan kepekaan (sensitivity groups). kelompok latihan hubungan antar manusia yang sistematis (Systematic human relation training groups). kelompok latihan keterampilan hidup (life skills training groups). tanggapan dan berbagai reaksi dan anggota kelompok lainnya untuk kepentingan dirinya yang bersangkut-paut dengan masalahnya itu. 3. Oleh karena itu maka tiap individu mampu untuk mengendalikan diri. Melalui dinamika kehidupan kelompok itu hendaknya setiap anggota kelompok. diharapkan dapat merupakan umpan bagi pengembangan pribadi masing-masing anggota kelompok. (2) tujuan bersama. melegakan ataupun bersifat menguntungkan bagi setiap peserta kelompok. Pengembangan pribadi kedirian dan kepentingan orang lain atau kelompok harus dapat saling menghidupi.

kelompok dengan campuran akan memberikan keuntungankeuntungan yang amat berarti. Sampai dengan anak umur SLTP pada umumnya akan menguntungkan bila dibentuk kelompok-kelompok dengan anggota yang kelaminnya sama dibandingkan dengan kelompok yang anggotanya campuran. Jika perbedaan di antara para anggota itu amat besar. Namun demikian. seperti rasa malu. 2) Umur Tentang umur. kurang pandai berkawan. 3) Kepribadian Keragaman atau keseragaman dalam kepribadian anggota kelompok dapat membawa keuntungan ataupun kerugian tertentu. yaitu dinamika kelompok akan “kurang hangat”. maka komunikasi antar anggota itu akan banyak mengalami masalah. 4) Membantu tersusunnya aturan kelompok dan berusaha mematuhinva dengan baik. Keragaman dan Keseragaman 1) Jenis kelompok Untuk tujuan-tujuan tertentu mungkin diperlukan pembentukan kelompok dengan jumlah anggotanya seimbang antara laki-laki dan perempuan. akan secara nyata mampu meningkatkan kemampuan anggota-anggota yang kurang/tidak pandai. yaitu ada yang pandai dan tidak pandai bergaul. Misalnya. Untuk pemuda-pemuda di SLTA dan Perguruan Tinggi. pada umumnya dinamika kelompok lebih baik dikembangkan dalam kelompok-kelompok dengan anggota seumur. 3) Berusaha agar yang dilakukannya itu membantu tercapainya tujuan bersama. Keakraban dapat mewarnai hubungan antaranggota kelompok yang sudah saling bergaul sebelumnya. Tampaknya anggota-anggota yang pandai bergaul itu menjadi contoh kawan-kawannya yang kurang pandai. 2) Mencurahkan segenap perasaan dalam melibatkan diri dalam kegiatan kelompok. Sedangkan kelompok dengan anggota campuran. dan sebaliknya. jika kesamaan diantara anggota itu sangat besar.a. b. Peranan Anggota Kelompok Peranan yang hendaknya dimainkan oleh anggota kelompok agar dinamika kelompok itu benar-benar seperti yang diharapkan ialah: 1) membantu terbinanya suasana keakraban dalam hubungan antar anggota kelompok. Anak-anak yang masih muda itu akan lebih bebas berbicara dan mendiskusikan masalah-masalah mereka sendiri dengan teman-teman sejenis. hasilnyapun dapat merugikan. pertimbangan tentang keragaman ataupun keseragaman jenis kelamin anggota kelompok ni pada umumnya didasarkan pada tujuan-tujuan tertentu yang akan dicapai dengan kegiatan kelompok itu. Misalnya. dan sebaliknya suasana keasingan akan dirasakan oleh para anggota yang belum saling mengenal. masalah-masalah yang menyangkut disiplin biasanya lebih baik diolah dalam kelompok yang anggota-anggotanya sejenis. kelompok yang seluruh anggotanya termasuk anakanak yang kurang pandai bergaul akan tidak mampu meningkatkan keterampilan anggota-anggotanya itu dalam pergaulan. dan juga untuk orangorang dewasa. 380 . sedangkan masalah-masalah keterampilan bergaul. dan sebagainya akan Lebih baik digarap dalam kegiatan kelompok dengan anggota campuran. 4) Hubungan awal Keragaman dan keseragaman anggota kelompok juga menyangkut hubungan awal para anggota kelompok itu sebelum kegiatan kelompok dimulai.

yang meliputi kesiapan masing-masing anggota untuk 1. Peran Pimpinan Kelompok Pemimpin kelompok memiliki peranan penting untuk mempersiapkan anggota kelompok agar dapat melaksanakan semua peran dalam mewujudkan dinamika kelompok. Setelah penjelasan ini pada umumnya kehidupan kelompok yang sebenarnya dimulai. 6) Penghargaan pemimpin kelompok tentang kesukarelaan dan keberanian para anggota mengikuti kegiatan kelompok itu. 381 . suasana khusus yang dapat terjadi dalam kelompok itu. Dapat menerima tanggapan yang mendalam dan Lebih “menyentuh” tentang tingkah lakunya. mengemukakan pendapat dan isi hatinya. 6) Mampu berkomunikasi secara terbuka.5) Benar-benar berusaha untuk secara aktif ikut serta dalam keseluruhan kegiatan kelompok. 2. 8) Memberi kesempatan kepada anggota lain untuk menjalankan peranannya. dan peranan serta cara-cara yang akan dilakukan oleh pemimpin kelompok. Tugas pemimpin kelompok adalah memperhatikan tingkat kesiapan anggota-anggota kelompok dalam menjalani kegiatan kelompok itu. 5) Bahwa segala yang terjadi dan menjadi isi dan kegiatan kelompok itu sifatnya rahasia. 7) Berusaha membantu anggota lain. Mendiskusikan tingkah aku yang secara sosial tidak bisa dibenarkan. Kesiapan para anggota untuk membebaskan diri dan rasa enggan dan sikap mempertahankan diri. 9) Menyadari pentingnya kegiatan kelompok itu. Di awal kegiatan kelompok. 2) Bahwa keikutsertaan dalam kelompok itu adalah sukarela. pemimpin kelompok perlu menjelaskan semua hal tersebut di atas. 3) Bahwa anggota kelompok bebas menanggapi hal-hal yang disampaikan ataupun menolak saran-saran yang diberikan anggota lain. Dalam hal ni semua anggota kelompok (dan juga pemimpin kelompok) perlu memegang teguh kerahasiaan itu. 4) Bahwa hasil kegiatan kelompok itu tidak mengikat para anggota kelompok itu dalam kehidupan mereka diluar kelompok. 3. dan 4. c. Dalam hal ini pemimpin kelompok perlu memberitahukan: 1) Tentang apa-apa yang diharapkan dari para anggota.

Perbandingan Antara Bimbingan Kelompok dan Konseling Kelompok Bimbingan dan Konseling Kelompok dapat diibaratkan sebagai “anak kembar” yang lebih banyak persamaannya daripada perbedaannya. Uraian Materi 1. ada pengertian. 382 . Dengan demikian.III. Pengertian Bimbingan konseling kelompok. persoalan. meskipun biasanya berkisar antara 4 orang sampai 8 orang. konseling kelompok adalah suatu upaya bantuan kepada individu dalam suasana kelompok yang bersifat pencegahan dan penyembuhan. dan selain bersifat pencegahan. ada rasa saling percaya mempercayai. saling mempercayai. tujuan dan kelebihan dan kelemahan bimbingan dan konseling kelompok. untuk mempelajari atau menghilangkan sikap-sikap dan perilaku tertentu. melibatkan fungsi terapeutis. Berbeda dari bimbingan kelompok. konseling kelompok dapat pula bersifat penyembuhan (remediation). Anggota kelompok dalam konseling kelompok pada dasarnya adalah individu-individu “normal” yang memiliki berbagai kepedulian. Fungsi-fungsi terapi ini diciptakan dan dikembangkan dalam suatu kelompok kecil melalui cara saling mempedulikan di antara para anggota konseling kelompok. di rumah salah seorang peserta atau di rumah konselor atau di suatu kantor atau lembaga tertentu atau di ruang praktik pribadi konselor. Merupakan suatu proses dimana konselor terlibat dalam hubungan dengan sejumlah klien pada waktu yang sama. berorientasi pada kenyataan. di dalam sekolah ataupun diluar sekolah. PENGERTIAN DAN PERBANDINGAN ANTARA BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN KONSELING KELOMPOK A. termasuk konselor sendiri. bimbingan kelompok. Layanan konseling kelompok dapat diselenggarakan dimana saja. 2. di dalam ruangan ataupun diluar ruangan. 2. Mengidentifikasikan perbedaan antara konseling kelompok. saling menerima dan saling mendukung. Masalah atau topik yang dibahas dalam konseling kelompok bersifat “pribadi” yaitu masalah itu memang merupakan masalah pribadi yang secara langsung dialami. Persamaannya terletak pada semua unsur pokoknya. B. katarsis. Konseling kelompok adalah suatu proses antar pribadi yang dinamis yang terpusat pada pemikiran dan perilaku yang sadar dan melibatkan fungsi-fungsi terapi seperti sifat permisif. menjadi milik” atau bagian dari pribadi anggota kelompok yang bersangkutan. Mendeskripsikan pengertian. kepentingan yang tidak memerlukan perubahan kepribadian serta tidak tolol. Anggota dalam konseling kelompok dapat menggunakan interaksi dalam kelompok untuk meningkatkan pemahaman dan penerimaan terhadap nilai-nilai dan tujuan-tujuan tertentu. berorientasi pada kenyataan. penerimaan dan bantuan. Masalah atau topik pribadi “berada di dalam diri anggota kelompok yang menyampaikan. saling memperlakukan dengan mesra. Tujuan 1. Bimbingan dan konseling kelompok mengaktifkan dinamika kelompok untuk membahas berbagai hal yang berguna bagi pengembangan pribadi dan/atau pengentasan masalah individu yang menjadi peserta kegiatan kelompok. konseling kelompok adalah suatu proses interpersonal yang dinamis yang menitikberatkan (memusatkan) pada kesadaran berpikir dan tingkah laku. atau lebih tepat lagi merupakan masalah atau kebutuhan yang sedang dialami oleh para anggota kelompok yang menyampaikan topik atau masalah. dan perbedaannya terletak pada kekuatan materi yang didukungnya. Konseling kelompok merupakan upaya bantuan kepada individu dalam rangka memberikan kemudahan dalam perkembangan dan pertumbuhannya. Jumlahnya dapat bervariasi yang ideal maksimal 6 orang. dan diarahkan kepada pemberian kemudahan dalam rangka perkembangan dan pertumbuhannya. saling pengertian. Dalam konseling kelompok mengaktifkan dinamika kelompok untuk membahas berbagai hal yang berguna bagi pengembangan pribadi yang/atau pemecahan masalah individu yang menjadi peserta kegiatan kelompok.

berpartisipasi aktif dalam dinamika interaksi social b.Jumlah anggota 3. peranan anggota kelompok. unsur kelima yang menandai kehidupan kelompok adalah adanya dan berkembangnya dinamika kelompok pada bimbingan kelompok dan konseling kelompok itu. Para anggota kelompok ialah seluruh peserta kelompok masing-masing yang melibatkan diri dalam kegiatan itu. kesukarelaan. Sedangkan pemimpin kelompok adalah orang yang bertanggungjawab atas berlangsungnya kegiatan masing-masing kelompok itu.Format kegiatan 5. Sebagaimana amat ditekankan diatas.menyumbang bagi pembahasan masalah Konseling Kelompok 1.10 orang Homogen Kelompok kecil Aktif membahas permasa-lahan tertentu (masalah pri-badi dalam membantu me-mecahkan masalah kawan sekelompoknya: a. lama dan frekuensi pembicaraan.Tujuan yang dicapai Bimbingan Kelompok 1.Pengembangan pribadi 2. Mutu dinamika kelompok itulah yang akan menentukan mutu keberhasilan bimbingan kelompok dan konselingkelompok sebagai layanan pokok dalam keseluruhan upaya bimbingan dan konseling. Aturan ini didasarkan pada dan merupakan penjabaran dari berbagai hal yang akan mempengaruhi kehidupan kelompok. yaitu tujuan kegiatan. Kandungan Unsur-unsur Kelompok Sesuai dengan namanya. keterbukaan dan kenormatifan. dalam bimbingan kelompok dan konseling kelompok dinamika kelompok ditumbuh kembangkan. antara lain asas-asas kerahasiaan. Aspek-aspek Pelaksanaan Kegiatan Sejumlah aspek kegiatan dalam bimbingan kelompok dan konseling kelompok dapat diidentifikasi. jumlah anggota dan karakteristik serta homogenitasnya. evaluasi dan pelaksanaannya. b. yaitu tujuan kelompok. kegiatan. Perbandingan antara bimbingan kelompok dan konseling kelompok untuk semua aspek dapat dilihat seperti berikut: Perbandingan Antara Bimbingan Kelompok dan Konseling Kelompok Aspek 1. anggota kelompok. bimbingan kelompok dan konseling kelompok secara penuh mengandung empat unsur utama kehidupan kelompok. Dibatasi 10 . Sebagai kegiatan kelompok.berpartisipasi aktif dalam dinamika interaksi social b.Peranan anggota kelompok Dibatasi sampai sekitar 8 . dan dimanfaatkan untuk mencapai tujuan-tujuan bimbingan dan konseling.Pembahasan masalah atau topik-topik umum secara luas dan mendalam yang bermanfaat bagi para anggota kelompok. format kegiatan. pemimpin kelompok. dikendalikan.a. Tujuan bersama yang ingin dicapai oleh kedua kelompok itu adalah pengembangan pribadi semua peserta dan peralihan-peralihan lainnya melalui perubahan dan pendalaman topik umum (khusus untuk bimbingan kelompok) atau masalah pribadi peserta (khusus untuk konseling kelompok). suasana interaksi.15 orang Homogen Kelompok kecil Aktif membahas permasalahan atau topic umum tertentu yang hasil pembahasannya berguna bagi para anggota kelompok: a.Pembahasan dan peme-cahan masalah pribadi yg dialami oleh masing2 anggota kelompok 2. dan aturan kelompok. Aturan kelompok adalah berbagai ketentuan yang hendaknya dijalankan dan dipatuhi oleh semua anggota kelompok dan pemimpin kelompok. dalam hal ini konselor/ guru pembimbing.Kondisi dan karakte-ristik anggota 4.Pengembangan pribadi 2. sifat isi pembicaraan. Lebih dari kegiatan kelompok-kelompok lainnya. bimbingan kelompok dan konseling kelompok adalah kegiatan kelompok.menyumbang bagi peme-cahan masalah pribadi kawan sekelompok 383 .

di dalam bimbingan dan konseling kelompok anggota akan belajar untuk berlatih tentang perilaku yang baru.evaluasi dampak: pemahaman dan dampak kegiatan terhadap anggota Guru Pembimbing/ konselor (tenaga ahli) 7. adalah kepraktisan. Tujuan bimbingan dan konseling kelompok Tujuan umum layanan bimbingan dan konseling kelompok adalah berkembangnya kemampuan sosialisasi siswa.mendalam dan tuntas de-ngan melibatkan aspek kognitif.umum b. persepsi.menyerap berbagai informasi untuk diri sendiri 6. khususnya kemampuan komunikasi Peserta Layanan.evaluasi isi: kedalaman pembahasan c.evaluasi proses: keterli-batan anggota b.interaksi multiarah b.pribadi b. afektif dan aspek-aspek kepribadian lainnya a. saran dan berbagai alternative untuk meme-cahkan masalahnya sen-diri a. maka biasanya komentar yang diberikan akan diterima dan dicerna. Akan tetapi di dalam konseling kelompok. di mana siswa hanya berlatih dengan seorang konselor tanpa adanya umpan balik dan orang lain selain konselor.menyerap berbagai infor-masi.evaluasi isi: kedalaman dan ketuntasan pembaha-san c.tidak rahasia Kegiatan berkembang sesuai dengan tingkat perubahan dan pendalaman masalah/ topik a. sehingga sering terjadi siswa tidak percaya akan apa yang dikemukakan oleh konselornya.interaksi multiarah b. Adapun tujuan khusus konseling kelompok pada dasarnya terletak pada pembahasan masalah pribadi individu peserta kegiatan Layanan.Sifat isi pembicaraan 8.mendalam dengan melibatkan aspek kognitif a.evaluasi dampak: sejauh mana anggota yang masalah pribadinya dibahas me-rasa mendapatkan alterna-tif pemecahan masalahnya Guru Pembimbing/ konselor (tenaga ahli) 10. Kelebihan dan kelemahan bimbingan dan konseling kelompok Pertama. dan (2) terpecahkannya masalah individu yang bersangkutan dan diperolehnya imbasan pemecahan masalah tersebut bagi individu-individu lain peserta pada Layanan konseling kelompok khususnya. 384 . Melalui Layanan kelompok yang intensif dalam upaya pemecahan masalah tersebut para peserta memperoleh dua tujuan sekaligus (1) terkembangkannya perasaan. Di dalam konseling individual hanya menghadap konselor saja. Kedua.Suasana interaksi a. Dalam waktu yang relatif singkat konselor dapat berhadapan dengan sejumlah siswa di dalam kelompok dalam upaya untuk membantu memenuhi kebutuhan yang berkaitan dengan pencegahan. Di samping itu juga bermaksud mengentaskan masalah klien dengan memanfaatkan dinamika kelompok. Melalui konseling kelompok setiap anggota kelompok akan belajar untuk bersosia1isasi dengan cara saling memberi dan menerima umpan balik. ini tidak dapat ditemukan dengan mudah di dalam konseling individual. Jadi kelompok sesungguhnya merupakan mikrokosmik sosial. 4.Evaluasi c.Pelaksana 3. apabila yang mengatakan anggota lain yang mempunyai masalah sama. pikiran. pengembangan pribadi dan pengatasan masalah.Lama dan frekuensi kegiatan 9.rahasia Kegiatan berkembang sesuai dengan tingkat pen-dalaman dan penuntasan pemecahan masalah a.evaluasi proses: keterlibatan anggota b.c. Kelompok dapat digunakan sebagai ajang latihan untuk mengubah perilaku yang kurang memuaskan menjadi lebih memuaskan. wawasan dan sikap terarah kepada tingkah laku khususnya dalam ber-sosialisasi/komunikasi. diharapkan bahwa ia dapat berubah di dunia yang lebih luas. artinya apabila seseorang dapat berubah di dalam kelompok.

dinamika interaksi di dalam kelompok membuahkan berbagai hal yang pendalamannya lebih lanjut akan dapat dilakukan dalam layanan konseling individual. atau laboratorium yang mana anggota kelompok tidak hanya mempelajari perilaku-perilaku baru tetapi bisa mencoba. pencegahan. pengakuan. Kesepuluh. motivasi manusia muncul dan hubungan kelompok kecil. Cara ini akan meningkatkan hubungan antar pribadi yang efektif. setiap usaha untuk mengubah perilaku manusia di luar lingkungan alam di mana individu bekerja dan hidup sangat tergantung pada efektivitas tingkat transfer pelatihan yaitu. dan belajar untuk meningkatkan kepercayaannya pada orang lain. dan menambah rasa positif dalam diri mereka. Manusia membutuhkan penerimaan. Kelima. maka perilaku. dalam bimbingan dan konseling kelompok terdapat kesempatan luas untuk berkomunikasi dengan teman-teman mengenai segala kebutuhan yang terfokus pada pengembangan pribadi. dapat belajar memberikan umpan balik yang bermanfaat bagi anggota lain. pendapat dan apa dan apa yang disebut ciri-ciri pribadi sebagai ciri unik individu yang berakar pada pola afiliasi kelompok yang menentukan konteks sosial seseorang hidup dan berfungsi dapat diwujudkan melalui intervensi konseling kelompok.Ketiga. bimbingan dan konseling kelompok memberi kesempatan para anggota untuk mempelajari keterampilan sosial. melalui bimbingan dan konseling kelompok individu-individu mencapai tujuannya dan berhubungan dengan individu-individu lain dengan cara yang produktif. dalam bimbingan dan konseling kelompok interaksi antar individu anggota kelompok merupakan suatu yang khas. membutuhkan bertukar pikiran dan berbagai perasaan dengan orang lain. keyakinan diri dan suasana yang positif diantara anggota. Anggota dapat meniru anggota lain yang telah terampil. pemahaman dan sikap yang harus ditransfer secara sukses dari setting konseling kelompok ke kehidupan siswa. mempraktekkan dan menguasai perilaku-perilaku dalam situasi yang hampir sama dengan lingkungan yang sebenarnya individu berasal. Keenam. anggota kelompok mempunyai kesempatan untuk saling memberi bantuan. Dengan interaksi yang intensif dan dinamis selama berlangsung konseling kelompok. dan dapat belajar dan pemimpin kelompok. mamperlihatkan perhatian yang sungguh-sungguh terhadap anggota lain dan belajar untuk membuat suasana positif bagi orang lain. Masing-masing anggota akan saling belajar untuk berhubungan pribadi dengan lebih mendalam. Kesembilan. Dalam konseling individual unsur saling memberikan tidak ada. konseling kelompok dapat menjadi wilayah persemaian bagi konseling individual. Keempat. berbagai pengalaman. bimbingan dan konseling kelompok mempunyai manfaat besar untuk bertindak sebagai miniatur situasi sosial. melakukan konfrontasi secara tepat. sehingga mereka akan merasa diterima. Dengan demikian. bimbingan dan konseling kelompok lebih sesuai bagi siswa yang membutuhkan untuk belajar lebih memahami orang lain dan lebih menghargai kepribadian orang lain. Dalam konseling individual. konseling kelompok dapat merupakan wilayah penjajagan awal bagi anggota kelompok untuk memasuki konseling individual. menerima bantuan dan berempati dengan tulus di dalam konseling kelompok. dimengerti. berbagai pengalaman. dan pengatasan masalah yang dialami oleh setiap anggota. yang tidak mungkin terjadi pada konseling individual. Keduabelas. perilaku baru. dan afiliasi. sikap. Bimbingan dan konseling kelompok juga dapat digunakan untuk belajar mengekspresikan perasaan. Ketujuh. Kesebelas. yang mudah berbicara tentang dirinya: yang dapat mengambil manfaat dan umpan batik yang diberikan oleh seorang teman serta merasa tertolong dengan umpan balik itu. Mereka juga belajar mendengarkan secara aktif. menunjukkan perhatian pada orang lain. unsur mempelajari keterampilan sosial sangat terbatas pada konselor. dan belajar untuk meningkatkan kepercayaannya pada orang lain. diharapkan tujuan setiap anggota kelompok dapat tercapai lebih mantap. Dalam konseling individual komunikasi terbatas pada interaksi dengan konselor. Kedelapan. Selain 385 . apabila unsur-unsur tersebut terpenuhi semua. Keadaan ini menumbuhkan harga diri. Bagi anggota kelompok.

yaitu (1) perasaan membagi keadaan bersama.itu. (6) perkiraan untuk menghadapi kenyataan hidup. (4) kesempatan untuk menerima berbagai umpan balik. bahwa banyak sumber-sumber atau pendapat dapat diperoleh dalam setting kelompok. tujuan dan untuk belajar sikap dan perilaku tertentu. Mengubah persepsi.J Munro (1998) menyatakan bahwa konseling kelompok dapat menciptakan kondisi dan suasana yang memungkinkan individu dapat menilai kembali pikiran. membantu orang lain. Menurut Blocher (1994) asumsi dasar konseling perkembangan. seorang siswa mungkin mengalami kesulitan dalam mengungkapkan permasalahan melalui konseling individual. (2) pengalaman merasa memiliki. dan (7) dorongan teman guna memelihara komitmen. penerimaan nilai-nilai. Di dalam kelompok. sikap dan perasaan atau tindakan mereka. Dalam kelompok para anggota akan memiliki pandangan yang bervariasi yang ditampilkan dan didiskusikan. Asumsi ini membawa dua implikasi pokok dalam pelaksanaan konseling kelompok di sekolah. katarsis. (5) belajar seolah-olah mengalami berdasarkan kepedulian orang lain. belajar dan anggota lain dan sebagainya. mana kala buah pelayanan konseling individual menganjurkan perlunya pengembangan keterampilan tersebut. Dalam keadaan tertentu.C Dinkrnyer & J. serta mendasarkan kepada fungsi tetapi yang bersifat membiarkan dan berorientasi pada kenyataan. Konseling kelompok memiliki kekuatan sebagai suatu proses interpersonal yang dinamis dengan memusatkan perhatian kepada kesadaran pikiran dan perilaku. konseling kelompok merupakan suatu perwujudan asumsi bahwa konseling pada hakikatnya diperuntukkan bagi semua siswa dan bertujuan membantu pencapaian perkembangan pribadi secara optimal. Pertama. perasaan dan perilaku mereka. (3) kesempatan untuk berpraktek dengan orang lain. pencegahan masalah dan pemecahan masalah. Ada dua pertimbangan dalam penggunaan kelompok. berarti membekali mereka untuk mengalami dan menghadapi tugas-tugas kehidupan. memahami dan mendukung. perkembangan adalah tujuan konseling. Konse1in kelompok merupakan laboratorium yang berharga bagi konselor dan siswa. Di dalam perspektif konseling perkembangan. keadaan ini merupakan sumber yang berharga dalam kegiatan kelompok apabila dibandingkan dengan hanya pandangan atau pendapat dan dua orang seperti dalam konseling individual. saling percaya. yang dalam konseling individual sulit dikembangkan. memelihara. Selain dua alasan yang sifatnya umum tersebut. Para remaja merasa lebih mudah membicarakan masalah-masalah mereka secara terbuka dalam kelompok daripada dalam konseling individual. Mereka akan dapat saling berbagi pengalaman. bukan memanfaatkan mereka atau menekan mereka untuk melakukan apa yang dikehendaki oleh orang tua atau guru. yaitu perkembangan individu akan berlangsung dalam interaksi yang sehat antara individu dengan lingkungannya. untuk kepentingan efisiensi. Melalui suasana kelompok dapat pula dikembangkan berbagai keterampilan sosial dan sikap-sikap tertentu. oleh karena itu konselor perlu memiliki suatu kerangka berpikir konseptual untuk memahami 386 . kerja kelompok. Dan segi efisiensi. dan kedua. Memperkuat pandangan ini. keterampilan menghargai pendapat orang lain. yaitu keterampilan berkomunikasi. rasa percaya diri. tetapi dalam suasana kelompok sangat memungkinkan siswa tersebut dapat mengungkapkan secara leluasa. para remaja berpikir bahwa pemimpin yang dewasa cenderung mendengar mereka diri membantu mereka menemukan berbagai alternatif pemecahan. Anggota kelompok dapat menggunakan interaksi kelompok meningkatkan pemahaman. ada tujuh keuntungan yang dapat diperoleh berkaitan dengan konseling kelompok. oleh karena itu kelompok yang baik akan dapat menjadi sebuah masyarakat kecil atau sebuah mikro kosmos sosial. dan peningkatan tanggung jawab. Pertama. D. suasana kelompok yang berkembang dalam konseling kelompok juga dapat menjadi tempat pengembangan keterampilan berkomunikasi dan berinteraksi sosial bagi anggota kelompok setelah menerima layanan konseling individual. Melalui suasana konseling kelompok dapat dikembangkan suasana untuk menumbuhkan rasa toleransi. dan saling memberikan masukan yang semuanya itu sangat berharga bagi upaya pengembangan pribadi. karena memang sukar bagi konselor harus membimbing siswa secara individual dan 300 orang siswa pada suatu sekolah.

sering kelompok bukan dijadikan sarana untuk berlatih melakukan perubahan. 1987:104). Konseling merupakan strategi upaya khusus yang lebih intensif menyentuh dunia kehidupan siswa secara individual. seringkali kelompok tidak berkembang dan dapat mengurangi arti kelompok sebagai sarana belajar. Disamping kekuatan-kekuatan. 1992) menekankan bahwa orientasi perkembangan justru merupakan ciri khas yang menjadi inti gerakan konseling.perkembangan siswa sebagai dasar perumusan isi dan tujuan konseling. fokus konseling kelompok adalah membantu seluruh siswa tanpa kecuali dengan tujuan agar mereka mencapai taraf perkembangan pribadi secara optimal dalam berbagai aspek kehidupan. tidak semua siswa siap atau bersedia untuk bersikap terbuka dan jujur mengemukakan si hatinya terhadap teman-temannya di dalam kelompok. melainkan Lebih mengupayakan pencapaian tujuan dalam kaitan penguasaan tugas-tugas perkembangan. Ketiga. Kedelapan. Konselor harus mampu secara simulasi mengarahkan setiap siswa. lebih-lebih bila yang akan dikatakan terasa memalukan bagi dirinya. sebagai akibat siswa tidak akan merasa puas. Keempat. karena yang dihadapi tidak hanya satu orang tetapi banyak orang. sehingga tidak berusaha untuk berubah. Konseling kelompok dalam konteks konseling perkembangan adalah upaya bantuan kepada sekelompok individu dengan cara mendorong pencapaian tujuan perkembangan dan memfokuskan pada kebutuhan dan kegiatan belajarnya. karena setiap individu yang berkembang harus menyelesaikan tugas-tugas perkembangan apabila ia hendak dikatakan sebagai individu yang bahagia dan sukses. Keenam. 387 . Konseling kelompok memusatkan perhatiannya pada keseluruhan proses perkembangan yang terjadi pada din individu. Tujuan konseling adalah untuk mempermudah perkembangan. Oleh karena itu seseorang merasa terlalu nyaman di dalam kelompok. tidak diterima oleh masyarakat. menginternalisasi. Tugas-tugas perkembangan tersusun menurut pola tertentu dan sec39ara keseluruhan saling terkait. Menurut Havighurts. sulit untuk dibina kepercayaan. persoalan pribadi satu-dua anggota kelompok mungkin kurang mendapat perhatian dan tanggapan sebagaimana mestinya. 1996). untuk itu dibutuhkan norma dan aturan main khusus mengenai konfidensialitas. sering siswa mengharapkan terlalu banyak dan kelompok. Strategi upaya ini akan lebih memperhalus. tugas perkembangan adalah suatu tugas yang muncul pada periode tertentu dalam kehidupan seseorang. interaksi yang sehat merupakan suatu iklim perkembangan yang harus dikembangkan oleh konselor. Kedua. karena hanya untuk kepentingan seorang belaka. pengembangan. Kedua. Model konseling perkembangan memungkinkan konselor untuk memfokuskan tidak sekedar terhadap gangguan emosional klien. yang kesuksesan penyelesaiannya akan menyebabkan orang tersebut tidak bahagia. tetapi justru dipakai sebagai tujuan. Kesembilan. serta menjadi tujuan dan segenap Layanan konseling baik secara individual maupun kelompok. 1997:79). Oleh karena itu konselor perlu menguasai pengetahuan dan keterampilan khusus untuk mengembangkan interaksi yang sehat sebagai pendukung sistem peluncuran konseling di sekolah (Sunaryo Kartadinata. beberapa diantaranya membutuhkan perhatian dan intervensi individual. Ketujuh. 1990). dan pengatasan masalah. menjembatani tugas-tugas yang muncul pada saat tertentu. Dengan demikian. Kelima. Strategi upaya khusus ini akan lebih tepat melalui pendekatan konseling kelompok yang berfungsi preventif. dan mengintegrasikan sistem nilai dan pola perilaku yang diperoleh melalui proses pendidikan secara umum (Sunaryo Kartadinata. bimbingan dan konseling Kelompok juga memiliki beberapa keterbatasan yang harus diperhatikan oleh konselor antara lain sebagai berikut : Pertama. Fungsi konseling ini adalah memberikan kemudahan untuk terjadinya perkembangan kepribadian secara normal. peran konselor menjadi lebih menyebar dan kompleks. memberi respon interaksi di antara para anggota dan mengamati dinamika dari kelompok tersebut. tidak semua siswa cocok berada dalam kelompok. dan meningkatkan sumberdaya dan kompetensi dalam memberikan bantuan terhadap pola perkembangan yang optimal dan klien (Blocher. karena perhatian kelompok terfokus pada persoalan pribadi anggota yang lain. Perkembangan merupakan konsep inti dan keterpaduan. Ivey dan Rigazio (dalam Mayers. dan mengalami kesulitan dalam menjalani tugas-tugas berikutnya (dalam Shertzer & stone.

dikhawatirkan justru membuat lebih buruk keadaan daripada memperbaikinya. Ada beberapa kondisi individu yang perlu diperhatikan. atau sama sekali tidak mempunyai keterampilan sosial. 388 . (3) siswa sangat tidak efektif dalam berhubungan dengan orang lain. (5) siswa terlalu banyak minta perhatian dan orang lain sehingga sangat mengganggu dalam kelompok. Kondisi tersebut adalah: (1) siswa dalam keadaan krisis. (2) siswa takut untuk berbicara di dalam kelompok dan sangat membutuhkan perlindungan. Apabila konselor tidak cukup mempunyai dasar teori dan terlatih untuk memimpin kelompok. (4) siswa tidak menyadari akan perasaan. dan perilakunya. sehingga kelompok ti2direkomendasikan. (7) siswa sangat agresif. (6) siswa diperkirakan sangat mengganggu jalannya konseling karena keterbatasan ekspresi verbal. dan memiliki konsep diri yang negatif. (8) siswa kurang memiliki keyakinan dirt. motivasi. Selain keterbatasan tersebut. kelompok tidak selalu efektif untuk semua orang. sehingga akan membuat anggota lain merasa takut.untuk menjadi konselor kelompok dibutuhkan latihan yang intensif dan khusus. harga diri.

1.IV. bila kita mengacu kepada masalah-masalah atau topik-topik yang menjadi pokok bahasan keduanya. baik dari segi asal datangnya maupun sifat masalah atau topik itu bila dihubungkan dengan para peserta kegiatan. Tentang sifat hubungan topik atau masalah-masalah tersebut dengan para peserta dapat dikatakan “umum” atau “pribadi”. 3. keduanya terlihat pada matrik berikut: Pokok Bahasan Dalam Bimbingan dan Konseling Kelompok Kegiatan Bimbingan Kelompok Konseling Kelompok Kelompok Bebas Masalah Umum Masalah Pribadi   Kelompok Tugas Masalah Umum Masalah Pribadi  Dari matrik diatas tampak bahwa bimbingan kelompok hanya dapat membahas masalah atau topik-topik umum. topik atau masalah itu berada di luar diri masing-masing peserta. “Topik tugas” adalah topik atau masalah yang datangnya dari pemimpin kelompok (guru pembimbing) yang “ditugaskan” kepada para peserta untuk membahasnya. lebih tepat lagi. menjadi “milik” atau bagian dari pribadi peserta yang bersangkutan. 2. baik yang sifatnya bebas maupun tugas. Dari segi datangnya masalah atau topik itu dikenal adanya “topik tugas” dan “topik bebas”. Isi Kegiatan Bimbingan dan Konseling Kelompok Perbedaan antara bimbingan dan konseling kelompok dapat dilihat dari isi kegiatan masing-masing. merupakan masalah yang sedang diderita oleh peserta yang menyampaikan masalah atau topik itu. konseling kelompok hanya membahas masalah-masalah pribadi yang sifatnya bebas. Sebaliknya. Tanda arsiran pada matrik. C. Kedua jenis layanan itu. Suatu topic atau masalah dikatakan “umum” apabila antara topik atau masalah itu dan para peserta tidak terdapat hubungan khusus tertentu. Sedangkan “topik bebas” adalah topik atau masalah yang muncul atau dikemukakan secara “bebas” oleh para peserta masing-masing. Tahapan Bimbingan dan Konseling Kelompok Hal lain yang dapat dibedakan antara bimbingan kelompok dan konseling kelompok adalah berkenaan dengan tahapan pelaksanaannya. Tujuan Menjelaskan isi kegiatan bimbingan dan konseling kelompok Menjelaskan tahapan bimbingan dan konseling kelompok Mendeskripsikan kegiatan pada setiap tahapan bimbingan dan konseling kelompok Menjelaskan bagaimana pelaksanaan Evaluasi Kegiatan B. Masalah atau topik pribadi “berada di dalam” diri peserta yang menyampaikannya. Kelompok yang membahas “topik tugas” kemudian dapat disebut “kelompok tugas”. baik pada bimbingan kelompok maupun konseling kelompok. 4. menunjukkan bahwa masalah-masalah pribadi tidak boleh dijadikan “topik tugas”. Perbedaan antara bimbingan kelompok dan konseling kelompok berkenaan dengan isi atau pokok bahasan. ISI KEGIATAN DAN TAHAPAN KEGIATAN SERTA EVALUASI A. Sedangkan suatu masalah atau topik disebut “pribadi” apabila masalah itu memang merupakan masalah pribadi yang secara langsung dialami atau. sedangkan yang membahas “topik bebas” disebut “kelompok bebas”. 389 .

Tahap I (Pembentukan) a. 2.Persamaan dan Perbedaan Pelaksanaan Tahap-tahap Kegiatan dalam Bimbingan Kelompok dan Konseling Kelompok Baik untuk bimbingan kelompok ataupun konseling kelompok. umum atau pribadi (pilih salah satu mana yang akan diselenggarakan). pelaksanaan Tahap I dan Tahap II pada dasarnya sama. tugas (untuk bimbingan kelompok) atau bebas (untuk konseling kelompok). c. Perbedaannya hanya terletak pada: 1. Penjelasan asal datangnya masalah atau topik. b. khususnya yang menyangkut sifat masalah atau topik. Penjelasan tentang masalah atau topik “tugas” (khusus untuk bimbingan kelompok) 390 . Ajakan untuk mengemukakan masalah umum secara bebas (untuk bimbingan kelompok) atau masalah pribadi secara bebas (untuk konseling kelompok). Penjelasan tentang cara kerja. Tahap II (Peralihan) a. b. Penjelasan tentang pengertian dan tujuan bimbingan kelompok atau konseling kelompok (pilih salah satu mana yang akan diselenggarakan).

Ajakan untuk membahas. baik yang bersifat “bebas” atau “tugas”. baik yang telah dilakukan selama kegiatan kelompok (yang menyangkut si maupun proses) maupun kemungkinan keterlibatan mereka untuk kegiatan serupa selanjutnya. Tahap III (Kegiatan) Khusus untuk kegitan konseling kelompok diperlukan penjelasan. Evaluasi Kegiatan Penilaian terhadap kegiatan konseling kelompok dapat dilakukan secara tertu1is dimana para peserta diminta mengungkapkan perasaannya. yaitu Tahap Pengakhiran pada dasarnya sama untuk Bimbingan Kelompok dan Konseling Kelompok. 2) Para peserta melakukan pembahasan tanpa secara khusus menyangkutpautkan isi pembicaraannya itu kepada peserta tertentu. D. 391 . harapannya. Kegiatan pada Tahap Ketiga: a. Perbedaannya hanya terletak pada isi kesan-kesan para peserta. dapatlah dikatakan bahwa Bimbingan Kelompok dan Konseling Kelompok merupakan “saudara kembar identik. mendalami. Pada tahap ini dilakukan tinjauan terhadap kualitas kegiatan kelompok dan hasil-hasilnya melalui pengungkapan kesan-kesan peserta. hal ini perlu diutamakan. b. Konseling Kelompok: 1) Pokok bahasan: masalah pribadi yang bersifat bebas. Penilaian dilakukan dalam tiga tahap yaitu penilaian segera (laiseg) dilakukan pada akhir setiap sesi layanan. dan memecahkan masalah atau topik umum (untuk bimbingan kelompok) atau masalah pribadi (untuk konseling kelompok) 3. Perbedaan yang amat kentara dan berlangsung sepanjang kegiatan ialah pada Tahap ketiga yang merupakan tahap inti dari seluruh kegiatan bimbingankelompok atau konseling kelompok.d. 2) Para peserta melakukan pembahasan dengan setiap kali mengingat bahwa isi pembicaraannya itu adalah bertujuan untuk membantu pemecahan masalah yang sedang dibicarakan yang dialami oleh salah seorang rekan sekelompoknya. penilaian jangka pendek (laijapen) dan penilaian jangka panjang (laijapang) dilakukan pasca layanan secara lisan maupun tulisan. Bimbingan Kelompok: 1) Pokok bahasan: masalah atau topic umum. minat dan sikapnya terhadap berbagai hal. penegasan. dan pemantapan tentang asas kerahasiaan. 4. dengan muatan materi kehidupan yang berbeda. Kondisi UCA (Understanding Comfort Action) menjadi fokus penilaian hasil-hasil konseling kelompok. Tahap IV (Pengakhiran) Pelaksanaan Tahap Keempat. Dengan memperhatikan persamaan dan perbedaan diantara Bimbingan Kelompokdan Konseling Kelompok itu. yaitu isi yang sesuai dengan pokok bahasannya yang mereka selenggarakan pada Taahap Ketiga. Pada tahap ketiga inilah layanan bimbingan kelompok atau konseling kelompok menampilkan jati dirinya.

2. B. 2. 5. 1. 3. Menyampaikan bahwa bimbingan / konseling kelompok akan diakhiri. Dalam konseling kelompok: anggota kelompok dipersilahkan mengemukakan masalah pribadi masing-masing secara bergantian. 2. Memberi contoh topik tugas dan bebas dalam bimbingan kelompok atau contoh masalah pribadi dalam konseling kelompok. Tujuan Peserta pelatihan dapat menyusun perencanaan bimbingan dan konseling kelompok. Menjelaskan Pengertian Dan Tujuan Bimbingan Dan Konseling 4. Memimpin Doa 3. 1. 2. Menjelaskan Cara Pelaksanaan Bimbingan Konseling 5. Penyimpulan. pribadi 1. MODEL OPERASIONAL KEGIATAN A. Peseta pelatihan terampil mempraktikkan Layanan bimbingan dan konseling kelompok. Model Operasional Kegiatan BimbinganKelompok dan Konseling Kelompok Agar lebih jelas berikut ini disajikan suatu model operasionalisasi kegiatan layanan bimbingan dan konseling kelompok berupa langkah-langkah seorang konselor dalam memimpin kegiatan tersebut: Tahapan BKp & KKp Pembentukan Langkah-langkah Konselor 1. Menjelaskan Asas-Asas Bimbingan Dan Konseling Kelompok (Khusus Pada Konseling Kelompok Perlu Ikrar Untuk Menjaga Kerahasiaan). 4. Selingan (bila diperlukan). 1. Perkenalan permainan. Perpisahan Peralihan Kegiatan Pengakhiran 392 . 3. Melakukan pembahasan kegiatan lanjutan 4. Peserta pelatihan dapat melaksanakan praktik bimbingan dan konseling kelompok. Menjelaskan kembali kegiatan bimbingan konseling kelompok 2. Peserta latihan dapat membuat operasionalisasi layanan bimbingan dan konseling kefompok 4. Mengenali suasana kelompok tentang kesiapan kelompok dan mengatasi masalah yang muncul dari kelompok. Memimpin doa penutup 6. Memfasilitasi anggota kelompok untuk menetapkan topik dan atau masalah pribadi yang akan dibahas. Melakukan penilaian segera 3. Menerima Kehadiran Secara Terbuka Dan Mengucapkan Terima Kasih. Membuat kesepakatan waktu 7. Menanyakan kesiapan kelompok untuk melanjutkan kegiatan. Dalam bimbingan kelompok: untuk topik tugas topik diberikan oleh konselor sedang untuk topik bebas anggota kelompok diberi kesempatan secara bergantian menyampaikan usulan topik yang akan dibahas. 6. Memberikan ucapan terima kasih 5. 6. Membahas masalah hingga tuntas. 3.V.

(2005).9. Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang. Jakarta: Rineka Cipta. Seri Layanan Konseling Layanan Bimbingan Konseling Kelompok. Mungin Eddy Wibowo. (2004). Semarang: UNNES Press.DAFTAR PUSTAKA Mamat Supriatna (2003).1 s/d L. Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas IlmuPendidikan Universitas Negeri Padang. -----------. dan Aplikasi dalam Rentang Sepanjang Hayat. Panduan Pengawasan Bimbingan dan Konseling di Sekolah. -----------. Konseling kelompok : Wawasan Konsep. -----------. (2004). Padang: Univ. 393 . Prayitno (1995). Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Bandung. Konseling Kelompok Perkembangan. (2001). Seri Layanan Konseling. Negeri Padang. Jakarta: Ghalia Indonesia. Layanan Bimbingan dan Konseling Kelompok (Dasar dan Profil). L. Teori.

394 .

Menjelaskan Pengembangan Alat / Mediadalam Bimbingan Klasikal 8. Menjelaskan Fungsi Bimbingan Klasikal 4. 3. Memahami Langkah-langkah Bimbingan Kalsikal 6. Menjelaskan Teknik Bimbingan Klasikal 6. Menjelaskan Langkah-langkah Bimbingan Klasikal 7. Hakikat Bimbingan Klasikal yang terdiri dari Pengertian bimbingan klasikal. Kompetensi dan Indikator Standar Kompetensi: 1. 2. Memahami Hakikat Bimbingan Klasikal dalam pelayanan bimbingan dan konseling di Sekolah. Merencanakan dan melaksanakan bimbingan klasikal sesuai dengan bidang dan materi bimbingan 3. Deskripsi Bahan ajar ini mencakup: 1. Menjelaskan Materi Bimbingan Klasikal 5. Merencanakan dan melaksanakan Bimbingan Klasikal 395 . fungsi bimbingan klasikal dan keunggulan bimbingan klasikal. Memilih teknik yang sesuai dengan topic layanan dan kondisi siswa Kompetensi Dasar: 1.2. Memahami Tujuan Bimbingan Klasikal 3. Menjelaskan Konsep Dasar Bimbingan Klasikal 2. Menjelaskan Tujuan Bimbingan Klasikal 3. Memahai Teknik / Metode Bimbingan Klasikal 5. Kerjakan soal – soal latihan dan tugas dan kumpulkan tepat waktu C. Metode Bimbingan Klasikal B. Mengikuti penjelasan secara cermat dan apabila belum jelas bertanyalah pada instruktur agar dapat penjelasan yang benar 3. tujuan bimbingan klasikal .BAB I PENDAHULUAN A. Materi Bimbingan Klasikal. Memahami Materi Bimbingan Klasikal 4. Agar peserta pelatihan dapat mengikuti kegiatan ini dengan lancar dan baik maka perlu diperhatikan beberapa petunjuk belajar sebagai berikut: 1. Petunjuk Belajar. Memahami Konsep Dasar Bimbingan Klasikal 2. Bacalah setiap kegiatan belajar dengan teliti dan buatlah rangkuman setelah selesai membaca setiap materi 2. Memahami Pengembangan Alat / Media Indikator dan Pencapaian Kompetensi : 1.

dan (4) mengembangkan pribadi dan profesionalitas konselor secara berkelanjutan. serta mengutamakan kepentingan konseli. bidang pekerjaan. Standar kualifikasi akademik dan kompetensi konselor dikembangkan dan dirumuskan atas dasar kerangka pikir yang menegaskan konteks tugas dan ekspektasi kinerja konselor. karir. bimbingan pribadi dan bimbingan social. Menjelaskan Materi Bimbingan Klasikal 4. pribadi dan social ( Depdiknas 2007. fasilitator. Kompetensi akademik merupakan landasan ilmiah dari kiat pelaksanaan pelayanan profesional bimbingan dan konseling. pamong belajar. Pada masa sekarang layanan bimbingan klasikal sebagai salah satu layanan dasar yang digunakan untuk memberikan informasi belajar. Menjelaskan langkah. Menjelaskan Pengembangan Alat / Media B. Kompetensi dan Indikator Kompetensi: Memahami Hakikat Bimbingan Klasikal Indikator Pencapaian Kompetensi 1. 20 Tahun 2003 Pasal 1 Ayat 6). Sosok utuh kompetensi konselor mencakup kompetensi akademik dan profesional sebagai satu keutuhan. termasuk konselor. kepribadian. yang meliputi: (1) memahami secara mendalam konseli yang dilayani. (2) menguasai landasan dan kerangka teoretik bimbingan dan konseling. Masing-masing kualifikasi pendidik. bidang kehidupan keluarga. 207-209) 396 . Unjuk kerja konselor sangat dipengaruhi oleh kualitas penguasaan ke empat komptensi tersebut yang dilandasi oleh sikap. Konsep Dasar Keberadaan konselor dalam Sistem Pendidikan Nasional dinyatakan sebagai salah satu kualifikasi pendidik. Menjelaskan Konsep Dasar Bimbingan Klasikal 2.langkah Bimbingan Klasikal 5. Menjelaskan Tujuan . memiliki keunikan konteks tugas dan ekspektasi kinerja.BAB II KEGIATAN BELAJAR I A. dosen. Menggunakan bimbingan klasikal sebagai sarana untuk mempersiapkan siswa untuk mengatur berbagai bidang kehidupan supaya bermakna dan memberikan kepuasan . Pelayanan bimbingan klasikal berakar dari gerakan bimbingan di Amerika yang dipelopori oleh Frank Person. dan kecenderungan pribadi yang mendukung. menghormati keragaman. dan instruktur (UU No. sikap empatik. seperti bidang kesehatan. Konteks tugas konselor berada dalam kawasan pelayanan yang bertujuan mengembangkan potensi dan memandirikan konseli dalam pengambilan keputusan dan pilihan untuk mewujudkan kehidupan yang produktif. sosial. Konselor adalah pengampu pelayanan ahli bimbingan dan konseling. (3) menyelenggarakan pelayanan bimbingan dan konseling yang memandirikan. seperti bimbingan belajar. sejahtera. dengan selalu mencermati dampak jangka panjang dari pelayanan yang diberikan. bukan hanya ragam bidang jabatan yang diberikan tetapi sangat bervariasi. terutama dalam jalur pendidikan formal dan nonformal. sejajar dengan kualifikasi guru. Uraian Matri 1. beberapa sekolah mulai mengelola program tersebut ( Winkel dalam Hastuti 2006:545). nilai. widyaiswara. Ekspektasi kinerja konselor dalam menyelenggarakan pelayanan ahli bimbingan dan konseling senantiasa digerakkan oleh motif altruistik. Kompetensi akademik merupakan landasan bagi pengembangan kompetensi profesional. Setelah Person mencanangkn konsepsinya tentang bimbingan jabatan. Pelayanan dimaksud adalah pelayanan bimbingan dan konseling. Kompetensi akademik dan profesional konselor secara terintegrasi membangun keutuhan kompetensi pedagogik. Fungsi dan Keunggulan Bimbingan Klasikal 3. Dengan demikian. dan profesional. bidang kehidupan bermasyarakat dan bidang rekreasi. tutor. dan peduli kemaslahatan umum.

Fungsi bimbingan klasikal menurut Nurihsan (2006:9) adalah pengembanghan. belajar dan karir. Pengertian Bimbingan Klasikal Bimbingan klasikal adalah bimbingan yang diberikan kepada sejumlah siswa yang tergabung dalam suatu satuan kegiatan pengajaran ( Winkel dan Hastuti 2006:561). Secara lebih rinci Yusuf dan Nurihsan (2008:13) menjelaskan bahwa tujuan bimbingan klasikal adalah agar individu dapat : (a). social. Fungsi Preventif atau pencegahan adalah fungsi bimbingan untuk menghindarkan diri dari terjadinya tingkah laku yang tidak diharapkan dan membahayakan dirinya dari orang lain. mengenal. Fungsi bimbingan klasikal lebih bersifat preventif dan berorientasi pada pengembangan pribadi siswa yang meliputi bidang pembelajaran. Keunggulan Bimbingan Klasikal Keunggulan bimbingan klasikal berdasarkan pendapat Siwabessy dan Hastoeti (2008:136-137) sebagai berikut: (a). menerima dan dapat mengarahkan diri secara positif apabila konselor mampu mengelola kelas dengan baik. Bimbingan klasikal memberikan peluang bagi siswa untuk belajar bertoleransi siswa dapat mem. Bimbingan klasikal memberikan kesempatan bagi siswa-siswa untuk mengimprovisasi kemampuan kreativitasnya dan sportivitasnya apabila konselor mampu memanagement kelas dengan baik. mampu menerima support atau dapat memberikan support pada teman-temannya. mengomentari dengan jujur dan tulus sesuai pengarahan konselor. dalam rangka membantu siswa mengembangkan potensinya secara optimal ( Yusuf dan Nurihsan 2008:26) 2. Informasi yang disampaikan atau jenis kegiatan bimbingan yang dilakukan dapat menjangkau sejumlah siswa secara merata para siswa sekelas dapat menerima informasi yang sama dari suatu sumber yaitu dari konselor secara bersama-sama dengan demikian dapat meminimalkan pemahaman yang keliru atau kesalahan persepsi. menilai.ahami. penyaluran. Bimbingan klasikal sering disebut sebagai layanan dasar yakni layanan bantuan bagi peserta didik melalui kegiatan-kegiatan secara klasikal yang disajikan secara sistematis.a. sehingga mampu mengembangkan potensi diri secara optimal. (e). (c) dan menyesuaikan dengan lingkungan pendidikan dan lingkungan masyarakat. mengembangkan seluruh potensi dan kekuatan yang dimilikinya secara optimal mungkin. merencanakan kegiatan penyelesaian studi. bidang social dan bidang karir. Bimbingan klasikal adalah bimbingan yang beorientasi pada kelompok siswa dalam jumlah yang cukup besar 30 – 40 orang siswa ( satu kelas ). Tujuan bimbingan klasikal adalah membantu individu agar mampu menyesuaikan diri. (d). mampu mengambil keputusan untuk hidupnya sendiri. (b). Bimbingan klasikal membuka peluang untuk siswa secara serempak mempunyai pengalaman belajar yang sama dan seragam. a. mampu beradaptasi dalam kelompok. Bimbingan klasikal membantu siswa membina sikap asertif yang sangat diperlukan siswa dalam kehidupan merekan di masa mendatang. (f). Bimbingan klasikal lebih bersifat preventif dan berorientasi pada pengembangan pribadi siswa yang meliputi bidang pembelajaran . adaptasi dan penyesuaian. 397 . b. perkembangan karir serta kehidupan di masa yang akan datang. (b). (c). dan mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan secara dinamis dan konstruktif. Fungsi pemahaman adalah fungsi bimbingan untuk membantu siswa agar memiliki pemahaman terhadap dirinya dan lingkungannya. bidang social dan bidang karir ( Siwabessy dan Hastoeti 2008:136). Fungsi Bimbingan Klasikal Fungsi bimbingan klasikal meliputi preventif dan pemahaman ( Gazda 1984:6). Tujuan bimbingan klasikal menurut Sugandi (2008:207) adalah membantu siswa agar dapat memenuhi tugas-tugas perkembangan yang meliputi aspek pribadi. Tujuan Bimbingan Klasikal. Bimbingan klasikal memungkinkan para siswa saling memahami berbagai keterbukaan .

menarik dan menyenangkan dan dapat dinilai oleh siswa bersamasama. 2. (j)Metode belajar konstekstual yang digunakan konselor dalam bimbingan klasikal memungkinkan siswa akan belajar dan mengalami sendiri bukan pemberian orang Dalam pelaksanaannya mahasiswa harus menguasai beberapa ketrampilan dalam menyampaikan bimbingan klasikal. Landasan Perilaku Etis (mencapai Kematangan Berprilaku Etis) Tahap Internalisasi 1. egois. Tindakan Berminat mempelajari arti & tujuan ibadah Melakukan berbagai kegiatan ibadah dengan kemauan sendiri Tugas perkembangan 2 Mengembangkan sikap positif terhadap kehidupan beragama Mengenal keragaman sumber norma yg berlaku di masyarakat Tugas Perkembangan 2. Dalam bimbingan klasikal konselor menggunakan metode-metode pembelajaran yang bervariasi. Akomodasi 3. seni olah raga managerial. antara lain kepemimpinan. (h). Dalam bimbingan klasikal juga akan membuka peluang bagi konselor menjaring masalah-masalah siswa secara spesifik seperti kelainan tingkah laku yang muncul pada siswanya seperti siswa yang penakut (phobia).(g).Mempelajari caracara mengekspresikan emosi yg tidak menimbulkan konflik dengan orang lain. Tindakan Berprilaku sesuai dengan norma yang dijunjung tinggi dalam masyarakat Tujuan (Kompetensi) SLTA Mengenal keragaman sumber norma sebagai rujukan pengambila keputusan Menghargai keragaman sumber norma sebagai rujukan pengambilan keputusan. 1. Bimbingan klasikal memberikan kesempatan bagi konselor mengenal bakat-bakat khusus siswa melalui observasi kelas. (i). Akomodasi Tujuan (Kompetensi) SLTP Mengenal jenis-jenis norma dan memahami alasan pentingnya noram dalam kehidupan Bersikap positif terhadap norma 3. Pengenalan 2.Mempelajari caracara mengelolah emosi (termasuk mengelolah stress). dan agresif. Materi Bimbingan Klasikal Tugas perkembangan 1 Tugas Perkembangan 1. pemalu. Landasan Hidup Religius (mencapai Kematangan dalam Beriman dan Bertaqwa Kpd TYME) Tahap Internalisasi 1. Pengenalan Tujuan (Kompetensi) SLTP Mengenal arti dan tujuan ibadah Tujuan (Kompetensi) SLTA Menmpelajari hal ihwal ibadah 2. 398 . 3.

Tugas perkembangan 5 399 .Memiliki motif berprestasi dalam belajar. Mencapai Kematangan Emosi Tahap Internalisasi 1. Mencapai Kematangan Intelektual Tahap Internalisasi 1. 1. Pengenalan Tujuan (Kompetensi) SLTP Mengenal emosi sendiri dan cara mengekspresikannya secara wajar (tidak kekanak-kanakan / impulsive) Tujuan (Kompetensi) SLTA 1. 2.Menyadari akan keragaman alternative keputuasan dan konsekuensi yang dihadapinya.Bertanggung jawab atas resiko yang mungkin terjadi. 2. 1.Memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang positif.Mempelajari caracara mengelola emosi (termasuk mengelola stress). 2. Akomodasi 1.Berminat untuk berlatih memecahkan masalah 3. 2.Mengenal cara-cara pemecahan masalah dan pemgambilan keputusan 2. Bersikap toleran terhadap ragam ekspresi perasaan diri sendiri dan orang lain Dapat mengekspresikan perasaan dalam caracara yang bebas.Mempelajari cara mendalam ttg caracara pengambilan keputusan dan pemecahan masalah secara objektif. Tindakan Dapat memecahkan masalah dan mengambil keputusan berdasarkan informasi / data secara obyektif Tujuan (Kompetensi) SLTA 1. Akomodasi 3.Dapat mengambil keputusan dan pemecahan masalah berdasarkan pertimbangan yanh matang.Mempelajari lebih mendalam ttg caracara belajar yang efektif. 2.Mengenal cara belajar yang efektif 2. Tindakan Berminat untuk lebih memahami keragaman emosi sendiri dan orang lain Dapat mengekspresikan emosi atas dasar pertimbangan kontekstual (norma / budaya). Pengenalan Tujuan (Kompetensi) SLTP 1. 4 Tugas perkembangan Tugas Perkembangan 4. 2. terbuka dan tidak menimbulkan konflik.Mempelajari caracara mengekspresikan emosi yang tidak menimbulkan konflik dengan orang lain.Tugas perkembangan 3 Tugas Perkembangan 3.

maupun kepribadiannya. Tindakan Berinteraksi dengan orang lain atas dasar pertimbangan hak dan kewajiban yang diemban masing-masing Tujuan (Kompetensi) SLTA Mempelajari caracara memperoleh hak dan memenuhi kewajiban dalam kehidupan seharihari. seperti sikap altruis. Baik fisik. Melakukan berbagai kegiatan yang positif dalam upaya mengembangkan potensi dirinya. Pengenalan Tujuan (Kompetensi) SLTP Mengenal cara-cara memperoleh hak dan memenuhi kewajiban dalam kehidupan seharihari Mengahargai hak-hak ornag lain dan merasa senang melaksanakan kewajiban yang diembangnya 2. kolaboratif. dan toleran. 2. Tindakan Tugas perkembangan 7 400 . minat. 3. Memiliki Kesadaran Tanggung Jawab Tahap Internalisasi 1. Pengenalan 6 Tujuan (Kompetensi) SLTA Mempelajari kelebihan dirinya. dan motivasi belajarnya) Menerima keadaan diri sendiri secara positif dan realistis Mengkuti kegiatankegiatan yang positif dalam rangka mengembangkan kemampuan dan kepribadiannya. Memiliki sikap-sikap social dalam berinteraksi social dengan orang lain yang bersifat heterogen (multi etnis. Menyadari tentang pentingnya sikap menerima diri sendiri secara positif dan realistis. kecerdasan. Tugas perkembangan Tugas Perkembangan 6. Mencapai Kematangan Pengembangan Pribadi Tahap Internalisasi 1. Akomodasi 3. kooperatif. kecerdasan. budaya dan agama). Berinteraksi dengan orang lain atas dasar kesamaan (equity) harkat dan martabat. empati.Tugas Perkembangan 5. dan nilai-nilai keharmonisan hidup (mutual simbiosis). Akomodasi Tujuan (Kompetensi) SLTP Mengenal karakteristik diri sendiri (seperti fisik.

sungguh-sungguh. Menyadari ttg pentingnya penerapan normanorma dalam bergaul dengan teman sebaya Bergaul dengan teman sebaya atas dasar norma atau etika. sungguh2 dan kompetitif atas dasar kesadaran sendiri. Pengenalan 9 Tujuan (Kompetensi) SLTA Mempelajari kemampuan diri. Tahap Internalisasi 1. pendidikan dan aktivitas yang Tujuan (Kompetensi) SLTA Mempelajari strategi dan peluang untuk berprilaku hemt. Meneriam nilai-nilai hdup hemat. Perilaku Kewirausahaan (memilki kemandirian Perilaku ekonomi). dan kompetitif dalam kehidupan sehari-hari. ulet. Menampilkan hidup hemat ulet. 401 . T ugas perkembangan Tugas Perkembangan 9. ulet. sungguh-sungguh. sungguh-sungguh. sungguh-sungguh.Tugas Perkembangan 7. peluang dan ragam pekerjaan. Akomodasi 3. Membiasakan diri hidup hemat ulet. Tahap Internalisasi 1. Pengenalan Tujuan (Kompetensi) SLTP Mengenal norma-norma (etika) pergaulan denagn teman sebaya yang beragam latar belakangnya. dan kompetitif dalam kehidupan sehari-hari. ulet. Tindakan Tujuan (Kompetensi) SLTP Mengenal jenis-2 dan karakteristik studi lanjutan (SLTA) dan pekerjaan. Menyadari ttg pentingnya penerapan norma-norma dalam bergaul denagn teman sebaya. akomodasi 3. Menyadari mamfaat berprilaku hemat. Tindakan Tujuan (Kompetensi) SLTA Mempelajari lebih mendalam ttg etika pergaulan dalam berinteraksi dengan teman sebaya (terutama dengan lawan jenis). mencapai kematangan dalam pilihan karier Tahap Internalisasi 1. dan kompetitif dalam kehidupan sehari-hari. Bergaul dengan teman sebaya secara positif dan konstruktif 2. ulet. baik ynag bersumber dan agama maupun adat istiadat Tugas perkembangan 8 Tugas Perkembangan 8. dan kompetitif dalam keragaman kehidupan. 2. sungguh-sungguh. dan kompetitif sebagai aset untuk mencapai hidup mandiri. Pengenalan Tujuan (Kompetensi) SLTP Mengenal nilai-nilai perilaku hemat. Mencapai Kematangan Hubungan dengan Teman Sebaya.

Teknik-teknik Bimbingan Klasikal Bimbingan Klasikal dapat dilaksanakan dalam berbagai teknik yakni : 1). Sosiodrama dan Psikodrama. 10 terfocus pada pengembangan alternative karier. Diskusi Kelompok. Kelompok Kerja. Jumlah anggota dapat berupa kelompok kecil atau kelompok besar. 7). Tugas perkembangan Tugas Perkembangan 10. Pengajaran Bimbingan. Pengajaran Perbaikan. 2.kegiatan yang dilakukan dalam home room dilakukan dalam 402 . Mengidentifikasi ragam alternative studi lanjut atau pekerjaan yang mengandung relevansi dengan kemampuan dan minatnya. 8). Akomodasi Xxx 3. 2). Tindakan Memiliki motivasi untuk mempersiapkan diri dengan mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan studi lanjutan atau pekerjaan yang diminatinya. Mencapai kematangan dalam kesiapan diri untuk menikah dan berkeluarga Tahap Internalisasi 1. 3). Menyadari ttg pentingannya pendidikan untuk memperoleh pengetahuan. Pengenalan Tujuan (Kompetensi) SLTP Xxx Tujuan (Kompetensi) SLTA Mengena norma-2 atau nilai pernikahan dan berkeluarga Menghargai norma-2 pernikahan dan berkeluarga sebagai landasan bagi terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis Mengekspresikan keinginannya untuk mempelajari lebih intensif ttg norma pernikahan dan berkeluarga. 4). Pengelompokan dalam home room ini dapat berdasarkan tingkatan kelas yang sama atau gabungan dari berbagai tingkatan kelas. Mengembangkan alternative perencanaan karier dengan mempertimbangkan. Home Room.2. 9). 1). Home Room Merupakan teknik bimbingan klasikal yang bertujuan agar konselor dapat mengenal murid secara lebih mendalam. sehingga dapat membantunya secara efektif. 5). Ceramah Bimbingan. 6). Tindakan Xxx 4. dan keterampilan dalam upaya persiapan diri memasuki dunia kerja. Organisasi Murid. Karya Wisata. Akomodasi 3.

Yang perlu diperhatikan dalam home room mengubah suasana kelas menjadi suasana rumah. Pengajaran Bimbingan Teknik bimbingan kelompok ini dilakukan pada kelompok siswa yang sudah dibentuk keperluan pengajaran. dengan demikian teknik bimbingan ini dapat melayani berbagai masalah. Bimbingan dilakukan dalam kelompok-kelompok yang sudah ada . 2). sehingga lebih bersifat kuratif 3). hubungan konselor diupayakan seperti orang tua dan anak dengan hubungan yang semacam ini diharapkan siswa bebas mencurahkan isi hatinya kepada konselor. Diskusi kelompok dapat berfungsi mengadaptasi dan penyesuaian. Dengan demikian kelompok kerja ini dapat berupa kelompok belajar. terorganisasi. masalah yang didiskusikan biasanya telah ditentukan oleh konselor. terkoordinasi terkontrol dengan memperhatikan kesesuaian diri individu dengan lingkungannya. Bimbingan disini lebih menekankan pada sifat preventif dari pada kuratif. dan proses bimbingan (menekankan aspek afektif). menyalurkan bakat dan minat. Pengajaran remedial baru dapat dilakukan setelah diperoleh hasil diagnosis kesulitan belajar secara tepat. kegiatan dapat dilakukan pada jam pelajaran yang diatur secara bijaksana. latihan-latihan serta penekanan aspekaspek tertentu. sehingga bimbingan dapat berfungsi menyalurkan. membentuk sikap kooperatif dan kompetetif yang sehat. Disamping itu sebagai kelompok kegiatan aktivitas banyak dilakukan diluar jam pelajaran baik sebagai kelompok studi maupun sebagai kelompok kegiatan. Program home room dapat dilakukan secara periodic atau insidentatal sesuai kebutuhan. Sehingga siswa dapat memenuhi criteria keberhasilan minimal yang diharapkan melalui proses interaksi yang berencana. baik yang bersifat preventif maupun kuratif. Kelompok kerja sebagai alat bimbingan dapat berfungsi mengadaptasikan maupun menyesuaikan . Konselor masuk kelas memberikan layanan bimbingan sesuai dengan dengan materi layanan pengembangan diri siswa. Ditinjau dari segi fungsinya pengajaran remedial sebagai teknik 403 . termasuk pemahaman diri akan kemampuannya serta timbul minat dan dorongan untuk belajar (lebih menekankan aspek kognitif). Dengan proses layanan yang seperti ini siswa tidak sekedar mendapat pengetahuan namun ada perubahan sikap dan tingkah laku. 4). meningkatkan penyesuaian social. Dalam pelaksanaanya dapat secara kelompok maupun jumlah yang mengalami kesulitan. Tujuan yang paling utama adalah untuk memecahkan masalah. yang kesemuanya akan mengarahkan pada perkembangan siswa. Kelompok Kerja Kelompok kerja dibentuk dengan memperhatikan tingkah laku. Bimbingan dilakukan dengan memberikan kegiatan tugas-tugas belajar atau tugas kerja lain. 5). konselor hendaknya benarbenar dapat memilih topik yang sesuai dengan kebutuhan siswa sehingga semua siswa diharapkan aktif dan berdampak suasana kelas bebas dan terarah. waktu yang ditentukan disesuaikan dengan permasalahannya. Dalam hal sebagai kelompok studi. Pengajaran remedial diberikan kepada siswa-siswa yang mengalami kesulitan belajar. Pengajaran Perbaikan Pengajaran remedial mempunyai makna sebagai upaya guru untuk menciptakan suatu situasi yang memungkinkan individu atau kelompok siswa lebih mampu mengembangkan dirinya seoptimal mungkin. Bantuan yang diberikan dapat berupa penambahan pelajaran. Pembicaraan suatu masalah dalam kelompok sangat berguna karena masing-masing siswa dapat mengambil manfaat dari pengalaman dari gagasan teman. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kemampuan belajar. Diskusi Kelompok Diskusi Kelompok merupakan bimbingan kelompok yang dilakukan dalam bentuk kecil antara 5 sampai 10 orang. terarah. tempat tinggal dan jalinan social. pengulangan kembali permasalahan yang kurang dikuasai. Diskusi ini akan lebih efektif apabila siswa mempunyai pengalaman yang cukup banyak mengenai masalah yang sedang didiskusikan. mengadaptasikan dan menyesuaikan.suasana yang bebas dan menyenangkan siswa dapat mengutarakan perasaannya dan pendapatnya yang tidak dapat diutarakan dalam pertemuan formal. kemampuan. Letak unsur bimbingannya adalah pembentukan sikap belajar. jenis kelamin. Tujuannya dapat berupa mengidentifikasikan masalah serta menghadapi dan memecahkan masalah.

prosedur remedial dapat disajikan sebagai berikut: 1. Selaras dengan tujuan bimbingan tersebut maka sifat bimbingan lebih pada development dan dapat pula bersifat preventif 404 . 8). Kegiatan karyawisata lebih baik dimanfaatkan untuk kepentingan dalam layanan karir. Rekomendasi / referral 3. Tujuan utama membantu siswa dalam memecahkan masalah kesulitan belajar yang sifatnya korektif dan kuratif. penyaluran dorongan yang tertekan serta improvisasi psikis kearah perkembangan.bimbingan akan berfungsi menyalurkan . penemuan jalan keluar. Bedanya terletak pada jenisnya cerita yang dimainkan dan tekanan masalah yang hendak diceritakan. tetapi dapat dilaksanakan di ruang-ruang besar dalam jumlah yang besar pula. tapi mengarah pada ekspresi-ekspresi yang spontan. Karya Wisata Kegiatan karyawisata selain merupakan kegiatan rekreasi atau salah satu metode mengajar dapat pula difungsikan sebagai salah satu teknik bimbingan kelompok. Diagnostik kesulitan belajar mengajar 2. Mungkin dikelompokkan pada siswa yang lambat belajar. dan akhirnya dilanjutkan dengan evaluasi. sosiodrama penyelesaianya pada hubungan yang tidak harmonis antara anak dan orang tua. Bedanya pada ceramah bimbingan tidak selalu dilaksanakan di dalam kelas. Ceramah Bimbingan Kegiatan ceramah bimbingan dapat di pakai sebagai teknik bimbingan. Reevaluasi / rediagnostik 9. sehingga benar-benar dapat berfungsi sebagai alat bimbingan. Pelaksanaan pengajaran remedial 7. Teknik ini hampir sama dengan pengajaran bimbingan. Hasil yang diharapkan. Kelompok siswa yang akan diberi ceramah bimbingan tergantung pada tujuan bimbingan. Karyawisata sebagai teknik bimbingan kelompok akan mengarahkan pada perkembangan dan pembentukan sikap siswa. perasaan dan pikirannya. tergolong nakal dan sebagainya. Pada sosiodrama menekankan pada masalah social sedangkan psikodrama menekankan pada masalah psikis. Misalnya suatu tema pertentangan antara anak dan orang tua. Antara sosiodrama dan psikodrama mempunyai fungsi dan tujuan yang sama dalam bimbingan. Pilihan alternative tindakan 5. Secara skematis. Pernelaahan kembali kasus 4. Peserta dalam kegiatan ini berasal dari berbagai tingkatan kelas. Sosiodrama dan Psikodrama Memainkan peran dalam suatu drama dapat dipakai sebagai alat bimbingan. psikodramanya penyelesaianya pada konflik dan tekanan batin ( problem kejiwaan) oleh sebab itu kedua penyelesaian itu sering disebut “sosio-psikodrama” Sosiodrama sebagai teknik bimbingan tidak terlalu menekankan pada seni acting. Follow up berupa suatu tugas ( individual maupun kelompok ) dapat berupa diskusi kelompok kecil. mengadaptasikan dan menyesuaikan. Ceramah bimbingan ini lebih memberikan kesempatan pada siswa untuk berpendapat dan mendorong untuk aktif serta dapat dilanjutkan dengan follow up. Tugas tambahan 10. Pengukuran kembali hasil belajar mengajar 8. Untuk pemilihan obyek karyawisata yang menarik dan merupakan kebutuhan siswa. 7). Melalui kegiatan karyawisata konselor dapar mengarahkan siswa untuk belajar menyesuaikan diri dalam kehidupan kelompok. Melaui kegiatan drama diharapkan siswa dapat memproyeksikan sikap. Sehingga obyek yang dikunjungi sesuai dengan tujuan layanan karir. Teknik bimbingan ini dapat berfungsi menyalurkan dan mengadaptasi sehingga pemberian informasi ini mempunyai tujuan untuk pembentukan sikap dan pengembangan bakat serta minat. blocking maupun indahnya dialog. 6). Layanan Konseling 6. ide-ide dan pemikiran baru. dengan demikian akan timbul dorongan dalam diri siswa untuk mengetahui dan memahami serta mendapat kesempatan mengembangkan bakat atau timbulnya minat dan cita-citayang berkaitan dengan obyek tersebut.

hal-hal apasaja yang dapat menyebabkan dari diri individu atau luar individu (Intern dan Ekstern) 4). Ketepatan memulai penyajian materi layanan Ketepatan mengembangkan kegiatan siswa dalam mengikuti layanan bimbingan dan konseling Ketrampilan menimbulkan kreativitas siswa dalam mengikuti layanan bimbingan dan konseling Ketrampilan mengembangkan dinamika kelompok siswa dalam mengikuti layanan bimbingan dan konseling Keterampilan membantu siswa dalam mengemukakan masalah Keterampilan menggunakan metode/teknik bimbingan dan konseling Keterampilan menguasai materi bimbingan dan konseling Keterampilan melakukan evaluasi layanan bimbingan dan konseling Jumlah Nilai Nilai Rata . Langkah-langkah Penyusunan Materi Bimbingan Klasikal Agar materi bimbingan klasikal lebih mudah dipahami oleh siswa maka dalam pelaksanaannya dapat diberikan dengan langkah-langkah atau setruktur sebagai berikut. Langkah-langkah Dalam Pelaksanaan Bimbingan Klasikal No 1. 3. 5. 4. Terkait dengan tujuan bimbingan tersebut maka teknik bimbingan ini berfungsi mengadaptasi dan menyesuaikan sehingga bimbingan ini mempunyai sifat sebagai preventif. 8. 3. 1. 5. adalah suatu penjelasan. PERSIAPAN Perumusan tujuan layanan bimbingan dan konseling Kesesuian tujuan layanan dengan materi bimbingan dan konseling Perencanaan kegiatan siswa dalam layanan bimbingan dan konseling Pemilihan metode / teknik bimbingan dan konseling Rencana evalauasi bimbingan dan konseling B. Langkah – langkah Bimbingan Klasikal 1). PMR dan sejenisnya. 7. Pengembangan Alat / Media Alat atau Media yang diperegunakan dalam bimbingan klasikal disesuaikan dengan teknik yang akan dipergunakan. 5. Aspek yang dinilai A. 1). seperti: OSIS.rata Nilai 6. Apabila dilaksanakan di ruangan maka media yang dipergunakan adalah LCD dengan Power Point dan diselingi potongan film sebagi quis atau film motivasi agar lebih 405 . 4. Ciri – ciri / Dapak / akibat 5). Lebih lanjut konselor dapat mengarahkan siswa agar mengenal berbagai aspek kehidupan social. Upaya – upaya yang dilakukan untuk : Meningkatkan. kuratif dan development. PELAKSANAAN. Pengertian topic yang dibicarakan/dibahas secara umum atau menurut ahli 3). 6.9). 2. 2. ceritera atau brain storming yang dapat membawa perhatian siswa pada topic yang akan disampaikan dalam bimbingan klasikal 2). mengembangkan sikap kepemimpinan. Melalui organisasi siswa ini dapat dilaksanakan layanan bimbingan terhadap masalah-masalah yang sifatnya kelompok maupun individual dengan bantuan konselor. Pengantar . mengatasi atau mengantisipasi 2). Pramuka. Faktor – factor yang mempengaruhi. kerjasama serta tanggung jawab dan harga diri. Organisasi Siswa Organisasi siswa yang dimaksud adalah organisasi yang ada di sekolah dan di luar sekolah.

5. berorientasi pada pengembangan pribadi siswa yang meliputi bidang pembelajaran. 2). Ciri – ciri / Dapak / akibat 5). Upaya – upaya yang dilakukan untuk : Meningkatkan. 6. Sebenarnya penulis ingin menyertakan dalam materi ini namun tidak dapat karena filenya terlalu besar. sehingga mampu mengembangkan potensi diri secara optimal. 2. Faktor – factor yang mempengaruhi. mengatasi atau mengantisipasi E. 1). 4. Ceramah Bimbingan. Kelompok Kerja. 8. RANGKUMAN Bimbingan klasikal adalah bimbingan yang diberikan kepada sejumlah siswa yang tergabung dalam suatu satuan kegiatan pengajaran. Bimbingan klasikal adalah bimbingan yang beorientasi pada kelompok siswa dalam jumlah yang cukup besar 30 – 40 orang siswa (satu kelas). 3. Diskusi Kelompok. penyaluran. dan mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan secara dinamis dan konstruktif. 3. mampu mengambil keputusan untuk hidupnya sendiri. Karya Wisata. D. Praktekan layanan tersebut sesuai dengan langkah-langkah pelaksanaan bimbingan klasikal 406 . 9. adaptasi dan penyesuaian. Pengertian 3). Home Room. Pengantar . mampu menerima support atau dapat memberikan support pada temantemannya. bidang social dan bidang karir. Organisasi Murid. 2. Fungsi Preventif atau pencegahan adalah fungsi bimbingan untuk menghindarkan diri dari terjadinya tingkah laku yang tidak diharapkan dan membahayakan dirinya dari orang lain. Bimbingan Klasikal dapat dilaksanakan dalam berbagai teknik yakni : 1. 7. Sosiodrama dan Psikodrama. 4). oleh sebab itu peserta PLPG saya persilahkan berlatih mengunduh sendiri di Youtube sesuai dengan kebutuhan dan topic permasalahan. Fungsi pemahaman adalah fungsi bimbingan untuk membantu siswa agar memiliki pemahaman terhadap dirinya dan lingkungannya. LATIHAN 1. Pengajaran Bimbingan. Agar materi bimbingan klasikal lebih mudah dipahami oleh siswa maka dalam pelaksanaannya dapat diberikan dengan langkah-langkah sebagai berikut. Tentukan satu topic permasalahan yang anda akan berikan dengan teknik bimbingan klasikal.menarik dan tidak membosankan siswa yang dapat diunduh di Youtube sesuai dengan topic yang sedang dibahas. mampu beradaptasi dalam kelompok. Tujuan bimbingan klasikal adalah membantu individu agar mampu menyesuaikan diri. Buatlah Satlan atau persiapan lengkap dengan Materi bimbingan klasikal sesuai dengan Langkah-langkah bimbingan klasikal. Fungsi bimbingan klasikal meliputi preventif dan pemahaman. Pengajaran Perbaikan.

Bahan Ajar Setifikasi Guru Bimbingan dan Konseling dalam jabatan melaui Jalur Pendidikan : Praktek Bimbingan Klasikal. 2008.S dan Sri Hastuti.M 2006. Winkel. Yogyakarta : UCY Press. Jakarta : Dirjen Dikasmes. 2003. Penataan Pendidikan Profesional Konselor dan Layanan Bimbingan dan Konseling dalam jalur Pendidikan Formal . Yogyakarta: Media Abadi Yusuf Nurihsan. Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. 2008. Jakarta: Derpdiknas Rahman. Muhammad. 2007. M. 2003. Landasan Bimbingan dan Konseling. Louise B dan Sri Hastioeti. Jakarta: jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia Surya. 407 . W. Tahun 2003. Bandung Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia dan Remaja Rosdakarya. Sistem Pendidikan Nasional.DAFTAR PUSTAKA Depdiknas. Siwabessy. Kapita Selekta Pendidikan Dasar. Bimbingan dan Konseling Pola 17. Jakarta : Universitas Terbuka. Hibana S. UU NO 20.

Konselor dan guru c. B 6. Bimbingan kelompok d. Permasalahan yang sedang aktual KUNCI JAWABAN 1. Diskusi kelompok d. Fungsi Layanan Bimbingan Klasikal adsala: a. Bantuan yang diberikan kepada siswa yang mengalami kesulitan belajar yang bertujuan untuk memperbaiki prestasi siswa adalah: a. A 7. Bimbingan Klasikal adalah bimbingan yang diberikan kepada sejumlah siswa yang tergabung dalam suatu satuan kegiatan pengajaran. Kuratif 4. Bimbingan yang diberikan kepada sejumlah siswa yang tergabung dalam suatu satuan pengajaran adalah : a. Bimbingan Individual b. Kelompok Kerja 5. Bimbingan dan Konseling 2. Permasalahan yang secara umum dimilki oleh siswa c. Infomasi yang disampaikan dapat menyangkau siswa sekelas dapat menerima informasi yang sama dari konselor dapat meminimalkan pemahaman yang keliru adalah salah satu keunggulan dari: a. B 4. Yang kompeten dalam layanan tsb adalah : a. Bimbingan Klasikal d. Bimbingan Karir c. Permasalahan Individu d. D 3. Bimbingan dan konserling b. Bimbingan Kelompok c. Siapa saja boleh 7. C 2. C 5. Karya Wisata c. Diskusi kelompok b. Topik Bimbingan yang tepat diberikan secara klasikal adalah a. Preventif / Pencegahan b. pemahaman dan kuratif d. Preventif. Belajar Kelompok 6. Bimbingan Klasikal 3. Salah satu teknik dalam bimbingan klasikal yang mengubah suasana rumah agar siswa bebas mencurahkan isi hati adalah : a. Sumua permasalahan b. Pengajaran perbaikan c. B 408 .PRE TES PLPG TH 2011 ( Mata Latih Bimbingan Klasikal ) Soal – soal : 1. Bimbingan dan konseling b. Preventif dan Pemahaman c. Guru d. Konselor b. Home Room d.

(f) perkiraaan biaya yang dimiliki sekolah. dan mengevaluasi efektivitas penggunaan media dalam pelayanan bimbingan dan konseling. Bab.II Pengertian Media Bimbingan dan Konseling 3. Deskripsi Modul pengembangan media bimbingan dan konseling dimaksudkan sebagai salah satu panduan kinerja guru bimbingan dan konseling atau konselor untuk memanfaatkan dan mengefektifkan media dalam pelayanan bimbingan dan konseling yang meliputi pengertian. Di dalam melaksanakan tugasnya. Bab IV Manfaat Penggunaan Media Bimbingan dan Konseling 5. Bertindak sejujur mungkin sehingga saudara dapat mengetahui secara persis dimana posisi saudara dalam penguaaan modul tersebut. karena dalam kegiatannya seorang konselor hendaknya mampu merancang. Oleh karena itu dalam penggunaan media bimbingan dan konseling seorang konselor perlu memperhatikan berbagai hal sebagai berikut ini: (a) analisis kebutuhan/permasalahan siswa (b) penentuan tujuan yang akan dicapai (c) analisis situasi dan kondisi sekolah (d) penentuan jenis kegiatan yang akan dilakukan (e) penentuan personel-personel yang akan menggunakan. maka konselor hendaknya mampu mengalokasikan kegiatan yang ada di dalam kelas dan di luar kelas dengan media yang dapat mendukung kegiatan dimaksud sehingga kegiatan berjalan dengan baik dan dapat mencapai tujuan yang telah ditentukan. efektif. dan (i) waktu dan tempat untuk digunakannya media bimbingan dan konseling. seorang konselor perlu menengenal berbagai jenis media. I Pendahuluan 2. Bab. landasan BK. Petunjuk Belajar Agar peserta kuliah atau pelatihan dapat mengikuti kegiatan ini dengan lancar dan baik maka perlu diperhatikan beberapa petunjuk belajar sebagai berikut: 1. dan belajar dan pembelajaran. dan dapat memanfaatkan semaksimal mungkin agar pelayanan bimbingan dan konseling semakin maksimal. Bacalah setiap kegiatan belajar dengan teliti dan buatlah rangkuman setiap selesai mempelajari materi tersebut. jenis media. Kerjakan soal-soal latihan dan cocokkanlah dengan kunci jawaban dan apabila hasil pekerjaan saudara sudah mecapai 75% maka saudara diperbolehkan melanjutkan pada kegiatan belajar selanjutnya. 409 . manfaat. Bab V Kerugian Penggunaan Media Bimbingan dan Konseling. 3. Bab VI Mengembangkan Media Bimbingan dan Konseling B. terarah dan sistematis. menggunakan. 6. Melalui perencanaan yang baik akan memperoleh kejelasan arah penggunaan media bimbingan dan konseling dan memudahkan untuk mengontrol kegiatan yang dilaksanakan. Pelayanan bimbingan dan konseling akan berjalan lebih baik dan menyenangkan apabila disertai dengan pemanfaatan media bimbingan dan konseling yang baik. Modul pengembangan media bimbingan dan konseling merupakan salah satu kompetensi dasar yang harus dikuasai oleh konselor. dan seterusnya. Penggunaan media bimbingan dan konseling perlu disadari bahwa berbeda dengan guru bidang studi lain karena sifat tugasnya. dan pada gilirannya akan memberikan kesan bahwa konselor bekerja secara profesional dan cakap. C. dan efisien. menengah maupun jangka panjang. Bab III Jenis-Jenis Media Bimbingan dan Konseling 4. 2. Dalam Buku Ajar media BK ini akan dibahas beberapa bab yaitu: 1. Selanjutnya semua kegiatan yang telah dilaksanakan dievaluasi baik dalam jangka pendek. dan efisien. Hal ini merupakan manifestasi dan akumulasi kinerja konselor. efektif. kerugian penggunaan media. (g) mengantisipasi kemungkinan hambatan dalam penggunaan media bimbingan dan konseling. pemahaman individu teknik non tes. Prasyarat Untuk mengikuti Buku Ajar media bimbingan dan konseling ini peserta pelatihan harus sudah menempuh dan lulus mata kuliah dasar-dasar bimbingan konseling. dan tidak gagap teknologi.BAB I PENDAHULUAN A. Mengapa.

4 Memahami manfaat media dalam pelayanan BK 1. Indikator Pencapaian Kompetensi: 1.3 Memahami jenis-jenis media BK 1.6 Mengembangkan media dalam pelayanan BK.4 Menjelaskan manfaat media dalam pelayanan BK 1.2 Memahami konsep dasar media BK 1. Mengembangkan media bimbingan dan konseling . Kompetensi dan indikator Standar Kompetensi: 1.1 Memahami pengertian media dalam pelayanan bimbingan dan konseling 1. 2. Kompetensi Dasar: 1.3 Menjelaskan jenis-jenis media BK 1.2 Menjelaskan konsep dasar media BK 1.1 Menjelaskan pengertian media dalam pelayanan bimbingan dan konseling 1.5 Memahami kerugian dalam penggunaan media dalam pelayanan BK 1.5 Menjelaskan kerugian dalam penggunaan media dalam pelayanan BK 1. Memahami konsep media bimbingan dan konseling (BK) di sekolah.6 Mengembangkan media dalam pelayanan BK.D. 410 .

projected still media maupun projected motion media bisa dilakukan secara bersama dan serempak melalui satu alat saja yang disebut Multi Media. namun dapat meramu semua jenis media yang bersifat interaktif. konsep dan aturan 4 = Prosedur belajar 5= Penyampaian keterampilan persepsi motorik T= Tinggi 411 . Sejalan dengan perkembangan IPTEK penggunaan media. Beberapa ahli memberikan definisi tentang media pembelajaran/bimbingan. Uraian Materi Media berasal dari bahasa latin merupakan bentuk jamak dari “Medium” yang secara harfiah berarti “Perantara” atau “Pengantar” yaitu perantara atau pengantar sumber pesan dengan penerima pesan. Contoh : dewasa ini penggunaan komputer tidak hanya bersifat projected motion media. Schramm (1977) mengemukakan bahwa media pembelajaran/bimbingan adalah teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran/bimbingan. audial. Allen mengemukakan tentang hubungan antara media dengan tujuan pembelajaran/bimbingan. baik yang bersifat visual. sebagaimana terlihat dalam tabel di bawah ini : Jenis Media 1 2 3 4 5 6 Gambar Diam Gambar Hidup Televisi Obyek Tiga Dimensi Rekaman Audio Programmed Instruction Demonstrasi Buku teks tercetak S S S R S S R S T T S T R S S R S T T R R S R S S T S R S T T S R S R R R R S R R S S R S S S S Keterangan : R = Rendah S = Sedang 1 = Belajar Informasi faktual 2 = Belajar pengenalan visual 3 = Belajar prinsip.Memahami pengertian media bimbingan dan konseling . Kompetensi dan Indikator: .Dapat menjelaskan pengertian media bimbingan dan konseling b.BAB II PENGERTIAN MEDIA BIMBINGAN DAN KONSELING a.

Keterbatasan metode ini akan membuat siswa merasa cepat bosan walaupun materi yang diberikan oleh konselor/guru pembimbing sebenarnya sangat menarik. televisi bahkan komputer. konselor/guru pembimbing mengalami masalah untuk memberikan pengertian kepada siswa tentang satu pokok bahasan. pengalaman. dalam kegiatan layanan bimbingan dan konseling dikenal pula istilah media bimbingan dan konseling. Tes Formatif. Penyampaian informasi ini dapat melalui cara-cara biasa seperti berbicara kepada siswa. Lebih singkatnya. Dalam Dictionary of Education. maka media ini dapat berupa koran. dkk. Sebagai alat bantu dalam kegiatan layanan bimbingan dan konseling. dkk. Dimana kesenjangan ini muncul mungkin akibat materi bimbingan dan konseling yang diberikan kepada siswa kurang menarik atau mungkin media yang dipergunakan tidak sesuai dengan karakteristik materi bimbingan dan konseling yang diberikan. Definisi tersebut mengarahkan kita untuk menarik suatu simpulan bahwa media adalah segala jenis (benda) perantara yang dapat menyalurkan informasi dari sumber informasi kepada orang yang membutuhkan informasi. Briggs (dalam Sadiman. tetapi siswa tidak dengan segera dapat menjelaskan pokok bahasan tersebut. dapat disajikan pada gambar sebagai berikut: Sumber Informasi --------------. atau melalui perantara yang disebut sebagai media. 1. Konselor/guru pembimbing mengeluh karena sudah seringkali diulang. 2002) menyatakan bahwa media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar dan atau menerima layanan bimbingan dan konseling. radio. Sadiman (2002) menyatakan bahwa kegiatan belajar dan kegiatan layanan bimbingan dan konseling di kelas pada dasarnya adalah proses komunikasi. 2002) menyatakan bahwa media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar dan atau menerima layanan bimbingan dan konseling. Latihan: Identifikasi segala peralatan. Jelaskan pengertian media dalam pelayanan bimbingan dan konseling! 412 . Hal ini menunjukkan bahwa konselor/guru pembimbing sebagai sumber informasi memiliki kebutuhan untuk menyampaikan informasi (materi bimbingan dan konseling) kepada siswa sebagai penerima informasi. dan atau dianggap sebagai media bimbingan dan konseling! kondisi yang dapat d. Sebagai perantara.MEDIA ----------------Penerima Informasi Lebih lanjut. opini dan motivasi Seringkali kita temui dalam kegiatan layanan bimbingan dan konseling di kelas. c. Suyitno (1997) menyatakan bahwa media bimbingan dan konseling adalah suatu peralatan baik berupa perangkat lunak maupun perangkat keras yang berfungsi sebagai alat bantu bimbingan dan alat bantu mengajar. Kasus ini mengindikasikan bahwa dalam proses komunikasi antara konselor/guru pembimbing dan siswa terdapat kesenjangan. Dalam arti bahwa konselor/guru pembimbing hanya sebatas menjelaskan atau memberi ceramah kepada siswa.6 = Mengembangkan sikap. Istilah media berasal dari bahasa latin. yaitu medium yang memiliki arti perantara. maka media bimbingan ini akan disesuaikan dengan karakteristik masing-masing materi bimbingan dan konseling yang akan disajikan juga memperhatikan karakteristik siswa. disebutkan bahwa media adalah bentuk perantara dalam berbagai jenis kegiatan berkomunikasi. bahan. Gagne (dalam Sadiman. Lebih lanjut.Seringkali konselor/guru pembimbing menyampaikan materi bimbingan dan konseling kepada siswa hanya dengan mempergunakan cara-cara yang “kuno”.

leaflet. Majalah seringkali digunakan oleh guru pembimbing/konselor sebagai biblioterapi apabila klien sedang sakit dan dengan membaca klien mendapatkan pemahaman cara mengatasi sakitnya karena dengan membaca majalah tersebut. video. dengan cepatnya teknologi komunikasi maka semakin banyak pula media komunikasi yang muncul. Meskipun media banyak ragamnya. Anderson (1976) mengelompokkan media menjadi 10 golongan sbb : No I II III IV V VI VII Golongan Media Audio Cetak Audio-cetak Proyeksi visual diam Proyeksi Audio visual diam Visual gerak Contoh dalam Pembelajaran Kaset audio. Pada pembahasan ini.BAB III JENIS-JENIS MEDIA BIMBINGAN DAN KONSELING a. komputer (internet). Laboran CAI (Pembelajaran berbantuan komputer). VCD. Kompetensi dan Indikator Memahami Jenis-jenis media bimbingan dan konseling Dapat menjelaskan jenis-jenis media bimbingan dan konseling b. CBI (Pembelajaran berbasis komputer) VIII Obyek fisik IX Manusia dan lingkungan X Komputer Saat ini. dan Overhead Projector (OHP) dan obyek-obyek nyata. CD. Beberapa media yang paling akrab dan hampir semua sekolah memanfaatkan adalah media cetak (buku). dan adapula media yang diproduksi pabrik. Sedangkan media lain seperti kaset audio. modul. siaran radio. Ada media yang dapat dibuat oleh guru pembimbing/konselor sendiri. Mulai yang paling kecil sederhana dan murah hingga media yang canggih dan mahal harganya. Makanya di rumah saklit justeru banyak penjenguk pasien di saat besuk tidak memberikan uang atau membawakan buah tangan berupa kue atau roti tetapi membawakan majalah atau koran yang berisi artikel/tulisan yang berhubungan dengan sakit si klien/pasien. telepon Buku pelajaran. film gerak bersuara. 1. telepon/handphone. kotak masalah. televisi Benda nyata. model. namun kenyataannya tidak banyak jenis media yang biasa digunakan oleh guru pembimbing/konselor di sekolah. Beberapa media yang dimaksud adalah buku/majalah/surat kabar. video/VCD. ada pula media yang secara khusus sengaja dirancang untuk keperluan pelayanan bimbingan dan konseling. Buku/majalah/surat kabar: Buku/majalah/surat kabar adalah media yang sangat mudah di dapat dan praktis penggunaannya. Pustakawan. Film bingkai (slide) Film bingkai (slide) bersuara Film bisu Audio Visual gerak. Uraian materi Media bimbingan dan konseling banyak sekali jenis dan macamnya. Buku berisi segenap informasi yang bisa digunakan guru pembimbing/konselor untuk menyampaikan mteri bimbingan dalam layanan informasi. model. peralatan audio seperti tape recorder dan peralatan visual seperti VCD/DVD. selain itu banyak juga sekolah yang telah memanfaatkan jenis media lain gambar. 413 . slide (film bingkai). brosur. media komunikasi yang dimaksud adalah media untuk membantu pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah. specimen Guru pembimbing/konselor. Ada media yang sudah tersedia di lingkungan yang langsung dapat kita manfaatkan. papan bimbingan. program pembelajaran komputer masih jarang digunakan meskipun sebenarnya sudah tidak asing lagi bagi sebagian besar guru pembimbing/konselor. gambar Kaset audio yang dilengkapi bahan tertulis Overhead transparansi (OHP).

maka konselor berupaya bagaimana kotak masalah itu ada suratnya seperti seorang pengelola/pegawai pos yang merasa sedih karena kotak posnya tidak ada suratnya sehingga penghasilannya menurun. Apabila tidak ada suratnya. dan selanjutnya mengangkat dan membahas topic dan atau menganalisis kasus tersebut ke dalam bimbingan kelompok. dan studi lanjut. syukur setiap hari. Dengan demikian fungsi guru pembimbing/konselor hanya memotivasi siswa memanfaatkan semaksimal mungkin papan bimbingan baik untuk menerima informasi maupun memberikan sumbangan informasi pada bidang belajar. dan atau konseling kelompok. menggunakan bahasa lugas tetapi mengenai sasaran. 2. sangat efektif dilihat banyak siswa. maupun siswa. Mestinya kotak masalah tidak seperti kotak PPPK. social. Mengapa demikian? Menurut hemat penulis karena pengistilahan ‘kotak masalah’ itu sendiri memiliki konotasi negatif. Sampai saat ini siswa masih takut atau mungkin masih malu karena berperasaan kalau dirinya orang bermasalah dan atau berkasus. Siswa mungkin akan lebih mudah menyampaikan perasaannya melalui bahasa tulis dan disampaikan melalui kotak masalah. namun disadari bahwa siswa juga memiliki kemampuan luar biasa mencari informasi penting melalui internet yang dapat disebarluaskan kepada teman-temannya di sekolah melalui papan bimbingan. karir. Celakanya kotak masalah ini sepertinya hanya kotak PPPK yang hanya dipajang dan tidak dibuka apabila tidak ada korban atau yang membutuhkan. imbauan. dipajang dengan menarik. gagasan dan ide bagi siswa dan semua warga sekolah selama hal tersebut demi pertumbuhan dan perkembangan siswa. Kotak Masalah Banyak dijumpai kasus tidak semudah orang berbicara bahwa mengungkapkan masalah secara langsung itu mudah dan sangat gampang. Mengingat begitu pentingnya papan bimbingan bagi siswa maka menuntut para guru pembimbing/konselor untuk senantiasa menyajikan informasi yang up to date. tidak memerlukan perawatan khusus. bahkan pencerahan spiritual untuk meningkatkan kadar keimanan dan pendidikan moral/akhlak mulia siswa. dan memberikan rasa kurang nyaman bagi siswa sehingga tidak akan menggerakkan minat siswa untuk memanfaatkannya. maupun kehidupan berkeagamaan/akhlak mulia. atau “kotak konseling” yang pasti berkonotasi positif. Siswa yang bermasalah tidak ingin diketahui oleh banyak orang apabila dirinya diketahui memiliki masalah. Kondisi yang terjadi selama ini menurut pengamatan penulis tampaknya kotak masalahpun sering belum diminati siswa untuk memulai langkah awal mendapatkan pelayanan konseling. Saya menyarankan penyebutan ‘kotak masalah’ diganti dengan “kotak curhat”. konselor. menuangkan kreativitas. Papan bimbingan ini seringkali menjadi tempat semua siswa mendapatkan dan bahkan mencari informasi berkaitan dengan informasi belajar.konselor sekolah sibuk dan repot mencari data/informasi sendiri dan selanjutnya ditempel pada papan bimbingan. dan sangat familier bagi huru. pribadi. seperti kotak surat yang terdapat di depan kantor pos.Koran dapat dipakai guru pembimbing/konselor untuk menyelenggarakan bimbingan kelompok/konseling kelompok dengan membacakan suatu kasus/masalah hangat yang sedang terjadi di masyarakat. mudah pengadaannya. Papan Bimbingan Papan bimbingan merupakan media bimbingan dan konseling yang sangat murah. Suatu saat kotak masalah dibuka guru pembimbing/konselor ternyata ada surat yang ternyata berupa keluhan bahwa siswa ingin mendapatkan bantuan konseling karena beratnya masalah yang dihadapi tertanggal 2 414 . Dengan demikian begitu mudah kan sebenarnya memberikan pelayanan bimbingan dan konseling dengan media ini? 3. Kotak masalah harus sering dibuka. karir/peluang kerja. Jadi tidak selamanya guru pembimbing. Guru pembimbing/konselor mempersilakan siswa untuk memberikan informasi seluas-luasnya selama itu berguna bagi perkembangan dan membuka wawasan siswa lainnya yang sebelumnya melalui pembimbingan/seizing guru pembimbing/konselor. dan lebih bersahabat untuk mengajak siswa merasa ingin mendapatkan pelayanan mengatasi masalahnya. Seringkali dijumpai siswa apabila ditanya apakah dia memiliki masalah maka silakan datang ke guru pembimbing/konselor. Begitu pula dengan kotak masalah yang senantiasa kosong sehingga konselor malas membuka dan sampai akhirnya menjadi terlupakan membuka kotak masalah itu berbulan-bulan karena dianggapnya paling-paling tidak ada surat sebagai ungkapan masalah siswa. Papan bimbingan merupakan media untuk memberikan informasi.

Belum lagi sebagian orang berpikir kehebatan Centrino Duo Core. Dengan computer dapat menyajikan peristiwa yang direkam dan ditayangkan di dalam kelas.Pesatnya perkembangan teknologi komputer ini memang sebagai jawaban untuk akses data atau informasi. dapat menampilkan gambar data dengan grafik. Saat ini dibutuhkan akses data yang cepat. Konselor baru kecewa karena ternyata ada siswanya yang memerlukan pelayanan konseling segera tetapi sudah lewat dan tidak bisa diulang kembali. Peralatan audio yang di pergunakan dalam proses bimbingan dan konseling seperti tape recorder. Merupakan kewajiban guru pembimbing/konselor untuk bertanggungjawab mengelola dan memanfaatkan kotak masalah setelah berani memasangnya. atau yang lainnya. 5. Melalui cara ini dirasakan kerahasiaan klien sangat terjamin dan memberikan bantuan yang sangat segera. 4. Sekarang ini telepon sudah banyak ditinggalkan karena kekurangpraktisannya dan diganti dengan telepon tangan/genggam (handphone) karena jarak jangkaunya yang luas. diagram. saat ini sudah muncul Centrino bahkan Centrino Duo Core. Sebagai contoh adalah perkembangan prosessor sebagai otak dalam sebuah komputer mulai dari Intel Pentium 1 sampai dengan Pentium 4. Dengan demikian guru pembimbing/konselor harus bertindak seperti pegawai kantor pos. namun bisa terjadi pengistilahan yang kurang tepat tentang ‘kotak masalah’. Perubahan di masyarakat yang semakin cepat pada akhirnya menuntut perkembangan teknologi komputer yang semakin canggih. Telepon dan handphone Telepon sebagai media komunikasi sebenarnya sangat bisa digunakan konselor di dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling. Penggunaan tape recorder ini antara lain adalah untuk merekam sesi konseling dan memutar kembali hasil-hasil yang diperoleh selama sesi konseling. kurva perkembangan siswa. Komputer/Internet Perkembangan perangkat komputer saat ini mengalami kemajuan yang sangat pesat. Hampir setiap bulan muncul genre-genre baru dalam dunia komputer. Ada apa dengan kotak masalah yang masih kosong? Barangkali itu terjadi karena siswa sudah tidak percaya lagi kalau kotak masalah akan dibuka (seperti diuraikan dalam kasus di atas).bulan yang lalu. email. Di dalam pelayanan bimbingan dan konseling computer sangat membantu tugas guru pembimbing/konselor untuk membuat power point dengan berbagai artistiknya saat menayangkan materi bimbingan dan konseling di kelas sehingga penyajian lebih hidup dan menarik. 415 . Peralatan Audio Perkembangan peralatan audio saat ini juga mengalami perkembangan yang pesat. telah muncul pula AMD 690. peletakkannya yang tidak pas sepeerti terlalu tinggi atau terlalu rendah. Betapa dosanya guru pembimbing/konselor dengan peristiwa ini karena telah membuat siswa merana berhari-hari bahkan berminggu-minggu karena tidak mendapatkan pelayanan konseling dari guru pembimbing/konselor. Telepon memiliki keterbatasan karena hanya dapat digunakan pada saat pembimbimbing/konselor berada di sekolah dan atau di rumah (bagi yang memiliki telepon rumah). mungkin bentuk dan desainnya yang tidak menarik. dan tidak strategis. 6. Dengen komputer dan akses internet siswa maupun guru pembimbing/konselor dapat belajar dan mengajari siswa bagaimana melakukan konseling jarak jauh. membuat blog. Sebagian orang belum bisa menikmati kecanggihan Prosesor Pentium 4. facebook untuk komunikasi yang lebih intens dan mendalam dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling. dapat dibawa ke manapun sehingga sangat memiliki kepraktisan dan kemudahan yang sangat luar biasa. Seringkali telepon sangat membantu klien dalam keadaan darurat yang memberikan sifat pencegahan dan bahkan pengentasan terhadap masalah klien. Klien yang sedang kalut saat malam hari misalnya dan sangat ingin mencurahkan perasaannya dan kekalutannya (situasi kritis) bisa mendapatkan layanan konseling lewat telepon. yaitu merasa sedih apabila kotak masalahnya tidak ada satu suratpun yang masuk setelah satu minggu dibuka yang terakhir karena kita meyakini bahwa setiap hari dengan sekian ratus siswa pasti siswa-siswa memiliki masalahnya masing-masing. Saat mengolah data tes dan membutuhkan analisis secara cepat dan akurat dapat digunakan komputer sehingga pekerjaan konselor sangat dibantu dan sangat efektif dan efisien. sehingga pada akhirnya prosesor yang ada juga semakin cepat.

merasa sudah akrab dengan media tersebut. dibutuhkan kamera perekam yang lumayan besar dan berat. sehingga sehingga seringkali konsumen bingun untuk memilih teknologi apa yang akan dibeli. Video player dulu merupakan peralatan yang lumayan banyak dipergunakan orang. Hanya saja. komputer hanya dipergunakan sebagai alat pengolah data saja. kelompok maupun bimbingan klasikal. Saat ini telah berkembang alat perekam yang tidak membutuhkan pita perekam. penggunaan peralatan visual adalah dengan mempergunakan projector. Untuk menghasilkan sebuah hasil rekaman yang baik. Peralatan ini banyak dijumpai karena memiliki tingkat pengoperasian yang mudah dan memiliki harga yang relatif murah. Use It!” 416 . merasa bahwa media dapat berbuat lebih dari yang bisa dilakukannya. Dengan kecanggihan teknologi yang ada saat ini. selain itu kaset yang dipergunakan juga relatif besar. Tetapi selanjutnya berkembang juga sebagai alat entertainment. b. Seringkali kita jumpai. Peralatan visual yang sering kita jumpai antara lain adalah video player atau CD player. sehingga dipandang tidak praktis. alat MP3 atau MP4 seukuran sebuah spidol atau ballpoint. Bahkan seringkali dijumpai mutu gambar yang tidak bagus dan bahkan mudah rusak. yaitu memenuhi kebutuhan atau mencapai tujuan yang diinginkan atau tidak. Penggunaan proyektor ini dipandang tidak efisien. ingin memberi gambaran atau penjelasan yang lebih kongkrit. Dengan kata lain. kelompok maupun bimbingan klasikal. mulai dari mengolah data sampai dengan memproduksi sebuah tayangan video yang baik Di dalam pembelajaran dan atau perkuliahan alat ini sangat membantu konselor atau dosen di dalam memberikan contoh melaksanakan konseling dan atau bimbingan yang diharapkan baik konseling perorangan. Dulu. 7. Secara visual siswa dan atau mahasiswa dapat memberikan feedback pelaksanaan konseling perorangan. dan d. Di dalam pembelajaran dan atau perkuliahan alat ini sangat membantu konselor atau dosen di dalam memberikan contoh melaksanakan konseling dan atau bimbingan yang diharapkan baik konseling perorangan. maka alat ini dapat memainkan musik dan dapat dipergunakan untuk merekam suara. c. bermaksud mendemosntrasikannya seperti halnya pada kuliah tentang media. Perkembangan teknologi informasi saat ini. Penggunaan video player ini tidak akan bisa lepas dari keberadaan sebuah disc atau keping VCD/DVD. kelompok maupun bimbingan klasikal sehingga pengalaman belajar siswa/mahasiswa semakin lebih nyata dan membekas. Mulai dari merekam gambar sampai dengan menampilkan gambar. hasil rekaman seringkali tidak begitu jernih. Pada awalnya. saat ini sudah banyak ditinggalkan karena proses produksinya tertalu berbelit. Komputer saat ini hampir bisa dipergunakan untuk membantu segala macam permasalahan manusia. pada akhirnya bertujuan untuk memudahkan konsumen menikmati hiburan antau informasi dengan efisien. proses perekaman gambar tidak perlu mempergunakan perangkat yang bermacam-macam. Saat ini telah berkembang alat perekam (handycam) yang secara langsung dapat merekam gambar langsung ke dalam keping VCD/DVD. Mc. Pada dasarnya alat ini berfungsi sebagai player. Saat ini peralatan komputer yang dijumpai di pasaran pun sudah mempergunakan teknologi multi media.Tape recorder membutuhkan kaset untuk bisa melakukan tindakan perekaman. Connell (1974) mengatakan bila media itu sesuai pakailah “If The Medium Fits. pengoperasian VCD/DVD ke player akan semakin mudah. dimana di dalam alat ini terdapat sebuah mini harddisk yang memiliki kapasitas sampai dengan 4 Gb. Terlebih. Sebagai sebuah player. karena dalam proses produksinya membutuhkan tahapan-tahapan yang panjang. Teknologi multi media yang berkembang saat ini sudah demikian canggihnya. Hal ini pada akhirnya memunculkan perangkat-perangkat multi media. Pemilihan Media Pembelajaran Beberapa penyebab orang memilih media antara lain adalah : a. Jadi dasar pertimbangan untuk memilih media sangatlah sederhana. Kaset memiliki pita magnetik yang berfungsi untuk menyimpan data atau informasi percakapan. Alat ini disebut MP3 dan MP4. Ukuran MP3 dan MP4 saat ini amat kecil jika dibandingkan dengan sebuah mini tape recorder biasa. Peralatan Visual Alat visual dapat bermacam-macam ragamnya seperti video player dan VCD/DVD player. Sehingga lambat laun peralatan ini mulai ditinggalkan.

Perbedaan individual 3. Tujuan pembelajaran 4. Penerapan. c. Latihan dan pengulangan 10. Partisipasi Umpan balik 8. Bagaimanakah upaya agar kotak masalah dapat digunakan sebagai media BK yang efektif dan efisien? 4. Motivasi 2. Penguatan (reinforcement) 9.Dari segi teori belajar. Latihan dan pengulangan 11. Latihan: Temu dan Kenali semua benda yang dapat dijadikan media dalam pelayanan bimbingan dan konseling! d. Organisasi isi 5. Sebutkan dan temukan jenis-jenis media bimbingan dan konseling! 2. Tes Formatif: 1. Jelaskan cara memotivasi siswa untuk memanfaatkan computer dan internet dalam pengembangan dirinya? 417 . Persiapan sebelum belajar 6. Bagaimanakah cara mengelola papan bimbingan yang baik? Jelaskan! 3. Emosi 7. berbagai kondisi dan prinsip-prinsip psikologi yang perlu mendapat pertimbangan dalam pemilihan dan penggunaan media khususnya dalam bimbingan dan konseling adalah sebagai berikut : 1.

pendampingan konselor sekolah dalam hal ini sangat diperlukan. kurikulum dan lain sebagainya melalui website. Tentu saja hal ini harus didasari pada kebutuhan siswa. Data-data yang didapat oleh siswa pada akhirnya menjadi suatu dasar pilihan yang dapat dipertanggungjawabkan. karena data yang ada di internet dapat dibaca oleh semua orang di muka bumi. Kedua aspek ini saling berkaitan. dan 7. informasi yang didapat tidak sebatas pada konselor/guru pembimbing saja. Data-data yang didapat melalui internet. Sehingga kecil kemungkinan jika data yang dimasukkan berupa data-data sampah. Terdapat pengaturan pelayanan BK secara lebih baik. Uraian Materi: Dalam suatu pelayanan bimbingan dan konseling. meningkatkan keingintahuan dan memberikan variasi pengajaran. kondisi. jenis tugas dan respon yang diharapkan siswa pahami setelah pelayanan BK berlangsung. Hohenshill. dalam Pelling 2002. Tentu saja. terutama yang berhubungan dengan kebutuhan siswa. Pemilihan salah satu metode BK tertentu akan mempengaruhi jenis media BK yang sesuai. Bahkan. antara lain tujuan pelayanan BK. dapat dikatakan bahwa salah satu fungsi utama media BK adalah sebagai alat bantu pelayanan BK yang turut mempengaruhi iklim. maka siswa akan dapat melihat banyak informasi atau data yang dibutuhkan untuk menentukan pilihan studi lanjut atau pilihan karirnya. Konselor akan memiliki pandangan yang baik dan bijaksana terhadap materi yang diberikan. Pelling (2002) menyatakan bahwa penggunaan komputer (internet) dapat dipergunakan untuk membantu siswa dalam proses pilihan karir sampai pada tahap pengambilan keputusan pilihan karir. Perubahan ini dapat ditemukan pada bagaimana teori-teori konseling muncul sesuai dengan kebutuhan masyarakat atau bagaimana media teknologi bersinggungan dengan konseling. Kompetensi dan Indikator: . Software ini dapat membantu 418 . tetapi sampai di rumah-rumah. dan konteks pelayanan BK. Selain penggunaan internet seperti yang telah diuraikan di atas. dapat dianggap sebagai data yang dapat dipertanggungjawabkan dan masuk akal (Pearson. dua unsur yang sangat penting adalah metode dan media BK. 4.Mampu menjelaskan manfaat penggunaan media dalam pelayanan BK b. Hampir seluruh sisi kehidupan kita bergantung pada kecanggihan teknologi. 5. Akan meningkatkan kreativitas. saat ini dapat kita lihat di internet tentang profil konselor/guru pembimbing. Sebagai contoh. Akan meningkatkan kunjungan ke web site. Tidak akan memunculkan kebosanan. termasuk karakteristik siswa.BAB IV MANFAAT PENGGUNAAN MEDIA DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING a. Sampsons (2000) mengungkapkan bahwa fasilitas di internet dapat dapat dipergunakan untuk melakukan testing bagi siswa. Tidak dapat disangkal bahwa saat ini kita hidup dalam dunia teknologi. dan lingkungan pelayanan BK yang ditata dan diciptakan oleh guru pembimbing/konselor. Komputer merupakan salah satu media yang dapat dipergunakan oleh konselor dalam proses konseling. terutama teknologi komunikasi. Hal ini sangat memungkinkan. dapat dipergunakan pula software seperti microsoft power point. meskipun masih ada berbagai aspek lain yang harus diperhatikan dalam memilih media. Data atau informasi yang didapat melalui internet adalah data-data yang sudah memiliki tingkat validitas tinggi. 2000). Media dalam konseling antara lain adalah komputer dan perangkat audio visual. Hal ini sangat beralasan. 3. Bimbingan dan konseling sebagai usaha bantuan kepada siswa. Meskipun demikian. Bahkan. 2. 6. Penggunaan komputer di kelas sebagai media bimbingan dan konseling akan memiliki beberapa keuntungan seperti yang dinyatakan oleh Baggerly sebagai berikut: 1. sehingga kelas akan menjadi lebih menarik. Dapat ditemukan silabus. Akan memunculkan respon yang positif terhadap penggunaan email. menurut Pelling (2002) ketergantungan kepada teknologi ini tidak saja di kantor. karena dengan membuka internet.Memahami manfaat penggunaan media dalam pelayanan BK . tetapi bisa sampai masing-masing program studi dan bahkan sampai pada kurikulum yang dipergunakan oleh masing-masing program studi. saat ini telah mengalami perubahan-perubahan yang sangat cepat.

yang hanya ceramah atau yang menggunakan computer atau video player? d. Konselor dituntut untuk dapat menyajikan bahan layanan dengan mempergunakan imajinasinya agar bahan layanannya tidak membosankan. Ivey. maka konselor meminta siswa untuk memberikan tanggapan terhadap apa yang telah mereka lihat. membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan pelayanan BK. mengidentifikasi beberapa manfaat media dalam pembelajaran/ bimbingan dan konseling yaitu : 1. 2002). Media lain yang dapat dipergunakan dalam proses bimbingan dan konseling di kelas antara lain adalah VCD/DVD player. Merubah peran konselor/guru pembimbing ke arah yang lebih positif dan produktif. Melalui fasilitas ini. dalam Baggerly. 1971. yang ditayangkan tidak saja berupa tulisan-tulisan yang mungkin sangat membosankan. c. Tetapi secara lebh khusus ada beberapa manfaat media yang lebih rinci Kemp dan Dayton (1985) misalnya. manfaat media dalam kegiatan layanan bimbingan dan konseling adalah memperlancar interaksi antara konselor/guru pembimbing dengan siswa sehingga pelayanan BK akan lebih efektif dan efisien. Dalam proses pendidikan konselor pun. konselor dapat pula memasukkan gambargambar di luar fasilitas power point. dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa. 1977. Latihan: Pada saat mengadakan bimbingan klasikal di kelas saudara menggunakan ceramah. Media memungkinkan pelayanan BK dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja 7. Peralatan ini seringkali dipergunakan oleh konselor untuk menunjukkan perilaku-perilaku tertentu. Sebelum VCD/DVD player ini ditayangkan. sehingga sasaran yang akan dicapai menjadi lebih optimal. Media dapat menumbuhkan sikap positif siswa terhadap materi dan proses belajar 8. Tes Formatif: Jelaskan manfaat menggunakan media dalam pelayanan bimbingan dan konseling! 419 . seorang konselor sebaiknya memberikan arahan terlebih dahulu kepada siswa tentang alasan ditayangkannya sebuah film. Hal ini sangat penting. Kegiatan layanan bimbingan dan konseling menjadi lebih interaktif 4.konselor dalam menyambaikan bahan bimbingan secara lebih interaktif. Setelah film selesai ditayangkan. maka siswa akan memiliki kerangka berpikir yang sama. Minta kepada siswa untuk membandingkan atau berpendapat mereka lebih mudah memahami dan menghayati cara yang mana. Gambar-gambar yang disajikan melalui program power point tidak statis seperti yang terdapat pada Over Head Projector (OHP). Hamalik (1986) mengemukakan bahwa pemakaian media BK dalam pelayanan BK dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru. Besok paginya saudara menggunakan computer dan video player tentang topik atau pokok bahasan yang sama. Melalui program ini. Meningkatkan kualitas hasil belajar siswa 6. Tanggapan-tanggapan ini pada akhirnya akan mempengaruhi bagaimana klien berpikir dan bersikap. yang kemudian diharapkan akan dapat merubah perilaku klien atau siswa. tetapi dapat juga ditampilkan gambar-gambar dan suara-suara yang menarik yang tersedia dalam program power point. dalam Baggerly 2002). Perilaku-perilaku yang tampak pada tayangan tersebut dipergunakan oleh konselor untuk merubah perilaku klien yang tidak diinginkan (Alssid & Hitchinson. Secara umum. sebab dengan memiliki gambaran dan tujuan film tersebut ditayangkan. Efisiensi dalam waktu dan tenaga 5. Program software power point memberikan kesempatan bagi konselor untuk memberikan sentuhan-sentuhan seni dalam bahan layanan informasi. Penyampaian materi bimbingan dapat diseragamkan 2. Konselor dapat memasukkan gambargambar yang bergerak. 2000. bahkan konselor bisa melakukan insert gambar-gambar yang ada di sebuah film. Kegiatan layanan bimbingan dan konseling menjadi lebih jelas dan menarik 3. penggunaan video modeling ini juga dipergunakan untuk meningkatkan keterampilan dan prinsip konseling yang akan dikembangkan bagi calon konselor (Koch & Dollarhide.

tetapi nanti tergantung pada orang tua saya”. maka seringkali mereka melupakan kecanggihan piranti komunikasi yang sudah canggih. peralatan teknologi yang ada saat ini hanya bisa bermanfaat jika dimanfaatkan oleh mereka yang menjelaskan penggunaan masing-masing alat tersebut. tetapi di lain pihak. Siswa tersebut menyatakan ingin bertemu lewat telepon saja dan minta konseling. Latihan: Seorang siswa diminta menelepon guru pembimbing/konselor yang sudah berusia cukup dan saat itu konselor tersebut tidak diberitahu sebelumnya bahwa ada klien (siswa) yang akan konseling. Banyak contoh kasus dampak negatif penyalahgunaan teknologi informasi seperti beredarnya rekaman video porno di ponsel. siswa atau klien datang ke ruang konseling hanya ingin mendapatkan senyuman dari konselor atau penerimaan tanpa syarat dari konselor. Hal ini tidak lepas dari budaya paternalistik yang melingkupi masyarakat kita. Kompetensi dan Indikator: Memahami Kerugian penggunaan media dalam pelayanan bimbingan dan konseling. Tes Formatif: 420 . Sebaliknya. pada saat mereka dihadapkan untuk menentukan dan memilih jurusan yang akan diambil. dan konselor akan memfasilitasi keinginan mereka. Tiap manusia dapat berkomunikasi tanpa dibatasi rentang ruang dan waktu. peralatan ini akan memberikan dampak negatif jika pelaksananya tidak menjelaskan dampak yang akan ditimbulkan. maka data atau informasi yang didapat seakan-akan menjadi tidak berguna. beredarnya video porno bajakan yang dilakukan oleh anak negeri dan lain sebagainya. Contoh lain. Tetapi. Sebagai benda mati. Untuk menunjukkan perilaku ini. Tetapi dalam budaya tertentu. “Saya senang dengan jurusan A. seorang siswa akan memilih jurusan di perguruan tinggi. tetapi jika pola pikir masyarakat masih terkungkung dengan nilai-nilai yang diyakini benar. masih banyak diantara kita yang mengalami ketakutan untuk mempergunakan teknologi. tetapi media ini seringkali masih belum bisa menyentuh sisi afektif seseorang. saat ini perkembangan teknologi sudah berkembang dengan demikian pesat. d. b. c. seringkali pula akan “menghilangkan” empati konselor. Tetapi adakalanya. Bagaimana kesan dan pendapat konselor sekolah tersebut tentang siswa yang belum dikenalnya minta konseling melalui telepon. Sebaik apapun teknologi yang berkembang. Walaupun ragam media sudah bermacammacam. Klien datang ke ruang konseling tidak selalu membutuhkan informasi dari internet atau komputer. jika konselor mempergunakan media sebagai alat bantu utama.BAB V KERUGIAN PENGGUNAAN MEDIA DALAM PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING a. bahkan ada kemungkinan klien atau siswa datang ke ruang konseling juga tidak membutuhkan bantuan dari konselor secara langsung melalui proses konseling. walaupun saat ini masyarakat sangat tergantung pada teknologi. Hal lain yang terkait dengan penggunaan media dalam bimbingan dan konseling adalah sasaran pengguna seringkali disamakan. Uraian Materi: Pelling (2002) menyatakan bahwa. Restu orang tua merupakan hal yang dianggap sakral oleh sebagian budaya tertentu. Artinya penggunaan teknologi ini akan memunculkan efek yang baik jika dijalankan oleh mereka yang paham peralatan tersebut. maka tidak jarang dari mereka akan berkata. Penggunaan media. alat komunikasi ini bisa menjadi “tidak bermanfaat”. bahkan meminta restu ini akan lebih afdol jika dilakukan dengan melakukan sungkem. Mungkin mereka akan mencari informasi sebanyak mungkin. walau jarak yang ditempuh untuk mendatangi orang tua relatif jauh. Sebagai contoh. Mampu menjejelaskan kerugian penggunaan media dalam pelayanan bimbingan dan konseling. Tidak dapat dipungkiri bahwa sebagian besar masyarakat kita masih percaya bahwa pernyataan-pernyataan yang diberikan oleh orang tua atau orang yang dituakan masih dianggap lebih baik. Dalam bimbingan dan konseling dikenal istilah empati.

Kompetensi dan Indikator: Memahami cara mengembangkan media bimb ingan dan konseling Mampu menjelaskan cara mengembangkan media bimbingan dan konseling. • Hubungan antara metode BK dan media BK. • Nilai atau manfaat media BK. Tes Formatif: Hal apa sajakah yang perlu di[perhatikan di dalam mengembangkan media bimbingan dan konseling? Jelaskan! 421 . Uraian materi: Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin mendorong upaya-upaya pembaharuan dalam pemanfaatan hasil-hasil teknologi dalam proses belajar mengajar. Untuk itu guru pembimbing/konselor harus memiliki pengetahuan yang cukup tentang media pengajaran oleh Hamalik (1994 : 6) yang setelah disesuaikan dalam bidang bimbingan dan konseling meliputi. Guru pembimbing/konselor sekurangkurangnya dapat menggunakan alat yang murah dan bersahaja tetapi merupakan keharusan dalam upaya mencapai tujuan pelayanan bimbingan dan konseling yang diharapkan. b. dan tidak tertutup kemungkinan bahwa alat-alat tersebut sesuai dengan perkembangan dan tuntutan zaman. guru pembimbing/konselor juga dituntut untuk dapat mengembangkan alat-alat yang tersedia. • Usaha inovasi dalam media BK Dengan demikian. Latihan: Ciptakan satu media bimbingan dan konseling dan kembangkan agar media tersebut bisa dipergunakan dalam pelayanan bimbingan dan konseling yang efektif dan efisien! d. • Seluk-beluk pelayanan bimbingan dan konseling. Disamping mampu menggunakan alat-alat yang tersedia. • Pemilihan dan penggunaan media BK • Berbagai jenis alat dan teknik media BK. c.Jelaskan kekurangtepatan penggunaan media dalam pelayanan bimbingan dan konseling! BAB VI MENGEMBANGKAN MEDIA BIMBINGAN DAN KONSELING a. • Fungsi media dalam rangka mencapai tujuan pelayanan himbingan dan konseling. yaitu: • Media sebagai alat komunikasi guna lebih mengefektifkan pelayanan bimbingan dan konseling. dapat disimpulkan bahwa media adalah bagian yang tidak terpisahkan dari proses pelayanan bimbingan dan konseling demi tercapainya tujuan pendidikan pada umumnya dan tujuan pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah pada khususnya. guru pembimbing/konselor juga dituntut untuk dapat mengembangkan keterampilan membuat media bimbingan dan konseling yang akan digunakannya apabila media tersebut belum tersedia. Para guru pembimbing/konselor dituntut agar mampu menggunakan alat-alat yang dapat disediakan oleh sekolah.

2007. Media Pengajaran. 2003. Media Pembelajaran. Azhar Arsyad. Media Pembelajaran. Journal of Technology in Counseling.BAB VII SIMPULAN 1. 2002. Thomas. Untuk mempergunakan media bimbingan dan konseling perlu diperhatikan budaya yang dimiliki oleh siswa. P. Media bimbingan dan konseling seperti internet akan menyediakan data atau informasi yang akurat bagi siswa. Jakarta : Raja Grafindo Persada. High Tech Counseling. --------. V 78: 348-356.. 2. Raja Grafindo Persada. Boy. 3. 422 . Journal of Counseling and Development. Using the Internet to Enchance Testing in Counseling. Pelling. 4. Azhar Arsyad. Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Tenaga Kependidikan. 2000. Nadine. Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Tenaga Kependidikan. 2002. Journal of Counseling and Development. 2007. 2005. H. Menanti. Media Pembelajaran. Jakarta : Raja Grafindo Persada. Hubungan konseling memerlukan empati. Journal of Technology in Counseling. Media bimbingan dan konseling saat ini telah berkembang dengan pesat sesuai dengan perkembangan jaman dan kebutuhan manusia yang semakin meningkat. Jakarta : Raja Grafindo Persada. The Use Technology In Career Counseling. Referensi Azhar Arsyad. Vol. et al. 22. 2000. Sampson. Arief S. sehingga penggunaan media sebaiknya terbatas pada usaha perolehan data dan informasi saja. 2007. James. Konseling Indigenous. Media Pembelajaran. Asih. V 78: 365-368. 22.. Hohenshill. Practical Technological Applications to Promote Pedagogical Principles and Active Learning in Counselor Education. 2000. Hartono. Psikologi Konseling. Media Pendidikan. Vol. 2003. Sadiman. Soedarmadji. Surabaya: University Press UNIPA Surabaya. Perlu pelatihan atau peningkatan kompetensi konselor dalam menguasai teknologi informasi. 2005. Makalah disampaikan pada Konvensi Nasional ABKIN di Bandung 2005. --------. Baggerly. sehingga pemilihan media bimbingan dan konseling akan efektif. Jennifer. 5. Jakarta : PT.

khususnya penilaian layanan program pendidikan dan bimbingan. Apakah yang diperbuat itu perkara kecil-kecil kesehariannya. Kompetensi Menilai hasil. 2. Dan uraian bab ditutup dengan pokok tentang akuntabilitas pendidikan. Merevisi dan mengembangkan program berbasis hasil penilaian B. Pendidikan Dasar Sembilan Tahun atau Wajib Belajar. PENDAHULUAN Penilaian menjadi perhatian semua orang yang peduli akan apa yang sedang dikerjakannya. Orang berusaha memperoleh informasi balikan mengenai hasil dari apa yang telah dikerjakannya. 3. survei masyarakat sekitar antara lain 423 . atau yang besar-besar dan berdampak luas dan jauh. Merevisi pelayanan BK komprehensif sesuai dengan hasil penilaian c. tetapi juga mempertimbangkan bagaimana tercapainya tujuan itu : pekerjaan lancar sedangkan waktu. Menganalsis proses implementsi program bimbingan dan konseling c. Dibedakan antara penilaian layanan bimbingan dan penilaian program bimbingan meskipun perbedaan itu tidak esensial. Indikator a. pelaku atau pembuat kebijaksanaan ingin memastikan bahwa apa yang dikerjakan membawa hasil. seperti orientasi siswa baru. mencuci pakaian. menulis surat dan program KB. mencuci pakaian. Pada contoh menyampul buku. Menggunakan hasil pelaksanaan penilaian untuk merevisi dan mengembangkan program bimbingan dan konseling 2. Orang itu selanjutnya tidak hanya puas karena tercapainya apa yang diharapkan. penjurusan siswa. pelaksanaan studi penilaian sendiri. kepuasan orang itu diperoleh karena bukunya tersampul rapi. proses dan program bimbingan dan konseling b. inventarisasi pribasi siswa. seperti menyelenggarakan program-program Keluarga Berencana (KB). akuntabilitas bimbingan dan pengembangan sistem akuntabilitas bimbingan. Orang pelaku memperoleh kepuasan dengan rampung dan lancarnya pekerjaan serta tercapainya tujuan-tujuannya. Sub Kompetensi a. pemberian informasi. Bab ini membahas pengertian penilaian pada umumnya. Menggunakan hasil penilaian untuk perbaikan program. suratnya selesai ditulis dan rapi serta jelas maksud pesannya. URAIAN MATERI 1. Menghasilkan penilaian kesesuaian program bimbingan dan konseling dengan implementasi di lapangan.EVALUASI PROGRAM DAN LAYANAN BK A. pakaiannya bersih. Merancang perbaikan proses pelayanan BK komprehensif sesuai hasil penilaian e. pertemuan kasus. serta tenaga yang digunakan sedikit mungkin. Bimbingan Masyarakat dibidang pertanian (BIMAS). PENGERTIAN PENILAIAN Bimbingan sebagai usaha pendidikan dilaksahakan disekolah dalam berbagai bentuk pelayanan dan kegiatan. sesuai dengan yang diharapkan semula. dan bagaimana prosesnya. dan penyusunan rekomendasi. seperti menyampul buku. atau menulis surat. Melakukan penyesuaian proses pelayanan bimbingan dan konseling c. Deskriptor a. produk dan program BK b. biaya. Kompetensi dan Indikator 1. konseling. Melakukan penilaian hasil. b. Menganalisis hasil implementasi program bimbingan dan konseling d. disajikan penilaian keberhasilan konseling karier. program KB diterima masyarakat dan jumlah peserta program meningkat berbarengan dengan menurunnya angka kelahiran. bernilai guna. Dibahas juga segi administrasi penilaian program yang mencakup pembentukan struktur organisasi penilaian. Penilaian dilakukan dengan maksud memastikan bahwa yang diperbuat ada nilai gunanya. proses dan program bimbingan dan konseling. Menghasilkan penilaian proses. Pada bagian akhir .

program. hasil dan efisiensi) suatu kegiatan. atau sertifikasi program 3. 4. Ada pula kegiatan yang diacarakan atau terprogram untuk jangka waktu tertentusemesteran atau tahunan—misalnya program testing. proyek atau program. Ahli lain. Baker menyebut akuntabilitas ini sebagai salah satu jenis layanan bimbingan dan konseling di abad 21. peluang. Anderson dan Ball mengatakan bahwa tujuan utama penilaian adalah untuk : 1. yaitu (1) memberikan kepastian dan keyakinan tentang program yang terlaksana. dan (2) mendapatkan informasi yang lebih Ahli lain. kelemahan. penilaian biasanya lebih diarahkan untuk menyediakan informasi yang diperlukan bagi penyusunan rencana atau program kerja (renstra dan renop) agar terjadi proses peningkatan kinerja program atau lembaga secara berkelanjutan (continuous improvement). program konseling. Bagi manajer dan reformis. memberikan suatu kontribusi dalam memahami dasar yang bersifat psikologis. dan pemerintah yang mensponsori suatu kegiatan.TUJUAN DAN MANFAAT PENILAIAN Penilaian program dilakukan untuk tujuan yang berbeda-beda. weaknesses. ekspansi. memberikan kontribusi dalam pengambilan keputusan tentang keberlanjutan. Chelimsky mengemukakan bahwa berbagai tujuan dan manfaat kegiatan penilaian yang beragam itu dapat dikelompokkan menjadi tiga perspektif. dan proses lainya Berdasarkan pendapat yang dikemukakan di atas dapat disimpulkan bahwa manfaat kegiatan penilaian program sangat banyak dan beragam. • mengembangkan program yang ada (evaluation for development) seperti penyediaan informasi penilaian untuk memperbaiki suatu program sehingga program yang sedang berjalan dapat selalu diperbaiki dan berkembang sesuai harapan. Ada pelayanan dan kegiatan yang spesifik dan sesewaktu penyelenggaraannya. dan ancaman) atau SWOT analysis (strengths. Akuntabilitas di sini merupakan tindak lanjut dari penilaian program. Patton mengemukakan dua macam manfaat kegiatan penilaian program. opportunities. menyediakan bukti dukungan positif terhadap suatu program 5. sosial. penilaian dilakukan terutama untuk menegakkan akuntabilitas. and threats). menyediakan bukti dukungan negatif terhadap suatu program 6. karena masalah khusus dan layanan-layanan lain yang berkaitan-testing. seperti konseling terhadap seorang siswa yang datang menemui konselor di suatu pagi. naik pemerintah maupun swasta (penyandang dana).AKUNTANBILITAS DAN PENILAIAN 424 . serta akan terus bertambah sejalan dengan semakin banyaknya pengalaman para pendidik (termasuk konselor) dan pengelola serta penyelenggara pendidikan (khususnya bimbingan dan konseling) dalam melakukan penilaian programnya masing-msaing. memberikan kontribusi dalam pengambilan keputusan tentang instalasi program 2. • menambah dan memperkaya pengetahuan (evalauation for knowledge) seperti untuk memperoleh pemahaman yang lebih dalam tentang sesuatu masalah atau peristiwa. Walaupun demikian. memberikan kontribusi dalam pengambilan keputusan tentang modifikasi program 4. Dari perspektif auditor. pemberian informasi. Penilaian ditunjukan untuk menyediakan informasi tentang (misalnya. barangkali. 3. Menurut Baker.. akuntabilitas harus dilakukan dan ditegakkan oleh setiap konselor dan lembaga yang menyelenggarakan layanan bimbingan dan konseling. Dalam pelaksanaan layanan dan program bimbingan itu konselor menetapkan tujuan dan ia ingin mengetahui bahwa tujuan itu tercapai dan kegiatan yang dilakukan ada guna manfaatnya. atau proyek kepada pengambil keputusan. hal 14) menyatakan bahwa manfaat kegiatan penilaian program adalah untuk membantu meningkatkan program yang dipenilaian ataupun program sejenis yang memiliki tujuan yang sama. program penjurusan. program pengumpulan bahan informasi. Cronbach (1980. yaitu untuk : • menegakkan akuntabilitas (evaluation for accountability) seperti pengukuran hasil dan efisiensi yang memberikan bukti untuk pengambilan keputusan yang kokoh. penyandang dana. Salah satu teknik yang banyak digunakan adalah analisis kekepan (kekuatan.untuk pengumpulan bahan informasi karier.

Padanan istilah pengukuran 2. Identik dengan kecocokan antara kinerja dan tujuan 3. Demikian juga bimbingan terkena tagihan mutu kinerja ini. 1979). Untuk maksud tulisan ini ada beberapa pandangan dan pendapat yang akan diberikan. terjemahan oleh penulis). program-program bimbingan. atau suatu program. Namun. Scriven. percaturan di sekitar soal ini ada koran terkemuka yang menamakan pendidikan di Amerika waktu itu sedang memasuki "zaman akuntabilitas" (Lessinger di dalam Gibson & Mitchell. Dalam keadaan sumber dana yang demikian itu pendidikan sebenarnya mendapat tagihan dari masyarakat agar mempertanggung. yang telah disediakan bagi penyelenggaraannya. Dikatakan bahwa akuntabilitas itu suatu kondisi yang memerlukan penilaian. meski tidak resmi dan nyata dikatakan. tidak pelak lagi masalah sulitnya tamatan sekolah mendapatkan pekerjaan dan pilihan pekerjaan dewasa ini memperparah masalah ini. Apa yang telah dicapai bimbingan karier ? Bagaimana kinerjanya? Penilaian menjadi sentral untuk menjawab pertanyaan tagihan itu. Dapat dikatakan tidak ada liputan di dalam pustaka mengenai soal akuntabilitas pendidikan ini. Guba (dalam Abramson. agar sekolah bisa mengatasi masalah kemerosotan mutu ini. usaha. Pakar-pakar lain memberikan batasan mengenai penilaian sebagai "tugas menetapkan tujuan yang diinginkan. budayawan. juga oleh kalangan legislatif. 1981). khususnya yang menyangkut remaja.jawabkan kinerjanya. bahasa indonesia oleh Penulis). Ini berbeda benar halnya dengan yang terjadi di Amerika Serikat. uraian atau definisi itu diharapkan bisa membantu pembaca memperoleh pemahaman mengenai penilaian bimbingan. menggejala yang menyebabkan kerisauan para orang tua. khususnya sumber dana. dan mengambil keputusan untuk memperbaiki program" (Wysong. Dari pustaka kelihatan tidak ada satu definisi yang disepakati para ahli itu. Webster dan Stufflebeam (dalam Abramson. Begitulah. Penilaian didefinisikan Cronbach secara luas sebagai "pengumpulan dan penggunaan informasi untuk membuat keputusan mengenai suatu program pendidikan" (Cronbach. atau "proses memaparkan. Akuntabilitas menjadi istilah yang lagi "in"di dalam pendidikan dan mengingat ramainya. tudingan kepada mereka itu kadang-kadang terasa tidak adil. DEFINISI PENILAIAN Penilaian dilakukan orang sejak lama diberbagai bidang: pendidikan. 1979). Pengharapan itu dirasakan berlebihan oleh para guru dan pendidik. hal 114. pemerintahan. meskipun secara proporsional nasional tidak seberapa banyak. penilaian merupakan proses mempertimbangkan nilai guna suatu produk. khususnya bagi pengembangan sumber daya manusia. proses. Penjelasan. ini kentara dari sedikitnya anggaran belanjayang disediakan setiap tahun bagi sektor pendidikan. dan sebagainya. mengumpulkan dan menyusun informasi untuk mengukur pencapaian tujuan itu. 1981. industri. tagihan yang dimaksud tersebut tidak nyata dan tidak jelas ditujukan kepada dunia pendidikan oleh masyarakat kita. Menyangkut bimbingan karier. Definisi umum mengenai penilaian di lingkungan pendidikan diberikan oleh Cronbach (1974. Tidak ada orang atau pihak yang meragukan arti penting pendidikan dan sumbangannya bagi pembangunan. menimbang-nimbang memada-tidaknya pencapaian iti. lembaga-lembaga pendidikan kita waktu ini terkena tuntutan akuntabilitas juga. khususnya bimbingan karier. Demikianpun sebagai bidang kajian telah menjadi pokok studi secara luas oleh para pakar ilmu-ilmu sosial. dan bahwa penilaian merupakan bagian intrinsik dari akuntabilitas 5. khususnya menyangkut prestasi tamatan. Namun perkembangan pembangunan nasional sampai waktu ini belum menempatkan pembangunan bidang pendidikan pada papan pengumuman atas. mengingat biaya. terkenai tuntutan akuntabilitas. Akuntabilitas pendidikan menjadi issu politik yang ramai sejak dua puluh lima tahunan yang lampau. dalam Payne). didalam Gibson & Mitchell. atau ketakandalan. mempelajari rumusan-rumusan definisi di dalam pustaka. Pertimbangan profesional Menurut paham pakar-pakar seperti Suchman.Pendidikan pada waktu kurun waktu ini diselenggarakan dalam keadaan kelangkaan sumber. Mereka menaruhkan harapan pada lembaga pendidikan agar berkinerja lebih baik. Melalui penilaian bisa ditunjukkan bukti-bukti keandalan. dan luasnya. pengamat masalah-masalah sosial. dan masyarakat umum. memperoleh dan memberikan informasi yang berguna 425 . sementara itu masalah perilaku. Mutu pendidikan kita dipertanyakan dan dipermasalahkan akhir-akhir ini. 1974. dan pikiran serta pembahasan mereka bisa diikuti di sumber-sumber pustaka. seorang pakar terkemuka di bidang pengukuran dan penilaian pendidikan. termasuk anak sekolah. mengenai tiga jenis definisi penilaian yaitu : 1.

McDaniel (1956) dengan merujuk ke pendapat Kefauver dan Hand mengatakan bahwa penilaian itu pada dasarnya adalah proses menentukan nilai guna. bagaimana kecakapan konselor yang mengelola suatu program bimbingan karier. berlakunya ancangan kuantitatif dan kualitatif. Masalah ditentukan oleh situasi. Dengan demikian. Diterapkannya pengendalian variabel secara 4. Berlaku asas perampatan (generalisabilitas) PENILAIAN 1. melakukan penilaian merupakan kebutuhan dan tujuan etis pribadi. atau diganti. Keputusan yang menyangkut program. Di bidang bimbingan. Di antara perbedaan itu adalah : 1. administratif maka macam informasi yang diperlukan untuk bahan pengambilan keputusan itu pun bermacam-macam. 426 . Hal ini mengingatkan. seperti halnya dalam bidang pendidikan umumnya. atau diteruskan penyelenggaraannya di suatu sekolah. di dalam Gibson & Mitchell. misalnya adalah program itu diperbarui. Penelitian tidak peduli akan penggunaan dan kegunaan hasilnya untuk kemanfaatan praktis. ada bermacam-macam yang menyangkut program. Hemphill (dalam Payne. Pengumpulan data ditentukan oleh masalahnya 3. dalam melakukan penilaian. value judgement. atau merujuk siswa tersebut ke konselor lain atau ke suatu program pelatihan karier. diperolehnya data dan informasi. Kalau dirangkum. reliabilitas. berlaku persyaratan pengukuran seperti validitas. umpamanya adalah program layanan informasi. Penilaian yang dimaksud itu bisa untuk program bimbingan konseling yang diberlakukan secara nasional. sebagai bentuk usaha pendidikan bisa mengenakan batasan-batasan umum penilaian ini. bimbingan kelompok dan pengembangan ketrampilan pengambilan keputusan karier di suatu sekolah. Secara umum. Program itu. dan yang terutama penilaian juga dapat dilakukan dengan menerapkan ancangan riset. Riset mencakup pengujian hipotesis yang diturunkan dari teori dengan tujuan meramalkan tingkah laku dan mengendalikannya dengan presisi tinggi dan secara ketat (Burk & Peterson. Penggunaan penilaian telah disebutkan. berlakunya teknik pengolahan atas data yang diperoleh. Kepeduliannya adalah perluasan pengetahuan dan penyusunan teori dalam rangka pengembangan ilmu. 1981. atau sebagian program di suatu wilayah. konselor melakukan penilaian karena kepeduliannya yang besar untuk memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya bagi siswa. yaitu untuk mengambil keputusan berdasarkan simpulan mengenai nilai-guna keseluruhan program atau sebagian dari program itu. untuk keduanya berlaku metodologi-metodologi yang mengandung kesamaan: ada kegiatan pengukuran dengan teknik testing dan "non testing". atau diberlakukan atau disebarluaskan ke sekolah-sekolah atau ke daerah-daerah lain. siswa perorangan. ketat pada penelitian. 6. atau bagian tertentu suatu program. Dengan melakukan penilaian. Di bidang bimbingan.untuk mempertimbangkan alternatif –alternatif keputusan" (Stufflebeam et al.. konselor pada hakikatnya bermaksud mengu sahakan perbaikan atau peningkatan kinerja profesionalnya. 1975). objektivitas dan prosedur pembakuan (standardisasi) pengukuran. Penelitian rumusan masalah ditentukan oleh peneliti. Tersirat di sini pentingnya dilakukannya pertimbangan nilai. bagi seorang konselor yang berdedikasi profesi. Keputusan yang menyangkut siswa perorangan. 1974) membandingkan penilaian dan penelitian dan menyenaraikan sejumlah perbedaan. bahkan terhadap seorang siswa dengan masalah kariernya yang khusus dan khas. Bimbingan. umpamanya adalah menempatkan seorang siswa di suatu jurusan tertentu. Dari penilaian juga bisa diperoleh informasi untuk keputusan administratif yang menyangkut lembaga seperti mempertimbangkan bagaimana "baiknya" sistem sekolah yang memiliki program karier tertentu. dan penilaian suatu program bimbingan merupakan usaha untuk menentukan nilai dan kegunaan program itu. dari uraian-uraian tentang pengertian penilaian di atas tersirat maksud atau fungsi penilaian. PENILAIAN DAN PENELITIAN Pengertian penilaian perlu dibedakan dari pengertian penelitian. 4. Keputusan di dalam bimbingan konseling. 2. terjemahan oleh penulis). orientasi.

lulus atau gagal dalam ujian. sampai 10.2. "kurang"). Soal kontrol. dalam banyak hal. 5. apakah siswa naik kelas atau harus tinggal kelas. Dalam penilaian dalam pengajaran ada pengertian "baik" dan "buruk". Meski menerapkan metodologi riset. Kalaupun ada. 6. Dalam hal program. penilaian pengajaran memberikan lambang sebagai simpulan atas perilaku siswa yang dinilai. Demikian juga dengan keputusan programatik yang diambil berdasarkan simpulan penilaian itu : program diteruskan. 3. atau merujuknya. tidak menilai siswa dalam arti dan penggunaan seperti dalam pengajaran. Kalau dalam konseling klien tidak memperlihatkan kemajuan tingkah laku menurut pengertian dan tujuan konseling klien masih "bermasalah"--. khususnya terhadap layanan konseling. berupa angka nilai (mis. C. Gabungan kedua konsep itu adalah kalau orang melakukan penelitian penilaian (atau riset evaluatif). Dengan model ini. dan pertimbangan penilaiannya berdasarkan isi kurikulum dan tujuan pembelajaran yang ditetapkan sebelumnya. tidak berlaku asas perampatan (generalisabilitas) pada penelitian. Lambang-lambang penilaian ini dalam sistem yang berlaku. dan penggunaan laboratorium secara acuan kelompok. Ini pada hakikatnya adalah usaha penelitian tetapi yang dilakukan dengan tujuan menilai suatu usaha atau proyek. Para peneliti di bidang bimbingan diperingatkan oleh Goldman (1978) mengenai kelemahan. naka suatu intervensi bimbingan karier dipandang sebagai variabel bebas dan dengan ancangan riset ingin dilihat hubungan. Pengendalian variabel tidak secara ketat 4. bahkan kegagalan model riset selama ini. atau "benar" dan "salah" mengenai tingkah laku seorang siswa. Penilaian dalam bimbingan. menstudi atas individu daripada kelompok. "cukup". 7. 8. khususnya yang menyangkut siswa perorangan. E) atau pernyataan kualitatif (mis. D. PENILAIAN BIMBINGAN Penilaian Produk 427 . Dalam praktik pengajaran yang lazim di sekolah-sekolah. B. melibatkan subjek selaku rekan. Penilaian dalam pengajaran berusaha melihat terjadinya perubahan perilaku siswa sebagai hasil belajar dan ini mengacu ke tujuan pembelajaran yang ditetapkan berdasarkantujuan kurikulum. biasanya digunakan guru untuk mengambil keputusan yang menyangkut siswa. A. Acuan penilaian dalam pengajaran adalah tujuan yang ditetapkan guru atau perancang berdasarkan isi dan tujuan kurikulum. khususnya berkenan dengan soal-soal keketatan dan kemurnian. Penilaian dalam bimbingan lebih banyak menilai konselor dan pelayanannya daripada manilai klien. huruf umpamanya (mis. umpamanya diperolehnya kemantapan dalam pengambilan keputusan karier pada diri klien. atau dibatalkan. Goldman (1978) Untuk bidang bimbingan dan konseling ia menyarankan agar penilai/periset melakukan studi di lapangan. studi penilaian tidak akan seketat dan seformal penelitian-penelitian psikologi. penilaian keefektifan program bimbingan banyak persamaannya dengan penilaian keefektifan pengajaran. atau dampaknya pada suatu variabel terikat. 7. Dasar pertimbangan pemberian nilai adalah asesmen suatu bentuk pengukuran atas kinerja siswa. sedangkan penilaian konseling mengacu ke tujuan yang ditetapkan klien sendiri dengan bantuan konselor. "bagus". atau 10 sampai 100). Penilaian lebih luas dari asesmen. dan agar lebih mengandalkan ancangan kualitatif. Pengumpulan data sangat bergantung kepada keterlaksanaan pengumpulannya. efektif) atau program bimbingan tidak berhasil. Bisa juga dikatakan bahwa ini adalah penilaian yang dilakukan dengan pendekatan penelitian. PENILAIAN PENGAJARAN DAN PENILAIAN BIMBINGAN Penilaian dalam bimbingan mesti juga dibedakan dari penilaian dalam bidang pengajaran. atau lambang lain. kasus yang menjadi tugas konselor untuk terus membantu klien menanganinya. dan sering dengan mengikuti model eksperimen psikologi. sangat rendah. Simpulan penilaiannya secara garis besar adalah program bimbingan berhasil (tujuan tercapai. atau lainnya. konselor melihat klien dengan perilaku seperti adanya itulah kasusnya. umpamanya tidak bisa digunakan dengan pengertian seperti dalam eksperimen-eksperimen psikologi. dan bukan menyimpulkan bahwa klien "tidak lulus konseling".

merupakan proses menentukan seberapa jauh tujuan program yang telah tercapai. Itu semua dipandang merupakan buah dari program layanan bimbingan yang telah diberikan kepada siswa. misalnya semua siswa memiliki suatu tujuan karier tertentu. yaitu yang bertujuan memperoleh balikan mengenai kerja sistem untuk meluruskan kerja sistem dan untuk perbaikan kinerja apabila kinerja itu kurang baik. Berdasarkan penilaian proses diambil keputusan untuk meneruskan sistem atau mengubahnya. penilaian proses (formatif). Lepas dari itu. DPR atau penyandang dana pada umumnya-. 428 . misalnya keluarga. atau yang berlangsung pada satu titik waktu. Disamping itu penilaian merupakan bagian dari suatu kegiatan sistem yang utuh. misalnya penilaian layanan. industri. masyarakat umum. Kedua macam penilaian ini. khususnya penilaian program kurikulum dan pembelajaran. Penilaian segi hasil berusaha mengetahui apakah tujuan program itu tercapai dan sampai seberapa jauh kalau tercapai. Mengikuti perkembangan model-model penilaian di bidang pendidikan. Mengapa siswa pada akhirnya mampu memilih sendiri atau pada kejadian lain sebaliknya.juga dari diri konselor sendiri. di samping itu menentukan tujuan-tujuan lain apa sebagai alternatif. tidak hanya dua segi saja dari padanya. Ada berbagai pandangan mengenai segi bimbingan yang dinilai. masyarakat sekitar. seperti pengajaran dan sistem diluarnya. dalam hal ini mengubahnya ke arah sikap karier yang positif. tidak berhasil memilih sendiri jurusan yang cocok baginya? Faktorfaktor apa dalam proses bantuan yang menyumbang bagi mampunya atau tidak mampunya siswa menentukan pilihan? Misal: Program bimbingan karier SMA dimaksudkan agar. artinya bagaimana prosesnya. menilai dan menafsirkan informasi tentang kesempatan kerja. bukan kejadian sesaat atau yang berlangsung sekali jadi. Penilaian acuan keluaran ini memandang produk merupakan hasil akhir dari seluruh usaha intervensiyang telah diberikan tidak pandang apa yang terjadi atau dilakukan untuk menghasilkan produk itu. Sebagai sistem yang terbuka. Dengan kata lain penilaian produk berkenaan dengan soal akuntabilitas. apakah siswa mandiri dalam mencapai tujuan kariernya.Bimbingan merupakan satu sistem. goal-attainment model. orang tua. ia bisa ditinjau dari sudut masukannya. Demikian juga ada berbagai model penilaian. Dapat dipahami kalau penilaian yang menyeluruh akan mencakup segenap segi sistem. penilaian proses mencari penjelasan mengapa diperoleh suatu hasil seperti yang dapat diamati. yang dapat diangkat untuk diterapkan di bidang bimbingan. menetapkan jalur sekolah mana dan program kurikulum (jurusan) apa untuk mencapai tujuan itu. sasarannya adalah menjadikan keluaran sistem. Penilaian proses. Perilaku dan kinerja itu misalnya adalah siswa menguasai ketrampilan mencari. Misalnya. prosesnya dan keluarannya. adalah jenis penilaian yang lazim dilakukan. juga disebut penilaian formatif. Penilaian Proses Sebaliknya. hakikatnya menilai apa yang terjadi waktu sistem dalam tahap pembentukan dalam rangka mencapai tujuan. produk dan proses. bisa dikenali beberapa yang termuka dari sekian banyak model yang ada. Sebagai suatu sistem. Penilaian ini berguna untuk mengenali mana-mana dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan yang membuahkan hasil dan mana-mana yang tidak. Dalam penilaian produk. misalnya pada akhir suatu kegiatan yang panjang. atau dengan bantuan orang lain. Penilaian pencapaian tujuan. mencakup seratus persen siswa atau proporsinya kurang dari itu. misalnya mempengaruhi sikap karier siswa. Penilaian produk yang bersifat sumatif berguna untuk maksud menjawab tagihan dari luar. penilaian hasil (sumatif). penilaian program. Penilaian produk cocok benar untuk menjawab pertanyaan akuntabilitas karena hasil yang dicapai itu menunjukkan bahwa konselor telah mencapai apa yang ingin dicapainya. Arti dari produk intervensi program akan diperoleh kalau itu ditilik dari sudut bagaimana produk itu dicapai. penilaian itu suatu proses. yaitu siswa dengan perilaku dan capaiannya. Penilaian sendiri pun suatu sistem. ia bisa pula dilihat dari hubungannya dengan komponen-komponen lain. PROSES PENILAIAN PEMBIMBING Telah disebutkan bahwa penilaian itu ada beberapa macamnya. 9. dikembangkan oleh Tyler.

atau bahkan muluk-muluk seperti "Menghayati peranan bimbingan karier dalam pengembangan sumber daya manusia berkualitas untuk menunjang pembangunan 429 .1. Ini berarti bahwa program itu melalui proses perancangan. Dalam banyak kejadian. Prosess dan Product ) yang dikembangkan oleh Guba dan Stufflebeam. yang dengan langkah kesembilan (Brown dan Srebalus. maka tujuan penilaian mesti diacukan ke tujuan program bimbingan yang dinilai itu. Jika penilaian baru dilakukan setelah rampungnya proses bantuan. Masalahnya. penilaian atas hasil (disebut penilaian sumatif). Model lain yang luas penggunaannya adalah model CIPP ( Context. PERUMUSAN TUJUAN DAN MASALAH KRITERIA PENILAIAN Tujuan penilaian perlu dirumuskan secara jelas dan spesifik. 4. kalau terjadi kesalahan selama berlangsungnya proses bantuan. 3. Input. juga ada layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling yang ditujukan kepada siswa individual. 8. 4. Di samping program. penilaian atas program. 2. 1. Rumusan tujuan yang kabur itu misalnya "Meningkatkan rasa percaya diri menghadapi situasi dunia kerja yang penuh persaingan". Lepas dari adanya berbagai definisi dan model penilaian. yaitu : Penilaian-penilaian konteks (context) Masukan (input) Proses (process) Hasil (product) Model lain yang juga sangat populer adalah model diskrepansi oleh Provus. atau terlalu umum. 1988) menjadi : Mengenali tujuan penilaian dan keputusan yang akan diambil Menentukan siapa yang akan mengambil keputusan Menetapkan kriteria penilaian Menentukan sumber data Menentukan cara pengumpulan data Mengumpulkan data Menganalisa data Menafsirkan data dan malaporkan hasil Mengambil keputusan mengenai program berdasarkan simpulan penilaian Langkah-langkah proses penilaian tersebut di atas nyata berlaku untuk pelaksanaan penilaian yang sistematis. maka kesalahan itu tidak diketahui. 2. konseling dengan seorang klien itu tidak diketahui sebelumnya apa yang menjadi tujuan. Karena penilaian suatu program bimbingan dimaksudkan untuk memberikan dasar yang efektif untuk memeriksa seberapa jauh tujuan bimbingan tercapai. Demikianpun yang dimaksud dengan langkah-langkah penilaian itu khususnya adalah langkah-langkah penilaian program bimbingan. 3. Dapatkah dipahami kalau masing-masing mempunyai kekuatan di samping kelemahannya. Padahal seharusnya kesalahan yang terjadi segera diketahui dan langsung saja dikoreksi. 6. evidensi) Mempertimbangkan kecocokan evidensi itu terhadap kriteria. penilaian dalam bimbingan menurut McDaniel (1956) secara umum berlangsung mengikuti proses berikut : Merumuskan tujuan Menetapkan kriteria Mengumpulkan data (bukti. Setiap model dikembangkan atas dasar definisi tentang penilaian yang diberikan oleh penganjurnya dan dikembangkan untuk maksud penggunaan tertentu. tujuan program itu sendiri harus dirumuskan secara jelas dan spesifik. 3. 9. Demikian juga ada paham bahwa penilaian itu bukan peristiwa akhir kegiatan. dan mencakup empat jenis penilaian sesuai dengan empat huruf akronimnya. Konsekuensinya. Telah pula disebutkan bahwa penilaian itu ada bermacam-macam --penilaian atas layanan atau kegiatan. atau "Memperbaiki ketrampilan pengambilan keputusan karier". Blocher (1987) mengenali delapan langkah dalam proses penilaian. 2. yang banyak terjadi adalah bahwa rumusan tujuan itu terlalu luas. 1. di samping kabur. 5. penilaian atas proses (disebut penilaian formatif). Para pakar yang penganut paham ini berpendapat bahwa penilaian yang dilakukan pada akhir kegiatan itu usaha yang terlambat. Inipun perlu dinilai keefektifannya. 7. 4. 10. melainkan kegiatan yang berkelanjutan atau berlangsung terus-menerus. dan penilaian itu menerapkan ancangan penelitian (riset) atau studi – studi penilaian.

membantu dalam perencanaan karier. Kriteria keberhasilannya. frekuensi pergantian pekerjaan. adalah kriteria. kriterianya adalah meningkatnya proporsi jumlah mereka mereka yang 430 . seandainya tercapai. dan karena itu ia ditentukan dengan menjabarkannya dari rumusan tujuan berdasarkan nilai "kepantasannya". dan menentukan kriterianya berturut-turut adalah data berupa angka putus sekolah dalam kurun waktu tertentu. tidak hanya konselor dan staf bimbingan saja. banyak program bimbingan itu tidak murni kegiatan bimbingan. karena adanya sejumlah masalah. Untuk tujuan-tujuan seperti ini penetapan kriterianya jelas. Program bimbingan kuantitatif itu umpamanya adalah yang bertujuan: 1. penjurusan. jumlah kehadiran. 2. seberapa jauh rencana pendidikan diwujudkan. Program bimbingan biasanya merupakan bagian dari keseluruhan program sekolah. nasional". Program berhasil penuh apabila tercapai angka nol persen. mengingat sebab-sebab kebanyakan kasus putus sekolah selama ini dan mengingat keadaan kemasyarakatan dan taraf sosial-ekonomi orangtua murid pada umumnya dewasa ini. meningkatkan prestasi belajar.atas semua siswa baru. Program dan layanan bimbingan ada berbagai macam. beberapa dari kriteria yang lazim digunakan dalam program bimbingan adalah : Keberhasilan kelak diperguruan tinggi Gaji dan pekerjaan kelak Penilaian kepuasan kerja Sedikitnya masalah yang dikemukakan Seberapa realistis cita-cita pendidikan dan pekerjaan Kriteria merupakan tolok ukur keberhasilan program. jumlah atau proporsi jumlah siswa baru yang telah dites dengan berbagai alat ukur psikologi tiap tahun ajaran. dan lebih mudah menetapkan kriterianya. 3. dengan kriteria apapun. kelanjutan studi. Bagaimana para pengambil keputusan menetapkan bahwa suatu program berhasil atau gagal? Apa tolok ukur keberhasilan bahwa tujuan telah tercapai? Dapatkah dipahami adanya kesulitan dalam merumuskan kriteria ini mengingat sifat hakikat layanan bimbingan dan konseling. testing dan inventarisasi pribadi siswa baru. informasi dan pemilihan karier. 4. keberhasilan itu berkat daya upayanya sendiri. 19) hal yang paling banyak menjadi bahan pembahasan dan kajian. membantu tamatan dan mereka yang gugur mendapatkan pekerjaan. Di samping banyaknya faktor yang tersangkut di dalam kegiatan bimbingan seperti telah disinggung di muka. 5. berarti tolok ukur pencapaian tujuan. Kriteria dipergunakan sebagai dasar mengambil keputusan atau simpulan penilaian. 2. Kriteria erat kaitannya dengan tujuan. merupakan program bersama yang melibatkan seluruh staf sekolah. Program-program seperti artikulasi. 3. Rumusan tujuan seperti itu sedikit kegunaannya untuk maksud penyelenggaraan program dan memeriksa keberhasilannya karena terlalu umum sehingga tidak mungkin orang mengetahui apakah tujuan itu telah tercapai atau tidak/belum dan. jumlah yang berhasil dibantu mendapatkan pekerjaan. sukarlah petugas bimbingan mengklaim bahwa. 5. adalah persentase yang menurun dari sepuluh persen menjadi lima persen dalam kurun waktu lima tahun. Menurut Shertzer & Stones (19). membantu dalam penyusunan rencana pendidikan siswa. dan pakar-pakar lain (diantaranya Gibson & Mitchell. Kriteria dipergunakan sebagai dasar mengambil keputusan atau menarik simpulan penilaian. 7. meningkatkan presensi siswa di kelas. Nyata bahwa program bimbingan kuantitatif lebih mudah menilainya. Shertzer & Stones. Dari langkah-langkah proses penilaian yang disebutkn McDaniel dan Blocker. 4. menurunkan angka putus sekolah. atau absensi siswa tiap kelas dan seluruh sekolah dalam semester. khususnya orangtua dan masyarakat industri. 19 . Untuk tujuan program seperti bantuan mendapatkan pekerjaan bagi para putus sekolah dan tamatan. 6. yaitu kuantitatif dan yang kualitatif sifatnya. Dasar untuk menetapkan keberhasilan program. pengetesan –dalam rangka layanan inventarisasi pribadi-. pencegahan kasus putus sekolah. kalau suatu program bimbingan itu dinilai berhasil. seberapa jauhkah itu.1. tetapi secara umum itu bisa digolongkan menjadi dua. Contoh program yang disebut paling belakang –pemilihan karier bahkan melibatkan masyarakat luar sekolah juga. umpamanya untuk program penurunan kasus putus sekolah. daripada yang kualitatif. Dalam keadaan demikian. hal yang tentu saja langka terjadinya. angka nilai rapor atau ujian nasional dari tahun ke tahun.

Penyebab yang banyak disebut-sebut adalah faktor keuangan atau sosialekonomi orang tua. penilaian atasan. Tujuantujuan bimbingan yang sifatnya kualitatif seperti meningkatnya sifat-sifat penyesuaian sosial. Ihwalnya menjadi soal penetapan tujuan. sehingga dilupakan cara atau proses begaimana nilai itu dicapai. Dalam hal yang disebut belakang. Tujuan yang mudah umpamanya adalah mencegah para siswa bunuh diri karena gagal mendapatkan pekerjaan barangkali akan tercapai hampir seratus persen-. Kedua. dan sebagainya. kriteria keberhasilan sebesar 60 persen dari jumlah siswa saja. Kriteria-kriteria itu umpamanya adalah "kecocokan" atau "tepatnya" tujuan karier yang di pilih. untuk ilustrasi. umpamanya membantu siswa yang putus sekolah dan tamatan mendapatkan pekerjaan. dan dilupakannya esensi dasar. bukan angka nilai melainkan tingkah laku dan sikap dalam berlangsungnya proses belajar yang lebih diutamakan : sikap positif terhadap belajar. harus bisa dinyatakan dalam bentuk tingkah laku dalam berbagai tingkat : dari pernyataan verbal sampai tingkah laku konkret dalam situasi nyata. dan persiapannya untuk bekerja. dan kemampuan menahan diri. untuk berprestasi. termasuk membantu mengatasi masalah pribadi yang mempengaruhi belajar. yaitu menyangkut validitas tujuan itu sendiri. sikap klien terhadap layanan konseling dan perubahan dalam pekerjaan. Dalam pembelajaran. kepuasan kerja. laporan atasan mengenai kecakapan pekerja. itu sendiri antara konselor dan siswa –apa yang "cocok". guru budang studi. Sebab-sebab lain terjadinya putus sekolah adalah kurangnya motivasi belajar. hal yang banyak terjadi di jenjang pendidikan dasar : anak meninggalkan sekolah karena harus bekerja mencari nafkah untuk membantu kelangsungan hidup keluarga. antara yang mudah mencapainya dan yang penuh tantangan dan amat susah mencapainya (Posavac & Carey. petugas Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Dan ketiga. yaitu banyaknya jabatan yang dipegang. demi objektifnya. dan dalam memotivasi siswa untuk belajar. Dalam contoh kriteria yang pertama. Pertama adalah adanya keberatan kalau meningkatnya angka nilai itu menjadi tujuan pokok. pernyataan berkurangnya masalah hubungan kerja yang dialami karyawan. apa yang perlu dipertimbangkan dalam penetapan kriteria penilaiannya adalah bahwa putus sekolah itu terjadi karena berbagai faktor penyebab. tidak bisa diketahui berdasarkan data hasil ukuran langsung tercapainya sifat-sifat kepribadian tersebut. Tujuan seperti itu. penyesuaian emosional. bisa juga konselor tergoda membantu siswa/klien untuk memilih jurusan yang "mudah". lamanya jabatanjabatan itu dipegang. untuk memilih mata-mata kuliah yang "mudah" atau yang dosennya bukan yang dijuluki "pembunuh. Diatas telah disebutkan tentang adanya ketidakpuasan para ahli untuk kriteria di dalam penilaian bimbingan karieryang biasa dipergunakan. sikap siap dan ulet menghadapi tantangan. killer". atau kalau diperguruan tinggi. Penetapan tujuan di bidang pekerjaan seperti ini dapat menimbulkan masalah. alasan mengapa orang menanggalkan jabatan itu. Salah satu kriteria yang banyak digunakan di sekolah adalah meningkatnya angka nilai hasil belajar siswa. gaji yang diterima. agaknya dipertanyakan tercapainya dalam konteks keadaan dunia karja di negara kita dewasa ini. Seharusnya. dipertanyakan mengenai kesesuaian "kecocokan". di mana berlaku sistem pilihan. pustakawan sekolah. banyaknya jabatan yang dipegang. Ada soal lain yang mesti juga diperhatikan berkenaan dengan penggunaan kriteria objektif untuk menilai hasil guna program dan layanan bimbingan.sementara tujuan yang berat mencapainya. yaitu pada bantuan dalam mengadaptasi pengalaman belajar sehingga memenuhi kebutuhan siswa dan selaras dengan ciri pribadi siswa. Dalam hal program penurunan kasus putus sekolah. atau "tepat" menurut konselor belum tentu "cocok". penunaian fungsi adaptif (McDaniel.seperti guru kelas. "ketepatan". di dalam diri dan di luar diri pebelajar. atau "tepat". peranan bimbingan dan konseling bersifat tidak langsung. Strang (1963) menyarankan diterapkannya gabungan kriteria. keberhasilan belajar itu bergantung pada banyak faktor. 1985). kurangnya informasi pendidikan dan informasi karier. Banyak dari tujuan bimbingan yang kriteria penilaiannya dibahas ini adalah tujuan keseluruhan program-program sekolah sehingga menjadi tujuan dan kepentingan bersama seluruh petugas pendidikan di sekolah –tidak hanya kepentingan petugas bimbingan-. menurut siswa. dalam menciptakan kondisi emosional belajar yang mendukung. Realistiskah tujuan itu? Pemberi layanan tidak bisa menetapkan tujuan yang tidak realistis.mendapatkan pekerjaan dalam sekian tahun. kurangnya pemahaman diri. 431 . 1956). Mengenai tujuan dan kriteria dalam penilaian program bimbingan karier banyak ahli mengemukakan keberatannya. yaitu kriteria penyesuaian vokasional dan penyesuaian pribadi. yaitu belajar.

Bardo dan rekan-rekannya menyarankan digunakannya ranah Wellman dalam menetapkan tujuan dan kriteria. orang. hal yang tidak dijumpai pada pekerjaan guru atau perancang sistem pembelajaran ketika merumuskan tujuan pembelajaran dan menetapkan kriteria penilaiannya. Contoh tujuan ranah edukasional. Di dalam penyelenggaraannya program mesti mendapat dukungan dari seluruh staff –konselor sendiri. Ini pun bertingkat : dari tingkah laku sebagai pengalaman tidak langsung di sekolah sampai pengalaman langsung di latar luar sekolah. apalagi berkat usaha bimbingan dan konseling. guru. memerlukan pengorganisasian yang seksama. Tujuan khusus pembelajaran suatu pokok bahasan dalam sistem sekolah yang berlaku dirumuskan dengan jalan menjabarkannya dari tujuan umum yang terdapat di dalam kurikulum (GBPP). Untuk itu sistem terus memerlukan balikan. sifat dan ketrampilan orang yang diperlukan agar ia bisa berfungsi secara efektif di dalam kelompok. tujuan itu umpamanya. pelaksanaan penilaian program bimbingan. 1988). dan itu diperoleh dari pelaksanaan penilaian. Kapabilitas yang diharapkan akan dipertunjukkan siswa adalah dari ranah informasi verbal (Gagne. 11. vokasional dan sosial (Bardo et al. Untuk kriterianya. Seperti yang telah dikemukakan. artinya terus berubah dan memerlukan pengubahan sesuai dengan kebutuhan. 1978). apalagi konseling. yang mendasari pelaksanaannya. Dalam ranah vokasional (karier). Menurut Kurikulum SMA 1994. staff lain sekolah. Apa yang baru disebutkan di atas adalah justru yang menimbulkan kesulitan. proses. aturan-. Bimbingan dan konseling berbeda dengan pembelajaran dalam arti bahwa untuk kegiatan yang disebut belakang ada kurikulumnya. dan sudah barang tentu pimpinan sekolah. dimulai di kelas dua. tidak saja kebutuhan siswa tetapi juga kebutuhan orangtua murid. umpamanya sekurang-kurangnya 80 persen semua siswa mampu mengenali mata-mata pelajaran dan nilai prestasi belajar yang dipersyaratkan untuk setiap jurusan. "Diberikan persyaratan untuk jurusan-jurusan A1. adalah menurut Kurikulum SMA 1984. tidak statis. ataukah berkat faktor-faktor lain mengingat banyaknya faktor atau variabel luar yang ikut main didalamnya. PENGORGANISASIAN PENILAIAN PROGRAM BIMBINGAN Demi keberhasilannya. Kriteria untuk tujuan ini. penilaian itu proses yang berkesinambungan. dan wujud tingkah lakunya adalah siswa menyebutkan. termasuk penilaian program bimbingan karier. masukan. tidak bisa diharapkan sama bagi semua konselor. adalah sulit memastikan apakah kalaupun terjadi tingkah laku bekerja sama yang dikehendaki hal itu seratus persen berkat usaha pendidikan sekolah. yang sampai waktu ini masih ditetapkan secara nasional dan berlaku lebih kurang sama bagi seluruh sistem. secara lisan atau tertulis. guru dan lembaga (sekolah). (Jurusan di dalam contoh ini. IPS dan Bahasa). ada tiga jurusan dan baru dimulai di kelas tiga yaitu IPA-Matematika. Sebagai contoh pengertian penyesuaian dan kebahagiaan berbeda bagi kepala atau pimpinan (eksekutif) dan bagi buruh. Ranah-ranah tujuan itu adalah edukasional. umpamanya. penetapan tujuan suatu program bimbingan. prosedur.dan sistem-sistem di luarnya.. atau menghargai pendapat orang lain sementara ia tetap mempertahankan pendapatnya sendiri. Sudah barang tentu tolok ukur mutakhirnya adalah dapat diamatinya tingkah laku siswa yang berucap itu di dalam situasi nyata. yaitu berupa Garis-garis Besar Program Pengajaran (GBPP). Berbeda halnya dengan bidang pengajaran. Penyelenggaraan penilaian memerlukan pengaturan mengingat bahwa penilaian itu sendiri merupakan satu sistem. media. sistem yang terbuka. 90 persen siswa mampu menyebutkan pengetahuan tentang kendala akademis dan fisik dalam menjalankan tugas pekerjaan-pekerjaan yang dipilih. A2.Penyesuaian sosial. A3 dan B siswa mengenali mata-mata pelajaran dan prestasi hasil belajar yang dipersyaratkan dalam mata-mata pelajaran itu untuk setiap jurusan". sementara untuk bimbingan. "Siswa mengenali faktor-faktor kesulitan (atau penghambat) dalam menjalankan dengan baik tugas pekerjaanpekerjaan yang dipertimbangkan untuk dipilihnya". 432 . Penilaian perlu dilakukan atas kinerja program bimbingan mengingat bahwa program itu merupakanproses yang dinamis. dapat dinyatakan secara operasional dalam tingkah laku orang untuk bekerja sama dengan orang lain. Setiap konselor mesti mengembangkan sendiri rumusan tujuan program yang sesuai dengan kebutuhan. Dalam hal tingkah laku di latar luar sekolah. dan hal-hal bukan orang yang tersangkut di dalamnya seperti alat. tidak ada apa yang bisa disebut "kurikulum bimbingan". Tujuan itupun harus diselaraskan dengan keadaan dan kondisi yang berlaku di samping disesuaikan dengan waktu. Program bimbingan itu sendiri merupakan satu sistem organisasi yang kompleks mencakup tujuan.

teknik-teknik pembentukannya mesti diacukan ke bimbingan karier. Pembentukan struktur organisasi. hal penting dalam tahapan ini. tahapan-tahapan itu berlaku. paham tentang penilaian ini berkaitan erat dengan paham tentang akuntabilitas pendidikan dan bimbingan. umpamanya hal-hal yang mesti diperhatikan adalah bagaimana perkembangan dunia industri dan dunia usaha. waktu. yaitu keputusan untuk melakukan penilaian. segala pengaturan dibuat sedemikian rupa sehingga penilaian itu merupakan bagian dari kegiatan sehari-hari. tidak sampai terputus atau terganggu. Perkara akuntabilitas ini akan dibahas lebih lanjut di bagian belakang. 12. Begitulah. Yang dimaksud adalah pengelolaan program bimbingan pada umumnya. Langkah-langkah itu menunjukkan adanya tahapan pelaksanaan (eksekusi) penilaian. serta perhatian yang perlu dicurahkan untuk mencapai tujuan program maka di sini ada soal pengelolaan. 1978) adalah : (a) Merumuskan tujuan layanan penilaian Menunjukkan siapa yang menjadi koordinator layanan (c) Menentukan siapa-siapa yang akan diikutsertakan di dalam layanan dan apa tugasnya masing-masing (d) Membangun kesiapan pihak-pihak yang tersangkut dalam penilaian yang akan diselenggarakan dan kesiapan akan perubahan-perubahan yang mungkin bakal terjadi (e) Menentukan batas lingkup yang akan dinilai (f) Menentukan jadual penilaian. Persyaratan dan tuntutan dunia industri terus berkembang dan ini harus dipertimbangkan tim penilai untuk menentukan tolok ukur keberhasilan program bimbingan karier. Dengan kata lain. Sesuai dengan lingkup dan tujuan buku ini. PEMBENTUKAN STRUKTUR ORGANISASI Yang dimaksud dengan organisasi yang strukturnya dibentuk di sini adalah organisasi penilaian. konseling. khususnya pengelolaan program bimbingan karier. dan wewenang dari pimpinan (h) Membangun jalinan komunikasi pribadi di antara semua staf yang terlibat di dalam penilaian. seperti yang juga telah disebutkan. Demikian juga. Apakah penilaian itu ditujukan kepada penyelenggaraan bimbingan karier sebagai suatu program yang berdiri sendiri atau itu merupakan bagian dari suatu program bimbingan yang lebih besar. dan keorganisasian usaha penilaiannya. tahapan dan kegiatan-kegiatan dalam rangka penilaian itu berlaku juga untuk penilaian layanan bimbingan karier. seperti pemberian informasi. Menilik sifat keorganisasian program. Di bagian muka telah disebutkan adanya langkah-langkah dalam proses penilaian. dapat dibayangkan bahwa ada tahapan besar yang lain sebagai tindak ikutan. Maksud pengorganisasian ini adalah menyiapkan segala sesuatunya sehingga penilaian nanti bisa terlaksana dengan lancar dalam mencapai tujuannya. penyelenggara program bimbingan harus dapat mempertunjukkan kinerjanya sebagai pertanggungjawaban misinya kepada badan pemberi tugas dan lebih-lebih pemberi dana. Pelaksanaan rekomendasi. Ini selanjutnya mengasumsikan bahwa telah ada. 2. yang penting di antaranya adalah perumusan tujuan dan penetapan kriteria. khususnya akuntabilitas bimbingan karier. adalah menerapkan pengertian-pengertian dan asas-asas umum penilaian untuk bidang bimbingan karier. Kegiatan-kegiatan yang tercakup di dalam tahapan ini (Hollis & Hollis. atau tersusun suatu organisasi yang rapi demi keberhasilannya. Kalau hal ini dikaitkan dengan pengertian tentang penilaian dan maksud diselenggarakannya penilaian. Pada tahap pembentukan organisasi ini. yaitu pengambilan keputusan berupa rekomendasi hasil penilaian. Hollis dan Hollis (1978) mengenali adanya tiga tahapan besar di dalam usaha penilaian program bimbingan : 1. Sebagaimana tersirat dari uraian di muka. Dalam tahapan persiapan ini. itu berarti bahwa telah dilakukan persiapan-persiapan untuk melaksanakan keputusan yang telah diambil.Di lingkungan sekolah. layanan-layanan yang lain. termasuk penilaian di waktu yang akan datang (g) Mendapatkan dukungan berupa uang. Pelaksanaan studi penilaian dan 3. Dalam rapat-rapat tim atau kepanitiaan penilaian untuk merumuskan tujuan penilaian. sebagai contoh. demikian juga dalam tahapan-tahapan kedua dan ketiga. hendaknya berjalan seperti biasa. Dalam tahapan ini perlu dilakukan kunjungan untuk b) 433 . Selanjutnya ini berarti soal pengelolaan program penilaian.

Menyusun rekomendasi. setelah berakhirnya program. Kegiatan itu umpamanya siswa-siswa mengikuti pengalaman belajar langsung di bidang karier. Menyusun data yang terkumpul 6.dan dilakukan setelah segala sesuatunya mustahil. Menarik simpulan dan implikasi 8. Rasio konselor- 434 . Gibson dan Mitchell (1989) menyebutkan tiga. Demikian juga. dengan berbagai teknik dan metode 5. dan pada segala waktu. Menerapkan kriteria terhadap data dan menafsirkannya 7. 9. PELAKSANAAN STUDI PENILAIAN Ini adalah inti kegiatan –pelaksanaan studi penilaian sendiri-. Rumusan tujuan ini hendaknya jelas dan spesifik. METODE PENILAIAN Penilaian program bisa dilakukan dengan berbagai metode. Penilaian berusaha melihat kemajuan yang dicapai siswa. Jadi tidak ada pengertian "tujuan bersama" yang berlaku untuk semua sekolah di semua tempat atau wilayah. 13. Segala usaha dan teknik serta alat mesti diacukan ke pencapaian tujuan. Menentukan tim penilai (tim inti) dan pihak-pihak pembantu (nara sumber informasi dan konsultasi) 4. termasuk menentukan kriteria dan teknik studi penyusunan 3. atau lebih baik pemahamannya tentang pekerjaan yang diamatinya secara langsung itu. dan (c) Metode "Bagaimana Kedudukan Kita Sekarang" (a) Metode Sebelum-dan-Sesudah Berusaha mengetahui kemajuan yang dibuat siswa setelah mengikuti suatu kegiatan program. Merumuskan tujuan studi 2. Kegiatan-kegiatan di dalam tahap ini (Hollis & Hollis. 1978) mencakup : 1. apakah program diteruskan (kalau berhasil baik) atau diubah/disempurnakan bahkan dihentikan. Mengumpulkan data. Hal penting lain yang perlu diperhatikan adalah bahwa tujuan dan kriteria keberhasilan itu hendaknya dirumuskan sejak semula. dalam hal ini melakukan pengamatan lapangan. dari antara kegiatan-kegiatan tahap kedua ini yang bersifat sentral adalah perumusan tujuan dan penetapan kriteria. Perbandingan bisa juga dilakukan terhadap norma dari sejumlah kelompok. 14. misalnya mereka lebih realistis dalam pilihan karirnya. Di samping itu perumusan itu hendaknya berdasarkan kesepakatan bersama antara yang memberikan layanan dan pihak yang menerima layanan. atau sekolah setempat pada suatu waktu. (b) Metode Perbandingan Dilakukan dengan membandingkan sekelompok siswa dengan kelompok-kelompok lain. artinya mesti didasarkan pada kebutuhan lembaga. yaitu : (a) Metode Sebelum-dan-Sesudah (b) Metode Perbandingan. tidak umum. Menyebarluaskan temuan atau hasil penilaian kepada pihak-pihak yang berkepentingan Seperti yang telah disebutkan di bagian muka.observasi dan konsultasi ke sekolah-sekolah yang diketahui berhasil dalam pelaksanaan penilaian di bidang bimbingan karier. seminggu sekali selama satu kuartal. Menyusun rancangan studi. Tujuan dan kriteria bersifat khas. semua pihak yang tersangkut mesti mengorientasikan kegiatannya kepada tujuan. Termasuk juga di sini kunjungan survei dan konsultasi ke instansi dan dunia industri untuk memperoleh pandangan yang akan dijadikan dasar untuk penetapan tujuan penilaian.

tingkah lakunya berubah menjadi adaptif –secara umum masalahnya masalahnya terpecahkan. yaitu sejak klien diterima petugas resepsionis. pelayanan dan kegiatan bimbingan hendaknya berjalan seperti biasa. Di dalam pustaka di waktu akhirakhir ini dibedakan antara konseling karier dan intervensi karier (Spokane 1991). dan berupa "setiap kegiatan yang tujuannya adalah meningkatkan kemampuan individu membuat keputusan karier yang lebih baik" (Spokane. atau kejadian lebih awal lagi. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah bahwa selama pelaksanaan rekomendasi. Tujuan dan tolok ukurnya di sini adalah tujuan rekomendasi itu sendiri. lokakarya. terjemahan). Konseling karier dinilai terlalu sempit. Penilaian-hasil mengukur hasil yang dicapai sesuai dengan tujuan: membantu mengenal dan memahami diri. disempurnakan. atau dibatalkan sama sekali. Paham lain mengatakan bahwa penilaian konseling hendaknya. mengubah tingkah laku klien yang maladaptif. yaitu hanya mencakup bantuan yang berlangsung di dalam hubungan satu-satu. seperti yang telah disebutkan di muka merupakan proses yang berkelanjutan dan berlangsung sejak saat pertemuan pertama kali konselor-klien terjadi. PENILAIAN KEBERHASILAN KONSELING Konseling karier merupakan inti kegiatan bimbingan. yang ragu-ragu dalam memilih karier. MENERAPKAN REKOMENDASI Telah dikemukakan bahwa maksud dilakukannya penilaian terhadap program bimbingan adalah untuk memperoleh bahan guna mengambil keputusan berkenaan dengan program itu: apakah akan diteruskan. Dalam wawancara konseling terhadap seorang klien dilakukan penilaian untuk mengetahui apakah tujuan intervensi diadik ini telah tercapai : mengenal kekhasan dirinya (demikian juga kekhasan orang lain). Keputusan pertama –program diteruskan-menyiratkan keberhasilan program sedangkan keputusan terakhir --program dibatalkan-menggambarkan kegagalan program. daftar cek. yaitu 435 . Dengan mengabaikan kemungkinan keputusan terakhir. Perkecualiannya adalah kalau kegiatan atau bagian kegiatan itu yang terkena rekomendasi. dan inventori arahan-diri (self-directed inventory). dalam hal ini perbandingan bukan dilakukan terhadap kelompok lain. Demikianlah penilaian intervensi karier ini mencakup tidak saja penilaian atas layanan bantuan individual diadik (antara dua orang) yang tradisional tetapi juga atas siasat-siasat bantuan lain yang luas seperti metode kelompok. Bahkan. 1991. 16. kegiatan-kegiatan dalam tahapan ketiga ini yang disesuaikan dengan yang dikemukakan Hallis dan Hallis (1978): (a) Menyusun kerangka prosedur untuk pelaksanaan rekomendasi (b) Memperoleh persetujuan dari pihak-pihak yang berwenang untuk melaksanakan rekomendasi (c) Menunjuk koordinator selaku penasihat pelaksanaan rekomendasi (d) Mengikutsertakan orang-orang yang tersangkut untuk membantu pelaksanaan rekomendasi (e) Menyusun prioritas dan jadwal dalam pelaksanaan rekomendasi (f) Mengikuti pelaksanaan rekomendasi untuk melihat pengaruhnya (g) Menyusun laporan kegiatan Kegiatan (f) mengandung arti bahwa pelaksanaan rekomendasi sebagai hasil penilaian itu sendiri terkena penilaian. rencana kariernya mampu disusunnya. Intervensi karier lebih luas cakupan layananya. dilakukan modifikasi terhadap bagian-bagian tertentu atau keseluruhannya. misalnya harus diubah atau disempurnakan. modul pembelajaran diri. hal. keragu-raguan pilihan kariernya hilang. kegiatan kelas. 15. apa yang terjadi sebelum pertemuan konselor-klien. yang tidak mampu menyusun rencana karier. (c) Metode Kedudukan Sekarang Pada dasarnya menerapkan perbandingan juga. melainkan dengan kriteria tertentu atau standar yang ditetapkan dan diterima. kuesioner untuk mengukur pelaksanaan program. Konseling juga dinilai mahal karena hanya mampu manangani klien dalam jumlah yang terbatas sehingga kurang berguna untuk jumlah siswa yang banyak di lembaga yang besar. atau bahwa program itu tidak perlu lagi diselenggarakan. antara konselor dan klien. yang secara umum mengalami masalah. 17. Atas dasar kriteria disusun skala penilaian.siswa suatu sekolah bisa dibandingkan dengan ratio rerata konselor-siswa sejumlah sekolah di suatu daerah untuk menilai apakah jumlah konselor di sekolah itu memadai.

mengembangkan pemahaman mendalam atas situasi masalahnya--konselor mencari petunjuk lebih lanjut mengenai kelangsungan kemajuan itu dan seberapa jauh. "Itu bukan salah saya. terusmenerus. Konselor yang peduli akan keberhasilan bantuannya sejak awal pertemuan memperhatikan apakah klien memperoleh kemajuan selama berlangsungnya wawancara. kebergantungan. Jadi. tujuan itu umpamanya "siswa mencapai nilai rata-rata paling kurang 7 untuk bidang studi syarat masuk jurusan mesin (di SMK)". atau mula-mula. Dari wawancara seorang klien tersirat pemahaman dirinya dan seberapa jauh telah berkembangnya pemahaman mendalam akan masalahnya dan situasi di mana dirinya berada. mau bertanggung jawab. "Apakah ditolaknya lamaran kerja saya tidak karena keterlambatan saya memasukkan surat lamaran?". "Apa yang dapat saya lakukan?". Siswa yang mula-mula berkata. dan mungkin hanya berupa pertanyaan verbal). Diperoleh kemajuan kalau respons negatif yang pada mulanya sering dilakukan makin lama makin berkurang dengan digantikannya respons-respons yang positif. atau "siswa menentukan pilihan kerja tentatif". meski mungkin itu keputusan kecil. Bagaimana klien diterima oleh petugas resepsionis. mengelak dari tanggung jawab. yang dilakukan pada tahap akhir. percaya diri. sehingga merupakan suatu proses berkelanjutan. "Kok saya ini serba salah. Bu. "Apa. menunjukkan bukti-bukti adanya pertumbuhan. yaitu setelah konseling selesai. setiap apa yang terjadi. menepati janji pertemuan. Bu. yang mesti saya lakukan?" kemudian tuturnya menjadi "Saya rasa sebaiknya saya ikut kerja magang". dan bagaimana dia dirujuk bisa berpengaruh –baik atau buruk-. dan ditujukan tidak saja kepada klien tetapi juga kepada konselor sendiri. mencari/menemukan sendiri informasi jabatan yang diperlukannya (tanpa disuruh. tetapi … (teman saya sekamar kos selalu mengganggu" –dan 'tetapitetapi' yang lain)". PENILAIAN DALAM KONSELING SISTEMATIS Di dalam konseling sistematis (Stewart et al. Pak?". Ini yang barang kali menyebabkan keterlambatan saya". mandiri (mengambil keputusan sendiri. penilaian kemajuan konseling berarti penilaian atas hasil. "Saya ini bagaimana. klien mulai mau bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri. Sebaliknya dari apa yang baru disebutkan. menggambarkan pemahaman diri dan penerimaan diri. "Saya sebetulnya mau belajar. "Kerja saya lamban. atau disarankan. matang. masalah klien bisa menjadi ringan atau malah bertambah berat oleh pengalaman prakonseling itu. Penilaian proses ini dilakukan dengan mempelajari rekaman pembicaraan dengan klien untuk memperoleh petunjuk apakah telah terjadi perubahan tingkah laku. bukan suatu kegiatan yang terlepas. dan kebiasaan saya suka menunda-nunda. atau "siswa membina hubungan baik dengan teman-teman kerja kelompok". Setiap langkah konseling. Bu?". Penilaian dilakukan dengan menghitung banyaknya respons positif dan respons negatif yang muncul. dinilai untuk dilihat kecocokannya dengan keseluruhan tujuan konseling. Ucapan-ucapan klien yang negatif menggambarkan berbagai sikap yang tidak dikehendakiseperti membela diri. yaitu konseling. mengambinghitamkan orang. Penilaian merupakan bagian dari keseluruhan proses konseling sendiri.tatkala rujukan dibuat. yang makin bertambah (McDaniel. sebenarnya "konseling" sudah berlangsung. hal itu mengingat bahwa konseling terjadi di dalam situasi antar hubungan konselor-klien sehingga apa yang terjadi pada diri klien. 17.pada diri klien dan pada masalah yang dibawanya ke konselor. Jika pembicaraan dibatasi pada intervensi yang pokok. "Jurusan apa. Bu. tidak percaya diri. Setelah memperoleh petunjuk dari ucapan-ucapan klien bahwa klien membuat kemajuan –mulai memahami dirinya. "Setelah membuat surat lamaran kerja. Mengenai yang disebut belakangan. atau "siswa memperoleh pekerjaan". ucapan klien. kemajuan atau tidak. ke seorang nara sumber. ya". Pak". Ini dapat dijadikan petunjuk terjadinya kemajuan tingkah laku. atau seberapa banyak kemajuan itu. menurut Ibu?". lalu bagaimana selanjutnya. 1956). 1978). Tanda-tanda kemajuan yang lain. misalnya seorang pekerjayang sukses). penilaian atas prosesnya adalah penilaian atas isi wawancara yang sedang berlangsung. Apa yang seharusnya saya perbuat?" kemudian berucap. ke perpustakaan. misalnya dari koran. Dengan begitu penilaian masuk menjadi satu dalam bagan arus proses konseling yang dimulai dari penetapan tujuan sampai pengakhiran konseling. atau menunduk terus menerus). umpamanya siswa berbicara dengan tatap muka langsung (semula berpaling-paling ke kanan ke kiri. saya ini tidak becus". penilaian berlangsung saat demi saat.kalu ia rujuk-. mengutik diri. 436 . Di dalam konseling karier. "Ayah selalu bilang. merupakan hasil patungan konselor-klien. yang sebaiknya saya ambil?". "Apa yang harus saya perbuat. Respons negatif yang dimaksud itu umpamanya berupa ucapan-ucapan seperti.

18. apakah cukup kuat. Berkinerja karena adanya akuntabilitas menjadi panggilan etis pribadinya. dari kajian pustaka ternyata bahwa pengertian akuntabilitas tidak sesederhana yang mungkin dikira orang. proses penilaian kinerja klien itu adalah : 1. kata accountability 437 . proses konseling. data kehadiran mengikuti pelajaran. Kalau konseling berakhir dan tujuannya tercapai. terkena tuntutan akuntabilitasdari masyarakat luas dari mana ia memperoleh peranannya dan dari mana siswasiswa yang dilayaninya berasal. teman. Bagi sebagian orang. misalnya di halaman sekolah waktu istirahat atau di dalam kelas waktu pelajaran. termasuk tujuan-tujuan antara. bagi siswasiswa yang menjadi tanggung jawabnya. konselor yang kuat nurani profesinya –seperti telah disinggung di muka-. Dengan demikian ia merasa bahwa dirinya. seperti halnya istilah penilaian. Penilaian pascakonseling. dan seberapa banyak 3.Melihat kemajuan : apakah ada. laporan atau informasi dari pihak-pihak seperti guru. yaitu tujuan ikutan atau tujuan yang baru sama sekali). seperti nilai rapor. kurang disukai. Langkah-langkah pemantauan perilaku klien pascakonseling bermaksud melihat apakah klien menjalankan keputusan yang dibuatnya sebagai hasil konseling atau apakah ia terus membuat kemajuan. Meski kedengarannya sudah jelas. Di dalam bahasa inggris pun. Demikian juga telah disebut tentang belum "membudayanya" akuntabilitas ini di lingkungan pendidikan. keputusan berikut bisa pengakhiran konseling atau konseling lebih lanjut (karena berkembang tujuan lain. atau wawancar). akuntabilitas bisa diindonesiakan.merasa terpanggil untuk selalu memberikan yang terbaik bagi kliennya. SISTEM AKUNTABILITAS BIMBINGAN Di muka telah disinggung perihal akuntabilitas.Membandingkan kinerja dengan tujuan : hasil perbandingan adalah apakah tujuan tercapai atau tidak. Jika tercapai. melalui klien sendiri (tertulis. Meskipun demikian. penilaian terus berjalan untuk mamantau bagaimana kinerja klien selanjutnya seusai konseling. bahkan ketakutan –orang cenderung tidak suka atau takut dinilai. 19. akuntabilitas itu bermanfaat bagi konselor dan oleh karena itu konselor perlu berusaha untuk membangun suatu sistem akuntabilitas yang akan berguna bagi dirinya sendiri selaku profesional. yang diberikan arti pertanggungjawaban. yaitu dengan melakukan pengamatan langsung atas perilaku klien. Hal ini mengingat bahwa ada kemungkinan sehabis konseling yang berhasil klien kembali ke pola perilaku lama yang tidak adaptif. 1976). dan proses berjalan ulang dari tahap itu ke tahap-tahap selanjutnya. apalagi bimbingan. dimintai pertanggungjawaban. menggunakan format pelaporan tertentu atau daftar cek kemajuan. dan penilaiannya. istilah akuntabilitas sendiri. konselor dan klien kembali lagi ke tahap yang lebih awal (sebelumnya). demikianpun riset menunjukkan (Prazak. Penilaian tindak lanjut Ada beberapa cara penilaian tindak lanjut yang dapat dilakukan. dan langkah-langkah yang berkaitan seperti penentuan siasat dan langkah-langkah. pengertian dan hubungannya dengan penilaian. berlangsung mengikuti runtunan langkah yang terpetakan di dalam bagan arus. bagi mereka penilaian mengandung konotasi negative. PENGERTIAN AKUNTABILITAS Secara singkat. meskipun sebenarnya terjadi juga masalah akuntabilitas pendidikan ini. dan program-program bimbingan yang dikembangkannya. dan diartikan pertanggung jawaban. Setelah penetapan tujuan.Di dalam konseling sistematis. orang tua. dengan mempelajari dokumen-dokumen atau data atau bahan tertulis yang ada mengenai klien itu. Jika tujuan tidak tercapai. Ia terus-menerus mengusahakan peningkatan kemampuan profesional dirinya demi peningkatan mutu layanan bantuannya. di Indonesia dewasa ini. yaitu pemeriksaan atas motivasi untuk mencapai tujuan yang semula ditetapkan. menimbulkan semacam alergi.Merekam kinerja : merekam secara tertulis taraf kinerja klien sekarang dalam mengatasi masalahnya 2. Ia memahami arti dan maksud akuntabilitas dan tahu apa dampak akuntabilitas baginya –dampak positif. Krumboltz (1974) mengatakan. dengan begitu bagi masyarakat yang memberikan kepercayaan kepadanya.

 Menemukan cara-cara pintas untuk pekerjaan tugas rutin.. atau menggelembung. Apa yang dipertanggungjawabkan?. bukan sebagai kerja dan capaiannya 4.  Mengajukan permintaan untuk menyelenggarakan pelatihan guna menghadapi masalah yang pemecahannya menuntut kemampuan baru. (1981) mengutip definisi umum akuntabilitas yang berarti kewajiban untuk menjelaskan atau melaporkan pelaksanaan tugas yang dipercayakan kepada seseorang. guru. akuntabilitas pendidikan. Ia mendifinisikan pengertian umum akuntabilitas: pertanggung jawaban untuk sesuatu. bukan untuk menunjukkan kesalahan atau menghukum kinerja yang buruk 438 . Karena soal semantik ini. 1984) Dari buku Administrators handbook on educational accountability. Pertanggungjawaban apa? atau 3. Ketujuh kriteria tersebut adalah: 1. dengan konsekuensi yang dapat diramalkan demi kinerja yang dikehendaki dan dapat dipahami dari apa yang dipertanggungjawabkan itu". Kegiatan yang dilakukan konselor harus dinyatakan sebagai biaya. sebenarnya istilah pinjaman. pengaitan tingkat prestasi yang dicapai itu dengan tujuan dan pengharapan pendidikan negara dan masyarakat dan masyarakat dan selanjutnya dengan orangtua. Agar bisa merumuskan apa saja yang menjadi tanggungjawab konselor. apalagi setelah konsep yang ada semula diterapkan pada latar-latar. kepada seseorang. 5. 1981). bisa pula bermakna answerability (kira-kira. Telah disebutkan bahwa sebagai bagian dari usaha pendidikan bimbinganpun terkena akuntabilitas. Ada sejumlah model model bagi pengembangan sistem akuntabilitas. sistem akuntabilitas yang dikembangkan bermanfaat secara potensial bagi konselor karena hal itu memungkinkan konselor untuk:  Memperoleh balikan mengenai hasil dari kerjanya. Menurut Krumboltz. Konsep dasar yang semula pun berkembang. Penerapan konsep akuntabilitas itu dibidang pendidikan mengandung makna penilaian secara terus-menerus prestasi pendidikan para murid di sebuah sistem sekolah. atau diberikan jawaban). Gibson et al. Bertanggung jawab kepada siapa? Dan 6. artinya bertanggung jawab dan siap bisa menjawab. Bertanggung jawab tentang apa? atau 4. Agar sistem akuntabilitas bimbingan membawa hasil yang dikehendaki. tujuan umum konseling harus disepakati oleh semua pihak yang berkepentingan 2. maka ada banyak definisi yang diberikan para pakar. Bagaimana pertanggungjawaban itu dilakukan? Atau 7. Untuk penerapannya di bidang bimbingan.. Sistem akuntabilitas harus dibangun dengan tujuan untuk memajukan keefektifan profesional dan untuk melakukan perbaikan oleh diri sendiri. Istilah bertanggung jawab dan pertanggungjawaban berkembang pengertiannya melalui pertanyaan-pertanyaan seperti: 1.bisa diartikan responsibility (kira-kira. dan soal ragam konsepnya. salah satu model yang banyak dikutip adalah yang dikembangkan oleh Krumboltz (1974).  Memiliki metode konseling atas dasar keberhasilan nyata yang dapat dilihat. di dalam Gibson et al. pembayar pajak dan warga masyarakat sekitar (Lessinger et al. yaitu apa yang dipelajari siswa. Siapa yang bertanggung jawab? 2. dan Leon Lessinger adalah tokoh yang secara umum dipandang "bapak akuntabilitas" pendidikan (Gibson & Mitchell. atau bidang-bidang lain. tanggung jawab atau pertanggungjawaban). hal dapat dijawab. yaitu bahwa sekolah dan para pendidik yang menjalankannya dituntut untuk akuntabel. mengenai apa yang mereka hasilkan sebagai "buah usaha pendidikan". Bagaimana cara bertanggung jawab? Akuntabilitas di dunia pendidikan. ada tujuh kriteria yang menurut Krumboltz (1974) perlu dikenali. Dari uraian-uraian tentang definisi di atas nyata bahwa akuntabilitas itu suatu sistem. termasuk latar pendidikan.  Mengenali siswa-siswa yang kebutuhannya tidak terpenuhi.  Memberikan argumentasi untuk minta tambahan tenaga staff guna mencapai tujuan yang wajar. Apa yang dikerjakan dan dicapai konselor harus dinyatakan dalam rumusan perubahan tingkah laku klien yang penting yang dapat diamati 3. Definisi lain mengenai akuntabilitas yang dikutip adalah definisi yang khusus untuk pendidikan.

konselor sendiri (swapenilaian). umpamanya adalah konselor sejawat atau supervisor/pimpinan unit tugas konselor. apakah tidak ada kesalahan yang dibuatnya dengan jalan bertanya kepada diri sendiri. suatu program kerja tidak akan memiliki arah yang jelas. atau verbatimnya—atau dengan menyaksikan jalannya konseling melalui fasilitas pengamatan lewat kaca satu arah (one-way screen.5. pengembangan sistem akuntabilitas ini harus memperhatikan pengertian-pengertian dan asas-asas pengorganisasian program yang telah dibahas di bab depan. pertanyaan-pertanyaannya apakah jelas. 1978). ada kode etik yang harus diperhatikan. Dalam konseling sistematis. Adanya kebutuhan. tetapi kemajuan itu juga berkat peranan konselor. di situ juga ikut terbawa kinerja konselor. yaitu kalau konseling tidak berhasil. Apakah ia mengikuti langkah-langkah dalam bagan arus yang telah dibuat. Sistem akuntabilitas itu sendiri harus dinilai dan bisa diubah. Keefektifan konseling dapat dilihat dari kemajuan tingkah laku klien. di sini diperlukan izin klien yang sedang diwawancarai 20. Pengenalan dan perumusan tujuan-tujuannya. INDIKATOR KEBERHASILAN PROGRAM BIMBINGN DAN KONSELING Setiap program kerja seyogyanya memilliki tujuan yang jelas dan dikuti oleh indikator atau kriteria keberhasilan yang spesifik dan. 3. Shertzer & Stone (1971: 457-458) juga mengemukakan lima kategori umum indikator atau kriteria keberhasilan program bimbingan dan konseling di sekolah. Lepas dari model-model yang ada. Demikian juga. AASA (Asosiasi Administrator Sekolah Amerika. Jika wawancara direkam --audio atau video--. dalam banyak hal. juga target yang jelas dan spesifik. laporan mengenai kegagalan dan hasil yang tidak diketahui hendaknya tidak dilarang dan jangan dihukum 6. 3. atau oleh penilai luar yang diminta (Stewart et al. Penilaian atas konselor ini dapat dilakukan oleh klien yang dibantu. 7. Di atas semuanya. Apakah ia menerapkan siasat yang cocok untuk klien ? 3. tugas-tugas yang diberikannya apakah tidak terlalu sukar. one-way mirror). yang disebut paling akhir ini adalah kalau yang menjalankan konseling itu mahasiswa yang sedang berpraktik. Mereka memberikan balikan untuk bahan penilaian setelah mempelajari rekaman konseling –audio. Apakah konselor membantu klien dalam mencapai tujuan yang telah disepakati bersama ? 2. Dengan kerangka kerja seperti itu dapat diterapkan asas-asas dan kriteria yang ditetapkan berdasarkan filsafat yang dianut dan kebijaksanaan yang berlaku. Prazak (1976). penilaian juga dilakukan terhadap konselor. konselor menilai dirinya apakah kerjanya sudah betul. Penilaian atas konselor. Pelaksanaan program dan 4. Krumboitz (1974). Melalui angket atau pertanyaan langsung klien bisa diminta menyampaikan komentarnya mengenai bagaimana kerja konselor : 1. 2. video. Tahap dimana pengemban tugas mempertanggungjawabkan usaha-usaha bimbingan yang dituangkan di dalam program. 4. 5. Maka. Dalam hal rekaman elektronik. adalah pasti bahwa program bimbingan dan sistem akuntabilitas yang mau dikembangkan mesti bertolak dari 1. 2. Pihak luar yang diminta penilaiannya. atau dosen pembimbing program studi pendidikan konselor. hasil rekamannya dapat dipelajari dalam usaha penilaian diri ini. Agar laporan bisa dibuat sebenar-benarnya. Karena itulah penilaian perlu dilakukan terhadap konselor untuk melihat apakah konselor menjalankan konseling sepatutnya : 1. Ada berbagai model dalam pengembangan sistem akuntabilitas. Pengembangan sistem akuntabilitas bimbingan nyata kaitannya dengan program yang sedang dikembangkan atau sedang berjalan. diantaranya adalah menurut Pulvino & Sanborn (1972).. 6. untuk keberhasilan sistem akuntabilitas yang dikembangkan itu perlu perancangan dan perencanaan. Di sini dituntut kejujuran konselor terhadap diri sendiri dan penting adanya niat belajar untuk membuat kemajuan. yaitu bahwa klien harus diminta persetujuannya. Semua pengguna sistem akuntabilitas harus diikutsertakan (diwakili) dalam merancang sistem tersebut 7. dan sebagainya. yaitu: 439 . 1973). ucapan-ucapannya. Hal sebaliknya.

Secara umum bagaimanakah pendapat anda mengenai penilaian pihak luar tersebut? Setujukah anda. Mengapa penilaian layanan dan program diperlukan? 7. Bagaimana pendapat anda mengenai apa yang dikemukakan oleh petugas BK di atas.• Reduction in scholastic failure. berilah alasan ? Kasus B. C. • Choice of “suitable” vocational goals. Apakah kriteria yang digunakan? 440 .Ada BK tetapi tamatan sekolah tetap susah mendapatkan pekerjaan. Sementara kalangan petugas BK mendapat kecaman seperti itu mengatakan bahwa BK tidak berjalan semestinya karena kurang fasilitas . seperti tidak adanya ruang BK yang khusus. Pertanyaan : 1. yaitu pilihan siswa tentang tujuan dan pilihan pekerjaan dan karir menjadi semakin tepat (cocok dengan potensi dan karakteristik pribadinya). • Reduction in program changes. Berkat program bersama BK dan pengajaran nilai ujian siswa hampir semua kelas di sebuah SLTP naik dari rerata 6. baik secara kuantitatif maupun kualitatif. produk dan dampak BK 6.50. Sahihkah penilaian fihak luar tersebut. Setujukan anda . Jelaskan jawab saudara dengan contoh.00 menjadi 7. Menurut pengamatan anda apakah Guru. Pertanyaan : 1. Apakah ada kaitan antara penilaian bimbingan dengan penilaian pengajaran. Temuan ini umumnya disambut baik dari berbagai kalangan. 2. 2. yaitu penurunan masalah-masalah disiplin. yaitu penurunan kegagalan dan masalah pembelajaran di sekolah baik secara kuantitatif maupun kualitatif.guru BK telah melakukan penilaian layanan dan program – programnya? 4. yaitu penurunan perubahan dalam program bimbingan di tengah jalan. • Greater utilization of the counceling service. Jelaskan dengan contoh penilaian proses.. • Reduction in discipline problems. Berilah alasan saudara. Apakah kendala yang dihadapinya? Bagaimana mengatasinya? 5. Bagaimanakah persamaan dan perbedaannya antara penilaian dengan penelitian? 3. Hal ini sebagaimana dinyatakan dalam ucapan: Ada bimbingan tetapi kasus kenakalan remaja tetap saja ada. tidak ada alat test. Bagaimanakah karakteristik program BK yang efektif? 8. LATIHAN SELESAIKAN SOAL BERIKUT INI Kasus A : Sering terdengar kecaman mengenai keberadaan program bimbingan di sekolah yang menyatakan BK tidak berhasil. kurang beaya . yaitu peningkatan pemanfaatan layanan konseling secara sukarela.

dan bagaimana menindaklanjuti atau cara mengatasinya. Penyusunan Disain Penilaian Secara garis besar. penyusunan instrument. I./Subyek penilaian Instrumen dan sumber data . 9. Laporan Hasil Penilaian/ grafik/ tabel Pembahasan Penutup : Simpulan dan Rekomendasi Daftar Pustaka Lampiran – lampiran Contoh : Disuatu SMA akan dicobakan layanan bimbingan kelompok yang selama ini belum pernah dicobakan oleh kebanyakan konselor. 12. 4. Untuk memperjelas setiap langkah sebagaimana disebutkan diatas. Sejauh mana penyimpangan-penyimpangan itu selama ini belum pernah di identifikasi. 441 . Contoh tersebut di atas. 2. yaitu penyusunan disain penilaian. Evaluator : Konselor dan Kepala Sekolah. maka ”pelayanan BK di sekolah” perlu dipenilaian. 13. dan pengumpulan data. Dengan kata lain ”apa yang terjadi dilapangan” selama ini belum pernah dipenilaian dan ditindaklanjuti Agar segala penyimpangan secara pasti dapat diketahui. Tugas-tugas yang diemban oleh para konselor masih jauh dari yang diharapakan. Tanpa penilaian 1. 5. Tujuan yang hendak dicapai : Meningkatkan keterampilan para siswa untuk memcahkan masalah-masalah yang dirasakan bersama. disain penilaian berisi hal-hal yang perlu dicakup. Pelaksana : Para siswa di bawah bimbingan konselor sekolah. lantaran banyaknya penyimpangan yang terjadi dilapangan. mengakibatkan para konselor menjadi tidak profesional dalam bidangnya. Banyaknya tugas yang kurang proporsional. Disamping bisa diketahui letak penyimpangan-penyimpangan tersebut terjadi. 3. Latar Belakang Penilaian Layanan Bimbingan Konseling Adalah merupakan kenyataan bahwa pelaksanaan bimbingan dan konseling terkesan belum berjalan. PENDAHULUAN A. dapat dijelaskan sebagai berikut : BAB. ada tiga langkah yang harus ditempuh. Pengembangan Program : Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN) Sarana : Buku ”Pedoman Bimbingan dan Konseling Kelompok”. Problematika (yang akan dicari jawabannya). direncanakan. memberikan gambaran singkat tentang penyusunan disain penilaian atau penelitian. Tujuan dan Manfaat penilaian Definisi operasional Populasi dan sampel . antara lain : Latar belakang penilaian. 7. Teknik analisis data. 6.MATERI BAGIAN KEDUA SISTEMATIKA PENILAIAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING Dalam rangka penilaian suatu kegiatan. 10. termasuk penilaian layanan bimbingan konseling. 8. 11. apalagi dilaksanakan.

Untuk mengetahui tercakupinya tenaga pengelola dalam pelaksanaan pelayanan BK di sekolah. 4. Apakah pada diri siswa telah ada perubahan tingkah laku sesuai dengan tujuan bimbingan dan konseling ? 2. antara lain : 1. dan keterampilan siswa setelah diberi pelayanan BK. tujuh jenis layanan dan lima kegiatan pendukung sesuai dengan yang diharapkan oleh kurnas ? 3.dan upaya untuk menindak lanjuti. Konselor Memberi masukan dalam pelaksanaan layanan bimbingan kelompok yang lebih akurat 3. Tujuan Penilaian 1. Untuk mengetahui pengelolaan pelayanan bimbingan dan konseling yang mengacu pada pola 17 plus. B. Kepala Sekolah : Sebagai masukan dalam pengelolaan Layanan BK di Sekolah 2. Orang tua Memberikan masukan kepada siswa dalam kaitannya dengan sikap / perilaku 4. Apakah Pelayanan bimbingan dan konseling sudah berorientasi pada pola 17 plus sesuai dengan Kurnas BK ? 2. 3. D. 5. 6. Apakah pelayanan bimbingan dan konseling menjadikanya setiap siswa semakin memahami dirinya. 2. 8. maka perubahan terhadap apa yang sekarang ini terjadi. Apakah setiap layanan bimbingan yang dilakukan sudah mengacu sepenuhnya pada empat bidang bimbingan. lingkungannya dan dapat merencanakan masa depanya ? Kegiatan Bimbingan dan Konseling. tidak akan pernah terwujud. Untuk Mengetahui pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling berdasarkan kurikulum bimbingan dan konseling . Manfaat Penilaian bagi : 1. Untuk mengetahui tingkat pengetahuan. Untuk mengetahui standar tindaknya alat yang digunakan dalam pelayanan BK. antara lain : 1. maka problematika tersebut dirinci sebagai berikut : Siswa. Untuk mengetahui tersedianya alat / perlengkapan yang diperlukan dalam pelayanan bimbingan konseling. Untuk mengetahui pengelolaan pelayanan bimbingan konseling. Untuk mengetahui tingkat keprofesionalan konselorsebagai tenaga inti pelayanan BK. Problematika/Permasalahan Sebagai problematika umum yang akan dicari jawabnya adalah ”Apakah pelayanan bimbingan konseling di sekolah sudah efektif dan efisien sesuai dengan azas-azas dan kode etik bimbingan dan konseling sebagaimana diharapkan ?” Untuk mempermudah mencari jawaban atas problematika tersebut. Untuk Mengetahui keberhasilan pola 17 plus dalam pelaksanaan pelayanan bimbingan konseling. 9. 10. Untuk mengetahui hubungan antar staf yang ada di sekolah. Untuk mengetahui kesulitan konselor dalam pelaksanaan layanan BK. Apakah kegiatan bimbingan dan konseling sudah dikelola sebaik-baiknya ? C. Siswa Memberi masukan kepada siswa agar mampu mengubah perilaku BAB II KAJIAN TEORI Menjelaskan teori dan variabel yang dinilai 442 . sikap. 7. 11.

II. dan III. dengan sumber data konselor. kegiatan praktikm. maka penilaianya merupakan penilaian populasi. Langkah ini sangat perlu.. Populasi dan Sampel / Subyek Penilaian Populasi yang dimaksud adalah sekumpulan / keseluruhan subjek penilaian. SATKUNG. dan Personil Bantu Pelayanan. Angket tentang pengelolaan alat kepada pengelola. akan mendorong responden untuk mengisi angket. Menyunting instrumen merupakan pekerjaan terakhir dalam penyusunan instrumen. Menjelaskan disain Penilaian B. Studi atau penilaianya juga disebut studi populasi atau studi sensus. Wakil Sekolah. menyarankan hal-hal sebagai berikut: Angket perlu dibuat menarik penampilannya dengan tata letak huruf atau warna tertentu. identitasm dan sebagainya. lihat lampiran. cukup banyak dan komprehensif . Apabila seseorang ingin mneilai semua elemen yang ada dalam wilayah penilaian. dan sebagainya. data dikumpulkan melalui pengamatan. dengan sumber data dari para siswa yang diambil perwakilan dari kelas I. dengan sumber data : SATLAN. (Contoh kisi-kisi penyusunan instrumen. Untuk mengetahui pengelolaan pelayanan bimbingan dan konseling. Sampel adalah sebagaian (perwakilan) dari keseluruhan subjek penilaian. Wawancara dengan siswa. D. disesuaikan dengan keperluan pengumpulan data seperti yang telah ditetapkan di dalam disain penilaian. Oleh karena itu instrument untuk mengumpulkan data perlu bervariasi. siswa. buku kerja. Langkah-langkah yang harus dilalui dalam menyusun instrumen (apa pun). menurut variabel yang dinilai. Instrumen dan Sumber Data Khusus penilaian pelayanan bimbingan konseling di sekolah. konselor.BAB III METODE PENILAIAN A.. apa yang harus dilakukan sesudah itu.). observasi. Borg dan Gall. sumber data dapat dilaboratorium. Untuk mengetahui ketetapan sarana yang digunakan dalam pelayanan bimbingan dan konseling. Untuk mengetahui tanggapan siswa tentang pelayanan bimbimbingan dan konseling di sekolah. sebab tidak mungkin kiranya menyusun intrumen tanpa tahu untuk apa data yang terkumpl.. datanya dikumpulkan melalui para pengelola di sekolah seperti. Penyusunan Instrumen Setelah selesai menyusun disain. Untuk mengetahui posisi konselor dan kesulitan yang dihadapi dalam pelayanan bimbingan dan konseling. adalah sebagai berikut: Merumuskan tujuan yang akan dicapai dengan instrumen yang akan disusun. sampailah pada tahap kedua persiapan. data dikumpulkan melalui wawancara dengan konselor dan siswa. Dokumentasi tentang pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling. Menuliskan petunjuk pengisian. Untuk mengetahui hal-hal yang berhubungan dengan kegiatan pelayanan BK. Hal-hal yang dilakukan adalah: Mengurutkan butir menurut sistematika yang penghendaki penilai untuk mempermudah pengolahan data. Pengamatan terhadap penampilan siswa. Kepala Sekolah.. Borg dan Gall (1979:295) menyatakan bahwa selama waktu istirahat makan siang terlihat banyak angket dibuang ditempat sampah.Wawancara dengan guru. Angket dengan huruf-huruf yang jelas dan dengan wajah depan yang menarik. wawancara dan dokumentasi. 443 . orang tua siswa dengan sumber data: guru dan siswa. apa fungsi setiap jawaban dalam setiap butir bagi jawaban problematika. Membuat kisi-kisi yang mencanangkan tentang rincian variabel dan jenis intrumen yang akan digunakan untuk mengukur bagian variabel yang bersangkutan. data dikumpulkan melalui: Dokumentasi/catatan pribadi siswa. Tes sikap. C. Membuat pengantar permohonan pengisian bagi angket yang diberikan kepada orang lain. pengelola. Untuk mengetahui perubahan sikap mental siswa. Untuk menghindari kejadian ini. pedoman observasi dan pedoman dokumentasi hanya identitas yang menunjuk pada sumber data dan identitas pengisi. Untuk pedoman wawancara. digunakan: Pengamatan di kelas dengan sumber data kegiatan bimbingan dan konseli (Place). dengan sumber data siswa yang diambil sebagai perwakilan (person). Jenis dan banyaknya instrumen yang disusun. buku laporan dan catatan-catatan lain (paper). Oleh karena itu penilaian dilakukan terhadap sampel. Wawancara dengan guru. yaitu menyusun instrumen penilaian. digunakan wawancara.

Angket anonim memberikan kekebasan kepada pengisi untuk menyampaikan sejujur-jujurnya. “biasanya” yang tidak mempunyai arti jelas dalam jumlah Rumusan yang pendek lebih baik daripada yang panjang. Ingat. Rumusan negatif seyogyanya dihindari atau dikurangi sedikit mungkin. angket diberikan kepada bapak/ibunya. Untuk mengakhiri penjelasan tentang penyusunana instrumen. agar penyusunan angket memperoleh masukan yang banyak dapat memperbaiki secara tepat. karenanya maka orang tua asuh perlu diharuskan untuk responden dapat setuju terhadap pernyataan pertama. menarik dan tidak menekan perasaan. kesan yang ada pada diresponden sendiri maupun sendiri maupun di luar dirinya. namun masih tetap diminta mencantumkan identitas lain seperti pendidikan formal yang diselesaikan pendidikan tambahan. harus diujicobakan terlebih dahulu. masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangannya. terutama mengenai inti dari hal yang diselidiki. E. Tuliskan nama secara jelas.Usahakan agar responden dapat mengisi semudah-mudahnya. karena kalimat yang pendek akan lebih mudah dipahami. maka akan dijelaskan secara singkat menurut urutan intrtumen di bagian berikut ini. Pernyataan setiap butir supaya dibuat sejelas-jelasnya. maka ada bagian dari angket suatu tempat kosong disediakan bagi responden uji coba untuk memberikan saran-saran. dan angket tidak langsung (mengungkap orang lain yang menjawabnya diutarakan oleh orang pengisi angket). jelas dan dengan cetakan yang berbeda dengan butir-butir pertanyaannya. Tidak boleh membuat butir yang mengandung dua pengertian misalnya: Pendidikan menjadi tanggung jawab orang tua. Hindari penggunaan kata-kata atau kalimat-kalimat yang membingungkan. Jika terpasang menggunakan kata yang menunjuk pada arti negatif. masyarakat. Setiap lembar perlu diberi nomor halaman. hendaknya digarisbawahi. pengalaman membimbing. Penyusun instrumen tidak dibenarkan sedikit atau banyak memberikan ”isyarat pacingan” (hint) yang menyebabkan responden memilih suatu aternatif tertentu. Satu hal yang perlu diperhatikan oleh penilai adalah sebelum angket digunakan sebagai alat pengumpul data yag sesungguhnya. Dari kedua jenis angket ini. keadaan. berikut ini ditambahkan kondensasi aturan-aturan penulisan butir angket. Urutan pertanyaan diusahan sedimikian rupa sehingga memberikan kemudahan bagi pengisi untuk mengorganisasikan pikirannya dalam menjawab. dan negara. Bila perlu diberi contoh pengisian sebelum butir pertanyaan pertama. dan sebagainya. Identitas ini akan sangat berguna dalam analisis data jika penilai ingin membandingkan hasil ditinjau dari latar belakang responden. Angket dapat dibuat anonim (tanpa identitas) dan dapat pula lenkap dengan identitas diri serta latar belakangnya. Kegiatan uji coba dimaksudkan untuk : Mengetahui apakah rumusan kalimat yang ada dalam angke sudah cukup mudah dipahami (tidak membingungkan). Oleh karena itu semua kata. Uji coba dilakukan terhadap subyek yag mempunyai karakteristik atau ciri-ciri yang sama dengan subjek yang akan dijadikan responden penelitian. Agar dapat diikuti secara rinci. atau kumpulan kalimat harus jelas. Dari jenis data ini. jenis kelamin. Misalnya inforamsi tentang anak kecil. kepada siapa angket tersebut dikembalikan. Diantara aturan-aturan dimaksud dengan: Hindarkan pengunaan kata-kata “kebanyakan”. Pengumpulan Data Dalam bagian ini akan dikemukakan mengenai penggunaan tiap-tiap metode pengumpulan data penilaian yang sudah dijelaskan didepan. 444 . kalimat. Kadang-kadang penilai hanya meniadakan nama responden. bahwa angket merupakan daftar pernyataan yang diisi oleh responden pada waktu mereka tidak berdekatan dengan penyusun. tetapi tidak untuk yang kedua. Bibir pertanyaan pertama diusahakana yang mudah pengisiannya. “sebagian besar”. 1. Hindari pengarahan terselubung. Penggunaan Angket Angket adalah seperangkat pertanyaan tertulis yang dikirimkan kepada responden untuk mengungkapkan pendapat. tetapi ada kalanya disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk memberikan jawaban semaunya. Butir pertanyaan yang menyangkut informasi yang sangat penting jangan diletakkan dibelakang. maka dikenal angket tidak langsung (mengungkap diri orang yang menjawab). Petunjuk pengisian dibuat singkat.

Apabila pewawancara bukan penyusun instrumen melainkan hanya bertindak sebagai pengumpulan data. hanya berlaku bagi orang tersebut. Ada dua jenis pedoman wawancara yaitu : 1. sehingga memperjelas data. 2. hanya berwujud daftar pertanyaan atau pokok-pokok masalah yang perlu ditanyakan kepada responden. dan 3. mengambil simpulan dari berbagai kasus. sangat ditentukan oleh penjelasan penyusun instrumen. Contoh : pengamatan tentang tingkah laku seseorang yang sifatnya aneh. sedangkan konselor lain lagi tidak menjumpai kesulitan sama sekali. Agar tercapai tujuan yang diinginkan.efensial. Bagaimana bentuk pembicaraan. pewawancara dapat mengajukan pertanyaan secara leluasa dan menuliskan jawabannya dengan kode-kode atau tanda-tanda. Variabel evaluatif merupakan variabel yang sangat erat dengan variabel inferensial. supaya dalam waktu yang singkat dapat mengumpulkan sebanyak mungkin informasi yang diperlukan. Pengamat bukan hanya menentukan tingkatan data pengamatan. Contoh : pengamat menjumpai beberapa kasus yang berbeda gradasinya. Oleh penjawab. yang disampaikan secara tertulis maupun lisan sebelum pewawancara melaksanakan tugasnya. dan sebagainya yang bersifat meningkatkan kualitas perolehan data penilaian. situasi dialog dan sebagainya. melainkan 445 . yang tersusun (structured) dan 2. Variabel deskriptif adalah variabel yang dikumpulkan dari pengamat tanpa memerlukan pemikiran untuk menggeneralisasikan pada aspek atau situasi lain. atau kalimat-kalimat singkat. Pengumpul data sifatnya meneripa. kemudian baru memberikan sekot. maka pedoman wawancara perlu dilengkapi dengan petunjuk penggunaannya. sehingga penilai hanya memperoleh data yang diberikan oleh penjawab. Data yang disuguhkan ini dalam penelitian atau penilaian disebut dengan istilah data yang dilaporkan sendiri (self report data). misalnya bagaimana teknik menyampaikan. tetapi harus diambil secara wajar. deskriptif. Konselor lain menjumpai sedikit kesulitan didalam menerangkan. Hal ini juga memerlukan inferensi dari pengamat unguk menentukan penilaian berdasarkan pertimbangan tertentu. yaitu : 1. Apabila ada kekecualian atau perlu tambahan pengantar untuk memancing pembicaraan. dalam hal seperti ini. Penggunaan Pengamatan (Observasi) Angket dan wawancara merupakan teknik-teknik atau metode-metode yang digunakan untuk mengungkap data dari responden yang sifatnya ”disuguhkan” atau ”diberikan”. pasif. evaluatif. 2. Variabel inferensial. cakupannya terbatas. maka penting baginya untuk terlebih dahulu memahami tujuan penggunaan pedoman wawancara tersebut. Penggunaan Wawancara (Interview) Sebelum melakukan wawancara. Ada tiga macam pengamatan. dan sebagainya. Contoh : pengamat mencatat seorang konselor yang dengan tegas menerangkan pengertian bimbingan. menuntut pengamat untuk melakukan inferensi sebelum data diberi sekor. merupakan hal penting yang disarankan. Sedang pedoman wawancara tidak tersusun. Hal-hal yang dapat dilaporkan sendiri seperti ini. pengamat harus melakukan inferensi. 3. beberapa lama waktu pengisian. Data yang bersifat deskriptif disimpulkan secara langsung tanpa memperluas dengan daerah mana yang dapat dikenai simpulan yang diperoleh dari perbuatan pengumpulan data. tidak mencari atau mengambil sendiri apa yang dimiliki atau yang ada pada responden. tidak tersusun (unstructured). pewawancara (interview) menyusun pedoman wawancara atau check list sesuai dengan data yang akan dikumpulkan. Pedoman wawancara tersusun adalah pedoman wawancara mirip check-list atau memang dapat berbentukcheck-list. Mengetahui apakah pertanyaan-pertanyaan yang ada dalam angket kucup lengkap atau perlu ditambah. Mengetahui reaksi responden terdapat pertanyaan angket atau kesediaan untuk mengembalikan. penyusun instrumen perlu menambahkan penjelasan khusu pada petunjuk penggunaannya. Pertanyaan yang ditanyakan oleh pewawancara biasanya benar-benar sama dengan pertanyaan atau permasalahan yang dituliskan di dalam pedoman wawancara.Mengetahui dan mengadministrasikannya dengan tetap. Menurut Sechrest (1966) data tentang sikap sosial yang terlahir tidak mungkin diperoleh melalui kedua metode tersebut. Menggunakan tape-recorder dalam wawancara.

96. sambil Mengucapkan ”selamat pagi. Penggunaan Metode Dokumentasi Metode dokumetasi sebenarnya mirip dengan metode pengamatan. Untuk kejadian yang kemunculannya sangat sering. Nomor protokol : ______________________________ Nama pengamat : ______________________________ Tanggal pengamatan : ______________________________ Yang diamati : ______________________________ Pukul 07. misalnya setiap tiga detik. pengamat dibiasakan melakukan pencatatan beberapa kejadian yang muncul dalam waktu yang bersamaan. Dalam hal ini pengamat menunggu selesainya suatu tugas.71 sampai 0.30 WIB Guru memasuki ruangan. pengamat menggunakan alat pencatat waktu. yaitu : 1. variabel evaluatif memerlukan penilaian dengan pertimbangan tertentu. yakni catatan kejadian secara kronologis dan rinci. Estimasi persetujuan dua pengamat ini disebut dengan istilah reliabilitas antar pencatat atau inter-rater reliability. Menurut Flanders (dalam Suharsimi Arikunto. atau beberapa kali konselor mengajukan pertanyaan. Reliabilitas pencatatan dihitung dengan membandingkan waktu yang dicatat oleh dua pengamatan dalam waktu yang berbeda. maka estimasi reliabilitas pengamatan adalah 80/90 atau 0. pencatat hanya mampu mencatat satu jenis kejadian jasa. pencatat mengadang munculnya siswa mengajukan pertanyaan. 6. 446 . pencatatan frekuensi. pengamatan ada empat macam. Hanya objek yang diamati saja yang berbeda. misalnya stop wacth. Di tinjau dari pengamatannya. 4. Menurut Borg (1977:9-18). 8. Dalam metode dokumentasi yang diamati adalah dokumen.juga meletakkannya dalam satu skala kontinum. Jadi berbeda dengan variabel inferensial. Pencatatan perhitungan frekuensi (frequency-count recording) Didalam pencatatan perhitungan frekuensi. Misalnya pengamat pertama mencatat 80 menit dan pengamat kedua mencatat 90 menit. pencatatan terus menerus. pengamatan dengan jangka waktu. 3. melakukan pengamatan juga perlu latihan agara terdapat kesamaan interpretasi terhadap suatu objek pengamatan. Misalnya selama jangka waktu lima menit. 2. 5. pencatat mencatat munculnya kejadian yang diharapkan dalam jangka waktu tertentu > biasanya pengamat menggunakan blangko atau lembaran untuk menuliskan tally (jari-jari hitungan). Pengamatan terus menerus (continuous observation) Didalam pencatatan atau pengamatan terus menerus ini pengamat melakukan/menuliskan semua kejadian yang muncul pada subjek atau sekelompok subjek dalam satu penggalan waktu tertentu. termasuk narasi yang terjadi. Contoh : Catatan tentang kejadian kelas II SMA pada jam ke 1 ketika berlangsung pelajaran IPS. Pencatatan dengan jangka waktu (duration recording) Didalam pencatatan dengan jangka waktu. 7. anakanak” Semua siswa menjawab ”selamat pagi. dan 4. Biasanya interval pengamatan diadakan merentang antara sepuluh detik sampai satu menit. misalnya satu jam kegiatan didalam kelas.89. Dengan singkat dapat dikatakan bahwa pengamat membuat sebuat protocol. 1988:87) kejadian didalam kelas yang dapat diamati dapat diklasifikasikan atas satu dari sepuluh kategori. bukan hanya perbandingkan. Alat yang digunakan adalah check-list (daftar tentang) atau pedoman pengamatan. reliabilitas pengamatan (inter observers) utnuk 13 keajaiban diperoleh antara 0. Pencatatan dengan interval (interval recording) Pencatatan dengan interval dilakukan oleh pengamat untuk melakukan pengamatan terhadap sejumlah kejadian dalam interval waktu tertentu. Dengan jalan latihan. pak” Guru meletakkan buku dimeja depan Lalu pergi ke jendela untuk membukanya dan seterusnya Seperti halnya wawancara. pencatatan dengan interval.

boleh jadi justru mengalihkan perhatian mahasiswa dari tujuan semula yang ingin dicapai. penilai perlu mempelajari secara khusus buku-buku yang membicarakan tentan tes. artikel. Teknik Analisis Data Teknik yang digunakan untuk menganalisis data disesuaikan dengan bentuk problematika dan jenis data. F. cerita buku maupun yang tertera pada manuskrip-manuskrip. dan sebagainya/regresi BAB IV LAPORAN PENILAIAN Paparan data Analisis BAB V PEMBAHASAN BAB VI SIMPULAN DAN REKOMENDASI Daftar Pustaka Lampiran – lampiran LATIHAN : Buatlah kajian/ studi evaluasi pelaksanaan layanan orientasi dan informasi dalam bimbingan dengan menggunakan disain ilmiah dalam studi evaluasi di sekolah saudara bekerja. Tes buatan sendiri disusun utnuk keperluan khusus dari suatu proyek penelitian. alat-alat rumah tangga dari batu. kiranya terlalu luas apabila disajikan didalam bahan belajar ini. 9. misalnya benda-benda porselin. surat keterangan. yaitu tes yang terstandar (standardized test) dan tes yang disusun sendiri (man made test). baik yang tertera pada warkat. dikenal adanya dua macam tes. yang dimaksud dengan dokumentasi termasuk juga benda-benda hasil budaya yang mengandung keterangan sejarah. analisis secara deskriptif kualitatif. jika di dalam bahan belajar ini pembahasan tes diperluas. Tes buatan sendiri disusun utntuk keperluan khusus menyediakan keperlua tersebut. Problematika komparasi atau kolerasi dijawab dengan jawaban dari data yang diolah dengan teknik statistik korelasi. Bermacam-macam tes yang dapat digunakan untuk mengumpulkan data penilaian dan mendukung metode-metode lain yaitu : (1) Tes Prestasi Belajar (Achievement Test) (2) Tes Kemampuan Akademik (Scholastic Ability Test) (3) Tes Bakat (Aptitude Test) (4) Tes Kepribadian (Objective Personality Test) (5) Tes (inventori) Minat (Interest Inventories Test) (6) Tes (Skala) Sikap (Attitude Scales Test) Untuk menentukan mana tes yang baik dan bagaimana menyusunnya. candi-candi dan sebagainya. uji beda ANAVA. Tes terstandar merupakan tes yang sudah dibakukan dan dapat diperoleh di tempat yang khususnya menyediakan keperluan tersebut. Di dalam penilaian pendidikan.Secara umum yang dimaksud dengan dokumen hanya terbatas pada bahan-bahan tertulis saja. Oleh karena teorinya begitu kompleks. Menurut pengertian penelitian. Problematika yang mengandung variabel tunggal. Disamping itu ada alasan lain. 447 . t-test. Penggunaan Tes Metode tes digunakan untuk mengumpulkan data dengan alat bantu berupa tes.

1996.D. 1996 .(Tanpa penerbit ) ----------.and Stone . 1987. Metodologi Penelitian Pendidikan. ( Alih bahasa Mari Junaidi ). Jakarta : Grasindo.Jakarta : Rineka Cipta.Tidak diterbitkan ). Fundamental of guidance. Nurihsan Juntika.Dikti Pendidikan Tenaga Akademik.S. Pacific Grove : Brooks / Cole Publising Company. 1995.1981. Seri Pemandu Pelaksanaan Bimbingan dan Konseling.I.I. Malang : UM. 1969. Pengembangan wawasan bimbingan konseling. Team Fakultas Psikologi Universitas Indonesia). (Terjemahan. Munandir. Manajemen bimbingan dan konseling . Margono. 2001.Jakarta : Rineka Cipta. 1998. Belmont : Publishing Company. Jakarta : Depdikbud Dirjen. 1991 Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Edisi VII. H. Jakarta : Airlangga. Buku II . Theory and practice of counseling and psychotherapy. Theory and practice of counseling and psychotherapy. Donald Mc.. -------. Jakarta : Universitas Indonesia Winkel. Boston : Publi. Konseling di sekolah.Pdan K. Conditioning and Instrumental Learning. Jilid. 1997. Prayitno. Jakarta : Dep. Dasar – dasar bimbingan bimbingan konseling. 1989. Shertzer. Bimbingan sekolah di Indonesia corak yang bagaimana? Pidato Pengukuhan Guru Besar IKIP Malang. Dasar-Dasar Bimbingan Konseling . Mungin Eddy Wibowo. Ensiklopedi pendidikan . Ohio : Publishing Company.1981. 2003. Pacific Grove : Brooks / Cole Publising Company. Development. Jakarta : Pamator Presindo Walker. Guidance. J. B. Second edition. Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan.1986. tidak diterbitkan ---------.II. --------. : Andi Offset Tantawy. ( Makalah Proyek ---------.L. Introduction to Psychology. Sutrisno Hadi. 448 .Metodologi research .II. Inc.Press.E. Profesionalisasi konseling dan pendidikan konselor. and Peters..Dikti.C. Bimbingan karier di sekolah. Linda L. ----------.B. 1994. Seminar . 1974 . 1987. Edisi IV.DAFTAR PUSTAKA Corey Gerald 1987.III. IKIP. Dirjen.Semarang. Semarang : Fakultas Ilmu Pendidik an. Bandung : Mutiara. program managemen and Shertzer . 1985. 1987.J. Educational psychology. Yogkyakarta.F.shing Company.

1-3 merupakan pengetahuan dan keterampilan konselor. keseluruhan materi pelatihan perlu dibaca dengan aktif dan kreatif. Dengan demikian PTK terarah pada perbaikan kualitas tindakan guru dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya sebagai guru. Prasyarat No. serta hasil yang dicapai siswa sesudah mengikuti kegiatan bersama guru. prasyarat yang harus dimiliki oleh peneliti dalam PTBK adalah: (1) Pemahaman bidang garap BK. 2. Karena senyatanya tugas dan tanggung jawab guru pembimbing/konselor berbeda dengan bidang garap dan tanggungjawab guru kelas/bidang studi. (d) Laporan PTBK. Deskripsi Penelitian tindakan kelas (PTK) sejatinya diperuntukkan bagi upaya memperbaiki kualitas proses dan hasil dari kegiatan belajar-mengajar (KBM). 3. Petunjuk Belajar Untuk menguasai bahan ajar ini. 6. Lingkup bahan ajar ini meliputi. Penjelasan instruktur tentang bahan ajar yang disajikan. (2) Jenis-jenis layanan BK. alat bantu. C. sesuai dengan masalah dan/atau bidang garap bimbingan dan konseling. (a) Kerangka dasar PTBK. kepada peserta pendidikan dan latihan profesi guru pembimbing diberikan alternatif langkah-langkah pengusaan materi sebagai berikut: 1. Dalam kaitannya dengan PTBK. oleh karena itu untuk dapat melaksanakan PTBK. Prasyarat PTK untuk BK (PTBK) pada dasarnya menunjuk pada beragam pelaksanaan tindakan layanan dalam BK.BAB I: PENDAHULUAN A. (c) Penyusunan proposal PTBK. Setiap latihan yang disediakan penting untuk dicoba kerjakan.5 adalah pribadi konselor sebagai peneliti. 4. dengan cara membuat serangkaian pertanyaan yang dikembangkan dari 5W 1H sebanyak-banyaknya secara tertulis. perlu ditanggapi dengan cara mengajukan pertanyaan yang telah Bapak/Ibu buat terkait dengan materi yang belum anda pahami. Bapak/Ibu peserta pendidikan dan latihan diseyogyakan menambah bahan bacaan dari sumber-sumber lain yang relevan. penting untuk dipraktikkan setiap tahapan dalam PTBK. mulai dari tahap persiapan sampai dengan refleksi dan tindak lanjut. D. Dengan demikian PTBK dimaksudkan untuk memperbaiki kualitas proses palayanan BK (tindakan BK) dan hasil yang diperoleh siswa sesudah mengikuti layanan BK. Tugas pada setiap akhir kegiatan belajar (kegiatan pelatihan) dipersilakan untuk dikerjakan guna menginternalisasikan pemahaman materi yang telah Bapak/Ibu kuasai. Untuk peningkatan kualitas proses (tindakan) dan hasil KBM. Sebelum mengikuti pelatihan. Prasyarat No.4 merupakan kecenderungan ragam masalah yang dihadapi konseli. (b) Pelaksanaan PTBK. Oleh karena itu indikator tercapainya tujuan pendidikan dan latihan profesi guru BK untuk mata latih PTBK adalah jika peserta 449 . media dan sumber belajar. dan (5) Kepribadian konselor. 5. (3) Metode dan strategi layanan BK. sistem asesmen dan evaluasi pembelajaran. Kompetensi dan Indikator Indikator kerja profesional guru pembimbing/konselor di antaranya adalah dapat menunjukkan kinerja sesuai dengan kompetensi yang dituntut melekat dalam dirinya. Sharing tentang pelaksanaan PTBK dengan kolaborator penting untuk dilakukan! 7. PTK untuk Bimbingan dan Konseling (PTBK) dilaksanakan dengan cara analog dengan PTK untuk guru kelas/bidang studi. Guna meningkatkan keterampilan dalam meneliti dengan rancangan penelitian tindakan. (4) Masalah konseli. dan prasyarat No. maka guru pembimbing/konselor dapat melaksanakan PTBK sesuai dengan kaidah yang telah ditentukan dalam PTBK. B. Untuk memperluas khasanah pengetahuan PTBK. PTK dapat mengangkat permasalahan yang terkait dengan desain dan strategi pembelajaran.

450 .pendidikan dan latihan profesi guru menunjukkan penguasaan minimal 80% dari konsepkonsep dan praktik PTBK.

terencana. Kompetensi dan Indikator Setelah mempelajari materi ini. Adanya ”refleksi” dari tindakan yang telah dilakukan. sehingga diperoleh kemantapan pemahaman tentang suatu tindakan (layanan) tertentu yang telah dilakukan guru pembimbing/konselor. yang dilakukan oleh pelaku tindakan untuk meningkatkan kemantapan rasional dari tindakan-tindakannya dalam melaksanakan tugas dan memperdalam pemahaman tentang kondisi dalam praktik pembelajaran. f. seperti bagaimana dampak dari tindakan yang dilaksanakan oleh guru pembimbing/konselor tersebut terkait dengan masalah yang dientaskan dan/atau pencapaian fungsi dari layanan BK. 2. Sukiman (2011): PTBK sebenarnya adalah analog dengan PTK yang dilaksanakan oleh guru kelas/guru bidang studi yang diterapkan pada bidang Bimbingan dan Konseling. Hopkins (1993): PTK adalah suatu bentuk kajian yang bersifat reflektif. diasumsikan para peserta pendidikan dan latihan profesi guru BK memperoleh pemahaman tentang isi bahan ajar sehingga dapat: (1) membuat rumusan pengertian PTBK dengan menggunakan kalimat sendiri. yang ditujukan untuk menentukan tindakan yang tepat dalam rangka pemecahan masalah yang dihadapi. c. c.BAB II: DEFINISI. atau memperbaiki sesuatu. Perbedaan di antara keduanya terletak pada bidang garap permasalahan. Adanya “tindakan” yang dipromosikan untuk meningkatkan kualitas praktik (tindakan) dan hasil layanan BK dan/atau untuk memecahkan masalah yang terjadi dalam layanan BK guna mencapai keberhasilan layanan sebagaimana tujuan yang dirumuskan. (4) dapat melaksanakan PTK sesuai dengan bidang garap BK. PRINSIP-PRINSIP. Kemmis dan Mc. serta memperbaiki kondisi di mana praktik pembelajaran tersebut dilakukan. TUJUAN. B. Suyanto (1977): PTK adalah suatu bentuk penelitian yang bersifat reflektif dengan melakukan tindakan-tindakan tertentu agar dapat memperbaiki dan/atau meningkatkan praktik-praktik pembelajaran di kelas secara professional. b. memperdalam pemahaman terhadap tindakan-tindakan yang dilakukan. teknik dan strategi tindakan serta kode etik yang harus ditegakkan. d.Taggart (1988): PTK adalah studi yang dilakukan untuk memperbaiki diri sendiri. (2) mampu menunjukkan kakhususan layanan bimbingan disertai PTBK. dan dengan sikap mandiri. MANFAAT DAN BIDANG GARAP PTBK Kegiatan Belajar 1 A. KARAKTERISTIK. e. TIM PGSM (1999): PTK sebagai suatu bentuk kajian yang bersifat reflektif oleh pelaku tindakan yang dilakukan untuk meningkatkan kemantapan rasional dari tindakan mereka dalam melaksanakan tugas. sebagai alternatif cara lain untuk mencapai hasil yang lebih baik dari sebelumnya. yang dilaksanakan secara sistematis. Berdasarkan hasil refleksi dirumuskan tindakan perbaikan yang mengandung unsur baru (novelty) merupakan penciri utama dari pelaksanaan PT BK. a. b. Uraian Materi 1. Definisi Penelitian Tindakan Kelas BK Pemahaman terhadap PTBK dapat diperoleh lewat definisi PTK yang dikemukakan oleh para ahli maupun pendapat berikut ini. Rochman Natawidjaja (1977): PTK adalah pengkajian terhadap permasalahan praktis yang bersifat situasional dan kontekstual. (3) mampu menjelaskan PTBK terkait dengan tujuan dan manfaatnya. Karakteristik PTBK 451 . pengalaman kerja sendiri. Berdasarkan pendapat tentang PTK dan PTBK di atas diperoleh kata kunci dari kegiatan PTBK sebagai berikut: a.

Kekhususan atau penciri PTBK sebagaimana PTK pada umumnya ditunjukkan pada beberapa hal berikut ini: a. demikian pula hasil layanan juga menjadi semakin baik. Melalui PTBK. PTBK pelaksanaannya diawali dari guru BK/Konselor merasakan adanya masalah sewaktu pelaksanaan layanan BK. Keberanian untuk bersikap objektif tersebut akan menghasilkan pengenalan terhadap kekurangan dan bahkan kesalahan tindakan dalam memberikan layanan BK. diusahakan untuk diperbaiki sehingga kualitas layanan menjadi lebih baik. Pelaksanaan PTBK memerlukan pihak lain untuk diajak bekerja sama. Kekurangan dan/atau kesalahan yang ditemukan. Guru pembimbing/Konselor berupaya bersikap objektif terhadap kualitas tindakan dalam layanan BK yang dilakukan selama ini. Keberadaan orang lain (kolaborator) di maksud diperlukan untuk merekam data tentang ragam tindakan yang dilakukan Guru Pembimbing/Konselor sewaktu melakukan layanan BK. PTBK adalah jenis penelitian yang memunculkan adanya tindakan tertentu. kemudian melakukan identifikasi masalah yang dirasakan. Inkuiri Reflektif Dalam PTBK peneliti selalu memikirkan proses dari tindakan (layanan) dan hasil dari tindakan (layanan) untuk mendapatkan penjelasan dan justifikasi tentang kemajuan. Bila rekam data dilakukan dengan teknologi. kegiatan rekam data dapat dilakukan dengan menggunakan teknik CCTV dan alat-alat lain yang berfungsi menggantikan keberadaan kolaborator. dari pelaksanaan sebuah tindakan (layanan) untuk dapat dimanfaat-gunakan memperbaiki proses tindakan (layanan) pada siklus kegiatan berikutnya. Namun demikian. o Menggunakan kecerdasan kritis untuk membangun komitmen melakukan tindakan. dan dilanjutkan dengan perumusan masalah. b. Partisipatif o Pelakunya meningkatkan kualitas praktiknya (tindakannya) sendiri. dan juga merekam data tentang kondisi peserta didik sewaktu menerima tindakan tertentu dari Guru Pembimbing/ Konselor. Sehingga lewat rekaman data kegiatan tersebut dikenali ketepatan/kekurangan dan bahkan kekeliruan suatu tindakan yang dilakukan Guru Pembimbing/ Konselor dalam pelaksanaan layanan BK. Pastinya PTBK dilaksanakan untuk mencari jawab atau memecahkan masalah yang benar-benar terjadi dalam pelaksanaan tindakan (layanan) BK sehari-hari. melakukan analisis masalah. Masalah yang dicari penyelesaiannya lewat PTBK berasal dari masalah riil yang dihadapi guru BK/Konselor dalam melaksanakan tugas sehari-hari di tempatnya bekerja. Guru BK/Konselor berusaha untuk mengatasi masalah tersebut dengan sebuah penelitian yang disebut PTBK. o Menumbuhkan kesadaran diri untuk berkolaborasi dengan kolega profesi dalam seluruh tahapan PTBK. bukan masalah yang dirumuskan dari pihak lain. Namun demikian disadari bahwa suatu teori 452 . Tindakan-tindakan tertentu dalam PTBK dapat berupa penggunaan metode kontemporer (masa kini). Keberadaan suatu teori pada dasarnya memberikan peta atau petunjuk tentang cara suatu tindakan dilaksanakan. kekurangefektifan. satu hal yang harus ditegakkan adalah kejujuran pribadi Guru Pembimbing/Konselor dalam melakukan refleksi terhadap tindakannya sendiri. Dengan demikian masalah yang ingin diselesaikan lewat PTBK adalah masalah yang didapati Guru Pembimbing/Konselor sendiri dalam kegiatan layanan BK yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya. peningkatan. PTBK dilaksanakan dengan menggunakan cara-cara baru untuk meningkatkan kualitas proses tindakan (layanan) dengan cara mengatasi masalah yang ditemui dalam praktik pelayanan BK. o PTK BK dapat menjembatani kesenjangan antara teori BK dan praktik layanan BK. kemunduran. ataupun tindakan-tindakan yang bersifat inovatif dalam melaksanakan berbagai jenis layanan BK. dengan kemajuan teknologi.

Hal tersebut sangat tergantung apakah penyebab suatu tingkah laku menjadi bermasalah telah berhasil disentuh lewat tindakan tertentu yang dilakukan Guru Pembimbing/ Konselor dalam layanan BK yang diselenggarakannya. suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil pengaruh tindakan tertentu tidak serta merta dapat dilihat. Hal tersebut merupakan empat kegiatan dalam satu kesatuan. Dengan kata lain Guru Pembimbing/Konselor dapat membuktikan apakah suatu teori pendekatan dalam layanan BK dapat diterapkan dengan baik atau tidak dalam praktik nyata. Karena suatu tingkah laku eksistensinya didahuhui oleh sikap dari individu yang bersangkutan. Sikap di maksud meliputi: 1) cara berfikir ( way of thinking). Metode yang digunakan harus cukup handal (reliable) sehingga memung-kinkan guru mengidentifikasi serta merumuskan hipotesis secara meyakinkan. serta memperoleh data yang dapat digunakan untuk menjawab hipotesis yang dikemukakannya. mengembangkan strategi yang dapat diterapkan pada situasi layanan. atau cara berasa mereka yang salah. Artinya. 2) cara berasa (way of feeling). Bisa juga tingkah laku menjadi bermasalah dikarenakan dua di antara unsur sikap dan bahkan dari ke tiganya. tingkah laku yang bermasalah bisa disebabkan cara berfikir seseorang yang salah. b. Oleh karena itu perubahan tingkah laku dari satu kondisi ke kondisi berikutnya memerlukan waktu. dan selalu berulang pada kegiatan selanjutnya. (3) Observasi dan evaluasi. • Dilakukan sampai perbaikan atau peningkatan yang diharapkan tercapai (sesuai kriteria keberhasilan) dan/atau setiap siklus paling tidak ada dua kali tindakan. Dengan pelaksanaan PTBK. Selanjutnya Guru Pembimbing/Konselor dapat menetapkan untuk mengadopsi teori tersebut untuk diterapkan dalam pelayanan BK. • Setiap siklus diawali dengan merencanakan tindakan. Rasionalnya. c. Dengan kata lain. guru Pembimbing/Konselor akan memperoleh balikan yang baik dan sistematis untuk perbaikan layanan BK selanjutnya. Empat kegiatan di maksud adalah: (1) Perencanaan. setidaknya perlu adanya tindakan adaptasi. d. sehingga sangat dimungkinkan budaya pencipta teori tidak dengan mudah diterapkan pada kelompok masyarakat dengan budaya lain tempat teori itu dipraktikkan. d. dan 3) cara bertindak (way of behaving). dan refleksi. untuk melihat perubahan kearah peningkatan kualitas dan hasil suatu tindakan dalam kegiatan layanan dapat diketahui lewat perubahan dari satu tahapan (siklus) ke tahapan berikutnya (siklus berikutnya). (2) Tindakan. mengevaluasi proses dan hasil tindakan (observasi). 453 . Proses kajian berdaur Setiap pelaksanaan PTK dan juga PTBK selalu mengandung empat kegiatan. (4) Refleksi. Siklis • PTBK dan juga PTK paling sedikit dilakukan dalam dua siklus. Bertumpu pada pendapat Hopkins (1992) tentang enam prinsip penting dalam PTK dapat diadaptasi ke dalam prinsip-prinsip PTBK sebagai berikut: a. PTBK tidak boleh mengganggu kegiatan Guru Pembimbing/Konselor dalam melaksanakan layanan BK. Masalah penelitian yang diangkat oleh guru seharusnya merupakan masalah yang benar-benar merisaukannya dan bertolak dari tanggung jawab profesionalnya. c. Prinsip-Prinsip PTBK Berdasarkan pemahaman terhadap pengertian dan karakteristik PTK dapatlah diidentifikasi mengenai prinsip-prinsip PTBK. Metode pengumpulan data yang digunakan tidak menuntut waktu yang berlebihan sehingga mengganggu proses layanan BK. atau cara bertindak mereka yang salah. menerapkan tindakan. 3.dirumuskan berdasarkan suatu budaya tertentu dari penciptanya.

disosialisasikan kepada teman sejawat dilakukan sesuai dengan kaidah-kaidah ilmiah. c. Dengan pelaksanaan PTBK akan terjadi peningkatan kompetensi Guru Pembimbing/Konselor dalam mengatasi masalah yang terjadi dalam pelaksanaan layanan BK yang menjadi tugas utamanya. Manfaat Akademik Bagi Guru Pembimbing PTBK bermanfaat untuk membantu menghasilkan pengetahuan yang sahih dan relevan tentang peserta didik yang menjadi tanggung jawabnya. Dengan dicapainya tujuan PTBK. dilaporkan hasilnya sesuai dengan tata krama penyusunan karya ilmiah. Bidang bimbingan pribadi b. Guru Pembimbing/Konselor harus selalu bersikap konsisten menaruh kepedulian tinggi terhadap prosedur etika yang berkaitan dengan pekerjaannya. serta membantu memberdayakan Guru Pembimbing/Konselor dalam memecahkan masalah dalam layanan BK. Dalam pelaksanaan PTBK guru menggunakan wawasan yang lebih luas daripada perspektif kelas. a. Bidang garap PTBK adalah bidang garap bimbingan dan konseling pada umumnya. Dengan kata lain. Bidang bimbingan keberagamaan BK Pola 17 + PPlus+ Keenam bidang bimbingan tersebut dapat dilaksanakan melalui Layanan BK yang jenisnya dan kegiatan pendukungnya seperti berikut ini. (3) peningkatan profesionalisme pada diri Guru Pembimbing/Konselor melalui proses latihan yang sistematik. Dalam menyelenggarakan PTBK. Manfaat Praktis Manfaat prkatis dari pelaksanaan PTBK. serta berguna untuk memperbaiki palayanan jangka pendek. Dengan pelaksanaan PTBK akan terjadi perbaikan dan/atau peningkatan kualitas proses layanan BK. Dengan pelaksanaan PTBK akan terjadi perbaikan dan/atau pengembangan pribadi peserta didik. maka tujuan yang hendak dicapai adalah diperolehnya perbaikan dan peningkatan kualitas layanan BK. manfaat yang diperoleh adalah sebagai berikut: a. Bidang bimbingan belajar BK Pola 17 d. Prakarsa penelitian harus dikomunikasikan kepada pimpinan lembaga. Kelas tidak diartikan seperti umumnya diketahui. Bidang bimbingan keluarga f. Bidang Garap PTBK dan Ragam Jenis Layanan BK Lahan yang menjadi garapan Guru Pembimbing/Konselor dalam melaksanakan PTBK berbeda dengan bidang garap Guru Kelas maupun Guru Bidang Studi.e. f. di samping tetap mengedepankan kemlasahatan subjek didik.. e. Di samping itu PTBK bermanfaat bagi Guru Pembimbing/Konselor untuk melakukan adaptasi teori-teori BK dan/atau mengadopsinya. b. PTBK mendatangkan manfaat secara akademik maupun secara praktis. Layanan Orientasi 454 . Bidang bimbingan karir e. a. 5. (2) pengembangan program BK yang lebih sesuai dengan kondisi peserta didik. Dengan pelaksanaan PTBK akan terjadi peningkatan sikap profesional Guru Pembimbing/Konselor. Bidang bimbingan sosial c. Dengan pelaksanaan PTBK akan terjadi perbaikan dan/atau peningkatan kinerja belajar dan kompetensi peserta didik. b. meliputi: a. antara lain: (1) adanya inovasi praktik layanan BK. d. Tujuan dan Manfaat PTBK Berdasarkan pengertian PTBK. tetapai lebih diartikan sebagai kecenderungan siswa yang mengalami masalah. 4.

Sharingkan pendapat anda tentang cara-cara mewujudkan tujuan dan manfaat PTBK! 4. h. Alih Tangan Kasus. C. Buatlah suatu rumusan tentang pengertian PTBK dengan menggunakan kalimat anda sendiri! 2. Konferensi Kasus d. Latihan 1. Himpunan Data c. d. Layanan Informasi Layanan Penempatan dan Penyaluran Layanan Penguasaan Konten Layanan Konseling Perorangan Layanan Bimbingan Kelompok Layanan Konseling Kelompok Layanan Konsultasi Layanan Mediasi Adapun kegiatan pendukung BK meliputi: a.b. Tampilan Kepustakaan. e. Aplikasi Instrumentasi b. Kunjungan Rumah e. g. Lakukakan identifikasi terhadap cara-cara/tindakan kontemporer (masa kini) yang dapat diterapkan dalam layanan BK! 455 . Diskusikan dengan sesama peserta pendidikan dan pelatihan tentang cara menegakkan prinsip-prinsip PTBK! 3. c. f. i. dan f.

3. Kejujuran dan keberanian di maksud dapat dimunculkan manakala ada masalah. Misalnya: a. c. Tidak betah di rumah. Menetapkan fokus masalah PTBK. kekurangan. Kompetensi dan Indikator Setelah memperlajari dan menguasai bahan ajar ini peserta pendidikan dan pelatihan memiliki kemampuan dalam membuat persiapan PTBK. e. b. sebagai ganti tindakan yang serta merta mencari kesalahan pihak lain. b. sebagai bentuk pengakuan bahwa layanan BK yang dijalankan belum mencapai sasaran yang direncanakan dan muncul adanya upaya untuk mengatasi masalah tersebut lebih lanjut. Berikut ada beberapa langkah untuk menemukan masalah yang akan dicari penyelesaiannya melalui PTK BK: 456 . Prosedur PTBK Sebelum PTBK dilaksanakan. Uraian Materi 1. Tidak tahu akan kemana setelah selesai sekolah. 4. Guru Pembimbing/Konselor dapat menyusunnya kembali. Dengan kata lain Guru Pembimbing/Konselor merasakan adanya masalah dalam pelaksanaan layanan BK yang telah dijalankan. d. Merumuskan masalah PTBK. Masalah pada dasarnya merupakan kesenjangan antara kenyataan dan keadaan yang diinginkan. dan/atau ketidaktepatan pelaksanaan layanan BK yang selama ini dijalankan. Menjelaskan tahapan mengenai persiapan kegiatan PTBK. Ada kecenderungan siswa tidak mematuhi tata tertib sekolah. Merasakan adanya masalah Untuk melaksanakan PTBK. 5. dibutuhkan adanya kejujuran dan keberanian untuk mengakui kelemahan.BAB III: PERSIAPAN PTBK Kegiatan Belajar 2 A. Mengidentifikasi masalah PTBK. cita-cita tidak jelas. dan bahkan ditingkatkan. tidak memiliki keunggulan yang bisa ditawarkan kepada dunia kerja. Mengidentifikasi masalah Tahap kedua dalam tahapan PTBK adalah kegiatan mengidentifikasi masalah. dengan indikator sebagai berikut ini: 1. Agar masalah-masalah umum seperti disebut di atas dapat menjadi fokus PTBK. Penetapan Fokus Masalah PTBK a. Motivasi belajar siswa rendah. terlebih dahulu ditentukan satu topik sesuai dengan bidang garap yang terjadi permasalahan dalam praktik pelayanan BK. Guru Pembimbing/Konselor segera mengevaluasi terhadap diri sendiri dan beragam tindakan dalam pelayanan BK yang telah dilaksanakan. B. konflik dengan sasudara. sehingga diperoleh permasalahan kongkrit yang hendak diubah atau diperbaiki. Menganalisis masalah PTBK. 2. Tidak tertib dalam menjalankan ibadah. Seringnya terjadi konflik antar teman. f. Secara lebih detail masalah di atas dapat ditindaklanjuti dengan pertanyaan sebagai berikut: 1) Perubahan-perubahan apakah yang dapat dilakukan agar anak dapat mematuhi tata terib sekolah? 2) Jenis tindakan layanan BK yang mana yang tepat untuk menjadikan anak disiplin di sekolah? 3) Strategi layanan BK yang seperti apa yang dapat menjadikan anak mau menjalakankan tata tertib sekolah? 2. sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas layanan BK dan hasilnya. Oleh karena itu bagi Guru Pembimbing/Konselor perlu merencana-kan jenis tindakan layanan BK tertentu yang dapat diberikan untuk mengetahui apakah tindakan pelayanan BK tersebut berpengaruh terhadap permasalahan yang ingin diselesaikan.

jenis data yang perlu dikumpulkan. Perumusan masalah Rumusan masalah (tahap ke-4 PTBK) merupakan deskripsi atas masalah penelitian yang telah diidentifikasi. (2) rendahnya tingkat kedisiplinan siswa dalam masuk sekolah. dapat diajukan pertanyaan-pertanyanyaan sebagai berikut: (1) apa yang terjadi bila masalah tersebut tidak dientaskan. 2) Masalah harus problematik (Masalah penting dan mendesak untuk dientaskan). masalah didapat dari pengalaman Guru Pembimbing/Konselor dalam melaksanakan layanan BK se hari hari. fasilitas. c. dan Guru Pembimbing/ Konselor memiliki kewenangan dalam bidang tersebut. 2. artinya masalah tersebut benar-benar ada. C. Fisibilitas masalah dapat ditelaah dari sumber daya peneliti (Guru Pembimbing/Konselor) ditilik dari waktu efektif yang dimiliki. (2) Resiko apa yang paling ringan bila masalah tersebut tidak dientaskan. (6) Hubungan siswa yang tidak harmonis dengan keluarga. maka guru pembimbing/konselor selanjutnya perlu merumuskan permasalah-an secara lebih jelas.Masalah harus riil dan bersifat on the job problem oriented. spesifik dan operasional. d. (7) Rendahnya ketaatan siswa dalam menjalankan kewajiban agamanya. Masalah hendaknya diidentifikasi melalui proses refleksi dan evaluasi. Berikut ini beberapa contoh masalah yang diidentifikasi sebagai fokus Penelitian Tindakan BK: (1) rendahnya ketaatan siswa dalam memenuhi tata tertib sekolah. (3) Aspek pengembangan diri mana yang terhambat manakala masalah tersebut tidak terentaskan. termasuk prosedur perekamannya serta cara menginterpretasikannya. Kegiatan reconnaissance dalam PTK diperlukan untuk menemukan titik-titik rawan. atau sekedar untuk menjelaskan kegagalan implementasi suatu tindakan perbaikan. yang dalam model Kemmis dan Taggart disebut reconnaissance. Masalah yang akan ditindaklanjuti dengan PTBK harus mendapat dukungan literatur/sarana-prasarana/birokrasi. Analisis masalah Setelah memperoleh permasalahan-permasalahan melalui proses identifikasi tersebut. Guru Pembimbing/Konselor merasakan bahwa hal tersebut sebagai masalah. (4) Rendahnya pemahaman siswa tentang rencana hidup di masa depan. dan dukungan birokrasi.tidak mendesak untuk diselesaikan. Buatlah contoh rumusan tentang fokus masalah PTBK! Lakukan kegiatan identifikasi masalah PTBK! Buatlah rumusan masalah PTBK! 1) 457 . Dengan kata lain. menyusun perencanaan baru. 3) Masalah mempunyai manfaat yang jelas Untuk menilai kemanfaatan atas dipecahkannya suatu masalah. penetapan tindakan perbaikan yang akan dicobakan itu juga memberikan arahan kepada Guru Pembimbing/Konselor untuk melakukan berbagai persiapan. Setelah menetapkan fokus permasalahan serta menganalisisnya.kurang mendesak . sehingga dapat dilanjutkan dengan mengidentifikasi serta menetapkan sasaran-sasaran perbaikan baru. (3) rendahnya kepedulian siswa terhadap orang lain/lingkungan. Perumusan masalah yang jelas akan membuka peluang bagi Guru Pembimbing/Konselor untuk menetapkan tindakan perbaikan (tindakan yang mengandung alternatif solusi) yang perlu dilakukan. 4) Masalah PTBK harus fisibel (dapat dipecahkan/dientaskan). Dalam hubungan ini akan ditemukan permasalahan yang sangat mendesak – mendesak . Latihan 1. termasuk yang berbentuk latihan guna meningkatkan keterampilan untuk melakukan tindakan perbaikan yang di maksud. terhadap data pengamatan awal. (5) Rendahnya motivasi siswa dalam belajar. dan berada dalam wilayah kewenangannya untuk menyelesaikan. Di samping itu. 3. media. maka peneliti – Guru Pembimbing/Konselor melakukan analisis terhadap masalah-masalah tersebut untuk menentukan urgensi penyelesai-annya (tahap ke3 PTBK). dana.

458 .

hipotesis tindakan PTBK dinyatakan dalam bentuk keyakinan bahwa dengan suatu tindakan yang dipilih (Misalnya: Bimbingan Kelompok) dipercaya dapat mengatasi permasalahan yang diteliti. dengan demikian memiliki landasan konseptual yang mantap. yaitu: (1) Rumuskan alternatif tindakan perbaikan berdasarkan hasil kajian. dapat menceriterakan pengaruh yang dihasilkan dari suatu tindakan layanan BK. Analisis Kelaikan Hipotesis Tindakan Berdasarkan gambaran awal mengenai sejumlah hipotesis tindakan. Soedarsono (1997) memberikan beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam merumuskan hipotesis tindakan. Perencanaan Tindakan PTBK a. 3. Jika terdapat jarak yang jauh antara keduanya sehingga dalam praktik akan mengalami kesulitan dalam mewujudkannya. melalui langkahlangkah persiapan sebagai berikut: B. serta keterlaksanaannya. dapat membuat perencanaan PTBK secara benar meliputi unsur-unsur yang tercakup di dalamnya. Uraian Materi 1. dalam arti mengindikasikan dugaan mengenai perubahan yakni perbaikan yang akan terjadi jika suatu tindakan yang dipilih dilakukan. Persiapan Tindakan Sebelum PTBK dilaksanakan. Pada tahap perencanaan. (3) Pilih alternatif tindakan serta prosedur implementasi yang dinilai paling menjanjikan hasil yang optimal namun masih tetap ada dalam jangkauan kemampuan Guru Pembimbing/Konselor untuk melakukannya dalam kondisi dan situasi sekolah yang aktual. pada setiap hipotesis tindakan dilakukan pengkajian dari segi “jarak” yang terdapat antara situasi nyata dengan situasi ideal yang dijadikan rujukan. hipotesis tindakan menyatakan adanya hubungan dan/atau perbedaan dua variabel atau lebih. Hal ini menunjukkan bahwa baik proses implementasi tindakan yang dilakukan maupun dampak yang diakibatkannya dapat diamati Guru Pembimbing/Konselor yang merupakan aktor PTBK maupun kolaboratornya. dan menjadikannya sebagai dasar untuk merencanakan tindakan layanan BK selanjutnya. Hipotesis tindakan harus dapat diuji secara empirik. Pada tahap refleksi. Berbeda dengan penelitian formal. Kompetensi dan Indikator Kompetensi yang dirancang untuk dimiliki peserta pendidikan dan pelatihan dalam mempelajari bahan ajar ini ialah memperoleh kejelasan tentang pratik penyelenggaraan PTBK. Di samping itu tetapkan cara penilaiannya sehingga dapat memfasilitasi pengumpulan data dan analisisnya secara cepat dan tepat selama program tindakan perbaikan diimplementasikan. tindakan yang dilakukan tidak akan membuahkan hasil optimal. (2) Kaji ulang setiap alternatif tindakan perbaikan yang dipertimbangkan dan dievaluasi dari segi relevansinya dengan tujuan. dapat menggambarkan tindakan yang dilaksanakan dalam layanan BK perbaikan. serta dapat mencatat kejadian-kejaidan penting selama proses layanan BK berlangsung. sehingga semua komponen yang direncanakan dapat dikelola dengan baik. 2. kelaikan teknis. ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan. Formulasi Solusi Tindakan dalam Bentuk Hipotesis Tindakan Alternatif tindakan perbaikan juga dapat dilihat sebagai hipotesis tindakan. 459 . Pada tahap pelaksanaan. c. Adapun indikator dimilikinya kompetensi ini adalah peserta pendidikan dan pelatihan: 1.BAB IV: PELAKSANAAN PTBK Kegiatan Belajar 3 A. Oleh karena itu kondisi dan situasi yang dipersyaratkan untuk penyelenggaraan sesuatu tindakan perbaikan dalam rangka PTBK harus ditetapkan sedemikian rupa sehingga masih ada dalam batas-batas kemampuan guru pembimbing/konselor serta dukungan fasilitas yang tersedia di sekolah. b. bersama kolaborator dapat mengamati pengaruh pelaksanaan tindakan BK perbaikan terhadap masalah yang diteliti.

Kedua. Refleksi. b.a. Sebab tanpa adanya diskusi balikan hasil pengamatan tidak ada artinya. Kadar interpretasi dalam observasi dapat direntang mulai dari yang bersifat sepenuhnya mekanistik tanpa interpretasi. merupakan aktivitas mengkaji apa yang telah dan/atau tidak terjadi. representasi grafis. Dalam observasi hal-hal yang harus dicatat peliti dan/atau masuk dalam pedoman observasi adalah proses dari tindakan. (5) Menetapkan kriteria tingkat keberhasilan tindakan layanan BK. Hasil observasi selanjutnya dimaknai lewat kegiatan interpretasi. Ada tiga tahapan dalam analisis data. Sedangkan penyimpulan adalah proses pengambilan intisari dan sajian data yang telah terorganisasi tersebut dalam bentuk pernyataan kalimat dan/atau formula yang singkat dan padat. Paparan data adalah proses penampilan data secara lebih sederhana dalam bentuk paparan naratif. representasi tabular termasuk format matriks. Pertama. Namun demikian pengamatan yang dilakukan kolaborator tidak hanya terfokus pada kekurangan dan/atau kesalahan Guru Pembimbing/Konselor yang sedang melaksanakan upaya perbaikan. Hasil pengamatan ini merupakan dasar dilakukannya refleksi sehingga hasil observasi yang dilakukan harus dapat menceriterakan keadaan yang sesungguhnya. reduksi data. dan (iii) diam/kacau (silence/confusion). atau yang belum berhasil dientaskan oleh tindakan dalam layanan BK yang telah dilakukan. dan Ketiga. lingkungan dan hambatan yang muncul. paparan data. Diskusi Balikan Diskusi balikan dari kolaborator tentang hasil pengamatan yang dilakukan adalah penting. 2. Pendek kata dapat dijelaskan bahwa kegiatan refleksi merupakan pengkajian terhadap (1) 460 . Pelaksanaan PTBK Pelaksanaan Tindakan Tindakan merupakan penerapan dari perencanaan tindakan yang telah dibuat. misalnya hasil observasi yang berbentuk tanda cacah (tallies). apa yang telah dihasilkan. Hasil refleksi dipergunakan untuk memperbaiki cara kegiatan yang telah dilaksanakan untuk diterapkan pada kegiatan (siklus) selanjutnya. maupun layanan-layanan BK lainnya. Analisis dan Refleksi Analisis data dalam rangka refleksi setelah implementasi suatu tindakan terpilih untuk perbaikan mencakup proses dan dampak tindakan perbaikan dalam sesuatu siklus PTBK secara keseluruhan. Observasi dan Interpretasi Observasi berfungsi untuk melihat dan mendokumentasikan pengaruh-pengaruh yang diakibatkan oleh tindakan-tindakan yang dipilih dan diterapkan untuk mengatasi masalah yang dihadapi Guru Pembimbing/Konselor dalam kegiatan layanan BK. pemfokusan dan pengabstaksian data mentah menjadi informasi yang bermakna. yang berisikan langkah-langkah yang akan dilakukan Guru Pembimbing/Konselor dalam mengimplementasi-kan tindakan perbaikan yang direncanakan. Membuat skenario pelayanan BK. untuk tiap-tiap kategori amatan yang terdiri atas (i) ujaran guru (teacher talk) (ii) ujaran siswa (pupil talk). 3. sehingga observasi yang demikian dinamakan observasi yang berinferensi rendah (low-inference observation). (2) Mempersiapkan fasilitas dan sarana pendukung yang diperlukan dalam praktik layanan BK untuk perbaikan. efek-efek dari tindakan. dapat berupa penerapan model konseling tertentu yang bertujuan untuk memperbaiki atau menyempurnakan model yang dijalankan untuk mengatasi masalah. c. akan tetapi kolaborator dapat melakukan berbagai fungsi sesuai dengan kebutuhan kontekstual seperti mencatat suatu insiden penting yang mungkin lepas dari dari perhatian guru yang sedang berupaya melakukan perbaikan. (3) Mempersiapkan cara merekam dan menganalisis data mengenai proses dan hasil tindakan perbaikan. (4) Melakukan simulasi pelaksanaan tindakan layanan BK perbaikan untuk menguji keterlaksanaannya rancangan. dsb. penyimpulan. Reduksi data adalah proses penyederhanaan yang dilakukan melalui seleksi. tetapi mengandung pengertian yang luas.

maka dilakukan tindakan perbaikan lanjutan dengan memperbaiki tindakan perbaikan sebelumnya. Jika hasilnya belum berhasil mengentaskan masalah. perencanaan tindakan. pelaksanaan tindakan. Tetapi jika pada suatu siklus masalah belum terselesaikan. termasuk PTBK sebenarnya siklus tidak dapat ditentukan terlebih dahulu jumlahnya. dengan prosedur yang sama seperti pada siklus sebelumnya. dan analisis-refleksi). Dapat ditegaskan bahwa dalam PTK. atau dengan menyususun tindakan perbaikan yang betul-betul baru untuk mengatasi masalah yang belum terentaskan tersebut pada siklus selanjutnya. Perencanaan dan Tindak Lanjut Hasil analisis dan refleksi akan menentukan apakah tindakan layanan yang telah dilaksanakan dapat mengatasi masalah yang memicu penyelenggaraan PTBK atau belum. Buatlah skenario kegiatan layanan BK berdasarkan hipotesis tindakan yang anda rumuskan! 3. Buatlah pedoman observasi terhadap kegiatan layanan BK untuk Guru Pembimbing/Konselor Peneliti dan Siswa yang mendapat layanan BK! 461 . Dengan demikian dapat dikatakan bahwa banyak sedikitnya siklus dalam PTBK sangat tergatung pada terselesaikannya masalah yang diteliti danmunculnya faktor-faktor lain yang berkaitan dengan masalah yang muncul.keberhasilan atau kegagalan dalam pencapaian tujuan sementara. Buatlah satu rumusan hipotesis tindakan dalam PTBK! 2. Jika pada suatu siklus permasalahan telah berhasil dientaskan maka tidak perlu dilanjutkan pada siklus berikutnya. untuk diperbaiki guna mencapai tujuan selanjutnya. yaitu (perumusan masalah. maka diteruskan pada siklus selanjutnya. observasi dan interpretasi. C. 4. Latihan 1. Satu hal yang penting untuk diperhatikan dalam kaitannya dengan tindakan perbaikan adalah perlunya memikirkan ulang tentang kekuatan dan kelemahan dari tindakan yang akan dilaksanakan sebagai pengganti dari tindakan sebelumnya.

Kemukanan hipotesis tindakan bila diperlukan. cara pemecahan masalah dirumuskan dalam bentuk tindakan (action) yang jelas dan terarah. 6. Uraian Materi 1. keluarga ataupun keberagamaan. 5. Masalah yang akan diteliti merupakan masalah penting dan mendesak untuk dipecahkan. serta dapat dilaksanakan dilihat dari segi ketersediaan waktu. Perumusan Masalah Rumuskan masalah penelitian dalam bentuk suatu rumusan penelitian tindakan. Penting juga digambarkan situasi kolaboratif antara anggota peneliti dalam mencari masalah dan akar penyebab munculnya masalah tersebut. Cara pemecahan masalah ditentukan berdasarkan ketepatannya dalam mengatasi akar penyebab permasalahan. Prosedur yang digunakan dalam mengidentifikasi masalah perlu dikemukakan secara jelas dan sistematis. Setelah diidentifikasi masalah penelitiannya. Pemecahan Masalah Identifikasi alternatif tindakan yang dapat dilakukan untuk memecahkan masalah. Berikan argumentasi yang logis mengenai dipilihnya tindakan yang akan dilakukan untuk memecahkan masalah.BAB IV: PENYUSUNAN PROPOSAL PTBK Kegiatan Belajar 4 A. 3. 4. Kemukakan secara jelas bahwa masalah yang diteliti merupakan sebuah masalah yang nyata terjadi di sekolah. Komptensi dan Indikator Peserta pendidikan dan pelatihan setelah mempelajari bahan ajar ini dapat membuat usulan PTBK. Masalah perlu dijelaskan secara operasional dan ditetapkan lingkup penelitiannya. komponen pendidikan terkait di sekolah. Rumuskan indikator serta cara mengevaluasinya sehingga dapat diukur tingkat pencapaian keberhasilan. BIDANG KAJIAN Tuliskan bidang kajian PTBK yang diteliti. sosial. PENDAHULUAN Penelitian dilakukan untuk memecahkan permasalahan BK. dan tempat penelitian. 2. Kemukakan hal-hal baru sebagai hasil kreativitas layanan BK yang akan dihasilkan dari penelitian ini. Kemampuan dalam membuat proposal PTBK ditandai adanya kemampuan peserta pendidikan dan pelatihan dalam merumuskan setiap aspek dari proposal penelitian BK. TUJUAN PENELITIAN Kemukakan secara singkat dan jelas tujuan penelitian yang ingin dicapai dengan mendasarkan pada permasalahan yang dikemukakan. JUDUL PENELITIAN Judul hendaknya singkat (maksimal 20 kata). guru. biaya dan daya dukung lainnya yang dapat memperlancar penelitian tersebut. sehingga tampak manfaatnya bagi siswa. PERUMUSAN MASALAH DAN PEMECAHAN MASALAH a. hasil yang diharapkan. maka selanjutnya perlu dianalisis dan dideskripsikan secara cermat akar penyebab dari masalah tersebut. Rumusan masalah sebaiknya menggunakan kalimat tanya. spesifik. MANFAAT HASIL PENELITIAN Uraikan manfaat hasil penelitian terutama untuk perbaikan kualitas layanan BK. 462 . dan diagnosis dilakukan oleh guru pembimbing dan/atau bersama kolaboratornya. dan cukup jelas menggambarkan masalah yang akan diteliti. sesuai dengan bidang garap BK: masalah pribadi. belajar. karir. b. B. tindakan untuk mengatasi masalah.

Uraikan secara jelas prosedur/langkah-langkah PTBK yang akan dilakukan. Dalam tahapan refleksi uraikan prosedur. alat. pelaksanaan monitoring. refleksi. Surat keterangan C. 8. media. Tunjukkan siklus-siklus kegiatan penelitian dengan menguraikan indikator keberhasilan yang dicapai dalam setiap siklus sebelum pindah ke siklus selanjutnya. Dalam pelaksanaan tindakan uraian bagaimana tahapan-tahapan tindakan yang akan dilakukan oleh guru maupun siswa pada awal. dengan memberikan perhatian rinci pada setiap aspek dalam proposal. BIAYA PENELITIAN Sesuaikan dengan aturan yang ditetapkan 11. Untuk memantapkan hasil tindakan. 13. dan sumber informasi. instrtumen observasi. Diskusikan proposal anda dengan sesama peserta pelatihan! 3. Uraian ini digunakan sebagai dasar penyusunan kerangka berfikir yang akan digunakan dalam penelitian. RENCANA DAN PROSEDUR PENELITIAN Kemukakan subjek penelitian. seminar danpenyusunan hasil penelitian dalam bentuk Gantt chart. 10. persiapan. bahan dan alat. Dalam tahap evaluasi uraikan cara esesmen dan penyekorannya. serta tempat penelitian secara jelas. Tanyakan hal-hal yang kurang jelas kepada pelatih anda! 463 . pelaku.7. 9. JADWAL PENELITIAN Buatlah jadwal kegiatan penelitian yang meliputi perencnaan. sehingga tampak jelas tingkat dan kualitas kolaborasi dalam penelitian tersebut. PESONALIA PENELITIAN Pelaksana dan Pengamat 12. evaluasi. tiap-tiap siklus sebaiknya dilaksanakan dalam beberapa kali pertemuan. LAMPIRAN-LAMPIRAN a. Dalam tahap observasi uraikan objek amatannya dan prosedurnya. pertengahan. Dalam perencanaan uraikan secara rinci hal-hal yang diperlukan sebelum pelaksanaan tindakan (seperti misalnya: penyiapan perangkat pembelajaran berupa skenario pembelajaran. Prosedur hendaknya dirinci dari perencanaan. Instrumen penelitian b. observasi. DAFTAR PUSTAKA Ditulis secara konsisten menurut model yang dipilih. Latihan 1. Kemukakan juga teori dan hasil penelitian lain yang mendukung pilihan tindakan untuk mengatasi permasalahan penelitian tersebut. evaluasi dan refleksi). Dalam rencana pelaksanaan tindakan pada setiap tahapan hendaknya digambarkan peranan dan intensitas kegiatan masingmasing anggota peneliti. pelaksanaan tindakan. waktu dan lamanya tindakan. Curriculum Vitae c. Cobalah menyusun proposal untuk PTK BK. yang bersifat siklis. Fungsi observasi proses dilakukan secara terus menerus dalam PTBK sesuai dengan siklus yang ditentukan. KAJIAN PUSTAKA Uraikan dengan jelas kajian teoretis dan empiris yang menumbuhkan gagasan usulan PTBK yang sejalan dengan rumusan dan hipotesis tindakan (bila ada). dan akhir pembelajaran. 2.

BAB V: LAPORAN PTBK Kegiatan Belajar 5 A. Dibagian ini dapat pula disampaikan ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang berjasa dalam pelaksanaan penelitian. observasi. Dafar Isi Berupa halaman yang memuat bagian awal laporan bab dan sub bab. Hasil penelitian yang telah didokumentasikan akan bermanfaat sebagaimana dirumuskan pada uraian kompetensi sebelumnya. identifikasi masalah. hasil layanan. guru pembimbing sendiri. bukan untuk membuktikan teori. Diketik satu spasi dengan font 10 dalam bahasa inggris. Bab I Pendahuluan Memuat unsur latar belakang masalah. dan/atau sponsor. waktu. kemukakan hasil analisis data yang menunjukkan perubahan yang terjadi disertai pembahasan. evaluasi. serta definisi operasional. lingkungan. Kejelasan tiap siklus: rancangan. hipostesis tindakan (bila diperlukan). analisis dan rumusan masalah. karakterisitik siswa di sekolah sebagai subjek penelitian. tujuan. mulai dari perencanaan. Daftar Tabel Berisikan daftar nomor dan judul semua tabel yang ada dalam laporan serta halamannya. Proses gambar atau foto yang dimaksud adalah gambar/foto yang diambil selama proses penelitian berlangsung dan berguna antara lain. peserta pendidikan dan pelatihan diharapkan dapat mendokumentasikan hasil penelitian dimaksud dalam bentuk laporan penelitian. prosedur dan hasil penelitian. Uraian Materi Halaman Kulit Muka laporan akhir hasil penelitian Halaman kulit muka laporan akhir hasil PTBK dapat disesuaikan dengan warna lembaga. Tindakan yang dilakukan bersifat rasional dan feasible serta collaborative. dan refleksi. Bab IV Hasil Penelitian dan Pembahasan Menyajikan uraian masing-masing siklus dengan data lengkap. situasi kegiatan. Setelah memperoleh pengetahuan tentang Hasil PTBK. tujuan. untuk menggambarkan situasi kelas laboratorium atau mimik seorang peserta didik yang dapat memperkuat uraian dalam komponen penemuan. Kata Pengantar Berisi fakta-fakta yang ingin disampaikan oleh peneliti sehubungan dengan pelaksanaan penelitian dan hasil yang dicapai. data awal tentang permasalahan pentingnya masalah dipecahkan. pelaksanaan. Bab II Kajian Pustaka Menguraikan teori terkait dan temuan penelitian yang relevan yang memberi arah ke pelaksanaan PTBK dan usaha peneliti membangun argumen teoritik bahwa dengan tindakan tertentu dimungkinkan dapat meningkatkan mutu proses dan hasil tindakan pelayanan BK. motivasi dan aktivitas siswa dalam berkegiatan. Halaman Pengesahan Halaman pengesahan laporan akhir PTKBK Abstrak Menguraikan dengan ringkas unsur-unsur permasalahan. C. serta bagian akhir. Daftar Gambar Berisikan nomor dan judul semua gambar atau foto yang ada dalam laporan serta halamannya. Kompetensi dan Indikator B. pelaksanaan pengamatan dan refleksi yang berisi penjelasan tentang aspek keberhasilan dan kelemahan yang terjadi dari suatu tindakan. Bab III Pelaksanaan Penelitian Mengandung unsur: deskripsi lokasi. Gunakan grafik dan/atau tabel secara optimal. mata pelajaran. 464 . dan manfaat penelitian. Perlu ditambahkan hal yang mendasar yaitu hasil perubahan pada diri siswa.

personalia peneliti. Penelitian Tindakan Kelas. (2005). Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Jasmani dan Bimbingan Konseling. dkk. Subyantoro. Penelitian Tindakan Kelas. (2011). Sukiman. perangkat pembelajaran. Yogyakarta: Paramitra Publishing. Penelitian Tindakan Kelas untuk Guru Pembimbing (Bimbingan dan Konseling). Buku Panduan Penelitian Tindakan Kelas (P2PTK). (2008). Lampiran-lampiran Memuat instrumen penelitian. Melaksanakan PTK Itu Mudah (Classroom Action Research). Jakarta: YSB@2009. Suara Bangsa. Pedoman Praktis Bagi Guru Profesional. dan bukti lain pelaksanaan penelitian. (2009). Daftar Kepustakaan Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta: Univesitas Terbuka. Pedoman Penyusunan Usulan dan Laporan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Daftar Pustaka Memuat semua sumber pustaka yang digunakan dalam penelitian secara alphabetis. (2009). Masnur Muslich. Berikan saran tindak lanjut berdasarkan pembahasan hasil penelitian. data penelitian. 465 . riwayat hidup semua peneliti. (2009).Bab V Kesimpulan dan Saran Menyajikan simpulan hasil penelitian (potret kemajuan) sesuai dengan tujuan penelitian. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro Semarang. Jakarta: Dirjendikti Direktorat PPTK dan KPT. Jakarta: Bumi Aksara. (2007). Jakarta: Ditjen PMPTK Depdiknas. Edisi Revisi. IGAK Wardani. Pedoman Pelaksanaan Pelayanan Konseling Pada satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful