PENGANTAR Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan dan pemerintah mengusahakan serta menyelenggarakan satu sistem pendidikan

nasional yang meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan undang-undang (UUD Tahun 1945 Pasal 31 Ayat 1 dan 3). Lebih jauh dijelaskan bahwa pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara (UU No. 20 Tahun 2003 Pasal 1 Ayat 1). Dalam pernyataan lain, dikemukakan bahwa fungsi pendidikan nasional adalah mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Dua aspek penting tentang konsep dasar dan fungsi pendidikan yang dikemukakan dalam UU No. 20 Tahun 2003 memberikan peluang dan ruang yang sangat terbuka bagi peran bimbingan dan konseling dalam keseluruhan sistem pendidikan nasional. Peran bimbingan itu secara khusus tersurat dalam pernyataan: “Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang”. Ini berarti bahwa keberadaan bimbingan dan konseling di lingkungan pendidikan, baik formal non formal, maupun informal merupakan konsekuensi logis yang dikuatkan dengan landasan hukum sebagaimana aspek pendidikan seperti kurikulum pendidikan dan manajemen pendidikan. Dengan kata lain, kedudukan atau posisi bimbingan dan konseling merupakan bagian integral dari keseluruhan program pendidikan. Selain aspek hukum, keberadaan layanan bimbingan dan konseling dalam sistem pendidikan secara umum dilatarbelakangi oleh beberapa landasan. Mengutip pernyataan Uman Suherman (2006) bahwa untuk meningkatkatkan efektivitas penyelenggaraan layanan bimbingan dan konseling profesional, maka pekerjaan profesi itu harus ditata berlandaskan tuntutan riil masyarakat pengguna juga mengacu pada rujukan teori-teori yang berkenaan dengan landasan filosofis, sosiologis, psikologis, sosiologis, psikologis, sosio-kultur dan sistem nilai baik yang bersifat umum maupun keagamaan.

93

BAB I KONSEP DASAR MANAJEMEN DAN ORGANISASI BK A. Konsep Dasar Manajemen 1. Pengertian Managemen Secara sematik manjemen mempunyai beberapa arti, tergantung dari konteks dan maksudnya. Kata manajemen yang dipakai dalam kehidupan berorganisasi merupakan terjemahan dari bahasa Inggris to manage yang berarti mengurus, mengatur, mengemudikan, mengarahkan, mengendalikan, menangani, mengelola, menyelenggarakan, menjalankan, melaksanakan dan memimpin. Sedangkan dalam bahasa Latin manajemen berasal dari kata mano yang berarti tangan, kemudian menjadi manus yang berarti bekerja berkali-kali menggunakan tangan, kemudian ditambah imbuhan angere yang berarti melakukan sesuatu sehingga menjadi managiare yang berarti melakukan sesuatu berkali-kali dengan menggunakan beberapa tangan. Dengan kata lain untuk mengerjakan sesuatu memerlukan tangan-tangan dan kegiatan orang lain. Sehingga manajemen diartikan sebagai proses mengadakan, mengatur, dan memanfaatkan berbagai sumber daya yang dianggap penting guna mencapai suatu tujuan. Lebih jauh manajemen merupakan keseluruhan proses aktivitas yang dilakukan oleh sekelompok manusia dalam suatu sistem organisasi dengan menggunakan segala sumber daya untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien. 2. Tujuan dan Fungsi Manajemen Pada dasarnya penerapan manajemen adalah untuk mempermudah pencapaian suatu tujuan. Dalam upaya mencapai tujuan itu langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mengenal tujuan terlebih dahulu. Kejelasan pengenalan terhadap tujuan akan memberikan: (1) kepastian arah; (2) memfokuskan usaha; (3) menjadi pedoman rencana dan keputusan; dan (4) mempermudah pelaksanaan evaluasi terhadap kemajuan yang telah dicapai, termasuk mengidentifikasi faktor penghambat dan penunjangnya. John F. Mee (Uman Suherman, 2011) memberikan sifat-sifat yang seharusnya terkandung dalam tujuan sehingga dapat mempermudah pemahaman tentang arti atau makna yang terkandung dalam tujuan, diantaranya tujuan harus: a. Ditentukan sebelum aktivitas organisasi dilakukan. b. Dapat dimengerti oleh semua personel yang terlibat dalam pelaksanaan aktivitas organisasinya. c. Dinyatakan baik secara tertulis ataupun lisan. d. Menjadi pegangan bagi para personel organisasi dalam proses pencapaiannya. Sedangkan fungsi manajemen adalah memberikan alur aktivitas, penetapan posisi dan peran serta tanggung jawab setiap personel dalam menjalankan aktivitas organisasinya secara efektif dan efisien. Secara rinci fungsi manajemen adalah sebagai berikut: a. Menciptakan suatu koordinasi dan komunikasi tugas setiap personel dan antar personel organisasi. b. Mendorong setiap personel melaksanakan tugas-tugasnya secara efektif dan efisien. c. Memudahkan pelaksanaan analisis tugas dan tanggung jawab setiap personel organisasi secara efektif. 3. Aspek dan Fungsi Manajemen Menurut Babbage, Taylor, Fayol, Henry Gantt dan Gillberth, fungsi manajemen mencakup kegiatan perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pengarahan (actuating), koordinasi (coordinating) dan pengawasan (controlling).

94

a. Perencanaan: Fungsi manajemen yang dikemukakan oleh G. R. Terry dalam bukunya yang berjudul Principle Of Management, pertama adalah fungsi perencanaan (Planning) yang merupakan fungsi dasar (fundamental) manajemen, karena pengorganisasian, penggerakkan dan pengawasan harus direncanakan terlebih dahulu. Perencanaan adalah pondasi untuk keberhasilan pelaksanaan tiap fungsi manajemen lainnya. Menurut Winardi (Uman Suherman, 2011) pengertian perencanaan adalah perencanan yang meliputi tindakan memilih dan menghubungkan fakta-fakta dan membuat serta menggunakan asumsi-asumsi mengenai masa yang akan datang dalam hal memvisualisasi serta merumuskan aktivitas-aktivitas yang diusulkan yang dianggap perlu untuk mencapai hal-hal yang diinginkan. Karena itu proses perencanaan hendaknya menyuguhkan informasi yang lengkap dan menyeluruh bagi semua personel yang terlibat, terutama tentang: 1) Tujuan-tujuan dan cara-cara atau strategi mencapai tujuan. 2) Pedoman bagi semua personel yang terlibat dalam men-jalankan tugas-tugas suatu organisasi. 3) Alat pengawasan terhadap pelaksanaan program. 4) Penggunaan segala sumber daya yang dimiliki organisasi secara efisien. 5) Batas-batas kewewenangan dan tanggung jawab setiap personel pelaksanaan organisasi, sehingga dapat meningkatkan kinerja dan kerja sama antar personel. 6) Kriteria atau tolok ukur prestasi organisasi, baik berkenaan dengan program, pelaksanaan maupun out put atau hasil yang harus diperoleh. Melihat aspek-aspek yang hendaknya terkandung dalam perencanaan, maka proses perencanaan itu memerlukan analisis rasional yang akan mempertimbangkan setiap aspek dan langkah aktivitas organisasi yang akan dilakukan secara matang dan pasti. b. Pengorganisasian: Fungsi manajemen yang kedua adalah fungsi pengorganisasian (Organizing) yang merupakan fungsi organik ke dua dari manajemen. Kadarman (Uman Suherman, 2011), pengorganisasian adalah penetapan struktur peran-peran melalui penentuan berbagai aktivitas yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan-tujuan perusahaan dan bagian-bagiannya. Pengelompokkan aktivitas-aktivitas penegasan, pendelegasian wewenang untuk melaksanakan, serta pengorganisasian hubungan-hubungan wewenang dan informasi baik secara horizontal maupun vertikal oleh struktur organisasi. Pengorganisasian adalah tindakan mengusahakan hubungan-hubungan kelakuan yang efektif antara orang-orang sehingga mereka dapat bekerja sama secara efisien dan dengan demikian memperoleh kepuasan pribadi dalam hal melaksanakan tugas-tugas tertentu dalam kondisi lingkungan tertentu guna mencapai tujuan dan sasaran tertentu. Tiga alasan penting dilakukannya pengorganisasian, yaitu untuk: 1) Meningkatkan efisiensi dan kulitas dari pekerjaan organisasi. 2) Menetapkan akuntabilitas sebab partisipan dalam tiap usaha adalah lebih efktif ketika mereka memahami respon-sibilitas khusus mereka. 3) Memfasilitasi komunikasi, sebab komunikasi formal secara langsung mengikuti struktur otoritas organisasi. Dengan melaksanakan pengorganisasian, seorang manajer dapat memperoleh manfaat, yaitu: 1) Pencapain tujuan lebih jelas. 2) Mudah dalam memilih, menempatkan, dan melatih seseorang sesuai dengan kemampuannya. 3) Setiap anggota mengetahui pekerjaan yang harus dikerjakan. 4) Penggunaan fasilitas lebih efektif dan efisien.

95

c. Pengarahan: Fungsi yang ketiga adalah fungsi pergerakkan (Actuating) fungsi ini merupakan fungsi fundamental manajemen sebagai tindak lanjut dari fungsi perencanaan dan pengorganisasian. Fungsi penggerakkan adalah suatu fungsi pembimbing dan pemberian pimpinan serta penggerakkan orang-orang, agar orang-orang atau kelompok orang-orang itu suka dan mau bekerja. Pengarahan dilakukan untuk menjaga agar aktivitas manajemen tetap berada pada jalur mekanisme kerja yang sesuai dengan ketentuan-ketentuan organisasi. Dengan kata lain, melalui pengarahan yang efektif memungkinkan aktivitas lebih terarah pada pencapaian tujuan organisasi yang telah ditentukan. Lebih jauh Arthur Jones (Uman Suherman, 2011), mengemukakan pengarahan mancakup dua bentuk kegiatan, yaitu: 1) Sebagai kontrol kualitas yang direncanakan untuk memelihara, menyelenggarakan, dan menentang perubahan. 2) Mengadakan perubahan, penataran, serta mengadakan perubahan pola pikir dab perilaku personel organisasi. d. Pengawasan: Fungsi manajemen yang terakhir adalah fungsi pengawasan (Controlling). Fungsi terakhir dari manajemen ini harus dilaksanakan oleh manajer dan fungsi yang melengkapi lingkaran siklus manajemen secara utuh. T. Hani Handoko (1995) mengemukakan bahwa pengawasan manajemen adalah suatu usaha sistematik untuk menetapkan standar pelaksanaan dengan tujuan-tujuan perencanaan, merancang sistem informasi umpan balik, membandingkan kenyataan dengan standar yang telah ditetapkan sebelumnya, menentukan dan mengukur penyimpangan-penyimpangan serta mengambil tindakan koreksi yang diperlukan untuk menjamin bahwa semua sumber daya perusahaan dipergunakan dengan cara paling efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan. Fungsi-fungsi tersebut dapat dikembangkan menjadi beberapa fungsi yang lain seperti halnya dilakukan oleh Voontz-O'Donell yang memecah fungsi pengarahan (actuating) menjadi directing dan staffing. Fungsi tersebut disederhanakan dengan cara mengelompokkan fungsi tersebut ke dalam dua fungsi manajemen yakni manajemen mekanik dan manajemen dinamik. Manajemen mekanik adalah pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen yang tidak melihat personal sebagai masalah pengkajian. Perencanaan dan pengorganisasian adalah tugas kelompok bukan tugas individu tertentu dalam organisasi. Manajemen dinamik adalah pelaksanaan fungsi manajemen yang melihat personal sebagai bagian yang penting. Fungsi-fungsi yang dilakukan oleh individu tertentu dalam organisasi, seperti pengarahan, koordinasi dan pengawasan hanya dapat dilakukan oleh individu tertentu dan tidak sembarang orang.
B. Implementasi Fungsi Manajemen dalam BK Fungsi-fungsi manajemen yang diimplementasikan dalam kegiatan bimbingan dan konseling terlihat dan dapat diwujudkan dalam perencanaan program bimbingan dan konseling, penggorganisasian aktivitas dan semua unsur pendukung bimbingan dan konseling, penetapan staf bimbingan dan konseling, lalu menggerakkan atau meningkatkan SDM untuk melaksanakan tugas masing-masing dengan cara memberikan motivasi, dan yang terakhir mengevaluasi kegiatan serta hasil yang dicapai memalui aktivitas layanan yang telah dilaksanakan. Melalui implementasi fungsi-fungsi manajemen itulah bagaimana layanan bimbingan dan konseling dilakukan agar mencapai tujuan yang diinginkan secara efektif dengan menggunakan sumber daya secara efisien? Jawabannya adalah layanan bimbingan dan konseling perlu diurus, diatur, dikemudikan, dikendalikan, ditangani, dikelola, diseleng-garakan, dijalankan, dilaksanakan dan dipimpin oleh orang yang memiliki keahlian, keterampilan, serta wawasan dan pemahaman tentang arah, tujuan, fungsi, kegiatan, strategi, dan indikator keberhasilannya. Dengan kata

96

lain, layanan birnbingan dan konseling perlu dilakukan sebagai aktivitas layanan bermutu, yaitu yang mampu mengintegrasikan, mendistribusikan, mengelola, dan mendayagunakan program, personel, fasilitas, pembiayaan, dan sumber daya lainnya secara optimal agar dapat mengembangkan seluruh potensi individu sesuai dengan harapan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara, serta Tuhannya sebagai akhir penghambaannya. Karena itu dalam keseluruhan aktivitas layanan birnbingan dan konseling seorang manajer (konselor) perlu memperhatikan dan mendayagunakan sumber-sumber seperti: (1) manusia; (2) material; (3) alat dan fasilitas; (4) waktu; (5) keuangan ; dan (6) pemasaran. Sumber daya utama dalam proses layanan bimbingan dan konseling adalah manusia atau orang-orang, baik orang sebagai pengelola, pelaksana maupun sebagai sasaran layanan bantuan. Sebagai pengelola dan pelaksana, orang-orang yang terlibat dalam birnbingan dan konseling adalah yang memiliki keahlian dan kewenangan secara profesional. Artinya mereka adalah orang-orang pilihan dan bekerja sesuai dengan bidang keahliannya. Penempatan orang-orang yang befpatokan pada konsep ini memungkinkan munculnya organisasi layanan birnbingan efektif dan efisien. Artinya mudah dalam mencapai tujuan yang diharapkan dan hemat dalam waktu serta tenaga yang dikeluarkan. Materi layanan birnbingan dan konseling hendak-nya membumi, artinya mated yang disajikan sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan disediakan bagi pengembangan potensi perserta didik. Alat dan Fasilitas digunakan untu mempermudah pencapaian tujuan. Karena itu bagaimana seorang konselor merancang penggunaan atau pemanfaatan alat dan fasilitas secara efektif dan efisien dalam keseluruhan layanan birnbingan dan konseling. Waktu, kadang-kadang dijadikan kambing hitam yang menghambat pelaksanaan layanan. Karena itu kapan suatu kegiatan dilakukan secara tepat dan materi apa yang perlu diberikan pada waktu tertentu. Dengan demikian, dengan penggunaan waktu secara tepat tidak akan ada unsur yang merasa terganggu dan dirugikan, tetapi dengan penggunaan waktu tepat mempermudah tujuan untuk dicapai. Dalam keseluruhan kegiatan bimbingan dan konseling, keuangan menjadi salah satu faktor pendorong terlaksananya kegiatan. Tetapi perlu disadari bahwa belum tentu banyaknya modal yang dimiliki sudah memastikan pencapaian tujuan secara efektif. Dengan demikian tanpa uang disadari kegiatan akan terhambat tetapi dengan modal pemikiran kreativitas konselor dan seluruh personel bimbingan dan konseling, permasalahan keuangan bisa diatasi. Pemasaran (sosialisasi) program bimbingan dan konseling berbeda dengan organisasi perusahaan. Tetapi prinsip utama pemasaran adalah promosi demi menjaga keberadaan suatu organisasi. Begitu juga dalam memasarkan bimbingan dan konseling perlu perhatian dan pemikiran strategis agar keberadaan dan kedekatan antara bimbingan dan konseling dengan penggunanya senantiasa terjaga. Program bimbingan dan konseling adalah dimana program tersebut tertuju pada apa yang ingin dicapai dari tujuan birnbingan sehingga program tersebut berjalan efisien dan efektif. Untuk membuat program yang efektif dan efisien diperlukan perencanaan yang matang dalam membuat program bimbingan dan konseling, sehingga tujuan yang ingin dicapai sesuai dengan harapan dari pendidikan dan individu. Dewa Ketut Sukardi (1995) mengungkapkan bahwa kegiatan penyusunan program bimbingan dan konseling di sekolah merupakan seperangkat kegiatan yang dilakukan melalui berbagai bentuk survey untuk menginventarisasi tujuan, kebutuhan, kemampuan sekolah serta persiapan sekolah untuk melaksanakan program bimbingan dan konseling. Karena program bimbingan dan konseling yang efektif dan efisien adalah program bimbingan dan konseling yang terencana secara kontinu dan sesuai dengan tujuan serta visi dan misi bimbingan dan konseling sehingga diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan mutu dari layanan bimbingan dan

97

konseling. A. J. Nurihsan (2011) menjelaskan bahwa untuk tercapainya program perencanaan bimbingan yang efektif dan efisien/ maka ada beberapa hal yang perlu dilakukan diantaranya: 1. Analisis kebutuhan dan permasalahan peserta didik. 2. Penentuan tujuan program layanan bimbingan dan konseling yang ingin dicapai. 3. Analisis situasi dan kondisi di sekolah. 4. Penentuan jenis-jenis kegiatan yang akan dilakukan 5. Penetapan metode dan teknik yang akan dilakukan dalam kegiatan 6. Penetapan personel-personel yang akan melaksanakan kegiatan yang telah dilaksanakan. 7. Persiapan fasilitas dan biaya pelaksanaan kegiatan bimbingan yang direncanakan 8. Perkiraan tentang hambatan-hambatan yang akan ditemui dan usaha-usaha apa yang dilakukan dalam menangani hambatan-hambatan. Perencanaan ini dilakukan untuk sebagai langkah awal untuk meningkatkan kulaitas manajemen bimbingan dan konseling agar mempunyai mutu yang lebih baik sehingga akan menyokong tujuan dari layanan bimbingan dan konseling. Sehingga dalam melaksanakan program bimbingan diperlukan keterlibatan seluruh aspek dan komponen yang mendukung bimbingan. C. Prinsip-prinsip Perencanaan BK Flesher (Uman Suherman, 2011) menjelaskan bahwa untuk memulai sebuah perencanaan diperlukan landasan atau dasar untuk merumuskan program pendidikan diantaranya: 1. Merumuskan objek pendidikan yang layak untuk masyarakat. 2. Menentukan tujuan apa yang diinginkan atau dikehendaki dari pendidikan. 3. Pembentukan area kehadiran. 4. Mengembangkan program pendidikan untuk masyarakat dan untuk pusat kehadiran. 5. Membangun ruang dasar kebutuhan untuk tiap kehadiran. 6. Pemilihan tempat untuk tiap kehadiran dalam tahap ini perencanaan semestinya menggunakan pelayanan. 7. Persiapan dan membuat kesepakatan pendahuluan atau gambaran dasar untuk individu. 8. Persiapan dan membuat persetujuan gambaran pekerjaan untuk tiap individu. Bimbingan sebagai bagian integral dalam proses pendidikan, dalam melakukan perencanaan, diperlukan menentukan arah dan tujuan dari diadakannya bimbingan. Perencanaan yang baik adalah dimana seluruh komponen dari perencanaan mampu dijalankan dengan baik. Terutama dalam layanan bimbingan dan konseling, sebagai proses pemberian bantuan sehingga diharapkan dalam membuat suatu perencanaan dilakukan berbagai pertimbangan yang matang untuk kesuksesan dalam menjalankan program bimbingan dan konseling. Luther Gullich (Fattah, 2006) menyebutkan syaratsyarat perencanaan sebagai berikut: 1. Tujuan harus dirumuskan secara jelas. 2. Perencanaan harus sederhana dan realistis. 3. Memuat analisis-analisis dan penjelasan-penjelasan terhadap usaha-usaha yang direncanakan. 4. Bersifat fleksibel. 5. Ada keseimbangan baik ke luar maupun ke dalam. Ke dalam berarti seimbang antara bagian-bagian dalarn perencanaan tersebut, sedangkan ke luar berarti seimbang antara tujuan dan fasililtas yang tersedia. 6. Efisien dan efektif dalam penggunaan biaya, tenaga dan sumber daya yang tersedia.

98

D.

Konsep Dasar Pengorganisasian dalam BK 1. Definisi Pengorganisasian dalam pengertian bimbingan dan konseling berarti suatu bentuk kegiatan yang mengatur cara kerja, prosedur kerja dan pola kerja atau mekanisme kerja kegiatan layanan bimbingan dan konseling. Bimbingan dan konseling tidak dapat dilaksanakan secara berdaya guna dan berhasil kalau tidak diimbangi dengan organisasi yang baik. Tanpa organisasi, itu berarti tidak adanya suatu koordinasi, perencanaan, sasaran yang cukup jelas, serta kepemimpinan yang berwibawa, tegar dan bijaksana. Pengorganisasian program layanan bimbingan konseling di sekolah adalah upaya melibatkan orang-orang ke dalam organisasi bimbingan di sekolah, serta upaya melakukan pembagian kerja diantara anggota organisasi bimbingan di sekolah.

2. Manfaat Pengorganisasian Manfaat pengorganisasian program layanan bimbingan dan konseling adalah agar: a. Setiap personel bimbingan menyadari tugas, peranan, kedudukan, wewenang dan tanggung jawab masing- masing. b. Terhindar dari terjadinya tumpang tindih tugas diantara para personel bimbingan. c. Terjadi mekanisme kerja secara baik dan teratur. d. Tercapai kelancaran, efisiensi dan efektivitas pelaksanaan program layanan bimbingan dan konseling. Proses pengorganisasian program layanan bimbingan dan konseling meliputi langkah-langkah sebagai berikut: a. Pengelompokkan kegiatan layanan. b. Pembagian tugas, peranan, tanggung jawab dan wewenang bagi masingmasing personel. c. Penenentuan mekanisme kerja. d. Penyusunan suatu struktur organisasi bimbingan dan konseling. 3. Tujuan Pengorganisasian Organisasi merupakan proses instrumental yang dapat menjembatani tercapai nya sasaran-sasaran program bimbingan. Sasaran bimbingan tersebut jelas mengarah pada satu tujuan. Pada dasarnya, organisasi merupakan rangkuman dari keseluruhan tujuan bimbingan yang dicanangkan, kemudian dikomunikasikan ke bawah menurut garis dengan ide komitmen dan kesepakatan bersama. Jadi tujuan organisasi merupakan manif estasi dari tujuan bimbingan dan konseling itu sendiri. 4. Implementasi Pengorganisasian Bimbingan dan konseling tidak/dapat dilaksanakan secara jelas dan sistematis apabila tidak diimbangi dengan organisasi yang baik. Tanpa organisasi, berarti tidak adanya suatu koordinasi, perencanaan, sasaran yang cukup jelas, serta kepemimpinan yang proporsional dan profesional. Karena itu manajer sekolah hendaknya mampu merencanakan dan mengelola satu kesatuan sistem yang dapat mengatur operasi kegiatan-kegiatan sekolah termasuk didalamnya kegiatan layanan bimbingan dan konseling, sehingga setiap personel ditempatkan pada bagian yang tepat sesuai struktur jabatan dan kemampuannya. Dengan demikian peran guru mata pelajaran dan guru pembimbing (konselor) lebih ditegaskan sehingga dalam pelaksanaan layanan bimbingan tidak terjadi adanya subtitusi posisi guru mata pelajaran oleh guru pembimbing dan sebaliknya posisi guru pembing digantikan oleh guru mata pelajaran. Dengan kata lain pelibatan guru mata pelajaran atau pihak-pihak lain dalam bimbingan dan konseling ditegaskan dalam batas proporsi dan kewenangan profesionalitasnya.

99

Dukungan dan pemantauan pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling. b. Kepala Sekolah a. Mekanisme kerja. sehingga masing-masing petugas bimbingan akan dapat memahami dan mengerti kewajiban dan tanggung jawab masing-masing. Penyusunan program bimbingan dan konseling. tugas dan peran masing-masing personel pendidikan dalam bimbingan dan konseling. wali kelas. guru pembimbing. c. Tugas-tugas. b. d. b. meliputi kepala sekolah. 2. Semua personel sekolah. guru mata pelajaran. Pengembangan program bimbingan dan konseling termasuk pembinaan dan pelatihan personel bimbingan dan konseling. e. seperti yang dikutip dalam buku Manajemen BK (Uman Suherman. Pelaksanaan kebijakan pimpinan sekolah terutama yang berkaitan dengan pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling. Penentuan staf personel bimbingan dan konseling. sampai kepala sekolah dalam mengoptimalkan peran masing-masing dan setiap personel pun akan mengetahui seberapa besar fungsi dan peranannya tersebut dapat dikontribusikan bagi sekolah. maka beberapa hal yang perlu diperhatikan diantaranya adalah: a. Wakil Kepala Sekolah a. sehingga para peserta didik tidak menjadi bingung karena adanya berbagai bentuk layanan bimbingan atau layanan lainnya yang serupa yang dilaksanakan oleh petugas-petugas yang berbeda. 100 . koordinator bimbingan. tanggung jawab dan wewenang dari masing-masing petugas yang terlibat dalam pelaksanaan layanan bimbingan di sekolah harus dirinci dengan jelas. Agar pengorganisasian kegiatan bimbingan dan konseling dapat terkoordinasi secara integral melalui kegiatan-kegiatan bimbingan dan konseling yang baik. dan staf administrasi bimbingan harus dihimpun dalam satu wadah. Penyediaan informasi baik berkaitan dengan aktivitas dan prestasi akademik.Pengembangan kerja sama profesional itu merupakan indikator skaligus menjadi manifestasi berhasil tidak nya suatu pengorganisasian dan tujuan dari rencana-rencana sekolah termasuk didalamnya program bimbingan dan konseling. Sosialisasi dan penetapan program bimbingan dan konseling kepada sivitas sekolah sebagai bagian dari program pendidikan. kepeserta didikan maupun sumber daya lain yang diperlukan dan dapat mendukung dalam penyusunan program bimbingan dan konseling. f. c. Lebih daripada itu peran setiap personel mudah untuk dipertanggung jawabkan. g. d. melalui pengorganisasian yang baik dan tepat terjadinya penyalah gunaan tugas setiap personel dapat dicegah secara cepat. Pengembangan kerjasama dengan instansi atau profesi lain yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan bimbingan dan konseling. 2011) bisa diperhatikan dalam uraian sebagai berikut: 1. penyediaan dan kelengkapan sarana prasarana. c. Penyediaan kelengkapan sarana dan prasarana yang diperlukan dalam kegiatan bimbingan dan konseling. sehingga terwujud satu kesatuan cara bertindak dalam usaha membantu memberikan layanan bimbingan dan konseling di sekolah. orang tua. pola kerja atau prosedur kerja bimbingan dan konseling di sekolah harus tunggal. Pemantauan dan supervisi terhadap pelaksanaan bimbingan dan konseling. Sosialisasi program bimbingan dan konseling kepada seluruh personel dan komponen sekolah sesuai dengan bidang dan kewenangannya. Dengan kata lain. Dalam pendidikan formal. Pengorganisasian bimbingan dan konseling secara tepat dapat membantu seluruh personel sekolah mulai dari peserta didik.

Mengadakan tindak lanjut. f. c. d.3. Membantu menyampaikan informasi kepada personel lain berkenaan dengan pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling. 6. mulai dari penyusunan. b. e. b. Melaksanakan layanan responsif kepada peserta didik terutama dalam bentuk konseling. Memantau perkembangan dan kemajuan para peserta didik di kelasnya terutama yang telah memperoleh layanan bimbingan dan konseling. dan mekanisme layanan kepada para peserta didik dan orang tua peserta didik di kelasnya. Melakukan analisis terhadap karakteristik dan kebutuhan perkembangan peserta didik. Membantu mengadministrasikan seluruh kegiatan bimbingan dan konseling. Melakukan kunjungan rumah. secara khusus Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Kepala Badan Administrasi Negara mengeluarkan 101 . Mengidentifikasi peserta didik yang membutuhkan layanan responsif berkenaan dengan permasalahan yang dihadapinya. Pelaksanaan konferensi kasus. c. d. b. h. g. terutama berkaitan dengan alih tangan kepada ahli lain. Mempertanggungjawabkan seluruh kegiatan layanan bimbingan dan konseling kepada kepala sekolah. i. Melakukan analisis terhadap kondisi sekolah akan layanan bimbingan dan konseling. b. Staf Administrasi a. 4. Konselor a. Memberikan layanan dasar kepada seluruh peserta didik. 5. Menyediakan informasi tentang karakteristik dan kebutuhan para peserta didik di kelasnya. fungsi. f. Guru Mata Pelajaran/Bidang Studi a. terutama tujuan. pelaksanaan sampai dengan penilaian terhadap layanan bimbingan dan konseling. e. Kegiatan konferensi kasus. Membantu mempersiapkan seluruh kegiatan bimbingan dan konseling. c. Mengidentifikasi peserta didik yang memerlukan layanan bimbingan dan konseling terutama berkenaan dengan matapelajaran yang diampunya. f. Mengkoordinasikan seluruh personel layanan bimbingan dan konseling. Mengadministrasikan seluruh kegiatan bimbingan dan konseling. Memantau perkembangan dan kemajuan para peserta didik terutama yang telah memperoleh layanan bimbingan dan konseling. d. e. Menyediakan informasi mengenai sikap dan kebiasaan peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran. c. sikap dan kebiasaan belajar yang efektif. Melakukan upaya layanan bimbingan belajar terutama pada program perbaikan dan pengayaan mata pelajaran yang diampunya. d. Mengorganisasikan seluruh aktivitas layanan bimbingan dan konseling. Membantu menyiapkan sarana yang diperlukan dalam pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling. Mensosialisasikan keberaadaan layanan bimbingan dan konseling. Wali Kelas a. Mensosialisasikan layanan bimbingan dan konseling kepada peserta didik terutama berkaitan dengan motivasi. Berkenaan dengan pelaksanaan tugas seorang konselor.

guru bimbingan dan konseling (konselor) yang membimbing minimal 150 orang peserta didik/tahun dihargai sebanyak 24 jam (Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 74 tahun 2008. dan beban tugas atau penghargaan jam kerja guru pembimbing/ konselor ditetapkan 36 jam/minggu. bimbingan karir serta semua jenis layanan termasuk kegiatan pendukung yang dihargai sebanyak 6 jam 4. Evaluasi pelaksanaan pelayanan dalam bidang bimbingan pribadi-sosial. Penyusunan program pelayanan dalam bidang bimbingan pribadi . maka dibutuhkan suatu kerjasama profesioanal yang saling melengakapi satu sama lain tanpa melanggar kode etik masing-masing profesinya. bimbingan belajar. 102 .sosial. tanggung jawab serta wewenangnya lebih efektif. 2. bimbingan karir. Sebagaimana guru mata pelajaran. termasuk kegiatan pendukung yang dihargai sebanyak 12 jam. 3.Surat Kepulusan Bersama Nomor: 0433/P/1993 dan Nomor: 25 Tahun 1993 menjelaskan bahwa pada setiap sekolah harus ada petugas yang melaksanakan layanan bimbingan yaitu guru pembimbing/konselor dengan rasio satu orang guru prmbimbing/ konselor untuk 150 orang peserta didik. tentang Guru). serta semua jenis layanan. Pelaksanaan pelayanan dalam bidang bimbingan pribadi-sosial. bimbingan belajar. Agar setiap personel yang terlibat dalam organisasi bimbingan dan konseling mampu menjalankan tugas. bimbingan berlajar. bimbingan karir serta semua jenis layanan termasuk kegiatan pendukung yang dihargai sebanyak 18 jam. beban tugas tersebut meliputi : 1.

Pendahuluan Pemahaman tentang bimbingan dan konseling (BK) sebagai suatu sistem dan kerangka kerja kelembagaan tidak dapat dilepaskan dari pandangan umum bahwa layanan BK merupakan bagian integral dari sistem pendidikan. 2006): 1. kegiatan. dewasa ini muncul istilah comprehensive school guidance and counseling sebagai kerangka kerja utuh yang harus dipahami oleh tenaga-tenaga ahli di bidang BK. Orientasi perkembangan ini mengharuskan layanan BK mengembangkan seluruh aspek dalam diri peserta didik. sistem manajemen dan sistem pertanggungjawabannya. Dengan demikian program BK sekolah yang komprehensif disusun untuk merefleksikan pendekatan yang menyeluruh bagi dasar penyususnan program. Program BK bersifat pengembangan (based on developmental approach). sasaran layanan. fasilitas dan rencana evaluasinya (Uman Suherman. Selain itu. Program BK sekolah yang komprehensif di dalamnya akan tergambarkan visi. 3. Hakikat BK Komprehensif Bercermin pada latar sejarah kelahiran dan perkembangan BK. yaitu program BK yang bersifat komprehensif bersandar pada asumsi bahwa tanggung jawab kegiatan bimbingan elibatkan seluruh personalia yang ada di sekolah dengan sentral koordinasi dan tanggung jawab ada di tangan konselor yang bersertifikat. Konselor tidak hanya menyediakan layanan langsung untuk siswa. personel. Oleh karena itu. yakni meskipun seorang konselor dimungkinkan untuk mengatasi problem dan kebutuhan psikologis yang bersifat krisis dan klinis pada dasarnya fokus layanan BK lebih diarahkan pada usaha memfasilitasi pengalaman-pengalaman belajar tertentu yang membantu siswa untuk tumbuh. 103 . Artinya. Jika saat ini program BK berorientasi pada perkembangan. berkembang dan menjadi pribadi yang mandiri. seluruh peserta didik di lembaga pendidikan tanpa ada yang diabaikan dan menciptakan lingkungan yang menopang perkembangan peserta didik. 2. keluarga. 2011).BAB II BIMBINGAN DAN KONSELING KOMPREHENSIF A. dalam pendidikan ada standar dan kompetensi tertentu yang harus dicapai oleh siswa. secara mendasar program BK sekolah direkomendasikan sebagai upaya pemberian layanan langsung bagi seluruh siswa. berbagai macam media informasi yang mempengaruhi pola pikir. melainkan juga bekerja secara konsultatif dan kolaboratif dengan tim bimbingan yang lain. sikap bertindak peserta didik dan lain sebagainya. jadi setiap siswa menerima manfaat program tersebut. strategi. Syarat agar pengelolaan program BK berorientasi perkembangan adalah pengelolaan program dengan cara komprehensif. Program BK sekolah merupakan serangkaian rencana aktivitas layanan BK di sekolah yang selanjutnya akan menjadi pedoman bagi setiap personel dalam pelaksanaan dan pertanggungjawabannya. Program BK melibatkan kolaborasi antar staff (team building approach). komunitas. B. misi. Sehingga kenyataannya yang sering muncul yaitu aktivitas konselor sekolah yang menghabiskan banyak waktunya untuk memenuhi kebutuhan sebagian kecil siswa (secara khusus hanya mengurus kebutuhan siswa berprestasi rendah dan bermasalah) tidak terjadi lagi. Tujuan BK bersifat kompatibel dengan tujuan pendidikan. Dengan demikian. program BK sekolah dirancang untuk menjamin bahwa setiap siswa memiliki hak yang sama untuk memperoleh manfaat program itu. Berikut lima premis dasar yang menegaskan istilah tersebut. tujuan. pelaksanaan program. segala aktivitas dan proses dalam layanan BK harus diarahkan pada upaya membantu siswa dalam pencapaian standar kompetensi dimaksud. Lingkungan pendidikan yang menopang perkembangan peserta didik dapat berupa sekolah. staf personel sekolah yang lain (guru dan tenaga administrasi) bahkan orangtua dan masyarakat. fungsi. (Gysbers & Henderson. maka konsekuensinya adalah pengelolaan program BK harus memenuhi syarat. masyarakat.

pendidikan seksualitas. Dengan demikian. Secara lebih sederhana A. Upaya pencegahan dan antisipasi sedini mungkin hendaknya menjadi semangat utama yang terkandung dalam kurikulum bimbingan yang diterapkan di sekolah (kegiatan klasikal). Konsekuensi dari kenyataan ini pada akhirnya menyebabkan layanan BK yang diselenggarakan di sekolah akhirnya terjebak dalam pendekatan tradisional dan intervensi psikologis yang berorientasi pada paradigma intrapsikis dan sindrom klinis. 104 . 2008) bahkan menegaskan bahwa program BK di sekolah tidak hanya bersifat komprehensif dalam ruang lingkup. Dengan demikian wajar apabila dalam masyarakat dan siswa-siswa sendiri guru BK distigmakan sebagai polisi sekolah. Beberapa program yang dapat dikembangkan seperti pendidikan multikulturalisme dan anti kekerasan. Layanan BK ditujukan untuk seluruh siswa tanpa syarat apapun. 2. Ketiga. 1. meliputi ragam dimensi (masalah. akademik dan karir). Melalui penerapan fungsi-fungsi manajemen tersebut diharapkan kegiatan dan layanan BK dapat diselenggarakan secara tepat sasaran dan terukur. terampil dalam merespon lingkungan serta mampu mengembangkan diri menjadi pribadi yang bermakna dan berorientasi ke depan. bersifat preventif dalam desain mengandung arti bahwa pada dasarnya tujuan pengembangan program BK di sekolah hendaknya dilakukan dalam bentuk yang bersifat preventif. implementasi. menggunakan berbagai strategi (pengembangan pribadi dan dukungan sistem). evaluasi dan keberlanjutan. Layanan bimbingan ditujukan untuk seluruh siswa. dan lain-lain. Nurihsan (2011) mengatakan bahwa model BK komprehensif adalah suatu konsep dasar bimbingan yang berasumsi sebagai berikut: 1. bersifat pengembangan dalam tujuan didasari oleh fakta di lapangan bahwa layanan BK sekolah selama ini justru kontraproduktif terhadap perkembangan siswa itu sendiri. Sudut pandang perkembangan ini mengandung implikasi luas bahwa pengembangan perilaku yang sehat dan efektif harus dapat dicapai oleh setiap individu dalam konteks lingkungannya masing-masing. Kedua. metode dan lama waktu layanan). Program BK dikembangkan melalui serangkaian proses sitematis sejak dari perencanaan. Layanan yang diberikanpun tidak hanya terbatas pada siswa dengan karakter dan motivasi unggul serta siap belajar saja. namun juga harus bersifat preventif dalam desain dan bersifat pengembangan dalam tujuannya. Dengan harapan setiap siswa dapat menggapai sukses di sekolah dan menunjukkan kontribusi nyata dalam masyarakat. Bower dan Hatch (Fatur Rahman. kesehatan reproduksi. 2. Pendekatan dan tujuan layanan BK pada dasarnya tidak hanya berkaitan dengan perilaku menyimpang dan bagaimana mencegah perilaku tersebut. Program bimbingan merupakan suatu kebutuhan yang mencakup berbagai dimensi yang terkait dan dilaksanakan secara terpadu. J. Faktor kepemimpinan ini diharapkan dapat menjamin akuntabilitas dan pencapaian kinerja program BK. Pertama. Melalui cara yang preventif tersebut diharapkan siswa mampu memilah sikap dan tindakan yang tepat serta mendukung pencapaian perkembangan psikologis ke arah ideal dan positif. setting. Kegiatan layanan BK sekolah yang berkembang di Indonesia selama ini lebih terfokus pada kegiatan-kegiatan yang bersifat adminiatratif dan klerikel (Sunaryo Kartadinata. keluarga serta masyarakat.4. 3. 5. melainkan juga berurusan dengan pengembangan perilaku efektif. kerjasama antara personal bimbingan dan personal sekolah lainnya. mengembangkan ketrampilan resolusi konflik. 2003). seperti mengelola kehadiran dan ketidakhadiran siswa. desain. Program BK ditopang oleh kepemimpinan yang kokoh. BK seharusnya perlu diarahkan pada upaya memfasilitasi individu agar menjadi lebih sadar terhadap dirinya. mengenakan sanksi disiplin pada siswa yang dianggap bermasalah. bersifat komprehensif berarti program BK harus mampu memfasilitasi capaian-capaian perkembangan psikologis siswa dalam totalitas aspek bimbingan (baik pribadi-sosial.

sarana-prasarana.3. Program BK komprehensif membutuhkan dukungan yang adil dan setara pihak sekolah (dengan payung kebijakan). Tanggung jawab seseorang itu tidak hanya bertumpu dan terpusat pada dirinya sendiri. Senada dengan paparan di aats. pemberian waktu yang memadai untuk pembimbingan. Kualitas program dan hasil yang terbukti akan melahirkan kepercayaan masyarakat sekolah. komunitas sebaya. hasil dan dampak yang menjangkau siswa dan stakeholder relevan tersebut di atas. Integrasi antara program bimbingan dan keseluruhan program pendidikan di sekolah yang bertujuan mengembangkan aspek intelektual dan skill diharapkan akan memberikan pengaruh pada pembentukan kompetensi peserta didik yang lebih utuh. bimbingan. komunitas sekolah. bukan sekedar program yang sistematis. keluarga dan masyarakat. personalia. Ia dapat mengolah pengalaman masa lampaunya untuk memperbaiki pilihan-pilihannya dan secara umum untuk memperbaiki arah. pendataan. sehingga program BK menjadi semakin komprehensif. Pengaruh terhadap bagian dari seorang manusia akan mempengaruhi keseluruhannya. program BK komprehensif bersifat sistemik. Pendekatan sistemik dalam program BK komprehensif menempatkan individu sebagai pusat sistem dan menciptakan hubungan antar-subsistem yang mempengaruhi individu ke arah perkembangan positif. mulai dari siswa sebagai individu maupun kelompok. Selain sebagai prasyarat. para guru. Program BK yang sistemik haruslah menjadi sebuah program yang data driven. dll. 3. Bimbingan bertujuan untuk mengembangkan seluruh potensi siswa secara optimal. Manusia tidak kaku terhadap pengelaman-pengalaman masa lampaunya. kebijakan keuangan. Asesmen dapat merumuskan kebutuhan siswa dan stakeholder penting lain seperti orangtua. yaitu bertanggungjawab atas akibat yang timbul dari pilihannya itu. kebijakan pendidikan yang terintegrasi juga merupakan dampak dari program BK komprehensif yang terbukti kualitasnya. sehingga sekolah memberikan perhatian memadai dan setara kepada semua unsur yang penting bagi jalannya proses pendidikan. Kepercayaan yang besar dari masyarakat sekolah pada akhirnya akan melahirkan dukungan optimal bagi program BK tersebut. administrator sekolah. Model bimbingan ini berpandangan bahwa manusia itu merupakan satu kesatuan. tetapi juga kepada orang lain secara seimbang. Perilaku manusia adalah hasil interaksi antara individu dan lingkungannya. Integrasi semacam ini membutuhkan kesamaan visi pendidikan dalam diri lembaga dan semua komponen yang terlibat dalam 105 . Sementara program BK yang sistemik adalah program BK yang dirancang untuk menjangkau berbagai pihak. Layanan BK menjangkau siswa dan stakeholder yang terkait. mencegah timbulnya masalah dan menyelesaikan masalah siswa. implementasi dan evaluasi. Program BK dapat melibatkan stakeholder relevan tidak saja sebagai penerima layanan tetapi juga sebagai rekanan dalam memberi layanan yang yang relevan. tertata baik sejak perencanaan. pelatihan. Pada diri setiap individu terdapat tenaga yang mendorongnya untuk tumbuh dan berkembang secara positif ke arah yang sebaik-baiknya sesuai dengan kemampuan dasar individu tersebut. Fajar Santoadi (2010) menyatakan bahwasanya program BK komprehensif adalah program BK yang dirancang menjadi bagian integral dari proses pendidikan di sekolah. Program BK yang sistematik merupakan program yang pelaksanaannya sesuai dengan rencana. kegiatan ekstrakurikuler. 4. kecepatan serta kematangan perkembangannya. pengajaran dan kegiatan pendidikan lain di sekolah merupakan bukti kebijakan pendidikan yang integratif di sebuah lembaga pendidikan. Lebih lanjut Erford menambahkan bahwa program BK komprehensif membutuhkan kebijakan pendidikan di sekolah yang integratif yaitu adanya keselarasan antara kebijakan dalam bidang pengajaran. Menurut Erford (2007). 2. Evaluasi proses. Dukungan finansial memadai. Setiap individu mempunyai kebebasan untuk memilih yang diikuti oleh tanggung jawab. Sifat sistemik dalam program BK komprehensif tampak dalam beberapa hal sebagai berikut: 1. dll. fasilitas memadai.

2011). membentuk pusat pengembangan karir atau fasilitas sekolah lainnya. kebutuhan siswa. layanan responsif dan dukungan sistem.proses pendidikan sehingga BK yang komprehensif bisa diciptakan. Pelayanan Dasar Pelayanan dasar diartikan sebgai proses pemberian bantuan kepada seluruh konseli melalui kegiatan penyiapan pengalaman terstruktur secara klasikal atau kelompok yang disajikan secara sistematis dalam rangka mengembangkan perilaku jangka panjang sesuai dengan tahap dan tugas-tugas perkembangan yang diperlukan dalam pengembangan kemampuan memilih dan mengambil keputusan dalam menjalani kehidupannya. 1. berkelanjutan. Kurikulum ini harus mengandung pernyataan tentang kompetensi siswa pada setiap tingkatan kelas dan indikator yang diidentifikasi serta digunakan dalam penilaian atas kompetensi siswa. Program BK memberikan kesempatan pelayanan kepada semua siswa. Kurikulum BK Komponen kurikulum BK sekolah terdiri atas program intruksional tertulis yang cakupannya komprehensif. Kurikulum BK sekolah merupakan hal yang terencana. istilah pelayanan dasar ini lebih populer dengan kurikulum bimbingan (Bowers & Hatch. Kurikulum BK serta kompetensi yang terkait didokumentasikan secara tertulis dan didasarkan atas penilaian terhadap program BK sekolah mengenai kebutuhan populasi siswa. preventif dan proaktif. Program BK ditunjang dengan keberadaan konselor yang profesional (keahlian. 3. Santoadi (2010). b. Aktivitas kelompok: konselor membentuk kelompok kecil yang terencana di luar kelas. 5. perencanaan individual. Program BK sekolah merupakan kesatuan komponen tujuan institusi sekolah. ketrampilan. Nurihsan. F. yakni kurikulum BK. untuk merespon kebutuhan atau minat siswa. dan Uman Suherman (2011) menyebutkan komponen BK komprehensif ada empat. Program BK mampu menghasilkan pengetahuan. Instruksi dan workshop bagi orangtua siswa: konselor menyelenggarakan workshop bagi orangtua atau wali untuk menunjukkan kebutuhan komunitas sekolah dan merefleksikan kurikulum BK sekolah. terkoordinasi oleh konselor sekolah dan tenaga pendidik lainnya. 4. 2000). desain ruang yang developmental. Pengembangan kurikulum interdisipliner: konselor berpartisipasi dalam tim interdisipliner untuk mengembangkan dan memperbaiki isi kurikulum. C. Pengajaran kelas: konselor memberikan pengajaran terhadap tim dan membentu dalam mengajarkan kurikulum BK di sekolah. serta tujuan bimbingan. Kurikulum bimbingan ini berupa layanan yang bertahap di berbagai jenjang pendidikan. yaitu layanan dasar bimbingan. maka komponen BK komprehensif dirumuskan ke dalam tiga komponen utama. sikap dan kemampuankemampuan siswa lainnya yang dapat didemonstrasikan sebagai sebuah hasil dari keikutsertaan mereka dalam sebuah program BK di sekolah. c. 2. sistematis dan mencakup penjelasan atas ruang lingkup dan unit pengajaran di dalamnya. sehingga perhatian pada fungsi developmental dapat terjaga. 2. Tim ini mengembangkan unit-unit kelas yang mengintegrasikan antara persoalan mata pelajaran dengan rangkaian kurikulum BK di sekolah. Tujuan layanan ini dapat juga dirumuskan sebagai upaya membantu siswa agar: 106 . Komponen Program BK Komprehensif Berdasarkan visi dan misi bimbingan. kegiatan belajar atau unit-unit dalam kelas. Adapun yang menjadi ciri utama dari program BK komprehensif adalah sebagai berikut: 1. Memastikan bahwa program BK merupakan rancangan yang dapat dilaksanakan dalam sebuah gaya yang sistemik untuk semua siswa. Sedangkan Gysbers (2007). Di Amerika Serikat sendiri. komitmen dan pengembangan diri). d. J. Kurikulum BK disampaikan melalui beberapa strategi sebagai berikut: a. layanan responsif dan layanan perencanaan individual (A.

4. edukasional dan okupasional siswa. c. pengalihan. Penyelesaian kebutuhan atau persoalan ini memerlukan konseling. okupasional dan tujuan personal mereka. Konselor sekolah membantu siswa membuat pilihan dari sekolah ke sekolah. fokus perilaku yang dikembangkan menyangkut aspek-aspek pribadi. konselor sekolah mengkoordinasikan kegiatan secara sitematis dan berkelanjutan serta dirancang untuk membantu siswa scara individual dalam menetapkan tujuan pribadi dan mengembangkan rencana mereka di masa depan. Untuk mencapai tujuan tersebut. karir dan pasar tenaga kerja dalam perencanaan tujuan pribadi. serta mengembangkan dirinya dalam rangka mencapai tujuan hidupnya. Layanan responsif disampaikan melalui strategi-strategi seperti: a. seleksi perguruan tinggi. guru. tenaga pendidik lain atau dengan anggota masyarakat mengenai strategi untuk membantu siswa dan keluarga. sekolah ke pekerjaan maupun sekolah ke pendidikan tinggi atau karir setelah mereka lulus dari suatu sekolah. ketrampilan sosial. Penilaian individual/kelompok kecil: konselor sekolah mengadakan analisis dan evaluasi terhadap kemampuan. Konseling individual dan kelompok: pemberian layanan konseling ini ditujukan untuk membantu peserta didik yang mengalami kesulitan. Memiliki kesadaran serta pemahaman tentang diri dan lingkungan (pendidikan. ketrampilan dan prestasi siswa. orangtua/wali dan orang lain bisa juga membantu siswa. mengalami hambatan 107 . Konsultasi: konselor berkonsultasi dengan orangtua/wali. sosial. Perencanaan individual bagi siswa diimplementasikan melalui beberapa strategi sebagai berikut: a. b. sosial budaya dan agama). Mampu menangani atau mamanuhi kebutuhan dan masalahnya. fasilitasi maupun informasi dari teman sebaya. Contoh topik dalam komponen ini adalah: review skor tes. (4) bimbingan kelompok. Bagaimanapun guru. Walaupun konselor sekolah memiliki ketrampilan dan pelatihan khusus dalam merespon kebutuhan dan persoalan semacam ini. dan (5) pelayanan pengumpulan data/aplikasi instrumentasi. kerjasama dan dukungan dari seluruh pihak sekolah dan seluruh staf tetap diperlukan bagi suksesnya implementasi program layanan responsif. karir dan perkembanganpribadisosialnya. perangkat pengungkap minat. c. b. Keterlibatan siswa. Konselor sekolah mengkoordinasikan kegiatan bantuan bagi seluruh rencana siswa. seleksi persoalan tahunan. orangtua/wali dan pihak sekolah dalam merencanakan program siswa yang sesuai dengan kebutuhan mereka merupakan hal yang sangat penting. belajar dan karir. (3) pelayanan informasi. promosi dan retensi informasi. Pemberian saran pada individual/kelompok kecil: konselor sekolah memberi saran pada siswa dengan menggunakan informasi pribadi/sosial. 3. Perencanaan Individual Dalam perencanaan individual. Dalam komponen ini siswa mengevaluasi tujuan edukasional. Strategi pelayanan untuk aplikasi pelayanan dasar antara lain: (1) bimbingan kelas. dll. b. pekerjaan. (2) pelayanan orientasi. Konselor tampil sebagai advokat bagi siswa. mengawasi dan menangani proses belajar siswa termasuk menemukan kompetensi dalam area akademis. Komponen ini disediakan bagi seluruh siswa dan seringkali siswa diberi inisiasi melalui self-referral. survei dan interview dengan siswa senior dan alumni. Layanan Responsif Komponen layanan responsif dalam program BK sekolah terdiri atas kegiatankegiatan untuk menemukan kebutuhan dan persoalan yang tengah dihadapi siswa. konsultasi.a. Mampu mengembangkan keterampilan untuk mengidentifikasi tanggung jawab atau seperangkat tingkah laku yang tepat bagi penyesuaian diri dengan lingkungannya. bantuan financial. minat.

Alih tangan: apabila konselor kurang memiliki kemampuan untuk menangani masalah konseli. tata kerja. dan pengembangan pengalaman pribadisosialnya. Titik berat program BK sekolah adalah kesuksesan bagi setiap siswa. (2) Dirancang lebih berorientasi pencegahan. memahami dan dapat bekerja dalam tiga area kehidupan mereka. riset dan pengembangan. Program ini memberikan dukungan kepada konselor dalam memperlancar penyelenggaraan pelayanan di atas. Dirancangan sebagai pencegahan Tujuan program BK sekolah adalah untuk memberikan kemampuan khusus dan memsiswai sikap pencegahan yang proaktif. yaitu: (1) Ruang lingkup yang menyeluruh. Sedangkan bagi personel pendidik lainnya adalah untuk memperlancar penyelenggaraan program pendidikan di sekolah. D. c. Oleh karena itu. yang secara tidak langsung memberikan bantuan kepada konseli atau memfasilitasi kelancaran perkembangan konseli. penemuan alternatif pemecahan masalah dan pengambilan keputusan secara lebih tepat. 5. konseling semacam ini biasanya jangka pendek dan bersifat sementara. 2. Dukungan sistem ini meliputi aspek-aspek pengembangan jejaring. dan (3) Tujuannya pengembangan potensi siswa. d. (2) karir.dalam mencapai tugas-tugas perkembangannya. Ruang lingkup layanan Program BK sekolah yang komprehensif tidak saja berfokus pada layanan bagi seluruh siswa tetapi juga pada seluruh aspek kehidupan siswa. Artinya mulai usia dini (Taman Kanak-Kanak) sampai dengan usia remaja (SMA/SMK) harus mengetahui. Siswa yang menjadi pembimbing sebelumnya diberikan latihan atau pembinaan oleh konselor. Dukungan Sistem Ketiga komponen di atas merupakan pemberian BK kepada konseli secara langsung. tetapi disusun sebagai pelayanan untuk menemukan 108 . tetapi program BK sekolah membantu seluruh siswa agar sukses berprestasi di sekolah dan kehidupannya lebih berkembang serta mampu memberikan kontribusi bagi kehidupan masyarakat sekitarnya. infrastruktur dan pengembangan kemampuan profesional konselor secara berkelanjutan. Sedangkan dukungan sistem merupakan komponen pelayanan dan kegiatan manajemen. peserta didik (konseli) dibantu untuk mengidentifikasi masalah. tugas konselor tidak dibatasi sebagai penasihat dan pencari solusi tentang permasalahan yang dihadapi para siswa tetapi melalui pelaksanaan program bimbingan dan konseling sekolah konselor lebih mengarahkan aktivitasnya pada pencegahan risiko yang mungkin dihadapi para siswa. didorong dan siap untuk belajar pengetahuan sekolah. 1. dan (3) pribadi-sosial. kegiatan manajemen. ada tiga hal yang secara mendasar perlu diperhatikan dalam penyusunan program bimbingan dan konseling di sekolah. yaitu kehidupan: (1) akademik. e. Konseling krisis: memberikan pencegahan. Melalui konseling. Penyusunan Program BK Komprehensif Uman Suherman (2011) menjelaskan sehubungan dengan sifat program BK komprehensif. 3. karir. Bimbingan teman sebaya: bimbingan yang dilakukan oleh siswa terhadap siswa lainnya. maka sebaiknya konselor mereferal konseli kepada pihak lain yang lebih berwenang. serta memfasilitasi semua siswa memperoleh keberhasilan akademik. Pengembangan potensi siswa Program BK yang komprehensif dirancang tidak hanya untuk pencegahan permasalahan siswa. penyebab masalah. intervensi dan tindak lanjut yang diberikan kepada siswa dan keluarga dalam mengahadapi situasi darurat. artinya siswa tidak hanya dimotivasi.

masyarakat dan bangsanya di masa depan. konselor sekolah. Dengan kata lain program BK sekolah yang komprehensif harus mampu membangun tujuan-tujuan. 2. pelaksanaan. Sebagai contoh dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan tidak mungkin suatu sekolah menggunakan standar kurikulum selain yang ditentukan dan diberlakukan secara nasional oleh Departemen Pendidikan Nasional (DEPDIKNAS). Proses penyusunan program BK di sekolah dilakukan melalui delapan tahap aktivitas. kelemahan atau kekurangan sekolah. program BK di sekolah harus menyediakan sistem layanan yang bermanfaat bagi kemajuan akademik. (6) Merumuskan alternatif komponen dan isi kegiatan. hasil. selama tahap pengembangan program BK. daerah maupun sekolah sebagai tempat implementasi program. Mengkaji kebijakan dan produk hukum yang relevan Mengkaji kebijakan dan produk hukum yang relevan baik tingkat institusi (sekolah) maupun nasional dimaksudkan agar pengembangan program BK sekolah tidak bertentangan dengan kebijakan umum yang berlaku dan ditentukan oleh pemerintahan pusat. kelemahan. Merumuskan tujuan yang ingin dicapai sekolah ditetapkan berdasarkan atas kebijakan yang berlaku dan analisis kondisi sekolah. para stakeholder hendaknya bermusyawarah untuk menentukan filosofi. kekuatan. termasuk dengan orangtua dan masyarakat sehingga program BK bisa diterima dan memberikan manfaat bagi semua siswa. maka semua pemegang kebijakan pendidikan di sekolah lebih memahami karakteristik dan kebutuhan siswa yang merupakan subjek layanan BK di sekolah. Oppornuty. karir dan pribadi-sosial). Weakness. Menganalisis karakteristik dan kebutuhan siswa Program BK merupakan rancangan aktivitas dan kegiatan yang akan memfasilitasi tercapainya tujuan pendidikan nasional. Sangat tepat jika dilakukan analisis dengan teknik SWOT (Strengt. Dasar pengembangan program yang lengkap merupakan hal yang sangat penting untuk memastikan bahwa program BK sekolah menjadi suatu bagian utuh dari seluruh program pendidikan untuk keberhasilan para siswa. sebelum memulai melakukan penyusunan program konselor perlu mengkaji terlebih dahulu produk-produk kebijakan yang berlaku. (4) Menganalisis program. pengawas BK. misi dan fungsi dan isi keseluruhan program. (8) Merumuskan rencana evaluasi pelaksanaan dan keberhasilan program. Dalam melakukan analisis ini. (3) Menganalisis karakteristik dan kebutuhan siswa. Dengan demikian. Menganalisis harapan dan kondisi sekolah Menganalisis harapan dan kondisi sekolah merupakan langkah yang harus dilakukan konselor untuk mengetahui keadaan. (7) Menetapkan langkah-langkah kegiatan pelaksanaan program. yaitu: (1) Mengkaji kebijakan dan produk hukum yang relevan. orangtua atau masyarakat sehingga mempertinggi prestasi pembelajaran siswa (akademik. Lebih lanjut Uman memaparkan bahwa landasan atau dasar program merupakan suatu keputusan awal dan menentukan yang harus diambil oleh pemegang kebijakan pendidikan di sekolah bagi terwujudnya suatu program BK sekolah.karakteristik dan kebutuhan siswa pada berbagai jenis dan tahapan perkembangan. 3. Merancang keputusan dasar yang kuat memerlukan usaha kerjasama semua unsur dan personel sekolah. menentukan dukungan sistem dan kebijakan yang tepat baik bagi siswa. jika diperlukan sekolah dapat meminta bantuan tenaga ahli. peluang atau kesempatan dan ancaman yang dihadapi sekolah. 109 . 1. Artinya. Berdasarkan itu semua. Karena itu. memprediksi hasil. karir dan perkembangan pribadi-sosial para siswa dalam menyiapkan dan menghadapi tantangan masa depan dalam kehidupan pribadi. dukungan serta faktor-faktor penghambat program sebelumnya. guru. wali kelas. (5) Merumuskan tujuan program baik umum maupun khusus. Treath) sehingga dapat diketahui secara tepat kekuatan. (2) Menganalisis harapan dan kondisi sekolah.

(2) Tidak ada kontinuitas dalam pelayanan. Apakah pelayanan itu betul-betul relevan dengan kebutuhan-kebutuhan yang ada. Dalam setiap tahap pelaksanaan. dukungan serta faktor-faktor penghambat program sebelumnya Sebelum alternatif program BK yang dipilih dilaksanakan. pada suatu sekolah hanya memiliki seorang konselor yang memiliki kompetensi dan kualifikasi profesional sebagai konselor. layanan kepada subjek sasaran akan lebih baik. sedangkan guru mata pelajaran. dan (5) Sarana atau pra sarana dan dana yang diperlukan. Tanpa perencanaan program. Apakah pelayanan itu betul-betul relevan dengan kebutuhan-kebutuhan yang ada. kebutuhan dapat dilayani. Apakah suatu sekolah dapat melaksanakan layanan BK tanpa membuat suatu program kegiatan BK? Misalnya. hasil. pelaksanaan. Menganalisis program. layanan BK tampaknya praktis dan simpel. tetapi paling hemat dalam menggunakan tenaga. Cara kerja dalam kegiatan layanan BK semacam ini bisa saja dilaksanakan tetapi tidak memiliki dampak yang positif dalam membantu perkembangan optimal siswa. Dengan membuat rencana program BK. layanan kepada subjek sasaran akan lebih baik. sedangkan guru mata pelajaran. (2) Kegiatan yang akan dilakukan. untuk kemudian ditafsirkan dan diimplementasikan dalam beberapa alternatif rencana program BK di sekolah. paling tidak harus jelas mengenai: (1) Sasaran yang ingin dicapai. layanan BK tampaknya praktis dan simpel. Cara kerja dalam kegiatan layanan BK semacam ini bisa saja dilaksanakan tetapi tidak memiliki dampak yang positif dalam membantu perkembangan optimal siswa.Data atau informasi tentang karakteristik dan kebutuhan siswa merupakan komponen atau faktor-faktor yang berkaitan dengan penentuan tujuan layanan BK di sekolah. Cara kerja dalam kegiatan layanan BK seperti ini tidak menunjukan adanya suatu kelompok bimbingan dan konseling (team work) yang sinergis. pada suatu sekolah hanya memiliki seorang konselor yang memiliki kompetensi dan kualifikasi profesional sebagai konselor. Dengan membuat rencana program BK. tetapi mempunyai banyak kelemahan diantaranya : (1) Program yang tidak didasari pemikiran secara matang mengakibatkan program kurang dapat dipertanggungjawabkan. Sistem manajemen program BK Apakah suatu sekolah dapat melaksanakan layanan BK tanpa membuat suatu program kegiatan BK? Misalnya. 4. wali kelas dan staf sekolah lainnya dan tidak ikut melibatkan diri dalam kegiatan layanan BK. tetapi mempunyai banyak kelemahan diantaranya : (1) Program yang tidak didasari pemikiran secara matang mengakibatkan program kurang dapat dipertanggungjawabkan. di samping tenaga dan fasilitas lain dapat dimanfaatkan secara efisien. wali kelas dan staf sekolah lainnya dan tidak ikut melibatkan diri dalam kegiatan layanan BK. (2) Tidak ada kontinuitas dalam pelayanan. Alternatif program tersebut harus dievaluasi dan dipilih mana yang memiliki peluang paling besar untuk mencapai tujuan. mereka harus menyusun program kegiatan BK yang dilengkapi dengan seperangkat kelengkapan instrumen. Data yang sudah terkumpul perlu dianalisis secara cermat dan komprehensif (menyeluruh). kebutuhan dapat dilayani. akan lebih sukar dilakukan pengecekan. konselor perlu menjabarkan secara rinci program itu sampai dengan tahap-tahap pelaksanaannya. Program BK memuat unsur-unsur yang terdapat dalam 110 . di samping tenaga dan fasilitas lain dapat dimanfaatkan secara efisien. (3) Siapa pelaksana dan penanggung jawabnya. (3) Sukar untuk mengevaluasi kerja yang telah dilalukan. akan lebih sukar dilakukan pengecekan. (3) Sukar untuk mengevaluasi kerja yang telah dilalukan. (4) Kapan waktu pelaksanaanya. Cara kerja dalam kegiatan layanan BK seperti ini tidak menunjukan adanya suatu kelompok bimbingan dan konseling (team work) yang sinergis. 5. Tanpa perencanaan program. Dengan demikian sebelum konselor melaksanakan tugas-tugas kegiatan layanan BK di sekolah. waktu dan biayanya.

c. Dalam instrumen ini. Secara berbeda. melainkan tuntunan tanggung jawab yang sungguh harus dilaksanakan secara profesional. petugas BK dan konselor membuat peta kebutuhan/masalah yang dilengkapi dengan analisis faktor-faktor penyebab yang memunculkan kebutuhan/permasalahan. Identifikasikan dan rumuskan berbagai kegiatan yang harus/perlu dilakukan. Action plan yang disusun paling tidak memenuhi unsur 5W + 1H ( what. Setelah hasil dianalisis dan identifikasi masalah terungkap. Setelah data terkumpul. masalah-masalah yang dihadapi. biaya dan fasilitas lainnya. Dengan kata lain. rencana evaluasi.berbagai ketentuan tentang pelaksanaan BK di sekolah seperti: visi dan misi. (2) Desain program yang sesuai dengan kebutuhan. masalah dan konteks layanan. minat. konselor sesegera mungkin mengumpulkan data dengan menggunakan instrumen yang telah dibuat sebelumnya dengan tujuan memperoleh gambaran kebutuhan dan konteks lingkungan yang akan dirumuskan ke dalam program lebih lanjut. sikap dan kebiasaan belajar. yakni: (1) Pemetaan kebutuhan. masalah dan konteks layanan. tujuan. kondisi dan kualifikasi konselor serta kebijakan pimpinan sekolah. when and how). kebutuhan. dokumentasi dan sebagainya. menganalisis dan menginterpretasi hasil penilaian yang diungkap dengan tujuan kebutuhan. motivasi. Pemetaan. kepribadian. masalah dan konteks membutuhkan instrumen asesmen yang berfungsi sebagai alat bantu. pelaksana dan penanggung jawab. Eksplorasi peta kebutuhan. kecerdasan. 2007). Pada tahap ini. Implementasi penilaian kebutuhan. Melalui pemetaan ini diharapkan program dan layanan BK yang dikembangkan oleh konselor benar-benar dibutuhkan oleh seluruh segmen yang terlibat dan sesuai dengan konteks lingkungan program. where. Fatur Rahman (2008) menjelaskan sistematika penyusunan dan pengembangan program BK komprehensif pada dasarnya terdiri dari dua langkah besar. wawancara. Kegiatan asesmen ini meliputi: (1) Asesmen konteks lingkungan program yang terkait dengan kegiatan mengidentifikasi harapan dan tujuan sekolah. masalah dan konteks layanan: a. program dan kegiatan yang tertuang dalam rencana per semester ataupun tahunan bukan sekedar tuntunan administratif. waktu. tugas perkembangan psikologis. strategi dan atau teknik. Analisis hasil penilaian kebutuhan. Berikut ini langkah-langkah yang dapat dilakukan oleh konselor dalam memetakan kebutuhan. penilaian) atau kegiatan mengidentifikasi aspek-aspek yang dijadikan bahan masukan bagi penyususnan program/layanan (Depdiknas. b. tempat. orangtua. sarana dan prasarana pendukung program bimbingan. masalah dan konteks program dapat teridentifikasi dengan tepat. Pemetaan kebutuhan/permasalahan. Menyusun instrumen dan unit analisis penilaain kebutuhan. 2. Metode yang dapat digunakan seperti observasi. 111 . why. konselor mengolah. Dengan demikian konselor perlu melakukan hal-hal berikut ini: a. d. masyarakat dan stakeholder pendidikan terlibat. Kegiatan ini diturunkan dari perilaku/tugas perkembangan/kompetensi yang harus dikuasai peserta didik. who. konselor merumuskan aspek dan indikator beserta item pernyataan/pertanyaan yang akan diukur dan jenis metode yang akan digunakan untuk mengungkap aspek yang dimaksud. masalah dan konteks layanan Penyusunan program BK di sekolah haruslah dimulai dari kegiatan asesmen (pengukuran. kegiatan. (2) Asesmen kebutuhan dan masalah peserta didik yang menyangkut karakteristik peserta didik. seperti aspek fisik (kesehatan dan keberfungsiannya). Adapun penjabaran dari tiap-tiap langkah besar adalah sebagai berikut: 1. Desain program BK dan rencana aksi (Action Plan) Berikut ini adalah penjabaran rencana operasional (action plan) yang diperlukan.

Pertimbangan porsi waktu yang diperlukan untuk melaksanakan setiap kegiatan di atas. sekedar perkiraan atau pedoman relatif dalam pengalokasian waktu untuk konselor dalam pelaksanaan komponen pelayanan BK di sekolah. Program BK perlu dilaksanakan dalam bentuk kontak langsung dan tanpa kontak langsung dengan peserta didik. konferensi kasus dan alih tangan. Untuk kegiatan kontak langsung yang dilakukan secara klasikal di kelas (pelayanan dasar) perlu dialokasikan waktu terjadwal 2 jam pelajaran per-kelas per-minggu. Rancangan ini bisa dalam bentuk matrik. brosur atau majalah dinding). Rencana kegiatan dimaksud dituangkan ke dalam rancangan jadwal kegiatan untuk satu tahun. d. Adapun kegiatan bimbingan tanpa kontak langsung dengan peserta didik dapat dilaksanakan melalui tulisan (seperti e-mail. Perencanaan waktu ini didasarkan kepada isi program dan dukungan manajemen yang harus dilakukan oleh konselor. Berapa banyak waktu yang diperlukan untuk melaksanakan pelayanan BK dalam setiap komponen program perlu dirancang dengan cermat. 112 . buku-buku.b. kunjungan rumah. Perkiraan Alokasi Waktu Pelayanan No Komponen Pelayanan SD/MI 1 2 3 4 Pelayanan Dasar Pelayanan Responsif Perancanaan Indiviaual Dukungan Sistem 45 – 55 % 20 – 30 % 5 – 10 % 10 – 15 % Jenjang Pendidikan SMP/MTS 35 – 45 % 25 – 35 % 15 – 25 % 10 – 15 % SMA/SMK 25 – 35 % 15 – 25 % 25 – 35 % 10 – 15 % c. Inventarisasi kebutuhan yang diperoleh dari need assesment ke dalam tabel kebutuhan yang akan menjadi rencana kegiatan. Berikut ini dikemukakan tabel alokasi waktu. Apakah kegiatan itu dilakukan dalam waktu tertentu atau terus menerus. program tahunan dan program semesteran.

Bimbingan Klasikal Program yang dirancang menuntut konselor untuk melakukan kontak langsung dengan para peserta didik di kelas. Pelayanan Orientasi Pelayanan ini merupakan suatu kegiatan yang memungkinkan peserta didik memahami dan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. terutama lingkungan sekolah/madrasah. konselor memberikan pelayanan bimbingan kepada peserta didik. kurikulum. 2. Pelayanan Dasar 1. Pelayanan orientasi ini biasanya dilaksanakan pada awal program pelajaran baru. staf dan guru-guru. untuk mempermudah atau memperlancar berperannya mereka di lingkungan baru tersebut. Materi pelayanan orientasi di sekolah/madrasah biasanya mencakup organisasi sekolah/madrasah.BAB III MEKANISME DAN KERANGKA KERJA LAYANAN BK KOMPREHENSIF Kerangka dan Cakupan Kerja Bimbingan dan Konseling Komprehensif A. Kegiatan bimbingan kelas ini bisa berupa diskusi kelas atau brain stroming. Secara terjadwal. 113 .

baik tes maupun non-tes. pengertian dan tukar pikiran antara konselor dan orangtua dalam upaya mengembangkan potensi peserta didik atau memecahkan masalah yang mungkin dihadapi peserta didik. Bimbingan Kelompok Konselor memberikan pelayanan bimbingan kepada peserta didik melalui kelompok-kelompok kecil (5 s/d 10 orang). Konseling ini dapat dilakukan secara individu maupun kelompok. 4. 4. 5. mengalami hambatan dalam mencapai tugas-tugas perkembangannya. fasilitas atau sarana-prasarana dan tata tertib sekolah. penemuan alternatif pemecahan masalah dan pengambilan keputusan secara tepat. seperti: cara-cara belajar yang efektif. Melalui kerjasama ini memungkinkan terjadinya saling memberi informasi. leaflet. B. seperti depresi. tindak kejahatan (kriminalitas). Kolaborasi dengan Pihak Terkait Di Luar Yaitu berkaitan dengan upaya sekolah/madrasah untuk menjalin kerjasama dengan unsur-unsur masyarakat yang dipandang relevan dengan peningkatan 114 . Topik yang didiskusikan dalam bimbingan kelompok ini adalah masalah yang bersifat umum (common problem) dan tidak rahasia. dokter dan kepolisian. psikister. maka sebaiknya dia mereferal atau mengalihtangankan konseli kepada pihak lain yang lebih berwenang. kecanduan narkoba dan penyakit kronis. majalah dan internet). Pelayanan Responsif 1. Kolaborasi dengan Orangtua Konselor perlu melakukan kerjasama dengan para orangtua peserta didik. Kolaborasi dengan Guru Mata Pelajaran Konselor berkolaborasi dengan guru dan wali kelas dalam rangka memperoleh informasi tentang peserta didik (seperti prestasi belajar. Melalui konseling. Kerjasama ini penting agar proses bimbingan terhadap peserta didik tidak hanya berlangsung di sekolah/madrasah. Pelayanan Informasi Yaitu pemberian informasi tentang berbagai hal yang dipandang bermanfaat bagi peserta didik melalui komunikasi langsung maupun tidak langsung (melalui media cetak maupun elektronik. seperti psikolog. Aplikasi Instrumentasi Merupakan kegiatan untuk mengumpulkan data atau informasi tentang pribadi peserta didik dan lingkungan peserta didik. kehadiran dan pribadinya). Pengumpulan data ini dapat dilakukan dengan berbagai instrumen. Referal (Alih Tangan atau Rujukan) Apabila konselor merasa kurang memiliki kemampuan untuk menangani masalah konseli. tetapi juga oleh orangtua di rumah. peserta didik (konseli) dibantu untuk mengidentifikasi masalah. membantu memecahkan masalah peserta didik dan mengidentifikasi aspek-aspek bimbingan yang dapat dilakukan oleh guru mata pelajaran. 3. Konseling Individual dan Kelompok Pemberian pelayanan konseling ini ditujukan untuk membantu peserta didik yang mengalami kesulitan. 3. penyebab masalah. program ekstrakurikuler. brosur. Bimbingan ini ditujukan untuk merespon kebutuhan dan minat para peserta didik. seperti: buku. kiat-kiat menghadapi ujian dan mengelola stres.program BK. 5. 2. Konseli yang sebeiknya direferal adalah mereka yang memiliki masalah.

(4) para ahli dalam bidang terkait. Melakukan kegiatan yang sesuai dengan tujuan atau perencanaan yang telah ditetapkan. penerimaan dan pengarahan dirinya secara positif dan konstruktif. Konseli menggunakan informasi tentang pribadi. melalui kunjungan ke rumahnya. orangtua atau pihak pimpinan sekolah/madrasah yang terkait dengan upaya membangun kesamaan persepsi dalam memberikan bimbingan kepada peserta didik. sosial. Bimbingan Teman sebaya Bimbingan teman sebaya ini adalah bimbingan yang dilakukan oleh peserta didik terhadap peserta didik yang lainnya. Melalui kegiatan penilaian diri ini. Peserta didik yang menjadi pembimbing berfungsi sebagai mentor atau tutor yang membantu peserta didik lain dalam memecahkan masalah yang dihadapinya baik akademik maupun nonakademik. Perencanaan Individual Konselor membantu peserta didik menganalisis kekuatan dan kelemahan dirinya berdasarkan data atau informasi yang diperoleh. Manajemen program Program pelayanan BK tidak mungkin akan tercipta. (2) instansi swasta. dalam upaya mengentaskan masalahnya. 115 . Pelayanan perencanaan individual ini dapat dilakukan juga melalui pelayanan penempatan (penjurusan dan penyaluran) untuk membentuk peserta didik menempati posisi yang sesuai dengan bakat dan minatnya.mutu pelayanan bimbingan. seperti psikolog. 2. (3) aktif dalam kegiatan-kegiatan ilmiah. Konferensi Kasus Yaitu kegiatan untuk membahas permasalahan peserta didik dalam suatu pertemuan yang dihadiri oleh pihak-pihak yang dapat memberikan keterangan. C. seperti seminar dan lokakarya atau. sosial. 8. (3) ABKIN. 7. Jalinan kerjasama ini seperti dengan pihak-pihak: (1) instansi pemerintah. peserta didik akan memiliki pemahaman. (4) melanjutkan studi ke program yang lebih tinggi. melakukan referal dan meningkatkan kualitas program bimbingan dan konseling. Pertemuan konferensi kasus ini bersifat terbatas dan tertutup. Konsultasi Konselor menerima pelayanan konsultasi bagi guru. terselenggara dan tercapai bila tidak memiliki suatu sistem manajemen yang bermutu. psikister dan dokter. yaitu yang menyangkut pencapaian tugas-tugas perkembangan atau aspek-aspek pribadi. 3. kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya permasalahan peserta didik itu. Mengevaluasi kegiatan yang telah dilakukan. Kunjungan Rumah Yaitu kegiatan untuk memperoleh data atau keterangan tentang peserta didik tertentu yang sedang ditangani. 6. belajar dan karir. Peserta didik yang menjadi pembimbing sebelumnya diberikan latihan atau pembinaan konselor. menciptakan lingkungan sekolah/madrasah yang kondusif bagi perkembangan peserta didik. Pengembangan Profesi Konselor secara terus menerus berusaha untuk memperbaharui pengetahuan dan ketrampilannya melalui: (1) in service training. (6) Depnaker. pendidikan dan karir yang diperolehnya untuk: 1. 9. dalam arti D. Merumuskan tujuan dan merencanakan kegiatan yang menunjang pengembangan dirinya atau kegiatan yang berfungsi untuk memperbaiki kelemahan dirinya. Dukungan Sistem 1. (5) MGMP. 2. (2) aktif dalam organisasi profesi.

mengikuti kegiatan profesi dan peningkatan profesi serta kegiatan pada organisasi profesi. termasuk penelitian.dilakukan secara jelas. 3. Perpustakaan yang memuat buku/sumber-sumber yang berkaitan dengan BK. sekolah latihan. perpustakaan serta laboratorium untuk BK. Sekolah latihan adalah sekolah menengah yang berada di dalam dan atau di luar kampus. bengkel kerja. satu sekolah menengah latihan maksimal untuk 10 mahasiswa. Ruang demonstrasi-observasi merupakan ruang untuk berlatih menguasai ketrampilan dasar wawancara dan ketrampilan konseling. Selain ruang kelas yang memadai. latihan dan praktik BK. E. 5. sehingga yang sedang berlatih tidak merasa terganggu. dengan jumlah yang memadai. laboratorium. seperti perpustakaan. Sarana dan prasarana tersebut digunakan untuk pengembangan keilmuan dan pembelajaran dalam bidang BK. sistematis dan terarah. monitor televisi dan ruang pengamat yang dibatasi dengan kaca satu arah yang hanya tembus pandang dari tempat pengamat. 116 . Riset dan Pengembangan Melakukan penelitian. sarana utama lain yang diperlukan dalam penyelenggaraan S-1 BK adalah ruang yang disediakan dan dirancang khusus sebagai ruang demonstrasi-observasi dan yang berada di kampus. 4. 2. Ruang ini minimal dilengkapi dengan video-kamera. mengikuti aktivitas Sarana dan Prasarana 1. Lembaga penyelenggara program S-1 BK mengutamakan pemanfaatan secara optimal sarana dan prasarana yang dimiliki. Oleh karena itu. pusat sumber belajar berbagai media dalam teknologi informasi dan komunikasi dan fasilitas khusus untuk latihan wawancara konseling. 3. bimbingan dan konseling harus ditempatkan sebagai bagian terpadu dari seluruh program sekolah/madrasah dengan dukungan wajar dalam aspek ketersediaan sumber daya manusia (konselor) maupun sarana dan pembiayaan.

4. Wysong 1974 mengemukakan bahwa evaluasi adalah proses untuk menggambarkan. justru untuk melayani pengambilan keputusan. maka dalam pelaksanaan evaluasi program bimbingan dan konseling perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut: 1. Sedangkan Stufflebeam 1971 mengemukakan bahwa evaluasi adalah suatu proses mengupayakan data dan informasi yang berguna untuk mengambil suatu keputusan (Uman Suherman.BAB IV EVALUASI PROGRAM. Suatu proses sistematis dalam mengumpulkan data dan kegiatan analisis untuk menentukan nilai dari suatu program dalam membantu pengelolaan. PROSES DAN HASIL BK A. Karena suatu penilaian dianggap perlu dilakukan. pelaksanaan. Berdasarkan pada rumusan pengertian evaluasi di atas dapat disimpulkan bahwa evaluasi program bimbingan dan konseling adalah: 1. Untuk lebih memperjelas keterkaitan evaluasi dengan proses pembuatan kebijakan dan keputusan dapat dilihat skema berikut: INFORMASI TUJUAN PEMBUATAN KEPUTUSAN ALTERNATIF PILIHAN: PERUBAHAN PERBAIKAN PENGEMBANGAN PENGAYAAN EVALUASI 117 . 2. latihan staf dan peningkatannya. 2011). Supaya keputusan itu dapat dipenuhi. Gibson dan Mitchell mengemukakan bahwa proses evaluasi adalah untuk mencoba menyesuaikan data objektif dari awal hingga akhir pelaksanaan program sebagai dasar penilaian terhadap tujuan program. efektivitas dan efisiensi tidaknya suatu program. Pengertian Evaluasi Beberapa pengertian tentang evaluasi sering dikemukakan oleh beberapa ahli seperti: Lessinger 1973 mengemukakan bahwa evaluasi adalah proses penilaian dengan jalan membandingkan antara tujuan yang diharapkan dengan kemajuan/prestasi nyata yang dicapai. perencanaan program. Pada akhirnya. Evaluasi program bimbingan dan konseling dalam pengembangannya adalah untuk dapat membuat keputusan melalui informasi yang cukup. dan pengembangannya. Suatu proses pengumpulan informasi untuk mengetahui dan menentukan efektivitas dan efisiensi program bimbingan dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling dalam membantu para siswanya agar mereka dapat mengetahui dan memahami kebutuhan-kebutuhan kemampuan dan kelemahannya. 3. memperoleh atau menghasilkan informasi yang berguna untuk mempertimbangkan suatu keputusan. Perencanaan dan pengembangan merupakan proses yang banyak berkenaan dengan evaluator dan pembuat keputusan serta pelaksanaannya tidak hanya bersifat teknis. 2. Evaluasi program bimbingan dan konseling adalah suatu lingkaran yang berkesinambungan dan melengkapi dalam susunan program. serta kemungkinan-kemungkinan pengembangannya. agar memperoleh pertimhangan yang sebaik-baiknya tentang usaha. dalam kegiatan evaluasi program bimbingan dan konseling pengambilan keputusan merupakan aspek yang sangat penting. Evaluasi program bimbingan dan konseling adalah suatu proses yang di dalamnya terdapat langkah-langkah perencanaan.

7. C. 8. 5. Atas dasar itulah kegiatan evaluasi program bimbingan dan konseling memiliki fungsi sebagai berikut: 1. Prinsip-prinsip Evaluasi Untuk memenuhi tujuan dan. 2. Mengetahui sumbangan program bimbingan dan konseling terhadap pencapaian tujuan institusional khususnya dan tujuan pendidikan pada umumnya. 9. 6. 4. Mengetahui jenis layanan bimbingan yang sudah/belum dilaksanakan atau perlu diperbaiki. Memperoleh informasi yang kuat dalam mengembangkan program bimbingan dan konseling selanjutnya. 3. Menyetujui atau menolak pelaksanaan program bimbingan dan konseling dengan memberikan bukti tentang apa yang telah dicapai dan belum di capai dalam pelaksanaan program. Artinya kegiatan evaluasi program bimbingan dan konseling harus memenuhi aturan dan memperoleh hasil yang dapat digunakan untuk mempertimbangkan langkah selanjutnya. 8. Taraf kemajuan program bimbingan dan konseling. Memberikan umpan balik atau tanggapan terhadap peran dan tanggung jawab personel dalam pelaksanaan program bimbingan dan konseling. Tujuan Evaluasi Secara sepintas di atas telah dikemukakan bahwa pelaksanaan evaluasi program bimbingan dan konseling adalah untuk memenuhi dua tujuan utama. Membantu mengembangkan kurikulum sekolah yang mempunyai kesesuaian dengan masalah dan kebutuhan para siswanya. Meningkatkan pemahaman terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan program dan akibatnya. Menumbuhkan dan meningkatkan partisipasi dalam pembuatan keputusan bersama. Meneliti secara periodik hasil pelaksanaan program bimbingan dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling. Mengetahui sejauh mana keterlibatan semua pihak dalam menunjang keberhasilan program bimbingan dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling. Memberikan informasi atau data pada para pembuat keputusan. Meningkatkan kepercayaan dalam melaksanakan dan mempertimbangkan kegiatan dengan cara yang lebih baik. 6. 3. 2. 7. D. atau perkembangan orang-orang yang telah dilayani melalui program bimbingan dan konseling. Memperoleh pegangan yang kuat dalam mempublikasikan peranan bimbingan dalam masyarakat. Karena itu. yaitu untuk mengetahui: 1. 2. Meningkatkan pemahaman setiap personel dalam mengembangkan kemampuan profesionalnya. 5. Mengukur pelaksanaan program bimbingan dan konseling dengan jalan membandingkan atau membuktikan tingkat kemajuan yang telah dicapai. 118 . Tingkat efektivitas dan efisiensi strategi pelaksanaan program bimbingan dan konseling yang telah dilak-sanakan dalam jangka waktu tertentu. Meningkatkan kualitas pelaksanaan program bimbingan dan konseling dengan memberikan acuan/dasar agar pelaksanaannya lebih efektif dan efisien. fungsi pelaksanaan evaluasi program bimbingan dan konseling diperlukan adanya pelaksanaan evaluasi yans baik. Mengetahui tingkat efektivitas metode/strategi layanan yang telah dilaksanakan.B. Kedua tujuan evaluasi program bimbingan dan konseling itu dapat dikembangkan secara operasional sebagai berikut: 1. Fungsi Evaluasi Pada umumnya para ahli mengemukakan bahwa evaluasi adalah proses mendapatkan/memperoleh data atau informasi yang berguna untuk membuat suatu keputusan. 4.

Artinya. Pelaksanaan Evaluasi: Setelah rencana itu disusun dan disetujui. f. sehingga hasil evaluasi dapat digunakan untuk membuat kebijakan/ keputusan. Kriteria penilaian. 3. Hasil kegiatan evaluasi yang baik adalah yang dapat memberikan sumbangan pertimbangan dalam membuat kebijakan dan keputusan 119 . pelaksanaan evaluasi program bimbingan dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling bergantung pada cara/metoda yang digunakan. yaitu meliputi serangkaian kegiatan yang berurut sebagai berikut: 1. Prinsip pelaksanaan evaluasi perlu memperhatikan faktor-faktor yang telah direncanakan sehingga terjadi berinteraksi antara faktor yang satu dengan lainnya dan dapat membantu pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Bagaimana pelaporan dan pada siapa laporan itu disampaikan. Personel pelaksanaan.pelaksanaan evaluasi program bimbingan dan konseling hendaknya memperhatikan beberapa prinsip sebagai berikut: 1. Prosedur evaluasi. 4. Kegiatan evaluasi program bimbingan dan konseling bukan merupakan kegiatan yang bersifat insidental. 2. Komponenkomponen rencana evaluasi program bimbingan dan konseling yang perlu dikembangkan antara lain: a. Melibatkan pihak yang betul-betul memahami tentang konsep dasar bimbingan dan konseling secara kom-prehensif. c. tetapi data atau informasi itu digunakan sebagai dasar kebijakan atau keputusan dalam pengembangan program bimbingan dan konseling selanjutnya. d. 3. Kejelasan tujuan yang akan dicapai dalam suatu kegiatan evaluasi. Menuntut umpan balik dan tindak lanjut. Pelaporan dan Pemanfaatan Hasil Evaluasi: Pelaporan dan pemanfaatan hasil evaluasi dianggap sangat penting sebab langkah ini merupakan bentuk konkrit sikap akuntabilitas atas program dan hasil kegiatan yang telah dilakukan seorang konselor beserta staf yang lainnya. b. Waktu pelaksanaan. Identifikasi Tujuan yang akan Dicapai: Melakukan identifikasi terhadap tujuan yang ingin dicapai sangat penting karena memberikan arah pekerjaan yang akan dilaksanakan. operasional dan dapat diukur. Artinya selama melakukan evaluasi tetap mengacu pada tujuan yang telah ditetapkan. Langkah awal kegiatan evaluasi adalah menetapkan parameter atau batasan-batasan yang akan dievaluasi. tetapi merupakan proses kegiatan yang sistematis dan berkesinambungan. Karena itu kegiatan evaluasi program bimbingan dan konseling hendaknya memperhatikan prosedur dan langkah-langkah serta metoda atau strategi yang harus digunakan. Alat pengumpulan data yang digunakan. 4. Pengembangan rencana evaluasi: Pengembangan rencana evaluasi merupakan langkah lanjutan setelah menetapkan tujuan yang ingin dicapai. e. Data atau informasi yang dibutuhkan. dapat dipusatkan pada program bimbingan dan konseling secara keseluruhan atau pada tujuan khusus secara terpisah-pisah. 2. singkat. Prosedur Evaluasi Evaluasi program bimbingan dan konseling bukan merupakan kegiatan akhir. E. kegiatan evaluasi merupakan suatu kegiatan yang berkesinambungan atau lebih tepat bila dikatakan siklus sebab tidak berhenti sampai terkumpulnya data atau informasi. 5. g. Sumber data atau informasi yang dapat dihubungi. Memerlukan adanya kriteria pengukuran. Tujuan itu hendaknya jelas.

Tujuan umum program bimbingan dan konseling di sekolah. Dengan kata lain penilaian proses adalah menelaah kesesuaian antara peran yang diberikan atau diharapkan dengan kinerja yang ditunjukkan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan dalam rencana program. aspek-aspek program bimbingan dan konseling dan konseling dan konseling yang harus dievaluasi adalah sebagai berikut: 1. Penilaian terhadap proses tidak hanya mengetahui apakah komponen-komponen itu ada atau tidak. Kurikulum layanan: 1) Layanan dasar. singkat. operasional dan terukur. 2) Fasilitas.selanjutnya. seperti visi dan misi pendidikannya. serta bagaimana pelaksanaannya diantara komponen-komponen atau unsur-unsur tersebut. menyangkut tugas dan tanggung jawab serta alur komunikasi/tata kerja diantara staf sekolah dan bimbingan. Aspek yang dinilai dalam proses bimbingan dan konseling lebih ditekankan terhadap interaksi antara unsur-unsur yang telah ditetapkan dalam program. peraturan pemerintah. personel. berkaitan dengan ruangan dan alat-alat pengumpulan dan penyimpanan data. apakah melalui penelaahan kebutuhan dan kondisi sekolah dengan melibatkan tim pengembang atau hasil pekerjaan perseorangan. waktu dan fasilitas lainnya. 4) Waktu. b. Program BK: Aspek-aspek yang harus dinilai dalam program bimbingan dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling sekolah adalah sebagai berikut: a. diubah atau Secara operasional. Penilaian terhadap hasil diarahkan pada pencapaian tujuan program baik jangka pendek maupun jangka panjang. seperti produk hukum dalam bentuk undang-undang. 2. berkaitan dengan anggaran dan sumber biayanya. Proses Layanan Bimbingan: Seperti telah dikemukakan pada pendekatan penilaian bahwa penilaian terhadap proses ditekankan pada pengumpulan data atau informasi mengenai interaksi komponen-komponen aspek yang terdapat dalam suatu program. Dasar atau acuan penyusunan program. Program bimbingan dan konseling itu dikembangkan semata-mata berdasarkan hasil evaluasi. Tujuan khusus program bimbingan dan konseling dari setiap materi dan jenis kegiatan yang dilakukan. diganti. karena itu tujuan program bimbingan dan konseling hendaknya jelas. bagaimana program bimbingan dan konseling itu diwujudkan. 3) Layanan responsif. Aspek- 120 . 2) Perencanaan individual. Pengorganisasian yang berkaitan dengan: 1) Personel. Beberapa aspek tujuan yang hendaknya diperhatikan antara lain: a. keputusan dan kebijakan baik berasal dari pemerintah maupun sekolah. Hasil yang Dicapai: Penilaian terhadap hasil menekankan pada pengumpulan data atau informasi mengenai keberhasilan dan pengaruh kegiatan layanan bimbingan dan konseling yang telah dilakukan. berkaitan dengan waktu perencanaan dan pelaksanaan serta pertanggungjawabannya. c. 3. 4. Proses penyusunan program. b. 4) Dukungan sistem d. Tujuan dan Keberhasilan yang Diharapkan: Penentuan tujuan merupakan bidang manajemen yang sangat penting. 3) Biaya. tetapi lebih ditekankan pada pelaksanaan setiap komponen yang telah ditetapkan dalam program sebelumnya. Bisa berkaitan dengan jenis layanan.

kondisi-kondisi atau komponen-komponen yang mendukung. Metode Evaluasi Pelaksanaan kegiatan evaluasi program bimbingan dan konseling memerlukan suatu strategi atau metode-metode yang efektif dan efisien. Perkembangan orang tua siswa/masyarakat. 2. Gibson and Mitchell (Uman suherman. dalam pelaksanaannya sering menggunakan pre-tes dan post-tes. 2) Pemahaman tentang program bimbingan dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling dan partisipasi mereka dalam pelaksanaannya.aspek hasil program bimbingan dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling yang hendaknya dievaluasi adalah sebagai berikut: a. Sehubungan dengan metode pelaksanaan evaluasi program bimbingan dan konseling. pada waktu tertentu. tetapi hasilnya tidak sesuai dengan tujuan semula karena semata-mata terdapat kesalahan dalam pelaksanaannya. 5) Pemahaman tentang penanaman disiplin. teknik ini dilakukan dengan cara membuat dua kondisi yang berbeda tetapi mempunyai tujuan yang sama. c. 121 . Metode ini biasanya digunakan untuk mengevaluasi rumusan program. baik keberadaan mereka sebagai makhluk individu. 4) Penyesuaian terhadap lingkungan yang dihadapinya. berkaitan dengan aspek-aspek: 1) Pemahaman tentang perkembangan putera-puterinya. 4) Keberhasilan belajar mengajar. Dengan kata lain. b. berkaitan dengan aspek-aspek: 1) Keberhasilan sekolah dalam menyelenggarakan pembelajaran dan pendidikan. 2) Pencapaian tujuan institusional. 3) Peningkatan prestasi akademik. The How do We Stand Method: yaitu metode yang digunakan untuk mengidentifikasi hasil-hasil program yang diharapkan sesuai dengan karakteristik dan kriteria keberhasilannya. Perkembangan diri siswa. 5) Pemahaman tentang bantuan pemecahan masalah yang dihadapi siswa. berkaitan dengan aspek-aspek: 1) Pemahaman tentang para siswa. maupun sebagai makhluk Tuhan. 3) Bantuan pemecahkan masalah belajar siswa. 4) Hubungan penyelenggaraan program bimbingan dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling dengan program pendidikan di sekolah secara keseluruhan. apakah sesuai dengan yang seharusnya atau tidak). 3) Menurunnya angka persentase pelanggaran disiplin sekolah. Before and After Method: metode ini digunakan untuk mengidentifikasi kemajuan yang telah dicapai melalui suatu kegiatan tertentu. 2011) mengemukakan tiga rnacam metode evaluasi seperti berikut: 1. pelaksanaannya (interaksi antara komponen-komponen itu. 2) Pemahaman tentang keberhasilan putera-puterinya dalam belajar. sosial. Tidak jarang suatu perencanaan evaluasi itu baik. 3. berkaitan dengan aspek: 1) Pemahaman tentang kemampuan dan kelemahan diri. 4) Pemahaman tentang kelanjutan pendidikan siswa. Comparison Method: yaitu metode yang dilakukan dengan cara membandingkan kelompok yang diberikan layanan bimbingan dengan yang tidak diberikan layanan bimbingan. Perkembangan sekolah. Caranya adalah membandingkan kemampuan sebelum dan setelah kegiatan dilakukan. 2) Pemahaman tentang jenjang/program pendidikan yang dipilih. 3) Pemahaman tentang program bimbingan dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling di sekolah. d. Perkembangan guru. F.

G. baik berkenaan dengan diri siswa. h. 6. Memberikan kemungkinan pelayanan pada seluruh siswa. Wali Kelas. data atau informasi yang dapat dipercaya pula. f. tetapi dari berbagai pihak yang mempunyai keterkaitan dengan pelaksanaan bimbingan di sekolah. Keputusan seseorang kadang-kadang dipengaruhi unsur subjektivitas dirinya. e. H. 122 . 7. Kepala Sekolah. 3. Miller (1961) mengemukakan bahwa program bimbingan dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling yang baik adalah yang bercirikan hal-hal sebagai berikut: a. Oleh karena itu. Kriteria evaluasi tergantung pada tujuan dan aspek yang dievaluasi. g. Untuk itu data yang kita gall hendaknya bukan dari satu pihak saja. Bila evaluasi program bimbingan dan konseling ditujukan untuk menilai semua aspek tersebut di atas. Di bawah ini dikemukakan beberapa jenis kriteria penilaian yang dapat dijadikan sebagai patokan dalam membuat keputusan: 1. Sumber Data Untuk memperoleh data atau informasi yang objektif diperlukan sumber data yang dapat memberikan keterangan. 5. Disusun dan dikembangkan berdasarkan kebutuhan nyata siswa. b. kepala sekolah. Kriteria Rumusan Program Untuk menilai rumusan program bimbingan dan konseling dapat dilihat dari sejauh mana program itu telah memenuhi persyaratan atau ciri-ciri program bimbingan dan konseling baik (sebagaimana dikemukakan para ahli). guru. sumber data yang dapat kita hubungi dalam memperoleh informasi mengenai program bimbingan dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling adalah: 1. sedangkan yang dapat bertindak sebagai evaluator adalah terutama koordinator bimbingan dan konseling. Guru mata pelajaran. Koordinator BP. Sehubungan dengan kriteria rumusan program. 8. Kriteria Evaluasi Penilaian terhadap suatu program adalah untuk menentukan suatu kebijakan atau keputusan. maka diperlukan berbagai jenis dan bentuk kriterianya. Dikembangkan secara berangsur-angsur dengan melibatkan semua unsur petugas. Siapa sumber data yang perlu dihubungi? tentunya disesuaikan dengan data atau informasi yang diperlukan. Siswa dan teman terdekatnya. Staf Sekolah lainnya seperti pegawai tata usaha. c. Diatur menurut skala prioritas berdasarkan kebutuhan siswa. Para ahli atau lembaga tertentu yang berkaitan dengan pelaksanaan program bimbingan dan konseling di sekolah. kemampuan profesional profesional atau untuk mengevaluasi hasil yang telah dicapai melalui program bimbingan dan konseling di sekolah itu. Penyusunannya disesuaikan dengan program pendidikan dan pengajaran di sekolah yang bersangkutan. 2. apakah untuk mengevaluasi rumusan programnya. 4. Menyediakan fasilitas yang dibutuhkan. penilik atau pengawas sekolah. kelancaran interaksi komponen-komponen program dalam proses pelaksanaannya. karena itu untuk menghindari unsur subjektivitas diperlukan adanya rumusan kriteria sebagai acuan penilaian. d. Orang tua dan masyarakat. Mempunyai tujuan yang ideal tetapi realistis. kepala sekolah maupun orang tua dan masyarakat. Mencerminkan komunikasi yang berkesinambungan diantara semua staf pelaksana.

4) Kualitas setiap fasilitas itu dapat menunjang pelaksanaan setiap jenis layanan bimbingan. 2) Semua siswa telah terlayani sesuai dengan kebutuhannya. 2) Pelayanan yang diberikan oleh masing-masing guru pembimbing. Layanan bagi 123 . Personel 1) Semua staf bimbingan telah melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. Kriteria Keberhasilan Program Keberhasilan program bimbingan dan konseling yang telah dilaksanakan dapat dilihat dari dampak atau pengaruhnya. Jenis Layanan 1) Setiap jenis layanan dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana. 3) Semua layanan pada pelaksanaannya mengacu pada tujuan dan fungsi yang diharapkan. kemajuan siswa yang dibimbing. 3) Jumlah personel yang ada mencukupi kebutuhan atau sesuai dengan keadaan siswa. keberhasilan di perguruan tinggi. maka penilaian pelaksanaan program bimbingan dan konseling ditekankan pada teknis interaksi diantara aspek-aspek itu. 3) Penggunaan alat ukur yang objektif dan subjektif. Anggaran Biaya 1) Anggaran biaya yang dibutuhkan tersedia. 5) Fasilitas yang tersedia dapat mencukupi kebutuhan pelaksanaan bimbingan. Berlangsung sejalan dengan proses penilaian baik mengenai program itu sendiri. d. j. 4) Penelaahan tentang siswa dan pemberian konseling. 4) Jalur komunikasi/mekanisme kerja yang telah ditetapkan itu mendukung pelaksanaan program secara efektif dari efisien. b. c. Subjek utama utama layanan bimbingan adalah siswa. 4) Setiap jenis layanan dalam pelaksanannya sesuai dengan prosedur semestinya. 2) Kemampuan yang dibutuhkan dari setiap personel mendukung kelancaran pelaksanaan tugasnya. Menjamin keseimbangan dan kesinambungan pelayanan bimbingan dalam hal: 1) Pelayanan kelompok dan individual. 3) Fasilitas atau alat yang tersedia dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan. k. tetapi dalam perkembangannya tidak berarti layanan bagi subjek lainnya diabaikan. 5) Pelayanan yang diberikan dalam berbagai jenis bimbingan. Memperlihatkan peranan yang penting dalam meng-hubungkan sekolah dengan masyarakat. Fasilitas 1) Semua alat-alat administrasi yang telah ditentukan tersedia. Kriteria Pelaksanaan Program Bila penilaian terhadap program lebih ditekankan pada aspek material atau bahan masukan (input) yang tersedia. 2. 3. 6) Pemberian konseling umum dan khusus. 3) Biaya diperoleh dari sumber dana yang tetap. 2) Pemakaian biaya tidak menyimpang dari rencana semula. dan kemajuan pengetahuan. formasi di suatu lembaga pekerjaan/instansi) dan kualitatif yang ditandai dengan perubahan-perubahan dan perkembangan-perkembangan perilaku subjek yang mendapat layanan bimbingan dan konseling. Beberapa pernyataan yang dapat dijadikan sebagai kriteria evaluasi pelaksanaan program bimbingan dan konseling adalah sebagai berikut: a. 2) Alat-alat itu digunakan sesuai dengan fungsinya. keterampilan serta sikap para petugas pelaksanannnya.i. Keberhasilan dapat dimanifestasikan dari segi kuantitatif (yang ditandai dengan angka lulusan.

5) Meningkatkan keberhasilan proses belajar mengajar. 2) Berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling yang ditandai dengan: 124 .subjek yang lain dilakukan karena pada dasarnnya bimbingan dan konseling merupakan kegiatan integral dari keseluruhan proses pendidikan. guru. dan kemampuannya. 2) Tercapainya peningkatan pencapaian tujuan institusional yang ditandai dengan: a) Tingginya angka lulusan. baik yang ber-hubungan dengan kelanjutan pendidikan maupun dunia kerja yang sesuai dengan bakat. Pelaksanaan program bimbingan dan konseling dapat dikatakan berhasil apabila orang tua dan masyarakat menunjukkan perilaku sebagai berikut: 1) Mengetahui dan memahami program bimbingan dan konseling yang dilaksanakan di sekolah. c) Rendahnya angka yang tinggal kelas dan putus sekolah. Pelaksanaan program bimbingan dan konseling dapat dikatakan berhasil apabila para siswa mampu menunjukkan perilakunya sebagai berikut: 1) Mengetahui dan memahami program bimbingan dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling yang dilaksanakan sekolahnya. minat. b) Tingginya angka lulusan yang diterima di Perguruan Tinggi dan di lapangan pekerjaan. serta perkembangan sekolah itu sendiri. Karena itu keberhasilan pelayanan bimbingan dan konseling itu pun dapat dilihat dampaknya pada para siswa. 3) Memahami para siswa sebagai individu yang unik. Pelaksanaan program bimbingan dan konseling dapat dikatakan berhasil apabila para guru menunjukkan perilaku sebagai berikut: 1) Mengetahui dan memahami program bimbingan dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling yang dilaksanakan disekolahnya. orang tua siswa dan masyarakat. keterampilan dan sikap serta nilai kehidupannya. 2) Mengetahui dan memahami kemampuan dan kelemahan dirinya. b. d) Meningkatnya perkembangan intelektual. 3) Memahami jenjang pendidikan dan prospek pendidikan yang sedang ditempuhnya. Kriteria keberhasilan para siswa. Kriteria keberhasilan bagi perkembangan sekolah. 2) Berpartisipasi dalam pelaksanaan program bimbingan dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling dengan peran dan tanggung jawab. kepala sekolah. Pelaksanaan program bimbingan dan konseling di sekolah dapat dikatakan berhasil apabila ditunjukkan dengan: 1) Tercapainya peningkatan keberhasilan proses pembelajaran. 4) Membantu memecahkan masalah yang dicapai oleh para siswa. 6) Memahami dan menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial yang dihadapinya. 5) Mampu merencanakan masa depannya. c. Kriteria keberhasilan bagi guru. e) Meningkatnya animo masyarakat untuk menyekolahkan putera-puterinya pada sekolah yang bersangkutan. d. Kriteria keberhasilan bagi orang tua dan masyarakat. Beberapa kriteria keberhasilan pelayanan bimbingan dan konseling yang bisa dijadikan dasar pengambilan kebijakan atau keputusan adalah sebagai berikut: a. sosial dan personal siswa. 4) Meningkat dalam pengetahuan.

baik untuk kelanjutan studi cnaupun dalam memasuki kerjanya. New Jersey: Pearson Education Ltd. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta. Penyusunan Program BK di Sekolah . KUALIFIKASI SANGAT BAIK BAIK KURANG BAIK 125 . seorang penilai dapat melihat sampai seberapa jauh dari sekian kriteria tersebut tampak dalam perilaku masingmasing subjek layanan. Memahami perkembangan putera-puterinya. American School Counselor Association. 2010. kemudian dibandingkan dengan pencapaiannya sendiri. Fatur Rahman. 2007. Sunaryo Kartadinata. Departemen Pendidikan Nasional. 2008. c) Mengkomuikasikan perkembangan putera-puterinya pada pihak sekolah. The National Model for School Counseling Programs. Nurihsan. Bowers. Developing & Managing Your School Guidance and Counseling Program. N. Gysbers. Cara lain ialah dengan terlebih dahulu menentukan suatu nilai patokan yang harus dicapai. Bimbingan dan Konseling Perkembangan. A. 2008. 2003. C. J. P. Lebih banyak perilaku yang ditunjukkan masing-masing subjek sesuai dengan kriteria di atas. Untuk mempermudah pelaksanaan analisis. Jurnal Bimbingan dan Konseling. terutama di luar sekolah. 2011. Membantu memecahkan masalah yang dihadapi putera-puterinya. Bandung: Penerbit UPI. (Bahan Diklat Profesi Guru Rayon 11 DIY dan Jateng). 2006. Misalnya patokan nilaian yang ditentukan adalah sebagai berikut: NO 01 02 03 RENTANGAN PERSENTASE ≥ 75 50 – 74 ≥ DAFTAR PUSTAKA Achmad J. terutama yang berhubungan dengan pemecahan masalah yang dihadapi puteraputerinya. & Hatch. Uman Suherman. Manajemen Bimbingan dan Konseling Komprehensif. P. VI/11 Mei 2003. Memahami keberhasilan belajar putera-puterinya. Manajemen Bimbingan dan Konseling. Bimbingan dan Konseling dalam Berbagai Latar Kehidupan. Penataan Pendidikan Profesional Konselor dan Layanan Bimbingan dan Konseling dalam Jalur Pendidikan Formal. Erford. 2011. & Henderson. Vol.3) 4) 5) 6) a) Memenuhi setiap undangan yang diberikan sekolah. Alexandria: American Counseling Association. Brandley T. Pendekatan Alternatif bagi Perbaikan Mutu dan Sistem Manajemen Layanan Bimbingan dan Konseling Sekolah. Yogyakarta: Penerbit Universitas Sanata Dharma. 2000. Bandung: Rizqi Press. Menyesuaikan keinginannya dengan kondisi yang dimiliki putera-puterinya. Fajar Santoadi. Bandung: Refika Aditama. b) Membantu menyediakan fasilitas yang dibutuhkan untuk kelanjutan proses pendidikan pada umumnya. maka gambaran hasil atau dampak pelaksanaan program bimbingan dan konseling bisa dikatakan baik. L. d) Meneliti perkembangan putera-puterinya. Transforming the School Counseling Profesion.

126 .

subyek yang bisa saudara pergunakan praktek ada di sekitar saudara. Lakukan pencatatan dengan sebaik-baiknya sebagai laporan praktek. D. Indikator dalam bahan ajar ini diharapkan peserta dapat: Menjelaskan konsep dasar bimbingan dan konseling Menjelaskan bidang layanan BK Pribadi Menjelaskan bidang layanan BK Sosial Menjelaskan bidang layanan BK Belajar Menjelaskan bidang layanan BK Karir Menjelaskan jenis-jenis layanan BK Menjelaskan kegiatan pendukung BK Menerapkan bidang-bidang layanan BK dalam jenis layanan BK Memahami dan menerapkan standar kompetensi kemandirian peserta didik B. bidang layanan sosial. 127 . Prasyarat yang diperlukan bagi peserta PLPG untuk mempelajari bahan ajar ini adalah peserta lulusan S1 Program Studi BK atau lulusan S1 Program Studi Lain yang pernah bertugas sebagai guru pembimbing di sekolah. Jika diberi kesempatan bertanya oleh dosen pergunakanlah dengan sebaik-baiknya dan jika menemukan sumber yang berbeda tanyakan pula kepada dosen atau instruktur dengan cara yang baik. Selain itu buku ajar ini juga memuat standar kompetensi kemandirian peserta didik di sekolah. Kompetensi dan Indikator Setelah mempelajari materi ini. peserta PLPG BK memperoleh pengetahuan dalam memahami dan menerapkan bidang-bidang layanan bimbingan dan konseling serta kompetensi kemandirian peserta didik. 3. dan akan lebih baik lagi jika ada partner yang bisa diajak berkomunikasi dalam memahami isi buku ini. Untuk mempraktekkan isi dari masing-masing bidang layanan BK dalam berbagai jenis layanan BK. Prasyarat Buku ajar ini khususnya disusun untuk peserta PLPG bidang Bimbingan dan Konseling (BK). C. 4.BAB I PENDAHULUAN A. dan bidang layanan karir yang dapat diterapkan di sekolah dengan menggunakan berbagai jenis layanan BK yang ada. Kerjasama dalam kegiatan ini sangat diperlukan guna mencapai hasil yang maksimal. 2. Sebelum pelatihan dilaksanakan seyogyanya peserta pelatihan telah membaca terlebih dahulu materi latih. Deskripsi Materi dalam buku ajar ini mencakup berbagai macam bidang layanan bimbingan dan konseling yang diterapkan di lingkungan sekolah yaitu bidang layanan pribadi. Perhatikan ceramah yang diberikan oleh dosen atau instruktur dengan cermat. Pada setiap akhir suatu pembahasan disediakan tugas yang harus dikerjakan dengan sungguh-sungguh. bidang layanan belajar. Petunjuk Belajar Agar peserta PLPG dapat mengikuti kegiatan ini dengan lancar dan baik maka perlu diperhatikan beberapa petunjuk belajar sebagai berikut : 1. dan lakukan pencatatan yang dianggap penting.

Bimbingan adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh orang yang ahli kepada seseorang atau beberapa orang individu. Menjelaskan fungsi bimbingan dan konseling 4. 128 . Kompetensi dan Indikator Para peserta pelatihan dapat memahami pengertian. Hubungan ini biasanya bersifat individual atau seorang-seorang. yakni proses interaksi antara individu dengan lingkungan melalui interaksi yang sehat dan produktif. Menjelaskan tujuan bimbingan dan konseling 3. 2007). prinsip dan asasasas bimbingan dan konseling Adapun indikatornya. Menjelaskan prinsip-prinsip bimbingan dan konseling 5. 2004 : 11) menyebutkan bahwa konseling merupakan suatu hubungan profesional antara seorang konselor yang terlatih dengan klien. dan peningkatan fungsi atau manfaat individu dalam lingkungannya. Menjelaskan asas-asas bimbingan dan konseling Uraian Materi 1. baik anak-anak. dalam Prayitno 2004 : 101). menyediakan situasi belajar. Dalam hal ini konseli dibantu untuk memahami diri sendiri. Semua perubahan perilaku tersebut merupakan proses perkembangan individu. peserta pelatihan dapat: 1. Penataan Pendidikan Profesional Konselor dan Penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling dalam Jalur Pendidikan Formal. Menjelaskan pengertian bimbingan dan konseling 2. pengembangan lingkungan. membangun interaksi dinamis antara individu dengan lingkungan. meskipun kadang-kadang melibatkan lebih dari dua orang dan dirancang untuk membantu klien memahami dan memperjelas pandangan terhadap ruang lingkup hidupnya. Jadi pada dasarnya kegiatan bimbingan dan konseling bukanlah kegiatan pembelajaran dalam konteks adegan mengajar yang layaknya dilakukan guru sebagai pembelajaran bidang studi. pengembangan perilaku yang efektif. B. Pengertian bimbingan dan konseling Bimbingan merupakan suatu proses pemberian bantuan. merubah dan memperbaiki perilaku. keadaannya sekarang. remaja. fungsi. bimbingan dan konseling merupakan upaya proaktif dan sistematik dalam memfasilitasi individu mencapai tingkat perkembangan yang optimal. Jones (Insano. melainkan layanan ahli dalam konteks memandirikan peserta didik. Dengan demikian. atau orang dewasa. (Naskah Akademik ABKIN. (Tolbert. Menurut Bimo Walgito (2004: 4-5). tujuan. agar individu dapat mencapai kesejahteraan dalam kehidupannya. sehingga dapat membuat pilihan yang bermakna bagi dirinya. membelajarkan individu untuk mengembangkan. mendefinisikan bahwa bimbingan adalah bantuan atau pertolongan yang diberikan kepada individu atau sekumpulan individu dalam menghindari atau mengatasi kesulitan-kesulitan hidupnya.BAB II KONSEP DASAR BIMBINGAN DAN KONSELING A. Lebih lanjut konseli dapat belajar bagaimana memecahkan masalah-masalah dan menemukan kebutuhankebutuhan yang akan datang. Sedangkan konseling adalah hubungan pribadi yang dilakukan secara tatap muka antara dua orang dalam mana konselor melalui hubungan itu dengan kemampuankemampuan khusus yang dimilikinya. dan kemungkinan keadaannya masa depan yang dapat ia ciptakan dengan menggunakan potensi yang dimilikinya. demi untuk kesejahteraan pribadi maupun masyarakat. Menurut Prayitno dan Erman Amti (2004: 99). Bimbingan dan konseling memegang tugas dan tanggung jawab yang penting untuk mengembangkan lingkungan. agar orang yang dibimbing dapat mengembangkan kemampuan dirinya sendiri dan mandiri dengan memanfaatkan kekuatan individu dan sarana yang ada dan dapat dikembangkan berdasarkan norma-norma yang berlaku.

Secara khusus layanan Bimbingan dan Konseling bertujuan untuk membantu siswa agar dapat mencapai tujuan-tujuan perkembangan meliputi aspek pribadi. Teknik yang dapat digunakan adalah konseling. Tujuan bimbingan dan konseling Layanan bimbingan dan konseling diharapkan membantu peserta didik dalam pengenalan diri. Menyesuaikan diri dengan lingkungan pendidikan. masyarakat. 3. Mengenal dan menentukan tujuan dan rencana hidupnya serta rencana pencapaian tujuan tersebut 4. dan remedial teaching. yaitu fungsi yang berkaitan dengan upaya konselor untuk senantiasa mengantisipasi berbagai masalah yang mungkin terjadi dan berupaya untuk mencegahnya. dan bertanggung-jawab. yaitu fungsi bimbingan yang membantu peserta didik (siswa) agar memiliki pemahaman terhadap dirinya (potensinya) dan lingkungannya (pendidikan.2. c. Bimbingan pribadi – sosial dimaksudkan untuk mencapai tujuan dan tugas perkembangan pribadi – sosial dalam mewujudkan pribadi yang taqwa. dan menyesuaikan dirinya dengan lingkungan secara dinamis dan konstruktif. Layanan bimbingan dan konseling tidak terbatas pada peserta didik tertentu atau yang perlu ‘dipanggil’ saja”. kekuatan. dan tugas-tugas perkembangannya. lingkungan masyarakat serta lingkungan kerjanya. Beberapa masalah yang perlu diinformasikan kepada para siswa dalam rangka mencegah terjadinya tingkah laku yang tidak diharapkan. pengenalan lingkungan dan pengambilan keputusan. informasi. belajar. Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. maupun karir. serta memberikan arahan terhadap perkembangan peserta didik. Melalui fungsi ini. Fungsi Pencegahan. sosial. penyesuaian dengan lingkungan pendidikan. melainkan untuk seluruh peserta didik. Fungsi Pengentasan. Mengenal dan memahami potensi atau peluang yang ada di lingkungannya. 3. perkembangan karir serta kehidupan-nya di masa yang akan datang. b. 5. kepentingan lembaga tempat bekerja dan masyarakat. Mengembangkan seluruh potensi dan kekuatan yang dimiliki peserta didik secara optimal. 6. konselor memberikan bimbingan kepada siswa tentang cara menghindarkan diri dari perbuatan atau kegiatan yang membahayakan dirinya. dan bimbingan kelompok. mandiri. Merencanakan kegiatan penyelesaian studi. Mengenal dan memahami potensi. Adapun teknik yang dapat digunakan adalah layanan orientasi. Fungsi Pemahaman. pekerjaan. Fungsi ini berkaitan erat dengan upaya pemberian bantuan kepada siswa yang telah mengalami masalah. tidak hanya untuk peserta didik yang bermasalah tetapi untuk seluruh peserta didik. maupun lingkungan kerja. d. Menggunakan kemampuannya untuk kepentingan dirinya. 129 . Fungsi bimbingan dan konseling a. dan norma agama). siswa diharapkan mampu mengembangkan potensi dirinya secara optimal. Bimbingan belajar dimaksudkan untuk mencapai tujuan dan tugas perkembangan pendidikan. 2. Mengatasi hambatan dan kesulitan yang dihadapi dalam studi. sosial. peserta didik mendapatkan kesempatan untuk: 1. belajar dan karier. b. 7. Memahami dan mengatasi kesulitan-kesulitan sendiri. baik menyangkut aspek pribadi. Berdasarkan pemahaman ini. supaya tidak dialami oleh peserta didik. c. Menyesuaikan diri dengan keadaan dan tuntutan dari lingkungannya. Mengembangkan segala potensi dan kekuatan yang dimilikinya secara optimal. yaitu fungsi bimbingan yang bersifat kuratif. Bimbingan karier dimaksudkan untuk mewujudkan pribadi pekerja yang produktif. Bimbingan konseling bertujuan untuk: a.

g. Bimbingan harus fleksibel sesuai dengan kebutuhan individu dan masyarakat. f. pembimbing/konselor dapat membantu para guru dalam memperlakukan siswa secara tepat. Kegiatan bimbingan itu berhubungan dengan sikap dan tingkah laku individu. e.d. Dengan menggunakan informasi yang memadai mengenai siswa. jurusan atau program studi. yang memfasilitasi perkembangan siswa. home room. Bimbingan harus dimulai dengan identifikasi kebutuhan – kebutuhan yang dirasakan oleh individu yang dibimbing. Fungsi Pengembangan. c. Fungsi Penyaluran. diskusi kelompok atau curah pendapat (brain storming). Dalam melaksanakan fungsi ini. Fungsi Penyesuaian. tutorial. yaitu fungsi bimbingan dalam membantu siswa memilih kegiatan ekstrakurikuler. dan kebutuhan siswa (siswa). Konselor dan personel Sekolah/Madrasah lainnya secara sinergi sebagai teamwork berkolaborasi atau bekerjasama merencanakan dan melaksanakan program bimbingan secara sistematis dan berkesinambungan dalam upaya membantu siswa mencapai tugastugas perkembangannya. kepala Sekolah/Madrasah dan staf. ialah untuk memberikan bimbingan yang tepat sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh individu yang bersangkutan. Pelaksanaan program bimbingan harus dipimpinan oleh seorang petugas yang memiliki keahlian dalam bidang dan sanggup bekerjasama dengan para pembantunya serta dapat dan bersedia mempergunakan sumber – sumber yang berguna di luar sekolah. d. Teknik bimbingan yang dapat digunakan disini adalah layanan informasi. memilih metode dan proses pembelajaran. Fungsi Adaptasi. Konselor senantiasa berupaya untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Bimbingan harus berpusat pada individu yang dibimbing e. keahlian dan ciri-ciri kepribadian lainnya. yaitu fungsi membantu para pelaksana pendidikan. maupun menyusun bahan pelajaran sesuai dengan kemampuan dan kecepatan siswa. i. Bimbingan di arahkan kepada bantuan yang memberikan supaya individu yang bersangkutan mampu membantu atau menolong dirinya sendiri dalam menghapi kesulitan-kesulitannya. 4. yaitu fungsi bimbingan dalam membantu siswa (siswa) agar dapat menyesuaikan diri dengan diri dan lingkungannya secara dinamis dan konstruktif. Program bimbingan harus sesuai dengan bimbingan pendidikan di sekolah yang bersangkutan. f. h. yaitu fungsi bimbingan yang sifatnya lebih proaktif dari fungsi-fungsi lainnya. minat. konselor perlu bekerja sama dengan pendidik lainnya di dalam maupun di luar lembaga pendidikan. b. j. g. kemampuan. dan guru untuk menyesuaikan program pendidikan terhadap latar belakang pendidikan. dan karyawisata. Prinsip-prinsip bimbingan dan konseling Dalam kegiatan bimbingan terdapat 10 prinsip. konselor. dan memantapkan penguasaan karir atau jabatan yang sesuai dengan minat. diantaranya: a. Terhadap program bimbingan harus senantiasa diadakan penilaian yang teratur untuk mengetahui sampai dimana hasil dan manfaat yang diperoleh serta penyesuaian antara pelaksanaan dan rencana yang dirumuskan terdahulu. jadi perlu di ingat bahwa sikap dan tingkah laku individu itu terbentuk dari segala aspek kepribadian yang unik dan khas. baik dalam memilih dan menyusun materi Sekolah/Madrasah. bakat. Adanya perbedaan individu dari pada individu-individu yang dibimbing. Masalah yang tidak dapat diselesaikan disekolah diserahkan kepada individu atau lembaga yang mampu dan berwenang melakukannya. 130 .

• Konselor hendaknya selalu mempergunakan informasi yang tersedia mengenai individu yang dibimbing beserta lingkungannya. (sekolah. • Keputusan terakhir dalam proses bimbingan ditentukan oleh individu yang dibimbinng. (2) individu yang memberikan bimbingan. • Individu yang mendapat bimbingan harus berangsur – angsur dapat membimbing dirinya. kemampuan dan hasil belajar indidividu untuk kepentingan perkembanagan kurikulum sekolah yang bersangkutan. dan masyarakat) harus diperhitungkan dalam memberikan bimbingan kepada individu yang bersangkutan. Untuk lebih jelasnya. sebagai bahan untuk membantu individu yang bersangkutan ke arah penyesuaian diri yang lebih baik. ketiga prinsip khusus tesebut diatas diuraikan sebagai berikut: 1. Prinsip khusus yang berhubungan dengan individu yang dibimbing atau siswa. 131 . (3) organisasi atau administrasi bimbingan. • Konselor hendaknya memperhatikan dan mempergunakan hasil – hasil penelitian dalam bidang minat. • Pelayanan bimbingan harus diberikan kepada semua siswa. • Pembagian waktu harus di atur untuk setiap petugas secara baik. • Program bimbingan harus berpusat pada siswa • Pelayanan bimbingan harus dapat memenuhi kebutuhan – kebutuhan individu yang bersangkutan secara serba ragam dan serba luas.fakta dan informasi–informasi yang berhubungan dengan lingkungan induvidu. • Data–data. fakta.Prinsip-prinsip khusus bimbingan Prinsip –prinsip khusus yang akan dibicarakan disini adalah prinsip khusus yang berhubungan dengan (1) individu yang dibimbinng atau siswa. • Konselor sekolah dipilih atas dasar kualifikasi kepribadian. • Program bimbingan harus disusun sesuai dengan kebutuhan sekolah yang bersangkutan. 2. • Kepala sekolah memegang tanggung jawab tertingi dalam pelaksanaan dan perencanaan program bimbingan. keluarga. • Konselor harus menghormati dan menjaga kerahasiaan informasi tentang individu yang dibimbingnya. • Konselor hendaknya mempergunakan berbagai jenis metode dan teknik yang tepat dalam melakukan tugasnya. Prinsip – prinsip khusus yang berhubungan dengan individu yang memberikan bimbingan : • Konselor harus melakukan tugasnya sesuai dengan kemampuan dan kewajiban masing –masing. • Bimbingan harus dilaksanakan dengan secara kontinyu. • Syarat mutlak dalam pelaksanaan layanan bimbingan yang baik ialah adanya kartu pribadi (cumulative record) bagi setiap individu (siswa) yang dibimbing. 3. • Bimbingan harus dilaksanakan dalam situasi individual dan dalam situasi kelompok. pengalaman dan kemampuannya. Prinsip – prinsip khusus yang berhubungan dengan Organisasi dan Admnistrasi Bimbingan. • Harus ada kriteria untuk mengatur prioritas pelayanan bimbingan kepada siswa tertentu. • Konselor harus mendapat kesempatan untuk memperkembangkan dirinya serta keahliannya melalui berbagai keahlian tambahan (in-service training) dan penataran. pendidikan. sesuai dengan masalah dan metode yang dipergunakan dalam memecahkan masalah itu. • Sekolah harus bekerja sama dengan lembaga–lembaga di luar sekolah yang menyelenggarakan pelayanan yang berhubungan dengan bimbingan dan penyuluhan pada umumnya.

Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban penuh memelihara dan menjaga semua data dan keterangan itu sehingga kerahasiaanya benar-benar terjamin. Prinsip yang berkaitan dengan permasalahan individu − Menangani masalah klien yang berhubungan dengan pengaruh kondisi mental dan fisik terhadap penyesuaian diri dan interaksi sosial. dan masyarakat disusun secara berkesinambungan − Dilakukan penilaian yang terencana dan sistematis 4. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menunjuk pada tujuan umum bimbingan dan konseling. Keterbukaan ini amat terkait pada terselenggaranya asas kerahasiaan dan adanya kesukarelaan pada diri peserta didik yang menjadi sasaran layanan/kegiatan. Asas kemandirian. mengarahkan serta mewujudkan diri sendiri. Asas keterbukaan.Prinsip-prinsip bimbingan dan konseling yang dilakukan di sekolah: 1. ekonomi. dan politik yang berkembang. Prinsip yang berkaitan dengan pelaksanaan layanan − Tujuan akhir layanan BK adalah kemandirian individu − Keputusan dalam proses konseling berada di tangan klien − Permasalahan khusus ditangani oleh ahli yang berwenang (layanan alih tangan atau referal) Keterlaksanaan dan keberhasilan pelayanan bimbingan dan konseling sangat ditentukan oleh asas-asas sebagai berikut: 1. Asas Kerahasiaan. guru pembimbing terlebih dahuu harus bersikap terbuka dan tidak berpura-pura. baik di dalam memberikan keterangan tentang dirinya sendiri maupun dalam menerima berbagai informasi dan materi dari luar yang berguna bagi pengembangan dirinya. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar peserta didik (konseli) yang menjadi sasaran layanan berpartisipasi secara aktif di dalam penyelenggaraan layanan/kegiatan bimbingan. 3. Guru pembimbing hendaknya 132 . yaitu asas bimbingan dan konseling yang menuntut dirahasiakannya segenap data dan keterangan tentang peserta didik (konseli) yang menjadi sasaran layanan. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar peserta didik (konseli) yang menjadi sasaran layanan/kegiatan bersifat terbuka dan tidak berpura-pura. 2. disesuaian dgn lembaga. 3. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban membina dan mengembangkan kesukarelaan tersebut. kompleks dan dinamis − Memperhatikan tahap dan aspek perkembangan − Memperhatikan perbedaan individu 2. pengaruh kondisi lingkungan terhadap kondisi mental dan fisik − Memperhatikan keadaan sosial. yakni: peserta didik (konseli) sebagai sasaran layanan bimbingan dan konseling diharapkan menjadi siswa-siswa yang mandiri dengan ciri-ciri mengenal dan menerima diri sendiri dan lingkungannya. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban mengembangkan keterbukaan peserta didik (konseli). kebutuhan individu. Dalam hal ini guru pembimbing perlu mendorong peserta didik untuk aktif dalam setiap layanan/kegiatan bimbingan dan konseling yang diperuntukan baginya. Asas kegiatan. Asas kesukarelaan. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki adanya kesukaan dan kerelaan peserta didik (konseli) mengikuti/menjalani layanan/kegiatan yang diperlukan baginya. yaitu data atau keterangan yang tidak boleh dan tidak layak diketahui oleh orang lain. 5. mampu mengambil keputusan. Agar peserta didik dapat terbuka. Prinsip yang berkaitan dengan sasaran layanan − Melayani semua individu − Kepedulian pada pribadi unik. Prinsip yang berkaitan dengan program layanan − Bagian integral dari proses pendidikan dan pengembangan − Fleksibel. 4.

yaitu nilai dan norma agama. Untuk ini kerja sama antara guru pembimbing dan pihak-pihak yang berperan dalam penyelenggaraan pelayanan bimbingan dan konseling perlu terus dikembangkan. Asas Kekinian. Koordinasi segenap layanan/kegiatan bimbingan dan konseling itu harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. untuk mencoba memahami secara mendalam tentang konsep dasar BK dan mampu menerapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai guru BK di sekolah. atau ahli lain. C. Asas Kedinamisan. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling diselenggarakan atas dasar kaidah-kaidah profesional. dan kebiasaan yang berlaku. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar berbagai layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling. dan asas-asas BK untuk dapat mengimplementasikan ke dalam satuan layanan. Bukanlah layanan atau kegiatan bimbingan dan konseling yang dapat dipertanggungjawabkan apabila isi dan pelaksanaannya tidak berdasarkan nilai dan norma yang dimaksudkan itu. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar segenap layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling didasarkan pada dan tidak boleh bertentangan dengan nilai dan norma yang ada. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar pihak-pihak yang tidak mampu menyelenggarakan layanan bimbingan dan konseling secara tepat dan tuntas atas suatu permasalahan peserta didik (konseli) mengalihtangankan permasalahan itu kepada pihak yang lebih ahli. guru-guru lain. Peserta pelatihan diajak diskusi untuk mengidentifikasi fungsi-fungi. Asas Keharmonisan. adat istiadat. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar objek sasaran layanan bimbingan dan konseling ialah permasalahan peserta didik (konseli) dalam kondisinya sekarang. 9. Keprofesionalan guru pembimbing harus terwujud baik dalam penyelenggaraan jenis-jenis layanan dan kegiatan dan konseling maupun dalam penegakan kode etik bimbingan dan konseling. ilmu pengetahuan. Asas Keterpaduan. dan terpadu. Layanan yang berkenaan dengan “masa depan atau kondisi masa lampau pun” dilihat dampak dan/atau kaitannya dengan kondisi yang ada dan apa yang diperbuat sekarang. 2. layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling justru harus dapat meningkatkan kemampuan peserta didik (konseli) memahami. Dalam hal ini.mampu mengarahkan segenap layanan bimbingan dan konseling yang diselenggarakannya bagi berkembangnya kemandirian peserta didik. tidak monoton. 3. Peserta pelatihan diminta sharing dengan teman dalam kelompok kecil. Asas Keahlian. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar isi layanan terhadap sasaran layanan (konseli) yang sama kehendaknya selalu bergerak maju. dan terus berkembang serta berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan dan tahap perkembangannya dari waktu ke waktu. harmonis. 7. prinsip-prinsip. para pelaksana layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling hendaklah tenaga yang benar-benar ahli dalam bidang bimbingan dan konseling. 8. hukum dan peraturan. 11. 10. menghayati. dan mengamalkan nilai dan norma tersebut. Lebih jauh. baik yang dilakukan oleh guru pembimbing maupun pihak lain. dan demikian pula guru pembimbing dapat mengalihtangankan kasus kepada guru mata pelajaran/praktik dan lain-lain. 133 . Guru pembimbing dapat menerima alih tangan kasus dari orang tua. Peserta pelatihan diminta mendiskusikan tentang pentingnya pelayanan BK di sekolah. 6. Latihan 1. saling menunjang. Asas Alih Tangan Kasus.

Berlatihlah merumuskan pengertian yang saudara jumpai dalam buku ajar ini dengan kalimat saudara sendiri sejauh tidak menyimpang dari maksud kalimat dalam buku ajar ini. 2. mengapa seorang konselor perlu memahami konsep dasar Bimbingan dan konseling? 2. 3. Sedangkan dalam kegiatan pelayanan Bimbingan dan konseling seorang konselor atau guru pembimbing di sekolah haruslah mengenal secara mendalam konseli yang hendak dilayani dengan menggunakan berbagai fungsi. dan bertanggung-jawab. 2. Tujuan adanya layanan bimbingan dan konseling adalah untuk membantu siswa agar dapat mencapai tujuan-tujuan perkembangan meliputi aspek pribadi. sosial. dan asas-asas BK yang ada. mandiri. Bimbingan belajar dimaksudkan untuk mencapai tujuan dan tugas perkembangan pendidikan. bisa pula download dari internet. Bimbingan dan konseling merupakan upaya pemberian bantuan secara sistematik dalam memfasilitasi individu mencapai tingkat perkembangan yang optimal. 3. pengembangan perilaku yang efektif. belajar dan karier. E. Cermati beberapa istilah penting yang ada di dalamnya. Jelaskan dengan contoh. Bimbingan pribadi – sosial dimaksudkan untuk mencapai tujuan dan tugas perkembangan pribadi – sosial dalam mewujudkan pribadi yang taqwa. Rangkuman 1. Tes Formatif 1.D. dosen atau instruktur. pengembangan lingkungan. Bimbingan karier dimaksudkan untuk mewujudkan pribadi pekerja yang produktif. a. F. Jelaskan masing-masing fungsi BK secara singkat ! b. jika perlu tanyakan kepada teman sejawat. Pelajari bab II buku ajar ini baik-baik. Berikan contoh penerapan masing-masing fungsi BK tersebut dalam lingkungan sekolah! 134 . dan peningkatan fungsi atau manfaat individu dalam lingkungannya. atau cari penjelasannya di buku-buku psikologi dan/atau bimbingan dan konseling. Berikan alasan mengapa seseorang konselor perlu memahami dan menerapkan berbagai prinsip dan asas-asas BK yang ada? 3. prinsip. atau lihat kamus/ensiklopedi. siapkan pula alat tulis berupa spidol warna atau stabilo untuk menandai hal-hal yang penting. Lembar Kegiatan Untuk memperoleh pemahaman yang mendalam pada bab ini seyogyanya saudara mengikuti langkah-langkah berikut: 1.

lingkungan budaya yang sarat dengan nilai dan norma. maupun lingkungan fisik. dengan tujuan agar menunjang proses penyesuaian diri siswa dengan lingkungannya. Dalam hal ini Prayitno (2006: 23) menjelaskan bahwa tujuan bimbingan pribadi dimaksudkan siswa dapat mengenal kekuatan dan kelemahan yang ada pada dirinya sendiri serta menerimanya secara positif dan dinamis sebagai modal untuk mengenal lingkungannya dan merancanakan masa depannya. baik sosial dan ekonomi. Sejalan dengan pendapat di atas menurut Tohirin (2007: 123-124) bimbingan pribadi adalah jenis bimbingan yang membantu siswa dalam menghadapi dan memecahkan masalah-masalah pribadinya. serta dapat memanfaatkan sebesar-besarnya untuk pengembangan diri secara mantap dan berkelanjutan. Adapun indikatornya. Dengan bimbingan pribadi dan pengenalan lingkungan tersebut. Menjelaskan tujuan bimbingan dan konseling pribadi 3. Menjelaskan aspek-aspek bimbingan dan konseling pribadi 4. minat. SMA/SMK membantu siswa menemukan dan mengembangkan pribadi yang beriman. Masalah atau problem siswa yang berlarut-larut akan mengakibatkan frustasi dan neurosis. yaitu bidang pelayanan bimbingan dan konseling yang membantu peserta didik dalam menilai dan mengembangkan kecakapan. 135 . baik yang menyangkut bidang pendidikan. mantap dan mandiri serta sehat jasmani dan rohani. sekolah. Pengenalan siswa terhadap lingkungannya dapat diartikan bahwa siswa dapat mengenal secara objektif lingkungannya. keluarga. Menjelaskan pengertian bimbingan dan konseling pribadi 2. Pengenalan lingkungan ini meliputi lingkungan rumah. Menjelaskan materi dan pokok-pokok bimbingan dan konseling pribadi 6. Tujuan bimbingan dan konseling pribadi Berdasarkan dari pengertian di atas dapat diketahui bahwa bimbingan pribadi bertujuan membantu individu agar bisa memecahkan masalah-masalah pribadi yang muncul dalam diri individu. bidang karir. Tujuan-tujuan tersebut secara lebih khusus lagi dapat dirumuskan dalam bentuk berbagai kompetensi yang perlu dimiliki bagi keefektifan kehidupan individu sehari-hari. dan kemasyarakatan. maupun bidang kehidupan berbudaya. 2. pelayanan bimbingan dan konseling di SMP. bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Secara B. Masalah timbul karena siswa merasa kurang berhasil dalam menghadapi dan menyesuaikan dirinya sendiri. dan karakteristik kepribadian diri sendiri untuk mengembangkan diri sendiri secara realistik. Tujuan umum ini diarahkan pada pengenalan diri sendiri dan lingkungan. Kompetensi dan Indikator Para peserta pelatihan dapat memahami bimbingan dan konseling pribadi secara utuh dan menyeluruh.BAB III BIMBINGAN DAN KONSELING PRIBADI A. menangani dan memecahkan suatu masalah. Menjelaskan pelaksanaan bimbingan dan konseling pribadi Uraian Materi 1. Jadi bidang pengembangan kehidupan pribadi. peserta pelatihan dapat: 1. Tujuan umum bimbingan pribadi adalah membantu memandirikan individu dalam hidupnya dan mengembangkan potensipotensi mereka secara optimal. Menjelaskan bentuk bimbingan dan konseling pribadi 5. dimaksudkan agar siswa mampu bersikap disiplin dan bisa bertanggung jawab dengan masa depannya sendiri. dan menerima berbagai kondisi lingkungan tersebut secara positif dan dinamis. alam dan masyarakat sekitarnya. termasuk kompetensi dalam mengantisipasi. Pengertian bimbingan dan konseling pribadi Menurut Sukardi (2008: 53) dalam bidang bimbingan pribadi. bakat.

Memiliki sikap optimis dalam menghadapi kehidupan dan masa depan. Memiliki pemahaman tentang irama kehidupan antara yang menyenangkan dan yang tidak menyenangkan. j) moral. h. Pemantapan pemahaman tentang bakat dan minat yang dimiliki individu tersebut dan bagaimana cara konselor untuk menyalurkan bakat anak tersebut agar tidak salah tersalurkan. d. f. g. etika dan nilai budaya. k) seks. Memiliki komitmen untuk mengamalkan nilai keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sedangkan informasi tentang keadaan masyarakat dewasa ini dapat mencakup informasi tentang : 1) ciri-ciri masyarakat maju. dan 3) pentingnya IPTEK bagi kehidupan. baik siswa yang bermasalah atau tidak. 3. mantap. serta sehat jasmani dan rohani. Memiliki pemahaman dan penerimaan diri secara objektif dan konstruktif. e. h) kreativitas. Pemantapan pemahaman tentang kekuatan diri dan pengembangannya untuk kegiatan yang kreatif dan produktif baik dalam kehidupan sehari-hari maupun untuk peranannya di tengah masyarakat. Pemantapan tentang bagaimana anak tersebut memahami kekurangan dirinya dan bagaimana ia dapat mengatasi kekurangan dirinya. baik tentang keunggulan dan kelemahan maupun psikis dan fisik.lebih rinci syamsu yusuf (2009: 53-54) menyatakan bahwa bimbingan pribadi bertujuan membantu siswa agar mampu mengembangkan kompetensinya sebagai berikut: a. atau pengambilan keputusan secara mandiri sesuai dengan nilai agama. pelayanan bimbingan dan konseling membantu siswa menemukan dan mengembangkan pribadi yang beriman dan bertakwa terhadap tuhan yang maha esa. d. i. mandiri. 2) Pengumpulan data 136 . yaitu : 1) Layanan informasi Informasi tentang tahap-tahap perkembangan dapat mencakup perkembangan : a) fisik. baik dalam kehidupan pribadi. sehingga menampilkan performance yang menarik. b. Memiliki kemampuan untuk mengelola stress. dan l) perkembangan kepribadian. sekolah. f. e. Bentuk bimbingan dan konseling pribadi Bidang BK pribadi ini notabene harus tetap diberikan kepada seluruh siswa. 2) makna ilmu pengetahuan. Memiliki kemampuan untuk melakukan secara sehat. c. Memiliki pemahaman tentang potensi diri dan kemampuan untuk mengembangkannya secara produktif dan melalui cara yang kreatif. keluarga. Pemantapan kemampuan pengambilan keputusan bagi peserta didik. i) pengertian. e) sosial. Bidang ini dirincikan sebagai berikut: a. pergaulan dengan teman sebaya. Memiliki sikap positif dan respek terhadap diri sendiri (tidak merasa rendah diri. tempat kerja maupun masyarakat pada umumnya. Pemantapan dalam menjalankan pilihan hidup. ada beberapa macam bentuk layanan bimbingan pribadi. d) emosi. c) bicara. b) motorik. Pengembangan sikap dan wawasan pribadi terhadap melalui sikap dan kebiasaan yang menunjukkan ketakwaan terhadap tuhan yang maha esa b. Aspek-aspek bimbingan dan konseling pribadi Dalam bidang bimbingan pribadi . f) penyesuaian sosial. dan mampu meresponnya secara positif dan bersikap bersyukur dan bersabar. Memiliki kemampuan untuk merawat dan memelihara diri. Bentuk-bentuk Bimbingan pribadi sebagaimana dijelaskan oleh Tohirin (2007: 125-126). 4. g) bermain. c.

2) Penanaman dan pemantapan pemahaman tentang kekuatan diri dan pengembangannya untuk kegiatan-kegiatan yang kreatif dan produktif. baik secara rohaniah maupun jasmaniah. 6) Pengembangan kemampuan mengarahkan diri sesuai dengan keputusan yang telah diambilnya. d) prestasi. baik secara rohaniah maupun jasmaniah. Dari pendapat di atas dapat disimpulkan materi dan pokok-pokok bimbingan pribadi yaitu tentang pemantapan sikap tentang ketaqwaan. 3) Orientasi Layanan orientasi bidang pengembangan pribadi mencakup : suasana. (f) pemantapan kemampuan mengarahkan diri sesuai dengan keputusan yang telah diambilnya. nama panggilan. (e) Pemantapan kemampuan mengarahkan diri sesuai dengan keputusan yang diambilnya. 5) Pemantapan kemampuan mengambil keputusan. c) riwayat pendidikan. tempat tanggal lahir. (b) pemantapan pemahaman tentang kekuatan diri dari pengembangan untuk kegiatan yang kreatif dan produktif baik dalam kehidupan sehari-hari maupun untuk perannya di masa depan. kemampuan pengambilan keputusan. lembaga dan obyek pengembangan pribadi seperti lembaga pengembangan bakat. baik dalam kehidupan sehari-hari maupun peranannya di masa depan. (d) pemantapan pemahaman tentang kelemahan diri dan usaha penanggulangannya. orang tua dan lain-lain. (g) pemantapan dalam perencanaan dan penyelenggaraan hidup sehat. (e) pemantapan kemampuan mengambil keputusan. dan lain sebagainya. baik secara rohaniah maupun jasmaniah. (c) Pemantapan pemahaman tentang kelemahan diri dan usaha penanggulangannya. e) bakat. Menurut Ma’mur Asmani (2010: 112-113) bimbingan pribadi ini dapat dirinci menjadi pokok-pokok berikut: (a) Pemantapan sikap dan kebiasaan serta pengembangan wawasan dalam beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. pemantapan sikap tentang kekuatan diri yang produktif. f) minat. pemahaman tentang kelamahan diri dan penanggulangannya. kreatif dan produktif. pusat kebugaran dan latihan pengembangan kemampuan diri. dkk (2004: 52) adalah sebagai berikut: (a) pemantapan sikapsikap kebiasaan serta pengembangan wawasan dalam beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. (c) pemantapan pemahaman tentang bakat dan minat pribadi serta penyaluran dan pengembangan melalui kegiatan yang kreatif dan produktif. b) kejasmanian dan kesehatan. dan lain-lain. (f) Pemantapan kemampuan berkomunikasi. Materi dan pokok-pokok bimbingan dan konseling pribadi Materi dan pokok-pokok yang terkandung dalam bidang bimbingan pribadi menurut Mugiarso. agama. 3) Pengenalan dan pemantapan pemahaman tentang bakat dan minat pribadi serta penyaluran dan pengembangannya melalui kegiatan kegiatan yang kreatif dan produktif. (b) Pemantapan pemahaman tentang kekuatan diri dan pengembangan untuk kegiatan-kegiatan yang kreatif dan produktif. 7) Pemantapan dalam perencanaan dan penyelenggaaraan hidup sehat. 4) Pengenalan dan pemantapan pemahaman tentang kelemahan diri dan usaha-usaha penanggulangannya. 5. Pokok-pokok dalam bimbingan pribadi sebagai berikut: 1) Penanaman dan pemantapan sikap dan kebiasaan serta pengembangan wawasan dalam beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa.Data yang dikumpulkan berkenaan dengan layanan bimbingan pribadi dapat mencakup : a) identitas individu seperti nama lengkap. alamat. dan (g) Pemantapan kemampuan menerima dan menyampaikan pendapat serta berargumentasi secara dinamis. (d) Pemantapan kemampuan dalam mengambil keputusan. baik dalam kehidupan sehari-hari maupun untuk peranan dimasa depan. kemampuan mengarahkan diri dan pemantapan dalam perencanaan dan penyelenggaraan hidup sehat. 137 . bahasa daerah. baik melalui lisan maupun tulisan secara efektif. jenis kelamin. anak ke. tempat rekreasi.

tergantung kepada sifat permasalahannya. Pelaksanaan bimbingan dan konseling pribadi Layanan bimbingan dan konseling dapat dilaksanakan dalam beberapa cara. Bidang Bimbingan Pribadi: Sekolah Lanjutan Tingkat Atas 1) Pemantapan sikap dan kebiasaan serta pengembangan wawasan dalam beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. 6) Perencanaan serta penyelenggaraan hidup sehat. Bidang Bimbingan Pribadi: Sekolah Dasar 1) Penanaman sikap dan kebiasaan dalam beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. di masyarakat maupun untuk perannya di masa depan. Dengan cara kelompok. 7) Pemantapan dalam perencanaan dan penyelenggaraan hidup sehat. yaitu bentuk layanan bimbingan pribadi yang melayani sejumlah peserta didik dalam satu kelas. serta penyaluran dan pengembangannya melalui kegiatan yang kreatif dan produktif. 3) Pemantapan pemahaman tentang bakat dan minat pribadi serta penyaluran dan pengembangannya melalui kegiatan-kegiatan yang kreatif dan produktif. 138 . kesiapan tenaga pembimbing. SMP. 6. Dengan cara individual.Secara lebih rinci pokok-pokok materi bidang layanan Bimbingan dan konseling pribadi untuk jenjang SD. yaitu bentuk layanan bimbingan pribadi yang melayani peserta didik secara perorangan. c. maupun perannya di masa depan. 4) Pengenalan kelemahan diri dan upaya penanggulangannya. 2) Pengenalan dan pemahaman tentang kekuatan diri sendiri dan penyalurannya untuk kegiatan-kegiatan yang kreatif dan produktif. yaitu bentuk layanan bimbingan pribadi yang melayani sejumlah peserta didik melalui suasana dinamika kelompok. 2008) bentuk kegiatan layanan bimbingan pribadi meliputi: a. b. 6) Pengembangan kemampuan mengarahkan diri sesuai dengan keputusan yang telah diambilnya. jumlah siswa. 5) Pemahaman dan pengamalan hidup sehat. Berdasarkan pedoman pelayanan bimbingan dan konseling (Sarono. 4) Pengenalan dan pemahaman tentang kelemahan diri sendiri dan usaha-usaha penanggulangannya. c. 5) Pengembangan kemampuan pengambilan keputusan sederhana dan mengarahkan diri. baik secara rohaniah maupun jasmaniah. baik dalam kehidupan sehari-hari maupun untuk perannya di masa depan. Bidang Bimbingan Pribadi: Sekolah Menengah Pertama 1) Pemantapan kebiasaan dan pengembangan sikap dalam beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Dengan cara klasikal. 2) Pemahaman kekuatan diri dan arah pengembangannya melalui kegiatan yang kreatif dan produktif baik dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. 4) Pemantapam pemahaman tentang kelemahan diri dan usaha-usaha penanggulangannya. 2) Pemantapan pemahaman tentang kekuatan diri dan pengembangannya untuk kegiatan-kegiatan yang kreatif dan produktif. baik dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. tersedianya waktu dan tempat. 3) Pemahaman bakat dan minat pribadi. b. 3) Pengenalan dan pemahaman tentang bakat dan minat pribadi serta penyaluran dan pengembangannya melalui kegiatan-kegiatan yang kreatif dan produktif. 5) Pemantapan kemampuan mengambil keputusan. SMA di bedakan sebagai berikut: a.

menangani dan memecahkan suatu masalah. Tujuan-tujuan tersebut secara lebih khusus lagi dapat dirumuskan dalam bentuk berbagai kompetensi yang perlu dimiliki bagi keefektifan kehidupan individu sehari-hari. Berikan contoh materi layanan pribadi yang dapat digunakan dalam pelaksanaan Bimbingan klasikal! Beri penjelasan! 139 . Peserta pelatihan diajak diskusi untuk mengidentifikasi contoh-contoh materi bimbingan pribadi yang ada dalam setiap jenjang pendidikan. Dalam pelaksanaan layanan bimbingan pribadi di sekolah. Tujuan umum ini diarahkan pada pengenalan diri sendiri dan lingkungan. Lembar Kegiatan Untuk memperoleh pemahaman yang mendalam pada bab ini.d. D. 3. Tes Formatif 1. siapkan pula alat tulis berupa spidol warna atau stabilo untuk menandai hal-hal yang penting. Peserta pelatihan diminta membuat materi layanan BK Pribadi sesuai dengan jenjang sekolah yang dibimbingnya. untuk berdiskusi tentang pelaksanaan bimbingan dan konseling pribadi di sekolah. Tujuan umum bimbingan pribadi adalah membantu memandirikan individu dalam hidupnya dan mengembangkan potensi-potensi mereka secara optimal. jika perlu tanyakan kepada teman sejawat. Bidang Bimbingan dan Konseling Pribadi. dan karakteristik kepribadian diri sendiri untuk mengembangkan diri sendiri secara realistik. 3. 2. Menurut anda. Pelajari bab ini baik-baik. e. Peserta pelatihan diminta membentuk kelompok yang terdiri atas 4-5 anggota. Dalam bidang bimbingan pribadi . pelayanan bimbingan dan konseling membantu siswa menemukan dan mengembangkan pribadi yang beriman dan bertakwa terhadap tuhan yang maha esa. 3. Latihan 1. Berlatihlah merumuskan pengertian yang saudara jumpai dalam buku ajar ini dengan kalimat saudara sendiri sejauh tidak menyimpang dari maksud kalimat dalam buku ajar ini. E. dosen atau instruktur. bakat. bisa pula download dari internet. C. Cermati beberapa istilah penting yang ada di dalamnya. yaitu bidang pelayanan bimbingan dan konseling yang membantu peserta didik dalam menilai dan mengembangkan kecakapan. yaitu bentuk layanan bimbingan pribadi yang melayani seorang atau sejumlah peserta didik melalui kegiatan di luar kelas atau lapangan. 2. 2. para peserta diharapkan mengikuti langkah-langkah berikut: 1. F. Dengan cara pendekatan khusus. Rangkuman 1. yaitu bentuk layanan bimbingan pribadi yang melayani kepentingan peserta didik melalui pendekatan kepada pihak-pihak yang dapat memberikan kemudahan. termasuk kompetensi dalam mengantisipasi. perlu dirancang program bimbingan yang akan dijadikan acuan pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling di sekolah tersebut. apa tujuan dari bidang layanan pribadi yang dapat digunakan dalam pelaksanaan layanan konseling individual? 2. minat. atau cari penjelasannya di buku-buku psikologi dan/atau bimbingan dan konseling. mantap. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan bimbingan pribadi bertujuan untuk membantu siswa dalam memecahkan masalah pribadinya dengan menggunakan berbagai cara sesuai dengan rancangan program bimbingan dan konseling yang dijadikan acuan pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling di sekolah tersebut. mandiri. Dengan cara lapangan. atau lihat kamus/ensiklopedi. serta sehat jasmani dan rohani.

serta lingkungan kerjanya.Bimbingan sosial juga bertujuan untuk membantu individu dalam memecahkan dan mengatasi kesulitan-kesulitan dalam masalah sosial. tanggung jawab kemasyarakatan dan kenegaraan. Tujuan bimbingan sosial adalah agar individu dapat (1) merencanakan kegiatan penyelsaian studi. Pengertian bimbingan dan konseling sosial Pengertian bimbingan sosial menurut Sukardi (2008: 55) adalah layanan bimbingan dan konseling untuk membantu siswa dalam mengenal dan berhubungan dengan lingkungan sosialnya yang dilandasi dengan budi pekerti luhur dan tanggung jawab kemasyarakatan dan kenegaraan. dan penyelesaian masalah konflik. dan (4) mengatasi hambatan serta kesulitan yang dihadapi dalam studi. Menjelaskan pengertian bimbingan dan konseling sosial 2. Menjelaskan materi dan pokok-pokok bimbingan dan konseling sosial Uraian Materi 1. Menjelaskan tujuan bimbingan dan konseling sosial 3. perkembangan karier. anggota keluarga. 2. dan warga lingkungan sosial yang lebih luas yang dilandasi budi pekerti luhur dan tanggung jawab sosial. lingkungan masyarakat. sehingga individu dapat menyesuaikan diri secara baik dan wajar dalam lingkungan sosialnya. Tujuan bimbingan sosial mempunyai: tujuan jangka pendek dan tujuan jangka panjang. (2) mengembangkan seluruh potensi dan kekuatan yang dimiliki seoptimal mungkin. Bimbingan sosial mampu mewujudkan agar individu yang dibimbing mampu melakukan interaksi sosial secara baik dengan lingkungan. Tujuan bimbingan dan konseling sosial Hallen (2005: 73) menyatakan tujuan bimbingan sosial adalah usaha untuk membantu peserta didik mengenali dan berhubungan dengan lingkungan sosialnya yang dilandasi budi pekerti. Adapun tujuan jangka pendek merupakan suatu patokan ideal yang diharapkan dicapai B. 140 . peserta pelatihan dapat: 1. 2009: 8). serta kehidupannya pada masa yang akan datang. Adapun indikatornya. tanggung jawab kemasyarakatan dan kenegaraan. Jadi dapat disimpulkan bahwa bimbingan sosial adalah bidang pelayanan BK yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai serta mengembangkan kemampuan hubungan sosial yang sehat dan efektif dengan teman sebaya. baik dari luar atau dalam. Menjelaskan aspek-aspek bimbingan dan konseling sosial 4. (3) menyesuaikan diri dengan lingkungan pendidikan. ataupun lingkungan kerja (Nurihsan. Kompetensi dan Indikator Para peserta pelatihan dapat memahami bimbingan dan konseling sosial secara utuh dan menyeluruh. penyesuaian diri dengan lingkungan pendidikan dan masyarakat tempat tinggal mereka. Sukardi (2008: 131) menyatakan tujuan bimbingan sosial di sekolah yang utama adalah membantu anak agar dapat mencapai kemajuan belajar optimal dalam kelas dan dapat mengadakan penyesuaian-penyesuaian dalam kehidupan sekolah. Bidang sosial ini kerap diberikan pada siswa yang merasa kesulitan dalam membina pergaulan karena beberapa hal. masyarakat. Hallen (2005: 73) bahwa bimbingan sosial adalah usaha membantu peserta didik mengenal dan berhubungan dengan lingkungan sosial yang dilandasi dengan budi pekerti luhur.BAB IV BIMBINGAN DAN KONSELING SOSIAL A. penyesuaian dengan lingkungan pendidikan. Sedangkan menurut pendapat Nurihsan (2009:15) bimbingan sosial adalah suatu bimbingan atau bantuan untuk membantu para individu untuk memecahkan masalah-masalah sosial seperti hubungan dengan sesama teman.

c. 4. sopan-santun. baik di rumah. hukum. dan juga rasa memberi dan menerima di tengah lingkungan yang memiliki banyak perbedaan. Sebab dengan kemampuan komunikasi yang efektif maka seorang individu dapat menyampaikan gagasan dan pikirannya kepada orang lain b. 141 . Pemantapan kemampuan berkomunikasi baik secara efektif. sekolah. adat. dan produktif baik dengan teman sebaya di sekolah yang sama atau yang berbeda. sopan santun serta nilai-nilai agama. kreatif. Materi dan pokok-pokok dalam bimbingan sosial Materi bimbingan sosial secara umum adalah pengembangan kemampuan bertingkah laku dan berhubungan sosial. d. Pemantapan pemahaman kondisi sekolah dan peraturan yang ada di sekolah tersebut agar para siswa terutama siswa baru tidak terkejut dengan kondisi yang ada di sekolah dan peraturan yang harus mereka patuhi di sekolah tersebut dan menjalankannya secara efektif dan dinamis serta bertanggung jawab. dilandasi oleh rasa kebangsaan yang tinggi serta diiringi dengan adanya rasa toleransi. Selain itu bimbingan sosial juga membantu mengembangkan kemampuan berkomunikasi yang efektif ditengah masyarakat yang luas. tenggang rasa. 2001: 77). Berdasarkan beberapa rumusan tujuan bimbingan sosial yang telah diungkapkan dapat disimpulkan bahwa tujuan dari bimbingan sosial yaitu pemberian bantuan kepada siswa agar memiliki kemampuan untuk mengatasi kesulitan di dalam memahami lingkungan baik lingkungan sekolah. maupun di masyarakat dengan menjunjung tinggi tata krama. kreatif. adat istiadat. Pemantapan kemampuan bertingkah laku dan berhubungan sosial baik di rumah. dan produktif agar mudah dimengerti oleh orang yang mendengar. dan kebiasaan yang berlaku. maupun masyarakat luas dengan sangat menjunjung tinggi nilai tata krama. e. baik melalui lisan maupun tulis. harmonis. Aspek-aspek bimbingan dan konseling sosial Bimbingan sosial membantu siswa dalam dalam berhubungan dengan masyarakat di lingkungannya dengan berdasarkan budi pekerti yang luhur. Pemantapan hubungan yang harmonis antar masyarakat yang dinamis. keluarga dan masyarakat dalam berperan dalam kehidupan kelompok. sopan santun yang ada dalam masyarakat. 3. mendapatkan kelompok sosial untuk memecahkan masalah tertentu memperoleh penyesuaian dalam kehidupan keluarga dan masyarakat serta meningkatkan pengetahuan yang terkait dalam persoalan-persoalan yang berhubungan dengan lingkungan sosial. tanggung jawab kemanusiaan. Aspek-aspek bimbingan dan konseling sosial secara rinci diuraikan sebagai berikut: a. ilmu. memperoleh persahabatan yang sesuai. sekolah. terutama dalam hal tata cara pergaulan yang dilandasi dengan budi pekerti yang luhur dan bertanggung jawab. efektif. dengan individu yang lebih tua dan lebih muda di lingkungan masyarakat dan keluarga. dan kebiasaan yang berlaku ditengah masyarakat.individu yang telah memperoleh bimbingan. tidak mau menang sendiri. dan produktif (Prayitno. Tujuan jangka panjang bersangkutan dengan pencapaian kesejahteraan mental yang optimal bagi individu dan pencapaian kebahagiaan pribadi yang bermanfaat bagi diri sendiri dan lingkungan. Menurut Sukardi (2008: 55) materi layanan dalam bimbingan sosial meliputi kegiatan pemberian informasi tentang: (1) pemantapan kemampuan berkomunikasi. Sedangkan materi bimbingan sosial untuk siswa SMA adalah pemantapan kemampuan berkomunikasi baik melalui ragam lisan maupun tulisan secara efektif dan pemantapan kemampuan menerima dan menyampaikan pendapat serta berarumentasi secara dinamis. Pemantapan kemampuan menerima dan menyampaikan gagasan secara argumentasi dengan cara yang dinamis. nilai-nilai agama.

di sekolah yang lain. SMP. (4) pengenalan. adat. di sekolah lain. kondisi dan tuntutan sekolah. baik di sekolah yang sama. di sekolah yang lain. e. harmonis. kreatif dan produktif. Orientasi tentang hidup berkeluarga. baik di rumah. di sekolah lain. maupun di masyarakat pada umumnya. c. (6) pengenalan dan manfaat lingkungan yang lebih luas seperti: lingkungan fisik. di sekolah. baik melalui ragam lisan maupuntulisan secara efektif. rumah dan lingkungan. baik di rumah. dan di masyarakat. Pokok-pokok dalam bimbingan sosial adalah sebagai berikut: a. kreatif dan produktif. adat istiadat. (5)pemantapan pemahaman kondisi dan peraturan seolah serta upaya pelaksanaannya secara dinamis dan bertanggung jawab. di luar sekolah. peraturan dan kebiasaan yang berlaku.baik ragam lisan maupun tulisan. baik di rumah. Secara lebih rinci pokok-pokok materi bidang layanan Bimbingan dan konseling sosial untuk jenjang SD. dan (7) hak dan kewajiban sebagai anggota sekolah dan masyarakat. di sekolah maupun dimasyarakat dengan menjunjung tinggi tata karma. baik di sekolah yang sama. 2. sopan santun serta nilai-nilai agama. (5) pemantapan kemampuan menerima dan mengemukakan pendapat serta berargumentasi secara dinamis. (4) pengenalan dan pemahaman norma agama. (3) pemantapan kemampuan bertingkah laku dan berhubungan sosial. kondisi dan tuntutan sekolah. diluar sekolah maupun dimasyarakat pada umumnya. (2) pemantapan kemampuan menerima dan menyampaikan pendapat. di luar sekolah maupun di masyarakat pada umumnya. serta upaya dan kesadaran untuk melaksanakannya secara dinamis dan bertanggung jawab. serta nilai-nilai agama. hukum dan tata krama yang berlaku di lingkungan masyarakat. harmonis dan produktif dengan teman sebaya. pemahaman dan pemantapan tentang peraturan. pemahaman dan pemantapan tentang peraturan. baik di sekolah yang sama. sosial dan budaya. harmonis. Pengenalan. di sekolah maupun di masyarakat dengan menjunjung tinggi tata krama. Pengembangan kemampuan bertingkah laku dan berhubungan sosial. Pengembangan dan pemantapan hubungan yang dinamis. baik di rumah. kebiasaan. dan produktif dengan teman sebaya. dan (6) orientasi tentang hidup berkeluarga. dan produktif dengan teman sebaya. sopan santun dan disiplin di sekolah sendiri maupun di sekolah lain. maupun di masyarakat luas dengan menjunjung tinggi tata krama. rumah dan lingkungan serta upaya dan kesadaran untuk melaksanakannya secara dinamis dan bertanggung jawab. peraturan dan kebiasaan yang berlaku. Pemantapan kemampuan menerima dan mengemukakan pendapat serta argumentasi secara dinamis. adat. SMA di bedakan sebagai berikut: a. tata krama. Sedangkan menurut Hallen (2005: 73) menyatakan materi dalam bimbingan sosial: meliputi: (1) pengembangan dan pemantapan kemampuan berkomunikasi baik melalui ragam lisan maupun tulisan secara efektif. (3) kebiasaan di lingkungan masyarakat yang meliputi: cara bertingkah laku. Pengembangan dan pemantapan kemampuan dan berkomunikasi. Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa materi dalam bimbingan sosial meliputi: (1) kemampuan berkomunikasi. maupun di masyarakat pada umumnya. dan (6) orientasi tentang hidup berkeluarga. di luar sekolah. b. maupun di masyarakat dengan menjunjung tinggi tata 142 . sopan santun. nilai-nilai sosial. (3) pengembangan dan pemantapan hubungan yang dinamis. (4) pemantapan hubungan yang dinamis. baik di sekolah yang sama. Pengembangan kemampuan bertingkah laku dan berhubungan sosial. sopan santun. harmonis dan produktif dengan teman sebaya. Pengembangan kemampuan berkomunikasi baik melalui ragam lisan maupun tulisan secara efektif. (2) kemampuan memecahkan masalah dan mengambil keputusan. (5) hubungan yang dinamis. Bidang Bimbingan Sosial: Sekolah Dasar 1. d. f. di sekolah. (2) pengembangan kemampuan bertingkah laku dan berhubungan sosial.

Cermati beberapa istilah penting yang ada di dalamnya. Pemahaman dan pengamalan disiplin dan peraturan sekolah. untuk berdiskusi tentang kegiatan bimbingan dan konseling sosial di sekolah. adat-istiadat. 3. Bidang Bimbingan Sosial: Sekolah Lanjutan Tingkat Atas 1. 143 . sopan santun. adat istiadat. Bidang Bimbingan Sosial: Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama 1. Latihan 1. Pengembangan kemampuan bertingkah laku dan berhubungan sosial. siapkan pula alat tulis berupa spidol warna atau stabilo untuk menandai hal-hal yang penting. 6. Pemantapan pemahaman tentang peraturan. maupun di masyarakat dengan menjunjung tinggi tata karma. baik lisan maupun tulisan secara efektif. kondisi dan sekolah sebagai upaya pelaksanaannya secara dinamis dan bertanggungjawab. Pemantapan kemampuan berkomunikasi. 2. hukum. Pelajari bab ini baik-baik. bisa pula download dari internet. hukum dan kebiasaan yang berlaku. D. 3. Pemantapan kemampuan bertingkah laku dan berhubungan sosial. dan kebiasaan yang berlaku. sopan santun serta nilai-nilai agama. dosen atau instruktur. b. di tempat latihan/kerja maupun masyarakat luas dengan menjunjung tinggi tata karma. 3. di sekolah lain dan di luar sekolah maupun masyarakat pada umumnya. C. jika perlu tanyakan kepada teman sejawat. baik di rumah. Pengembangan hubungan yang harmonis dengan teman sebaya di dalam dan di luar sekolah serta di masyarakat pada umumnya. atau cari penjelasannya di buku-buku psikologi dan/atau bimbingan dan konseling. di sekolah. 5. Orientasi tentang hidup berkeluarga. 2. baik di sekolah yang sama. Peserta pelatihan diminta membentuk kelompok yang terdiri atas 4-5 anggota. sopan santun serta nilai-nilai agama. Pemantapan sikap dan kebiasaan serta pengembangan wawasan dan beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. 2. nilai-nilai agama. di sekolah. Pengenalan dan pemahaman peraturan dan tuntutan sekolah. 3. baik di rumah. ilmu. lingkungan. Pemantapan hubungan yang dinamis. Pengembangan hubungan yang dinamis dan harmonis serta produktif dengan teman sebaya. 4. 2. serta kesadaran untuk melaksanakannya. peraturan dan kebiasaan yang berlaku. harmonis dan produktif dengan teman sebaya. 4. rumah. Lembar Kegiatan Untuk memperoleh pemahaman yang mendalam pada bab ini. Berlatihlah merumuskan pengertian yang saudara jumpai dalam buku ajar ini dengan kalimat saudara sendiri sejauh tidak menyimpang dari maksud kalimat dalam buku ajar ini. Peserta pelatihan diminta membuat materi layanan BK Sosial sesuai dengan jenjang sekolah yang dibimbingnya. para peserta diharapkan mengikuti langkah-langkah berikut: 1. 4. Pemantapan kemampuan menerima dan mengemukakan pendapat serta berargumentasi secara dinamis kreatif dan produktif. c.karma. 3. atau lihat kamus/ensiklopedi. adat istiadat. Peserta pelatihan diajak diskusi untuk mengidentifikasi contoh-contoh materi bimbingan sosial yang ada dalam setiap jenjang pendidikan.

adat istiadat. Materi bimbingan sosial secara umum adalah pengembangan kemampuan bertingkah laku dan berhubungan sosial. memperoleh persahabatan yang sesuai. sopan santun serta nilai-nilai agama. baik di rumah. Tujuan bimbingan sosial yang telah diungkapkan dapat disimpulkan bahwa tujuan dari bimbingan sosial yaitu pemberian bantuan kepada siswa agar memiliki kemampuan untuk mengatasi kesulitan di dalam memahami lingkungan baik lingkungan sekolah. dan warga lingkungan sosial yang lebih luas yang dilandasi budi pekerti luhur dan tanggung jawab sosial. 2. mendapatkan kelompok sosial untuk memecahkan masalah tertentu memperoleh penyesuaian dalam kehidupan keluarga dan masyarakat serta meningkatkan pengetahuan yang terkait dalam persoalan-persoalan yang berhubungan dengan lingkungan sosial.E. Menurut anda. Bimbingan dan konseling sosial adalah bidang pelayanan BK yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai serta mengembangkan kemampuan hubungan sosial yang sehat dan efektif dengan teman sebaya. maupun di masyarakat dengan menjunjung tinggi tata krama. sekolah. terutama dalam hal tata cara pergaulan yang dilandasi dengan budi pekerti yang luhur dan bertanggung jawab. Berikan contoh materi layanan pribadi yang dapat digunakan dalam pelaksanaan Bimbingan kelompok! Beri penjelasan! 144 . anggota keluarga. Tes Formatif 1. Rangkuman 1. apa tujuan dari bidang layanan sosial yang dapat digunakan dalam pelaksanaan layanan konseling kelompok? 2. dan kebiasaan yang berlaku. 3. F. keluarga dan masyarakat dalam berperan dalam kehidupan kelompok.

Berdasarkan pengertian di atas dapat ditemukan unsur-unsur penting sebagai berikut: (1) bimbingan belajar merupakan salah satu bagian dari empat bidang bimbingan yang meliputi bimbingan pribadi. namun seringkali kegagalan itu terjadi karena siswa kurang maksimal dalam mendapatkan bimbingan belajar di sekolah. Kompetensi dan Indikator Para peserta pelatihan dapat memahami bimbingan dan konseling belajar secara utuh dan menyeluruh. Menjelaskan tahap-tahap bimbingan belajar B. (3) pengenalan dan pengembangan poternsi diri secara fisik dan psikis menyangkut beberapa hal antara lain kondisi fisik siswa. kecerdasan. Menjelaskan pelaksanaan bimbingan belajar 5. bimbingan sosial. Menjelaskan materi dalam bimbingan belajar 4. baik secara mandiri maupun berkelompok. minat. Prayitno dan Amti (2004: 279) menyatakan bahwa bimbingan belajar adalah salah satu bentuk bimbingan yang diselenggarakan di sekolah. peserta pelatihan dapat: 1. bersikap terhadap guru dan nara sumber lainnya. Menjelaskan tujuan bimbingan dan konseling belajar 3. dan membentuk kebiasaan-kebiasaan belajar dengan sistematik dan konsisten dan dapat mencapai prestasi semaksimal mungkin sesuai dengan potensi dan kemampuan yang ada pada dirinya atau bisa pula dikatakan bahwa bimbingan dan konseling belajar merupakan 145 . (4) bantuan kepada siswa agar mempunyai sikap dan kebiasaan belajar yang baik termasuk cara belajar yang tepat atau cara mengatasi kesulitan belajar. mengerjakan tugas-tugas pelajaran. dapat mengembangkan keterampilan belajarnya. Pengalaman menunjukkan bahwa kegagalan-kegagalan yang dialami siswa dalam belajar tidak selalu disebabkan oleh kebodohan atau rendahnya intellegensi. mengembangkan dan memanfaatkan potensi diri siswa baik fisik maupun psikis yang berkaitan dengan kegiatan belajarnya. Adapun indikatornya. dan menjalani program penilaian hasil belajar. Uraian Materi 1. bimbingan karir dan bimbingan belajar.BAB V BIMBINGAN DAN KONSELING BELAJAR A. memahami. Bimbingan belajar sangat berguna sekali untuk peserta didik dalam pemantapan sikap dan kebiasaan belajar yang efektif dan efisien serta produktif. sikap dan kebiasaan belajar yang baik untuk menguasai pengetahuan dan keterampilan serta menyiapkannya melanjutkan pendidikan pada tingkat yang lebih tinggi. Mugiarso (2009: 53) menjelaskan bimbingan belajar adalah bantuan dari pembimbing pada siswa agar dapat mengembangkan diri. Pengertian bimbingan dan konseling belajar Menurut Sukardi (2008: 4) bimbingan belajar adalah bimbingan dalam hal menemukan cara belajar yang tepat dalam memilih program studi dan dalam mengatasi kesukaran-kesukaran yang timbul berkaitan dengan tuntutan-tuntutan belajar di suatu institusi pendidikan. (2) bimbingan belajar merupakan bantuan kepada siswa untuk mengenal. emosi dan motivasi untuk melakukan kegiatan belajar serta faktor luar siswa yang mempengaruhi kegiatan belajar. baik dalam mencari informasi dari berbagai sumber belajar. Menjelaskan pengertian bimbingan dan konseling belajar 2. Selain itu juga untuk pemantapan disiplin belajar dan berlatih. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa bimbingan belajar adalah suatu proses layanan bantuan dari pembimbing kepada peserta bimbing dalam memecahakan kesulitan yang berhubungan dengan masalah belajar baik di sekolah maupun di luar sekolah agar peserta bimbing dapat menyesuaikan diri dalam situasi belajarnya. bakat.

pengembangan kemampuan membaca dan menulis (meringkas) secara cepat. mencatat pelajaran. sehingga setiap siswa dapat belajar dengan efisien sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. efisien. minat. seperti kebiasaan membaca buku. pemantapan sikap dan kebiasaan belajar yang efektif. dan mempersiapkan diri menghadapi ujian. Menurut Sukardi (2008) mengatakan bahwa materi bimbingan belajar adalah sebagai berikut: pemantapan sistem belajar dan berlatih. pemahaman tentang pemanfaatan perpustakaan. pemahaman tentang hasil teknologi bagi pengembangan ilmu pengetahuan. orientasi belajar di perguruan tinggi. dan budaya) bagi pengembangan pengetahuan. mempunyai perhatian terhadap semua pelajaran dan aktif mengikuti semua kegiatan belajar yang diprogramkan. Yusuf dan Nurihsan (2006: 15) mengemukakan bahwa tujuan bimbingan belajar adalah sebagai berikut: memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang positif. pemanfaatan kondisi (fisik. memilih suatu bidang studi (mayor atau minor) sesuai dengan bakat. dan berusaha memperoleh informasi tentang berbagai hal dalam rangka mengembangkan wawasan yang lebih luas. memberikan informasi mengenai kondisi-kondisi yang baik untuk belajar. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa tujuan bimbingan belajar adalah membantu peserta bimbing agar dapat menyesuaikan diri dalam situasi belajarnya. memberikan informasi (saran dan petunjuk) bagi yang memanfaatkan perpustakaan. Materi dalam bimbingan belajar Secara rinci materi pokok bimbingan belajar antara lain menurut Rahman (2003: 42) sebagai berikut: pemantapan sikap dan kebiasaan belajar secara efektif dan efisien. sosial. pemantapan penguasaan materi pelajaran sekolah berupa remedial atau pengayaan. bersikap terhadap guru dan nara sumber lainnya. menunjukkan cara untuk menyusun suatu karangan ilmiah atau karya tulis. memantapkan diri dalam memperdalam pelajaran tertentu. menunjukkan bagaimana cara belajar atau mempelajari bahasa asing. baik dalam mencari informasi dari berbagai sumber belajar. Tujuan bimbingan dan konseling belajar Menurut Ahmadi (2004:111) tujuan bimbingan belajar adalah membantu siswa untuk mendapatkan penyesuaian yang baik di dalam situasi belajar. disiplin dalam belajar. seperti membuat jadwal belajar. mengejakan tugas dan mengembangkan keterampilan 146 . memiliki kesiapan mental dan kemampuan untuk menghadapi ujian. dapat mengembangkan keterampilan belajarnya dan membentuk kebiasaan-kebiasaan belajar dengan sistematik dan konsisten dan dapat mencapai prestasi semaksimal mungkin sesuai dengan potensi dan kemampuan yang ada pada dirinya. memiliki motif yang tinggi untuk belajar sepanjang hayat. 3. baik secara mandiri maupun berkelompok. memiliki keterampilan untuk menetapkan tujuan dan perencanaan pendidikan.bidang pelayanan yang membantu peserta didik mengembangkan kemampuan belajar dalam rangka mengikuti pendidikan sekolah/madrasah dan belajar secara mandiri. menentukan pembagian waktu dan perencanaan jadwal belajarnya. Untuk lebih jelasnya tujuan bimbingan belajar dirinci sebagai berikut: mencarikan cara-cara belajar yang efisien dan efektif bagi seorang anak atau kelompok anak. serta produktif. dan kondisi fisik atau kesehatannya. mengerjakan tugas-tugas. memilih pelajaran tambahan baik yang berhubungan dengan pelajaran di sekolah maupun untuk pengembangan bakat dan karirnya di masa depan. menunjukkan cara-cara mempelajari sesuatu dan menggunakan buku pelajaran. menggunakan kamus. menentukan pembagian waktu dan perencanaan jadwal belajar. memiliki keterampilan dan teknik belajar yang efektif seperti keterampilan membaca buku. menunjukkan cara mencatat dan mendengarkan sewaktu menerima pelajaran. membuat tugas sekolah dan mempersiapkan diri dalam ulangan dan ujian. citacita. menunjukkan cara-cara menghadapi kesulitan dalam bidang studi tertentu. dan mencapai perkembangan yang optimal. kecerdasan. Santoso (1988: 28) menjelaskan bahwa tujuan bimbingan belajar sebagai berikut: agar peserta didik dapat berkonsentrasi dalam belajar. 2.

c. Mengembangkan penguasaan materi program belajar di Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama. Bidang Bimbingan Belajar: Sekolah Dasar 1. dan sebagainya sesuai dengan cara-cara yang telah ditetapkan sebelumnya. bersikap terhadap guru dan nara sumber lainnya. Pengembangan sikap dan kebiasaan belajar yang baik dalam mendapatkan informasi dari berbagai sumber. Orientasi belajar di Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama. mengikuti pelajaran seari-hari. SMP. Memisahkan siswa yang telah dibimbing dan mengembalikannya ke dalam kelas semula. f. dan menerima laporan dari setiap guru atau wali kelas tentang aktivitas belajar. dalam bersikap terhadap guru dan siswa yang terkait. Secara lebih rinci pokok-pokok materi bidang layanan Bimbingan dan konseling belajar untuk jenjang SD. Pelaksanaan bimbingan dan konseling belajar Pelaksanaan bimbingan belajar dilakukan dengan langkah-langkah umum sebagai berikut: a. Jadi materi bimbingan belajar meliputi kegiatan peningkatan motivasi belajar. Melakukan studi tentang berbagai faktor penyebab terjadinya masalah atau kesulitan yang selanjutnya menetapkan satu atau beberapa faktor yang diduga paling determinan terhadap terjadinya masalah atau kesulitan tersebut. mengerjakan tugas. dan mengembangkan keterampilan. sosial. dengan cara membandingkan nilai setiap siswa dengan nilai batas lulus kelompok. petunjuk. Melakukan penjajakan berbagai masalah atau kesulitan yang sedang dihadapi oleh para siswa. 4. orientasi di Perguruan Tinggi. pemantapan pemahaman dan pemanfaatan kondisi fisik. Bidang Bimbingan Belajar: Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama 1. baik secara mandiri maupun kelompok. mengerjakan tugas. Siswa sendiri yang memecahkan masalah atau kesulitan yang sedang dialaminya. mengidentifikasi letaknya masalah dengan cara melihat 147 . 2. Menetapkan cara-cara yang akan digunakan untuk melakukan bimbingan kepada siswa yang di anggap konsisten dengan masalah dan faktor penyebabnya. Yusuf dan Nurihsan (2006:224) langkah-langkah bimbingan belajar yang pertama adalah mengidentifikasi kasus. baik secara mandiri maupun berkelompok. Pengembangan sikap dan kebiasaan belajar untuk mencari informasi dan berbagai sumber. perbaikan. budaya yang ada di lingkungan sekitar dan masyarakat untuk pengembangan pengetahuan dan keterampilan serta pengembangan diri. 3. 2. Melakukan bimbingan dalam bentuk bantuan.dan menjalani program penilaian. Melakukan penilaian dengan teknik tertentu untuk mengetahui sampai dimanan tingkat keberhasilan bimbingan yang telah dilaksanakan dan bagaimana tindak lanjutnya. b. pengembangan dan pemanfaatan lingkungan sekitar untuk belajar. g. pemantapan penguasaan materi program belajar di sekolah sesuai dengan perkembangan ilmu teknologi dan kesenian. dan menjalani program penilaian. Pengembangan disiplin belajar dan berlatih. mengembangkan keterampilan belajar. peningkatan keterampilan belajar. Pemantapan dan pengembangan penguasaan materi pelajaran di sekolah dasar. SMA di bedakan sebagai berikut: a. nasihat. b. 3. pengembangan sikap dan kebiasaan belajar yang baik. arahan. Mengembangkan pemahaman dan 4. Kedua. yang selanjutnya berusaha menemukan dan merumuskan masalah yang paling terasakan bagi siswa. baik sebagai individu maupun sebagai kelompok. 4. d. dan pengayaan. serta dalam menjalani program penilaian. e. Menumbuhkan disiplin belajar dan berlatih. gerakan.

b) Pengungkapan sebab-sebab timbulnya masalah belajar Siswa yang mengalami masalah dalam belajar dapat dikenali melalui: (1) Tes hasil belajar. nasihat. (2) kegiatan pengayaan. Bimbingan belajar merupakan salah satu bentuk bimbingan yang penting diselenggarakan disekolah khusus disekolah menengah. (4) Melakukan bimbingan dalam bentuk bantuan. sekretaris. treatment merupakan pemberian layanan bantuan sesuai dengan prognosis yang telah dilakukan. yaitu internal (yang berasal atau bersumber dari diri siswa itu sendiri) dan eksternal (yang bersumber dari luar atau lingkungan). Faktor-faktor penyebab ini dapat diklasifikasikan ke dalam dua faktor. arahan.kawasan tujuan belajar mana yang belum tercapai. dapat diwakilkan oleh sekretaris atau wakil yang lain. Beberapa upaya yang dapat dilakukan adalah dengan (1) pengajaran perbaikan. Tahap-tahap Bimbingan Belajar. Ketiga. Santoso (1988: 82) menguraikan langkah-langkah bimbingan belajar yang dapat ditempuh oleh konselor dalam menggunakan teknik diskusi adalah sebagai berikut: konselor mengemukakan masalah yang akan didiskusikan. 5) Berkebiasaan buruk dalam belajar. (4) pengembangan sikap dan kebiasaan belajar yang efektif. petunjuk. atau dapat juga ditanggapi oleh kelompok lain. gerakan. yang pada umumnya dapat digolongkan atas: 1) Keterlambatan akademik. Kelima. Kemudian setiap kelompok melaporkan hasil diskusinya. dan memperhatikan waktu untuk diskusi). pada saat peserta bimbing berdiskusi dalam kelompoknya masing-masing. Menurut Prayitno dan Erman Amti (2004: 279) mengemukakan bahwa tahapan bimbingan belajar dilaksanakan melalui tiga tahap. (5) Siswa sendiri yang memecahkan masalah atau 148 . mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kesulitan belajar (diagnosis). dan (5) Analisis hasil belajar atau karya c) Upaya membantu siswa yang mengalami masalah belajar Siswa yang mengalami masalah belajar perlu mendapatkan bantuan agar masalahnya tidak berlarut-larut yang nantinya dapat mempengaruhi proses belajar siswa. Keempat. membentuk kelompok diskusi (memilih pemimpin diskusi. baik sebagai individu maupun kelompok. 4) Kurang motivasi dalam belajar. dan sebagainya sesuai dengan cara-cara yang telah ditetapkan sebelumnya. yaitu sebagai berikut : a) Pengenalan siswa yang mengalami kesulitan belajar Masalah belajar mempunyai bentuk yang ragam. mengatur tempat duduk. 2) Ketercepatan dalam belajar. yang selanjutnya berusaha menemukan dan merumuskan masalah yang paling terasakan bagi siswa. (1) Melakukan penjajakan berbagai masalah atau kesulitan yang sedang dihadapi oleh para siswa. Salah satu jenis kegiatan yang perlu dilakukan sebagai wujud menyelenggarakan bimbingan terhadap siswa adalah bimbingan belajar. 5. (2) Tes kemampuan dasar. Menurut Oemar Hamalik (2009:199) tahapnya adalah. (4) Skala sikap dan kebiasaan belajar. 3) Sangat lambat dalam belajar. Hasil ini perlu dijelaskan atau diberi ulasan oleh konselor. dan melihat ruang lingkup atau bahan ajar mana yang belum dikuasai. (3) Tes Diagnostik. konselor memberikan dorongan agar setiap peserta bimbing dapat berperan aktif dan menjaga ketertiban. (3) Menetapkan cara-cara yang akan digunakan untuk melakukan bimbingan kepada siswa yang dianggap konsisten dengan masalah dan faktor penyebabnya. (3) peningkatan motovasi belajar. prognosis yaitu mengambil kesimpulan dan keputusan serta meramalkan kemungkinan penyembuhannya. (2) Melakukan study tentang berbagai faktor penyebab terjadinya masalah atau kesulitan yang selanjutnya menetapkan satu atau beberapa faktor yang diduga paling determinan terhadap terjadinya masalah atau kesulitan tersebut.

2. menunjukkan cara-cara menghadapi kesulitan dalam bidang studi tertentu. minat. atau cari penjelasannya di buku-buku psikologi dan/atau bimbingan dan konseling. memilih pelajaran tambahan baik yang berhubungan dengan pelajaran di sekolah maupun untuk pengembangan bakat dan karirnya di masa depan. 2. dan kondisi fisik atau kesehatannya. Peserta pelatihan diminta membuat materi layanan BK Belajar sesuai dengan jenjang sekolah yang dibimbingnya. dan memberikan bimbingan untuk membantu siswa itu dalam menyelesaikan masalah belajarnya. menentukan pembagian waktu dan perencanaan jadwal belajarnya. Rangkuman Bimbingan belajar adalah suatu proses layanan bantuan dari pembimbing kepada peserta bimbing dalam memecahakan kesulitan yang berhubungan dengan masalah belajar baik di sekolah maupun di luar sekolah agar peserta bimbing dapat menyesuaikan diri dalam situasi belajarnya. jika perlu tanyakan kepada teman sejawat. dosen atau instruktur. menunjukkan cara-cara mempelajari sesuatu dan menggunakan buku pelajaran. Peserta pelatihan diajak diskusi untuk mengidentifikasi contoh-contoh materi bimbingan belajar yang ada dalam setiap jenjang pendidikan. mencari tau mengenai berbagai faktor yang menyebabkan siswa mengalami masalah belajar. 149 . Latihan 1. membuat tugas sekolah dan mempersiapkan diri dalam ulangan dan ujian. D. dapat mengembangkan keterampilan belajarnya. kecerdasan. dan membentuk kebiasaan-kebiasaan belajar dengan sistematik dan konsisten dan dapat mencapai prestasi semaksimal mungkin sesuai dengan potensi dan kemampuan yang ada pada dirinya atau bisa pula dikatakan bahwa bimbingan dan konseling belajar merupakan bidang pelayanan yang membantu peserta didik mengembangkan kemampuan belajar dalam rangka mengikuti pendidikan sekolah/madrasah dan belajar secara mandiri. atau lihat kamus/ensiklopedi. dari pendapat para ahli diatas terdapat kesamaan mengenai tahapan dalam melakukan bimbingan. untuk berdiskusi tentang kegiatan bimbingan dan konseling belajar di sekolah.kesulitan yang sedang dialaminya. D. (7) Melakukan penilaian dengan teknik tertentu untuk mengetahui sampai di mana tingkat keberhasilan bimbingan yang telah dilaksanakan dan bagaimana tindak lanjutnya. (6) Memisahkan siswa yang telah dibimbing dan mengembalikannya kedalam kelas semula. bisa pula download dari internet. Pelajari bab ini baik-baik. Lembar Kegiatan Untuk memperoleh pemahaman yang mendalam pada bab ini. siapkan pula alat tulis berupa spidol warna atau stabilo untuk menandai hal-hal yang penting. memberikan informasi (saran dan petunjuk) bagi yang memanfaatkan perpustakaan. E. 3. cita-cita. Dalam melakukan bimbingan perlu adanya suatu tahapan yang harus dilakukan agar proses bimbingan itu berjalan sesuai dengan apa yang diinginkan. Tujuan bimbingan belajar dirinci sebagai berikut: mencarikan cara-cara belajar yang efisien dan efektif bagi seorang anak atau kelompok anak. memilih suatu bidang studi (mayor atau minor) sesuai dengan bakat. Dari pendapat diatas maka dapat disimpulkan mengenai tahapan bimbingan yaitu mencari siswa yang sedang mengalami masalah atau kesulitan belajar. Peserta pelatihan diminta membentuk kelompok yang terdiri atas 4-5 anggota. Berlatihlah merumuskan pengertian yang saudara jumpai dalam buku ajar ini dengan kalimat saudara sendiri sejauh tidak menyimpang dari maksud kalimat dalam buku ajar ini. para peserta diharapkan mengikuti langkah-langkah berikut: 1. 3. Cermati beberapa istilah penting yang ada di dalamnya.

dan memberikan bimbingan untuk membantu siswa itu dalam menyelesaikan masalah belajarnya. pengembangan dan pemanfaatan lingkungan sekitar untuk belajar. peningkatan keterampilan belajar. mencari tau mengenai berbagai faktor yang menyebabkan siswa mengalami masalah belajar. F. pengembangan sikap dan kebiasaan belajar yang baik. Menurut anda. dari pendapat para ahli diatas terdapat kesamaan mengenai tahapan dalam melakukan bimbingan.Materi bimbingan belajar meliputi kegiatan peningkatan motivasi belajar. Dalam melakukan bimbingan perlu adanya suatu tahapan yang harus dilakukan agar proses bimbingan itu berjalan sesuai dengan apa yang diinginkan. Tes Formatif 1. Tahapan bimbingan yaitu mencari siswa yang sedang mengalami masalah atau kesulitan belajar. Berikan contoh materi layanan belajar yang dapat digunakan dalam pelaksanaan Bimbingan kelompok! Beri penjelasan! 150 . apa tujuan dari bidang layanan belajar yang dapat digunakan dalam pelaksanaan Bimbingan klasikal? 2.

Menjelaskan prinsip bimbingan karir 5. Dalam bimbingan karir harus memperhatikan perkembangan anak didik yang menuntut kemampuan melaksanakan tugas-tugas perkembangan. dalam memilih lapangan pekerjaan atau jabatan/ profesi tertentu serta membekali diri supaya siap memangku jabatan itu dan dalam menyesuaikan diri dengan berbagai tuntutan dari lapangan pekerjaan yang telah dimasuki. peserta pelatihan dapat: 1. maupun keterampilan individu dalam mewujudkan konsep diri yang positif. Pengertian bimbingan dan konseling karir Yusuf dan Nurihsan (2008: 12) menyatakan bahwa bimbingan karir merupakan upaya bantuan terhadap individu agar dapat mengenal dan memahami dirinya.Super (dalam Marsudi. Menjelaskan tujuan bimbingan dan konseling karir 3. seperti pemahaman tentang jabatan dan tugas-tugas kerja. kemampuan umum dan kemampuan khusus guna membantu individu-individu dan kelompok-kelompok untuk memperoleh kemajuan dalam pekerjaan serta dalam merencanakan karir. perencanaan dan pengembangan karir. Menjelaskan pengertian bimbingan dan konseling karir 2. Sedangkan Lois-ellen Datta dan Corinne H. Bimbingan karir menurut Donald E. Lebih dalam lagi Nurihsan(2006 :16) juga berpendapat Bimbingan karir yaitu bimbingan untuk membantu individu dalam perencanaan. Kompetensi dan Indikator Para peserta pelatihan dapat memahami bimbingan dan konseling karir secara utuh dan menyeluruh.BAB VI BIMBINGAN DAN KONSELING KARIR A. Uraian Materi 1. 2010:121) Bimbingan karir adalah proses-proses. pendidikan. pemahaman kondisi dan kemampuan diri. dan penyelesaian masalah-masalah karir yang dihadapi. memahami proses pengambilan keputusan. afektif. atau layanan-layanan yang dimaksudkan untuk membantu individu memahami dan berbuat atas dasar pengenalan diri dan pengenalan kesempatankesempatan dalam kerjaan. serta mengembangkan ketrampilan-ketrampilan mengambil keputusan sehingga yang bersangkutan dapat menciptakan dan mengelola perkembangan karirnya. 2010:122) adalah suatu proses untuk membantu pribadi guna mengembangkan penerimaan kesatuan dan gambaran diri serta perananya dalam dunia kerja. Adapun indikatornya. teknik-teknik. Menurut Herr (dalam Marsudi. mengenal dunia kerjanya. Bimbingan karir dilaksanakan di 151 . dan penyelesaian masalah-masalah karir. Lebih lanjut dengan layanan bimbingan karir individu mampu menentukan dan mengambil keputusan secara tepat dan bertanggung jawab atas keputusan yang diambilnya sehingga mereka mampu mewujudkan dirinya secara bermakna. maupun perolehan pengetahuan dalam keterampilan yang akan membantu dirinya memasuki sistem kehidupan sosial yang terus berubahubah. mengembangkan masa depannya yang sesuai dengan bentuk kehidupannya yang diharapkan. dan waktu luang. Lebih lanjut Winkel dan Hastuti (2005: 114) mengemukakan bahwa bimbingan karir adalah bimbingan dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia pekerjaan. Rieder (dalam Sukardi 1984:96) berpendapat bahwa bimbingan karir dapat diartikan sebagai suatu perkembangan dari pengetahuan. pengembangan. penyesuaian pekerjaan. tugas perkembangan bagi siswa disekolah sebagai calon tenaga kerja ialah memilih lapangan kerja yang sesuai dengan potensi-potensi yang dimilikinya. Menjelaskan materi bimbingan karir B. pemahaman kondisi lingkungan. Menjelaskan fungsi-fungsi bimbingan karir 4. Bimbingan karir terkait dengan perkembangan kemampuan kognitif.

Apabila seorang siswa bercita-cita menjadi seorang guru. b. kemampuan dan kondisi kehidupan sosial ekonomi. Meningkatkan pengetahuan siswa tentang dunia kerja. Meningkatkan pengetahuan siswa tentang dirinya sendiri. Dengan bimbingan karir ini siswa dibantu agar memperoleh pemahaman diri. yaitu merancang kehidupan secara rasional untuk memperoleh peran-peran yang sesuai dengan minat. Dalam arti mau bekerja dalam bidang pekerjaan apapun. serta memahami hubungan usaha dirinya yang sekarang dengan masa depannya. Siswa meningkatkan keterampilan berpikir agar mampu mengambil keputusan tentang jabatan yang sesuai dengan dirinya dan tersedia dalam dunia kerja. Siswa menguasai ketrampilan dasar yang penting dalam pekerjaan terutama kemampuan berkomunukasi. Keberhasilan atau kenyamanan dakam suatu karir amat dipengaruhi oleh kemampuan dan minat yang dimiliki. dengan cara mengenali cirriciri pekerjaan. dan sesuai dengan norma agama. agar dapat mengarahkan dirinya ke suatu bidang pekerjaan yang sesuai selaras dengan dirinya dan kebutuhan masyarakat. 6) Mengenal keterampilan. Tujuan bimbingan karir Menurut Yusuf dan Nurihsan ( 2008: 15-16) tujuan bimbingan karir sebagai berikut : 1) Memiliki pemahaman diri (kemampuan dan minat) yang terkait dengan pekerjaan 2) Memiliki sikap positif terhadap dunia kerja. Oleh karena itu. Bimbingan karir disekolah adalah salah satu usaha untuk memecahkan masalah karir.sekolah bertujuan agar siswa dapat meningkatkan keterampilan berfikir agar mampu mengambil keputusan tentang jabatan yang sesuai dengan diri siswa dan tersedia dalam dunia kerja. kemampuan (persyaratan) yang dituntut. maka ia senantiasa harus mengarahkan dirinya kepada kegiatan-kegiatan yang relevan dengan karir keguruan tersebut. mengenal bakat minat sesuai karir. Walgito (2004: 202-203) berpendapat tujuan dari bimbingan karir adalah untuk membantu para siswa agar: 1) Dapat memahami dan menilai dirinya sendiri. serta memilih dan mengambil keputusan karir. tanpa merasa rendah diri. yaitu kecenderungan arah karir. 2) Menyadari dan memahami nilai-nilai yang ada dalam dirinya dan yang ada pada masyarakat. asal bermakna bagi dirinya. 5) Dapat membentuk pola-pola karir. bakat. lingkungan sosiopsikologis pekerjaan. 3) Memiliki kemampuan untuk membentuk identitas karir. Secara khusus menurut Sukardi (2000: 42) bimbingan karir dilaksanakan di sekolah bertujuan antara lain : a. setiap orang perlu memahami kemampuan dan minatnya. Dari uraian diatas dapat disimpulkan Bimbingan Karir adalah suatu layanan pemberian bantuan oleh guru pembimbing kepada individu untuk dapat mengenal dunia karir. e. minat. sikap. berprakasa dan sebagainya. mengetahui jenis-jenis pendidikan dan latihan yang diperlukan bagi suatu bidang tertentu. dan citacitanya. prospek kerja. kemampuan dan minat. Siswa dapat mengembangkan sikap dan nilai diri sendiri dalam menghadapi pilihan lapangan kerja serta dalam persiapan memasukinya. c. d. 3) Mengetahui berbagai jenis pekerjaan yang berhubungan dengan potensi yang ada dalam dirinya. 152 . 2. dalam bidang pekerjaan apa dia mampu. terutama yang berkaitan dengan potensi yang ada dalam dirinya mengenai kemampuan. dan apakah dia berminat terhadap pekerjaan tersebut. Jadi bimbingan dan konseling karir yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai informasi. dan kesejahteraan kerja. 4) Memiliki kemampuan merencanakan masa depan. bekerja sama. lingkungannya dan dunia kerja.

yang disebabkan oleh dirinya sendiri dan faktor lingkungan. Siswa perlu diberikan pemahaman tentang dimana dan mengapa mereka berada dalam suatu alur pendidikannya. e. f. 2010: 124-125) mengemukakan fungsi bimbingan karir adalah: 1) Siswa dapat membedakan lebih rinci sifat-sifat kepribadiannya (kemampuan. Yusuf G. 3. b. Fungsi bimbingan karir Bimbingan karir sebagai satu kesatuan proses bimbingan memiliki manfaat mengarahkan diri dan menciptakan kemandirian dalam memilih karir yang sesuai dengan kemampuan siswanya. serta mencari jalan untuk dapat mengatasi hambatan-hambatan tersebut. 153 .4) Menemukan hambatan-hambatan yang mungkin timbul.S dalam (Marsudi. 5) Siswa dapat memilih pekerjaan dari lingkup pekerjaan yang luas dan mempelajarinya secara mendalam. Prinsip bimbingan karir Pada prinsipnya bimbingan karir merupakan bantuan dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia pekerjaan. 2) Siswa dapat membedakan antara beberapa daerah pekerjaan yang luas. Siswa hendaknya dibantu dalam mengembangkan pemahaman yang cukup memadahi terhadap diri sendiri dan kaitannya dengan perkembangan sosial pribadi dan perencanaan pendidikan karir. c. Jadi dapat disimpulkan bahwa dalam layanan bimbingan karir ini bertujuan untuk membantu siswa agar mampu mengembangkan kesadaran akan perlunya penerapan yang lebih khusus dari tujuan karir. dengan maksud untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu yang berbeda. Siswa secara keseluruhan hendaknya dibantu untuk memperoleh pemahaman tentang hubungan antara pendidikannya dan karirnya. 2007: 134) Secara umum menurut Sukardi (1994: 34)prinsip-prinsip bimbingan karir di sekolah diantaranya : a. dan pendidikan adalah sebagai persiapan dalam hidup. latihan dalam jabatan. d. dan mengejar latihan lebih lanjut di perguruan tinggi atau pendidikan setelah sekolah lanjutan yang mengantarkan siswa pada kualifikasi untuk pekerjaan khusus. 6) Siswa dapat membedakan diantara banyak pekerjaan. Setiap siswa hendaknya memahami bahwa karir itu adalah sebagai suatu jalan hidup. Siswa pada setiap tahap program pendidikannya hendaknya memiliki pengalaman yang berorientasi pada karir secara berarti dan realistik. minat. pemilihan lapangan pekerjaan atau jabatan (profesi) tertentu serta membekali diri agar siap memangku jabatan tersebut dan dalam menyesuaikan diri dengan tuntutan-tuntutan dari lapangan pekerjaan yang telah dimasuki (Tohirin. 4. 7) Siswa dapat memilih atau menyelesaikan pendidikan atau latihan dengan dasar pemilihan karirnya. 4) Siswa mampu mengidentifikasi keputusan mendatang yang harus ia putuskan. 3) Siswa dapat membedakan bermacam-macam dunia pendidikan yang tersedia. serta menemukan karir dan kehidupannya yang serasi atau sesuai. Seluruh siswa hendaknya mendapat kesempatan yang sama untuk mengembangkan dirinya dalam pencapaian karirnya secara tepat.L. melakukan perencanaan karir untuk mencapai cita-cita pekerjaan dengan mengambil mata pelajaran yang mendukung pekerjaan. nilai) dan mampu melihat perbedaannya dengan orang lain. mengembangkan rencana-rencana yang lebih khusus guna menerapkan tujuan karir. Catherine D. bakat khusus. 5) Para siswa dapat merencanakan masa depannya. yang dapat meberikan latihan persiapan untuk pekerjaan mendatang.

pelaksanaan bimbingan karir. dan sifat kepribadiaan. program pengajaran perbaikan dan program pengayaan serta program pengayaan tersebut dapat diharapkan untuk memantapkan diri siswa dalam pilihan karir. bantuan dalam perencanaan pendidikan karir. meliputi. Menurut Wibowo (2002: 24) materi bimbingan karir adalah : a. Layanan penguasaan konten dalam bimbingan karir. sikap dan kebiasaan belajar. d. b. merangsang perkembangan pendidikan siswa. disertai partisipasi orang tua dan kontribusi masyarakat. potensi dan kemampuan. kesempatan untuk menguji konsep berbagai peranan dan ketrampilannya. Setiap jabatan memerlukan pola khas dari pada kemampuan. dan Donald E. peranan BK serta pelacakan karir SMK. b. Setiap individu masing. (4) Orientasi dan informasi terhadap pendidikan yang lebih tinggi.masing memilih kecakapan untuk sejumlah pekerjaan. e. dan kegiatan-kegiatan yang diharapkan dari siswa dalam pelaksanaan bimbingan karir. Paket I : Pemahaman diri. membahas pilihan program studi lanjutan. kegiatan pengembangan pemahaman. 154 . pemahaman bahwa karir adalah sebagai suatu jalan hidup. meliputi. berpusat dikelas. disertai partisipasi orang tua dan kontribusi masyarakat. tugas dan perkembangan remaja tentang kemampuan dan perkembangan karir. pemahaman tentang jalur pendidikan siswa. dengan koordinasi oleh pembimbing. kursus-kursus serta program pilihan dalam rangka pengembangan karir. orientasi dan informasi karir. 1997: 35) menyusun prinsip-prinsip tentang bimbingan karir disekolah. (3) Minat. diantaranya adalah : a. yang meliputi. Materi Bimbingan Karir Prayitno (1997: 66) menjelaskan materi bimbingan karir dapat dirinci menjadi pokok-pokok berikut: (1) Pemantapan pemahaman diri berkenaan dengan kecenderungan karir yang hendak dikembangkan. dengan koordinasi oleh pembimbing. (4) Cita-cita atau gaya hidup. perkembangan karir di masyarakat. Happock. Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa prinsip-prinsip bimbingan karir di sekolah adalah memberikan kesempatan yang sama. (3) Orientasi dan informasi terhadap dunia kerja dan usaha memperoleh penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup. c. khususnya sesuai dengan karir yang hendak dikembangkan. terdiri atas sub topik sebagai berikut: (1) Pengantar pemahaman diri. diintegrasikan secara fungsional dengan program pendidikan pada umumnya.g. pemahaman tentang hubungan antara pendidikan dengan karir. Super (dalam Sukardi. Program bimbingan karir di sekolah hendaknya berpusat di kelas. khususnya karir yang hendak dikembangkan. Holland. Informasi mengenai jabatan akan membantu dalam pemilihan jabatan karena informasi tersebut membantu dalam menentukan apakah pekerjaan itu dapat memenuhi kebutuhan. c. Layanan penempatan. diantaranya sebagai berikut : a. Sukardi (1997: 141) menjelaskan materi paket bimbingan karir dibagi menjadi lima topik bimbingan karir yang tiap-tiap topik dibagi lagi menjadi sub-sub topik. Pemilihan jabatan bermula ketika seseorang pertama kali sadar bahwa suatu pekerjaan dapat menolong memenuhi kebutuhannya. minat. Layanan orientasi. (2) Bakat. 5. Pekerjaan itu dipilih dengan maksud untuk memenuhi kebutuhan. d. pengalaman yang berorientasi pada karir secara berarti dan realistis. kelompok latihan dan kegiatan ekstrakurikuler yang menunjang pilihan karir. Layanan informasi. meliputi. orientasi dan informasi lembaga-lembaga ketrampilan sesuai dengan pilihan kerja serta orientasi dan informasi perguruan tinggi sesuai dengan arah perkembangan karir. (2) Pemantapan orientasi dan informasi karir pada umumnya.

(6) Pemahaman strategi mimilih sekolah dan jurusan. (2) Pemahaman tentang berbagai macam profesi sebagai alternatif pengembangan karir. terdiri atas sub topik sebagai berikut: (1) Informasi pendidikan. C. (3) Pemahaman dan pengembangan kemampuan wirausaha. atau cari penjelasannya di buku-buku psikologi dan/atau bimbingan dan konseling. agar dapat mengarahkan dirinya ke suatu bidang pekerjaan yang sesuai selaras dengan dirinya dan kebutuhan masyarakat. e. mengenal bakat minat sesuai karir. Dari beberpa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa materi pokok layanan bimbingan karir. (4) Pemahaman tentang berbagai macam jurusan dibidang pendidikan. terdiri atas sub topik sebagai berikut: (1) Menyusun informasi diri. (5) Merencanakan masa depan. c. 2. antara lain: (1) Pemahaman tentang bakat. Dengan bimbingan karir ini siswa dibantu agar memperoleh pemahaman diri. (3) Manusia dan hambatan. (5) Nilai-nilai yang bertentangan dengan kelompok atau masyrakat. (5) Pengembangan kemampuan berkompetensi. (7) Pengembangan kemampuan manajemen dan kepemimpinan. (4) Cara-cara mengatasi hambatan. Peserta pelatihan diminta membuat materi layanan BK Karir sesuai dengan jenjang sekolah yang dibimbingnya. Pelajari bab ini baik-baik. lingkungannya dan dunia kerja. Paket IV : Hambatan dan mengatasi hambatan. (6) Bertindak atas nilai-nilai sendiri. Peserta pelatihan diminta membentuk kelompok yang terdiri atas 4-5 anggota. mengembangkan rencana-rencana yang lebih khusus guna menerapkan tujuan 155 . E. jika perlu tanyakan kepada teman sejawat. Bimbingan karir ini bertujuan untuk membantu siswa agar mampu mengembangkan kesadaran akan perlunya penerapan yang lebih khusus dari tujuan karir. (4) Keputusan dan rencana. (4) Pertentangan nilai-nilai sendiri dengan orang lain. 3. terdiri atas sub topik sebagai berikut: (1) Nilai-nilai kehidupan. serta memilih dan mengambil keputusan karir. (3) Informasi jabatan. (2) Faktor lingkungan. Rangkuman Bimbingan Karir adalah suatu layanan pemberian bantuan oleh guru pembimbing kepada individu untuk dapat mengenal dunia karir. Lembar Kegiatan Untuk memperoleh pemahaman yang mendalam pada bab ini. untuk berdiskusi tentang kegiatan bimbingan dan konseling karir di sekolah. D. atau lihat kamus/ensiklopedi. Jadi bimbingan dan konseling karir yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai informasi. (2) Kekayaan daerah dan pengembangannya. Cermati beberapa istilah penting yang ada di dalamnya. Latihan 1. (3) Mempertimbangkan alternatif. Berlatihlah merumuskan pengertian yang saudara jumpai dalam bahan ajar ini dengan kalimat saudara sendiri sejauh tidak menyimpang dari maksud kalimat dalam bahan ajar ini. Paket V : Merencanakan masa depan.b. Paket III : Pemahaman lingkungan. (3) Pertentangan nilai-nilai dalam diri sendiri. d. Paket II : Nilai-nilai. dosen atau instruktur. Peserta pelatihan diajak diskusi untuk mengidentifikasi contoh-contoh materi bimbingan karir yang ada dalam setiap jenjang pendidikan. para peserta diharapkan mengikuti langkah-langkah berikut: 1. 2. (2) Saling mengenal dengan nilai orang lain. (2) Mengelola informasi diri. Bimbingan karir disekolah adalah salah satu usaha untuk memecahkan masalah karir. bisa pula download dari internet. minat dan kemampuan diri berkaitan dengan karir yang akan dikembangkan. 3. terdiri atas sub topik sebagai berikut : (1) Faktor pribadi. siapkan pula alat tulis berupa spidol warna atau stabilo untuk menandai hal-hal yang penting.

karir. latihan dalam jabatan. Menurut anda. (6) Pemahaman strategi mimilih sekolah dan jurusan. minat dan kemampuan diri berkaitan dengan karir yang akan dikembangkan. (7) Pengembangan kemampuan manajemen dan kepemimpinan. antara lain: (1) Pemahaman tentang bakat. Berikan contoh materi layanan karir yang dapat digunakan dalam pelaksanaan layanan penguasaan konten! Beri penjelasan! 156 . dan mengejar latihan lebih lanjut di perguruan tinggi atau pendidikan setelah sekolah lanjutan yang mengantarkan siswa pada kualifikasi untuk pekerjaan khusus. (3) Pemahaman dan pengembangan kemampuan wirausaha. F. apa tujuan dari bidang layanan karir yang dapat digunakan dalam pelaksanaan Bimbingan klasikal? 2. (4) Pemahaman tentang berbagai macam jurusan dibidang pendidikan. melakukan perencanaan karir untuk mencapai cita-cita pekerjaan dengan mengambil mata pelajaran yang mendukung pekerjaan. Materi pokok layanan bimbingan karir. (5) Pengembangan kemampuan berkompetensi. Tes Formatif 1. (2) Pemahaman tentang berbagai macam profesi sebagai alternatif pengembangan karir.

kehidupan sehari-hari. kehidupan sehari-hari. ulet hidup hemat. ulet perilaku hemat. ulet kewirausahaan sungguh-sungguh dan sungguh-sungguh sungguh-sungguh dan (kemandirian konpetitif dalam dan konpetitif dalam konpetitif dalam perilaku ekonomis) kehidupan sehari-hari. Mempelajari cara-cara Berinteraksi dengan Menghargai nilai-nilai Kesadaran memperoleh hak dan orang lain atas dasar persahabatan dan tanggung jawab memenuhi kewajiban nilai-nilai keharmonisan dalam sosial dalam lingkungan persahabatan dan kehidupan sehari-hari kehidupan sehari-hari keharmonisan hidup. Mengidentifikasi Menyadari Mengekspresikan ragam alternatif keragaman nilai dan ragam pekerjaan. pekerjaan. Menghargai peranan Berinteraksi dengan Mengenal peran-peran diri dan orang lain lain jenis secara Kesadaran gender sosial sebagai laki-laki sebagai laki-laki atau kolaboratif dalam atau perempuan perempuan dalam memerankan peran kehidupan sehari-hari jenis Meyakini keunikan diri sebagai aset yang Mengenal kemampuan Menerima keadaan Pengembangan diri harus dikembangkan dan keinginan diri diri secara positif secara harmonis dalam kehidupan Mengenal nilai-nilai Menyadari manfaat Membiasakan diri Perilaku perilaku hemat. pendidikan Wawasan dan persyaratan dan pendidikan dan aktivitas dan aktifitas yang kesiapan karier aktivitas yang dalam dengan mengandung menuntut pemenuhan kemampuan diri relevansi dengn kemampuan tertentu kemampuan diri Kematangan Mempelajari normaMenyadari Bekerja sama dengan hubungan dengan norma pergaulan keragaman latar teman sebaya yang teman sebaya dengan teman sebaya belakang teman beragam latar Aspek Perkembangan Pengenalan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 157 .BAB VII STANDAR KOMPETENSI KEMANDIRIAN PESERTA DIDIK Standar Kompetensi Kemandirian (SKK) Peserta Didik pada Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama adalah sebagai berikut: No Tataran/Internalisasi Tujuan Akomodasi Tindakan Melakukan berbagai Landasan hidup Mengenal arti dan Berminat mempelajari kegiatan ibadah religius tujuan ibadah arti dan tujuan ibadah dengan kemauan sendiri Memahami Mengenal alasan Bertindak atas keragaman Landasan perilaku perlunya mentaati pertimbangan diri aturan/patokan dalam etis aturan/norma terhadap norma yang berperilaku dalam berperilaku berlaku konteks budaya Memahami Mengekspresikan Mengenal cara-cara keragaman ekspresi perasaan atas dasar Kematangan emosi mengekspresikan perasaan diri dan pertimbangan perasaan secara wajar perasaan orasaan kontekstual orang lain Mempelajari cara-cara Menyadari adanya Mengambil keputusan Kematangan pengambilan keputusan resiko dari berdasarkan intelektual dan pemecahan pengambilan pertimbangan resiko masalah keputusan yang mungkin terjadi.

terbuka dan tidak lain sendiri dan orang lain menimbulkan konflik Mempelajari caraMenyadari akan Mengambil keputusan cara pengambilan keragaman alternatif dan pemecahan keputusan dan keputusan dan masalah atas dasar pemecahan masalah konsekuensi yang informasi/data secara secara objektif dihadapinya obyektif Menyadari nilai-nilai Mempelajari persahabatan dan Berinteraksi dengan keragaman interaksi keharmonisan dalam orang lain atas dasar sosial konteks keragaman kesamaan interaksi sosial Menghargai keragaman Mempelajari perilaku Berkolaborasi secara peraan laki-laki atau kolaborasi antar jenis harmonis dengan lain perempuan sebagai dalam ragam jenis dalam keragaman aset kolaborasi dan kehidupan peran keharmonisan hidup Menerima keunikan diri Mempelajari keunikan Menampilkan keunikan dengan segala diri dalam konteks diri secara harmonis kelebihan dan kehidupan sosial dalam keragaman kekurangannya Mempelajari strategi Menerima nilai-nilai dan peluang untuk Menampilkan hidup hidup hemat. sungguhsungguh-sungguh dan hemat. sengguhsungguh dan kompetitif kompetitif sebagai aset sungguh dan atas dasar kesadaran untuk mencapai hidup kompetitif dalam sendiri mandiri keragaman kehidupan Mempelajari kemampuan diri. Mengembangkan peluang dan ragam Internalisasi nilai-niolai alternatif perencanaan pekerjaan. ulet.yang beragam latar belakangnya sebaya yang belakangnya mendasari pergaulan Standar Kompetensi Kemandirian (SKK) Peserta Didik pada Sekolah Lanjutan Tingkat Atas adalah sebagai berikut: No 1 Aspek Perkembangan Landasan hidup religious Landasan perilaku etis Tataran/Internalisasi Tujuan Akomodasi Tindakan Mengembangkan Melaksanakan ibadah Mempelajari hal ihwal pemikiran tentang atas keyakinan sendiri ibadah kehidupan beragama disertai sikap toleransi Mengenal keragaman Menghargai Keragaman Berperilaku atas dasar sumber norma yang sumber norma sebagai keputusan yang berlaku di rujukan pengambilan mempertimbang kan masyaraakat keputusan aspek-aspek etis Mengekspresikan Mempelajari caraBersikap toleran perasaan dalam caracara menghindari terhadap ragam cara yang konflik dengan orang ekspresi perasaan diri bebas. dan pertimbangan pemilihan mempertimbangkan aktifitas yang terfokus alternatif karir kemampuan. peluang pada pengembangan dan ragam karir alternatif karir yang lebih terarah Mempelajari caraMenghargai nilai-nilai Mempererat jalinan cara membina dan kerjasama dan toleransi persahabatan yang Pengenalan 2 3 Kematangan emosi 4 Kematangan intelektual 5 Kesadaran tanggung jawab sosial 6 Kesadaran gender 7 Pengembangan diri Perilaku kewirausahaan (kemandirian perilaku ekonomis) 8 9 Wawasan dan kesiapan karier 10 Kematangan hubungan 158 . yang melandasi karir dengan pendidikan.ulet.ulet berperilaku hemat.

Bandung : PT Remaja Rosda Karya. (5) Kesadaran tanggung jawab sosial. 159 . Bimbingan dan Konseling. Prayitno dan Amti.2006. Depdiknas. (2) akomodasi (memperoleh pemaknaan dan internalisasi atas aspek dan tugas perkembangan [standar kompetensi] yang harus dikuasai) dan (3) tindakan (perilaku nyata dalam kehidupan seharihari dari aspek dan tugas perkembangan [standar kompetensi] yang harus dikuasai). Bimbingan dan Konseling untuk SMA dan MA Kelas X. 2006. Mulyaningtyas. Psikologi Belajar. 2007. Jamal. yang di dalamnya mencakup sepuluh aspek perkembangan individu (SD dan SLTP) dan sebelas aspek perkembangan individu (SLTA dan PT). Kesebelas aspek perkembangan tersebut adalah: (1) Landasan hidup religius. Nurihsan. Jakarta: Rineka Cipta. 2005. Layanan Konseling Di Sekolah. Abu. Achmad Juntika. Saring. Bimbingan dan Konseling Di Sekolah. Yogyakarta: Diva Press. Rambu-Rambu Penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling dalam Jalur Pendidikan Formal. sementara dalam konteks Bimbingan dan Konseling Standar Kompetensi ini dikenal dengan istilah Standar Kompetensi Kemandirian (SKK). Yogyakarta: UCY Press. Renita. (7) Pengembangan diri. B. Jakarta: Quantum Teaching. Surakarta: Muhammadiyah University Press. Heru. Rahman. Bimbingan dan Konseling. Asmani M. 2004. Yusup Purnomo. dan (11) Kesiapan diri untuk menikah dan berkeluarga (hanya untuk SLTA dan PT). Marsudi. Bandung : Refika Aditama. Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling. Semarang : UPT MKK Universitas Negeri Semarang. 2003. yaitu:(1) pengenalan/penyadaran (memperoleh pengetahuan dan pemahaman tentang aspek dan tugas perkembangan [standar kompetensi] yang harus dikuasai). Hallen A. Landasan Bimbingan dan Konseling. (9) Wawasan dan kesiapan karier. S.2010. Mugiarso. 2004.dengan teman sebaya kerjasama dan toleransi dalam pergaulan dengan teman sebaya sebagai dasar untuk lebih akrab dengan menjalin persahabatan memperhatikan norma dengan teman sebaya yang berlaku Mengharagai normanorma pernikahan dan berkeluarga sebagai landasan bagi terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis Mengekspresikan keinginannya untuk mempelajari lebih intensif tentang norma pernikahan dan berkeluarga Kesiapan diri Mengenal norma11 untuk menikah norma pernikahan dan berkeluarga dan berkeluarga Dalam konteks pembelajaran Standar Kompetensi ini disebut Standar Kompetensi Lulusan (SKL). 2007. (4) Kematangan intelektual. 2010. (6) Kesadaran gender.Jakarta. (3) Kematangan emosi. Jakarta: Penerbit Erlangga. Masing-masing aspek perkembangan memiliki tiga dimensi tujuan. 2006. Nurihsan & Yusuf . (2) Landasan perilaku etis. Bimbingan dan Konseling dalam Berbagai Latar Kehidupan. DAFTAR PUSTAKA Ahmadi. Erman. Jakarta: PT Rineka Cipta. Bimbingan dan Konseling Pola 17. (10) Kematangan hubungan dengan teman sebaya. (8 ) Perilaku kewirausahaan (kemandirian perilaku ekonomis).

Yulita. Semarang: Satya Wacana. Jakarta: Rineka Cipta. Syamsu. Jakarta : Bima Aksara. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah. Jakarta: PT. Pedoman Pelayanan Bimbingan dan Konseling SMP. 2008. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi. Slameto. Santoso. Yusuf. Sarono. Bandung: Rizqi Press. 2006. Jakarta: Rineka Cipta. Suharsimi Arikunto. Sri. Dewa Ketut. Winkel dan Hastuti. 2008. Tohirin. Gelora Aksara Pratama. Layanan Bimbingan Belajar di Sekolah Menengah. Totok. 160 . Dan Suzy Yulia. 2007.Rintyastini. 2009. Yogyakarta: Media Abadi. 2010. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. 2004. 1988. Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Bimbingan Dan Konseling Untuk SMP Kelas VIII. Sukardi. 2005. Jakarta: Depdikbud. Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Pengantar Pelaksanaan Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah.

(d) sosiometri. bukan untuk kepentingan yang lain. (j) tes prestasi belajar.BAB I PENDAHULUAN A. (c) daftar cek masalah (DCM). selanjutnya peserta pelatihan dipandu untuk berlatih mempersiapkan dan mempraktikkan masingmasing teknik tersebut. untuk selanjutnya menerapkannya dalam pelayanan bimbingan dan konseling. hasil pemahaman terhadap individu (konseli) adalah untuk kepentingan pelayanan bimbingan dan konseling. dan Profesi Konselor. B. C. Semua teknik diawali dengan penyajian materi secara teoretik. Petunjuk Belajar Dalam mempelajari buku ajar ini. sedangkan teknik tes diberikan dalam mata kuliah ”Pemahaman Individu Teknik Tes dan Praktikum Teknik Tes”. Lingkup isi buku ajar ini mencakup (a) pengertian dan tujuan pemahaman individu. (i) tes kepribadian. Berbagai hal yang belum dipahami dalam disksusi dengan teman sejawat sebaiknya dicari penjelasannya dalam kepustakaan yang relevan. Dalam kurikulum Program Studi Bimbingan dan Konseling sebagaimana disepakati oleh Forum Komunikasi Jurusan/Program Studi Bimbingan dan Konseling Indonesia pada Workshop Nasional Kurikulum Program Studi Bimbingan dan Konseling tanggal 28-29 Maret 2009 di Hotel Satelit Surabaya. demikian pula jika saudara menemukan sumber yang berbeda perlu dikonfirmasi dan dikomunikasikan dengan baik kepada dosen atau instruktur pelatihan. memahami kekuatan dan keterbatasan personal dan profesional. dan secara konsisten menampilkan perilaku sesuai kode etik profesi konselor. disediakan tugas-tugas yang harus saudara lakukan mulai persiapan hingga melakukan tindakan praktik teknik tertentu. Sementara profesi konselor memberikan pemahaman bahwa nilai-nilai pribadi konselor dapat mempengaruhi respon-respon konselor terhadap klien. (e) angket. (h) tes bakat umum. teknik non-tes ini dikenal sebagai mata kuliah ”Pemahaman Individu Teknik Nontes dan Praktikum Teknik Nontes”. dan lebih baik lagi jika beberapa peserta berkelompok memahami dan mendiskusikan isi buku ajar ini. maka prasyarat yang harus dimiliki oleh setiap peserta pelatihan adalah memahami Psikologi. setiap peserta pelatihan disarankan menempuh langkah-langkah berikut ini. Meski sifatnya latihan. dan jika masih belum terjawab dapat ditanyakan kepada dosen atau instruktur ketika pelatihan berlangsung. Pada setiap akhir setiap bab yang membahas suatu teknik. Kebutuhan pengetahuan dasar psikologi ini mutlak. (g) tes inteligensi umum. 161 . (k) pemanfaatan hasil nontes dan tes untuk konseling individual. Manfaatkan kesempatan tanya jawab dan diskusi untuk bertanya dan meminta penjelasan atas materi yang belum saudara pahami. Deskripsi Materi buku ajar Pemahaman Individu mencakup teknik nontes dan tes. (f) wawancara. 2. Ikuti penyajian materi oleh dosen atau instruktur dengan cermat dan sungguhsungguh. Sedangkan kebutuhan terhadap pengetahuan dasar bimbingan dan konseling mengingat bahwa. (b) teknik observasi. Prasyarat Mengingat aspek yang hendak dipahami konselor berkaitan dengan gejala-gejala psikis seseorang (terutama konseli) dalam kerangka bimbingan dan konseling. seyogyanya saudara melakukannya dengan sungguhsungguh dan lakukan pencatatan dengan sebaik-baiknya sebagai laporan praktik. 1. 3. mengingat gejala yang dipahami adalah gejala-gejala psikologis yang muncul dalam bentuk ucapan dan tingkah laku seseorang dalam kehidupannya sehari-hari. lakukan pencatatan seperlunya terhadap hal-hal yang saudara anggap penting. Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling. Sebelum pelatihan dilaksanakan seyogyanya peserta pelatihan telah membaca terlebih dahulu buku ajar ini.

Dalam hal ini. 5. sesuai dengan kebutuhan pelayanan bimbingan dan konseling 11. kebutuhan.4 Mengadministrasikan asesmen untuk mengungkapkan masalah-masalah konseli. di internet yang luar bisaa banyaknya (dan cenderung lebih murah dari pada buku teks). teman sepelatihan. Oleh karena itu setiap peserta pelatihan dan dosen atau instruktur harus berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mencapai indikator kompetensi di atas secara benar. kompetensi yanag terkait langsung dengan pemahaman individu adalah kompetensi butir 11 yaitu Menguasai konsep dan praksis asesmen untuk memahami kondisi.2 Memilih teknik asesmen. Untuk mempraktikkan teknik-teknik yang disajikan dalam buku ajar ini tidak terlalu sulit. Bagi setiap konselor penguasaan terhadap kompetensi tersebut dapat diukur dengan indikator sebagai berikut: 11. sebab subjek yang bisa saudara gunakan praktik ada di sekitar saudara. 11.8 Menggunakan hasil asesmen dalam pelayanan bimbingan dan konseling dengan tepat 11. teman guru. Untuk lebih mempertajam cara pandang saudara.1 Menguasai hakikat asesmen 11. Untuk itu praktikkanlah dan manfaatkan setiap kesempatan untuk berlatih memahami sifat-sifat atau karakteristik orang lain.6 Memilih dan mengadministrasikan instrumen untuk mengungkapkan kondisi aktual konseli berkaitan dengan lingkungan 11. 162 . 11.3 Menyusun dan mengembangkan instrumen asesmen untuk keperluan bimbingan dan konseling 11. Kompetensi dan Indikator Kompetensi utuh yang harus dimiliki oleh setiap konselor ada 17 butir sebagaimana disebutkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 27 Tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor. D. atau siswa di sekolah saudara. dan masalah konseli.4.5 Memilih dan mengadministrasikan teknik asesmen pengungkapan kemampuan dasar dan kecenderungan pribadi konseli.9 Menampilkan tanggung jawab profesional dalam praktik asesmen Hasil belajar dalam pelatihan dikatakan terpenuhi jika penguasaan terhadap indikator tersebut di atas mencapai 80%.7 Mengakses data dokumentasi tentang konseli dalam pelayanan bimbingan dan konseling 11. ada baiknya saudara lebih banyak membaca berbagai referensi yang berhubungan dengan kehidupan manusia yang sekarang ini banyak tersedia di toko buku. subjek itu bisa jadi tetangga rumah.

163 . sesuai dengan kebutuhan pelayanan bimbingan dan konseling. Scribd. Dengan demikian pemahaman individu adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh seseorang untuk mengerti dan memahami individu lain. Sebagai indikator bahwa peserta telah memahami hakikat pemahaman individu mereka (a) Memahami hakikat asesmen. kita tidak mungkin dapat memberikan pertolongan kepada seseorang sebelum kita kenal atau paham dengan orang tersebut. projective techniques. inventori. dan/atau sumber data selain konseli yang bisa memberikan keterangan tentang konseli. dan tingkah lakunya. Semuanya itu bisa ditaksir atau diukur dengan bermacam-macam cara. kebutuhan. 2. setiap peserta pelatihan diharapkan memahami konsep dan praksis asesmen untuk memahami kondisi. Uraian Materi 1. c. Dengan kata lain perlunya pemahaman individu dalam layanan bimbingan dan konseling adalah agar individu memperoleh bantuan yang sesuai dengan kemampuan dan potensinya agar apa yang diharapkannya dapat tercapai (artinya individu dapat mencapai penyesuaian diri dengan dirinya sendiri. Dengan demikian individu akan memperoleh bantuan yang tepat dan terarah. dapat disimpulkan perlunya pemahaman individu dalam bimbingan dan konseling sebagai berikut : b. Aiken (1997:1) menunjukkan bahwa manusia dalam kenyataannya berbeda-beda dalam kemampuan berpikirnya. dan (c) Menyusun dan mengembangkan instrumen asesmen untuk keperluan bimbingan dan konseling. check list. sosial dengan harapan klien tersebut dapat memecahkan masalahnya.BAB II PENGERTIAN DAN TUJUAN Kegiatan Belajar 1 A. interview. terlebih dahulu kita pelajari tentang pengertian bimbingan dan konseling. inventories. dan masalah konseli. Cara yang digunakan meliputi observasi. sekolah dan masyarakat). Kompetensi dan Indikator Setelah mempelajari materi ini. Assessing human behavior and mental processes includes such procedures as observations. Salah satu hal yang penting dalam bimbingan dan konseling ialah memahami individu secara keseluruhan baik masalah yang dihadapi maupun latar belakangnya. sekolah dan masyarakat”. mengerti dan memahami tersebut dilakukan oleh konselor terhadap konseli. potensi. rating scale. mengarahkan dirinya sesuai dengan kemampuan dan potensinya sehingga mencapai penyesuaian diri dengan lingkungan keluarga. menilai atau menaksir karakteristik. dengan tujuan agar kita semakin memahami mengapa pemahaman individu diperlukan dalam bimbingan dan konseling. and tests”. B. skala penilaian. Berdasarkan pengertian bimbingan dan konseling di atas. teknik projektif. Pemahaman atau penilaian tersebut dimaksudkan untuk kepentingan pemberian bantuan bagi pengembangan potensi yang ada padanya (developmental) dan atau penyelesaian masalah-masalah yang dihadapinya (klinis). karakter kepribadiannya. (b) Memilih teknik asesmen. Dari rumusan tersebut bisa diidentifikasi bahwa pemahaman individu adalah suatu cara untuk memahami. Di dalam bimbingan dan konseling. Pengertian Pemahaman Individu Pemahaman individu oleh Aiken (1997:454) diartikan sebagai “Appraising the presence or magnitude of one or more personal characteristic. interviews. lingkungan keluarga.com (2009) mendefinisikan bimbingan dan konseling sebagai ”suatu bantuan yang diberikan seseorang (konselor) kepada orang lain (klien) yang bermasalah psikis. Tujuan Pemahaman Individu dalam Bimbingan dan Konseling Sebelum kita membahas lebih lanjut mengenai perlunya pemahaman individu dalam kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling. Dalam konteks bimbingan dan konseling. dan atau masalah-masalah (gangguan) yang ada pada individu atau sekelompok individu. memahami dirinya. dan beberapa jenis tes. daftar cek.

Pemahaman individu dalam layanan bimbingan dan konseling bertujuan agar: 1. setiap saat manusia berkembang dan berubah. Cermati beberapa istilah penting yang ada di dalamnya. 164 . jika perlu tanyakan kepada teman sejawat. Lakukan pula percobaan menggali data pada anak-anak. jika saudara gagal dengan suatu cara. b. E. Rumuskan persamaan sifat-sifat umum di antara mereka yang saudara tangkap dalam observasi! c. 3. dan orang dewasa. budayanya. dan atau masalah-masalah (gangguan) yang ada pada individu atau sekelompok individu. 2. latar belakang pendidikannya. Kita semakin mampu memperlakukan siswa sebagaimana mestinya dalam arti lain mampu memberikan bantuan seperti yang dikehendaki oleh siswa. d. dan beberapa jenis tes. Kemudian jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut: a. Apa yang perlu dikenal dari setiap sasaran? a. Rangkuman 1. sehingga mampu menciptakan relasi yang semakin baik. C. atau lihat kamus/ensiklopedi. 4. c. apa yang saudara lakukan untuk tetap memperoleh data yang saudara harapkan? 5. Catat perbedaan yang diperoleh saat menggali data dengan teknik yang sama terhadap subjek yang berbeda usianya. 3. siapkan pula alat tulis berupa spidol warna atau stabilo untuk menandai hal-hal yang penting. Pelajari bab II buku ajar ini baik-baik. dosen atau instruktur. potensi. menilai atau menaksir karakteristik. 2. inventori. bisa pula download dari internet. 3. interview. remaja. teknik projektif. Mengenal Sasaran Pemahaman Individu Sasaran yang dimaksud dalam pelayanan bimbingan dan konseling adalah individu/manusia. Berlatihlah merumuskan pengertian yang saudara jumpai dalam buku ajar ini dengan kalimat saudara sendiri sejauh tidak menyimpang dari maksud kalimat dalam buku ajar ini. Cara yang digunakan meliputi observasi. Mengenal reaksi individu dalam menghadapi masalah. skala penilaian. Lakukan pengamatan dan pencatatan secara cermat terhadap 10 orang peserta pelatihan di sekitar saudara. kemampuan berpikirnya. Mengenal pribadinya (hakekat individu dan kebutuhannya). Mengenal masalah dan perkembangannya. Pemahaman individu adalah suatu cara untuk memahami. Mengapa? Karena individu/manusia adalah makhluk yang paling dinamis. atau cari penjelasannya di buku-buku psikologi dan/atau bimbingan dan konseling. Latihan 1. Tunjukkan perbedaan sifat-sifat 10 orang tersebut yang satu dengan lainnya! b. Lembar Kegiatan Untuk memperoleh pemahaman yang mendalam pada bab ini seyogyanya saudara mengikuti langkah-langkah berikut: 1. Mengenal cara individu dalam menghadapi masalah. Kita terhindar dari gangguan komunikasi. Berlatihlah menggali data. Dalam upaya mengenali/memahami sasaran tidak mungkin bisa mengenalinya sampai seratus persen. Apa keuntungan bagi konselor dan guru pada umumnya jika memahami sifatsifat pribadi siswa asuhnya? D. daftar cek. Kita semakin mampu menerima keadaan individu (siswa) seperti apa adanya dan sekaligus keberadaan siswa baik dari segi kelebihan maupun kekurangannya.

3. karena (a) Di dalam bimbingan dan konseling. Tunjukkan pula semua alasan mengapa seseorang konselor perlu memahami dan terampil menggunakan bermacam-macam teknik? 3.2. Tes Formatif 1. F. Tuliskan semua manfaat bagi konselor bila ia terampil menggunakan bermacammacam teknik asesmen! 4. Tuliskan pula kemungkinan negatif jika konselor tidak bisa memahami konseli yang dilayaninya! 165 . Pemahaman individu diperlukan dalam bimbingan dan konseling. sehingga mampu menciptakan relasi yang semakin baik. dan (3) Kita terhindar dari gangguan komunikasi. kita tidak mungkin dapat memberikan pertolongan kepada seseorang sebelum kita kenal atau paham dengan orang tersebut. mengapa seorang konselor perlu memahami karakteristik individu yang dibimbingnya? 2. Sedangkan tujuan pemahaman individu adalah untuk (1) Kita semakin mampu menerima keadaan individu (siswa) seperti apa adanya dan sekaligus keberadaan siswa baik dari segi kelebihan maupun kekurangannya. Tunjukkan semua alasan. (2) Kita semakin mampu memperlakukan siswa sebagaimana mestinya dalam arti lain mampu memberikan bantuan seperti yang dikehendaki oleh siswa. (b) Salah satu hal yang penting dalam bimbingan dan konseling ialah memahami individu secara keseluruhan baik masalah yang dihadapi maupun latar belakangnya.

BAB III PEMAHAMAN INDIVIDU TEKNIK NONTES Kegiatan Belajar 2 A. Kompetensi dan Indikator Kompetensi yang terkait dengan materi ini adalah (1) Memilih teknik asesmen, sesuai dengan kebutuhan pelayanan bimbingan dan konseling, (2) Menyusun dan mengembangkan instrumen asesmen untuk keperluan bimbingan dan konseling, dan (3) Mengadministrasikan asesmen untuk mengungkapkan masalah-masalah konseli. Oleh karena itu, setelah mempelajari materi ini, diharapkan peserta pelatihan mampu melakukan observasi dalam rangka bimbingan dan konseling dengan benar. Kemampuan melakukan observasi itu ditampilkan dalam (a) mampu memilih jenis instrument yang tepat untuk memperoleh data individu: observasi, daftar cek masalah (DCM), sosiometri, angket, dan/atau wawancara, (b) mampu merancang atau mempersiapkan observasi, daftar cek masalah (DCM), sosiometri, angket, dan wawancara dengan benar, (c) mampu memanfaatkan alat-alat bantu observasi, daftar cek masalah (DCM), sosiometri, angket, dan wawancara, (d) mampu melaksanakan analisis hasil observasi, daftar cek masalah (DCM), sosiometri, angket, ataukah wawancara dengan benar, dan (e) mampu memanfaatkan hasil observasi, daftar cek masalah (DCM), sosiometri, angket, dan wawancara untuk kepentingan bimbingan dan konseling dengan tepat. B. Uraian Materi 3.1 Observasi 3.1.1 Pengertian Observasi Dari berbagai pengertian metode observasi yang dapat dilacak dari berbagai sumber, penulis menyimpulkan bahwa metode observasi sebagai alat pengumpul data adalah kegiatan pengamatan (secara inderawi) yang direncanakan, sistematis, dan hasilnya dicatat serta dimaknai (diinterpretasikan) dalam rangka memperoleh pemahaman tentang subjek yang diamati. Pengertian tersebut menunjukkan karakteristik observasi sebagai berikut: 1) Observasi merupakan kegiatan pengamatan terhadap suatu objek perilaku subjek yang diamati. 2) Kegiatan tersebut pada pokoknya menggunakan dan memanfaatkan kemampuan indera pengamatan, terutama mata dan telinga. 3) Kegiatan pengamatan harus direncanakan sesuai dengan tujuan yang akan dicapai/diperoleh. 4) Kegiatan pengamatan dilakukan secara sistematis yaitu dengan prosedur (uruturutan, langkah-langkah) tertentu. 5) Hasilnya segera dicatat begitu pengamatan selesai, sehingga tidak lupa dan menyebabkan data pengamatan bisa. 6) Catatan pengamatan digunakan untuk memaknai perilaku subjek yang diamati, sehingga pengamat memperoleh pemahaman tertentu atas subjek itu. 3.1.2 Bentuk-bentuk Observasi Menurut cara dan tujuannya, Surya dan Natawidjaja (1997:226) membedakan observasi menjadi observasi partisipatif, observasi sistematis, dan observasi experimental. 1. Observasi partisipatif, ialah observasi di mana orang yang mengobservasi (pengamat, observer) benar-benar turut serta mengambil bagian dalam kegiatan yang dilakukan oleh orang atau objek yang diamati ( observee, observi). Misalnya guru mengamati perilaku siswa di kelas sambil mengajar, sehingga guru langsung dalam kegiatan pembelajaran yang dilakukan guru dan siswa. Atau guru mengamati perilaku siswa pada saat mengikuti olahraga ekstrakurikuler dengan cara guru terlibat langsung sebagai peserta olehraga tersebut. Apabila pengamat tidak mengambil bagian sama sekali dalam kegiatan orang atau objek yang diobservasi, maka observasi itu disebut

166

observasi nonpartisipatif. Misalnya guru mengamati perilaku siswa dalam diskusi, guru tersebut tidak ikut diskusi tetapi mengamati dari luar kelompok diskusi. 2. Observasi sistematis atau disebut juga observasi terstruktur, ialah observasi di mana sebelumnya telah diatur struktur yang berisikan faktor-faktor yang telah diatur berdasarkan kategori masalah yang hendak diobservasi. Pada observasi sistematis ini, observer sebelumnya menyusun kisi-kisi yang memuat faktor-faktor yang akan diobservasi beserta kategori masalahnya. Berdasarkan kisi-kisi tersebut, observer selanjutnya menjabarkan dalam daftar cek dan/atau skala penilaian. Apabila dalam suatu observasi tidak terdapat sistematika struktur kategori itu, observasi itu disebut observasi nonsistematis atau tidak terstruktur. 3. Observasi experimental, ialah observasi yang dilakukan secara nonpartisipatif dan secara sistematis, untuk mengetahui perubahan-perubahan atau gejala-gejala sebagai akibat dari situasi yang sengaja diadakan. Misalnya untuk mengetahui perkembangan klien setelah dilakukan treatment dalam konseling individual (perorangan); konselor mengobservasi perilaku siswa tersebut yang mengalami kesulitan untuk mengemukakan pendapat dalam diskusi. Konselor merancang suatu diskusi (nonpartisipatif) beserta pedoman observasi untuk mengamati perilaku siswa tersebut dalam mengemukakan dan/atau menanggapi pendapat pada saat kegiatan diskusi (sistematik). Berdasarkan pengamatan tersebut, konselor dapat membuat interpretasi tentang hasil dan perkembangan treatment terhadap klien tersebut; apakah klien sudah berkembang atau belum kemampuannya mengemukakan dan/atau menanggapi pendapat dalam kegiatan diskusi. Untuk memahami individu, metode observasi ini mempunyai manfaat yang cukup dapat disaudaralkan, karena mempunyai beberapa kelebihan dan kekurangan sebagaimana dikemukakan oleh Djumhur dan Surya (1981:52). Kelebihan-kelebihan observasi adalah sebagai berikut: 1) Observasi merupakan teknik yang langsung dapat digunakan untuk memperoleh data berbagai aspek tingkah laku. 2) Bagi observi, hal ini lebih meringankan dibandingkan dengan apabila mereka disuruh mengisi angket atau menjawab pertanyaan. 3) Teknik observasi memungkinkan dilakukan pencatatan yang serempak dengan terjadinya gejala atau kejadian penting. 4) Observasi dapat merupakan teknik untuk mencek data yang diperoleh dengan teknik lain seperti wawancara, angket (kuesioner), dan sosiometri. 5) Dengan observasi observer tidak memerlukan bahasa verbal sebagai alat untuk memperoleh data. 6) Dengan observasi dapat dieroleh data, gejala atau kejadian yang sebenarnya dan langsung. Selain beberapa keuntungan sebagaimana tersebut di atas, observasi juga memiliki kelemahan-kelemahan sebagai berikut: 1) Banyak hal yang tidak dapat diungkap dengan observasi, misalnya kehidupan pribadi yang bersifat rahasia. 2) Apabila siswa (atau observi lainnya) mengetahui bahwa mereka sedang diobservasi, mungkin sekali mereka melakukan kegiatan yang tidak wajar lagi (perilakunya dibuat-dibuat). 3) Observasi banyak tergantung pada faktor-faktor yang tidak terkontrol. 4) Faktor subjektivitas observer sukar untuk dihindari. 3.1.3 Menyusun Panduan Observasi Agar observasi bisa dilakukan dengan baik, maka perlu dilakukan perencanaan secara cermat dalam bentuk panduan observasi. Langkah-langkah yang perlu diperhatikan dalam menyusun panduan observasi bisa ditempuh langkah-langkah berikut :

167

a. Tetapkan tujuan observasi, dengan selalu memperhatikan tujuan observasi diharapkan observer akan lebih terfokus pada tujuan observasi dan sekaligus tidak mudah tertarik kepada gejala-gejala yang sebenarnya tidak ada kaitannya dengan tujuan observasi. b. Pastikan dan fahami materi observasi, apa sebenarnya yang hendak diobservasi seyogianya sudah dikuasi dengan baik oleh observer. c. Gali variabel-variabel observasi; jika obyek atau materi observasi itu adalah ”kambing”, variabel-variabel itu adalah bagian-bagian penting yang pasti ada atau menjadi bagian penting dari binatang yang namanya ”kambing”; (misalnya kepala, badan, kaki, ekor, dan lain sebagainya). d. Gali pula sub variabel; terkadang suatu obyek bukan hanya terdiri dari satu variabel saja, tetapi ia terdiri dari sub-sub variabel; ibarat salah satu variabel dalam obyek observasi adalah ”kepala kambing”, maka pada kepala kambing itupun ada mata, telinga, hidung, tanduk, dan bulu. e. Tetapkan Indikator; indikator dimaknai sebagai ciri-ciri atau katrekteristik yang ada pada variabel atau sub-varibel. Langkah-langkah dalam menyusun panduan observasi (observasi guide) selanjutnya disajikan pada diagram berikut : LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN PANDUAN OBSERVASI

TETAPKAN TUJUAN

PASTIKAN & FAHAMI MATERI
JABARKAN KONSEP

TETAPKAN INDIKATOR

GALI VARIABEL & SUB-VARIABEL

OBSERVASI PENJAJAGAN

PANDUAN OBSERVASI

3.1.4 Alat-alat Bantu Observasi Beberapa alat bantu yang bisa digunakan untuk mendukung kegiatan observasi yaitu (a) daftar riwayat kelakuan atau catatan anekdot, (b) catatan berkala, (c) daftar cek, (d) skala penilaian, dan (e) alat-alat bantu mekanik (seperti tape recorder, kamera digital dan manual, handycam, camera CCTV, computer). 3.1.5 Analisis hasil observasi: individual dan kelompok Observasi dapat dilakukan untuk individual maupun kelompok. Mengacu pada pedoman observasi yang disajikan dalam contoh di buku ajar ini seorang konselor dapat memahami subjek setelah melakukan analisis data berdasarkan fakta yang diperoleh dari kegiatan observasi. Mari kita coba menganalisis hasil observasi yang sudah diperoleh konselor dari observer yang berbeda.

168

Contoh 3.1.4.1 Daftar riwayat kelakuan atau Catatan ankedot insidental (individual)
Nama siswa Sekolah / Kelas Hari, tanggal Tempat Peristiwa Interpretasi : : : : : : Srikandi SMA Madukara Semarang / X A Kamis, 9 Juni 2011 Ruang kelas X A Srikandi menangis menjerit-jerit pada waktu sehabis istirahat pertama karena bertengkar dengan Dessy teman sekelasnya

Semarang, 9 Juni 2011 Observer,

Bambang Tetuka, S.Pd.
Dari contoh 1 di atas konselor harus mampu membedakan antara peristiwa dengan interpretasi. Peristiwa merupakan fakta yang sebenarya terjadi yang bisa kita tangkap dengan panca indera. Sementara interpretasi merupakan makna yang diberikan oleh observer atas peristiwa yang terjadi. Konselor menginterpretasikan setelah melakukan investigasi (pelacakan) dan kajian lebih lanjut atas peristiwa yang terjadi. Informasi yang diperoleh dari pelacakan dan kajian tersebut diinterpretasikan sebagai cermin pemahaman individu oleh konselor. Dengan demikian bisa saja ada berbagai interpretasi atas peristiwa tersebut oleh beberapa konselor yang berbeda . Contoh 3.1.4.2: Daftar riwayat kelakuan atau Catatan anekdot insidental (kelompok) Masalah yang diobservasi Hari, tanggal Jam pelajaran ke Sekolah/Kelas Mata pelajaran Guru mata pelajaran Peristiwa Hesti memecahkan tabung reaksi : : : : : : Tingkah laku siswa pada waktu praktikum di laboratorium Kamis, 7 Juni 2012 4-5 SMA Pringgodani Kudus/XI IPA.5 Kimia Endang Pergiwa Paraf

Komentar observer Hesti bekerja tidak sungguh-sungguh, bahkan sambil bergurau dengan Anto saat mengadukaduk (menggoyang-goyang) dua zat kimia dalam tabung reaksi. Mungkin karena bergurau tabung lepas dan pecah.

Dani bertengkar dengan Iwan, hampir berkelahi

169

Sariman tangannya terbakar

Kesimpulan/komentar observer: Ketiga persitiwa tersebut terjadi karena siswa mengabaikan petunjuk guru dan tata tertib kerja praktek di laboratorium.

Semarang 7 Juni 2012 Ketua kelas,
Siti Sundari Catatan: Ketua kelas sebagai observer Dari contoh di atas, analisis observer ada pada kolom komentar observer, yang kemudian disimpulkan. Jika analisis berbeda, maka kesimpulan pun bisa berbeda pula. Contoh 3.1.4.3: Daftar riwayat kelakuan atau Catatan Anekdot Periodik Masalah yang diobservasi : Kejadian-kejadian pada waktu kerja kelompok Siswa yang diobservasi : Hesti Pramudita Hari ke 1 Peristiwa Hesti memecahkan tabung reaksi pada saat praktikum Kimia di laboratorium Hesti tidak ikut berbicara pada saat diskusi tentang life skill. Hesti banyak membuat kesalahan ketika bermain bola voli, sehingga regunya kalah. Komentar observer Guru bidang studi marah bukan hanya kepada Hesti tetapi juga kepada siswa lainnya, karena para siswa tidak mau mengikuti petunjuk guru. Mungkin dia tidak siap dengan dia Nampaknya Hesti memang tidak sehat dan tidak bersemangat untuk bermain, sehingga ia asal memukul bola. Paraf

2 3

Kesimpulan/komentar observer: Perlu ada pendekatan pribadi, sehingga dapat diketahui apakah Hesti memang sakit atau sedang menghadapi masalah.

Semarang 2 Juni 2012 Wali kelas,

Drs.Gegap Gempita Dari contoh di atas, analisis observer ada pada kolom komentar observer, yang kemudian disimpulkan. Jika analisis dilakukan oleh konselor yang berbeda, bisa jadi kesimpulannya berbeda pula.

170

Contoh 3.1.4.4: Skala Penilaian Deskriptif Nama siswa Kelas Jenis kelamin Hari dan tanggal Aspek yang diobservasi : Larasati : VIIB SMP Pringgodani Semarang : Perempuan : Jum’at, 15 Juni 2012 : Keaktifan dalam mengikuti pelajaran Alternatif Penilaian KadangSering kadang       Tidak pernah

Aspek yang diobservasi 1. Mengajukan pertanyaan kepada guru 2. Menjawab pertanyaan guru 3. Menulis keterangan guru 4. Mendengarkan keterangan guru dengan sungguh-sungguh 5. Mendengarkan keterangan guru sambil berbicara dengan teman 6. Mendengarkan keterangan guru sambil bermain sendiri 7. Menjawab pertanyaan teman Komentar Observer:

Selalu

Larasati aktif mengikuti pelajaran di kelas

Semarang, 15 Juni 2012 Observer, ……………………….. Cobalah Saudara isi kolom pada contoh 4 di atas, kemudian buat analisis sehingga data yang Saudara peroleh mempunyai makna untuk memahami individu (Larasati).

171

Contoh 3.1.4.5 Skala Penilaian Grafis Nama siswa Kelas Jenis kelamin Hari dan tanggal Aspek yang diobservasi Mata pelajaran 5 menunjukkan minat setiap waktu 5 selalu mengajukan pertanyaan III. Mengerjakan tugas-tugas rumah 3 2 4 4 : Indrajit : XII IPS1 SMA Pringgodani Semarang : Laki-laki : Sabtu, 16 Juni 2012 : Kegiatan siswa dalam kelas : Sosiologi I. Minat belajar 3 2 1

tidak berminat yang baik sekali II. Mengajukan pertanyaan 3

2

1 tidak pernah bertanya

5 Selalu dikerjakan dan benar 5 Selalu hadir

4

1

Tidak pernah dikerjakan IV. Kehadiran di kelas 3

4

2

1 seringkali absen dan tanpa alasan

Komentar/kesimpulan: ……………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………… Semarang, 16 Juni 2012 Observer,

Drs. Gunawan Wibisono Buatlah analisis berdasarkan data yang diperoleh (kolom yang diarsir)

172

Di perpustakaan 6.1. Kerja kelompok 4. 9 Juli 2012 Observer.4. Drs. Berdasarkan data di atas yang sudah diberi tsaudara cek buatlah analisisnya sehingga data yang Saudara peroleh mempunyai makna untuk memahami Suyudana. Persiapan pulang sekolah Komentar Observer : : Ada tidaknya sifat mengganggu teman pada seorang murid : Suyudana : XII Bahasa/SMA Hastinapura Semarang : 2-7 Juli 2012 Hari observasi Senin Selasa Rabu Kamis Jum’at Sabtu Semarang. Istirahat 5.Contoh 3. Bambang Kombayana Perhatikan contoh 6 di atas. Pada saat pelajaran 2. Pada waktu diskusi 3. 173 .6 Daftar Cek Individual Aspek yang diobservasi Nama murid Kelas/Sekolah Waktu observasi Situasi 1.

Buatlah analisisnya sehingga data yang Saudara peroleh mempunyai makna untuk memahami masing-masing individu tersebut.8 Gambar 1 Endang Suburiyani masih sempat ”njenggelek” di saat teman-temannya serius mengerjakan soal-soal tes 174 . 4 Juli 2012 Observer. Menentang pendapat kelompok 4. Mengemukakan pendapat 2. Beri tsaudara cek pada setiap kolom yang menunjukkan aktivitas/kegiatan setiap anggota kelompok. Bambang Kombayana Perhatikan contoh 7 di atas.1.4. Contoh 3. Menegaskan pendapat kelompok Komentar Observer : : Kegiatan diskusi kelompok persiapan karyawisata : XI Bahasa/SMA Hastinapura Semarang : Ruang kelas XI bahasa : 4 Juli 2012 Farida Siswa yang diobservasi Lampir Mardi Basir Jarot Kasim Semarang. Menjelaskan pendapat 3. Drs.Contoh 3.4.7 Daftar Cek Kelompok Aspek yang diobservasi Kelas/Sekolah Tempat observasi Waktu observasi Aktivitas/kegiatan 1. Bertanya 5.1. Meminta penjelasan 6.

intensif. Data semacam ini sulit diperoleh melalui teknik lain seperti observasi. karena data yang diperoleh melali DCM lebih teliti. setiap konselor hendaknya memperhatikan beberapa hal sebagaimana disarankan oleh Sutoyo & Supriyo (2008). wawancara. mendalam dan luas.1 Pengertian Daftar Cek Masalah (DCM) Daftar cek masalah (DCM) merupakan daftar cek yang khusus disusun untuk merangsang atau memancing pengutaraan masalah-masalah atau problem-problem yang pernah atau sedang dialami seseorang .Gambar 2 Chiamick Group saat manggung di Jatim Park Batu Malang? 3. 1. Pada prinsipnya masalah yang menimpa diri individu harus segera dipecahkan (diatasi) agar tidak mengganggu kehidupan individu yang bersangkutan.3 Fungsi dan Kegunaan DCM a. sebab masalah inilah yang mungkin menjadi sebab-sebab terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. 3. 2008). yaitu menggunakan metode pelengkap. validitas dan reliabilitas (Sutoyo & Supriyo. Fungsi DCM Sebagai salah satu cara untuk memahami individu dalam pelayanan bimbingan dan konseling.2. pemanfaatan alat pencatat data. Dan masalah merupakan starting point di dalam kita memberikan layanan bimbingan konseling. DCM dikatakan valid dan reliabel. Oleh karena itu dalam melaksanaan observasi. dan libatkan beberapa orang observer. karena dengan DCM dapat diperoleh banyak data tentang masalah dan kebutuhan siswa dalam waktu singkat 2. Intensif. Validitas dan reliabilitas.2. 3. otobiografi. sosiometri dan sebagainya 3. di samping daftar jumlah item kemungkinan masalah yang tersedia cukup banyak.6 Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan observasi Pada hakekatnya setiap metode pemahaman individu mengandung kelebihan dan keterbatasan.2 Alasan Penggunaan DCM Penggunaan Daftar Cek Masalah (DCM) dilakukan atas dasar pertimbangan efisien. antara lain karena individu yang bersangkutan mengecek sendiri masalah yang telah atau sedang dialami. Masalah siswa merupakan suatu hal yang penting diketahui oleh konselor. pengklasifikasian gejala. menjaga hubungan baik dengan observi. DCM mempunyai fungsi sebagai berikut: 175 .2.1. dan mungkin pula individu-individu lainnya.2 Daftar Cek Masalah (DCM 3. 3. DCM dikatakan efisien. sehingga individu dapat mencermati dan memilih masalah yang sesuai dengan dirinya. Efisien.

yaitu: 1) Untuk melengkapi data individu yang sudah ada 2) Untuk mengenal individu yang perlu segera mendapat bimbingan khusus 3) Sebagai pedoman penyusunan program bimbingan klasikal dan bimbingan kelompok pada umumnya 4) Untuk mendalami masalah individu maupun kelompok 3. Petunjuk bagi instruktur Keterampilan konselor melaksanakan DCM ini mencakup: (1) Persiapan. setiap siswa satu buku g) Membacakan petunjuk cara mengerjakan DCM. Dengan DCM memungkinkan individu mengingat kembali masalahmasalah yang pernah dialaminya. yaitu sebelum melaksanakan. Topik-topik masalah dan butir-butirnya. teliti dan memberitahukan waktu yang disediakan cukup lama (+ 40 menit) j) Mengontrol apakah siswa telah mengerjakan DCM dengan benar 176 . antara lain: a) Mengontrol situasi ruangan. b.5 Petunjuk Pengadministrasian DCM Agar hasil kegiatan ini valid dan reliabel perlu diberikan petunjuk pelaksanaan dan cara mengerjakan DCM.4 Isi Daftar Cek Masalah Daftar Cek Masalah berisi: a. 1) Hal-hal penting dalam persiapan adalah: a) Menyiapkan bahan (buku DCM) sesuai dengan jumlah siswa b) Menguasai petunjuk cara mengerjakan DCM 2) Hal-hal penting yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan meliputi berbagai kegiatan. yaitu menjelang dan pada waktu mengerjakan.2. 2) Untuk sistematisasi jenis masalah yang ada pada individu agar memudahkan analisis dan sintesis dengan cara/alat lain. dan motivasi pada siswa c) Menyuruh siswa mempersiapkan alat tulis d) Membagikan lembar DCM e) Menginstruksikan kepada siswa untuk menulis identitas dan tanggal pelaksanaan DCM f) Membagikan buku DCM. Kegunaan DCM Ada beberapa manfaat yang dapat diperoleh dengan menggunakan DCM. menghindari suara yang mengganggu. 3) Untuk menyarankan suatu prioritas program pelayanan bimbingan dan konseling sesuai dengan masalah individu atau kelompok pada saat itu. a. untuk menumbuhkan kepercayaan. dan (2) Pelaksanaan. siswa harus duduk tenang. Topik c.2. yaitu memberi tanda cek (√) pada nomor di lembar jawaban yang item nomor tersebut menjadi masalah bagi dirinya i) Memberi instruksi mengerjakan DCM. Ruangan tempat identitas siswa yang mengerjakan DCM b. menyingkirkan benda-benda yang tidak perlu agar tidak mengganggu pelaksanaan b) Konselor menerangkan maksud menggunakan DCM itu. Topik ini berdasarkan pengolahan tertentu tentang masalah 3. mengingatkan agar para siswa mengerjakan dengan tenang. sementara siswa memperhatikan sambil membaca dalam hati petunjuk tersebut h) Memberi contoh (misal dengan menulis di papan tulis atau di layar LCD) cara mengerjakan DCM.1) Untuk memudahkan individu mengemukakan masalah yang pernah dan sedang dialami. Instruksi atau petunjuk cara mengerjakan d. Petunjuk yang harus diperhatikan itu meliputi petunjuk bagi instruktur dan petunjuk bagi siswa.

Konversi tersebut adalah sebagai berikut: 0% 1% . yaitu: 1) Siswa harus mempunyai minat dan kemauan untuk mengutarakan masalah yang sebenarnya 2) Siswa harus menyadari bahwa jika ia mengerjakan secara asal-asalan ataupun tidak serius. Petunjuk bagi siswa Beberapa hal penting yang harus diperhatikan oleh siswa. 3) Mencari jenjang (ranking) masalah. 2) Mencari persentase per-topik masalah.2. D.k) Mengumpulkan pekerjaan siswa b. Analisis tersebut meliputi analisis individual dan analisis kelompok. C. b. Maka persentase masalah keluarga yang dialami Ali adalah: (nm) 6 x100% = x100% = 30% n 20 Jadi predikat hubungan keluarga yang dialami Ali adalah: D (kurang). Dengan demikian dapat diidentifikasi bahwa Ali mengalami masalah hubungan keluarga yang serius. a. hanya akan merugikan dirinya sendiri 3) Siswa harus menulis identitasnya sendiri 4) Siswa harus mematuhi tata cara mengerjakan DCM.10% 11% 25% 26% 50% 51% -100% = = = = = 1 0 8 6 4 2 = = = = = A (Baik Sekali) B (Baik) C (Sedang) D (Kurang) E (Kurang Sekali) Contoh : Ali mencek 6 butir masalah keluarga. tugas konselor selanjutnya adalah menganalisis pekerjaan itu. 177 . Rumusnya: (nm) x100% n dengan ketentuan: nm = jumlah butir yang menjadi salah satu topik masalah n = jumlah butir pada topik masalah itu. 1) Analisis per-butir masalah Analisis ini bertujuan untuk mengetahui butir masalah apa yang pada umumnya dihadapi oleh para siswa.6 Analisis DCM Setelah semua pekerjaan siswa dikumpulkan. 3. sedangkan jumlah semua butir topik keluarga ialah 20. dengan cara mencari rasio antara jumlah butir yang menjadi masalah dengan jumlah butir topik masalah. B. dengan cara mengurutkan % topik masalah dari yang terbesar sampai terkecil. dan E. Analisis Kelompok Langkah-langkah menganalisis DCM secara kelompok meliputi analisis per-butir dan analisis per-topik masalah. 4) Mengkonversikan % masalah ke dalam stan-ten scale dan predikat nilai A. Analisis Individual Langkah-langkah dalam menganalisis secara individual (per-siswa) ialah: 1) Menjumlahkan butir (item) yang menjadi masalah individu pada tiap-tiap topik masalah.

Langkah-langkah analisisnya adalah: a) Menjumlahkan banyaknya siswa yang mempunyai butir masalah yang sama untuk tiap butir. Contoh: Jumlah butir dalam topik masalah IX Jumlah butir yang merupakan masalah Jumlah siswa (peserta) : 20 : 1750 : 120 orang Nm 1750 x100% = x100% = 72. apakah 178 . artinya pada umumnya para siswa mengalami masalah ini cukup serius. dan seterusnya). c) Menghitung persentse permasalahan topik. Jika jawaban siswa tidak sama dengan item yang sudah ada tetapi termasuk ke dalam aspek yang diungkap (Kesehatan dan seterusnya). Berarti topik IX ini merupakan masalah para siswa yang sangat serius. M = banyaknya siswa yang mengerjakan DCM Contoh: 30 orang siswa bermasalah untuk butir nomor 65. dianalisis sebagaimana kalau kita menggunakan kuessioner terbuka. b) Mencari persentase masalah dengan cara mencari rasio antara banyaknya siswa yang bermasalah untuk butir tertentu dengan jumlah siswa. Langkah-langkah menganalisisnya adalah: a) Harus diketahui jumlah siswa yang mengerjakan DCM. Jika pernyataan tidak termasuk ke dalam semua item. Rumusnya: ( Mm) x100% M dengan keterangan: Mm = banyaknya siswa yang bermasalah untuk butir tertentu. dicatat tersendiri dan dicari frekuensinya. Rumusnya: Nm x100% NxM dengan ketentuan: Nm = jumlah butir masalah (banyaknya butir yang dicek) N = jumlah butir dalam topik M = jumlah siswa. Jawaban yang muncul dapat dimasukkan ke dalam kelompok masalah (mulai dari masalah Kesehatan. b) Harus diketahui jumlah butir yang menjadi masalah siswa (banyaknya butir yang dicek). dianggap sebagai item yang dicek siswa. 3) Analisis pertanyaan terbuka Pertanyaan yang terbuka pada item nomor 221-223. 2) Analisis per-topik masalah Analisis ini bertujuan untuk mengetahui topik masalah apa yang pada mumnya dihadapi oleh para siswa.92% NxM 20 x120 Jadi predikat topik IX dalam hubungan permasalahan adalah E (Kurang Sekali). Jumlah semua siswa yang mengerjakan DCM 120 orang. ( Mm) 30 x100% = x100% = 25% M 120 Maka predikat permasalahan butir ini bagi para siswa adalah: C (Cukup). Jika jawaban senada dengan item yang sudah ada. Persentase yang dimaksud adalah antara ratio jumlah butir masalah dan jumlah butir dalam topik masalah kali jumlah peserta. maka dapat dicatat tersendiri sebagai item nomor berikut pada aspek itu.

4) Masalah Individual Dari penjumlahan tiap butir masalah. b. Individu tersebut dicatat sebagai individu yang mempunyai masalah khusus.7 Pemindahan hasil analisis data DCM ke dalam buku pribadi siswa Hasil analisis data DCM merupakan data pelengkap buku pribadi (cummulative records) siswa. bimbingan kelompok. program tahunan. alih tangan kasus) terhadap siswa asuhnya. klasikal. dan sebagainya. maka merupakan masalah kelompok. penukaran kelas. Kalau tidak. pemindahan jurusan. 3. dan sosiodrama. kelompok. 179 . yaitu membuat dan membahas kasus individu yang bersangkutan. dan mungkin perlu layanan bimbingan konseling khusus (misalnya konseling perorangan). 2) Program bimbingan konseling kelompok dan/atau klasikal Data yang diperoleh konselor melalui penyelenggaraan DCM dapat digunakan untuk menyusun program bimbingan konseling kelompok dan/atau klasikal. informasi. c) Konseling individual. pengembangan. konseling kelompok) dan kegiatan pendukung (aplikasi instrumentasi BK. Mendalami masalah individual maupun masalah kelompok. b. Hampir semua aspek kepribadian dalam buku pribadi dapat dilengkapi dengan data DCM. e) Psikodrama. dan pengatasan sebelum masalah-masalah itu berkembang menjadi akut. dan tahunan. berarti termasuk masalah individual. Memprioritaskan masalah yang harus segera ditangani. D.8 Penggunaan hasil analisis DCM dalam penyusunan program bimbingan konseling Hasil analisisdata DCM dilengkapi dengan data yang diperoleh dengan metodemetode lain dapat dipergunakan untuk merencanakan program bimbingan konseling.dialami oleh siswa lain ataukah tidak. Kegiatan yang dapat dilakukan konselor dalam program bimbingan konseling individual adalah: a) Mendalami masalah dan melengkapi data (pengumpulan data) wawancara. observasi (bentuk selain DCM). himpunan data. penempatan/penyaluran. dan sebagainya. d) Penempatan.2. Memasukkan predikat masalah (A. B. b) Studi kasus. Penyusunan program bimbingan konseling ini adalah dalam rangka: a. mingguan. mingguan. konseling perorangan. pembelajaran. dalam bentuk kegiatan harian. Efisiensi pelayanan. Teliti lebih dahulu butir-butir aspek kepribadian dalam buku pribadi yang relevan dengan topik masalah dalam DCM. Kegiatan yang dapat dilakukan konselor dalam program bimbingan konseling kelompok dan/atau klasikal adalah: a) Melengkapi data yang sudah ada yang diperoleh dengan metode lain. c. rujukan (alih tangan kasus. semesteran. caturwulanan. Dan kalau beberapa siswa mengalaminya. Semua masalah yang muncul dari DCM dipertimbangkan dalam penyusunan program bimbingan konseling. 1) Program bimbingan konseling individual Data yang diperoleh melalui penyelenggaraan DCM dapat digunakan untuk menyusun program bimbingan konseling individual. kunjungan rumuah. 3. atau E) ke dalam lajur (kolom) yang sesuai pada buku pribadi. yaitu memberikan berbagai jenis layanan (orientasi. yaitu pencegahan. b) Merancang kegiatan yang dilakukan konselor. dan harian. baik program individual maupun kelompok. baik program individual. referal). C. konferensi kasus. sering didapatkan masalah yang hanya dialami oleh satu orang saja. Caranya adalahsebagai berikut: a. sosiometri.2.

d) Student case conference e) Group counseling. maupun terpadu dengan kegiatan pembelajaran dan pelatihan seperti: kunjungan studi. Penyajian ini dapat dilakukan secara individual maupun kelompok. diskusi. Penyajian data DCM ini didasarkan pada hasil analisis masalah individual dan kelompok sebagaimana telah dipaparkan di muka.c) Merancang aktivitas siswa dalam kegiatan-kegiatan yang bermuatan bimbingan secara mandiri. Hasil analisis data DCM adalah sebagaimana dipaparkan dalam Tabel-tabel berikut. Kesehatan 1 1 1 1 0 1 2 3 √ 1 4 1 5 1 6 1 7 1 8 1 9 √ √ √ 2 0 1 2 6 0 8 √5 2 4 0 1 4 7 6 √3 2 2 1 5 2 2 √7 √3 ∑ 180 . sosiodrama.9 Penyajian hasil analisis data DCM Hasil analisis data DCM perlu disajikan untuk dimasukkan ke dalam cummulative record agar sewaktu-waktu dapat diketemukan dan dipergunakan dengan mudah. tugas-tugas kelompok.2. 3. Tabel 1 Rekapitulasi Butir Masalah Siswa Berdasarkan DCM Siswa kelas VIIIA SLTP Pringgodani Semarang Semester I tahun 2011/2012 N o 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 0 1 1 1 2 1 3 1 4 1 5 1 6 1 7 1 8 1 9 2 0 2 1 2 2 1 2 3 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 4 5 6 7 8 9 I. berkemah.

Berdasarkan Tabel 2 inilah dibuat analisis individual dan kelompok. 181 .N o 2 3 2 4 2 5 2 6 2 7 2 8 2 9 3 0 3 1 3 2 3 3 3 4 3 5 3 6 3 7 3 8 3 9 4 0 4 1 4 2 4 3 4 4 ∑ 1 2 3 4 5 √ 6 7 8 9 I. selanjutnya dirangkum menjadi Tabel 2. Kesehatan 1 1 1 1 0 1 2 3 √ 1 4 1 5 √ 1 6 √ 1 7 √ 1 8 √ 1 9 √ 2 0 6 3 1 ∑ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 8 11 4 4 √6 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 3 2 √ √ √ √ √ √5 4 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 1 7 4 0 √ √ √ √ √ √ 2 3 1 4 √ 8 √ 9 1 √ 1 0 1 1 8 1 √ 1 1 √ 1 6 5 1 √ 2 0 6 0 0 2 1 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √2 2 √6 √7 2 7 0 168 Rekapitulasi butir masalah siswa dalam satu kelas dibuat sampai dengan Tabel 11 (Tabel berikutnya tidak dicantumkan di sini).

Tabel 2 Rekapitulasi Kelompok Masalah Siswa Berdasarkan Hasil DCM Kelas VIIIA SMP Pringgodani Semarang Semester I tahun 2011/2012 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 ∑ I 1 2 6 0 8 5 2 4 0 1 4 7 6 3 2 2 1 5 2 2 7 3 6 3 1 8 11 4 4 6 3 2 5 4 1 7 4 0 2 2 6 7 2 7 168 II 0 2 1 0 6 0 0 1 0 0 1 9 0 0 3 1 1 4 1 0 1 2 2 0 0 3 2 3 3 4 5 0 5 0 0 7 1 0 2 0 2 0 4 1 77 III 2 2 5 0 7 7 3 3 0 0 5 7 4 5 3 3 4 4 2 1 10 3 7 6 2 3 3 2 7 5 3 1 7 7 3 6 3 1 4 2 6 3 3 8 172 IV 2 1 7 0 7 4 4 0 0 3 8 9 4 0 1 1 1 3 0 2 4 0 4 3 2 12 7 2 9 5 3 2 4 8 3 8 7 1 4 2 6 3 3 0 159 KELOMPOK MASALAH V VI VII VIII 2 2 0 0 2 2 2 2 6 2 2 3 0 0 0 0 7 4 3 3 10 3 4 3 3 1 0 1 1 1 1 1 0 0 0 0 0 0 7 0 8 0 3 4 7 8 5 3 3 3 2 0 4 2 1 1 5 4 2 0 3 2 1 2 2 0 0 1 6 1 4 1 3 1 1 1 1 0 1 0 2 0 1 4 0 1 0 0 8 7 5 3 4 1 3 1 0 2 3 1 5 2 2 2 6 1 0 3 2 2 2 0 11 8 4 3 9 7 1 1 3 0 3 2 2 0 1 0 3 0 3 0 7 3 3 2 7 1 1 0 10 2 1 1 4 3 2 0 1 0 0 0 7 2 0 0 1 0 0 0 9 7 1 4 4 2 2 5 1 0 1 1 2 1 3 0 181 88 81 59 IX 1 0 3 0 3 3 2 0 1 1 1 4 0 0 2 1 0 5 2 1 3 1 6 2 1 1 0 1 8 2 5 0 2 1 0 2 2 0 0 2 6 2 1 1 79 X 1 1 8 0 8 6 10 5 2 1 6 6 4 10 7 3 2 5 3 3 5 2 3 6 3 5 10 5 13 4 7 2 8 4 3 5 8 3 4 3 5 6 3 11 219 XI 3 1 9 0 7 4 5 3 5 0 5 4 3 5 2 2 0 3 1 1 1 1 8 1 3 9 2 2 7 2 5 3 4 2 1 5 1 1 3 1 6 2 4 3 140 182 .

4. XI adalah Kelompok Masalah 0 s. 5.a. 9. 7. 1. Penyajian kelompok KELOMPOK MASALAH SISWA KELAS VIIIA SMP PRINGGODANI SEMARANG Keterangan : I s. 8. 25 adalah persentase masalah yang dialami oleh kelompok (kelas) 183 .d. Penyajian individual – Siswa nomor kode 24 No. b. Masa Depan dan Cita-cita Pendidikan. 10. Masalah Kesehatan Keadaan Kehidupan Rekreasi dan Hobi Kehidupan Sosial – Keaktifan Berorganisasi Hubungan Pribadi Muda-mudi Kehidupan Keluarga Agama dan Moral Penyesuaian terhadap Sekolah Masa Depan dan Cita-cita Pendidikan Penyesuaian terhadap Kurikulum E E E E E E E E E E E D D D D D D D D D D D Kriteria C B C B C B C B C C C C C C C B B B B B B B A A A A A A A A A A A Kesimpulan: Siswa nomor 24 memiliki masalah yang serius pada masalah Rekreasi dan Hobi. 11. 6. 3. 2.d.

214. 48. 213. Orang ain-lain yang dapat membantu =3 1. 94. 159. 41. 206. 42. 181. 187.Tabel 3 Masalah yang paling banyak dicek siswa kelas VIII A SMP Pringgodani Semarang No. Siswa yang suka membicarakan masalahnya dengan orang lain tidak menganggap bahwa konselor dapat membantu memecahkan masalahnya. 100. 194. Teman akrab =8 d. 49. 68. 167. 186. 96. 136. 51. 184. 75. karena itu mereka lebih suka 184 . 12. 45. 118. 76. Orang tua (ayah. Pada umumnya para siswa tidak suka membicarakan masalahnya dengan orang lain. 188. Kakak =5 b. 142. ibu) = 12 c. 15. tetapi tidak ada kesempatan Lebih suka membaca buku-buku hiburan dari pada buku pelajaran Setiap malam selalu menonton film televisi/sinetron Tidak dapat menggunakan waktu luang Mudah tersinggung Sering bingung bila berhadapan dengan orang banyak Merasa malu jika berhadapan dengan orang banyak Mudah marah Merasa tidak mempunyai harapan (pesimis) Ingin sekali dikagumi Ingin hidup lebih tenang Bergaul dengan teman sejenis lebih menyenangkan dari pada dengan lawan jenis (komentar : wajar bagi usia mereka) Ingin mengadakan perubahan di rumah Tidak dapat sungguh-sungguh dalam beribadah Merasa berdosa sekali Pribadi seorang guru menyebabkan perasaan sebal terhadap pelajarannya dan enggan mengikuti pelajarannya Khawatir tidak dapat berdiri sendiri kelak Sukar untuk menetapkan pilihan SLTA/Perguruan Tinggi Sulit untuk memilih jurusan Khawatir tidak diterima di SLTA/Perguruan Tinggi Ingin mengetahui bakat dan kemampuan yang dimilikinya Belum mempunyai cita-cita tertentu Cita-cita selalu goyah/berubah Sering takut/cemas menghadapi ulangan Sering kuatir kalau-kalau mendapat giliran mengerjakan soal di papan tulis Sering mendapat kesukaran dalam menyelesaikan tugas pekerjaan rumah ∑ 16 20 12 17 17 14 15 22 19 13 22 19 13 14 20 19 19 14 13 15 24 18 23 19 17 27 17 24 29 19 21 Dari 44 siswa yang mengisi DCM disimpulkan: Satu orang siswa tidak mempunyai masalah (tidak ada yang dicek). Siswa tidak ada yang suka membicarakan masalahnya dengan konselor. 31. 196. Item masalah Merasa lelah dan tidak bersemangat Sering mengantuk Ingin mempunyai kamar sendiri Tidak mempunyai waktu untuk bermain Keinginan untuk rekreasi sering terhalang Suka olahraga. jumlahnya = 15 Bagi yang suka membicarakannya dengan orang lain. 77. adalah dengan: a.

diberi penjelasan bahwa perlu dibentuk kelompok-kelompok yang lebih kecil (antara 4-6 orang) dalam rangka mengadakan kegiatan tertentu. Mastur dan Rifa’i (2009) telah menyusun Aplikasi Komputer DCM. b. ataukah tiga orang dengan urutan pilihan pertama. misalnya satu kelas di sekolah. Preferensi pribadi dinyatakan dalam kesukaan untuk berada bersama dalam melakukan kegiatan tertentu. dengan siapa dia ingin dan lebih suka melakukan kegiatan itu. orang tua (12 orang). d. dua. Istilah sosiometri berasal dari bahasa Latin “socius” yang berarti sosial. New York (Hofman. misalnya kelas. seperti “kelompok belajar”. maka data tersebut harus disajikan dalam bentuk tabel (disebut matrik sosiometri) dan bentuk gambar (disebut sosiogram). Berdasarkan kata dasar ini. sosiometri dapat diartikan sebagai suatu metode atau teknik untuk memahami individu terutama untuk memperoleh data tentang jaringan hubungan sosial antarindividu (antarpribadi) dalam suatu kelompok. dan selain mereka (3 orang).2. Dalam hal ini sering terjadi bahwa dalam kegiatan yang berbeda.1 Pengertian Sosiometri Jacob Levy Moreno membuat istilah sosiometri dan menggunakannnya dalam studi tentang sosiometri yang dilakukan antara 1932-1938 di New York State Training School for Girl in Hudson. individu memilih teman yang berbeda pula. 2001). Sosiometri sebagai salah satu metode memahami interaksi sosial individu dilaksanakan dengan prosedur sebagai berikut: a. 185 . dan “metrum” yang diartikan sebagai pengukuran. Setiap siswa diminta untuk menulis pada blanko yang disediakan (blanko angket atau tes sosiometri) nama beberapa teman di dalam kelompok.3 Menggambarkan Hasil Angket Sosiometri Data psikologis yang dikumpulkan dengan angket sosiometri masih sulit untuk dianalisis dan dipahami (dibaca) apabila belum diolah.3.2 Angket Sosiometri Instrumen atau alat untuk memperoleh materi sosiometri adalah angket sosiometri. (Catatan: Pengertian tes (angket) sosiometri tidak sama dengan istilah tes pada teknik testing dalam pemahaman individu). 3. yaitu dengan menggunakan beberapa pertanyaan yang berisi mengenai siapa yang disukai (dipilih) dan siapa yang tidak disukai (ditolak) di antara anggota kelompoknya. teman akrab (8 orang). Siswa yang tergabung dalam suatu kelompok. dan ketiga. sosiometri digunakan sebagai cara untuk mengukur tingkat antarhubungan individu dalam kelompok. 3.2 Sosiometri 3. Agar data sosiometri tersebut mudah dipahami siapa yang popular (paling disukai/disenangi) dan siapa yang terisolir (tidak disukai atau tidak dipilih). kedua. berdasarkan preferensi pribadi antara anggota-anggota kelompok. c.membicarakan masalahnya dengan kakak (5 orang). 3. tiga orang atau lebih. Penggunaan sosiometri terikat pada suatu pergaulan sosial atau kriterium (criterion) tertentu yang lingkupnya tidak terlalu luas. dan dengan siapa dia tidak ingin dan tidak suka melakukan kegiatan itu. Kegiatan tertentu tersebut merupakan situasi pergaulan sosial (criterion) yang menjadi dasar bagi pilihan-pilihan individu dalam kelompok. Menyusun angket sosiometri atau tes sosiometri untuk diisi oleh anggota kelompok. Menentukan kelompok yang akan dipahami dengan metode sosiometri. Jumlah teman yang dipilih dan tidak dipilih sebagai teman kelompok ditentukan satu orang.3. Dengan demikian. Jawaban responden tentang siapa yang disukai maupun yang tidak disukai tersebut dapat terdiri dari satu. dua orang. Untuk membantu dan mempermudah konselor dalam memahami siswa asuh. atau dinyatakan dalam ungkapan perasaan terhadap anggota-anggota kelompok untuk melakukan suatu kegiatan tertentu.

Setelah angket sosiometri diisi.1 Tabel 1 Matrik Sosiometri Arah Pilih Teman Kelompok Belajar Dipilih Pemilih A B C D E F G H I J Jumlah Pilihan 1 Jumlah Pilihan 2 Jumlah seluruhnya A x 1 2 2 1 2 2 1 3 4 7 B 1 x 1 2 1 1 C 2 2 x x x x 2 1 4 1 5 0 3 3 0 0 0 1 0 1 2 1 1 2 0 0 0 x x x 0 1 1 0 0 0 1 X 1 0 1 2 D E F G H I J F memilih B dan H G memilih B dan C H memilih F dan A I memilih J dan A J memilih A dan F 1 186 . kemudian dikumpulkan untuk ditabulasi dalam matrik sosiometri. A memilih B dan C B memilih A dan C C memilih E dan A D memilih B dan A E memilih A dan B Contoh 3. maka data sosiometri dianalisis dengan cara: 1) menggambar sosiogram 2) menganalisis hubungan sosial secara keseluruhan 3) menghitung indeks sosiometri 4) mengisi kartu sosiometri secara individual. Dengan melihat sosiogram kita akan dapat memperoleh informasi tentang: a) Besarnya jumlah pemilih untuk setiap individu b) Arah pilihan dari dan terhadap individu tertentu c) Kualitas arah pilihan d) Ada tidaknya isolasi e) Kecenderungan terbentuknya anak kelompok. Sebagai gambaran pelaksanaan metode sosiometri dalam pelayanan bimbingan dan konseling. berikut ini disajikan contoh prosedur sosiometri. f. Berdasarkan matrik sosiometri.3.3.e.

tetapi B memilih A I 187 .SOSIOGRAM ARAH PILIH TEMAN KELOMPOK BELAJAR SISWA KELAS X-9 SMA PRINGGODANI KUDUS 7 6 5 4 3 2 1 0 A B F H G D I Gambar 3 Sosiogram bentuk Grafik E J C SOSIOGRAM ARAH PILIH TEMAN DUDUK SEBANGKU SISWA KELAS X-9 SMA PRINGGODANI KUDUS H G B D J A C Gambar 4 Sosiogram bentuk sirkuler F E Keterangan : : Laki-laki : Perempuan : Pilihan 1 : Pilihan 2 Di dalam sosiogram bisaanya arah penolakan tidak digambarkan. A memilih B sebagai pilihan pertama. dan garis terputus-putus untuk pilihan kedua. saling memilih pilihan 1 antara A dengan B. Contoh: A A A B B B arah panah menunjukkan pemilihan A kepada B. Misalnya warna hitam untuk pilihan pertama dan warna hijau untuk pilihan kedua. yang digambarkan adalah arah pemilihan dengan memberikan bentuk garis yang berbeda warnanya atu bentuknya. atau garis utuh untuk pilihan pertama.

B A dan B saling memilih sebagai pilihan kedua. Di dalam analisis indeks ini ada tiga kedudukan individu dalam kelompoknya. menolak J dan I B memilih A dan C.sebagai pilihan kedua. A memilih B dan C. intensitas hubungan sosial kurang baik. status pemilihan (choice status: cs) 2. yaitu: A A B A A B C B D C Konfigurasi bentuk segitiga (triangle). menolak F dan H C memilih E dan A. hubungan bersifat menyeluruh. menolak D dan F 188 . Model konfigurasi di atas. dapatkah anda jumpai dalam gambar 3 dan/atau 4? Sebagaimana telah dikemukakan di atas. cepat rapuh. Hubungan atau relasi sosial dari individu-individu dalam suatu kelompok membentuk suatu susunan tertentu yang disebut konfigurasi. menolak H dan F D memilih B dan A. yaitu: 1. perhatikan contoh berikut ini yang merupakan pengembangan dari contoh tabel 1 yang kemudian memperoleh matrik sosiometri sebagaimana contoh tabel 2. menolak I dan D G memilih B dan C. hubungan persahabatan erat. status penolakan (rejection status: rs) 3. hubungan bersifat timbal balik. menolak E dan C E memilih A dan B. menolak J dan F F memilih B dan H. Dalam analisis ini kita menghitung berapakah jumlah indeks setiap individu dalam tiap-tiap kelompok yang dikenai sosiometri. Konfigurasi bentuk pasangan (mutual). intensitas tinggi. intensitas tinggi. status pemilihan penolakan (choice and rejection status: crs). data sosiometri juga dapat dianalisis secara indeks (analisis indeks). Untuk memperoleh gambaran yang jelas tentang analisis indeks tersebut. Dalam sosiogram terdapat lima macam bentuk konfigurasi. Konfigurasi bentuk rantai (chain).

dan indeks pemilihan penolakan (crs=choice and rejection status).3. Status pemilihan (choice status=cs) Jumlah orang yang memilih A cs A = N-1 atau Jumlah pemilih cs A = N-1 189 .2: Tabel 2 Matrik Sosiometri Arah Pilih Teman Kelompok Belajar Dipilih Pemilih A B C D E F G H I J Jumlah Pilihan 1 Jumlah Pilihan 2 Jumlah Pilihan Jumlah penolakan 1 (3) Jumlah penolakan 2 (4) Jumlah Pilihan A x 1 2 2 1 2 2 1 3 4 7 0 0 0 B 1 x 1 2 1 1 (3) 4 1 5 1 0 1 C 2 2 x (4) 2 (4) 0 3 3 0 2 2 D E F G H I (4) J (3) x (4) (3) (3) (3) 0 0 0 3 1 4 1 (3) x (3) (4) (4) x (4) 1 2 1 1 2 1 3 4 (4 (3) (3) 2 x x x 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 2 0 0 0 1 1 2 1 x 1 0 1 2 0 2 (3) (4) (4) 1 0 1 1 2 3 Berdasarkan praktek di lapangan. status penolakan (rs=rejection status). status penolakan (rs=rejection status). menolak D dan E Contoh 3. Rahardjo (1998) menyusun rumus baru baik untuk indek pemilihan. dan status pemilihan penolakan (crs=choice and rejection status). menolak B dan C I memilih J dan A. penolakan. Studi lanjutan tentang rumusrumus analisis indeks sosiometri dilakukan dengan melakukan penelitian tentang Dua Versi Analisis Indeks Sosiometri Pada Siswa Kelas II SMU Negeri 2 Bae Kudus Tahun 1998/1999.H memilih F dan A. Dengan uji komputer. karena itu rumus-rumus analisis indeks sosiometri perlu direkonstruksi. Dalam berbagai literatur. Rumus yang digunakan untuk mencari masing-masing status adalah sebagai berikut : Versi Teori 1. maupun pemilihan penolakan. menolak D dan E J memilih A dan F.3. analisis indeks sosiometri bisaanya ditinjau dari status pemilihan (cs=choice status). Rahardjo (1998) menemukan bahwa ada ketidaksesuaian teori analisis indeks sosiometri dalam segi status pemilihan (cs=choice status).

3. Sugiyo. Status pemilihan (choice status=cs) Jumlah pemilih A cs A = Nxp Keterangan : 190 . 1985. Sugiyo. Rumus-rumus versi teori di atas selama puluhan tahun digunakan tanpa kritik dan upaya pembaruan. sedang individu yang memperoleh indeks rs = 0 berarti tidak ada yang menolak. Hendrarno. Di sini ada perbedaan yang mendasar antara rumus dari Walgito dengan yang dikemukakan oleh Sukardi dan Hendrarno. sedang yang memperoleh indeks 0 berarti tidak ada yang memilih (tidak populer. Supriyo 1987) Indeks pemilihan penolakan ini bergerak dari –1 sampai dengan 1. Rahardjo (1998. Indeks pemilihan penolakan (choice and rejection status=crs) Jumlah pemilih C – jumlah penolak C rs C = N-1 2. Versi Baru 1. Sugiyo. Sukardi 1983. Hampir semua orang yang mempelajari dan menggunakan sosiometri menerima analisis indeks sosiometri tersebut.Keterangan : A = Kode orang yang diselidiki dalam kelompok N = Jumlah orang dalam kelompok (Sumber : Walgito 1975. 1985) atau Jumlah penolak rs B = x-1 N-1 (Sumber : Sukardi 1983. Hendrarno. Supriyo yaitu tidak dikalikan –1 dan dengan dikalikan –1. Individu yang memperoleh indeks rs = –1 berarti semua siswa dalam kelompok menolak individu yang bersangkutan. terasing). Hendrarno. 1985. Kalau seseorang memperoleh indeks yang mendekati angka 1 berarti tingkat popularitasnya tinggi. Status penolakan (rejection status=rs) Jumlah orang yang menolak B rs B = N-1 Keterangan : B = Kode orang yang diselidiki dalam kelompok N = Jumlah orang dalam kelompok (Sumber : Walgito 1975. 1985. 1999) mengemukakan analisis indeks sosiometri versi baru seperti berikut ini. sedang 1 berarti paling populer. 1985. Supriyo 1987. Supriyo 1987) Indeks penolakan ini bergerak dari 0 sampai dengan –1. Djumhur dan Surya 1975). Indeks –1 berarti individu tersebut paling ditolak. Keterangan : C = Kode orang yang diselidiki dalam kelompok N = Jumlah orang dalam kelompok (Sumber : Walgito 1975. Sugiyo. Indeks pemilihan ini bergerak dari 0 sampai dengan 1. Sukardi 1983. 1985. Berdasarkan kajian lapangan yang ditunjang dengan perhitungan komputer.

dan indeks 1 berarti semua individu memilih dia tanpa ada yang menolak. analisis indeks pemilihan versi baru sesuai dengan ketentuan/kesepakatan para ahli tentang rentangan antara 0 sampai 1. hasil penjumlah indeks cs-nya tetap 1. aplikasi rumus analisis indeks versi teori dan baru dilakukan dengan membandingkannya sebagaimana dipaparkan tabel 3. 6. bukan dikalikan jumlah penolakan. Indeks –1 berarti semua siswa dalam kelompok menolak individu yang diselidiki tanpa ada yang memilih. Menurut ketentuan. 191 . Tabel 5. Pada tabel 3 dan 4 nampak berbeda hasil perhitungan analisis indeks pemilihan antara versi teori dengan versi baru. Tetapi kenyataannya pada rumus analisis indeks versi teori tidak demikian. Indeks –1 berarti semua siswa dalam kelompok menolak individu yang diselidiki. Makin besar jumlah pemilihnya. Status penolakan (rejection status=rs) Jumlah penolak B rs B = x -1 Nxt Keterangan : B = Kode orang yang dicari statusnya dalam kelompok N = Jumlah orang dalam kelompok t = banyaknya penolakan setiap orang yang ditentukan dalam angket sosiometri Dalam versi baru ini indeks penolakan ini bergerak dari 0 sampai dengan –1. 4. 6. Hal ini dapat terjadi karena nilai N dikurangi 1. Sedangkan pada rumus versi teori jumlah indeks seluruh kelompok semakin besar dari –1 jika jumlah pilihannya semakin besar. sedang 0 berarti tidak ada yang menolak. 2. Indeks pemilihan penolakan (choice and rejection status=crs) Jumlah pemilih C – jumlah penolak C rs C = Nxq Keterangan : C = Kode orang yang dicari statusnya dalam kelompok N = Jumlah orang dalam kelompok q = banyaknya pilihan/penolakan setiap orang yang ditentukan dalam angket sosiometri Dalam versi baru ini indeks pemilihan penolakan ini bergerak dari -1 sampai dengan 1. Sedangkan pada versi teori jumlah indeks seluruh kelompok semakin besar jika jumlah pilihannya semakin besar. 7. Artinya seluruh individu dalam kelompok tersebut jika indeksnya dijumlahkan. Dengan demikian. pembaginya bukan N-1 tetapi Nxp. dan ternyata rumus ini memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh para penulis teori sosiometri terdahulu yaitu indeks cs bergerak dari 0 sampai dengan 1 atau jumlah indeks seluruh orang dalam kelompok sama dengan 1. indeks pemilihan bergerak dari 0 sampai dengan 1. 8. Hal ini dapat terjadi karena nilai N dikurangi 1. silahkan cermati. 0 berarti tidak ada yang memilih atau menolak. 5. 3. 7.A = Kode orang yang dicari statusnya dalam kelompok N = Jumlah orang dalam kelompok p = banyaknya pilihan setiap orang yang ditentukan dalam angket sosiometri Dalam rumus versi baru ini. Berdasarkan data tabel 2. Sementara itu pada versi baru menunjukkan bahwa berapa pun jumlah pemilihnya. Dengan rumus versi baru berapa pun jumlah individu dalam kelompok hasil penjumlah indeks kelompok sama dengan –1. dan delapan pun serupa dengan tabel 3 dan 4. makin besar jumlah indeks csnya. hasilnya sama dengan 1.

050 0.0.222 0 0.0.111 2.222 192 .111 0.333 0 0.111 C 2 9 -1 .350 0.Tabel 3 Indeks Pemilihan (cs) versi teori Subjek Sekor N-1 Indeks Cs A B C D E F G H I J Jumlah 7 5 3 0 1 2 0 1 0 1 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 0.000 Tabel 5 Indeks Penolakan (rs) versi teori Subjek Sekor N-1 x -1 Indeks rs A 0 9 -1 0 B 1 9 -1 .778 0.150 0 0.556 0.050 0 0.250 0.111 0 0.050 1.100 0 0.222 Tabel 4 Indeks Pemilihan (cs) versi baru Subjek Sekor Nxp Indeks Cs A B C D E F G H I J Jumlah 7 5 3 0 1 2 0 1 0 1 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 0.

0.222 G 0 0 9 0 H 1 2 9 .0.150 F 4 20 -1 .350 B 5 1 20 0.0.0.0.050 C 2 20 -1 .444 E 1 3 9 .222 .111 J 2 20 -1 .444 C 3 2 9 0.2.0.111 D 0 4 9 .0.111 Jumlah 0.778 B 5 1 9 0.0.0.0.222 .0.0.050 Jumlah 0 Mastur dan Rifa’i (2009) telah menyusun Aplikasi Komputer Sosiometri yang dapat digunakan konselor untuk menganalisis data sosiometri dengan mudah.222 Tabel 6 Indeks Penolakan (rs) versi baru Subjek Sekor Nxt x -1 Indeks rs A 0 20 -1 0 B 1 20 -1 .200 C 3 2 20 0.000 Tabel 7 Indeks Pemilihan Penolakan (crs) versi teori Subjek c r N-1 Indeks Crs A 7 0 9 0.333 .0.0.100 F 2 4 20 .D E F G H I J Jumlah 4 3 4 0 2 2 2 9 9 9 9 9 9 9 -1 -1 -1 -1 -1 -1 -1 .0.111 I 0 2 9 .0.444 0 .100 J 1 2 20 .1. 193 .444 .0.0.0.0.200 E 1 3 20 .200 E 3 20 -1 .0.0.100 I 2 20 -1 .100 G 0 0 20 0 H 1 2 20 .222 F 2 4 9 .100 D 4 20 -1 .0.222 J 1 2 9 .200 G 0 20 -1 0 H 2 20 -1 .050 I 0 2 20 .0.0.222 .000 Tabel 8 Indeks Pemilihan Penolakan (crs) versi baru Subjek c r Nxq Indeks Crs A 7 0 20 0.050 D 0 4 20 .100 Jumlah .0.

yaitu dengan memberikan daftar pertanyaan yang harus dijawab atau dikerjakan oleh responden secara tertulis pula. Drs. 3. di dalam kuesioner terdapat dua bagian yang pokok yaitu bagian yang mengandung identitas. walaupun kualitas pilihannya berbeda  Hubungannya dengan Banowati tidak baik. Haris 2. Intan 2. Hal ini dapat dilihat dari penolakan oleh Banowati.Kegiatan berikutnya yang dapat dilakukan oleh konselor setelah melakukan tahapan-tahapan dalam pelaksanaan metode sosiometri.Pd. Hal ini dapat diketahui dari angka indeks di atas  Hubungannya dengan Haris intim. dan bagian yang mengandung pertanyaan-pertanyaan yang ingin memperoleh jawabannya.Kons. Menurut Walgito (1983:65).44 -0. Banowati 2. Fauzi 14376 II-1 Kelompok Belajar 10 orang 1. Banowati 2. BIMBINGAN DAN KONSELING SMA PRINGGODANI KUDUS ========================== KARTU SOSIOMETRI Nama siswa Nomor Induk Kelas Kegiatan Jumlah siswa dalam kelompok Dipilih oleh Ditolak oleh : : : : : : : Teman yang dipilih Teman yang ditolak : : Jumlah pemilih : Jumlah penolak : Indeks cs : Indeks rs : Indeks crs : Catatan/Komentar:  Secara keseluruhan hubungan sosial Fauzi kurang baik. adalah mencatat data individu dalam kartu sosiometri sebagaimana contoh berikut.4. M. terlihat dari saling memilih di antara mereka.22 194 . Bambang Tetuka. Dewi 2 orang 4 orang 0. Ernawan 4. Cinderella 3. Gunadi 1. 6 Mei 2012 Konselor. Haris 1.4. walaupun Fauzi memilih Banowati sebagai teman belajar kelompok Kudus.1 Pengertian Kuesioner Kuesioner atau angket merupakan suatu teknik atau cara memahami siswa dengan mengadakan komunikasi tertulis. Kuesioner 3. Jumadi 1. kuesioner dimaksudkan untuk merekam dan menggali informasi atau keterangan yang sesuai dengan kondisi individu dan bisa dijelaskan atau diterangkan oleh responden. Sebagai teknik untuk memahami individu.22 0.

volley ball f. ………………………… d. yang dalam pertanyaan tertutup tidak dapat diperoleh karena terbatas. Ia tidak dapat dengan bebas memberikan jawaban yang sesuai dengan keinginannya.Bagian yang mengandung data identitas ialah bagian yang mengandung data tentang diri individu atau orang yang dikenai kuesioner tersebut. yaitu pertanyaan yang berbentuk di mana responden tinggal memilih jawaban-jawaban yang telah disediakan di dalam kuesioner itu.-/bulan ia tidak dapat menyatakannya. sepak bola e. ………………………… b. 3) Pertanyaan yang terbuka dan tertutup (open and closed questions). pergi ke hutan mencari kayu bakar.2 Macam-macam Kuesioner 195 . Kegiatan apa yang bisaa kamu lakukan di rumah setelah pulang sekolah? a. Pertanyaanpertanyaan tersebut dapat berbentuk tiga macam yaitu pertanyaan yang tertutup. berkebun. agama. menikah d. c.000. tempat dan tanggal lahir. istirahat sebentar terus berangkat les. Dalam kuesioner tersebut di samping ada pertanyaan terbuka juga terdapat pertanyaan tertutup dalam satu item. Olahraga di luar sekolah yang saya ikuti adalah: a. Apakah keinginanmu setelah lulus SMA? a. memancing. mengasuh adik. kursus keterampilan e. Contoh: 22. melanjutkan kuliah b. pertanyaan yang terbuka. bekerja c. jenis kelamin. Sedangkan bagian yang mengandung pertanyaan fakta atau opini ialah bagian yang mengandung pertanyaan-pertanyaan untuk mendapatkan fakta atau opini tersebut. merupakan campuran atau perpaduan kedua macam pertanyaan di atas. suku bangsa. tidak tahu. …………. renang h. mengulang pelajaran hari ini. membantu pekerjaan orang tua. Dengan pertanyaan-pertanyaan tersebut. melainkan dengan memilih jawaban c. misalnya menyangkut nama.4. Dari sekian banyak responden dapat diperoleh berbagai macam jawaban. d. 1) Pertanyaan yang tertutup (closed questions). 60. …………. …………. Contoh: 33. 2) Pertanyaan yang terbuka (open questions). 3. pergi ke sawah. sesuai dengan opininya. ………………………… c. merupakan pertanyaan-pertanyaan yang masih memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada responden untuk memberikan jawabannya atau tanggapannya terhadap kuesioner tersebut. alamat. Contoh: Berilah tanda silang (x) pada jawaban yang sesuai dengan pertanyaan berikut! 1. bulu tangkis g. Misalnya uang sakunya Rp. dan pertanyaan yang terbuka dan tertutup. mengerjakan PR. misalnya dapat diperoleh jawaban-jawaban tidur. Dari item 22 di atas. responden (siswa) tinggal memilih salah satu jawaban yang tersedia. beladiri b. ………………………… Pada item ini responden diberi kesempatan untuk memberikan jawaban sebebasbebasnya sesuai dengan keinginannya.

Dilihat dari bentuk pertanyaannya. pengumpul data mungkin akan kesulitan untuk menggolong-golongkan jenis data yang diperoleh. Responden tinggal memilih jawaban-jawaban yang sudah disediakan. Dengan demikian dari sekian ratus murid SMA Pringgodani Kudus.1 Agama yang dianut siswa SMA Pringgodani Kudus Agama yang dianut Islam Krist Katol Hind Budh en ik u a 37 1 2 1 1 40 1 0 0 0 39 1 1 0 0 40 0 0 0 0 35 2 1 0 0 38 0 1 0 0 35 0 0 0 0 34 1 0 0 0 39 1 0 0 1 337 7 5 1 2 Kelas XA XB XC XI IPA XI IPS XI Bhs XII IPA XII IPS XII Bhs Total Juml ah 42 41 41 40 38 39 35 35 41 352 Tabel 4. kuesioner dapat dibagi menjadi tiga. kuesioner terbuka. Kuesioner bentuk ini sebenarnya terkait langsung dengan bentuk-bentuk pertanyaan sebagaimana dikemukakan di atas. dan mungkin yang lain-lainnya. pengumpul data dapat memperoleh data yang banyak dan sangat bervariasi karena jawaban responden tidak dibatasi.1 dan 4. Responden diberikan kesempatan sebebas-bebasnya untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang disediakan. pendidikan orang tua. pendidikan orang disusun penyajian data seperti berikut ini. Dengan kuesioner bentuk ini. Selanjutnya data tersebut diolah untuk kepentingan mencari frekuensi data/fakta tertentu. Kelemahannya. Tabel 4. 2) Kuesioner terbuka (open questionnaire) Kuesioner terbuka adalah kuesioner yang menggunakan pertanyaan-pertanyaan yang terbuka. pengumpul data bermaksud memperoleh data yang relatif “seragam”.2 tinggal diisi dengan jumlah pada setiap kelas dan total (jumlah seluruhnya). dan kuesioner terbuka tertutup. 3) Kuesioner terbuka tertutup (open and closed questionnaire) 196 . 1) Kuesioner tertutup (closed questionnaire) Merupakan kuesioner yang menggunakan pertanyaan-pertanyaan tertutup. dapat diketahui distribusi frekuensi agama yang dianut siswa. pekerjaan orang tua.2 Pendidikan orang tua siswa SMA Pringgodani Kudus Kelas Pendidikan orang tua I II III Jumlah Tidak tamat SD 2 2 1 5 SD/MI 3 1 7 11 SLTP/MTs 37 44 37 128 SMA/MA 49 48 42 139 Diploma 11 8 7 26 Sarjana 21 13 7 41 Pascasarjana 2 0 0 2 Total 125 126 131 352 Kolom-kolom yang tersedia pada tabel 4. yaitu kuesioner tertutup. Dengan kuesioner ini. Misalnya dari pertanyaan tentang agama.

... Pada umumnya kuesioner ini banyak digunakan untuk kepentingan bimbingan konseling. Coba jelaskan secara umum...... misalnya: 16.. dijelaskan cara mengerjakannya. Setelah naskah kuesioner selesai disusun. c. maupun dalam keseluruhan item. sehingga tidak membingungkan.......... ……………………………. Misalnya: “Mata pelajaran apakah yang anda sukai dan tidak anda sukai?”.. Diterangkan pula siapa yang akan membaca kuesioner itu..4. (4) Suatu item jangan menanyakan dua hal sekaligus (pertanyaan ganda). bagaimanakah kebisaaan ibadah orang-orang di sekitar tempat tinggalmu. Misalnya jangan ditanyakan “Apakah lingkungan sekitar tempat tinggalmu religius?”. a... fakta) dari sumber pertama (first resource. Winkel (1991:241242) mengemukakan 11 butir persyaratan konstruksi kuesioner yaitu sebagai berikut: Catatan: semua contoh item dalam uraian butir-butir ini nomor item dianggap (dibayangkan) pengetikannya mulai dari garis tepi kiri......... (1) Ditentukan dengan tujuan apa kuesioner diberikan dan dipikirkan luas informasi yang dibutuhkan.. sehingga jawaban yang diperoleh tidak diperoleh dari sumber pertama. konstruksi kuesioner harus diserahkan kepada tenaga ahli bimbingan konseling.... sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Item-item atau butir-butir dikelompokkan menurut bidang-bidang tertentu....... ......... (3) Perumusan item-item harus jelas dan isinya mudah ditangkap........ alasan ………………………………. Bagimanakah pembawaanmu?” dapat dirumuskan menjadi item 24. sumber data primer).......... 197 ... Oleh karena itu.... (2) Harus ada introduksi yang menjelaskan kepada siswa (maupun responden pada umumnya) dengan tujuan apa mereka diminta mengisi kuesioner. alasan ………………………………...3 Merancang Kuesioner Merancang alat kuesioner bukan pekerjaan yang mudah dan sederhana... kuesioner diberikan dan diisi oleh guru mata pelajaran (data akademik) atau oleh orang tua siswa (data keluarga dan latar belakangnya)....... 1) Kuesioner langsung Kuesioner langsung adalah jika kuesioner langsung diberikan kepada responden yang ingin diselidiki (diungkap datanya)........ 2) Kuesioner tidak langsung Kuesioner dikatakan sebagai kuesioner tidak langsung jika untuk mendapatkan jawaban membutuhkan perantara.. baik dalam suatu item.... Misalnya untuk memperoleh data tentang siswa.... b........ Ditinjau dari cara memberikannya. dengan menjaga kerahasiaan. Pertanyaan semacam itu dapat dipisah menjadi dua item. Dengan pertanyaan tertutup.. alasan ………………………………. karena ada sejumlah persyaratan teknis yang harus diindahkan dan isi kuesioner harus sesuai dengan kebutuhan di institusi pendidikan tertentu (tidak selalu suatu angket dapat digunakan untuk berbagai atau beberapa sekolah)...... Jadi dalam hal ini pengumpul data memperoleh jawaban (data. ……………………………. Misalnya untuk memperoleh keterangan tentang siswa... Istilah-istilah yang sukar dan bisaanya tidak dipahami oleh siswa harus dihindari. ……………………………. Sejauh perlu. pengumpul data berkeinginan memperoleh data yang relatif sudah pasti (sudah diduga ada datanya atau faktanya) dan mudah diukur. diserahkan kepada konselor yang lain untuk dikomentari dan kemudian dikoreksi seperlunya... kuesioner dapat dibedakan menjadi kuesioner langsung dan kuesioner tidak langsung (Walgito. Sementara dengan pertanyaan yang terbuka diharapkan responden dapat memberikan kemungkinan jawaban lain dari alternatif jawaban yang sudah disediakan.... 1983:66).... tidak menggunakan perantara untuk memperoleh jawaban...... kuesioner tersebut langsung diberikan kepada siswa dan yang menjawab atau mengisi kuesioner juga siswa yang bersangkutan.. Sebutkan tiga mata pelajaran yang paling anda sukai..Kuesioner terbuka tertutup merupakan kuesioner yang pertanyaanpertanyaannya berupa gabungan dari pertanyaan yang terbuka dan tertutup.. 3...

(6) Perumusan item jangan mengandung jawaban yang baik atau sugesti mengenai jawaban yang ideal. siapakah yang sering membantu menyelesaikan kesulitan anda? a. saudara f. Perumusan yang demikian mendorong siswa cenderung menjawab ya. Jika anda mengalami kesulitan belajar di rumah. menghabiskan waktu untuk bermain dengan teman di rumah d. berlibur di rumah nenek b. ………………………. guru les 198 . “Apakah orang tua bisaanya memperhatikan belajar anda di rumah?”. misalnya jangan dirumuskan pertanyaan: “Apakah anda merasa senang dalam belajar di sekolah?”. ibu e. tidak ada atau 21. (8) Susunan teknis (lay out) perlu diperhatikan. ……………………………… b. Bagaimana perhatian orang tua terhadap belajar anda di rumah? ………………………………………………………………… (7) Bilamana item tertentu ada lanjutannya. tetangga b. Ya b. atau yang berikut ini 20. misalnya: “Ayahmu mempunyai berapa orang istri?”. Jika anda mengalami kesulitan belajar di rumah. ………………………. sebaiknya dipisahkan menjadi dua bagian. Item-tem tersebut lebih baik dirumuskan: 37. tetapi pun tidak terlalu longgar. ………………………………………………………………. Kalau ya. seandainya ia tidak merasa senang. Pada waktu libur sekolah. demi melindungi diri sendiri atau orang tuanya. dan orang tua tidak memperhatikan. misalnya dalam hal penggunaan huruf besar. Contoh yang disarankan 19. ……………………………… (9) Butir-butir yang cara menjawabnya berbeda dengan butir lainnya. lebih bijaksana jika ditanyakan dalam wawancara.(5) Jangan menanyakan hal-hal yang dirasa mempermalukan atau mempunyai konotasi emosional negatif. kegiatan apakah yang bisaanya anda lakukan? a. c. letak pilihan jawaban. Bagaimana perasaan anda dalam belajar di sekolah? ………………………………………………………………… 38. ayah d. Siapa saja yang menjadi teman kelompok belajar anda belajar di rumah? a. apa sebabnya? ………………………………………………………………………. d. guru les c. Apakah anda sering tidak masuk sekolah? a. letak item. tetangga b. Pilihlah salah satu jawaban yang paling sesuai dengan keadaan anda dengan cara menyilang (x) huruf pada salah satu pilihan jawaban Contoh: 11... di rumah saja tanpa ada kegiatan c. Pada pertanyaan terbuka harus disediakan ruang untuk menjawab yang cukup longgar. dan letak ruang untuk menulis jawaban. dapat dirumuskan menjadi: 29. Perhatikan contoh berikut . Tidak 30. siapakah yang sering membantu menyelesaikan kesulitan anda? a. bagian pertama dapat dijawab dengan Ya / Tidak lebih dahulu. ibu e. harus disertai instruksi yang jelas. “Hal-hal apakah yang anda rasakan abnormal pada diri anda?” Seandainya hal-hal semacam itu perlu diketahui oleh konselor. ayah d. Misalnya item yang berbunyi “Apakah anda sering tidak masuk sekolah? Apa sebabnya?”.

Mesin cuci c. antara lain: a. perancang dapat mendeskripsikan item-item kuesioner. maka satu kisi-kisi dapat 199 . …………. Olahraga di luar sekolah yang saya ikuti adalah: a. Nomor item Nomor item yang akan dimunculkan dalam kuesioner dikemukakan dalam kisi-kisi ini. (10)Pengisian kuesioner harus dilangsungkan pada waktu yang tepat. Dengan demikian dapat menghemat biaya. Caranya dengan menyilang (x) huruf pada pilihan jawaban yang sesuai dengan keadaan anda. e. sepak bola e. …………. sehingga perancang dapat memperkirakan seberapa banyak data yang diperoleh. misalnya siswa kelas I mengisi kuesioner baru dalam minggu yang kelima atau keenam sesudah tahun ajaran dimulai. mobil h. c. kuesioner dapat dikembalikan kepada siswa kelas XI dan XII untuk disesuaikan seperlunya. Hal ini perlu disebutkan dalam kisi-kisi. Tujuan perlu dirumuskan secara singkat dalam kisi-kisi. Dengan demikian kuesioner yang disusun diharapkan memenuhi segi teknis dan kebutuhan bimbingan konseling. saudara f. (11)Mengingat keadaan siswa dalam beberapa hal mungkin sudah berubah pada waktu setahun sesudah mengisi kuesioner untuk pertama kali. bulu tangkis g. sepeda motor g. Responden Responden adalah sumber data atau orang yang akan diberi kuesioner. Tujuan yang akan dicapai dengan kuesioner tersebut. televisi e. dengan menggunakan alat tulis yang berbeda warnanya. Unsur-unsur data Dari setiap jenis data. d. 14.. d. d. Pada introduksi atau pengantar kuesioner juga dikemukakan tujuan kuesioner diisi atau dijawab oleh responden. dan dapat pula dengan mengisi kolom yang tersedia Contoh: 13. Dan jika itu yang terjadi. sehingga dapat dijadikan pedoman bagi perancang kuesioner (konselor) tentang data apa saja yang perlu didapatkan dari responden. c. telepon b. volley ball f. tidak ada atau: Pada item nomor 11-20 anda boleh menjawab lebih dari satu jawaban. perancang kuesioner dapat memerinci lebih detil tentang unsurunsur data dari setiap jenis data. Konselor dalam merancang kuesioner dengan rambu-rambu sebagaimana telah dikemukakan di atas. Hal-hal penting yang perlu diperhatikan dalam kisi-kisi kuesioner adalah sebagai berikut: a. karena bisa saja konselor membutuhkan suatu data yang bersumber dari beberapa responden.c. …………. sebaiknya didahului dengan menyusun kisi-kisi tentang kuesioner tersebut. renang h. Jenis data yang diperlukan Jenis data yang diperlukan dideskripsikan secara singkat. b. …………. Siswa diminta untuk membubuhkan tanda tangan sebagai jaminan rasa tanggung jawab. …………. Fasilitas yang dimiliki oleh keluarga saya. radio tape f. Berdasarkan unsur-unsur data ini. dengan asumsi bahwa siswa sudah mengenal dan menyatu dengan lingkungan sekolah yang baru. beladiri b.

1983:69). 1) The employment interview. 2) Kuesioner hanya terbatas pada individu yang dapat membaca dan menulis. 3) Administrative interview.menghasilkan dua angket atau lebih. Berdasarkan jumlah orang yang diwawancarai. yaitu wawancara yang dilakukan untuk keperluan administrasi. dan counseling interview. wawancara dapat dibedakan menjadi wawancara individual dan wawancara kelompok (Walgito. Dikatakan sebagai wawancara individual. yaitu wawancara yang dilakukan untuk kepentingan konseling. wawancara ada bermacam-macam jenis. Contoh kisi-kisi dan kuesioner untuk siswa pelajari secara mandiri dari Rahardjo dan Gudnanto (2011) 3. kuesioner mempunyai nilai praktis karena memiliki beberapa kelebihan. 3) Responden mempunyai kebebasan untuk memberikan keterangannya. kuesioner juga mempunyai beberapa kelemahan yang perlu diperhatikan. wawancara dibedakan menjadi empat yaitu the employment interview.5 Wawancara 2. yaitu wawancara yang dijalankan dengan suatu maksud yang berhubungan dengan employment (pekerjaan).4 Kelebihan dan Kelamahan Kuesioner Sebagai suatu metode untuk memahami individu. administrative interview. 4) Counseling interview. 2. yaitu wawancara yang ditujukan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan. 4) Responden mempunyai waktu yang cukup untuk menjawab pertanyaan. jika wawancara yang dilaksanakan melibatkan seorang interviewer dengan seorang interviewee. 5) Pengaruh subjektivitas dapat dihindari. informational interview. yaitu: 1) Dapat dipergunakan untuk mengumpulkan data kepada sejumlah responden dalam waktu singkat.4.2 Macam-macam Wawancara Ditinjau dari beberapa hal. 2) Informational interview.1 Pengertian Wawancara Wawancara atau interview adalah suatu teknik memahami siswa dengan cara melakukan komunikasi langsung (face to face relation) antara pewawancara (interviewer) dengan yang diwawancarai (interviewee) untuk memperoleh keterangan atau informasi tentang siswa. 1983:69). dan angket lainnya untuk orang tua siswa. 4) Pertanyaan yang diajukan dalam kuesioner bersifat terbatas. Menurut tujuannya (Walgito.5. atau menyampaikan suatu informasi kepada interviewee. Sedangkan wawancara kelompok adalah wawancara yang terdiri atas seorang interviewer atau lebih menghadapi sekelompok interviewee. 2) Setiap responden menerima sejumlah pertanyaan yang sama. antara lain: 1) Kuesioner belum memberikan jaminan bahwa responden memberikan jawaban yang tepat.5. 200 . 3) Kadang-kadang ada responden yang tidak bersedia mengisi kuesioner. Misalnya satu angket untuk siswa. 2. Namun demikian. sehingga ada halhal yang tidak dapat terungkap.

Rencana tersebut hendaknya fleksibel. 3) Inti interview. Mendorong interviewee untuk mengemukakan informasi atau masalah yang akan diungkap/diketahui interviewer. sikap membolehkan dan mempergunakan penjelasan-penjelasan dari dunia klien. pembentukan suasana positif yang netral. 1) The non-directive interview. 2. 1983:69-70). jauh dari hal-hal yang dapat mengganggu perhatian dan campur tangan orang lain. Merumuskan masalah. Beberapa hal pokok yang perlu disiapkan konselor (konselor) untuk melakukan wawancara adalah sebagai berikut: a. Menciptakan hubungan baik (rapport) dengan interviewee. maka pada bagian ini mengandung pokok-pokok: a. e. c. Bila wawancara bermaksud mengumpulkan data klien. Menempatkan diri dalam dunia interviewee. maka wawancara dapat dibedakan menjadi tiga yaitu the non-directive interview. maka pada bagian ini konselor harus memperoleh data yang diinginkan. inti interview. 2) The focused interview. Menyiapkan tempat yang tenang untuk melakukan wawancara.5. Tetapi bila maksud dan tujuan wawancara untuk memberikan bantuan (wawancara konseling). b. Menyampaikan maksud dan tujuan diadakannya wawancara. Mengenal dan memahami pandangan pihak interviewee. yaitu wawancara yang ditujukan kepada orang-orang tertentu yang mempunyai hubungan dengan objek-objek (kasus) yang diselidiki. 3) The repeated interview. yaitu wawancara yang dilakukan secara berulang. Mengumpulkan berbagai informasi tentang klien yang ada hubungannya dengan persoalan yang akan dibicarakan. dan akhir interview. 2) Mulai interview. d. dan the repeated interview (Walgito.3 Langkah-langkah Wawancara Jika konselor melakukan kegiatan wawancara. serta mengikuti teknik wawancara yang sesuai dengan kepribadiannya. Membuat rencana atau pedoman wawancara (interview guide). Pokok-pokok persoalan yang akan dibicarakan ditulis dalam pedoman wawancara. yaitu wawancara yang dilakukan dalam proses konseling yang menggunakan cara atau teknik dengan menitik beratkan penerimaan pada klien. Eksplorasi. c. dapat berubah dan diganti sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapi. percaya kepada kebijaksanaan klien. ialah pengembangan rencana untuk melaksanakan tindakan berdasarkan pemilihan terhadap alternatif yang telah dikembangkan. c. d. Pada tahap ini langkah-langkah pokok yang perlu dilakukan oleh konselor adalah: 201 . Bagian ini merupakan bagian di mana maksud dan tujuan wawancara harus dapat dicapai. 1) Persiapan untuk interview. Kegiatan yang perlu dilakukan adalah: a. 4) Akhir interview. b. ialah mengolah masalah yang telah ditemukan dan dirumuskan. maka ada empat langkah perlu lakukan (Wibowo. Konsolidasi. mulai interview. 1984:24-26) yaitu persiapan untuk interview. the focused interview. ialah pengolahan berbagai alternatif tindakan yang dapat dipilih sebagai hasil pengolahan masalah. b.Gambar 5 Wawancara kelompok Menurut peranan yang dimainkan. Perencanaan.

wawancara sebagai teknik pengumpulan data juga mengandung beberapa kekurangan. maka interviewer harus dapat menciptakan situasi yang bebas. maka untuk memperoleh hasil wawancara yang baik harus dipenuhi: a. c. Menghentikan wawancara atas kehendak bersama dengan tetap membina rapport. Untuk itu interviewer harus mendalami materi yang akan ditanyakan. d. tidak mengandung bisa. Artinya orang yang tidak dapat membaca dan/atau pun menulis dapat diajak wawancara d. e. Dapat diadakan serempak (bersamaan) dengan observasi. Winkel (1991:250-251). Wawancara merupakan teknik yang tepat untuk mengungkapkan keadaan pribadi b. Sangat tergantung kepada individu yang akan diwawancarai.a. Konselor dapat memberikan penjelasan terhadap pertanyaan-pertanyaan yang kurang jelas h. Menyimpulkan hasil wawancara. c.5. Mengacu pada berbagai pendapat yang telah dikemukakan oleh Walgito (1983:50-51). Hendrarno.5 Syarat-syarat Wawancara Agar wawancara mendapatkan hasil yang baik. Untuk itu wawancara harus memenuhi syarat-syarat valid. Penilaian hasil upaya yang telah diperoleh. Mempunyai kemungkinan masuknya data lebih mendalam dan lebih tepat (dibandingkan dengan kuesioner yang ada kemungkinan diisi oleh orang lain) f. e. Adanya pengaruh-pengaruh subjektif interviewer yang dapat mempengaruhi hasil wawancara. terbuka. Persoalan yang akan diungkap dalam wawancara harus dipersiapkan dengan cermat dan sistematik (kisi-kisi wawancara). atau sebaliknya e. 202 . 1) Kelebihan wawancara adalah: a.4 Kelebihan dan Kekurangan Wawancara Sebagai metode untuk memahami siswa. yaitu: a. 1) Valid. dan menyenangkan sehingga interviewee dapat bebas dan terbuka untuk memberikan informasi atau keterangan. yaitu pada waktu mengadakan observasi terhadap individu yang bersangkutan sekaligus juga diwawancarai. 2. 4) Komunikatif. Kerahasiaan pribadi lebih terjamin. b. Sugiyo & Supriyo (1987:80-81). kemudian dirumuskan dalam pedoman wawancara (interview guide).5. d. 1987:82). 2) Namun demikian selain berbagai keuntungan sebagaimana di atas. Tidak dibatasi oleh kemampuan membaca dan/atau menulis dari interviewee. Sugiyo & Supriyo. Dapat dilaksanakan kepada setiap individu c. 2) Relevan. hangat. 3) Tidak mengandung bisa. Menentukan waktu wawancara berikutnya (bilamana masih dianggap perlu untuk dilanjutkan). wawancara mempunyai beberapa kelebihan dan kelemahan (Djumhur & Surya. Memantapkan hasil yang telah disepakati. komunikatif (Hendrarno. 1975:50-51). Tidak mengandung bisa berarti tidak ada pengaruh dari luar yang mengganggu wawancara. relevan. Wawancara terlalu banyak memakan waktu dan mungkin pula tenaga dan biaya. b. 2. Bisa artinya pengaruh yang mengganggu. Wawancara dikatakan valid apabila mencakup pendapat interviewee itu sendiri tanpa adanya pengaruh dari luar. Menuntut keterampilan dan penguasaan bahasa yang baik dari interviewer. Situasi wawancara mudah terpengaruh oleh situasi alam sekitar. Dapat menimbulkan hubungan pribadi yang lebih baik g.

f. diskusi kelompok c. k. yang memberikan indikasi terselubung mengenai jawaban yang ideal atau cenderung mengungkap jawaban tertentu demi memberikan kesan yang baik. Hindarkan sikap menonjolkan aku interviewer. Pertanyaan sedapat mungkin dikomunikasikan secara cross examining. m. situasi dak kondisi yang dihadapi interviewer pada saat itu walaupun wawancara sudah dipersiapkan secara sistematis (terstruktur). 3. siapakah teman akrabnya di kelas? Menurut pengamatan anda bagaimana kegiatan Burisrawa dalam: a. n. Interviewer harus menjaga jangan sampai ada waktu diam (jeda) yang terlalu lama. dan setelah wawancara. Karena hubungan baik ini sedikit banyak mempunyai pengaruh dalam proses dan hasil wawancara. Bertindak asertif selama proses wawancara berlangsung. Pergunakanlah bahasa yang sederhana. sebab hal itu dapat mengecilkan diri interviewee. Bagaimanakah pengenalan anda terhadap Burisrawa? Menurut pengamatan anda. Interviewer harus mengontrol isi wawancara. i. h.1 Wawancara ke Tujuan Responden Nama siswa Tanggal wawancara Tempat wawancara N o. Namun. Catatlah segera hasil wawancara. c. Contoh 3. Menghindari pertanyaan-pertanyaan yang sugestif. sekelas b. kegiatan ekstra-kurikuler Bagaimanakah hubungan sosial Burisrawa dengan siswa lainnya: a. g. kelompok belajar d. d. j. lebih baik tidak membuat terlalu banyak catatan selama wawancara berlangsung. Tujuan dan maksud diadakan wawancara harus dijelaskan sebaik-baiknya kepada interviewee. 1.5. mengikuti pelajaran b.b. Interviewer harus selalu membina hubungan baik (rapport) dengan interviewee yaitu sebelum. namun jangan mengganggu jalannya wawancara. PEDOMAN WAWANCARA (INTERVIEW GUIDE) Tidak Langsung : 1 (pertama) : Memperoleh informasi tentang sebab-sebab siswa terisolir dalam kelompoknya (kelas) : Guru matapelajaran/Wali Kelas/Siswa lain : Burisrawa : 15 Mei 2010 : Ruang BK SMP Pringgodani Kudus Pertanyaan Jawaban 4. maksudnya pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dapat diperluas sesuai dengan kebutuhan. lain kelas 203 . l. e. Minta izin kepada interviewee untuk membuat catatan seperlunya. jelas dan mudah dipahami. Bersikap waspada terhadap kemungkinan bahwa informasi yang diberikan tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya atau interviewee menghindari jawaban yang terbuka terhadap pertanyaan tertentu. pada saat. Pergunakanlah waktu sebaik mungkin untuk memperoleh keterangan atau informasi yang diharapkan. 2.

: 1 (pertama) : Memperoleh informasi tentang sebab-sebab siswa terisolir dalam kelompok belajar di kelasnya : Siswa yang bersangkutan : Burisrawa : 17 Mei 2010 : Ruang BK SMP Pringgodani Kudus Pertanyaan Jawaban Bagaimanakah hubungan sosial anda dengan teman satu kelas? 2.5. mengikuti pelajaran b. Menurut pendapat anda. …………………………… tanda tangan dan nama terang Contoh 3. hal-hal apa sajakah yang menyebabkan Burisrawa terisolir dalam pemilihan teman kelompok belajar? Kesimpulan/catatan: Kudus. Menurut pendapat anda. sekelas b. Menurut pendapat anda bagaimana kegiatan anda dalam: a.2 PEDOMAN WAWANCARA (INTERVIEW GUIDE) Langsung Wawancara ke Tujuan Responden Nama siswa Tanggal wawancara Tempat wawancara N o. hal-hal apa sajakah yang menyebabkan anda terisolir dalam pemilihan teman kelompok belajar? 204 . Bagaimanakah hubungan sosial anda dengan siswa lainnya: a. Hal-hal apa yang menarik bagi anda tentang teman sekelas yang menjadi teman akrab anda? 4. diskusi kelompok c. 1.5. kelompok belajar d. kegiatan ekstra-kurikuler 5. Siapakah teman sekelas yang anda anggap sebagai teman akrab? 3. …………………… Interviewer. lain kelas 6.

gali variabel-variabel observasi. atau cari penjelasannya di buku-buku psikologi dan/atau bimbingan dan konseling. Bagaimanakah anda memaknai hubungan sosial antar teman di kelas anda? Kesimpulan/catatan: Kudus. siapkan pula alat tulis berupa spidol warna atau stabilo untuk mensaudarai hal-hal yang penting. Rangkuman 1. yaitu (a) observasi terhadap situasi bebas (free situation). (b) catatan berkala. dan (c) observasi experimental. Berdasarkan situasi yang diamati. baik untuk data perorangan maupun kelompok. Lembar Kegiatan Untuk memperoleh pemahaman yang mendalam pada bab ini seyogyanya saudara mengikuti langkah-langkah berikut: 1. jika perlu tanyakan kepada teman sejawat. atau lihat kamus/ensiklopedi. kamera digital dan manual. dan cobalah mengaplikasikannya dalam bimbingan dan konseling. handycam. Diskusikan dan bandingkan hasil analisis yang sudah dibuat setiap anggota kelompok dari contoh 1-8 dengan teman-teman satu kelompok kerja D. dan (e) alatalat bantu mekanik (seperti tape recorder. bisa pula download dari internet. Berlatihlah melakukan analisis instrumen nontes untuk memahami individu. (c) daftar cek. Bentuklah kelompok kerja yang beranggotakan 5-8 orang. Pelajari bab III buku ajar ini baik-baik. Observasi sebagai alat pengumpul data adalah kegiatan pengamatan (secara inderawi) yang direncanakan. Latihan 1. Cermati beberapa istilah penting yang ada di dalamnya. 3. ada beberapa alat bantu yang bisa digunakan untuk mendukung observasi yaitu (a) daftar riwayat kelakuan atau catatan anekdot.7. observasi dibagi menjadi tiga jenis. sistematis. (b) observasi sistematis. Agar kegiatan observasi dapat berjalan dengan baik. tetapkan indikator. dosen atau instruktur. 4. …………………………… tanda tangan dan nama terang C. 5. Berlatihlah menyusun instrumen-instrumen nontes untuk memahami individu. E. computer). 2. cermati data yang diperoleh dari setiap instrumen tersebut. ……………………. Menurut cara dan tujuannya observasi dibedakan menjadi (a) observasi partisipatif. Observasi dilakukan dengan mengikuti langkah-langkah sebagai berikut: tentukan tujuan observasi. (d) skala penilaian. Berlatihlah menggali data dengan beberapa instrumen nontes untuk memahami individu. camera CCTV. dan hasilnya dicatat serta dimaknai (diinterpretasikan) dalam rangka memperoleh pemahaman tentang subjek yang diamati. (b) observasi yang dimanipulasikan (manipulated situation) (c) observasi terhadap situasi yang setengah terkontrol (partially controlled). gali pula sub variabel. 205 . pastikan dan fahami materi observasi. Interviewer.

Dengan demikian data psikologis yang dikumpulkan dengan angket sosiometri mudah untuk dianalisis dan dipahami (dibaca). DCM sangat berguna untuk melengkapi data. maka data tersebut harus disajikan dalam bentuk tabel (disebut matrik sosiometri) dan bentuk gambar (disebut sosiogram). Instrumen atau alat untuk memperoleh materi sosiometri adalah angket sosiometri. Daftar Cek Masalah (DCM) sangat bermanfaat bagi konselor terutama dalam menggali informasi tentang masalah-masalah yang terkadang sudah terlupakan oleh individu. sebelum membuat item kuesioner perlu dirancang kisi-kisinya. Suatu kuesioner yang baik harus dipersiapkan dan dirancang dengan baik pula. yaitu dengan memberikan daftar pertanyaan yang harus dijawab atau dikerjakan oleh responden secara tertulis pula. dan kuesioner terbuka tertutup. yaitu kuesioner tertutup. Preferensi pribadi dinyatakan dalam kesukaan untuk berada bersama dalam melakukan kegiatan tertentu. kuesioner dapat dibedakan menjadi kuesioner langsung dan kuesioner tidak langsung. berdasarkan preferensi pribadi antara anggota-anggota kelompok. interview diagnotis. dan wawancara yang bebas atau tidak terencana atau tidak terstruktur ( non-structured interview). Dalam setiap 206 . dan akhir interview. atau dinyatakan dalam ungkapan perasaan terhadap anggota-anggota kelompok untuk melakukan suatu kegiatan tertentu. Menurut peranan yang dimainkan. yaitu dengan menggunakan beberapa pertanyaan yang berisi mengenai siapa yang disukai (dipilih) dan siapa yang tidak disukai (ditolak) di antara anggota kelompoknya.2. kuesioner dapat dibagi menjadi tiga. dan interview treatment. dan bagian yang mengandung pertanyaan-pertanyaan yang ingin memperoleh jawabannya. inti interview. mulai interview. Wawancara bersifat langsung jika konselor memperoleh data itu langsung dari klien itu sendiri. Dilihat dari bentuk pertanyaannya. kuesioner terbuka. 4. Ditinjau dari fungsinya. Pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat berbentuk tiga macam yaitu pertanyaan yang tertutup. informational interview. Berdasarkan jumlah orang yang diwawancarai. wawancara dibedakan menjadi tiga yaitu interview research. Bagian yang mengandung pertanyaan fakta atau opini ialah bagian yang mengandung pertanyaan-pertanyaan untuk mendapatkan fakta atau opini. wawancara dapat dibedakan menjadi wawancara individual dan wawancara kelompok. wawancara dibedakan menjadi empat yaitu the employment interview. 5. Dan diitinjau dari pelaksanaannya wawancara dibedakan menjadi dua yaitu wawancara yang terencana atau terstruktur (structured interview). Sosiometri merupakan suatu metode atau teknik untuk memahami individu terutama untuk memperoleh data tentang jaringan hubungan sosial antarindividu (antarpribadi) dalam suatu kelompok. mendalami masalah individu dan kelompok. dan counseling interview. wawancara dapat dibedakan menjadi tiga yaitu the non-directive interview. Berdasarkan sifatnya wawancara dapat bersifat langsung dan tidak langsung. dan the repeated interview. the focused interview. Kuesioner atau angket merupakan suatu teknik atau cara memahami siswa dengan mengadakan komunikasi tertulis. Di dalam kuesioner terdapat dua bagian yang pokok yaitu bagian yang mengandung identitas. Sementara itu ditinjau dari cara memberikannya. Analisis DCM dapat dilakukan secara individual maupun kelompok. DCM digunakan oleh konselor karena dinilai efisien dan efektif bagi pengungkapan masalah-masalah yang dialami individu. dan pertanyaan yang terbuka dan tertutup. 3. Wawancara atau interview adalah suatu teknik memahami siswa dengan cara melakukan komunikasi langsung (face to face relation) antara pewawancara (interviewer) dengan yang diwawancarai (interviewee) untuk memperoleh keterangan atau informasi tentang siswa. pertanyaan yang terbuka. Untuk itu. administrative interview. Agar data sosiometri tersebut mudah dipahami siapa yang popular (paling disukai/disenangi) dan siapa yang terisolir (tidak disukai atau tidak dipilih). Menurut tujuannya. Kegiatan wawancara dilakukan melalui empat langkah yaitu persiapan untuk interview.

7. kedalaman pembicaraan dan pengaruh waktu. Hasil yang diperoleh melaui observasi. lengkapi dengan interpretasinya. setiap konselor hendaknya: menggunakan data pembanding yang dapat meningkatkan tingkat validitas data yang diperoleh. Kerjakan semua contoh observasi mulai dari contoh 1 sampai dengan contoh 8. derajat intervensi. 207 . sehingga data tersebut dapat dimanfaatkan untuk keperluan bimbingan dan konseling. apa saja yang perlu anda perhatikan dalam mengolah data DCM maupun Sosiometri guna penyusunan program layanan bimbingan dan konseling yang benar-benar tepat dan dibutuhkan oleh siswa? 3. Jika data yang anda peroleh menggunakan berbagai instrumen dan metode diatas dirasa kurang sesuai dengan kondisi siswa yang sesungguhnya. Sebagai instrumen yang digunakan sebagai need assesment. Tes Formatif 1. kuesioner. Jelaskan arti penting penggunaan metode non-tes dalam memahami individu dalam layanan bimbingan dan konseling 2. Buatlah kuesioner dilengkapi dengan kisi-kisinya yang tujuannya adalah untuk mengungkap data-data awal yang anda butuhkan untuk kegiatan konseling. apa yang akan anda lakukan guna meningkatkan pemahaman anda tentang siswa-siswa yang anda bimbing? 4. Mengingat berbagai metode diatas mengandung kelebihan dan keterbatasan. 5. F. pengumpulan data DCM. wawancara terdapat tiga dimensi wawancara yaitu kekayaan dan kecermatan. sosiometri maupun wawancara perlu dianalisis agar diperoleh simpulan yang bermakna.6.

dengan cara membandingkan hasil yang dicapainya dengan individu lain. tes yang dimaksudkan adalah tes pikologis atau psikotes.yang kemudian populer dengan istilah BK POLA 17 PLUS --. dan (5) Memilih dan mengadministrasikan instrumen untuk mengungkapkan kondisi aktual konseli berkaitan dengan lingkungan. Tes psikologis dengan demikian diasumsikan mempunyai sumbangan yang cukup signifikan dalam pelayanan bimbingan 208 .1 Pengertian Tes Psikologis Dalam bidang bimbingan dan konseling. Dengan demikian tes psikologis ini dapat memberikan gambaran tentang aneka ragam sifat individu. Uraian Materi 4.salah satu di antaranya adalah penggunaan data tes psikologis yang merupakan kegiatan pendukung bimbingan konseling yaitu aplikasi instrumentasi bimbingan konseling dengan teknik tes. setelah mempelajari materi ini. sesuai dengan kebutuhan pelayanan bimbingan dan konseling. kelompok maupun standar yang telah ditetapkan. dan merencanakan masa depan. Pengertian lain yang perlu dipunyai oleh siswa adalah bahwa apa yang diungkapkan melalui tes itu bukan gambaran keseluruhan dirinya melainkan wakil belaka dari keseluruhan segi kepribadiannya (a sampel of behavior) yang maunya diukur.1.merupakan perangkat dan prosedur untuk menetapkan profil perilaku individu --. dan (e) tes prestasi belajar. Opersionalisasi bimbingan konseling di sekolah --. 4. Dari berbagai batasan tentang tes yang telah dikemukakan para pakar.BAB IV PEMAHAMAN INDIVIDU TEKNIK TES Kegiatan Belajar 3 A. (d) tes kepribadian.1.1 Konsep Dasar Tes dalam Bimbingan dan Konseling 4. (2) Menyusun dan mengembangkan instrumen asesmen untuk keperluan bimbingan dan konseling. (c) tes bakat. c) tes memandang bahwa atas dasar jawaban pertanyaan atau pelaksanaan tugas testi ditarik suatu simpulan tentang contoh atau profil perilaku individu d) tes disusun secara sistematis dan objektif --. dapat disimpulkan bahwa suatu tes mengandung pengertian yang mencakup: a) tes berupa seperangkat alat yang digunakan untuk mengungkapkan ciri-ciri psikologis individu (testi) dengan cara melakukan pengukuran b) tes merupakan tugas atau serangkaian tugas yang berbentuk pertanyaan atau perintah yang harus dijawab atau dilakukan individu. dan (4) Memilih dan mengadministrasikan teknik asesmen pengungkapan kemampuan dasar dan kecenderungan pribadi konseli. umpamanya tinggi dan berat badan orang. (3) Mengadministrasikan asesmen untuk mengungkapkan masalah-masalah konseli. angka hasil pengukuran itu tidak mutlak seperti halnya hasil yang didapat dari kalau orang mengukur. yaitu bahwa ukuran yang dihasilkan pengetesan (atau pengukuran psikologis) itu nisbi sifatnya. (b) tes inteligensi. akan menampakkan aneka ragam perbedaan-perbedaan individu. Oleh karena itu. Kompetensi dan Indikator Kompetensi yang terkait dengan materi ini adalah (1) Memilih teknik asesmen. diharapkan peserta pelatihan (a) memahami konsep dasar tes bimbingan dan konseling. sehingga dapat dikatakan bahwa tes psikologis adalah alat untuk mengukur perbedaan individu.2 Tujuan Tes Psikologis Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 28/1990 tentang Pendidikan Dasar (pasal 25) dan Peraturan Pemerintah Nomor 29/1990 tentang Pendidikan Menengah (pasal 27) disebutkan. Maksudnya. B. mengenal lingkungan. bahwa bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada siswa dalam rangka upaya menemukan pribadi. Munandir (1996:125) mengingatkan bahwa ada hal penting yang harus dicatat.

1.5 Jenis-jenis Tes Psikologis Tes psikologis sangat banyak macam ragamnya. Dengan tes sesungguhnya kita berupaya untuk menimbulkan suatu reaksi pada diri orang yang dites melalui rangsang-rangsang tertentu. 5. metodologi yang dimaksudkan adalah dengan melakukan testing. Membantu siswa untuk mengenal dirinya sendiri. Dari berbagai reaksi yang muncul. Sedangkan Suryabrata (1984b:23) menyatakan bahwa : a. yaitu dalam rangka membantu peserta didik menemukan pribadi dan agar mampu berkembang secara optimal. maka kepada dia harus diberikan berbagai rangsang yang dapat menimbulkan aktivitas berpikir. karena itu untuk mendapatkan pemahaman yang baik perlu dilakukan klasifikasi tes. Sementara Cronbach (1984:28) mengklasifikasi-kan tes menjadi dua golongan besar. 2. tes kepribadian (personality test) d. sekolah membutuhkan tes untuk kepentingan membedakan siswa yang abnormal (feebleminded) dari siswa yang normal (Stamboel. yaitu (1) tes yang mengukur performansi maksimum (test of maximum performance).4 Syarat-syarat Tes Psikologis Suatu tes psikologis yang baik harus memenuhi syarat-syarat tertentu. 1. 1986:25). 4. Di lingkungan pendidikan formal (sekolah) kebutuhan dan dorongan semacam itu terasa sekali di kalangan guru. validity. dan (2) tes yang mengukur performansi tipikal (test of typical performance).1. standardization group. aptitude test) c. (2) special ability. Jenis rangsang ini disesuaikan dengan aspek psikis yang hendak diketahui atau diukur. dapat disusun suatu kesimpulan tertentu tentang kemampuan berpikirnya. tes itu harus komprehensif g. tes itu harus distandarisasikan d. Dalam bidang psikologi. yaitu (1) intelligence. scholastic test) 209 . tes itu harus reliabel c. sampling of tasks. tes itu harus valid b. Membantu guru dalam merencanakan dan mengelola pengajaran.konseling di sekolah. tes bakat khusus (special ability test. tes prestasi belajar (achievement test. Membantu orang tua untuk menganl anaknya. Membantu kepala sekolah dalam menetapkan suatu kebijakan. tes inteligensi (intelligence test) b.3 Dasar Pikiran Penggunaan Tes Psikologis Dasar pikiran utama dari kegiatan testing adalah upaya untuk mencari jawaban atas masalah kebutuhan akan metodologi penelitian psikologi yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.1. Pada umumnya penggolongan tes yang terakhir yang sering digunakan yaitu: a. 4. Kemudian di sekolah diadakan penggolongan anak berdasarkan kemampuannya yaitu : ~ anak-anak yang terbelakang kemampuan belajarnya (educationally retarded) ~ anak-anak yang normal ~ anak-anak yang berkemampuan lebih dari normal (intellectually gifted). 4. Pada awal perkembangan tes psikologis. tes psikologis mempunyai tujuan sebagaimana dipaparkan berikut ini. Morgan & King (1971: 311-314) menyatakan bahwa suatu tes psikologis yang baik mempunyai karakteristik yang menyangkut reliability. Tyler & Walsh (1979:43) menggolongkan tes psikologis menjadi tiga bidang. tes itu harus diskriminatif f. 3. Misalnya kita ingin mengetahui kecerdasan atau kemampuan berpikir seseorang. prediction from measurement. tes itu harus objektif e. tes itu harus mudah digunakan 4. (3) personality. Untuk keperluan bimbingan konseling. Dalam kaitannya dengan penyelenggaraan bimbingan konseling di sekolah.

4. Di sinilah peran guru pembimbing untuk ditonjolkan dengan memberikan penjelasan yang benar tentang angka kecerdasan tersebut sehingga tidak menimbulkan salah pengertian. Misalnya nilai kecerdasan yang diperoleh Ani 75 diartikan cukup cerdas. 4. Justru pengrtian-pengertian semacam itulah yang sering menimbulkan kekecewaan pada banyak orang. Urusan Reproduksi dan Alat-alat Tes – URDAT) 210 .89 70 . Lebih-lebih lagi jika angka kecerdasan tersebut dikaitkan dengan prestasi belajar siswa.109 80 .2. Tabel 1 Klasifikasi/Tingkat/ Taraf Inteligensi Genius Very Superior Sangat Cerdas Superior Cerdas High Average Above Average Bright Normal Cukup Cerdas Average Rerata Sedang/Normal Low Average Dull Normal Agak Kurang Cerdas Borderline Kurang Cerdas Mentally Deffective Sangat Kurang Cerdas ~ Debil ~ Embisil ~ Idiot KLASIFIKASI DAN ANGKA KECERDASAN Angka kecerdasan menurut : Raven Binet. cerdas. sedangkan yang diperoleh Doni 89 diartikan agak kurang cerdas.1 Pengertian Inteligensi Inteligensi dapat diartikan sebagai kemampuan potensial individu dalam menggunakan pikirannya untuk mempelajari dan menyesuaikan diri dengan lingkungannya dalam memecahkan persoalan-persoalan baru ataupun persyaratan dari tuntutan yang dihadapinya secara cepat. tepat. Kenyataan ini sering membingungkan pemahaman dan mengecewakan orang awam tentang angka kecerdasan.79 30 – 69 50 – 69 30 – 49 di bawah 30 91 – 110 80 – 90 66 – 79 5 65 ke bawah (Sumber : Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.2 Angka Kecerdasan dan Realitanya Dalam kehidupan sehari-hari kita sering dihadapkan pada perbincangan tentang orang-orang yang pandai.2. kurang cerdas dengan mengacu pada angka-angka kecerdasan yang diperoleh dari suatu tes kecerdasan. kepandaian seseorang dengan melihat penampilan yang tampak sebagaimana dua kasus di atas sudah merupakan kecenderungan orang awam. antara lain si ibu dan guru pembimbing di SMP tersebut di atas. Wechsler (SPM/CPM) Cattel (CFIT) (WAIS/WISC) 170 ke atas 95 90 75 140 – 169 120 -139 110 –119 128 ke atas 120 – 127 111 – 119 50 25 10 90 .2 Tes Inteligensi 4. Kebisaaan untuk mendeskripsikan kecerdasan. dan berhasil.

3. Anak yang paling pandai dalam tes disebut bright (pandai. Sejak tahun 1904 Binet dan Henri telah memikirkan untuk mengembangkan metode obyektif guna menyeleksi anak-anak yang lambat mental. Kualitatif 7. Seleksi berdasarkan hubungan sukses dengan umur 3.2. jika seorang anak mempunyai 7 CA dan 9 MA.1 Asal Mula Pengukuran Inteligensi Orang yang dianggap sebagai pelopor dalam pengukuran inteligensi adalah Alfred Binet. Sebagai contoh. 4. Tes-tes diperhitungkan secara sama SKALA NILAI 1. dan IQnya akan tetap 128. Distandarisasikan secara eksternal dan tidak fleksibel 5. 1984:112. Di Amerika. tes yang telah sekian lama diterima banyak orang tanpa kritik. Seleksi berdasarkan fungsi yang diukur 3. tes Binet ini telah dikembangkan oleh Lewis Terman dari Universitas Stanford dan diberi nama Tes Stanford Binet. tetapi ia bekerja di bidang tes-tes yang menunjukkan sampel tingkah laku anak dan membedakan kemampuan dari tingkat umur yang berbeda-beda. terpencar dan tidak saling berhubungan 4. pada akhirnya timbul keragu-raguan terhadap tes inteligensi itu sebagai alat peramal. karena mereka dianggap memerlukan bantuan khusus dalam proses pendidikan. Ia menemukan teori bahwa pada setiap tingkat umur beberapa anak lebih baik dari anak lainnya. Penilaian alternatif 6. Penilaian gradual 6.3 Penggunaan Beberapa Jenis Alat Ukur Inteligensi 4. Keduanya menulis serangkaian karangan dalam L'Annee Psychologique. Untuk menunjukkan ciri-ciri dan keuntungan skala nilai (point scale) Yerkes dan Foster membuat perbandingan antara skala umur dan skala nilai sebagaimana terjabarkan dalam tabel 2 berikut (Suryabrata. seorang ahli psikologi bangsa Perancis. Tes yang tidak bertingkat. Distandarisasikan secara internal dan tidak fleksibel 5. Tidak seluruhnya dapat diperlakukan secara statistik 8.3. Tiap tes diberi tingkatan dan dapat digunakan untuk umur yang ber-bedabeda 4. IQ = MA x100 CA Menurut teori Stern.2 Perkembangan dan Macam Tes Inteligensi Dalam perkembangannya. cemerlang). Istilah IQ atau Intelligence Quotient diperkenalkan pertama kali oleh William Stern.4. nantinya anak yang memiliki 13 CA akan meiliki 10 (9. Pada akhirnya disadari bahwa tes inteligensi mempunyai kelemahan-kelemahan. 1982:22) Tabel 2 PERBANDINGAN SKALA UMUR DAN SKALA NILAI SKALA UMUR 1. Para ahli mulai menyadari bahwa tes inteligensi bukanlah hal yang almighty (serba baik. Secara matematis dapat direfleksikan sebagai berikut : Menurut Stern pada hakekatnya IQ manusia relatif stabil sepanjang hidupnya. Binet tidak memiliki teori inteligensi tertentu. serba kuat. Tes ini bisaa disebut kemampuan untuk memikirkan hal-hal abstrak. Definisinya digunakan untuk dasar penyusunan item-item tes. yang diperoleh dari umur mental anak dibagi umur kronologisnya. sedangkan anak yang paling rendah dalam tes disebutnya miskin. Skala umur untuk kelompok berganda 2. maha kuasa) . Skala nilai untuk penilaian tunggal 2. Kuantitatif 7. Tes ini dapat digunakan untuk semua anak yang mempunyai latar belakang berbeda-beda.2. Tes-tes diperhitungkan secara tidak sama 211 .2. Karenanya timbul usaha-usaha untuk mengatasi berbagai kelemahan tes inteligensi.8) MA. serba menentukan dalam segala hal. Seluruhnya dapat diperlakukan secara statistik 8. Prabu. IQnya adalah 128 {(9:7)x100}.

Tes ini sebagian besar mengukur general factor. Menganalisis nampak 10.9. inductive reasoning. Ukuran-ukuran umur relatif dibandingkan fungsi-fungsi yang untuk berbagai tidak dapat 9. dkk. Gambar 6 Item A1 dari SPM 212 .Wechsler Intelligence Scale for Children) maupun tes untuk orang dewasa (WAIS --. dan perceptual accuracy (Sugiyanto. Menganalisis fungsi-fungsi yang berkembang 10. Ukuran-ukuran untuk berbagai umur relatif dapat dibandingkan Para ahli yang menggunakan skala nilai dalam pengukuran inteligensi di antaranya David Wechsler dan JC Raven. 1984:1). Gambar 5 Model Tes Labyrinth Testi harus menunjukkan jalan tersingkat untuk masuk dan selanjutnya keluar dari labyrinth itu sebagaimana ditunjukkan oleh anak panah. Salah satu contoh item tes Raven Progressive Matrices adalah sebagaimana gambar 6 berikut ini.Wechsler Adult Intelligence Scale). Porteus mengembangkan tes labyrinth (maze test) yang dianggapnya sebagai tes yang bebas dari pengaruh kebudayaan. sedangkan sebagian kecil mengukur spatial aptitude. baik tes untuk anak-anak (WISC --. Raven Progressive Matrices dimaksudkan sebagai tes non-verbal yang dirancang untuk mengukur kemampuan untuk mengerti dan melihat hubungan antara bagian-bagian gambar yang disajikan sserta mengembangkan pola berpikir yang sistematis. Tes inteligensi dari Wechsler ini sebenarnya juga merupakan tes yang terikat budaya karena terdiri dari kelompok verbal dan performance. Model tes tersebut adalah seperti pada gambar 5 berikut.

C.5 tahun dengan masing-masing jarak adalah setengah tahun. 213 . Tabel 3THE SELF-ADMINISTERED or GROUP TEST Percentile Point 95 90 75 50 25 10 5 20 55 54 49 44 37 28 23 25 55 54 49 44 37 28 23 30 54 53 47 42 34 25 19 Chronological Age in Years 35 40 45 50 53 52 50 48 51 49 47 45 45 43 41 39 40 38 35 33 30 27 24 21 55 46 43 37 30 18 60 44 41 35 27 15 65 42 39 33 24 13 - (Sumber : Raven.C. Individu yang mempunyai taraf inteligensi ini hendaknya diberi pendidikan luar bisaa supaya dapat teraktualisasikan kognitifnya. B. Genius. 5.2. Jika tes ini dipergunakan dengan batasan waktu (selama 40 menit) berarti untuk mengukur kecepatan dan kemampuan intelektual. CPM dapat berbentuk buku soal ataupun papan. untuk masing-masing golongan usia tersebut (16 golongan) dikenai norma yang berbeda untuk menentukan tingkat kecerdasan mereka. di sekolah bisaa dan masih dapat dikembangkan aspek afektifnya. yaitu : 1) Standard Progressive Matrices (SPM) SPM terdiri dari 60 soal yang dikelompokkan ke dalam lima seri.4 Perlakuan Bimbingan Konseling Pada Tiap Tingkat Kecerdasan Mengacu pada klasifikasi dan angka kecerdasan tersebut di atas. Ab dan B. Superior. Tes ini dapat dipergunakan untuk anak usia 5 . 1960. Guide to the Standard Progressive Matrices Sets A. mulai diperlukan adanya bimbingan preventive. Mereka ini perlu memperoleh tambahan pengajaran yang disesuaikan (adjusted curriculum practice). Sedangkan untuk group test mulai dari usia 8 sampai dengan 14 tahun dengan jarak setengah tahun (jadi ada 13 golongan). merupakan tingkat kecerdasan yang paling tinggi. 2) Coloured Progressive Matrices (CPM) CPM terdiri dari 36 soal yang dikelompokkan ke dalam tiga seri. D dan E. 6. High Average. adalah kelompok anak yang sehari-hari disebut sebagai slow learners (lamban belajar). karena hasil belajarnya bisa naik dan bisa pula turun. 3. Tes ini dapat dipergunakan untuk orang normal tanpa batasan waktu. Misalnya dengan mengirimkannya untuk sekolah di luar negeri. maka perlakuan guru pembimbing pada setiap tingkat kecerdasan dapat dideskripsikan sebagai berikut : 1.B. anak yang mengalami hambatan mental. Revisi dilakukan pada tahun 1947 dan 1962. 4. Norma CPM yang asli (Raven.D. yakni untuk mengukur kemampuan observasi dan clear thinking.11 tahun. dan orang lanjut usia.Raven Progressive Matrices terdiri atas tiga tes dengan penggunaan yang berbeda-beda (Sugiyanto. Low Average. dkk. Average. Tes ini dapat dipergunakan untuk orang normal usia 6-65 tahun. mereka dapat ditempatkan di sekolah bisaa tetapi ada tambahan berupa layanan individual (program pengayaan atau akselerasi). karena kelompok ini mulai ada kerawanan yang kadang kala menimbulkan tinggal kelas. 3) Advanced Progressive Matrices (APM) APM pertama kali disusun pada tahun 1943. studinya relatif stabil. karena pada umumnya di luar negeri sudah tersedia lembaga pendidikan yang memadai untuk anak genius. 2. A. 1960) untuk individual test usia 6 sampai dengan 13. 1984:1). A. and E) 4. masing-masing dikenai norma yang berbeda. Very Superior.

menyapu dan membersihkan halaman. kemampuan bermain musik dan lain-lain. Bisaanya mereka ditempatkan di rehabilitasi sosial sehingga menjadi sumber daya manusia yang eksis. adalah mereka yang dikatakan sebagai individu yang mampu didik (marginal independent atau independent retarded atau educable) yaitu kelompok anak yang masih bisa menerima pendidikan yang diberikan di dalam situasi sekolah (Sekolah Luar Bisaa). 4. merupakan anak-anak yang harus ditempatkan di Sekolah Luar Bisaa. Bisaanya kelompok ini dirawat di Lembaga Pemeliharaan Cacat Mental.3. Faktor khusus inilah yang sering disebut bakat. 8. mengenal dan memahami bakat siswa merupakan perkara yang penting. Mereka dapat dilatih untuk memperoleh keterampilan-keterampilan tertentu. merupakan faktor khusus yang perlu dikaji. Bakat dan Dimensi Bakat adalah suatu kondisi atau serangkaian karakteristik dari kemampuan seseorang yang dengan suatu latihan khusus memungkinkannya mmencapai suatu kecakapan. ssehingga iia dapat hidup dengan baik di lingkungan tertentu yang menuntut penyesuaian tertentu pula.1. Debil. misalnya membersihkan tempat tidur. Mereka tidak mampu untuk merawat dirinya sendiri.2.2. Karena itu lebih bijaksana jika mereka ditempatkan di Sekolah Semi Luar Bisaa. pengetahuan dan ketrampilan khusus. Dalam diri seseorang terdapat kondisi atau karakteristik tertentu yang merupakan bekal atau modal untuk berbuat (bertingkah laku) 214 . yaitu : 8. Sedangkan faktor-faktor khusus seperti mengapa Jefri lebih suka menekuni musik dan dengan cepat dapat mengekspresikan isi hatinya ke dalam nadanada yang tersususn rapi dan dinamis.3. Mentally Deffective. Idiot. adalah kelompok individu yang perlu rawat (total care atau dependent). pelayanan bimbingan konseling mempunyai peran yang penting dalam pengembangan siswa. merupakan golongan yang kognitifnya tidak dapat berkembang. Dalam kegiatan pendidikan Munandir (2001:15-16) mengatakan.3. dan dipahami. Setelah pendidik menemukan bakat --. 4. Faktor umum inilah yang diukur dengan tes kecerdasan umum (general iintelligence ttest).3 Tes Bakat 4. serta Dono lebih cepat mengekspresikan apa yang ditangkapnya menjadi banyolan-banyolan segar.dan hal perlu dilakukan sedini mungkin. sedangkan mereka mempunyai gradasi kecerdasan yang sama. Kelompok ini dapat digolongkan menjadi tiga. bahkan kehidupannya sepenuhnya tergantung pada bantuan orang lain. Mereka ini dapat dididik untuk melakukan kebisaaan-kebisaaan yang baik untuk memenuhi kebutuhannya sendiri dan lingkungannya yang terkecil. Program pengembangan bakat siswa di sekolah dicapai melalui kegiatan pembelajaran dan bimbingan konseling. 8. 8. misalnya kemampuan berbahasa. Embisil. adalah mereka yang dikatakan sebagai individu yang mampu latih (trainable atau semi dependent). Pada umumnya kemampuan untuk menyerap faktor-faktor kebudayaan itu terdiri dari kemampuan umum yang minimal harus dipunyai untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Dari pengertian tersebut. menyemir sepatu. Maka hal-hal yang diajarkan kepada anak didik baik di sekolah maupun di lingkungan keluarga dan masyarakat adalah kemampuan-kemampuan yang mengandung unsur-unsur kebudayaan. Dengan demikian.1 Latar Belakang Kita telah mengetahui bahwa inteligensi menggambarkan kemampuan seseorang untuk memecahkan masalah-masalah di lingkungannya. menyapu lantai rumah.7.dan kemampuankemampuan siswa yang lain --. bahwa usaha untuk menemukan. tersirat beberapa hal yang dapat dijelaskan sebagai berikut:  Suatu kondisi atau serangkaian karakteristik kemampuan seseorang. kemudian dikembangkan dan disalurkan sehingga siswa dapat berkembang seoptimal mungkin. kemudian dikenali. misalnya membuat perkakas rumah tangga yang sederhana yang tidak membutuhkan kreativitas dan imajinasi yang tinggi seperti keset dari sabut kelapa. Borderline.

mengenal kemampuan tersebut dan mengembangkannya. bermain musik.. Bekal atau modal tersebut akan berkembang menjadi suatu kecakapan. Berbagai pendapat tentang bakat menunjukkan. seperti setiap analisis psikologis yang lain . dengan kata lain bersifat keturunan (atau genetis. kita tidak mengetahui secara pasti. 1992:17-18). Ability mempunyai tiga arti. alamiah) yang dengan latihan-latihan tertentu akan memperoleh berbagai macam pengetahuan dan keterampilan khusus seperti kemampuan berbahasa. sedangkan bakat memerlukan latihan dan pendidikan agar suatu tindakan dapat dilakukan di masa yang akan datang. Kemudian apa bedanya bakat dengan kemampuan dan prestasi? Bagi seorang pendidik pertanyaan tersebut di atas mempunyai arti penting.. tetapi seberapa besarnya. merupakan analisis tingkah laku. pengetahuan dan ketrampilan kkhusus. Sebaliknya ia tidak akan berkembang dengan baik jika ia tidak berbakat. Sebagian orang mengatakan. dan lain-lain. Pengetahuan kita bahwa seseorang berbakat ataukah tidak setelah kita mengetahui perkembangan seseorang kemudian.. Bila tugas penting ini dikesampingkan. pengetahuan dan keterampilan khusus jika memperoleh suatu latihan khusus  Kecakapan. Dengan demikian orang yang berbakat dapat berkembang optimal jika ia memperoleh suatu latihan khusus. Bakat yang diartikan dari aptitude merupakan suatu kemampuan bawaan. yang dapat diukur langsung dengan alat atau tes tertentu. sebab sifat-sifat seseorang dibawa sejak lahir. dimana kecakapan ini berkembang dengan perpaduan antara dasar dengan training yang intensif dan pengalaman 3) aptitude. yang dapat diukur secara tidak langsung dengan melalui pengukuran terhadap kecakapan iindividu. Prestasi yang sangat menonjol dalam suatu bidang mencerminkan bakat yang unggul dalam bidang tersebut (Munandar. Jadi prestasi merupakan perwujudan dari bakat dan kemampuan. Pengertian sejak lahir mengandung makna bahwa manusia sejak bayi memang sudah membawa “bibit bakat”. Bakat atau aptitude. bahwa bakat sering dikatakan merupakan kemampuan yang dibawa orang sejak lahir. bahwa analisis tentang bakat selalu . Suzuki (1993:1-2) mempunyai pandangan yang menarik. Pandangan ini sering kita dengar secara umum sebagaimana para ahli dan “orang awam” ada setuju bahwa bakat dibawa sejak lahir.. Tentang kata sejak lahir dalam kaitannya dengan bakat ini. Berbeda dengan bakat. Munandir (2001:15-16) mengatakan. kita harus mengetahui kemampuan diri kita sendiri. kemampuan bermain musik dan lain-lain. yaitu kualitas yang hanya dapat diungkap/diukur dengan tes khusus yang sengaja dibuat untuk itu. “Pertumbuhan karakter seorang anak adalah hal yang wajar. sementara yang lain mengatakan bahwa bakat tidak dibawa sejak lahir. yaitu : 1) achievement yang merupakan actual ability. Dan dari analisis tentang tingkah laku itu kita ketemukan. 2) capacity yang merupakan potential ability. maka dapat disimpulkan bahwa bakat adalah kemampuan manusia yang dibawa sejak lahir (kodrati. herediter). walaupun memperoleh latihan khusus. kemampuan merupakan daya untuk melakukan suatu tindakan sebagai hasil dari pembawaan dan latihan... Kita tidak dapat berbuat apa-apa bila seorang anak dilahirkan tanpa memiliki kemampuan seperti anak-anak yang lain. sebagai potensi yang masih perlu dikembangkan dan dilatih agar dapat terwujud. Kemampuan menunjukkan bahwa suatu tindakan (performance) dapat dilakukan sekarang. Sementara itu sebagian orang yang lain mengatakan. bahwa dalam tingkah laku itu kita dapatkan gejala sebagai berikut : 215 . seberapa kualitasnya. 1984a:169) dimasukkan dalam kemampuan (ability). keterampilan teknik.” Dengan demikian. Bakat dan kemampuan menentukan prestasi seseorang. bagaimana kita dapat mengatakan bahwa kita hidup dalam dunia yang beradab? Bakat seseorang tidaklah dibawa sejak lahir. antara lain berupa kemampuan berbahasa. oleh Woodworth dan Marquis (Suryabrata. Orang yang berbakat matematika diperkirakan akan mampu mencapai prestasi yang tinggi dalam bidang itu.

faktor kordinasi f. faktor ketelitian/ketepatan. (4) faktor untuk menghasilkan sistem. 2. faktor kecepatan gerak d. faktor berfikir konvergen. yang menitik beratkan pada gerakan. berusaha merumuskan faktor-faktor yang terkandung di dalam bakat itu. (2) evaluasi mengenai relasi-relasi. yang mempunyai tiga aspek itu adalah pengejawantahan dari kualitas individu yang didasari oleh bakat tertentu. (5) faktor untuk menghasilkan implikasi-implikasi yang unik e. Karena itu analisis tingkah laku ini memberi kesimpulan bahwa tingkah laku itu mengandung tiga aspek yaitu : (a) aspek tindakan (performance atau act) (b) aspek sebab atau akibatnya (a person causes a result) (c) aspek ekspresif. Dimensi inilah yang umumnya mendapat penyorotan secara luas. dimensi psikomotor. Dimensi intelektual. (4) faktor untuk menghasilkan transformasi. seperti word fluency. kepekaan indera b.(a) individu melakukan sesuatu (b) apa yang dilakukan itu merupakan sebab dari sesuatu tertentu (atau mempunyai akibat atau hasil tertentu) (c) dia melakukan sesuatu itu dengan cara tertentu. faktor berfikir divergen. seperti expressional fluency (kelancaran 216 . Dimensi ini mencakup enam faktor yaitu : a. faktor pengenalan. Tingkah laku individu. dan (2) faktor ketepatan dinamis. Guilford yang bertolak dari analisis faktor. (2) faktor untuk pengalihan kelas-kelas secara spontan. (3) faktor kelancaran dalam menghasilkan hubungan-hubungan. (4) evaluasi terhadap penting tidaknya problem (kepekaan terhadap problem yang dihadapi) d. dan ini meliputi faktor-faktor antara lain : a. 1. e. (4) pengenalan terhadap bentuk atau struktur. yang meliputi (1) faktor untuk menghasilkan unit-unit. faktor ingatan. Dimensi ini meliputi lima faktor. yang secara garis besar telah disebutkan di atas. orientasi waktu e. dan sebagainya. (3) faktor untuk menghasilkan sistem-sistem. 3. faktor impuls c. yang terdiri atas dua macam. (2) faktor untuk menghasilkan hubungan-hubungan. Di sini Guilford menjelaskan lebih jauh tiga dimensi yang tercakup dalam bakat. yang meliputi (1) evaluasi mengenai identitas. yang meliputi (1) faktor untuk menghasilkan nama-nama. kecepatan persepsi. (3) pengenalan terhadap hubungan-hubungan. (5) pengenalan terhadap kesimpulan c. yang menitik beratkan pada posisi. Dimensi perseptual Dimensi perseptual meliputi kemampuan-kemampuan dalam mengadakan persepsi. yang mencakup (1) pengenalan terhadap keseluruhan informasi. (2) faktor ingatan mengenai relasi. yaitu dimensi perseptual. (3) faktor ingatan mengenai sistem b. (3) evaluasi terhadap sistem. perhatian c. dan dimensi intelektual. yaitu : a. faktor evaluatif. faktor keluwesan (flexibility). yaitu (1) faktor kecepatan statis. orientasi ruang d. luasnya daerah persepsi f. karena memang dimensi inilah yang mempunyai implikasi sangat luas. ideational fluency. yang mencakup (1) faktor ingatan mengenai substansi. (2) pengenalan terhadap golongan (kelas). faktor kekuatan b. Dimensi psikomotor.

tes BAKUM hanya mengukur 5 faktor saja. Tes BAKUM (Bakat Umum) Tes BAKUM (Bakat Umum) disebut juga TKD (Tes Kemampuan Differensial) atau TINTUM 69 (Tes Inteligensi Umum). T. yaitu kemampuan untuk berfikir logis. Space Relation.Tes Bakum disusun atas dasar teori multiple factor yang dipelopori oleh Thurstone. yaitu Verbal Comprehension..mengungkapkan). GRE (Graduate Records Examination). Seluruh baterai tes BAKUM terdiri dari 10 persoalan untuk mengungkap 10 aspek bakat umum individu yaitu : Pemahaman sosial Kawasan Pengetahuan Analogi Verbal Logika Sosial Pemahaman Numerik Logika Numerik Kemampuan Analogi Berpikir Induktif-Deduktif Persepsi Keruangan Ketepatan Presisi : : : : : : : : : : Sikap terhadap situasi sosial praktis Ruang lingkup pengetahuan terhadap dunia luar Kemampuan analogi berpikir verbal Cara berfikir logis terhadap masalah-masalah sosial Penalaran berhitung dengan angka Logika berfikir dengan angka Kemampuan berfikir analogi Kemampuan berfikir deskriminasi-generalisasi Kemampuan pandang ruang (stereometri) Kemampuan persepsi secara tepat 217 . (5) faktor untuk transformasi divergen. P Perceptual Speed atau kecepatan persepsi yaitu faktor kemampuan untuk mengamati (persepsi) dengan cepat. 4. W Word Fluency (kefasihan kata-kata) yaitu faktor kelancaran atau kefasihan menggunakan kata-kata. yaitu kemampuan untuk bekerja dengan bilangan (kecakapan menghitung) S Space Relation (penguasaan ruang). Perceptual Speed dan Induction atau General Reasoning. Thurstone mengemukakan selusin faktor yang dirancang sebagai 7 faktor kemampuan mental primer (Manual TKD. Sebagai bahan orientasi dalam pengenalan tes bakat dalam buku ajar ini akan diuraikan secara singkat tentang tes BAKUM dan DAT. t. (6) faktor untuk menyusun bagian-bagian menjadi garis besar atau kerangka. yaitu kemampuan untuk mengadakan orientasi tempat dan ruang.3 Cara Pengukuran Bakat Dalam pengukuran bakat. Kecuali alasan di atas. khususnya persepsi dan visualisasi dalam tiga dimensi. tes bakat yang bisaanya dipergunakan antara lain BAKUM (Bakat Umum). & Thurstone. DAT (Differential Aptitude Test).3. dan faktor ini secara umum dianggap sesuatu indikator mudah tidaknya seseorang mengubah rasionya dan mengalihkan rasionya sesuai dengan kebutuhannya.G.) yaitu : V Verbal Comprehension (kemampuan verbal) atau faktor verbal. Tes BAKUM atu TKD atau TINTUM 69 adalah serangkaian tes kemampuan differensial yang praktis untuk mengetahui serangkaian bakat individu. tes BAKUM dikatakan praktis oleh karena administrasi tes dapat dilakukan secara klasikal dan waktu pelaksanaan relatif singkat (66 menit). SAT (Scholastic Aptitude Test). merupakan kemampuan menggunakan bahasa. (1941). N Number Facility atau faktor bilangan. cermat dan teliti I atau R Induction atau Reasoning (faktor penalaran). 1. L. GATB (General Aptitude Test Battery).L.th. karena dua tes inilah yang sering digunakan dalam layanan bimbingan dan konseling di sekolah. M Assosiative Memory atau faktor ingatan yaitu kemampuan untuk mengingat. Number Facility. Namun didasari oleh pertimbangan praktis. FACT (Flanagan Aptitude Classification Test).

Hasil tes BAKUM bisaanya disajikan dalam profil bakat sebagai contoh berikut : Aspek Bakat Pemahaman Sosial Kawasan Pengetahuan Analogi Verbal Logika Sosial Pemahaman Numerik Logika Numerik Kemampuan Analogi Berpikir Induktif-Deduktif Persespsi Keruangan Ketepatan Presisi Gambar 5 RS R Klasifikasi AR S CT • • • • • • • • • • Profil Bakat Umum (BAKUM) T TS 2. Abstract Reasoning (Penalaran Abstrak=AR) dapat mengungkapkan bagaimana sebaiknya seseorang untuk memahami ide-ide yang tidak dinyatakan dengan kata-kata atau angka-angka. dan dapat berfikir serta menalar dengan kata-kata. Clerical Speed and Accuracy (Kecepatan dan Ketelitian Klerikal=CSA) mmengukur bagaimana kecepatan dan ketelitian seseorang dalam membandingkan dan memperhatikan daftar tertulis seperti nama-nama atau angka-angka. membentuk gambar-gambar dari obyek-obyek padat dengan hanya melihat rencana (plant) di atas kertas yang rata. potongan-potongan gambar serta posisi. serta pemahaman seseorang terhadap hhukum-hukum yyang mendasari alat-alat. Space Relations (Tilikan Ruang=SR) dapat mengungkapkan bagaimana ssebaiknya seseorang dapat membayangkan. dan bagaimana jelasnya mereka untuk dapat berfikir serta mengadakan penalaran dengan angka-angka. Tes DAT banyak digunakan untuk penjurusan di SMU dan SMK dan akhir-akhir ini seringkali digunakan dalam konseling pendidikan dan pekerjaan bagi para remaja yang memasuki dunia kerja dan seleksi lamaran kerja. Tes DAT terdiri dari 8 sub tes yaitu untuk mengukur: Verbal Reasoning (Penalaran Verbal=VR) akan mengungkap bagaimana baiknya sesorang untuk dapat memahami ide-ide yang diekspresikan ssecara verbal. mesin-mesin dan gerakan-gerakan yang sederhana. antara lain diagram. Mechanical Reasoning (Penalaran Mekanis=MR) dapat mengungkapkan bagaimana dengan mudahnya seseorang dapat menangkap prinsip-prinsip umum fisika pada saat seseorang melihatnya dalam kejadian sehari-hari. Tes DAT (Differential Aptitude Test) Tes DAT dapat memberikan gambaran tentang keseluruhan bakat seseorang secara maksimal dan terperinci. Numerical Ability (Kemampuan Angka=NA) akan mengungkapkan kepada seseorang bagaimana sebaiknya mereka memahami ide-ide yang diekspresikan dalam angka-angka. Sub tes mengeja (spelling) dapat mengukur bagaimana baiknya seseorang untuk mengeja kata-kata umum dalam bahasa Indonesia (Inggris). sedangkan sub tes 218 . Language Usage : Spelling and Grammar (Pemakaian Bahasa: Mengeja dan Tata Bahasa) terdiri dari dua tes prestasi belajar yang singkat yang mengukur kemampuan-kemampuan penting yang perlu dipertimbangkan oleh seseorang bersama dengan tes bakat lainnya dalam DAT. serta bagaimana sebaiknya seseorang untuk berfikir dalam tiga dimensi. Hanya sub tes ini yang menuntut kecepatan kerja dalam DAT.

tanda baca dan pemakaian kata-kata dalam kalimat-kalimat yang mudah. VR 99 95 90 NA AR SR MR CSA Sp Stc SA 80 75 70 60 50 40 30 25 20 10 5 0 80 90 86 96 99 57 35 16 85 Gambar 6 Profil bakat berdasarkan Differential Aptitude Test 219 . Berikut ini disajikan kutipan profil bakat berdasarkan hasil tes DAT. kombinasi dari skor Verbal Reasoning dan Numerical Ability akan mengungkapkan kemampuan skolastik seseorang.tata bahasa (grammar) dapat mengukur bagaimana baiknya seseorang untuk dapat memahamai kesalahan-kesalahan tata bahasa. yaitu suatu kemampuan untuk menyelesaikan bidang studi-bidang studi atau program studi persiapan untuk memasuki perguruan tinggi di sekolah. Scholastic Aptitude (Bakat Skolastik=VR+NA). dan keberhasilan di perguruan tinggi. dan merupakan suatu estimasi yang bbaik tentang bakat skolastik.

RMIB. Tetapi dalam perkembangan selanjutnya digunakan untuk berbagai kepentingan. hasil tes bakat akan membantu guru pembimbing untuk mengarahkan/menyalurkan siswa sesuai dengan bakatnya sehingga siswa dapat menempati suatu jurusan/program khusus atau pekerjaan yang tepat sesuai dengan kemampuan dasarnya. 1988:41). Tes Minat Belajar. baik data yang diperoleh dengan teknik testing maupun non testing. dan teknik proyektif. Di antara model tes yang termasuk dalam selfreport inventory adalah Woodworth Personal Data Sheet (PDS). kebutuhan-kebutuhan sesorang dapat diklasifikasikan ke dalam 15 golongan yang dibuatnya berdasarkan suatu daftar kebutuhan pokok manusia yang disusun oleh Henry A.4.Penyajian hasil tes BAKUM dan DAT berbeda. Dari 20 kebutuhan pokok yang 220 . Karena itu pemahaman konselor tentang teknik memahami individu ini sangat penting dalam layanan bimbingan 4. Di antara tes yang termasuk ke dalam tes proyeksi adalah tes Rorschach. namun hanya EPPS. Self-report inventory bersifat “melaporkan keadaan diri sendiri” mengenai kehidupan testitif seseorang. artinya aspek-aspek yang bukan abilitas dan ‘kepribadian’ manusia (Martensi. dan hubungan sosial. Gambaran ini merupakan deskripsi tentang kemampuan individu. Namun demikian gambaran ini tidak dapat memberikan keputusan atau menjuruskan secara khusus atau memilihkan pendidikan atau pekerjaan bagi seseorang secara pasti. 4. pendidikan lanjutan dan pekerjaan 2) Menggambarkan kekuatan dan kelemahan individu. Tes kepribadian mencakup dua macam teknik.1 Idenitifikasi dan Dimensi-dimensi Kepribadian Edwards Personal Preference Schedule yang dikenal dengan singkatan EPPS ditujukan untuk mengungkap kecenderungan-kecenderungan aatau kebutuhan-kebutuhan (needs) khusus yang dimiliki seseorang. tes Permainan.2. Menurut Edwards. Edwards pada tahun 1953. Pada DAT skor di bawah persentil 50 digambarkan ke bawah sampai skor yang dimaksud.1 Hakekat Tes Kepribadian Tes kepribadian sering dibatasi sebagai tes yang bermaksud mengukur dan menilai aspek-aspek non kognitif. Dewanti. Akan tetapi sebagaimana dikemukakan oleh Stamboel (1986:119) dalam konteks tes kepribadian cukup dibatasi pada aspek pokok yang meliputi motivasi. sedangkan keputusan akhir tetap pada individu yang bersangkutan 3) Kaitannya dengan fungsi distributif.4. Semula tes ini disusun untuk kepentingan clinical psychology dan counseling. 4. Perlu diperhatikan bahwa penggunaan hasil tes bakat untuk kepentingan bimbingan dan konseling. dan Kraepelin. yaitu teknik self-reprot inventory. Wartegg. emosi. Edwards Personal Preference Schedule (EPPS) 4.2. yang diciptakan oleh Allen L. Rothwell Miller Inventory Blank (RMIB). Edwards Personal Preference Schedule (EPPS). melainkan harus dilengkapi dengan data yang lain tentang individu tersebut.3.4 Tes Kepribadian 4. Wartegg. dan Tes Minat Belajar. Thematic Apperception Test (TAT). pada dasarnya tidak dapat berdiri sendiri secara tunggal.4. Mugiarso. Aspek non kognitif ini sesuai dengan analisis faktor banyak jumlahnya. Data yang lengkap ini akan membantu individu membuat perencanaan dan keputusan lebih tepat. EPPS ini merupakan tes kepribadian yang bersifat self-report inventory atau personality inventory. Kuder Preference Record Vocational (KPRV).4 Pemanfaatan Hasil Pengukuran Bakat dalam Bimbingan Konseling Pengenalan dan pemahaman bakat individu dalam layanan bimbingan dan konseling secara eksplisit dapat digunakan untuk : 1) Membantu dalam merencanakan dan membuat keputusan tentang pilihan jurusan/program khusus. Berbagai tes kepribadian di atas tidak akan dikemukakan semua. dan di atas persentil 50 digambarkan ke atas sampai skor yang dimaksud. Murray dan kawan-kawan.

Autonomy : untuk berdiri sendiri dalam membuat keputusan. Mengadakan re tes b. Testi belum integrated (menyatu) dengan pernyataan EPPS b. Abasement : untuk merasa bersalah bila. merasa takut dan rendah diri. untuk diperlakukan sebagai pemimpin. untuk memerintah orang lain.orang lain berbuat kesalahan. kemudian oleh Edwards disusun menjadi 15 (Sugiyanto. untuk suka mempermainkan orang lain. untuk mengampuni dan berlaku dermawan terhadap orang lain. dkk. Pasangan dari suatu variabel dipasangkan dengan pernyataan dari variabel lainnya. Hal ini dimaksudkan untuk melihat dan mengetahui konsistensi (con) jawaban-jawaban testi yang dikenai EPPS. Change : untuk berbuat sesuatu yang baru dan berbeda. sehingga diperoleh 210 pasang pernyataan. Macam-macam kebutuhan tersebut adalah : untuk berbuat sebaik mungkin. agar kecenderungan yang sama terletak pada garis atau kolom yang sama. Edwards membuat 9 (sembilan) macam pernyataan yang isinya menunjukkan sikap dan kecenderungan dari kebutuhan-kebutuhan tersebut. Memberikan bimbingan konseling Achievement : 221 . Deference : untuk menyuruh orang lain memutuskan sesuatu pendapat bagi dirinya. Aggression : untuk menyerang pendapat orang lain yang berbeda. untuk memahami dan mengerti perasaan-perasaan orang lain. Order : untuk berbuat secara teratur dan rapih dengan perencanaan sebelumnya. untuk supaya orang lain bersimpati dan mengerti tentang dirinya. untuk menyelesaikan tugastugas yang sukar dan menarik. untuk ingin mengikuti perubahan-perubahan keadaan dan kebudayaan. untuk menghindari urusan dan campur tangan orang lain. Dari setiap kebutuhan tersebut di atas. 1984:81-83). untuk tidak ingin diganggu selama bertugas. maka kesimpulan hasil jawaban testi dinyatakan inconsistence (diragukan). Dominance : untuk mengatasi dan mempengaruhi orang lain. Succorance : untuk menerima bantuan atau afeksi dari orang lain. Penyebab terjadinya jawaban incon ini mungkin: a. Endurance : untuk bertekun dalam tugas-tugas yang dihadapinya. untuk menyesuaikan apa yang diharapkan dari orang lain terhadap dirinya. Pemasangan pernyataan-pernyataan ini mengikuti suatu pola tertentu seperti yang terlihat pada kertas jawaban (answer sheet). Affiliation : untuk baik hati. Bila jawaban consisten di bawah 10 atau jawaban incon di atas 5. Testi mengalami konflik c. Testi cenderung tidak jujur.disusun Murray. Intraception : untuk menganilisis motif-motif dan perasaan-perasaan diri. untuk ikut ambil bagian dengan temanteman sekelompok. untuk bekerja bersama atau berbuat sesuatu dengan orang lain. Menghadapi kasus ini langkah yang dilakukan guru pembimbing adalah : a. Exhibition : untuk menjadi pusat perhatian. Selanjutnya Edwards menambahkan 15 pasang pernyataan sebagai pengulangan dari pernyataan yang sudah ada. untuk menonjolkan sesuatu prestasi atau mengatakan keberhasilannya. Nurturance : untuk menolong teman dan orang lain yang mengalami kesulitan. untuk menerima fitnahan. Heterosexuality : untuk bergaul bebas dengan lawan jenisnya untuk ikut aktif dalam pertemuan di mana orang dari jenis lain hadir.

2. pada sisi lain kecenderungannya untuk menyesuaikan pendapatnya dengan orang lain agak rendah.4.n. Ia termasuk orang yang berdisiplin tinggi. Namun demikian dia orang yang sangat jujur.2. Prasetyo Dari contoh psikogram sebagaimana dipaparkan di atas. Pada prinsipnya testi harus menjawab semua item yang berjumlah 225. Kesehariannya ia kadangkala nampak ikut berperan serta dalam pergaulan dengan teman sekelompoknya dan kadangkala iia mmau memahami perasaan orang lain. akan diperoleh standard score (ss) EPPS. maka hasil pekerjaan EPPS tidak dapat dianalisis dan diinterpretasi. Skor standar ini selanjutnya disajikan dalam profil/ psikogram seperti berikut. tanpa batasan waktu ketat selama 60 menit.4.Tes ini diberikan untuk orang dewasa (minimal berpendidikan SLTA) dengan waktu penyajian antara 40-60 menit. BBahkan ia cenderung menonjolkan kekuasaan dan pengaruhnya. Tetapi ia tidak mau menerima bantuan dan simpati orang lain jika menghadapi persoalan. 4. Kecenderungan Kepribadian (Needs) Achievement Deference Order Exhibition Autonomy Affiliation Intraception Succorance Dominance Abasement Nurturance Change Endurance Heterosexuality Aggression Consistence Klasifikasi AR S CT • • • • • • • • • • • • • • • RS R T • TS Gambar 7 Profil/Psikogram Hasil EPPS a. dengan senang hati akan menolong orang lain yang mengalami kesulitan. waktunya ditambah sampai seselesainya. tekun dalam menyelesaikan tugas yang menjadi tanggung jjawabnya. agak mudah bergaul dengan lawan jenis. keinginannya menonjolkan diri (pamer) cukup tinggi. data EPPS tersebut dapat dikomunikasikan atau diterjemahkan ke dalam bahasa awam. Jika tidak selesai menjawabnya.2 Profil Laporan Ilmiah dan Awam Setelah disekor. Sedangkan segi negatif yang menonjol pada dirinya adalah bahwa ia suka sekali mengikuti perubahan dan suka menyerang pendapat orang lain. Prasetyo memiliki dorongan untuk berprestasi yang tinggi sekali.3 Kegunaan EPPS 222 . kurang lebih sebagai berikut ini. 4. bahkan ia lebih suka memutuskan sendiri apa yang ingin dilakukannya. Segi positif yang ada pada dirinya antara lain ia mau menerima kesalahan orang lain yang menjadi tanggung jawabnya. Namun jika sampai 60 menit tidak selesai.

(4) Teknik interpretasi secara teknis dan awam membutuhkan keterampilan yang tinggi dari interpreternya. (2) Materinya yang banyak akan menimbulkan kejenuhan pada testi. yang pada saatnya dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas dan menyalurkan ssumber ddaya manusia sesuai dengan tugas dan kewajiban yang diberikan kepadanya. Dalam pelaksanaannya tes ini ternyata mampu mengungkap ada tidaknya sesuatu atribut pada kepribadian seseorang dan apabila ada dapat pula diungkap seberapa besar kecenderungannya. ttesti ssuka mmenentang. prosedur skoring tes ini melelahkan dan menjenuhkan. riset dengan menggunakan EPPS akan dapat memberikan masukkan yang cukup lengkap tentang kecenderungan kepribadian seseorang. (4) Riset Sumber Daya Manusia Untuk mengetahui kemampuan sumber daya manusia dalam berbagai kepentingan. Dari data ini bisa ditelusuri sebab-sebab inkonsisten tersebut antara lain mungkin karena testi menolak rangsang (tidak mau bekerja sama dengan orang lain/tester).4. Hal ini dapat diketahui dengan melihat jawaban atas item-item tertentu yang berpasangan sebagaimana telah disebutkan ddi muka. testi sedang mengalami konflik. Jawaban yang berbeda menunjukkan testi tidak jujur (inconsistence). testi tidak siap diberi tugas (tidak integrated). 4. (3) Individu mempunyai kemampuan dan kesadaran untuk menyatakan keadaan dan penghayatannya menurut apa adanya. Sebaliknya faking bad merupakan kecenderungan testi untuk memilih pernyataan yang 223 . Dengan EPPS yang merupakan self-report inventory. Misalnya testi cenderung inkonsisten. Selain kelebihan. Faking good merupakan kecenderungan testi untuk memilih pernyataan yang dianggap baik-baik saja. (3) Bagi korektor. promosi jabatan diinginkan. EPPS juga mempunyai beberapa kelemahan yang perlu diperhatikan yaitu : (1) Terikat budaya Sebagai tes yang menggunakan bahasa. mempunyai nilai yang cukup efektif dengan menggunakan EPPS. Hal ini misalnya jika tes dilakukan untuk seleksi penerimaan pegawai. dan testi tidak jujur.4 Kelebihan dan Kelamahan EPPS Sebagai suatu tes psikologis EPPS mempunyai beberapa kelebihan antara lain : (1) Dapat mendeteksi tingkat kejujuran testi yaitu dengan melihat tingkat konsistensinya. (3) Psikoterapi Dengan melihat data EPPS terapis akan dapat memberikan treatment yang sesuai dengan masalah yang muncul dari 15 kecenderungan kepribadian testi. khususnya pada kecenderungan kepribadian tertentu yang menonjol.2. (2) Individu adalah orang yang paling tahu tentang keadaan dirinya sendiri.Dalam prakteknya EPPS sering kali digunakan untuk kepentingan diagnosis dalam bidang : (1) Seleksi dan Penempatan Seleksi dan penempatan karyawan baik di lingkungan instansi pemerintah maupun swasta. baik negatif maupun positif. tes ini harus diadaptasikan pemakaiannya. maka kita akan mendapatkan gambaran yang relatif benar tentang kepribadian (kecenderungan kepribadian) testi. (2) Bimbingan Konseling Berdasarkan data EPPS seorang guru pembimbing dapat memberikan layanan bimbingan konseling. (5) Sering terjadi adanya pemalsuan jawaban testi baik yang bersifat faking good maupun faking bad. walaupun itu tidak sesuai dengan dirinya (kata hatinya). Karena dengan EPPS akan dapat diketahui kecenderungan-kecenderungan pribadi testi untuk diterima atau ditempatkan pada job yang sesuai dengan kepribadiannya.

tes diperluas dari 9 menjadi 12 kategori oleh Kenneth Miller.1 Identifikasi Tes RMIB Tes RM atau Rothwell Miller atau The Rothwell Miller Inventory Blank (RMIB) menurut sejarahnya disusun oleh Rothwell pertama kali pada tahun 1947. …. ….4..3 Rothwell Miller Inventory Blank (RMIB) 4. …. Saat itu tes ini hanya memiliki 9 jenis kategori dari jenis-jenis pekerjaan yang ada. Sekolah/Kelas : ……………………………………. …. …. lebih cocok apabila diberikan kepada orang dewasa f. score dapat disusun dengan lebih cepat d. Hal ini didasarkan pula atas ideaidea stereotype terhadap pekerjaan yang bersangkutan. …. …. …. Ahli Pembuat Alat-alat Ahli Statistik Insinyur Kimia Industri Penyiar Radio Artis Komersial Pengarang Dirigen Orkes Psikolog Pendidikan Sekretaris Perusahaan Ahli Bangunan Ahli Bedah Ahli Kehutanan …. …. ….dianggap negatif. …. 4. dapat dimasukkan ke dalam susunan batteray test b. Minat seorang siswa dalam belajar berkaitan dengan pekerjaan yang akan ditekuni kelak. …. tes interest tersebut disebut sebagai tes interest Rothwell-Miller. PRIA 224 . Kemudian pada tahun 1958. Tes ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengukur interest seseorang berdasarkan sikap seseorang terhadap suatu pekerjaan. Hal ini misalnya jika tes dilakukan untuk seleksi wajib militer.. …. cek dulu pekerjaan anda. ….. hasil keseluruhan tes akan memperlihatkan pola interest dari testi. Hal-hal yang merupakan kekhususan (Manual The Rothwell-Miller Inventory Blank) dari tes ini adalah: a. Sejak itu.3. …. lebih mudah dikerjakan oleh testi c.4. Contoh tes RM adalah sebagai berikut: FORMULIR TES MINAT : ROTHWELL MILLER Nama : ………………………… Usia …….. walaupun itu tidak sesuai dengan dirinya (kata hatinya). …. …. tugas pengisian dari tes ini akan menimbulkan interest testi dan kerja sama yang aktif sifatnya e. Tester : ……………………… PETUNJUK : Tulislah nomor urut pekerjaan di bawah ini dari yang paling Anda sukai dengan menuliskan 1 sampai dengan yang paling tidak disukai dengan menuliskan angka12 pada kolom A sampai I. …. …. Sebelum diserahkan pada tester. …. Jangan ada yang dilewatkan ! Petani Insinyur Sipil Akuntan Ilmiawan Manager Bidang Penjualan Seniman Wartawan Pianis Konser Guru Sekolah Dasar Manajer Bank Tukang Kayu Dokter A …. Tanggal ……… Nomor : …. …. ….

Pada dasarnya adalah suatu pekerjaan yang membutuhkan kontak (hubungan) dengan orang lain Aesthetic. bernyanyi atau membaca sesuatu yang berhubungan dengan music. kegiatan membaca. ….3. yaitu minat terhadap tugas-tugas rutin yang menuntut kecepatan dan ketelitian Practical. diskusi.Auditor Ahli Meteorologi Salesgirl Guru Kesenian Penulis Drama Komponis Kepala Sosial Resepsionis Penata rambut Dokter Hewan Pramugari Kapal Petugas Mesin Jahit C …. : : : : : : : : : Out door. …. Cler Prac Med : : : 225 . 9. …. 8.4. 3. …. penyembuhan dan di dalam bidang medis serta hal-hal biologis pada umumnya. eksperimen. …. …. alat-alat dan daya mekanik. …. …. Testi tes diminta untuk menuliskan ranking suka dan tidak suka dalam setiap kelompok pekerjaan dari rangking 1 sampai dengan 12 tanpa harus urut. yaitu minat terhadap kesejahteraan penduduk. ….S. …. 11. dan mempunyai idea yang besar atau kuat tentang pelayanan Clerical. …. yaitu pekerjaan yang aktivitasnya dilakukan di luar ruangan atau di udara terbuka. 2. …. yaitu pekerjaan yang berhubungan dengan manusia. 7. misalnya pada kelompok pekerjaan A testi menuliskan rangkingnya dari atas ke bawah 5. yaitu pekerjaan yang berhubungan dengan hal-hal yang bersifat seni dan menciptakan sesuatu Literary.2 Aspek-aspek (dimensi-dimensi) yang diukur Suka dan tidak suka terhadap kelompok pekerjaan merupakan faktor yang diukur oleh tes RM ini. …. kimia dan ilmu pengetahuan pada umumnya Personal contact. Keinginan untuk mengerti orang lain. dengan keinginan untuk menolong dan membimbing/menasehati tentang problem dan kesulitan mereka. 4. Computational. Penghargaan terhadap musik Social service. mengarang Musical. …. Pekerjaan yang berhubungan dengan minat seseorang dalam tes RM digolongkan dalam 12 jenis pekerjaan yaitu: Out Mec Com Sci Pers Aest Lit Mus S. karya pertukangan dan yang memerlukan keterampilan Medical. 6. …. yaitu pekerjaan yang dapat disebutkan sebagai keaktifan dalam analisis dan penyelidikan. …. membujuk. yaitu pekerjaan yang berhubungan dengan buku-buku. yaitu pekerjaan yang berhubungan dengan angka-angka Scientific. atau untuk mendengarkan orang lain bermain. atau pekerjaan yang tidak berhubungan dengan hal-hal yang rutin sifatnya. …. Mechanical. 1. yaitu pekerjaan yang berhubungan dengan atau menggunakan mesin. 4. …. mengurangi akibat dari pada penyakit. yaitu minat terhadap pengobatan. …. yaitu minat terhadap pekerjaan-pekerjaan yang praktis. 10. …. WANITAA Ahli Biologi Agen Biro Iklan Dekorator Interior Ahli Sejarah Kritikus Musik Pekerja Sosial Penulis Steno Penjilid Buku Apoteker Ahli Pertamanan Petugas Pompa Bensin Petugas Mesin Hitung …. …. …. yaitu minat memainkan alat-alat musik. bergaul dengan orang lain. 12.

4 Tes Minat Belajar 4. Sekretaris e.4.1 Identifikasi Tes minat belajar berupa buku yang terdiri dari 176 daftar pernyataan yang harus dijawab semuanya oleh responden. Kombinasi dari jenis minat belajar tersebut akan menggambarkan profil minat siswa dalam bidang Bahasa.4. Asumsinya.4. Biologi i.4. Kesenian k. S R T Memasukkan telur ke dalam mesin pengeram dan membukanya satu per satu setiap hari untuk melihat bagaimana perkembangan anak ayam …………………………………………………………………. perseptual dan tingkah laku. 176. Tidak Suka).Kombinasi sekor-sekor yang diperoleh dari tes RM dapat digunakan untuk berbagai kepentingan misalnya penjurusan di SMU. Musik Untuk mengungkap 11 minat belajar tersebut disusun 176 daftar pernyataan secara simultan. dalam usaha memecahkan problem waktu reaksi. Home economic d.. Teknik j. 4. Kraepelin menyusun tes yang kemudian digunakan ssebagai ddasar psikologis untuk 226 . yang dalam penelitiannya ia kerjakan di laboratoriumnya di Lepzig menggunakan pasien-pasien psikiatrik.4. IPS. sensori motor.2 Aspek-aspek (dimensi) yang diukur Tes minat belajar ini dalam mengukur minat belajar seseorang dilakukan dengan cara mengukur minatnya terhadap pekerjaan-pekerjaan tertentu melalui pilihan Sika. 4.5. Sosial b. Matematika g. Tes minat belajar digunakan di sekolah dalam rangka mengukur 11 minat terhadap lapangan belajar/pekerjaan khusus yaitu: a. IPA. dan pernah menjadi murid Wilhelm Wundt. penempatan pekerjaan. Pada permulaan tahun 1880 ia bekerja pada laboratorium Wundt. studi lanjutan di perguruan tinggi.1 Identifikasi Tes Kraepelin Koentjoro dan Nuryati Atamimi (1984 : 1) mengatakan tes Kraepelin ini diciptakan oleh Emile Kraepelin seorang psikiater dari Jerman yang hidup antara tahun : 1856-1926. Lembar jawaban tes terpisah dengan buku tes. Dari sini dasar-dasar pemikiran Wundt berpengaruh dalam bidangnya terutama dalam pemecahan masalah kerancuan Neurologis.4. Pada setiap pernyataan didahului dengan dengan pilihan jawaban S R T (Suka. Dengan dasar pemikiran adanya perbedaan dari faktor-faktor yang khas pada proses sensori sederhana. Ragu-ragu atau tidak menyatakan sikap suka atau tidak suka. Raguragu. 5 Tes Kraepelin 4. Contoh daftar pernyataan tes minat belajar adalah sebagai berikut: 1. Tidak Suka terhadap penryataan-pernyataan yang disediakan. Kesehatan f. S R T Mempelajari hukum dan keputusan-keputusan pengadilan yang dipakai dalam lapangan perusahaan/perdagangan 4.4. Bussines c. seorang yang berminat terhadap pekerjaan tertentu berkaitan dengan pelajaran-pelajaran tertentu yang harus disiapkan untuk pekerjaan yang akan dilakukannya. Fisika h. Setiap minat terdiri dari 16 soal (item tes).

dengan cara mengubah tekanan skoring dan integrasinya. Dengan berdasarkan pada alat tes ciptaannya ia berusaha memperluas penggunaannya untuk menyusun tipologi kepribadian manusia antara normal dan abnormal. Di antara tes yang dipakai oleh Kraepelin adalah Simple arithmatic test.mengklasifikasikan kecanduan psikiatrik. Simple arithmatic test inilah yang kini dikenal dengan nama tes Kraepelin (tes K) yang pada awalnya merupakan tes kepribadian dan dalam perkembangannya telah berubah menjadi tes bakat. yang digunakan oleh Kraepelin untuk mengukur Practice effect. Dari penelitian ini Kraepelin menyusun dua golongan besar psikosis fungsional yaitu manic depresive dan dementia praecox. 227 . Memory dan lain-lain yang berhubungan dengan kelelahan dan Distraction.

Faktor kecepatan atau speed factor b. Hal ini dicontohkan oleh Marcham Darokah. dapat diprediksikan adanya gejala kelelahan dan mungkin gejala neurasthenia. menurut Marchan Darokah (1967) seperti yang dikutip oleh Koentjoro dan Nuryati Atamimi (1984 : 3). Faktor keajegan atau ritme fact d. dapat diprediksikan sebagai adanya perfeksionis. Setelah 15 detik dan ada aba-aba. 4. artinya pada suatu ketika terjadi hasil rendah. Sebagai tes kepribadian. 3) Hasil tes menunjukkan ritme yang tajam. sehingga dapat disimpulkan adanya gejala epilepsi. yaitu : a. Testi bertugas menjumlahkan angka-angka tersebut dalam dua angka yang berdekatan dalam setiap lajur dari bawah ke atas.5. Hasil ini dapat diinterprestasikan dengan menggunakan dasar faktor-faktor bakat yang terkandung didalamnya.5. dengan waktu 15 detik. 5) Di dalam grafik hasil tes menunjukkan garis naik tegak lurus atau tetap secara kaku. 2) Bila terdapat salah hitung terlalu banyak dalam menjumlah angka dan dibawah minimum normal. dan dari bawah ke atas membentuk 28 baris.2 Tes Kraepelin Sebagai Tes Kepribadian Tes Kraepelin sebagai tes kepribadian. Namun bila ditinjau dari jenis isi itemnya. tergolong dalam "convergent thinking". ini disebabkan pada suatu saat kehilangan ingatannya. Setelah perhitungan objektif dilakukan. 4. tes Kraepelin antara lain mempunyai kegunaan sebagai berikut : 228 . (Mahasiswa dapat memperoleh pemahaman yang utuh setelah mempelajari Manual Tes Kraepelin dan mempraktekkannya).4 Kegunaan dalam Bimbingan Konseling Dalam kegiatan bimbingan konseling di sekolah. maka testi harus pindah ke lajur berikutnya tanpa harus menyelesaikan lajur yang sedang dikerjakan.3 Tes Kraepelin sebagai Tes Bakat Tes Kraepelin sebagai tes bakat dimaksudkan untuk mengukur "maximum performace" seseorang. Begitu seterusnya sampai 50 lajur selesai dalam waktu 12' 30''. misalnya : 1) Bila hasil menjumlahkan angka-angka “ansich”.4. Lajur dari kiri ke kanan terdiri dari 50 lajur. paling tidak tentang performance kepribadiannya sebagaimana disebutkan di atas.Karakteristik tes ini adalah materinya hanya berupa angka-angka 1 sampai dengan 9 yang disebar secara acak membentuk lajur dan baris. 6) Di dalam grafik hasil tes menunjukkan penurunan hingga minimum normal. 4) Bila terdapat range ritme yang terlalu besar pada hasil tes hingga dibawah minimum normal. diprediksikan bahwa testi mengalami distraksi mental atau "mental disorder". Faktor ketelitian atau accuracy factor c.gangguan emosional.4. rendah sekali dan tidak pada kedudukan minimum normal hal ini dapat diprediksi bahwa ada gejala depresi mental pada testi. sebagaimana dikutip oleh Kuntjoro dan Atamimi (1984 : 2).5. tes Kraepelin mempunyai nilai diagnosis yang cukup handal untuk memberikan informasi tentang kepribadian seseorang. Karena itu tekanan skoring dan interpretasinya didasarkan pada hasil-hasil test secara objektif.4. tergolong dalam faktor "numerical facility" yaitu kecakapan uuntuk menggunakan angka dengan cepat dan teliti. dapat diprediksikan bahwa testi mengalami gangguan. 4. dan bukan proyektifnya. Hasil perhitungan angka dalam mengerjakan tes ini menurut Freeman (1962) sangat dipengaruhi oleh faktor sensori perception dan "motor response". digunakan untuk menentukan tipe "performance". Faktor ketahanan atau ausdauer factor Menurut Guilford (1959) penjumlahan item yang berupa angka-angka satuan ini bila ditinjau dari fungsi mental.

Hal ini akan kelihatan pada hasil tes pada aspek kecepatan kerja.5 Kelebihan dan Keterbatasan Tes Kraepelin Tes Kraepelin mempunyai beberapa kelebihan yaitu antara lain : a. Dengan demikian penggunaannya terbatas kepada orang-orang yang mempunyai kemampuan baca tulis. keajegan dan ketahanan kerja yang berbeda. b. karena pada pekerjaan tertentu membutuhkan ketelitian yang lebih baik dibandingkan dengan kecepatan kerja. Hal ini karena skoring yang kita lakukan selama ini masih dengan cara manual. keajegan dan ketahanan kerja) yang selanjutnya dapat dipergunakan untuk pertimbangan : a. Alat ukur yang praktis dan bebas budaya e. 2) Dapat mengungkap empat aspek bakat siswa (ketelitian. Pada saat mengerjakan tugas mereka yang tidak mempunyai kemampuan berfikir cepat akan sulit menyesuaikan diri dengan materi tes. c. kecepatan. b. kecepatan. sehingga dengan melihat bakatnya dari hasil tes Kraepelin guru pembimbing dapat memberikan saran program studi apa yang sesuai untuk siswa. Tes Kraepelin juga bersifat power test sehingga dapat mengukur daya tahan atau ausdouer seseorang dalam menyelesaikan tugas yang menjadi tanggung jawabnya d. sehingga kepada siswa dapat diberikan terapi yang sesuai dengan masalahnya. d. guru pembimbing dapat mengetahui masalah-masalah kepribadian yang dialami oleh siswa. dan komponen sekolah yang lain dalam kurun waktu tertentu. dapat digunakan untuk seleksi yang mempunyai nilai kompetitif. c. Tes ini tidak tepat untuk teknisi dan olahragawan.4. karena untuk melanjutkan studi diperlukan syarat bakat yang berbeda satu dengan lainnya. artinya testi cenderung terdorong untuk bersaing dengan testi lain c. lanjutan studi. Karena itu pelaksanaan skoringnya menjenuhkan. 1990 : 27) menyebutkan: 229 . karena jurusan/program yang satu dengan lainnya mensyaratkan bakat ketelitian. Cronbach sebagaimana dikutip Waridjan (dalam Tim Pengembangan MKDK IKIP Semarang. satu tahun ajaran ataupun satu jenjang pendidikan dari kelas I sampai kelas yang terakhir di lembaga pendidikan tersebut. Konon tes ini dapat disekor dengan komputer tetapi penggunaannya masih terbatas.1) Dengan melihat hasil performancenya. karir/pekerjaan.1 Latar Belakang Prestasi belajar merupakan sasaran personal yang terlibat dalam proses belajar mengajar di sekolah. Testi dituntut kemampuan baca dan tulis.5. misalnya satu catur wulan. Memberikan informasi tentang penempatan dan dapat menemukan kasus yang dihadapi testi. Dengan demikian pemahaman tentang bakat siswa menurut tes Kraepelin ini akan membantu siswa menentukan pilihan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuannya. Pada hakekatnya prestasi belajar merupakan cermin keberhasilan proses belajar mengajar yang telah dilakukan oleh guru.5 Tes Prestasi Belajar 4. Testi juga dituntut mempunyai kemampuan berfikir cepat. Namun demikian tes Kraepelin juga mempunyai keterbatasan antara lain seperti berikut : a. 4. Dapat mengungkap bakat dan kepribadian sekaligus dengan melihat hasil kerja testi b. 4. khususnya kemampuan baca tulis angka atau matematik sederhana. siswa. Tehnik skoring tes ini juga memerlukan ketelitian dari korektornya. Karena tes ini tidak memberikan kesempatan pada testi untuk menimbang jawaban yang benar.5. Sebagai tes yang bersifat speed test. penjurusan.

kemarin tubuhnya miring ke kiri dan ke kanan. dengan usaha yang dilakukan secara sadar tersebut individu mempunyai tujuan mendapatkan kecakapan baru (tingkah laku baru). Karena itu ia berusaha memperoleh jadwal puasa dan waktu sholat dari lembaga-lembaga yang dapat dipercaya. dari hari ke hari ia belajar dari pengalaman batinnya. usaha tersebut dilakukan secara sadar. atau isu-isu. kita menyatakan bahwa dia telah mempelajari sesuatu. mungkin pula sebentar.If the person makes a different response this month than the made a month ago.  tanpa mengalami seseorang tidak belajar.  Memperoleh berbagai sikap. Perolehan ini lebih ilmiah dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya karena dikonstruk dengan cara-cara ilmiah. Berdasarkan pada perbuatan dirinya sendiri dan/atau orang lain. misalnya seseorang yang pada saat berpuasa menunggu waktu berbuka listrik mati. action. berarti matahari sudah terbenam dan dengan waktu berbuka telah tiba. maupun objek dan isuisu yang terjadi tersebut. Ia pernah mendengar dari orang tuanya bahwa berdasarkan pengalaman “orang-orang tua dulu” kalau sudah ada kelelawar terbang. orang lain. Pengalaman itu dapat berupa pengalaman fisik maupun pengalaman batin. dan keterampilannya bersepeda makin baik pula. learning. Or. Keempat. Proses menilai dan kemudian bersikap sesuatu tersebut merupakan perbuatan belajar. dan jika kelelawar sudah muncul. dan bagaimana seseorang berperilaku yang serasi dan sehat. atau lebih tepat belajar tertunjukkan oleh adanya perubahan tingkah laku sebagai hasil mengalami sesuatu. 1984:321) menyatakan bahwa belajar adalah perbuatan untuk memperoleh kebisaaan. ilmu pengetahuan dan berbagai sikap. Kedua. Pengertian yang dikemukakan Crow & Crow dapat dijelaskan sebagai berikut:  Belajar merupakan perbuatan. sehingga seseorang itu  Memperoleh sesuatu kebisaaan. objek.  Memperoleh ilmu pengetahuan. orang lain. Dalam pengertian ini terkandung unsur-unsur berikut : Pertama. suatu aktivitas dalam diri individu (baik fisik maupun psikis). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa belajar merupakan suatu usaha sadar yang dilakukan individu untuk mendapatkan kecakapan baru melalui suatu proses perubahan sebagai hasil mengalami sesuatu.  Pengalaman itu membawa perubahan yang berarti dalam perkembangan dirinya. dan jatuhlah ia. apa. 230 . Crow & Crow (dalam Kasijan. disengaja. mengamati objek dan isu-isu yang terjadi seseorang menilai positif atau negatif terhadap dirinya sendiri. misalnya dari hari ke hari keseimbangannya semakin baik. Kebisaaan-kebisaaan melihat kelelawar tersebut mungkin saja tidak dapat dilakukan karena terjadi hujan. belajar ditandai adanya suatu usaha. setiap kali menjelang waktu berbuka ia ke luar rumah mengamati kelelawar. Misalnya hari ini seseorang memperoleh pengalaman bahwa agar dapat naik sepeda dengan baik ia harus menjaga keseimbangan badan. Perbuatan ini ia lakukan berulang-ulang. Dalam hal ini individu mulai dari tidak tahu berubah menjadi tahu. Pengertian di atas dapat diidentifikasikan bahwa belajar mengandung makna:  Ditunjukkan adanya proses mengalami sesuatu yang berbeda dari waktu ke waktu. kecakapan baru tersebut diperoleh melalui suatu proses perubahan yang mungkin memakan waktu lama. perilaku seseorang yang dilakukan dengan sengaja dan/atau tidak sengaja. more pricisely. Ketiga. Apabila seseorang pada bulan ini melakukan reaksi yang berbeda dengan reaksinya bulan lalu. is shown by a change in behavior as a result of experience. we say that he has learned something. mulai dari tidak cakap berubah men-jadi cakap dalam sesuatu hal. Sikap adalah penilaian umum yang dibuat seseorang terhadap dirinya sendiri. mengapa. sehingga ia tidak dapat mendengar adzan dari masjid yang jaraknya cukup jauh dari rumahnya. sebagai pedoman beribadah.

1968). 8 dan 9. Tes hasil belajar yang bersifat umum mengukur efek pengalaman yang secara relatif dicakup oleh suatu unit pengalaman yang distandardisasikan. dan bimbingan konseling. 4.bidang khusus yaitu terutama tes membaca. satu tahun ajaran dan seterusnya. masing-masing terdiri 4 atau 5 bentuk yang ekuivalen (Anastasi. Tes ini didasarkan atas tujuan pendidikan yang bersifat umum. rajin atau tidak dalam mengikuti pelajaran. 4. Selain tes hasil belajar yang distandardisasikan ada pula tes hasil belajar buatan guru (Stamboel. yaitu suatu rencana pelajaran. Dalam kegiatan belajar mengajar diharapkan dapat diperoleh perubahan tingkah laku. yang terutama digunakan dalam bantuan terhadap anak yang mengalami kesulitan belajar. misalnya satu catur wulan. 2) Tes semacam ini dikonstruksikan dengan keahlian oleh ahli-ahli dalam bidang konstruksi tes. Selain dibedakan tes hasil belajar yang bersifat umum dengan tes hasil belajar khusus. a.1 Tes Hasil Belajar Yang Distandardisasikan Di sini akan dibicarakan tes hasil belajar yang bersifat umum dan khusus. proses perubahan dalam diri individu dikarenakan individu tersebut mengalami sesuatu secara langsung. Batere pertama untuk kelas I sampai kelas 6 SD. umpamanya kursus bahasa tertentu. mencek standar.2 Jenis dan Fungsi Pengukuran Hasil Belajar Tes hasil belajar yang distandardisasikan merupakan tes psikologi yang paling maju perkembangannya.2. yang diambil dari suatu populasi anak normal pada sekolah-sekolah umum. 231 .2 Tes Hasil Belajar Buatan Guru Tes hasil belajar buatan guru dapat digolongkan menjadi tes objektif dan subjektif (essay). tes hasil belajar mempunyai beberapa fungsi (Stamboel. Untuk mengetahui hasil belajar seorang siswa. terutama berbeda dalam tingkat pengalaman.Kelima. Suatu contoh batere tes yang telah distandarisasikan yang banyak digunakan di luar negeri yang terkenal adalah Tes Hasil Belajar Metropolitan yang terdiri dari 5 batere. 4. 3) Sampel-sampel yang dicobakan harus bersifat representatif.5. Dalam praktek di lingkup pendidikan. perlu juga dibedakan antara tes hasil belajar yang bersifat umum dan tes kemampuan.5. 1986:209). Tes hasil belajar yang bersifat khusus adalah tes-tes yang mencakup bidang. sedangkan tes kemampuan mengukur efek belajar yang secara relatif terwujud dalam kondisi yang tidak terkontrol dan tang diketahui. satu semester. matematika dan tes dengan tujuan pendidikan yang luas. klasifikasi. Perubahan tingkah laku ini ditandai dengan suatu hasil belajar yang dicapai oleh siswa setelah menyelesaikan program belajar dalam suatu kurun waktu tertentu. suka atau tidak suka. 1986:213) yaitu seleksi. remedial teaching. 4) Petunjuk untuk administrasi dan penilaian yang distandarisasikan dirumuskan secara mendetail. penetapan kenaikan tingkatan kelas. Disebut objektif karena cara pemeriksaannya (skoringnya) yang seragam terhadap semua murid yang telah mengikuti tes itu. Sedangkan tes subjektif cara penilaiannya cenderung dipengaruhi oleh hal-hal yang bersifat subjektif seperti prasangka. kemudian sampai dengan batere untuk yang lebih lanjut bagi kelas 7. maka guru perlu mengukur hasil belajar siswa dengan alat ukur yang disebut tes hasil belajar. sadar dan disengaja. Beberapa di antara batere tes mempergunakan tachistoscope yang meneliti kecepatan bacaan (mencatat gerak mata) ketika seseorang membaca. Beberapa hal yang perlu diketahui : 1) Tujuan utama dari tes hasil belajar yang distandardisasikan yang bersifat umum adalah penilaian terhadap pengaruh pengajaran/pendidikan/kursus tertentu.2. b.5.

Berlatihlah menggali data. bisa pula download dari internet. D. 3) Untuk mencek standar suatu kelakuan minimum yang dicapai misalnya untuk mengikuti pelajaran berikutnya anak dituntut telah memiliki kemampuan tertentu sebagaimana yang digariskan.1) Fungsi tes hasil belajar terutama adalah untuk seleksi. E. apa yang saudara lakukan untuk tetap memperoleh data yang saudara harapkan? 5. sebab suatu pengajaran yang bersifat klasikal sebenarnya banyak mengabaikan segi-segi perbedaan individual anak didik. juga klasifikasi anak untuk ditempatkan sesuai dengan kelompok yang sama kemampuannya (homogeneous ability) digunakan tes hasil belajar. dosen atau instruktur. guru pembimbing akan dapat membantu siswa untuk memahami dirinya yang menyangkut kkemampuannya. Cermati beberapa istilah penting yang ada di dalamnya. minat) yang anda miliki dari siswa anda serta komparasikan dengan hasil prestasi belajar yang dimilikinya lalu buatlah deskripsi tentang diri siswa tersebut dan kemungkinan berhasil siswa pada suatu jurusan tertentu. Hal ini berarti siswa yang memiliki kemampuan lebih dapat menyelesaikan masa belajarnya lebih cepat. misalnya calon mahasiswa yang dibutuhkan 40 sedangkan pendaftar 70. 3. C. Berpedoman pada prestasi belajar siswa. 2) Tidak saja dalam seleksi. atau lihat kamus/ensiklopedi. terutama dalam kaitannya dengan layanan bimbingan belajar. perlu waktu belajar lebih ataukah tidak dan sebagainya. perlu pengayaan ataukah tidak. nalar dan logis. Hasil tes prestasi belajar akan mempunyai manfaat yang penting dalam kegiatan bimbingan konseling di sekolah. Layanan bimbingan belajar yaitu layanan bimbingan yang memungkinkan siswa mengembangkan diri berkenaan dengan sikap dan kebisaaan belajar yang baik. 6) Dan akhirnya tes hasil belajar digunakan dalam bidang penyuluhan (bimbingan konseling). Rangkuman 232 . bakat. serta dapat menolong dirinya sendiri untuk mengatasi masalah-masalah yang berhubungan dengan belajar berdasarkan pemahaman dirinya yang baik. karena tes ini bersifat objektif dan uniform bila dikonstruksikan secara baik. Berlatihlah merumuskan pengertian yang saudara jumpai dalam buku ajar ini dengan kalimat saudara sendiri sejauh tidak menyimpang dari maksud kalimat dalam buku ajar ini. untuk mengambil keputusan tentang program khusus apa yang akan diikutinya. jika saudara gagal dengan suatu cara. Latihan 1. Lakukan pula percobaan menggali data pada teman-teman anda dalam satu kelompok yang anda tentukan sendiri anggotanya. 4) Penetapan kenaikan tingkat kelas bisaanya juga menggunakan tes hasil belajar sebagai patokan. Hal ini dilakukan jika subyek yang terdaftar melebihi jatah yang ada. 4. siapkan pula alat tulis berupa spidol warna atau stabilo untuk menandai hal-hal yang penting. Lembar Kegiatan Untuk memperoleh pemahaman yang mendalam pada bab ini seyogyanya saudara mengikuti langkah-langkah berikut: 1. serta berbagai aspek tujuan dan kegiatan belajar lainnya. Buatlah analisis hasil psikotes (baik inetegensi. atau cari penjelasannya di buku-buku psikologi dan/atau bimbingan dan konseling. Pelajari bab IV buku ajar ini baik-baik. 5) Untuk keperluan remedial teaching (perbaikan pelajaran). 2. kelebihan dan kelemahannya. materi belajar yang cocok dengan kecepatan dan kesulitan belajarnya. jika perlu tanyakan kepada teman sejawat.

6. Tunjukkan semua alasan. 4. Apa pendapat anda serta apa yang akan anda lakukan jika ditemukan fakta bahwa hasil tes psikologi berbeda dengan keseharian (baik sikap. Dari hasil tes ini kemudian akan ditemukan klasifikasi-klasifikasi tertentu dari tiap tingkat kecerdasan individu yang tentunya akan memberikan pedoman kepada konselor dalam memberikan perlakuan untuk membantu individu berkembang. artinya aspek-aspek yang bukan abilitas dan ‘kepribadian’ manusia. 3. Tes Formatif 1. karena ada banyak faktor yang mungkin saja mempengaruhi hasil tes yang diperoleh maupun kemungkinan keberhasilan individu atau siswa dimasa yang akan datang. yang sering digunakan antara lain adalah Tes BAKUM dan Tes DAT. yaitu teknik self-reprot inventory. dan teknik proyektif. Tes intelegensi merupakan salah satu metode testing dalam pemahaman individu dimana tes ini akan menunjukkan tingkat kecerdasan individu secara umum. Hasil tes yang diperoleh juga tidak boleh serta merta digunakan sebagai acuan atau pedoman utama dalam menentukan masa depan pengembangan diri siswa. kecerdasan maupun bakat) yang ditunjukkan oleh individu? 233 . dan hubungan sosial. Tes kepribadian adalah tes psikologis yang bermaksud mengukur dan menilai aspek-aspek non kognitif. 5. dimana tes ini bisaanya digunakan sebagai dasar pertimbangan penjurusan di sekolah. Tes kepribadian mencakup dua macam teknik. Tes hasil belajar berbentuk tes buatan guru dan tes yang distandarisasikan. Aspek non kognitif ini dibatasi pada aspek pokok yang meliputi motivasi. Teknik tes dalam pemahaman individu pada hakekatnya adala suatu cara yang digunakan untuk memahami individu pada aspek tertentu dengan menggunakan metode testing dimana hasilnya dapat menunjukkan faktor pembeda (diferensial) antara individu satu dengan yang lain terutama yang berkaitan dengan pengukuran aspek psikologis sehingga dapat memberikan gambaran rancangan perlakukan layanan yang akan diberikan kepada masing-masing individu berdasarkan data yang valid dan akuntabel. Tes bakat sebagai salah satu jenis tes psikologi memiliki tujuan untuk mengetahui kemampuan-kemampuan khusus yang dimiliki individu yang sangat potensial untuk bisa berkembang jika mendapatkan perlakukan yang tepat. 2. F.1. minat. mengapa seorang konselor perlu melakukan tes psikologi dalam memahami individu? 2. Namun. Tes prestasi belajar merupakan tes psikologis yang digunakan untuk mengukur perubahan perilaku siswa setelah menyelesaikan program belajar dalam suatu kurun waktu tertentu yang ditandai dengan pencapaian hasil belajar (biasanya berbentuk nilai). hendaknya konselor dapat secara bijak memilih dan memilah mana saja tes yang dianggap cocok dan tepat bagi siswasiswanya. Ada berbagai macam tes bakat. emosi. Karena setiap tes memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Dari berbagai macam tes yang tersedia.

Pendahuluan Tes dan nontes merupakan salah instrument untuk memahami individu dalam keseluruhan layanan konseling.1. untuk kepentingan informasi (for informational purpose). Kompetensi dan Indikator Setelah mempelajari materi ini. Satu hal yang sangat mendasar. Goldman (1971:23) dalam hal ini memandang bahwa penggunaan tes untuk kepentingan konseling dikelompokkan menjadi dua. Walaupun ada teknik testing untuk pemahaman individu. yaitu pertama. kepribadian dan nilai-nilai klien yang dipengaruhi oleh budaya yang dapat menjadi penyebab masalah klien belum dapat diungkap dengan teknik testing. sesuai dengan kebutuhan pelayanan bimbingan dan konseling. untuk kepentingan non informasi (for non informational purpose). tetapi sebagai tes yang terstandar. Tes untuk kepentingan non informasi terdiri atas: simulating interest in areas not previously considered (merangsang minat terhadap bidang tertentu yang sebelumnya tidak ikut dipertimbangkan). Dalam pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah teknik non testing merupakan teknik utama yang harus dikuasai oleh seorang konselor sekolah. Setelah menjadi pengetahuan bagi kita. validitas dan reliable teruji. teknik testing sejauh ini baru dapat memahami individu pada aspek inteligensi. Segala apa yang berasal dari luar itu masuk ke dalam diri untuk diolah dan disimpan di dalam sistem ingatan kita. biologis. Seperti aspek biofisiologis. information for counseling process itself (informasi yang digunakan untuk membantu pelaksanaan konseling itu sendiri) dan information for postcounseling plans and actions (informasi untuk menetapkan rencana dan tindakan setelah konseling). Sementara dalam pengumpulan informasi tentang diri klien. Uraian Materi 5. B. Pada umumnya konselor di sekolah lebih sering memahami individu dengan teknik non testing. konselor dihadapkan pada kenyataan yang lebih kompleks.BAB V PEMANFAATAN HASIL NONTES DAN TES UNTUK LAYANAN KONSELING INDIVIDUAL Kegiatan Belajar 4 A. Hal ini senada dengan yang ditegaskan oleh Munandir (1996:165) bahwa. bakat. informasi adalah segala sesuatu yang membuat orang menjadi tahu tentang sesuatu. 234 . (c) Menyusun dan mengembangkan instrumen asesmen untuk keperluan bimbingan dan konseling (d) mampu memanfaatkan data yang dimiliki untuk keperluan layanan konseling individual bagi siswa-siswanya. laying a groundwork for later counseling (meletakkan dasar kerja konseling). Masing-masing instrument tersebut memiliki karakteristik dalam penggunaannya. learning experiences in decision-making (memperoleh pengalaman belajar membuat keputusan) dan facilitating conversation (penyediaan fasilitas percakapan dalam konseling). Hasil suatu tes dan/atau nontes sebagai bahan informasi merupakan suatu hal penting dalam mengambil keputusan. pada hakekatnya adalah untuk memperoleh informasi sebagai bahan untuk mengambil keputusan. sehingga informasi kemudian menjadi pengetahuan bagi kita tentang sesuatu. informasi merupakan bahan yang kita hadapi berasal dari dalam dan/atau luar diri kita untuk mengambil keputusan. setiap peserta pelatihan diharapkan memahami bagaimana memanfaatkan data hasil tes maupun nontes yang dimiliki untuk membuat perencanaan dan pelaksanaan layanan konseling individual. dan kedua. apa pun teknik yang digunakan konselor dalam memahami individu. Lebih lanjut Goldman menjelaskan bahwa Super (1957) dan Bordin (1955) menetapkan ada tiga kategori dalam tes untuk informasi yaitu: precounseling diagnostic information (informasi pre konseling untuk menetapkan diagnostik). Sebagai indikator bahwa peserta telah memahami hakikat pemahaman individu mereka (a) Memahami hakikat asesmen. sosial. minat dan kepribadian. (b) Memilih teknik asesmen.

Selain itu juga merupakan sumbangan yang berarti bagi klien untuk proses perencanaan dan pilihan tindak lanjut. 2006): Suatu jenis tes hanya diberikan oleh konselor yang berwewenang menggunakan dan menafsirkan hasilnya. kuesioner. inventori (DCM. sehingga diharapkan hasil informasi tes tersebut dapat membantu kerangka berpikir konselor di dalam merefleksi perasaan klien. (c) sebagai salah satu bahan diagnosis dari proses yang berkesinambungan dan dipadukan dengan hasil analisis yang lain --. Konselor wajib selalu memeriksa dirinya apakah mempunyai wewenang yang dimaksud. Sementara di sisi lain keterampilan menggunakan teknik tes sangat terbatas karena tes terstandar sudah siap pakai. tes kepribadian (minat. Konselor sejak kuliah sudah berlatih secara intensif menyusun dan menggunakan teknik non tes untuk memahami individu dalam konteks pelayanan bimbingan dan konseling. dan setelah konseling sebagaimana dikatakan oleh Super dan Bordin (dalam Goldman 1971:23). ITP). Pada tahap sebelum konseling hasil informasi tes digunakan konselor sebagai bahan pertimbangan (a) menentukan jenis layanan apakah yang akan diberikan konselor kepada klien.2. sosiometri. berkaitan tentang dirinya sendiri dalam hubungannya dengan fakta sekarang yang ada. pada umumnya tes yang digunakan untuk memperoleh data klien adalah tes inteligensi.misalnya informasi dari teknik non testing : observasi. Hasil tes akan mempunyai makna sebagai informasi bagi klien jika tes tersebut dianalisis dan dinterpretasi. biografi. Teknik Non Tes Dalam Bimbingan Dan Konseling Konselor pada umumnya memahami dan terampil menggunakan teknik non tes dalam melakukan pelayanan bimbingan dan konseling. hasil tes dapat digunakan sebelum konseling. wawancara. Pilihan seseorang atas informasi yang diperolehnya merupakan keputusan. Hal tersebut berlanjut sampai mereka bekerja di lapangan. bakat dan minatku?” Program studi dan jabatan yang bermacammacam merupakan bahan informasi bagi seseorang untuk dipilih. dan penggunaannya terikat kode etik yang ketat sebagaimana disebutkan dalam Kode Etik Profesi Bimbingan dan Konseling Indonesia (PB ABKIN. Untuk kepentingan konseling. 5. wawancara. 5.Informasi yang diperoleh konselor merupakan rujukan untuk membantu klien menentukan pilihan serta merupakan upaya mencari jawaban atas persoalan “Apa yang harus saya lakukan?” Apabila pilihan itu menyangkut bidang pendidikan mungkin persoalannya akan banyak berkaitan dengan : “Program studi manakah yang harus saya pilih sesuai dengan bakat dan minatku?” Demikian pula jika berkenaan dengan bidang jabatan (karier) mungkin pertanyaan yang muncul berkaitan dengan : “Jabatan apakah yang sesuai dengan bakat dan minatku?” “Bagaimanakah saya memperoleh jabatan yang sesuai dengan cita-cita. Di samping itu informasi hasil tes disampaikan kepada klien dengan harapan klien lebih mengenali dirinya sendiri sehingga klien mampu mengembangkan harapan-harapan yang realistis dalam proses konseling. 235 . Pada tahap proses konseling informasi hasil tes digunakan untuk menafsirkan prognosis dengan memberikan alternatif-alternatif tindakan tentang pendekatan. dan proses konseling satu di antaranya tidak mungkin menghindari tahap pembuatan keputusan. Teknik Tes Dalam Bimbingan Dan Konseling Dalam pelayanan bimbingan dan konseling. (b) untuk menentukan fokus masalah yang dialami klien. Teknik non tes dimaksud antara lain observasi.3. tes bakat. teknik. dalam arti tidak hanya berhenti pada penyajian sekor yang diperoleh seorang klien. Berdasarkan hasil tes konselor mendapatkan pelengkap data khususnya mengenai sifatsifat kepribadian klien yang selama ini belum dapat terungkap melalui teknik non tes. sosiometri. pada saat proses konseling. dan tes prestasi belajar. Pada tahap akhir konseling informasi hasil tes digunakan untuk memberikan bantuan dalam membuat keputusan-keputusan dan rencana-rencana untuk masa depan dengan alternatif-alternatif tindakan secara realistis. metode. kuesioner. kecenderungan kepribadian). AUM. dan alat mana yang digunakan dalam upaya membantu pemecahan masalah yang dialami klien.

Rekomendasi psikologis yang disarankan untuknya adalah dengan urutan prioritas jurusan Bahasa.3. Testing dilakukan bila diperlukan data yang lebih luas tentang sifat atau ciri kepribadian subjek untuk kepentingan pelayanan. kemauan belajarnya cukup tinggi. sebaliknya kuesioner tidak bisa mencatat aktivitas klien “secara on the spot” ketika mengikuti kegiatan tertentu di sekolah. melakukan pengumpulan data dengan metode tersebut. yang dalam batas tertentu mereka memperoleh mata kuliah konstruksi tes. tidak menggunakan metode tunggal. sudah barang tentu konselor semestinya terampil menggunakan teknik non tes. dan kemungkinan pengembangan pribadinya tidak dapat diperoleh dari satu metode saja. c. diperoleh mulai dari memahami konsepnya. tetapi takut dengan dokter. Arimbi setelah menerima laporan hasil psikotes ternyata mengalami konflik. cenderung sering tidak mengerjakan PR jika dibandingkan dengan sebelum menerima hasil psikotes. Konselor merancang untuk memberikan layanan konseling individual kepada Arimbi setelah memperoleh masukan dari beberapa guru dan wali kelas X. Konselor wajib memberikan orientasi yang tepat kepada klien dan orang tua mengenai alasan digunakannya tes disamping arti dan kegunaannya. Penggunaan suatu jenis tes wajib mengikuti secara ketat pedoman atau petunjuk yang berlaku bagi tes tersebut. menyusun instrumen. wawancara bisa lebih mendalami latar belakang mengapa seorang siswa memilih dan menolak temannya satu kelas dari pada sekedar alasan memilih dan menolak temannya yang tertulis dalam angket sosiometri. e. Ia merasa bahwa ia mampu dalam bidang IPA. tampangnya kusut. IPS dan Bahasa sama baiknya. Rambu-rambu tersebut menyebabkan pembelajaran calon konselor berbeda dengan teman-temannya di program studi Psikologi. Perilaku Arimbi yang berubah sejak itu. inventori (DCM. Sejak itu ia sering mengalami konflik batin. menganalisis dan menginterpretasi data. Dalam hal ini data hasil testing wajib diperlakukan setara dengan data dan informasi lain tentang klien.4. kekhasan tiap metode. AUM. 5. Implementasi Teknik Tes Dan Non Tes Dalam Layanan Konseling Individual Pada suatu hari konselor SMA Pringgodani Kudus didatangi oleh Arimbi siswa kelas X. masalahnya. sosiometri. menggunakan hasil praktik teknik non tes untuk pelayanan bimbingan dan konseling. wawancara. karena dalam pembelajaran calon konselor lebih menekankan penguasaan konsep dan praksis teknik non tes. Jika ia menjadi dokter maka ia dapat mengobati dirinya sendiri. ia disukai teman-temannya karena senang membantu teman yang kesulitan antara lain 236 . Beberapa orang guru dan wali kelas kemudian menyampaikan kepada konselor tentang perubahan perilaku Arimbi. d. kuesioner. Data hasil testing wajib diintegrasikan dengan informasi lain yang telah diperoleh dari klien sendiri atau dari sumber lain. pergaulannya luas karena sikapnya supel. Ia ingin jadi dokter karena ia sering sakit. menarik perhatian para guru mata pelajaran dan wali kelas. Misalnya observasi tidak menjangkau data latar belakang keluarga yang lebih tepat diungkap melalui kuesioner. Karena pada umumnya untuk memahami individu secara utuh: potensinya. Hasil testing hanya diberitahukan kepada pihak lain sejauh ada hubungannya dengan usaha bantuan kepada klien. mau belajar lebih rajin ataukah bisaa saja? Perilaku yang nampak di kelas antara lain sering bengong. Aplikasi instrumentasi teknik non tes oleh konselor pada umumnya dilakukan secara terpadu. IPS. Namun demikian. Keterampilan konselor dalam teknik non tes semisal observasi. Ia merasa kecewa karena harapannya tidak sesuai dengan kenyataan yang digambarkan pada psikotes. Dari pertemuan awal diperoleh gambaran: (1) Arimbi merupakan tipe anak yang tidak mau menerima begitu saja apa yang diputuskan baginya. ITP).3. b. Tetapi jika ia dijuruskan ke Bahasa merupakan siksaan baginya. Hasil studi awal konselor terhadap Arimbi atas kasus ini diperoleh simpulan bahwa di satu sisi Arimbi punya ambisi cukup besar untuk mewujudkan keinginannya. enggan bergaul dengan teman sekelas.a. dan IPA.

Geografi 11. demokratis --. 5. Hampir semua orang di rumah (tetangganya) maupun di sekolah sangat suka dengan Arimbi. Pendidikan Jasmani. Keterampilan /Bahasa Asing B. guru-guru mengalami kesulitan untuk memberikan motivasi anak lainnya sebab Arimbi sering mendorong teman-temannya untuk mencoba menuliskan hasil PRnya di papan tulis. dan orang tua. wali kelas. tetapi ia diputuskan masuk Bahasa sebagai prioritas I.1. tidak suka dikritik. Bahasa Indonesia 4. Untuk memperoleh gambaran yang utuh tentang harapan dan cita-citanya. Biologi 8. dan orang tua. Kimia 9. teman. Ekonomi 12. teman sekolah dan di kampung sangat baik. Teknologi Informasi dan Komunikasi 16. Olahraga Kesehatan 15. Dinamika psikisnya menghadapi keputusan penjurusan cenderung negatif. Bahasa Inggris 5.1 Nilai Arimbi Kelas X. Pendidikan Agama 2. Pergaulannya dengan guru. konselor mempelajari catatan akademiknya pada semester 1 sebagaimana tersaji dalam Tabel 5. menghindari berbicara dengan orang tua. Seni Budaya 14.4. karena tidak mau mengerjakan PR maka Arimbi pun tidak mau membantu temannya menyelsaikan soal-soal PR. Konflik itu muncul karena ia ingin masuk IPA. sehingga menimbulkan konflik pada dirinya. Sejarah 10. (2) Konflik yang dialami oleh Arimbi dirasakan cukup mengganggu oleh guruguru. Sosiologi 13. Karena cenderung sering tidak mengerjakan PR. mudah kecewa terhadap sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginannya. Pendidikan Kewarganegaraan 3. di sisi lain ia tidak suka jika orang lain memutuskan sesuatu yang tidak sesuai dengan dirinya. Teman-teman sekelas kehilangan sumber informasi dan sumber belajar. Konselor memutuskan untuk memberikan layanan konseling individual kepada Arimbi setelah memperoleh masukan dari guru. Mata Pelajaran 1.dengan mengajak belajar kelompok. gairah makan menurun. kehilangan canda rianya bersama adik-adiknya. Muatan Lokal 17.3 Semester 1 Tahun Pelajaran 2010/2011 Komponen A. Matematika 6. Sementara itu orang tua tidak tahu bagaimana harus bersikap menghadapi Arimbi di rumah yang sekarang lebih banyak nyungsep di kamar. Tabel 5.1 Identifikasi Arimbi berasal dari keluarga yang cukup baik sosial ekonominya.terbuka dalam membahas persoalan yang dihadapi oleh anggota keluarga. Suasana keluarga hangat. teman sekelas. Bahasa Jawa Nilai 8 8 9 9 8 7 8 7 9 8 8 8 9 8 9 8 7 dan 237 . Fisika 7. wali kelas.

(3) Memberi tekanan yang lebih besar terhadap keadaan yang ada sekarang dari pada terhadap apa yang sudah lewat. dan teman-temannya untuk minta jasa konseling kepada konselor. Konselor tidak perlu mengomentari bahwa sikapnya sekarang ini tidak benar. Sejak saat itu Arimbi disadarkan bahwa konselor tidak mempunyai jawaban. Jika seseorang berhasil mengatasi masalah dalam suasana yang lebih bebas. dari pada terhadap faktor intelek. tetapi membantu seseorang untuk tumbuh. (2) Situasi terapetik dimulai. Di sini Arimbi belajar memahami diri sendiri. maka pada saat menghadapi masalah baru ia akan bisa mengatasinya dengan cara yang sama. tetapi kenyataannya lain. Tujuannya bukan memecahkan suatu masalah tertentu. dengan cara yang lebih teratur. Agar Arimbi dapat mengemukakan kekecewaannya. Dalam kenyataannya perilaku Arimbi dipengaruhi oleh emosi daripada oleh pikiran. Pendekatan ini dipilih konselor untuk membantu memecahkan masalah Arimbi (Gunarsa. memutuskan untuk menggunakan pendekatan Client-Centered. lebih bertanggungjawab. langkah-langkah yang ditempuh oleh konselor dalam membantu memecahkan masalah Arimbi adalah sebagai berikut : (1) Arimbi datang menemui konselor. Ia mengatakan bahwa ia mendapatkan saran dari guru. tetapi cukup tersenyum simpul dan menunjukkan kepada Arimbi apa yang ada di balik ungkapan-ungkapan perasaanya itu. konflik batinnya. bersahabat. Pola emosi yang diperlihatkan Arimbi sekarang ini sama saja dengan pola emosi yang sudah ada dalam sejarah pribadinya. sehingga menimbulkan 238 . tetapi melalui proses konseling Arimbi akan memperoleh sesuatu.4. Arimbi harus bertanggungjawab atas dirinya sendiri. tidak sopan. Mengacu dari Surya (1988:213) dan Gunarsa (1992:129-131). maka konselor secara wajar memperlihatkan sikap ramah. Pendekatan ini bekerja langsung terhadap kehidupan emosi dan perasaan yang nyata daripada berusaha mereroganisasikan faktor emosi melalui pendekatan intelektual. sehingga ia bisa mengatasi masalah. 1992:127-128) karena secara spesifik : (1) Perhatian diarahkan pada pribadi klien dan bukan kepada masalahnya. pendek kata semua perilaku negatifnya. dan sebagainya. dan menerima klien apa adanya (congruence dan unconditional positive regard). Konselor hanya sebagai fasilitator. kemudian merespon perilaku Arimbi. ia mengetahui hal itu dan tidak boleh melakukan hal itu. jadi secara rasional dan intelektual.2 Proses Konseling Konselor setelah mempelajar latar belakang Arimbi. mengenal dan memahami Arimbi yang menggerutu. sehingga bagaimana Arimbi terselesaikan masalahnya tergantung pada dirinya sendiri. membuat keputusan yang penting dengan bebas dan bisa sukses berhubungan dengan orang lain secara lebih dewasa. baik masalah sekarang maupun masalah yang akan datang dengan cara yang lebih baik. berkurang sikap ragu-ragunya.2 (4) Konselor menerima. Konselor menciptakan situasi yang bebas dan permisif. wali kelas. (4) Penekanan pada hubungan terapetik itu sendiri sebagai tumbuhnya pengalaman. menghentak-hentakkan kakinya. (3) Konselor mendorong Arimbi untuk mengemukakan perasaannya secara bebas berkenaan dengan hasil psikotes untuk penetapan jurusan. (2) Penekanan lebih banyak terhadap faktor emosi. Pengembangan Diri A 5. Arimbi bisa mengetahui bahwa perilakunya sebenarnya tidak baik. sehingga ia memutuskan untuk melanjutkan konseling. Arimbi menunjukkan hasil psikotes yang diperolehnya sebagaimana disajikan dalam tabel 5. cemberut. membuat keputusan sendiri.Komponen Nilai C.

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Aspek Kecerdasan dan Bakat Kecerdasan Umum Pemahaman Sosial Kawasan Pengetahuan Analogi Verbal Logika Sosial Pemahaman Numerik Logika Numerik Kemampuan Analogi Berpikir Induktif Deduktif Persepsi Keruangan NILAI 80 89 75 79 70 69 75 80 85 75 75 IPA IPS Bahasa Nilai 70 79 59 80 69 70 80 89 80 90 69 IPA IPS Bahasa KLASIFIKASI Tinggi Tinggi Cukup Tinggi Cukup Tinggi Cukup Tinggi Sedang Cukup Tinggi Tinggi Tinggi Cukup Tinggi Cukup Tinggi 77 Cukup Tinggi 78 Cukup Tinggi 81 Tinggi Klasifikasi Cukup Tinggi Cukup Tinggi Agak Rendah Tinggi Sedang Cukup Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Sekali Sedang 78 Cukup Tinggi 72 Cukup Tinggi 78 Cukup Tinggi 11 KetepatanPresisi Kemungkinan berhasil No. rasa-rasanya masa depan saya suram. Misalnya dengan mengatakan: “Anda nampak kecewa sekali. Saya tidak ingin menjadi sastrawan atau ahli bahasa. Kimia dan Biologi. pada saat itu akan diikuti oleh ekspresi dari dorongan positif untuk berkembang lebih lanjut.” Hal ini merupakan peluang bagi klien untuk disembuhkan. Bakat dan Minat Arimbi No. Seandainya saya dapat masuk IPA.suasana klien dapat memahami dan menerima keadaan negatif atau tidak menyenangkan itu. saya akan lebih tekun mempelajari Fisika. Saya hanya ingin menjadi dokter. karena hasil psikotes Anda tidak sesuai dengan harapan dan keinginan Anda.2 Profil Kecerdasan. tidak diproyeksikan kepada orang lain atau disembunyikan. (5) Ketika perasaan-perasaan negatif telah diungkapkan sepenuhnya. Tabel 5.” Dengan cara semacam itu maka klien tidak akan melakukan defense mechanism. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Aspek Minat Sosial Bussines Home Ekonomi Secretary Medical Matematika Fisika Biologi Teknik Kesehatan 11 Musik Kemungkinan berhasil 239 . Wujud dari kondisi positif adalah pernyataan Arimbi: “Saya kecewa sekali dijuruskan ke program Bahasa.

Konselor mendengarkan dengan seksama kata-kata Arimbi: “Saya akan berjuang agar dapat masuk IPA.” “Apa yang kamu lakukan untuk itu?”. Mungkin juga saya harus mengurangi. jawab Arimbi. sedangkan dari dalam 240 . kata konselor. karena Anda ingin jadi dokter. kata Arimbi. dan awal di SMA Arimbi sering memenangi lomba mengarang. karena saya ingin masuk IPA. Bilogi dan Kimia. Klien mencoba memanifestasikan/mengaktualisasikan pilihannya itu dalam sikap dan tingkah lakunya. jawab Arimbi mantap. (2) Pemahaman. demikian pula dengan guru-guru yang lain dan wali kelas. Atau saya tetap mengikuti kegiatan OSIS tetapi yang aktivitasnya mengarah ke IPA seperti KIR”. asal nilai raportmu memenuhi syarat untuk itu”. di kelas VIII SMP juga pernah menang lomba IPA. (1) Bersama-sama dengan proses pemahaman ini adalah proses yang memperjelas kemungkinan-kemungkinan keputusan atau tindakan yang akan dilakukan Arimbi. “Saya rasa tidak. yang tumbuh dari dirinya sendiri. tanya konselor. yang positif. hasil psikotesnya. “Anda ingin sekali masuk IPA. Fisika. “Saya tahu dan saya kecewa sekali bahwa sekor-sekor saya untuk program IPA lebih jelek dibandingkan dengan sekor-sekor Bahasa dan IPS sebagaimana hasil psikotes saya. “Kenapa tidak. saya ada peluang masuk IPA jika raport saya pada semester kedua nilai-nilai IPAnya lebih baik dari semester pertama. membaca puisi. Dari luar adalah pengalaman yang berupa dorongan dari orang lain dan kemungkinan untuk memenuhi keinginannya. Hasil dokumentasi juga menunjukkan sejak SD. sama seperti menerima dan memahami ungkapan-ungkapan perasaan negatif Arimbi. (3) Langkah selanjutnya adalah perkembangan sikap dan perilaku Arimbi sejalan dengan perkembangan tilikan tentang dirinya. SMP. “Jika Bapak mengijinkan. Biarkan Arimbi menganalisisnya dan mengomentarinya. Pada saat ini konselor sebagai fasilitator memimpin klien untuk melihat kenyataan dirinya dengan memahami dan mendiskusikan hasil psikotes dan nilai raportnya di kelas X semester I. saya akan ikut les privat untuk mata pelajaran Matematika. paling tidak saya rasa saya dapat mengikuti pelajaran di kelas XI IPA jika saya masuk ke sana. saya akan berusaha sekuat tenaga”.” kata konselor. bahkan kalau perlu meninggalkan kegiatan saya di OSIS”. Tetapi saya rasa nilai-nilai raport saya tidak begitu jelek. pengenalan dan penerimaan tentang diri sendiri. “Kenapa tidak. Konselor juga menceritakan hasil wawancara dengan teman-teman sekelas dan orang tuanya yang memberikan gambaran serupa dengan hasil observasi guru-guru mata pelajaran. yang menjadi dasar pada diri Arimbi untuk dapat maju ke tingkat yang baru dari integrasinya. meskipun juga di kelas VI SD menang lomba mata pelajaran Matematika dan IPA. kata Arimbi. Tetapi apakah itu mungkin?”.Konselor menceritakan hasil pengamatan yang dilakukan guru-guru selama Arimbi mengikuti pelajaran setelah menerima hasil psikotes yang cenderung menurun motivasi belajarnya. adalah langkah berikutnya yang penting dari keseluruhan proses. dan data-data non tes yang diperoleh konselor. karena tadi Bapak mendukung keinginan saya. (2) Tindakan positif. saya minta dimasukkan ke IPA”. Dengan penerimaan seperti itulah klien belajar menyadari diri sendiri sebagaimana keadaan sebenarnya. tanya konselor. (1) Konselor memahami dan menerima perasaan-perasaan positif yang diungkap-kan Arimbi sebagaimana adanya. tidak mengerjakan PR dan lebih baik dihukum. “Baik Pak. Suatu keputusan untuk melakukan tindakan yang nyata. “Apakah kamu tidak merasa rugi meninggalkan kegiatanmu di OSIS?”. “Saya akan belajar sungguh-sungguh. melainkan sebagai sesuatu yang wajar yang ada pada diri pribadi seseorang.” Perasaan positif tidak diterima oleh konselor sebagai sesuatu yang harus dipuji atau seperti layaknya sesuatu permintaan yang harus dipenuhi. timpal Arimbi. The self Arimbi telah terbentuk melalui pengalaman-pengalamannya baik yang berasal dari luar maupun yang dari dalam dirinya.

Tes Formatif 1. Dan tentu saja saya tidak akan kecewa berat seperti sebelum pertemuan ini jika saya gagal.berupa pengalaman konflik dan kekecewaan karena keinginannya terhambat tetapi pada akhirnya terbuka kesempatan untuk mencapainya. (5) Arimbi merasa bahwa bebannya suda ditanggalkan dan hubungan konseling harus segera diakhiri. 3. Tentunya perlakukan yang akan anda berikan kepada individu tersebut harus sesuai dengan apa yang anda pahami dari interpretasi data-data yang anda miliki. (4) Tingkah laku Arimbi makin bertambah terintegrasi dan pilihan-pilihan yang dilakukannya makin adekuat. Pelajari bab V buku ajar ini sebaik-baiknya. 4. apa tujuan yang fundamental pemanfaatan hasil tes maupun non tes dalam layanan konseling individual? 2. Lembar Kegiatan Untuk memperoleh pemahaman yang mendalam pada bab ini seyogyanya saudara mengikuti langkah-langkah berikut: 1. 2. Saya yakin saya bisa jika saya berusaha keras dan sungguhsungguh”. atau lihat di kamus/ensiklopedi. Arimbi merasa yakin akan kemampuannya untuk mengejar waktu yang tersisa dalam memenuhi keinginannya. Latihan 1. jika perlu tanyakan kepada teman sejawat. apa yang saudara lakukan untuk tetap memperoleh data yang saudara harapkan? 5. dan saya melihat ada peluang terbuka untuk saya ke jurusan IPA. Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak yang telah membantu memecahkan masalah saya”. Menurut anda. saya sudah merasa bebas dari masalah saya. Informasikan hasil pemahaman individu klien tersebut kepada klien yang bersangkutan dan orang-orang yang terkait agar bisa memberikan kontribusi membantu memecahkan masalah klien E. siapkan pula alat tulis berupa spidol warna atau stabilo untuk menandai hal-hal yang saudara anggap penting. Saya dapat melihat kenyataan tentang penjurusan saya. karena saya sudah berusaha semampu saya. 2. Lakukan pula percobaan menggali data pada teman-teman anda dalam satu kelompok yang anda tentukan sendiri anggotanya. Kumpulkan data yang telah anda miliki baik hasil tes maupun non tes lalu susunlah rencana untuk memberikan sebuah layanan konseling individual bagi individu. Cermati beberapa istilah penting yang ada di dalamnya. “Saya rasa. kemandirian dan pengalaman dirinya makin meyakinkan. Konseling telah selesai. bisa pula download dari internet. ia telah bebas dari masalahnya. atau cari penjelasannya di buku-buku psikologi dan/atau bimbingan dan konseling. Berlatihlah menggali data. Ia berkata kepada konselor: “Saya merasa bahwa jalan yang akan saya tempuh sudah lapang dan jelas. dengan segala resikonya. Apa yang akan anda lakukan jika ternyata hasil interpretasi yang anda lakukan berbeda dengan apa yang diungkapkan oleh individu dalam konseling? 241 . D. Saya sudah tahu apa yang harus saya lakukan. jika saudara gagal dengan suatu cara. C. Ia menghentikan hubungan terapetik dengan konselor. Konselor dan Arimbi melakukan kegiatannya masing-masing. dosen atau instruktur. Arimbi telah menjadi individu yang kepribadiannya terintegrasi dan berdiri sendiri. Berlatihlah merumuskan pengertian yang saudara jumpai dalam buku ajar ini dengan kalimat saudara sendiri sejauh tidak menyimpang dari maksud kalimat dalam buku ajar ini.

(1971). Jakarta: BPK Gunung Mulia.. Model Pengembangan Diri SMA/MA . (8th edition). R. Konseling dan Psikoterapi. L.DAFTAR PUSTAKA Aiken. Sukardi. Bandung: Pengurus Besar Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia. Pengantar Teori Konseling.htm diunduh 15 Dec. --------. http://www. Susilo. 1985. General Information About Sociometry: Sociometry. M. Kode Etik Profesi Bimbingan dan Konseling Indonesia . Proyek Pendidikan Tenaga Akademik.L. Departemen Pendidikan Nasional. Pemahaman Individu dengan Teknik Non Testing. Bimbingan dan Penyuluhan Belajar di Sekolah. 2003. Gall. 1997. Djalali. 1983. A. Semarang: Bina Putera. New Jersey: Prentice Hall. Gunarsa.H. Pemahaman Individu II Tinjauan dari Segi Testing. Singgih D. 1987.com/2011/07/non-tes-dalam-bimbingan-dankonseling. 1996. Introduction to Counseling and Guidance (Fourth Edition). Surya. 1992. Pekanbaru: Panitia Konvensi Nasional ke-17 Asosiasi Bimbingan dan Konsleing Indonesia. 242 . Pusat Kurikulum. Psychological Testing and Assessment. 1995. 2011. 2001.com/2011/02/22/pemahaman-individu-dengan-teknik-nontesting/ diunduh 28 Nopember 2011. California: Goodyear Publishing. Teknik-teknik Bimbingan dan Penyuluhan. 2008. Bimbingan dan Konseling Sekolah.com/doc/8695600/STANDAR-KUALIFIKASI-AKADEMIK-DANKOMPETENSI-KONSELOR. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Pemahaman Individu Teknik Non Tes. S. Goldman. Tersedia on line di http://hariadimemed. Makalah disajikan dalam Konvensi Nasional ke-17 Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN) di Pekanbaru: Sabtu-Minggu. Inc. (1988). Munandir. --------. Co. U. Non Tes dalam Bimbingan dan Konseling . 1992. --------. Educational Research an Introduction. Tersedia on line di http://himcyoo. Malang: Panitia Konvensi Nasional Pendidik Konselor Indonesia I. 17-18 Desember 2011. R. Using Test in Counseling. Sugiyo & Supriyo. 2007. 2006. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia. Santa Monica. L. Mengembangkan Bakat dan Kreativitas Anak Sekolah (Petunjuk bagi guru dan orang tua). M. Surabaya: Bina Ilmu. Jakarta: Ghalia Indonesia. Susilo & Gudnanto. 2011. Tokyo: Allin and Bacon. Dasar-Dasar Konseling Pendidikan (Teori dan Konsep). 1986.asgp. Surabaya: Usaha Nasional. Yogyakarta : Kota Kembang. New York: Pearson Education.blogspot. M. Hendrarno.K. Gibson. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Himcyoo.org/ soc2. 2011. diunduh 4 Januari 2009. Pemanfaatan Hasil Tes dan Nontes untuk Layanan Konseling Individual . 2007.scribd. Rahardjo. Makalah disampaikan pada Konvensi Nasional Pendidik Konselor Indonesia I tanggal 8-9 Juli 1991 di Malang. C. D. Ke Arah Profesionalisasi Pekerjaan Bimbingan di Indonesia. Hariadi. 1991. & Mitchel. Ahmad. Kudus: Program Studi Bimbingan dan Konsleing Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muria Kudus. Munandar. Badan Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Nasional. Program Bimbingan Karier di Sekolah. 2011. dkk. PB ABKIN. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 27 Tahun 2008 Tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor. M. E. Kudus: Nora Media Enterprise. --------. Rahardjo.wordpress.html diunduh 28 Nopember 2011.D. Tersedia di http://www.

Winkel. S. A. Walgito. 2008. R. W. Yogyakarta: Rake Sarasin. Suzuki. Cetakan IV edisi ketiga. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Suryabrata. Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Buku ajar pemahaman individu. Mengembangkan Bakat Sejak Lahir. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Sertifikasi Guru Dalam Jabatan Tahun 2008 Bimbingan Konseling. --------. Yogyakarta: Yayasan Penerbitan Fakultas Psikologi UGM. Semarang: Panitia Sertifikasi Guru Rayon XII Universitas Negeri Semarang. Materi Pokok DKEP2211/2SKS/Modul 1-6. (1993). & Supriyo. S.Sutoyo. 1997. Psikologi Kepribadian. Bimbingan dan Penyuluhan di Sekolah. 1983. Jakarta: Universitas Terbuka. Surya. S. 1991. Jakarta: Rajawali Press. 243 . 1983. Pengantar Bimbingan dan Penyuluhan. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia. 1984. M & Natawidjaja. Pembimbing ke Psikodiagnostik.

244 .

sosial.BAB I PENDAHULUAN A. konselor hendaknya mampu mengalokasikan kegiatan yang ada di dalam kelas dan di luar kelas sehingga kegiatan berjalan dengan baik dan dapat mencapai tujuan yang telah ditentukan. Bab. daftar konseli (siswa). Pengembangan program bimbingan dan konseling yang baik. B.analisis kebutuhan/permasalahan siswa (b) penentuan tujuan yang akan dicapai (c) analisis situasi dan kondisi sekolah (d) penentuan jenis kegiatan yang akan dilakukan (e) penentuan tehnik dan strategi kegiatan (f) penentuan personel-personel yang akan melaksanakan. Selanjutnya semua kegiatan yang telah dilaksanakan dievaluasi baik dalam jangka pendek. dan pelayanan tidak langsung). aktivitas pelayanan bimbingan dan konseling (pemahaman. Deskripsi Modul pengembangan program bimbingan dan konseling dimaksudkan sebagai salah satu panduan kinerja guru bimbingan dan konseling atau konselor dalam mengelola dan mengevaluasi pelayanan bimbingan dan konseling yang meliputi bidang pelayanan bimbingan pendidikan/belajar. dan selanjutnya mengevaluasi program bimbingan dan konseling. Pelaksaaan kegiatan bimbingan perlu disadari bahwa berbeda dengan guru bidang studi lain yang sudah terjadwal secara rinci dan jelas. Prasyarat Untuk mengikuti Buku Ajar pengembangan program bimbingan dan konseling ini peserta pelatihan harus sudah menempuh dan lulus mata kuliah manajemen bimbingan dan konseling. laporan bulanan. dan laporan hasil evaluasi program bimbingan dan konseling dan tindak lanjutnya. karena dalam kegiatannya seorang konselor hendaknya mampu mengembangkan program yang meliputi kegiatan merancang program dan melaksanakan serta mengevaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan. (g) perkiraaan biaya dan fasilitas yang digunakan (h) mengantisipasi kemungkainan hambatan dalam pelaksanaan kegiatan bimbingan dan konseling (i) waktu dan tempat artinya kapan kegiatan dilakukan dan dimana kegiatan itu dilakukan. karir. Mengapa. melaksanakan. dan laporan tahunan. C. Bab III Konsep dasar program Bimbingan dan Konseling 4. Di dalam proses sertifikasi guru pembimbing.1I Kedudukan Bimbingan dan Konseling dal. Petunjuk Belajar Agar peserta kuliah atau pelatihan dapat mengikuti kegiatan ini dengan lancar dan baik maka perlu diperhatikan beberapa petunjuk belajar sebagai berikut: 245 . Bab V Pengembangan program Bimbingan dan Konseling berdasarkan KTSP. Bab.am Kurikulum KTSP 3. data kebutuhan atau permasalahan konseli. Modul pengembangan program bimbingan dan konseling merupakan salah satu kompetensi dasar yang harus dikuasai oleh konselor. menengah maupun jangka panjang. akhlak mulia/budi pekerti. pelayanan langsung. Di dalam melaksanakan tugasnya. I Pendahuluan 2. Melalui perencanaan yang baik akan memperoleh kejelasan arah pelaksanaaan program bimbingan dan konseling serta memudahkan untuk mengontrol kegiatan yang dilaksanakan. seorang konselor perlu merancang program. terarah dan sistematis merupakan manifestasi dan akumulasi kinerja konselor. Oleh karena itu dalam pengembangan program bimbingan dan konseling seorang konselor perlu memperhatikan berbagai hal sebagai berikut ini:(a). Dalam Buku Ajar pengembangan program ini akan dibahas beberapa bab yaitu: 1. dan dengan program yang baik pada gilirannya akan memberikan panduan pelaksanaan· kegiatan bimbingan dan konseling dan sekaligus menghilangkan kesan bahwa konselor bekerja sifatnya insidental dan bersifat kuratif semata-mata. pribadi. laporan semesteran. dan dasar-dasar bimbingan dan konseling. maka perlu dilaporkan secara fisik beberapa jenis dokumen yaitu : agenda kerja konselor. Bab IV Teori-teori pengembangan program Bimbingan dan Konseling 5.

3 Menyusun program semesteran 2.4 Menjelaskan laporan pelaksanaan program 2. Memahami konsep pengembangan program pelayanan Bimbingan dan Konseling (BK) di sekolah. Bacalah setiap kegiatan belajar dengan teliti dan buatlah rangkuman setiap selesai mempelajari materi tersebut.2 Menyusun program tahunan 2. 3.1.1 Menjelaskan perencanaan kegiatan 2.4 Menjelaskan prinsip-2 pokok pengembangan program BK 1.1 Menjelaskan teori perencanaan program konvensional 1.2.3 Memahami teori-teori perencanaan program BK 1.3 Menjelaskan penilaian kegiatan 2.4 Menjelaskan kedudukan pelayanan BK dalam KTSP 1.2 Menjelaskan pelaksanaan kegiatan 2.4 Menyusun program bulanan 2.3.4 Memahami rambu-rambu pengembangan program pelayanan BK berdasarkan KTSP 1. Bertindak sejujur mungkin sehingga saudara dapat mengetahui secara persis dimana posisi saudara dalam pengguaaan modul tersebut.1.2. 2.1 Memahami kedudukan BK dalam KTSP 1.2.3 Menjelaskan tujuan dan manfaat program BK 1.1.2.6 Menyusun program harian 2.1.5 Menyusun program mingguan 2.2.2 Memahami konsep dasar program pelayanan BK 1.7 Menilai pelaksanaan program 2.8 Menyusun lapelprog 246 .1 Mengdentifikasi jenis layanan 2.1.2 Menjelaskan struktur isi KTSP 1.5 Menjelaskan tahap-tahap pengembangan program BK 1.2.2 Menjelaskan pengertian program BK 1.3 Menjelaskan pengembangan diri 1.2. 2. Kerjakan soal-soal latihan dan cocokkanlah dengan kunci jawaban dan apabila hasil pekerjaan saudara sudah mecapai 75% maka saudara diperbolehkan melanjutkan pada kegiatan belajar selanjutnya.1.2.2.1.1 Menjelaskan rasional program BK 1.2. Menyusun program pelayanan BK di sekolah berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Kompetensi Dasar: 1. D.1.3.1.2 Menjelaskan teori perencanaan program berdasarkan PPBS 2.2.2.5 Menyusun program pelayanan BK berdasarkan KTSP Indikator Pencapaian Kompetensi: 1. Kompetensi dan indikator Standar Kompetensi: 1.2.1 Menjelaskan pengertian KTSP 1.

potensi dan karakteristik daerah. kreatif. Pengembangan sumber daya manusia merupakan upaya komprehensif dari berbagai aktor pendidikan seperti guru. Kompetensi Dasar: 1. Uraian Materi 1. Oalam Standar Nasional Pendidikan (SNP Pasal 1 ayat 15) dikemukakan bahwa Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing masing satuan pendidikan.4 Menjelaskan kedudukan pelayanan BK dalam KTSP B. dibawah supervisi Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. Kompetensi dan indikator: Standar Kompetensi: Memahami konsep pengembangan program pelayanan Bimbingan dan Konseling (BK) di sekolah.1. sarana dan prasarana. serta sosial budaya masyarakat setempat dan peserta didik.2 Menjelaskan struktur isi KTSP 1. Konsep Dasar KTSP. dan menyenangkan.1. dll.BAB II KEGIATAN BELAJAR 1 A. pribadi dan profesional. Seperti diketahui bahwa Pemerintah Republik Indonesia telah mencanangkan pengembangan sumber daya manusia yang unggul dalam rangka menghadapi era millenium yaitu era pasar global dan pasar bebas. 2) Sekolah dan komite sekolah mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan. KTSP merupakan paradigma baru dalam pendidikan khususnya dalam pengembangan kurikulum karena memberikan kesempatan yang luas pada setiap satuan pendidikan.1 Memahami kedudukan BK dalam KTSP Indikator Pencapaian Kompetensi: 1. Pengembangan KTSP dilakukan oleh satuan pendidikan dengan memperhatikan dan berdasarkan standar kompetensi serta kompetensi dasar yangdikembangkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). 3) Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan untuk setiap program studi di perguruan tinggi dikembangkan dan ditetapkan oleh masingmasing perguruan tinggi dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan. Upaya pemerintah yang nyata dalam peningkatan kualitas guru adalah meningkatkan kompetensi guru yang meliputi kompetensi pedagogik. tenaga non kependidikan. Pencapaian kompetensi tersebut saat ini dilakukan dengan sertifikasi guru dalam jabatan melalui penilaian portofolio dan melalui pendidikan profesi selama 1 tahun Kurikulum merupakan salah satu faktor yang diasumsikan sebagai instrumen untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional. sosial.1. 2007 . kurikulum.1 Menjelaskan konsep dasar KTSP 1.20) : 1) KTSP dikembangkan sesuai dengan kondisi satuan pendidikan.3 Menjelaskan pengembangan diri 1. Era yang demikian memberikan suatu pemahaman bahwa pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas tidak dapat ditunda-tunda lagi. Bimbingan dan Konseling dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) a. dan pelibatan masyarakat dalam rangka mengefektifkan proses belajar mengajar di sekolah yang lebih aktif. Perkembangan mutakir dikenal dengan sebutan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). dan Depatemen Agama yang bertanggungjawab di bidang pendidikan. Melalui pengembangan 247 . Berdasarkan konsep tersebut perlu dipahami beberapa hal yang terkait dengan kurikulum tingkat satuan pendidikan sebagai berikut:(Mulyasa.1.

. 5) Mencapai kematangan dalam pemilihan karir. komite sekolah. Pengembangan KTSP dilakukan oleh guru. Kompetensi tersebut terdiri atas standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dikembangkan berdasarkan standar kelulusan. Untuk itu komite sekolah bersama sekolah menetapkan visi. serta mempertanggungjawabkan kepada pemerintah dan masyarakat. dan tujuan sekolah mendasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar kedalam indikator kompetensi. persiapan karir dan melanjutkan studi. tuntutan. setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. Untuk mencapai standar kompetensi dan kompetensi dasar tersebut peserta didik tidak cukup diberikan pengajaran bidang studi saja. kepala sekolah. 4) Mengembangkan penguasaan i1mu. tetapi diperlukan kegiatan bimbingan dan konseling. Struktur Isi KTSP. Melalui pengembangan diri ini maka guru pembimbing atau konselor menterjemahkan dan mengembangkan standar kompetensi dan kompetensi dasar apa saja yang per/u dikuasai siswa. atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler? Berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan tersebut maka dalam kegiatan bimbingan dan konseling mengacu pada standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dikuasai siswa Salah satu bentuk kegiatan yang dapat digunakan adalah pengembangan diri. dana. Khusus mengenai pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan. serta berperan dalam kehidupan masyarakat yang lebih luas. misi. Kedalaman muatan kurikulum setiap mata pelajaran pada setiap satuan pendidikan dituangkan dalam kompetensi yang harus dikuasai oleh peserta didik sesuai dengan beban belajar yang tercantum dalam struktur kurikulum. guru. minat. Struktur kurikulum merupakan pola dan susunan mata pelajaran yang harus ditempuh oleh peserta didik dalam pembelajaran. sumber belajart dan kegatan lain sesuai dengan kebutuhan dan prioritas masing-masing sekolah. mengembangkan strategi. misi dan tujuan sekolah yang berdasarkan analisis SWOT dengan berbagai implikasinya terhadap program -program kegiatan opersional untuk mencapai tujuan sekolah. mengendalikan pemberdayaan berbagai potensi sekolah dan Iingkungan sekitar. Muatan lokal dan pengembangan diri merupakan bagian integral dari struktur kurikulum pada jenjang dasar dan menengah. Dengan otonomi ini kinerja guru dan sekolah akan lebih optimal karena mempunyai kekuasaan penuh dan tanggungjawab yang lebih besar dalam menetapkan kurikulum sesuai dengan visi. Dalam konteks bimbingan dan konseling pengembangan diri peserta didik didasarkan pada tugas-tugas perkembangan yang harus dicapai oleh peserta didik pada masa perkembangannya. intelektual dan ekonomi. 2) Mencapai kematangan dalam hubungan teman sebaya. teknologi dan seni sesual dengan program kurikulum. 248 . Adapun tugas-tugas perkembangan tersebut adalah sebagai berikut: 1) Mencapai kematangan dalam beriman dan bertakwa kepada Tuhan Ynag Maha Esa. dan kebutuhan masing-masing sekolah. 3) Mencapai kematangan pertumbuhan jasmaniah yang sehat. sosial. Untuk itu sekolah mutlak dituntut untuk mengembangkan visi. bakat. serta kematangan dalam perannya sebagai pria dan wanita. misi dan tujuan sekolah.menentukan prioritas. Orang-orang yang terlibat dalam pengembangan KTSP tersebut merupakan badan yang atau lembaga yang menetapkan segala kebijakan sekolah berdasarkan peraturan-peraturan tentasng pendidikan yang berlaku.KTSP ini sekolah memliliki keleluasaan dam menglola sumber daya. b. dan dewan pendidikan . 6) Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang kehidupan mandiri secara emosional. Kegiatan pengembangan diri ini difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor. KTSP merupakan salah satu wujud reformasi pendidikan yang memberikan otonomi kepada sekolah dan satuan pendidikan untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan potensi.

perasaan. Kegiatan pengembangan diri melalui layanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosia belajar. Memperhatikan karakteristik kurikulum tersebut peranan bimbngan konseling sangat menentukan. minat. Dalam pendekatan pengembangan lebih berorientasi dan bersifat pedagogis.7) Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang kehidupan berkeluarga. menggembirakan siswa. sehingga siswa akan merasa bebas dan tidak melulu hanya di dalam kelas saja. atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatc: ekstrakurikuler. berbangsa dan bernegara. kepercayaan. 249 . dan pengembangan karir peserta didik. berorientasi pengembangan positif klien. Dalam psikologi pendidikan istilah diri dapat disebut dengan istilah "aku" atau self yang merupakan salah satu asperk kepribadian yang didalamnya terdapat nilai. yaitu dalam mengindetifikasi kebutuhan. Pengembangan diri secara konseptual berarti mengembangkan seluruh aspek diri siswa baik dirim yang disadari maupun yang tidak disadari. Selanjutnya berdasarkan hasil identifikasi tersebut semua potensi siswa dikembangkan melalui serangkaian kegiatan bimbingan yang dikenal dengan pola 17 Plus. dan sebagainya. sikap. Oleh karena itu diperlukan pendidik yang memahami perbedaan individu sehingga mampu mengarahkan dan mengembangkan diri siswa secara optimal. bermasyarakat. dan sebagainya yang terkait dengan karakteristik siswa. lebih menghargai adanya perbedaan individu. Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan. kegiatan bersifat humanistik. d. sikap. Seperti yang tercantum dalam Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 dinyatakan bahwa : Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran yang harus diasuh oleh guru. Demikian pula dalam kurikulum in. Pengembangan Diri Pengembangan diri merupakan istilah yang relatif baru dalam kurikulum pendidikan kita. dan minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. bakat. Seperti diketahui bahwa dalam bimbingan dan konseling mempunyai peranan mengembangkan potensi diri siswa seoptimal mungkin. Kedudukan Bimbingan dan Konseling dalam KTSP. potensi. yaitu adanya pengurangan jam belajar efektif di kelas. bakat. dan potensi yang ada pada siswa. Berdasarkan rumusan tersebut diatas maka kegiata pengembangan diri seyogyanya dilakukan lebih banyak berada dilua jam efektif. dan klien bersifat terbuka. namun jam belajar diberikan lebih banyak untuk kegiatan di luar jam belajar efektif melalui pengembangan diri dibawah bimbingan Konselor maupun tenaga kependidikan yang lain. Hal ini akan mengoptimalkan aktivitas siswa dalam menggali ilmu pengetahuan dan penjelajahan dalam bidang lain untuk mengembangkan bakat. mengunjungi nara sumber. minat. 8) Mengembangkan kemampuan komunikasi sosial dan intelektual serta apresiasi seni. karakteristik . melalui serangkaian kegiatar ekstrakurikuler seperti diskusi. cita-cita dan aspek psikis lainnya yang kesemuanya merupakan satu kesatuan yang saling terkait. atau melakukan aktivitas tertentu untuk kepentingar pembelajaran dan pengembangan diri siswa secara komprehensif. melihat potensi klien. 9) Mencapai kematangan dalam sistem etika dan nilai c. potensi. Demikian pula kegiatan pengembangan diri dapat dilakukan secara mandiri seperti mengkaji buku. Pendekatan pengembangan berbeda dengan pendekatan lama yang lebih menitik beratkan pada pendekatan klinis. Pengembangan diri dalam bimbingan dan konseling sejalan dengan konsep bimbingan dan konseling mutakhir yaitu bimbingan dan konseling dengan pendekatan pengembangan. baik dalam bakat. atau diluar jam pelajaran. Dibandingkan dengan kurikulum terdahulu agaknya ada perbedaan dalam jumlah jam belajar efektif. minat.dll. bimbingan kelompok. permainan kelompok. Mencermati konsep dasar KTSP dan karakteristiknya maka kegiatan bimbingan dan konseling secara prisnip sudah sesuai dengan kurikulum tersebut. dalam proses dialog dengan klien sampai menyentuh. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor. guru.

4. Kedudukan bimbingan dan konseling dalam pengembangan diri melalui KTSP sangat penting dan sentral. dan Konselor hanya bersifat membantu dan memberikan beberapa alternatif. 250 . Latihan Untuk mengetahui apakah saudara sudah memahami tentang posisi bimbingan dan konseling dalam KTSP maka coba saudara jawab beberapa soal latihan berikut ini: 1. Coba saudara bandingkan bagaimana ciri-ciri kurikulum tingkat satuan pendidikan dengan kurikulum yang terdahulu? 3. 5. KTSP merupakan kurikulum yang memberikan penekanan pada pengembangan diri peserta didik yang disesuaikan dengan kondisi peserta didik dan sekolah yang bersangkutan. Berdasarkan konsep tersebut maka kedudukan bimbingan dan konseling dalam KTSP sangat strategis dan merupakan jantungnya kegiatan pengembangan diri. Mengapa kegiatan bimbingan dan konseling dapat dinyatakan sebagai jantungnya pengembangan diri dalam KTSP? 2. C. Dengan demikian maka semua kegiatan bimbingan dan konseling baik pelayanan maupun kegiatan pendukung perlu lebih ditingkatkan dalam semua aktivitas program maupun pelaksanaannya. Untuk itu maka pengelolaan dan pengorganisasian yang sinergis merupakan syarat mutlak tercapinya pengembangan diri siswa. Pendekatan pengembangan dalam bimbingan dan konseling searah dengan pengembangan diri melalui KTSP. 3. Jelaskan pendapat saudara terhadap pernyataan tersebut.klien mempunyai peran dan tanggungjawab penuh dalam menentukan sendiri. Pengembangan diri dalam bimbingan dan konseling sejalan dengan pengembangan diri dalam KTSP. Bandingkan pendekatan pengembangan dengan pendekatan klinis dalam bimbingan dan konseling.| 4. Pelaksanaan pengembangan diri dalam KTSP dapat dilaksanakan dalam kelas akan tetapi seyogyanya lebih banyak memberikan kesempatan pada siswa untuk menjelajah dunia melalui aktivitas yang terbimbing. D. Pengembangan diri dalam bimbingan dan konseling diaktualisasikan dalam kegiatan pelayanan dan pendukung yang tercermin dalam pola 17 plus. 2. Melalui kegiatan bimbingan dan konseling diharapkaan siswa dapat mengembangkan dirinya seoptimal mungkin sehingga pada gilirannya tercapailah tujuan pendidikan dan bimbingan yaitu tercapainya kepribadian yang sehat dan utuh. Rangkuman 1.

Tujuan Program Secara umum tujuan pengembangan sebuah program adalah agar seluruh 251 . sampai dengan penilaian. dan efektif kearah pencapaian tujuan. dan terkordinasi sejak dari perencanaan. bagaimana. dan pelaporan dalam suatu periode waktu tertentu untuk mencapai suatu tujuan. dan pelaporan dalam suatu periode waktu tertentu (tahunan. Tanpa sebuah program menjadi tidak jelas apa. Program Pelayanan bimbingan dan konseling adalah serangkaian kegiatan Pelayanan bimbingan dan konseling sejak dari perencanaan.1. mingguan. agar Pelayanan bimbingan dan konseling dapat berjalan dengan lancar. Uraian Materi 1. Jumlah kegiatan yang tidak sedikit itu akan membutuhkan dan melibatkan berbagai pihak baik personal maupun materal. pelaksnaan. Kompetensi dan indikator. Dapat dikatakan bahwa program merupakan pedoman. semesteran. 2. dan pengordinasian secara sistematis agar semuanya dapat berjalan dengan lancar. terorganisasi. sampai dengan penilaian. pelaksnaan. dikontrol. Pelayanan bimbingan dan konseling juga melibatkan berbagai pihak dan memerlukan sejumlah fasilitas. Pada umumnya suatu kegiatan bukan merupakan aktivitas tunggal. dan sistematis. jenis layanan. Kompetensi Dasar: Memahami konsep dasar program pelayanan BK Indikator Pencapaian Kompetensi: 1.4 Menjelaskan prinsip-prinsip pokok pengembangan program BK 1. Rasionel Program Bimbingan dan Konseling Program merupakan salah satu konsekuensi bagi setiap kegiatan atau aktivitas manusia dalam mencapai suatu tujuan. siapa. dan efektif perlu adanya sebuah program. 3.1. dan kegiatan pendukung. efisien. tetapi merupakan sejumlah kegiatan dan sub-sub kegiatan yang terangkai secara harmonis dalam sebuah sistem.5 Menjelaskan tahap-tahap pengembangan program BK B.1 Menjelaskan rasional program BK 1. Dengan adanya program yang sistematis maka pelaksanaannya-pun akan lebih mudah dikendalikan.1.1. Disadari maupun tidak dalam setiap aktivitas manusia ada sebuah program. tertulis. pegangan. atau panduan bagi para pelaksana suatu kegiatan. dari aktivitas yang sangat sederhana tidak tertulis sampai dengan yang sangat kompleks.3 Menjelaskan tujuan dan manfaat program BK 1. bulanan.1.BAB III KEGIATAN BELAJAR 2 A. dan dievaluasi Pelayanan bimbingan dan konseling sebagai sebuah kegiatan mencakup berbagai bidang. sekalipun hanya di dalam pikiran. yaitu yang terencana. Tujuan dan manfaat program Bimbingan dan Konseling a. Dalam kondisi seperti itu maka diperlukan adaya penataan pengorganisasian. Oleh karena itu. Dalam satu sub kegiatan itu sendiri seringkali juga berupa kegiatankegiatan yang tidak berdiri sendiri. dan harian) untuk mencapai tujuan Pelayanan bimbingan dan konseling. Dengan kata lain diperlukan keberadaan sebuah program. dan dimana suatu kegiatan akan dilaksanakan. Pengertian Program Bimbingan dan Konseling Program dapat diartikan sebagai serangkaian kegiatan yang sistematis.2 Menjelaskan pengertian program BK 1. Standart kompetensi: Memahami konsep pengembangan program pelayanan Bimbingan dan Konseling (BK) di sekolah. efisien.

dan lembaga masyarakat yang memberi layanan kepada siswa. terorganisasi. d. Program bimbingan dan konseling membantu siswa agar dapat berfungsi secara efektif dalam kelompok. Ada beberapa pendapat yang membahas tentang prinsip pokok ini. 5) Penyediaan fasilitas akan lebih sempurna dan dapat dikontrol. b. baik tujuan jangka pendek maupun panjang. Manfaat Program 1) Tujuan setiap kegiatan bimbingan akan lebih jelas. terkoordinasi. g. dengan menghindarkan kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi. 2) Memungkinkan para petugas bimbingan untuk menghemat waktu. e. efisien. Prinsip-prinsip pokok pengembangan program Bimbingan dan Konseling Dalam pengembangan program bimbingan dan konseling sekolah perlu diperhatikan prinsip-prinsip pokok yang akan mendasari program yang akan disusun. pengembangan. dan di masyarakat.kegiatan dapat terencana. Program bimbingan dan konseling harus disusun selaras dengan program pendidikan dan pengajaran dan dengan memanfaatkan prasarana dan sarana yang ada seoptimal mungkin. dan usaha coba-coba yang tidak menguntungkan. Program bimbingan dan konseling menyediakan layanan bantuan kepada siswa. ataupun dalam jenis pelayanan bimbingan yang diperlukan. Yang pertama disarikan oleh Romlah dari pendapat Roeber dkk. Siswa-siswa akan menerima pelayanan bimbingan secara seimbang dan menyeluruh. pendidikan. dalam pada itu para petugas bimbingan akan menghayati pengalaman yang sangat berguna untuk kemajuannya sendiri dan untuk kepentingan siswa-siswa yang dibimbingnya. tenaga. baik dalam hal kesempatan. 6) Memungkinkan lebih eratnya komunikasi dengan berbagai pihak yang berkepentingan dengan kegiatan bimbingan. terarah.. dan pekerjaan. dan terkontrol secara sistematis. Program bimbingan dan konseling membantu semua siswa belajar berpartisipasi secara produktif dalam kelompok di sekolah. Program bimbingan dan konseling disusun dengan mempertimbangkan kemampuan 252 . Program bimbingan dan konseling menyediakan layanan konsultasi dan koordinasi kepada guru. 7) Adanya kejelasan kegiatan bimbingan dari antara keseluruhan kegiatan program sekolah. 3) Pemberian pelayanan bimbingan lebih teratur dan memadai. Konselor sekolah sesuai dengan latihan yang diperolehnya dan peranannya berperan sebagai orang sumber dan perantara bagi siswa dengan orangorang atau lembaga-Iembaga yang mempunyai peranan penting dalam kehidupan siswa. Gysbers dan Hendersen (1988). sehingga dapat berjalan dengan lancar. f. Program bimbingan dan konseling membantu perkembangan siswa dalam aspek pribadi. maupun perbaikan. Program bimbingan dan konseling merupakan bagian yang integrasi dari program pendidikan dan pengajaran dari sekolah yang bersangkutan secara keseluruhan. Program. b. dan efektif kearah pencapaian suatu tujuan. orang tua siswa. Berikut ini akan diuraikan dua pendapat tentang prinsip pokok pengembangan program bimbingan. bimbingan dan konseling yang komprehensif harus dapat membantu mengembangkan keempat aspek teraebut secara keseluruhan. dan biaya. Program bimbingan dan konseling membantu semua siswa agar dapat menjadi sadar terhadap kebutuhan. c. 4. (1955). administrator. minat. kemampuannya dan dapat mengembangkan dan memacu tercapainya tujuan-tujuan siswa. di rumah. sosial. baik yang bersifat pencegahan. yang pada dasarnya tidak jauh berbeda dan bahkan saling melengkapi. 4) Setiap petugas bimbingan akan menyadari peranan dan tugasnya masing-masing dan mengetahui pula bilamana dan di mana mereka harus bertindak. yaitu : a.

dan keterampilan staf sekolah dalam bidang bimbingan dan konseling. g. Pendapat kedua tentang prinsip-prinsip pokok pengembangan program bimbingan disampaikan oleh Miller (1961) yang mengemukakan sebagai berikut: a. menentukan titik tolak program. pelaksanaan. 7) Penggunaan sumber-sumber di dalam maupun di luar sekolat 8) Kebutuhan individual dan kebutuhan masyarakat luas. d. Program bimbingan harus memiliki tujuan yang ideal dan realistis dalam perencanaannya. minat dalam kegiatan bimbingan. Program bimbingan hendaknya memberikan pelayanan kepada semua siswa. Program bimbingan itu hendaknya dikembangkan secara berangsur-angsur atau tahap demi tahap dengan melibatkan semua unsur atau stat sekolah dalam perencanaannya. pemantauan. Penyusun program bimbingan dan konseling dapat dibedakan menjadi dua. latihan bimbingan dan konseling yang pernah diperoleh. Program bimbingan hendaknya mendorong komunikasi yang terus menerus antara unsur atau anggota staf sekolah yang bersangkutan. Kemampuan dan keterampilan yang perlu diidentifikasi meliputi latar belakang pendidikan. Tahap Persiapan Dalam tahap persiapan ini kegiatan yang dilakukan ialah survai untuk menginventarisasikan tujuan. b. h. Karena semua pihak yang terlibat di dalamnya dan iktu berpartisipasi sejak awal kegiatan. Untuk menjamin bahwa program bimbingan dan konseling dapat memenuhi kebutuhankebutuhan siswa dan masyarakat. Program bimbingan dan konseling secara berkelanjutan perlu disempurnakan melalui perencanaan. 2) Pelayanan yang diberikan oleh berbagai jenis petugas bimbingan. h. 9) Kesempatan untuk berpikir. Program bimbingan hendaknya menunjukkan peranan yang penting dalam menghubungkan dan mengintegrasikan sekolah dengan masyarakat. kemampuan sekolah serta kesiapan sekolah yang bersangkutan untuk melaksanakan program bimbingan. i. merasa. 3) Studi individual dan konseling individual. Untuk membahas tahap-tahap pengembangan program ini akan disampaikan dua macam pendapat tentang tahap-tahap kegiatan yang disarankan oleh Miller yaitu: a. Tahap ini mempunyai arti yang penting untuk menarik perhatian. 5) Pemberian jenis-jenis bimbingan 6) Pemberian bimbingan tentang berbagai program sekolah. Tahap-tahap Pengembangan Program Pelayanan Bimbingan dan Konseling Program bimbingan dan konseling di suatu sekolah sebaikn~ disusun setiap tahun pada awal tahun ajaran. b. dan berbuat. kepribadian dan minat terhadap kegiatan bimbingan. c. 4) Penggunaan alat pengukur atau teknik pengumpul data yang obyektif maupun subyektif. Pertemuan-pertemuan Permulaan Tujuan utama dari tahap pertemuan permulaan ini adalah untuk menanamkan pengertian bagi para peserta pertemuan tentang tujuan dari program bimbingan dan 253 . Program bimbingan hendaknya saling berhubungan dengan program pendidikan dan pengajaran. Program bimbingan hendaknya menjamin keseimbangan pelayanan bimbingan dalam hal: 1) Pelayanan kelompok dan pelayanan individual. maka selama program dilaksanakan perlu peninjauan. dan mengembangkan program yang sudah ada. f. Program bimbingan hendaknya memberikan kesempatan untuk melaksanakan penilaian terhadap diri sendiri. yaitu membuat program yang sama sekali baru. dan memelihara suasana psikologis yang menguntungkan. Program bimbingan hendaknya menyediakan atau memiliki fasi yang diperlukan e. kebutuhan. pengembangan. dan penilaian yang sistematis. 5. dan penilaian.

d. Melaksanakan program dan menyesuaikan program dengan pelaksanaan programprogram sekolah yang lain 4. c. prasarana dan waktu. 3) Memilih instrumen penilaian. Tugas-tugas dari panitia sementara adalah: 1) Menentukan tujuan program bimbingan di sekolah 2) Mempersiapkan bagan organisasi dari program bimbingan 3) Membuat kerangka dasar dari program bimbingan d. 6) Menyajikan data. sarana. 2. Tahap Penilaian Program (Evaluating) Pada tahap ini kegiatan yang dilakukan adalah : 1) Menentukan komponen-komponen program yang akan dinilai. Membuat instrumen pengukuran keberhasilan pelaksanaan program 3. Pembentukan Panitia Penyelenggara program. 2) Mempersiapkan dan melaksanakan latihan bagi para pelaksanan program. orang tua dan masyarakat. 4) Menentukan prosedure pengumpulan data. c. Tahap Pelaksanaan Program (Implementing) Pada tahap ini kegiatan-kegiatan yang dilakukan adalah sebagai berikut: 1. 2) Memilih model penilaian program yang akan digunakan. Mengadakan perubahan atau perbaikan program berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan. Mengindentifikasi sumber-sumber yang diperlukan yang meliputi manusia. 5) Menciptakan sistemn monitoring pelaksanaan program. Seeara rinei tahap-tahap tersebut sebagai berikut: a.konseling di sekolah. 3) Menjabarkan komponen-komponen program 4) Menganalisis kemampuan staf sekolah 5) Mengadakan peningkatan kemampuan atau pengembangan staf pelaksanaan program. Panitia ini bertugas untuk : 1) Mempersiapkan program dan sistem pencatatan. 2) Memilih strategi pelaksanaan program yang sesuai dengan kondisi dan situasi sekolah yang bersangkutan. analisis. Perencanaan (planning) Pada tahap pereneanaan hal-hal yang harus dikerjakan oleh pengembang program adalah : 1) Meneliti kebutuhan siswa 2) Mengklasifikasi tujuan-tujuan yang ingin dieapai. Tahap Pengembangan Program (Designing) Pada tahap ini kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh pengemba program adalah : 1) Merumuskan tujuan-tujuan program seeara operasional dala bentuk kegiatan-kegiatan yang dapat diukur hasilnya. pelaksanaan (impolemnting) dan penH (evaluating). 6) Menentukan prioritas program b. Pertemuan-pertemuan ini melibatkan petugas-petugas bimbingan dan konseling. 3) Membuat batasan jenis program yang akan dibuat 4) Meneliti jenis-jenis program yang sudah ada 5) Mengupayakan dukungan dan kerjasama dari staf sekolah. Pendapat lain tentang tahap-tahap pengembangan pro dikemukakan oleh Gysbers dan Henderson ( 1988 ) bahwa t pengembangan program meliputi 4 tahap yaitu: Pereneanaan (Plann Pengembangan (designing). dan laporan hasil penilaian 254 . Pembentukan Panitia Sementara Pembentukan panitia sementara bertujuan untuk merumuskan program bimbingan di sekolah.

Berikut ini uraian singkat teori dimaksud. 2. Secara garis besar perncanaan program bimbingasn konseling menurut teori ini adalah sebagai berikut: a. Program ini mengacu pada program yang sudah dijabarkan dalam tahunan dan semesteran. Programming. Berdasarkan data hasil ungkap masalah kemudian ditabulasi dan dianalisis kebutuhan apa yang diharapkan atau masalah apa yang dirasakan oleh siswa di sekolah serta berdasarkan hasil analisis ini selanjutnya disusunlah perencanaan program bimbingan dan konseling di sekolah yang mencakup empat bidang. Mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan atau masalah-masalah siswa. f.BAB IV KEGIATAN BELAJAR 3 A. Menentukan program semesteran yang didasarkan pada program tahunan. maksudnya berdasarkan analisis kebutuhan diatas segera mendapatkan layanan agar perlu mendapat perhatian utama untuk dicantumkan dalam program bimbingan dan konseling di sekolah. masalah apa yang Menentukan karakteristik sekolah. cek list atau yang lain yang sudah dibakukan. Teori Pengembangan Program Pelayanan Bimbingan Dan Konseling Berdasarkan Planning. Untuk dapat mengetahui kebutuhan dan masalah siswa dapat dilakukan dengan berbagai instrumen seperti menggunakan Alat Ungkap Masalah baik menggunakan kuesioner. berada di kota atau di desa. tujuh atau sembilan layanan dan lima kegiatan pendukung. Kompetensi dan indikator Standar Kompetensi: Memahami konsep pengembangan program pelayanan Bimbir dan Konseling (BK) di sekolah. Hal ini diperhatikan agar layanan bimbingan dan konseling dapat sesuai dengan karakteristik sekolah.1 Menjelaskan teori perencanaan program konvensional 1 . Program ini merupakan jabaran secara makro dari serangkaian kegiatan layanan bimbingan dan konseling yang menjadi wilayah tanggungjawabnya. Menentukan skala prioritas. e. maksudnya program yang akan disusun disesuaikan dengan bagaimana situasi dan kondisi sekolah. c. Kompetensi Dasar: Memahami teori-teori perencanaan program BK Indikator Pencapaian Kompetensi: 1. Menetukan program bulanan. seperti apakah sekolah tersebut bersifat umum atau kejuruan. mingguan dan harian. d. Uraian Materi Dalam perencanaan program pelayanan bimbingan dan konseling dikenal dengan 2 macam teori perencanan program yaitu (1) teori konvensional dan (2) PPBS. Teori Perencanaan Program Pelayanan Bimbingan Dan Konseling Konvensional. Menentukan program tahunan yaitu keseluruhan layanan bimbingan dan konseling yang akan diberikan selama satu tahun.1. Bugdeting System (PPBS) Pengembangan program berdasarkan PPBS merupakan upaya untuk memperbaiki cara pengembangan program berdasar1<an pada cara konvensional yang mendasarkan kebutuhan atau masalah siswa karena cara yang pertama lebih 255 . sehingga akan tampak kegiatan yang saling mendukung tercapainya tujuan layanan bimbingan dan konseling di sekolah.2 Menjelaskan teori perencanaan program berdasarkan PPBS B.1. 1. sehinga dapat direncanakan kegiatan apa saja yang akan diberikan selama satu semester untuk kelas tertentu. b.

konkrit dan kuantitatif. Dengan demikian penetapan tujuan merupakan awal dari kegiatan perencanaan. berilmu. Agar program sekolah dapat terealisasi maka perlu perencanaan yang mendasarkan pada tujuan baik tujuan umum maupun khusus. Untuk mencapai tujuan tersebut maka kegiatan di sekolah selayaknya memberikan layanan dalam pembelajaran yang kondusif. kurikulum yang telah disusun secara nasional dan bagaimana mengevaluasi kegiatan sangat sukar dilakukan. Penentuan Kategori Program Utama dijabarkan berdasarkan tujuan yang telah ditentukan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Oleh karena itu melalui kegiatan perencanaan diharapkan semua tujuan yang telah ditentukan dapat tercapai. basik dalam kehidupan sehari-hari di sekolah maupun untuk peranannya di masa depan. Misalnya saja dalam kategori porgram utama adalah pengmbangan bimbingan pribadi maka program utamanya dapat . (3) pengenalan dan pemahaman tentang bakat dan minat pribadi serta penyaluran dan pengembangannya melaui kegiatan-kegiatan yang kreatif dan produktif. 1. (4) 256 . berakhlak mulia. 2.menekankan pada selera peserta didik dan kurang memperhatikan tujuan layanan bimbingan dan konseling. memberikan standart atau pedoman serta tolok ukur keberhasilan kegiatan bimbingan dan konseling. dan karir. Namun tujuan juga dapat bersifat sasaran apabila tujuan yang diharapkan tercapai dapat diukur secara konkrit dengan ciri pragmatis. Secara eksplisit telah dikemukakan bahwa perkembangan yang optimal dapat diturunkan menjadi tujuan bimbingan yang mencakup 4 bidang yatiu pribadi. Menentukan Program Utama Program utama merupakan penjabaran dari kategori program utama. Ungkapan seperti setelah mengikuti layanan konseling siswa dapat mengentaskan masalah yang dihadapi. dan lain-lain. bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. program dan penganggaran. Secara singkat pengembangan program berdasarkan PPBS sebagai berikut: a. Untuk menentukan progam apa yang akan dilaksanakan maka dalam PPBS proses pengembangan program mencakup langkah-Iangkah sebagai berikut ini. Programming Programming merupakan suatu kegiatan untuk membuat program yang akan dilaksanakan selama kurun waktu tertentu. Menentukan Kategori Program Utama ( KPU ). belajar.Tujuan dalam kegiatan bimbingan dan konseling dapat bersifat filosofis seperti tercapainya perkembangan yang optimal. Melalui perencanaan yang matang akan dapat memberikan arah terhadap pencapaian tujuan bimbingan yang telah ditetapkan. mandiri. cakap.(1) penanaman sikap kebiasaan dalam beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa (2) Pengenalan dan pengembangan tentang kekuatan diri sendiri dan penyalurannya untuk kegiatan-kegiatan yang kreatif dan produktif.sehat. menjadi insan mandiri. dan menjadi warganegara yang demokratis serta bertanggungjawab. Untuk itu cara yang kedua ini dipertimbangkan untuk digunakan dalam pengembangan program bimbingan dan konseling di sekolah. administrasi dan kepemimpinan yang memadai dan pemberian bantuan layanan bimbingan dan konseling untuk mengembangkan potensi peserta didik secara optimal. Perencanaan Dalam sistem pendidikan nasional dinyatakan bahwa Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak dan peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. kreatif. b. sosial. Pengembangan program bimbingan dan konseling berdasarkan PPBS maksudnya dalam menyusun program didasarkan pada sistem yang memperhatikan perencanaan. Program itu sendiri merupakan serangkaian kegiatan yang saling terkait satu dengan yang lain untuk mencapai tujuan berarti serangkaian kegiatan bimbingan dan konseling yang saling terkait satu dengan yang lain untuk mencapai tujuan bimbingan dan konseling yang telah ditentukan sebelumnya. atau klien dapat menunjukkan rasa bahagia dan merasa puas setelah memperoleh layanan konseling merupakan contohnya.

Jangka waktu Semua kegiatan hendaknya disusun untuk minimal dalam kurun waktu satu tahun kedepan sehingga dapat diantisipasi semua unsur yang dapat mendukung terlaksananya program. Selanjutnya bila kerjasama telah terjalin maka keberadaan bimbingan dan konseling sekolah akan semakin diakui dan dihargai oleh semua pihak termasuk staf sekolah dan masyarakat. c. (5) pengembangan kemampuan mengambil keputusan sederhana dan mengarahkan diri ( 6) perencanaan dan pemeliharaan hidup sehat. Biaya Berdasarkan program yang telah disusun maka perlu dipertimbangkan biaya operasional yang dibutuhkan. Namun satu hal yang perlu dicermati oleh guru pembimbing di sekolah bahwa dengan adanya program yang jelas maka personal di sekolah seperti kepala sekolah dan guru bidang studi lainnya akan memperoleh pencerahan dan keyakinan bahwa guru pembimbing adalah bukan pengangguran melainkan guru yang mempunyai program yang jelas sehingga pada gilirannya mereka akan secara sukarela mau bekerjasama untuk melaksanakan program bimbingan dan konseling di sekolah. bulanan. 4.Pengenalan dan pemahaman tentang kelemahan diri sendiri serta usaha-usaha penanggulangannya. 257 . Berdasarkan pengamatan di lapangan belum semua guru pembimbing di sekolah yang telah menyusun program bimbingan dan konseling sesuai dengan tahap-tahap maupun teori pengembangan program. Namun yang perlu diingat bahwa pengembangan anggaran biaya perlu memperlhatikan situasi dan kondisi keuangan sekolah. mingguan dan akhirnya kegiatan. dll. Target dapat dilihat dari seberapa banyak peserta didik yang mendapat layanan. Untuk itu pada awal tahun ajaran hendaknya sudah dipikirkan seberapa dana yang dibutuhkan dan dari mana sumber pembiayaan.Target Target merupakan keluaran atau hasil yang ingin dicapai setelah program dilaksanakan. Program Program merupakan bagian terkecil dari KPU. Dengan demikian maka serangkaian program yang dipaparkan merupakan acuan pembiayaan yang proporsional. Berdasrkan program dalam jangka waktu satu tahun tersebut kemudian disusunlah program semesteran. dan berdasarkan program utama maka langkah selanjutnya menentukan program. bagaimana perubahan sikap dan perilaku individu setelah memperoleh sejumlah layanan. 3. Jadi tugas utama adalah menentukan program apa saja yang dapat dilakukan agar semua rencana yang telah dicanangkan dapat terealisasi Adapun jumlah dan kegiatannya tidak dibatasi. tetapi yang perlu diingat adalah apakah program yang disusun dapat memenuhi tercapainya program utama. d.

2.10 Menyusun program harian 2.1. 258 .2. 5) Volume keseluruhan kegiatan pelayanan konseling dalam satu minggu minimal ekuivalen dengan beban tugas wajib konselor di sekolahl/madrasah.5 Mengdentifikasi jenis layanan 2.11 Menilai pelaksanaan program 2. Pemilihan dan pengorganisasian materi pelayanan bimbingan dan konseling (sesuai dengan tujuan dan karakteristik konseli).12 Menyusun lapelprog B.1 Menjelaskan perencanaan kegiatan 2.1 Memahami rambu-rambu pengembangan program pelayanan BK berdasarkan KTSP 1.3 Menjelaskan penilaian kegiatan 2. Uraian Materi 1. 2) Perencanaan kegiatan pelayanan BK harian yang merupakan jabaran dari program mingguan disusun dalam bentuk satuan layanan (SATLAN) dan satuan kegiatan pendukung (SATKUNG) yang masing-masing memuat: a) Sasaran layanan/kegiatan pendukung b) Substansi layanan/kegiatan pendukung c) Jenis layanan/kegiatan pendukung.1.2 Menjelaskan pelaksanaan kegiatan 2. Rambu-rambu Pengembangan Program Pelayanan BK berdasarkan KTSP a.4 Menjelaskan laporan pelaksanaan program 2.8 Menyusun program bulanan 2. Di dalam perencanaan program bimbingan dan konseling. serta alat bantu yang digunakan d) Pelaksana layanan/kegiatan pendukung dan pihak-pihak yang terlibat e) Waktu dan tempat 3) Rencana kegiatan pelayanan konseling mingguan meliputi kegiatan di dalam kelas dan di luar kelas untuk masing-masing kelas peserta didik yang menjadi tanggung jawab konselor.2.2.2 Memahami langkah-Iangkah operasional pengembangan program pelayanan BK berdasarkan KTSP Indikator Pencapaian Kompetensi: 2. terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan.BAB V KEGIATAN BELAJAR 4 A.2. Kompetensi dan indikator Standar Kompetensi: Menyusun program pelayanan BK di sekolah berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Kompetensi Dasar: 1.2.9 Menyusun program mingguan 2.2. yaitu : 1. bulanan serta mingguan.2. Kejelasan perumusan tujuan bimbingan dan konseling (tidak menimbulkan penafsiran ganda dan mengarah ke kemandirian) 2.1.1.1. 4) Satu kali kegiatan layanan atau kegiatan pendukung konseling berbobot ekuivalen 2 (dua) jam pembelajaran.7 Menyusun program semesteran 2.6 Menyusun program tahunan 2. Perencanaan Kegiatan 1) Perencanaan kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling (BK) mengacu pada program tahunan yang telah dijabarkan ke dalam program semesteran.1.

(3) Kegiatan pelayanan konseling di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah maksimum 50% dari seluruh kegiatan pelayanan konseling. 4. dan pihak-pihak yang terkait. materi. 6. kunjungan rumah. Pemilihan instrument dan media pelayanan bimbingan dan konseling ( sesuai dengan tujuan. 259 . Program Tahunan bimbingan dan konseling (sistematis dan lengkap). serta layanan/kegiatan lain yang dapat dilakukan di dalam kelas (2) Volume kegiatan tatap muka klasikal adalah 2 (dua) jam per kelas per minggu dan dilaksanakan secara terjadwal (3) Kegiatan tidak tatap muka dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan konsultasi. Program semesteran bimbingan dan konseling (sistematis dan lengkap). insidental dan keteladanan. 8. Rencana evaluasi dan tindak lanjut (tindaklanjutnya sejalan dengan hasil evaluasi dan mampu mencapai tujuan). penguasaan konten. 7. konseling kelompok. konseling perorangan" bimbingan kelompok. jenis kegiatan. serta kegiatan lainnya yang dapat dilaksanakan di luar kelas. waktu. (2) Satu kali kegiatan layanan/pendukung konseling di luar kelas/di luar jam pembelajaran ekuivalen dengan 2 (dua) jam pembelajaran tatap muka dalam kelas. diketahui dan dilaporkan kepada pimpinan sekolah/madrasah. himpunan data. konselor berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan pengembangan diri yang bersifat rutin. penempatan dan penyaluran. pemanfaatan kepustakaan. (5) Volume dan waktu untuk pelaksanaan kegiatan pelayanan konseling di dalam kelas dan di luar kelas setiap minggu diatur oleh konselor dengan persetujuan pimpinan sekolah/madrasah (6) Program pelayanan konseling pada masing-masing satuan sekolah/madrasah dikelola dengan memperhatikan keseimbangan dan kesinambungan program antar kelas dan antar jenjang kelas.3. dan karakteristik konseli). tempat. dan mensinkronisasikan program pelayanan konseling dengan kegiatan pembelajaran mata pelajaran dan kegiatan ekstra kurikuler. substansi. serta mengefektifkan dan mengefisienkan penggunaan fasilitas sekolah/ madrasah. b) Di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah: (1) Kegiatan tatap muka dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan orientasi. dan alih tangan kasus. Pemilihan Strategi Pelayanan Bimbingan dan Konseling( ketepatan skenario pelayanan bimbingan dan konseling : langkah-langkahnya fleksibel) 5. 2) Program pelayanan konseling yang direncanakan dalam bentuk SATLAN dan SAT KUNG dilaksanakan sesuai dengan sasaran. Waktu dan biaya (ketepatan dan kecukupan waktu dan biaya). 3) Pelaksanaan Kegiatan Pelayanan Konseling a) Di dalam jam pembelajaran sekolah/madrasah: (1) Kegiatan tatap muka secara klasikal dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan informasi. kegiatan instrumentasi. 6) Pelaksanaan Kegiatan 1) Bersama pendidik dan personil sekolah/madrasah lainnya. (4) Kegiatan pelayanan konseling dicatat dalam laporan pelaksanaan program (LAPELPROG). kegiatan konferensi kasus. dan mediasi.

dan sebagainya. c) Penilaian jangka panjang (LAIJAPANG). Teknik non tes misalnya dengan observasi. seperti evaluasi proses dan produk. daftar konseli (siswa). 4) Hasil kegiatan pelayanan konseling secara keseluruhan dalam satu semester untuk setiap peserta didik dilaporkan secara kualitatif. konferensi kasus. analisis dan pengambilan keputusan. audio. dan tindak lanjut. juga dapat diidentifikasi kegiatan pendukung apa yang diperlukan sebagai konsekuensi dari layanan-Iayanan tersebut. Teknik tes misalnya tes kecerdasan. 2. angket. untuk mengetahui efektifitas dan efesiensi pelaksanaan kegiatan. buku saku). dan laporan hasil evaluasi program bimbingan dan konseling dan tindak lanjutnya. Selain menggunakan teknik-teknik tersebut. Hasil identifikasi ini seyogyanya ditampilkan dalam sebuah tabel. Identifikasi Kebutuhan dan Permasalahan Siswa Identifikasi kebutuhan dan permasalahan siswa adalah mengumpulkan dan memahami secara cermat kebutuhan dan permasalahan siswa yang secara aktual dirasakan dan dihadapi oleh siswa. Identifikasi kebutuhan dan permasalahan siswa dapat dilakukan dengan teknik tes maupun non tes. Maka dapat diasumsikan apa yang dibutuhkan dan apa permasalahan-permasalahan mereka. data kebutuhan atau permasalahan konseli. laporan semesteran. dan laporan tahunan. Disamping itu. media cetak. minat. dan sosiometri. papan bimbingan. konseling kelompok. 5) Secara keseluruhan perlu dilaporkan secara fisik beberapa jenis dokumen yaitu: agenda kerja konselor. yaitu penilaian pada akhir setiap jenis layanan dan kegiatan pendukung konseling untuk mengetahui perolehan peserta didik yang dilayani. bakat. 2) Penilaian proses kegiatan pelayanan konseling dilakukan melalui analisis terhadap keterlibatan unsur-unsur sebagaimana tercantum di dalam SATLAN dan SATKUNG. wawancara. Tanpa melakukan identifikasi yang jelas dan mantap. dan referal. aktivitas pelayanan bimbingan dan konseling (pemahaman. yaitu penilaian dalam waktu tertentu (satu bulan sampai dengan satu semester) setelah satu atau beberapa layanan dan kegiatan pendukung konseling diselenggarakan untuk mengetahui lebih jauh dampak layanan dan atau kegiatan pendukung konseling terhadap peserta didik.seperti konseling individual.b. pelayanan langsung. yaitu penilaian dalam waktu tertentu (satu minggu sampai dengan satu bulan) setelah satu jenis layanan dan atau kegiatan pendukung konseling diselenggarakan untuk mengetahui dampak layanan/kegiatan terhadap peserta didik. Mengacu pada pengembangan diri 260 . Kegiatan ini merupakan langkah awal dan sebagai dasar dalam pengembangan program. Hasil identifikasi tersebut selanjutnya dianalisis untuk menentukan layananIayanan apa yang diperlukan oleh siswa. Penggunaan teknik tes harus dilakukan oleh tenaga yang berkewenangan. audiovisual. serta pelayanan tidak langsung. bimbingan kelompok/klasikal. kunjungan rumah. seperti ada catatan anekdotal. b) Penilaian jangka pendek (LAIJAPEN). juga dapat padukan dengan mendasarkan pada asumsi teoritik. Perlu diperhatikan bahwa langkah ini merupakan langkah yang sangat strategis yang sangat menentukan langkah-Iangkah berikutnya. 3) Hasil penilaian kegiatan pelayanan konseling dicantumkan dalam LAPELPROG. inventori. bibliokonseling. laporan bulanan. kotak masalah. Langkah-Iangkah Operasional Pengembangan Program Pelayanan Bimbingan dan Konseling berdasarkan KTSP a. secara teoritik mereka berada pada fase perkembangan remaja awal. konsultasi. Penilaian Kegiatan 1) Penilaian hasil kegiatan pelayanan konseling dilakukan melalui: a) Penilaian segera (LAISEG). dan sebagainya. maka layanan-Iayanan yang akan diberikan kepada siswa belum tentu sesuai dengan kebutuhan dan permasalahan siswa. liflet. Misalnya siswa kelas 1 SMP.

6. Kompetensi dan kebiasaan dalam kehidupan pribadi 5. Pengembangan program tahunan sampai dengan harian pada dasarnya merupakan pendistribusian seluruh kegiatan yang akan diberikan kepada siswa agar dapat berjalan dengan lancar dan jelas pada setiap satuan waktu. SOSIAL ORIN 261 . Pendalaman dan penyelesaian masalah pribadi 14. Pertemuan dengan keluarga peserta didik yang mengalami masalah pribadi. Informasi ttg perkembangan. 11. Data perkembangan. dan setiap satu layanan atau kegiatan BK ekivalen dengan 2 jam pelajaran. 10.dalam KTSP bahwa beban tugas guru adalah 24 jam pelajaran per minggu. Pemberdayaan pihak tertentu untuk membantu peserta didik dalam pengembangan pribadi 8. 3. 12. Obyek-obyek pengembangan pribadi 2. Penempatan dan penyaluran untuk pengembangan kemampuan pribadi. 7. Oleh karena itu. PRIBADI KEBUTUHAN/PERMASALAHAN Need assesment : 1. Bacaan dan rekaman tentang perkembangan dan kehidupan pribadi 13. CONTOH IDENTIFIKASI KEBUTUHAN DAN PERMASALAHAN SISWA KELAS XII IPS 1 BIDANG BIMBINGAN A. Apabila dalam satu tahun ada 36 minggu efektif maka diperlukan 12 layanan/ pendukung X 36 yaitu 432 layanan dan pendukung. maka pengembangan program tahunan sampai dengan harian menjadai lebih mudah. maka setiap minggu seorang konselor minimal harus menyelenggarakan 12 layanan dan atau kegiatan pendukung. Masalah pribadi : dalam kehidupan pribadi. kondisi dan lingkungan diri sendiri. kemampuan. Obyek-obyek pengembangan JENIS LAYANAN ORIN INFO PP PKO KP BKp/KKp KSI KEGIATAN PENDUKUNG AI HD KK KR TKP APIN B. dan potensi diri. potensi. Apabila langkah ini dapat dilakukan dengan baik. 4. Kemampuan dan Kondisi Pribadi. Pembahasan kasus-kasus masalah pribadi tertentu yang dialami peserta didik. Identifikasi kebutuhan dan permasalahan siswa paling tidak harus bisa menurunkan 12 layanan dan atau kegiatan per minggu. Pengungkapan kondisi dan masalah pribadi peserta didik 9.

Kemampuan dan Kondisi hubungan sosial.hubungan sosial 15. kondisi dan lingkungan sosial. kegiatan dan hasil belajar. Masalah pribadi : dalam kemampuan. 33. 34. Data perkembangan. Data kemampuan. 24. Kompetensi dan kebiasaan dalam kehidupan sosial 18. potensi. Bacaan dan rekaman tentang perkembangan dan kehidupan sosial 26. Pembahasan kasus-kasus masalah INFO PP PKO KP BKp/KKp KSI AI HD KK KR TKP APIN ORIN INFO PP PKO KP BKp/KKp KSI AI HD KK KR 262 . 30. Obyek-obyek pengembangan kemampuan belajar 28. Pembahasan kasus-kasus masalah sosial tertentu yang dialami peserta didik. 19. 20. kemampuan. kegiatan dan hasil belajar. 36. Masalah pribadi : dalam kehidupan sosial. Pemberdayaan pihak tertentu untuk membantu peserta didik dalam pengembangan kemampuan sosial 21. potensi. 29. Kompetensi dan kebiasaan dalam kegiatan serta penguasaan bahan belajar. 31. Informasi ttg perkembangan. BELAJAR 27. Informasi ttg. Kemampuan. 32. Pengungkapan kondisi dan masalah sosial peserta didik 22. 25. Pendalaman dan penyelesaian masalah sosial C. 23. Penempatan dan penyaluran untuk pengembangan kemampuan sosial. Pemberdayaan pihak tertentu untuk membantu peserta didik dalam pengembangan kemampuan relajar. dan kondisi hubungan sosial. 16. 17. kemampuan. Penempatan dan penyaluran untuk pengembangan kemampuan belajar. Pengungkapan kondisi dan masalah belajar peserta didik 35. Pertemuan dengan keluarga peserta didik yang mengalami masalah sosial. kegiatan dan hasil belajar peserta didik. kegiatan dan hasil belajar.

Kompetensi dan kebiasaan dalam pengembangan karir. Obyek-obyek implementasi karir... KARIR 40.... Bacaan dan rekaman tentang kemampuan dan kegiatan belajar. D.. Pertemuan dengan keluarga peserta didik yang mengalami masalah belajar..belajar tertentu yang dialami peserta didik. Pertemuan dengan keluarga peserta didik yang mengalami masalah karir. 51. kemampuan... Penempatan dan penyaluran untuk pengembangan kemampuan karir. Data kemampuan dan arah karir. arah dan kondisi karir.. ORIN INFO PP PKO KP BKp/KKp KSI TKP APIN AI HD KK KR TKP APIN Mengetahui : Kepala Sekolah. . 44. Pendalaman dan penyelesaian masalah belajar... 41. Pembahasan kasus-kasus masalah karir tertentu yang dialami peserta didik. Pemberdayaan pihak tertentu untuk membantu peserta didik dalam pengembangan karir 47.. Bacaan dan rekaman tentang perkembangan dan kehidupan karir 52. 37. 38. 46. NIP.. Masalah pribadi : dalam pengembangan karir. Pengungkapan kondisi dan masalah karir peserta didik 48. . Informasi ttg potensi.. NIP... 45.. Kudus... 43. Kemampuan dan arah karir. 50. 39.... Pendalaman dan penyelesaian masalah karir.... 49. 42... Catatan : Minggu efektif : Semester 1 = 22 minggu Semester 2 = 14 minggu Jumlah = 36 minggu 263 .. Juni 2011 Konselor..

kelompok. Program Bulanan (Lampiran 3) 4. Program Semesteran (lampiran 2) 3. ekuivalen dengan 12 layanan/kegiatan pendukung. Program Pelayanan Bimbingan dan Konseling. Program Tahunan (lampiran 1) 2. sehingga umlah layanan dalam satu tahun 432 layanan. dan 5. Termasuk contoh Satuan Kegiatan Layanan.Tugas konselor per minggu = 24 jam. atau cara khusus/strategi politik. Satuan Kegiatan Pendukung. Program Harian (Lampiran 5) 6. 1 tahun = 36 minggu X 12 layanan. maka terdapat jumlah layanan per-kelas yaitu 432 layanan : 4 kelas sama dengan 108 layanan/kelas/tahun. Dalam uraian berikut disajikan beberapa contoh program bimbingan dan konseling di sekolah yang meliputi : 1. lapangan. b. dan 36 layanan di luar jam pembelajaran di sekolah dengan format individual. Apabila setiap konselor diserahi 4 kelas. Program Mingguan (Lampiran 4). Rinciannya sebagai berikut : 72 layanan di dalam jam pembelajaran di sekolah. serta Laporan pelaksanaan Kegiatannya (Lampiran 6) 264 .

265 .

266 .

Layanan Konseling Perorangan 5. Masalah pribadi dalam kehidupa n pribadi Masalah pribadi dalam kehidupa n sosial Topik bebas tentang Teoriris Membah as kasus yang perlu melibatk an berbagai pihak Membah as kasus yang perlu melibatk an berbagai pihak Bacaan Masalah pribadi dalam penentua n arah karir VI Penempata n dan penyaluran untuk pengemba ngan kemampua n karir 4. Tampilan Bacaan 267 .Lampiran 2 : (CONTOH) PROGRAM SEMESTERAN PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING SEKOLAH 2012) KELAS ANONIM NO : SMA NEGERI GD. KEGIATAN I 1 Layanan Informasi 2 Layanan Penempata n dan Penyaluran Penempa tan dan penyalur an untuk pengemb angan kemamp uan belajar 3 Layanan Penguasaan konten MATERI BIDANG PENGEMBANGAN SEMESTER 2 (JANUARI-JUNI 2009-2010) BULAN (SELAMA SATU SEMESTER) II III IV V Informasi ttg potensi kemamp uan dan kondisi hubunga n sosial Penempa tan dan penyalur an untuk pengemb angan kemamp uan sosial Kompete nsi dan kebiasaa n dalam kehidupa n sosial. Layanan Bimbingan Kelompok Topik tugas tentang bulliying Topik bebas tentang kehidupan remaja akhir 6. Konferensi Kasus 7.MANIS : XI IPS SEMESTER KONSELOR : 2 (2011: DRS.

dll) 268 .MANIS : XI IPS SEMESTER KONSELOR : 2 (2011: DRS. anaknya dan sejenisnya Upaya mediasi dari pihak-pihak yang berselisih Pertemuan dg Kunjungan orang tua siswa rumah membahas membahas masalah sosial kenakalan anaknya siswa di sekolah (tawuran.Kepustakaa n dan rekaman ttg pergaula n bebas dan efeknya Identifika si self esteem siswa Pengukur an kecender ungan kepribadi an siswa. Aplikasi instrumenta si Lampiran 3 : (CONTOH) PROGRAM BULANAN PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING SEKOLAH 2012) KELAS ANONIM NO 1 2 : SMA NEGERI GD. dan rekaman ttg peningka tan motivasi berprest asi 8. KEGIATAN Layanan Informasi Layanan Bimbingan kelompok Layanan Konsultasi 3 4 Layanan Mediasi 5 Kunjungan Rumah MATERI BIDANG PENGEMBANGAN MINGGU I MINGGU II MINGGU III MINGGU IV Informasi perkembangan diri Membahas Membahas topik ttg topik kemampuan tentang sosial arah karir Konsultasi dari Konsultasi orangtua siswa dari orang yang tua tentang mengeluhkan masalah putranya sering belajar pulang malam.

Himpunan Data Menghimpun data hasil sosiometri siswa kelas ybs. 269 .6.

ANONIM N O KEGIATA N SENIN 1.MANIS (2011-2012) KELAS : XI IPS DRS.Lampiran 4 : (CONTOH) PROGRAM MINGGUAN PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING SEKOLAH : SMA NEGERI GD. Dst. 270 . Layanan Bimbingan Kelompok Mediasi Membaha s topik tentang kemampu an sosial Upaya mediasi dari pihakpihak yang berselisi h Mentabula si data hasil sosiometri siswa kelas ybs Menghim pun data hasil sosiomet ri siswa kelas ybs Upaya mediasi dari pihakpihak yang berselisi h SEMESTER KONSELOR : : 2 MATERI BIDANG PENGEMBANGAN (MULAI HARI SENIN SAMPAI SABTU) MINGGU KE II (Pebruari 2010) SELASA RABU KAMI S JUM’AT SABTU 2 3 Himpunan Data 4.

Lampiran 6 : (Contoh) 271 .

SATUAN KEGIATAN PENDUKUNG APLIKASI DAN INSTRUMENTASI A. Sasaran Layanan : G. 24-25 Agt 2011. Tujuan Layanan : : : : : Angket Sosiometri Sosial Aplikasi Instrumentasi Pemahaman. Pihak yang Disertakan/Terkait : Wali Kelas N.Kegiatan Guru 1. Fungsi Layanan Pengentasan E. Tempat Penyelenggaraan : Ruang kelas XI IPS – 1 SMA 1 Gd. Nama Instrumen : Angket Sosiometri 2.Sumber dana : Komite Sekolah L. Mengisi identitas siswa ada lembar sosiometri 2. Catatan Khusus : Layanan pendukung dengan instrumen angket sosiometri diharapkan dapat mengungkap anak yang terisolir dalam kelasnya untuk diberikan bantuan sehingga dapat diterima kembali di lingkungan teman belajarnya. Bidang Bimbingan C.Pembuatan kelompok belajar b. Jenis Instrumen : Non Tes 3. Menyiapkan lembar angket sosiometri 2.Manis J. Tanggal. Anonim. Materi Instrumen 1. Isi Instrumen : Dipilih dan ditolak teman belajar I. Keterkaitan Layanan ini dengan : Pemberian layanan konseling perorangan bagi siswa Layanan Pendukung Lain yang terisolir Q.Kegiatan Murid 1. Semester : 45 menit.700. Laijapeng : Melihat perkembangan kelompok belajar P. Topik B. Isi a. M. Alat dan Perlengkapan : Angket sosiometri O. Menjelaskan tujuan angket sosiometri 3.Identifikasi anak yang paling banyak diterima dan ditolak sebagai teman belajar . Laiseg : .Manis F. Penyelenggara Layanan : Drs. 1 (satu) K. Sabtu. 272 . Proses : Melihat perilaku siswa saat mengisi angket 2. Mengisi lembar jawab sosiometri H. Hari. Biaya/Dana : Foto copy 170 lembar = Rp 18. Jenis Layanan D. Pencegahan dan Untuk mengetahui hubungan sosial dalam kelas dan pembuatan kelompok belajar Kelas XI IPS – 1 SMA 1 Gd. Uraian Kegiatan . Waktu. Menjelaskan cara pengisian sosiometri . Rencana Penilaian dan Tindak Lanjut 1.

Manis Kudus. Pelaksanaan 1. Jum’at. Evaluasi 1. Bidang Bimbingan 2. 2. Analisa dilakukan dengan membuat tally dan menghitung jumlahnhya pada pilihan siswa dan penolakan siswa dalam kelompok belajar. Cara-cara tindak lanjut a. siswa hadir semua. Jenis Layanan 3. Sasaran Layanan : : : : : : Angket Sosiometri Sosial Aplikasi Instrumentasi Pemahaman dan pencegahan serta Untuk mengetahui hubungan sosial dalam kelompok belajar Siswa kelas XI IPS – 1 SMA 1 Gd. Cara-cara Analisa a. semester : (satu) 2. Konselor Agustus Dra. Keaktifan siswa dalam mengisi Membuat rekapitulasi daftar cek Sebagian besar siswa yang banyak masalah pada pokok masalah Siswa cukup antusias mengisi B. Cara-cara penilaian angket sosiometri : masalah 2. Tujuan Layanan 5. Anonim NIP. NIP. ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN LAYANAN PENDUKUNG A. Waktu. b. hari. Deskripsi dan komentar tentang : mempunyai hasil penilaian kehidupan keluarga angket D. E.Mengetahui 2011 Kepala SMA 1 Gd. Deskripsi dan komentar tentang analisa Anak yang mempunyai masalah paling banyak ditolak teman dalam kelompok belajar mendapat prioritas utama dalam penanganannya. Fungsi Layanan pengentasan 4. 131957012 Drs. 1 Ruang kelas XI IPS – 1 SMA 1 Gd. Deskripsi dan komentar tentang : C. Tindak Lanjut 1. Membuat jadwal konseling bagi siswa yang banyak ditolak 273 . Topik 1. Putu W. 131693660 LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI. Manis Pelaksanaan pengisian sosiometri berjalan dengan lancar. Analisa Hasil Penilaian 1. Tempat : 3. tanggal. Manis 45 menit. 24 Agustus 2011. Membuat sosiogram.

Bagi siswa yang telah dikonseling perkembangannya. Putu W. 274 . Anonim.Kegiatan Murid 1. Membuat kelompok belajar 2. Uraian Kegiatan . Jum’at dan Sabtu. Biaya/Dana : Foto copy 370 lembar = Rp 40. Manis J. Anonim NIP.Manis Waktu. Konselor Agustus Dra. NIP. Kelas XI IPS – 1 SMA 1 Gd. Jenis Instrumen : Non Tes 3. Menjelaskan tujuan yang akan diharapkan DCM 3. Semester : 45 menit. Sasaran Layanan : H. Kelompok belajar diikuti kegiatan belajarnya. Mengisi identitas siswa 2. Topik C. Tujuan Layanan : : : : : DCM Pribadi Aplikasi Instrumentasi Pencegahan dan Pengentasan Untuk mengidentifikasi masalahmasalah yang dihadapi oleh siswa sehingga dapat memberikan bantuan yang sesuai/tepat. dilihat Mengetahui 2011 Kepala SMA 1 Gd. Bidang Bimbingan D. Hari. Nama Instrumen : DCM 2. Fungsi Layanan F. Menyiapkan lembar pernyataan dan lembar jawab DCM 2. G. Menjelaskan cara pengisian DCM . Penyelenggara Layanan : Drs.700. Tempat Penyelenggaraan : Ruang kelas XI IPS – 1 SMA 1 Gd. 131957012 Drs. Jenis Layanan E. Materi Instrumen 1. 131693660 SATUAN KEGIATAN PENDUKUNG APLIKASI DAN INSTRUMENTASI B.Kegiatan Guru 1. Isi Instrumen : Pernyataan yang berhubungan dengan masalah siswa dengan 220 pernyataan dan 11 pokok masalah I. Manis Kudus. Deskripsi komentar tentang upaya tindak lanjut a. 31 Oktober dan 1 Nopember 2011. 1 (satu) K.b. b.Sumber dana : Komite Sekolah L. Mengisi lembar jawab DCM dengan tanda ceklist (√) I. Tanggal.

B. Membuat rekapitulasi hasil Daftar Cek Masalah Menganalisa hasil Daftar Cek Masalah Sebagian besar siswa banyak yang masalah pada kesehatan. Tindak Lanjut : Kualitas dan kuantitas masalah yang dialami siswa P. Jenis Layanan : 3.M. Pelaksanaan Layanan 1. Waktu. Deskripsi dan komentar tentang : mempunyai hasil penilaian E. NIP. Topik : Spesifikasi Bimbingan 1. Alat dan Perlengkapan : Seperangkat DCM dan lembar jawabnya O. 31 Oktober 2011. Evaluasi 1. 131693660 LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI. Jum’at. ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN LAYANAN PENDUKUNG A. Catatan Khusus : Layanan konseling perorangan melalui DCM akan membantu GP untuk mengidentifikasi masalah siswa. Sasaran Layanan : C. Tempat : Manis D. Konselor September 2011 Dra. semester : (satu) 2. 131957012 Drs. 1 Ruang kelas XI Bhs – 1 SMA 1 Gd. Anonim NIP. Keterkaitan Layanan ini dengan : Pemberian layanan konseling perorangan Layanan Pendukung Lain Q. Cara-cara Analisa 275 . 2. Manis Kudus. Mengetahui Kepala SMA 1 Gd. Rencana Penilaian dan Tindak Lanjut 1. Rencana Penilaian : Validitas data yang diperoleh 2. tanggal. Pihak yang Disertakan/Terkait : Wali Kelas N. Bidang Bimbingan 2. Cara-cara penilaian : Daftar Cek Masalah : Sosial Instrumen data Pemahaman dan pencegahan Siswa kelas XI Bhs – 1 SMA 1 Gd. Fungsi Layanan : 4. Analisa Hasil Penilaian 1. hari. Putu W. Manis 45 menit.

Deskripsi komentar tentang upaya tindak lanjut Apabila konseling telah dilaksanakan diikuti perkembangannya dan apabila perlu diikuti oleh layanan kunjungan rumah ataupun yang lain. Membuat daftar kegiatan tindak lanjut 2. Membuat jadwal konseling bagi siswa yang banyak mengalami masalah atau memiliki masalah serius.Analisa dilakukan dengan hati-hati karena sangat berguna dalam layanan konseling. 131693660 CATATAN ANEKDOT SAAT MENGIKUTI BIMBINGAN KLASIKAL INFORMASI PERGURUAN TINGGI Nama Siswa Kelas Hari. Manis Kudus. Siswa yang tidak suka membicarakan masalah pada orang lain sebanyak 10 anak. Anonim NIP.Teman saja : 14 anak F.Orang tua saja : 0 anak . siswa duduk dengan menunduk. Hal itu dilakukan selama 2 kali. Mengetahui Kepala SMA 1 Gd. NIP. tanggal Jam : : : : Sby XI IPS – 1 Sabtu. kepala diletakkan di atas kedua tangan di meja selama ± 3 menit. 131957012 Drs. Tindak Lanjut 1.00 – 11. Deskripsi dan komentar tentang hasil penilaian a. Siswa yang suka membicarakan masalahnya pada orang lain : .45 Deskripsi : Saat dilaksanakan bimbingan klasikal. 2. b. Cara-cara tindak lanjut a. 24 Oktober 2011 11.Pada orang tua dan teman : 6 anak . Putu W. Siswa juga terlihat memainkan bolpoint Keterangan : 276 . b. Juli 2011 Konselor Dra.

Kemungkinan siswa sedang memiliki masalah yang belum terselesaikan. Konselor Drs.dengan diputar-putar di jari-jarinya dan beberapa kali terlihat siswa melihat ke arah luar jendela. Siswa tidak bereaksi ketika konselor memberi pertanyaan ataupun tanggapan kepada seluruh siswa. 131693660 277 . Kudus. Siswa jarang memandang konselor. Intepretasi : Siswa tidak konsentrasi. Anonim NIP. Tindak lanjut : Siswa perlu diadakan konseling.

NIP..Konseling . M. tetapi sudah lama. Topik Permasalahan B.Sejak kelas X siswa sudah sering tidak masuk alasan sakit juga. O. dan kalau dipaksa masuk mengancam akan bunuh diri. Mengetahui Kepala Sekolah Layanan/Konselor Kudus.Sakitnya perlu penanganan secara medis karena kelihatannya kena sakit maag. Waktu alih tangan kasus : Senin. C. 26 Januari 2011 Biaya dan sumber : Rp 100. D. 131597012 Drs. E.dari Komite Sekolah Bahan-bahan yang disertakan dalam alih tangan : . K. : H.0809 029 Gambaran ringkas masalah : Klien sering tidak masuk dengan alasan sakit. Kepada siapa dialihtangankan : Dokter Alasan pengalihtanganan : . Sudah diobatkan ke paranormal dan ke dokter. Januari 2011 Penerima Dra. . Sering tidak masuk sekolah dikarenakan sakit perut dan pusing Bidang bimbingan : Pribadi Jenis kegiatan : Alih tangan kasus Fungsi kegiatan : Pengentasan Tujuan kegiatan : Ingin memperoleh data dan penanganan secara medis sakitnya klien Subyek yang mengalami masalah : B1. F. L. 131693660 278 .SATUAN KEGIATAN PENDUKUNG ALIH TANGAN KASUS A. ketika sakitnya terasa kadang sampai siswa tidak sadar memukuli perut dan kepalanya sendiri. G. Putu W. malah ke paranormal. Hasil konseling dengan siswa dan informasi dari orang tua. J.Berobatnya ke dokter tidak rutin.Presensi Keterkaitan kegiatan ini dengan layanan/kegiatanpendukung terdahulu : . I.000. N.Konsultasi dengan orang tua / panggilan orang tua Rencana penilaian dan tindak lanjut kegiatan :  Laiseg : Melihat perkembangan siswa setelah dinobatkan ke dokter  Laijapan : Dipantau kehadirannya Catatan khusus . Anonim NIP.11.

279 .

Tahap Peralihan : .Menjelaskan pengertian dan tujuan bimbingan kelompok .Memberikan usul kemungkinan pertemuan berikutnya 280 . berusaha mengembangkan pikiran.Agar siswa mampu mengekspresikan pendapat.Permainan penghangat c. Bidang Bimbingan C.Aktif membahas masalah.Memperkenalkan diri .SATUAN LAYANAN KONSELING KELOMPOK A. Tujuan Layanan : : : : : Masalah pribadi (bebas) Pribadi Konseling kelompok Pemahaman dan pengentasan . Tahap I . Kegiatan Siswa a. saran.Doa penutup . Agar siswa mampu menerima pendapat dan saran dari orang lain (temannya). dan memberikan alternatif jalan keluar pemecahan masalah d. Kegiatan Konselor sebagai pimpinan kelompok a. Tahap Awal : . Jenis Layanan D. dan gagasannya. .Menjelaskan kegiatan yang akan ditempuh pada tahap berikutnya .Memberikan penjelasan cara-cara dan asas kegiatan bimbingan kelompok . Topik Permasalahan B. Tahap Pengakhiran . Tahap IV . pendapat.Konselor menyimpulkan hasil diskusi .Secara terbuka menyampaikan sebagaimana topik di atas.Menciptakan suasana kelompok yang dinamis b. ide.Mendengarkan pembacaan kesimpulan konseling kelompok . Tahap Kegiatan kelompok . Tahap Pembentukan : .Memberikan kesan-kesan tentang konseling kelompok yang telah membantu memecahkan masalah yang dialami bersama . Tahap III . Tahap II . Siswa kelas XII IS – 1 F. Sasaran Layanan : G.Memperhatikan penjelasan Konselor dan bertanya jika kurang jelas .Menawarkan atau mengamati apakah peserta sudah siap menjalankan tahap berikutnya .Diskusi interaktif yang melibatkan guru dan peserta e.Konseling kegiatan 2.Aktif mengemukakan pendapat c.Pemimpin dan sebagian anggota kelompok mengembangkan kesan dari hasil kegiatan .Membuka kegiatan dengan doa .Memberikan motivasi kepada siswa untuk mengikuti kegiatan layanan tersebut dengan aktif d.Menentukan jumlah anggota .Mempersiapkan dan mengumpulkan para peserta b. usul. Fungsi Layanan E. Uraian Kegiatan dan Materi : 1.

Putu W. Semester : 90 menit. : : Ceramah. Keterkaitan Layanan ini dengan Layanan / Kegiatan Pendukung . kreatif. Catatan Khusus : Layanan konseling kelompok akan dapat berjalan lancar apabila semua anggotanya aktif. Kemampuan siswa dalam mengemukakan pendapat 3. NIP.Himpunan data . Anonim NIP. Anonim Pihak-pihak yang Disertakan : Alat dan Perlengkapan : Kursi. 131693660 281 .Layanan informasi .Layanan penyaluran P. tanya jawab Kelas XII IS – 1 SMA 1 Gd. diskusi. Pengamatan terhadap antusias siswa 2. Tempat Penyelenggaraan J. K. 20 Februari Kepala Sekolah Layana/Konselor Penerima Dra. 131597012 Drs. Manis Waktu. Metode I. Tanggal. M. 2 (dua) Penyelenggara Layanan : Drs. L. kertas kosong Rencana Penilaian dan Tindak Lanjut Rencana Penilaian : 1. 20 Februari 2011. dan inovatif 2011 Mengetahui Kudus. Mengungkapkan seberapa jauh layanan konseling kelompok telah membantu pemecahan masalah yang dihadapi bersama O.H. N. buku catatan.

282 .

N / P 6. Harus dipikirkan dampak baik buruknya dalam pelajaran maupun dengan teman  Topik kedua yang dibahas : Bingung ingin melanjutkan kuliah tidak ada biaya a. Ingin mencari perhatian b. / P : Belajar cepat bosan g. E. / P : Ingin kuliah tetapi orang tua kuran gmampu e. Bingung ingin kuliah tetapi biaya tidak ada / orang tua kurang mampu 4. / L 7. T.U. Penyelenggara C. 3. Waktunya banyak diisi dengan kegiatan keagamaan c. Masalah yang muncul a. Bentuk Layanan B. / P : Bingung ingin melanjutkan kuliah tidak ada biaya c. A. ingin bekerja d. Kesan dan pesan Kesan : Konseling kelompok berjalan dengan lancar.W. St / L : Ingin mencari perhatian b. / L : Bingung bekerja dulu atau kuliah 3. 2. T.I.K / L D. E. semua siswa aktif menyumbangkan pikirannya. Sasaran : Nama : Konseling kelompok : Drs. S.S. Sebaiknya bekerja terlebih dahulu atau bekerja sambil kuliah b. ide dan gagasannya sehingga tampaknya ide dari teman-temannya cukup jitu sebagai bahan pertimbangan dalam menghadapi masa depan temantemannya. Anonim Siswa kelas XII IS – 1 SMA 1 : 1. Mestinya mencari perhatian itu harus diarahkan ke hal-hal yang positif agar bermanfaat bagi dirinya maupun orang lain b. 4. / P : Rabu.W. S / P : Bingung dana untuk kepentingan kesehatan orang tua yang sedang sakit atau untuk kuliah f. Waktu Pelaksanaan Lingkup Pembicaraan 1.N. Manis S/P A.I. S. / L : Orang tua menyuruh kuliah tetapi sudah tidak punya semangat. St / L 5.RESUME KONSELING KELOMPOK A. Topik yang dibahas : a.K. E.U.S. Tanggapan yang muncul dari siswa :  Topik pertama yang dibahas : Ingin mencari perhatian a.K / P N. Sifat Topik : Topik bebas 2. Meminta bantuan kepada saudara yang mampu secara bergotong royong 5. 283 . 20 Februari 2011 Gd.K. N.

1.Pesan : Konseling kelompok perlu dikembangkan terus agar siswa terbiasa untuk berpikir kreatif dan kooperatif. Waktu. Siswa mempunyai keberanian untuk memberikan bantuan kepada teman kelompok dalam mengatasi masalahnya D. Analisa Hasil Penilaian 284 . Evaluasi 1. Tempat : Ruang Laboratorium Kimia 3. 21 Februari Mengetahui 2011 Kepala Sekolah Layana/Konselor Penerima Dra. Siswa dapat mengemukakan pendapat. Pelaksanaan Layanan 1. B. semester : 90 menit. Mengamati kemampuan siswa dalam menyampaikan pendapat. dan saran serta kemampuan dalam memecahkan masalah E. Mengamati keaktifan dan antusias siswa selama kegiatan berlangsung b. ide. ANALISA. tanggal. Siswa aktif dan antusias dalam mengikuti layanan konseling kelompok b. 2 (dua) 2. hari. dan saran serta kemampuan dalam memecahkan masalah 2. Proses layanan berjalan dengan lancar c. ide. 131693660 LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI. Siswa berani mengungkapkan permasalahan yang dihadapi d. 3. 131597012 Drs. Anonim NIP. 20 Februari 2011. 2. Rabu. Siswa aktif dan antusias sekali b. Manis C. Putu W. NIP. Deskripsi dan komentar a. Topik Permasalahan : Spesifikasi Bimbingan Bidang Bimbingan Jenis Layanan Fungsi Layanan Sasaran Layanan Topik bebas : : : : Pribadi Konseling kelompok Pemahaman dan pencegahan XII IS – 1 SMA 1 Gd. DAN TINDAK LANJUT SATUAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING A. 4. Kudus. Cara-cara penilaian : a. Deskripsi dan komentar dalam proses layanan : a.

: Mewaspadai school bullying (tindak kekerasan pada anak sekolah Pribadi dan sosial Bimbingan kelompok Pemahaman dan pengentasan Bidang Bimbingan : Jenis Layanan : Fungsi Layanan : Tujuan Layanan : 1. C. 5. Deskripsi dan komentar kelompok dengan : : Menyimpulkan hasil-hasil pengamatan Siswa melaksanakan layanan konseling baik F. Penerima 21 Februari Dra. agar terjadi dinamika kelompok yang kuat dan efektif.Menentukan jumlah anggota .Pembukaan dengan salam . NIP. Memahami tentang school bullying. dan saran. Siswa mampu menerima pendapat saran dari orang lain. D. Deskripsi dan komentar : Konseling kelompok akan lebih banyak membawa manfaat bagi siswa dalam menuntaskan masalah Mengetahui 2011 Kepala Sekolah Layana/Konselor Kudus. Anonim NIP. 4. 131693660 SATUAN LAYANAN KONSELING KELOMPOK A. 131597012 Drs. Uraian Kegiatan dan Materi : 1. Kegiatan Konselor sebagai pimpinan kelompok a.Mempersiapkan dan mengumpulkan para peserta . Siswa mampu dan berani mengutarakanpendapat. Cara-cara analisa 2.1. Manis G. 2. E. F.Perkenalan . Tindak Lanjut 1. Cara-cara tindakan : a. ide. 3. Topik Permasalahan B.Dilanjutkan dengan berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaannya . Tahap Awal : .Permainan 285 . Menentukan waktu yang tepat untuk melakukan konseling kelompok berikutnya 2. Siswa mampu mencegah terjadinya school bullying. Sasaran Layanan : Siswa kelas XI IS – 1 SMA 1 Gd. Mengidentifikasi masalah siswa yang belum terselesaikan dalam konseling kelompok utuk dibahas dalam waktu lain b. Putu W.

2. Tahap IV . Pengamatan aktifitas dan antusias siswa dalam kegiatan. berusaha mengembangkan pikiran.Konselor menyimpulkan hasil diskusi. Keterkaitan Layanan ini dengan Layanan / Kegiatan Pendukung . Pihak-pihak yang Disertakan : Siswa anggota bimbingan kelompok M. Alat dan Perlengkapan : Bolpoin.Memberikan usul kemungkinan pertemuan berikutnya H. Manis J. 286 . Tempat Penyelenggaraan : : Ceramah. Metode I. Tanggal. Semester : 90 menit. 15 Februari 2011. Tahap I . pendapat.Bersama kelompok membahas topik yang sudah ditentukan. Rencana Penilaian dan Tindak Lanjut Rencana Penilaian : 1. Kegiatan Siswa a. tanya jawab Kelas XI IS – 1 SMA 1 Gd. usul. 3. Menjelaskan fungsi bimbingan kelompok.Memperhatikan penjelasan Konselor dan bertanya jika kurang jelas . O.Aktif membahas masalah. buku catatan. c.Doa penutup 2. Tahap Pengakhiran . Tahap III . Tahap II .Layanan informasi .Menciptakan suasana kelompok yang dinamis b. Kemampuan siswa dalam membahas pendapat anggota. Penyelenggara Layanan : Drs. dan memberikan alternatif jalan keluar pemecahan masalah d.Himpunan data .Menjelaskan asas bimbingan kelompok.Menjelaskan pengertian dan tujuan bimbingan kelompok. Anonim L. saran. . Memberikan motivasi untuk mengikuti kegiatan layanan.Pemimpin dan sebagian anggota kelompok mengembangkan kesan dari hasil kegiatan .Mendengarkan pembacaan kesimpulan konseling kelompok . Tahap Peralihan : .Memperkenalkan diri . . kertas kosong N. d.b. Kemampuan siswa dalam mengemukakan pendapat.Memberikan kesan-kesan tentang konseling kelompok yang telah membantu memecahkan masalah yang dialami bersama .Layanan penempatan P. Tahap Kegiatan Kelompok : . Catatan Khusus : Untuk menyemarakkan dan keberhasilan layanan konseling kelompok dibutuhkan kebersamaan dan kreatifitas para anggota. Waktu. 2 (dua) K. diskusi. meja kursi.Aktif mengemukakan pendapat c.

NIP. Anonim NIP. 15 Februari Penerima Dra.Mengetahui 2011 Kepala Sekolah Layana/Konselor Kudus. 131597012 Drs. Putu W. 131693660 287 .

27 D.A. / 9 / S. F.II.1. / 30 / S.W.0708. 2. / 19 / S. 288 .30 A. . Waktu Pelaksanaan E.1.26 N. . Sasaran SMA 1 Gd. Kesan dan pesan Kesan : .0708.R.1.A.1.II.7 E.II. 11. .Menimbulkan perkelahian massal. .II.1. Isi Bahasan a.0708.19 Mn / 26 / S.1.Suasana sekolah tidak harmonis.1 N. / 7 / S.F. Lingkup Pembicaraan 1. 15 Februari 2011 Topik tugas Mewaspadai school bullying kekerasan pada anak sekolah.0708.RESUME KONSELING KELOMPOK A. / 4 / S.1. Anonim Siswa kelas XI IS – 1 1. . 6.Siswa juga mampu memberikan gagasan kemungkinan cara mengatasi kekerasan terhadap anak sekolah.W.II.6 A.Ingin mencari perhatian.Karena ikut-ikutan teman.Balas dendam.0708.Ingin dianggap pemberani.Terjadi tindak kriminal.18 D. Manis : : : Bimbingan kelompok Drs.Dikeluarkan dari sekolah.0708. .T.II. / 27 / S. Bentuk Layanan B Penyelenggara C. (tindak 3.4 D.J.0708. 9. b.II. / 8 S.W.II. D. Sifat Topik 2.1.1. . Pesan : Hendaknya Konselor lebih sering memberikan layanan bimbingan kelompok karena banyak sekali manfaatnya.E. 10.0708. Akibat yang ditimbulkan dari school bullying : .P.M.0708.1. / 1 / S. Sebab-sebab school bullying . Topik yang ditentukan : : : IS / 18 / S.1.Pengaruh di televisi. 7. 4.II.Dendam yang berkepanjangan.0708. 8.0708.Ternyata siswa mampu mengungkap dan membahas sebab akibat school bullying .II. 3. 5. .DJ / 6 / S.9 L L L L /P P P P P P L Jum’at.II.8 I.

Anonim NIP. 90 menit.2011 Mengetahui Kudus. Analisa Hasil Penilaian 289 . Siswa aktif dan antusias sekali b. Siswa dapat mengemukakan pendapat. 15 Februari 2011. DAN TINDAK LANJUT SATUAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING A. Mengamati kemampuan siswa dalam menyampaikan pendapat. Waktu. ide. dan saran serta kemampuan dalam memecahkan masalah F. C. 2. 131597012 Drs. Rabu. kelompok 3. Evaluasi E. Topik Permasalahan B. pencegahan 4. tanggal. NIP. ANALISA. Cara-cara penilaian : a. Putu W. ide. Penerima 16 Februari Kepala Sekolah Layana/Konselor Dra. Deskripsi dan komentar a. dan saran serta kemampuan dalam memecahkan masalah. 2 Ruang Laboratorium Kimia Deskripsi dan komentar dalam proses layanan : 1. Mengamati keaktifan dan antusias siswa selama kegiatan berlangsung. 131693660 LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI. Manis : Mewaspadai school bullying kekerasan pada anak sekolah) : : : : sosial Bimbingan Pemahaman dan (tindak Bidang Bimbingan Jenis Layanan Fungsi Layanan Sasaran Layanan XI IS – 1 SMA 1 Gd. 2. Tempat : D. Proses layanan berjalan dengan lancar 3. Spesifikasi Bimbingan 1. b. Siswa aktif dan antusias dalam mengikuti layanan konseling kelompok 2. Siswa berani mengungkapkan permasalahan yang dihadapi 1. Pelaksanaan Layanan 1. hari. semester : (dua) 2.

Siswa melaksanakan layanan bimbingan kelompok dengan baik. B.Laiseg : Melihat kondisi siswa saat sakit dan kondisi rumah tangga orang tua. Subjek yang mengalami masalah : B. Rencana penilaian dan tindak lanjut : Penilaian : . Cara-cara tindakan 2. E. 12 November 2011 K.029 G. Siswa perlu mendapat pemantauan dari semua personil sekolah. 131597012 Drs.1. Putu W. 131693660 SATUAN KEGIATAN PENDUKUNG KUNJUNGAN RUMAH A. Topik Permasalahan Bidang Bimbingan Jenis Kegiatan Fungsi Layanan Tujuan Kegiatan : : : : : 290 . S.11. G. Waktu : Rabu. Biaya dan sumber : Rp 50. Cara-cara analisa : Menyimpulkan hasil-hasil pengamatan 2.Panggilan orang tua N.1. Deskripsi dan komentar : : Mengamati siswa dalam pergaulan baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah. Deskripsi dan komentar : a.dari Komite Sekolah L. Penerima 15 Februari 2011 Mengetahui Kepala Sekolah Layana/Konselor Dra. NIP. Pihak yang disertakan dalam kunjungan rumah : Wali kelas (Ibu Mardiyah. Siswa memahami bagaimana cara mencegahnya.) M. H. D.0809.Konseling . C. b.Pd. tetapi masih sering tidak masuk sekolah. Anonim NIP. Siswa memahami faktor penyebab kekerasan anak sekolah. Keterkaitan layanan ini dengan layanan / kegiatan pendukung terdahulu : . Tidak masuk sekolah dengan alasan sakit Pribadi Kunjungan rumah Pemahaman Mendapatkan informasi yang selengkapnya mengenai siswa dari orang tua pada saat siswa sakit F. Kudus. c. Gambaran ringkas masalah : Siswa sering tidak masuk sekolah dengan alasan sakit. Pihak yang ingin dikunjungi : Orang tua dan anggota keluarga lain I. sehingga diharapkan tidak terjerumus dalam kekerasan yang berkepanjangan. Tindak Lanjut 1.. Orang tua siswa dipanggil ke sekolah.000.

siswa mengikuti pelajaran dengan santai. Catatan khusus Mengikuti perkembangan kesehatan lewat absen kelas.0708. Putu W.BK . Gambaran ringkas masalah : H. nilai jelek..Kepala Sekola F.1. Subjek yang mengalami masalah : G. 131597012 Drs. C. sikap kepada guru tidak sopan. D. Ketika masuk. kurang serius dalam mengikuti pelajaran Belajar Konferensi kasus Pemahaman dan pengentasan Memperoleh informasi lengkap mengenai siswa dari semua unsur dan merencanakan bantuan kepada siswa. Topik Permasalahan B. / Kepala SMA 1 Gd.12.Laijapen Tindak lanjut : O. E. Bidang Bimbingan Jenis Kegiatan Fungsi Layanan Tujuan Kegiatan : : : : : Sering tidak masuk sekolah. Anonim NIP. Manis 12 Perancang Layanan Konselor Dra. . NIP. apabila orang tua tidak mampu maka diusulkan ke sekolah. : Kalau masih sering sakit perlu direferal/alih tangan kasus ke dokter. 131693660 SATUAN KEGIATAN PENDUKUNG KONFERENSI KASUS A. S. November 2011 Mengetahui. : Kudus.009 Siswa sering tidak masuk sekolah dengan alasan sakit (surat ijin palsu). Peserta konferensi kasus : 291 . Diperiksakan lebih lanjut ke dokter.

Kunjungan rumah Rencana penilaian dan tindak lanjut : Penilaian : .Memantau kehadiran siswa.Konsultasi dengan orang tua . M. Manis Oktober 2011 / Perancang Layanan Konselor Dra.Tata Tertib Siswa Keterkaitan kegiatan ini dengan layanan / kegiatan pendukung terdahulu : . Put NIP. Mengetahui.Waka Kesiswaan Alasan konferensi kasus : Mendapatkan data yang lengkap dan mendapatkan masukan penanganan kepada siswa karena telah dikonseling belum ada perubahan. 131693660 292 . .Catatan laporan guru . N. Waktu konferensi kasus : Selasa.(Matematika I. 131597012 Drs. 23 Oktober 2011 Biaya dan sumber : Bahan-bahan yang disertakan dalam konferensi kasus : . Wali Kelas - Dua guru mapel J. O.Orang tua dan Geografi) . Catatan khusus : Siswa bersikap tidak seperti anak lain sejak ayahnya meninggal dunia. Kudus. masukan-masukan yang ada.Panggilan orang tua untuk menginformasikan hasil evaluasi.Laiseg : Melihat jalannya konfeensi kasus.Konseling . L. Tindak lanjut : . K. Anonim NIP. .Presensi . . Kepala SMA 1 Gd.Laijapen : Melaksanakan hasil masukan penanganan dari peserta konferensi kasus.Konseling bagi siswa .

Topik Permasalahan B. Alat Perlengkapan dan Sumber P.Konseling bagi siswa yang membutuhkan.Penutup 2 menit Guru BK (Drs. tanggal K. Rencana Tindak Lanjut : . apakah ada perubahan. Guru menanggapi 1.Guru Siswa Setting : : : : : : membuat : : : : : : diri Ruang kelas 2 x 45 menit. Guru menjelaskan IQ.Sumber : LKS. Guru memberi tugas 3. Anonim. Setting dan Pengalaman BK .Laijapang : Memperhatikan sikap perilaku siswa. Mengerjakan tugas Pertemuan I : . .Memiliki dasar humaniora untuk menerapkan kebersamaan dalam kehidupan.Memiliki keyakinan dan ketakwaan sesuai dengan ajaran agama yang dianutnya.Penutup 2 menit Pertemuan II : . Fungsi Layanan F.Materi 30 menit . Q.Siswa dapat mengenali suara hatinya. .dari Komite 1. . . Tempat Penyelenggaraan J.SATUAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING A. Buchori Nasution M.Siswa dapat mengembangkannilai yang ada dalam diri Kelas XII IA Klasikal. SQ 2.Strategi Penyajian . Tujuan Layanan G. Bidang Bimbingan C. 293 .Alat : Angket . Penguasaan konten Pemahaman dan pengentasan . EQ. Agustus minggu ke 3 dan 4 Fotokopi angket Rp 45.Apa itu ESQ . Penilaian Proses Hasil : : : : : : Memperhatikan aktivitas dan partisipasi siswa . Bertanya 3. Sasaran Layanan H. Biaya dan sumber Sekolah L.) .Pembukaan 3 menit .Pembukaan 3 menit .Materi Layanan perencanaan perbaikan I. Memperhatikan 2. Pihak lain yang disertakan O.Tugas 40 menit .. Waktu.000.ESQ dan keberhasilan diri Mengenali diri dan D.Laijapen : Membaca dan mengomentari hasil kerja siswa. Kompetensi Dasar : : : ESQ dan Perencanaan Masa Depan Pribadi . Uraian Kegiatan . tugas . Penyelenggara Layanan N. Jenis Layanan E.Laiseg : Bertanya ke siswa mengenai perasaan siswa setelah mendapatkan kegiatan layanan.Tanya jawab 10 menit .

Konselor Drs.Membuat siswa. 131693660 12 294 . Manis Dra. 131597012 skala pengamatan sikap Kudus. NIP. November 2011 Kepala SMA 1 Gd.. Mengetahui. Anonim NIP. Putu W.

Tanya jawab .Arti keluarga bagi para penghuni .Diskusi . Uraian Kegiatan . Layanan informasi Pemahaman .Siswa mengetahui persiapan yang harus dilakukan dalam berkeluarga.Pembukaan .Tugas/peranan anggota keluarga . Topik Permasalahan B. bermasyarakat. Penjelasan materi dengan teknik tanya Memberi tugas diskusi materi Memberi tugas menganalisa kasus : 1. warohmah Bimbingan sosial Memiliki sikap yang mantap tentang kehidupan berkeluarga.dari Komite Sekolah 1. Kompetensi Dasar D.Strategi Penyajian kelompok . Kelas XII IA Membahas materi dalam dinamika G. . Bidang Bimbingan C.Siswa berkeluarga .Materi Layanan : : : I.Pembukaan . berbangsa dan bernegara. Mengerjakan tugas Pertemuan I : .Pembukaan .Materi .SATUAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING A..Pengertian keluarga . 3.Persiapan berkeluarga Ruang laboratorium Kimia 3 x 45 menit.Siswa bisa menganalisa penyebab kasus perceraian.000. Maret 2011 minggu ke 2 . J.Ulasan kasus 17 32 5 5 3 37 5 3 3 : menit 295 . Mendengarkan dan menjawab 2.Siswa mengetahui tugas/peran sebagai anggota keluarga. Tujuan Layanan : : : : : : Keluarga sakinah. tanggal Biaya dan sumber Setting dan Pengalaman BK . L.Guru jawab persiapan kelas perceraian .Setting menit menit menit menit menit menit menit menit : : : : . Fungsi Layanan F.Tugas analisa 25 menit . 2. mawaddah.Tanya jawab Pertemuan II : . Sasaran Layanan H.Kesimpulan Pertemuan III : . Berdiskusi materi persiapan 3. Tempat Penyelenggaraan Waktu.4 Film Rp 50. K. . Jenis Layanan E.

Menerangkan materi 2. diskusi .Siswa memiliki pengetahuan cara mencari pekerjaan.Guru : : : : . Warohmah dan Surat nikah/buku nikah.Alat . Uraian Kegiatan . Melihat partisipasi siswa saat diterangkan. Sasaran Layanan H.) Berita di koran Buku Membentuk Keluarga Sakinah. Putu W.dari Komite Sekolah 1.000.Siswa dapat membuat surat lamaran kerja.Membuat lamaran kerja Ruang kelas 3 x 45 menit.. Manis Kudus.Laijapang : Melihat/mengikuti perkembangan siswa dalam hal berkeluarga kelak.Seleksi mencari lapangan kerja . . Bidang Bimbingan C. .Strategi Penyajian . Topik Permasalahan B. Fungsi Layanan F. Mawaddah. Kompetensi Dasar D. Februari 2011 minggu ke 2 Fotokopi Rp 8. . Penilaian Proses Hasil : : : : : : : : Guru BK (Drs. internet. Penyelenggara Layanan N.Siswa contoh-contoh : 296 . Pemberian contoh lowongan kerja lewat koran.Pengertian karir .M. L. Memberi tugas 1. tanggal Biaya dan sumber Setting dan Pengalaman BK . Q. 131597012 NIP.Penggolongan pekerjaan . 131693660 SATUAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING A. Rencana Tindak Lanjut : Layanan konsultasi bagi yang membutuhkan. Memperhatikan penjelasan dan 2. ceramah.Cara mencari lapangan kerja .Laiseg : Bertanya kepada siswa mengenai perasaan siswa setelah setelah mengikuti materi. Kelas XII IA Klasikal. Tempat Penyelenggaraan Waktu. Layanan informasi dan penguasaan konten Pemahaman . Pihak lain yang disertakan O. Drs. 3. Alat Perlengkapan dan Sumber . 4 K. Bertanya yang kurang jelas G. radio. Jenis Layanan E.Sumber P. Kepala SMA 1 Gd. Konselor Juli Dra. Anonim NIP. Memberi contoh surat lamaran 4. Anonim. televisi. 2011 Mengetahui. J.Materi Layanan : : : I. Tujuan Layanan : : : : : : Mengenal dunia kerja Bimbingan karir Memiliki kemantapan pemahaman tentang perlunya pilihan karir yang tepat untuk dikembalikan lebih lanjut.

koran .Tanya jawab Pertemuan II : .Tugas analisa 35 menit . Penyelenggara Layanan : Guru BK (Drs. Mengetahui.. 131693660 SATUAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING A.Setting menit menit menit menit menit menit menit : 3.Alat : Komputer.Tanya jawab Pertemuan III : . Jenis Layanan E. Alat Perlengkapan dan Sumber : . Q. 2011 Kepala SMA 1 Gd. Tujuan Layanan : : : : : : Etika sebagai alumni Akhlak mulia / budi pekerti Memiliki kemantapan pemahaman tentang aspek-aspek sosial dalam sistem etika dan nilai.Pembukaan .Kesimpulan 37 37 3 5 3 5 5 kasus 5 menit M.Siswa memahami bagaimana bila bertemu guru. Konselor Juli Dra. Kelas XII IS G. Mengerjakan tugas Pertemuan I : . Sasaran Layanan H. Rencana Tindak Lanjut : Layanan konsultasi bagi yang membutuhkan informasi lebih lanjut. Putu W.Materi . . Pihak lain yang disertakan : Guru TI O.Laijapen : Memeriksa hasil tugas siswa membuat surat lamaran. buku lamaran pekerjaan. Anonim.Sumber : Internet. Anonim NIP.Pembukaan . Penilaian : Proses : Melihat antusiasme siswa dalam mengikuti pelajaran.Pembukaan .) N.Materi . .Siswa memahami bagaimana bersikap ketika datang ke sekolah. Manis Kudus. Bidang Bimbingan C. Uraian Kegiatan : 297 .Laiseg : Bertanya kepada siswa bagaimana cara mencari lowongan. Kompetensi Dasar D. Fungsi Layanan F. Drs. Hasil : . . 131597012 NIP.Laijapang : Mengumpulkan data alumni yang bekerja. Layanan informasi Pemahaman . P. Topik Permasalahan B.

131597012 Drs.Kewajiban alumni di masyarakat . J.Memutar film 10 menit . tanya .Kewajiban alumni di masyarakat sekolah . Tempat Penyelenggaraan Waktu. 2011 Kepala SMA 1 Gd.Menanggapi 25 menit . P. 2. Anonim. Rencana Tindak Lanjut : Konsultasi bagi siswa yang kurang sepaham.Kewajiban alumni bertemu guru Ruang kelas 1 x 45 menit. Pihak lain yang disertakan : O. Mei 2011 minggu ke 3 Film Rp 200.000. Manis Kudus. Memutarkan film rekaman alumni I. Menanggapi pertanyaan 3. 1. pemberian contoh film.. Hasil : . Mengerjakan tugas . 131693660 298 . Konselor Juli Dra. Anonim NIP.Materi Layanan : : Klasikal.Sumber : Tata tertib alumni. NIP.Guru legalisir Siswa Setting : : : : : : M.Strategi Penyajian jawab . Memperhatikan 2.) Wali kelas Mengetahui.dari Komite Sekolah 1. tanggal Biaya dan sumber Setting dan Pengalaman BK . Q.Alat : Film .Alumni bagian dari sekolah . Penilaian : Proses : Memperhatikan aktivitas siswa dalam penyampaian. L.. . Putu W. Penyelenggara Layanan : N.Laiseg : Meminta tanggapan siswa jika ada alumni datang ke sekolah mencari siswa kelas I dengan langsung menyuruh anak mencarikan.Pembukaan 5 menit .Laijapang : Memantau alumni yang datang ke sekolah untuk suatu urusan. Meminta tanggapan. K. Alat Perlengkapan dan Sumber : .Kesimpulan 5 menit Guru BK (Drs.

Pihak yang disertakan : M. Konseling dengan siswa dan pihak-pihak lain. Putu W. C. Mengikuti hubungan siswa di kelas Konseling dengan siswa untuk menanyakan permasalah. 131597012 Drs. Anonim NIP. .11. 22 Januari 2011 Orang tua bingung apa yang harus diperbuat karena anak tidak mau cerita permasalahannya. Alasan Konsultasi : : : L. Rencana penilaian dan tindak lanjut Penilaian : . Manis Kudus. hanya bilang ingin pindah. D. Lihat hasil sosiogram mengenai hubungan siswa di kelas.0809.Guru BK . F. Pihak yang terlibat dlm konsultasi : I. B.Laiseg : Tindak lanjut N. Uraian Kegiatan dan Layanan H. Topik Permasalahan Bidang Bimbingan Jenis Layanan Fungsi Layanan Tujuan Layanan : : : : : : : Anak mengeluh ingin minta pindah sekolah Bimbingan belajar Layanan konsultasi Pemahaman Memperoleh informasi mengenai masalah siswa yang minta pindah Orang tua siswa B. Konselor Dra. Sasaran Layanan G.2.Bertanya kepada teman-temannya. kegiatan : Menanyakan kepuasan orang tua dengan jawaban dari konselor. Januari 2011 Kepala SMA 1 Gd.Orang tua siswa Kamis. Waktu J. Catatan Khusus Laijapen Laijapang : : : : Mengetahui. E. . NIP. Biaya dan Sumber K. 131693660 299 .SATUAN LAYANAN KONSULTASI A.027 Siswa menangis didepanorang tua minta pindah sekolah tetapi tidak memberikan alasannya mengapa minta pindah.

300 .

SATUAN LAYANAN MEDIASI A. B. C. D. E. Topik Permasalahan Bidang Bimbingan Jenis Layanan Fungsi Layanan Tujuan Layanan : : : : : Bertengkar dengan pacar di ruang UKS Bimbingan pribadi Layanan mediasi Pengentasan Agar tercapai kesepakatan dan hubungan kembali baik. A1.12.0809.044 dan A1.12.0809.045 Ruang UKS SMA 1 Gd. Manis - Guru BK Rabu, 4 Februari 2011 Pada jam ke 4, di ruang UKS terlihat 2 orang siswa yang sedang bertengar adu mulut. Jadi siswa tidak ikut pelajaran. - Pihak satu : siswi perempuan kelas XII IA-1 dengan kode A1.12.0809.044. - Pihak lain : Siswa laki-laki kelas XII IA-1, dengan kode A1.12.0809.045.
PIHAK LAIN Pihak laki-laki tidak merasa punya cewek lain. Sama-sama marah sambil memberikan informasi. Tidak mau putus. Menyatakan yang pakai HPnya adalah temannya, sehingga SMS itu bukan untuk dirinya. - Kesukarelaan - Kegiatan

F. Sasaran Layanan : G. Lokasi/tempat penyelenggaraan : H. Pihak yang terlibat dlm konsultasi : Tanggal : I. Biaya dan Sumber : J. Pemicu konflik : K. Pihak-pihak yang terlibat :

L. Kondisi Awal
NO. 1. 2. 3. 4. 5. KONDISI AWAL Hal dipersoalkan yang

PIHAK SATU Pacarnya dituduh punya cewek lain, terbukti dari SMS di HP si cowok. Marah-marah, cemburu. Minta putus. Bersikukuh pacarnya punya pacar lain, terbukti dari SMS cewek lain. Kesukarelaan Kegiatan

Kondisi yang ada Tuntutan Pertahanan diri Asas-asas mediasi

M. Pihak yang disertakan : Pihak-pihak yang berseteru. N. Rencana Penilaian dan Tindak lanjut Penilaian : - Laiseg : Menanyakan kepuasan layanan kepada pihak yang berseteru. - Laijapang : Melihat hubungan dua belah pihak selanjutnya. Tindak lanjut : Memanggil kedua belah pihak untuk didamaikan. N. Catatan Khusus : Mengetahui, Februari 2011 Kepala SMA 1 Gd. Manis Kudus, Konselor

Dra. Putu W. NIP. 131597012

Drs. Anonim NIP. 131693660

301

302

SATUAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING A. Topik Permasalahan syarat kelulusan B. Bidang Bimbingan C. Kompetensi Dasar D. Jenis Layanan E. Fungsi Layanan F. Tujuan Layanan G. Sasaran Layanan H. Uraian Kegiatan - Strategi Penyajian - Materi Layanan I. Tempat Penyelenggaraan J. Waktu, tanggal dan 4 K. Biaya dan sumber L. Setting dan Pengalaman BK - Guru Siswa Setting : : : : : : : : : : : : : : : Ujian Nasional dan Ujian Sekolah serta Bimbingan belajar Pemahaman tentang ujian serta mampu menyiapkan diri dengan baik. Layanan informasi Pemahaman - Siswa mengetahui tentang waktu ujian. - Siswa mengetahui syarat peserta ujian - Siswa mengetahui syarat kelulusan. Kelas XII IA Klasikal, ceramah, dan tanya jawab - Syarat peserta ujian - Waktu dan materi ujian - Syarat kelulusan Ruang kelas XII IA – 1 dan 2 2 x 45 menit, Januari 2009 minggu ke 3 Fotokopi Rp 27.000,- dari Komite Sekolah 1. Penjelasan materi. 2. Pembahasan bahan. 3. Tanya jawab 1. Memperhatikan penjelasan materi 2. Menjawab 3. Bertanya Pertemuan I : - Pembukaan 3 menit - Pmbahasan materi 37 menit - Tanya jawab 5 menit Pertemuan II : - Pembukaan 3 menit - Penjelasan materi 32 menit - Tanya jawab 5 menit - Kesimpulan 5 menit Guru BK (Drs. Anonim.) Wakil Kepala Sekolah Urusan Kurikulum

M. Penyelenggara Layanan : N. Pihak lain yang disertakan : O. Alat Perlengkapan dan Sumber : - Alat : Fotokopi materi - Sumber : POS Ujian dari BSNP tahun 2011 P. Penilaian : Proses : Melihat antusiasme siswa dalam mengikuti pelajaran. Hasil : - Laiseg : Bertanya ke siswa bilamana siswa dinyatakan lulus. - Laijapen : Melihat kemajuan belajar siswa lewat try out. - Laijapang : Memantau hasil ujian nasional dan ujian sekolah. Q. Rencana Tindak Lanjut : Konseling kelompok bagi siswa yang hasil try outnya jelek. Mengetahui, Kudus, Juli

2011

303

Kepala SMA 1 Gd. Manis

Konselor

Dra. Putu W. NIP. 131597012

Drs. Anonim NIP. 131693660

304

SATUAN LAYANAN KONSELING PERORANGAN A. Topik Pembahasan B. Rumusan Kompetensi C. Bidang Bimbingan D. Jenis Layanan E. Fungsi Layanan F. Tujuan/Hasil yang ingin meningkatkan motiDicapai G. Sasaran Layanan H. Waktu Pelaksanaan Hari, Tanggal, Semester I. Tugas Perkembangan J. : : : : : : : : : : Kehidupan Pribadi Memiliki kesadaran dan dorongan untuk meningkatkan motivasi belajar Bidang belajar Konseling perorangan Pengentasan Memberi kesadaran pada diri klien agar vasi belajar A1.12.0809.029 1 x 45 menit Rabu, 17 November 2011, Semester I Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang kehidupan mandiri secara emosional, sosial intelektual dan ekonomi

K. L. M. N. O. P. O.

Uraian Kegiatan 1. Strategi Penyajian : Tanya jawab 2. Format kegiatan : Perorangan 3. Uraian materi :  Kegiatan Konselor : 1. Mengidentifikasi masalah klien 2. Mendiagnosa penyebab timbulnya masalah klien 3. Melakukan prognosis tentang kemungkinan pemecahan masalah 4. Melakukan treatment atau tindakan bantuan 5. Mengevaluasi hasil konseling dan menyimpulkannya  Kegiatan Klien : 1. Mengemukakan masalah secara jelas 2. Ikut terlibat diagnosis tentang sebab timbulnya masalah 3. Memilih alternatif pemecahan masalah 4. Melakukan pemecahan masalah Metode : Behavioristik Tempat Pelaksanaan : Ruang BK Penyelenggara Layanan : Guru BK (Drs. Anonim.) Pihak yang Disertakan : Wali kelas Alat dan Perlengkapan : Rekapitulasi nilai mid semester, bollpoint, buku sosiometri, dan DCM Keterkaitan Layanan ini dengan Kegiatan Pendukung : Evaluasi : Setelah diadakan konseling anak tidak menunjukkan perubahan tingkah laku, maka akan diberikan konseling lanjutan.

Mengetahui, November 2011 Kepala SMA 1 Gd. Manis

Kudus, Konselor

17

Dra. Putu W. NIP. 131597012

Drs. Anonim NIP. 131693660

305

SATUAN LAYANAN KONSELING KELOMPOK A. B. C. D. E. Masalah pribadi (bebas) Bimbingan pribadi Konseling kelompok Pemahaman dan Pengentasan - Agar siswa mampu mengekspresikan pendapatnya, idenya, dan gagasannya. - Agar siswa mampu menerima pendapat dan saran dari orang lain. F. Sasaran Layanan : Siswa kelas XI IPS-1 G. Uraian Kegiatan dan Materi : 1. Kegiatan Konselor sebagai pimpinan kelompok a. Tahap Awal : - Menentukan jumlah anggota - Mempersiapkan dan mengumpulkan para peserta b. Tahap Pembentukan : - Membuka kegiatan dengan doa - Menjelaskan pengertian dan tujuan bimbingan kelompok Memberikan penjelasan cara-cara dan asas kegiatan bimbingan kelompok - Permainan penghangat c. Tahap Peralihan : - Menjelaskan kegiatan yang akan ditempuh pada tahap berikutnya - Menawarkan atau mengamati apakah peserta sudah siap menjalankan tahap berikutnya - Memberikan motivasi kepada siswa untuk mengikuti kegiatan layanan tersebut dengan aktif. d. Tahap Kegiatan Kelompok : - Secara terbuka menyampaikan sebagaimana topik di atas. - Diskusi interaktif yang melibatkan guru dan peserta. e. Tahap Pengakhiran : - Konselor menyimpulkan hasil diskusi. - Pemimpin dan sebagian anggota kelompok mengembangkan kesan dari hasil kegiatan. - Doa penutup - Konseling lanjutan 2. Kegiatan Siswa Tahap I : a. Memperkenalkan diri. b. Menciptakan suasana kelompok yang dinamis. Tahap II : a. Memperhatikan penjelasan Konselor dan bertanya jika kurang jelas. b. Aktif mengemukakan pendapat. Tahap III : Aktif membahas masalah, berusaha mengembangkan pikiran, pendapat, usul, saran, dan memberikan alternatif jalan keluar pemecahan masalah. Tahap IV : a. Mendengarkan pembacaan kesimpulan konseling kelompok. b. Memberikan kesan-kesan tentang konseling kelompok yang telah membantu memecahkan masalah yang dialami bersama. Topik Permasalahan Bidang Bimbingan Jenis Layanan Fungsi Layanan Tujuan Layanan : : : : :

306

c. Memberikan usul kemungkinan pertemuan berikutnya. H. Metode : Ceramah, diskusi, tanya jawab I. Tempat Penyelenggaraan : Ruang laboratorium Kimia J. Waktu, Tanggal, Semester : 90 menit, Rabu, 12 November 2011, I (Satu) K. Penyelenggara Layanan : Guru BK (Drs.Anonim) L. Pihak-pihak yang Disertakan : M. Alat dan Perlengkapan : Kursi, buku catatan, kertas kosong. N. Rencana Penilaian dan Tindak Lanjut : 1. Rencana Penilaian : a. Pengamatan terhadap antusiasme siswa. b. Kemampuan siswa dalam mengemukakan pendapat. c. Mengungkapkan seberapa jauh layanan konseling kelompok telah membantu pemecahan masalah yang dihadapi bersama. 2. Tindak Lanjut : O. Keterkaitan Layanan ini dengan layanan/kegiatan pendukung : - Layanan informasi - Himpunan data - Layanan penyaluran P. Catatan Khususu : Layanan konseling kelompok akan dapat berjalan lancar apabila semua anggotanya aktif, kreatif, dan inovatif.

Mengetahui, November 2011 Kepala SMA 1 Gd. Manis

Kudus, Konselor

12

Dra. Putu W. NIP. 131597012

Drs.Anonim NIP. 131693660

307

308 .

o Siswa berani mengungkapkan permasalahan yang dihadapi.Menentukan waktu yang tepat untuk melakukan konseling kelompok berikutnya. Tempat : Ruang laboratorium Kimia 3. .Siswa dapat mengemukakan pendapat.Mengamati kemampuan siswa dalam menyampaikan pendapat. Bidang Bimbingan : Pribadi 2. ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN LAYANAN PENDUKUNG A. saran. Evaluasi : 1. Manis C. dan kemampuan dalam memecahkan masalah. E. Deskripsi dan komentar : Siswa melaksanakan layanan konseling kelompok dengan baik. Waktu. Cara-cara Analisa : Menyimpulkan hasil-hasil pengamatan. D. Topik Permasalahan : Bebas B. . Tindak Lanjut : 1. Spesifikasi Bimbingan : 1. Deskripsi dan Komentar : Konseling kelompok akan lebih banyak membawa manfaat bagi siswa dalam menuntaskan masalah. NIP. Anonim NIP. Deskripsi dan komentar dalam proses layanan : o Siswa aktif dan antusias dalam mengikuti layanan konseling kelompok. Mengetahui 2011 Kepala SMA 1 Gd. Manis Dra. hari. 131957012 Kudus. tanggal. Pelaksanaan Layanan : 1. F. I (satu) 2. 2. Fungsi Layanan : Pemahaman dan pencegahan 4.Mengamati keaktifan dan antusias siswa selama kegiatan berlangsung. 2. smt : 90 menit. 131693660 309 . ide. Jenis Layanan : Konseling kelompok 3. 12 November 2011. o Siswa mempunyai keberanian untuk memberikan bantuan kepada teman kelompok dalam mengatasi masalahnya. . o Proses layanan berjalan dengan lancar. Analisa Hasil Penilaian : 1.LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI. Deskripsi dan Komentar : . Rabu. dan saran serta kemampuan dalam memecahkan masalah. ide. Cara-cara Tindakan : .Mengidentifikasi masalah siswa yang belum terselesaikan dalam konseling kelompok untuk dibahas pada waktu lain. Konselor 12 November Drs.Siswa aktif dan antusias sekali. Putu W. Cara-cara Penilaian : . Sasaran Layanan : Kelas XI IPS-1 SMA 1 Gd. 2.

310 .

RP/24/P 4. Putu W. b. . IQ/12/P d.Orang tua khawatir jika menggunakan HP akan mengganggu pelajaran. 2011 Mengetahui Kepala SMA 1 Gd.Siswa belum dapat menggunakan HP untuk kegiatan yang bermanfaat bagi pelajaran. 131693660 311 . RA/25/P G. Sifat Topik 2. Kesan dan Pesan : . MK/18/P g. Anonim. LS/17/P f. 131957012 Kudus.Partisipasi siswa secara aktif. Manis 1. RP/24/P h.Konseling kelompok berjalan dengan lancar. Masalah yang muncul a. KW/15/L e. Topik yang dibahas : : : : : : : : : : : : : : : mengekang kebebasan 2. HP disita orang tua : .Orang tua menginginkan keberhasilan dalam belajar kelak untuk mencapai cita-cita. Tanggapan yang muncul dari siswa : a. Waktu Pelaksanaan E. FK/7/L c. Anonim NIP. . Konselor 12 November Drs. 12 November 2011 Laboratorium Kimia Bebas Susah mengatur waktu Tidak konsentrasi dan susah tidur Sering gelisah. RA/25/P Rabu. . Penyelenggara C. HP disita orang tua 2. takut kalau dapat nilai jelek . Lingkup Pembicaraan 1. ES/6/P 5. Sasaran Anggota Nama : : : : Konseling kelompok Guru BK (Drs.Manis Dra.RESUME KONSELING KELOMPOK A. IQ/12/P 7.Siswa belum dapat membagi waktu antara belajar dan bermain. Tempat F..) Siswa kelas XI Bhs-1 SMA 1 Gd. LS/17/P 2. . KW/15/L 8. NIP.Tidak konsentrasi dalam belajar . ES/6/P b. 3. Orang tua terlalu mengekang : Orang tua takut anaknya terjerumus kedalam kebebasan anaknya pergaulan bebas.Jika diajak bicara tidak nyambung Tuntutan orang tua terlalu tinggi Orang tua kurang memperhatikannya HP disita orang tuanya Susah menolak pacar 1. FK/7/L 6. MK/18/P 3. Orang tua terlalu D. Tindak Lanjut 1. Bentuk Layanan B.

312 .

diri 5. Evaluasi : 1. Jenis Layanan 3. Deskripsi dan komentar F. Sasaran Layanan : C. Topik Permasalahan B. Cara-cara Penilaian : 2. Bertanya kepada siswa. hari. Tempat : D. Siswa mampu mempersiapkan memasuki dunia kerja Kelas XII IPS-2 SMA 1 Gd. Spesifikasi Bimbingan 1. Deskripsi dan Komentar : : : Menyimpulkan analisa hasil kegiatan. ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN LAYANAN PENDUKUNG A. Usaha guru BK perlu mendapat dukungan dari personil sekolah yang berkompeten. Siswa aktif dan antusias sekali.LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI. Konselor 14 November Drs. Pelaksanaan Layanan : 1. II Ruang kelas XII IPS-2 Mengamati / observasi. : : 2011 Mengetahui Kepala SMA 1 Gd. Cara-cara Tindak Lanjut 2. Putu W. : : : : : : Pekerjaan dan lowongan kerja Karir Informasi Pemahaman dan pemeliharaan a. Deskripsi dan Komentar E. Tindak Lanjut : 1. Anonim NIP. 131693660 313 . Tujuan Layanan kerja. Memberikan siswa untuk selalu berintrospeksi dalam belajar. Analisa Hasil Penilaian : 1. Bidang Bimbingan 2. Manis 45 menit. Cara-cara Analisa 2. Februari 2011 minggu ke 2 – 4. 131957012 Kudus. tanggal. smt : 2. Siswa sebagian besar dapat menjawab. Siswa aktif memberikan tanggapan dan kemampuan diri dalam belajar yang telah disiapkan oleh guru. NIP. Waktu. Manis Dra. Fungsi Layanan 4. Siswa mampu mengetahui tentang dunia b.

314 .

Dokter baik sekali karena ramah dan banyak memberi masukan/saran. . 26 Januari 2011 2. .Memanggil orang tua untuk konsultasi.Melalui konsultasi. Putu W.Bertanya pada akhir layanan kepada dokter “apa penyakit siswa”. Mengetahui 2011 Kepala SMA 1 Gd. 2. . . Fungsi Pendukung : Pengentasan 4.Siswa sakit maag dengan penyebab pikiran yang lebih dominan. . 2. karena mau bercerita dan memberi motivasi dan saran kepada klien. Spesifikasi Bimbingan : 1.Siswa kooperatif. .Referal berjalan dengan baik.LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI. ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN PENDUKUNG BIMBINGAN KONSELING ALIH TANGAN KASUS / REFERAL A. E. D. Jenis Pendukung : Alih tangan kasus 3. Evaluasi (penilaian) : 1. Deskripsi dan komentar : . sekolah dapat menginformasikan hasil dan pemeriksaan dokter/proses referal. Anonim NIP.029 C.Pengamatan / observasi. Waktu : Senin.Konseling individual.0809. Analisa Hasil Penilaian : 1. Manis Dra. F. 2. NIP. Konselor Januari Drs.Dokternya sangat kooperatif. Bidang Bimbingan : Pribadi 2.Siswa tidak suka dengan jurusan yang diikuti. Pelaksanaan Pendukung : 1. Deskripsi dan Komentar : . Cara-cara Tindak Lanjut : . 131693660 315 . Tempat : Ruang praktik dokter Rumanah 3. Deskripsi dan Komentar : . 131957012 Kudus. Deskripsi dan komentar tentang pelaksanaan pendukung : .Melalui konseling Konselor bisa lebih memotivasi siswa agar lebih mantap di jurusan itu atau pindah jurusan. Topik Permasalahan : Sering tidak masuk sekolah karena sakit perut dan pusing B. Tindak Lanjut : 1. Cara-cara Penilaian : . Sasaran : B1. Cara-cara Analisa : Menyimpulkan hasil pengamatan. baik klien maupun dokter terlihat antusias untuk bertanya-tanya.11. mau bercerita mengenai penyakitnya.

316 .

Evaluasi (penilaian) : 1.Ada usulan-usulan pemecahan masalah baik dari guru maupun Kepala Sekolah. . Fungsi Pendukung : Pemahaman dan Pengentasan 4. Cara-cara Penilaian : . Cara-cara Analisa : Memberikan pertanyaan reflektif kepada orang tua dan guru 2. Jenis Pendukung : Konferensi kasus 3. Tindak Lanjut : 1. . Konselor Oktober Drs. “Apakah puas dengan layanan ini”. Deskripsi dan komentar tentang pelaksanaan pendukung : . Putu W.Bertanya kepada orang tua setelah layanan ini selesai. semua berpartisipasi dalam konferensi kasus ini.Konseling kelompok. F. siswa akan mendapat masukan dari teman-temannya. Deskripsi dan komentar : . kurang serius dalam mengikuti pelajaran B.003 C. . Manis Dra. Mengetahui 2011 Kepala SMA 1 Gd.Dengan konseling individual. . siswa akan lebih terbuka pemikirannya. 2. Topik Permasalahan : Sering tidak masuk sekolah. Bidang Bimbingan : Belajar 2.Orang tua/ibunya kooperatif dengan layanan ini.Dengan konseling kelompok. Sasaran : S1.Konseling individual. Waktu : Selasa.12. Anonim NIP. 23 Oktober 2011 2. Cara-cara Tindak Lanjut : . Analisa Hasil Penilaian : 1. 2. Deskripsi dan Komentar : .Peserta rapat.Orang tua memperoleh manfaat dari layanan konferensi kasus ini karena mendapat masukan-masukan. ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN PENDUKUNG BIMBINGAN KONSELING KONFERENSI KASUS A. Pelaksanaan Pendukung : 1. Deskripsi dan Komentar : . guru memberikan informasi yang cukup dan orang tua terbuka. 131957012 Kudus. 131693660 317 .Sekolah dan guru menjadi lebih tahu mengenai keadaan siswa di rumah. Tempat : Ruang Kepala Sekolah 3. Spesifikasi Bimbingan : 1. . D. .Walaupun agak molor dari waktu yang ditulis di undangan namun berjalan dengan lancar.LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI.Pengamatan / observasi pada saat layanan berlangsung.0809. NIP. E.

318 .

NIP.029 C. NIP.Kondisi rumah sederhana. karena Bapaknya sedang bekeja. F.Orang tua agak bosan dan keberatan dengan penyakit anaknya. 12 November 2008 2. 2. Anonim. E.Siswa membang benar-benar sakit di rumah dengan kondisi rumahnya yang sederhana. Evaluasi (penilaian) : 1. . Konselor November Drs. Putu W. 131957012 Kudus. Deskripsi dan Komentar : Melalui layanan referal akan diketahui dengan lebih akurat penyebab sakit dan akan mendapat penanganan yang tepat.LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI.0809. Spesifikasi Bimbingan : 1. Analisa Hasil Penilaian : 1. Pelaksanaan Pendukung : 1. Bidang Bimbingan : Pribadi 2. selebihnya berada di rumah budenya. ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN PENDUKUNG BIMBINGAN KONSELING HOME VISIT / KUNJUNGAN RUMAH A.Siswa membutuhkan layanan ini untuk keberhasilan dalam belajar. . .Diterima oleh ibunya.Orang tua terbuka dengan Konselor. .Orang tua memperoleh manfaat dari hasil layanan yang diberikan oleh Konselor. 2. Cara-cara Penilaian : . atau sebelum berangkat di rumah orang tua. Manis Dra. D. Cara-cara Tindak Lanjut : Layanan referal/alih tangan kasus ke dokter.Pengamatan / observasi. 2. Cara-cara Analisa : Bertanya aktif kepada orang tua. . . Deskripsi dan Komentar : . siswa sakit di rumah.11. Deskripsi dan komentar : . Topik Permasalahan : Tidak masuk sekolah dengan alasan sakit B. Jenis Pendukung : Kunjungan rumah 3.Siswa berada di rumah kalau sedang sakit. Deskripsi dan komentar tentang pelaksanaan pendukung : . Fungsi Pendukung : Pemahaman 4. Tempat : Gd.Bertanya setelah layanan selesai “Apa rencana dengan penanganan sakit anak/siswa dari orang tua”. Waktu : Rabu. Mengetahui 2011 Kepala SMA 1 Gd. Sasaran : B1. Manis 3. 131693660 319 . Tindak Lanjut : 1.

320 .

Siswa membutuhkan materi layanan tersebut untuk keberhasilan dalam belajar di dalam kelas dan hubungan sosial. Putu W. Evaluasi (penilaian) : 1. Konselor 3 September Drs. Tempat : Ruang kelas 3.Melalui bimbingan kelompok. NIP. E. Bidang Bimbingan : Pribadi 2. 2. F. serta cukup antusias ketika disuruh bertanya. Waktu : 2 x 45 menit.Siswa aktif mendengar dan bertanya. NIP. Mengetahui 2011 Kepala SMA 1 Gd.Siswa hadir semua dan tenang ketika diterangkan.Siswa merasa terbuka hatinya dengan disuruh mengenali diri sendiri. Sasaran : Kelas XII IA C.Pengamatan / observasi selama kegiatan berlangsung. Pelaksanaan Pendukung : 1. . Deskripsi dan Komentar : .Siswa mendapat manfaat dari hasil layanan yang diberikan Konselor. D. Tindak Lanjut : 1. Manis Dra. Analisa Hasil Penilaian : 1. Cara-cara Penilaian : . Cara-cara Analisa : Mengajukan pertanyaan reflektif kepada siswa.Layanan bimbingan kelompok. Anonim. Jenis Pendukung : Penguasaan konten 3. 131957012 Kudus. . ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN PENDUKUNG BIMBINGAN KONSELING A. 30 Agustus 2011 2. Fungsi Pendukung : Pemahaman. 23.Menanyakan kepada siswa pada akhir kegiatan layanan bagaimana perasaan siswa setelah kegiatan ini. . Deskripsi dan Komentar : . siswa dapat berlatih mengeluarkan pendapat/tanggapannya. Deskripsi dan komentar : . 2.LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI. Spesifikasi Bimbingan : 1. Cara-cara Tindak Lanjut : . pencegahan 4. 131693660 321 . Deskripsi dan komentar tentang pelaksanaan pendukung : . Topik Permasalahan : ESQ dan keberhasilan diri B. 22. 2. 29.

Tempat : Ruang kelas 3. Deskripsi dan komentar tentang pelaksanaan pendukung : . Jenis Pendukung : Informasi 3. Manis Dra. . siswa mendapat kesempatan yang banyak untuk bertanya. NIP. Tindak Lanjut : 1. D. Konselor 25 Januari Drs. Cara-cara Penilaian : . Deskripsi dan Komentar : . Analisa Hasil Penilaian : 1. 23 – 24 Januari 2011 2. Evaluasi (penilaian) : 1.Siswa aktif mendengar dan bertanya. ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN PENDUKUNG BIMBINGAN KONSELING A.Layanan berjalan dengan baik.Melalui bimbingan kelompok. Bidang Bimbingan : Belajar 2. . Topik Permasalahan : Panduan operasional Ujian Nasional dan Ujian Sekolah B.Siswa membutuhkan materi layanan tersebut untuk keberhasilan dalam belajar di dalam kelas dan hubungan sosial. siswa nampak memperhatikan dengan baik dan aktif bertanya. 2. F. 2. . Deskripsi dan Komentar : . Waktu : 1 x 45 menit. 2.Mengamati keaktifan siswa selama kegiatan berlangsung.Menanyakan kepada siswa mengenai materi (syarat-syarat kelulusan). 131693660 322 . Pelaksanaan Pendukung : 1. 131957012 Kudus. Deskripsi dan komentar : . Fungsi Pendukung : Pemahaman dan pencegahan 4.Siswa dapat menjawab dengan baik. 2011 Mengetahui Kepala SMA 1 Gd. Cara-cara Tindak Lanjut : . Putu W.LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI. Spesifikasi Bimbingan : 1. Anonim.Layanan bimbingan kelompok. Cara-cara Analisa : Memberi pertanyaan reflektif kepada diri sendiri dan siswa. Sasaran : Kelas XII IA C. NIP. E.Siswa menganggap kegiatan tersebut penting untuk dipelajari.

LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI.Melalui bimbingan kelompok. Tindak Lanjut : 1.Siswa antusias ketika mengikuti materi/kegiatan layanan. ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN PENDUKUNG BIMBINGAN KONSELING A. siswa bisa lebih dalam lagi membahas masalah alumni. Deskripsi dan komentar tentang pelaksanaan pendukung : . NIP. Putu W. Cara-cara Tindak Lanjut : . sakit 2 orang.Siswa antusias mengikuti kegiatan dengan melihat film dan cukup antusias ketika disuruh menanggapi. Mengetahui Kepala SMA 1 Gd. Sasaran : Kelas XII IS C. Deskripsi dan komentar : Untuk lebih efektif danintensif dalam layanan maka diperlukan latihan/praktik. 131957012 Kudus. F. 2. E. 24 Mei 2011 Konselor Drs. Spesifikasi Bimbingan : 1. Tempat : Ruang kelas 3. NIP.Siswa cukup antusias menanggapi pertanyaan guru. bagaimana kalau ada alumni yang butuh dengan siswa langsung menyuruh siswa lain memanggilkan yang bersangkutan. Cara-cara Penilaian : . . Waktu : 1 x 45 menit. Deskripsi dan Komentar : .Meminta tanggapan kepada siswa-siswa pada akhir kegiatan layanan. Topik Permasalahan : Etika sebagai alumni B. Anonim. 24 Mei 2011 2. D. Manis Dra.Siswa yang hadir 38 orang. 2. Pelaksanaan Pendukung : 1. . Fungsi Pendukung : Pemahaman 4.Observasi / pengamatan. Evaluasi (penilaian) : 1. 131693660 323 . Bidang Bimbingan : Akhlak mulia / budi pekerti 2. . Deskripsi dan Komentar : . Cara-cara Analisa : Mengajukan pertanyaan reflektif kepada diri sendiri. Jenis Pendukung : Informasi 3.Layanan bimbingan kelompok. Analisa Hasil Penilaian : 1. 22. tidak lewat kantor/piket. 2.

324 .

Anonim. Deskripsi dan komentar : .Siswa memperoleh manfaat dari hasil layanan yang diberikan oleh Konselor.Siswa aktif mendengar dan bertanya. 28 Februari 2011 2. siswa mendapat kesempatan mengemukakan hal-hal/masalah yang belum jelas. Putu W. ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN PENDUKUNG BIMBINGAN KONSELING A. Manis Dra. 2. NIP. Jenis Pendukung : Informasi dan penguasaan konten 3. NIP. . 21. F. 2. Cara-cara Penilaian : . Pelaksanaan Pendukung : 1. 131957012 Kudus. Deskripsi dan Komentar : .Siswa terlihat antusias ketika guru menerangkan materi.Bertanya kepada siswa pada akhir layanan/kegiatan “Bagaimana cara mencari lowongan pekerjaan”. 13.Siswa dapat menjawab dengan baik. Cara-cara Analisa : Memberi pertanyaan reflektif kepada diri sendiri. Waktu : 3 x 45 menit. Cara-cara Tindak Lanjut : .Layanan bimbingan kelompok. Mengetahui Kepala SMA 1 Gd. E. Deskripsi dan komentar tentang pelaksanaan pendukung : . Sasaran : Kelas XII IA C.Melalui bimbingan kelompok. Analisa Hasil Penilaian : 1. Bidang Bimbingan : Karir 2. Tempat : Ruang kelas 3. 131693660 325 . 20. 14. Tindak Lanjut : 1. Evaluasi (penilaian) : 1.Siswa masuk semua.LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI. Fungsi Pendukung : Pemahaman 4. Deskripsi dan Komentar : . 27. . .Pengamatan/observasi selama kegiatan berlangsung. . 2. Topik Permasalahan : Mengenal Dunia Kerja B.Kegiatan/layanan ini menarik dan menyenangkan. 2 Maret 2011 Konselor Drs. Spesifikasi Bimbingan : 1. D.

326 .

14. Putu W. Cara-cara Analisa : Mengajukan pertanyaan reflektif kepada siswa. F. Deskripsi dan Komentar : .Melalui bimbingan kelompok.Bertanya kepada siswa pada akhir layanan. . Cara-cara Penilaian : . Analisa Hasil Penilaian : 1. . Deskripsi dan komentar tentang pelaksanaan pendukung : . .Pada saat guru bertanya.Kegiatan/layanan ini menarik dan menyenangkan. siswa segera melakukan dengan senang. D.Sebagian besar siswa antusias/serius pada waktu Konselor memberi ceramah. Deskripsi dan komentar : . 131693660 327 . E. 21. Bidang Bimbingan : Sosial 2. Evaluasi (penilaian) : 1. Sasaran : Kelas XII IA C. Anonim. 30 Maret 2011 Konselor Drs.Siswa memperoleh manfaat dari layanan yang diberikan Konselor. Mawaddah. 2. Mengetahui Kepala SMA 1 Gd. 13. ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN PENDUKUNG BIMBINGAN KONSELING A. Jenis Pendukung : Informasi 3. Spesifikasi Bimbingan : 1.Banyak siswa yang tunjuk jari ketika diberi kesempatan bertanya.Pengamatan/observasi ketika kegiatan berlangsung.Layanan bimbingan kelompok. Cara-cara Tindak Lanjut : . 131957012 Kudus. . 27. . 2. . siswa dapat berlatih mengeluarkan pendapat/tanggapannya. siswa memperhatikan. Tindak Lanjut : 1. Waktu : 3 x 45 menit.Pada saat memberi tugas membacakan.Pada waktu guru menerangkan. Fungsi Pendukung : Pemahaman 4. Deskripsi dan Komentar : . 20. 2. Manis Dra.LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI. Pelaksanaan Pendukung : 1. 28 Maret 2011 2. Tempat : Ruang kelas 3. . Topik Permasalahan : Keluarga Sakinah. NIP. Warohmah B. sebagian besar siswa ingin menjawab.Pada saat memberi tugas. siswa dengan segera mengerjakan. NIP.Banyak siswa menginginkan materi ini dibahas lagi dalam kegiatan lain.

328 .

2. Deskripsi dan Komentar : .Melalui konseling individual siswa lebih bisa mengungkapkan masalahnya dengan lebih dalam lagi.. 2. Putu W. F. ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN PENDUKUNG BIMBINGAN KONSELING “ MEDIASI “ A. . .Kegiatan/layanan ini membantu siswa untuk berhasil dalam membina hubungan sosial dengan teman sebayanya.12. . 5 Maret 2011 Konselor Drs. . 4 Februari 2011 2.Dua belah pihak kooperatif dengan Konselor.12. D. Cara-cara Analisa : Mengajukan pertanyaan reflektif kepada siswa. terdengar agar keras dari ruang UKS. Cara-cara Penilaian : .0809.Bertanya kepada siswa kepada akhir layanan’ “Apakah Anda puas dengan layanan ini. NIP.Pengamatan/observasi selama layanan berlangsung. NIP. ataukah masih ada yang mengganjal di hati”. Topik Permasalahan : Bertengkar dengan pacar di ruang UKS B.Konseling individual.Konselor merasa puas dengan layanan yang diberikan kepada siswa. Sasaran : A1. Anonim. Spesifikasi Bimbingan : 1. 2. Deskripsi dan komentar : . Cara-cara Tindak Lanjut : . Jenis Pendukung : Mediasi 3. Deskripsi dan Komentar : .Keduabelah pihak kooperatif dengan Konselor. Tempat : Ruang UKS 3.Keduabelahpihak cukup puas dan berjanji untuk tetap berhubungan dengan bai.0809.044 dan A1. Deskripsi dan komentar tentang pelaksanaan pendukung : . Analisa Hasil Penilaian : 1. Fungsi Pendukung : Pengentasan 4.LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI. E. Waktu : Rabu. 131957012 Kudus. Bidang Bimbingan : Pribadi 2. Manis Dra. Evaluasi (penilaian) : 1. Tindak Lanjut : 1.Dua siswa bertengkar beradu mulut. Mengetahui Kepala SMA 1 Gd.045 C. 131693660 329 . Pelaksanaan Pendukung : 1.

330 .

. Analisa Hasil Penilaian : 1. Manis Dra. Waktu : 3 x 45 menit. 131693660 331 . 2. Sasaran : Kelas XII IA C. E.Siswa memperoleh manfaat dari layanan yang diberikan Konselor.Pada saat memberi tugas membacakan.Pengamatan/observasi ketika kegiatan berlangsung. ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN PENDUKUNG BIMBINGAN KONSELING A. Jenis Pendukung : Informasi 3. 2. . Mawaddah. Evaluasi (penilaian) : 1.Melalui bimbingan kelompok. sebagian besar siswa ingin menjawab. 21. Fungsi Pendukung : Pemahaman 4. Cara-cara Tindak Lanjut : . . Spesifikasi Bimbingan : 1. 2.Bertanya kepada siswa pada akhir layanan. Cara-cara Analisa : Mengajukan pertanyaan reflektif kepada siswa. 28 Maret 2011 2. . NIP. Deskripsi dan Komentar : . Putu W. Bidang Bimbingan : Sosial 2. F. Deskripsi dan Komentar : . Warohmah B. 14. siswa dapat berlatih mengeluarkan pendapat/tanggapannya. siswa segera melakukan dengan senang.Kegiatan/layanan ini menarik dan menyenangkan. 30 Maret 2011 Konselor Drs.Pada saat memberi tugas. Mengetahui Kepala SMA 1 Gd. 13. siswa memperhatikan. NIP.Banyak siswa menginginkan materi ini dibahas lagi dalam kegiatan lain. . 20.Layanan bimbingan kelompok. Anonim.Pada saat guru bertanya. Pelaksanaan Pendukung : 1. . Cara-cara Penilaian : . 131957012 Kudus. Deskripsi dan komentar : .Sebagian besar siswa antusias/serius pada waktu Konselor memberi ceramah. Tempat : Ruang kelas 3. Tindak Lanjut : 1.LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI.Pada waktu guru menerangkan. siswa dengan segera mengerjakan. . Topik Permasalahan : Keluarga Sakinah. 27.Banyak siswa yang tunjuk jari ketika diberi kesempatan bertanya. D. Deskripsi dan komentar tentang pelaksanaan pendukung : .

332 .

Sebagian besar siswa antusias/serius pada waktu Konselor memberi ceramah. .Bertanya kepada siswa pada akhir layanan. sebagian besar siswa ingin menjawab. Tempat : Ruang kelas 3. siswa dapat berlatih mengeluarkan pendapat/tanggapannya. Anonim. 30 Maret 2011 Konselor Drs. . NIP. Analisa Hasil Penilaian : 1.Melalui bimbingan kelompok. Deskripsi dan komentar : . . Cara-cara Penilaian : .Pada saat guru bertanya. siswa dengan segera mengerjakan. siswa memperhatikan. Cara-cara Tindak Lanjut : . Jenis Pendukung : Informasi 3. Deskripsi dan komentar tentang pelaksanaan pendukung : . Warohmah B. E. Deskripsi dan Komentar : . . D. 21. Evaluasi (penilaian) : 1. Spesifikasi Bimbingan : 1.Pada saat memberi tugas membacakan. Mawaddah. 2. siswa segera melakukan dengan senang. ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN PENDUKUNG BIMBINGAN KONSELING A.Pada saat memberi tugas. . NIP. 2. 28 Maret 2011 2. Fungsi Pendukung : Pemahaman 4.Pengamatan/observasi ketika kegiatan berlangsung.Kegiatan/layanan ini menarik dan menyenangkan. Topik Permasalahan : Keluarga Sakinah. 20.Banyak siswa menginginkan materi ini dibahas lagi dalam kegiatan lain. Mengetahui Kepala SMA 1 Gd. . Deskripsi dan Komentar : . Cara-cara Analisa : Mengajukan pertanyaan reflektif kepada siswa. Putu W. 14. 2. . Waktu : 3 x 45 menit.Layanan bimbingan kelompok. Tindak Lanjut : 1. Manis Dra. 13. Bidang Bimbingan : Sosial 2.Banyak siswa yang tunjuk jari ketika diberi kesempatan bertanya. 131957012 Kudus. 27.Siswa memperoleh manfaat dari layanan yang diberikan Konselor.LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI. 131693660 333 .Pada waktu guru menerangkan. Pelaksanaan Pendukung : 1. Sasaran : Kelas XII IA C. F.

334 .

Konsultasi berjalan dengan lancar.Konselor memperoleh kepuasan dari hasil layanan ini. Anonim. 2.11.Dengan bertanya kepada temannya diharapkan akan memberikan informasi apakah ada permasalahan diantara klien dengan siswa lain. orang tua terbuka terhadap keadaan keluarga dan cukup tahu terhadap sahabat-sahabat anaknya.Orang tua memperoleh manfaat dari hasil layanan yang diberikan oleh Konselor. NIP. . Analisa Hasil Penilaian : 1. Fungsi Pendukung : Pemahaman dan pengentasan 4. ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN PENDUKUNG BIMBINGAN KONSELING “ KONSULTASI “ A. “Apakah orang tua senang dengan layanan ini”. Manis Dra. .0809. 131693660 335 . 2011 Mengetahui Kepala SMA 1 Gd. F. .Pengamatan/observasi ketika kegiatan berlangsung.LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI. Putu W.Bertanya kepada teman-temannya. Sasaran : Orang tua siswa B2.Konseling 2. Deskripsi dan Komentar : . Deskripsi dan Komentar : . Cara-cara Penilaian : . Spesifikasi Bimbingan : 1. D. Cara-cara Analisa : Mengajukan pertanyaan reflektif kepada orang tua. .Orang tua kooperatif dengan Konselor. Tempat : Ruang BK 3. NIP.Orang tua merasa senang dengan layanan konsultasi oleh sekolah.Melalui konseling dengan data yang lebih lengkap diharapkan siswa akan mau lebih terbuka. Deskripsi dan komentar tentang pelaksanaan pendukung : . E. 2. 22 Januari 2011 2. Jenis Pendukung : Konsultasi 3. Tindak Lanjut : 1. Cara-cara Tindak Lanjut : . Konselor 30 Januari Drs. Topik Permasalahan : Anak ingin pindah ke sekolah lain B. . Bidang Bimbingan : Belajar 2. Pelaksanaan Pendukung : 1. Evaluasi (penilaian) : 1. Waktu : Kamis. 131957012 Kudus. Deskripsi dan komentar : .Bertanya setelah selesai layanan.027 C.

336 .

Gaji tetap. persiapan karier dan melanjutkan pendidikan tinggi. Macam Pekerjaan a. pekerjaan.Karir Gaji pasti tiap bulan. b. Hati-hati dan harus disiplin.  Seleksi akademis : Biasanya tes tertulis meliputi pengetahuan umum. SKKB. Gaji bagus bagi perusahaan yang bonafid. Memasuki kehidupan berkeluarga. Untuk mendapatkan pekerjaan dapat dengan cara mencari lowongan pekerjaan atau menciptakan lapangan pekerjaan sendiri. sikap kerja.  Psikotes (tes kemampuan) : Biasanya meliputi tes bakat. B. c. Mengikuti kursus atau pelatihan. Ada beberapa kemungkinan yang dapat dilakukan oleh siswa setelah tamat SMA.  Melihat informasi lowongan kerja melalui elektronik. jabatan pekerjaan yang memberikan harapan untuk maju. Memasuki dunia kerja.  Mengikuti tes (seleksi) 4. Non PNS/Swasta : Karir terbuka bagi yang kreatif. Melanjutkan ke perguruan tinggi. Sebagai suatu kesempatan hendaknya pekerjaan tidak disia-siakan dan terus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. fotokopi KTP. maka jalan yang ditempuh adalah dengan mencari pekerjaan. dan kesenian sesuai dengan program kurikulum. pas foto dan daftar riwayat hidup. disamping untuk berbakti.  Membaca koran atau majalah yang memuat lowongan kerja. 2.  Mendaftarkan diri ke Departemen Tenaga Kerja sebagai calon pencari kerja. 3. Pekerjaan adalah sumber penghasilan. Sub Tugas Perkembangan Memiliki kesadaran dan dorongan untuk mempersiapkan diri terjun ke dunia kerja. Bentuk Seleksi  Seleksi administrasi : Surat lamaran.  Tes wawancara : Wawancara biasanya dilaksanakan setelah mengalami beberapa seleksi. Harus ulet. tekun. internet.  Rajin mengunjungi pusat-pusat perkantoran dan pameran bursa kerja. Tugas Perkembangan Mengembangkan penguasaanilmu.  Bergaul dan bertanya kepada orang-orang yang sudah bekerja. Mencari Lowongan Kerja Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mencari dan memilih pekerjaan. c. Cenderung pasif. b. kesempatan mengembangkan diri serta aktualisasi diri. teknologi. Manusia hanya dapat hidup sebagai pribadi terhormat dan mandiri apabila menghayati dirinya sebagai pribadi yang bertanggug jawab membangun serta memelihara kehidupan yang manusiawi. seperti televisi. C. Apabila seorang siswa dengan keterbatasannya tidak dapat melanjutkan ke perguruan tinggi atau mengikuti kursus atau pelatihan. PNS : . dan sebagainya. Pengertian Karier : Perkembangan dan kemajuan dalam kehidupan. d.MATERI LAYANAN “ MEMASUKI DUNIA KERJA “ A. minat.  Memantapkan rasa percaya diri dan mempromosikan kemampuan yang dimiliki. diantaranya adalah : a. serta berperan dalam masyarakat luas. kecepatan dan ketelitian kerja. Materi Pokok 1. Wirausaha : Menjadi pimpinan terhadap diri sendiri. 337 . fotokopi STTB.

c. Mempersiapkan diri dalam menghadapi berbagai kemungkinan pertanyaan. ketahanan fisik dan sebagainya. Lampiran lengkap. Anda dituntut untuk memberi nafkah apabila Anda laki-laki dan dapat memelihara keluarga (anak dan suami) apabila Anda perempuan. tetapi terhadap anak. Menikah hukumnya wajib bagi yang sudah mampu. jika mengawini seseorang dengan maksud untuk menyakiti pasangan hidupnya. Haram. e. Tulisan jelas dan rapi. 338 . c. C. moral dibebankan kepada Anda. Berterus terang bila Anda tidak tahu jawaban pertanyaan pewawancara. d. Berbagai macam tanggung jawab ekonomi. B. dan kesenian sesuai dengan program kurikulum persiapan karier dan melanjutkan pendidikan tinggi. Untuk memasuki kehidupan berkehidupan berkeluarga diperlukan berbagai macam pertimbangan. Jangan lupa berdoa terlebih dahulu. Menikah merupakan salah satu kebutuhan manusia untuk melanjutkan keturunan. Seleksi kesehatan (tes fisik) digunakan untuk mengetahui kesesuaian antara fisik pekerja dengan jenis pekerjaan. MAWADDAH. Materi Pokok Tuhan menciptakan manusia secara berpasang-pasangan. h. d. Tugas Perkembangan Mengembangkan penguasaan ilmu. pendengaran. teknologi. walaupun secara usia masih belia. Perhatikan penampilan Anda. serta berperan dalam masyarakat yang luas. Mengucapkan terima kasih setelah wawancara selesai. Orang yang sudah berumah tangga secara otomatis dianggap dewasa. sosial. Amplop ada kode lowongan pekerjaan buat yang khas. Wajib.5. Datang lebih awal 15 atau 20 menit sebelum acara dimulai. b. f. 3. Sunah. Tips menghadapi tes wawancara : a. bagi yang sudah mampu dan tidak dapat mengendalikan nafsu sahwatnya (jika tidak kawin akan terjerumus kepada perbuatan zina). Bersikap sopan dari mulai masuk ruangan saat wawancara sampai selesai. berpakaian bersih. WAROHMAH “ A. Tips membuat lamaran pekerjaan a. keluarga suami/istri Anda dan lingkungan. Bersikap tenang saat meninggalkan ruang wawancara. i. rapi dan sopan. Sub Tugas Perkembangan Merencanakan dan hidup berkeluarga dengan baik. Bahasa standar atau baku. b. Namun demikian untuk berumah tangga tidaklahmudah. Jawablah pertanyaan denganjelas. Biasanya tes ini meliputi tes penglihatan. Hukum-hukum nikah antara lain : 1. Ketika Anda memutuskan untuk menikah berarti Anda sudah harus siap bertanggung jawab bukan hanya untuk diri sendiri. Kesiapan secara fisik maupun ekonomi sangat diperlukan disamping kesiapan mental. g. bagi yang sudah mampu namun masih mampu mengendalikan nafsunya. 2.  MATERI LAYANAN “ KEHIDUPAN BERKELUARGA SAKINAH.

mampu menghidupi keluarganya 339 . . Keluarga adalah “Perekrutan terkecil dari masyarakat”. 2. Nafkah batin kepada istri dan anak. mendidik anak. Tugas/peranan anggota keluarga.Ibu. pakaian. Fisik : .Jika Anda setelah lulus SMA memutuskan untuk menikah harus dipertimbangkan secara matang. Materi : . membantu tugas/pekerjaan rumah dan mencari ilmu dengan baik demi masa depannya. Dimana masing-masing anggota keluarga memiliki peran masing-masing.siap dengan rintangan/masalah-masalah dalam keluarga c. 1 tahun 1974.Ayah. Persiapan berkeluarga. Laki-laki umur 21 tahun Perempuan umur 18 tahun Syarat agama (Islam) : Seagama Islam Sudah baligh Mampu 3. Nafkah lahir seperti makan. pendidikan. rasa sayang. peranannya harus bisa menjaga nama baik keluarga dengan sikapnya. .Anak.siap dengan tugas dan tanggung jawabnya . dan menjaga martabat dirinya dan keluarga. sebagai kepala keluarga memberi nafkah kepada anggota keluarganya.usia . 1.siap menyatukan dua sifat yang berbeda . Karena pernikahan di usia dini umumnya mengalami banyak hambatan dan tantangan. a. seperti rasa aman. sebagai ibu rumah tangga harus bisa menjaga harta dengan baik. . 4. Syarat-syarat perkawinan / UU No. Psikis : .mampu b. rumah. dan sebagainya.

340 .

Jika diberi kesempatan bertanya oleh dosen pergunakanlah dengan sebaik-baiknya dan jika menemukan sumber yang berbeda tanyakan pula kepada dosen atau instruktur dengan cara yang baik. tujuan. dan asas konseling individual 2. tujuan. Menerapkan konsep ketrampilan dasar paraprase. konfrontasi. Perhatikan ceramah yang diberikan oleh dosen atau instruktur dengan cermat. Memahami makna konseli dan konselor individual 3. Memahami fungsi konseling individual 4. refleksi perasaan. Memahami asas-asas konseling individual 5. pendekatan konseling rational emotif terapi sehingga dengan membaca buku ajar ini pembaca dapat menguasai kerangka teoretik dan praksis konseling individual dan selanjutnya mampu mengaplikasikan pendekatan atau model konseling behavioristik dan model konseling rational emotif terapi dalam kegiatan bimbingan dan konseling di sekolah. Menganalisis konsep dasar dan aplikasi teknik pendekatan Rational Emotif Terapi (RET) dalam setting individual 7. Memahami tujuan konseling individual 3. fungsi. Memahami makna hubungan konselor dan konseli dalam konseling individual 4. Pada setiap akhir suatu pembahasan disediakan tugas yang harus dikerjakan dengan sungguh-sungguh. 4.BAB I PENDAHULUAN A. D. hubungan konselor dan konseli dalam konseling. Untuk mempraktikkan teknik-teknik yang tersaji dalam buku ini tidak terlalu sulit. Memahami makna konseli individual 6. Menguasai prosedur penggunaan teknik konseling dalam seting individual. Memahami pengertian. Kerjasama dalam kegiatan ini sangat diperlukan guna mencapai hasil yang optimal. Indikatornya adalah: 1. Prasyarat yang diperlukan bagi peserta PLPG untuk mempelajari bahan ajar ini adalah peserta lulusan S1 Program Studi BK atau lulusan S1 Program Studi Lain yang pernah bertugas sebagai guru pembimbing di sekolah. dan keterampilan dasar konseling meringkas 5. fungsi dan asas-asas konseling. Kompetensi dan Indikator Kompetensi yang hendak dicapai adalah peserta pelatihan dapat : 1. sebab subyek yang bisa saudara pergunakan praktek ada di sekitar saudara. Deskripsi Materi dalam buku ajar ini meliputi definisi. Pendekatan konseling behavioristik. dan akan lebih baik lagi jika ada partner yang bisa diajak berkomunikasi dalam memahami isi buku ini. Memahami pengertian konseling individual 2. B. C. Prasyarat Buku ajar ini khususnya disusun untuk peserta PLPG bidang Bimbingan dan Konseling (BK). Menganalisis konsep dasar dan aplikasi teknik pendekatan Behavioristik dalam setting individual 6. Memahami dan menerapkan keterampilan dasar Attending 341 . 3. Memahami makna hubungan konselor dan konseli dalam konseling individual 8. Memahami makna Konselor individual 7. keterampilan dasar konseling. Petunjuk Belajar Agar peserta PLPG dapat mengikuti kegiatan ini dengan lancar dan baik maka perlu diperhatikan beberapa petunjuk belajar sebagai berikut : 1. Lakukan pencatatan dengan sebaik-baiknya sebagai laporan praktik. 2. Sebelum pelatihan dilaksanakan seyogyanya peserta pelatihan telah membaca terlebih dahulu materi latih. dan lakukan pencatatan yang dianggap penting.

Mengevaluasi ketepatan penggunaan teknik konseling behavioristik dalam kasus. Memahami dan menerapkan keterampilan Normalisasi 16.9. Memahami dan menerapkan keterampilan Respon Mendengarkan 10. Menganalisis kasus yang mendasari alasan konselor menggunakan teknik konseling RET. 21. Memahami dan menerapkan keterampilan Memantulkan 12. Menganalisis konsep dasar dan aplikasi teknik pendekatan behavioristik dalam seting individual. Memahami dan menerapkan keterampilan Interpretasi 14. Mengevaluasi ketepatan penggunaan teknik konseling RET dalam kasus. Menguasai prosedur penggunaan teknik konseling pendekatan behavioristik. 22. 18. Menganalisis konsep dasar dan aplikasi teknik pendekatan RET dalam seting individual. 19. Memahami dan menerapkan keterampilan Memimpin 11. Menganalisis kasus yang mendasari alasan konselor menggunakan teknik konseling behavioristik. 17. Memahami dan menerapkan keterampilan Konfrontasi 13. Menguasai prosedur penggunaan teknik konseling pendekatan RET. 20. 23. Memahami dan menerapkan keterampilan Parafrase isi dan Refleksi perasaan 15. 342 .

Terkait dengan lengkapnya penerapan pendekatan dan teknik serta asasasas yang ada dalam konseling individual. Dalam konseling diharapkan konseli dapat mengubah sikap. tujuan. walaupun dalam perkembangan kemudian ada konseling kelompok (group counseling). seorang konselor diharapkan memiliki pemahaman mendasar dan komprehensif tentang esensi. Pemecahan masalah dalam proses konseling itu dijalankan dengan wawancara atau diskusi antara konselor dan konseli secara face to face. dan asas-asas konseling Adapun indikatornya. maka sering dianggap sebagai ”jantung hatinya” pelayanan konseling yang berarti sebagai berikut:  Konseling individual seringkali merupakan layanan esensial dan puncak (paling bermakna) dalam pengentasan masalah konseli. Memahami tujuan konseling individual 3. teknik dan asas-asas konseling dalam layanan Konseling individual. konselor memberikan ruang dan suasana yang memungkinkan konseli membuka diri setransparan mungkin. tujuan. keputusan diri sendiri sehingga ia dapat lebih baik menyesuaikan diri dengan lingkungannya dan memberikan kesejahteraan pada diri sendiri dan masyarakat sekitarnya. TUJUAN. Dalam hal ini harus selalu diingat agar individu pada akhirnya dapat memecahkan setiap masalah yang mungkin akan dihadapi dalam kehidupannya. Proses konseling sejatinya merupakan usaha menghidupkan dan mendayagunakan secara penuh fungsi-fungsi dan potensi-potensi yang ada pada diri konseli. Permasalahan yang dialami oleh individu tersebut seringkali tidak mampu diatasi sendiri oleh individu tersebut dan tidak mampu pula jika hanya diberi nasihat oleh orang lain. serta pendekatan dalam implementasi pelayanan konseling. kemudian ia meminta bantuan konselor sebagai petugas yang profesional dalam jabatannya dengan pengetahuan dan keterampilan yang dimilikinya. Memahami fungsi konseling individual 4. Konseling individual merupakan pelayanan bantuan secara profesional melalui hubungan khusus secara pribadi dalam wawancara antara seorang konselor dan seorang untuk mengentaskan masalah yang dihadapi individu dalam kehidupannya. Konseli mengalami kesukaran pribadi yang tidak dapat ia pecahkan sendiri.  Seorang ahli (konselor) yang mampu dengan baik menerapkan secara sinergis berbagai pendekatan. FUNGSI DAN ASAS-ASAS KONSELING A.BAB II DEFINISI. fungsi. Kompetensi dan Indikator Para peserta pelatihan dapat memahami pengertian. 1. Memahami asas-asas konseling individual B. Dalam layanan konseling individual. Dengan demikian individu tersebut memerlukan konseling individual yang secara sistematis mampu mengentaskan masalah yang dihadapinya sehingga ia mampu mengembangkan dirinya ke arah peningkatan kualitas kehidupan efektif sehari-hari (efektive daily living) dan mengembangkan potensi dan kemandirian secara optimal pada setiap tahap perkembangannya. peserta pelatihan dapat: 1. permasalahan yang dihadapi oleh individu pun semakin kompleks. Agar dapat mencapai tujuan konseling secara efektif. Proses konseling pada dasarnya dilakukan secara individual (between two persons) yaitu antara konselor dan konseli. Uraian Materi Perkembangan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut kualitas hidup individu. diyakini akan mampu juga menyelenggarakan jenis-jenis layanan lain keseluruhan spektrum pelayanan konseling. dan asasasas konseling. Pemilihan dan penyesuaian yang tepat dapat memberikan perkembangan ini individu dapat lebih baik dalam lingkungannya. 343 . Pengertian konseling individual Konseling adalah bantuan yang diberikan kepada individu dalam memecahkan masalah kehidupannya dengan wawancara dan dengan cara yang sesuai dengan keadaan yang dihadapi individu untuk mencapai kesejahteraan hidupnya. Memahami pengertian konseling individual 2.

Dengan demikian kerahasiaan dan kesukarelaan menjadi unsur dwi- 344 . Pengembangan dan pemeliharaan potensi konseli dan berbagai unsur positif yang ada pada dirinya merupakan latar belakang pemahaman dan pengentasan masalah konseli dapat dicapai (fungsi pengembangan dan pemeliharaan). Asas kerahasiaan Hubungan interpersonal yang amat intens sanggup membongkar berbagai isi pribadi yang paling dalam sekalipun. serta positif dan dinamis (fungsi pemahaman). Asas kesukarelaan dan keterbukaan Kesukarelaan penuh konseli untuk menjalani proses layanan konseling individual bersama konselor menjadi buah dari terjaminnya kerahasiaan pribadi konseli. maka upaya pengentasan masalah konseli melalui Konseling individual akan mengurani intensitas ketidaksukaan atas keberadaan sesuatu yang dimaksud. c. keterbukaan. d. Yang mendasar seluruh kegiatan layanan konseling individual adalah asas kerahasiaan. e. b. Melalui layanan konseling individual konseli memiliki kemampuan untuk membela diri sendiri menghadapi keteraniayaan itu. Melalui layanan konseling individual konseli memahami seluk beluk masalah yang dialami secara mendalam dan komprehensif. Keyakinan konseli akan adanya perlindungan yang demikian itu menjadi jaminan untuk suksesnya pelayanan. mendalami arti nilai hidup pribadi. b. kegiatan. sesuatu yang dapat menghambat atau menimbulkan kerugian. akan merupakan kekuatan bagi tercegah menjalarnya masalah yang sekarang sedang dialami itu. kini dan mendatang. layanan konseling individual dapat menangani sasaran yang bersifat advokasi (fungsi advokasi). kekinian. Layanan konseling individual seringkali menjadikan pengembangan/ pemeliharaan potensi dan unsur-unsur positif konseli sebagai fokus dan sasaran layanan. Asas-asas konseling akan memperlancar proses dan memperkuat bangunan yang ada di dalamnya. kenormatifan dan asas keahlian. Tujuan umum layanan Konseling individual adalah terentaskannya masalah yang dialami konseli. Kelima sasaran yang merupakan wujud dari keseluruhan fungsi konseling itu. Tujuan Konseling individual Konseling bertujuan membantu membantu individu untuk mengadakan interpretasi fakta-fakta. 4. kemampuan konseli ditingkatkan. Konseling memberikan bantuan kepada individu untuk mengembangkan kesehatan mental. diperkuat oleh terentaskannya masalah. Pemahaman yang mengarah kepada dikembangkannya persepsi dan sikap serta kegiatan demi terentaskannya secara spesifik masalah yang dialami konseli tersebut (fungsi pengentasan). dan potensi konseli dikembangkan. dan tingkah laku. maka dalam layanan Konseling individual dapat dirinci dan secara langsung dikaitkan dengan fungsi-fungsi konseling secara menyeluruh diembannya yaitu sebagai berikut: a. Dengan layanan Konseling individual beban konseli diringankan. suatu yang ingin dihilangkan. serta diharapkan tercegah pula masalah-masalah baru yang mungkin timbul timbul (fungsi pencegahan).a. Apabila masalah konseli itu dicirikan antara lain: sesuatu yang tidak disukai adanya. secara langsung mengarah kepada dipenuhinya kualitas untuk kehidupan sehari-hari yang efektif (efektive daily living). terutama pada sisi konseli. Konseling menjadi strategi utama dalam proses bimbingan dan merupakan teknik standar serta merupakan tugas pokok seorang konselor di pusat pendidikan. perubahan sikap. Asas-asas konseling individual Kekhasan yang paling mendasar layanan konseling individual adalah hubungan interpersonal yang amat intens antara konseli dan konselor. Segenap rahasia pribadi konseli yang terbongkar menjadi tanggung jawab penuh konselor untuk melindunginya. kesukarelaan. 3. kesukarelaan. Untuk ini asas kerahasiaan menjamin jaminannya. Masalah yang dialami yang dialami konseli menyangkut dilanggarnya hak-hak konseli sehingga konseli teraniaya dalam kadar tertentu. 2. Fungsi Konseling individual Dalam kerangka tujuan umum di atas.

Tanpa keseriusan dalam aktifitas yang dimaksudkan itu dikhawatirkan perolehan konseli akan sangat terbatas atau keseluruhan proses layanan itu menjadi sia-sia. 2. keputusan diri sendiri sehingga ia dapat lebih baik menyesuaikan diri dengan lingkungannya dan memberikan kesejahteraan pada diri sendiri dan masyarakat sekitarnya. Reflect on the material. Recite dan Review). Read. diharapkan konseli dapat mengubah sikap. Question. 345 . Asas kenormatifan dan keahlian Semua aspek teknis dan isi layanan konseling individual adalah normatif artinya tidak boleh terlepas dari kaidah-kaidah norma yang berlaku baik norma agama. yaitu: 1. Pelajari terlebih dahulu materi yang telah tersaji pada kegiatan di Bab II ini secara seksama. Rumuskan konsep dasar tentang definisi konseling individual. Diskusikan pula latihan yang telah anda kerjakan. buatlah contoh dalam penerapan fungsi dan asas konseling individual. C. Dalam layanan konseling individual. Rangkuman Makna konseling adalah suatu proses bantuan secara profesional antara konselor dan konseli yang bertujuan membantu untuk mengentaskan masalah yang dihadapi individu dalam kehidupannya. Kesukarelaan awal ini harus dipupuk dan dikuatkan. Apabila penguatan kesukarelaan awal ini gagal dilaksanakan maka keterbukaan tidak akan terjadi dan kelangsungan proses layanan terancam kegagalan. identifikaskan perubahan perilaku yang termasuk ke dalam tujuan konseling individual. Buatlah ringkasan materi dengan metode PQ4R (Preview. 3. Dengan nuansa kekinianlah segenap proses layanan dikembangkan dan atas dasar kekinian pulalah kegiatan konseli dalam layanan dijalankan. Jadi seberat apapun pengembangan kesukarelaan dan keterbukaan itu harus dilakukan konselor. 3. di bawah ini terdapat beberapa langkah yang harus dilakukan. konselor mencurahkan keahlian profesionalnya dalam pengembangan konseling individual untuk kepentingan konseli dengan menerapkan semua asas di atas. Keahlian konselor itu diterapkan dalam suasana normatif terhadap konseli yang sukarela. aktif agar konseli mampu mengambil keputusan sendiri. ilmu. d. adat. Seluruh kegiatan konseling individual ini bernuansa kekinian dan rahasia pribadi sepenuhnya dirahasiakan. Pemilihan dan penyesuaian yang tepat dapat memberikan perkembangan ini individu dapat lebih baik dalam lingkungannya. apabila proses konseling hendak dihidupkan. Lembar Kegiatan Peserta Pelatihan Untuk mendukung pencapaian tujuan dalam kegiatan peserta pelatihan ini. Asas kekinian dan kegiatan Asas kekinian diterapkan sejak paling awal konselor bertemu konseli. Asas kesukarelaan akan menghasilkan keterbukaan konseli. 4. Konseli pada awalnya dalam kondisi sukarela untuk bertemu dengan konselor. Konseli dituntut untuk benar-benar aktif menjalani proses perbantuan melalui layanan konseling individual. terkait dengan hal tersebut peserta diharapkan perlu untuk melakukan latihan-latihan sebagai berikut: 1. 2. dari awal dan selama proses layanan sampai pada periode pasca layanan. hukum. Latihan Setelah pelatihan peserta pelatihan diharapkan dapat memahami materi pada bagian bab II. tunggal yang mengantarkan konseli ke arena proses layanan konseling individual. terbuka. E. Kemudian diskusikan materi yang telah anda ringkas.c. Konseli dan konselor terikat sepenuhnya oleh nilai-nilai dan norma yang berlaku. Sebagai seorang yang ahli dalam pelayanan konseling. D. dan kebiasaan.

secara langsung mengarah kepada dipenuhinya kualitas untuk kehidupan sehari-hari yang efektif (efektive daily living). Kelima sasaran yang merupakan wujud dari keseluruhan fungsi konseling itu. Kekhasan yang paling mendasar layanan konseling individual adalah hubungan interpersonal yang amat intens antara konseli dan konselor. maka dalam layanan Konseling individual dengan menggunakan fungsi-fungsi yang ada dalam pelayanan konseling yaitu: fungsi pemahaman. dan fungsi advokasi. Dengan demikian. perubahan sikap. fungsi. makna. Yang mendasar seluruh kegiatan layanan konseling individual adalah asas kerahasiaan. dan asas-asas dalam pelaksanaan layanan konseling individual hendaknya harus dipahami dan dilaksanakan agar tercipta suatu layanan konseling individual yang berkualitas. Konseling menjadi strategi utama dalam proses bimbingan dan merupakan teknik standar serta merupakan tugas pokok seorang konselor di pusat pendidikan. fungsi pengembangan dan pemeliharaan. Konseling memberikan bantuan kepada individu untuk mengembangkan kesehatan mental. dan tingkah laku. Tujuan secara umum layanan Konseling individual adalah terentaskannya masalah yang dialami konseli. keterbukaan. kini dan mendatang. tujuan.Konseling bertujuan membantu membantu individu untuk mengadakan interpretasi fakta-fakta. Dalam kerangka tujuan inilah. Dengan layanan Konseling individual diharapkan beban konseli diringankan. 346 . kesukarelaan. mendalami arti nilai hidup pribadi. kekinian. fungsi pencegahan. kesukarelaan. Asas-asas konseling akan memperlancar proses dan memperkuat bangunan yang ada di dalamnya. kenormatifan dan asas keahlian. fungsi pengentasan. kegiatan. dan potensi konseli dikembangkan. kemampuan konseli ditingkatkan.

Kompetensi tersebut akan mendorong konselor untuk menjadi pribadi terapeutik. kekuatan atau daya (strength). konselor menjadi aktor yang secara aktif mengembangkan proses konseling untuk mencapai tujuan konseling sesuai dengan prinsip-prinsip dasar konseling. Uraian Materi Dalam kegiatan belajar bab III ini akan diuraikan materi yang berkaitan dengan komponen konseling. kesehatan psikologis yang baik. dan tanpa syarat memandang dan merespons konseli sebagai pribadi. Dalam proses konseling. Respek dan apresiatif terhadap diri sendiri. Adapun indikatornya. seorang konselor dituntut memiki seperangkat sifat kepribadian dan ketrampilan tertentu. Konselor tidak hanya puas dengan apa yang ada dan berupaya mempertanyakan mutu eksistensinya. hal mana timbul dari keterbukaan konselor terhadap masalah dan perasaan sendiri. selain menggunakan media verbal. media elektronik. b. Memiliki kemampuan untuk hadir bagi orang lain. e. 347 . yang antara lain dapat dideskripsikan sebagai berikut : a. dan motivasinya. Terkait dengan hal tersebut. dan masalah-masalah. yang berupa kerelaan untuk mengambil bagian dengan orang lain dalam suka duka mereka. kebebasan. d. Komponen konseling merupakan bagian-bagian penting yang sangat menentukan terjadinya proses konseling. serta menerapkannya sesuai dengan konteks dan pribadinya. tidak tertekan. Beberapa kompetensi pribadi yang signifikan untuk dimiliki konselor antara lain. kesabaran. dalam pengertian berusaha untuk terbuka guna memperluas cakrawala wawasannya. dan media pengembangan tingkah laku lainnya. Meskipun dalam tataran konsep berkembangnya pandangan yang bervariasi tentang konselor yang efektif. Mampu mereduksi kecemasan. konselor juga dapat menggunakan media tulisan. tidak menunjukan sikap bermusuhan. demi terentaskannya masalah yang dialami oleh konseli. kejujuran. Memiliki gagasan yang jelas mengenai keyakinan tentang hidup.BAB III HUBUNGAN KONSELOR DAN KONSELI DALAM KONSELING INDIVIDUAL A. Kompetensi dan Indikator Pada kegiatan belajar 2 ini. Memahami makna hubungan konselor dan konseli dalam konseling individual B. kesadaran dan pandangan yang tepat terhadap peranannya. berkompeten. sehingga dia sanggup menghayati dan menunjukan empaty dengan konselinya. gambar. f. yaitu : Konselor Konselor adalah seseorang yang karena kewenangan dan keahliannya memberi bantuan kepada konseli. dan mempelajari berbagai konsep dan teknik konseling. serta terus menerus berusaha memahami dirinya sendiri karena konselor hendak mendorong pemahaman diri itu dalam diri konseli. 2. Semua itu diupayakan konselor dengan cara-cara yang cermat dan tepat. Berorientasi untuk tumbuh dan berkembang. Untuk mengelola konseling secara efetif. nilainilai. dapat dipercaya (trustworthness). artinya konselor harus memilki suatu rasa harga diri yang kuat yang menyanggupkannya berhubungan dengan orang lain atas dasar hal-hal yang positif dari konseli. tidak membiarkan diri menurun kapasitasnya c. namun mereka mengakui bahwa karakteristik pribadi dan perilaku konselor kontributif bagi pembinaan relasi yang bermakna yang akan mendorong konseli untuk berkembang. kepekaan (sensitivity). 1. kehangatan (warmth) pendengar yang aktif (active responsiveness). Mengembangkan diri menjadi konselor yang otonom. di bawah ini akan diuraikan komponen yang dituntut ada dalam konseling. peserta pelatihan dapat : Memahami makna konseli individual Memahami makna Konselor individual 3. dan kesadaran holistik. manusia. pengetahuan yang baik tentang diri sendiri (self-knowledge). melalui pengembangan gaya konseling yang sesuai dengan kepribadiannya sambil terbuka untuk belajar dari orang lain. Para peserta pelatihan dapat memahami komponen konseling. Dalam konseling individual.

uneg-uneg. konseli menginginkan agar ia mendapatkan suasana berpikir yang jernih dan/atau perasaan yang lebih nyaman. kematangan. penghargaan positif tanpa syarat (positive regard). baik kekurangan maupun kelebihan yang ia miliki. artinya konseli mempunyai sikap apa adanya. Kedatangan konseli bertemu konselor disertai dengan kondisi tertentu yang ada pada konseli. fungsi. hubungan konselor dengan dengan konseli berada dalam konteks hubungan membantu (helping relationship). c. Tujuan-tujuan yang akan dicapai dalam proses konseling tersebut akan dicapai secara efektif apabila kondisi konseling memungkinkan konseli berkembang dan menggali potensi-potensi yang ada pada dirinya. Konteks Hubungan Konselor-Konseli Dalam konseling. Kondisi konseling yang fasilitatif meliputi kongruensi (congruence). Dengan kondisi ini maka konselor yang efektif mestilah menghayati perasaan konseli sebagaimana konseli mempersepsi perasan-perasannya maupun cara pandangnya terhadap sesuatu. atau setidaknya sedang mengalami sesuatu yang ingin disampaikan kepada orang lain. memperoleh nilai tambah. Kongruensi dalam beberapa referensi yang lain memiliki kesamaan istilah dengan otentik (authenticity). dan dilayani sepenuhnya oleh konselor. Konselor dalam hubungan konseling diharapkan dapat menimbulkan kongruensi pada diri konseli. ide) dan perasaan orang lain. Jika konseli tahu bahwa konselor tidak kongruensi maka bisa berakibat mengurangi bahkan menghilangkan kepercayaan konseli pada konselor. bahkan ada yang datang (mungkin terpaksa) karena didorong atau diperintah oleh pihak lain. atau mengalami suatu ia ingin dan/atau perlu dikembangkan pada dirinya. Dengan kata lain konselor menerima setiap individu (konseli) tanpa menilai aspek-aspek pribadinya yang ”lemah” ataupun ”kuat” Penghargaan kondisi yang harmonis positif tanpa syarat memiliki kesamaan makna dengan hangat. terus terang. atau mengalami suatu kekurangan yang ia ingin isi. Pemahaman Secara Empati Memahami secara empati merupakan suatu kemampuan untuk memahami cara pandang (pikiran. ada yang datang dengan perantara orang lain. Konselor hendaknya berfikir dengan bersama-sama konseli daripada berfikir tentang atau mengenai konseli. dan memahami secara empati (emphatic understanding). Dengan demikian dapat tercipta kondisi yang harmonis antara konselor dan konseli. Penghargaan Positif Tanpa Syarat Konseling akan lebih efektif jika kondisi penghargaan yang positif ini diciptakan konselor dan dilakukan tanpa syarat. b. dan hal-hal positif lainnya dalam menjalani hidup sehari-hari. hidup yang lebih berarti. serta mempunyai kesadaran akan budaya (cultural awareness) Kongruensi Kongruensi dalam hubungan konseling dapat dimaknakan dengan ”menunjukan diri sendiri” apa adanya. Apapun latar belakang kedatangan konseli dan bagaimanapun kondisi konseli. 348 . dan cara menghadapi kehidupan dengan memanfaatkan sumber-sumber internal pada pihak konseli. Melalui konseling. harus diperhatikan. kepedulian. kesejatian (genuineness). Konseli menanggung semacam beban. berpenampilan terus terang dan lebih penting adalah kesesuaian antara hal-hal yang dikomunikasikan secara verbal dengan non verbal. Dalam hal ini konseli dapat belajar bahwa dirinya dengan kenyataan yang ada dapat diterima oleh orang lain sekaligus konseli dapat menerima dirinya apa adanya. tidak bersikap defensif karena jika konseli memiliki sikap-sikap demikian akan menghambat hubungan konseling. diterima. Ada yang datang sendiri dengan kemauan kuat untuk menemui konselor (self-referal). Dengan adanya a. Memahami secara empati ini bermakna bahwa konselor memahami cara pandang dan perasaan konseli berdasakan kerangka pemikiran yang dimiliki oleh konseli sendiri (internal frame of reference). Konseli datang dan bertemu konselor dengan cara yang berbeda-beda. yaitu hubungan untuk meningkatkan pertumbuhan.Konseli Konseli adalah seorang individu yang sedang mengalami masalah.

3. Intensitas Hubungan konselor dengan konseli dilakukan dengan penuh intensitas sehingga memfasilitasi konseli untuk terbuka terhadap persepsinya. atau mengatakan yang bukan sejatinya. Peserta pelatihan diminta mendiskusikan tentang bagaimana caranya membuat kondisi konseling yang kongruensi.d. Tanpa adanya hubungan konseling tidak akan mencapai pada tingkatan yang diharapkan. Perlindungan jaminan ini adalah unik dan akan meningkatkan kemauan konseli membuka diri. Peserta pelatihan diajak diskusi untuk mengidentifikasi ciri-ciri individu yang dapat dikategorikan sebagai seorang konseli. Peserta pelatihan diminta sharing dengan teman dalam kelompok kecil. pemahaman secara empati maka konseli akan merasakan bahwa ada orang lain yang mau dan bersedia memahami dirinya yang sebelumnya belum diperolehnya. terus berkembang menuju pertumbuhan dan perkembangan yang lebih optimal. c. Latihan 1. Dengan menggunakan kesadaran budaya konseli tidak memaksakan kehendaknya (nilai-nilai) yang dianutnya sekaligus didalamnya terkandung budaya yang konselor miliki tetapi konselor memberikan dorongan konseli untuk mengubah apa yang seharusnya ia inginkan sesuai dengan nilai-nilai budaya yang ia miiki. memahami dan mengevaluasi dirinya apakah sudah memenuhi kriteria sebagai seorang konselor yang terapeutik. Kesadaran Budaya Kesadaran akan budaya mengacu pada kemampuan konselor untuk terbuka dan memotivasi untuk belajar menerima dan memahami budaya yang berbeda dengan budaya yang ia miliki. untuk mencoba mengenali. Keterbukaan konseli tentang masalahnya. Karakteristik dinamika dan keunikan hubungan konselor konseli sebagai hubungan yang bersifat membantu adalah sebagai berikut. d. e. Dorongan Dalam hubungan konseling. C. Dalam konteks ini. konselor harus menjaga kerahasiaan seluruh informasi tentang konseli dan tidak dibenarkan mengemukakan secara transparan kepada siapapun tanpa seijin konseli. a. b. Konselor dan konseli harus membangun hubungan secara jujur dan terbuka. Afeksi Hubungan konselor dengan konseli sejatinya lebih sebagai hubungan afeksi dari ada sebagai hubungan afeksi dari pada sebagai hubungan kognitif. Memberikan dorongan kepada konseli untuk meningkatkan efektifitas perilakunya dan memotivasi untuk bertanggung jawab terhadap keputusannya. peningkatan pengalaman dan tanggung jawab konseli. Pertumbuhan dan perubahan Hubungan konseling bersifat dinamis. Kedinamisan hubungan ini akan tercermin dari waktu ke waktu terjadi peningkatan hubungan konselor dengan konseli. 2. Keterbukaan konseli tersebut bersifat konfidensial. Kejujuran Hubungan konselor dengan konseli didasari atas kejujuran dan keterbukaan. f. Hubungan yang penuh afeksi ini dapat mengurangi rasa kecemasan dan ketakutan pada konseli. Hubungan afeksi akan tercermin sepanjang proses konseling termasuk dalam melakukan eksplorasi terhadap persepsi dan perasaan-perasaan subyektif konseli. Dalam hubungan konseling tidak ada sandiwara dengan jalan menutupi kelemahan. konselor memberikan dorongan kepada konseli untuk meningkatkan kemampuan dirinya dan berkembang sesuai dengan kemampuannya. konselor mengupayakan agar hubungannya konseli dapat berlangsung secara mendalam sejalan dengan perjalanan hubungan konseling. penghargaan positif tanpa syarat 349 . Privasi Pada prinsipnya dalam hubungan konseling perlu keterbukaan konseli tentang masalahnya.

Question. Dalam konseling individual. ada yang dengan terpaksa karena disuruh oleh pihak lain. dan halhal yang positif lainnya dalam menjalani hidup sehari-hari dalam rangka kehidupan secara menyeluruh. E. kepekaan. Buatlah ringkasan materi dengan metoda PQ4R (Preview. kesabaran. Rangkuman Konselor adalah seorang yang mempunyai kewenangan dan keahliannya memberi bantuan kepada konseli. konselor dituntut memiliki karakteristik pribadi dan perilaku konselor kontributif bagi pembinaan relasi yang bermakna yang akan mendorong konseli untuk berkembang. memperoleh nilai tambah. hidup yang lebih berarti. kesehatan psikologis yang baik. Lakukan simulasi terhadap materi kegiatan belajar 2 ini. Melalui konseling. Pelajari terlebih dahulu materi yang telah tersaji pada kegiatan belajar 2 secara seksama 2. 350 . kehangatan pendengar yang aktif. Konseli adalah seorang individu yang sedang mengalami masalah. Ada berbagai varitas seorang konseli mendatangi konselor. dibawah ini terdapat beberapa langkah-langkah yang harus dilakukan. Reflect on the Material. pengetahuan yang baik tentang diri sendiri. 4. yaitu : 1. dapat dipercaya. kekuatan atau daya. Lembar Kegiatan Peserta Pelatihan Untuk mendukung pencapaian tujuan dalam pembelajaran ini. kebebasan. Recite dan Review) 3. atau setidaksetidaknya sedang mengalami sesuatu yang ingin disampaikan kepada orang lain. konseli menginginkan agar ia mendapatkan suasana fikiran yang jernih da/atau perasaan yang lebih nyaman. Read. Kemudian diskusikan materi yang telah anda ringkas.(positive regard) memahami secara empati (emphatic understaning). kejujuran. dan kesadaran holistik. Beberapa kompetensi pribadi yang signifikan untuk dimilki oleh konselor antara lain. D. kompetens. dan kesadaran akan budaya (cultural awarenness). kemudian masing-masing peserta memberikan feedback.

Memahami dan menerapkan keterampilan Interpretasi 7. Penampilan fisik konselor juga sangat penting. terutama sekali pada tahap awal konseling. Kompetensi dan Indikator Kegiatan belajar pada Bab IV ini mempunyai kompetensi yang harus dicapai oleh Para peserta pelatihan yaitu diharapkan peseta pelatihan dapat memahami dan menerapkan konsep dasar pada keterampilan dasar konseling.  Postur tubuh Postur tubuh atau penampilan fisik seorang konselor bisa memberikan kesan tertentu pada konseli. mengembangkan suasana yang aman sehingga melancarkan ekspresi bebas tentang apa saja yang muncul di benak konseli. Memahami dan menerapkan keterampilan Respon Mendengarkan 3. Memahami dan menerapkan keterampilan Konfrontasi 6. Hal ini adalah cara untuk menunjukkan adanya perhatian yang sungguh-sungguh terhadap lawan bicara karena kontak mata adalah alat pokok untuk berkomunikasi. Memahami dan menerapkan keterampilan Parafrase Isi dan Refleksi perasaan 8. dan terus terang sebagai bukti bahwa konselor dapat bekerja sama. Secara singkat attending dapat dipahami sebagai kemampuan konselor dalam menunjukkan perhatian secara penuh kepada konseli sehingga konseli dapat terlibat dalam proses konseling. Memahami dan menerapkan keterampilan Memimpin 4. peserta pelatihan dapat: 1. misalnya empati. Adapun indikator dalam pembelajaran ini. Komponen-komponen attending Berikut ini uraian tentang komponen-komponen attending yaitu sebagai berikut:  Kontak mata Ketika sedang berkomunikasi. Attending sangat diperlukan selama proses konseling berlangsung. Temuan penelitian menunjukkan bahwa perilaku attending yang baik membangkitkan harga diri konseli. 351 . Kesediaan konseli untuk terlibat sangat ditentukan oleh kesan pertama tentang konselor. Attending terjadi dalam konteks inti kondisi-kondisi yang mempengaruhi hubungan dalam konseling. Konselor juga hendaknya tidak bersikap tegang dan bisa bersikap rileks karena ketegangan ketegangan yang ditunjukkan konselor dapat mengalihkan perhatian konseli kepada konselor dan menimbulkan respon ketegangan pada konseli. sehingga diharapkan konselor dalam memandang secara mendalam dan konseli merasa diperhatikan. Dengan adanya kontak mata menunjukkan bahwa konselor menaruh perhatian terhadap konseli.BAB IV KETERAMPILAN DASAR KONSELING A. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penampilan fisik antara lain: menghadapkan muka pada konseli dengan cerah. tulus. b. keaslian/ketulusan. Keberhasilan konselor untuk mengajak konseli terlibat secara penuh dalam konseling akan mempengaruhi proses konseling selanjutnya. serta respek atau penghargaan positif. Pengertian Di awal proses konseling. biasanya pandangan tertuju pada mata. Memahami dan menerapkan keterampilan Memantulkan 5. Posisi duduk konselor sebaiknya tidak bersandar atau membungkuk karena dapat mencerminkan kesan enggan. Memahami dan menerapkan keterampilan Normalisasi 1. malas atau tidak tulus. Uraian Materi Keterampilan Dasar Attending a. menunjukkan sikap terbuka dan tidak bersikap defensif dengan cara posisi tangan di atas pangkuan tetapi tidak B. Attending adalah metode yang biasanya digunakan untuk membuka suatu wawancara konseling karena dapat mengembangkan tujuan konseli untuk mengadakan eksplorasi dan penjajagan diri. konselor harus dapat mempersiapkan konseli untuk terlibat dalam konseling. maka harus diperhatikan agar proses konseling bisa efektif. Memahami dan menerapkan keterampilan dasar Attending 2.

ekspresi muka yang responsif dengan dihiasi senyum secara spontan. Konselor: ” Tampaknya anda ingin memisahkan diri dan bekerja sendiri” Contoh 2 Konseli : ”Kadang-kadang Saya ingin lari dari semuanya” Konselor : ”Dapatkah Anda jelaskan. maka perlu dilakukan klarifikasi. Tujuan dari adanya klarifikasi adalah:  Mendorong konseli untuk elaborasi  Memeriksa ketepatan apa yang didengar konselor terhadap pesan-pesan konseli  Memperjelas pesan-pesan yang samar atau membingungkan. mengungkapkan situasi atau perasaan konseli. Disamping klarifikasi terhadap ketepatan pesan konseli. embigu. Yang sering terjadi dalam proses konseling yaitu konselor seringkali membuat asumsi dan kesimpulan tentang konseli. dan mendengarkan ungkapan konseli dengan penuh perhatian. refleksi dan rangkuman. Jika konselor banyak menggunakan tangannya misalnya ”sedekap”. Cara berkomunikasi seperti ini kurang baik. atau tidak jelas. Perlu diingat. Di bawah ini akan di jelaskan hal-hal yang terdapat dari respon mendengarkan sebagai berikut: Klarifikasi Klarifikasi merupakan pertanyaan yang diajukan ketika muncul pesan konseli tidak jelas. baik secara langsung maupun tidak. bahkan strategi yang digunakan bahkan tidak sesuai. memperhatikan sikap santai sehingga konseli pun terpengaruh untuk santai pula. Keterampilan Respon Mendengarkan Dalam berkomunikasi terdapat dua kegiatan yaitu mendengarkan dan berbicara. Berikut ini ada beberapa contoh klarifikasi yaitu: Contoh 1 Konseli : ”Saya sudah merasa jenuh kalau harus berkumpul terus dengan keluarga”. kemungkinan konseli tidak akan dapat melakukan eksplorasi diri. Hal ini sering terjadi di tahap-tahap awal konseling dimana konselor belum memiliki gambaran yang jelas tentang konseli. apa yang Anda maksud lari dari semuanya?” Pada contoh di atas.kaku. 2. klarifikasi akan membantu memperjelas apa terjadi dan apa yang dirasakan konseli. masalah yang dibicarakan tidak tepat. parafrase. seperti ”Ya” atau ”Saya tahu apa yang anda rasakan”. Jika konselor tidak yakin dengan makna pesan yang dikemukakan konseli. Respon konselor dapat berupa kata-kata yang menunjukkan dukungan. terutama pada tahap awal konseling. konselor tidak mengajukan pertanyaan atau memunculkan topik baru tetapi konselor tingkah verbal yang dimaksudkan sebagai isyarat bahwa konselor memperhatikan dan memahami konseli. Dengan demikian hendaknya konselor perlu menyadari pesan apa yang akan disampaikan kepada konseli dengan gerakan tubuh dan tangan yang kita gunakan. Dalam hal ini. Batasan dan tujuan dari respon mendengarkan yaitu klarifikasi. 352 .  Tingkah laku verbal Respon konselor terhadap konseli dengan menggunakan kata-kata yang disampaikan secara lisan berhubungan dengan apa yang dikatakan konseli merupakan suatu tingkah laku verbal. bahwa kejelasan pesan-pesan konseli sangat penting bagi konselor sebelum melakukan kesimpulan. Pertanyaan klarifikasi kepada konseli dimaksudkan untuk menguraikan pernyataan konseli yang samar-samar. Keterampilan konselor menggunakan respon klarifikasi akan menentukan ketepatan pesan yang diterima dan diprosesnya.  Gerak tubuh Konselor dapat menggunakan gerakan tubuh untuk menyampaikan pesan tertentu kepada konseli. Jika konselor gagal dalam mendengarkan. sehingga kesimpulan konselor terkesan tergesa-gesa. miring atau condong kepada konseli disaat mendengarkan atau merespon berbicara sehingga menampakkan diri sebagai orang yang bersama dengan konseli. tanpa memeriksa ketepatan pesan yang di dengar. Mendengarkan merupakan prasyarat bagi konselor untuk dapat memberikan respon atau strategi secara tepat dalam suatu konseling. a.

Tujuan berikutnya adalah menyatakan kepada konseli bahwa konselor mencoba mengerti pesan konseli. Konseli akan merasa dimengerti dan dipersiapkan untuk mengolah lebih dalam lagi masalah-masalah yang diajukannya. obyek. baik verbal maupun non verbal untuk mengetahui apa yang tellah dikatakan oleh konseli. konselor menyatakan ide pokok konseli dengan katakata sendiri. tidak sekedar menirukan kata-kata yang diucapkan konseli. Contoh 1 Konseli : ”Saya tahu. mengkristalisasi komentar konseli dengan lebih memendekkannya sehingga membantu mengarahkan wawancara. Perhatikan contoh berikut ini. dalam klarifikasi konselor sebaiknya lebih menunjukkan nada bertanya daripada memberikan suatu pertanyaan. Bila parafrase yang diberikan tepat maka konseli akan memberikan tanda persetujuan.  Mengidentifikasi adanya pesan-pesan yang samar-samar atau membingungkan.  Memeriksa keefektifan parafrase berdasarkan berdasarkan respon konseli. atau ide apa yang dibicarakan”  Memilih kata-kata yang sesuai dengan apa yang dikemukakan konseli. Tujuan utama parafrase bagi konselor adalah menguji pengertian konselor tentang apa yang dikatakan konseli.b. yang perlu diperiksa ketepatannya atau perlu di elaborasi.  Memeriksa keefektifan klarifikasi dengan mendengar dan memperhatikan respon konseli. dan jika berhasil berarti konselor telah mengikuti cerita konseli. seperti”Dapatkah Anda jelaskan” atau Apakah Anda mengatakan” . yaitu: Mengidentifikasi isi pesan konseli. tetapi secara tiba-tiba dia memarahi saya” Konselor: ” Apakah Anda mengatakan bahwa perilakunya tidak konsisten terhadap Anda?” Adapun langkah-langkah dalam melakukan parafrase adalah sebagai berikut:  Berusaha mengingat kembali pesan-pesan konseli (apa yang telah dikatakan konseli)  Mengidentifikasi isi pesan konseli dengan menanyakan dalam diri ”situasi. Konselor : ”Anda tahu bahwa Anda perlu menghindari duduk atau tider sepanjang hari untuk membantu depresi yang anda alami”. c. orang. Refleksi Refleksi merupakan keterampilan konselor untuk merespon keadaan perasaan konseli terhadap situasi yang sedang dihadapi. dan memberi peluang untuk memerika kecermatan persepsi konselor. Jadi. baik verbal maupun non verbal yang mengisyaratkan bahwa pernayataan konselor tepat dan bermanfaat. jika hanya duduk atau tidur sepanjang hari tidak akan membantu depresi yang saya alami”. Oleh karena itu. Parafrase lebih memperhatikan bagian kognitif dari pesan konseli. maksud dari kegiatan parafrase adalah: menyampaikan kepada konseli bahwa konselor bersama konseli. Parafrase Parafrase merupakan suatu metode untuk menyatakan kembali pesan pokok konseli dengan kata-kata yang lebih pendek dan tepat dengan tujuan untuk memperbaiki hubungan pribadi. konselor hendaknya menggunakan pilihan kata yang tepat sehingga membantu menekankan kata atau ide penting yang diungkapkan konseli. Berikut ini terdapat langkah-langkah dalam klarifikasi. Esensi keterampilan ini adalah pengulangan kata-kata atau pemikiran-pemikiran kunci dari konseli dalam rumusan-rumusan yang menggunakan kata-kata konselor sendiri. dan konselor berupaya memahami apa yang dinyatakan konseli. Cara ini dipergunakan konselor untuk memberi tahu bahwa ia sedang mendengarkan apa yang dikatakan dan konselor ingin mendengarkan lebih banyak lagi. Kemampuan konselor untuk mengamati dan memberikan respon terhadap perasaan-perasaan konseli merupakan hal yang sangat penting dalam proses konseling karena tindakan tersebut akan mendorong dan merangsang konseli untuk mengemukakan segala sesuatu yang  353 . Contoh 2 Konseli : ”Kadang-kadang dia menampakkan kesukaannya kepada saya.  Menentukan kalimat atau kata-kata yang tepat untuk klarifikasi. Dalam parafrase.

Merangkum Rangkuman merupakan pernyataan kembali yang menyangkut data kognitif atau afektif. kegiatan ini berperan sebagai pemeriksa efektifnya kecermatan persepsi terhadap spektrum sepenuhnya konseli. Perhatikan tingkah laku non verbal konseli ketika ia mengemukakan pernyataan/pesan-pesan secara verbal. itulah yang saya rasakan”.  Memberitahukan pada konseli bahwa konselor memahami perasaan konseli yang tidak suka atau marah kepada konselor. atau aspek emosional konseli. Mengemukakan pernyataan refleksi dengan awalan kata yang sesuai dengan petunjuk dari konseli. baik positif maupun negatif tentang situasi orang. Refleksi perasaan dapat digunakan untuk menyatakan bagian efektif dari pesan. 2. Ada beberapa tujuan dari refleksi perasaan. 3. 4. namun dalam refleksi memuat aspek emosional atau komponen pesan yang tak terungkap dalam parafrase. benar. Refleksi perasaan bisa menjadi keterampilan yang sulit dipelajari karena seringkali perasaan-perasaan tersebut diabaikan atau tidak dipahami. Menyatakan kembali perasaan-perasaan konseli dengan menggunakan kata-kata yang berbeda dari yang diucapkan konseli. atau kata-kata afektif dalam pesan atau pernyataan konseli. Ada 6 langkah dalam membuat reflesi perasaan. yaitu: 1. Ia juga mempunyai efek meyakinkan kembali konseli bahwa konselor telah berada dalam permasalahan konseli. Dalam hubungan sosial sehari-hari perasaan-perasaan konseli ada kecenderungan untuk disembunyikan atau dikekang.” atau ”Ya. Merangkum juga dapat dipakai untuk mengakhiri interviu dan untuk memperjelas ide yang baru. Merangkum memerlukan perhatian yang teliti dan konsentrasi terhadap pesan-pesan konseli yang disampaikan secara verbal maupun non verbal.berhubungan dengan masalah yang sedang dihadapinya.  Membantu konseli membedakan intensitas berbagai perasaan yang ada dalam dirinya. d. Jadi bila kita memakai 354 . agar memperkuat kebebasan konseli dan mempercayai ekspresi perasaannya sendiri. karena melalui tindakan keterampilan tersebut akan terwujud suasana keakraban dan sekaligus pemberian empati dari konselor kepada konseli. Oleh karena itu. apakah disampaikan secara visual. Memeriksa keefektifan refleksi berdasarkan respon konseli terhadap pernyataan refleksi yang disampaikan konselor. yaitu:  Membantu konseli memahami perasaannya  Mendorong konseli agar lebih banyak mengekspresikan perasaannya. konselor menyampaikan kepada konseli bahwa dia mampu memahami bagaimana perasaannya. Dalam hal ini konselor harus peka terhadap cara konseli mengungkapkan permasalahannya. Menambahkan konteks atau situasi dimana perasaan itu muncul. Dengarkan kata-kata yang digunakan konseli untuk menyatakan perasaanperasaannya. serta menyadari kemajuan wawasan diri dan pemecahan masalahnya. Dengan demikian. Refleksi hampir sama dengan parafrase. apabila konselor dapat mengamati perasaan-perasaan konseli secara tepat. Merangkum juga mempunyai pengaruh memberi keyakinan kepada konseli bahwa konselor meresapi pesan konseli serta membantu konseli agar merasakan suatu gerakan dalam mengeksplorasi ide dan perasaan. auditori atau kinestetik 5. Untuk konselor. 6. Jika identifikasi perasaan konseli dalam refleksi itu tepat. konseli akan menyatakan ”Ya. sehingga perasaan tersebut dapat berkurang. hal itu akan sangat mendorong konseli untuk terlibat secara aktif dalam proses wawancara. Dengan menggunakan keterampilan refleksi perasaan. merfleksi perasaan konseli merupakan suatu teknik yang ampuh. Nada suara atau ekspresi wajah dapat emmberi tanda atau petunjuk mengenai perasaan dalam diri konseli. atau hal-hal khusus lainnya. Ketepatan menggunakan respon ini bergantung pada ingatan yang tepat tentang tingkah laku konseli. tidak hanya dalam satu sisi atau beberapa bulan proses konseling berlangsung.

bagaimana pendapat anda?” Apabila suatu hubungan dihentikan. Memimpin secara tidak langsung Tujuan dari memimpin secara tidak langsung adalah agar konseli memulai bicara dan tetap bertanggung jawab atas kelangsungan interviu. 5. dan mengkristalisasi esensi apa yang telah dikatakan. ”Apa yang anda maksudkan dengan takut?” B. ”Bagaimana pendapatmu tentang hal ini?” 2. Keterampilan memimpin ini dipakai dalam seluruh proses konseling. apakah menggunakan kata ”Anda” atau nama konseli dan menyesuaikan dengan kata-kata yang diucapkan konseli.ringkasan. lalu ungkapkan sebagai respon rangkuman. Bagi konselor merangkum berfungsi sebagai suatu bukti yang efektif tentang ketepatan pengamatan konselor. menjelaskan dan memberikan ilustrasi apa yang sedang mereka katakan. Teknik ini juga mendorong konseli untuk meneliti. ”Mari kita lihat apa yang telah kita selesaikan dalam intervieu ini. Merangkum hasil penemuan sebelumnya pada permulaan suatu interviu seringkali diperlukan untuk memudahkan kelanjutan interviu. Konselor dapat berkata: 1. Tujuan yang lebih spesifik dari memimpin adalah:  Mendorong konseli untuk menjajagi perasaan dan meneliti perasaan. Memilih kata pembuka rangkuman yang tepat. konselor dapat berkata: 1. keterampilan ini terutama bermanfaat dalam membuka hubungan agar konseli mau berbicara. Memperhatikan dan mengingat pesan atau serangkaian pesan konseli dengan cara menyatakan kembali dalam hati. Keterampilan Memimpin Tujuan dari memimpin adalah mendorong konseli untuk merespon terhadap komunikasi yang sifatnya terbuka. Memeriksa keefektifan rangkuman dengan cara mendengarkan atau mengamati respon konseli.  Memberi kesempatan kepada konseli untuk secara bebas menjajagi perasaannya dalam berbagai arah dan emrespon secara bebas terhadap apa yang sedang terjadi. memadatkan. kita berupaya merekapitulasi. tema atau unsur ganda yang tampak jelas dalam pesan-pesan konseli. Gunakan pilihan kata yang menggambarkan tema atau gabungan unsur-unsur pesan. Adapun langkah-langkah dalam membuat rangkuman adalah sebagai berikut: 1.  Mendorong konseli untuk lebih aktif dalam proses konseling dan tetap bertanggung jawab terhadap arah interviu. ”Marilah kita meneliti lebih jauh konsep anda tentang mengajar!” 2. merangkum akan merupakan suatu usaha bersama untuk menangkap persoalan yang telah diteliti. Biasanya teknik ini digunakan 355 . Hal ini bisa dilakukan dengan menanyakan dalam diri sendiri ”Apa yang selalu diulang-ulang?” 3. Memimpin secara langsung Memimpin secara langsung merupakan suatu teknik untuk memusatkan pada suatu topik. bukan nada bertanya. 3. Konselor mencoba supaya konseli merangkum juga bila diperlukan karena hal ini merupakan suatu tes tentang pengertian konseli. Gunakan nada suara seperti memberikan pernyataan. Memperhatikan beberapa pola. juga sebagai suatu metode supaya konseli tetap bertanggung jawab. kemajuan yang telah dicapai dan rencana langkah berikutnya. ”Coba buat kesimpulan secara singkat!” 3. A. Hal ini dapt dilakukan dengan bertanya dalam diri ”Apa yang telah dikatakan atau dilakukan konseli?” 2. Dalam hal ini. 4. apakah ia memperkuat atau menyangkal tema yang dinyatakan konselor dalam rangkuman. Petunjuk untuk memimpin langsung adalah: Tentukan tujuan pimpinan Nyatakan tujuan dalam kata-kata yang konkrit Beri konseli kebebasan untuk mengikuti pimpinan anda.

2. 4. untuk memperjelas perasaan yang samar-samar menjadi lebih disadari dan untuk emmbantu konseli memiliki perasaannya sendiri. Metode bertanya ini mempunyai arti bahwa pertanyaan adalah untuk membantu konseli mengerti dan bukan untuk mempermudah pengertian konselor. Contoh pemantulan perasaan adalah sebagai berikut: 1.  Konselor diam cukup lama supaya konseli dapat menangkap apa maksud konselornya.untuk membuka suatu intervieu. Mengenal perasaan-perasaan dalam diri sendiri sebagai seorang konselor. Keterampilan Memantulkan Memantulkan perasaan adalah menyatakan dengan kata sendiri tentang perasaan konseli yang esensial. terdapat beberapa keterampilan konfrontasi yaitu: a. Langkah-langkah yang digunakan dalam teknik memantulkan memantulkan perasaan adalah: 1. ”Benar-benar menyakitkan ditolak seseorang yang anda cintai”. 356 .  Pertahankan yang sifatnya umumdan agak samar. Apabila konselor berpendapat bahwa konseli telah membicarakan topik permasalahannya. Menentukan perasaan apa yang dinyatakan oleh konseli. Memusatkan Memusatkan pembicaraan pada suatu topik yang menurut pikiran konselor akan memperlancar pemahaman.  Tentukan pertanyaan yang mengakibatkan munculnya perasaan dan bukan informasi. Tutuplah matamu dan coba hayati apa yang kamu rasakan!” D. ”Bagaimana perasaanmu tentang apa yang telah kita bicarakan?” 2. ”Apa yang ingin anda bicarakan?” 2. konselor dapat menghentikan dan meminta kepada mereka untuk menentukan pada satu aspek karena tujuan lain dari teknik memusatkan adalah untuk menentukan pada satu perasaan atau ide. ”Cobalah anda menerangkan lebih banyak lagi tentang hungan anda dengan orang tua anda?” 4. Ada beberapa pedoman untuk bertanya yang bersifat memimpin yaitu:  Tanyakan pertanyaan yang sifatnya terbuka sehingga tidak hanya menjawab dengan ”Ya” dan ”Tidak”. Contoh pertanyaan terbuka: 1. ”Marilah kita bicarakan untuk sementara waktu. 3. ”Apa yang anda maksud dengan gagal?” 2. Teknik memusatkan juga merupakan suatu cara membentuk konseli dan menyentuh perasaan mereka. 5. 2. Bertanya Teknik yang digunakan dalam bertanya adalah jenis pertanyaan yang bersifat terbuka akan memberikan kebebasan kepada konseli. Keterampilan Konfrontasi Konfrontasi mencakup sekelompok keterampilan konseling yang kompleks. Tujuan dari memantulkan perasaan adalah untuk memusatkan pada perasaan.  Tanyakan pertanyaan yang mengarah pada penjelasan bagi konseli dan bukan informasi untuk konselor. Ada beberapa petunjuk untuk memimpin secara tidak langsung:  Tentukan tujuan pimpinan secara jelas. Amati pengaruhnya. ”Dengan kata lain anda benci terhadap tingkah lakunya”. Beberapa contoh ilustrasi teknik meusatkan adalah: 1. digunakan apabila konseli menunjukkan ketidakpastian dalam ceritanya. ”Bagaimana perasaan anda?” C. Nilailah melalui reaksi konseli apakah pemantulan ini bersifat membantu atau menghambat. Menggambarkan perasaan ini secara jelas. Contoh: 1.

F. Meditasi sebagai bentuk konfrontasi pada diri sendiri. tergantung pada waktu kesiapan konseli untuk dikonfrontasi dan dengan umpan balik secara jujur.A. Konselor merumuskan semua dugaan tentang apa yang sedang terjadi dan bagaimana penafsirannya secara logis tentang tingkah laku konseli. D. 6. E. Bahasa hendaknya tetap sederhana dan sesuai dengan pesan konseli. menginterpretasi berarti bahwa konselor memimpin konseli untuk mencari pengertian-pengertian dan persepsi-persepsi yang lebih luas tentang perasaanperasaannya. Ajari konseli menginterpretasi sendiri. konfrontasi merupakan suatu metode ”menceritakan sesuatu seperti apa adanya” yang mungkin menyebabkan kecemasan. 5. ia harus menemukan pengertian itu sendiri. Menggambarkan perasaan-perasaan yang ada dalam diri sendiri dan membagi perasaan tersebut dengan konseli. Perkenalkan ide-ide konselor dalm bentuk pertanyaan-pertanyaan yang menunjukkan bahwa konselor menawarkan ide-ide sementara tentang arti diri kata-kata atau tingkah laku konseli. f. Asosiasi sebagai suatu metode menyentuh perasaan. Keterampilan Parafrase Isi dan Refleksi Perasaan Konselor diharapkan untuk membantu konseli menghadapi perasaan-perasaanperasaannya daripada menekan perasaan-perasaan tersebut dengan cara memfokuskan 7. b. Mengenal Perasaan Menggambarkan dan membagi perasaan (sharing) Balikan dan Pendapat Meditasi Mengulang Melakukan Asosiasi Keterampilan Interpretasi Menginterpretasikan merupakan suatu proses menjelaskan arti tentang peristiwaperistiwa kepada konseli. Maksud penerapan konfrontasi dalam konseling adalah membantu konseli agar mengubah pertahanan yang telah dibangun guna menghindari pertimbangan tertentu dan untuk meningkatkan keterbukaan komunikasi. kita tidak dapat memberi pengertian kepada orang lain. Beberapa keterampilan interpretasi dilakukan dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut: a. Coba amati bagaimana reaksi konseli terhadap interpretasi konselor. kebutuhan-kebutuhan dan pola hidup. c. Ingat. Tujuan dari teknik interpretasi adalah supaya konseli dapat menginterpretasi sendiri dan menambah kemampuan konseli untuk bertidak secara efektif. sedangkan pada paraprase dan refleksi perasaan ditekankan pada pernyataan dan keterampilan acuan konseli sendiri. tetapi dalam menginterpretasi konselor menambahkan arti terhadap pesan pokok konseli. 3. Tambahkan pengertian konselor tentang apa arti dari pesan konseli dalam kaitannya dengan teori konseling atau penjelasan umum tentang motif. 357 . 7. Cari pesan pokok konseli. Hindari spekulasi dan penggunaan bahasa tidak lazim. Contoh: ”Cobalah dulu sbeelum anda menggunakan!” 6. Buatlah parafrasenya. ”Jadi apa yang salah dalam sikap tersebut?” Berikut ini ada beberapa pedoman untuk menginterpretasikan yaitu: 1. Mengulang sebagai bentuk memberi tekanan dan memberi kejelasan. Tanggapan tersebut berbeda dengan paraprase dan refleksi perasaan. e. Mengintrerpretasi hampir sama dengan memantulkan. Pertahanan-pertahanan psikologis ini biasanya merupakan bidang yang penting untuk didekati namun sangat sensitif sehingga memerlukan cara yang cermat dan cerdas. B. Dalam konfrontasi digunakan kerangka acuan luar (external frame of reference). Memberikan balikan dalam bentuk pendapat tentang tingkah laku konseli. C. ”Kapan anda merasa terbebani atas keadaan diri anda?” b. d. mekanisme pertahanan diri. 4. Konfrontasi dalam wawancara konseling dimaknai sebagai pemberian tanggapan terhadap pengungkapan kontradiksi dari konseli. sehingga konseli mampu melihat persoalannya dengan cara-cara baru. 2.

 Yang saya dengar tadi anda mengatakan.  Yang saya pahami di sini adalah..p[erhatian pada level kepala atau kognitif. Diskusikan apa perbedaan antara keterampilan konfrontasi dan keterampilan interpretasi dalam proses konseling. Peserta diminta untuk memahami materi secara individual. Adapun bentuk latihannya. Konselor : Anda kecewa oleh perilaku ibu Anda atau Anda merasa terluka atas kekurang pedulian ibu Anda.  Saya mendapat kesan bahwa. Bagaimanakah cara melakukan konfrontasi yang tepat sehingga bisa mengarahkan proses pengentasan masalah konseli dengan efektif? 3. peran. Ketika merefleksikan perasaan.. atau isi dan perasaan secara bersamaan  Kalau saya tidak salah dengar Anda (kecewa. Seringkali kecemasan seseorang banyak berkurang jika ia menemukan bahwa kondisi emosionalnya normal dan wajar untuk keadaannyaa. Untuk konseli semacam ini.. sedih. adalah: 1.. Berikut ini adalah contoh penggabungan refleksi isi dan refleksi perasaan Konseli : Saya selalu menunggu-nunggu kapan ibu saya menunjukkan lebih banyak perhatian kepada saya.. 3. dan hubungan pergaulan yang disebabkan oleh krisis perkembangan hidup. 8. kemudian mendiskusikan dalam kelompok kecil. dll). Seringkali konseli ketakutan oleh perasaan-perasaan emosionalnya yang kuat di saat-saat krisis..... Tujuan dari normalisasi kondisi emosional klien adalah untuk membantunya meredakan kecemasan dengan cara mengatakan padanya bahwa respons emosionalnya merupakan hal yang normal. tetapi tindakan ini memiliki efek katarsis dan nantinya dapat membantu proses penyembuhan yang diinginkan oleh sebagian besar konseli. Beberapa contoh kalimat refleksi yang didahului dengan kata-kata pengantar seperti di bawah ini: Ketika merefleksikan isi  Saya mendengar bahwa anda mengatakan. ibu memang datang berkunjung. 2. D. Lembar Kegiatan Peserta 1. Peserta menstimulasikan dan disertai dengan pemberian feedback dari anggota kelompok 358 . Normalisasi dapat digunakan untuk: menormalisasikan kondisi-kondisi emosional dan menormalisasikan perubahan-perubahan dalam perilaku. Peserta diminta untuk membuat rencana simulasi tentang keterampilan yang sudah diajarkan seperti di atas. akan lebih membantu jika konselor memfokuskan pembicaraan pada isi daripada perasaan.. Jelaskan komponen-komponen apa saja yang harus digunakan dalam keterampilan attending dan bagaimana cara melaksanakannya? C. Saya pikir ibu sama sekali tidak peduli pada saya (bicara lambat dengan nada suara datar). Latihan Untuk mendukung pemahaman peserta pelatihan...  Saya mendapat kesan bahwa Anda merasa. maka dalam pelatihan ini peserta diminta untuk berlatih tentang materi kegiatan pada bab IV ini dengan baik. dia bahkan tidak ingat kalau hari itu ulang tahun saya. tapi tahukan Anda. Menyelami perasaan secara lebih total seringkali menyakitkan.. Keterampilan Normalisasi Keterampilan normalisasi secara khusus berfungsi dan berpengaruh jika digunakan secara tepat. Sudah berkali-kali saya memintanya untuk datang mengunjungi saya tetapi ia tidak pernah datang. Ada sejumlah konseli yang tidak mampu menghadapi mengendalikan level-level ekspresi emosi yang tinggi. Kemarin waktu ulang tahun saya.  Saya memperhatikan bahwa Anda merasa. 2..

Rangkuman Dalam proses konseling. memperbaiki hubungan antar pribadi yang sudah terjalin. menciptakan suasana keakraban dan akhirnya mampu membuat kesadaran penuh pada diri konseli sehingga konseli secara ikhlas dan sukarela melaksanakan proses konseling tanpa ada paksaan. Keterampilan attending sebagai salah satu contoh pentingnya keterampilan konseling karena keterampilan attending ini sangat dibutuhkan pada saat membina hubungan dengan konseli dimana tatkala konselor menyambut konseli untuk melakukan proses konseling. cara melakukan wawancara. Kedudukan keterampilan dasar ini akan sangat mendukung keberhasilan konselor tatkala melakukan proses konseling. tata cara duduk. 359 . keterampilan dasar sangat penting digunakan untuk mengentaskan masalah konseli disamping model-model pendekatan yang akan digunakan dalam proses konseling.E. memandang konseli hendaknya dilakukan secara standar. Beberapa keterampilan konseling yang sudah diuraikan pada bab IV ini secara umum mempunyai tujuan untuk membina hubungan baik dengan konseli.

Dengan nasehat kresna semangat juang dan keberanian Arjuna bangkit kembali. Kompetensi dan Indikator Setelah mempelajari bab ini. Menganalisis konsep dasar dan aplikasi teknik pendekatan behavioristik dalam seting individual. Manusia bukanlah hasil dari dorongan tidak sadar melainkan merupakan hasil belajar. Konseling Behavioristik berpangkal pada beberapa keyakinan tentang martabat manusia yaitu: 1. 360 . misalnya seperti yang digambarkan dalam pewayangan. sehingga ia dapat diubah dengan memanipulasi 2. proses konseling pada dasarnya pun dipandang sebagai suatu proses belajar. Manusia mampu untuk berefleksi atas tingkah lakunya sendiri. 2. Mengapa demikian? Karena orang merasa bahwa apabila masalahnya belum terpecahkan. Konsep Dasar Manusia merupakan mahluk reaktif yang tingkah lakunya dikontrol/dipengaruhi oleh faktor-faktor dari luar. Pendekatan Konseling Behavioristik Pendekatan konseling behavioristik pada dasarnya berpegang pada keyakinan bahwa manusia merupakan hasil suatu proses belajar. 4. 2.BAB V PENDEKATAN KONSELING BEHAVIORISTIK A. Menguasai prosedur penggunaan teknik konseling pendekatan behavioristik. Tingkah laku seseorang ditentukan oleh banyak dan macamnya penguatan yang diterima dalam situasi hidupnya. Manusia pada dasarnya tidak berakhlak baik atau buruk. sejak jaman dahulu. menunjukan bahwa bimbingan dan konseling telah ada. menangkap apa yang dilakukannya. benar atau salah. Demikian juga orang yang menghadapi kesulitan yang tidak dapat mereka atasi sendiri. peserta pelatihan dapat menguasai kerangka teoretik dan praksis bimbingan dan konseling dengan cara mengaplikasikan pendekatan behavioristik dalam memberikan layanan konseling individual. Pembiasaan operan dan Peniruan. Dengan demikian. Berdasarkan faktor keturunan dan lingkungan maka terbentuklah tingkah laku manusia yang menjadi suatu ciri khas kepribadiannya. dan Arjuna terus maju kemedan pertempuran. Indikator: 1. Manusia dapat mempengaruhi perilaku orang lain dan dirinya pun dipengaruhi oleh perilaku orang lain. 3. 4. Menganalisis kasus yang mendasari alasan konselor menggunakan teknik konseling behavioristik. Karenanya masalah itu perlu dipecahkan dengan berbagai macam cara. Nasehat kresna kepada arjuna dalam perang Bharata Yuda pada waktu Arjuna mengalami kebimbangan saat berhadapan dengan karna. B. Manusia pada dasarnya mempunyai potensi untuk bertingkah laku baik atau buruk. maka masalah itu akan selalu mengganggu kehidupannya. 1. Tingkah laku dipelajari ketika individu berinteraksi dengan lingkungan. bagus atau jelek. menunjukan dengan jelas adanya bimbingan dan konseling ini. 3. Uraian Materi Deskriptif dan Makna Pendekatan Bimbingan dan Konseling Bimbingan dan konseling sebagai sesuatu aktivitas untuk menghindari dan atau mengatasi persoalan-persoalan di dalam kehidupan sebenarnya bukanlah hal yang seluruhnya baru. dan mengatur serta mengontrol perilakunya sendiri. Mengevaluasi ketepatan penggunaan teknik konseling behavioristik dalam kasus. melalui hukum-hukum belajar: Pembiasaan klasik. Manusia mampu untuk memperoleh dan membentuk sendiri suatu pola tingkah laku yang baru melalui suatu proses belajar. a. termasuk minta bantuan orang lain. orang tersebut membutuhkan nasehat atau pertolongan orang lain untuk turut serta memecahkan kesulitan tersebut. Manusia memulai kehidupannya dengan memberikan reaksi terhadap lingkungannya dan interaksi ini menghasilkan pola-pola perilaku yang kemudian membentuk kepribadian.

c. Behavior Therapy dirumuskan sebagai aplikasi metode eksperimen terhadap masalah tingkah laku abnormal dan maladaptive. yaitu situasi atau stimulus yang diterimanya. e. tingkah laku yang salah itu juga dapat dihapus dan diganti dengan tingkah laku yang tepat melalui suatu proses belajar. Dengan memahami kepribadian manusia berarti mempelajari dan memahami bagaimana terbentuknya suatu tingkah laku. Langkah-langkah dalam konseling bervariasi. 2. Perumusan tujuan konseling dilakukan dengan tahapan sebagai berikut : a. Manusia cenderung akan mengambil stimulus yang menyenangkan dan menghindarkan stimulus yang tidak menyenangkan. harus dikatakan bahwa baik tingka laku tepat maupun tingka laku salah sama-sama merupakan hasil belajar. Konselor dan klien mendifinisikan masalah yang dihadapi klien. Pandangan tentang Kepribadian Kepribadian seseorang merupakan cerminan dari pengalaman.b. yaitu tingkah laku yang tidak sesuai dengan tuntutan lingkungan dan tingkah laku yang salah hakikatnya terbentuk dari cara belajar atau lingkungan yang salah. Karakteristik Konseling Behavioristik Konseling behavioristik biasanya berfokus pada tingkah laku yang tampak. Mengahapus/menghilangkan tingkah laku maldaptif (masalah) untuk digantikan dengan tingkah laku baru yaitu tingkah laku adaptif yang diinginkan klien. Dengan demikian konselor diharapkan dapat mendorong klien untuk mengemukakan keadaan yang benar-benar dialaminya pada waktu itu. Karena tingkah laku salah merupakan hasil belajar. Assesment Assesment diperlukan untuk mengidentifikasi motode atau teknik mana yang akan dipilih sesuai dengan tingkah laku yang ingin diubah. Kalau perilaku konseli ditinjau dari sudut pandangan apakah perilaku itu tepat dan sesuai dengan situasi kehidupannya (well-adjusted)atau tidak tepat dan salah suai (maladjusted). Tujuan dari assessment ini untuk memperkirakan apa yang diperbuat klien pada waktu itu. Tingkah laku bermasalah adalah tingkah laku atau kebiasaan-kebiasaan negatif atau tingkah laku yang tidak tepat. mengembangkan prosedur perlakuan spesifik. Konselor mengemukakan keadaannya yang benar yang dialaminya pada waktu itu. Klien mengkhususkan perubahan positif yang dikehendaki sebagai hasil konseling. Bagi seorang konselor behavioristik perilaku konseli merupakan hasil dari keseluruhan pengalaman hidupnya dalam berinteraksi dengan lingkungan. konselor membantu terjadinya proses belajar tersebut. cermat dan operasional dalam merumuskan tujuan konseling. dan mengkreasi kondisi-kondisi pembentukan tingkah laku. 361 . d. Proses konseling adalah proses belajar. Tujuan yang sifatnya umum harus dijabarkan ke dalam perilaku yang spesifik  Diinginkan oleh klien  Konselor mampu dan bersedia membantu mencapai tujuan tersebut  Klien dapat mencapai tujuan tersebut  Dirumuskan secara spesifik  Konselor dan klien bersama-sama (bekerja sama) menetapkan/merumuskan tujuan-tujuan khusus konseling. Namun demikian proses konseling tetap membutuhkan suatu framework untuk mengajar klien dalam mengubah tingkah lakunya agar konseling berjalan efektif. b. Deskripsi Proses Konseling Proses konseling dibingkai oleh kerangka kerja untuk mengajar klien dalam mengubah tingkah lakunya. Framework yang dipakai sebagai pedoman adalah sebagai berikut: 1. Goal setting Berdasarkan informasi yang diperoleh dari langkah assessment konselor dan klien menyusun dan merumuskan tujuan yang ingin dicapai dalam konseling. dan penilaian obyektif terhadap tujuan konseling. Tujuan Konseling Behavioristik Tujuan konseling behavioristik adalah membantu klien untuk mendapatkan tingkah laku baru.

tape recorder. Merencanakan prosedur pemberian penguatan terhadap tingkah laku yang diinginkan dengan sistem kontrak . Prinsip Kerja Teknik Konseling Behavioral 1. Memodifikasi tingkah laku melalui pemberian penguatan. 3. kesulitan menyatakan tidak. Feedback Memberikan dan menganalisis umpan balik untuk memperbaiki dan meingkatkan proses konseling. atau contoh nyata langsung) 6. f. Evaluation termination Maksudnya yaitu melakukan penilaian apakah kegiatan konseling yang telah dilaksanakan mengarah dan mencapai hasil sesuai dengan tujuan konseling. maka konsep itu digunakan dalam terapi. 5. Konselor dan klien mendiskusikan tujuan yang telah ditetapkan klien : 1) apakah merupakan tujuan yang benar-benar diinginkan klien 2) apakah tujuan itu realistik 3) kemungkinan manfaatnya 4) kemungkinan kerugiannya. o Esensi teknik ini adalah menghilangkan tingkah laku yang diperkuat secara negatif dan menyertakan respon yang berlawanan dengan tingkah laku yang akan dihilangkan. Mengurangi frekuensi berlangsungnya tingkah laku yang tidak diinginkan 4. Konselor dan klien membuat keputusan apakah : 1) melanjutkan konseling dengan menetapkan teknik yang akan dilaksanakan. 2) mempertimbangkan kembali tujuan yang akan dicapai. 3) melakukan referal. mengungkapkan afeksi dan respon posistif lainnya. 2. diskusi kelompok 2. 3.c. 4. Mengkondisikan pengubahan tingkah laku melalui pemberian contoh atau model (film. d. Technique implementation Maksudnya yaitu menentukan dan melaksanakan teknik konseling yang digunakan untuk mencapai tingkah laku yang diinginkan yang menjadi tujuan konseling. Dengan menggunakan berbagai teknik sebagai berikut: 1. Pengkondisian Aversi o Digunakan untuk menghilangkan kebiasaan buruk dengan meningkatkan kepekaan klien agar mengamati respon pada stimulus yang disenanginya dengan kebalikan stimulus tersebut 362 . o Terutama berguna di antaranya untuk membantu individu yang tidak mampu mengungkapkan perasaan tersinggung. dengan demikian respon-respon yang baru (sebagai tujuan konseling) akan dapat dibentuk. Desensitisasi Sistematis o Memfokuskan bantuan untuk menenangkan klien dari ketegangan yang dialami dengan cara mengajarkan klien untuk rileks. Agar klien terdorong untuk merubah tingkah lakunya penguatan tersebut hendaknya mempunyai daya yang cukup kuat dan dilaksanakan secara sistematis dan nyata-nyata ditampilkan melalui tingkah laku klien. Latihan Asertif o Digunakan untuk melatih klien yang mengalami kesulitan untuk menyatakan diri bahwa tindakannya adalah layak atau benar. o Cara: permainan peran dengan bimbingan konselor. Teknik Konseling Behavioristik Teknik konseling behavioral diarahkan pada penghapusan respon yang telah dipelajari (yang membentuk tingkah laku bermasalah) terhadap perangsang. Behavior therapy merumuskan suatu konsep bahwa tingkah laku menyimpang adalah disebabkan oleh prosesbelajar yang salah. Memberikan penguatan terhadap suatu respon yang akan mengakibatkan terhambatnya kemunculan tingkah laku yang tidak diinginkan 5. 3.

Stimulus yang tidak menyenangkan yang disajikan tersebut diberikan secara bersamaan dengan munculnya tingkah laku yang tidak dikehendaki kemunculannya o Pengkondisian ini diharapkan terbentuk asosiasi antara tingkah laku yang tidak dikehendaki dengan stimulus yang tidak menyenangkan. dapat menggunakan model audio. Pembentukan Tingkah laku Model o Digunakan untuk membentuk tingkah laku baru pada klien. model fisik. dan memperkuat tingkah laku yang sudah terbentuk. 4. o 363 . o Konselor menunjukkan kepada klien tentang tingkah laku model. o Tingkah laku yang berhasil dicontoh memperoleh ganjaran dari konselor: dapat berupa pujian sebagai ganjaran sosial. model hidup atau lainnya yang teramati dan dipahami jenis tingkah laku yang hendak dicontoh.

dan perbuatan. berkomunikasi dengan orang lain. Konseling Rational-emotif banyak kesamaannya dengan terapi yang berorientasi pada kognisi. berulang-ulang melakukan kekeliruan. B. keberadaannya. Melalui perkembangannya rational-emotif terus menerus menekankan pada ketiga modalitas itu serta interaksinya. evaluasi. Menganalisis konsep dasar dan aplikasi teknik pendekatan rational emotif dalam seting individual. 2. dalam arti bahwa rationalemotif menekankan pada berfikir. terutama dalam hal memberi pekerjaan rumah dan dalam mengerjakan strategi untuk berfikir secara lurus dan konselipun berfungsi sebagai pelajar. yang mempraktekan ketrampilan yang didapatnya dari terapi dalam kehidupan sehari-hari.RATIONAL EMOTIF THERAPY A. melalui proses terapeutik rasional emotif konseli mempelajari keterampilan yang memberikan kepada mereka perangkat untuk mengidentifikasikan dan mempertanyakan keyakinan yang tidak rasional yang telah didapat dan sampai sekarang tetap ada karena adanya indoktrinasi diri. percaya pada takhayul. Kompetensi dan Indikator Setelah mempelajari bab ini. Rational-emotif sangatlah didaktis. kebahagiaan. Menguasai prosedur penggunaan teknik konseling pendekatan rational emotif. baik yang rasional atau lurus maupun yang tidak rasional atau bengkok. Orang ada kecenderungan untuk menjaga kelangsungan keadaan dirinya. kesempatan memikirkan dan mengungkapkannya dengan kata-kata. mengambil keputusan. 364 . Bahwa emosi kita terutama berasal dari keyakinan. dan menghindari adanya aktualisasi potensi pertumbuhan yang dimilikinya. peserta pelatihan dapat menguasai kerangka teoretik dan praksis bimbingan dan konseling dengan cara mengaplikasikan pendekatan rational emotif dalam memberikan layanan konseling individual. menghindar dan memikirkan sesuatu. dalam banyak hal terapis berfungsi seperti guru. dan bukan terutama masalah perasaan yang diungkapkan. Indikator: 1. Konsep Dasar Terapi rational-emotif didasarkan pada suatu asumsi bahwa manusia memiliki potensi berfikir. Mereka juga memiliki dorongan dari dalam dirinya untuk merusak diri sendiri. menunda-nunda. memperkirakan. Konselor berusaha agar konseli makin menyadari pikiran dan kata-katanya sendiri. menjadi perfeksionis dan menyalahkan diri-sendiri. emosi. Uraian Materi 1. Pendekatan Konseling Rational-Emotive Therapy Pendekatan konseling Rational-emotif pada intinya ialah untuk mengatasi pikiran yang tidak logis tentang diri sendiri dan lingkungannya. serta terjadinya pertumbuhan dan aktualisasi diri. Implikasi terapeutik berasal dari asumsi-asumsi berbuat. tidak memiliki tenggang rasa. perilaku. interpretasi serta reaksi kita terhadap situasi kehidupan. dan perilaku berinteraksi secara signifikan dan memiliki hubungan sebab akibat yang timbal balik. dan oleh karenanya memberinya ciri sebagai yang menggunakan pendekatan elektik yang multimodal. Mereka belajar caranya mengganti cara rasional dan sebagai hasilnya mereka mengubah reaksi emosional mereka terhadap situasi. 4. menganalisis dan berbuat. melatih konseli untuk bisa berfikir dan berbuat yang lebih realistis dan rasional. mencintai. Terapi rational-emotif menjadi sebuah aliran psikoterapi yang ditujukan untuk memberi kepada konseli atau perangkat untuk mengrestrukturisasi gaya falsafah serta perilaku mereka. sangat direktif dan memiliki kepedulian yang seimbang antara pikiran dan perasaan dan didasarkan pada asumsi bahwa kognisi. Mengevaluasi ketepatan penggunaan teknik konseling rational emotif dalam kasus. serta mengadakan pendekatan yang tegas. Menganalisis kasus yang mendasari alasan konselor menggunakan teknik konseling rational emotif. 3.

Dengan anggapan bahwa manusia itu tidak sempurna, rasional emotif berusaha untuk menolong mereka untuk mau menerima dirinya sebagai mahkluk yang akan selalu membuat kesalahan namun pada saat yang bersamaan juga sebagai yang bisa belajar hidup damai dengan dirinya sendiri. Asumsi pokok terapi rasional emotif adalah sebagai berikut: (1) Orang mengkondisikan diri-sendiri sebagai merasakan adanya suatu gangguan dan bukan dikondisikan oleh sumber yang berasal dari luar dirinya. (2) Orang ada kecenderungan biologis dan budaya untuk berfikir berbelit-belit dan menimbulkan gangguan pada diri-sendiri sesuatu yang sebenarnya tidak perlu terjadi. (3) Manusia itu unik dalam arti bahwa mereka menemukan keyakinan yang mengganggu dan membiarkan dirinya terganggu oleh adanya gangguan itu. (4) Orang ada kapasitas untuk mengubah proses kognisi, emotif dan behavioral mereka; terutama mereka bisa memilih untuk memberikan reaksi mereka secra berbeda dengan pola yang biasanya mereka anut bisa menolak untuk memberikan dirinya menjadi marah, dan bisa melatih diri mereka sendiri sehingga pada akhirnya nanti mereka bisa bertahan mengalami gangguan yang minim selama sisa hidupnya. Pandangan tentang Kepribadian Terapi rasional emotif ini menegaskan bahwa menyalahkan merupakan inti dari sebagian besar gangguan emosional. Oleh karena itu kalau menyembuhkan nurosis atau gangguan kepribadian sebaiknya berhenti menyalahkan diri sendiri dan orang lain, melainkan adalah hal yang penting kalau mau menerima diri sendiri meskipun ada ketidak sempurnaan pada diri . Pendekatan terapi rasional emotif ini pada esensinya semua orang dilahirkan dengan dibekali oleh kemampuan untuk berfikir secara rasionil, namun juga memiliki kecenderungan kuat untuk meningkatkan hasrat dan preferensi menjadi tuntutan dan perintah ”apa yang seharusnya”, ”apa yang harus” ”apa yang seyogyanya”, yang sifatnya dogmatik dan mutlak. Apabila pada suatu preferensi dan keyakinan yang rasionil tidak akan menjadi tertekan secara proposional, memusuhi, dan mengasihani diri serta berdasarkan tuntutan-tuntutan maka mengganggu diri kita sendiri. Ide-ide yang tidak realistis dan tidak logis menciptakan perasaan yang terganggu. Menciptakan pikiran serta perasaan yang muncul dari dalam diri yang terganggu juga memiliki kekuatan untuk mengontrol masa depan emosional, dan apabila kita marah hal yang baik ada;ah apabila melihat ke ”tuntutan harus” yang dogmatik serta ”tuntutan seharusnya” yang mutlak, yang tersembunyi dalam diri. Kognisi yang sifatnya mutlak merupakan inti dari penderitaan manusia, oleh karena seringkali keyakinan ini menjadi ganjalan dan menghalangi orang dalam usahanya untuk sampai pada sasaran serta maksud yang dituju. Pada hakekatnya semua penderitaan manusia dan gejolak emosionalnya yang serius sama sekali tidak perlu ada, menciptakannya baik secara sadar atau tidak sadar, jalan pikiran kita dan cara kita dalam merasakan dalam berbagai situasi. Memiliki kapasitas untuk sadar akan dirisendiri maka bisa diamati dan mengevaluasi sasaran serta maksud tujuan dan bagaimana cara untuk mengubahnya. Biasanya perasaan dapat bisa dirubah apapun yang terjadi dengan cara secara kreatif menetapkan untuk merasakan sesuatu secara berbeda dan dengan tekad bulat menolak untuk menjadikan diri sangat resah dan tertekan karena adanya sesuatu. Orang tidak perlu harus diterima dan dicintai meskipun hal itu merupakan yang sangat diinginkan, terapis rational emotif mengajarkan pada konseli bagaimana rasanya tidak tertekan bahkan manakala mereka tidak diterima dan dicintai orang lain yang signifikan. Rasoinal emotif berusaha menolong orang mendapatkan cara untuk mengatasi depresi,keresahan, kepedihan, kehilangan rasa harga diri, dan kebencian. Berikut ini adalah beberapa ide tidak rasional yang di internalisasi dan yang pasti membawa ke penggagalan diri tersebut yakni : (1) ”Saya harus dicintai atau diterima oleh semua orang penting dalam hidup saya”. (2) ”Saya harus melakukan tugas penting secara kompeten dan sempurna”. (3) ”Oleh karena saya sangat senang menginginkan agar orang memperlakukan saya dengan penuh pengertian dan jujur maka mutlak harus berbuat seperti itu”.

365

(4) ”Apabila saya tidak mendapatkan apa yang saya inginkan maka itu merupakan hal yang sangat tidak menyenangkan dan tidak akan tahan”. (5) ”Lebih mudah menghindari kesulitan hidup dan pertanggungan jawab dari pada melakukan suatu bentuk disiplin diri yang menjadikan keuntungan”. Seperti yang telah kita lihat, dogma dasar dari terapi rational emotif adalah gangguan emosional (yang dibedakan dari perasaan duka, menyesal, dan frustasi merupakan hasil pemikiran irasional. Kualitas irasonalnya berasal dari tuntutan agar dunia ini seharusnya, seyogyanya, dan harus berbeda. Diagram berikut ini akan menjelaskan interaksi dari berbagai komponen yang sedang dibahas : A B C

D E F Keterangan : A= peristiwa yang sedang terjadi B= keyakinan C= konsekuensi emosi dan perilaku D= intervensi yang meragukan/membantah E= efek F= perasaan baru Teori A-B-C dari kepribadian menduduki posisi sentral dalam teori dan praktek rasional emotif. A adalah keberadaanya fakta, suatu peristiwa atau perilaku atau sikap seorang individu. C adalah konsekuensi emosi dan perilaku ataupun reaksi si individu; reaksi itu bisa cocok, bisa juga tidak A (peristiwa yang sedang berjalan), melainkan B, yaitu keyakinan si pribadi pada A banyak menjadi penyebab C, reaksi emosi. Misalnya apabila seseorang mengalami depresi setelah bercerai dengan suami/istrinya mungkin bukan perceraian itu sendiri yang menjadi penyebab reaksi dalam bentuk depresi itu, tetapi keyakinan si individu bahwa ia gagal, merasa ditolak, atau kehilangan pasangan. Keyakinan terhadap penolakan dan kegagalan (pada titik B) merupakan penyebab utama dari depresi (pada titik C), dan bukan peristiwa yang sesungguhnya terjadinya perceraian (pada titik A). Jadi manusia memikul sebagian besar dari tanggung jawab terciptanya reaksi serta gangguan emosi mereka sendiri. Dengan menunjukan kepada seseorang cara ia bisa merubah keyakinan irasional yang secara langsung menjadi penyebab terjadinya konsekuensi terganggunya emosi merupakan inti dari terapi rational emotif. Setelah A, B, C maka munculah D, yang meragukan/membantah pada esensinya D merupakan aplikasi dari metode ilmiah untuk menolong konseli menantang keyakinan irasional mereka. Ada tiga komponen dari proses meragukan/membantah ini : mendeteksi, memperdebatkan, dan mendekriminasi. Pertama konseli belajar caranya mendeteksi keyakinan irasional mereka, terutama kemutlakan ”seharusnya” dan ”harus”, ”sifat berlebihan”, dan ”pelecehannya pada diri-sendiri”, kemudian konseli memperdebatkan keyakinan yang disfungsional itu dengan belajar cara mempertanyakan semuanya itu secara logis dan emperis dan dengan sekuat tenaga mempertanyakannya pada diri sendiri serta berbuat untuk tidak mempercayainya. Akhirnya konseli belajar untuk mendiskriminasi keyakinan yang irasional dan rasionil. Meskipun terapi rational emotif menggunakan banyak kognitif, emotif, dan behavioral untuk menolong konseli mengalahkan keyakinan irasional mereka, ditekankannya proses meragukan ini baik pada waktu selama sesi terapi maupun di kehidupan diluar sesi terapi. Akhirnya sampailah mereka pada E, falsafah efektif yang memiliki segi praktis. Falsafah rasional yang baru dan efektif terdiri dari menggantikan pikiran yang tidak pada tempatnya dengan yang cocok. Apabila kita berhasil dalam melakukan ini kita juga menciptakan F atau perangkat perasaan yang baru. Kita tidak lagi merasakan kecemasan yang sungguh-sungguh atau merasa tertekan, melainkan merasakan segala sesuatu sesuai dengan situasi yang ada. Cara yang paling baik untuk memulai merasa lebih baik adalah mengembangkan falsafah yang efektif dan rasionil, jadi orang tidak menyalahkan diri-sendiri serta menghukum diri-sendiri berupa

366

depresi karena terjadi perceraian melainkan orang akan mencari konglusi yang rasionil dan berdasarkan empiris Untuk bisa mengubah kepribadian yang disfungsional mencakup langkahlangkah sebagai berikut : (1) mengakui sepenuhnya bahwa yang bertanggung jawab atas terciptanya masalah yang dialami (2) mau menerima pendapat bahwa kita memiliki kemampuan untuk secara signifikan mengubah gangguan-gangguan ini. (3) mengakui bahwa masalah emosional banyak berasal dari keyakinan irasional (4) melihat nilai dari sikap meragukan keyakinan yang bodoh dengan menggunakan metode yang tegas (5) menerima kenyataan bahwa apabila mengharapkan adanya perubahan sebaiknya bekerja keras dengan cara emotif behavioral untuk mengadakan kontra aksi terhadap keyakinan dan perasaan serta perbuatan yang disfungsional yang mengikutinya (6) mempraktekan metode rational emotif untuk mencabut atau merubah konsekuensi yang mengganggu disisa kehidupan kita Tujuan Konseling Tujuan utama konseling rasional-emotif ialah menunjukan dan menyadarkan konseli bahwa cara berfikir yang tidak logis itulah merupakan penyebab gangguan emosionilnya. Atau dengan kata lain konseling rational-emotif ini bertujuan membantu konseli membebaskan dirinya dari berfikir atau ide-idenya yang tidak logis dan menggantinya dengan cara-cara yang logis. Untuk bisa mencapai sasaran yang telah disebutkan diatas ada beberapa langkah diantaranya : (1) menunjukan kepada konseli bahwa mereka telah menggunakan banyak hal ”seharusnya”, ”seyogyanya”, dan ”harus” yang irasional. Konseli belajar untuk memisahkan keyakinan mereka yang irasional dari yang rasional (2) dalam proses terapeutik membawa konseli melampui tahap kesadaran, dengan kata lain konseli tetap saja mengindoktrinasi diri serta mereka banyak memikul tanggung jawab atas adanya masalah yang dialami. (3) Menolong mereka memodifikasikan pemikiran dan meninggalkan ide yang irasional. (4) Menantang konseli untuk mengembangkan falsafah hidup yang rasional sehingga dimasa depan bisa menghindarkan diri untuk tidak menjadi korban dari keyakinan irasional yang lain. Hubungan Pertolongan (Helping Relationship) RET mempunyai karakteristik dalam helping relationshipnya sebagai berikut: 1. Aktif Direktif: artinya dalam hubungan konseling atau terapeutik disini terapis atau konselor lebih aktif dalam membantu mengarahkan konseli dalam menghadapai dan memecahkan masalahnya. 2. Kognitif Rasional: artinya bahwa hubungan yang dibentuk berfokus pada aspek kognitif dari konseli dan berintikan pemecahan masalah yang rasional. 1. Emotif Eksperiensial: bahwa hubungan yang dibetuk juga harus melihat aspek emotif konseli dengan mempelajari sumber-sumber gangguan emosional sekaligus membongkar akar-akar keyakinan yang keliru mendasari gangguan tersebut. 2. Behavioristik: artinya bahwa hubungan yang dibentuk harus menyentuh dan mendorong terjadinya perubahan behavioral (tingkah laku dalam diri konseli). 3. Kondisional: artinya bahwa hubungan dalam RET dilakukan dengan membuat kondisi-kondisi tertentu terhadap konseli berbagai teknik kondisioning untuk mencapai tujuan konseling. Fungsi dan peranan konselor dalam RET adalah: 1. Konselor bertugas mendorong dan meyakinkan kepada konseli bahwa konseli harus memisahkan keyakinannya yang rasional dari keyakinannya yang irasional. 2. Konselor menunjukkan kepada konseli bahwa berpikir yang ilogis sebenarnya adalah sumber dari gangguan terhadap kepribadiannya. 3. Konselor mencoba mengarahkan kepada konseli untuk berpikir dan membebaskan dari ide-ide yang tidak rasional.

367

4. Mengajarkan konseli bagaimana mengaplikasikan pendekatan ilmiah, objektif
dan logis dalam berpikir dan selanjutnya melatih diri untuk menghayati sendiri bahwa ide-ide irasional hanya akan mengembangkan perilaku dan perasaanperasaan yang dapat menghancurkan atau merusak diri sendiri. Hubungan antara konselor dan konseli dalam RET adalah sebagai berikut: 1. Hubungan hendaknya dalam suasana informal. 2. Hubungan sebaiknya konselor aktif, direktif tetapi juga objektif sehingga dari pola hubungan yang demikian itu secara tidak langsung akan menjadi anutan konseli. 3. Konselor sebagai model untuk konseli. Dengan model ini, konseli dapat menginternalisasikan sistwm nilai tertentu yang dapat melawan sistem nilai dan keyakinannya yang salah. 4. Hubungan di sini perlu adanya full tolerance and unconditional positive regard yang harus diciptakan oleh konselor untuk menghilangkan perasaan-perasaan bersalah dari konseli. 5. Konselor hendaknya menerima diri konseli sebagai seorang manusia yang berharkat dan bernilai. C. Teknik Konseling Teknik konseling yang digunakan dalam RET adalah sebagai berikut: 1. Teknik Assertive Training: yaitu teknik yang digunakan untuk melatih, mendorong dan membiasakan konseli untuk secara terus-menerus menyesuaikan dirinya dengan pola tertentu yang diinginkan. Contoh: Seorang murid pemalu diberikan latihan pembiasaan diri agar perasaan malunya hilang melalui latihan berdiri di depan kelas, memimpin kelompok kecil, latihan berdiskusi dan sebagainya. Namun latihan ini secara bertahap, sehingga konseli secara tidak langsung perasaan malunya hilang. Jika dalam tahap tertentu konselor menilai bahwa perasaan malu konseli telah berkurang, maka selanjutnya diberikan informasi penyadaran bahwa sesungguhnya perasaannya itu hanya disebabkan oleh penilaian dan persepsinya terhadap diri sendiri yang keliru dan tidak rasional. 2. Teknik Sosiodrama: yaitu teknik yang digunakan untuk mengekspresikan berbagai jenis perasaan yang menekan konseli, melalui suatu suasana yang didramasasikan sehingga konseli dapat secara bebas mengungkapkan dirinya sendiri secara lisan, tulisan maupun melalui gerakan-gerakan dramatis. Teknik ini dilakukan untuk melatih perilaku verbal dan non verbal yang diharapkan konseli. 3. Teknik Self Modeling: yaitu teknik yang digunakan dengan meminta konseli untuk berjanji atau mengadakan komitmen dengan konselor untuk menghilangkan perasaan atau perilaku tertentu. Dalam self modeling ini, konseli diminta untuk tetap setia pada janjinya dan secara terus-menerus menghindarkan dirinya dari perilaku negatif. 4. Teknik Imitasi: yaitu teknik yang digunakan di mana konseli diminta untuk menirukan secara terus-menerus suatu model perilaku tertentu dengan maksud melawan perilakunya sendiri yang negatif. 5. Teknik-teknik Behavioristik a. Teknik Reinforcement yaitu teknik yang digunakan untuk mendorong konseli ke arah perilaku yang lebih rasional dan logis dengan jalan memberikan pujian verbal (reward) ataupun punishment. Bila perilaku konseli mengalami kemajuan dalam arti positif, maka ia dipuji ”baik” dan bila mundur berperilaku negatif maka dikatakan ”buruk”. Teknik ini dimaksudkan untuk membongkar sistem nilai dan keyakinan yang irasional pada konseli dan menggantinya dengan sistem nilai yang positif. Dengan memberikan reward atau punishment, maka konseli akan menginternalisasikan sistem nilai yang diharapkan kepadanya. b. Teknik Social Modeling yaitu teknik yang digunakan untuk membentuk perilaku-perilaku baru pada konseli. Teknik ini dilakukan agar konseli dapat hidup dalam suatu model sosial yang diharapkan dengan mengimitasi, mengobservasi dan menyesuaikan dirinya

368

dengan social model yang dibuat itu. Dalam teknik ini, konselor mencoba mengamati bagaimana proses konseli mempersepsi, menyesuaikan dirinya dan menginternalisasi norma-norma dalam sistem model sosial dengan masalah tertentu yang telah disiapkan oleh konselor. Model-model dalam social model antara lain: • Live models, digunakan untuk menggambarkan perilaku-perilaku tertentu, khususnya situasi-situasi interpersonal yang kompleks dalam bentuk percakapan sosial, interaksi dengan orang tua, orang dewasa, guru atau dengan teman-teman sekelompoknya. Dalam live models ini, konseli dilatih untuk mengidentifikasikan dirinya dengan orang-orang tertentu yang menjadi model untuk kehidupan dan perilakunya. • Filmed models, suatu model perilaku yang difilmkan, sehingga konseli dapat mengimitasikan dan mengidentifikasikan dirinya dengan model perilaku yang dimunculkan dalam film. 6. Teknik Counter Conditioning: yaitu teknik yang digunakan untuk menanggulangi perilaku-perilaku seperti anxiety, fears, phobia, defensive, dan perilaku maladaptive lainnya. Beberapa jenis teknik counter conditioning antara lain: a. Systematic Desensitization, dalam teknik ini konselor menciptakan suatu kondisi atau situasi tertentu yang secara potensial merupakan penyebab dari munculnya perasaan negatif konseli, namun situasi itu memberikan keadaan yang rileks kepada konseli itu sendiri. Misalnya seorang konseli menderita phobia terhadap orang mati. Dalam keadaan ini konselor dapat menciptakan suatu kondisi misalnya melewati kuburan dengan perangsang tertentu sehingga konseli hanya merasakan rileksnya kuburan itu. b. Teknik Relaxation, teknik ini digunakan bila kondisi konseli sedang berada dalam tahap petentangan antara keyakinannya yang irasional dan menimbulkan ketegangan. Pada saat yang demikian diperlukan teknik relaxation untuk menghilangkan ketegangan dalam diri konseli. c. Teknik Self Control, teknik ini untuk memodifikasi perilaku konseli dengan jalan membangkitkan dan mengembangkan self controlnya. Inti utama dari teknik ini adalah bagaimana konseli dapat mengendalikan diri berdasarkan pemikiran-pemikiran yang rasional untuk menghilangkan keinginan-keinginan, nafsu-nafsu ataupun dorongan yang negatif. 7. Teknik-teknik Kognitif Teknik ini digunakan dengan maksud melawan sistem keyakinan yang irasional dari konseli serta perilakunya yang negatif. Dengan sistem ini konseli didorong dan dimodifikasi aspek kognitifnya agar dapat berpikir dengan cara yang rasional dan logis. Beberapa teknik kognitif yang cukup dikenal ialah: a. Home Work Assigment, dalam teknik ini konseli diberikan tugas-tugas rumah untuk melatih, emmbiasakan diri serta menginternalisasikan sistem nilai tertentu yang menuntun pola perilaku yang diharapkan untuk mengurangi atau menghilangkan ide-ide atau perasaanperasaan yang irasional atau ilogis dalam situasi-situasi tertentu, mempraktekkan respon-respon tertentu, berkonfrontasi dengan self verbalizationnya yang mendahului, mempelajari bahan-bahan tertentu yang ditugaskan untuk mengubah aspek kognisinya yang keliru, mengadakan latihan-latihan tertentu berdasarkan tugas yang diberikan. Selanjutnya pelaksanaan tugas yang diberikan konselor dilaporkan oleh konseli dalam suatu pertemuan tatap muka dengan konselor. Teknik ini sebenarnya dimaksudkan untuk membina dan mengembangkan sikap-sikap yang bertanggung jawab, kepercayaan pada diri sendiri serta kemampuan untuk self direction, self management diri sendiri serta mengurangi ketergantungannya kepada konselor. b. Teknik Bibliotherapy, teknik ini untuk membongkar akar-akar keyakinan yang irasional dan ilogis dalam diri konseli serta melatih konseli dengan cara-cara berpikir rasional dan logis dengan

369

d. e.

f.

g.

mempelajari bahan-bahan bacaan yang telah dipilih dan ditentukan oleh konselor. c. Teknik Diskusi, teknik ini konseli dapat mempelajari pengalaman-pengalaman orang lain serta dapat menimba berbagai informasi yang dapat mempengaruhi dan mengubah keyakinannya serta cara berpikir yang irasional dan tidak objektif. Teknik simulasi, teknik ini digunakan untuk memberi kemungkinan kepada konseli mempraktekkan perilaku-perilaku tertentu emlalui suatu kondisi simulatif yang mendekati kenyataan. Teknik Gaming, teknik ini terutama digunakan untuk melatih dan menempatkan konseli dalam peran tertentu. Misalnya peran sebagai seorang ayah, seorang guru, dan seorang pemimpin kelas. Dalam kondisi ini konseli dilatih dan belajar mengidentifikasikan dirinya dengan peranan dari figur tertentu yang ada dalam lingkungan sosialnya. Teknik Paradoxical Intention (keinginan yang berlawanan), teknik ini didasarkan pada asumsi bahwa seseorang yang mulai memperlihatkan keinginan atau hasrat yang tidak baik (negatif) dengan sendirinya akan menjadi jera dengan jalan menciptakan kondisi yang hiperintention, yakni mempertinggi hasrat atau keinginan, sehingga pada titik kulminasi tertentu orang itu akan menghilangkan sama sekali keinginannya itu. Misalnya seorang murid yang biasa ribut dalam kelas, kepadanya diberikan kesempatan untuk ribut seenaknya. Pada saat tertentu, pasti anak atu akan bosan dan berhenti dengan sendirinya. Seorang anak yang takut pada dentuman keras, maka kepadanya diperdengarkan bunyi dentuman keras secara terus-menerus dengan kadar yang lebih tinggi. Pada saat tertentu pasti ketakutan anak ini menjadi hilang dengan sendirinya. Teknik Asertive, teknik digunakan untuk melatih keberanian diri konseli dalam mengekspresikan perilaku-perilaku tertentu yang diharapkan melalui: role playing dan social modeling. Teknik asertive ini digunakan untuk: 1. Mendorong kemampuan konseli mengekspresikan seluruh hal yang berhubungan dengan emosinya. 2. Membangkitkan kemampuan konseli dalam mengungkapkan hak asasinya sendiri tanpa menolak atau memusuhi hak asasi ornag lain. 3. Mendorong kepercayaan pada kemampuan diri sendiri. 4. Meningkatkan kemampuan untuk memilih perilaku-perilaku asertive yang cocok untuk dirinya sendiri.

D.

Panduan Praktik

Format 1

PEDOMAN OBSERVASI PRAKTIK PENDEKATAN KONSELING RASIONAL-EMOTIF : ………………………….. : ………………………….. : …………………………..

Konselor Konseli Pengamat

Petunjuk : Berilah tanda silang pada jenjang skala yang disediakan sesuai dengan keadaan yang saudara amati, dengan rambu-rambu: Skala 0, bila keterampilan tersebut tidak dilakukan Skala 1, bila keterampilan tersebut dilakukantetapi tidak tepat Skala 2, bila keterampilan tersebut dilakukan dengan tepat NO 1 TAHAPAN/KETERAMPILAN KONSELOR Langkah 1 0 SKALA 1 2

370

2

3

4

Menunjukkan kepada konseli bahwa mereka telah menggunakan banyak hal-hal ”seharusnya”, ”seyogyanya” dan harus yang irasional. Konseli belajar untuk memisahkan keyakinan mereka yang irasional dari yang rasional. Konselor mendorong, menghimbau, dan kadang-kadang sampai-sampai mengarahkan konseli untuk melibatkan diri dalam kegiatan yang akan menangkis propaganda itu. Langkah 2 Membawa konseli melampaui tahap kesadaran. Hal ini ditunjukkan konseli dengan membiarkan gangguan emosional mereka tetap aktif dengan terus berpikir tidak logis dan mengulang-ulang makna secara falsafah menggagalkan diri sendiri (konseli mengindoktrinasi diri dengan banyak memikul tanggung jawab atas adanya masalah yang dialami). Langkah 3 Menolong konseli memodifiasikan pemikiran dan meninggalkan ide yang irasional dengan cara membantu konseli untuk bisa memahami lingaran setan dari proses menyalahkan diri yang ada dalam diri konseli. Langkah 4 Menantang konseli untuk mengembangkan falsafah hidup yang rasional sehingga di masa depan mereka bisa memberi jaminan bahwa rasa takut yang tidak logis tidak akan muncul. Oleh karena itu, apa yang didambakan adalah adalah menyerang inti dari pemikiran irasional dan mengajar konseli cara menggantikan keyakinan dan sikap yang tidak rasional itu dengan yang rasional. Semarang, Mei 2012 Pengamat

Format 2
PEDOMAN OBSERVASI PRAKTIK PENDEKATAN KONSELING RASIONAL-EMOTIF Konselor : ………………………….. Konseli : ………………………….. Pengamat : ………………………….. Petunjuk : Berilah tanda silang pada jenjang skala yang disediakan sesuai dengan keadaan yang saudara amati, dengan rambu-rambu: Skala 0, bila keterampilan tersebut tidak dilakukan Skala 1, bila keterampilan tersebut dilakukantetapi tidak tepat Skala 2, bila keterampilan tersebut dilakukan dengan tepat NO 1 TAHAPAN/KETERAMPILAN KONSELOR Langkah 1 Menunjukkan kepada konseli bahwa mereka telah menggunakan banyak hal-hal ”seharusnya”, ”seyogyanya” dan harus yang irasional. Konseli belajar untuk memisahkan keyakinan mereka yang irasional dari yang rasional. Konselor mendorong, menghimbau, dan kadang-kadang sampai-sampai mengarahkan konseli untuk melibatkan diri dalam kegiatan yang akan menangkis propaganda itu. 0 SKALA 1 2

371

2

3

4

Langkah 2 Membawa konseli melampaui tahap kesadaran. Hal ini ditunjukkan konseli dengan membiarkan gangguan emosional mereka tetap aktif dengan terus berpikir tidak logis dan mengulang-ulang makna secara falsafah menggagalkan diri sendiri (konseli mengindoktrinasi diri dengan banyak memikul tanggung jawab atas adanya masalah yang dialami). Langkah 3 Menolong konseli memodifiasikan pemikiran dan meninggalkan ide yang irasional dengan cara membantu konseli untuk bisa memahami lingaran setan dari proses menyalahkan diri yang ada dalam diri konseli. Langkah 4 Menantang konseli untuk mengembangkan falsafah hidup yang rasional sehingga di masa depan mereka bisa memberi jaminan bahwa rasa takut yang tidak logis tidak akan muncul. Oleh karena itu, apa yang didambakan adalah adalah menyerang inti dari pemikiran irasional dan mengajar konseli cara menggantikan keyakinan dan sikap yang tidak rasional itu dengan yang rasional. Semarang, Mei 2012 Konseli

372

ALAT PENILAIAN KEMAMPUAN KONSELOR DALAM MELAKSANAKAN KONSELING INDIVIDUAL
Petunjuk Pengisian :

Nama Peserta ………………………. Nomor ……………………….

:

1.

Isilah format sesuai dengan pengamatan Bapak/Ibu selama peserta praktik Nama Mahasiswa : 2. Untuk setiap deskriptor berilah skor : (5) sangat baik, (4) baik,

:

Aspek yang Dinilai

Deskriptor 1

Skor Praktik ke 2

3

A. Tingkah laku nonverbal yang sesuai

1. Ekspresi wajah yang 2. Posisi tubuh terbuka
membe-rikan perhatian (tidak melipat kaki atau tangan) 3. Posisi tubuh atentif (condong ke depan) 4. Memberikan respon non-verbal (anggukan kepala) 5. Kontak mata

MeMemperlihatkan B. karakteristik personal konselor

6. Empati (verbal atau
non ver-bal) 7. Penerimaan tanpa syarat 8. Ketulusan 9. Keterbukaan 10. Tidak menilai/menyalahkan/mengkritik 11. Tidak memberikan solusi 12. Kehangatan

C. Menampilkan
keterampilanketerampilan sebagai konselor

13.

Mengawali/membu ka kon-seling (opening) 14. Mendengar aktif (active listening) 15. Memperjelas (clarifying) 16. Merefleksikan perasaan (reflecting feelings) 17. Mengulang kembali (restating/paraphrasing) 18. Bertanya (questioning) 19. Membatasi (structuring) 20. Menyimpulkan (summariz-ing)

373

21. Mengkonfrontasi
(confront-ing) 22. Menentukan tujuan (setting goals) 23. Memberikan umpan balik (giving feedback) 24. Menghubungkan (linking) 25. Merintangi (blocking) 26. Mengakhiri (terminating) D. Menampilkan keterampilan konseling

27. Merencanakan
dan menen-tukan tujuan 28. Mengidentifikasi masalah 29. Mengidentifikasi berbagai alternatif 30. Menetapkan alternatif yang terbaik Jumlah total

Keterangan: Deskriptor-deskriptor dari aspek yang dinilai belum tentu ditampilkan semua oleh konselor, misalnya deskriptor dari keterampilan sebagai konselor belum tentu semua perlu dipergunakan dalam suatu sesi konseling. Oleh karena itu, penilaian juga memperhatikan hal tersebut. Penilaian Ada dua tahap penghitungan nilai, yaitu: 1. Nilai setiap sesi praktik konseling Jumlahkan skor kemudian dibagi dengan jumlah aspek yang dapat terlihat dalam praktik konseling. Bila terdapat aspek yang tidak dapat diobservasi, aspek tersebut tidak diikutkan dalam pembagian. NILAI = ∑ skor -------------------------------∑ aspek yang diobservasi

2. Nilai akhir adalah nilai rata-rata dari praktik konseling ke-1 hingga ke-3. N1 + N2 + N3 NILAI AKHIR= ------------------- X 100 3 3. Untuk mendapatkan nilai (kualitas) praktik konseling individual, nilai akhir pada no. 2 dibandingkan dengan kriteria sebagai berikut: Prosentase 85 % - 100 % 70 % - 84 % 60 % - 69 % 50 % - 59 % < 50 % Kualitas Sangat Baik Baik Cukup Kurang Baik Sangat Kurang Huruf Mutu A B C D E

Semarang, …………………… 374 Instruktur PLPG

E.

Latihan Untuk memperdalam pemahaman dari materi kegiatan ini, peserta diminta untuk melakukan beberapa latihan di bawah ini. 1. Diskusikan apa makna dari Pendekatan yang baik dalam proses konseling. 2. Buatlah latihan cara meringkas dan menggeneralisasikan data pada proses konseling rasional emotif. 3. Diskusikan dan instropeksi atas kondisi diri sendiri, apakah selama ini proses konseling yang dilakukan sudah memenuhi tingkatan keprofesionalan seperti yang dinyatakan oleh Prayitno (2005:1). 4. Peserta diminta untuk memisahkan keyakinan yang irasional dan rasional dalam kajian konseling rasional-emotif. 5. Peserta diminta menstimulasikan proses konseling rasional-emotif dalam kelompok kecil dan dievaluasi melalui format observasi yang tertera pada format 1. F. Lembar Kegiatan Kegiatan ini akan dapat mengarah pada kompetensi yang diharapkan, maka pencapaiannya diperlukan langkah-langkah, sebagai berikut: 1. Peserta diminta untuk memahami materi secara individual, kemudian mendiskusikan dalam kelompok kecil. 2. Peserta diminta untuk membuat rencana simulasi tentang proses konseling rasional-emotif. 3. Peserta menstimulasikan dan disertai dengan pemberian feedback dari anggota kelompok. G. Rangkuman Konselor dalam melaksanakan konseling hendaknya memahami pendekatan yang akan digunakan. Pendekatan dapat dijadikan acuan dalam menyelenggarakan konseling. Terdapat lima kriteria pendekatan yang baik yaitu: 1) Jelas, 2) Komprehensif, 3) Ekplisit, 4) Parsimonius, dan 5) menghasilkan penelitian yang bermanfaat. Pemahaman konselor terhadap pendekatan secara baik sangat dibutuhkan dalam proses konseling, karena pendekatan itu mempunyai fungsi umum: 1. Meringkaskan dengan menggeneralisasikan satu kesatuan informasi. 2. Membantu dalam pemahaman dan penjelasan suatu fenomena yang kompleks. 3. Sebagai prediktor bagi suatu kondisi tertentu. 4. Mendorong penelitian dan pengumpulan data lebih lanjut. Dalam proses konseling terdapat lima tingkatan keprofesionalan yaitu: konseling diselenggarakan secara pragmatis, dogmatis, sinkretik, elektik, dan mempribadi. Pendekatan konseling Rational-emotif pada intinya ialah untuk mengatasi pikiran yang tidak logis tentang diri sendiri dan lingkungannya. Konselor berusaha agar konseli makin menyadari pikiran dan katakatanya sendiri, serta mengadakan pendekatan yang tegas, melatih konseli untuk bisa berfikir dan berbuat yang lebih realistis dan rasional. Konseling Rational-emotif banyak kesamaannya dengan terapi yang berorientasi pada kognisi, perilaku, dan perbuatan, dalam arti bahwa rational-emotif menekankan pada berfikir, memperkirakan, mengambil keputusan, menganalisis dan berbuat. Rational-emotif sangatlah didaktis, sangat direktif dan memiliki kepedulian yang seimbang antara pikiran dan perasaan dan didasarkan pada asumsi bahwa kognisi, emosi, dan perilaku berinteraksi secara signifikan dan memiliki hubungan sebab akibat yang timbal balik. Melalui perkembangannya rational-emotif terus menerus menekankan pada ketiga modalitas itu serta interaksinya, dan oleh karenanya memberinya ciri sebagai yang menggunakan pendekatan elektik yang multimodal.

375

DAFTAR PUSTAKA Burk, H.M & Stefflre, B. 1979. Theories of Counseling. New York: McGraw-Hill Book Company. Corey, Gerald. 1999. Teori dan Praktik Konseling dan Psikoterapi. Bandung: PT. Eresco. Geldard Kathryn. 2011. Keterampilan Praktik Konseling .Yogyakarta: Pustaka Belajar Hansen, A.J. 1951. Counseling, Teori and Process. Boston: Allyn and Bacon. Hariastuti, Retno Tri. 2007. Ketrerampilan-Keterampilan Dasar Konseling. Surabaya: UNESA Press. Myrick, D. Robert. 1979. Developmental Guidance and Counseling : A Practical Approach . Boston: Hougton Mifflin Company. Nurihsan, Juntika. 2005. Strategi Layanan Bimbingan dan Konseling. Bandung: Refika Aditama. -------------------. 2005. Ketrerampilan Konseling. Surabaya: Offset Mapan. Nursalim, Mochamad. 2002. Layanan Bimbingan dan Konseling. Surabaya: UNESA Press. Prayitno. 2004. Layanan Konseling Individual (L.5). Padang: Jurusan Bimbingan dan Konseling FIP UNP. Walgito, Bimo. 2004. Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Yogyakarta: Andi Winkel W.S dan Sri Hastuti. 2004. Bimbingan dan Konseling di Institusi pendidikan. Yogyakarta: Media Abadi.

376

Berkumpulnya sejumlah orang dapat membentuk suatu kerumunan. Paparan kegiatan dan tahapan bimbingan dan konseling kelompok. Latar Belakang Terbentuknya berbagai kelompok dalam kehidupan manusia merupakan wujud dari hakikat kemanusiaan. Tujuan 1. 2. selanjutnya kerumunan ini dapat berkembang menjadi kelompok. suatu kelompok dapat berubah menjadi kerumunan. 377 . Kerumunan dan kelompok dapat berubah menjadi sekedar kumpulan orang-orang belaka. Berkumpulnya sejumlah orang yang masing-masing tidak mempunyai hubungan itu membentuk apa yang disebut kerumunan. Kelompok pada dasarnya didukung dan terbentuk melalui perkumpulannya sejumlah orang. yaitu apabila unsur-unsur pengikat antar anggota kelompok makin mengendor. B. serta membentuk kelompok-kelompok. 3. yaitu apabila ke dalam kerumunan itu dimasukkan ikatan-ikatan atau “kualitas” tertentu yang mengenai orang-orang yang berkumpul itu. C. PENDAHULUAN A. Lebih jauh kerumunan dapat membentuk kelompok. Sebaliknya. Manusia adalah makhluk social yang tak mungkin dapat hidup berkembang secara layak apabila ia hidup sendiri dan menyendiri. khususnya dari dimensi kesosialannya. yaitu kalau berkumpulnya orang-orang itu disebabkan karena adanya suatu kejadian atau objek yang menarik perhatian mereka sedangkan diantara orang-orang itu tidak asa saling kaitan sama sekali. Paparan pengertian. jenis-jenis kelompok dan keanggotaannya. Praktik layanan bimbingan dan konseling kelompok. sejumlah orang berkumpul membentuk kerumunan. yaitu kalau unsur-unsur hubungan antara orang-orang yang nada di dalamnya ditingkatkan. Menjelaskan tahap-tahap perkembangan kelompok dalam penyelenggaraan layanan bimbingan dan konseling kelompok. Menjelaskan konsep dasar dan proses terbentuknya kelompok dan pengembangannya dalam konseling kelompok.I. manusia selalu berusaha hidup dalam kumpulannya dan dalam kebersamaannya. sedang berkumpulnya sejumlah orang yang saling berkaitan satu sama lain membentuk apa yang disebut kelompok. Oleh karena itu. Kumpulan orang-orang itu kemudian menjunjung suatu atau beberapa kualitas tertentu. 3. Terampil menyusun perencanaan dan mempraktikkan layanan bimbingan dan konseling kelompok. Kerumunan dapat berubah menjadi kelompok. yaitu kalau terhadap orangorang yang berkumpul itu berlaku hubungan atau kaitan tertentu antar otang tersebut. yaitu kalau unsur penarik perhatian (objek yang menimbulkan kerumunan) dan unsur-unsur pengikat antara orang-orang yang berkumpul (yang menimbulkan kelompok) menjadi hilang. 2. Metode 1. Pada tingkat yang paling awal. tujuan. sehingga dengan demikian kumpulan tersebut menjadi sebuah kelompok.

khususnya dalam situasi-situasi sosial tertentu. Kelompok tertutup dan kelompok terbuka/berkesinambungan Kelompok tertutup adalah kelompok yang jumlah anggotanya tetap yaitu individu-individu yang dan awal sampai akhir menjadi anggota kelompok tersebut. Dalam pengklasifikasian seperti itu dikenali adanya kelompok primer dan kelompok sekunder. kelompok terorganisasikan dan kelompok tidak terorganisasikan. Lebih bersifat formal dai pertemuan antara anggota-anggotanya berlangsung pada saat-saat tertentu saja. (e) ada hubungan pribadi yang mendalam diantara anggota-anggotanya. Keberadaan dan keterlibatan individu dalam kegiatan ditentukan oleh sikap-sikapnya seperti sikap membantu. ada peraturan yang mengatur kegiatan pemimpin hubungan antara anggota anggotanya dan hubungan luar kelompok. Tujuan 1. kedudukan. Uraian Materi 1. (c) jumlah anggotanya kecil pada umumnya dua tiga atau empat orang. Mendeskripsikan proses terbentuknya kelompok Menyebutkan macam-macam kelompok Mendeskripsikan unsur-unsur utama suasana kelompok Mendeskripsikan bentuk dan peran anggota kelompok B. yang satu metrupakan kebalikan dari yang lain. (d) kegiatannya berorientasi pada tugas atau pada pemecahan masalah. kelompok social dan kelompok psikologikal. dan andaikata ada peraturan maka aturan itu sifatnya sementara (b) keanggotaannya bersifat sukarela dan biasanya sangat homogen. memikirkan dan sikap kerjasama. maupun pekerjaan. Kelompok psikologis dan kelompok sosial Kelompok psikologis atau psyche group adalah kelompok yang mempunyai ciri: (a) bersifat informal dalam arti hampir tidak mempunyai peraturan-peraturan. kelompok formal dan kelompok informal. tetapi tujuan ini biasanya tidak dirumuskan secara tegas karena adanya perasaan senasib. Out-group yaitu individu dianggap sebagai out-group karena tidak melibatkan diri dengan kegiatan-kegiatan kelompok dan tidak diikutsertakan oleh kelompoknya. JENIS KELOMPOK DAN KEANGGOTAAN KELOMPOK A. d. Jenis Kelompok Jenis-jenis kelompok dibedakan atas beberapa klasifikasi. b. Individu lain tidak boleh masuk ikut kegiatan kelompok selama proses kelompok berlangsung. Kelompok sosial mempunyai ciri-ciri: (a) keanggotaannya bersifat sukarela maupun tidak sukarela dalam arti seseorang dapat menjadi anggota kelompok bukan karena keinginannya sendiri tetapi karena ditunjuk untuk mewakili organisasi tertentu. Di dalam kelompok sekunder terdapat pimpinan dan anggota yang formal. 2. melibatkan dirinya. 378 . saling membantu dan bersama-sama memecahkan masalah yang dihadapi. (b) anggotanya heterogen baik dalam hal umur. 4. a. c.II. (d) tujuannya untuk memuaskan kebutuhan-kebutuhan emosional anggotanya. Kelompok sekunder adalah kelompok yang hubungan anggotanya tidak Langsung. dan diikutsertakan dalam kegiatan-kegiatan kelompoknya. In-group dan out-group In-group adalah kelompok dimana individu-individu anggotanya dengan sadar mengidentifikasi dirinya. hubungannya akrab. Kelompok primer dan kelompok sekunder Kelompok primer adalah kelompok yang anggota-anggotanya bertemu secara langsung. adalah kelompok yang anggotanya dapat bertambah selama proses kelompok berlangsung. 3. Cara pengklasifikasian yang umum dipakai adalah pengklasifikasian “dia tipe” atau “dua arah”. dan sebagainya. (c) mempunyai tujuan tertentu yang ditetapkan oleh anggotaanggotanya dan biasanya bersifat sosial. Kelompok berkesinambungan juga sering disebut dengan nama kelompok terbuka.

mampu tegak sebagai perorangan yang sedang mengembangkan kediriannya dalam hubungannya dengan orang lain. dapat merupakan wahana dimana masing-masing anggota kelompok itu (secara perorangan) dapat memanfaatkan semua informasi. ini tidak berarti bahwa kedirian seseorang Lebih ditonjolkan daripada kehidupan kelompok secara umum. Keanggotaan merupakan salah satu unsur pokok dalam proses kehidupan kelompok. Namun demikian betapapun suasana kelompok itu dirasakan sebagai suasana yang positif ataupun negatif. Kegiatan ataupun kehidupan kelompok itu sebagian besar didasarkan atas peranan para anggotanya. Suasana kelompok justru kadang-kadang terasa mencekam. bimbingan kelompok. Melalui dinamika kehidupan kelompok itu hendaknya setiap anggota kelompok.Selain pembagian kelompok tersebut ada pembagian lain yang dikemukakan oleh beberapa ahli misalnya Gazda (1089). sehingga masing-masing individu berupaya mewujudkan kediriannya secara penuh dengan selalu mengingat kepentingan orang lain. Pengembangan pribadi kedirian dan kepentingan orang lain atau kelompok harus dapat saling menghidupi. diharapkan dapat merupakan umpan bagi pengembangan pribadi masing-masing anggota kelompok. konseling kelompok. kelompok psikoterapi atau psychotherapy group. tanggapan dan berbagai reaksi dan anggota kelompok lainnya untuk kepentingan dirinya yang bersangkut-paut dengan masalahnya itu. dan bahkan Lebih dan itu. Unsur utama suasana kelompok menurut para ahli hendaknya diperhatikan dalam menilai kehidupan sebuah kelompok. 3. dan sifat kegiatan kelompok. Menurut alur dan patut yang berlaku dimasyarakat. Dan segi kesempatan mengemukakan pendapat. Secara ringkas peranan para anggota kelompok sangatlah menentukan. kelompok latihan hubungan antar manusia yang sistematis (Systematic human relation training groups). kelompok latihan (T-Groups). baik ataupun kurang baik dengan memperhatikan pada (1) saling hubungan yang dinamis antar anggota. dan psikoterapi kelompok. kelompok konseling atau counseling group. bertenggang rasa atau tepo sliro. maka pengembangan pribadi kedirian tidak boleh merusak kehidupan pribadi-pribadi orang lain. kelompok latihan kepekaan (sensitivity groups). Unsur-unsur utama suasana kelompok Suasana kelompok yaitu antar hubungan dari semua orang yang terlibat dalam kelompok. Anggota kelompok Tidak semua kumpulan orang atau individu dapat dijadikan anggota bimbingan dan konseling bimbingan. (2) tujuan bersama. kelompok latihan keterampilan hidup (life skills training groups). merisaukan ataupun merugikan perorangan tertentu anggota kelompok itu. Oleh karena itu maka tiap individu mampu untuk mengendalikan diri. Corey & Corey (1987) yaitu: kelompok bimbingan (guidance group). Untuk terselenggaranya konseling kelompok seorang konselor perlu membentuk kumpulan individu menjadi sebuah kelompok yang memiliki persyaratan. kelompok • pengembangan organisasi (organizational development groups). Apabila disebut: kemanfaatan disini tidaklah berarti bahwa suasana kelompok selalu serta menyenangkan. tanggapan dan berbagai reaksi pun dapat merupakan peluang yang amat berharga bagi perorangan yang bersangkutan Kesempatan timbal balik inilah yang merupakan dinamika dan kehidupan kelompok itu yang akan membawakan kemanfaatan bagi para anggotanya. dalam batas-batas tertentu suatu kelompok dapat melakukan kegiatan tanpa kehadiran peranan pemimpin kelompok sama sekali. Peranan kelompok tidak akan terwujud tanpa keikutsertaan secara aktif para anggota kelompok. (3) hubungan antara besarnya kelompok (banyak anggota). 2. Tanpa anggota tidaklah mungkin jadi kelompok. melegakan ataupun bersifat menguntungkan bagi setiap peserta kelompok. 379 . kelompok pertemanan (encounter groups). Lebih tegas dapat dikatakan bahwa anggota kelompok justru merupakan badan dan jiwa kelompok itu. dan sebaiknya keperluan kehidupan orang lain dan kehidupan kelompok pada umumnya jangan sampai pula mematikan perkembangan pribadi kedirian perorangan. (5) kemampuan mandiri. (4) itikad dan sikap terhadap orang lain.

maka komunikasi antar anggota itu akan banyak mengalami masalah. masalah-masalah yang menyangkut disiplin biasanya lebih baik diolah dalam kelompok yang anggota-anggotanya sejenis. Peranan Anggota Kelompok Peranan yang hendaknya dimainkan oleh anggota kelompok agar dinamika kelompok itu benar-benar seperti yang diharapkan ialah: 1) membantu terbinanya suasana keakraban dalam hubungan antar anggota kelompok. dan sebaliknya suasana keasingan akan dirasakan oleh para anggota yang belum saling mengenal. seperti rasa malu. 3) Berusaha agar yang dilakukannya itu membantu tercapainya tujuan bersama. pertimbangan tentang keragaman ataupun keseragaman jenis kelamin anggota kelompok ni pada umumnya didasarkan pada tujuan-tujuan tertentu yang akan dicapai dengan kegiatan kelompok itu. jika kesamaan diantara anggota itu sangat besar. Untuk pemuda-pemuda di SLTA dan Perguruan Tinggi. Jika perbedaan di antara para anggota itu amat besar. kelompok yang seluruh anggotanya termasuk anakanak yang kurang pandai bergaul akan tidak mampu meningkatkan keterampilan anggota-anggotanya itu dalam pergaulan. hasilnyapun dapat merugikan. pada umumnya dinamika kelompok lebih baik dikembangkan dalam kelompok-kelompok dengan anggota seumur. yaitu ada yang pandai dan tidak pandai bergaul. yaitu dinamika kelompok akan “kurang hangat”. Tampaknya anggota-anggota yang pandai bergaul itu menjadi contoh kawan-kawannya yang kurang pandai. 2) Umur Tentang umur. Keragaman dan Keseragaman 1) Jenis kelompok Untuk tujuan-tujuan tertentu mungkin diperlukan pembentukan kelompok dengan jumlah anggotanya seimbang antara laki-laki dan perempuan. 4) Membantu tersusunnya aturan kelompok dan berusaha mematuhinva dengan baik. dan sebagainya akan Lebih baik digarap dalam kegiatan kelompok dengan anggota campuran. Misalnya. Keakraban dapat mewarnai hubungan antaranggota kelompok yang sudah saling bergaul sebelumnya. kurang pandai berkawan. Sampai dengan anak umur SLTP pada umumnya akan menguntungkan bila dibentuk kelompok-kelompok dengan anggota yang kelaminnya sama dibandingkan dengan kelompok yang anggotanya campuran.a. b. akan secara nyata mampu meningkatkan kemampuan anggota-anggota yang kurang/tidak pandai. Sedangkan kelompok dengan anggota campuran. kelompok dengan campuran akan memberikan keuntungankeuntungan yang amat berarti. 2) Mencurahkan segenap perasaan dalam melibatkan diri dalam kegiatan kelompok. dan sebaliknya. sedangkan masalah-masalah keterampilan bergaul. Misalnya. dan juga untuk orangorang dewasa. 4) Hubungan awal Keragaman dan keseragaman anggota kelompok juga menyangkut hubungan awal para anggota kelompok itu sebelum kegiatan kelompok dimulai. Namun demikian. 380 . 3) Kepribadian Keragaman atau keseragaman dalam kepribadian anggota kelompok dapat membawa keuntungan ataupun kerugian tertentu. Anak-anak yang masih muda itu akan lebih bebas berbicara dan mendiskusikan masalah-masalah mereka sendiri dengan teman-teman sejenis.

Tugas pemimpin kelompok adalah memperhatikan tingkat kesiapan anggota-anggota kelompok dalam menjalani kegiatan kelompok itu. Dapat menerima tanggapan yang mendalam dan Lebih “menyentuh” tentang tingkah lakunya. Mendiskusikan tingkah aku yang secara sosial tidak bisa dibenarkan. c. pemimpin kelompok perlu menjelaskan semua hal tersebut di atas. dan peranan serta cara-cara yang akan dilakukan oleh pemimpin kelompok. Setelah penjelasan ini pada umumnya kehidupan kelompok yang sebenarnya dimulai. 4) Bahwa hasil kegiatan kelompok itu tidak mengikat para anggota kelompok itu dalam kehidupan mereka diluar kelompok. dan 4. 5) Bahwa segala yang terjadi dan menjadi isi dan kegiatan kelompok itu sifatnya rahasia.5) Benar-benar berusaha untuk secara aktif ikut serta dalam keseluruhan kegiatan kelompok. Peran Pimpinan Kelompok Pemimpin kelompok memiliki peranan penting untuk mempersiapkan anggota kelompok agar dapat melaksanakan semua peran dalam mewujudkan dinamika kelompok. mengemukakan pendapat dan isi hatinya. suasana khusus yang dapat terjadi dalam kelompok itu. 9) Menyadari pentingnya kegiatan kelompok itu. 6) Mampu berkomunikasi secara terbuka. Kesiapan para anggota untuk membebaskan diri dan rasa enggan dan sikap mempertahankan diri. Dalam hal ni semua anggota kelompok (dan juga pemimpin kelompok) perlu memegang teguh kerahasiaan itu. 6) Penghargaan pemimpin kelompok tentang kesukarelaan dan keberanian para anggota mengikuti kegiatan kelompok itu. Di awal kegiatan kelompok. Dalam hal ini pemimpin kelompok perlu memberitahukan: 1) Tentang apa-apa yang diharapkan dari para anggota. yang meliputi kesiapan masing-masing anggota untuk 1. 8) Memberi kesempatan kepada anggota lain untuk menjalankan peranannya. 7) Berusaha membantu anggota lain. 3) Bahwa anggota kelompok bebas menanggapi hal-hal yang disampaikan ataupun menolak saran-saran yang diberikan anggota lain. 2) Bahwa keikutsertaan dalam kelompok itu adalah sukarela. 3. 2. 381 .

kepentingan yang tidak memerlukan perubahan kepribadian serta tidak tolol. Anggota kelompok dalam konseling kelompok pada dasarnya adalah individu-individu “normal” yang memiliki berbagai kepedulian. dan diarahkan kepada pemberian kemudahan dalam rangka perkembangan dan pertumbuhannya. Jumlahnya dapat bervariasi yang ideal maksimal 6 orang. Konseling kelompok adalah suatu proses antar pribadi yang dinamis yang terpusat pada pemikiran dan perilaku yang sadar dan melibatkan fungsi-fungsi terapi seperti sifat permisif. Perbandingan Antara Bimbingan Kelompok dan Konseling Kelompok Bimbingan dan Konseling Kelompok dapat diibaratkan sebagai “anak kembar” yang lebih banyak persamaannya daripada perbedaannya. Dengan demikian. Masalah atau topik pribadi “berada di dalam diri anggota kelompok yang menyampaikan. Merupakan suatu proses dimana konselor terlibat dalam hubungan dengan sejumlah klien pada waktu yang sama. katarsis. di dalam ruangan ataupun diluar ruangan. 2. Masalah atau topik yang dibahas dalam konseling kelompok bersifat “pribadi” yaitu masalah itu memang merupakan masalah pribadi yang secara langsung dialami. 382 . dan selain bersifat pencegahan.III. di dalam sekolah ataupun diluar sekolah. atau lebih tepat lagi merupakan masalah atau kebutuhan yang sedang dialami oleh para anggota kelompok yang menyampaikan topik atau masalah. Anggota dalam konseling kelompok dapat menggunakan interaksi dalam kelompok untuk meningkatkan pemahaman dan penerimaan terhadap nilai-nilai dan tujuan-tujuan tertentu. konseling kelompok dapat pula bersifat penyembuhan (remediation). konseling kelompok adalah suatu upaya bantuan kepada individu dalam suasana kelompok yang bersifat pencegahan dan penyembuhan. saling memperlakukan dengan mesra. Berbeda dari bimbingan kelompok. konseling kelompok adalah suatu proses interpersonal yang dinamis yang menitikberatkan (memusatkan) pada kesadaran berpikir dan tingkah laku. Dalam konseling kelompok mengaktifkan dinamika kelompok untuk membahas berbagai hal yang berguna bagi pengembangan pribadi yang/atau pemecahan masalah individu yang menjadi peserta kegiatan kelompok. di rumah salah seorang peserta atau di rumah konselor atau di suatu kantor atau lembaga tertentu atau di ruang praktik pribadi konselor. Uraian Materi 1. 2. melibatkan fungsi terapeutis. persoalan. Mengidentifikasikan perbedaan antara konseling kelompok. saling pengertian. berorientasi pada kenyataan. dan perbedaannya terletak pada kekuatan materi yang didukungnya. untuk mempelajari atau menghilangkan sikap-sikap dan perilaku tertentu. Layanan konseling kelompok dapat diselenggarakan dimana saja. menjadi milik” atau bagian dari pribadi anggota kelompok yang bersangkutan. ada rasa saling percaya mempercayai. Persamaannya terletak pada semua unsur pokoknya. meskipun biasanya berkisar antara 4 orang sampai 8 orang. penerimaan dan bantuan. bimbingan kelompok. Mendeskripsikan pengertian. tujuan dan kelebihan dan kelemahan bimbingan dan konseling kelompok. Fungsi-fungsi terapi ini diciptakan dan dikembangkan dalam suatu kelompok kecil melalui cara saling mempedulikan di antara para anggota konseling kelompok. Pengertian Bimbingan konseling kelompok. saling menerima dan saling mendukung. ada pengertian. B. termasuk konselor sendiri. Konseling kelompok merupakan upaya bantuan kepada individu dalam rangka memberikan kemudahan dalam perkembangan dan pertumbuhannya. saling mempercayai. berorientasi pada kenyataan. Bimbingan dan konseling kelompok mengaktifkan dinamika kelompok untuk membahas berbagai hal yang berguna bagi pengembangan pribadi dan/atau pengentasan masalah individu yang menjadi peserta kegiatan kelompok. Tujuan 1. PENGERTIAN DAN PERBANDINGAN ANTARA BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN KONSELING KELOMPOK A.

berpartisipasi aktif dalam dinamika interaksi social b.Tujuan yang dicapai Bimbingan Kelompok 1. Perbandingan antara bimbingan kelompok dan konseling kelompok untuk semua aspek dapat dilihat seperti berikut: Perbandingan Antara Bimbingan Kelompok dan Konseling Kelompok Aspek 1. Tujuan bersama yang ingin dicapai oleh kedua kelompok itu adalah pengembangan pribadi semua peserta dan peralihan-peralihan lainnya melalui perubahan dan pendalaman topik umum (khusus untuk bimbingan kelompok) atau masalah pribadi peserta (khusus untuk konseling kelompok). pemimpin kelompok. suasana interaksi.Pembahasan dan peme-cahan masalah pribadi yg dialami oleh masing2 anggota kelompok 2.10 orang Homogen Kelompok kecil Aktif membahas permasa-lahan tertentu (masalah pri-badi dalam membantu me-mecahkan masalah kawan sekelompoknya: a. dan aturan kelompok. bimbingan kelompok dan konseling kelompok adalah kegiatan kelompok. dan dimanfaatkan untuk mencapai tujuan-tujuan bimbingan dan konseling. sifat isi pembicaraan.menyumbang bagi peme-cahan masalah pribadi kawan sekelompok 383 . jumlah anggota dan karakteristik serta homogenitasnya. evaluasi dan pelaksanaannya. Dibatasi 10 .Jumlah anggota 3. Mutu dinamika kelompok itulah yang akan menentukan mutu keberhasilan bimbingan kelompok dan konselingkelompok sebagai layanan pokok dalam keseluruhan upaya bimbingan dan konseling. Lebih dari kegiatan kelompok-kelompok lainnya. dalam bimbingan kelompok dan konseling kelompok dinamika kelompok ditumbuh kembangkan.Pengembangan pribadi 2. anggota kelompok. lama dan frekuensi pembicaraan. b. keterbukaan dan kenormatifan. Aturan ini didasarkan pada dan merupakan penjabaran dari berbagai hal yang akan mempengaruhi kehidupan kelompok.berpartisipasi aktif dalam dinamika interaksi social b. bimbingan kelompok dan konseling kelompok secara penuh mengandung empat unsur utama kehidupan kelompok.Pengembangan pribadi 2. unsur kelima yang menandai kehidupan kelompok adalah adanya dan berkembangnya dinamika kelompok pada bimbingan kelompok dan konseling kelompok itu. yaitu tujuan kegiatan. Sebagai kegiatan kelompok. kesukarelaan.a.menyumbang bagi pembahasan masalah Konseling Kelompok 1.Peranan anggota kelompok Dibatasi sampai sekitar 8 .Format kegiatan 5. Sedangkan pemimpin kelompok adalah orang yang bertanggungjawab atas berlangsungnya kegiatan masing-masing kelompok itu. dikendalikan.Pembahasan masalah atau topik-topik umum secara luas dan mendalam yang bermanfaat bagi para anggota kelompok. Aturan kelompok adalah berbagai ketentuan yang hendaknya dijalankan dan dipatuhi oleh semua anggota kelompok dan pemimpin kelompok. Kandungan Unsur-unsur Kelompok Sesuai dengan namanya. kegiatan. format kegiatan. antara lain asas-asas kerahasiaan.Kondisi dan karakte-ristik anggota 4. Sebagaimana amat ditekankan diatas. peranan anggota kelompok. Aspek-aspek Pelaksanaan Kegiatan Sejumlah aspek kegiatan dalam bimbingan kelompok dan konseling kelompok dapat diidentifikasi. Para anggota kelompok ialah seluruh peserta kelompok masing-masing yang melibatkan diri dalam kegiatan itu.15 orang Homogen Kelompok kecil Aktif membahas permasalahan atau topic umum tertentu yang hasil pembahasannya berguna bagi para anggota kelompok: a. yaitu tujuan kelompok. dalam hal ini konselor/ guru pembimbing.

Kelebihan dan kelemahan bimbingan dan konseling kelompok Pertama.rahasia Kegiatan berkembang sesuai dengan tingkat pen-dalaman dan penuntasan pemecahan masalah a. Kedua. pikiran.mendalam dan tuntas de-ngan melibatkan aspek kognitif. persepsi.interaksi multiarah b.umum b. maka biasanya komentar yang diberikan akan diterima dan dicerna. Akan tetapi di dalam konseling kelompok. dan (2) terpecahkannya masalah individu yang bersangkutan dan diperolehnya imbasan pemecahan masalah tersebut bagi individu-individu lain peserta pada Layanan konseling kelompok khususnya.interaksi multiarah b.evaluasi proses: keterlibatan anggota b. 4.Pelaksana 3.evaluasi proses: keterli-batan anggota b.evaluasi isi: kedalaman dan ketuntasan pembaha-san c.pribadi b. pengembangan pribadi dan pengatasan masalah.menyerap berbagai informasi untuk diri sendiri 6.Evaluasi c.Sifat isi pembicaraan 8.tidak rahasia Kegiatan berkembang sesuai dengan tingkat perubahan dan pendalaman masalah/ topik a. adalah kepraktisan. diharapkan bahwa ia dapat berubah di dunia yang lebih luas. afektif dan aspek-aspek kepribadian lainnya a. Tujuan bimbingan dan konseling kelompok Tujuan umum layanan bimbingan dan konseling kelompok adalah berkembangnya kemampuan sosialisasi siswa. sehingga sering terjadi siswa tidak percaya akan apa yang dikemukakan oleh konselornya. saran dan berbagai alternative untuk meme-cahkan masalahnya sen-diri a. apabila yang mengatakan anggota lain yang mempunyai masalah sama. khususnya kemampuan komunikasi Peserta Layanan. ini tidak dapat ditemukan dengan mudah di dalam konseling individual. wawasan dan sikap terarah kepada tingkah laku khususnya dalam ber-sosialisasi/komunikasi. Di dalam konseling individual hanya menghadap konselor saja. 384 .mendalam dengan melibatkan aspek kognitif a.evaluasi dampak: pemahaman dan dampak kegiatan terhadap anggota Guru Pembimbing/ konselor (tenaga ahli) 7. di dalam bimbingan dan konseling kelompok anggota akan belajar untuk berlatih tentang perilaku yang baru.Suasana interaksi a.evaluasi isi: kedalaman pembahasan c.evaluasi dampak: sejauh mana anggota yang masalah pribadinya dibahas me-rasa mendapatkan alterna-tif pemecahan masalahnya Guru Pembimbing/ konselor (tenaga ahli) 10.c. Kelompok dapat digunakan sebagai ajang latihan untuk mengubah perilaku yang kurang memuaskan menjadi lebih memuaskan. Dalam waktu yang relatif singkat konselor dapat berhadapan dengan sejumlah siswa di dalam kelompok dalam upaya untuk membantu memenuhi kebutuhan yang berkaitan dengan pencegahan. Jadi kelompok sesungguhnya merupakan mikrokosmik sosial. artinya apabila seseorang dapat berubah di dalam kelompok.Lama dan frekuensi kegiatan 9. di mana siswa hanya berlatih dengan seorang konselor tanpa adanya umpan balik dan orang lain selain konselor. Di samping itu juga bermaksud mengentaskan masalah klien dengan memanfaatkan dinamika kelompok. Adapun tujuan khusus konseling kelompok pada dasarnya terletak pada pembahasan masalah pribadi individu peserta kegiatan Layanan.menyerap berbagai infor-masi. Melalui Layanan kelompok yang intensif dalam upaya pemecahan masalah tersebut para peserta memperoleh dua tujuan sekaligus (1) terkembangkannya perasaan. Melalui konseling kelompok setiap anggota kelompok akan belajar untuk bersosia1isasi dengan cara saling memberi dan menerima umpan balik.

maka perilaku. pencegahan. Dengan interaksi yang intensif dan dinamis selama berlangsung konseling kelompok. setiap usaha untuk mengubah perilaku manusia di luar lingkungan alam di mana individu bekerja dan hidup sangat tergantung pada efektivitas tingkat transfer pelatihan yaitu. Bagi anggota kelompok. Kedelapan. membutuhkan bertukar pikiran dan berbagai perasaan dengan orang lain. dinamika interaksi di dalam kelompok membuahkan berbagai hal yang pendalamannya lebih lanjut akan dapat dilakukan dalam layanan konseling individual. anggota kelompok mempunyai kesempatan untuk saling memberi bantuan. menerima bantuan dan berempati dengan tulus di dalam konseling kelompok. dan dapat belajar dan pemimpin kelompok. dan pengatasan masalah yang dialami oleh setiap anggota. dapat belajar memberikan umpan balik yang bermanfaat bagi anggota lain. dan afiliasi.Ketiga. Keadaan ini menumbuhkan harga diri. Kesebelas. sehingga mereka akan merasa diterima. Bimbingan dan konseling kelompok juga dapat digunakan untuk belajar mengekspresikan perasaan. mempraktekkan dan menguasai perilaku-perilaku dalam situasi yang hampir sama dengan lingkungan yang sebenarnya individu berasal. pemahaman dan sikap yang harus ditransfer secara sukses dari setting konseling kelompok ke kehidupan siswa. Kelima. berbagai pengalaman. dan menambah rasa positif dalam diri mereka. konseling kelompok dapat menjadi wilayah persemaian bagi konseling individual. motivasi manusia muncul dan hubungan kelompok kecil. mamperlihatkan perhatian yang sungguh-sungguh terhadap anggota lain dan belajar untuk membuat suasana positif bagi orang lain. menunjukkan perhatian pada orang lain. Dalam konseling individual komunikasi terbatas pada interaksi dengan konselor. Mereka juga belajar mendengarkan secara aktif. melakukan konfrontasi secara tepat. pengakuan. Keempat. bimbingan dan konseling kelompok mempunyai manfaat besar untuk bertindak sebagai miniatur situasi sosial. Kesembilan. unsur mempelajari keterampilan sosial sangat terbatas pada konselor. Ketujuh. perilaku baru. pendapat dan apa dan apa yang disebut ciri-ciri pribadi sebagai ciri unik individu yang berakar pada pola afiliasi kelompok yang menentukan konteks sosial seseorang hidup dan berfungsi dapat diwujudkan melalui intervensi konseling kelompok. yang tidak mungkin terjadi pada konseling individual. Anggota dapat meniru anggota lain yang telah terampil. Dengan demikian. dan belajar untuk meningkatkan kepercayaannya pada orang lain. dalam bimbingan dan konseling kelompok terdapat kesempatan luas untuk berkomunikasi dengan teman-teman mengenai segala kebutuhan yang terfokus pada pengembangan pribadi. melalui bimbingan dan konseling kelompok individu-individu mencapai tujuannya dan berhubungan dengan individu-individu lain dengan cara yang produktif. Keduabelas. Kesepuluh. dalam bimbingan dan konseling kelompok interaksi antar individu anggota kelompok merupakan suatu yang khas. yang mudah berbicara tentang dirinya: yang dapat mengambil manfaat dan umpan batik yang diberikan oleh seorang teman serta merasa tertolong dengan umpan balik itu. diharapkan tujuan setiap anggota kelompok dapat tercapai lebih mantap. berbagai pengalaman. Dalam konseling individual unsur saling memberikan tidak ada. dan belajar untuk meningkatkan kepercayaannya pada orang lain. Selain 385 . konseling kelompok dapat merupakan wilayah penjajagan awal bagi anggota kelompok untuk memasuki konseling individual. dimengerti. keyakinan diri dan suasana yang positif diantara anggota. Keenam. sikap. Masing-masing anggota akan saling belajar untuk berhubungan pribadi dengan lebih mendalam. Cara ini akan meningkatkan hubungan antar pribadi yang efektif. Dalam konseling individual. Manusia membutuhkan penerimaan. bimbingan dan konseling kelompok memberi kesempatan para anggota untuk mempelajari keterampilan sosial. atau laboratorium yang mana anggota kelompok tidak hanya mempelajari perilaku-perilaku baru tetapi bisa mencoba. bimbingan dan konseling kelompok lebih sesuai bagi siswa yang membutuhkan untuk belajar lebih memahami orang lain dan lebih menghargai kepribadian orang lain. apabila unsur-unsur tersebut terpenuhi semua.

Selain dua alasan yang sifatnya umum tersebut. keterampilan menghargai pendapat orang lain. rasa percaya diri. saling percaya.J Munro (1998) menyatakan bahwa konseling kelompok dapat menciptakan kondisi dan suasana yang memungkinkan individu dapat menilai kembali pikiran. Konseling kelompok memiliki kekuatan sebagai suatu proses interpersonal yang dinamis dengan memusatkan perhatian kepada kesadaran pikiran dan perilaku. Pertama. ada tujuh keuntungan yang dapat diperoleh berkaitan dengan konseling kelompok. katarsis. Di dalam perspektif konseling perkembangan. (4) kesempatan untuk menerima berbagai umpan balik. serta mendasarkan kepada fungsi tetapi yang bersifat membiarkan dan berorientasi pada kenyataan. Dalam keadaan tertentu. belajar dan anggota lain dan sebagainya. yaitu (1) perasaan membagi keadaan bersama. tujuan dan untuk belajar sikap dan perilaku tertentu. (2) pengalaman merasa memiliki. pencegahan masalah dan pemecahan masalah. bahwa banyak sumber-sumber atau pendapat dapat diperoleh dalam setting kelompok. tetapi dalam suasana kelompok sangat memungkinkan siswa tersebut dapat mengungkapkan secara leluasa. penerimaan nilai-nilai. Mengubah persepsi. Para remaja merasa lebih mudah membicarakan masalah-masalah mereka secara terbuka dalam kelompok daripada dalam konseling individual. Konse1in kelompok merupakan laboratorium yang berharga bagi konselor dan siswa. Dan segi efisiensi. (3) kesempatan untuk berpraktek dengan orang lain. Ada dua pertimbangan dalam penggunaan kelompok. memahami dan mendukung. oleh karena itu kelompok yang baik akan dapat menjadi sebuah masyarakat kecil atau sebuah mikro kosmos sosial. dan (7) dorongan teman guna memelihara komitmen. Pertama. Anggota kelompok dapat menggunakan interaksi kelompok meningkatkan pemahaman. dan saling memberikan masukan yang semuanya itu sangat berharga bagi upaya pengembangan pribadi. karena memang sukar bagi konselor harus membimbing siswa secara individual dan 300 orang siswa pada suatu sekolah. perkembangan adalah tujuan konseling. membantu orang lain. dan peningkatan tanggung jawab. Asumsi ini membawa dua implikasi pokok dalam pelaksanaan konseling kelompok di sekolah. memelihara. oleh karena itu konselor perlu memiliki suatu kerangka berpikir konseptual untuk memahami 386 . seorang siswa mungkin mengalami kesulitan dalam mengungkapkan permasalahan melalui konseling individual. (5) belajar seolah-olah mengalami berdasarkan kepedulian orang lain. Melalui suasana kelompok dapat pula dikembangkan berbagai keterampilan sosial dan sikap-sikap tertentu. mana kala buah pelayanan konseling individual menganjurkan perlunya pengembangan keterampilan tersebut. Mereka akan dapat saling berbagi pengalaman. yaitu perkembangan individu akan berlangsung dalam interaksi yang sehat antara individu dengan lingkungannya. yaitu keterampilan berkomunikasi. Dalam kelompok para anggota akan memiliki pandangan yang bervariasi yang ditampilkan dan didiskusikan. para remaja berpikir bahwa pemimpin yang dewasa cenderung mendengar mereka diri membantu mereka menemukan berbagai alternatif pemecahan.C Dinkrnyer & J. dan kedua. Memperkuat pandangan ini. perasaan dan perilaku mereka. Di dalam kelompok. sikap dan perasaan atau tindakan mereka. untuk kepentingan efisiensi. kerja kelompok. bukan memanfaatkan mereka atau menekan mereka untuk melakukan apa yang dikehendaki oleh orang tua atau guru. konseling kelompok merupakan suatu perwujudan asumsi bahwa konseling pada hakikatnya diperuntukkan bagi semua siswa dan bertujuan membantu pencapaian perkembangan pribadi secara optimal. suasana kelompok yang berkembang dalam konseling kelompok juga dapat menjadi tempat pengembangan keterampilan berkomunikasi dan berinteraksi sosial bagi anggota kelompok setelah menerima layanan konseling individual. (6) perkiraan untuk menghadapi kenyataan hidup. berarti membekali mereka untuk mengalami dan menghadapi tugas-tugas kehidupan. Menurut Blocher (1994) asumsi dasar konseling perkembangan. yang dalam konseling individual sulit dikembangkan. D. keadaan ini merupakan sumber yang berharga dalam kegiatan kelompok apabila dibandingkan dengan hanya pandangan atau pendapat dan dua orang seperti dalam konseling individual.itu. Melalui suasana konseling kelompok dapat dikembangkan suasana untuk menumbuhkan rasa toleransi.

Strategi upaya khusus ini akan lebih tepat melalui pendekatan konseling kelompok yang berfungsi preventif. Konseling kelompok memusatkan perhatiannya pada keseluruhan proses perkembangan yang terjadi pada din individu. Fungsi konseling ini adalah memberikan kemudahan untuk terjadinya perkembangan kepribadian secara normal. Menurut Havighurts. Model konseling perkembangan memungkinkan konselor untuk memfokuskan tidak sekedar terhadap gangguan emosional klien. tugas perkembangan adalah suatu tugas yang muncul pada periode tertentu dalam kehidupan seseorang. 1990). Kedua. Oleh karena itu konselor perlu menguasai pengetahuan dan keterampilan khusus untuk mengembangkan interaksi yang sehat sebagai pendukung sistem peluncuran konseling di sekolah (Sunaryo Kartadinata. tidak diterima oleh masyarakat. untuk itu dibutuhkan norma dan aturan main khusus mengenai konfidensialitas. persoalan pribadi satu-dua anggota kelompok mungkin kurang mendapat perhatian dan tanggapan sebagaimana mestinya.perkembangan siswa sebagai dasar perumusan isi dan tujuan konseling. karena perhatian kelompok terfokus pada persoalan pribadi anggota yang lain. fokus konseling kelompok adalah membantu seluruh siswa tanpa kecuali dengan tujuan agar mereka mencapai taraf perkembangan pribadi secara optimal dalam berbagai aspek kehidupan. bimbingan dan konseling Kelompok juga memiliki beberapa keterbatasan yang harus diperhatikan oleh konselor antara lain sebagai berikut : Pertama. Tugas-tugas perkembangan tersusun menurut pola tertentu dan sec39ara keseluruhan saling terkait. Keempat. 1996). 1987:104). dan meningkatkan sumberdaya dan kompetensi dalam memberikan bantuan terhadap pola perkembangan yang optimal dan klien (Blocher. sebagai akibat siswa tidak akan merasa puas. lebih-lebih bila yang akan dikatakan terasa memalukan bagi dirinya. sehingga tidak berusaha untuk berubah. Tujuan konseling adalah untuk mempermudah perkembangan. karena setiap individu yang berkembang harus menyelesaikan tugas-tugas perkembangan apabila ia hendak dikatakan sebagai individu yang bahagia dan sukses. serta menjadi tujuan dan segenap Layanan konseling baik secara individual maupun kelompok. 1997:79). Ketiga. menjembatani tugas-tugas yang muncul pada saat tertentu. tidak semua siswa siap atau bersedia untuk bersikap terbuka dan jujur mengemukakan si hatinya terhadap teman-temannya di dalam kelompok. tetapi justru dipakai sebagai tujuan. Oleh karena itu seseorang merasa terlalu nyaman di dalam kelompok. interaksi yang sehat merupakan suatu iklim perkembangan yang harus dikembangkan oleh konselor. karena yang dihadapi tidak hanya satu orang tetapi banyak orang. peran konselor menjadi lebih menyebar dan kompleks. beberapa diantaranya membutuhkan perhatian dan intervensi individual. Kedua. sulit untuk dibina kepercayaan. menginternalisasi. Ivey dan Rigazio (dalam Mayers. yang kesuksesan penyelesaiannya akan menyebabkan orang tersebut tidak bahagia. sering siswa mengharapkan terlalu banyak dan kelompok. tidak semua siswa cocok berada dalam kelompok. Keenam. seringkali kelompok tidak berkembang dan dapat mengurangi arti kelompok sebagai sarana belajar. Strategi upaya ini akan lebih memperhalus. Konseling merupakan strategi upaya khusus yang lebih intensif menyentuh dunia kehidupan siswa secara individual. Perkembangan merupakan konsep inti dan keterpaduan. Konseling kelompok dalam konteks konseling perkembangan adalah upaya bantuan kepada sekelompok individu dengan cara mendorong pencapaian tujuan perkembangan dan memfokuskan pada kebutuhan dan kegiatan belajarnya. pengembangan. Ketujuh. Kelima. dan mengintegrasikan sistem nilai dan pola perilaku yang diperoleh melalui proses pendidikan secara umum (Sunaryo Kartadinata. sering kelompok bukan dijadikan sarana untuk berlatih melakukan perubahan. Kesembilan. melainkan Lebih mengupayakan pencapaian tujuan dalam kaitan penguasaan tugas-tugas perkembangan. Kedelapan. memberi respon interaksi di antara para anggota dan mengamati dinamika dari kelompok tersebut. karena hanya untuk kepentingan seorang belaka. 387 . 1992) menekankan bahwa orientasi perkembangan justru merupakan ciri khas yang menjadi inti gerakan konseling. dan pengatasan masalah. Dengan demikian. dan mengalami kesulitan dalam menjalani tugas-tugas berikutnya (dalam Shertzer & stone. Disamping kekuatan-kekuatan. Konselor harus mampu secara simulasi mengarahkan setiap siswa.

harga diri. 388 . (5) siswa terlalu banyak minta perhatian dan orang lain sehingga sangat mengganggu dalam kelompok. (4) siswa tidak menyadari akan perasaan. motivasi. (8) siswa kurang memiliki keyakinan dirt. Ada beberapa kondisi individu yang perlu diperhatikan. (3) siswa sangat tidak efektif dalam berhubungan dengan orang lain. (7) siswa sangat agresif. sehingga akan membuat anggota lain merasa takut. atau sama sekali tidak mempunyai keterampilan sosial. (2) siswa takut untuk berbicara di dalam kelompok dan sangat membutuhkan perlindungan. dan perilakunya. dikhawatirkan justru membuat lebih buruk keadaan daripada memperbaikinya. kelompok tidak selalu efektif untuk semua orang. Selain keterbatasan tersebut.untuk menjadi konselor kelompok dibutuhkan latihan yang intensif dan khusus. Kondisi tersebut adalah: (1) siswa dalam keadaan krisis. dan memiliki konsep diri yang negatif. Apabila konselor tidak cukup mempunyai dasar teori dan terlatih untuk memimpin kelompok. (6) siswa diperkirakan sangat mengganggu jalannya konseling karena keterbatasan ekspresi verbal. sehingga kelompok ti2direkomendasikan.

Dari segi datangnya masalah atau topik itu dikenal adanya “topik tugas” dan “topik bebas”. baik dari segi asal datangnya maupun sifat masalah atau topik itu bila dihubungkan dengan para peserta kegiatan. Tanda arsiran pada matrik. menjadi “milik” atau bagian dari pribadi peserta yang bersangkutan. 389 . lebih tepat lagi. Tujuan Menjelaskan isi kegiatan bimbingan dan konseling kelompok Menjelaskan tahapan bimbingan dan konseling kelompok Mendeskripsikan kegiatan pada setiap tahapan bimbingan dan konseling kelompok Menjelaskan bagaimana pelaksanaan Evaluasi Kegiatan B. Suatu topic atau masalah dikatakan “umum” apabila antara topik atau masalah itu dan para peserta tidak terdapat hubungan khusus tertentu. keduanya terlihat pada matrik berikut: Pokok Bahasan Dalam Bimbingan dan Konseling Kelompok Kegiatan Bimbingan Kelompok Konseling Kelompok Kelompok Bebas Masalah Umum Masalah Pribadi   Kelompok Tugas Masalah Umum Masalah Pribadi  Dari matrik diatas tampak bahwa bimbingan kelompok hanya dapat membahas masalah atau topik-topik umum. C. ISI KEGIATAN DAN TAHAPAN KEGIATAN SERTA EVALUASI A. Sedangkan “topik bebas” adalah topik atau masalah yang muncul atau dikemukakan secara “bebas” oleh para peserta masing-masing.IV. konseling kelompok hanya membahas masalah-masalah pribadi yang sifatnya bebas. Tahapan Bimbingan dan Konseling Kelompok Hal lain yang dapat dibedakan antara bimbingan kelompok dan konseling kelompok adalah berkenaan dengan tahapan pelaksanaannya. topik atau masalah itu berada di luar diri masing-masing peserta. baik yang sifatnya bebas maupun tugas. Kedua jenis layanan itu. “Topik tugas” adalah topik atau masalah yang datangnya dari pemimpin kelompok (guru pembimbing) yang “ditugaskan” kepada para peserta untuk membahasnya. 3. Kelompok yang membahas “topik tugas” kemudian dapat disebut “kelompok tugas”. Perbedaan antara bimbingan kelompok dan konseling kelompok berkenaan dengan isi atau pokok bahasan. Sebaliknya. Sedangkan suatu masalah atau topik disebut “pribadi” apabila masalah itu memang merupakan masalah pribadi yang secara langsung dialami atau. 2. 1. bila kita mengacu kepada masalah-masalah atau topik-topik yang menjadi pokok bahasan keduanya. menunjukkan bahwa masalah-masalah pribadi tidak boleh dijadikan “topik tugas”. 4. sedangkan yang membahas “topik bebas” disebut “kelompok bebas”. Masalah atau topik pribadi “berada di dalam” diri peserta yang menyampaikannya. merupakan masalah yang sedang diderita oleh peserta yang menyampaikan masalah atau topik itu. baik pada bimbingan kelompok maupun konseling kelompok. Isi Kegiatan Bimbingan dan Konseling Kelompok Perbedaan antara bimbingan dan konseling kelompok dapat dilihat dari isi kegiatan masing-masing. Tentang sifat hubungan topik atau masalah-masalah tersebut dengan para peserta dapat dikatakan “umum” atau “pribadi”.

Penjelasan tentang masalah atau topik “tugas” (khusus untuk bimbingan kelompok) 390 . c. Penjelasan tentang pengertian dan tujuan bimbingan kelompok atau konseling kelompok (pilih salah satu mana yang akan diselenggarakan). khususnya yang menyangkut sifat masalah atau topik.Persamaan dan Perbedaan Pelaksanaan Tahap-tahap Kegiatan dalam Bimbingan Kelompok dan Konseling Kelompok Baik untuk bimbingan kelompok ataupun konseling kelompok. umum atau pribadi (pilih salah satu mana yang akan diselenggarakan). b. Penjelasan asal datangnya masalah atau topik. b. tugas (untuk bimbingan kelompok) atau bebas (untuk konseling kelompok). pelaksanaan Tahap I dan Tahap II pada dasarnya sama. 2. Tahap II (Peralihan) a. Tahap I (Pembentukan) a. Penjelasan tentang cara kerja. Perbedaannya hanya terletak pada: 1. Ajakan untuk mengemukakan masalah umum secara bebas (untuk bimbingan kelompok) atau masalah pribadi secara bebas (untuk konseling kelompok).

Bimbingan Kelompok: 1) Pokok bahasan: masalah atau topic umum. Perbedaannya hanya terletak pada isi kesan-kesan para peserta. Penilaian dilakukan dalam tiga tahap yaitu penilaian segera (laiseg) dilakukan pada akhir setiap sesi layanan. Konseling Kelompok: 1) Pokok bahasan: masalah pribadi yang bersifat bebas. baik yang telah dilakukan selama kegiatan kelompok (yang menyangkut si maupun proses) maupun kemungkinan keterlibatan mereka untuk kegiatan serupa selanjutnya. hal ini perlu diutamakan. Dengan memperhatikan persamaan dan perbedaan diantara Bimbingan Kelompokdan Konseling Kelompok itu. dengan muatan materi kehidupan yang berbeda. 2) Para peserta melakukan pembahasan dengan setiap kali mengingat bahwa isi pembicaraannya itu adalah bertujuan untuk membantu pemecahan masalah yang sedang dibicarakan yang dialami oleh salah seorang rekan sekelompoknya. harapannya.d. yaitu isi yang sesuai dengan pokok bahasannya yang mereka selenggarakan pada Taahap Ketiga. Kegiatan pada Tahap Ketiga: a. Kondisi UCA (Understanding Comfort Action) menjadi fokus penilaian hasil-hasil konseling kelompok. dan memecahkan masalah atau topik umum (untuk bimbingan kelompok) atau masalah pribadi (untuk konseling kelompok) 3. baik yang bersifat “bebas” atau “tugas”. Pada tahap ketiga inilah layanan bimbingan kelompok atau konseling kelompok menampilkan jati dirinya. mendalami. 391 . dapatlah dikatakan bahwa Bimbingan Kelompok dan Konseling Kelompok merupakan “saudara kembar identik. 4. dan pemantapan tentang asas kerahasiaan. 2) Para peserta melakukan pembahasan tanpa secara khusus menyangkutpautkan isi pembicaraannya itu kepada peserta tertentu. Pada tahap ini dilakukan tinjauan terhadap kualitas kegiatan kelompok dan hasil-hasilnya melalui pengungkapan kesan-kesan peserta. penegasan. yaitu Tahap Pengakhiran pada dasarnya sama untuk Bimbingan Kelompok dan Konseling Kelompok. penilaian jangka pendek (laijapen) dan penilaian jangka panjang (laijapang) dilakukan pasca layanan secara lisan maupun tulisan. Tahap III (Kegiatan) Khusus untuk kegitan konseling kelompok diperlukan penjelasan. Tahap IV (Pengakhiran) Pelaksanaan Tahap Keempat. Evaluasi Kegiatan Penilaian terhadap kegiatan konseling kelompok dapat dilakukan secara tertu1is dimana para peserta diminta mengungkapkan perasaannya. Ajakan untuk membahas. minat dan sikapnya terhadap berbagai hal. b. Perbedaan yang amat kentara dan berlangsung sepanjang kegiatan ialah pada Tahap ketiga yang merupakan tahap inti dari seluruh kegiatan bimbingankelompok atau konseling kelompok. D.

5. Memberikan ucapan terima kasih 5. Tujuan Peserta pelatihan dapat menyusun perencanaan bimbingan dan konseling kelompok. 2. Melakukan pembahasan kegiatan lanjutan 4. Memfasilitasi anggota kelompok untuk menetapkan topik dan atau masalah pribadi yang akan dibahas. 4. 1. Perkenalan permainan. Memberi contoh topik tugas dan bebas dalam bimbingan kelompok atau contoh masalah pribadi dalam konseling kelompok. 2. MODEL OPERASIONAL KEGIATAN A. Membuat kesepakatan waktu 7. 1. Perpisahan Peralihan Kegiatan Pengakhiran 392 . 2. 6. Peserta pelatihan dapat melaksanakan praktik bimbingan dan konseling kelompok. Menjelaskan Asas-Asas Bimbingan Dan Konseling Kelompok (Khusus Pada Konseling Kelompok Perlu Ikrar Untuk Menjaga Kerahasiaan). Memimpin Doa 3. Selingan (bila diperlukan). 1. Menerima Kehadiran Secara Terbuka Dan Mengucapkan Terima Kasih. Membahas masalah hingga tuntas. Menanyakan kesiapan kelompok untuk melanjutkan kegiatan. Dalam bimbingan kelompok: untuk topik tugas topik diberikan oleh konselor sedang untuk topik bebas anggota kelompok diberi kesempatan secara bergantian menyampaikan usulan topik yang akan dibahas. Peseta pelatihan terampil mempraktikkan Layanan bimbingan dan konseling kelompok. Menjelaskan Cara Pelaksanaan Bimbingan Konseling 5. 6. Menyampaikan bahwa bimbingan / konseling kelompok akan diakhiri. Model Operasional Kegiatan BimbinganKelompok dan Konseling Kelompok Agar lebih jelas berikut ini disajikan suatu model operasionalisasi kegiatan layanan bimbingan dan konseling kelompok berupa langkah-langkah seorang konselor dalam memimpin kegiatan tersebut: Tahapan BKp & KKp Pembentukan Langkah-langkah Konselor 1. B. Menjelaskan Pengertian Dan Tujuan Bimbingan Dan Konseling 4.V. 2. Dalam konseling kelompok: anggota kelompok dipersilahkan mengemukakan masalah pribadi masing-masing secara bergantian. Peserta latihan dapat membuat operasionalisasi layanan bimbingan dan konseling kefompok 4. 3. 3. Mengenali suasana kelompok tentang kesiapan kelompok dan mengatasi masalah yang muncul dari kelompok. Penyimpulan. pribadi 1. 3. Memimpin doa penutup 6. Menjelaskan kembali kegiatan bimbingan konseling kelompok 2. Melakukan penilaian segera 3.

9. Seri Layanan Konseling Layanan Bimbingan Konseling Kelompok. Layanan Bimbingan dan Konseling Kelompok (Dasar dan Profil). Konseling kelompok : Wawasan Konsep. Seri Layanan Konseling. dan Aplikasi dalam Rentang Sepanjang Hayat. Prayitno (1995). Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas IlmuPendidikan Universitas Negeri Padang. (2001). Jakarta: Rineka Cipta. Jakarta: Ghalia Indonesia. Padang: Univ. 393 .DAFTAR PUSTAKA Mamat Supriatna (2003). Teori. Semarang: UNNES Press. Mungin Eddy Wibowo. -----------. -----------. (2004). Panduan Pengawasan Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Negeri Padang. Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Bandung. Konseling Kelompok Perkembangan. (2005). L. (2004). Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang. -----------.1 s/d L.

394 .

Metode Bimbingan Klasikal B. Memahami Tujuan Bimbingan Klasikal 3. Memahai Teknik / Metode Bimbingan Klasikal 5. Bacalah setiap kegiatan belajar dengan teliti dan buatlah rangkuman setelah selesai membaca setiap materi 2. Kerjakan soal – soal latihan dan tugas dan kumpulkan tepat waktu C. Hakikat Bimbingan Klasikal yang terdiri dari Pengertian bimbingan klasikal. Menjelaskan Materi Bimbingan Klasikal 5. 2. Menjelaskan Tujuan Bimbingan Klasikal 3. Mengikuti penjelasan secara cermat dan apabila belum jelas bertanyalah pada instruktur agar dapat penjelasan yang benar 3. Menjelaskan Fungsi Bimbingan Klasikal 4. 3. tujuan bimbingan klasikal . Menjelaskan Teknik Bimbingan Klasikal 6. Agar peserta pelatihan dapat mengikuti kegiatan ini dengan lancar dan baik maka perlu diperhatikan beberapa petunjuk belajar sebagai berikut: 1. Memahami Pengembangan Alat / Media Indikator dan Pencapaian Kompetensi : 1.2. Menjelaskan Konsep Dasar Bimbingan Klasikal 2. Menjelaskan Langkah-langkah Bimbingan Klasikal 7. Memilih teknik yang sesuai dengan topic layanan dan kondisi siswa Kompetensi Dasar: 1. Memahami Materi Bimbingan Klasikal 4. Kompetensi dan Indikator Standar Kompetensi: 1. Memahami Hakikat Bimbingan Klasikal dalam pelayanan bimbingan dan konseling di Sekolah. Memahami Konsep Dasar Bimbingan Klasikal 2. Deskripsi Bahan ajar ini mencakup: 1. Menjelaskan Pengembangan Alat / Mediadalam Bimbingan Klasikal 8. Merencanakan dan melaksanakan bimbingan klasikal sesuai dengan bidang dan materi bimbingan 3. fungsi bimbingan klasikal dan keunggulan bimbingan klasikal. Merencanakan dan melaksanakan Bimbingan Klasikal 395 .BAB I PENDAHULUAN A. Petunjuk Belajar. Materi Bimbingan Klasikal. Memahami Langkah-langkah Bimbingan Kalsikal 6.

Menjelaskan Materi Bimbingan Klasikal 4. widyaiswara. Kompetensi akademik dan profesional konselor secara terintegrasi membangun keutuhan kompetensi pedagogik. Pelayanan bimbingan klasikal berakar dari gerakan bimbingan di Amerika yang dipelopori oleh Frank Person. Konselor adalah pengampu pelayanan ahli bimbingan dan konseling. pamong belajar. nilai. Ekspektasi kinerja konselor dalam menyelenggarakan pelayanan ahli bimbingan dan konseling senantiasa digerakkan oleh motif altruistik.BAB II KEGIATAN BELAJAR I A. Sosok utuh kompetensi konselor mencakup kompetensi akademik dan profesional sebagai satu keutuhan. Standar kualifikasi akademik dan kompetensi konselor dikembangkan dan dirumuskan atas dasar kerangka pikir yang menegaskan konteks tugas dan ekspektasi kinerja konselor. sikap empatik. seperti bimbingan belajar. Kompetensi akademik merupakan landasan ilmiah dari kiat pelaksanaan pelayanan profesional bimbingan dan konseling. kepribadian. Konsep Dasar Keberadaan konselor dalam Sistem Pendidikan Nasional dinyatakan sebagai salah satu kualifikasi pendidik. 20 Tahun 2003 Pasal 1 Ayat 6). serta mengutamakan kepentingan konseli. dosen. bimbingan pribadi dan bimbingan social.langkah Bimbingan Klasikal 5. Dengan demikian. pribadi dan social ( Depdiknas 2007. termasuk konselor. sejahtera. Konteks tugas konselor berada dalam kawasan pelayanan yang bertujuan mengembangkan potensi dan memandirikan konseli dalam pengambilan keputusan dan pilihan untuk mewujudkan kehidupan yang produktif. Pada masa sekarang layanan bimbingan klasikal sebagai salah satu layanan dasar yang digunakan untuk memberikan informasi belajar. (3) menyelenggarakan pelayanan bimbingan dan konseling yang memandirikan. bidang pekerjaan. yang meliputi: (1) memahami secara mendalam konseli yang dilayani. dengan selalu mencermati dampak jangka panjang dari pelayanan yang diberikan. terutama dalam jalur pendidikan formal dan nonformal. bukan hanya ragam bidang jabatan yang diberikan tetapi sangat bervariasi. Menjelaskan Pengembangan Alat / Media B. bidang kehidupan bermasyarakat dan bidang rekreasi. dan instruktur (UU No. bidang kehidupan keluarga. Unjuk kerja konselor sangat dipengaruhi oleh kualitas penguasaan ke empat komptensi tersebut yang dilandasi oleh sikap. beberapa sekolah mulai mengelola program tersebut ( Winkel dalam Hastuti 2006:545). memiliki keunikan konteks tugas dan ekspektasi kinerja. Kompetensi dan Indikator Kompetensi: Memahami Hakikat Bimbingan Klasikal Indikator Pencapaian Kompetensi 1. Menjelaskan langkah. dan profesional. (2) menguasai landasan dan kerangka teoretik bimbingan dan konseling. sosial. Menggunakan bimbingan klasikal sebagai sarana untuk mempersiapkan siswa untuk mengatur berbagai bidang kehidupan supaya bermakna dan memberikan kepuasan . tutor. Fungsi dan Keunggulan Bimbingan Klasikal 3. menghormati keragaman. dan (4) mengembangkan pribadi dan profesionalitas konselor secara berkelanjutan. dan peduli kemaslahatan umum. Uraian Matri 1. Kompetensi akademik merupakan landasan bagi pengembangan kompetensi profesional. Menjelaskan Konsep Dasar Bimbingan Klasikal 2. Masing-masing kualifikasi pendidik. sejajar dengan kualifikasi guru. fasilitator. karir. 207-209) 396 . Menjelaskan Tujuan . dan kecenderungan pribadi yang mendukung. Setelah Person mencanangkn konsepsinya tentang bimbingan jabatan. Pelayanan dimaksud adalah pelayanan bimbingan dan konseling. seperti bidang kesehatan.

(c) dan menyesuaikan dengan lingkungan pendidikan dan lingkungan masyarakat. Fungsi bimbingan klasikal lebih bersifat preventif dan berorientasi pada pengembangan pribadi siswa yang meliputi bidang pembelajaran. a. menilai. (f). social. Bimbingan klasikal memberikan peluang bagi siswa untuk belajar bertoleransi siswa dapat mem. Bimbingan klasikal lebih bersifat preventif dan berorientasi pada pengembangan pribadi siswa yang meliputi bidang pembelajaran .a.ahami. Tujuan bimbingan klasikal adalah membantu individu agar mampu menyesuaikan diri. mampu menerima support atau dapat memberikan support pada teman-temannya. dan mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan secara dinamis dan konstruktif. b. (e). mampu beradaptasi dalam kelompok. mampu mengambil keputusan untuk hidupnya sendiri. perkembangan karir serta kehidupan di masa yang akan datang. mengembangkan seluruh potensi dan kekuatan yang dimilikinya secara optimal mungkin. Tujuan Bimbingan Klasikal. Secara lebih rinci Yusuf dan Nurihsan (2008:13) menjelaskan bahwa tujuan bimbingan klasikal adalah agar individu dapat : (a). bidang social dan bidang karir. (b). Fungsi Bimbingan Klasikal Fungsi bimbingan klasikal meliputi preventif dan pemahaman ( Gazda 1984:6). dalam rangka membantu siswa mengembangkan potensinya secara optimal ( Yusuf dan Nurihsan 2008:26) 2. Fungsi bimbingan klasikal menurut Nurihsan (2006:9) adalah pengembanghan. (b). Pengertian Bimbingan Klasikal Bimbingan klasikal adalah bimbingan yang diberikan kepada sejumlah siswa yang tergabung dalam suatu satuan kegiatan pengajaran ( Winkel dan Hastuti 2006:561). mengomentari dengan jujur dan tulus sesuai pengarahan konselor. menerima dan dapat mengarahkan diri secara positif apabila konselor mampu mengelola kelas dengan baik. Bimbingan klasikal membuka peluang untuk siswa secara serempak mempunyai pengalaman belajar yang sama dan seragam. Bimbingan klasikal sering disebut sebagai layanan dasar yakni layanan bantuan bagi peserta didik melalui kegiatan-kegiatan secara klasikal yang disajikan secara sistematis. Informasi yang disampaikan atau jenis kegiatan bimbingan yang dilakukan dapat menjangkau sejumlah siswa secara merata para siswa sekelas dapat menerima informasi yang sama dari suatu sumber yaitu dari konselor secara bersama-sama dengan demikian dapat meminimalkan pemahaman yang keliru atau kesalahan persepsi. Fungsi pemahaman adalah fungsi bimbingan untuk membantu siswa agar memiliki pemahaman terhadap dirinya dan lingkungannya. Bimbingan klasikal membantu siswa membina sikap asertif yang sangat diperlukan siswa dalam kehidupan merekan di masa mendatang. 397 . Bimbingan klasikal adalah bimbingan yang beorientasi pada kelompok siswa dalam jumlah yang cukup besar 30 – 40 orang siswa ( satu kelas ). belajar dan karir. (d). Bimbingan klasikal memberikan kesempatan bagi siswa-siswa untuk mengimprovisasi kemampuan kreativitasnya dan sportivitasnya apabila konselor mampu memanagement kelas dengan baik. adaptasi dan penyesuaian. Bimbingan klasikal memungkinkan para siswa saling memahami berbagai keterbukaan . Tujuan bimbingan klasikal menurut Sugandi (2008:207) adalah membantu siswa agar dapat memenuhi tugas-tugas perkembangan yang meliputi aspek pribadi. merencanakan kegiatan penyelesaian studi. sehingga mampu mengembangkan potensi diri secara optimal. bidang social dan bidang karir ( Siwabessy dan Hastoeti 2008:136). mengenal. penyaluran. Fungsi Preventif atau pencegahan adalah fungsi bimbingan untuk menghindarkan diri dari terjadinya tingkah laku yang tidak diharapkan dan membahayakan dirinya dari orang lain. (c). Keunggulan Bimbingan Klasikal Keunggulan bimbingan klasikal berdasarkan pendapat Siwabessy dan Hastoeti (2008:136-137) sebagai berikut: (a).

Akomodasi Tujuan (Kompetensi) SLTP Mengenal jenis-jenis norma dan memahami alasan pentingnya noram dalam kehidupan Bersikap positif terhadap norma 3. (h). Dalam bimbingan klasikal konselor menggunakan metode-metode pembelajaran yang bervariasi. Pengenalan 2. 3. Tindakan Berminat mempelajari arti & tujuan ibadah Melakukan berbagai kegiatan ibadah dengan kemauan sendiri Tugas perkembangan 2 Mengembangkan sikap positif terhadap kehidupan beragama Mengenal keragaman sumber norma yg berlaku di masyarakat Tugas Perkembangan 2.Mempelajari caracara mengekspresikan emosi yg tidak menimbulkan konflik dengan orang lain. Pengenalan Tujuan (Kompetensi) SLTP Mengenal arti dan tujuan ibadah Tujuan (Kompetensi) SLTA Menmpelajari hal ihwal ibadah 2. Tindakan Berprilaku sesuai dengan norma yang dijunjung tinggi dalam masyarakat Tujuan (Kompetensi) SLTA Mengenal keragaman sumber norma sebagai rujukan pengambila keputusan Menghargai keragaman sumber norma sebagai rujukan pengambilan keputusan. 398 . Landasan Perilaku Etis (mencapai Kematangan Berprilaku Etis) Tahap Internalisasi 1. pemalu. Landasan Hidup Religius (mencapai Kematangan dalam Beriman dan Bertaqwa Kpd TYME) Tahap Internalisasi 1. Bimbingan klasikal memberikan kesempatan bagi konselor mengenal bakat-bakat khusus siswa melalui observasi kelas. seni olah raga managerial. Materi Bimbingan Klasikal Tugas perkembangan 1 Tugas Perkembangan 1. egois. dan agresif. antara lain kepemimpinan. menarik dan menyenangkan dan dapat dinilai oleh siswa bersamasama. Dalam bimbingan klasikal juga akan membuka peluang bagi konselor menjaring masalah-masalah siswa secara spesifik seperti kelainan tingkah laku yang muncul pada siswanya seperti siswa yang penakut (phobia).Mempelajari caracara mengelolah emosi (termasuk mengelolah stress).(g). (j)Metode belajar konstekstual yang digunakan konselor dalam bimbingan klasikal memungkinkan siswa akan belajar dan mengalami sendiri bukan pemberian orang Dalam pelaksanaannya mahasiswa harus menguasai beberapa ketrampilan dalam menyampaikan bimbingan klasikal. (i). 1. 2. Akomodasi 3.

4 Tugas perkembangan Tugas Perkembangan 4. Tindakan Berminat untuk lebih memahami keragaman emosi sendiri dan orang lain Dapat mengekspresikan emosi atas dasar pertimbangan kontekstual (norma / budaya).Mempelajari caracara mengekspresikan emosi yang tidak menimbulkan konflik dengan orang lain. 2. terbuka dan tidak menimbulkan konflik.Mengenal cara-cara pemecahan masalah dan pemgambilan keputusan 2.Menyadari akan keragaman alternative keputuasan dan konsekuensi yang dihadapinya. Mencapai Kematangan Intelektual Tahap Internalisasi 1. Pengenalan Tujuan (Kompetensi) SLTP 1. Pengenalan Tujuan (Kompetensi) SLTP Mengenal emosi sendiri dan cara mengekspresikannya secara wajar (tidak kekanak-kanakan / impulsive) Tujuan (Kompetensi) SLTA 1.Mempelajari lebih mendalam ttg caracara belajar yang efektif. Tugas perkembangan 5 399 . 1. Akomodasi 3. 2.Mempelajari caracara mengelola emosi (termasuk mengelola stress). 1.Mengenal cara belajar yang efektif 2.Dapat mengambil keputusan dan pemecahan masalah berdasarkan pertimbangan yanh matang.Tugas perkembangan 3 Tugas Perkembangan 3. Bersikap toleran terhadap ragam ekspresi perasaan diri sendiri dan orang lain Dapat mengekspresikan perasaan dalam caracara yang bebas.Memiliki motif berprestasi dalam belajar.Memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang positif.Mempelajari cara mendalam ttg caracara pengambilan keputusan dan pemecahan masalah secara objektif.Bertanggung jawab atas resiko yang mungkin terjadi. 2. Tindakan Dapat memecahkan masalah dan mengambil keputusan berdasarkan informasi / data secara obyektif Tujuan (Kompetensi) SLTA 1. 2. 2. Mencapai Kematangan Emosi Tahap Internalisasi 1.Berminat untuk berlatih memecahkan masalah 3. 2. Akomodasi 1.

Tindakan Tugas perkembangan 7 400 .Tugas Perkembangan 5. dan motivasi belajarnya) Menerima keadaan diri sendiri secara positif dan realistis Mengkuti kegiatankegiatan yang positif dalam rangka mengembangkan kemampuan dan kepribadiannya. Akomodasi 3. 3. Pengenalan Tujuan (Kompetensi) SLTP Mengenal cara-cara memperoleh hak dan memenuhi kewajiban dalam kehidupan seharihari Mengahargai hak-hak ornag lain dan merasa senang melaksanakan kewajiban yang diembangnya 2. Akomodasi Tujuan (Kompetensi) SLTP Mengenal karakteristik diri sendiri (seperti fisik. seperti sikap altruis. budaya dan agama). dan toleran. dan nilai-nilai keharmonisan hidup (mutual simbiosis). kecerdasan. empati. Baik fisik. 2. Tugas perkembangan Tugas Perkembangan 6. Memiliki Kesadaran Tanggung Jawab Tahap Internalisasi 1. maupun kepribadiannya. kolaboratif. minat. Pengenalan 6 Tujuan (Kompetensi) SLTA Mempelajari kelebihan dirinya. kecerdasan. kooperatif. Mencapai Kematangan Pengembangan Pribadi Tahap Internalisasi 1. Menyadari tentang pentingnya sikap menerima diri sendiri secara positif dan realistis. Melakukan berbagai kegiatan yang positif dalam upaya mengembangkan potensi dirinya. Berinteraksi dengan orang lain atas dasar kesamaan (equity) harkat dan martabat. Tindakan Berinteraksi dengan orang lain atas dasar pertimbangan hak dan kewajiban yang diemban masing-masing Tujuan (Kompetensi) SLTA Mempelajari caracara memperoleh hak dan memenuhi kewajiban dalam kehidupan seharihari. Memiliki sikap-sikap social dalam berinteraksi social dengan orang lain yang bersifat heterogen (multi etnis.

akomodasi 3. dan kompetitif dalam kehidupan sehari-hari. Mencapai Kematangan Hubungan dengan Teman Sebaya. ulet. peluang dan ragam pekerjaan. mencapai kematangan dalam pilihan karier Tahap Internalisasi 1. Tahap Internalisasi 1. Menyadari ttg pentingnya penerapan normanorma dalam bergaul dengan teman sebaya Bergaul dengan teman sebaya atas dasar norma atau etika. dan kompetitif sebagai aset untuk mencapai hidup mandiri. Menampilkan hidup hemat ulet. sungguh-sungguh. Bergaul dengan teman sebaya secara positif dan konstruktif 2. Menyadari ttg pentingnya penerapan norma-norma dalam bergaul denagn teman sebaya. baik ynag bersumber dan agama maupun adat istiadat Tugas perkembangan 8 Tugas Perkembangan 8. Pengenalan Tujuan (Kompetensi) SLTP Mengenal nilai-nilai perilaku hemat. ulet. sungguh-sungguh. Membiasakan diri hidup hemat ulet. sungguh-sungguh. 401 . sungguh2 dan kompetitif atas dasar kesadaran sendiri. Akomodasi 3. Tahap Internalisasi 1. Meneriam nilai-nilai hdup hemat. sungguh-sungguh. dan kompetitif dalam kehidupan sehari-hari. Pengenalan Tujuan (Kompetensi) SLTP Mengenal norma-norma (etika) pergaulan denagn teman sebaya yang beragam latar belakangnya. Menyadari mamfaat berprilaku hemat. pendidikan dan aktivitas yang Tujuan (Kompetensi) SLTA Mempelajari strategi dan peluang untuk berprilaku hemt. T ugas perkembangan Tugas Perkembangan 9. Tindakan Tujuan (Kompetensi) SLTP Mengenal jenis-2 dan karakteristik studi lanjutan (SLTA) dan pekerjaan. dan kompetitif dalam keragaman kehidupan.Tugas Perkembangan 7. Tindakan Tujuan (Kompetensi) SLTA Mempelajari lebih mendalam ttg etika pergaulan dalam berinteraksi dengan teman sebaya (terutama dengan lawan jenis). Pengenalan 9 Tujuan (Kompetensi) SLTA Mempelajari kemampuan diri. ulet. dan kompetitif dalam kehidupan sehari-hari. Perilaku Kewirausahaan (memilki kemandirian Perilaku ekonomi). sungguh-sungguh. ulet. 2.

Organisasi Murid. 7).2. Pengenalan Tujuan (Kompetensi) SLTP Xxx Tujuan (Kompetensi) SLTA Mengena norma-2 atau nilai pernikahan dan berkeluarga Menghargai norma-2 pernikahan dan berkeluarga sebagai landasan bagi terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis Mengekspresikan keinginannya untuk mempelajari lebih intensif ttg norma pernikahan dan berkeluarga. Sosiodrama dan Psikodrama. 9). Jumlah anggota dapat berupa kelompok kecil atau kelompok besar. Akomodasi Xxx 3. Akomodasi 3. 1).kegiatan yang dilakukan dalam home room dilakukan dalam 402 . 8). Mencapai kematangan dalam kesiapan diri untuk menikah dan berkeluarga Tahap Internalisasi 1. Tugas perkembangan Tugas Perkembangan 10. Home Room. 3). Tindakan Xxx 4. Mengidentifikasi ragam alternative studi lanjut atau pekerjaan yang mengandung relevansi dengan kemampuan dan minatnya. 2. dan keterampilan dalam upaya persiapan diri memasuki dunia kerja. Pengajaran Perbaikan. 5). Pengajaran Bimbingan. Teknik-teknik Bimbingan Klasikal Bimbingan Klasikal dapat dilaksanakan dalam berbagai teknik yakni : 1). Home Room Merupakan teknik bimbingan klasikal yang bertujuan agar konselor dapat mengenal murid secara lebih mendalam. 10 terfocus pada pengembangan alternative karier. 2). Kelompok Kerja. Diskusi Kelompok. Pengelompokan dalam home room ini dapat berdasarkan tingkatan kelas yang sama atau gabungan dari berbagai tingkatan kelas. Karya Wisata. 4). Ceramah Bimbingan. Menyadari ttg pentingannya pendidikan untuk memperoleh pengetahuan. sehingga dapat membantunya secara efektif. Mengembangkan alternative perencanaan karier dengan mempertimbangkan. 6). Tindakan Memiliki motivasi untuk mempersiapkan diri dengan mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan studi lanjutan atau pekerjaan yang diminatinya.

tempat tinggal dan jalinan social. Tujuan yang paling utama adalah untuk memecahkan masalah. Bimbingan dilakukan dengan memberikan kegiatan tugas-tugas belajar atau tugas kerja lain. meningkatkan penyesuaian social. membentuk sikap kooperatif dan kompetetif yang sehat. Diskusi Kelompok Diskusi Kelompok merupakan bimbingan kelompok yang dilakukan dalam bentuk kecil antara 5 sampai 10 orang. sehingga bimbingan dapat berfungsi menyalurkan. Bantuan yang diberikan dapat berupa penambahan pelajaran. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kemampuan belajar. jenis kelamin. dan proses bimbingan (menekankan aspek afektif). Pengajaran remedial baru dapat dilakukan setelah diperoleh hasil diagnosis kesulitan belajar secara tepat. sehingga lebih bersifat kuratif 3). Kelompok kerja sebagai alat bimbingan dapat berfungsi mengadaptasikan maupun menyesuaikan . dengan demikian teknik bimbingan ini dapat melayani berbagai masalah. Bimbingan dilakukan dalam kelompok-kelompok yang sudah ada . hubungan konselor diupayakan seperti orang tua dan anak dengan hubungan yang semacam ini diharapkan siswa bebas mencurahkan isi hatinya kepada konselor. masalah yang didiskusikan biasanya telah ditentukan oleh konselor. Sehingga siswa dapat memenuhi criteria keberhasilan minimal yang diharapkan melalui proses interaksi yang berencana. 2). Dengan proses layanan yang seperti ini siswa tidak sekedar mendapat pengetahuan namun ada perubahan sikap dan tingkah laku. kegiatan dapat dilakukan pada jam pelajaran yang diatur secara bijaksana. Diskusi kelompok dapat berfungsi mengadaptasi dan penyesuaian. Konselor masuk kelas memberikan layanan bimbingan sesuai dengan dengan materi layanan pengembangan diri siswa. Ditinjau dari segi fungsinya pengajaran remedial sebagai teknik 403 . menyalurkan bakat dan minat.suasana yang bebas dan menyenangkan siswa dapat mengutarakan perasaannya dan pendapatnya yang tidak dapat diutarakan dalam pertemuan formal. kemampuan. 5). terarah. mengadaptasikan dan menyesuaikan. terkoordinasi terkontrol dengan memperhatikan kesesuaian diri individu dengan lingkungannya. Kelompok Kerja Kelompok kerja dibentuk dengan memperhatikan tingkah laku. terorganisasi. Program home room dapat dilakukan secara periodic atau insidentatal sesuai kebutuhan. latihan-latihan serta penekanan aspekaspek tertentu. waktu yang ditentukan disesuaikan dengan permasalahannya. 4). pengulangan kembali permasalahan yang kurang dikuasai. konselor hendaknya benarbenar dapat memilih topik yang sesuai dengan kebutuhan siswa sehingga semua siswa diharapkan aktif dan berdampak suasana kelas bebas dan terarah. Diskusi ini akan lebih efektif apabila siswa mempunyai pengalaman yang cukup banyak mengenai masalah yang sedang didiskusikan. Dalam pelaksanaanya dapat secara kelompok maupun jumlah yang mengalami kesulitan. Dengan demikian kelompok kerja ini dapat berupa kelompok belajar. Pengajaran remedial diberikan kepada siswa-siswa yang mengalami kesulitan belajar. Yang perlu diperhatikan dalam home room mengubah suasana kelas menjadi suasana rumah. Pengajaran Bimbingan Teknik bimbingan kelompok ini dilakukan pada kelompok siswa yang sudah dibentuk keperluan pengajaran. Bimbingan disini lebih menekankan pada sifat preventif dari pada kuratif. Pembicaraan suatu masalah dalam kelompok sangat berguna karena masing-masing siswa dapat mengambil manfaat dari pengalaman dari gagasan teman. yang kesemuanya akan mengarahkan pada perkembangan siswa. termasuk pemahaman diri akan kemampuannya serta timbul minat dan dorongan untuk belajar (lebih menekankan aspek kognitif). Disamping itu sebagai kelompok kegiatan aktivitas banyak dilakukan diluar jam pelajaran baik sebagai kelompok studi maupun sebagai kelompok kegiatan. baik yang bersifat preventif maupun kuratif. Pengajaran Perbaikan Pengajaran remedial mempunyai makna sebagai upaya guru untuk menciptakan suatu situasi yang memungkinkan individu atau kelompok siswa lebih mampu mengembangkan dirinya seoptimal mungkin. Letak unsur bimbingannya adalah pembentukan sikap belajar. Dalam hal sebagai kelompok studi. Tujuannya dapat berupa mengidentifikasikan masalah serta menghadapi dan memecahkan masalah.

mengadaptasikan dan menyesuaikan. Pengukuran kembali hasil belajar mengajar 8. Sehingga obyek yang dikunjungi sesuai dengan tujuan layanan karir. Pernelaahan kembali kasus 4. Bedanya terletak pada jenisnya cerita yang dimainkan dan tekanan masalah yang hendak diceritakan. Layanan Konseling 6. Ceramah Bimbingan Kegiatan ceramah bimbingan dapat di pakai sebagai teknik bimbingan. Misalnya suatu tema pertentangan antara anak dan orang tua. Pelaksanaan pengajaran remedial 7. Peserta dalam kegiatan ini berasal dari berbagai tingkatan kelas. psikodramanya penyelesaianya pada konflik dan tekanan batin ( problem kejiwaan) oleh sebab itu kedua penyelesaian itu sering disebut “sosio-psikodrama” Sosiodrama sebagai teknik bimbingan tidak terlalu menekankan pada seni acting. Hasil yang diharapkan. tergolong nakal dan sebagainya. penyaluran dorongan yang tertekan serta improvisasi psikis kearah perkembangan. Follow up berupa suatu tugas ( individual maupun kelompok ) dapat berupa diskusi kelompok kecil. sosiodrama penyelesaianya pada hubungan yang tidak harmonis antara anak dan orang tua. Pilihan alternative tindakan 5. Pada sosiodrama menekankan pada masalah social sedangkan psikodrama menekankan pada masalah psikis. Melaui kegiatan drama diharapkan siswa dapat memproyeksikan sikap. perasaan dan pikirannya. Selaras dengan tujuan bimbingan tersebut maka sifat bimbingan lebih pada development dan dapat pula bersifat preventif 404 . penemuan jalan keluar. Antara sosiodrama dan psikodrama mempunyai fungsi dan tujuan yang sama dalam bimbingan. Untuk pemilihan obyek karyawisata yang menarik dan merupakan kebutuhan siswa. Bedanya pada ceramah bimbingan tidak selalu dilaksanakan di dalam kelas. dan akhirnya dilanjutkan dengan evaluasi. Mungkin dikelompokkan pada siswa yang lambat belajar. 6). Teknik bimbingan ini dapat berfungsi menyalurkan dan mengadaptasi sehingga pemberian informasi ini mempunyai tujuan untuk pembentukan sikap dan pengembangan bakat serta minat. Tugas tambahan 10. Diagnostik kesulitan belajar mengajar 2. Karya Wisata Kegiatan karyawisata selain merupakan kegiatan rekreasi atau salah satu metode mengajar dapat pula difungsikan sebagai salah satu teknik bimbingan kelompok. blocking maupun indahnya dialog. Kelompok siswa yang akan diberi ceramah bimbingan tergantung pada tujuan bimbingan. Sosiodrama dan Psikodrama Memainkan peran dalam suatu drama dapat dipakai sebagai alat bimbingan. tapi mengarah pada ekspresi-ekspresi yang spontan. Karyawisata sebagai teknik bimbingan kelompok akan mengarahkan pada perkembangan dan pembentukan sikap siswa. Secara skematis. ide-ide dan pemikiran baru. 7). Teknik ini hampir sama dengan pengajaran bimbingan. sehingga benar-benar dapat berfungsi sebagai alat bimbingan. tetapi dapat dilaksanakan di ruang-ruang besar dalam jumlah yang besar pula. 8). dengan demikian akan timbul dorongan dalam diri siswa untuk mengetahui dan memahami serta mendapat kesempatan mengembangkan bakat atau timbulnya minat dan cita-citayang berkaitan dengan obyek tersebut. Kegiatan karyawisata lebih baik dimanfaatkan untuk kepentingan dalam layanan karir. Rekomendasi / referral 3. Melalui kegiatan karyawisata konselor dapar mengarahkan siswa untuk belajar menyesuaikan diri dalam kehidupan kelompok. Reevaluasi / rediagnostik 9. Ceramah bimbingan ini lebih memberikan kesempatan pada siswa untuk berpendapat dan mendorong untuk aktif serta dapat dilanjutkan dengan follow up. prosedur remedial dapat disajikan sebagai berikut: 1.bimbingan akan berfungsi menyalurkan . Tujuan utama membantu siswa dalam memecahkan masalah kesulitan belajar yang sifatnya korektif dan kuratif.

7. Ciri – ciri / Dapak / akibat 5). Melalui organisasi siswa ini dapat dilaksanakan layanan bimbingan terhadap masalah-masalah yang sifatnya kelompok maupun individual dengan bantuan konselor. PELAKSANAAN. Pengembangan Alat / Media Alat atau Media yang diperegunakan dalam bimbingan klasikal disesuaikan dengan teknik yang akan dipergunakan. kuratif dan development. adalah suatu penjelasan. Terkait dengan tujuan bimbingan tersebut maka teknik bimbingan ini berfungsi mengadaptasi dan menyesuaikan sehingga bimbingan ini mempunyai sifat sebagai preventif. mengembangkan sikap kepemimpinan. 4. 2. PERSIAPAN Perumusan tujuan layanan bimbingan dan konseling Kesesuian tujuan layanan dengan materi bimbingan dan konseling Perencanaan kegiatan siswa dalam layanan bimbingan dan konseling Pemilihan metode / teknik bimbingan dan konseling Rencana evalauasi bimbingan dan konseling B. 1. Apabila dilaksanakan di ruangan maka media yang dipergunakan adalah LCD dengan Power Point dan diselingi potongan film sebagi quis atau film motivasi agar lebih 405 . 2. mengatasi atau mengantisipasi 2). 4. 3. Ketepatan memulai penyajian materi layanan Ketepatan mengembangkan kegiatan siswa dalam mengikuti layanan bimbingan dan konseling Ketrampilan menimbulkan kreativitas siswa dalam mengikuti layanan bimbingan dan konseling Ketrampilan mengembangkan dinamika kelompok siswa dalam mengikuti layanan bimbingan dan konseling Keterampilan membantu siswa dalam mengemukakan masalah Keterampilan menggunakan metode/teknik bimbingan dan konseling Keterampilan menguasai materi bimbingan dan konseling Keterampilan melakukan evaluasi layanan bimbingan dan konseling Jumlah Nilai Nilai Rata . 6. Faktor – factor yang mempengaruhi. Pengertian topic yang dibicarakan/dibahas secara umum atau menurut ahli 3). 5. 8. kerjasama serta tanggung jawab dan harga diri. Upaya – upaya yang dilakukan untuk : Meningkatkan. seperti: OSIS. PMR dan sejenisnya. hal-hal apasaja yang dapat menyebabkan dari diri individu atau luar individu (Intern dan Ekstern) 4). Pramuka. ceritera atau brain storming yang dapat membawa perhatian siswa pada topic yang akan disampaikan dalam bimbingan klasikal 2). Langkah – langkah Bimbingan Klasikal 1). 3. Langkah-langkah Penyusunan Materi Bimbingan Klasikal Agar materi bimbingan klasikal lebih mudah dipahami oleh siswa maka dalam pelaksanaannya dapat diberikan dengan langkah-langkah atau setruktur sebagai berikut. 5. Langkah-langkah Dalam Pelaksanaan Bimbingan Klasikal No 1. Aspek yang dinilai A. 5. Lebih lanjut konselor dapat mengarahkan siswa agar mengenal berbagai aspek kehidupan social.9). 1).rata Nilai 6. Organisasi Siswa Organisasi siswa yang dimaksud adalah organisasi yang ada di sekolah dan di luar sekolah. Pengantar .

bidang social dan bidang karir. mampu mengambil keputusan untuk hidupnya sendiri. Kelompok Kerja. Karya Wisata. Fungsi Preventif atau pencegahan adalah fungsi bimbingan untuk menghindarkan diri dari terjadinya tingkah laku yang tidak diharapkan dan membahayakan dirinya dari orang lain. Organisasi Murid. Diskusi Kelompok. Pengertian 3). Faktor – factor yang mempengaruhi. 3. 4). Tentukan satu topic permasalahan yang anda akan berikan dengan teknik bimbingan klasikal. 4. Pengajaran Perbaikan. RANGKUMAN Bimbingan klasikal adalah bimbingan yang diberikan kepada sejumlah siswa yang tergabung dalam suatu satuan kegiatan pengajaran. Upaya – upaya yang dilakukan untuk : Meningkatkan. 7. Fungsi pemahaman adalah fungsi bimbingan untuk membantu siswa agar memiliki pemahaman terhadap dirinya dan lingkungannya. Sosiodrama dan Psikodrama. 2. 8. Ceramah Bimbingan. 9. mengatasi atau mengantisipasi E. 2. 3. Sebenarnya penulis ingin menyertakan dalam materi ini namun tidak dapat karena filenya terlalu besar. berorientasi pada pengembangan pribadi siswa yang meliputi bidang pembelajaran. dan mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan secara dinamis dan konstruktif. Tujuan bimbingan klasikal adalah membantu individu agar mampu menyesuaikan diri. LATIHAN 1. 6. penyaluran. Ciri – ciri / Dapak / akibat 5). D. mampu menerima support atau dapat memberikan support pada temantemannya. adaptasi dan penyesuaian. mampu beradaptasi dalam kelompok. Pengajaran Bimbingan. Agar materi bimbingan klasikal lebih mudah dipahami oleh siswa maka dalam pelaksanaannya dapat diberikan dengan langkah-langkah sebagai berikut. Pengantar . oleh sebab itu peserta PLPG saya persilahkan berlatih mengunduh sendiri di Youtube sesuai dengan kebutuhan dan topic permasalahan. 5. Bimbingan Klasikal dapat dilaksanakan dalam berbagai teknik yakni : 1. sehingga mampu mengembangkan potensi diri secara optimal. Home Room. Buatlah Satlan atau persiapan lengkap dengan Materi bimbingan klasikal sesuai dengan Langkah-langkah bimbingan klasikal. Praktekan layanan tersebut sesuai dengan langkah-langkah pelaksanaan bimbingan klasikal 406 . Bimbingan klasikal adalah bimbingan yang beorientasi pada kelompok siswa dalam jumlah yang cukup besar 30 – 40 orang siswa (satu kelas). 1).menarik dan tidak membosankan siswa yang dapat diunduh di Youtube sesuai dengan topic yang sedang dibahas. 2). Fungsi bimbingan klasikal meliputi preventif dan pemahaman.

W. Jakarta : Dirjen Dikasmes.S dan Sri Hastuti.M 2006. Winkel. 2008. Bimbingan dan Konseling Pola 17. Siwabessy. Penataan Pendidikan Profesional Konselor dan Layanan Bimbingan dan Konseling dalam jalur Pendidikan Formal . Kapita Selekta Pendidikan Dasar. Louise B dan Sri Hastioeti. 2003. 2007. Yogyakarta : UCY Press. Bandung Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia dan Remaja Rosdakarya.DAFTAR PUSTAKA Depdiknas. 2003. Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Sistem Pendidikan Nasional. 407 . Tahun 2003. Jakarta: jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia Surya. Hibana S. Muhammad. Yogyakarta: Media Abadi Yusuf Nurihsan. 2008. Landasan Bimbingan dan Konseling. Bahan Ajar Setifikasi Guru Bimbingan dan Konseling dalam jabatan melaui Jalur Pendidikan : Praktek Bimbingan Klasikal. UU NO 20. Jakarta: Derpdiknas Rahman. M. Jakarta : Universitas Terbuka.

pemahaman dan kuratif d. Preventif dan Pemahaman c. Bimbingan Klasikal d. Pengajaran perbaikan c. D 3. Konselor dan guru c. Home Room d. Karya Wisata c. Guru d. B 4. Kelompok Kerja 5. Siapa saja boleh 7. Bimbingan dan konserling b. Permasalahan Individu d. Bimbingan kelompok d. Kuratif 4. Bimbingan Karir c. Topik Bimbingan yang tepat diberikan secara klasikal adalah a. Preventif / Pencegahan b. C 2. C 5. Bimbingan Klasikal adalah bimbingan yang diberikan kepada sejumlah siswa yang tergabung dalam suatu satuan kegiatan pengajaran. Bimbingan Kelompok c. Bimbingan Individual b. Infomasi yang disampaikan dapat menyangkau siswa sekelas dapat menerima informasi yang sama dari konselor dapat meminimalkan pemahaman yang keliru adalah salah satu keunggulan dari: a. Diskusi kelompok b. Konselor b. Salah satu teknik dalam bimbingan klasikal yang mengubah suasana rumah agar siswa bebas mencurahkan isi hati adalah : a. Permasalahan yang sedang aktual KUNCI JAWABAN 1. Permasalahan yang secara umum dimilki oleh siswa c. Belajar Kelompok 6. Diskusi kelompok d. A 7. Preventif.PRE TES PLPG TH 2011 ( Mata Latih Bimbingan Klasikal ) Soal – soal : 1. Yang kompeten dalam layanan tsb adalah : a. Bimbingan dan konseling b. Bimbingan yang diberikan kepada sejumlah siswa yang tergabung dalam suatu satuan pengajaran adalah : a. Bantuan yang diberikan kepada siswa yang mengalami kesulitan belajar yang bertujuan untuk memperbaiki prestasi siswa adalah: a. Bimbingan Klasikal 3. B 408 . Bimbingan dan Konseling 2. Sumua permasalahan b. B 6. Fungsi Layanan Bimbingan Klasikal adsala: a.

dan dapat memanfaatkan semaksimal mungkin agar pelayanan bimbingan dan konseling semakin maksimal. karena dalam kegiatannya seorang konselor hendaknya mampu merancang. Pelayanan bimbingan dan konseling akan berjalan lebih baik dan menyenangkan apabila disertai dengan pemanfaatan media bimbingan dan konseling yang baik. Bab IV Manfaat Penggunaan Media Bimbingan dan Konseling 5. Oleh karena itu dalam penggunaan media bimbingan dan konseling seorang konselor perlu memperhatikan berbagai hal sebagai berikut ini: (a) analisis kebutuhan/permasalahan siswa (b) penentuan tujuan yang akan dicapai (c) analisis situasi dan kondisi sekolah (d) penentuan jenis kegiatan yang akan dilakukan (e) penentuan personel-personel yang akan menggunakan.BAB I PENDAHULUAN A. Petunjuk Belajar Agar peserta kuliah atau pelatihan dapat mengikuti kegiatan ini dengan lancar dan baik maka perlu diperhatikan beberapa petunjuk belajar sebagai berikut: 1. menengah maupun jangka panjang. Modul pengembangan media bimbingan dan konseling merupakan salah satu kompetensi dasar yang harus dikuasai oleh konselor. terarah dan sistematis. efektif. 3. dan (i) waktu dan tempat untuk digunakannya media bimbingan dan konseling. 2. dan mengevaluasi efektivitas penggunaan media dalam pelayanan bimbingan dan konseling. Bab III Jenis-Jenis Media Bimbingan dan Konseling 4. pemahaman individu teknik non tes. Deskripsi Modul pengembangan media bimbingan dan konseling dimaksudkan sebagai salah satu panduan kinerja guru bimbingan dan konseling atau konselor untuk memanfaatkan dan mengefektifkan media dalam pelayanan bimbingan dan konseling yang meliputi pengertian. dan seterusnya. Bab VI Mengembangkan Media Bimbingan dan Konseling B. Prasyarat Untuk mengikuti Buku Ajar media bimbingan dan konseling ini peserta pelatihan harus sudah menempuh dan lulus mata kuliah dasar-dasar bimbingan konseling. jenis media. Bab. Selanjutnya semua kegiatan yang telah dilaksanakan dievaluasi baik dalam jangka pendek.II Pengertian Media Bimbingan dan Konseling 3. Penggunaan media bimbingan dan konseling perlu disadari bahwa berbeda dengan guru bidang studi lain karena sifat tugasnya. Dalam Buku Ajar media BK ini akan dibahas beberapa bab yaitu: 1. Bab. Kerjakan soal-soal latihan dan cocokkanlah dengan kunci jawaban dan apabila hasil pekerjaan saudara sudah mecapai 75% maka saudara diperbolehkan melanjutkan pada kegiatan belajar selanjutnya. Di dalam melaksanakan tugasnya. 6. dan belajar dan pembelajaran. dan efisien. (g) mengantisipasi kemungkinan hambatan dalam penggunaan media bimbingan dan konseling. seorang konselor perlu menengenal berbagai jenis media. menggunakan. dan efisien. C. I Pendahuluan 2. manfaat. Bab V Kerugian Penggunaan Media Bimbingan dan Konseling. maka konselor hendaknya mampu mengalokasikan kegiatan yang ada di dalam kelas dan di luar kelas dengan media yang dapat mendukung kegiatan dimaksud sehingga kegiatan berjalan dengan baik dan dapat mencapai tujuan yang telah ditentukan. Mengapa. kerugian penggunaan media. dan pada gilirannya akan memberikan kesan bahwa konselor bekerja secara profesional dan cakap. Melalui perencanaan yang baik akan memperoleh kejelasan arah penggunaan media bimbingan dan konseling dan memudahkan untuk mengontrol kegiatan yang dilaksanakan. (f) perkiraaan biaya yang dimiliki sekolah. Bertindak sejujur mungkin sehingga saudara dapat mengetahui secara persis dimana posisi saudara dalam penguaaan modul tersebut. landasan BK. dan tidak gagap teknologi. efektif. Hal ini merupakan manifestasi dan akumulasi kinerja konselor. 409 . Bacalah setiap kegiatan belajar dengan teliti dan buatlah rangkuman setiap selesai mempelajari materi tersebut.

4 Memahami manfaat media dalam pelayanan BK 1.2 Memahami konsep dasar media BK 1.6 Mengembangkan media dalam pelayanan BK.5 Memahami kerugian dalam penggunaan media dalam pelayanan BK 1.6 Mengembangkan media dalam pelayanan BK. Kompetensi dan indikator Standar Kompetensi: 1.5 Menjelaskan kerugian dalam penggunaan media dalam pelayanan BK 1. 2.1 Menjelaskan pengertian media dalam pelayanan bimbingan dan konseling 1. Mengembangkan media bimbingan dan konseling .D.4 Menjelaskan manfaat media dalam pelayanan BK 1.3 Memahami jenis-jenis media BK 1. Memahami konsep media bimbingan dan konseling (BK) di sekolah.1 Memahami pengertian media dalam pelayanan bimbingan dan konseling 1. Indikator Pencapaian Kompetensi: 1.3 Menjelaskan jenis-jenis media BK 1. Kompetensi Dasar: 1. 410 .2 Menjelaskan konsep dasar media BK 1.

Sejalan dengan perkembangan IPTEK penggunaan media. Uraian Materi Media berasal dari bahasa latin merupakan bentuk jamak dari “Medium” yang secara harfiah berarti “Perantara” atau “Pengantar” yaitu perantara atau pengantar sumber pesan dengan penerima pesan. konsep dan aturan 4 = Prosedur belajar 5= Penyampaian keterampilan persepsi motorik T= Tinggi 411 . Allen mengemukakan tentang hubungan antara media dengan tujuan pembelajaran/bimbingan.Dapat menjelaskan pengertian media bimbingan dan konseling b. Kompetensi dan Indikator: . audial. namun dapat meramu semua jenis media yang bersifat interaktif.BAB II PENGERTIAN MEDIA BIMBINGAN DAN KONSELING a.Memahami pengertian media bimbingan dan konseling . projected still media maupun projected motion media bisa dilakukan secara bersama dan serempak melalui satu alat saja yang disebut Multi Media. Contoh : dewasa ini penggunaan komputer tidak hanya bersifat projected motion media. Schramm (1977) mengemukakan bahwa media pembelajaran/bimbingan adalah teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran/bimbingan. Beberapa ahli memberikan definisi tentang media pembelajaran/bimbingan. baik yang bersifat visual. sebagaimana terlihat dalam tabel di bawah ini : Jenis Media 1 2 3 4 5 6 Gambar Diam Gambar Hidup Televisi Obyek Tiga Dimensi Rekaman Audio Programmed Instruction Demonstrasi Buku teks tercetak S S S R S S R S T T S T R S S R S T T R R S R S S T S R S T T S R S R R R R S R R S S R S S S S Keterangan : R = Rendah S = Sedang 1 = Belajar Informasi faktual 2 = Belajar pengenalan visual 3 = Belajar prinsip.

disebutkan bahwa media adalah bentuk perantara dalam berbagai jenis kegiatan berkomunikasi. Definisi tersebut mengarahkan kita untuk menarik suatu simpulan bahwa media adalah segala jenis (benda) perantara yang dapat menyalurkan informasi dari sumber informasi kepada orang yang membutuhkan informasi. maka media ini dapat berupa koran. Sebagai perantara. radio. Latihan: Identifikasi segala peralatan. konselor/guru pembimbing mengalami masalah untuk memberikan pengertian kepada siswa tentang satu pokok bahasan. maka media bimbingan ini akan disesuaikan dengan karakteristik masing-masing materi bimbingan dan konseling yang akan disajikan juga memperhatikan karakteristik siswa. atau melalui perantara yang disebut sebagai media. Tes Formatif. Lebih singkatnya. Dalam arti bahwa konselor/guru pembimbing hanya sebatas menjelaskan atau memberi ceramah kepada siswa. Suyitno (1997) menyatakan bahwa media bimbingan dan konseling adalah suatu peralatan baik berupa perangkat lunak maupun perangkat keras yang berfungsi sebagai alat bantu bimbingan dan alat bantu mengajar. yaitu medium yang memiliki arti perantara. Keterbatasan metode ini akan membuat siswa merasa cepat bosan walaupun materi yang diberikan oleh konselor/guru pembimbing sebenarnya sangat menarik.MEDIA ----------------Penerima Informasi Lebih lanjut. Jelaskan pengertian media dalam pelayanan bimbingan dan konseling! 412 .6 = Mengembangkan sikap. dkk. c. Dimana kesenjangan ini muncul mungkin akibat materi bimbingan dan konseling yang diberikan kepada siswa kurang menarik atau mungkin media yang dipergunakan tidak sesuai dengan karakteristik materi bimbingan dan konseling yang diberikan. Hal ini menunjukkan bahwa konselor/guru pembimbing sebagai sumber informasi memiliki kebutuhan untuk menyampaikan informasi (materi bimbingan dan konseling) kepada siswa sebagai penerima informasi. 2002) menyatakan bahwa media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar dan atau menerima layanan bimbingan dan konseling. Dalam Dictionary of Education. bahan. televisi bahkan komputer. Istilah media berasal dari bahasa latin.Seringkali konselor/guru pembimbing menyampaikan materi bimbingan dan konseling kepada siswa hanya dengan mempergunakan cara-cara yang “kuno”. 2002) menyatakan bahwa media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar dan atau menerima layanan bimbingan dan konseling. opini dan motivasi Seringkali kita temui dalam kegiatan layanan bimbingan dan konseling di kelas. Sadiman (2002) menyatakan bahwa kegiatan belajar dan kegiatan layanan bimbingan dan konseling di kelas pada dasarnya adalah proses komunikasi. Penyampaian informasi ini dapat melalui cara-cara biasa seperti berbicara kepada siswa. dalam kegiatan layanan bimbingan dan konseling dikenal pula istilah media bimbingan dan konseling. Lebih lanjut. dapat disajikan pada gambar sebagai berikut: Sumber Informasi --------------. 1. tetapi siswa tidak dengan segera dapat menjelaskan pokok bahasan tersebut. Konselor/guru pembimbing mengeluh karena sudah seringkali diulang. Kasus ini mengindikasikan bahwa dalam proses komunikasi antara konselor/guru pembimbing dan siswa terdapat kesenjangan. pengalaman. Gagne (dalam Sadiman. Briggs (dalam Sadiman. dkk. dan atau dianggap sebagai media bimbingan dan konseling! kondisi yang dapat d. Sebagai alat bantu dalam kegiatan layanan bimbingan dan konseling.

model. dan Overhead Projector (OHP) dan obyek-obyek nyata. Laboran CAI (Pembelajaran berbantuan komputer). Sedangkan media lain seperti kaset audio. Film bingkai (slide) Film bingkai (slide) bersuara Film bisu Audio Visual gerak. papan bimbingan. Beberapa media yang dimaksud adalah buku/majalah/surat kabar. Mulai yang paling kecil sederhana dan murah hingga media yang canggih dan mahal harganya. gambar Kaset audio yang dilengkapi bahan tertulis Overhead transparansi (OHP). CBI (Pembelajaran berbasis komputer) VIII Obyek fisik IX Manusia dan lingkungan X Komputer Saat ini. Anderson (1976) mengelompokkan media menjadi 10 golongan sbb : No I II III IV V VI VII Golongan Media Audio Cetak Audio-cetak Proyeksi visual diam Proyeksi Audio visual diam Visual gerak Contoh dalam Pembelajaran Kaset audio.BAB III JENIS-JENIS MEDIA BIMBINGAN DAN KONSELING a. Makanya di rumah saklit justeru banyak penjenguk pasien di saat besuk tidak memberikan uang atau membawakan buah tangan berupa kue atau roti tetapi membawakan majalah atau koran yang berisi artikel/tulisan yang berhubungan dengan sakit si klien/pasien. Pada pembahasan ini. media komunikasi yang dimaksud adalah media untuk membantu pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah. siaran radio. film gerak bersuara. Uraian materi Media bimbingan dan konseling banyak sekali jenis dan macamnya. program pembelajaran komputer masih jarang digunakan meskipun sebenarnya sudah tidak asing lagi bagi sebagian besar guru pembimbing/konselor. Majalah seringkali digunakan oleh guru pembimbing/konselor sebagai biblioterapi apabila klien sedang sakit dan dengan membaca klien mendapatkan pemahaman cara mengatasi sakitnya karena dengan membaca majalah tersebut. Kompetensi dan Indikator Memahami Jenis-jenis media bimbingan dan konseling Dapat menjelaskan jenis-jenis media bimbingan dan konseling b. selain itu banyak juga sekolah yang telah memanfaatkan jenis media lain gambar. video. modul. ada pula media yang secara khusus sengaja dirancang untuk keperluan pelayanan bimbingan dan konseling. video/VCD. 1. Buku/majalah/surat kabar: Buku/majalah/surat kabar adalah media yang sangat mudah di dapat dan praktis penggunaannya. komputer (internet). leaflet. telepon Buku pelajaran. Meskipun media banyak ragamnya. dan adapula media yang diproduksi pabrik. telepon/handphone. Pustakawan. VCD. 413 . namun kenyataannya tidak banyak jenis media yang biasa digunakan oleh guru pembimbing/konselor di sekolah. Ada media yang dapat dibuat oleh guru pembimbing/konselor sendiri. Buku berisi segenap informasi yang bisa digunakan guru pembimbing/konselor untuk menyampaikan mteri bimbingan dalam layanan informasi. Ada media yang sudah tersedia di lingkungan yang langsung dapat kita manfaatkan. slide (film bingkai). specimen Guru pembimbing/konselor. CD. kotak masalah. Beberapa media yang paling akrab dan hampir semua sekolah memanfaatkan adalah media cetak (buku). dengan cepatnya teknologi komunikasi maka semakin banyak pula media komunikasi yang muncul. televisi Benda nyata. peralatan audio seperti tape recorder dan peralatan visual seperti VCD/DVD. model. brosur.

Papan bimbingan ini seringkali menjadi tempat semua siswa mendapatkan dan bahkan mencari informasi berkaitan dengan informasi belajar. Guru pembimbing/konselor mempersilakan siswa untuk memberikan informasi seluas-luasnya selama itu berguna bagi perkembangan dan membuka wawasan siswa lainnya yang sebelumnya melalui pembimbingan/seizing guru pembimbing/konselor. Jadi tidak selamanya guru pembimbing. gagasan dan ide bagi siswa dan semua warga sekolah selama hal tersebut demi pertumbuhan dan perkembangan siswa. dan selanjutnya mengangkat dan membahas topic dan atau menganalisis kasus tersebut ke dalam bimbingan kelompok.konselor sekolah sibuk dan repot mencari data/informasi sendiri dan selanjutnya ditempel pada papan bimbingan. namun disadari bahwa siswa juga memiliki kemampuan luar biasa mencari informasi penting melalui internet yang dapat disebarluaskan kepada teman-temannya di sekolah melalui papan bimbingan. dipajang dengan menarik. Siswa yang bermasalah tidak ingin diketahui oleh banyak orang apabila dirinya diketahui memiliki masalah. Mengingat begitu pentingnya papan bimbingan bagi siswa maka menuntut para guru pembimbing/konselor untuk senantiasa menyajikan informasi yang up to date. dan studi lanjut. dan sangat familier bagi huru. Kondisi yang terjadi selama ini menurut pengamatan penulis tampaknya kotak masalahpun sering belum diminati siswa untuk memulai langkah awal mendapatkan pelayanan konseling. dan memberikan rasa kurang nyaman bagi siswa sehingga tidak akan menggerakkan minat siswa untuk memanfaatkannya. Suatu saat kotak masalah dibuka guru pembimbing/konselor ternyata ada surat yang ternyata berupa keluhan bahwa siswa ingin mendapatkan bantuan konseling karena beratnya masalah yang dihadapi tertanggal 2 414 . Dengan demikian begitu mudah kan sebenarnya memberikan pelayanan bimbingan dan konseling dengan media ini? 3. maka konselor berupaya bagaimana kotak masalah itu ada suratnya seperti seorang pengelola/pegawai pos yang merasa sedih karena kotak posnya tidak ada suratnya sehingga penghasilannya menurun. dan lebih bersahabat untuk mengajak siswa merasa ingin mendapatkan pelayanan mengatasi masalahnya. dan atau konseling kelompok. Celakanya kotak masalah ini sepertinya hanya kotak PPPK yang hanya dipajang dan tidak dibuka apabila tidak ada korban atau yang membutuhkan. Papan bimbingan merupakan media untuk memberikan informasi. pribadi. menggunakan bahasa lugas tetapi mengenai sasaran. bahkan pencerahan spiritual untuk meningkatkan kadar keimanan dan pendidikan moral/akhlak mulia siswa. Kotak Masalah Banyak dijumpai kasus tidak semudah orang berbicara bahwa mengungkapkan masalah secara langsung itu mudah dan sangat gampang. sangat efektif dilihat banyak siswa. karir/peluang kerja. imbauan. Begitu pula dengan kotak masalah yang senantiasa kosong sehingga konselor malas membuka dan sampai akhirnya menjadi terlupakan membuka kotak masalah itu berbulan-bulan karena dianggapnya paling-paling tidak ada surat sebagai ungkapan masalah siswa. Sampai saat ini siswa masih takut atau mungkin masih malu karena berperasaan kalau dirinya orang bermasalah dan atau berkasus. mudah pengadaannya. tidak memerlukan perawatan khusus. Kotak masalah harus sering dibuka. social. Seringkali dijumpai siswa apabila ditanya apakah dia memiliki masalah maka silakan datang ke guru pembimbing/konselor. atau “kotak konseling” yang pasti berkonotasi positif. 2. Siswa mungkin akan lebih mudah menyampaikan perasaannya melalui bahasa tulis dan disampaikan melalui kotak masalah. karir. Mestinya kotak masalah tidak seperti kotak PPPK. Papan Bimbingan Papan bimbingan merupakan media bimbingan dan konseling yang sangat murah. Dengan demikian fungsi guru pembimbing/konselor hanya memotivasi siswa memanfaatkan semaksimal mungkin papan bimbingan baik untuk menerima informasi maupun memberikan sumbangan informasi pada bidang belajar. syukur setiap hari. Apabila tidak ada suratnya. menuangkan kreativitas.Koran dapat dipakai guru pembimbing/konselor untuk menyelenggarakan bimbingan kelompok/konseling kelompok dengan membacakan suatu kasus/masalah hangat yang sedang terjadi di masyarakat. Saya menyarankan penyebutan ‘kotak masalah’ diganti dengan “kotak curhat”. Mengapa demikian? Menurut hemat penulis karena pengistilahan ‘kotak masalah’ itu sendiri memiliki konotasi negatif. konselor. maupun kehidupan berkeagamaan/akhlak mulia. seperti kotak surat yang terdapat di depan kantor pos. maupun siswa.

Betapa dosanya guru pembimbing/konselor dengan peristiwa ini karena telah membuat siswa merana berhari-hari bahkan berminggu-minggu karena tidak mendapatkan pelayanan konseling dari guru pembimbing/konselor. Sebagai contoh adalah perkembangan prosessor sebagai otak dalam sebuah komputer mulai dari Intel Pentium 1 sampai dengan Pentium 4. Sekarang ini telepon sudah banyak ditinggalkan karena kekurangpraktisannya dan diganti dengan telepon tangan/genggam (handphone) karena jarak jangkaunya yang luas. Melalui cara ini dirasakan kerahasiaan klien sangat terjamin dan memberikan bantuan yang sangat segera. membuat blog. email. dapat dibawa ke manapun sehingga sangat memiliki kepraktisan dan kemudahan yang sangat luar biasa. Dengan computer dapat menyajikan peristiwa yang direkam dan ditayangkan di dalam kelas. Peralatan Audio Perkembangan peralatan audio saat ini juga mengalami perkembangan yang pesat. saat ini sudah muncul Centrino bahkan Centrino Duo Core. Klien yang sedang kalut saat malam hari misalnya dan sangat ingin mencurahkan perasaannya dan kekalutannya (situasi kritis) bisa mendapatkan layanan konseling lewat telepon. Seringkali telepon sangat membantu klien dalam keadaan darurat yang memberikan sifat pencegahan dan bahkan pengentasan terhadap masalah klien. Komputer/Internet Perkembangan perangkat komputer saat ini mengalami kemajuan yang sangat pesat. kurva perkembangan siswa. 6. mungkin bentuk dan desainnya yang tidak menarik. dapat menampilkan gambar data dengan grafik. Perubahan di masyarakat yang semakin cepat pada akhirnya menuntut perkembangan teknologi komputer yang semakin canggih. telah muncul pula AMD 690. peletakkannya yang tidak pas sepeerti terlalu tinggi atau terlalu rendah. Ada apa dengan kotak masalah yang masih kosong? Barangkali itu terjadi karena siswa sudah tidak percaya lagi kalau kotak masalah akan dibuka (seperti diuraikan dalam kasus di atas). Telepon memiliki keterbatasan karena hanya dapat digunakan pada saat pembimbimbing/konselor berada di sekolah dan atau di rumah (bagi yang memiliki telepon rumah). Dengan demikian guru pembimbing/konselor harus bertindak seperti pegawai kantor pos. atau yang lainnya. Belum lagi sebagian orang berpikir kehebatan Centrino Duo Core. Hampir setiap bulan muncul genre-genre baru dalam dunia komputer. Peralatan audio yang di pergunakan dalam proses bimbingan dan konseling seperti tape recorder. dan tidak strategis.bulan yang lalu. namun bisa terjadi pengistilahan yang kurang tepat tentang ‘kotak masalah’.Pesatnya perkembangan teknologi komputer ini memang sebagai jawaban untuk akses data atau informasi. Konselor baru kecewa karena ternyata ada siswanya yang memerlukan pelayanan konseling segera tetapi sudah lewat dan tidak bisa diulang kembali. Dengen komputer dan akses internet siswa maupun guru pembimbing/konselor dapat belajar dan mengajari siswa bagaimana melakukan konseling jarak jauh. Saat mengolah data tes dan membutuhkan analisis secara cepat dan akurat dapat digunakan komputer sehingga pekerjaan konselor sangat dibantu dan sangat efektif dan efisien. 415 . 5. Di dalam pelayanan bimbingan dan konseling computer sangat membantu tugas guru pembimbing/konselor untuk membuat power point dengan berbagai artistiknya saat menayangkan materi bimbingan dan konseling di kelas sehingga penyajian lebih hidup dan menarik. yaitu merasa sedih apabila kotak masalahnya tidak ada satu suratpun yang masuk setelah satu minggu dibuka yang terakhir karena kita meyakini bahwa setiap hari dengan sekian ratus siswa pasti siswa-siswa memiliki masalahnya masing-masing. Merupakan kewajiban guru pembimbing/konselor untuk bertanggungjawab mengelola dan memanfaatkan kotak masalah setelah berani memasangnya. Penggunaan tape recorder ini antara lain adalah untuk merekam sesi konseling dan memutar kembali hasil-hasil yang diperoleh selama sesi konseling. sehingga pada akhirnya prosesor yang ada juga semakin cepat. facebook untuk komunikasi yang lebih intens dan mendalam dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling. diagram. Saat ini dibutuhkan akses data yang cepat. Sebagian orang belum bisa menikmati kecanggihan Prosesor Pentium 4. 4. Telepon dan handphone Telepon sebagai media komunikasi sebenarnya sangat bisa digunakan konselor di dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling.

Tape recorder membutuhkan kaset untuk bisa melakukan tindakan perekaman. bermaksud mendemosntrasikannya seperti halnya pada kuliah tentang media. Teknologi multi media yang berkembang saat ini sudah demikian canggihnya. Jadi dasar pertimbangan untuk memilih media sangatlah sederhana. Peralatan visual yang sering kita jumpai antara lain adalah video player atau CD player. Penggunaan video player ini tidak akan bisa lepas dari keberadaan sebuah disc atau keping VCD/DVD. Bahkan seringkali dijumpai mutu gambar yang tidak bagus dan bahkan mudah rusak. Pemilihan Media Pembelajaran Beberapa penyebab orang memilih media antara lain adalah : a. Tetapi selanjutnya berkembang juga sebagai alat entertainment. alat MP3 atau MP4 seukuran sebuah spidol atau ballpoint. Peralatan Visual Alat visual dapat bermacam-macam ragamnya seperti video player dan VCD/DVD player. Hanya saja. sehingga dipandang tidak praktis. Saat ini peralatan komputer yang dijumpai di pasaran pun sudah mempergunakan teknologi multi media. karena dalam proses produksinya membutuhkan tahapan-tahapan yang panjang. Dengan kata lain. Use It!” 416 . Pada dasarnya alat ini berfungsi sebagai player. Connell (1974) mengatakan bila media itu sesuai pakailah “If The Medium Fits. kelompok maupun bimbingan klasikal sehingga pengalaman belajar siswa/mahasiswa semakin lebih nyata dan membekas. yaitu memenuhi kebutuhan atau mencapai tujuan yang diinginkan atau tidak. sehingga sehingga seringkali konsumen bingun untuk memilih teknologi apa yang akan dibeli. mulai dari mengolah data sampai dengan memproduksi sebuah tayangan video yang baik Di dalam pembelajaran dan atau perkuliahan alat ini sangat membantu konselor atau dosen di dalam memberikan contoh melaksanakan konseling dan atau bimbingan yang diharapkan baik konseling perorangan. c. dan d. pengoperasian VCD/DVD ke player akan semakin mudah. Mulai dari merekam gambar sampai dengan menampilkan gambar. Perkembangan teknologi informasi saat ini. Saat ini telah berkembang alat perekam (handycam) yang secara langsung dapat merekam gambar langsung ke dalam keping VCD/DVD. Pada awalnya. kelompok maupun bimbingan klasikal. Sebagai sebuah player. Dengan kecanggihan teknologi yang ada saat ini. Kaset memiliki pita magnetik yang berfungsi untuk menyimpan data atau informasi percakapan. Hal ini pada akhirnya memunculkan perangkat-perangkat multi media. Secara visual siswa dan atau mahasiswa dapat memberikan feedback pelaksanaan konseling perorangan. selain itu kaset yang dipergunakan juga relatif besar. Komputer saat ini hampir bisa dipergunakan untuk membantu segala macam permasalahan manusia. Terlebih. Video player dulu merupakan peralatan yang lumayan banyak dipergunakan orang. Mc. Seringkali kita jumpai. penggunaan peralatan visual adalah dengan mempergunakan projector. Untuk menghasilkan sebuah hasil rekaman yang baik. Ukuran MP3 dan MP4 saat ini amat kecil jika dibandingkan dengan sebuah mini tape recorder biasa. Peralatan ini banyak dijumpai karena memiliki tingkat pengoperasian yang mudah dan memiliki harga yang relatif murah. merasa bahwa media dapat berbuat lebih dari yang bisa dilakukannya. kelompok maupun bimbingan klasikal. hasil rekaman seringkali tidak begitu jernih. ingin memberi gambaran atau penjelasan yang lebih kongkrit. maka alat ini dapat memainkan musik dan dapat dipergunakan untuk merekam suara. pada akhirnya bertujuan untuk memudahkan konsumen menikmati hiburan antau informasi dengan efisien. Penggunaan proyektor ini dipandang tidak efisien. Alat ini disebut MP3 dan MP4. Di dalam pembelajaran dan atau perkuliahan alat ini sangat membantu konselor atau dosen di dalam memberikan contoh melaksanakan konseling dan atau bimbingan yang diharapkan baik konseling perorangan. dibutuhkan kamera perekam yang lumayan besar dan berat. merasa sudah akrab dengan media tersebut. Saat ini telah berkembang alat perekam yang tidak membutuhkan pita perekam. Dulu. komputer hanya dipergunakan sebagai alat pengolah data saja. proses perekaman gambar tidak perlu mempergunakan perangkat yang bermacam-macam. Sehingga lambat laun peralatan ini mulai ditinggalkan. 7. dimana di dalam alat ini terdapat sebuah mini harddisk yang memiliki kapasitas sampai dengan 4 Gb. saat ini sudah banyak ditinggalkan karena proses produksinya tertalu berbelit. b.

berbagai kondisi dan prinsip-prinsip psikologi yang perlu mendapat pertimbangan dalam pemilihan dan penggunaan media khususnya dalam bimbingan dan konseling adalah sebagai berikut : 1. Organisasi isi 5. Jelaskan cara memotivasi siswa untuk memanfaatkan computer dan internet dalam pengembangan dirinya? 417 . Tes Formatif: 1. Penguatan (reinforcement) 9. Bagaimanakah upaya agar kotak masalah dapat digunakan sebagai media BK yang efektif dan efisien? 4. Latihan dan pengulangan 10. Persiapan sebelum belajar 6. Perbedaan individual 3. Emosi 7. Motivasi 2. Tujuan pembelajaran 4. Bagaimanakah cara mengelola papan bimbingan yang baik? Jelaskan! 3.Dari segi teori belajar. Latihan: Temu dan Kenali semua benda yang dapat dijadikan media dalam pelayanan bimbingan dan konseling! d. Penerapan. c. Latihan dan pengulangan 11. Partisipasi Umpan balik 8. Sebutkan dan temukan jenis-jenis media bimbingan dan konseling! 2.

dan lingkungan pelayanan BK yang ditata dan diciptakan oleh guru pembimbing/konselor. dalam Pelling 2002. sehingga kelas akan menjadi lebih menarik. dapat dipergunakan pula software seperti microsoft power point. Pelling (2002) menyatakan bahwa penggunaan komputer (internet) dapat dipergunakan untuk membantu siswa dalam proses pilihan karir sampai pada tahap pengambilan keputusan pilihan karir. Bimbingan dan konseling sebagai usaha bantuan kepada siswa. informasi yang didapat tidak sebatas pada konselor/guru pembimbing saja. Sampsons (2000) mengungkapkan bahwa fasilitas di internet dapat dapat dipergunakan untuk melakukan testing bagi siswa. meskipun masih ada berbagai aspek lain yang harus diperhatikan dalam memilih media. kondisi. Kompetensi dan Indikator: .Memahami manfaat penggunaan media dalam pelayanan BK . antara lain tujuan pelayanan BK. Hal ini sangat memungkinkan. Tidak akan memunculkan kebosanan. 3. maka siswa akan dapat melihat banyak informasi atau data yang dibutuhkan untuk menentukan pilihan studi lanjut atau pilihan karirnya. 5. Hampir seluruh sisi kehidupan kita bergantung pada kecanggihan teknologi. 2.BAB IV MANFAAT PENGGUNAAN MEDIA DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING a. Akan memunculkan respon yang positif terhadap penggunaan email. 4. Tidak dapat disangkal bahwa saat ini kita hidup dalam dunia teknologi. Akan meningkatkan kreativitas. tetapi sampai di rumah-rumah. saat ini telah mengalami perubahan-perubahan yang sangat cepat. tetapi bisa sampai masing-masing program studi dan bahkan sampai pada kurikulum yang dipergunakan oleh masing-masing program studi. pendampingan konselor sekolah dalam hal ini sangat diperlukan. Data-data yang didapat melalui internet. Komputer merupakan salah satu media yang dapat dipergunakan oleh konselor dalam proses konseling. 6.Mampu menjelaskan manfaat penggunaan media dalam pelayanan BK b. dan konteks pelayanan BK. meningkatkan keingintahuan dan memberikan variasi pengajaran. karena dengan membuka internet. terutama teknologi komunikasi. Tentu saja. Tentu saja hal ini harus didasari pada kebutuhan siswa. Sebagai contoh. dapat dianggap sebagai data yang dapat dipertanggungjawabkan dan masuk akal (Pearson. Data-data yang didapat oleh siswa pada akhirnya menjadi suatu dasar pilihan yang dapat dipertanggungjawabkan. karena data yang ada di internet dapat dibaca oleh semua orang di muka bumi. dua unsur yang sangat penting adalah metode dan media BK. Media dalam konseling antara lain adalah komputer dan perangkat audio visual. Sehingga kecil kemungkinan jika data yang dimasukkan berupa data-data sampah. Uraian Materi: Dalam suatu pelayanan bimbingan dan konseling. dapat dikatakan bahwa salah satu fungsi utama media BK adalah sebagai alat bantu pelayanan BK yang turut mempengaruhi iklim. Bahkan. kurikulum dan lain sebagainya melalui website. terutama yang berhubungan dengan kebutuhan siswa. Hal ini sangat beralasan. Kedua aspek ini saling berkaitan. Hohenshill. Software ini dapat membantu 418 . dan 7. 2000). Pemilihan salah satu metode BK tertentu akan mempengaruhi jenis media BK yang sesuai. saat ini dapat kita lihat di internet tentang profil konselor/guru pembimbing. Selain penggunaan internet seperti yang telah diuraikan di atas. Data atau informasi yang didapat melalui internet adalah data-data yang sudah memiliki tingkat validitas tinggi. Perubahan ini dapat ditemukan pada bagaimana teori-teori konseling muncul sesuai dengan kebutuhan masyarakat atau bagaimana media teknologi bersinggungan dengan konseling. Penggunaan komputer di kelas sebagai media bimbingan dan konseling akan memiliki beberapa keuntungan seperti yang dinyatakan oleh Baggerly sebagai berikut: 1. jenis tugas dan respon yang diharapkan siswa pahami setelah pelayanan BK berlangsung. Konselor akan memiliki pandangan yang baik dan bijaksana terhadap materi yang diberikan. Dapat ditemukan silabus. Meskipun demikian. menurut Pelling (2002) ketergantungan kepada teknologi ini tidak saja di kantor. Terdapat pengaturan pelayanan BK secara lebih baik. Akan meningkatkan kunjungan ke web site. termasuk karakteristik siswa. Bahkan.

Setelah film selesai ditayangkan. Tanggapan-tanggapan ini pada akhirnya akan mempengaruhi bagaimana klien berpikir dan bersikap. dalam Baggerly 2002). Dalam proses pendidikan konselor pun. yang ditayangkan tidak saja berupa tulisan-tulisan yang mungkin sangat membosankan.konselor dalam menyambaikan bahan bimbingan secara lebih interaktif. Tes Formatif: Jelaskan manfaat menggunakan media dalam pelayanan bimbingan dan konseling! 419 . Secara umum. Gambar-gambar yang disajikan melalui program power point tidak statis seperti yang terdapat pada Over Head Projector (OHP). Meningkatkan kualitas hasil belajar siswa 6. c. sehingga sasaran yang akan dicapai menjadi lebih optimal. Konselor dapat memasukkan gambargambar yang bergerak. Konselor dituntut untuk dapat menyajikan bahan layanan dengan mempergunakan imajinasinya agar bahan layanannya tidak membosankan. Efisiensi dalam waktu dan tenaga 5. dalam Baggerly. 2002). maka siswa akan memiliki kerangka berpikir yang sama. Sebelum VCD/DVD player ini ditayangkan. bahkan konselor bisa melakukan insert gambar-gambar yang ada di sebuah film. Melalui program ini. maka konselor meminta siswa untuk memberikan tanggapan terhadap apa yang telah mereka lihat. Hamalik (1986) mengemukakan bahwa pemakaian media BK dalam pelayanan BK dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru. yang kemudian diharapkan akan dapat merubah perilaku klien atau siswa. Latihan: Pada saat mengadakan bimbingan klasikal di kelas saudara menggunakan ceramah. Peralatan ini seringkali dipergunakan oleh konselor untuk menunjukkan perilaku-perilaku tertentu. membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan pelayanan BK. Perilaku-perilaku yang tampak pada tayangan tersebut dipergunakan oleh konselor untuk merubah perilaku klien yang tidak diinginkan (Alssid & Hitchinson. yang hanya ceramah atau yang menggunakan computer atau video player? d. Media lain yang dapat dipergunakan dalam proses bimbingan dan konseling di kelas antara lain adalah VCD/DVD player. Besok paginya saudara menggunakan computer dan video player tentang topik atau pokok bahasan yang sama. 1971. konselor dapat pula memasukkan gambargambar di luar fasilitas power point. manfaat media dalam kegiatan layanan bimbingan dan konseling adalah memperlancar interaksi antara konselor/guru pembimbing dengan siswa sehingga pelayanan BK akan lebih efektif dan efisien. Media memungkinkan pelayanan BK dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja 7. Kegiatan layanan bimbingan dan konseling menjadi lebih jelas dan menarik 3. Melalui fasilitas ini. penggunaan video modeling ini juga dipergunakan untuk meningkatkan keterampilan dan prinsip konseling yang akan dikembangkan bagi calon konselor (Koch & Dollarhide. mengidentifikasi beberapa manfaat media dalam pembelajaran/ bimbingan dan konseling yaitu : 1. Merubah peran konselor/guru pembimbing ke arah yang lebih positif dan produktif. 1977. Hal ini sangat penting. tetapi dapat juga ditampilkan gambar-gambar dan suara-suara yang menarik yang tersedia dalam program power point. seorang konselor sebaiknya memberikan arahan terlebih dahulu kepada siswa tentang alasan ditayangkannya sebuah film. sebab dengan memiliki gambaran dan tujuan film tersebut ditayangkan. Media dapat menumbuhkan sikap positif siswa terhadap materi dan proses belajar 8. Program software power point memberikan kesempatan bagi konselor untuk memberikan sentuhan-sentuhan seni dalam bahan layanan informasi. 2000. Tetapi secara lebh khusus ada beberapa manfaat media yang lebih rinci Kemp dan Dayton (1985) misalnya. Penyampaian materi bimbingan dapat diseragamkan 2. dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa. Ivey. Kegiatan layanan bimbingan dan konseling menjadi lebih interaktif 4. Minta kepada siswa untuk membandingkan atau berpendapat mereka lebih mudah memahami dan menghayati cara yang mana.

Artinya penggunaan teknologi ini akan memunculkan efek yang baik jika dijalankan oleh mereka yang paham peralatan tersebut. Tes Formatif: 420 . tetapi jika pola pikir masyarakat masih terkungkung dengan nilai-nilai yang diyakini benar. Klien datang ke ruang konseling tidak selalu membutuhkan informasi dari internet atau komputer. Sebagai contoh. beredarnya video porno bajakan yang dilakukan oleh anak negeri dan lain sebagainya. Mampu menjejelaskan kerugian penggunaan media dalam pelayanan bimbingan dan konseling. peralatan teknologi yang ada saat ini hanya bisa bermanfaat jika dimanfaatkan oleh mereka yang menjelaskan penggunaan masing-masing alat tersebut. Restu orang tua merupakan hal yang dianggap sakral oleh sebagian budaya tertentu. “Saya senang dengan jurusan A. d. siswa atau klien datang ke ruang konseling hanya ingin mendapatkan senyuman dari konselor atau penerimaan tanpa syarat dari konselor. Hal ini tidak lepas dari budaya paternalistik yang melingkupi masyarakat kita. Walaupun ragam media sudah bermacammacam. Contoh lain. Kompetensi dan Indikator: Memahami Kerugian penggunaan media dalam pelayanan bimbingan dan konseling. bahkan ada kemungkinan klien atau siswa datang ke ruang konseling juga tidak membutuhkan bantuan dari konselor secara langsung melalui proses konseling. masih banyak diantara kita yang mengalami ketakutan untuk mempergunakan teknologi. b. maka data atau informasi yang didapat seakan-akan menjadi tidak berguna. Penggunaan media. Untuk menunjukkan perilaku ini. Bagaimana kesan dan pendapat konselor sekolah tersebut tentang siswa yang belum dikenalnya minta konseling melalui telepon. tetapi nanti tergantung pada orang tua saya”. Uraian Materi: Pelling (2002) menyatakan bahwa. c. seorang siswa akan memilih jurusan di perguruan tinggi. Hal lain yang terkait dengan penggunaan media dalam bimbingan dan konseling adalah sasaran pengguna seringkali disamakan. Siswa tersebut menyatakan ingin bertemu lewat telepon saja dan minta konseling. Tetapi dalam budaya tertentu. Tiap manusia dapat berkomunikasi tanpa dibatasi rentang ruang dan waktu. maka tidak jarang dari mereka akan berkata. maka seringkali mereka melupakan kecanggihan piranti komunikasi yang sudah canggih. jika konselor mempergunakan media sebagai alat bantu utama. walaupun saat ini masyarakat sangat tergantung pada teknologi. Banyak contoh kasus dampak negatif penyalahgunaan teknologi informasi seperti beredarnya rekaman video porno di ponsel.BAB V KERUGIAN PENGGUNAAN MEDIA DALAM PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING a. Sebaliknya. Latihan: Seorang siswa diminta menelepon guru pembimbing/konselor yang sudah berusia cukup dan saat itu konselor tersebut tidak diberitahu sebelumnya bahwa ada klien (siswa) yang akan konseling. pada saat mereka dihadapkan untuk menentukan dan memilih jurusan yang akan diambil. alat komunikasi ini bisa menjadi “tidak bermanfaat”. Dalam bimbingan dan konseling dikenal istilah empati. Tidak dapat dipungkiri bahwa sebagian besar masyarakat kita masih percaya bahwa pernyataan-pernyataan yang diberikan oleh orang tua atau orang yang dituakan masih dianggap lebih baik. seringkali pula akan “menghilangkan” empati konselor. tetapi di lain pihak. bahkan meminta restu ini akan lebih afdol jika dilakukan dengan melakukan sungkem. saat ini perkembangan teknologi sudah berkembang dengan demikian pesat. Sebaik apapun teknologi yang berkembang. dan konselor akan memfasilitasi keinginan mereka. tetapi media ini seringkali masih belum bisa menyentuh sisi afektif seseorang. Tetapi adakalanya. walau jarak yang ditempuh untuk mendatangi orang tua relatif jauh. Tetapi. Mungkin mereka akan mencari informasi sebanyak mungkin. Sebagai benda mati. peralatan ini akan memberikan dampak negatif jika pelaksananya tidak menjelaskan dampak yang akan ditimbulkan.

yaitu: • Media sebagai alat komunikasi guna lebih mengefektifkan pelayanan bimbingan dan konseling. • Seluk-beluk pelayanan bimbingan dan konseling. Tes Formatif: Hal apa sajakah yang perlu di[perhatikan di dalam mengembangkan media bimbingan dan konseling? Jelaskan! 421 . Uraian materi: Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin mendorong upaya-upaya pembaharuan dalam pemanfaatan hasil-hasil teknologi dalam proses belajar mengajar. • Fungsi media dalam rangka mencapai tujuan pelayanan himbingan dan konseling. Latihan: Ciptakan satu media bimbingan dan konseling dan kembangkan agar media tersebut bisa dipergunakan dalam pelayanan bimbingan dan konseling yang efektif dan efisien! d. • Usaha inovasi dalam media BK Dengan demikian. Para guru pembimbing/konselor dituntut agar mampu menggunakan alat-alat yang dapat disediakan oleh sekolah. b. Guru pembimbing/konselor sekurangkurangnya dapat menggunakan alat yang murah dan bersahaja tetapi merupakan keharusan dalam upaya mencapai tujuan pelayanan bimbingan dan konseling yang diharapkan. guru pembimbing/konselor juga dituntut untuk dapat mengembangkan alat-alat yang tersedia. Disamping mampu menggunakan alat-alat yang tersedia. guru pembimbing/konselor juga dituntut untuk dapat mengembangkan keterampilan membuat media bimbingan dan konseling yang akan digunakannya apabila media tersebut belum tersedia. Untuk itu guru pembimbing/konselor harus memiliki pengetahuan yang cukup tentang media pengajaran oleh Hamalik (1994 : 6) yang setelah disesuaikan dalam bidang bimbingan dan konseling meliputi. dapat disimpulkan bahwa media adalah bagian yang tidak terpisahkan dari proses pelayanan bimbingan dan konseling demi tercapainya tujuan pendidikan pada umumnya dan tujuan pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah pada khususnya. • Pemilihan dan penggunaan media BK • Berbagai jenis alat dan teknik media BK. • Nilai atau manfaat media BK. c. Kompetensi dan Indikator: Memahami cara mengembangkan media bimb ingan dan konseling Mampu menjelaskan cara mengembangkan media bimbingan dan konseling. dan tidak tertutup kemungkinan bahwa alat-alat tersebut sesuai dengan perkembangan dan tuntutan zaman.Jelaskan kekurangtepatan penggunaan media dalam pelayanan bimbingan dan konseling! BAB VI MENGEMBANGKAN MEDIA BIMBINGAN DAN KONSELING a. • Hubungan antara metode BK dan media BK.

H. Vol. Arief S. The Use Technology In Career Counseling. Pelling. Jakarta : Raja Grafindo Persada. 2003. Surabaya: University Press UNIPA Surabaya. 422 . Media Pengajaran. P. 2007. Hohenshill. Menanti.. Raja Grafindo Persada. Thomas. --------. 2007. 3. Nadine. Media Pembelajaran. Journal of Technology in Counseling. 22. Makalah disampaikan pada Konvensi Nasional ABKIN di Bandung 2005. Media Pembelajaran.BAB VII SIMPULAN 1. Journal of Counseling and Development. V 78: 365-368. Hartono. 2000. Journal of Counseling and Development. Untuk mempergunakan media bimbingan dan konseling perlu diperhatikan budaya yang dimiliki oleh siswa. 2000. Sampson. Media Pendidikan. V 78: 348-356. 2002. --------. Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Tenaga Kependidikan. 2007. Konseling Indigenous. 2000. 22. Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Tenaga Kependidikan. 2. High Tech Counseling. Media bimbingan dan konseling seperti internet akan menyediakan data atau informasi yang akurat bagi siswa. Hubungan konseling memerlukan empati. sehingga pemilihan media bimbingan dan konseling akan efektif. sehingga penggunaan media sebaiknya terbatas pada usaha perolehan data dan informasi saja. Azhar Arsyad.. 2003. Vol. 2005. Asih. Sadiman. 5. Azhar Arsyad. 4. Journal of Technology in Counseling. Media Pembelajaran. Referensi Azhar Arsyad. 2002. Practical Technological Applications to Promote Pedagogical Principles and Active Learning in Counselor Education. Media bimbingan dan konseling saat ini telah berkembang dengan pesat sesuai dengan perkembangan jaman dan kebutuhan manusia yang semakin meningkat. et al. Media Pembelajaran. Baggerly. James. Jennifer. Using the Internet to Enchance Testing in Counseling. Jakarta : Raja Grafindo Persada. Jakarta : Raja Grafindo Persada. Perlu pelatihan atau peningkatan kompetensi konselor dalam menguasai teknologi informasi. 2005. Soedarmadji. Jakarta : PT. Boy. Psikologi Konseling.

Kompetensi dan Indikator 1. produk dan program BK b. 3. Bab ini membahas pengertian penilaian pada umumnya. Pada bagian akhir . dan bagaimana prosesnya. penjurusan siswa. pemberian informasi. pelaksanaan studi penilaian sendiri. Orang berusaha memperoleh informasi balikan mengenai hasil dari apa yang telah dikerjakannya. disajikan penilaian keberhasilan konseling karier. proses dan program bimbingan dan konseling b. pertemuan kasus. Menghasilkan penilaian kesesuaian program bimbingan dan konseling dengan implementasi di lapangan. Dibahas juga segi administrasi penilaian program yang mencakup pembentukan struktur organisasi penilaian. survei masyarakat sekitar antara lain 423 .EVALUASI PROGRAM DAN LAYANAN BK A. PENGERTIAN PENILAIAN Bimbingan sebagai usaha pendidikan dilaksahakan disekolah dalam berbagai bentuk pelayanan dan kegiatan. seperti menyampul buku. 2. pakaiannya bersih. Dan uraian bab ditutup dengan pokok tentang akuntabilitas pendidikan. Merevisi pelayanan BK komprehensif sesuai dengan hasil penilaian c. Kompetensi Menilai hasil. atau menulis surat. Pendidikan Dasar Sembilan Tahun atau Wajib Belajar. Menganalsis proses implementsi program bimbingan dan konseling c. Menggunakan hasil penilaian untuk perbaikan program. seperti menyelenggarakan program-program Keluarga Berencana (KB). Penilaian dilakukan dengan maksud memastikan bahwa yang diperbuat ada nilai gunanya. Merancang perbaikan proses pelayanan BK komprehensif sesuai hasil penilaian e. atau yang besar-besar dan berdampak luas dan jauh. program KB diterima masyarakat dan jumlah peserta program meningkat berbarengan dengan menurunnya angka kelahiran. serta tenaga yang digunakan sedikit mungkin. suratnya selesai ditulis dan rapi serta jelas maksud pesannya. tetapi juga mempertimbangkan bagaimana tercapainya tujuan itu : pekerjaan lancar sedangkan waktu. Pada contoh menyampul buku. khususnya penilaian layanan program pendidikan dan bimbingan. sesuai dengan yang diharapkan semula. biaya. b. bernilai guna. Merevisi dan mengembangkan program berbasis hasil penilaian B. Orang itu selanjutnya tidak hanya puas karena tercapainya apa yang diharapkan. URAIAN MATERI 1. pelaku atau pembuat kebijaksanaan ingin memastikan bahwa apa yang dikerjakan membawa hasil. Menggunakan hasil pelaksanaan penilaian untuk merevisi dan mengembangkan program bimbingan dan konseling 2. Apakah yang diperbuat itu perkara kecil-kecil kesehariannya. Dibedakan antara penilaian layanan bimbingan dan penilaian program bimbingan meskipun perbedaan itu tidak esensial. inventarisasi pribasi siswa. mencuci pakaian. konseling. akuntabilitas bimbingan dan pengembangan sistem akuntabilitas bimbingan. Orang pelaku memperoleh kepuasan dengan rampung dan lancarnya pekerjaan serta tercapainya tujuan-tujuannya. Menganalisis hasil implementasi program bimbingan dan konseling d. Bimbingan Masyarakat dibidang pertanian (BIMAS). dan penyusunan rekomendasi. Melakukan penyesuaian proses pelayanan bimbingan dan konseling c. menulis surat dan program KB. mencuci pakaian. Menghasilkan penilaian proses. Melakukan penilaian hasil. Indikator a. proses dan program bimbingan dan konseling. PENDAHULUAN Penilaian menjadi perhatian semua orang yang peduli akan apa yang sedang dikerjakannya. Sub Kompetensi a. kepuasan orang itu diperoleh karena bukunya tersampul rapi. seperti orientasi siswa baru. Deskriptor a.

dan ancaman) atau SWOT analysis (strengths. program penjurusan. yaitu untuk : • menegakkan akuntabilitas (evaluation for accountability) seperti pengukuran hasil dan efisiensi yang memberikan bukti untuk pengambilan keputusan yang kokoh. memberikan kontribusi dalam pengambilan keputusan tentang keberlanjutan. ekspansi. Ada pelayanan dan kegiatan yang spesifik dan sesewaktu penyelenggaraannya. Patton mengemukakan dua macam manfaat kegiatan penilaian program. serta akan terus bertambah sejalan dengan semakin banyaknya pengalaman para pendidik (termasuk konselor) dan pengelola serta penyelenggara pendidikan (khususnya bimbingan dan konseling) dalam melakukan penilaian programnya masing-msaing. Dalam pelaksanaan layanan dan program bimbingan itu konselor menetapkan tujuan dan ia ingin mengetahui bahwa tujuan itu tercapai dan kegiatan yang dilakukan ada guna manfaatnya.TUJUAN DAN MANFAAT PENILAIAN Penilaian program dilakukan untuk tujuan yang berbeda-beda.AKUNTANBILITAS DAN PENILAIAN 424 . penyandang dana. Anderson dan Ball mengatakan bahwa tujuan utama penilaian adalah untuk : 1. menyediakan bukti dukungan negatif terhadap suatu program 6. menyediakan bukti dukungan positif terhadap suatu program 5. Akuntabilitas di sini merupakan tindak lanjut dari penilaian program. karena masalah khusus dan layanan-layanan lain yang berkaitan-testing.untuk pengumpulan bahan informasi karier. • mengembangkan program yang ada (evaluation for development) seperti penyediaan informasi penilaian untuk memperbaiki suatu program sehingga program yang sedang berjalan dapat selalu diperbaiki dan berkembang sesuai harapan. seperti konseling terhadap seorang siswa yang datang menemui konselor di suatu pagi. peluang. Chelimsky mengemukakan bahwa berbagai tujuan dan manfaat kegiatan penilaian yang beragam itu dapat dikelompokkan menjadi tiga perspektif. Cronbach (1980. dan (2) mendapatkan informasi yang lebih Ahli lain. hal 14) menyatakan bahwa manfaat kegiatan penilaian program adalah untuk membantu meningkatkan program yang dipenilaian ataupun program sejenis yang memiliki tujuan yang sama. atau sertifikasi program 3. barangkali. hasil dan efisiensi) suatu kegiatan. • menambah dan memperkaya pengetahuan (evalauation for knowledge) seperti untuk memperoleh pemahaman yang lebih dalam tentang sesuatu masalah atau peristiwa. akuntabilitas harus dilakukan dan ditegakkan oleh setiap konselor dan lembaga yang menyelenggarakan layanan bimbingan dan konseling. weaknesses. dan proses lainya Berdasarkan pendapat yang dikemukakan di atas dapat disimpulkan bahwa manfaat kegiatan penilaian program sangat banyak dan beragam. Ada pula kegiatan yang diacarakan atau terprogram untuk jangka waktu tertentusemesteran atau tahunan—misalnya program testing. proyek atau program. penilaian dilakukan terutama untuk menegakkan akuntabilitas. atau proyek kepada pengambil keputusan. 3. yaitu (1) memberikan kepastian dan keyakinan tentang program yang terlaksana. dan pemerintah yang mensponsori suatu kegiatan. kelemahan. sosial. pemberian informasi. program konseling. program pengumpulan bahan informasi. penilaian biasanya lebih diarahkan untuk menyediakan informasi yang diperlukan bagi penyusunan rencana atau program kerja (renstra dan renop) agar terjadi proses peningkatan kinerja program atau lembaga secara berkelanjutan (continuous improvement). Menurut Baker. naik pemerintah maupun swasta (penyandang dana). Penilaian ditunjukan untuk menyediakan informasi tentang (misalnya. memberikan kontribusi dalam pengambilan keputusan tentang instalasi program 2. Salah satu teknik yang banyak digunakan adalah analisis kekepan (kekuatan. Ahli lain. Dari perspektif auditor. program. and threats). memberikan kontribusi dalam pengambilan keputusan tentang modifikasi program 4. opportunities. 4.. Bagi manajer dan reformis. Baker menyebut akuntabilitas ini sebagai salah satu jenis layanan bimbingan dan konseling di abad 21. Walaupun demikian. memberikan suatu kontribusi dalam memahami dasar yang bersifat psikologis.

mengenai tiga jenis definisi penilaian yaitu : 1. tagihan yang dimaksud tersebut tidak nyata dan tidak jelas ditujukan kepada dunia pendidikan oleh masyarakat kita. Mutu pendidikan kita dipertanyakan dan dipermasalahkan akhir-akhir ini.jawabkan kinerjanya. Scriven.Pendidikan pada waktu kurun waktu ini diselenggarakan dalam keadaan kelangkaan sumber. terkenai tuntutan akuntabilitas. Dikatakan bahwa akuntabilitas itu suatu kondisi yang memerlukan penilaian. Penjelasan. Identik dengan kecocokan antara kinerja dan tujuan 3. budayawan. dan pikiran serta pembahasan mereka bisa diikuti di sumber-sumber pustaka. Akuntabilitas pendidikan menjadi issu politik yang ramai sejak dua puluh lima tahunan yang lampau. Ini berbeda benar halnya dengan yang terjadi di Amerika Serikat. proses. juga oleh kalangan legislatif. seorang pakar terkemuka di bidang pengukuran dan penilaian pendidikan. meski tidak resmi dan nyata dikatakan. percaturan di sekitar soal ini ada koran terkemuka yang menamakan pendidikan di Amerika waktu itu sedang memasuki "zaman akuntabilitas" (Lessinger di dalam Gibson & Mitchell. usaha. Demikian juga bimbingan terkena tagihan mutu kinerja ini. uraian atau definisi itu diharapkan bisa membantu pembaca memperoleh pemahaman mengenai penilaian bimbingan. program-program bimbingan. tudingan kepada mereka itu kadang-kadang terasa tidak adil. Pertimbangan profesional Menurut paham pakar-pakar seperti Suchman. memperoleh dan memberikan informasi yang berguna 425 . Mereka menaruhkan harapan pada lembaga pendidikan agar berkinerja lebih baik. agar sekolah bisa mengatasi masalah kemerosotan mutu ini. khususnya sumber dana. Penilaian didefinisikan Cronbach secara luas sebagai "pengumpulan dan penggunaan informasi untuk membuat keputusan mengenai suatu program pendidikan" (Cronbach. Tidak ada orang atau pihak yang meragukan arti penting pendidikan dan sumbangannya bagi pembangunan. termasuk anak sekolah. hal 114. atau ketakandalan. Pengharapan itu dirasakan berlebihan oleh para guru dan pendidik. khususnya yang menyangkut remaja. terjemahan oleh penulis). Namun. atau "proses memaparkan. Demikianpun sebagai bidang kajian telah menjadi pokok studi secara luas oleh para pakar ilmu-ilmu sosial. menggejala yang menyebabkan kerisauan para orang tua. DEFINISI PENILAIAN Penilaian dilakukan orang sejak lama diberbagai bidang: pendidikan. mempelajari rumusan-rumusan definisi di dalam pustaka. khususnya bagi pengembangan sumber daya manusia. Padanan istilah pengukuran 2. Namun perkembangan pembangunan nasional sampai waktu ini belum menempatkan pembangunan bidang pendidikan pada papan pengumuman atas. Webster dan Stufflebeam (dalam Abramson. Guba (dalam Abramson. sementara itu masalah perilaku. dan mengambil keputusan untuk memperbaiki program" (Wysong. 1981. 1979). Melalui penilaian bisa ditunjukkan bukti-bukti keandalan. lembaga-lembaga pendidikan kita waktu ini terkena tuntutan akuntabilitas juga. menimbang-nimbang memada-tidaknya pencapaian iti. atau suatu program. penilaian merupakan proses mempertimbangkan nilai guna suatu produk. dan masyarakat umum. meskipun secara proporsional nasional tidak seberapa banyak. Definisi umum mengenai penilaian di lingkungan pendidikan diberikan oleh Cronbach (1974. mengingat biaya. 1981). bahasa indonesia oleh Penulis). dalam Payne). khususnya bimbingan karier. pemerintahan. pengamat masalah-masalah sosial. dan sebagainya. 1979). Dari pustaka kelihatan tidak ada satu definisi yang disepakati para ahli itu. Begitulah. Untuk maksud tulisan ini ada beberapa pandangan dan pendapat yang akan diberikan. 1974. Akuntabilitas menjadi istilah yang lagi "in"di dalam pendidikan dan mengingat ramainya. tidak pelak lagi masalah sulitnya tamatan sekolah mendapatkan pekerjaan dan pilihan pekerjaan dewasa ini memperparah masalah ini. Dalam keadaan sumber dana yang demikian itu pendidikan sebenarnya mendapat tagihan dari masyarakat agar mempertanggung. khususnya menyangkut prestasi tamatan. industri. mengumpulkan dan menyusun informasi untuk mengukur pencapaian tujuan itu. dan luasnya. ini kentara dari sedikitnya anggaran belanjayang disediakan setiap tahun bagi sektor pendidikan. dan bahwa penilaian merupakan bagian intrinsik dari akuntabilitas 5. Apa yang telah dicapai bimbingan karier ? Bagaimana kinerjanya? Penilaian menjadi sentral untuk menjawab pertanyaan tagihan itu. Dapat dikatakan tidak ada liputan di dalam pustaka mengenai soal akuntabilitas pendidikan ini. Menyangkut bimbingan karier. didalam Gibson & Mitchell. Pakar-pakar lain memberikan batasan mengenai penilaian sebagai "tugas menetapkan tujuan yang diinginkan. yang telah disediakan bagi penyelenggaraannya.

konselor melakukan penilaian karena kepeduliannya yang besar untuk memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya bagi siswa. 2. berlakunya teknik pengolahan atas data yang diperoleh. Keputusan yang menyangkut siswa perorangan. Penelitian rumusan masalah ditentukan oleh peneliti. terjemahan oleh penulis). 1981. Penelitian tidak peduli akan penggunaan dan kegunaan hasilnya untuk kemanfaatan praktis. dari uraian-uraian tentang pengertian penilaian di atas tersirat maksud atau fungsi penilaian. Berlaku asas perampatan (generalisabilitas) PENILAIAN 1. konselor pada hakikatnya bermaksud mengu sahakan perbaikan atau peningkatan kinerja profesionalnya. umpamanya adalah menempatkan seorang siswa di suatu jurusan tertentu. atau diganti. Hal ini mengingatkan. Kalau dirangkum. sebagai bentuk usaha pendidikan bisa mengenakan batasan-batasan umum penilaian ini. Bimbingan. untuk keduanya berlaku metodologi-metodologi yang mengandung kesamaan: ada kegiatan pengukuran dengan teknik testing dan "non testing". di dalam Gibson & Mitchell. atau bagian tertentu suatu program. administratif maka macam informasi yang diperlukan untuk bahan pengambilan keputusan itu pun bermacam-macam. bimbingan kelompok dan pengembangan ketrampilan pengambilan keputusan karier di suatu sekolah. atau sebagian program di suatu wilayah. Masalah ditentukan oleh situasi. Di bidang bimbingan. 6. value judgement. umpamanya adalah program layanan informasi. Penilaian yang dimaksud itu bisa untuk program bimbingan konseling yang diberlakukan secara nasional. Program itu. Dengan melakukan penilaian. Di bidang bimbingan. Pengumpulan data ditentukan oleh masalahnya 3. seperti halnya dalam bidang pendidikan umumnya. Kepeduliannya adalah perluasan pengetahuan dan penyusunan teori dalam rangka pengembangan ilmu. dalam melakukan penilaian. Keputusan yang menyangkut program. orientasi. Penggunaan penilaian telah disebutkan. ketat pada penelitian. berlakunya ancangan kuantitatif dan kualitatif. bagi seorang konselor yang berdedikasi profesi. Hemphill (dalam Payne. Riset mencakup pengujian hipotesis yang diturunkan dari teori dengan tujuan meramalkan tingkah laku dan mengendalikannya dengan presisi tinggi dan secara ketat (Burk & Peterson. dan penilaian suatu program bimbingan merupakan usaha untuk menentukan nilai dan kegunaan program itu. diperolehnya data dan informasi. Secara umum. misalnya adalah program itu diperbarui.untuk mempertimbangkan alternatif –alternatif keputusan" (Stufflebeam et al. 4. Keputusan di dalam bimbingan konseling. 1974) membandingkan penilaian dan penelitian dan menyenaraikan sejumlah perbedaan. atau merujuk siswa tersebut ke konselor lain atau ke suatu program pelatihan karier. 1975). bahkan terhadap seorang siswa dengan masalah kariernya yang khusus dan khas. McDaniel (1956) dengan merujuk ke pendapat Kefauver dan Hand mengatakan bahwa penilaian itu pada dasarnya adalah proses menentukan nilai guna. PENILAIAN DAN PENELITIAN Pengertian penilaian perlu dibedakan dari pengertian penelitian. Dari penilaian juga bisa diperoleh informasi untuk keputusan administratif yang menyangkut lembaga seperti mempertimbangkan bagaimana "baiknya" sistem sekolah yang memiliki program karier tertentu. ada bermacam-macam yang menyangkut program. bagaimana kecakapan konselor yang mengelola suatu program bimbingan karier. berlaku persyaratan pengukuran seperti validitas. atau diberlakukan atau disebarluaskan ke sekolah-sekolah atau ke daerah-daerah lain. reliabilitas. melakukan penilaian merupakan kebutuhan dan tujuan etis pribadi. objektivitas dan prosedur pembakuan (standardisasi) pengukuran. Dengan demikian. 426 . siswa perorangan. yaitu untuk mengambil keputusan berdasarkan simpulan mengenai nilai-guna keseluruhan program atau sebagian dari program itu. dan yang terutama penilaian juga dapat dilakukan dengan menerapkan ancangan riset. Di antara perbedaan itu adalah : 1. Tersirat di sini pentingnya dilakukannya pertimbangan nilai.. atau diteruskan penyelenggaraannya di suatu sekolah. Diterapkannya pengendalian variabel secara 4.

atau lambang lain. penilaian keefektifan program bimbingan banyak persamaannya dengan penilaian keefektifan pengajaran. umpamanya diperolehnya kemantapan dalam pengambilan keputusan karier pada diri klien. Para peneliti di bidang bimbingan diperingatkan oleh Goldman (1978) mengenai kelemahan. Simpulan penilaiannya secara garis besar adalah program bimbingan berhasil (tujuan tercapai. Ini pada hakikatnya adalah usaha penelitian tetapi yang dilakukan dengan tujuan menilai suatu usaha atau proyek. khususnya berkenan dengan soal-soal keketatan dan kemurnian. Pengumpulan data sangat bergantung kepada keterlaksanaan pengumpulannya. dan agar lebih mengandalkan ancangan kualitatif. Dalam penilaian dalam pengajaran ada pengertian "baik" dan "buruk". E) atau pernyataan kualitatif (mis. dan pertimbangan penilaiannya berdasarkan isi kurikulum dan tujuan pembelajaran yang ditetapkan sebelumnya. atau merujuknya. umpamanya tidak bisa digunakan dengan pengertian seperti dalam eksperimen-eksperimen psikologi. tidak menilai siswa dalam arti dan penggunaan seperti dalam pengajaran.2. kasus yang menjadi tugas konselor untuk terus membantu klien menanganinya. 3. A. C. Penilaian dalam bimbingan lebih banyak menilai konselor dan pelayanannya daripada manilai klien. Kalau dalam konseling klien tidak memperlihatkan kemajuan tingkah laku menurut pengertian dan tujuan konseling klien masih "bermasalah"--. melibatkan subjek selaku rekan. Goldman (1978) Untuk bidang bimbingan dan konseling ia menyarankan agar penilai/periset melakukan studi di lapangan. efektif) atau program bimbingan tidak berhasil. Dengan model ini. Gabungan kedua konsep itu adalah kalau orang melakukan penelitian penilaian (atau riset evaluatif). Penilaian dalam bimbingan. atau dampaknya pada suatu variabel terikat. berupa angka nilai (mis. Dasar pertimbangan pemberian nilai adalah asesmen suatu bentuk pengukuran atas kinerja siswa. konselor melihat klien dengan perilaku seperti adanya itulah kasusnya. Penilaian dalam pengajaran berusaha melihat terjadinya perubahan perilaku siswa sebagai hasil belajar dan ini mengacu ke tujuan pembelajaran yang ditetapkan berdasarkantujuan kurikulum. bahkan kegagalan model riset selama ini. Kalaupun ada. PENILAIAN BIMBINGAN Penilaian Produk 427 . Penilaian lebih luas dari asesmen. 6. Demikian juga dengan keputusan programatik yang diambil berdasarkan simpulan penilaian itu : program diteruskan. biasanya digunakan guru untuk mengambil keputusan yang menyangkut siswa. sampai 10. Pengendalian variabel tidak secara ketat 4. studi penilaian tidak akan seketat dan seformal penelitian-penelitian psikologi. "cukup". atau 10 sampai 100). Acuan penilaian dalam pengajaran adalah tujuan yang ditetapkan guru atau perancang berdasarkan isi dan tujuan kurikulum. Lambang-lambang penilaian ini dalam sistem yang berlaku. Dalam praktik pengajaran yang lazim di sekolah-sekolah. dalam banyak hal. Dalam hal program. 7. menstudi atas individu daripada kelompok. Soal kontrol. Meski menerapkan metodologi riset. khususnya yang menyangkut siswa perorangan. atau dibatalkan. atau "benar" dan "salah" mengenai tingkah laku seorang siswa. "kurang"). sangat rendah. atau lainnya. khususnya terhadap layanan konseling. naka suatu intervensi bimbingan karier dipandang sebagai variabel bebas dan dengan ancangan riset ingin dilihat hubungan. tidak berlaku asas perampatan (generalisabilitas) pada penelitian. dan bukan menyimpulkan bahwa klien "tidak lulus konseling". B. dan penggunaan laboratorium secara acuan kelompok. 5. dan sering dengan mengikuti model eksperimen psikologi. huruf umpamanya (mis. "bagus". PENILAIAN PENGAJARAN DAN PENILAIAN BIMBINGAN Penilaian dalam bimbingan mesti juga dibedakan dari penilaian dalam bidang pengajaran. sedangkan penilaian konseling mengacu ke tujuan yang ditetapkan klien sendiri dengan bantuan konselor. 7. Bisa juga dikatakan bahwa ini adalah penilaian yang dilakukan dengan pendekatan penelitian. apakah siswa naik kelas atau harus tinggal kelas. lulus atau gagal dalam ujian. 8. D. penilaian pengajaran memberikan lambang sebagai simpulan atas perilaku siswa yang dinilai.

Disamping itu penilaian merupakan bagian dari suatu kegiatan sistem yang utuh.Bimbingan merupakan satu sistem. Penilaian pencapaian tujuan. dikembangkan oleh Tyler. Ada berbagai pandangan mengenai segi bimbingan yang dinilai. Penilaian acuan keluaran ini memandang produk merupakan hasil akhir dari seluruh usaha intervensiyang telah diberikan tidak pandang apa yang terjadi atau dilakukan untuk menghasilkan produk itu. sasarannya adalah menjadikan keluaran sistem. merupakan proses menentukan seberapa jauh tujuan program yang telah tercapai. tidak berhasil memilih sendiri jurusan yang cocok baginya? Faktorfaktor apa dalam proses bantuan yang menyumbang bagi mampunya atau tidak mampunya siswa menentukan pilihan? Misal: Program bimbingan karier SMA dimaksudkan agar. di samping itu menentukan tujuan-tujuan lain apa sebagai alternatif. Itu semua dipandang merupakan buah dari program layanan bimbingan yang telah diberikan kepada siswa. Perilaku dan kinerja itu misalnya adalah siswa menguasai ketrampilan mencari. menetapkan jalur sekolah mana dan program kurikulum (jurusan) apa untuk mencapai tujuan itu. ia bisa ditinjau dari sudut masukannya. penilaian hasil (sumatif). penilaian proses mencari penjelasan mengapa diperoleh suatu hasil seperti yang dapat diamati. Penilaian produk cocok benar untuk menjawab pertanyaan akuntabilitas karena hasil yang dicapai itu menunjukkan bahwa konselor telah mencapai apa yang ingin dicapainya. juga disebut penilaian formatif. Sebagai suatu sistem. 9. penilaian proses (formatif). yang dapat diangkat untuk diterapkan di bidang bimbingan. yaitu yang bertujuan memperoleh balikan mengenai kerja sistem untuk meluruskan kerja sistem dan untuk perbaikan kinerja apabila kinerja itu kurang baik. Penilaian proses. PROSES PENILAIAN PEMBIMBING Telah disebutkan bahwa penilaian itu ada beberapa macamnya. misalnya keluarga. penilaian program. masyarakat sekitar. bukan kejadian sesaat atau yang berlangsung sekali jadi. Penilaian segi hasil berusaha mengetahui apakah tujuan program itu tercapai dan sampai seberapa jauh kalau tercapai. industri. Dengan kata lain penilaian produk berkenaan dengan soal akuntabilitas. ia bisa pula dilihat dari hubungannya dengan komponen-komponen lain. Demikian juga ada berbagai model penilaian. misalnya semua siswa memiliki suatu tujuan karier tertentu. mencakup seratus persen siswa atau proporsinya kurang dari itu. prosesnya dan keluarannya. dalam hal ini mengubahnya ke arah sikap karier yang positif. tidak hanya dua segi saja dari padanya. misalnya pada akhir suatu kegiatan yang panjang. adalah jenis penilaian yang lazim dilakukan. Mengikuti perkembangan model-model penilaian di bidang pendidikan. penilaian itu suatu proses. Lepas dari itu. masyarakat umum. bisa dikenali beberapa yang termuka dari sekian banyak model yang ada. atau yang berlangsung pada satu titik waktu. DPR atau penyandang dana pada umumnya-. orang tua. Dapat dipahami kalau penilaian yang menyeluruh akan mencakup segenap segi sistem. misalnya mempengaruhi sikap karier siswa. Kedua macam penilaian ini. apakah siswa mandiri dalam mencapai tujuan kariernya. Sebagai sistem yang terbuka. Penilaian ini berguna untuk mengenali mana-mana dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan yang membuahkan hasil dan mana-mana yang tidak. hakikatnya menilai apa yang terjadi waktu sistem dalam tahap pembentukan dalam rangka mencapai tujuan. menilai dan menafsirkan informasi tentang kesempatan kerja. Mengapa siswa pada akhirnya mampu memilih sendiri atau pada kejadian lain sebaliknya. khususnya penilaian program kurikulum dan pembelajaran. Penilaian Proses Sebaliknya. Penilaian produk yang bersifat sumatif berguna untuk maksud menjawab tagihan dari luar. misalnya penilaian layanan. Berdasarkan penilaian proses diambil keputusan untuk meneruskan sistem atau mengubahnya. Penilaian sendiri pun suatu sistem.juga dari diri konselor sendiri. atau dengan bantuan orang lain. Misalnya. seperti pengajaran dan sistem diluarnya. Dalam penilaian produk. artinya bagaimana prosesnya. Arti dari produk intervensi program akan diperoleh kalau itu ditilik dari sudut bagaimana produk itu dicapai. 428 . yaitu siswa dengan perilaku dan capaiannya. goal-attainment model. produk dan proses.

1. Ini berarti bahwa program itu melalui proses perancangan. yaitu : Penilaian-penilaian konteks (context) Masukan (input) Proses (process) Hasil (product) Model lain yang juga sangat populer adalah model diskrepansi oleh Provus. melainkan kegiatan yang berkelanjutan atau berlangsung terus-menerus. 2. Demikian juga ada paham bahwa penilaian itu bukan peristiwa akhir kegiatan. penilaian dalam bimbingan menurut McDaniel (1956) secara umum berlangsung mengikuti proses berikut : Merumuskan tujuan Menetapkan kriteria Mengumpulkan data (bukti. Demikianpun yang dimaksud dengan langkah-langkah penilaian itu khususnya adalah langkah-langkah penilaian program bimbingan. atau bahkan muluk-muluk seperti "Menghayati peranan bimbingan karier dalam pengembangan sumber daya manusia berkualitas untuk menunjang pembangunan 429 . 3. konseling dengan seorang klien itu tidak diketahui sebelumnya apa yang menjadi tujuan. Dapatkah dipahami kalau masing-masing mempunyai kekuatan di samping kelemahannya. Jika penilaian baru dilakukan setelah rampungnya proses bantuan. penilaian atas proses (disebut penilaian formatif). 10. penilaian atas program. 8. penilaian atas hasil (disebut penilaian sumatif). Telah pula disebutkan bahwa penilaian itu ada bermacam-macam --penilaian atas layanan atau kegiatan. Dalam banyak kejadian. 7. Setiap model dikembangkan atas dasar definisi tentang penilaian yang diberikan oleh penganjurnya dan dikembangkan untuk maksud penggunaan tertentu. Para pakar yang penganut paham ini berpendapat bahwa penilaian yang dilakukan pada akhir kegiatan itu usaha yang terlambat. Rumusan tujuan yang kabur itu misalnya "Meningkatkan rasa percaya diri menghadapi situasi dunia kerja yang penuh persaingan". 2. 6. maka tujuan penilaian mesti diacukan ke tujuan program bimbingan yang dinilai itu. Input. tujuan program itu sendiri harus dirumuskan secara jelas dan spesifik. Prosess dan Product ) yang dikembangkan oleh Guba dan Stufflebeam. Blocher (1987) mengenali delapan langkah dalam proses penilaian. yang banyak terjadi adalah bahwa rumusan tujuan itu terlalu luas. 1988) menjadi : Mengenali tujuan penilaian dan keputusan yang akan diambil Menentukan siapa yang akan mengambil keputusan Menetapkan kriteria penilaian Menentukan sumber data Menentukan cara pengumpulan data Mengumpulkan data Menganalisa data Menafsirkan data dan malaporkan hasil Mengambil keputusan mengenai program berdasarkan simpulan penilaian Langkah-langkah proses penilaian tersebut di atas nyata berlaku untuk pelaksanaan penilaian yang sistematis. Konsekuensinya. Masalahnya. 9. PERUMUSAN TUJUAN DAN MASALAH KRITERIA PENILAIAN Tujuan penilaian perlu dirumuskan secara jelas dan spesifik. Di samping program. Inipun perlu dinilai keefektifannya. yang dengan langkah kesembilan (Brown dan Srebalus. dan mencakup empat jenis penilaian sesuai dengan empat huruf akronimnya. 3. Lepas dari adanya berbagai definisi dan model penilaian. atau terlalu umum. 3. kalau terjadi kesalahan selama berlangsungnya proses bantuan. 4. juga ada layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling yang ditujukan kepada siswa individual. 1. 2. 1. 5. di samping kabur. dan penilaian itu menerapkan ancangan penelitian (riset) atau studi – studi penilaian. Padahal seharusnya kesalahan yang terjadi segera diketahui dan langsung saja dikoreksi. atau "Memperbaiki ketrampilan pengambilan keputusan karier". 4. Karena penilaian suatu program bimbingan dimaksudkan untuk memberikan dasar yang efektif untuk memeriksa seberapa jauh tujuan bimbingan tercapai. evidensi) Mempertimbangkan kecocokan evidensi itu terhadap kriteria. Model lain yang luas penggunaannya adalah model CIPP ( Context. maka kesalahan itu tidak diketahui. 4.

dan pakar-pakar lain (diantaranya Gibson & Mitchell. jumlah yang berhasil dibantu mendapatkan pekerjaan. 4. Rumusan tujuan seperti itu sedikit kegunaannya untuk maksud penyelenggaraan program dan memeriksa keberhasilannya karena terlalu umum sehingga tidak mungkin orang mengetahui apakah tujuan itu telah tercapai atau tidak/belum dan. Shertzer & Stones. 2. pengetesan –dalam rangka layanan inventarisasi pribadi-. khususnya orangtua dan masyarakat industri. adalah kriteria. angka nilai rapor atau ujian nasional dari tahun ke tahun. Dasar untuk menetapkan keberhasilan program. informasi dan pemilihan karier. dan lebih mudah menetapkan kriterianya. karena adanya sejumlah masalah. 19 .atas semua siswa baru. Program dan layanan bimbingan ada berbagai macam. jumlah atau proporsi jumlah siswa baru yang telah dites dengan berbagai alat ukur psikologi tiap tahun ajaran. pencegahan kasus putus sekolah. menurunkan angka putus sekolah. mengingat sebab-sebab kebanyakan kasus putus sekolah selama ini dan mengingat keadaan kemasyarakatan dan taraf sosial-ekonomi orangtua murid pada umumnya dewasa ini. dengan kriteria apapun. membantu dalam penyusunan rencana pendidikan siswa. 5. Untuk tujuan program seperti bantuan mendapatkan pekerjaan bagi para putus sekolah dan tamatan. tetapi secara umum itu bisa digolongkan menjadi dua. Kriteria dipergunakan sebagai dasar mengambil keputusan atau menarik simpulan penilaian. Kriteria keberhasilannya. merupakan program bersama yang melibatkan seluruh staf sekolah. 2. keberhasilan itu berkat daya upayanya sendiri. testing dan inventarisasi pribadi siswa baru. Kriteria erat kaitannya dengan tujuan.1. membantu tamatan dan mereka yang gugur mendapatkan pekerjaan. Nyata bahwa program bimbingan kuantitatif lebih mudah menilainya. tidak hanya konselor dan staf bimbingan saja. seandainya tercapai. Program bimbingan kuantitatif itu umpamanya adalah yang bertujuan: 1. kelanjutan studi. meningkatkan presensi siswa di kelas. 4. beberapa dari kriteria yang lazim digunakan dalam program bimbingan adalah : Keberhasilan kelak diperguruan tinggi Gaji dan pekerjaan kelak Penilaian kepuasan kerja Sedikitnya masalah yang dikemukakan Seberapa realistis cita-cita pendidikan dan pekerjaan Kriteria merupakan tolok ukur keberhasilan program. seberapa jauhkah itu. kriterianya adalah meningkatnya proporsi jumlah mereka mereka yang 430 . frekuensi pergantian pekerjaan. Bagaimana para pengambil keputusan menetapkan bahwa suatu program berhasil atau gagal? Apa tolok ukur keberhasilan bahwa tujuan telah tercapai? Dapatkah dipahami adanya kesulitan dalam merumuskan kriteria ini mengingat sifat hakikat layanan bimbingan dan konseling. meningkatkan prestasi belajar. dan menentukan kriterianya berturut-turut adalah data berupa angka putus sekolah dalam kurun waktu tertentu. Di samping banyaknya faktor yang tersangkut di dalam kegiatan bimbingan seperti telah disinggung di muka. membantu dalam perencanaan karier. Program berhasil penuh apabila tercapai angka nol persen. Menurut Shertzer & Stones (19). 6. hal yang tentu saja langka terjadinya. Untuk tujuan-tujuan seperti ini penetapan kriterianya jelas. adalah persentase yang menurun dari sepuluh persen menjadi lima persen dalam kurun waktu lima tahun. umpamanya untuk program penurunan kasus putus sekolah. yaitu kuantitatif dan yang kualitatif sifatnya. banyak program bimbingan itu tidak murni kegiatan bimbingan. daripada yang kualitatif. 19) hal yang paling banyak menjadi bahan pembahasan dan kajian. Program-program seperti artikulasi. dan karena itu ia ditentukan dengan menjabarkannya dari rumusan tujuan berdasarkan nilai "kepantasannya". seberapa jauh rencana pendidikan diwujudkan. berarti tolok ukur pencapaian tujuan. kalau suatu program bimbingan itu dinilai berhasil. nasional". Kriteria dipergunakan sebagai dasar mengambil keputusan atau simpulan penilaian. 7. Contoh program yang disebut paling belakang –pemilihan karier bahkan melibatkan masyarakat luar sekolah juga. sukarlah petugas bimbingan mengklaim bahwa. jumlah kehadiran. atau absensi siswa tiap kelas dan seluruh sekolah dalam semester. Dalam keadaan demikian. 3. penjurusan. Dari langkah-langkah proses penilaian yang disebutkn McDaniel dan Blocker. 5. 3. Program bimbingan biasanya merupakan bagian dari keseluruhan program sekolah.

Tujuantujuan bimbingan yang sifatnya kualitatif seperti meningkatnya sifat-sifat penyesuaian sosial. 1985). gaji yang diterima. kepuasan kerja. yaitu belajar. di mana berlaku sistem pilihan.mendapatkan pekerjaan dalam sekian tahun. termasuk membantu mengatasi masalah pribadi yang mempengaruhi belajar. Dalam hal yang disebut belakang. Pertama adalah adanya keberatan kalau meningkatnya angka nilai itu menjadi tujuan pokok.sementara tujuan yang berat mencapainya. umpamanya membantu siswa yang putus sekolah dan tamatan mendapatkan pekerjaan. atau "tepat". apa yang perlu dipertimbangkan dalam penetapan kriteria penilaiannya adalah bahwa putus sekolah itu terjadi karena berbagai faktor penyebab. guru budang studi. kurangnya pemahaman diri. Dalam contoh kriteria yang pertama. di dalam diri dan di luar diri pebelajar. killer". untuk berprestasi. laporan atasan mengenai kecakapan pekerja. sikap siap dan ulet menghadapi tantangan. Realistiskah tujuan itu? Pemberi layanan tidak bisa menetapkan tujuan yang tidak realistis. penilaian atasan. menurut siswa. atau "tepat" menurut konselor belum tentu "cocok". Mengenai tujuan dan kriteria dalam penilaian program bimbingan karier banyak ahli mengemukakan keberatannya. Dalam pembelajaran. dan kemampuan menahan diri. harus bisa dinyatakan dalam bentuk tingkah laku dalam berbagai tingkat : dari pernyataan verbal sampai tingkah laku konkret dalam situasi nyata. 1956). yaitu kriteria penyesuaian vokasional dan penyesuaian pribadi. Penetapan tujuan di bidang pekerjaan seperti ini dapat menimbulkan masalah. Strang (1963) menyarankan diterapkannya gabungan kriteria. bisa juga konselor tergoda membantu siswa/klien untuk memilih jurusan yang "mudah". peranan bimbingan dan konseling bersifat tidak langsung. banyaknya jabatan yang dipegang. Diatas telah disebutkan tentang adanya ketidakpuasan para ahli untuk kriteria di dalam penilaian bimbingan karieryang biasa dipergunakan. dipertanyakan mengenai kesesuaian "kecocokan". 431 . petugas Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). dan dilupakannya esensi dasar. atau kalau diperguruan tinggi. dan dalam memotivasi siswa untuk belajar. kriteria keberhasilan sebesar 60 persen dari jumlah siswa saja. Salah satu kriteria yang banyak digunakan di sekolah adalah meningkatnya angka nilai hasil belajar siswa. kurangnya informasi pendidikan dan informasi karier. sehingga dilupakan cara atau proses begaimana nilai itu dicapai. dan persiapannya untuk bekerja. demi objektifnya. Sebab-sebab lain terjadinya putus sekolah adalah kurangnya motivasi belajar. Kedua. Tujuan seperti itu. pernyataan berkurangnya masalah hubungan kerja yang dialami karyawan. sikap klien terhadap layanan konseling dan perubahan dalam pekerjaan. Dalam hal program penurunan kasus putus sekolah. hal yang banyak terjadi di jenjang pendidikan dasar : anak meninggalkan sekolah karena harus bekerja mencari nafkah untuk membantu kelangsungan hidup keluarga. lamanya jabatanjabatan itu dipegang. dan sebagainya. Ihwalnya menjadi soal penetapan tujuan. alasan mengapa orang menanggalkan jabatan itu. tidak bisa diketahui berdasarkan data hasil ukuran langsung tercapainya sifat-sifat kepribadian tersebut. Penyebab yang banyak disebut-sebut adalah faktor keuangan atau sosialekonomi orang tua. antara yang mudah mencapainya dan yang penuh tantangan dan amat susah mencapainya (Posavac & Carey. Seharusnya. penyesuaian emosional. yaitu banyaknya jabatan yang dipegang. untuk memilih mata-mata kuliah yang "mudah" atau yang dosennya bukan yang dijuluki "pembunuh. dalam menciptakan kondisi emosional belajar yang mendukung. Ada soal lain yang mesti juga diperhatikan berkenaan dengan penggunaan kriteria objektif untuk menilai hasil guna program dan layanan bimbingan. Dan ketiga. bukan angka nilai melainkan tingkah laku dan sikap dalam berlangsungnya proses belajar yang lebih diutamakan : sikap positif terhadap belajar. penunaian fungsi adaptif (McDaniel.seperti guru kelas. Tujuan yang mudah umpamanya adalah mencegah para siswa bunuh diri karena gagal mendapatkan pekerjaan barangkali akan tercapai hampir seratus persen-. keberhasilan belajar itu bergantung pada banyak faktor. itu sendiri antara konselor dan siswa –apa yang "cocok". untuk ilustrasi. yaitu menyangkut validitas tujuan itu sendiri. Banyak dari tujuan bimbingan yang kriteria penilaiannya dibahas ini adalah tujuan keseluruhan program-program sekolah sehingga menjadi tujuan dan kepentingan bersama seluruh petugas pendidikan di sekolah –tidak hanya kepentingan petugas bimbingan-. agaknya dipertanyakan tercapainya dalam konteks keadaan dunia karja di negara kita dewasa ini. pustakawan sekolah. yaitu pada bantuan dalam mengadaptasi pengalaman belajar sehingga memenuhi kebutuhan siswa dan selaras dengan ciri pribadi siswa. "ketepatan". Kriteria-kriteria itu umpamanya adalah "kecocokan" atau "tepatnya" tujuan karier yang di pilih.

Ini pun bertingkat : dari tingkah laku sebagai pengalaman tidak langsung di sekolah sampai pengalaman langsung di latar luar sekolah. apalagi konseling. A3 dan B siswa mengenali mata-mata pelajaran dan prestasi hasil belajar yang dipersyaratkan dalam mata-mata pelajaran itu untuk setiap jurusan". 90 persen siswa mampu menyebutkan pengetahuan tentang kendala akademis dan fisik dalam menjalankan tugas pekerjaan-pekerjaan yang dipilih. sementara untuk bimbingan. Penyelenggaraan penilaian memerlukan pengaturan mengingat bahwa penilaian itu sendiri merupakan satu sistem. masukan. pelaksanaan penilaian program bimbingan. tidak ada apa yang bisa disebut "kurikulum bimbingan". dan itu diperoleh dari pelaksanaan penilaian.. dan hal-hal bukan orang yang tersangkut di dalamnya seperti alat. ataukah berkat faktor-faktor lain mengingat banyaknya faktor atau variabel luar yang ikut main didalamnya. Sudah barang tentu tolok ukur mutakhirnya adalah dapat diamatinya tingkah laku siswa yang berucap itu di dalam situasi nyata. "Siswa mengenali faktor-faktor kesulitan (atau penghambat) dalam menjalankan dengan baik tugas pekerjaanpekerjaan yang dipertimbangkan untuk dipilihnya". Bardo dan rekan-rekannya menyarankan digunakannya ranah Wellman dalam menetapkan tujuan dan kriteria. dapat dinyatakan secara operasional dalam tingkah laku orang untuk bekerja sama dengan orang lain. (Jurusan di dalam contoh ini. Seperti yang telah dikemukakan. guru dan lembaga (sekolah). staff lain sekolah. media. tidak saja kebutuhan siswa tetapi juga kebutuhan orangtua murid. PENGORGANISASIAN PENILAIAN PROGRAM BIMBINGAN Demi keberhasilannya. Untuk itu sistem terus memerlukan balikan. apalagi berkat usaha bimbingan dan konseling. sistem yang terbuka. prosedur. sifat dan ketrampilan orang yang diperlukan agar ia bisa berfungsi secara efektif di dalam kelompok. termasuk penilaian program bimbingan karier. artinya terus berubah dan memerlukan pengubahan sesuai dengan kebutuhan. yaitu berupa Garis-garis Besar Program Pengajaran (GBPP). tidak bisa diharapkan sama bagi semua konselor.dan sistem-sistem di luarnya. Setiap konselor mesti mengembangkan sendiri rumusan tujuan program yang sesuai dengan kebutuhan. vokasional dan sosial (Bardo et al. penilaian itu proses yang berkesinambungan. umpamanya sekurang-kurangnya 80 persen semua siswa mampu mengenali mata-mata pelajaran dan nilai prestasi belajar yang dipersyaratkan untuk setiap jurusan. Sebagai contoh pengertian penyesuaian dan kebahagiaan berbeda bagi kepala atau pimpinan (eksekutif) dan bagi buruh. Ranah-ranah tujuan itu adalah edukasional. memerlukan pengorganisasian yang seksama. Menurut Kurikulum SMA 1994. "Diberikan persyaratan untuk jurusan-jurusan A1. tujuan itu umpamanya. Program bimbingan itu sendiri merupakan satu sistem organisasi yang kompleks mencakup tujuan. Berbeda halnya dengan bidang pengajaran. orang. Dalam ranah vokasional (karier). adalah sulit memastikan apakah kalaupun terjadi tingkah laku bekerja sama yang dikehendaki hal itu seratus persen berkat usaha pendidikan sekolah. guru. hal yang tidak dijumpai pada pekerjaan guru atau perancang sistem pembelajaran ketika merumuskan tujuan pembelajaran dan menetapkan kriteria penilaiannya. proses. Tujuan khusus pembelajaran suatu pokok bahasan dalam sistem sekolah yang berlaku dirumuskan dengan jalan menjabarkannya dari tujuan umum yang terdapat di dalam kurikulum (GBPP). aturan-.Penyesuaian sosial. Penilaian perlu dilakukan atas kinerja program bimbingan mengingat bahwa program itu merupakanproses yang dinamis. atau menghargai pendapat orang lain sementara ia tetap mempertahankan pendapatnya sendiri. 1978). IPS dan Bahasa). Di dalam penyelenggaraannya program mesti mendapat dukungan dari seluruh staff –konselor sendiri. Apa yang baru disebutkan di atas adalah justru yang menimbulkan kesulitan. Contoh tujuan ranah edukasional. Kapabilitas yang diharapkan akan dipertunjukkan siswa adalah dari ranah informasi verbal (Gagne. tidak statis. Untuk kriterianya. Bimbingan dan konseling berbeda dengan pembelajaran dalam arti bahwa untuk kegiatan yang disebut belakang ada kurikulumnya. dan wujud tingkah lakunya adalah siswa menyebutkan. Tujuan itupun harus diselaraskan dengan keadaan dan kondisi yang berlaku di samping disesuaikan dengan waktu. 432 . Dalam hal tingkah laku di latar luar sekolah. umpamanya. ada tiga jurusan dan baru dimulai di kelas tiga yaitu IPA-Matematika. dan sudah barang tentu pimpinan sekolah. Kriteria untuk tujuan ini. yang mendasari pelaksanaannya. 1988). yang sampai waktu ini masih ditetapkan secara nasional dan berlaku lebih kurang sama bagi seluruh sistem. secara lisan atau tertulis. adalah menurut Kurikulum SMA 1984. dimulai di kelas dua. A2. 11. penetapan tujuan suatu program bimbingan.

waktu. Demikian juga. Ini selanjutnya mengasumsikan bahwa telah ada. Dalam tahapan persiapan ini. sebagai contoh. penyelenggara program bimbingan harus dapat mempertunjukkan kinerjanya sebagai pertanggungjawaban misinya kepada badan pemberi tugas dan lebih-lebih pemberi dana. tahapan dan kegiatan-kegiatan dalam rangka penilaian itu berlaku juga untuk penilaian layanan bimbingan karier. hendaknya berjalan seperti biasa. dan keorganisasian usaha penilaiannya. Sesuai dengan lingkup dan tujuan buku ini. Pada tahap pembentukan organisasi ini. Pelaksanaan rekomendasi. itu berarti bahwa telah dilakukan persiapan-persiapan untuk melaksanakan keputusan yang telah diambil. seperti yang juga telah disebutkan. yaitu pengambilan keputusan berupa rekomendasi hasil penilaian. Apakah penilaian itu ditujukan kepada penyelenggaraan bimbingan karier sebagai suatu program yang berdiri sendiri atau itu merupakan bagian dari suatu program bimbingan yang lebih besar. umpamanya hal-hal yang mesti diperhatikan adalah bagaimana perkembangan dunia industri dan dunia usaha. seperti pemberian informasi. segala pengaturan dibuat sedemikian rupa sehingga penilaian itu merupakan bagian dari kegiatan sehari-hari. 12. yang penting di antaranya adalah perumusan tujuan dan penetapan kriteria. yaitu keputusan untuk melakukan penilaian. paham tentang penilaian ini berkaitan erat dengan paham tentang akuntabilitas pendidikan dan bimbingan. Persyaratan dan tuntutan dunia industri terus berkembang dan ini harus dipertimbangkan tim penilai untuk menentukan tolok ukur keberhasilan program bimbingan karier. serta perhatian yang perlu dicurahkan untuk mencapai tujuan program maka di sini ada soal pengelolaan. konseling. Hollis dan Hollis (1978) mengenali adanya tiga tahapan besar di dalam usaha penilaian program bimbingan : 1. Dalam tahapan ini perlu dilakukan kunjungan untuk b) 433 . Pelaksanaan studi penilaian dan 3. dapat dibayangkan bahwa ada tahapan besar yang lain sebagai tindak ikutan. Perkara akuntabilitas ini akan dibahas lebih lanjut di bagian belakang. tidak sampai terputus atau terganggu. atau tersusun suatu organisasi yang rapi demi keberhasilannya. teknik-teknik pembentukannya mesti diacukan ke bimbingan karier. Begitulah. khususnya akuntabilitas bimbingan karier. Maksud pengorganisasian ini adalah menyiapkan segala sesuatunya sehingga penilaian nanti bisa terlaksana dengan lancar dalam mencapai tujuannya. hal penting dalam tahapan ini. Di bagian muka telah disebutkan adanya langkah-langkah dalam proses penilaian. khususnya pengelolaan program bimbingan karier. demikian juga dalam tahapan-tahapan kedua dan ketiga. Menilik sifat keorganisasian program. layanan-layanan yang lain. Yang dimaksud adalah pengelolaan program bimbingan pada umumnya. dan wewenang dari pimpinan (h) Membangun jalinan komunikasi pribadi di antara semua staf yang terlibat di dalam penilaian. 2. Kalau hal ini dikaitkan dengan pengertian tentang penilaian dan maksud diselenggarakannya penilaian. termasuk penilaian di waktu yang akan datang (g) Mendapatkan dukungan berupa uang. Pembentukan struktur organisasi. tahapan-tahapan itu berlaku. Kegiatan-kegiatan yang tercakup di dalam tahapan ini (Hollis & Hollis. PEMBENTUKAN STRUKTUR ORGANISASI Yang dimaksud dengan organisasi yang strukturnya dibentuk di sini adalah organisasi penilaian.Di lingkungan sekolah. 1978) adalah : (a) Merumuskan tujuan layanan penilaian Menunjukkan siapa yang menjadi koordinator layanan (c) Menentukan siapa-siapa yang akan diikutsertakan di dalam layanan dan apa tugasnya masing-masing (d) Membangun kesiapan pihak-pihak yang tersangkut dalam penilaian yang akan diselenggarakan dan kesiapan akan perubahan-perubahan yang mungkin bakal terjadi (e) Menentukan batas lingkup yang akan dinilai (f) Menentukan jadual penilaian. Dengan kata lain. Selanjutnya ini berarti soal pengelolaan program penilaian. adalah menerapkan pengertian-pengertian dan asas-asas umum penilaian untuk bidang bimbingan karier. Langkah-langkah itu menunjukkan adanya tahapan pelaksanaan (eksekusi) penilaian. Sebagaimana tersirat dari uraian di muka. Dalam rapat-rapat tim atau kepanitiaan penilaian untuk merumuskan tujuan penilaian.

9. Demikian juga. Rasio konselor- 434 . termasuk menentukan kriteria dan teknik studi penyusunan 3. Merumuskan tujuan studi 2. METODE PENILAIAN Penilaian program bisa dilakukan dengan berbagai metode. dari antara kegiatan-kegiatan tahap kedua ini yang bersifat sentral adalah perumusan tujuan dan penetapan kriteria. dan (c) Metode "Bagaimana Kedudukan Kita Sekarang" (a) Metode Sebelum-dan-Sesudah Berusaha mengetahui kemajuan yang dibuat siswa setelah mengikuti suatu kegiatan program. Menyusun rekomendasi. Segala usaha dan teknik serta alat mesti diacukan ke pencapaian tujuan. Menyebarluaskan temuan atau hasil penilaian kepada pihak-pihak yang berkepentingan Seperti yang telah disebutkan di bagian muka. Mengumpulkan data. atau sekolah setempat pada suatu waktu. artinya mesti didasarkan pada kebutuhan lembaga. seminggu sekali selama satu kuartal. apakah program diteruskan (kalau berhasil baik) atau diubah/disempurnakan bahkan dihentikan. Termasuk juga di sini kunjungan survei dan konsultasi ke instansi dan dunia industri untuk memperoleh pandangan yang akan dijadikan dasar untuk penetapan tujuan penilaian. semua pihak yang tersangkut mesti mengorientasikan kegiatannya kepada tujuan. 14. 13. dengan berbagai teknik dan metode 5. yaitu : (a) Metode Sebelum-dan-Sesudah (b) Metode Perbandingan.dan dilakukan setelah segala sesuatunya mustahil. Hal penting lain yang perlu diperhatikan adalah bahwa tujuan dan kriteria keberhasilan itu hendaknya dirumuskan sejak semula. dan pada segala waktu. Rumusan tujuan ini hendaknya jelas dan spesifik. dalam hal ini melakukan pengamatan lapangan. Di samping itu perumusan itu hendaknya berdasarkan kesepakatan bersama antara yang memberikan layanan dan pihak yang menerima layanan. Menerapkan kriteria terhadap data dan menafsirkannya 7. Menyusun rancangan studi. Menentukan tim penilai (tim inti) dan pihak-pihak pembantu (nara sumber informasi dan konsultasi) 4. Gibson dan Mitchell (1989) menyebutkan tiga. Tujuan dan kriteria bersifat khas. 1978) mencakup : 1. (b) Metode Perbandingan Dilakukan dengan membandingkan sekelompok siswa dengan kelompok-kelompok lain. Menarik simpulan dan implikasi 8. misalnya mereka lebih realistis dalam pilihan karirnya. tidak umum. Kegiatan itu umpamanya siswa-siswa mengikuti pengalaman belajar langsung di bidang karier. Jadi tidak ada pengertian "tujuan bersama" yang berlaku untuk semua sekolah di semua tempat atau wilayah. PELAKSANAAN STUDI PENILAIAN Ini adalah inti kegiatan –pelaksanaan studi penilaian sendiri-. Penilaian berusaha melihat kemajuan yang dicapai siswa. setelah berakhirnya program. Perbandingan bisa juga dilakukan terhadap norma dari sejumlah kelompok. Menyusun data yang terkumpul 6.observasi dan konsultasi ke sekolah-sekolah yang diketahui berhasil dalam pelaksanaan penilaian di bidang bimbingan karier. Kegiatan-kegiatan di dalam tahap ini (Hollis & Hollis. atau lebih baik pemahamannya tentang pekerjaan yang diamatinya secara langsung itu.

Demikianlah penilaian intervensi karier ini mencakup tidak saja penilaian atas layanan bantuan individual diadik (antara dua orang) yang tradisional tetapi juga atas siasat-siasat bantuan lain yang luas seperti metode kelompok. misalnya harus diubah atau disempurnakan. terjemahan). modul pembelajaran diri. lokakarya. Bahkan. dilakukan modifikasi terhadap bagian-bagian tertentu atau keseluruhannya. yaitu hanya mencakup bantuan yang berlangsung di dalam hubungan satu-satu. PENILAIAN KEBERHASILAN KONSELING Konseling karier merupakan inti kegiatan bimbingan. antara konselor dan klien. disempurnakan. seperti yang telah disebutkan di muka merupakan proses yang berkelanjutan dan berlangsung sejak saat pertemuan pertama kali konselor-klien terjadi. Tujuan dan tolok ukurnya di sini adalah tujuan rekomendasi itu sendiri. Di dalam pustaka di waktu akhirakhir ini dibedakan antara konseling karier dan intervensi karier (Spokane 1991). Dengan mengabaikan kemungkinan keputusan terakhir. keragu-raguan pilihan kariernya hilang. yaitu 435 . Hal lain yang perlu diperhatikan adalah bahwa selama pelaksanaan rekomendasi. dalam hal ini perbandingan bukan dilakukan terhadap kelompok lain. Konseling karier dinilai terlalu sempit. Konseling juga dinilai mahal karena hanya mampu manangani klien dalam jumlah yang terbatas sehingga kurang berguna untuk jumlah siswa yang banyak di lembaga yang besar. Dalam wawancara konseling terhadap seorang klien dilakukan penilaian untuk mengetahui apakah tujuan intervensi diadik ini telah tercapai : mengenal kekhasan dirinya (demikian juga kekhasan orang lain). atau dibatalkan sama sekali. kuesioner untuk mengukur pelaksanaan program. yaitu sejak klien diterima petugas resepsionis. Keputusan pertama –program diteruskan-menyiratkan keberhasilan program sedangkan keputusan terakhir --program dibatalkan-menggambarkan kegagalan program. dan berupa "setiap kegiatan yang tujuannya adalah meningkatkan kemampuan individu membuat keputusan karier yang lebih baik" (Spokane. rencana kariernya mampu disusunnya. dan inventori arahan-diri (self-directed inventory). hal. daftar cek. 17. 15. yang tidak mampu menyusun rencana karier. mengubah tingkah laku klien yang maladaptif. (c) Metode Kedudukan Sekarang Pada dasarnya menerapkan perbandingan juga. Atas dasar kriteria disusun skala penilaian. Penilaian-hasil mengukur hasil yang dicapai sesuai dengan tujuan: membantu mengenal dan memahami diri. pelayanan dan kegiatan bimbingan hendaknya berjalan seperti biasa. atau kejadian lebih awal lagi. Paham lain mengatakan bahwa penilaian konseling hendaknya. kegiatan kelas. Perkecualiannya adalah kalau kegiatan atau bagian kegiatan itu yang terkena rekomendasi. 1991. tingkah lakunya berubah menjadi adaptif –secara umum masalahnya masalahnya terpecahkan. melainkan dengan kriteria tertentu atau standar yang ditetapkan dan diterima.siswa suatu sekolah bisa dibandingkan dengan ratio rerata konselor-siswa sejumlah sekolah di suatu daerah untuk menilai apakah jumlah konselor di sekolah itu memadai. kegiatan-kegiatan dalam tahapan ketiga ini yang disesuaikan dengan yang dikemukakan Hallis dan Hallis (1978): (a) Menyusun kerangka prosedur untuk pelaksanaan rekomendasi (b) Memperoleh persetujuan dari pihak-pihak yang berwenang untuk melaksanakan rekomendasi (c) Menunjuk koordinator selaku penasihat pelaksanaan rekomendasi (d) Mengikutsertakan orang-orang yang tersangkut untuk membantu pelaksanaan rekomendasi (e) Menyusun prioritas dan jadwal dalam pelaksanaan rekomendasi (f) Mengikuti pelaksanaan rekomendasi untuk melihat pengaruhnya (g) Menyusun laporan kegiatan Kegiatan (f) mengandung arti bahwa pelaksanaan rekomendasi sebagai hasil penilaian itu sendiri terkena penilaian. MENERAPKAN REKOMENDASI Telah dikemukakan bahwa maksud dilakukannya penilaian terhadap program bimbingan adalah untuk memperoleh bahan guna mengambil keputusan berkenaan dengan program itu: apakah akan diteruskan. apa yang terjadi sebelum pertemuan konselor-klien. Intervensi karier lebih luas cakupan layananya. yang secara umum mengalami masalah. atau bahwa program itu tidak perlu lagi diselenggarakan. yang ragu-ragu dalam memilih karier. 16.

yang mesti saya lakukan?" kemudian tuturnya menjadi "Saya rasa sebaiknya saya ikut kerja magang". Konselor yang peduli akan keberhasilan bantuannya sejak awal pertemuan memperhatikan apakah klien memperoleh kemajuan selama berlangsungnya wawancara. dan bagaimana dia dirujuk bisa berpengaruh –baik atau buruk-. kemajuan atau tidak. dan mungkin hanya berupa pertanyaan verbal). Ini yang barang kali menyebabkan keterlambatan saya". mengutik diri. Apa yang seharusnya saya perbuat?" kemudian berucap. ke seorang nara sumber.kalu ia rujuk-. Setelah memperoleh petunjuk dari ucapan-ucapan klien bahwa klien membuat kemajuan –mulai memahami dirinya. "Apakah ditolaknya lamaran kerja saya tidak karena keterlambatan saya memasukkan surat lamaran?". klien mulai mau bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri. hal itu mengingat bahwa konseling terjadi di dalam situasi antar hubungan konselor-klien sehingga apa yang terjadi pada diri klien. "Kok saya ini serba salah. lalu bagaimana selanjutnya. bukan suatu kegiatan yang terlepas. atau "siswa membina hubungan baik dengan teman-teman kerja kelompok". yaitu setelah konseling selesai. Penilaian dilakukan dengan menghitung banyaknya respons positif dan respons negatif yang muncul. 436 . "Saya ini bagaimana. atau "siswa menentukan pilihan kerja tentatif". mengembangkan pemahaman mendalam atas situasi masalahnya--konselor mencari petunjuk lebih lanjut mengenai kelangsungan kemajuan itu dan seberapa jauh. merupakan hasil patungan konselor-klien. mengelak dari tanggung jawab. percaya diri. "Apa yang dapat saya lakukan?". Sebaliknya dari apa yang baru disebutkan. umpamanya siswa berbicara dengan tatap muka langsung (semula berpaling-paling ke kanan ke kiri. Setiap langkah konseling. atau menunduk terus menerus). kebergantungan. yang dilakukan pada tahap akhir. tetapi … (teman saya sekamar kos selalu mengganggu" –dan 'tetapitetapi' yang lain)". misalnya seorang pekerjayang sukses).pada diri klien dan pada masalah yang dibawanya ke konselor. sehingga merupakan suatu proses berkelanjutan. penilaian atas prosesnya adalah penilaian atas isi wawancara yang sedang berlangsung. "Jurusan apa.tatkala rujukan dibuat. menepati janji pertemuan. menurut Ibu?". sebenarnya "konseling" sudah berlangsung. misalnya dari koran. Dari wawancara seorang klien tersirat pemahaman dirinya dan seberapa jauh telah berkembangnya pemahaman mendalam akan masalahnya dan situasi di mana dirinya berada. yang makin bertambah (McDaniel. masalah klien bisa menjadi ringan atau malah bertambah berat oleh pengalaman prakonseling itu. terusmenerus. menggambarkan pemahaman diri dan penerimaan diri. Pak?". Siswa yang mula-mula berkata. Mengenai yang disebut belakangan. Ini dapat dijadikan petunjuk terjadinya kemajuan tingkah laku. Dengan begitu penilaian masuk menjadi satu dalam bagan arus proses konseling yang dimulai dari penetapan tujuan sampai pengakhiran konseling. atau mula-mula. "Saya sebetulnya mau belajar. meski mungkin itu keputusan kecil. Diperoleh kemajuan kalau respons negatif yang pada mulanya sering dilakukan makin lama makin berkurang dengan digantikannya respons-respons yang positif. Bu. Di dalam konseling karier. tujuan itu umpamanya "siswa mencapai nilai rata-rata paling kurang 7 untuk bidang studi syarat masuk jurusan mesin (di SMK)". 1978). Jadi. tidak percaya diri. dinilai untuk dilihat kecocokannya dengan keseluruhan tujuan konseling. Respons negatif yang dimaksud itu umpamanya berupa ucapan-ucapan seperti. saya ini tidak becus". Pak". Bu?". Bagaimana klien diterima oleh petugas resepsionis. "Apa. "Setelah membuat surat lamaran kerja. atau disarankan. Penilaian merupakan bagian dari keseluruhan proses konseling sendiri. 17. mandiri (mengambil keputusan sendiri. mau bertanggung jawab. penilaian berlangsung saat demi saat. ke perpustakaan. mengambinghitamkan orang. Bu. matang. "Kerja saya lamban. Bu. mencari/menemukan sendiri informasi jabatan yang diperlukannya (tanpa disuruh. Penilaian proses ini dilakukan dengan mempelajari rekaman pembicaraan dengan klien untuk memperoleh petunjuk apakah telah terjadi perubahan tingkah laku. ya". yang sebaiknya saya ambil?". "Apa yang harus saya perbuat. 1956). PENILAIAN DALAM KONSELING SISTEMATIS Di dalam konseling sistematis (Stewart et al. "Itu bukan salah saya. Jika pembicaraan dibatasi pada intervensi yang pokok. dan ditujukan tidak saja kepada klien tetapi juga kepada konselor sendiri. atau "siswa memperoleh pekerjaan". yaitu konseling. atau seberapa banyak kemajuan itu. menunjukkan bukti-bukti adanya pertumbuhan. Ucapan-ucapan klien yang negatif menggambarkan berbagai sikap yang tidak dikehendakiseperti membela diri. Tanda-tanda kemajuan yang lain. setiap apa yang terjadi. penilaian kemajuan konseling berarti penilaian atas hasil. dan kebiasaan saya suka menunda-nunda. ucapan klien. "Ayah selalu bilang.

Di dalam konseling sistematis. penilaian terus berjalan untuk mamantau bagaimana kinerja klien selanjutnya seusai konseling. orang tua.Melihat kemajuan : apakah ada. bagi mereka penilaian mengandung konotasi negative. 19. di Indonesia dewasa ini. Langkah-langkah pemantauan perilaku klien pascakonseling bermaksud melihat apakah klien menjalankan keputusan yang dibuatnya sebagai hasil konseling atau apakah ia terus membuat kemajuan. konselor yang kuat nurani profesinya –seperti telah disinggung di muka-. berlangsung mengikuti runtunan langkah yang terpetakan di dalam bagan arus. 18. PENGERTIAN AKUNTABILITAS Secara singkat. dan penilaiannya. Berkinerja karena adanya akuntabilitas menjadi panggilan etis pribadinya.Merekam kinerja : merekam secara tertulis taraf kinerja klien sekarang dalam mengatasi masalahnya 2. dan proses berjalan ulang dari tahap itu ke tahap-tahap selanjutnya. Meskipun demikian. yaitu dengan melakukan pengamatan langsung atas perilaku klien. atau wawancar). dengan mempelajari dokumen-dokumen atau data atau bahan tertulis yang ada mengenai klien itu. bahkan ketakutan –orang cenderung tidak suka atau takut dinilai. Setelah penetapan tujuan. dan program-program bimbingan yang dikembangkannya. apakah cukup kuat. yang diberikan arti pertanggungjawaban. melalui klien sendiri (tertulis. proses penilaian kinerja klien itu adalah : 1. meskipun sebenarnya terjadi juga masalah akuntabilitas pendidikan ini.merasa terpanggil untuk selalu memberikan yang terbaik bagi kliennya. dari kajian pustaka ternyata bahwa pengertian akuntabilitas tidak sesederhana yang mungkin dikira orang. bagi siswasiswa yang menjadi tanggung jawabnya. termasuk tujuan-tujuan antara. akuntabilitas bisa diindonesiakan. konselor dan klien kembali lagi ke tahap yang lebih awal (sebelumnya). dan langkah-langkah yang berkaitan seperti penentuan siasat dan langkah-langkah. istilah akuntabilitas sendiri. Di dalam bahasa inggris pun. teman. keputusan berikut bisa pengakhiran konseling atau konseling lebih lanjut (karena berkembang tujuan lain. Ia terus-menerus mengusahakan peningkatan kemampuan profesional dirinya demi peningkatan mutu layanan bantuannya. dan seberapa banyak 3. Kalau konseling berakhir dan tujuannya tercapai. Krumboltz (1974) mengatakan. Jika tercapai. seperti halnya istilah penilaian.Membandingkan kinerja dengan tujuan : hasil perbandingan adalah apakah tujuan tercapai atau tidak. Hal ini mengingat bahwa ada kemungkinan sehabis konseling yang berhasil klien kembali ke pola perilaku lama yang tidak adaptif. terkena tuntutan akuntabilitasdari masyarakat luas dari mana ia memperoleh peranannya dan dari mana siswasiswa yang dilayaninya berasal. Penilaian pascakonseling. Jika tujuan tidak tercapai. kata accountability 437 . 1976). seperti nilai rapor. Dengan demikian ia merasa bahwa dirinya. menimbulkan semacam alergi. menggunakan format pelaporan tertentu atau daftar cek kemajuan. dengan begitu bagi masyarakat yang memberikan kepercayaan kepadanya. Demikian juga telah disebut tentang belum "membudayanya" akuntabilitas ini di lingkungan pendidikan. yaitu pemeriksaan atas motivasi untuk mencapai tujuan yang semula ditetapkan. Penilaian tindak lanjut Ada beberapa cara penilaian tindak lanjut yang dapat dilakukan. proses konseling. Bagi sebagian orang. Ia memahami arti dan maksud akuntabilitas dan tahu apa dampak akuntabilitas baginya –dampak positif. SISTEM AKUNTABILITAS BIMBINGAN Di muka telah disinggung perihal akuntabilitas. dan diartikan pertanggung jawaban. dimintai pertanggungjawaban. kurang disukai. data kehadiran mengikuti pelajaran. pengertian dan hubungannya dengan penilaian. akuntabilitas itu bermanfaat bagi konselor dan oleh karena itu konselor perlu berusaha untuk membangun suatu sistem akuntabilitas yang akan berguna bagi dirinya sendiri selaku profesional. laporan atau informasi dari pihak-pihak seperti guru. yaitu tujuan ikutan atau tujuan yang baru sama sekali). Meski kedengarannya sudah jelas. misalnya di halaman sekolah waktu istirahat atau di dalam kelas waktu pelajaran. demikianpun riset menunjukkan (Prazak. apalagi bimbingan.

Dari uraian-uraian tentang definisi di atas nyata bahwa akuntabilitas itu suatu sistem. Ia mendifinisikan pengertian umum akuntabilitas: pertanggung jawaban untuk sesuatu.. di dalam Gibson et al. apalagi setelah konsep yang ada semula diterapkan pada latar-latar. bukan sebagai kerja dan capaiannya 4. Karena soal semantik ini. Penerapan konsep akuntabilitas itu dibidang pendidikan mengandung makna penilaian secara terus-menerus prestasi pendidikan para murid di sebuah sistem sekolah. Telah disebutkan bahwa sebagai bagian dari usaha pendidikan bimbinganpun terkena akuntabilitas. yaitu bahwa sekolah dan para pendidik yang menjalankannya dituntut untuk akuntabel. (1981) mengutip definisi umum akuntabilitas yang berarti kewajiban untuk menjelaskan atau melaporkan pelaksanaan tugas yang dipercayakan kepada seseorang. Sistem akuntabilitas harus dibangun dengan tujuan untuk memajukan keefektifan profesional dan untuk melakukan perbaikan oleh diri sendiri. Apa yang dipertanggungjawabkan?. atau diberikan jawaban). pengaitan tingkat prestasi yang dicapai itu dengan tujuan dan pengharapan pendidikan negara dan masyarakat dan masyarakat dan selanjutnya dengan orangtua. bukan untuk menunjukkan kesalahan atau menghukum kinerja yang buruk 438 . ada tujuh kriteria yang menurut Krumboltz (1974) perlu dikenali. Kegiatan yang dilakukan konselor harus dinyatakan sebagai biaya. Ada sejumlah model model bagi pengembangan sistem akuntabilitas. dengan konsekuensi yang dapat diramalkan demi kinerja yang dikehendaki dan dapat dipahami dari apa yang dipertanggungjawabkan itu".bisa diartikan responsibility (kira-kira. Ketujuh kriteria tersebut adalah: 1. 5. artinya bertanggung jawab dan siap bisa menjawab. guru. akuntabilitas pendidikan. tujuan umum konseling harus disepakati oleh semua pihak yang berkepentingan 2. Istilah bertanggung jawab dan pertanggungjawaban berkembang pengertiannya melalui pertanyaan-pertanyaan seperti: 1. Konsep dasar yang semula pun berkembang. 1984) Dari buku Administrators handbook on educational accountability. termasuk latar pendidikan. Siapa yang bertanggung jawab? 2. Apa yang dikerjakan dan dicapai konselor harus dinyatakan dalam rumusan perubahan tingkah laku klien yang penting yang dapat diamati 3. 1981). maka ada banyak definisi yang diberikan para pakar..  Menemukan cara-cara pintas untuk pekerjaan tugas rutin. hal dapat dijawab.  Memberikan argumentasi untuk minta tambahan tenaga staff guna mencapai tujuan yang wajar. sistem akuntabilitas yang dikembangkan bermanfaat secara potensial bagi konselor karena hal itu memungkinkan konselor untuk:  Memperoleh balikan mengenai hasil dari kerjanya. Gibson et al. Bertanggung jawab tentang apa? atau 4. Definisi lain mengenai akuntabilitas yang dikutip adalah definisi yang khusus untuk pendidikan. salah satu model yang banyak dikutip adalah yang dikembangkan oleh Krumboltz (1974). Agar bisa merumuskan apa saja yang menjadi tanggungjawab konselor.  Mengenali siswa-siswa yang kebutuhannya tidak terpenuhi. tanggung jawab atau pertanggungjawaban). bisa pula bermakna answerability (kira-kira.  Mengajukan permintaan untuk menyelenggarakan pelatihan guna menghadapi masalah yang pemecahannya menuntut kemampuan baru. atau menggelembung. sebenarnya istilah pinjaman. Bagaimana cara bertanggung jawab? Akuntabilitas di dunia pendidikan. mengenai apa yang mereka hasilkan sebagai "buah usaha pendidikan". Pertanggungjawaban apa? atau 3. pembayar pajak dan warga masyarakat sekitar (Lessinger et al. yaitu apa yang dipelajari siswa. dan Leon Lessinger adalah tokoh yang secara umum dipandang "bapak akuntabilitas" pendidikan (Gibson & Mitchell. Agar sistem akuntabilitas bimbingan membawa hasil yang dikehendaki. atau bidang-bidang lain.  Memiliki metode konseling atas dasar keberhasilan nyata yang dapat dilihat. Bertanggung jawab kepada siapa? Dan 6. Menurut Krumboltz. Bagaimana pertanggungjawaban itu dilakukan? Atau 7. Untuk penerapannya di bidang bimbingan. dan soal ragam konsepnya. kepada seseorang.

atau dosen pembimbing program studi pendidikan konselor. Hal sebaliknya. laporan mengenai kegagalan dan hasil yang tidak diketahui hendaknya tidak dilarang dan jangan dihukum 6. untuk keberhasilan sistem akuntabilitas yang dikembangkan itu perlu perancangan dan perencanaan. yaitu kalau konseling tidak berhasil. Penilaian atas konselor ini dapat dilakukan oleh klien yang dibantu. 2. hasil rekamannya dapat dipelajari dalam usaha penilaian diri ini. tetapi kemajuan itu juga berkat peranan konselor. Di atas semuanya. yang disebut paling akhir ini adalah kalau yang menjalankan konseling itu mahasiswa yang sedang berpraktik. 3.. ada kode etik yang harus diperhatikan. Semua pengguna sistem akuntabilitas harus diikutsertakan (diwakili) dalam merancang sistem tersebut 7. dan sebagainya. Lepas dari model-model yang ada. Sistem akuntabilitas itu sendiri harus dinilai dan bisa diubah. atau oleh penilai luar yang diminta (Stewart et al. pengembangan sistem akuntabilitas ini harus memperhatikan pengertian-pengertian dan asas-asas pengorganisasian program yang telah dibahas di bab depan. ucapan-ucapannya. Apakah ia mengikuti langkah-langkah dalam bagan arus yang telah dibuat. adalah pasti bahwa program bimbingan dan sistem akuntabilitas yang mau dikembangkan mesti bertolak dari 1. Ada berbagai model dalam pengembangan sistem akuntabilitas. 6. Pihak luar yang diminta penilaiannya. diantaranya adalah menurut Pulvino & Sanborn (1972). 3. one-way mirror). 1973). Karena itulah penilaian perlu dilakukan terhadap konselor untuk melihat apakah konselor menjalankan konseling sepatutnya : 1. Tahap dimana pengemban tugas mempertanggungjawabkan usaha-usaha bimbingan yang dituangkan di dalam program. 1978). 2. Pengenalan dan perumusan tujuan-tujuannya. umpamanya adalah konselor sejawat atau supervisor/pimpinan unit tugas konselor. Keefektifan konseling dapat dilihat dari kemajuan tingkah laku klien. suatu program kerja tidak akan memiliki arah yang jelas. Di sini dituntut kejujuran konselor terhadap diri sendiri dan penting adanya niat belajar untuk membuat kemajuan. Agar laporan bisa dibuat sebenar-benarnya. Krumboitz (1974). apakah tidak ada kesalahan yang dibuatnya dengan jalan bertanya kepada diri sendiri. Jika wawancara direkam --audio atau video--. Adanya kebutuhan. Apakah konselor membantu klien dalam mencapai tujuan yang telah disepakati bersama ? 2. 4. Apakah ia menerapkan siasat yang cocok untuk klien ? 3. yaitu: 439 . juga target yang jelas dan spesifik. Penilaian atas konselor. video. Demikian juga.5. INDIKATOR KEBERHASILAN PROGRAM BIMBINGN DAN KONSELING Setiap program kerja seyogyanya memilliki tujuan yang jelas dan dikuti oleh indikator atau kriteria keberhasilan yang spesifik dan. Dalam konseling sistematis. penilaian juga dilakukan terhadap konselor. pertanyaan-pertanyaannya apakah jelas. konselor menilai dirinya apakah kerjanya sudah betul. 7. Melalui angket atau pertanyaan langsung klien bisa diminta menyampaikan komentarnya mengenai bagaimana kerja konselor : 1. atau verbatimnya—atau dengan menyaksikan jalannya konseling melalui fasilitas pengamatan lewat kaca satu arah (one-way screen. Pelaksanaan program dan 4. Shertzer & Stone (1971: 457-458) juga mengemukakan lima kategori umum indikator atau kriteria keberhasilan program bimbingan dan konseling di sekolah. dalam banyak hal. yaitu bahwa klien harus diminta persetujuannya. Dalam hal rekaman elektronik. 5. Dengan kerangka kerja seperti itu dapat diterapkan asas-asas dan kriteria yang ditetapkan berdasarkan filsafat yang dianut dan kebijaksanaan yang berlaku. di situ juga ikut terbawa kinerja konselor. di sini diperlukan izin klien yang sedang diwawancarai 20. Pengembangan sistem akuntabilitas bimbingan nyata kaitannya dengan program yang sedang dikembangkan atau sedang berjalan. Mereka memberikan balikan untuk bahan penilaian setelah mempelajari rekaman konseling –audio. konselor sendiri (swapenilaian). tugas-tugas yang diberikannya apakah tidak terlalu sukar. AASA (Asosiasi Administrator Sekolah Amerika. Maka. Prazak (1976).

yaitu penurunan kegagalan dan masalah pembelajaran di sekolah baik secara kuantitatif maupun kualitatif. produk dan dampak BK 6. Jelaskan dengan contoh penilaian proses. 2.Ada BK tetapi tamatan sekolah tetap susah mendapatkan pekerjaan. Pertanyaan : 1. Berkat program bersama BK dan pengajaran nilai ujian siswa hampir semua kelas di sebuah SLTP naik dari rerata 6. yaitu pilihan siswa tentang tujuan dan pilihan pekerjaan dan karir menjadi semakin tepat (cocok dengan potensi dan karakteristik pribadinya). • Greater utilization of the counceling service. yaitu penurunan masalah-masalah disiplin. Secara umum bagaimanakah pendapat anda mengenai penilaian pihak luar tersebut? Setujukah anda. baik secara kuantitatif maupun kualitatif. yaitu penurunan perubahan dalam program bimbingan di tengah jalan. yaitu peningkatan pemanfaatan layanan konseling secara sukarela. berilah alasan ? Kasus B.00 menjadi 7. • Choice of “suitable” vocational goals. tidak ada alat test. • Reduction in discipline problems. Pertanyaan : 1. Bagaimanakah persamaan dan perbedaannya antara penilaian dengan penelitian? 3. seperti tidak adanya ruang BK yang khusus. Hal ini sebagaimana dinyatakan dalam ucapan: Ada bimbingan tetapi kasus kenakalan remaja tetap saja ada. LATIHAN SELESAIKAN SOAL BERIKUT INI Kasus A : Sering terdengar kecaman mengenai keberadaan program bimbingan di sekolah yang menyatakan BK tidak berhasil. C. Berilah alasan saudara. Jelaskan jawab saudara dengan contoh. Mengapa penilaian layanan dan program diperlukan? 7. Apakah kriteria yang digunakan? 440 . Temuan ini umumnya disambut baik dari berbagai kalangan.. Menurut pengamatan anda apakah Guru. 2. kurang beaya .50. Sahihkah penilaian fihak luar tersebut. Setujukan anda .guru BK telah melakukan penilaian layanan dan program – programnya? 4. Bagaimanakah karakteristik program BK yang efektif? 8. Apakah ada kaitan antara penilaian bimbingan dengan penilaian pengajaran. Apakah kendala yang dihadapinya? Bagaimana mengatasinya? 5. Sementara kalangan petugas BK mendapat kecaman seperti itu mengatakan bahwa BK tidak berjalan semestinya karena kurang fasilitas .• Reduction in scholastic failure. • Reduction in program changes. Bagaimana pendapat anda mengenai apa yang dikemukakan oleh petugas BK di atas.

Pelaksana : Para siswa di bawah bimbingan konselor sekolah. Laporan Hasil Penilaian/ grafik/ tabel Pembahasan Penutup : Simpulan dan Rekomendasi Daftar Pustaka Lampiran – lampiran Contoh : Disuatu SMA akan dicobakan layanan bimbingan kelompok yang selama ini belum pernah dicobakan oleh kebanyakan konselor. antara lain : Latar belakang penilaian. 9. 13. Teknik analisis data. Contoh tersebut di atas. 11. PENDAHULUAN A. 441 . Disamping bisa diketahui letak penyimpangan-penyimpangan tersebut terjadi. dan pengumpulan data./Subyek penilaian Instrumen dan sumber data . Latar Belakang Penilaian Layanan Bimbingan Konseling Adalah merupakan kenyataan bahwa pelaksanaan bimbingan dan konseling terkesan belum berjalan. 10. Tujuan yang hendak dicapai : Meningkatkan keterampilan para siswa untuk memcahkan masalah-masalah yang dirasakan bersama. I. memberikan gambaran singkat tentang penyusunan disain penilaian atau penelitian. direncanakan. ada tiga langkah yang harus ditempuh. Banyaknya tugas yang kurang proporsional. 3. mengakibatkan para konselor menjadi tidak profesional dalam bidangnya. maka ”pelayanan BK di sekolah” perlu dipenilaian. Tanpa penilaian 1. Problematika (yang akan dicari jawabannya). 7. Sejauh mana penyimpangan-penyimpangan itu selama ini belum pernah di identifikasi. 2. yaitu penyusunan disain penilaian. penyusunan instrument. Penyusunan Disain Penilaian Secara garis besar. Tugas-tugas yang diemban oleh para konselor masih jauh dari yang diharapakan.MATERI BAGIAN KEDUA SISTEMATIKA PENILAIAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING Dalam rangka penilaian suatu kegiatan. 5. disain penilaian berisi hal-hal yang perlu dicakup. 12. dan bagaimana menindaklanjuti atau cara mengatasinya. 8. Untuk memperjelas setiap langkah sebagaimana disebutkan diatas. lantaran banyaknya penyimpangan yang terjadi dilapangan. Pengembangan Program : Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN) Sarana : Buku ”Pedoman Bimbingan dan Konseling Kelompok”. dapat dijelaskan sebagai berikut : BAB. Evaluator : Konselor dan Kepala Sekolah. termasuk penilaian layanan bimbingan konseling. Tujuan dan Manfaat penilaian Definisi operasional Populasi dan sampel . apalagi dilaksanakan. 4. Dengan kata lain ”apa yang terjadi dilapangan” selama ini belum pernah dipenilaian dan ditindaklanjuti Agar segala penyimpangan secara pasti dapat diketahui. 6.

11. Apakah pelayanan bimbingan dan konseling menjadikanya setiap siswa semakin memahami dirinya. Orang tua Memberikan masukan kepada siswa dalam kaitannya dengan sikap / perilaku 4. Tujuan Penilaian 1. tujuh jenis layanan dan lima kegiatan pendukung sesuai dengan yang diharapkan oleh kurnas ? 3. 4. Untuk mengetahui tersedianya alat / perlengkapan yang diperlukan dalam pelayanan bimbingan konseling. Untuk mengetahui pengelolaan pelayanan bimbingan konseling. B. Untuk mengetahui kesulitan konselor dalam pelaksanaan layanan BK. D. 2. 7. tidak akan pernah terwujud. Untuk mengetahui standar tindaknya alat yang digunakan dalam pelayanan BK. antara lain : 1. dan keterampilan siswa setelah diberi pelayanan BK. Untuk Mengetahui pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling berdasarkan kurikulum bimbingan dan konseling . Apakah pada diri siswa telah ada perubahan tingkah laku sesuai dengan tujuan bimbingan dan konseling ? 2. 3. maka perubahan terhadap apa yang sekarang ini terjadi. 6. Untuk mengetahui tercakupinya tenaga pengelola dalam pelaksanaan pelayanan BK di sekolah. Kepala Sekolah : Sebagai masukan dalam pengelolaan Layanan BK di Sekolah 2. Untuk Mengetahui keberhasilan pola 17 plus dalam pelaksanaan pelayanan bimbingan konseling. Konselor Memberi masukan dalam pelaksanaan layanan bimbingan kelompok yang lebih akurat 3. Manfaat Penilaian bagi : 1. Problematika/Permasalahan Sebagai problematika umum yang akan dicari jawabnya adalah ”Apakah pelayanan bimbingan konseling di sekolah sudah efektif dan efisien sesuai dengan azas-azas dan kode etik bimbingan dan konseling sebagaimana diharapkan ?” Untuk mempermudah mencari jawaban atas problematika tersebut. Untuk mengetahui tingkat pengetahuan. Siswa Memberi masukan kepada siswa agar mampu mengubah perilaku BAB II KAJIAN TEORI Menjelaskan teori dan variabel yang dinilai 442 . maka problematika tersebut dirinci sebagai berikut : Siswa. sikap. Apakah kegiatan bimbingan dan konseling sudah dikelola sebaik-baiknya ? C. Untuk mengetahui hubungan antar staf yang ada di sekolah. Untuk mengetahui pengelolaan pelayanan bimbingan dan konseling yang mengacu pada pola 17 plus. Apakah Pelayanan bimbingan dan konseling sudah berorientasi pada pola 17 plus sesuai dengan Kurnas BK ? 2. Apakah setiap layanan bimbingan yang dilakukan sudah mengacu sepenuhnya pada empat bidang bimbingan.dan upaya untuk menindak lanjuti. antara lain : 1. Untuk mengetahui tingkat keprofesionalan konselorsebagai tenaga inti pelayanan BK. 10. 5. 9. 8. lingkungannya dan dapat merencanakan masa depanya ? Kegiatan Bimbingan dan Konseling.

menyarankan hal-hal sebagai berikut: Angket perlu dibuat menarik penampilannya dengan tata letak huruf atau warna tertentu. Menuliskan petunjuk pengisian. data dikumpulkan melalui: Dokumentasi/catatan pribadi siswa.. cukup banyak dan komprehensif . dan III. kegiatan praktikm. Oleh karena itu instrument untuk mengumpulkan data perlu bervariasi. Menyunting instrumen merupakan pekerjaan terakhir dalam penyusunan instrumen. orang tua siswa dengan sumber data: guru dan siswa. Untuk mengetahui hal-hal yang berhubungan dengan kegiatan pelayanan BK. sampailah pada tahap kedua persiapan. disesuaikan dengan keperluan pengumpulan data seperti yang telah ditetapkan di dalam disain penilaian. wawancara dan dokumentasi. Pengamatan terhadap penampilan siswa. buku laporan dan catatan-catatan lain (paper). dengan sumber data konselor. Wawancara dengan siswa. Borg dan Gall. Angket tentang pengelolaan alat kepada pengelola.). dengan sumber data siswa yang diambil sebagai perwakilan (person). sumber data dapat dilaboratorium. digunakan: Pengamatan di kelas dengan sumber data kegiatan bimbingan dan konseli (Place). Untuk menghindari kejadian ini. Kepala Sekolah. Dokumentasi tentang pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling. 443 . identitasm dan sebagainya. Jenis dan banyaknya instrumen yang disusun. apa fungsi setiap jawaban dalam setiap butir bagi jawaban problematika. Studi atau penilaianya juga disebut studi populasi atau studi sensus.BAB III METODE PENILAIAN A. yaitu menyusun instrumen penilaian. data dikumpulkan melalui wawancara dengan konselor dan siswa. adalah sebagai berikut: Merumuskan tujuan yang akan dicapai dengan instrumen yang akan disusun. Oleh karena itu penilaian dilakukan terhadap sampel. observasi. Wawancara dengan guru. Langkah ini sangat perlu. II. siswa. Membuat pengantar permohonan pengisian bagi angket yang diberikan kepada orang lain. Untuk mengetahui pengelolaan pelayanan bimbingan dan konseling. Apabila seseorang ingin mneilai semua elemen yang ada dalam wilayah penilaian. pedoman observasi dan pedoman dokumentasi hanya identitas yang menunjuk pada sumber data dan identitas pengisi. dengan sumber data dari para siswa yang diambil perwakilan dari kelas I. Wakil Sekolah.. Menjelaskan disain Penilaian B. C. buku kerja. lihat lampiran. datanya dikumpulkan melalui para pengelola di sekolah seperti. sebab tidak mungkin kiranya menyusun intrumen tanpa tahu untuk apa data yang terkumpl. D.Wawancara dengan guru. Membuat kisi-kisi yang mencanangkan tentang rincian variabel dan jenis intrumen yang akan digunakan untuk mengukur bagian variabel yang bersangkutan. data dikumpulkan melalui pengamatan.. Populasi dan Sampel / Subyek Penilaian Populasi yang dimaksud adalah sekumpulan / keseluruhan subjek penilaian. Instrumen dan Sumber Data Khusus penilaian pelayanan bimbingan konseling di sekolah. Borg dan Gall (1979:295) menyatakan bahwa selama waktu istirahat makan siang terlihat banyak angket dibuang ditempat sampah. Untuk mengetahui posisi konselor dan kesulitan yang dihadapi dalam pelayanan bimbingan dan konseling. Penyusunan Instrumen Setelah selesai menyusun disain. dan Personil Bantu Pelayanan. Untuk mengetahui tanggapan siswa tentang pelayanan bimbimbingan dan konseling di sekolah.. Hal-hal yang dilakukan adalah: Mengurutkan butir menurut sistematika yang penghendaki penilai untuk mempermudah pengolahan data. digunakan wawancara. (Contoh kisi-kisi penyusunan instrumen. Untuk mengetahui ketetapan sarana yang digunakan dalam pelayanan bimbingan dan konseling. dengan sumber data : SATLAN. Untuk pedoman wawancara. SATKUNG. Sampel adalah sebagaian (perwakilan) dari keseluruhan subjek penilaian. konselor. pengelola. Angket dengan huruf-huruf yang jelas dan dengan wajah depan yang menarik. Tes sikap. akan mendorong responden untuk mengisi angket. dan sebagainya. menurut variabel yang dinilai. Langkah-langkah yang harus dilalui dalam menyusun instrumen (apa pun). apa yang harus dilakukan sesudah itu. Untuk mengetahui perubahan sikap mental siswa. maka penilaianya merupakan penilaian populasi.

tetapi tidak untuk yang kedua. 444 . Rumusan negatif seyogyanya dihindari atau dikurangi sedikit mungkin. Dari kedua jenis angket ini. “biasanya” yang tidak mempunyai arti jelas dalam jumlah Rumusan yang pendek lebih baik daripada yang panjang. Penyusun instrumen tidak dibenarkan sedikit atau banyak memberikan ”isyarat pacingan” (hint) yang menyebabkan responden memilih suatu aternatif tertentu. karenanya maka orang tua asuh perlu diharuskan untuk responden dapat setuju terhadap pernyataan pertama. “sebagian besar”. Kegiatan uji coba dimaksudkan untuk : Mengetahui apakah rumusan kalimat yang ada dalam angke sudah cukup mudah dipahami (tidak membingungkan). tetapi ada kalanya disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk memberikan jawaban semaunya. Pernyataan setiap butir supaya dibuat sejelas-jelasnya. kalimat. Identitas ini akan sangat berguna dalam analisis data jika penilai ingin membandingkan hasil ditinjau dari latar belakang responden. keadaan. Ingat. kesan yang ada pada diresponden sendiri maupun sendiri maupun di luar dirinya. maka dikenal angket tidak langsung (mengungkap diri orang yang menjawab). maka akan dijelaskan secara singkat menurut urutan intrtumen di bagian berikut ini. Misalnya inforamsi tentang anak kecil. Setiap lembar perlu diberi nomor halaman. Tuliskan nama secara jelas.Usahakan agar responden dapat mengisi semudah-mudahnya. berikut ini ditambahkan kondensasi aturan-aturan penulisan butir angket. Tidak boleh membuat butir yang mengandung dua pengertian misalnya: Pendidikan menjadi tanggung jawab orang tua. Petunjuk pengisian dibuat singkat. kepada siapa angket tersebut dikembalikan. jenis kelamin. atau kumpulan kalimat harus jelas. maka ada bagian dari angket suatu tempat kosong disediakan bagi responden uji coba untuk memberikan saran-saran. masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangannya. Uji coba dilakukan terhadap subyek yag mempunyai karakteristik atau ciri-ciri yang sama dengan subjek yang akan dijadikan responden penelitian. Angket dapat dibuat anonim (tanpa identitas) dan dapat pula lenkap dengan identitas diri serta latar belakangnya. karena kalimat yang pendek akan lebih mudah dipahami. angket diberikan kepada bapak/ibunya. Hindari penggunaan kata-kata atau kalimat-kalimat yang membingungkan. Pengumpulan Data Dalam bagian ini akan dikemukakan mengenai penggunaan tiap-tiap metode pengumpulan data penilaian yang sudah dijelaskan didepan. Satu hal yang perlu diperhatikan oleh penilai adalah sebelum angket digunakan sebagai alat pengumpul data yag sesungguhnya. dan negara. Bila perlu diberi contoh pengisian sebelum butir pertanyaan pertama. hendaknya digarisbawahi. Penggunaan Angket Angket adalah seperangkat pertanyaan tertulis yang dikirimkan kepada responden untuk mengungkapkan pendapat. masyarakat. Kadang-kadang penilai hanya meniadakan nama responden. Bibir pertanyaan pertama diusahakana yang mudah pengisiannya. terutama mengenai inti dari hal yang diselidiki. Butir pertanyaan yang menyangkut informasi yang sangat penting jangan diletakkan dibelakang. jelas dan dengan cetakan yang berbeda dengan butir-butir pertanyaannya. Urutan pertanyaan diusahan sedimikian rupa sehingga memberikan kemudahan bagi pengisi untuk mengorganisasikan pikirannya dalam menjawab. Agar dapat diikuti secara rinci. namun masih tetap diminta mencantumkan identitas lain seperti pendidikan formal yang diselesaikan pendidikan tambahan. dan angket tidak langsung (mengungkap orang lain yang menjawabnya diutarakan oleh orang pengisi angket). Angket anonim memberikan kekebasan kepada pengisi untuk menyampaikan sejujur-jujurnya. Diantara aturan-aturan dimaksud dengan: Hindarkan pengunaan kata-kata “kebanyakan”. Hindari pengarahan terselubung. dan sebagainya. E. bahwa angket merupakan daftar pernyataan yang diisi oleh responden pada waktu mereka tidak berdekatan dengan penyusun. harus diujicobakan terlebih dahulu. agar penyusunan angket memperoleh masukan yang banyak dapat memperbaiki secara tepat. Dari jenis data ini. menarik dan tidak menekan perasaan. Jika terpasang menggunakan kata yang menunjuk pada arti negatif. Oleh karena itu semua kata. Untuk mengakhiri penjelasan tentang penyusunana instrumen. pengalaman membimbing. 1.

tidak mencari atau mengambil sendiri apa yang dimiliki atau yang ada pada responden. Bagaimana bentuk pembicaraan. situasi dialog dan sebagainya. yaitu : 1. Menurut Sechrest (1966) data tentang sikap sosial yang terlahir tidak mungkin diperoleh melalui kedua metode tersebut. Ada dua jenis pedoman wawancara yaitu : 1. hanya berwujud daftar pertanyaan atau pokok-pokok masalah yang perlu ditanyakan kepada responden. Contoh : pengamat menjumpai beberapa kasus yang berbeda gradasinya. pasif. Hal-hal yang dapat dilaporkan sendiri seperti ini. misalnya bagaimana teknik menyampaikan. 2. penyusun instrumen perlu menambahkan penjelasan khusu pada petunjuk penggunaannya. Pengamat bukan hanya menentukan tingkatan data pengamatan. Contoh : pengamatan tentang tingkah laku seseorang yang sifatnya aneh. Contoh : pengamat mencatat seorang konselor yang dengan tegas menerangkan pengertian bimbingan. Penggunaan Pengamatan (Observasi) Angket dan wawancara merupakan teknik-teknik atau metode-metode yang digunakan untuk mengungkap data dari responden yang sifatnya ”disuguhkan” atau ”diberikan”. 2. Ada tiga macam pengamatan. Agar tercapai tujuan yang diinginkan. deskriptif. pewawancara dapat mengajukan pertanyaan secara leluasa dan menuliskan jawabannya dengan kode-kode atau tanda-tanda. Konselor lain menjumpai sedikit kesulitan didalam menerangkan. pewawancara (interview) menyusun pedoman wawancara atau check list sesuai dengan data yang akan dikumpulkan. dan sebagainya yang bersifat meningkatkan kualitas perolehan data penilaian. kemudian baru memberikan sekot. beberapa lama waktu pengisian.efensial. sedangkan konselor lain lagi tidak menjumpai kesulitan sama sekali. tidak tersusun (unstructured). Mengetahui apakah pertanyaan-pertanyaan yang ada dalam angket kucup lengkap atau perlu ditambah. Hal ini juga memerlukan inferensi dari pengamat unguk menentukan penilaian berdasarkan pertimbangan tertentu. dan 3. Oleh penjawab. Pengumpul data sifatnya meneripa. 3. yang tersusun (structured) dan 2. Variabel evaluatif merupakan variabel yang sangat erat dengan variabel inferensial. Pertanyaan yang ditanyakan oleh pewawancara biasanya benar-benar sama dengan pertanyaan atau permasalahan yang dituliskan di dalam pedoman wawancara. Menggunakan tape-recorder dalam wawancara. tetapi harus diambil secara wajar. mengambil simpulan dari berbagai kasus. Penggunaan Wawancara (Interview) Sebelum melakukan wawancara. maka pedoman wawancara perlu dilengkapi dengan petunjuk penggunaannya. supaya dalam waktu yang singkat dapat mengumpulkan sebanyak mungkin informasi yang diperlukan. Data yang bersifat deskriptif disimpulkan secara langsung tanpa memperluas dengan daerah mana yang dapat dikenai simpulan yang diperoleh dari perbuatan pengumpulan data. menuntut pengamat untuk melakukan inferensi sebelum data diberi sekor. Variabel deskriptif adalah variabel yang dikumpulkan dari pengamat tanpa memerlukan pemikiran untuk menggeneralisasikan pada aspek atau situasi lain. dan sebagainya. Variabel inferensial. sehingga memperjelas data. Mengetahui reaksi responden terdapat pertanyaan angket atau kesediaan untuk mengembalikan. Apabila pewawancara bukan penyusun instrumen melainkan hanya bertindak sebagai pengumpulan data. Sedang pedoman wawancara tidak tersusun. sangat ditentukan oleh penjelasan penyusun instrumen. pengamat harus melakukan inferensi. melainkan 445 . cakupannya terbatas. atau kalimat-kalimat singkat. hanya berlaku bagi orang tersebut. Data yang disuguhkan ini dalam penelitian atau penilaian disebut dengan istilah data yang dilaporkan sendiri (self report data). dalam hal seperti ini. merupakan hal penting yang disarankan. Apabila ada kekecualian atau perlu tambahan pengantar untuk memancing pembicaraan. Pedoman wawancara tersusun adalah pedoman wawancara mirip check-list atau memang dapat berbentukcheck-list. evaluatif.Mengetahui dan mengadministrasikannya dengan tetap. sehingga penilai hanya memperoleh data yang diberikan oleh penjawab. maka penting baginya untuk terlebih dahulu memahami tujuan penggunaan pedoman wawancara tersebut. yang disampaikan secara tertulis maupun lisan sebelum pewawancara melaksanakan tugasnya.

1988:87) kejadian didalam kelas yang dapat diamati dapat diklasifikasikan atas satu dari sepuluh kategori. yaitu : 1. Alat yang digunakan adalah check-list (daftar tentang) atau pedoman pengamatan. 3. Menurut Borg (1977:9-18). Pencatatan dengan interval (interval recording) Pencatatan dengan interval dilakukan oleh pengamat untuk melakukan pengamatan terhadap sejumlah kejadian dalam interval waktu tertentu. Pencatatan perhitungan frekuensi (frequency-count recording) Didalam pencatatan perhitungan frekuensi. pengamat dibiasakan melakukan pencatatan beberapa kejadian yang muncul dalam waktu yang bersamaan. Contoh : Catatan tentang kejadian kelas II SMA pada jam ke 1 ketika berlangsung pelajaran IPS. Dengan singkat dapat dikatakan bahwa pengamat membuat sebuat protocol. termasuk narasi yang terjadi. reliabilitas pengamatan (inter observers) utnuk 13 keajaiban diperoleh antara 0. Di tinjau dari pengamatannya. 446 . Estimasi persetujuan dua pengamat ini disebut dengan istilah reliabilitas antar pencatat atau inter-rater reliability. Misalnya selama jangka waktu lima menit. atau beberapa kali konselor mengajukan pertanyaan. misalnya satu jam kegiatan didalam kelas. pencatatan dengan interval. misalnya setiap tiga detik. Nomor protokol : ______________________________ Nama pengamat : ______________________________ Tanggal pengamatan : ______________________________ Yang diamati : ______________________________ Pukul 07.96. Menurut Flanders (dalam Suharsimi Arikunto. pengamatan dengan jangka waktu. pencatat hanya mampu mencatat satu jenis kejadian jasa. 4. pencatatan terus menerus. pengamat menggunakan alat pencatat waktu.71 sampai 0.30 WIB Guru memasuki ruangan. Reliabilitas pencatatan dihitung dengan membandingkan waktu yang dicatat oleh dua pengamatan dalam waktu yang berbeda. maka estimasi reliabilitas pengamatan adalah 80/90 atau 0. 5. Biasanya interval pengamatan diadakan merentang antara sepuluh detik sampai satu menit. yakni catatan kejadian secara kronologis dan rinci.juga meletakkannya dalam satu skala kontinum. Dengan jalan latihan. Misalnya pengamat pertama mencatat 80 menit dan pengamat kedua mencatat 90 menit. melakukan pengamatan juga perlu latihan agara terdapat kesamaan interpretasi terhadap suatu objek pengamatan.89. Pengamatan terus menerus (continuous observation) Didalam pencatatan atau pengamatan terus menerus ini pengamat melakukan/menuliskan semua kejadian yang muncul pada subjek atau sekelompok subjek dalam satu penggalan waktu tertentu. Penggunaan Metode Dokumentasi Metode dokumetasi sebenarnya mirip dengan metode pengamatan. Dalam metode dokumentasi yang diamati adalah dokumen. 2. sambil Mengucapkan ”selamat pagi. 6. pengamatan ada empat macam. dan 4. pencatat mengadang munculnya siswa mengajukan pertanyaan. 7. 8. Jadi berbeda dengan variabel inferensial. Pencatatan dengan jangka waktu (duration recording) Didalam pencatatan dengan jangka waktu. Dalam hal ini pengamat menunggu selesainya suatu tugas. Hanya objek yang diamati saja yang berbeda. anakanak” Semua siswa menjawab ”selamat pagi. misalnya stop wacth. bukan hanya perbandingkan. Untuk kejadian yang kemunculannya sangat sering. pencatat mencatat munculnya kejadian yang diharapkan dalam jangka waktu tertentu > biasanya pengamat menggunakan blangko atau lembaran untuk menuliskan tally (jari-jari hitungan). variabel evaluatif memerlukan penilaian dengan pertimbangan tertentu. pak” Guru meletakkan buku dimeja depan Lalu pergi ke jendela untuk membukanya dan seterusnya Seperti halnya wawancara. pencatatan frekuensi.

447 . yaitu tes yang terstandar (standardized test) dan tes yang disusun sendiri (man made test). Di dalam penilaian pendidikan. Tes terstandar merupakan tes yang sudah dibakukan dan dapat diperoleh di tempat yang khususnya menyediakan keperluan tersebut. jika di dalam bahan belajar ini pembahasan tes diperluas. dan sebagainya/regresi BAB IV LAPORAN PENILAIAN Paparan data Analisis BAB V PEMBAHASAN BAB VI SIMPULAN DAN REKOMENDASI Daftar Pustaka Lampiran – lampiran LATIHAN : Buatlah kajian/ studi evaluasi pelaksanaan layanan orientasi dan informasi dalam bimbingan dengan menggunakan disain ilmiah dalam studi evaluasi di sekolah saudara bekerja. Teknik Analisis Data Teknik yang digunakan untuk menganalisis data disesuaikan dengan bentuk problematika dan jenis data. Bermacam-macam tes yang dapat digunakan untuk mengumpulkan data penilaian dan mendukung metode-metode lain yaitu : (1) Tes Prestasi Belajar (Achievement Test) (2) Tes Kemampuan Akademik (Scholastic Ability Test) (3) Tes Bakat (Aptitude Test) (4) Tes Kepribadian (Objective Personality Test) (5) Tes (inventori) Minat (Interest Inventories Test) (6) Tes (Skala) Sikap (Attitude Scales Test) Untuk menentukan mana tes yang baik dan bagaimana menyusunnya. misalnya benda-benda porselin. F. Tes buatan sendiri disusun utnuk keperluan khusus dari suatu proyek penelitian. artikel. uji beda ANAVA. Problematika komparasi atau kolerasi dijawab dengan jawaban dari data yang diolah dengan teknik statistik korelasi. penilai perlu mempelajari secara khusus buku-buku yang membicarakan tentan tes. Oleh karena teorinya begitu kompleks. baik yang tertera pada warkat. dikenal adanya dua macam tes. 9. candi-candi dan sebagainya. alat-alat rumah tangga dari batu. analisis secara deskriptif kualitatif. boleh jadi justru mengalihkan perhatian mahasiswa dari tujuan semula yang ingin dicapai. Disamping itu ada alasan lain. t-test.Secara umum yang dimaksud dengan dokumen hanya terbatas pada bahan-bahan tertulis saja. Tes buatan sendiri disusun utntuk keperluan khusus menyediakan keperlua tersebut. kiranya terlalu luas apabila disajikan didalam bahan belajar ini. Problematika yang mengandung variabel tunggal. Menurut pengertian penelitian. yang dimaksud dengan dokumentasi termasuk juga benda-benda hasil budaya yang mengandung keterangan sejarah. surat keterangan. Penggunaan Tes Metode tes digunakan untuk mengumpulkan data dengan alat bantu berupa tes. cerita buku maupun yang tertera pada manuskrip-manuskrip.

----------.L. Jakarta : Grasindo. Ensiklopedi pendidikan . Pacific Grove : Brooks / Cole Publising Company.1981.Press. Theory and practice of counseling and psychotherapy.S.I. Buku II . 448 . Yogkyakarta. Semarang : Fakultas Ilmu Pendidik an. 1974 . Theory and practice of counseling and psychotherapy. Seminar . 1989. Edisi VII. Donald Mc.. 1997. Boston : Publi. Konseling di sekolah. ( Alih bahasa Mari Junaidi ).D. program managemen and Shertzer .Jakarta : Rineka Cipta. 1991 Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Linda L. Profesionalisasi konseling dan pendidikan konselor.Pdan K. : Andi Offset Tantawy. Dasar – dasar bimbingan bimbingan konseling. Fundamental of guidance. Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan. Ohio : Publishing Company. Metodologi Penelitian Pendidikan. 1969.Metodologi research . Jakarta : Universitas Indonesia Winkel.1986.II. Jilid..(Tanpa penerbit ) ----------.Semarang.shing Company. Bimbingan karier di sekolah. 1996 .III. Bandung : Mutiara. 1987. Educational psychology.E. Seri Pemandu Pelaksanaan Bimbingan dan Konseling.F. Team Fakultas Psikologi Universitas Indonesia). Belmont : Publishing Company. Munandir. Manajemen bimbingan dan konseling . Sutrisno Hadi. IKIP. Second edition. Pengembangan wawasan bimbingan konseling. 1987. Guidance. --------. Bimbingan sekolah di Indonesia corak yang bagaimana? Pidato Pengukuhan Guru Besar IKIP Malang.and Stone . Dirjen.Tidak diterbitkan ). Introduction to Psychology. Development.1981. 1995.Dikti Pendidikan Tenaga Akademik.B.Dikti. Jakarta : Airlangga. Dasar-Dasar Bimbingan Konseling . 2003. tidak diterbitkan ---------. H. Pacific Grove : Brooks / Cole Publising Company. 1987. Mungin Eddy Wibowo. ( Makalah Proyek ---------. -------. 1998. Conditioning and Instrumental Learning. Edisi IV. J. Margono.J. Inc.Jakarta : Rineka Cipta. B. Jakarta : Pamator Presindo Walker. 2001. 1985. Prayitno. Malang : UM. Shertzer.II.C.I.DAFTAR PUSTAKA Corey Gerald 1987. (Terjemahan. 1996. and Peters. Jakarta : Depdikbud Dirjen. Jakarta : Dep. Nurihsan Juntika. 1994.

2. Dalam kaitannya dengan PTBK. (4) Masalah konseli. prasyarat yang harus dimiliki oleh peneliti dalam PTBK adalah: (1) Pemahaman bidang garap BK. Untuk peningkatan kualitas proses (tindakan) dan hasil KBM. Guna meningkatkan keterampilan dalam meneliti dengan rancangan penelitian tindakan. Dengan demikian PTK terarah pada perbaikan kualitas tindakan guru dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya sebagai guru. C. 4. Prasyarat No. Penjelasan instruktur tentang bahan ajar yang disajikan.BAB I: PENDAHULUAN A. (b) Pelaksanaan PTBK. 3. kepada peserta pendidikan dan latihan profesi guru pembimbing diberikan alternatif langkah-langkah pengusaan materi sebagai berikut: 1. PTK untuk Bimbingan dan Konseling (PTBK) dilaksanakan dengan cara analog dengan PTK untuk guru kelas/bidang studi. (3) Metode dan strategi layanan BK. dan (5) Kepribadian konselor. Oleh karena itu indikator tercapainya tujuan pendidikan dan latihan profesi guru BK untuk mata latih PTBK adalah jika peserta 449 .4 merupakan kecenderungan ragam masalah yang dihadapi konseli. 6. 5. dengan cara membuat serangkaian pertanyaan yang dikembangkan dari 5W 1H sebanyak-banyaknya secara tertulis.5 adalah pribadi konselor sebagai peneliti. keseluruhan materi pelatihan perlu dibaca dengan aktif dan kreatif. B. Sharing tentang pelaksanaan PTBK dengan kolaborator penting untuk dilakukan! 7. Kompetensi dan Indikator Indikator kerja profesional guru pembimbing/konselor di antaranya adalah dapat menunjukkan kinerja sesuai dengan kompetensi yang dituntut melekat dalam dirinya. sistem asesmen dan evaluasi pembelajaran. Karena senyatanya tugas dan tanggung jawab guru pembimbing/konselor berbeda dengan bidang garap dan tanggungjawab guru kelas/bidang studi. sesuai dengan masalah dan/atau bidang garap bimbingan dan konseling. Deskripsi Penelitian tindakan kelas (PTK) sejatinya diperuntukkan bagi upaya memperbaiki kualitas proses dan hasil dari kegiatan belajar-mengajar (KBM). Prasyarat No. Dengan demikian PTBK dimaksudkan untuk memperbaiki kualitas proses palayanan BK (tindakan BK) dan hasil yang diperoleh siswa sesudah mengikuti layanan BK. perlu ditanggapi dengan cara mengajukan pertanyaan yang telah Bapak/Ibu buat terkait dengan materi yang belum anda pahami. Untuk memperluas khasanah pengetahuan PTBK. alat bantu. oleh karena itu untuk dapat melaksanakan PTBK. (c) Penyusunan proposal PTBK. Prasyarat PTK untuk BK (PTBK) pada dasarnya menunjuk pada beragam pelaksanaan tindakan layanan dalam BK. mulai dari tahap persiapan sampai dengan refleksi dan tindak lanjut. penting untuk dipraktikkan setiap tahapan dalam PTBK. Sebelum mengikuti pelatihan. 1-3 merupakan pengetahuan dan keterampilan konselor. dan prasyarat No. Bapak/Ibu peserta pendidikan dan latihan diseyogyakan menambah bahan bacaan dari sumber-sumber lain yang relevan. media dan sumber belajar. Lingkup bahan ajar ini meliputi. Tugas pada setiap akhir kegiatan belajar (kegiatan pelatihan) dipersilakan untuk dikerjakan guna menginternalisasikan pemahaman materi yang telah Bapak/Ibu kuasai. serta hasil yang dicapai siswa sesudah mengikuti kegiatan bersama guru. Setiap latihan yang disediakan penting untuk dicoba kerjakan. (a) Kerangka dasar PTBK. PTK dapat mengangkat permasalahan yang terkait dengan desain dan strategi pembelajaran. D. Petunjuk Belajar Untuk menguasai bahan ajar ini. (2) Jenis-jenis layanan BK. maka guru pembimbing/konselor dapat melaksanakan PTBK sesuai dengan kaidah yang telah ditentukan dalam PTBK. (d) Laporan PTBK.

pendidikan dan latihan profesi guru menunjukkan penguasaan minimal 80% dari konsepkonsep dan praktik PTBK. 450 .

seperti bagaimana dampak dari tindakan yang dilaksanakan oleh guru pembimbing/konselor tersebut terkait dengan masalah yang dientaskan dan/atau pencapaian fungsi dari layanan BK.Taggart (1988): PTK adalah studi yang dilakukan untuk memperbaiki diri sendiri. Berdasarkan hasil refleksi dirumuskan tindakan perbaikan yang mengandung unsur baru (novelty) merupakan penciri utama dari pelaksanaan PT BK. Uraian Materi 1. serta memperbaiki kondisi di mana praktik pembelajaran tersebut dilakukan. yang dilaksanakan secara sistematis. c. pengalaman kerja sendiri. PRINSIP-PRINSIP. MANFAAT DAN BIDANG GARAP PTBK Kegiatan Belajar 1 A. b. Hopkins (1993): PTK adalah suatu bentuk kajian yang bersifat reflektif. Adanya “tindakan” yang dipromosikan untuk meningkatkan kualitas praktik (tindakan) dan hasil layanan BK dan/atau untuk memecahkan masalah yang terjadi dalam layanan BK guna mencapai keberhasilan layanan sebagaimana tujuan yang dirumuskan. Berdasarkan pendapat tentang PTK dan PTBK di atas diperoleh kata kunci dari kegiatan PTBK sebagai berikut: a. terencana. b. B. Sukiman (2011): PTBK sebenarnya adalah analog dengan PTK yang dilaksanakan oleh guru kelas/guru bidang studi yang diterapkan pada bidang Bimbingan dan Konseling. d. Suyanto (1977): PTK adalah suatu bentuk penelitian yang bersifat reflektif dengan melakukan tindakan-tindakan tertentu agar dapat memperbaiki dan/atau meningkatkan praktik-praktik pembelajaran di kelas secara professional. Kemmis dan Mc.BAB II: DEFINISI. memperdalam pemahaman terhadap tindakan-tindakan yang dilakukan. 2. sehingga diperoleh kemantapan pemahaman tentang suatu tindakan (layanan) tertentu yang telah dilakukan guru pembimbing/konselor. e. teknik dan strategi tindakan serta kode etik yang harus ditegakkan. (3) mampu menjelaskan PTBK terkait dengan tujuan dan manfaatnya. diasumsikan para peserta pendidikan dan latihan profesi guru BK memperoleh pemahaman tentang isi bahan ajar sehingga dapat: (1) membuat rumusan pengertian PTBK dengan menggunakan kalimat sendiri. a. Kompetensi dan Indikator Setelah mempelajari materi ini. dan dengan sikap mandiri. atau memperbaiki sesuatu. TIM PGSM (1999): PTK sebagai suatu bentuk kajian yang bersifat reflektif oleh pelaku tindakan yang dilakukan untuk meningkatkan kemantapan rasional dari tindakan mereka dalam melaksanakan tugas. TUJUAN. Adanya ”refleksi” dari tindakan yang telah dilakukan. f. c. Rochman Natawidjaja (1977): PTK adalah pengkajian terhadap permasalahan praktis yang bersifat situasional dan kontekstual. yang ditujukan untuk menentukan tindakan yang tepat dalam rangka pemecahan masalah yang dihadapi. Perbedaan di antara keduanya terletak pada bidang garap permasalahan. Karakteristik PTBK 451 . (4) dapat melaksanakan PTK sesuai dengan bidang garap BK. (2) mampu menunjukkan kakhususan layanan bimbingan disertai PTBK. yang dilakukan oleh pelaku tindakan untuk meningkatkan kemantapan rasional dari tindakan-tindakannya dalam melaksanakan tugas dan memperdalam pemahaman tentang kondisi dalam praktik pembelajaran. Definisi Penelitian Tindakan Kelas BK Pemahaman terhadap PTBK dapat diperoleh lewat definisi PTK yang dikemukakan oleh para ahli maupun pendapat berikut ini. KARAKTERISTIK. sebagai alternatif cara lain untuk mencapai hasil yang lebih baik dari sebelumnya.

Partisipatif o Pelakunya meningkatkan kualitas praktiknya (tindakannya) sendiri. kegiatan rekam data dapat dilakukan dengan menggunakan teknik CCTV dan alat-alat lain yang berfungsi menggantikan keberadaan kolaborator. dari pelaksanaan sebuah tindakan (layanan) untuk dapat dimanfaat-gunakan memperbaiki proses tindakan (layanan) pada siklus kegiatan berikutnya. Namun demikian. Pelaksanaan PTBK memerlukan pihak lain untuk diajak bekerja sama. Keberadaan suatu teori pada dasarnya memberikan peta atau petunjuk tentang cara suatu tindakan dilaksanakan. dengan kemajuan teknologi. kekurangefektifan. Guru pembimbing/Konselor berupaya bersikap objektif terhadap kualitas tindakan dalam layanan BK yang dilakukan selama ini. o Menggunakan kecerdasan kritis untuk membangun komitmen melakukan tindakan. o Menumbuhkan kesadaran diri untuk berkolaborasi dengan kolega profesi dalam seluruh tahapan PTBK. Inkuiri Reflektif Dalam PTBK peneliti selalu memikirkan proses dari tindakan (layanan) dan hasil dari tindakan (layanan) untuk mendapatkan penjelasan dan justifikasi tentang kemajuan. demikian pula hasil layanan juga menjadi semakin baik. Sehingga lewat rekaman data kegiatan tersebut dikenali ketepatan/kekurangan dan bahkan kekeliruan suatu tindakan yang dilakukan Guru Pembimbing/ Konselor dalam pelaksanaan layanan BK. Pastinya PTBK dilaksanakan untuk mencari jawab atau memecahkan masalah yang benar-benar terjadi dalam pelaksanaan tindakan (layanan) BK sehari-hari. Dengan demikian masalah yang ingin diselesaikan lewat PTBK adalah masalah yang didapati Guru Pembimbing/Konselor sendiri dalam kegiatan layanan BK yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya. dan dilanjutkan dengan perumusan masalah. diusahakan untuk diperbaiki sehingga kualitas layanan menjadi lebih baik. dan juga merekam data tentang kondisi peserta didik sewaktu menerima tindakan tertentu dari Guru Pembimbing/ Konselor. Melalui PTBK. peningkatan. melakukan analisis masalah. Guru BK/Konselor berusaha untuk mengatasi masalah tersebut dengan sebuah penelitian yang disebut PTBK. kemudian melakukan identifikasi masalah yang dirasakan. Keberanian untuk bersikap objektif tersebut akan menghasilkan pengenalan terhadap kekurangan dan bahkan kesalahan tindakan dalam memberikan layanan BK. Bila rekam data dilakukan dengan teknologi. Kekurangan dan/atau kesalahan yang ditemukan. kemunduran. bukan masalah yang dirumuskan dari pihak lain. satu hal yang harus ditegakkan adalah kejujuran pribadi Guru Pembimbing/Konselor dalam melakukan refleksi terhadap tindakannya sendiri. Keberadaan orang lain (kolaborator) di maksud diperlukan untuk merekam data tentang ragam tindakan yang dilakukan Guru Pembimbing/Konselor sewaktu melakukan layanan BK. PTBK adalah jenis penelitian yang memunculkan adanya tindakan tertentu. PTBK pelaksanaannya diawali dari guru BK/Konselor merasakan adanya masalah sewaktu pelaksanaan layanan BK. PTBK dilaksanakan dengan menggunakan cara-cara baru untuk meningkatkan kualitas proses tindakan (layanan) dengan cara mengatasi masalah yang ditemui dalam praktik pelayanan BK. o PTK BK dapat menjembatani kesenjangan antara teori BK dan praktik layanan BK. b. Namun demikian disadari bahwa suatu teori 452 .Kekhususan atau penciri PTBK sebagaimana PTK pada umumnya ditunjukkan pada beberapa hal berikut ini: a. ataupun tindakan-tindakan yang bersifat inovatif dalam melaksanakan berbagai jenis layanan BK. Tindakan-tindakan tertentu dalam PTBK dapat berupa penggunaan metode kontemporer (masa kini). Masalah yang dicari penyelesaiannya lewat PTBK berasal dari masalah riil yang dihadapi guru BK/Konselor dalam melaksanakan tugas sehari-hari di tempatnya bekerja.

dan refleksi. Dengan pelaksanaan PTBK. dan selalu berulang pada kegiatan selanjutnya. Proses kajian berdaur Setiap pelaksanaan PTK dan juga PTBK selalu mengandung empat kegiatan. atau cara bertindak mereka yang salah. suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil pengaruh tindakan tertentu tidak serta merta dapat dilihat. Hal tersebut sangat tergantung apakah penyebab suatu tingkah laku menjadi bermasalah telah berhasil disentuh lewat tindakan tertentu yang dilakukan Guru Pembimbing/ Konselor dalam layanan BK yang diselenggarakannya. Oleh karena itu perubahan tingkah laku dari satu kondisi ke kondisi berikutnya memerlukan waktu. sehingga sangat dimungkinkan budaya pencipta teori tidak dengan mudah diterapkan pada kelompok masyarakat dengan budaya lain tempat teori itu dipraktikkan. Metode pengumpulan data yang digunakan tidak menuntut waktu yang berlebihan sehingga mengganggu proses layanan BK. Prinsip-Prinsip PTBK Berdasarkan pemahaman terhadap pengertian dan karakteristik PTK dapatlah diidentifikasi mengenai prinsip-prinsip PTBK. Selanjutnya Guru Pembimbing/Konselor dapat menetapkan untuk mengadopsi teori tersebut untuk diterapkan dalam pelayanan BK. b. Hal tersebut merupakan empat kegiatan dalam satu kesatuan. Siklis • PTBK dan juga PTK paling sedikit dilakukan dalam dua siklus. Bertumpu pada pendapat Hopkins (1992) tentang enam prinsip penting dalam PTK dapat diadaptasi ke dalam prinsip-prinsip PTBK sebagai berikut: a. 2) cara berasa (way of feeling). Karena suatu tingkah laku eksistensinya didahuhui oleh sikap dari individu yang bersangkutan. Dengan kata lain Guru Pembimbing/Konselor dapat membuktikan apakah suatu teori pendekatan dalam layanan BK dapat diterapkan dengan baik atau tidak dalam praktik nyata. 453 . 3. (4) Refleksi. d. c. guru Pembimbing/Konselor akan memperoleh balikan yang baik dan sistematis untuk perbaikan layanan BK selanjutnya. mengembangkan strategi yang dapat diterapkan pada situasi layanan. c. Artinya. Masalah penelitian yang diangkat oleh guru seharusnya merupakan masalah yang benar-benar merisaukannya dan bertolak dari tanggung jawab profesionalnya. d. Sikap di maksud meliputi: 1) cara berfikir ( way of thinking). • Setiap siklus diawali dengan merencanakan tindakan. dan 3) cara bertindak (way of behaving). Dengan kata lain. (2) Tindakan. serta memperoleh data yang dapat digunakan untuk menjawab hipotesis yang dikemukakannya. setidaknya perlu adanya tindakan adaptasi. Empat kegiatan di maksud adalah: (1) Perencanaan. Metode yang digunakan harus cukup handal (reliable) sehingga memung-kinkan guru mengidentifikasi serta merumuskan hipotesis secara meyakinkan. atau cara berasa mereka yang salah. untuk melihat perubahan kearah peningkatan kualitas dan hasil suatu tindakan dalam kegiatan layanan dapat diketahui lewat perubahan dari satu tahapan (siklus) ke tahapan berikutnya (siklus berikutnya).dirumuskan berdasarkan suatu budaya tertentu dari penciptanya. mengevaluasi proses dan hasil tindakan (observasi). menerapkan tindakan. tingkah laku yang bermasalah bisa disebabkan cara berfikir seseorang yang salah. Bisa juga tingkah laku menjadi bermasalah dikarenakan dua di antara unsur sikap dan bahkan dari ke tiganya. • Dilakukan sampai perbaikan atau peningkatan yang diharapkan tercapai (sesuai kriteria keberhasilan) dan/atau setiap siklus paling tidak ada dua kali tindakan. PTBK tidak boleh mengganggu kegiatan Guru Pembimbing/Konselor dalam melaksanakan layanan BK. (3) Observasi dan evaluasi. Rasionalnya.

Kelas tidak diartikan seperti umumnya diketahui. tetapai lebih diartikan sebagai kecenderungan siswa yang mengalami masalah. Guru Pembimbing/Konselor harus selalu bersikap konsisten menaruh kepedulian tinggi terhadap prosedur etika yang berkaitan dengan pekerjaannya. (3) peningkatan profesionalisme pada diri Guru Pembimbing/Konselor melalui proses latihan yang sistematik. Bidang bimbingan belajar BK Pola 17 d. Bidang bimbingan pribadi b. Bidang bimbingan keberagamaan BK Pola 17 + PPlus+ Keenam bidang bimbingan tersebut dapat dilaksanakan melalui Layanan BK yang jenisnya dan kegiatan pendukungnya seperti berikut ini. serta membantu memberdayakan Guru Pembimbing/Konselor dalam memecahkan masalah dalam layanan BK. Tujuan dan Manfaat PTBK Berdasarkan pengertian PTBK. meliputi: a. b. di samping tetap mengedepankan kemlasahatan subjek didik. manfaat yang diperoleh adalah sebagai berikut: a. Manfaat Akademik Bagi Guru Pembimbing PTBK bermanfaat untuk membantu menghasilkan pengetahuan yang sahih dan relevan tentang peserta didik yang menjadi tanggung jawabnya. PTBK mendatangkan manfaat secara akademik maupun secara praktis. Bidang bimbingan sosial c. d. Dengan dicapainya tujuan PTBK. a.e. f. a. Layanan Orientasi 454 . c. Dengan kata lain. Bidang bimbingan karir e. Bidang garap PTBK adalah bidang garap bimbingan dan konseling pada umumnya. 5. Manfaat Praktis Manfaat prkatis dari pelaksanaan PTBK. maka tujuan yang hendak dicapai adalah diperolehnya perbaikan dan peningkatan kualitas layanan BK. antara lain: (1) adanya inovasi praktik layanan BK. serta berguna untuk memperbaiki palayanan jangka pendek. Dengan pelaksanaan PTBK akan terjadi perbaikan dan/atau peningkatan kualitas proses layanan BK. Bidang Garap PTBK dan Ragam Jenis Layanan BK Lahan yang menjadi garapan Guru Pembimbing/Konselor dalam melaksanakan PTBK berbeda dengan bidang garap Guru Kelas maupun Guru Bidang Studi. Dalam pelaksanaan PTBK guru menggunakan wawasan yang lebih luas daripada perspektif kelas. (2) pengembangan program BK yang lebih sesuai dengan kondisi peserta didik. Dengan pelaksanaan PTBK akan terjadi peningkatan kompetensi Guru Pembimbing/Konselor dalam mengatasi masalah yang terjadi dalam pelaksanaan layanan BK yang menjadi tugas utamanya. Dengan pelaksanaan PTBK akan terjadi perbaikan dan/atau pengembangan pribadi peserta didik. Dengan pelaksanaan PTBK akan terjadi perbaikan dan/atau peningkatan kinerja belajar dan kompetensi peserta didik.. disosialisasikan kepada teman sejawat dilakukan sesuai dengan kaidah-kaidah ilmiah. Di samping itu PTBK bermanfaat bagi Guru Pembimbing/Konselor untuk melakukan adaptasi teori-teori BK dan/atau mengadopsinya. b. Dengan pelaksanaan PTBK akan terjadi peningkatan sikap profesional Guru Pembimbing/Konselor. e. Prakarsa penelitian harus dikomunikasikan kepada pimpinan lembaga. dilaporkan hasilnya sesuai dengan tata krama penyusunan karya ilmiah. Bidang bimbingan keluarga f. Dalam menyelenggarakan PTBK. 4.

Lakukakan identifikasi terhadap cara-cara/tindakan kontemporer (masa kini) yang dapat diterapkan dalam layanan BK! 455 . Alih Tangan Kasus. d. C. Layanan Informasi Layanan Penempatan dan Penyaluran Layanan Penguasaan Konten Layanan Konseling Perorangan Layanan Bimbingan Kelompok Layanan Konseling Kelompok Layanan Konsultasi Layanan Mediasi Adapun kegiatan pendukung BK meliputi: a. Himpunan Data c. c. h. g. i. e. Latihan 1. f. Tampilan Kepustakaan. Buatlah suatu rumusan tentang pengertian PTBK dengan menggunakan kalimat anda sendiri! 2. Konferensi Kasus d. Diskusikan dengan sesama peserta pendidikan dan pelatihan tentang cara menegakkan prinsip-prinsip PTBK! 3.b. Aplikasi Instrumentasi b. dan f. Sharingkan pendapat anda tentang cara-cara mewujudkan tujuan dan manfaat PTBK! 4. Kunjungan Rumah e.

Penetapan Fokus Masalah PTBK a. Seringnya terjadi konflik antar teman. sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas layanan BK dan hasilnya. tidak memiliki keunggulan yang bisa ditawarkan kepada dunia kerja. Uraian Materi 1. Menganalisis masalah PTBK. Menjelaskan tahapan mengenai persiapan kegiatan PTBK. konflik dengan sasudara. Kompetensi dan Indikator Setelah memperlajari dan menguasai bahan ajar ini peserta pendidikan dan pelatihan memiliki kemampuan dalam membuat persiapan PTBK. Prosedur PTBK Sebelum PTBK dilaksanakan. 4. Kejujuran dan keberanian di maksud dapat dimunculkan manakala ada masalah. Merasakan adanya masalah Untuk melaksanakan PTBK. kekurangan. Mengidentifikasi masalah PTBK. Menetapkan fokus masalah PTBK. Oleh karena itu bagi Guru Pembimbing/Konselor perlu merencana-kan jenis tindakan layanan BK tertentu yang dapat diberikan untuk mengetahui apakah tindakan pelayanan BK tersebut berpengaruh terhadap permasalahan yang ingin diselesaikan. Secara lebih detail masalah di atas dapat ditindaklanjuti dengan pertanyaan sebagai berikut: 1) Perubahan-perubahan apakah yang dapat dilakukan agar anak dapat mematuhi tata terib sekolah? 2) Jenis tindakan layanan BK yang mana yang tepat untuk menjadikan anak disiplin di sekolah? 3) Strategi layanan BK yang seperti apa yang dapat menjadikan anak mau menjalakankan tata tertib sekolah? 2. b. Merumuskan masalah PTBK. d. sebagai ganti tindakan yang serta merta mencari kesalahan pihak lain. B. Guru Pembimbing/Konselor dapat menyusunnya kembali. dan bahkan ditingkatkan. sebagai bentuk pengakuan bahwa layanan BK yang dijalankan belum mencapai sasaran yang direncanakan dan muncul adanya upaya untuk mengatasi masalah tersebut lebih lanjut. dan/atau ketidaktepatan pelaksanaan layanan BK yang selama ini dijalankan. Tidak betah di rumah. Tidak tahu akan kemana setelah selesai sekolah. Mengidentifikasi masalah Tahap kedua dalam tahapan PTBK adalah kegiatan mengidentifikasi masalah. Tidak tertib dalam menjalankan ibadah. Agar masalah-masalah umum seperti disebut di atas dapat menjadi fokus PTBK. dibutuhkan adanya kejujuran dan keberanian untuk mengakui kelemahan. terlebih dahulu ditentukan satu topik sesuai dengan bidang garap yang terjadi permasalahan dalam praktik pelayanan BK. Berikut ada beberapa langkah untuk menemukan masalah yang akan dicari penyelesaiannya melalui PTK BK: 456 . b. cita-cita tidak jelas. Masalah pada dasarnya merupakan kesenjangan antara kenyataan dan keadaan yang diinginkan. sehingga diperoleh permasalahan kongkrit yang hendak diubah atau diperbaiki. 5. Guru Pembimbing/Konselor segera mengevaluasi terhadap diri sendiri dan beragam tindakan dalam pelayanan BK yang telah dilaksanakan. Motivasi belajar siswa rendah. dengan indikator sebagai berikut ini: 1. 3. e. 2. Dengan kata lain Guru Pembimbing/Konselor merasakan adanya masalah dalam pelaksanaan layanan BK yang telah dijalankan.BAB III: PERSIAPAN PTBK Kegiatan Belajar 2 A. f. Misalnya: a. c. Ada kecenderungan siswa tidak mematuhi tata tertib sekolah.

Masalah harus riil dan bersifat on the job problem oriented.tidak mendesak untuk diselesaikan. Perumusan masalah yang jelas akan membuka peluang bagi Guru Pembimbing/Konselor untuk menetapkan tindakan perbaikan (tindakan yang mengandung alternatif solusi) yang perlu dilakukan. Fisibilitas masalah dapat ditelaah dari sumber daya peneliti (Guru Pembimbing/Konselor) ditilik dari waktu efektif yang dimiliki. artinya masalah tersebut benar-benar ada. menyusun perencanaan baru. dan Guru Pembimbing/ Konselor memiliki kewenangan dalam bidang tersebut. dapat diajukan pertanyaan-pertanyanyaan sebagai berikut: (1) apa yang terjadi bila masalah tersebut tidak dientaskan. media. d.kurang mendesak . maka guru pembimbing/konselor selanjutnya perlu merumuskan permasalah-an secara lebih jelas. Masalah hendaknya diidentifikasi melalui proses refleksi dan evaluasi. Dalam hubungan ini akan ditemukan permasalahan yang sangat mendesak – mendesak . Perumusan masalah Rumusan masalah (tahap ke-4 PTBK) merupakan deskripsi atas masalah penelitian yang telah diidentifikasi. dana. fasilitas. yang dalam model Kemmis dan Taggart disebut reconnaissance. 4) Masalah PTBK harus fisibel (dapat dipecahkan/dientaskan). penetapan tindakan perbaikan yang akan dicobakan itu juga memberikan arahan kepada Guru Pembimbing/Konselor untuk melakukan berbagai persiapan. Latihan 1. c. (2) Resiko apa yang paling ringan bila masalah tersebut tidak dientaskan. C. maka peneliti – Guru Pembimbing/Konselor melakukan analisis terhadap masalah-masalah tersebut untuk menentukan urgensi penyelesai-annya (tahap ke3 PTBK). Setelah menetapkan fokus permasalahan serta menganalisisnya. termasuk yang berbentuk latihan guna meningkatkan keterampilan untuk melakukan tindakan perbaikan yang di maksud. (2) rendahnya tingkat kedisiplinan siswa dalam masuk sekolah. (4) Rendahnya pemahaman siswa tentang rencana hidup di masa depan. Buatlah contoh rumusan tentang fokus masalah PTBK! Lakukan kegiatan identifikasi masalah PTBK! Buatlah rumusan masalah PTBK! 1) 457 . (5) Rendahnya motivasi siswa dalam belajar. Masalah yang akan ditindaklanjuti dengan PTBK harus mendapat dukungan literatur/sarana-prasarana/birokrasi. (7) Rendahnya ketaatan siswa dalam menjalankan kewajiban agamanya. atau sekedar untuk menjelaskan kegagalan implementasi suatu tindakan perbaikan. jenis data yang perlu dikumpulkan. spesifik dan operasional. sehingga dapat dilanjutkan dengan mengidentifikasi serta menetapkan sasaran-sasaran perbaikan baru. (3) rendahnya kepedulian siswa terhadap orang lain/lingkungan. dan dukungan birokrasi. Analisis masalah Setelah memperoleh permasalahan-permasalahan melalui proses identifikasi tersebut. Di samping itu. terhadap data pengamatan awal. termasuk prosedur perekamannya serta cara menginterpretasikannya. 2. Guru Pembimbing/Konselor merasakan bahwa hal tersebut sebagai masalah. Berikut ini beberapa contoh masalah yang diidentifikasi sebagai fokus Penelitian Tindakan BK: (1) rendahnya ketaatan siswa dalam memenuhi tata tertib sekolah. masalah didapat dari pengalaman Guru Pembimbing/Konselor dalam melaksanakan layanan BK se hari hari. Dengan kata lain. 2) Masalah harus problematik (Masalah penting dan mendesak untuk dientaskan). (6) Hubungan siswa yang tidak harmonis dengan keluarga. dan berada dalam wilayah kewenangannya untuk menyelesaikan. 3) Masalah mempunyai manfaat yang jelas Untuk menilai kemanfaatan atas dipecahkannya suatu masalah. 3. Kegiatan reconnaissance dalam PTK diperlukan untuk menemukan titik-titik rawan. (3) Aspek pengembangan diri mana yang terhambat manakala masalah tersebut tidak terentaskan.

458 .

serta keterlaksanaannya. Pada tahap refleksi. 2. dan menjadikannya sebagai dasar untuk merencanakan tindakan layanan BK selanjutnya. Hal ini menunjukkan bahwa baik proses implementasi tindakan yang dilakukan maupun dampak yang diakibatkannya dapat diamati Guru Pembimbing/Konselor yang merupakan aktor PTBK maupun kolaboratornya. Kompetensi dan Indikator Kompetensi yang dirancang untuk dimiliki peserta pendidikan dan pelatihan dalam mempelajari bahan ajar ini ialah memperoleh kejelasan tentang pratik penyelenggaraan PTBK. hipotesis tindakan PTBK dinyatakan dalam bentuk keyakinan bahwa dengan suatu tindakan yang dipilih (Misalnya: Bimbingan Kelompok) dipercaya dapat mengatasi permasalahan yang diteliti. dapat membuat perencanaan PTBK secara benar meliputi unsur-unsur yang tercakup di dalamnya. Formulasi Solusi Tindakan dalam Bentuk Hipotesis Tindakan Alternatif tindakan perbaikan juga dapat dilihat sebagai hipotesis tindakan. Hipotesis tindakan harus dapat diuji secara empirik. bersama kolaborator dapat mengamati pengaruh pelaksanaan tindakan BK perbaikan terhadap masalah yang diteliti. b. serta dapat mencatat kejadian-kejaidan penting selama proses layanan BK berlangsung. tindakan yang dilakukan tidak akan membuahkan hasil optimal. Di samping itu tetapkan cara penilaiannya sehingga dapat memfasilitasi pengumpulan data dan analisisnya secara cepat dan tepat selama program tindakan perbaikan diimplementasikan. Analisis Kelaikan Hipotesis Tindakan Berdasarkan gambaran awal mengenai sejumlah hipotesis tindakan. Uraian Materi 1. Berbeda dengan penelitian formal.BAB IV: PELAKSANAAN PTBK Kegiatan Belajar 3 A. sehingga semua komponen yang direncanakan dapat dikelola dengan baik. dengan demikian memiliki landasan konseptual yang mantap. yaitu: (1) Rumuskan alternatif tindakan perbaikan berdasarkan hasil kajian. hipotesis tindakan menyatakan adanya hubungan dan/atau perbedaan dua variabel atau lebih. c. Jika terdapat jarak yang jauh antara keduanya sehingga dalam praktik akan mengalami kesulitan dalam mewujudkannya. melalui langkahlangkah persiapan sebagai berikut: B. dapat menceriterakan pengaruh yang dihasilkan dari suatu tindakan layanan BK. Perencanaan Tindakan PTBK a. ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan. kelaikan teknis. 459 . (3) Pilih alternatif tindakan serta prosedur implementasi yang dinilai paling menjanjikan hasil yang optimal namun masih tetap ada dalam jangkauan kemampuan Guru Pembimbing/Konselor untuk melakukannya dalam kondisi dan situasi sekolah yang aktual. Adapun indikator dimilikinya kompetensi ini adalah peserta pendidikan dan pelatihan: 1. Pada tahap pelaksanaan. pada setiap hipotesis tindakan dilakukan pengkajian dari segi “jarak” yang terdapat antara situasi nyata dengan situasi ideal yang dijadikan rujukan. (2) Kaji ulang setiap alternatif tindakan perbaikan yang dipertimbangkan dan dievaluasi dari segi relevansinya dengan tujuan. Pada tahap perencanaan. Soedarsono (1997) memberikan beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam merumuskan hipotesis tindakan. Oleh karena itu kondisi dan situasi yang dipersyaratkan untuk penyelenggaraan sesuatu tindakan perbaikan dalam rangka PTBK harus ditetapkan sedemikian rupa sehingga masih ada dalam batas-batas kemampuan guru pembimbing/konselor serta dukungan fasilitas yang tersedia di sekolah. 3. dapat menggambarkan tindakan yang dilaksanakan dalam layanan BK perbaikan. dalam arti mengindikasikan dugaan mengenai perubahan yakni perbaikan yang akan terjadi jika suatu tindakan yang dipilih dilakukan. Persiapan Tindakan Sebelum PTBK dilaksanakan.

3. (5) Menetapkan kriteria tingkat keberhasilan tindakan layanan BK. representasi tabular termasuk format matriks. 2.a. representasi grafis. penyimpulan. Pelaksanaan PTBK Pelaksanaan Tindakan Tindakan merupakan penerapan dari perencanaan tindakan yang telah dibuat. lingkungan dan hambatan yang muncul. untuk tiap-tiap kategori amatan yang terdiri atas (i) ujaran guru (teacher talk) (ii) ujaran siswa (pupil talk). paparan data. yang berisikan langkah-langkah yang akan dilakukan Guru Pembimbing/Konselor dalam mengimplementasi-kan tindakan perbaikan yang direncanakan. maupun layanan-layanan BK lainnya. reduksi data. Analisis dan Refleksi Analisis data dalam rangka refleksi setelah implementasi suatu tindakan terpilih untuk perbaikan mencakup proses dan dampak tindakan perbaikan dalam sesuatu siklus PTBK secara keseluruhan. dsb. Observasi dan Interpretasi Observasi berfungsi untuk melihat dan mendokumentasikan pengaruh-pengaruh yang diakibatkan oleh tindakan-tindakan yang dipilih dan diterapkan untuk mengatasi masalah yang dihadapi Guru Pembimbing/Konselor dalam kegiatan layanan BK. Namun demikian pengamatan yang dilakukan kolaborator tidak hanya terfokus pada kekurangan dan/atau kesalahan Guru Pembimbing/Konselor yang sedang melaksanakan upaya perbaikan. (2) Mempersiapkan fasilitas dan sarana pendukung yang diperlukan dalam praktik layanan BK untuk perbaikan. pemfokusan dan pengabstaksian data mentah menjadi informasi yang bermakna. tetapi mengandung pengertian yang luas. Kedua. Dalam observasi hal-hal yang harus dicatat peliti dan/atau masuk dalam pedoman observasi adalah proses dari tindakan. apa yang telah dihasilkan. (3) Mempersiapkan cara merekam dan menganalisis data mengenai proses dan hasil tindakan perbaikan. Hasil refleksi dipergunakan untuk memperbaiki cara kegiatan yang telah dilaksanakan untuk diterapkan pada kegiatan (siklus) selanjutnya. Pendek kata dapat dijelaskan bahwa kegiatan refleksi merupakan pengkajian terhadap (1) 460 . Hasil pengamatan ini merupakan dasar dilakukannya refleksi sehingga hasil observasi yang dilakukan harus dapat menceriterakan keadaan yang sesungguhnya. Membuat skenario pelayanan BK. dan (iii) diam/kacau (silence/confusion). atau yang belum berhasil dientaskan oleh tindakan dalam layanan BK yang telah dilakukan. sehingga observasi yang demikian dinamakan observasi yang berinferensi rendah (low-inference observation). Pertama. Kadar interpretasi dalam observasi dapat direntang mulai dari yang bersifat sepenuhnya mekanistik tanpa interpretasi. dapat berupa penerapan model konseling tertentu yang bertujuan untuk memperbaiki atau menyempurnakan model yang dijalankan untuk mengatasi masalah. Ada tiga tahapan dalam analisis data. Paparan data adalah proses penampilan data secara lebih sederhana dalam bentuk paparan naratif. misalnya hasil observasi yang berbentuk tanda cacah (tallies). akan tetapi kolaborator dapat melakukan berbagai fungsi sesuai dengan kebutuhan kontekstual seperti mencatat suatu insiden penting yang mungkin lepas dari dari perhatian guru yang sedang berupaya melakukan perbaikan. Refleksi. merupakan aktivitas mengkaji apa yang telah dan/atau tidak terjadi. efek-efek dari tindakan. Sebab tanpa adanya diskusi balikan hasil pengamatan tidak ada artinya. (4) Melakukan simulasi pelaksanaan tindakan layanan BK perbaikan untuk menguji keterlaksanaannya rancangan. Sedangkan penyimpulan adalah proses pengambilan intisari dan sajian data yang telah terorganisasi tersebut dalam bentuk pernyataan kalimat dan/atau formula yang singkat dan padat. dan Ketiga. Reduksi data adalah proses penyederhanaan yang dilakukan melalui seleksi. Hasil observasi selanjutnya dimaknai lewat kegiatan interpretasi. Diskusi Balikan Diskusi balikan dari kolaborator tentang hasil pengamatan yang dilakukan adalah penting. b. c.

Jika pada suatu siklus permasalahan telah berhasil dientaskan maka tidak perlu dilanjutkan pada siklus berikutnya. maka dilakukan tindakan perbaikan lanjutan dengan memperbaiki tindakan perbaikan sebelumnya. maka diteruskan pada siklus selanjutnya. Buatlah skenario kegiatan layanan BK berdasarkan hipotesis tindakan yang anda rumuskan! 3. atau dengan menyususun tindakan perbaikan yang betul-betul baru untuk mengatasi masalah yang belum terentaskan tersebut pada siklus selanjutnya.keberhasilan atau kegagalan dalam pencapaian tujuan sementara. pelaksanaan tindakan. untuk diperbaiki guna mencapai tujuan selanjutnya. perencanaan tindakan. termasuk PTBK sebenarnya siklus tidak dapat ditentukan terlebih dahulu jumlahnya. Latihan 1. 4. C. observasi dan interpretasi. yaitu (perumusan masalah. Buatlah satu rumusan hipotesis tindakan dalam PTBK! 2. Satu hal yang penting untuk diperhatikan dalam kaitannya dengan tindakan perbaikan adalah perlunya memikirkan ulang tentang kekuatan dan kelemahan dari tindakan yang akan dilaksanakan sebagai pengganti dari tindakan sebelumnya. dan analisis-refleksi). Jika hasilnya belum berhasil mengentaskan masalah. Tetapi jika pada suatu siklus masalah belum terselesaikan. Perencanaan dan Tindak Lanjut Hasil analisis dan refleksi akan menentukan apakah tindakan layanan yang telah dilaksanakan dapat mengatasi masalah yang memicu penyelenggaraan PTBK atau belum. dengan prosedur yang sama seperti pada siklus sebelumnya. Buatlah pedoman observasi terhadap kegiatan layanan BK untuk Guru Pembimbing/Konselor Peneliti dan Siswa yang mendapat layanan BK! 461 . Dengan demikian dapat dikatakan bahwa banyak sedikitnya siklus dalam PTBK sangat tergatung pada terselesaikannya masalah yang diteliti danmunculnya faktor-faktor lain yang berkaitan dengan masalah yang muncul. Dapat ditegaskan bahwa dalam PTK.

sosial. Pemecahan Masalah Identifikasi alternatif tindakan yang dapat dilakukan untuk memecahkan masalah. Perumusan Masalah Rumuskan masalah penelitian dalam bentuk suatu rumusan penelitian tindakan. guru. 2. hasil yang diharapkan. tindakan untuk mengatasi masalah. dan tempat penelitian. TUJUAN PENELITIAN Kemukakan secara singkat dan jelas tujuan penelitian yang ingin dicapai dengan mendasarkan pada permasalahan yang dikemukakan. Berikan argumentasi yang logis mengenai dipilihnya tindakan yang akan dilakukan untuk memecahkan masalah. serta dapat dilaksanakan dilihat dari segi ketersediaan waktu. sesuai dengan bidang garap BK: masalah pribadi. maka selanjutnya perlu dianalisis dan dideskripsikan secara cermat akar penyebab dari masalah tersebut. b. belajar. 4. MANFAAT HASIL PENELITIAN Uraikan manfaat hasil penelitian terutama untuk perbaikan kualitas layanan BK. karir. Masalah perlu dijelaskan secara operasional dan ditetapkan lingkup penelitiannya. PERUMUSAN MASALAH DAN PEMECAHAN MASALAH a. Setelah diidentifikasi masalah penelitiannya. keluarga ataupun keberagamaan. spesifik. Rumusan masalah sebaiknya menggunakan kalimat tanya. komponen pendidikan terkait di sekolah. 6.BAB IV: PENYUSUNAN PROPOSAL PTBK Kegiatan Belajar 4 A. Cara pemecahan masalah ditentukan berdasarkan ketepatannya dalam mengatasi akar penyebab permasalahan. JUDUL PENELITIAN Judul hendaknya singkat (maksimal 20 kata). Kemukanan hipotesis tindakan bila diperlukan. cara pemecahan masalah dirumuskan dalam bentuk tindakan (action) yang jelas dan terarah. 3. B. Kemukakan hal-hal baru sebagai hasil kreativitas layanan BK yang akan dihasilkan dari penelitian ini. 5. Prosedur yang digunakan dalam mengidentifikasi masalah perlu dikemukakan secara jelas dan sistematis. dan diagnosis dilakukan oleh guru pembimbing dan/atau bersama kolaboratornya. Komptensi dan Indikator Peserta pendidikan dan pelatihan setelah mempelajari bahan ajar ini dapat membuat usulan PTBK. Rumuskan indikator serta cara mengevaluasinya sehingga dapat diukur tingkat pencapaian keberhasilan. Uraian Materi 1. Penting juga digambarkan situasi kolaboratif antara anggota peneliti dalam mencari masalah dan akar penyebab munculnya masalah tersebut. PENDAHULUAN Penelitian dilakukan untuk memecahkan permasalahan BK. Masalah yang akan diteliti merupakan masalah penting dan mendesak untuk dipecahkan. biaya dan daya dukung lainnya yang dapat memperlancar penelitian tersebut. BIDANG KAJIAN Tuliskan bidang kajian PTBK yang diteliti. Kemampuan dalam membuat proposal PTBK ditandai adanya kemampuan peserta pendidikan dan pelatihan dalam merumuskan setiap aspek dari proposal penelitian BK. dan cukup jelas menggambarkan masalah yang akan diteliti. Kemukakan secara jelas bahwa masalah yang diteliti merupakan sebuah masalah yang nyata terjadi di sekolah. 462 . sehingga tampak manfaatnya bagi siswa.

13. evaluasi dan refleksi). pelaksanaan monitoring. 8. Dalam perencanaan uraikan secara rinci hal-hal yang diperlukan sebelum pelaksanaan tindakan (seperti misalnya: penyiapan perangkat pembelajaran berupa skenario pembelajaran. Dalam pelaksanaan tindakan uraian bagaimana tahapan-tahapan tindakan yang akan dilakukan oleh guru maupun siswa pada awal. Dalam tahap evaluasi uraikan cara esesmen dan penyekorannya. Surat keterangan C. Dalam rencana pelaksanaan tindakan pada setiap tahapan hendaknya digambarkan peranan dan intensitas kegiatan masingmasing anggota peneliti. 10. Curriculum Vitae c. waktu dan lamanya tindakan. yang bersifat siklis. RENCANA DAN PROSEDUR PENELITIAN Kemukakan subjek penelitian. Cobalah menyusun proposal untuk PTK BK. tiap-tiap siklus sebaiknya dilaksanakan dalam beberapa kali pertemuan. Uraikan secara jelas prosedur/langkah-langkah PTBK yang akan dilakukan. PESONALIA PENELITIAN Pelaksana dan Pengamat 12. JADWAL PENELITIAN Buatlah jadwal kegiatan penelitian yang meliputi perencnaan. alat. pertengahan. dan sumber informasi. serta tempat penelitian secara jelas. Uraian ini digunakan sebagai dasar penyusunan kerangka berfikir yang akan digunakan dalam penelitian. dengan memberikan perhatian rinci pada setiap aspek dalam proposal. Fungsi observasi proses dilakukan secara terus menerus dalam PTBK sesuai dengan siklus yang ditentukan. pelaku. DAFTAR PUSTAKA Ditulis secara konsisten menurut model yang dipilih. pelaksanaan tindakan. Untuk memantapkan hasil tindakan. persiapan. Dalam tahapan refleksi uraikan prosedur. observasi. Diskusikan proposal anda dengan sesama peserta pelatihan! 3. Kemukakan juga teori dan hasil penelitian lain yang mendukung pilihan tindakan untuk mengatasi permasalahan penelitian tersebut. 2. Tunjukkan siklus-siklus kegiatan penelitian dengan menguraikan indikator keberhasilan yang dicapai dalam setiap siklus sebelum pindah ke siklus selanjutnya. Tanyakan hal-hal yang kurang jelas kepada pelatih anda! 463 . Prosedur hendaknya dirinci dari perencanaan.7. KAJIAN PUSTAKA Uraikan dengan jelas kajian teoretis dan empiris yang menumbuhkan gagasan usulan PTBK yang sejalan dengan rumusan dan hipotesis tindakan (bila ada). Dalam tahap observasi uraikan objek amatannya dan prosedurnya. dan akhir pembelajaran. sehingga tampak jelas tingkat dan kualitas kolaborasi dalam penelitian tersebut. evaluasi. LAMPIRAN-LAMPIRAN a. media. bahan dan alat. Instrumen penelitian b. 9. BIAYA PENELITIAN Sesuaikan dengan aturan yang ditetapkan 11. instrtumen observasi. seminar danpenyusunan hasil penelitian dalam bentuk Gantt chart. refleksi. Latihan 1.

dan/atau sponsor. Bab IV Hasil Penelitian dan Pembahasan Menyajikan uraian masing-masing siklus dengan data lengkap. Daftar Gambar Berisikan nomor dan judul semua gambar atau foto yang ada dalam laporan serta halamannya. Perlu ditambahkan hal yang mendasar yaitu hasil perubahan pada diri siswa. data awal tentang permasalahan pentingnya masalah dipecahkan. serta bagian akhir. analisis dan rumusan masalah. tujuan. hipostesis tindakan (bila diperlukan). Bab II Kajian Pustaka Menguraikan teori terkait dan temuan penelitian yang relevan yang memberi arah ke pelaksanaan PTBK dan usaha peneliti membangun argumen teoritik bahwa dengan tindakan tertentu dimungkinkan dapat meningkatkan mutu proses dan hasil tindakan pelayanan BK. Halaman Pengesahan Halaman pengesahan laporan akhir PTKBK Abstrak Menguraikan dengan ringkas unsur-unsur permasalahan. karakterisitik siswa di sekolah sebagai subjek penelitian. situasi kegiatan. evaluasi. Kejelasan tiap siklus: rancangan. Tindakan yang dilakukan bersifat rasional dan feasible serta collaborative. Kompetensi dan Indikator B. bukan untuk membuktikan teori. Kata Pengantar Berisi fakta-fakta yang ingin disampaikan oleh peneliti sehubungan dengan pelaksanaan penelitian dan hasil yang dicapai. Diketik satu spasi dengan font 10 dalam bahasa inggris. Setelah memperoleh pengetahuan tentang Hasil PTBK. prosedur dan hasil penelitian. Proses gambar atau foto yang dimaksud adalah gambar/foto yang diambil selama proses penelitian berlangsung dan berguna antara lain. kemukakan hasil analisis data yang menunjukkan perubahan yang terjadi disertai pembahasan. untuk menggambarkan situasi kelas laboratorium atau mimik seorang peserta didik yang dapat memperkuat uraian dalam komponen penemuan. hasil layanan. Bab III Pelaksanaan Penelitian Mengandung unsur: deskripsi lokasi. dan refleksi. identifikasi masalah. Uraian Materi Halaman Kulit Muka laporan akhir hasil penelitian Halaman kulit muka laporan akhir hasil PTBK dapat disesuaikan dengan warna lembaga. mata pelajaran. waktu. Dibagian ini dapat pula disampaikan ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang berjasa dalam pelaksanaan penelitian. pelaksanaan pengamatan dan refleksi yang berisi penjelasan tentang aspek keberhasilan dan kelemahan yang terjadi dari suatu tindakan. Gunakan grafik dan/atau tabel secara optimal. C. Hasil penelitian yang telah didokumentasikan akan bermanfaat sebagaimana dirumuskan pada uraian kompetensi sebelumnya. observasi. mulai dari perencanaan. 464 .BAB V: LAPORAN PTBK Kegiatan Belajar 5 A. Daftar Tabel Berisikan daftar nomor dan judul semua tabel yang ada dalam laporan serta halamannya. lingkungan. peserta pendidikan dan pelatihan diharapkan dapat mendokumentasikan hasil penelitian dimaksud dalam bentuk laporan penelitian. serta definisi operasional. tujuan. motivasi dan aktivitas siswa dalam berkegiatan. dan manfaat penelitian. Bab I Pendahuluan Memuat unsur latar belakang masalah. Dafar Isi Berupa halaman yang memuat bagian awal laporan bab dan sub bab. pelaksanaan. guru pembimbing sendiri.

Daftar Kepustakaan Departemen Pendidikan Nasional. Masnur Muslich. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro Semarang. dan bukti lain pelaksanaan penelitian. Sukiman.Bab V Kesimpulan dan Saran Menyajikan simpulan hasil penelitian (potret kemajuan) sesuai dengan tujuan penelitian. Edisi Revisi. (2008). Penelitian Tindakan Kelas untuk Guru Pembimbing (Bimbingan dan Konseling). Penelitian Tindakan Kelas. Suara Bangsa. Melaksanakan PTK Itu Mudah (Classroom Action Research). Jakarta: Bumi Aksara. Subyantoro. (2009). IGAK Wardani. (2011). Pedoman Penyusunan Usulan dan Laporan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). (2007). Pedoman Pelaksanaan Pelayanan Konseling Pada satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. perangkat pembelajaran. Jakarta: Dirjendikti Direktorat PPTK dan KPT. personalia peneliti. (2005). data penelitian. (2009). 465 . riwayat hidup semua peneliti. Jakarta: YSB@2009. Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Jasmani dan Bimbingan Konseling. Jakarta: Univesitas Terbuka. Penelitian Tindakan Kelas. Yogyakarta: Paramitra Publishing. Buku Panduan Penelitian Tindakan Kelas (P2PTK). dkk. Jakarta: Ditjen PMPTK Depdiknas. Berikan saran tindak lanjut berdasarkan pembahasan hasil penelitian. (2009). Pedoman Praktis Bagi Guru Profesional. Daftar Pustaka Memuat semua sumber pustaka yang digunakan dalam penelitian secara alphabetis. Lampiran-lampiran Memuat instrumen penelitian.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful