PENGANTAR Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan dan pemerintah mengusahakan serta menyelenggarakan satu sistem pendidikan

nasional yang meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan undang-undang (UUD Tahun 1945 Pasal 31 Ayat 1 dan 3). Lebih jauh dijelaskan bahwa pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara (UU No. 20 Tahun 2003 Pasal 1 Ayat 1). Dalam pernyataan lain, dikemukakan bahwa fungsi pendidikan nasional adalah mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Dua aspek penting tentang konsep dasar dan fungsi pendidikan yang dikemukakan dalam UU No. 20 Tahun 2003 memberikan peluang dan ruang yang sangat terbuka bagi peran bimbingan dan konseling dalam keseluruhan sistem pendidikan nasional. Peran bimbingan itu secara khusus tersurat dalam pernyataan: “Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang”. Ini berarti bahwa keberadaan bimbingan dan konseling di lingkungan pendidikan, baik formal non formal, maupun informal merupakan konsekuensi logis yang dikuatkan dengan landasan hukum sebagaimana aspek pendidikan seperti kurikulum pendidikan dan manajemen pendidikan. Dengan kata lain, kedudukan atau posisi bimbingan dan konseling merupakan bagian integral dari keseluruhan program pendidikan. Selain aspek hukum, keberadaan layanan bimbingan dan konseling dalam sistem pendidikan secara umum dilatarbelakangi oleh beberapa landasan. Mengutip pernyataan Uman Suherman (2006) bahwa untuk meningkatkatkan efektivitas penyelenggaraan layanan bimbingan dan konseling profesional, maka pekerjaan profesi itu harus ditata berlandaskan tuntutan riil masyarakat pengguna juga mengacu pada rujukan teori-teori yang berkenaan dengan landasan filosofis, sosiologis, psikologis, sosiologis, psikologis, sosio-kultur dan sistem nilai baik yang bersifat umum maupun keagamaan.

93

BAB I KONSEP DASAR MANAJEMEN DAN ORGANISASI BK A. Konsep Dasar Manajemen 1. Pengertian Managemen Secara sematik manjemen mempunyai beberapa arti, tergantung dari konteks dan maksudnya. Kata manajemen yang dipakai dalam kehidupan berorganisasi merupakan terjemahan dari bahasa Inggris to manage yang berarti mengurus, mengatur, mengemudikan, mengarahkan, mengendalikan, menangani, mengelola, menyelenggarakan, menjalankan, melaksanakan dan memimpin. Sedangkan dalam bahasa Latin manajemen berasal dari kata mano yang berarti tangan, kemudian menjadi manus yang berarti bekerja berkali-kali menggunakan tangan, kemudian ditambah imbuhan angere yang berarti melakukan sesuatu sehingga menjadi managiare yang berarti melakukan sesuatu berkali-kali dengan menggunakan beberapa tangan. Dengan kata lain untuk mengerjakan sesuatu memerlukan tangan-tangan dan kegiatan orang lain. Sehingga manajemen diartikan sebagai proses mengadakan, mengatur, dan memanfaatkan berbagai sumber daya yang dianggap penting guna mencapai suatu tujuan. Lebih jauh manajemen merupakan keseluruhan proses aktivitas yang dilakukan oleh sekelompok manusia dalam suatu sistem organisasi dengan menggunakan segala sumber daya untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien. 2. Tujuan dan Fungsi Manajemen Pada dasarnya penerapan manajemen adalah untuk mempermudah pencapaian suatu tujuan. Dalam upaya mencapai tujuan itu langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mengenal tujuan terlebih dahulu. Kejelasan pengenalan terhadap tujuan akan memberikan: (1) kepastian arah; (2) memfokuskan usaha; (3) menjadi pedoman rencana dan keputusan; dan (4) mempermudah pelaksanaan evaluasi terhadap kemajuan yang telah dicapai, termasuk mengidentifikasi faktor penghambat dan penunjangnya. John F. Mee (Uman Suherman, 2011) memberikan sifat-sifat yang seharusnya terkandung dalam tujuan sehingga dapat mempermudah pemahaman tentang arti atau makna yang terkandung dalam tujuan, diantaranya tujuan harus: a. Ditentukan sebelum aktivitas organisasi dilakukan. b. Dapat dimengerti oleh semua personel yang terlibat dalam pelaksanaan aktivitas organisasinya. c. Dinyatakan baik secara tertulis ataupun lisan. d. Menjadi pegangan bagi para personel organisasi dalam proses pencapaiannya. Sedangkan fungsi manajemen adalah memberikan alur aktivitas, penetapan posisi dan peran serta tanggung jawab setiap personel dalam menjalankan aktivitas organisasinya secara efektif dan efisien. Secara rinci fungsi manajemen adalah sebagai berikut: a. Menciptakan suatu koordinasi dan komunikasi tugas setiap personel dan antar personel organisasi. b. Mendorong setiap personel melaksanakan tugas-tugasnya secara efektif dan efisien. c. Memudahkan pelaksanaan analisis tugas dan tanggung jawab setiap personel organisasi secara efektif. 3. Aspek dan Fungsi Manajemen Menurut Babbage, Taylor, Fayol, Henry Gantt dan Gillberth, fungsi manajemen mencakup kegiatan perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pengarahan (actuating), koordinasi (coordinating) dan pengawasan (controlling).

94

a. Perencanaan: Fungsi manajemen yang dikemukakan oleh G. R. Terry dalam bukunya yang berjudul Principle Of Management, pertama adalah fungsi perencanaan (Planning) yang merupakan fungsi dasar (fundamental) manajemen, karena pengorganisasian, penggerakkan dan pengawasan harus direncanakan terlebih dahulu. Perencanaan adalah pondasi untuk keberhasilan pelaksanaan tiap fungsi manajemen lainnya. Menurut Winardi (Uman Suherman, 2011) pengertian perencanaan adalah perencanan yang meliputi tindakan memilih dan menghubungkan fakta-fakta dan membuat serta menggunakan asumsi-asumsi mengenai masa yang akan datang dalam hal memvisualisasi serta merumuskan aktivitas-aktivitas yang diusulkan yang dianggap perlu untuk mencapai hal-hal yang diinginkan. Karena itu proses perencanaan hendaknya menyuguhkan informasi yang lengkap dan menyeluruh bagi semua personel yang terlibat, terutama tentang: 1) Tujuan-tujuan dan cara-cara atau strategi mencapai tujuan. 2) Pedoman bagi semua personel yang terlibat dalam men-jalankan tugas-tugas suatu organisasi. 3) Alat pengawasan terhadap pelaksanaan program. 4) Penggunaan segala sumber daya yang dimiliki organisasi secara efisien. 5) Batas-batas kewewenangan dan tanggung jawab setiap personel pelaksanaan organisasi, sehingga dapat meningkatkan kinerja dan kerja sama antar personel. 6) Kriteria atau tolok ukur prestasi organisasi, baik berkenaan dengan program, pelaksanaan maupun out put atau hasil yang harus diperoleh. Melihat aspek-aspek yang hendaknya terkandung dalam perencanaan, maka proses perencanaan itu memerlukan analisis rasional yang akan mempertimbangkan setiap aspek dan langkah aktivitas organisasi yang akan dilakukan secara matang dan pasti. b. Pengorganisasian: Fungsi manajemen yang kedua adalah fungsi pengorganisasian (Organizing) yang merupakan fungsi organik ke dua dari manajemen. Kadarman (Uman Suherman, 2011), pengorganisasian adalah penetapan struktur peran-peran melalui penentuan berbagai aktivitas yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan-tujuan perusahaan dan bagian-bagiannya. Pengelompokkan aktivitas-aktivitas penegasan, pendelegasian wewenang untuk melaksanakan, serta pengorganisasian hubungan-hubungan wewenang dan informasi baik secara horizontal maupun vertikal oleh struktur organisasi. Pengorganisasian adalah tindakan mengusahakan hubungan-hubungan kelakuan yang efektif antara orang-orang sehingga mereka dapat bekerja sama secara efisien dan dengan demikian memperoleh kepuasan pribadi dalam hal melaksanakan tugas-tugas tertentu dalam kondisi lingkungan tertentu guna mencapai tujuan dan sasaran tertentu. Tiga alasan penting dilakukannya pengorganisasian, yaitu untuk: 1) Meningkatkan efisiensi dan kulitas dari pekerjaan organisasi. 2) Menetapkan akuntabilitas sebab partisipan dalam tiap usaha adalah lebih efktif ketika mereka memahami respon-sibilitas khusus mereka. 3) Memfasilitasi komunikasi, sebab komunikasi formal secara langsung mengikuti struktur otoritas organisasi. Dengan melaksanakan pengorganisasian, seorang manajer dapat memperoleh manfaat, yaitu: 1) Pencapain tujuan lebih jelas. 2) Mudah dalam memilih, menempatkan, dan melatih seseorang sesuai dengan kemampuannya. 3) Setiap anggota mengetahui pekerjaan yang harus dikerjakan. 4) Penggunaan fasilitas lebih efektif dan efisien.

95

c. Pengarahan: Fungsi yang ketiga adalah fungsi pergerakkan (Actuating) fungsi ini merupakan fungsi fundamental manajemen sebagai tindak lanjut dari fungsi perencanaan dan pengorganisasian. Fungsi penggerakkan adalah suatu fungsi pembimbing dan pemberian pimpinan serta penggerakkan orang-orang, agar orang-orang atau kelompok orang-orang itu suka dan mau bekerja. Pengarahan dilakukan untuk menjaga agar aktivitas manajemen tetap berada pada jalur mekanisme kerja yang sesuai dengan ketentuan-ketentuan organisasi. Dengan kata lain, melalui pengarahan yang efektif memungkinkan aktivitas lebih terarah pada pencapaian tujuan organisasi yang telah ditentukan. Lebih jauh Arthur Jones (Uman Suherman, 2011), mengemukakan pengarahan mancakup dua bentuk kegiatan, yaitu: 1) Sebagai kontrol kualitas yang direncanakan untuk memelihara, menyelenggarakan, dan menentang perubahan. 2) Mengadakan perubahan, penataran, serta mengadakan perubahan pola pikir dab perilaku personel organisasi. d. Pengawasan: Fungsi manajemen yang terakhir adalah fungsi pengawasan (Controlling). Fungsi terakhir dari manajemen ini harus dilaksanakan oleh manajer dan fungsi yang melengkapi lingkaran siklus manajemen secara utuh. T. Hani Handoko (1995) mengemukakan bahwa pengawasan manajemen adalah suatu usaha sistematik untuk menetapkan standar pelaksanaan dengan tujuan-tujuan perencanaan, merancang sistem informasi umpan balik, membandingkan kenyataan dengan standar yang telah ditetapkan sebelumnya, menentukan dan mengukur penyimpangan-penyimpangan serta mengambil tindakan koreksi yang diperlukan untuk menjamin bahwa semua sumber daya perusahaan dipergunakan dengan cara paling efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan. Fungsi-fungsi tersebut dapat dikembangkan menjadi beberapa fungsi yang lain seperti halnya dilakukan oleh Voontz-O'Donell yang memecah fungsi pengarahan (actuating) menjadi directing dan staffing. Fungsi tersebut disederhanakan dengan cara mengelompokkan fungsi tersebut ke dalam dua fungsi manajemen yakni manajemen mekanik dan manajemen dinamik. Manajemen mekanik adalah pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen yang tidak melihat personal sebagai masalah pengkajian. Perencanaan dan pengorganisasian adalah tugas kelompok bukan tugas individu tertentu dalam organisasi. Manajemen dinamik adalah pelaksanaan fungsi manajemen yang melihat personal sebagai bagian yang penting. Fungsi-fungsi yang dilakukan oleh individu tertentu dalam organisasi, seperti pengarahan, koordinasi dan pengawasan hanya dapat dilakukan oleh individu tertentu dan tidak sembarang orang.
B. Implementasi Fungsi Manajemen dalam BK Fungsi-fungsi manajemen yang diimplementasikan dalam kegiatan bimbingan dan konseling terlihat dan dapat diwujudkan dalam perencanaan program bimbingan dan konseling, penggorganisasian aktivitas dan semua unsur pendukung bimbingan dan konseling, penetapan staf bimbingan dan konseling, lalu menggerakkan atau meningkatkan SDM untuk melaksanakan tugas masing-masing dengan cara memberikan motivasi, dan yang terakhir mengevaluasi kegiatan serta hasil yang dicapai memalui aktivitas layanan yang telah dilaksanakan. Melalui implementasi fungsi-fungsi manajemen itulah bagaimana layanan bimbingan dan konseling dilakukan agar mencapai tujuan yang diinginkan secara efektif dengan menggunakan sumber daya secara efisien? Jawabannya adalah layanan bimbingan dan konseling perlu diurus, diatur, dikemudikan, dikendalikan, ditangani, dikelola, diseleng-garakan, dijalankan, dilaksanakan dan dipimpin oleh orang yang memiliki keahlian, keterampilan, serta wawasan dan pemahaman tentang arah, tujuan, fungsi, kegiatan, strategi, dan indikator keberhasilannya. Dengan kata

96

lain, layanan birnbingan dan konseling perlu dilakukan sebagai aktivitas layanan bermutu, yaitu yang mampu mengintegrasikan, mendistribusikan, mengelola, dan mendayagunakan program, personel, fasilitas, pembiayaan, dan sumber daya lainnya secara optimal agar dapat mengembangkan seluruh potensi individu sesuai dengan harapan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara, serta Tuhannya sebagai akhir penghambaannya. Karena itu dalam keseluruhan aktivitas layanan birnbingan dan konseling seorang manajer (konselor) perlu memperhatikan dan mendayagunakan sumber-sumber seperti: (1) manusia; (2) material; (3) alat dan fasilitas; (4) waktu; (5) keuangan ; dan (6) pemasaran. Sumber daya utama dalam proses layanan bimbingan dan konseling adalah manusia atau orang-orang, baik orang sebagai pengelola, pelaksana maupun sebagai sasaran layanan bantuan. Sebagai pengelola dan pelaksana, orang-orang yang terlibat dalam birnbingan dan konseling adalah yang memiliki keahlian dan kewenangan secara profesional. Artinya mereka adalah orang-orang pilihan dan bekerja sesuai dengan bidang keahliannya. Penempatan orang-orang yang befpatokan pada konsep ini memungkinkan munculnya organisasi layanan birnbingan efektif dan efisien. Artinya mudah dalam mencapai tujuan yang diharapkan dan hemat dalam waktu serta tenaga yang dikeluarkan. Materi layanan birnbingan dan konseling hendak-nya membumi, artinya mated yang disajikan sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan disediakan bagi pengembangan potensi perserta didik. Alat dan Fasilitas digunakan untu mempermudah pencapaian tujuan. Karena itu bagaimana seorang konselor merancang penggunaan atau pemanfaatan alat dan fasilitas secara efektif dan efisien dalam keseluruhan layanan birnbingan dan konseling. Waktu, kadang-kadang dijadikan kambing hitam yang menghambat pelaksanaan layanan. Karena itu kapan suatu kegiatan dilakukan secara tepat dan materi apa yang perlu diberikan pada waktu tertentu. Dengan demikian, dengan penggunaan waktu secara tepat tidak akan ada unsur yang merasa terganggu dan dirugikan, tetapi dengan penggunaan waktu tepat mempermudah tujuan untuk dicapai. Dalam keseluruhan kegiatan bimbingan dan konseling, keuangan menjadi salah satu faktor pendorong terlaksananya kegiatan. Tetapi perlu disadari bahwa belum tentu banyaknya modal yang dimiliki sudah memastikan pencapaian tujuan secara efektif. Dengan demikian tanpa uang disadari kegiatan akan terhambat tetapi dengan modal pemikiran kreativitas konselor dan seluruh personel bimbingan dan konseling, permasalahan keuangan bisa diatasi. Pemasaran (sosialisasi) program bimbingan dan konseling berbeda dengan organisasi perusahaan. Tetapi prinsip utama pemasaran adalah promosi demi menjaga keberadaan suatu organisasi. Begitu juga dalam memasarkan bimbingan dan konseling perlu perhatian dan pemikiran strategis agar keberadaan dan kedekatan antara bimbingan dan konseling dengan penggunanya senantiasa terjaga. Program bimbingan dan konseling adalah dimana program tersebut tertuju pada apa yang ingin dicapai dari tujuan birnbingan sehingga program tersebut berjalan efisien dan efektif. Untuk membuat program yang efektif dan efisien diperlukan perencanaan yang matang dalam membuat program bimbingan dan konseling, sehingga tujuan yang ingin dicapai sesuai dengan harapan dari pendidikan dan individu. Dewa Ketut Sukardi (1995) mengungkapkan bahwa kegiatan penyusunan program bimbingan dan konseling di sekolah merupakan seperangkat kegiatan yang dilakukan melalui berbagai bentuk survey untuk menginventarisasi tujuan, kebutuhan, kemampuan sekolah serta persiapan sekolah untuk melaksanakan program bimbingan dan konseling. Karena program bimbingan dan konseling yang efektif dan efisien adalah program bimbingan dan konseling yang terencana secara kontinu dan sesuai dengan tujuan serta visi dan misi bimbingan dan konseling sehingga diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan mutu dari layanan bimbingan dan

97

konseling. A. J. Nurihsan (2011) menjelaskan bahwa untuk tercapainya program perencanaan bimbingan yang efektif dan efisien/ maka ada beberapa hal yang perlu dilakukan diantaranya: 1. Analisis kebutuhan dan permasalahan peserta didik. 2. Penentuan tujuan program layanan bimbingan dan konseling yang ingin dicapai. 3. Analisis situasi dan kondisi di sekolah. 4. Penentuan jenis-jenis kegiatan yang akan dilakukan 5. Penetapan metode dan teknik yang akan dilakukan dalam kegiatan 6. Penetapan personel-personel yang akan melaksanakan kegiatan yang telah dilaksanakan. 7. Persiapan fasilitas dan biaya pelaksanaan kegiatan bimbingan yang direncanakan 8. Perkiraan tentang hambatan-hambatan yang akan ditemui dan usaha-usaha apa yang dilakukan dalam menangani hambatan-hambatan. Perencanaan ini dilakukan untuk sebagai langkah awal untuk meningkatkan kulaitas manajemen bimbingan dan konseling agar mempunyai mutu yang lebih baik sehingga akan menyokong tujuan dari layanan bimbingan dan konseling. Sehingga dalam melaksanakan program bimbingan diperlukan keterlibatan seluruh aspek dan komponen yang mendukung bimbingan. C. Prinsip-prinsip Perencanaan BK Flesher (Uman Suherman, 2011) menjelaskan bahwa untuk memulai sebuah perencanaan diperlukan landasan atau dasar untuk merumuskan program pendidikan diantaranya: 1. Merumuskan objek pendidikan yang layak untuk masyarakat. 2. Menentukan tujuan apa yang diinginkan atau dikehendaki dari pendidikan. 3. Pembentukan area kehadiran. 4. Mengembangkan program pendidikan untuk masyarakat dan untuk pusat kehadiran. 5. Membangun ruang dasar kebutuhan untuk tiap kehadiran. 6. Pemilihan tempat untuk tiap kehadiran dalam tahap ini perencanaan semestinya menggunakan pelayanan. 7. Persiapan dan membuat kesepakatan pendahuluan atau gambaran dasar untuk individu. 8. Persiapan dan membuat persetujuan gambaran pekerjaan untuk tiap individu. Bimbingan sebagai bagian integral dalam proses pendidikan, dalam melakukan perencanaan, diperlukan menentukan arah dan tujuan dari diadakannya bimbingan. Perencanaan yang baik adalah dimana seluruh komponen dari perencanaan mampu dijalankan dengan baik. Terutama dalam layanan bimbingan dan konseling, sebagai proses pemberian bantuan sehingga diharapkan dalam membuat suatu perencanaan dilakukan berbagai pertimbangan yang matang untuk kesuksesan dalam menjalankan program bimbingan dan konseling. Luther Gullich (Fattah, 2006) menyebutkan syaratsyarat perencanaan sebagai berikut: 1. Tujuan harus dirumuskan secara jelas. 2. Perencanaan harus sederhana dan realistis. 3. Memuat analisis-analisis dan penjelasan-penjelasan terhadap usaha-usaha yang direncanakan. 4. Bersifat fleksibel. 5. Ada keseimbangan baik ke luar maupun ke dalam. Ke dalam berarti seimbang antara bagian-bagian dalarn perencanaan tersebut, sedangkan ke luar berarti seimbang antara tujuan dan fasililtas yang tersedia. 6. Efisien dan efektif dalam penggunaan biaya, tenaga dan sumber daya yang tersedia.

98

D.

Konsep Dasar Pengorganisasian dalam BK 1. Definisi Pengorganisasian dalam pengertian bimbingan dan konseling berarti suatu bentuk kegiatan yang mengatur cara kerja, prosedur kerja dan pola kerja atau mekanisme kerja kegiatan layanan bimbingan dan konseling. Bimbingan dan konseling tidak dapat dilaksanakan secara berdaya guna dan berhasil kalau tidak diimbangi dengan organisasi yang baik. Tanpa organisasi, itu berarti tidak adanya suatu koordinasi, perencanaan, sasaran yang cukup jelas, serta kepemimpinan yang berwibawa, tegar dan bijaksana. Pengorganisasian program layanan bimbingan konseling di sekolah adalah upaya melibatkan orang-orang ke dalam organisasi bimbingan di sekolah, serta upaya melakukan pembagian kerja diantara anggota organisasi bimbingan di sekolah.

2. Manfaat Pengorganisasian Manfaat pengorganisasian program layanan bimbingan dan konseling adalah agar: a. Setiap personel bimbingan menyadari tugas, peranan, kedudukan, wewenang dan tanggung jawab masing- masing. b. Terhindar dari terjadinya tumpang tindih tugas diantara para personel bimbingan. c. Terjadi mekanisme kerja secara baik dan teratur. d. Tercapai kelancaran, efisiensi dan efektivitas pelaksanaan program layanan bimbingan dan konseling. Proses pengorganisasian program layanan bimbingan dan konseling meliputi langkah-langkah sebagai berikut: a. Pengelompokkan kegiatan layanan. b. Pembagian tugas, peranan, tanggung jawab dan wewenang bagi masingmasing personel. c. Penenentuan mekanisme kerja. d. Penyusunan suatu struktur organisasi bimbingan dan konseling. 3. Tujuan Pengorganisasian Organisasi merupakan proses instrumental yang dapat menjembatani tercapai nya sasaran-sasaran program bimbingan. Sasaran bimbingan tersebut jelas mengarah pada satu tujuan. Pada dasarnya, organisasi merupakan rangkuman dari keseluruhan tujuan bimbingan yang dicanangkan, kemudian dikomunikasikan ke bawah menurut garis dengan ide komitmen dan kesepakatan bersama. Jadi tujuan organisasi merupakan manif estasi dari tujuan bimbingan dan konseling itu sendiri. 4. Implementasi Pengorganisasian Bimbingan dan konseling tidak/dapat dilaksanakan secara jelas dan sistematis apabila tidak diimbangi dengan organisasi yang baik. Tanpa organisasi, berarti tidak adanya suatu koordinasi, perencanaan, sasaran yang cukup jelas, serta kepemimpinan yang proporsional dan profesional. Karena itu manajer sekolah hendaknya mampu merencanakan dan mengelola satu kesatuan sistem yang dapat mengatur operasi kegiatan-kegiatan sekolah termasuk didalamnya kegiatan layanan bimbingan dan konseling, sehingga setiap personel ditempatkan pada bagian yang tepat sesuai struktur jabatan dan kemampuannya. Dengan demikian peran guru mata pelajaran dan guru pembimbing (konselor) lebih ditegaskan sehingga dalam pelaksanaan layanan bimbingan tidak terjadi adanya subtitusi posisi guru mata pelajaran oleh guru pembimbing dan sebaliknya posisi guru pembing digantikan oleh guru mata pelajaran. Dengan kata lain pelibatan guru mata pelajaran atau pihak-pihak lain dalam bimbingan dan konseling ditegaskan dalam batas proporsi dan kewenangan profesionalitasnya.

99

kepeserta didikan maupun sumber daya lain yang diperlukan dan dapat mendukung dalam penyusunan program bimbingan dan konseling. orang tua. Dengan kata lain. Penyusunan program bimbingan dan konseling. dan staf administrasi bimbingan harus dihimpun dalam satu wadah. Lebih daripada itu peran setiap personel mudah untuk dipertanggung jawabkan. Pelaksanaan kebijakan pimpinan sekolah terutama yang berkaitan dengan pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling. tanggung jawab dan wewenang dari masing-masing petugas yang terlibat dalam pelaksanaan layanan bimbingan di sekolah harus dirinci dengan jelas. d. Pemantauan dan supervisi terhadap pelaksanaan bimbingan dan konseling. Dalam pendidikan formal. f. Kepala Sekolah a.Pengembangan kerja sama profesional itu merupakan indikator skaligus menjadi manifestasi berhasil tidak nya suatu pengorganisasian dan tujuan dari rencana-rencana sekolah termasuk didalamnya program bimbingan dan konseling. Dukungan dan pemantauan pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling. pola kerja atau prosedur kerja bimbingan dan konseling di sekolah harus tunggal. Penyediaan informasi baik berkaitan dengan aktivitas dan prestasi akademik. Pengembangan program bimbingan dan konseling termasuk pembinaan dan pelatihan personel bimbingan dan konseling. tugas dan peran masing-masing personel pendidikan dalam bimbingan dan konseling. b. Mekanisme kerja. sehingga masing-masing petugas bimbingan akan dapat memahami dan mengerti kewajiban dan tanggung jawab masing-masing. 2011) bisa diperhatikan dalam uraian sebagai berikut: 1. maka beberapa hal yang perlu diperhatikan diantaranya adalah: a. meliputi kepala sekolah. sehingga para peserta didik tidak menjadi bingung karena adanya berbagai bentuk layanan bimbingan atau layanan lainnya yang serupa yang dilaksanakan oleh petugas-petugas yang berbeda. seperti yang dikutip dalam buku Manajemen BK (Uman Suherman. melalui pengorganisasian yang baik dan tepat terjadinya penyalah gunaan tugas setiap personel dapat dicegah secara cepat. Penyediaan kelengkapan sarana dan prasarana yang diperlukan dalam kegiatan bimbingan dan konseling. Penentuan staf personel bimbingan dan konseling. c. Sosialisasi dan penetapan program bimbingan dan konseling kepada sivitas sekolah sebagai bagian dari program pendidikan. g. Tugas-tugas. 2. guru mata pelajaran. d. koordinator bimbingan. wali kelas. sampai kepala sekolah dalam mengoptimalkan peran masing-masing dan setiap personel pun akan mengetahui seberapa besar fungsi dan peranannya tersebut dapat dikontribusikan bagi sekolah. Sosialisasi program bimbingan dan konseling kepada seluruh personel dan komponen sekolah sesuai dengan bidang dan kewenangannya. Wakil Kepala Sekolah a. penyediaan dan kelengkapan sarana prasarana. 100 . b. c. Agar pengorganisasian kegiatan bimbingan dan konseling dapat terkoordinasi secara integral melalui kegiatan-kegiatan bimbingan dan konseling yang baik. c. Pengorganisasian bimbingan dan konseling secara tepat dapat membantu seluruh personel sekolah mulai dari peserta didik. e. Pengembangan kerjasama dengan instansi atau profesi lain yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan bimbingan dan konseling. Semua personel sekolah. sehingga terwujud satu kesatuan cara bertindak dalam usaha membantu memberikan layanan bimbingan dan konseling di sekolah. guru pembimbing. b.

Mengkoordinasikan seluruh personel layanan bimbingan dan konseling. e. terutama berkaitan dengan alih tangan kepada ahli lain. Memberikan layanan dasar kepada seluruh peserta didik. c. terutama tujuan. Membantu mengadministrasikan seluruh kegiatan bimbingan dan konseling. Mengadministrasikan seluruh kegiatan bimbingan dan konseling. Menyediakan informasi mengenai sikap dan kebiasaan peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran. e. e. Membantu menyiapkan sarana yang diperlukan dalam pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling. dan mekanisme layanan kepada para peserta didik dan orang tua peserta didik di kelasnya. Wali Kelas a. b. b. Melakukan analisis terhadap karakteristik dan kebutuhan perkembangan peserta didik. Melaksanakan layanan responsif kepada peserta didik terutama dalam bentuk konseling. g. Melakukan analisis terhadap kondisi sekolah akan layanan bimbingan dan konseling.3. c. Berkenaan dengan pelaksanaan tugas seorang konselor. 4. Mengidentifikasi peserta didik yang membutuhkan layanan responsif berkenaan dengan permasalahan yang dihadapinya. i. Memantau perkembangan dan kemajuan para peserta didik terutama yang telah memperoleh layanan bimbingan dan konseling. secara khusus Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Kepala Badan Administrasi Negara mengeluarkan 101 . 5. 6. Mensosialisasikan layanan bimbingan dan konseling kepada peserta didik terutama berkaitan dengan motivasi. Staf Administrasi a. d. Mengorganisasikan seluruh aktivitas layanan bimbingan dan konseling. f. d. d. f. sikap dan kebiasaan belajar yang efektif. b. Mensosialisasikan keberaadaan layanan bimbingan dan konseling. Membantu menyampaikan informasi kepada personel lain berkenaan dengan pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling. f. Guru Mata Pelajaran/Bidang Studi a. Melakukan upaya layanan bimbingan belajar terutama pada program perbaikan dan pengayaan mata pelajaran yang diampunya. Mengidentifikasi peserta didik yang memerlukan layanan bimbingan dan konseling terutama berkenaan dengan matapelajaran yang diampunya. Mengadakan tindak lanjut. Konselor a. fungsi. Menyediakan informasi tentang karakteristik dan kebutuhan para peserta didik di kelasnya. Melakukan kunjungan rumah. c. mulai dari penyusunan. Membantu mempersiapkan seluruh kegiatan bimbingan dan konseling. Mempertanggungjawabkan seluruh kegiatan layanan bimbingan dan konseling kepada kepala sekolah. h. Kegiatan konferensi kasus. Memantau perkembangan dan kemajuan para peserta didik di kelasnya terutama yang telah memperoleh layanan bimbingan dan konseling. c. d. b. pelaksanaan sampai dengan penilaian terhadap layanan bimbingan dan konseling. Pelaksanaan konferensi kasus.

Agar setiap personel yang terlibat dalam organisasi bimbingan dan konseling mampu menjalankan tugas. dan beban tugas atau penghargaan jam kerja guru pembimbing/ konselor ditetapkan 36 jam/minggu. Penyusunan program pelayanan dalam bidang bimbingan pribadi . maka dibutuhkan suatu kerjasama profesioanal yang saling melengakapi satu sama lain tanpa melanggar kode etik masing-masing profesinya. serta semua jenis layanan. Evaluasi pelaksanaan pelayanan dalam bidang bimbingan pribadi-sosial. tanggung jawab serta wewenangnya lebih efektif. bimbingan belajar. bimbingan karir serta semua jenis layanan termasuk kegiatan pendukung yang dihargai sebanyak 18 jam. 102 . bimbingan karir serta semua jenis layanan termasuk kegiatan pendukung yang dihargai sebanyak 6 jam 4. bimbingan belajar. bimbingan karir. guru bimbingan dan konseling (konselor) yang membimbing minimal 150 orang peserta didik/tahun dihargai sebanyak 24 jam (Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 74 tahun 2008. bimbingan berlajar. Pelaksanaan pelayanan dalam bidang bimbingan pribadi-sosial. 3. 2. termasuk kegiatan pendukung yang dihargai sebanyak 12 jam.sosial. Sebagaimana guru mata pelajaran.Surat Kepulusan Bersama Nomor: 0433/P/1993 dan Nomor: 25 Tahun 1993 menjelaskan bahwa pada setiap sekolah harus ada petugas yang melaksanakan layanan bimbingan yaitu guru pembimbing/konselor dengan rasio satu orang guru prmbimbing/ konselor untuk 150 orang peserta didik. beban tugas tersebut meliputi : 1. tentang Guru).

secara mendasar program BK sekolah direkomendasikan sebagai upaya pemberian layanan langsung bagi seluruh siswa. Konselor tidak hanya menyediakan layanan langsung untuk siswa. kegiatan. Selain itu. fasilitas dan rencana evaluasinya (Uman Suherman. yakni meskipun seorang konselor dimungkinkan untuk mengatasi problem dan kebutuhan psikologis yang bersifat krisis dan klinis pada dasarnya fokus layanan BK lebih diarahkan pada usaha memfasilitasi pengalaman-pengalaman belajar tertentu yang membantu siswa untuk tumbuh. Sehingga kenyataannya yang sering muncul yaitu aktivitas konselor sekolah yang menghabiskan banyak waktunya untuk memenuhi kebutuhan sebagian kecil siswa (secara khusus hanya mengurus kebutuhan siswa berprestasi rendah dan bermasalah) tidak terjadi lagi. personel. maka konsekuensinya adalah pengelolaan program BK harus memenuhi syarat. Hakikat BK Komprehensif Bercermin pada latar sejarah kelahiran dan perkembangan BK. Berikut lima premis dasar yang menegaskan istilah tersebut. komunitas. dewasa ini muncul istilah comprehensive school guidance and counseling sebagai kerangka kerja utuh yang harus dipahami oleh tenaga-tenaga ahli di bidang BK. program BK sekolah dirancang untuk menjamin bahwa setiap siswa memiliki hak yang sama untuk memperoleh manfaat program itu. yaitu program BK yang bersifat komprehensif bersandar pada asumsi bahwa tanggung jawab kegiatan bimbingan elibatkan seluruh personalia yang ada di sekolah dengan sentral koordinasi dan tanggung jawab ada di tangan konselor yang bersertifikat. seluruh peserta didik di lembaga pendidikan tanpa ada yang diabaikan dan menciptakan lingkungan yang menopang perkembangan peserta didik. Pendahuluan Pemahaman tentang bimbingan dan konseling (BK) sebagai suatu sistem dan kerangka kerja kelembagaan tidak dapat dilepaskan dari pandangan umum bahwa layanan BK merupakan bagian integral dari sistem pendidikan. Dengan demikian. (Gysbers & Henderson. pelaksanaan program. 2011). Artinya. Lingkungan pendidikan yang menopang perkembangan peserta didik dapat berupa sekolah. B. fungsi. berbagai macam media informasi yang mempengaruhi pola pikir. keluarga. staf personel sekolah yang lain (guru dan tenaga administrasi) bahkan orangtua dan masyarakat. masyarakat. segala aktivitas dan proses dalam layanan BK harus diarahkan pada upaya membantu siswa dalam pencapaian standar kompetensi dimaksud. 2. strategi. sistem manajemen dan sistem pertanggungjawabannya. Program BK sekolah yang komprehensif di dalamnya akan tergambarkan visi. Program BK sekolah merupakan serangkaian rencana aktivitas layanan BK di sekolah yang selanjutnya akan menjadi pedoman bagi setiap personel dalam pelaksanaan dan pertanggungjawabannya. tujuan. melainkan juga bekerja secara konsultatif dan kolaboratif dengan tim bimbingan yang lain. Syarat agar pengelolaan program BK berorientasi perkembangan adalah pengelolaan program dengan cara komprehensif. sasaran layanan. jadi setiap siswa menerima manfaat program tersebut. berkembang dan menjadi pribadi yang mandiri. Program BK melibatkan kolaborasi antar staff (team building approach). Program BK bersifat pengembangan (based on developmental approach). misi.BAB II BIMBINGAN DAN KONSELING KOMPREHENSIF A. 3. Dengan demikian program BK sekolah yang komprehensif disusun untuk merefleksikan pendekatan yang menyeluruh bagi dasar penyususnan program. Tujuan BK bersifat kompatibel dengan tujuan pendidikan. Oleh karena itu. Jika saat ini program BK berorientasi pada perkembangan. 103 . sikap bertindak peserta didik dan lain sebagainya. Orientasi perkembangan ini mengharuskan layanan BK mengembangkan seluruh aspek dalam diri peserta didik. 2006): 1. dalam pendidikan ada standar dan kompetensi tertentu yang harus dicapai oleh siswa.

namun juga harus bersifat preventif dalam desain dan bersifat pengembangan dalam tujuannya. terampil dalam merespon lingkungan serta mampu mengembangkan diri menjadi pribadi yang bermakna dan berorientasi ke depan. BK seharusnya perlu diarahkan pada upaya memfasilitasi individu agar menjadi lebih sadar terhadap dirinya. Beberapa program yang dapat dikembangkan seperti pendidikan multikulturalisme dan anti kekerasan. mengembangkan ketrampilan resolusi konflik. Upaya pencegahan dan antisipasi sedini mungkin hendaknya menjadi semangat utama yang terkandung dalam kurikulum bimbingan yang diterapkan di sekolah (kegiatan klasikal). seperti mengelola kehadiran dan ketidakhadiran siswa. Program BK dikembangkan melalui serangkaian proses sitematis sejak dari perencanaan. Melalui penerapan fungsi-fungsi manajemen tersebut diharapkan kegiatan dan layanan BK dapat diselenggarakan secara tepat sasaran dan terukur. Sudut pandang perkembangan ini mengandung implikasi luas bahwa pengembangan perilaku yang sehat dan efektif harus dapat dicapai oleh setiap individu dalam konteks lingkungannya masing-masing. Pertama. desain. Program BK ditopang oleh kepemimpinan yang kokoh. bersifat pengembangan dalam tujuan didasari oleh fakta di lapangan bahwa layanan BK sekolah selama ini justru kontraproduktif terhadap perkembangan siswa itu sendiri.4. Bower dan Hatch (Fatur Rahman. dan lain-lain. Layanan yang diberikanpun tidak hanya terbatas pada siswa dengan karakter dan motivasi unggul serta siap belajar saja. Nurihsan (2011) mengatakan bahwa model BK komprehensif adalah suatu konsep dasar bimbingan yang berasumsi sebagai berikut: 1. bersifat komprehensif berarti program BK harus mampu memfasilitasi capaian-capaian perkembangan psikologis siswa dalam totalitas aspek bimbingan (baik pribadi-sosial. menggunakan berbagai strategi (pengembangan pribadi dan dukungan sistem). 1. J. bersifat preventif dalam desain mengandung arti bahwa pada dasarnya tujuan pengembangan program BK di sekolah hendaknya dilakukan dalam bentuk yang bersifat preventif. Dengan demikian wajar apabila dalam masyarakat dan siswa-siswa sendiri guru BK distigmakan sebagai polisi sekolah. Pendekatan dan tujuan layanan BK pada dasarnya tidak hanya berkaitan dengan perilaku menyimpang dan bagaimana mencegah perilaku tersebut. Konsekuensi dari kenyataan ini pada akhirnya menyebabkan layanan BK yang diselenggarakan di sekolah akhirnya terjebak dalam pendekatan tradisional dan intervensi psikologis yang berorientasi pada paradigma intrapsikis dan sindrom klinis. Kedua. metode dan lama waktu layanan). evaluasi dan keberlanjutan. meliputi ragam dimensi (masalah. setting. pendidikan seksualitas. Dengan harapan setiap siswa dapat menggapai sukses di sekolah dan menunjukkan kontribusi nyata dalam masyarakat. 2008) bahkan menegaskan bahwa program BK di sekolah tidak hanya bersifat komprehensif dalam ruang lingkup. mengenakan sanksi disiplin pada siswa yang dianggap bermasalah. Program bimbingan merupakan suatu kebutuhan yang mencakup berbagai dimensi yang terkait dan dilaksanakan secara terpadu. melainkan juga berurusan dengan pengembangan perilaku efektif. kerjasama antara personal bimbingan dan personal sekolah lainnya. implementasi. Ketiga. 2003). 3. 2. 5. 104 . akademik dan karir). kesehatan reproduksi. keluarga serta masyarakat. Layanan bimbingan ditujukan untuk seluruh siswa. Layanan BK ditujukan untuk seluruh siswa tanpa syarat apapun. Faktor kepemimpinan ini diharapkan dapat menjamin akuntabilitas dan pencapaian kinerja program BK. Secara lebih sederhana A. Kegiatan layanan BK sekolah yang berkembang di Indonesia selama ini lebih terfokus pada kegiatan-kegiatan yang bersifat adminiatratif dan klerikel (Sunaryo Kartadinata. Dengan demikian. 2. Melalui cara yang preventif tersebut diharapkan siswa mampu memilah sikap dan tindakan yang tepat serta mendukung pencapaian perkembangan psikologis ke arah ideal dan positif.

Program BK komprehensif membutuhkan dukungan yang adil dan setara pihak sekolah (dengan payung kebijakan). tetapi juga kepada orang lain secara seimbang. pelatihan. kegiatan ekstrakurikuler. Pendekatan sistemik dalam program BK komprehensif menempatkan individu sebagai pusat sistem dan menciptakan hubungan antar-subsistem yang mempengaruhi individu ke arah perkembangan positif. para guru. fasilitas memadai. Integrasi antara program bimbingan dan keseluruhan program pendidikan di sekolah yang bertujuan mengembangkan aspek intelektual dan skill diharapkan akan memberikan pengaruh pada pembentukan kompetensi peserta didik yang lebih utuh. bimbingan. Fajar Santoadi (2010) menyatakan bahwasanya program BK komprehensif adalah program BK yang dirancang menjadi bagian integral dari proses pendidikan di sekolah. Menurut Erford (2007). kebijakan keuangan. komunitas sebaya. Ia dapat mengolah pengalaman masa lampaunya untuk memperbaiki pilihan-pilihannya dan secara umum untuk memperbaiki arah. program BK komprehensif bersifat sistemik. dll. Asesmen dapat merumuskan kebutuhan siswa dan stakeholder penting lain seperti orangtua.3. Pengaruh terhadap bagian dari seorang manusia akan mempengaruhi keseluruhannya. Evaluasi proses. Selain sebagai prasyarat. dll. 2. Sementara program BK yang sistemik adalah program BK yang dirancang untuk menjangkau berbagai pihak. Perilaku manusia adalah hasil interaksi antara individu dan lingkungannya. Program BK yang sistemik haruslah menjadi sebuah program yang data driven. pengajaran dan kegiatan pendidikan lain di sekolah merupakan bukti kebijakan pendidikan yang integratif di sebuah lembaga pendidikan. sehingga sekolah memberikan perhatian memadai dan setara kepada semua unsur yang penting bagi jalannya proses pendidikan. administrator sekolah. komunitas sekolah. Program BK dapat melibatkan stakeholder relevan tidak saja sebagai penerima layanan tetapi juga sebagai rekanan dalam memberi layanan yang yang relevan. Integrasi semacam ini membutuhkan kesamaan visi pendidikan dalam diri lembaga dan semua komponen yang terlibat dalam 105 . pemberian waktu yang memadai untuk pembimbingan. Senada dengan paparan di aats. personalia. Program BK yang sistematik merupakan program yang pelaksanaannya sesuai dengan rencana. Kepercayaan yang besar dari masyarakat sekolah pada akhirnya akan melahirkan dukungan optimal bagi program BK tersebut. Layanan BK menjangkau siswa dan stakeholder yang terkait. Pada diri setiap individu terdapat tenaga yang mendorongnya untuk tumbuh dan berkembang secara positif ke arah yang sebaik-baiknya sesuai dengan kemampuan dasar individu tersebut. keluarga dan masyarakat. pendataan. Model bimbingan ini berpandangan bahwa manusia itu merupakan satu kesatuan. sehingga program BK menjadi semakin komprehensif. Lebih lanjut Erford menambahkan bahwa program BK komprehensif membutuhkan kebijakan pendidikan di sekolah yang integratif yaitu adanya keselarasan antara kebijakan dalam bidang pengajaran. tertata baik sejak perencanaan. Kualitas program dan hasil yang terbukti akan melahirkan kepercayaan masyarakat sekolah. implementasi dan evaluasi. mencegah timbulnya masalah dan menyelesaikan masalah siswa. bukan sekedar program yang sistematis. kebijakan pendidikan yang terintegrasi juga merupakan dampak dari program BK komprehensif yang terbukti kualitasnya. Tanggung jawab seseorang itu tidak hanya bertumpu dan terpusat pada dirinya sendiri. Bimbingan bertujuan untuk mengembangkan seluruh potensi siswa secara optimal. Manusia tidak kaku terhadap pengelaman-pengalaman masa lampaunya. kecepatan serta kematangan perkembangannya. Sifat sistemik dalam program BK komprehensif tampak dalam beberapa hal sebagai berikut: 1. mulai dari siswa sebagai individu maupun kelompok. Setiap individu mempunyai kebebasan untuk memilih yang diikuti oleh tanggung jawab. 3. sarana-prasarana. 4. Dukungan finansial memadai. yaitu bertanggungjawab atas akibat yang timbul dari pilihannya itu. hasil dan dampak yang menjangkau siswa dan stakeholder relevan tersebut di atas.

2000). 2. Kurikulum BK Komponen kurikulum BK sekolah terdiri atas program intruksional tertulis yang cakupannya komprehensif. 2. istilah pelayanan dasar ini lebih populer dengan kurikulum bimbingan (Bowers & Hatch. kebutuhan siswa. Sedangkan Gysbers (2007). 3. Kurikulum BK sekolah merupakan hal yang terencana. 4. maka komponen BK komprehensif dirumuskan ke dalam tiga komponen utama. ketrampilan. Nurihsan. Kurikulum ini harus mengandung pernyataan tentang kompetensi siswa pada setiap tingkatan kelas dan indikator yang diidentifikasi serta digunakan dalam penilaian atas kompetensi siswa. 1. yakni kurikulum BK. Program BK sekolah merupakan kesatuan komponen tujuan institusi sekolah. Santoadi (2010). Pengembangan kurikulum interdisipliner: konselor berpartisipasi dalam tim interdisipliner untuk mengembangkan dan memperbaiki isi kurikulum. layanan responsif dan layanan perencanaan individual (A. Kurikulum BK disampaikan melalui beberapa strategi sebagai berikut: a. Pelayanan Dasar Pelayanan dasar diartikan sebgai proses pemberian bantuan kepada seluruh konseli melalui kegiatan penyiapan pengalaman terstruktur secara klasikal atau kelompok yang disajikan secara sistematis dalam rangka mengembangkan perilaku jangka panjang sesuai dengan tahap dan tugas-tugas perkembangan yang diperlukan dalam pengembangan kemampuan memilih dan mengambil keputusan dalam menjalani kehidupannya. komitmen dan pengembangan diri). desain ruang yang developmental. Pengajaran kelas: konselor memberikan pengajaran terhadap tim dan membentu dalam mengajarkan kurikulum BK di sekolah. serta tujuan bimbingan. Di Amerika Serikat sendiri. sistematis dan mencakup penjelasan atas ruang lingkup dan unit pengajaran di dalamnya. berkelanjutan. sehingga perhatian pada fungsi developmental dapat terjaga. C. sikap dan kemampuankemampuan siswa lainnya yang dapat didemonstrasikan sebagai sebuah hasil dari keikutsertaan mereka dalam sebuah program BK di sekolah. dan Uman Suherman (2011) menyebutkan komponen BK komprehensif ada empat. Adapun yang menjadi ciri utama dari program BK komprehensif adalah sebagai berikut: 1. yaitu layanan dasar bimbingan. Komponen Program BK Komprehensif Berdasarkan visi dan misi bimbingan. Tujuan layanan ini dapat juga dirumuskan sebagai upaya membantu siswa agar: 106 . layanan responsif dan dukungan sistem. 5. kegiatan belajar atau unit-unit dalam kelas. Memastikan bahwa program BK merupakan rancangan yang dapat dilaksanakan dalam sebuah gaya yang sistemik untuk semua siswa. perencanaan individual. untuk merespon kebutuhan atau minat siswa. Kurikulum BK serta kompetensi yang terkait didokumentasikan secara tertulis dan didasarkan atas penilaian terhadap program BK sekolah mengenai kebutuhan populasi siswa. F. d. Program BK memberikan kesempatan pelayanan kepada semua siswa. Program BK mampu menghasilkan pengetahuan.proses pendidikan sehingga BK yang komprehensif bisa diciptakan. 2011). Program BK ditunjang dengan keberadaan konselor yang profesional (keahlian. Tim ini mengembangkan unit-unit kelas yang mengintegrasikan antara persoalan mata pelajaran dengan rangkaian kurikulum BK di sekolah. J. preventif dan proaktif. c. b. Instruksi dan workshop bagi orangtua siswa: konselor menyelenggarakan workshop bagi orangtua atau wali untuk menunjukkan kebutuhan komunitas sekolah dan merefleksikan kurikulum BK sekolah. Aktivitas kelompok: konselor membentuk kelompok kecil yang terencana di luar kelas. membentuk pusat pengembangan karir atau fasilitas sekolah lainnya. Kurikulum bimbingan ini berupa layanan yang bertahap di berbagai jenjang pendidikan. terkoordinasi oleh konselor sekolah dan tenaga pendidik lainnya.

karir dan pasar tenaga kerja dalam perencanaan tujuan pribadi. perangkat pengungkap minat. fasilitasi maupun informasi dari teman sebaya. b. Konsultasi: konselor berkonsultasi dengan orangtua/wali. pengalihan. dll. Konselor tampil sebagai advokat bagi siswa. Penyelesaian kebutuhan atau persoalan ini memerlukan konseling. pekerjaan. (4) bimbingan kelompok. Bagaimanapun guru. 4. mengawasi dan menangani proses belajar siswa termasuk menemukan kompetensi dalam area akademis. bantuan financial. minat. belajar dan karir. edukasional dan okupasional siswa. sekolah ke pekerjaan maupun sekolah ke pendidikan tinggi atau karir setelah mereka lulus dari suatu sekolah. serta mengembangkan dirinya dalam rangka mencapai tujuan hidupnya. b. (2) pelayanan orientasi. tenaga pendidik lain atau dengan anggota masyarakat mengenai strategi untuk membantu siswa dan keluarga. Layanan Responsif Komponen layanan responsif dalam program BK sekolah terdiri atas kegiatankegiatan untuk menemukan kebutuhan dan persoalan yang tengah dihadapi siswa. Konselor sekolah membantu siswa membuat pilihan dari sekolah ke sekolah. konselor sekolah mengkoordinasikan kegiatan secara sitematis dan berkelanjutan serta dirancang untuk membantu siswa scara individual dalam menetapkan tujuan pribadi dan mengembangkan rencana mereka di masa depan. Memiliki kesadaran serta pemahaman tentang diri dan lingkungan (pendidikan. guru. Walaupun konselor sekolah memiliki ketrampilan dan pelatihan khusus dalam merespon kebutuhan dan persoalan semacam ini. sosial. Layanan responsif disampaikan melalui strategi-strategi seperti: a. ketrampilan dan prestasi siswa.a. dan (5) pelayanan pengumpulan data/aplikasi instrumentasi. Mampu menangani atau mamanuhi kebutuhan dan masalahnya. Komponen ini disediakan bagi seluruh siswa dan seringkali siswa diberi inisiasi melalui self-referral. sosial budaya dan agama). b. Contoh topik dalam komponen ini adalah: review skor tes. konsultasi. Keterlibatan siswa. ketrampilan sosial. c. seleksi persoalan tahunan. okupasional dan tujuan personal mereka. orangtua/wali dan pihak sekolah dalam merencanakan program siswa yang sesuai dengan kebutuhan mereka merupakan hal yang sangat penting. seleksi perguruan tinggi. 3. Mampu mengembangkan keterampilan untuk mengidentifikasi tanggung jawab atau seperangkat tingkah laku yang tepat bagi penyesuaian diri dengan lingkungannya. Perencanaan individual bagi siswa diimplementasikan melalui beberapa strategi sebagai berikut: a. Untuk mencapai tujuan tersebut. Strategi pelayanan untuk aplikasi pelayanan dasar antara lain: (1) bimbingan kelas. kerjasama dan dukungan dari seluruh pihak sekolah dan seluruh staf tetap diperlukan bagi suksesnya implementasi program layanan responsif. Penilaian individual/kelompok kecil: konselor sekolah mengadakan analisis dan evaluasi terhadap kemampuan. Pemberian saran pada individual/kelompok kecil: konselor sekolah memberi saran pada siswa dengan menggunakan informasi pribadi/sosial. Dalam komponen ini siswa mengevaluasi tujuan edukasional. Konseling individual dan kelompok: pemberian layanan konseling ini ditujukan untuk membantu peserta didik yang mengalami kesulitan. mengalami hambatan 107 . orangtua/wali dan orang lain bisa juga membantu siswa. Konselor sekolah mengkoordinasikan kegiatan bantuan bagi seluruh rencana siswa. promosi dan retensi informasi. fokus perilaku yang dikembangkan menyangkut aspek-aspek pribadi. karir dan perkembanganpribadisosialnya. (3) pelayanan informasi. c. survei dan interview dengan siswa senior dan alumni. Perencanaan Individual Dalam perencanaan individual.

tugas konselor tidak dibatasi sebagai penasihat dan pencari solusi tentang permasalahan yang dihadapi para siswa tetapi melalui pelaksanaan program bimbingan dan konseling sekolah konselor lebih mengarahkan aktivitasnya pada pencegahan risiko yang mungkin dihadapi para siswa. Penyusunan Program BK Komprehensif Uman Suherman (2011) menjelaskan sehubungan dengan sifat program BK komprehensif. Alih tangan: apabila konselor kurang memiliki kemampuan untuk menangani masalah konseli. Dukungan Sistem Ketiga komponen di atas merupakan pemberian BK kepada konseli secara langsung. Sedangkan dukungan sistem merupakan komponen pelayanan dan kegiatan manajemen. Titik berat program BK sekolah adalah kesuksesan bagi setiap siswa. 3. Bimbingan teman sebaya: bimbingan yang dilakukan oleh siswa terhadap siswa lainnya. e. tetapi disusun sebagai pelayanan untuk menemukan 108 . maka sebaiknya konselor mereferal konseli kepada pihak lain yang lebih berwenang. D. 5. penemuan alternatif pemecahan masalah dan pengambilan keputusan secara lebih tepat. c. dan pengembangan pengalaman pribadisosialnya. 1. intervensi dan tindak lanjut yang diberikan kepada siswa dan keluarga dalam mengahadapi situasi darurat. d. 2. karir. Melalui konseling. ada tiga hal yang secara mendasar perlu diperhatikan dalam penyusunan program bimbingan dan konseling di sekolah. Siswa yang menjadi pembimbing sebelumnya diberikan latihan atau pembinaan oleh konselor. dan (3) pribadi-sosial. Artinya mulai usia dini (Taman Kanak-Kanak) sampai dengan usia remaja (SMA/SMK) harus mengetahui. kegiatan manajemen. artinya siswa tidak hanya dimotivasi. Ruang lingkup layanan Program BK sekolah yang komprehensif tidak saja berfokus pada layanan bagi seluruh siswa tetapi juga pada seluruh aspek kehidupan siswa. penyebab masalah. yang secara tidak langsung memberikan bantuan kepada konseli atau memfasilitasi kelancaran perkembangan konseli. riset dan pengembangan. Sedangkan bagi personel pendidik lainnya adalah untuk memperlancar penyelenggaraan program pendidikan di sekolah. yaitu kehidupan: (1) akademik. tetapi program BK sekolah membantu seluruh siswa agar sukses berprestasi di sekolah dan kehidupannya lebih berkembang serta mampu memberikan kontribusi bagi kehidupan masyarakat sekitarnya. memahami dan dapat bekerja dalam tiga area kehidupan mereka.dalam mencapai tugas-tugas perkembangannya. Dirancangan sebagai pencegahan Tujuan program BK sekolah adalah untuk memberikan kemampuan khusus dan memsiswai sikap pencegahan yang proaktif. (2) Dirancang lebih berorientasi pencegahan. Dukungan sistem ini meliputi aspek-aspek pengembangan jejaring. didorong dan siap untuk belajar pengetahuan sekolah. konseling semacam ini biasanya jangka pendek dan bersifat sementara. (2) karir. Konseling krisis: memberikan pencegahan. Pengembangan potensi siswa Program BK yang komprehensif dirancang tidak hanya untuk pencegahan permasalahan siswa. serta memfasilitasi semua siswa memperoleh keberhasilan akademik. peserta didik (konseli) dibantu untuk mengidentifikasi masalah. Oleh karena itu. tata kerja. Program ini memberikan dukungan kepada konselor dalam memperlancar penyelenggaraan pelayanan di atas. infrastruktur dan pengembangan kemampuan profesional konselor secara berkelanjutan. dan (3) Tujuannya pengembangan potensi siswa. yaitu: (1) Ruang lingkup yang menyeluruh.

sebelum memulai melakukan penyusunan program konselor perlu mengkaji terlebih dahulu produk-produk kebijakan yang berlaku. Menganalisis harapan dan kondisi sekolah Menganalisis harapan dan kondisi sekolah merupakan langkah yang harus dilakukan konselor untuk mengetahui keadaan. misi dan fungsi dan isi keseluruhan program. dukungan serta faktor-faktor penghambat program sebelumnya. pengawas BK. 2. konselor sekolah. Sebagai contoh dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan tidak mungkin suatu sekolah menggunakan standar kurikulum selain yang ditentukan dan diberlakukan secara nasional oleh Departemen Pendidikan Nasional (DEPDIKNAS). (3) Menganalisis karakteristik dan kebutuhan siswa. 109 . para stakeholder hendaknya bermusyawarah untuk menentukan filosofi. guru. (7) Menetapkan langkah-langkah kegiatan pelaksanaan program. (8) Merumuskan rencana evaluasi pelaksanaan dan keberhasilan program. Sangat tepat jika dilakukan analisis dengan teknik SWOT (Strengt. maka semua pemegang kebijakan pendidikan di sekolah lebih memahami karakteristik dan kebutuhan siswa yang merupakan subjek layanan BK di sekolah. (6) Merumuskan alternatif komponen dan isi kegiatan. selama tahap pengembangan program BK. Artinya. Berdasarkan itu semua. Mengkaji kebijakan dan produk hukum yang relevan Mengkaji kebijakan dan produk hukum yang relevan baik tingkat institusi (sekolah) maupun nasional dimaksudkan agar pengembangan program BK sekolah tidak bertentangan dengan kebijakan umum yang berlaku dan ditentukan oleh pemerintahan pusat. Lebih lanjut Uman memaparkan bahwa landasan atau dasar program merupakan suatu keputusan awal dan menentukan yang harus diambil oleh pemegang kebijakan pendidikan di sekolah bagi terwujudnya suatu program BK sekolah. Oppornuty. yaitu: (1) Mengkaji kebijakan dan produk hukum yang relevan. Merancang keputusan dasar yang kuat memerlukan usaha kerjasama semua unsur dan personel sekolah. orangtua atau masyarakat sehingga mempertinggi prestasi pembelajaran siswa (akademik. Dengan kata lain program BK sekolah yang komprehensif harus mampu membangun tujuan-tujuan. karir dan pribadi-sosial). menentukan dukungan sistem dan kebijakan yang tepat baik bagi siswa. masyarakat dan bangsanya di masa depan. jika diperlukan sekolah dapat meminta bantuan tenaga ahli. kekuatan. 3. wali kelas. memprediksi hasil. daerah maupun sekolah sebagai tempat implementasi program. karir dan perkembangan pribadi-sosial para siswa dalam menyiapkan dan menghadapi tantangan masa depan dalam kehidupan pribadi. termasuk dengan orangtua dan masyarakat sehingga program BK bisa diterima dan memberikan manfaat bagi semua siswa. program BK di sekolah harus menyediakan sistem layanan yang bermanfaat bagi kemajuan akademik. (2) Menganalisis harapan dan kondisi sekolah. kelemahan. Treath) sehingga dapat diketahui secara tepat kekuatan. Dalam melakukan analisis ini. peluang atau kesempatan dan ancaman yang dihadapi sekolah. Proses penyusunan program BK di sekolah dilakukan melalui delapan tahap aktivitas. hasil. (4) Menganalisis program. pelaksanaan. 1. Weakness. Menganalisis karakteristik dan kebutuhan siswa Program BK merupakan rancangan aktivitas dan kegiatan yang akan memfasilitasi tercapainya tujuan pendidikan nasional. Karena itu. kelemahan atau kekurangan sekolah. (5) Merumuskan tujuan program baik umum maupun khusus. Merumuskan tujuan yang ingin dicapai sekolah ditetapkan berdasarkan atas kebijakan yang berlaku dan analisis kondisi sekolah. Dengan demikian.karakteristik dan kebutuhan siswa pada berbagai jenis dan tahapan perkembangan. Dasar pengembangan program yang lengkap merupakan hal yang sangat penting untuk memastikan bahwa program BK sekolah menjadi suatu bagian utuh dari seluruh program pendidikan untuk keberhasilan para siswa.

Dengan demikian sebelum konselor melaksanakan tugas-tugas kegiatan layanan BK di sekolah. Data yang sudah terkumpul perlu dianalisis secara cermat dan komprehensif (menyeluruh). Sistem manajemen program BK Apakah suatu sekolah dapat melaksanakan layanan BK tanpa membuat suatu program kegiatan BK? Misalnya. di samping tenaga dan fasilitas lain dapat dimanfaatkan secara efisien. (2) Kegiatan yang akan dilakukan. mereka harus menyusun program kegiatan BK yang dilengkapi dengan seperangkat kelengkapan instrumen. dukungan serta faktor-faktor penghambat program sebelumnya Sebelum alternatif program BK yang dipilih dilaksanakan. layanan BK tampaknya praktis dan simpel. (3) Sukar untuk mengevaluasi kerja yang telah dilalukan. kebutuhan dapat dilayani. Menganalisis program. kebutuhan dapat dilayani. (2) Tidak ada kontinuitas dalam pelayanan. layanan kepada subjek sasaran akan lebih baik. wali kelas dan staf sekolah lainnya dan tidak ikut melibatkan diri dalam kegiatan layanan BK. akan lebih sukar dilakukan pengecekan.Data atau informasi tentang karakteristik dan kebutuhan siswa merupakan komponen atau faktor-faktor yang berkaitan dengan penentuan tujuan layanan BK di sekolah. dan (5) Sarana atau pra sarana dan dana yang diperlukan. paling tidak harus jelas mengenai: (1) Sasaran yang ingin dicapai. 4. Dengan membuat rencana program BK. pelaksanaan. Program BK memuat unsur-unsur yang terdapat dalam 110 . (2) Tidak ada kontinuitas dalam pelayanan. waktu dan biayanya. untuk kemudian ditafsirkan dan diimplementasikan dalam beberapa alternatif rencana program BK di sekolah. tetapi mempunyai banyak kelemahan diantaranya : (1) Program yang tidak didasari pemikiran secara matang mengakibatkan program kurang dapat dipertanggungjawabkan. Dengan membuat rencana program BK. layanan BK tampaknya praktis dan simpel. tetapi paling hemat dalam menggunakan tenaga. Apakah pelayanan itu betul-betul relevan dengan kebutuhan-kebutuhan yang ada. hasil. Cara kerja dalam kegiatan layanan BK seperti ini tidak menunjukan adanya suatu kelompok bimbingan dan konseling (team work) yang sinergis. tetapi mempunyai banyak kelemahan diantaranya : (1) Program yang tidak didasari pemikiran secara matang mengakibatkan program kurang dapat dipertanggungjawabkan. sedangkan guru mata pelajaran. (3) Siapa pelaksana dan penanggung jawabnya. 5. Apakah pelayanan itu betul-betul relevan dengan kebutuhan-kebutuhan yang ada. layanan kepada subjek sasaran akan lebih baik. wali kelas dan staf sekolah lainnya dan tidak ikut melibatkan diri dalam kegiatan layanan BK. sedangkan guru mata pelajaran. (3) Sukar untuk mengevaluasi kerja yang telah dilalukan. konselor perlu menjabarkan secara rinci program itu sampai dengan tahap-tahap pelaksanaannya. Alternatif program tersebut harus dievaluasi dan dipilih mana yang memiliki peluang paling besar untuk mencapai tujuan. Cara kerja dalam kegiatan layanan BK semacam ini bisa saja dilaksanakan tetapi tidak memiliki dampak yang positif dalam membantu perkembangan optimal siswa. Dalam setiap tahap pelaksanaan. Tanpa perencanaan program. akan lebih sukar dilakukan pengecekan. pada suatu sekolah hanya memiliki seorang konselor yang memiliki kompetensi dan kualifikasi profesional sebagai konselor. Apakah suatu sekolah dapat melaksanakan layanan BK tanpa membuat suatu program kegiatan BK? Misalnya. Tanpa perencanaan program. (4) Kapan waktu pelaksanaanya. Cara kerja dalam kegiatan layanan BK seperti ini tidak menunjukan adanya suatu kelompok bimbingan dan konseling (team work) yang sinergis. di samping tenaga dan fasilitas lain dapat dimanfaatkan secara efisien. pada suatu sekolah hanya memiliki seorang konselor yang memiliki kompetensi dan kualifikasi profesional sebagai konselor. Cara kerja dalam kegiatan layanan BK semacam ini bisa saja dilaksanakan tetapi tidak memiliki dampak yang positif dalam membantu perkembangan optimal siswa.

(2) Asesmen kebutuhan dan masalah peserta didik yang menyangkut karakteristik peserta didik. Kegiatan asesmen ini meliputi: (1) Asesmen konteks lingkungan program yang terkait dengan kegiatan mengidentifikasi harapan dan tujuan sekolah. Analisis hasil penilaian kebutuhan. masalah dan konteks layanan Penyusunan program BK di sekolah haruslah dimulai dari kegiatan asesmen (pengukuran. masalah dan konteks layanan.berbagai ketentuan tentang pelaksanaan BK di sekolah seperti: visi dan misi. kegiatan. Metode yang dapat digunakan seperti observasi. melainkan tuntunan tanggung jawab yang sungguh harus dilaksanakan secara profesional. Melalui pemetaan ini diharapkan program dan layanan BK yang dikembangkan oleh konselor benar-benar dibutuhkan oleh seluruh segmen yang terlibat dan sesuai dengan konteks lingkungan program. why. who. 111 . seperti aspek fisik (kesehatan dan keberfungsiannya). when and how). (2) Desain program yang sesuai dengan kebutuhan. kebutuhan. rencana evaluasi. kondisi dan kualifikasi konselor serta kebijakan pimpinan sekolah. kepribadian. tugas perkembangan psikologis. masalah dan konteks layanan. d. pelaksana dan penanggung jawab. masalah-masalah yang dihadapi. penilaian) atau kegiatan mengidentifikasi aspek-aspek yang dijadikan bahan masukan bagi penyususnan program/layanan (Depdiknas. Desain program BK dan rencana aksi (Action Plan) Berikut ini adalah penjabaran rencana operasional (action plan) yang diperlukan. Action plan yang disusun paling tidak memenuhi unsur 5W + 1H ( what. Secara berbeda. Setelah hasil dianalisis dan identifikasi masalah terungkap. Pemetaan. masyarakat dan stakeholder pendidikan terlibat. motivasi. strategi dan atau teknik. konselor sesegera mungkin mengumpulkan data dengan menggunakan instrumen yang telah dibuat sebelumnya dengan tujuan memperoleh gambaran kebutuhan dan konteks lingkungan yang akan dirumuskan ke dalam program lebih lanjut. 2. masalah dan konteks layanan: a. orangtua. waktu. sarana dan prasarana pendukung program bimbingan. tempat. kecerdasan. 2007). yakni: (1) Pemetaan kebutuhan. masalah dan konteks program dapat teridentifikasi dengan tepat. where. menganalisis dan menginterpretasi hasil penilaian yang diungkap dengan tujuan kebutuhan. konselor merumuskan aspek dan indikator beserta item pernyataan/pertanyaan yang akan diukur dan jenis metode yang akan digunakan untuk mengungkap aspek yang dimaksud. Kegiatan ini diturunkan dari perilaku/tugas perkembangan/kompetensi yang harus dikuasai peserta didik. Eksplorasi peta kebutuhan. Dengan demikian konselor perlu melakukan hal-hal berikut ini: a. Implementasi penilaian kebutuhan. c. sikap dan kebiasaan belajar. masalah dan konteks membutuhkan instrumen asesmen yang berfungsi sebagai alat bantu. dokumentasi dan sebagainya. tujuan. Menyusun instrumen dan unit analisis penilaain kebutuhan. Berikut ini langkah-langkah yang dapat dilakukan oleh konselor dalam memetakan kebutuhan. Fatur Rahman (2008) menjelaskan sistematika penyusunan dan pengembangan program BK komprehensif pada dasarnya terdiri dari dua langkah besar. Pada tahap ini. Dengan kata lain. Setelah data terkumpul. wawancara. petugas BK dan konselor membuat peta kebutuhan/masalah yang dilengkapi dengan analisis faktor-faktor penyebab yang memunculkan kebutuhan/permasalahan. minat. konselor mengolah. Dalam instrumen ini. Identifikasikan dan rumuskan berbagai kegiatan yang harus/perlu dilakukan. program dan kegiatan yang tertuang dalam rencana per semester ataupun tahunan bukan sekedar tuntunan administratif. b. biaya dan fasilitas lainnya. Adapun penjabaran dari tiap-tiap langkah besar adalah sebagai berikut: 1. Pemetaan kebutuhan/permasalahan.

konferensi kasus dan alih tangan.b. Apakah kegiatan itu dilakukan dalam waktu tertentu atau terus menerus. d. buku-buku. program tahunan dan program semesteran. Berapa banyak waktu yang diperlukan untuk melaksanakan pelayanan BK dalam setiap komponen program perlu dirancang dengan cermat. Untuk kegiatan kontak langsung yang dilakukan secara klasikal di kelas (pelayanan dasar) perlu dialokasikan waktu terjadwal 2 jam pelajaran per-kelas per-minggu. 112 . Program BK perlu dilaksanakan dalam bentuk kontak langsung dan tanpa kontak langsung dengan peserta didik. sekedar perkiraan atau pedoman relatif dalam pengalokasian waktu untuk konselor dalam pelaksanaan komponen pelayanan BK di sekolah. Adapun kegiatan bimbingan tanpa kontak langsung dengan peserta didik dapat dilaksanakan melalui tulisan (seperti e-mail. Perkiraan Alokasi Waktu Pelayanan No Komponen Pelayanan SD/MI 1 2 3 4 Pelayanan Dasar Pelayanan Responsif Perancanaan Indiviaual Dukungan Sistem 45 – 55 % 20 – 30 % 5 – 10 % 10 – 15 % Jenjang Pendidikan SMP/MTS 35 – 45 % 25 – 35 % 15 – 25 % 10 – 15 % SMA/SMK 25 – 35 % 15 – 25 % 25 – 35 % 10 – 15 % c. Rencana kegiatan dimaksud dituangkan ke dalam rancangan jadwal kegiatan untuk satu tahun. Pertimbangan porsi waktu yang diperlukan untuk melaksanakan setiap kegiatan di atas. Inventarisasi kebutuhan yang diperoleh dari need assesment ke dalam tabel kebutuhan yang akan menjadi rencana kegiatan. Perencanaan waktu ini didasarkan kepada isi program dan dukungan manajemen yang harus dilakukan oleh konselor. brosur atau majalah dinding). Berikut ini dikemukakan tabel alokasi waktu. Rancangan ini bisa dalam bentuk matrik. kunjungan rumah.

untuk mempermudah atau memperlancar berperannya mereka di lingkungan baru tersebut. Pelayanan Orientasi Pelayanan ini merupakan suatu kegiatan yang memungkinkan peserta didik memahami dan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. konselor memberikan pelayanan bimbingan kepada peserta didik. Secara terjadwal.BAB III MEKANISME DAN KERANGKA KERJA LAYANAN BK KOMPREHENSIF Kerangka dan Cakupan Kerja Bimbingan dan Konseling Komprehensif A. Materi pelayanan orientasi di sekolah/madrasah biasanya mencakup organisasi sekolah/madrasah. Kegiatan bimbingan kelas ini bisa berupa diskusi kelas atau brain stroming. Bimbingan Klasikal Program yang dirancang menuntut konselor untuk melakukan kontak langsung dengan para peserta didik di kelas. 2. terutama lingkungan sekolah/madrasah. 113 . Pelayanan Dasar 1. kurikulum. staf dan guru-guru. Pelayanan orientasi ini biasanya dilaksanakan pada awal program pelajaran baru.

mengalami hambatan dalam mencapai tugas-tugas perkembangannya. 5. peserta didik (konseli) dibantu untuk mengidentifikasi masalah. Topik yang didiskusikan dalam bimbingan kelompok ini adalah masalah yang bersifat umum (common problem) dan tidak rahasia. brosur. kehadiran dan pribadinya). seperti: buku. maka sebaiknya dia mereferal atau mengalihtangankan konseli kepada pihak lain yang lebih berwenang. Kolaborasi dengan Orangtua Konselor perlu melakukan kerjasama dengan para orangtua peserta didik. Bimbingan Kelompok Konselor memberikan pelayanan bimbingan kepada peserta didik melalui kelompok-kelompok kecil (5 s/d 10 orang). Konseli yang sebeiknya direferal adalah mereka yang memiliki masalah. Kolaborasi dengan Pihak Terkait Di Luar Yaitu berkaitan dengan upaya sekolah/madrasah untuk menjalin kerjasama dengan unsur-unsur masyarakat yang dipandang relevan dengan peningkatan 114 . kiat-kiat menghadapi ujian dan mengelola stres. psikister. Kerjasama ini penting agar proses bimbingan terhadap peserta didik tidak hanya berlangsung di sekolah/madrasah. membantu memecahkan masalah peserta didik dan mengidentifikasi aspek-aspek bimbingan yang dapat dilakukan oleh guru mata pelajaran. penyebab masalah. seperti: cara-cara belajar yang efektif. leaflet. kecanduan narkoba dan penyakit kronis. 4. Bimbingan ini ditujukan untuk merespon kebutuhan dan minat para peserta didik. majalah dan internet). Pelayanan Informasi Yaitu pemberian informasi tentang berbagai hal yang dipandang bermanfaat bagi peserta didik melalui komunikasi langsung maupun tidak langsung (melalui media cetak maupun elektronik. Melalui konseling. baik tes maupun non-tes. tindak kejahatan (kriminalitas). Kolaborasi dengan Guru Mata Pelajaran Konselor berkolaborasi dengan guru dan wali kelas dalam rangka memperoleh informasi tentang peserta didik (seperti prestasi belajar. 5. dokter dan kepolisian. Melalui kerjasama ini memungkinkan terjadinya saling memberi informasi. 4. 3. pengertian dan tukar pikiran antara konselor dan orangtua dalam upaya mengembangkan potensi peserta didik atau memecahkan masalah yang mungkin dihadapi peserta didik. 3. Referal (Alih Tangan atau Rujukan) Apabila konselor merasa kurang memiliki kemampuan untuk menangani masalah konseli. Konseling Individual dan Kelompok Pemberian pelayanan konseling ini ditujukan untuk membantu peserta didik yang mengalami kesulitan. program ekstrakurikuler. B. tetapi juga oleh orangtua di rumah. Konseling ini dapat dilakukan secara individu maupun kelompok.program BK. penemuan alternatif pemecahan masalah dan pengambilan keputusan secara tepat. seperti depresi. Pelayanan Responsif 1. Aplikasi Instrumentasi Merupakan kegiatan untuk mengumpulkan data atau informasi tentang pribadi peserta didik dan lingkungan peserta didik. seperti psikolog. fasilitas atau sarana-prasarana dan tata tertib sekolah. 2. Pengumpulan data ini dapat dilakukan dengan berbagai instrumen.

belajar dan karir. Mengevaluasi kegiatan yang telah dilakukan. Jalinan kerjasama ini seperti dengan pihak-pihak: (1) instansi pemerintah. Konsultasi Konselor menerima pelayanan konsultasi bagi guru. Perencanaan Individual Konselor membantu peserta didik menganalisis kekuatan dan kelemahan dirinya berdasarkan data atau informasi yang diperoleh. dalam arti D. Konferensi Kasus Yaitu kegiatan untuk membahas permasalahan peserta didik dalam suatu pertemuan yang dihadiri oleh pihak-pihak yang dapat memberikan keterangan. 6. 2. (4) melanjutkan studi ke program yang lebih tinggi. (6) Depnaker. 2. Pelayanan perencanaan individual ini dapat dilakukan juga melalui pelayanan penempatan (penjurusan dan penyaluran) untuk membentuk peserta didik menempati posisi yang sesuai dengan bakat dan minatnya. seperti psikolog. 115 . terselenggara dan tercapai bila tidak memiliki suatu sistem manajemen yang bermutu. Pengembangan Profesi Konselor secara terus menerus berusaha untuk memperbaharui pengetahuan dan ketrampilannya melalui: (1) in service training. dalam upaya mengentaskan masalahnya. (3) ABKIN. Melakukan kegiatan yang sesuai dengan tujuan atau perencanaan yang telah ditetapkan. (3) aktif dalam kegiatan-kegiatan ilmiah. melalui kunjungan ke rumahnya. C. pendidikan dan karir yang diperolehnya untuk: 1. (2) instansi swasta. Melalui kegiatan penilaian diri ini. kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya permasalahan peserta didik itu. peserta didik akan memiliki pemahaman. Dukungan Sistem 1. Peserta didik yang menjadi pembimbing berfungsi sebagai mentor atau tutor yang membantu peserta didik lain dalam memecahkan masalah yang dihadapinya baik akademik maupun nonakademik. Bimbingan Teman sebaya Bimbingan teman sebaya ini adalah bimbingan yang dilakukan oleh peserta didik terhadap peserta didik yang lainnya.mutu pelayanan bimbingan. sosial. penerimaan dan pengarahan dirinya secara positif dan konstruktif. Peserta didik yang menjadi pembimbing sebelumnya diberikan latihan atau pembinaan konselor. menciptakan lingkungan sekolah/madrasah yang kondusif bagi perkembangan peserta didik. 3. yaitu yang menyangkut pencapaian tugas-tugas perkembangan atau aspek-aspek pribadi. Kunjungan Rumah Yaitu kegiatan untuk memperoleh data atau keterangan tentang peserta didik tertentu yang sedang ditangani. sosial. 8. (2) aktif dalam organisasi profesi. (5) MGMP. psikister dan dokter. (4) para ahli dalam bidang terkait. orangtua atau pihak pimpinan sekolah/madrasah yang terkait dengan upaya membangun kesamaan persepsi dalam memberikan bimbingan kepada peserta didik. Konseli menggunakan informasi tentang pribadi. melakukan referal dan meningkatkan kualitas program bimbingan dan konseling. Merumuskan tujuan dan merencanakan kegiatan yang menunjang pengembangan dirinya atau kegiatan yang berfungsi untuk memperbaiki kelemahan dirinya. Manajemen program Program pelayanan BK tidak mungkin akan tercipta. seperti seminar dan lokakarya atau. 9. Pertemuan konferensi kasus ini bersifat terbatas dan tertutup. 7.

3. seperti perpustakaan. monitor televisi dan ruang pengamat yang dibatasi dengan kaca satu arah yang hanya tembus pandang dari tempat pengamat. Ruang demonstrasi-observasi merupakan ruang untuk berlatih menguasai ketrampilan dasar wawancara dan ketrampilan konseling. pusat sumber belajar berbagai media dalam teknologi informasi dan komunikasi dan fasilitas khusus untuk latihan wawancara konseling. bengkel kerja. dengan jumlah yang memadai. 4. Perpustakaan yang memuat buku/sumber-sumber yang berkaitan dengan BK. perpustakaan serta laboratorium untuk BK. 2. Selain ruang kelas yang memadai. Ruang ini minimal dilengkapi dengan video-kamera. latihan dan praktik BK. sistematis dan terarah. Lembaga penyelenggara program S-1 BK mengutamakan pemanfaatan secara optimal sarana dan prasarana yang dimiliki. Sekolah latihan adalah sekolah menengah yang berada di dalam dan atau di luar kampus. 5. sekolah latihan. mengikuti kegiatan profesi dan peningkatan profesi serta kegiatan pada organisasi profesi. Riset dan Pengembangan Melakukan penelitian.dilakukan secara jelas. Sarana dan prasarana tersebut digunakan untuk pengembangan keilmuan dan pembelajaran dalam bidang BK. Oleh karena itu. sehingga yang sedang berlatih tidak merasa terganggu. sarana utama lain yang diperlukan dalam penyelenggaraan S-1 BK adalah ruang yang disediakan dan dirancang khusus sebagai ruang demonstrasi-observasi dan yang berada di kampus. 3. termasuk penelitian. 116 . laboratorium. mengikuti aktivitas Sarana dan Prasarana 1. E. satu sekolah menengah latihan maksimal untuk 10 mahasiswa. bimbingan dan konseling harus ditempatkan sebagai bagian terpadu dari seluruh program sekolah/madrasah dengan dukungan wajar dalam aspek ketersediaan sumber daya manusia (konselor) maupun sarana dan pembiayaan.

Karena suatu penilaian dianggap perlu dilakukan. Pengertian Evaluasi Beberapa pengertian tentang evaluasi sering dikemukakan oleh beberapa ahli seperti: Lessinger 1973 mengemukakan bahwa evaluasi adalah proses penilaian dengan jalan membandingkan antara tujuan yang diharapkan dengan kemajuan/prestasi nyata yang dicapai. Evaluasi program bimbingan dan konseling adalah suatu lingkaran yang berkesinambungan dan melengkapi dalam susunan program. 4. Pada akhirnya. Sedangkan Stufflebeam 1971 mengemukakan bahwa evaluasi adalah suatu proses mengupayakan data dan informasi yang berguna untuk mengambil suatu keputusan (Uman Suherman. latihan staf dan peningkatannya. Evaluasi program bimbingan dan konseling adalah suatu proses yang di dalamnya terdapat langkah-langkah perencanaan. 2. Evaluasi program bimbingan dan konseling dalam pengembangannya adalah untuk dapat membuat keputusan melalui informasi yang cukup. Berdasarkan pada rumusan pengertian evaluasi di atas dapat disimpulkan bahwa evaluasi program bimbingan dan konseling adalah: 1. Perencanaan dan pengembangan merupakan proses yang banyak berkenaan dengan evaluator dan pembuat keputusan serta pelaksanaannya tidak hanya bersifat teknis.BAB IV EVALUASI PROGRAM. justru untuk melayani pengambilan keputusan. dan pengembangannya. Supaya keputusan itu dapat dipenuhi. agar memperoleh pertimhangan yang sebaik-baiknya tentang usaha. Wysong 1974 mengemukakan bahwa evaluasi adalah proses untuk menggambarkan. Suatu proses pengumpulan informasi untuk mengetahui dan menentukan efektivitas dan efisiensi program bimbingan dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling dalam membantu para siswanya agar mereka dapat mengetahui dan memahami kebutuhan-kebutuhan kemampuan dan kelemahannya. Suatu proses sistematis dalam mengumpulkan data dan kegiatan analisis untuk menentukan nilai dari suatu program dalam membantu pengelolaan. efektivitas dan efisiensi tidaknya suatu program. 3. maka dalam pelaksanaan evaluasi program bimbingan dan konseling perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut: 1. dalam kegiatan evaluasi program bimbingan dan konseling pengambilan keputusan merupakan aspek yang sangat penting. serta kemungkinan-kemungkinan pengembangannya. PROSES DAN HASIL BK A. Untuk lebih memperjelas keterkaitan evaluasi dengan proses pembuatan kebijakan dan keputusan dapat dilihat skema berikut: INFORMASI TUJUAN PEMBUATAN KEPUTUSAN ALTERNATIF PILIHAN: PERUBAHAN PERBAIKAN PENGEMBANGAN PENGAYAAN EVALUASI 117 . 2011). 2. pelaksanaan. perencanaan program. memperoleh atau menghasilkan informasi yang berguna untuk mempertimbangkan suatu keputusan. Gibson dan Mitchell mengemukakan bahwa proses evaluasi adalah untuk mencoba menyesuaikan data objektif dari awal hingga akhir pelaksanaan program sebagai dasar penilaian terhadap tujuan program.

Meningkatkan pemahaman setiap personel dalam mengembangkan kemampuan profesionalnya. Mengukur pelaksanaan program bimbingan dan konseling dengan jalan membandingkan atau membuktikan tingkat kemajuan yang telah dicapai. yaitu untuk mengetahui: 1. 7. 3. Prinsip-prinsip Evaluasi Untuk memenuhi tujuan dan. Meningkatkan pemahaman terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan program dan akibatnya. Tujuan Evaluasi Secara sepintas di atas telah dikemukakan bahwa pelaksanaan evaluasi program bimbingan dan konseling adalah untuk memenuhi dua tujuan utama. Karena itu. 3. 2. atau perkembangan orang-orang yang telah dilayani melalui program bimbingan dan konseling. Artinya kegiatan evaluasi program bimbingan dan konseling harus memenuhi aturan dan memperoleh hasil yang dapat digunakan untuk mempertimbangkan langkah selanjutnya. Meningkatkan kualitas pelaksanaan program bimbingan dan konseling dengan memberikan acuan/dasar agar pelaksanaannya lebih efektif dan efisien. 8. 2. 9. Membantu mengembangkan kurikulum sekolah yang mempunyai kesesuaian dengan masalah dan kebutuhan para siswanya. Menumbuhkan dan meningkatkan partisipasi dalam pembuatan keputusan bersama. 5.B. Mengetahui tingkat efektivitas metode/strategi layanan yang telah dilaksanakan. 6. Kedua tujuan evaluasi program bimbingan dan konseling itu dapat dikembangkan secara operasional sebagai berikut: 1. 5. Meneliti secara periodik hasil pelaksanaan program bimbingan dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling. 118 . Menyetujui atau menolak pelaksanaan program bimbingan dan konseling dengan memberikan bukti tentang apa yang telah dicapai dan belum di capai dalam pelaksanaan program. Mengetahui jenis layanan bimbingan yang sudah/belum dilaksanakan atau perlu diperbaiki. Mengetahui sejauh mana keterlibatan semua pihak dalam menunjang keberhasilan program bimbingan dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling. Mengetahui sumbangan program bimbingan dan konseling terhadap pencapaian tujuan institusional khususnya dan tujuan pendidikan pada umumnya. 6. Memperoleh pegangan yang kuat dalam mempublikasikan peranan bimbingan dalam masyarakat. 8. Taraf kemajuan program bimbingan dan konseling. C. D. 7. Tingkat efektivitas dan efisiensi strategi pelaksanaan program bimbingan dan konseling yang telah dilak-sanakan dalam jangka waktu tertentu. 4. Fungsi Evaluasi Pada umumnya para ahli mengemukakan bahwa evaluasi adalah proses mendapatkan/memperoleh data atau informasi yang berguna untuk membuat suatu keputusan. Atas dasar itulah kegiatan evaluasi program bimbingan dan konseling memiliki fungsi sebagai berikut: 1. Meningkatkan kepercayaan dalam melaksanakan dan mempertimbangkan kegiatan dengan cara yang lebih baik. 2. Memperoleh informasi yang kuat dalam mengembangkan program bimbingan dan konseling selanjutnya. Memberikan informasi atau data pada para pembuat keputusan. 4. Memberikan umpan balik atau tanggapan terhadap peran dan tanggung jawab personel dalam pelaksanaan program bimbingan dan konseling. fungsi pelaksanaan evaluasi program bimbingan dan konseling diperlukan adanya pelaksanaan evaluasi yans baik.

tetapi data atau informasi itu digunakan sebagai dasar kebijakan atau keputusan dalam pengembangan program bimbingan dan konseling selanjutnya. g. f. dapat dipusatkan pada program bimbingan dan konseling secara keseluruhan atau pada tujuan khusus secara terpisah-pisah. operasional dan dapat diukur. b. 4.pelaksanaan evaluasi program bimbingan dan konseling hendaknya memperhatikan beberapa prinsip sebagai berikut: 1. Melibatkan pihak yang betul-betul memahami tentang konsep dasar bimbingan dan konseling secara kom-prehensif. 2. Pelaporan dan Pemanfaatan Hasil Evaluasi: Pelaporan dan pemanfaatan hasil evaluasi dianggap sangat penting sebab langkah ini merupakan bentuk konkrit sikap akuntabilitas atas program dan hasil kegiatan yang telah dilakukan seorang konselor beserta staf yang lainnya. Komponenkomponen rencana evaluasi program bimbingan dan konseling yang perlu dikembangkan antara lain: a. Bagaimana pelaporan dan pada siapa laporan itu disampaikan. Artinya. Kriteria penilaian. Hasil kegiatan evaluasi yang baik adalah yang dapat memberikan sumbangan pertimbangan dalam membuat kebijakan dan keputusan 119 . Kejelasan tujuan yang akan dicapai dalam suatu kegiatan evaluasi. singkat. Data atau informasi yang dibutuhkan. Pelaksanaan Evaluasi: Setelah rencana itu disusun dan disetujui. 5. Alat pengumpulan data yang digunakan. 4. 3. Prosedur evaluasi. Prosedur Evaluasi Evaluasi program bimbingan dan konseling bukan merupakan kegiatan akhir. sehingga hasil evaluasi dapat digunakan untuk membuat kebijakan/ keputusan. E. Pengembangan rencana evaluasi: Pengembangan rencana evaluasi merupakan langkah lanjutan setelah menetapkan tujuan yang ingin dicapai. Kegiatan evaluasi program bimbingan dan konseling bukan merupakan kegiatan yang bersifat insidental. Menuntut umpan balik dan tindak lanjut. 3. c. e. Personel pelaksanaan. pelaksanaan evaluasi program bimbingan dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling bergantung pada cara/metoda yang digunakan. Identifikasi Tujuan yang akan Dicapai: Melakukan identifikasi terhadap tujuan yang ingin dicapai sangat penting karena memberikan arah pekerjaan yang akan dilaksanakan. d. kegiatan evaluasi merupakan suatu kegiatan yang berkesinambungan atau lebih tepat bila dikatakan siklus sebab tidak berhenti sampai terkumpulnya data atau informasi. Artinya selama melakukan evaluasi tetap mengacu pada tujuan yang telah ditetapkan. Memerlukan adanya kriteria pengukuran. 2. tetapi merupakan proses kegiatan yang sistematis dan berkesinambungan. Karena itu kegiatan evaluasi program bimbingan dan konseling hendaknya memperhatikan prosedur dan langkah-langkah serta metoda atau strategi yang harus digunakan. Prinsip pelaksanaan evaluasi perlu memperhatikan faktor-faktor yang telah direncanakan sehingga terjadi berinteraksi antara faktor yang satu dengan lainnya dan dapat membantu pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Langkah awal kegiatan evaluasi adalah menetapkan parameter atau batasan-batasan yang akan dievaluasi. yaitu meliputi serangkaian kegiatan yang berurut sebagai berikut: 1. Waktu pelaksanaan. Sumber data atau informasi yang dapat dihubungi. Tujuan itu hendaknya jelas.

Proses penyusunan program. 4) Waktu. 4) Dukungan sistem d. Hasil yang Dicapai: Penilaian terhadap hasil menekankan pada pengumpulan data atau informasi mengenai keberhasilan dan pengaruh kegiatan layanan bimbingan dan konseling yang telah dilakukan. Tujuan khusus program bimbingan dan konseling dari setiap materi dan jenis kegiatan yang dilakukan. 2) Fasilitas. Aspek yang dinilai dalam proses bimbingan dan konseling lebih ditekankan terhadap interaksi antara unsur-unsur yang telah ditetapkan dalam program. menyangkut tugas dan tanggung jawab serta alur komunikasi/tata kerja diantara staf sekolah dan bimbingan. 2. waktu dan fasilitas lainnya. Aspek- 120 . diubah atau Secara operasional. Program bimbingan dan konseling itu dikembangkan semata-mata berdasarkan hasil evaluasi. Penilaian terhadap proses tidak hanya mengetahui apakah komponen-komponen itu ada atau tidak. aspek-aspek program bimbingan dan konseling dan konseling dan konseling yang harus dievaluasi adalah sebagai berikut: 1. keputusan dan kebijakan baik berasal dari pemerintah maupun sekolah. Pengorganisasian yang berkaitan dengan: 1) Personel. personel. Tujuan dan Keberhasilan yang Diharapkan: Penentuan tujuan merupakan bidang manajemen yang sangat penting. seperti visi dan misi pendidikannya. Beberapa aspek tujuan yang hendaknya diperhatikan antara lain: a. Bisa berkaitan dengan jenis layanan. b. 3) Biaya. berkaitan dengan anggaran dan sumber biayanya. bagaimana program bimbingan dan konseling itu diwujudkan. Kurikulum layanan: 1) Layanan dasar. Dengan kata lain penilaian proses adalah menelaah kesesuaian antara peran yang diberikan atau diharapkan dengan kinerja yang ditunjukkan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan dalam rencana program. berkaitan dengan ruangan dan alat-alat pengumpulan dan penyimpanan data. diganti. b. Program BK: Aspek-aspek yang harus dinilai dalam program bimbingan dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling sekolah adalah sebagai berikut: a. 4. 3) Layanan responsif. c. karena itu tujuan program bimbingan dan konseling hendaknya jelas. apakah melalui penelaahan kebutuhan dan kondisi sekolah dengan melibatkan tim pengembang atau hasil pekerjaan perseorangan. 3. seperti produk hukum dalam bentuk undang-undang. singkat. peraturan pemerintah. berkaitan dengan waktu perencanaan dan pelaksanaan serta pertanggungjawabannya. 2) Perencanaan individual. Tujuan umum program bimbingan dan konseling di sekolah.selanjutnya. tetapi lebih ditekankan pada pelaksanaan setiap komponen yang telah ditetapkan dalam program sebelumnya. serta bagaimana pelaksanaannya diantara komponen-komponen atau unsur-unsur tersebut. Dasar atau acuan penyusunan program. operasional dan terukur. Proses Layanan Bimbingan: Seperti telah dikemukakan pada pendekatan penilaian bahwa penilaian terhadap proses ditekankan pada pengumpulan data atau informasi mengenai interaksi komponen-komponen aspek yang terdapat dalam suatu program. Penilaian terhadap hasil diarahkan pada pencapaian tujuan program baik jangka pendek maupun jangka panjang.

pada waktu tertentu. 4) Keberhasilan belajar mengajar. Caranya adalah membandingkan kemampuan sebelum dan setelah kegiatan dilakukan. 121 . b. berkaitan dengan aspek: 1) Pemahaman tentang kemampuan dan kelemahan diri. 4) Hubungan penyelenggaraan program bimbingan dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling dengan program pendidikan di sekolah secara keseluruhan. berkaitan dengan aspek-aspek: 1) Keberhasilan sekolah dalam menyelenggarakan pembelajaran dan pendidikan. berkaitan dengan aspek-aspek: 1) Pemahaman tentang para siswa.aspek hasil program bimbingan dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling yang hendaknya dievaluasi adalah sebagai berikut: a. baik keberadaan mereka sebagai makhluk individu. Before and After Method: metode ini digunakan untuk mengidentifikasi kemajuan yang telah dicapai melalui suatu kegiatan tertentu. 2. 3) Bantuan pemecahkan masalah belajar siswa. 5) Pemahaman tentang bantuan pemecahan masalah yang dihadapi siswa. 3) Menurunnya angka persentase pelanggaran disiplin sekolah. d. tetapi hasilnya tidak sesuai dengan tujuan semula karena semata-mata terdapat kesalahan dalam pelaksanaannya. Sehubungan dengan metode pelaksanaan evaluasi program bimbingan dan konseling. Metode Evaluasi Pelaksanaan kegiatan evaluasi program bimbingan dan konseling memerlukan suatu strategi atau metode-metode yang efektif dan efisien. 2) Pemahaman tentang keberhasilan putera-puterinya dalam belajar. c. 5) Pemahaman tentang penanaman disiplin. Dengan kata lain. 4) Pemahaman tentang kelanjutan pendidikan siswa. Perkembangan orang tua siswa/masyarakat. berkaitan dengan aspek-aspek: 1) Pemahaman tentang perkembangan putera-puterinya. maupun sebagai makhluk Tuhan. kondisi-kondisi atau komponen-komponen yang mendukung. 2) Pencapaian tujuan institusional. Perkembangan sekolah. 3) Peningkatan prestasi akademik. teknik ini dilakukan dengan cara membuat dua kondisi yang berbeda tetapi mempunyai tujuan yang sama. Tidak jarang suatu perencanaan evaluasi itu baik. Metode ini biasanya digunakan untuk mengevaluasi rumusan program. 3) Pemahaman tentang program bimbingan dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling di sekolah. 3. Perkembangan diri siswa. 2) Pemahaman tentang jenjang/program pendidikan yang dipilih. dalam pelaksanaannya sering menggunakan pre-tes dan post-tes. Comparison Method: yaitu metode yang dilakukan dengan cara membandingkan kelompok yang diberikan layanan bimbingan dengan yang tidak diberikan layanan bimbingan. Gibson and Mitchell (Uman suherman. Perkembangan guru. The How do We Stand Method: yaitu metode yang digunakan untuk mengidentifikasi hasil-hasil program yang diharapkan sesuai dengan karakteristik dan kriteria keberhasilannya. 2011) mengemukakan tiga rnacam metode evaluasi seperti berikut: 1. apakah sesuai dengan yang seharusnya atau tidak). pelaksanaannya (interaksi antara komponen-komponen itu. sosial. 2) Pemahaman tentang program bimbingan dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling dan partisipasi mereka dalam pelaksanaannya. F. 4) Penyesuaian terhadap lingkungan yang dihadapinya.

Wali Kelas. guru. Dikembangkan secara berangsur-angsur dengan melibatkan semua unsur petugas. Menyediakan fasilitas yang dibutuhkan. 6. kepala sekolah. kepala sekolah maupun orang tua dan masyarakat. Siapa sumber data yang perlu dihubungi? tentunya disesuaikan dengan data atau informasi yang diperlukan. Sumber Data Untuk memperoleh data atau informasi yang objektif diperlukan sumber data yang dapat memberikan keterangan. Keputusan seseorang kadang-kadang dipengaruhi unsur subjektivitas dirinya. d. Di bawah ini dikemukakan beberapa jenis kriteria penilaian yang dapat dijadikan sebagai patokan dalam membuat keputusan: 1. Guru mata pelajaran. Kriteria evaluasi tergantung pada tujuan dan aspek yang dievaluasi. b. Orang tua dan masyarakat. 8. kelancaran interaksi komponen-komponen program dalam proses pelaksanaannya. Kriteria Rumusan Program Untuk menilai rumusan program bimbingan dan konseling dapat dilihat dari sejauh mana program itu telah memenuhi persyaratan atau ciri-ciri program bimbingan dan konseling baik (sebagaimana dikemukakan para ahli). karena itu untuk menghindari unsur subjektivitas diperlukan adanya rumusan kriteria sebagai acuan penilaian. e. sedangkan yang dapat bertindak sebagai evaluator adalah terutama koordinator bimbingan dan konseling. maka diperlukan berbagai jenis dan bentuk kriterianya. Disusun dan dikembangkan berdasarkan kebutuhan nyata siswa. Miller (1961) mengemukakan bahwa program bimbingan dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling yang baik adalah yang bercirikan hal-hal sebagai berikut: a. Memberikan kemungkinan pelayanan pada seluruh siswa. penilik atau pengawas sekolah. g. Kriteria Evaluasi Penilaian terhadap suatu program adalah untuk menentukan suatu kebijakan atau keputusan. Diatur menurut skala prioritas berdasarkan kebutuhan siswa.G. Para ahli atau lembaga tertentu yang berkaitan dengan pelaksanaan program bimbingan dan konseling di sekolah. sumber data yang dapat kita hubungi dalam memperoleh informasi mengenai program bimbingan dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling adalah: 1. 3. Koordinator BP. data atau informasi yang dapat dipercaya pula. h. baik berkenaan dengan diri siswa. 122 . Oleh karena itu. Mencerminkan komunikasi yang berkesinambungan diantara semua staf pelaksana. tetapi dari berbagai pihak yang mempunyai keterkaitan dengan pelaksanaan bimbingan di sekolah. f. c. Sehubungan dengan kriteria rumusan program. Mempunyai tujuan yang ideal tetapi realistis. Penyusunannya disesuaikan dengan program pendidikan dan pengajaran di sekolah yang bersangkutan. Kepala Sekolah. 4. kemampuan profesional profesional atau untuk mengevaluasi hasil yang telah dicapai melalui program bimbingan dan konseling di sekolah itu. 5. Bila evaluasi program bimbingan dan konseling ditujukan untuk menilai semua aspek tersebut di atas. Untuk itu data yang kita gall hendaknya bukan dari satu pihak saja. Siswa dan teman terdekatnya. apakah untuk mengevaluasi rumusan programnya. 7. H. 2. Staf Sekolah lainnya seperti pegawai tata usaha.

4) Kualitas setiap fasilitas itu dapat menunjang pelaksanaan setiap jenis layanan bimbingan. 3) Fasilitas atau alat yang tersedia dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan. tetapi dalam perkembangannya tidak berarti layanan bagi subjek lainnya diabaikan. 2. c. Berlangsung sejalan dengan proses penilaian baik mengenai program itu sendiri. 4) Setiap jenis layanan dalam pelaksanannya sesuai dengan prosedur semestinya. 2) Semua siswa telah terlayani sesuai dengan kebutuhannya. 3) Jumlah personel yang ada mencukupi kebutuhan atau sesuai dengan keadaan siswa. keterampilan serta sikap para petugas pelaksanannnya.i. 6) Pemberian konseling umum dan khusus. kemajuan siswa yang dibimbing. d. dan kemajuan pengetahuan. 2) Pelayanan yang diberikan oleh masing-masing guru pembimbing. Fasilitas 1) Semua alat-alat administrasi yang telah ditentukan tersedia. 3. Layanan bagi 123 . Personel 1) Semua staf bimbingan telah melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. b. Beberapa pernyataan yang dapat dijadikan sebagai kriteria evaluasi pelaksanaan program bimbingan dan konseling adalah sebagai berikut: a. Jenis Layanan 1) Setiap jenis layanan dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana. keberhasilan di perguruan tinggi. 3) Semua layanan pada pelaksanaannya mengacu pada tujuan dan fungsi yang diharapkan. formasi di suatu lembaga pekerjaan/instansi) dan kualitatif yang ditandai dengan perubahan-perubahan dan perkembangan-perkembangan perilaku subjek yang mendapat layanan bimbingan dan konseling. maka penilaian pelaksanaan program bimbingan dan konseling ditekankan pada teknis interaksi diantara aspek-aspek itu. Kriteria Keberhasilan Program Keberhasilan program bimbingan dan konseling yang telah dilaksanakan dapat dilihat dari dampak atau pengaruhnya. 5) Pelayanan yang diberikan dalam berbagai jenis bimbingan. 2) Alat-alat itu digunakan sesuai dengan fungsinya. 2) Kemampuan yang dibutuhkan dari setiap personel mendukung kelancaran pelaksanaan tugasnya. 4) Jalur komunikasi/mekanisme kerja yang telah ditetapkan itu mendukung pelaksanaan program secara efektif dari efisien. Anggaran Biaya 1) Anggaran biaya yang dibutuhkan tersedia. 3) Penggunaan alat ukur yang objektif dan subjektif. Menjamin keseimbangan dan kesinambungan pelayanan bimbingan dalam hal: 1) Pelayanan kelompok dan individual. 2) Pemakaian biaya tidak menyimpang dari rencana semula. 5) Fasilitas yang tersedia dapat mencukupi kebutuhan pelaksanaan bimbingan. j. 4) Penelaahan tentang siswa dan pemberian konseling. Kriteria Pelaksanaan Program Bila penilaian terhadap program lebih ditekankan pada aspek material atau bahan masukan (input) yang tersedia. 3) Biaya diperoleh dari sumber dana yang tetap. Memperlihatkan peranan yang penting dalam meng-hubungkan sekolah dengan masyarakat. Keberhasilan dapat dimanifestasikan dari segi kuantitatif (yang ditandai dengan angka lulusan. Subjek utama utama layanan bimbingan adalah siswa. k.

6) Memahami dan menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial yang dihadapinya. dan kemampuannya. 2) Tercapainya peningkatan pencapaian tujuan institusional yang ditandai dengan: a) Tingginya angka lulusan. sosial dan personal siswa. minat. 4) Meningkat dalam pengetahuan. 2) Berpartisipasi dalam pelaksanaan program bimbingan dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling dengan peran dan tanggung jawab. Pelaksanaan program bimbingan dan konseling dapat dikatakan berhasil apabila para siswa mampu menunjukkan perilakunya sebagai berikut: 1) Mengetahui dan memahami program bimbingan dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling yang dilaksanakan sekolahnya. 2) Mengetahui dan memahami kemampuan dan kelemahan dirinya. kepala sekolah. 3) Memahami para siswa sebagai individu yang unik. 5) Mampu merencanakan masa depannya. b. Kriteria keberhasilan bagi orang tua dan masyarakat. e) Meningkatnya animo masyarakat untuk menyekolahkan putera-puterinya pada sekolah yang bersangkutan. d. Kriteria keberhasilan bagi guru. Beberapa kriteria keberhasilan pelayanan bimbingan dan konseling yang bisa dijadikan dasar pengambilan kebijakan atau keputusan adalah sebagai berikut: a. 4) Membantu memecahkan masalah yang dicapai oleh para siswa. baik yang ber-hubungan dengan kelanjutan pendidikan maupun dunia kerja yang sesuai dengan bakat. c. c) Rendahnya angka yang tinggal kelas dan putus sekolah.subjek yang lain dilakukan karena pada dasarnnya bimbingan dan konseling merupakan kegiatan integral dari keseluruhan proses pendidikan. 2) Berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling yang ditandai dengan: 124 . Pelaksanaan program bimbingan dan konseling di sekolah dapat dikatakan berhasil apabila ditunjukkan dengan: 1) Tercapainya peningkatan keberhasilan proses pembelajaran. 3) Memahami jenjang pendidikan dan prospek pendidikan yang sedang ditempuhnya. Kriteria keberhasilan bagi perkembangan sekolah. Karena itu keberhasilan pelayanan bimbingan dan konseling itu pun dapat dilihat dampaknya pada para siswa. d) Meningkatnya perkembangan intelektual. orang tua siswa dan masyarakat. b) Tingginya angka lulusan yang diterima di Perguruan Tinggi dan di lapangan pekerjaan. serta perkembangan sekolah itu sendiri. Kriteria keberhasilan para siswa. Pelaksanaan program bimbingan dan konseling dapat dikatakan berhasil apabila orang tua dan masyarakat menunjukkan perilaku sebagai berikut: 1) Mengetahui dan memahami program bimbingan dan konseling yang dilaksanakan di sekolah. keterampilan dan sikap serta nilai kehidupannya. guru. 5) Meningkatkan keberhasilan proses belajar mengajar. Pelaksanaan program bimbingan dan konseling dapat dikatakan berhasil apabila para guru menunjukkan perilaku sebagai berikut: 1) Mengetahui dan memahami program bimbingan dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling yang dilaksanakan disekolahnya.

baik untuk kelanjutan studi cnaupun dalam memasuki kerjanya. Untuk mempermudah pelaksanaan analisis. American School Counselor Association. Fatur Rahman. Bimbingan dan Konseling Perkembangan. Departemen Pendidikan Nasional. Bandung: Rizqi Press. P. c) Mengkomuikasikan perkembangan putera-puterinya pada pihak sekolah. Bimbingan dan Konseling dalam Berbagai Latar Kehidupan. Bandung: Refika Aditama. Penataan Pendidikan Profesional Konselor dan Layanan Bimbingan dan Konseling dalam Jalur Pendidikan Formal. Membantu memecahkan masalah yang dihadapi putera-puterinya. KUALIFIKASI SANGAT BAIK BAIK KURANG BAIK 125 . 2008. J. A. Menyesuaikan keinginannya dengan kondisi yang dimiliki putera-puterinya. d) Meneliti perkembangan putera-puterinya. Nurihsan. Manajemen Bimbingan dan Konseling Komprehensif. VI/11 Mei 2003. Bandung: Penerbit UPI. Memahami perkembangan putera-puterinya. Uman Suherman. Manajemen Bimbingan dan Konseling. Memahami keberhasilan belajar putera-puterinya. 2011. N. C. maka gambaran hasil atau dampak pelaksanaan program bimbingan dan konseling bisa dikatakan baik. 2010. P. terutama yang berhubungan dengan pemecahan masalah yang dihadapi puteraputerinya. 2008. kemudian dibandingkan dengan pencapaiannya sendiri. 2000. b) Membantu menyediakan fasilitas yang dibutuhkan untuk kelanjutan proses pendidikan pada umumnya. New Jersey: Pearson Education Ltd. Misalnya patokan nilaian yang ditentukan adalah sebagai berikut: NO 01 02 03 RENTANGAN PERSENTASE ≥ 75 50 – 74 ≥ DAFTAR PUSTAKA Achmad J. Lebih banyak perilaku yang ditunjukkan masing-masing subjek sesuai dengan kriteria di atas. Sunaryo Kartadinata. terutama di luar sekolah. (Bahan Diklat Profesi Guru Rayon 11 DIY dan Jateng). Yogyakarta: Penerbit Universitas Sanata Dharma. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta. Erford. 2003. L. Developing & Managing Your School Guidance and Counseling Program. Brandley T. Gysbers. Bowers. seorang penilai dapat melihat sampai seberapa jauh dari sekian kriteria tersebut tampak dalam perilaku masingmasing subjek layanan. Cara lain ialah dengan terlebih dahulu menentukan suatu nilai patokan yang harus dicapai. & Hatch. Alexandria: American Counseling Association.3) 4) 5) 6) a) Memenuhi setiap undangan yang diberikan sekolah. & Henderson. Vol. Pendekatan Alternatif bagi Perbaikan Mutu dan Sistem Manajemen Layanan Bimbingan dan Konseling Sekolah. Fajar Santoadi. 2007. The National Model for School Counseling Programs. Transforming the School Counseling Profesion. Jurnal Bimbingan dan Konseling. Penyusunan Program BK di Sekolah . 2006. 2011.

126 .

BAB I PENDAHULUAN A. 4. Perhatikan ceramah yang diberikan oleh dosen atau instruktur dengan cermat. Kerjasama dalam kegiatan ini sangat diperlukan guna mencapai hasil yang maksimal. C. 3. Kompetensi dan Indikator Setelah mempelajari materi ini. bidang layanan sosial. Deskripsi Materi dalam buku ajar ini mencakup berbagai macam bidang layanan bimbingan dan konseling yang diterapkan di lingkungan sekolah yaitu bidang layanan pribadi. Pada setiap akhir suatu pembahasan disediakan tugas yang harus dikerjakan dengan sungguh-sungguh. 2. 127 . Prasyarat yang diperlukan bagi peserta PLPG untuk mempelajari bahan ajar ini adalah peserta lulusan S1 Program Studi BK atau lulusan S1 Program Studi Lain yang pernah bertugas sebagai guru pembimbing di sekolah. Untuk mempraktekkan isi dari masing-masing bidang layanan BK dalam berbagai jenis layanan BK. dan akan lebih baik lagi jika ada partner yang bisa diajak berkomunikasi dalam memahami isi buku ini. Indikator dalam bahan ajar ini diharapkan peserta dapat: Menjelaskan konsep dasar bimbingan dan konseling Menjelaskan bidang layanan BK Pribadi Menjelaskan bidang layanan BK Sosial Menjelaskan bidang layanan BK Belajar Menjelaskan bidang layanan BK Karir Menjelaskan jenis-jenis layanan BK Menjelaskan kegiatan pendukung BK Menerapkan bidang-bidang layanan BK dalam jenis layanan BK Memahami dan menerapkan standar kompetensi kemandirian peserta didik B. Jika diberi kesempatan bertanya oleh dosen pergunakanlah dengan sebaik-baiknya dan jika menemukan sumber yang berbeda tanyakan pula kepada dosen atau instruktur dengan cara yang baik. dan bidang layanan karir yang dapat diterapkan di sekolah dengan menggunakan berbagai jenis layanan BK yang ada. dan lakukan pencatatan yang dianggap penting. subyek yang bisa saudara pergunakan praktek ada di sekitar saudara. Sebelum pelatihan dilaksanakan seyogyanya peserta pelatihan telah membaca terlebih dahulu materi latih. bidang layanan belajar. Prasyarat Buku ajar ini khususnya disusun untuk peserta PLPG bidang Bimbingan dan Konseling (BK). D. Selain itu buku ajar ini juga memuat standar kompetensi kemandirian peserta didik di sekolah. Petunjuk Belajar Agar peserta PLPG dapat mengikuti kegiatan ini dengan lancar dan baik maka perlu diperhatikan beberapa petunjuk belajar sebagai berikut : 1. Lakukan pencatatan dengan sebaik-baiknya sebagai laporan praktek. peserta PLPG BK memperoleh pengetahuan dalam memahami dan menerapkan bidang-bidang layanan bimbingan dan konseling serta kompetensi kemandirian peserta didik.

baik anak-anak. membangun interaksi dinamis antara individu dengan lingkungan. mendefinisikan bahwa bimbingan adalah bantuan atau pertolongan yang diberikan kepada individu atau sekumpulan individu dalam menghindari atau mengatasi kesulitan-kesulitan hidupnya. agar orang yang dibimbing dapat mengembangkan kemampuan dirinya sendiri dan mandiri dengan memanfaatkan kekuatan individu dan sarana yang ada dan dapat dikembangkan berdasarkan norma-norma yang berlaku.BAB II KONSEP DASAR BIMBINGAN DAN KONSELING A. 128 . atau orang dewasa. Jones (Insano. Bimbingan adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh orang yang ahli kepada seseorang atau beberapa orang individu. Menjelaskan prinsip-prinsip bimbingan dan konseling 5. Sedangkan konseling adalah hubungan pribadi yang dilakukan secara tatap muka antara dua orang dalam mana konselor melalui hubungan itu dengan kemampuankemampuan khusus yang dimilikinya. dan kemungkinan keadaannya masa depan yang dapat ia ciptakan dengan menggunakan potensi yang dimilikinya. Penataan Pendidikan Profesional Konselor dan Penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling dalam Jalur Pendidikan Formal. Kompetensi dan Indikator Para peserta pelatihan dapat memahami pengertian. (Naskah Akademik ABKIN. keadaannya sekarang. prinsip dan asasasas bimbingan dan konseling Adapun indikatornya. Bimbingan dan konseling memegang tugas dan tanggung jawab yang penting untuk mengembangkan lingkungan. Menjelaskan asas-asas bimbingan dan konseling Uraian Materi 1. agar individu dapat mencapai kesejahteraan dalam kehidupannya. dalam Prayitno 2004 : 101). Hubungan ini biasanya bersifat individual atau seorang-seorang. (Tolbert. menyediakan situasi belajar. Menjelaskan pengertian bimbingan dan konseling 2. Menurut Bimo Walgito (2004: 4-5). 2004 : 11) menyebutkan bahwa konseling merupakan suatu hubungan profesional antara seorang konselor yang terlatih dengan klien. 2007). Dengan demikian. tujuan. merubah dan memperbaiki perilaku. dan peningkatan fungsi atau manfaat individu dalam lingkungannya. melainkan layanan ahli dalam konteks memandirikan peserta didik. bimbingan dan konseling merupakan upaya proaktif dan sistematik dalam memfasilitasi individu mencapai tingkat perkembangan yang optimal. Menjelaskan fungsi bimbingan dan konseling 4. sehingga dapat membuat pilihan yang bermakna bagi dirinya. pengembangan lingkungan. Lebih lanjut konseli dapat belajar bagaimana memecahkan masalah-masalah dan menemukan kebutuhankebutuhan yang akan datang. Menurut Prayitno dan Erman Amti (2004: 99). Jadi pada dasarnya kegiatan bimbingan dan konseling bukanlah kegiatan pembelajaran dalam konteks adegan mengajar yang layaknya dilakukan guru sebagai pembelajaran bidang studi. yakni proses interaksi antara individu dengan lingkungan melalui interaksi yang sehat dan produktif. Menjelaskan tujuan bimbingan dan konseling 3. fungsi. meskipun kadang-kadang melibatkan lebih dari dua orang dan dirancang untuk membantu klien memahami dan memperjelas pandangan terhadap ruang lingkup hidupnya. pengembangan perilaku yang efektif. remaja. peserta pelatihan dapat: 1. Semua perubahan perilaku tersebut merupakan proses perkembangan individu. Pengertian bimbingan dan konseling Bimbingan merupakan suatu proses pemberian bantuan. demi untuk kesejahteraan pribadi maupun masyarakat. membelajarkan individu untuk mengembangkan. B. Dalam hal ini konseli dibantu untuk memahami diri sendiri.

sosial. lingkungan masyarakat serta lingkungan kerjanya. 7. 6. serta memberikan arahan terhadap perkembangan peserta didik. 2. Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. kekuatan. pengenalan lingkungan dan pengambilan keputusan. Beberapa masalah yang perlu diinformasikan kepada para siswa dalam rangka mencegah terjadinya tingkah laku yang tidak diharapkan. Mengenal dan memahami potensi. konselor memberikan bimbingan kepada siswa tentang cara menghindarkan diri dari perbuatan atau kegiatan yang membahayakan dirinya. Bimbingan pribadi – sosial dimaksudkan untuk mencapai tujuan dan tugas perkembangan pribadi – sosial dalam mewujudkan pribadi yang taqwa. Bimbingan belajar dimaksudkan untuk mencapai tujuan dan tugas perkembangan pendidikan. c. Secara khusus layanan Bimbingan dan Konseling bertujuan untuk membantu siswa agar dapat mencapai tujuan-tujuan perkembangan meliputi aspek pribadi. Mengenal dan menentukan tujuan dan rencana hidupnya serta rencana pencapaian tujuan tersebut 4. Merencanakan kegiatan penyelesaian studi. Layanan bimbingan dan konseling tidak terbatas pada peserta didik tertentu atau yang perlu ‘dipanggil’ saja”. Fungsi bimbingan dan konseling a. Teknik yang dapat digunakan adalah konseling. informasi. pekerjaan. supaya tidak dialami oleh peserta didik. Menyesuaikan diri dengan keadaan dan tuntutan dari lingkungannya. Menggunakan kemampuannya untuk kepentingan dirinya. yaitu fungsi bimbingan yang bersifat kuratif. penyesuaian dengan lingkungan pendidikan. mandiri. baik menyangkut aspek pribadi. dan bertanggung-jawab. tidak hanya untuk peserta didik yang bermasalah tetapi untuk seluruh peserta didik. 3. dan remedial teaching. Fungsi Pemahaman. Mengembangkan segala potensi dan kekuatan yang dimilikinya secara optimal. Bimbingan karier dimaksudkan untuk mewujudkan pribadi pekerja yang produktif. Fungsi Pencegahan. siswa diharapkan mampu mengembangkan potensi dirinya secara optimal. perkembangan karir serta kehidupan-nya di masa yang akan datang. Fungsi Pengentasan. yaitu fungsi bimbingan yang membantu peserta didik (siswa) agar memiliki pemahaman terhadap dirinya (potensinya) dan lingkungannya (pendidikan. masyarakat. c.2. Bimbingan konseling bertujuan untuk: a. dan menyesuaikan dirinya dengan lingkungan secara dinamis dan konstruktif. d. Fungsi ini berkaitan erat dengan upaya pemberian bantuan kepada siswa yang telah mengalami masalah. Menyesuaikan diri dengan lingkungan pendidikan. belajar dan karier. Adapun teknik yang dapat digunakan adalah layanan orientasi. Memahami dan mengatasi kesulitan-kesulitan sendiri. 5. Mengembangkan seluruh potensi dan kekuatan yang dimiliki peserta didik secara optimal. 3. belajar. sosial. melainkan untuk seluruh peserta didik. Tujuan bimbingan dan konseling Layanan bimbingan dan konseling diharapkan membantu peserta didik dalam pengenalan diri. Melalui fungsi ini. dan bimbingan kelompok. dan tugas-tugas perkembangannya. kepentingan lembaga tempat bekerja dan masyarakat. dan norma agama). yaitu fungsi yang berkaitan dengan upaya konselor untuk senantiasa mengantisipasi berbagai masalah yang mungkin terjadi dan berupaya untuk mencegahnya. 129 . Mengenal dan memahami potensi atau peluang yang ada di lingkungannya. b. Berdasarkan pemahaman ini. maupun lingkungan kerja. b. maupun karir. peserta didik mendapatkan kesempatan untuk: 1. Mengatasi hambatan dan kesulitan yang dihadapi dalam studi.

f. Bimbingan harus dimulai dengan identifikasi kebutuhan – kebutuhan yang dirasakan oleh individu yang dibimbing. g. dan kebutuhan siswa (siswa). maupun menyusun bahan pelajaran sesuai dengan kemampuan dan kecepatan siswa. i. yaitu fungsi membantu para pelaksana pendidikan. Dalam melaksanakan fungsi ini. Terhadap program bimbingan harus senantiasa diadakan penilaian yang teratur untuk mengetahui sampai dimana hasil dan manfaat yang diperoleh serta penyesuaian antara pelaksanaan dan rencana yang dirumuskan terdahulu. g. baik dalam memilih dan menyusun materi Sekolah/Madrasah. pembimbing/konselor dapat membantu para guru dalam memperlakukan siswa secara tepat. f. Fungsi Penyesuaian. tutorial. ialah untuk memberikan bimbingan yang tepat sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh individu yang bersangkutan. 4. dan guru untuk menyesuaikan program pendidikan terhadap latar belakang pendidikan. c. Adanya perbedaan individu dari pada individu-individu yang dibimbing. Prinsip-prinsip bimbingan dan konseling Dalam kegiatan bimbingan terdapat 10 prinsip. b.d. h. d. Konselor senantiasa berupaya untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. diantaranya: a. jurusan atau program studi. Fungsi Adaptasi. kepala Sekolah/Madrasah dan staf. Masalah yang tidak dapat diselesaikan disekolah diserahkan kepada individu atau lembaga yang mampu dan berwenang melakukannya. minat. 130 . yaitu fungsi bimbingan yang sifatnya lebih proaktif dari fungsi-fungsi lainnya. Fungsi Penyaluran. Dengan menggunakan informasi yang memadai mengenai siswa. konselor perlu bekerja sama dengan pendidik lainnya di dalam maupun di luar lembaga pendidikan. j. home room. Fungsi Pengembangan. Pelaksanaan program bimbingan harus dipimpinan oleh seorang petugas yang memiliki keahlian dalam bidang dan sanggup bekerjasama dengan para pembantunya serta dapat dan bersedia mempergunakan sumber – sumber yang berguna di luar sekolah. kemampuan. Konselor dan personel Sekolah/Madrasah lainnya secara sinergi sebagai teamwork berkolaborasi atau bekerjasama merencanakan dan melaksanakan program bimbingan secara sistematis dan berkesinambungan dalam upaya membantu siswa mencapai tugastugas perkembangannya. memilih metode dan proses pembelajaran. Bimbingan di arahkan kepada bantuan yang memberikan supaya individu yang bersangkutan mampu membantu atau menolong dirinya sendiri dalam menghapi kesulitan-kesulitannya. keahlian dan ciri-ciri kepribadian lainnya. dan memantapkan penguasaan karir atau jabatan yang sesuai dengan minat. bakat. dan karyawisata. diskusi kelompok atau curah pendapat (brain storming). Kegiatan bimbingan itu berhubungan dengan sikap dan tingkah laku individu. jadi perlu di ingat bahwa sikap dan tingkah laku individu itu terbentuk dari segala aspek kepribadian yang unik dan khas. Bimbingan harus berpusat pada individu yang dibimbing e. Program bimbingan harus sesuai dengan bimbingan pendidikan di sekolah yang bersangkutan. yang memfasilitasi perkembangan siswa. Teknik bimbingan yang dapat digunakan disini adalah layanan informasi. yaitu fungsi bimbingan dalam membantu siswa memilih kegiatan ekstrakurikuler. e. yaitu fungsi bimbingan dalam membantu siswa (siswa) agar dapat menyesuaikan diri dengan diri dan lingkungannya secara dinamis dan konstruktif. Bimbingan harus fleksibel sesuai dengan kebutuhan individu dan masyarakat. konselor.

pengalaman dan kemampuannya. sebagai bahan untuk membantu individu yang bersangkutan ke arah penyesuaian diri yang lebih baik. Untuk lebih jelasnya. • Kepala sekolah memegang tanggung jawab tertingi dalam pelaksanaan dan perencanaan program bimbingan. • Syarat mutlak dalam pelaksanaan layanan bimbingan yang baik ialah adanya kartu pribadi (cumulative record) bagi setiap individu (siswa) yang dibimbing. Prinsip khusus yang berhubungan dengan individu yang dibimbing atau siswa. (2) individu yang memberikan bimbingan.Prinsip-prinsip khusus bimbingan Prinsip –prinsip khusus yang akan dibicarakan disini adalah prinsip khusus yang berhubungan dengan (1) individu yang dibimbinng atau siswa. pendidikan. • Konselor harus mendapat kesempatan untuk memperkembangkan dirinya serta keahliannya melalui berbagai keahlian tambahan (in-service training) dan penataran. • Pembagian waktu harus di atur untuk setiap petugas secara baik. Prinsip – prinsip khusus yang berhubungan dengan Organisasi dan Admnistrasi Bimbingan. sesuai dengan masalah dan metode yang dipergunakan dalam memecahkan masalah itu. 3. keluarga. 2.fakta dan informasi–informasi yang berhubungan dengan lingkungan induvidu. • Konselor hendaknya memperhatikan dan mempergunakan hasil – hasil penelitian dalam bidang minat. • Sekolah harus bekerja sama dengan lembaga–lembaga di luar sekolah yang menyelenggarakan pelayanan yang berhubungan dengan bimbingan dan penyuluhan pada umumnya. • Pelayanan bimbingan harus diberikan kepada semua siswa. • Program bimbingan harus disusun sesuai dengan kebutuhan sekolah yang bersangkutan. Prinsip – prinsip khusus yang berhubungan dengan individu yang memberikan bimbingan : • Konselor harus melakukan tugasnya sesuai dengan kemampuan dan kewajiban masing –masing. • Harus ada kriteria untuk mengatur prioritas pelayanan bimbingan kepada siswa tertentu. ketiga prinsip khusus tesebut diatas diuraikan sebagai berikut: 1. • Individu yang mendapat bimbingan harus berangsur – angsur dapat membimbing dirinya. • Keputusan terakhir dalam proses bimbingan ditentukan oleh individu yang dibimbinng. • Bimbingan harus dilaksanakan dalam situasi individual dan dalam situasi kelompok. • Data–data. • Konselor hendaknya selalu mempergunakan informasi yang tersedia mengenai individu yang dibimbing beserta lingkungannya. • Konselor hendaknya mempergunakan berbagai jenis metode dan teknik yang tepat dalam melakukan tugasnya. dan masyarakat) harus diperhitungkan dalam memberikan bimbingan kepada individu yang bersangkutan. • Konselor sekolah dipilih atas dasar kualifikasi kepribadian. fakta. (sekolah. • Program bimbingan harus berpusat pada siswa • Pelayanan bimbingan harus dapat memenuhi kebutuhan – kebutuhan individu yang bersangkutan secara serba ragam dan serba luas. (3) organisasi atau administrasi bimbingan. • Bimbingan harus dilaksanakan dengan secara kontinyu. • Konselor harus menghormati dan menjaga kerahasiaan informasi tentang individu yang dibimbingnya. kemampuan dan hasil belajar indidividu untuk kepentingan perkembanagan kurikulum sekolah yang bersangkutan. 131 .

pengaruh kondisi lingkungan terhadap kondisi mental dan fisik − Memperhatikan keadaan sosial. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menunjuk pada tujuan umum bimbingan dan konseling. kebutuhan individu. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar peserta didik (konseli) yang menjadi sasaran layanan/kegiatan bersifat terbuka dan tidak berpura-pura. dan politik yang berkembang. mengarahkan serta mewujudkan diri sendiri. yaitu data atau keterangan yang tidak boleh dan tidak layak diketahui oleh orang lain. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menuntut dirahasiakannya segenap data dan keterangan tentang peserta didik (konseli) yang menjadi sasaran layanan. kompleks dan dinamis − Memperhatikan tahap dan aspek perkembangan − Memperhatikan perbedaan individu 2. Guru pembimbing hendaknya 132 . Asas Kerahasiaan. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban membina dan mengembangkan kesukarelaan tersebut. ekonomi. Asas kegiatan. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar peserta didik (konseli) yang menjadi sasaran layanan berpartisipasi secara aktif di dalam penyelenggaraan layanan/kegiatan bimbingan. Prinsip yang berkaitan dengan pelaksanaan layanan − Tujuan akhir layanan BK adalah kemandirian individu − Keputusan dalam proses konseling berada di tangan klien − Permasalahan khusus ditangani oleh ahli yang berwenang (layanan alih tangan atau referal) Keterlaksanaan dan keberhasilan pelayanan bimbingan dan konseling sangat ditentukan oleh asas-asas sebagai berikut: 1. Prinsip yang berkaitan dengan sasaran layanan − Melayani semua individu − Kepedulian pada pribadi unik. Asas keterbukaan. Keterbukaan ini amat terkait pada terselenggaranya asas kerahasiaan dan adanya kesukarelaan pada diri peserta didik yang menjadi sasaran layanan/kegiatan. baik di dalam memberikan keterangan tentang dirinya sendiri maupun dalam menerima berbagai informasi dan materi dari luar yang berguna bagi pengembangan dirinya. 2.Prinsip-prinsip bimbingan dan konseling yang dilakukan di sekolah: 1. Prinsip yang berkaitan dengan program layanan − Bagian integral dari proses pendidikan dan pengembangan − Fleksibel. Prinsip yang berkaitan dengan permasalahan individu − Menangani masalah klien yang berhubungan dengan pengaruh kondisi mental dan fisik terhadap penyesuaian diri dan interaksi sosial. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban mengembangkan keterbukaan peserta didik (konseli). mampu mengambil keputusan. 4. Dalam hal ini guru pembimbing perlu mendorong peserta didik untuk aktif dalam setiap layanan/kegiatan bimbingan dan konseling yang diperuntukan baginya. 3. 3. Asas kesukarelaan. guru pembimbing terlebih dahuu harus bersikap terbuka dan tidak berpura-pura. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki adanya kesukaan dan kerelaan peserta didik (konseli) mengikuti/menjalani layanan/kegiatan yang diperlukan baginya. dan masyarakat disusun secara berkesinambungan − Dilakukan penilaian yang terencana dan sistematis 4. yakni: peserta didik (konseli) sebagai sasaran layanan bimbingan dan konseling diharapkan menjadi siswa-siswa yang mandiri dengan ciri-ciri mengenal dan menerima diri sendiri dan lingkungannya. disesuaian dgn lembaga. 5. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban penuh memelihara dan menjaga semua data dan keterangan itu sehingga kerahasiaanya benar-benar terjamin. Agar peserta didik dapat terbuka. Asas kemandirian.

Layanan yang berkenaan dengan “masa depan atau kondisi masa lampau pun” dilihat dampak dan/atau kaitannya dengan kondisi yang ada dan apa yang diperbuat sekarang. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar pihak-pihak yang tidak mampu menyelenggarakan layanan bimbingan dan konseling secara tepat dan tuntas atas suatu permasalahan peserta didik (konseli) mengalihtangankan permasalahan itu kepada pihak yang lebih ahli. dan terpadu. saling menunjang. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling diselenggarakan atas dasar kaidah-kaidah profesional. Untuk ini kerja sama antara guru pembimbing dan pihak-pihak yang berperan dalam penyelenggaraan pelayanan bimbingan dan konseling perlu terus dikembangkan.mampu mengarahkan segenap layanan bimbingan dan konseling yang diselenggarakannya bagi berkembangnya kemandirian peserta didik. C. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar segenap layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling didasarkan pada dan tidak boleh bertentangan dengan nilai dan norma yang ada. dan asas-asas BK untuk dapat mengimplementasikan ke dalam satuan layanan. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar isi layanan terhadap sasaran layanan (konseli) yang sama kehendaknya selalu bergerak maju. adat istiadat. baik yang dilakukan oleh guru pembimbing maupun pihak lain. untuk mencoba memahami secara mendalam tentang konsep dasar BK dan mampu menerapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai guru BK di sekolah. Asas Keahlian. Peserta pelatihan diminta mendiskusikan tentang pentingnya pelayanan BK di sekolah. 7. dan kebiasaan yang berlaku. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar berbagai layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling. Peserta pelatihan diajak diskusi untuk mengidentifikasi fungsi-fungi. dan terus berkembang serta berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan dan tahap perkembangannya dari waktu ke waktu. 6. 8. Asas Keterpaduan. 3. 9. harmonis. layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling justru harus dapat meningkatkan kemampuan peserta didik (konseli) memahami. yaitu nilai dan norma agama. atau ahli lain. Asas Alih Tangan Kasus. Keprofesionalan guru pembimbing harus terwujud baik dalam penyelenggaraan jenis-jenis layanan dan kegiatan dan konseling maupun dalam penegakan kode etik bimbingan dan konseling. Lebih jauh. Dalam hal ini. 133 . dan mengamalkan nilai dan norma tersebut. Koordinasi segenap layanan/kegiatan bimbingan dan konseling itu harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Peserta pelatihan diminta sharing dengan teman dalam kelompok kecil. 2. para pelaksana layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling hendaklah tenaga yang benar-benar ahli dalam bidang bimbingan dan konseling. dan demikian pula guru pembimbing dapat mengalihtangankan kasus kepada guru mata pelajaran/praktik dan lain-lain. prinsip-prinsip. ilmu pengetahuan. Latihan 1. Asas Kedinamisan. 11. 10. Asas Kekinian. guru-guru lain. Asas Keharmonisan. tidak monoton. Bukanlah layanan atau kegiatan bimbingan dan konseling yang dapat dipertanggungjawabkan apabila isi dan pelaksanaannya tidak berdasarkan nilai dan norma yang dimaksudkan itu. Guru pembimbing dapat menerima alih tangan kasus dari orang tua. hukum dan peraturan. menghayati. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar objek sasaran layanan bimbingan dan konseling ialah permasalahan peserta didik (konseli) dalam kondisinya sekarang.

Pelajari bab II buku ajar ini baik-baik. 2. dan bertanggung-jawab. Berlatihlah merumuskan pengertian yang saudara jumpai dalam buku ajar ini dengan kalimat saudara sendiri sejauh tidak menyimpang dari maksud kalimat dalam buku ajar ini. E. jika perlu tanyakan kepada teman sejawat. Berikan alasan mengapa seseorang konselor perlu memahami dan menerapkan berbagai prinsip dan asas-asas BK yang ada? 3. 3.D. 3. Bimbingan dan konseling merupakan upaya pemberian bantuan secara sistematik dalam memfasilitasi individu mencapai tingkat perkembangan yang optimal. mandiri. siapkan pula alat tulis berupa spidol warna atau stabilo untuk menandai hal-hal yang penting. Rangkuman 1. Sedangkan dalam kegiatan pelayanan Bimbingan dan konseling seorang konselor atau guru pembimbing di sekolah haruslah mengenal secara mendalam konseli yang hendak dilayani dengan menggunakan berbagai fungsi. Jelaskan masing-masing fungsi BK secara singkat ! b. mengapa seorang konselor perlu memahami konsep dasar Bimbingan dan konseling? 2. Bimbingan belajar dimaksudkan untuk mencapai tujuan dan tugas perkembangan pendidikan. atau lihat kamus/ensiklopedi. prinsip. Bimbingan karier dimaksudkan untuk mewujudkan pribadi pekerja yang produktif. 2. bisa pula download dari internet. Jelaskan dengan contoh. Cermati beberapa istilah penting yang ada di dalamnya. atau cari penjelasannya di buku-buku psikologi dan/atau bimbingan dan konseling. a. F. pengembangan lingkungan. dan peningkatan fungsi atau manfaat individu dalam lingkungannya. Bimbingan pribadi – sosial dimaksudkan untuk mencapai tujuan dan tugas perkembangan pribadi – sosial dalam mewujudkan pribadi yang taqwa. Berikan contoh penerapan masing-masing fungsi BK tersebut dalam lingkungan sekolah! 134 . Tes Formatif 1. belajar dan karier. Lembar Kegiatan Untuk memperoleh pemahaman yang mendalam pada bab ini seyogyanya saudara mengikuti langkah-langkah berikut: 1. sosial. Tujuan adanya layanan bimbingan dan konseling adalah untuk membantu siswa agar dapat mencapai tujuan-tujuan perkembangan meliputi aspek pribadi. dosen atau instruktur. pengembangan perilaku yang efektif. dan asas-asas BK yang ada.

dan karakteristik kepribadian diri sendiri untuk mengembangkan diri sendiri secara realistik. Tujuan-tujuan tersebut secara lebih khusus lagi dapat dirumuskan dalam bentuk berbagai kompetensi yang perlu dimiliki bagi keefektifan kehidupan individu sehari-hari. alam dan masyarakat sekitarnya. Dalam hal ini Prayitno (2006: 23) menjelaskan bahwa tujuan bimbingan pribadi dimaksudkan siswa dapat mengenal kekuatan dan kelemahan yang ada pada dirinya sendiri serta menerimanya secara positif dan dinamis sebagai modal untuk mengenal lingkungannya dan merancanakan masa depannya. 2. serta dapat memanfaatkan sebesar-besarnya untuk pengembangan diri secara mantap dan berkelanjutan. pelayanan bimbingan dan konseling di SMP. Menjelaskan aspek-aspek bimbingan dan konseling pribadi 4. SMA/SMK membantu siswa menemukan dan mengembangkan pribadi yang beriman. mantap dan mandiri serta sehat jasmani dan rohani. sekolah. Menjelaskan pengertian bimbingan dan konseling pribadi 2. Masalah atau problem siswa yang berlarut-larut akan mengakibatkan frustasi dan neurosis. lingkungan budaya yang sarat dengan nilai dan norma. dan kemasyarakatan. 135 . Masalah timbul karena siswa merasa kurang berhasil dalam menghadapi dan menyesuaikan dirinya sendiri. Adapun indikatornya. menangani dan memecahkan suatu masalah. Kompetensi dan Indikator Para peserta pelatihan dapat memahami bimbingan dan konseling pribadi secara utuh dan menyeluruh. dan menerima berbagai kondisi lingkungan tersebut secara positif dan dinamis. Sejalan dengan pendapat di atas menurut Tohirin (2007: 123-124) bimbingan pribadi adalah jenis bimbingan yang membantu siswa dalam menghadapi dan memecahkan masalah-masalah pribadinya. Menjelaskan materi dan pokok-pokok bimbingan dan konseling pribadi 6. Tujuan umum bimbingan pribadi adalah membantu memandirikan individu dalam hidupnya dan mengembangkan potensipotensi mereka secara optimal. Pengenalan lingkungan ini meliputi lingkungan rumah. baik yang menyangkut bidang pendidikan. dimaksudkan agar siswa mampu bersikap disiplin dan bisa bertanggung jawab dengan masa depannya sendiri. peserta pelatihan dapat: 1.BAB III BIMBINGAN DAN KONSELING PRIBADI A. termasuk kompetensi dalam mengantisipasi. bidang karir. Secara B. bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. maupun lingkungan fisik. yaitu bidang pelayanan bimbingan dan konseling yang membantu peserta didik dalam menilai dan mengembangkan kecakapan. bakat. maupun bidang kehidupan berbudaya. Menjelaskan bentuk bimbingan dan konseling pribadi 5. Tujuan umum ini diarahkan pada pengenalan diri sendiri dan lingkungan. keluarga. Pengenalan siswa terhadap lingkungannya dapat diartikan bahwa siswa dapat mengenal secara objektif lingkungannya. Menjelaskan pelaksanaan bimbingan dan konseling pribadi Uraian Materi 1. Dengan bimbingan pribadi dan pengenalan lingkungan tersebut. Pengertian bimbingan dan konseling pribadi Menurut Sukardi (2008: 53) dalam bidang bimbingan pribadi. baik sosial dan ekonomi. Jadi bidang pengembangan kehidupan pribadi. Tujuan bimbingan dan konseling pribadi Berdasarkan dari pengertian di atas dapat diketahui bahwa bimbingan pribadi bertujuan membantu individu agar bisa memecahkan masalah-masalah pribadi yang muncul dalam diri individu. dengan tujuan agar menunjang proses penyesuaian diri siswa dengan lingkungannya. Menjelaskan tujuan bimbingan dan konseling pribadi 3. minat.

pelayanan bimbingan dan konseling membantu siswa menemukan dan mengembangkan pribadi yang beriman dan bertakwa terhadap tuhan yang maha esa. dan 3) pentingnya IPTEK bagi kehidupan. h) kreativitas. mandiri. d) emosi. f. Pemantapan dalam menjalankan pilihan hidup. Memiliki pemahaman tentang irama kehidupan antara yang menyenangkan dan yang tidak menyenangkan. k) seks. Memiliki kemampuan untuk melakukan secara sehat. Pengembangan sikap dan wawasan pribadi terhadap melalui sikap dan kebiasaan yang menunjukkan ketakwaan terhadap tuhan yang maha esa b. e. Memiliki sikap optimis dalam menghadapi kehidupan dan masa depan. tempat kerja maupun masyarakat pada umumnya. Sedangkan informasi tentang keadaan masyarakat dewasa ini dapat mencakup informasi tentang : 1) ciri-ciri masyarakat maju. f) penyesuaian sosial. dan l) perkembangan kepribadian. 2) Pengumpulan data 136 . i. h. atau pengambilan keputusan secara mandiri sesuai dengan nilai agama. b. 3. pergaulan dengan teman sebaya. Memiliki komitmen untuk mengamalkan nilai keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. dan mampu meresponnya secara positif dan bersikap bersyukur dan bersabar. ada beberapa macam bentuk layanan bimbingan pribadi. Pemantapan kemampuan pengambilan keputusan bagi peserta didik. baik tentang keunggulan dan kelemahan maupun psikis dan fisik. e. sehingga menampilkan performance yang menarik. Aspek-aspek bimbingan dan konseling pribadi Dalam bidang bimbingan pribadi . Memiliki pemahaman dan penerimaan diri secara objektif dan konstruktif. sekolah. d.lebih rinci syamsu yusuf (2009: 53-54) menyatakan bahwa bimbingan pribadi bertujuan membantu siswa agar mampu mengembangkan kompetensinya sebagai berikut: a. d. Bentuk bimbingan dan konseling pribadi Bidang BK pribadi ini notabene harus tetap diberikan kepada seluruh siswa. serta sehat jasmani dan rohani. Memiliki kemampuan untuk mengelola stress. c. f. Memiliki kemampuan untuk merawat dan memelihara diri. baik siswa yang bermasalah atau tidak. c) bicara. Pemantapan tentang bagaimana anak tersebut memahami kekurangan dirinya dan bagaimana ia dapat mengatasi kekurangan dirinya. e) sosial. baik dalam kehidupan pribadi. 4. j) moral. i) pengertian. Pemantapan pemahaman tentang kekuatan diri dan pengembangannya untuk kegiatan yang kreatif dan produktif baik dalam kehidupan sehari-hari maupun untuk peranannya di tengah masyarakat. etika dan nilai budaya. 2) makna ilmu pengetahuan. g. keluarga. b) motorik. g) bermain. mantap. Pemantapan pemahaman tentang bakat dan minat yang dimiliki individu tersebut dan bagaimana cara konselor untuk menyalurkan bakat anak tersebut agar tidak salah tersalurkan. Memiliki pemahaman tentang potensi diri dan kemampuan untuk mengembangkannya secara produktif dan melalui cara yang kreatif. Bentuk-bentuk Bimbingan pribadi sebagaimana dijelaskan oleh Tohirin (2007: 125-126). Memiliki sikap positif dan respek terhadap diri sendiri (tidak merasa rendah diri. yaitu : 1) Layanan informasi Informasi tentang tahap-tahap perkembangan dapat mencakup perkembangan : a) fisik. c. Bidang ini dirincikan sebagai berikut: a.

(b) pemantapan pemahaman tentang kekuatan diri dari pengembangan untuk kegiatan yang kreatif dan produktif baik dalam kehidupan sehari-hari maupun untuk perannya di masa depan. (f) Pemantapan kemampuan berkomunikasi. Materi dan pokok-pokok bimbingan dan konseling pribadi Materi dan pokok-pokok yang terkandung dalam bidang bimbingan pribadi menurut Mugiarso. anak ke. pusat kebugaran dan latihan pengembangan kemampuan diri. pemahaman tentang kelamahan diri dan penanggulangannya. (d) Pemantapan kemampuan dalam mengambil keputusan. baik dalam kehidupan sehari-hari maupun peranannya di masa depan. (c) Pemantapan pemahaman tentang kelemahan diri dan usaha penanggulangannya. baik secara rohaniah maupun jasmaniah. dkk (2004: 52) adalah sebagai berikut: (a) pemantapan sikapsikap kebiasaan serta pengembangan wawasan dalam beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. tempat tanggal lahir. 2) Penanaman dan pemantapan pemahaman tentang kekuatan diri dan pengembangannya untuk kegiatan-kegiatan yang kreatif dan produktif. b) kejasmanian dan kesehatan. tempat rekreasi. nama panggilan. e) bakat. dan (g) Pemantapan kemampuan menerima dan menyampaikan pendapat serta berargumentasi secara dinamis. Dari pendapat di atas dapat disimpulkan materi dan pokok-pokok bimbingan pribadi yaitu tentang pemantapan sikap tentang ketaqwaan. 4) Pengenalan dan pemantapan pemahaman tentang kelemahan diri dan usaha-usaha penanggulangannya. (g) pemantapan dalam perencanaan dan penyelenggaraan hidup sehat. baik secara rohaniah maupun jasmaniah. bahasa daerah. baik secara rohaniah maupun jasmaniah. 6) Pengembangan kemampuan mengarahkan diri sesuai dengan keputusan yang telah diambilnya. kemampuan pengambilan keputusan. pemantapan sikap tentang kekuatan diri yang produktif. kemampuan mengarahkan diri dan pemantapan dalam perencanaan dan penyelenggaraan hidup sehat. 5. lembaga dan obyek pengembangan pribadi seperti lembaga pengembangan bakat. d) prestasi. kreatif dan produktif. (c) pemantapan pemahaman tentang bakat dan minat pribadi serta penyaluran dan pengembangan melalui kegiatan yang kreatif dan produktif. 7) Pemantapan dalam perencanaan dan penyelenggaaraan hidup sehat. 3) Pengenalan dan pemantapan pemahaman tentang bakat dan minat pribadi serta penyaluran dan pengembangannya melalui kegiatan kegiatan yang kreatif dan produktif. (b) Pemantapan pemahaman tentang kekuatan diri dan pengembangan untuk kegiatan-kegiatan yang kreatif dan produktif. (e) Pemantapan kemampuan mengarahkan diri sesuai dengan keputusan yang diambilnya. baik melalui lisan maupun tulisan secara efektif. (d) pemantapan pemahaman tentang kelemahan diri dan usaha penanggulangannya. agama. 137 . jenis kelamin. 3) Orientasi Layanan orientasi bidang pengembangan pribadi mencakup : suasana. f) minat. (f) pemantapan kemampuan mengarahkan diri sesuai dengan keputusan yang telah diambilnya. alamat. orang tua dan lain-lain. c) riwayat pendidikan. dan lain sebagainya. dan lain-lain. 5) Pemantapan kemampuan mengambil keputusan. baik dalam kehidupan sehari-hari maupun untuk peranan dimasa depan. (e) pemantapan kemampuan mengambil keputusan. Pokok-pokok dalam bimbingan pribadi sebagai berikut: 1) Penanaman dan pemantapan sikap dan kebiasaan serta pengembangan wawasan dalam beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa.Data yang dikumpulkan berkenaan dengan layanan bimbingan pribadi dapat mencakup : a) identitas individu seperti nama lengkap. Menurut Ma’mur Asmani (2010: 112-113) bimbingan pribadi ini dapat dirinci menjadi pokok-pokok berikut: (a) Pemantapan sikap dan kebiasaan serta pengembangan wawasan dalam beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Pelaksanaan bimbingan dan konseling pribadi Layanan bimbingan dan konseling dapat dilaksanakan dalam beberapa cara. jumlah siswa. baik dalam kehidupan sehari-hari maupun untuk perannya di masa depan. c. b. 5) Pemahaman dan pengamalan hidup sehat. 2) Pemantapan pemahaman tentang kekuatan diri dan pengembangannya untuk kegiatan-kegiatan yang kreatif dan produktif. Dengan cara individual. 3) Pengenalan dan pemahaman tentang bakat dan minat pribadi serta penyaluran dan pengembangannya melalui kegiatan-kegiatan yang kreatif dan produktif. yaitu bentuk layanan bimbingan pribadi yang melayani sejumlah peserta didik melalui suasana dinamika kelompok. tersedianya waktu dan tempat. Dengan cara klasikal. yaitu bentuk layanan bimbingan pribadi yang melayani sejumlah peserta didik dalam satu kelas. c. 3) Pemantapan pemahaman tentang bakat dan minat pribadi serta penyaluran dan pengembangannya melalui kegiatan-kegiatan yang kreatif dan produktif. yaitu bentuk layanan bimbingan pribadi yang melayani peserta didik secara perorangan. 2) Pemahaman kekuatan diri dan arah pengembangannya melalui kegiatan yang kreatif dan produktif baik dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. 6) Perencanaan serta penyelenggaraan hidup sehat. baik secara rohaniah maupun jasmaniah. Bidang Bimbingan Pribadi: Sekolah Dasar 1) Penanaman sikap dan kebiasaan dalam beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. 138 . b. 6.Secara lebih rinci pokok-pokok materi bidang layanan Bimbingan dan konseling pribadi untuk jenjang SD. maupun perannya di masa depan. 7) Pemantapan dalam perencanaan dan penyelenggaraan hidup sehat. 2) Pengenalan dan pemahaman tentang kekuatan diri sendiri dan penyalurannya untuk kegiatan-kegiatan yang kreatif dan produktif. Bidang Bimbingan Pribadi: Sekolah Lanjutan Tingkat Atas 1) Pemantapan sikap dan kebiasaan serta pengembangan wawasan dalam beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. 5) Pengembangan kemampuan pengambilan keputusan sederhana dan mengarahkan diri. Dengan cara kelompok. SMA di bedakan sebagai berikut: a. 3) Pemahaman bakat dan minat pribadi. 4) Pemantapam pemahaman tentang kelemahan diri dan usaha-usaha penanggulangannya. tergantung kepada sifat permasalahannya. 4) Pengenalan kelemahan diri dan upaya penanggulangannya. di masyarakat maupun untuk perannya di masa depan. SMP. Bidang Bimbingan Pribadi: Sekolah Menengah Pertama 1) Pemantapan kebiasaan dan pengembangan sikap dalam beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. baik dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. serta penyaluran dan pengembangannya melalui kegiatan yang kreatif dan produktif. 2008) bentuk kegiatan layanan bimbingan pribadi meliputi: a. kesiapan tenaga pembimbing. Berdasarkan pedoman pelayanan bimbingan dan konseling (Sarono. 6) Pengembangan kemampuan mengarahkan diri sesuai dengan keputusan yang telah diambilnya. 4) Pengenalan dan pemahaman tentang kelemahan diri sendiri dan usaha-usaha penanggulangannya. 5) Pemantapan kemampuan mengambil keputusan.

jika perlu tanyakan kepada teman sejawat. 3. atau cari penjelasannya di buku-buku psikologi dan/atau bimbingan dan konseling. Peserta pelatihan diminta membuat materi layanan BK Pribadi sesuai dengan jenjang sekolah yang dibimbingnya. termasuk kompetensi dalam mengantisipasi. Tujuan umum bimbingan pribadi adalah membantu memandirikan individu dalam hidupnya dan mengembangkan potensi-potensi mereka secara optimal. Dalam bidang bimbingan pribadi . bakat. apa tujuan dari bidang layanan pribadi yang dapat digunakan dalam pelaksanaan layanan konseling individual? 2. Dengan cara lapangan. e. Dengan cara pendekatan khusus. F. dan karakteristik kepribadian diri sendiri untuk mengembangkan diri sendiri secara realistik. D. Menurut anda. Berlatihlah merumuskan pengertian yang saudara jumpai dalam buku ajar ini dengan kalimat saudara sendiri sejauh tidak menyimpang dari maksud kalimat dalam buku ajar ini. pelayanan bimbingan dan konseling membantu siswa menemukan dan mengembangkan pribadi yang beriman dan bertakwa terhadap tuhan yang maha esa. Peserta pelatihan diminta membentuk kelompok yang terdiri atas 4-5 anggota. Tujuan umum ini diarahkan pada pengenalan diri sendiri dan lingkungan. yaitu bentuk layanan bimbingan pribadi yang melayani seorang atau sejumlah peserta didik melalui kegiatan di luar kelas atau lapangan. mantap. Peserta pelatihan diajak diskusi untuk mengidentifikasi contoh-contoh materi bimbingan pribadi yang ada dalam setiap jenjang pendidikan. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan bimbingan pribadi bertujuan untuk membantu siswa dalam memecahkan masalah pribadinya dengan menggunakan berbagai cara sesuai dengan rancangan program bimbingan dan konseling yang dijadikan acuan pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling di sekolah tersebut. atau lihat kamus/ensiklopedi. siapkan pula alat tulis berupa spidol warna atau stabilo untuk menandai hal-hal yang penting. Tes Formatif 1. 2. Lembar Kegiatan Untuk memperoleh pemahaman yang mendalam pada bab ini. serta sehat jasmani dan rohani. Bidang Bimbingan dan Konseling Pribadi. Rangkuman 1. perlu dirancang program bimbingan yang akan dijadikan acuan pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling di sekolah tersebut. bisa pula download dari internet. Latihan 1. 3. 2. yaitu bentuk layanan bimbingan pribadi yang melayani kepentingan peserta didik melalui pendekatan kepada pihak-pihak yang dapat memberikan kemudahan. untuk berdiskusi tentang pelaksanaan bimbingan dan konseling pribadi di sekolah. Cermati beberapa istilah penting yang ada di dalamnya. minat. yaitu bidang pelayanan bimbingan dan konseling yang membantu peserta didik dalam menilai dan mengembangkan kecakapan. dosen atau instruktur. E. para peserta diharapkan mengikuti langkah-langkah berikut: 1. 3. C.d. Dalam pelaksanaan layanan bimbingan pribadi di sekolah. Berikan contoh materi layanan pribadi yang dapat digunakan dalam pelaksanaan Bimbingan klasikal! Beri penjelasan! 139 . mandiri. Pelajari bab ini baik-baik. Tujuan-tujuan tersebut secara lebih khusus lagi dapat dirumuskan dalam bentuk berbagai kompetensi yang perlu dimiliki bagi keefektifan kehidupan individu sehari-hari. menangani dan memecahkan suatu masalah. 2.

2. peserta pelatihan dapat: 1. Menjelaskan tujuan bimbingan dan konseling sosial 3.Bimbingan sosial juga bertujuan untuk membantu individu dalam memecahkan dan mengatasi kesulitan-kesulitan dalam masalah sosial. Menjelaskan pengertian bimbingan dan konseling sosial 2. Menjelaskan aspek-aspek bimbingan dan konseling sosial 4. tanggung jawab kemasyarakatan dan kenegaraan. penyesuaian dengan lingkungan pendidikan. Tujuan bimbingan sosial mempunyai: tujuan jangka pendek dan tujuan jangka panjang. serta lingkungan kerjanya. 2009: 8). baik dari luar atau dalam. masyarakat. dan warga lingkungan sosial yang lebih luas yang dilandasi budi pekerti luhur dan tanggung jawab sosial. Adapun indikatornya. serta kehidupannya pada masa yang akan datang. penyesuaian diri dengan lingkungan pendidikan dan masyarakat tempat tinggal mereka. 140 . Sedangkan menurut pendapat Nurihsan (2009:15) bimbingan sosial adalah suatu bimbingan atau bantuan untuk membantu para individu untuk memecahkan masalah-masalah sosial seperti hubungan dengan sesama teman. tanggung jawab kemasyarakatan dan kenegaraan. Bimbingan sosial mampu mewujudkan agar individu yang dibimbing mampu melakukan interaksi sosial secara baik dengan lingkungan. (3) menyesuaikan diri dengan lingkungan pendidikan. dan (4) mengatasi hambatan serta kesulitan yang dihadapi dalam studi. Sukardi (2008: 131) menyatakan tujuan bimbingan sosial di sekolah yang utama adalah membantu anak agar dapat mencapai kemajuan belajar optimal dalam kelas dan dapat mengadakan penyesuaian-penyesuaian dalam kehidupan sekolah. anggota keluarga. Tujuan bimbingan sosial adalah agar individu dapat (1) merencanakan kegiatan penyelsaian studi. dan penyelesaian masalah konflik. Pengertian bimbingan dan konseling sosial Pengertian bimbingan sosial menurut Sukardi (2008: 55) adalah layanan bimbingan dan konseling untuk membantu siswa dalam mengenal dan berhubungan dengan lingkungan sosialnya yang dilandasi dengan budi pekerti luhur dan tanggung jawab kemasyarakatan dan kenegaraan. Jadi dapat disimpulkan bahwa bimbingan sosial adalah bidang pelayanan BK yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai serta mengembangkan kemampuan hubungan sosial yang sehat dan efektif dengan teman sebaya. Kompetensi dan Indikator Para peserta pelatihan dapat memahami bimbingan dan konseling sosial secara utuh dan menyeluruh. sehingga individu dapat menyesuaikan diri secara baik dan wajar dalam lingkungan sosialnya. perkembangan karier. ataupun lingkungan kerja (Nurihsan. Hallen (2005: 73) bahwa bimbingan sosial adalah usaha membantu peserta didik mengenal dan berhubungan dengan lingkungan sosial yang dilandasi dengan budi pekerti luhur. Bidang sosial ini kerap diberikan pada siswa yang merasa kesulitan dalam membina pergaulan karena beberapa hal. lingkungan masyarakat. Tujuan bimbingan dan konseling sosial Hallen (2005: 73) menyatakan tujuan bimbingan sosial adalah usaha untuk membantu peserta didik mengenali dan berhubungan dengan lingkungan sosialnya yang dilandasi budi pekerti. Menjelaskan materi dan pokok-pokok bimbingan dan konseling sosial Uraian Materi 1. Adapun tujuan jangka pendek merupakan suatu patokan ideal yang diharapkan dicapai B.BAB IV BIMBINGAN DAN KONSELING SOSIAL A. (2) mengembangkan seluruh potensi dan kekuatan yang dimiliki seoptimal mungkin.

adat. kreatif. baik melalui lisan maupun tulis. tanggung jawab kemanusiaan. sekolah. ilmu. dan juga rasa memberi dan menerima di tengah lingkungan yang memiliki banyak perbedaan. sopan-santun. Pemantapan hubungan yang harmonis antar masyarakat yang dinamis.individu yang telah memperoleh bimbingan. Tujuan jangka panjang bersangkutan dengan pencapaian kesejahteraan mental yang optimal bagi individu dan pencapaian kebahagiaan pribadi yang bermanfaat bagi diri sendiri dan lingkungan. mendapatkan kelompok sosial untuk memecahkan masalah tertentu memperoleh penyesuaian dalam kehidupan keluarga dan masyarakat serta meningkatkan pengetahuan yang terkait dalam persoalan-persoalan yang berhubungan dengan lingkungan sosial. Berdasarkan beberapa rumusan tujuan bimbingan sosial yang telah diungkapkan dapat disimpulkan bahwa tujuan dari bimbingan sosial yaitu pemberian bantuan kepada siswa agar memiliki kemampuan untuk mengatasi kesulitan di dalam memahami lingkungan baik lingkungan sekolah. terutama dalam hal tata cara pergaulan yang dilandasi dengan budi pekerti yang luhur dan bertanggung jawab. Pemantapan kemampuan menerima dan menyampaikan gagasan secara argumentasi dengan cara yang dinamis. c. nilai-nilai agama. dan produktif agar mudah dimengerti oleh orang yang mendengar. tidak mau menang sendiri. sekolah. maupun masyarakat luas dengan sangat menjunjung tinggi nilai tata krama. 4. maupun di masyarakat dengan menjunjung tinggi tata krama. kreatif. Sedangkan materi bimbingan sosial untuk siswa SMA adalah pemantapan kemampuan berkomunikasi baik melalui ragam lisan maupun tulisan secara efektif dan pemantapan kemampuan menerima dan menyampaikan pendapat serta berarumentasi secara dinamis. dan produktif baik dengan teman sebaya di sekolah yang sama atau yang berbeda. Menurut Sukardi (2008: 55) materi layanan dalam bimbingan sosial meliputi kegiatan pemberian informasi tentang: (1) pemantapan kemampuan berkomunikasi. adat istiadat. sopan santun serta nilai-nilai agama. d. Aspek-aspek bimbingan dan konseling sosial secara rinci diuraikan sebagai berikut: a. dan produktif (Prayitno. dan kebiasaan yang berlaku. harmonis. efektif. dan kebiasaan yang berlaku ditengah masyarakat. e. Selain itu bimbingan sosial juga membantu mengembangkan kemampuan berkomunikasi yang efektif ditengah masyarakat yang luas. Pemantapan pemahaman kondisi sekolah dan peraturan yang ada di sekolah tersebut agar para siswa terutama siswa baru tidak terkejut dengan kondisi yang ada di sekolah dan peraturan yang harus mereka patuhi di sekolah tersebut dan menjalankannya secara efektif dan dinamis serta bertanggung jawab. Materi dan pokok-pokok dalam bimbingan sosial Materi bimbingan sosial secara umum adalah pengembangan kemampuan bertingkah laku dan berhubungan sosial. tenggang rasa. Pemantapan kemampuan berkomunikasi baik secara efektif. 141 . dilandasi oleh rasa kebangsaan yang tinggi serta diiringi dengan adanya rasa toleransi. 2001: 77). Aspek-aspek bimbingan dan konseling sosial Bimbingan sosial membantu siswa dalam dalam berhubungan dengan masyarakat di lingkungannya dengan berdasarkan budi pekerti yang luhur. baik di rumah. hukum. sopan santun yang ada dalam masyarakat. keluarga dan masyarakat dalam berperan dalam kehidupan kelompok. Sebab dengan kemampuan komunikasi yang efektif maka seorang individu dapat menyampaikan gagasan dan pikirannya kepada orang lain b. dengan individu yang lebih tua dan lebih muda di lingkungan masyarakat dan keluarga. 3. Pemantapan kemampuan bertingkah laku dan berhubungan sosial baik di rumah. memperoleh persahabatan yang sesuai.

nilai-nilai sosial. di luar sekolah. (5)pemantapan pemahaman kondisi dan peraturan seolah serta upaya pelaksanaannya secara dinamis dan bertanggung jawab. maupun di masyarakat luas dengan menjunjung tinggi tata krama. di sekolah. c. di luar sekolah maupun di masyarakat pada umumnya. harmonis. 2. di sekolah maupun dimasyarakat dengan menjunjung tinggi tata karma. Sedangkan menurut Hallen (2005: 73) menyatakan materi dalam bimbingan sosial: meliputi: (1) pengembangan dan pemantapan kemampuan berkomunikasi baik melalui ragam lisan maupun tulisan secara efektif. dan (6) orientasi tentang hidup berkeluarga. di luar sekolah. (4) pengenalan dan pemahaman norma agama. Pengembangan kemampuan bertingkah laku dan berhubungan sosial. baik di sekolah yang sama. adat. harmonis. di sekolah maupun di masyarakat dengan menjunjung tinggi tata krama. dan produktif dengan teman sebaya. (6) pengenalan dan manfaat lingkungan yang lebih luas seperti: lingkungan fisik. (2) pengembangan kemampuan bertingkah laku dan berhubungan sosial. (5) hubungan yang dinamis. Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa materi dalam bimbingan sosial meliputi: (1) kemampuan berkomunikasi. rumah dan lingkungan. (3) pengembangan dan pemantapan hubungan yang dinamis. SMP. baik di rumah. (2) kemampuan memecahkan masalah dan mengambil keputusan. Pengenalan. di sekolah lain. baik di sekolah yang sama. (2) pemantapan kemampuan menerima dan menyampaikan pendapat. (4) pemantapan hubungan yang dinamis. baik di rumah. Pemantapan kemampuan menerima dan mengemukakan pendapat serta argumentasi secara dinamis. di sekolah lain. sopan santun. peraturan dan kebiasaan yang berlaku. baik melalui ragam lisan maupuntulisan secara efektif. kreatif dan produktif. harmonis dan produktif dengan teman sebaya. kondisi dan tuntutan sekolah. di sekolah.baik ragam lisan maupun tulisan. baik di rumah. sopan santun serta nilai-nilai agama. maupun di masyarakat dengan menjunjung tinggi tata 142 . dan produktif dengan teman sebaya. Pengembangan dan pemantapan kemampuan dan berkomunikasi. Secara lebih rinci pokok-pokok materi bidang layanan Bimbingan dan konseling sosial untuk jenjang SD. serta nilai-nilai agama. serta upaya dan kesadaran untuk melaksanakannya secara dinamis dan bertanggung jawab. Pengembangan kemampuan bertingkah laku dan berhubungan sosial. Pengembangan kemampuan berkomunikasi baik melalui ragam lisan maupun tulisan secara efektif. (5) pemantapan kemampuan menerima dan mengemukakan pendapat serta berargumentasi secara dinamis. f. dan (6) orientasi tentang hidup berkeluarga. Pengembangan dan pemantapan hubungan yang dinamis. adat. di sekolah yang lain. e. diluar sekolah maupun dimasyarakat pada umumnya. (3) pemantapan kemampuan bertingkah laku dan berhubungan sosial. sopan santun dan disiplin di sekolah sendiri maupun di sekolah lain. baik di sekolah yang sama. maupun di masyarakat pada umumnya. (4) pengenalan. Pokok-pokok dalam bimbingan sosial adalah sebagai berikut: a. Orientasi tentang hidup berkeluarga. peraturan dan kebiasaan yang berlaku. adat istiadat. tata krama. sopan santun. baik di sekolah yang sama. harmonis dan produktif dengan teman sebaya. di sekolah yang lain. pemahaman dan pemantapan tentang peraturan. (3) kebiasaan di lingkungan masyarakat yang meliputi: cara bertingkah laku. b. SMA di bedakan sebagai berikut: a. kebiasaan. baik di rumah. d. sosial dan budaya. Bidang Bimbingan Sosial: Sekolah Dasar 1. pemahaman dan pemantapan tentang peraturan. kreatif dan produktif. dan (7) hak dan kewajiban sebagai anggota sekolah dan masyarakat. maupun di masyarakat pada umumnya. hukum dan tata krama yang berlaku di lingkungan masyarakat. kondisi dan tuntutan sekolah. dan di masyarakat. rumah dan lingkungan serta upaya dan kesadaran untuk melaksanakannya secara dinamis dan bertanggung jawab.

4. adat-istiadat. para peserta diharapkan mengikuti langkah-langkah berikut: 1. Pemantapan kemampuan berkomunikasi. atau lihat kamus/ensiklopedi. Pemantapan sikap dan kebiasaan serta pengembangan wawasan dan beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. 3. Pemantapan pemahaman tentang peraturan. nilai-nilai agama. Bidang Bimbingan Sosial: Sekolah Lanjutan Tingkat Atas 1. baik di rumah. hukum. dan kebiasaan yang berlaku. Latihan 1. untuk berdiskusi tentang kegiatan bimbingan dan konseling sosial di sekolah. Pemantapan kemampuan bertingkah laku dan berhubungan sosial. siapkan pula alat tulis berupa spidol warna atau stabilo untuk menandai hal-hal yang penting. baik di sekolah yang sama. di sekolah lain dan di luar sekolah maupun masyarakat pada umumnya. 4. Orientasi tentang hidup berkeluarga. Pemahaman dan pengamalan disiplin dan peraturan sekolah. 4. 2. Bidang Bimbingan Sosial: Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama 1. Pengembangan hubungan yang dinamis dan harmonis serta produktif dengan teman sebaya. sopan santun serta nilai-nilai agama. Pemantapan kemampuan menerima dan mengemukakan pendapat serta berargumentasi secara dinamis kreatif dan produktif. baik lisan maupun tulisan secara efektif. adat istiadat. 3. Pengembangan kemampuan bertingkah laku dan berhubungan sosial. serta kesadaran untuk melaksanakannya. harmonis dan produktif dengan teman sebaya. sopan santun serta nilai-nilai agama. Pengembangan hubungan yang harmonis dengan teman sebaya di dalam dan di luar sekolah serta di masyarakat pada umumnya. jika perlu tanyakan kepada teman sejawat. peraturan dan kebiasaan yang berlaku. 143 . rumah. di tempat latihan/kerja maupun masyarakat luas dengan menjunjung tinggi tata karma. adat istiadat. 3. ilmu. Pelajari bab ini baik-baik. 2. Pemantapan hubungan yang dinamis. Peserta pelatihan diminta membentuk kelompok yang terdiri atas 4-5 anggota. 3. bisa pula download dari internet. hukum dan kebiasaan yang berlaku. Pengenalan dan pemahaman peraturan dan tuntutan sekolah. baik di rumah. dosen atau instruktur. maupun di masyarakat dengan menjunjung tinggi tata karma. atau cari penjelasannya di buku-buku psikologi dan/atau bimbingan dan konseling. 2. lingkungan. di sekolah. 2. Peserta pelatihan diminta membuat materi layanan BK Sosial sesuai dengan jenjang sekolah yang dibimbingnya. C. 5.karma. c. Peserta pelatihan diajak diskusi untuk mengidentifikasi contoh-contoh materi bimbingan sosial yang ada dalam setiap jenjang pendidikan. Lembar Kegiatan Untuk memperoleh pemahaman yang mendalam pada bab ini. kondisi dan sekolah sebagai upaya pelaksanaannya secara dinamis dan bertanggungjawab. sopan santun. Berlatihlah merumuskan pengertian yang saudara jumpai dalam buku ajar ini dengan kalimat saudara sendiri sejauh tidak menyimpang dari maksud kalimat dalam buku ajar ini. Cermati beberapa istilah penting yang ada di dalamnya. D. 6. 3. b. di sekolah.

maupun di masyarakat dengan menjunjung tinggi tata krama. Materi bimbingan sosial secara umum adalah pengembangan kemampuan bertingkah laku dan berhubungan sosial. dan kebiasaan yang berlaku. adat istiadat. Tujuan bimbingan sosial yang telah diungkapkan dapat disimpulkan bahwa tujuan dari bimbingan sosial yaitu pemberian bantuan kepada siswa agar memiliki kemampuan untuk mengatasi kesulitan di dalam memahami lingkungan baik lingkungan sekolah. mendapatkan kelompok sosial untuk memecahkan masalah tertentu memperoleh penyesuaian dalam kehidupan keluarga dan masyarakat serta meningkatkan pengetahuan yang terkait dalam persoalan-persoalan yang berhubungan dengan lingkungan sosial. Menurut anda. anggota keluarga. Bimbingan dan konseling sosial adalah bidang pelayanan BK yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai serta mengembangkan kemampuan hubungan sosial yang sehat dan efektif dengan teman sebaya. F. Berikan contoh materi layanan pribadi yang dapat digunakan dalam pelaksanaan Bimbingan kelompok! Beri penjelasan! 144 . memperoleh persahabatan yang sesuai. keluarga dan masyarakat dalam berperan dalam kehidupan kelompok. Rangkuman 1. 3. sekolah. baik di rumah. 2.E. apa tujuan dari bidang layanan sosial yang dapat digunakan dalam pelaksanaan layanan konseling kelompok? 2. Tes Formatif 1. terutama dalam hal tata cara pergaulan yang dilandasi dengan budi pekerti yang luhur dan bertanggung jawab. sopan santun serta nilai-nilai agama. dan warga lingkungan sosial yang lebih luas yang dilandasi budi pekerti luhur dan tanggung jawab sosial.

sikap dan kebiasaan belajar yang baik untuk menguasai pengetahuan dan keterampilan serta menyiapkannya melanjutkan pendidikan pada tingkat yang lebih tinggi. peserta pelatihan dapat: 1. Mugiarso (2009: 53) menjelaskan bimbingan belajar adalah bantuan dari pembimbing pada siswa agar dapat mengembangkan diri. Pengertian bimbingan dan konseling belajar Menurut Sukardi (2008: 4) bimbingan belajar adalah bimbingan dalam hal menemukan cara belajar yang tepat dalam memilih program studi dan dalam mengatasi kesukaran-kesukaran yang timbul berkaitan dengan tuntutan-tuntutan belajar di suatu institusi pendidikan. Adapun indikatornya. Uraian Materi 1. bakat. kecerdasan. bersikap terhadap guru dan nara sumber lainnya. Bimbingan belajar sangat berguna sekali untuk peserta didik dalam pemantapan sikap dan kebiasaan belajar yang efektif dan efisien serta produktif. dan menjalani program penilaian hasil belajar. baik secara mandiri maupun berkelompok. dan membentuk kebiasaan-kebiasaan belajar dengan sistematik dan konsisten dan dapat mencapai prestasi semaksimal mungkin sesuai dengan potensi dan kemampuan yang ada pada dirinya atau bisa pula dikatakan bahwa bimbingan dan konseling belajar merupakan 145 . namun seringkali kegagalan itu terjadi karena siswa kurang maksimal dalam mendapatkan bimbingan belajar di sekolah. Prayitno dan Amti (2004: 279) menyatakan bahwa bimbingan belajar adalah salah satu bentuk bimbingan yang diselenggarakan di sekolah. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa bimbingan belajar adalah suatu proses layanan bantuan dari pembimbing kepada peserta bimbing dalam memecahakan kesulitan yang berhubungan dengan masalah belajar baik di sekolah maupun di luar sekolah agar peserta bimbing dapat menyesuaikan diri dalam situasi belajarnya. Menjelaskan materi dalam bimbingan belajar 4. Menjelaskan tujuan bimbingan dan konseling belajar 3. bimbingan karir dan bimbingan belajar. minat. Menjelaskan pengertian bimbingan dan konseling belajar 2. emosi dan motivasi untuk melakukan kegiatan belajar serta faktor luar siswa yang mempengaruhi kegiatan belajar. Menjelaskan pelaksanaan bimbingan belajar 5. mengerjakan tugas-tugas pelajaran. (4) bantuan kepada siswa agar mempunyai sikap dan kebiasaan belajar yang baik termasuk cara belajar yang tepat atau cara mengatasi kesulitan belajar. Menjelaskan tahap-tahap bimbingan belajar B. baik dalam mencari informasi dari berbagai sumber belajar. bimbingan sosial. Pengalaman menunjukkan bahwa kegagalan-kegagalan yang dialami siswa dalam belajar tidak selalu disebabkan oleh kebodohan atau rendahnya intellegensi.BAB V BIMBINGAN DAN KONSELING BELAJAR A. Kompetensi dan Indikator Para peserta pelatihan dapat memahami bimbingan dan konseling belajar secara utuh dan menyeluruh. mengembangkan dan memanfaatkan potensi diri siswa baik fisik maupun psikis yang berkaitan dengan kegiatan belajarnya. dapat mengembangkan keterampilan belajarnya. memahami. (3) pengenalan dan pengembangan poternsi diri secara fisik dan psikis menyangkut beberapa hal antara lain kondisi fisik siswa. Selain itu juga untuk pemantapan disiplin belajar dan berlatih. Berdasarkan pengertian di atas dapat ditemukan unsur-unsur penting sebagai berikut: (1) bimbingan belajar merupakan salah satu bagian dari empat bidang bimbingan yang meliputi bimbingan pribadi. (2) bimbingan belajar merupakan bantuan kepada siswa untuk mengenal.

memberikan informasi mengenai kondisi-kondisi yang baik untuk belajar. efisien. minat. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa tujuan bimbingan belajar adalah membantu peserta bimbing agar dapat menyesuaikan diri dalam situasi belajarnya. menggunakan kamus. memiliki keterampilan untuk menetapkan tujuan dan perencanaan pendidikan. dan mencapai perkembangan yang optimal.bidang pelayanan yang membantu peserta didik mengembangkan kemampuan belajar dalam rangka mengikuti pendidikan sekolah/madrasah dan belajar secara mandiri. Menurut Sukardi (2008) mengatakan bahwa materi bimbingan belajar adalah sebagai berikut: pemantapan sistem belajar dan berlatih. mencatat pelajaran. menentukan pembagian waktu dan perencanaan jadwal belajar. bersikap terhadap guru dan nara sumber lainnya. mempunyai perhatian terhadap semua pelajaran dan aktif mengikuti semua kegiatan belajar yang diprogramkan. baik dalam mencari informasi dari berbagai sumber belajar. citacita. dan berusaha memperoleh informasi tentang berbagai hal dalam rangka mengembangkan wawasan yang lebih luas. seperti kebiasaan membaca buku. Yusuf dan Nurihsan (2006: 15) mengemukakan bahwa tujuan bimbingan belajar adalah sebagai berikut: memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang positif. sosial. 3. membuat tugas sekolah dan mempersiapkan diri dalam ulangan dan ujian. memiliki kesiapan mental dan kemampuan untuk menghadapi ujian. 2. Untuk lebih jelasnya tujuan bimbingan belajar dirinci sebagai berikut: mencarikan cara-cara belajar yang efisien dan efektif bagi seorang anak atau kelompok anak. memilih pelajaran tambahan baik yang berhubungan dengan pelajaran di sekolah maupun untuk pengembangan bakat dan karirnya di masa depan. sehingga setiap siswa dapat belajar dengan efisien sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. disiplin dalam belajar. menentukan pembagian waktu dan perencanaan jadwal belajarnya. seperti membuat jadwal belajar. pemantapan penguasaan materi pelajaran sekolah berupa remedial atau pengayaan. pemantapan sikap dan kebiasaan belajar yang efektif. baik secara mandiri maupun berkelompok. memiliki motif yang tinggi untuk belajar sepanjang hayat. menunjukkan cara-cara menghadapi kesulitan dalam bidang studi tertentu. dan kondisi fisik atau kesehatannya. memantapkan diri dalam memperdalam pelajaran tertentu. menunjukkan cara untuk menyusun suatu karangan ilmiah atau karya tulis. menunjukkan bagaimana cara belajar atau mempelajari bahasa asing. pemanfaatan kondisi (fisik. Materi dalam bimbingan belajar Secara rinci materi pokok bimbingan belajar antara lain menurut Rahman (2003: 42) sebagai berikut: pemantapan sikap dan kebiasaan belajar secara efektif dan efisien. dapat mengembangkan keterampilan belajarnya dan membentuk kebiasaan-kebiasaan belajar dengan sistematik dan konsisten dan dapat mencapai prestasi semaksimal mungkin sesuai dengan potensi dan kemampuan yang ada pada dirinya. dan budaya) bagi pengembangan pengetahuan. memiliki keterampilan dan teknik belajar yang efektif seperti keterampilan membaca buku. memberikan informasi (saran dan petunjuk) bagi yang memanfaatkan perpustakaan. mengerjakan tugas-tugas. memilih suatu bidang studi (mayor atau minor) sesuai dengan bakat. menunjukkan cara mencatat dan mendengarkan sewaktu menerima pelajaran. Tujuan bimbingan dan konseling belajar Menurut Ahmadi (2004:111) tujuan bimbingan belajar adalah membantu siswa untuk mendapatkan penyesuaian yang baik di dalam situasi belajar. Santoso (1988: 28) menjelaskan bahwa tujuan bimbingan belajar sebagai berikut: agar peserta didik dapat berkonsentrasi dalam belajar. serta produktif. pemahaman tentang pemanfaatan perpustakaan. dan mempersiapkan diri menghadapi ujian. pengembangan kemampuan membaca dan menulis (meringkas) secara cepat. orientasi belajar di perguruan tinggi. mengejakan tugas dan mengembangkan keterampilan 146 . menunjukkan cara-cara mempelajari sesuatu dan menggunakan buku pelajaran. kecerdasan. pemahaman tentang hasil teknologi bagi pengembangan ilmu pengetahuan.

dan menerima laporan dari setiap guru atau wali kelas tentang aktivitas belajar. dan mengembangkan keterampilan. gerakan. Yusuf dan Nurihsan (2006:224) langkah-langkah bimbingan belajar yang pertama adalah mengidentifikasi kasus. Orientasi belajar di Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama. Jadi materi bimbingan belajar meliputi kegiatan peningkatan motivasi belajar. sosial. b. pemantapan pemahaman dan pemanfaatan kondisi fisik. nasihat. e. 2. 3. g. Bidang Bimbingan Belajar: Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama 1. bersikap terhadap guru dan nara sumber lainnya. arahan. f. c. Melakukan penilaian dengan teknik tertentu untuk mengetahui sampai dimanan tingkat keberhasilan bimbingan yang telah dilaksanakan dan bagaimana tindak lanjutnya. serta dalam menjalani program penilaian. Pengembangan sikap dan kebiasaan belajar yang baik dalam mendapatkan informasi dari berbagai sumber. Mengembangkan penguasaan materi program belajar di Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama. d. peningkatan keterampilan belajar. Bidang Bimbingan Belajar: Sekolah Dasar 1. Melakukan studi tentang berbagai faktor penyebab terjadinya masalah atau kesulitan yang selanjutnya menetapkan satu atau beberapa faktor yang diduga paling determinan terhadap terjadinya masalah atau kesulitan tersebut. Secara lebih rinci pokok-pokok materi bidang layanan Bimbingan dan konseling belajar untuk jenjang SD. orientasi di Perguruan Tinggi. baik secara mandiri maupun berkelompok. SMA di bedakan sebagai berikut: a. dan pengayaan. SMP. dan sebagainya sesuai dengan cara-cara yang telah ditetapkan sebelumnya. baik sebagai individu maupun sebagai kelompok.dan menjalani program penilaian. pengembangan dan pemanfaatan lingkungan sekitar untuk belajar. pemantapan penguasaan materi program belajar di sekolah sesuai dengan perkembangan ilmu teknologi dan kesenian. Pengembangan sikap dan kebiasaan belajar untuk mencari informasi dan berbagai sumber. Memisahkan siswa yang telah dibimbing dan mengembalikannya ke dalam kelas semula. 2. mengerjakan tugas. perbaikan. Pengembangan disiplin belajar dan berlatih. dengan cara membandingkan nilai setiap siswa dengan nilai batas lulus kelompok. dan menjalani program penilaian. 3. Menetapkan cara-cara yang akan digunakan untuk melakukan bimbingan kepada siswa yang di anggap konsisten dengan masalah dan faktor penyebabnya. baik secara mandiri maupun kelompok. Pelaksanaan bimbingan dan konseling belajar Pelaksanaan bimbingan belajar dilakukan dengan langkah-langkah umum sebagai berikut: a. Pemantapan dan pengembangan penguasaan materi pelajaran di sekolah dasar. budaya yang ada di lingkungan sekitar dan masyarakat untuk pengembangan pengetahuan dan keterampilan serta pengembangan diri. Siswa sendiri yang memecahkan masalah atau kesulitan yang sedang dialaminya. Kedua. b. Melakukan bimbingan dalam bentuk bantuan. 4. 4. pengembangan sikap dan kebiasaan belajar yang baik. Mengembangkan pemahaman dan 4. petunjuk. Menumbuhkan disiplin belajar dan berlatih. mengidentifikasi letaknya masalah dengan cara melihat 147 . mengikuti pelajaran seari-hari. dalam bersikap terhadap guru dan siswa yang terkait. yang selanjutnya berusaha menemukan dan merumuskan masalah yang paling terasakan bagi siswa. Melakukan penjajakan berbagai masalah atau kesulitan yang sedang dihadapi oleh para siswa. mengerjakan tugas. mengembangkan keterampilan belajar.

yaitu sebagai berikut : a) Pengenalan siswa yang mengalami kesulitan belajar Masalah belajar mempunyai bentuk yang ragam. gerakan. 5) Berkebiasaan buruk dalam belajar. yang pada umumnya dapat digolongkan atas: 1) Keterlambatan akademik.kawasan tujuan belajar mana yang belum tercapai. dan (5) Analisis hasil belajar atau karya c) Upaya membantu siswa yang mengalami masalah belajar Siswa yang mengalami masalah belajar perlu mendapatkan bantuan agar masalahnya tidak berlarut-larut yang nantinya dapat mempengaruhi proses belajar siswa. sekretaris. atau dapat juga ditanggapi oleh kelompok lain. arahan. dapat diwakilkan oleh sekretaris atau wakil yang lain. (3) Menetapkan cara-cara yang akan digunakan untuk melakukan bimbingan kepada siswa yang dianggap konsisten dengan masalah dan faktor penyebabnya. Santoso (1988: 82) menguraikan langkah-langkah bimbingan belajar yang dapat ditempuh oleh konselor dalam menggunakan teknik diskusi adalah sebagai berikut: konselor mengemukakan masalah yang akan didiskusikan. (2) kegiatan pengayaan. Salah satu jenis kegiatan yang perlu dilakukan sebagai wujud menyelenggarakan bimbingan terhadap siswa adalah bimbingan belajar. treatment merupakan pemberian layanan bantuan sesuai dengan prognosis yang telah dilakukan. Keempat. Beberapa upaya yang dapat dilakukan adalah dengan (1) pengajaran perbaikan. 5. nasihat. yaitu internal (yang berasal atau bersumber dari diri siswa itu sendiri) dan eksternal (yang bersumber dari luar atau lingkungan). (4) Melakukan bimbingan dalam bentuk bantuan. konselor memberikan dorongan agar setiap peserta bimbing dapat berperan aktif dan menjaga ketertiban. mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kesulitan belajar (diagnosis). Ketiga. dan melihat ruang lingkup atau bahan ajar mana yang belum dikuasai. (2) Tes kemampuan dasar. 3) Sangat lambat dalam belajar. (1) Melakukan penjajakan berbagai masalah atau kesulitan yang sedang dihadapi oleh para siswa. 4) Kurang motivasi dalam belajar. Bimbingan belajar merupakan salah satu bentuk bimbingan yang penting diselenggarakan disekolah khusus disekolah menengah. Kelima. pada saat peserta bimbing berdiskusi dalam kelompoknya masing-masing. petunjuk. (5) Siswa sendiri yang memecahkan masalah atau 148 . (4) pengembangan sikap dan kebiasaan belajar yang efektif. (4) Skala sikap dan kebiasaan belajar. Faktor-faktor penyebab ini dapat diklasifikasikan ke dalam dua faktor. mengatur tempat duduk. prognosis yaitu mengambil kesimpulan dan keputusan serta meramalkan kemungkinan penyembuhannya. Hasil ini perlu dijelaskan atau diberi ulasan oleh konselor. yang selanjutnya berusaha menemukan dan merumuskan masalah yang paling terasakan bagi siswa. Menurut Prayitno dan Erman Amti (2004: 279) mengemukakan bahwa tahapan bimbingan belajar dilaksanakan melalui tiga tahap. (3) Tes Diagnostik. membentuk kelompok diskusi (memilih pemimpin diskusi. dan sebagainya sesuai dengan cara-cara yang telah ditetapkan sebelumnya. Tahap-tahap Bimbingan Belajar. (3) peningkatan motovasi belajar. b) Pengungkapan sebab-sebab timbulnya masalah belajar Siswa yang mengalami masalah dalam belajar dapat dikenali melalui: (1) Tes hasil belajar. baik sebagai individu maupun kelompok. 2) Ketercepatan dalam belajar. Kemudian setiap kelompok melaporkan hasil diskusinya. (2) Melakukan study tentang berbagai faktor penyebab terjadinya masalah atau kesulitan yang selanjutnya menetapkan satu atau beberapa faktor yang diduga paling determinan terhadap terjadinya masalah atau kesulitan tersebut. Menurut Oemar Hamalik (2009:199) tahapnya adalah. dan memperhatikan waktu untuk diskusi).

Dalam melakukan bimbingan perlu adanya suatu tahapan yang harus dilakukan agar proses bimbingan itu berjalan sesuai dengan apa yang diinginkan. untuk berdiskusi tentang kegiatan bimbingan dan konseling belajar di sekolah. minat. dapat mengembangkan keterampilan belajarnya. dan membentuk kebiasaan-kebiasaan belajar dengan sistematik dan konsisten dan dapat mencapai prestasi semaksimal mungkin sesuai dengan potensi dan kemampuan yang ada pada dirinya atau bisa pula dikatakan bahwa bimbingan dan konseling belajar merupakan bidang pelayanan yang membantu peserta didik mengembangkan kemampuan belajar dalam rangka mengikuti pendidikan sekolah/madrasah dan belajar secara mandiri. 3. D. dosen atau instruktur. atau cari penjelasannya di buku-buku psikologi dan/atau bimbingan dan konseling. menentukan pembagian waktu dan perencanaan jadwal belajarnya. atau lihat kamus/ensiklopedi. Berlatihlah merumuskan pengertian yang saudara jumpai dalam buku ajar ini dengan kalimat saudara sendiri sejauh tidak menyimpang dari maksud kalimat dalam buku ajar ini. Tujuan bimbingan belajar dirinci sebagai berikut: mencarikan cara-cara belajar yang efisien dan efektif bagi seorang anak atau kelompok anak. 3. memberikan informasi (saran dan petunjuk) bagi yang memanfaatkan perpustakaan. Pelajari bab ini baik-baik. Peserta pelatihan diminta membuat materi layanan BK Belajar sesuai dengan jenjang sekolah yang dibimbingnya. dari pendapat para ahli diatas terdapat kesamaan mengenai tahapan dalam melakukan bimbingan. Peserta pelatihan diminta membentuk kelompok yang terdiri atas 4-5 anggota. Lembar Kegiatan Untuk memperoleh pemahaman yang mendalam pada bab ini. (6) Memisahkan siswa yang telah dibimbing dan mengembalikannya kedalam kelas semula. siapkan pula alat tulis berupa spidol warna atau stabilo untuk menandai hal-hal yang penting. dan memberikan bimbingan untuk membantu siswa itu dalam menyelesaikan masalah belajarnya. (7) Melakukan penilaian dengan teknik tertentu untuk mengetahui sampai di mana tingkat keberhasilan bimbingan yang telah dilaksanakan dan bagaimana tindak lanjutnya. bisa pula download dari internet. membuat tugas sekolah dan mempersiapkan diri dalam ulangan dan ujian. cita-cita. Rangkuman Bimbingan belajar adalah suatu proses layanan bantuan dari pembimbing kepada peserta bimbing dalam memecahakan kesulitan yang berhubungan dengan masalah belajar baik di sekolah maupun di luar sekolah agar peserta bimbing dapat menyesuaikan diri dalam situasi belajarnya. menunjukkan cara-cara menghadapi kesulitan dalam bidang studi tertentu. Dari pendapat diatas maka dapat disimpulkan mengenai tahapan bimbingan yaitu mencari siswa yang sedang mengalami masalah atau kesulitan belajar. mencari tau mengenai berbagai faktor yang menyebabkan siswa mengalami masalah belajar. 2. para peserta diharapkan mengikuti langkah-langkah berikut: 1. Peserta pelatihan diajak diskusi untuk mengidentifikasi contoh-contoh materi bimbingan belajar yang ada dalam setiap jenjang pendidikan. menunjukkan cara-cara mempelajari sesuatu dan menggunakan buku pelajaran. D. memilih pelajaran tambahan baik yang berhubungan dengan pelajaran di sekolah maupun untuk pengembangan bakat dan karirnya di masa depan. 149 . 2.kesulitan yang sedang dialaminya. dan kondisi fisik atau kesehatannya. kecerdasan. Latihan 1. jika perlu tanyakan kepada teman sejawat. memilih suatu bidang studi (mayor atau minor) sesuai dengan bakat. E. Cermati beberapa istilah penting yang ada di dalamnya.

dan memberikan bimbingan untuk membantu siswa itu dalam menyelesaikan masalah belajarnya. F. Berikan contoh materi layanan belajar yang dapat digunakan dalam pelaksanaan Bimbingan kelompok! Beri penjelasan! 150 . Tahapan bimbingan yaitu mencari siswa yang sedang mengalami masalah atau kesulitan belajar. peningkatan keterampilan belajar. Tes Formatif 1. Menurut anda. pengembangan dan pemanfaatan lingkungan sekitar untuk belajar. Dalam melakukan bimbingan perlu adanya suatu tahapan yang harus dilakukan agar proses bimbingan itu berjalan sesuai dengan apa yang diinginkan.Materi bimbingan belajar meliputi kegiatan peningkatan motivasi belajar. mencari tau mengenai berbagai faktor yang menyebabkan siswa mengalami masalah belajar. pengembangan sikap dan kebiasaan belajar yang baik. apa tujuan dari bidang layanan belajar yang dapat digunakan dalam pelaksanaan Bimbingan klasikal? 2. dari pendapat para ahli diatas terdapat kesamaan mengenai tahapan dalam melakukan bimbingan.

mengenal dunia kerjanya. Pengertian bimbingan dan konseling karir Yusuf dan Nurihsan (2008: 12) menyatakan bahwa bimbingan karir merupakan upaya bantuan terhadap individu agar dapat mengenal dan memahami dirinya. teknik-teknik. Adapun indikatornya. penyesuaian pekerjaan. pemahaman kondisi dan kemampuan diri. dalam memilih lapangan pekerjaan atau jabatan/ profesi tertentu serta membekali diri supaya siap memangku jabatan itu dan dalam menyesuaikan diri dengan berbagai tuntutan dari lapangan pekerjaan yang telah dimasuki. maupun keterampilan individu dalam mewujudkan konsep diri yang positif. Lebih lanjut Winkel dan Hastuti (2005: 114) mengemukakan bahwa bimbingan karir adalah bimbingan dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia pekerjaan. Rieder (dalam Sukardi 1984:96) berpendapat bahwa bimbingan karir dapat diartikan sebagai suatu perkembangan dari pengetahuan. Kompetensi dan Indikator Para peserta pelatihan dapat memahami bimbingan dan konseling karir secara utuh dan menyeluruh.BAB VI BIMBINGAN DAN KONSELING KARIR A. pendidikan. perencanaan dan pengembangan karir. dan waktu luang. Menjelaskan pengertian bimbingan dan konseling karir 2. afektif. Sedangkan Lois-ellen Datta dan Corinne H. seperti pemahaman tentang jabatan dan tugas-tugas kerja. Bimbingan karir menurut Donald E. pengembangan. Menjelaskan tujuan bimbingan dan konseling karir 3. pemahaman kondisi lingkungan. Menurut Herr (dalam Marsudi. Menjelaskan fungsi-fungsi bimbingan karir 4. serta mengembangkan ketrampilan-ketrampilan mengambil keputusan sehingga yang bersangkutan dapat menciptakan dan mengelola perkembangan karirnya. Dalam bimbingan karir harus memperhatikan perkembangan anak didik yang menuntut kemampuan melaksanakan tugas-tugas perkembangan. Lebih lanjut dengan layanan bimbingan karir individu mampu menentukan dan mengambil keputusan secara tepat dan bertanggung jawab atas keputusan yang diambilnya sehingga mereka mampu mewujudkan dirinya secara bermakna. Bimbingan karir terkait dengan perkembangan kemampuan kognitif. dan penyelesaian masalah-masalah karir yang dihadapi. peserta pelatihan dapat: 1. maupun perolehan pengetahuan dalam keterampilan yang akan membantu dirinya memasuki sistem kehidupan sosial yang terus berubahubah. atau layanan-layanan yang dimaksudkan untuk membantu individu memahami dan berbuat atas dasar pengenalan diri dan pengenalan kesempatankesempatan dalam kerjaan. Menjelaskan prinsip bimbingan karir 5. 2010:121) Bimbingan karir adalah proses-proses. memahami proses pengambilan keputusan. Lebih dalam lagi Nurihsan(2006 :16) juga berpendapat Bimbingan karir yaitu bimbingan untuk membantu individu dalam perencanaan.Super (dalam Marsudi. dan penyelesaian masalah-masalah karir. Uraian Materi 1. Bimbingan karir dilaksanakan di 151 . kemampuan umum dan kemampuan khusus guna membantu individu-individu dan kelompok-kelompok untuk memperoleh kemajuan dalam pekerjaan serta dalam merencanakan karir. Menjelaskan materi bimbingan karir B. tugas perkembangan bagi siswa disekolah sebagai calon tenaga kerja ialah memilih lapangan kerja yang sesuai dengan potensi-potensi yang dimilikinya. mengembangkan masa depannya yang sesuai dengan bentuk kehidupannya yang diharapkan. 2010:122) adalah suatu proses untuk membantu pribadi guna mengembangkan penerimaan kesatuan dan gambaran diri serta perananya dalam dunia kerja.

Jadi bimbingan dan konseling karir yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai informasi. prospek kerja. Meningkatkan pengetahuan siswa tentang dunia kerja. 2. serta memahami hubungan usaha dirinya yang sekarang dengan masa depannya. dan kesejahteraan kerja. b. Siswa dapat mengembangkan sikap dan nilai diri sendiri dalam menghadapi pilihan lapangan kerja serta dalam persiapan memasukinya. 4) Memiliki kemampuan merencanakan masa depan. 2) Menyadari dan memahami nilai-nilai yang ada dalam dirinya dan yang ada pada masyarakat. Walgito (2004: 202-203) berpendapat tujuan dari bimbingan karir adalah untuk membantu para siswa agar: 1) Dapat memahami dan menilai dirinya sendiri. agar dapat mengarahkan dirinya ke suatu bidang pekerjaan yang sesuai selaras dengan dirinya dan kebutuhan masyarakat. c. Tujuan bimbingan karir Menurut Yusuf dan Nurihsan ( 2008: 15-16) tujuan bimbingan karir sebagai berikut : 1) Memiliki pemahaman diri (kemampuan dan minat) yang terkait dengan pekerjaan 2) Memiliki sikap positif terhadap dunia kerja. mengenal bakat minat sesuai karir. d.sekolah bertujuan agar siswa dapat meningkatkan keterampilan berfikir agar mampu mengambil keputusan tentang jabatan yang sesuai dengan diri siswa dan tersedia dalam dunia kerja. 152 . e. serta memilih dan mengambil keputusan karir. lingkungannya dan dunia kerja. Keberhasilan atau kenyamanan dakam suatu karir amat dipengaruhi oleh kemampuan dan minat yang dimiliki. bekerja sama. asal bermakna bagi dirinya. Dari uraian diatas dapat disimpulkan Bimbingan Karir adalah suatu layanan pemberian bantuan oleh guru pembimbing kepada individu untuk dapat mengenal dunia karir. kemampuan dan minat. Siswa menguasai ketrampilan dasar yang penting dalam pekerjaan terutama kemampuan berkomunukasi. yaitu kecenderungan arah karir. kemampuan (persyaratan) yang dituntut. dalam bidang pekerjaan apa dia mampu. Secara khusus menurut Sukardi (2000: 42) bimbingan karir dilaksanakan di sekolah bertujuan antara lain : a. dan sesuai dengan norma agama. dan apakah dia berminat terhadap pekerjaan tersebut. lingkungan sosiopsikologis pekerjaan. 5) Dapat membentuk pola-pola karir. minat. terutama yang berkaitan dengan potensi yang ada dalam dirinya mengenai kemampuan. Oleh karena itu. yaitu merancang kehidupan secara rasional untuk memperoleh peran-peran yang sesuai dengan minat. 6) Mengenal keterampilan. dan citacitanya. 3) Mengetahui berbagai jenis pekerjaan yang berhubungan dengan potensi yang ada dalam dirinya. Meningkatkan pengetahuan siswa tentang dirinya sendiri. Apabila seorang siswa bercita-cita menjadi seorang guru. dengan cara mengenali cirriciri pekerjaan. Dalam arti mau bekerja dalam bidang pekerjaan apapun. Siswa meningkatkan keterampilan berpikir agar mampu mengambil keputusan tentang jabatan yang sesuai dengan dirinya dan tersedia dalam dunia kerja. maka ia senantiasa harus mengarahkan dirinya kepada kegiatan-kegiatan yang relevan dengan karir keguruan tersebut. setiap orang perlu memahami kemampuan dan minatnya. berprakasa dan sebagainya. kemampuan dan kondisi kehidupan sosial ekonomi. tanpa merasa rendah diri. bakat. mengetahui jenis-jenis pendidikan dan latihan yang diperlukan bagi suatu bidang tertentu. Dengan bimbingan karir ini siswa dibantu agar memperoleh pemahaman diri. 3) Memiliki kemampuan untuk membentuk identitas karir. sikap. Bimbingan karir disekolah adalah salah satu usaha untuk memecahkan masalah karir.

2007: 134) Secara umum menurut Sukardi (1994: 34)prinsip-prinsip bimbingan karir di sekolah diantaranya : a. 3. c. dan pendidikan adalah sebagai persiapan dalam hidup. bakat khusus. yang disebabkan oleh dirinya sendiri dan faktor lingkungan. dan mengejar latihan lebih lanjut di perguruan tinggi atau pendidikan setelah sekolah lanjutan yang mengantarkan siswa pada kualifikasi untuk pekerjaan khusus. Siswa perlu diberikan pemahaman tentang dimana dan mengapa mereka berada dalam suatu alur pendidikannya. serta menemukan karir dan kehidupannya yang serasi atau sesuai. 5) Para siswa dapat merencanakan masa depannya. f. minat. Seluruh siswa hendaknya mendapat kesempatan yang sama untuk mengembangkan dirinya dalam pencapaian karirnya secara tepat. e. pemilihan lapangan pekerjaan atau jabatan (profesi) tertentu serta membekali diri agar siap memangku jabatan tersebut dan dalam menyesuaikan diri dengan tuntutan-tuntutan dari lapangan pekerjaan yang telah dimasuki (Tohirin. 2) Siswa dapat membedakan antara beberapa daerah pekerjaan yang luas. melakukan perencanaan karir untuk mencapai cita-cita pekerjaan dengan mengambil mata pelajaran yang mendukung pekerjaan. d.4) Menemukan hambatan-hambatan yang mungkin timbul. Siswa hendaknya dibantu dalam mengembangkan pemahaman yang cukup memadahi terhadap diri sendiri dan kaitannya dengan perkembangan sosial pribadi dan perencanaan pendidikan karir.L. 2010: 124-125) mengemukakan fungsi bimbingan karir adalah: 1) Siswa dapat membedakan lebih rinci sifat-sifat kepribadiannya (kemampuan. mengembangkan rencana-rencana yang lebih khusus guna menerapkan tujuan karir. 6) Siswa dapat membedakan diantara banyak pekerjaan. 7) Siswa dapat memilih atau menyelesaikan pendidikan atau latihan dengan dasar pemilihan karirnya. serta mencari jalan untuk dapat mengatasi hambatan-hambatan tersebut. 3) Siswa dapat membedakan bermacam-macam dunia pendidikan yang tersedia. Yusuf G. dengan maksud untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu yang berbeda. Siswa secara keseluruhan hendaknya dibantu untuk memperoleh pemahaman tentang hubungan antara pendidikannya dan karirnya. 5) Siswa dapat memilih pekerjaan dari lingkup pekerjaan yang luas dan mempelajarinya secara mendalam. Siswa pada setiap tahap program pendidikannya hendaknya memiliki pengalaman yang berorientasi pada karir secara berarti dan realistik. nilai) dan mampu melihat perbedaannya dengan orang lain. Jadi dapat disimpulkan bahwa dalam layanan bimbingan karir ini bertujuan untuk membantu siswa agar mampu mengembangkan kesadaran akan perlunya penerapan yang lebih khusus dari tujuan karir. Prinsip bimbingan karir Pada prinsipnya bimbingan karir merupakan bantuan dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia pekerjaan.S dalam (Marsudi. b. 4) Siswa mampu mengidentifikasi keputusan mendatang yang harus ia putuskan. Catherine D. Fungsi bimbingan karir Bimbingan karir sebagai satu kesatuan proses bimbingan memiliki manfaat mengarahkan diri dan menciptakan kemandirian dalam memilih karir yang sesuai dengan kemampuan siswanya. Setiap siswa hendaknya memahami bahwa karir itu adalah sebagai suatu jalan hidup. 153 . 4. latihan dalam jabatan. yang dapat meberikan latihan persiapan untuk pekerjaan mendatang.

Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa prinsip-prinsip bimbingan karir di sekolah adalah memberikan kesempatan yang sama. sikap dan kebiasaan belajar. (3) Minat. Program bimbingan karir di sekolah hendaknya berpusat di kelas. kelompok latihan dan kegiatan ekstrakurikuler yang menunjang pilihan karir. Materi Bimbingan Karir Prayitno (1997: 66) menjelaskan materi bimbingan karir dapat dirinci menjadi pokok-pokok berikut: (1) Pemantapan pemahaman diri berkenaan dengan kecenderungan karir yang hendak dikembangkan. program pengajaran perbaikan dan program pengayaan serta program pengayaan tersebut dapat diharapkan untuk memantapkan diri siswa dalam pilihan karir. dengan koordinasi oleh pembimbing. b. Layanan penguasaan konten dalam bimbingan karir. kursus-kursus serta program pilihan dalam rangka pengembangan karir. (4) Cita-cita atau gaya hidup. bantuan dalam perencanaan pendidikan karir. Pekerjaan itu dipilih dengan maksud untuk memenuhi kebutuhan. dan kegiatan-kegiatan yang diharapkan dari siswa dalam pelaksanaan bimbingan karir. meliputi. dan Donald E. terdiri atas sub topik sebagai berikut: (1) Pengantar pemahaman diri. dan sifat kepribadiaan. Holland. Happock. diantaranya sebagai berikut : a. meliputi. Informasi mengenai jabatan akan membantu dalam pemilihan jabatan karena informasi tersebut membantu dalam menentukan apakah pekerjaan itu dapat memenuhi kebutuhan. berpusat dikelas. (4) Orientasi dan informasi terhadap pendidikan yang lebih tinggi. Setiap jabatan memerlukan pola khas dari pada kemampuan. Layanan orientasi.masing memilih kecakapan untuk sejumlah pekerjaan. pemahaman tentang hubungan antara pendidikan dengan karir. c. Setiap individu masing. pemahaman tentang jalur pendidikan siswa. diintegrasikan secara fungsional dengan program pendidikan pada umumnya. Sukardi (1997: 141) menjelaskan materi paket bimbingan karir dibagi menjadi lima topik bimbingan karir yang tiap-tiap topik dibagi lagi menjadi sub-sub topik. Menurut Wibowo (2002: 24) materi bimbingan karir adalah : a. (3) Orientasi dan informasi terhadap dunia kerja dan usaha memperoleh penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup. orientasi dan informasi lembaga-lembaga ketrampilan sesuai dengan pilihan kerja serta orientasi dan informasi perguruan tinggi sesuai dengan arah perkembangan karir. peranan BK serta pelacakan karir SMK. minat. orientasi dan informasi karir. disertai partisipasi orang tua dan kontribusi masyarakat. d. merangsang perkembangan pendidikan siswa. pengalaman yang berorientasi pada karir secara berarti dan realistis. pelaksanaan bimbingan karir. pemahaman bahwa karir adalah sebagai suatu jalan hidup. membahas pilihan program studi lanjutan. perkembangan karir di masyarakat. Super (dalam Sukardi. 5. yang meliputi. dengan koordinasi oleh pembimbing. 1997: 35) menyusun prinsip-prinsip tentang bimbingan karir disekolah. Pemilihan jabatan bermula ketika seseorang pertama kali sadar bahwa suatu pekerjaan dapat menolong memenuhi kebutuhannya.g. disertai partisipasi orang tua dan kontribusi masyarakat. c. khususnya sesuai dengan karir yang hendak dikembangkan. Layanan informasi. kegiatan pengembangan pemahaman. potensi dan kemampuan. meliputi. khususnya karir yang hendak dikembangkan. Layanan penempatan. kesempatan untuk menguji konsep berbagai peranan dan ketrampilannya. 154 . e. diantaranya adalah : a. (2) Bakat. tugas dan perkembangan remaja tentang kemampuan dan perkembangan karir. (2) Pemantapan orientasi dan informasi karir pada umumnya. b. Paket I : Pemahaman diri. d.

terdiri atas sub topik sebagai berikut : (1) Faktor pribadi. Bimbingan karir disekolah adalah salah satu usaha untuk memecahkan masalah karir. 2. (2) Pemahaman tentang berbagai macam profesi sebagai alternatif pengembangan karir. Latihan 1. para peserta diharapkan mengikuti langkah-langkah berikut: 1. terdiri atas sub topik sebagai berikut: (1) Informasi pendidikan. Jadi bimbingan dan konseling karir yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai informasi. atau lihat kamus/ensiklopedi. (4) Cara-cara mengatasi hambatan. Cermati beberapa istilah penting yang ada di dalamnya. Paket V : Merencanakan masa depan. E. (2) Faktor lingkungan. (3) Pemahaman dan pengembangan kemampuan wirausaha. antara lain: (1) Pemahaman tentang bakat. Pelajari bab ini baik-baik. terdiri atas sub topik sebagai berikut: (1) Nilai-nilai kehidupan. (4) Pertentangan nilai-nilai sendiri dengan orang lain. (5) Merencanakan masa depan. d. (3) Manusia dan hambatan. 3. (2) Mengelola informasi diri. (7) Pengembangan kemampuan manajemen dan kepemimpinan. (6) Bertindak atas nilai-nilai sendiri. c.b. dosen atau instruktur. (6) Pemahaman strategi mimilih sekolah dan jurusan. Lembar Kegiatan Untuk memperoleh pemahaman yang mendalam pada bab ini. (4) Keputusan dan rencana. minat dan kemampuan diri berkaitan dengan karir yang akan dikembangkan. (3) Mempertimbangkan alternatif. Dari beberpa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa materi pokok layanan bimbingan karir. e. 2. Rangkuman Bimbingan Karir adalah suatu layanan pemberian bantuan oleh guru pembimbing kepada individu untuk dapat mengenal dunia karir. (3) Pertentangan nilai-nilai dalam diri sendiri. mengembangkan rencana-rencana yang lebih khusus guna menerapkan tujuan 155 . D. (2) Kekayaan daerah dan pengembangannya. atau cari penjelasannya di buku-buku psikologi dan/atau bimbingan dan konseling. untuk berdiskusi tentang kegiatan bimbingan dan konseling karir di sekolah. (5) Nilai-nilai yang bertentangan dengan kelompok atau masyrakat. C. 3. Paket III : Pemahaman lingkungan. mengenal bakat minat sesuai karir. (3) Informasi jabatan. Paket II : Nilai-nilai. Paket IV : Hambatan dan mengatasi hambatan. agar dapat mengarahkan dirinya ke suatu bidang pekerjaan yang sesuai selaras dengan dirinya dan kebutuhan masyarakat. Bimbingan karir ini bertujuan untuk membantu siswa agar mampu mengembangkan kesadaran akan perlunya penerapan yang lebih khusus dari tujuan karir. Berlatihlah merumuskan pengertian yang saudara jumpai dalam bahan ajar ini dengan kalimat saudara sendiri sejauh tidak menyimpang dari maksud kalimat dalam bahan ajar ini. bisa pula download dari internet. Dengan bimbingan karir ini siswa dibantu agar memperoleh pemahaman diri. jika perlu tanyakan kepada teman sejawat. terdiri atas sub topik sebagai berikut: (1) Menyusun informasi diri. (2) Saling mengenal dengan nilai orang lain. Peserta pelatihan diminta membentuk kelompok yang terdiri atas 4-5 anggota. (5) Pengembangan kemampuan berkompetensi. Peserta pelatihan diajak diskusi untuk mengidentifikasi contoh-contoh materi bimbingan karir yang ada dalam setiap jenjang pendidikan. serta memilih dan mengambil keputusan karir. (4) Pemahaman tentang berbagai macam jurusan dibidang pendidikan. siapkan pula alat tulis berupa spidol warna atau stabilo untuk menandai hal-hal yang penting. Peserta pelatihan diminta membuat materi layanan BK Karir sesuai dengan jenjang sekolah yang dibimbingnya. lingkungannya dan dunia kerja.

Menurut anda. antara lain: (1) Pemahaman tentang bakat.karir. (6) Pemahaman strategi mimilih sekolah dan jurusan. (3) Pemahaman dan pengembangan kemampuan wirausaha. Tes Formatif 1. apa tujuan dari bidang layanan karir yang dapat digunakan dalam pelaksanaan Bimbingan klasikal? 2. Materi pokok layanan bimbingan karir. dan mengejar latihan lebih lanjut di perguruan tinggi atau pendidikan setelah sekolah lanjutan yang mengantarkan siswa pada kualifikasi untuk pekerjaan khusus. Berikan contoh materi layanan karir yang dapat digunakan dalam pelaksanaan layanan penguasaan konten! Beri penjelasan! 156 . (5) Pengembangan kemampuan berkompetensi. minat dan kemampuan diri berkaitan dengan karir yang akan dikembangkan. F. latihan dalam jabatan. melakukan perencanaan karir untuk mencapai cita-cita pekerjaan dengan mengambil mata pelajaran yang mendukung pekerjaan. (4) Pemahaman tentang berbagai macam jurusan dibidang pendidikan. (7) Pengembangan kemampuan manajemen dan kepemimpinan. (2) Pemahaman tentang berbagai macam profesi sebagai alternatif pengembangan karir.

Mempelajari cara-cara Berinteraksi dengan Menghargai nilai-nilai Kesadaran memperoleh hak dan orang lain atas dasar persahabatan dan tanggung jawab memenuhi kewajiban nilai-nilai keharmonisan dalam sosial dalam lingkungan persahabatan dan kehidupan sehari-hari kehidupan sehari-hari keharmonisan hidup. ulet kewirausahaan sungguh-sungguh dan sungguh-sungguh sungguh-sungguh dan (kemandirian konpetitif dalam dan konpetitif dalam konpetitif dalam perilaku ekonomis) kehidupan sehari-hari. Menghargai peranan Berinteraksi dengan Mengenal peran-peran diri dan orang lain lain jenis secara Kesadaran gender sosial sebagai laki-laki sebagai laki-laki atau kolaboratif dalam atau perempuan perempuan dalam memerankan peran kehidupan sehari-hari jenis Meyakini keunikan diri sebagai aset yang Mengenal kemampuan Menerima keadaan Pengembangan diri harus dikembangkan dan keinginan diri diri secara positif secara harmonis dalam kehidupan Mengenal nilai-nilai Menyadari manfaat Membiasakan diri Perilaku perilaku hemat. ulet hidup hemat.BAB VII STANDAR KOMPETENSI KEMANDIRIAN PESERTA DIDIK Standar Kompetensi Kemandirian (SKK) Peserta Didik pada Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama adalah sebagai berikut: No Tataran/Internalisasi Tujuan Akomodasi Tindakan Melakukan berbagai Landasan hidup Mengenal arti dan Berminat mempelajari kegiatan ibadah religius tujuan ibadah arti dan tujuan ibadah dengan kemauan sendiri Memahami Mengenal alasan Bertindak atas keragaman Landasan perilaku perlunya mentaati pertimbangan diri aturan/patokan dalam etis aturan/norma terhadap norma yang berperilaku dalam berperilaku berlaku konteks budaya Memahami Mengekspresikan Mengenal cara-cara keragaman ekspresi perasaan atas dasar Kematangan emosi mengekspresikan perasaan diri dan pertimbangan perasaan secara wajar perasaan orasaan kontekstual orang lain Mempelajari cara-cara Menyadari adanya Mengambil keputusan Kematangan pengambilan keputusan resiko dari berdasarkan intelektual dan pemecahan pengambilan pertimbangan resiko masalah keputusan yang mungkin terjadi. Mengidentifikasi Menyadari Mengekspresikan ragam alternatif keragaman nilai dan ragam pekerjaan. ulet perilaku hemat. kehidupan sehari-hari.kehidupan sehari-hari. pendidikan Wawasan dan persyaratan dan pendidikan dan aktivitas dan aktifitas yang kesiapan karier aktivitas yang dalam dengan mengandung menuntut pemenuhan kemampuan diri relevansi dengn kemampuan tertentu kemampuan diri Kematangan Mempelajari normaMenyadari Bekerja sama dengan hubungan dengan norma pergaulan keragaman latar teman sebaya yang teman sebaya dengan teman sebaya belakang teman beragam latar Aspek Perkembangan Pengenalan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 157 . pekerjaan.

peluang pada pengembangan dan ragam karir alternatif karir yang lebih terarah Mempelajari caraMenghargai nilai-nilai Mempererat jalinan cara membina dan kerjasama dan toleransi persahabatan yang Pengenalan 2 3 Kematangan emosi 4 Kematangan intelektual 5 Kesadaran tanggung jawab sosial 6 Kesadaran gender 7 Pengembangan diri Perilaku kewirausahaan (kemandirian perilaku ekonomis) 8 9 Wawasan dan kesiapan karier 10 Kematangan hubungan 158 .ulet berperilaku hemat.ulet.terbuka dan tidak lain sendiri dan orang lain menimbulkan konflik Mempelajari caraMenyadari akan Mengambil keputusan cara pengambilan keragaman alternatif dan pemecahan keputusan dan keputusan dan masalah atas dasar pemecahan masalah konsekuensi yang informasi/data secara secara objektif dihadapinya obyektif Menyadari nilai-nilai Mempelajari persahabatan dan Berinteraksi dengan keragaman interaksi keharmonisan dalam orang lain atas dasar sosial konteks keragaman kesamaan interaksi sosial Menghargai keragaman Mempelajari perilaku Berkolaborasi secara peraan laki-laki atau kolaborasi antar jenis harmonis dengan lain perempuan sebagai dalam ragam jenis dalam keragaman aset kolaborasi dan kehidupan peran keharmonisan hidup Menerima keunikan diri Mempelajari keunikan Menampilkan keunikan dengan segala diri dalam konteks diri secara harmonis kelebihan dan kehidupan sosial dalam keragaman kekurangannya Mempelajari strategi Menerima nilai-nilai dan peluang untuk Menampilkan hidup hidup hemat. Mengembangkan peluang dan ragam Internalisasi nilai-niolai alternatif perencanaan pekerjaan. yang melandasi karir dengan pendidikan.yang beragam latar belakangnya sebaya yang belakangnya mendasari pergaulan Standar Kompetensi Kemandirian (SKK) Peserta Didik pada Sekolah Lanjutan Tingkat Atas adalah sebagai berikut: No 1 Aspek Perkembangan Landasan hidup religious Landasan perilaku etis Tataran/Internalisasi Tujuan Akomodasi Tindakan Mengembangkan Melaksanakan ibadah Mempelajari hal ihwal pemikiran tentang atas keyakinan sendiri ibadah kehidupan beragama disertai sikap toleransi Mengenal keragaman Menghargai Keragaman Berperilaku atas dasar sumber norma yang sumber norma sebagai keputusan yang berlaku di rujukan pengambilan mempertimbang kan masyaraakat keputusan aspek-aspek etis Mengekspresikan Mempelajari caraBersikap toleran perasaan dalam caracara menghindari terhadap ragam cara yang konflik dengan orang ekspresi perasaan diri bebas. sungguhsungguh-sungguh dan hemat. dan pertimbangan pemilihan mempertimbangkan aktifitas yang terfokus alternatif karir kemampuan. sengguhsungguh dan kompetitif kompetitif sebagai aset sungguh dan atas dasar kesadaran untuk mencapai hidup kompetitif dalam sendiri mandiri keragaman kehidupan Mempelajari kemampuan diri. ulet.

Rambu-Rambu Penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling dalam Jalur Pendidikan Formal. (9) Wawasan dan kesiapan karier. (8 ) Perilaku kewirausahaan (kemandirian perilaku ekonomis).dengan teman sebaya kerjasama dan toleransi dalam pergaulan dengan teman sebaya sebagai dasar untuk lebih akrab dengan menjalin persahabatan memperhatikan norma dengan teman sebaya yang berlaku Mengharagai normanorma pernikahan dan berkeluarga sebagai landasan bagi terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis Mengekspresikan keinginannya untuk mempelajari lebih intensif tentang norma pernikahan dan berkeluarga Kesiapan diri Mengenal norma11 untuk menikah norma pernikahan dan berkeluarga dan berkeluarga Dalam konteks pembelajaran Standar Kompetensi ini disebut Standar Kompetensi Lulusan (SKL).Jakarta. Bimbingan dan Konseling. Erman. Jakarta: Quantum Teaching. Mugiarso. Abu. (3) Kematangan emosi. Kesebelas aspek perkembangan tersebut adalah: (1) Landasan hidup religius. (5) Kesadaran tanggung jawab sosial. Heru. Masing-masing aspek perkembangan memiliki tiga dimensi tujuan. 2007. 2005. 2003. Nurihsan & Yusuf . Asmani M.2006. Mulyaningtyas. yaitu:(1) pengenalan/penyadaran (memperoleh pengetahuan dan pemahaman tentang aspek dan tugas perkembangan [standar kompetensi] yang harus dikuasai). Hallen A. Bimbingan dan Konseling Di Sekolah. Renita. 2007. Landasan Bimbingan dan Konseling. 2004. Depdiknas. Layanan Konseling Di Sekolah. (7) Pengembangan diri. (2) Landasan perilaku etis. (6) Kesadaran gender. Psikologi Belajar. Prayitno dan Amti. Rahman. Surakarta: Muhammadiyah University Press. Semarang : UPT MKK Universitas Negeri Semarang. Bandung : Refika Aditama. Bandung : PT Remaja Rosda Karya. Bimbingan dan Konseling. 2004. Marsudi. Bimbingan dan Konseling Pola 17. Nurihsan. 2010. (10) Kematangan hubungan dengan teman sebaya. sementara dalam konteks Bimbingan dan Konseling Standar Kompetensi ini dikenal dengan istilah Standar Kompetensi Kemandirian (SKK). B. (2) akomodasi (memperoleh pemaknaan dan internalisasi atas aspek dan tugas perkembangan [standar kompetensi] yang harus dikuasai) dan (3) tindakan (perilaku nyata dalam kehidupan seharihari dari aspek dan tugas perkembangan [standar kompetensi] yang harus dikuasai). Saring. Jakarta: PT Rineka Cipta. Jakarta: Rineka Cipta. dan (11) Kesiapan diri untuk menikah dan berkeluarga (hanya untuk SLTA dan PT). 2006. Yusup Purnomo. (4) Kematangan intelektual. Yogyakarta: UCY Press. DAFTAR PUSTAKA Ahmadi. Yogyakarta: Diva Press. Bimbingan dan Konseling dalam Berbagai Latar Kehidupan. 159 .2010. Bimbingan dan Konseling untuk SMA dan MA Kelas X. Jakarta: Penerbit Erlangga. Jamal. 2006. S. Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling. Achmad Juntika. yang di dalamnya mencakup sepuluh aspek perkembangan individu (SD dan SLTP) dan sebelas aspek perkembangan individu (SLTA dan PT).

Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Suharsimi Arikunto. Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Sarono. 2010. Pedoman Pelayanan Bimbingan dan Konseling SMP. Sri. Jakarta: Rineka Cipta. Bimbingan Dan Konseling Untuk SMP Kelas VIII. Layanan Bimbingan Belajar di Sekolah Menengah. Dewa Ketut. Totok. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi. 2008. 1988. Pengantar Pelaksanaan Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah. 2006. Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah. 2005. Bandung: Rizqi Press. 2009. Winkel dan Hastuti. Jakarta: Depdikbud. Syamsu. Yulita. Santoso. Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Dan Suzy Yulia. Jakarta : Bima Aksara. Slameto. Gelora Aksara Pratama. Jakarta: PT. 160 . Yusuf. 2007.Rintyastini. Jakarta: Rineka Cipta. Semarang: Satya Wacana. Yogyakarta: Media Abadi. 2008. 2004. Sukardi. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Tohirin.

disediakan tugas-tugas yang harus saudara lakukan mulai persiapan hingga melakukan tindakan praktik teknik tertentu. Kebutuhan pengetahuan dasar psikologi ini mutlak. Berbagai hal yang belum dipahami dalam disksusi dengan teman sejawat sebaiknya dicari penjelasannya dalam kepustakaan yang relevan. Sebelum pelatihan dilaksanakan seyogyanya peserta pelatihan telah membaca terlebih dahulu buku ajar ini. C. Lingkup isi buku ajar ini mencakup (a) pengertian dan tujuan pemahaman individu. Pada setiap akhir setiap bab yang membahas suatu teknik. sedangkan teknik tes diberikan dalam mata kuliah ”Pemahaman Individu Teknik Tes dan Praktikum Teknik Tes”. (d) sosiometri. lakukan pencatatan seperlunya terhadap hal-hal yang saudara anggap penting. seyogyanya saudara melakukannya dengan sungguhsungguh dan lakukan pencatatan dengan sebaik-baiknya sebagai laporan praktik. 3. teknik non-tes ini dikenal sebagai mata kuliah ”Pemahaman Individu Teknik Nontes dan Praktikum Teknik Nontes”. memahami kekuatan dan keterbatasan personal dan profesional. hasil pemahaman terhadap individu (konseli) adalah untuk kepentingan pelayanan bimbingan dan konseling. Ikuti penyajian materi oleh dosen atau instruktur dengan cermat dan sungguhsungguh. selanjutnya peserta pelatihan dipandu untuk berlatih mempersiapkan dan mempraktikkan masingmasing teknik tersebut. untuk selanjutnya menerapkannya dalam pelayanan bimbingan dan konseling. maka prasyarat yang harus dimiliki oleh setiap peserta pelatihan adalah memahami Psikologi. Dalam kurikulum Program Studi Bimbingan dan Konseling sebagaimana disepakati oleh Forum Komunikasi Jurusan/Program Studi Bimbingan dan Konseling Indonesia pada Workshop Nasional Kurikulum Program Studi Bimbingan dan Konseling tanggal 28-29 Maret 2009 di Hotel Satelit Surabaya. (j) tes prestasi belajar. (h) tes bakat umum. (c) daftar cek masalah (DCM). Semua teknik diawali dengan penyajian materi secara teoretik. (i) tes kepribadian. dan jika masih belum terjawab dapat ditanyakan kepada dosen atau instruktur ketika pelatihan berlangsung. Meski sifatnya latihan. Sementara profesi konselor memberikan pemahaman bahwa nilai-nilai pribadi konselor dapat mempengaruhi respon-respon konselor terhadap klien. (g) tes inteligensi umum. Prasyarat Mengingat aspek yang hendak dipahami konselor berkaitan dengan gejala-gejala psikis seseorang (terutama konseli) dalam kerangka bimbingan dan konseling. (e) angket. 2. bukan untuk kepentingan yang lain. (b) teknik observasi. mengingat gejala yang dipahami adalah gejala-gejala psikologis yang muncul dalam bentuk ucapan dan tingkah laku seseorang dalam kehidupannya sehari-hari. (k) pemanfaatan hasil nontes dan tes untuk konseling individual. Petunjuk Belajar Dalam mempelajari buku ajar ini. demikian pula jika saudara menemukan sumber yang berbeda perlu dikonfirmasi dan dikomunikasikan dengan baik kepada dosen atau instruktur pelatihan. dan Profesi Konselor. Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling. 161 .BAB I PENDAHULUAN A. Sedangkan kebutuhan terhadap pengetahuan dasar bimbingan dan konseling mengingat bahwa. dan lebih baik lagi jika beberapa peserta berkelompok memahami dan mendiskusikan isi buku ajar ini. setiap peserta pelatihan disarankan menempuh langkah-langkah berikut ini. Deskripsi Materi buku ajar Pemahaman Individu mencakup teknik nontes dan tes. (f) wawancara. B. dan secara konsisten menampilkan perilaku sesuai kode etik profesi konselor. 1. Manfaatkan kesempatan tanya jawab dan diskusi untuk bertanya dan meminta penjelasan atas materi yang belum saudara pahami.

teman sepelatihan.9 Menampilkan tanggung jawab profesional dalam praktik asesmen Hasil belajar dalam pelatihan dikatakan terpenuhi jika penguasaan terhadap indikator tersebut di atas mencapai 80%. Dalam hal ini. di internet yang luar bisaa banyaknya (dan cenderung lebih murah dari pada buku teks).7 Mengakses data dokumentasi tentang konseli dalam pelayanan bimbingan dan konseling 11. Untuk lebih mempertajam cara pandang saudara. Kompetensi dan Indikator Kompetensi utuh yang harus dimiliki oleh setiap konselor ada 17 butir sebagaimana disebutkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 27 Tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor. atau siswa di sekolah saudara. 162 .1 Menguasai hakikat asesmen 11. kompetensi yanag terkait langsung dengan pemahaman individu adalah kompetensi butir 11 yaitu Menguasai konsep dan praksis asesmen untuk memahami kondisi. Bagi setiap konselor penguasaan terhadap kompetensi tersebut dapat diukur dengan indikator sebagai berikut: 11. sebab subjek yang bisa saudara gunakan praktik ada di sekitar saudara.6 Memilih dan mengadministrasikan instrumen untuk mengungkapkan kondisi aktual konseli berkaitan dengan lingkungan 11. Untuk mempraktikkan teknik-teknik yang disajikan dalam buku ajar ini tidak terlalu sulit.5 Memilih dan mengadministrasikan teknik asesmen pengungkapan kemampuan dasar dan kecenderungan pribadi konseli. 11.8 Menggunakan hasil asesmen dalam pelayanan bimbingan dan konseling dengan tepat 11. 11. Oleh karena itu setiap peserta pelatihan dan dosen atau instruktur harus berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mencapai indikator kompetensi di atas secara benar.3 Menyusun dan mengembangkan instrumen asesmen untuk keperluan bimbingan dan konseling 11. dan masalah konseli. subjek itu bisa jadi tetangga rumah. ada baiknya saudara lebih banyak membaca berbagai referensi yang berhubungan dengan kehidupan manusia yang sekarang ini banyak tersedia di toko buku. kebutuhan. teman guru.4. Untuk itu praktikkanlah dan manfaatkan setiap kesempatan untuk berlatih memahami sifat-sifat atau karakteristik orang lain. D. sesuai dengan kebutuhan pelayanan bimbingan dan konseling 11.2 Memilih teknik asesmen. 5.4 Mengadministrasikan asesmen untuk mengungkapkan masalah-masalah konseli.

kebutuhan. Aiken (1997:1) menunjukkan bahwa manusia dalam kenyataannya berbeda-beda dalam kemampuan berpikirnya.BAB II PENGERTIAN DAN TUJUAN Kegiatan Belajar 1 A. sesuai dengan kebutuhan pelayanan bimbingan dan konseling. dan tingkah lakunya. B. skala penilaian. c. sekolah dan masyarakat). setiap peserta pelatihan diharapkan memahami konsep dan praksis asesmen untuk memahami kondisi. Dengan demikian pemahaman individu adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh seseorang untuk mengerti dan memahami individu lain. 2. daftar cek. mengarahkan dirinya sesuai dengan kemampuan dan potensinya sehingga mencapai penyesuaian diri dengan lingkungan keluarga. rating scale. projective techniques. 163 . memahami dirinya. karakter kepribadiannya. potensi.com (2009) mendefinisikan bimbingan dan konseling sebagai ”suatu bantuan yang diberikan seseorang (konselor) kepada orang lain (klien) yang bermasalah psikis. lingkungan keluarga. interview. Kompetensi dan Indikator Setelah mempelajari materi ini. terlebih dahulu kita pelajari tentang pengertian bimbingan dan konseling. Scribd. Tujuan Pemahaman Individu dalam Bimbingan dan Konseling Sebelum kita membahas lebih lanjut mengenai perlunya pemahaman individu dalam kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling. mengerti dan memahami tersebut dilakukan oleh konselor terhadap konseli. dan masalah konseli. Uraian Materi 1. Assessing human behavior and mental processes includes such procedures as observations. dapat disimpulkan perlunya pemahaman individu dalam bimbingan dan konseling sebagai berikut : b. kita tidak mungkin dapat memberikan pertolongan kepada seseorang sebelum kita kenal atau paham dengan orang tersebut. dan atau masalah-masalah (gangguan) yang ada pada individu atau sekelompok individu. menilai atau menaksir karakteristik. inventori. dan/atau sumber data selain konseli yang bisa memberikan keterangan tentang konseli. Pengertian Pemahaman Individu Pemahaman individu oleh Aiken (1997:454) diartikan sebagai “Appraising the presence or magnitude of one or more personal characteristic. Berdasarkan pengertian bimbingan dan konseling di atas. Dari rumusan tersebut bisa diidentifikasi bahwa pemahaman individu adalah suatu cara untuk memahami. Salah satu hal yang penting dalam bimbingan dan konseling ialah memahami individu secara keseluruhan baik masalah yang dihadapi maupun latar belakangnya. dan (c) Menyusun dan mengembangkan instrumen asesmen untuk keperluan bimbingan dan konseling. inventories. Di dalam bimbingan dan konseling. Dalam konteks bimbingan dan konseling. Semuanya itu bisa ditaksir atau diukur dengan bermacam-macam cara. Sebagai indikator bahwa peserta telah memahami hakikat pemahaman individu mereka (a) Memahami hakikat asesmen. dengan tujuan agar kita semakin memahami mengapa pemahaman individu diperlukan dalam bimbingan dan konseling. Dengan kata lain perlunya pemahaman individu dalam layanan bimbingan dan konseling adalah agar individu memperoleh bantuan yang sesuai dengan kemampuan dan potensinya agar apa yang diharapkannya dapat tercapai (artinya individu dapat mencapai penyesuaian diri dengan dirinya sendiri. teknik projektif. interviews. and tests”. sekolah dan masyarakat”. Cara yang digunakan meliputi observasi. sosial dengan harapan klien tersebut dapat memecahkan masalahnya. Pemahaman atau penilaian tersebut dimaksudkan untuk kepentingan pemberian bantuan bagi pengembangan potensi yang ada padanya (developmental) dan atau penyelesaian masalah-masalah yang dihadapinya (klinis). Dengan demikian individu akan memperoleh bantuan yang tepat dan terarah. (b) Memilih teknik asesmen. dan beberapa jenis tes. check list.

remaja. b. 4. Lakukan pula percobaan menggali data pada anak-anak. skala penilaian. 3. d. 3. budayanya. Apa yang perlu dikenal dari setiap sasaran? a. apa yang saudara lakukan untuk tetap memperoleh data yang saudara harapkan? 5. setiap saat manusia berkembang dan berubah. Mengenal cara individu dalam menghadapi masalah. potensi. dan beberapa jenis tes. Mengapa? Karena individu/manusia adalah makhluk yang paling dinamis. dan orang dewasa. Mengenal Sasaran Pemahaman Individu Sasaran yang dimaksud dalam pelayanan bimbingan dan konseling adalah individu/manusia. Rangkuman 1.Pemahaman individu dalam layanan bimbingan dan konseling bertujuan agar: 1. Pemahaman individu adalah suatu cara untuk memahami. Dalam upaya mengenali/memahami sasaran tidak mungkin bisa mengenalinya sampai seratus persen. Apa keuntungan bagi konselor dan guru pada umumnya jika memahami sifatsifat pribadi siswa asuhnya? D. 2. interview. 164 . menilai atau menaksir karakteristik. atau cari penjelasannya di buku-buku psikologi dan/atau bimbingan dan konseling. Kita semakin mampu memperlakukan siswa sebagaimana mestinya dalam arti lain mampu memberikan bantuan seperti yang dikehendaki oleh siswa. teknik projektif. Kita terhindar dari gangguan komunikasi. siapkan pula alat tulis berupa spidol warna atau stabilo untuk menandai hal-hal yang penting. Mengenal reaksi individu dalam menghadapi masalah. atau lihat kamus/ensiklopedi. dosen atau instruktur. sehingga mampu menciptakan relasi yang semakin baik. Berlatihlah merumuskan pengertian yang saudara jumpai dalam buku ajar ini dengan kalimat saudara sendiri sejauh tidak menyimpang dari maksud kalimat dalam buku ajar ini. jika perlu tanyakan kepada teman sejawat. kemampuan berpikirnya. C. Latihan 1. inventori. daftar cek. Pelajari bab II buku ajar ini baik-baik. 3. Lembar Kegiatan Untuk memperoleh pemahaman yang mendalam pada bab ini seyogyanya saudara mengikuti langkah-langkah berikut: 1. Mengenal masalah dan perkembangannya. Lakukan pengamatan dan pencatatan secara cermat terhadap 10 orang peserta pelatihan di sekitar saudara. Cermati beberapa istilah penting yang ada di dalamnya. Kita semakin mampu menerima keadaan individu (siswa) seperti apa adanya dan sekaligus keberadaan siswa baik dari segi kelebihan maupun kekurangannya. 2. Catat perbedaan yang diperoleh saat menggali data dengan teknik yang sama terhadap subjek yang berbeda usianya. E. c. bisa pula download dari internet. Cara yang digunakan meliputi observasi. latar belakang pendidikannya. jika saudara gagal dengan suatu cara. Kemudian jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut: a. dan atau masalah-masalah (gangguan) yang ada pada individu atau sekelompok individu. Tunjukkan perbedaan sifat-sifat 10 orang tersebut yang satu dengan lainnya! b. Mengenal pribadinya (hakekat individu dan kebutuhannya). Berlatihlah menggali data. Rumuskan persamaan sifat-sifat umum di antara mereka yang saudara tangkap dalam observasi! c.

F. Pemahaman individu diperlukan dalam bimbingan dan konseling. Sedangkan tujuan pemahaman individu adalah untuk (1) Kita semakin mampu menerima keadaan individu (siswa) seperti apa adanya dan sekaligus keberadaan siswa baik dari segi kelebihan maupun kekurangannya. 3. Tunjukkan pula semua alasan mengapa seseorang konselor perlu memahami dan terampil menggunakan bermacam-macam teknik? 3. (2) Kita semakin mampu memperlakukan siswa sebagaimana mestinya dalam arti lain mampu memberikan bantuan seperti yang dikehendaki oleh siswa. Tuliskan pula kemungkinan negatif jika konselor tidak bisa memahami konseli yang dilayaninya! 165 . sehingga mampu menciptakan relasi yang semakin baik. dan (3) Kita terhindar dari gangguan komunikasi. karena (a) Di dalam bimbingan dan konseling. mengapa seorang konselor perlu memahami karakteristik individu yang dibimbingnya? 2. Tes Formatif 1. Tunjukkan semua alasan. kita tidak mungkin dapat memberikan pertolongan kepada seseorang sebelum kita kenal atau paham dengan orang tersebut.2. Tuliskan semua manfaat bagi konselor bila ia terampil menggunakan bermacammacam teknik asesmen! 4. (b) Salah satu hal yang penting dalam bimbingan dan konseling ialah memahami individu secara keseluruhan baik masalah yang dihadapi maupun latar belakangnya.

BAB III PEMAHAMAN INDIVIDU TEKNIK NONTES Kegiatan Belajar 2 A. Kompetensi dan Indikator Kompetensi yang terkait dengan materi ini adalah (1) Memilih teknik asesmen, sesuai dengan kebutuhan pelayanan bimbingan dan konseling, (2) Menyusun dan mengembangkan instrumen asesmen untuk keperluan bimbingan dan konseling, dan (3) Mengadministrasikan asesmen untuk mengungkapkan masalah-masalah konseli. Oleh karena itu, setelah mempelajari materi ini, diharapkan peserta pelatihan mampu melakukan observasi dalam rangka bimbingan dan konseling dengan benar. Kemampuan melakukan observasi itu ditampilkan dalam (a) mampu memilih jenis instrument yang tepat untuk memperoleh data individu: observasi, daftar cek masalah (DCM), sosiometri, angket, dan/atau wawancara, (b) mampu merancang atau mempersiapkan observasi, daftar cek masalah (DCM), sosiometri, angket, dan wawancara dengan benar, (c) mampu memanfaatkan alat-alat bantu observasi, daftar cek masalah (DCM), sosiometri, angket, dan wawancara, (d) mampu melaksanakan analisis hasil observasi, daftar cek masalah (DCM), sosiometri, angket, ataukah wawancara dengan benar, dan (e) mampu memanfaatkan hasil observasi, daftar cek masalah (DCM), sosiometri, angket, dan wawancara untuk kepentingan bimbingan dan konseling dengan tepat. B. Uraian Materi 3.1 Observasi 3.1.1 Pengertian Observasi Dari berbagai pengertian metode observasi yang dapat dilacak dari berbagai sumber, penulis menyimpulkan bahwa metode observasi sebagai alat pengumpul data adalah kegiatan pengamatan (secara inderawi) yang direncanakan, sistematis, dan hasilnya dicatat serta dimaknai (diinterpretasikan) dalam rangka memperoleh pemahaman tentang subjek yang diamati. Pengertian tersebut menunjukkan karakteristik observasi sebagai berikut: 1) Observasi merupakan kegiatan pengamatan terhadap suatu objek perilaku subjek yang diamati. 2) Kegiatan tersebut pada pokoknya menggunakan dan memanfaatkan kemampuan indera pengamatan, terutama mata dan telinga. 3) Kegiatan pengamatan harus direncanakan sesuai dengan tujuan yang akan dicapai/diperoleh. 4) Kegiatan pengamatan dilakukan secara sistematis yaitu dengan prosedur (uruturutan, langkah-langkah) tertentu. 5) Hasilnya segera dicatat begitu pengamatan selesai, sehingga tidak lupa dan menyebabkan data pengamatan bisa. 6) Catatan pengamatan digunakan untuk memaknai perilaku subjek yang diamati, sehingga pengamat memperoleh pemahaman tertentu atas subjek itu. 3.1.2 Bentuk-bentuk Observasi Menurut cara dan tujuannya, Surya dan Natawidjaja (1997:226) membedakan observasi menjadi observasi partisipatif, observasi sistematis, dan observasi experimental. 1. Observasi partisipatif, ialah observasi di mana orang yang mengobservasi (pengamat, observer) benar-benar turut serta mengambil bagian dalam kegiatan yang dilakukan oleh orang atau objek yang diamati ( observee, observi). Misalnya guru mengamati perilaku siswa di kelas sambil mengajar, sehingga guru langsung dalam kegiatan pembelajaran yang dilakukan guru dan siswa. Atau guru mengamati perilaku siswa pada saat mengikuti olahraga ekstrakurikuler dengan cara guru terlibat langsung sebagai peserta olehraga tersebut. Apabila pengamat tidak mengambil bagian sama sekali dalam kegiatan orang atau objek yang diobservasi, maka observasi itu disebut

166

observasi nonpartisipatif. Misalnya guru mengamati perilaku siswa dalam diskusi, guru tersebut tidak ikut diskusi tetapi mengamati dari luar kelompok diskusi. 2. Observasi sistematis atau disebut juga observasi terstruktur, ialah observasi di mana sebelumnya telah diatur struktur yang berisikan faktor-faktor yang telah diatur berdasarkan kategori masalah yang hendak diobservasi. Pada observasi sistematis ini, observer sebelumnya menyusun kisi-kisi yang memuat faktor-faktor yang akan diobservasi beserta kategori masalahnya. Berdasarkan kisi-kisi tersebut, observer selanjutnya menjabarkan dalam daftar cek dan/atau skala penilaian. Apabila dalam suatu observasi tidak terdapat sistematika struktur kategori itu, observasi itu disebut observasi nonsistematis atau tidak terstruktur. 3. Observasi experimental, ialah observasi yang dilakukan secara nonpartisipatif dan secara sistematis, untuk mengetahui perubahan-perubahan atau gejala-gejala sebagai akibat dari situasi yang sengaja diadakan. Misalnya untuk mengetahui perkembangan klien setelah dilakukan treatment dalam konseling individual (perorangan); konselor mengobservasi perilaku siswa tersebut yang mengalami kesulitan untuk mengemukakan pendapat dalam diskusi. Konselor merancang suatu diskusi (nonpartisipatif) beserta pedoman observasi untuk mengamati perilaku siswa tersebut dalam mengemukakan dan/atau menanggapi pendapat pada saat kegiatan diskusi (sistematik). Berdasarkan pengamatan tersebut, konselor dapat membuat interpretasi tentang hasil dan perkembangan treatment terhadap klien tersebut; apakah klien sudah berkembang atau belum kemampuannya mengemukakan dan/atau menanggapi pendapat dalam kegiatan diskusi. Untuk memahami individu, metode observasi ini mempunyai manfaat yang cukup dapat disaudaralkan, karena mempunyai beberapa kelebihan dan kekurangan sebagaimana dikemukakan oleh Djumhur dan Surya (1981:52). Kelebihan-kelebihan observasi adalah sebagai berikut: 1) Observasi merupakan teknik yang langsung dapat digunakan untuk memperoleh data berbagai aspek tingkah laku. 2) Bagi observi, hal ini lebih meringankan dibandingkan dengan apabila mereka disuruh mengisi angket atau menjawab pertanyaan. 3) Teknik observasi memungkinkan dilakukan pencatatan yang serempak dengan terjadinya gejala atau kejadian penting. 4) Observasi dapat merupakan teknik untuk mencek data yang diperoleh dengan teknik lain seperti wawancara, angket (kuesioner), dan sosiometri. 5) Dengan observasi observer tidak memerlukan bahasa verbal sebagai alat untuk memperoleh data. 6) Dengan observasi dapat dieroleh data, gejala atau kejadian yang sebenarnya dan langsung. Selain beberapa keuntungan sebagaimana tersebut di atas, observasi juga memiliki kelemahan-kelemahan sebagai berikut: 1) Banyak hal yang tidak dapat diungkap dengan observasi, misalnya kehidupan pribadi yang bersifat rahasia. 2) Apabila siswa (atau observi lainnya) mengetahui bahwa mereka sedang diobservasi, mungkin sekali mereka melakukan kegiatan yang tidak wajar lagi (perilakunya dibuat-dibuat). 3) Observasi banyak tergantung pada faktor-faktor yang tidak terkontrol. 4) Faktor subjektivitas observer sukar untuk dihindari. 3.1.3 Menyusun Panduan Observasi Agar observasi bisa dilakukan dengan baik, maka perlu dilakukan perencanaan secara cermat dalam bentuk panduan observasi. Langkah-langkah yang perlu diperhatikan dalam menyusun panduan observasi bisa ditempuh langkah-langkah berikut :

167

a. Tetapkan tujuan observasi, dengan selalu memperhatikan tujuan observasi diharapkan observer akan lebih terfokus pada tujuan observasi dan sekaligus tidak mudah tertarik kepada gejala-gejala yang sebenarnya tidak ada kaitannya dengan tujuan observasi. b. Pastikan dan fahami materi observasi, apa sebenarnya yang hendak diobservasi seyogianya sudah dikuasi dengan baik oleh observer. c. Gali variabel-variabel observasi; jika obyek atau materi observasi itu adalah ”kambing”, variabel-variabel itu adalah bagian-bagian penting yang pasti ada atau menjadi bagian penting dari binatang yang namanya ”kambing”; (misalnya kepala, badan, kaki, ekor, dan lain sebagainya). d. Gali pula sub variabel; terkadang suatu obyek bukan hanya terdiri dari satu variabel saja, tetapi ia terdiri dari sub-sub variabel; ibarat salah satu variabel dalam obyek observasi adalah ”kepala kambing”, maka pada kepala kambing itupun ada mata, telinga, hidung, tanduk, dan bulu. e. Tetapkan Indikator; indikator dimaknai sebagai ciri-ciri atau katrekteristik yang ada pada variabel atau sub-varibel. Langkah-langkah dalam menyusun panduan observasi (observasi guide) selanjutnya disajikan pada diagram berikut : LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN PANDUAN OBSERVASI

TETAPKAN TUJUAN

PASTIKAN & FAHAMI MATERI
JABARKAN KONSEP

TETAPKAN INDIKATOR

GALI VARIABEL & SUB-VARIABEL

OBSERVASI PENJAJAGAN

PANDUAN OBSERVASI

3.1.4 Alat-alat Bantu Observasi Beberapa alat bantu yang bisa digunakan untuk mendukung kegiatan observasi yaitu (a) daftar riwayat kelakuan atau catatan anekdot, (b) catatan berkala, (c) daftar cek, (d) skala penilaian, dan (e) alat-alat bantu mekanik (seperti tape recorder, kamera digital dan manual, handycam, camera CCTV, computer). 3.1.5 Analisis hasil observasi: individual dan kelompok Observasi dapat dilakukan untuk individual maupun kelompok. Mengacu pada pedoman observasi yang disajikan dalam contoh di buku ajar ini seorang konselor dapat memahami subjek setelah melakukan analisis data berdasarkan fakta yang diperoleh dari kegiatan observasi. Mari kita coba menganalisis hasil observasi yang sudah diperoleh konselor dari observer yang berbeda.

168

Contoh 3.1.4.1 Daftar riwayat kelakuan atau Catatan ankedot insidental (individual)
Nama siswa Sekolah / Kelas Hari, tanggal Tempat Peristiwa Interpretasi : : : : : : Srikandi SMA Madukara Semarang / X A Kamis, 9 Juni 2011 Ruang kelas X A Srikandi menangis menjerit-jerit pada waktu sehabis istirahat pertama karena bertengkar dengan Dessy teman sekelasnya

Semarang, 9 Juni 2011 Observer,

Bambang Tetuka, S.Pd.
Dari contoh 1 di atas konselor harus mampu membedakan antara peristiwa dengan interpretasi. Peristiwa merupakan fakta yang sebenarya terjadi yang bisa kita tangkap dengan panca indera. Sementara interpretasi merupakan makna yang diberikan oleh observer atas peristiwa yang terjadi. Konselor menginterpretasikan setelah melakukan investigasi (pelacakan) dan kajian lebih lanjut atas peristiwa yang terjadi. Informasi yang diperoleh dari pelacakan dan kajian tersebut diinterpretasikan sebagai cermin pemahaman individu oleh konselor. Dengan demikian bisa saja ada berbagai interpretasi atas peristiwa tersebut oleh beberapa konselor yang berbeda . Contoh 3.1.4.2: Daftar riwayat kelakuan atau Catatan anekdot insidental (kelompok) Masalah yang diobservasi Hari, tanggal Jam pelajaran ke Sekolah/Kelas Mata pelajaran Guru mata pelajaran Peristiwa Hesti memecahkan tabung reaksi : : : : : : Tingkah laku siswa pada waktu praktikum di laboratorium Kamis, 7 Juni 2012 4-5 SMA Pringgodani Kudus/XI IPA.5 Kimia Endang Pergiwa Paraf

Komentar observer Hesti bekerja tidak sungguh-sungguh, bahkan sambil bergurau dengan Anto saat mengadukaduk (menggoyang-goyang) dua zat kimia dalam tabung reaksi. Mungkin karena bergurau tabung lepas dan pecah.

Dani bertengkar dengan Iwan, hampir berkelahi

169

Sariman tangannya terbakar

Kesimpulan/komentar observer: Ketiga persitiwa tersebut terjadi karena siswa mengabaikan petunjuk guru dan tata tertib kerja praktek di laboratorium.

Semarang 7 Juni 2012 Ketua kelas,
Siti Sundari Catatan: Ketua kelas sebagai observer Dari contoh di atas, analisis observer ada pada kolom komentar observer, yang kemudian disimpulkan. Jika analisis berbeda, maka kesimpulan pun bisa berbeda pula. Contoh 3.1.4.3: Daftar riwayat kelakuan atau Catatan Anekdot Periodik Masalah yang diobservasi : Kejadian-kejadian pada waktu kerja kelompok Siswa yang diobservasi : Hesti Pramudita Hari ke 1 Peristiwa Hesti memecahkan tabung reaksi pada saat praktikum Kimia di laboratorium Hesti tidak ikut berbicara pada saat diskusi tentang life skill. Hesti banyak membuat kesalahan ketika bermain bola voli, sehingga regunya kalah. Komentar observer Guru bidang studi marah bukan hanya kepada Hesti tetapi juga kepada siswa lainnya, karena para siswa tidak mau mengikuti petunjuk guru. Mungkin dia tidak siap dengan dia Nampaknya Hesti memang tidak sehat dan tidak bersemangat untuk bermain, sehingga ia asal memukul bola. Paraf

2 3

Kesimpulan/komentar observer: Perlu ada pendekatan pribadi, sehingga dapat diketahui apakah Hesti memang sakit atau sedang menghadapi masalah.

Semarang 2 Juni 2012 Wali kelas,

Drs.Gegap Gempita Dari contoh di atas, analisis observer ada pada kolom komentar observer, yang kemudian disimpulkan. Jika analisis dilakukan oleh konselor yang berbeda, bisa jadi kesimpulannya berbeda pula.

170

Contoh 3.1.4.4: Skala Penilaian Deskriptif Nama siswa Kelas Jenis kelamin Hari dan tanggal Aspek yang diobservasi : Larasati : VIIB SMP Pringgodani Semarang : Perempuan : Jum’at, 15 Juni 2012 : Keaktifan dalam mengikuti pelajaran Alternatif Penilaian KadangSering kadang       Tidak pernah

Aspek yang diobservasi 1. Mengajukan pertanyaan kepada guru 2. Menjawab pertanyaan guru 3. Menulis keterangan guru 4. Mendengarkan keterangan guru dengan sungguh-sungguh 5. Mendengarkan keterangan guru sambil berbicara dengan teman 6. Mendengarkan keterangan guru sambil bermain sendiri 7. Menjawab pertanyaan teman Komentar Observer:

Selalu

Larasati aktif mengikuti pelajaran di kelas

Semarang, 15 Juni 2012 Observer, ……………………….. Cobalah Saudara isi kolom pada contoh 4 di atas, kemudian buat analisis sehingga data yang Saudara peroleh mempunyai makna untuk memahami individu (Larasati).

171

Contoh 3.1.4.5 Skala Penilaian Grafis Nama siswa Kelas Jenis kelamin Hari dan tanggal Aspek yang diobservasi Mata pelajaran 5 menunjukkan minat setiap waktu 5 selalu mengajukan pertanyaan III. Mengerjakan tugas-tugas rumah 3 2 4 4 : Indrajit : XII IPS1 SMA Pringgodani Semarang : Laki-laki : Sabtu, 16 Juni 2012 : Kegiatan siswa dalam kelas : Sosiologi I. Minat belajar 3 2 1

tidak berminat yang baik sekali II. Mengajukan pertanyaan 3

2

1 tidak pernah bertanya

5 Selalu dikerjakan dan benar 5 Selalu hadir

4

1

Tidak pernah dikerjakan IV. Kehadiran di kelas 3

4

2

1 seringkali absen dan tanpa alasan

Komentar/kesimpulan: ……………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………… Semarang, 16 Juni 2012 Observer,

Drs. Gunawan Wibisono Buatlah analisis berdasarkan data yang diperoleh (kolom yang diarsir)

172

4. Drs. Di perpustakaan 6. 9 Juli 2012 Observer. Istirahat 5.1. Pada saat pelajaran 2.6 Daftar Cek Individual Aspek yang diobservasi Nama murid Kelas/Sekolah Waktu observasi Situasi 1. Pada waktu diskusi 3. Persiapan pulang sekolah Komentar Observer : : Ada tidaknya sifat mengganggu teman pada seorang murid : Suyudana : XII Bahasa/SMA Hastinapura Semarang : 2-7 Juli 2012 Hari observasi Senin Selasa Rabu Kamis Jum’at Sabtu Semarang. 173 . Bambang Kombayana Perhatikan contoh 6 di atas. Kerja kelompok 4. Berdasarkan data di atas yang sudah diberi tsaudara cek buatlah analisisnya sehingga data yang Saudara peroleh mempunyai makna untuk memahami Suyudana.Contoh 3.

4 Juli 2012 Observer.4. Mengemukakan pendapat 2. Bertanya 5. Beri tsaudara cek pada setiap kolom yang menunjukkan aktivitas/kegiatan setiap anggota kelompok. Menentang pendapat kelompok 4.1. Bambang Kombayana Perhatikan contoh 7 di atas.4. Menjelaskan pendapat 3.8 Gambar 1 Endang Suburiyani masih sempat ”njenggelek” di saat teman-temannya serius mengerjakan soal-soal tes 174 . Meminta penjelasan 6. Drs.1. Buatlah analisisnya sehingga data yang Saudara peroleh mempunyai makna untuk memahami masing-masing individu tersebut.Contoh 3.7 Daftar Cek Kelompok Aspek yang diobservasi Kelas/Sekolah Tempat observasi Waktu observasi Aktivitas/kegiatan 1. Menegaskan pendapat kelompok Komentar Observer : : Kegiatan diskusi kelompok persiapan karyawisata : XI Bahasa/SMA Hastinapura Semarang : Ruang kelas XI bahasa : 4 Juli 2012 Farida Siswa yang diobservasi Lampir Mardi Basir Jarot Kasim Semarang. Contoh 3.

3. 2008). antara lain karena individu yang bersangkutan mengecek sendiri masalah yang telah atau sedang dialami. DCM mempunyai fungsi sebagai berikut: 175 .2.2.2 Daftar Cek Masalah (DCM 3.1. 3.3 Fungsi dan Kegunaan DCM a. dan libatkan beberapa orang observer. pengklasifikasian gejala. Dan masalah merupakan starting point di dalam kita memberikan layanan bimbingan konseling. Efisien. karena dengan DCM dapat diperoleh banyak data tentang masalah dan kebutuhan siswa dalam waktu singkat 2. intensif. Data semacam ini sulit diperoleh melalui teknik lain seperti observasi. karena data yang diperoleh melali DCM lebih teliti. di samping daftar jumlah item kemungkinan masalah yang tersedia cukup banyak.2. 3. sehingga individu dapat mencermati dan memilih masalah yang sesuai dengan dirinya. yaitu menggunakan metode pelengkap.2 Alasan Penggunaan DCM Penggunaan Daftar Cek Masalah (DCM) dilakukan atas dasar pertimbangan efisien. Fungsi DCM Sebagai salah satu cara untuk memahami individu dalam pelayanan bimbingan dan konseling. validitas dan reliabilitas (Sutoyo & Supriyo. Masalah siswa merupakan suatu hal yang penting diketahui oleh konselor. Validitas dan reliabilitas. pemanfaatan alat pencatat data.6 Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan observasi Pada hakekatnya setiap metode pemahaman individu mengandung kelebihan dan keterbatasan.1 Pengertian Daftar Cek Masalah (DCM) Daftar cek masalah (DCM) merupakan daftar cek yang khusus disusun untuk merangsang atau memancing pengutaraan masalah-masalah atau problem-problem yang pernah atau sedang dialami seseorang . dan mungkin pula individu-individu lainnya. menjaga hubungan baik dengan observi. otobiografi. DCM dikatakan efisien. DCM dikatakan valid dan reliabel. Pada prinsipnya masalah yang menimpa diri individu harus segera dipecahkan (diatasi) agar tidak mengganggu kehidupan individu yang bersangkutan. sebab masalah inilah yang mungkin menjadi sebab-sebab terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. 1. sosiometri dan sebagainya 3. setiap konselor hendaknya memperhatikan beberapa hal sebagaimana disarankan oleh Sutoyo & Supriyo (2008).Gambar 2 Chiamick Group saat manggung di Jatim Park Batu Malang? 3. wawancara. mendalam dan luas. Oleh karena itu dalam melaksanaan observasi. Intensif.

5 Petunjuk Pengadministrasian DCM Agar hasil kegiatan ini valid dan reliabel perlu diberikan petunjuk pelaksanaan dan cara mengerjakan DCM.2. Topik-topik masalah dan butir-butirnya. siswa harus duduk tenang. dan (2) Pelaksanaan. Dengan DCM memungkinkan individu mengingat kembali masalahmasalah yang pernah dialaminya. teliti dan memberitahukan waktu yang disediakan cukup lama (+ 40 menit) j) Mengontrol apakah siswa telah mengerjakan DCM dengan benar 176 . Kegunaan DCM Ada beberapa manfaat yang dapat diperoleh dengan menggunakan DCM.1) Untuk memudahkan individu mengemukakan masalah yang pernah dan sedang dialami. setiap siswa satu buku g) Membacakan petunjuk cara mengerjakan DCM. b. a. yaitu: 1) Untuk melengkapi data individu yang sudah ada 2) Untuk mengenal individu yang perlu segera mendapat bimbingan khusus 3) Sebagai pedoman penyusunan program bimbingan klasikal dan bimbingan kelompok pada umumnya 4) Untuk mendalami masalah individu maupun kelompok 3. untuk menumbuhkan kepercayaan.4 Isi Daftar Cek Masalah Daftar Cek Masalah berisi: a. sementara siswa memperhatikan sambil membaca dalam hati petunjuk tersebut h) Memberi contoh (misal dengan menulis di papan tulis atau di layar LCD) cara mengerjakan DCM. Topik ini berdasarkan pengolahan tertentu tentang masalah 3. yaitu sebelum melaksanakan. menyingkirkan benda-benda yang tidak perlu agar tidak mengganggu pelaksanaan b) Konselor menerangkan maksud menggunakan DCM itu. menghindari suara yang mengganggu. yaitu menjelang dan pada waktu mengerjakan. 1) Hal-hal penting dalam persiapan adalah: a) Menyiapkan bahan (buku DCM) sesuai dengan jumlah siswa b) Menguasai petunjuk cara mengerjakan DCM 2) Hal-hal penting yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan meliputi berbagai kegiatan. antara lain: a) Mengontrol situasi ruangan. mengingatkan agar para siswa mengerjakan dengan tenang. dan motivasi pada siswa c) Menyuruh siswa mempersiapkan alat tulis d) Membagikan lembar DCM e) Menginstruksikan kepada siswa untuk menulis identitas dan tanggal pelaksanaan DCM f) Membagikan buku DCM. 2) Untuk sistematisasi jenis masalah yang ada pada individu agar memudahkan analisis dan sintesis dengan cara/alat lain. Topik c. Ruangan tempat identitas siswa yang mengerjakan DCM b. 3) Untuk menyarankan suatu prioritas program pelayanan bimbingan dan konseling sesuai dengan masalah individu atau kelompok pada saat itu. Petunjuk bagi instruktur Keterampilan konselor melaksanakan DCM ini mencakup: (1) Persiapan.2. yaitu memberi tanda cek (√) pada nomor di lembar jawaban yang item nomor tersebut menjadi masalah bagi dirinya i) Memberi instruksi mengerjakan DCM. Instruksi atau petunjuk cara mengerjakan d. Petunjuk yang harus diperhatikan itu meliputi petunjuk bagi instruktur dan petunjuk bagi siswa.

177 . yaitu: 1) Siswa harus mempunyai minat dan kemauan untuk mengutarakan masalah yang sebenarnya 2) Siswa harus menyadari bahwa jika ia mengerjakan secara asal-asalan ataupun tidak serius. D. Dengan demikian dapat diidentifikasi bahwa Ali mengalami masalah hubungan keluarga yang serius. dengan cara mengurutkan % topik masalah dari yang terbesar sampai terkecil.k) Mengumpulkan pekerjaan siswa b. hanya akan merugikan dirinya sendiri 3) Siswa harus menulis identitasnya sendiri 4) Siswa harus mematuhi tata cara mengerjakan DCM. 3) Mencari jenjang (ranking) masalah. dan E. Analisis tersebut meliputi analisis individual dan analisis kelompok.10% 11% 25% 26% 50% 51% -100% = = = = = 1 0 8 6 4 2 = = = = = A (Baik Sekali) B (Baik) C (Sedang) D (Kurang) E (Kurang Sekali) Contoh : Ali mencek 6 butir masalah keluarga. a. b. 1) Analisis per-butir masalah Analisis ini bertujuan untuk mengetahui butir masalah apa yang pada umumnya dihadapi oleh para siswa. 4) Mengkonversikan % masalah ke dalam stan-ten scale dan predikat nilai A. Maka persentase masalah keluarga yang dialami Ali adalah: (nm) 6 x100% = x100% = 30% n 20 Jadi predikat hubungan keluarga yang dialami Ali adalah: D (kurang). B. Analisis Individual Langkah-langkah dalam menganalisis secara individual (per-siswa) ialah: 1) Menjumlahkan butir (item) yang menjadi masalah individu pada tiap-tiap topik masalah. sedangkan jumlah semua butir topik keluarga ialah 20. Rumusnya: (nm) x100% n dengan ketentuan: nm = jumlah butir yang menjadi salah satu topik masalah n = jumlah butir pada topik masalah itu. C.6 Analisis DCM Setelah semua pekerjaan siswa dikumpulkan. Petunjuk bagi siswa Beberapa hal penting yang harus diperhatikan oleh siswa. 3. 2) Mencari persentase per-topik masalah. Analisis Kelompok Langkah-langkah menganalisis DCM secara kelompok meliputi analisis per-butir dan analisis per-topik masalah. tugas konselor selanjutnya adalah menganalisis pekerjaan itu.2. Konversi tersebut adalah sebagai berikut: 0% 1% . dengan cara mencari rasio antara jumlah butir yang menjadi masalah dengan jumlah butir topik masalah.

M = banyaknya siswa yang mengerjakan DCM Contoh: 30 orang siswa bermasalah untuk butir nomor 65. Langkah-langkah menganalisisnya adalah: a) Harus diketahui jumlah siswa yang mengerjakan DCM. Contoh: Jumlah butir dalam topik masalah IX Jumlah butir yang merupakan masalah Jumlah siswa (peserta) : 20 : 1750 : 120 orang Nm 1750 x100% = x100% = 72. Berarti topik IX ini merupakan masalah para siswa yang sangat serius. dianalisis sebagaimana kalau kita menggunakan kuessioner terbuka. 2) Analisis per-topik masalah Analisis ini bertujuan untuk mengetahui topik masalah apa yang pada mumnya dihadapi oleh para siswa. Rumusnya: ( Mm) x100% M dengan keterangan: Mm = banyaknya siswa yang bermasalah untuk butir tertentu.Langkah-langkah analisisnya adalah: a) Menjumlahkan banyaknya siswa yang mempunyai butir masalah yang sama untuk tiap butir.92% NxM 20 x120 Jadi predikat topik IX dalam hubungan permasalahan adalah E (Kurang Sekali). Jawaban yang muncul dapat dimasukkan ke dalam kelompok masalah (mulai dari masalah Kesehatan. apakah 178 . maka dapat dicatat tersendiri sebagai item nomor berikut pada aspek itu. dan seterusnya). c) Menghitung persentse permasalahan topik. Rumusnya: Nm x100% NxM dengan ketentuan: Nm = jumlah butir masalah (banyaknya butir yang dicek) N = jumlah butir dalam topik M = jumlah siswa. b) Harus diketahui jumlah butir yang menjadi masalah siswa (banyaknya butir yang dicek). artinya pada umumnya para siswa mengalami masalah ini cukup serius. dianggap sebagai item yang dicek siswa. ( Mm) 30 x100% = x100% = 25% M 120 Maka predikat permasalahan butir ini bagi para siswa adalah: C (Cukup). Jumlah semua siswa yang mengerjakan DCM 120 orang. Jika pernyataan tidak termasuk ke dalam semua item. Jika jawaban senada dengan item yang sudah ada. Jika jawaban siswa tidak sama dengan item yang sudah ada tetapi termasuk ke dalam aspek yang diungkap (Kesehatan dan seterusnya). dicatat tersendiri dan dicari frekuensinya. Persentase yang dimaksud adalah antara ratio jumlah butir masalah dan jumlah butir dalam topik masalah kali jumlah peserta. b) Mencari persentase masalah dengan cara mencari rasio antara banyaknya siswa yang bermasalah untuk butir tertentu dengan jumlah siswa. 3) Analisis pertanyaan terbuka Pertanyaan yang terbuka pada item nomor 221-223.

8 Penggunaan hasil analisis DCM dalam penyusunan program bimbingan konseling Hasil analisisdata DCM dilengkapi dengan data yang diperoleh dengan metodemetode lain dapat dipergunakan untuk merencanakan program bimbingan konseling. pengembangan. Dan kalau beberapa siswa mengalaminya.2. dan sosiodrama. rujukan (alih tangan kasus. bimbingan kelompok. baik program individual maupun kelompok. Memprioritaskan masalah yang harus segera ditangani. Kegiatan yang dapat dilakukan konselor dalam program bimbingan konseling kelompok dan/atau klasikal adalah: a) Melengkapi data yang sudah ada yang diperoleh dengan metode lain. dalam bentuk kegiatan harian. sosiometri. pembelajaran. 3. 179 . b) Merancang kegiatan yang dilakukan konselor.dialami oleh siswa lain ataukah tidak. D. kelompok. C. dan tahunan. konseling kelompok) dan kegiatan pendukung (aplikasi instrumentasi BK. referal). atau E) ke dalam lajur (kolom) yang sesuai pada buku pribadi. Individu tersebut dicatat sebagai individu yang mempunyai masalah khusus. Penyusunan program bimbingan konseling ini adalah dalam rangka: a. b. alih tangan kasus) terhadap siswa asuhnya. dan harian. caturwulanan. himpunan data. baik program individual. B. yaitu membuat dan membahas kasus individu yang bersangkutan. mingguan. pemindahan jurusan. b) Studi kasus. 4) Masalah Individual Dari penjumlahan tiap butir masalah. Memasukkan predikat masalah (A. konferensi kasus. c. maka merupakan masalah kelompok. 2) Program bimbingan konseling kelompok dan/atau klasikal Data yang diperoleh konselor melalui penyelenggaraan DCM dapat digunakan untuk menyusun program bimbingan konseling kelompok dan/atau klasikal. 1) Program bimbingan konseling individual Data yang diperoleh melalui penyelenggaraan DCM dapat digunakan untuk menyusun program bimbingan konseling individual. berarti termasuk masalah individual. dan sebagainya. Semua masalah yang muncul dari DCM dipertimbangkan dalam penyusunan program bimbingan konseling. informasi. Caranya adalahsebagai berikut: a. Teliti lebih dahulu butir-butir aspek kepribadian dalam buku pribadi yang relevan dengan topik masalah dalam DCM. yaitu memberikan berbagai jenis layanan (orientasi. klasikal. mingguan. e) Psikodrama. penempatan/penyaluran. c) Konseling individual. Mendalami masalah individual maupun masalah kelompok. dan sebagainya. b. sering didapatkan masalah yang hanya dialami oleh satu orang saja. Hampir semua aspek kepribadian dalam buku pribadi dapat dilengkapi dengan data DCM. Efisiensi pelayanan. kunjungan rumuah.7 Pemindahan hasil analisis data DCM ke dalam buku pribadi siswa Hasil analisis data DCM merupakan data pelengkap buku pribadi (cummulative records) siswa.2. yaitu pencegahan. Kalau tidak. d) Penempatan. konseling perorangan. dan pengatasan sebelum masalah-masalah itu berkembang menjadi akut. program tahunan. Kegiatan yang dapat dilakukan konselor dalam program bimbingan konseling individual adalah: a) Mendalami masalah dan melengkapi data (pengumpulan data) wawancara. dan mungkin perlu layanan bimbingan konseling khusus (misalnya konseling perorangan). 3. observasi (bentuk selain DCM). penukaran kelas. semesteran.

diskusi.c) Merancang aktivitas siswa dalam kegiatan-kegiatan yang bermuatan bimbingan secara mandiri. Tabel 1 Rekapitulasi Butir Masalah Siswa Berdasarkan DCM Siswa kelas VIIIA SLTP Pringgodani Semarang Semester I tahun 2011/2012 N o 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 0 1 1 1 2 1 3 1 4 1 5 1 6 1 7 1 8 1 9 2 0 2 1 2 2 1 2 3 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 4 5 6 7 8 9 I. sosiodrama. 3. maupun terpadu dengan kegiatan pembelajaran dan pelatihan seperti: kunjungan studi. Kesehatan 1 1 1 1 0 1 2 3 √ 1 4 1 5 1 6 1 7 1 8 1 9 √ √ √ 2 0 1 2 6 0 8 √5 2 4 0 1 4 7 6 √3 2 2 1 5 2 2 √7 √3 ∑ 180 . tugas-tugas kelompok.2. Penyajian ini dapat dilakukan secara individual maupun kelompok. Hasil analisis data DCM adalah sebagaimana dipaparkan dalam Tabel-tabel berikut.9 Penyajian hasil analisis data DCM Hasil analisis data DCM perlu disajikan untuk dimasukkan ke dalam cummulative record agar sewaktu-waktu dapat diketemukan dan dipergunakan dengan mudah. d) Student case conference e) Group counseling. Penyajian data DCM ini didasarkan pada hasil analisis masalah individual dan kelompok sebagaimana telah dipaparkan di muka. berkemah.

181 . Kesehatan 1 1 1 1 0 1 2 3 √ 1 4 1 5 √ 1 6 √ 1 7 √ 1 8 √ 1 9 √ 2 0 6 3 1 ∑ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 8 11 4 4 √6 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 3 2 √ √ √ √ √ √5 4 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 1 7 4 0 √ √ √ √ √ √ 2 3 1 4 √ 8 √ 9 1 √ 1 0 1 1 8 1 √ 1 1 √ 1 6 5 1 √ 2 0 6 0 0 2 1 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √2 2 √6 √7 2 7 0 168 Rekapitulasi butir masalah siswa dalam satu kelas dibuat sampai dengan Tabel 11 (Tabel berikutnya tidak dicantumkan di sini). Berdasarkan Tabel 2 inilah dibuat analisis individual dan kelompok.N o 2 3 2 4 2 5 2 6 2 7 2 8 2 9 3 0 3 1 3 2 3 3 3 4 3 5 3 6 3 7 3 8 3 9 4 0 4 1 4 2 4 3 4 4 ∑ 1 2 3 4 5 √ 6 7 8 9 I. selanjutnya dirangkum menjadi Tabel 2.

Tabel 2 Rekapitulasi Kelompok Masalah Siswa Berdasarkan Hasil DCM Kelas VIIIA SMP Pringgodani Semarang Semester I tahun 2011/2012 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 ∑ I 1 2 6 0 8 5 2 4 0 1 4 7 6 3 2 2 1 5 2 2 7 3 6 3 1 8 11 4 4 6 3 2 5 4 1 7 4 0 2 2 6 7 2 7 168 II 0 2 1 0 6 0 0 1 0 0 1 9 0 0 3 1 1 4 1 0 1 2 2 0 0 3 2 3 3 4 5 0 5 0 0 7 1 0 2 0 2 0 4 1 77 III 2 2 5 0 7 7 3 3 0 0 5 7 4 5 3 3 4 4 2 1 10 3 7 6 2 3 3 2 7 5 3 1 7 7 3 6 3 1 4 2 6 3 3 8 172 IV 2 1 7 0 7 4 4 0 0 3 8 9 4 0 1 1 1 3 0 2 4 0 4 3 2 12 7 2 9 5 3 2 4 8 3 8 7 1 4 2 6 3 3 0 159 KELOMPOK MASALAH V VI VII VIII 2 2 0 0 2 2 2 2 6 2 2 3 0 0 0 0 7 4 3 3 10 3 4 3 3 1 0 1 1 1 1 1 0 0 0 0 0 0 7 0 8 0 3 4 7 8 5 3 3 3 2 0 4 2 1 1 5 4 2 0 3 2 1 2 2 0 0 1 6 1 4 1 3 1 1 1 1 0 1 0 2 0 1 4 0 1 0 0 8 7 5 3 4 1 3 1 0 2 3 1 5 2 2 2 6 1 0 3 2 2 2 0 11 8 4 3 9 7 1 1 3 0 3 2 2 0 1 0 3 0 3 0 7 3 3 2 7 1 1 0 10 2 1 1 4 3 2 0 1 0 0 0 7 2 0 0 1 0 0 0 9 7 1 4 4 2 2 5 1 0 1 1 2 1 3 0 181 88 81 59 IX 1 0 3 0 3 3 2 0 1 1 1 4 0 0 2 1 0 5 2 1 3 1 6 2 1 1 0 1 8 2 5 0 2 1 0 2 2 0 0 2 6 2 1 1 79 X 1 1 8 0 8 6 10 5 2 1 6 6 4 10 7 3 2 5 3 3 5 2 3 6 3 5 10 5 13 4 7 2 8 4 3 5 8 3 4 3 5 6 3 11 219 XI 3 1 9 0 7 4 5 3 5 0 5 4 3 5 2 2 0 3 1 1 1 1 8 1 3 9 2 2 7 2 5 3 4 2 1 5 1 1 3 1 6 2 4 3 140 182 .

7. Penyajian individual – Siswa nomor kode 24 No.d. 11. 1.d. 10. 6.a. Masa Depan dan Cita-cita Pendidikan. 2. Penyajian kelompok KELOMPOK MASALAH SISWA KELAS VIIIA SMP PRINGGODANI SEMARANG Keterangan : I s. b. 9. 4. 3. XI adalah Kelompok Masalah 0 s. 8. Masalah Kesehatan Keadaan Kehidupan Rekreasi dan Hobi Kehidupan Sosial – Keaktifan Berorganisasi Hubungan Pribadi Muda-mudi Kehidupan Keluarga Agama dan Moral Penyesuaian terhadap Sekolah Masa Depan dan Cita-cita Pendidikan Penyesuaian terhadap Kurikulum E E E E E E E E E E E D D D D D D D D D D D Kriteria C B C B C B C B C C C C C C C B B B B B B B A A A A A A A A A A A Kesimpulan: Siswa nomor 24 memiliki masalah yang serius pada masalah Rekreasi dan Hobi. 5. 25 adalah persentase masalah yang dialami oleh kelompok (kelas) 183 .

94. 196. Item masalah Merasa lelah dan tidak bersemangat Sering mengantuk Ingin mempunyai kamar sendiri Tidak mempunyai waktu untuk bermain Keinginan untuk rekreasi sering terhalang Suka olahraga. 194. 181. Orang ain-lain yang dapat membantu =3 1. Kakak =5 b. Teman akrab =8 d. 118. 15. jumlahnya = 15 Bagi yang suka membicarakannya dengan orang lain. 12. tetapi tidak ada kesempatan Lebih suka membaca buku-buku hiburan dari pada buku pelajaran Setiap malam selalu menonton film televisi/sinetron Tidak dapat menggunakan waktu luang Mudah tersinggung Sering bingung bila berhadapan dengan orang banyak Merasa malu jika berhadapan dengan orang banyak Mudah marah Merasa tidak mempunyai harapan (pesimis) Ingin sekali dikagumi Ingin hidup lebih tenang Bergaul dengan teman sejenis lebih menyenangkan dari pada dengan lawan jenis (komentar : wajar bagi usia mereka) Ingin mengadakan perubahan di rumah Tidak dapat sungguh-sungguh dalam beribadah Merasa berdosa sekali Pribadi seorang guru menyebabkan perasaan sebal terhadap pelajarannya dan enggan mengikuti pelajarannya Khawatir tidak dapat berdiri sendiri kelak Sukar untuk menetapkan pilihan SLTA/Perguruan Tinggi Sulit untuk memilih jurusan Khawatir tidak diterima di SLTA/Perguruan Tinggi Ingin mengetahui bakat dan kemampuan yang dimilikinya Belum mempunyai cita-cita tertentu Cita-cita selalu goyah/berubah Sering takut/cemas menghadapi ulangan Sering kuatir kalau-kalau mendapat giliran mengerjakan soal di papan tulis Sering mendapat kesukaran dalam menyelesaikan tugas pekerjaan rumah ∑ 16 20 12 17 17 14 15 22 19 13 22 19 13 14 20 19 19 14 13 15 24 18 23 19 17 27 17 24 29 19 21 Dari 44 siswa yang mengisi DCM disimpulkan: Satu orang siswa tidak mempunyai masalah (tidak ada yang dicek). 48. 51. 41. 100. 77. 142. Siswa tidak ada yang suka membicarakan masalahnya dengan konselor. 136. karena itu mereka lebih suka 184 . 75. 49. ibu) = 12 c. 187. 45. 42. 186. 206. 159. 96. 76.Tabel 3 Masalah yang paling banyak dicek siswa kelas VIII A SMP Pringgodani Semarang No. 214. 68. 184. Orang tua (ayah. 167. adalah dengan: a. 188. 31. 213. Pada umumnya para siswa tidak suka membicarakan masalahnya dengan orang lain. Siswa yang suka membicarakan masalahnya dengan orang lain tidak menganggap bahwa konselor dapat membantu memecahkan masalahnya.

3 Menggambarkan Hasil Angket Sosiometri Data psikologis yang dikumpulkan dengan angket sosiometri masih sulit untuk dianalisis dan dipahami (dibaca) apabila belum diolah. dan “metrum” yang diartikan sebagai pengukuran.1 Pengertian Sosiometri Jacob Levy Moreno membuat istilah sosiometri dan menggunakannnya dalam studi tentang sosiometri yang dilakukan antara 1932-1938 di New York State Training School for Girl in Hudson. Menentukan kelompok yang akan dipahami dengan metode sosiometri. 2001). dan selain mereka (3 orang). c. Penggunaan sosiometri terikat pada suatu pergaulan sosial atau kriterium (criterion) tertentu yang lingkupnya tidak terlalu luas. Setiap siswa diminta untuk menulis pada blanko yang disediakan (blanko angket atau tes sosiometri) nama beberapa teman di dalam kelompok. Sosiometri sebagai salah satu metode memahami interaksi sosial individu dilaksanakan dengan prosedur sebagai berikut: a. 3. New York (Hofman. Untuk membantu dan mempermudah konselor dalam memahami siswa asuh. Agar data sosiometri tersebut mudah dipahami siapa yang popular (paling disukai/disenangi) dan siapa yang terisolir (tidak disukai atau tidak dipilih). teman akrab (8 orang). seperti “kelompok belajar”. orang tua (12 orang). Jumlah teman yang dipilih dan tidak dipilih sebagai teman kelompok ditentukan satu orang. Menyusun angket sosiometri atau tes sosiometri untuk diisi oleh anggota kelompok. Preferensi pribadi dinyatakan dalam kesukaan untuk berada bersama dalam melakukan kegiatan tertentu. 3. Istilah sosiometri berasal dari bahasa Latin “socius” yang berarti sosial. Jawaban responden tentang siapa yang disukai maupun yang tidak disukai tersebut dapat terdiri dari satu. sosiometri digunakan sebagai cara untuk mengukur tingkat antarhubungan individu dalam kelompok. Berdasarkan kata dasar ini. diberi penjelasan bahwa perlu dibentuk kelompok-kelompok yang lebih kecil (antara 4-6 orang) dalam rangka mengadakan kegiatan tertentu.2. dan ketiga. kedua.membicarakan masalahnya dengan kakak (5 orang). Kegiatan tertentu tersebut merupakan situasi pergaulan sosial (criterion) yang menjadi dasar bagi pilihan-pilihan individu dalam kelompok. misalnya satu kelas di sekolah. (Catatan: Pengertian tes (angket) sosiometri tidak sama dengan istilah tes pada teknik testing dalam pemahaman individu). dengan siapa dia ingin dan lebih suka melakukan kegiatan itu. individu memilih teman yang berbeda pula. sosiometri dapat diartikan sebagai suatu metode atau teknik untuk memahami individu terutama untuk memperoleh data tentang jaringan hubungan sosial antarindividu (antarpribadi) dalam suatu kelompok. Dengan demikian. atau dinyatakan dalam ungkapan perasaan terhadap anggota-anggota kelompok untuk melakukan suatu kegiatan tertentu. 185 .3. b.2 Angket Sosiometri Instrumen atau alat untuk memperoleh materi sosiometri adalah angket sosiometri. ataukah tiga orang dengan urutan pilihan pertama. misalnya kelas. tiga orang atau lebih. Dalam hal ini sering terjadi bahwa dalam kegiatan yang berbeda. dua orang. 3. Siswa yang tergabung dalam suatu kelompok. berdasarkan preferensi pribadi antara anggota-anggota kelompok. dua. Mastur dan Rifa’i (2009) telah menyusun Aplikasi Komputer DCM.3. dan dengan siapa dia tidak ingin dan tidak suka melakukan kegiatan itu.2 Sosiometri 3. yaitu dengan menggunakan beberapa pertanyaan yang berisi mengenai siapa yang disukai (dipilih) dan siapa yang tidak disukai (ditolak) di antara anggota kelompoknya. d. maka data tersebut harus disajikan dalam bentuk tabel (disebut matrik sosiometri) dan bentuk gambar (disebut sosiogram).

Dengan melihat sosiogram kita akan dapat memperoleh informasi tentang: a) Besarnya jumlah pemilih untuk setiap individu b) Arah pilihan dari dan terhadap individu tertentu c) Kualitas arah pilihan d) Ada tidaknya isolasi e) Kecenderungan terbentuknya anak kelompok. Setelah angket sosiometri diisi. kemudian dikumpulkan untuk ditabulasi dalam matrik sosiometri.3. maka data sosiometri dianalisis dengan cara: 1) menggambar sosiogram 2) menganalisis hubungan sosial secara keseluruhan 3) menghitung indeks sosiometri 4) mengisi kartu sosiometri secara individual.e. A memilih B dan C B memilih A dan C C memilih E dan A D memilih B dan A E memilih A dan B Contoh 3.3. f.1 Tabel 1 Matrik Sosiometri Arah Pilih Teman Kelompok Belajar Dipilih Pemilih A B C D E F G H I J Jumlah Pilihan 1 Jumlah Pilihan 2 Jumlah seluruhnya A x 1 2 2 1 2 2 1 3 4 7 B 1 x 1 2 1 1 C 2 2 x x x x 2 1 4 1 5 0 3 3 0 0 0 1 0 1 2 1 1 2 0 0 0 x x x 0 1 1 0 0 0 1 X 1 0 1 2 D E F G H I J F memilih B dan H G memilih B dan C H memilih F dan A I memilih J dan A J memilih A dan F 1 186 . Sebagai gambaran pelaksanaan metode sosiometri dalam pelayanan bimbingan dan konseling. Berdasarkan matrik sosiometri. berikut ini disajikan contoh prosedur sosiometri.

saling memilih pilihan 1 antara A dengan B. Misalnya warna hitam untuk pilihan pertama dan warna hijau untuk pilihan kedua. dan garis terputus-putus untuk pilihan kedua. atau garis utuh untuk pilihan pertama. A memilih B sebagai pilihan pertama.SOSIOGRAM ARAH PILIH TEMAN KELOMPOK BELAJAR SISWA KELAS X-9 SMA PRINGGODANI KUDUS 7 6 5 4 3 2 1 0 A B F H G D I Gambar 3 Sosiogram bentuk Grafik E J C SOSIOGRAM ARAH PILIH TEMAN DUDUK SEBANGKU SISWA KELAS X-9 SMA PRINGGODANI KUDUS H G B D J A C Gambar 4 Sosiogram bentuk sirkuler F E Keterangan : : Laki-laki : Perempuan : Pilihan 1 : Pilihan 2 Di dalam sosiogram bisaanya arah penolakan tidak digambarkan. Contoh: A A A B B B arah panah menunjukkan pemilihan A kepada B. yang digambarkan adalah arah pemilihan dengan memberikan bentuk garis yang berbeda warnanya atu bentuknya. tetapi B memilih A I 187 .

Untuk memperoleh gambaran yang jelas tentang analisis indeks tersebut. data sosiometri juga dapat dianalisis secara indeks (analisis indeks). menolak D dan F 188 . Konfigurasi bentuk pasangan (mutual). status pemilihan (choice status: cs) 2. dapatkah anda jumpai dalam gambar 3 dan/atau 4? Sebagaimana telah dikemukakan di atas. intensitas tinggi. Hubungan atau relasi sosial dari individu-individu dalam suatu kelompok membentuk suatu susunan tertentu yang disebut konfigurasi. A memilih B dan C. hubungan persahabatan erat. Di dalam analisis indeks ini ada tiga kedudukan individu dalam kelompoknya.sebagai pilihan kedua. cepat rapuh. Model konfigurasi di atas. B A dan B saling memilih sebagai pilihan kedua. hubungan bersifat timbal balik. intensitas tinggi. Konfigurasi bentuk rantai (chain). menolak J dan F F memilih B dan H. menolak E dan C E memilih A dan B. status penolakan (rejection status: rs) 3. Dalam sosiogram terdapat lima macam bentuk konfigurasi. hubungan bersifat menyeluruh. yaitu: 1. intensitas hubungan sosial kurang baik. Dalam analisis ini kita menghitung berapakah jumlah indeks setiap individu dalam tiap-tiap kelompok yang dikenai sosiometri. perhatikan contoh berikut ini yang merupakan pengembangan dari contoh tabel 1 yang kemudian memperoleh matrik sosiometri sebagaimana contoh tabel 2. menolak F dan H C memilih E dan A. menolak H dan F D memilih B dan A. menolak I dan D G memilih B dan C. menolak J dan I B memilih A dan C. yaitu: A A B A A B C B D C Konfigurasi bentuk segitiga (triangle). status pemilihan penolakan (choice and rejection status: crs).

Dalam berbagai literatur.3. Dengan uji komputer. maupun pemilihan penolakan. Status pemilihan (choice status=cs) Jumlah orang yang memilih A cs A = N-1 atau Jumlah pemilih cs A = N-1 189 . Rumus yang digunakan untuk mencari masing-masing status adalah sebagai berikut : Versi Teori 1.H memilih F dan A. status penolakan (rs=rejection status). Rahardjo (1998) menemukan bahwa ada ketidaksesuaian teori analisis indeks sosiometri dalam segi status pemilihan (cs=choice status). Rahardjo (1998) menyusun rumus baru baik untuk indek pemilihan. Studi lanjutan tentang rumusrumus analisis indeks sosiometri dilakukan dengan melakukan penelitian tentang Dua Versi Analisis Indeks Sosiometri Pada Siswa Kelas II SMU Negeri 2 Bae Kudus Tahun 1998/1999. analisis indeks sosiometri bisaanya ditinjau dari status pemilihan (cs=choice status). menolak D dan E J memilih A dan F. menolak D dan E Contoh 3. dan indeks pemilihan penolakan (crs=choice and rejection status). karena itu rumus-rumus analisis indeks sosiometri perlu direkonstruksi. menolak B dan C I memilih J dan A.2: Tabel 2 Matrik Sosiometri Arah Pilih Teman Kelompok Belajar Dipilih Pemilih A B C D E F G H I J Jumlah Pilihan 1 Jumlah Pilihan 2 Jumlah Pilihan Jumlah penolakan 1 (3) Jumlah penolakan 2 (4) Jumlah Pilihan A x 1 2 2 1 2 2 1 3 4 7 0 0 0 B 1 x 1 2 1 1 (3) 4 1 5 1 0 1 C 2 2 x (4) 2 (4) 0 3 3 0 2 2 D E F G H I (4) J (3) x (4) (3) (3) (3) 0 0 0 3 1 4 1 (3) x (3) (4) (4) x (4) 1 2 1 1 2 1 3 4 (4 (3) (3) 2 x x x 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 2 0 0 0 1 1 2 1 x 1 0 1 2 0 2 (3) (4) (4) 1 0 1 1 2 3 Berdasarkan praktek di lapangan.3. status penolakan (rs=rejection status). penolakan. dan status pemilihan penolakan (crs=choice and rejection status).

Sukardi 1983. Hendrarno. Individu yang memperoleh indeks rs = –1 berarti semua siswa dalam kelompok menolak individu yang bersangkutan. 3. Supriyo 1987. Kalau seseorang memperoleh indeks yang mendekati angka 1 berarti tingkat popularitasnya tinggi. Indeks pemilihan penolakan (choice and rejection status=crs) Jumlah pemilih C – jumlah penolak C rs C = N-1 2. Sukardi 1983. 1999) mengemukakan analisis indeks sosiometri versi baru seperti berikut ini. terasing). Supriyo yaitu tidak dikalikan –1 dan dengan dikalikan –1. Supriyo 1987) Indeks pemilihan penolakan ini bergerak dari –1 sampai dengan 1. Rahardjo (1998.Keterangan : A = Kode orang yang diselidiki dalam kelompok N = Jumlah orang dalam kelompok (Sumber : Walgito 1975. Sugiyo. Djumhur dan Surya 1975). 1985. Hendrarno. Status pemilihan (choice status=cs) Jumlah pemilih A cs A = Nxp Keterangan : 190 . 1985. Keterangan : C = Kode orang yang diselidiki dalam kelompok N = Jumlah orang dalam kelompok (Sumber : Walgito 1975. Di sini ada perbedaan yang mendasar antara rumus dari Walgito dengan yang dikemukakan oleh Sukardi dan Hendrarno. Indeks pemilihan ini bergerak dari 0 sampai dengan 1. Hampir semua orang yang mempelajari dan menggunakan sosiometri menerima analisis indeks sosiometri tersebut. Rumus-rumus versi teori di atas selama puluhan tahun digunakan tanpa kritik dan upaya pembaruan. Sugiyo. 1985. 1985. sedang yang memperoleh indeks 0 berarti tidak ada yang memilih (tidak populer. Indeks –1 berarti individu tersebut paling ditolak. Versi Baru 1. Supriyo 1987) Indeks penolakan ini bergerak dari 0 sampai dengan –1. Berdasarkan kajian lapangan yang ditunjang dengan perhitungan komputer. 1985. sedang individu yang memperoleh indeks rs = 0 berarti tidak ada yang menolak. 1985) atau Jumlah penolak rs B = x-1 N-1 (Sumber : Sukardi 1983. Sugiyo. sedang 1 berarti paling populer. Sugiyo. Hendrarno. Status penolakan (rejection status=rs) Jumlah orang yang menolak B rs B = N-1 Keterangan : B = Kode orang yang diselidiki dalam kelompok N = Jumlah orang dalam kelompok (Sumber : Walgito 1975.

hasil penjumlah indeks cs-nya tetap 1. Indeks pemilihan penolakan (choice and rejection status=crs) Jumlah pemilih C – jumlah penolak C rs C = Nxq Keterangan : C = Kode orang yang dicari statusnya dalam kelompok N = Jumlah orang dalam kelompok q = banyaknya pilihan/penolakan setiap orang yang ditentukan dalam angket sosiometri Dalam versi baru ini indeks pemilihan penolakan ini bergerak dari -1 sampai dengan 1. hasilnya sama dengan 1. 5. 2. Sedangkan pada rumus versi teori jumlah indeks seluruh kelompok semakin besar dari –1 jika jumlah pilihannya semakin besar. aplikasi rumus analisis indeks versi teori dan baru dilakukan dengan membandingkannya sebagaimana dipaparkan tabel 3.A = Kode orang yang dicari statusnya dalam kelompok N = Jumlah orang dalam kelompok p = banyaknya pilihan setiap orang yang ditentukan dalam angket sosiometri Dalam rumus versi baru ini. Dengan rumus versi baru berapa pun jumlah individu dalam kelompok hasil penjumlah indeks kelompok sama dengan –1. Dengan demikian. Sedangkan pada versi teori jumlah indeks seluruh kelompok semakin besar jika jumlah pilihannya semakin besar. dan ternyata rumus ini memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh para penulis teori sosiometri terdahulu yaitu indeks cs bergerak dari 0 sampai dengan 1 atau jumlah indeks seluruh orang dalam kelompok sama dengan 1. pembaginya bukan N-1 tetapi Nxp. makin besar jumlah indeks csnya. 4. analisis indeks pemilihan versi baru sesuai dengan ketentuan/kesepakatan para ahli tentang rentangan antara 0 sampai 1. Pada tabel 3 dan 4 nampak berbeda hasil perhitungan analisis indeks pemilihan antara versi teori dengan versi baru. Indeks –1 berarti semua siswa dalam kelompok menolak individu yang diselidiki. Sementara itu pada versi baru menunjukkan bahwa berapa pun jumlah pemilihnya. 6. Menurut ketentuan. Hal ini dapat terjadi karena nilai N dikurangi 1. bukan dikalikan jumlah penolakan. 7. Artinya seluruh individu dalam kelompok tersebut jika indeksnya dijumlahkan. Indeks –1 berarti semua siswa dalam kelompok menolak individu yang diselidiki tanpa ada yang memilih. 191 . Hal ini dapat terjadi karena nilai N dikurangi 1. 8. 7. 3. Makin besar jumlah pemilihnya. indeks pemilihan bergerak dari 0 sampai dengan 1. Tetapi kenyataannya pada rumus analisis indeks versi teori tidak demikian. 6. dan delapan pun serupa dengan tabel 3 dan 4. Berdasarkan data tabel 2. sedang 0 berarti tidak ada yang menolak. Tabel 5. dan indeks 1 berarti semua individu memilih dia tanpa ada yang menolak. 0 berarti tidak ada yang memilih atau menolak. silahkan cermati. Status penolakan (rejection status=rs) Jumlah penolak B rs B = x -1 Nxt Keterangan : B = Kode orang yang dicari statusnya dalam kelompok N = Jumlah orang dalam kelompok t = banyaknya penolakan setiap orang yang ditentukan dalam angket sosiometri Dalam versi baru ini indeks penolakan ini bergerak dari 0 sampai dengan –1.

111 C 2 9 -1 .222 Tabel 4 Indeks Pemilihan (cs) versi baru Subjek Sekor Nxp Indeks Cs A B C D E F G H I J Jumlah 7 5 3 0 1 2 0 1 0 1 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 0.100 0 0.0.150 0 0.050 1.111 2.111 0 0.Tabel 3 Indeks Pemilihan (cs) versi teori Subjek Sekor N-1 Indeks Cs A B C D E F G H I J Jumlah 7 5 3 0 1 2 0 1 0 1 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 0.556 0.000 Tabel 5 Indeks Penolakan (rs) versi teori Subjek Sekor N-1 x -1 Indeks rs A 0 9 -1 0 B 1 9 -1 .050 0.111 0.350 0.250 0.222 192 .0.222 0 0.778 0.050 0 0.333 0 0.

0.0.2.0.150 F 4 20 -1 .0.050 D 0 4 20 .100 D 4 20 -1 .0.444 E 1 3 9 .222 J 1 2 9 .778 B 5 1 9 0.0.0.111 Jumlah 0.222 F 2 4 9 .0.111 I 0 2 9 .0.0.222 Tabel 6 Indeks Penolakan (rs) versi baru Subjek Sekor Nxt x -1 Indeks rs A 0 20 -1 0 B 1 20 -1 .200 G 0 20 -1 0 H 2 20 -1 .0.0.1.0.0.222 G 0 0 9 0 H 1 2 9 .0.350 B 5 1 20 0.000 Tabel 8 Indeks Pemilihan Penolakan (crs) versi baru Subjek c r Nxq Indeks Crs A 7 0 20 0.0.100 G 0 0 20 0 H 1 2 20 . 193 .100 J 1 2 20 .111 D 0 4 9 .0.444 C 3 2 9 0.0.050 Jumlah 0 Mastur dan Rifa’i (2009) telah menyusun Aplikasi Komputer Sosiometri yang dapat digunakan konselor untuk menganalisis data sosiometri dengan mudah.0.0.0.222 .222 .100 I 2 20 -1 .0.050 C 2 20 -1 .444 .000 Tabel 7 Indeks Pemilihan Penolakan (crs) versi teori Subjek c r N-1 Indeks Crs A 7 0 9 0.D E F G H I J Jumlah 4 3 4 0 2 2 2 9 9 9 9 9 9 9 -1 -1 -1 -1 -1 -1 -1 .100 Jumlah .0.444 0 .222 .100 F 2 4 20 .0.333 .0.200 C 3 2 20 0.050 I 0 2 20 .200 E 3 20 -1 .111 J 2 20 -1 .200 E 1 3 20 .0.

yaitu dengan memberikan daftar pertanyaan yang harus dijawab atau dikerjakan oleh responden secara tertulis pula. Hal ini dapat dilihat dari penolakan oleh Banowati. Cinderella 3. di dalam kuesioner terdapat dua bagian yang pokok yaitu bagian yang mengandung identitas.22 0. Gunadi 1. Intan 2.Pd. 6 Mei 2012 Konselor. 3. Drs.Kegiatan berikutnya yang dapat dilakukan oleh konselor setelah melakukan tahapan-tahapan dalam pelaksanaan metode sosiometri.44 -0. walaupun kualitas pilihannya berbeda  Hubungannya dengan Banowati tidak baik. Banowati 2. Sebagai teknik untuk memahami individu.Kons. Hal ini dapat diketahui dari angka indeks di atas  Hubungannya dengan Haris intim. terlihat dari saling memilih di antara mereka. Dewi 2 orang 4 orang 0. Ernawan 4. kuesioner dimaksudkan untuk merekam dan menggali informasi atau keterangan yang sesuai dengan kondisi individu dan bisa dijelaskan atau diterangkan oleh responden. adalah mencatat data individu dalam kartu sosiometri sebagaimana contoh berikut.4. dan bagian yang mengandung pertanyaan-pertanyaan yang ingin memperoleh jawabannya. Fauzi 14376 II-1 Kelompok Belajar 10 orang 1. Bambang Tetuka. Banowati 2. walaupun Fauzi memilih Banowati sebagai teman belajar kelompok Kudus. M. Haris 1. Menurut Walgito (1983:65). Kuesioner 3. BIMBINGAN DAN KONSELING SMA PRINGGODANI KUDUS ========================== KARTU SOSIOMETRI Nama siswa Nomor Induk Kelas Kegiatan Jumlah siswa dalam kelompok Dipilih oleh Ditolak oleh : : : : : : : Teman yang dipilih Teman yang ditolak : : Jumlah pemilih : Jumlah penolak : Indeks cs : Indeks rs : Indeks crs : Catatan/Komentar:  Secara keseluruhan hubungan sosial Fauzi kurang baik.4.1 Pengertian Kuesioner Kuesioner atau angket merupakan suatu teknik atau cara memahami siswa dengan mengadakan komunikasi tertulis. Jumadi 1.22 194 . Haris 2.

jenis kelamin. Contoh: Berilah tanda silang (x) pada jawaban yang sesuai dengan pertanyaan berikut! 1. d. misalnya dapat diperoleh jawaban-jawaban tidur. Contoh: 33. pergi ke hutan mencari kayu bakar. melanjutkan kuliah b.Bagian yang mengandung data identitas ialah bagian yang mengandung data tentang diri individu atau orang yang dikenai kuesioner tersebut. …………. bekerja c. 60. merupakan pertanyaan-pertanyaan yang masih memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada responden untuk memberikan jawabannya atau tanggapannya terhadap kuesioner tersebut. tidak tahu. Dari item 22 di atas. ………………………… Pada item ini responden diberi kesempatan untuk memberikan jawaban sebebasbebasnya sesuai dengan keinginannya. renang h. bulu tangkis g. kursus keterampilan e.4. sesuai dengan opininya. Apakah keinginanmu setelah lulus SMA? a. responden (siswa) tinggal memilih salah satu jawaban yang tersedia. …………. istirahat sebentar terus berangkat les. Sedangkan bagian yang mengandung pertanyaan fakta atau opini ialah bagian yang mengandung pertanyaan-pertanyaan untuk mendapatkan fakta atau opini tersebut.-/bulan ia tidak dapat menyatakannya. Dari sekian banyak responden dapat diperoleh berbagai macam jawaban. Kegiatan apa yang bisaa kamu lakukan di rumah setelah pulang sekolah? a. ………………………… b. agama. menikah d. merupakan campuran atau perpaduan kedua macam pertanyaan di atas. Contoh: 22. Misalnya uang sakunya Rp. yang dalam pertanyaan tertutup tidak dapat diperoleh karena terbatas. mengasuh adik. yaitu pertanyaan yang berbentuk di mana responden tinggal memilih jawaban-jawaban yang telah disediakan di dalam kuesioner itu. pertanyaan yang terbuka. Dalam kuesioner tersebut di samping ada pertanyaan terbuka juga terdapat pertanyaan tertutup dalam satu item. dan pertanyaan yang terbuka dan tertutup. 1) Pertanyaan yang tertutup (closed questions). tempat dan tanggal lahir. 3) Pertanyaan yang terbuka dan tertutup (open and closed questions). Ia tidak dapat dengan bebas memberikan jawaban yang sesuai dengan keinginannya. mengerjakan PR. beladiri b. alamat. Pertanyaanpertanyaan tersebut dapat berbentuk tiga macam yaitu pertanyaan yang tertutup. ………………………… c. Olahraga di luar sekolah yang saya ikuti adalah: a.2 Macam-macam Kuesioner 195 . …………. Dengan pertanyaan-pertanyaan tersebut.000. volley ball f. misalnya menyangkut nama. membantu pekerjaan orang tua. 3. sepak bola e. ………………………… d. 2) Pertanyaan yang terbuka (open questions). berkebun. memancing. suku bangsa. melainkan dengan memilih jawaban c. pergi ke sawah. mengulang pelajaran hari ini. c.

pengumpul data dapat memperoleh data yang banyak dan sangat bervariasi karena jawaban responden tidak dibatasi. Responden diberikan kesempatan sebebas-bebasnya untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang disediakan. yaitu kuesioner tertutup. Dengan kuesioner bentuk ini. Dengan demikian dari sekian ratus murid SMA Pringgodani Kudus. 1) Kuesioner tertutup (closed questionnaire) Merupakan kuesioner yang menggunakan pertanyaan-pertanyaan tertutup. dan mungkin yang lain-lainnya.2 Pendidikan orang tua siswa SMA Pringgodani Kudus Kelas Pendidikan orang tua I II III Jumlah Tidak tamat SD 2 2 1 5 SD/MI 3 1 7 11 SLTP/MTs 37 44 37 128 SMA/MA 49 48 42 139 Diploma 11 8 7 26 Sarjana 21 13 7 41 Pascasarjana 2 0 0 2 Total 125 126 131 352 Kolom-kolom yang tersedia pada tabel 4.1 Agama yang dianut siswa SMA Pringgodani Kudus Agama yang dianut Islam Krist Katol Hind Budh en ik u a 37 1 2 1 1 40 1 0 0 0 39 1 1 0 0 40 0 0 0 0 35 2 1 0 0 38 0 1 0 0 35 0 0 0 0 34 1 0 0 0 39 1 0 0 1 337 7 5 1 2 Kelas XA XB XC XI IPA XI IPS XI Bhs XII IPA XII IPS XII Bhs Total Juml ah 42 41 41 40 38 39 35 35 41 352 Tabel 4. Selanjutnya data tersebut diolah untuk kepentingan mencari frekuensi data/fakta tertentu. Kelemahannya.2 tinggal diisi dengan jumlah pada setiap kelas dan total (jumlah seluruhnya). pengumpul data bermaksud memperoleh data yang relatif “seragam”. 3) Kuesioner terbuka tertutup (open and closed questionnaire) 196 . 2) Kuesioner terbuka (open questionnaire) Kuesioner terbuka adalah kuesioner yang menggunakan pertanyaan-pertanyaan yang terbuka. pendidikan orang tua. pengumpul data mungkin akan kesulitan untuk menggolong-golongkan jenis data yang diperoleh. Responden tinggal memilih jawaban-jawaban yang sudah disediakan. dan kuesioner terbuka tertutup. pendidikan orang disusun penyajian data seperti berikut ini. Tabel 4. Misalnya dari pertanyaan tentang agama. Dengan kuesioner ini. dapat diketahui distribusi frekuensi agama yang dianut siswa. kuesioner dapat dibagi menjadi tiga.1 dan 4.Dilihat dari bentuk pertanyaannya. Kuesioner bentuk ini sebenarnya terkait langsung dengan bentuk-bentuk pertanyaan sebagaimana dikemukakan di atas. kuesioner terbuka. pekerjaan orang tua.

3. diserahkan kepada konselor yang lain untuk dikomentari dan kemudian dikoreksi seperlunya....Kuesioner terbuka tertutup merupakan kuesioner yang pertanyaanpertanyaannya berupa gabungan dari pertanyaan yang terbuka dan tertutup.....4. 1) Kuesioner langsung Kuesioner langsung adalah jika kuesioner langsung diberikan kepada responden yang ingin diselidiki (diungkap datanya).. Misalnya untuk memperoleh keterangan tentang siswa.... . Misalnya untuk memperoleh data tentang siswa... sehingga tidak membingungkan.. pengumpul data berkeinginan memperoleh data yang relatif sudah pasti (sudah diduga ada datanya atau faktanya) dan mudah diukur..... Pada umumnya kuesioner ini banyak digunakan untuk kepentingan bimbingan konseling. 197 . tidak menggunakan perantara untuk memperoleh jawaban.. alasan ………………………………...... dijelaskan cara mengerjakannya. Diterangkan pula siapa yang akan membaca kuesioner itu.. kuesioner dapat dibedakan menjadi kuesioner langsung dan kuesioner tidak langsung (Walgito... ……………………………..... Coba jelaskan secara umum.. alasan ……………………………….. c. Setelah naskah kuesioner selesai disusun. konstruksi kuesioner harus diserahkan kepada tenaga ahli bimbingan konseling... Misalnya: “Mata pelajaran apakah yang anda sukai dan tidak anda sukai?”............ Sementara dengan pertanyaan yang terbuka diharapkan responden dapat memberikan kemungkinan jawaban lain dari alternatif jawaban yang sudah disediakan. ……………………………. …………………………….. 1983:66). fakta) dari sumber pertama (first resource.... (3) Perumusan item-item harus jelas dan isinya mudah ditangkap.... alasan ………………………………... dengan menjaga kerahasiaan... Oleh karena itu.. (2) Harus ada introduksi yang menjelaskan kepada siswa (maupun responden pada umumnya) dengan tujuan apa mereka diminta mengisi kuesioner. bagaimanakah kebisaaan ibadah orang-orang di sekitar tempat tinggalmu... sumber data primer).. Istilah-istilah yang sukar dan bisaanya tidak dipahami oleh siswa harus dihindari. baik dalam suatu item..... sehingga jawaban yang diperoleh tidak diperoleh dari sumber pertama... Sejauh perlu. misalnya: 16. Dengan pertanyaan tertutup...... Ditinjau dari cara memberikannya....... (4) Suatu item jangan menanyakan dua hal sekaligus (pertanyaan ganda)... Pertanyaan semacam itu dapat dipisah menjadi dua item.... Winkel (1991:241242) mengemukakan 11 butir persyaratan konstruksi kuesioner yaitu sebagai berikut: Catatan: semua contoh item dalam uraian butir-butir ini nomor item dianggap (dibayangkan) pengetikannya mulai dari garis tepi kiri.... sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. kuesioner tersebut langsung diberikan kepada siswa dan yang menjawab atau mengisi kuesioner juga siswa yang bersangkutan........... 2) Kuesioner tidak langsung Kuesioner dikatakan sebagai kuesioner tidak langsung jika untuk mendapatkan jawaban membutuhkan perantara... Misalnya jangan ditanyakan “Apakah lingkungan sekitar tempat tinggalmu religius?”.... Sebutkan tiga mata pelajaran yang paling anda sukai.3 Merancang Kuesioner Merancang alat kuesioner bukan pekerjaan yang mudah dan sederhana.. Item-item atau butir-butir dikelompokkan menurut bidang-bidang tertentu. karena ada sejumlah persyaratan teknis yang harus diindahkan dan isi kuesioner harus sesuai dengan kebutuhan di institusi pendidikan tertentu (tidak selalu suatu angket dapat digunakan untuk berbagai atau beberapa sekolah).... a.... (1) Ditentukan dengan tujuan apa kuesioner diberikan dan dipikirkan luas informasi yang dibutuhkan..... maupun dalam keseluruhan item. Jadi dalam hal ini pengumpul data memperoleh jawaban (data... Bagimanakah pembawaanmu?” dapat dirumuskan menjadi item 24.... b. kuesioner diberikan dan diisi oleh guru mata pelajaran (data akademik) atau oleh orang tua siswa (data keluarga dan latar belakangnya)..........

Kalau ya. Tidak 30. berlibur di rumah nenek b. Perhatikan contoh berikut .(5) Jangan menanyakan hal-hal yang dirasa mempermalukan atau mempunyai konotasi emosional negatif. Item-tem tersebut lebih baik dirumuskan: 37. letak item. Bagaimana perhatian orang tua terhadap belajar anda di rumah? ………………………………………………………………… (7) Bilamana item tertentu ada lanjutannya. tidak ada atau 21. Pada waktu libur sekolah. dapat dirumuskan menjadi: 29. c. Contoh yang disarankan 19. lebih bijaksana jika ditanyakan dalam wawancara. Ya b. tetapi pun tidak terlalu longgar. demi melindungi diri sendiri atau orang tuanya. kegiatan apakah yang bisaanya anda lakukan? a. misalnya dalam hal penggunaan huruf besar. atau yang berikut ini 20. seandainya ia tidak merasa senang. “Apakah orang tua bisaanya memperhatikan belajar anda di rumah?”. Pada pertanyaan terbuka harus disediakan ruang untuk menjawab yang cukup longgar. tetangga b. ayah d. siapakah yang sering membantu menyelesaikan kesulitan anda? a. tetangga b. Siapa saja yang menjadi teman kelompok belajar anda belajar di rumah? a. harus disertai instruksi yang jelas. letak pilihan jawaban. ………………………. ……………………………… b. ………………………………………………………………. sebaiknya dipisahkan menjadi dua bagian. guru les c... ………………………. d. Jika anda mengalami kesulitan belajar di rumah. ibu e. di rumah saja tanpa ada kegiatan c. Jika anda mengalami kesulitan belajar di rumah. Pilihlah salah satu jawaban yang paling sesuai dengan keadaan anda dengan cara menyilang (x) huruf pada salah satu pilihan jawaban Contoh: 11. Perumusan yang demikian mendorong siswa cenderung menjawab ya. Apakah anda sering tidak masuk sekolah? a. misalnya jangan dirumuskan pertanyaan: “Apakah anda merasa senang dalam belajar di sekolah?”. misalnya: “Ayahmu mempunyai berapa orang istri?”. ayah d. siapakah yang sering membantu menyelesaikan kesulitan anda? a. ……………………………… (9) Butir-butir yang cara menjawabnya berbeda dengan butir lainnya. saudara f. dan orang tua tidak memperhatikan. bagian pertama dapat dijawab dengan Ya / Tidak lebih dahulu. menghabiskan waktu untuk bermain dengan teman di rumah d. apa sebabnya? ………………………………………………………………………. Bagaimana perasaan anda dalam belajar di sekolah? ………………………………………………………………… 38. (6) Perumusan item jangan mengandung jawaban yang baik atau sugesti mengenai jawaban yang ideal. Misalnya item yang berbunyi “Apakah anda sering tidak masuk sekolah? Apa sebabnya?”. ibu e. (8) Susunan teknis (lay out) perlu diperhatikan. guru les 198 . dan letak ruang untuk menulis jawaban. “Hal-hal apakah yang anda rasakan abnormal pada diri anda?” Seandainya hal-hal semacam itu perlu diketahui oleh konselor.

Fasilitas yang dimiliki oleh keluarga saya. 14. renang h. sepeda motor g. Olahraga di luar sekolah yang saya ikuti adalah: a. bulu tangkis g. Tujuan yang akan dicapai dengan kuesioner tersebut. Konselor dalam merancang kuesioner dengan rambu-rambu sebagaimana telah dikemukakan di atas. c. antara lain: a. kuesioner dapat dikembalikan kepada siswa kelas XI dan XII untuk disesuaikan seperlunya. beladiri b. volley ball f. televisi e. Jenis data yang diperlukan Jenis data yang diperlukan dideskripsikan secara singkat. Tujuan perlu dirumuskan secara singkat dalam kisi-kisi. mobil h.. Dengan demikian dapat menghemat biaya. d. Nomor item Nomor item yang akan dimunculkan dalam kuesioner dikemukakan dalam kisi-kisi ini. sehingga perancang dapat memperkirakan seberapa banyak data yang diperoleh. perancang kuesioner dapat memerinci lebih detil tentang unsurunsur data dari setiap jenis data. tidak ada atau: Pada item nomor 11-20 anda boleh menjawab lebih dari satu jawaban. Hal-hal penting yang perlu diperhatikan dalam kisi-kisi kuesioner adalah sebagai berikut: a. Dengan demikian kuesioner yang disusun diharapkan memenuhi segi teknis dan kebutuhan bimbingan konseling. saudara f. Hal ini perlu disebutkan dalam kisi-kisi. sepak bola e. b. Dan jika itu yang terjadi. sehingga dapat dijadikan pedoman bagi perancang kuesioner (konselor) tentang data apa saja yang perlu didapatkan dari responden. (11)Mengingat keadaan siswa dalam beberapa hal mungkin sudah berubah pada waktu setahun sesudah mengisi kuesioner untuk pertama kali. karena bisa saja konselor membutuhkan suatu data yang bersumber dari beberapa responden. perancang dapat mendeskripsikan item-item kuesioner. Pada introduksi atau pengantar kuesioner juga dikemukakan tujuan kuesioner diisi atau dijawab oleh responden. misalnya siswa kelas I mengisi kuesioner baru dalam minggu yang kelima atau keenam sesudah tahun ajaran dimulai. Siswa diminta untuk membubuhkan tanda tangan sebagai jaminan rasa tanggung jawab. telepon b. d. c. Responden Responden adalah sumber data atau orang yang akan diberi kuesioner. Berdasarkan unsur-unsur data ini. …………. …………. sebaiknya didahului dengan menyusun kisi-kisi tentang kuesioner tersebut. maka satu kisi-kisi dapat 199 . Caranya dengan menyilang (x) huruf pada pilihan jawaban yang sesuai dengan keadaan anda. e. dengan menggunakan alat tulis yang berbeda warnanya. ………….c. Mesin cuci c. …………. dan dapat pula dengan mengisi kolom yang tersedia Contoh: 13. d. (10)Pengisian kuesioner harus dilangsungkan pada waktu yang tepat. Unsur-unsur data Dari setiap jenis data. dengan asumsi bahwa siswa sudah mengenal dan menyatu dengan lingkungan sekolah yang baru. …………. radio tape f.

Dikatakan sebagai wawancara individual. 2. wawancara dapat dibedakan menjadi wawancara individual dan wawancara kelompok (Walgito. dan counseling interview. 2) Kuesioner hanya terbatas pada individu yang dapat membaca dan menulis. yaitu wawancara yang dilakukan untuk keperluan administrasi. 5) Pengaruh subjektivitas dapat dihindari. Berdasarkan jumlah orang yang diwawancarai. 3) Responden mempunyai kebebasan untuk memberikan keterangannya.5. sehingga ada halhal yang tidak dapat terungkap. Contoh kisi-kisi dan kuesioner untuk siswa pelajari secara mandiri dari Rahardjo dan Gudnanto (2011) 3. Misalnya satu angket untuk siswa. wawancara dibedakan menjadi empat yaitu the employment interview. antara lain: 1) Kuesioner belum memberikan jaminan bahwa responden memberikan jawaban yang tepat. 4) Counseling interview.4. 200 . kuesioner mempunyai nilai praktis karena memiliki beberapa kelebihan. 2) Setiap responden menerima sejumlah pertanyaan yang sama. 3) Kadang-kadang ada responden yang tidak bersedia mengisi kuesioner. yaitu: 1) Dapat dipergunakan untuk mengumpulkan data kepada sejumlah responden dalam waktu singkat. dan angket lainnya untuk orang tua siswa. atau menyampaikan suatu informasi kepada interviewee. Menurut tujuannya (Walgito. wawancara ada bermacam-macam jenis.5. informational interview. Sedangkan wawancara kelompok adalah wawancara yang terdiri atas seorang interviewer atau lebih menghadapi sekelompok interviewee. yaitu wawancara yang dilakukan untuk kepentingan konseling. 2) Informational interview. yaitu wawancara yang ditujukan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan.4 Kelebihan dan Kelamahan Kuesioner Sebagai suatu metode untuk memahami individu.5 Wawancara 2. kuesioner juga mempunyai beberapa kelemahan yang perlu diperhatikan. 1983:69). 4) Pertanyaan yang diajukan dalam kuesioner bersifat terbatas. 3) Administrative interview. 1) The employment interview. jika wawancara yang dilaksanakan melibatkan seorang interviewer dengan seorang interviewee.1 Pengertian Wawancara Wawancara atau interview adalah suatu teknik memahami siswa dengan cara melakukan komunikasi langsung (face to face relation) antara pewawancara (interviewer) dengan yang diwawancarai (interviewee) untuk memperoleh keterangan atau informasi tentang siswa. 2. yaitu wawancara yang dijalankan dengan suatu maksud yang berhubungan dengan employment (pekerjaan). administrative interview. Namun demikian. 1983:69). 4) Responden mempunyai waktu yang cukup untuk menjawab pertanyaan.2 Macam-macam Wawancara Ditinjau dari beberapa hal.menghasilkan dua angket atau lebih.

yaitu wawancara yang dilakukan secara berulang. dan the repeated interview (Walgito.3 Langkah-langkah Wawancara Jika konselor melakukan kegiatan wawancara. Perencanaan. 3) The repeated interview. Konsolidasi. ialah pengolahan berbagai alternatif tindakan yang dapat dipilih sebagai hasil pengolahan masalah. pembentukan suasana positif yang netral. dapat berubah dan diganti sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapi. ialah pengembangan rencana untuk melaksanakan tindakan berdasarkan pemilihan terhadap alternatif yang telah dikembangkan. d. dan akhir interview. maka pada bagian ini mengandung pokok-pokok: a. Beberapa hal pokok yang perlu disiapkan konselor (konselor) untuk melakukan wawancara adalah sebagai berikut: a. 4) Akhir interview. Mengumpulkan berbagai informasi tentang klien yang ada hubungannya dengan persoalan yang akan dibicarakan. serta mengikuti teknik wawancara yang sesuai dengan kepribadiannya. maka wawancara dapat dibedakan menjadi tiga yaitu the non-directive interview. Menyampaikan maksud dan tujuan diadakannya wawancara. Rencana tersebut hendaknya fleksibel.Gambar 5 Wawancara kelompok Menurut peranan yang dimainkan. mulai interview. e. inti interview. yaitu wawancara yang ditujukan kepada orang-orang tertentu yang mempunyai hubungan dengan objek-objek (kasus) yang diselidiki. 2) The focused interview. the focused interview. Pada tahap ini langkah-langkah pokok yang perlu dilakukan oleh konselor adalah: 201 . c. Menciptakan hubungan baik (rapport) dengan interviewee. maka ada empat langkah perlu lakukan (Wibowo. 2. Mendorong interviewee untuk mengemukakan informasi atau masalah yang akan diungkap/diketahui interviewer. 1984:24-26) yaitu persiapan untuk interview. jauh dari hal-hal yang dapat mengganggu perhatian dan campur tangan orang lain. b. Eksplorasi. d. 3) Inti interview. 1) The non-directive interview. 1983:69-70). Pokok-pokok persoalan yang akan dibicarakan ditulis dalam pedoman wawancara. yaitu wawancara yang dilakukan dalam proses konseling yang menggunakan cara atau teknik dengan menitik beratkan penerimaan pada klien. Mengenal dan memahami pandangan pihak interviewee. c. Kegiatan yang perlu dilakukan adalah: a. ialah mengolah masalah yang telah ditemukan dan dirumuskan. maka pada bagian ini konselor harus memperoleh data yang diinginkan. c. Bila wawancara bermaksud mengumpulkan data klien. Merumuskan masalah. Bagian ini merupakan bagian di mana maksud dan tujuan wawancara harus dapat dicapai. Menyiapkan tempat yang tenang untuk melakukan wawancara. 2) Mulai interview. Tetapi bila maksud dan tujuan wawancara untuk memberikan bantuan (wawancara konseling). b.5. 1) Persiapan untuk interview. percaya kepada kebijaksanaan klien. b. Menempatkan diri dalam dunia interviewee. sikap membolehkan dan mempergunakan penjelasan-penjelasan dari dunia klien. Membuat rencana atau pedoman wawancara (interview guide).

hangat. c. Tidak mengandung bisa berarti tidak ada pengaruh dari luar yang mengganggu wawancara. Kerahasiaan pribadi lebih terjamin. maka interviewer harus dapat menciptakan situasi yang bebas. komunikatif (Hendrarno. Wawancara merupakan teknik yang tepat untuk mengungkapkan keadaan pribadi b. dan menyenangkan sehingga interviewee dapat bebas dan terbuka untuk memberikan informasi atau keterangan. 1) Kelebihan wawancara adalah: a. tidak mengandung bisa. Sangat tergantung kepada individu yang akan diwawancarai. 1987:82). maka untuk memperoleh hasil wawancara yang baik harus dipenuhi: a. d. Untuk itu interviewer harus mendalami materi yang akan ditanyakan. Menghentikan wawancara atas kehendak bersama dengan tetap membina rapport. atau sebaliknya e. e. Bisa artinya pengaruh yang mengganggu. b. Tidak dibatasi oleh kemampuan membaca dan/atau menulis dari interviewee. Mengacu pada berbagai pendapat yang telah dikemukakan oleh Walgito (1983:50-51). Dapat menimbulkan hubungan pribadi yang lebih baik g. d. Menentukan waktu wawancara berikutnya (bilamana masih dianggap perlu untuk dilanjutkan). Konselor dapat memberikan penjelasan terhadap pertanyaan-pertanyaan yang kurang jelas h.4 Kelebihan dan Kekurangan Wawancara Sebagai metode untuk memahami siswa. Sugiyo & Supriyo. wawancara mempunyai beberapa kelebihan dan kelemahan (Djumhur & Surya. yaitu pada waktu mengadakan observasi terhadap individu yang bersangkutan sekaligus juga diwawancarai. terbuka. b. Dapat diadakan serempak (bersamaan) dengan observasi. relevan. Wawancara dikatakan valid apabila mencakup pendapat interviewee itu sendiri tanpa adanya pengaruh dari luar. yaitu: a. 1975:50-51).5. Memantapkan hasil yang telah disepakati.a. Persoalan yang akan diungkap dalam wawancara harus dipersiapkan dengan cermat dan sistematik (kisi-kisi wawancara). 1) Valid. Wawancara terlalu banyak memakan waktu dan mungkin pula tenaga dan biaya. kemudian dirumuskan dalam pedoman wawancara (interview guide). 2. 202 . Penilaian hasil upaya yang telah diperoleh. Sugiyo & Supriyo (1987:80-81). 2) Namun demikian selain berbagai keuntungan sebagaimana di atas. Hendrarno. 4) Komunikatif. wawancara sebagai teknik pengumpulan data juga mengandung beberapa kekurangan. Untuk itu wawancara harus memenuhi syarat-syarat valid. c. Situasi wawancara mudah terpengaruh oleh situasi alam sekitar. Mempunyai kemungkinan masuknya data lebih mendalam dan lebih tepat (dibandingkan dengan kuesioner yang ada kemungkinan diisi oleh orang lain) f. Menuntut keterampilan dan penguasaan bahasa yang baik dari interviewer. 2) Relevan.5. e. Dapat dilaksanakan kepada setiap individu c. Artinya orang yang tidak dapat membaca dan/atau pun menulis dapat diajak wawancara d. Adanya pengaruh-pengaruh subjektif interviewer yang dapat mempengaruhi hasil wawancara. 2. Winkel (1991:250-251). Menyimpulkan hasil wawancara. 3) Tidak mengandung bisa.5 Syarat-syarat Wawancara Agar wawancara mendapatkan hasil yang baik.

b. m. l. d. Bagaimanakah pengenalan anda terhadap Burisrawa? Menurut pengamatan anda. sebab hal itu dapat mengecilkan diri interviewee. Pertanyaan sedapat mungkin dikomunikasikan secara cross examining. n. kegiatan ekstra-kurikuler Bagaimanakah hubungan sosial Burisrawa dengan siswa lainnya: a. Catatlah segera hasil wawancara. jelas dan mudah dipahami. Interviewer harus selalu membina hubungan baik (rapport) dengan interviewee yaitu sebelum. k. Bertindak asertif selama proses wawancara berlangsung. Namun.5. 3. Menghindari pertanyaan-pertanyaan yang sugestif. Karena hubungan baik ini sedikit banyak mempunyai pengaruh dalam proses dan hasil wawancara. diskusi kelompok c. Tujuan dan maksud diadakan wawancara harus dijelaskan sebaik-baiknya kepada interviewee. Interviewer harus menjaga jangan sampai ada waktu diam (jeda) yang terlalu lama. pada saat. kelompok belajar d. siapakah teman akrabnya di kelas? Menurut pengamatan anda bagaimana kegiatan Burisrawa dalam: a. Contoh 3. PEDOMAN WAWANCARA (INTERVIEW GUIDE) Tidak Langsung : 1 (pertama) : Memperoleh informasi tentang sebab-sebab siswa terisolir dalam kelompoknya (kelas) : Guru matapelajaran/Wali Kelas/Siswa lain : Burisrawa : 15 Mei 2010 : Ruang BK SMP Pringgodani Kudus Pertanyaan Jawaban 4. situasi dak kondisi yang dihadapi interviewer pada saat itu walaupun wawancara sudah dipersiapkan secara sistematis (terstruktur). yang memberikan indikasi terselubung mengenai jawaban yang ideal atau cenderung mengungkap jawaban tertentu demi memberikan kesan yang baik. c. h. Hindarkan sikap menonjolkan aku interviewer. Pergunakanlah bahasa yang sederhana. j. Interviewer harus mengontrol isi wawancara. 2. g. Pergunakanlah waktu sebaik mungkin untuk memperoleh keterangan atau informasi yang diharapkan. f. 1. maksudnya pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dapat diperluas sesuai dengan kebutuhan.1 Wawancara ke Tujuan Responden Nama siswa Tanggal wawancara Tempat wawancara N o. e. sekelas b. Minta izin kepada interviewee untuk membuat catatan seperlunya. mengikuti pelajaran b. lebih baik tidak membuat terlalu banyak catatan selama wawancara berlangsung. namun jangan mengganggu jalannya wawancara. Bersikap waspada terhadap kemungkinan bahwa informasi yang diberikan tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya atau interviewee menghindari jawaban yang terbuka terhadap pertanyaan tertentu. lain kelas 203 . i. dan setelah wawancara.

kelompok belajar d. hal-hal apa sajakah yang menyebabkan Burisrawa terisolir dalam pemilihan teman kelompok belajar? Kesimpulan/catatan: Kudus.2 PEDOMAN WAWANCARA (INTERVIEW GUIDE) Langsung Wawancara ke Tujuan Responden Nama siswa Tanggal wawancara Tempat wawancara N o. diskusi kelompok c. kegiatan ekstra-kurikuler 5. sekelas b. Menurut pendapat anda. lain kelas 6. hal-hal apa sajakah yang menyebabkan anda terisolir dalam pemilihan teman kelompok belajar? 204 . Siapakah teman sekelas yang anda anggap sebagai teman akrab? 3. 1. …………………… Interviewer. mengikuti pelajaran b. : 1 (pertama) : Memperoleh informasi tentang sebab-sebab siswa terisolir dalam kelompok belajar di kelasnya : Siswa yang bersangkutan : Burisrawa : 17 Mei 2010 : Ruang BK SMP Pringgodani Kudus Pertanyaan Jawaban Bagaimanakah hubungan sosial anda dengan teman satu kelas? 2. Menurut pendapat anda.5. Hal-hal apa yang menarik bagi anda tentang teman sekelas yang menjadi teman akrab anda? 4. Menurut pendapat anda bagaimana kegiatan anda dalam: a. Bagaimanakah hubungan sosial anda dengan siswa lainnya: a. …………………………… tanda tangan dan nama terang Contoh 3.5.

pastikan dan fahami materi observasi. (d) skala penilaian.7. (b) catatan berkala. cermati data yang diperoleh dari setiap instrumen tersebut. 2. atau lihat kamus/ensiklopedi. Lembar Kegiatan Untuk memperoleh pemahaman yang mendalam pada bab ini seyogyanya saudara mengikuti langkah-langkah berikut: 1. handycam. dan hasilnya dicatat serta dimaknai (diinterpretasikan) dalam rangka memperoleh pemahaman tentang subjek yang diamati. Bagaimanakah anda memaknai hubungan sosial antar teman di kelas anda? Kesimpulan/catatan: Kudus. Latihan 1. dan cobalah mengaplikasikannya dalam bimbingan dan konseling. Observasi dilakukan dengan mengikuti langkah-langkah sebagai berikut: tentukan tujuan observasi. (c) daftar cek. Berlatihlah melakukan analisis instrumen nontes untuk memahami individu. camera CCTV. Rangkuman 1. gali pula sub variabel. Observasi sebagai alat pengumpul data adalah kegiatan pengamatan (secara inderawi) yang direncanakan. yaitu (a) observasi terhadap situasi bebas (free situation). E. Berdasarkan situasi yang diamati. gali variabel-variabel observasi. atau cari penjelasannya di buku-buku psikologi dan/atau bimbingan dan konseling. observasi dibagi menjadi tiga jenis. (b) observasi sistematis. 205 . Berlatihlah menggali data dengan beberapa instrumen nontes untuk memahami individu. Diskusikan dan bandingkan hasil analisis yang sudah dibuat setiap anggota kelompok dari contoh 1-8 dengan teman-teman satu kelompok kerja D. (b) observasi yang dimanipulasikan (manipulated situation) (c) observasi terhadap situasi yang setengah terkontrol (partially controlled). dan (e) alatalat bantu mekanik (seperti tape recorder. tetapkan indikator. sistematis. computer). 5. Pelajari bab III buku ajar ini baik-baik. dan (c) observasi experimental. ……………………. jika perlu tanyakan kepada teman sejawat. Interviewer. Cermati beberapa istilah penting yang ada di dalamnya. 3. Bentuklah kelompok kerja yang beranggotakan 5-8 orang. bisa pula download dari internet. 4. Menurut cara dan tujuannya observasi dibedakan menjadi (a) observasi partisipatif. siapkan pula alat tulis berupa spidol warna atau stabilo untuk mensaudarai hal-hal yang penting. ada beberapa alat bantu yang bisa digunakan untuk mendukung observasi yaitu (a) daftar riwayat kelakuan atau catatan anekdot. Agar kegiatan observasi dapat berjalan dengan baik. dosen atau instruktur. Berlatihlah menyusun instrumen-instrumen nontes untuk memahami individu. …………………………… tanda tangan dan nama terang C. baik untuk data perorangan maupun kelompok. kamera digital dan manual.

dan bagian yang mengandung pertanyaan-pertanyaan yang ingin memperoleh jawabannya. inti interview. Agar data sosiometri tersebut mudah dipahami siapa yang popular (paling disukai/disenangi) dan siapa yang terisolir (tidak disukai atau tidak dipilih). Bagian yang mengandung pertanyaan fakta atau opini ialah bagian yang mengandung pertanyaan-pertanyaan untuk mendapatkan fakta atau opini. Analisis DCM dapat dilakukan secara individual maupun kelompok. Kuesioner atau angket merupakan suatu teknik atau cara memahami siswa dengan mengadakan komunikasi tertulis. Pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat berbentuk tiga macam yaitu pertanyaan yang tertutup. sebelum membuat item kuesioner perlu dirancang kisi-kisinya. Berdasarkan sifatnya wawancara dapat bersifat langsung dan tidak langsung. Ditinjau dari fungsinya. Dalam setiap 206 . wawancara dapat dibedakan menjadi wawancara individual dan wawancara kelompok. wawancara dibedakan menjadi empat yaitu the employment interview. administrative interview. berdasarkan preferensi pribadi antara anggota-anggota kelompok. yaitu dengan menggunakan beberapa pertanyaan yang berisi mengenai siapa yang disukai (dipilih) dan siapa yang tidak disukai (ditolak) di antara anggota kelompoknya. Menurut peranan yang dimainkan. Dilihat dari bentuk pertanyaannya. Wawancara bersifat langsung jika konselor memperoleh data itu langsung dari klien itu sendiri. dan counseling interview. interview diagnotis. Untuk itu. Sementara itu ditinjau dari cara memberikannya. dan akhir interview. wawancara dibedakan menjadi tiga yaitu interview research. wawancara dapat dibedakan menjadi tiga yaitu the non-directive interview. Preferensi pribadi dinyatakan dalam kesukaan untuk berada bersama dalam melakukan kegiatan tertentu. 5. Dengan demikian data psikologis yang dikumpulkan dengan angket sosiometri mudah untuk dianalisis dan dipahami (dibaca).2. kuesioner terbuka. Sosiometri merupakan suatu metode atau teknik untuk memahami individu terutama untuk memperoleh data tentang jaringan hubungan sosial antarindividu (antarpribadi) dalam suatu kelompok. DCM sangat berguna untuk melengkapi data. mendalami masalah individu dan kelompok. Kegiatan wawancara dilakukan melalui empat langkah yaitu persiapan untuk interview. yaitu dengan memberikan daftar pertanyaan yang harus dijawab atau dikerjakan oleh responden secara tertulis pula. 4. Instrumen atau alat untuk memperoleh materi sosiometri adalah angket sosiometri. mulai interview. Dan diitinjau dari pelaksanaannya wawancara dibedakan menjadi dua yaitu wawancara yang terencana atau terstruktur (structured interview). dan kuesioner terbuka tertutup. dan the repeated interview. yaitu kuesioner tertutup. kuesioner dapat dibagi menjadi tiga. Suatu kuesioner yang baik harus dipersiapkan dan dirancang dengan baik pula. 3. kuesioner dapat dibedakan menjadi kuesioner langsung dan kuesioner tidak langsung. dan wawancara yang bebas atau tidak terencana atau tidak terstruktur ( non-structured interview). DCM digunakan oleh konselor karena dinilai efisien dan efektif bagi pengungkapan masalah-masalah yang dialami individu. Wawancara atau interview adalah suatu teknik memahami siswa dengan cara melakukan komunikasi langsung (face to face relation) antara pewawancara (interviewer) dengan yang diwawancarai (interviewee) untuk memperoleh keterangan atau informasi tentang siswa. Daftar Cek Masalah (DCM) sangat bermanfaat bagi konselor terutama dalam menggali informasi tentang masalah-masalah yang terkadang sudah terlupakan oleh individu. Menurut tujuannya. atau dinyatakan dalam ungkapan perasaan terhadap anggota-anggota kelompok untuk melakukan suatu kegiatan tertentu. informational interview. the focused interview. Di dalam kuesioner terdapat dua bagian yang pokok yaitu bagian yang mengandung identitas. maka data tersebut harus disajikan dalam bentuk tabel (disebut matrik sosiometri) dan bentuk gambar (disebut sosiogram). dan pertanyaan yang terbuka dan tertutup. dan interview treatment. Berdasarkan jumlah orang yang diwawancarai. pertanyaan yang terbuka.

F. apa yang akan anda lakukan guna meningkatkan pemahaman anda tentang siswa-siswa yang anda bimbing? 4. pengumpulan data DCM. Jika data yang anda peroleh menggunakan berbagai instrumen dan metode diatas dirasa kurang sesuai dengan kondisi siswa yang sesungguhnya. kedalaman pembicaraan dan pengaruh waktu. 7. sosiometri maupun wawancara perlu dianalisis agar diperoleh simpulan yang bermakna. setiap konselor hendaknya: menggunakan data pembanding yang dapat meningkatkan tingkat validitas data yang diperoleh. apa saja yang perlu anda perhatikan dalam mengolah data DCM maupun Sosiometri guna penyusunan program layanan bimbingan dan konseling yang benar-benar tepat dan dibutuhkan oleh siswa? 3.6. Mengingat berbagai metode diatas mengandung kelebihan dan keterbatasan. Tes Formatif 1. sehingga data tersebut dapat dimanfaatkan untuk keperluan bimbingan dan konseling. Jelaskan arti penting penggunaan metode non-tes dalam memahami individu dalam layanan bimbingan dan konseling 2. lengkapi dengan interpretasinya. 5. Buatlah kuesioner dilengkapi dengan kisi-kisinya yang tujuannya adalah untuk mengungkap data-data awal yang anda butuhkan untuk kegiatan konseling. Kerjakan semua contoh observasi mulai dari contoh 1 sampai dengan contoh 8. Sebagai instrumen yang digunakan sebagai need assesment. Hasil yang diperoleh melaui observasi. wawancara terdapat tiga dimensi wawancara yaitu kekayaan dan kecermatan. derajat intervensi. 207 . kuesioner.

tes yang dimaksudkan adalah tes pikologis atau psikotes. (2) Menyusun dan mengembangkan instrumen asesmen untuk keperluan bimbingan dan konseling. Uraian Materi 4. Tes psikologis dengan demikian diasumsikan mempunyai sumbangan yang cukup signifikan dalam pelayanan bimbingan 208 . c) tes memandang bahwa atas dasar jawaban pertanyaan atau pelaksanaan tugas testi ditarik suatu simpulan tentang contoh atau profil perilaku individu d) tes disusun secara sistematis dan objektif --. Maksudnya. mengenal lingkungan. (b) tes inteligensi.1 Pengertian Tes Psikologis Dalam bidang bimbingan dan konseling. Dari berbagai batasan tentang tes yang telah dikemukakan para pakar. sesuai dengan kebutuhan pelayanan bimbingan dan konseling. dapat disimpulkan bahwa suatu tes mengandung pengertian yang mencakup: a) tes berupa seperangkat alat yang digunakan untuk mengungkapkan ciri-ciri psikologis individu (testi) dengan cara melakukan pengukuran b) tes merupakan tugas atau serangkaian tugas yang berbentuk pertanyaan atau perintah yang harus dijawab atau dilakukan individu.dengan cara membandingkan hasil yang dicapainya dengan individu lain. Kompetensi dan Indikator Kompetensi yang terkait dengan materi ini adalah (1) Memilih teknik asesmen.1. dan (4) Memilih dan mengadministrasikan teknik asesmen pengungkapan kemampuan dasar dan kecenderungan pribadi konseli. Pengertian lain yang perlu dipunyai oleh siswa adalah bahwa apa yang diungkapkan melalui tes itu bukan gambaran keseluruhan dirinya melainkan wakil belaka dari keseluruhan segi kepribadiannya (a sampel of behavior) yang maunya diukur. setelah mempelajari materi ini. (d) tes kepribadian.salah satu di antaranya adalah penggunaan data tes psikologis yang merupakan kegiatan pendukung bimbingan konseling yaitu aplikasi instrumentasi bimbingan konseling dengan teknik tes.BAB IV PEMAHAMAN INDIVIDU TEKNIK TES Kegiatan Belajar 3 A. yaitu bahwa ukuran yang dihasilkan pengetesan (atau pengukuran psikologis) itu nisbi sifatnya. diharapkan peserta pelatihan (a) memahami konsep dasar tes bimbingan dan konseling. kelompok maupun standar yang telah ditetapkan. dan (5) Memilih dan mengadministrasikan instrumen untuk mengungkapkan kondisi aktual konseli berkaitan dengan lingkungan. sehingga dapat dikatakan bahwa tes psikologis adalah alat untuk mengukur perbedaan individu.yang kemudian populer dengan istilah BK POLA 17 PLUS --. angka hasil pengukuran itu tidak mutlak seperti halnya hasil yang didapat dari kalau orang mengukur. 4. B. Oleh karena itu. Munandir (1996:125) mengingatkan bahwa ada hal penting yang harus dicatat. bahwa bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada siswa dalam rangka upaya menemukan pribadi. (3) Mengadministrasikan asesmen untuk mengungkapkan masalah-masalah konseli. Opersionalisasi bimbingan konseling di sekolah --. Dengan demikian tes psikologis ini dapat memberikan gambaran tentang aneka ragam sifat individu. dan (e) tes prestasi belajar.merupakan perangkat dan prosedur untuk menetapkan profil perilaku individu --. (c) tes bakat. dan merencanakan masa depan. akan menampakkan aneka ragam perbedaan-perbedaan individu.2 Tujuan Tes Psikologis Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 28/1990 tentang Pendidikan Dasar (pasal 25) dan Peraturan Pemerintah Nomor 29/1990 tentang Pendidikan Menengah (pasal 27) disebutkan.1 Konsep Dasar Tes dalam Bimbingan dan Konseling 4.1. umpamanya tinggi dan berat badan orang.

Pada umumnya penggolongan tes yang terakhir yang sering digunakan yaitu: a. 1986:25). Jenis rangsang ini disesuaikan dengan aspek psikis yang hendak diketahui atau diukur. tes itu harus reliabel c. 1. 3. tes itu harus diskriminatif f. Membantu siswa untuk mengenal dirinya sendiri.1. Sementara Cronbach (1984:28) mengklasifikasi-kan tes menjadi dua golongan besar. maka kepada dia harus diberikan berbagai rangsang yang dapat menimbulkan aktivitas berpikir. Di lingkungan pendidikan formal (sekolah) kebutuhan dan dorongan semacam itu terasa sekali di kalangan guru. Pada awal perkembangan tes psikologis. Kemudian di sekolah diadakan penggolongan anak berdasarkan kemampuannya yaitu : ~ anak-anak yang terbelakang kemampuan belajarnya (educationally retarded) ~ anak-anak yang normal ~ anak-anak yang berkemampuan lebih dari normal (intellectually gifted). 4.1. karena itu untuk mendapatkan pemahaman yang baik perlu dilakukan klasifikasi tes. tes itu harus distandarisasikan d.konseling di sekolah. Dari berbagai reaksi yang muncul. Membantu kepala sekolah dalam menetapkan suatu kebijakan. Tyler & Walsh (1979:43) menggolongkan tes psikologis menjadi tiga bidang. yaitu (1) intelligence. tes psikologis mempunyai tujuan sebagaimana dipaparkan berikut ini. 2.3 Dasar Pikiran Penggunaan Tes Psikologis Dasar pikiran utama dari kegiatan testing adalah upaya untuk mencari jawaban atas masalah kebutuhan akan metodologi penelitian psikologi yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Membantu guru dalam merencanakan dan mengelola pengajaran. Untuk keperluan bimbingan konseling. tes itu harus komprehensif g. tes prestasi belajar (achievement test. prediction from measurement. scholastic test) 209 . standardization group. sampling of tasks. Dalam kaitannya dengan penyelenggaraan bimbingan konseling di sekolah. aptitude test) c. Sedangkan Suryabrata (1984b:23) menyatakan bahwa : a. Dalam bidang psikologi. validity. 4.5 Jenis-jenis Tes Psikologis Tes psikologis sangat banyak macam ragamnya. tes itu harus objektif e.4 Syarat-syarat Tes Psikologis Suatu tes psikologis yang baik harus memenuhi syarat-syarat tertentu. Misalnya kita ingin mengetahui kecerdasan atau kemampuan berpikir seseorang. dapat disusun suatu kesimpulan tertentu tentang kemampuan berpikirnya. (3) personality. tes bakat khusus (special ability test. tes itu harus valid b. tes inteligensi (intelligence test) b. yaitu dalam rangka membantu peserta didik menemukan pribadi dan agar mampu berkembang secara optimal.1. 4. metodologi yang dimaksudkan adalah dengan melakukan testing. Morgan & King (1971: 311-314) menyatakan bahwa suatu tes psikologis yang baik mempunyai karakteristik yang menyangkut reliability. Dengan tes sesungguhnya kita berupaya untuk menimbulkan suatu reaksi pada diri orang yang dites melalui rangsang-rangsang tertentu. sekolah membutuhkan tes untuk kepentingan membedakan siswa yang abnormal (feebleminded) dari siswa yang normal (Stamboel. tes kepribadian (personality test) d. yaitu (1) tes yang mengukur performansi maksimum (test of maximum performance). tes itu harus mudah digunakan 4. Membantu orang tua untuk menganl anaknya. (2) special ability. 5. dan (2) tes yang mengukur performansi tipikal (test of typical performance).

antara lain si ibu dan guru pembimbing di SMP tersebut di atas.109 80 . 4. dan berhasil. kurang cerdas dengan mengacu pada angka-angka kecerdasan yang diperoleh dari suatu tes kecerdasan. sedangkan yang diperoleh Doni 89 diartikan agak kurang cerdas. Misalnya nilai kecerdasan yang diperoleh Ani 75 diartikan cukup cerdas. Di sinilah peran guru pembimbing untuk ditonjolkan dengan memberikan penjelasan yang benar tentang angka kecerdasan tersebut sehingga tidak menimbulkan salah pengertian.2. Kebisaaan untuk mendeskripsikan kecerdasan.2. tepat.1 Pengertian Inteligensi Inteligensi dapat diartikan sebagai kemampuan potensial individu dalam menggunakan pikirannya untuk mempelajari dan menyesuaikan diri dengan lingkungannya dalam memecahkan persoalan-persoalan baru ataupun persyaratan dari tuntutan yang dihadapinya secara cepat.89 70 . Justru pengrtian-pengertian semacam itulah yang sering menimbulkan kekecewaan pada banyak orang.79 30 – 69 50 – 69 30 – 49 di bawah 30 91 – 110 80 – 90 66 – 79 5 65 ke bawah (Sumber : Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. kepandaian seseorang dengan melihat penampilan yang tampak sebagaimana dua kasus di atas sudah merupakan kecenderungan orang awam. Urusan Reproduksi dan Alat-alat Tes – URDAT) 210 . Lebih-lebih lagi jika angka kecerdasan tersebut dikaitkan dengan prestasi belajar siswa.2 Tes Inteligensi 4. Wechsler (SPM/CPM) Cattel (CFIT) (WAIS/WISC) 170 ke atas 95 90 75 140 – 169 120 -139 110 –119 128 ke atas 120 – 127 111 – 119 50 25 10 90 . Kenyataan ini sering membingungkan pemahaman dan mengecewakan orang awam tentang angka kecerdasan.2 Angka Kecerdasan dan Realitanya Dalam kehidupan sehari-hari kita sering dihadapkan pada perbincangan tentang orang-orang yang pandai. Tabel 1 Klasifikasi/Tingkat/ Taraf Inteligensi Genius Very Superior Sangat Cerdas Superior Cerdas High Average Above Average Bright Normal Cukup Cerdas Average Rerata Sedang/Normal Low Average Dull Normal Agak Kurang Cerdas Borderline Kurang Cerdas Mentally Deffective Sangat Kurang Cerdas ~ Debil ~ Embisil ~ Idiot KLASIFIKASI DAN ANGKA KECERDASAN Angka kecerdasan menurut : Raven Binet.4. cerdas.

Tiap tes diberi tingkatan dan dapat digunakan untuk umur yang ber-bedabeda 4. pada akhirnya timbul keragu-raguan terhadap tes inteligensi itu sebagai alat peramal. jika seorang anak mempunyai 7 CA dan 9 MA. Definisinya digunakan untuk dasar penyusunan item-item tes. serba kuat. 1982:22) Tabel 2 PERBANDINGAN SKALA UMUR DAN SKALA NILAI SKALA UMUR 1. tetapi ia bekerja di bidang tes-tes yang menunjukkan sampel tingkah laku anak dan membedakan kemampuan dari tingkat umur yang berbeda-beda.3. Tes-tes diperhitungkan secara tidak sama 211 . Pada akhirnya disadari bahwa tes inteligensi mempunyai kelemahan-kelemahan.4. Di Amerika. Sejak tahun 1904 Binet dan Henri telah memikirkan untuk mengembangkan metode obyektif guna menyeleksi anak-anak yang lambat mental. dan IQnya akan tetap 128. sedangkan anak yang paling rendah dalam tes disebutnya miskin. Tes ini dapat digunakan untuk semua anak yang mempunyai latar belakang berbeda-beda. Seleksi berdasarkan fungsi yang diukur 3. IQnya adalah 128 {(9:7)x100}. Secara matematis dapat direfleksikan sebagai berikut : Menurut Stern pada hakekatnya IQ manusia relatif stabil sepanjang hidupnya. Penilaian alternatif 6. Sebagai contoh. Kualitatif 7.1 Asal Mula Pengukuran Inteligensi Orang yang dianggap sebagai pelopor dalam pengukuran inteligensi adalah Alfred Binet. cemerlang). Tes-tes diperhitungkan secara sama SKALA NILAI 1. Para ahli mulai menyadari bahwa tes inteligensi bukanlah hal yang almighty (serba baik. nantinya anak yang memiliki 13 CA akan meiliki 10 (9.2. Tidak seluruhnya dapat diperlakukan secara statistik 8.2.3 Penggunaan Beberapa Jenis Alat Ukur Inteligensi 4. Skala nilai untuk penilaian tunggal 2. IQ = MA x100 CA Menurut teori Stern. Anak yang paling pandai dalam tes disebut bright (pandai. terpencar dan tidak saling berhubungan 4. tes Binet ini telah dikembangkan oleh Lewis Terman dari Universitas Stanford dan diberi nama Tes Stanford Binet. karena mereka dianggap memerlukan bantuan khusus dalam proses pendidikan. Kuantitatif 7. Penilaian gradual 6.3. Seleksi berdasarkan hubungan sukses dengan umur 3. Distandarisasikan secara internal dan tidak fleksibel 5. Seluruhnya dapat diperlakukan secara statistik 8. Keduanya menulis serangkaian karangan dalam L'Annee Psychologique. Istilah IQ atau Intelligence Quotient diperkenalkan pertama kali oleh William Stern. Tes yang tidak bertingkat. Tes ini bisaa disebut kemampuan untuk memikirkan hal-hal abstrak. Binet tidak memiliki teori inteligensi tertentu. serba menentukan dalam segala hal. Prabu. 1984:112. Karenanya timbul usaha-usaha untuk mengatasi berbagai kelemahan tes inteligensi. 4.2. Distandarisasikan secara eksternal dan tidak fleksibel 5.2 Perkembangan dan Macam Tes Inteligensi Dalam perkembangannya.8) MA. Untuk menunjukkan ciri-ciri dan keuntungan skala nilai (point scale) Yerkes dan Foster membuat perbandingan antara skala umur dan skala nilai sebagaimana terjabarkan dalam tabel 2 berikut (Suryabrata. tes yang telah sekian lama diterima banyak orang tanpa kritik. Ia menemukan teori bahwa pada setiap tingkat umur beberapa anak lebih baik dari anak lainnya. seorang ahli psikologi bangsa Perancis. maha kuasa) . yang diperoleh dari umur mental anak dibagi umur kronologisnya. Skala umur untuk kelompok berganda 2.

Salah satu contoh item tes Raven Progressive Matrices adalah sebagaimana gambar 6 berikut ini. Menganalisis nampak 10. Porteus mengembangkan tes labyrinth (maze test) yang dianggapnya sebagai tes yang bebas dari pengaruh kebudayaan.Wechsler Intelligence Scale for Children) maupun tes untuk orang dewasa (WAIS --. Tes ini sebagian besar mengukur general factor. Menganalisis fungsi-fungsi yang berkembang 10. 1984:1). Ukuran-ukuran umur relatif dibandingkan fungsi-fungsi yang untuk berbagai tidak dapat 9. Gambar 6 Item A1 dari SPM 212 . dkk. Tes inteligensi dari Wechsler ini sebenarnya juga merupakan tes yang terikat budaya karena terdiri dari kelompok verbal dan performance.Wechsler Adult Intelligence Scale). Model tes tersebut adalah seperti pada gambar 5 berikut. Ukuran-ukuran untuk berbagai umur relatif dapat dibandingkan Para ahli yang menggunakan skala nilai dalam pengukuran inteligensi di antaranya David Wechsler dan JC Raven. Gambar 5 Model Tes Labyrinth Testi harus menunjukkan jalan tersingkat untuk masuk dan selanjutnya keluar dari labyrinth itu sebagaimana ditunjukkan oleh anak panah.9. Raven Progressive Matrices dimaksudkan sebagai tes non-verbal yang dirancang untuk mengukur kemampuan untuk mengerti dan melihat hubungan antara bagian-bagian gambar yang disajikan sserta mengembangkan pola berpikir yang sistematis. sedangkan sebagian kecil mengukur spatial aptitude. baik tes untuk anak-anak (WISC --. dan perceptual accuracy (Sugiyanto. inductive reasoning.

and E) 4. A. A.C. 213 . 1960. mereka dapat ditempatkan di sekolah bisaa tetapi ada tambahan berupa layanan individual (program pengayaan atau akselerasi). 4. karena hasil belajarnya bisa naik dan bisa pula turun. masing-masing dikenai norma yang berbeda. anak yang mengalami hambatan mental.B. Superior. Low Average. Guide to the Standard Progressive Matrices Sets A. di sekolah bisaa dan masih dapat dikembangkan aspek afektifnya. mulai diperlukan adanya bimbingan preventive. Norma CPM yang asli (Raven. dkk. untuk masing-masing golongan usia tersebut (16 golongan) dikenai norma yang berbeda untuk menentukan tingkat kecerdasan mereka. dan orang lanjut usia. yakni untuk mengukur kemampuan observasi dan clear thinking. Average. karena pada umumnya di luar negeri sudah tersedia lembaga pendidikan yang memadai untuk anak genius.D. C.11 tahun. Tes ini dapat dipergunakan untuk anak usia 5 . Tabel 3THE SELF-ADMINISTERED or GROUP TEST Percentile Point 95 90 75 50 25 10 5 20 55 54 49 44 37 28 23 25 55 54 49 44 37 28 23 30 54 53 47 42 34 25 19 Chronological Age in Years 35 40 45 50 53 52 50 48 51 49 47 45 45 43 41 39 40 38 35 33 30 27 24 21 55 46 43 37 30 18 60 44 41 35 27 15 65 42 39 33 24 13 - (Sumber : Raven. Very Superior. adalah kelompok anak yang sehari-hari disebut sebagai slow learners (lamban belajar). 3) Advanced Progressive Matrices (APM) APM pertama kali disusun pada tahun 1943. Tes ini dapat dipergunakan untuk orang normal tanpa batasan waktu. 2. maka perlakuan guru pembimbing pada setiap tingkat kecerdasan dapat dideskripsikan sebagai berikut : 1. Ab dan B. D dan E.Raven Progressive Matrices terdiri atas tiga tes dengan penggunaan yang berbeda-beda (Sugiyanto. Tes ini dapat dipergunakan untuk orang normal usia 6-65 tahun. karena kelompok ini mulai ada kerawanan yang kadang kala menimbulkan tinggal kelas. 5. 6. Misalnya dengan mengirimkannya untuk sekolah di luar negeri. Mereka ini perlu memperoleh tambahan pengajaran yang disesuaikan (adjusted curriculum practice). 2) Coloured Progressive Matrices (CPM) CPM terdiri dari 36 soal yang dikelompokkan ke dalam tiga seri. B. High Average. merupakan tingkat kecerdasan yang paling tinggi. studinya relatif stabil. Jika tes ini dipergunakan dengan batasan waktu (selama 40 menit) berarti untuk mengukur kecepatan dan kemampuan intelektual.5 tahun dengan masing-masing jarak adalah setengah tahun. Individu yang mempunyai taraf inteligensi ini hendaknya diberi pendidikan luar bisaa supaya dapat teraktualisasikan kognitifnya.4 Perlakuan Bimbingan Konseling Pada Tiap Tingkat Kecerdasan Mengacu pada klasifikasi dan angka kecerdasan tersebut di atas. Sedangkan untuk group test mulai dari usia 8 sampai dengan 14 tahun dengan jarak setengah tahun (jadi ada 13 golongan).2. 1960) untuk individual test usia 6 sampai dengan 13. Revisi dilakukan pada tahun 1947 dan 1962. 3. yaitu : 1) Standard Progressive Matrices (SPM) SPM terdiri dari 60 soal yang dikelompokkan ke dalam lima seri. Genius. 1984:1). CPM dapat berbentuk buku soal ataupun papan.

Faktor khusus inilah yang sering disebut bakat. menyapu dan membersihkan halaman. Faktor umum inilah yang diukur dengan tes kecerdasan umum (general iintelligence ttest). Dalam diri seseorang terdapat kondisi atau karakteristik tertentu yang merupakan bekal atau modal untuk berbuat (bertingkah laku) 214 . adalah mereka yang dikatakan sebagai individu yang mampu latih (trainable atau semi dependent). misalnya membuat perkakas rumah tangga yang sederhana yang tidak membutuhkan kreativitas dan imajinasi yang tinggi seperti keset dari sabut kelapa.3.3 Tes Bakat 4. 4. Bisaanya kelompok ini dirawat di Lembaga Pemeliharaan Cacat Mental.1 Latar Belakang Kita telah mengetahui bahwa inteligensi menggambarkan kemampuan seseorang untuk memecahkan masalah-masalah di lingkungannya. adalah kelompok individu yang perlu rawat (total care atau dependent). merupakan faktor khusus yang perlu dikaji. Dengan demikian. Mereka tidak mampu untuk merawat dirinya sendiri. kemudian dikembangkan dan disalurkan sehingga siswa dapat berkembang seoptimal mungkin. Dalam kegiatan pendidikan Munandir (2001:15-16) mengatakan. tersirat beberapa hal yang dapat dijelaskan sebagai berikut:  Suatu kondisi atau serangkaian karakteristik kemampuan seseorang.2. bahkan kehidupannya sepenuhnya tergantung pada bantuan orang lain. misalnya kemampuan berbahasa. kemudian dikenali. adalah mereka yang dikatakan sebagai individu yang mampu didik (marginal independent atau independent retarded atau educable) yaitu kelompok anak yang masih bisa menerima pendidikan yang diberikan di dalam situasi sekolah (Sekolah Luar Bisaa). Debil. Mentally Deffective. merupakan golongan yang kognitifnya tidak dapat berkembang. ssehingga iia dapat hidup dengan baik di lingkungan tertentu yang menuntut penyesuaian tertentu pula. mengenal dan memahami bakat siswa merupakan perkara yang penting. Dari pengertian tersebut. pelayanan bimbingan konseling mempunyai peran yang penting dalam pengembangan siswa. 4. Bisaanya mereka ditempatkan di rehabilitasi sosial sehingga menjadi sumber daya manusia yang eksis. Kelompok ini dapat digolongkan menjadi tiga. 8. sedangkan mereka mempunyai gradasi kecerdasan yang sama. Program pengembangan bakat siswa di sekolah dicapai melalui kegiatan pembelajaran dan bimbingan konseling. 8. Pada umumnya kemampuan untuk menyerap faktor-faktor kebudayaan itu terdiri dari kemampuan umum yang minimal harus dipunyai untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Borderline.1. Mereka ini dapat dididik untuk melakukan kebisaaan-kebisaaan yang baik untuk memenuhi kebutuhannya sendiri dan lingkungannya yang terkecil. Mereka dapat dilatih untuk memperoleh keterampilan-keterampilan tertentu. Setelah pendidik menemukan bakat --. Bakat dan Dimensi Bakat adalah suatu kondisi atau serangkaian karakteristik dari kemampuan seseorang yang dengan suatu latihan khusus memungkinkannya mmencapai suatu kecakapan.2. merupakan anak-anak yang harus ditempatkan di Sekolah Luar Bisaa.3. Maka hal-hal yang diajarkan kepada anak didik baik di sekolah maupun di lingkungan keluarga dan masyarakat adalah kemampuan-kemampuan yang mengandung unsur-unsur kebudayaan. menyemir sepatu. Embisil. pengetahuan dan ketrampilan khusus. Sedangkan faktor-faktor khusus seperti mengapa Jefri lebih suka menekuni musik dan dengan cepat dapat mengekspresikan isi hatinya ke dalam nadanada yang tersususn rapi dan dinamis.dan kemampuankemampuan siswa yang lain --. bahwa usaha untuk menemukan. serta Dono lebih cepat mengekspresikan apa yang ditangkapnya menjadi banyolan-banyolan segar. dan dipahami. yaitu : 8. Idiot.7. misalnya membersihkan tempat tidur. 8. Karena itu lebih bijaksana jika mereka ditempatkan di Sekolah Semi Luar Bisaa. kemampuan bermain musik dan lain-lain. menyapu lantai rumah.dan hal perlu dilakukan sedini mungkin.3.

. merupakan analisis tingkah laku. yang dapat diukur langsung dengan alat atau tes tertentu. dan lain-lain. sebagai potensi yang masih perlu dikembangkan dan dilatih agar dapat terwujud. Sementara itu sebagian orang yang lain mengatakan. Ability mempunyai tiga arti. sebab sifat-sifat seseorang dibawa sejak lahir. bermain musik. bahwa analisis tentang bakat selalu . Bekal atau modal tersebut akan berkembang menjadi suatu kecakapan. dimana kecakapan ini berkembang dengan perpaduan antara dasar dengan training yang intensif dan pengalaman 3) aptitude. Bila tugas penting ini dikesampingkan. Jadi prestasi merupakan perwujudan dari bakat dan kemampuan. seperti setiap analisis psikologis yang lain . Prestasi yang sangat menonjol dalam suatu bidang mencerminkan bakat yang unggul dalam bidang tersebut (Munandar. yang dapat diukur secara tidak langsung dengan melalui pengukuran terhadap kecakapan iindividu. Bakat yang diartikan dari aptitude merupakan suatu kemampuan bawaan. alamiah) yang dengan latihan-latihan tertentu akan memperoleh berbagai macam pengetahuan dan keterampilan khusus seperti kemampuan berbahasa. sementara yang lain mengatakan bahwa bakat tidak dibawa sejak lahir. antara lain berupa kemampuan berbahasa. walaupun memperoleh latihan khusus.. sedangkan bakat memerlukan latihan dan pendidikan agar suatu tindakan dapat dilakukan di masa yang akan datang. pengetahuan dan keterampilan khusus jika memperoleh suatu latihan khusus  Kecakapan.. kemampuan merupakan daya untuk melakukan suatu tindakan sebagai hasil dari pembawaan dan latihan.. 1984a:169) dimasukkan dalam kemampuan (ability). oleh Woodworth dan Marquis (Suryabrata. Berbeda dengan bakat. Pengetahuan kita bahwa seseorang berbakat ataukah tidak setelah kita mengetahui perkembangan seseorang kemudian. “Pertumbuhan karakter seorang anak adalah hal yang wajar. bahwa bakat sering dikatakan merupakan kemampuan yang dibawa orang sejak lahir. Orang yang berbakat matematika diperkirakan akan mampu mencapai prestasi yang tinggi dalam bidang itu. yaitu kualitas yang hanya dapat diungkap/diukur dengan tes khusus yang sengaja dibuat untuk itu. bahwa dalam tingkah laku itu kita dapatkan gejala sebagai berikut : 215 . yaitu : 1) achievement yang merupakan actual ability. Bakat dan kemampuan menentukan prestasi seseorang. kemampuan bermain musik dan lain-lain.” Dengan demikian. Tentang kata sejak lahir dalam kaitannya dengan bakat ini. tetapi seberapa besarnya. 2) capacity yang merupakan potential ability. herediter). Kemudian apa bedanya bakat dengan kemampuan dan prestasi? Bagi seorang pendidik pertanyaan tersebut di atas mempunyai arti penting. keterampilan teknik. kita harus mengetahui kemampuan diri kita sendiri. Suzuki (1993:1-2) mempunyai pandangan yang menarik. seberapa kualitasnya. dengan kata lain bersifat keturunan (atau genetis. bagaimana kita dapat mengatakan bahwa kita hidup dalam dunia yang beradab? Bakat seseorang tidaklah dibawa sejak lahir.. Sebagian orang mengatakan. maka dapat disimpulkan bahwa bakat adalah kemampuan manusia yang dibawa sejak lahir (kodrati. Kemampuan menunjukkan bahwa suatu tindakan (performance) dapat dilakukan sekarang. mengenal kemampuan tersebut dan mengembangkannya. kita tidak mengetahui secara pasti. Munandir (2001:15-16) mengatakan. Bakat atau aptitude. pengetahuan dan ketrampilan kkhusus. Berbagai pendapat tentang bakat menunjukkan.. Dan dari analisis tentang tingkah laku itu kita ketemukan. Pandangan ini sering kita dengar secara umum sebagaimana para ahli dan “orang awam” ada setuju bahwa bakat dibawa sejak lahir. Dengan demikian orang yang berbakat dapat berkembang optimal jika ia memperoleh suatu latihan khusus. Kita tidak dapat berbuat apa-apa bila seorang anak dilahirkan tanpa memiliki kemampuan seperti anak-anak yang lain. Sebaliknya ia tidak akan berkembang dengan baik jika ia tidak berbakat. 1992:17-18). Pengertian sejak lahir mengandung makna bahwa manusia sejak bayi memang sudah membawa “bibit bakat”.

perhatian c. (4) evaluasi terhadap penting tidaknya problem (kepekaan terhadap problem yang dihadapi) d. yaitu : a. seperti expressional fluency (kelancaran 216 . ideational fluency. faktor keluwesan (flexibility). karena memang dimensi inilah yang mempunyai implikasi sangat luas. faktor kecepatan gerak d. Dimensi psikomotor. kecepatan persepsi. faktor impuls c. (2) faktor ingatan mengenai relasi. (3) faktor kelancaran dalam menghasilkan hubungan-hubungan. (2) faktor untuk pengalihan kelas-kelas secara spontan. Di sini Guilford menjelaskan lebih jauh tiga dimensi yang tercakup dalam bakat. dan dimensi intelektual. faktor kekuatan b. yang mencakup (1) pengenalan terhadap keseluruhan informasi. orientasi ruang d. faktor pengenalan. faktor berfikir divergen. (3) faktor untuk menghasilkan sistem-sistem. faktor berfikir konvergen. faktor ketelitian/ketepatan. kepekaan indera b. (5) pengenalan terhadap kesimpulan c. orientasi waktu e. faktor kordinasi f. yaitu (1) faktor kecepatan statis. (2) evaluasi mengenai relasi-relasi. Dimensi inilah yang umumnya mendapat penyorotan secara luas. 3. faktor evaluatif. yang meliputi (1) faktor untuk menghasilkan unit-unit. (3) evaluasi terhadap sistem. luasnya daerah persepsi f. (5) faktor untuk menghasilkan implikasi-implikasi yang unik e. (3) faktor ingatan mengenai sistem b. e. faktor ingatan. Dimensi ini meliputi lima faktor. yang menitik beratkan pada posisi. (3) pengenalan terhadap hubungan-hubungan. (2) faktor untuk menghasilkan hubungan-hubungan. Tingkah laku individu. yang meliputi (1) evaluasi mengenai identitas. yaitu dimensi perseptual. (4) faktor untuk menghasilkan transformasi. Karena itu analisis tingkah laku ini memberi kesimpulan bahwa tingkah laku itu mengandung tiga aspek yaitu : (a) aspek tindakan (performance atau act) (b) aspek sebab atau akibatnya (a person causes a result) (c) aspek ekspresif. seperti word fluency. (4) faktor untuk menghasilkan sistem. yang mempunyai tiga aspek itu adalah pengejawantahan dari kualitas individu yang didasari oleh bakat tertentu.(a) individu melakukan sesuatu (b) apa yang dilakukan itu merupakan sebab dari sesuatu tertentu (atau mempunyai akibat atau hasil tertentu) (c) dia melakukan sesuatu itu dengan cara tertentu. Guilford yang bertolak dari analisis faktor. yang terdiri atas dua macam. Dimensi ini mencakup enam faktor yaitu : a. yang mencakup (1) faktor ingatan mengenai substansi. 1. (2) pengenalan terhadap golongan (kelas). Dimensi intelektual. dan (2) faktor ketepatan dinamis. dan sebagainya. dimensi psikomotor. dan ini meliputi faktor-faktor antara lain : a. yang meliputi (1) faktor untuk menghasilkan nama-nama. (4) pengenalan terhadap bentuk atau struktur. yang menitik beratkan pada gerakan. 2. berusaha merumuskan faktor-faktor yang terkandung di dalam bakat itu. Dimensi perseptual Dimensi perseptual meliputi kemampuan-kemampuan dalam mengadakan persepsi. yang secara garis besar telah disebutkan di atas.

L.3 Cara Pengukuran Bakat Dalam pengukuran bakat. Perceptual Speed dan Induction atau General Reasoning. karena dua tes inilah yang sering digunakan dalam layanan bimbingan dan konseling di sekolah. M Assosiative Memory atau faktor ingatan yaitu kemampuan untuk mengingat. yaitu kemampuan untuk mengadakan orientasi tempat dan ruang. tes BAKUM dikatakan praktis oleh karena administrasi tes dapat dilakukan secara klasikal dan waktu pelaksanaan relatif singkat (66 menit). (5) faktor untuk transformasi divergen. yaitu kemampuan untuk bekerja dengan bilangan (kecakapan menghitung) S Space Relation (penguasaan ruang). yaitu kemampuan untuk berfikir logis. P Perceptual Speed atau kecepatan persepsi yaitu faktor kemampuan untuk mengamati (persepsi) dengan cepat.) yaitu : V Verbal Comprehension (kemampuan verbal) atau faktor verbal. tes BAKUM hanya mengukur 5 faktor saja. dan faktor ini secara umum dianggap sesuatu indikator mudah tidaknya seseorang mengubah rasionya dan mengalihkan rasionya sesuai dengan kebutuhannya.mengungkapkan). T.3. SAT (Scholastic Aptitude Test). N Number Facility atau faktor bilangan. 4. cermat dan teliti I atau R Induction atau Reasoning (faktor penalaran). GRE (Graduate Records Examination). (6) faktor untuk menyusun bagian-bagian menjadi garis besar atau kerangka. DAT (Differential Aptitude Test). & Thurstone. Thurstone mengemukakan selusin faktor yang dirancang sebagai 7 faktor kemampuan mental primer (Manual TKD. khususnya persepsi dan visualisasi dalam tiga dimensi. Kecuali alasan di atas. merupakan kemampuan menggunakan bahasa. Namun didasari oleh pertimbangan praktis. Number Facility. 1. yaitu Verbal Comprehension. Tes BAKUM (Bakat Umum) Tes BAKUM (Bakat Umum) disebut juga TKD (Tes Kemampuan Differensial) atau TINTUM 69 (Tes Inteligensi Umum).th. tes bakat yang bisaanya dipergunakan antara lain BAKUM (Bakat Umum). GATB (General Aptitude Test Battery). FACT (Flanagan Aptitude Classification Test). Seluruh baterai tes BAKUM terdiri dari 10 persoalan untuk mengungkap 10 aspek bakat umum individu yaitu : Pemahaman sosial Kawasan Pengetahuan Analogi Verbal Logika Sosial Pemahaman Numerik Logika Numerik Kemampuan Analogi Berpikir Induktif-Deduktif Persepsi Keruangan Ketepatan Presisi : : : : : : : : : : Sikap terhadap situasi sosial praktis Ruang lingkup pengetahuan terhadap dunia luar Kemampuan analogi berpikir verbal Cara berfikir logis terhadap masalah-masalah sosial Penalaran berhitung dengan angka Logika berfikir dengan angka Kemampuan berfikir analogi Kemampuan berfikir deskriminasi-generalisasi Kemampuan pandang ruang (stereometri) Kemampuan persepsi secara tepat 217 .Tes Bakum disusun atas dasar teori multiple factor yang dipelopori oleh Thurstone. t. Space Relation.L. (1941). Sebagai bahan orientasi dalam pengenalan tes bakat dalam buku ajar ini akan diuraikan secara singkat tentang tes BAKUM dan DAT.. W Word Fluency (kefasihan kata-kata) yaitu faktor kelancaran atau kefasihan menggunakan kata-kata.G. Tes BAKUM atu TKD atau TINTUM 69 adalah serangkaian tes kemampuan differensial yang praktis untuk mengetahui serangkaian bakat individu.

membentuk gambar-gambar dari obyek-obyek padat dengan hanya melihat rencana (plant) di atas kertas yang rata. Abstract Reasoning (Penalaran Abstrak=AR) dapat mengungkapkan bagaimana sebaiknya seseorang untuk memahami ide-ide yang tidak dinyatakan dengan kata-kata atau angka-angka. dan bagaimana jelasnya mereka untuk dapat berfikir serta mengadakan penalaran dengan angka-angka. mesin-mesin dan gerakan-gerakan yang sederhana. Tes DAT (Differential Aptitude Test) Tes DAT dapat memberikan gambaran tentang keseluruhan bakat seseorang secara maksimal dan terperinci. Tes DAT banyak digunakan untuk penjurusan di SMU dan SMK dan akhir-akhir ini seringkali digunakan dalam konseling pendidikan dan pekerjaan bagi para remaja yang memasuki dunia kerja dan seleksi lamaran kerja. potongan-potongan gambar serta posisi. sedangkan sub tes 218 . Mechanical Reasoning (Penalaran Mekanis=MR) dapat mengungkapkan bagaimana dengan mudahnya seseorang dapat menangkap prinsip-prinsip umum fisika pada saat seseorang melihatnya dalam kejadian sehari-hari. Tes DAT terdiri dari 8 sub tes yaitu untuk mengukur: Verbal Reasoning (Penalaran Verbal=VR) akan mengungkap bagaimana baiknya sesorang untuk dapat memahami ide-ide yang diekspresikan ssecara verbal.Hasil tes BAKUM bisaanya disajikan dalam profil bakat sebagai contoh berikut : Aspek Bakat Pemahaman Sosial Kawasan Pengetahuan Analogi Verbal Logika Sosial Pemahaman Numerik Logika Numerik Kemampuan Analogi Berpikir Induktif-Deduktif Persespsi Keruangan Ketepatan Presisi Gambar 5 RS R Klasifikasi AR S CT • • • • • • • • • • Profil Bakat Umum (BAKUM) T TS 2. serta pemahaman seseorang terhadap hhukum-hukum yyang mendasari alat-alat. Numerical Ability (Kemampuan Angka=NA) akan mengungkapkan kepada seseorang bagaimana sebaiknya mereka memahami ide-ide yang diekspresikan dalam angka-angka. Space Relations (Tilikan Ruang=SR) dapat mengungkapkan bagaimana ssebaiknya seseorang dapat membayangkan. dan dapat berfikir serta menalar dengan kata-kata. serta bagaimana sebaiknya seseorang untuk berfikir dalam tiga dimensi. Hanya sub tes ini yang menuntut kecepatan kerja dalam DAT. Clerical Speed and Accuracy (Kecepatan dan Ketelitian Klerikal=CSA) mmengukur bagaimana kecepatan dan ketelitian seseorang dalam membandingkan dan memperhatikan daftar tertulis seperti nama-nama atau angka-angka. Language Usage : Spelling and Grammar (Pemakaian Bahasa: Mengeja dan Tata Bahasa) terdiri dari dua tes prestasi belajar yang singkat yang mengukur kemampuan-kemampuan penting yang perlu dipertimbangkan oleh seseorang bersama dengan tes bakat lainnya dalam DAT. Sub tes mengeja (spelling) dapat mengukur bagaimana baiknya seseorang untuk mengeja kata-kata umum dalam bahasa Indonesia (Inggris). antara lain diagram.

kombinasi dari skor Verbal Reasoning dan Numerical Ability akan mengungkapkan kemampuan skolastik seseorang. yaitu suatu kemampuan untuk menyelesaikan bidang studi-bidang studi atau program studi persiapan untuk memasuki perguruan tinggi di sekolah. tanda baca dan pemakaian kata-kata dalam kalimat-kalimat yang mudah.tata bahasa (grammar) dapat mengukur bagaimana baiknya seseorang untuk dapat memahamai kesalahan-kesalahan tata bahasa. dan keberhasilan di perguruan tinggi. VR 99 95 90 NA AR SR MR CSA Sp Stc SA 80 75 70 60 50 40 30 25 20 10 5 0 80 90 86 96 99 57 35 16 85 Gambar 6 Profil bakat berdasarkan Differential Aptitude Test 219 . dan merupakan suatu estimasi yang bbaik tentang bakat skolastik. Berikut ini disajikan kutipan profil bakat berdasarkan hasil tes DAT. Scholastic Aptitude (Bakat Skolastik=VR+NA).

Semula tes ini disusun untuk kepentingan clinical psychology dan counseling. Akan tetapi sebagaimana dikemukakan oleh Stamboel (1986:119) dalam konteks tes kepribadian cukup dibatasi pada aspek pokok yang meliputi motivasi. Wartegg. Namun demikian gambaran ini tidak dapat memberikan keputusan atau menjuruskan secara khusus atau memilihkan pendidikan atau pekerjaan bagi seseorang secara pasti. Perlu diperhatikan bahwa penggunaan hasil tes bakat untuk kepentingan bimbingan dan konseling. Dari 20 kebutuhan pokok yang 220 . Pada DAT skor di bawah persentil 50 digambarkan ke bawah sampai skor yang dimaksud.4 Pemanfaatan Hasil Pengukuran Bakat dalam Bimbingan Konseling Pengenalan dan pemahaman bakat individu dalam layanan bimbingan dan konseling secara eksplisit dapat digunakan untuk : 1) Membantu dalam merencanakan dan membuat keputusan tentang pilihan jurusan/program khusus. namun hanya EPPS.2.4. emosi. Berbagai tes kepribadian di atas tidak akan dikemukakan semua. yang diciptakan oleh Allen L. dan teknik proyektif. 4. dan Tes Minat Belajar. Karena itu pemahaman konselor tentang teknik memahami individu ini sangat penting dalam layanan bimbingan 4. Edwards Personal Preference Schedule (EPPS) 4.Penyajian hasil tes BAKUM dan DAT berbeda. Dewanti. EPPS ini merupakan tes kepribadian yang bersifat self-report inventory atau personality inventory. Edwards pada tahun 1953. Tetapi dalam perkembangan selanjutnya digunakan untuk berbagai kepentingan.4. baik data yang diperoleh dengan teknik testing maupun non testing. pendidikan lanjutan dan pekerjaan 2) Menggambarkan kekuatan dan kelemahan individu.1 Idenitifikasi dan Dimensi-dimensi Kepribadian Edwards Personal Preference Schedule yang dikenal dengan singkatan EPPS ditujukan untuk mengungkap kecenderungan-kecenderungan aatau kebutuhan-kebutuhan (needs) khusus yang dimiliki seseorang.4 Tes Kepribadian 4. Gambaran ini merupakan deskripsi tentang kemampuan individu. Thematic Apperception Test (TAT). sedangkan keputusan akhir tetap pada individu yang bersangkutan 3) Kaitannya dengan fungsi distributif. Mugiarso. artinya aspek-aspek yang bukan abilitas dan ‘kepribadian’ manusia (Martensi. Self-report inventory bersifat “melaporkan keadaan diri sendiri” mengenai kehidupan testitif seseorang. 4. tes Permainan. melainkan harus dilengkapi dengan data yang lain tentang individu tersebut. dan hubungan sosial. Wartegg. Tes kepribadian mencakup dua macam teknik. dan Kraepelin. Di antara model tes yang termasuk dalam selfreport inventory adalah Woodworth Personal Data Sheet (PDS).1 Hakekat Tes Kepribadian Tes kepribadian sering dibatasi sebagai tes yang bermaksud mengukur dan menilai aspek-aspek non kognitif. Murray dan kawan-kawan. Edwards Personal Preference Schedule (EPPS). Tes Minat Belajar. 1988:41).4. Di antara tes yang termasuk ke dalam tes proyeksi adalah tes Rorschach. Aspek non kognitif ini sesuai dengan analisis faktor banyak jumlahnya. pada dasarnya tidak dapat berdiri sendiri secara tunggal. Rothwell Miller Inventory Blank (RMIB). yaitu teknik self-reprot inventory. hasil tes bakat akan membantu guru pembimbing untuk mengarahkan/menyalurkan siswa sesuai dengan bakatnya sehingga siswa dapat menempati suatu jurusan/program khusus atau pekerjaan yang tepat sesuai dengan kemampuan dasarnya. dan di atas persentil 50 digambarkan ke atas sampai skor yang dimaksud. RMIB. kebutuhan-kebutuhan sesorang dapat diklasifikasikan ke dalam 15 golongan yang dibuatnya berdasarkan suatu daftar kebutuhan pokok manusia yang disusun oleh Henry A.2. Data yang lengkap ini akan membantu individu membuat perencanaan dan keputusan lebih tepat.3. Kuder Preference Record Vocational (KPRV). Menurut Edwards.

Edwards membuat 9 (sembilan) macam pernyataan yang isinya menunjukkan sikap dan kecenderungan dari kebutuhan-kebutuhan tersebut. untuk supaya orang lain bersimpati dan mengerti tentang dirinya. untuk memahami dan mengerti perasaan-perasaan orang lain. Nurturance : untuk menolong teman dan orang lain yang mengalami kesulitan. Deference : untuk menyuruh orang lain memutuskan sesuatu pendapat bagi dirinya. Heterosexuality : untuk bergaul bebas dengan lawan jenisnya untuk ikut aktif dalam pertemuan di mana orang dari jenis lain hadir. Endurance : untuk bertekun dalam tugas-tugas yang dihadapinya. Abasement : untuk merasa bersalah bila. Intraception : untuk menganilisis motif-motif dan perasaan-perasaan diri. untuk tidak ingin diganggu selama bertugas. Dominance : untuk mengatasi dan mempengaruhi orang lain. untuk ingin mengikuti perubahan-perubahan keadaan dan kebudayaan. Order : untuk berbuat secara teratur dan rapih dengan perencanaan sebelumnya. dkk. sehingga diperoleh 210 pasang pernyataan. Pemasangan pernyataan-pernyataan ini mengikuti suatu pola tertentu seperti yang terlihat pada kertas jawaban (answer sheet). untuk menonjolkan sesuatu prestasi atau mengatakan keberhasilannya. Testi belum integrated (menyatu) dengan pernyataan EPPS b. Affiliation : untuk baik hati. untuk menyesuaikan apa yang diharapkan dari orang lain terhadap dirinya. maka kesimpulan hasil jawaban testi dinyatakan inconsistence (diragukan). 1984:81-83). untuk memerintah orang lain. Macam-macam kebutuhan tersebut adalah : untuk berbuat sebaik mungkin. Hal ini dimaksudkan untuk melihat dan mengetahui konsistensi (con) jawaban-jawaban testi yang dikenai EPPS. Change : untuk berbuat sesuatu yang baru dan berbeda. Bila jawaban consisten di bawah 10 atau jawaban incon di atas 5. Testi cenderung tidak jujur.disusun Murray. untuk ikut ambil bagian dengan temanteman sekelompok. Penyebab terjadinya jawaban incon ini mungkin: a. untuk bekerja bersama atau berbuat sesuatu dengan orang lain. Pasangan dari suatu variabel dipasangkan dengan pernyataan dari variabel lainnya. agar kecenderungan yang sama terletak pada garis atau kolom yang sama. Menghadapi kasus ini langkah yang dilakukan guru pembimbing adalah : a. Dari setiap kebutuhan tersebut di atas. Memberikan bimbingan konseling Achievement : 221 . untuk suka mempermainkan orang lain. Aggression : untuk menyerang pendapat orang lain yang berbeda. merasa takut dan rendah diri.orang lain berbuat kesalahan. Autonomy : untuk berdiri sendiri dalam membuat keputusan. Exhibition : untuk menjadi pusat perhatian. untuk diperlakukan sebagai pemimpin. untuk menerima fitnahan. kemudian oleh Edwards disusun menjadi 15 (Sugiyanto. untuk menghindari urusan dan campur tangan orang lain. untuk menyelesaikan tugastugas yang sukar dan menarik. Mengadakan re tes b. Selanjutnya Edwards menambahkan 15 pasang pernyataan sebagai pengulangan dari pernyataan yang sudah ada. Testi mengalami konflik c. untuk mengampuni dan berlaku dermawan terhadap orang lain. Succorance : untuk menerima bantuan atau afeksi dari orang lain.

keinginannya menonjolkan diri (pamer) cukup tinggi.2 Profil Laporan Ilmiah dan Awam Setelah disekor. dengan senang hati akan menolong orang lain yang mengalami kesulitan. Ia termasuk orang yang berdisiplin tinggi. data EPPS tersebut dapat dikomunikasikan atau diterjemahkan ke dalam bahasa awam. kurang lebih sebagai berikut ini. Sedangkan segi negatif yang menonjol pada dirinya adalah bahwa ia suka sekali mengikuti perubahan dan suka menyerang pendapat orang lain. BBahkan ia cenderung menonjolkan kekuasaan dan pengaruhnya. Skor standar ini selanjutnya disajikan dalam profil/ psikogram seperti berikut.2.4. Prasetyo memiliki dorongan untuk berprestasi yang tinggi sekali. Tetapi ia tidak mau menerima bantuan dan simpati orang lain jika menghadapi persoalan. Jika tidak selesai menjawabnya. Namun jika sampai 60 menit tidak selesai. akan diperoleh standard score (ss) EPPS. Kesehariannya ia kadangkala nampak ikut berperan serta dalam pergaulan dengan teman sekelompoknya dan kadangkala iia mmau memahami perasaan orang lain. Pada prinsipnya testi harus menjawab semua item yang berjumlah 225. bahkan ia lebih suka memutuskan sendiri apa yang ingin dilakukannya. tanpa batasan waktu ketat selama 60 menit. agak mudah bergaul dengan lawan jenis. pada sisi lain kecenderungannya untuk menyesuaikan pendapatnya dengan orang lain agak rendah. tekun dalam menyelesaikan tugas yang menjadi tanggung jjawabnya. Prasetyo Dari contoh psikogram sebagaimana dipaparkan di atas.n.2. 4. 4. Segi positif yang ada pada dirinya antara lain ia mau menerima kesalahan orang lain yang menjadi tanggung jawabnya. Namun demikian dia orang yang sangat jujur.4. waktunya ditambah sampai seselesainya.Tes ini diberikan untuk orang dewasa (minimal berpendidikan SLTA) dengan waktu penyajian antara 40-60 menit. Kecenderungan Kepribadian (Needs) Achievement Deference Order Exhibition Autonomy Affiliation Intraception Succorance Dominance Abasement Nurturance Change Endurance Heterosexuality Aggression Consistence Klasifikasi AR S CT • • • • • • • • • • • • • • • RS R T • TS Gambar 7 Profil/Psikogram Hasil EPPS a. maka hasil pekerjaan EPPS tidak dapat dianalisis dan diinterpretasi.3 Kegunaan EPPS 222 .

mempunyai nilai yang cukup efektif dengan menggunakan EPPS. Dengan EPPS yang merupakan self-report inventory.2. promosi jabatan diinginkan. (2) Individu adalah orang yang paling tahu tentang keadaan dirinya sendiri. Sebaliknya faking bad merupakan kecenderungan testi untuk memilih pernyataan yang 223 . ttesti ssuka mmenentang. dan testi tidak jujur. testi sedang mengalami konflik. yang pada saatnya dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas dan menyalurkan ssumber ddaya manusia sesuai dengan tugas dan kewajiban yang diberikan kepadanya. khususnya pada kecenderungan kepribadian tertentu yang menonjol. walaupun itu tidak sesuai dengan dirinya (kata hatinya).4. (2) Bimbingan Konseling Berdasarkan data EPPS seorang guru pembimbing dapat memberikan layanan bimbingan konseling. Selain kelebihan. (4) Teknik interpretasi secara teknis dan awam membutuhkan keterampilan yang tinggi dari interpreternya. maka kita akan mendapatkan gambaran yang relatif benar tentang kepribadian (kecenderungan kepribadian) testi.Dalam prakteknya EPPS sering kali digunakan untuk kepentingan diagnosis dalam bidang : (1) Seleksi dan Penempatan Seleksi dan penempatan karyawan baik di lingkungan instansi pemerintah maupun swasta. (3) Individu mempunyai kemampuan dan kesadaran untuk menyatakan keadaan dan penghayatannya menurut apa adanya. Hal ini misalnya jika tes dilakukan untuk seleksi penerimaan pegawai. (3) Psikoterapi Dengan melihat data EPPS terapis akan dapat memberikan treatment yang sesuai dengan masalah yang muncul dari 15 kecenderungan kepribadian testi. Faking good merupakan kecenderungan testi untuk memilih pernyataan yang dianggap baik-baik saja. (5) Sering terjadi adanya pemalsuan jawaban testi baik yang bersifat faking good maupun faking bad. Hal ini dapat diketahui dengan melihat jawaban atas item-item tertentu yang berpasangan sebagaimana telah disebutkan ddi muka. Karena dengan EPPS akan dapat diketahui kecenderungan-kecenderungan pribadi testi untuk diterima atau ditempatkan pada job yang sesuai dengan kepribadiannya. Jawaban yang berbeda menunjukkan testi tidak jujur (inconsistence).4 Kelebihan dan Kelamahan EPPS Sebagai suatu tes psikologis EPPS mempunyai beberapa kelebihan antara lain : (1) Dapat mendeteksi tingkat kejujuran testi yaitu dengan melihat tingkat konsistensinya. Dari data ini bisa ditelusuri sebab-sebab inkonsisten tersebut antara lain mungkin karena testi menolak rangsang (tidak mau bekerja sama dengan orang lain/tester). 4. (3) Bagi korektor. Misalnya testi cenderung inkonsisten. tes ini harus diadaptasikan pemakaiannya. EPPS juga mempunyai beberapa kelemahan yang perlu diperhatikan yaitu : (1) Terikat budaya Sebagai tes yang menggunakan bahasa. prosedur skoring tes ini melelahkan dan menjenuhkan. riset dengan menggunakan EPPS akan dapat memberikan masukkan yang cukup lengkap tentang kecenderungan kepribadian seseorang. testi tidak siap diberi tugas (tidak integrated). (2) Materinya yang banyak akan menimbulkan kejenuhan pada testi. (4) Riset Sumber Daya Manusia Untuk mengetahui kemampuan sumber daya manusia dalam berbagai kepentingan. baik negatif maupun positif. Dalam pelaksanaannya tes ini ternyata mampu mengungkap ada tidaknya sesuatu atribut pada kepribadian seseorang dan apabila ada dapat pula diungkap seberapa besar kecenderungannya.

Ahli Pembuat Alat-alat Ahli Statistik Insinyur Kimia Industri Penyiar Radio Artis Komersial Pengarang Dirigen Orkes Psikolog Pendidikan Sekretaris Perusahaan Ahli Bangunan Ahli Bedah Ahli Kehutanan …..3 Rothwell Miller Inventory Blank (RMIB) 4.1 Identifikasi Tes RMIB Tes RM atau Rothwell Miller atau The Rothwell Miller Inventory Blank (RMIB) menurut sejarahnya disusun oleh Rothwell pertama kali pada tahun 1947. …. cek dulu pekerjaan anda. tes diperluas dari 9 menjadi 12 kategori oleh Kenneth Miller. Hal ini misalnya jika tes dilakukan untuk seleksi wajib militer. dapat dimasukkan ke dalam susunan batteray test b. Tanggal ……… Nomor : …. tes interest tersebut disebut sebagai tes interest Rothwell-Miller. Sebelum diserahkan pada tester. …. walaupun itu tidak sesuai dengan dirinya (kata hatinya). 4. …. …. …. ….. Sejak itu. PRIA 224 . …. score dapat disusun dengan lebih cepat d. ….4. …. …. tugas pengisian dari tes ini akan menimbulkan interest testi dan kerja sama yang aktif sifatnya e. Tes ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengukur interest seseorang berdasarkan sikap seseorang terhadap suatu pekerjaan.dianggap negatif.3. hasil keseluruhan tes akan memperlihatkan pola interest dari testi. Kemudian pada tahun 1958. …. Minat seorang siswa dalam belajar berkaitan dengan pekerjaan yang akan ditekuni kelak..4. Saat itu tes ini hanya memiliki 9 jenis kategori dari jenis-jenis pekerjaan yang ada.. Contoh tes RM adalah sebagai berikut: FORMULIR TES MINAT : ROTHWELL MILLER Nama : ………………………… Usia ……. lebih mudah dikerjakan oleh testi c. …. …. …. Jangan ada yang dilewatkan ! Petani Insinyur Sipil Akuntan Ilmiawan Manager Bidang Penjualan Seniman Wartawan Pianis Konser Guru Sekolah Dasar Manajer Bank Tukang Kayu Dokter A …. Sekolah/Kelas : ……………………………………. …. …. Hal ini didasarkan pula atas ideaidea stereotype terhadap pekerjaan yang bersangkutan. …. …. Hal-hal yang merupakan kekhususan (Manual The Rothwell-Miller Inventory Blank) dari tes ini adalah: a. lebih cocok apabila diberikan kepada orang dewasa f. …. Tester : ……………………… PETUNJUK : Tulislah nomor urut pekerjaan di bawah ini dari yang paling Anda sukai dengan menuliskan 1 sampai dengan yang paling tidak disukai dengan menuliskan angka12 pada kolom A sampai I. …. …. ….

Penghargaan terhadap musik Social service. …. yaitu pekerjaan yang berhubungan dengan angka-angka Scientific. …. …. yaitu pekerjaan yang aktivitasnya dilakukan di luar ruangan atau di udara terbuka. …. 9. diskusi. …. …. Computational. …. karya pertukangan dan yang memerlukan keterampilan Medical. yaitu pekerjaan yang berhubungan dengan atau menggunakan mesin.S. …. …. 8.4. penyembuhan dan di dalam bidang medis serta hal-hal biologis pada umumnya. yaitu pekerjaan yang berhubungan dengan hal-hal yang bersifat seni dan menciptakan sesuatu Literary. bernyanyi atau membaca sesuatu yang berhubungan dengan music. Testi tes diminta untuk menuliskan ranking suka dan tidak suka dalam setiap kelompok pekerjaan dari rangking 1 sampai dengan 12 tanpa harus urut. 2. …. 12. 7. 6. dengan keinginan untuk menolong dan membimbing/menasehati tentang problem dan kesulitan mereka. …. kegiatan membaca. WANITAA Ahli Biologi Agen Biro Iklan Dekorator Interior Ahli Sejarah Kritikus Musik Pekerja Sosial Penulis Steno Penjilid Buku Apoteker Ahli Pertamanan Petugas Pompa Bensin Petugas Mesin Hitung …. yaitu minat memainkan alat-alat musik. Cler Prac Med : : : 225 . 4. Pekerjaan yang berhubungan dengan minat seseorang dalam tes RM digolongkan dalam 12 jenis pekerjaan yaitu: Out Mec Com Sci Pers Aest Lit Mus S. yaitu minat terhadap pekerjaan-pekerjaan yang praktis. yaitu minat terhadap kesejahteraan penduduk. …. atau untuk mendengarkan orang lain bermain.2 Aspek-aspek (dimensi-dimensi) yang diukur Suka dan tidak suka terhadap kelompok pekerjaan merupakan faktor yang diukur oleh tes RM ini. …. …. eksperimen. 4. : : : : : : : : : Out door. atau pekerjaan yang tidak berhubungan dengan hal-hal yang rutin sifatnya. yaitu pekerjaan yang dapat disebutkan sebagai keaktifan dalam analisis dan penyelidikan. Keinginan untuk mengerti orang lain. yaitu pekerjaan yang berhubungan dengan manusia. …. …. mengarang Musical. …. …. …. 1. 10. 3. membujuk. dan mempunyai idea yang besar atau kuat tentang pelayanan Clerical. …. alat-alat dan daya mekanik. 11. mengurangi akibat dari pada penyakit. Pada dasarnya adalah suatu pekerjaan yang membutuhkan kontak (hubungan) dengan orang lain Aesthetic. …. yaitu minat terhadap pengobatan. kimia dan ilmu pengetahuan pada umumnya Personal contact. …. yaitu pekerjaan yang berhubungan dengan buku-buku. Mechanical. bergaul dengan orang lain.Auditor Ahli Meteorologi Salesgirl Guru Kesenian Penulis Drama Komponis Kepala Sosial Resepsionis Penata rambut Dokter Hewan Pramugari Kapal Petugas Mesin Jahit C ….3. yaitu minat terhadap tugas-tugas rutin yang menuntut kecepatan dan ketelitian Practical. misalnya pada kelompok pekerjaan A testi menuliskan rangkingnya dari atas ke bawah 5.

4 Tes Minat Belajar 4. sensori motor. dalam usaha memecahkan problem waktu reaksi. Ragu-ragu atau tidak menyatakan sikap suka atau tidak suka. Lembar jawaban tes terpisah dengan buku tes.4..4. seorang yang berminat terhadap pekerjaan tertentu berkaitan dengan pelajaran-pelajaran tertentu yang harus disiapkan untuk pekerjaan yang akan dilakukannya.4. Pada setiap pernyataan didahului dengan dengan pilihan jawaban S R T (Suka. Asumsinya. studi lanjutan di perguruan tinggi.1 Identifikasi Tes minat belajar berupa buku yang terdiri dari 176 daftar pernyataan yang harus dijawab semuanya oleh responden. Kombinasi dari jenis minat belajar tersebut akan menggambarkan profil minat siswa dalam bidang Bahasa. Musik Untuk mengungkap 11 minat belajar tersebut disusun 176 daftar pernyataan secara simultan. Contoh daftar pernyataan tes minat belajar adalah sebagai berikut: 1. S R T Mempelajari hukum dan keputusan-keputusan pengadilan yang dipakai dalam lapangan perusahaan/perdagangan 4. Kesehatan f. 4. 5 Tes Kraepelin 4. penempatan pekerjaan. Tes minat belajar digunakan di sekolah dalam rangka mengukur 11 minat terhadap lapangan belajar/pekerjaan khusus yaitu: a. IPA. Home economic d. dan pernah menjadi murid Wilhelm Wundt. Fisika h. 176. Tidak Suka terhadap penryataan-pernyataan yang disediakan. yang dalam penelitiannya ia kerjakan di laboratoriumnya di Lepzig menggunakan pasien-pasien psikiatrik. Setiap minat terdiri dari 16 soal (item tes). Bussines c.2 Aspek-aspek (dimensi) yang diukur Tes minat belajar ini dalam mengukur minat belajar seseorang dilakukan dengan cara mengukur minatnya terhadap pekerjaan-pekerjaan tertentu melalui pilihan Sika. Raguragu. Matematika g. Teknik j. Kesenian k.4. Kraepelin menyusun tes yang kemudian digunakan ssebagai ddasar psikologis untuk 226 .4.5. IPS. Sosial b. 4.4. Dari sini dasar-dasar pemikiran Wundt berpengaruh dalam bidangnya terutama dalam pemecahan masalah kerancuan Neurologis. S R T Memasukkan telur ke dalam mesin pengeram dan membukanya satu per satu setiap hari untuk melihat bagaimana perkembangan anak ayam ………………………………………………………………….4. Biologi i. Pada permulaan tahun 1880 ia bekerja pada laboratorium Wundt. Sekretaris e.1 Identifikasi Tes Kraepelin Koentjoro dan Nuryati Atamimi (1984 : 1) mengatakan tes Kraepelin ini diciptakan oleh Emile Kraepelin seorang psikiater dari Jerman yang hidup antara tahun : 1856-1926. Dengan dasar pemikiran adanya perbedaan dari faktor-faktor yang khas pada proses sensori sederhana. perseptual dan tingkah laku. Tidak Suka).Kombinasi sekor-sekor yang diperoleh dari tes RM dapat digunakan untuk berbagai kepentingan misalnya penjurusan di SMU.

227 . dengan cara mengubah tekanan skoring dan integrasinya. Di antara tes yang dipakai oleh Kraepelin adalah Simple arithmatic test. Dari penelitian ini Kraepelin menyusun dua golongan besar psikosis fungsional yaitu manic depresive dan dementia praecox. Dengan berdasarkan pada alat tes ciptaannya ia berusaha memperluas penggunaannya untuk menyusun tipologi kepribadian manusia antara normal dan abnormal. Memory dan lain-lain yang berhubungan dengan kelelahan dan Distraction.mengklasifikasikan kecanduan psikiatrik. Simple arithmatic test inilah yang kini dikenal dengan nama tes Kraepelin (tes K) yang pada awalnya merupakan tes kepribadian dan dalam perkembangannya telah berubah menjadi tes bakat. yang digunakan oleh Kraepelin untuk mengukur Practice effect.

4. maka testi harus pindah ke lajur berikutnya tanpa harus menyelesaikan lajur yang sedang dikerjakan. tes Kraepelin antara lain mempunyai kegunaan sebagai berikut : 228 . Hasil ini dapat diinterprestasikan dengan menggunakan dasar faktor-faktor bakat yang terkandung didalamnya. sehingga dapat disimpulkan adanya gejala epilepsi. Setelah 15 detik dan ada aba-aba. Hal ini dicontohkan oleh Marcham Darokah.4. Karena itu tekanan skoring dan interpretasinya didasarkan pada hasil-hasil test secara objektif. 4.5. dengan waktu 15 detik. yaitu : a. dapat diprediksikan sebagai adanya perfeksionis. Hasil perhitungan angka dalam mengerjakan tes ini menurut Freeman (1962) sangat dipengaruhi oleh faktor sensori perception dan "motor response". Setelah perhitungan objektif dilakukan. tergolong dalam "convergent thinking".4. dan dari bawah ke atas membentuk 28 baris.4 Kegunaan dalam Bimbingan Konseling Dalam kegiatan bimbingan konseling di sekolah. 4. 4. rendah sekali dan tidak pada kedudukan minimum normal hal ini dapat diprediksi bahwa ada gejala depresi mental pada testi.Karakteristik tes ini adalah materinya hanya berupa angka-angka 1 sampai dengan 9 yang disebar secara acak membentuk lajur dan baris. tes Kraepelin mempunyai nilai diagnosis yang cukup handal untuk memberikan informasi tentang kepribadian seseorang. ini disebabkan pada suatu saat kehilangan ingatannya. 5) Di dalam grafik hasil tes menunjukkan garis naik tegak lurus atau tetap secara kaku. menurut Marchan Darokah (1967) seperti yang dikutip oleh Koentjoro dan Nuryati Atamimi (1984 : 3). Begitu seterusnya sampai 50 lajur selesai dalam waktu 12' 30''. Testi bertugas menjumlahkan angka-angka tersebut dalam dua angka yang berdekatan dalam setiap lajur dari bawah ke atas. Faktor kecepatan atau speed factor b. 3) Hasil tes menunjukkan ritme yang tajam. paling tidak tentang performance kepribadiannya sebagaimana disebutkan di atas. dapat diprediksikan bahwa testi mengalami gangguan. 2) Bila terdapat salah hitung terlalu banyak dalam menjumlah angka dan dibawah minimum normal. Faktor keajegan atau ritme fact d.gangguan emosional. (Mahasiswa dapat memperoleh pemahaman yang utuh setelah mempelajari Manual Tes Kraepelin dan mempraktekkannya). 6) Di dalam grafik hasil tes menunjukkan penurunan hingga minimum normal. Faktor ketelitian atau accuracy factor c. Faktor ketahanan atau ausdauer factor Menurut Guilford (1959) penjumlahan item yang berupa angka-angka satuan ini bila ditinjau dari fungsi mental. dapat diprediksikan adanya gejala kelelahan dan mungkin gejala neurasthenia. artinya pada suatu ketika terjadi hasil rendah. Namun bila ditinjau dari jenis isi itemnya.5. dan bukan proyektifnya.2 Tes Kraepelin Sebagai Tes Kepribadian Tes Kraepelin sebagai tes kepribadian.5. digunakan untuk menentukan tipe "performance". diprediksikan bahwa testi mengalami distraksi mental atau "mental disorder". misalnya : 1) Bila hasil menjumlahkan angka-angka “ansich”.3 Tes Kraepelin sebagai Tes Bakat Tes Kraepelin sebagai tes bakat dimaksudkan untuk mengukur "maximum performace" seseorang. 4) Bila terdapat range ritme yang terlalu besar pada hasil tes hingga dibawah minimum normal. tergolong dalam faktor "numerical facility" yaitu kecakapan uuntuk menggunakan angka dengan cepat dan teliti. Lajur dari kiri ke kanan terdiri dari 50 lajur. Sebagai tes kepribadian. sebagaimana dikutip oleh Kuntjoro dan Atamimi (1984 : 2).

5. Hal ini akan kelihatan pada hasil tes pada aspek kecepatan kerja. 4. Sebagai tes yang bersifat speed test. 2) Dapat mengungkap empat aspek bakat siswa (ketelitian. penjurusan. sehingga dengan melihat bakatnya dari hasil tes Kraepelin guru pembimbing dapat memberikan saran program studi apa yang sesuai untuk siswa. Hal ini karena skoring yang kita lakukan selama ini masih dengan cara manual. guru pembimbing dapat mengetahui masalah-masalah kepribadian yang dialami oleh siswa. keajegan dan ketahanan kerja) yang selanjutnya dapat dipergunakan untuk pertimbangan : a. Alat ukur yang praktis dan bebas budaya e. artinya testi cenderung terdorong untuk bersaing dengan testi lain c. misalnya satu catur wulan.5 Kelebihan dan Keterbatasan Tes Kraepelin Tes Kraepelin mempunyai beberapa kelebihan yaitu antara lain : a. dapat digunakan untuk seleksi yang mempunyai nilai kompetitif. Pada hakekatnya prestasi belajar merupakan cermin keberhasilan proses belajar mengajar yang telah dilakukan oleh guru. khususnya kemampuan baca tulis angka atau matematik sederhana.1) Dengan melihat hasil performancenya. d.4. Testi juga dituntut mempunyai kemampuan berfikir cepat.1 Latar Belakang Prestasi belajar merupakan sasaran personal yang terlibat dalam proses belajar mengajar di sekolah. kecepatan. Dapat mengungkap bakat dan kepribadian sekaligus dengan melihat hasil kerja testi b. karena pada pekerjaan tertentu membutuhkan ketelitian yang lebih baik dibandingkan dengan kecepatan kerja. Tes ini tidak tepat untuk teknisi dan olahragawan. lanjutan studi. b. b. Cronbach sebagaimana dikutip Waridjan (dalam Tim Pengembangan MKDK IKIP Semarang. keajegan dan ketahanan kerja yang berbeda. sehingga kepada siswa dapat diberikan terapi yang sesuai dengan masalahnya. Tehnik skoring tes ini juga memerlukan ketelitian dari korektornya. c. satu tahun ajaran ataupun satu jenjang pendidikan dari kelas I sampai kelas yang terakhir di lembaga pendidikan tersebut. Dengan demikian penggunaannya terbatas kepada orang-orang yang mempunyai kemampuan baca tulis. Karena tes ini tidak memberikan kesempatan pada testi untuk menimbang jawaban yang benar. c. dan komponen sekolah yang lain dalam kurun waktu tertentu. karir/pekerjaan. Tes Kraepelin juga bersifat power test sehingga dapat mengukur daya tahan atau ausdouer seseorang dalam menyelesaikan tugas yang menjadi tanggung jawabnya d.5 Tes Prestasi Belajar 4. 1990 : 27) menyebutkan: 229 . Pada saat mengerjakan tugas mereka yang tidak mempunyai kemampuan berfikir cepat akan sulit menyesuaikan diri dengan materi tes. kecepatan. siswa. karena untuk melanjutkan studi diperlukan syarat bakat yang berbeda satu dengan lainnya. karena jurusan/program yang satu dengan lainnya mensyaratkan bakat ketelitian. Namun demikian tes Kraepelin juga mempunyai keterbatasan antara lain seperti berikut : a. 4. Testi dituntut kemampuan baca dan tulis.5. Karena itu pelaksanaan skoringnya menjenuhkan. Dengan demikian pemahaman tentang bakat siswa menurut tes Kraepelin ini akan membantu siswa menentukan pilihan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuannya. Konon tes ini dapat disekor dengan komputer tetapi penggunaannya masih terbatas. Memberikan informasi tentang penempatan dan dapat menemukan kasus yang dihadapi testi.

dan jika kelelawar sudah muncul. Perbuatan ini ia lakukan berulang-ulang. sehingga ia tidak dapat mendengar adzan dari masjid yang jaraknya cukup jauh dari rumahnya. Kebisaaan-kebisaaan melihat kelelawar tersebut mungkin saja tidak dapat dilakukan karena terjadi hujan. sebagai pedoman beribadah. Or. dengan usaha yang dilakukan secara sadar tersebut individu mempunyai tujuan mendapatkan kecakapan baru (tingkah laku baru). Ia pernah mendengar dari orang tuanya bahwa berdasarkan pengalaman “orang-orang tua dulu” kalau sudah ada kelelawar terbang.  Memperoleh ilmu pengetahuan. ilmu pengetahuan dan berbagai sikap. sehingga seseorang itu  Memperoleh sesuatu kebisaaan. Karena itu ia berusaha memperoleh jadwal puasa dan waktu sholat dari lembaga-lembaga yang dapat dipercaya. Proses menilai dan kemudian bersikap sesuatu tersebut merupakan perbuatan belajar. Berdasarkan pada perbuatan dirinya sendiri dan/atau orang lain. apa. Pengertian di atas dapat diidentifikasikan bahwa belajar mengandung makna:  Ditunjukkan adanya proses mengalami sesuatu yang berbeda dari waktu ke waktu. mungkin pula sebentar. dan jatuhlah ia. suatu aktivitas dalam diri individu (baik fisik maupun psikis). Misalnya hari ini seseorang memperoleh pengalaman bahwa agar dapat naik sepeda dengan baik ia harus menjaga keseimbangan badan. berarti matahari sudah terbenam dan dengan waktu berbuka telah tiba. mengapa. Dalam pengertian ini terkandung unsur-unsur berikut : Pertama. Dalam hal ini individu mulai dari tidak tahu berubah menjadi tahu. dan bagaimana seseorang berperilaku yang serasi dan sehat. kecakapan baru tersebut diperoleh melalui suatu proses perubahan yang mungkin memakan waktu lama. orang lain. Kedua. Pengertian yang dikemukakan Crow & Crow dapat dijelaskan sebagai berikut:  Belajar merupakan perbuatan. Perolehan ini lebih ilmiah dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya karena dikonstruk dengan cara-cara ilmiah. perilaku seseorang yang dilakukan dengan sengaja dan/atau tidak sengaja. mulai dari tidak cakap berubah men-jadi cakap dalam sesuatu hal. dan keterampilannya bersepeda makin baik pula. Apabila seseorang pada bulan ini melakukan reaksi yang berbeda dengan reaksinya bulan lalu. atau lebih tepat belajar tertunjukkan oleh adanya perubahan tingkah laku sebagai hasil mengalami sesuatu.  tanpa mengalami seseorang tidak belajar. Crow & Crow (dalam Kasijan. disengaja. kita menyatakan bahwa dia telah mempelajari sesuatu.If the person makes a different response this month than the made a month ago. usaha tersebut dilakukan secara sadar. learning.  Memperoleh berbagai sikap. 1984:321) menyatakan bahwa belajar adalah perbuatan untuk memperoleh kebisaaan. action. dari hari ke hari ia belajar dari pengalaman batinnya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa belajar merupakan suatu usaha sadar yang dilakukan individu untuk mendapatkan kecakapan baru melalui suatu proses perubahan sebagai hasil mengalami sesuatu. maupun objek dan isuisu yang terjadi tersebut. misalnya seseorang yang pada saat berpuasa menunggu waktu berbuka listrik mati. 230 . belajar ditandai adanya suatu usaha. Sikap adalah penilaian umum yang dibuat seseorang terhadap dirinya sendiri. mengamati objek dan isu-isu yang terjadi seseorang menilai positif atau negatif terhadap dirinya sendiri. more pricisely. misalnya dari hari ke hari keseimbangannya semakin baik. objek. Pengalaman itu dapat berupa pengalaman fisik maupun pengalaman batin. we say that he has learned something. is shown by a change in behavior as a result of experience.  Pengalaman itu membawa perubahan yang berarti dalam perkembangan dirinya. Ketiga. kemarin tubuhnya miring ke kiri dan ke kanan. Keempat. atau isu-isu. setiap kali menjelang waktu berbuka ia ke luar rumah mengamati kelelawar. orang lain.

Untuk mengetahui hasil belajar seorang siswa. Disebut objektif karena cara pemeriksaannya (skoringnya) yang seragam terhadap semua murid yang telah mengikuti tes itu.2. Tes hasil belajar yang bersifat khusus adalah tes-tes yang mencakup bidang. matematika dan tes dengan tujuan pendidikan yang luas. terutama berbeda dalam tingkat pengalaman. Beberapa hal yang perlu diketahui : 1) Tujuan utama dari tes hasil belajar yang distandardisasikan yang bersifat umum adalah penilaian terhadap pengaruh pengajaran/pendidikan/kursus tertentu.1 Tes Hasil Belajar Yang Distandardisasikan Di sini akan dibicarakan tes hasil belajar yang bersifat umum dan khusus.5. tes hasil belajar mempunyai beberapa fungsi (Stamboel. 3) Sampel-sampel yang dicobakan harus bersifat representatif. satu semester. perlu juga dibedakan antara tes hasil belajar yang bersifat umum dan tes kemampuan.Kelima. suka atau tidak suka. 8 dan 9. 231 . Tes hasil belajar yang bersifat umum mengukur efek pengalaman yang secara relatif dicakup oleh suatu unit pengalaman yang distandardisasikan. Perubahan tingkah laku ini ditandai dengan suatu hasil belajar yang dicapai oleh siswa setelah menyelesaikan program belajar dalam suatu kurun waktu tertentu. Tes ini didasarkan atas tujuan pendidikan yang bersifat umum. yang diambil dari suatu populasi anak normal pada sekolah-sekolah umum. 4. dan bimbingan konseling. maka guru perlu mengukur hasil belajar siswa dengan alat ukur yang disebut tes hasil belajar.2. satu tahun ajaran dan seterusnya. masing-masing terdiri 4 atau 5 bentuk yang ekuivalen (Anastasi. yaitu suatu rencana pelajaran. sadar dan disengaja. Dalam kegiatan belajar mengajar diharapkan dapat diperoleh perubahan tingkah laku. Sedangkan tes subjektif cara penilaiannya cenderung dipengaruhi oleh hal-hal yang bersifat subjektif seperti prasangka. misalnya satu catur wulan. 2) Tes semacam ini dikonstruksikan dengan keahlian oleh ahli-ahli dalam bidang konstruksi tes. Suatu contoh batere tes yang telah distandarisasikan yang banyak digunakan di luar negeri yang terkenal adalah Tes Hasil Belajar Metropolitan yang terdiri dari 5 batere.2 Tes Hasil Belajar Buatan Guru Tes hasil belajar buatan guru dapat digolongkan menjadi tes objektif dan subjektif (essay). penetapan kenaikan tingkatan kelas. sedangkan tes kemampuan mengukur efek belajar yang secara relatif terwujud dalam kondisi yang tidak terkontrol dan tang diketahui. 4) Petunjuk untuk administrasi dan penilaian yang distandarisasikan dirumuskan secara mendetail. remedial teaching.2 Jenis dan Fungsi Pengukuran Hasil Belajar Tes hasil belajar yang distandardisasikan merupakan tes psikologi yang paling maju perkembangannya. proses perubahan dalam diri individu dikarenakan individu tersebut mengalami sesuatu secara langsung. Beberapa di antara batere tes mempergunakan tachistoscope yang meneliti kecepatan bacaan (mencatat gerak mata) ketika seseorang membaca. Selain dibedakan tes hasil belajar yang bersifat umum dengan tes hasil belajar khusus. b. mencek standar. umpamanya kursus bahasa tertentu. kemudian sampai dengan batere untuk yang lebih lanjut bagi kelas 7.bidang khusus yaitu terutama tes membaca. Dalam praktek di lingkup pendidikan. Selain tes hasil belajar yang distandardisasikan ada pula tes hasil belajar buatan guru (Stamboel. 1986:209). 1968). rajin atau tidak dalam mengikuti pelajaran. 4.5. klasifikasi. yang terutama digunakan dalam bantuan terhadap anak yang mengalami kesulitan belajar. a. 1986:213) yaitu seleksi. 4.5. Batere pertama untuk kelas I sampai kelas 6 SD.

2. kelebihan dan kelemahannya. Lembar Kegiatan Untuk memperoleh pemahaman yang mendalam pada bab ini seyogyanya saudara mengikuti langkah-langkah berikut: 1. E. 3. perlu waktu belajar lebih ataukah tidak dan sebagainya. Layanan bimbingan belajar yaitu layanan bimbingan yang memungkinkan siswa mengembangkan diri berkenaan dengan sikap dan kebisaaan belajar yang baik. Latihan 1. atau lihat kamus/ensiklopedi. materi belajar yang cocok dengan kecepatan dan kesulitan belajarnya. perlu pengayaan ataukah tidak. untuk mengambil keputusan tentang program khusus apa yang akan diikutinya. Pelajari bab IV buku ajar ini baik-baik. Berlatihlah merumuskan pengertian yang saudara jumpai dalam buku ajar ini dengan kalimat saudara sendiri sejauh tidak menyimpang dari maksud kalimat dalam buku ajar ini. Hasil tes prestasi belajar akan mempunyai manfaat yang penting dalam kegiatan bimbingan konseling di sekolah. juga klasifikasi anak untuk ditempatkan sesuai dengan kelompok yang sama kemampuannya (homogeneous ability) digunakan tes hasil belajar. 4. serta dapat menolong dirinya sendiri untuk mengatasi masalah-masalah yang berhubungan dengan belajar berdasarkan pemahaman dirinya yang baik. karena tes ini bersifat objektif dan uniform bila dikonstruksikan secara baik. apa yang saudara lakukan untuk tetap memperoleh data yang saudara harapkan? 5. guru pembimbing akan dapat membantu siswa untuk memahami dirinya yang menyangkut kkemampuannya. dosen atau instruktur. 5) Untuk keperluan remedial teaching (perbaikan pelajaran). 2) Tidak saja dalam seleksi. jika perlu tanyakan kepada teman sejawat. Buatlah analisis hasil psikotes (baik inetegensi. bakat. Cermati beberapa istilah penting yang ada di dalamnya. nalar dan logis. jika saudara gagal dengan suatu cara. 3) Untuk mencek standar suatu kelakuan minimum yang dicapai misalnya untuk mengikuti pelajaran berikutnya anak dituntut telah memiliki kemampuan tertentu sebagaimana yang digariskan. bisa pula download dari internet. terutama dalam kaitannya dengan layanan bimbingan belajar. Rangkuman 232 . 4) Penetapan kenaikan tingkat kelas bisaanya juga menggunakan tes hasil belajar sebagai patokan. Berpedoman pada prestasi belajar siswa. Lakukan pula percobaan menggali data pada teman-teman anda dalam satu kelompok yang anda tentukan sendiri anggotanya. minat) yang anda miliki dari siswa anda serta komparasikan dengan hasil prestasi belajar yang dimilikinya lalu buatlah deskripsi tentang diri siswa tersebut dan kemungkinan berhasil siswa pada suatu jurusan tertentu. serta berbagai aspek tujuan dan kegiatan belajar lainnya. 6) Dan akhirnya tes hasil belajar digunakan dalam bidang penyuluhan (bimbingan konseling).1) Fungsi tes hasil belajar terutama adalah untuk seleksi. C. sebab suatu pengajaran yang bersifat klasikal sebenarnya banyak mengabaikan segi-segi perbedaan individual anak didik. atau cari penjelasannya di buku-buku psikologi dan/atau bimbingan dan konseling. D. Hal ini berarti siswa yang memiliki kemampuan lebih dapat menyelesaikan masa belajarnya lebih cepat. siapkan pula alat tulis berupa spidol warna atau stabilo untuk menandai hal-hal yang penting. misalnya calon mahasiswa yang dibutuhkan 40 sedangkan pendaftar 70. Berlatihlah menggali data. Hal ini dilakukan jika subyek yang terdaftar melebihi jatah yang ada.

Dari berbagai macam tes yang tersedia. 3. 4. F. Aspek non kognitif ini dibatasi pada aspek pokok yang meliputi motivasi. Tes hasil belajar berbentuk tes buatan guru dan tes yang distandarisasikan. yaitu teknik self-reprot inventory. 6. Ada berbagai macam tes bakat. Tes intelegensi merupakan salah satu metode testing dalam pemahaman individu dimana tes ini akan menunjukkan tingkat kecerdasan individu secara umum. Karena setiap tes memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Tes kepribadian adalah tes psikologis yang bermaksud mengukur dan menilai aspek-aspek non kognitif. Dari hasil tes ini kemudian akan ditemukan klasifikasi-klasifikasi tertentu dari tiap tingkat kecerdasan individu yang tentunya akan memberikan pedoman kepada konselor dalam memberikan perlakuan untuk membantu individu berkembang. artinya aspek-aspek yang bukan abilitas dan ‘kepribadian’ manusia. mengapa seorang konselor perlu melakukan tes psikologi dalam memahami individu? 2. Tunjukkan semua alasan. emosi. dan hubungan sosial. Tes kepribadian mencakup dua macam teknik. karena ada banyak faktor yang mungkin saja mempengaruhi hasil tes yang diperoleh maupun kemungkinan keberhasilan individu atau siswa dimasa yang akan datang. Tes Formatif 1. Apa pendapat anda serta apa yang akan anda lakukan jika ditemukan fakta bahwa hasil tes psikologi berbeda dengan keseharian (baik sikap. dan teknik proyektif. 2.1. minat. Teknik tes dalam pemahaman individu pada hakekatnya adala suatu cara yang digunakan untuk memahami individu pada aspek tertentu dengan menggunakan metode testing dimana hasilnya dapat menunjukkan faktor pembeda (diferensial) antara individu satu dengan yang lain terutama yang berkaitan dengan pengukuran aspek psikologis sehingga dapat memberikan gambaran rancangan perlakukan layanan yang akan diberikan kepada masing-masing individu berdasarkan data yang valid dan akuntabel. dimana tes ini bisaanya digunakan sebagai dasar pertimbangan penjurusan di sekolah. Namun. Hasil tes yang diperoleh juga tidak boleh serta merta digunakan sebagai acuan atau pedoman utama dalam menentukan masa depan pengembangan diri siswa. 5. hendaknya konselor dapat secara bijak memilih dan memilah mana saja tes yang dianggap cocok dan tepat bagi siswasiswanya. Tes prestasi belajar merupakan tes psikologis yang digunakan untuk mengukur perubahan perilaku siswa setelah menyelesaikan program belajar dalam suatu kurun waktu tertentu yang ditandai dengan pencapaian hasil belajar (biasanya berbentuk nilai). kecerdasan maupun bakat) yang ditunjukkan oleh individu? 233 . Tes bakat sebagai salah satu jenis tes psikologi memiliki tujuan untuk mengetahui kemampuan-kemampuan khusus yang dimiliki individu yang sangat potensial untuk bisa berkembang jika mendapatkan perlakukan yang tepat. yang sering digunakan antara lain adalah Tes BAKUM dan Tes DAT.

Dalam pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah teknik non testing merupakan teknik utama yang harus dikuasai oleh seorang konselor sekolah. Satu hal yang sangat mendasar. sehingga informasi kemudian menjadi pengetahuan bagi kita tentang sesuatu. minat dan kepribadian. Seperti aspek biofisiologis. 234 . untuk kepentingan non informasi (for non informational purpose). validitas dan reliable teruji. Pendahuluan Tes dan nontes merupakan salah instrument untuk memahami individu dalam keseluruhan layanan konseling. Sementara dalam pengumpulan informasi tentang diri klien. (c) Menyusun dan mengembangkan instrumen asesmen untuk keperluan bimbingan dan konseling (d) mampu memanfaatkan data yang dimiliki untuk keperluan layanan konseling individual bagi siswa-siswanya. learning experiences in decision-making (memperoleh pengalaman belajar membuat keputusan) dan facilitating conversation (penyediaan fasilitas percakapan dalam konseling). setiap peserta pelatihan diharapkan memahami bagaimana memanfaatkan data hasil tes maupun nontes yang dimiliki untuk membuat perencanaan dan pelaksanaan layanan konseling individual. biologis. konselor dihadapkan pada kenyataan yang lebih kompleks. dan kedua. Masing-masing instrument tersebut memiliki karakteristik dalam penggunaannya. Lebih lanjut Goldman menjelaskan bahwa Super (1957) dan Bordin (1955) menetapkan ada tiga kategori dalam tes untuk informasi yaitu: precounseling diagnostic information (informasi pre konseling untuk menetapkan diagnostik). kepribadian dan nilai-nilai klien yang dipengaruhi oleh budaya yang dapat menjadi penyebab masalah klien belum dapat diungkap dengan teknik testing. B. yaitu pertama. sesuai dengan kebutuhan pelayanan bimbingan dan konseling. laying a groundwork for later counseling (meletakkan dasar kerja konseling). teknik testing sejauh ini baru dapat memahami individu pada aspek inteligensi. tetapi sebagai tes yang terstandar. (b) Memilih teknik asesmen. Pada umumnya konselor di sekolah lebih sering memahami individu dengan teknik non testing. Tes untuk kepentingan non informasi terdiri atas: simulating interest in areas not previously considered (merangsang minat terhadap bidang tertentu yang sebelumnya tidak ikut dipertimbangkan). sosial. bakat. Walaupun ada teknik testing untuk pemahaman individu. Goldman (1971:23) dalam hal ini memandang bahwa penggunaan tes untuk kepentingan konseling dikelompokkan menjadi dua. pada hakekatnya adalah untuk memperoleh informasi sebagai bahan untuk mengambil keputusan. information for counseling process itself (informasi yang digunakan untuk membantu pelaksanaan konseling itu sendiri) dan information for postcounseling plans and actions (informasi untuk menetapkan rencana dan tindakan setelah konseling). apa pun teknik yang digunakan konselor dalam memahami individu. Kompetensi dan Indikator Setelah mempelajari materi ini. Hasil suatu tes dan/atau nontes sebagai bahan informasi merupakan suatu hal penting dalam mengambil keputusan. Uraian Materi 5. Sebagai indikator bahwa peserta telah memahami hakikat pemahaman individu mereka (a) Memahami hakikat asesmen. untuk kepentingan informasi (for informational purpose). Setelah menjadi pengetahuan bagi kita. Hal ini senada dengan yang ditegaskan oleh Munandir (1996:165) bahwa. informasi adalah segala sesuatu yang membuat orang menjadi tahu tentang sesuatu. informasi merupakan bahan yang kita hadapi berasal dari dalam dan/atau luar diri kita untuk mengambil keputusan.1.BAB V PEMANFAATAN HASIL NONTES DAN TES UNTUK LAYANAN KONSELING INDIVIDUAL Kegiatan Belajar 4 A. Segala apa yang berasal dari luar itu masuk ke dalam diri untuk diolah dan disimpan di dalam sistem ingatan kita.

dan tes prestasi belajar. wawancara. dalam arti tidak hanya berhenti pada penyajian sekor yang diperoleh seorang klien.misalnya informasi dari teknik non testing : observasi. teknik. Konselor wajib selalu memeriksa dirinya apakah mempunyai wewenang yang dimaksud. 5. (b) untuk menentukan fokus masalah yang dialami klien. inventori (DCM. metode. biografi. tes kepribadian (minat. kuesioner. dan alat mana yang digunakan dalam upaya membantu pemecahan masalah yang dialami klien. (c) sebagai salah satu bahan diagnosis dari proses yang berkesinambungan dan dipadukan dengan hasil analisis yang lain --. AUM. ITP). hasil tes dapat digunakan sebelum konseling. Di samping itu informasi hasil tes disampaikan kepada klien dengan harapan klien lebih mengenali dirinya sendiri sehingga klien mampu mengembangkan harapan-harapan yang realistis dalam proses konseling. 235 . Teknik Non Tes Dalam Bimbingan Dan Konseling Konselor pada umumnya memahami dan terampil menggunakan teknik non tes dalam melakukan pelayanan bimbingan dan konseling. sosiometri. dan setelah konseling sebagaimana dikatakan oleh Super dan Bordin (dalam Goldman 1971:23). 5. Sementara di sisi lain keterampilan menggunakan teknik tes sangat terbatas karena tes terstandar sudah siap pakai. Teknik non tes dimaksud antara lain observasi. Hasil tes akan mempunyai makna sebagai informasi bagi klien jika tes tersebut dianalisis dan dinterpretasi. Pilihan seseorang atas informasi yang diperolehnya merupakan keputusan. 2006): Suatu jenis tes hanya diberikan oleh konselor yang berwewenang menggunakan dan menafsirkan hasilnya. dan proses konseling satu di antaranya tidak mungkin menghindari tahap pembuatan keputusan. Teknik Tes Dalam Bimbingan Dan Konseling Dalam pelayanan bimbingan dan konseling. Selain itu juga merupakan sumbangan yang berarti bagi klien untuk proses perencanaan dan pilihan tindak lanjut. pada saat proses konseling.Informasi yang diperoleh konselor merupakan rujukan untuk membantu klien menentukan pilihan serta merupakan upaya mencari jawaban atas persoalan “Apa yang harus saya lakukan?” Apabila pilihan itu menyangkut bidang pendidikan mungkin persoalannya akan banyak berkaitan dengan : “Program studi manakah yang harus saya pilih sesuai dengan bakat dan minatku?” Demikian pula jika berkenaan dengan bidang jabatan (karier) mungkin pertanyaan yang muncul berkaitan dengan : “Jabatan apakah yang sesuai dengan bakat dan minatku?” “Bagaimanakah saya memperoleh jabatan yang sesuai dengan cita-cita. Konselor sejak kuliah sudah berlatih secara intensif menyusun dan menggunakan teknik non tes untuk memahami individu dalam konteks pelayanan bimbingan dan konseling. pada umumnya tes yang digunakan untuk memperoleh data klien adalah tes inteligensi. tes bakat. wawancara.3. sosiometri. bakat dan minatku?” Program studi dan jabatan yang bermacammacam merupakan bahan informasi bagi seseorang untuk dipilih. Pada tahap akhir konseling informasi hasil tes digunakan untuk memberikan bantuan dalam membuat keputusan-keputusan dan rencana-rencana untuk masa depan dengan alternatif-alternatif tindakan secara realistis. kuesioner. kecenderungan kepribadian). Berdasarkan hasil tes konselor mendapatkan pelengkap data khususnya mengenai sifatsifat kepribadian klien yang selama ini belum dapat terungkap melalui teknik non tes. sehingga diharapkan hasil informasi tes tersebut dapat membantu kerangka berpikir konselor di dalam merefleksi perasaan klien. Pada tahap proses konseling informasi hasil tes digunakan untuk menafsirkan prognosis dengan memberikan alternatif-alternatif tindakan tentang pendekatan. Hal tersebut berlanjut sampai mereka bekerja di lapangan. Pada tahap sebelum konseling hasil informasi tes digunakan konselor sebagai bahan pertimbangan (a) menentukan jenis layanan apakah yang akan diberikan konselor kepada klien.2. berkaitan tentang dirinya sendiri dalam hubungannya dengan fakta sekarang yang ada. Untuk kepentingan konseling. dan penggunaannya terikat kode etik yang ketat sebagaimana disebutkan dalam Kode Etik Profesi Bimbingan dan Konseling Indonesia (PB ABKIN.

Dalam hal ini data hasil testing wajib diperlakukan setara dengan data dan informasi lain tentang klien. tidak menggunakan metode tunggal. yang dalam batas tertentu mereka memperoleh mata kuliah konstruksi tes. Konselor wajib memberikan orientasi yang tepat kepada klien dan orang tua mengenai alasan digunakannya tes disamping arti dan kegunaannya. 5. Keterampilan konselor dalam teknik non tes semisal observasi. Testing dilakukan bila diperlukan data yang lebih luas tentang sifat atau ciri kepribadian subjek untuk kepentingan pelayanan. Tetapi jika ia dijuruskan ke Bahasa merupakan siksaan baginya. kemauan belajarnya cukup tinggi. ia disukai teman-temannya karena senang membantu teman yang kesulitan antara lain 236 . Implementasi Teknik Tes Dan Non Tes Dalam Layanan Konseling Individual Pada suatu hari konselor SMA Pringgodani Kudus didatangi oleh Arimbi siswa kelas X. melakukan pengumpulan data dengan metode tersebut. c. inventori (DCM. e. d. kekhasan tiap metode. Ia merasa bahwa ia mampu dalam bidang IPA. Beberapa orang guru dan wali kelas kemudian menyampaikan kepada konselor tentang perubahan perilaku Arimbi. mau belajar lebih rajin ataukah bisaa saja? Perilaku yang nampak di kelas antara lain sering bengong. kuesioner. b. Ia merasa kecewa karena harapannya tidak sesuai dengan kenyataan yang digambarkan pada psikotes.3. diperoleh mulai dari memahami konsepnya. Penggunaan suatu jenis tes wajib mengikuti secara ketat pedoman atau petunjuk yang berlaku bagi tes tersebut. Sejak itu ia sering mengalami konflik batin. menggunakan hasil praktik teknik non tes untuk pelayanan bimbingan dan konseling. masalahnya. Konselor merancang untuk memberikan layanan konseling individual kepada Arimbi setelah memperoleh masukan dari beberapa guru dan wali kelas X. Dari pertemuan awal diperoleh gambaran: (1) Arimbi merupakan tipe anak yang tidak mau menerima begitu saja apa yang diputuskan baginya. Rekomendasi psikologis yang disarankan untuknya adalah dengan urutan prioritas jurusan Bahasa. dan kemungkinan pengembangan pribadinya tidak dapat diperoleh dari satu metode saja. Misalnya observasi tidak menjangkau data latar belakang keluarga yang lebih tepat diungkap melalui kuesioner. Hasil testing hanya diberitahukan kepada pihak lain sejauh ada hubungannya dengan usaha bantuan kepada klien.a.4.3. menyusun instrumen. wawancara bisa lebih mendalami latar belakang mengapa seorang siswa memilih dan menolak temannya satu kelas dari pada sekedar alasan memilih dan menolak temannya yang tertulis dalam angket sosiometri. pergaulannya luas karena sikapnya supel. Rambu-rambu tersebut menyebabkan pembelajaran calon konselor berbeda dengan teman-temannya di program studi Psikologi. Aplikasi instrumentasi teknik non tes oleh konselor pada umumnya dilakukan secara terpadu. Karena pada umumnya untuk memahami individu secara utuh: potensinya. Arimbi setelah menerima laporan hasil psikotes ternyata mengalami konflik. Ia ingin jadi dokter karena ia sering sakit. ITP). AUM. dan IPA. wawancara. IPS. karena dalam pembelajaran calon konselor lebih menekankan penguasaan konsep dan praksis teknik non tes. menganalisis dan menginterpretasi data. enggan bergaul dengan teman sekelas. Hasil studi awal konselor terhadap Arimbi atas kasus ini diperoleh simpulan bahwa di satu sisi Arimbi punya ambisi cukup besar untuk mewujudkan keinginannya. sudah barang tentu konselor semestinya terampil menggunakan teknik non tes. IPS dan Bahasa sama baiknya. Namun demikian. menarik perhatian para guru mata pelajaran dan wali kelas. Perilaku Arimbi yang berubah sejak itu. tampangnya kusut. cenderung sering tidak mengerjakan PR jika dibandingkan dengan sebelum menerima hasil psikotes. Jika ia menjadi dokter maka ia dapat mengobati dirinya sendiri. Data hasil testing wajib diintegrasikan dengan informasi lain yang telah diperoleh dari klien sendiri atau dari sumber lain. sebaliknya kuesioner tidak bisa mencatat aktivitas klien “secara on the spot” ketika mengikuti kegiatan tertentu di sekolah. tetapi takut dengan dokter. sosiometri.

Teknologi Informasi dan Komunikasi 16. Fisika 7. Pendidikan Agama 2. tidak suka dikritik. Olahraga Kesehatan 15. Ekonomi 12. Geografi 11.1 Nilai Arimbi Kelas X.dengan mengajak belajar kelompok. Sosiologi 13. konselor mempelajari catatan akademiknya pada semester 1 sebagaimana tersaji dalam Tabel 5. Bahasa Inggris 5.4. Matematika 6. kehilangan canda rianya bersama adik-adiknya. Sejarah 10.1 Identifikasi Arimbi berasal dari keluarga yang cukup baik sosial ekonominya. dan orang tua. Seni Budaya 14. di sisi lain ia tidak suka jika orang lain memutuskan sesuatu yang tidak sesuai dengan dirinya. Pendidikan Kewarganegaraan 3. Biologi 8. Teman-teman sekelas kehilangan sumber informasi dan sumber belajar. wali kelas. Untuk memperoleh gambaran yang utuh tentang harapan dan cita-citanya. Hampir semua orang di rumah (tetangganya) maupun di sekolah sangat suka dengan Arimbi. Dinamika psikisnya menghadapi keputusan penjurusan cenderung negatif. Pendidikan Jasmani. 5. mudah kecewa terhadap sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginannya. Kimia 9. dan orang tua. Keterampilan /Bahasa Asing B. gairah makan menurun. guru-guru mengalami kesulitan untuk memberikan motivasi anak lainnya sebab Arimbi sering mendorong teman-temannya untuk mencoba menuliskan hasil PRnya di papan tulis. Suasana keluarga hangat. Bahasa Jawa Nilai 8 8 9 9 8 7 8 7 9 8 8 8 9 8 9 8 7 dan 237 .1. teman sekolah dan di kampung sangat baik. (2) Konflik yang dialami oleh Arimbi dirasakan cukup mengganggu oleh guruguru. wali kelas. teman. demokratis --. karena tidak mau mengerjakan PR maka Arimbi pun tidak mau membantu temannya menyelsaikan soal-soal PR. teman sekelas. Konselor memutuskan untuk memberikan layanan konseling individual kepada Arimbi setelah memperoleh masukan dari guru.terbuka dalam membahas persoalan yang dihadapi oleh anggota keluarga. Bahasa Indonesia 4. Konflik itu muncul karena ia ingin masuk IPA. Karena cenderung sering tidak mengerjakan PR. menghindari berbicara dengan orang tua. Tabel 5.3 Semester 1 Tahun Pelajaran 2010/2011 Komponen A. Pergaulannya dengan guru. Mata Pelajaran 1. tetapi ia diputuskan masuk Bahasa sebagai prioritas I. Muatan Lokal 17. Sementara itu orang tua tidak tahu bagaimana harus bersikap menghadapi Arimbi di rumah yang sekarang lebih banyak nyungsep di kamar. sehingga menimbulkan konflik pada dirinya.

Di sini Arimbi belajar memahami diri sendiri. (3) Memberi tekanan yang lebih besar terhadap keadaan yang ada sekarang dari pada terhadap apa yang sudah lewat. sehingga bagaimana Arimbi terselesaikan masalahnya tergantung pada dirinya sendiri. Konselor tidak perlu mengomentari bahwa sikapnya sekarang ini tidak benar. (4) Penekanan pada hubungan terapetik itu sendiri sebagai tumbuhnya pengalaman. dari pada terhadap faktor intelek. pendek kata semua perilaku negatifnya. dengan cara yang lebih teratur. Mengacu dari Surya (1988:213) dan Gunarsa (1992:129-131). sehingga ia memutuskan untuk melanjutkan konseling. 1992:127-128) karena secara spesifik : (1) Perhatian diarahkan pada pribadi klien dan bukan kepada masalahnya. Pengembangan Diri A 5.2 (4) Konselor menerima. lebih bertanggungjawab. Jika seseorang berhasil mengatasi masalah dalam suasana yang lebih bebas. berkurang sikap ragu-ragunya. Pendekatan ini bekerja langsung terhadap kehidupan emosi dan perasaan yang nyata daripada berusaha mereroganisasikan faktor emosi melalui pendekatan intelektual. maka konselor secara wajar memperlihatkan sikap ramah. Konselor hanya sebagai fasilitator. konflik batinnya. dan sebagainya. Pendekatan ini dipilih konselor untuk membantu memecahkan masalah Arimbi (Gunarsa. (2) Situasi terapetik dimulai.2 Proses Konseling Konselor setelah mempelajar latar belakang Arimbi. membuat keputusan yang penting dengan bebas dan bisa sukses berhubungan dengan orang lain secara lebih dewasa. tetapi kenyataannya lain. maka pada saat menghadapi masalah baru ia akan bisa mengatasinya dengan cara yang sama. tetapi melalui proses konseling Arimbi akan memperoleh sesuatu. dan teman-temannya untuk minta jasa konseling kepada konselor. cemberut.Komponen Nilai C. (3) Konselor mendorong Arimbi untuk mengemukakan perasaannya secara bebas berkenaan dengan hasil psikotes untuk penetapan jurusan. Tujuannya bukan memecahkan suatu masalah tertentu. menghentak-hentakkan kakinya. ia mengetahui hal itu dan tidak boleh melakukan hal itu. langkah-langkah yang ditempuh oleh konselor dalam membantu memecahkan masalah Arimbi adalah sebagai berikut : (1) Arimbi datang menemui konselor. bersahabat. tetapi cukup tersenyum simpul dan menunjukkan kepada Arimbi apa yang ada di balik ungkapan-ungkapan perasaanya itu. Arimbi harus bertanggungjawab atas dirinya sendiri. jadi secara rasional dan intelektual. Pola emosi yang diperlihatkan Arimbi sekarang ini sama saja dengan pola emosi yang sudah ada dalam sejarah pribadinya. Arimbi menunjukkan hasil psikotes yang diperolehnya sebagaimana disajikan dalam tabel 5. Ia mengatakan bahwa ia mendapatkan saran dari guru. tetapi membantu seseorang untuk tumbuh. kemudian merespon perilaku Arimbi. memutuskan untuk menggunakan pendekatan Client-Centered. sehingga ia bisa mengatasi masalah. dan menerima klien apa adanya (congruence dan unconditional positive regard). tidak sopan. (2) Penekanan lebih banyak terhadap faktor emosi. wali kelas. sehingga menimbulkan 238 . Agar Arimbi dapat mengemukakan kekecewaannya. membuat keputusan sendiri. Sejak saat itu Arimbi disadarkan bahwa konselor tidak mempunyai jawaban. Konselor menciptakan situasi yang bebas dan permisif. baik masalah sekarang maupun masalah yang akan datang dengan cara yang lebih baik. Dalam kenyataannya perilaku Arimbi dipengaruhi oleh emosi daripada oleh pikiran. Arimbi bisa mengetahui bahwa perilakunya sebenarnya tidak baik.4. mengenal dan memahami Arimbi yang menggerutu.

Tabel 5. Kimia dan Biologi. Seandainya saya dapat masuk IPA.suasana klien dapat memahami dan menerima keadaan negatif atau tidak menyenangkan itu.2 Profil Kecerdasan.” Dengan cara semacam itu maka klien tidak akan melakukan defense mechanism. Saya tidak ingin menjadi sastrawan atau ahli bahasa. (5) Ketika perasaan-perasaan negatif telah diungkapkan sepenuhnya. Saya hanya ingin menjadi dokter. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Aspek Minat Sosial Bussines Home Ekonomi Secretary Medical Matematika Fisika Biologi Teknik Kesehatan 11 Musik Kemungkinan berhasil 239 . saya akan lebih tekun mempelajari Fisika. tidak diproyeksikan kepada orang lain atau disembunyikan.” Hal ini merupakan peluang bagi klien untuk disembuhkan. Bakat dan Minat Arimbi No. karena hasil psikotes Anda tidak sesuai dengan harapan dan keinginan Anda. Misalnya dengan mengatakan: “Anda nampak kecewa sekali. Wujud dari kondisi positif adalah pernyataan Arimbi: “Saya kecewa sekali dijuruskan ke program Bahasa. pada saat itu akan diikuti oleh ekspresi dari dorongan positif untuk berkembang lebih lanjut. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Aspek Kecerdasan dan Bakat Kecerdasan Umum Pemahaman Sosial Kawasan Pengetahuan Analogi Verbal Logika Sosial Pemahaman Numerik Logika Numerik Kemampuan Analogi Berpikir Induktif Deduktif Persepsi Keruangan NILAI 80 89 75 79 70 69 75 80 85 75 75 IPA IPS Bahasa Nilai 70 79 59 80 69 70 80 89 80 90 69 IPA IPS Bahasa KLASIFIKASI Tinggi Tinggi Cukup Tinggi Cukup Tinggi Cukup Tinggi Sedang Cukup Tinggi Tinggi Tinggi Cukup Tinggi Cukup Tinggi 77 Cukup Tinggi 78 Cukup Tinggi 81 Tinggi Klasifikasi Cukup Tinggi Cukup Tinggi Agak Rendah Tinggi Sedang Cukup Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Sekali Sedang 78 Cukup Tinggi 72 Cukup Tinggi 78 Cukup Tinggi 11 KetepatanPresisi Kemungkinan berhasil No. rasa-rasanya masa depan saya suram.

saya ada peluang masuk IPA jika raport saya pada semester kedua nilai-nilai IPAnya lebih baik dari semester pertama. karena tadi Bapak mendukung keinginan saya. hasil psikotesnya. kata konselor. Dengan penerimaan seperti itulah klien belajar menyadari diri sendiri sebagaimana keadaan sebenarnya. “Saya tahu dan saya kecewa sekali bahwa sekor-sekor saya untuk program IPA lebih jelek dibandingkan dengan sekor-sekor Bahasa dan IPS sebagaimana hasil psikotes saya. (2) Pemahaman. paling tidak saya rasa saya dapat mengikuti pelajaran di kelas XI IPA jika saya masuk ke sana. Pada saat ini konselor sebagai fasilitator memimpin klien untuk melihat kenyataan dirinya dengan memahami dan mendiskusikan hasil psikotes dan nilai raportnya di kelas X semester I. “Saya akan belajar sungguh-sungguh. Bilogi dan Kimia. sedangkan dari dalam 240 . Atau saya tetap mengikuti kegiatan OSIS tetapi yang aktivitasnya mengarah ke IPA seperti KIR”. dan data-data non tes yang diperoleh konselor. saya akan ikut les privat untuk mata pelajaran Matematika. dan awal di SMA Arimbi sering memenangi lomba mengarang. Tetapi saya rasa nilai-nilai raport saya tidak begitu jelek. kata Arimbi. karena saya ingin masuk IPA. yang menjadi dasar pada diri Arimbi untuk dapat maju ke tingkat yang baru dari integrasinya. pengenalan dan penerimaan tentang diri sendiri. Konselor mendengarkan dengan seksama kata-kata Arimbi: “Saya akan berjuang agar dapat masuk IPA. bahkan kalau perlu meninggalkan kegiatan saya di OSIS”.” “Apa yang kamu lakukan untuk itu?”. “Kenapa tidak. “Saya rasa tidak. sama seperti menerima dan memahami ungkapan-ungkapan perasaan negatif Arimbi. The self Arimbi telah terbentuk melalui pengalaman-pengalamannya baik yang berasal dari luar maupun yang dari dalam dirinya. jawab Arimbi. asal nilai raportmu memenuhi syarat untuk itu”. yang positif. Klien mencoba memanifestasikan/mengaktualisasikan pilihannya itu dalam sikap dan tingkah lakunya. “Baik Pak. SMP. meskipun juga di kelas VI SD menang lomba mata pelajaran Matematika dan IPA. (3) Langkah selanjutnya adalah perkembangan sikap dan perilaku Arimbi sejalan dengan perkembangan tilikan tentang dirinya. timpal Arimbi. Dari luar adalah pengalaman yang berupa dorongan dari orang lain dan kemungkinan untuk memenuhi keinginannya. saya minta dimasukkan ke IPA”. “Anda ingin sekali masuk IPA. (1) Konselor memahami dan menerima perasaan-perasaan positif yang diungkap-kan Arimbi sebagaimana adanya. Fisika. demikian pula dengan guru-guru yang lain dan wali kelas.” Perasaan positif tidak diterima oleh konselor sebagai sesuatu yang harus dipuji atau seperti layaknya sesuatu permintaan yang harus dipenuhi. Tetapi apakah itu mungkin?”. Hasil dokumentasi juga menunjukkan sejak SD. “Kenapa tidak. tidak mengerjakan PR dan lebih baik dihukum. jawab Arimbi mantap. Mungkin juga saya harus mengurangi. “Jika Bapak mengijinkan.Konselor menceritakan hasil pengamatan yang dilakukan guru-guru selama Arimbi mengikuti pelajaran setelah menerima hasil psikotes yang cenderung menurun motivasi belajarnya. karena Anda ingin jadi dokter. tanya konselor. di kelas VIII SMP juga pernah menang lomba IPA. tanya konselor. (1) Bersama-sama dengan proses pemahaman ini adalah proses yang memperjelas kemungkinan-kemungkinan keputusan atau tindakan yang akan dilakukan Arimbi. membaca puisi. Biarkan Arimbi menganalisisnya dan mengomentarinya. saya akan berusaha sekuat tenaga”. adalah langkah berikutnya yang penting dari keseluruhan proses. “Apakah kamu tidak merasa rugi meninggalkan kegiatanmu di OSIS?”. Konselor juga menceritakan hasil wawancara dengan teman-teman sekelas dan orang tuanya yang memberikan gambaran serupa dengan hasil observasi guru-guru mata pelajaran. Suatu keputusan untuk melakukan tindakan yang nyata. (2) Tindakan positif. yang tumbuh dari dirinya sendiri. kata Arimbi. melainkan sebagai sesuatu yang wajar yang ada pada diri pribadi seseorang.” kata konselor.

Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak yang telah membantu memecahkan masalah saya”. ia telah bebas dari masalahnya. karena saya sudah berusaha semampu saya. dengan segala resikonya. Cermati beberapa istilah penting yang ada di dalamnya. apa tujuan yang fundamental pemanfaatan hasil tes maupun non tes dalam layanan konseling individual? 2. Lakukan pula percobaan menggali data pada teman-teman anda dalam satu kelompok yang anda tentukan sendiri anggotanya. Informasikan hasil pemahaman individu klien tersebut kepada klien yang bersangkutan dan orang-orang yang terkait agar bisa memberikan kontribusi membantu memecahkan masalah klien E. saya sudah merasa bebas dari masalah saya. (5) Arimbi merasa bahwa bebannya suda ditanggalkan dan hubungan konseling harus segera diakhiri. Ia menghentikan hubungan terapetik dengan konselor. bisa pula download dari internet. Menurut anda. Tes Formatif 1. dan saya melihat ada peluang terbuka untuk saya ke jurusan IPA. 4. Tentunya perlakukan yang akan anda berikan kepada individu tersebut harus sesuai dengan apa yang anda pahami dari interpretasi data-data yang anda miliki. jika perlu tanyakan kepada teman sejawat. Konselor dan Arimbi melakukan kegiatannya masing-masing. siapkan pula alat tulis berupa spidol warna atau stabilo untuk menandai hal-hal yang saudara anggap penting. Saya sudah tahu apa yang harus saya lakukan. Kumpulkan data yang telah anda miliki baik hasil tes maupun non tes lalu susunlah rencana untuk memberikan sebuah layanan konseling individual bagi individu. Berlatihlah menggali data. apa yang saudara lakukan untuk tetap memperoleh data yang saudara harapkan? 5. (4) Tingkah laku Arimbi makin bertambah terintegrasi dan pilihan-pilihan yang dilakukannya makin adekuat. Latihan 1. Apa yang akan anda lakukan jika ternyata hasil interpretasi yang anda lakukan berbeda dengan apa yang diungkapkan oleh individu dalam konseling? 241 . Berlatihlah merumuskan pengertian yang saudara jumpai dalam buku ajar ini dengan kalimat saudara sendiri sejauh tidak menyimpang dari maksud kalimat dalam buku ajar ini. dosen atau instruktur. Pelajari bab V buku ajar ini sebaik-baiknya. atau cari penjelasannya di buku-buku psikologi dan/atau bimbingan dan konseling. Saya dapat melihat kenyataan tentang penjurusan saya. 3. Ia berkata kepada konselor: “Saya merasa bahwa jalan yang akan saya tempuh sudah lapang dan jelas. 2. Arimbi merasa yakin akan kemampuannya untuk mengejar waktu yang tersisa dalam memenuhi keinginannya. 2. C. Lembar Kegiatan Untuk memperoleh pemahaman yang mendalam pada bab ini seyogyanya saudara mengikuti langkah-langkah berikut: 1. jika saudara gagal dengan suatu cara. D. Saya yakin saya bisa jika saya berusaha keras dan sungguhsungguh”. kemandirian dan pengalaman dirinya makin meyakinkan.berupa pengalaman konflik dan kekecewaan karena keinginannya terhambat tetapi pada akhirnya terbuka kesempatan untuk mencapainya. “Saya rasa. Konseling telah selesai. Dan tentu saja saya tidak akan kecewa berat seperti sebelum pertemuan ini jika saya gagal. atau lihat di kamus/ensiklopedi. Arimbi telah menjadi individu yang kepribadiannya terintegrasi dan berdiri sendiri.

M. Kudus: Program Studi Bimbingan dan Konsleing Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muria Kudus. New Jersey: Prentice Hall. dkk. Munandar. Model Pengembangan Diri SMA/MA . Hariadi. Yogyakarta : Kota Kembang. Santa Monica. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.wordpress. Singgih D. Djalali. (1988).K. R. --------. 2011. Pemanfaatan Hasil Tes dan Nontes untuk Layanan Konseling Individual . Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 27 Tahun 2008 Tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor. Psychological Testing and Assessment.blogspot. E. Departemen Pendidikan Nasional. Tersedia on line di http://hariadimemed. D. & Mitchel. Gunarsa. Gibson. Munandir. PB ABKIN. Susilo. R. 1996. http://www. 1991. M. M. diunduh 4 Januari 2009. Tersedia on line di http://himcyoo. 2011.com/doc/8695600/STANDAR-KUALIFIKASI-AKADEMIK-DANKOMPETENSI-KONSELOR.L. Pusat Kurikulum. 2011.com/2011/07/non-tes-dalam-bimbingan-dankonseling. M. Introduction to Counseling and Guidance (Fourth Edition).asgp. Hendrarno.H. Co. Konseling dan Psikoterapi.scribd. 1992. 2001. 1995. Bimbingan dan Penyuluhan Belajar di Sekolah. L. Pemahaman Individu Teknik Non Tes. Surabaya: Usaha Nasional. Jakarta: BPK Gunung Mulia. 1985. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia. --------. 2007. Bimbingan dan Konseling Sekolah. 2011. Inc. Using Test in Counseling.html diunduh 28 Nopember 2011. Surya. Program Bimbingan Karier di Sekolah. Tersedia di http://www. --------. C. 242 . Himcyoo. Susilo & Gudnanto. Pengantar Teori Konseling. Tokyo: Allin and Bacon. Rahardjo. 1986. 17-18 Desember 2011. (8th edition). 2007. Ke Arah Profesionalisasi Pekerjaan Bimbingan di Indonesia. Teknik-teknik Bimbingan dan Penyuluhan. Kudus: Nora Media Enterprise.. 2003. Pekanbaru: Panitia Konvensi Nasional ke-17 Asosiasi Bimbingan dan Konsleing Indonesia. --------. Gall. Jakarta: Ghalia Indonesia. Makalah disajikan dalam Konvensi Nasional ke-17 Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN) di Pekanbaru: Sabtu-Minggu.htm diunduh 15 Dec. S. 1992.com/2011/02/22/pemahaman-individu-dengan-teknik-nontesting/ diunduh 28 Nopember 2011. California: Goodyear Publishing. U. Pemahaman Individu II Tinjauan dari Segi Testing. Educational Research an Introduction. Sugiyo & Supriyo.D. Badan Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Nasional. Kode Etik Profesi Bimbingan dan Konseling Indonesia . Proyek Pendidikan Tenaga Akademik. Makalah disampaikan pada Konvensi Nasional Pendidik Konselor Indonesia I tanggal 8-9 Juli 1991 di Malang. 1997. 1983. Dasar-Dasar Konseling Pendidikan (Teori dan Konsep). Semarang: Bina Putera. Non Tes dalam Bimbingan dan Konseling . Surabaya: Bina Ilmu. New York: Pearson Education. L. 2008. Rahardjo. Pemahaman Individu dengan Teknik Non Testing. Ahmad. Bandung: Pengurus Besar Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Malang: Panitia Konvensi Nasional Pendidik Konselor Indonesia I. Mengembangkan Bakat dan Kreativitas Anak Sekolah (Petunjuk bagi guru dan orang tua). Goldman. (1971).org/ soc2. 1987. A. 2006. General Information About Sociometry: Sociometry.DAFTAR PUSTAKA Aiken. Sukardi.

S. A. Pengantar Bimbingan dan Penyuluhan. S. 2008. Psikologi Kepribadian. R. W. 1983. Bimbingan dan Penyuluhan di Sekolah. Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Winkel. & Supriyo. Yogyakarta: Rake Sarasin. Mengembangkan Bakat Sejak Lahir. 1984. Jakarta: Universitas Terbuka. 1983. (1993). 1997. Pembimbing ke Psikodiagnostik. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Sertifikasi Guru Dalam Jabatan Tahun 2008 Bimbingan Konseling. 1991. M & Natawidjaja. Yogyakarta: Yayasan Penerbitan Fakultas Psikologi UGM. Suryabrata. S. 243 . Surya. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Suzuki. Jakarta: Rajawali Press. Semarang: Panitia Sertifikasi Guru Rayon XII Universitas Negeri Semarang.Sutoyo. --------. Cetakan IV edisi ketiga. Buku ajar pemahaman individu. Materi Pokok DKEP2211/2SKS/Modul 1-6. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia. Walgito.

244 .

karena dalam kegiatannya seorang konselor hendaknya mampu mengembangkan program yang meliputi kegiatan merancang program dan melaksanakan serta mengevaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan. aktivitas pelayanan bimbingan dan konseling (pemahaman.am Kurikulum KTSP 3. data kebutuhan atau permasalahan konseli. Prasyarat Untuk mengikuti Buku Ajar pengembangan program bimbingan dan konseling ini peserta pelatihan harus sudah menempuh dan lulus mata kuliah manajemen bimbingan dan konseling. Pelaksaaan kegiatan bimbingan perlu disadari bahwa berbeda dengan guru bidang studi lain yang sudah terjadwal secara rinci dan jelas. Deskripsi Modul pengembangan program bimbingan dan konseling dimaksudkan sebagai salah satu panduan kinerja guru bimbingan dan konseling atau konselor dalam mengelola dan mengevaluasi pelayanan bimbingan dan konseling yang meliputi bidang pelayanan bimbingan pendidikan/belajar. Dalam Buku Ajar pengembangan program ini akan dibahas beberapa bab yaitu: 1. laporan bulanan. Modul pengembangan program bimbingan dan konseling merupakan salah satu kompetensi dasar yang harus dikuasai oleh konselor. B. Selanjutnya semua kegiatan yang telah dilaksanakan dievaluasi baik dalam jangka pendek. konselor hendaknya mampu mengalokasikan kegiatan yang ada di dalam kelas dan di luar kelas sehingga kegiatan berjalan dengan baik dan dapat mencapai tujuan yang telah ditentukan.1I Kedudukan Bimbingan dan Konseling dal. melaksanakan. seorang konselor perlu merancang program. Bab III Konsep dasar program Bimbingan dan Konseling 4. Bab. Bab V Pengembangan program Bimbingan dan Konseling berdasarkan KTSP. Di dalam proses sertifikasi guru pembimbing. Pengembangan program bimbingan dan konseling yang baik. maka perlu dilaporkan secara fisik beberapa jenis dokumen yaitu : agenda kerja konselor. pribadi. dan selanjutnya mengevaluasi program bimbingan dan konseling. I Pendahuluan 2. akhlak mulia/budi pekerti. C. daftar konseli (siswa). dan laporan hasil evaluasi program bimbingan dan konseling dan tindak lanjutnya. karir. dan laporan tahunan. (g) perkiraaan biaya dan fasilitas yang digunakan (h) mengantisipasi kemungkainan hambatan dalam pelaksanaan kegiatan bimbingan dan konseling (i) waktu dan tempat artinya kapan kegiatan dilakukan dan dimana kegiatan itu dilakukan. dan dasar-dasar bimbingan dan konseling. Bab. pelayanan langsung. Melalui perencanaan yang baik akan memperoleh kejelasan arah pelaksanaaan program bimbingan dan konseling serta memudahkan untuk mengontrol kegiatan yang dilaksanakan. terarah dan sistematis merupakan manifestasi dan akumulasi kinerja konselor. Oleh karena itu dalam pengembangan program bimbingan dan konseling seorang konselor perlu memperhatikan berbagai hal sebagai berikut ini:(a). dan dengan program yang baik pada gilirannya akan memberikan panduan pelaksanaan· kegiatan bimbingan dan konseling dan sekaligus menghilangkan kesan bahwa konselor bekerja sifatnya insidental dan bersifat kuratif semata-mata. menengah maupun jangka panjang. Mengapa. sosial.analisis kebutuhan/permasalahan siswa (b) penentuan tujuan yang akan dicapai (c) analisis situasi dan kondisi sekolah (d) penentuan jenis kegiatan yang akan dilakukan (e) penentuan tehnik dan strategi kegiatan (f) penentuan personel-personel yang akan melaksanakan. laporan semesteran. dan pelayanan tidak langsung). Petunjuk Belajar Agar peserta kuliah atau pelatihan dapat mengikuti kegiatan ini dengan lancar dan baik maka perlu diperhatikan beberapa petunjuk belajar sebagai berikut: 245 . Di dalam melaksanakan tugasnya. Bab IV Teori-teori pengembangan program Bimbingan dan Konseling 5.BAB I PENDAHULUAN A.

1 Menjelaskan teori perencanaan program konvensional 1. Memahami konsep pengembangan program pelayanan Bimbingan dan Konseling (BK) di sekolah.3 Memahami teori-teori perencanaan program BK 1.3 Menjelaskan tujuan dan manfaat program BK 1.4 Menyusun program bulanan 2.2. Kompetensi dan indikator Standar Kompetensi: 1. 3. Menyusun program pelayanan BK di sekolah berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Kompetensi Dasar: 1.2 Menjelaskan pelaksanaan kegiatan 2.8 Menyusun lapelprog 246 . Kerjakan soal-soal latihan dan cocokkanlah dengan kunci jawaban dan apabila hasil pekerjaan saudara sudah mecapai 75% maka saudara diperbolehkan melanjutkan pada kegiatan belajar selanjutnya. D. 2.1.2 Memahami konsep dasar program pelayanan BK 1.5 Menjelaskan tahap-tahap pengembangan program BK 1.1 Menjelaskan rasional program BK 1.2.5 Menyusun program pelayanan BK berdasarkan KTSP Indikator Pencapaian Kompetensi: 1.2.2.1. Bertindak sejujur mungkin sehingga saudara dapat mengetahui secara persis dimana posisi saudara dalam pengguaaan modul tersebut.6 Menyusun program harian 2.2.4 Menjelaskan laporan pelaksanaan program 2.1.1.2.2.2.3.1 Menjelaskan perencanaan kegiatan 2.4 Memahami rambu-rambu pengembangan program pelayanan BK berdasarkan KTSP 1.1. Bacalah setiap kegiatan belajar dengan teliti dan buatlah rangkuman setiap selesai mempelajari materi tersebut.2.2.2.2 Menjelaskan pengertian program BK 1.1.3 Menjelaskan pengembangan diri 1.2.4 Menjelaskan kedudukan pelayanan BK dalam KTSP 1.2 Menjelaskan teori perencanaan program berdasarkan PPBS 2.1 Menjelaskan pengertian KTSP 1.5 Menyusun program mingguan 2.3.7 Menilai pelaksanaan program 2.1 Memahami kedudukan BK dalam KTSP 1.2 Menyusun program tahunan 2.1 Mengdentifikasi jenis layanan 2. 2.2.3 Menjelaskan penilaian kegiatan 2.1.2 Menjelaskan struktur isi KTSP 1.1.3 Menyusun program semesteran 2.4 Menjelaskan prinsip-2 pokok pengembangan program BK 1.1.

3) Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan untuk setiap program studi di perguruan tinggi dikembangkan dan ditetapkan oleh masingmasing perguruan tinggi dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan. dibawah supervisi Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. pribadi dan profesional.1. dan menyenangkan. Kompetensi Dasar: 1. potensi dan karakteristik daerah. Era yang demikian memberikan suatu pemahaman bahwa pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas tidak dapat ditunda-tunda lagi. Pengembangan sumber daya manusia merupakan upaya komprehensif dari berbagai aktor pendidikan seperti guru.1. Perkembangan mutakir dikenal dengan sebutan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Konsep Dasar KTSP. kurikulum. Bimbingan dan Konseling dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) a. Upaya pemerintah yang nyata dalam peningkatan kualitas guru adalah meningkatkan kompetensi guru yang meliputi kompetensi pedagogik. Melalui pengembangan 247 . sarana dan prasarana.1 Memahami kedudukan BK dalam KTSP Indikator Pencapaian Kompetensi: 1.1.3 Menjelaskan pengembangan diri 1. Uraian Materi 1. dan Depatemen Agama yang bertanggungjawab di bidang pendidikan. Pengembangan KTSP dilakukan oleh satuan pendidikan dengan memperhatikan dan berdasarkan standar kompetensi serta kompetensi dasar yangdikembangkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). 2007 .4 Menjelaskan kedudukan pelayanan BK dalam KTSP B.1 Menjelaskan konsep dasar KTSP 1. Oalam Standar Nasional Pendidikan (SNP Pasal 1 ayat 15) dikemukakan bahwa Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing masing satuan pendidikan.BAB II KEGIATAN BELAJAR 1 A.1. dll. sosial. Pencapaian kompetensi tersebut saat ini dilakukan dengan sertifikasi guru dalam jabatan melalui penilaian portofolio dan melalui pendidikan profesi selama 1 tahun Kurikulum merupakan salah satu faktor yang diasumsikan sebagai instrumen untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional. KTSP merupakan paradigma baru dalam pendidikan khususnya dalam pengembangan kurikulum karena memberikan kesempatan yang luas pada setiap satuan pendidikan. Berdasarkan konsep tersebut perlu dipahami beberapa hal yang terkait dengan kurikulum tingkat satuan pendidikan sebagai berikut:(Mulyasa.20) : 1) KTSP dikembangkan sesuai dengan kondisi satuan pendidikan. 2) Sekolah dan komite sekolah mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan.2 Menjelaskan struktur isi KTSP 1. Seperti diketahui bahwa Pemerintah Republik Indonesia telah mencanangkan pengembangan sumber daya manusia yang unggul dalam rangka menghadapi era millenium yaitu era pasar global dan pasar bebas. dan pelibatan masyarakat dalam rangka mengefektifkan proses belajar mengajar di sekolah yang lebih aktif. Kompetensi dan indikator: Standar Kompetensi: Memahami konsep pengembangan program pelayanan Bimbingan dan Konseling (BK) di sekolah. tenaga non kependidikan. serta sosial budaya masyarakat setempat dan peserta didik. kreatif.

mengembangkan strategi. mengendalikan pemberdayaan berbagai potensi sekolah dan Iingkungan sekitar. atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler? Berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan tersebut maka dalam kegiatan bimbingan dan konseling mengacu pada standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dikuasai siswa Salah satu bentuk kegiatan yang dapat digunakan adalah pengembangan diri. Muatan lokal dan pengembangan diri merupakan bagian integral dari struktur kurikulum pada jenjang dasar dan menengah. serta berperan dalam kehidupan masyarakat yang lebih luas. 2) Mencapai kematangan dalam hubungan teman sebaya.KTSP ini sekolah memliliki keleluasaan dam menglola sumber daya. minat. tuntutan. misi. Khusus mengenai pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan. Pengembangan KTSP dilakukan oleh guru. komite sekolah. dan tujuan sekolah mendasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar kedalam indikator kompetensi. 6) Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang kehidupan mandiri secara emosional. Orang-orang yang terlibat dalam pengembangan KTSP tersebut merupakan badan yang atau lembaga yang menetapkan segala kebijakan sekolah berdasarkan peraturan-peraturan tentasng pendidikan yang berlaku. Untuk itu komite sekolah bersama sekolah menetapkan visi. sumber belajart dan kegatan lain sesuai dengan kebutuhan dan prioritas masing-masing sekolah. teknologi dan seni sesual dengan program kurikulum. 248 . dan kebutuhan masing-masing sekolah. serta kematangan dalam perannya sebagai pria dan wanita. Dengan otonomi ini kinerja guru dan sekolah akan lebih optimal karena mempunyai kekuasaan penuh dan tanggungjawab yang lebih besar dalam menetapkan kurikulum sesuai dengan visi. dana. tetapi diperlukan kegiatan bimbingan dan konseling. 5) Mencapai kematangan dalam pemilihan karir. Kedalaman muatan kurikulum setiap mata pelajaran pada setiap satuan pendidikan dituangkan dalam kompetensi yang harus dikuasai oleh peserta didik sesuai dengan beban belajar yang tercantum dalam struktur kurikulum. Untuk itu sekolah mutlak dituntut untuk mengembangkan visi. Kegiatan pengembangan diri ini difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor. KTSP merupakan salah satu wujud reformasi pendidikan yang memberikan otonomi kepada sekolah dan satuan pendidikan untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan potensi. Untuk mencapai standar kompetensi dan kompetensi dasar tersebut peserta didik tidak cukup diberikan pengajaran bidang studi saja. persiapan karir dan melanjutkan studi. Kompetensi tersebut terdiri atas standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dikembangkan berdasarkan standar kelulusan. kepala sekolah. Dalam konteks bimbingan dan konseling pengembangan diri peserta didik didasarkan pada tugas-tugas perkembangan yang harus dicapai oleh peserta didik pada masa perkembangannya. guru. dan dewan pendidikan . b. 4) Mengembangkan penguasaan i1mu. 3) Mencapai kematangan pertumbuhan jasmaniah yang sehat. Struktur kurikulum merupakan pola dan susunan mata pelajaran yang harus ditempuh oleh peserta didik dalam pembelajaran. misi dan tujuan sekolah. Adapun tugas-tugas perkembangan tersebut adalah sebagai berikut: 1) Mencapai kematangan dalam beriman dan bertakwa kepada Tuhan Ynag Maha Esa. bakat. Struktur Isi KTSP. Melalui pengembangan diri ini maka guru pembimbing atau konselor menterjemahkan dan mengembangkan standar kompetensi dan kompetensi dasar apa saja yang per/u dikuasai siswa. misi dan tujuan sekolah yang berdasarkan analisis SWOT dengan berbagai implikasinya terhadap program -program kegiatan opersional untuk mencapai tujuan sekolah.menentukan prioritas. sosial. serta mempertanggungjawabkan kepada pemerintah dan masyarakat.. intelektual dan ekonomi. setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah.

berbangsa dan bernegara. melihat potensi klien. Kegiatan pengembangan diri melalui layanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosia belajar. bermasyarakat. mengunjungi nara sumber. guru. Oleh karena itu diperlukan pendidik yang memahami perbedaan individu sehingga mampu mengarahkan dan mengembangkan diri siswa secara optimal. Pengembangan diri secara konseptual berarti mengembangkan seluruh aspek diri siswa baik dirim yang disadari maupun yang tidak disadari. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor. potensi. Kedudukan Bimbingan dan Konseling dalam KTSP. d.7) Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang kehidupan berkeluarga. permainan kelompok. Berdasarkan rumusan tersebut diatas maka kegiata pengembangan diri seyogyanya dilakukan lebih banyak berada dilua jam efektif. Seperti yang tercantum dalam Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 dinyatakan bahwa : Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran yang harus diasuh oleh guru. sikap. dalam proses dialog dengan klien sampai menyentuh. dan pengembangan karir peserta didik. menggembirakan siswa. Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan. baik dalam bakat. lebih menghargai adanya perbedaan individu. potensi. 9) Mencapai kematangan dalam sistem etika dan nilai c. berorientasi pengembangan positif klien. 8) Mengembangkan kemampuan komunikasi sosial dan intelektual serta apresiasi seni. dan klien bersifat terbuka. Pengembangan diri dalam bimbingan dan konseling sejalan dengan konsep bimbingan dan konseling mutakhir yaitu bimbingan dan konseling dengan pendekatan pengembangan. atau melakukan aktivitas tertentu untuk kepentingar pembelajaran dan pengembangan diri siswa secara komprehensif. sikap. perasaan. karakteristik . bakat. atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatc: ekstrakurikuler. Dibandingkan dengan kurikulum terdahulu agaknya ada perbedaan dalam jumlah jam belajar efektif. yaitu dalam mengindetifikasi kebutuhan. minat. Hal ini akan mengoptimalkan aktivitas siswa dalam menggali ilmu pengetahuan dan penjelajahan dalam bidang lain untuk mengembangkan bakat. Seperti diketahui bahwa dalam bimbingan dan konseling mempunyai peranan mengembangkan potensi diri siswa seoptimal mungkin. Selanjutnya berdasarkan hasil identifikasi tersebut semua potensi siswa dikembangkan melalui serangkaian kegiatan bimbingan yang dikenal dengan pola 17 Plus. dan sebagainya yang terkait dengan karakteristik siswa. cita-cita dan aspek psikis lainnya yang kesemuanya merupakan satu kesatuan yang saling terkait. bakat. kepercayaan. minat. dan minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. Dalam pendekatan pengembangan lebih berorientasi dan bersifat pedagogis. dan sebagainya. yaitu adanya pengurangan jam belajar efektif di kelas. dan potensi yang ada pada siswa. namun jam belajar diberikan lebih banyak untuk kegiatan di luar jam belajar efektif melalui pengembangan diri dibawah bimbingan Konselor maupun tenaga kependidikan yang lain. Pendekatan pengembangan berbeda dengan pendekatan lama yang lebih menitik beratkan pada pendekatan klinis.dll. Dalam psikologi pendidikan istilah diri dapat disebut dengan istilah "aku" atau self yang merupakan salah satu asperk kepribadian yang didalamnya terdapat nilai. bimbingan kelompok. melalui serangkaian kegiatar ekstrakurikuler seperti diskusi. Demikian pula kegiatan pengembangan diri dapat dilakukan secara mandiri seperti mengkaji buku. Mencermati konsep dasar KTSP dan karakteristiknya maka kegiatan bimbingan dan konseling secara prisnip sudah sesuai dengan kurikulum tersebut. kegiatan bersifat humanistik. 249 . minat. Memperhatikan karakteristik kurikulum tersebut peranan bimbngan konseling sangat menentukan. atau diluar jam pelajaran. sehingga siswa akan merasa bebas dan tidak melulu hanya di dalam kelas saja. Demikian pula dalam kurikulum in. Pengembangan Diri Pengembangan diri merupakan istilah yang relatif baru dalam kurikulum pendidikan kita.

Pendekatan pengembangan dalam bimbingan dan konseling searah dengan pengembangan diri melalui KTSP. Kedudukan bimbingan dan konseling dalam pengembangan diri melalui KTSP sangat penting dan sentral. Jelaskan pendapat saudara terhadap pernyataan tersebut. Pelaksanaan pengembangan diri dalam KTSP dapat dilaksanakan dalam kelas akan tetapi seyogyanya lebih banyak memberikan kesempatan pada siswa untuk menjelajah dunia melalui aktivitas yang terbimbing. KTSP merupakan kurikulum yang memberikan penekanan pada pengembangan diri peserta didik yang disesuaikan dengan kondisi peserta didik dan sekolah yang bersangkutan. Melalui kegiatan bimbingan dan konseling diharapkaan siswa dapat mengembangkan dirinya seoptimal mungkin sehingga pada gilirannya tercapailah tujuan pendidikan dan bimbingan yaitu tercapainya kepribadian yang sehat dan utuh. Bandingkan pendekatan pengembangan dengan pendekatan klinis dalam bimbingan dan konseling. Untuk itu maka pengelolaan dan pengorganisasian yang sinergis merupakan syarat mutlak tercapinya pengembangan diri siswa. C. Latihan Untuk mengetahui apakah saudara sudah memahami tentang posisi bimbingan dan konseling dalam KTSP maka coba saudara jawab beberapa soal latihan berikut ini: 1. Pengembangan diri dalam bimbingan dan konseling sejalan dengan pengembangan diri dalam KTSP. dan Konselor hanya bersifat membantu dan memberikan beberapa alternatif. Dengan demikian maka semua kegiatan bimbingan dan konseling baik pelayanan maupun kegiatan pendukung perlu lebih ditingkatkan dalam semua aktivitas program maupun pelaksanaannya. Pengembangan diri dalam bimbingan dan konseling diaktualisasikan dalam kegiatan pelayanan dan pendukung yang tercermin dalam pola 17 plus. 2. Coba saudara bandingkan bagaimana ciri-ciri kurikulum tingkat satuan pendidikan dengan kurikulum yang terdahulu? 3. Rangkuman 1. 3.| 4. 250 . D. Mengapa kegiatan bimbingan dan konseling dapat dinyatakan sebagai jantungnya pengembangan diri dalam KTSP? 2. 4. 5. Berdasarkan konsep tersebut maka kedudukan bimbingan dan konseling dalam KTSP sangat strategis dan merupakan jantungnya kegiatan pengembangan diri.klien mempunyai peran dan tanggungjawab penuh dalam menentukan sendiri.

Pelayanan bimbingan dan konseling juga melibatkan berbagai pihak dan memerlukan sejumlah fasilitas. dari aktivitas yang sangat sederhana tidak tertulis sampai dengan yang sangat kompleks. semesteran. Rasionel Program Bimbingan dan Konseling Program merupakan salah satu konsekuensi bagi setiap kegiatan atau aktivitas manusia dalam mencapai suatu tujuan. sampai dengan penilaian. dan efektif kearah pencapaian tujuan. pelaksnaan. tertulis. Dalam satu sub kegiatan itu sendiri seringkali juga berupa kegiatankegiatan yang tidak berdiri sendiri. pelaksnaan. Dengan adanya program yang sistematis maka pelaksanaannya-pun akan lebih mudah dikendalikan. yaitu yang terencana. Disadari maupun tidak dalam setiap aktivitas manusia ada sebuah program.5 Menjelaskan tahap-tahap pengembangan program BK B. Uraian Materi 1. dan terkordinasi sejak dari perencanaan. jenis layanan. dan dievaluasi Pelayanan bimbingan dan konseling sebagai sebuah kegiatan mencakup berbagai bidang. dikontrol. 2. dan sistematis. Kompetensi Dasar: Memahami konsep dasar program pelayanan BK Indikator Pencapaian Kompetensi: 1.2 Menjelaskan pengertian program BK 1. Dengan kata lain diperlukan keberadaan sebuah program. bagaimana. dan harian) untuk mencapai tujuan Pelayanan bimbingan dan konseling. terorganisasi. Pengertian Program Bimbingan dan Konseling Program dapat diartikan sebagai serangkaian kegiatan yang sistematis. efisien. dan kegiatan pendukung.3 Menjelaskan tujuan dan manfaat program BK 1.1. sampai dengan penilaian. agar Pelayanan bimbingan dan konseling dapat berjalan dengan lancar. Dapat dikatakan bahwa program merupakan pedoman. tetapi merupakan sejumlah kegiatan dan sub-sub kegiatan yang terangkai secara harmonis dalam sebuah sistem. Tanpa sebuah program menjadi tidak jelas apa.1. dan pelaporan dalam suatu periode waktu tertentu untuk mencapai suatu tujuan. pegangan.1. efisien. Oleh karena itu. atau panduan bagi para pelaksana suatu kegiatan. Tujuan dan manfaat program Bimbingan dan Konseling a. Jumlah kegiatan yang tidak sedikit itu akan membutuhkan dan melibatkan berbagai pihak baik personal maupun materal. bulanan. dan dimana suatu kegiatan akan dilaksanakan.1. siapa. Standart kompetensi: Memahami konsep pengembangan program pelayanan Bimbingan dan Konseling (BK) di sekolah. dan pelaporan dalam suatu periode waktu tertentu (tahunan. Kompetensi dan indikator. dan pengordinasian secara sistematis agar semuanya dapat berjalan dengan lancar. Program Pelayanan bimbingan dan konseling adalah serangkaian kegiatan Pelayanan bimbingan dan konseling sejak dari perencanaan.4 Menjelaskan prinsip-prinsip pokok pengembangan program BK 1.BAB III KEGIATAN BELAJAR 2 A. dan efektif perlu adanya sebuah program. Dalam kondisi seperti itu maka diperlukan adaya penataan pengorganisasian. sekalipun hanya di dalam pikiran. 3. Pada umumnya suatu kegiatan bukan merupakan aktivitas tunggal.1 Menjelaskan rasional program BK 1.1. mingguan. Tujuan Program Secara umum tujuan pengembangan sebuah program adalah agar seluruh 251 .

Program bimbingan dan konseling menyediakan layanan konsultasi dan koordinasi kepada guru. (1955). orang tua siswa. bimbingan dan konseling yang komprehensif harus dapat membantu mengembangkan keempat aspek teraebut secara keseluruhan. di rumah. Manfaat Program 1) Tujuan setiap kegiatan bimbingan akan lebih jelas. Program bimbingan dan konseling membantu semua siswa agar dapat menjadi sadar terhadap kebutuhan. 4. administrator. d. 3) Pemberian pelayanan bimbingan lebih teratur dan memadai. Yang pertama disarikan oleh Romlah dari pendapat Roeber dkk.kegiatan dapat terencana. terorganisasi. dan biaya.. dan di masyarakat. yang pada dasarnya tidak jauh berbeda dan bahkan saling melengkapi. Konselor sekolah sesuai dengan latihan yang diperolehnya dan peranannya berperan sebagai orang sumber dan perantara bagi siswa dengan orangorang atau lembaga-Iembaga yang mempunyai peranan penting dalam kehidupan siswa. ataupun dalam jenis pelayanan bimbingan yang diperlukan. kemampuannya dan dapat mengembangkan dan memacu tercapainya tujuan-tujuan siswa. minat. sehingga dapat berjalan dengan lancar. sosial. Program. Program bimbingan dan konseling membantu semua siswa belajar berpartisipasi secara produktif dalam kelompok di sekolah. 4) Setiap petugas bimbingan akan menyadari peranan dan tugasnya masing-masing dan mengetahui pula bilamana dan di mana mereka harus bertindak. f. dan efektif kearah pencapaian suatu tujuan. dan lembaga masyarakat yang memberi layanan kepada siswa. g. baik tujuan jangka pendek maupun panjang. maupun perbaikan. 2) Memungkinkan para petugas bimbingan untuk menghemat waktu. baik dalam hal kesempatan. Gysbers dan Hendersen (1988). efisien. Program bimbingan dan konseling disusun dengan mempertimbangkan kemampuan 252 . terarah. dalam pada itu para petugas bimbingan akan menghayati pengalaman yang sangat berguna untuk kemajuannya sendiri dan untuk kepentingan siswa-siswa yang dibimbingnya. dan usaha coba-coba yang tidak menguntungkan. Prinsip-prinsip pokok pengembangan program Bimbingan dan Konseling Dalam pengembangan program bimbingan dan konseling sekolah perlu diperhatikan prinsip-prinsip pokok yang akan mendasari program yang akan disusun. dengan menghindarkan kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi. Program bimbingan dan konseling merupakan bagian yang integrasi dari program pendidikan dan pengajaran dari sekolah yang bersangkutan secara keseluruhan. Berikut ini akan diuraikan dua pendapat tentang prinsip pokok pengembangan program bimbingan. terkoordinasi. Program bimbingan dan konseling membantu perkembangan siswa dalam aspek pribadi. 6) Memungkinkan lebih eratnya komunikasi dengan berbagai pihak yang berkepentingan dengan kegiatan bimbingan. Program bimbingan dan konseling harus disusun selaras dengan program pendidikan dan pengajaran dan dengan memanfaatkan prasarana dan sarana yang ada seoptimal mungkin. c. 5) Penyediaan fasilitas akan lebih sempurna dan dapat dikontrol. pengembangan. Siswa-siswa akan menerima pelayanan bimbingan secara seimbang dan menyeluruh. yaitu : a. dan pekerjaan. b. Ada beberapa pendapat yang membahas tentang prinsip pokok ini. e. baik yang bersifat pencegahan. tenaga. Program bimbingan dan konseling menyediakan layanan bantuan kepada siswa. dan terkontrol secara sistematis. 7) Adanya kejelasan kegiatan bimbingan dari antara keseluruhan kegiatan program sekolah. Program bimbingan dan konseling membantu siswa agar dapat berfungsi secara efektif dalam kelompok. pendidikan. b.

Program bimbingan hendaknya memberikan kesempatan untuk melaksanakan penilaian terhadap diri sendiri. Program bimbingan hendaknya saling berhubungan dengan program pendidikan dan pengajaran. maka selama program dilaksanakan perlu peninjauan. Program bimbingan hendaknya mendorong komunikasi yang terus menerus antara unsur atau anggota staf sekolah yang bersangkutan. dan mengembangkan program yang sudah ada. f. menentukan titik tolak program. dan penilaian yang sistematis. i. 2) Pelayanan yang diberikan oleh berbagai jenis petugas bimbingan. Kemampuan dan keterampilan yang perlu diidentifikasi meliputi latar belakang pendidikan. c. h. d. Program bimbingan harus memiliki tujuan yang ideal dan realistis dalam perencanaannya. pengembangan. Penyusun program bimbingan dan konseling dapat dibedakan menjadi dua. Program bimbingan itu hendaknya dikembangkan secara berangsur-angsur atau tahap demi tahap dengan melibatkan semua unsur atau stat sekolah dalam perencanaannya. dan berbuat. latihan bimbingan dan konseling yang pernah diperoleh. 4) Penggunaan alat pengukur atau teknik pengumpul data yang obyektif maupun subyektif. Program bimbingan dan konseling secara berkelanjutan perlu disempurnakan melalui perencanaan. dan penilaian. Pertemuan-pertemuan Permulaan Tujuan utama dari tahap pertemuan permulaan ini adalah untuk menanamkan pengertian bagi para peserta pertemuan tentang tujuan dari program bimbingan dan 253 . 9) Kesempatan untuk berpikir.dan keterampilan staf sekolah dalam bidang bimbingan dan konseling. Untuk membahas tahap-tahap pengembangan program ini akan disampaikan dua macam pendapat tentang tahap-tahap kegiatan yang disarankan oleh Miller yaitu: a. Tahap Persiapan Dalam tahap persiapan ini kegiatan yang dilakukan ialah survai untuk menginventarisasikan tujuan. Tahap ini mempunyai arti yang penting untuk menarik perhatian. h. Program bimbingan hendaknya menunjukkan peranan yang penting dalam menghubungkan dan mengintegrasikan sekolah dengan masyarakat. 3) Studi individual dan konseling individual. kepribadian dan minat terhadap kegiatan bimbingan. 5. Untuk menjamin bahwa program bimbingan dan konseling dapat memenuhi kebutuhankebutuhan siswa dan masyarakat. Tahap-tahap Pengembangan Program Pelayanan Bimbingan dan Konseling Program bimbingan dan konseling di suatu sekolah sebaikn~ disusun setiap tahun pada awal tahun ajaran. 7) Penggunaan sumber-sumber di dalam maupun di luar sekolat 8) Kebutuhan individual dan kebutuhan masyarakat luas. b. minat dalam kegiatan bimbingan. g. yaitu membuat program yang sama sekali baru. pemantauan. kebutuhan. kemampuan sekolah serta kesiapan sekolah yang bersangkutan untuk melaksanakan program bimbingan. b. Karena semua pihak yang terlibat di dalamnya dan iktu berpartisipasi sejak awal kegiatan. Program bimbingan hendaknya menyediakan atau memiliki fasi yang diperlukan e. 5) Pemberian jenis-jenis bimbingan 6) Pemberian bimbingan tentang berbagai program sekolah. merasa. Program bimbingan hendaknya menjamin keseimbangan pelayanan bimbingan dalam hal: 1) Pelayanan kelompok dan pelayanan individual. pelaksanaan. dan memelihara suasana psikologis yang menguntungkan. Pendapat kedua tentang prinsip-prinsip pokok pengembangan program bimbingan disampaikan oleh Miller (1961) yang mengemukakan sebagai berikut: a. Program bimbingan hendaknya memberikan pelayanan kepada semua siswa.

konseling di sekolah. Perencanaan (planning) Pada tahap pereneanaan hal-hal yang harus dikerjakan oleh pengembang program adalah : 1) Meneliti kebutuhan siswa 2) Mengklasifikasi tujuan-tujuan yang ingin dieapai. 2. Mengadakan perubahan atau perbaikan program berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan. Tahap Pengembangan Program (Designing) Pada tahap ini kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh pengemba program adalah : 1) Merumuskan tujuan-tujuan program seeara operasional dala bentuk kegiatan-kegiatan yang dapat diukur hasilnya. 3) Memilih instrumen penilaian. pelaksanaan (impolemnting) dan penH (evaluating). 6) Menentukan prioritas program b. prasarana dan waktu. analisis. Pertemuan-pertemuan ini melibatkan petugas-petugas bimbingan dan konseling. orang tua dan masyarakat. 4) Menentukan prosedure pengumpulan data. Tahap Pelaksanaan Program (Implementing) Pada tahap ini kegiatan-kegiatan yang dilakukan adalah sebagai berikut: 1. 2) Memilih strategi pelaksanaan program yang sesuai dengan kondisi dan situasi sekolah yang bersangkutan. d. Melaksanakan program dan menyesuaikan program dengan pelaksanaan programprogram sekolah yang lain 4. c. 5) Menciptakan sistemn monitoring pelaksanaan program. c. Pembentukan Panitia Sementara Pembentukan panitia sementara bertujuan untuk merumuskan program bimbingan di sekolah. 3) Menjabarkan komponen-komponen program 4) Menganalisis kemampuan staf sekolah 5) Mengadakan peningkatan kemampuan atau pengembangan staf pelaksanaan program. 2) Memilih model penilaian program yang akan digunakan. 2) Mempersiapkan dan melaksanakan latihan bagi para pelaksanan program. sarana. Seeara rinei tahap-tahap tersebut sebagai berikut: a. Tugas-tugas dari panitia sementara adalah: 1) Menentukan tujuan program bimbingan di sekolah 2) Mempersiapkan bagan organisasi dari program bimbingan 3) Membuat kerangka dasar dari program bimbingan d. dan laporan hasil penilaian 254 . Pembentukan Panitia Penyelenggara program. Mengindentifikasi sumber-sumber yang diperlukan yang meliputi manusia. Membuat instrumen pengukuran keberhasilan pelaksanaan program 3. 3) Membuat batasan jenis program yang akan dibuat 4) Meneliti jenis-jenis program yang sudah ada 5) Mengupayakan dukungan dan kerjasama dari staf sekolah. Tahap Penilaian Program (Evaluating) Pada tahap ini kegiatan yang dilakukan adalah : 1) Menentukan komponen-komponen program yang akan dinilai. 6) Menyajikan data. Panitia ini bertugas untuk : 1) Mempersiapkan program dan sistem pencatatan. Pendapat lain tentang tahap-tahap pengembangan pro dikemukakan oleh Gysbers dan Henderson ( 1988 ) bahwa t pengembangan program meliputi 4 tahap yaitu: Pereneanaan (Plann Pengembangan (designing).

Menentukan skala prioritas. Program ini merupakan jabaran secara makro dari serangkaian kegiatan layanan bimbingan dan konseling yang menjadi wilayah tanggungjawabnya. Teori Perencanaan Program Pelayanan Bimbingan Dan Konseling Konvensional. 2. Menentukan program semesteran yang didasarkan pada program tahunan. mingguan dan harian.2 Menjelaskan teori perencanaan program berdasarkan PPBS B.1 Menjelaskan teori perencanaan program konvensional 1 . Mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan atau masalah-masalah siswa.1. sehingga akan tampak kegiatan yang saling mendukung tercapainya tujuan layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Uraian Materi Dalam perencanaan program pelayanan bimbingan dan konseling dikenal dengan 2 macam teori perencanan program yaitu (1) teori konvensional dan (2) PPBS. maksudnya program yang akan disusun disesuaikan dengan bagaimana situasi dan kondisi sekolah. e. maksudnya berdasarkan analisis kebutuhan diatas segera mendapatkan layanan agar perlu mendapat perhatian utama untuk dicantumkan dalam program bimbingan dan konseling di sekolah. tujuh atau sembilan layanan dan lima kegiatan pendukung. Menetukan program bulanan. 1. f. masalah apa yang Menentukan karakteristik sekolah. b. Berikut ini uraian singkat teori dimaksud. Programming. Hal ini diperhatikan agar layanan bimbingan dan konseling dapat sesuai dengan karakteristik sekolah. Teori Pengembangan Program Pelayanan Bimbingan Dan Konseling Berdasarkan Planning.BAB IV KEGIATAN BELAJAR 3 A. Bugdeting System (PPBS) Pengembangan program berdasarkan PPBS merupakan upaya untuk memperbaiki cara pengembangan program berdasar1<an pada cara konvensional yang mendasarkan kebutuhan atau masalah siswa karena cara yang pertama lebih 255 . Secara garis besar perncanaan program bimbingasn konseling menurut teori ini adalah sebagai berikut: a. Kompetensi dan indikator Standar Kompetensi: Memahami konsep pengembangan program pelayanan Bimbir dan Konseling (BK) di sekolah. berada di kota atau di desa.1. Kompetensi Dasar: Memahami teori-teori perencanaan program BK Indikator Pencapaian Kompetensi: 1. cek list atau yang lain yang sudah dibakukan. c. sehinga dapat direncanakan kegiatan apa saja yang akan diberikan selama satu semester untuk kelas tertentu. Untuk dapat mengetahui kebutuhan dan masalah siswa dapat dilakukan dengan berbagai instrumen seperti menggunakan Alat Ungkap Masalah baik menggunakan kuesioner. Berdasarkan data hasil ungkap masalah kemudian ditabulasi dan dianalisis kebutuhan apa yang diharapkan atau masalah apa yang dirasakan oleh siswa di sekolah serta berdasarkan hasil analisis ini selanjutnya disusunlah perencanaan program bimbingan dan konseling di sekolah yang mencakup empat bidang. d. seperti apakah sekolah tersebut bersifat umum atau kejuruan. Program ini mengacu pada program yang sudah dijabarkan dalam tahunan dan semesteran. Menentukan program tahunan yaitu keseluruhan layanan bimbingan dan konseling yang akan diberikan selama satu tahun.

Agar program sekolah dapat terealisasi maka perlu perencanaan yang mendasarkan pada tujuan baik tujuan umum maupun khusus. sosial. dan karir. b. Namun tujuan juga dapat bersifat sasaran apabila tujuan yang diharapkan tercapai dapat diukur secara konkrit dengan ciri pragmatis. cakap. Programming Programming merupakan suatu kegiatan untuk membuat program yang akan dilaksanakan selama kurun waktu tertentu. Untuk mencapai tujuan tersebut maka kegiatan di sekolah selayaknya memberikan layanan dalam pembelajaran yang kondusif. bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. konkrit dan kuantitatif. kurikulum yang telah disusun secara nasional dan bagaimana mengevaluasi kegiatan sangat sukar dilakukan.menekankan pada selera peserta didik dan kurang memperhatikan tujuan layanan bimbingan dan konseling. Ungkapan seperti setelah mengikuti layanan konseling siswa dapat mengentaskan masalah yang dihadapi. berilmu. menjadi insan mandiri. belajar. memberikan standart atau pedoman serta tolok ukur keberhasilan kegiatan bimbingan dan konseling. Menentukan Kategori Program Utama ( KPU ). Oleh karena itu melalui kegiatan perencanaan diharapkan semua tujuan yang telah ditentukan dapat tercapai. mandiri. basik dalam kehidupan sehari-hari di sekolah maupun untuk peranannya di masa depan. (3) pengenalan dan pemahaman tentang bakat dan minat pribadi serta penyaluran dan pengembangannya melaui kegiatan-kegiatan yang kreatif dan produktif. dan menjadi warganegara yang demokratis serta bertanggungjawab. Untuk menentukan progam apa yang akan dilaksanakan maka dalam PPBS proses pengembangan program mencakup langkah-Iangkah sebagai berikut ini. Untuk itu cara yang kedua ini dipertimbangkan untuk digunakan dalam pengembangan program bimbingan dan konseling di sekolah. Program itu sendiri merupakan serangkaian kegiatan yang saling terkait satu dengan yang lain untuk mencapai tujuan berarti serangkaian kegiatan bimbingan dan konseling yang saling terkait satu dengan yang lain untuk mencapai tujuan bimbingan dan konseling yang telah ditentukan sebelumnya.(1) penanaman sikap kebiasaan dalam beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa (2) Pengenalan dan pengembangan tentang kekuatan diri sendiri dan penyalurannya untuk kegiatan-kegiatan yang kreatif dan produktif. Misalnya saja dalam kategori porgram utama adalah pengmbangan bimbingan pribadi maka program utamanya dapat . kreatif. Pengembangan program bimbingan dan konseling berdasarkan PPBS maksudnya dalam menyusun program didasarkan pada sistem yang memperhatikan perencanaan. 2. Perencanaan Dalam sistem pendidikan nasional dinyatakan bahwa Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak dan peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Dengan demikian penetapan tujuan merupakan awal dari kegiatan perencanaan. Secara eksplisit telah dikemukakan bahwa perkembangan yang optimal dapat diturunkan menjadi tujuan bimbingan yang mencakup 4 bidang yatiu pribadi. administrasi dan kepemimpinan yang memadai dan pemberian bantuan layanan bimbingan dan konseling untuk mengembangkan potensi peserta didik secara optimal. berakhlak mulia. atau klien dapat menunjukkan rasa bahagia dan merasa puas setelah memperoleh layanan konseling merupakan contohnya. Secara singkat pengembangan program berdasarkan PPBS sebagai berikut: a.sehat.Tujuan dalam kegiatan bimbingan dan konseling dapat bersifat filosofis seperti tercapainya perkembangan yang optimal. 1. Penentuan Kategori Program Utama dijabarkan berdasarkan tujuan yang telah ditentukan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Menentukan Program Utama Program utama merupakan penjabaran dari kategori program utama. (4) 256 . dan lain-lain. program dan penganggaran. Melalui perencanaan yang matang akan dapat memberikan arah terhadap pencapaian tujuan bimbingan yang telah ditetapkan.

Namun yang perlu diingat bahwa pengembangan anggaran biaya perlu memperlhatikan situasi dan kondisi keuangan sekolah. c. 3. bulanan. Jadi tugas utama adalah menentukan program apa saja yang dapat dilakukan agar semua rencana yang telah dicanangkan dapat terealisasi Adapun jumlah dan kegiatannya tidak dibatasi. Selanjutnya bila kerjasama telah terjalin maka keberadaan bimbingan dan konseling sekolah akan semakin diakui dan dihargai oleh semua pihak termasuk staf sekolah dan masyarakat. d. Biaya Berdasarkan program yang telah disusun maka perlu dipertimbangkan biaya operasional yang dibutuhkan.Target Target merupakan keluaran atau hasil yang ingin dicapai setelah program dilaksanakan. Program Program merupakan bagian terkecil dari KPU. Untuk itu pada awal tahun ajaran hendaknya sudah dipikirkan seberapa dana yang dibutuhkan dan dari mana sumber pembiayaan. Berdasrkan program dalam jangka waktu satu tahun tersebut kemudian disusunlah program semesteran. Namun satu hal yang perlu dicermati oleh guru pembimbing di sekolah bahwa dengan adanya program yang jelas maka personal di sekolah seperti kepala sekolah dan guru bidang studi lainnya akan memperoleh pencerahan dan keyakinan bahwa guru pembimbing adalah bukan pengangguran melainkan guru yang mempunyai program yang jelas sehingga pada gilirannya mereka akan secara sukarela mau bekerjasama untuk melaksanakan program bimbingan dan konseling di sekolah. 4. Berdasarkan pengamatan di lapangan belum semua guru pembimbing di sekolah yang telah menyusun program bimbingan dan konseling sesuai dengan tahap-tahap maupun teori pengembangan program. tetapi yang perlu diingat adalah apakah program yang disusun dapat memenuhi tercapainya program utama. 257 . Target dapat dilihat dari seberapa banyak peserta didik yang mendapat layanan. (5) pengembangan kemampuan mengambil keputusan sederhana dan mengarahkan diri ( 6) perencanaan dan pemeliharaan hidup sehat. dll. Jangka waktu Semua kegiatan hendaknya disusun untuk minimal dalam kurun waktu satu tahun kedepan sehingga dapat diantisipasi semua unsur yang dapat mendukung terlaksananya program. dan berdasarkan program utama maka langkah selanjutnya menentukan program.Pengenalan dan pemahaman tentang kelemahan diri sendiri serta usaha-usaha penanggulangannya. Dengan demikian maka serangkaian program yang dipaparkan merupakan acuan pembiayaan yang proporsional. bagaimana perubahan sikap dan perilaku individu setelah memperoleh sejumlah layanan. mingguan dan akhirnya kegiatan.

2.1.2.8 Menyusun program bulanan 2.1.BAB V KEGIATAN BELAJAR 4 A. 258 .2.2 Memahami langkah-Iangkah operasional pengembangan program pelayanan BK berdasarkan KTSP Indikator Pencapaian Kompetensi: 2.12 Menyusun lapelprog B.1 Menjelaskan perencanaan kegiatan 2. Pemilihan dan pengorganisasian materi pelayanan bimbingan dan konseling (sesuai dengan tujuan dan karakteristik konseli). Kejelasan perumusan tujuan bimbingan dan konseling (tidak menimbulkan penafsiran ganda dan mengarah ke kemandirian) 2. bulanan serta mingguan.1.1.3 Menjelaskan penilaian kegiatan 2. Perencanaan Kegiatan 1) Perencanaan kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling (BK) mengacu pada program tahunan yang telah dijabarkan ke dalam program semesteran.9 Menyusun program mingguan 2.1.5 Mengdentifikasi jenis layanan 2. Uraian Materi 1. Kompetensi dan indikator Standar Kompetensi: Menyusun program pelayanan BK di sekolah berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Kompetensi Dasar: 1.2 Menjelaskan pelaksanaan kegiatan 2.11 Menilai pelaksanaan program 2. 4) Satu kali kegiatan layanan atau kegiatan pendukung konseling berbobot ekuivalen 2 (dua) jam pembelajaran.1. serta alat bantu yang digunakan d) Pelaksana layanan/kegiatan pendukung dan pihak-pihak yang terlibat e) Waktu dan tempat 3) Rencana kegiatan pelayanan konseling mingguan meliputi kegiatan di dalam kelas dan di luar kelas untuk masing-masing kelas peserta didik yang menjadi tanggung jawab konselor. 2) Perencanaan kegiatan pelayanan BK harian yang merupakan jabaran dari program mingguan disusun dalam bentuk satuan layanan (SATLAN) dan satuan kegiatan pendukung (SATKUNG) yang masing-masing memuat: a) Sasaran layanan/kegiatan pendukung b) Substansi layanan/kegiatan pendukung c) Jenis layanan/kegiatan pendukung.6 Menyusun program tahunan 2.2. terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan.2.2.2. 5) Volume keseluruhan kegiatan pelayanan konseling dalam satu minggu minimal ekuivalen dengan beban tugas wajib konselor di sekolahl/madrasah.7 Menyusun program semesteran 2. Di dalam perencanaan program bimbingan dan konseling.4 Menjelaskan laporan pelaksanaan program 2.1 Memahami rambu-rambu pengembangan program pelayanan BK berdasarkan KTSP 1. yaitu : 1.2. Rambu-rambu Pengembangan Program Pelayanan BK berdasarkan KTSP a.10 Menyusun program harian 2.

insidental dan keteladanan. materi. dan pihak-pihak yang terkait. Rencana evaluasi dan tindak lanjut (tindaklanjutnya sejalan dengan hasil evaluasi dan mampu mencapai tujuan). 3) Pelaksanaan Kegiatan Pelayanan Konseling a) Di dalam jam pembelajaran sekolah/madrasah: (1) Kegiatan tatap muka secara klasikal dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan informasi. serta kegiatan lainnya yang dapat dilaksanakan di luar kelas. waktu. Program Tahunan bimbingan dan konseling (sistematis dan lengkap). substansi. 6) Pelaksanaan Kegiatan 1) Bersama pendidik dan personil sekolah/madrasah lainnya. 4. konselor berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan pengembangan diri yang bersifat rutin. Program semesteran bimbingan dan konseling (sistematis dan lengkap). pemanfaatan kepustakaan. tempat. b) Di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah: (1) Kegiatan tatap muka dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan orientasi. 8. Pemilihan Strategi Pelayanan Bimbingan dan Konseling( ketepatan skenario pelayanan bimbingan dan konseling : langkah-langkahnya fleksibel) 5. dan mensinkronisasikan program pelayanan konseling dengan kegiatan pembelajaran mata pelajaran dan kegiatan ekstra kurikuler. kunjungan rumah. 2) Program pelayanan konseling yang direncanakan dalam bentuk SATLAN dan SAT KUNG dilaksanakan sesuai dengan sasaran. dan mediasi. kegiatan instrumentasi. jenis kegiatan. (4) Kegiatan pelayanan konseling dicatat dalam laporan pelaksanaan program (LAPELPROG). 259 . 7. (2) Satu kali kegiatan layanan/pendukung konseling di luar kelas/di luar jam pembelajaran ekuivalen dengan 2 (dua) jam pembelajaran tatap muka dalam kelas. konseling kelompok. penguasaan konten. Pemilihan instrument dan media pelayanan bimbingan dan konseling ( sesuai dengan tujuan. serta mengefektifkan dan mengefisienkan penggunaan fasilitas sekolah/ madrasah. dan alih tangan kasus. konseling perorangan" bimbingan kelompok. penempatan dan penyaluran. 6. (5) Volume dan waktu untuk pelaksanaan kegiatan pelayanan konseling di dalam kelas dan di luar kelas setiap minggu diatur oleh konselor dengan persetujuan pimpinan sekolah/madrasah (6) Program pelayanan konseling pada masing-masing satuan sekolah/madrasah dikelola dengan memperhatikan keseimbangan dan kesinambungan program antar kelas dan antar jenjang kelas. Waktu dan biaya (ketepatan dan kecukupan waktu dan biaya). dan karakteristik konseli). serta layanan/kegiatan lain yang dapat dilakukan di dalam kelas (2) Volume kegiatan tatap muka klasikal adalah 2 (dua) jam per kelas per minggu dan dilaksanakan secara terjadwal (3) Kegiatan tidak tatap muka dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan konsultasi. (3) Kegiatan pelayanan konseling di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah maksimum 50% dari seluruh kegiatan pelayanan konseling. diketahui dan dilaporkan kepada pimpinan sekolah/madrasah. kegiatan konferensi kasus. himpunan data.3.

juga dapat diidentifikasi kegiatan pendukung apa yang diperlukan sebagai konsekuensi dari layanan-Iayanan tersebut.seperti konseling individual. minat. Identifikasi kebutuhan dan permasalahan siswa dapat dilakukan dengan teknik tes maupun non tes. inventori. Hasil identifikasi tersebut selanjutnya dianalisis untuk menentukan layananIayanan apa yang diperlukan oleh siswa. yaitu penilaian pada akhir setiap jenis layanan dan kegiatan pendukung konseling untuk mengetahui perolehan peserta didik yang dilayani. dan laporan hasil evaluasi program bimbingan dan konseling dan tindak lanjutnya. dan laporan tahunan. konseling kelompok. 4) Hasil kegiatan pelayanan konseling secara keseluruhan dalam satu semester untuk setiap peserta didik dilaporkan secara kualitatif. 2) Penilaian proses kegiatan pelayanan konseling dilakukan melalui analisis terhadap keterlibatan unsur-unsur sebagaimana tercantum di dalam SATLAN dan SATKUNG. Selain menggunakan teknik-teknik tersebut. laporan semesteran. dan tindak lanjut. 5) Secara keseluruhan perlu dilaporkan secara fisik beberapa jenis dokumen yaitu: agenda kerja konselor. Langkah-Iangkah Operasional Pengembangan Program Pelayanan Bimbingan dan Konseling berdasarkan KTSP a. Penilaian Kegiatan 1) Penilaian hasil kegiatan pelayanan konseling dilakukan melalui: a) Penilaian segera (LAISEG). konsultasi. konferensi kasus. Misalnya siswa kelas 1 SMP. Disamping itu. untuk mengetahui efektifitas dan efesiensi pelaksanaan kegiatan. c) Penilaian jangka panjang (LAIJAPANG). media cetak. Maka dapat diasumsikan apa yang dibutuhkan dan apa permasalahan-permasalahan mereka. buku saku). Tanpa melakukan identifikasi yang jelas dan mantap. bakat. maka layanan-Iayanan yang akan diberikan kepada siswa belum tentu sesuai dengan kebutuhan dan permasalahan siswa. angket. daftar konseli (siswa). bibliokonseling. yaitu penilaian dalam waktu tertentu (satu bulan sampai dengan satu semester) setelah satu atau beberapa layanan dan kegiatan pendukung konseling diselenggarakan untuk mengetahui lebih jauh dampak layanan dan atau kegiatan pendukung konseling terhadap peserta didik. Hasil identifikasi ini seyogyanya ditampilkan dalam sebuah tabel. pelayanan langsung. 2. serta pelayanan tidak langsung. audiovisual. secara teoritik mereka berada pada fase perkembangan remaja awal. analisis dan pengambilan keputusan. dan sebagainya. dan sosiometri. juga dapat padukan dengan mendasarkan pada asumsi teoritik. 3) Hasil penilaian kegiatan pelayanan konseling dicantumkan dalam LAPELPROG. Identifikasi Kebutuhan dan Permasalahan Siswa Identifikasi kebutuhan dan permasalahan siswa adalah mengumpulkan dan memahami secara cermat kebutuhan dan permasalahan siswa yang secara aktual dirasakan dan dihadapi oleh siswa. wawancara. dan referal. seperti ada catatan anekdotal. seperti evaluasi proses dan produk. Teknik tes misalnya tes kecerdasan. data kebutuhan atau permasalahan konseli. yaitu penilaian dalam waktu tertentu (satu minggu sampai dengan satu bulan) setelah satu jenis layanan dan atau kegiatan pendukung konseling diselenggarakan untuk mengetahui dampak layanan/kegiatan terhadap peserta didik.b. Mengacu pada pengembangan diri 260 . laporan bulanan. Penggunaan teknik tes harus dilakukan oleh tenaga yang berkewenangan. liflet. b) Penilaian jangka pendek (LAIJAPEN). Perlu diperhatikan bahwa langkah ini merupakan langkah yang sangat strategis yang sangat menentukan langkah-Iangkah berikutnya. kotak masalah. Kegiatan ini merupakan langkah awal dan sebagai dasar dalam pengembangan program. kunjungan rumah. audio. papan bimbingan. dan sebagainya. bimbingan kelompok/klasikal. Teknik non tes misalnya dengan observasi. aktivitas pelayanan bimbingan dan konseling (pemahaman.

Pemberdayaan pihak tertentu untuk membantu peserta didik dalam pengembangan pribadi 8. maka pengembangan program tahunan sampai dengan harian menjadai lebih mudah. Masalah pribadi : dalam kehidupan pribadi. CONTOH IDENTIFIKASI KEBUTUHAN DAN PERMASALAHAN SISWA KELAS XII IPS 1 BIDANG BIMBINGAN A. Pendalaman dan penyelesaian masalah pribadi 14. Obyek-obyek pengembangan JENIS LAYANAN ORIN INFO PP PKO KP BKp/KKp KSI KEGIATAN PENDUKUNG AI HD KK KR TKP APIN B. SOSIAL ORIN 261 . 10. Informasi ttg perkembangan. Kemampuan dan Kondisi Pribadi. Pembahasan kasus-kasus masalah pribadi tertentu yang dialami peserta didik. 3. dan potensi diri. kondisi dan lingkungan diri sendiri. Oleh karena itu.dalam KTSP bahwa beban tugas guru adalah 24 jam pelajaran per minggu. 12. Data perkembangan. Apabila dalam satu tahun ada 36 minggu efektif maka diperlukan 12 layanan/ pendukung X 36 yaitu 432 layanan dan pendukung. Obyek-obyek pengembangan pribadi 2. kemampuan. 7. Pengembangan program tahunan sampai dengan harian pada dasarnya merupakan pendistribusian seluruh kegiatan yang akan diberikan kepada siswa agar dapat berjalan dengan lancar dan jelas pada setiap satuan waktu. 6. dan setiap satu layanan atau kegiatan BK ekivalen dengan 2 jam pelajaran. 11. Identifikasi kebutuhan dan permasalahan siswa paling tidak harus bisa menurunkan 12 layanan dan atau kegiatan per minggu. PRIBADI KEBUTUHAN/PERMASALAHAN Need assesment : 1. Pertemuan dengan keluarga peserta didik yang mengalami masalah pribadi. maka setiap minggu seorang konselor minimal harus menyelenggarakan 12 layanan dan atau kegiatan pendukung. Bacaan dan rekaman tentang perkembangan dan kehidupan pribadi 13. Penempatan dan penyaluran untuk pengembangan kemampuan pribadi. Pengungkapan kondisi dan masalah pribadi peserta didik 9. Kompetensi dan kebiasaan dalam kehidupan pribadi 5. potensi. Apabila langkah ini dapat dilakukan dengan baik. 4.

Pengungkapan kondisi dan masalah sosial peserta didik 22. 16. 36. Pemberdayaan pihak tertentu untuk membantu peserta didik dalam pengembangan kemampuan sosial 21. Pendalaman dan penyelesaian masalah sosial C. 29. Pembahasan kasus-kasus masalah sosial tertentu yang dialami peserta didik. kemampuan. 23. Informasi ttg. kegiatan dan hasil belajar peserta didik. 30. Obyek-obyek pengembangan kemampuan belajar 28. kemampuan. dan kondisi hubungan sosial. 25. Kemampuan dan Kondisi hubungan sosial. Penempatan dan penyaluran untuk pengembangan kemampuan sosial. 33. Pemberdayaan pihak tertentu untuk membantu peserta didik dalam pengembangan kemampuan relajar. 20. kegiatan dan hasil belajar.hubungan sosial 15. Bacaan dan rekaman tentang perkembangan dan kehidupan sosial 26. kondisi dan lingkungan sosial. 34. 17. 19. potensi. Kemampuan. Informasi ttg perkembangan. potensi. Penempatan dan penyaluran untuk pengembangan kemampuan belajar. Kompetensi dan kebiasaan dalam kehidupan sosial 18. Pembahasan kasus-kasus masalah INFO PP PKO KP BKp/KKp KSI AI HD KK KR TKP APIN ORIN INFO PP PKO KP BKp/KKp KSI AI HD KK KR 262 . Pertemuan dengan keluarga peserta didik yang mengalami masalah sosial. 32. Pengungkapan kondisi dan masalah belajar peserta didik 35. Data perkembangan. Data kemampuan. BELAJAR 27. Masalah pribadi : dalam kemampuan. Masalah pribadi : dalam kehidupan sosial. 31. Kompetensi dan kebiasaan dalam kegiatan serta penguasaan bahan belajar. 24. kegiatan dan hasil belajar. kegiatan dan hasil belajar.

Bacaan dan rekaman tentang perkembangan dan kehidupan karir 52.. Bacaan dan rekaman tentang kemampuan dan kegiatan belajar. 43. NIP.. Pemberdayaan pihak tertentu untuk membantu peserta didik dalam pengembangan karir 47... Obyek-obyek implementasi karir. 45...... 38. ..... Catatan : Minggu efektif : Semester 1 = 22 minggu Semester 2 = 14 minggu Jumlah = 36 minggu 263 . Pertemuan dengan keluarga peserta didik yang mengalami masalah belajar.. 37. 50... D. . 49.. arah dan kondisi karir... Kudus. Pertemuan dengan keluarga peserta didik yang mengalami masalah karir. Penempatan dan penyaluran untuk pengembangan kemampuan karir. Masalah pribadi : dalam pengembangan karir.. Pengungkapan kondisi dan masalah karir peserta didik 48. 51. Pendalaman dan penyelesaian masalah belajar. Pendalaman dan penyelesaian masalah karir.belajar tertentu yang dialami peserta didik..... Juni 2011 Konselor.. Pembahasan kasus-kasus masalah karir tertentu yang dialami peserta didik.. 42. kemampuan. Kompetensi dan kebiasaan dalam pengembangan karir.. Informasi ttg potensi.. NIP... KARIR 40. ORIN INFO PP PKO KP BKp/KKp KSI TKP APIN AI HD KK KR TKP APIN Mengetahui : Kepala Sekolah. 44. 39. Kemampuan dan arah karir. Data kemampuan dan arah karir. 41. 46.

b. ekuivalen dengan 12 layanan/kegiatan pendukung. kelompok. 1 tahun = 36 minggu X 12 layanan. maka terdapat jumlah layanan per-kelas yaitu 432 layanan : 4 kelas sama dengan 108 layanan/kelas/tahun. Program Pelayanan Bimbingan dan Konseling. dan 5. Apabila setiap konselor diserahi 4 kelas.Tugas konselor per minggu = 24 jam. Dalam uraian berikut disajikan beberapa contoh program bimbingan dan konseling di sekolah yang meliputi : 1. atau cara khusus/strategi politik. Program Tahunan (lampiran 1) 2. Program Semesteran (lampiran 2) 3. serta Laporan pelaksanaan Kegiatannya (Lampiran 6) 264 . Program Mingguan (Lampiran 4). sehingga umlah layanan dalam satu tahun 432 layanan. Program Harian (Lampiran 5) 6. Satuan Kegiatan Pendukung. dan 36 layanan di luar jam pembelajaran di sekolah dengan format individual. lapangan. Program Bulanan (Lampiran 3) 4. Termasuk contoh Satuan Kegiatan Layanan. Rinciannya sebagai berikut : 72 layanan di dalam jam pembelajaran di sekolah.

265 .

266 .

Tampilan Bacaan 267 .MANIS : XI IPS SEMESTER KONSELOR : 2 (2011: DRS. Konferensi Kasus 7.Lampiran 2 : (CONTOH) PROGRAM SEMESTERAN PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING SEKOLAH 2012) KELAS ANONIM NO : SMA NEGERI GD. Masalah pribadi dalam kehidupa n pribadi Masalah pribadi dalam kehidupa n sosial Topik bebas tentang Teoriris Membah as kasus yang perlu melibatk an berbagai pihak Membah as kasus yang perlu melibatk an berbagai pihak Bacaan Masalah pribadi dalam penentua n arah karir VI Penempata n dan penyaluran untuk pengemba ngan kemampua n karir 4. KEGIATAN I 1 Layanan Informasi 2 Layanan Penempata n dan Penyaluran Penempa tan dan penyalur an untuk pengemb angan kemamp uan belajar 3 Layanan Penguasaan konten MATERI BIDANG PENGEMBANGAN SEMESTER 2 (JANUARI-JUNI 2009-2010) BULAN (SELAMA SATU SEMESTER) II III IV V Informasi ttg potensi kemamp uan dan kondisi hubunga n sosial Penempa tan dan penyalur an untuk pengemb angan kemamp uan sosial Kompete nsi dan kebiasaa n dalam kehidupa n sosial. Layanan Bimbingan Kelompok Topik tugas tentang bulliying Topik bebas tentang kehidupan remaja akhir 6. Layanan Konseling Perorangan 5.

KEGIATAN Layanan Informasi Layanan Bimbingan kelompok Layanan Konsultasi 3 4 Layanan Mediasi 5 Kunjungan Rumah MATERI BIDANG PENGEMBANGAN MINGGU I MINGGU II MINGGU III MINGGU IV Informasi perkembangan diri Membahas Membahas topik ttg topik kemampuan tentang sosial arah karir Konsultasi dari Konsultasi orangtua siswa dari orang yang tua tentang mengeluhkan masalah putranya sering belajar pulang malam. dan rekaman ttg peningka tan motivasi berprest asi 8. Aplikasi instrumenta si Lampiran 3 : (CONTOH) PROGRAM BULANAN PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING SEKOLAH 2012) KELAS ANONIM NO 1 2 : SMA NEGERI GD.Kepustakaa n dan rekaman ttg pergaula n bebas dan efeknya Identifika si self esteem siswa Pengukur an kecender ungan kepribadi an siswa.MANIS : XI IPS SEMESTER KONSELOR : 2 (2011: DRS. anaknya dan sejenisnya Upaya mediasi dari pihak-pihak yang berselisih Pertemuan dg Kunjungan orang tua siswa rumah membahas membahas masalah sosial kenakalan anaknya siswa di sekolah (tawuran. dll) 268 .

269 .6. Himpunan Data Menghimpun data hasil sosiometri siswa kelas ybs.

ANONIM N O KEGIATA N SENIN 1. Layanan Bimbingan Kelompok Mediasi Membaha s topik tentang kemampu an sosial Upaya mediasi dari pihakpihak yang berselisi h Mentabula si data hasil sosiometri siswa kelas ybs Menghim pun data hasil sosiomet ri siswa kelas ybs Upaya mediasi dari pihakpihak yang berselisi h SEMESTER KONSELOR : : 2 MATERI BIDANG PENGEMBANGAN (MULAI HARI SENIN SAMPAI SABTU) MINGGU KE II (Pebruari 2010) SELASA RABU KAMI S JUM’AT SABTU 2 3 Himpunan Data 4.Lampiran 4 : (CONTOH) PROGRAM MINGGUAN PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING SEKOLAH : SMA NEGERI GD. 270 .MANIS (2011-2012) KELAS : XI IPS DRS. Dst.

Lampiran 6 : (Contoh) 271 .

M. Penyelenggara Layanan : Drs. Tempat Penyelenggaraan : Ruang kelas XI IPS – 1 SMA 1 Gd. Materi Instrumen 1.700. Sasaran Layanan : G. Catatan Khusus : Layanan pendukung dengan instrumen angket sosiometri diharapkan dapat mengungkap anak yang terisolir dalam kelasnya untuk diberikan bantuan sehingga dapat diterima kembali di lingkungan teman belajarnya. 24-25 Agt 2011. Semester : 45 menit. Menjelaskan tujuan angket sosiometri 3. Bidang Bimbingan C. Pihak yang Disertakan/Terkait : Wali Kelas N. Tanggal. Uraian Kegiatan . Tujuan Layanan : : : : : Angket Sosiometri Sosial Aplikasi Instrumentasi Pemahaman. Fungsi Layanan Pengentasan E. Pencegahan dan Untuk mengetahui hubungan sosial dalam kelas dan pembuatan kelompok belajar Kelas XI IPS – 1 SMA 1 Gd. Rencana Penilaian dan Tindak Lanjut 1. Jenis Instrumen : Non Tes 3. Laijapeng : Melihat perkembangan kelompok belajar P. Biaya/Dana : Foto copy 170 lembar = Rp 18.Manis J. Isi a. Mengisi lembar jawab sosiometri H. Laiseg : . Menyiapkan lembar angket sosiometri 2. Proses : Melihat perilaku siswa saat mengisi angket 2. 1 (satu) K.Kegiatan Guru 1.Pembuatan kelompok belajar b.Kegiatan Murid 1. Topik B. Waktu. Alat dan Perlengkapan : Angket sosiometri O. Jenis Layanan D. Anonim. 272 . Menjelaskan cara pengisian sosiometri . Isi Instrumen : Dipilih dan ditolak teman belajar I. Hari. Nama Instrumen : Angket Sosiometri 2. Sabtu.Manis F.Identifikasi anak yang paling banyak diterima dan ditolak sebagai teman belajar . Keterkaitan Layanan ini dengan : Pemberian layanan konseling perorangan bagi siswa Layanan Pendukung Lain yang terisolir Q.Sumber dana : Komite Sekolah L. Mengisi identitas siswa ada lembar sosiometri 2.SATUAN KEGIATAN PENDUKUNG APLIKASI DAN INSTRUMENTASI A.

131693660 LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI. Sasaran Layanan : : : : : : Angket Sosiometri Sosial Aplikasi Instrumentasi Pemahaman dan pencegahan serta Untuk mengetahui hubungan sosial dalam kelompok belajar Siswa kelas XI IPS – 1 SMA 1 Gd. NIP. ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN LAYANAN PENDUKUNG A. Membuat sosiogram. Jenis Layanan 3. Waktu. Cara-cara Analisa a.Mengetahui 2011 Kepala SMA 1 Gd. Topik 1. Fungsi Layanan pengentasan 4. Tindak Lanjut 1. 24 Agustus 2011. Analisa Hasil Penilaian 1. Deskripsi dan komentar tentang analisa Anak yang mempunyai masalah paling banyak ditolak teman dalam kelompok belajar mendapat prioritas utama dalam penanganannya. hari. Jum’at. semester : (satu) 2. Membuat jadwal konseling bagi siswa yang banyak ditolak 273 . 131957012 Drs. Cara-cara penilaian angket sosiometri : masalah 2. Analisa dilakukan dengan membuat tally dan menghitung jumlahnhya pada pilihan siswa dan penolakan siswa dalam kelompok belajar. Manis 45 menit. 2. Pelaksanaan 1. Tempat : 3. Deskripsi dan komentar tentang : mempunyai hasil penilaian kehidupan keluarga angket D. 1 Ruang kelas XI IPS – 1 SMA 1 Gd. Bidang Bimbingan 2. tanggal. Anonim NIP. Tujuan Layanan 5.Manis Kudus. Keaktifan siswa dalam mengisi Membuat rekapitulasi daftar cek Sebagian besar siswa yang banyak masalah pada pokok masalah Siswa cukup antusias mengisi B. siswa hadir semua. b. Manis Pelaksanaan pengisian sosiometri berjalan dengan lancar. Putu W. Cara-cara tindak lanjut a. E. Konselor Agustus Dra. Deskripsi dan komentar tentang : C. Evaluasi 1.

31 Oktober dan 1 Nopember 2011. Tempat Penyelenggaraan : Ruang kelas XI IPS – 1 SMA 1 Gd. Uraian Kegiatan . Anonim NIP. 274 . Nama Instrumen : DCM 2. Kelas XI IPS – 1 SMA 1 Gd. Putu W. Kelompok belajar diikuti kegiatan belajarnya. Jenis Instrumen : Non Tes 3.Kegiatan Guru 1. NIP.Kegiatan Murid 1.700. G. Topik C. Biaya/Dana : Foto copy 370 lembar = Rp 40. Menyiapkan lembar pernyataan dan lembar jawab DCM 2. Jenis Layanan E. Hari. Mengisi identitas siswa 2. 1 (satu) K. Tanggal. Anonim. 131957012 Drs. Jum’at dan Sabtu.Sumber dana : Komite Sekolah L. Sasaran Layanan : H. Bidang Bimbingan D. Mengisi lembar jawab DCM dengan tanda ceklist (√) I. Fungsi Layanan F. Menjelaskan cara pengisian DCM . Isi Instrumen : Pernyataan yang berhubungan dengan masalah siswa dengan 220 pernyataan dan 11 pokok masalah I.b.Manis Waktu. Manis Kudus. Konselor Agustus Dra. Manis J. dilihat Mengetahui 2011 Kepala SMA 1 Gd. Membuat kelompok belajar 2. Penyelenggara Layanan : Drs. Bagi siswa yang telah dikonseling perkembangannya. 131693660 SATUAN KEGIATAN PENDUKUNG APLIKASI DAN INSTRUMENTASI B. Materi Instrumen 1. b. Tujuan Layanan : : : : : DCM Pribadi Aplikasi Instrumentasi Pencegahan dan Pengentasan Untuk mengidentifikasi masalahmasalah yang dihadapi oleh siswa sehingga dapat memberikan bantuan yang sesuai/tepat. Deskripsi komentar tentang upaya tindak lanjut a. Semester : 45 menit. Menjelaskan tujuan yang akan diharapkan DCM 3.

131693660 LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI. Konselor September 2011 Dra. Cara-cara penilaian : Daftar Cek Masalah : Sosial Instrumen data Pemahaman dan pencegahan Siswa kelas XI Bhs – 1 SMA 1 Gd. Manis 45 menit. Pihak yang Disertakan/Terkait : Wali Kelas N. Jenis Layanan : 3. semester : (satu) 2. Putu W. Bidang Bimbingan 2. Rencana Penilaian dan Tindak Lanjut 1. Alat dan Perlengkapan : Seperangkat DCM dan lembar jawabnya O. Topik : Spesifikasi Bimbingan 1. Cara-cara Analisa 275 . Rencana Penilaian : Validitas data yang diperoleh 2. Jum’at. Evaluasi 1. Catatan Khusus : Layanan konseling perorangan melalui DCM akan membantu GP untuk mengidentifikasi masalah siswa.M. Keterkaitan Layanan ini dengan : Pemberian layanan konseling perorangan Layanan Pendukung Lain Q. 2. Tindak Lanjut : Kualitas dan kuantitas masalah yang dialami siswa P. Pelaksanaan Layanan 1. hari. 1 Ruang kelas XI Bhs – 1 SMA 1 Gd. tanggal. Fungsi Layanan : 4. B. ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN LAYANAN PENDUKUNG A. 131957012 Drs. 31 Oktober 2011. Mengetahui Kepala SMA 1 Gd. Waktu. Tempat : Manis D. Deskripsi dan komentar tentang : mempunyai hasil penilaian E. Anonim NIP. Analisa Hasil Penilaian 1. Membuat rekapitulasi hasil Daftar Cek Masalah Menganalisa hasil Daftar Cek Masalah Sebagian besar siswa banyak yang masalah pada kesehatan. Manis Kudus. NIP. Sasaran Layanan : C.

Juli 2011 Konselor Dra. tanggal Jam : : : : Sby XI IPS – 1 Sabtu. Deskripsi komentar tentang upaya tindak lanjut Apabila konseling telah dilaksanakan diikuti perkembangannya dan apabila perlu diikuti oleh layanan kunjungan rumah ataupun yang lain. Manis Kudus. 2. 131957012 Drs.Orang tua saja : 0 anak . Membuat daftar kegiatan tindak lanjut 2. Anonim NIP. Siswa yang suka membicarakan masalahnya pada orang lain : .45 Deskripsi : Saat dilaksanakan bimbingan klasikal. Cara-cara tindak lanjut a.Analisa dilakukan dengan hati-hati karena sangat berguna dalam layanan konseling.Teman saja : 14 anak F. b. 24 Oktober 2011 11. Mengetahui Kepala SMA 1 Gd. Siswa yang tidak suka membicarakan masalah pada orang lain sebanyak 10 anak. Membuat jadwal konseling bagi siswa yang banyak mengalami masalah atau memiliki masalah serius. kepala diletakkan di atas kedua tangan di meja selama ± 3 menit. NIP. Tindak Lanjut 1. Deskripsi dan komentar tentang hasil penilaian a. b.00 – 11. siswa duduk dengan menunduk. Hal itu dilakukan selama 2 kali.Pada orang tua dan teman : 6 anak . Putu W. Siswa juga terlihat memainkan bolpoint Keterangan : 276 . 131693660 CATATAN ANEKDOT SAAT MENGIKUTI BIMBINGAN KLASIKAL INFORMASI PERGURUAN TINGGI Nama Siswa Kelas Hari.

dengan diputar-putar di jari-jarinya dan beberapa kali terlihat siswa melihat ke arah luar jendela. Konselor Drs. Intepretasi : Siswa tidak konsentrasi. Siswa tidak bereaksi ketika konselor memberi pertanyaan ataupun tanggapan kepada seluruh siswa. Tindak lanjut : Siswa perlu diadakan konseling. Anonim NIP. 131693660 277 . Siswa jarang memandang konselor. Kemungkinan siswa sedang memiliki masalah yang belum terselesaikan. Kudus.

dari Komite Sekolah Bahan-bahan yang disertakan dalam alih tangan : . Waktu alih tangan kasus : Senin. D. . J. 131597012 Drs. Sering tidak masuk sekolah dikarenakan sakit perut dan pusing Bidang bimbingan : Pribadi Jenis kegiatan : Alih tangan kasus Fungsi kegiatan : Pengentasan Tujuan kegiatan : Ingin memperoleh data dan penanganan secara medis sakitnya klien Subyek yang mengalami masalah : B1. dan kalau dipaksa masuk mengancam akan bunuh diri. Topik Permasalahan B.Sejak kelas X siswa sudah sering tidak masuk alasan sakit juga. N. Sudah diobatkan ke paranormal dan ke dokter. ketika sakitnya terasa kadang sampai siswa tidak sadar memukuli perut dan kepalanya sendiri. F.000.SATUAN KEGIATAN PENDUKUNG ALIH TANGAN KASUS A. malah ke paranormal. E.Sakitnya perlu penanganan secara medis karena kelihatannya kena sakit maag. I. Januari 2011 Penerima Dra. M..Berobatnya ke dokter tidak rutin. Kepada siapa dialihtangankan : Dokter Alasan pengalihtanganan : .Konsultasi dengan orang tua / panggilan orang tua Rencana penilaian dan tindak lanjut kegiatan :  Laiseg : Melihat perkembangan siswa setelah dinobatkan ke dokter  Laijapan : Dipantau kehadirannya Catatan khusus . Putu W. : H. 131693660 278 . Hasil konseling dengan siswa dan informasi dari orang tua. K. C. 26 Januari 2011 Biaya dan sumber : Rp 100. Anonim NIP. NIP.Konseling .Presensi Keterkaitan kegiatan ini dengan layanan/kegiatanpendukung terdahulu : . tetapi sudah lama.0809 029 Gambaran ringkas masalah : Klien sering tidak masuk dengan alasan sakit.11. O. L. Mengetahui Kepala Sekolah Layanan/Konselor Kudus. G.

279 .

Menciptakan suasana kelompok yang dinamis b. Tahap Kegiatan kelompok . Fungsi Layanan E.Memperkenalkan diri . Tahap Peralihan : . Tahap Pembentukan : .Memberikan usul kemungkinan pertemuan berikutnya 280 . Uraian Kegiatan dan Materi : 1.SATUAN LAYANAN KONSELING KELOMPOK A. ide. Tahap III . berusaha mengembangkan pikiran. Sasaran Layanan : G.Memperhatikan penjelasan Konselor dan bertanya jika kurang jelas . Tahap II .Aktif mengemukakan pendapat c. Tahap I . Kegiatan Siswa a.Doa penutup .Menjelaskan pengertian dan tujuan bimbingan kelompok .Agar siswa mampu mengekspresikan pendapat. Siswa kelas XII IS – 1 F.Memberikan kesan-kesan tentang konseling kelompok yang telah membantu memecahkan masalah yang dialami bersama . Tahap Awal : .Secara terbuka menyampaikan sebagaimana topik di atas.Menawarkan atau mengamati apakah peserta sudah siap menjalankan tahap berikutnya .Konselor menyimpulkan hasil diskusi .Memberikan penjelasan cara-cara dan asas kegiatan bimbingan kelompok . dan gagasannya. Tujuan Layanan : : : : : Masalah pribadi (bebas) Pribadi Konseling kelompok Pemahaman dan pengentasan . pendapat. dan memberikan alternatif jalan keluar pemecahan masalah d. Agar siswa mampu menerima pendapat dan saran dari orang lain (temannya). Bidang Bimbingan C. usul.Pemimpin dan sebagian anggota kelompok mengembangkan kesan dari hasil kegiatan . Jenis Layanan D. Topik Permasalahan B.Mempersiapkan dan mengumpulkan para peserta b.Permainan penghangat c. Kegiatan Konselor sebagai pimpinan kelompok a.Mendengarkan pembacaan kesimpulan konseling kelompok . Tahap Pengakhiran . saran.Memberikan motivasi kepada siswa untuk mengikuti kegiatan layanan tersebut dengan aktif d. Tahap IV . .Diskusi interaktif yang melibatkan guru dan peserta e.Menentukan jumlah anggota .Membuka kegiatan dengan doa .Aktif membahas masalah.Konseling kegiatan 2.Menjelaskan kegiatan yang akan ditempuh pada tahap berikutnya .

Anonim Pihak-pihak yang Disertakan : Alat dan Perlengkapan : Kursi. Metode I. 131693660 281 . Tanggal. diskusi. Tempat Penyelenggaraan J. tanya jawab Kelas XII IS – 1 SMA 1 Gd. kreatif. 2 (dua) Penyelenggara Layanan : Drs. 20 Februari 2011.Layanan penyaluran P. Keterkaitan Layanan ini dengan Layanan / Kegiatan Pendukung . Semester : 90 menit. 131597012 Drs. Pengamatan terhadap antusias siswa 2. L. Putu W. kertas kosong Rencana Penilaian dan Tindak Lanjut Rencana Penilaian : 1. Anonim NIP. buku catatan. : : Ceramah. Kemampuan siswa dalam mengemukakan pendapat 3. Manis Waktu. dan inovatif 2011 Mengetahui Kudus. Catatan Khusus : Layanan konseling kelompok akan dapat berjalan lancar apabila semua anggotanya aktif. 20 Februari Kepala Sekolah Layana/Konselor Penerima Dra.Layanan informasi .H. N. M. NIP. Mengungkapkan seberapa jauh layanan konseling kelompok telah membantu pemecahan masalah yang dihadapi bersama O.Himpunan data . K.

282 .

Ingin mencari perhatian b.RESUME KONSELING KELOMPOK A. / L : Bingung bekerja dulu atau kuliah 3.N.U. E. Bingung ingin kuliah tetapi biaya tidak ada / orang tua kurang mampu 4. T. 4. Sifat Topik : Topik bebas 2. 283 .K / P N. Kesan dan pesan Kesan : Konseling kelompok berjalan dengan lancar. S. semua siswa aktif menyumbangkan pikirannya. / P : Bingung ingin melanjutkan kuliah tidak ada biaya c.N / P 6. E. St / L 5. Sasaran : Nama : Konseling kelompok : Drs. Manis S/P A. Topik yang dibahas : a. T. S / P : Bingung dana untuk kepentingan kesehatan orang tua yang sedang sakit atau untuk kuliah f.K.S. 3. N. / P : Ingin kuliah tetapi orang tua kuran gmampu e. Waktunya banyak diisi dengan kegiatan keagamaan c. / P : Rabu. Sebaiknya bekerja terlebih dahulu atau bekerja sambil kuliah b. Penyelenggara C. / L 7. Harus dipikirkan dampak baik buruknya dalam pelajaran maupun dengan teman  Topik kedua yang dibahas : Bingung ingin melanjutkan kuliah tidak ada biaya a. ingin bekerja d.I. ide dan gagasannya sehingga tampaknya ide dari teman-temannya cukup jitu sebagai bahan pertimbangan dalam menghadapi masa depan temantemannya. 20 Februari 2011 Gd. Masalah yang muncul a. / P : Belajar cepat bosan g. Mestinya mencari perhatian itu harus diarahkan ke hal-hal yang positif agar bermanfaat bagi dirinya maupun orang lain b. St / L : Ingin mencari perhatian b.U. Meminta bantuan kepada saudara yang mampu secara bergotong royong 5. / L : Orang tua menyuruh kuliah tetapi sudah tidak punya semangat. E. A.K / L D.S.I.W. Tanggapan yang muncul dari siswa :  Topik pertama yang dibahas : Ingin mencari perhatian a. Waktu Pelaksanaan Lingkup Pembicaraan 1.K. S. Bentuk Layanan B. Anonim Siswa kelas XII IS – 1 SMA 1 : 1. 2.W.

131597012 Drs. 1. Siswa berani mengungkapkan permasalahan yang dihadapi d. Tempat : Ruang Laboratorium Kimia 3. ide. 2 (dua) 2. ANALISA. 131693660 LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI. Evaluasi 1. 20 Februari 2011. tanggal. semester : 90 menit. 2. Mengamati kemampuan siswa dalam menyampaikan pendapat. Analisa Hasil Penilaian 284 . dan saran serta kemampuan dalam memecahkan masalah E. 21 Februari Mengetahui 2011 Kepala Sekolah Layana/Konselor Penerima Dra. Pelaksanaan Layanan 1.Pesan : Konseling kelompok perlu dikembangkan terus agar siswa terbiasa untuk berpikir kreatif dan kooperatif. Rabu. Putu W. Deskripsi dan komentar dalam proses layanan : a. Siswa aktif dan antusias dalam mengikuti layanan konseling kelompok b. Waktu. Kudus. Mengamati keaktifan dan antusias siswa selama kegiatan berlangsung b. 3. B. Deskripsi dan komentar a. dan saran serta kemampuan dalam memecahkan masalah 2. ide. Siswa mempunyai keberanian untuk memberikan bantuan kepada teman kelompok dalam mengatasi masalahnya D. Topik Permasalahan : Spesifikasi Bimbingan Bidang Bimbingan Jenis Layanan Fungsi Layanan Sasaran Layanan Topik bebas : : : : Pribadi Konseling kelompok Pemahaman dan pencegahan XII IS – 1 SMA 1 Gd. DAN TINDAK LANJUT SATUAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING A. hari. Cara-cara penilaian : a. Proses layanan berjalan dengan lancar c. Siswa aktif dan antusias sekali b. NIP. Siswa dapat mengemukakan pendapat. Anonim NIP. Manis C. 4.

Manis G. NIP. agar terjadi dinamika kelompok yang kuat dan efektif. ide.Perkenalan . dan saran. Penerima 21 Februari Dra. 5. Deskripsi dan komentar kelompok dengan : : Menyimpulkan hasil-hasil pengamatan Siswa melaksanakan layanan konseling baik F. Tindak Lanjut 1.Pembukaan dengan salam .Menentukan jumlah anggota . Sasaran Layanan : Siswa kelas XI IS – 1 SMA 1 Gd. Siswa mampu menerima pendapat saran dari orang lain. 4. Putu W. Kegiatan Konselor sebagai pimpinan kelompok a. Mengidentifikasi masalah siswa yang belum terselesaikan dalam konseling kelompok utuk dibahas dalam waktu lain b. Siswa mampu mencegah terjadinya school bullying. Memahami tentang school bullying. Cara-cara analisa 2. 131693660 SATUAN LAYANAN KONSELING KELOMPOK A. Deskripsi dan komentar : Konseling kelompok akan lebih banyak membawa manfaat bagi siswa dalam menuntaskan masalah Mengetahui 2011 Kepala Sekolah Layana/Konselor Kudus. 3.Permainan 285 . Menentukan waktu yang tepat untuk melakukan konseling kelompok berikutnya 2.Mempersiapkan dan mengumpulkan para peserta . Tahap Awal : . 131597012 Drs.Dilanjutkan dengan berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaannya . 2. : Mewaspadai school bullying (tindak kekerasan pada anak sekolah Pribadi dan sosial Bimbingan kelompok Pemahaman dan pengentasan Bidang Bimbingan : Jenis Layanan : Fungsi Layanan : Tujuan Layanan : 1. Siswa mampu dan berani mengutarakanpendapat. F. C. Uraian Kegiatan dan Materi : 1. Anonim NIP.1. D. Cara-cara tindakan : a. E. Topik Permasalahan B.

Catatan Khusus : Untuk menyemarakkan dan keberhasilan layanan konseling kelompok dibutuhkan kebersamaan dan kreatifitas para anggota. . 2. c.Menjelaskan asas bimbingan kelompok.Himpunan data . buku catatan. Anonim L. Keterkaitan Layanan ini dengan Layanan / Kegiatan Pendukung .Memberikan kesan-kesan tentang konseling kelompok yang telah membantu memecahkan masalah yang dialami bersama .Konselor menyimpulkan hasil diskusi. 15 Februari 2011. 2 (dua) K. Memberikan motivasi untuk mengikuti kegiatan layanan. kertas kosong N. Rencana Penilaian dan Tindak Lanjut Rencana Penilaian : 1. Tahap Pengakhiran . Tahap Peralihan : . dan memberikan alternatif jalan keluar pemecahan masalah d. saran.Layanan penempatan P.Mendengarkan pembacaan kesimpulan konseling kelompok .Menjelaskan pengertian dan tujuan bimbingan kelompok.b. Tempat Penyelenggaraan : : Ceramah. Tahap I . Tahap Kegiatan Kelompok : .Pemimpin dan sebagian anggota kelompok mengembangkan kesan dari hasil kegiatan . Tanggal. tanya jawab Kelas XI IS – 1 SMA 1 Gd. Kegiatan Siswa a. Waktu. 286 . Pengamatan aktifitas dan antusias siswa dalam kegiatan. Kemampuan siswa dalam membahas pendapat anggota. berusaha mengembangkan pikiran.Memperkenalkan diri . 3.Menciptakan suasana kelompok yang dinamis b. Alat dan Perlengkapan : Bolpoin. Menjelaskan fungsi bimbingan kelompok. . meja kursi. Kemampuan siswa dalam mengemukakan pendapat.Aktif membahas masalah.Aktif mengemukakan pendapat c. Penyelenggara Layanan : Drs.Doa penutup 2. Semester : 90 menit.Layanan informasi .Bersama kelompok membahas topik yang sudah ditentukan. d. Manis J. Tahap III . O. Pihak-pihak yang Disertakan : Siswa anggota bimbingan kelompok M.Memberikan usul kemungkinan pertemuan berikutnya H. usul. Metode I. Tahap IV . Tahap II .Memperhatikan penjelasan Konselor dan bertanya jika kurang jelas . diskusi. pendapat.

15 Februari Penerima Dra. NIP. 131597012 Drs. 131693660 287 . Anonim NIP. Putu W.Mengetahui 2011 Kepala Sekolah Layana/Konselor Kudus.

4 D.A.A. / 4 / S.0708.II.1.18 D.R.7 E. Sasaran SMA 1 Gd.Pengaruh di televisi.Ternyata siswa mampu mengungkap dan membahas sebab akibat school bullying .30 A.0708.1.0708.II. Sifat Topik 2.Ingin dianggap pemberani.II. .1. 288 .1.1. b. / 7 / S. / 1 / S.RESUME KONSELING KELOMPOK A. / 19 / S. Bentuk Layanan B Penyelenggara C.6 A.P.E.Karena ikut-ikutan teman. (tindak 3.1 N. 2.0708. 4.Suasana sekolah tidak harmonis. Akibat yang ditimbulkan dari school bullying : .Siswa juga mampu memberikan gagasan kemungkinan cara mengatasi kekerasan terhadap anak sekolah.0708.0708. .1.26 N.M. .1.1.II.J. 7.DJ / 6 / S. / 9 / S.W.Menimbulkan perkelahian massal. Waktu Pelaksanaan E. 10. . Anonim Siswa kelas XI IS – 1 1. .27 D.1. Lingkup Pembicaraan 1.Balas dendam. 15 Februari 2011 Topik tugas Mewaspadai school bullying kekerasan pada anak sekolah.9 L L L L /P P P P P P L Jum’at.F.1. Kesan dan pesan Kesan : .II.II.II. .0708. 11. D. / 27 / S.1.19 Mn / 26 / S. Isi Bahasan a.0708. 6.W. 5. 8. / 30 / S.0708. Manis : : : Bimbingan kelompok Drs.Terjadi tindak kriminal. Pesan : Hendaknya Konselor lebih sering memberikan layanan bimbingan kelompok karena banyak sekali manfaatnya. Sebab-sebab school bullying . F.8 I.II.II.Ingin mencari perhatian. / 8 S.0708.II.Dikeluarkan dari sekolah. . .II.Dendam yang berkepanjangan.0708. 3. 9. Topik yang ditentukan : : : IS / 18 / S.W.T.

ide. pencegahan 4. Anonim NIP.2011 Mengetahui Kudus. Tempat : D. dan saran serta kemampuan dalam memecahkan masalah. kelompok 3. hari. Waktu. Siswa aktif dan antusias sekali b. Analisa Hasil Penilaian 289 . Evaluasi E. semester : (dua) 2. tanggal. Manis : Mewaspadai school bullying kekerasan pada anak sekolah) : : : : sosial Bimbingan Pemahaman dan (tindak Bidang Bimbingan Jenis Layanan Fungsi Layanan Sasaran Layanan XI IS – 1 SMA 1 Gd. ide. 90 menit. 2. Rabu. Cara-cara penilaian : a. Siswa dapat mengemukakan pendapat. Siswa aktif dan antusias dalam mengikuti layanan konseling kelompok 2. Putu W. 131597012 Drs. 15 Februari 2011. Penerima 16 Februari Kepala Sekolah Layana/Konselor Dra. Proses layanan berjalan dengan lancar 3. 131693660 LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI. 2 Ruang Laboratorium Kimia Deskripsi dan komentar dalam proses layanan : 1. Mengamati keaktifan dan antusias siswa selama kegiatan berlangsung. 2. Pelaksanaan Layanan 1. DAN TINDAK LANJUT SATUAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING A. b. dan saran serta kemampuan dalam memecahkan masalah F. NIP. ANALISA. Siswa berani mengungkapkan permasalahan yang dihadapi 1. C. Deskripsi dan komentar a. Topik Permasalahan B. Spesifikasi Bimbingan 1. Mengamati kemampuan siswa dalam menyampaikan pendapat.

sehingga diharapkan tidak terjerumus dalam kekerasan yang berkepanjangan. Tindak Lanjut 1. NIP.Panggilan orang tua N. Waktu : Rabu. Penerima 15 Februari 2011 Mengetahui Kepala Sekolah Layana/Konselor Dra. Deskripsi dan komentar : a. 12 November 2011 K. Orang tua siswa dipanggil ke sekolah. Kudus.Konseling .. Gambaran ringkas masalah : Siswa sering tidak masuk sekolah dengan alasan sakit. 131597012 Drs. Cara-cara analisa : Menyimpulkan hasil-hasil pengamatan 2. S.000. D. b.1. B. Subjek yang mengalami masalah : B.Pd. H. Siswa melaksanakan layanan bimbingan kelompok dengan baik. 131693660 SATUAN KEGIATAN PENDUKUNG KUNJUNGAN RUMAH A. E.) M. tetapi masih sering tidak masuk sekolah. Siswa memahami bagaimana cara mencegahnya. Deskripsi dan komentar : : Mengamati siswa dalam pergaulan baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah. Siswa memahami faktor penyebab kekerasan anak sekolah.dari Komite Sekolah L. C. G.11. Pihak yang ingin dikunjungi : Orang tua dan anggota keluarga lain I.Laiseg : Melihat kondisi siswa saat sakit dan kondisi rumah tangga orang tua. Topik Permasalahan Bidang Bimbingan Jenis Kegiatan Fungsi Layanan Tujuan Kegiatan : : : : : 290 . Keterkaitan layanan ini dengan layanan / kegiatan pendukung terdahulu : . Rencana penilaian dan tindak lanjut : Penilaian : . c. Anonim NIP.029 G. Tidak masuk sekolah dengan alasan sakit Pribadi Kunjungan rumah Pemahaman Mendapatkan informasi yang selengkapnya mengenai siswa dari orang tua pada saat siswa sakit F.0809. Pihak yang disertakan dalam kunjungan rumah : Wali kelas (Ibu Mardiyah. Siswa perlu mendapat pemantauan dari semua personil sekolah. Biaya dan sumber : Rp 50. Putu W. Cara-cara tindakan 2.1.

Topik Permasalahan B.12. 131693660 SATUAN KEGIATAN PENDUKUNG KONFERENSI KASUS A. Anonim NIP. : Kalau masih sering sakit perlu direferal/alih tangan kasus ke dokter. NIP.BK .0708. kurang serius dalam mengikuti pelajaran Belajar Konferensi kasus Pemahaman dan pengentasan Memperoleh informasi lengkap mengenai siswa dari semua unsur dan merencanakan bantuan kepada siswa.. sikap kepada guru tidak sopan. siswa mengikuti pelajaran dengan santai. Subjek yang mengalami masalah : G. nilai jelek. Diperiksakan lebih lanjut ke dokter.009 Siswa sering tidak masuk sekolah dengan alasan sakit (surat ijin palsu). apabila orang tua tidak mampu maka diusulkan ke sekolah. E. Putu W. C. 131597012 Drs. Manis 12 Perancang Layanan Konselor Dra.Kepala Sekola F. Peserta konferensi kasus : 291 . . Gambaran ringkas masalah : H. D. Catatan khusus Mengikuti perkembangan kesehatan lewat absen kelas. S. / Kepala SMA 1 Gd. November 2011 Mengetahui. : Kudus. Bidang Bimbingan Jenis Kegiatan Fungsi Layanan Tujuan Kegiatan : : : : : Sering tidak masuk sekolah.1.Laijapen Tindak lanjut : O. Ketika masuk.

(Matematika I.Konsultasi dengan orang tua . Kepala SMA 1 Gd. N.Kunjungan rumah Rencana penilaian dan tindak lanjut : Penilaian : . .Laiseg : Melihat jalannya konfeensi kasus.Panggilan orang tua untuk menginformasikan hasil evaluasi.Konseling .Orang tua dan Geografi) . masukan-masukan yang ada. Waktu konferensi kasus : Selasa. 23 Oktober 2011 Biaya dan sumber : Bahan-bahan yang disertakan dalam konferensi kasus : .Waka Kesiswaan Alasan konferensi kasus : Mendapatkan data yang lengkap dan mendapatkan masukan penanganan kepada siswa karena telah dikonseling belum ada perubahan. 131597012 Drs. L.Memantau kehadiran siswa. Put NIP. .Presensi . Mengetahui. . 131693660 292 . Wali Kelas - Dua guru mapel J. M. K. Manis Oktober 2011 / Perancang Layanan Konselor Dra.Konseling bagi siswa . Anonim NIP. O. Catatan khusus : Siswa bersikap tidak seperti anak lain sejak ayahnya meninggal dunia. Kudus.Laijapen : Melaksanakan hasil masukan penanganan dari peserta konferensi kasus.Catatan laporan guru . Tindak lanjut : .Tata Tertib Siswa Keterkaitan kegiatan ini dengan layanan / kegiatan pendukung terdahulu : .

Buchori Nasution M. SQ 2. 293 . Guru menanggapi 1.Materi 30 menit . Sasaran Layanan H. Tempat Penyelenggaraan J. Guru memberi tugas 3.Laijapang : Memperhatikan sikap perilaku siswa. Fungsi Layanan F. Guru menjelaskan IQ.Siswa dapat mengembangkannilai yang ada dalam diri Kelas XII IA Klasikal. Waktu. Penilaian Proses Hasil : : : : : : Memperhatikan aktivitas dan partisipasi siswa .Alat : Angket . Alat Perlengkapan dan Sumber P. Bertanya 3. Kompetensi Dasar : : : ESQ dan Perencanaan Masa Depan Pribadi .Guru Siswa Setting : : : : : : membuat : : : : : : diri Ruang kelas 2 x 45 menit. Agustus minggu ke 3 dan 4 Fotokopi angket Rp 45. Mengerjakan tugas Pertemuan I : .Memiliki keyakinan dan ketakwaan sesuai dengan ajaran agama yang dianutnya. Rencana Tindak Lanjut : . tanggal K.Memiliki dasar humaniora untuk menerapkan kebersamaan dalam kehidupan. Bidang Bimbingan C. .Apa itu ESQ . Anonim.Laijapen : Membaca dan mengomentari hasil kerja siswa. Biaya dan sumber Sekolah L.Pembukaan 3 menit .) . .Sumber : LKS.000..Laiseg : Bertanya ke siswa mengenai perasaan siswa setelah mendapatkan kegiatan layanan.Strategi Penyajian .Pembukaan 3 menit .Penutup 2 menit Guru BK (Drs. Penyelenggara Layanan N.Tugas 40 menit . Setting dan Pengalaman BK .ESQ dan keberhasilan diri Mengenali diri dan D.SATUAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING A. Tujuan Layanan G. .Penutup 2 menit Pertemuan II : . Memperhatikan 2. Jenis Layanan E.Tanya jawab 10 menit . apakah ada perubahan. EQ. Topik Permasalahan B. tugas .Konseling bagi siswa yang membutuhkan.dari Komite 1. .Materi Layanan perencanaan perbaikan I. Q. Penguasaan konten Pemahaman dan pengentasan . Uraian Kegiatan .Siswa dapat mengenali suara hatinya. Pihak lain yang disertakan O.

131597012 skala pengamatan sikap Kudus.Membuat siswa.. November 2011 Kepala SMA 1 Gd. Konselor Drs. Manis Dra. Mengetahui. NIP. 131693660 12 294 . Anonim NIP. Putu W.

bermasyarakat. K. Mengerjakan tugas Pertemuan I : .Pembukaan . Penjelasan materi dengan teknik tanya Memberi tugas diskusi materi Memberi tugas menganalisa kasus : 1. tanggal Biaya dan sumber Setting dan Pengalaman BK . Berdiskusi materi persiapan 3. .Pembukaan .Siswa bisa menganalisa penyebab kasus perceraian.Tugas/peranan anggota keluarga . J. Mendengarkan dan menjawab 2. warohmah Bimbingan sosial Memiliki sikap yang mantap tentang kehidupan berkeluarga. Tempat Penyelenggaraan Waktu. . 2.Kesimpulan Pertemuan III : . Maret 2011 minggu ke 2 .Tanya jawab . berbangsa dan bernegara.. L.Arti keluarga bagi para penghuni .000. Uraian Kegiatan . Sasaran Layanan H.dari Komite Sekolah 1.Pengertian keluarga .Siswa mengetahui tugas/peran sebagai anggota keluarga.Tugas analisa 25 menit .4 Film Rp 50. Layanan informasi Pemahaman .SATUAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING A.Materi .Tanya jawab Pertemuan II : .Ulasan kasus 17 32 5 5 3 37 5 3 3 : menit 295 .Guru jawab persiapan kelas perceraian .Materi Layanan : : : I.Persiapan berkeluarga Ruang laboratorium Kimia 3 x 45 menit. Jenis Layanan E. Fungsi Layanan F.Siswa berkeluarga .Setting menit menit menit menit menit menit menit menit : : : : . Bidang Bimbingan C.Siswa mengetahui persiapan yang harus dilakukan dalam berkeluarga. Kelas XII IA Membahas materi dalam dinamika G.Pembukaan . Kompetensi Dasar D. Tujuan Layanan : : : : : : Keluarga sakinah.Diskusi .Strategi Penyajian kelompok . mawaddah. Topik Permasalahan B. 3.

Topik Permasalahan B.000.) Berita di koran Buku Membentuk Keluarga Sakinah.dari Komite Sekolah 1.Alat .Penggolongan pekerjaan .Cara mencari lapangan kerja . internet. 3.Seleksi mencari lapangan kerja . Manis Kudus. Jenis Layanan E. Q. Anonim NIP. Tempat Penyelenggaraan Waktu..Membuat lamaran kerja Ruang kelas 3 x 45 menit. Melihat partisipasi siswa saat diterangkan. Uraian Kegiatan .Materi Layanan : : : I. Anonim. ceramah. Bertanya yang kurang jelas G. Penilaian Proses Hasil : : : : : : : : Guru BK (Drs. Memberi contoh surat lamaran 4. Bidang Bimbingan C. Kepala SMA 1 Gd. Sasaran Layanan H. Penyelenggara Layanan N. Mawaddah. Drs. . Alat Perlengkapan dan Sumber . Menerangkan materi 2.Sumber P.Strategi Penyajian . 2011 Mengetahui. Tujuan Layanan : : : : : : Mengenal dunia kerja Bimbingan karir Memiliki kemantapan pemahaman tentang perlunya pilihan karir yang tepat untuk dikembalikan lebih lanjut.Siswa memiliki pengetahuan cara mencari pekerjaan. diskusi . L. Rencana Tindak Lanjut : Layanan konsultasi bagi yang membutuhkan. Pemberian contoh lowongan kerja lewat koran.M. .Siswa dapat membuat surat lamaran kerja.Laijapang : Melihat/mengikuti perkembangan siswa dalam hal berkeluarga kelak. Februari 2011 minggu ke 2 Fotokopi Rp 8. Konselor Juli Dra.Siswa contoh-contoh : 296 . Memperhatikan penjelasan dan 2. Warohmah dan Surat nikah/buku nikah. Memberi tugas 1. Pihak lain yang disertakan O. Kelas XII IA Klasikal. televisi. Kompetensi Dasar D. Putu W. radio.Pengertian karir . Fungsi Layanan F. 4 K. tanggal Biaya dan sumber Setting dan Pengalaman BK . 131597012 NIP.Laiseg : Bertanya kepada siswa mengenai perasaan siswa setelah setelah mengikuti materi. .Guru : : : : . Layanan informasi dan penguasaan konten Pemahaman . 131693660 SATUAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING A. J.

Materi . 2011 Kepala SMA 1 Gd.Sumber : Internet.Pembukaan . . koran . Penilaian : Proses : Melihat antusiasme siswa dalam mengikuti pelajaran.Alat : Komputer. Kelas XII IS G.Laijapen : Memeriksa hasil tugas siswa membuat surat lamaran. Topik Permasalahan B. Penyelenggara Layanan : Guru BK (Drs. 131693660 SATUAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING A.Siswa memahami bagaimana bila bertemu guru. Uraian Kegiatan : 297 .) N. Anonim.Tugas analisa 35 menit . Manis Kudus.Tanya jawab Pertemuan II : . Jenis Layanan E. P.Pembukaan . Sasaran Layanan H. buku lamaran pekerjaan. Drs.Laijapang : Mengumpulkan data alumni yang bekerja.Kesimpulan 37 37 3 5 3 5 5 kasus 5 menit M. Layanan informasi Pemahaman . Pihak lain yang disertakan : Guru TI O. Tujuan Layanan : : : : : : Etika sebagai alumni Akhlak mulia / budi pekerti Memiliki kemantapan pemahaman tentang aspek-aspek sosial dalam sistem etika dan nilai. Putu W.Pembukaan . Bidang Bimbingan C. Mengerjakan tugas Pertemuan I : . Kompetensi Dasar D. . 131597012 NIP. Q. Mengetahui. Hasil : . Fungsi Layanan F. Rencana Tindak Lanjut : Layanan konsultasi bagi yang membutuhkan informasi lebih lanjut.Laiseg : Bertanya kepada siswa bagaimana cara mencari lowongan.Materi . Konselor Juli Dra..Siswa memahami bagaimana bersikap ketika datang ke sekolah.Setting menit menit menit menit menit menit menit : 3.Tanya jawab Pertemuan III : . Anonim NIP. Alat Perlengkapan dan Sumber : . .

Memperhatikan 2. Mei 2011 minggu ke 3 Film Rp 200..Kewajiban alumni di masyarakat . Konselor Juli Dra.Memutar film 10 menit .Alumni bagian dari sekolah . J.Alat : Film . Q. pemberian contoh film. Meminta tanggapan. tanya .) Wali kelas Mengetahui. Penilaian : Proses : Memperhatikan aktivitas siswa dalam penyampaian. Anonim.Guru legalisir Siswa Setting : : : : : : M.dari Komite Sekolah 1.Strategi Penyajian jawab . 131693660 298 . K. P.Laiseg : Meminta tanggapan siswa jika ada alumni datang ke sekolah mencari siswa kelas I dengan langsung menyuruh anak mencarikan. 1.. Memutarkan film rekaman alumni I. Pihak lain yang disertakan : O.Laijapang : Memantau alumni yang datang ke sekolah untuk suatu urusan.Sumber : Tata tertib alumni.000. .Pembukaan 5 menit .Kewajiban alumni di masyarakat sekolah . Hasil : . Rencana Tindak Lanjut : Konsultasi bagi siswa yang kurang sepaham. Putu W. Tempat Penyelenggaraan Waktu. Menanggapi pertanyaan 3.Kesimpulan 5 menit Guru BK (Drs.Materi Layanan : : Klasikal. NIP.Menanggapi 25 menit . 2. Manis Kudus. tanggal Biaya dan sumber Setting dan Pengalaman BK . Anonim NIP. L. 2011 Kepala SMA 1 Gd. Penyelenggara Layanan : N. Alat Perlengkapan dan Sumber : . 131597012 Drs. Mengerjakan tugas .Kewajiban alumni bertemu guru Ruang kelas 1 x 45 menit.

B. hanya bilang ingin pindah. Januari 2011 Kepala SMA 1 Gd. Sasaran Layanan G. Catatan Khusus Laijapen Laijapang : : : : Mengetahui.027 Siswa menangis didepanorang tua minta pindah sekolah tetapi tidak memberikan alasannya mengapa minta pindah. Mengikuti hubungan siswa di kelas Konseling dengan siswa untuk menanyakan permasalah. Pihak yang disertakan : M. Uraian Kegiatan dan Layanan H.Bertanya kepada teman-temannya. 131597012 Drs. Rencana penilaian dan tindak lanjut Penilaian : .Guru BK . Konseling dengan siswa dan pihak-pihak lain.Orang tua siswa Kamis. Biaya dan Sumber K. F. 22 Januari 2011 Orang tua bingung apa yang harus diperbuat karena anak tidak mau cerita permasalahannya. Anonim NIP. Pihak yang terlibat dlm konsultasi : I. Topik Permasalahan Bidang Bimbingan Jenis Layanan Fungsi Layanan Tujuan Layanan : : : : : : : Anak mengeluh ingin minta pindah sekolah Bimbingan belajar Layanan konsultasi Pemahaman Memperoleh informasi mengenai masalah siswa yang minta pindah Orang tua siswa B. Waktu J. Manis Kudus. . C.11. Alasan Konsultasi : : : L. Putu W.SATUAN LAYANAN KONSULTASI A. E. D.2.Laiseg : Tindak lanjut N. NIP. . Lihat hasil sosiogram mengenai hubungan siswa di kelas.0809. Konselor Dra. 131693660 299 . kegiatan : Menanyakan kepuasan orang tua dengan jawaban dari konselor.

300 .

SATUAN LAYANAN MEDIASI A. B. C. D. E. Topik Permasalahan Bidang Bimbingan Jenis Layanan Fungsi Layanan Tujuan Layanan : : : : : Bertengkar dengan pacar di ruang UKS Bimbingan pribadi Layanan mediasi Pengentasan Agar tercapai kesepakatan dan hubungan kembali baik. A1.12.0809.044 dan A1.12.0809.045 Ruang UKS SMA 1 Gd. Manis - Guru BK Rabu, 4 Februari 2011 Pada jam ke 4, di ruang UKS terlihat 2 orang siswa yang sedang bertengar adu mulut. Jadi siswa tidak ikut pelajaran. - Pihak satu : siswi perempuan kelas XII IA-1 dengan kode A1.12.0809.044. - Pihak lain : Siswa laki-laki kelas XII IA-1, dengan kode A1.12.0809.045.
PIHAK LAIN Pihak laki-laki tidak merasa punya cewek lain. Sama-sama marah sambil memberikan informasi. Tidak mau putus. Menyatakan yang pakai HPnya adalah temannya, sehingga SMS itu bukan untuk dirinya. - Kesukarelaan - Kegiatan

F. Sasaran Layanan : G. Lokasi/tempat penyelenggaraan : H. Pihak yang terlibat dlm konsultasi : Tanggal : I. Biaya dan Sumber : J. Pemicu konflik : K. Pihak-pihak yang terlibat :

L. Kondisi Awal
NO. 1. 2. 3. 4. 5. KONDISI AWAL Hal dipersoalkan yang

PIHAK SATU Pacarnya dituduh punya cewek lain, terbukti dari SMS di HP si cowok. Marah-marah, cemburu. Minta putus. Bersikukuh pacarnya punya pacar lain, terbukti dari SMS cewek lain. Kesukarelaan Kegiatan

Kondisi yang ada Tuntutan Pertahanan diri Asas-asas mediasi

M. Pihak yang disertakan : Pihak-pihak yang berseteru. N. Rencana Penilaian dan Tindak lanjut Penilaian : - Laiseg : Menanyakan kepuasan layanan kepada pihak yang berseteru. - Laijapang : Melihat hubungan dua belah pihak selanjutnya. Tindak lanjut : Memanggil kedua belah pihak untuk didamaikan. N. Catatan Khusus : Mengetahui, Februari 2011 Kepala SMA 1 Gd. Manis Kudus, Konselor

Dra. Putu W. NIP. 131597012

Drs. Anonim NIP. 131693660

301

302

SATUAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING A. Topik Permasalahan syarat kelulusan B. Bidang Bimbingan C. Kompetensi Dasar D. Jenis Layanan E. Fungsi Layanan F. Tujuan Layanan G. Sasaran Layanan H. Uraian Kegiatan - Strategi Penyajian - Materi Layanan I. Tempat Penyelenggaraan J. Waktu, tanggal dan 4 K. Biaya dan sumber L. Setting dan Pengalaman BK - Guru Siswa Setting : : : : : : : : : : : : : : : Ujian Nasional dan Ujian Sekolah serta Bimbingan belajar Pemahaman tentang ujian serta mampu menyiapkan diri dengan baik. Layanan informasi Pemahaman - Siswa mengetahui tentang waktu ujian. - Siswa mengetahui syarat peserta ujian - Siswa mengetahui syarat kelulusan. Kelas XII IA Klasikal, ceramah, dan tanya jawab - Syarat peserta ujian - Waktu dan materi ujian - Syarat kelulusan Ruang kelas XII IA – 1 dan 2 2 x 45 menit, Januari 2009 minggu ke 3 Fotokopi Rp 27.000,- dari Komite Sekolah 1. Penjelasan materi. 2. Pembahasan bahan. 3. Tanya jawab 1. Memperhatikan penjelasan materi 2. Menjawab 3. Bertanya Pertemuan I : - Pembukaan 3 menit - Pmbahasan materi 37 menit - Tanya jawab 5 menit Pertemuan II : - Pembukaan 3 menit - Penjelasan materi 32 menit - Tanya jawab 5 menit - Kesimpulan 5 menit Guru BK (Drs. Anonim.) Wakil Kepala Sekolah Urusan Kurikulum

M. Penyelenggara Layanan : N. Pihak lain yang disertakan : O. Alat Perlengkapan dan Sumber : - Alat : Fotokopi materi - Sumber : POS Ujian dari BSNP tahun 2011 P. Penilaian : Proses : Melihat antusiasme siswa dalam mengikuti pelajaran. Hasil : - Laiseg : Bertanya ke siswa bilamana siswa dinyatakan lulus. - Laijapen : Melihat kemajuan belajar siswa lewat try out. - Laijapang : Memantau hasil ujian nasional dan ujian sekolah. Q. Rencana Tindak Lanjut : Konseling kelompok bagi siswa yang hasil try outnya jelek. Mengetahui, Kudus, Juli

2011

303

Kepala SMA 1 Gd. Manis

Konselor

Dra. Putu W. NIP. 131597012

Drs. Anonim NIP. 131693660

304

SATUAN LAYANAN KONSELING PERORANGAN A. Topik Pembahasan B. Rumusan Kompetensi C. Bidang Bimbingan D. Jenis Layanan E. Fungsi Layanan F. Tujuan/Hasil yang ingin meningkatkan motiDicapai G. Sasaran Layanan H. Waktu Pelaksanaan Hari, Tanggal, Semester I. Tugas Perkembangan J. : : : : : : : : : : Kehidupan Pribadi Memiliki kesadaran dan dorongan untuk meningkatkan motivasi belajar Bidang belajar Konseling perorangan Pengentasan Memberi kesadaran pada diri klien agar vasi belajar A1.12.0809.029 1 x 45 menit Rabu, 17 November 2011, Semester I Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang kehidupan mandiri secara emosional, sosial intelektual dan ekonomi

K. L. M. N. O. P. O.

Uraian Kegiatan 1. Strategi Penyajian : Tanya jawab 2. Format kegiatan : Perorangan 3. Uraian materi :  Kegiatan Konselor : 1. Mengidentifikasi masalah klien 2. Mendiagnosa penyebab timbulnya masalah klien 3. Melakukan prognosis tentang kemungkinan pemecahan masalah 4. Melakukan treatment atau tindakan bantuan 5. Mengevaluasi hasil konseling dan menyimpulkannya  Kegiatan Klien : 1. Mengemukakan masalah secara jelas 2. Ikut terlibat diagnosis tentang sebab timbulnya masalah 3. Memilih alternatif pemecahan masalah 4. Melakukan pemecahan masalah Metode : Behavioristik Tempat Pelaksanaan : Ruang BK Penyelenggara Layanan : Guru BK (Drs. Anonim.) Pihak yang Disertakan : Wali kelas Alat dan Perlengkapan : Rekapitulasi nilai mid semester, bollpoint, buku sosiometri, dan DCM Keterkaitan Layanan ini dengan Kegiatan Pendukung : Evaluasi : Setelah diadakan konseling anak tidak menunjukkan perubahan tingkah laku, maka akan diberikan konseling lanjutan.

Mengetahui, November 2011 Kepala SMA 1 Gd. Manis

Kudus, Konselor

17

Dra. Putu W. NIP. 131597012

Drs. Anonim NIP. 131693660

305

SATUAN LAYANAN KONSELING KELOMPOK A. B. C. D. E. Masalah pribadi (bebas) Bimbingan pribadi Konseling kelompok Pemahaman dan Pengentasan - Agar siswa mampu mengekspresikan pendapatnya, idenya, dan gagasannya. - Agar siswa mampu menerima pendapat dan saran dari orang lain. F. Sasaran Layanan : Siswa kelas XI IPS-1 G. Uraian Kegiatan dan Materi : 1. Kegiatan Konselor sebagai pimpinan kelompok a. Tahap Awal : - Menentukan jumlah anggota - Mempersiapkan dan mengumpulkan para peserta b. Tahap Pembentukan : - Membuka kegiatan dengan doa - Menjelaskan pengertian dan tujuan bimbingan kelompok Memberikan penjelasan cara-cara dan asas kegiatan bimbingan kelompok - Permainan penghangat c. Tahap Peralihan : - Menjelaskan kegiatan yang akan ditempuh pada tahap berikutnya - Menawarkan atau mengamati apakah peserta sudah siap menjalankan tahap berikutnya - Memberikan motivasi kepada siswa untuk mengikuti kegiatan layanan tersebut dengan aktif. d. Tahap Kegiatan Kelompok : - Secara terbuka menyampaikan sebagaimana topik di atas. - Diskusi interaktif yang melibatkan guru dan peserta. e. Tahap Pengakhiran : - Konselor menyimpulkan hasil diskusi. - Pemimpin dan sebagian anggota kelompok mengembangkan kesan dari hasil kegiatan. - Doa penutup - Konseling lanjutan 2. Kegiatan Siswa Tahap I : a. Memperkenalkan diri. b. Menciptakan suasana kelompok yang dinamis. Tahap II : a. Memperhatikan penjelasan Konselor dan bertanya jika kurang jelas. b. Aktif mengemukakan pendapat. Tahap III : Aktif membahas masalah, berusaha mengembangkan pikiran, pendapat, usul, saran, dan memberikan alternatif jalan keluar pemecahan masalah. Tahap IV : a. Mendengarkan pembacaan kesimpulan konseling kelompok. b. Memberikan kesan-kesan tentang konseling kelompok yang telah membantu memecahkan masalah yang dialami bersama. Topik Permasalahan Bidang Bimbingan Jenis Layanan Fungsi Layanan Tujuan Layanan : : : : :

306

c. Memberikan usul kemungkinan pertemuan berikutnya. H. Metode : Ceramah, diskusi, tanya jawab I. Tempat Penyelenggaraan : Ruang laboratorium Kimia J. Waktu, Tanggal, Semester : 90 menit, Rabu, 12 November 2011, I (Satu) K. Penyelenggara Layanan : Guru BK (Drs.Anonim) L. Pihak-pihak yang Disertakan : M. Alat dan Perlengkapan : Kursi, buku catatan, kertas kosong. N. Rencana Penilaian dan Tindak Lanjut : 1. Rencana Penilaian : a. Pengamatan terhadap antusiasme siswa. b. Kemampuan siswa dalam mengemukakan pendapat. c. Mengungkapkan seberapa jauh layanan konseling kelompok telah membantu pemecahan masalah yang dihadapi bersama. 2. Tindak Lanjut : O. Keterkaitan Layanan ini dengan layanan/kegiatan pendukung : - Layanan informasi - Himpunan data - Layanan penyaluran P. Catatan Khususu : Layanan konseling kelompok akan dapat berjalan lancar apabila semua anggotanya aktif, kreatif, dan inovatif.

Mengetahui, November 2011 Kepala SMA 1 Gd. Manis

Kudus, Konselor

12

Dra. Putu W. NIP. 131597012

Drs.Anonim NIP. 131693660

307

308 .

saran. I (satu) 2. Manis C. D. hari. Konselor 12 November Drs.Menentukan waktu yang tepat untuk melakukan konseling kelompok berikutnya. Rabu. Cara-cara Penilaian : . Tindak Lanjut : 1. Deskripsi dan Komentar : . ide. Analisa Hasil Penilaian : 1. Waktu. Cara-cara Analisa : Menyimpulkan hasil-hasil pengamatan. Bidang Bimbingan : Pribadi 2. Deskripsi dan Komentar : Konseling kelompok akan lebih banyak membawa manfaat bagi siswa dalam menuntaskan masalah. NIP.Mengidentifikasi masalah siswa yang belum terselesaikan dalam konseling kelompok untuk dibahas pada waktu lain. Jenis Layanan : Konseling kelompok 3.Siswa dapat mengemukakan pendapat.Mengamati kemampuan siswa dalam menyampaikan pendapat. 131693660 309 . Anonim NIP. .Siswa aktif dan antusias sekali. Mengetahui 2011 Kepala SMA 1 Gd. Pelaksanaan Layanan : 1. Tempat : Ruang laboratorium Kimia 3. tanggal. Evaluasi : 1. Topik Permasalahan : Bebas B.Mengamati keaktifan dan antusias siswa selama kegiatan berlangsung.LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI. o Proses layanan berjalan dengan lancar. Manis Dra. ide. 2. smt : 90 menit. Deskripsi dan komentar : Siswa melaksanakan layanan konseling kelompok dengan baik. Cara-cara Tindakan : . . 2. Spesifikasi Bimbingan : 1. E. o Siswa berani mengungkapkan permasalahan yang dihadapi. F. 12 November 2011. 131957012 Kudus. Putu W. 2. dan saran serta kemampuan dalam memecahkan masalah. ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN LAYANAN PENDUKUNG A. o Siswa mempunyai keberanian untuk memberikan bantuan kepada teman kelompok dalam mengatasi masalahnya. Deskripsi dan komentar dalam proses layanan : o Siswa aktif dan antusias dalam mengikuti layanan konseling kelompok. Fungsi Layanan : Pemahaman dan pencegahan 4. dan kemampuan dalam memecahkan masalah. . Sasaran Layanan : Kelas XI IPS-1 SMA 1 Gd.

310 .

Sasaran Anggota Nama : : : : Konseling kelompok Guru BK (Drs. Tindak Lanjut 1. FK/7/L c. takut kalau dapat nilai jelek . NIP. . Tanggapan yang muncul dari siswa : a. Kesan dan Pesan : . MK/18/P g. HP disita orang tua : .Jika diajak bicara tidak nyambung Tuntutan orang tua terlalu tinggi Orang tua kurang memperhatikannya HP disita orang tuanya Susah menolak pacar 1. Konselor 12 November Drs.Tidak konsentrasi dalam belajar . MK/18/P 3.Manis Dra.Partisipasi siswa secara aktif. Lingkup Pembicaraan 1. ES/6/P b. Orang tua terlalu mengekang : Orang tua takut anaknya terjerumus kedalam kebebasan anaknya pergaulan bebas. 12 November 2011 Laboratorium Kimia Bebas Susah mengatur waktu Tidak konsentrasi dan susah tidur Sering gelisah. Waktu Pelaksanaan E. 2011 Mengetahui Kepala SMA 1 Gd.Siswa belum dapat membagi waktu antara belajar dan bermain. b.) Siswa kelas XI Bhs-1 SMA 1 Gd. LS/17/P 2. 131957012 Kudus. Penyelenggara C. Bentuk Layanan B. RP/24/P h. 131693660 311 ..RESUME KONSELING KELOMPOK A. LS/17/P f. IQ/12/P 7. Manis 1. Topik yang dibahas : : : : : : : : : : : : : : : mengekang kebebasan 2. IQ/12/P d.Orang tua khawatir jika menggunakan HP akan mengganggu pelajaran. HP disita orang tua 2. Putu W. Tempat F. . RA/25/P Rabu. RA/25/P G. Sifat Topik 2. Anonim NIP. Orang tua terlalu D. KW/15/L e. 3. Anonim.Orang tua menginginkan keberhasilan dalam belajar kelak untuk mencapai cita-cita. . RP/24/P 4. ES/6/P 5. FK/7/L 6. Masalah yang muncul a.Siswa belum dapat menggunakan HP untuk kegiatan yang bermanfaat bagi pelajaran. .Konseling kelompok berjalan dengan lancar. KW/15/L 8.

312 .

Februari 2011 minggu ke 2 – 4. Deskripsi dan Komentar : : : Menyimpulkan analisa hasil kegiatan. Waktu. Cara-cara Analisa 2. Tujuan Layanan kerja. Siswa mampu mengetahui tentang dunia b. Bidang Bimbingan 2. Cara-cara Penilaian : 2. 131693660 313 . ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN LAYANAN PENDUKUNG A. Evaluasi : 1. Pelaksanaan Layanan : 1. smt : 2. diri 5.LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI. Spesifikasi Bimbingan 1. Manis Dra. Konselor 14 November Drs. : : 2011 Mengetahui Kepala SMA 1 Gd. : : : : : : Pekerjaan dan lowongan kerja Karir Informasi Pemahaman dan pemeliharaan a. hari. Manis 45 menit. Siswa aktif dan antusias sekali. Siswa mampu mempersiapkan memasuki dunia kerja Kelas XII IPS-2 SMA 1 Gd. Deskripsi dan komentar F. tanggal. Memberikan siswa untuk selalu berintrospeksi dalam belajar. 131957012 Kudus. Analisa Hasil Penilaian : 1. Siswa sebagian besar dapat menjawab. Cara-cara Tindak Lanjut 2. Sasaran Layanan : C. NIP. Usaha guru BK perlu mendapat dukungan dari personil sekolah yang berkompeten. II Ruang kelas XII IPS-2 Mengamati / observasi. Fungsi Layanan 4. Bertanya kepada siswa. Anonim NIP. Topik Permasalahan B. Tempat : D. Jenis Layanan 3. Putu W. Siswa aktif memberikan tanggapan dan kemampuan diri dalam belajar yang telah disiapkan oleh guru. Tindak Lanjut : 1. Deskripsi dan Komentar E.

314 .

. Evaluasi (penilaian) : 1.Siswa sakit maag dengan penyebab pikiran yang lebih dominan. Bidang Bimbingan : Pribadi 2. . Deskripsi dan komentar : . D.11. Waktu : Senin. Spesifikasi Bimbingan : 1. 2. karena mau bercerita dan memberi motivasi dan saran kepada klien. sekolah dapat menginformasikan hasil dan pemeriksaan dokter/proses referal. Cara-cara Tindak Lanjut : .Bertanya pada akhir layanan kepada dokter “apa penyakit siswa”. Putu W.Siswa tidak suka dengan jurusan yang diikuti. Tempat : Ruang praktik dokter Rumanah 3.Siswa kooperatif. .029 C. 2.Melalui konseling Konselor bisa lebih memotivasi siswa agar lebih mantap di jurusan itu atau pindah jurusan. NIP. .0809. Konselor Januari Drs. Deskripsi dan komentar tentang pelaksanaan pendukung : .Pengamatan / observasi. mau bercerita mengenai penyakitnya. Anonim NIP. 131957012 Kudus. Manis Dra. 2. Tindak Lanjut : 1. Deskripsi dan Komentar : . Jenis Pendukung : Alih tangan kasus 3. F. E. 26 Januari 2011 2. Analisa Hasil Penilaian : 1. . Mengetahui 2011 Kepala SMA 1 Gd.Memanggil orang tua untuk konsultasi. Pelaksanaan Pendukung : 1.Melalui konsultasi. ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN PENDUKUNG BIMBINGAN KONSELING ALIH TANGAN KASUS / REFERAL A.Dokternya sangat kooperatif. . Sasaran : B1. Fungsi Pendukung : Pengentasan 4.Konseling individual.LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI. Topik Permasalahan : Sering tidak masuk sekolah karena sakit perut dan pusing B. Deskripsi dan Komentar : . Cara-cara Analisa : Menyimpulkan hasil pengamatan.Dokter baik sekali karena ramah dan banyak memberi masukan/saran.Referal berjalan dengan baik. 131693660 315 . baik klien maupun dokter terlihat antusias untuk bertanya-tanya. Cara-cara Penilaian : .

316 .

131693660 317 . .Orang tua memperoleh manfaat dari layanan konferensi kasus ini karena mendapat masukan-masukan. NIP. “Apakah puas dengan layanan ini”. Waktu : Selasa. Deskripsi dan komentar tentang pelaksanaan pendukung : . Cara-cara Tindak Lanjut : . Jenis Pendukung : Konferensi kasus 3. Sasaran : S1.0809. Deskripsi dan Komentar : . Fungsi Pendukung : Pemahaman dan Pengentasan 4. guru memberikan informasi yang cukup dan orang tua terbuka.Bertanya kepada orang tua setelah layanan ini selesai. ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN PENDUKUNG BIMBINGAN KONSELING KONFERENSI KASUS A. siswa akan mendapat masukan dari teman-temannya. 2. Anonim NIP. 2. Deskripsi dan Komentar : . . D. Bidang Bimbingan : Belajar 2. Spesifikasi Bimbingan : 1.003 C.Dengan konseling individual.Sekolah dan guru menjadi lebih tahu mengenai keadaan siswa di rumah. Tempat : Ruang Kepala Sekolah 3.Dengan konseling kelompok.Konseling individual. Topik Permasalahan : Sering tidak masuk sekolah. F. 23 Oktober 2011 2. Mengetahui 2011 Kepala SMA 1 Gd. Analisa Hasil Penilaian : 1. Evaluasi (penilaian) : 1.LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI. .12.Walaupun agak molor dari waktu yang ditulis di undangan namun berjalan dengan lancar. Pelaksanaan Pendukung : 1. Tindak Lanjut : 1. Cara-cara Analisa : Memberikan pertanyaan reflektif kepada orang tua dan guru 2. .Pengamatan / observasi pada saat layanan berlangsung. 131957012 Kudus. Putu W. Manis Dra.Ada usulan-usulan pemecahan masalah baik dari guru maupun Kepala Sekolah. semua berpartisipasi dalam konferensi kasus ini. .Orang tua/ibunya kooperatif dengan layanan ini. Konselor Oktober Drs. Deskripsi dan komentar : . Cara-cara Penilaian : .Peserta rapat.Konseling kelompok. E. . siswa akan lebih terbuka pemikirannya. kurang serius dalam mengikuti pelajaran B.

318 .

Konselor November Drs. 131693660 319 . Topik Permasalahan : Tidak masuk sekolah dengan alasan sakit B. Mengetahui 2011 Kepala SMA 1 Gd. atau sebelum berangkat di rumah orang tua. Cara-cara Penilaian : . Waktu : Rabu. NIP. Fungsi Pendukung : Pemahaman 4.Orang tua agak bosan dan keberatan dengan penyakit anaknya. Pelaksanaan Pendukung : 1. 2. 12 November 2008 2. Putu W. Deskripsi dan komentar tentang pelaksanaan pendukung : . Tempat : Gd. Evaluasi (penilaian) : 1. Tindak Lanjut : 1. . Deskripsi dan komentar : . Manis Dra. ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN PENDUKUNG BIMBINGAN KONSELING HOME VISIT / KUNJUNGAN RUMAH A.Diterima oleh ibunya.LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI.0809. Cara-cara Analisa : Bertanya aktif kepada orang tua. Bidang Bimbingan : Pribadi 2. Sasaran : B1. selebihnya berada di rumah budenya. 131957012 Kudus. Deskripsi dan Komentar : Melalui layanan referal akan diketahui dengan lebih akurat penyebab sakit dan akan mendapat penanganan yang tepat. . 2.Pengamatan / observasi. Jenis Pendukung : Kunjungan rumah 3.Orang tua memperoleh manfaat dari hasil layanan yang diberikan oleh Konselor.Orang tua terbuka dengan Konselor. F. Spesifikasi Bimbingan : 1. . Cara-cara Tindak Lanjut : Layanan referal/alih tangan kasus ke dokter. Manis 3.Bertanya setelah layanan selesai “Apa rencana dengan penanganan sakit anak/siswa dari orang tua”. Anonim. . siswa sakit di rumah. karena Bapaknya sedang bekeja. Deskripsi dan Komentar : .Siswa membutuhkan layanan ini untuk keberhasilan dalam belajar. Analisa Hasil Penilaian : 1.Kondisi rumah sederhana. NIP.Siswa berada di rumah kalau sedang sakit. .Siswa membang benar-benar sakit di rumah dengan kondisi rumahnya yang sederhana. D.11. 2.029 C. . E.

320 .

pencegahan 4. Jenis Pendukung : Penguasaan konten 3.Layanan bimbingan kelompok. .LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI. 131693660 321 . 30 Agustus 2011 2. Cara-cara Tindak Lanjut : . 2. E. F. Deskripsi dan Komentar : . 2. Deskripsi dan komentar : . Cara-cara Penilaian : .Pengamatan / observasi selama kegiatan berlangsung. ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN PENDUKUNG BIMBINGAN KONSELING A. Deskripsi dan Komentar : . 131957012 Kudus. Sasaran : Kelas XII IA C.Siswa merasa terbuka hatinya dengan disuruh mengenali diri sendiri. 23. NIP. D. Anonim. Konselor 3 September Drs. Waktu : 2 x 45 menit. Bidang Bimbingan : Pribadi 2. siswa dapat berlatih mengeluarkan pendapat/tanggapannya. Putu W. Tempat : Ruang kelas 3.Siswa mendapat manfaat dari hasil layanan yang diberikan Konselor. Pelaksanaan Pendukung : 1.Siswa membutuhkan materi layanan tersebut untuk keberhasilan dalam belajar di dalam kelas dan hubungan sosial.Siswa aktif mendengar dan bertanya. Spesifikasi Bimbingan : 1. Mengetahui 2011 Kepala SMA 1 Gd.Menanyakan kepada siswa pada akhir kegiatan layanan bagaimana perasaan siswa setelah kegiatan ini. 2. Analisa Hasil Penilaian : 1. . Evaluasi (penilaian) : 1. . NIP. 22. Fungsi Pendukung : Pemahaman. Topik Permasalahan : ESQ dan keberhasilan diri B. Manis Dra. Cara-cara Analisa : Mengajukan pertanyaan reflektif kepada siswa. serta cukup antusias ketika disuruh bertanya. Tindak Lanjut : 1.Siswa hadir semua dan tenang ketika diterangkan. 29.Melalui bimbingan kelompok. Deskripsi dan komentar tentang pelaksanaan pendukung : .

Deskripsi dan komentar : . Anonim. Bidang Bimbingan : Belajar 2.Siswa menganggap kegiatan tersebut penting untuk dipelajari.Layanan bimbingan kelompok. . Tempat : Ruang kelas 3. .Siswa membutuhkan materi layanan tersebut untuk keberhasilan dalam belajar di dalam kelas dan hubungan sosial. Spesifikasi Bimbingan : 1. 2. D. Putu W. 131957012 Kudus. Cara-cara Penilaian : . Pelaksanaan Pendukung : 1. E. Deskripsi dan komentar tentang pelaksanaan pendukung : . siswa nampak memperhatikan dengan baik dan aktif bertanya. ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN PENDUKUNG BIMBINGAN KONSELING A. Analisa Hasil Penilaian : 1. Waktu : 1 x 45 menit. Tindak Lanjut : 1. 2011 Mengetahui Kepala SMA 1 Gd.Menanyakan kepada siswa mengenai materi (syarat-syarat kelulusan). siswa mendapat kesempatan yang banyak untuk bertanya.LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI. Jenis Pendukung : Informasi 3. Sasaran : Kelas XII IA C. 23 – 24 Januari 2011 2. Manis Dra.Siswa aktif mendengar dan bertanya.Siswa dapat menjawab dengan baik. . Cara-cara Analisa : Memberi pertanyaan reflektif kepada diri sendiri dan siswa.Melalui bimbingan kelompok. Cara-cara Tindak Lanjut : . Topik Permasalahan : Panduan operasional Ujian Nasional dan Ujian Sekolah B. 2.Mengamati keaktifan siswa selama kegiatan berlangsung. Fungsi Pendukung : Pemahaman dan pencegahan 4. Konselor 25 Januari Drs. NIP. NIP.Layanan berjalan dengan baik. Evaluasi (penilaian) : 1. Deskripsi dan Komentar : . 131693660 322 . F. 2. Deskripsi dan Komentar : .

Tempat : Ruang kelas 3. ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN PENDUKUNG BIMBINGAN KONSELING A. 24 Mei 2011 Konselor Drs. Fungsi Pendukung : Pemahaman 4. 2. Cara-cara Tindak Lanjut : . Tindak Lanjut : 1.Layanan bimbingan kelompok. sakit 2 orang. Deskripsi dan Komentar : . Deskripsi dan Komentar : . 22.LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI.Meminta tanggapan kepada siswa-siswa pada akhir kegiatan layanan. tidak lewat kantor/piket. F. 131693660 323 . . Analisa Hasil Penilaian : 1. Deskripsi dan komentar tentang pelaksanaan pendukung : . bagaimana kalau ada alumni yang butuh dengan siswa langsung menyuruh siswa lain memanggilkan yang bersangkutan.Siswa cukup antusias menanggapi pertanyaan guru. . NIP. . siswa bisa lebih dalam lagi membahas masalah alumni. Cara-cara Penilaian : . Deskripsi dan komentar : Untuk lebih efektif danintensif dalam layanan maka diperlukan latihan/praktik. Cara-cara Analisa : Mengajukan pertanyaan reflektif kepada diri sendiri. Evaluasi (penilaian) : 1. Manis Dra. 131957012 Kudus.Siswa antusias ketika mengikuti materi/kegiatan layanan. 2. E. Sasaran : Kelas XII IS C.Observasi / pengamatan. 24 Mei 2011 2. Spesifikasi Bimbingan : 1. D.Melalui bimbingan kelompok. NIP. Mengetahui Kepala SMA 1 Gd.Siswa antusias mengikuti kegiatan dengan melihat film dan cukup antusias ketika disuruh menanggapi. Putu W. Topik Permasalahan : Etika sebagai alumni B. Pelaksanaan Pendukung : 1. Anonim. Bidang Bimbingan : Akhlak mulia / budi pekerti 2. 2. Jenis Pendukung : Informasi 3. Waktu : 1 x 45 menit.Siswa yang hadir 38 orang.

324 .

Mengetahui Kepala SMA 1 Gd. D. Tempat : Ruang kelas 3. Cara-cara Tindak Lanjut : . ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN PENDUKUNG BIMBINGAN KONSELING A. NIP. 27. . 14.Bertanya kepada siswa pada akhir layanan/kegiatan “Bagaimana cara mencari lowongan pekerjaan”.Siswa memperoleh manfaat dari hasil layanan yang diberikan oleh Konselor. Deskripsi dan komentar : . Deskripsi dan Komentar : . Evaluasi (penilaian) : 1. Topik Permasalahan : Mengenal Dunia Kerja B. . NIP. . Putu W. 2. 28 Februari 2011 2. 2. F.Siswa aktif mendengar dan bertanya.Siswa terlihat antusias ketika guru menerangkan materi. Manis Dra. Cara-cara Penilaian : .Siswa masuk semua. 2. Anonim. Jenis Pendukung : Informasi dan penguasaan konten 3. Cara-cara Analisa : Memberi pertanyaan reflektif kepada diri sendiri. E.Layanan bimbingan kelompok.Kegiatan/layanan ini menarik dan menyenangkan. 21.Siswa dapat menjawab dengan baik.Pengamatan/observasi selama kegiatan berlangsung. 131957012 Kudus. Analisa Hasil Penilaian : 1. Waktu : 3 x 45 menit. 13.Melalui bimbingan kelompok. Tindak Lanjut : 1. 20. Bidang Bimbingan : Karir 2. Fungsi Pendukung : Pemahaman 4. Pelaksanaan Pendukung : 1. siswa mendapat kesempatan mengemukakan hal-hal/masalah yang belum jelas. Sasaran : Kelas XII IA C. Deskripsi dan komentar tentang pelaksanaan pendukung : .LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI. 2 Maret 2011 Konselor Drs. Spesifikasi Bimbingan : 1. 131693660 325 . Deskripsi dan Komentar : . .

326 .

Melalui bimbingan kelompok.Banyak siswa yang tunjuk jari ketika diberi kesempatan bertanya. ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN PENDUKUNG BIMBINGAN KONSELING A. 27.Banyak siswa menginginkan materi ini dibahas lagi dalam kegiatan lain. 131957012 Kudus. Topik Permasalahan : Keluarga Sakinah. 13. NIP. . 20. siswa memperhatikan. Deskripsi dan Komentar : .Pada waktu guru menerangkan.Bertanya kepada siswa pada akhir layanan.Pada saat memberi tugas. Bidang Bimbingan : Sosial 2. D. .Sebagian besar siswa antusias/serius pada waktu Konselor memberi ceramah.LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI. . 14. siswa dengan segera mengerjakan. Manis Dra.Pengamatan/observasi ketika kegiatan berlangsung. Cara-cara Tindak Lanjut : . Waktu : 3 x 45 menit. Warohmah B. siswa segera melakukan dengan senang. Mengetahui Kepala SMA 1 Gd. 2. NIP. Tempat : Ruang kelas 3. 2. E. Sasaran : Kelas XII IA C.Pada saat memberi tugas membacakan. Deskripsi dan komentar tentang pelaksanaan pendukung : . F.Layanan bimbingan kelompok. Analisa Hasil Penilaian : 1. .Pada saat guru bertanya. Tindak Lanjut : 1. Spesifikasi Bimbingan : 1. 21.Kegiatan/layanan ini menarik dan menyenangkan. 2.Siswa memperoleh manfaat dari layanan yang diberikan Konselor. Anonim. 28 Maret 2011 2. . Cara-cara Penilaian : . Deskripsi dan komentar : . Putu W. siswa dapat berlatih mengeluarkan pendapat/tanggapannya. . . Fungsi Pendukung : Pemahaman 4. sebagian besar siswa ingin menjawab. Evaluasi (penilaian) : 1. Deskripsi dan Komentar : . Cara-cara Analisa : Mengajukan pertanyaan reflektif kepada siswa. Jenis Pendukung : Informasi 3. 30 Maret 2011 Konselor Drs. 131693660 327 . Mawaddah. Pelaksanaan Pendukung : 1.

328 .

F.12. Topik Permasalahan : Bertengkar dengan pacar di ruang UKS B.Kegiatan/layanan ini membantu siswa untuk berhasil dalam membina hubungan sosial dengan teman sebayanya. Anonim. Fungsi Pendukung : Pengentasan 4.Dua belah pihak kooperatif dengan Konselor. 131957012 Kudus. Mengetahui Kepala SMA 1 Gd. Deskripsi dan Komentar : . Evaluasi (penilaian) : 1. 131693660 329 . Tempat : Ruang UKS 3.Bertanya kepada siswa kepada akhir layanan’ “Apakah Anda puas dengan layanan ini.045 C.Keduabelah pihak kooperatif dengan Konselor. Spesifikasi Bimbingan : 1. Cara-cara Analisa : Mengajukan pertanyaan reflektif kepada siswa. ataukah masih ada yang mengganjal di hati”. Bidang Bimbingan : Pribadi 2. 5 Maret 2011 Konselor Drs. Deskripsi dan komentar : .12. Analisa Hasil Penilaian : 1. D. 2.0809. Putu W.Konselor merasa puas dengan layanan yang diberikan kepada siswa. Manis Dra.Dua siswa bertengkar beradu mulut. Pelaksanaan Pendukung : 1.Konseling individual. Deskripsi dan Komentar : .Keduabelahpihak cukup puas dan berjanji untuk tetap berhubungan dengan bai.0809. Sasaran : A1. . 2. E.LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI. Tindak Lanjut : 1. . 4 Februari 2011 2. 2. Waktu : Rabu.Pengamatan/observasi selama layanan berlangsung. Deskripsi dan komentar tentang pelaksanaan pendukung : .. NIP. NIP. . Cara-cara Tindak Lanjut : .Melalui konseling individual siswa lebih bisa mengungkapkan masalahnya dengan lebih dalam lagi.044 dan A1. ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN PENDUKUNG BIMBINGAN KONSELING “ MEDIASI “ A. . Jenis Pendukung : Mediasi 3. Cara-cara Penilaian : . terdengar agar keras dari ruang UKS.

330 .

Layanan bimbingan kelompok. Jenis Pendukung : Informasi 3. Sasaran : Kelas XII IA C. . Tempat : Ruang kelas 3. ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN PENDUKUNG BIMBINGAN KONSELING A.LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI. . 13. E.Sebagian besar siswa antusias/serius pada waktu Konselor memberi ceramah. siswa segera melakukan dengan senang. Cara-cara Penilaian : . Deskripsi dan komentar : . 28 Maret 2011 2. 27. siswa dengan segera mengerjakan. Mawaddah. D.Pada saat memberi tugas. Putu W. . . 30 Maret 2011 Konselor Drs. 14. Fungsi Pendukung : Pemahaman 4. Cara-cara Analisa : Mengajukan pertanyaan reflektif kepada siswa. F.Melalui bimbingan kelompok. 20. Evaluasi (penilaian) : 1. 2. siswa dapat berlatih mengeluarkan pendapat/tanggapannya. siswa memperhatikan. Waktu : 3 x 45 menit. Deskripsi dan komentar tentang pelaksanaan pendukung : . Pelaksanaan Pendukung : 1. Deskripsi dan Komentar : . Deskripsi dan Komentar : .Pada saat guru bertanya. Tindak Lanjut : 1. NIP. . Bidang Bimbingan : Sosial 2. Anonim.Kegiatan/layanan ini menarik dan menyenangkan. . . 131957012 Kudus.Pengamatan/observasi ketika kegiatan berlangsung. NIP. sebagian besar siswa ingin menjawab. 131693660 331 .Siswa memperoleh manfaat dari layanan yang diberikan Konselor. Topik Permasalahan : Keluarga Sakinah. Manis Dra.Pada saat memberi tugas membacakan. Warohmah B. 2.Bertanya kepada siswa pada akhir layanan. 2. Spesifikasi Bimbingan : 1.Banyak siswa menginginkan materi ini dibahas lagi dalam kegiatan lain. Mengetahui Kepala SMA 1 Gd.Banyak siswa yang tunjuk jari ketika diberi kesempatan bertanya. 21. Analisa Hasil Penilaian : 1. Cara-cara Tindak Lanjut : .Pada waktu guru menerangkan.

332 .

Deskripsi dan Komentar : . ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN PENDUKUNG BIMBINGAN KONSELING A. Anonim. 14.Bertanya kepada siswa pada akhir layanan. 21. 13.Melalui bimbingan kelompok. Fungsi Pendukung : Pemahaman 4. Deskripsi dan komentar tentang pelaksanaan pendukung : .Pada saat guru bertanya. Mawaddah. Evaluasi (penilaian) : 1. . . Deskripsi dan Komentar : .Sebagian besar siswa antusias/serius pada waktu Konselor memberi ceramah. Warohmah B. Jenis Pendukung : Informasi 3. . 2.Pada saat memberi tugas membacakan. Putu W. NIP. 30 Maret 2011 Konselor Drs.LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI. .Banyak siswa menginginkan materi ini dibahas lagi dalam kegiatan lain. 27. siswa segera melakukan dengan senang. D. Tempat : Ruang kelas 3. Tindak Lanjut : 1. Sasaran : Kelas XII IA C. sebagian besar siswa ingin menjawab.Pada saat memberi tugas. Spesifikasi Bimbingan : 1. siswa dengan segera mengerjakan. Bidang Bimbingan : Sosial 2. Cara-cara Penilaian : .Pada waktu guru menerangkan.Kegiatan/layanan ini menarik dan menyenangkan. Topik Permasalahan : Keluarga Sakinah. Analisa Hasil Penilaian : 1. Manis Dra. F. Waktu : 3 x 45 menit. Cara-cara Analisa : Mengajukan pertanyaan reflektif kepada siswa. 28 Maret 2011 2. Pelaksanaan Pendukung : 1. siswa memperhatikan.Pengamatan/observasi ketika kegiatan berlangsung. 20. . Mengetahui Kepala SMA 1 Gd. 2. E. 2. NIP. .Banyak siswa yang tunjuk jari ketika diberi kesempatan bertanya. 131957012 Kudus. 131693660 333 . Cara-cara Tindak Lanjut : .Layanan bimbingan kelompok. Deskripsi dan komentar : .Siswa memperoleh manfaat dari layanan yang diberikan Konselor. . siswa dapat berlatih mengeluarkan pendapat/tanggapannya.

334 .

Bertanya kepada teman-temannya. Jenis Pendukung : Konsultasi 3. Fungsi Pendukung : Pemahaman dan pengentasan 4. Deskripsi dan Komentar : .Konseling 2. Evaluasi (penilaian) : 1. 2011 Mengetahui Kepala SMA 1 Gd. Topik Permasalahan : Anak ingin pindah ke sekolah lain B. Waktu : Kamis.Bertanya setelah selesai layanan. Analisa Hasil Penilaian : 1.027 C.LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI. Bidang Bimbingan : Belajar 2.Dengan bertanya kepada temannya diharapkan akan memberikan informasi apakah ada permasalahan diantara klien dengan siswa lain. ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN PENDUKUNG BIMBINGAN KONSELING “ KONSULTASI “ A. . . .0809.Konselor memperoleh kepuasan dari hasil layanan ini.Melalui konseling dengan data yang lebih lengkap diharapkan siswa akan mau lebih terbuka. Cara-cara Analisa : Mengajukan pertanyaan reflektif kepada orang tua.Orang tua merasa senang dengan layanan konsultasi oleh sekolah. Anonim. Spesifikasi Bimbingan : 1. . E. Cara-cara Penilaian : . F. Tempat : Ruang BK 3. Deskripsi dan komentar : . Deskripsi dan Komentar : . D. orang tua terbuka terhadap keadaan keluarga dan cukup tahu terhadap sahabat-sahabat anaknya. 2.Pengamatan/observasi ketika kegiatan berlangsung. 131693660 335 . Putu W. Pelaksanaan Pendukung : 1. NIP. Sasaran : Orang tua siswa B2. NIP.Orang tua memperoleh manfaat dari hasil layanan yang diberikan oleh Konselor.Konsultasi berjalan dengan lancar. 2. Deskripsi dan komentar tentang pelaksanaan pendukung : . 131957012 Kudus. Konselor 30 Januari Drs. . Manis Dra.Orang tua kooperatif dengan Konselor. “Apakah orang tua senang dengan layanan ini”. Cara-cara Tindak Lanjut : . 22 Januari 2011 2.11. Tindak Lanjut : 1.

336 .

tekun.  Mengikuti tes (seleksi) 4. b.  Memantapkan rasa percaya diri dan mempromosikan kemampuan yang dimiliki.MATERI LAYANAN “ MEMASUKI DUNIA KERJA “ A. fotokopi KTP.  Psikotes (tes kemampuan) : Biasanya meliputi tes bakat. kesempatan mengembangkan diri serta aktualisasi diri. Wirausaha : Menjadi pimpinan terhadap diri sendiri. Memasuki kehidupan berkeluarga. Gaji bagus bagi perusahaan yang bonafid. Untuk mendapatkan pekerjaan dapat dengan cara mencari lowongan pekerjaan atau menciptakan lapangan pekerjaan sendiri. Cenderung pasif. kecepatan dan ketelitian kerja. teknologi. Apabila seorang siswa dengan keterbatasannya tidak dapat melanjutkan ke perguruan tinggi atau mengikuti kursus atau pelatihan. B. Sebagai suatu kesempatan hendaknya pekerjaan tidak disia-siakan dan terus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. internet. Mencari Lowongan Kerja Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mencari dan memilih pekerjaan. pekerjaan. maka jalan yang ditempuh adalah dengan mencari pekerjaan. pas foto dan daftar riwayat hidup. seperti televisi.  Melihat informasi lowongan kerja melalui elektronik. fotokopi STTB. SKKB. Gaji tetap. Bentuk Seleksi  Seleksi administrasi : Surat lamaran. Mengikuti kursus atau pelatihan. persiapan karier dan melanjutkan pendidikan tinggi. Tugas Perkembangan Mengembangkan penguasaanilmu. Pengertian Karier : Perkembangan dan kemajuan dalam kehidupan. dan sebagainya. Sub Tugas Perkembangan Memiliki kesadaran dan dorongan untuk mempersiapkan diri terjun ke dunia kerja. Ada beberapa kemungkinan yang dapat dilakukan oleh siswa setelah tamat SMA. minat.  Mendaftarkan diri ke Departemen Tenaga Kerja sebagai calon pencari kerja. b. Harus ulet. c.  Bergaul dan bertanya kepada orang-orang yang sudah bekerja. Manusia hanya dapat hidup sebagai pribadi terhormat dan mandiri apabila menghayati dirinya sebagai pribadi yang bertanggug jawab membangun serta memelihara kehidupan yang manusiawi. Materi Pokok 1. 3. Memasuki dunia kerja. jabatan pekerjaan yang memberikan harapan untuk maju. Melanjutkan ke perguruan tinggi. sikap kerja. disamping untuk berbakti. c.Karir Gaji pasti tiap bulan. Macam Pekerjaan a. Non PNS/Swasta : Karir terbuka bagi yang kreatif. dan kesenian sesuai dengan program kurikulum. serta berperan dalam masyarakat luas.  Tes wawancara : Wawancara biasanya dilaksanakan setelah mengalami beberapa seleksi.  Seleksi akademis : Biasanya tes tertulis meliputi pengetahuan umum. d. diantaranya adalah : a. PNS : . C. 337 . Hati-hati dan harus disiplin.  Rajin mengunjungi pusat-pusat perkantoran dan pameran bursa kerja.  Membaca koran atau majalah yang memuat lowongan kerja. 2. Pekerjaan adalah sumber penghasilan.

i. Bersikap tenang saat meninggalkan ruang wawancara. berpakaian bersih. Namun demikian untuk berumah tangga tidaklahmudah. Ketika Anda memutuskan untuk menikah berarti Anda sudah harus siap bertanggung jawab bukan hanya untuk diri sendiri. jika mengawini seseorang dengan maksud untuk menyakiti pasangan hidupnya. walaupun secara usia masih belia. Tips membuat lamaran pekerjaan a. dan kesenian sesuai dengan program kurikulum persiapan karier dan melanjutkan pendidikan tinggi. tetapi terhadap anak. Perhatikan penampilan Anda. Haram. Hukum-hukum nikah antara lain : 1. 3. Kesiapan secara fisik maupun ekonomi sangat diperlukan disamping kesiapan mental. 2. Untuk memasuki kehidupan berkehidupan berkeluarga diperlukan berbagai macam pertimbangan. Sunah. 338 . Tulisan jelas dan rapi. Anda dituntut untuk memberi nafkah apabila Anda laki-laki dan dapat memelihara keluarga (anak dan suami) apabila Anda perempuan. d. serta berperan dalam masyarakat yang luas. WAROHMAH “ A. g. C. f. teknologi. Menikah hukumnya wajib bagi yang sudah mampu. B. Mengucapkan terima kasih setelah wawancara selesai.5. Wajib. c. Tugas Perkembangan Mengembangkan penguasaan ilmu. Orang yang sudah berumah tangga secara otomatis dianggap dewasa. bagi yang sudah mampu namun masih mampu mengendalikan nafsunya. Jangan lupa berdoa terlebih dahulu. Berbagai macam tanggung jawab ekonomi. Materi Pokok Tuhan menciptakan manusia secara berpasang-pasangan. Bahasa standar atau baku. Bersikap sopan dari mulai masuk ruangan saat wawancara sampai selesai. Amplop ada kode lowongan pekerjaan buat yang khas. MAWADDAH. ketahanan fisik dan sebagainya. Datang lebih awal 15 atau 20 menit sebelum acara dimulai.  MATERI LAYANAN “ KEHIDUPAN BERKELUARGA SAKINAH. rapi dan sopan. Menikah merupakan salah satu kebutuhan manusia untuk melanjutkan keturunan. Biasanya tes ini meliputi tes penglihatan. b. Tips menghadapi tes wawancara : a. Seleksi kesehatan (tes fisik) digunakan untuk mengetahui kesesuaian antara fisik pekerja dengan jenis pekerjaan. Sub Tugas Perkembangan Merencanakan dan hidup berkeluarga dengan baik. moral dibebankan kepada Anda. d. c. bagi yang sudah mampu dan tidak dapat mengendalikan nafsu sahwatnya (jika tidak kawin akan terjerumus kepada perbuatan zina). Berterus terang bila Anda tidak tahu jawaban pertanyaan pewawancara. Jawablah pertanyaan denganjelas. pendengaran. sosial. b. h. keluarga suami/istri Anda dan lingkungan. e. Lampiran lengkap. Mempersiapkan diri dalam menghadapi berbagai kemungkinan pertanyaan.

siap dengan rintangan/masalah-masalah dalam keluarga c. a.mampu b.usia . membantu tugas/pekerjaan rumah dan mencari ilmu dengan baik demi masa depannya. peranannya harus bisa menjaga nama baik keluarga dengan sikapnya. dan menjaga martabat dirinya dan keluarga. Psikis : . 1 tahun 1974.Ibu. pendidikan. dan sebagainya. 1. Persiapan berkeluarga.siap menyatukan dua sifat yang berbeda . Dimana masing-masing anggota keluarga memiliki peran masing-masing.mampu menghidupi keluarganya 339 . Karena pernikahan di usia dini umumnya mengalami banyak hambatan dan tantangan. Fisik : . 2. rasa sayang.Ayah. pakaian. Nafkah lahir seperti makan. Tugas/peranan anggota keluarga. Keluarga adalah “Perekrutan terkecil dari masyarakat”. 4. Syarat-syarat perkawinan / UU No. . .Anak. . mendidik anak. sebagai ibu rumah tangga harus bisa menjaga harta dengan baik. Nafkah batin kepada istri dan anak.siap dengan tugas dan tanggung jawabnya .Jika Anda setelah lulus SMA memutuskan untuk menikah harus dipertimbangkan secara matang. sebagai kepala keluarga memberi nafkah kepada anggota keluarganya. Materi : . Laki-laki umur 21 tahun Perempuan umur 18 tahun Syarat agama (Islam) : Seagama Islam Sudah baligh Mampu 3. rumah. seperti rasa aman.

340 .

Memahami makna konseli individual 6. Memahami makna konseli dan konselor individual 3. refleksi perasaan. C. Pendekatan konseling behavioristik. Menguasai prosedur penggunaan teknik konseling dalam seting individual. Untuk mempraktikkan teknik-teknik yang tersaji dalam buku ini tidak terlalu sulit. Memahami fungsi konseling individual 4. pendekatan konseling rational emotif terapi sehingga dengan membaca buku ajar ini pembaca dapat menguasai kerangka teoretik dan praksis konseling individual dan selanjutnya mampu mengaplikasikan pendekatan atau model konseling behavioristik dan model konseling rational emotif terapi dalam kegiatan bimbingan dan konseling di sekolah. Kerjasama dalam kegiatan ini sangat diperlukan guna mencapai hasil yang optimal. hubungan konselor dan konseli dalam konseling. tujuan. Petunjuk Belajar Agar peserta PLPG dapat mengikuti kegiatan ini dengan lancar dan baik maka perlu diperhatikan beberapa petunjuk belajar sebagai berikut : 1. Lakukan pencatatan dengan sebaik-baiknya sebagai laporan praktik. Memahami tujuan konseling individual 3. Sebelum pelatihan dilaksanakan seyogyanya peserta pelatihan telah membaca terlebih dahulu materi latih. Memahami makna hubungan konselor dan konseli dalam konseling individual 8. dan keterampilan dasar konseling meringkas 5. tujuan. Memahami pengertian konseling individual 2. Prasyarat yang diperlukan bagi peserta PLPG untuk mempelajari bahan ajar ini adalah peserta lulusan S1 Program Studi BK atau lulusan S1 Program Studi Lain yang pernah bertugas sebagai guru pembimbing di sekolah. Menerapkan konsep ketrampilan dasar paraprase. fungsi dan asas-asas konseling. Jika diberi kesempatan bertanya oleh dosen pergunakanlah dengan sebaik-baiknya dan jika menemukan sumber yang berbeda tanyakan pula kepada dosen atau instruktur dengan cara yang baik. Menganalisis konsep dasar dan aplikasi teknik pendekatan Rational Emotif Terapi (RET) dalam setting individual 7.BAB I PENDAHULUAN A. 2. sebab subyek yang bisa saudara pergunakan praktek ada di sekitar saudara. D. keterampilan dasar konseling. Kompetensi dan Indikator Kompetensi yang hendak dicapai adalah peserta pelatihan dapat : 1. konfrontasi. Pada setiap akhir suatu pembahasan disediakan tugas yang harus dikerjakan dengan sungguh-sungguh. dan lakukan pencatatan yang dianggap penting. Memahami makna hubungan konselor dan konseli dalam konseling individual 4. B. Memahami asas-asas konseling individual 5. Memahami pengertian. Memahami dan menerapkan keterampilan dasar Attending 341 . 4. dan asas konseling individual 2. 3. Memahami makna Konselor individual 7. Prasyarat Buku ajar ini khususnya disusun untuk peserta PLPG bidang Bimbingan dan Konseling (BK). Perhatikan ceramah yang diberikan oleh dosen atau instruktur dengan cermat. dan akan lebih baik lagi jika ada partner yang bisa diajak berkomunikasi dalam memahami isi buku ini. Deskripsi Materi dalam buku ajar ini meliputi definisi. Menganalisis konsep dasar dan aplikasi teknik pendekatan Behavioristik dalam setting individual 6. fungsi. Indikatornya adalah: 1.

18. 17. Menganalisis kasus yang mendasari alasan konselor menggunakan teknik konseling behavioristik. Menganalisis konsep dasar dan aplikasi teknik pendekatan RET dalam seting individual. Mengevaluasi ketepatan penggunaan teknik konseling RET dalam kasus.9. 19. 20. Mengevaluasi ketepatan penggunaan teknik konseling behavioristik dalam kasus. Menguasai prosedur penggunaan teknik konseling pendekatan behavioristik. Memahami dan menerapkan keterampilan Normalisasi 16. Memahami dan menerapkan keterampilan Respon Mendengarkan 10. 23. Memahami dan menerapkan keterampilan Memimpin 11. Menganalisis konsep dasar dan aplikasi teknik pendekatan behavioristik dalam seting individual. 342 . 21. Memahami dan menerapkan keterampilan Konfrontasi 13. 22. Memahami dan menerapkan keterampilan Interpretasi 14. Memahami dan menerapkan keterampilan Parafrase isi dan Refleksi perasaan 15. Menguasai prosedur penggunaan teknik konseling pendekatan RET. Menganalisis kasus yang mendasari alasan konselor menggunakan teknik konseling RET. Memahami dan menerapkan keterampilan Memantulkan 12.

Dalam layanan konseling individual. seorang konselor diharapkan memiliki pemahaman mendasar dan komprehensif tentang esensi. FUNGSI DAN ASAS-ASAS KONSELING A. Memahami tujuan konseling individual 3. 343 . konselor memberikan ruang dan suasana yang memungkinkan konseli membuka diri setransparan mungkin. Dalam konseling diharapkan konseli dapat mengubah sikap. Memahami asas-asas konseling individual B. maka sering dianggap sebagai ”jantung hatinya” pelayanan konseling yang berarti sebagai berikut:  Konseling individual seringkali merupakan layanan esensial dan puncak (paling bermakna) dalam pengentasan masalah konseli. TUJUAN. kemudian ia meminta bantuan konselor sebagai petugas yang profesional dalam jabatannya dengan pengetahuan dan keterampilan yang dimilikinya. Pemilihan dan penyesuaian yang tepat dapat memberikan perkembangan ini individu dapat lebih baik dalam lingkungannya. serta pendekatan dalam implementasi pelayanan konseling.  Seorang ahli (konselor) yang mampu dengan baik menerapkan secara sinergis berbagai pendekatan. Konseli mengalami kesukaran pribadi yang tidak dapat ia pecahkan sendiri. Pemecahan masalah dalam proses konseling itu dijalankan dengan wawancara atau diskusi antara konselor dan konseli secara face to face. Terkait dengan lengkapnya penerapan pendekatan dan teknik serta asasasas yang ada dalam konseling individual. Dengan demikian individu tersebut memerlukan konseling individual yang secara sistematis mampu mengentaskan masalah yang dihadapinya sehingga ia mampu mengembangkan dirinya ke arah peningkatan kualitas kehidupan efektif sehari-hari (efektive daily living) dan mengembangkan potensi dan kemandirian secara optimal pada setiap tahap perkembangannya. Proses konseling sejatinya merupakan usaha menghidupkan dan mendayagunakan secara penuh fungsi-fungsi dan potensi-potensi yang ada pada diri konseli. Pengertian konseling individual Konseling adalah bantuan yang diberikan kepada individu dalam memecahkan masalah kehidupannya dengan wawancara dan dengan cara yang sesuai dengan keadaan yang dihadapi individu untuk mencapai kesejahteraan hidupnya.BAB II DEFINISI. tujuan. fungsi. Memahami pengertian konseling individual 2. Kompetensi dan Indikator Para peserta pelatihan dapat memahami pengertian. walaupun dalam perkembangan kemudian ada konseling kelompok (group counseling). Dalam hal ini harus selalu diingat agar individu pada akhirnya dapat memecahkan setiap masalah yang mungkin akan dihadapi dalam kehidupannya. Memahami fungsi konseling individual 4. Uraian Materi Perkembangan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut kualitas hidup individu. 1. teknik dan asas-asas konseling dalam layanan Konseling individual. Permasalahan yang dialami oleh individu tersebut seringkali tidak mampu diatasi sendiri oleh individu tersebut dan tidak mampu pula jika hanya diberi nasihat oleh orang lain. tujuan. dan asas-asas konseling Adapun indikatornya. peserta pelatihan dapat: 1. permasalahan yang dihadapi oleh individu pun semakin kompleks. Agar dapat mencapai tujuan konseling secara efektif. dan asasasas konseling. Konseling individual merupakan pelayanan bantuan secara profesional melalui hubungan khusus secara pribadi dalam wawancara antara seorang konselor dan seorang untuk mengentaskan masalah yang dihadapi individu dalam kehidupannya. diyakini akan mampu juga menyelenggarakan jenis-jenis layanan lain keseluruhan spektrum pelayanan konseling. keputusan diri sendiri sehingga ia dapat lebih baik menyesuaikan diri dengan lingkungannya dan memberikan kesejahteraan pada diri sendiri dan masyarakat sekitarnya. Proses konseling pada dasarnya dilakukan secara individual (between two persons) yaitu antara konselor dan konseli.

Asas kesukarelaan dan keterbukaan Kesukarelaan penuh konseli untuk menjalani proses layanan konseling individual bersama konselor menjadi buah dari terjaminnya kerahasiaan pribadi konseli. Konseling menjadi strategi utama dalam proses bimbingan dan merupakan teknik standar serta merupakan tugas pokok seorang konselor di pusat pendidikan. kesukarelaan. Layanan konseling individual seringkali menjadikan pengembangan/ pemeliharaan potensi dan unsur-unsur positif konseli sebagai fokus dan sasaran layanan. Melalui layanan konseling individual konseli memahami seluk beluk masalah yang dialami secara mendalam dan komprehensif. serta diharapkan tercegah pula masalah-masalah baru yang mungkin timbul timbul (fungsi pencegahan). Asas-asas konseling akan memperlancar proses dan memperkuat bangunan yang ada di dalamnya. Yang mendasar seluruh kegiatan layanan konseling individual adalah asas kerahasiaan. dan tingkah laku. kekinian. Keyakinan konseli akan adanya perlindungan yang demikian itu menjadi jaminan untuk suksesnya pelayanan. suatu yang ingin dihilangkan. keterbukaan. diperkuat oleh terentaskannya masalah. Konseling memberikan bantuan kepada individu untuk mengembangkan kesehatan mental. Untuk ini asas kerahasiaan menjamin jaminannya. maka upaya pengentasan masalah konseli melalui Konseling individual akan mengurani intensitas ketidaksukaan atas keberadaan sesuatu yang dimaksud. kesukarelaan. d. Dengan layanan Konseling individual beban konseli diringankan. Tujuan umum layanan Konseling individual adalah terentaskannya masalah yang dialami konseli. dan potensi konseli dikembangkan. mendalami arti nilai hidup pribadi. Masalah yang dialami yang dialami konseli menyangkut dilanggarnya hak-hak konseli sehingga konseli teraniaya dalam kadar tertentu. akan merupakan kekuatan bagi tercegah menjalarnya masalah yang sekarang sedang dialami itu. Pengembangan dan pemeliharaan potensi konseli dan berbagai unsur positif yang ada pada dirinya merupakan latar belakang pemahaman dan pengentasan masalah konseli dapat dicapai (fungsi pengembangan dan pemeliharaan). Fungsi Konseling individual Dalam kerangka tujuan umum di atas. serta positif dan dinamis (fungsi pemahaman). b. b. Kelima sasaran yang merupakan wujud dari keseluruhan fungsi konseling itu. Segenap rahasia pribadi konseli yang terbongkar menjadi tanggung jawab penuh konselor untuk melindunginya. e. sesuatu yang dapat menghambat atau menimbulkan kerugian. Tujuan Konseling individual Konseling bertujuan membantu membantu individu untuk mengadakan interpretasi fakta-fakta. Melalui layanan konseling individual konseli memiliki kemampuan untuk membela diri sendiri menghadapi keteraniayaan itu. 2. 3. layanan konseling individual dapat menangani sasaran yang bersifat advokasi (fungsi advokasi). 4. Asas kerahasiaan Hubungan interpersonal yang amat intens sanggup membongkar berbagai isi pribadi yang paling dalam sekalipun. Pemahaman yang mengarah kepada dikembangkannya persepsi dan sikap serta kegiatan demi terentaskannya secara spesifik masalah yang dialami konseli tersebut (fungsi pengentasan). maka dalam layanan Konseling individual dapat dirinci dan secara langsung dikaitkan dengan fungsi-fungsi konseling secara menyeluruh diembannya yaitu sebagai berikut: a. secara langsung mengarah kepada dipenuhinya kualitas untuk kehidupan sehari-hari yang efektif (efektive daily living). c. kemampuan konseli ditingkatkan. kini dan mendatang. Dengan demikian kerahasiaan dan kesukarelaan menjadi unsur dwi- 344 . kegiatan. kenormatifan dan asas keahlian. perubahan sikap. terutama pada sisi konseli. Asas-asas konseling individual Kekhasan yang paling mendasar layanan konseling individual adalah hubungan interpersonal yang amat intens antara konseli dan konselor.a. Apabila masalah konseli itu dicirikan antara lain: sesuatu yang tidak disukai adanya.

C. aktif agar konseli mampu mengambil keputusan sendiri. Pemilihan dan penyesuaian yang tepat dapat memberikan perkembangan ini individu dapat lebih baik dalam lingkungannya. 3. Jadi seberat apapun pengembangan kesukarelaan dan keterbukaan itu harus dilakukan konselor. Dalam layanan konseling individual. d. Sebagai seorang yang ahli dalam pelayanan konseling. Read. 345 . dari awal dan selama proses layanan sampai pada periode pasca layanan. Konseli dan konselor terikat sepenuhnya oleh nilai-nilai dan norma yang berlaku. tunggal yang mengantarkan konseli ke arena proses layanan konseling individual. di bawah ini terdapat beberapa langkah yang harus dilakukan. terbuka. Lembar Kegiatan Peserta Pelatihan Untuk mendukung pencapaian tujuan dalam kegiatan peserta pelatihan ini. Reflect on the material. hukum. buatlah contoh dalam penerapan fungsi dan asas konseling individual. keputusan diri sendiri sehingga ia dapat lebih baik menyesuaikan diri dengan lingkungannya dan memberikan kesejahteraan pada diri sendiri dan masyarakat sekitarnya. Konseli dituntut untuk benar-benar aktif menjalani proses perbantuan melalui layanan konseling individual. Asas kesukarelaan akan menghasilkan keterbukaan konseli. Latihan Setelah pelatihan peserta pelatihan diharapkan dapat memahami materi pada bagian bab II. adat. Keahlian konselor itu diterapkan dalam suasana normatif terhadap konseli yang sukarela. 2. ilmu.c. Asas kenormatifan dan keahlian Semua aspek teknis dan isi layanan konseling individual adalah normatif artinya tidak boleh terlepas dari kaidah-kaidah norma yang berlaku baik norma agama. 3. Pelajari terlebih dahulu materi yang telah tersaji pada kegiatan di Bab II ini secara seksama. Kemudian diskusikan materi yang telah anda ringkas. Kesukarelaan awal ini harus dipupuk dan dikuatkan. yaitu: 1. Rangkuman Makna konseling adalah suatu proses bantuan secara profesional antara konselor dan konseli yang bertujuan membantu untuk mengentaskan masalah yang dihadapi individu dalam kehidupannya. dan kebiasaan. konselor mencurahkan keahlian profesionalnya dalam pengembangan konseling individual untuk kepentingan konseli dengan menerapkan semua asas di atas. apabila proses konseling hendak dihidupkan. identifikaskan perubahan perilaku yang termasuk ke dalam tujuan konseling individual. Apabila penguatan kesukarelaan awal ini gagal dilaksanakan maka keterbukaan tidak akan terjadi dan kelangsungan proses layanan terancam kegagalan. Diskusikan pula latihan yang telah anda kerjakan. Buatlah ringkasan materi dengan metode PQ4R (Preview. Recite dan Review). 2. Question. terkait dengan hal tersebut peserta diharapkan perlu untuk melakukan latihan-latihan sebagai berikut: 1. Dengan nuansa kekinianlah segenap proses layanan dikembangkan dan atas dasar kekinian pulalah kegiatan konseli dalam layanan dijalankan. Asas kekinian dan kegiatan Asas kekinian diterapkan sejak paling awal konselor bertemu konseli. Tanpa keseriusan dalam aktifitas yang dimaksudkan itu dikhawatirkan perolehan konseli akan sangat terbatas atau keseluruhan proses layanan itu menjadi sia-sia. D. diharapkan konseli dapat mengubah sikap. 4. Seluruh kegiatan konseling individual ini bernuansa kekinian dan rahasia pribadi sepenuhnya dirahasiakan. Rumuskan konsep dasar tentang definisi konseling individual. E. Konseli pada awalnya dalam kondisi sukarela untuk bertemu dengan konselor.

346 . Dengan demikian. makna. kegiatan. Konseling memberikan bantuan kepada individu untuk mengembangkan kesehatan mental. maka dalam layanan Konseling individual dengan menggunakan fungsi-fungsi yang ada dalam pelayanan konseling yaitu: fungsi pemahaman. fungsi. kemampuan konseli ditingkatkan. perubahan sikap. kini dan mendatang. kesukarelaan. kekinian. Yang mendasar seluruh kegiatan layanan konseling individual adalah asas kerahasiaan. secara langsung mengarah kepada dipenuhinya kualitas untuk kehidupan sehari-hari yang efektif (efektive daily living). fungsi pengembangan dan pemeliharaan. dan fungsi advokasi. kesukarelaan.Konseling bertujuan membantu membantu individu untuk mengadakan interpretasi fakta-fakta. Dengan layanan Konseling individual diharapkan beban konseli diringankan. dan asas-asas dalam pelaksanaan layanan konseling individual hendaknya harus dipahami dan dilaksanakan agar tercipta suatu layanan konseling individual yang berkualitas. fungsi pengentasan. dan potensi konseli dikembangkan. Kelima sasaran yang merupakan wujud dari keseluruhan fungsi konseling itu. fungsi pencegahan. mendalami arti nilai hidup pribadi. Asas-asas konseling akan memperlancar proses dan memperkuat bangunan yang ada di dalamnya. keterbukaan. Konseling menjadi strategi utama dalam proses bimbingan dan merupakan teknik standar serta merupakan tugas pokok seorang konselor di pusat pendidikan. Kekhasan yang paling mendasar layanan konseling individual adalah hubungan interpersonal yang amat intens antara konseli dan konselor. Tujuan secara umum layanan Konseling individual adalah terentaskannya masalah yang dialami konseli. kenormatifan dan asas keahlian. dan tingkah laku. Dalam kerangka tujuan inilah. tujuan.

serta menerapkannya sesuai dengan konteks dan pribadinya. melalui pengembangan gaya konseling yang sesuai dengan kepribadiannya sambil terbuka untuk belajar dari orang lain. manusia. sehingga dia sanggup menghayati dan menunjukan empaty dengan konselinya. artinya konselor harus memilki suatu rasa harga diri yang kuat yang menyanggupkannya berhubungan dengan orang lain atas dasar hal-hal yang positif dari konseli. nilainilai. e. selain menggunakan media verbal. Komponen konseling merupakan bagian-bagian penting yang sangat menentukan terjadinya proses konseling. Uraian Materi Dalam kegiatan belajar bab III ini akan diuraikan materi yang berkaitan dengan komponen konseling. hal mana timbul dari keterbukaan konselor terhadap masalah dan perasaan sendiri. Dalam proses konseling. Mengembangkan diri menjadi konselor yang otonom. 347 . yang antara lain dapat dideskripsikan sebagai berikut : a.BAB III HUBUNGAN KONSELOR DAN KONSELI DALAM KONSELING INDIVIDUAL A. yang berupa kerelaan untuk mengambil bagian dengan orang lain dalam suka duka mereka. Adapun indikatornya. dan motivasinya. konselor juga dapat menggunakan media tulisan. Mampu mereduksi kecemasan. Untuk mengelola konseling secara efetif. tidak membiarkan diri menurun kapasitasnya c. 2. Memiliki kemampuan untuk hadir bagi orang lain. dan mempelajari berbagai konsep dan teknik konseling. f. berkompeten. kesabaran. Memahami makna hubungan konselor dan konseli dalam konseling individual B. dalam pengertian berusaha untuk terbuka guna memperluas cakrawala wawasannya. Kompetensi tersebut akan mendorong konselor untuk menjadi pribadi terapeutik. Respek dan apresiatif terhadap diri sendiri. konselor menjadi aktor yang secara aktif mengembangkan proses konseling untuk mencapai tujuan konseling sesuai dengan prinsip-prinsip dasar konseling. d. seorang konselor dituntut memiki seperangkat sifat kepribadian dan ketrampilan tertentu. Meskipun dalam tataran konsep berkembangnya pandangan yang bervariasi tentang konselor yang efektif. dan masalah-masalah. kesadaran dan pandangan yang tepat terhadap peranannya. Semua itu diupayakan konselor dengan cara-cara yang cermat dan tepat. di bawah ini akan diuraikan komponen yang dituntut ada dalam konseling. tidak menunjukan sikap bermusuhan. gambar. peserta pelatihan dapat : Memahami makna konseli individual Memahami makna Konselor individual 3. yaitu : Konselor Konselor adalah seseorang yang karena kewenangan dan keahliannya memberi bantuan kepada konseli. pengetahuan yang baik tentang diri sendiri (self-knowledge). b. tidak tertekan. namun mereka mengakui bahwa karakteristik pribadi dan perilaku konselor kontributif bagi pembinaan relasi yang bermakna yang akan mendorong konseli untuk berkembang. kebebasan. Beberapa kompetensi pribadi yang signifikan untuk dimiliki konselor antara lain. 1. Para peserta pelatihan dapat memahami komponen konseling. Konselor tidak hanya puas dengan apa yang ada dan berupaya mempertanyakan mutu eksistensinya. Memiliki gagasan yang jelas mengenai keyakinan tentang hidup. dan tanpa syarat memandang dan merespons konseli sebagai pribadi. kekuatan atau daya (strength). kepekaan (sensitivity). media elektronik. dapat dipercaya (trustworthness). serta terus menerus berusaha memahami dirinya sendiri karena konselor hendak mendorong pemahaman diri itu dalam diri konseli. kejujuran. dan media pengembangan tingkah laku lainnya. kesehatan psikologis yang baik. Terkait dengan hal tersebut. Kompetensi dan Indikator Pada kegiatan belajar 2 ini. dan kesadaran holistik. demi terentaskannya masalah yang dialami oleh konseli. Dalam konseling individual. Berorientasi untuk tumbuh dan berkembang. kehangatan (warmth) pendengar yang aktif (active responsiveness).

Pemahaman Secara Empati Memahami secara empati merupakan suatu kemampuan untuk memahami cara pandang (pikiran. kematangan. ide) dan perasaan orang lain. Apapun latar belakang kedatangan konseli dan bagaimanapun kondisi konseli. 348 . Penghargaan Positif Tanpa Syarat Konseling akan lebih efektif jika kondisi penghargaan yang positif ini diciptakan konselor dan dilakukan tanpa syarat. Tujuan-tujuan yang akan dicapai dalam proses konseling tersebut akan dicapai secara efektif apabila kondisi konseling memungkinkan konseli berkembang dan menggali potensi-potensi yang ada pada dirinya. berpenampilan terus terang dan lebih penting adalah kesesuaian antara hal-hal yang dikomunikasikan secara verbal dengan non verbal. kepedulian. Konseli datang dan bertemu konselor dengan cara yang berbeda-beda. harus diperhatikan. c. kesejatian (genuineness). Dengan adanya a. ada yang datang dengan perantara orang lain. dan hal-hal positif lainnya dalam menjalani hidup sehari-hari. atau mengalami suatu kekurangan yang ia ingin isi. terus terang. diterima. uneg-uneg. serta mempunyai kesadaran akan budaya (cultural awareness) Kongruensi Kongruensi dalam hubungan konseling dapat dimaknakan dengan ”menunjukan diri sendiri” apa adanya. Dengan demikian dapat tercipta kondisi yang harmonis antara konselor dan konseli. hubungan konselor dengan dengan konseli berada dalam konteks hubungan membantu (helping relationship). Jika konseli tahu bahwa konselor tidak kongruensi maka bisa berakibat mengurangi bahkan menghilangkan kepercayaan konseli pada konselor. atau mengalami suatu ia ingin dan/atau perlu dikembangkan pada dirinya. hidup yang lebih berarti. fungsi. memperoleh nilai tambah. penghargaan positif tanpa syarat (positive regard). Memahami secara empati ini bermakna bahwa konselor memahami cara pandang dan perasaan konseli berdasakan kerangka pemikiran yang dimiliki oleh konseli sendiri (internal frame of reference). dan cara menghadapi kehidupan dengan memanfaatkan sumber-sumber internal pada pihak konseli. baik kekurangan maupun kelebihan yang ia miliki. atau setidaknya sedang mengalami sesuatu yang ingin disampaikan kepada orang lain.Konseli Konseli adalah seorang individu yang sedang mengalami masalah. dan memahami secara empati (emphatic understanding). Kondisi konseling yang fasilitatif meliputi kongruensi (congruence). Dalam hal ini konseli dapat belajar bahwa dirinya dengan kenyataan yang ada dapat diterima oleh orang lain sekaligus konseli dapat menerima dirinya apa adanya. Kongruensi dalam beberapa referensi yang lain memiliki kesamaan istilah dengan otentik (authenticity). yaitu hubungan untuk meningkatkan pertumbuhan. Dengan kata lain konselor menerima setiap individu (konseli) tanpa menilai aspek-aspek pribadinya yang ”lemah” ataupun ”kuat” Penghargaan kondisi yang harmonis positif tanpa syarat memiliki kesamaan makna dengan hangat. Konselor dalam hubungan konseling diharapkan dapat menimbulkan kongruensi pada diri konseli. Kedatangan konseli bertemu konselor disertai dengan kondisi tertentu yang ada pada konseli. bahkan ada yang datang (mungkin terpaksa) karena didorong atau diperintah oleh pihak lain. Konselor hendaknya berfikir dengan bersama-sama konseli daripada berfikir tentang atau mengenai konseli. dan dilayani sepenuhnya oleh konselor. Konseli menanggung semacam beban. b. Dengan kondisi ini maka konselor yang efektif mestilah menghayati perasaan konseli sebagaimana konseli mempersepsi perasan-perasannya maupun cara pandangnya terhadap sesuatu. Melalui konseling. Ada yang datang sendiri dengan kemauan kuat untuk menemui konselor (self-referal). tidak bersikap defensif karena jika konseli memiliki sikap-sikap demikian akan menghambat hubungan konseling. Konteks Hubungan Konselor-Konseli Dalam konseling. konseli menginginkan agar ia mendapatkan suasana berpikir yang jernih dan/atau perasaan yang lebih nyaman. artinya konseli mempunyai sikap apa adanya.

pemahaman secara empati maka konseli akan merasakan bahwa ada orang lain yang mau dan bersedia memahami dirinya yang sebelumnya belum diperolehnya. memahami dan mengevaluasi dirinya apakah sudah memenuhi kriteria sebagai seorang konselor yang terapeutik. terus berkembang menuju pertumbuhan dan perkembangan yang lebih optimal.d. e. Privasi Pada prinsipnya dalam hubungan konseling perlu keterbukaan konseli tentang masalahnya. penghargaan positif tanpa syarat 349 . Pertumbuhan dan perubahan Hubungan konseling bersifat dinamis. Tanpa adanya hubungan konseling tidak akan mencapai pada tingkatan yang diharapkan. Peserta pelatihan diajak diskusi untuk mengidentifikasi ciri-ciri individu yang dapat dikategorikan sebagai seorang konseli. Keterbukaan konseli tersebut bersifat konfidensial. 3. Memberikan dorongan kepada konseli untuk meningkatkan efektifitas perilakunya dan memotivasi untuk bertanggung jawab terhadap keputusannya. Dorongan Dalam hubungan konseling. b. Perlindungan jaminan ini adalah unik dan akan meningkatkan kemauan konseli membuka diri. f. Afeksi Hubungan konselor dengan konseli sejatinya lebih sebagai hubungan afeksi dari ada sebagai hubungan afeksi dari pada sebagai hubungan kognitif. 2. Karakteristik dinamika dan keunikan hubungan konselor konseli sebagai hubungan yang bersifat membantu adalah sebagai berikut. Latihan 1. Dalam konteks ini. Konselor dan konseli harus membangun hubungan secara jujur dan terbuka. C. konselor harus menjaga kerahasiaan seluruh informasi tentang konseli dan tidak dibenarkan mengemukakan secara transparan kepada siapapun tanpa seijin konseli. c. Dalam hubungan konseling tidak ada sandiwara dengan jalan menutupi kelemahan. Hubungan afeksi akan tercermin sepanjang proses konseling termasuk dalam melakukan eksplorasi terhadap persepsi dan perasaan-perasaan subyektif konseli. Kedinamisan hubungan ini akan tercermin dari waktu ke waktu terjadi peningkatan hubungan konselor dengan konseli. konselor mengupayakan agar hubungannya konseli dapat berlangsung secara mendalam sejalan dengan perjalanan hubungan konseling. atau mengatakan yang bukan sejatinya. Kesadaran Budaya Kesadaran akan budaya mengacu pada kemampuan konselor untuk terbuka dan memotivasi untuk belajar menerima dan memahami budaya yang berbeda dengan budaya yang ia miliki. Hubungan yang penuh afeksi ini dapat mengurangi rasa kecemasan dan ketakutan pada konseli. Peserta pelatihan diminta sharing dengan teman dalam kelompok kecil. konselor memberikan dorongan kepada konseli untuk meningkatkan kemampuan dirinya dan berkembang sesuai dengan kemampuannya. peningkatan pengalaman dan tanggung jawab konseli. a. Keterbukaan konseli tentang masalahnya. d. untuk mencoba mengenali. Kejujuran Hubungan konselor dengan konseli didasari atas kejujuran dan keterbukaan. Peserta pelatihan diminta mendiskusikan tentang bagaimana caranya membuat kondisi konseling yang kongruensi. Dengan menggunakan kesadaran budaya konseli tidak memaksakan kehendaknya (nilai-nilai) yang dianutnya sekaligus didalamnya terkandung budaya yang konselor miliki tetapi konselor memberikan dorongan konseli untuk mengubah apa yang seharusnya ia inginkan sesuai dengan nilai-nilai budaya yang ia miiki. Intensitas Hubungan konselor dengan konseli dilakukan dengan penuh intensitas sehingga memfasilitasi konseli untuk terbuka terhadap persepsinya.

Recite dan Review) 3. Lembar Kegiatan Peserta Pelatihan Untuk mendukung pencapaian tujuan dalam pembelajaran ini. yaitu : 1.(positive regard) memahami secara empati (emphatic understaning). kesehatan psikologis yang baik. Rangkuman Konselor adalah seorang yang mempunyai kewenangan dan keahliannya memberi bantuan kepada konseli. hidup yang lebih berarti. kesabaran. Read. memperoleh nilai tambah. konseli menginginkan agar ia mendapatkan suasana fikiran yang jernih da/atau perasaan yang lebih nyaman. Pelajari terlebih dahulu materi yang telah tersaji pada kegiatan belajar 2 secara seksama 2. atau setidaksetidaknya sedang mengalami sesuatu yang ingin disampaikan kepada orang lain. Kemudian diskusikan materi yang telah anda ringkas. 350 . pengetahuan yang baik tentang diri sendiri. kehangatan pendengar yang aktif. Melalui konseling. Buatlah ringkasan materi dengan metoda PQ4R (Preview. Ada berbagai varitas seorang konseli mendatangi konselor. Reflect on the Material. dibawah ini terdapat beberapa langkah-langkah yang harus dilakukan. kemudian masing-masing peserta memberikan feedback. Dalam konseling individual. 4. kejujuran. Beberapa kompetensi pribadi yang signifikan untuk dimilki oleh konselor antara lain. D. ada yang dengan terpaksa karena disuruh oleh pihak lain. Lakukan simulasi terhadap materi kegiatan belajar 2 ini. kebebasan. Question. Konseli adalah seorang individu yang sedang mengalami masalah. kekuatan atau daya. dapat dipercaya. kompetens. dan halhal yang positif lainnya dalam menjalani hidup sehari-hari dalam rangka kehidupan secara menyeluruh. konselor dituntut memiliki karakteristik pribadi dan perilaku konselor kontributif bagi pembinaan relasi yang bermakna yang akan mendorong konseli untuk berkembang. kepekaan. E. dan kesadaran akan budaya (cultural awarenness). dan kesadaran holistik.

Memahami dan menerapkan keterampilan Memimpin 4. malas atau tidak tulus. Attending sangat diperlukan selama proses konseling berlangsung. Secara singkat attending dapat dipahami sebagai kemampuan konselor dalam menunjukkan perhatian secara penuh kepada konseli sehingga konseli dapat terlibat dalam proses konseling. misalnya empati. Uraian Materi Keterampilan Dasar Attending a. maka harus diperhatikan agar proses konseling bisa efektif. Memahami dan menerapkan keterampilan Normalisasi 1. Memahami dan menerapkan keterampilan dasar Attending 2. terutama sekali pada tahap awal konseling. Konselor juga hendaknya tidak bersikap tegang dan bisa bersikap rileks karena ketegangan ketegangan yang ditunjukkan konselor dapat mengalihkan perhatian konseli kepada konselor dan menimbulkan respon ketegangan pada konseli. Pengertian Di awal proses konseling. Posisi duduk konselor sebaiknya tidak bersandar atau membungkuk karena dapat mencerminkan kesan enggan. Memahami dan menerapkan keterampilan Interpretasi 7. keaslian/ketulusan. Memahami dan menerapkan keterampilan Konfrontasi 6. Kompetensi dan Indikator Kegiatan belajar pada Bab IV ini mempunyai kompetensi yang harus dicapai oleh Para peserta pelatihan yaitu diharapkan peseta pelatihan dapat memahami dan menerapkan konsep dasar pada keterampilan dasar konseling. serta respek atau penghargaan positif. Memahami dan menerapkan keterampilan Parafrase Isi dan Refleksi perasaan 8. Attending terjadi dalam konteks inti kondisi-kondisi yang mempengaruhi hubungan dalam konseling. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penampilan fisik antara lain: menghadapkan muka pada konseli dengan cerah. tulus. b. Memahami dan menerapkan keterampilan Memantulkan 5. Temuan penelitian menunjukkan bahwa perilaku attending yang baik membangkitkan harga diri konseli. Komponen-komponen attending Berikut ini uraian tentang komponen-komponen attending yaitu sebagai berikut:  Kontak mata Ketika sedang berkomunikasi. biasanya pandangan tertuju pada mata. dan terus terang sebagai bukti bahwa konselor dapat bekerja sama. Dengan adanya kontak mata menunjukkan bahwa konselor menaruh perhatian terhadap konseli.BAB IV KETERAMPILAN DASAR KONSELING A. mengembangkan suasana yang aman sehingga melancarkan ekspresi bebas tentang apa saja yang muncul di benak konseli. konselor harus dapat mempersiapkan konseli untuk terlibat dalam konseling. Keberhasilan konselor untuk mengajak konseli terlibat secara penuh dalam konseling akan mempengaruhi proses konseling selanjutnya. peserta pelatihan dapat: 1. Attending adalah metode yang biasanya digunakan untuk membuka suatu wawancara konseling karena dapat mengembangkan tujuan konseli untuk mengadakan eksplorasi dan penjajagan diri. Adapun indikator dalam pembelajaran ini. Penampilan fisik konselor juga sangat penting. menunjukkan sikap terbuka dan tidak bersikap defensif dengan cara posisi tangan di atas pangkuan tetapi tidak B. Hal ini adalah cara untuk menunjukkan adanya perhatian yang sungguh-sungguh terhadap lawan bicara karena kontak mata adalah alat pokok untuk berkomunikasi. Memahami dan menerapkan keterampilan Respon Mendengarkan 3. 351 . sehingga diharapkan konselor dalam memandang secara mendalam dan konseli merasa diperhatikan. Kesediaan konseli untuk terlibat sangat ditentukan oleh kesan pertama tentang konselor.  Postur tubuh Postur tubuh atau penampilan fisik seorang konselor bisa memberikan kesan tertentu pada konseli.

Disamping klarifikasi terhadap ketepatan pesan konseli. sehingga kesimpulan konselor terkesan tergesa-gesa. ekspresi muka yang responsif dengan dihiasi senyum secara spontan. embigu. Konselor: ” Tampaknya anda ingin memisahkan diri dan bekerja sendiri” Contoh 2 Konseli : ”Kadang-kadang Saya ingin lari dari semuanya” Konselor : ”Dapatkah Anda jelaskan. Cara berkomunikasi seperti ini kurang baik. refleksi dan rangkuman. seperti ”Ya” atau ”Saya tahu apa yang anda rasakan”. Hal ini sering terjadi di tahap-tahap awal konseling dimana konselor belum memiliki gambaran yang jelas tentang konseli. Keterampilan konselor menggunakan respon klarifikasi akan menentukan ketepatan pesan yang diterima dan diprosesnya. memperhatikan sikap santai sehingga konseli pun terpengaruh untuk santai pula. a. Pertanyaan klarifikasi kepada konseli dimaksudkan untuk menguraikan pernyataan konseli yang samar-samar. Tujuan dari adanya klarifikasi adalah:  Mendorong konseli untuk elaborasi  Memeriksa ketepatan apa yang didengar konselor terhadap pesan-pesan konseli  Memperjelas pesan-pesan yang samar atau membingungkan. Perlu diingat. klarifikasi akan membantu memperjelas apa terjadi dan apa yang dirasakan konseli. atau tidak jelas. Jika konselor gagal dalam mendengarkan. apa yang Anda maksud lari dari semuanya?” Pada contoh di atas. terutama pada tahap awal konseling. Batasan dan tujuan dari respon mendengarkan yaitu klarifikasi. mengungkapkan situasi atau perasaan konseli. Di bawah ini akan di jelaskan hal-hal yang terdapat dari respon mendengarkan sebagai berikut: Klarifikasi Klarifikasi merupakan pertanyaan yang diajukan ketika muncul pesan konseli tidak jelas. Mendengarkan merupakan prasyarat bagi konselor untuk dapat memberikan respon atau strategi secara tepat dalam suatu konseling.  Gerak tubuh Konselor dapat menggunakan gerakan tubuh untuk menyampaikan pesan tertentu kepada konseli. tanpa memeriksa ketepatan pesan yang di dengar. Dalam hal ini. konselor tidak mengajukan pertanyaan atau memunculkan topik baru tetapi konselor tingkah verbal yang dimaksudkan sebagai isyarat bahwa konselor memperhatikan dan memahami konseli. dan mendengarkan ungkapan konseli dengan penuh perhatian. bahkan strategi yang digunakan bahkan tidak sesuai. bahwa kejelasan pesan-pesan konseli sangat penting bagi konselor sebelum melakukan kesimpulan. Respon konselor dapat berupa kata-kata yang menunjukkan dukungan. Berikut ini ada beberapa contoh klarifikasi yaitu: Contoh 1 Konseli : ”Saya sudah merasa jenuh kalau harus berkumpul terus dengan keluarga”. Jika konselor banyak menggunakan tangannya misalnya ”sedekap”. Keterampilan Respon Mendengarkan Dalam berkomunikasi terdapat dua kegiatan yaitu mendengarkan dan berbicara. Yang sering terjadi dalam proses konseling yaitu konselor seringkali membuat asumsi dan kesimpulan tentang konseli.  Tingkah laku verbal Respon konselor terhadap konseli dengan menggunakan kata-kata yang disampaikan secara lisan berhubungan dengan apa yang dikatakan konseli merupakan suatu tingkah laku verbal. 2. miring atau condong kepada konseli disaat mendengarkan atau merespon berbicara sehingga menampakkan diri sebagai orang yang bersama dengan konseli. kemungkinan konseli tidak akan dapat melakukan eksplorasi diri.kaku. Jika konselor tidak yakin dengan makna pesan yang dikemukakan konseli. maka perlu dilakukan klarifikasi. parafrase. masalah yang dibicarakan tidak tepat. Dengan demikian hendaknya konselor perlu menyadari pesan apa yang akan disampaikan kepada konseli dengan gerakan tubuh dan tangan yang kita gunakan. baik secara langsung maupun tidak. 352 .

Oleh karena itu. orang. Konseli akan merasa dimengerti dan dipersiapkan untuk mengolah lebih dalam lagi masalah-masalah yang diajukannya. Tujuan utama parafrase bagi konselor adalah menguji pengertian konselor tentang apa yang dikatakan konseli. baik verbal maupun non verbal untuk mengetahui apa yang tellah dikatakan oleh konseli. Refleksi Refleksi merupakan keterampilan konselor untuk merespon keadaan perasaan konseli terhadap situasi yang sedang dihadapi. yaitu: Mengidentifikasi isi pesan konseli. dalam klarifikasi konselor sebaiknya lebih menunjukkan nada bertanya daripada memberikan suatu pertanyaan. konselor menyatakan ide pokok konseli dengan katakata sendiri. Kemampuan konselor untuk mengamati dan memberikan respon terhadap perasaan-perasaan konseli merupakan hal yang sangat penting dalam proses konseling karena tindakan tersebut akan mendorong dan merangsang konseli untuk mengemukakan segala sesuatu yang  353 . Konselor : ”Anda tahu bahwa Anda perlu menghindari duduk atau tider sepanjang hari untuk membantu depresi yang anda alami”. Tujuan berikutnya adalah menyatakan kepada konseli bahwa konselor mencoba mengerti pesan konseli. tetapi secara tiba-tiba dia memarahi saya” Konselor: ” Apakah Anda mengatakan bahwa perilakunya tidak konsisten terhadap Anda?” Adapun langkah-langkah dalam melakukan parafrase adalah sebagai berikut:  Berusaha mengingat kembali pesan-pesan konseli (apa yang telah dikatakan konseli)  Mengidentifikasi isi pesan konseli dengan menanyakan dalam diri ”situasi. konselor hendaknya menggunakan pilihan kata yang tepat sehingga membantu menekankan kata atau ide penting yang diungkapkan konseli. Parafrase Parafrase merupakan suatu metode untuk menyatakan kembali pesan pokok konseli dengan kata-kata yang lebih pendek dan tepat dengan tujuan untuk memperbaiki hubungan pribadi. Parafrase lebih memperhatikan bagian kognitif dari pesan konseli. Jadi. Cara ini dipergunakan konselor untuk memberi tahu bahwa ia sedang mendengarkan apa yang dikatakan dan konselor ingin mendengarkan lebih banyak lagi.  Memeriksa keefektifan klarifikasi dengan mendengar dan memperhatikan respon konseli. dan konselor berupaya memahami apa yang dinyatakan konseli. obyek. dan memberi peluang untuk memerika kecermatan persepsi konselor.  Memeriksa keefektifan parafrase berdasarkan berdasarkan respon konseli. Contoh 1 Konseli : ”Saya tahu. yang perlu diperiksa ketepatannya atau perlu di elaborasi. baik verbal maupun non verbal yang mengisyaratkan bahwa pernayataan konselor tepat dan bermanfaat. Perhatikan contoh berikut ini. Esensi keterampilan ini adalah pengulangan kata-kata atau pemikiran-pemikiran kunci dari konseli dalam rumusan-rumusan yang menggunakan kata-kata konselor sendiri.  Mengidentifikasi adanya pesan-pesan yang samar-samar atau membingungkan. seperti”Dapatkah Anda jelaskan” atau Apakah Anda mengatakan” .  Menentukan kalimat atau kata-kata yang tepat untuk klarifikasi. maksud dari kegiatan parafrase adalah: menyampaikan kepada konseli bahwa konselor bersama konseli. tidak sekedar menirukan kata-kata yang diucapkan konseli.b. Contoh 2 Konseli : ”Kadang-kadang dia menampakkan kesukaannya kepada saya. mengkristalisasi komentar konseli dengan lebih memendekkannya sehingga membantu mengarahkan wawancara. jika hanya duduk atau tidur sepanjang hari tidak akan membantu depresi yang saya alami”. c. atau ide apa yang dibicarakan”  Memilih kata-kata yang sesuai dengan apa yang dikemukakan konseli. Bila parafrase yang diberikan tepat maka konseli akan memberikan tanda persetujuan. Berikut ini terdapat langkah-langkah dalam klarifikasi. dan jika berhasil berarti konselor telah mengikuti cerita konseli. Dalam parafrase.

Merangkum Rangkuman merupakan pernyataan kembali yang menyangkut data kognitif atau afektif. Dengan demikian. Refleksi perasaan dapat digunakan untuk menyatakan bagian efektif dari pesan. Dalam hubungan sosial sehari-hari perasaan-perasaan konseli ada kecenderungan untuk disembunyikan atau dikekang. Menyatakan kembali perasaan-perasaan konseli dengan menggunakan kata-kata yang berbeda dari yang diucapkan konseli. d. sehingga perasaan tersebut dapat berkurang. konseli akan menyatakan ”Ya. Dalam hal ini konselor harus peka terhadap cara konseli mengungkapkan permasalahannya. atau kata-kata afektif dalam pesan atau pernyataan konseli. Untuk konselor. karena melalui tindakan keterampilan tersebut akan terwujud suasana keakraban dan sekaligus pemberian empati dari konselor kepada konseli. serta menyadari kemajuan wawasan diri dan pemecahan masalahnya. Nada suara atau ekspresi wajah dapat emmberi tanda atau petunjuk mengenai perasaan dalam diri konseli. Merangkum juga mempunyai pengaruh memberi keyakinan kepada konseli bahwa konselor meresapi pesan konseli serta membantu konseli agar merasakan suatu gerakan dalam mengeksplorasi ide dan perasaan. Refleksi perasaan bisa menjadi keterampilan yang sulit dipelajari karena seringkali perasaan-perasaan tersebut diabaikan atau tidak dipahami. namun dalam refleksi memuat aspek emosional atau komponen pesan yang tak terungkap dalam parafrase.  Memberitahukan pada konseli bahwa konselor memahami perasaan konseli yang tidak suka atau marah kepada konselor. merfleksi perasaan konseli merupakan suatu teknik yang ampuh. konselor menyampaikan kepada konseli bahwa dia mampu memahami bagaimana perasaannya. Merangkum memerlukan perhatian yang teliti dan konsentrasi terhadap pesan-pesan konseli yang disampaikan secara verbal maupun non verbal. 2. Ada 6 langkah dalam membuat reflesi perasaan. 6. baik positif maupun negatif tentang situasi orang. 4. Mengemukakan pernyataan refleksi dengan awalan kata yang sesuai dengan petunjuk dari konseli.berhubungan dengan masalah yang sedang dihadapinya. 3. atau aspek emosional konseli. Memeriksa keefektifan refleksi berdasarkan respon konseli terhadap pernyataan refleksi yang disampaikan konselor. Perhatikan tingkah laku non verbal konseli ketika ia mengemukakan pernyataan/pesan-pesan secara verbal. Dengarkan kata-kata yang digunakan konseli untuk menyatakan perasaanperasaannya. Ada beberapa tujuan dari refleksi perasaan. tidak hanya dalam satu sisi atau beberapa bulan proses konseling berlangsung. kegiatan ini berperan sebagai pemeriksa efektifnya kecermatan persepsi terhadap spektrum sepenuhnya konseli. Jika identifikasi perasaan konseli dalam refleksi itu tepat. apakah disampaikan secara visual.  Membantu konseli membedakan intensitas berbagai perasaan yang ada dalam dirinya. auditori atau kinestetik 5. hal itu akan sangat mendorong konseli untuk terlibat secara aktif dalam proses wawancara. apabila konselor dapat mengamati perasaan-perasaan konseli secara tepat. Refleksi hampir sama dengan parafrase. Ketepatan menggunakan respon ini bergantung pada ingatan yang tepat tentang tingkah laku konseli. Dengan menggunakan keterampilan refleksi perasaan.” atau ”Ya. Oleh karena itu. yaitu: 1. Jadi bila kita memakai 354 . Merangkum juga dapat dipakai untuk mengakhiri interviu dan untuk memperjelas ide yang baru. itulah yang saya rasakan”. atau hal-hal khusus lainnya. Menambahkan konteks atau situasi dimana perasaan itu muncul. benar. agar memperkuat kebebasan konseli dan mempercayai ekspresi perasaannya sendiri. yaitu:  Membantu konseli memahami perasaannya  Mendorong konseli agar lebih banyak mengekspresikan perasaannya. Ia juga mempunyai efek meyakinkan kembali konseli bahwa konselor telah berada dalam permasalahan konseli.

Memeriksa keefektifan rangkuman dengan cara mendengarkan atau mengamati respon konseli. bukan nada bertanya. Memperhatikan dan mengingat pesan atau serangkaian pesan konseli dengan cara menyatakan kembali dalam hati. ”Mari kita lihat apa yang telah kita selesaikan dalam intervieu ini. A. keterampilan ini terutama bermanfaat dalam membuka hubungan agar konseli mau berbicara. Dalam hal ini. bagaimana pendapat anda?” Apabila suatu hubungan dihentikan. Konselor mencoba supaya konseli merangkum juga bila diperlukan karena hal ini merupakan suatu tes tentang pengertian konseli.  Memberi kesempatan kepada konseli untuk secara bebas menjajagi perasaannya dalam berbagai arah dan emrespon secara bebas terhadap apa yang sedang terjadi. ”Coba buat kesimpulan secara singkat!” 3. Keterampilan memimpin ini dipakai dalam seluruh proses konseling. menjelaskan dan memberikan ilustrasi apa yang sedang mereka katakan. Gunakan nada suara seperti memberikan pernyataan. Keterampilan Memimpin Tujuan dari memimpin adalah mendorong konseli untuk merespon terhadap komunikasi yang sifatnya terbuka. Tujuan yang lebih spesifik dari memimpin adalah:  Mendorong konseli untuk menjajagi perasaan dan meneliti perasaan.  Mendorong konseli untuk lebih aktif dalam proses konseling dan tetap bertanggung jawab terhadap arah interviu.ringkasan. kemajuan yang telah dicapai dan rencana langkah berikutnya. dan mengkristalisasi esensi apa yang telah dikatakan. memadatkan. Konselor dapat berkata: 1. Merangkum hasil penemuan sebelumnya pada permulaan suatu interviu seringkali diperlukan untuk memudahkan kelanjutan interviu. Memimpin secara tidak langsung Tujuan dari memimpin secara tidak langsung adalah agar konseli memulai bicara dan tetap bertanggung jawab atas kelangsungan interviu. Hal ini bisa dilakukan dengan menanyakan dalam diri sendiri ”Apa yang selalu diulang-ulang?” 3. Biasanya teknik ini digunakan 355 . ”Bagaimana pendapatmu tentang hal ini?” 2. Memimpin secara langsung Memimpin secara langsung merupakan suatu teknik untuk memusatkan pada suatu topik. kita berupaya merekapitulasi. 3. Memilih kata pembuka rangkuman yang tepat. Teknik ini juga mendorong konseli untuk meneliti. ”Apa yang anda maksudkan dengan takut?” B. 5. Petunjuk untuk memimpin langsung adalah: Tentukan tujuan pimpinan Nyatakan tujuan dalam kata-kata yang konkrit Beri konseli kebebasan untuk mengikuti pimpinan anda. merangkum akan merupakan suatu usaha bersama untuk menangkap persoalan yang telah diteliti. Hal ini dapt dilakukan dengan bertanya dalam diri ”Apa yang telah dikatakan atau dilakukan konseli?” 2. konselor dapat berkata: 1. Gunakan pilihan kata yang menggambarkan tema atau gabungan unsur-unsur pesan. 4. juga sebagai suatu metode supaya konseli tetap bertanggung jawab. apakah ia memperkuat atau menyangkal tema yang dinyatakan konselor dalam rangkuman. lalu ungkapkan sebagai respon rangkuman. Bagi konselor merangkum berfungsi sebagai suatu bukti yang efektif tentang ketepatan pengamatan konselor. apakah menggunakan kata ”Anda” atau nama konseli dan menyesuaikan dengan kata-kata yang diucapkan konseli. ”Marilah kita meneliti lebih jauh konsep anda tentang mengajar!” 2. Adapun langkah-langkah dalam membuat rangkuman adalah sebagai berikut: 1. tema atau unsur ganda yang tampak jelas dalam pesan-pesan konseli. Memperhatikan beberapa pola.

 Pertahankan yang sifatnya umumdan agak samar. ”Apa yang anda maksud dengan gagal?” 2. Keterampilan Konfrontasi Konfrontasi mencakup sekelompok keterampilan konseling yang kompleks. digunakan apabila konseli menunjukkan ketidakpastian dalam ceritanya. Teknik memusatkan juga merupakan suatu cara membentuk konseli dan menyentuh perasaan mereka. Bertanya Teknik yang digunakan dalam bertanya adalah jenis pertanyaan yang bersifat terbuka akan memberikan kebebasan kepada konseli. ”Marilah kita bicarakan untuk sementara waktu. Amati pengaruhnya. Menentukan perasaan apa yang dinyatakan oleh konseli. 2. Keterampilan Memantulkan Memantulkan perasaan adalah menyatakan dengan kata sendiri tentang perasaan konseli yang esensial. Menggambarkan perasaan ini secara jelas. untuk memperjelas perasaan yang samar-samar menjadi lebih disadari dan untuk emmbantu konseli memiliki perasaannya sendiri. 3. Contoh pertanyaan terbuka: 1. Beberapa contoh ilustrasi teknik meusatkan adalah: 1. Contoh: 1. Ada beberapa pedoman untuk bertanya yang bersifat memimpin yaitu:  Tanyakan pertanyaan yang sifatnya terbuka sehingga tidak hanya menjawab dengan ”Ya” dan ”Tidak”. ”Bagaimana perasaan anda?” C. Langkah-langkah yang digunakan dalam teknik memantulkan memantulkan perasaan adalah: 1. 4. Mengenal perasaan-perasaan dalam diri sendiri sebagai seorang konselor. Apabila konselor berpendapat bahwa konseli telah membicarakan topik permasalahannya. ”Dengan kata lain anda benci terhadap tingkah lakunya”. ”Benar-benar menyakitkan ditolak seseorang yang anda cintai”.  Tentukan pertanyaan yang mengakibatkan munculnya perasaan dan bukan informasi. Contoh pemantulan perasaan adalah sebagai berikut: 1. ”Apa yang ingin anda bicarakan?” 2. Metode bertanya ini mempunyai arti bahwa pertanyaan adalah untuk membantu konseli mengerti dan bukan untuk mempermudah pengertian konselor. Memusatkan Memusatkan pembicaraan pada suatu topik yang menurut pikiran konselor akan memperlancar pemahaman. Tutuplah matamu dan coba hayati apa yang kamu rasakan!” D. konselor dapat menghentikan dan meminta kepada mereka untuk menentukan pada satu aspek karena tujuan lain dari teknik memusatkan adalah untuk menentukan pada satu perasaan atau ide. 2. ”Cobalah anda menerangkan lebih banyak lagi tentang hungan anda dengan orang tua anda?” 4. Tujuan dari memantulkan perasaan adalah untuk memusatkan pada perasaan. terdapat beberapa keterampilan konfrontasi yaitu: a.  Tanyakan pertanyaan yang mengarah pada penjelasan bagi konseli dan bukan informasi untuk konselor. 5.  Konselor diam cukup lama supaya konseli dapat menangkap apa maksud konselornya. 356 . Ada beberapa petunjuk untuk memimpin secara tidak langsung:  Tentukan tujuan pimpinan secara jelas.untuk membuka suatu intervieu. Nilailah melalui reaksi konseli apakah pemantulan ini bersifat membantu atau menghambat. ”Bagaimana perasaanmu tentang apa yang telah kita bicarakan?” 2.

Buatlah parafrasenya. ia harus menemukan pengertian itu sendiri. Tujuan dari teknik interpretasi adalah supaya konseli dapat menginterpretasi sendiri dan menambah kemampuan konseli untuk bertidak secara efektif. Ingat. Tambahkan pengertian konselor tentang apa arti dari pesan konseli dalam kaitannya dengan teori konseling atau penjelasan umum tentang motif. Maksud penerapan konfrontasi dalam konseling adalah membantu konseli agar mengubah pertahanan yang telah dibangun guna menghindari pertimbangan tertentu dan untuk meningkatkan keterbukaan komunikasi. Perkenalkan ide-ide konselor dalm bentuk pertanyaan-pertanyaan yang menunjukkan bahwa konselor menawarkan ide-ide sementara tentang arti diri kata-kata atau tingkah laku konseli. sedangkan pada paraprase dan refleksi perasaan ditekankan pada pernyataan dan keterampilan acuan konseli sendiri. Ajari konseli menginterpretasi sendiri. Konfrontasi dalam wawancara konseling dimaknai sebagai pemberian tanggapan terhadap pengungkapan kontradiksi dari konseli. Konselor merumuskan semua dugaan tentang apa yang sedang terjadi dan bagaimana penafsirannya secara logis tentang tingkah laku konseli. 357 . Mengulang sebagai bentuk memberi tekanan dan memberi kejelasan. Mengenal Perasaan Menggambarkan dan membagi perasaan (sharing) Balikan dan Pendapat Meditasi Mengulang Melakukan Asosiasi Keterampilan Interpretasi Menginterpretasikan merupakan suatu proses menjelaskan arti tentang peristiwaperistiwa kepada konseli. ”Jadi apa yang salah dalam sikap tersebut?” Berikut ini ada beberapa pedoman untuk menginterpretasikan yaitu: 1. e. menginterpretasi berarti bahwa konselor memimpin konseli untuk mencari pengertian-pengertian dan persepsi-persepsi yang lebih luas tentang perasaanperasaannya. Beberapa keterampilan interpretasi dilakukan dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut: a. Tanggapan tersebut berbeda dengan paraprase dan refleksi perasaan. B. F. Hindari spekulasi dan penggunaan bahasa tidak lazim. tetapi dalam menginterpretasi konselor menambahkan arti terhadap pesan pokok konseli. 7. 4. ”Kapan anda merasa terbebani atas keadaan diri anda?” b. 6. mekanisme pertahanan diri. Asosiasi sebagai suatu metode menyentuh perasaan. b.A. Contoh: ”Cobalah dulu sbeelum anda menggunakan!” 6. 2. sehingga konseli mampu melihat persoalannya dengan cara-cara baru. Menggambarkan perasaan-perasaan yang ada dalam diri sendiri dan membagi perasaan tersebut dengan konseli. Dalam konfrontasi digunakan kerangka acuan luar (external frame of reference). E. d. Meditasi sebagai bentuk konfrontasi pada diri sendiri. Mengintrerpretasi hampir sama dengan memantulkan. Cari pesan pokok konseli. kita tidak dapat memberi pengertian kepada orang lain. f. tergantung pada waktu kesiapan konseli untuk dikonfrontasi dan dengan umpan balik secara jujur. Memberikan balikan dalam bentuk pendapat tentang tingkah laku konseli. Pertahanan-pertahanan psikologis ini biasanya merupakan bidang yang penting untuk didekati namun sangat sensitif sehingga memerlukan cara yang cermat dan cerdas. konfrontasi merupakan suatu metode ”menceritakan sesuatu seperti apa adanya” yang mungkin menyebabkan kecemasan. C. Bahasa hendaknya tetap sederhana dan sesuai dengan pesan konseli. Coba amati bagaimana reaksi konseli terhadap interpretasi konselor. 5. 3. Keterampilan Parafrase Isi dan Refleksi Perasaan Konselor diharapkan untuk membantu konseli menghadapi perasaan-perasaanperasaannya daripada menekan perasaan-perasaan tersebut dengan cara memfokuskan 7. c. kebutuhan-kebutuhan dan pola hidup. D.

Latihan Untuk mendukung pemahaman peserta pelatihan. Peserta diminta untuk membuat rencana simulasi tentang keterampilan yang sudah diajarkan seperti di atas. Lembar Kegiatan Peserta 1. maka dalam pelatihan ini peserta diminta untuk berlatih tentang materi kegiatan pada bab IV ini dengan baik.p[erhatian pada level kepala atau kognitif. tetapi tindakan ini memiliki efek katarsis dan nantinya dapat membantu proses penyembuhan yang diinginkan oleh sebagian besar konseli.  Yang saya pahami di sini adalah. akan lebih membantu jika konselor memfokuskan pembicaraan pada isi daripada perasaan. atau isi dan perasaan secara bersamaan  Kalau saya tidak salah dengar Anda (kecewa. Bagaimanakah cara melakukan konfrontasi yang tepat sehingga bisa mengarahkan proses pengentasan masalah konseli dengan efektif? 3. Ketika merefleksikan perasaan.. D. Adapun bentuk latihannya.. Sudah berkali-kali saya memintanya untuk datang mengunjungi saya tetapi ia tidak pernah datang. dll). ibu memang datang berkunjung. 3.. sedih.. Keterampilan Normalisasi Keterampilan normalisasi secara khusus berfungsi dan berpengaruh jika digunakan secara tepat.. Seringkali kecemasan seseorang banyak berkurang jika ia menemukan bahwa kondisi emosionalnya normal dan wajar untuk keadaannyaa. adalah: 1.. Ada sejumlah konseli yang tidak mampu menghadapi mengendalikan level-level ekspresi emosi yang tinggi.  Saya mendapat kesan bahwa.. 2. 8. kemudian mendiskusikan dalam kelompok kecil.  Saya mendapat kesan bahwa Anda merasa. Peserta diminta untuk memahami materi secara individual. Diskusikan apa perbedaan antara keterampilan konfrontasi dan keterampilan interpretasi dalam proses konseling. Beberapa contoh kalimat refleksi yang didahului dengan kata-kata pengantar seperti di bawah ini: Ketika merefleksikan isi  Saya mendengar bahwa anda mengatakan. peran.  Saya memperhatikan bahwa Anda merasa. dia bahkan tidak ingat kalau hari itu ulang tahun saya. Saya pikir ibu sama sekali tidak peduli pada saya (bicara lambat dengan nada suara datar).. Berikut ini adalah contoh penggabungan refleksi isi dan refleksi perasaan Konseli : Saya selalu menunggu-nunggu kapan ibu saya menunjukkan lebih banyak perhatian kepada saya. Jelaskan komponen-komponen apa saja yang harus digunakan dalam keterampilan attending dan bagaimana cara melaksanakannya? C. Kemarin waktu ulang tahun saya. Seringkali konseli ketakutan oleh perasaan-perasaan emosionalnya yang kuat di saat-saat krisis. 2. Peserta menstimulasikan dan disertai dengan pemberian feedback dari anggota kelompok 358 ..  Yang saya dengar tadi anda mengatakan. dan hubungan pergaulan yang disebabkan oleh krisis perkembangan hidup. Untuk konseli semacam ini. Normalisasi dapat digunakan untuk: menormalisasikan kondisi-kondisi emosional dan menormalisasikan perubahan-perubahan dalam perilaku. tapi tahukan Anda...... Konselor : Anda kecewa oleh perilaku ibu Anda atau Anda merasa terluka atas kekurang pedulian ibu Anda. Menyelami perasaan secara lebih total seringkali menyakitkan. Tujuan dari normalisasi kondisi emosional klien adalah untuk membantunya meredakan kecemasan dengan cara mengatakan padanya bahwa respons emosionalnya merupakan hal yang normal.

Keterampilan attending sebagai salah satu contoh pentingnya keterampilan konseling karena keterampilan attending ini sangat dibutuhkan pada saat membina hubungan dengan konseli dimana tatkala konselor menyambut konseli untuk melakukan proses konseling. memandang konseli hendaknya dilakukan secara standar. cara melakukan wawancara. memperbaiki hubungan antar pribadi yang sudah terjalin.E. 359 . Beberapa keterampilan konseling yang sudah diuraikan pada bab IV ini secara umum mempunyai tujuan untuk membina hubungan baik dengan konseli. Kedudukan keterampilan dasar ini akan sangat mendukung keberhasilan konselor tatkala melakukan proses konseling. Rangkuman Dalam proses konseling. menciptakan suasana keakraban dan akhirnya mampu membuat kesadaran penuh pada diri konseli sehingga konseli secara ikhlas dan sukarela melaksanakan proses konseling tanpa ada paksaan. tata cara duduk. keterampilan dasar sangat penting digunakan untuk mengentaskan masalah konseli disamping model-model pendekatan yang akan digunakan dalam proses konseling.

Menganalisis kasus yang mendasari alasan konselor menggunakan teknik konseling behavioristik. termasuk minta bantuan orang lain. maka masalah itu akan selalu mengganggu kehidupannya. 1. 3. Karenanya masalah itu perlu dipecahkan dengan berbagai macam cara. dan mengatur serta mengontrol perilakunya sendiri. 2. sejak jaman dahulu. Tingkah laku dipelajari ketika individu berinteraksi dengan lingkungan. Tingkah laku seseorang ditentukan oleh banyak dan macamnya penguatan yang diterima dalam situasi hidupnya. Konsep Dasar Manusia merupakan mahluk reaktif yang tingkah lakunya dikontrol/dipengaruhi oleh faktor-faktor dari luar. Konseling Behavioristik berpangkal pada beberapa keyakinan tentang martabat manusia yaitu: 1. Demikian juga orang yang menghadapi kesulitan yang tidak dapat mereka atasi sendiri. 2. Pembiasaan operan dan Peniruan. Dengan demikian. Kompetensi dan Indikator Setelah mempelajari bab ini. Pendekatan Konseling Behavioristik Pendekatan konseling behavioristik pada dasarnya berpegang pada keyakinan bahwa manusia merupakan hasil suatu proses belajar. Manusia pada dasarnya mempunyai potensi untuk bertingkah laku baik atau buruk. Indikator: 1. bagus atau jelek. proses konseling pada dasarnya pun dipandang sebagai suatu proses belajar. menunjukan bahwa bimbingan dan konseling telah ada.BAB V PENDEKATAN KONSELING BEHAVIORISTIK A. Menguasai prosedur penggunaan teknik konseling pendekatan behavioristik. Manusia memulai kehidupannya dengan memberikan reaksi terhadap lingkungannya dan interaksi ini menghasilkan pola-pola perilaku yang kemudian membentuk kepribadian. Dengan nasehat kresna semangat juang dan keberanian Arjuna bangkit kembali. menangkap apa yang dilakukannya. benar atau salah. peserta pelatihan dapat menguasai kerangka teoretik dan praksis bimbingan dan konseling dengan cara mengaplikasikan pendekatan behavioristik dalam memberikan layanan konseling individual. 3. Manusia mampu untuk memperoleh dan membentuk sendiri suatu pola tingkah laku yang baru melalui suatu proses belajar. Uraian Materi Deskriptif dan Makna Pendekatan Bimbingan dan Konseling Bimbingan dan konseling sebagai sesuatu aktivitas untuk menghindari dan atau mengatasi persoalan-persoalan di dalam kehidupan sebenarnya bukanlah hal yang seluruhnya baru. B. sehingga ia dapat diubah dengan memanipulasi 2. Manusia pada dasarnya tidak berakhlak baik atau buruk. dan Arjuna terus maju kemedan pertempuran. Manusia mampu untuk berefleksi atas tingkah lakunya sendiri. melalui hukum-hukum belajar: Pembiasaan klasik. 360 . Nasehat kresna kepada arjuna dalam perang Bharata Yuda pada waktu Arjuna mengalami kebimbangan saat berhadapan dengan karna. Mengevaluasi ketepatan penggunaan teknik konseling behavioristik dalam kasus. Manusia bukanlah hasil dari dorongan tidak sadar melainkan merupakan hasil belajar. a. misalnya seperti yang digambarkan dalam pewayangan. Menganalisis konsep dasar dan aplikasi teknik pendekatan behavioristik dalam seting individual. 4. Mengapa demikian? Karena orang merasa bahwa apabila masalahnya belum terpecahkan. menunjukan dengan jelas adanya bimbingan dan konseling ini. orang tersebut membutuhkan nasehat atau pertolongan orang lain untuk turut serta memecahkan kesulitan tersebut. Manusia dapat mempengaruhi perilaku orang lain dan dirinya pun dipengaruhi oleh perilaku orang lain. 4. Berdasarkan faktor keturunan dan lingkungan maka terbentuklah tingkah laku manusia yang menjadi suatu ciri khas kepribadiannya.

yaitu tingkah laku yang tidak sesuai dengan tuntutan lingkungan dan tingkah laku yang salah hakikatnya terbentuk dari cara belajar atau lingkungan yang salah. Karena tingkah laku salah merupakan hasil belajar. Konselor dan klien mendifinisikan masalah yang dihadapi klien. 2. Karakteristik Konseling Behavioristik Konseling behavioristik biasanya berfokus pada tingkah laku yang tampak. Mengahapus/menghilangkan tingkah laku maldaptif (masalah) untuk digantikan dengan tingkah laku baru yaitu tingkah laku adaptif yang diinginkan klien. Klien mengkhususkan perubahan positif yang dikehendaki sebagai hasil konseling. Pandangan tentang Kepribadian Kepribadian seseorang merupakan cerminan dari pengalaman. b. c. yaitu situasi atau stimulus yang diterimanya. Deskripsi Proses Konseling Proses konseling dibingkai oleh kerangka kerja untuk mengajar klien dalam mengubah tingkah lakunya. Langkah-langkah dalam konseling bervariasi. Tujuan Konseling Behavioristik Tujuan konseling behavioristik adalah membantu klien untuk mendapatkan tingkah laku baru. Dengan memahami kepribadian manusia berarti mempelajari dan memahami bagaimana terbentuknya suatu tingkah laku.b. Bagi seorang konselor behavioristik perilaku konseli merupakan hasil dari keseluruhan pengalaman hidupnya dalam berinteraksi dengan lingkungan. Tingkah laku bermasalah adalah tingkah laku atau kebiasaan-kebiasaan negatif atau tingkah laku yang tidak tepat. Kalau perilaku konseli ditinjau dari sudut pandangan apakah perilaku itu tepat dan sesuai dengan situasi kehidupannya (well-adjusted)atau tidak tepat dan salah suai (maladjusted). harus dikatakan bahwa baik tingka laku tepat maupun tingka laku salah sama-sama merupakan hasil belajar. dan penilaian obyektif terhadap tujuan konseling. Manusia cenderung akan mengambil stimulus yang menyenangkan dan menghindarkan stimulus yang tidak menyenangkan. Proses konseling adalah proses belajar. dan mengkreasi kondisi-kondisi pembentukan tingkah laku. Behavior Therapy dirumuskan sebagai aplikasi metode eksperimen terhadap masalah tingkah laku abnormal dan maladaptive. Konselor mengemukakan keadaannya yang benar yang dialaminya pada waktu itu. cermat dan operasional dalam merumuskan tujuan konseling. Framework yang dipakai sebagai pedoman adalah sebagai berikut: 1. Perumusan tujuan konseling dilakukan dengan tahapan sebagai berikut : a. Namun demikian proses konseling tetap membutuhkan suatu framework untuk mengajar klien dalam mengubah tingkah lakunya agar konseling berjalan efektif. Tujuan yang sifatnya umum harus dijabarkan ke dalam perilaku yang spesifik  Diinginkan oleh klien  Konselor mampu dan bersedia membantu mencapai tujuan tersebut  Klien dapat mencapai tujuan tersebut  Dirumuskan secara spesifik  Konselor dan klien bersama-sama (bekerja sama) menetapkan/merumuskan tujuan-tujuan khusus konseling. konselor membantu terjadinya proses belajar tersebut. 361 . Tujuan dari assessment ini untuk memperkirakan apa yang diperbuat klien pada waktu itu. d. Dengan demikian konselor diharapkan dapat mendorong klien untuk mengemukakan keadaan yang benar-benar dialaminya pada waktu itu. Goal setting Berdasarkan informasi yang diperoleh dari langkah assessment konselor dan klien menyusun dan merumuskan tujuan yang ingin dicapai dalam konseling. tingkah laku yang salah itu juga dapat dihapus dan diganti dengan tingkah laku yang tepat melalui suatu proses belajar. Assesment Assesment diperlukan untuk mengidentifikasi motode atau teknik mana yang akan dipilih sesuai dengan tingkah laku yang ingin diubah. mengembangkan prosedur perlakuan spesifik. e.

o Terutama berguna di antaranya untuk membantu individu yang tidak mampu mengungkapkan perasaan tersinggung. Prinsip Kerja Teknik Konseling Behavioral 1. Memodifikasi tingkah laku melalui pemberian penguatan.c. Behavior therapy merumuskan suatu konsep bahwa tingkah laku menyimpang adalah disebabkan oleh prosesbelajar yang salah. Konselor dan klien mendiskusikan tujuan yang telah ditetapkan klien : 1) apakah merupakan tujuan yang benar-benar diinginkan klien 2) apakah tujuan itu realistik 3) kemungkinan manfaatnya 4) kemungkinan kerugiannya. Latihan Asertif o Digunakan untuk melatih klien yang mengalami kesulitan untuk menyatakan diri bahwa tindakannya adalah layak atau benar. mengungkapkan afeksi dan respon posistif lainnya. Memberikan penguatan terhadap suatu respon yang akan mengakibatkan terhambatnya kemunculan tingkah laku yang tidak diinginkan 5. Desensitisasi Sistematis o Memfokuskan bantuan untuk menenangkan klien dari ketegangan yang dialami dengan cara mengajarkan klien untuk rileks. Dengan menggunakan berbagai teknik sebagai berikut: 1. diskusi kelompok 2. 3. dengan demikian respon-respon yang baru (sebagai tujuan konseling) akan dapat dibentuk. 3. 2. maka konsep itu digunakan dalam terapi. Teknik Konseling Behavioristik Teknik konseling behavioral diarahkan pada penghapusan respon yang telah dipelajari (yang membentuk tingkah laku bermasalah) terhadap perangsang. Mengkondisikan pengubahan tingkah laku melalui pemberian contoh atau model (film. 5. Konselor dan klien membuat keputusan apakah : 1) melanjutkan konseling dengan menetapkan teknik yang akan dilaksanakan. 3) melakukan referal. f. o Esensi teknik ini adalah menghilangkan tingkah laku yang diperkuat secara negatif dan menyertakan respon yang berlawanan dengan tingkah laku yang akan dihilangkan. 4. Pengkondisian Aversi o Digunakan untuk menghilangkan kebiasaan buruk dengan meningkatkan kepekaan klien agar mengamati respon pada stimulus yang disenanginya dengan kebalikan stimulus tersebut 362 . Mengurangi frekuensi berlangsungnya tingkah laku yang tidak diinginkan 4. atau contoh nyata langsung) 6. kesulitan menyatakan tidak. Technique implementation Maksudnya yaitu menentukan dan melaksanakan teknik konseling yang digunakan untuk mencapai tingkah laku yang diinginkan yang menjadi tujuan konseling. Feedback Memberikan dan menganalisis umpan balik untuk memperbaiki dan meingkatkan proses konseling. Agar klien terdorong untuk merubah tingkah lakunya penguatan tersebut hendaknya mempunyai daya yang cukup kuat dan dilaksanakan secara sistematis dan nyata-nyata ditampilkan melalui tingkah laku klien. 3. Merencanakan prosedur pemberian penguatan terhadap tingkah laku yang diinginkan dengan sistem kontrak . o Cara: permainan peran dengan bimbingan konselor. tape recorder. d. Evaluation termination Maksudnya yaitu melakukan penilaian apakah kegiatan konseling yang telah dilaksanakan mengarah dan mencapai hasil sesuai dengan tujuan konseling. 2) mempertimbangkan kembali tujuan yang akan dicapai.

dan memperkuat tingkah laku yang sudah terbentuk. o Tingkah laku yang berhasil dicontoh memperoleh ganjaran dari konselor: dapat berupa pujian sebagai ganjaran sosial. dapat menggunakan model audio. 4. Pembentukan Tingkah laku Model o Digunakan untuk membentuk tingkah laku baru pada klien. model hidup atau lainnya yang teramati dan dipahami jenis tingkah laku yang hendak dicontoh. o 363 . o Konselor menunjukkan kepada klien tentang tingkah laku model. model fisik.Stimulus yang tidak menyenangkan yang disajikan tersebut diberikan secara bersamaan dengan munculnya tingkah laku yang tidak dikehendaki kemunculannya o Pengkondisian ini diharapkan terbentuk asosiasi antara tingkah laku yang tidak dikehendaki dengan stimulus yang tidak menyenangkan.

dalam banyak hal terapis berfungsi seperti guru. peserta pelatihan dapat menguasai kerangka teoretik dan praksis bimbingan dan konseling dengan cara mengaplikasikan pendekatan rational emotif dalam memberikan layanan konseling individual.RATIONAL EMOTIF THERAPY A. dan menghindari adanya aktualisasi potensi pertumbuhan yang dimilikinya. Menguasai prosedur penggunaan teknik konseling pendekatan rational emotif. kebahagiaan. Orang ada kecenderungan untuk menjaga kelangsungan keadaan dirinya. dalam arti bahwa rationalemotif menekankan pada berfikir. Mereka belajar caranya mengganti cara rasional dan sebagai hasilnya mereka mengubah reaksi emosional mereka terhadap situasi. Konselor berusaha agar konseli makin menyadari pikiran dan kata-katanya sendiri. serta mengadakan pendekatan yang tegas. dan oleh karenanya memberinya ciri sebagai yang menggunakan pendekatan elektik yang multimodal. menunda-nunda. dan bukan terutama masalah perasaan yang diungkapkan. sangat direktif dan memiliki kepedulian yang seimbang antara pikiran dan perasaan dan didasarkan pada asumsi bahwa kognisi. Implikasi terapeutik berasal dari asumsi-asumsi berbuat. 4. Bahwa emosi kita terutama berasal dari keyakinan. 364 . Menganalisis kasus yang mendasari alasan konselor menggunakan teknik konseling rational emotif. Mereka juga memiliki dorongan dari dalam dirinya untuk merusak diri sendiri. berulang-ulang melakukan kekeliruan. interpretasi serta reaksi kita terhadap situasi kehidupan. menghindar dan memikirkan sesuatu. evaluasi. emosi. dan perbuatan. Uraian Materi 1. Indikator: 1. B. mengambil keputusan. melalui proses terapeutik rasional emotif konseli mempelajari keterampilan yang memberikan kepada mereka perangkat untuk mengidentifikasikan dan mempertanyakan keyakinan yang tidak rasional yang telah didapat dan sampai sekarang tetap ada karena adanya indoktrinasi diri. Pendekatan Konseling Rational-Emotive Therapy Pendekatan konseling Rational-emotif pada intinya ialah untuk mengatasi pikiran yang tidak logis tentang diri sendiri dan lingkungannya. yang mempraktekan ketrampilan yang didapatnya dari terapi dalam kehidupan sehari-hari. mencintai. Menganalisis konsep dasar dan aplikasi teknik pendekatan rational emotif dalam seting individual. baik yang rasional atau lurus maupun yang tidak rasional atau bengkok. berkomunikasi dengan orang lain. memperkirakan. keberadaannya. menganalisis dan berbuat. Kompetensi dan Indikator Setelah mempelajari bab ini. Mengevaluasi ketepatan penggunaan teknik konseling rational emotif dalam kasus. serta terjadinya pertumbuhan dan aktualisasi diri. kesempatan memikirkan dan mengungkapkannya dengan kata-kata. 3. Rational-emotif sangatlah didaktis. menjadi perfeksionis dan menyalahkan diri-sendiri. tidak memiliki tenggang rasa. Konsep Dasar Terapi rational-emotif didasarkan pada suatu asumsi bahwa manusia memiliki potensi berfikir. terutama dalam hal memberi pekerjaan rumah dan dalam mengerjakan strategi untuk berfikir secara lurus dan konselipun berfungsi sebagai pelajar. percaya pada takhayul. Melalui perkembangannya rational-emotif terus menerus menekankan pada ketiga modalitas itu serta interaksinya. Konseling Rational-emotif banyak kesamaannya dengan terapi yang berorientasi pada kognisi. perilaku. 2. melatih konseli untuk bisa berfikir dan berbuat yang lebih realistis dan rasional. dan perilaku berinteraksi secara signifikan dan memiliki hubungan sebab akibat yang timbal balik. Terapi rational-emotif menjadi sebuah aliran psikoterapi yang ditujukan untuk memberi kepada konseli atau perangkat untuk mengrestrukturisasi gaya falsafah serta perilaku mereka.

Dengan anggapan bahwa manusia itu tidak sempurna, rasional emotif berusaha untuk menolong mereka untuk mau menerima dirinya sebagai mahkluk yang akan selalu membuat kesalahan namun pada saat yang bersamaan juga sebagai yang bisa belajar hidup damai dengan dirinya sendiri. Asumsi pokok terapi rasional emotif adalah sebagai berikut: (1) Orang mengkondisikan diri-sendiri sebagai merasakan adanya suatu gangguan dan bukan dikondisikan oleh sumber yang berasal dari luar dirinya. (2) Orang ada kecenderungan biologis dan budaya untuk berfikir berbelit-belit dan menimbulkan gangguan pada diri-sendiri sesuatu yang sebenarnya tidak perlu terjadi. (3) Manusia itu unik dalam arti bahwa mereka menemukan keyakinan yang mengganggu dan membiarkan dirinya terganggu oleh adanya gangguan itu. (4) Orang ada kapasitas untuk mengubah proses kognisi, emotif dan behavioral mereka; terutama mereka bisa memilih untuk memberikan reaksi mereka secra berbeda dengan pola yang biasanya mereka anut bisa menolak untuk memberikan dirinya menjadi marah, dan bisa melatih diri mereka sendiri sehingga pada akhirnya nanti mereka bisa bertahan mengalami gangguan yang minim selama sisa hidupnya. Pandangan tentang Kepribadian Terapi rasional emotif ini menegaskan bahwa menyalahkan merupakan inti dari sebagian besar gangguan emosional. Oleh karena itu kalau menyembuhkan nurosis atau gangguan kepribadian sebaiknya berhenti menyalahkan diri sendiri dan orang lain, melainkan adalah hal yang penting kalau mau menerima diri sendiri meskipun ada ketidak sempurnaan pada diri . Pendekatan terapi rasional emotif ini pada esensinya semua orang dilahirkan dengan dibekali oleh kemampuan untuk berfikir secara rasionil, namun juga memiliki kecenderungan kuat untuk meningkatkan hasrat dan preferensi menjadi tuntutan dan perintah ”apa yang seharusnya”, ”apa yang harus” ”apa yang seyogyanya”, yang sifatnya dogmatik dan mutlak. Apabila pada suatu preferensi dan keyakinan yang rasionil tidak akan menjadi tertekan secara proposional, memusuhi, dan mengasihani diri serta berdasarkan tuntutan-tuntutan maka mengganggu diri kita sendiri. Ide-ide yang tidak realistis dan tidak logis menciptakan perasaan yang terganggu. Menciptakan pikiran serta perasaan yang muncul dari dalam diri yang terganggu juga memiliki kekuatan untuk mengontrol masa depan emosional, dan apabila kita marah hal yang baik ada;ah apabila melihat ke ”tuntutan harus” yang dogmatik serta ”tuntutan seharusnya” yang mutlak, yang tersembunyi dalam diri. Kognisi yang sifatnya mutlak merupakan inti dari penderitaan manusia, oleh karena seringkali keyakinan ini menjadi ganjalan dan menghalangi orang dalam usahanya untuk sampai pada sasaran serta maksud yang dituju. Pada hakekatnya semua penderitaan manusia dan gejolak emosionalnya yang serius sama sekali tidak perlu ada, menciptakannya baik secara sadar atau tidak sadar, jalan pikiran kita dan cara kita dalam merasakan dalam berbagai situasi. Memiliki kapasitas untuk sadar akan dirisendiri maka bisa diamati dan mengevaluasi sasaran serta maksud tujuan dan bagaimana cara untuk mengubahnya. Biasanya perasaan dapat bisa dirubah apapun yang terjadi dengan cara secara kreatif menetapkan untuk merasakan sesuatu secara berbeda dan dengan tekad bulat menolak untuk menjadikan diri sangat resah dan tertekan karena adanya sesuatu. Orang tidak perlu harus diterima dan dicintai meskipun hal itu merupakan yang sangat diinginkan, terapis rational emotif mengajarkan pada konseli bagaimana rasanya tidak tertekan bahkan manakala mereka tidak diterima dan dicintai orang lain yang signifikan. Rasoinal emotif berusaha menolong orang mendapatkan cara untuk mengatasi depresi,keresahan, kepedihan, kehilangan rasa harga diri, dan kebencian. Berikut ini adalah beberapa ide tidak rasional yang di internalisasi dan yang pasti membawa ke penggagalan diri tersebut yakni : (1) ”Saya harus dicintai atau diterima oleh semua orang penting dalam hidup saya”. (2) ”Saya harus melakukan tugas penting secara kompeten dan sempurna”. (3) ”Oleh karena saya sangat senang menginginkan agar orang memperlakukan saya dengan penuh pengertian dan jujur maka mutlak harus berbuat seperti itu”.

365

(4) ”Apabila saya tidak mendapatkan apa yang saya inginkan maka itu merupakan hal yang sangat tidak menyenangkan dan tidak akan tahan”. (5) ”Lebih mudah menghindari kesulitan hidup dan pertanggungan jawab dari pada melakukan suatu bentuk disiplin diri yang menjadikan keuntungan”. Seperti yang telah kita lihat, dogma dasar dari terapi rational emotif adalah gangguan emosional (yang dibedakan dari perasaan duka, menyesal, dan frustasi merupakan hasil pemikiran irasional. Kualitas irasonalnya berasal dari tuntutan agar dunia ini seharusnya, seyogyanya, dan harus berbeda. Diagram berikut ini akan menjelaskan interaksi dari berbagai komponen yang sedang dibahas : A B C

D E F Keterangan : A= peristiwa yang sedang terjadi B= keyakinan C= konsekuensi emosi dan perilaku D= intervensi yang meragukan/membantah E= efek F= perasaan baru Teori A-B-C dari kepribadian menduduki posisi sentral dalam teori dan praktek rasional emotif. A adalah keberadaanya fakta, suatu peristiwa atau perilaku atau sikap seorang individu. C adalah konsekuensi emosi dan perilaku ataupun reaksi si individu; reaksi itu bisa cocok, bisa juga tidak A (peristiwa yang sedang berjalan), melainkan B, yaitu keyakinan si pribadi pada A banyak menjadi penyebab C, reaksi emosi. Misalnya apabila seseorang mengalami depresi setelah bercerai dengan suami/istrinya mungkin bukan perceraian itu sendiri yang menjadi penyebab reaksi dalam bentuk depresi itu, tetapi keyakinan si individu bahwa ia gagal, merasa ditolak, atau kehilangan pasangan. Keyakinan terhadap penolakan dan kegagalan (pada titik B) merupakan penyebab utama dari depresi (pada titik C), dan bukan peristiwa yang sesungguhnya terjadinya perceraian (pada titik A). Jadi manusia memikul sebagian besar dari tanggung jawab terciptanya reaksi serta gangguan emosi mereka sendiri. Dengan menunjukan kepada seseorang cara ia bisa merubah keyakinan irasional yang secara langsung menjadi penyebab terjadinya konsekuensi terganggunya emosi merupakan inti dari terapi rational emotif. Setelah A, B, C maka munculah D, yang meragukan/membantah pada esensinya D merupakan aplikasi dari metode ilmiah untuk menolong konseli menantang keyakinan irasional mereka. Ada tiga komponen dari proses meragukan/membantah ini : mendeteksi, memperdebatkan, dan mendekriminasi. Pertama konseli belajar caranya mendeteksi keyakinan irasional mereka, terutama kemutlakan ”seharusnya” dan ”harus”, ”sifat berlebihan”, dan ”pelecehannya pada diri-sendiri”, kemudian konseli memperdebatkan keyakinan yang disfungsional itu dengan belajar cara mempertanyakan semuanya itu secara logis dan emperis dan dengan sekuat tenaga mempertanyakannya pada diri sendiri serta berbuat untuk tidak mempercayainya. Akhirnya konseli belajar untuk mendiskriminasi keyakinan yang irasional dan rasionil. Meskipun terapi rational emotif menggunakan banyak kognitif, emotif, dan behavioral untuk menolong konseli mengalahkan keyakinan irasional mereka, ditekankannya proses meragukan ini baik pada waktu selama sesi terapi maupun di kehidupan diluar sesi terapi. Akhirnya sampailah mereka pada E, falsafah efektif yang memiliki segi praktis. Falsafah rasional yang baru dan efektif terdiri dari menggantikan pikiran yang tidak pada tempatnya dengan yang cocok. Apabila kita berhasil dalam melakukan ini kita juga menciptakan F atau perangkat perasaan yang baru. Kita tidak lagi merasakan kecemasan yang sungguh-sungguh atau merasa tertekan, melainkan merasakan segala sesuatu sesuai dengan situasi yang ada. Cara yang paling baik untuk memulai merasa lebih baik adalah mengembangkan falsafah yang efektif dan rasionil, jadi orang tidak menyalahkan diri-sendiri serta menghukum diri-sendiri berupa

366

depresi karena terjadi perceraian melainkan orang akan mencari konglusi yang rasionil dan berdasarkan empiris Untuk bisa mengubah kepribadian yang disfungsional mencakup langkahlangkah sebagai berikut : (1) mengakui sepenuhnya bahwa yang bertanggung jawab atas terciptanya masalah yang dialami (2) mau menerima pendapat bahwa kita memiliki kemampuan untuk secara signifikan mengubah gangguan-gangguan ini. (3) mengakui bahwa masalah emosional banyak berasal dari keyakinan irasional (4) melihat nilai dari sikap meragukan keyakinan yang bodoh dengan menggunakan metode yang tegas (5) menerima kenyataan bahwa apabila mengharapkan adanya perubahan sebaiknya bekerja keras dengan cara emotif behavioral untuk mengadakan kontra aksi terhadap keyakinan dan perasaan serta perbuatan yang disfungsional yang mengikutinya (6) mempraktekan metode rational emotif untuk mencabut atau merubah konsekuensi yang mengganggu disisa kehidupan kita Tujuan Konseling Tujuan utama konseling rasional-emotif ialah menunjukan dan menyadarkan konseli bahwa cara berfikir yang tidak logis itulah merupakan penyebab gangguan emosionilnya. Atau dengan kata lain konseling rational-emotif ini bertujuan membantu konseli membebaskan dirinya dari berfikir atau ide-idenya yang tidak logis dan menggantinya dengan cara-cara yang logis. Untuk bisa mencapai sasaran yang telah disebutkan diatas ada beberapa langkah diantaranya : (1) menunjukan kepada konseli bahwa mereka telah menggunakan banyak hal ”seharusnya”, ”seyogyanya”, dan ”harus” yang irasional. Konseli belajar untuk memisahkan keyakinan mereka yang irasional dari yang rasional (2) dalam proses terapeutik membawa konseli melampui tahap kesadaran, dengan kata lain konseli tetap saja mengindoktrinasi diri serta mereka banyak memikul tanggung jawab atas adanya masalah yang dialami. (3) Menolong mereka memodifikasikan pemikiran dan meninggalkan ide yang irasional. (4) Menantang konseli untuk mengembangkan falsafah hidup yang rasional sehingga dimasa depan bisa menghindarkan diri untuk tidak menjadi korban dari keyakinan irasional yang lain. Hubungan Pertolongan (Helping Relationship) RET mempunyai karakteristik dalam helping relationshipnya sebagai berikut: 1. Aktif Direktif: artinya dalam hubungan konseling atau terapeutik disini terapis atau konselor lebih aktif dalam membantu mengarahkan konseli dalam menghadapai dan memecahkan masalahnya. 2. Kognitif Rasional: artinya bahwa hubungan yang dibentuk berfokus pada aspek kognitif dari konseli dan berintikan pemecahan masalah yang rasional. 1. Emotif Eksperiensial: bahwa hubungan yang dibetuk juga harus melihat aspek emotif konseli dengan mempelajari sumber-sumber gangguan emosional sekaligus membongkar akar-akar keyakinan yang keliru mendasari gangguan tersebut. 2. Behavioristik: artinya bahwa hubungan yang dibentuk harus menyentuh dan mendorong terjadinya perubahan behavioral (tingkah laku dalam diri konseli). 3. Kondisional: artinya bahwa hubungan dalam RET dilakukan dengan membuat kondisi-kondisi tertentu terhadap konseli berbagai teknik kondisioning untuk mencapai tujuan konseling. Fungsi dan peranan konselor dalam RET adalah: 1. Konselor bertugas mendorong dan meyakinkan kepada konseli bahwa konseli harus memisahkan keyakinannya yang rasional dari keyakinannya yang irasional. 2. Konselor menunjukkan kepada konseli bahwa berpikir yang ilogis sebenarnya adalah sumber dari gangguan terhadap kepribadiannya. 3. Konselor mencoba mengarahkan kepada konseli untuk berpikir dan membebaskan dari ide-ide yang tidak rasional.

367

4. Mengajarkan konseli bagaimana mengaplikasikan pendekatan ilmiah, objektif
dan logis dalam berpikir dan selanjutnya melatih diri untuk menghayati sendiri bahwa ide-ide irasional hanya akan mengembangkan perilaku dan perasaanperasaan yang dapat menghancurkan atau merusak diri sendiri. Hubungan antara konselor dan konseli dalam RET adalah sebagai berikut: 1. Hubungan hendaknya dalam suasana informal. 2. Hubungan sebaiknya konselor aktif, direktif tetapi juga objektif sehingga dari pola hubungan yang demikian itu secara tidak langsung akan menjadi anutan konseli. 3. Konselor sebagai model untuk konseli. Dengan model ini, konseli dapat menginternalisasikan sistwm nilai tertentu yang dapat melawan sistem nilai dan keyakinannya yang salah. 4. Hubungan di sini perlu adanya full tolerance and unconditional positive regard yang harus diciptakan oleh konselor untuk menghilangkan perasaan-perasaan bersalah dari konseli. 5. Konselor hendaknya menerima diri konseli sebagai seorang manusia yang berharkat dan bernilai. C. Teknik Konseling Teknik konseling yang digunakan dalam RET adalah sebagai berikut: 1. Teknik Assertive Training: yaitu teknik yang digunakan untuk melatih, mendorong dan membiasakan konseli untuk secara terus-menerus menyesuaikan dirinya dengan pola tertentu yang diinginkan. Contoh: Seorang murid pemalu diberikan latihan pembiasaan diri agar perasaan malunya hilang melalui latihan berdiri di depan kelas, memimpin kelompok kecil, latihan berdiskusi dan sebagainya. Namun latihan ini secara bertahap, sehingga konseli secara tidak langsung perasaan malunya hilang. Jika dalam tahap tertentu konselor menilai bahwa perasaan malu konseli telah berkurang, maka selanjutnya diberikan informasi penyadaran bahwa sesungguhnya perasaannya itu hanya disebabkan oleh penilaian dan persepsinya terhadap diri sendiri yang keliru dan tidak rasional. 2. Teknik Sosiodrama: yaitu teknik yang digunakan untuk mengekspresikan berbagai jenis perasaan yang menekan konseli, melalui suatu suasana yang didramasasikan sehingga konseli dapat secara bebas mengungkapkan dirinya sendiri secara lisan, tulisan maupun melalui gerakan-gerakan dramatis. Teknik ini dilakukan untuk melatih perilaku verbal dan non verbal yang diharapkan konseli. 3. Teknik Self Modeling: yaitu teknik yang digunakan dengan meminta konseli untuk berjanji atau mengadakan komitmen dengan konselor untuk menghilangkan perasaan atau perilaku tertentu. Dalam self modeling ini, konseli diminta untuk tetap setia pada janjinya dan secara terus-menerus menghindarkan dirinya dari perilaku negatif. 4. Teknik Imitasi: yaitu teknik yang digunakan di mana konseli diminta untuk menirukan secara terus-menerus suatu model perilaku tertentu dengan maksud melawan perilakunya sendiri yang negatif. 5. Teknik-teknik Behavioristik a. Teknik Reinforcement yaitu teknik yang digunakan untuk mendorong konseli ke arah perilaku yang lebih rasional dan logis dengan jalan memberikan pujian verbal (reward) ataupun punishment. Bila perilaku konseli mengalami kemajuan dalam arti positif, maka ia dipuji ”baik” dan bila mundur berperilaku negatif maka dikatakan ”buruk”. Teknik ini dimaksudkan untuk membongkar sistem nilai dan keyakinan yang irasional pada konseli dan menggantinya dengan sistem nilai yang positif. Dengan memberikan reward atau punishment, maka konseli akan menginternalisasikan sistem nilai yang diharapkan kepadanya. b. Teknik Social Modeling yaitu teknik yang digunakan untuk membentuk perilaku-perilaku baru pada konseli. Teknik ini dilakukan agar konseli dapat hidup dalam suatu model sosial yang diharapkan dengan mengimitasi, mengobservasi dan menyesuaikan dirinya

368

dengan social model yang dibuat itu. Dalam teknik ini, konselor mencoba mengamati bagaimana proses konseli mempersepsi, menyesuaikan dirinya dan menginternalisasi norma-norma dalam sistem model sosial dengan masalah tertentu yang telah disiapkan oleh konselor. Model-model dalam social model antara lain: • Live models, digunakan untuk menggambarkan perilaku-perilaku tertentu, khususnya situasi-situasi interpersonal yang kompleks dalam bentuk percakapan sosial, interaksi dengan orang tua, orang dewasa, guru atau dengan teman-teman sekelompoknya. Dalam live models ini, konseli dilatih untuk mengidentifikasikan dirinya dengan orang-orang tertentu yang menjadi model untuk kehidupan dan perilakunya. • Filmed models, suatu model perilaku yang difilmkan, sehingga konseli dapat mengimitasikan dan mengidentifikasikan dirinya dengan model perilaku yang dimunculkan dalam film. 6. Teknik Counter Conditioning: yaitu teknik yang digunakan untuk menanggulangi perilaku-perilaku seperti anxiety, fears, phobia, defensive, dan perilaku maladaptive lainnya. Beberapa jenis teknik counter conditioning antara lain: a. Systematic Desensitization, dalam teknik ini konselor menciptakan suatu kondisi atau situasi tertentu yang secara potensial merupakan penyebab dari munculnya perasaan negatif konseli, namun situasi itu memberikan keadaan yang rileks kepada konseli itu sendiri. Misalnya seorang konseli menderita phobia terhadap orang mati. Dalam keadaan ini konselor dapat menciptakan suatu kondisi misalnya melewati kuburan dengan perangsang tertentu sehingga konseli hanya merasakan rileksnya kuburan itu. b. Teknik Relaxation, teknik ini digunakan bila kondisi konseli sedang berada dalam tahap petentangan antara keyakinannya yang irasional dan menimbulkan ketegangan. Pada saat yang demikian diperlukan teknik relaxation untuk menghilangkan ketegangan dalam diri konseli. c. Teknik Self Control, teknik ini untuk memodifikasi perilaku konseli dengan jalan membangkitkan dan mengembangkan self controlnya. Inti utama dari teknik ini adalah bagaimana konseli dapat mengendalikan diri berdasarkan pemikiran-pemikiran yang rasional untuk menghilangkan keinginan-keinginan, nafsu-nafsu ataupun dorongan yang negatif. 7. Teknik-teknik Kognitif Teknik ini digunakan dengan maksud melawan sistem keyakinan yang irasional dari konseli serta perilakunya yang negatif. Dengan sistem ini konseli didorong dan dimodifikasi aspek kognitifnya agar dapat berpikir dengan cara yang rasional dan logis. Beberapa teknik kognitif yang cukup dikenal ialah: a. Home Work Assigment, dalam teknik ini konseli diberikan tugas-tugas rumah untuk melatih, emmbiasakan diri serta menginternalisasikan sistem nilai tertentu yang menuntun pola perilaku yang diharapkan untuk mengurangi atau menghilangkan ide-ide atau perasaanperasaan yang irasional atau ilogis dalam situasi-situasi tertentu, mempraktekkan respon-respon tertentu, berkonfrontasi dengan self verbalizationnya yang mendahului, mempelajari bahan-bahan tertentu yang ditugaskan untuk mengubah aspek kognisinya yang keliru, mengadakan latihan-latihan tertentu berdasarkan tugas yang diberikan. Selanjutnya pelaksanaan tugas yang diberikan konselor dilaporkan oleh konseli dalam suatu pertemuan tatap muka dengan konselor. Teknik ini sebenarnya dimaksudkan untuk membina dan mengembangkan sikap-sikap yang bertanggung jawab, kepercayaan pada diri sendiri serta kemampuan untuk self direction, self management diri sendiri serta mengurangi ketergantungannya kepada konselor. b. Teknik Bibliotherapy, teknik ini untuk membongkar akar-akar keyakinan yang irasional dan ilogis dalam diri konseli serta melatih konseli dengan cara-cara berpikir rasional dan logis dengan

369

d. e.

f.

g.

mempelajari bahan-bahan bacaan yang telah dipilih dan ditentukan oleh konselor. c. Teknik Diskusi, teknik ini konseli dapat mempelajari pengalaman-pengalaman orang lain serta dapat menimba berbagai informasi yang dapat mempengaruhi dan mengubah keyakinannya serta cara berpikir yang irasional dan tidak objektif. Teknik simulasi, teknik ini digunakan untuk memberi kemungkinan kepada konseli mempraktekkan perilaku-perilaku tertentu emlalui suatu kondisi simulatif yang mendekati kenyataan. Teknik Gaming, teknik ini terutama digunakan untuk melatih dan menempatkan konseli dalam peran tertentu. Misalnya peran sebagai seorang ayah, seorang guru, dan seorang pemimpin kelas. Dalam kondisi ini konseli dilatih dan belajar mengidentifikasikan dirinya dengan peranan dari figur tertentu yang ada dalam lingkungan sosialnya. Teknik Paradoxical Intention (keinginan yang berlawanan), teknik ini didasarkan pada asumsi bahwa seseorang yang mulai memperlihatkan keinginan atau hasrat yang tidak baik (negatif) dengan sendirinya akan menjadi jera dengan jalan menciptakan kondisi yang hiperintention, yakni mempertinggi hasrat atau keinginan, sehingga pada titik kulminasi tertentu orang itu akan menghilangkan sama sekali keinginannya itu. Misalnya seorang murid yang biasa ribut dalam kelas, kepadanya diberikan kesempatan untuk ribut seenaknya. Pada saat tertentu, pasti anak atu akan bosan dan berhenti dengan sendirinya. Seorang anak yang takut pada dentuman keras, maka kepadanya diperdengarkan bunyi dentuman keras secara terus-menerus dengan kadar yang lebih tinggi. Pada saat tertentu pasti ketakutan anak ini menjadi hilang dengan sendirinya. Teknik Asertive, teknik digunakan untuk melatih keberanian diri konseli dalam mengekspresikan perilaku-perilaku tertentu yang diharapkan melalui: role playing dan social modeling. Teknik asertive ini digunakan untuk: 1. Mendorong kemampuan konseli mengekspresikan seluruh hal yang berhubungan dengan emosinya. 2. Membangkitkan kemampuan konseli dalam mengungkapkan hak asasinya sendiri tanpa menolak atau memusuhi hak asasi ornag lain. 3. Mendorong kepercayaan pada kemampuan diri sendiri. 4. Meningkatkan kemampuan untuk memilih perilaku-perilaku asertive yang cocok untuk dirinya sendiri.

D.

Panduan Praktik

Format 1

PEDOMAN OBSERVASI PRAKTIK PENDEKATAN KONSELING RASIONAL-EMOTIF : ………………………….. : ………………………….. : …………………………..

Konselor Konseli Pengamat

Petunjuk : Berilah tanda silang pada jenjang skala yang disediakan sesuai dengan keadaan yang saudara amati, dengan rambu-rambu: Skala 0, bila keterampilan tersebut tidak dilakukan Skala 1, bila keterampilan tersebut dilakukantetapi tidak tepat Skala 2, bila keterampilan tersebut dilakukan dengan tepat NO 1 TAHAPAN/KETERAMPILAN KONSELOR Langkah 1 0 SKALA 1 2

370

2

3

4

Menunjukkan kepada konseli bahwa mereka telah menggunakan banyak hal-hal ”seharusnya”, ”seyogyanya” dan harus yang irasional. Konseli belajar untuk memisahkan keyakinan mereka yang irasional dari yang rasional. Konselor mendorong, menghimbau, dan kadang-kadang sampai-sampai mengarahkan konseli untuk melibatkan diri dalam kegiatan yang akan menangkis propaganda itu. Langkah 2 Membawa konseli melampaui tahap kesadaran. Hal ini ditunjukkan konseli dengan membiarkan gangguan emosional mereka tetap aktif dengan terus berpikir tidak logis dan mengulang-ulang makna secara falsafah menggagalkan diri sendiri (konseli mengindoktrinasi diri dengan banyak memikul tanggung jawab atas adanya masalah yang dialami). Langkah 3 Menolong konseli memodifiasikan pemikiran dan meninggalkan ide yang irasional dengan cara membantu konseli untuk bisa memahami lingaran setan dari proses menyalahkan diri yang ada dalam diri konseli. Langkah 4 Menantang konseli untuk mengembangkan falsafah hidup yang rasional sehingga di masa depan mereka bisa memberi jaminan bahwa rasa takut yang tidak logis tidak akan muncul. Oleh karena itu, apa yang didambakan adalah adalah menyerang inti dari pemikiran irasional dan mengajar konseli cara menggantikan keyakinan dan sikap yang tidak rasional itu dengan yang rasional. Semarang, Mei 2012 Pengamat

Format 2
PEDOMAN OBSERVASI PRAKTIK PENDEKATAN KONSELING RASIONAL-EMOTIF Konselor : ………………………….. Konseli : ………………………….. Pengamat : ………………………….. Petunjuk : Berilah tanda silang pada jenjang skala yang disediakan sesuai dengan keadaan yang saudara amati, dengan rambu-rambu: Skala 0, bila keterampilan tersebut tidak dilakukan Skala 1, bila keterampilan tersebut dilakukantetapi tidak tepat Skala 2, bila keterampilan tersebut dilakukan dengan tepat NO 1 TAHAPAN/KETERAMPILAN KONSELOR Langkah 1 Menunjukkan kepada konseli bahwa mereka telah menggunakan banyak hal-hal ”seharusnya”, ”seyogyanya” dan harus yang irasional. Konseli belajar untuk memisahkan keyakinan mereka yang irasional dari yang rasional. Konselor mendorong, menghimbau, dan kadang-kadang sampai-sampai mengarahkan konseli untuk melibatkan diri dalam kegiatan yang akan menangkis propaganda itu. 0 SKALA 1 2

371

2

3

4

Langkah 2 Membawa konseli melampaui tahap kesadaran. Hal ini ditunjukkan konseli dengan membiarkan gangguan emosional mereka tetap aktif dengan terus berpikir tidak logis dan mengulang-ulang makna secara falsafah menggagalkan diri sendiri (konseli mengindoktrinasi diri dengan banyak memikul tanggung jawab atas adanya masalah yang dialami). Langkah 3 Menolong konseli memodifiasikan pemikiran dan meninggalkan ide yang irasional dengan cara membantu konseli untuk bisa memahami lingaran setan dari proses menyalahkan diri yang ada dalam diri konseli. Langkah 4 Menantang konseli untuk mengembangkan falsafah hidup yang rasional sehingga di masa depan mereka bisa memberi jaminan bahwa rasa takut yang tidak logis tidak akan muncul. Oleh karena itu, apa yang didambakan adalah adalah menyerang inti dari pemikiran irasional dan mengajar konseli cara menggantikan keyakinan dan sikap yang tidak rasional itu dengan yang rasional. Semarang, Mei 2012 Konseli

372

ALAT PENILAIAN KEMAMPUAN KONSELOR DALAM MELAKSANAKAN KONSELING INDIVIDUAL
Petunjuk Pengisian :

Nama Peserta ………………………. Nomor ……………………….

:

1.

Isilah format sesuai dengan pengamatan Bapak/Ibu selama peserta praktik Nama Mahasiswa : 2. Untuk setiap deskriptor berilah skor : (5) sangat baik, (4) baik,

:

Aspek yang Dinilai

Deskriptor 1

Skor Praktik ke 2

3

A. Tingkah laku nonverbal yang sesuai

1. Ekspresi wajah yang 2. Posisi tubuh terbuka
membe-rikan perhatian (tidak melipat kaki atau tangan) 3. Posisi tubuh atentif (condong ke depan) 4. Memberikan respon non-verbal (anggukan kepala) 5. Kontak mata

MeMemperlihatkan B. karakteristik personal konselor

6. Empati (verbal atau
non ver-bal) 7. Penerimaan tanpa syarat 8. Ketulusan 9. Keterbukaan 10. Tidak menilai/menyalahkan/mengkritik 11. Tidak memberikan solusi 12. Kehangatan

C. Menampilkan
keterampilanketerampilan sebagai konselor

13.

Mengawali/membu ka kon-seling (opening) 14. Mendengar aktif (active listening) 15. Memperjelas (clarifying) 16. Merefleksikan perasaan (reflecting feelings) 17. Mengulang kembali (restating/paraphrasing) 18. Bertanya (questioning) 19. Membatasi (structuring) 20. Menyimpulkan (summariz-ing)

373

21. Mengkonfrontasi
(confront-ing) 22. Menentukan tujuan (setting goals) 23. Memberikan umpan balik (giving feedback) 24. Menghubungkan (linking) 25. Merintangi (blocking) 26. Mengakhiri (terminating) D. Menampilkan keterampilan konseling

27. Merencanakan
dan menen-tukan tujuan 28. Mengidentifikasi masalah 29. Mengidentifikasi berbagai alternatif 30. Menetapkan alternatif yang terbaik Jumlah total

Keterangan: Deskriptor-deskriptor dari aspek yang dinilai belum tentu ditampilkan semua oleh konselor, misalnya deskriptor dari keterampilan sebagai konselor belum tentu semua perlu dipergunakan dalam suatu sesi konseling. Oleh karena itu, penilaian juga memperhatikan hal tersebut. Penilaian Ada dua tahap penghitungan nilai, yaitu: 1. Nilai setiap sesi praktik konseling Jumlahkan skor kemudian dibagi dengan jumlah aspek yang dapat terlihat dalam praktik konseling. Bila terdapat aspek yang tidak dapat diobservasi, aspek tersebut tidak diikutkan dalam pembagian. NILAI = ∑ skor -------------------------------∑ aspek yang diobservasi

2. Nilai akhir adalah nilai rata-rata dari praktik konseling ke-1 hingga ke-3. N1 + N2 + N3 NILAI AKHIR= ------------------- X 100 3 3. Untuk mendapatkan nilai (kualitas) praktik konseling individual, nilai akhir pada no. 2 dibandingkan dengan kriteria sebagai berikut: Prosentase 85 % - 100 % 70 % - 84 % 60 % - 69 % 50 % - 59 % < 50 % Kualitas Sangat Baik Baik Cukup Kurang Baik Sangat Kurang Huruf Mutu A B C D E

Semarang, …………………… 374 Instruktur PLPG

E.

Latihan Untuk memperdalam pemahaman dari materi kegiatan ini, peserta diminta untuk melakukan beberapa latihan di bawah ini. 1. Diskusikan apa makna dari Pendekatan yang baik dalam proses konseling. 2. Buatlah latihan cara meringkas dan menggeneralisasikan data pada proses konseling rasional emotif. 3. Diskusikan dan instropeksi atas kondisi diri sendiri, apakah selama ini proses konseling yang dilakukan sudah memenuhi tingkatan keprofesionalan seperti yang dinyatakan oleh Prayitno (2005:1). 4. Peserta diminta untuk memisahkan keyakinan yang irasional dan rasional dalam kajian konseling rasional-emotif. 5. Peserta diminta menstimulasikan proses konseling rasional-emotif dalam kelompok kecil dan dievaluasi melalui format observasi yang tertera pada format 1. F. Lembar Kegiatan Kegiatan ini akan dapat mengarah pada kompetensi yang diharapkan, maka pencapaiannya diperlukan langkah-langkah, sebagai berikut: 1. Peserta diminta untuk memahami materi secara individual, kemudian mendiskusikan dalam kelompok kecil. 2. Peserta diminta untuk membuat rencana simulasi tentang proses konseling rasional-emotif. 3. Peserta menstimulasikan dan disertai dengan pemberian feedback dari anggota kelompok. G. Rangkuman Konselor dalam melaksanakan konseling hendaknya memahami pendekatan yang akan digunakan. Pendekatan dapat dijadikan acuan dalam menyelenggarakan konseling. Terdapat lima kriteria pendekatan yang baik yaitu: 1) Jelas, 2) Komprehensif, 3) Ekplisit, 4) Parsimonius, dan 5) menghasilkan penelitian yang bermanfaat. Pemahaman konselor terhadap pendekatan secara baik sangat dibutuhkan dalam proses konseling, karena pendekatan itu mempunyai fungsi umum: 1. Meringkaskan dengan menggeneralisasikan satu kesatuan informasi. 2. Membantu dalam pemahaman dan penjelasan suatu fenomena yang kompleks. 3. Sebagai prediktor bagi suatu kondisi tertentu. 4. Mendorong penelitian dan pengumpulan data lebih lanjut. Dalam proses konseling terdapat lima tingkatan keprofesionalan yaitu: konseling diselenggarakan secara pragmatis, dogmatis, sinkretik, elektik, dan mempribadi. Pendekatan konseling Rational-emotif pada intinya ialah untuk mengatasi pikiran yang tidak logis tentang diri sendiri dan lingkungannya. Konselor berusaha agar konseli makin menyadari pikiran dan katakatanya sendiri, serta mengadakan pendekatan yang tegas, melatih konseli untuk bisa berfikir dan berbuat yang lebih realistis dan rasional. Konseling Rational-emotif banyak kesamaannya dengan terapi yang berorientasi pada kognisi, perilaku, dan perbuatan, dalam arti bahwa rational-emotif menekankan pada berfikir, memperkirakan, mengambil keputusan, menganalisis dan berbuat. Rational-emotif sangatlah didaktis, sangat direktif dan memiliki kepedulian yang seimbang antara pikiran dan perasaan dan didasarkan pada asumsi bahwa kognisi, emosi, dan perilaku berinteraksi secara signifikan dan memiliki hubungan sebab akibat yang timbal balik. Melalui perkembangannya rational-emotif terus menerus menekankan pada ketiga modalitas itu serta interaksinya, dan oleh karenanya memberinya ciri sebagai yang menggunakan pendekatan elektik yang multimodal.

375

DAFTAR PUSTAKA Burk, H.M & Stefflre, B. 1979. Theories of Counseling. New York: McGraw-Hill Book Company. Corey, Gerald. 1999. Teori dan Praktik Konseling dan Psikoterapi. Bandung: PT. Eresco. Geldard Kathryn. 2011. Keterampilan Praktik Konseling .Yogyakarta: Pustaka Belajar Hansen, A.J. 1951. Counseling, Teori and Process. Boston: Allyn and Bacon. Hariastuti, Retno Tri. 2007. Ketrerampilan-Keterampilan Dasar Konseling. Surabaya: UNESA Press. Myrick, D. Robert. 1979. Developmental Guidance and Counseling : A Practical Approach . Boston: Hougton Mifflin Company. Nurihsan, Juntika. 2005. Strategi Layanan Bimbingan dan Konseling. Bandung: Refika Aditama. -------------------. 2005. Ketrerampilan Konseling. Surabaya: Offset Mapan. Nursalim, Mochamad. 2002. Layanan Bimbingan dan Konseling. Surabaya: UNESA Press. Prayitno. 2004. Layanan Konseling Individual (L.5). Padang: Jurusan Bimbingan dan Konseling FIP UNP. Walgito, Bimo. 2004. Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Yogyakarta: Andi Winkel W.S dan Sri Hastuti. 2004. Bimbingan dan Konseling di Institusi pendidikan. Yogyakarta: Media Abadi.

376

sejumlah orang berkumpul membentuk kerumunan. sedang berkumpulnya sejumlah orang yang saling berkaitan satu sama lain membentuk apa yang disebut kelompok. Menjelaskan tahap-tahap perkembangan kelompok dalam penyelenggaraan layanan bimbingan dan konseling kelompok. Kerumunan dapat berubah menjadi kelompok. Manusia adalah makhluk social yang tak mungkin dapat hidup berkembang secara layak apabila ia hidup sendiri dan menyendiri. Praktik layanan bimbingan dan konseling kelompok. Sebaliknya. khususnya dari dimensi kesosialannya. 377 . Pada tingkat yang paling awal. 3. yaitu kalau unsur penarik perhatian (objek yang menimbulkan kerumunan) dan unsur-unsur pengikat antara orang-orang yang berkumpul (yang menimbulkan kelompok) menjadi hilang. 2. yaitu kalau unsur-unsur hubungan antara orang-orang yang nada di dalamnya ditingkatkan. yaitu kalau terhadap orangorang yang berkumpul itu berlaku hubungan atau kaitan tertentu antar otang tersebut. Terampil menyusun perencanaan dan mempraktikkan layanan bimbingan dan konseling kelompok. yaitu apabila unsur-unsur pengikat antar anggota kelompok makin mengendor. Paparan kegiatan dan tahapan bimbingan dan konseling kelompok. Metode 1. Latar Belakang Terbentuknya berbagai kelompok dalam kehidupan manusia merupakan wujud dari hakikat kemanusiaan. Berkumpulnya sejumlah orang dapat membentuk suatu kerumunan. Kumpulan orang-orang itu kemudian menjunjung suatu atau beberapa kualitas tertentu. Oleh karena itu. Kerumunan dan kelompok dapat berubah menjadi sekedar kumpulan orang-orang belaka. yaitu kalau berkumpulnya orang-orang itu disebabkan karena adanya suatu kejadian atau objek yang menarik perhatian mereka sedangkan diantara orang-orang itu tidak asa saling kaitan sama sekali. sehingga dengan demikian kumpulan tersebut menjadi sebuah kelompok. selanjutnya kerumunan ini dapat berkembang menjadi kelompok. Tujuan 1. Berkumpulnya sejumlah orang yang masing-masing tidak mempunyai hubungan itu membentuk apa yang disebut kerumunan. Paparan pengertian. suatu kelompok dapat berubah menjadi kerumunan. manusia selalu berusaha hidup dalam kumpulannya dan dalam kebersamaannya. PENDAHULUAN A. 3. serta membentuk kelompok-kelompok. Kelompok pada dasarnya didukung dan terbentuk melalui perkumpulannya sejumlah orang. C.I. jenis-jenis kelompok dan keanggotaannya. tujuan. 2. Menjelaskan konsep dasar dan proses terbentuknya kelompok dan pengembangannya dalam konseling kelompok. yaitu apabila ke dalam kerumunan itu dimasukkan ikatan-ikatan atau “kualitas” tertentu yang mengenai orang-orang yang berkumpul itu. B. Lebih jauh kerumunan dapat membentuk kelompok.

(c) mempunyai tujuan tertentu yang ditetapkan oleh anggotaanggotanya dan biasanya bersifat sosial. In-group dan out-group In-group adalah kelompok dimana individu-individu anggotanya dengan sadar mengidentifikasi dirinya. hubungannya akrab. Di dalam kelompok sekunder terdapat pimpinan dan anggota yang formal. dan andaikata ada peraturan maka aturan itu sifatnya sementara (b) keanggotaannya bersifat sukarela dan biasanya sangat homogen. dan diikutsertakan dalam kegiatan-kegiatan kelompoknya. Tujuan 1. khususnya dalam situasi-situasi sosial tertentu. kelompok social dan kelompok psikologikal. (c) jumlah anggotanya kecil pada umumnya dua tiga atau empat orang. 3. 378 . dan sebagainya. ada peraturan yang mengatur kegiatan pemimpin hubungan antara anggota anggotanya dan hubungan luar kelompok. Kelompok berkesinambungan juga sering disebut dengan nama kelompok terbuka. (e) ada hubungan pribadi yang mendalam diantara anggota-anggotanya. tetapi tujuan ini biasanya tidak dirumuskan secara tegas karena adanya perasaan senasib. Out-group yaitu individu dianggap sebagai out-group karena tidak melibatkan diri dengan kegiatan-kegiatan kelompok dan tidak diikutsertakan oleh kelompoknya. kelompok formal dan kelompok informal. b. d. Kelompok tertutup dan kelompok terbuka/berkesinambungan Kelompok tertutup adalah kelompok yang jumlah anggotanya tetap yaitu individu-individu yang dan awal sampai akhir menjadi anggota kelompok tersebut. saling membantu dan bersama-sama memecahkan masalah yang dihadapi. Cara pengklasifikasian yang umum dipakai adalah pengklasifikasian “dia tipe” atau “dua arah”. Keberadaan dan keterlibatan individu dalam kegiatan ditentukan oleh sikap-sikapnya seperti sikap membantu. kelompok terorganisasikan dan kelompok tidak terorganisasikan. c. yang satu metrupakan kebalikan dari yang lain. Kelompok primer dan kelompok sekunder Kelompok primer adalah kelompok yang anggota-anggotanya bertemu secara langsung. Kelompok sosial mempunyai ciri-ciri: (a) keanggotaannya bersifat sukarela maupun tidak sukarela dalam arti seseorang dapat menjadi anggota kelompok bukan karena keinginannya sendiri tetapi karena ditunjuk untuk mewakili organisasi tertentu. Dalam pengklasifikasian seperti itu dikenali adanya kelompok primer dan kelompok sekunder. memikirkan dan sikap kerjasama. Mendeskripsikan proses terbentuknya kelompok Menyebutkan macam-macam kelompok Mendeskripsikan unsur-unsur utama suasana kelompok Mendeskripsikan bentuk dan peran anggota kelompok B. 2. (d) tujuannya untuk memuaskan kebutuhan-kebutuhan emosional anggotanya. Jenis Kelompok Jenis-jenis kelompok dibedakan atas beberapa klasifikasi. Kelompok psikologis dan kelompok sosial Kelompok psikologis atau psyche group adalah kelompok yang mempunyai ciri: (a) bersifat informal dalam arti hampir tidak mempunyai peraturan-peraturan. (b) anggotanya heterogen baik dalam hal umur. adalah kelompok yang anggotanya dapat bertambah selama proses kelompok berlangsung. JENIS KELOMPOK DAN KEANGGOTAAN KELOMPOK A. Uraian Materi 1. Kelompok sekunder adalah kelompok yang hubungan anggotanya tidak Langsung. melibatkan dirinya. Lebih bersifat formal dai pertemuan antara anggota-anggotanya berlangsung pada saat-saat tertentu saja. 4. kedudukan. maupun pekerjaan.II. a. Individu lain tidak boleh masuk ikut kegiatan kelompok selama proses kelompok berlangsung. (d) kegiatannya berorientasi pada tugas atau pada pemecahan masalah.

(4) itikad dan sikap terhadap orang lain. Anggota kelompok Tidak semua kumpulan orang atau individu dapat dijadikan anggota bimbingan dan konseling bimbingan. Keanggotaan merupakan salah satu unsur pokok dalam proses kehidupan kelompok. Corey & Corey (1987) yaitu: kelompok bimbingan (guidance group). (2) tujuan bersama. baik ataupun kurang baik dengan memperhatikan pada (1) saling hubungan yang dinamis antar anggota. kelompok pertemanan (encounter groups). Menurut alur dan patut yang berlaku dimasyarakat. Lebih tegas dapat dikatakan bahwa anggota kelompok justru merupakan badan dan jiwa kelompok itu. Suasana kelompok justru kadang-kadang terasa mencekam. Peranan kelompok tidak akan terwujud tanpa keikutsertaan secara aktif para anggota kelompok. 3. mampu tegak sebagai perorangan yang sedang mengembangkan kediriannya dalam hubungannya dengan orang lain. Dan segi kesempatan mengemukakan pendapat. Oleh karena itu maka tiap individu mampu untuk mengendalikan diri. kelompok latihan (T-Groups). dan sifat kegiatan kelompok. kelompok latihan kepekaan (sensitivity groups). sehingga masing-masing individu berupaya mewujudkan kediriannya secara penuh dengan selalu mengingat kepentingan orang lain. dan psikoterapi kelompok. ini tidak berarti bahwa kedirian seseorang Lebih ditonjolkan daripada kehidupan kelompok secara umum. bertenggang rasa atau tepo sliro. Secara ringkas peranan para anggota kelompok sangatlah menentukan. 2. Tanpa anggota tidaklah mungkin jadi kelompok. dalam batas-batas tertentu suatu kelompok dapat melakukan kegiatan tanpa kehadiran peranan pemimpin kelompok sama sekali. Melalui dinamika kehidupan kelompok itu hendaknya setiap anggota kelompok. Apabila disebut: kemanfaatan disini tidaklah berarti bahwa suasana kelompok selalu serta menyenangkan. melegakan ataupun bersifat menguntungkan bagi setiap peserta kelompok.Selain pembagian kelompok tersebut ada pembagian lain yang dikemukakan oleh beberapa ahli misalnya Gazda (1089). Namun demikian betapapun suasana kelompok itu dirasakan sebagai suasana yang positif ataupun negatif. kelompok konseling atau counseling group. maka pengembangan pribadi kedirian tidak boleh merusak kehidupan pribadi-pribadi orang lain. 379 . kelompok • pengembangan organisasi (organizational development groups). konseling kelompok. Pengembangan pribadi kedirian dan kepentingan orang lain atau kelompok harus dapat saling menghidupi. (3) hubungan antara besarnya kelompok (banyak anggota). Untuk terselenggaranya konseling kelompok seorang konselor perlu membentuk kumpulan individu menjadi sebuah kelompok yang memiliki persyaratan. kelompok latihan keterampilan hidup (life skills training groups). Unsur utama suasana kelompok menurut para ahli hendaknya diperhatikan dalam menilai kehidupan sebuah kelompok. Kegiatan ataupun kehidupan kelompok itu sebagian besar didasarkan atas peranan para anggotanya. kelompok psikoterapi atau psychotherapy group. dan bahkan Lebih dan itu. tanggapan dan berbagai reaksi dan anggota kelompok lainnya untuk kepentingan dirinya yang bersangkut-paut dengan masalahnya itu. Unsur-unsur utama suasana kelompok Suasana kelompok yaitu antar hubungan dari semua orang yang terlibat dalam kelompok. diharapkan dapat merupakan umpan bagi pengembangan pribadi masing-masing anggota kelompok. (5) kemampuan mandiri. dan sebaiknya keperluan kehidupan orang lain dan kehidupan kelompok pada umumnya jangan sampai pula mematikan perkembangan pribadi kedirian perorangan. merisaukan ataupun merugikan perorangan tertentu anggota kelompok itu. kelompok latihan hubungan antar manusia yang sistematis (Systematic human relation training groups). bimbingan kelompok. dapat merupakan wahana dimana masing-masing anggota kelompok itu (secara perorangan) dapat memanfaatkan semua informasi. tanggapan dan berbagai reaksi pun dapat merupakan peluang yang amat berharga bagi perorangan yang bersangkutan Kesempatan timbal balik inilah yang merupakan dinamika dan kehidupan kelompok itu yang akan membawakan kemanfaatan bagi para anggotanya.

seperti rasa malu. pertimbangan tentang keragaman ataupun keseragaman jenis kelamin anggota kelompok ni pada umumnya didasarkan pada tujuan-tujuan tertentu yang akan dicapai dengan kegiatan kelompok itu. kelompok yang seluruh anggotanya termasuk anakanak yang kurang pandai bergaul akan tidak mampu meningkatkan keterampilan anggota-anggotanya itu dalam pergaulan. b. Peranan Anggota Kelompok Peranan yang hendaknya dimainkan oleh anggota kelompok agar dinamika kelompok itu benar-benar seperti yang diharapkan ialah: 1) membantu terbinanya suasana keakraban dalam hubungan antar anggota kelompok. Keakraban dapat mewarnai hubungan antaranggota kelompok yang sudah saling bergaul sebelumnya. dan juga untuk orangorang dewasa. Namun demikian. jika kesamaan diantara anggota itu sangat besar. Untuk pemuda-pemuda di SLTA dan Perguruan Tinggi. dan sebaliknya suasana keasingan akan dirasakan oleh para anggota yang belum saling mengenal. masalah-masalah yang menyangkut disiplin biasanya lebih baik diolah dalam kelompok yang anggota-anggotanya sejenis. yaitu dinamika kelompok akan “kurang hangat”. 3) Kepribadian Keragaman atau keseragaman dalam kepribadian anggota kelompok dapat membawa keuntungan ataupun kerugian tertentu. hasilnyapun dapat merugikan. Misalnya. Misalnya. Sedangkan kelompok dengan anggota campuran. kurang pandai berkawan. sedangkan masalah-masalah keterampilan bergaul. Jika perbedaan di antara para anggota itu amat besar. 380 . kelompok dengan campuran akan memberikan keuntungankeuntungan yang amat berarti. 3) Berusaha agar yang dilakukannya itu membantu tercapainya tujuan bersama. 2) Mencurahkan segenap perasaan dalam melibatkan diri dalam kegiatan kelompok. dan sebagainya akan Lebih baik digarap dalam kegiatan kelompok dengan anggota campuran. 4) Membantu tersusunnya aturan kelompok dan berusaha mematuhinva dengan baik. Tampaknya anggota-anggota yang pandai bergaul itu menjadi contoh kawan-kawannya yang kurang pandai.a. dan sebaliknya. pada umumnya dinamika kelompok lebih baik dikembangkan dalam kelompok-kelompok dengan anggota seumur. Sampai dengan anak umur SLTP pada umumnya akan menguntungkan bila dibentuk kelompok-kelompok dengan anggota yang kelaminnya sama dibandingkan dengan kelompok yang anggotanya campuran. maka komunikasi antar anggota itu akan banyak mengalami masalah. yaitu ada yang pandai dan tidak pandai bergaul. Keragaman dan Keseragaman 1) Jenis kelompok Untuk tujuan-tujuan tertentu mungkin diperlukan pembentukan kelompok dengan jumlah anggotanya seimbang antara laki-laki dan perempuan. Anak-anak yang masih muda itu akan lebih bebas berbicara dan mendiskusikan masalah-masalah mereka sendiri dengan teman-teman sejenis. 2) Umur Tentang umur. 4) Hubungan awal Keragaman dan keseragaman anggota kelompok juga menyangkut hubungan awal para anggota kelompok itu sebelum kegiatan kelompok dimulai. akan secara nyata mampu meningkatkan kemampuan anggota-anggota yang kurang/tidak pandai.

Tugas pemimpin kelompok adalah memperhatikan tingkat kesiapan anggota-anggota kelompok dalam menjalani kegiatan kelompok itu. 2. 9) Menyadari pentingnya kegiatan kelompok itu. Peran Pimpinan Kelompok Pemimpin kelompok memiliki peranan penting untuk mempersiapkan anggota kelompok agar dapat melaksanakan semua peran dalam mewujudkan dinamika kelompok. 381 . 3) Bahwa anggota kelompok bebas menanggapi hal-hal yang disampaikan ataupun menolak saran-saran yang diberikan anggota lain. mengemukakan pendapat dan isi hatinya. Dalam hal ni semua anggota kelompok (dan juga pemimpin kelompok) perlu memegang teguh kerahasiaan itu. dan 4.5) Benar-benar berusaha untuk secara aktif ikut serta dalam keseluruhan kegiatan kelompok. 7) Berusaha membantu anggota lain. pemimpin kelompok perlu menjelaskan semua hal tersebut di atas. suasana khusus yang dapat terjadi dalam kelompok itu. 2) Bahwa keikutsertaan dalam kelompok itu adalah sukarela. Setelah penjelasan ini pada umumnya kehidupan kelompok yang sebenarnya dimulai. 5) Bahwa segala yang terjadi dan menjadi isi dan kegiatan kelompok itu sifatnya rahasia. Mendiskusikan tingkah aku yang secara sosial tidak bisa dibenarkan. 8) Memberi kesempatan kepada anggota lain untuk menjalankan peranannya. 6) Mampu berkomunikasi secara terbuka. c. yang meliputi kesiapan masing-masing anggota untuk 1. 3. Di awal kegiatan kelompok. 6) Penghargaan pemimpin kelompok tentang kesukarelaan dan keberanian para anggota mengikuti kegiatan kelompok itu. dan peranan serta cara-cara yang akan dilakukan oleh pemimpin kelompok. Dalam hal ini pemimpin kelompok perlu memberitahukan: 1) Tentang apa-apa yang diharapkan dari para anggota. 4) Bahwa hasil kegiatan kelompok itu tidak mengikat para anggota kelompok itu dalam kehidupan mereka diluar kelompok. Dapat menerima tanggapan yang mendalam dan Lebih “menyentuh” tentang tingkah lakunya. Kesiapan para anggota untuk membebaskan diri dan rasa enggan dan sikap mempertahankan diri.

dan selain bersifat pencegahan. Konseling kelompok merupakan upaya bantuan kepada individu dalam rangka memberikan kemudahan dalam perkembangan dan pertumbuhannya. 382 . Persamaannya terletak pada semua unsur pokoknya. bimbingan kelompok. ada rasa saling percaya mempercayai. Konseling kelompok adalah suatu proses antar pribadi yang dinamis yang terpusat pada pemikiran dan perilaku yang sadar dan melibatkan fungsi-fungsi terapi seperti sifat permisif. konseling kelompok dapat pula bersifat penyembuhan (remediation). berorientasi pada kenyataan. persoalan. melibatkan fungsi terapeutis. B. Mendeskripsikan pengertian. penerimaan dan bantuan. 2. Dalam konseling kelompok mengaktifkan dinamika kelompok untuk membahas berbagai hal yang berguna bagi pengembangan pribadi yang/atau pemecahan masalah individu yang menjadi peserta kegiatan kelompok. Mengidentifikasikan perbedaan antara konseling kelompok. Perbandingan Antara Bimbingan Kelompok dan Konseling Kelompok Bimbingan dan Konseling Kelompok dapat diibaratkan sebagai “anak kembar” yang lebih banyak persamaannya daripada perbedaannya. saling menerima dan saling mendukung. ada pengertian. Layanan konseling kelompok dapat diselenggarakan dimana saja. Berbeda dari bimbingan kelompok. berorientasi pada kenyataan. Uraian Materi 1. di rumah salah seorang peserta atau di rumah konselor atau di suatu kantor atau lembaga tertentu atau di ruang praktik pribadi konselor. menjadi milik” atau bagian dari pribadi anggota kelompok yang bersangkutan. konseling kelompok adalah suatu upaya bantuan kepada individu dalam suasana kelompok yang bersifat pencegahan dan penyembuhan. konseling kelompok adalah suatu proses interpersonal yang dinamis yang menitikberatkan (memusatkan) pada kesadaran berpikir dan tingkah laku. saling mempercayai. untuk mempelajari atau menghilangkan sikap-sikap dan perilaku tertentu. Masalah atau topik yang dibahas dalam konseling kelompok bersifat “pribadi” yaitu masalah itu memang merupakan masalah pribadi yang secara langsung dialami. saling pengertian. termasuk konselor sendiri. tujuan dan kelebihan dan kelemahan bimbingan dan konseling kelompok. Jumlahnya dapat bervariasi yang ideal maksimal 6 orang. PENGERTIAN DAN PERBANDINGAN ANTARA BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN KONSELING KELOMPOK A. Merupakan suatu proses dimana konselor terlibat dalam hubungan dengan sejumlah klien pada waktu yang sama. Masalah atau topik pribadi “berada di dalam diri anggota kelompok yang menyampaikan. dan perbedaannya terletak pada kekuatan materi yang didukungnya. Tujuan 1. di dalam sekolah ataupun diluar sekolah.III. Bimbingan dan konseling kelompok mengaktifkan dinamika kelompok untuk membahas berbagai hal yang berguna bagi pengembangan pribadi dan/atau pengentasan masalah individu yang menjadi peserta kegiatan kelompok. katarsis. meskipun biasanya berkisar antara 4 orang sampai 8 orang. Pengertian Bimbingan konseling kelompok. kepentingan yang tidak memerlukan perubahan kepribadian serta tidak tolol. Anggota kelompok dalam konseling kelompok pada dasarnya adalah individu-individu “normal” yang memiliki berbagai kepedulian. di dalam ruangan ataupun diluar ruangan. dan diarahkan kepada pemberian kemudahan dalam rangka perkembangan dan pertumbuhannya. Fungsi-fungsi terapi ini diciptakan dan dikembangkan dalam suatu kelompok kecil melalui cara saling mempedulikan di antara para anggota konseling kelompok. 2. Anggota dalam konseling kelompok dapat menggunakan interaksi dalam kelompok untuk meningkatkan pemahaman dan penerimaan terhadap nilai-nilai dan tujuan-tujuan tertentu. atau lebih tepat lagi merupakan masalah atau kebutuhan yang sedang dialami oleh para anggota kelompok yang menyampaikan topik atau masalah. saling memperlakukan dengan mesra. Dengan demikian.

Dibatasi 10 . b. peranan anggota kelompok. Sebagaimana amat ditekankan diatas. Aspek-aspek Pelaksanaan Kegiatan Sejumlah aspek kegiatan dalam bimbingan kelompok dan konseling kelompok dapat diidentifikasi. bimbingan kelompok dan konseling kelompok secara penuh mengandung empat unsur utama kehidupan kelompok.Peranan anggota kelompok Dibatasi sampai sekitar 8 .Pengembangan pribadi 2.Pengembangan pribadi 2. kegiatan.Tujuan yang dicapai Bimbingan Kelompok 1. dikendalikan. yaitu tujuan kelompok. antara lain asas-asas kerahasiaan. Para anggota kelompok ialah seluruh peserta kelompok masing-masing yang melibatkan diri dalam kegiatan itu. evaluasi dan pelaksanaannya.10 orang Homogen Kelompok kecil Aktif membahas permasa-lahan tertentu (masalah pri-badi dalam membantu me-mecahkan masalah kawan sekelompoknya: a. Sebagai kegiatan kelompok. kesukarelaan.Format kegiatan 5. Aturan ini didasarkan pada dan merupakan penjabaran dari berbagai hal yang akan mempengaruhi kehidupan kelompok. jumlah anggota dan karakteristik serta homogenitasnya. dalam hal ini konselor/ guru pembimbing. Tujuan bersama yang ingin dicapai oleh kedua kelompok itu adalah pengembangan pribadi semua peserta dan peralihan-peralihan lainnya melalui perubahan dan pendalaman topik umum (khusus untuk bimbingan kelompok) atau masalah pribadi peserta (khusus untuk konseling kelompok). format kegiatan. bimbingan kelompok dan konseling kelompok adalah kegiatan kelompok. keterbukaan dan kenormatifan. dan aturan kelompok.Kondisi dan karakte-ristik anggota 4. unsur kelima yang menandai kehidupan kelompok adalah adanya dan berkembangnya dinamika kelompok pada bimbingan kelompok dan konseling kelompok itu. Perbandingan antara bimbingan kelompok dan konseling kelompok untuk semua aspek dapat dilihat seperti berikut: Perbandingan Antara Bimbingan Kelompok dan Konseling Kelompok Aspek 1.menyumbang bagi peme-cahan masalah pribadi kawan sekelompok 383 . anggota kelompok. lama dan frekuensi pembicaraan. sifat isi pembicaraan.Pembahasan masalah atau topik-topik umum secara luas dan mendalam yang bermanfaat bagi para anggota kelompok. Mutu dinamika kelompok itulah yang akan menentukan mutu keberhasilan bimbingan kelompok dan konselingkelompok sebagai layanan pokok dalam keseluruhan upaya bimbingan dan konseling.15 orang Homogen Kelompok kecil Aktif membahas permasalahan atau topic umum tertentu yang hasil pembahasannya berguna bagi para anggota kelompok: a.menyumbang bagi pembahasan masalah Konseling Kelompok 1. dan dimanfaatkan untuk mencapai tujuan-tujuan bimbingan dan konseling. dalam bimbingan kelompok dan konseling kelompok dinamika kelompok ditumbuh kembangkan.berpartisipasi aktif dalam dinamika interaksi social b.berpartisipasi aktif dalam dinamika interaksi social b. suasana interaksi. Aturan kelompok adalah berbagai ketentuan yang hendaknya dijalankan dan dipatuhi oleh semua anggota kelompok dan pemimpin kelompok. Sedangkan pemimpin kelompok adalah orang yang bertanggungjawab atas berlangsungnya kegiatan masing-masing kelompok itu. pemimpin kelompok.Jumlah anggota 3. Kandungan Unsur-unsur Kelompok Sesuai dengan namanya.Pembahasan dan peme-cahan masalah pribadi yg dialami oleh masing2 anggota kelompok 2. yaitu tujuan kegiatan. Lebih dari kegiatan kelompok-kelompok lainnya.a.

diharapkan bahwa ia dapat berubah di dunia yang lebih luas.tidak rahasia Kegiatan berkembang sesuai dengan tingkat perubahan dan pendalaman masalah/ topik a. apabila yang mengatakan anggota lain yang mempunyai masalah sama. Melalui Layanan kelompok yang intensif dalam upaya pemecahan masalah tersebut para peserta memperoleh dua tujuan sekaligus (1) terkembangkannya perasaan.mendalam dengan melibatkan aspek kognitif a. adalah kepraktisan.evaluasi dampak: pemahaman dan dampak kegiatan terhadap anggota Guru Pembimbing/ konselor (tenaga ahli) 7.evaluasi isi: kedalaman pembahasan c. dan (2) terpecahkannya masalah individu yang bersangkutan dan diperolehnya imbasan pemecahan masalah tersebut bagi individu-individu lain peserta pada Layanan konseling kelompok khususnya.Pelaksana 3. khususnya kemampuan komunikasi Peserta Layanan. Kelebihan dan kelemahan bimbingan dan konseling kelompok Pertama.Lama dan frekuensi kegiatan 9. Kelompok dapat digunakan sebagai ajang latihan untuk mengubah perilaku yang kurang memuaskan menjadi lebih memuaskan. 384 .umum b. artinya apabila seseorang dapat berubah di dalam kelompok. di dalam bimbingan dan konseling kelompok anggota akan belajar untuk berlatih tentang perilaku yang baru. maka biasanya komentar yang diberikan akan diterima dan dicerna. afektif dan aspek-aspek kepribadian lainnya a.Evaluasi c. pikiran. di mana siswa hanya berlatih dengan seorang konselor tanpa adanya umpan balik dan orang lain selain konselor. Akan tetapi di dalam konseling kelompok. Jadi kelompok sesungguhnya merupakan mikrokosmik sosial. sehingga sering terjadi siswa tidak percaya akan apa yang dikemukakan oleh konselornya. pengembangan pribadi dan pengatasan masalah.menyerap berbagai infor-masi.mendalam dan tuntas de-ngan melibatkan aspek kognitif. persepsi.rahasia Kegiatan berkembang sesuai dengan tingkat pen-dalaman dan penuntasan pemecahan masalah a. Melalui konseling kelompok setiap anggota kelompok akan belajar untuk bersosia1isasi dengan cara saling memberi dan menerima umpan balik. Kedua.pribadi b.menyerap berbagai informasi untuk diri sendiri 6. ini tidak dapat ditemukan dengan mudah di dalam konseling individual.evaluasi isi: kedalaman dan ketuntasan pembaha-san c. saran dan berbagai alternative untuk meme-cahkan masalahnya sen-diri a.evaluasi proses: keterli-batan anggota b. Di dalam konseling individual hanya menghadap konselor saja. 4.evaluasi dampak: sejauh mana anggota yang masalah pribadinya dibahas me-rasa mendapatkan alterna-tif pemecahan masalahnya Guru Pembimbing/ konselor (tenaga ahli) 10.interaksi multiarah b. Di samping itu juga bermaksud mengentaskan masalah klien dengan memanfaatkan dinamika kelompok.evaluasi proses: keterlibatan anggota b.interaksi multiarah b.Suasana interaksi a. Adapun tujuan khusus konseling kelompok pada dasarnya terletak pada pembahasan masalah pribadi individu peserta kegiatan Layanan.Sifat isi pembicaraan 8.c. wawasan dan sikap terarah kepada tingkah laku khususnya dalam ber-sosialisasi/komunikasi. Dalam waktu yang relatif singkat konselor dapat berhadapan dengan sejumlah siswa di dalam kelompok dalam upaya untuk membantu memenuhi kebutuhan yang berkaitan dengan pencegahan. Tujuan bimbingan dan konseling kelompok Tujuan umum layanan bimbingan dan konseling kelompok adalah berkembangnya kemampuan sosialisasi siswa.

motivasi manusia muncul dan hubungan kelompok kecil. konseling kelompok dapat merupakan wilayah penjajagan awal bagi anggota kelompok untuk memasuki konseling individual. Dalam konseling individual komunikasi terbatas pada interaksi dengan konselor. Ketujuh. Keadaan ini menumbuhkan harga diri. Selain 385 . konseling kelompok dapat menjadi wilayah persemaian bagi konseling individual. mempraktekkan dan menguasai perilaku-perilaku dalam situasi yang hampir sama dengan lingkungan yang sebenarnya individu berasal. Kelima. bimbingan dan konseling kelompok mempunyai manfaat besar untuk bertindak sebagai miniatur situasi sosial. pengakuan. yang mudah berbicara tentang dirinya: yang dapat mengambil manfaat dan umpan batik yang diberikan oleh seorang teman serta merasa tertolong dengan umpan balik itu. bimbingan dan konseling kelompok memberi kesempatan para anggota untuk mempelajari keterampilan sosial. perilaku baru. Dengan demikian. pendapat dan apa dan apa yang disebut ciri-ciri pribadi sebagai ciri unik individu yang berakar pada pola afiliasi kelompok yang menentukan konteks sosial seseorang hidup dan berfungsi dapat diwujudkan melalui intervensi konseling kelompok. berbagai pengalaman. bimbingan dan konseling kelompok lebih sesuai bagi siswa yang membutuhkan untuk belajar lebih memahami orang lain dan lebih menghargai kepribadian orang lain. unsur mempelajari keterampilan sosial sangat terbatas pada konselor. sikap. dalam bimbingan dan konseling kelompok terdapat kesempatan luas untuk berkomunikasi dengan teman-teman mengenai segala kebutuhan yang terfokus pada pengembangan pribadi. Bimbingan dan konseling kelompok juga dapat digunakan untuk belajar mengekspresikan perasaan. keyakinan diri dan suasana yang positif diantara anggota. menunjukkan perhatian pada orang lain. dalam bimbingan dan konseling kelompok interaksi antar individu anggota kelompok merupakan suatu yang khas. Kesembilan. berbagai pengalaman. dinamika interaksi di dalam kelompok membuahkan berbagai hal yang pendalamannya lebih lanjut akan dapat dilakukan dalam layanan konseling individual. Anggota dapat meniru anggota lain yang telah terampil. melakukan konfrontasi secara tepat. apabila unsur-unsur tersebut terpenuhi semua. dan afiliasi.Ketiga. dapat belajar memberikan umpan balik yang bermanfaat bagi anggota lain. Dalam konseling individual. Mereka juga belajar mendengarkan secara aktif. mamperlihatkan perhatian yang sungguh-sungguh terhadap anggota lain dan belajar untuk membuat suasana positif bagi orang lain. membutuhkan bertukar pikiran dan berbagai perasaan dengan orang lain. sehingga mereka akan merasa diterima. Keduabelas. dan menambah rasa positif dalam diri mereka. Keenam. dan dapat belajar dan pemimpin kelompok. anggota kelompok mempunyai kesempatan untuk saling memberi bantuan. dimengerti. Bagi anggota kelompok. atau laboratorium yang mana anggota kelompok tidak hanya mempelajari perilaku-perilaku baru tetapi bisa mencoba. Kesebelas. dan belajar untuk meningkatkan kepercayaannya pada orang lain. setiap usaha untuk mengubah perilaku manusia di luar lingkungan alam di mana individu bekerja dan hidup sangat tergantung pada efektivitas tingkat transfer pelatihan yaitu. Dalam konseling individual unsur saling memberikan tidak ada. dan pengatasan masalah yang dialami oleh setiap anggota. pencegahan. diharapkan tujuan setiap anggota kelompok dapat tercapai lebih mantap. maka perilaku. Dengan interaksi yang intensif dan dinamis selama berlangsung konseling kelompok. yang tidak mungkin terjadi pada konseling individual. Keempat. Kedelapan. menerima bantuan dan berempati dengan tulus di dalam konseling kelompok. pemahaman dan sikap yang harus ditransfer secara sukses dari setting konseling kelompok ke kehidupan siswa. melalui bimbingan dan konseling kelompok individu-individu mencapai tujuannya dan berhubungan dengan individu-individu lain dengan cara yang produktif. Manusia membutuhkan penerimaan. Cara ini akan meningkatkan hubungan antar pribadi yang efektif. Kesepuluh. dan belajar untuk meningkatkan kepercayaannya pada orang lain. Masing-masing anggota akan saling belajar untuk berhubungan pribadi dengan lebih mendalam.

C Dinkrnyer & J. penerimaan nilai-nilai. (3) kesempatan untuk berpraktek dengan orang lain. karena memang sukar bagi konselor harus membimbing siswa secara individual dan 300 orang siswa pada suatu sekolah. yaitu perkembangan individu akan berlangsung dalam interaksi yang sehat antara individu dengan lingkungannya. dan (7) dorongan teman guna memelihara komitmen. tujuan dan untuk belajar sikap dan perilaku tertentu. oleh karena itu kelompok yang baik akan dapat menjadi sebuah masyarakat kecil atau sebuah mikro kosmos sosial. konseling kelompok merupakan suatu perwujudan asumsi bahwa konseling pada hakikatnya diperuntukkan bagi semua siswa dan bertujuan membantu pencapaian perkembangan pribadi secara optimal. dan saling memberikan masukan yang semuanya itu sangat berharga bagi upaya pengembangan pribadi. Ada dua pertimbangan dalam penggunaan kelompok. saling percaya. (6) perkiraan untuk menghadapi kenyataan hidup. Konse1in kelompok merupakan laboratorium yang berharga bagi konselor dan siswa.itu. ada tujuh keuntungan yang dapat diperoleh berkaitan dengan konseling kelompok. pencegahan masalah dan pemecahan masalah. Asumsi ini membawa dua implikasi pokok dalam pelaksanaan konseling kelompok di sekolah. tetapi dalam suasana kelompok sangat memungkinkan siswa tersebut dapat mengungkapkan secara leluasa. para remaja berpikir bahwa pemimpin yang dewasa cenderung mendengar mereka diri membantu mereka menemukan berbagai alternatif pemecahan. (5) belajar seolah-olah mengalami berdasarkan kepedulian orang lain. keadaan ini merupakan sumber yang berharga dalam kegiatan kelompok apabila dibandingkan dengan hanya pandangan atau pendapat dan dua orang seperti dalam konseling individual. Di dalam perspektif konseling perkembangan. Mengubah persepsi. berarti membekali mereka untuk mengalami dan menghadapi tugas-tugas kehidupan. untuk kepentingan efisiensi. perasaan dan perilaku mereka. suasana kelompok yang berkembang dalam konseling kelompok juga dapat menjadi tempat pengembangan keterampilan berkomunikasi dan berinteraksi sosial bagi anggota kelompok setelah menerima layanan konseling individual. yaitu (1) perasaan membagi keadaan bersama. Melalui suasana konseling kelompok dapat dikembangkan suasana untuk menumbuhkan rasa toleransi. dan kedua. Dan segi efisiensi. Pertama. keterampilan menghargai pendapat orang lain. dan peningkatan tanggung jawab. Mereka akan dapat saling berbagi pengalaman. (4) kesempatan untuk menerima berbagai umpan balik. Anggota kelompok dapat menggunakan interaksi kelompok meningkatkan pemahaman.J Munro (1998) menyatakan bahwa konseling kelompok dapat menciptakan kondisi dan suasana yang memungkinkan individu dapat menilai kembali pikiran. katarsis. memelihara. D. Melalui suasana kelompok dapat pula dikembangkan berbagai keterampilan sosial dan sikap-sikap tertentu. oleh karena itu konselor perlu memiliki suatu kerangka berpikir konseptual untuk memahami 386 . sikap dan perasaan atau tindakan mereka. Dalam keadaan tertentu. Menurut Blocher (1994) asumsi dasar konseling perkembangan. perkembangan adalah tujuan konseling. rasa percaya diri. membantu orang lain. bahwa banyak sumber-sumber atau pendapat dapat diperoleh dalam setting kelompok. belajar dan anggota lain dan sebagainya. memahami dan mendukung. Dalam kelompok para anggota akan memiliki pandangan yang bervariasi yang ditampilkan dan didiskusikan. kerja kelompok. bukan memanfaatkan mereka atau menekan mereka untuk melakukan apa yang dikehendaki oleh orang tua atau guru. Selain dua alasan yang sifatnya umum tersebut. seorang siswa mungkin mengalami kesulitan dalam mengungkapkan permasalahan melalui konseling individual. Memperkuat pandangan ini. serta mendasarkan kepada fungsi tetapi yang bersifat membiarkan dan berorientasi pada kenyataan. Konseling kelompok memiliki kekuatan sebagai suatu proses interpersonal yang dinamis dengan memusatkan perhatian kepada kesadaran pikiran dan perilaku. mana kala buah pelayanan konseling individual menganjurkan perlunya pengembangan keterampilan tersebut. Pertama. Para remaja merasa lebih mudah membicarakan masalah-masalah mereka secara terbuka dalam kelompok daripada dalam konseling individual. (2) pengalaman merasa memiliki. yaitu keterampilan berkomunikasi. yang dalam konseling individual sulit dikembangkan. Di dalam kelompok.

Model konseling perkembangan memungkinkan konselor untuk memfokuskan tidak sekedar terhadap gangguan emosional klien. Konseling merupakan strategi upaya khusus yang lebih intensif menyentuh dunia kehidupan siswa secara individual. Kelima. seringkali kelompok tidak berkembang dan dapat mengurangi arti kelompok sebagai sarana belajar. menginternalisasi. yang kesuksesan penyelesaiannya akan menyebabkan orang tersebut tidak bahagia. Menurut Havighurts. 1987:104). Fungsi konseling ini adalah memberikan kemudahan untuk terjadinya perkembangan kepribadian secara normal. tugas perkembangan adalah suatu tugas yang muncul pada periode tertentu dalam kehidupan seseorang. beberapa diantaranya membutuhkan perhatian dan intervensi individual. Konseling kelompok memusatkan perhatiannya pada keseluruhan proses perkembangan yang terjadi pada din individu. serta menjadi tujuan dan segenap Layanan konseling baik secara individual maupun kelompok. Keenam. Disamping kekuatan-kekuatan. sulit untuk dibina kepercayaan. Strategi upaya khusus ini akan lebih tepat melalui pendekatan konseling kelompok yang berfungsi preventif. karena setiap individu yang berkembang harus menyelesaikan tugas-tugas perkembangan apabila ia hendak dikatakan sebagai individu yang bahagia dan sukses. karena hanya untuk kepentingan seorang belaka. bimbingan dan konseling Kelompok juga memiliki beberapa keterbatasan yang harus diperhatikan oleh konselor antara lain sebagai berikut : Pertama. Konselor harus mampu secara simulasi mengarahkan setiap siswa. karena yang dihadapi tidak hanya satu orang tetapi banyak orang. Perkembangan merupakan konsep inti dan keterpaduan. tidak semua siswa siap atau bersedia untuk bersikap terbuka dan jujur mengemukakan si hatinya terhadap teman-temannya di dalam kelompok. Konseling kelompok dalam konteks konseling perkembangan adalah upaya bantuan kepada sekelompok individu dengan cara mendorong pencapaian tujuan perkembangan dan memfokuskan pada kebutuhan dan kegiatan belajarnya. dan mengalami kesulitan dalam menjalani tugas-tugas berikutnya (dalam Shertzer & stone. 1990). lebih-lebih bila yang akan dikatakan terasa memalukan bagi dirinya. sering siswa mengharapkan terlalu banyak dan kelompok. Kesembilan. sehingga tidak berusaha untuk berubah. Kedelapan. untuk itu dibutuhkan norma dan aturan main khusus mengenai konfidensialitas. 387 . Ketujuh. sebagai akibat siswa tidak akan merasa puas. dan mengintegrasikan sistem nilai dan pola perilaku yang diperoleh melalui proses pendidikan secara umum (Sunaryo Kartadinata. sering kelompok bukan dijadikan sarana untuk berlatih melakukan perubahan. persoalan pribadi satu-dua anggota kelompok mungkin kurang mendapat perhatian dan tanggapan sebagaimana mestinya. memberi respon interaksi di antara para anggota dan mengamati dinamika dari kelompok tersebut. tidak diterima oleh masyarakat. dan pengatasan masalah. Kedua. 1997:79). 1996). Ivey dan Rigazio (dalam Mayers. Ketiga. Kedua. Dengan demikian. interaksi yang sehat merupakan suatu iklim perkembangan yang harus dikembangkan oleh konselor. Keempat. Strategi upaya ini akan lebih memperhalus. karena perhatian kelompok terfokus pada persoalan pribadi anggota yang lain. dan meningkatkan sumberdaya dan kompetensi dalam memberikan bantuan terhadap pola perkembangan yang optimal dan klien (Blocher. Oleh karena itu konselor perlu menguasai pengetahuan dan keterampilan khusus untuk mengembangkan interaksi yang sehat sebagai pendukung sistem peluncuran konseling di sekolah (Sunaryo Kartadinata. fokus konseling kelompok adalah membantu seluruh siswa tanpa kecuali dengan tujuan agar mereka mencapai taraf perkembangan pribadi secara optimal dalam berbagai aspek kehidupan.perkembangan siswa sebagai dasar perumusan isi dan tujuan konseling. melainkan Lebih mengupayakan pencapaian tujuan dalam kaitan penguasaan tugas-tugas perkembangan. tetapi justru dipakai sebagai tujuan. Tugas-tugas perkembangan tersusun menurut pola tertentu dan sec39ara keseluruhan saling terkait. tidak semua siswa cocok berada dalam kelompok. pengembangan. Oleh karena itu seseorang merasa terlalu nyaman di dalam kelompok. menjembatani tugas-tugas yang muncul pada saat tertentu. 1992) menekankan bahwa orientasi perkembangan justru merupakan ciri khas yang menjadi inti gerakan konseling. peran konselor menjadi lebih menyebar dan kompleks. Tujuan konseling adalah untuk mempermudah perkembangan.

kelompok tidak selalu efektif untuk semua orang. 388 . harga diri. Selain keterbatasan tersebut. sehingga akan membuat anggota lain merasa takut. (5) siswa terlalu banyak minta perhatian dan orang lain sehingga sangat mengganggu dalam kelompok. Ada beberapa kondisi individu yang perlu diperhatikan.untuk menjadi konselor kelompok dibutuhkan latihan yang intensif dan khusus. atau sama sekali tidak mempunyai keterampilan sosial. sehingga kelompok ti2direkomendasikan. motivasi. dan memiliki konsep diri yang negatif. Kondisi tersebut adalah: (1) siswa dalam keadaan krisis. (8) siswa kurang memiliki keyakinan dirt. dan perilakunya. (3) siswa sangat tidak efektif dalam berhubungan dengan orang lain. Apabila konselor tidak cukup mempunyai dasar teori dan terlatih untuk memimpin kelompok. (4) siswa tidak menyadari akan perasaan. (7) siswa sangat agresif. (2) siswa takut untuk berbicara di dalam kelompok dan sangat membutuhkan perlindungan. dikhawatirkan justru membuat lebih buruk keadaan daripada memperbaikinya. (6) siswa diperkirakan sangat mengganggu jalannya konseling karena keterbatasan ekspresi verbal.

ISI KEGIATAN DAN TAHAPAN KEGIATAN SERTA EVALUASI A. Tanda arsiran pada matrik. Kedua jenis layanan itu. Isi Kegiatan Bimbingan dan Konseling Kelompok Perbedaan antara bimbingan dan konseling kelompok dapat dilihat dari isi kegiatan masing-masing. Tentang sifat hubungan topik atau masalah-masalah tersebut dengan para peserta dapat dikatakan “umum” atau “pribadi”. Suatu topic atau masalah dikatakan “umum” apabila antara topik atau masalah itu dan para peserta tidak terdapat hubungan khusus tertentu. 389 . 3. konseling kelompok hanya membahas masalah-masalah pribadi yang sifatnya bebas. Sedangkan suatu masalah atau topik disebut “pribadi” apabila masalah itu memang merupakan masalah pribadi yang secara langsung dialami atau. Masalah atau topik pribadi “berada di dalam” diri peserta yang menyampaikannya. baik yang sifatnya bebas maupun tugas. merupakan masalah yang sedang diderita oleh peserta yang menyampaikan masalah atau topik itu. menjadi “milik” atau bagian dari pribadi peserta yang bersangkutan. keduanya terlihat pada matrik berikut: Pokok Bahasan Dalam Bimbingan dan Konseling Kelompok Kegiatan Bimbingan Kelompok Konseling Kelompok Kelompok Bebas Masalah Umum Masalah Pribadi   Kelompok Tugas Masalah Umum Masalah Pribadi  Dari matrik diatas tampak bahwa bimbingan kelompok hanya dapat membahas masalah atau topik-topik umum. Tahapan Bimbingan dan Konseling Kelompok Hal lain yang dapat dibedakan antara bimbingan kelompok dan konseling kelompok adalah berkenaan dengan tahapan pelaksanaannya. topik atau masalah itu berada di luar diri masing-masing peserta. Sebaliknya. Sedangkan “topik bebas” adalah topik atau masalah yang muncul atau dikemukakan secara “bebas” oleh para peserta masing-masing. “Topik tugas” adalah topik atau masalah yang datangnya dari pemimpin kelompok (guru pembimbing) yang “ditugaskan” kepada para peserta untuk membahasnya. 2. 1. baik dari segi asal datangnya maupun sifat masalah atau topik itu bila dihubungkan dengan para peserta kegiatan. Tujuan Menjelaskan isi kegiatan bimbingan dan konseling kelompok Menjelaskan tahapan bimbingan dan konseling kelompok Mendeskripsikan kegiatan pada setiap tahapan bimbingan dan konseling kelompok Menjelaskan bagaimana pelaksanaan Evaluasi Kegiatan B.IV. sedangkan yang membahas “topik bebas” disebut “kelompok bebas”. lebih tepat lagi. Perbedaan antara bimbingan kelompok dan konseling kelompok berkenaan dengan isi atau pokok bahasan. bila kita mengacu kepada masalah-masalah atau topik-topik yang menjadi pokok bahasan keduanya. Dari segi datangnya masalah atau topik itu dikenal adanya “topik tugas” dan “topik bebas”. baik pada bimbingan kelompok maupun konseling kelompok. Kelompok yang membahas “topik tugas” kemudian dapat disebut “kelompok tugas”. C. menunjukkan bahwa masalah-masalah pribadi tidak boleh dijadikan “topik tugas”. 4.

Penjelasan asal datangnya masalah atau topik. tugas (untuk bimbingan kelompok) atau bebas (untuk konseling kelompok). Tahap II (Peralihan) a. Tahap I (Pembentukan) a. Penjelasan tentang pengertian dan tujuan bimbingan kelompok atau konseling kelompok (pilih salah satu mana yang akan diselenggarakan). c. umum atau pribadi (pilih salah satu mana yang akan diselenggarakan). b. khususnya yang menyangkut sifat masalah atau topik. b. Ajakan untuk mengemukakan masalah umum secara bebas (untuk bimbingan kelompok) atau masalah pribadi secara bebas (untuk konseling kelompok). 2. pelaksanaan Tahap I dan Tahap II pada dasarnya sama. Penjelasan tentang cara kerja.Persamaan dan Perbedaan Pelaksanaan Tahap-tahap Kegiatan dalam Bimbingan Kelompok dan Konseling Kelompok Baik untuk bimbingan kelompok ataupun konseling kelompok. Penjelasan tentang masalah atau topik “tugas” (khusus untuk bimbingan kelompok) 390 . Perbedaannya hanya terletak pada: 1.

dapatlah dikatakan bahwa Bimbingan Kelompok dan Konseling Kelompok merupakan “saudara kembar identik. Evaluasi Kegiatan Penilaian terhadap kegiatan konseling kelompok dapat dilakukan secara tertu1is dimana para peserta diminta mengungkapkan perasaannya. hal ini perlu diutamakan. Tahap III (Kegiatan) Khusus untuk kegitan konseling kelompok diperlukan penjelasan. Ajakan untuk membahas. Perbedaannya hanya terletak pada isi kesan-kesan para peserta. yaitu Tahap Pengakhiran pada dasarnya sama untuk Bimbingan Kelompok dan Konseling Kelompok. Bimbingan Kelompok: 1) Pokok bahasan: masalah atau topic umum. 4.d. 2) Para peserta melakukan pembahasan tanpa secara khusus menyangkutpautkan isi pembicaraannya itu kepada peserta tertentu. minat dan sikapnya terhadap berbagai hal. Tahap IV (Pengakhiran) Pelaksanaan Tahap Keempat. Dengan memperhatikan persamaan dan perbedaan diantara Bimbingan Kelompokdan Konseling Kelompok itu. 391 . baik yang telah dilakukan selama kegiatan kelompok (yang menyangkut si maupun proses) maupun kemungkinan keterlibatan mereka untuk kegiatan serupa selanjutnya. mendalami. harapannya. Kegiatan pada Tahap Ketiga: a. dan pemantapan tentang asas kerahasiaan. penilaian jangka pendek (laijapen) dan penilaian jangka panjang (laijapang) dilakukan pasca layanan secara lisan maupun tulisan. Penilaian dilakukan dalam tiga tahap yaitu penilaian segera (laiseg) dilakukan pada akhir setiap sesi layanan. dan memecahkan masalah atau topik umum (untuk bimbingan kelompok) atau masalah pribadi (untuk konseling kelompok) 3. D. b. Pada tahap ketiga inilah layanan bimbingan kelompok atau konseling kelompok menampilkan jati dirinya. penegasan. baik yang bersifat “bebas” atau “tugas”. 2) Para peserta melakukan pembahasan dengan setiap kali mengingat bahwa isi pembicaraannya itu adalah bertujuan untuk membantu pemecahan masalah yang sedang dibicarakan yang dialami oleh salah seorang rekan sekelompoknya. yaitu isi yang sesuai dengan pokok bahasannya yang mereka selenggarakan pada Taahap Ketiga. dengan muatan materi kehidupan yang berbeda. Pada tahap ini dilakukan tinjauan terhadap kualitas kegiatan kelompok dan hasil-hasilnya melalui pengungkapan kesan-kesan peserta. Perbedaan yang amat kentara dan berlangsung sepanjang kegiatan ialah pada Tahap ketiga yang merupakan tahap inti dari seluruh kegiatan bimbingankelompok atau konseling kelompok. Kondisi UCA (Understanding Comfort Action) menjadi fokus penilaian hasil-hasil konseling kelompok. Konseling Kelompok: 1) Pokok bahasan: masalah pribadi yang bersifat bebas.

2. Peserta latihan dapat membuat operasionalisasi layanan bimbingan dan konseling kefompok 4. MODEL OPERASIONAL KEGIATAN A. Perpisahan Peralihan Kegiatan Pengakhiran 392 . Melakukan penilaian segera 3. Peserta pelatihan dapat melaksanakan praktik bimbingan dan konseling kelompok. 4. 2. Menjelaskan Asas-Asas Bimbingan Dan Konseling Kelompok (Khusus Pada Konseling Kelompok Perlu Ikrar Untuk Menjaga Kerahasiaan). 6.V. 2. 3. Perkenalan permainan. Menjelaskan Pengertian Dan Tujuan Bimbingan Dan Konseling 4. Dalam konseling kelompok: anggota kelompok dipersilahkan mengemukakan masalah pribadi masing-masing secara bergantian. 6. Menjelaskan Cara Pelaksanaan Bimbingan Konseling 5. Memimpin Doa 3. Tujuan Peserta pelatihan dapat menyusun perencanaan bimbingan dan konseling kelompok. Penyimpulan. Dalam bimbingan kelompok: untuk topik tugas topik diberikan oleh konselor sedang untuk topik bebas anggota kelompok diberi kesempatan secara bergantian menyampaikan usulan topik yang akan dibahas. 1. Selingan (bila diperlukan). B. Menyampaikan bahwa bimbingan / konseling kelompok akan diakhiri. Menanyakan kesiapan kelompok untuk melanjutkan kegiatan. 2. Menjelaskan kembali kegiatan bimbingan konseling kelompok 2. Melakukan pembahasan kegiatan lanjutan 4. 1. Model Operasional Kegiatan BimbinganKelompok dan Konseling Kelompok Agar lebih jelas berikut ini disajikan suatu model operasionalisasi kegiatan layanan bimbingan dan konseling kelompok berupa langkah-langkah seorang konselor dalam memimpin kegiatan tersebut: Tahapan BKp & KKp Pembentukan Langkah-langkah Konselor 1. 3. Mengenali suasana kelompok tentang kesiapan kelompok dan mengatasi masalah yang muncul dari kelompok. pribadi 1. 1. Membahas masalah hingga tuntas. Memberi contoh topik tugas dan bebas dalam bimbingan kelompok atau contoh masalah pribadi dalam konseling kelompok. Menerima Kehadiran Secara Terbuka Dan Mengucapkan Terima Kasih. Memimpin doa penutup 6. Memfasilitasi anggota kelompok untuk menetapkan topik dan atau masalah pribadi yang akan dibahas. Peseta pelatihan terampil mempraktikkan Layanan bimbingan dan konseling kelompok. 5. Membuat kesepakatan waktu 7. 3. Memberikan ucapan terima kasih 5.

393 . L. Konseling kelompok : Wawasan Konsep. (2004). Seri Layanan Konseling.DAFTAR PUSTAKA Mamat Supriatna (2003). Jakarta: Ghalia Indonesia. -----------. (2005). (2004). Semarang: UNNES Press. Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas IlmuPendidikan Universitas Negeri Padang.1 s/d L. Seri Layanan Konseling Layanan Bimbingan Konseling Kelompok. Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang. Konseling Kelompok Perkembangan.9. dan Aplikasi dalam Rentang Sepanjang Hayat. Teori. Negeri Padang. (2001). -----------. Jakarta: Rineka Cipta. Panduan Pengawasan Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Bandung. Padang: Univ. Layanan Bimbingan dan Konseling Kelompok (Dasar dan Profil). Prayitno (1995). Mungin Eddy Wibowo. -----------.

394 .

Merencanakan dan melaksanakan Bimbingan Klasikal 395 . Menjelaskan Pengembangan Alat / Mediadalam Bimbingan Klasikal 8. Materi Bimbingan Klasikal. Menjelaskan Konsep Dasar Bimbingan Klasikal 2. Kompetensi dan Indikator Standar Kompetensi: 1. tujuan bimbingan klasikal . Kerjakan soal – soal latihan dan tugas dan kumpulkan tepat waktu C. Metode Bimbingan Klasikal B. Memahami Materi Bimbingan Klasikal 4. Deskripsi Bahan ajar ini mencakup: 1.BAB I PENDAHULUAN A. Bacalah setiap kegiatan belajar dengan teliti dan buatlah rangkuman setelah selesai membaca setiap materi 2. Memahami Tujuan Bimbingan Klasikal 3. 2. Mengikuti penjelasan secara cermat dan apabila belum jelas bertanyalah pada instruktur agar dapat penjelasan yang benar 3. Memilih teknik yang sesuai dengan topic layanan dan kondisi siswa Kompetensi Dasar: 1. Memahami Pengembangan Alat / Media Indikator dan Pencapaian Kompetensi : 1. Memahami Hakikat Bimbingan Klasikal dalam pelayanan bimbingan dan konseling di Sekolah. Menjelaskan Tujuan Bimbingan Klasikal 3. Memahai Teknik / Metode Bimbingan Klasikal 5. Menjelaskan Materi Bimbingan Klasikal 5. Merencanakan dan melaksanakan bimbingan klasikal sesuai dengan bidang dan materi bimbingan 3. Memahami Konsep Dasar Bimbingan Klasikal 2. Hakikat Bimbingan Klasikal yang terdiri dari Pengertian bimbingan klasikal. Petunjuk Belajar. Agar peserta pelatihan dapat mengikuti kegiatan ini dengan lancar dan baik maka perlu diperhatikan beberapa petunjuk belajar sebagai berikut: 1. Menjelaskan Teknik Bimbingan Klasikal 6. 3.2. Menjelaskan Fungsi Bimbingan Klasikal 4. fungsi bimbingan klasikal dan keunggulan bimbingan klasikal. Memahami Langkah-langkah Bimbingan Kalsikal 6. Menjelaskan Langkah-langkah Bimbingan Klasikal 7.

Kompetensi dan Indikator Kompetensi: Memahami Hakikat Bimbingan Klasikal Indikator Pencapaian Kompetensi 1. sikap empatik. Setelah Person mencanangkn konsepsinya tentang bimbingan jabatan. Kompetensi akademik dan profesional konselor secara terintegrasi membangun keutuhan kompetensi pedagogik. dan (4) mengembangkan pribadi dan profesionalitas konselor secara berkelanjutan.BAB II KEGIATAN BELAJAR I A. serta mengutamakan kepentingan konseli. sejajar dengan kualifikasi guru. seperti bidang kesehatan. 207-209) 396 . bidang kehidupan bermasyarakat dan bidang rekreasi. dan instruktur (UU No. yang meliputi: (1) memahami secara mendalam konseli yang dilayani. memiliki keunikan konteks tugas dan ekspektasi kinerja. Menjelaskan Pengembangan Alat / Media B. Unjuk kerja konselor sangat dipengaruhi oleh kualitas penguasaan ke empat komptensi tersebut yang dilandasi oleh sikap. kepribadian. 20 Tahun 2003 Pasal 1 Ayat 6). Konselor adalah pengampu pelayanan ahli bimbingan dan konseling. sosial. Kompetensi akademik merupakan landasan ilmiah dari kiat pelaksanaan pelayanan profesional bimbingan dan konseling. beberapa sekolah mulai mengelola program tersebut ( Winkel dalam Hastuti 2006:545). nilai. termasuk konselor. (2) menguasai landasan dan kerangka teoretik bimbingan dan konseling. pribadi dan social ( Depdiknas 2007. sejahtera. (3) menyelenggarakan pelayanan bimbingan dan konseling yang memandirikan. Menjelaskan Konsep Dasar Bimbingan Klasikal 2. Pelayanan dimaksud adalah pelayanan bimbingan dan konseling. seperti bimbingan belajar. dan kecenderungan pribadi yang mendukung. Masing-masing kualifikasi pendidik. Menggunakan bimbingan klasikal sebagai sarana untuk mempersiapkan siswa untuk mengatur berbagai bidang kehidupan supaya bermakna dan memberikan kepuasan . dosen. dengan selalu mencermati dampak jangka panjang dari pelayanan yang diberikan. widyaiswara. Konsep Dasar Keberadaan konselor dalam Sistem Pendidikan Nasional dinyatakan sebagai salah satu kualifikasi pendidik.langkah Bimbingan Klasikal 5. fasilitator. Fungsi dan Keunggulan Bimbingan Klasikal 3. Menjelaskan langkah. menghormati keragaman. bimbingan pribadi dan bimbingan social. bukan hanya ragam bidang jabatan yang diberikan tetapi sangat bervariasi. Uraian Matri 1. Ekspektasi kinerja konselor dalam menyelenggarakan pelayanan ahli bimbingan dan konseling senantiasa digerakkan oleh motif altruistik. terutama dalam jalur pendidikan formal dan nonformal. bidang pekerjaan. Sosok utuh kompetensi konselor mencakup kompetensi akademik dan profesional sebagai satu keutuhan. dan profesional. Pada masa sekarang layanan bimbingan klasikal sebagai salah satu layanan dasar yang digunakan untuk memberikan informasi belajar. dan peduli kemaslahatan umum. Menjelaskan Materi Bimbingan Klasikal 4. Standar kualifikasi akademik dan kompetensi konselor dikembangkan dan dirumuskan atas dasar kerangka pikir yang menegaskan konteks tugas dan ekspektasi kinerja konselor. karir. tutor. Kompetensi akademik merupakan landasan bagi pengembangan kompetensi profesional. bidang kehidupan keluarga. Menjelaskan Tujuan . Pelayanan bimbingan klasikal berakar dari gerakan bimbingan di Amerika yang dipelopori oleh Frank Person. pamong belajar. Konteks tugas konselor berada dalam kawasan pelayanan yang bertujuan mengembangkan potensi dan memandirikan konseli dalam pengambilan keputusan dan pilihan untuk mewujudkan kehidupan yang produktif. Dengan demikian.

mampu mengambil keputusan untuk hidupnya sendiri. (f). bidang social dan bidang karir ( Siwabessy dan Hastoeti 2008:136). (c). (b). penyaluran. mengembangkan seluruh potensi dan kekuatan yang dimilikinya secara optimal mungkin. Bimbingan klasikal sering disebut sebagai layanan dasar yakni layanan bantuan bagi peserta didik melalui kegiatan-kegiatan secara klasikal yang disajikan secara sistematis. dan mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan secara dinamis dan konstruktif. belajar dan karir. Tujuan bimbingan klasikal adalah membantu individu agar mampu menyesuaikan diri. (b). Bimbingan klasikal membantu siswa membina sikap asertif yang sangat diperlukan siswa dalam kehidupan merekan di masa mendatang. Keunggulan Bimbingan Klasikal Keunggulan bimbingan klasikal berdasarkan pendapat Siwabessy dan Hastoeti (2008:136-137) sebagai berikut: (a). Fungsi Bimbingan Klasikal Fungsi bimbingan klasikal meliputi preventif dan pemahaman ( Gazda 1984:6). Bimbingan klasikal lebih bersifat preventif dan berorientasi pada pengembangan pribadi siswa yang meliputi bidang pembelajaran . 397 . Bimbingan klasikal membuka peluang untuk siswa secara serempak mempunyai pengalaman belajar yang sama dan seragam. (e). menilai. Tujuan bimbingan klasikal menurut Sugandi (2008:207) adalah membantu siswa agar dapat memenuhi tugas-tugas perkembangan yang meliputi aspek pribadi. menerima dan dapat mengarahkan diri secara positif apabila konselor mampu mengelola kelas dengan baik. Bimbingan klasikal memberikan kesempatan bagi siswa-siswa untuk mengimprovisasi kemampuan kreativitasnya dan sportivitasnya apabila konselor mampu memanagement kelas dengan baik. Fungsi Preventif atau pencegahan adalah fungsi bimbingan untuk menghindarkan diri dari terjadinya tingkah laku yang tidak diharapkan dan membahayakan dirinya dari orang lain. mengenal. (d). merencanakan kegiatan penyelesaian studi. mampu menerima support atau dapat memberikan support pada teman-temannya. Fungsi bimbingan klasikal menurut Nurihsan (2006:9) adalah pengembanghan. social. adaptasi dan penyesuaian.ahami. Tujuan Bimbingan Klasikal. mampu beradaptasi dalam kelompok. Informasi yang disampaikan atau jenis kegiatan bimbingan yang dilakukan dapat menjangkau sejumlah siswa secara merata para siswa sekelas dapat menerima informasi yang sama dari suatu sumber yaitu dari konselor secara bersama-sama dengan demikian dapat meminimalkan pemahaman yang keliru atau kesalahan persepsi. mengomentari dengan jujur dan tulus sesuai pengarahan konselor. Bimbingan klasikal memberikan peluang bagi siswa untuk belajar bertoleransi siswa dapat mem. (c) dan menyesuaikan dengan lingkungan pendidikan dan lingkungan masyarakat. sehingga mampu mengembangkan potensi diri secara optimal. Fungsi bimbingan klasikal lebih bersifat preventif dan berorientasi pada pengembangan pribadi siswa yang meliputi bidang pembelajaran. Secara lebih rinci Yusuf dan Nurihsan (2008:13) menjelaskan bahwa tujuan bimbingan klasikal adalah agar individu dapat : (a). a. perkembangan karir serta kehidupan di masa yang akan datang. Pengertian Bimbingan Klasikal Bimbingan klasikal adalah bimbingan yang diberikan kepada sejumlah siswa yang tergabung dalam suatu satuan kegiatan pengajaran ( Winkel dan Hastuti 2006:561). Bimbingan klasikal memungkinkan para siswa saling memahami berbagai keterbukaan .a. dalam rangka membantu siswa mengembangkan potensinya secara optimal ( Yusuf dan Nurihsan 2008:26) 2. bidang social dan bidang karir. b. Fungsi pemahaman adalah fungsi bimbingan untuk membantu siswa agar memiliki pemahaman terhadap dirinya dan lingkungannya. Bimbingan klasikal adalah bimbingan yang beorientasi pada kelompok siswa dalam jumlah yang cukup besar 30 – 40 orang siswa ( satu kelas ).

Mempelajari caracara mengekspresikan emosi yg tidak menimbulkan konflik dengan orang lain. Materi Bimbingan Klasikal Tugas perkembangan 1 Tugas Perkembangan 1. Dalam bimbingan klasikal juga akan membuka peluang bagi konselor menjaring masalah-masalah siswa secara spesifik seperti kelainan tingkah laku yang muncul pada siswanya seperti siswa yang penakut (phobia). dan agresif. (j)Metode belajar konstekstual yang digunakan konselor dalam bimbingan klasikal memungkinkan siswa akan belajar dan mengalami sendiri bukan pemberian orang Dalam pelaksanaannya mahasiswa harus menguasai beberapa ketrampilan dalam menyampaikan bimbingan klasikal.(g). 398 . Tindakan Berminat mempelajari arti & tujuan ibadah Melakukan berbagai kegiatan ibadah dengan kemauan sendiri Tugas perkembangan 2 Mengembangkan sikap positif terhadap kehidupan beragama Mengenal keragaman sumber norma yg berlaku di masyarakat Tugas Perkembangan 2. antara lain kepemimpinan. Landasan Hidup Religius (mencapai Kematangan dalam Beriman dan Bertaqwa Kpd TYME) Tahap Internalisasi 1. 1. (i). seni olah raga managerial. Pengenalan 2. (h). Landasan Perilaku Etis (mencapai Kematangan Berprilaku Etis) Tahap Internalisasi 1. Tindakan Berprilaku sesuai dengan norma yang dijunjung tinggi dalam masyarakat Tujuan (Kompetensi) SLTA Mengenal keragaman sumber norma sebagai rujukan pengambila keputusan Menghargai keragaman sumber norma sebagai rujukan pengambilan keputusan. pemalu. Akomodasi Tujuan (Kompetensi) SLTP Mengenal jenis-jenis norma dan memahami alasan pentingnya noram dalam kehidupan Bersikap positif terhadap norma 3. Akomodasi 3. Dalam bimbingan klasikal konselor menggunakan metode-metode pembelajaran yang bervariasi. egois. Bimbingan klasikal memberikan kesempatan bagi konselor mengenal bakat-bakat khusus siswa melalui observasi kelas. Pengenalan Tujuan (Kompetensi) SLTP Mengenal arti dan tujuan ibadah Tujuan (Kompetensi) SLTA Menmpelajari hal ihwal ibadah 2.Mempelajari caracara mengelolah emosi (termasuk mengelolah stress). menarik dan menyenangkan dan dapat dinilai oleh siswa bersamasama. 3. 2.

Memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang positif. 4 Tugas perkembangan Tugas Perkembangan 4. Tindakan Berminat untuk lebih memahami keragaman emosi sendiri dan orang lain Dapat mengekspresikan emosi atas dasar pertimbangan kontekstual (norma / budaya). 2.Bertanggung jawab atas resiko yang mungkin terjadi. 2.Tugas perkembangan 3 Tugas Perkembangan 3.Berminat untuk berlatih memecahkan masalah 3. Bersikap toleran terhadap ragam ekspresi perasaan diri sendiri dan orang lain Dapat mengekspresikan perasaan dalam caracara yang bebas. Mencapai Kematangan Emosi Tahap Internalisasi 1.Memiliki motif berprestasi dalam belajar. Pengenalan Tujuan (Kompetensi) SLTP 1. 2. Tindakan Dapat memecahkan masalah dan mengambil keputusan berdasarkan informasi / data secara obyektif Tujuan (Kompetensi) SLTA 1. 1.Dapat mengambil keputusan dan pemecahan masalah berdasarkan pertimbangan yanh matang. Mencapai Kematangan Intelektual Tahap Internalisasi 1. 2. Tugas perkembangan 5 399 . 2. 2.Mempelajari lebih mendalam ttg caracara belajar yang efektif.Mengenal cara belajar yang efektif 2.Menyadari akan keragaman alternative keputuasan dan konsekuensi yang dihadapinya. 1.Mempelajari caracara mengelola emosi (termasuk mengelola stress). terbuka dan tidak menimbulkan konflik. Akomodasi 3.Mengenal cara-cara pemecahan masalah dan pemgambilan keputusan 2. Akomodasi 1.Mempelajari caracara mengekspresikan emosi yang tidak menimbulkan konflik dengan orang lain. Pengenalan Tujuan (Kompetensi) SLTP Mengenal emosi sendiri dan cara mengekspresikannya secara wajar (tidak kekanak-kanakan / impulsive) Tujuan (Kompetensi) SLTA 1.Mempelajari cara mendalam ttg caracara pengambilan keputusan dan pemecahan masalah secara objektif.

kecerdasan. kecerdasan. dan toleran. 2.Tugas Perkembangan 5. Memiliki sikap-sikap social dalam berinteraksi social dengan orang lain yang bersifat heterogen (multi etnis. Pengenalan 6 Tujuan (Kompetensi) SLTA Mempelajari kelebihan dirinya. Akomodasi Tujuan (Kompetensi) SLTP Mengenal karakteristik diri sendiri (seperti fisik. Mencapai Kematangan Pengembangan Pribadi Tahap Internalisasi 1. Menyadari tentang pentingnya sikap menerima diri sendiri secara positif dan realistis. Melakukan berbagai kegiatan yang positif dalam upaya mengembangkan potensi dirinya. Tindakan Berinteraksi dengan orang lain atas dasar pertimbangan hak dan kewajiban yang diemban masing-masing Tujuan (Kompetensi) SLTA Mempelajari caracara memperoleh hak dan memenuhi kewajiban dalam kehidupan seharihari. Pengenalan Tujuan (Kompetensi) SLTP Mengenal cara-cara memperoleh hak dan memenuhi kewajiban dalam kehidupan seharihari Mengahargai hak-hak ornag lain dan merasa senang melaksanakan kewajiban yang diembangnya 2. Memiliki Kesadaran Tanggung Jawab Tahap Internalisasi 1. seperti sikap altruis. empati. Baik fisik. Akomodasi 3. kooperatif. Tindakan Tugas perkembangan 7 400 . budaya dan agama). dan motivasi belajarnya) Menerima keadaan diri sendiri secara positif dan realistis Mengkuti kegiatankegiatan yang positif dalam rangka mengembangkan kemampuan dan kepribadiannya. Berinteraksi dengan orang lain atas dasar kesamaan (equity) harkat dan martabat. maupun kepribadiannya. minat. kolaboratif. dan nilai-nilai keharmonisan hidup (mutual simbiosis). 3. Tugas perkembangan Tugas Perkembangan 6.

peluang dan ragam pekerjaan. akomodasi 3. ulet. Menyadari mamfaat berprilaku hemat. Tindakan Tujuan (Kompetensi) SLTP Mengenal jenis-2 dan karakteristik studi lanjutan (SLTA) dan pekerjaan. baik ynag bersumber dan agama maupun adat istiadat Tugas perkembangan 8 Tugas Perkembangan 8. dan kompetitif dalam kehidupan sehari-hari. Menyadari ttg pentingnya penerapan norma-norma dalam bergaul denagn teman sebaya. sungguh-sungguh. Tahap Internalisasi 1. dan kompetitif dalam kehidupan sehari-hari. dan kompetitif sebagai aset untuk mencapai hidup mandiri. Tahap Internalisasi 1. Perilaku Kewirausahaan (memilki kemandirian Perilaku ekonomi). Menyadari ttg pentingnya penerapan normanorma dalam bergaul dengan teman sebaya Bergaul dengan teman sebaya atas dasar norma atau etika. T ugas perkembangan Tugas Perkembangan 9. pendidikan dan aktivitas yang Tujuan (Kompetensi) SLTA Mempelajari strategi dan peluang untuk berprilaku hemt. sungguh2 dan kompetitif atas dasar kesadaran sendiri. Membiasakan diri hidup hemat ulet. sungguh-sungguh. ulet. Akomodasi 3. Pengenalan 9 Tujuan (Kompetensi) SLTA Mempelajari kemampuan diri. Menampilkan hidup hemat ulet.Tugas Perkembangan 7. Bergaul dengan teman sebaya secara positif dan konstruktif 2. dan kompetitif dalam keragaman kehidupan. 2. dan kompetitif dalam kehidupan sehari-hari. sungguh-sungguh. mencapai kematangan dalam pilihan karier Tahap Internalisasi 1. ulet. sungguh-sungguh. Pengenalan Tujuan (Kompetensi) SLTP Mengenal norma-norma (etika) pergaulan denagn teman sebaya yang beragam latar belakangnya. sungguh-sungguh. Tindakan Tujuan (Kompetensi) SLTA Mempelajari lebih mendalam ttg etika pergaulan dalam berinteraksi dengan teman sebaya (terutama dengan lawan jenis). ulet. Pengenalan Tujuan (Kompetensi) SLTP Mengenal nilai-nilai perilaku hemat. 401 . Meneriam nilai-nilai hdup hemat. Mencapai Kematangan Hubungan dengan Teman Sebaya.

Pengelompokan dalam home room ini dapat berdasarkan tingkatan kelas yang sama atau gabungan dari berbagai tingkatan kelas. 4). 3). Pengajaran Bimbingan. Akomodasi 3. 7). Sosiodrama dan Psikodrama. Tindakan Xxx 4. 8). 6).2. Organisasi Murid. Home Room Merupakan teknik bimbingan klasikal yang bertujuan agar konselor dapat mengenal murid secara lebih mendalam. 2. Mengidentifikasi ragam alternative studi lanjut atau pekerjaan yang mengandung relevansi dengan kemampuan dan minatnya. Diskusi Kelompok. Menyadari ttg pentingannya pendidikan untuk memperoleh pengetahuan. 2). Pengenalan Tujuan (Kompetensi) SLTP Xxx Tujuan (Kompetensi) SLTA Mengena norma-2 atau nilai pernikahan dan berkeluarga Menghargai norma-2 pernikahan dan berkeluarga sebagai landasan bagi terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis Mengekspresikan keinginannya untuk mempelajari lebih intensif ttg norma pernikahan dan berkeluarga. Kelompok Kerja. 10 terfocus pada pengembangan alternative karier. Teknik-teknik Bimbingan Klasikal Bimbingan Klasikal dapat dilaksanakan dalam berbagai teknik yakni : 1). 9). Mengembangkan alternative perencanaan karier dengan mempertimbangkan. Jumlah anggota dapat berupa kelompok kecil atau kelompok besar. 5). 1). Karya Wisata. Akomodasi Xxx 3. Tindakan Memiliki motivasi untuk mempersiapkan diri dengan mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan studi lanjutan atau pekerjaan yang diminatinya. Pengajaran Perbaikan. sehingga dapat membantunya secara efektif. Tugas perkembangan Tugas Perkembangan 10.kegiatan yang dilakukan dalam home room dilakukan dalam 402 . dan keterampilan dalam upaya persiapan diri memasuki dunia kerja. Home Room. Mencapai kematangan dalam kesiapan diri untuk menikah dan berkeluarga Tahap Internalisasi 1. Ceramah Bimbingan.

2). Pengajaran remedial diberikan kepada siswa-siswa yang mengalami kesulitan belajar. Kelompok kerja sebagai alat bimbingan dapat berfungsi mengadaptasikan maupun menyesuaikan . Letak unsur bimbingannya adalah pembentukan sikap belajar. mengadaptasikan dan menyesuaikan. tempat tinggal dan jalinan social. Ditinjau dari segi fungsinya pengajaran remedial sebagai teknik 403 . Program home room dapat dilakukan secara periodic atau insidentatal sesuai kebutuhan. Kelompok Kerja Kelompok kerja dibentuk dengan memperhatikan tingkah laku. kegiatan dapat dilakukan pada jam pelajaran yang diatur secara bijaksana. baik yang bersifat preventif maupun kuratif. Disamping itu sebagai kelompok kegiatan aktivitas banyak dilakukan diluar jam pelajaran baik sebagai kelompok studi maupun sebagai kelompok kegiatan. Dengan demikian kelompok kerja ini dapat berupa kelompok belajar. Bantuan yang diberikan dapat berupa penambahan pelajaran. yang kesemuanya akan mengarahkan pada perkembangan siswa. Dengan proses layanan yang seperti ini siswa tidak sekedar mendapat pengetahuan namun ada perubahan sikap dan tingkah laku. latihan-latihan serta penekanan aspekaspek tertentu. Yang perlu diperhatikan dalam home room mengubah suasana kelas menjadi suasana rumah. 4). waktu yang ditentukan disesuaikan dengan permasalahannya. Bimbingan disini lebih menekankan pada sifat preventif dari pada kuratif. Pengajaran Perbaikan Pengajaran remedial mempunyai makna sebagai upaya guru untuk menciptakan suatu situasi yang memungkinkan individu atau kelompok siswa lebih mampu mengembangkan dirinya seoptimal mungkin. Bimbingan dilakukan dengan memberikan kegiatan tugas-tugas belajar atau tugas kerja lain. Diskusi ini akan lebih efektif apabila siswa mempunyai pengalaman yang cukup banyak mengenai masalah yang sedang didiskusikan. sehingga lebih bersifat kuratif 3). Diskusi Kelompok Diskusi Kelompok merupakan bimbingan kelompok yang dilakukan dalam bentuk kecil antara 5 sampai 10 orang. meningkatkan penyesuaian social. Tujuannya dapat berupa mengidentifikasikan masalah serta menghadapi dan memecahkan masalah. termasuk pemahaman diri akan kemampuannya serta timbul minat dan dorongan untuk belajar (lebih menekankan aspek kognitif). Pengajaran Bimbingan Teknik bimbingan kelompok ini dilakukan pada kelompok siswa yang sudah dibentuk keperluan pengajaran. 5). Diskusi kelompok dapat berfungsi mengadaptasi dan penyesuaian. Dalam hal sebagai kelompok studi. pengulangan kembali permasalahan yang kurang dikuasai. sehingga bimbingan dapat berfungsi menyalurkan. Sehingga siswa dapat memenuhi criteria keberhasilan minimal yang diharapkan melalui proses interaksi yang berencana. terarah. kemampuan. masalah yang didiskusikan biasanya telah ditentukan oleh konselor. Konselor masuk kelas memberikan layanan bimbingan sesuai dengan dengan materi layanan pengembangan diri siswa. menyalurkan bakat dan minat. Dalam pelaksanaanya dapat secara kelompok maupun jumlah yang mengalami kesulitan. Pengajaran remedial baru dapat dilakukan setelah diperoleh hasil diagnosis kesulitan belajar secara tepat. hubungan konselor diupayakan seperti orang tua dan anak dengan hubungan yang semacam ini diharapkan siswa bebas mencurahkan isi hatinya kepada konselor. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kemampuan belajar.suasana yang bebas dan menyenangkan siswa dapat mengutarakan perasaannya dan pendapatnya yang tidak dapat diutarakan dalam pertemuan formal. membentuk sikap kooperatif dan kompetetif yang sehat. Tujuan yang paling utama adalah untuk memecahkan masalah. terorganisasi. dengan demikian teknik bimbingan ini dapat melayani berbagai masalah. dan proses bimbingan (menekankan aspek afektif). terkoordinasi terkontrol dengan memperhatikan kesesuaian diri individu dengan lingkungannya. jenis kelamin. Bimbingan dilakukan dalam kelompok-kelompok yang sudah ada . konselor hendaknya benarbenar dapat memilih topik yang sesuai dengan kebutuhan siswa sehingga semua siswa diharapkan aktif dan berdampak suasana kelas bebas dan terarah. Pembicaraan suatu masalah dalam kelompok sangat berguna karena masing-masing siswa dapat mengambil manfaat dari pengalaman dari gagasan teman.

Tugas tambahan 10. Peserta dalam kegiatan ini berasal dari berbagai tingkatan kelas. Ceramah Bimbingan Kegiatan ceramah bimbingan dapat di pakai sebagai teknik bimbingan. Mungkin dikelompokkan pada siswa yang lambat belajar. Kegiatan karyawisata lebih baik dimanfaatkan untuk kepentingan dalam layanan karir. Pilihan alternative tindakan 5. Ceramah bimbingan ini lebih memberikan kesempatan pada siswa untuk berpendapat dan mendorong untuk aktif serta dapat dilanjutkan dengan follow up. Pernelaahan kembali kasus 4. Bedanya pada ceramah bimbingan tidak selalu dilaksanakan di dalam kelas. Sosiodrama dan Psikodrama Memainkan peran dalam suatu drama dapat dipakai sebagai alat bimbingan. penyaluran dorongan yang tertekan serta improvisasi psikis kearah perkembangan. 6). Teknik bimbingan ini dapat berfungsi menyalurkan dan mengadaptasi sehingga pemberian informasi ini mempunyai tujuan untuk pembentukan sikap dan pengembangan bakat serta minat. 7). tapi mengarah pada ekspresi-ekspresi yang spontan. mengadaptasikan dan menyesuaikan. tetapi dapat dilaksanakan di ruang-ruang besar dalam jumlah yang besar pula. Antara sosiodrama dan psikodrama mempunyai fungsi dan tujuan yang sama dalam bimbingan. tergolong nakal dan sebagainya. Sehingga obyek yang dikunjungi sesuai dengan tujuan layanan karir. Layanan Konseling 6. psikodramanya penyelesaianya pada konflik dan tekanan batin ( problem kejiwaan) oleh sebab itu kedua penyelesaian itu sering disebut “sosio-psikodrama” Sosiodrama sebagai teknik bimbingan tidak terlalu menekankan pada seni acting. Kelompok siswa yang akan diberi ceramah bimbingan tergantung pada tujuan bimbingan. Follow up berupa suatu tugas ( individual maupun kelompok ) dapat berupa diskusi kelompok kecil. dengan demikian akan timbul dorongan dalam diri siswa untuk mengetahui dan memahami serta mendapat kesempatan mengembangkan bakat atau timbulnya minat dan cita-citayang berkaitan dengan obyek tersebut. Tujuan utama membantu siswa dalam memecahkan masalah kesulitan belajar yang sifatnya korektif dan kuratif. blocking maupun indahnya dialog. prosedur remedial dapat disajikan sebagai berikut: 1. Karya Wisata Kegiatan karyawisata selain merupakan kegiatan rekreasi atau salah satu metode mengajar dapat pula difungsikan sebagai salah satu teknik bimbingan kelompok. Diagnostik kesulitan belajar mengajar 2. sehingga benar-benar dapat berfungsi sebagai alat bimbingan. Pada sosiodrama menekankan pada masalah social sedangkan psikodrama menekankan pada masalah psikis. Bedanya terletak pada jenisnya cerita yang dimainkan dan tekanan masalah yang hendak diceritakan. penemuan jalan keluar. Untuk pemilihan obyek karyawisata yang menarik dan merupakan kebutuhan siswa. Pelaksanaan pengajaran remedial 7. Selaras dengan tujuan bimbingan tersebut maka sifat bimbingan lebih pada development dan dapat pula bersifat preventif 404 . perasaan dan pikirannya. dan akhirnya dilanjutkan dengan evaluasi. 8). Reevaluasi / rediagnostik 9. sosiodrama penyelesaianya pada hubungan yang tidak harmonis antara anak dan orang tua. Hasil yang diharapkan. Karyawisata sebagai teknik bimbingan kelompok akan mengarahkan pada perkembangan dan pembentukan sikap siswa.bimbingan akan berfungsi menyalurkan . Pengukuran kembali hasil belajar mengajar 8. Secara skematis. Melaui kegiatan drama diharapkan siswa dapat memproyeksikan sikap. Misalnya suatu tema pertentangan antara anak dan orang tua. ide-ide dan pemikiran baru. Teknik ini hampir sama dengan pengajaran bimbingan. Rekomendasi / referral 3. Melalui kegiatan karyawisata konselor dapar mengarahkan siswa untuk belajar menyesuaikan diri dalam kehidupan kelompok.

9). Langkah – langkah Bimbingan Klasikal 1). kerjasama serta tanggung jawab dan harga diri. Ketepatan memulai penyajian materi layanan Ketepatan mengembangkan kegiatan siswa dalam mengikuti layanan bimbingan dan konseling Ketrampilan menimbulkan kreativitas siswa dalam mengikuti layanan bimbingan dan konseling Ketrampilan mengembangkan dinamika kelompok siswa dalam mengikuti layanan bimbingan dan konseling Keterampilan membantu siswa dalam mengemukakan masalah Keterampilan menggunakan metode/teknik bimbingan dan konseling Keterampilan menguasai materi bimbingan dan konseling Keterampilan melakukan evaluasi layanan bimbingan dan konseling Jumlah Nilai Nilai Rata . 2. Lebih lanjut konselor dapat mengarahkan siswa agar mengenal berbagai aspek kehidupan social. Terkait dengan tujuan bimbingan tersebut maka teknik bimbingan ini berfungsi mengadaptasi dan menyesuaikan sehingga bimbingan ini mempunyai sifat sebagai preventif. 3. 5. 5. Ciri – ciri / Dapak / akibat 5). adalah suatu penjelasan. 2. 7. PMR dan sejenisnya. kuratif dan development. PELAKSANAAN. Pengantar . 4. 1. Langkah-langkah Penyusunan Materi Bimbingan Klasikal Agar materi bimbingan klasikal lebih mudah dipahami oleh siswa maka dalam pelaksanaannya dapat diberikan dengan langkah-langkah atau setruktur sebagai berikut. 1). seperti: OSIS. Organisasi Siswa Organisasi siswa yang dimaksud adalah organisasi yang ada di sekolah dan di luar sekolah. Pengertian topic yang dibicarakan/dibahas secara umum atau menurut ahli 3). Melalui organisasi siswa ini dapat dilaksanakan layanan bimbingan terhadap masalah-masalah yang sifatnya kelompok maupun individual dengan bantuan konselor. Langkah-langkah Dalam Pelaksanaan Bimbingan Klasikal No 1. Pengembangan Alat / Media Alat atau Media yang diperegunakan dalam bimbingan klasikal disesuaikan dengan teknik yang akan dipergunakan. mengatasi atau mengantisipasi 2). mengembangkan sikap kepemimpinan. Upaya – upaya yang dilakukan untuk : Meningkatkan. Faktor – factor yang mempengaruhi. Pramuka. hal-hal apasaja yang dapat menyebabkan dari diri individu atau luar individu (Intern dan Ekstern) 4). PERSIAPAN Perumusan tujuan layanan bimbingan dan konseling Kesesuian tujuan layanan dengan materi bimbingan dan konseling Perencanaan kegiatan siswa dalam layanan bimbingan dan konseling Pemilihan metode / teknik bimbingan dan konseling Rencana evalauasi bimbingan dan konseling B. 5. 8. ceritera atau brain storming yang dapat membawa perhatian siswa pada topic yang akan disampaikan dalam bimbingan klasikal 2). 4. Apabila dilaksanakan di ruangan maka media yang dipergunakan adalah LCD dengan Power Point dan diselingi potongan film sebagi quis atau film motivasi agar lebih 405 . 3. 6. Aspek yang dinilai A.rata Nilai 6.

oleh sebab itu peserta PLPG saya persilahkan berlatih mengunduh sendiri di Youtube sesuai dengan kebutuhan dan topic permasalahan. RANGKUMAN Bimbingan klasikal adalah bimbingan yang diberikan kepada sejumlah siswa yang tergabung dalam suatu satuan kegiatan pengajaran. Sosiodrama dan Psikodrama.menarik dan tidak membosankan siswa yang dapat diunduh di Youtube sesuai dengan topic yang sedang dibahas. mampu mengambil keputusan untuk hidupnya sendiri. Tentukan satu topic permasalahan yang anda akan berikan dengan teknik bimbingan klasikal. 4). bidang social dan bidang karir. Bimbingan klasikal adalah bimbingan yang beorientasi pada kelompok siswa dalam jumlah yang cukup besar 30 – 40 orang siswa (satu kelas). LATIHAN 1. Buatlah Satlan atau persiapan lengkap dengan Materi bimbingan klasikal sesuai dengan Langkah-langkah bimbingan klasikal. 2. Fungsi pemahaman adalah fungsi bimbingan untuk membantu siswa agar memiliki pemahaman terhadap dirinya dan lingkungannya. 4. mengatasi atau mengantisipasi E. 6. D. Ceramah Bimbingan. 9. 8. Faktor – factor yang mempengaruhi. Ciri – ciri / Dapak / akibat 5). Organisasi Murid. 1). Praktekan layanan tersebut sesuai dengan langkah-langkah pelaksanaan bimbingan klasikal 406 . Upaya – upaya yang dilakukan untuk : Meningkatkan. 5. Kelompok Kerja. Bimbingan Klasikal dapat dilaksanakan dalam berbagai teknik yakni : 1. mampu beradaptasi dalam kelompok. Diskusi Kelompok. 3. penyaluran. Fungsi bimbingan klasikal meliputi preventif dan pemahaman. dan mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan secara dinamis dan konstruktif. Karya Wisata. 2. Fungsi Preventif atau pencegahan adalah fungsi bimbingan untuk menghindarkan diri dari terjadinya tingkah laku yang tidak diharapkan dan membahayakan dirinya dari orang lain. Pengajaran Bimbingan. sehingga mampu mengembangkan potensi diri secara optimal. Agar materi bimbingan klasikal lebih mudah dipahami oleh siswa maka dalam pelaksanaannya dapat diberikan dengan langkah-langkah sebagai berikut. Home Room. Sebenarnya penulis ingin menyertakan dalam materi ini namun tidak dapat karena filenya terlalu besar. adaptasi dan penyesuaian. 7. 2). Pengajaran Perbaikan. berorientasi pada pengembangan pribadi siswa yang meliputi bidang pembelajaran. mampu menerima support atau dapat memberikan support pada temantemannya. Pengantar . 3. Pengertian 3). Tujuan bimbingan klasikal adalah membantu individu agar mampu menyesuaikan diri.

Tahun 2003.DAFTAR PUSTAKA Depdiknas. Penataan Pendidikan Profesional Konselor dan Layanan Bimbingan dan Konseling dalam jalur Pendidikan Formal . M.M 2006. Louise B dan Sri Hastioeti. 2003. Winkel. Jakarta: Derpdiknas Rahman. Bahan Ajar Setifikasi Guru Bimbingan dan Konseling dalam jabatan melaui Jalur Pendidikan : Praktek Bimbingan Klasikal. 407 . Yogyakarta: Media Abadi Yusuf Nurihsan. Jakarta : Dirjen Dikasmes. Jakarta : Universitas Terbuka. Sistem Pendidikan Nasional. Bimbingan dan Konseling Pola 17.S dan Sri Hastuti. 2007. Siwabessy. W. 2008. Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Bandung Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia dan Remaja Rosdakarya. Muhammad. Landasan Bimbingan dan Konseling. Hibana S. 2008. UU NO 20. 2003. Yogyakarta : UCY Press. Jakarta: jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia Surya. Kapita Selekta Pendidikan Dasar.

Pengajaran perbaikan c. Bimbingan dan konserling b. Bimbingan Klasikal d. Preventif / Pencegahan b. Salah satu teknik dalam bimbingan klasikal yang mengubah suasana rumah agar siswa bebas mencurahkan isi hati adalah : a. Belajar Kelompok 6. Infomasi yang disampaikan dapat menyangkau siswa sekelas dapat menerima informasi yang sama dari konselor dapat meminimalkan pemahaman yang keliru adalah salah satu keunggulan dari: a. Bimbingan Individual b. D 3. B 408 . Kelompok Kerja 5. Diskusi kelompok b. Guru d. Bimbingan Karir c. Bimbingan Kelompok c. Permasalahan Individu d. Bimbingan Klasikal 3. B 4. Kuratif 4. Fungsi Layanan Bimbingan Klasikal adsala: a. Topik Bimbingan yang tepat diberikan secara klasikal adalah a. A 7. Bimbingan kelompok d. Bimbingan dan Konseling 2. Bantuan yang diberikan kepada siswa yang mengalami kesulitan belajar yang bertujuan untuk memperbaiki prestasi siswa adalah: a. Bimbingan yang diberikan kepada sejumlah siswa yang tergabung dalam suatu satuan pengajaran adalah : a. Permasalahan yang secara umum dimilki oleh siswa c.PRE TES PLPG TH 2011 ( Mata Latih Bimbingan Klasikal ) Soal – soal : 1. Home Room d. Bimbingan dan konseling b. B 6. Preventif dan Pemahaman c. Bimbingan Klasikal adalah bimbingan yang diberikan kepada sejumlah siswa yang tergabung dalam suatu satuan kegiatan pengajaran. Preventif. Permasalahan yang sedang aktual KUNCI JAWABAN 1. Konselor b. Konselor dan guru c. Sumua permasalahan b. Siapa saja boleh 7. C 2. Karya Wisata c. C 5. pemahaman dan kuratif d. Yang kompeten dalam layanan tsb adalah : a. Diskusi kelompok d.

409 . dan pada gilirannya akan memberikan kesan bahwa konselor bekerja secara profesional dan cakap. (f) perkiraaan biaya yang dimiliki sekolah. Bertindak sejujur mungkin sehingga saudara dapat mengetahui secara persis dimana posisi saudara dalam penguaaan modul tersebut. I Pendahuluan 2. efektif. Melalui perencanaan yang baik akan memperoleh kejelasan arah penggunaan media bimbingan dan konseling dan memudahkan untuk mengontrol kegiatan yang dilaksanakan. Kerjakan soal-soal latihan dan cocokkanlah dengan kunci jawaban dan apabila hasil pekerjaan saudara sudah mecapai 75% maka saudara diperbolehkan melanjutkan pada kegiatan belajar selanjutnya.II Pengertian Media Bimbingan dan Konseling 3. jenis media. efektif. 2. karena dalam kegiatannya seorang konselor hendaknya mampu merancang. terarah dan sistematis. manfaat. dan efisien. Penggunaan media bimbingan dan konseling perlu disadari bahwa berbeda dengan guru bidang studi lain karena sifat tugasnya. C. dan efisien. Bab. Bab IV Manfaat Penggunaan Media Bimbingan dan Konseling 5. Bab III Jenis-Jenis Media Bimbingan dan Konseling 4. pemahaman individu teknik non tes. 3. Petunjuk Belajar Agar peserta kuliah atau pelatihan dapat mengikuti kegiatan ini dengan lancar dan baik maka perlu diperhatikan beberapa petunjuk belajar sebagai berikut: 1. dan belajar dan pembelajaran. dan (i) waktu dan tempat untuk digunakannya media bimbingan dan konseling. 6. dan seterusnya. seorang konselor perlu menengenal berbagai jenis media. landasan BK. Bacalah setiap kegiatan belajar dengan teliti dan buatlah rangkuman setiap selesai mempelajari materi tersebut. Prasyarat Untuk mengikuti Buku Ajar media bimbingan dan konseling ini peserta pelatihan harus sudah menempuh dan lulus mata kuliah dasar-dasar bimbingan konseling. Oleh karena itu dalam penggunaan media bimbingan dan konseling seorang konselor perlu memperhatikan berbagai hal sebagai berikut ini: (a) analisis kebutuhan/permasalahan siswa (b) penentuan tujuan yang akan dicapai (c) analisis situasi dan kondisi sekolah (d) penentuan jenis kegiatan yang akan dilakukan (e) penentuan personel-personel yang akan menggunakan. Di dalam melaksanakan tugasnya. Pelayanan bimbingan dan konseling akan berjalan lebih baik dan menyenangkan apabila disertai dengan pemanfaatan media bimbingan dan konseling yang baik. menengah maupun jangka panjang. Bab VI Mengembangkan Media Bimbingan dan Konseling B. Dalam Buku Ajar media BK ini akan dibahas beberapa bab yaitu: 1. Deskripsi Modul pengembangan media bimbingan dan konseling dimaksudkan sebagai salah satu panduan kinerja guru bimbingan dan konseling atau konselor untuk memanfaatkan dan mengefektifkan media dalam pelayanan bimbingan dan konseling yang meliputi pengertian. kerugian penggunaan media. Bab. menggunakan.BAB I PENDAHULUAN A. (g) mengantisipasi kemungkinan hambatan dalam penggunaan media bimbingan dan konseling. dan dapat memanfaatkan semaksimal mungkin agar pelayanan bimbingan dan konseling semakin maksimal. Bab V Kerugian Penggunaan Media Bimbingan dan Konseling. dan mengevaluasi efektivitas penggunaan media dalam pelayanan bimbingan dan konseling. Modul pengembangan media bimbingan dan konseling merupakan salah satu kompetensi dasar yang harus dikuasai oleh konselor. Selanjutnya semua kegiatan yang telah dilaksanakan dievaluasi baik dalam jangka pendek. maka konselor hendaknya mampu mengalokasikan kegiatan yang ada di dalam kelas dan di luar kelas dengan media yang dapat mendukung kegiatan dimaksud sehingga kegiatan berjalan dengan baik dan dapat mencapai tujuan yang telah ditentukan. dan tidak gagap teknologi. Hal ini merupakan manifestasi dan akumulasi kinerja konselor. Mengapa.

6 Mengembangkan media dalam pelayanan BK. Kompetensi Dasar: 1. Indikator Pencapaian Kompetensi: 1.1 Menjelaskan pengertian media dalam pelayanan bimbingan dan konseling 1.4 Menjelaskan manfaat media dalam pelayanan BK 1.1 Memahami pengertian media dalam pelayanan bimbingan dan konseling 1. Memahami konsep media bimbingan dan konseling (BK) di sekolah.3 Menjelaskan jenis-jenis media BK 1.2 Menjelaskan konsep dasar media BK 1. Kompetensi dan indikator Standar Kompetensi: 1. Mengembangkan media bimbingan dan konseling . 410 .6 Mengembangkan media dalam pelayanan BK.D.4 Memahami manfaat media dalam pelayanan BK 1.2 Memahami konsep dasar media BK 1.3 Memahami jenis-jenis media BK 1.5 Menjelaskan kerugian dalam penggunaan media dalam pelayanan BK 1.5 Memahami kerugian dalam penggunaan media dalam pelayanan BK 1. 2.

Kompetensi dan Indikator: . Sejalan dengan perkembangan IPTEK penggunaan media. Allen mengemukakan tentang hubungan antara media dengan tujuan pembelajaran/bimbingan. Uraian Materi Media berasal dari bahasa latin merupakan bentuk jamak dari “Medium” yang secara harfiah berarti “Perantara” atau “Pengantar” yaitu perantara atau pengantar sumber pesan dengan penerima pesan. Schramm (1977) mengemukakan bahwa media pembelajaran/bimbingan adalah teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran/bimbingan. Beberapa ahli memberikan definisi tentang media pembelajaran/bimbingan. Contoh : dewasa ini penggunaan komputer tidak hanya bersifat projected motion media. konsep dan aturan 4 = Prosedur belajar 5= Penyampaian keterampilan persepsi motorik T= Tinggi 411 .Dapat menjelaskan pengertian media bimbingan dan konseling b. namun dapat meramu semua jenis media yang bersifat interaktif.Memahami pengertian media bimbingan dan konseling . sebagaimana terlihat dalam tabel di bawah ini : Jenis Media 1 2 3 4 5 6 Gambar Diam Gambar Hidup Televisi Obyek Tiga Dimensi Rekaman Audio Programmed Instruction Demonstrasi Buku teks tercetak S S S R S S R S T T S T R S S R S T T R R S R S S T S R S T T S R S R R R R S R R S S R S S S S Keterangan : R = Rendah S = Sedang 1 = Belajar Informasi faktual 2 = Belajar pengenalan visual 3 = Belajar prinsip. baik yang bersifat visual. projected still media maupun projected motion media bisa dilakukan secara bersama dan serempak melalui satu alat saja yang disebut Multi Media. audial.BAB II PENGERTIAN MEDIA BIMBINGAN DAN KONSELING a.

6 = Mengembangkan sikap. Sebagai alat bantu dalam kegiatan layanan bimbingan dan konseling. televisi bahkan komputer. disebutkan bahwa media adalah bentuk perantara dalam berbagai jenis kegiatan berkomunikasi. Definisi tersebut mengarahkan kita untuk menarik suatu simpulan bahwa media adalah segala jenis (benda) perantara yang dapat menyalurkan informasi dari sumber informasi kepada orang yang membutuhkan informasi. Kasus ini mengindikasikan bahwa dalam proses komunikasi antara konselor/guru pembimbing dan siswa terdapat kesenjangan. tetapi siswa tidak dengan segera dapat menjelaskan pokok bahasan tersebut. Sebagai perantara. dkk. dan atau dianggap sebagai media bimbingan dan konseling! kondisi yang dapat d. bahan. c. atau melalui perantara yang disebut sebagai media. yaitu medium yang memiliki arti perantara. Dalam arti bahwa konselor/guru pembimbing hanya sebatas menjelaskan atau memberi ceramah kepada siswa. Lebih lanjut. 2002) menyatakan bahwa media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar dan atau menerima layanan bimbingan dan konseling. dkk. dalam kegiatan layanan bimbingan dan konseling dikenal pula istilah media bimbingan dan konseling. Istilah media berasal dari bahasa latin. Tes Formatif. 2002) menyatakan bahwa media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar dan atau menerima layanan bimbingan dan konseling. maka media bimbingan ini akan disesuaikan dengan karakteristik masing-masing materi bimbingan dan konseling yang akan disajikan juga memperhatikan karakteristik siswa. radio. Penyampaian informasi ini dapat melalui cara-cara biasa seperti berbicara kepada siswa. maka media ini dapat berupa koran. Briggs (dalam Sadiman. Latihan: Identifikasi segala peralatan. dapat disajikan pada gambar sebagai berikut: Sumber Informasi --------------. Konselor/guru pembimbing mengeluh karena sudah seringkali diulang. Jelaskan pengertian media dalam pelayanan bimbingan dan konseling! 412 . opini dan motivasi Seringkali kita temui dalam kegiatan layanan bimbingan dan konseling di kelas. Keterbatasan metode ini akan membuat siswa merasa cepat bosan walaupun materi yang diberikan oleh konselor/guru pembimbing sebenarnya sangat menarik. Sadiman (2002) menyatakan bahwa kegiatan belajar dan kegiatan layanan bimbingan dan konseling di kelas pada dasarnya adalah proses komunikasi. Dimana kesenjangan ini muncul mungkin akibat materi bimbingan dan konseling yang diberikan kepada siswa kurang menarik atau mungkin media yang dipergunakan tidak sesuai dengan karakteristik materi bimbingan dan konseling yang diberikan. Lebih singkatnya. Hal ini menunjukkan bahwa konselor/guru pembimbing sebagai sumber informasi memiliki kebutuhan untuk menyampaikan informasi (materi bimbingan dan konseling) kepada siswa sebagai penerima informasi.Seringkali konselor/guru pembimbing menyampaikan materi bimbingan dan konseling kepada siswa hanya dengan mempergunakan cara-cara yang “kuno”. Gagne (dalam Sadiman. pengalaman. konselor/guru pembimbing mengalami masalah untuk memberikan pengertian kepada siswa tentang satu pokok bahasan. Dalam Dictionary of Education. 1. Suyitno (1997) menyatakan bahwa media bimbingan dan konseling adalah suatu peralatan baik berupa perangkat lunak maupun perangkat keras yang berfungsi sebagai alat bantu bimbingan dan alat bantu mengajar.MEDIA ----------------Penerima Informasi Lebih lanjut.

Uraian materi Media bimbingan dan konseling banyak sekali jenis dan macamnya. model. kotak masalah. Beberapa media yang paling akrab dan hampir semua sekolah memanfaatkan adalah media cetak (buku). komputer (internet). telepon Buku pelajaran. video. siaran radio. dan adapula media yang diproduksi pabrik. media komunikasi yang dimaksud adalah media untuk membantu pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah. Makanya di rumah saklit justeru banyak penjenguk pasien di saat besuk tidak memberikan uang atau membawakan buah tangan berupa kue atau roti tetapi membawakan majalah atau koran yang berisi artikel/tulisan yang berhubungan dengan sakit si klien/pasien. Buku/majalah/surat kabar: Buku/majalah/surat kabar adalah media yang sangat mudah di dapat dan praktis penggunaannya. CD. modul. gambar Kaset audio yang dilengkapi bahan tertulis Overhead transparansi (OHP).BAB III JENIS-JENIS MEDIA BIMBINGAN DAN KONSELING a. Ada media yang dapat dibuat oleh guru pembimbing/konselor sendiri. Pustakawan. CBI (Pembelajaran berbasis komputer) VIII Obyek fisik IX Manusia dan lingkungan X Komputer Saat ini. Sedangkan media lain seperti kaset audio. Anderson (1976) mengelompokkan media menjadi 10 golongan sbb : No I II III IV V VI VII Golongan Media Audio Cetak Audio-cetak Proyeksi visual diam Proyeksi Audio visual diam Visual gerak Contoh dalam Pembelajaran Kaset audio. dengan cepatnya teknologi komunikasi maka semakin banyak pula media komunikasi yang muncul. Buku berisi segenap informasi yang bisa digunakan guru pembimbing/konselor untuk menyampaikan mteri bimbingan dalam layanan informasi. film gerak bersuara. Mulai yang paling kecil sederhana dan murah hingga media yang canggih dan mahal harganya. Majalah seringkali digunakan oleh guru pembimbing/konselor sebagai biblioterapi apabila klien sedang sakit dan dengan membaca klien mendapatkan pemahaman cara mengatasi sakitnya karena dengan membaca majalah tersebut. Pada pembahasan ini. peralatan audio seperti tape recorder dan peralatan visual seperti VCD/DVD. video/VCD. Beberapa media yang dimaksud adalah buku/majalah/surat kabar. papan bimbingan. Meskipun media banyak ragamnya. selain itu banyak juga sekolah yang telah memanfaatkan jenis media lain gambar. 413 . ada pula media yang secara khusus sengaja dirancang untuk keperluan pelayanan bimbingan dan konseling. Kompetensi dan Indikator Memahami Jenis-jenis media bimbingan dan konseling Dapat menjelaskan jenis-jenis media bimbingan dan konseling b. dan Overhead Projector (OHP) dan obyek-obyek nyata. VCD. model. Laboran CAI (Pembelajaran berbantuan komputer). slide (film bingkai). televisi Benda nyata. leaflet. Film bingkai (slide) Film bingkai (slide) bersuara Film bisu Audio Visual gerak. Ada media yang sudah tersedia di lingkungan yang langsung dapat kita manfaatkan. telepon/handphone. 1. brosur. program pembelajaran komputer masih jarang digunakan meskipun sebenarnya sudah tidak asing lagi bagi sebagian besar guru pembimbing/konselor. specimen Guru pembimbing/konselor. namun kenyataannya tidak banyak jenis media yang biasa digunakan oleh guru pembimbing/konselor di sekolah.

syukur setiap hari. dipajang dengan menarik. Apabila tidak ada suratnya. Siswa yang bermasalah tidak ingin diketahui oleh banyak orang apabila dirinya diketahui memiliki masalah. menuangkan kreativitas. Begitu pula dengan kotak masalah yang senantiasa kosong sehingga konselor malas membuka dan sampai akhirnya menjadi terlupakan membuka kotak masalah itu berbulan-bulan karena dianggapnya paling-paling tidak ada surat sebagai ungkapan masalah siswa. dan memberikan rasa kurang nyaman bagi siswa sehingga tidak akan menggerakkan minat siswa untuk memanfaatkannya. maupun siswa. Suatu saat kotak masalah dibuka guru pembimbing/konselor ternyata ada surat yang ternyata berupa keluhan bahwa siswa ingin mendapatkan bantuan konseling karena beratnya masalah yang dihadapi tertanggal 2 414 . Seringkali dijumpai siswa apabila ditanya apakah dia memiliki masalah maka silakan datang ke guru pembimbing/konselor. Sampai saat ini siswa masih takut atau mungkin masih malu karena berperasaan kalau dirinya orang bermasalah dan atau berkasus. Kotak Masalah Banyak dijumpai kasus tidak semudah orang berbicara bahwa mengungkapkan masalah secara langsung itu mudah dan sangat gampang. Kondisi yang terjadi selama ini menurut pengamatan penulis tampaknya kotak masalahpun sering belum diminati siswa untuk memulai langkah awal mendapatkan pelayanan konseling. Mestinya kotak masalah tidak seperti kotak PPPK. social. dan atau konseling kelompok.konselor sekolah sibuk dan repot mencari data/informasi sendiri dan selanjutnya ditempel pada papan bimbingan. Mengapa demikian? Menurut hemat penulis karena pengistilahan ‘kotak masalah’ itu sendiri memiliki konotasi negatif. Papan bimbingan ini seringkali menjadi tempat semua siswa mendapatkan dan bahkan mencari informasi berkaitan dengan informasi belajar. karir. Guru pembimbing/konselor mempersilakan siswa untuk memberikan informasi seluas-luasnya selama itu berguna bagi perkembangan dan membuka wawasan siswa lainnya yang sebelumnya melalui pembimbingan/seizing guru pembimbing/konselor. pribadi. namun disadari bahwa siswa juga memiliki kemampuan luar biasa mencari informasi penting melalui internet yang dapat disebarluaskan kepada teman-temannya di sekolah melalui papan bimbingan. tidak memerlukan perawatan khusus. dan studi lanjut. mudah pengadaannya. Siswa mungkin akan lebih mudah menyampaikan perasaannya melalui bahasa tulis dan disampaikan melalui kotak masalah. imbauan. maupun kehidupan berkeagamaan/akhlak mulia. Celakanya kotak masalah ini sepertinya hanya kotak PPPK yang hanya dipajang dan tidak dibuka apabila tidak ada korban atau yang membutuhkan. bahkan pencerahan spiritual untuk meningkatkan kadar keimanan dan pendidikan moral/akhlak mulia siswa. Jadi tidak selamanya guru pembimbing. dan lebih bersahabat untuk mengajak siswa merasa ingin mendapatkan pelayanan mengatasi masalahnya. dan sangat familier bagi huru. konselor. Mengingat begitu pentingnya papan bimbingan bagi siswa maka menuntut para guru pembimbing/konselor untuk senantiasa menyajikan informasi yang up to date.Koran dapat dipakai guru pembimbing/konselor untuk menyelenggarakan bimbingan kelompok/konseling kelompok dengan membacakan suatu kasus/masalah hangat yang sedang terjadi di masyarakat. Papan bimbingan merupakan media untuk memberikan informasi. karir/peluang kerja. Dengan demikian begitu mudah kan sebenarnya memberikan pelayanan bimbingan dan konseling dengan media ini? 3. sangat efektif dilihat banyak siswa. gagasan dan ide bagi siswa dan semua warga sekolah selama hal tersebut demi pertumbuhan dan perkembangan siswa. seperti kotak surat yang terdapat di depan kantor pos. Saya menyarankan penyebutan ‘kotak masalah’ diganti dengan “kotak curhat”. menggunakan bahasa lugas tetapi mengenai sasaran. dan selanjutnya mengangkat dan membahas topic dan atau menganalisis kasus tersebut ke dalam bimbingan kelompok. 2. Papan Bimbingan Papan bimbingan merupakan media bimbingan dan konseling yang sangat murah. maka konselor berupaya bagaimana kotak masalah itu ada suratnya seperti seorang pengelola/pegawai pos yang merasa sedih karena kotak posnya tidak ada suratnya sehingga penghasilannya menurun. Dengan demikian fungsi guru pembimbing/konselor hanya memotivasi siswa memanfaatkan semaksimal mungkin papan bimbingan baik untuk menerima informasi maupun memberikan sumbangan informasi pada bidang belajar. Kotak masalah harus sering dibuka. atau “kotak konseling” yang pasti berkonotasi positif.

Dengan computer dapat menyajikan peristiwa yang direkam dan ditayangkan di dalam kelas. sehingga pada akhirnya prosesor yang ada juga semakin cepat. diagram. Telepon memiliki keterbatasan karena hanya dapat digunakan pada saat pembimbimbing/konselor berada di sekolah dan atau di rumah (bagi yang memiliki telepon rumah).Pesatnya perkembangan teknologi komputer ini memang sebagai jawaban untuk akses data atau informasi. mungkin bentuk dan desainnya yang tidak menarik. facebook untuk komunikasi yang lebih intens dan mendalam dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling. Merupakan kewajiban guru pembimbing/konselor untuk bertanggungjawab mengelola dan memanfaatkan kotak masalah setelah berani memasangnya. Belum lagi sebagian orang berpikir kehebatan Centrino Duo Core. dan tidak strategis. Dengan demikian guru pembimbing/konselor harus bertindak seperti pegawai kantor pos. Peralatan Audio Perkembangan peralatan audio saat ini juga mengalami perkembangan yang pesat. dapat dibawa ke manapun sehingga sangat memiliki kepraktisan dan kemudahan yang sangat luar biasa.bulan yang lalu. namun bisa terjadi pengistilahan yang kurang tepat tentang ‘kotak masalah’. dapat menampilkan gambar data dengan grafik. Di dalam pelayanan bimbingan dan konseling computer sangat membantu tugas guru pembimbing/konselor untuk membuat power point dengan berbagai artistiknya saat menayangkan materi bimbingan dan konseling di kelas sehingga penyajian lebih hidup dan menarik. kurva perkembangan siswa. Ada apa dengan kotak masalah yang masih kosong? Barangkali itu terjadi karena siswa sudah tidak percaya lagi kalau kotak masalah akan dibuka (seperti diuraikan dalam kasus di atas). 415 . saat ini sudah muncul Centrino bahkan Centrino Duo Core. Klien yang sedang kalut saat malam hari misalnya dan sangat ingin mencurahkan perasaannya dan kekalutannya (situasi kritis) bisa mendapatkan layanan konseling lewat telepon. Seringkali telepon sangat membantu klien dalam keadaan darurat yang memberikan sifat pencegahan dan bahkan pengentasan terhadap masalah klien. email. Sekarang ini telepon sudah banyak ditinggalkan karena kekurangpraktisannya dan diganti dengan telepon tangan/genggam (handphone) karena jarak jangkaunya yang luas. Saat ini dibutuhkan akses data yang cepat. membuat blog. Perubahan di masyarakat yang semakin cepat pada akhirnya menuntut perkembangan teknologi komputer yang semakin canggih. Melalui cara ini dirasakan kerahasiaan klien sangat terjamin dan memberikan bantuan yang sangat segera. Peralatan audio yang di pergunakan dalam proses bimbingan dan konseling seperti tape recorder. Saat mengolah data tes dan membutuhkan analisis secara cepat dan akurat dapat digunakan komputer sehingga pekerjaan konselor sangat dibantu dan sangat efektif dan efisien. Betapa dosanya guru pembimbing/konselor dengan peristiwa ini karena telah membuat siswa merana berhari-hari bahkan berminggu-minggu karena tidak mendapatkan pelayanan konseling dari guru pembimbing/konselor. 4. Dengen komputer dan akses internet siswa maupun guru pembimbing/konselor dapat belajar dan mengajari siswa bagaimana melakukan konseling jarak jauh. Sebagian orang belum bisa menikmati kecanggihan Prosesor Pentium 4. 6. Telepon dan handphone Telepon sebagai media komunikasi sebenarnya sangat bisa digunakan konselor di dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling. 5. Konselor baru kecewa karena ternyata ada siswanya yang memerlukan pelayanan konseling segera tetapi sudah lewat dan tidak bisa diulang kembali. Hampir setiap bulan muncul genre-genre baru dalam dunia komputer. atau yang lainnya. peletakkannya yang tidak pas sepeerti terlalu tinggi atau terlalu rendah. yaitu merasa sedih apabila kotak masalahnya tidak ada satu suratpun yang masuk setelah satu minggu dibuka yang terakhir karena kita meyakini bahwa setiap hari dengan sekian ratus siswa pasti siswa-siswa memiliki masalahnya masing-masing. Komputer/Internet Perkembangan perangkat komputer saat ini mengalami kemajuan yang sangat pesat. Penggunaan tape recorder ini antara lain adalah untuk merekam sesi konseling dan memutar kembali hasil-hasil yang diperoleh selama sesi konseling. telah muncul pula AMD 690. Sebagai contoh adalah perkembangan prosessor sebagai otak dalam sebuah komputer mulai dari Intel Pentium 1 sampai dengan Pentium 4.

yaitu memenuhi kebutuhan atau mencapai tujuan yang diinginkan atau tidak. dimana di dalam alat ini terdapat sebuah mini harddisk yang memiliki kapasitas sampai dengan 4 Gb. Saat ini peralatan komputer yang dijumpai di pasaran pun sudah mempergunakan teknologi multi media. dan d. Mulai dari merekam gambar sampai dengan menampilkan gambar. 7. proses perekaman gambar tidak perlu mempergunakan perangkat yang bermacam-macam. Saat ini telah berkembang alat perekam (handycam) yang secara langsung dapat merekam gambar langsung ke dalam keping VCD/DVD. Pada awalnya. Saat ini telah berkembang alat perekam yang tidak membutuhkan pita perekam. maka alat ini dapat memainkan musik dan dapat dipergunakan untuk merekam suara. Peralatan ini banyak dijumpai karena memiliki tingkat pengoperasian yang mudah dan memiliki harga yang relatif murah. Dulu. merasa bahwa media dapat berbuat lebih dari yang bisa dilakukannya. Penggunaan proyektor ini dipandang tidak efisien. Untuk menghasilkan sebuah hasil rekaman yang baik. Peralatan visual yang sering kita jumpai antara lain adalah video player atau CD player. dibutuhkan kamera perekam yang lumayan besar dan berat. Connell (1974) mengatakan bila media itu sesuai pakailah “If The Medium Fits. Jadi dasar pertimbangan untuk memilih media sangatlah sederhana. Perkembangan teknologi informasi saat ini. selain itu kaset yang dipergunakan juga relatif besar. ingin memberi gambaran atau penjelasan yang lebih kongkrit. kelompok maupun bimbingan klasikal sehingga pengalaman belajar siswa/mahasiswa semakin lebih nyata dan membekas. sehingga sehingga seringkali konsumen bingun untuk memilih teknologi apa yang akan dibeli. Tetapi selanjutnya berkembang juga sebagai alat entertainment. Hanya saja. Komputer saat ini hampir bisa dipergunakan untuk membantu segala macam permasalahan manusia. pada akhirnya bertujuan untuk memudahkan konsumen menikmati hiburan antau informasi dengan efisien. Penggunaan video player ini tidak akan bisa lepas dari keberadaan sebuah disc atau keping VCD/DVD. merasa sudah akrab dengan media tersebut. komputer hanya dipergunakan sebagai alat pengolah data saja. Secara visual siswa dan atau mahasiswa dapat memberikan feedback pelaksanaan konseling perorangan.Tape recorder membutuhkan kaset untuk bisa melakukan tindakan perekaman. karena dalam proses produksinya membutuhkan tahapan-tahapan yang panjang. c. Video player dulu merupakan peralatan yang lumayan banyak dipergunakan orang. Dengan kata lain. Pada dasarnya alat ini berfungsi sebagai player. b. mulai dari mengolah data sampai dengan memproduksi sebuah tayangan video yang baik Di dalam pembelajaran dan atau perkuliahan alat ini sangat membantu konselor atau dosen di dalam memberikan contoh melaksanakan konseling dan atau bimbingan yang diharapkan baik konseling perorangan. Bahkan seringkali dijumpai mutu gambar yang tidak bagus dan bahkan mudah rusak. pengoperasian VCD/DVD ke player akan semakin mudah. alat MP3 atau MP4 seukuran sebuah spidol atau ballpoint. Sehingga lambat laun peralatan ini mulai ditinggalkan. Peralatan Visual Alat visual dapat bermacam-macam ragamnya seperti video player dan VCD/DVD player. sehingga dipandang tidak praktis. Sebagai sebuah player. hasil rekaman seringkali tidak begitu jernih. Pemilihan Media Pembelajaran Beberapa penyebab orang memilih media antara lain adalah : a. Kaset memiliki pita magnetik yang berfungsi untuk menyimpan data atau informasi percakapan. penggunaan peralatan visual adalah dengan mempergunakan projector. saat ini sudah banyak ditinggalkan karena proses produksinya tertalu berbelit. Teknologi multi media yang berkembang saat ini sudah demikian canggihnya. kelompok maupun bimbingan klasikal. Di dalam pembelajaran dan atau perkuliahan alat ini sangat membantu konselor atau dosen di dalam memberikan contoh melaksanakan konseling dan atau bimbingan yang diharapkan baik konseling perorangan. Hal ini pada akhirnya memunculkan perangkat-perangkat multi media. Ukuran MP3 dan MP4 saat ini amat kecil jika dibandingkan dengan sebuah mini tape recorder biasa. kelompok maupun bimbingan klasikal. Mc. Terlebih. Alat ini disebut MP3 dan MP4. bermaksud mendemosntrasikannya seperti halnya pada kuliah tentang media. Use It!” 416 . Seringkali kita jumpai. Dengan kecanggihan teknologi yang ada saat ini.

Dari segi teori belajar. Partisipasi Umpan balik 8. Motivasi 2. Jelaskan cara memotivasi siswa untuk memanfaatkan computer dan internet dalam pengembangan dirinya? 417 . Tes Formatif: 1. Organisasi isi 5. Latihan dan pengulangan 10. Penerapan. Penguatan (reinforcement) 9. Perbedaan individual 3. Latihan: Temu dan Kenali semua benda yang dapat dijadikan media dalam pelayanan bimbingan dan konseling! d. Persiapan sebelum belajar 6. Tujuan pembelajaran 4. Emosi 7. berbagai kondisi dan prinsip-prinsip psikologi yang perlu mendapat pertimbangan dalam pemilihan dan penggunaan media khususnya dalam bimbingan dan konseling adalah sebagai berikut : 1. Bagaimanakah cara mengelola papan bimbingan yang baik? Jelaskan! 3. Sebutkan dan temukan jenis-jenis media bimbingan dan konseling! 2. Bagaimanakah upaya agar kotak masalah dapat digunakan sebagai media BK yang efektif dan efisien? 4. c. Latihan dan pengulangan 11.

Data-data yang didapat oleh siswa pada akhirnya menjadi suatu dasar pilihan yang dapat dipertanggungjawabkan. Tidak dapat disangkal bahwa saat ini kita hidup dalam dunia teknologi. meskipun masih ada berbagai aspek lain yang harus diperhatikan dalam memilih media. Meskipun demikian. 5. 4. saat ini dapat kita lihat di internet tentang profil konselor/guru pembimbing. 3. terutama teknologi komunikasi. Hampir seluruh sisi kehidupan kita bergantung pada kecanggihan teknologi. pendampingan konselor sekolah dalam hal ini sangat diperlukan. Tidak akan memunculkan kebosanan. termasuk karakteristik siswa. Kedua aspek ini saling berkaitan. Sehingga kecil kemungkinan jika data yang dimasukkan berupa data-data sampah. maka siswa akan dapat melihat banyak informasi atau data yang dibutuhkan untuk menentukan pilihan studi lanjut atau pilihan karirnya. Kompetensi dan Indikator: . Sampsons (2000) mengungkapkan bahwa fasilitas di internet dapat dapat dipergunakan untuk melakukan testing bagi siswa. Dapat ditemukan silabus. Pemilihan salah satu metode BK tertentu akan mempengaruhi jenis media BK yang sesuai. dan lingkungan pelayanan BK yang ditata dan diciptakan oleh guru pembimbing/konselor. 6. Terdapat pengaturan pelayanan BK secara lebih baik. informasi yang didapat tidak sebatas pada konselor/guru pembimbing saja. dapat dikatakan bahwa salah satu fungsi utama media BK adalah sebagai alat bantu pelayanan BK yang turut mempengaruhi iklim. tetapi bisa sampai masing-masing program studi dan bahkan sampai pada kurikulum yang dipergunakan oleh masing-masing program studi. Bahkan. dan 7. karena dengan membuka internet. Media dalam konseling antara lain adalah komputer dan perangkat audio visual. Uraian Materi: Dalam suatu pelayanan bimbingan dan konseling. jenis tugas dan respon yang diharapkan siswa pahami setelah pelayanan BK berlangsung. Sebagai contoh. 2000). kondisi.Mampu menjelaskan manfaat penggunaan media dalam pelayanan BK b. Akan meningkatkan kreativitas. terutama yang berhubungan dengan kebutuhan siswa. Konselor akan memiliki pandangan yang baik dan bijaksana terhadap materi yang diberikan. Komputer merupakan salah satu media yang dapat dipergunakan oleh konselor dalam proses konseling. Hal ini sangat memungkinkan. Penggunaan komputer di kelas sebagai media bimbingan dan konseling akan memiliki beberapa keuntungan seperti yang dinyatakan oleh Baggerly sebagai berikut: 1. Software ini dapat membantu 418 . Perubahan ini dapat ditemukan pada bagaimana teori-teori konseling muncul sesuai dengan kebutuhan masyarakat atau bagaimana media teknologi bersinggungan dengan konseling. dan konteks pelayanan BK. kurikulum dan lain sebagainya melalui website. dapat dianggap sebagai data yang dapat dipertanggungjawabkan dan masuk akal (Pearson. Tentu saja hal ini harus didasari pada kebutuhan siswa. 2. Hal ini sangat beralasan. tetapi sampai di rumah-rumah. menurut Pelling (2002) ketergantungan kepada teknologi ini tidak saja di kantor. Pelling (2002) menyatakan bahwa penggunaan komputer (internet) dapat dipergunakan untuk membantu siswa dalam proses pilihan karir sampai pada tahap pengambilan keputusan pilihan karir. dua unsur yang sangat penting adalah metode dan media BK.BAB IV MANFAAT PENGGUNAAN MEDIA DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING a. saat ini telah mengalami perubahan-perubahan yang sangat cepat. Tentu saja. Bimbingan dan konseling sebagai usaha bantuan kepada siswa. Hohenshill. Data-data yang didapat melalui internet. Data atau informasi yang didapat melalui internet adalah data-data yang sudah memiliki tingkat validitas tinggi. Selain penggunaan internet seperti yang telah diuraikan di atas. Akan memunculkan respon yang positif terhadap penggunaan email. Bahkan. Akan meningkatkan kunjungan ke web site. sehingga kelas akan menjadi lebih menarik. dapat dipergunakan pula software seperti microsoft power point. dalam Pelling 2002. karena data yang ada di internet dapat dibaca oleh semua orang di muka bumi.Memahami manfaat penggunaan media dalam pelayanan BK . antara lain tujuan pelayanan BK. meningkatkan keingintahuan dan memberikan variasi pengajaran.

sebab dengan memiliki gambaran dan tujuan film tersebut ditayangkan. Secara umum. yang kemudian diharapkan akan dapat merubah perilaku klien atau siswa. Media lain yang dapat dipergunakan dalam proses bimbingan dan konseling di kelas antara lain adalah VCD/DVD player. dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa. yang hanya ceramah atau yang menggunakan computer atau video player? d. Sebelum VCD/DVD player ini ditayangkan. manfaat media dalam kegiatan layanan bimbingan dan konseling adalah memperlancar interaksi antara konselor/guru pembimbing dengan siswa sehingga pelayanan BK akan lebih efektif dan efisien. maka konselor meminta siswa untuk memberikan tanggapan terhadap apa yang telah mereka lihat. Latihan: Pada saat mengadakan bimbingan klasikal di kelas saudara menggunakan ceramah. Efisiensi dalam waktu dan tenaga 5. maka siswa akan memiliki kerangka berpikir yang sama. 2002). Konselor dapat memasukkan gambargambar yang bergerak. Tanggapan-tanggapan ini pada akhirnya akan mempengaruhi bagaimana klien berpikir dan bersikap. 2000. Tes Formatif: Jelaskan manfaat menggunakan media dalam pelayanan bimbingan dan konseling! 419 . Merubah peran konselor/guru pembimbing ke arah yang lebih positif dan produktif. Besok paginya saudara menggunakan computer dan video player tentang topik atau pokok bahasan yang sama. Dalam proses pendidikan konselor pun. sehingga sasaran yang akan dicapai menjadi lebih optimal. Melalui fasilitas ini. konselor dapat pula memasukkan gambargambar di luar fasilitas power point. Program software power point memberikan kesempatan bagi konselor untuk memberikan sentuhan-sentuhan seni dalam bahan layanan informasi. c. Peralatan ini seringkali dipergunakan oleh konselor untuk menunjukkan perilaku-perilaku tertentu. Konselor dituntut untuk dapat menyajikan bahan layanan dengan mempergunakan imajinasinya agar bahan layanannya tidak membosankan. Media dapat menumbuhkan sikap positif siswa terhadap materi dan proses belajar 8. Meningkatkan kualitas hasil belajar siswa 6. Tetapi secara lebh khusus ada beberapa manfaat media yang lebih rinci Kemp dan Dayton (1985) misalnya. Media memungkinkan pelayanan BK dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja 7. 1971. Perilaku-perilaku yang tampak pada tayangan tersebut dipergunakan oleh konselor untuk merubah perilaku klien yang tidak diinginkan (Alssid & Hitchinson. dalam Baggerly. Melalui program ini. 1977. Kegiatan layanan bimbingan dan konseling menjadi lebih interaktif 4. tetapi dapat juga ditampilkan gambar-gambar dan suara-suara yang menarik yang tersedia dalam program power point. penggunaan video modeling ini juga dipergunakan untuk meningkatkan keterampilan dan prinsip konseling yang akan dikembangkan bagi calon konselor (Koch & Dollarhide. yang ditayangkan tidak saja berupa tulisan-tulisan yang mungkin sangat membosankan. membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan pelayanan BK. mengidentifikasi beberapa manfaat media dalam pembelajaran/ bimbingan dan konseling yaitu : 1. Penyampaian materi bimbingan dapat diseragamkan 2. Gambar-gambar yang disajikan melalui program power point tidak statis seperti yang terdapat pada Over Head Projector (OHP). dalam Baggerly 2002). Hal ini sangat penting.konselor dalam menyambaikan bahan bimbingan secara lebih interaktif. seorang konselor sebaiknya memberikan arahan terlebih dahulu kepada siswa tentang alasan ditayangkannya sebuah film. Setelah film selesai ditayangkan. Kegiatan layanan bimbingan dan konseling menjadi lebih jelas dan menarik 3. Ivey. bahkan konselor bisa melakukan insert gambar-gambar yang ada di sebuah film. Minta kepada siswa untuk membandingkan atau berpendapat mereka lebih mudah memahami dan menghayati cara yang mana. Hamalik (1986) mengemukakan bahwa pemakaian media BK dalam pelayanan BK dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru.

saat ini perkembangan teknologi sudah berkembang dengan demikian pesat. Restu orang tua merupakan hal yang dianggap sakral oleh sebagian budaya tertentu. Mungkin mereka akan mencari informasi sebanyak mungkin. bahkan meminta restu ini akan lebih afdol jika dilakukan dengan melakukan sungkem. b. Bagaimana kesan dan pendapat konselor sekolah tersebut tentang siswa yang belum dikenalnya minta konseling melalui telepon. seringkali pula akan “menghilangkan” empati konselor. dan konselor akan memfasilitasi keinginan mereka. “Saya senang dengan jurusan A. seorang siswa akan memilih jurusan di perguruan tinggi. Hal lain yang terkait dengan penggunaan media dalam bimbingan dan konseling adalah sasaran pengguna seringkali disamakan. maka seringkali mereka melupakan kecanggihan piranti komunikasi yang sudah canggih. Sebaliknya. tetapi jika pola pikir masyarakat masih terkungkung dengan nilai-nilai yang diyakini benar. jika konselor mempergunakan media sebagai alat bantu utama. tetapi nanti tergantung pada orang tua saya”. Walaupun ragam media sudah bermacammacam. Uraian Materi: Pelling (2002) menyatakan bahwa. masih banyak diantara kita yang mengalami ketakutan untuk mempergunakan teknologi. alat komunikasi ini bisa menjadi “tidak bermanfaat”. Hal ini tidak lepas dari budaya paternalistik yang melingkupi masyarakat kita. Contoh lain. Latihan: Seorang siswa diminta menelepon guru pembimbing/konselor yang sudah berusia cukup dan saat itu konselor tersebut tidak diberitahu sebelumnya bahwa ada klien (siswa) yang akan konseling. Tetapi. Tidak dapat dipungkiri bahwa sebagian besar masyarakat kita masih percaya bahwa pernyataan-pernyataan yang diberikan oleh orang tua atau orang yang dituakan masih dianggap lebih baik. Banyak contoh kasus dampak negatif penyalahgunaan teknologi informasi seperti beredarnya rekaman video porno di ponsel. Siswa tersebut menyatakan ingin bertemu lewat telepon saja dan minta konseling.BAB V KERUGIAN PENGGUNAAN MEDIA DALAM PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING a. Sebagai benda mati. Tetapi adakalanya. Klien datang ke ruang konseling tidak selalu membutuhkan informasi dari internet atau komputer. Tes Formatif: 420 . bahkan ada kemungkinan klien atau siswa datang ke ruang konseling juga tidak membutuhkan bantuan dari konselor secara langsung melalui proses konseling. Penggunaan media. tetapi di lain pihak. maka data atau informasi yang didapat seakan-akan menjadi tidak berguna. tetapi media ini seringkali masih belum bisa menyentuh sisi afektif seseorang. Dalam bimbingan dan konseling dikenal istilah empati. walau jarak yang ditempuh untuk mendatangi orang tua relatif jauh. Artinya penggunaan teknologi ini akan memunculkan efek yang baik jika dijalankan oleh mereka yang paham peralatan tersebut. Mampu menjejelaskan kerugian penggunaan media dalam pelayanan bimbingan dan konseling. beredarnya video porno bajakan yang dilakukan oleh anak negeri dan lain sebagainya. peralatan teknologi yang ada saat ini hanya bisa bermanfaat jika dimanfaatkan oleh mereka yang menjelaskan penggunaan masing-masing alat tersebut. Tiap manusia dapat berkomunikasi tanpa dibatasi rentang ruang dan waktu. Tetapi dalam budaya tertentu. Kompetensi dan Indikator: Memahami Kerugian penggunaan media dalam pelayanan bimbingan dan konseling. c. Sebagai contoh. maka tidak jarang dari mereka akan berkata. Untuk menunjukkan perilaku ini. Sebaik apapun teknologi yang berkembang. d. siswa atau klien datang ke ruang konseling hanya ingin mendapatkan senyuman dari konselor atau penerimaan tanpa syarat dari konselor. peralatan ini akan memberikan dampak negatif jika pelaksananya tidak menjelaskan dampak yang akan ditimbulkan. walaupun saat ini masyarakat sangat tergantung pada teknologi. pada saat mereka dihadapkan untuk menentukan dan memilih jurusan yang akan diambil.

c. Untuk itu guru pembimbing/konselor harus memiliki pengetahuan yang cukup tentang media pengajaran oleh Hamalik (1994 : 6) yang setelah disesuaikan dalam bidang bimbingan dan konseling meliputi. dapat disimpulkan bahwa media adalah bagian yang tidak terpisahkan dari proses pelayanan bimbingan dan konseling demi tercapainya tujuan pendidikan pada umumnya dan tujuan pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah pada khususnya. • Pemilihan dan penggunaan media BK • Berbagai jenis alat dan teknik media BK. • Nilai atau manfaat media BK. Latihan: Ciptakan satu media bimbingan dan konseling dan kembangkan agar media tersebut bisa dipergunakan dalam pelayanan bimbingan dan konseling yang efektif dan efisien! d. Guru pembimbing/konselor sekurangkurangnya dapat menggunakan alat yang murah dan bersahaja tetapi merupakan keharusan dalam upaya mencapai tujuan pelayanan bimbingan dan konseling yang diharapkan. • Usaha inovasi dalam media BK Dengan demikian. • Seluk-beluk pelayanan bimbingan dan konseling. guru pembimbing/konselor juga dituntut untuk dapat mengembangkan alat-alat yang tersedia. b. Kompetensi dan Indikator: Memahami cara mengembangkan media bimb ingan dan konseling Mampu menjelaskan cara mengembangkan media bimbingan dan konseling.Jelaskan kekurangtepatan penggunaan media dalam pelayanan bimbingan dan konseling! BAB VI MENGEMBANGKAN MEDIA BIMBINGAN DAN KONSELING a. Para guru pembimbing/konselor dituntut agar mampu menggunakan alat-alat yang dapat disediakan oleh sekolah. guru pembimbing/konselor juga dituntut untuk dapat mengembangkan keterampilan membuat media bimbingan dan konseling yang akan digunakannya apabila media tersebut belum tersedia. • Fungsi media dalam rangka mencapai tujuan pelayanan himbingan dan konseling. yaitu: • Media sebagai alat komunikasi guna lebih mengefektifkan pelayanan bimbingan dan konseling. Disamping mampu menggunakan alat-alat yang tersedia. Uraian materi: Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin mendorong upaya-upaya pembaharuan dalam pemanfaatan hasil-hasil teknologi dalam proses belajar mengajar. dan tidak tertutup kemungkinan bahwa alat-alat tersebut sesuai dengan perkembangan dan tuntutan zaman. Tes Formatif: Hal apa sajakah yang perlu di[perhatikan di dalam mengembangkan media bimbingan dan konseling? Jelaskan! 421 . • Hubungan antara metode BK dan media BK.

Menanti. Psikologi Konseling. Media Pembelajaran. Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Tenaga Kependidikan. Nadine. Sadiman. V 78: 348-356.. 3. Perlu pelatihan atau peningkatan kompetensi konselor dalam menguasai teknologi informasi. --------. 422 . 2005. Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Tenaga Kependidikan. 2003. 2000. Jakarta : Raja Grafindo Persada. The Use Technology In Career Counseling. Vol. Azhar Arsyad. High Tech Counseling. 4. Media Pembelajaran. --------. 22. 2005. Jakarta : Raja Grafindo Persada. Hartono. Media Pembelajaran. Arief S. P. Baggerly. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada. Media bimbingan dan konseling saat ini telah berkembang dengan pesat sesuai dengan perkembangan jaman dan kebutuhan manusia yang semakin meningkat. 2002. 22. Jennifer. V 78: 365-368. et al. Vol. 5. Surabaya: University Press UNIPA Surabaya. 2002. Practical Technological Applications to Promote Pedagogical Principles and Active Learning in Counselor Education. Media bimbingan dan konseling seperti internet akan menyediakan data atau informasi yang akurat bagi siswa. H. 2007. Media Pengajaran. Pelling. Referensi Azhar Arsyad. Journal of Counseling and Development.. Using the Internet to Enchance Testing in Counseling. Azhar Arsyad. Untuk mempergunakan media bimbingan dan konseling perlu diperhatikan budaya yang dimiliki oleh siswa. Hubungan konseling memerlukan empati. Soedarmadji. Media Pendidikan. 2007. Makalah disampaikan pada Konvensi Nasional ABKIN di Bandung 2005. Journal of Technology in Counseling. Hohenshill. 2000. Jakarta : Raja Grafindo Persada. 2003. 2. sehingga pemilihan media bimbingan dan konseling akan efektif.BAB VII SIMPULAN 1. Journal of Counseling and Development. 2000. sehingga penggunaan media sebaiknya terbatas pada usaha perolehan data dan informasi saja. Media Pembelajaran. Boy. Sampson. 2007. Asih. James. Journal of Technology in Counseling. Thomas. Konseling Indigenous.

Menganalsis proses implementsi program bimbingan dan konseling c. Kompetensi Menilai hasil.EVALUASI PROGRAM DAN LAYANAN BK A. dan penyusunan rekomendasi. 3. Pada bagian akhir . konseling. pelaku atau pembuat kebijaksanaan ingin memastikan bahwa apa yang dikerjakan membawa hasil. Merevisi dan mengembangkan program berbasis hasil penilaian B. Menggunakan hasil penilaian untuk perbaikan program. Dibahas juga segi administrasi penilaian program yang mencakup pembentukan struktur organisasi penilaian. sesuai dengan yang diharapkan semula. atau menulis surat. Menghasilkan penilaian kesesuaian program bimbingan dan konseling dengan implementasi di lapangan. Kompetensi dan Indikator 1. proses dan program bimbingan dan konseling. disajikan penilaian keberhasilan konseling karier. mencuci pakaian. Indikator a. Orang itu selanjutnya tidak hanya puas karena tercapainya apa yang diharapkan. atau yang besar-besar dan berdampak luas dan jauh. seperti menyampul buku. Penilaian dilakukan dengan maksud memastikan bahwa yang diperbuat ada nilai gunanya. akuntabilitas bimbingan dan pengembangan sistem akuntabilitas bimbingan. produk dan program BK b. Melakukan penilaian hasil. pakaiannya bersih. inventarisasi pribasi siswa. PENDAHULUAN Penilaian menjadi perhatian semua orang yang peduli akan apa yang sedang dikerjakannya. b. 2. Bimbingan Masyarakat dibidang pertanian (BIMAS). serta tenaga yang digunakan sedikit mungkin. Menggunakan hasil pelaksanaan penilaian untuk merevisi dan mengembangkan program bimbingan dan konseling 2. dan bagaimana prosesnya. Orang berusaha memperoleh informasi balikan mengenai hasil dari apa yang telah dikerjakannya. seperti orientasi siswa baru. bernilai guna. survei masyarakat sekitar antara lain 423 . Dan uraian bab ditutup dengan pokok tentang akuntabilitas pendidikan. Pendidikan Dasar Sembilan Tahun atau Wajib Belajar. Menganalisis hasil implementasi program bimbingan dan konseling d. Sub Kompetensi a. tetapi juga mempertimbangkan bagaimana tercapainya tujuan itu : pekerjaan lancar sedangkan waktu. program KB diterima masyarakat dan jumlah peserta program meningkat berbarengan dengan menurunnya angka kelahiran. proses dan program bimbingan dan konseling b. Menghasilkan penilaian proses. Apakah yang diperbuat itu perkara kecil-kecil kesehariannya. Orang pelaku memperoleh kepuasan dengan rampung dan lancarnya pekerjaan serta tercapainya tujuan-tujuannya. menulis surat dan program KB. pemberian informasi. URAIAN MATERI 1. suratnya selesai ditulis dan rapi serta jelas maksud pesannya. penjurusan siswa. Merancang perbaikan proses pelayanan BK komprehensif sesuai hasil penilaian e. mencuci pakaian. kepuasan orang itu diperoleh karena bukunya tersampul rapi. khususnya penilaian layanan program pendidikan dan bimbingan. biaya. PENGERTIAN PENILAIAN Bimbingan sebagai usaha pendidikan dilaksahakan disekolah dalam berbagai bentuk pelayanan dan kegiatan. Dibedakan antara penilaian layanan bimbingan dan penilaian program bimbingan meskipun perbedaan itu tidak esensial. Merevisi pelayanan BK komprehensif sesuai dengan hasil penilaian c. Deskriptor a. Bab ini membahas pengertian penilaian pada umumnya. Pada contoh menyampul buku. pertemuan kasus. pelaksanaan studi penilaian sendiri. seperti menyelenggarakan program-program Keluarga Berencana (KB). Melakukan penyesuaian proses pelayanan bimbingan dan konseling c.

untuk pengumpulan bahan informasi karier. program penjurusan. Chelimsky mengemukakan bahwa berbagai tujuan dan manfaat kegiatan penilaian yang beragam itu dapat dikelompokkan menjadi tiga perspektif. penyandang dana.TUJUAN DAN MANFAAT PENILAIAN Penilaian program dilakukan untuk tujuan yang berbeda-beda. memberikan kontribusi dalam pengambilan keputusan tentang modifikasi program 4. penilaian dilakukan terutama untuk menegakkan akuntabilitas. yaitu untuk : • menegakkan akuntabilitas (evaluation for accountability) seperti pengukuran hasil dan efisiensi yang memberikan bukti untuk pengambilan keputusan yang kokoh. Salah satu teknik yang banyak digunakan adalah analisis kekepan (kekuatan. peluang. • menambah dan memperkaya pengetahuan (evalauation for knowledge) seperti untuk memperoleh pemahaman yang lebih dalam tentang sesuatu masalah atau peristiwa. seperti konseling terhadap seorang siswa yang datang menemui konselor di suatu pagi. Anderson dan Ball mengatakan bahwa tujuan utama penilaian adalah untuk : 1. Ada pula kegiatan yang diacarakan atau terprogram untuk jangka waktu tertentusemesteran atau tahunan—misalnya program testing. pemberian informasi. program. Baker menyebut akuntabilitas ini sebagai salah satu jenis layanan bimbingan dan konseling di abad 21. menyediakan bukti dukungan negatif terhadap suatu program 6. Akuntabilitas di sini merupakan tindak lanjut dari penilaian program. program konseling. program pengumpulan bahan informasi. dan proses lainya Berdasarkan pendapat yang dikemukakan di atas dapat disimpulkan bahwa manfaat kegiatan penilaian program sangat banyak dan beragam. and threats). 4. memberikan kontribusi dalam pengambilan keputusan tentang keberlanjutan. 3. barangkali. dan ancaman) atau SWOT analysis (strengths. Menurut Baker. serta akan terus bertambah sejalan dengan semakin banyaknya pengalaman para pendidik (termasuk konselor) dan pengelola serta penyelenggara pendidikan (khususnya bimbingan dan konseling) dalam melakukan penilaian programnya masing-msaing. • mengembangkan program yang ada (evaluation for development) seperti penyediaan informasi penilaian untuk memperbaiki suatu program sehingga program yang sedang berjalan dapat selalu diperbaiki dan berkembang sesuai harapan. Bagi manajer dan reformis. karena masalah khusus dan layanan-layanan lain yang berkaitan-testing. Penilaian ditunjukan untuk menyediakan informasi tentang (misalnya. yaitu (1) memberikan kepastian dan keyakinan tentang program yang terlaksana. memberikan kontribusi dalam pengambilan keputusan tentang instalasi program 2. Ahli lain. dan (2) mendapatkan informasi yang lebih Ahli lain. dan pemerintah yang mensponsori suatu kegiatan. Ada pelayanan dan kegiatan yang spesifik dan sesewaktu penyelenggaraannya. sosial. menyediakan bukti dukungan positif terhadap suatu program 5. opportunities. Patton mengemukakan dua macam manfaat kegiatan penilaian program. Dari perspektif auditor.. Walaupun demikian. hal 14) menyatakan bahwa manfaat kegiatan penilaian program adalah untuk membantu meningkatkan program yang dipenilaian ataupun program sejenis yang memiliki tujuan yang sama. atau proyek kepada pengambil keputusan.AKUNTANBILITAS DAN PENILAIAN 424 . weaknesses. hasil dan efisiensi) suatu kegiatan. atau sertifikasi program 3. akuntabilitas harus dilakukan dan ditegakkan oleh setiap konselor dan lembaga yang menyelenggarakan layanan bimbingan dan konseling. memberikan suatu kontribusi dalam memahami dasar yang bersifat psikologis. proyek atau program. naik pemerintah maupun swasta (penyandang dana). kelemahan. Cronbach (1980. penilaian biasanya lebih diarahkan untuk menyediakan informasi yang diperlukan bagi penyusunan rencana atau program kerja (renstra dan renop) agar terjadi proses peningkatan kinerja program atau lembaga secara berkelanjutan (continuous improvement). Dalam pelaksanaan layanan dan program bimbingan itu konselor menetapkan tujuan dan ia ingin mengetahui bahwa tujuan itu tercapai dan kegiatan yang dilakukan ada guna manfaatnya. ekspansi.

Mutu pendidikan kita dipertanyakan dan dipermasalahkan akhir-akhir ini. agar sekolah bisa mengatasi masalah kemerosotan mutu ini. mempelajari rumusan-rumusan definisi di dalam pustaka.Pendidikan pada waktu kurun waktu ini diselenggarakan dalam keadaan kelangkaan sumber. hal 114. Demikianpun sebagai bidang kajian telah menjadi pokok studi secara luas oleh para pakar ilmu-ilmu sosial. Penjelasan. Ini berbeda benar halnya dengan yang terjadi di Amerika Serikat. Guba (dalam Abramson. meski tidak resmi dan nyata dikatakan. DEFINISI PENILAIAN Penilaian dilakukan orang sejak lama diberbagai bidang: pendidikan. pemerintahan. Mereka menaruhkan harapan pada lembaga pendidikan agar berkinerja lebih baik. Begitulah. ini kentara dari sedikitnya anggaran belanjayang disediakan setiap tahun bagi sektor pendidikan. termasuk anak sekolah. seorang pakar terkemuka di bidang pengukuran dan penilaian pendidikan. Demikian juga bimbingan terkena tagihan mutu kinerja ini. sementara itu masalah perilaku. Dikatakan bahwa akuntabilitas itu suatu kondisi yang memerlukan penilaian. yang telah disediakan bagi penyelenggaraannya. atau "proses memaparkan. Dalam keadaan sumber dana yang demikian itu pendidikan sebenarnya mendapat tagihan dari masyarakat agar mempertanggung. industri. lembaga-lembaga pendidikan kita waktu ini terkena tuntutan akuntabilitas juga. Akuntabilitas pendidikan menjadi issu politik yang ramai sejak dua puluh lima tahunan yang lampau. 1981). terkenai tuntutan akuntabilitas. terjemahan oleh penulis). Webster dan Stufflebeam (dalam Abramson. proses. Namun perkembangan pembangunan nasional sampai waktu ini belum menempatkan pembangunan bidang pendidikan pada papan pengumuman atas. Menyangkut bimbingan karier. mengingat biaya. program-program bimbingan. khususnya sumber dana. khususnya bagi pengembangan sumber daya manusia. Akuntabilitas menjadi istilah yang lagi "in"di dalam pendidikan dan mengingat ramainya. percaturan di sekitar soal ini ada koran terkemuka yang menamakan pendidikan di Amerika waktu itu sedang memasuki "zaman akuntabilitas" (Lessinger di dalam Gibson & Mitchell. Pengharapan itu dirasakan berlebihan oleh para guru dan pendidik. dan sebagainya. dan bahwa penilaian merupakan bagian intrinsik dari akuntabilitas 5. budayawan. memperoleh dan memberikan informasi yang berguna 425 . menimbang-nimbang memada-tidaknya pencapaian iti. Penilaian didefinisikan Cronbach secara luas sebagai "pengumpulan dan penggunaan informasi untuk membuat keputusan mengenai suatu program pendidikan" (Cronbach. 1974. dan pikiran serta pembahasan mereka bisa diikuti di sumber-sumber pustaka. Definisi umum mengenai penilaian di lingkungan pendidikan diberikan oleh Cronbach (1974. Dari pustaka kelihatan tidak ada satu definisi yang disepakati para ahli itu. Pakar-pakar lain memberikan batasan mengenai penilaian sebagai "tugas menetapkan tujuan yang diinginkan. didalam Gibson & Mitchell. mengumpulkan dan menyusun informasi untuk mengukur pencapaian tujuan itu. pengamat masalah-masalah sosial. dalam Payne). 1979). bahasa indonesia oleh Penulis). juga oleh kalangan legislatif. dan mengambil keputusan untuk memperbaiki program" (Wysong. khususnya yang menyangkut remaja. Melalui penilaian bisa ditunjukkan bukti-bukti keandalan. Untuk maksud tulisan ini ada beberapa pandangan dan pendapat yang akan diberikan. Apa yang telah dicapai bimbingan karier ? Bagaimana kinerjanya? Penilaian menjadi sentral untuk menjawab pertanyaan tagihan itu. dan luasnya. penilaian merupakan proses mempertimbangkan nilai guna suatu produk. 1981. 1979). khususnya bimbingan karier. tidak pelak lagi masalah sulitnya tamatan sekolah mendapatkan pekerjaan dan pilihan pekerjaan dewasa ini memperparah masalah ini. khususnya menyangkut prestasi tamatan. tudingan kepada mereka itu kadang-kadang terasa tidak adil. Tidak ada orang atau pihak yang meragukan arti penting pendidikan dan sumbangannya bagi pembangunan. meskipun secara proporsional nasional tidak seberapa banyak.jawabkan kinerjanya. dan masyarakat umum. atau suatu program. Namun. Padanan istilah pengukuran 2. tagihan yang dimaksud tersebut tidak nyata dan tidak jelas ditujukan kepada dunia pendidikan oleh masyarakat kita. Scriven. usaha. mengenai tiga jenis definisi penilaian yaitu : 1. Pertimbangan profesional Menurut paham pakar-pakar seperti Suchman. atau ketakandalan. uraian atau definisi itu diharapkan bisa membantu pembaca memperoleh pemahaman mengenai penilaian bimbingan. Dapat dikatakan tidak ada liputan di dalam pustaka mengenai soal akuntabilitas pendidikan ini. Identik dengan kecocokan antara kinerja dan tujuan 3. menggejala yang menyebabkan kerisauan para orang tua.

Di bidang bimbingan. ada bermacam-macam yang menyangkut program. dalam melakukan penilaian. Di bidang bimbingan. Penelitian rumusan masalah ditentukan oleh peneliti. Di antara perbedaan itu adalah : 1. Kepeduliannya adalah perluasan pengetahuan dan penyusunan teori dalam rangka pengembangan ilmu. Tersirat di sini pentingnya dilakukannya pertimbangan nilai. Keputusan di dalam bimbingan konseling. ketat pada penelitian. 2. Dengan melakukan penilaian. atau diteruskan penyelenggaraannya di suatu sekolah. objektivitas dan prosedur pembakuan (standardisasi) pengukuran. Berlaku asas perampatan (generalisabilitas) PENILAIAN 1. Keputusan yang menyangkut program. 1974) membandingkan penilaian dan penelitian dan menyenaraikan sejumlah perbedaan. 426 . Penilaian yang dimaksud itu bisa untuk program bimbingan konseling yang diberlakukan secara nasional. berlaku persyaratan pengukuran seperti validitas. konselor pada hakikatnya bermaksud mengu sahakan perbaikan atau peningkatan kinerja profesionalnya. Riset mencakup pengujian hipotesis yang diturunkan dari teori dengan tujuan meramalkan tingkah laku dan mengendalikannya dengan presisi tinggi dan secara ketat (Burk & Peterson. Kalau dirangkum. Keputusan yang menyangkut siswa perorangan. seperti halnya dalam bidang pendidikan umumnya. atau merujuk siswa tersebut ke konselor lain atau ke suatu program pelatihan karier. umpamanya adalah program layanan informasi. Pengumpulan data ditentukan oleh masalahnya 3. berlakunya ancangan kuantitatif dan kualitatif. 4. terjemahan oleh penulis). berlakunya teknik pengolahan atas data yang diperoleh. konselor melakukan penilaian karena kepeduliannya yang besar untuk memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya bagi siswa. Dari penilaian juga bisa diperoleh informasi untuk keputusan administratif yang menyangkut lembaga seperti mempertimbangkan bagaimana "baiknya" sistem sekolah yang memiliki program karier tertentu. diperolehnya data dan informasi. untuk keduanya berlaku metodologi-metodologi yang mengandung kesamaan: ada kegiatan pengukuran dengan teknik testing dan "non testing". value judgement. Dengan demikian.untuk mempertimbangkan alternatif –alternatif keputusan" (Stufflebeam et al. Program itu. Bimbingan. administratif maka macam informasi yang diperlukan untuk bahan pengambilan keputusan itu pun bermacam-macam. orientasi. bahkan terhadap seorang siswa dengan masalah kariernya yang khusus dan khas. McDaniel (1956) dengan merujuk ke pendapat Kefauver dan Hand mengatakan bahwa penilaian itu pada dasarnya adalah proses menentukan nilai guna. 1975). umpamanya adalah menempatkan seorang siswa di suatu jurusan tertentu. di dalam Gibson & Mitchell. bagi seorang konselor yang berdedikasi profesi. misalnya adalah program itu diperbarui. PENILAIAN DAN PENELITIAN Pengertian penilaian perlu dibedakan dari pengertian penelitian. Masalah ditentukan oleh situasi. melakukan penilaian merupakan kebutuhan dan tujuan etis pribadi. atau sebagian program di suatu wilayah. Penggunaan penilaian telah disebutkan. atau diganti. dan yang terutama penilaian juga dapat dilakukan dengan menerapkan ancangan riset. atau diberlakukan atau disebarluaskan ke sekolah-sekolah atau ke daerah-daerah lain. siswa perorangan. dan penilaian suatu program bimbingan merupakan usaha untuk menentukan nilai dan kegunaan program itu. atau bagian tertentu suatu program. Hal ini mengingatkan. 6. reliabilitas. Hemphill (dalam Payne. bimbingan kelompok dan pengembangan ketrampilan pengambilan keputusan karier di suatu sekolah. 1981. yaitu untuk mengambil keputusan berdasarkan simpulan mengenai nilai-guna keseluruhan program atau sebagian dari program itu.. Diterapkannya pengendalian variabel secara 4. Secara umum. sebagai bentuk usaha pendidikan bisa mengenakan batasan-batasan umum penilaian ini. bagaimana kecakapan konselor yang mengelola suatu program bimbingan karier. Penelitian tidak peduli akan penggunaan dan kegunaan hasilnya untuk kemanfaatan praktis. dari uraian-uraian tentang pengertian penilaian di atas tersirat maksud atau fungsi penilaian.

dan pertimbangan penilaiannya berdasarkan isi kurikulum dan tujuan pembelajaran yang ditetapkan sebelumnya. bahkan kegagalan model riset selama ini. C. Penilaian dalam bimbingan lebih banyak menilai konselor dan pelayanannya daripada manilai klien. sangat rendah. biasanya digunakan guru untuk mengambil keputusan yang menyangkut siswa. Penilaian lebih luas dari asesmen. atau "benar" dan "salah" mengenai tingkah laku seorang siswa. dalam banyak hal. khususnya yang menyangkut siswa perorangan. penilaian pengajaran memberikan lambang sebagai simpulan atas perilaku siswa yang dinilai. Para peneliti di bidang bimbingan diperingatkan oleh Goldman (1978) mengenai kelemahan. E) atau pernyataan kualitatif (mis. "bagus". lulus atau gagal dalam ujian. konselor melihat klien dengan perilaku seperti adanya itulah kasusnya. Bisa juga dikatakan bahwa ini adalah penilaian yang dilakukan dengan pendekatan penelitian. Acuan penilaian dalam pengajaran adalah tujuan yang ditetapkan guru atau perancang berdasarkan isi dan tujuan kurikulum. umpamanya diperolehnya kemantapan dalam pengambilan keputusan karier pada diri klien. sampai 10. kasus yang menjadi tugas konselor untuk terus membantu klien menanganinya. Meski menerapkan metodologi riset. 6. Ini pada hakikatnya adalah usaha penelitian tetapi yang dilakukan dengan tujuan menilai suatu usaha atau proyek. Penilaian dalam bimbingan. Goldman (1978) Untuk bidang bimbingan dan konseling ia menyarankan agar penilai/periset melakukan studi di lapangan. Gabungan kedua konsep itu adalah kalau orang melakukan penelitian penilaian (atau riset evaluatif). Dalam penilaian dalam pengajaran ada pengertian "baik" dan "buruk". khususnya berkenan dengan soal-soal keketatan dan kemurnian. atau dampaknya pada suatu variabel terikat. 5. efektif) atau program bimbingan tidak berhasil. Dasar pertimbangan pemberian nilai adalah asesmen suatu bentuk pengukuran atas kinerja siswa. sedangkan penilaian konseling mengacu ke tujuan yang ditetapkan klien sendiri dengan bantuan konselor. menstudi atas individu daripada kelompok. atau merujuknya. berupa angka nilai (mis. "kurang"). naka suatu intervensi bimbingan karier dipandang sebagai variabel bebas dan dengan ancangan riset ingin dilihat hubungan. Kalau dalam konseling klien tidak memperlihatkan kemajuan tingkah laku menurut pengertian dan tujuan konseling klien masih "bermasalah"--. dan agar lebih mengandalkan ancangan kualitatif. B. atau dibatalkan. "cukup". dan penggunaan laboratorium secara acuan kelompok. dan sering dengan mengikuti model eksperimen psikologi. 7. apakah siswa naik kelas atau harus tinggal kelas. A. penilaian keefektifan program bimbingan banyak persamaannya dengan penilaian keefektifan pengajaran. atau 10 sampai 100). Penilaian dalam pengajaran berusaha melihat terjadinya perubahan perilaku siswa sebagai hasil belajar dan ini mengacu ke tujuan pembelajaran yang ditetapkan berdasarkantujuan kurikulum. huruf umpamanya (mis. umpamanya tidak bisa digunakan dengan pengertian seperti dalam eksperimen-eksperimen psikologi. atau lainnya. 7. Lambang-lambang penilaian ini dalam sistem yang berlaku. 3. D. tidak berlaku asas perampatan (generalisabilitas) pada penelitian. 8. Pengendalian variabel tidak secara ketat 4. Soal kontrol. Dengan model ini.2. khususnya terhadap layanan konseling. studi penilaian tidak akan seketat dan seformal penelitian-penelitian psikologi. Dalam hal program. Dalam praktik pengajaran yang lazim di sekolah-sekolah. Kalaupun ada. PENILAIAN PENGAJARAN DAN PENILAIAN BIMBINGAN Penilaian dalam bimbingan mesti juga dibedakan dari penilaian dalam bidang pengajaran. atau lambang lain. dan bukan menyimpulkan bahwa klien "tidak lulus konseling". Simpulan penilaiannya secara garis besar adalah program bimbingan berhasil (tujuan tercapai. PENILAIAN BIMBINGAN Penilaian Produk 427 . melibatkan subjek selaku rekan. Pengumpulan data sangat bergantung kepada keterlaksanaan pengumpulannya. tidak menilai siswa dalam arti dan penggunaan seperti dalam pengajaran. Demikian juga dengan keputusan programatik yang diambil berdasarkan simpulan penilaian itu : program diteruskan.

Penilaian Proses Sebaliknya. masyarakat sekitar. Sebagai sistem yang terbuka. ia bisa pula dilihat dari hubungannya dengan komponen-komponen lain. yang dapat diangkat untuk diterapkan di bidang bimbingan. Arti dari produk intervensi program akan diperoleh kalau itu ditilik dari sudut bagaimana produk itu dicapai. Disamping itu penilaian merupakan bagian dari suatu kegiatan sistem yang utuh. DPR atau penyandang dana pada umumnya-.Bimbingan merupakan satu sistem. misalnya semua siswa memiliki suatu tujuan karier tertentu. Mengikuti perkembangan model-model penilaian di bidang pendidikan. merupakan proses menentukan seberapa jauh tujuan program yang telah tercapai. Penilaian produk yang bersifat sumatif berguna untuk maksud menjawab tagihan dari luar. dalam hal ini mengubahnya ke arah sikap karier yang positif. Demikian juga ada berbagai model penilaian.juga dari diri konselor sendiri. khususnya penilaian program kurikulum dan pembelajaran. bukan kejadian sesaat atau yang berlangsung sekali jadi. misalnya keluarga. Penilaian proses. Sebagai suatu sistem. yaitu siswa dengan perilaku dan capaiannya. prosesnya dan keluarannya. tidak berhasil memilih sendiri jurusan yang cocok baginya? Faktorfaktor apa dalam proses bantuan yang menyumbang bagi mampunya atau tidak mampunya siswa menentukan pilihan? Misal: Program bimbingan karier SMA dimaksudkan agar. misalnya pada akhir suatu kegiatan yang panjang. industri. menilai dan menafsirkan informasi tentang kesempatan kerja. misalnya penilaian layanan. penilaian proses mencari penjelasan mengapa diperoleh suatu hasil seperti yang dapat diamati. Penilaian acuan keluaran ini memandang produk merupakan hasil akhir dari seluruh usaha intervensiyang telah diberikan tidak pandang apa yang terjadi atau dilakukan untuk menghasilkan produk itu. yaitu yang bertujuan memperoleh balikan mengenai kerja sistem untuk meluruskan kerja sistem dan untuk perbaikan kinerja apabila kinerja itu kurang baik. Penilaian sendiri pun suatu sistem. misalnya mempengaruhi sikap karier siswa. artinya bagaimana prosesnya. adalah jenis penilaian yang lazim dilakukan. Dalam penilaian produk. Ada berbagai pandangan mengenai segi bimbingan yang dinilai. 9. penilaian proses (formatif). atau yang berlangsung pada satu titik waktu. Kedua macam penilaian ini. goal-attainment model. apakah siswa mandiri dalam mencapai tujuan kariernya. seperti pengajaran dan sistem diluarnya. produk dan proses. Penilaian ini berguna untuk mengenali mana-mana dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan yang membuahkan hasil dan mana-mana yang tidak. dikembangkan oleh Tyler. Penilaian produk cocok benar untuk menjawab pertanyaan akuntabilitas karena hasil yang dicapai itu menunjukkan bahwa konselor telah mencapai apa yang ingin dicapainya. ia bisa ditinjau dari sudut masukannya. orang tua. 428 . Penilaian segi hasil berusaha mengetahui apakah tujuan program itu tercapai dan sampai seberapa jauh kalau tercapai. Lepas dari itu. Mengapa siswa pada akhirnya mampu memilih sendiri atau pada kejadian lain sebaliknya. sasarannya adalah menjadikan keluaran sistem. Dapat dipahami kalau penilaian yang menyeluruh akan mencakup segenap segi sistem. Misalnya. bisa dikenali beberapa yang termuka dari sekian banyak model yang ada. hakikatnya menilai apa yang terjadi waktu sistem dalam tahap pembentukan dalam rangka mencapai tujuan. Dengan kata lain penilaian produk berkenaan dengan soal akuntabilitas. penilaian program. Perilaku dan kinerja itu misalnya adalah siswa menguasai ketrampilan mencari. di samping itu menentukan tujuan-tujuan lain apa sebagai alternatif. Berdasarkan penilaian proses diambil keputusan untuk meneruskan sistem atau mengubahnya. penilaian hasil (sumatif). tidak hanya dua segi saja dari padanya. mencakup seratus persen siswa atau proporsinya kurang dari itu. atau dengan bantuan orang lain. masyarakat umum. penilaian itu suatu proses. juga disebut penilaian formatif. menetapkan jalur sekolah mana dan program kurikulum (jurusan) apa untuk mencapai tujuan itu. Penilaian pencapaian tujuan. Itu semua dipandang merupakan buah dari program layanan bimbingan yang telah diberikan kepada siswa. PROSES PENILAIAN PEMBIMBING Telah disebutkan bahwa penilaian itu ada beberapa macamnya.

4. melainkan kegiatan yang berkelanjutan atau berlangsung terus-menerus. PERUMUSAN TUJUAN DAN MASALAH KRITERIA PENILAIAN Tujuan penilaian perlu dirumuskan secara jelas dan spesifik. Dalam banyak kejadian. dan penilaian itu menerapkan ancangan penelitian (riset) atau studi – studi penilaian.1. 4. di samping kabur. Setiap model dikembangkan atas dasar definisi tentang penilaian yang diberikan oleh penganjurnya dan dikembangkan untuk maksud penggunaan tertentu. 8. 2. 1. penilaian atas program. Blocher (1987) mengenali delapan langkah dalam proses penilaian. Telah pula disebutkan bahwa penilaian itu ada bermacam-macam --penilaian atas layanan atau kegiatan. yang banyak terjadi adalah bahwa rumusan tujuan itu terlalu luas. Prosess dan Product ) yang dikembangkan oleh Guba dan Stufflebeam. Konsekuensinya. Demikianpun yang dimaksud dengan langkah-langkah penilaian itu khususnya adalah langkah-langkah penilaian program bimbingan. 4. Dapatkah dipahami kalau masing-masing mempunyai kekuatan di samping kelemahannya. 2. penilaian atas proses (disebut penilaian formatif). maka kesalahan itu tidak diketahui. Input. 6. Karena penilaian suatu program bimbingan dimaksudkan untuk memberikan dasar yang efektif untuk memeriksa seberapa jauh tujuan bimbingan tercapai. Demikian juga ada paham bahwa penilaian itu bukan peristiwa akhir kegiatan. Lepas dari adanya berbagai definisi dan model penilaian. atau "Memperbaiki ketrampilan pengambilan keputusan karier". 1. yang dengan langkah kesembilan (Brown dan Srebalus. evidensi) Mempertimbangkan kecocokan evidensi itu terhadap kriteria. Rumusan tujuan yang kabur itu misalnya "Meningkatkan rasa percaya diri menghadapi situasi dunia kerja yang penuh persaingan". 3. Jika penilaian baru dilakukan setelah rampungnya proses bantuan. tujuan program itu sendiri harus dirumuskan secara jelas dan spesifik. Di samping program. 5. atau terlalu umum. Ini berarti bahwa program itu melalui proses perancangan. 1988) menjadi : Mengenali tujuan penilaian dan keputusan yang akan diambil Menentukan siapa yang akan mengambil keputusan Menetapkan kriteria penilaian Menentukan sumber data Menentukan cara pengumpulan data Mengumpulkan data Menganalisa data Menafsirkan data dan malaporkan hasil Mengambil keputusan mengenai program berdasarkan simpulan penilaian Langkah-langkah proses penilaian tersebut di atas nyata berlaku untuk pelaksanaan penilaian yang sistematis. konseling dengan seorang klien itu tidak diketahui sebelumnya apa yang menjadi tujuan. 7. Inipun perlu dinilai keefektifannya. penilaian atas hasil (disebut penilaian sumatif). yaitu : Penilaian-penilaian konteks (context) Masukan (input) Proses (process) Hasil (product) Model lain yang juga sangat populer adalah model diskrepansi oleh Provus. kalau terjadi kesalahan selama berlangsungnya proses bantuan. Para pakar yang penganut paham ini berpendapat bahwa penilaian yang dilakukan pada akhir kegiatan itu usaha yang terlambat. juga ada layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling yang ditujukan kepada siswa individual. 10. 3. 2. atau bahkan muluk-muluk seperti "Menghayati peranan bimbingan karier dalam pengembangan sumber daya manusia berkualitas untuk menunjang pembangunan 429 . dan mencakup empat jenis penilaian sesuai dengan empat huruf akronimnya. 9. Masalahnya. 3. penilaian dalam bimbingan menurut McDaniel (1956) secara umum berlangsung mengikuti proses berikut : Merumuskan tujuan Menetapkan kriteria Mengumpulkan data (bukti. maka tujuan penilaian mesti diacukan ke tujuan program bimbingan yang dinilai itu. Model lain yang luas penggunaannya adalah model CIPP ( Context. Padahal seharusnya kesalahan yang terjadi segera diketahui dan langsung saja dikoreksi.

angka nilai rapor atau ujian nasional dari tahun ke tahun. Bagaimana para pengambil keputusan menetapkan bahwa suatu program berhasil atau gagal? Apa tolok ukur keberhasilan bahwa tujuan telah tercapai? Dapatkah dipahami adanya kesulitan dalam merumuskan kriteria ini mengingat sifat hakikat layanan bimbingan dan konseling. meningkatkan prestasi belajar. Shertzer & Stones. 7. jumlah kehadiran. 19) hal yang paling banyak menjadi bahan pembahasan dan kajian. hal yang tentu saja langka terjadinya. umpamanya untuk program penurunan kasus putus sekolah. Dalam keadaan demikian. tetapi secara umum itu bisa digolongkan menjadi dua. 2. penjurusan. frekuensi pergantian pekerjaan. jumlah atau proporsi jumlah siswa baru yang telah dites dengan berbagai alat ukur psikologi tiap tahun ajaran. menurunkan angka putus sekolah. kriterianya adalah meningkatnya proporsi jumlah mereka mereka yang 430 . Program dan layanan bimbingan ada berbagai macam. 19 . dan menentukan kriterianya berturut-turut adalah data berupa angka putus sekolah dalam kurun waktu tertentu.1. kelanjutan studi. pengetesan –dalam rangka layanan inventarisasi pribadi-. kalau suatu program bimbingan itu dinilai berhasil. banyak program bimbingan itu tidak murni kegiatan bimbingan. beberapa dari kriteria yang lazim digunakan dalam program bimbingan adalah : Keberhasilan kelak diperguruan tinggi Gaji dan pekerjaan kelak Penilaian kepuasan kerja Sedikitnya masalah yang dikemukakan Seberapa realistis cita-cita pendidikan dan pekerjaan Kriteria merupakan tolok ukur keberhasilan program. 2. tidak hanya konselor dan staf bimbingan saja. Di samping banyaknya faktor yang tersangkut di dalam kegiatan bimbingan seperti telah disinggung di muka. nasional". atau absensi siswa tiap kelas dan seluruh sekolah dalam semester. dan karena itu ia ditentukan dengan menjabarkannya dari rumusan tujuan berdasarkan nilai "kepantasannya". Kriteria keberhasilannya. 4. Program-program seperti artikulasi. 4. jumlah yang berhasil dibantu mendapatkan pekerjaan. membantu dalam penyusunan rencana pendidikan siswa. Nyata bahwa program bimbingan kuantitatif lebih mudah menilainya. dan pakar-pakar lain (diantaranya Gibson & Mitchell. dan lebih mudah menetapkan kriterianya. Program bimbingan biasanya merupakan bagian dari keseluruhan program sekolah. dengan kriteria apapun. 6. Contoh program yang disebut paling belakang –pemilihan karier bahkan melibatkan masyarakat luar sekolah juga. membantu tamatan dan mereka yang gugur mendapatkan pekerjaan. testing dan inventarisasi pribadi siswa baru. yaitu kuantitatif dan yang kualitatif sifatnya. mengingat sebab-sebab kebanyakan kasus putus sekolah selama ini dan mengingat keadaan kemasyarakatan dan taraf sosial-ekonomi orangtua murid pada umumnya dewasa ini. adalah kriteria. Rumusan tujuan seperti itu sedikit kegunaannya untuk maksud penyelenggaraan program dan memeriksa keberhasilannya karena terlalu umum sehingga tidak mungkin orang mengetahui apakah tujuan itu telah tercapai atau tidak/belum dan. seberapa jauh rencana pendidikan diwujudkan. Program bimbingan kuantitatif itu umpamanya adalah yang bertujuan: 1. 3. karena adanya sejumlah masalah. pencegahan kasus putus sekolah. 5. daripada yang kualitatif. keberhasilan itu berkat daya upayanya sendiri. adalah persentase yang menurun dari sepuluh persen menjadi lima persen dalam kurun waktu lima tahun. khususnya orangtua dan masyarakat industri. meningkatkan presensi siswa di kelas. informasi dan pemilihan karier. Kriteria dipergunakan sebagai dasar mengambil keputusan atau menarik simpulan penilaian. Dari langkah-langkah proses penilaian yang disebutkn McDaniel dan Blocker. 5. sukarlah petugas bimbingan mengklaim bahwa. Program berhasil penuh apabila tercapai angka nol persen. seandainya tercapai. Kriteria dipergunakan sebagai dasar mengambil keputusan atau simpulan penilaian. Menurut Shertzer & Stones (19).atas semua siswa baru. Untuk tujuan program seperti bantuan mendapatkan pekerjaan bagi para putus sekolah dan tamatan. Dasar untuk menetapkan keberhasilan program. 3. Kriteria erat kaitannya dengan tujuan. Untuk tujuan-tujuan seperti ini penetapan kriterianya jelas. merupakan program bersama yang melibatkan seluruh staf sekolah. membantu dalam perencanaan karier. seberapa jauhkah itu. berarti tolok ukur pencapaian tujuan.

Kedua. banyaknya jabatan yang dipegang. Strang (1963) menyarankan diterapkannya gabungan kriteria. Dan ketiga. Realistiskah tujuan itu? Pemberi layanan tidak bisa menetapkan tujuan yang tidak realistis. 1956). 1985). yaitu menyangkut validitas tujuan itu sendiri. umpamanya membantu siswa yang putus sekolah dan tamatan mendapatkan pekerjaan. Penetapan tujuan di bidang pekerjaan seperti ini dapat menimbulkan masalah. Tujuan yang mudah umpamanya adalah mencegah para siswa bunuh diri karena gagal mendapatkan pekerjaan barangkali akan tercapai hampir seratus persen-. yaitu pada bantuan dalam mengadaptasi pengalaman belajar sehingga memenuhi kebutuhan siswa dan selaras dengan ciri pribadi siswa. bukan angka nilai melainkan tingkah laku dan sikap dalam berlangsungnya proses belajar yang lebih diutamakan : sikap positif terhadap belajar.sementara tujuan yang berat mencapainya. agaknya dipertanyakan tercapainya dalam konteks keadaan dunia karja di negara kita dewasa ini. apa yang perlu dipertimbangkan dalam penetapan kriteria penilaiannya adalah bahwa putus sekolah itu terjadi karena berbagai faktor penyebab. untuk ilustrasi. dan persiapannya untuk bekerja. sehingga dilupakan cara atau proses begaimana nilai itu dicapai. sikap siap dan ulet menghadapi tantangan. Seharusnya. dan kemampuan menahan diri. di dalam diri dan di luar diri pebelajar. Dalam hal yang disebut belakang. pernyataan berkurangnya masalah hubungan kerja yang dialami karyawan. untuk berprestasi. atau "tepat" menurut konselor belum tentu "cocok". antara yang mudah mencapainya dan yang penuh tantangan dan amat susah mencapainya (Posavac & Carey. hal yang banyak terjadi di jenjang pendidikan dasar : anak meninggalkan sekolah karena harus bekerja mencari nafkah untuk membantu kelangsungan hidup keluarga. yaitu banyaknya jabatan yang dipegang. Sebab-sebab lain terjadinya putus sekolah adalah kurangnya motivasi belajar. kurangnya informasi pendidikan dan informasi karier. Dalam hal program penurunan kasus putus sekolah. Dalam contoh kriteria yang pertama. Dalam pembelajaran. kriteria keberhasilan sebesar 60 persen dari jumlah siswa saja. harus bisa dinyatakan dalam bentuk tingkah laku dalam berbagai tingkat : dari pernyataan verbal sampai tingkah laku konkret dalam situasi nyata. petugas Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). termasuk membantu mengatasi masalah pribadi yang mempengaruhi belajar. guru budang studi. peranan bimbingan dan konseling bersifat tidak langsung. alasan mengapa orang menanggalkan jabatan itu. di mana berlaku sistem pilihan. kurangnya pemahaman diri. atau kalau diperguruan tinggi. itu sendiri antara konselor dan siswa –apa yang "cocok". dan dilupakannya esensi dasar. dalam menciptakan kondisi emosional belajar yang mendukung. penyesuaian emosional. tidak bisa diketahui berdasarkan data hasil ukuran langsung tercapainya sifat-sifat kepribadian tersebut. dan dalam memotivasi siswa untuk belajar. pustakawan sekolah. Tujuan seperti itu. keberhasilan belajar itu bergantung pada banyak faktor. lamanya jabatanjabatan itu dipegang. Banyak dari tujuan bimbingan yang kriteria penilaiannya dibahas ini adalah tujuan keseluruhan program-program sekolah sehingga menjadi tujuan dan kepentingan bersama seluruh petugas pendidikan di sekolah –tidak hanya kepentingan petugas bimbingan-. penunaian fungsi adaptif (McDaniel. demi objektifnya. Ada soal lain yang mesti juga diperhatikan berkenaan dengan penggunaan kriteria objektif untuk menilai hasil guna program dan layanan bimbingan. bisa juga konselor tergoda membantu siswa/klien untuk memilih jurusan yang "mudah". Mengenai tujuan dan kriteria dalam penilaian program bimbingan karier banyak ahli mengemukakan keberatannya. kepuasan kerja. laporan atasan mengenai kecakapan pekerja. Penyebab yang banyak disebut-sebut adalah faktor keuangan atau sosialekonomi orang tua. Kriteria-kriteria itu umpamanya adalah "kecocokan" atau "tepatnya" tujuan karier yang di pilih. yaitu kriteria penyesuaian vokasional dan penyesuaian pribadi.seperti guru kelas. Salah satu kriteria yang banyak digunakan di sekolah adalah meningkatnya angka nilai hasil belajar siswa. penilaian atasan. Ihwalnya menjadi soal penetapan tujuan. 431 . Pertama adalah adanya keberatan kalau meningkatnya angka nilai itu menjadi tujuan pokok. "ketepatan". Diatas telah disebutkan tentang adanya ketidakpuasan para ahli untuk kriteria di dalam penilaian bimbingan karieryang biasa dipergunakan. killer". yaitu belajar. untuk memilih mata-mata kuliah yang "mudah" atau yang dosennya bukan yang dijuluki "pembunuh. Tujuantujuan bimbingan yang sifatnya kualitatif seperti meningkatnya sifat-sifat penyesuaian sosial. dipertanyakan mengenai kesesuaian "kecocokan". menurut siswa. sikap klien terhadap layanan konseling dan perubahan dalam pekerjaan.mendapatkan pekerjaan dalam sekian tahun. atau "tepat". dan sebagainya. gaji yang diterima.

Ini pun bertingkat : dari tingkah laku sebagai pengalaman tidak langsung di sekolah sampai pengalaman langsung di latar luar sekolah. Untuk itu sistem terus memerlukan balikan.. dapat dinyatakan secara operasional dalam tingkah laku orang untuk bekerja sama dengan orang lain. guru.dan sistem-sistem di luarnya. penetapan tujuan suatu program bimbingan. atau menghargai pendapat orang lain sementara ia tetap mempertahankan pendapatnya sendiri. Untuk kriterianya. adalah menurut Kurikulum SMA 1984. PENGORGANISASIAN PENILAIAN PROGRAM BIMBINGAN Demi keberhasilannya. dan wujud tingkah lakunya adalah siswa menyebutkan. Berbeda halnya dengan bidang pengajaran. vokasional dan sosial (Bardo et al. media. secara lisan atau tertulis. dan itu diperoleh dari pelaksanaan penilaian. tujuan itu umpamanya. sifat dan ketrampilan orang yang diperlukan agar ia bisa berfungsi secara efektif di dalam kelompok. memerlukan pengorganisasian yang seksama. guru dan lembaga (sekolah). Kapabilitas yang diharapkan akan dipertunjukkan siswa adalah dari ranah informasi verbal (Gagne. orang. umpamanya. apalagi konseling. 11. masukan. 1978). Kriteria untuk tujuan ini. Di dalam penyelenggaraannya program mesti mendapat dukungan dari seluruh staff –konselor sendiri. Seperti yang telah dikemukakan. Penyelenggaraan penilaian memerlukan pengaturan mengingat bahwa penilaian itu sendiri merupakan satu sistem. artinya terus berubah dan memerlukan pengubahan sesuai dengan kebutuhan. yaitu berupa Garis-garis Besar Program Pengajaran (GBPP). sementara untuk bimbingan. hal yang tidak dijumpai pada pekerjaan guru atau perancang sistem pembelajaran ketika merumuskan tujuan pembelajaran dan menetapkan kriteria penilaiannya. "Diberikan persyaratan untuk jurusan-jurusan A1. prosedur. Apa yang baru disebutkan di atas adalah justru yang menimbulkan kesulitan. tidak saja kebutuhan siswa tetapi juga kebutuhan orangtua murid. pelaksanaan penilaian program bimbingan. umpamanya sekurang-kurangnya 80 persen semua siswa mampu mengenali mata-mata pelajaran dan nilai prestasi belajar yang dipersyaratkan untuk setiap jurusan. "Siswa mengenali faktor-faktor kesulitan (atau penghambat) dalam menjalankan dengan baik tugas pekerjaanpekerjaan yang dipertimbangkan untuk dipilihnya". proses. Penilaian perlu dilakukan atas kinerja program bimbingan mengingat bahwa program itu merupakanproses yang dinamis.Penyesuaian sosial. Contoh tujuan ranah edukasional. yang mendasari pelaksanaannya. sistem yang terbuka. tidak statis. 1988). ada tiga jurusan dan baru dimulai di kelas tiga yaitu IPA-Matematika. Program bimbingan itu sendiri merupakan satu sistem organisasi yang kompleks mencakup tujuan. Setiap konselor mesti mengembangkan sendiri rumusan tujuan program yang sesuai dengan kebutuhan. Sebagai contoh pengertian penyesuaian dan kebahagiaan berbeda bagi kepala atau pimpinan (eksekutif) dan bagi buruh. Bimbingan dan konseling berbeda dengan pembelajaran dalam arti bahwa untuk kegiatan yang disebut belakang ada kurikulumnya. Sudah barang tentu tolok ukur mutakhirnya adalah dapat diamatinya tingkah laku siswa yang berucap itu di dalam situasi nyata. 432 . Menurut Kurikulum SMA 1994. termasuk penilaian program bimbingan karier. dan hal-hal bukan orang yang tersangkut di dalamnya seperti alat. Dalam ranah vokasional (karier). staff lain sekolah. 90 persen siswa mampu menyebutkan pengetahuan tentang kendala akademis dan fisik dalam menjalankan tugas pekerjaan-pekerjaan yang dipilih. dan sudah barang tentu pimpinan sekolah. Tujuan khusus pembelajaran suatu pokok bahasan dalam sistem sekolah yang berlaku dirumuskan dengan jalan menjabarkannya dari tujuan umum yang terdapat di dalam kurikulum (GBPP). penilaian itu proses yang berkesinambungan. dimulai di kelas dua. A2. aturan-. ataukah berkat faktor-faktor lain mengingat banyaknya faktor atau variabel luar yang ikut main didalamnya. Bardo dan rekan-rekannya menyarankan digunakannya ranah Wellman dalam menetapkan tujuan dan kriteria. apalagi berkat usaha bimbingan dan konseling. tidak bisa diharapkan sama bagi semua konselor. Dalam hal tingkah laku di latar luar sekolah. (Jurusan di dalam contoh ini. adalah sulit memastikan apakah kalaupun terjadi tingkah laku bekerja sama yang dikehendaki hal itu seratus persen berkat usaha pendidikan sekolah. Tujuan itupun harus diselaraskan dengan keadaan dan kondisi yang berlaku di samping disesuaikan dengan waktu. A3 dan B siswa mengenali mata-mata pelajaran dan prestasi hasil belajar yang dipersyaratkan dalam mata-mata pelajaran itu untuk setiap jurusan". tidak ada apa yang bisa disebut "kurikulum bimbingan". yang sampai waktu ini masih ditetapkan secara nasional dan berlaku lebih kurang sama bagi seluruh sistem. IPS dan Bahasa). Ranah-ranah tujuan itu adalah edukasional.

Langkah-langkah itu menunjukkan adanya tahapan pelaksanaan (eksekusi) penilaian. segala pengaturan dibuat sedemikian rupa sehingga penilaian itu merupakan bagian dari kegiatan sehari-hari. Pembentukan struktur organisasi. Persyaratan dan tuntutan dunia industri terus berkembang dan ini harus dipertimbangkan tim penilai untuk menentukan tolok ukur keberhasilan program bimbingan karier. Hollis dan Hollis (1978) mengenali adanya tiga tahapan besar di dalam usaha penilaian program bimbingan : 1. dan keorganisasian usaha penilaiannya. Begitulah. Pada tahap pembentukan organisasi ini. itu berarti bahwa telah dilakukan persiapan-persiapan untuk melaksanakan keputusan yang telah diambil.Di lingkungan sekolah. Dengan kata lain. khususnya akuntabilitas bimbingan karier. Pelaksanaan studi penilaian dan 3. Menilik sifat keorganisasian program. Sesuai dengan lingkup dan tujuan buku ini. Selanjutnya ini berarti soal pengelolaan program penilaian. 2. Di bagian muka telah disebutkan adanya langkah-langkah dalam proses penilaian. Kegiatan-kegiatan yang tercakup di dalam tahapan ini (Hollis & Hollis. Maksud pengorganisasian ini adalah menyiapkan segala sesuatunya sehingga penilaian nanti bisa terlaksana dengan lancar dalam mencapai tujuannya. PEMBENTUKAN STRUKTUR ORGANISASI Yang dimaksud dengan organisasi yang strukturnya dibentuk di sini adalah organisasi penilaian. Demikian juga. dapat dibayangkan bahwa ada tahapan besar yang lain sebagai tindak ikutan. Pelaksanaan rekomendasi. hendaknya berjalan seperti biasa. Perkara akuntabilitas ini akan dibahas lebih lanjut di bagian belakang. tahapan dan kegiatan-kegiatan dalam rangka penilaian itu berlaku juga untuk penilaian layanan bimbingan karier. Dalam rapat-rapat tim atau kepanitiaan penilaian untuk merumuskan tujuan penilaian. yaitu keputusan untuk melakukan penilaian. 12. serta perhatian yang perlu dicurahkan untuk mencapai tujuan program maka di sini ada soal pengelolaan. Yang dimaksud adalah pengelolaan program bimbingan pada umumnya. umpamanya hal-hal yang mesti diperhatikan adalah bagaimana perkembangan dunia industri dan dunia usaha. seperti pemberian informasi. tidak sampai terputus atau terganggu. Sebagaimana tersirat dari uraian di muka. Ini selanjutnya mengasumsikan bahwa telah ada. layanan-layanan yang lain. seperti yang juga telah disebutkan. konseling. Kalau hal ini dikaitkan dengan pengertian tentang penilaian dan maksud diselenggarakannya penilaian. paham tentang penilaian ini berkaitan erat dengan paham tentang akuntabilitas pendidikan dan bimbingan. khususnya pengelolaan program bimbingan karier. sebagai contoh. teknik-teknik pembentukannya mesti diacukan ke bimbingan karier. atau tersusun suatu organisasi yang rapi demi keberhasilannya. demikian juga dalam tahapan-tahapan kedua dan ketiga. hal penting dalam tahapan ini. Apakah penilaian itu ditujukan kepada penyelenggaraan bimbingan karier sebagai suatu program yang berdiri sendiri atau itu merupakan bagian dari suatu program bimbingan yang lebih besar. Dalam tahapan persiapan ini. penyelenggara program bimbingan harus dapat mempertunjukkan kinerjanya sebagai pertanggungjawaban misinya kepada badan pemberi tugas dan lebih-lebih pemberi dana. dan wewenang dari pimpinan (h) Membangun jalinan komunikasi pribadi di antara semua staf yang terlibat di dalam penilaian. Dalam tahapan ini perlu dilakukan kunjungan untuk b) 433 . waktu. yang penting di antaranya adalah perumusan tujuan dan penetapan kriteria. termasuk penilaian di waktu yang akan datang (g) Mendapatkan dukungan berupa uang. 1978) adalah : (a) Merumuskan tujuan layanan penilaian Menunjukkan siapa yang menjadi koordinator layanan (c) Menentukan siapa-siapa yang akan diikutsertakan di dalam layanan dan apa tugasnya masing-masing (d) Membangun kesiapan pihak-pihak yang tersangkut dalam penilaian yang akan diselenggarakan dan kesiapan akan perubahan-perubahan yang mungkin bakal terjadi (e) Menentukan batas lingkup yang akan dinilai (f) Menentukan jadual penilaian. adalah menerapkan pengertian-pengertian dan asas-asas umum penilaian untuk bidang bimbingan karier. tahapan-tahapan itu berlaku. yaitu pengambilan keputusan berupa rekomendasi hasil penilaian.

setelah berakhirnya program. seminggu sekali selama satu kuartal. Menerapkan kriteria terhadap data dan menafsirkannya 7. Kegiatan itu umpamanya siswa-siswa mengikuti pengalaman belajar langsung di bidang karier. 13. atau sekolah setempat pada suatu waktu. Perbandingan bisa juga dilakukan terhadap norma dari sejumlah kelompok. dan (c) Metode "Bagaimana Kedudukan Kita Sekarang" (a) Metode Sebelum-dan-Sesudah Berusaha mengetahui kemajuan yang dibuat siswa setelah mengikuti suatu kegiatan program. dan pada segala waktu.dan dilakukan setelah segala sesuatunya mustahil. Kegiatan-kegiatan di dalam tahap ini (Hollis & Hollis. Mengumpulkan data. Menentukan tim penilai (tim inti) dan pihak-pihak pembantu (nara sumber informasi dan konsultasi) 4. 9. Termasuk juga di sini kunjungan survei dan konsultasi ke instansi dan dunia industri untuk memperoleh pandangan yang akan dijadikan dasar untuk penetapan tujuan penilaian. Jadi tidak ada pengertian "tujuan bersama" yang berlaku untuk semua sekolah di semua tempat atau wilayah. Menyebarluaskan temuan atau hasil penilaian kepada pihak-pihak yang berkepentingan Seperti yang telah disebutkan di bagian muka. yaitu : (a) Metode Sebelum-dan-Sesudah (b) Metode Perbandingan. 1978) mencakup : 1. METODE PENILAIAN Penilaian program bisa dilakukan dengan berbagai metode. dengan berbagai teknik dan metode 5. PELAKSANAAN STUDI PENILAIAN Ini adalah inti kegiatan –pelaksanaan studi penilaian sendiri-. Menyusun rancangan studi. Rumusan tujuan ini hendaknya jelas dan spesifik. Merumuskan tujuan studi 2. Menarik simpulan dan implikasi 8. atau lebih baik pemahamannya tentang pekerjaan yang diamatinya secara langsung itu. Demikian juga. tidak umum. Menyusun rekomendasi. apakah program diteruskan (kalau berhasil baik) atau diubah/disempurnakan bahkan dihentikan. artinya mesti didasarkan pada kebutuhan lembaga. termasuk menentukan kriteria dan teknik studi penyusunan 3. Rasio konselor- 434 . misalnya mereka lebih realistis dalam pilihan karirnya. (b) Metode Perbandingan Dilakukan dengan membandingkan sekelompok siswa dengan kelompok-kelompok lain. 14. Menyusun data yang terkumpul 6. Penilaian berusaha melihat kemajuan yang dicapai siswa.observasi dan konsultasi ke sekolah-sekolah yang diketahui berhasil dalam pelaksanaan penilaian di bidang bimbingan karier. Di samping itu perumusan itu hendaknya berdasarkan kesepakatan bersama antara yang memberikan layanan dan pihak yang menerima layanan. Hal penting lain yang perlu diperhatikan adalah bahwa tujuan dan kriteria keberhasilan itu hendaknya dirumuskan sejak semula. dari antara kegiatan-kegiatan tahap kedua ini yang bersifat sentral adalah perumusan tujuan dan penetapan kriteria. Tujuan dan kriteria bersifat khas. semua pihak yang tersangkut mesti mengorientasikan kegiatannya kepada tujuan. Gibson dan Mitchell (1989) menyebutkan tiga. Segala usaha dan teknik serta alat mesti diacukan ke pencapaian tujuan. dalam hal ini melakukan pengamatan lapangan.

dilakukan modifikasi terhadap bagian-bagian tertentu atau keseluruhannya. dalam hal ini perbandingan bukan dilakukan terhadap kelompok lain. atau kejadian lebih awal lagi. yaitu hanya mencakup bantuan yang berlangsung di dalam hubungan satu-satu. PENILAIAN KEBERHASILAN KONSELING Konseling karier merupakan inti kegiatan bimbingan. lokakarya. Konseling karier dinilai terlalu sempit. Konseling juga dinilai mahal karena hanya mampu manangani klien dalam jumlah yang terbatas sehingga kurang berguna untuk jumlah siswa yang banyak di lembaga yang besar. Keputusan pertama –program diteruskan-menyiratkan keberhasilan program sedangkan keputusan terakhir --program dibatalkan-menggambarkan kegagalan program. seperti yang telah disebutkan di muka merupakan proses yang berkelanjutan dan berlangsung sejak saat pertemuan pertama kali konselor-klien terjadi. antara konselor dan klien. 15. dan inventori arahan-diri (self-directed inventory). terjemahan). Atas dasar kriteria disusun skala penilaian. yang ragu-ragu dalam memilih karier. pelayanan dan kegiatan bimbingan hendaknya berjalan seperti biasa. Demikianlah penilaian intervensi karier ini mencakup tidak saja penilaian atas layanan bantuan individual diadik (antara dua orang) yang tradisional tetapi juga atas siasat-siasat bantuan lain yang luas seperti metode kelompok. Di dalam pustaka di waktu akhirakhir ini dibedakan antara konseling karier dan intervensi karier (Spokane 1991). yang secara umum mengalami masalah. Penilaian-hasil mengukur hasil yang dicapai sesuai dengan tujuan: membantu mengenal dan memahami diri. atau bahwa program itu tidak perlu lagi diselenggarakan. melainkan dengan kriteria tertentu atau standar yang ditetapkan dan diterima. modul pembelajaran diri. Tujuan dan tolok ukurnya di sini adalah tujuan rekomendasi itu sendiri. mengubah tingkah laku klien yang maladaptif. apa yang terjadi sebelum pertemuan konselor-klien. misalnya harus diubah atau disempurnakan. Dalam wawancara konseling terhadap seorang klien dilakukan penilaian untuk mengetahui apakah tujuan intervensi diadik ini telah tercapai : mengenal kekhasan dirinya (demikian juga kekhasan orang lain). daftar cek. yang tidak mampu menyusun rencana karier. 1991. keragu-raguan pilihan kariernya hilang. 17. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah bahwa selama pelaksanaan rekomendasi. atau dibatalkan sama sekali. Bahkan. dan berupa "setiap kegiatan yang tujuannya adalah meningkatkan kemampuan individu membuat keputusan karier yang lebih baik" (Spokane. kegiatan-kegiatan dalam tahapan ketiga ini yang disesuaikan dengan yang dikemukakan Hallis dan Hallis (1978): (a) Menyusun kerangka prosedur untuk pelaksanaan rekomendasi (b) Memperoleh persetujuan dari pihak-pihak yang berwenang untuk melaksanakan rekomendasi (c) Menunjuk koordinator selaku penasihat pelaksanaan rekomendasi (d) Mengikutsertakan orang-orang yang tersangkut untuk membantu pelaksanaan rekomendasi (e) Menyusun prioritas dan jadwal dalam pelaksanaan rekomendasi (f) Mengikuti pelaksanaan rekomendasi untuk melihat pengaruhnya (g) Menyusun laporan kegiatan Kegiatan (f) mengandung arti bahwa pelaksanaan rekomendasi sebagai hasil penilaian itu sendiri terkena penilaian.siswa suatu sekolah bisa dibandingkan dengan ratio rerata konselor-siswa sejumlah sekolah di suatu daerah untuk menilai apakah jumlah konselor di sekolah itu memadai. tingkah lakunya berubah menjadi adaptif –secara umum masalahnya masalahnya terpecahkan. MENERAPKAN REKOMENDASI Telah dikemukakan bahwa maksud dilakukannya penilaian terhadap program bimbingan adalah untuk memperoleh bahan guna mengambil keputusan berkenaan dengan program itu: apakah akan diteruskan. Perkecualiannya adalah kalau kegiatan atau bagian kegiatan itu yang terkena rekomendasi. rencana kariernya mampu disusunnya. 16. yaitu sejak klien diterima petugas resepsionis. hal. (c) Metode Kedudukan Sekarang Pada dasarnya menerapkan perbandingan juga. kegiatan kelas. yaitu 435 . Paham lain mengatakan bahwa penilaian konseling hendaknya. disempurnakan. kuesioner untuk mengukur pelaksanaan program. Intervensi karier lebih luas cakupan layananya. Dengan mengabaikan kemungkinan keputusan terakhir.

yang mesti saya lakukan?" kemudian tuturnya menjadi "Saya rasa sebaiknya saya ikut kerja magang". Dengan begitu penilaian masuk menjadi satu dalam bagan arus proses konseling yang dimulai dari penetapan tujuan sampai pengakhiran konseling. Tanda-tanda kemajuan yang lain. mau bertanggung jawab. menepati janji pertemuan. atau disarankan. Penilaian dilakukan dengan menghitung banyaknya respons positif dan respons negatif yang muncul.pada diri klien dan pada masalah yang dibawanya ke konselor.kalu ia rujuk-. Respons negatif yang dimaksud itu umpamanya berupa ucapan-ucapan seperti. "Ayah selalu bilang. atau menunduk terus menerus). Ucapan-ucapan klien yang negatif menggambarkan berbagai sikap yang tidak dikehendakiseperti membela diri. misalnya dari koran. umpamanya siswa berbicara dengan tatap muka langsung (semula berpaling-paling ke kanan ke kiri. Pak?". tidak percaya diri. mandiri (mengambil keputusan sendiri. menurut Ibu?". Sebaliknya dari apa yang baru disebutkan. tujuan itu umpamanya "siswa mencapai nilai rata-rata paling kurang 7 untuk bidang studi syarat masuk jurusan mesin (di SMK)". mengutik diri. terusmenerus. lalu bagaimana selanjutnya. klien mulai mau bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri. Setelah memperoleh petunjuk dari ucapan-ucapan klien bahwa klien membuat kemajuan –mulai memahami dirinya. meski mungkin itu keputusan kecil. Bu?". "Apakah ditolaknya lamaran kerja saya tidak karena keterlambatan saya memasukkan surat lamaran?". mengembangkan pemahaman mendalam atas situasi masalahnya--konselor mencari petunjuk lebih lanjut mengenai kelangsungan kemajuan itu dan seberapa jauh. merupakan hasil patungan konselor-klien. atau mula-mula. 436 . mengambinghitamkan orang. ke perpustakaan. dan bagaimana dia dirujuk bisa berpengaruh –baik atau buruk-. atau "siswa memperoleh pekerjaan". kebergantungan. "Setelah membuat surat lamaran kerja. menunjukkan bukti-bukti adanya pertumbuhan. Bu. kemajuan atau tidak. percaya diri. "Kok saya ini serba salah. "Jurusan apa. atau seberapa banyak kemajuan itu. PENILAIAN DALAM KONSELING SISTEMATIS Di dalam konseling sistematis (Stewart et al. Jadi. penilaian kemajuan konseling berarti penilaian atas hasil. Siswa yang mula-mula berkata. "Saya ini bagaimana. Apa yang seharusnya saya perbuat?" kemudian berucap. penilaian berlangsung saat demi saat. Ini dapat dijadikan petunjuk terjadinya kemajuan tingkah laku. matang. sehingga merupakan suatu proses berkelanjutan. yang makin bertambah (McDaniel. misalnya seorang pekerjayang sukses). bukan suatu kegiatan yang terlepas. Penilaian proses ini dilakukan dengan mempelajari rekaman pembicaraan dengan klien untuk memperoleh petunjuk apakah telah terjadi perubahan tingkah laku. sebenarnya "konseling" sudah berlangsung. yaitu konseling. ucapan klien. yaitu setelah konseling selesai. yang sebaiknya saya ambil?". Bu. Jika pembicaraan dibatasi pada intervensi yang pokok. "Apa. hal itu mengingat bahwa konseling terjadi di dalam situasi antar hubungan konselor-klien sehingga apa yang terjadi pada diri klien. Mengenai yang disebut belakangan.tatkala rujukan dibuat. atau "siswa menentukan pilihan kerja tentatif". dan ditujukan tidak saja kepada klien tetapi juga kepada konselor sendiri. Konselor yang peduli akan keberhasilan bantuannya sejak awal pertemuan memperhatikan apakah klien memperoleh kemajuan selama berlangsungnya wawancara. Diperoleh kemajuan kalau respons negatif yang pada mulanya sering dilakukan makin lama makin berkurang dengan digantikannya respons-respons yang positif. 1978). ke seorang nara sumber. mengelak dari tanggung jawab. dan kebiasaan saya suka menunda-nunda. Pak". Dari wawancara seorang klien tersirat pemahaman dirinya dan seberapa jauh telah berkembangnya pemahaman mendalam akan masalahnya dan situasi di mana dirinya berada. dinilai untuk dilihat kecocokannya dengan keseluruhan tujuan konseling. menggambarkan pemahaman diri dan penerimaan diri. saya ini tidak becus". masalah klien bisa menjadi ringan atau malah bertambah berat oleh pengalaman prakonseling itu. penilaian atas prosesnya adalah penilaian atas isi wawancara yang sedang berlangsung. Di dalam konseling karier. "Itu bukan salah saya. setiap apa yang terjadi. yang dilakukan pada tahap akhir. 1956). "Kerja saya lamban. ya". "Saya sebetulnya mau belajar. dan mungkin hanya berupa pertanyaan verbal). "Apa yang dapat saya lakukan?". "Apa yang harus saya perbuat. Penilaian merupakan bagian dari keseluruhan proses konseling sendiri. Ini yang barang kali menyebabkan keterlambatan saya". Setiap langkah konseling. 17. atau "siswa membina hubungan baik dengan teman-teman kerja kelompok". Bu. Bagaimana klien diterima oleh petugas resepsionis. tetapi … (teman saya sekamar kos selalu mengganggu" –dan 'tetapitetapi' yang lain)". mencari/menemukan sendiri informasi jabatan yang diperlukannya (tanpa disuruh.

Setelah penetapan tujuan. laporan atau informasi dari pihak-pihak seperti guru. dimintai pertanggungjawaban. menggunakan format pelaporan tertentu atau daftar cek kemajuan. Penilaian tindak lanjut Ada beberapa cara penilaian tindak lanjut yang dapat dilakukan. seperti halnya istilah penilaian. 18. Jika tercapai. penilaian terus berjalan untuk mamantau bagaimana kinerja klien selanjutnya seusai konseling. terkena tuntutan akuntabilitasdari masyarakat luas dari mana ia memperoleh peranannya dan dari mana siswasiswa yang dilayaninya berasal.merasa terpanggil untuk selalu memberikan yang terbaik bagi kliennya. Di dalam bahasa inggris pun.Membandingkan kinerja dengan tujuan : hasil perbandingan adalah apakah tujuan tercapai atau tidak. kata accountability 437 . akuntabilitas bisa diindonesiakan. 19.Melihat kemajuan : apakah ada. dan seberapa banyak 3. dan proses berjalan ulang dari tahap itu ke tahap-tahap selanjutnya.Merekam kinerja : merekam secara tertulis taraf kinerja klien sekarang dalam mengatasi masalahnya 2. Berkinerja karena adanya akuntabilitas menjadi panggilan etis pribadinya. Bagi sebagian orang. bagi mereka penilaian mengandung konotasi negative. dengan mempelajari dokumen-dokumen atau data atau bahan tertulis yang ada mengenai klien itu. bahkan ketakutan –orang cenderung tidak suka atau takut dinilai. di Indonesia dewasa ini. PENGERTIAN AKUNTABILITAS Secara singkat. data kehadiran mengikuti pelajaran. atau wawancar). Penilaian pascakonseling. Jika tujuan tidak tercapai. orang tua. termasuk tujuan-tujuan antara. apalagi bimbingan. Meskipun demikian. apakah cukup kuat. Ia terus-menerus mengusahakan peningkatan kemampuan profesional dirinya demi peningkatan mutu layanan bantuannya. menimbulkan semacam alergi.Di dalam konseling sistematis. istilah akuntabilitas sendiri. SISTEM AKUNTABILITAS BIMBINGAN Di muka telah disinggung perihal akuntabilitas. dari kajian pustaka ternyata bahwa pengertian akuntabilitas tidak sesederhana yang mungkin dikira orang. proses konseling. keputusan berikut bisa pengakhiran konseling atau konseling lebih lanjut (karena berkembang tujuan lain. yang diberikan arti pertanggungjawaban. dan program-program bimbingan yang dikembangkannya. seperti nilai rapor. Krumboltz (1974) mengatakan. meskipun sebenarnya terjadi juga masalah akuntabilitas pendidikan ini. Langkah-langkah pemantauan perilaku klien pascakonseling bermaksud melihat apakah klien menjalankan keputusan yang dibuatnya sebagai hasil konseling atau apakah ia terus membuat kemajuan. demikianpun riset menunjukkan (Prazak. dan langkah-langkah yang berkaitan seperti penentuan siasat dan langkah-langkah. kurang disukai. yaitu pemeriksaan atas motivasi untuk mencapai tujuan yang semula ditetapkan. konselor yang kuat nurani profesinya –seperti telah disinggung di muka-. yaitu tujuan ikutan atau tujuan yang baru sama sekali). Meski kedengarannya sudah jelas. yaitu dengan melakukan pengamatan langsung atas perilaku klien. Hal ini mengingat bahwa ada kemungkinan sehabis konseling yang berhasil klien kembali ke pola perilaku lama yang tidak adaptif. Dengan demikian ia merasa bahwa dirinya. Kalau konseling berakhir dan tujuannya tercapai. konselor dan klien kembali lagi ke tahap yang lebih awal (sebelumnya). proses penilaian kinerja klien itu adalah : 1. berlangsung mengikuti runtunan langkah yang terpetakan di dalam bagan arus. pengertian dan hubungannya dengan penilaian. dan penilaiannya. akuntabilitas itu bermanfaat bagi konselor dan oleh karena itu konselor perlu berusaha untuk membangun suatu sistem akuntabilitas yang akan berguna bagi dirinya sendiri selaku profesional. dengan begitu bagi masyarakat yang memberikan kepercayaan kepadanya. bagi siswasiswa yang menjadi tanggung jawabnya. Ia memahami arti dan maksud akuntabilitas dan tahu apa dampak akuntabilitas baginya –dampak positif. Demikian juga telah disebut tentang belum "membudayanya" akuntabilitas ini di lingkungan pendidikan. dan diartikan pertanggung jawaban. teman. 1976). melalui klien sendiri (tertulis. misalnya di halaman sekolah waktu istirahat atau di dalam kelas waktu pelajaran.

sistem akuntabilitas yang dikembangkan bermanfaat secara potensial bagi konselor karena hal itu memungkinkan konselor untuk:  Memperoleh balikan mengenai hasil dari kerjanya. bukan sebagai kerja dan capaiannya 4. dan Leon Lessinger adalah tokoh yang secara umum dipandang "bapak akuntabilitas" pendidikan (Gibson & Mitchell. bisa pula bermakna answerability (kira-kira. atau diberikan jawaban). Ia mendifinisikan pengertian umum akuntabilitas: pertanggung jawaban untuk sesuatu. (1981) mengutip definisi umum akuntabilitas yang berarti kewajiban untuk menjelaskan atau melaporkan pelaksanaan tugas yang dipercayakan kepada seseorang. Untuk penerapannya di bidang bimbingan. hal dapat dijawab. Kegiatan yang dilakukan konselor harus dinyatakan sebagai biaya. Agar bisa merumuskan apa saja yang menjadi tanggungjawab konselor. Bagaimana pertanggungjawaban itu dilakukan? Atau 7. Bertanggung jawab tentang apa? atau 4. dengan konsekuensi yang dapat diramalkan demi kinerja yang dikehendaki dan dapat dipahami dari apa yang dipertanggungjawabkan itu". Ketujuh kriteria tersebut adalah: 1.  Memberikan argumentasi untuk minta tambahan tenaga staff guna mencapai tujuan yang wajar. 5.  Menemukan cara-cara pintas untuk pekerjaan tugas rutin. akuntabilitas pendidikan. Konsep dasar yang semula pun berkembang. Telah disebutkan bahwa sebagai bagian dari usaha pendidikan bimbinganpun terkena akuntabilitas. ada tujuh kriteria yang menurut Krumboltz (1974) perlu dikenali. tujuan umum konseling harus disepakati oleh semua pihak yang berkepentingan 2.  Memiliki metode konseling atas dasar keberhasilan nyata yang dapat dilihat. Definisi lain mengenai akuntabilitas yang dikutip adalah definisi yang khusus untuk pendidikan. kepada seseorang. atau menggelembung.. 1981). Gibson et al.. mengenai apa yang mereka hasilkan sebagai "buah usaha pendidikan". tanggung jawab atau pertanggungjawaban). artinya bertanggung jawab dan siap bisa menjawab. maka ada banyak definisi yang diberikan para pakar. bukan untuk menunjukkan kesalahan atau menghukum kinerja yang buruk 438 .  Mengajukan permintaan untuk menyelenggarakan pelatihan guna menghadapi masalah yang pemecahannya menuntut kemampuan baru. Agar sistem akuntabilitas bimbingan membawa hasil yang dikehendaki. yaitu apa yang dipelajari siswa. Dari uraian-uraian tentang definisi di atas nyata bahwa akuntabilitas itu suatu sistem. 1984) Dari buku Administrators handbook on educational accountability.bisa diartikan responsibility (kira-kira. dan soal ragam konsepnya. Pertanggungjawaban apa? atau 3. Penerapan konsep akuntabilitas itu dibidang pendidikan mengandung makna penilaian secara terus-menerus prestasi pendidikan para murid di sebuah sistem sekolah. sebenarnya istilah pinjaman. pembayar pajak dan warga masyarakat sekitar (Lessinger et al. pengaitan tingkat prestasi yang dicapai itu dengan tujuan dan pengharapan pendidikan negara dan masyarakat dan masyarakat dan selanjutnya dengan orangtua. Apa yang dikerjakan dan dicapai konselor harus dinyatakan dalam rumusan perubahan tingkah laku klien yang penting yang dapat diamati 3. Ada sejumlah model model bagi pengembangan sistem akuntabilitas. termasuk latar pendidikan. apalagi setelah konsep yang ada semula diterapkan pada latar-latar. Siapa yang bertanggung jawab? 2. Bertanggung jawab kepada siapa? Dan 6. Apa yang dipertanggungjawabkan?. atau bidang-bidang lain. guru. di dalam Gibson et al. Sistem akuntabilitas harus dibangun dengan tujuan untuk memajukan keefektifan profesional dan untuk melakukan perbaikan oleh diri sendiri. Menurut Krumboltz.  Mengenali siswa-siswa yang kebutuhannya tidak terpenuhi. Karena soal semantik ini. Bagaimana cara bertanggung jawab? Akuntabilitas di dunia pendidikan. Istilah bertanggung jawab dan pertanggungjawaban berkembang pengertiannya melalui pertanyaan-pertanyaan seperti: 1. yaitu bahwa sekolah dan para pendidik yang menjalankannya dituntut untuk akuntabel. salah satu model yang banyak dikutip adalah yang dikembangkan oleh Krumboltz (1974).

Pengembangan sistem akuntabilitas bimbingan nyata kaitannya dengan program yang sedang dikembangkan atau sedang berjalan. ucapan-ucapannya. 3. ada kode etik yang harus diperhatikan. Agar laporan bisa dibuat sebenar-benarnya. diantaranya adalah menurut Pulvino & Sanborn (1972). yang disebut paling akhir ini adalah kalau yang menjalankan konseling itu mahasiswa yang sedang berpraktik. tugas-tugas yang diberikannya apakah tidak terlalu sukar. di sini diperlukan izin klien yang sedang diwawancarai 20. Tahap dimana pengemban tugas mempertanggungjawabkan usaha-usaha bimbingan yang dituangkan di dalam program. atau verbatimnya—atau dengan menyaksikan jalannya konseling melalui fasilitas pengamatan lewat kaca satu arah (one-way screen.5. laporan mengenai kegagalan dan hasil yang tidak diketahui hendaknya tidak dilarang dan jangan dihukum 6. yaitu bahwa klien harus diminta persetujuannya. Jika wawancara direkam --audio atau video--. di situ juga ikut terbawa kinerja konselor. INDIKATOR KEBERHASILAN PROGRAM BIMBINGN DAN KONSELING Setiap program kerja seyogyanya memilliki tujuan yang jelas dan dikuti oleh indikator atau kriteria keberhasilan yang spesifik dan. apakah tidak ada kesalahan yang dibuatnya dengan jalan bertanya kepada diri sendiri. one-way mirror). 1978). 2. Penilaian atas konselor. atau oleh penilai luar yang diminta (Stewart et al. 5. Prazak (1976). Di atas semuanya. yaitu kalau konseling tidak berhasil. Semua pengguna sistem akuntabilitas harus diikutsertakan (diwakili) dalam merancang sistem tersebut 7. Penilaian atas konselor ini dapat dilakukan oleh klien yang dibantu. Mereka memberikan balikan untuk bahan penilaian setelah mempelajari rekaman konseling –audio. Pengenalan dan perumusan tujuan-tujuannya. Adanya kebutuhan. AASA (Asosiasi Administrator Sekolah Amerika. atau dosen pembimbing program studi pendidikan konselor. konselor menilai dirinya apakah kerjanya sudah betul. konselor sendiri (swapenilaian). Krumboitz (1974). Di sini dituntut kejujuran konselor terhadap diri sendiri dan penting adanya niat belajar untuk membuat kemajuan. Melalui angket atau pertanyaan langsung klien bisa diminta menyampaikan komentarnya mengenai bagaimana kerja konselor : 1. untuk keberhasilan sistem akuntabilitas yang dikembangkan itu perlu perancangan dan perencanaan. Dengan kerangka kerja seperti itu dapat diterapkan asas-asas dan kriteria yang ditetapkan berdasarkan filsafat yang dianut dan kebijaksanaan yang berlaku. dalam banyak hal. Apakah ia mengikuti langkah-langkah dalam bagan arus yang telah dibuat. pertanyaan-pertanyaannya apakah jelas. Maka. hasil rekamannya dapat dipelajari dalam usaha penilaian diri ini. 7. Dalam konseling sistematis. Ada berbagai model dalam pengembangan sistem akuntabilitas. Pihak luar yang diminta penilaiannya. umpamanya adalah konselor sejawat atau supervisor/pimpinan unit tugas konselor. adalah pasti bahwa program bimbingan dan sistem akuntabilitas yang mau dikembangkan mesti bertolak dari 1. Hal sebaliknya. Sistem akuntabilitas itu sendiri harus dinilai dan bisa diubah. pengembangan sistem akuntabilitas ini harus memperhatikan pengertian-pengertian dan asas-asas pengorganisasian program yang telah dibahas di bab depan. dan sebagainya. Lepas dari model-model yang ada. video. yaitu: 439 . 1973). Apakah ia menerapkan siasat yang cocok untuk klien ? 3. Apakah konselor membantu klien dalam mencapai tujuan yang telah disepakati bersama ? 2. tetapi kemajuan itu juga berkat peranan konselor. 2. Dalam hal rekaman elektronik. 4. Karena itulah penilaian perlu dilakukan terhadap konselor untuk melihat apakah konselor menjalankan konseling sepatutnya : 1. suatu program kerja tidak akan memiliki arah yang jelas. Demikian juga.. Pelaksanaan program dan 4. juga target yang jelas dan spesifik. Keefektifan konseling dapat dilihat dari kemajuan tingkah laku klien. Shertzer & Stone (1971: 457-458) juga mengemukakan lima kategori umum indikator atau kriteria keberhasilan program bimbingan dan konseling di sekolah. penilaian juga dilakukan terhadap konselor. 6. 3.

yaitu penurunan masalah-masalah disiplin.Ada BK tetapi tamatan sekolah tetap susah mendapatkan pekerjaan. Mengapa penilaian layanan dan program diperlukan? 7. • Choice of “suitable” vocational goals. berilah alasan ? Kasus B. yaitu peningkatan pemanfaatan layanan konseling secara sukarela. produk dan dampak BK 6. Bagaimanakah persamaan dan perbedaannya antara penilaian dengan penelitian? 3. Sahihkah penilaian fihak luar tersebut. Hal ini sebagaimana dinyatakan dalam ucapan: Ada bimbingan tetapi kasus kenakalan remaja tetap saja ada. Bagaimana pendapat anda mengenai apa yang dikemukakan oleh petugas BK di atas. yaitu penurunan kegagalan dan masalah pembelajaran di sekolah baik secara kuantitatif maupun kualitatif. • Reduction in discipline problems. 2. yaitu pilihan siswa tentang tujuan dan pilihan pekerjaan dan karir menjadi semakin tepat (cocok dengan potensi dan karakteristik pribadinya). Jelaskan dengan contoh penilaian proses. Pertanyaan : 1. Berilah alasan saudara. Jelaskan jawab saudara dengan contoh. Secara umum bagaimanakah pendapat anda mengenai penilaian pihak luar tersebut? Setujukah anda. 2.guru BK telah melakukan penilaian layanan dan program – programnya? 4. baik secara kuantitatif maupun kualitatif.• Reduction in scholastic failure. tidak ada alat test. Apakah ada kaitan antara penilaian bimbingan dengan penilaian pengajaran. Apakah kendala yang dihadapinya? Bagaimana mengatasinya? 5. • Reduction in program changes. Pertanyaan : 1. LATIHAN SELESAIKAN SOAL BERIKUT INI Kasus A : Sering terdengar kecaman mengenai keberadaan program bimbingan di sekolah yang menyatakan BK tidak berhasil. yaitu penurunan perubahan dalam program bimbingan di tengah jalan.50. • Greater utilization of the counceling service. Menurut pengamatan anda apakah Guru. Setujukan anda .. Sementara kalangan petugas BK mendapat kecaman seperti itu mengatakan bahwa BK tidak berjalan semestinya karena kurang fasilitas . Berkat program bersama BK dan pengajaran nilai ujian siswa hampir semua kelas di sebuah SLTP naik dari rerata 6. Bagaimanakah karakteristik program BK yang efektif? 8. Apakah kriteria yang digunakan? 440 .00 menjadi 7. C. seperti tidak adanya ruang BK yang khusus. kurang beaya . Temuan ini umumnya disambut baik dari berbagai kalangan.

dan bagaimana menindaklanjuti atau cara mengatasinya. 4. direncanakan. Tugas-tugas yang diemban oleh para konselor masih jauh dari yang diharapakan. apalagi dilaksanakan. disain penilaian berisi hal-hal yang perlu dicakup. Tujuan yang hendak dicapai : Meningkatkan keterampilan para siswa untuk memcahkan masalah-masalah yang dirasakan bersama. Problematika (yang akan dicari jawabannya). Contoh tersebut di atas. Dengan kata lain ”apa yang terjadi dilapangan” selama ini belum pernah dipenilaian dan ditindaklanjuti Agar segala penyimpangan secara pasti dapat diketahui. Disamping bisa diketahui letak penyimpangan-penyimpangan tersebut terjadi. 9. termasuk penilaian layanan bimbingan konseling. Laporan Hasil Penilaian/ grafik/ tabel Pembahasan Penutup : Simpulan dan Rekomendasi Daftar Pustaka Lampiran – lampiran Contoh : Disuatu SMA akan dicobakan layanan bimbingan kelompok yang selama ini belum pernah dicobakan oleh kebanyakan konselor.MATERI BAGIAN KEDUA SISTEMATIKA PENILAIAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING Dalam rangka penilaian suatu kegiatan. Penyusunan Disain Penilaian Secara garis besar. Pelaksana : Para siswa di bawah bimbingan konselor sekolah. Evaluator : Konselor dan Kepala Sekolah. 441 . Untuk memperjelas setiap langkah sebagaimana disebutkan diatas. mengakibatkan para konselor menjadi tidak profesional dalam bidangnya. ada tiga langkah yang harus ditempuh. 8. Latar Belakang Penilaian Layanan Bimbingan Konseling Adalah merupakan kenyataan bahwa pelaksanaan bimbingan dan konseling terkesan belum berjalan. 2./Subyek penilaian Instrumen dan sumber data . penyusunan instrument. 10. Sejauh mana penyimpangan-penyimpangan itu selama ini belum pernah di identifikasi. 13. maka ”pelayanan BK di sekolah” perlu dipenilaian. Pengembangan Program : Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN) Sarana : Buku ”Pedoman Bimbingan dan Konseling Kelompok”. yaitu penyusunan disain penilaian. 11. dapat dijelaskan sebagai berikut : BAB. dan pengumpulan data. Banyaknya tugas yang kurang proporsional. Teknik analisis data. Tanpa penilaian 1. lantaran banyaknya penyimpangan yang terjadi dilapangan. PENDAHULUAN A. 7. 6. 12. memberikan gambaran singkat tentang penyusunan disain penilaian atau penelitian. Tujuan dan Manfaat penilaian Definisi operasional Populasi dan sampel . I. antara lain : Latar belakang penilaian. 3. 5.

Untuk mengetahui kesulitan konselor dalam pelaksanaan layanan BK. tidak akan pernah terwujud. maka perubahan terhadap apa yang sekarang ini terjadi. Untuk mengetahui tercakupinya tenaga pengelola dalam pelaksanaan pelayanan BK di sekolah. Untuk Mengetahui pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling berdasarkan kurikulum bimbingan dan konseling . Untuk mengetahui pengelolaan pelayanan bimbingan dan konseling yang mengacu pada pola 17 plus. 6. antara lain : 1. Apakah kegiatan bimbingan dan konseling sudah dikelola sebaik-baiknya ? C. Untuk mengetahui tingkat keprofesionalan konselorsebagai tenaga inti pelayanan BK. Apakah pelayanan bimbingan dan konseling menjadikanya setiap siswa semakin memahami dirinya. tujuh jenis layanan dan lima kegiatan pendukung sesuai dengan yang diharapkan oleh kurnas ? 3. D. Apakah Pelayanan bimbingan dan konseling sudah berorientasi pada pola 17 plus sesuai dengan Kurnas BK ? 2. Tujuan Penilaian 1. Untuk mengetahui pengelolaan pelayanan bimbingan konseling. 10. 2. Kepala Sekolah : Sebagai masukan dalam pengelolaan Layanan BK di Sekolah 2. 9. 7. Untuk mengetahui tingkat pengetahuan. Manfaat Penilaian bagi : 1. maka problematika tersebut dirinci sebagai berikut : Siswa. 11. 8. Siswa Memberi masukan kepada siswa agar mampu mengubah perilaku BAB II KAJIAN TEORI Menjelaskan teori dan variabel yang dinilai 442 . Konselor Memberi masukan dalam pelaksanaan layanan bimbingan kelompok yang lebih akurat 3. Apakah pada diri siswa telah ada perubahan tingkah laku sesuai dengan tujuan bimbingan dan konseling ? 2. B. sikap. Untuk mengetahui tersedianya alat / perlengkapan yang diperlukan dalam pelayanan bimbingan konseling. 5. 3.dan upaya untuk menindak lanjuti. Untuk Mengetahui keberhasilan pola 17 plus dalam pelaksanaan pelayanan bimbingan konseling. Untuk mengetahui hubungan antar staf yang ada di sekolah. lingkungannya dan dapat merencanakan masa depanya ? Kegiatan Bimbingan dan Konseling. Untuk mengetahui standar tindaknya alat yang digunakan dalam pelayanan BK. Orang tua Memberikan masukan kepada siswa dalam kaitannya dengan sikap / perilaku 4. dan keterampilan siswa setelah diberi pelayanan BK. 4. Problematika/Permasalahan Sebagai problematika umum yang akan dicari jawabnya adalah ”Apakah pelayanan bimbingan konseling di sekolah sudah efektif dan efisien sesuai dengan azas-azas dan kode etik bimbingan dan konseling sebagaimana diharapkan ?” Untuk mempermudah mencari jawaban atas problematika tersebut. Apakah setiap layanan bimbingan yang dilakukan sudah mengacu sepenuhnya pada empat bidang bimbingan. antara lain : 1.

yaitu menyusun instrumen penilaian. Untuk mengetahui ketetapan sarana yang digunakan dalam pelayanan bimbingan dan konseling. Angket dengan huruf-huruf yang jelas dan dengan wajah depan yang menarik. (Contoh kisi-kisi penyusunan instrumen. Angket tentang pengelolaan alat kepada pengelola. Membuat pengantar permohonan pengisian bagi angket yang diberikan kepada orang lain. pedoman observasi dan pedoman dokumentasi hanya identitas yang menunjuk pada sumber data dan identitas pengisi. data dikumpulkan melalui wawancara dengan konselor dan siswa. akan mendorong responden untuk mengisi angket. Wawancara dengan siswa. 443 . C. Oleh karena itu instrument untuk mengumpulkan data perlu bervariasi. Langkah ini sangat perlu. apa yang harus dilakukan sesudah itu. kegiatan praktikm. Untuk mengetahui tanggapan siswa tentang pelayanan bimbimbingan dan konseling di sekolah. data dikumpulkan melalui: Dokumentasi/catatan pribadi siswa. identitasm dan sebagainya. Untuk menghindari kejadian ini.).. sumber data dapat dilaboratorium.. dengan sumber data siswa yang diambil sebagai perwakilan (person). menurut variabel yang dinilai. buku kerja. Pengamatan terhadap penampilan siswa. Oleh karena itu penilaian dilakukan terhadap sampel. D. sebab tidak mungkin kiranya menyusun intrumen tanpa tahu untuk apa data yang terkumpl. sampailah pada tahap kedua persiapan. pengelola. Untuk mengetahui posisi konselor dan kesulitan yang dihadapi dalam pelayanan bimbingan dan konseling..Wawancara dengan guru. cukup banyak dan komprehensif .. Jenis dan banyaknya instrumen yang disusun. data dikumpulkan melalui pengamatan.BAB III METODE PENILAIAN A. Membuat kisi-kisi yang mencanangkan tentang rincian variabel dan jenis intrumen yang akan digunakan untuk mengukur bagian variabel yang bersangkutan. Untuk mengetahui pengelolaan pelayanan bimbingan dan konseling. dengan sumber data konselor. wawancara dan dokumentasi. Wakil Sekolah. dengan sumber data dari para siswa yang diambil perwakilan dari kelas I. Instrumen dan Sumber Data Khusus penilaian pelayanan bimbingan konseling di sekolah. siswa. Untuk pedoman wawancara. Hal-hal yang dilakukan adalah: Mengurutkan butir menurut sistematika yang penghendaki penilai untuk mempermudah pengolahan data. Dokumentasi tentang pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling. apa fungsi setiap jawaban dalam setiap butir bagi jawaban problematika. dan III. lihat lampiran. observasi. Apabila seseorang ingin mneilai semua elemen yang ada dalam wilayah penilaian. Untuk mengetahui perubahan sikap mental siswa. Tes sikap. dengan sumber data : SATLAN. buku laporan dan catatan-catatan lain (paper). menyarankan hal-hal sebagai berikut: Angket perlu dibuat menarik penampilannya dengan tata letak huruf atau warna tertentu. II. disesuaikan dengan keperluan pengumpulan data seperti yang telah ditetapkan di dalam disain penilaian. Populasi dan Sampel / Subyek Penilaian Populasi yang dimaksud adalah sekumpulan / keseluruhan subjek penilaian. Menjelaskan disain Penilaian B. Wawancara dengan guru. Sampel adalah sebagaian (perwakilan) dari keseluruhan subjek penilaian. dan sebagainya. Kepala Sekolah. digunakan wawancara. Penyusunan Instrumen Setelah selesai menyusun disain. Borg dan Gall (1979:295) menyatakan bahwa selama waktu istirahat makan siang terlihat banyak angket dibuang ditempat sampah. Menuliskan petunjuk pengisian. konselor. SATKUNG. Borg dan Gall. Untuk mengetahui hal-hal yang berhubungan dengan kegiatan pelayanan BK. digunakan: Pengamatan di kelas dengan sumber data kegiatan bimbingan dan konseli (Place). maka penilaianya merupakan penilaian populasi. adalah sebagai berikut: Merumuskan tujuan yang akan dicapai dengan instrumen yang akan disusun. Langkah-langkah yang harus dilalui dalam menyusun instrumen (apa pun). Studi atau penilaianya juga disebut studi populasi atau studi sensus. orang tua siswa dengan sumber data: guru dan siswa. dan Personil Bantu Pelayanan. datanya dikumpulkan melalui para pengelola di sekolah seperti. Menyunting instrumen merupakan pekerjaan terakhir dalam penyusunan instrumen.

maka dikenal angket tidak langsung (mengungkap diri orang yang menjawab). Urutan pertanyaan diusahan sedimikian rupa sehingga memberikan kemudahan bagi pengisi untuk mengorganisasikan pikirannya dalam menjawab. Untuk mengakhiri penjelasan tentang penyusunana instrumen. Satu hal yang perlu diperhatikan oleh penilai adalah sebelum angket digunakan sebagai alat pengumpul data yag sesungguhnya. atau kumpulan kalimat harus jelas. Petunjuk pengisian dibuat singkat. karena kalimat yang pendek akan lebih mudah dipahami. dan sebagainya. Hindari pengarahan terselubung. Kadang-kadang penilai hanya meniadakan nama responden. harus diujicobakan terlebih dahulu. pengalaman membimbing. masyarakat. tetapi ada kalanya disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk memberikan jawaban semaunya. “sebagian besar”. masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangannya. jelas dan dengan cetakan yang berbeda dengan butir-butir pertanyaannya. Diantara aturan-aturan dimaksud dengan: Hindarkan pengunaan kata-kata “kebanyakan”. Pernyataan setiap butir supaya dibuat sejelas-jelasnya. karenanya maka orang tua asuh perlu diharuskan untuk responden dapat setuju terhadap pernyataan pertama. kalimat. menarik dan tidak menekan perasaan. Angket anonim memberikan kekebasan kepada pengisi untuk menyampaikan sejujur-jujurnya. Setiap lembar perlu diberi nomor halaman. berikut ini ditambahkan kondensasi aturan-aturan penulisan butir angket. Tuliskan nama secara jelas. dan angket tidak langsung (mengungkap orang lain yang menjawabnya diutarakan oleh orang pengisi angket). Dari kedua jenis angket ini. maka akan dijelaskan secara singkat menurut urutan intrtumen di bagian berikut ini. Oleh karena itu semua kata. Dari jenis data ini. Bibir pertanyaan pertama diusahakana yang mudah pengisiannya. Penyusun instrumen tidak dibenarkan sedikit atau banyak memberikan ”isyarat pacingan” (hint) yang menyebabkan responden memilih suatu aternatif tertentu. Misalnya inforamsi tentang anak kecil. Jika terpasang menggunakan kata yang menunjuk pada arti negatif. terutama mengenai inti dari hal yang diselidiki. Rumusan negatif seyogyanya dihindari atau dikurangi sedikit mungkin. jenis kelamin. E. Ingat. keadaan. tetapi tidak untuk yang kedua. maka ada bagian dari angket suatu tempat kosong disediakan bagi responden uji coba untuk memberikan saran-saran. Hindari penggunaan kata-kata atau kalimat-kalimat yang membingungkan. hendaknya digarisbawahi. kesan yang ada pada diresponden sendiri maupun sendiri maupun di luar dirinya. angket diberikan kepada bapak/ibunya. 1. namun masih tetap diminta mencantumkan identitas lain seperti pendidikan formal yang diselesaikan pendidikan tambahan. agar penyusunan angket memperoleh masukan yang banyak dapat memperbaiki secara tepat. “biasanya” yang tidak mempunyai arti jelas dalam jumlah Rumusan yang pendek lebih baik daripada yang panjang. Kegiatan uji coba dimaksudkan untuk : Mengetahui apakah rumusan kalimat yang ada dalam angke sudah cukup mudah dipahami (tidak membingungkan). kepada siapa angket tersebut dikembalikan. Pengumpulan Data Dalam bagian ini akan dikemukakan mengenai penggunaan tiap-tiap metode pengumpulan data penilaian yang sudah dijelaskan didepan. 444 . Angket dapat dibuat anonim (tanpa identitas) dan dapat pula lenkap dengan identitas diri serta latar belakangnya. Bila perlu diberi contoh pengisian sebelum butir pertanyaan pertama. Tidak boleh membuat butir yang mengandung dua pengertian misalnya: Pendidikan menjadi tanggung jawab orang tua. bahwa angket merupakan daftar pernyataan yang diisi oleh responden pada waktu mereka tidak berdekatan dengan penyusun. Uji coba dilakukan terhadap subyek yag mempunyai karakteristik atau ciri-ciri yang sama dengan subjek yang akan dijadikan responden penelitian. Agar dapat diikuti secara rinci. dan negara. Penggunaan Angket Angket adalah seperangkat pertanyaan tertulis yang dikirimkan kepada responden untuk mengungkapkan pendapat. Identitas ini akan sangat berguna dalam analisis data jika penilai ingin membandingkan hasil ditinjau dari latar belakang responden. Butir pertanyaan yang menyangkut informasi yang sangat penting jangan diletakkan dibelakang.Usahakan agar responden dapat mengisi semudah-mudahnya.

2. Pertanyaan yang ditanyakan oleh pewawancara biasanya benar-benar sama dengan pertanyaan atau permasalahan yang dituliskan di dalam pedoman wawancara. dan 3. pewawancara (interview) menyusun pedoman wawancara atau check list sesuai dengan data yang akan dikumpulkan.efensial. Hal-hal yang dapat dilaporkan sendiri seperti ini. cakupannya terbatas. misalnya bagaimana teknik menyampaikan. merupakan hal penting yang disarankan. hanya berwujud daftar pertanyaan atau pokok-pokok masalah yang perlu ditanyakan kepada responden. maka pedoman wawancara perlu dilengkapi dengan petunjuk penggunaannya. sehingga memperjelas data. Apabila pewawancara bukan penyusun instrumen melainkan hanya bertindak sebagai pengumpulan data. Menggunakan tape-recorder dalam wawancara. Data yang bersifat deskriptif disimpulkan secara langsung tanpa memperluas dengan daerah mana yang dapat dikenai simpulan yang diperoleh dari perbuatan pengumpulan data. Variabel deskriptif adalah variabel yang dikumpulkan dari pengamat tanpa memerlukan pemikiran untuk menggeneralisasikan pada aspek atau situasi lain. 2.Mengetahui dan mengadministrasikannya dengan tetap. sehingga penilai hanya memperoleh data yang diberikan oleh penjawab. Agar tercapai tujuan yang diinginkan. Contoh : pengamatan tentang tingkah laku seseorang yang sifatnya aneh. dan sebagainya yang bersifat meningkatkan kualitas perolehan data penilaian. melainkan 445 . Pengumpul data sifatnya meneripa. situasi dialog dan sebagainya. sedangkan konselor lain lagi tidak menjumpai kesulitan sama sekali. Mengetahui reaksi responden terdapat pertanyaan angket atau kesediaan untuk mengembalikan. mengambil simpulan dari berbagai kasus. Variabel inferensial. Penggunaan Pengamatan (Observasi) Angket dan wawancara merupakan teknik-teknik atau metode-metode yang digunakan untuk mengungkap data dari responden yang sifatnya ”disuguhkan” atau ”diberikan”. deskriptif. kemudian baru memberikan sekot. Data yang disuguhkan ini dalam penelitian atau penilaian disebut dengan istilah data yang dilaporkan sendiri (self report data). Contoh : pengamat menjumpai beberapa kasus yang berbeda gradasinya. tidak tersusun (unstructured). Ada tiga macam pengamatan. Apabila ada kekecualian atau perlu tambahan pengantar untuk memancing pembicaraan. evaluatif. yang disampaikan secara tertulis maupun lisan sebelum pewawancara melaksanakan tugasnya. Pedoman wawancara tersusun adalah pedoman wawancara mirip check-list atau memang dapat berbentukcheck-list. Hal ini juga memerlukan inferensi dari pengamat unguk menentukan penilaian berdasarkan pertimbangan tertentu. maka penting baginya untuk terlebih dahulu memahami tujuan penggunaan pedoman wawancara tersebut. yaitu : 1. pewawancara dapat mengajukan pertanyaan secara leluasa dan menuliskan jawabannya dengan kode-kode atau tanda-tanda. Oleh penjawab. yang tersusun (structured) dan 2. Sedang pedoman wawancara tidak tersusun. beberapa lama waktu pengisian. atau kalimat-kalimat singkat. sangat ditentukan oleh penjelasan penyusun instrumen. Pengamat bukan hanya menentukan tingkatan data pengamatan. Variabel evaluatif merupakan variabel yang sangat erat dengan variabel inferensial. 3. dan sebagainya. Konselor lain menjumpai sedikit kesulitan didalam menerangkan. Bagaimana bentuk pembicaraan. Mengetahui apakah pertanyaan-pertanyaan yang ada dalam angket kucup lengkap atau perlu ditambah. pasif. tetapi harus diambil secara wajar. dalam hal seperti ini. Contoh : pengamat mencatat seorang konselor yang dengan tegas menerangkan pengertian bimbingan. menuntut pengamat untuk melakukan inferensi sebelum data diberi sekor. pengamat harus melakukan inferensi. Penggunaan Wawancara (Interview) Sebelum melakukan wawancara. Ada dua jenis pedoman wawancara yaitu : 1. hanya berlaku bagi orang tersebut. supaya dalam waktu yang singkat dapat mengumpulkan sebanyak mungkin informasi yang diperlukan. penyusun instrumen perlu menambahkan penjelasan khusu pada petunjuk penggunaannya. Menurut Sechrest (1966) data tentang sikap sosial yang terlahir tidak mungkin diperoleh melalui kedua metode tersebut. tidak mencari atau mengambil sendiri apa yang dimiliki atau yang ada pada responden.

Pencatatan dengan interval (interval recording) Pencatatan dengan interval dilakukan oleh pengamat untuk melakukan pengamatan terhadap sejumlah kejadian dalam interval waktu tertentu. Pencatatan perhitungan frekuensi (frequency-count recording) Didalam pencatatan perhitungan frekuensi.30 WIB Guru memasuki ruangan. 7. Reliabilitas pencatatan dihitung dengan membandingkan waktu yang dicatat oleh dua pengamatan dalam waktu yang berbeda. Di tinjau dari pengamatannya. anakanak” Semua siswa menjawab ”selamat pagi. 6. Dalam hal ini pengamat menunggu selesainya suatu tugas. pencatatan terus menerus. Nomor protokol : ______________________________ Nama pengamat : ______________________________ Tanggal pengamatan : ______________________________ Yang diamati : ______________________________ Pukul 07. pengamatan dengan jangka waktu. Alat yang digunakan adalah check-list (daftar tentang) atau pedoman pengamatan. atau beberapa kali konselor mengajukan pertanyaan. variabel evaluatif memerlukan penilaian dengan pertimbangan tertentu. misalnya satu jam kegiatan didalam kelas. 5. Untuk kejadian yang kemunculannya sangat sering. Menurut Borg (1977:9-18). pak” Guru meletakkan buku dimeja depan Lalu pergi ke jendela untuk membukanya dan seterusnya Seperti halnya wawancara. pengamat dibiasakan melakukan pencatatan beberapa kejadian yang muncul dalam waktu yang bersamaan. Penggunaan Metode Dokumentasi Metode dokumetasi sebenarnya mirip dengan metode pengamatan. Misalnya pengamat pertama mencatat 80 menit dan pengamat kedua mencatat 90 menit. Biasanya interval pengamatan diadakan merentang antara sepuluh detik sampai satu menit. 2. pengamat menggunakan alat pencatat waktu. misalnya setiap tiga detik. pencatat mencatat munculnya kejadian yang diharapkan dalam jangka waktu tertentu > biasanya pengamat menggunakan blangko atau lembaran untuk menuliskan tally (jari-jari hitungan). dan 4. Pengamatan terus menerus (continuous observation) Didalam pencatatan atau pengamatan terus menerus ini pengamat melakukan/menuliskan semua kejadian yang muncul pada subjek atau sekelompok subjek dalam satu penggalan waktu tertentu.71 sampai 0. melakukan pengamatan juga perlu latihan agara terdapat kesamaan interpretasi terhadap suatu objek pengamatan. Estimasi persetujuan dua pengamat ini disebut dengan istilah reliabilitas antar pencatat atau inter-rater reliability. yaitu : 1.juga meletakkannya dalam satu skala kontinum. 3. pencatatan frekuensi. Dalam metode dokumentasi yang diamati adalah dokumen.96. yakni catatan kejadian secara kronologis dan rinci. pengamatan ada empat macam.89. Dengan jalan latihan. Contoh : Catatan tentang kejadian kelas II SMA pada jam ke 1 ketika berlangsung pelajaran IPS. 446 . pencatat mengadang munculnya siswa mengajukan pertanyaan. Dengan singkat dapat dikatakan bahwa pengamat membuat sebuat protocol. Hanya objek yang diamati saja yang berbeda. Misalnya selama jangka waktu lima menit. Jadi berbeda dengan variabel inferensial. sambil Mengucapkan ”selamat pagi. Menurut Flanders (dalam Suharsimi Arikunto. misalnya stop wacth. pencatatan dengan interval. reliabilitas pengamatan (inter observers) utnuk 13 keajaiban diperoleh antara 0. Pencatatan dengan jangka waktu (duration recording) Didalam pencatatan dengan jangka waktu. 8. maka estimasi reliabilitas pengamatan adalah 80/90 atau 0. 4. 1988:87) kejadian didalam kelas yang dapat diamati dapat diklasifikasikan atas satu dari sepuluh kategori. termasuk narasi yang terjadi. pencatat hanya mampu mencatat satu jenis kejadian jasa. bukan hanya perbandingkan.

Secara umum yang dimaksud dengan dokumen hanya terbatas pada bahan-bahan tertulis saja. dan sebagainya/regresi BAB IV LAPORAN PENILAIAN Paparan data Analisis BAB V PEMBAHASAN BAB VI SIMPULAN DAN REKOMENDASI Daftar Pustaka Lampiran – lampiran LATIHAN : Buatlah kajian/ studi evaluasi pelaksanaan layanan orientasi dan informasi dalam bimbingan dengan menggunakan disain ilmiah dalam studi evaluasi di sekolah saudara bekerja. baik yang tertera pada warkat. Oleh karena teorinya begitu kompleks. Teknik Analisis Data Teknik yang digunakan untuk menganalisis data disesuaikan dengan bentuk problematika dan jenis data. 447 . yaitu tes yang terstandar (standardized test) dan tes yang disusun sendiri (man made test). Menurut pengertian penelitian. t-test. Disamping itu ada alasan lain. dikenal adanya dua macam tes. alat-alat rumah tangga dari batu. surat keterangan. Penggunaan Tes Metode tes digunakan untuk mengumpulkan data dengan alat bantu berupa tes. Bermacam-macam tes yang dapat digunakan untuk mengumpulkan data penilaian dan mendukung metode-metode lain yaitu : (1) Tes Prestasi Belajar (Achievement Test) (2) Tes Kemampuan Akademik (Scholastic Ability Test) (3) Tes Bakat (Aptitude Test) (4) Tes Kepribadian (Objective Personality Test) (5) Tes (inventori) Minat (Interest Inventories Test) (6) Tes (Skala) Sikap (Attitude Scales Test) Untuk menentukan mana tes yang baik dan bagaimana menyusunnya. Problematika yang mengandung variabel tunggal. candi-candi dan sebagainya. F. cerita buku maupun yang tertera pada manuskrip-manuskrip. yang dimaksud dengan dokumentasi termasuk juga benda-benda hasil budaya yang mengandung keterangan sejarah. Problematika komparasi atau kolerasi dijawab dengan jawaban dari data yang diolah dengan teknik statistik korelasi. Tes buatan sendiri disusun utnuk keperluan khusus dari suatu proyek penelitian. penilai perlu mempelajari secara khusus buku-buku yang membicarakan tentan tes. kiranya terlalu luas apabila disajikan didalam bahan belajar ini. Tes buatan sendiri disusun utntuk keperluan khusus menyediakan keperlua tersebut. uji beda ANAVA. artikel. 9. boleh jadi justru mengalihkan perhatian mahasiswa dari tujuan semula yang ingin dicapai. jika di dalam bahan belajar ini pembahasan tes diperluas. misalnya benda-benda porselin. Tes terstandar merupakan tes yang sudah dibakukan dan dapat diperoleh di tempat yang khususnya menyediakan keperluan tersebut. analisis secara deskriptif kualitatif. Di dalam penilaian pendidikan.

Pengembangan wawasan bimbingan konseling. Jakarta : Grasindo.. 1996 . 448 . 1985.1981. ----------. 1989. Jakarta : Dep. Seminar . Semarang : Fakultas Ilmu Pendidik an. Donald Mc. Theory and practice of counseling and psychotherapy. B.Jakarta : Rineka Cipta. Pacific Grove : Brooks / Cole Publising Company. Guidance. Linda L. 2003. ( Alih bahasa Mari Junaidi ). Metodologi Penelitian Pendidikan.II. 1997.I. Mungin Eddy Wibowo. Pacific Grove : Brooks / Cole Publising Company. Boston : Publi. Manajemen bimbingan dan konseling . Nurihsan Juntika. Sutrisno Hadi. and Peters.and Stone .. Inc. 1969. Profesionalisasi konseling dan pendidikan konselor. 1991 Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan.L. J.S. Buku II . Bimbingan sekolah di Indonesia corak yang bagaimana? Pidato Pengukuhan Guru Besar IKIP Malang.E.Dikti Pendidikan Tenaga Akademik.F. Jilid. (Terjemahan. program managemen and Shertzer . Munandir.Pdan K. --------.Semarang. Development.B. Bandung : Mutiara.Dikti.Press. Malang : UM. Educational psychology. 1994. Belmont : Publishing Company. tidak diterbitkan ---------. Conditioning and Instrumental Learning. Second edition. Team Fakultas Psikologi Universitas Indonesia). Shertzer.(Tanpa penerbit ) ----------. Dasar – dasar bimbingan bimbingan konseling. Jakarta : Airlangga. 1996.II. Ohio : Publishing Company. Edisi IV. : Andi Offset Tantawy. Seri Pemandu Pelaksanaan Bimbingan dan Konseling. H.I. Theory and practice of counseling and psychotherapy. 2001. Jakarta : Pamator Presindo Walker. Dirjen.Metodologi research . Bimbingan karier di sekolah. 1974 .Jakarta : Rineka Cipta. 1987.DAFTAR PUSTAKA Corey Gerald 1987. Dasar-Dasar Bimbingan Konseling . Jakarta : Universitas Indonesia Winkel. Yogkyakarta. -------. 1987. Konseling di sekolah. Ensiklopedi pendidikan . Introduction to Psychology.J. IKIP. Margono. Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan. 1995. 1987. 1998.1981.Tidak diterbitkan ).shing Company. Jakarta : Depdikbud Dirjen.III. Edisi VII. Prayitno.D. ( Makalah Proyek ---------.1986. Fundamental of guidance.C.

PTK dapat mengangkat permasalahan yang terkait dengan desain dan strategi pembelajaran. Karena senyatanya tugas dan tanggung jawab guru pembimbing/konselor berbeda dengan bidang garap dan tanggungjawab guru kelas/bidang studi. dan (5) Kepribadian konselor. Dengan demikian PTBK dimaksudkan untuk memperbaiki kualitas proses palayanan BK (tindakan BK) dan hasil yang diperoleh siswa sesudah mengikuti layanan BK. penting untuk dipraktikkan setiap tahapan dalam PTBK. Bapak/Ibu peserta pendidikan dan latihan diseyogyakan menambah bahan bacaan dari sumber-sumber lain yang relevan. (3) Metode dan strategi layanan BK. prasyarat yang harus dimiliki oleh peneliti dalam PTBK adalah: (1) Pemahaman bidang garap BK. dengan cara membuat serangkaian pertanyaan yang dikembangkan dari 5W 1H sebanyak-banyaknya secara tertulis. Penjelasan instruktur tentang bahan ajar yang disajikan. Petunjuk Belajar Untuk menguasai bahan ajar ini.BAB I: PENDAHULUAN A. PTK untuk Bimbingan dan Konseling (PTBK) dilaksanakan dengan cara analog dengan PTK untuk guru kelas/bidang studi. (4) Masalah konseli. Tugas pada setiap akhir kegiatan belajar (kegiatan pelatihan) dipersilakan untuk dikerjakan guna menginternalisasikan pemahaman materi yang telah Bapak/Ibu kuasai. media dan sumber belajar. Oleh karena itu indikator tercapainya tujuan pendidikan dan latihan profesi guru BK untuk mata latih PTBK adalah jika peserta 449 . D. alat bantu. Lingkup bahan ajar ini meliputi. 3. 1-3 merupakan pengetahuan dan keterampilan konselor. C. (c) Penyusunan proposal PTBK. (b) Pelaksanaan PTBK. Dengan demikian PTK terarah pada perbaikan kualitas tindakan guru dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya sebagai guru. (a) Kerangka dasar PTBK. (2) Jenis-jenis layanan BK. Prasyarat PTK untuk BK (PTBK) pada dasarnya menunjuk pada beragam pelaksanaan tindakan layanan dalam BK. maka guru pembimbing/konselor dapat melaksanakan PTBK sesuai dengan kaidah yang telah ditentukan dalam PTBK. Prasyarat No. Sebelum mengikuti pelatihan. Deskripsi Penelitian tindakan kelas (PTK) sejatinya diperuntukkan bagi upaya memperbaiki kualitas proses dan hasil dari kegiatan belajar-mengajar (KBM). 6. oleh karena itu untuk dapat melaksanakan PTBK. Guna meningkatkan keterampilan dalam meneliti dengan rancangan penelitian tindakan. Sharing tentang pelaksanaan PTBK dengan kolaborator penting untuk dilakukan! 7. sistem asesmen dan evaluasi pembelajaran. serta hasil yang dicapai siswa sesudah mengikuti kegiatan bersama guru. Prasyarat No.5 adalah pribadi konselor sebagai peneliti. dan prasyarat No. sesuai dengan masalah dan/atau bidang garap bimbingan dan konseling.4 merupakan kecenderungan ragam masalah yang dihadapi konseli. perlu ditanggapi dengan cara mengajukan pertanyaan yang telah Bapak/Ibu buat terkait dengan materi yang belum anda pahami. 4. Kompetensi dan Indikator Indikator kerja profesional guru pembimbing/konselor di antaranya adalah dapat menunjukkan kinerja sesuai dengan kompetensi yang dituntut melekat dalam dirinya. B. 5. Untuk memperluas khasanah pengetahuan PTBK. 2. keseluruhan materi pelatihan perlu dibaca dengan aktif dan kreatif. kepada peserta pendidikan dan latihan profesi guru pembimbing diberikan alternatif langkah-langkah pengusaan materi sebagai berikut: 1. mulai dari tahap persiapan sampai dengan refleksi dan tindak lanjut. Dalam kaitannya dengan PTBK. Untuk peningkatan kualitas proses (tindakan) dan hasil KBM. (d) Laporan PTBK. Setiap latihan yang disediakan penting untuk dicoba kerjakan.

450 .pendidikan dan latihan profesi guru menunjukkan penguasaan minimal 80% dari konsepkonsep dan praktik PTBK.

Uraian Materi 1. (4) dapat melaksanakan PTK sesuai dengan bidang garap BK. TUJUAN. B. 2. c. Suyanto (1977): PTK adalah suatu bentuk penelitian yang bersifat reflektif dengan melakukan tindakan-tindakan tertentu agar dapat memperbaiki dan/atau meningkatkan praktik-praktik pembelajaran di kelas secara professional. Kompetensi dan Indikator Setelah mempelajari materi ini. yang dilaksanakan secara sistematis. yang dilakukan oleh pelaku tindakan untuk meningkatkan kemantapan rasional dari tindakan-tindakannya dalam melaksanakan tugas dan memperdalam pemahaman tentang kondisi dalam praktik pembelajaran. TIM PGSM (1999): PTK sebagai suatu bentuk kajian yang bersifat reflektif oleh pelaku tindakan yang dilakukan untuk meningkatkan kemantapan rasional dari tindakan mereka dalam melaksanakan tugas. Hopkins (1993): PTK adalah suatu bentuk kajian yang bersifat reflektif. memperdalam pemahaman terhadap tindakan-tindakan yang dilakukan. sebagai alternatif cara lain untuk mencapai hasil yang lebih baik dari sebelumnya. Karakteristik PTBK 451 .Taggart (1988): PTK adalah studi yang dilakukan untuk memperbaiki diri sendiri. a. pengalaman kerja sendiri. Kemmis dan Mc. dan dengan sikap mandiri. c. terencana. (2) mampu menunjukkan kakhususan layanan bimbingan disertai PTBK. KARAKTERISTIK. seperti bagaimana dampak dari tindakan yang dilaksanakan oleh guru pembimbing/konselor tersebut terkait dengan masalah yang dientaskan dan/atau pencapaian fungsi dari layanan BK. (3) mampu menjelaskan PTBK terkait dengan tujuan dan manfaatnya. f. diasumsikan para peserta pendidikan dan latihan profesi guru BK memperoleh pemahaman tentang isi bahan ajar sehingga dapat: (1) membuat rumusan pengertian PTBK dengan menggunakan kalimat sendiri.BAB II: DEFINISI. Sukiman (2011): PTBK sebenarnya adalah analog dengan PTK yang dilaksanakan oleh guru kelas/guru bidang studi yang diterapkan pada bidang Bimbingan dan Konseling. atau memperbaiki sesuatu. e. Berdasarkan hasil refleksi dirumuskan tindakan perbaikan yang mengandung unsur baru (novelty) merupakan penciri utama dari pelaksanaan PT BK. Definisi Penelitian Tindakan Kelas BK Pemahaman terhadap PTBK dapat diperoleh lewat definisi PTK yang dikemukakan oleh para ahli maupun pendapat berikut ini. teknik dan strategi tindakan serta kode etik yang harus ditegakkan. Adanya ”refleksi” dari tindakan yang telah dilakukan. Rochman Natawidjaja (1977): PTK adalah pengkajian terhadap permasalahan praktis yang bersifat situasional dan kontekstual. yang ditujukan untuk menentukan tindakan yang tepat dalam rangka pemecahan masalah yang dihadapi. Adanya “tindakan” yang dipromosikan untuk meningkatkan kualitas praktik (tindakan) dan hasil layanan BK dan/atau untuk memecahkan masalah yang terjadi dalam layanan BK guna mencapai keberhasilan layanan sebagaimana tujuan yang dirumuskan. serta memperbaiki kondisi di mana praktik pembelajaran tersebut dilakukan. MANFAAT DAN BIDANG GARAP PTBK Kegiatan Belajar 1 A. b. d. Berdasarkan pendapat tentang PTK dan PTBK di atas diperoleh kata kunci dari kegiatan PTBK sebagai berikut: a. sehingga diperoleh kemantapan pemahaman tentang suatu tindakan (layanan) tertentu yang telah dilakukan guru pembimbing/konselor. b. Perbedaan di antara keduanya terletak pada bidang garap permasalahan. PRINSIP-PRINSIP.

ataupun tindakan-tindakan yang bersifat inovatif dalam melaksanakan berbagai jenis layanan BK. Masalah yang dicari penyelesaiannya lewat PTBK berasal dari masalah riil yang dihadapi guru BK/Konselor dalam melaksanakan tugas sehari-hari di tempatnya bekerja. Guru BK/Konselor berusaha untuk mengatasi masalah tersebut dengan sebuah penelitian yang disebut PTBK. Keberanian untuk bersikap objektif tersebut akan menghasilkan pengenalan terhadap kekurangan dan bahkan kesalahan tindakan dalam memberikan layanan BK. kemudian melakukan identifikasi masalah yang dirasakan. Sehingga lewat rekaman data kegiatan tersebut dikenali ketepatan/kekurangan dan bahkan kekeliruan suatu tindakan yang dilakukan Guru Pembimbing/ Konselor dalam pelaksanaan layanan BK. Guru pembimbing/Konselor berupaya bersikap objektif terhadap kualitas tindakan dalam layanan BK yang dilakukan selama ini. Kekurangan dan/atau kesalahan yang ditemukan. dari pelaksanaan sebuah tindakan (layanan) untuk dapat dimanfaat-gunakan memperbaiki proses tindakan (layanan) pada siklus kegiatan berikutnya. demikian pula hasil layanan juga menjadi semakin baik. satu hal yang harus ditegakkan adalah kejujuran pribadi Guru Pembimbing/Konselor dalam melakukan refleksi terhadap tindakannya sendiri. dengan kemajuan teknologi. Pastinya PTBK dilaksanakan untuk mencari jawab atau memecahkan masalah yang benar-benar terjadi dalam pelaksanaan tindakan (layanan) BK sehari-hari. PTBK dilaksanakan dengan menggunakan cara-cara baru untuk meningkatkan kualitas proses tindakan (layanan) dengan cara mengatasi masalah yang ditemui dalam praktik pelayanan BK. Bila rekam data dilakukan dengan teknologi. o PTK BK dapat menjembatani kesenjangan antara teori BK dan praktik layanan BK.Kekhususan atau penciri PTBK sebagaimana PTK pada umumnya ditunjukkan pada beberapa hal berikut ini: a. kemunduran. o Menumbuhkan kesadaran diri untuk berkolaborasi dengan kolega profesi dalam seluruh tahapan PTBK. Inkuiri Reflektif Dalam PTBK peneliti selalu memikirkan proses dari tindakan (layanan) dan hasil dari tindakan (layanan) untuk mendapatkan penjelasan dan justifikasi tentang kemajuan. Namun demikian disadari bahwa suatu teori 452 . Keberadaan orang lain (kolaborator) di maksud diperlukan untuk merekam data tentang ragam tindakan yang dilakukan Guru Pembimbing/Konselor sewaktu melakukan layanan BK. Dengan demikian masalah yang ingin diselesaikan lewat PTBK adalah masalah yang didapati Guru Pembimbing/Konselor sendiri dalam kegiatan layanan BK yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya. Pelaksanaan PTBK memerlukan pihak lain untuk diajak bekerja sama. Tindakan-tindakan tertentu dalam PTBK dapat berupa penggunaan metode kontemporer (masa kini). kekurangefektifan. peningkatan. PTBK adalah jenis penelitian yang memunculkan adanya tindakan tertentu. Keberadaan suatu teori pada dasarnya memberikan peta atau petunjuk tentang cara suatu tindakan dilaksanakan. o Menggunakan kecerdasan kritis untuk membangun komitmen melakukan tindakan. dan dilanjutkan dengan perumusan masalah. diusahakan untuk diperbaiki sehingga kualitas layanan menjadi lebih baik. Melalui PTBK. kegiatan rekam data dapat dilakukan dengan menggunakan teknik CCTV dan alat-alat lain yang berfungsi menggantikan keberadaan kolaborator. b. Namun demikian. PTBK pelaksanaannya diawali dari guru BK/Konselor merasakan adanya masalah sewaktu pelaksanaan layanan BK. bukan masalah yang dirumuskan dari pihak lain. dan juga merekam data tentang kondisi peserta didik sewaktu menerima tindakan tertentu dari Guru Pembimbing/ Konselor. Partisipatif o Pelakunya meningkatkan kualitas praktiknya (tindakannya) sendiri. melakukan analisis masalah.

untuk melihat perubahan kearah peningkatan kualitas dan hasil suatu tindakan dalam kegiatan layanan dapat diketahui lewat perubahan dari satu tahapan (siklus) ke tahapan berikutnya (siklus berikutnya). Rasionalnya. suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil pengaruh tindakan tertentu tidak serta merta dapat dilihat. Sikap di maksud meliputi: 1) cara berfikir ( way of thinking). Proses kajian berdaur Setiap pelaksanaan PTK dan juga PTBK selalu mengandung empat kegiatan. d. serta memperoleh data yang dapat digunakan untuk menjawab hipotesis yang dikemukakannya. Selanjutnya Guru Pembimbing/Konselor dapat menetapkan untuk mengadopsi teori tersebut untuk diterapkan dalam pelayanan BK. guru Pembimbing/Konselor akan memperoleh balikan yang baik dan sistematis untuk perbaikan layanan BK selanjutnya. c.dirumuskan berdasarkan suatu budaya tertentu dari penciptanya. Karena suatu tingkah laku eksistensinya didahuhui oleh sikap dari individu yang bersangkutan. mengevaluasi proses dan hasil tindakan (observasi). (4) Refleksi. Metode yang digunakan harus cukup handal (reliable) sehingga memung-kinkan guru mengidentifikasi serta merumuskan hipotesis secara meyakinkan. (3) Observasi dan evaluasi. Metode pengumpulan data yang digunakan tidak menuntut waktu yang berlebihan sehingga mengganggu proses layanan BK. Prinsip-Prinsip PTBK Berdasarkan pemahaman terhadap pengertian dan karakteristik PTK dapatlah diidentifikasi mengenai prinsip-prinsip PTBK. Masalah penelitian yang diangkat oleh guru seharusnya merupakan masalah yang benar-benar merisaukannya dan bertolak dari tanggung jawab profesionalnya. Hal tersebut sangat tergantung apakah penyebab suatu tingkah laku menjadi bermasalah telah berhasil disentuh lewat tindakan tertentu yang dilakukan Guru Pembimbing/ Konselor dalam layanan BK yang diselenggarakannya. Empat kegiatan di maksud adalah: (1) Perencanaan. b. 2) cara berasa (way of feeling). 3. mengembangkan strategi yang dapat diterapkan pada situasi layanan. atau cara berasa mereka yang salah. Dengan pelaksanaan PTBK. Bertumpu pada pendapat Hopkins (1992) tentang enam prinsip penting dalam PTK dapat diadaptasi ke dalam prinsip-prinsip PTBK sebagai berikut: a. 453 . (2) Tindakan. Dengan kata lain Guru Pembimbing/Konselor dapat membuktikan apakah suatu teori pendekatan dalam layanan BK dapat diterapkan dengan baik atau tidak dalam praktik nyata. dan refleksi. Hal tersebut merupakan empat kegiatan dalam satu kesatuan. Dengan kata lain. • Setiap siklus diawali dengan merencanakan tindakan. Oleh karena itu perubahan tingkah laku dari satu kondisi ke kondisi berikutnya memerlukan waktu. PTBK tidak boleh mengganggu kegiatan Guru Pembimbing/Konselor dalam melaksanakan layanan BK. Artinya. dan selalu berulang pada kegiatan selanjutnya. atau cara bertindak mereka yang salah. tingkah laku yang bermasalah bisa disebabkan cara berfikir seseorang yang salah. menerapkan tindakan. sehingga sangat dimungkinkan budaya pencipta teori tidak dengan mudah diterapkan pada kelompok masyarakat dengan budaya lain tempat teori itu dipraktikkan. Bisa juga tingkah laku menjadi bermasalah dikarenakan dua di antara unsur sikap dan bahkan dari ke tiganya. dan 3) cara bertindak (way of behaving). Siklis • PTBK dan juga PTK paling sedikit dilakukan dalam dua siklus. c. d. • Dilakukan sampai perbaikan atau peningkatan yang diharapkan tercapai (sesuai kriteria keberhasilan) dan/atau setiap siklus paling tidak ada dua kali tindakan. setidaknya perlu adanya tindakan adaptasi.

antara lain: (1) adanya inovasi praktik layanan BK. Dengan kata lain. Dalam menyelenggarakan PTBK. Layanan Orientasi 454 . a. Manfaat Praktis Manfaat prkatis dari pelaksanaan PTBK. (3) peningkatan profesionalisme pada diri Guru Pembimbing/Konselor melalui proses latihan yang sistematik. Bidang bimbingan sosial c. serta membantu memberdayakan Guru Pembimbing/Konselor dalam memecahkan masalah dalam layanan BK. Manfaat Akademik Bagi Guru Pembimbing PTBK bermanfaat untuk membantu menghasilkan pengetahuan yang sahih dan relevan tentang peserta didik yang menjadi tanggung jawabnya. b. manfaat yang diperoleh adalah sebagai berikut: a. meliputi: a. 4. Bidang bimbingan keluarga f. Dengan pelaksanaan PTBK akan terjadi peningkatan sikap profesional Guru Pembimbing/Konselor. Bidang bimbingan belajar BK Pola 17 d. Prakarsa penelitian harus dikomunikasikan kepada pimpinan lembaga. dilaporkan hasilnya sesuai dengan tata krama penyusunan karya ilmiah. Bidang garap PTBK adalah bidang garap bimbingan dan konseling pada umumnya. Dengan dicapainya tujuan PTBK. Bidang bimbingan pribadi b. (2) pengembangan program BK yang lebih sesuai dengan kondisi peserta didik. b. 5. Dalam pelaksanaan PTBK guru menggunakan wawasan yang lebih luas daripada perspektif kelas. f. Kelas tidak diartikan seperti umumnya diketahui. c. Guru Pembimbing/Konselor harus selalu bersikap konsisten menaruh kepedulian tinggi terhadap prosedur etika yang berkaitan dengan pekerjaannya. Dengan pelaksanaan PTBK akan terjadi perbaikan dan/atau peningkatan kinerja belajar dan kompetensi peserta didik. Bidang Garap PTBK dan Ragam Jenis Layanan BK Lahan yang menjadi garapan Guru Pembimbing/Konselor dalam melaksanakan PTBK berbeda dengan bidang garap Guru Kelas maupun Guru Bidang Studi. Di samping itu PTBK bermanfaat bagi Guru Pembimbing/Konselor untuk melakukan adaptasi teori-teori BK dan/atau mengadopsinya. Bidang bimbingan keberagamaan BK Pola 17 + PPlus+ Keenam bidang bimbingan tersebut dapat dilaksanakan melalui Layanan BK yang jenisnya dan kegiatan pendukungnya seperti berikut ini. serta berguna untuk memperbaiki palayanan jangka pendek. Dengan pelaksanaan PTBK akan terjadi perbaikan dan/atau pengembangan pribadi peserta didik.e. Bidang bimbingan karir e.. Tujuan dan Manfaat PTBK Berdasarkan pengertian PTBK. tetapai lebih diartikan sebagai kecenderungan siswa yang mengalami masalah. e. di samping tetap mengedepankan kemlasahatan subjek didik. a. maka tujuan yang hendak dicapai adalah diperolehnya perbaikan dan peningkatan kualitas layanan BK. Dengan pelaksanaan PTBK akan terjadi perbaikan dan/atau peningkatan kualitas proses layanan BK. PTBK mendatangkan manfaat secara akademik maupun secara praktis. d. Dengan pelaksanaan PTBK akan terjadi peningkatan kompetensi Guru Pembimbing/Konselor dalam mengatasi masalah yang terjadi dalam pelaksanaan layanan BK yang menjadi tugas utamanya. disosialisasikan kepada teman sejawat dilakukan sesuai dengan kaidah-kaidah ilmiah.

h. Kunjungan Rumah e.b. C. Tampilan Kepustakaan. Lakukakan identifikasi terhadap cara-cara/tindakan kontemporer (masa kini) yang dapat diterapkan dalam layanan BK! 455 . g. Buatlah suatu rumusan tentang pengertian PTBK dengan menggunakan kalimat anda sendiri! 2. d. dan f. i. Layanan Informasi Layanan Penempatan dan Penyaluran Layanan Penguasaan Konten Layanan Konseling Perorangan Layanan Bimbingan Kelompok Layanan Konseling Kelompok Layanan Konsultasi Layanan Mediasi Adapun kegiatan pendukung BK meliputi: a. Konferensi Kasus d. Himpunan Data c. c. f. Latihan 1. Diskusikan dengan sesama peserta pendidikan dan pelatihan tentang cara menegakkan prinsip-prinsip PTBK! 3. e. Aplikasi Instrumentasi b. Alih Tangan Kasus. Sharingkan pendapat anda tentang cara-cara mewujudkan tujuan dan manfaat PTBK! 4.

3. Berikut ada beberapa langkah untuk menemukan masalah yang akan dicari penyelesaiannya melalui PTK BK: 456 . sebagai bentuk pengakuan bahwa layanan BK yang dijalankan belum mencapai sasaran yang direncanakan dan muncul adanya upaya untuk mengatasi masalah tersebut lebih lanjut. Guru Pembimbing/Konselor dapat menyusunnya kembali. Menganalisis masalah PTBK. sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas layanan BK dan hasilnya. Secara lebih detail masalah di atas dapat ditindaklanjuti dengan pertanyaan sebagai berikut: 1) Perubahan-perubahan apakah yang dapat dilakukan agar anak dapat mematuhi tata terib sekolah? 2) Jenis tindakan layanan BK yang mana yang tepat untuk menjadikan anak disiplin di sekolah? 3) Strategi layanan BK yang seperti apa yang dapat menjadikan anak mau menjalakankan tata tertib sekolah? 2.BAB III: PERSIAPAN PTBK Kegiatan Belajar 2 A. f. sebagai ganti tindakan yang serta merta mencari kesalahan pihak lain. dengan indikator sebagai berikut ini: 1. Agar masalah-masalah umum seperti disebut di atas dapat menjadi fokus PTBK. Dengan kata lain Guru Pembimbing/Konselor merasakan adanya masalah dalam pelaksanaan layanan BK yang telah dijalankan. Menetapkan fokus masalah PTBK. Seringnya terjadi konflik antar teman. B. Tidak tertib dalam menjalankan ibadah. Motivasi belajar siswa rendah. Kejujuran dan keberanian di maksud dapat dimunculkan manakala ada masalah. Masalah pada dasarnya merupakan kesenjangan antara kenyataan dan keadaan yang diinginkan. 5. kekurangan. c. Menjelaskan tahapan mengenai persiapan kegiatan PTBK. b. e. Ada kecenderungan siswa tidak mematuhi tata tertib sekolah. Mengidentifikasi masalah PTBK. 4. konflik dengan sasudara. b. Prosedur PTBK Sebelum PTBK dilaksanakan. Guru Pembimbing/Konselor segera mengevaluasi terhadap diri sendiri dan beragam tindakan dalam pelayanan BK yang telah dilaksanakan. Merumuskan masalah PTBK. Tidak betah di rumah. Uraian Materi 1. tidak memiliki keunggulan yang bisa ditawarkan kepada dunia kerja. dan/atau ketidaktepatan pelaksanaan layanan BK yang selama ini dijalankan. Misalnya: a. Tidak tahu akan kemana setelah selesai sekolah. dan bahkan ditingkatkan. cita-cita tidak jelas. 2. Merasakan adanya masalah Untuk melaksanakan PTBK. Kompetensi dan Indikator Setelah memperlajari dan menguasai bahan ajar ini peserta pendidikan dan pelatihan memiliki kemampuan dalam membuat persiapan PTBK. Mengidentifikasi masalah Tahap kedua dalam tahapan PTBK adalah kegiatan mengidentifikasi masalah. dibutuhkan adanya kejujuran dan keberanian untuk mengakui kelemahan. Penetapan Fokus Masalah PTBK a. sehingga diperoleh permasalahan kongkrit yang hendak diubah atau diperbaiki. d. terlebih dahulu ditentukan satu topik sesuai dengan bidang garap yang terjadi permasalahan dalam praktik pelayanan BK. Oleh karena itu bagi Guru Pembimbing/Konselor perlu merencana-kan jenis tindakan layanan BK tertentu yang dapat diberikan untuk mengetahui apakah tindakan pelayanan BK tersebut berpengaruh terhadap permasalahan yang ingin diselesaikan.

Masalah harus riil dan bersifat on the job problem oriented. (2) rendahnya tingkat kedisiplinan siswa dalam masuk sekolah. Latihan 1. (2) Resiko apa yang paling ringan bila masalah tersebut tidak dientaskan. Berikut ini beberapa contoh masalah yang diidentifikasi sebagai fokus Penelitian Tindakan BK: (1) rendahnya ketaatan siswa dalam memenuhi tata tertib sekolah. dan berada dalam wilayah kewenangannya untuk menyelesaikan. C. dapat diajukan pertanyaan-pertanyanyaan sebagai berikut: (1) apa yang terjadi bila masalah tersebut tidak dientaskan. Analisis masalah Setelah memperoleh permasalahan-permasalahan melalui proses identifikasi tersebut. Guru Pembimbing/Konselor merasakan bahwa hal tersebut sebagai masalah. 2) Masalah harus problematik (Masalah penting dan mendesak untuk dientaskan). maka peneliti – Guru Pembimbing/Konselor melakukan analisis terhadap masalah-masalah tersebut untuk menentukan urgensi penyelesai-annya (tahap ke3 PTBK). terhadap data pengamatan awal. atau sekedar untuk menjelaskan kegagalan implementasi suatu tindakan perbaikan. artinya masalah tersebut benar-benar ada. spesifik dan operasional. menyusun perencanaan baru. media. Perumusan masalah Rumusan masalah (tahap ke-4 PTBK) merupakan deskripsi atas masalah penelitian yang telah diidentifikasi. dan Guru Pembimbing/ Konselor memiliki kewenangan dalam bidang tersebut. Setelah menetapkan fokus permasalahan serta menganalisisnya. Masalah hendaknya diidentifikasi melalui proses refleksi dan evaluasi. (4) Rendahnya pemahaman siswa tentang rencana hidup di masa depan. dana. 3.kurang mendesak . c. penetapan tindakan perbaikan yang akan dicobakan itu juga memberikan arahan kepada Guru Pembimbing/Konselor untuk melakukan berbagai persiapan. Masalah yang akan ditindaklanjuti dengan PTBK harus mendapat dukungan literatur/sarana-prasarana/birokrasi. (6) Hubungan siswa yang tidak harmonis dengan keluarga. Buatlah contoh rumusan tentang fokus masalah PTBK! Lakukan kegiatan identifikasi masalah PTBK! Buatlah rumusan masalah PTBK! 1) 457 . (3) Aspek pengembangan diri mana yang terhambat manakala masalah tersebut tidak terentaskan. (5) Rendahnya motivasi siswa dalam belajar. maka guru pembimbing/konselor selanjutnya perlu merumuskan permasalah-an secara lebih jelas.tidak mendesak untuk diselesaikan. (7) Rendahnya ketaatan siswa dalam menjalankan kewajiban agamanya. Kegiatan reconnaissance dalam PTK diperlukan untuk menemukan titik-titik rawan. Perumusan masalah yang jelas akan membuka peluang bagi Guru Pembimbing/Konselor untuk menetapkan tindakan perbaikan (tindakan yang mengandung alternatif solusi) yang perlu dilakukan. termasuk prosedur perekamannya serta cara menginterpretasikannya. Fisibilitas masalah dapat ditelaah dari sumber daya peneliti (Guru Pembimbing/Konselor) ditilik dari waktu efektif yang dimiliki. d. 2. fasilitas. yang dalam model Kemmis dan Taggart disebut reconnaissance. 3) Masalah mempunyai manfaat yang jelas Untuk menilai kemanfaatan atas dipecahkannya suatu masalah. 4) Masalah PTBK harus fisibel (dapat dipecahkan/dientaskan). masalah didapat dari pengalaman Guru Pembimbing/Konselor dalam melaksanakan layanan BK se hari hari. sehingga dapat dilanjutkan dengan mengidentifikasi serta menetapkan sasaran-sasaran perbaikan baru. termasuk yang berbentuk latihan guna meningkatkan keterampilan untuk melakukan tindakan perbaikan yang di maksud. Dalam hubungan ini akan ditemukan permasalahan yang sangat mendesak – mendesak . dan dukungan birokrasi. (3) rendahnya kepedulian siswa terhadap orang lain/lingkungan. jenis data yang perlu dikumpulkan. Dengan kata lain. Di samping itu.

458 .

(3) Pilih alternatif tindakan serta prosedur implementasi yang dinilai paling menjanjikan hasil yang optimal namun masih tetap ada dalam jangkauan kemampuan Guru Pembimbing/Konselor untuk melakukannya dalam kondisi dan situasi sekolah yang aktual. dalam arti mengindikasikan dugaan mengenai perubahan yakni perbaikan yang akan terjadi jika suatu tindakan yang dipilih dilakukan. serta dapat mencatat kejadian-kejaidan penting selama proses layanan BK berlangsung. melalui langkahlangkah persiapan sebagai berikut: B. yaitu: (1) Rumuskan alternatif tindakan perbaikan berdasarkan hasil kajian. Di samping itu tetapkan cara penilaiannya sehingga dapat memfasilitasi pengumpulan data dan analisisnya secara cepat dan tepat selama program tindakan perbaikan diimplementasikan. 459 . Pada tahap perencanaan. b. sehingga semua komponen yang direncanakan dapat dikelola dengan baik. Uraian Materi 1. Pada tahap pelaksanaan. Persiapan Tindakan Sebelum PTBK dilaksanakan. 2. Berbeda dengan penelitian formal. Oleh karena itu kondisi dan situasi yang dipersyaratkan untuk penyelenggaraan sesuatu tindakan perbaikan dalam rangka PTBK harus ditetapkan sedemikian rupa sehingga masih ada dalam batas-batas kemampuan guru pembimbing/konselor serta dukungan fasilitas yang tersedia di sekolah. hipotesis tindakan menyatakan adanya hubungan dan/atau perbedaan dua variabel atau lebih. Perencanaan Tindakan PTBK a. ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan. tindakan yang dilakukan tidak akan membuahkan hasil optimal. dapat menceriterakan pengaruh yang dihasilkan dari suatu tindakan layanan BK. Pada tahap refleksi. kelaikan teknis. dengan demikian memiliki landasan konseptual yang mantap.BAB IV: PELAKSANAAN PTBK Kegiatan Belajar 3 A. Adapun indikator dimilikinya kompetensi ini adalah peserta pendidikan dan pelatihan: 1. Kompetensi dan Indikator Kompetensi yang dirancang untuk dimiliki peserta pendidikan dan pelatihan dalam mempelajari bahan ajar ini ialah memperoleh kejelasan tentang pratik penyelenggaraan PTBK. dan menjadikannya sebagai dasar untuk merencanakan tindakan layanan BK selanjutnya. hipotesis tindakan PTBK dinyatakan dalam bentuk keyakinan bahwa dengan suatu tindakan yang dipilih (Misalnya: Bimbingan Kelompok) dipercaya dapat mengatasi permasalahan yang diteliti. 3. c. Jika terdapat jarak yang jauh antara keduanya sehingga dalam praktik akan mengalami kesulitan dalam mewujudkannya. Analisis Kelaikan Hipotesis Tindakan Berdasarkan gambaran awal mengenai sejumlah hipotesis tindakan. Formulasi Solusi Tindakan dalam Bentuk Hipotesis Tindakan Alternatif tindakan perbaikan juga dapat dilihat sebagai hipotesis tindakan. serta keterlaksanaannya. bersama kolaborator dapat mengamati pengaruh pelaksanaan tindakan BK perbaikan terhadap masalah yang diteliti. dapat membuat perencanaan PTBK secara benar meliputi unsur-unsur yang tercakup di dalamnya. Soedarsono (1997) memberikan beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam merumuskan hipotesis tindakan. dapat menggambarkan tindakan yang dilaksanakan dalam layanan BK perbaikan. Hal ini menunjukkan bahwa baik proses implementasi tindakan yang dilakukan maupun dampak yang diakibatkannya dapat diamati Guru Pembimbing/Konselor yang merupakan aktor PTBK maupun kolaboratornya. Hipotesis tindakan harus dapat diuji secara empirik. pada setiap hipotesis tindakan dilakukan pengkajian dari segi “jarak” yang terdapat antara situasi nyata dengan situasi ideal yang dijadikan rujukan. (2) Kaji ulang setiap alternatif tindakan perbaikan yang dipertimbangkan dan dievaluasi dari segi relevansinya dengan tujuan.

representasi grafis. Sedangkan penyimpulan adalah proses pengambilan intisari dan sajian data yang telah terorganisasi tersebut dalam bentuk pernyataan kalimat dan/atau formula yang singkat dan padat. (2) Mempersiapkan fasilitas dan sarana pendukung yang diperlukan dalam praktik layanan BK untuk perbaikan. Namun demikian pengamatan yang dilakukan kolaborator tidak hanya terfokus pada kekurangan dan/atau kesalahan Guru Pembimbing/Konselor yang sedang melaksanakan upaya perbaikan. lingkungan dan hambatan yang muncul. Hasil observasi selanjutnya dimaknai lewat kegiatan interpretasi. atau yang belum berhasil dientaskan oleh tindakan dalam layanan BK yang telah dilakukan. penyimpulan. tetapi mengandung pengertian yang luas. sehingga observasi yang demikian dinamakan observasi yang berinferensi rendah (low-inference observation). 3. dsb. (3) Mempersiapkan cara merekam dan menganalisis data mengenai proses dan hasil tindakan perbaikan. reduksi data. Pendek kata dapat dijelaskan bahwa kegiatan refleksi merupakan pengkajian terhadap (1) 460 . apa yang telah dihasilkan. Kadar interpretasi dalam observasi dapat direntang mulai dari yang bersifat sepenuhnya mekanistik tanpa interpretasi. Refleksi. b. maupun layanan-layanan BK lainnya. 2. representasi tabular termasuk format matriks. Diskusi Balikan Diskusi balikan dari kolaborator tentang hasil pengamatan yang dilakukan adalah penting. Sebab tanpa adanya diskusi balikan hasil pengamatan tidak ada artinya. Dalam observasi hal-hal yang harus dicatat peliti dan/atau masuk dalam pedoman observasi adalah proses dari tindakan. Kedua. (5) Menetapkan kriteria tingkat keberhasilan tindakan layanan BK. c. Membuat skenario pelayanan BK. Pertama. Hasil refleksi dipergunakan untuk memperbaiki cara kegiatan yang telah dilaksanakan untuk diterapkan pada kegiatan (siklus) selanjutnya. pemfokusan dan pengabstaksian data mentah menjadi informasi yang bermakna. Ada tiga tahapan dalam analisis data. dapat berupa penerapan model konseling tertentu yang bertujuan untuk memperbaiki atau menyempurnakan model yang dijalankan untuk mengatasi masalah. merupakan aktivitas mengkaji apa yang telah dan/atau tidak terjadi. untuk tiap-tiap kategori amatan yang terdiri atas (i) ujaran guru (teacher talk) (ii) ujaran siswa (pupil talk). dan Ketiga. Analisis dan Refleksi Analisis data dalam rangka refleksi setelah implementasi suatu tindakan terpilih untuk perbaikan mencakup proses dan dampak tindakan perbaikan dalam sesuatu siklus PTBK secara keseluruhan. Paparan data adalah proses penampilan data secara lebih sederhana dalam bentuk paparan naratif. paparan data. dan (iii) diam/kacau (silence/confusion). akan tetapi kolaborator dapat melakukan berbagai fungsi sesuai dengan kebutuhan kontekstual seperti mencatat suatu insiden penting yang mungkin lepas dari dari perhatian guru yang sedang berupaya melakukan perbaikan. Hasil pengamatan ini merupakan dasar dilakukannya refleksi sehingga hasil observasi yang dilakukan harus dapat menceriterakan keadaan yang sesungguhnya. yang berisikan langkah-langkah yang akan dilakukan Guru Pembimbing/Konselor dalam mengimplementasi-kan tindakan perbaikan yang direncanakan.a. Pelaksanaan PTBK Pelaksanaan Tindakan Tindakan merupakan penerapan dari perencanaan tindakan yang telah dibuat. Reduksi data adalah proses penyederhanaan yang dilakukan melalui seleksi. Observasi dan Interpretasi Observasi berfungsi untuk melihat dan mendokumentasikan pengaruh-pengaruh yang diakibatkan oleh tindakan-tindakan yang dipilih dan diterapkan untuk mengatasi masalah yang dihadapi Guru Pembimbing/Konselor dalam kegiatan layanan BK. efek-efek dari tindakan. (4) Melakukan simulasi pelaksanaan tindakan layanan BK perbaikan untuk menguji keterlaksanaannya rancangan. misalnya hasil observasi yang berbentuk tanda cacah (tallies).

untuk diperbaiki guna mencapai tujuan selanjutnya. Dapat ditegaskan bahwa dalam PTK. Perencanaan dan Tindak Lanjut Hasil analisis dan refleksi akan menentukan apakah tindakan layanan yang telah dilaksanakan dapat mengatasi masalah yang memicu penyelenggaraan PTBK atau belum. Buatlah satu rumusan hipotesis tindakan dalam PTBK! 2. Satu hal yang penting untuk diperhatikan dalam kaitannya dengan tindakan perbaikan adalah perlunya memikirkan ulang tentang kekuatan dan kelemahan dari tindakan yang akan dilaksanakan sebagai pengganti dari tindakan sebelumnya. Jika pada suatu siklus permasalahan telah berhasil dientaskan maka tidak perlu dilanjutkan pada siklus berikutnya. Latihan 1. C. maka dilakukan tindakan perbaikan lanjutan dengan memperbaiki tindakan perbaikan sebelumnya. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa banyak sedikitnya siklus dalam PTBK sangat tergatung pada terselesaikannya masalah yang diteliti danmunculnya faktor-faktor lain yang berkaitan dengan masalah yang muncul. yaitu (perumusan masalah. perencanaan tindakan. Buatlah skenario kegiatan layanan BK berdasarkan hipotesis tindakan yang anda rumuskan! 3. dan analisis-refleksi). Tetapi jika pada suatu siklus masalah belum terselesaikan. observasi dan interpretasi. 4. Buatlah pedoman observasi terhadap kegiatan layanan BK untuk Guru Pembimbing/Konselor Peneliti dan Siswa yang mendapat layanan BK! 461 . Jika hasilnya belum berhasil mengentaskan masalah. pelaksanaan tindakan.keberhasilan atau kegagalan dalam pencapaian tujuan sementara. atau dengan menyususun tindakan perbaikan yang betul-betul baru untuk mengatasi masalah yang belum terentaskan tersebut pada siklus selanjutnya. termasuk PTBK sebenarnya siklus tidak dapat ditentukan terlebih dahulu jumlahnya. dengan prosedur yang sama seperti pada siklus sebelumnya. maka diteruskan pada siklus selanjutnya.

cara pemecahan masalah dirumuskan dalam bentuk tindakan (action) yang jelas dan terarah. 2. spesifik. PENDAHULUAN Penelitian dilakukan untuk memecahkan permasalahan BK. dan tempat penelitian. karir. Pemecahan Masalah Identifikasi alternatif tindakan yang dapat dilakukan untuk memecahkan masalah. Prosedur yang digunakan dalam mengidentifikasi masalah perlu dikemukakan secara jelas dan sistematis. maka selanjutnya perlu dianalisis dan dideskripsikan secara cermat akar penyebab dari masalah tersebut. BIDANG KAJIAN Tuliskan bidang kajian PTBK yang diteliti. Kemukanan hipotesis tindakan bila diperlukan. Perumusan Masalah Rumuskan masalah penelitian dalam bentuk suatu rumusan penelitian tindakan. komponen pendidikan terkait di sekolah. MANFAAT HASIL PENELITIAN Uraikan manfaat hasil penelitian terutama untuk perbaikan kualitas layanan BK. TUJUAN PENELITIAN Kemukakan secara singkat dan jelas tujuan penelitian yang ingin dicapai dengan mendasarkan pada permasalahan yang dikemukakan. 5. Berikan argumentasi yang logis mengenai dipilihnya tindakan yang akan dilakukan untuk memecahkan masalah. Kemampuan dalam membuat proposal PTBK ditandai adanya kemampuan peserta pendidikan dan pelatihan dalam merumuskan setiap aspek dari proposal penelitian BK. biaya dan daya dukung lainnya yang dapat memperlancar penelitian tersebut. Rumuskan indikator serta cara mengevaluasinya sehingga dapat diukur tingkat pencapaian keberhasilan. Masalah perlu dijelaskan secara operasional dan ditetapkan lingkup penelitiannya. b. sosial. sehingga tampak manfaatnya bagi siswa. dan diagnosis dilakukan oleh guru pembimbing dan/atau bersama kolaboratornya. PERUMUSAN MASALAH DAN PEMECAHAN MASALAH a. keluarga ataupun keberagamaan. Komptensi dan Indikator Peserta pendidikan dan pelatihan setelah mempelajari bahan ajar ini dapat membuat usulan PTBK. B. JUDUL PENELITIAN Judul hendaknya singkat (maksimal 20 kata). guru. Kemukakan hal-hal baru sebagai hasil kreativitas layanan BK yang akan dihasilkan dari penelitian ini. Rumusan masalah sebaiknya menggunakan kalimat tanya. belajar. hasil yang diharapkan. Uraian Materi 1. tindakan untuk mengatasi masalah. 3. 462 . Penting juga digambarkan situasi kolaboratif antara anggota peneliti dalam mencari masalah dan akar penyebab munculnya masalah tersebut. dan cukup jelas menggambarkan masalah yang akan diteliti. Setelah diidentifikasi masalah penelitiannya. 6. 4. Kemukakan secara jelas bahwa masalah yang diteliti merupakan sebuah masalah yang nyata terjadi di sekolah. Masalah yang akan diteliti merupakan masalah penting dan mendesak untuk dipecahkan. sesuai dengan bidang garap BK: masalah pribadi. serta dapat dilaksanakan dilihat dari segi ketersediaan waktu. Cara pemecahan masalah ditentukan berdasarkan ketepatannya dalam mengatasi akar penyebab permasalahan.BAB IV: PENYUSUNAN PROPOSAL PTBK Kegiatan Belajar 4 A.

observasi. Dalam tahap evaluasi uraikan cara esesmen dan penyekorannya. LAMPIRAN-LAMPIRAN a. tiap-tiap siklus sebaiknya dilaksanakan dalam beberapa kali pertemuan. RENCANA DAN PROSEDUR PENELITIAN Kemukakan subjek penelitian. Diskusikan proposal anda dengan sesama peserta pelatihan! 3. sehingga tampak jelas tingkat dan kualitas kolaborasi dalam penelitian tersebut. instrtumen observasi. Dalam rencana pelaksanaan tindakan pada setiap tahapan hendaknya digambarkan peranan dan intensitas kegiatan masingmasing anggota peneliti. yang bersifat siklis. Dalam tahapan refleksi uraikan prosedur. pelaksanaan tindakan. 10. pertengahan. Dalam perencanaan uraikan secara rinci hal-hal yang diperlukan sebelum pelaksanaan tindakan (seperti misalnya: penyiapan perangkat pembelajaran berupa skenario pembelajaran. seminar danpenyusunan hasil penelitian dalam bentuk Gantt chart.7. waktu dan lamanya tindakan. Latihan 1. Prosedur hendaknya dirinci dari perencanaan. Fungsi observasi proses dilakukan secara terus menerus dalam PTBK sesuai dengan siklus yang ditentukan. JADWAL PENELITIAN Buatlah jadwal kegiatan penelitian yang meliputi perencnaan. Cobalah menyusun proposal untuk PTK BK. Curriculum Vitae c. Dalam pelaksanaan tindakan uraian bagaimana tahapan-tahapan tindakan yang akan dilakukan oleh guru maupun siswa pada awal. BIAYA PENELITIAN Sesuaikan dengan aturan yang ditetapkan 11. 2. dan sumber informasi. PESONALIA PENELITIAN Pelaksana dan Pengamat 12. Tunjukkan siklus-siklus kegiatan penelitian dengan menguraikan indikator keberhasilan yang dicapai dalam setiap siklus sebelum pindah ke siklus selanjutnya. media. pelaku. Surat keterangan C. 8. refleksi. pelaksanaan monitoring. KAJIAN PUSTAKA Uraikan dengan jelas kajian teoretis dan empiris yang menumbuhkan gagasan usulan PTBK yang sejalan dengan rumusan dan hipotesis tindakan (bila ada). 13. alat. Untuk memantapkan hasil tindakan. dan akhir pembelajaran. Uraian ini digunakan sebagai dasar penyusunan kerangka berfikir yang akan digunakan dalam penelitian. dengan memberikan perhatian rinci pada setiap aspek dalam proposal. bahan dan alat. 9. evaluasi dan refleksi). DAFTAR PUSTAKA Ditulis secara konsisten menurut model yang dipilih. Kemukakan juga teori dan hasil penelitian lain yang mendukung pilihan tindakan untuk mengatasi permasalahan penelitian tersebut. evaluasi. persiapan. Tanyakan hal-hal yang kurang jelas kepada pelatih anda! 463 . Instrumen penelitian b. Uraikan secara jelas prosedur/langkah-langkah PTBK yang akan dilakukan. Dalam tahap observasi uraikan objek amatannya dan prosedurnya. serta tempat penelitian secara jelas.

Daftar Tabel Berisikan daftar nomor dan judul semua tabel yang ada dalam laporan serta halamannya. pelaksanaan pengamatan dan refleksi yang berisi penjelasan tentang aspek keberhasilan dan kelemahan yang terjadi dari suatu tindakan. guru pembimbing sendiri. dan/atau sponsor. tujuan. Bab I Pendahuluan Memuat unsur latar belakang masalah. evaluasi. serta definisi operasional. analisis dan rumusan masalah. kemukakan hasil analisis data yang menunjukkan perubahan yang terjadi disertai pembahasan. Kejelasan tiap siklus: rancangan. karakterisitik siswa di sekolah sebagai subjek penelitian. observasi. Kata Pengantar Berisi fakta-fakta yang ingin disampaikan oleh peneliti sehubungan dengan pelaksanaan penelitian dan hasil yang dicapai. Uraian Materi Halaman Kulit Muka laporan akhir hasil penelitian Halaman kulit muka laporan akhir hasil PTBK dapat disesuaikan dengan warna lembaga. dan refleksi. prosedur dan hasil penelitian. waktu. Proses gambar atau foto yang dimaksud adalah gambar/foto yang diambil selama proses penelitian berlangsung dan berguna antara lain. motivasi dan aktivitas siswa dalam berkegiatan. Hasil penelitian yang telah didokumentasikan akan bermanfaat sebagaimana dirumuskan pada uraian kompetensi sebelumnya. hipostesis tindakan (bila diperlukan). tujuan. Halaman Pengesahan Halaman pengesahan laporan akhir PTKBK Abstrak Menguraikan dengan ringkas unsur-unsur permasalahan. Kompetensi dan Indikator B. Bab II Kajian Pustaka Menguraikan teori terkait dan temuan penelitian yang relevan yang memberi arah ke pelaksanaan PTBK dan usaha peneliti membangun argumen teoritik bahwa dengan tindakan tertentu dimungkinkan dapat meningkatkan mutu proses dan hasil tindakan pelayanan BK. 464 . lingkungan. Setelah memperoleh pengetahuan tentang Hasil PTBK. untuk menggambarkan situasi kelas laboratorium atau mimik seorang peserta didik yang dapat memperkuat uraian dalam komponen penemuan. Perlu ditambahkan hal yang mendasar yaitu hasil perubahan pada diri siswa. Diketik satu spasi dengan font 10 dalam bahasa inggris. Daftar Gambar Berisikan nomor dan judul semua gambar atau foto yang ada dalam laporan serta halamannya. mulai dari perencanaan. mata pelajaran. Bab III Pelaksanaan Penelitian Mengandung unsur: deskripsi lokasi. Gunakan grafik dan/atau tabel secara optimal. data awal tentang permasalahan pentingnya masalah dipecahkan. Bab IV Hasil Penelitian dan Pembahasan Menyajikan uraian masing-masing siklus dengan data lengkap. Tindakan yang dilakukan bersifat rasional dan feasible serta collaborative. peserta pendidikan dan pelatihan diharapkan dapat mendokumentasikan hasil penelitian dimaksud dalam bentuk laporan penelitian. pelaksanaan. C. situasi kegiatan. Dafar Isi Berupa halaman yang memuat bagian awal laporan bab dan sub bab. Dibagian ini dapat pula disampaikan ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang berjasa dalam pelaksanaan penelitian. serta bagian akhir.BAB V: LAPORAN PTBK Kegiatan Belajar 5 A. bukan untuk membuktikan teori. dan manfaat penelitian. hasil layanan. identifikasi masalah.

Pedoman Pelaksanaan Pelayanan Konseling Pada satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Penelitian Tindakan Kelas untuk Guru Pembimbing (Bimbingan dan Konseling). Daftar Pustaka Memuat semua sumber pustaka yang digunakan dalam penelitian secara alphabetis. Jakarta: Ditjen PMPTK Depdiknas. Pedoman Praktis Bagi Guru Profesional. Yogyakarta: Paramitra Publishing. (2007). Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro Semarang. (2009). Suara Bangsa. Berikan saran tindak lanjut berdasarkan pembahasan hasil penelitian. (2011). Jakarta: YSB@2009. Edisi Revisi. Penelitian Tindakan Kelas. riwayat hidup semua peneliti. Subyantoro. 465 . dan bukti lain pelaksanaan penelitian. Jakarta: Bumi Aksara.Bab V Kesimpulan dan Saran Menyajikan simpulan hasil penelitian (potret kemajuan) sesuai dengan tujuan penelitian. Jakarta: Univesitas Terbuka. (2005). Melaksanakan PTK Itu Mudah (Classroom Action Research). (2008). dkk. Penelitian Tindakan Kelas. Buku Panduan Penelitian Tindakan Kelas (P2PTK). perangkat pembelajaran. Sukiman. (2009). Pedoman Penyusunan Usulan dan Laporan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Masnur Muslich. (2009). Jakarta: Dirjendikti Direktorat PPTK dan KPT. Lampiran-lampiran Memuat instrumen penelitian. Daftar Kepustakaan Departemen Pendidikan Nasional. IGAK Wardani. Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Jasmani dan Bimbingan Konseling. data penelitian. personalia peneliti.