PENGANTAR Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan dan pemerintah mengusahakan serta menyelenggarakan satu sistem pendidikan

nasional yang meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan undang-undang (UUD Tahun 1945 Pasal 31 Ayat 1 dan 3). Lebih jauh dijelaskan bahwa pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara (UU No. 20 Tahun 2003 Pasal 1 Ayat 1). Dalam pernyataan lain, dikemukakan bahwa fungsi pendidikan nasional adalah mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Dua aspek penting tentang konsep dasar dan fungsi pendidikan yang dikemukakan dalam UU No. 20 Tahun 2003 memberikan peluang dan ruang yang sangat terbuka bagi peran bimbingan dan konseling dalam keseluruhan sistem pendidikan nasional. Peran bimbingan itu secara khusus tersurat dalam pernyataan: “Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang”. Ini berarti bahwa keberadaan bimbingan dan konseling di lingkungan pendidikan, baik formal non formal, maupun informal merupakan konsekuensi logis yang dikuatkan dengan landasan hukum sebagaimana aspek pendidikan seperti kurikulum pendidikan dan manajemen pendidikan. Dengan kata lain, kedudukan atau posisi bimbingan dan konseling merupakan bagian integral dari keseluruhan program pendidikan. Selain aspek hukum, keberadaan layanan bimbingan dan konseling dalam sistem pendidikan secara umum dilatarbelakangi oleh beberapa landasan. Mengutip pernyataan Uman Suherman (2006) bahwa untuk meningkatkatkan efektivitas penyelenggaraan layanan bimbingan dan konseling profesional, maka pekerjaan profesi itu harus ditata berlandaskan tuntutan riil masyarakat pengguna juga mengacu pada rujukan teori-teori yang berkenaan dengan landasan filosofis, sosiologis, psikologis, sosiologis, psikologis, sosio-kultur dan sistem nilai baik yang bersifat umum maupun keagamaan.

93

BAB I KONSEP DASAR MANAJEMEN DAN ORGANISASI BK A. Konsep Dasar Manajemen 1. Pengertian Managemen Secara sematik manjemen mempunyai beberapa arti, tergantung dari konteks dan maksudnya. Kata manajemen yang dipakai dalam kehidupan berorganisasi merupakan terjemahan dari bahasa Inggris to manage yang berarti mengurus, mengatur, mengemudikan, mengarahkan, mengendalikan, menangani, mengelola, menyelenggarakan, menjalankan, melaksanakan dan memimpin. Sedangkan dalam bahasa Latin manajemen berasal dari kata mano yang berarti tangan, kemudian menjadi manus yang berarti bekerja berkali-kali menggunakan tangan, kemudian ditambah imbuhan angere yang berarti melakukan sesuatu sehingga menjadi managiare yang berarti melakukan sesuatu berkali-kali dengan menggunakan beberapa tangan. Dengan kata lain untuk mengerjakan sesuatu memerlukan tangan-tangan dan kegiatan orang lain. Sehingga manajemen diartikan sebagai proses mengadakan, mengatur, dan memanfaatkan berbagai sumber daya yang dianggap penting guna mencapai suatu tujuan. Lebih jauh manajemen merupakan keseluruhan proses aktivitas yang dilakukan oleh sekelompok manusia dalam suatu sistem organisasi dengan menggunakan segala sumber daya untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien. 2. Tujuan dan Fungsi Manajemen Pada dasarnya penerapan manajemen adalah untuk mempermudah pencapaian suatu tujuan. Dalam upaya mencapai tujuan itu langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mengenal tujuan terlebih dahulu. Kejelasan pengenalan terhadap tujuan akan memberikan: (1) kepastian arah; (2) memfokuskan usaha; (3) menjadi pedoman rencana dan keputusan; dan (4) mempermudah pelaksanaan evaluasi terhadap kemajuan yang telah dicapai, termasuk mengidentifikasi faktor penghambat dan penunjangnya. John F. Mee (Uman Suherman, 2011) memberikan sifat-sifat yang seharusnya terkandung dalam tujuan sehingga dapat mempermudah pemahaman tentang arti atau makna yang terkandung dalam tujuan, diantaranya tujuan harus: a. Ditentukan sebelum aktivitas organisasi dilakukan. b. Dapat dimengerti oleh semua personel yang terlibat dalam pelaksanaan aktivitas organisasinya. c. Dinyatakan baik secara tertulis ataupun lisan. d. Menjadi pegangan bagi para personel organisasi dalam proses pencapaiannya. Sedangkan fungsi manajemen adalah memberikan alur aktivitas, penetapan posisi dan peran serta tanggung jawab setiap personel dalam menjalankan aktivitas organisasinya secara efektif dan efisien. Secara rinci fungsi manajemen adalah sebagai berikut: a. Menciptakan suatu koordinasi dan komunikasi tugas setiap personel dan antar personel organisasi. b. Mendorong setiap personel melaksanakan tugas-tugasnya secara efektif dan efisien. c. Memudahkan pelaksanaan analisis tugas dan tanggung jawab setiap personel organisasi secara efektif. 3. Aspek dan Fungsi Manajemen Menurut Babbage, Taylor, Fayol, Henry Gantt dan Gillberth, fungsi manajemen mencakup kegiatan perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pengarahan (actuating), koordinasi (coordinating) dan pengawasan (controlling).

94

a. Perencanaan: Fungsi manajemen yang dikemukakan oleh G. R. Terry dalam bukunya yang berjudul Principle Of Management, pertama adalah fungsi perencanaan (Planning) yang merupakan fungsi dasar (fundamental) manajemen, karena pengorganisasian, penggerakkan dan pengawasan harus direncanakan terlebih dahulu. Perencanaan adalah pondasi untuk keberhasilan pelaksanaan tiap fungsi manajemen lainnya. Menurut Winardi (Uman Suherman, 2011) pengertian perencanaan adalah perencanan yang meliputi tindakan memilih dan menghubungkan fakta-fakta dan membuat serta menggunakan asumsi-asumsi mengenai masa yang akan datang dalam hal memvisualisasi serta merumuskan aktivitas-aktivitas yang diusulkan yang dianggap perlu untuk mencapai hal-hal yang diinginkan. Karena itu proses perencanaan hendaknya menyuguhkan informasi yang lengkap dan menyeluruh bagi semua personel yang terlibat, terutama tentang: 1) Tujuan-tujuan dan cara-cara atau strategi mencapai tujuan. 2) Pedoman bagi semua personel yang terlibat dalam men-jalankan tugas-tugas suatu organisasi. 3) Alat pengawasan terhadap pelaksanaan program. 4) Penggunaan segala sumber daya yang dimiliki organisasi secara efisien. 5) Batas-batas kewewenangan dan tanggung jawab setiap personel pelaksanaan organisasi, sehingga dapat meningkatkan kinerja dan kerja sama antar personel. 6) Kriteria atau tolok ukur prestasi organisasi, baik berkenaan dengan program, pelaksanaan maupun out put atau hasil yang harus diperoleh. Melihat aspek-aspek yang hendaknya terkandung dalam perencanaan, maka proses perencanaan itu memerlukan analisis rasional yang akan mempertimbangkan setiap aspek dan langkah aktivitas organisasi yang akan dilakukan secara matang dan pasti. b. Pengorganisasian: Fungsi manajemen yang kedua adalah fungsi pengorganisasian (Organizing) yang merupakan fungsi organik ke dua dari manajemen. Kadarman (Uman Suherman, 2011), pengorganisasian adalah penetapan struktur peran-peran melalui penentuan berbagai aktivitas yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan-tujuan perusahaan dan bagian-bagiannya. Pengelompokkan aktivitas-aktivitas penegasan, pendelegasian wewenang untuk melaksanakan, serta pengorganisasian hubungan-hubungan wewenang dan informasi baik secara horizontal maupun vertikal oleh struktur organisasi. Pengorganisasian adalah tindakan mengusahakan hubungan-hubungan kelakuan yang efektif antara orang-orang sehingga mereka dapat bekerja sama secara efisien dan dengan demikian memperoleh kepuasan pribadi dalam hal melaksanakan tugas-tugas tertentu dalam kondisi lingkungan tertentu guna mencapai tujuan dan sasaran tertentu. Tiga alasan penting dilakukannya pengorganisasian, yaitu untuk: 1) Meningkatkan efisiensi dan kulitas dari pekerjaan organisasi. 2) Menetapkan akuntabilitas sebab partisipan dalam tiap usaha adalah lebih efktif ketika mereka memahami respon-sibilitas khusus mereka. 3) Memfasilitasi komunikasi, sebab komunikasi formal secara langsung mengikuti struktur otoritas organisasi. Dengan melaksanakan pengorganisasian, seorang manajer dapat memperoleh manfaat, yaitu: 1) Pencapain tujuan lebih jelas. 2) Mudah dalam memilih, menempatkan, dan melatih seseorang sesuai dengan kemampuannya. 3) Setiap anggota mengetahui pekerjaan yang harus dikerjakan. 4) Penggunaan fasilitas lebih efektif dan efisien.

95

c. Pengarahan: Fungsi yang ketiga adalah fungsi pergerakkan (Actuating) fungsi ini merupakan fungsi fundamental manajemen sebagai tindak lanjut dari fungsi perencanaan dan pengorganisasian. Fungsi penggerakkan adalah suatu fungsi pembimbing dan pemberian pimpinan serta penggerakkan orang-orang, agar orang-orang atau kelompok orang-orang itu suka dan mau bekerja. Pengarahan dilakukan untuk menjaga agar aktivitas manajemen tetap berada pada jalur mekanisme kerja yang sesuai dengan ketentuan-ketentuan organisasi. Dengan kata lain, melalui pengarahan yang efektif memungkinkan aktivitas lebih terarah pada pencapaian tujuan organisasi yang telah ditentukan. Lebih jauh Arthur Jones (Uman Suherman, 2011), mengemukakan pengarahan mancakup dua bentuk kegiatan, yaitu: 1) Sebagai kontrol kualitas yang direncanakan untuk memelihara, menyelenggarakan, dan menentang perubahan. 2) Mengadakan perubahan, penataran, serta mengadakan perubahan pola pikir dab perilaku personel organisasi. d. Pengawasan: Fungsi manajemen yang terakhir adalah fungsi pengawasan (Controlling). Fungsi terakhir dari manajemen ini harus dilaksanakan oleh manajer dan fungsi yang melengkapi lingkaran siklus manajemen secara utuh. T. Hani Handoko (1995) mengemukakan bahwa pengawasan manajemen adalah suatu usaha sistematik untuk menetapkan standar pelaksanaan dengan tujuan-tujuan perencanaan, merancang sistem informasi umpan balik, membandingkan kenyataan dengan standar yang telah ditetapkan sebelumnya, menentukan dan mengukur penyimpangan-penyimpangan serta mengambil tindakan koreksi yang diperlukan untuk menjamin bahwa semua sumber daya perusahaan dipergunakan dengan cara paling efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan. Fungsi-fungsi tersebut dapat dikembangkan menjadi beberapa fungsi yang lain seperti halnya dilakukan oleh Voontz-O'Donell yang memecah fungsi pengarahan (actuating) menjadi directing dan staffing. Fungsi tersebut disederhanakan dengan cara mengelompokkan fungsi tersebut ke dalam dua fungsi manajemen yakni manajemen mekanik dan manajemen dinamik. Manajemen mekanik adalah pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen yang tidak melihat personal sebagai masalah pengkajian. Perencanaan dan pengorganisasian adalah tugas kelompok bukan tugas individu tertentu dalam organisasi. Manajemen dinamik adalah pelaksanaan fungsi manajemen yang melihat personal sebagai bagian yang penting. Fungsi-fungsi yang dilakukan oleh individu tertentu dalam organisasi, seperti pengarahan, koordinasi dan pengawasan hanya dapat dilakukan oleh individu tertentu dan tidak sembarang orang.
B. Implementasi Fungsi Manajemen dalam BK Fungsi-fungsi manajemen yang diimplementasikan dalam kegiatan bimbingan dan konseling terlihat dan dapat diwujudkan dalam perencanaan program bimbingan dan konseling, penggorganisasian aktivitas dan semua unsur pendukung bimbingan dan konseling, penetapan staf bimbingan dan konseling, lalu menggerakkan atau meningkatkan SDM untuk melaksanakan tugas masing-masing dengan cara memberikan motivasi, dan yang terakhir mengevaluasi kegiatan serta hasil yang dicapai memalui aktivitas layanan yang telah dilaksanakan. Melalui implementasi fungsi-fungsi manajemen itulah bagaimana layanan bimbingan dan konseling dilakukan agar mencapai tujuan yang diinginkan secara efektif dengan menggunakan sumber daya secara efisien? Jawabannya adalah layanan bimbingan dan konseling perlu diurus, diatur, dikemudikan, dikendalikan, ditangani, dikelola, diseleng-garakan, dijalankan, dilaksanakan dan dipimpin oleh orang yang memiliki keahlian, keterampilan, serta wawasan dan pemahaman tentang arah, tujuan, fungsi, kegiatan, strategi, dan indikator keberhasilannya. Dengan kata

96

lain, layanan birnbingan dan konseling perlu dilakukan sebagai aktivitas layanan bermutu, yaitu yang mampu mengintegrasikan, mendistribusikan, mengelola, dan mendayagunakan program, personel, fasilitas, pembiayaan, dan sumber daya lainnya secara optimal agar dapat mengembangkan seluruh potensi individu sesuai dengan harapan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara, serta Tuhannya sebagai akhir penghambaannya. Karena itu dalam keseluruhan aktivitas layanan birnbingan dan konseling seorang manajer (konselor) perlu memperhatikan dan mendayagunakan sumber-sumber seperti: (1) manusia; (2) material; (3) alat dan fasilitas; (4) waktu; (5) keuangan ; dan (6) pemasaran. Sumber daya utama dalam proses layanan bimbingan dan konseling adalah manusia atau orang-orang, baik orang sebagai pengelola, pelaksana maupun sebagai sasaran layanan bantuan. Sebagai pengelola dan pelaksana, orang-orang yang terlibat dalam birnbingan dan konseling adalah yang memiliki keahlian dan kewenangan secara profesional. Artinya mereka adalah orang-orang pilihan dan bekerja sesuai dengan bidang keahliannya. Penempatan orang-orang yang befpatokan pada konsep ini memungkinkan munculnya organisasi layanan birnbingan efektif dan efisien. Artinya mudah dalam mencapai tujuan yang diharapkan dan hemat dalam waktu serta tenaga yang dikeluarkan. Materi layanan birnbingan dan konseling hendak-nya membumi, artinya mated yang disajikan sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan disediakan bagi pengembangan potensi perserta didik. Alat dan Fasilitas digunakan untu mempermudah pencapaian tujuan. Karena itu bagaimana seorang konselor merancang penggunaan atau pemanfaatan alat dan fasilitas secara efektif dan efisien dalam keseluruhan layanan birnbingan dan konseling. Waktu, kadang-kadang dijadikan kambing hitam yang menghambat pelaksanaan layanan. Karena itu kapan suatu kegiatan dilakukan secara tepat dan materi apa yang perlu diberikan pada waktu tertentu. Dengan demikian, dengan penggunaan waktu secara tepat tidak akan ada unsur yang merasa terganggu dan dirugikan, tetapi dengan penggunaan waktu tepat mempermudah tujuan untuk dicapai. Dalam keseluruhan kegiatan bimbingan dan konseling, keuangan menjadi salah satu faktor pendorong terlaksananya kegiatan. Tetapi perlu disadari bahwa belum tentu banyaknya modal yang dimiliki sudah memastikan pencapaian tujuan secara efektif. Dengan demikian tanpa uang disadari kegiatan akan terhambat tetapi dengan modal pemikiran kreativitas konselor dan seluruh personel bimbingan dan konseling, permasalahan keuangan bisa diatasi. Pemasaran (sosialisasi) program bimbingan dan konseling berbeda dengan organisasi perusahaan. Tetapi prinsip utama pemasaran adalah promosi demi menjaga keberadaan suatu organisasi. Begitu juga dalam memasarkan bimbingan dan konseling perlu perhatian dan pemikiran strategis agar keberadaan dan kedekatan antara bimbingan dan konseling dengan penggunanya senantiasa terjaga. Program bimbingan dan konseling adalah dimana program tersebut tertuju pada apa yang ingin dicapai dari tujuan birnbingan sehingga program tersebut berjalan efisien dan efektif. Untuk membuat program yang efektif dan efisien diperlukan perencanaan yang matang dalam membuat program bimbingan dan konseling, sehingga tujuan yang ingin dicapai sesuai dengan harapan dari pendidikan dan individu. Dewa Ketut Sukardi (1995) mengungkapkan bahwa kegiatan penyusunan program bimbingan dan konseling di sekolah merupakan seperangkat kegiatan yang dilakukan melalui berbagai bentuk survey untuk menginventarisasi tujuan, kebutuhan, kemampuan sekolah serta persiapan sekolah untuk melaksanakan program bimbingan dan konseling. Karena program bimbingan dan konseling yang efektif dan efisien adalah program bimbingan dan konseling yang terencana secara kontinu dan sesuai dengan tujuan serta visi dan misi bimbingan dan konseling sehingga diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan mutu dari layanan bimbingan dan

97

konseling. A. J. Nurihsan (2011) menjelaskan bahwa untuk tercapainya program perencanaan bimbingan yang efektif dan efisien/ maka ada beberapa hal yang perlu dilakukan diantaranya: 1. Analisis kebutuhan dan permasalahan peserta didik. 2. Penentuan tujuan program layanan bimbingan dan konseling yang ingin dicapai. 3. Analisis situasi dan kondisi di sekolah. 4. Penentuan jenis-jenis kegiatan yang akan dilakukan 5. Penetapan metode dan teknik yang akan dilakukan dalam kegiatan 6. Penetapan personel-personel yang akan melaksanakan kegiatan yang telah dilaksanakan. 7. Persiapan fasilitas dan biaya pelaksanaan kegiatan bimbingan yang direncanakan 8. Perkiraan tentang hambatan-hambatan yang akan ditemui dan usaha-usaha apa yang dilakukan dalam menangani hambatan-hambatan. Perencanaan ini dilakukan untuk sebagai langkah awal untuk meningkatkan kulaitas manajemen bimbingan dan konseling agar mempunyai mutu yang lebih baik sehingga akan menyokong tujuan dari layanan bimbingan dan konseling. Sehingga dalam melaksanakan program bimbingan diperlukan keterlibatan seluruh aspek dan komponen yang mendukung bimbingan. C. Prinsip-prinsip Perencanaan BK Flesher (Uman Suherman, 2011) menjelaskan bahwa untuk memulai sebuah perencanaan diperlukan landasan atau dasar untuk merumuskan program pendidikan diantaranya: 1. Merumuskan objek pendidikan yang layak untuk masyarakat. 2. Menentukan tujuan apa yang diinginkan atau dikehendaki dari pendidikan. 3. Pembentukan area kehadiran. 4. Mengembangkan program pendidikan untuk masyarakat dan untuk pusat kehadiran. 5. Membangun ruang dasar kebutuhan untuk tiap kehadiran. 6. Pemilihan tempat untuk tiap kehadiran dalam tahap ini perencanaan semestinya menggunakan pelayanan. 7. Persiapan dan membuat kesepakatan pendahuluan atau gambaran dasar untuk individu. 8. Persiapan dan membuat persetujuan gambaran pekerjaan untuk tiap individu. Bimbingan sebagai bagian integral dalam proses pendidikan, dalam melakukan perencanaan, diperlukan menentukan arah dan tujuan dari diadakannya bimbingan. Perencanaan yang baik adalah dimana seluruh komponen dari perencanaan mampu dijalankan dengan baik. Terutama dalam layanan bimbingan dan konseling, sebagai proses pemberian bantuan sehingga diharapkan dalam membuat suatu perencanaan dilakukan berbagai pertimbangan yang matang untuk kesuksesan dalam menjalankan program bimbingan dan konseling. Luther Gullich (Fattah, 2006) menyebutkan syaratsyarat perencanaan sebagai berikut: 1. Tujuan harus dirumuskan secara jelas. 2. Perencanaan harus sederhana dan realistis. 3. Memuat analisis-analisis dan penjelasan-penjelasan terhadap usaha-usaha yang direncanakan. 4. Bersifat fleksibel. 5. Ada keseimbangan baik ke luar maupun ke dalam. Ke dalam berarti seimbang antara bagian-bagian dalarn perencanaan tersebut, sedangkan ke luar berarti seimbang antara tujuan dan fasililtas yang tersedia. 6. Efisien dan efektif dalam penggunaan biaya, tenaga dan sumber daya yang tersedia.

98

D.

Konsep Dasar Pengorganisasian dalam BK 1. Definisi Pengorganisasian dalam pengertian bimbingan dan konseling berarti suatu bentuk kegiatan yang mengatur cara kerja, prosedur kerja dan pola kerja atau mekanisme kerja kegiatan layanan bimbingan dan konseling. Bimbingan dan konseling tidak dapat dilaksanakan secara berdaya guna dan berhasil kalau tidak diimbangi dengan organisasi yang baik. Tanpa organisasi, itu berarti tidak adanya suatu koordinasi, perencanaan, sasaran yang cukup jelas, serta kepemimpinan yang berwibawa, tegar dan bijaksana. Pengorganisasian program layanan bimbingan konseling di sekolah adalah upaya melibatkan orang-orang ke dalam organisasi bimbingan di sekolah, serta upaya melakukan pembagian kerja diantara anggota organisasi bimbingan di sekolah.

2. Manfaat Pengorganisasian Manfaat pengorganisasian program layanan bimbingan dan konseling adalah agar: a. Setiap personel bimbingan menyadari tugas, peranan, kedudukan, wewenang dan tanggung jawab masing- masing. b. Terhindar dari terjadinya tumpang tindih tugas diantara para personel bimbingan. c. Terjadi mekanisme kerja secara baik dan teratur. d. Tercapai kelancaran, efisiensi dan efektivitas pelaksanaan program layanan bimbingan dan konseling. Proses pengorganisasian program layanan bimbingan dan konseling meliputi langkah-langkah sebagai berikut: a. Pengelompokkan kegiatan layanan. b. Pembagian tugas, peranan, tanggung jawab dan wewenang bagi masingmasing personel. c. Penenentuan mekanisme kerja. d. Penyusunan suatu struktur organisasi bimbingan dan konseling. 3. Tujuan Pengorganisasian Organisasi merupakan proses instrumental yang dapat menjembatani tercapai nya sasaran-sasaran program bimbingan. Sasaran bimbingan tersebut jelas mengarah pada satu tujuan. Pada dasarnya, organisasi merupakan rangkuman dari keseluruhan tujuan bimbingan yang dicanangkan, kemudian dikomunikasikan ke bawah menurut garis dengan ide komitmen dan kesepakatan bersama. Jadi tujuan organisasi merupakan manif estasi dari tujuan bimbingan dan konseling itu sendiri. 4. Implementasi Pengorganisasian Bimbingan dan konseling tidak/dapat dilaksanakan secara jelas dan sistematis apabila tidak diimbangi dengan organisasi yang baik. Tanpa organisasi, berarti tidak adanya suatu koordinasi, perencanaan, sasaran yang cukup jelas, serta kepemimpinan yang proporsional dan profesional. Karena itu manajer sekolah hendaknya mampu merencanakan dan mengelola satu kesatuan sistem yang dapat mengatur operasi kegiatan-kegiatan sekolah termasuk didalamnya kegiatan layanan bimbingan dan konseling, sehingga setiap personel ditempatkan pada bagian yang tepat sesuai struktur jabatan dan kemampuannya. Dengan demikian peran guru mata pelajaran dan guru pembimbing (konselor) lebih ditegaskan sehingga dalam pelaksanaan layanan bimbingan tidak terjadi adanya subtitusi posisi guru mata pelajaran oleh guru pembimbing dan sebaliknya posisi guru pembing digantikan oleh guru mata pelajaran. Dengan kata lain pelibatan guru mata pelajaran atau pihak-pihak lain dalam bimbingan dan konseling ditegaskan dalam batas proporsi dan kewenangan profesionalitasnya.

99

Sosialisasi dan penetapan program bimbingan dan konseling kepada sivitas sekolah sebagai bagian dari program pendidikan. Mekanisme kerja. Pemantauan dan supervisi terhadap pelaksanaan bimbingan dan konseling. melalui pengorganisasian yang baik dan tepat terjadinya penyalah gunaan tugas setiap personel dapat dicegah secara cepat. b. kepeserta didikan maupun sumber daya lain yang diperlukan dan dapat mendukung dalam penyusunan program bimbingan dan konseling. Penentuan staf personel bimbingan dan konseling. Kepala Sekolah a. f. Pengembangan kerjasama dengan instansi atau profesi lain yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan bimbingan dan konseling. sehingga masing-masing petugas bimbingan akan dapat memahami dan mengerti kewajiban dan tanggung jawab masing-masing. c. tugas dan peran masing-masing personel pendidikan dalam bimbingan dan konseling. meliputi kepala sekolah. Agar pengorganisasian kegiatan bimbingan dan konseling dapat terkoordinasi secara integral melalui kegiatan-kegiatan bimbingan dan konseling yang baik. g. pola kerja atau prosedur kerja bimbingan dan konseling di sekolah harus tunggal. guru pembimbing. Pengembangan program bimbingan dan konseling termasuk pembinaan dan pelatihan personel bimbingan dan konseling. d. Penyediaan informasi baik berkaitan dengan aktivitas dan prestasi akademik. b. d. sampai kepala sekolah dalam mengoptimalkan peran masing-masing dan setiap personel pun akan mengetahui seberapa besar fungsi dan peranannya tersebut dapat dikontribusikan bagi sekolah. Dukungan dan pemantauan pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling. Pengorganisasian bimbingan dan konseling secara tepat dapat membantu seluruh personel sekolah mulai dari peserta didik. c. e. Penyusunan program bimbingan dan konseling. 2. 2011) bisa diperhatikan dalam uraian sebagai berikut: 1. Dengan kata lain. Tugas-tugas. Penyediaan kelengkapan sarana dan prasarana yang diperlukan dalam kegiatan bimbingan dan konseling. sehingga para peserta didik tidak menjadi bingung karena adanya berbagai bentuk layanan bimbingan atau layanan lainnya yang serupa yang dilaksanakan oleh petugas-petugas yang berbeda. Dalam pendidikan formal. seperti yang dikutip dalam buku Manajemen BK (Uman Suherman. b. Wakil Kepala Sekolah a. koordinator bimbingan. Pelaksanaan kebijakan pimpinan sekolah terutama yang berkaitan dengan pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling. Semua personel sekolah. 100 .Pengembangan kerja sama profesional itu merupakan indikator skaligus menjadi manifestasi berhasil tidak nya suatu pengorganisasian dan tujuan dari rencana-rencana sekolah termasuk didalamnya program bimbingan dan konseling. dan staf administrasi bimbingan harus dihimpun dalam satu wadah. tanggung jawab dan wewenang dari masing-masing petugas yang terlibat dalam pelaksanaan layanan bimbingan di sekolah harus dirinci dengan jelas. maka beberapa hal yang perlu diperhatikan diantaranya adalah: a. Lebih daripada itu peran setiap personel mudah untuk dipertanggung jawabkan. orang tua. penyediaan dan kelengkapan sarana prasarana. wali kelas. guru mata pelajaran. sehingga terwujud satu kesatuan cara bertindak dalam usaha membantu memberikan layanan bimbingan dan konseling di sekolah. c. Sosialisasi program bimbingan dan konseling kepada seluruh personel dan komponen sekolah sesuai dengan bidang dan kewenangannya.

pelaksanaan sampai dengan penilaian terhadap layanan bimbingan dan konseling. Mengidentifikasi peserta didik yang membutuhkan layanan responsif berkenaan dengan permasalahan yang dihadapinya. d. Menyediakan informasi mengenai sikap dan kebiasaan peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran. 5. Menyediakan informasi tentang karakteristik dan kebutuhan para peserta didik di kelasnya. Mempertanggungjawabkan seluruh kegiatan layanan bimbingan dan konseling kepada kepala sekolah. secara khusus Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Kepala Badan Administrasi Negara mengeluarkan 101 . b. Guru Mata Pelajaran/Bidang Studi a. b.3. Mensosialisasikan keberaadaan layanan bimbingan dan konseling. Mengidentifikasi peserta didik yang memerlukan layanan bimbingan dan konseling terutama berkenaan dengan matapelajaran yang diampunya. c. Mengadakan tindak lanjut. Membantu mempersiapkan seluruh kegiatan bimbingan dan konseling. Melakukan analisis terhadap kondisi sekolah akan layanan bimbingan dan konseling. Memberikan layanan dasar kepada seluruh peserta didik. Mengkoordinasikan seluruh personel layanan bimbingan dan konseling. d. fungsi. Kegiatan konferensi kasus. 6. c. h. e. c. Membantu menyiapkan sarana yang diperlukan dalam pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling. Pelaksanaan konferensi kasus. Melaksanakan layanan responsif kepada peserta didik terutama dalam bentuk konseling. Staf Administrasi a. 4. Konselor a. Melakukan analisis terhadap karakteristik dan kebutuhan perkembangan peserta didik. sikap dan kebiasaan belajar yang efektif. c. dan mekanisme layanan kepada para peserta didik dan orang tua peserta didik di kelasnya. b. f. mulai dari penyusunan. d. Berkenaan dengan pelaksanaan tugas seorang konselor. i. g. b. terutama berkaitan dengan alih tangan kepada ahli lain. Mengorganisasikan seluruh aktivitas layanan bimbingan dan konseling. terutama tujuan. Mensosialisasikan layanan bimbingan dan konseling kepada peserta didik terutama berkaitan dengan motivasi. Membantu menyampaikan informasi kepada personel lain berkenaan dengan pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling. Melakukan upaya layanan bimbingan belajar terutama pada program perbaikan dan pengayaan mata pelajaran yang diampunya. f. e. f. Mengadministrasikan seluruh kegiatan bimbingan dan konseling. Membantu mengadministrasikan seluruh kegiatan bimbingan dan konseling. d. Melakukan kunjungan rumah. Memantau perkembangan dan kemajuan para peserta didik terutama yang telah memperoleh layanan bimbingan dan konseling. e. Memantau perkembangan dan kemajuan para peserta didik di kelasnya terutama yang telah memperoleh layanan bimbingan dan konseling. Wali Kelas a.

Penyusunan program pelayanan dalam bidang bimbingan pribadi . serta semua jenis layanan. Sebagaimana guru mata pelajaran. 102 . 2. tentang Guru). tanggung jawab serta wewenangnya lebih efektif. bimbingan belajar. Pelaksanaan pelayanan dalam bidang bimbingan pribadi-sosial. bimbingan belajar. maka dibutuhkan suatu kerjasama profesioanal yang saling melengakapi satu sama lain tanpa melanggar kode etik masing-masing profesinya. guru bimbingan dan konseling (konselor) yang membimbing minimal 150 orang peserta didik/tahun dihargai sebanyak 24 jam (Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 74 tahun 2008. bimbingan karir. Evaluasi pelaksanaan pelayanan dalam bidang bimbingan pribadi-sosial. 3. beban tugas tersebut meliputi : 1. dan beban tugas atau penghargaan jam kerja guru pembimbing/ konselor ditetapkan 36 jam/minggu. Agar setiap personel yang terlibat dalam organisasi bimbingan dan konseling mampu menjalankan tugas. bimbingan karir serta semua jenis layanan termasuk kegiatan pendukung yang dihargai sebanyak 18 jam. termasuk kegiatan pendukung yang dihargai sebanyak 12 jam.sosial. bimbingan berlajar. bimbingan karir serta semua jenis layanan termasuk kegiatan pendukung yang dihargai sebanyak 6 jam 4.Surat Kepulusan Bersama Nomor: 0433/P/1993 dan Nomor: 25 Tahun 1993 menjelaskan bahwa pada setiap sekolah harus ada petugas yang melaksanakan layanan bimbingan yaitu guru pembimbing/konselor dengan rasio satu orang guru prmbimbing/ konselor untuk 150 orang peserta didik.

berkembang dan menjadi pribadi yang mandiri. maka konsekuensinya adalah pengelolaan program BK harus memenuhi syarat. Hakikat BK Komprehensif Bercermin pada latar sejarah kelahiran dan perkembangan BK. Orientasi perkembangan ini mengharuskan layanan BK mengembangkan seluruh aspek dalam diri peserta didik. segala aktivitas dan proses dalam layanan BK harus diarahkan pada upaya membantu siswa dalam pencapaian standar kompetensi dimaksud. 3. tujuan. dewasa ini muncul istilah comprehensive school guidance and counseling sebagai kerangka kerja utuh yang harus dipahami oleh tenaga-tenaga ahli di bidang BK. jadi setiap siswa menerima manfaat program tersebut. Syarat agar pengelolaan program BK berorientasi perkembangan adalah pengelolaan program dengan cara komprehensif. 2011). fungsi. Sehingga kenyataannya yang sering muncul yaitu aktivitas konselor sekolah yang menghabiskan banyak waktunya untuk memenuhi kebutuhan sebagian kecil siswa (secara khusus hanya mengurus kebutuhan siswa berprestasi rendah dan bermasalah) tidak terjadi lagi. yakni meskipun seorang konselor dimungkinkan untuk mengatasi problem dan kebutuhan psikologis yang bersifat krisis dan klinis pada dasarnya fokus layanan BK lebih diarahkan pada usaha memfasilitasi pengalaman-pengalaman belajar tertentu yang membantu siswa untuk tumbuh. staf personel sekolah yang lain (guru dan tenaga administrasi) bahkan orangtua dan masyarakat. program BK sekolah dirancang untuk menjamin bahwa setiap siswa memiliki hak yang sama untuk memperoleh manfaat program itu. personel. strategi. sasaran layanan. Program BK sekolah merupakan serangkaian rencana aktivitas layanan BK di sekolah yang selanjutnya akan menjadi pedoman bagi setiap personel dalam pelaksanaan dan pertanggungjawabannya. Dengan demikian. Berikut lima premis dasar yang menegaskan istilah tersebut. 2006): 1. kegiatan. pelaksanaan program. Konselor tidak hanya menyediakan layanan langsung untuk siswa. Pendahuluan Pemahaman tentang bimbingan dan konseling (BK) sebagai suatu sistem dan kerangka kerja kelembagaan tidak dapat dilepaskan dari pandangan umum bahwa layanan BK merupakan bagian integral dari sistem pendidikan. dalam pendidikan ada standar dan kompetensi tertentu yang harus dicapai oleh siswa. Program BK melibatkan kolaborasi antar staff (team building approach). fasilitas dan rencana evaluasinya (Uman Suherman. komunitas. yaitu program BK yang bersifat komprehensif bersandar pada asumsi bahwa tanggung jawab kegiatan bimbingan elibatkan seluruh personalia yang ada di sekolah dengan sentral koordinasi dan tanggung jawab ada di tangan konselor yang bersertifikat. sistem manajemen dan sistem pertanggungjawabannya. Artinya. seluruh peserta didik di lembaga pendidikan tanpa ada yang diabaikan dan menciptakan lingkungan yang menopang perkembangan peserta didik. Oleh karena itu. Program BK sekolah yang komprehensif di dalamnya akan tergambarkan visi. melainkan juga bekerja secara konsultatif dan kolaboratif dengan tim bimbingan yang lain. Lingkungan pendidikan yang menopang perkembangan peserta didik dapat berupa sekolah. Dengan demikian program BK sekolah yang komprehensif disusun untuk merefleksikan pendekatan yang menyeluruh bagi dasar penyususnan program. (Gysbers & Henderson. B. misi. Tujuan BK bersifat kompatibel dengan tujuan pendidikan. 2. Jika saat ini program BK berorientasi pada perkembangan. 103 . masyarakat. Program BK bersifat pengembangan (based on developmental approach). Selain itu. keluarga.BAB II BIMBINGAN DAN KONSELING KOMPREHENSIF A. secara mendasar program BK sekolah direkomendasikan sebagai upaya pemberian layanan langsung bagi seluruh siswa. sikap bertindak peserta didik dan lain sebagainya. berbagai macam media informasi yang mempengaruhi pola pikir.

J. evaluasi dan keberlanjutan. bersifat komprehensif berarti program BK harus mampu memfasilitasi capaian-capaian perkembangan psikologis siswa dalam totalitas aspek bimbingan (baik pribadi-sosial. Nurihsan (2011) mengatakan bahwa model BK komprehensif adalah suatu konsep dasar bimbingan yang berasumsi sebagai berikut: 1. Bower dan Hatch (Fatur Rahman. Program bimbingan merupakan suatu kebutuhan yang mencakup berbagai dimensi yang terkait dan dilaksanakan secara terpadu. namun juga harus bersifat preventif dalam desain dan bersifat pengembangan dalam tujuannya. pendidikan seksualitas. 5. Dengan harapan setiap siswa dapat menggapai sukses di sekolah dan menunjukkan kontribusi nyata dalam masyarakat. Program BK ditopang oleh kepemimpinan yang kokoh. 3. Dengan demikian. BK seharusnya perlu diarahkan pada upaya memfasilitasi individu agar menjadi lebih sadar terhadap dirinya. Layanan BK ditujukan untuk seluruh siswa tanpa syarat apapun. Ketiga. menggunakan berbagai strategi (pengembangan pribadi dan dukungan sistem). Beberapa program yang dapat dikembangkan seperti pendidikan multikulturalisme dan anti kekerasan. Secara lebih sederhana A. 2. Upaya pencegahan dan antisipasi sedini mungkin hendaknya menjadi semangat utama yang terkandung dalam kurikulum bimbingan yang diterapkan di sekolah (kegiatan klasikal). implementasi. 1. Pertama.4. seperti mengelola kehadiran dan ketidakhadiran siswa. 2003). Konsekuensi dari kenyataan ini pada akhirnya menyebabkan layanan BK yang diselenggarakan di sekolah akhirnya terjebak dalam pendekatan tradisional dan intervensi psikologis yang berorientasi pada paradigma intrapsikis dan sindrom klinis. Dengan demikian wajar apabila dalam masyarakat dan siswa-siswa sendiri guru BK distigmakan sebagai polisi sekolah. Pendekatan dan tujuan layanan BK pada dasarnya tidak hanya berkaitan dengan perilaku menyimpang dan bagaimana mencegah perilaku tersebut. bersifat preventif dalam desain mengandung arti bahwa pada dasarnya tujuan pengembangan program BK di sekolah hendaknya dilakukan dalam bentuk yang bersifat preventif. terampil dalam merespon lingkungan serta mampu mengembangkan diri menjadi pribadi yang bermakna dan berorientasi ke depan. bersifat pengembangan dalam tujuan didasari oleh fakta di lapangan bahwa layanan BK sekolah selama ini justru kontraproduktif terhadap perkembangan siswa itu sendiri. desain. metode dan lama waktu layanan). Layanan bimbingan ditujukan untuk seluruh siswa. 2008) bahkan menegaskan bahwa program BK di sekolah tidak hanya bersifat komprehensif dalam ruang lingkup. mengembangkan ketrampilan resolusi konflik. kesehatan reproduksi. Melalui cara yang preventif tersebut diharapkan siswa mampu memilah sikap dan tindakan yang tepat serta mendukung pencapaian perkembangan psikologis ke arah ideal dan positif. melainkan juga berurusan dengan pengembangan perilaku efektif. Kegiatan layanan BK sekolah yang berkembang di Indonesia selama ini lebih terfokus pada kegiatan-kegiatan yang bersifat adminiatratif dan klerikel (Sunaryo Kartadinata. kerjasama antara personal bimbingan dan personal sekolah lainnya. 2. akademik dan karir). mengenakan sanksi disiplin pada siswa yang dianggap bermasalah. keluarga serta masyarakat. setting. Faktor kepemimpinan ini diharapkan dapat menjamin akuntabilitas dan pencapaian kinerja program BK. Program BK dikembangkan melalui serangkaian proses sitematis sejak dari perencanaan. Melalui penerapan fungsi-fungsi manajemen tersebut diharapkan kegiatan dan layanan BK dapat diselenggarakan secara tepat sasaran dan terukur. meliputi ragam dimensi (masalah. Layanan yang diberikanpun tidak hanya terbatas pada siswa dengan karakter dan motivasi unggul serta siap belajar saja. Sudut pandang perkembangan ini mengandung implikasi luas bahwa pengembangan perilaku yang sehat dan efektif harus dapat dicapai oleh setiap individu dalam konteks lingkungannya masing-masing. 104 . Kedua. dan lain-lain.

Kualitas program dan hasil yang terbukti akan melahirkan kepercayaan masyarakat sekolah. Tanggung jawab seseorang itu tidak hanya bertumpu dan terpusat pada dirinya sendiri. kebijakan pendidikan yang terintegrasi juga merupakan dampak dari program BK komprehensif yang terbukti kualitasnya. Fajar Santoadi (2010) menyatakan bahwasanya program BK komprehensif adalah program BK yang dirancang menjadi bagian integral dari proses pendidikan di sekolah. Dukungan finansial memadai. Pengaruh terhadap bagian dari seorang manusia akan mempengaruhi keseluruhannya. 3. personalia. 4. pelatihan. mulai dari siswa sebagai individu maupun kelompok. Manusia tidak kaku terhadap pengelaman-pengalaman masa lampaunya. administrator sekolah. Senada dengan paparan di aats. Bimbingan bertujuan untuk mengembangkan seluruh potensi siswa secara optimal. Setiap individu mempunyai kebebasan untuk memilih yang diikuti oleh tanggung jawab. Ia dapat mengolah pengalaman masa lampaunya untuk memperbaiki pilihan-pilihannya dan secara umum untuk memperbaiki arah. keluarga dan masyarakat. bimbingan. Integrasi semacam ini membutuhkan kesamaan visi pendidikan dalam diri lembaga dan semua komponen yang terlibat dalam 105 . komunitas sekolah. Model bimbingan ini berpandangan bahwa manusia itu merupakan satu kesatuan. Asesmen dapat merumuskan kebutuhan siswa dan stakeholder penting lain seperti orangtua. Perilaku manusia adalah hasil interaksi antara individu dan lingkungannya. Sementara program BK yang sistemik adalah program BK yang dirancang untuk menjangkau berbagai pihak. pemberian waktu yang memadai untuk pembimbingan. Menurut Erford (2007). implementasi dan evaluasi. pengajaran dan kegiatan pendidikan lain di sekolah merupakan bukti kebijakan pendidikan yang integratif di sebuah lembaga pendidikan. Sifat sistemik dalam program BK komprehensif tampak dalam beberapa hal sebagai berikut: 1. Selain sebagai prasyarat. kecepatan serta kematangan perkembangannya. yaitu bertanggungjawab atas akibat yang timbul dari pilihannya itu. hasil dan dampak yang menjangkau siswa dan stakeholder relevan tersebut di atas. program BK komprehensif bersifat sistemik. para guru. Program BK komprehensif membutuhkan dukungan yang adil dan setara pihak sekolah (dengan payung kebijakan). komunitas sebaya. kebijakan keuangan. Pada diri setiap individu terdapat tenaga yang mendorongnya untuk tumbuh dan berkembang secara positif ke arah yang sebaik-baiknya sesuai dengan kemampuan dasar individu tersebut. pendataan. tertata baik sejak perencanaan. dll. Layanan BK menjangkau siswa dan stakeholder yang terkait. mencegah timbulnya masalah dan menyelesaikan masalah siswa. tetapi juga kepada orang lain secara seimbang. sarana-prasarana. 2. Integrasi antara program bimbingan dan keseluruhan program pendidikan di sekolah yang bertujuan mengembangkan aspek intelektual dan skill diharapkan akan memberikan pengaruh pada pembentukan kompetensi peserta didik yang lebih utuh. kegiatan ekstrakurikuler. Kepercayaan yang besar dari masyarakat sekolah pada akhirnya akan melahirkan dukungan optimal bagi program BK tersebut. Program BK yang sistematik merupakan program yang pelaksanaannya sesuai dengan rencana.3. Program BK yang sistemik haruslah menjadi sebuah program yang data driven. bukan sekedar program yang sistematis. sehingga program BK menjadi semakin komprehensif. fasilitas memadai. Evaluasi proses. Pendekatan sistemik dalam program BK komprehensif menempatkan individu sebagai pusat sistem dan menciptakan hubungan antar-subsistem yang mempengaruhi individu ke arah perkembangan positif. Program BK dapat melibatkan stakeholder relevan tidak saja sebagai penerima layanan tetapi juga sebagai rekanan dalam memberi layanan yang yang relevan. dll. sehingga sekolah memberikan perhatian memadai dan setara kepada semua unsur yang penting bagi jalannya proses pendidikan. Lebih lanjut Erford menambahkan bahwa program BK komprehensif membutuhkan kebijakan pendidikan di sekolah yang integratif yaitu adanya keselarasan antara kebijakan dalam bidang pengajaran.

c. Santoadi (2010). yaitu layanan dasar bimbingan. terkoordinasi oleh konselor sekolah dan tenaga pendidik lainnya. kegiatan belajar atau unit-unit dalam kelas. maka komponen BK komprehensif dirumuskan ke dalam tiga komponen utama. sikap dan kemampuankemampuan siswa lainnya yang dapat didemonstrasikan sebagai sebuah hasil dari keikutsertaan mereka dalam sebuah program BK di sekolah. Program BK sekolah merupakan kesatuan komponen tujuan institusi sekolah. yakni kurikulum BK. Pengembangan kurikulum interdisipliner: konselor berpartisipasi dalam tim interdisipliner untuk mengembangkan dan memperbaiki isi kurikulum. dan Uman Suherman (2011) menyebutkan komponen BK komprehensif ada empat. Kurikulum BK serta kompetensi yang terkait didokumentasikan secara tertulis dan didasarkan atas penilaian terhadap program BK sekolah mengenai kebutuhan populasi siswa. Pengajaran kelas: konselor memberikan pengajaran terhadap tim dan membentu dalam mengajarkan kurikulum BK di sekolah. 2. sehingga perhatian pada fungsi developmental dapat terjaga. 2011). membentuk pusat pengembangan karir atau fasilitas sekolah lainnya. Tim ini mengembangkan unit-unit kelas yang mengintegrasikan antara persoalan mata pelajaran dengan rangkaian kurikulum BK di sekolah. berkelanjutan. 3. Memastikan bahwa program BK merupakan rancangan yang dapat dilaksanakan dalam sebuah gaya yang sistemik untuk semua siswa. Sedangkan Gysbers (2007). Tujuan layanan ini dapat juga dirumuskan sebagai upaya membantu siswa agar: 106 . Program BK ditunjang dengan keberadaan konselor yang profesional (keahlian. J. Di Amerika Serikat sendiri. Adapun yang menjadi ciri utama dari program BK komprehensif adalah sebagai berikut: 1. preventif dan proaktif. Nurihsan. Kurikulum BK sekolah merupakan hal yang terencana. Program BK memberikan kesempatan pelayanan kepada semua siswa. C. d. layanan responsif dan dukungan sistem. desain ruang yang developmental. 4. Komponen Program BK Komprehensif Berdasarkan visi dan misi bimbingan. Kurikulum bimbingan ini berupa layanan yang bertahap di berbagai jenjang pendidikan. 5. Kurikulum ini harus mengandung pernyataan tentang kompetensi siswa pada setiap tingkatan kelas dan indikator yang diidentifikasi serta digunakan dalam penilaian atas kompetensi siswa. kebutuhan siswa. Kurikulum BK Komponen kurikulum BK sekolah terdiri atas program intruksional tertulis yang cakupannya komprehensif. ketrampilan. sistematis dan mencakup penjelasan atas ruang lingkup dan unit pengajaran di dalamnya. Aktivitas kelompok: konselor membentuk kelompok kecil yang terencana di luar kelas. F. 1. Kurikulum BK disampaikan melalui beberapa strategi sebagai berikut: a. untuk merespon kebutuhan atau minat siswa. serta tujuan bimbingan. komitmen dan pengembangan diri). b. Program BK mampu menghasilkan pengetahuan. 2. perencanaan individual. Pelayanan Dasar Pelayanan dasar diartikan sebgai proses pemberian bantuan kepada seluruh konseli melalui kegiatan penyiapan pengalaman terstruktur secara klasikal atau kelompok yang disajikan secara sistematis dalam rangka mengembangkan perilaku jangka panjang sesuai dengan tahap dan tugas-tugas perkembangan yang diperlukan dalam pengembangan kemampuan memilih dan mengambil keputusan dalam menjalani kehidupannya. layanan responsif dan layanan perencanaan individual (A. Instruksi dan workshop bagi orangtua siswa: konselor menyelenggarakan workshop bagi orangtua atau wali untuk menunjukkan kebutuhan komunitas sekolah dan merefleksikan kurikulum BK sekolah.proses pendidikan sehingga BK yang komprehensif bisa diciptakan. istilah pelayanan dasar ini lebih populer dengan kurikulum bimbingan (Bowers & Hatch. 2000).

promosi dan retensi informasi. Konselor sekolah mengkoordinasikan kegiatan bantuan bagi seluruh rencana siswa. orangtua/wali dan pihak sekolah dalam merencanakan program siswa yang sesuai dengan kebutuhan mereka merupakan hal yang sangat penting. serta mengembangkan dirinya dalam rangka mencapai tujuan hidupnya. (4) bimbingan kelompok. Layanan Responsif Komponen layanan responsif dalam program BK sekolah terdiri atas kegiatankegiatan untuk menemukan kebutuhan dan persoalan yang tengah dihadapi siswa. bantuan financial. mengawasi dan menangani proses belajar siswa termasuk menemukan kompetensi dalam area akademis. Konselor sekolah membantu siswa membuat pilihan dari sekolah ke sekolah. Mampu menangani atau mamanuhi kebutuhan dan masalahnya. konselor sekolah mengkoordinasikan kegiatan secara sitematis dan berkelanjutan serta dirancang untuk membantu siswa scara individual dalam menetapkan tujuan pribadi dan mengembangkan rencana mereka di masa depan. Keterlibatan siswa. 4. Untuk mencapai tujuan tersebut. sosial. (2) pelayanan orientasi. b. Konsultasi: konselor berkonsultasi dengan orangtua/wali. b. Perencanaan individual bagi siswa diimplementasikan melalui beberapa strategi sebagai berikut: a. Penyelesaian kebutuhan atau persoalan ini memerlukan konseling. sekolah ke pekerjaan maupun sekolah ke pendidikan tinggi atau karir setelah mereka lulus dari suatu sekolah. Memiliki kesadaran serta pemahaman tentang diri dan lingkungan (pendidikan. seleksi persoalan tahunan. sosial budaya dan agama). minat. Komponen ini disediakan bagi seluruh siswa dan seringkali siswa diberi inisiasi melalui self-referral. c. Strategi pelayanan untuk aplikasi pelayanan dasar antara lain: (1) bimbingan kelas. fokus perilaku yang dikembangkan menyangkut aspek-aspek pribadi. karir dan pasar tenaga kerja dalam perencanaan tujuan pribadi. Contoh topik dalam komponen ini adalah: review skor tes. ketrampilan sosial. konsultasi. okupasional dan tujuan personal mereka. Layanan responsif disampaikan melalui strategi-strategi seperti: a. Pemberian saran pada individual/kelompok kecil: konselor sekolah memberi saran pada siswa dengan menggunakan informasi pribadi/sosial. Bagaimanapun guru. Penilaian individual/kelompok kecil: konselor sekolah mengadakan analisis dan evaluasi terhadap kemampuan. c. ketrampilan dan prestasi siswa. guru. b. dan (5) pelayanan pengumpulan data/aplikasi instrumentasi. (3) pelayanan informasi. Konselor tampil sebagai advokat bagi siswa. Walaupun konselor sekolah memiliki ketrampilan dan pelatihan khusus dalam merespon kebutuhan dan persoalan semacam ini. kerjasama dan dukungan dari seluruh pihak sekolah dan seluruh staf tetap diperlukan bagi suksesnya implementasi program layanan responsif. dll. fasilitasi maupun informasi dari teman sebaya. orangtua/wali dan orang lain bisa juga membantu siswa. belajar dan karir. pekerjaan. karir dan perkembanganpribadisosialnya. survei dan interview dengan siswa senior dan alumni. seleksi perguruan tinggi. mengalami hambatan 107 . Perencanaan Individual Dalam perencanaan individual. tenaga pendidik lain atau dengan anggota masyarakat mengenai strategi untuk membantu siswa dan keluarga. Konseling individual dan kelompok: pemberian layanan konseling ini ditujukan untuk membantu peserta didik yang mengalami kesulitan. Dalam komponen ini siswa mengevaluasi tujuan edukasional. 3. Mampu mengembangkan keterampilan untuk mengidentifikasi tanggung jawab atau seperangkat tingkah laku yang tepat bagi penyesuaian diri dengan lingkungannya. pengalihan. perangkat pengungkap minat. edukasional dan okupasional siswa.a.

Artinya mulai usia dini (Taman Kanak-Kanak) sampai dengan usia remaja (SMA/SMK) harus mengetahui. (2) karir. d. didorong dan siap untuk belajar pengetahuan sekolah. 1. serta memfasilitasi semua siswa memperoleh keberhasilan akademik. intervensi dan tindak lanjut yang diberikan kepada siswa dan keluarga dalam mengahadapi situasi darurat. yang secara tidak langsung memberikan bantuan kepada konseli atau memfasilitasi kelancaran perkembangan konseli. penyebab masalah. Ruang lingkup layanan Program BK sekolah yang komprehensif tidak saja berfokus pada layanan bagi seluruh siswa tetapi juga pada seluruh aspek kehidupan siswa. kegiatan manajemen. Titik berat program BK sekolah adalah kesuksesan bagi setiap siswa. memahami dan dapat bekerja dalam tiga area kehidupan mereka. 5. tetapi disusun sebagai pelayanan untuk menemukan 108 . e. c. yaitu: (1) Ruang lingkup yang menyeluruh. yaitu kehidupan: (1) akademik. Pengembangan potensi siswa Program BK yang komprehensif dirancang tidak hanya untuk pencegahan permasalahan siswa. Bimbingan teman sebaya: bimbingan yang dilakukan oleh siswa terhadap siswa lainnya.dalam mencapai tugas-tugas perkembangannya. 3. Dirancangan sebagai pencegahan Tujuan program BK sekolah adalah untuk memberikan kemampuan khusus dan memsiswai sikap pencegahan yang proaktif. ada tiga hal yang secara mendasar perlu diperhatikan dalam penyusunan program bimbingan dan konseling di sekolah. tugas konselor tidak dibatasi sebagai penasihat dan pencari solusi tentang permasalahan yang dihadapi para siswa tetapi melalui pelaksanaan program bimbingan dan konseling sekolah konselor lebih mengarahkan aktivitasnya pada pencegahan risiko yang mungkin dihadapi para siswa. Dukungan Sistem Ketiga komponen di atas merupakan pemberian BK kepada konseli secara langsung. Melalui konseling. artinya siswa tidak hanya dimotivasi. Program ini memberikan dukungan kepada konselor dalam memperlancar penyelenggaraan pelayanan di atas. infrastruktur dan pengembangan kemampuan profesional konselor secara berkelanjutan. Oleh karena itu. Alih tangan: apabila konselor kurang memiliki kemampuan untuk menangani masalah konseli. tata kerja. penemuan alternatif pemecahan masalah dan pengambilan keputusan secara lebih tepat. maka sebaiknya konselor mereferal konseli kepada pihak lain yang lebih berwenang. dan pengembangan pengalaman pribadisosialnya. riset dan pengembangan. dan (3) Tujuannya pengembangan potensi siswa. (2) Dirancang lebih berorientasi pencegahan. Penyusunan Program BK Komprehensif Uman Suherman (2011) menjelaskan sehubungan dengan sifat program BK komprehensif. D. peserta didik (konseli) dibantu untuk mengidentifikasi masalah. konseling semacam ini biasanya jangka pendek dan bersifat sementara. Sedangkan dukungan sistem merupakan komponen pelayanan dan kegiatan manajemen. Dukungan sistem ini meliputi aspek-aspek pengembangan jejaring. Siswa yang menjadi pembimbing sebelumnya diberikan latihan atau pembinaan oleh konselor. tetapi program BK sekolah membantu seluruh siswa agar sukses berprestasi di sekolah dan kehidupannya lebih berkembang serta mampu memberikan kontribusi bagi kehidupan masyarakat sekitarnya. 2. Sedangkan bagi personel pendidik lainnya adalah untuk memperlancar penyelenggaraan program pendidikan di sekolah. dan (3) pribadi-sosial. Konseling krisis: memberikan pencegahan. karir.

wali kelas. (7) Menetapkan langkah-langkah kegiatan pelaksanaan program. pelaksanaan. jika diperlukan sekolah dapat meminta bantuan tenaga ahli. Proses penyusunan program BK di sekolah dilakukan melalui delapan tahap aktivitas. karir dan pribadi-sosial). Weakness. para stakeholder hendaknya bermusyawarah untuk menentukan filosofi. pengawas BK.karakteristik dan kebutuhan siswa pada berbagai jenis dan tahapan perkembangan. Dalam melakukan analisis ini. Karena itu. guru. 2. hasil. (6) Merumuskan alternatif komponen dan isi kegiatan. menentukan dukungan sistem dan kebijakan yang tepat baik bagi siswa. misi dan fungsi dan isi keseluruhan program. sebelum memulai melakukan penyusunan program konselor perlu mengkaji terlebih dahulu produk-produk kebijakan yang berlaku. 1. (2) Menganalisis harapan dan kondisi sekolah. Dengan demikian. kelemahan atau kekurangan sekolah. Sebagai contoh dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan tidak mungkin suatu sekolah menggunakan standar kurikulum selain yang ditentukan dan diberlakukan secara nasional oleh Departemen Pendidikan Nasional (DEPDIKNAS). 3. Merancang keputusan dasar yang kuat memerlukan usaha kerjasama semua unsur dan personel sekolah. termasuk dengan orangtua dan masyarakat sehingga program BK bisa diterima dan memberikan manfaat bagi semua siswa. selama tahap pengembangan program BK. Menganalisis harapan dan kondisi sekolah Menganalisis harapan dan kondisi sekolah merupakan langkah yang harus dilakukan konselor untuk mengetahui keadaan. (5) Merumuskan tujuan program baik umum maupun khusus. Menganalisis karakteristik dan kebutuhan siswa Program BK merupakan rancangan aktivitas dan kegiatan yang akan memfasilitasi tercapainya tujuan pendidikan nasional. Lebih lanjut Uman memaparkan bahwa landasan atau dasar program merupakan suatu keputusan awal dan menentukan yang harus diambil oleh pemegang kebijakan pendidikan di sekolah bagi terwujudnya suatu program BK sekolah. kelemahan. daerah maupun sekolah sebagai tempat implementasi program. yaitu: (1) Mengkaji kebijakan dan produk hukum yang relevan. peluang atau kesempatan dan ancaman yang dihadapi sekolah. (3) Menganalisis karakteristik dan kebutuhan siswa. Oppornuty. (8) Merumuskan rencana evaluasi pelaksanaan dan keberhasilan program. (4) Menganalisis program. dukungan serta faktor-faktor penghambat program sebelumnya. 109 . Merumuskan tujuan yang ingin dicapai sekolah ditetapkan berdasarkan atas kebijakan yang berlaku dan analisis kondisi sekolah. memprediksi hasil. kekuatan. maka semua pemegang kebijakan pendidikan di sekolah lebih memahami karakteristik dan kebutuhan siswa yang merupakan subjek layanan BK di sekolah. karir dan perkembangan pribadi-sosial para siswa dalam menyiapkan dan menghadapi tantangan masa depan dalam kehidupan pribadi. Berdasarkan itu semua. konselor sekolah. Mengkaji kebijakan dan produk hukum yang relevan Mengkaji kebijakan dan produk hukum yang relevan baik tingkat institusi (sekolah) maupun nasional dimaksudkan agar pengembangan program BK sekolah tidak bertentangan dengan kebijakan umum yang berlaku dan ditentukan oleh pemerintahan pusat. Treath) sehingga dapat diketahui secara tepat kekuatan. Sangat tepat jika dilakukan analisis dengan teknik SWOT (Strengt. Dasar pengembangan program yang lengkap merupakan hal yang sangat penting untuk memastikan bahwa program BK sekolah menjadi suatu bagian utuh dari seluruh program pendidikan untuk keberhasilan para siswa. orangtua atau masyarakat sehingga mempertinggi prestasi pembelajaran siswa (akademik. Artinya. masyarakat dan bangsanya di masa depan. program BK di sekolah harus menyediakan sistem layanan yang bermanfaat bagi kemajuan akademik. Dengan kata lain program BK sekolah yang komprehensif harus mampu membangun tujuan-tujuan.

Dengan demikian sebelum konselor melaksanakan tugas-tugas kegiatan layanan BK di sekolah. untuk kemudian ditafsirkan dan diimplementasikan dalam beberapa alternatif rencana program BK di sekolah. Apakah pelayanan itu betul-betul relevan dengan kebutuhan-kebutuhan yang ada. Tanpa perencanaan program. tetapi paling hemat dalam menggunakan tenaga. layanan BK tampaknya praktis dan simpel. wali kelas dan staf sekolah lainnya dan tidak ikut melibatkan diri dalam kegiatan layanan BK. Sistem manajemen program BK Apakah suatu sekolah dapat melaksanakan layanan BK tanpa membuat suatu program kegiatan BK? Misalnya. Cara kerja dalam kegiatan layanan BK seperti ini tidak menunjukan adanya suatu kelompok bimbingan dan konseling (team work) yang sinergis. dan (5) Sarana atau pra sarana dan dana yang diperlukan. Data yang sudah terkumpul perlu dianalisis secara cermat dan komprehensif (menyeluruh). sedangkan guru mata pelajaran. wali kelas dan staf sekolah lainnya dan tidak ikut melibatkan diri dalam kegiatan layanan BK. kebutuhan dapat dilayani. (2) Tidak ada kontinuitas dalam pelayanan. hasil. layanan kepada subjek sasaran akan lebih baik. mereka harus menyusun program kegiatan BK yang dilengkapi dengan seperangkat kelengkapan instrumen. (2) Kegiatan yang akan dilakukan. layanan BK tampaknya praktis dan simpel. Dengan membuat rencana program BK. paling tidak harus jelas mengenai: (1) Sasaran yang ingin dicapai. 4. layanan kepada subjek sasaran akan lebih baik. pada suatu sekolah hanya memiliki seorang konselor yang memiliki kompetensi dan kualifikasi profesional sebagai konselor. Cara kerja dalam kegiatan layanan BK seperti ini tidak menunjukan adanya suatu kelompok bimbingan dan konseling (team work) yang sinergis. tetapi mempunyai banyak kelemahan diantaranya : (1) Program yang tidak didasari pemikiran secara matang mengakibatkan program kurang dapat dipertanggungjawabkan. waktu dan biayanya.Data atau informasi tentang karakteristik dan kebutuhan siswa merupakan komponen atau faktor-faktor yang berkaitan dengan penentuan tujuan layanan BK di sekolah. akan lebih sukar dilakukan pengecekan. pelaksanaan. tetapi mempunyai banyak kelemahan diantaranya : (1) Program yang tidak didasari pemikiran secara matang mengakibatkan program kurang dapat dipertanggungjawabkan. (4) Kapan waktu pelaksanaanya. kebutuhan dapat dilayani. Cara kerja dalam kegiatan layanan BK semacam ini bisa saja dilaksanakan tetapi tidak memiliki dampak yang positif dalam membantu perkembangan optimal siswa. (3) Sukar untuk mengevaluasi kerja yang telah dilalukan. Cara kerja dalam kegiatan layanan BK semacam ini bisa saja dilaksanakan tetapi tidak memiliki dampak yang positif dalam membantu perkembangan optimal siswa. Apakah suatu sekolah dapat melaksanakan layanan BK tanpa membuat suatu program kegiatan BK? Misalnya. Dengan membuat rencana program BK. Program BK memuat unsur-unsur yang terdapat dalam 110 . di samping tenaga dan fasilitas lain dapat dimanfaatkan secara efisien. konselor perlu menjabarkan secara rinci program itu sampai dengan tahap-tahap pelaksanaannya. Alternatif program tersebut harus dievaluasi dan dipilih mana yang memiliki peluang paling besar untuk mencapai tujuan. (3) Siapa pelaksana dan penanggung jawabnya. di samping tenaga dan fasilitas lain dapat dimanfaatkan secara efisien. Tanpa perencanaan program. pada suatu sekolah hanya memiliki seorang konselor yang memiliki kompetensi dan kualifikasi profesional sebagai konselor. sedangkan guru mata pelajaran. dukungan serta faktor-faktor penghambat program sebelumnya Sebelum alternatif program BK yang dipilih dilaksanakan. (2) Tidak ada kontinuitas dalam pelayanan. 5. Menganalisis program. akan lebih sukar dilakukan pengecekan. Apakah pelayanan itu betul-betul relevan dengan kebutuhan-kebutuhan yang ada. Dalam setiap tahap pelaksanaan. (3) Sukar untuk mengevaluasi kerja yang telah dilalukan.

when and how). Menyusun instrumen dan unit analisis penilaain kebutuhan. masalah dan konteks layanan. Pemetaan kebutuhan/permasalahan. masalah dan konteks membutuhkan instrumen asesmen yang berfungsi sebagai alat bantu. Eksplorasi peta kebutuhan. Dengan kata lain. (2) Asesmen kebutuhan dan masalah peserta didik yang menyangkut karakteristik peserta didik. sarana dan prasarana pendukung program bimbingan. Dalam instrumen ini. Melalui pemetaan ini diharapkan program dan layanan BK yang dikembangkan oleh konselor benar-benar dibutuhkan oleh seluruh segmen yang terlibat dan sesuai dengan konteks lingkungan program. masalah dan konteks layanan. Adapun penjabaran dari tiap-tiap langkah besar adalah sebagai berikut: 1. tugas perkembangan psikologis. minat. waktu. biaya dan fasilitas lainnya. Kegiatan ini diturunkan dari perilaku/tugas perkembangan/kompetensi yang harus dikuasai peserta didik. kepribadian. Setelah data terkumpul. Implementasi penilaian kebutuhan. orangtua. Pada tahap ini. Analisis hasil penilaian kebutuhan. yakni: (1) Pemetaan kebutuhan. kondisi dan kualifikasi konselor serta kebijakan pimpinan sekolah. dokumentasi dan sebagainya. konselor sesegera mungkin mengumpulkan data dengan menggunakan instrumen yang telah dibuat sebelumnya dengan tujuan memperoleh gambaran kebutuhan dan konteks lingkungan yang akan dirumuskan ke dalam program lebih lanjut. Pemetaan. tempat. Desain program BK dan rencana aksi (Action Plan) Berikut ini adalah penjabaran rencana operasional (action plan) yang diperlukan. motivasi. (2) Desain program yang sesuai dengan kebutuhan. c. who. Identifikasikan dan rumuskan berbagai kegiatan yang harus/perlu dilakukan. strategi dan atau teknik. kegiatan. wawancara. kecerdasan. Setelah hasil dianalisis dan identifikasi masalah terungkap. Kegiatan asesmen ini meliputi: (1) Asesmen konteks lingkungan program yang terkait dengan kegiatan mengidentifikasi harapan dan tujuan sekolah. sikap dan kebiasaan belajar. seperti aspek fisik (kesehatan dan keberfungsiannya).berbagai ketentuan tentang pelaksanaan BK di sekolah seperti: visi dan misi. rencana evaluasi. Metode yang dapat digunakan seperti observasi. tujuan. menganalisis dan menginterpretasi hasil penilaian yang diungkap dengan tujuan kebutuhan. where. Action plan yang disusun paling tidak memenuhi unsur 5W + 1H ( what. 2007). Dengan demikian konselor perlu melakukan hal-hal berikut ini: a. why. pelaksana dan penanggung jawab. masyarakat dan stakeholder pendidikan terlibat. Secara berbeda. program dan kegiatan yang tertuang dalam rencana per semester ataupun tahunan bukan sekedar tuntunan administratif. masalah dan konteks layanan Penyusunan program BK di sekolah haruslah dimulai dari kegiatan asesmen (pengukuran. konselor merumuskan aspek dan indikator beserta item pernyataan/pertanyaan yang akan diukur dan jenis metode yang akan digunakan untuk mengungkap aspek yang dimaksud. Berikut ini langkah-langkah yang dapat dilakukan oleh konselor dalam memetakan kebutuhan. 111 . d. melainkan tuntunan tanggung jawab yang sungguh harus dilaksanakan secara profesional. petugas BK dan konselor membuat peta kebutuhan/masalah yang dilengkapi dengan analisis faktor-faktor penyebab yang memunculkan kebutuhan/permasalahan. masalah dan konteks program dapat teridentifikasi dengan tepat. 2. penilaian) atau kegiatan mengidentifikasi aspek-aspek yang dijadikan bahan masukan bagi penyususnan program/layanan (Depdiknas. masalah dan konteks layanan: a. konselor mengolah. b. kebutuhan. Fatur Rahman (2008) menjelaskan sistematika penyusunan dan pengembangan program BK komprehensif pada dasarnya terdiri dari dua langkah besar. masalah-masalah yang dihadapi.

Rancangan ini bisa dalam bentuk matrik. d. konferensi kasus dan alih tangan. brosur atau majalah dinding). sekedar perkiraan atau pedoman relatif dalam pengalokasian waktu untuk konselor dalam pelaksanaan komponen pelayanan BK di sekolah. Pertimbangan porsi waktu yang diperlukan untuk melaksanakan setiap kegiatan di atas. Rencana kegiatan dimaksud dituangkan ke dalam rancangan jadwal kegiatan untuk satu tahun. Apakah kegiatan itu dilakukan dalam waktu tertentu atau terus menerus. Inventarisasi kebutuhan yang diperoleh dari need assesment ke dalam tabel kebutuhan yang akan menjadi rencana kegiatan. Untuk kegiatan kontak langsung yang dilakukan secara klasikal di kelas (pelayanan dasar) perlu dialokasikan waktu terjadwal 2 jam pelajaran per-kelas per-minggu. 112 . Berikut ini dikemukakan tabel alokasi waktu. buku-buku. program tahunan dan program semesteran. Berapa banyak waktu yang diperlukan untuk melaksanakan pelayanan BK dalam setiap komponen program perlu dirancang dengan cermat.b. kunjungan rumah. Adapun kegiatan bimbingan tanpa kontak langsung dengan peserta didik dapat dilaksanakan melalui tulisan (seperti e-mail. Program BK perlu dilaksanakan dalam bentuk kontak langsung dan tanpa kontak langsung dengan peserta didik. Perencanaan waktu ini didasarkan kepada isi program dan dukungan manajemen yang harus dilakukan oleh konselor. Perkiraan Alokasi Waktu Pelayanan No Komponen Pelayanan SD/MI 1 2 3 4 Pelayanan Dasar Pelayanan Responsif Perancanaan Indiviaual Dukungan Sistem 45 – 55 % 20 – 30 % 5 – 10 % 10 – 15 % Jenjang Pendidikan SMP/MTS 35 – 45 % 25 – 35 % 15 – 25 % 10 – 15 % SMA/SMK 25 – 35 % 15 – 25 % 25 – 35 % 10 – 15 % c.

Pelayanan orientasi ini biasanya dilaksanakan pada awal program pelajaran baru. Pelayanan Dasar 1. staf dan guru-guru. 113 . konselor memberikan pelayanan bimbingan kepada peserta didik.BAB III MEKANISME DAN KERANGKA KERJA LAYANAN BK KOMPREHENSIF Kerangka dan Cakupan Kerja Bimbingan dan Konseling Komprehensif A. Secara terjadwal. kurikulum. Materi pelayanan orientasi di sekolah/madrasah biasanya mencakup organisasi sekolah/madrasah. Pelayanan Orientasi Pelayanan ini merupakan suatu kegiatan yang memungkinkan peserta didik memahami dan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. terutama lingkungan sekolah/madrasah. 2. untuk mempermudah atau memperlancar berperannya mereka di lingkungan baru tersebut. Kegiatan bimbingan kelas ini bisa berupa diskusi kelas atau brain stroming. Bimbingan Klasikal Program yang dirancang menuntut konselor untuk melakukan kontak langsung dengan para peserta didik di kelas.

Bimbingan Kelompok Konselor memberikan pelayanan bimbingan kepada peserta didik melalui kelompok-kelompok kecil (5 s/d 10 orang). brosur. Konseling ini dapat dilakukan secara individu maupun kelompok. psikister. Kolaborasi dengan Pihak Terkait Di Luar Yaitu berkaitan dengan upaya sekolah/madrasah untuk menjalin kerjasama dengan unsur-unsur masyarakat yang dipandang relevan dengan peningkatan 114 . seperti depresi. Konseli yang sebeiknya direferal adalah mereka yang memiliki masalah. kecanduan narkoba dan penyakit kronis. seperti psikolog. B. kiat-kiat menghadapi ujian dan mengelola stres. leaflet. 3. Pelayanan Informasi Yaitu pemberian informasi tentang berbagai hal yang dipandang bermanfaat bagi peserta didik melalui komunikasi langsung maupun tidak langsung (melalui media cetak maupun elektronik. 3. Kolaborasi dengan Orangtua Konselor perlu melakukan kerjasama dengan para orangtua peserta didik. seperti: buku. fasilitas atau sarana-prasarana dan tata tertib sekolah. Bimbingan ini ditujukan untuk merespon kebutuhan dan minat para peserta didik. kehadiran dan pribadinya). mengalami hambatan dalam mencapai tugas-tugas perkembangannya.program BK. 4. Konseling Individual dan Kelompok Pemberian pelayanan konseling ini ditujukan untuk membantu peserta didik yang mengalami kesulitan. penemuan alternatif pemecahan masalah dan pengambilan keputusan secara tepat. dokter dan kepolisian. Pengumpulan data ini dapat dilakukan dengan berbagai instrumen. maka sebaiknya dia mereferal atau mengalihtangankan konseli kepada pihak lain yang lebih berwenang. program ekstrakurikuler. 2. 5. peserta didik (konseli) dibantu untuk mengidentifikasi masalah. Kolaborasi dengan Guru Mata Pelajaran Konselor berkolaborasi dengan guru dan wali kelas dalam rangka memperoleh informasi tentang peserta didik (seperti prestasi belajar. 5. seperti: cara-cara belajar yang efektif. penyebab masalah. Melalui kerjasama ini memungkinkan terjadinya saling memberi informasi. Aplikasi Instrumentasi Merupakan kegiatan untuk mengumpulkan data atau informasi tentang pribadi peserta didik dan lingkungan peserta didik. Pelayanan Responsif 1. 4. Melalui konseling. baik tes maupun non-tes. Referal (Alih Tangan atau Rujukan) Apabila konselor merasa kurang memiliki kemampuan untuk menangani masalah konseli. Kerjasama ini penting agar proses bimbingan terhadap peserta didik tidak hanya berlangsung di sekolah/madrasah. membantu memecahkan masalah peserta didik dan mengidentifikasi aspek-aspek bimbingan yang dapat dilakukan oleh guru mata pelajaran. tindak kejahatan (kriminalitas). tetapi juga oleh orangtua di rumah. pengertian dan tukar pikiran antara konselor dan orangtua dalam upaya mengembangkan potensi peserta didik atau memecahkan masalah yang mungkin dihadapi peserta didik. Topik yang didiskusikan dalam bimbingan kelompok ini adalah masalah yang bersifat umum (common problem) dan tidak rahasia. majalah dan internet).

sosial. Dukungan Sistem 1. sosial. terselenggara dan tercapai bila tidak memiliki suatu sistem manajemen yang bermutu. (3) ABKIN. Kunjungan Rumah Yaitu kegiatan untuk memperoleh data atau keterangan tentang peserta didik tertentu yang sedang ditangani. (5) MGMP. (4) para ahli dalam bidang terkait. 7. 2. Peserta didik yang menjadi pembimbing berfungsi sebagai mentor atau tutor yang membantu peserta didik lain dalam memecahkan masalah yang dihadapinya baik akademik maupun nonakademik. seperti psikolog. psikister dan dokter. Pelayanan perencanaan individual ini dapat dilakukan juga melalui pelayanan penempatan (penjurusan dan penyaluran) untuk membentuk peserta didik menempati posisi yang sesuai dengan bakat dan minatnya. 115 . Konferensi Kasus Yaitu kegiatan untuk membahas permasalahan peserta didik dalam suatu pertemuan yang dihadiri oleh pihak-pihak yang dapat memberikan keterangan. Perencanaan Individual Konselor membantu peserta didik menganalisis kekuatan dan kelemahan dirinya berdasarkan data atau informasi yang diperoleh. melalui kunjungan ke rumahnya. pendidikan dan karir yang diperolehnya untuk: 1. 3. dalam arti D. C. orangtua atau pihak pimpinan sekolah/madrasah yang terkait dengan upaya membangun kesamaan persepsi dalam memberikan bimbingan kepada peserta didik. 9. (4) melanjutkan studi ke program yang lebih tinggi. 2. peserta didik akan memiliki pemahaman. (6) Depnaker. (3) aktif dalam kegiatan-kegiatan ilmiah. (2) aktif dalam organisasi profesi. Manajemen program Program pelayanan BK tidak mungkin akan tercipta. Jalinan kerjasama ini seperti dengan pihak-pihak: (1) instansi pemerintah. Merumuskan tujuan dan merencanakan kegiatan yang menunjang pengembangan dirinya atau kegiatan yang berfungsi untuk memperbaiki kelemahan dirinya. Pertemuan konferensi kasus ini bersifat terbatas dan tertutup.mutu pelayanan bimbingan. melakukan referal dan meningkatkan kualitas program bimbingan dan konseling. dalam upaya mengentaskan masalahnya. Peserta didik yang menjadi pembimbing sebelumnya diberikan latihan atau pembinaan konselor. seperti seminar dan lokakarya atau. 6. Mengevaluasi kegiatan yang telah dilakukan. Konsultasi Konselor menerima pelayanan konsultasi bagi guru. kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya permasalahan peserta didik itu. Melalui kegiatan penilaian diri ini. menciptakan lingkungan sekolah/madrasah yang kondusif bagi perkembangan peserta didik. Pengembangan Profesi Konselor secara terus menerus berusaha untuk memperbaharui pengetahuan dan ketrampilannya melalui: (1) in service training. 8. belajar dan karir. Melakukan kegiatan yang sesuai dengan tujuan atau perencanaan yang telah ditetapkan. penerimaan dan pengarahan dirinya secara positif dan konstruktif. Bimbingan Teman sebaya Bimbingan teman sebaya ini adalah bimbingan yang dilakukan oleh peserta didik terhadap peserta didik yang lainnya. yaitu yang menyangkut pencapaian tugas-tugas perkembangan atau aspek-aspek pribadi. Konseli menggunakan informasi tentang pribadi. (2) instansi swasta.

sehingga yang sedang berlatih tidak merasa terganggu. 4. satu sekolah menengah latihan maksimal untuk 10 mahasiswa. Ruang ini minimal dilengkapi dengan video-kamera. termasuk penelitian. 3. 116 . 5. bimbingan dan konseling harus ditempatkan sebagai bagian terpadu dari seluruh program sekolah/madrasah dengan dukungan wajar dalam aspek ketersediaan sumber daya manusia (konselor) maupun sarana dan pembiayaan. monitor televisi dan ruang pengamat yang dibatasi dengan kaca satu arah yang hanya tembus pandang dari tempat pengamat. Ruang demonstrasi-observasi merupakan ruang untuk berlatih menguasai ketrampilan dasar wawancara dan ketrampilan konseling. pusat sumber belajar berbagai media dalam teknologi informasi dan komunikasi dan fasilitas khusus untuk latihan wawancara konseling. dengan jumlah yang memadai. perpustakaan serta laboratorium untuk BK. Lembaga penyelenggara program S-1 BK mengutamakan pemanfaatan secara optimal sarana dan prasarana yang dimiliki. sekolah latihan. Selain ruang kelas yang memadai. laboratorium. sarana utama lain yang diperlukan dalam penyelenggaraan S-1 BK adalah ruang yang disediakan dan dirancang khusus sebagai ruang demonstrasi-observasi dan yang berada di kampus. 2. latihan dan praktik BK. mengikuti aktivitas Sarana dan Prasarana 1. Sarana dan prasarana tersebut digunakan untuk pengembangan keilmuan dan pembelajaran dalam bidang BK. Riset dan Pengembangan Melakukan penelitian. 3. Perpustakaan yang memuat buku/sumber-sumber yang berkaitan dengan BK. bengkel kerja. Oleh karena itu. Sekolah latihan adalah sekolah menengah yang berada di dalam dan atau di luar kampus.dilakukan secara jelas. seperti perpustakaan. sistematis dan terarah. mengikuti kegiatan profesi dan peningkatan profesi serta kegiatan pada organisasi profesi. E.

Evaluasi program bimbingan dan konseling dalam pengembangannya adalah untuk dapat membuat keputusan melalui informasi yang cukup. agar memperoleh pertimhangan yang sebaik-baiknya tentang usaha. 2. Untuk lebih memperjelas keterkaitan evaluasi dengan proses pembuatan kebijakan dan keputusan dapat dilihat skema berikut: INFORMASI TUJUAN PEMBUATAN KEPUTUSAN ALTERNATIF PILIHAN: PERUBAHAN PERBAIKAN PENGEMBANGAN PENGAYAAN EVALUASI 117 .BAB IV EVALUASI PROGRAM. Wysong 1974 mengemukakan bahwa evaluasi adalah proses untuk menggambarkan. dalam kegiatan evaluasi program bimbingan dan konseling pengambilan keputusan merupakan aspek yang sangat penting. Perencanaan dan pengembangan merupakan proses yang banyak berkenaan dengan evaluator dan pembuat keputusan serta pelaksanaannya tidak hanya bersifat teknis. maka dalam pelaksanaan evaluasi program bimbingan dan konseling perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut: 1. PROSES DAN HASIL BK A. Evaluasi program bimbingan dan konseling adalah suatu lingkaran yang berkesinambungan dan melengkapi dalam susunan program. pelaksanaan. efektivitas dan efisiensi tidaknya suatu program. 4. Berdasarkan pada rumusan pengertian evaluasi di atas dapat disimpulkan bahwa evaluasi program bimbingan dan konseling adalah: 1. justru untuk melayani pengambilan keputusan. Sedangkan Stufflebeam 1971 mengemukakan bahwa evaluasi adalah suatu proses mengupayakan data dan informasi yang berguna untuk mengambil suatu keputusan (Uman Suherman. Supaya keputusan itu dapat dipenuhi. 2011). latihan staf dan peningkatannya. Suatu proses sistematis dalam mengumpulkan data dan kegiatan analisis untuk menentukan nilai dari suatu program dalam membantu pengelolaan. Karena suatu penilaian dianggap perlu dilakukan. memperoleh atau menghasilkan informasi yang berguna untuk mempertimbangkan suatu keputusan. 2. dan pengembangannya. Gibson dan Mitchell mengemukakan bahwa proses evaluasi adalah untuk mencoba menyesuaikan data objektif dari awal hingga akhir pelaksanaan program sebagai dasar penilaian terhadap tujuan program. perencanaan program. serta kemungkinan-kemungkinan pengembangannya. Pada akhirnya. Pengertian Evaluasi Beberapa pengertian tentang evaluasi sering dikemukakan oleh beberapa ahli seperti: Lessinger 1973 mengemukakan bahwa evaluasi adalah proses penilaian dengan jalan membandingkan antara tujuan yang diharapkan dengan kemajuan/prestasi nyata yang dicapai. 3. Suatu proses pengumpulan informasi untuk mengetahui dan menentukan efektivitas dan efisiensi program bimbingan dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling dalam membantu para siswanya agar mereka dapat mengetahui dan memahami kebutuhan-kebutuhan kemampuan dan kelemahannya. Evaluasi program bimbingan dan konseling adalah suatu proses yang di dalamnya terdapat langkah-langkah perencanaan.

118 . Meningkatkan kepercayaan dalam melaksanakan dan mempertimbangkan kegiatan dengan cara yang lebih baik. Mengetahui sumbangan program bimbingan dan konseling terhadap pencapaian tujuan institusional khususnya dan tujuan pendidikan pada umumnya. Tingkat efektivitas dan efisiensi strategi pelaksanaan program bimbingan dan konseling yang telah dilak-sanakan dalam jangka waktu tertentu. Menumbuhkan dan meningkatkan partisipasi dalam pembuatan keputusan bersama. D. Mengetahui sejauh mana keterlibatan semua pihak dalam menunjang keberhasilan program bimbingan dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling. Mengukur pelaksanaan program bimbingan dan konseling dengan jalan membandingkan atau membuktikan tingkat kemajuan yang telah dicapai. 5. 7. 4. Memperoleh informasi yang kuat dalam mengembangkan program bimbingan dan konseling selanjutnya. 5. Memperoleh pegangan yang kuat dalam mempublikasikan peranan bimbingan dalam masyarakat. Menyetujui atau menolak pelaksanaan program bimbingan dan konseling dengan memberikan bukti tentang apa yang telah dicapai dan belum di capai dalam pelaksanaan program. Meningkatkan pemahaman setiap personel dalam mengembangkan kemampuan profesionalnya. Taraf kemajuan program bimbingan dan konseling.B. Meneliti secara periodik hasil pelaksanaan program bimbingan dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling. 3. 8. Tujuan Evaluasi Secara sepintas di atas telah dikemukakan bahwa pelaksanaan evaluasi program bimbingan dan konseling adalah untuk memenuhi dua tujuan utama. 6. 6. Mengetahui tingkat efektivitas metode/strategi layanan yang telah dilaksanakan. Prinsip-prinsip Evaluasi Untuk memenuhi tujuan dan. Mengetahui jenis layanan bimbingan yang sudah/belum dilaksanakan atau perlu diperbaiki. atau perkembangan orang-orang yang telah dilayani melalui program bimbingan dan konseling. Kedua tujuan evaluasi program bimbingan dan konseling itu dapat dikembangkan secara operasional sebagai berikut: 1. fungsi pelaksanaan evaluasi program bimbingan dan konseling diperlukan adanya pelaksanaan evaluasi yans baik. C. Memberikan informasi atau data pada para pembuat keputusan. 8. Artinya kegiatan evaluasi program bimbingan dan konseling harus memenuhi aturan dan memperoleh hasil yang dapat digunakan untuk mempertimbangkan langkah selanjutnya. 2. Meningkatkan kualitas pelaksanaan program bimbingan dan konseling dengan memberikan acuan/dasar agar pelaksanaannya lebih efektif dan efisien. Fungsi Evaluasi Pada umumnya para ahli mengemukakan bahwa evaluasi adalah proses mendapatkan/memperoleh data atau informasi yang berguna untuk membuat suatu keputusan. Atas dasar itulah kegiatan evaluasi program bimbingan dan konseling memiliki fungsi sebagai berikut: 1. yaitu untuk mengetahui: 1. 2. Meningkatkan pemahaman terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan program dan akibatnya. 4. Membantu mengembangkan kurikulum sekolah yang mempunyai kesesuaian dengan masalah dan kebutuhan para siswanya. 3. Karena itu. Memberikan umpan balik atau tanggapan terhadap peran dan tanggung jawab personel dalam pelaksanaan program bimbingan dan konseling. 9. 2. 7.

4. Kriteria penilaian. Pelaporan dan Pemanfaatan Hasil Evaluasi: Pelaporan dan pemanfaatan hasil evaluasi dianggap sangat penting sebab langkah ini merupakan bentuk konkrit sikap akuntabilitas atas program dan hasil kegiatan yang telah dilakukan seorang konselor beserta staf yang lainnya. Waktu pelaksanaan. dapat dipusatkan pada program bimbingan dan konseling secara keseluruhan atau pada tujuan khusus secara terpisah-pisah. g. c. Sumber data atau informasi yang dapat dihubungi. Pelaksanaan Evaluasi: Setelah rencana itu disusun dan disetujui. e. Karena itu kegiatan evaluasi program bimbingan dan konseling hendaknya memperhatikan prosedur dan langkah-langkah serta metoda atau strategi yang harus digunakan. Memerlukan adanya kriteria pengukuran. 3. tetapi merupakan proses kegiatan yang sistematis dan berkesinambungan. singkat. Data atau informasi yang dibutuhkan. Prinsip pelaksanaan evaluasi perlu memperhatikan faktor-faktor yang telah direncanakan sehingga terjadi berinteraksi antara faktor yang satu dengan lainnya dan dapat membantu pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Identifikasi Tujuan yang akan Dicapai: Melakukan identifikasi terhadap tujuan yang ingin dicapai sangat penting karena memberikan arah pekerjaan yang akan dilaksanakan. Tujuan itu hendaknya jelas. Alat pengumpulan data yang digunakan. 3. Prosedur Evaluasi Evaluasi program bimbingan dan konseling bukan merupakan kegiatan akhir. kegiatan evaluasi merupakan suatu kegiatan yang berkesinambungan atau lebih tepat bila dikatakan siklus sebab tidak berhenti sampai terkumpulnya data atau informasi. Hasil kegiatan evaluasi yang baik adalah yang dapat memberikan sumbangan pertimbangan dalam membuat kebijakan dan keputusan 119 . Langkah awal kegiatan evaluasi adalah menetapkan parameter atau batasan-batasan yang akan dievaluasi. Menuntut umpan balik dan tindak lanjut. Prosedur evaluasi. sehingga hasil evaluasi dapat digunakan untuk membuat kebijakan/ keputusan. 5. Artinya selama melakukan evaluasi tetap mengacu pada tujuan yang telah ditetapkan. b. operasional dan dapat diukur. Komponenkomponen rencana evaluasi program bimbingan dan konseling yang perlu dikembangkan antara lain: a. yaitu meliputi serangkaian kegiatan yang berurut sebagai berikut: 1. Kejelasan tujuan yang akan dicapai dalam suatu kegiatan evaluasi. Kegiatan evaluasi program bimbingan dan konseling bukan merupakan kegiatan yang bersifat insidental. pelaksanaan evaluasi program bimbingan dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling bergantung pada cara/metoda yang digunakan. E.pelaksanaan evaluasi program bimbingan dan konseling hendaknya memperhatikan beberapa prinsip sebagai berikut: 1. f. 2. Bagaimana pelaporan dan pada siapa laporan itu disampaikan. Pengembangan rencana evaluasi: Pengembangan rencana evaluasi merupakan langkah lanjutan setelah menetapkan tujuan yang ingin dicapai. tetapi data atau informasi itu digunakan sebagai dasar kebijakan atau keputusan dalam pengembangan program bimbingan dan konseling selanjutnya. Personel pelaksanaan. 2. Melibatkan pihak yang betul-betul memahami tentang konsep dasar bimbingan dan konseling secara kom-prehensif. 4. d. Artinya.

operasional dan terukur. Proses Layanan Bimbingan: Seperti telah dikemukakan pada pendekatan penilaian bahwa penilaian terhadap proses ditekankan pada pengumpulan data atau informasi mengenai interaksi komponen-komponen aspek yang terdapat dalam suatu program. c. waktu dan fasilitas lainnya. Program BK: Aspek-aspek yang harus dinilai dalam program bimbingan dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling sekolah adalah sebagai berikut: a. tetapi lebih ditekankan pada pelaksanaan setiap komponen yang telah ditetapkan dalam program sebelumnya.selanjutnya. Tujuan dan Keberhasilan yang Diharapkan: Penentuan tujuan merupakan bidang manajemen yang sangat penting. berkaitan dengan ruangan dan alat-alat pengumpulan dan penyimpanan data. Hasil yang Dicapai: Penilaian terhadap hasil menekankan pada pengumpulan data atau informasi mengenai keberhasilan dan pengaruh kegiatan layanan bimbingan dan konseling yang telah dilakukan. diganti. 3. 2. berkaitan dengan waktu perencanaan dan pelaksanaan serta pertanggungjawabannya. keputusan dan kebijakan baik berasal dari pemerintah maupun sekolah. Tujuan umum program bimbingan dan konseling di sekolah. Aspek yang dinilai dalam proses bimbingan dan konseling lebih ditekankan terhadap interaksi antara unsur-unsur yang telah ditetapkan dalam program. berkaitan dengan anggaran dan sumber biayanya. aspek-aspek program bimbingan dan konseling dan konseling dan konseling yang harus dievaluasi adalah sebagai berikut: 1. 2) Perencanaan individual. Kurikulum layanan: 1) Layanan dasar. Aspek- 120 . bagaimana program bimbingan dan konseling itu diwujudkan. diubah atau Secara operasional. 3) Biaya. Beberapa aspek tujuan yang hendaknya diperhatikan antara lain: a. menyangkut tugas dan tanggung jawab serta alur komunikasi/tata kerja diantara staf sekolah dan bimbingan. seperti produk hukum dalam bentuk undang-undang. seperti visi dan misi pendidikannya. 4) Dukungan sistem d. karena itu tujuan program bimbingan dan konseling hendaknya jelas. Tujuan khusus program bimbingan dan konseling dari setiap materi dan jenis kegiatan yang dilakukan. Proses penyusunan program. singkat. serta bagaimana pelaksanaannya diantara komponen-komponen atau unsur-unsur tersebut. Program bimbingan dan konseling itu dikembangkan semata-mata berdasarkan hasil evaluasi. Pengorganisasian yang berkaitan dengan: 1) Personel. apakah melalui penelaahan kebutuhan dan kondisi sekolah dengan melibatkan tim pengembang atau hasil pekerjaan perseorangan. personel. Dasar atau acuan penyusunan program. b. 2) Fasilitas. Penilaian terhadap hasil diarahkan pada pencapaian tujuan program baik jangka pendek maupun jangka panjang. Dengan kata lain penilaian proses adalah menelaah kesesuaian antara peran yang diberikan atau diharapkan dengan kinerja yang ditunjukkan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan dalam rencana program. Bisa berkaitan dengan jenis layanan. 3) Layanan responsif. 4. Penilaian terhadap proses tidak hanya mengetahui apakah komponen-komponen itu ada atau tidak. b. 4) Waktu. peraturan pemerintah.

kondisi-kondisi atau komponen-komponen yang mendukung. 2. 3) Bantuan pemecahkan masalah belajar siswa. d. Comparison Method: yaitu metode yang dilakukan dengan cara membandingkan kelompok yang diberikan layanan bimbingan dengan yang tidak diberikan layanan bimbingan. Tidak jarang suatu perencanaan evaluasi itu baik. The How do We Stand Method: yaitu metode yang digunakan untuk mengidentifikasi hasil-hasil program yang diharapkan sesuai dengan karakteristik dan kriteria keberhasilannya. 3) Peningkatan prestasi akademik. F. Dengan kata lain. 4) Penyesuaian terhadap lingkungan yang dihadapinya. Gibson and Mitchell (Uman suherman. 2) Pemahaman tentang keberhasilan putera-puterinya dalam belajar. dalam pelaksanaannya sering menggunakan pre-tes dan post-tes. Metode Evaluasi Pelaksanaan kegiatan evaluasi program bimbingan dan konseling memerlukan suatu strategi atau metode-metode yang efektif dan efisien. 4) Hubungan penyelenggaraan program bimbingan dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling dengan program pendidikan di sekolah secara keseluruhan. baik keberadaan mereka sebagai makhluk individu. Sehubungan dengan metode pelaksanaan evaluasi program bimbingan dan konseling. maupun sebagai makhluk Tuhan. 2011) mengemukakan tiga rnacam metode evaluasi seperti berikut: 1. berkaitan dengan aspek: 1) Pemahaman tentang kemampuan dan kelemahan diri. b. tetapi hasilnya tidak sesuai dengan tujuan semula karena semata-mata terdapat kesalahan dalam pelaksanaannya. Perkembangan sekolah. 121 . Perkembangan orang tua siswa/masyarakat. Perkembangan guru. berkaitan dengan aspek-aspek: 1) Pemahaman tentang perkembangan putera-puterinya. pada waktu tertentu. apakah sesuai dengan yang seharusnya atau tidak). Perkembangan diri siswa. 4) Keberhasilan belajar mengajar. 2) Pemahaman tentang jenjang/program pendidikan yang dipilih. teknik ini dilakukan dengan cara membuat dua kondisi yang berbeda tetapi mempunyai tujuan yang sama. berkaitan dengan aspek-aspek: 1) Pemahaman tentang para siswa. 3) Pemahaman tentang program bimbingan dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling di sekolah. 3) Menurunnya angka persentase pelanggaran disiplin sekolah. pelaksanaannya (interaksi antara komponen-komponen itu. 5) Pemahaman tentang bantuan pemecahan masalah yang dihadapi siswa. c. 2) Pemahaman tentang program bimbingan dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling dan partisipasi mereka dalam pelaksanaannya. Caranya adalah membandingkan kemampuan sebelum dan setelah kegiatan dilakukan. berkaitan dengan aspek-aspek: 1) Keberhasilan sekolah dalam menyelenggarakan pembelajaran dan pendidikan. 5) Pemahaman tentang penanaman disiplin.aspek hasil program bimbingan dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling yang hendaknya dievaluasi adalah sebagai berikut: a. 2) Pencapaian tujuan institusional. 4) Pemahaman tentang kelanjutan pendidikan siswa. sosial. Metode ini biasanya digunakan untuk mengevaluasi rumusan program. 3. Before and After Method: metode ini digunakan untuk mengidentifikasi kemajuan yang telah dicapai melalui suatu kegiatan tertentu.

kemampuan profesional profesional atau untuk mengevaluasi hasil yang telah dicapai melalui program bimbingan dan konseling di sekolah itu. g. kelancaran interaksi komponen-komponen program dalam proses pelaksanaannya. Bila evaluasi program bimbingan dan konseling ditujukan untuk menilai semua aspek tersebut di atas. e. sedangkan yang dapat bertindak sebagai evaluator adalah terutama koordinator bimbingan dan konseling. Miller (1961) mengemukakan bahwa program bimbingan dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling yang baik adalah yang bercirikan hal-hal sebagai berikut: a. 2. Di bawah ini dikemukakan beberapa jenis kriteria penilaian yang dapat dijadikan sebagai patokan dalam membuat keputusan: 1. baik berkenaan dengan diri siswa. Sumber Data Untuk memperoleh data atau informasi yang objektif diperlukan sumber data yang dapat memberikan keterangan. Mempunyai tujuan yang ideal tetapi realistis.G. Memberikan kemungkinan pelayanan pada seluruh siswa. 122 . karena itu untuk menghindari unsur subjektivitas diperlukan adanya rumusan kriteria sebagai acuan penilaian. Diatur menurut skala prioritas berdasarkan kebutuhan siswa. h. Kepala Sekolah. Keputusan seseorang kadang-kadang dipengaruhi unsur subjektivitas dirinya. tetapi dari berbagai pihak yang mempunyai keterkaitan dengan pelaksanaan bimbingan di sekolah. H. 4. data atau informasi yang dapat dipercaya pula. apakah untuk mengevaluasi rumusan programnya. Kriteria evaluasi tergantung pada tujuan dan aspek yang dievaluasi. Siswa dan teman terdekatnya. penilik atau pengawas sekolah. Staf Sekolah lainnya seperti pegawai tata usaha. kepala sekolah maupun orang tua dan masyarakat. maka diperlukan berbagai jenis dan bentuk kriterianya. kepala sekolah. Mencerminkan komunikasi yang berkesinambungan diantara semua staf pelaksana. 3. d. Koordinator BP. Penyusunannya disesuaikan dengan program pendidikan dan pengajaran di sekolah yang bersangkutan. 6. sumber data yang dapat kita hubungi dalam memperoleh informasi mengenai program bimbingan dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling adalah: 1. 5. Dikembangkan secara berangsur-angsur dengan melibatkan semua unsur petugas. Wali Kelas. Guru mata pelajaran. f. c. guru. 8. Kriteria Evaluasi Penilaian terhadap suatu program adalah untuk menentukan suatu kebijakan atau keputusan. 7. Menyediakan fasilitas yang dibutuhkan. b. Kriteria Rumusan Program Untuk menilai rumusan program bimbingan dan konseling dapat dilihat dari sejauh mana program itu telah memenuhi persyaratan atau ciri-ciri program bimbingan dan konseling baik (sebagaimana dikemukakan para ahli). Para ahli atau lembaga tertentu yang berkaitan dengan pelaksanaan program bimbingan dan konseling di sekolah. Oleh karena itu. Orang tua dan masyarakat. Sehubungan dengan kriteria rumusan program. Disusun dan dikembangkan berdasarkan kebutuhan nyata siswa. Siapa sumber data yang perlu dihubungi? tentunya disesuaikan dengan data atau informasi yang diperlukan. Untuk itu data yang kita gall hendaknya bukan dari satu pihak saja.

tetapi dalam perkembangannya tidak berarti layanan bagi subjek lainnya diabaikan. 2) Semua siswa telah terlayani sesuai dengan kebutuhannya. Beberapa pernyataan yang dapat dijadikan sebagai kriteria evaluasi pelaksanaan program bimbingan dan konseling adalah sebagai berikut: a. Fasilitas 1) Semua alat-alat administrasi yang telah ditentukan tersedia.i. Layanan bagi 123 . 4) Penelaahan tentang siswa dan pemberian konseling. 4) Kualitas setiap fasilitas itu dapat menunjang pelaksanaan setiap jenis layanan bimbingan. 2) Alat-alat itu digunakan sesuai dengan fungsinya. Kriteria Keberhasilan Program Keberhasilan program bimbingan dan konseling yang telah dilaksanakan dapat dilihat dari dampak atau pengaruhnya. 2) Pelayanan yang diberikan oleh masing-masing guru pembimbing. 3) Fasilitas atau alat yang tersedia dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan. keterampilan serta sikap para petugas pelaksanannnya. c. 2) Pemakaian biaya tidak menyimpang dari rencana semula. 4) Setiap jenis layanan dalam pelaksanannya sesuai dengan prosedur semestinya. 4) Jalur komunikasi/mekanisme kerja yang telah ditetapkan itu mendukung pelaksanaan program secara efektif dari efisien. kemajuan siswa yang dibimbing. Anggaran Biaya 1) Anggaran biaya yang dibutuhkan tersedia. j. 5) Fasilitas yang tersedia dapat mencukupi kebutuhan pelaksanaan bimbingan. Jenis Layanan 1) Setiap jenis layanan dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana. Subjek utama utama layanan bimbingan adalah siswa. formasi di suatu lembaga pekerjaan/instansi) dan kualitatif yang ditandai dengan perubahan-perubahan dan perkembangan-perkembangan perilaku subjek yang mendapat layanan bimbingan dan konseling. keberhasilan di perguruan tinggi. 3) Biaya diperoleh dari sumber dana yang tetap. Memperlihatkan peranan yang penting dalam meng-hubungkan sekolah dengan masyarakat. 3) Penggunaan alat ukur yang objektif dan subjektif. 2) Kemampuan yang dibutuhkan dari setiap personel mendukung kelancaran pelaksanaan tugasnya. b. 5) Pelayanan yang diberikan dalam berbagai jenis bimbingan. Keberhasilan dapat dimanifestasikan dari segi kuantitatif (yang ditandai dengan angka lulusan. 6) Pemberian konseling umum dan khusus. Kriteria Pelaksanaan Program Bila penilaian terhadap program lebih ditekankan pada aspek material atau bahan masukan (input) yang tersedia. k. Personel 1) Semua staf bimbingan telah melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. 3) Semua layanan pada pelaksanaannya mengacu pada tujuan dan fungsi yang diharapkan. d. 3. 2. Menjamin keseimbangan dan kesinambungan pelayanan bimbingan dalam hal: 1) Pelayanan kelompok dan individual. dan kemajuan pengetahuan. Berlangsung sejalan dengan proses penilaian baik mengenai program itu sendiri. maka penilaian pelaksanaan program bimbingan dan konseling ditekankan pada teknis interaksi diantara aspek-aspek itu. 3) Jumlah personel yang ada mencukupi kebutuhan atau sesuai dengan keadaan siswa.

Kriteria keberhasilan para siswa. sosial dan personal siswa. Kriteria keberhasilan bagi guru. minat. 2) Mengetahui dan memahami kemampuan dan kelemahan dirinya. b) Tingginya angka lulusan yang diterima di Perguruan Tinggi dan di lapangan pekerjaan. 3) Memahami jenjang pendidikan dan prospek pendidikan yang sedang ditempuhnya. serta perkembangan sekolah itu sendiri. 5) Mampu merencanakan masa depannya. 2) Tercapainya peningkatan pencapaian tujuan institusional yang ditandai dengan: a) Tingginya angka lulusan. 6) Memahami dan menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial yang dihadapinya. Pelaksanaan program bimbingan dan konseling di sekolah dapat dikatakan berhasil apabila ditunjukkan dengan: 1) Tercapainya peningkatan keberhasilan proses pembelajaran. c) Rendahnya angka yang tinggal kelas dan putus sekolah. Kriteria keberhasilan bagi perkembangan sekolah.subjek yang lain dilakukan karena pada dasarnnya bimbingan dan konseling merupakan kegiatan integral dari keseluruhan proses pendidikan. d) Meningkatnya perkembangan intelektual. 4) Meningkat dalam pengetahuan. Pelaksanaan program bimbingan dan konseling dapat dikatakan berhasil apabila para guru menunjukkan perilaku sebagai berikut: 1) Mengetahui dan memahami program bimbingan dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling yang dilaksanakan disekolahnya. b. Pelaksanaan program bimbingan dan konseling dapat dikatakan berhasil apabila orang tua dan masyarakat menunjukkan perilaku sebagai berikut: 1) Mengetahui dan memahami program bimbingan dan konseling yang dilaksanakan di sekolah. baik yang ber-hubungan dengan kelanjutan pendidikan maupun dunia kerja yang sesuai dengan bakat. 5) Meningkatkan keberhasilan proses belajar mengajar. Pelaksanaan program bimbingan dan konseling dapat dikatakan berhasil apabila para siswa mampu menunjukkan perilakunya sebagai berikut: 1) Mengetahui dan memahami program bimbingan dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling yang dilaksanakan sekolahnya. dan kemampuannya. orang tua siswa dan masyarakat. 2) Berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling yang ditandai dengan: 124 . 2) Berpartisipasi dalam pelaksanaan program bimbingan dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling dengan peran dan tanggung jawab. c. e) Meningkatnya animo masyarakat untuk menyekolahkan putera-puterinya pada sekolah yang bersangkutan. guru. 4) Membantu memecahkan masalah yang dicapai oleh para siswa. Beberapa kriteria keberhasilan pelayanan bimbingan dan konseling yang bisa dijadikan dasar pengambilan kebijakan atau keputusan adalah sebagai berikut: a. d. Kriteria keberhasilan bagi orang tua dan masyarakat. Karena itu keberhasilan pelayanan bimbingan dan konseling itu pun dapat dilihat dampaknya pada para siswa. kepala sekolah. keterampilan dan sikap serta nilai kehidupannya. 3) Memahami para siswa sebagai individu yang unik.

Menyesuaikan keinginannya dengan kondisi yang dimiliki putera-puterinya. Sunaryo Kartadinata. Bimbingan dan Konseling Perkembangan. Fatur Rahman. 2008. 2007. American School Counselor Association. Uman Suherman. b) Membantu menyediakan fasilitas yang dibutuhkan untuk kelanjutan proses pendidikan pada umumnya. P. Manajemen Bimbingan dan Konseling. 2011. seorang penilai dapat melihat sampai seberapa jauh dari sekian kriteria tersebut tampak dalam perilaku masingmasing subjek layanan.3) 4) 5) 6) a) Memenuhi setiap undangan yang diberikan sekolah. Developing & Managing Your School Guidance and Counseling Program. Bowers. N. d) Meneliti perkembangan putera-puterinya. 2008. L. Nurihsan. Penyusunan Program BK di Sekolah . 2006. P. 2003. 2010. Lebih banyak perilaku yang ditunjukkan masing-masing subjek sesuai dengan kriteria di atas. Misalnya patokan nilaian yang ditentukan adalah sebagai berikut: NO 01 02 03 RENTANGAN PERSENTASE ≥ 75 50 – 74 ≥ DAFTAR PUSTAKA Achmad J. Memahami perkembangan putera-puterinya. Bimbingan dan Konseling dalam Berbagai Latar Kehidupan. A. KUALIFIKASI SANGAT BAIK BAIK KURANG BAIK 125 . Untuk mempermudah pelaksanaan analisis. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta. J. Membantu memecahkan masalah yang dihadapi putera-puterinya. terutama di luar sekolah. & Hatch. Fajar Santoadi. New Jersey: Pearson Education Ltd. Transforming the School Counseling Profesion. Gysbers. kemudian dibandingkan dengan pencapaiannya sendiri. & Henderson. Bandung: Rizqi Press. C. baik untuk kelanjutan studi cnaupun dalam memasuki kerjanya. c) Mengkomuikasikan perkembangan putera-puterinya pada pihak sekolah. The National Model for School Counseling Programs. Alexandria: American Counseling Association. Pendekatan Alternatif bagi Perbaikan Mutu dan Sistem Manajemen Layanan Bimbingan dan Konseling Sekolah. Yogyakarta: Penerbit Universitas Sanata Dharma. 2000. Memahami keberhasilan belajar putera-puterinya. Manajemen Bimbingan dan Konseling Komprehensif. Bandung: Penerbit UPI. Cara lain ialah dengan terlebih dahulu menentukan suatu nilai patokan yang harus dicapai. Erford. Vol. Departemen Pendidikan Nasional. Brandley T. Bandung: Refika Aditama. maka gambaran hasil atau dampak pelaksanaan program bimbingan dan konseling bisa dikatakan baik. Penataan Pendidikan Profesional Konselor dan Layanan Bimbingan dan Konseling dalam Jalur Pendidikan Formal. VI/11 Mei 2003. (Bahan Diklat Profesi Guru Rayon 11 DIY dan Jateng). terutama yang berhubungan dengan pemecahan masalah yang dihadapi puteraputerinya. 2011. Jurnal Bimbingan dan Konseling.

126 .

Jika diberi kesempatan bertanya oleh dosen pergunakanlah dengan sebaik-baiknya dan jika menemukan sumber yang berbeda tanyakan pula kepada dosen atau instruktur dengan cara yang baik. Deskripsi Materi dalam buku ajar ini mencakup berbagai macam bidang layanan bimbingan dan konseling yang diterapkan di lingkungan sekolah yaitu bidang layanan pribadi. 3. Prasyarat yang diperlukan bagi peserta PLPG untuk mempelajari bahan ajar ini adalah peserta lulusan S1 Program Studi BK atau lulusan S1 Program Studi Lain yang pernah bertugas sebagai guru pembimbing di sekolah. Pada setiap akhir suatu pembahasan disediakan tugas yang harus dikerjakan dengan sungguh-sungguh. 2. Petunjuk Belajar Agar peserta PLPG dapat mengikuti kegiatan ini dengan lancar dan baik maka perlu diperhatikan beberapa petunjuk belajar sebagai berikut : 1. C. 127 . dan akan lebih baik lagi jika ada partner yang bisa diajak berkomunikasi dalam memahami isi buku ini. subyek yang bisa saudara pergunakan praktek ada di sekitar saudara. Lakukan pencatatan dengan sebaik-baiknya sebagai laporan praktek. Kompetensi dan Indikator Setelah mempelajari materi ini. dan lakukan pencatatan yang dianggap penting. Selain itu buku ajar ini juga memuat standar kompetensi kemandirian peserta didik di sekolah. Sebelum pelatihan dilaksanakan seyogyanya peserta pelatihan telah membaca terlebih dahulu materi latih. bidang layanan sosial. dan bidang layanan karir yang dapat diterapkan di sekolah dengan menggunakan berbagai jenis layanan BK yang ada. 4. Prasyarat Buku ajar ini khususnya disusun untuk peserta PLPG bidang Bimbingan dan Konseling (BK). Perhatikan ceramah yang diberikan oleh dosen atau instruktur dengan cermat. peserta PLPG BK memperoleh pengetahuan dalam memahami dan menerapkan bidang-bidang layanan bimbingan dan konseling serta kompetensi kemandirian peserta didik. D.BAB I PENDAHULUAN A. Indikator dalam bahan ajar ini diharapkan peserta dapat: Menjelaskan konsep dasar bimbingan dan konseling Menjelaskan bidang layanan BK Pribadi Menjelaskan bidang layanan BK Sosial Menjelaskan bidang layanan BK Belajar Menjelaskan bidang layanan BK Karir Menjelaskan jenis-jenis layanan BK Menjelaskan kegiatan pendukung BK Menerapkan bidang-bidang layanan BK dalam jenis layanan BK Memahami dan menerapkan standar kompetensi kemandirian peserta didik B. bidang layanan belajar. Untuk mempraktekkan isi dari masing-masing bidang layanan BK dalam berbagai jenis layanan BK. Kerjasama dalam kegiatan ini sangat diperlukan guna mencapai hasil yang maksimal.

pengembangan lingkungan. Menjelaskan asas-asas bimbingan dan konseling Uraian Materi 1. tujuan. bimbingan dan konseling merupakan upaya proaktif dan sistematik dalam memfasilitasi individu mencapai tingkat perkembangan yang optimal. Menjelaskan fungsi bimbingan dan konseling 4. Kompetensi dan Indikator Para peserta pelatihan dapat memahami pengertian. peserta pelatihan dapat: 1. atau orang dewasa. Semua perubahan perilaku tersebut merupakan proses perkembangan individu. demi untuk kesejahteraan pribadi maupun masyarakat. sehingga dapat membuat pilihan yang bermakna bagi dirinya. Menurut Bimo Walgito (2004: 4-5). Menjelaskan prinsip-prinsip bimbingan dan konseling 5. Menjelaskan pengertian bimbingan dan konseling 2. menyediakan situasi belajar. merubah dan memperbaiki perilaku. dan kemungkinan keadaannya masa depan yang dapat ia ciptakan dengan menggunakan potensi yang dimilikinya. Lebih lanjut konseli dapat belajar bagaimana memecahkan masalah-masalah dan menemukan kebutuhankebutuhan yang akan datang. membelajarkan individu untuk mengembangkan. Bimbingan adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh orang yang ahli kepada seseorang atau beberapa orang individu. Jadi pada dasarnya kegiatan bimbingan dan konseling bukanlah kegiatan pembelajaran dalam konteks adegan mengajar yang layaknya dilakukan guru sebagai pembelajaran bidang studi. Hubungan ini biasanya bersifat individual atau seorang-seorang. mendefinisikan bahwa bimbingan adalah bantuan atau pertolongan yang diberikan kepada individu atau sekumpulan individu dalam menghindari atau mengatasi kesulitan-kesulitan hidupnya. B. baik anak-anak. Pengertian bimbingan dan konseling Bimbingan merupakan suatu proses pemberian bantuan. 2007). Menjelaskan tujuan bimbingan dan konseling 3. agar orang yang dibimbing dapat mengembangkan kemampuan dirinya sendiri dan mandiri dengan memanfaatkan kekuatan individu dan sarana yang ada dan dapat dikembangkan berdasarkan norma-norma yang berlaku.BAB II KONSEP DASAR BIMBINGAN DAN KONSELING A. dan peningkatan fungsi atau manfaat individu dalam lingkungannya. (Naskah Akademik ABKIN. melainkan layanan ahli dalam konteks memandirikan peserta didik. Sedangkan konseling adalah hubungan pribadi yang dilakukan secara tatap muka antara dua orang dalam mana konselor melalui hubungan itu dengan kemampuankemampuan khusus yang dimilikinya. Jones (Insano. 2004 : 11) menyebutkan bahwa konseling merupakan suatu hubungan profesional antara seorang konselor yang terlatih dengan klien. 128 . remaja. prinsip dan asasasas bimbingan dan konseling Adapun indikatornya. (Tolbert. pengembangan perilaku yang efektif. Dengan demikian. Penataan Pendidikan Profesional Konselor dan Penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling dalam Jalur Pendidikan Formal. fungsi. Menurut Prayitno dan Erman Amti (2004: 99). dalam Prayitno 2004 : 101). meskipun kadang-kadang melibatkan lebih dari dua orang dan dirancang untuk membantu klien memahami dan memperjelas pandangan terhadap ruang lingkup hidupnya. keadaannya sekarang. membangun interaksi dinamis antara individu dengan lingkungan. agar individu dapat mencapai kesejahteraan dalam kehidupannya. yakni proses interaksi antara individu dengan lingkungan melalui interaksi yang sehat dan produktif. Bimbingan dan konseling memegang tugas dan tanggung jawab yang penting untuk mengembangkan lingkungan. Dalam hal ini konseli dibantu untuk memahami diri sendiri.

Fungsi ini berkaitan erat dengan upaya pemberian bantuan kepada siswa yang telah mengalami masalah. Bimbingan pribadi – sosial dimaksudkan untuk mencapai tujuan dan tugas perkembangan pribadi – sosial dalam mewujudkan pribadi yang taqwa. pekerjaan. Berdasarkan pemahaman ini. melainkan untuk seluruh peserta didik. serta memberikan arahan terhadap perkembangan peserta didik. Fungsi Pencegahan. Tujuan bimbingan dan konseling Layanan bimbingan dan konseling diharapkan membantu peserta didik dalam pengenalan diri. 3. peserta didik mendapatkan kesempatan untuk: 1. Adapun teknik yang dapat digunakan adalah layanan orientasi. belajar. Bimbingan karier dimaksudkan untuk mewujudkan pribadi pekerja yang produktif. Menggunakan kemampuannya untuk kepentingan dirinya. Mengatasi hambatan dan kesulitan yang dihadapi dalam studi. yaitu fungsi bimbingan yang bersifat kuratif. c. Layanan bimbingan dan konseling tidak terbatas pada peserta didik tertentu atau yang perlu ‘dipanggil’ saja”. penyesuaian dengan lingkungan pendidikan. Fungsi Pemahaman. dan bimbingan kelompok. sosial. supaya tidak dialami oleh peserta didik. Merencanakan kegiatan penyelesaian studi. b.2. yaitu fungsi yang berkaitan dengan upaya konselor untuk senantiasa mengantisipasi berbagai masalah yang mungkin terjadi dan berupaya untuk mencegahnya. 7. Mengenal dan memahami potensi. kepentingan lembaga tempat bekerja dan masyarakat. 129 . mandiri. Memahami dan mengatasi kesulitan-kesulitan sendiri. maupun lingkungan kerja. masyarakat. dan menyesuaikan dirinya dengan lingkungan secara dinamis dan konstruktif. kekuatan. dan tugas-tugas perkembangannya. Bimbingan konseling bertujuan untuk: a. Melalui fungsi ini. Fungsi bimbingan dan konseling a. Mengenal dan menentukan tujuan dan rencana hidupnya serta rencana pencapaian tujuan tersebut 4. Menyesuaikan diri dengan lingkungan pendidikan. 3. c. yaitu fungsi bimbingan yang membantu peserta didik (siswa) agar memiliki pemahaman terhadap dirinya (potensinya) dan lingkungannya (pendidikan. Menyesuaikan diri dengan keadaan dan tuntutan dari lingkungannya. belajar dan karier. d. Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. dan bertanggung-jawab. dan norma agama). dan remedial teaching. konselor memberikan bimbingan kepada siswa tentang cara menghindarkan diri dari perbuatan atau kegiatan yang membahayakan dirinya. perkembangan karir serta kehidupan-nya di masa yang akan datang. baik menyangkut aspek pribadi. 6. Fungsi Pengentasan. lingkungan masyarakat serta lingkungan kerjanya. Mengenal dan memahami potensi atau peluang yang ada di lingkungannya. Mengembangkan segala potensi dan kekuatan yang dimilikinya secara optimal. Secara khusus layanan Bimbingan dan Konseling bertujuan untuk membantu siswa agar dapat mencapai tujuan-tujuan perkembangan meliputi aspek pribadi. maupun karir. sosial. Beberapa masalah yang perlu diinformasikan kepada para siswa dalam rangka mencegah terjadinya tingkah laku yang tidak diharapkan. Bimbingan belajar dimaksudkan untuk mencapai tujuan dan tugas perkembangan pendidikan. tidak hanya untuk peserta didik yang bermasalah tetapi untuk seluruh peserta didik. Mengembangkan seluruh potensi dan kekuatan yang dimiliki peserta didik secara optimal. siswa diharapkan mampu mengembangkan potensi dirinya secara optimal. 2. informasi. Teknik yang dapat digunakan adalah konseling. pengenalan lingkungan dan pengambilan keputusan. 5. b.

Terhadap program bimbingan harus senantiasa diadakan penilaian yang teratur untuk mengetahui sampai dimana hasil dan manfaat yang diperoleh serta penyesuaian antara pelaksanaan dan rencana yang dirumuskan terdahulu. Dengan menggunakan informasi yang memadai mengenai siswa. yaitu fungsi bimbingan yang sifatnya lebih proaktif dari fungsi-fungsi lainnya. diskusi kelompok atau curah pendapat (brain storming). Pelaksanaan program bimbingan harus dipimpinan oleh seorang petugas yang memiliki keahlian dalam bidang dan sanggup bekerjasama dengan para pembantunya serta dapat dan bersedia mempergunakan sumber – sumber yang berguna di luar sekolah. Bimbingan di arahkan kepada bantuan yang memberikan supaya individu yang bersangkutan mampu membantu atau menolong dirinya sendiri dalam menghapi kesulitan-kesulitannya. d. dan memantapkan penguasaan karir atau jabatan yang sesuai dengan minat. f. konselor perlu bekerja sama dengan pendidik lainnya di dalam maupun di luar lembaga pendidikan. e. memilih metode dan proses pembelajaran. Bimbingan harus dimulai dengan identifikasi kebutuhan – kebutuhan yang dirasakan oleh individu yang dibimbing. dan kebutuhan siswa (siswa). jadi perlu di ingat bahwa sikap dan tingkah laku individu itu terbentuk dari segala aspek kepribadian yang unik dan khas. yaitu fungsi membantu para pelaksana pendidikan. g. j. ialah untuk memberikan bimbingan yang tepat sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh individu yang bersangkutan. bakat. pembimbing/konselor dapat membantu para guru dalam memperlakukan siswa secara tepat. b. 130 . baik dalam memilih dan menyusun materi Sekolah/Madrasah. Program bimbingan harus sesuai dengan bimbingan pendidikan di sekolah yang bersangkutan. jurusan atau program studi. Fungsi Adaptasi. Konselor senantiasa berupaya untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Prinsip-prinsip bimbingan dan konseling Dalam kegiatan bimbingan terdapat 10 prinsip. g. yaitu fungsi bimbingan dalam membantu siswa memilih kegiatan ekstrakurikuler. 4. Kegiatan bimbingan itu berhubungan dengan sikap dan tingkah laku individu. c. konselor. dan guru untuk menyesuaikan program pendidikan terhadap latar belakang pendidikan. minat. Konselor dan personel Sekolah/Madrasah lainnya secara sinergi sebagai teamwork berkolaborasi atau bekerjasama merencanakan dan melaksanakan program bimbingan secara sistematis dan berkesinambungan dalam upaya membantu siswa mencapai tugastugas perkembangannya. kemampuan. diantaranya: a. i. dan karyawisata. Dalam melaksanakan fungsi ini. f. yang memfasilitasi perkembangan siswa.d. h. Masalah yang tidak dapat diselesaikan disekolah diserahkan kepada individu atau lembaga yang mampu dan berwenang melakukannya. Teknik bimbingan yang dapat digunakan disini adalah layanan informasi. yaitu fungsi bimbingan dalam membantu siswa (siswa) agar dapat menyesuaikan diri dengan diri dan lingkungannya secara dinamis dan konstruktif. Bimbingan harus fleksibel sesuai dengan kebutuhan individu dan masyarakat. home room. Bimbingan harus berpusat pada individu yang dibimbing e. keahlian dan ciri-ciri kepribadian lainnya. Fungsi Penyesuaian. tutorial. Fungsi Pengembangan. kepala Sekolah/Madrasah dan staf. maupun menyusun bahan pelajaran sesuai dengan kemampuan dan kecepatan siswa. Adanya perbedaan individu dari pada individu-individu yang dibimbing. Fungsi Penyaluran.

• Bimbingan harus dilaksanakan dengan secara kontinyu. Prinsip – prinsip khusus yang berhubungan dengan Organisasi dan Admnistrasi Bimbingan. Prinsip khusus yang berhubungan dengan individu yang dibimbing atau siswa. • Konselor harus mendapat kesempatan untuk memperkembangkan dirinya serta keahliannya melalui berbagai keahlian tambahan (in-service training) dan penataran. • Konselor harus menghormati dan menjaga kerahasiaan informasi tentang individu yang dibimbingnya. • Data–data. (sekolah. • Konselor hendaknya memperhatikan dan mempergunakan hasil – hasil penelitian dalam bidang minat. • Bimbingan harus dilaksanakan dalam situasi individual dan dalam situasi kelompok. pengalaman dan kemampuannya. • Program bimbingan harus disusun sesuai dengan kebutuhan sekolah yang bersangkutan. 2. • Syarat mutlak dalam pelaksanaan layanan bimbingan yang baik ialah adanya kartu pribadi (cumulative record) bagi setiap individu (siswa) yang dibimbing. • Konselor sekolah dipilih atas dasar kualifikasi kepribadian. fakta. 3. Prinsip – prinsip khusus yang berhubungan dengan individu yang memberikan bimbingan : • Konselor harus melakukan tugasnya sesuai dengan kemampuan dan kewajiban masing –masing. sebagai bahan untuk membantu individu yang bersangkutan ke arah penyesuaian diri yang lebih baik. • Harus ada kriteria untuk mengatur prioritas pelayanan bimbingan kepada siswa tertentu. • Program bimbingan harus berpusat pada siswa • Pelayanan bimbingan harus dapat memenuhi kebutuhan – kebutuhan individu yang bersangkutan secara serba ragam dan serba luas. • Pelayanan bimbingan harus diberikan kepada semua siswa. 131 .fakta dan informasi–informasi yang berhubungan dengan lingkungan induvidu. • Individu yang mendapat bimbingan harus berangsur – angsur dapat membimbing dirinya. dan masyarakat) harus diperhitungkan dalam memberikan bimbingan kepada individu yang bersangkutan.Prinsip-prinsip khusus bimbingan Prinsip –prinsip khusus yang akan dibicarakan disini adalah prinsip khusus yang berhubungan dengan (1) individu yang dibimbinng atau siswa. • Konselor hendaknya mempergunakan berbagai jenis metode dan teknik yang tepat dalam melakukan tugasnya. • Konselor hendaknya selalu mempergunakan informasi yang tersedia mengenai individu yang dibimbing beserta lingkungannya. ketiga prinsip khusus tesebut diatas diuraikan sebagai berikut: 1. pendidikan. sesuai dengan masalah dan metode yang dipergunakan dalam memecahkan masalah itu. • Sekolah harus bekerja sama dengan lembaga–lembaga di luar sekolah yang menyelenggarakan pelayanan yang berhubungan dengan bimbingan dan penyuluhan pada umumnya. (3) organisasi atau administrasi bimbingan. (2) individu yang memberikan bimbingan. kemampuan dan hasil belajar indidividu untuk kepentingan perkembanagan kurikulum sekolah yang bersangkutan. keluarga. Untuk lebih jelasnya. • Pembagian waktu harus di atur untuk setiap petugas secara baik. • Kepala sekolah memegang tanggung jawab tertingi dalam pelaksanaan dan perencanaan program bimbingan. • Keputusan terakhir dalam proses bimbingan ditentukan oleh individu yang dibimbinng.

yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar peserta didik (konseli) yang menjadi sasaran layanan/kegiatan bersifat terbuka dan tidak berpura-pura. Dalam hal ini guru pembimbing perlu mendorong peserta didik untuk aktif dalam setiap layanan/kegiatan bimbingan dan konseling yang diperuntukan baginya. Asas keterbukaan. Keterbukaan ini amat terkait pada terselenggaranya asas kerahasiaan dan adanya kesukarelaan pada diri peserta didik yang menjadi sasaran layanan/kegiatan. Prinsip yang berkaitan dengan pelaksanaan layanan − Tujuan akhir layanan BK adalah kemandirian individu − Keputusan dalam proses konseling berada di tangan klien − Permasalahan khusus ditangani oleh ahli yang berwenang (layanan alih tangan atau referal) Keterlaksanaan dan keberhasilan pelayanan bimbingan dan konseling sangat ditentukan oleh asas-asas sebagai berikut: 1. guru pembimbing terlebih dahuu harus bersikap terbuka dan tidak berpura-pura. Asas kesukarelaan. yakni: peserta didik (konseli) sebagai sasaran layanan bimbingan dan konseling diharapkan menjadi siswa-siswa yang mandiri dengan ciri-ciri mengenal dan menerima diri sendiri dan lingkungannya. disesuaian dgn lembaga. kompleks dan dinamis − Memperhatikan tahap dan aspek perkembangan − Memperhatikan perbedaan individu 2. Asas kemandirian. ekonomi. yaitu data atau keterangan yang tidak boleh dan tidak layak diketahui oleh orang lain. Asas Kerahasiaan. mampu mengambil keputusan. Prinsip yang berkaitan dengan permasalahan individu − Menangani masalah klien yang berhubungan dengan pengaruh kondisi mental dan fisik terhadap penyesuaian diri dan interaksi sosial. 4. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban membina dan mengembangkan kesukarelaan tersebut. pengaruh kondisi lingkungan terhadap kondisi mental dan fisik − Memperhatikan keadaan sosial. kebutuhan individu. 2. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban mengembangkan keterbukaan peserta didik (konseli). 3. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki adanya kesukaan dan kerelaan peserta didik (konseli) mengikuti/menjalani layanan/kegiatan yang diperlukan baginya. mengarahkan serta mewujudkan diri sendiri.Prinsip-prinsip bimbingan dan konseling yang dilakukan di sekolah: 1. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar peserta didik (konseli) yang menjadi sasaran layanan berpartisipasi secara aktif di dalam penyelenggaraan layanan/kegiatan bimbingan. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menuntut dirahasiakannya segenap data dan keterangan tentang peserta didik (konseli) yang menjadi sasaran layanan. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menunjuk pada tujuan umum bimbingan dan konseling. Prinsip yang berkaitan dengan program layanan − Bagian integral dari proses pendidikan dan pengembangan − Fleksibel. Asas kegiatan. dan politik yang berkembang. 5. 3. Prinsip yang berkaitan dengan sasaran layanan − Melayani semua individu − Kepedulian pada pribadi unik. Guru pembimbing hendaknya 132 . Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban penuh memelihara dan menjaga semua data dan keterangan itu sehingga kerahasiaanya benar-benar terjamin. Agar peserta didik dapat terbuka. baik di dalam memberikan keterangan tentang dirinya sendiri maupun dalam menerima berbagai informasi dan materi dari luar yang berguna bagi pengembangan dirinya. dan masyarakat disusun secara berkesinambungan − Dilakukan penilaian yang terencana dan sistematis 4.

Untuk ini kerja sama antara guru pembimbing dan pihak-pihak yang berperan dalam penyelenggaraan pelayanan bimbingan dan konseling perlu terus dikembangkan.mampu mengarahkan segenap layanan bimbingan dan konseling yang diselenggarakannya bagi berkembangnya kemandirian peserta didik. adat istiadat. Peserta pelatihan diminta mendiskusikan tentang pentingnya pelayanan BK di sekolah. menghayati. Asas Kekinian. para pelaksana layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling hendaklah tenaga yang benar-benar ahli dalam bidang bimbingan dan konseling. Latihan 1. Asas Kedinamisan. 3. dan asas-asas BK untuk dapat mengimplementasikan ke dalam satuan layanan. C. 2. Asas Keahlian. layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling justru harus dapat meningkatkan kemampuan peserta didik (konseli) memahami. dan terus berkembang serta berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan dan tahap perkembangannya dari waktu ke waktu. dan kebiasaan yang berlaku. Asas Alih Tangan Kasus. hukum dan peraturan. dan mengamalkan nilai dan norma tersebut. 9. dan terpadu. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar isi layanan terhadap sasaran layanan (konseli) yang sama kehendaknya selalu bergerak maju. guru-guru lain. Bukanlah layanan atau kegiatan bimbingan dan konseling yang dapat dipertanggungjawabkan apabila isi dan pelaksanaannya tidak berdasarkan nilai dan norma yang dimaksudkan itu. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar pihak-pihak yang tidak mampu menyelenggarakan layanan bimbingan dan konseling secara tepat dan tuntas atas suatu permasalahan peserta didik (konseli) mengalihtangankan permasalahan itu kepada pihak yang lebih ahli. Peserta pelatihan diajak diskusi untuk mengidentifikasi fungsi-fungi. Asas Keharmonisan. 133 . saling menunjang. Keprofesionalan guru pembimbing harus terwujud baik dalam penyelenggaraan jenis-jenis layanan dan kegiatan dan konseling maupun dalam penegakan kode etik bimbingan dan konseling. dan demikian pula guru pembimbing dapat mengalihtangankan kasus kepada guru mata pelajaran/praktik dan lain-lain. Layanan yang berkenaan dengan “masa depan atau kondisi masa lampau pun” dilihat dampak dan/atau kaitannya dengan kondisi yang ada dan apa yang diperbuat sekarang. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling diselenggarakan atas dasar kaidah-kaidah profesional. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar segenap layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling didasarkan pada dan tidak boleh bertentangan dengan nilai dan norma yang ada. Dalam hal ini. 6. Guru pembimbing dapat menerima alih tangan kasus dari orang tua. prinsip-prinsip. 11. baik yang dilakukan oleh guru pembimbing maupun pihak lain. Asas Keterpaduan. ilmu pengetahuan. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar objek sasaran layanan bimbingan dan konseling ialah permasalahan peserta didik (konseli) dalam kondisinya sekarang. 8. untuk mencoba memahami secara mendalam tentang konsep dasar BK dan mampu menerapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai guru BK di sekolah. Koordinasi segenap layanan/kegiatan bimbingan dan konseling itu harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. 10. tidak monoton. yaitu nilai dan norma agama. harmonis. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar berbagai layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling. atau ahli lain. 7. Peserta pelatihan diminta sharing dengan teman dalam kelompok kecil. Lebih jauh.

siapkan pula alat tulis berupa spidol warna atau stabilo untuk menandai hal-hal yang penting. dan bertanggung-jawab. F. Tujuan adanya layanan bimbingan dan konseling adalah untuk membantu siswa agar dapat mencapai tujuan-tujuan perkembangan meliputi aspek pribadi. Tes Formatif 1. bisa pula download dari internet. Cermati beberapa istilah penting yang ada di dalamnya. 3. Bimbingan pribadi – sosial dimaksudkan untuk mencapai tujuan dan tugas perkembangan pribadi – sosial dalam mewujudkan pribadi yang taqwa. dan peningkatan fungsi atau manfaat individu dalam lingkungannya. Rangkuman 1. E. Bimbingan karier dimaksudkan untuk mewujudkan pribadi pekerja yang produktif. 2. Bimbingan dan konseling merupakan upaya pemberian bantuan secara sistematik dalam memfasilitasi individu mencapai tingkat perkembangan yang optimal. Sedangkan dalam kegiatan pelayanan Bimbingan dan konseling seorang konselor atau guru pembimbing di sekolah haruslah mengenal secara mendalam konseli yang hendak dilayani dengan menggunakan berbagai fungsi. 3.D. prinsip. mengapa seorang konselor perlu memahami konsep dasar Bimbingan dan konseling? 2. mandiri. pengembangan perilaku yang efektif. Pelajari bab II buku ajar ini baik-baik. jika perlu tanyakan kepada teman sejawat. Berikan contoh penerapan masing-masing fungsi BK tersebut dalam lingkungan sekolah! 134 . Lembar Kegiatan Untuk memperoleh pemahaman yang mendalam pada bab ini seyogyanya saudara mengikuti langkah-langkah berikut: 1. 2. belajar dan karier. Bimbingan belajar dimaksudkan untuk mencapai tujuan dan tugas perkembangan pendidikan. Jelaskan masing-masing fungsi BK secara singkat ! b. sosial. Jelaskan dengan contoh. atau lihat kamus/ensiklopedi. dan asas-asas BK yang ada. dosen atau instruktur. a. pengembangan lingkungan. Berikan alasan mengapa seseorang konselor perlu memahami dan menerapkan berbagai prinsip dan asas-asas BK yang ada? 3. atau cari penjelasannya di buku-buku psikologi dan/atau bimbingan dan konseling. Berlatihlah merumuskan pengertian yang saudara jumpai dalam buku ajar ini dengan kalimat saudara sendiri sejauh tidak menyimpang dari maksud kalimat dalam buku ajar ini.

BAB III BIMBINGAN DAN KONSELING PRIBADI A. Menjelaskan pengertian bimbingan dan konseling pribadi 2. Pengertian bimbingan dan konseling pribadi Menurut Sukardi (2008: 53) dalam bidang bimbingan pribadi. baik yang menyangkut bidang pendidikan. Tujuan-tujuan tersebut secara lebih khusus lagi dapat dirumuskan dalam bentuk berbagai kompetensi yang perlu dimiliki bagi keefektifan kehidupan individu sehari-hari. maupun bidang kehidupan berbudaya. peserta pelatihan dapat: 1. dan karakteristik kepribadian diri sendiri untuk mengembangkan diri sendiri secara realistik. Pengenalan siswa terhadap lingkungannya dapat diartikan bahwa siswa dapat mengenal secara objektif lingkungannya. pelayanan bimbingan dan konseling di SMP. bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tujuan umum bimbingan pribadi adalah membantu memandirikan individu dalam hidupnya dan mengembangkan potensipotensi mereka secara optimal. mantap dan mandiri serta sehat jasmani dan rohani. Jadi bidang pengembangan kehidupan pribadi. SMA/SMK membantu siswa menemukan dan mengembangkan pribadi yang beriman. Menjelaskan pelaksanaan bimbingan dan konseling pribadi Uraian Materi 1. minat. maupun lingkungan fisik. yaitu bidang pelayanan bimbingan dan konseling yang membantu peserta didik dalam menilai dan mengembangkan kecakapan. Menjelaskan bentuk bimbingan dan konseling pribadi 5. termasuk kompetensi dalam mengantisipasi. Dalam hal ini Prayitno (2006: 23) menjelaskan bahwa tujuan bimbingan pribadi dimaksudkan siswa dapat mengenal kekuatan dan kelemahan yang ada pada dirinya sendiri serta menerimanya secara positif dan dinamis sebagai modal untuk mengenal lingkungannya dan merancanakan masa depannya. Secara B. dan kemasyarakatan. dengan tujuan agar menunjang proses penyesuaian diri siswa dengan lingkungannya. 2. lingkungan budaya yang sarat dengan nilai dan norma. Menjelaskan aspek-aspek bimbingan dan konseling pribadi 4. dimaksudkan agar siswa mampu bersikap disiplin dan bisa bertanggung jawab dengan masa depannya sendiri. 135 . Kompetensi dan Indikator Para peserta pelatihan dapat memahami bimbingan dan konseling pribadi secara utuh dan menyeluruh. Dengan bimbingan pribadi dan pengenalan lingkungan tersebut. Masalah timbul karena siswa merasa kurang berhasil dalam menghadapi dan menyesuaikan dirinya sendiri. Menjelaskan materi dan pokok-pokok bimbingan dan konseling pribadi 6. menangani dan memecahkan suatu masalah. Sejalan dengan pendapat di atas menurut Tohirin (2007: 123-124) bimbingan pribadi adalah jenis bimbingan yang membantu siswa dalam menghadapi dan memecahkan masalah-masalah pribadinya. bidang karir. keluarga. Pengenalan lingkungan ini meliputi lingkungan rumah. alam dan masyarakat sekitarnya. Tujuan umum ini diarahkan pada pengenalan diri sendiri dan lingkungan. bakat. serta dapat memanfaatkan sebesar-besarnya untuk pengembangan diri secara mantap dan berkelanjutan. dan menerima berbagai kondisi lingkungan tersebut secara positif dan dinamis. baik sosial dan ekonomi. Adapun indikatornya. Masalah atau problem siswa yang berlarut-larut akan mengakibatkan frustasi dan neurosis. sekolah. Tujuan bimbingan dan konseling pribadi Berdasarkan dari pengertian di atas dapat diketahui bahwa bimbingan pribadi bertujuan membantu individu agar bisa memecahkan masalah-masalah pribadi yang muncul dalam diri individu. Menjelaskan tujuan bimbingan dan konseling pribadi 3.

mantap. Pemantapan tentang bagaimana anak tersebut memahami kekurangan dirinya dan bagaimana ia dapat mengatasi kekurangan dirinya. tempat kerja maupun masyarakat pada umumnya. f. Memiliki kemampuan untuk mengelola stress. d) emosi. e. g. c. Pemantapan kemampuan pengambilan keputusan bagi peserta didik. k) seks. d. baik dalam kehidupan pribadi. c) bicara. Memiliki pemahaman dan penerimaan diri secara objektif dan konstruktif. Bentuk bimbingan dan konseling pribadi Bidang BK pribadi ini notabene harus tetap diberikan kepada seluruh siswa. Bentuk-bentuk Bimbingan pribadi sebagaimana dijelaskan oleh Tohirin (2007: 125-126). ada beberapa macam bentuk layanan bimbingan pribadi. Sedangkan informasi tentang keadaan masyarakat dewasa ini dapat mencakup informasi tentang : 1) ciri-ciri masyarakat maju. Memiliki sikap positif dan respek terhadap diri sendiri (tidak merasa rendah diri. Pengembangan sikap dan wawasan pribadi terhadap melalui sikap dan kebiasaan yang menunjukkan ketakwaan terhadap tuhan yang maha esa b. h) kreativitas. Memiliki pemahaman tentang potensi diri dan kemampuan untuk mengembangkannya secara produktif dan melalui cara yang kreatif. sehingga menampilkan performance yang menarik. h. 4. e) sosial. j) moral. f. 2) makna ilmu pengetahuan. mandiri. atau pengambilan keputusan secara mandiri sesuai dengan nilai agama. 3. sekolah. dan 3) pentingnya IPTEK bagi kehidupan. b) motorik. 2) Pengumpulan data 136 . Bidang ini dirincikan sebagai berikut: a. c. yaitu : 1) Layanan informasi Informasi tentang tahap-tahap perkembangan dapat mencakup perkembangan : a) fisik. Memiliki pemahaman tentang irama kehidupan antara yang menyenangkan dan yang tidak menyenangkan. dan mampu meresponnya secara positif dan bersikap bersyukur dan bersabar. Pemantapan dalam menjalankan pilihan hidup.lebih rinci syamsu yusuf (2009: 53-54) menyatakan bahwa bimbingan pribadi bertujuan membantu siswa agar mampu mengembangkan kompetensinya sebagai berikut: a. Memiliki komitmen untuk mengamalkan nilai keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. i) pengertian. baik tentang keunggulan dan kelemahan maupun psikis dan fisik. d. f) penyesuaian sosial. etika dan nilai budaya. Pemantapan pemahaman tentang bakat dan minat yang dimiliki individu tersebut dan bagaimana cara konselor untuk menyalurkan bakat anak tersebut agar tidak salah tersalurkan. Memiliki sikap optimis dalam menghadapi kehidupan dan masa depan. Pemantapan pemahaman tentang kekuatan diri dan pengembangannya untuk kegiatan yang kreatif dan produktif baik dalam kehidupan sehari-hari maupun untuk peranannya di tengah masyarakat. Memiliki kemampuan untuk merawat dan memelihara diri. b. g) bermain. e. dan l) perkembangan kepribadian. baik siswa yang bermasalah atau tidak. pelayanan bimbingan dan konseling membantu siswa menemukan dan mengembangkan pribadi yang beriman dan bertakwa terhadap tuhan yang maha esa. keluarga. Aspek-aspek bimbingan dan konseling pribadi Dalam bidang bimbingan pribadi . Memiliki kemampuan untuk melakukan secara sehat. i. pergaulan dengan teman sebaya. serta sehat jasmani dan rohani.

nama panggilan. alamat. agama. 137 . c) riwayat pendidikan. Materi dan pokok-pokok bimbingan dan konseling pribadi Materi dan pokok-pokok yang terkandung dalam bidang bimbingan pribadi menurut Mugiarso. dan lain-lain. lembaga dan obyek pengembangan pribadi seperti lembaga pengembangan bakat. bahasa daerah. Dari pendapat di atas dapat disimpulkan materi dan pokok-pokok bimbingan pribadi yaitu tentang pemantapan sikap tentang ketaqwaan. (g) pemantapan dalam perencanaan dan penyelenggaraan hidup sehat. e) bakat. (c) pemantapan pemahaman tentang bakat dan minat pribadi serta penyaluran dan pengembangan melalui kegiatan yang kreatif dan produktif. baik secara rohaniah maupun jasmaniah. (e) Pemantapan kemampuan mengarahkan diri sesuai dengan keputusan yang diambilnya. (d) pemantapan pemahaman tentang kelemahan diri dan usaha penanggulangannya. baik secara rohaniah maupun jasmaniah. baik dalam kehidupan sehari-hari maupun untuk peranan dimasa depan. 5. baik dalam kehidupan sehari-hari maupun peranannya di masa depan. dkk (2004: 52) adalah sebagai berikut: (a) pemantapan sikapsikap kebiasaan serta pengembangan wawasan dalam beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. pemantapan sikap tentang kekuatan diri yang produktif. jenis kelamin. Menurut Ma’mur Asmani (2010: 112-113) bimbingan pribadi ini dapat dirinci menjadi pokok-pokok berikut: (a) Pemantapan sikap dan kebiasaan serta pengembangan wawasan dalam beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. kemampuan pengambilan keputusan. 2) Penanaman dan pemantapan pemahaman tentang kekuatan diri dan pengembangannya untuk kegiatan-kegiatan yang kreatif dan produktif. 6) Pengembangan kemampuan mengarahkan diri sesuai dengan keputusan yang telah diambilnya. anak ke. f) minat.Data yang dikumpulkan berkenaan dengan layanan bimbingan pribadi dapat mencakup : a) identitas individu seperti nama lengkap. tempat tanggal lahir. 5) Pemantapan kemampuan mengambil keputusan. 3) Orientasi Layanan orientasi bidang pengembangan pribadi mencakup : suasana. baik secara rohaniah maupun jasmaniah. (c) Pemantapan pemahaman tentang kelemahan diri dan usaha penanggulangannya. (d) Pemantapan kemampuan dalam mengambil keputusan. pemahaman tentang kelamahan diri dan penanggulangannya. kreatif dan produktif. (f) pemantapan kemampuan mengarahkan diri sesuai dengan keputusan yang telah diambilnya. (b) Pemantapan pemahaman tentang kekuatan diri dan pengembangan untuk kegiatan-kegiatan yang kreatif dan produktif. baik melalui lisan maupun tulisan secara efektif. orang tua dan lain-lain. tempat rekreasi. (f) Pemantapan kemampuan berkomunikasi. 4) Pengenalan dan pemantapan pemahaman tentang kelemahan diri dan usaha-usaha penanggulangannya. Pokok-pokok dalam bimbingan pribadi sebagai berikut: 1) Penanaman dan pemantapan sikap dan kebiasaan serta pengembangan wawasan dalam beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. 3) Pengenalan dan pemantapan pemahaman tentang bakat dan minat pribadi serta penyaluran dan pengembangannya melalui kegiatan kegiatan yang kreatif dan produktif. 7) Pemantapan dalam perencanaan dan penyelenggaaraan hidup sehat. (e) pemantapan kemampuan mengambil keputusan. b) kejasmanian dan kesehatan. dan lain sebagainya. (b) pemantapan pemahaman tentang kekuatan diri dari pengembangan untuk kegiatan yang kreatif dan produktif baik dalam kehidupan sehari-hari maupun untuk perannya di masa depan. dan (g) Pemantapan kemampuan menerima dan menyampaikan pendapat serta berargumentasi secara dinamis. pusat kebugaran dan latihan pengembangan kemampuan diri. d) prestasi. kemampuan mengarahkan diri dan pemantapan dalam perencanaan dan penyelenggaraan hidup sehat.

tersedianya waktu dan tempat. yaitu bentuk layanan bimbingan pribadi yang melayani sejumlah peserta didik melalui suasana dinamika kelompok. 2) Pemantapan pemahaman tentang kekuatan diri dan pengembangannya untuk kegiatan-kegiatan yang kreatif dan produktif. Bidang Bimbingan Pribadi: Sekolah Menengah Pertama 1) Pemantapan kebiasaan dan pengembangan sikap dalam beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. 3) Pemahaman bakat dan minat pribadi. tergantung kepada sifat permasalahannya. jumlah siswa. 2) Pemahaman kekuatan diri dan arah pengembangannya melalui kegiatan yang kreatif dan produktif baik dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. 4) Pengenalan kelemahan diri dan upaya penanggulangannya. 7) Pemantapan dalam perencanaan dan penyelenggaraan hidup sehat. Bidang Bimbingan Pribadi: Sekolah Dasar 1) Penanaman sikap dan kebiasaan dalam beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. baik dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. 6) Perencanaan serta penyelenggaraan hidup sehat. Dengan cara klasikal. kesiapan tenaga pembimbing. 6. 6) Pengembangan kemampuan mengarahkan diri sesuai dengan keputusan yang telah diambilnya. Dengan cara individual. 2008) bentuk kegiatan layanan bimbingan pribadi meliputi: a. 3) Pemantapan pemahaman tentang bakat dan minat pribadi serta penyaluran dan pengembangannya melalui kegiatan-kegiatan yang kreatif dan produktif. serta penyaluran dan pengembangannya melalui kegiatan yang kreatif dan produktif. SMA di bedakan sebagai berikut: a. yaitu bentuk layanan bimbingan pribadi yang melayani sejumlah peserta didik dalam satu kelas. di masyarakat maupun untuk perannya di masa depan. c. 5) Pemantapan kemampuan mengambil keputusan. 138 . baik dalam kehidupan sehari-hari maupun untuk perannya di masa depan. b. 2) Pengenalan dan pemahaman tentang kekuatan diri sendiri dan penyalurannya untuk kegiatan-kegiatan yang kreatif dan produktif. 4) Pemantapam pemahaman tentang kelemahan diri dan usaha-usaha penanggulangannya. maupun perannya di masa depan. c. yaitu bentuk layanan bimbingan pribadi yang melayani peserta didik secara perorangan. baik secara rohaniah maupun jasmaniah. Berdasarkan pedoman pelayanan bimbingan dan konseling (Sarono. SMP. Pelaksanaan bimbingan dan konseling pribadi Layanan bimbingan dan konseling dapat dilaksanakan dalam beberapa cara. 5) Pemahaman dan pengamalan hidup sehat.Secara lebih rinci pokok-pokok materi bidang layanan Bimbingan dan konseling pribadi untuk jenjang SD. 3) Pengenalan dan pemahaman tentang bakat dan minat pribadi serta penyaluran dan pengembangannya melalui kegiatan-kegiatan yang kreatif dan produktif. Dengan cara kelompok. Bidang Bimbingan Pribadi: Sekolah Lanjutan Tingkat Atas 1) Pemantapan sikap dan kebiasaan serta pengembangan wawasan dalam beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. 5) Pengembangan kemampuan pengambilan keputusan sederhana dan mengarahkan diri. b. 4) Pengenalan dan pemahaman tentang kelemahan diri sendiri dan usaha-usaha penanggulangannya.

atau lihat kamus/ensiklopedi.d. dan karakteristik kepribadian diri sendiri untuk mengembangkan diri sendiri secara realistik. Dengan cara pendekatan khusus. bakat. Tes Formatif 1. pelayanan bimbingan dan konseling membantu siswa menemukan dan mengembangkan pribadi yang beriman dan bertakwa terhadap tuhan yang maha esa. 2. Dalam bidang bimbingan pribadi . C. termasuk kompetensi dalam mengantisipasi. perlu dirancang program bimbingan yang akan dijadikan acuan pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling di sekolah tersebut. para peserta diharapkan mengikuti langkah-langkah berikut: 1. untuk berdiskusi tentang pelaksanaan bimbingan dan konseling pribadi di sekolah. e. Cermati beberapa istilah penting yang ada di dalamnya. Pelajari bab ini baik-baik. Peserta pelatihan diminta membuat materi layanan BK Pribadi sesuai dengan jenjang sekolah yang dibimbingnya. 3. Peserta pelatihan diminta membentuk kelompok yang terdiri atas 4-5 anggota. 2. Bidang Bimbingan dan Konseling Pribadi. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan bimbingan pribadi bertujuan untuk membantu siswa dalam memecahkan masalah pribadinya dengan menggunakan berbagai cara sesuai dengan rancangan program bimbingan dan konseling yang dijadikan acuan pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling di sekolah tersebut. Berlatihlah merumuskan pengertian yang saudara jumpai dalam buku ajar ini dengan kalimat saudara sendiri sejauh tidak menyimpang dari maksud kalimat dalam buku ajar ini. mantap. apa tujuan dari bidang layanan pribadi yang dapat digunakan dalam pelaksanaan layanan konseling individual? 2. jika perlu tanyakan kepada teman sejawat. Berikan contoh materi layanan pribadi yang dapat digunakan dalam pelaksanaan Bimbingan klasikal! Beri penjelasan! 139 . D. 3. Peserta pelatihan diajak diskusi untuk mengidentifikasi contoh-contoh materi bimbingan pribadi yang ada dalam setiap jenjang pendidikan. yaitu bentuk layanan bimbingan pribadi yang melayani kepentingan peserta didik melalui pendekatan kepada pihak-pihak yang dapat memberikan kemudahan. Latihan 1. menangani dan memecahkan suatu masalah. minat. Tujuan umum bimbingan pribadi adalah membantu memandirikan individu dalam hidupnya dan mengembangkan potensi-potensi mereka secara optimal. yaitu bentuk layanan bimbingan pribadi yang melayani seorang atau sejumlah peserta didik melalui kegiatan di luar kelas atau lapangan. F. E. atau cari penjelasannya di buku-buku psikologi dan/atau bimbingan dan konseling. 2. Tujuan-tujuan tersebut secara lebih khusus lagi dapat dirumuskan dalam bentuk berbagai kompetensi yang perlu dimiliki bagi keefektifan kehidupan individu sehari-hari. Tujuan umum ini diarahkan pada pengenalan diri sendiri dan lingkungan. Rangkuman 1. serta sehat jasmani dan rohani. 3. yaitu bidang pelayanan bimbingan dan konseling yang membantu peserta didik dalam menilai dan mengembangkan kecakapan. Menurut anda. mandiri. dosen atau instruktur. bisa pula download dari internet. Lembar Kegiatan Untuk memperoleh pemahaman yang mendalam pada bab ini. siapkan pula alat tulis berupa spidol warna atau stabilo untuk menandai hal-hal yang penting. Dalam pelaksanaan layanan bimbingan pribadi di sekolah. Dengan cara lapangan.

penyesuaian diri dengan lingkungan pendidikan dan masyarakat tempat tinggal mereka. Jadi dapat disimpulkan bahwa bimbingan sosial adalah bidang pelayanan BK yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai serta mengembangkan kemampuan hubungan sosial yang sehat dan efektif dengan teman sebaya. Tujuan bimbingan dan konseling sosial Hallen (2005: 73) menyatakan tujuan bimbingan sosial adalah usaha untuk membantu peserta didik mengenali dan berhubungan dengan lingkungan sosialnya yang dilandasi budi pekerti. Hallen (2005: 73) bahwa bimbingan sosial adalah usaha membantu peserta didik mengenal dan berhubungan dengan lingkungan sosial yang dilandasi dengan budi pekerti luhur. anggota keluarga. serta lingkungan kerjanya. peserta pelatihan dapat: 1.Bimbingan sosial juga bertujuan untuk membantu individu dalam memecahkan dan mengatasi kesulitan-kesulitan dalam masalah sosial. Pengertian bimbingan dan konseling sosial Pengertian bimbingan sosial menurut Sukardi (2008: 55) adalah layanan bimbingan dan konseling untuk membantu siswa dalam mengenal dan berhubungan dengan lingkungan sosialnya yang dilandasi dengan budi pekerti luhur dan tanggung jawab kemasyarakatan dan kenegaraan. lingkungan masyarakat.BAB IV BIMBINGAN DAN KONSELING SOSIAL A. (2) mengembangkan seluruh potensi dan kekuatan yang dimiliki seoptimal mungkin. masyarakat. Bimbingan sosial mampu mewujudkan agar individu yang dibimbing mampu melakukan interaksi sosial secara baik dengan lingkungan. Adapun tujuan jangka pendek merupakan suatu patokan ideal yang diharapkan dicapai B. Sedangkan menurut pendapat Nurihsan (2009:15) bimbingan sosial adalah suatu bimbingan atau bantuan untuk membantu para individu untuk memecahkan masalah-masalah sosial seperti hubungan dengan sesama teman. 140 . Menjelaskan aspek-aspek bimbingan dan konseling sosial 4. Menjelaskan tujuan bimbingan dan konseling sosial 3. serta kehidupannya pada masa yang akan datang. tanggung jawab kemasyarakatan dan kenegaraan. Bidang sosial ini kerap diberikan pada siswa yang merasa kesulitan dalam membina pergaulan karena beberapa hal. dan penyelesaian masalah konflik. penyesuaian dengan lingkungan pendidikan. Tujuan bimbingan sosial mempunyai: tujuan jangka pendek dan tujuan jangka panjang. Menjelaskan materi dan pokok-pokok bimbingan dan konseling sosial Uraian Materi 1. baik dari luar atau dalam. Kompetensi dan Indikator Para peserta pelatihan dapat memahami bimbingan dan konseling sosial secara utuh dan menyeluruh. Menjelaskan pengertian bimbingan dan konseling sosial 2. ataupun lingkungan kerja (Nurihsan. Tujuan bimbingan sosial adalah agar individu dapat (1) merencanakan kegiatan penyelsaian studi. tanggung jawab kemasyarakatan dan kenegaraan. 2009: 8). Adapun indikatornya. 2. dan (4) mengatasi hambatan serta kesulitan yang dihadapi dalam studi. perkembangan karier. (3) menyesuaikan diri dengan lingkungan pendidikan. Sukardi (2008: 131) menyatakan tujuan bimbingan sosial di sekolah yang utama adalah membantu anak agar dapat mencapai kemajuan belajar optimal dalam kelas dan dapat mengadakan penyesuaian-penyesuaian dalam kehidupan sekolah. dan warga lingkungan sosial yang lebih luas yang dilandasi budi pekerti luhur dan tanggung jawab sosial. sehingga individu dapat menyesuaikan diri secara baik dan wajar dalam lingkungan sosialnya.

tanggung jawab kemanusiaan. Sebab dengan kemampuan komunikasi yang efektif maka seorang individu dapat menyampaikan gagasan dan pikirannya kepada orang lain b. mendapatkan kelompok sosial untuk memecahkan masalah tertentu memperoleh penyesuaian dalam kehidupan keluarga dan masyarakat serta meningkatkan pengetahuan yang terkait dalam persoalan-persoalan yang berhubungan dengan lingkungan sosial. keluarga dan masyarakat dalam berperan dalam kehidupan kelompok. Sedangkan materi bimbingan sosial untuk siswa SMA adalah pemantapan kemampuan berkomunikasi baik melalui ragam lisan maupun tulisan secara efektif dan pemantapan kemampuan menerima dan menyampaikan pendapat serta berarumentasi secara dinamis. tenggang rasa. maupun masyarakat luas dengan sangat menjunjung tinggi nilai tata krama. Aspek-aspek bimbingan dan konseling sosial secara rinci diuraikan sebagai berikut: a. dan kebiasaan yang berlaku ditengah masyarakat. kreatif. adat istiadat. ilmu. Pemantapan kemampuan menerima dan menyampaikan gagasan secara argumentasi dengan cara yang dinamis. 3. Pemantapan kemampuan berkomunikasi baik secara efektif. Menurut Sukardi (2008: 55) materi layanan dalam bimbingan sosial meliputi kegiatan pemberian informasi tentang: (1) pemantapan kemampuan berkomunikasi. efektif. d. dan juga rasa memberi dan menerima di tengah lingkungan yang memiliki banyak perbedaan. dan produktif agar mudah dimengerti oleh orang yang mendengar. sopan santun yang ada dalam masyarakat. e. memperoleh persahabatan yang sesuai. harmonis. 4. hukum. adat. Pemantapan pemahaman kondisi sekolah dan peraturan yang ada di sekolah tersebut agar para siswa terutama siswa baru tidak terkejut dengan kondisi yang ada di sekolah dan peraturan yang harus mereka patuhi di sekolah tersebut dan menjalankannya secara efektif dan dinamis serta bertanggung jawab. sekolah. Pemantapan hubungan yang harmonis antar masyarakat yang dinamis. baik di rumah. dan produktif (Prayitno. baik melalui lisan maupun tulis. dan produktif baik dengan teman sebaya di sekolah yang sama atau yang berbeda. dilandasi oleh rasa kebangsaan yang tinggi serta diiringi dengan adanya rasa toleransi. terutama dalam hal tata cara pergaulan yang dilandasi dengan budi pekerti yang luhur dan bertanggung jawab. sekolah. 141 . Tujuan jangka panjang bersangkutan dengan pencapaian kesejahteraan mental yang optimal bagi individu dan pencapaian kebahagiaan pribadi yang bermanfaat bagi diri sendiri dan lingkungan. kreatif. Selain itu bimbingan sosial juga membantu mengembangkan kemampuan berkomunikasi yang efektif ditengah masyarakat yang luas. tidak mau menang sendiri. sopan-santun. Pemantapan kemampuan bertingkah laku dan berhubungan sosial baik di rumah. Aspek-aspek bimbingan dan konseling sosial Bimbingan sosial membantu siswa dalam dalam berhubungan dengan masyarakat di lingkungannya dengan berdasarkan budi pekerti yang luhur. sopan santun serta nilai-nilai agama. c. dengan individu yang lebih tua dan lebih muda di lingkungan masyarakat dan keluarga. maupun di masyarakat dengan menjunjung tinggi tata krama. 2001: 77). dan kebiasaan yang berlaku. Berdasarkan beberapa rumusan tujuan bimbingan sosial yang telah diungkapkan dapat disimpulkan bahwa tujuan dari bimbingan sosial yaitu pemberian bantuan kepada siswa agar memiliki kemampuan untuk mengatasi kesulitan di dalam memahami lingkungan baik lingkungan sekolah. nilai-nilai agama. Materi dan pokok-pokok dalam bimbingan sosial Materi bimbingan sosial secara umum adalah pengembangan kemampuan bertingkah laku dan berhubungan sosial.individu yang telah memperoleh bimbingan.

rumah dan lingkungan. dan produktif dengan teman sebaya. dan produktif dengan teman sebaya. b. di luar sekolah maupun di masyarakat pada umumnya. di luar sekolah. (6) pengenalan dan manfaat lingkungan yang lebih luas seperti: lingkungan fisik. sopan santun. di sekolah yang lain. serta nilai-nilai agama. (3) pengembangan dan pemantapan hubungan yang dinamis. harmonis. di sekolah lain. Orientasi tentang hidup berkeluarga. nilai-nilai sosial. sopan santun dan disiplin di sekolah sendiri maupun di sekolah lain. di sekolah maupun di masyarakat dengan menjunjung tinggi tata krama. SMP. SMA di bedakan sebagai berikut: a. baik di sekolah yang sama. Pengenalan. baik di rumah. adat. di sekolah lain. kondisi dan tuntutan sekolah. (2) kemampuan memecahkan masalah dan mengambil keputusan. adat. dan (7) hak dan kewajiban sebagai anggota sekolah dan masyarakat. adat istiadat. kreatif dan produktif. harmonis dan produktif dengan teman sebaya. Pengembangan dan pemantapan hubungan yang dinamis. maupun di masyarakat dengan menjunjung tinggi tata 142 . baik di sekolah yang sama. Sedangkan menurut Hallen (2005: 73) menyatakan materi dalam bimbingan sosial: meliputi: (1) pengembangan dan pemantapan kemampuan berkomunikasi baik melalui ragam lisan maupun tulisan secara efektif. baik di rumah. serta upaya dan kesadaran untuk melaksanakannya secara dinamis dan bertanggung jawab. kondisi dan tuntutan sekolah. sopan santun. Bidang Bimbingan Sosial: Sekolah Dasar 1. d. Pengembangan kemampuan berkomunikasi baik melalui ragam lisan maupun tulisan secara efektif. dan di masyarakat. Pemantapan kemampuan menerima dan mengemukakan pendapat serta argumentasi secara dinamis. hukum dan tata krama yang berlaku di lingkungan masyarakat. (2) pemantapan kemampuan menerima dan menyampaikan pendapat. Pengembangan kemampuan bertingkah laku dan berhubungan sosial. kebiasaan. c. e. maupun di masyarakat pada umumnya. Pengembangan kemampuan bertingkah laku dan berhubungan sosial. (3) pemantapan kemampuan bertingkah laku dan berhubungan sosial. di sekolah yang lain.baik ragam lisan maupun tulisan. (4) pemantapan hubungan yang dinamis. (4) pengenalan dan pemahaman norma agama. tata krama. maupun di masyarakat luas dengan menjunjung tinggi tata krama. (5) pemantapan kemampuan menerima dan mengemukakan pendapat serta berargumentasi secara dinamis. peraturan dan kebiasaan yang berlaku. dan (6) orientasi tentang hidup berkeluarga. diluar sekolah maupun dimasyarakat pada umumnya. Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa materi dalam bimbingan sosial meliputi: (1) kemampuan berkomunikasi. peraturan dan kebiasaan yang berlaku. (3) kebiasaan di lingkungan masyarakat yang meliputi: cara bertingkah laku. pemahaman dan pemantapan tentang peraturan. di sekolah maupun dimasyarakat dengan menjunjung tinggi tata karma. rumah dan lingkungan serta upaya dan kesadaran untuk melaksanakannya secara dinamis dan bertanggung jawab. Pokok-pokok dalam bimbingan sosial adalah sebagai berikut: a. baik di sekolah yang sama. harmonis dan produktif dengan teman sebaya. di luar sekolah. (5)pemantapan pemahaman kondisi dan peraturan seolah serta upaya pelaksanaannya secara dinamis dan bertanggung jawab. pemahaman dan pemantapan tentang peraturan. sosial dan budaya. (5) hubungan yang dinamis. 2. Pengembangan dan pemantapan kemampuan dan berkomunikasi. baik di rumah. f. (4) pengenalan. dan (6) orientasi tentang hidup berkeluarga. baik melalui ragam lisan maupuntulisan secara efektif. di sekolah. harmonis. sopan santun serta nilai-nilai agama. di sekolah. Secara lebih rinci pokok-pokok materi bidang layanan Bimbingan dan konseling sosial untuk jenjang SD. maupun di masyarakat pada umumnya. baik di sekolah yang sama. baik di rumah. (2) pengembangan kemampuan bertingkah laku dan berhubungan sosial. kreatif dan produktif.

di sekolah. sopan santun. Peserta pelatihan diminta membuat materi layanan BK Sosial sesuai dengan jenjang sekolah yang dibimbingnya. 3. baik lisan maupun tulisan secara efektif. baik di rumah. Lembar Kegiatan Untuk memperoleh pemahaman yang mendalam pada bab ini. Pemantapan hubungan yang dinamis. Pengembangan kemampuan bertingkah laku dan berhubungan sosial. di sekolah. para peserta diharapkan mengikuti langkah-langkah berikut: 1. Pengembangan hubungan yang harmonis dengan teman sebaya di dalam dan di luar sekolah serta di masyarakat pada umumnya. 3. Pemantapan pemahaman tentang peraturan. Pengembangan hubungan yang dinamis dan harmonis serta produktif dengan teman sebaya. Latihan 1. baik di sekolah yang sama. sopan santun serta nilai-nilai agama. b. 2. bisa pula download dari internet. maupun di masyarakat dengan menjunjung tinggi tata karma. C. Bidang Bimbingan Sosial: Sekolah Lanjutan Tingkat Atas 1. Peserta pelatihan diajak diskusi untuk mengidentifikasi contoh-contoh materi bimbingan sosial yang ada dalam setiap jenjang pendidikan. di tempat latihan/kerja maupun masyarakat luas dengan menjunjung tinggi tata karma. 2.karma. dosen atau instruktur. Cermati beberapa istilah penting yang ada di dalamnya. Orientasi tentang hidup berkeluarga. harmonis dan produktif dengan teman sebaya. atau cari penjelasannya di buku-buku psikologi dan/atau bimbingan dan konseling. hukum. 143 . Pemantapan sikap dan kebiasaan serta pengembangan wawasan dan beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Pemantapan kemampuan berkomunikasi. jika perlu tanyakan kepada teman sejawat. Pemahaman dan pengamalan disiplin dan peraturan sekolah. c. 4. siapkan pula alat tulis berupa spidol warna atau stabilo untuk menandai hal-hal yang penting. peraturan dan kebiasaan yang berlaku. rumah. Pelajari bab ini baik-baik. 5. lingkungan. dan kebiasaan yang berlaku. baik di rumah. adat istiadat. 2. adat istiadat. Bidang Bimbingan Sosial: Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama 1. 4. Peserta pelatihan diminta membentuk kelompok yang terdiri atas 4-5 anggota. kondisi dan sekolah sebagai upaya pelaksanaannya secara dinamis dan bertanggungjawab. hukum dan kebiasaan yang berlaku. 3. untuk berdiskusi tentang kegiatan bimbingan dan konseling sosial di sekolah. Pemantapan kemampuan menerima dan mengemukakan pendapat serta berargumentasi secara dinamis kreatif dan produktif. serta kesadaran untuk melaksanakannya. nilai-nilai agama. 2. Pemantapan kemampuan bertingkah laku dan berhubungan sosial. Berlatihlah merumuskan pengertian yang saudara jumpai dalam buku ajar ini dengan kalimat saudara sendiri sejauh tidak menyimpang dari maksud kalimat dalam buku ajar ini. 3. 3. sopan santun serta nilai-nilai agama. di sekolah lain dan di luar sekolah maupun masyarakat pada umumnya. 4. atau lihat kamus/ensiklopedi. ilmu. 6. Pengenalan dan pemahaman peraturan dan tuntutan sekolah. adat-istiadat. D.

apa tujuan dari bidang layanan sosial yang dapat digunakan dalam pelaksanaan layanan konseling kelompok? 2. baik di rumah. 2. sekolah. dan warga lingkungan sosial yang lebih luas yang dilandasi budi pekerti luhur dan tanggung jawab sosial. dan kebiasaan yang berlaku. Berikan contoh materi layanan pribadi yang dapat digunakan dalam pelaksanaan Bimbingan kelompok! Beri penjelasan! 144 . memperoleh persahabatan yang sesuai. anggota keluarga. sopan santun serta nilai-nilai agama. adat istiadat. keluarga dan masyarakat dalam berperan dalam kehidupan kelompok. terutama dalam hal tata cara pergaulan yang dilandasi dengan budi pekerti yang luhur dan bertanggung jawab. 3. Rangkuman 1. Menurut anda. maupun di masyarakat dengan menjunjung tinggi tata krama. Bimbingan dan konseling sosial adalah bidang pelayanan BK yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai serta mengembangkan kemampuan hubungan sosial yang sehat dan efektif dengan teman sebaya. mendapatkan kelompok sosial untuk memecahkan masalah tertentu memperoleh penyesuaian dalam kehidupan keluarga dan masyarakat serta meningkatkan pengetahuan yang terkait dalam persoalan-persoalan yang berhubungan dengan lingkungan sosial. F. Materi bimbingan sosial secara umum adalah pengembangan kemampuan bertingkah laku dan berhubungan sosial.E. Tujuan bimbingan sosial yang telah diungkapkan dapat disimpulkan bahwa tujuan dari bimbingan sosial yaitu pemberian bantuan kepada siswa agar memiliki kemampuan untuk mengatasi kesulitan di dalam memahami lingkungan baik lingkungan sekolah. Tes Formatif 1.

emosi dan motivasi untuk melakukan kegiatan belajar serta faktor luar siswa yang mempengaruhi kegiatan belajar. dapat mengembangkan keterampilan belajarnya. Pengertian bimbingan dan konseling belajar Menurut Sukardi (2008: 4) bimbingan belajar adalah bimbingan dalam hal menemukan cara belajar yang tepat dalam memilih program studi dan dalam mengatasi kesukaran-kesukaran yang timbul berkaitan dengan tuntutan-tuntutan belajar di suatu institusi pendidikan. bimbingan karir dan bimbingan belajar. bakat. (2) bimbingan belajar merupakan bantuan kepada siswa untuk mengenal. namun seringkali kegagalan itu terjadi karena siswa kurang maksimal dalam mendapatkan bimbingan belajar di sekolah. Bimbingan belajar sangat berguna sekali untuk peserta didik dalam pemantapan sikap dan kebiasaan belajar yang efektif dan efisien serta produktif. Adapun indikatornya. Pengalaman menunjukkan bahwa kegagalan-kegagalan yang dialami siswa dalam belajar tidak selalu disebabkan oleh kebodohan atau rendahnya intellegensi. bersikap terhadap guru dan nara sumber lainnya. Uraian Materi 1. Kompetensi dan Indikator Para peserta pelatihan dapat memahami bimbingan dan konseling belajar secara utuh dan menyeluruh. minat. kecerdasan. (4) bantuan kepada siswa agar mempunyai sikap dan kebiasaan belajar yang baik termasuk cara belajar yang tepat atau cara mengatasi kesulitan belajar. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa bimbingan belajar adalah suatu proses layanan bantuan dari pembimbing kepada peserta bimbing dalam memecahakan kesulitan yang berhubungan dengan masalah belajar baik di sekolah maupun di luar sekolah agar peserta bimbing dapat menyesuaikan diri dalam situasi belajarnya. Menjelaskan tahap-tahap bimbingan belajar B. peserta pelatihan dapat: 1. Menjelaskan materi dalam bimbingan belajar 4. memahami. (3) pengenalan dan pengembangan poternsi diri secara fisik dan psikis menyangkut beberapa hal antara lain kondisi fisik siswa. Berdasarkan pengertian di atas dapat ditemukan unsur-unsur penting sebagai berikut: (1) bimbingan belajar merupakan salah satu bagian dari empat bidang bimbingan yang meliputi bimbingan pribadi. mengembangkan dan memanfaatkan potensi diri siswa baik fisik maupun psikis yang berkaitan dengan kegiatan belajarnya. mengerjakan tugas-tugas pelajaran. Selain itu juga untuk pemantapan disiplin belajar dan berlatih. Menjelaskan tujuan bimbingan dan konseling belajar 3. dan menjalani program penilaian hasil belajar. sikap dan kebiasaan belajar yang baik untuk menguasai pengetahuan dan keterampilan serta menyiapkannya melanjutkan pendidikan pada tingkat yang lebih tinggi.BAB V BIMBINGAN DAN KONSELING BELAJAR A. bimbingan sosial. Mugiarso (2009: 53) menjelaskan bimbingan belajar adalah bantuan dari pembimbing pada siswa agar dapat mengembangkan diri. dan membentuk kebiasaan-kebiasaan belajar dengan sistematik dan konsisten dan dapat mencapai prestasi semaksimal mungkin sesuai dengan potensi dan kemampuan yang ada pada dirinya atau bisa pula dikatakan bahwa bimbingan dan konseling belajar merupakan 145 . Menjelaskan pelaksanaan bimbingan belajar 5. Prayitno dan Amti (2004: 279) menyatakan bahwa bimbingan belajar adalah salah satu bentuk bimbingan yang diselenggarakan di sekolah. Menjelaskan pengertian bimbingan dan konseling belajar 2. baik dalam mencari informasi dari berbagai sumber belajar. baik secara mandiri maupun berkelompok.

pengembangan kemampuan membaca dan menulis (meringkas) secara cepat. menentukan pembagian waktu dan perencanaan jadwal belajarnya. mencatat pelajaran. memberikan informasi (saran dan petunjuk) bagi yang memanfaatkan perpustakaan. dan budaya) bagi pengembangan pengetahuan. menentukan pembagian waktu dan perencanaan jadwal belajar. membuat tugas sekolah dan mempersiapkan diri dalam ulangan dan ujian. kecerdasan. memilih pelajaran tambahan baik yang berhubungan dengan pelajaran di sekolah maupun untuk pengembangan bakat dan karirnya di masa depan. baik secara mandiri maupun berkelompok. menunjukkan cara mencatat dan mendengarkan sewaktu menerima pelajaran. seperti membuat jadwal belajar. memberikan informasi mengenai kondisi-kondisi yang baik untuk belajar. Untuk lebih jelasnya tujuan bimbingan belajar dirinci sebagai berikut: mencarikan cara-cara belajar yang efisien dan efektif bagi seorang anak atau kelompok anak. dan berusaha memperoleh informasi tentang berbagai hal dalam rangka mengembangkan wawasan yang lebih luas. efisien. seperti kebiasaan membaca buku. memiliki motif yang tinggi untuk belajar sepanjang hayat. dapat mengembangkan keterampilan belajarnya dan membentuk kebiasaan-kebiasaan belajar dengan sistematik dan konsisten dan dapat mencapai prestasi semaksimal mungkin sesuai dengan potensi dan kemampuan yang ada pada dirinya. pemanfaatan kondisi (fisik. memiliki kesiapan mental dan kemampuan untuk menghadapi ujian. dan mempersiapkan diri menghadapi ujian. pemahaman tentang pemanfaatan perpustakaan. menunjukkan cara-cara menghadapi kesulitan dalam bidang studi tertentu. baik dalam mencari informasi dari berbagai sumber belajar. serta produktif. menggunakan kamus. menunjukkan bagaimana cara belajar atau mempelajari bahasa asing. disiplin dalam belajar. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa tujuan bimbingan belajar adalah membantu peserta bimbing agar dapat menyesuaikan diri dalam situasi belajarnya. memiliki keterampilan dan teknik belajar yang efektif seperti keterampilan membaca buku. menunjukkan cara-cara mempelajari sesuatu dan menggunakan buku pelajaran. memilih suatu bidang studi (mayor atau minor) sesuai dengan bakat. memiliki keterampilan untuk menetapkan tujuan dan perencanaan pendidikan.bidang pelayanan yang membantu peserta didik mengembangkan kemampuan belajar dalam rangka mengikuti pendidikan sekolah/madrasah dan belajar secara mandiri. mengejakan tugas dan mengembangkan keterampilan 146 . sosial. dan mencapai perkembangan yang optimal. 3. pemantapan penguasaan materi pelajaran sekolah berupa remedial atau pengayaan. menunjukkan cara untuk menyusun suatu karangan ilmiah atau karya tulis. Tujuan bimbingan dan konseling belajar Menurut Ahmadi (2004:111) tujuan bimbingan belajar adalah membantu siswa untuk mendapatkan penyesuaian yang baik di dalam situasi belajar. Santoso (1988: 28) menjelaskan bahwa tujuan bimbingan belajar sebagai berikut: agar peserta didik dapat berkonsentrasi dalam belajar. pemahaman tentang hasil teknologi bagi pengembangan ilmu pengetahuan. memantapkan diri dalam memperdalam pelajaran tertentu. bersikap terhadap guru dan nara sumber lainnya. Materi dalam bimbingan belajar Secara rinci materi pokok bimbingan belajar antara lain menurut Rahman (2003: 42) sebagai berikut: pemantapan sikap dan kebiasaan belajar secara efektif dan efisien. citacita. minat. dan kondisi fisik atau kesehatannya. pemantapan sikap dan kebiasaan belajar yang efektif. Menurut Sukardi (2008) mengatakan bahwa materi bimbingan belajar adalah sebagai berikut: pemantapan sistem belajar dan berlatih. mengerjakan tugas-tugas. mempunyai perhatian terhadap semua pelajaran dan aktif mengikuti semua kegiatan belajar yang diprogramkan. orientasi belajar di perguruan tinggi. 2. sehingga setiap siswa dapat belajar dengan efisien sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Yusuf dan Nurihsan (2006: 15) mengemukakan bahwa tujuan bimbingan belajar adalah sebagai berikut: memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang positif.

Melakukan studi tentang berbagai faktor penyebab terjadinya masalah atau kesulitan yang selanjutnya menetapkan satu atau beberapa faktor yang diduga paling determinan terhadap terjadinya masalah atau kesulitan tersebut. SMA di bedakan sebagai berikut: a. Menumbuhkan disiplin belajar dan berlatih. orientasi di Perguruan Tinggi. nasihat. c. pengembangan sikap dan kebiasaan belajar yang baik. 2. Pemantapan dan pengembangan penguasaan materi pelajaran di sekolah dasar. dan sebagainya sesuai dengan cara-cara yang telah ditetapkan sebelumnya. d. yang selanjutnya berusaha menemukan dan merumuskan masalah yang paling terasakan bagi siswa. Melakukan penjajakan berbagai masalah atau kesulitan yang sedang dihadapi oleh para siswa. SMP. dan menerima laporan dari setiap guru atau wali kelas tentang aktivitas belajar. dengan cara membandingkan nilai setiap siswa dengan nilai batas lulus kelompok. perbaikan. dan mengembangkan keterampilan. Melakukan bimbingan dalam bentuk bantuan. g. mengembangkan keterampilan belajar. mengikuti pelajaran seari-hari. 2. arahan. Secara lebih rinci pokok-pokok materi bidang layanan Bimbingan dan konseling belajar untuk jenjang SD. mengidentifikasi letaknya masalah dengan cara melihat 147 . Yusuf dan Nurihsan (2006:224) langkah-langkah bimbingan belajar yang pertama adalah mengidentifikasi kasus. budaya yang ada di lingkungan sekitar dan masyarakat untuk pengembangan pengetahuan dan keterampilan serta pengembangan diri. baik secara mandiri maupun berkelompok. f. Pengembangan sikap dan kebiasaan belajar yang baik dalam mendapatkan informasi dari berbagai sumber. serta dalam menjalani program penilaian. 3. dan pengayaan. bersikap terhadap guru dan nara sumber lainnya. Kedua. 4. mengerjakan tugas. Melakukan penilaian dengan teknik tertentu untuk mengetahui sampai dimanan tingkat keberhasilan bimbingan yang telah dilaksanakan dan bagaimana tindak lanjutnya. Bidang Bimbingan Belajar: Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama 1. Pengembangan disiplin belajar dan berlatih. 3. Siswa sendiri yang memecahkan masalah atau kesulitan yang sedang dialaminya. peningkatan keterampilan belajar. baik sebagai individu maupun sebagai kelompok. sosial. dan menjalani program penilaian. Menetapkan cara-cara yang akan digunakan untuk melakukan bimbingan kepada siswa yang di anggap konsisten dengan masalah dan faktor penyebabnya. b. dalam bersikap terhadap guru dan siswa yang terkait. Orientasi belajar di Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama. Bidang Bimbingan Belajar: Sekolah Dasar 1. Pengembangan sikap dan kebiasaan belajar untuk mencari informasi dan berbagai sumber. 4.dan menjalani program penilaian. petunjuk. Pelaksanaan bimbingan dan konseling belajar Pelaksanaan bimbingan belajar dilakukan dengan langkah-langkah umum sebagai berikut: a. Mengembangkan penguasaan materi program belajar di Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama. gerakan. Jadi materi bimbingan belajar meliputi kegiatan peningkatan motivasi belajar. baik secara mandiri maupun kelompok. pengembangan dan pemanfaatan lingkungan sekitar untuk belajar. b. mengerjakan tugas. Mengembangkan pemahaman dan 4. pemantapan pemahaman dan pemanfaatan kondisi fisik. e. Memisahkan siswa yang telah dibimbing dan mengembalikannya ke dalam kelas semula. pemantapan penguasaan materi program belajar di sekolah sesuai dengan perkembangan ilmu teknologi dan kesenian.

Faktor-faktor penyebab ini dapat diklasifikasikan ke dalam dua faktor. dan memperhatikan waktu untuk diskusi). Bimbingan belajar merupakan salah satu bentuk bimbingan yang penting diselenggarakan disekolah khusus disekolah menengah. mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kesulitan belajar (diagnosis). sekretaris. 2) Ketercepatan dalam belajar. Hasil ini perlu dijelaskan atau diberi ulasan oleh konselor. atau dapat juga ditanggapi oleh kelompok lain. Kelima. arahan. dan sebagainya sesuai dengan cara-cara yang telah ditetapkan sebelumnya. Santoso (1988: 82) menguraikan langkah-langkah bimbingan belajar yang dapat ditempuh oleh konselor dalam menggunakan teknik diskusi adalah sebagai berikut: konselor mengemukakan masalah yang akan didiskusikan. konselor memberikan dorongan agar setiap peserta bimbing dapat berperan aktif dan menjaga ketertiban. (2) kegiatan pengayaan. 5. membentuk kelompok diskusi (memilih pemimpin diskusi. petunjuk. yang selanjutnya berusaha menemukan dan merumuskan masalah yang paling terasakan bagi siswa. (1) Melakukan penjajakan berbagai masalah atau kesulitan yang sedang dihadapi oleh para siswa. (2) Tes kemampuan dasar. baik sebagai individu maupun kelompok. b) Pengungkapan sebab-sebab timbulnya masalah belajar Siswa yang mengalami masalah dalam belajar dapat dikenali melalui: (1) Tes hasil belajar. (2) Melakukan study tentang berbagai faktor penyebab terjadinya masalah atau kesulitan yang selanjutnya menetapkan satu atau beberapa faktor yang diduga paling determinan terhadap terjadinya masalah atau kesulitan tersebut. (3) Menetapkan cara-cara yang akan digunakan untuk melakukan bimbingan kepada siswa yang dianggap konsisten dengan masalah dan faktor penyebabnya. treatment merupakan pemberian layanan bantuan sesuai dengan prognosis yang telah dilakukan. mengatur tempat duduk. dan (5) Analisis hasil belajar atau karya c) Upaya membantu siswa yang mengalami masalah belajar Siswa yang mengalami masalah belajar perlu mendapatkan bantuan agar masalahnya tidak berlarut-larut yang nantinya dapat mempengaruhi proses belajar siswa. (4) pengembangan sikap dan kebiasaan belajar yang efektif.kawasan tujuan belajar mana yang belum tercapai. Tahap-tahap Bimbingan Belajar. gerakan. (4) Melakukan bimbingan dalam bentuk bantuan. yaitu sebagai berikut : a) Pengenalan siswa yang mengalami kesulitan belajar Masalah belajar mempunyai bentuk yang ragam. Keempat. (3) peningkatan motovasi belajar. dapat diwakilkan oleh sekretaris atau wakil yang lain. (3) Tes Diagnostik. pada saat peserta bimbing berdiskusi dalam kelompoknya masing-masing. 5) Berkebiasaan buruk dalam belajar. Ketiga. nasihat. Menurut Oemar Hamalik (2009:199) tahapnya adalah. (5) Siswa sendiri yang memecahkan masalah atau 148 . 4) Kurang motivasi dalam belajar. yang pada umumnya dapat digolongkan atas: 1) Keterlambatan akademik. Salah satu jenis kegiatan yang perlu dilakukan sebagai wujud menyelenggarakan bimbingan terhadap siswa adalah bimbingan belajar. prognosis yaitu mengambil kesimpulan dan keputusan serta meramalkan kemungkinan penyembuhannya. Kemudian setiap kelompok melaporkan hasil diskusinya. yaitu internal (yang berasal atau bersumber dari diri siswa itu sendiri) dan eksternal (yang bersumber dari luar atau lingkungan). Menurut Prayitno dan Erman Amti (2004: 279) mengemukakan bahwa tahapan bimbingan belajar dilaksanakan melalui tiga tahap. 3) Sangat lambat dalam belajar. Beberapa upaya yang dapat dilakukan adalah dengan (1) pengajaran perbaikan. (4) Skala sikap dan kebiasaan belajar. dan melihat ruang lingkup atau bahan ajar mana yang belum dikuasai.

dan kondisi fisik atau kesehatannya. (6) Memisahkan siswa yang telah dibimbing dan mengembalikannya kedalam kelas semula. (7) Melakukan penilaian dengan teknik tertentu untuk mengetahui sampai di mana tingkat keberhasilan bimbingan yang telah dilaksanakan dan bagaimana tindak lanjutnya. Lembar Kegiatan Untuk memperoleh pemahaman yang mendalam pada bab ini. dosen atau instruktur. Dalam melakukan bimbingan perlu adanya suatu tahapan yang harus dilakukan agar proses bimbingan itu berjalan sesuai dengan apa yang diinginkan. 3. bisa pula download dari internet. Rangkuman Bimbingan belajar adalah suatu proses layanan bantuan dari pembimbing kepada peserta bimbing dalam memecahakan kesulitan yang berhubungan dengan masalah belajar baik di sekolah maupun di luar sekolah agar peserta bimbing dapat menyesuaikan diri dalam situasi belajarnya. para peserta diharapkan mengikuti langkah-langkah berikut: 1. memilih pelajaran tambahan baik yang berhubungan dengan pelajaran di sekolah maupun untuk pengembangan bakat dan karirnya di masa depan. minat. 2. E. Pelajari bab ini baik-baik. 2. Peserta pelatihan diminta membuat materi layanan BK Belajar sesuai dengan jenjang sekolah yang dibimbingnya. Cermati beberapa istilah penting yang ada di dalamnya. siapkan pula alat tulis berupa spidol warna atau stabilo untuk menandai hal-hal yang penting. 3. menentukan pembagian waktu dan perencanaan jadwal belajarnya. D. Peserta pelatihan diajak diskusi untuk mengidentifikasi contoh-contoh materi bimbingan belajar yang ada dalam setiap jenjang pendidikan. memilih suatu bidang studi (mayor atau minor) sesuai dengan bakat. D. dan memberikan bimbingan untuk membantu siswa itu dalam menyelesaikan masalah belajarnya. Dari pendapat diatas maka dapat disimpulkan mengenai tahapan bimbingan yaitu mencari siswa yang sedang mengalami masalah atau kesulitan belajar. dapat mengembangkan keterampilan belajarnya. menunjukkan cara-cara menghadapi kesulitan dalam bidang studi tertentu. menunjukkan cara-cara mempelajari sesuatu dan menggunakan buku pelajaran. Tujuan bimbingan belajar dirinci sebagai berikut: mencarikan cara-cara belajar yang efisien dan efektif bagi seorang anak atau kelompok anak. atau cari penjelasannya di buku-buku psikologi dan/atau bimbingan dan konseling. membuat tugas sekolah dan mempersiapkan diri dalam ulangan dan ujian. memberikan informasi (saran dan petunjuk) bagi yang memanfaatkan perpustakaan. atau lihat kamus/ensiklopedi. mencari tau mengenai berbagai faktor yang menyebabkan siswa mengalami masalah belajar.kesulitan yang sedang dialaminya. dari pendapat para ahli diatas terdapat kesamaan mengenai tahapan dalam melakukan bimbingan. Berlatihlah merumuskan pengertian yang saudara jumpai dalam buku ajar ini dengan kalimat saudara sendiri sejauh tidak menyimpang dari maksud kalimat dalam buku ajar ini. untuk berdiskusi tentang kegiatan bimbingan dan konseling belajar di sekolah. kecerdasan. Peserta pelatihan diminta membentuk kelompok yang terdiri atas 4-5 anggota. dan membentuk kebiasaan-kebiasaan belajar dengan sistematik dan konsisten dan dapat mencapai prestasi semaksimal mungkin sesuai dengan potensi dan kemampuan yang ada pada dirinya atau bisa pula dikatakan bahwa bimbingan dan konseling belajar merupakan bidang pelayanan yang membantu peserta didik mengembangkan kemampuan belajar dalam rangka mengikuti pendidikan sekolah/madrasah dan belajar secara mandiri. Latihan 1. jika perlu tanyakan kepada teman sejawat. 149 . cita-cita.

pengembangan dan pemanfaatan lingkungan sekitar untuk belajar. mencari tau mengenai berbagai faktor yang menyebabkan siswa mengalami masalah belajar. Berikan contoh materi layanan belajar yang dapat digunakan dalam pelaksanaan Bimbingan kelompok! Beri penjelasan! 150 . F. Tes Formatif 1.Materi bimbingan belajar meliputi kegiatan peningkatan motivasi belajar. Tahapan bimbingan yaitu mencari siswa yang sedang mengalami masalah atau kesulitan belajar. peningkatan keterampilan belajar. dari pendapat para ahli diatas terdapat kesamaan mengenai tahapan dalam melakukan bimbingan. apa tujuan dari bidang layanan belajar yang dapat digunakan dalam pelaksanaan Bimbingan klasikal? 2. Menurut anda. dan memberikan bimbingan untuk membantu siswa itu dalam menyelesaikan masalah belajarnya. Dalam melakukan bimbingan perlu adanya suatu tahapan yang harus dilakukan agar proses bimbingan itu berjalan sesuai dengan apa yang diinginkan. pengembangan sikap dan kebiasaan belajar yang baik.

2010:121) Bimbingan karir adalah proses-proses. maupun keterampilan individu dalam mewujudkan konsep diri yang positif. peserta pelatihan dapat: 1. Rieder (dalam Sukardi 1984:96) berpendapat bahwa bimbingan karir dapat diartikan sebagai suatu perkembangan dari pengetahuan. Bimbingan karir terkait dengan perkembangan kemampuan kognitif. Menjelaskan prinsip bimbingan karir 5. penyesuaian pekerjaan. Sedangkan Lois-ellen Datta dan Corinne H.Super (dalam Marsudi. Uraian Materi 1. Menurut Herr (dalam Marsudi. mengenal dunia kerjanya. serta mengembangkan ketrampilan-ketrampilan mengambil keputusan sehingga yang bersangkutan dapat menciptakan dan mengelola perkembangan karirnya. Kompetensi dan Indikator Para peserta pelatihan dapat memahami bimbingan dan konseling karir secara utuh dan menyeluruh. maupun perolehan pengetahuan dalam keterampilan yang akan membantu dirinya memasuki sistem kehidupan sosial yang terus berubahubah. afektif. Bimbingan karir menurut Donald E. 2010:122) adalah suatu proses untuk membantu pribadi guna mengembangkan penerimaan kesatuan dan gambaran diri serta perananya dalam dunia kerja. Menjelaskan materi bimbingan karir B. perencanaan dan pengembangan karir. Dalam bimbingan karir harus memperhatikan perkembangan anak didik yang menuntut kemampuan melaksanakan tugas-tugas perkembangan. teknik-teknik. Adapun indikatornya. seperti pemahaman tentang jabatan dan tugas-tugas kerja. kemampuan umum dan kemampuan khusus guna membantu individu-individu dan kelompok-kelompok untuk memperoleh kemajuan dalam pekerjaan serta dalam merencanakan karir. Pengertian bimbingan dan konseling karir Yusuf dan Nurihsan (2008: 12) menyatakan bahwa bimbingan karir merupakan upaya bantuan terhadap individu agar dapat mengenal dan memahami dirinya.BAB VI BIMBINGAN DAN KONSELING KARIR A. Menjelaskan pengertian bimbingan dan konseling karir 2. atau layanan-layanan yang dimaksudkan untuk membantu individu memahami dan berbuat atas dasar pengenalan diri dan pengenalan kesempatankesempatan dalam kerjaan. dan waktu luang. Lebih dalam lagi Nurihsan(2006 :16) juga berpendapat Bimbingan karir yaitu bimbingan untuk membantu individu dalam perencanaan. pengembangan. mengembangkan masa depannya yang sesuai dengan bentuk kehidupannya yang diharapkan. Menjelaskan tujuan bimbingan dan konseling karir 3. Bimbingan karir dilaksanakan di 151 . pendidikan. Menjelaskan fungsi-fungsi bimbingan karir 4. dan penyelesaian masalah-masalah karir yang dihadapi. dalam memilih lapangan pekerjaan atau jabatan/ profesi tertentu serta membekali diri supaya siap memangku jabatan itu dan dalam menyesuaikan diri dengan berbagai tuntutan dari lapangan pekerjaan yang telah dimasuki. pemahaman kondisi lingkungan. pemahaman kondisi dan kemampuan diri. Lebih lanjut Winkel dan Hastuti (2005: 114) mengemukakan bahwa bimbingan karir adalah bimbingan dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia pekerjaan. memahami proses pengambilan keputusan. dan penyelesaian masalah-masalah karir. Lebih lanjut dengan layanan bimbingan karir individu mampu menentukan dan mengambil keputusan secara tepat dan bertanggung jawab atas keputusan yang diambilnya sehingga mereka mampu mewujudkan dirinya secara bermakna. tugas perkembangan bagi siswa disekolah sebagai calon tenaga kerja ialah memilih lapangan kerja yang sesuai dengan potensi-potensi yang dimilikinya.

prospek kerja. 3) Memiliki kemampuan untuk membentuk identitas karir. yaitu kecenderungan arah karir. kemampuan (persyaratan) yang dituntut. 3) Mengetahui berbagai jenis pekerjaan yang berhubungan dengan potensi yang ada dalam dirinya. Dari uraian diatas dapat disimpulkan Bimbingan Karir adalah suatu layanan pemberian bantuan oleh guru pembimbing kepada individu untuk dapat mengenal dunia karir. Keberhasilan atau kenyamanan dakam suatu karir amat dipengaruhi oleh kemampuan dan minat yang dimiliki. Secara khusus menurut Sukardi (2000: 42) bimbingan karir dilaksanakan di sekolah bertujuan antara lain : a. d. b. Oleh karena itu. tanpa merasa rendah diri. lingkungannya dan dunia kerja. Siswa dapat mengembangkan sikap dan nilai diri sendiri dalam menghadapi pilihan lapangan kerja serta dalam persiapan memasukinya. e. dan citacitanya. mengetahui jenis-jenis pendidikan dan latihan yang diperlukan bagi suatu bidang tertentu. Siswa meningkatkan keterampilan berpikir agar mampu mengambil keputusan tentang jabatan yang sesuai dengan dirinya dan tersedia dalam dunia kerja. asal bermakna bagi dirinya. dengan cara mengenali cirriciri pekerjaan. 152 . berprakasa dan sebagainya. lingkungan sosiopsikologis pekerjaan. Siswa menguasai ketrampilan dasar yang penting dalam pekerjaan terutama kemampuan berkomunukasi. kemampuan dan kondisi kehidupan sosial ekonomi. Meningkatkan pengetahuan siswa tentang dunia kerja. Dalam arti mau bekerja dalam bidang pekerjaan apapun. 6) Mengenal keterampilan. Walgito (2004: 202-203) berpendapat tujuan dari bimbingan karir adalah untuk membantu para siswa agar: 1) Dapat memahami dan menilai dirinya sendiri. bekerja sama. serta memahami hubungan usaha dirinya yang sekarang dengan masa depannya. agar dapat mengarahkan dirinya ke suatu bidang pekerjaan yang sesuai selaras dengan dirinya dan kebutuhan masyarakat. dan apakah dia berminat terhadap pekerjaan tersebut. Jadi bimbingan dan konseling karir yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai informasi. setiap orang perlu memahami kemampuan dan minatnya. 4) Memiliki kemampuan merencanakan masa depan. dan kesejahteraan kerja. yaitu merancang kehidupan secara rasional untuk memperoleh peran-peran yang sesuai dengan minat. dalam bidang pekerjaan apa dia mampu. bakat.sekolah bertujuan agar siswa dapat meningkatkan keterampilan berfikir agar mampu mengambil keputusan tentang jabatan yang sesuai dengan diri siswa dan tersedia dalam dunia kerja. Meningkatkan pengetahuan siswa tentang dirinya sendiri. 2) Menyadari dan memahami nilai-nilai yang ada dalam dirinya dan yang ada pada masyarakat. 5) Dapat membentuk pola-pola karir. Bimbingan karir disekolah adalah salah satu usaha untuk memecahkan masalah karir. Tujuan bimbingan karir Menurut Yusuf dan Nurihsan ( 2008: 15-16) tujuan bimbingan karir sebagai berikut : 1) Memiliki pemahaman diri (kemampuan dan minat) yang terkait dengan pekerjaan 2) Memiliki sikap positif terhadap dunia kerja. maka ia senantiasa harus mengarahkan dirinya kepada kegiatan-kegiatan yang relevan dengan karir keguruan tersebut. serta memilih dan mengambil keputusan karir. terutama yang berkaitan dengan potensi yang ada dalam dirinya mengenai kemampuan. kemampuan dan minat. mengenal bakat minat sesuai karir. minat. c. Dengan bimbingan karir ini siswa dibantu agar memperoleh pemahaman diri. Apabila seorang siswa bercita-cita menjadi seorang guru. 2. dan sesuai dengan norma agama. sikap.

Prinsip bimbingan karir Pada prinsipnya bimbingan karir merupakan bantuan dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia pekerjaan. f. b. mengembangkan rencana-rencana yang lebih khusus guna menerapkan tujuan karir. serta menemukan karir dan kehidupannya yang serasi atau sesuai. Catherine D. Siswa hendaknya dibantu dalam mengembangkan pemahaman yang cukup memadahi terhadap diri sendiri dan kaitannya dengan perkembangan sosial pribadi dan perencanaan pendidikan karir.L. Siswa secara keseluruhan hendaknya dibantu untuk memperoleh pemahaman tentang hubungan antara pendidikannya dan karirnya. bakat khusus. Siswa perlu diberikan pemahaman tentang dimana dan mengapa mereka berada dalam suatu alur pendidikannya. d. 3) Siswa dapat membedakan bermacam-macam dunia pendidikan yang tersedia. Yusuf G. yang dapat meberikan latihan persiapan untuk pekerjaan mendatang. 2010: 124-125) mengemukakan fungsi bimbingan karir adalah: 1) Siswa dapat membedakan lebih rinci sifat-sifat kepribadiannya (kemampuan. 5) Siswa dapat memilih pekerjaan dari lingkup pekerjaan yang luas dan mempelajarinya secara mendalam. 5) Para siswa dapat merencanakan masa depannya. 153 . 3. melakukan perencanaan karir untuk mencapai cita-cita pekerjaan dengan mengambil mata pelajaran yang mendukung pekerjaan. 4) Siswa mampu mengidentifikasi keputusan mendatang yang harus ia putuskan. Siswa pada setiap tahap program pendidikannya hendaknya memiliki pengalaman yang berorientasi pada karir secara berarti dan realistik.4) Menemukan hambatan-hambatan yang mungkin timbul. minat. dan pendidikan adalah sebagai persiapan dalam hidup. pemilihan lapangan pekerjaan atau jabatan (profesi) tertentu serta membekali diri agar siap memangku jabatan tersebut dan dalam menyesuaikan diri dengan tuntutan-tuntutan dari lapangan pekerjaan yang telah dimasuki (Tohirin. 4. dengan maksud untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu yang berbeda. 7) Siswa dapat memilih atau menyelesaikan pendidikan atau latihan dengan dasar pemilihan karirnya. yang disebabkan oleh dirinya sendiri dan faktor lingkungan.S dalam (Marsudi. Jadi dapat disimpulkan bahwa dalam layanan bimbingan karir ini bertujuan untuk membantu siswa agar mampu mengembangkan kesadaran akan perlunya penerapan yang lebih khusus dari tujuan karir. Setiap siswa hendaknya memahami bahwa karir itu adalah sebagai suatu jalan hidup. c. Fungsi bimbingan karir Bimbingan karir sebagai satu kesatuan proses bimbingan memiliki manfaat mengarahkan diri dan menciptakan kemandirian dalam memilih karir yang sesuai dengan kemampuan siswanya. nilai) dan mampu melihat perbedaannya dengan orang lain. e. 6) Siswa dapat membedakan diantara banyak pekerjaan. 2) Siswa dapat membedakan antara beberapa daerah pekerjaan yang luas. latihan dalam jabatan. serta mencari jalan untuk dapat mengatasi hambatan-hambatan tersebut. dan mengejar latihan lebih lanjut di perguruan tinggi atau pendidikan setelah sekolah lanjutan yang mengantarkan siswa pada kualifikasi untuk pekerjaan khusus. Seluruh siswa hendaknya mendapat kesempatan yang sama untuk mengembangkan dirinya dalam pencapaian karirnya secara tepat. 2007: 134) Secara umum menurut Sukardi (1994: 34)prinsip-prinsip bimbingan karir di sekolah diantaranya : a.

Happock. program pengajaran perbaikan dan program pengayaan serta program pengayaan tersebut dapat diharapkan untuk memantapkan diri siswa dalam pilihan karir. (2) Bakat. membahas pilihan program studi lanjutan. terdiri atas sub topik sebagai berikut: (1) Pengantar pemahaman diri. pemahaman tentang jalur pendidikan siswa. sikap dan kebiasaan belajar. Layanan informasi. perkembangan karir di masyarakat. (3) Minat. dengan koordinasi oleh pembimbing. Sukardi (1997: 141) menjelaskan materi paket bimbingan karir dibagi menjadi lima topik bimbingan karir yang tiap-tiap topik dibagi lagi menjadi sub-sub topik. Menurut Wibowo (2002: 24) materi bimbingan karir adalah : a. kegiatan pengembangan pemahaman. dan kegiatan-kegiatan yang diharapkan dari siswa dalam pelaksanaan bimbingan karir. meliputi. khususnya karir yang hendak dikembangkan. d. pelaksanaan bimbingan karir. Informasi mengenai jabatan akan membantu dalam pemilihan jabatan karena informasi tersebut membantu dalam menentukan apakah pekerjaan itu dapat memenuhi kebutuhan. bantuan dalam perencanaan pendidikan karir. b. 5. (2) Pemantapan orientasi dan informasi karir pada umumnya. yang meliputi. d. pemahaman bahwa karir adalah sebagai suatu jalan hidup. orientasi dan informasi lembaga-lembaga ketrampilan sesuai dengan pilihan kerja serta orientasi dan informasi perguruan tinggi sesuai dengan arah perkembangan karir. Program bimbingan karir di sekolah hendaknya berpusat di kelas. diintegrasikan secara fungsional dengan program pendidikan pada umumnya. kursus-kursus serta program pilihan dalam rangka pengembangan karir. disertai partisipasi orang tua dan kontribusi masyarakat. Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa prinsip-prinsip bimbingan karir di sekolah adalah memberikan kesempatan yang sama. Holland. dengan koordinasi oleh pembimbing. Layanan penempatan. Materi Bimbingan Karir Prayitno (1997: 66) menjelaskan materi bimbingan karir dapat dirinci menjadi pokok-pokok berikut: (1) Pemantapan pemahaman diri berkenaan dengan kecenderungan karir yang hendak dikembangkan. minat.g.masing memilih kecakapan untuk sejumlah pekerjaan. e. diantaranya sebagai berikut : a. meliputi. orientasi dan informasi karir. Setiap jabatan memerlukan pola khas dari pada kemampuan. Setiap individu masing. pengalaman yang berorientasi pada karir secara berarti dan realistis. kesempatan untuk menguji konsep berbagai peranan dan ketrampilannya. c. disertai partisipasi orang tua dan kontribusi masyarakat. berpusat dikelas. peranan BK serta pelacakan karir SMK. Layanan orientasi. tugas dan perkembangan remaja tentang kemampuan dan perkembangan karir. diantaranya adalah : a. c. b. (4) Cita-cita atau gaya hidup. 154 . Super (dalam Sukardi. potensi dan kemampuan. merangsang perkembangan pendidikan siswa. pemahaman tentang hubungan antara pendidikan dengan karir. kelompok latihan dan kegiatan ekstrakurikuler yang menunjang pilihan karir. khususnya sesuai dengan karir yang hendak dikembangkan. Pemilihan jabatan bermula ketika seseorang pertama kali sadar bahwa suatu pekerjaan dapat menolong memenuhi kebutuhannya. 1997: 35) menyusun prinsip-prinsip tentang bimbingan karir disekolah. Layanan penguasaan konten dalam bimbingan karir. Pekerjaan itu dipilih dengan maksud untuk memenuhi kebutuhan. dan sifat kepribadiaan. dan Donald E. Paket I : Pemahaman diri. meliputi. (4) Orientasi dan informasi terhadap pendidikan yang lebih tinggi. (3) Orientasi dan informasi terhadap dunia kerja dan usaha memperoleh penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

para peserta diharapkan mengikuti langkah-langkah berikut: 1. Cermati beberapa istilah penting yang ada di dalamnya. D. terdiri atas sub topik sebagai berikut: (1) Nilai-nilai kehidupan. 2. 2. untuk berdiskusi tentang kegiatan bimbingan dan konseling karir di sekolah. Paket IV : Hambatan dan mengatasi hambatan. antara lain: (1) Pemahaman tentang bakat. (6) Bertindak atas nilai-nilai sendiri. Peserta pelatihan diminta membentuk kelompok yang terdiri atas 4-5 anggota. (2) Saling mengenal dengan nilai orang lain. C. (5) Nilai-nilai yang bertentangan dengan kelompok atau masyrakat. E. Bimbingan karir ini bertujuan untuk membantu siswa agar mampu mengembangkan kesadaran akan perlunya penerapan yang lebih khusus dari tujuan karir. (3) Manusia dan hambatan. (3) Mempertimbangkan alternatif. Peserta pelatihan diminta membuat materi layanan BK Karir sesuai dengan jenjang sekolah yang dibimbingnya. bisa pula download dari internet. Paket II : Nilai-nilai. Dari beberpa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa materi pokok layanan bimbingan karir. terdiri atas sub topik sebagai berikut: (1) Informasi pendidikan. (3) Informasi jabatan. atau lihat kamus/ensiklopedi. (6) Pemahaman strategi mimilih sekolah dan jurusan. Paket V : Merencanakan masa depan. mengembangkan rencana-rencana yang lebih khusus guna menerapkan tujuan 155 . serta memilih dan mengambil keputusan karir. Latihan 1. (4) Cara-cara mengatasi hambatan. jika perlu tanyakan kepada teman sejawat. 3. (5) Pengembangan kemampuan berkompetensi. mengenal bakat minat sesuai karir. Pelajari bab ini baik-baik. (3) Pemahaman dan pengembangan kemampuan wirausaha.b. agar dapat mengarahkan dirinya ke suatu bidang pekerjaan yang sesuai selaras dengan dirinya dan kebutuhan masyarakat. atau cari penjelasannya di buku-buku psikologi dan/atau bimbingan dan konseling. (2) Faktor lingkungan. (2) Kekayaan daerah dan pengembangannya. terdiri atas sub topik sebagai berikut : (1) Faktor pribadi. (7) Pengembangan kemampuan manajemen dan kepemimpinan. Paket III : Pemahaman lingkungan. minat dan kemampuan diri berkaitan dengan karir yang akan dikembangkan. (2) Mengelola informasi diri. Rangkuman Bimbingan Karir adalah suatu layanan pemberian bantuan oleh guru pembimbing kepada individu untuk dapat mengenal dunia karir. (4) Pertentangan nilai-nilai sendiri dengan orang lain. Jadi bimbingan dan konseling karir yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai informasi. terdiri atas sub topik sebagai berikut: (1) Menyusun informasi diri. Dengan bimbingan karir ini siswa dibantu agar memperoleh pemahaman diri. (4) Keputusan dan rencana. dosen atau instruktur. (2) Pemahaman tentang berbagai macam profesi sebagai alternatif pengembangan karir. lingkungannya dan dunia kerja. (3) Pertentangan nilai-nilai dalam diri sendiri. Peserta pelatihan diajak diskusi untuk mengidentifikasi contoh-contoh materi bimbingan karir yang ada dalam setiap jenjang pendidikan. c. e. (5) Merencanakan masa depan. 3. Bimbingan karir disekolah adalah salah satu usaha untuk memecahkan masalah karir. d. Berlatihlah merumuskan pengertian yang saudara jumpai dalam bahan ajar ini dengan kalimat saudara sendiri sejauh tidak menyimpang dari maksud kalimat dalam bahan ajar ini. Lembar Kegiatan Untuk memperoleh pemahaman yang mendalam pada bab ini. siapkan pula alat tulis berupa spidol warna atau stabilo untuk menandai hal-hal yang penting. (4) Pemahaman tentang berbagai macam jurusan dibidang pendidikan.

latihan dalam jabatan. Berikan contoh materi layanan karir yang dapat digunakan dalam pelaksanaan layanan penguasaan konten! Beri penjelasan! 156 . F. (7) Pengembangan kemampuan manajemen dan kepemimpinan. minat dan kemampuan diri berkaitan dengan karir yang akan dikembangkan. Materi pokok layanan bimbingan karir.karir. (5) Pengembangan kemampuan berkompetensi. (2) Pemahaman tentang berbagai macam profesi sebagai alternatif pengembangan karir. (4) Pemahaman tentang berbagai macam jurusan dibidang pendidikan. (6) Pemahaman strategi mimilih sekolah dan jurusan. Menurut anda. (3) Pemahaman dan pengembangan kemampuan wirausaha. apa tujuan dari bidang layanan karir yang dapat digunakan dalam pelaksanaan Bimbingan klasikal? 2. melakukan perencanaan karir untuk mencapai cita-cita pekerjaan dengan mengambil mata pelajaran yang mendukung pekerjaan. Tes Formatif 1. dan mengejar latihan lebih lanjut di perguruan tinggi atau pendidikan setelah sekolah lanjutan yang mengantarkan siswa pada kualifikasi untuk pekerjaan khusus. antara lain: (1) Pemahaman tentang bakat.

BAB VII STANDAR KOMPETENSI KEMANDIRIAN PESERTA DIDIK Standar Kompetensi Kemandirian (SKK) Peserta Didik pada Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama adalah sebagai berikut: No Tataran/Internalisasi Tujuan Akomodasi Tindakan Melakukan berbagai Landasan hidup Mengenal arti dan Berminat mempelajari kegiatan ibadah religius tujuan ibadah arti dan tujuan ibadah dengan kemauan sendiri Memahami Mengenal alasan Bertindak atas keragaman Landasan perilaku perlunya mentaati pertimbangan diri aturan/patokan dalam etis aturan/norma terhadap norma yang berperilaku dalam berperilaku berlaku konteks budaya Memahami Mengekspresikan Mengenal cara-cara keragaman ekspresi perasaan atas dasar Kematangan emosi mengekspresikan perasaan diri dan pertimbangan perasaan secara wajar perasaan orasaan kontekstual orang lain Mempelajari cara-cara Menyadari adanya Mengambil keputusan Kematangan pengambilan keputusan resiko dari berdasarkan intelektual dan pemecahan pengambilan pertimbangan resiko masalah keputusan yang mungkin terjadi. ulet perilaku hemat. ulet kewirausahaan sungguh-sungguh dan sungguh-sungguh sungguh-sungguh dan (kemandirian konpetitif dalam dan konpetitif dalam konpetitif dalam perilaku ekonomis) kehidupan sehari-hari.kehidupan sehari-hari. pendidikan Wawasan dan persyaratan dan pendidikan dan aktivitas dan aktifitas yang kesiapan karier aktivitas yang dalam dengan mengandung menuntut pemenuhan kemampuan diri relevansi dengn kemampuan tertentu kemampuan diri Kematangan Mempelajari normaMenyadari Bekerja sama dengan hubungan dengan norma pergaulan keragaman latar teman sebaya yang teman sebaya dengan teman sebaya belakang teman beragam latar Aspek Perkembangan Pengenalan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 157 . Menghargai peranan Berinteraksi dengan Mengenal peran-peran diri dan orang lain lain jenis secara Kesadaran gender sosial sebagai laki-laki sebagai laki-laki atau kolaboratif dalam atau perempuan perempuan dalam memerankan peran kehidupan sehari-hari jenis Meyakini keunikan diri sebagai aset yang Mengenal kemampuan Menerima keadaan Pengembangan diri harus dikembangkan dan keinginan diri diri secara positif secara harmonis dalam kehidupan Mengenal nilai-nilai Menyadari manfaat Membiasakan diri Perilaku perilaku hemat. pekerjaan. Mempelajari cara-cara Berinteraksi dengan Menghargai nilai-nilai Kesadaran memperoleh hak dan orang lain atas dasar persahabatan dan tanggung jawab memenuhi kewajiban nilai-nilai keharmonisan dalam sosial dalam lingkungan persahabatan dan kehidupan sehari-hari kehidupan sehari-hari keharmonisan hidup. ulet hidup hemat. kehidupan sehari-hari. Mengidentifikasi Menyadari Mengekspresikan ragam alternatif keragaman nilai dan ragam pekerjaan.

sungguhsungguh-sungguh dan hemat. ulet. sengguhsungguh dan kompetitif kompetitif sebagai aset sungguh dan atas dasar kesadaran untuk mencapai hidup kompetitif dalam sendiri mandiri keragaman kehidupan Mempelajari kemampuan diri. yang melandasi karir dengan pendidikan.ulet. Mengembangkan peluang dan ragam Internalisasi nilai-niolai alternatif perencanaan pekerjaan.terbuka dan tidak lain sendiri dan orang lain menimbulkan konflik Mempelajari caraMenyadari akan Mengambil keputusan cara pengambilan keragaman alternatif dan pemecahan keputusan dan keputusan dan masalah atas dasar pemecahan masalah konsekuensi yang informasi/data secara secara objektif dihadapinya obyektif Menyadari nilai-nilai Mempelajari persahabatan dan Berinteraksi dengan keragaman interaksi keharmonisan dalam orang lain atas dasar sosial konteks keragaman kesamaan interaksi sosial Menghargai keragaman Mempelajari perilaku Berkolaborasi secara peraan laki-laki atau kolaborasi antar jenis harmonis dengan lain perempuan sebagai dalam ragam jenis dalam keragaman aset kolaborasi dan kehidupan peran keharmonisan hidup Menerima keunikan diri Mempelajari keunikan Menampilkan keunikan dengan segala diri dalam konteks diri secara harmonis kelebihan dan kehidupan sosial dalam keragaman kekurangannya Mempelajari strategi Menerima nilai-nilai dan peluang untuk Menampilkan hidup hidup hemat.yang beragam latar belakangnya sebaya yang belakangnya mendasari pergaulan Standar Kompetensi Kemandirian (SKK) Peserta Didik pada Sekolah Lanjutan Tingkat Atas adalah sebagai berikut: No 1 Aspek Perkembangan Landasan hidup religious Landasan perilaku etis Tataran/Internalisasi Tujuan Akomodasi Tindakan Mengembangkan Melaksanakan ibadah Mempelajari hal ihwal pemikiran tentang atas keyakinan sendiri ibadah kehidupan beragama disertai sikap toleransi Mengenal keragaman Menghargai Keragaman Berperilaku atas dasar sumber norma yang sumber norma sebagai keputusan yang berlaku di rujukan pengambilan mempertimbang kan masyaraakat keputusan aspek-aspek etis Mengekspresikan Mempelajari caraBersikap toleran perasaan dalam caracara menghindari terhadap ragam cara yang konflik dengan orang ekspresi perasaan diri bebas.ulet berperilaku hemat. peluang pada pengembangan dan ragam karir alternatif karir yang lebih terarah Mempelajari caraMenghargai nilai-nilai Mempererat jalinan cara membina dan kerjasama dan toleransi persahabatan yang Pengenalan 2 3 Kematangan emosi 4 Kematangan intelektual 5 Kesadaran tanggung jawab sosial 6 Kesadaran gender 7 Pengembangan diri Perilaku kewirausahaan (kemandirian perilaku ekonomis) 8 9 Wawasan dan kesiapan karier 10 Kematangan hubungan 158 . dan pertimbangan pemilihan mempertimbangkan aktifitas yang terfokus alternatif karir kemampuan.

Hallen A. Mugiarso. 2003. 2006. Jakarta: Quantum Teaching. Bimbingan dan Konseling. Psikologi Belajar. Erman. Kesebelas aspek perkembangan tersebut adalah: (1) Landasan hidup religius. 2005. (7) Pengembangan diri. Masing-masing aspek perkembangan memiliki tiga dimensi tujuan. 2004. Marsudi.dengan teman sebaya kerjasama dan toleransi dalam pergaulan dengan teman sebaya sebagai dasar untuk lebih akrab dengan menjalin persahabatan memperhatikan norma dengan teman sebaya yang berlaku Mengharagai normanorma pernikahan dan berkeluarga sebagai landasan bagi terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis Mengekspresikan keinginannya untuk mempelajari lebih intensif tentang norma pernikahan dan berkeluarga Kesiapan diri Mengenal norma11 untuk menikah norma pernikahan dan berkeluarga dan berkeluarga Dalam konteks pembelajaran Standar Kompetensi ini disebut Standar Kompetensi Lulusan (SKL). Yogyakarta: UCY Press. yang di dalamnya mencakup sepuluh aspek perkembangan individu (SD dan SLTP) dan sebelas aspek perkembangan individu (SLTA dan PT). Nurihsan & Yusuf . Bimbingan dan Konseling Pola 17. Layanan Konseling Di Sekolah. (2) Landasan perilaku etis. DAFTAR PUSTAKA Ahmadi. Landasan Bimbingan dan Konseling. Rahman. Yusup Purnomo. (2) akomodasi (memperoleh pemaknaan dan internalisasi atas aspek dan tugas perkembangan [standar kompetensi] yang harus dikuasai) dan (3) tindakan (perilaku nyata dalam kehidupan seharihari dari aspek dan tugas perkembangan [standar kompetensi] yang harus dikuasai). Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling. Rambu-Rambu Penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling dalam Jalur Pendidikan Formal. sementara dalam konteks Bimbingan dan Konseling Standar Kompetensi ini dikenal dengan istilah Standar Kompetensi Kemandirian (SKK). Renita. Bandung : PT Remaja Rosda Karya. Prayitno dan Amti. S.2006. Bimbingan dan Konseling. (9) Wawasan dan kesiapan karier. dan (11) Kesiapan diri untuk menikah dan berkeluarga (hanya untuk SLTA dan PT). (8 ) Perilaku kewirausahaan (kemandirian perilaku ekonomis). Heru. 2010. Semarang : UPT MKK Universitas Negeri Semarang. 2007. Mulyaningtyas. Jamal. (3) Kematangan emosi. (10) Kematangan hubungan dengan teman sebaya. 2007. Jakarta: Penerbit Erlangga. 159 . Jakarta: Rineka Cipta.Jakarta. Bimbingan dan Konseling Di Sekolah. yaitu:(1) pengenalan/penyadaran (memperoleh pengetahuan dan pemahaman tentang aspek dan tugas perkembangan [standar kompetensi] yang harus dikuasai). (5) Kesadaran tanggung jawab sosial. Abu. Jakarta: PT Rineka Cipta. 2006. (6) Kesadaran gender. Nurihsan. Bimbingan dan Konseling dalam Berbagai Latar Kehidupan. Surakarta: Muhammadiyah University Press. Depdiknas. Bimbingan dan Konseling untuk SMA dan MA Kelas X. Bandung : Refika Aditama. Saring. (4) Kematangan intelektual. Achmad Juntika. Yogyakarta: Diva Press.2010. 2004. Asmani M. B.

Semarang: Satya Wacana. Bandung: Rizqi Press. Jakarta: Rineka Cipta. 2006. Gelora Aksara Pratama. Layanan Bimbingan Belajar di Sekolah Menengah. Yulita. Sarono. Sukardi. 2004. Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Pengantar Pelaksanaan Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah. 2008.Rintyastini. Santoso. Syamsu. Winkel dan Hastuti. 2010. Jakarta: PT. 2009. Tohirin. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi. 2005. Yogyakarta: Media Abadi. Slameto. Jakarta: Depdikbud. 2008. Yusuf. Dewa Ketut. Totok. Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Dan Suzy Yulia. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah. 1988. Suharsimi Arikunto. 160 . Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Pedoman Pelayanan Bimbingan dan Konseling SMP. Sri. Bimbingan Dan Konseling Untuk SMP Kelas VIII. Jakarta: Rineka Cipta. Jakarta : Bima Aksara. 2007.

3. lakukan pencatatan seperlunya terhadap hal-hal yang saudara anggap penting. Meski sifatnya latihan. Dalam kurikulum Program Studi Bimbingan dan Konseling sebagaimana disepakati oleh Forum Komunikasi Jurusan/Program Studi Bimbingan dan Konseling Indonesia pada Workshop Nasional Kurikulum Program Studi Bimbingan dan Konseling tanggal 28-29 Maret 2009 di Hotel Satelit Surabaya. selanjutnya peserta pelatihan dipandu untuk berlatih mempersiapkan dan mempraktikkan masingmasing teknik tersebut. (i) tes kepribadian. C. dan jika masih belum terjawab dapat ditanyakan kepada dosen atau instruktur ketika pelatihan berlangsung. Sedangkan kebutuhan terhadap pengetahuan dasar bimbingan dan konseling mengingat bahwa. dan Profesi Konselor. Semua teknik diawali dengan penyajian materi secara teoretik. bukan untuk kepentingan yang lain. Petunjuk Belajar Dalam mempelajari buku ajar ini. 1. teknik non-tes ini dikenal sebagai mata kuliah ”Pemahaman Individu Teknik Nontes dan Praktikum Teknik Nontes”. Manfaatkan kesempatan tanya jawab dan diskusi untuk bertanya dan meminta penjelasan atas materi yang belum saudara pahami. (c) daftar cek masalah (DCM). demikian pula jika saudara menemukan sumber yang berbeda perlu dikonfirmasi dan dikomunikasikan dengan baik kepada dosen atau instruktur pelatihan. hasil pemahaman terhadap individu (konseli) adalah untuk kepentingan pelayanan bimbingan dan konseling. (h) tes bakat umum. Pada setiap akhir setiap bab yang membahas suatu teknik. Ikuti penyajian materi oleh dosen atau instruktur dengan cermat dan sungguhsungguh. (e) angket. setiap peserta pelatihan disarankan menempuh langkah-langkah berikut ini. 161 . (g) tes inteligensi umum. Prasyarat Mengingat aspek yang hendak dipahami konselor berkaitan dengan gejala-gejala psikis seseorang (terutama konseli) dalam kerangka bimbingan dan konseling. B. untuk selanjutnya menerapkannya dalam pelayanan bimbingan dan konseling. (d) sosiometri. Berbagai hal yang belum dipahami dalam disksusi dengan teman sejawat sebaiknya dicari penjelasannya dalam kepustakaan yang relevan. disediakan tugas-tugas yang harus saudara lakukan mulai persiapan hingga melakukan tindakan praktik teknik tertentu. mengingat gejala yang dipahami adalah gejala-gejala psikologis yang muncul dalam bentuk ucapan dan tingkah laku seseorang dalam kehidupannya sehari-hari. dan lebih baik lagi jika beberapa peserta berkelompok memahami dan mendiskusikan isi buku ajar ini. Sebelum pelatihan dilaksanakan seyogyanya peserta pelatihan telah membaca terlebih dahulu buku ajar ini. (b) teknik observasi. (j) tes prestasi belajar. memahami kekuatan dan keterbatasan personal dan profesional. Lingkup isi buku ajar ini mencakup (a) pengertian dan tujuan pemahaman individu. 2. seyogyanya saudara melakukannya dengan sungguhsungguh dan lakukan pencatatan dengan sebaik-baiknya sebagai laporan praktik. Kebutuhan pengetahuan dasar psikologi ini mutlak. dan secara konsisten menampilkan perilaku sesuai kode etik profesi konselor. (k) pemanfaatan hasil nontes dan tes untuk konseling individual. (f) wawancara. Sementara profesi konselor memberikan pemahaman bahwa nilai-nilai pribadi konselor dapat mempengaruhi respon-respon konselor terhadap klien. Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling. sedangkan teknik tes diberikan dalam mata kuliah ”Pemahaman Individu Teknik Tes dan Praktikum Teknik Tes”. maka prasyarat yang harus dimiliki oleh setiap peserta pelatihan adalah memahami Psikologi.BAB I PENDAHULUAN A. Deskripsi Materi buku ajar Pemahaman Individu mencakup teknik nontes dan tes.

3 Menyusun dan mengembangkan instrumen asesmen untuk keperluan bimbingan dan konseling 11.7 Mengakses data dokumentasi tentang konseli dalam pelayanan bimbingan dan konseling 11. Oleh karena itu setiap peserta pelatihan dan dosen atau instruktur harus berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mencapai indikator kompetensi di atas secara benar. Untuk mempraktikkan teknik-teknik yang disajikan dalam buku ajar ini tidak terlalu sulit. D.4 Mengadministrasikan asesmen untuk mengungkapkan masalah-masalah konseli.1 Menguasai hakikat asesmen 11.5 Memilih dan mengadministrasikan teknik asesmen pengungkapan kemampuan dasar dan kecenderungan pribadi konseli. ada baiknya saudara lebih banyak membaca berbagai referensi yang berhubungan dengan kehidupan manusia yang sekarang ini banyak tersedia di toko buku. sebab subjek yang bisa saudara gunakan praktik ada di sekitar saudara. teman sepelatihan. Dalam hal ini. Untuk itu praktikkanlah dan manfaatkan setiap kesempatan untuk berlatih memahami sifat-sifat atau karakteristik orang lain. Bagi setiap konselor penguasaan terhadap kompetensi tersebut dapat diukur dengan indikator sebagai berikut: 11. 5. di internet yang luar bisaa banyaknya (dan cenderung lebih murah dari pada buku teks).6 Memilih dan mengadministrasikan instrumen untuk mengungkapkan kondisi aktual konseli berkaitan dengan lingkungan 11.8 Menggunakan hasil asesmen dalam pelayanan bimbingan dan konseling dengan tepat 11. 11. 11.2 Memilih teknik asesmen.4. teman guru.9 Menampilkan tanggung jawab profesional dalam praktik asesmen Hasil belajar dalam pelatihan dikatakan terpenuhi jika penguasaan terhadap indikator tersebut di atas mencapai 80%. Kompetensi dan Indikator Kompetensi utuh yang harus dimiliki oleh setiap konselor ada 17 butir sebagaimana disebutkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 27 Tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor. 162 . Untuk lebih mempertajam cara pandang saudara. atau siswa di sekolah saudara. dan masalah konseli. kompetensi yanag terkait langsung dengan pemahaman individu adalah kompetensi butir 11 yaitu Menguasai konsep dan praksis asesmen untuk memahami kondisi. sesuai dengan kebutuhan pelayanan bimbingan dan konseling 11. kebutuhan. subjek itu bisa jadi tetangga rumah.

Dalam konteks bimbingan dan konseling. 2. (b) Memilih teknik asesmen.BAB II PENGERTIAN DAN TUJUAN Kegiatan Belajar 1 A. lingkungan keluarga. Aiken (1997:1) menunjukkan bahwa manusia dalam kenyataannya berbeda-beda dalam kemampuan berpikirnya. mengerti dan memahami tersebut dilakukan oleh konselor terhadap konseli. check list. Semuanya itu bisa ditaksir atau diukur dengan bermacam-macam cara. Pemahaman atau penilaian tersebut dimaksudkan untuk kepentingan pemberian bantuan bagi pengembangan potensi yang ada padanya (developmental) dan atau penyelesaian masalah-masalah yang dihadapinya (klinis). rating scale. Dengan demikian individu akan memperoleh bantuan yang tepat dan terarah. kita tidak mungkin dapat memberikan pertolongan kepada seseorang sebelum kita kenal atau paham dengan orang tersebut. dan tingkah lakunya. dengan tujuan agar kita semakin memahami mengapa pemahaman individu diperlukan dalam bimbingan dan konseling. dan (c) Menyusun dan mengembangkan instrumen asesmen untuk keperluan bimbingan dan konseling. inventories. Dari rumusan tersebut bisa diidentifikasi bahwa pemahaman individu adalah suatu cara untuk memahami. mengarahkan dirinya sesuai dengan kemampuan dan potensinya sehingga mencapai penyesuaian diri dengan lingkungan keluarga. c. sekolah dan masyarakat). inventori. sekolah dan masyarakat”. projective techniques. Pengertian Pemahaman Individu Pemahaman individu oleh Aiken (1997:454) diartikan sebagai “Appraising the presence or magnitude of one or more personal characteristic. daftar cek. teknik projektif. terlebih dahulu kita pelajari tentang pengertian bimbingan dan konseling. Cara yang digunakan meliputi observasi. Scribd. interview. dan/atau sumber data selain konseli yang bisa memberikan keterangan tentang konseli. setiap peserta pelatihan diharapkan memahami konsep dan praksis asesmen untuk memahami kondisi. 163 .com (2009) mendefinisikan bimbingan dan konseling sebagai ”suatu bantuan yang diberikan seseorang (konselor) kepada orang lain (klien) yang bermasalah psikis. Assessing human behavior and mental processes includes such procedures as observations. karakter kepribadiannya. skala penilaian. Uraian Materi 1. sesuai dengan kebutuhan pelayanan bimbingan dan konseling. sosial dengan harapan klien tersebut dapat memecahkan masalahnya. dan masalah konseli. Salah satu hal yang penting dalam bimbingan dan konseling ialah memahami individu secara keseluruhan baik masalah yang dihadapi maupun latar belakangnya. dan beberapa jenis tes. and tests”. Berdasarkan pengertian bimbingan dan konseling di atas. B. potensi. menilai atau menaksir karakteristik. Dengan demikian pemahaman individu adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh seseorang untuk mengerti dan memahami individu lain. dapat disimpulkan perlunya pemahaman individu dalam bimbingan dan konseling sebagai berikut : b. Kompetensi dan Indikator Setelah mempelajari materi ini. Di dalam bimbingan dan konseling. interviews. memahami dirinya. dan atau masalah-masalah (gangguan) yang ada pada individu atau sekelompok individu. Tujuan Pemahaman Individu dalam Bimbingan dan Konseling Sebelum kita membahas lebih lanjut mengenai perlunya pemahaman individu dalam kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling. Sebagai indikator bahwa peserta telah memahami hakikat pemahaman individu mereka (a) Memahami hakikat asesmen. Dengan kata lain perlunya pemahaman individu dalam layanan bimbingan dan konseling adalah agar individu memperoleh bantuan yang sesuai dengan kemampuan dan potensinya agar apa yang diharapkannya dapat tercapai (artinya individu dapat mencapai penyesuaian diri dengan dirinya sendiri. kebutuhan.

Pelajari bab II buku ajar ini baik-baik. Rangkuman 1. Cara yang digunakan meliputi observasi. Kita semakin mampu menerima keadaan individu (siswa) seperti apa adanya dan sekaligus keberadaan siswa baik dari segi kelebihan maupun kekurangannya. 2. C. remaja. 164 . Kemudian jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut: a. potensi. Mengenal pribadinya (hakekat individu dan kebutuhannya).Pemahaman individu dalam layanan bimbingan dan konseling bertujuan agar: 1. menilai atau menaksir karakteristik. Kita semakin mampu memperlakukan siswa sebagaimana mestinya dalam arti lain mampu memberikan bantuan seperti yang dikehendaki oleh siswa. Lembar Kegiatan Untuk memperoleh pemahaman yang mendalam pada bab ini seyogyanya saudara mengikuti langkah-langkah berikut: 1. Rumuskan persamaan sifat-sifat umum di antara mereka yang saudara tangkap dalam observasi! c. latar belakang pendidikannya. Berlatihlah menggali data. atau cari penjelasannya di buku-buku psikologi dan/atau bimbingan dan konseling. Mengapa? Karena individu/manusia adalah makhluk yang paling dinamis. setiap saat manusia berkembang dan berubah. interview. daftar cek. Tunjukkan perbedaan sifat-sifat 10 orang tersebut yang satu dengan lainnya! b. Dalam upaya mengenali/memahami sasaran tidak mungkin bisa mengenalinya sampai seratus persen. b. Latihan 1. bisa pula download dari internet. 4. 3. Mengenal Sasaran Pemahaman Individu Sasaran yang dimaksud dalam pelayanan bimbingan dan konseling adalah individu/manusia. apa yang saudara lakukan untuk tetap memperoleh data yang saudara harapkan? 5. 3. 2. Lakukan pengamatan dan pencatatan secara cermat terhadap 10 orang peserta pelatihan di sekitar saudara. dan orang dewasa. teknik projektif. Lakukan pula percobaan menggali data pada anak-anak. skala penilaian. dosen atau instruktur. Berlatihlah merumuskan pengertian yang saudara jumpai dalam buku ajar ini dengan kalimat saudara sendiri sejauh tidak menyimpang dari maksud kalimat dalam buku ajar ini. kemampuan berpikirnya. dan beberapa jenis tes. siapkan pula alat tulis berupa spidol warna atau stabilo untuk menandai hal-hal yang penting. jika saudara gagal dengan suatu cara. E. Mengenal masalah dan perkembangannya. c. Apa keuntungan bagi konselor dan guru pada umumnya jika memahami sifatsifat pribadi siswa asuhnya? D. d. Mengenal cara individu dalam menghadapi masalah. atau lihat kamus/ensiklopedi. Apa yang perlu dikenal dari setiap sasaran? a. Kita terhindar dari gangguan komunikasi. 3. sehingga mampu menciptakan relasi yang semakin baik. jika perlu tanyakan kepada teman sejawat. Catat perbedaan yang diperoleh saat menggali data dengan teknik yang sama terhadap subjek yang berbeda usianya. Cermati beberapa istilah penting yang ada di dalamnya. Mengenal reaksi individu dalam menghadapi masalah. budayanya. Pemahaman individu adalah suatu cara untuk memahami. inventori. dan atau masalah-masalah (gangguan) yang ada pada individu atau sekelompok individu.

Tuliskan pula kemungkinan negatif jika konselor tidak bisa memahami konseli yang dilayaninya! 165 . Pemahaman individu diperlukan dalam bimbingan dan konseling. Sedangkan tujuan pemahaman individu adalah untuk (1) Kita semakin mampu menerima keadaan individu (siswa) seperti apa adanya dan sekaligus keberadaan siswa baik dari segi kelebihan maupun kekurangannya. 3. mengapa seorang konselor perlu memahami karakteristik individu yang dibimbingnya? 2. Tes Formatif 1. dan (3) Kita terhindar dari gangguan komunikasi. kita tidak mungkin dapat memberikan pertolongan kepada seseorang sebelum kita kenal atau paham dengan orang tersebut. karena (a) Di dalam bimbingan dan konseling. sehingga mampu menciptakan relasi yang semakin baik. Tunjukkan pula semua alasan mengapa seseorang konselor perlu memahami dan terampil menggunakan bermacam-macam teknik? 3.2. Tuliskan semua manfaat bagi konselor bila ia terampil menggunakan bermacammacam teknik asesmen! 4. (2) Kita semakin mampu memperlakukan siswa sebagaimana mestinya dalam arti lain mampu memberikan bantuan seperti yang dikehendaki oleh siswa. Tunjukkan semua alasan. F. (b) Salah satu hal yang penting dalam bimbingan dan konseling ialah memahami individu secara keseluruhan baik masalah yang dihadapi maupun latar belakangnya.

BAB III PEMAHAMAN INDIVIDU TEKNIK NONTES Kegiatan Belajar 2 A. Kompetensi dan Indikator Kompetensi yang terkait dengan materi ini adalah (1) Memilih teknik asesmen, sesuai dengan kebutuhan pelayanan bimbingan dan konseling, (2) Menyusun dan mengembangkan instrumen asesmen untuk keperluan bimbingan dan konseling, dan (3) Mengadministrasikan asesmen untuk mengungkapkan masalah-masalah konseli. Oleh karena itu, setelah mempelajari materi ini, diharapkan peserta pelatihan mampu melakukan observasi dalam rangka bimbingan dan konseling dengan benar. Kemampuan melakukan observasi itu ditampilkan dalam (a) mampu memilih jenis instrument yang tepat untuk memperoleh data individu: observasi, daftar cek masalah (DCM), sosiometri, angket, dan/atau wawancara, (b) mampu merancang atau mempersiapkan observasi, daftar cek masalah (DCM), sosiometri, angket, dan wawancara dengan benar, (c) mampu memanfaatkan alat-alat bantu observasi, daftar cek masalah (DCM), sosiometri, angket, dan wawancara, (d) mampu melaksanakan analisis hasil observasi, daftar cek masalah (DCM), sosiometri, angket, ataukah wawancara dengan benar, dan (e) mampu memanfaatkan hasil observasi, daftar cek masalah (DCM), sosiometri, angket, dan wawancara untuk kepentingan bimbingan dan konseling dengan tepat. B. Uraian Materi 3.1 Observasi 3.1.1 Pengertian Observasi Dari berbagai pengertian metode observasi yang dapat dilacak dari berbagai sumber, penulis menyimpulkan bahwa metode observasi sebagai alat pengumpul data adalah kegiatan pengamatan (secara inderawi) yang direncanakan, sistematis, dan hasilnya dicatat serta dimaknai (diinterpretasikan) dalam rangka memperoleh pemahaman tentang subjek yang diamati. Pengertian tersebut menunjukkan karakteristik observasi sebagai berikut: 1) Observasi merupakan kegiatan pengamatan terhadap suatu objek perilaku subjek yang diamati. 2) Kegiatan tersebut pada pokoknya menggunakan dan memanfaatkan kemampuan indera pengamatan, terutama mata dan telinga. 3) Kegiatan pengamatan harus direncanakan sesuai dengan tujuan yang akan dicapai/diperoleh. 4) Kegiatan pengamatan dilakukan secara sistematis yaitu dengan prosedur (uruturutan, langkah-langkah) tertentu. 5) Hasilnya segera dicatat begitu pengamatan selesai, sehingga tidak lupa dan menyebabkan data pengamatan bisa. 6) Catatan pengamatan digunakan untuk memaknai perilaku subjek yang diamati, sehingga pengamat memperoleh pemahaman tertentu atas subjek itu. 3.1.2 Bentuk-bentuk Observasi Menurut cara dan tujuannya, Surya dan Natawidjaja (1997:226) membedakan observasi menjadi observasi partisipatif, observasi sistematis, dan observasi experimental. 1. Observasi partisipatif, ialah observasi di mana orang yang mengobservasi (pengamat, observer) benar-benar turut serta mengambil bagian dalam kegiatan yang dilakukan oleh orang atau objek yang diamati ( observee, observi). Misalnya guru mengamati perilaku siswa di kelas sambil mengajar, sehingga guru langsung dalam kegiatan pembelajaran yang dilakukan guru dan siswa. Atau guru mengamati perilaku siswa pada saat mengikuti olahraga ekstrakurikuler dengan cara guru terlibat langsung sebagai peserta olehraga tersebut. Apabila pengamat tidak mengambil bagian sama sekali dalam kegiatan orang atau objek yang diobservasi, maka observasi itu disebut

166

observasi nonpartisipatif. Misalnya guru mengamati perilaku siswa dalam diskusi, guru tersebut tidak ikut diskusi tetapi mengamati dari luar kelompok diskusi. 2. Observasi sistematis atau disebut juga observasi terstruktur, ialah observasi di mana sebelumnya telah diatur struktur yang berisikan faktor-faktor yang telah diatur berdasarkan kategori masalah yang hendak diobservasi. Pada observasi sistematis ini, observer sebelumnya menyusun kisi-kisi yang memuat faktor-faktor yang akan diobservasi beserta kategori masalahnya. Berdasarkan kisi-kisi tersebut, observer selanjutnya menjabarkan dalam daftar cek dan/atau skala penilaian. Apabila dalam suatu observasi tidak terdapat sistematika struktur kategori itu, observasi itu disebut observasi nonsistematis atau tidak terstruktur. 3. Observasi experimental, ialah observasi yang dilakukan secara nonpartisipatif dan secara sistematis, untuk mengetahui perubahan-perubahan atau gejala-gejala sebagai akibat dari situasi yang sengaja diadakan. Misalnya untuk mengetahui perkembangan klien setelah dilakukan treatment dalam konseling individual (perorangan); konselor mengobservasi perilaku siswa tersebut yang mengalami kesulitan untuk mengemukakan pendapat dalam diskusi. Konselor merancang suatu diskusi (nonpartisipatif) beserta pedoman observasi untuk mengamati perilaku siswa tersebut dalam mengemukakan dan/atau menanggapi pendapat pada saat kegiatan diskusi (sistematik). Berdasarkan pengamatan tersebut, konselor dapat membuat interpretasi tentang hasil dan perkembangan treatment terhadap klien tersebut; apakah klien sudah berkembang atau belum kemampuannya mengemukakan dan/atau menanggapi pendapat dalam kegiatan diskusi. Untuk memahami individu, metode observasi ini mempunyai manfaat yang cukup dapat disaudaralkan, karena mempunyai beberapa kelebihan dan kekurangan sebagaimana dikemukakan oleh Djumhur dan Surya (1981:52). Kelebihan-kelebihan observasi adalah sebagai berikut: 1) Observasi merupakan teknik yang langsung dapat digunakan untuk memperoleh data berbagai aspek tingkah laku. 2) Bagi observi, hal ini lebih meringankan dibandingkan dengan apabila mereka disuruh mengisi angket atau menjawab pertanyaan. 3) Teknik observasi memungkinkan dilakukan pencatatan yang serempak dengan terjadinya gejala atau kejadian penting. 4) Observasi dapat merupakan teknik untuk mencek data yang diperoleh dengan teknik lain seperti wawancara, angket (kuesioner), dan sosiometri. 5) Dengan observasi observer tidak memerlukan bahasa verbal sebagai alat untuk memperoleh data. 6) Dengan observasi dapat dieroleh data, gejala atau kejadian yang sebenarnya dan langsung. Selain beberapa keuntungan sebagaimana tersebut di atas, observasi juga memiliki kelemahan-kelemahan sebagai berikut: 1) Banyak hal yang tidak dapat diungkap dengan observasi, misalnya kehidupan pribadi yang bersifat rahasia. 2) Apabila siswa (atau observi lainnya) mengetahui bahwa mereka sedang diobservasi, mungkin sekali mereka melakukan kegiatan yang tidak wajar lagi (perilakunya dibuat-dibuat). 3) Observasi banyak tergantung pada faktor-faktor yang tidak terkontrol. 4) Faktor subjektivitas observer sukar untuk dihindari. 3.1.3 Menyusun Panduan Observasi Agar observasi bisa dilakukan dengan baik, maka perlu dilakukan perencanaan secara cermat dalam bentuk panduan observasi. Langkah-langkah yang perlu diperhatikan dalam menyusun panduan observasi bisa ditempuh langkah-langkah berikut :

167

a. Tetapkan tujuan observasi, dengan selalu memperhatikan tujuan observasi diharapkan observer akan lebih terfokus pada tujuan observasi dan sekaligus tidak mudah tertarik kepada gejala-gejala yang sebenarnya tidak ada kaitannya dengan tujuan observasi. b. Pastikan dan fahami materi observasi, apa sebenarnya yang hendak diobservasi seyogianya sudah dikuasi dengan baik oleh observer. c. Gali variabel-variabel observasi; jika obyek atau materi observasi itu adalah ”kambing”, variabel-variabel itu adalah bagian-bagian penting yang pasti ada atau menjadi bagian penting dari binatang yang namanya ”kambing”; (misalnya kepala, badan, kaki, ekor, dan lain sebagainya). d. Gali pula sub variabel; terkadang suatu obyek bukan hanya terdiri dari satu variabel saja, tetapi ia terdiri dari sub-sub variabel; ibarat salah satu variabel dalam obyek observasi adalah ”kepala kambing”, maka pada kepala kambing itupun ada mata, telinga, hidung, tanduk, dan bulu. e. Tetapkan Indikator; indikator dimaknai sebagai ciri-ciri atau katrekteristik yang ada pada variabel atau sub-varibel. Langkah-langkah dalam menyusun panduan observasi (observasi guide) selanjutnya disajikan pada diagram berikut : LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN PANDUAN OBSERVASI

TETAPKAN TUJUAN

PASTIKAN & FAHAMI MATERI
JABARKAN KONSEP

TETAPKAN INDIKATOR

GALI VARIABEL & SUB-VARIABEL

OBSERVASI PENJAJAGAN

PANDUAN OBSERVASI

3.1.4 Alat-alat Bantu Observasi Beberapa alat bantu yang bisa digunakan untuk mendukung kegiatan observasi yaitu (a) daftar riwayat kelakuan atau catatan anekdot, (b) catatan berkala, (c) daftar cek, (d) skala penilaian, dan (e) alat-alat bantu mekanik (seperti tape recorder, kamera digital dan manual, handycam, camera CCTV, computer). 3.1.5 Analisis hasil observasi: individual dan kelompok Observasi dapat dilakukan untuk individual maupun kelompok. Mengacu pada pedoman observasi yang disajikan dalam contoh di buku ajar ini seorang konselor dapat memahami subjek setelah melakukan analisis data berdasarkan fakta yang diperoleh dari kegiatan observasi. Mari kita coba menganalisis hasil observasi yang sudah diperoleh konselor dari observer yang berbeda.

168

Contoh 3.1.4.1 Daftar riwayat kelakuan atau Catatan ankedot insidental (individual)
Nama siswa Sekolah / Kelas Hari, tanggal Tempat Peristiwa Interpretasi : : : : : : Srikandi SMA Madukara Semarang / X A Kamis, 9 Juni 2011 Ruang kelas X A Srikandi menangis menjerit-jerit pada waktu sehabis istirahat pertama karena bertengkar dengan Dessy teman sekelasnya

Semarang, 9 Juni 2011 Observer,

Bambang Tetuka, S.Pd.
Dari contoh 1 di atas konselor harus mampu membedakan antara peristiwa dengan interpretasi. Peristiwa merupakan fakta yang sebenarya terjadi yang bisa kita tangkap dengan panca indera. Sementara interpretasi merupakan makna yang diberikan oleh observer atas peristiwa yang terjadi. Konselor menginterpretasikan setelah melakukan investigasi (pelacakan) dan kajian lebih lanjut atas peristiwa yang terjadi. Informasi yang diperoleh dari pelacakan dan kajian tersebut diinterpretasikan sebagai cermin pemahaman individu oleh konselor. Dengan demikian bisa saja ada berbagai interpretasi atas peristiwa tersebut oleh beberapa konselor yang berbeda . Contoh 3.1.4.2: Daftar riwayat kelakuan atau Catatan anekdot insidental (kelompok) Masalah yang diobservasi Hari, tanggal Jam pelajaran ke Sekolah/Kelas Mata pelajaran Guru mata pelajaran Peristiwa Hesti memecahkan tabung reaksi : : : : : : Tingkah laku siswa pada waktu praktikum di laboratorium Kamis, 7 Juni 2012 4-5 SMA Pringgodani Kudus/XI IPA.5 Kimia Endang Pergiwa Paraf

Komentar observer Hesti bekerja tidak sungguh-sungguh, bahkan sambil bergurau dengan Anto saat mengadukaduk (menggoyang-goyang) dua zat kimia dalam tabung reaksi. Mungkin karena bergurau tabung lepas dan pecah.

Dani bertengkar dengan Iwan, hampir berkelahi

169

Sariman tangannya terbakar

Kesimpulan/komentar observer: Ketiga persitiwa tersebut terjadi karena siswa mengabaikan petunjuk guru dan tata tertib kerja praktek di laboratorium.

Semarang 7 Juni 2012 Ketua kelas,
Siti Sundari Catatan: Ketua kelas sebagai observer Dari contoh di atas, analisis observer ada pada kolom komentar observer, yang kemudian disimpulkan. Jika analisis berbeda, maka kesimpulan pun bisa berbeda pula. Contoh 3.1.4.3: Daftar riwayat kelakuan atau Catatan Anekdot Periodik Masalah yang diobservasi : Kejadian-kejadian pada waktu kerja kelompok Siswa yang diobservasi : Hesti Pramudita Hari ke 1 Peristiwa Hesti memecahkan tabung reaksi pada saat praktikum Kimia di laboratorium Hesti tidak ikut berbicara pada saat diskusi tentang life skill. Hesti banyak membuat kesalahan ketika bermain bola voli, sehingga regunya kalah. Komentar observer Guru bidang studi marah bukan hanya kepada Hesti tetapi juga kepada siswa lainnya, karena para siswa tidak mau mengikuti petunjuk guru. Mungkin dia tidak siap dengan dia Nampaknya Hesti memang tidak sehat dan tidak bersemangat untuk bermain, sehingga ia asal memukul bola. Paraf

2 3

Kesimpulan/komentar observer: Perlu ada pendekatan pribadi, sehingga dapat diketahui apakah Hesti memang sakit atau sedang menghadapi masalah.

Semarang 2 Juni 2012 Wali kelas,

Drs.Gegap Gempita Dari contoh di atas, analisis observer ada pada kolom komentar observer, yang kemudian disimpulkan. Jika analisis dilakukan oleh konselor yang berbeda, bisa jadi kesimpulannya berbeda pula.

170

Contoh 3.1.4.4: Skala Penilaian Deskriptif Nama siswa Kelas Jenis kelamin Hari dan tanggal Aspek yang diobservasi : Larasati : VIIB SMP Pringgodani Semarang : Perempuan : Jum’at, 15 Juni 2012 : Keaktifan dalam mengikuti pelajaran Alternatif Penilaian KadangSering kadang       Tidak pernah

Aspek yang diobservasi 1. Mengajukan pertanyaan kepada guru 2. Menjawab pertanyaan guru 3. Menulis keterangan guru 4. Mendengarkan keterangan guru dengan sungguh-sungguh 5. Mendengarkan keterangan guru sambil berbicara dengan teman 6. Mendengarkan keterangan guru sambil bermain sendiri 7. Menjawab pertanyaan teman Komentar Observer:

Selalu

Larasati aktif mengikuti pelajaran di kelas

Semarang, 15 Juni 2012 Observer, ……………………….. Cobalah Saudara isi kolom pada contoh 4 di atas, kemudian buat analisis sehingga data yang Saudara peroleh mempunyai makna untuk memahami individu (Larasati).

171

Contoh 3.1.4.5 Skala Penilaian Grafis Nama siswa Kelas Jenis kelamin Hari dan tanggal Aspek yang diobservasi Mata pelajaran 5 menunjukkan minat setiap waktu 5 selalu mengajukan pertanyaan III. Mengerjakan tugas-tugas rumah 3 2 4 4 : Indrajit : XII IPS1 SMA Pringgodani Semarang : Laki-laki : Sabtu, 16 Juni 2012 : Kegiatan siswa dalam kelas : Sosiologi I. Minat belajar 3 2 1

tidak berminat yang baik sekali II. Mengajukan pertanyaan 3

2

1 tidak pernah bertanya

5 Selalu dikerjakan dan benar 5 Selalu hadir

4

1

Tidak pernah dikerjakan IV. Kehadiran di kelas 3

4

2

1 seringkali absen dan tanpa alasan

Komentar/kesimpulan: ……………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………… Semarang, 16 Juni 2012 Observer,

Drs. Gunawan Wibisono Buatlah analisis berdasarkan data yang diperoleh (kolom yang diarsir)

172

Berdasarkan data di atas yang sudah diberi tsaudara cek buatlah analisisnya sehingga data yang Saudara peroleh mempunyai makna untuk memahami Suyudana.6 Daftar Cek Individual Aspek yang diobservasi Nama murid Kelas/Sekolah Waktu observasi Situasi 1. Bambang Kombayana Perhatikan contoh 6 di atas. Drs. Pada saat pelajaran 2. 9 Juli 2012 Observer. Kerja kelompok 4.4. Istirahat 5.Contoh 3.1. Di perpustakaan 6. Pada waktu diskusi 3. Persiapan pulang sekolah Komentar Observer : : Ada tidaknya sifat mengganggu teman pada seorang murid : Suyudana : XII Bahasa/SMA Hastinapura Semarang : 2-7 Juli 2012 Hari observasi Senin Selasa Rabu Kamis Jum’at Sabtu Semarang. 173 .

7 Daftar Cek Kelompok Aspek yang diobservasi Kelas/Sekolah Tempat observasi Waktu observasi Aktivitas/kegiatan 1. Contoh 3. 4 Juli 2012 Observer. Meminta penjelasan 6. Beri tsaudara cek pada setiap kolom yang menunjukkan aktivitas/kegiatan setiap anggota kelompok.4. Menjelaskan pendapat 3. Bertanya 5.1.1. Menegaskan pendapat kelompok Komentar Observer : : Kegiatan diskusi kelompok persiapan karyawisata : XI Bahasa/SMA Hastinapura Semarang : Ruang kelas XI bahasa : 4 Juli 2012 Farida Siswa yang diobservasi Lampir Mardi Basir Jarot Kasim Semarang. Mengemukakan pendapat 2. Bambang Kombayana Perhatikan contoh 7 di atas. Drs. Menentang pendapat kelompok 4. Buatlah analisisnya sehingga data yang Saudara peroleh mempunyai makna untuk memahami masing-masing individu tersebut.8 Gambar 1 Endang Suburiyani masih sempat ”njenggelek” di saat teman-temannya serius mengerjakan soal-soal tes 174 .4.Contoh 3.

Dan masalah merupakan starting point di dalam kita memberikan layanan bimbingan konseling. 3. sebab masalah inilah yang mungkin menjadi sebab-sebab terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. karena dengan DCM dapat diperoleh banyak data tentang masalah dan kebutuhan siswa dalam waktu singkat 2.2 Alasan Penggunaan DCM Penggunaan Daftar Cek Masalah (DCM) dilakukan atas dasar pertimbangan efisien. sehingga individu dapat mencermati dan memilih masalah yang sesuai dengan dirinya. DCM dikatakan valid dan reliabel. di samping daftar jumlah item kemungkinan masalah yang tersedia cukup banyak.3 Fungsi dan Kegunaan DCM a.1. Validitas dan reliabilitas.2. karena data yang diperoleh melali DCM lebih teliti. sosiometri dan sebagainya 3. setiap konselor hendaknya memperhatikan beberapa hal sebagaimana disarankan oleh Sutoyo & Supriyo (2008). pengklasifikasian gejala.2 Daftar Cek Masalah (DCM 3. Intensif. 1. menjaga hubungan baik dengan observi. 3. Masalah siswa merupakan suatu hal yang penting diketahui oleh konselor. otobiografi. dan mungkin pula individu-individu lainnya. antara lain karena individu yang bersangkutan mengecek sendiri masalah yang telah atau sedang dialami. Fungsi DCM Sebagai salah satu cara untuk memahami individu dalam pelayanan bimbingan dan konseling. DCM mempunyai fungsi sebagai berikut: 175 . pemanfaatan alat pencatat data. Oleh karena itu dalam melaksanaan observasi. wawancara. Efisien.2.Gambar 2 Chiamick Group saat manggung di Jatim Park Batu Malang? 3. Data semacam ini sulit diperoleh melalui teknik lain seperti observasi. validitas dan reliabilitas (Sutoyo & Supriyo. dan libatkan beberapa orang observer. Pada prinsipnya masalah yang menimpa diri individu harus segera dipecahkan (diatasi) agar tidak mengganggu kehidupan individu yang bersangkutan. 3. intensif.2.1 Pengertian Daftar Cek Masalah (DCM) Daftar cek masalah (DCM) merupakan daftar cek yang khusus disusun untuk merangsang atau memancing pengutaraan masalah-masalah atau problem-problem yang pernah atau sedang dialami seseorang .6 Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan observasi Pada hakekatnya setiap metode pemahaman individu mengandung kelebihan dan keterbatasan. yaitu menggunakan metode pelengkap. mendalam dan luas. DCM dikatakan efisien. 2008).

Ruangan tempat identitas siswa yang mengerjakan DCM b. setiap siswa satu buku g) Membacakan petunjuk cara mengerjakan DCM. teliti dan memberitahukan waktu yang disediakan cukup lama (+ 40 menit) j) Mengontrol apakah siswa telah mengerjakan DCM dengan benar 176 . menyingkirkan benda-benda yang tidak perlu agar tidak mengganggu pelaksanaan b) Konselor menerangkan maksud menggunakan DCM itu. antara lain: a) Mengontrol situasi ruangan. Topik ini berdasarkan pengolahan tertentu tentang masalah 3. b. Kegunaan DCM Ada beberapa manfaat yang dapat diperoleh dengan menggunakan DCM. sementara siswa memperhatikan sambil membaca dalam hati petunjuk tersebut h) Memberi contoh (misal dengan menulis di papan tulis atau di layar LCD) cara mengerjakan DCM. yaitu: 1) Untuk melengkapi data individu yang sudah ada 2) Untuk mengenal individu yang perlu segera mendapat bimbingan khusus 3) Sebagai pedoman penyusunan program bimbingan klasikal dan bimbingan kelompok pada umumnya 4) Untuk mendalami masalah individu maupun kelompok 3.4 Isi Daftar Cek Masalah Daftar Cek Masalah berisi: a. yaitu sebelum melaksanakan. 1) Hal-hal penting dalam persiapan adalah: a) Menyiapkan bahan (buku DCM) sesuai dengan jumlah siswa b) Menguasai petunjuk cara mengerjakan DCM 2) Hal-hal penting yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan meliputi berbagai kegiatan.2. yaitu memberi tanda cek (√) pada nomor di lembar jawaban yang item nomor tersebut menjadi masalah bagi dirinya i) Memberi instruksi mengerjakan DCM. Topik c. dan (2) Pelaksanaan. siswa harus duduk tenang. mengingatkan agar para siswa mengerjakan dengan tenang. Petunjuk yang harus diperhatikan itu meliputi petunjuk bagi instruktur dan petunjuk bagi siswa. Instruksi atau petunjuk cara mengerjakan d.5 Petunjuk Pengadministrasian DCM Agar hasil kegiatan ini valid dan reliabel perlu diberikan petunjuk pelaksanaan dan cara mengerjakan DCM.2. a. 3) Untuk menyarankan suatu prioritas program pelayanan bimbingan dan konseling sesuai dengan masalah individu atau kelompok pada saat itu. Petunjuk bagi instruktur Keterampilan konselor melaksanakan DCM ini mencakup: (1) Persiapan. dan motivasi pada siswa c) Menyuruh siswa mempersiapkan alat tulis d) Membagikan lembar DCM e) Menginstruksikan kepada siswa untuk menulis identitas dan tanggal pelaksanaan DCM f) Membagikan buku DCM. Dengan DCM memungkinkan individu mengingat kembali masalahmasalah yang pernah dialaminya. yaitu menjelang dan pada waktu mengerjakan.1) Untuk memudahkan individu mengemukakan masalah yang pernah dan sedang dialami. untuk menumbuhkan kepercayaan. 2) Untuk sistematisasi jenis masalah yang ada pada individu agar memudahkan analisis dan sintesis dengan cara/alat lain. Topik-topik masalah dan butir-butirnya. menghindari suara yang mengganggu.

Konversi tersebut adalah sebagai berikut: 0% 1% . Analisis tersebut meliputi analisis individual dan analisis kelompok. 1) Analisis per-butir masalah Analisis ini bertujuan untuk mengetahui butir masalah apa yang pada umumnya dihadapi oleh para siswa. 2) Mencari persentase per-topik masalah. 177 . Petunjuk bagi siswa Beberapa hal penting yang harus diperhatikan oleh siswa. sedangkan jumlah semua butir topik keluarga ialah 20. 3. Maka persentase masalah keluarga yang dialami Ali adalah: (nm) 6 x100% = x100% = 30% n 20 Jadi predikat hubungan keluarga yang dialami Ali adalah: D (kurang). a. Dengan demikian dapat diidentifikasi bahwa Ali mengalami masalah hubungan keluarga yang serius.2. dengan cara mencari rasio antara jumlah butir yang menjadi masalah dengan jumlah butir topik masalah. Rumusnya: (nm) x100% n dengan ketentuan: nm = jumlah butir yang menjadi salah satu topik masalah n = jumlah butir pada topik masalah itu. yaitu: 1) Siswa harus mempunyai minat dan kemauan untuk mengutarakan masalah yang sebenarnya 2) Siswa harus menyadari bahwa jika ia mengerjakan secara asal-asalan ataupun tidak serius.6 Analisis DCM Setelah semua pekerjaan siswa dikumpulkan. B. tugas konselor selanjutnya adalah menganalisis pekerjaan itu. b. D. Analisis Kelompok Langkah-langkah menganalisis DCM secara kelompok meliputi analisis per-butir dan analisis per-topik masalah.k) Mengumpulkan pekerjaan siswa b. Analisis Individual Langkah-langkah dalam menganalisis secara individual (per-siswa) ialah: 1) Menjumlahkan butir (item) yang menjadi masalah individu pada tiap-tiap topik masalah. dengan cara mengurutkan % topik masalah dari yang terbesar sampai terkecil. hanya akan merugikan dirinya sendiri 3) Siswa harus menulis identitasnya sendiri 4) Siswa harus mematuhi tata cara mengerjakan DCM. 3) Mencari jenjang (ranking) masalah.10% 11% 25% 26% 50% 51% -100% = = = = = 1 0 8 6 4 2 = = = = = A (Baik Sekali) B (Baik) C (Sedang) D (Kurang) E (Kurang Sekali) Contoh : Ali mencek 6 butir masalah keluarga. C. 4) Mengkonversikan % masalah ke dalam stan-ten scale dan predikat nilai A. dan E.

Jika jawaban senada dengan item yang sudah ada. dan seterusnya). b) Mencari persentase masalah dengan cara mencari rasio antara banyaknya siswa yang bermasalah untuk butir tertentu dengan jumlah siswa. b) Harus diketahui jumlah butir yang menjadi masalah siswa (banyaknya butir yang dicek). Jika jawaban siswa tidak sama dengan item yang sudah ada tetapi termasuk ke dalam aspek yang diungkap (Kesehatan dan seterusnya). Jumlah semua siswa yang mengerjakan DCM 120 orang. M = banyaknya siswa yang mengerjakan DCM Contoh: 30 orang siswa bermasalah untuk butir nomor 65. c) Menghitung persentse permasalahan topik. dianalisis sebagaimana kalau kita menggunakan kuessioner terbuka. apakah 178 .Langkah-langkah analisisnya adalah: a) Menjumlahkan banyaknya siswa yang mempunyai butir masalah yang sama untuk tiap butir. 3) Analisis pertanyaan terbuka Pertanyaan yang terbuka pada item nomor 221-223. Berarti topik IX ini merupakan masalah para siswa yang sangat serius. Rumusnya: Nm x100% NxM dengan ketentuan: Nm = jumlah butir masalah (banyaknya butir yang dicek) N = jumlah butir dalam topik M = jumlah siswa. Contoh: Jumlah butir dalam topik masalah IX Jumlah butir yang merupakan masalah Jumlah siswa (peserta) : 20 : 1750 : 120 orang Nm 1750 x100% = x100% = 72. Persentase yang dimaksud adalah antara ratio jumlah butir masalah dan jumlah butir dalam topik masalah kali jumlah peserta. Jika pernyataan tidak termasuk ke dalam semua item. Langkah-langkah menganalisisnya adalah: a) Harus diketahui jumlah siswa yang mengerjakan DCM. dianggap sebagai item yang dicek siswa. 2) Analisis per-topik masalah Analisis ini bertujuan untuk mengetahui topik masalah apa yang pada mumnya dihadapi oleh para siswa. Jawaban yang muncul dapat dimasukkan ke dalam kelompok masalah (mulai dari masalah Kesehatan. Rumusnya: ( Mm) x100% M dengan keterangan: Mm = banyaknya siswa yang bermasalah untuk butir tertentu. dicatat tersendiri dan dicari frekuensinya.92% NxM 20 x120 Jadi predikat topik IX dalam hubungan permasalahan adalah E (Kurang Sekali). ( Mm) 30 x100% = x100% = 25% M 120 Maka predikat permasalahan butir ini bagi para siswa adalah: C (Cukup). maka dapat dicatat tersendiri sebagai item nomor berikut pada aspek itu. artinya pada umumnya para siswa mengalami masalah ini cukup serius.

Memasukkan predikat masalah (A. b) Studi kasus. kelompok. Teliti lebih dahulu butir-butir aspek kepribadian dalam buku pribadi yang relevan dengan topik masalah dalam DCM. Kegiatan yang dapat dilakukan konselor dalam program bimbingan konseling individual adalah: a) Mendalami masalah dan melengkapi data (pengumpulan data) wawancara. bimbingan kelompok. Hampir semua aspek kepribadian dalam buku pribadi dapat dilengkapi dengan data DCM. referal). kunjungan rumuah. Kalau tidak. mingguan. klasikal. 2) Program bimbingan konseling kelompok dan/atau klasikal Data yang diperoleh konselor melalui penyelenggaraan DCM dapat digunakan untuk menyusun program bimbingan konseling kelompok dan/atau klasikal. pengembangan. c) Konseling individual. dan sebagainya. semesteran. c. Penyusunan program bimbingan konseling ini adalah dalam rangka: a. Individu tersebut dicatat sebagai individu yang mempunyai masalah khusus. Memprioritaskan masalah yang harus segera ditangani. pembelajaran. D. dan mungkin perlu layanan bimbingan konseling khusus (misalnya konseling perorangan).2.2. dan tahunan. Mendalami masalah individual maupun masalah kelompok. caturwulanan. penukaran kelas. 3. konferensi kasus. himpunan data. informasi. d) Penempatan. b. Caranya adalahsebagai berikut: a. konseling perorangan. e) Psikodrama. baik program individual maupun kelompok. b. atau E) ke dalam lajur (kolom) yang sesuai pada buku pribadi. sosiometri. alih tangan kasus) terhadap siswa asuhnya. dan pengatasan sebelum masalah-masalah itu berkembang menjadi akut. program tahunan. 4) Masalah Individual Dari penjumlahan tiap butir masalah. dan sosiodrama. C. yaitu memberikan berbagai jenis layanan (orientasi. konseling kelompok) dan kegiatan pendukung (aplikasi instrumentasi BK. dan harian. dan sebagainya. yaitu membuat dan membahas kasus individu yang bersangkutan.8 Penggunaan hasil analisis DCM dalam penyusunan program bimbingan konseling Hasil analisisdata DCM dilengkapi dengan data yang diperoleh dengan metodemetode lain dapat dipergunakan untuk merencanakan program bimbingan konseling. yaitu pencegahan. Kegiatan yang dapat dilakukan konselor dalam program bimbingan konseling kelompok dan/atau klasikal adalah: a) Melengkapi data yang sudah ada yang diperoleh dengan metode lain. sering didapatkan masalah yang hanya dialami oleh satu orang saja.7 Pemindahan hasil analisis data DCM ke dalam buku pribadi siswa Hasil analisis data DCM merupakan data pelengkap buku pribadi (cummulative records) siswa. mingguan. Efisiensi pelayanan. Dan kalau beberapa siswa mengalaminya. observasi (bentuk selain DCM). 179 . 3. 1) Program bimbingan konseling individual Data yang diperoleh melalui penyelenggaraan DCM dapat digunakan untuk menyusun program bimbingan konseling individual. B. b) Merancang kegiatan yang dilakukan konselor. maka merupakan masalah kelompok.dialami oleh siswa lain ataukah tidak. rujukan (alih tangan kasus. Semua masalah yang muncul dari DCM dipertimbangkan dalam penyusunan program bimbingan konseling. baik program individual. dalam bentuk kegiatan harian. berarti termasuk masalah individual. pemindahan jurusan. penempatan/penyaluran.

tugas-tugas kelompok. Hasil analisis data DCM adalah sebagaimana dipaparkan dalam Tabel-tabel berikut. maupun terpadu dengan kegiatan pembelajaran dan pelatihan seperti: kunjungan studi. Kesehatan 1 1 1 1 0 1 2 3 √ 1 4 1 5 1 6 1 7 1 8 1 9 √ √ √ 2 0 1 2 6 0 8 √5 2 4 0 1 4 7 6 √3 2 2 1 5 2 2 √7 √3 ∑ 180 . 3. Penyajian data DCM ini didasarkan pada hasil analisis masalah individual dan kelompok sebagaimana telah dipaparkan di muka. sosiodrama.2. diskusi. Penyajian ini dapat dilakukan secara individual maupun kelompok. Tabel 1 Rekapitulasi Butir Masalah Siswa Berdasarkan DCM Siswa kelas VIIIA SLTP Pringgodani Semarang Semester I tahun 2011/2012 N o 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 0 1 1 1 2 1 3 1 4 1 5 1 6 1 7 1 8 1 9 2 0 2 1 2 2 1 2 3 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 4 5 6 7 8 9 I.9 Penyajian hasil analisis data DCM Hasil analisis data DCM perlu disajikan untuk dimasukkan ke dalam cummulative record agar sewaktu-waktu dapat diketemukan dan dipergunakan dengan mudah. berkemah. d) Student case conference e) Group counseling.c) Merancang aktivitas siswa dalam kegiatan-kegiatan yang bermuatan bimbingan secara mandiri.

Kesehatan 1 1 1 1 0 1 2 3 √ 1 4 1 5 √ 1 6 √ 1 7 √ 1 8 √ 1 9 √ 2 0 6 3 1 ∑ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 8 11 4 4 √6 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 3 2 √ √ √ √ √ √5 4 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 1 7 4 0 √ √ √ √ √ √ 2 3 1 4 √ 8 √ 9 1 √ 1 0 1 1 8 1 √ 1 1 √ 1 6 5 1 √ 2 0 6 0 0 2 1 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √2 2 √6 √7 2 7 0 168 Rekapitulasi butir masalah siswa dalam satu kelas dibuat sampai dengan Tabel 11 (Tabel berikutnya tidak dicantumkan di sini). 181 . Berdasarkan Tabel 2 inilah dibuat analisis individual dan kelompok.N o 2 3 2 4 2 5 2 6 2 7 2 8 2 9 3 0 3 1 3 2 3 3 3 4 3 5 3 6 3 7 3 8 3 9 4 0 4 1 4 2 4 3 4 4 ∑ 1 2 3 4 5 √ 6 7 8 9 I. selanjutnya dirangkum menjadi Tabel 2.

Tabel 2 Rekapitulasi Kelompok Masalah Siswa Berdasarkan Hasil DCM Kelas VIIIA SMP Pringgodani Semarang Semester I tahun 2011/2012 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 ∑ I 1 2 6 0 8 5 2 4 0 1 4 7 6 3 2 2 1 5 2 2 7 3 6 3 1 8 11 4 4 6 3 2 5 4 1 7 4 0 2 2 6 7 2 7 168 II 0 2 1 0 6 0 0 1 0 0 1 9 0 0 3 1 1 4 1 0 1 2 2 0 0 3 2 3 3 4 5 0 5 0 0 7 1 0 2 0 2 0 4 1 77 III 2 2 5 0 7 7 3 3 0 0 5 7 4 5 3 3 4 4 2 1 10 3 7 6 2 3 3 2 7 5 3 1 7 7 3 6 3 1 4 2 6 3 3 8 172 IV 2 1 7 0 7 4 4 0 0 3 8 9 4 0 1 1 1 3 0 2 4 0 4 3 2 12 7 2 9 5 3 2 4 8 3 8 7 1 4 2 6 3 3 0 159 KELOMPOK MASALAH V VI VII VIII 2 2 0 0 2 2 2 2 6 2 2 3 0 0 0 0 7 4 3 3 10 3 4 3 3 1 0 1 1 1 1 1 0 0 0 0 0 0 7 0 8 0 3 4 7 8 5 3 3 3 2 0 4 2 1 1 5 4 2 0 3 2 1 2 2 0 0 1 6 1 4 1 3 1 1 1 1 0 1 0 2 0 1 4 0 1 0 0 8 7 5 3 4 1 3 1 0 2 3 1 5 2 2 2 6 1 0 3 2 2 2 0 11 8 4 3 9 7 1 1 3 0 3 2 2 0 1 0 3 0 3 0 7 3 3 2 7 1 1 0 10 2 1 1 4 3 2 0 1 0 0 0 7 2 0 0 1 0 0 0 9 7 1 4 4 2 2 5 1 0 1 1 2 1 3 0 181 88 81 59 IX 1 0 3 0 3 3 2 0 1 1 1 4 0 0 2 1 0 5 2 1 3 1 6 2 1 1 0 1 8 2 5 0 2 1 0 2 2 0 0 2 6 2 1 1 79 X 1 1 8 0 8 6 10 5 2 1 6 6 4 10 7 3 2 5 3 3 5 2 3 6 3 5 10 5 13 4 7 2 8 4 3 5 8 3 4 3 5 6 3 11 219 XI 3 1 9 0 7 4 5 3 5 0 5 4 3 5 2 2 0 3 1 1 1 1 8 1 3 9 2 2 7 2 5 3 4 2 1 5 1 1 3 1 6 2 4 3 140 182 .

1.d. 3.d. 11. Penyajian individual – Siswa nomor kode 24 No. 10. 2. Penyajian kelompok KELOMPOK MASALAH SISWA KELAS VIIIA SMP PRINGGODANI SEMARANG Keterangan : I s. 6. XI adalah Kelompok Masalah 0 s. b. 25 adalah persentase masalah yang dialami oleh kelompok (kelas) 183 . Masalah Kesehatan Keadaan Kehidupan Rekreasi dan Hobi Kehidupan Sosial – Keaktifan Berorganisasi Hubungan Pribadi Muda-mudi Kehidupan Keluarga Agama dan Moral Penyesuaian terhadap Sekolah Masa Depan dan Cita-cita Pendidikan Penyesuaian terhadap Kurikulum E E E E E E E E E E E D D D D D D D D D D D Kriteria C B C B C B C B C C C C C C C B B B B B B B A A A A A A A A A A A Kesimpulan: Siswa nomor 24 memiliki masalah yang serius pada masalah Rekreasi dan Hobi. 8. 5. 4. 9. Masa Depan dan Cita-cita Pendidikan. 7.a.

213. 49. Item masalah Merasa lelah dan tidak bersemangat Sering mengantuk Ingin mempunyai kamar sendiri Tidak mempunyai waktu untuk bermain Keinginan untuk rekreasi sering terhalang Suka olahraga. 94. 75. 118. Teman akrab =8 d. 142. 15. 136. 186. 167. 181. 196. Orang tua (ayah. karena itu mereka lebih suka 184 . jumlahnya = 15 Bagi yang suka membicarakannya dengan orang lain. Siswa tidak ada yang suka membicarakan masalahnya dengan konselor. 96. 76. 206. 41. 12. 194. 214. 100. 187. 184. 31. adalah dengan: a. 159. Pada umumnya para siswa tidak suka membicarakan masalahnya dengan orang lain. 77. Siswa yang suka membicarakan masalahnya dengan orang lain tidak menganggap bahwa konselor dapat membantu memecahkan masalahnya. Orang ain-lain yang dapat membantu =3 1. 188. 51. Kakak =5 b. 68. 45.Tabel 3 Masalah yang paling banyak dicek siswa kelas VIII A SMP Pringgodani Semarang No. tetapi tidak ada kesempatan Lebih suka membaca buku-buku hiburan dari pada buku pelajaran Setiap malam selalu menonton film televisi/sinetron Tidak dapat menggunakan waktu luang Mudah tersinggung Sering bingung bila berhadapan dengan orang banyak Merasa malu jika berhadapan dengan orang banyak Mudah marah Merasa tidak mempunyai harapan (pesimis) Ingin sekali dikagumi Ingin hidup lebih tenang Bergaul dengan teman sejenis lebih menyenangkan dari pada dengan lawan jenis (komentar : wajar bagi usia mereka) Ingin mengadakan perubahan di rumah Tidak dapat sungguh-sungguh dalam beribadah Merasa berdosa sekali Pribadi seorang guru menyebabkan perasaan sebal terhadap pelajarannya dan enggan mengikuti pelajarannya Khawatir tidak dapat berdiri sendiri kelak Sukar untuk menetapkan pilihan SLTA/Perguruan Tinggi Sulit untuk memilih jurusan Khawatir tidak diterima di SLTA/Perguruan Tinggi Ingin mengetahui bakat dan kemampuan yang dimilikinya Belum mempunyai cita-cita tertentu Cita-cita selalu goyah/berubah Sering takut/cemas menghadapi ulangan Sering kuatir kalau-kalau mendapat giliran mengerjakan soal di papan tulis Sering mendapat kesukaran dalam menyelesaikan tugas pekerjaan rumah ∑ 16 20 12 17 17 14 15 22 19 13 22 19 13 14 20 19 19 14 13 15 24 18 23 19 17 27 17 24 29 19 21 Dari 44 siswa yang mengisi DCM disimpulkan: Satu orang siswa tidak mempunyai masalah (tidak ada yang dicek). 48. 42. ibu) = 12 c.

3. Sosiometri sebagai salah satu metode memahami interaksi sosial individu dilaksanakan dengan prosedur sebagai berikut: a.3.2 Angket Sosiometri Instrumen atau alat untuk memperoleh materi sosiometri adalah angket sosiometri. yaitu dengan menggunakan beberapa pertanyaan yang berisi mengenai siapa yang disukai (dipilih) dan siapa yang tidak disukai (ditolak) di antara anggota kelompoknya. dua. ataukah tiga orang dengan urutan pilihan pertama. Siswa yang tergabung dalam suatu kelompok. 2001). Untuk membantu dan mempermudah konselor dalam memahami siswa asuh.3 Menggambarkan Hasil Angket Sosiometri Data psikologis yang dikumpulkan dengan angket sosiometri masih sulit untuk dianalisis dan dipahami (dibaca) apabila belum diolah. dua orang. Menentukan kelompok yang akan dipahami dengan metode sosiometri. misalnya satu kelas di sekolah.2 Sosiometri 3. dengan siapa dia ingin dan lebih suka melakukan kegiatan itu. sosiometri dapat diartikan sebagai suatu metode atau teknik untuk memahami individu terutama untuk memperoleh data tentang jaringan hubungan sosial antarindividu (antarpribadi) dalam suatu kelompok. seperti “kelompok belajar”. Mastur dan Rifa’i (2009) telah menyusun Aplikasi Komputer DCM. maka data tersebut harus disajikan dalam bentuk tabel (disebut matrik sosiometri) dan bentuk gambar (disebut sosiogram). 3. orang tua (12 orang). dan ketiga. Menyusun angket sosiometri atau tes sosiometri untuk diisi oleh anggota kelompok. diberi penjelasan bahwa perlu dibentuk kelompok-kelompok yang lebih kecil (antara 4-6 orang) dalam rangka mengadakan kegiatan tertentu. Penggunaan sosiometri terikat pada suatu pergaulan sosial atau kriterium (criterion) tertentu yang lingkupnya tidak terlalu luas. Jumlah teman yang dipilih dan tidak dipilih sebagai teman kelompok ditentukan satu orang.membicarakan masalahnya dengan kakak (5 orang). berdasarkan preferensi pribadi antara anggota-anggota kelompok. Dengan demikian. Setiap siswa diminta untuk menulis pada blanko yang disediakan (blanko angket atau tes sosiometri) nama beberapa teman di dalam kelompok.3. Agar data sosiometri tersebut mudah dipahami siapa yang popular (paling disukai/disenangi) dan siapa yang terisolir (tidak disukai atau tidak dipilih). dan dengan siapa dia tidak ingin dan tidak suka melakukan kegiatan itu.1 Pengertian Sosiometri Jacob Levy Moreno membuat istilah sosiometri dan menggunakannnya dalam studi tentang sosiometri yang dilakukan antara 1932-1938 di New York State Training School for Girl in Hudson. New York (Hofman. (Catatan: Pengertian tes (angket) sosiometri tidak sama dengan istilah tes pada teknik testing dalam pemahaman individu). d. b. teman akrab (8 orang). Preferensi pribadi dinyatakan dalam kesukaan untuk berada bersama dalam melakukan kegiatan tertentu. Istilah sosiometri berasal dari bahasa Latin “socius” yang berarti sosial. 185 .2. c. kedua. atau dinyatakan dalam ungkapan perasaan terhadap anggota-anggota kelompok untuk melakukan suatu kegiatan tertentu. dan selain mereka (3 orang). Berdasarkan kata dasar ini. Kegiatan tertentu tersebut merupakan situasi pergaulan sosial (criterion) yang menjadi dasar bagi pilihan-pilihan individu dalam kelompok. tiga orang atau lebih. Dalam hal ini sering terjadi bahwa dalam kegiatan yang berbeda. 3. dan “metrum” yang diartikan sebagai pengukuran. Jawaban responden tentang siapa yang disukai maupun yang tidak disukai tersebut dapat terdiri dari satu. individu memilih teman yang berbeda pula. sosiometri digunakan sebagai cara untuk mengukur tingkat antarhubungan individu dalam kelompok. misalnya kelas.

f.3. maka data sosiometri dianalisis dengan cara: 1) menggambar sosiogram 2) menganalisis hubungan sosial secara keseluruhan 3) menghitung indeks sosiometri 4) mengisi kartu sosiometri secara individual. Sebagai gambaran pelaksanaan metode sosiometri dalam pelayanan bimbingan dan konseling. Dengan melihat sosiogram kita akan dapat memperoleh informasi tentang: a) Besarnya jumlah pemilih untuk setiap individu b) Arah pilihan dari dan terhadap individu tertentu c) Kualitas arah pilihan d) Ada tidaknya isolasi e) Kecenderungan terbentuknya anak kelompok. Berdasarkan matrik sosiometri. A memilih B dan C B memilih A dan C C memilih E dan A D memilih B dan A E memilih A dan B Contoh 3.3. berikut ini disajikan contoh prosedur sosiometri. kemudian dikumpulkan untuk ditabulasi dalam matrik sosiometri.1 Tabel 1 Matrik Sosiometri Arah Pilih Teman Kelompok Belajar Dipilih Pemilih A B C D E F G H I J Jumlah Pilihan 1 Jumlah Pilihan 2 Jumlah seluruhnya A x 1 2 2 1 2 2 1 3 4 7 B 1 x 1 2 1 1 C 2 2 x x x x 2 1 4 1 5 0 3 3 0 0 0 1 0 1 2 1 1 2 0 0 0 x x x 0 1 1 0 0 0 1 X 1 0 1 2 D E F G H I J F memilih B dan H G memilih B dan C H memilih F dan A I memilih J dan A J memilih A dan F 1 186 .e. Setelah angket sosiometri diisi.

SOSIOGRAM ARAH PILIH TEMAN KELOMPOK BELAJAR SISWA KELAS X-9 SMA PRINGGODANI KUDUS 7 6 5 4 3 2 1 0 A B F H G D I Gambar 3 Sosiogram bentuk Grafik E J C SOSIOGRAM ARAH PILIH TEMAN DUDUK SEBANGKU SISWA KELAS X-9 SMA PRINGGODANI KUDUS H G B D J A C Gambar 4 Sosiogram bentuk sirkuler F E Keterangan : : Laki-laki : Perempuan : Pilihan 1 : Pilihan 2 Di dalam sosiogram bisaanya arah penolakan tidak digambarkan. saling memilih pilihan 1 antara A dengan B. Contoh: A A A B B B arah panah menunjukkan pemilihan A kepada B. dan garis terputus-putus untuk pilihan kedua. yang digambarkan adalah arah pemilihan dengan memberikan bentuk garis yang berbeda warnanya atu bentuknya. A memilih B sebagai pilihan pertama. Misalnya warna hitam untuk pilihan pertama dan warna hijau untuk pilihan kedua. tetapi B memilih A I 187 . atau garis utuh untuk pilihan pertama.

status pemilihan penolakan (choice and rejection status: crs). yaitu: A A B A A B C B D C Konfigurasi bentuk segitiga (triangle). status penolakan (rejection status: rs) 3. intensitas tinggi. menolak E dan C E memilih A dan B. Hubungan atau relasi sosial dari individu-individu dalam suatu kelompok membentuk suatu susunan tertentu yang disebut konfigurasi. hubungan bersifat timbal balik. Untuk memperoleh gambaran yang jelas tentang analisis indeks tersebut. perhatikan contoh berikut ini yang merupakan pengembangan dari contoh tabel 1 yang kemudian memperoleh matrik sosiometri sebagaimana contoh tabel 2. Konfigurasi bentuk rantai (chain). Dalam analisis ini kita menghitung berapakah jumlah indeks setiap individu dalam tiap-tiap kelompok yang dikenai sosiometri. Dalam sosiogram terdapat lima macam bentuk konfigurasi. status pemilihan (choice status: cs) 2. menolak F dan H C memilih E dan A. intensitas hubungan sosial kurang baik. menolak J dan F F memilih B dan H. intensitas tinggi. menolak J dan I B memilih A dan C. hubungan bersifat menyeluruh. menolak I dan D G memilih B dan C. menolak D dan F 188 . Di dalam analisis indeks ini ada tiga kedudukan individu dalam kelompoknya. data sosiometri juga dapat dianalisis secara indeks (analisis indeks). dapatkah anda jumpai dalam gambar 3 dan/atau 4? Sebagaimana telah dikemukakan di atas. A memilih B dan C. yaitu: 1. cepat rapuh. Model konfigurasi di atas. Konfigurasi bentuk pasangan (mutual). hubungan persahabatan erat. menolak H dan F D memilih B dan A. B A dan B saling memilih sebagai pilihan kedua.sebagai pilihan kedua.

analisis indeks sosiometri bisaanya ditinjau dari status pemilihan (cs=choice status).3. menolak D dan E Contoh 3. menolak D dan E J memilih A dan F. Status pemilihan (choice status=cs) Jumlah orang yang memilih A cs A = N-1 atau Jumlah pemilih cs A = N-1 189 . menolak B dan C I memilih J dan A. dan indeks pemilihan penolakan (crs=choice and rejection status).3. Dalam berbagai literatur. maupun pemilihan penolakan. status penolakan (rs=rejection status). Rahardjo (1998) menemukan bahwa ada ketidaksesuaian teori analisis indeks sosiometri dalam segi status pemilihan (cs=choice status). karena itu rumus-rumus analisis indeks sosiometri perlu direkonstruksi. status penolakan (rs=rejection status). Rumus yang digunakan untuk mencari masing-masing status adalah sebagai berikut : Versi Teori 1.2: Tabel 2 Matrik Sosiometri Arah Pilih Teman Kelompok Belajar Dipilih Pemilih A B C D E F G H I J Jumlah Pilihan 1 Jumlah Pilihan 2 Jumlah Pilihan Jumlah penolakan 1 (3) Jumlah penolakan 2 (4) Jumlah Pilihan A x 1 2 2 1 2 2 1 3 4 7 0 0 0 B 1 x 1 2 1 1 (3) 4 1 5 1 0 1 C 2 2 x (4) 2 (4) 0 3 3 0 2 2 D E F G H I (4) J (3) x (4) (3) (3) (3) 0 0 0 3 1 4 1 (3) x (3) (4) (4) x (4) 1 2 1 1 2 1 3 4 (4 (3) (3) 2 x x x 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 2 0 0 0 1 1 2 1 x 1 0 1 2 0 2 (3) (4) (4) 1 0 1 1 2 3 Berdasarkan praktek di lapangan.H memilih F dan A. Rahardjo (1998) menyusun rumus baru baik untuk indek pemilihan. dan status pemilihan penolakan (crs=choice and rejection status). penolakan. Dengan uji komputer. Studi lanjutan tentang rumusrumus analisis indeks sosiometri dilakukan dengan melakukan penelitian tentang Dua Versi Analisis Indeks Sosiometri Pada Siswa Kelas II SMU Negeri 2 Bae Kudus Tahun 1998/1999.

Supriyo 1987) Indeks penolakan ini bergerak dari 0 sampai dengan –1. Indeks pemilihan ini bergerak dari 0 sampai dengan 1. Status penolakan (rejection status=rs) Jumlah orang yang menolak B rs B = N-1 Keterangan : B = Kode orang yang diselidiki dalam kelompok N = Jumlah orang dalam kelompok (Sumber : Walgito 1975. Hendrarno. Djumhur dan Surya 1975). Indeks pemilihan penolakan (choice and rejection status=crs) Jumlah pemilih C – jumlah penolak C rs C = N-1 2. Sugiyo. Di sini ada perbedaan yang mendasar antara rumus dari Walgito dengan yang dikemukakan oleh Sukardi dan Hendrarno. sedang yang memperoleh indeks 0 berarti tidak ada yang memilih (tidak populer. Sugiyo. 1985. Hendrarno. Sugiyo. 1985. 1985. 3. Sukardi 1983. Keterangan : C = Kode orang yang diselidiki dalam kelompok N = Jumlah orang dalam kelompok (Sumber : Walgito 1975. sedang individu yang memperoleh indeks rs = 0 berarti tidak ada yang menolak. terasing). Sukardi 1983. Sugiyo. Rumus-rumus versi teori di atas selama puluhan tahun digunakan tanpa kritik dan upaya pembaruan. 1985. 1999) mengemukakan analisis indeks sosiometri versi baru seperti berikut ini. Rahardjo (1998. 1985) atau Jumlah penolak rs B = x-1 N-1 (Sumber : Sukardi 1983. Status pemilihan (choice status=cs) Jumlah pemilih A cs A = Nxp Keterangan : 190 . Supriyo 1987) Indeks pemilihan penolakan ini bergerak dari –1 sampai dengan 1. sedang 1 berarti paling populer. Versi Baru 1. Kalau seseorang memperoleh indeks yang mendekati angka 1 berarti tingkat popularitasnya tinggi. Berdasarkan kajian lapangan yang ditunjang dengan perhitungan komputer. Supriyo 1987. Hampir semua orang yang mempelajari dan menggunakan sosiometri menerima analisis indeks sosiometri tersebut.Keterangan : A = Kode orang yang diselidiki dalam kelompok N = Jumlah orang dalam kelompok (Sumber : Walgito 1975. Supriyo yaitu tidak dikalikan –1 dan dengan dikalikan –1. Indeks –1 berarti individu tersebut paling ditolak. Hendrarno. 1985. Individu yang memperoleh indeks rs = –1 berarti semua siswa dalam kelompok menolak individu yang bersangkutan.

hasilnya sama dengan 1. Dengan rumus versi baru berapa pun jumlah individu dalam kelompok hasil penjumlah indeks kelompok sama dengan –1. 8. dan ternyata rumus ini memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh para penulis teori sosiometri terdahulu yaitu indeks cs bergerak dari 0 sampai dengan 1 atau jumlah indeks seluruh orang dalam kelompok sama dengan 1. Sementara itu pada versi baru menunjukkan bahwa berapa pun jumlah pemilihnya. Indeks –1 berarti semua siswa dalam kelompok menolak individu yang diselidiki tanpa ada yang memilih. 5. Sedangkan pada rumus versi teori jumlah indeks seluruh kelompok semakin besar dari –1 jika jumlah pilihannya semakin besar. bukan dikalikan jumlah penolakan. 7. 7. Indeks pemilihan penolakan (choice and rejection status=crs) Jumlah pemilih C – jumlah penolak C rs C = Nxq Keterangan : C = Kode orang yang dicari statusnya dalam kelompok N = Jumlah orang dalam kelompok q = banyaknya pilihan/penolakan setiap orang yang ditentukan dalam angket sosiometri Dalam versi baru ini indeks pemilihan penolakan ini bergerak dari -1 sampai dengan 1. Dengan demikian. Tabel 5. Hal ini dapat terjadi karena nilai N dikurangi 1. Status penolakan (rejection status=rs) Jumlah penolak B rs B = x -1 Nxt Keterangan : B = Kode orang yang dicari statusnya dalam kelompok N = Jumlah orang dalam kelompok t = banyaknya penolakan setiap orang yang ditentukan dalam angket sosiometri Dalam versi baru ini indeks penolakan ini bergerak dari 0 sampai dengan –1. hasil penjumlah indeks cs-nya tetap 1. Indeks –1 berarti semua siswa dalam kelompok menolak individu yang diselidiki. silahkan cermati. Berdasarkan data tabel 2. dan delapan pun serupa dengan tabel 3 dan 4. Sedangkan pada versi teori jumlah indeks seluruh kelompok semakin besar jika jumlah pilihannya semakin besar. 3. aplikasi rumus analisis indeks versi teori dan baru dilakukan dengan membandingkannya sebagaimana dipaparkan tabel 3. Artinya seluruh individu dalam kelompok tersebut jika indeksnya dijumlahkan.A = Kode orang yang dicari statusnya dalam kelompok N = Jumlah orang dalam kelompok p = banyaknya pilihan setiap orang yang ditentukan dalam angket sosiometri Dalam rumus versi baru ini. 191 . Tetapi kenyataannya pada rumus analisis indeks versi teori tidak demikian. dan indeks 1 berarti semua individu memilih dia tanpa ada yang menolak. 6. Pada tabel 3 dan 4 nampak berbeda hasil perhitungan analisis indeks pemilihan antara versi teori dengan versi baru. Menurut ketentuan. Makin besar jumlah pemilihnya. indeks pemilihan bergerak dari 0 sampai dengan 1. 2. analisis indeks pemilihan versi baru sesuai dengan ketentuan/kesepakatan para ahli tentang rentangan antara 0 sampai 1. 6. makin besar jumlah indeks csnya. sedang 0 berarti tidak ada yang menolak. Hal ini dapat terjadi karena nilai N dikurangi 1. pembaginya bukan N-1 tetapi Nxp. 4. 0 berarti tidak ada yang memilih atau menolak.

111 2.111 0.000 Tabel 5 Indeks Penolakan (rs) versi teori Subjek Sekor N-1 x -1 Indeks rs A 0 9 -1 0 B 1 9 -1 .111 C 2 9 -1 .050 0 0.778 0.050 1.222 Tabel 4 Indeks Pemilihan (cs) versi baru Subjek Sekor Nxp Indeks Cs A B C D E F G H I J Jumlah 7 5 3 0 1 2 0 1 0 1 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 0.150 0 0.250 0.0.0.050 0.100 0 0.222 192 .Tabel 3 Indeks Pemilihan (cs) versi teori Subjek Sekor N-1 Indeks Cs A B C D E F G H I J Jumlah 7 5 3 0 1 2 0 1 0 1 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 0.222 0 0.111 0 0.350 0.333 0 0.556 0.

050 I 0 2 20 .444 0 .0.0.0.111 I 0 2 9 .0.222 .111 Jumlah 0.111 J 2 20 -1 .200 G 0 20 -1 0 H 2 20 -1 .0.100 G 0 0 20 0 H 1 2 20 . 193 .0.050 D 0 4 20 .100 J 1 2 20 .0.100 D 4 20 -1 .0.222 .444 .444 C 3 2 9 0.050 Jumlah 0 Mastur dan Rifa’i (2009) telah menyusun Aplikasi Komputer Sosiometri yang dapat digunakan konselor untuk menganalisis data sosiometri dengan mudah.0.150 F 4 20 -1 .778 B 5 1 9 0.100 F 2 4 20 .2.222 G 0 0 9 0 H 1 2 9 .0.444 E 1 3 9 .0.0.111 D 0 4 9 .0.222 .333 .050 C 2 20 -1 .0.0.0.0.0.1.100 Jumlah .222 J 1 2 9 .0.0.222 Tabel 6 Indeks Penolakan (rs) versi baru Subjek Sekor Nxt x -1 Indeks rs A 0 20 -1 0 B 1 20 -1 .000 Tabel 8 Indeks Pemilihan Penolakan (crs) versi baru Subjek c r Nxq Indeks Crs A 7 0 20 0.D E F G H I J Jumlah 4 3 4 0 2 2 2 9 9 9 9 9 9 9 -1 -1 -1 -1 -1 -1 -1 .200 C 3 2 20 0.0.0.222 F 2 4 9 .0.350 B 5 1 20 0.100 I 2 20 -1 .200 E 1 3 20 .0.000 Tabel 7 Indeks Pemilihan Penolakan (crs) versi teori Subjek c r N-1 Indeks Crs A 7 0 9 0.0.200 E 3 20 -1 .0.

terlihat dari saling memilih di antara mereka. Banowati 2. Banowati 2. Haris 2. Kuesioner 3. adalah mencatat data individu dalam kartu sosiometri sebagaimana contoh berikut. Haris 1.Kegiatan berikutnya yang dapat dilakukan oleh konselor setelah melakukan tahapan-tahapan dalam pelaksanaan metode sosiometri. Jumadi 1.22 0. walaupun Fauzi memilih Banowati sebagai teman belajar kelompok Kudus. Hal ini dapat dilihat dari penolakan oleh Banowati. Cinderella 3. BIMBINGAN DAN KONSELING SMA PRINGGODANI KUDUS ========================== KARTU SOSIOMETRI Nama siswa Nomor Induk Kelas Kegiatan Jumlah siswa dalam kelompok Dipilih oleh Ditolak oleh : : : : : : : Teman yang dipilih Teman yang ditolak : : Jumlah pemilih : Jumlah penolak : Indeks cs : Indeks rs : Indeks crs : Catatan/Komentar:  Secara keseluruhan hubungan sosial Fauzi kurang baik. Dewi 2 orang 4 orang 0. Drs. dan bagian yang mengandung pertanyaan-pertanyaan yang ingin memperoleh jawabannya. Bambang Tetuka.Pd. M. Fauzi 14376 II-1 Kelompok Belajar 10 orang 1. Menurut Walgito (1983:65). 3. Intan 2. Ernawan 4. Hal ini dapat diketahui dari angka indeks di atas  Hubungannya dengan Haris intim.4. Gunadi 1. kuesioner dimaksudkan untuk merekam dan menggali informasi atau keterangan yang sesuai dengan kondisi individu dan bisa dijelaskan atau diterangkan oleh responden. Sebagai teknik untuk memahami individu.Kons. walaupun kualitas pilihannya berbeda  Hubungannya dengan Banowati tidak baik. di dalam kuesioner terdapat dua bagian yang pokok yaitu bagian yang mengandung identitas.44 -0. yaitu dengan memberikan daftar pertanyaan yang harus dijawab atau dikerjakan oleh responden secara tertulis pula.22 194 . 6 Mei 2012 Konselor.1 Pengertian Kuesioner Kuesioner atau angket merupakan suatu teknik atau cara memahami siswa dengan mengadakan komunikasi tertulis.4.

………………………… b. jenis kelamin. Dari item 22 di atas. Sedangkan bagian yang mengandung pertanyaan fakta atau opini ialah bagian yang mengandung pertanyaan-pertanyaan untuk mendapatkan fakta atau opini tersebut. membantu pekerjaan orang tua.2 Macam-macam Kuesioner 195 . Dalam kuesioner tersebut di samping ada pertanyaan terbuka juga terdapat pertanyaan tertutup dalam satu item. Misalnya uang sakunya Rp. yaitu pertanyaan yang berbentuk di mana responden tinggal memilih jawaban-jawaban yang telah disediakan di dalam kuesioner itu. menikah d. melanjutkan kuliah b. sesuai dengan opininya. 3) Pertanyaan yang terbuka dan tertutup (open and closed questions). Contoh: 22. Apakah keinginanmu setelah lulus SMA? a. 3. memancing. mengasuh adik. 2) Pertanyaan yang terbuka (open questions). melainkan dengan memilih jawaban c. bulu tangkis g. mengulang pelajaran hari ini. mengerjakan PR. responden (siswa) tinggal memilih salah satu jawaban yang tersedia. istirahat sebentar terus berangkat les. tidak tahu. ………………………… c. kursus keterampilan e.-/bulan ia tidak dapat menyatakannya.4. suku bangsa. ………………………… d. sepak bola e. misalnya menyangkut nama. …………. bekerja c. ………………………… Pada item ini responden diberi kesempatan untuk memberikan jawaban sebebasbebasnya sesuai dengan keinginannya. Contoh: Berilah tanda silang (x) pada jawaban yang sesuai dengan pertanyaan berikut! 1. berkebun.000. yang dalam pertanyaan tertutup tidak dapat diperoleh karena terbatas. Ia tidak dapat dengan bebas memberikan jawaban yang sesuai dengan keinginannya. Dari sekian banyak responden dapat diperoleh berbagai macam jawaban. 60. merupakan pertanyaan-pertanyaan yang masih memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada responden untuk memberikan jawabannya atau tanggapannya terhadap kuesioner tersebut. …………. alamat. misalnya dapat diperoleh jawaban-jawaban tidur. Dengan pertanyaan-pertanyaan tersebut. Kegiatan apa yang bisaa kamu lakukan di rumah setelah pulang sekolah? a. Contoh: 33. agama. merupakan campuran atau perpaduan kedua macam pertanyaan di atas. d. beladiri b. …………. pertanyaan yang terbuka. Olahraga di luar sekolah yang saya ikuti adalah: a. Pertanyaanpertanyaan tersebut dapat berbentuk tiga macam yaitu pertanyaan yang tertutup. pergi ke sawah. dan pertanyaan yang terbuka dan tertutup. pergi ke hutan mencari kayu bakar. volley ball f. renang h. c. tempat dan tanggal lahir.Bagian yang mengandung data identitas ialah bagian yang mengandung data tentang diri individu atau orang yang dikenai kuesioner tersebut. 1) Pertanyaan yang tertutup (closed questions).

pengumpul data dapat memperoleh data yang banyak dan sangat bervariasi karena jawaban responden tidak dibatasi. dapat diketahui distribusi frekuensi agama yang dianut siswa. kuesioner dapat dibagi menjadi tiga. kuesioner terbuka. Selanjutnya data tersebut diolah untuk kepentingan mencari frekuensi data/fakta tertentu. dan mungkin yang lain-lainnya. Responden diberikan kesempatan sebebas-bebasnya untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang disediakan. Misalnya dari pertanyaan tentang agama.2 Pendidikan orang tua siswa SMA Pringgodani Kudus Kelas Pendidikan orang tua I II III Jumlah Tidak tamat SD 2 2 1 5 SD/MI 3 1 7 11 SLTP/MTs 37 44 37 128 SMA/MA 49 48 42 139 Diploma 11 8 7 26 Sarjana 21 13 7 41 Pascasarjana 2 0 0 2 Total 125 126 131 352 Kolom-kolom yang tersedia pada tabel 4. dan kuesioner terbuka tertutup. 2) Kuesioner terbuka (open questionnaire) Kuesioner terbuka adalah kuesioner yang menggunakan pertanyaan-pertanyaan yang terbuka. pengumpul data bermaksud memperoleh data yang relatif “seragam”.Dilihat dari bentuk pertanyaannya. Dengan kuesioner ini. pekerjaan orang tua. Kuesioner bentuk ini sebenarnya terkait langsung dengan bentuk-bentuk pertanyaan sebagaimana dikemukakan di atas. 1) Kuesioner tertutup (closed questionnaire) Merupakan kuesioner yang menggunakan pertanyaan-pertanyaan tertutup.1 dan 4. Dengan demikian dari sekian ratus murid SMA Pringgodani Kudus. yaitu kuesioner tertutup. Kelemahannya.2 tinggal diisi dengan jumlah pada setiap kelas dan total (jumlah seluruhnya). pengumpul data mungkin akan kesulitan untuk menggolong-golongkan jenis data yang diperoleh. Responden tinggal memilih jawaban-jawaban yang sudah disediakan. pendidikan orang tua. Tabel 4.1 Agama yang dianut siswa SMA Pringgodani Kudus Agama yang dianut Islam Krist Katol Hind Budh en ik u a 37 1 2 1 1 40 1 0 0 0 39 1 1 0 0 40 0 0 0 0 35 2 1 0 0 38 0 1 0 0 35 0 0 0 0 34 1 0 0 0 39 1 0 0 1 337 7 5 1 2 Kelas XA XB XC XI IPA XI IPS XI Bhs XII IPA XII IPS XII Bhs Total Juml ah 42 41 41 40 38 39 35 35 41 352 Tabel 4. pendidikan orang disusun penyajian data seperti berikut ini. Dengan kuesioner bentuk ini. 3) Kuesioner terbuka tertutup (open and closed questionnaire) 196 .

... sehingga jawaban yang diperoleh tidak diperoleh dari sumber pertama... Coba jelaskan secara umum. …………………………….. tidak menggunakan perantara untuk memperoleh jawaban................. baik dalam suatu item... Sejauh perlu. Item-item atau butir-butir dikelompokkan menurut bidang-bidang tertentu.. dengan menjaga kerahasiaan.... Bagimanakah pembawaanmu?” dapat dirumuskan menjadi item 24. dijelaskan cara mengerjakannya. 2) Kuesioner tidak langsung Kuesioner dikatakan sebagai kuesioner tidak langsung jika untuk mendapatkan jawaban membutuhkan perantara....... pengumpul data berkeinginan memperoleh data yang relatif sudah pasti (sudah diduga ada datanya atau faktanya) dan mudah diukur... ... (4) Suatu item jangan menanyakan dua hal sekaligus (pertanyaan ganda).. kuesioner diberikan dan diisi oleh guru mata pelajaran (data akademik) atau oleh orang tua siswa (data keluarga dan latar belakangnya).. 3. Pada umumnya kuesioner ini banyak digunakan untuk kepentingan bimbingan konseling.. Sementara dengan pertanyaan yang terbuka diharapkan responden dapat memberikan kemungkinan jawaban lain dari alternatif jawaban yang sudah disediakan.. Istilah-istilah yang sukar dan bisaanya tidak dipahami oleh siswa harus dihindari. b. Dengan pertanyaan tertutup.. Ditinjau dari cara memberikannya....... alasan ………………………………. ……………………………. 1) Kuesioner langsung Kuesioner langsung adalah jika kuesioner langsung diberikan kepada responden yang ingin diselidiki (diungkap datanya). (3) Perumusan item-item harus jelas dan isinya mudah ditangkap. Oleh karena itu.. karena ada sejumlah persyaratan teknis yang harus diindahkan dan isi kuesioner harus sesuai dengan kebutuhan di institusi pendidikan tertentu (tidak selalu suatu angket dapat digunakan untuk berbagai atau beberapa sekolah).... Winkel (1991:241242) mengemukakan 11 butir persyaratan konstruksi kuesioner yaitu sebagai berikut: Catatan: semua contoh item dalam uraian butir-butir ini nomor item dianggap (dibayangkan) pengetikannya mulai dari garis tepi kiri.. alasan ……………………………….. sesuai dengan keadaan yang sebenarnya......Kuesioner terbuka tertutup merupakan kuesioner yang pertanyaanpertanyaannya berupa gabungan dari pertanyaan yang terbuka dan tertutup.. diserahkan kepada konselor yang lain untuk dikomentari dan kemudian dikoreksi seperlunya.. misalnya: 16.. bagaimanakah kebisaaan ibadah orang-orang di sekitar tempat tinggalmu... maupun dalam keseluruhan item.... sumber data primer)..3 Merancang Kuesioner Merancang alat kuesioner bukan pekerjaan yang mudah dan sederhana... ……………………………. fakta) dari sumber pertama (first resource. sehingga tidak membingungkan... Pertanyaan semacam itu dapat dipisah menjadi dua item...... Misalnya jangan ditanyakan “Apakah lingkungan sekitar tempat tinggalmu religius?”.... Misalnya untuk memperoleh keterangan tentang siswa. c..... 197 .. (2) Harus ada introduksi yang menjelaskan kepada siswa (maupun responden pada umumnya) dengan tujuan apa mereka diminta mengisi kuesioner.. Sebutkan tiga mata pelajaran yang paling anda sukai...... kuesioner tersebut langsung diberikan kepada siswa dan yang menjawab atau mengisi kuesioner juga siswa yang bersangkutan. (1) Ditentukan dengan tujuan apa kuesioner diberikan dan dipikirkan luas informasi yang dibutuhkan.. alasan ……………………………….... Diterangkan pula siapa yang akan membaca kuesioner itu... kuesioner dapat dibedakan menjadi kuesioner langsung dan kuesioner tidak langsung (Walgito..... Jadi dalam hal ini pengumpul data memperoleh jawaban (data......... Misalnya: “Mata pelajaran apakah yang anda sukai dan tidak anda sukai?”.... Setelah naskah kuesioner selesai disusun.4.... Misalnya untuk memperoleh data tentang siswa.. 1983:66)...... a.... konstruksi kuesioner harus diserahkan kepada tenaga ahli bimbingan konseling..

ayah d. “Hal-hal apakah yang anda rasakan abnormal pada diri anda?” Seandainya hal-hal semacam itu perlu diketahui oleh konselor. letak pilihan jawaban. Siapa saja yang menjadi teman kelompok belajar anda belajar di rumah? a. berlibur di rumah nenek b. dan orang tua tidak memperhatikan. guru les c. atau yang berikut ini 20. letak item.(5) Jangan menanyakan hal-hal yang dirasa mempermalukan atau mempunyai konotasi emosional negatif. misalnya jangan dirumuskan pertanyaan: “Apakah anda merasa senang dalam belajar di sekolah?”. Pilihlah salah satu jawaban yang paling sesuai dengan keadaan anda dengan cara menyilang (x) huruf pada salah satu pilihan jawaban Contoh: 11. Contoh yang disarankan 19. seandainya ia tidak merasa senang. ……………………………… b. tidak ada atau 21. guru les 198 . d. apa sebabnya? ………………………………………………………………………. ………………………………………………………………. menghabiskan waktu untuk bermain dengan teman di rumah d. sebaiknya dipisahkan menjadi dua bagian. Bagaimana perhatian orang tua terhadap belajar anda di rumah? ………………………………………………………………… (7) Bilamana item tertentu ada lanjutannya.. tetangga b. ………………………. “Apakah orang tua bisaanya memperhatikan belajar anda di rumah?”. Jika anda mengalami kesulitan belajar di rumah. misalnya dalam hal penggunaan huruf besar. tetapi pun tidak terlalu longgar. Jika anda mengalami kesulitan belajar di rumah. Item-tem tersebut lebih baik dirumuskan: 37. (6) Perumusan item jangan mengandung jawaban yang baik atau sugesti mengenai jawaban yang ideal. ………………………. Apakah anda sering tidak masuk sekolah? a. Kalau ya. saudara f. dan letak ruang untuk menulis jawaban. Tidak 30. Ya b. dapat dirumuskan menjadi: 29. Bagaimana perasaan anda dalam belajar di sekolah? ………………………………………………………………… 38. kegiatan apakah yang bisaanya anda lakukan? a. bagian pertama dapat dijawab dengan Ya / Tidak lebih dahulu. harus disertai instruksi yang jelas. ayah d. misalnya: “Ayahmu mempunyai berapa orang istri?”. Perumusan yang demikian mendorong siswa cenderung menjawab ya. siapakah yang sering membantu menyelesaikan kesulitan anda? a. di rumah saja tanpa ada kegiatan c. tetangga b. Pada waktu libur sekolah. lebih bijaksana jika ditanyakan dalam wawancara. ……………………………… (9) Butir-butir yang cara menjawabnya berbeda dengan butir lainnya. siapakah yang sering membantu menyelesaikan kesulitan anda? a.. ibu e. (8) Susunan teknis (lay out) perlu diperhatikan. ibu e. Pada pertanyaan terbuka harus disediakan ruang untuk menjawab yang cukup longgar. Perhatikan contoh berikut . Misalnya item yang berbunyi “Apakah anda sering tidak masuk sekolah? Apa sebabnya?”. demi melindungi diri sendiri atau orang tuanya. c.

c. b. Unsur-unsur data Dari setiap jenis data. Dengan demikian dapat menghemat biaya. televisi e. d.. e. Fasilitas yang dimiliki oleh keluarga saya. maka satu kisi-kisi dapat 199 . telepon b. …………. c. d. Berdasarkan unsur-unsur data ini. dan dapat pula dengan mengisi kolom yang tersedia Contoh: 13. sehingga dapat dijadikan pedoman bagi perancang kuesioner (konselor) tentang data apa saja yang perlu didapatkan dari responden. renang h. Jenis data yang diperlukan Jenis data yang diperlukan dideskripsikan secara singkat. …………. d. radio tape f. (11)Mengingat keadaan siswa dalam beberapa hal mungkin sudah berubah pada waktu setahun sesudah mengisi kuesioner untuk pertama kali. beladiri b. 14. sehingga perancang dapat memperkirakan seberapa banyak data yang diperoleh. Hal ini perlu disebutkan dalam kisi-kisi. antara lain: a. misalnya siswa kelas I mengisi kuesioner baru dalam minggu yang kelima atau keenam sesudah tahun ajaran dimulai. Caranya dengan menyilang (x) huruf pada pilihan jawaban yang sesuai dengan keadaan anda. Responden Responden adalah sumber data atau orang yang akan diberi kuesioner. volley ball f. …………. mobil h. saudara f. …………. perancang kuesioner dapat memerinci lebih detil tentang unsurunsur data dari setiap jenis data. Siswa diminta untuk membubuhkan tanda tangan sebagai jaminan rasa tanggung jawab. dengan menggunakan alat tulis yang berbeda warnanya. Pada introduksi atau pengantar kuesioner juga dikemukakan tujuan kuesioner diisi atau dijawab oleh responden. sebaiknya didahului dengan menyusun kisi-kisi tentang kuesioner tersebut. sepak bola e. Tujuan perlu dirumuskan secara singkat dalam kisi-kisi. Mesin cuci c. c. bulu tangkis g. Konselor dalam merancang kuesioner dengan rambu-rambu sebagaimana telah dikemukakan di atas. Dan jika itu yang terjadi. perancang dapat mendeskripsikan item-item kuesioner. …………. Dengan demikian kuesioner yang disusun diharapkan memenuhi segi teknis dan kebutuhan bimbingan konseling. karena bisa saja konselor membutuhkan suatu data yang bersumber dari beberapa responden. dengan asumsi bahwa siswa sudah mengenal dan menyatu dengan lingkungan sekolah yang baru. Hal-hal penting yang perlu diperhatikan dalam kisi-kisi kuesioner adalah sebagai berikut: a. Nomor item Nomor item yang akan dimunculkan dalam kuesioner dikemukakan dalam kisi-kisi ini. (10)Pengisian kuesioner harus dilangsungkan pada waktu yang tepat. kuesioner dapat dikembalikan kepada siswa kelas XI dan XII untuk disesuaikan seperlunya. tidak ada atau: Pada item nomor 11-20 anda boleh menjawab lebih dari satu jawaban. Tujuan yang akan dicapai dengan kuesioner tersebut. Olahraga di luar sekolah yang saya ikuti adalah: a. sepeda motor g.

yaitu wawancara yang dilakukan untuk kepentingan konseling. 200 .4. yaitu wawancara yang dijalankan dengan suatu maksud yang berhubungan dengan employment (pekerjaan). yaitu wawancara yang ditujukan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan. 4) Responden mempunyai waktu yang cukup untuk menjawab pertanyaan. Namun demikian.5. jika wawancara yang dilaksanakan melibatkan seorang interviewer dengan seorang interviewee. dan counseling interview. 2. 3) Kadang-kadang ada responden yang tidak bersedia mengisi kuesioner. kuesioner juga mempunyai beberapa kelemahan yang perlu diperhatikan. 2) Informational interview.5. wawancara dibedakan menjadi empat yaitu the employment interview. wawancara ada bermacam-macam jenis. 2) Kuesioner hanya terbatas pada individu yang dapat membaca dan menulis. yaitu wawancara yang dilakukan untuk keperluan administrasi. wawancara dapat dibedakan menjadi wawancara individual dan wawancara kelompok (Walgito. Menurut tujuannya (Walgito. 4) Pertanyaan yang diajukan dalam kuesioner bersifat terbatas. Berdasarkan jumlah orang yang diwawancarai. 3) Administrative interview.4 Kelebihan dan Kelamahan Kuesioner Sebagai suatu metode untuk memahami individu. 4) Counseling interview. 5) Pengaruh subjektivitas dapat dihindari. Sedangkan wawancara kelompok adalah wawancara yang terdiri atas seorang interviewer atau lebih menghadapi sekelompok interviewee. 1983:69).2 Macam-macam Wawancara Ditinjau dari beberapa hal.5 Wawancara 2.menghasilkan dua angket atau lebih. 2.1 Pengertian Wawancara Wawancara atau interview adalah suatu teknik memahami siswa dengan cara melakukan komunikasi langsung (face to face relation) antara pewawancara (interviewer) dengan yang diwawancarai (interviewee) untuk memperoleh keterangan atau informasi tentang siswa. informational interview. 1983:69). 2) Setiap responden menerima sejumlah pertanyaan yang sama. atau menyampaikan suatu informasi kepada interviewee. yaitu: 1) Dapat dipergunakan untuk mengumpulkan data kepada sejumlah responden dalam waktu singkat. Contoh kisi-kisi dan kuesioner untuk siswa pelajari secara mandiri dari Rahardjo dan Gudnanto (2011) 3. Dikatakan sebagai wawancara individual. Misalnya satu angket untuk siswa. 1) The employment interview. sehingga ada halhal yang tidak dapat terungkap. administrative interview. 3) Responden mempunyai kebebasan untuk memberikan keterangannya. dan angket lainnya untuk orang tua siswa. kuesioner mempunyai nilai praktis karena memiliki beberapa kelebihan. antara lain: 1) Kuesioner belum memberikan jaminan bahwa responden memberikan jawaban yang tepat.

Menyiapkan tempat yang tenang untuk melakukan wawancara. Eksplorasi. Pada tahap ini langkah-langkah pokok yang perlu dilakukan oleh konselor adalah: 201 . Menyampaikan maksud dan tujuan diadakannya wawancara. b.Gambar 5 Wawancara kelompok Menurut peranan yang dimainkan. c. mulai interview. Menempatkan diri dalam dunia interviewee. maka pada bagian ini mengandung pokok-pokok: a. b. Rencana tersebut hendaknya fleksibel. yaitu wawancara yang dilakukan dalam proses konseling yang menggunakan cara atau teknik dengan menitik beratkan penerimaan pada klien. b. 1984:24-26) yaitu persiapan untuk interview. 3) The repeated interview. Bagian ini merupakan bagian di mana maksud dan tujuan wawancara harus dapat dicapai. maka ada empat langkah perlu lakukan (Wibowo. 1983:69-70). Perencanaan. Menciptakan hubungan baik (rapport) dengan interviewee. 1) Persiapan untuk interview. percaya kepada kebijaksanaan klien. dan akhir interview. c. d.5. Membuat rencana atau pedoman wawancara (interview guide). Merumuskan masalah. Kegiatan yang perlu dilakukan adalah: a. ialah mengolah masalah yang telah ditemukan dan dirumuskan. sikap membolehkan dan mempergunakan penjelasan-penjelasan dari dunia klien. Tetapi bila maksud dan tujuan wawancara untuk memberikan bantuan (wawancara konseling). d. maka wawancara dapat dibedakan menjadi tiga yaitu the non-directive interview. e. 3) Inti interview. ialah pengolahan berbagai alternatif tindakan yang dapat dipilih sebagai hasil pengolahan masalah. pembentukan suasana positif yang netral. maka pada bagian ini konselor harus memperoleh data yang diinginkan. jauh dari hal-hal yang dapat mengganggu perhatian dan campur tangan orang lain. yaitu wawancara yang dilakukan secara berulang. dan the repeated interview (Walgito. 4) Akhir interview. ialah pengembangan rencana untuk melaksanakan tindakan berdasarkan pemilihan terhadap alternatif yang telah dikembangkan.3 Langkah-langkah Wawancara Jika konselor melakukan kegiatan wawancara. Pokok-pokok persoalan yang akan dibicarakan ditulis dalam pedoman wawancara. inti interview. c. Bila wawancara bermaksud mengumpulkan data klien. Mendorong interviewee untuk mengemukakan informasi atau masalah yang akan diungkap/diketahui interviewer. serta mengikuti teknik wawancara yang sesuai dengan kepribadiannya. dapat berubah dan diganti sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapi. 2. the focused interview. Konsolidasi. 2) Mulai interview. Mengenal dan memahami pandangan pihak interviewee. Mengumpulkan berbagai informasi tentang klien yang ada hubungannya dengan persoalan yang akan dibicarakan. yaitu wawancara yang ditujukan kepada orang-orang tertentu yang mempunyai hubungan dengan objek-objek (kasus) yang diselidiki. 2) The focused interview. Beberapa hal pokok yang perlu disiapkan konselor (konselor) untuk melakukan wawancara adalah sebagai berikut: a. 1) The non-directive interview.

Adanya pengaruh-pengaruh subjektif interviewer yang dapat mempengaruhi hasil wawancara. 1) Valid. Mengacu pada berbagai pendapat yang telah dikemukakan oleh Walgito (1983:50-51). maka interviewer harus dapat menciptakan situasi yang bebas. 3) Tidak mengandung bisa. Wawancara terlalu banyak memakan waktu dan mungkin pula tenaga dan biaya. Penilaian hasil upaya yang telah diperoleh. 4) Komunikatif. maka untuk memperoleh hasil wawancara yang baik harus dipenuhi: a. Mempunyai kemungkinan masuknya data lebih mendalam dan lebih tepat (dibandingkan dengan kuesioner yang ada kemungkinan diisi oleh orang lain) f. c. Untuk itu interviewer harus mendalami materi yang akan ditanyakan. Hendrarno. Winkel (1991:250-251). dan menyenangkan sehingga interviewee dapat bebas dan terbuka untuk memberikan informasi atau keterangan. yaitu: a. wawancara mempunyai beberapa kelebihan dan kelemahan (Djumhur & Surya. Menentukan waktu wawancara berikutnya (bilamana masih dianggap perlu untuk dilanjutkan). e. Tidak mengandung bisa berarti tidak ada pengaruh dari luar yang mengganggu wawancara. 202 . Menuntut keterampilan dan penguasaan bahasa yang baik dari interviewer. Dapat dilaksanakan kepada setiap individu c. Artinya orang yang tidak dapat membaca dan/atau pun menulis dapat diajak wawancara d. Untuk itu wawancara harus memenuhi syarat-syarat valid. Wawancara merupakan teknik yang tepat untuk mengungkapkan keadaan pribadi b. b. Kerahasiaan pribadi lebih terjamin. 1) Kelebihan wawancara adalah: a. e. d. Sugiyo & Supriyo. Situasi wawancara mudah terpengaruh oleh situasi alam sekitar.5. b. 2. yaitu pada waktu mengadakan observasi terhadap individu yang bersangkutan sekaligus juga diwawancarai. wawancara sebagai teknik pengumpulan data juga mengandung beberapa kekurangan. relevan. d. Menyimpulkan hasil wawancara. Persoalan yang akan diungkap dalam wawancara harus dipersiapkan dengan cermat dan sistematik (kisi-kisi wawancara). 1975:50-51). Bisa artinya pengaruh yang mengganggu. Memantapkan hasil yang telah disepakati. Dapat diadakan serempak (bersamaan) dengan observasi. c.5 Syarat-syarat Wawancara Agar wawancara mendapatkan hasil yang baik.a. tidak mengandung bisa. Menghentikan wawancara atas kehendak bersama dengan tetap membina rapport. Konselor dapat memberikan penjelasan terhadap pertanyaan-pertanyaan yang kurang jelas h. 2) Namun demikian selain berbagai keuntungan sebagaimana di atas. kemudian dirumuskan dalam pedoman wawancara (interview guide). Sugiyo & Supriyo (1987:80-81). terbuka. 2) Relevan. hangat.5. 2. Wawancara dikatakan valid apabila mencakup pendapat interviewee itu sendiri tanpa adanya pengaruh dari luar. 1987:82). atau sebaliknya e.4 Kelebihan dan Kekurangan Wawancara Sebagai metode untuk memahami siswa. Dapat menimbulkan hubungan pribadi yang lebih baik g. Tidak dibatasi oleh kemampuan membaca dan/atau menulis dari interviewee. komunikatif (Hendrarno. Sangat tergantung kepada individu yang akan diwawancarai.

Interviewer harus menjaga jangan sampai ada waktu diam (jeda) yang terlalu lama. lebih baik tidak membuat terlalu banyak catatan selama wawancara berlangsung.5.1 Wawancara ke Tujuan Responden Nama siswa Tanggal wawancara Tempat wawancara N o. Catatlah segera hasil wawancara. m. i. PEDOMAN WAWANCARA (INTERVIEW GUIDE) Tidak Langsung : 1 (pertama) : Memperoleh informasi tentang sebab-sebab siswa terisolir dalam kelompoknya (kelas) : Guru matapelajaran/Wali Kelas/Siswa lain : Burisrawa : 15 Mei 2010 : Ruang BK SMP Pringgodani Kudus Pertanyaan Jawaban 4. kelompok belajar d. Hindarkan sikap menonjolkan aku interviewer. dan setelah wawancara. Bersikap waspada terhadap kemungkinan bahwa informasi yang diberikan tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya atau interviewee menghindari jawaban yang terbuka terhadap pertanyaan tertentu. pada saat. Pergunakanlah bahasa yang sederhana. l. lain kelas 203 . Contoh 3. siapakah teman akrabnya di kelas? Menurut pengamatan anda bagaimana kegiatan Burisrawa dalam: a. sekelas b. kegiatan ekstra-kurikuler Bagaimanakah hubungan sosial Burisrawa dengan siswa lainnya: a. namun jangan mengganggu jalannya wawancara. h. k.b. diskusi kelompok c. 1. Minta izin kepada interviewee untuk membuat catatan seperlunya. mengikuti pelajaran b. 3. c. Tujuan dan maksud diadakan wawancara harus dijelaskan sebaik-baiknya kepada interviewee. sebab hal itu dapat mengecilkan diri interviewee. Menghindari pertanyaan-pertanyaan yang sugestif. d. yang memberikan indikasi terselubung mengenai jawaban yang ideal atau cenderung mengungkap jawaban tertentu demi memberikan kesan yang baik. n. Interviewer harus selalu membina hubungan baik (rapport) dengan interviewee yaitu sebelum. Pertanyaan sedapat mungkin dikomunikasikan secara cross examining. g. Interviewer harus mengontrol isi wawancara. Bagaimanakah pengenalan anda terhadap Burisrawa? Menurut pengamatan anda. e. Karena hubungan baik ini sedikit banyak mempunyai pengaruh dalam proses dan hasil wawancara. Bertindak asertif selama proses wawancara berlangsung. maksudnya pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dapat diperluas sesuai dengan kebutuhan. situasi dak kondisi yang dihadapi interviewer pada saat itu walaupun wawancara sudah dipersiapkan secara sistematis (terstruktur). Pergunakanlah waktu sebaik mungkin untuk memperoleh keterangan atau informasi yang diharapkan. 2. f. j. jelas dan mudah dipahami. Namun.

Siapakah teman sekelas yang anda anggap sebagai teman akrab? 3. diskusi kelompok c. sekelas b. Menurut pendapat anda. …………………… Interviewer.5.5. hal-hal apa sajakah yang menyebabkan anda terisolir dalam pemilihan teman kelompok belajar? 204 . Bagaimanakah hubungan sosial anda dengan siswa lainnya: a. : 1 (pertama) : Memperoleh informasi tentang sebab-sebab siswa terisolir dalam kelompok belajar di kelasnya : Siswa yang bersangkutan : Burisrawa : 17 Mei 2010 : Ruang BK SMP Pringgodani Kudus Pertanyaan Jawaban Bagaimanakah hubungan sosial anda dengan teman satu kelas? 2. Menurut pendapat anda bagaimana kegiatan anda dalam: a.2 PEDOMAN WAWANCARA (INTERVIEW GUIDE) Langsung Wawancara ke Tujuan Responden Nama siswa Tanggal wawancara Tempat wawancara N o. mengikuti pelajaran b. Menurut pendapat anda. Hal-hal apa yang menarik bagi anda tentang teman sekelas yang menjadi teman akrab anda? 4. kegiatan ekstra-kurikuler 5. 1. hal-hal apa sajakah yang menyebabkan Burisrawa terisolir dalam pemilihan teman kelompok belajar? Kesimpulan/catatan: Kudus. lain kelas 6. …………………………… tanda tangan dan nama terang Contoh 3. kelompok belajar d.

Bagaimanakah anda memaknai hubungan sosial antar teman di kelas anda? Kesimpulan/catatan: Kudus. tetapkan indikator. observasi dibagi menjadi tiga jenis. Bentuklah kelompok kerja yang beranggotakan 5-8 orang. 4. E. dosen atau instruktur. baik untuk data perorangan maupun kelompok. Agar kegiatan observasi dapat berjalan dengan baik. Berdasarkan situasi yang diamati. (b) observasi sistematis. pastikan dan fahami materi observasi. dan (e) alatalat bantu mekanik (seperti tape recorder. handycam. Observasi sebagai alat pengumpul data adalah kegiatan pengamatan (secara inderawi) yang direncanakan. (b) observasi yang dimanipulasikan (manipulated situation) (c) observasi terhadap situasi yang setengah terkontrol (partially controlled). yaitu (a) observasi terhadap situasi bebas (free situation). atau cari penjelasannya di buku-buku psikologi dan/atau bimbingan dan konseling. …………………………… tanda tangan dan nama terang C. 5.7. Berlatihlah menggali data dengan beberapa instrumen nontes untuk memahami individu. gali pula sub variabel. cermati data yang diperoleh dari setiap instrumen tersebut. ……………………. Lembar Kegiatan Untuk memperoleh pemahaman yang mendalam pada bab ini seyogyanya saudara mengikuti langkah-langkah berikut: 1. Pelajari bab III buku ajar ini baik-baik. (d) skala penilaian. camera CCTV. atau lihat kamus/ensiklopedi. ada beberapa alat bantu yang bisa digunakan untuk mendukung observasi yaitu (a) daftar riwayat kelakuan atau catatan anekdot. sistematis. 2. Berlatihlah menyusun instrumen-instrumen nontes untuk memahami individu. Interviewer. gali variabel-variabel observasi. (b) catatan berkala. Observasi dilakukan dengan mengikuti langkah-langkah sebagai berikut: tentukan tujuan observasi. dan cobalah mengaplikasikannya dalam bimbingan dan konseling. Cermati beberapa istilah penting yang ada di dalamnya. jika perlu tanyakan kepada teman sejawat. dan (c) observasi experimental. kamera digital dan manual. (c) daftar cek. 3. siapkan pula alat tulis berupa spidol warna atau stabilo untuk mensaudarai hal-hal yang penting. Diskusikan dan bandingkan hasil analisis yang sudah dibuat setiap anggota kelompok dari contoh 1-8 dengan teman-teman satu kelompok kerja D. Menurut cara dan tujuannya observasi dibedakan menjadi (a) observasi partisipatif. dan hasilnya dicatat serta dimaknai (diinterpretasikan) dalam rangka memperoleh pemahaman tentang subjek yang diamati. Berlatihlah melakukan analisis instrumen nontes untuk memahami individu. Rangkuman 1. computer). 205 . bisa pula download dari internet. Latihan 1.

mendalami masalah individu dan kelompok. Daftar Cek Masalah (DCM) sangat bermanfaat bagi konselor terutama dalam menggali informasi tentang masalah-masalah yang terkadang sudah terlupakan oleh individu. Sementara itu ditinjau dari cara memberikannya. wawancara dapat dibedakan menjadi tiga yaitu the non-directive interview. dan wawancara yang bebas atau tidak terencana atau tidak terstruktur ( non-structured interview). interview diagnotis. Preferensi pribadi dinyatakan dalam kesukaan untuk berada bersama dalam melakukan kegiatan tertentu. wawancara dapat dibedakan menjadi wawancara individual dan wawancara kelompok. informational interview. Kuesioner atau angket merupakan suatu teknik atau cara memahami siswa dengan mengadakan komunikasi tertulis. Untuk itu. dan interview treatment. Instrumen atau alat untuk memperoleh materi sosiometri adalah angket sosiometri. Dalam setiap 206 . wawancara dibedakan menjadi tiga yaitu interview research. kuesioner terbuka. kuesioner dapat dibedakan menjadi kuesioner langsung dan kuesioner tidak langsung. yaitu kuesioner tertutup. Wawancara bersifat langsung jika konselor memperoleh data itu langsung dari klien itu sendiri. DCM digunakan oleh konselor karena dinilai efisien dan efektif bagi pengungkapan masalah-masalah yang dialami individu. Berdasarkan jumlah orang yang diwawancarai. inti interview. yaitu dengan memberikan daftar pertanyaan yang harus dijawab atau dikerjakan oleh responden secara tertulis pula. Sosiometri merupakan suatu metode atau teknik untuk memahami individu terutama untuk memperoleh data tentang jaringan hubungan sosial antarindividu (antarpribadi) dalam suatu kelompok. Dilihat dari bentuk pertanyaannya. pertanyaan yang terbuka. sebelum membuat item kuesioner perlu dirancang kisi-kisinya. mulai interview. dan bagian yang mengandung pertanyaan-pertanyaan yang ingin memperoleh jawabannya. Agar data sosiometri tersebut mudah dipahami siapa yang popular (paling disukai/disenangi) dan siapa yang terisolir (tidak disukai atau tidak dipilih). DCM sangat berguna untuk melengkapi data. Bagian yang mengandung pertanyaan fakta atau opini ialah bagian yang mengandung pertanyaan-pertanyaan untuk mendapatkan fakta atau opini. Kegiatan wawancara dilakukan melalui empat langkah yaitu persiapan untuk interview. dan pertanyaan yang terbuka dan tertutup. Berdasarkan sifatnya wawancara dapat bersifat langsung dan tidak langsung. berdasarkan preferensi pribadi antara anggota-anggota kelompok. Dengan demikian data psikologis yang dikumpulkan dengan angket sosiometri mudah untuk dianalisis dan dipahami (dibaca). Pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat berbentuk tiga macam yaitu pertanyaan yang tertutup. Menurut tujuannya. Suatu kuesioner yang baik harus dipersiapkan dan dirancang dengan baik pula. 3. wawancara dibedakan menjadi empat yaitu the employment interview. the focused interview. Dan diitinjau dari pelaksanaannya wawancara dibedakan menjadi dua yaitu wawancara yang terencana atau terstruktur (structured interview). yaitu dengan menggunakan beberapa pertanyaan yang berisi mengenai siapa yang disukai (dipilih) dan siapa yang tidak disukai (ditolak) di antara anggota kelompoknya. dan counseling interview. kuesioner dapat dibagi menjadi tiga. Di dalam kuesioner terdapat dua bagian yang pokok yaitu bagian yang mengandung identitas. Ditinjau dari fungsinya.2. dan kuesioner terbuka tertutup. dan akhir interview. dan the repeated interview. administrative interview. Wawancara atau interview adalah suatu teknik memahami siswa dengan cara melakukan komunikasi langsung (face to face relation) antara pewawancara (interviewer) dengan yang diwawancarai (interviewee) untuk memperoleh keterangan atau informasi tentang siswa. Menurut peranan yang dimainkan. atau dinyatakan dalam ungkapan perasaan terhadap anggota-anggota kelompok untuk melakukan suatu kegiatan tertentu. Analisis DCM dapat dilakukan secara individual maupun kelompok. maka data tersebut harus disajikan dalam bentuk tabel (disebut matrik sosiometri) dan bentuk gambar (disebut sosiogram). 4. 5.

Sebagai instrumen yang digunakan sebagai need assesment. 7. wawancara terdapat tiga dimensi wawancara yaitu kekayaan dan kecermatan. Hasil yang diperoleh melaui observasi. Tes Formatif 1. apa yang akan anda lakukan guna meningkatkan pemahaman anda tentang siswa-siswa yang anda bimbing? 4. 207 . pengumpulan data DCM. 5. Jika data yang anda peroleh menggunakan berbagai instrumen dan metode diatas dirasa kurang sesuai dengan kondisi siswa yang sesungguhnya. kedalaman pembicaraan dan pengaruh waktu. sosiometri maupun wawancara perlu dianalisis agar diperoleh simpulan yang bermakna.6. kuesioner. lengkapi dengan interpretasinya. sehingga data tersebut dapat dimanfaatkan untuk keperluan bimbingan dan konseling. apa saja yang perlu anda perhatikan dalam mengolah data DCM maupun Sosiometri guna penyusunan program layanan bimbingan dan konseling yang benar-benar tepat dan dibutuhkan oleh siswa? 3. setiap konselor hendaknya: menggunakan data pembanding yang dapat meningkatkan tingkat validitas data yang diperoleh. derajat intervensi. Kerjakan semua contoh observasi mulai dari contoh 1 sampai dengan contoh 8. F. Jelaskan arti penting penggunaan metode non-tes dalam memahami individu dalam layanan bimbingan dan konseling 2. Buatlah kuesioner dilengkapi dengan kisi-kisinya yang tujuannya adalah untuk mengungkap data-data awal yang anda butuhkan untuk kegiatan konseling. Mengingat berbagai metode diatas mengandung kelebihan dan keterbatasan.

1 Pengertian Tes Psikologis Dalam bidang bimbingan dan konseling.dengan cara membandingkan hasil yang dicapainya dengan individu lain. mengenal lingkungan. (3) Mengadministrasikan asesmen untuk mengungkapkan masalah-masalah konseli. angka hasil pengukuran itu tidak mutlak seperti halnya hasil yang didapat dari kalau orang mengukur. dan (5) Memilih dan mengadministrasikan instrumen untuk mengungkapkan kondisi aktual konseli berkaitan dengan lingkungan. (d) tes kepribadian. yaitu bahwa ukuran yang dihasilkan pengetesan (atau pengukuran psikologis) itu nisbi sifatnya. diharapkan peserta pelatihan (a) memahami konsep dasar tes bimbingan dan konseling. kelompok maupun standar yang telah ditetapkan. dan merencanakan masa depan.yang kemudian populer dengan istilah BK POLA 17 PLUS --.BAB IV PEMAHAMAN INDIVIDU TEKNIK TES Kegiatan Belajar 3 A. Tes psikologis dengan demikian diasumsikan mempunyai sumbangan yang cukup signifikan dalam pelayanan bimbingan 208 .1 Konsep Dasar Tes dalam Bimbingan dan Konseling 4. Dari berbagai batasan tentang tes yang telah dikemukakan para pakar. Kompetensi dan Indikator Kompetensi yang terkait dengan materi ini adalah (1) Memilih teknik asesmen. akan menampakkan aneka ragam perbedaan-perbedaan individu. umpamanya tinggi dan berat badan orang. tes yang dimaksudkan adalah tes pikologis atau psikotes. sesuai dengan kebutuhan pelayanan bimbingan dan konseling. Oleh karena itu.2 Tujuan Tes Psikologis Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 28/1990 tentang Pendidikan Dasar (pasal 25) dan Peraturan Pemerintah Nomor 29/1990 tentang Pendidikan Menengah (pasal 27) disebutkan. dan (e) tes prestasi belajar. (c) tes bakat.salah satu di antaranya adalah penggunaan data tes psikologis yang merupakan kegiatan pendukung bimbingan konseling yaitu aplikasi instrumentasi bimbingan konseling dengan teknik tes. dapat disimpulkan bahwa suatu tes mengandung pengertian yang mencakup: a) tes berupa seperangkat alat yang digunakan untuk mengungkapkan ciri-ciri psikologis individu (testi) dengan cara melakukan pengukuran b) tes merupakan tugas atau serangkaian tugas yang berbentuk pertanyaan atau perintah yang harus dijawab atau dilakukan individu. c) tes memandang bahwa atas dasar jawaban pertanyaan atau pelaksanaan tugas testi ditarik suatu simpulan tentang contoh atau profil perilaku individu d) tes disusun secara sistematis dan objektif --. B. sehingga dapat dikatakan bahwa tes psikologis adalah alat untuk mengukur perbedaan individu. (b) tes inteligensi. Dengan demikian tes psikologis ini dapat memberikan gambaran tentang aneka ragam sifat individu. setelah mempelajari materi ini. Munandir (1996:125) mengingatkan bahwa ada hal penting yang harus dicatat. Maksudnya. Pengertian lain yang perlu dipunyai oleh siswa adalah bahwa apa yang diungkapkan melalui tes itu bukan gambaran keseluruhan dirinya melainkan wakil belaka dari keseluruhan segi kepribadiannya (a sampel of behavior) yang maunya diukur.1. bahwa bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada siswa dalam rangka upaya menemukan pribadi. Opersionalisasi bimbingan konseling di sekolah --. Uraian Materi 4.merupakan perangkat dan prosedur untuk menetapkan profil perilaku individu --. dan (4) Memilih dan mengadministrasikan teknik asesmen pengungkapan kemampuan dasar dan kecenderungan pribadi konseli.1. 4. (2) Menyusun dan mengembangkan instrumen asesmen untuk keperluan bimbingan dan konseling.

yaitu (1) tes yang mengukur performansi maksimum (test of maximum performance). standardization group. Membantu kepala sekolah dalam menetapkan suatu kebijakan. Sementara Cronbach (1984:28) mengklasifikasi-kan tes menjadi dua golongan besar. tes itu harus mudah digunakan 4. (3) personality. 4. yaitu (1) intelligence. 4. Tyler & Walsh (1979:43) menggolongkan tes psikologis menjadi tiga bidang. 4. aptitude test) c.1.4 Syarat-syarat Tes Psikologis Suatu tes psikologis yang baik harus memenuhi syarat-syarat tertentu. Kemudian di sekolah diadakan penggolongan anak berdasarkan kemampuannya yaitu : ~ anak-anak yang terbelakang kemampuan belajarnya (educationally retarded) ~ anak-anak yang normal ~ anak-anak yang berkemampuan lebih dari normal (intellectually gifted). dan (2) tes yang mengukur performansi tipikal (test of typical performance). metodologi yang dimaksudkan adalah dengan melakukan testing. tes psikologis mempunyai tujuan sebagaimana dipaparkan berikut ini. Membantu guru dalam merencanakan dan mengelola pengajaran. sampling of tasks. scholastic test) 209 . Pada awal perkembangan tes psikologis. Dalam kaitannya dengan penyelenggaraan bimbingan konseling di sekolah.3 Dasar Pikiran Penggunaan Tes Psikologis Dasar pikiran utama dari kegiatan testing adalah upaya untuk mencari jawaban atas masalah kebutuhan akan metodologi penelitian psikologi yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.1. Untuk keperluan bimbingan konseling.konseling di sekolah. tes itu harus komprehensif g. tes itu harus reliabel c. 1986:25). tes inteligensi (intelligence test) b. 5. 1. yaitu dalam rangka membantu peserta didik menemukan pribadi dan agar mampu berkembang secara optimal. validity. (2) special ability. tes itu harus objektif e.1. tes itu harus valid b. prediction from measurement. dapat disusun suatu kesimpulan tertentu tentang kemampuan berpikirnya. Dengan tes sesungguhnya kita berupaya untuk menimbulkan suatu reaksi pada diri orang yang dites melalui rangsang-rangsang tertentu. Morgan & King (1971: 311-314) menyatakan bahwa suatu tes psikologis yang baik mempunyai karakteristik yang menyangkut reliability. 3. Di lingkungan pendidikan formal (sekolah) kebutuhan dan dorongan semacam itu terasa sekali di kalangan guru. Membantu siswa untuk mengenal dirinya sendiri. Dalam bidang psikologi. tes kepribadian (personality test) d. 2. Pada umumnya penggolongan tes yang terakhir yang sering digunakan yaitu: a. Dari berbagai reaksi yang muncul. tes bakat khusus (special ability test. Membantu orang tua untuk menganl anaknya. maka kepada dia harus diberikan berbagai rangsang yang dapat menimbulkan aktivitas berpikir.5 Jenis-jenis Tes Psikologis Tes psikologis sangat banyak macam ragamnya. tes itu harus diskriminatif f. Misalnya kita ingin mengetahui kecerdasan atau kemampuan berpikir seseorang. sekolah membutuhkan tes untuk kepentingan membedakan siswa yang abnormal (feebleminded) dari siswa yang normal (Stamboel. karena itu untuk mendapatkan pemahaman yang baik perlu dilakukan klasifikasi tes. Sedangkan Suryabrata (1984b:23) menyatakan bahwa : a. tes itu harus distandarisasikan d. Jenis rangsang ini disesuaikan dengan aspek psikis yang hendak diketahui atau diukur. tes prestasi belajar (achievement test.

2. Di sinilah peran guru pembimbing untuk ditonjolkan dengan memberikan penjelasan yang benar tentang angka kecerdasan tersebut sehingga tidak menimbulkan salah pengertian. Misalnya nilai kecerdasan yang diperoleh Ani 75 diartikan cukup cerdas.2 Tes Inteligensi 4. tepat. Lebih-lebih lagi jika angka kecerdasan tersebut dikaitkan dengan prestasi belajar siswa.79 30 – 69 50 – 69 30 – 49 di bawah 30 91 – 110 80 – 90 66 – 79 5 65 ke bawah (Sumber : Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Kenyataan ini sering membingungkan pemahaman dan mengecewakan orang awam tentang angka kecerdasan. Urusan Reproduksi dan Alat-alat Tes – URDAT) 210 . Tabel 1 Klasifikasi/Tingkat/ Taraf Inteligensi Genius Very Superior Sangat Cerdas Superior Cerdas High Average Above Average Bright Normal Cukup Cerdas Average Rerata Sedang/Normal Low Average Dull Normal Agak Kurang Cerdas Borderline Kurang Cerdas Mentally Deffective Sangat Kurang Cerdas ~ Debil ~ Embisil ~ Idiot KLASIFIKASI DAN ANGKA KECERDASAN Angka kecerdasan menurut : Raven Binet. kurang cerdas dengan mengacu pada angka-angka kecerdasan yang diperoleh dari suatu tes kecerdasan.89 70 .109 80 . Wechsler (SPM/CPM) Cattel (CFIT) (WAIS/WISC) 170 ke atas 95 90 75 140 – 169 120 -139 110 –119 128 ke atas 120 – 127 111 – 119 50 25 10 90 . 4. cerdas. kepandaian seseorang dengan melihat penampilan yang tampak sebagaimana dua kasus di atas sudah merupakan kecenderungan orang awam. antara lain si ibu dan guru pembimbing di SMP tersebut di atas. dan berhasil.2 Angka Kecerdasan dan Realitanya Dalam kehidupan sehari-hari kita sering dihadapkan pada perbincangan tentang orang-orang yang pandai. sedangkan yang diperoleh Doni 89 diartikan agak kurang cerdas.4.2.1 Pengertian Inteligensi Inteligensi dapat diartikan sebagai kemampuan potensial individu dalam menggunakan pikirannya untuk mempelajari dan menyesuaikan diri dengan lingkungannya dalam memecahkan persoalan-persoalan baru ataupun persyaratan dari tuntutan yang dihadapinya secara cepat. Justru pengrtian-pengertian semacam itulah yang sering menimbulkan kekecewaan pada banyak orang. Kebisaaan untuk mendeskripsikan kecerdasan.

4. Tidak seluruhnya dapat diperlakukan secara statistik 8. Pada akhirnya disadari bahwa tes inteligensi mempunyai kelemahan-kelemahan. Tes ini dapat digunakan untuk semua anak yang mempunyai latar belakang berbeda-beda. Tes yang tidak bertingkat. Kualitatif 7.3. Distandarisasikan secara eksternal dan tidak fleksibel 5. serba menentukan dalam segala hal. tes Binet ini telah dikembangkan oleh Lewis Terman dari Universitas Stanford dan diberi nama Tes Stanford Binet. 1984:112. Anak yang paling pandai dalam tes disebut bright (pandai. yang diperoleh dari umur mental anak dibagi umur kronologisnya. Definisinya digunakan untuk dasar penyusunan item-item tes.8) MA. nantinya anak yang memiliki 13 CA akan meiliki 10 (9. Istilah IQ atau Intelligence Quotient diperkenalkan pertama kali oleh William Stern. jika seorang anak mempunyai 7 CA dan 9 MA.3. Skala nilai untuk penilaian tunggal 2. Para ahli mulai menyadari bahwa tes inteligensi bukanlah hal yang almighty (serba baik. Di Amerika. Tes-tes diperhitungkan secara sama SKALA NILAI 1. IQnya adalah 128 {(9:7)x100}. Karenanya timbul usaha-usaha untuk mengatasi berbagai kelemahan tes inteligensi. Sebagai contoh. 1982:22) Tabel 2 PERBANDINGAN SKALA UMUR DAN SKALA NILAI SKALA UMUR 1. Prabu. maha kuasa) . Penilaian gradual 6. karena mereka dianggap memerlukan bantuan khusus dalam proses pendidikan. Seluruhnya dapat diperlakukan secara statistik 8. Sejak tahun 1904 Binet dan Henri telah memikirkan untuk mengembangkan metode obyektif guna menyeleksi anak-anak yang lambat mental. Penilaian alternatif 6.2. Secara matematis dapat direfleksikan sebagai berikut : Menurut Stern pada hakekatnya IQ manusia relatif stabil sepanjang hidupnya. Binet tidak memiliki teori inteligensi tertentu. cemerlang). sedangkan anak yang paling rendah dalam tes disebutnya miskin. Seleksi berdasarkan hubungan sukses dengan umur 3. seorang ahli psikologi bangsa Perancis. Seleksi berdasarkan fungsi yang diukur 3. Ia menemukan teori bahwa pada setiap tingkat umur beberapa anak lebih baik dari anak lainnya. 4. Tiap tes diberi tingkatan dan dapat digunakan untuk umur yang ber-bedabeda 4. dan IQnya akan tetap 128. Untuk menunjukkan ciri-ciri dan keuntungan skala nilai (point scale) Yerkes dan Foster membuat perbandingan antara skala umur dan skala nilai sebagaimana terjabarkan dalam tabel 2 berikut (Suryabrata.2. Kuantitatif 7. terpencar dan tidak saling berhubungan 4. serba kuat. Distandarisasikan secara internal dan tidak fleksibel 5.2 Perkembangan dan Macam Tes Inteligensi Dalam perkembangannya. Keduanya menulis serangkaian karangan dalam L'Annee Psychologique. Tes ini bisaa disebut kemampuan untuk memikirkan hal-hal abstrak. tes yang telah sekian lama diterima banyak orang tanpa kritik. Tes-tes diperhitungkan secara tidak sama 211 .2. pada akhirnya timbul keragu-raguan terhadap tes inteligensi itu sebagai alat peramal. IQ = MA x100 CA Menurut teori Stern. tetapi ia bekerja di bidang tes-tes yang menunjukkan sampel tingkah laku anak dan membedakan kemampuan dari tingkat umur yang berbeda-beda.3 Penggunaan Beberapa Jenis Alat Ukur Inteligensi 4. Skala umur untuk kelompok berganda 2.1 Asal Mula Pengukuran Inteligensi Orang yang dianggap sebagai pelopor dalam pengukuran inteligensi adalah Alfred Binet.

Gambar 6 Item A1 dari SPM 212 . Model tes tersebut adalah seperti pada gambar 5 berikut. Menganalisis fungsi-fungsi yang berkembang 10. Raven Progressive Matrices dimaksudkan sebagai tes non-verbal yang dirancang untuk mengukur kemampuan untuk mengerti dan melihat hubungan antara bagian-bagian gambar yang disajikan sserta mengembangkan pola berpikir yang sistematis. Gambar 5 Model Tes Labyrinth Testi harus menunjukkan jalan tersingkat untuk masuk dan selanjutnya keluar dari labyrinth itu sebagaimana ditunjukkan oleh anak panah. Salah satu contoh item tes Raven Progressive Matrices adalah sebagaimana gambar 6 berikut ini. Menganalisis nampak 10. inductive reasoning.9. 1984:1). Tes ini sebagian besar mengukur general factor.Wechsler Adult Intelligence Scale). baik tes untuk anak-anak (WISC --. dkk. Ukuran-ukuran umur relatif dibandingkan fungsi-fungsi yang untuk berbagai tidak dapat 9. sedangkan sebagian kecil mengukur spatial aptitude. Tes inteligensi dari Wechsler ini sebenarnya juga merupakan tes yang terikat budaya karena terdiri dari kelompok verbal dan performance. Ukuran-ukuran untuk berbagai umur relatif dapat dibandingkan Para ahli yang menggunakan skala nilai dalam pengukuran inteligensi di antaranya David Wechsler dan JC Raven. dan perceptual accuracy (Sugiyanto. Porteus mengembangkan tes labyrinth (maze test) yang dianggapnya sebagai tes yang bebas dari pengaruh kebudayaan.Wechsler Intelligence Scale for Children) maupun tes untuk orang dewasa (WAIS --.

5 tahun dengan masing-masing jarak adalah setengah tahun. Sedangkan untuk group test mulai dari usia 8 sampai dengan 14 tahun dengan jarak setengah tahun (jadi ada 13 golongan). 2) Coloured Progressive Matrices (CPM) CPM terdiri dari 36 soal yang dikelompokkan ke dalam tiga seri. Tes ini dapat dipergunakan untuk anak usia 5 .C. CPM dapat berbentuk buku soal ataupun papan. Ab dan B. Tes ini dapat dipergunakan untuk orang normal usia 6-65 tahun. Revisi dilakukan pada tahun 1947 dan 1962. Jika tes ini dipergunakan dengan batasan waktu (selama 40 menit) berarti untuk mengukur kecepatan dan kemampuan intelektual. maka perlakuan guru pembimbing pada setiap tingkat kecerdasan dapat dideskripsikan sebagai berikut : 1. studinya relatif stabil. mereka dapat ditempatkan di sekolah bisaa tetapi ada tambahan berupa layanan individual (program pengayaan atau akselerasi).Raven Progressive Matrices terdiri atas tiga tes dengan penggunaan yang berbeda-beda (Sugiyanto. Low Average.4 Perlakuan Bimbingan Konseling Pada Tiap Tingkat Kecerdasan Mengacu pada klasifikasi dan angka kecerdasan tersebut di atas. Individu yang mempunyai taraf inteligensi ini hendaknya diberi pendidikan luar bisaa supaya dapat teraktualisasikan kognitifnya. merupakan tingkat kecerdasan yang paling tinggi. karena kelompok ini mulai ada kerawanan yang kadang kala menimbulkan tinggal kelas. and E) 4. A. masing-masing dikenai norma yang berbeda. anak yang mengalami hambatan mental.B. yakni untuk mengukur kemampuan observasi dan clear thinking. 1984:1). 3. 213 . adalah kelompok anak yang sehari-hari disebut sebagai slow learners (lamban belajar). Tabel 3THE SELF-ADMINISTERED or GROUP TEST Percentile Point 95 90 75 50 25 10 5 20 55 54 49 44 37 28 23 25 55 54 49 44 37 28 23 30 54 53 47 42 34 25 19 Chronological Age in Years 35 40 45 50 53 52 50 48 51 49 47 45 45 43 41 39 40 38 35 33 30 27 24 21 55 46 43 37 30 18 60 44 41 35 27 15 65 42 39 33 24 13 - (Sumber : Raven.2. 1960. Norma CPM yang asli (Raven. Tes ini dapat dipergunakan untuk orang normal tanpa batasan waktu. 2. dkk. di sekolah bisaa dan masih dapat dikembangkan aspek afektifnya. Genius. Mereka ini perlu memperoleh tambahan pengajaran yang disesuaikan (adjusted curriculum practice). Superior. karena hasil belajarnya bisa naik dan bisa pula turun. D dan E. A. High Average. dan orang lanjut usia. Very Superior. Guide to the Standard Progressive Matrices Sets A. Misalnya dengan mengirimkannya untuk sekolah di luar negeri. Average. yaitu : 1) Standard Progressive Matrices (SPM) SPM terdiri dari 60 soal yang dikelompokkan ke dalam lima seri. 3) Advanced Progressive Matrices (APM) APM pertama kali disusun pada tahun 1943. karena pada umumnya di luar negeri sudah tersedia lembaga pendidikan yang memadai untuk anak genius. 5. 1960) untuk individual test usia 6 sampai dengan 13. 6. B. mulai diperlukan adanya bimbingan preventive.11 tahun. 4. untuk masing-masing golongan usia tersebut (16 golongan) dikenai norma yang berbeda untuk menentukan tingkat kecerdasan mereka.D. C.

merupakan faktor khusus yang perlu dikaji. 8. bahkan kehidupannya sepenuhnya tergantung pada bantuan orang lain.2. 8. Idiot. bahwa usaha untuk menemukan. Bisaanya kelompok ini dirawat di Lembaga Pemeliharaan Cacat Mental. 4. Debil. Mereka dapat dilatih untuk memperoleh keterampilan-keterampilan tertentu. Sedangkan faktor-faktor khusus seperti mengapa Jefri lebih suka menekuni musik dan dengan cepat dapat mengekspresikan isi hatinya ke dalam nadanada yang tersususn rapi dan dinamis. pengetahuan dan ketrampilan khusus. Mentally Deffective. kemudian dikembangkan dan disalurkan sehingga siswa dapat berkembang seoptimal mungkin. dan dipahami. 4. adalah kelompok individu yang perlu rawat (total care atau dependent). Mereka tidak mampu untuk merawat dirinya sendiri. sedangkan mereka mempunyai gradasi kecerdasan yang sama. yaitu : 8. Bakat dan Dimensi Bakat adalah suatu kondisi atau serangkaian karakteristik dari kemampuan seseorang yang dengan suatu latihan khusus memungkinkannya mmencapai suatu kecakapan.1. serta Dono lebih cepat mengekspresikan apa yang ditangkapnya menjadi banyolan-banyolan segar. adalah mereka yang dikatakan sebagai individu yang mampu latih (trainable atau semi dependent). mengenal dan memahami bakat siswa merupakan perkara yang penting.dan kemampuankemampuan siswa yang lain --. menyapu dan membersihkan halaman. menyapu lantai rumah.1 Latar Belakang Kita telah mengetahui bahwa inteligensi menggambarkan kemampuan seseorang untuk memecahkan masalah-masalah di lingkungannya.3. Borderline. misalnya kemampuan berbahasa. misalnya membuat perkakas rumah tangga yang sederhana yang tidak membutuhkan kreativitas dan imajinasi yang tinggi seperti keset dari sabut kelapa. Faktor khusus inilah yang sering disebut bakat.dan hal perlu dilakukan sedini mungkin. Dari pengertian tersebut. Kelompok ini dapat digolongkan menjadi tiga.3 Tes Bakat 4. Dalam kegiatan pendidikan Munandir (2001:15-16) mengatakan. Bisaanya mereka ditempatkan di rehabilitasi sosial sehingga menjadi sumber daya manusia yang eksis.2. Dengan demikian. menyemir sepatu. 8. Program pengembangan bakat siswa di sekolah dicapai melalui kegiatan pembelajaran dan bimbingan konseling. kemampuan bermain musik dan lain-lain. Faktor umum inilah yang diukur dengan tes kecerdasan umum (general iintelligence ttest). adalah mereka yang dikatakan sebagai individu yang mampu didik (marginal independent atau independent retarded atau educable) yaitu kelompok anak yang masih bisa menerima pendidikan yang diberikan di dalam situasi sekolah (Sekolah Luar Bisaa). merupakan anak-anak yang harus ditempatkan di Sekolah Luar Bisaa.7. Embisil. tersirat beberapa hal yang dapat dijelaskan sebagai berikut:  Suatu kondisi atau serangkaian karakteristik kemampuan seseorang. Mereka ini dapat dididik untuk melakukan kebisaaan-kebisaaan yang baik untuk memenuhi kebutuhannya sendiri dan lingkungannya yang terkecil.3. Setelah pendidik menemukan bakat --. kemudian dikenali. ssehingga iia dapat hidup dengan baik di lingkungan tertentu yang menuntut penyesuaian tertentu pula. Pada umumnya kemampuan untuk menyerap faktor-faktor kebudayaan itu terdiri dari kemampuan umum yang minimal harus dipunyai untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Dalam diri seseorang terdapat kondisi atau karakteristik tertentu yang merupakan bekal atau modal untuk berbuat (bertingkah laku) 214 . misalnya membersihkan tempat tidur. Maka hal-hal yang diajarkan kepada anak didik baik di sekolah maupun di lingkungan keluarga dan masyarakat adalah kemampuan-kemampuan yang mengandung unsur-unsur kebudayaan.3. pelayanan bimbingan konseling mempunyai peran yang penting dalam pengembangan siswa. merupakan golongan yang kognitifnya tidak dapat berkembang. Karena itu lebih bijaksana jika mereka ditempatkan di Sekolah Semi Luar Bisaa.

Berbagai pendapat tentang bakat menunjukkan. yang dapat diukur langsung dengan alat atau tes tertentu. Sebagian orang mengatakan. kita tidak mengetahui secara pasti. kita harus mengetahui kemampuan diri kita sendiri. dan lain-lain. seberapa kualitasnya. bahwa bakat sering dikatakan merupakan kemampuan yang dibawa orang sejak lahir. Bakat yang diartikan dari aptitude merupakan suatu kemampuan bawaan. yaitu : 1) achievement yang merupakan actual ability.. keterampilan teknik. Sebaliknya ia tidak akan berkembang dengan baik jika ia tidak berbakat. Munandir (2001:15-16) mengatakan. sebab sifat-sifat seseorang dibawa sejak lahir. seperti setiap analisis psikologis yang lain . Dan dari analisis tentang tingkah laku itu kita ketemukan. Kemudian apa bedanya bakat dengan kemampuan dan prestasi? Bagi seorang pendidik pertanyaan tersebut di atas mempunyai arti penting. maka dapat disimpulkan bahwa bakat adalah kemampuan manusia yang dibawa sejak lahir (kodrati. bagaimana kita dapat mengatakan bahwa kita hidup dalam dunia yang beradab? Bakat seseorang tidaklah dibawa sejak lahir. herediter).. sementara yang lain mengatakan bahwa bakat tidak dibawa sejak lahir. Bakat dan kemampuan menentukan prestasi seseorang. Sementara itu sebagian orang yang lain mengatakan. bahwa analisis tentang bakat selalu .. alamiah) yang dengan latihan-latihan tertentu akan memperoleh berbagai macam pengetahuan dan keterampilan khusus seperti kemampuan berbahasa. Pengetahuan kita bahwa seseorang berbakat ataukah tidak setelah kita mengetahui perkembangan seseorang kemudian.. 2) capacity yang merupakan potential ability. Pengertian sejak lahir mengandung makna bahwa manusia sejak bayi memang sudah membawa “bibit bakat”. bahwa dalam tingkah laku itu kita dapatkan gejala sebagai berikut : 215 . Tentang kata sejak lahir dalam kaitannya dengan bakat ini. sebagai potensi yang masih perlu dikembangkan dan dilatih agar dapat terwujud. Suzuki (1993:1-2) mempunyai pandangan yang menarik. yang dapat diukur secara tidak langsung dengan melalui pengukuran terhadap kecakapan iindividu. sedangkan bakat memerlukan latihan dan pendidikan agar suatu tindakan dapat dilakukan di masa yang akan datang. oleh Woodworth dan Marquis (Suryabrata. 1992:17-18). walaupun memperoleh latihan khusus. mengenal kemampuan tersebut dan mengembangkannya. dimana kecakapan ini berkembang dengan perpaduan antara dasar dengan training yang intensif dan pengalaman 3) aptitude. yaitu kualitas yang hanya dapat diungkap/diukur dengan tes khusus yang sengaja dibuat untuk itu. bermain musik. Orang yang berbakat matematika diperkirakan akan mampu mencapai prestasi yang tinggi dalam bidang itu. Bakat atau aptitude.” Dengan demikian. Ability mempunyai tiga arti. kemampuan merupakan daya untuk melakukan suatu tindakan sebagai hasil dari pembawaan dan latihan. Bekal atau modal tersebut akan berkembang menjadi suatu kecakapan. Jadi prestasi merupakan perwujudan dari bakat dan kemampuan. “Pertumbuhan karakter seorang anak adalah hal yang wajar. 1984a:169) dimasukkan dalam kemampuan (ability). Dengan demikian orang yang berbakat dapat berkembang optimal jika ia memperoleh suatu latihan khusus. Pandangan ini sering kita dengar secara umum sebagaimana para ahli dan “orang awam” ada setuju bahwa bakat dibawa sejak lahir. Bila tugas penting ini dikesampingkan. tetapi seberapa besarnya. dengan kata lain bersifat keturunan (atau genetis.. antara lain berupa kemampuan berbahasa. Prestasi yang sangat menonjol dalam suatu bidang mencerminkan bakat yang unggul dalam bidang tersebut (Munandar. Berbeda dengan bakat.. pengetahuan dan keterampilan khusus jika memperoleh suatu latihan khusus  Kecakapan. Kemampuan menunjukkan bahwa suatu tindakan (performance) dapat dilakukan sekarang. merupakan analisis tingkah laku. Kita tidak dapat berbuat apa-apa bila seorang anak dilahirkan tanpa memiliki kemampuan seperti anak-anak yang lain. kemampuan bermain musik dan lain-lain. pengetahuan dan ketrampilan kkhusus.

dan sebagainya. 2. yaitu : a. Dimensi ini mencakup enam faktor yaitu : a. Tingkah laku individu. e. yang menitik beratkan pada posisi. (2) pengenalan terhadap golongan (kelas). 3. 1. yang mempunyai tiga aspek itu adalah pengejawantahan dari kualitas individu yang didasari oleh bakat tertentu. yang menitik beratkan pada gerakan. (5) faktor untuk menghasilkan implikasi-implikasi yang unik e. dan ini meliputi faktor-faktor antara lain : a. (3) faktor kelancaran dalam menghasilkan hubungan-hubungan. faktor kordinasi f. luasnya daerah persepsi f. dan (2) faktor ketepatan dinamis.(a) individu melakukan sesuatu (b) apa yang dilakukan itu merupakan sebab dari sesuatu tertentu (atau mempunyai akibat atau hasil tertentu) (c) dia melakukan sesuatu itu dengan cara tertentu. faktor pengenalan. faktor kecepatan gerak d. faktor berfikir konvergen. Dimensi perseptual Dimensi perseptual meliputi kemampuan-kemampuan dalam mengadakan persepsi. (2) evaluasi mengenai relasi-relasi. (4) faktor untuk menghasilkan transformasi. kepekaan indera b. seperti expressional fluency (kelancaran 216 . karena memang dimensi inilah yang mempunyai implikasi sangat luas. yang terdiri atas dua macam. (3) evaluasi terhadap sistem. yang meliputi (1) faktor untuk menghasilkan nama-nama. dimensi psikomotor. yang mencakup (1) pengenalan terhadap keseluruhan informasi. (4) pengenalan terhadap bentuk atau struktur. faktor berfikir divergen. dan dimensi intelektual. yang meliputi (1) evaluasi mengenai identitas. (2) faktor untuk menghasilkan hubungan-hubungan. kecepatan persepsi. Dimensi inilah yang umumnya mendapat penyorotan secara luas. faktor ingatan. orientasi waktu e. yang mencakup (1) faktor ingatan mengenai substansi. orientasi ruang d. Guilford yang bertolak dari analisis faktor. berusaha merumuskan faktor-faktor yang terkandung di dalam bakat itu. (2) faktor untuk pengalihan kelas-kelas secara spontan. (2) faktor ingatan mengenai relasi. Karena itu analisis tingkah laku ini memberi kesimpulan bahwa tingkah laku itu mengandung tiga aspek yaitu : (a) aspek tindakan (performance atau act) (b) aspek sebab atau akibatnya (a person causes a result) (c) aspek ekspresif. Dimensi intelektual. yang secara garis besar telah disebutkan di atas. (4) evaluasi terhadap penting tidaknya problem (kepekaan terhadap problem yang dihadapi) d. (3) faktor ingatan mengenai sistem b. faktor impuls c. perhatian c. faktor kekuatan b. seperti word fluency. (5) pengenalan terhadap kesimpulan c. Dimensi psikomotor. (4) faktor untuk menghasilkan sistem. yaitu dimensi perseptual. Di sini Guilford menjelaskan lebih jauh tiga dimensi yang tercakup dalam bakat. faktor evaluatif. yaitu (1) faktor kecepatan statis. yang meliputi (1) faktor untuk menghasilkan unit-unit. faktor ketelitian/ketepatan. Dimensi ini meliputi lima faktor. faktor keluwesan (flexibility). (3) pengenalan terhadap hubungan-hubungan. (3) faktor untuk menghasilkan sistem-sistem. ideational fluency.

tes bakat yang bisaanya dipergunakan antara lain BAKUM (Bakat Umum). khususnya persepsi dan visualisasi dalam tiga dimensi. M Assosiative Memory atau faktor ingatan yaitu kemampuan untuk mengingat.) yaitu : V Verbal Comprehension (kemampuan verbal) atau faktor verbal. W Word Fluency (kefasihan kata-kata) yaitu faktor kelancaran atau kefasihan menggunakan kata-kata.3. N Number Facility atau faktor bilangan. yaitu kemampuan untuk mengadakan orientasi tempat dan ruang. 4.th. t. Namun didasari oleh pertimbangan praktis. (1941). GATB (General Aptitude Test Battery).mengungkapkan). 1. Number Facility. Tes BAKUM atu TKD atau TINTUM 69 adalah serangkaian tes kemampuan differensial yang praktis untuk mengetahui serangkaian bakat individu. (5) faktor untuk transformasi divergen. yaitu kemampuan untuk bekerja dengan bilangan (kecakapan menghitung) S Space Relation (penguasaan ruang). dan faktor ini secara umum dianggap sesuatu indikator mudah tidaknya seseorang mengubah rasionya dan mengalihkan rasionya sesuai dengan kebutuhannya. Sebagai bahan orientasi dalam pengenalan tes bakat dalam buku ajar ini akan diuraikan secara singkat tentang tes BAKUM dan DAT. FACT (Flanagan Aptitude Classification Test). yaitu kemampuan untuk berfikir logis. GRE (Graduate Records Examination).L.. P Perceptual Speed atau kecepatan persepsi yaitu faktor kemampuan untuk mengamati (persepsi) dengan cepat.3 Cara Pengukuran Bakat Dalam pengukuran bakat. Seluruh baterai tes BAKUM terdiri dari 10 persoalan untuk mengungkap 10 aspek bakat umum individu yaitu : Pemahaman sosial Kawasan Pengetahuan Analogi Verbal Logika Sosial Pemahaman Numerik Logika Numerik Kemampuan Analogi Berpikir Induktif-Deduktif Persepsi Keruangan Ketepatan Presisi : : : : : : : : : : Sikap terhadap situasi sosial praktis Ruang lingkup pengetahuan terhadap dunia luar Kemampuan analogi berpikir verbal Cara berfikir logis terhadap masalah-masalah sosial Penalaran berhitung dengan angka Logika berfikir dengan angka Kemampuan berfikir analogi Kemampuan berfikir deskriminasi-generalisasi Kemampuan pandang ruang (stereometri) Kemampuan persepsi secara tepat 217 . T. Tes BAKUM (Bakat Umum) Tes BAKUM (Bakat Umum) disebut juga TKD (Tes Kemampuan Differensial) atau TINTUM 69 (Tes Inteligensi Umum). cermat dan teliti I atau R Induction atau Reasoning (faktor penalaran). Perceptual Speed dan Induction atau General Reasoning. DAT (Differential Aptitude Test).Tes Bakum disusun atas dasar teori multiple factor yang dipelopori oleh Thurstone. Kecuali alasan di atas. & Thurstone. tes BAKUM hanya mengukur 5 faktor saja.G. yaitu Verbal Comprehension. tes BAKUM dikatakan praktis oleh karena administrasi tes dapat dilakukan secara klasikal dan waktu pelaksanaan relatif singkat (66 menit). Thurstone mengemukakan selusin faktor yang dirancang sebagai 7 faktor kemampuan mental primer (Manual TKD. karena dua tes inilah yang sering digunakan dalam layanan bimbingan dan konseling di sekolah. (6) faktor untuk menyusun bagian-bagian menjadi garis besar atau kerangka. SAT (Scholastic Aptitude Test). Space Relation. L. merupakan kemampuan menggunakan bahasa.

Mechanical Reasoning (Penalaran Mekanis=MR) dapat mengungkapkan bagaimana dengan mudahnya seseorang dapat menangkap prinsip-prinsip umum fisika pada saat seseorang melihatnya dalam kejadian sehari-hari. sedangkan sub tes 218 . Language Usage : Spelling and Grammar (Pemakaian Bahasa: Mengeja dan Tata Bahasa) terdiri dari dua tes prestasi belajar yang singkat yang mengukur kemampuan-kemampuan penting yang perlu dipertimbangkan oleh seseorang bersama dengan tes bakat lainnya dalam DAT. serta bagaimana sebaiknya seseorang untuk berfikir dalam tiga dimensi. mesin-mesin dan gerakan-gerakan yang sederhana. dan bagaimana jelasnya mereka untuk dapat berfikir serta mengadakan penalaran dengan angka-angka. Numerical Ability (Kemampuan Angka=NA) akan mengungkapkan kepada seseorang bagaimana sebaiknya mereka memahami ide-ide yang diekspresikan dalam angka-angka. Tes DAT banyak digunakan untuk penjurusan di SMU dan SMK dan akhir-akhir ini seringkali digunakan dalam konseling pendidikan dan pekerjaan bagi para remaja yang memasuki dunia kerja dan seleksi lamaran kerja.Hasil tes BAKUM bisaanya disajikan dalam profil bakat sebagai contoh berikut : Aspek Bakat Pemahaman Sosial Kawasan Pengetahuan Analogi Verbal Logika Sosial Pemahaman Numerik Logika Numerik Kemampuan Analogi Berpikir Induktif-Deduktif Persespsi Keruangan Ketepatan Presisi Gambar 5 RS R Klasifikasi AR S CT • • • • • • • • • • Profil Bakat Umum (BAKUM) T TS 2. Tes DAT terdiri dari 8 sub tes yaitu untuk mengukur: Verbal Reasoning (Penalaran Verbal=VR) akan mengungkap bagaimana baiknya sesorang untuk dapat memahami ide-ide yang diekspresikan ssecara verbal. Hanya sub tes ini yang menuntut kecepatan kerja dalam DAT. antara lain diagram. Abstract Reasoning (Penalaran Abstrak=AR) dapat mengungkapkan bagaimana sebaiknya seseorang untuk memahami ide-ide yang tidak dinyatakan dengan kata-kata atau angka-angka. dan dapat berfikir serta menalar dengan kata-kata. Sub tes mengeja (spelling) dapat mengukur bagaimana baiknya seseorang untuk mengeja kata-kata umum dalam bahasa Indonesia (Inggris). serta pemahaman seseorang terhadap hhukum-hukum yyang mendasari alat-alat. Tes DAT (Differential Aptitude Test) Tes DAT dapat memberikan gambaran tentang keseluruhan bakat seseorang secara maksimal dan terperinci. Clerical Speed and Accuracy (Kecepatan dan Ketelitian Klerikal=CSA) mmengukur bagaimana kecepatan dan ketelitian seseorang dalam membandingkan dan memperhatikan daftar tertulis seperti nama-nama atau angka-angka. potongan-potongan gambar serta posisi. Space Relations (Tilikan Ruang=SR) dapat mengungkapkan bagaimana ssebaiknya seseorang dapat membayangkan. membentuk gambar-gambar dari obyek-obyek padat dengan hanya melihat rencana (plant) di atas kertas yang rata.

Scholastic Aptitude (Bakat Skolastik=VR+NA). Berikut ini disajikan kutipan profil bakat berdasarkan hasil tes DAT. VR 99 95 90 NA AR SR MR CSA Sp Stc SA 80 75 70 60 50 40 30 25 20 10 5 0 80 90 86 96 99 57 35 16 85 Gambar 6 Profil bakat berdasarkan Differential Aptitude Test 219 . tanda baca dan pemakaian kata-kata dalam kalimat-kalimat yang mudah. kombinasi dari skor Verbal Reasoning dan Numerical Ability akan mengungkapkan kemampuan skolastik seseorang.tata bahasa (grammar) dapat mengukur bagaimana baiknya seseorang untuk dapat memahamai kesalahan-kesalahan tata bahasa. dan merupakan suatu estimasi yang bbaik tentang bakat skolastik. dan keberhasilan di perguruan tinggi. yaitu suatu kemampuan untuk menyelesaikan bidang studi-bidang studi atau program studi persiapan untuk memasuki perguruan tinggi di sekolah.

kebutuhan-kebutuhan sesorang dapat diklasifikasikan ke dalam 15 golongan yang dibuatnya berdasarkan suatu daftar kebutuhan pokok manusia yang disusun oleh Henry A. namun hanya EPPS. Akan tetapi sebagaimana dikemukakan oleh Stamboel (1986:119) dalam konteks tes kepribadian cukup dibatasi pada aspek pokok yang meliputi motivasi. Namun demikian gambaran ini tidak dapat memberikan keputusan atau menjuruskan secara khusus atau memilihkan pendidikan atau pekerjaan bagi seseorang secara pasti. Dewanti. Tes kepribadian mencakup dua macam teknik. RMIB. dan hubungan sosial. 1988:41). Murray dan kawan-kawan. Pada DAT skor di bawah persentil 50 digambarkan ke bawah sampai skor yang dimaksud. Di antara tes yang termasuk ke dalam tes proyeksi adalah tes Rorschach. melainkan harus dilengkapi dengan data yang lain tentang individu tersebut. pendidikan lanjutan dan pekerjaan 2) Menggambarkan kekuatan dan kelemahan individu.4 Tes Kepribadian 4. dan teknik proyektif. Wartegg. 4. Data yang lengkap ini akan membantu individu membuat perencanaan dan keputusan lebih tepat.4. Edwards pada tahun 1953. Semula tes ini disusun untuk kepentingan clinical psychology dan counseling. Thematic Apperception Test (TAT). baik data yang diperoleh dengan teknik testing maupun non testing. Aspek non kognitif ini sesuai dengan analisis faktor banyak jumlahnya. dan Kraepelin. Karena itu pemahaman konselor tentang teknik memahami individu ini sangat penting dalam layanan bimbingan 4.1 Hakekat Tes Kepribadian Tes kepribadian sering dibatasi sebagai tes yang bermaksud mengukur dan menilai aspek-aspek non kognitif. tes Permainan. pada dasarnya tidak dapat berdiri sendiri secara tunggal. Menurut Edwards. Tetapi dalam perkembangan selanjutnya digunakan untuk berbagai kepentingan. Rothwell Miller Inventory Blank (RMIB). Gambaran ini merupakan deskripsi tentang kemampuan individu. dan di atas persentil 50 digambarkan ke atas sampai skor yang dimaksud. Dari 20 kebutuhan pokok yang 220 . Tes Minat Belajar.3. hasil tes bakat akan membantu guru pembimbing untuk mengarahkan/menyalurkan siswa sesuai dengan bakatnya sehingga siswa dapat menempati suatu jurusan/program khusus atau pekerjaan yang tepat sesuai dengan kemampuan dasarnya. Self-report inventory bersifat “melaporkan keadaan diri sendiri” mengenai kehidupan testitif seseorang. sedangkan keputusan akhir tetap pada individu yang bersangkutan 3) Kaitannya dengan fungsi distributif.2. 4. Wartegg. Perlu diperhatikan bahwa penggunaan hasil tes bakat untuk kepentingan bimbingan dan konseling. dan Tes Minat Belajar. Kuder Preference Record Vocational (KPRV). Di antara model tes yang termasuk dalam selfreport inventory adalah Woodworth Personal Data Sheet (PDS).1 Idenitifikasi dan Dimensi-dimensi Kepribadian Edwards Personal Preference Schedule yang dikenal dengan singkatan EPPS ditujukan untuk mengungkap kecenderungan-kecenderungan aatau kebutuhan-kebutuhan (needs) khusus yang dimiliki seseorang. emosi.4. yaitu teknik self-reprot inventory.4 Pemanfaatan Hasil Pengukuran Bakat dalam Bimbingan Konseling Pengenalan dan pemahaman bakat individu dalam layanan bimbingan dan konseling secara eksplisit dapat digunakan untuk : 1) Membantu dalam merencanakan dan membuat keputusan tentang pilihan jurusan/program khusus. EPPS ini merupakan tes kepribadian yang bersifat self-report inventory atau personality inventory. yang diciptakan oleh Allen L. Edwards Personal Preference Schedule (EPPS). Mugiarso.4. Edwards Personal Preference Schedule (EPPS) 4.2.Penyajian hasil tes BAKUM dan DAT berbeda. Berbagai tes kepribadian di atas tidak akan dikemukakan semua. artinya aspek-aspek yang bukan abilitas dan ‘kepribadian’ manusia (Martensi.

Memberikan bimbingan konseling Achievement : 221 . Menghadapi kasus ini langkah yang dilakukan guru pembimbing adalah : a. untuk memerintah orang lain. Macam-macam kebutuhan tersebut adalah : untuk berbuat sebaik mungkin. Affiliation : untuk baik hati. untuk bekerja bersama atau berbuat sesuatu dengan orang lain. Testi belum integrated (menyatu) dengan pernyataan EPPS b. dkk. Change : untuk berbuat sesuatu yang baru dan berbeda. Testi cenderung tidak jujur. Exhibition : untuk menjadi pusat perhatian. untuk menghindari urusan dan campur tangan orang lain. Bila jawaban consisten di bawah 10 atau jawaban incon di atas 5. Selanjutnya Edwards menambahkan 15 pasang pernyataan sebagai pengulangan dari pernyataan yang sudah ada. Intraception : untuk menganilisis motif-motif dan perasaan-perasaan diri. Testi mengalami konflik c. Succorance : untuk menerima bantuan atau afeksi dari orang lain. sehingga diperoleh 210 pasang pernyataan. maka kesimpulan hasil jawaban testi dinyatakan inconsistence (diragukan). Dari setiap kebutuhan tersebut di atas. Heterosexuality : untuk bergaul bebas dengan lawan jenisnya untuk ikut aktif dalam pertemuan di mana orang dari jenis lain hadir. untuk ikut ambil bagian dengan temanteman sekelompok. merasa takut dan rendah diri. Deference : untuk menyuruh orang lain memutuskan sesuatu pendapat bagi dirinya. untuk mengampuni dan berlaku dermawan terhadap orang lain. Aggression : untuk menyerang pendapat orang lain yang berbeda. untuk tidak ingin diganggu selama bertugas.orang lain berbuat kesalahan. Mengadakan re tes b. Endurance : untuk bertekun dalam tugas-tugas yang dihadapinya. Penyebab terjadinya jawaban incon ini mungkin: a. untuk menyesuaikan apa yang diharapkan dari orang lain terhadap dirinya. Dominance : untuk mengatasi dan mempengaruhi orang lain. untuk supaya orang lain bersimpati dan mengerti tentang dirinya. Edwards membuat 9 (sembilan) macam pernyataan yang isinya menunjukkan sikap dan kecenderungan dari kebutuhan-kebutuhan tersebut. Autonomy : untuk berdiri sendiri dalam membuat keputusan. Nurturance : untuk menolong teman dan orang lain yang mengalami kesulitan.disusun Murray. Pasangan dari suatu variabel dipasangkan dengan pernyataan dari variabel lainnya. untuk diperlakukan sebagai pemimpin. untuk suka mempermainkan orang lain. untuk memahami dan mengerti perasaan-perasaan orang lain. untuk menerima fitnahan. Order : untuk berbuat secara teratur dan rapih dengan perencanaan sebelumnya. Pemasangan pernyataan-pernyataan ini mengikuti suatu pola tertentu seperti yang terlihat pada kertas jawaban (answer sheet). untuk menyelesaikan tugastugas yang sukar dan menarik. Abasement : untuk merasa bersalah bila. agar kecenderungan yang sama terletak pada garis atau kolom yang sama. Hal ini dimaksudkan untuk melihat dan mengetahui konsistensi (con) jawaban-jawaban testi yang dikenai EPPS. untuk menonjolkan sesuatu prestasi atau mengatakan keberhasilannya. untuk ingin mengikuti perubahan-perubahan keadaan dan kebudayaan. kemudian oleh Edwards disusun menjadi 15 (Sugiyanto. 1984:81-83).

kurang lebih sebagai berikut ini.4. agak mudah bergaul dengan lawan jenis. tekun dalam menyelesaikan tugas yang menjadi tanggung jjawabnya.2. 4. bahkan ia lebih suka memutuskan sendiri apa yang ingin dilakukannya. BBahkan ia cenderung menonjolkan kekuasaan dan pengaruhnya. Prasetyo memiliki dorongan untuk berprestasi yang tinggi sekali.4. Jika tidak selesai menjawabnya. Prasetyo Dari contoh psikogram sebagaimana dipaparkan di atas.2 Profil Laporan Ilmiah dan Awam Setelah disekor.n. 4. tanpa batasan waktu ketat selama 60 menit. Namun demikian dia orang yang sangat jujur. akan diperoleh standard score (ss) EPPS. Tetapi ia tidak mau menerima bantuan dan simpati orang lain jika menghadapi persoalan. waktunya ditambah sampai seselesainya. keinginannya menonjolkan diri (pamer) cukup tinggi. data EPPS tersebut dapat dikomunikasikan atau diterjemahkan ke dalam bahasa awam. Kesehariannya ia kadangkala nampak ikut berperan serta dalam pergaulan dengan teman sekelompoknya dan kadangkala iia mmau memahami perasaan orang lain. maka hasil pekerjaan EPPS tidak dapat dianalisis dan diinterpretasi. pada sisi lain kecenderungannya untuk menyesuaikan pendapatnya dengan orang lain agak rendah. Sedangkan segi negatif yang menonjol pada dirinya adalah bahwa ia suka sekali mengikuti perubahan dan suka menyerang pendapat orang lain.Tes ini diberikan untuk orang dewasa (minimal berpendidikan SLTA) dengan waktu penyajian antara 40-60 menit. dengan senang hati akan menolong orang lain yang mengalami kesulitan. Namun jika sampai 60 menit tidak selesai. Pada prinsipnya testi harus menjawab semua item yang berjumlah 225. Segi positif yang ada pada dirinya antara lain ia mau menerima kesalahan orang lain yang menjadi tanggung jawabnya.3 Kegunaan EPPS 222 . Kecenderungan Kepribadian (Needs) Achievement Deference Order Exhibition Autonomy Affiliation Intraception Succorance Dominance Abasement Nurturance Change Endurance Heterosexuality Aggression Consistence Klasifikasi AR S CT • • • • • • • • • • • • • • • RS R T • TS Gambar 7 Profil/Psikogram Hasil EPPS a.2. Ia termasuk orang yang berdisiplin tinggi. Skor standar ini selanjutnya disajikan dalam profil/ psikogram seperti berikut.

(3) Bagi korektor. Faking good merupakan kecenderungan testi untuk memilih pernyataan yang dianggap baik-baik saja. EPPS juga mempunyai beberapa kelemahan yang perlu diperhatikan yaitu : (1) Terikat budaya Sebagai tes yang menggunakan bahasa. dan testi tidak jujur. promosi jabatan diinginkan. baik negatif maupun positif. (4) Riset Sumber Daya Manusia Untuk mengetahui kemampuan sumber daya manusia dalam berbagai kepentingan. Hal ini misalnya jika tes dilakukan untuk seleksi penerimaan pegawai. maka kita akan mendapatkan gambaran yang relatif benar tentang kepribadian (kecenderungan kepribadian) testi. 4.2. yang pada saatnya dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas dan menyalurkan ssumber ddaya manusia sesuai dengan tugas dan kewajiban yang diberikan kepadanya. (2) Bimbingan Konseling Berdasarkan data EPPS seorang guru pembimbing dapat memberikan layanan bimbingan konseling. (2) Individu adalah orang yang paling tahu tentang keadaan dirinya sendiri. prosedur skoring tes ini melelahkan dan menjenuhkan. Jawaban yang berbeda menunjukkan testi tidak jujur (inconsistence). Dalam pelaksanaannya tes ini ternyata mampu mengungkap ada tidaknya sesuatu atribut pada kepribadian seseorang dan apabila ada dapat pula diungkap seberapa besar kecenderungannya. Misalnya testi cenderung inkonsisten. Karena dengan EPPS akan dapat diketahui kecenderungan-kecenderungan pribadi testi untuk diterima atau ditempatkan pada job yang sesuai dengan kepribadiannya. (3) Individu mempunyai kemampuan dan kesadaran untuk menyatakan keadaan dan penghayatannya menurut apa adanya. ttesti ssuka mmenentang. testi tidak siap diberi tugas (tidak integrated). mempunyai nilai yang cukup efektif dengan menggunakan EPPS. (2) Materinya yang banyak akan menimbulkan kejenuhan pada testi.4 Kelebihan dan Kelamahan EPPS Sebagai suatu tes psikologis EPPS mempunyai beberapa kelebihan antara lain : (1) Dapat mendeteksi tingkat kejujuran testi yaitu dengan melihat tingkat konsistensinya. walaupun itu tidak sesuai dengan dirinya (kata hatinya). tes ini harus diadaptasikan pemakaiannya.4. riset dengan menggunakan EPPS akan dapat memberikan masukkan yang cukup lengkap tentang kecenderungan kepribadian seseorang. (3) Psikoterapi Dengan melihat data EPPS terapis akan dapat memberikan treatment yang sesuai dengan masalah yang muncul dari 15 kecenderungan kepribadian testi. Selain kelebihan. Dengan EPPS yang merupakan self-report inventory. (5) Sering terjadi adanya pemalsuan jawaban testi baik yang bersifat faking good maupun faking bad. Hal ini dapat diketahui dengan melihat jawaban atas item-item tertentu yang berpasangan sebagaimana telah disebutkan ddi muka. khususnya pada kecenderungan kepribadian tertentu yang menonjol. testi sedang mengalami konflik.Dalam prakteknya EPPS sering kali digunakan untuk kepentingan diagnosis dalam bidang : (1) Seleksi dan Penempatan Seleksi dan penempatan karyawan baik di lingkungan instansi pemerintah maupun swasta. (4) Teknik interpretasi secara teknis dan awam membutuhkan keterampilan yang tinggi dari interpreternya. Sebaliknya faking bad merupakan kecenderungan testi untuk memilih pernyataan yang 223 . Dari data ini bisa ditelusuri sebab-sebab inkonsisten tersebut antara lain mungkin karena testi menolak rangsang (tidak mau bekerja sama dengan orang lain/tester).

…. ….3. tugas pengisian dari tes ini akan menimbulkan interest testi dan kerja sama yang aktif sifatnya e. Tanggal ……… Nomor : …. …. Hal-hal yang merupakan kekhususan (Manual The Rothwell-Miller Inventory Blank) dari tes ini adalah: a. ….. …. Tester : ……………………… PETUNJUK : Tulislah nomor urut pekerjaan di bawah ini dari yang paling Anda sukai dengan menuliskan 1 sampai dengan yang paling tidak disukai dengan menuliskan angka12 pada kolom A sampai I. …. …. …. …. tes interest tersebut disebut sebagai tes interest Rothwell-Miller. Minat seorang siswa dalam belajar berkaitan dengan pekerjaan yang akan ditekuni kelak. Ahli Pembuat Alat-alat Ahli Statistik Insinyur Kimia Industri Penyiar Radio Artis Komersial Pengarang Dirigen Orkes Psikolog Pendidikan Sekretaris Perusahaan Ahli Bangunan Ahli Bedah Ahli Kehutanan …. walaupun itu tidak sesuai dengan dirinya (kata hatinya). …. …. …. Saat itu tes ini hanya memiliki 9 jenis kategori dari jenis-jenis pekerjaan yang ada. cek dulu pekerjaan anda. Sekolah/Kelas : ……………………………………. Contoh tes RM adalah sebagai berikut: FORMULIR TES MINAT : ROTHWELL MILLER Nama : ………………………… Usia ……. tes diperluas dari 9 menjadi 12 kategori oleh Kenneth Miller.4.3 Rothwell Miller Inventory Blank (RMIB) 4. lebih cocok apabila diberikan kepada orang dewasa f. lebih mudah dikerjakan oleh testi c. ….. …. Sejak itu. …. ….4. Jangan ada yang dilewatkan ! Petani Insinyur Sipil Akuntan Ilmiawan Manager Bidang Penjualan Seniman Wartawan Pianis Konser Guru Sekolah Dasar Manajer Bank Tukang Kayu Dokter A …. hasil keseluruhan tes akan memperlihatkan pola interest dari testi. Hal ini didasarkan pula atas ideaidea stereotype terhadap pekerjaan yang bersangkutan. Kemudian pada tahun 1958. ….1 Identifikasi Tes RMIB Tes RM atau Rothwell Miller atau The Rothwell Miller Inventory Blank (RMIB) menurut sejarahnya disusun oleh Rothwell pertama kali pada tahun 1947. Tes ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengukur interest seseorang berdasarkan sikap seseorang terhadap suatu pekerjaan. …. …. score dapat disusun dengan lebih cepat d. dapat dimasukkan ke dalam susunan batteray test b. …. Sebelum diserahkan pada tester. Hal ini misalnya jika tes dilakukan untuk seleksi wajib militer.dianggap negatif.. …. PRIA 224 . 4.. ….

atau untuk mendengarkan orang lain bermain. …. …. yaitu minat terhadap pengobatan. 11. yaitu minat terhadap kesejahteraan penduduk. …. 4. ….2 Aspek-aspek (dimensi-dimensi) yang diukur Suka dan tidak suka terhadap kelompok pekerjaan merupakan faktor yang diukur oleh tes RM ini. 8. Penghargaan terhadap musik Social service. bernyanyi atau membaca sesuatu yang berhubungan dengan music. ….3. …. atau pekerjaan yang tidak berhubungan dengan hal-hal yang rutin sifatnya. kimia dan ilmu pengetahuan pada umumnya Personal contact. Cler Prac Med : : : 225 . yaitu minat memainkan alat-alat musik. …. …. kegiatan membaca. 2. karya pertukangan dan yang memerlukan keterampilan Medical. dengan keinginan untuk menolong dan membimbing/menasehati tentang problem dan kesulitan mereka. bergaul dengan orang lain. misalnya pada kelompok pekerjaan A testi menuliskan rangkingnya dari atas ke bawah 5. penyembuhan dan di dalam bidang medis serta hal-hal biologis pada umumnya. …. eksperimen. dan mempunyai idea yang besar atau kuat tentang pelayanan Clerical. 9. 7. …. Mechanical. yaitu pekerjaan yang berhubungan dengan angka-angka Scientific. …. …. Computational. …. Keinginan untuk mengerti orang lain. WANITAA Ahli Biologi Agen Biro Iklan Dekorator Interior Ahli Sejarah Kritikus Musik Pekerja Sosial Penulis Steno Penjilid Buku Apoteker Ahli Pertamanan Petugas Pompa Bensin Petugas Mesin Hitung …. membujuk. alat-alat dan daya mekanik. …. yaitu pekerjaan yang aktivitasnya dilakukan di luar ruangan atau di udara terbuka. yaitu pekerjaan yang dapat disebutkan sebagai keaktifan dalam analisis dan penyelidikan. …. mengurangi akibat dari pada penyakit. yaitu pekerjaan yang berhubungan dengan buku-buku. 6. 3. 10. Pada dasarnya adalah suatu pekerjaan yang membutuhkan kontak (hubungan) dengan orang lain Aesthetic. yaitu pekerjaan yang berhubungan dengan manusia. 4. …. yaitu pekerjaan yang berhubungan dengan hal-hal yang bersifat seni dan menciptakan sesuatu Literary. 1. yaitu minat terhadap tugas-tugas rutin yang menuntut kecepatan dan ketelitian Practical. mengarang Musical. …. …. ….Auditor Ahli Meteorologi Salesgirl Guru Kesenian Penulis Drama Komponis Kepala Sosial Resepsionis Penata rambut Dokter Hewan Pramugari Kapal Petugas Mesin Jahit C …. yaitu minat terhadap pekerjaan-pekerjaan yang praktis. ….S. Testi tes diminta untuk menuliskan ranking suka dan tidak suka dalam setiap kelompok pekerjaan dari rangking 1 sampai dengan 12 tanpa harus urut. 12. : : : : : : : : : Out door. ….4. diskusi. yaitu pekerjaan yang berhubungan dengan atau menggunakan mesin. …. Pekerjaan yang berhubungan dengan minat seseorang dalam tes RM digolongkan dalam 12 jenis pekerjaan yaitu: Out Mec Com Sci Pers Aest Lit Mus S.

dalam usaha memecahkan problem waktu reaksi. Lembar jawaban tes terpisah dengan buku tes.1 Identifikasi Tes minat belajar berupa buku yang terdiri dari 176 daftar pernyataan yang harus dijawab semuanya oleh responden.2 Aspek-aspek (dimensi) yang diukur Tes minat belajar ini dalam mengukur minat belajar seseorang dilakukan dengan cara mengukur minatnya terhadap pekerjaan-pekerjaan tertentu melalui pilihan Sika. 4. Bussines c.4. Pada setiap pernyataan didahului dengan dengan pilihan jawaban S R T (Suka.4.4. 4. 5 Tes Kraepelin 4.4. Ragu-ragu atau tidak menyatakan sikap suka atau tidak suka. Tes minat belajar digunakan di sekolah dalam rangka mengukur 11 minat terhadap lapangan belajar/pekerjaan khusus yaitu: a. perseptual dan tingkah laku.1 Identifikasi Tes Kraepelin Koentjoro dan Nuryati Atamimi (1984 : 1) mengatakan tes Kraepelin ini diciptakan oleh Emile Kraepelin seorang psikiater dari Jerman yang hidup antara tahun : 1856-1926. seorang yang berminat terhadap pekerjaan tertentu berkaitan dengan pelajaran-pelajaran tertentu yang harus disiapkan untuk pekerjaan yang akan dilakukannya. Musik Untuk mengungkap 11 minat belajar tersebut disusun 176 daftar pernyataan secara simultan. Kesehatan f. Home economic d.Kombinasi sekor-sekor yang diperoleh dari tes RM dapat digunakan untuk berbagai kepentingan misalnya penjurusan di SMU. Tidak Suka terhadap penryataan-pernyataan yang disediakan. Fisika h. Matematika g. IPS. S R T Mempelajari hukum dan keputusan-keputusan pengadilan yang dipakai dalam lapangan perusahaan/perdagangan 4. sensori motor. Raguragu.4.. Biologi i. Asumsinya. penempatan pekerjaan. Kesenian k. Sekretaris e. Kraepelin menyusun tes yang kemudian digunakan ssebagai ddasar psikologis untuk 226 . Sosial b. Teknik j. 176.5. S R T Memasukkan telur ke dalam mesin pengeram dan membukanya satu per satu setiap hari untuk melihat bagaimana perkembangan anak ayam …………………………………………………………………. studi lanjutan di perguruan tinggi. Dengan dasar pemikiran adanya perbedaan dari faktor-faktor yang khas pada proses sensori sederhana. Setiap minat terdiri dari 16 soal (item tes). Dari sini dasar-dasar pemikiran Wundt berpengaruh dalam bidangnya terutama dalam pemecahan masalah kerancuan Neurologis. dan pernah menjadi murid Wilhelm Wundt. IPA.4. Kombinasi dari jenis minat belajar tersebut akan menggambarkan profil minat siswa dalam bidang Bahasa. Contoh daftar pernyataan tes minat belajar adalah sebagai berikut: 1.4 Tes Minat Belajar 4.4. Pada permulaan tahun 1880 ia bekerja pada laboratorium Wundt. yang dalam penelitiannya ia kerjakan di laboratoriumnya di Lepzig menggunakan pasien-pasien psikiatrik. Tidak Suka).

dengan cara mengubah tekanan skoring dan integrasinya.mengklasifikasikan kecanduan psikiatrik. Dengan berdasarkan pada alat tes ciptaannya ia berusaha memperluas penggunaannya untuk menyusun tipologi kepribadian manusia antara normal dan abnormal. Di antara tes yang dipakai oleh Kraepelin adalah Simple arithmatic test. Memory dan lain-lain yang berhubungan dengan kelelahan dan Distraction. Simple arithmatic test inilah yang kini dikenal dengan nama tes Kraepelin (tes K) yang pada awalnya merupakan tes kepribadian dan dalam perkembangannya telah berubah menjadi tes bakat. yang digunakan oleh Kraepelin untuk mengukur Practice effect. Dari penelitian ini Kraepelin menyusun dua golongan besar psikosis fungsional yaitu manic depresive dan dementia praecox. 227 .

2) Bila terdapat salah hitung terlalu banyak dalam menjumlah angka dan dibawah minimum normal. 4) Bila terdapat range ritme yang terlalu besar pada hasil tes hingga dibawah minimum normal. Faktor kecepatan atau speed factor b. 4. yaitu : a.2 Tes Kraepelin Sebagai Tes Kepribadian Tes Kraepelin sebagai tes kepribadian.4. dan dari bawah ke atas membentuk 28 baris. Setelah perhitungan objektif dilakukan. dan bukan proyektifnya. Setelah 15 detik dan ada aba-aba. paling tidak tentang performance kepribadiannya sebagaimana disebutkan di atas. Namun bila ditinjau dari jenis isi itemnya.5. 4. tergolong dalam faktor "numerical facility" yaitu kecakapan uuntuk menggunakan angka dengan cepat dan teliti. Karena itu tekanan skoring dan interpretasinya didasarkan pada hasil-hasil test secara objektif. 4. 5) Di dalam grafik hasil tes menunjukkan garis naik tegak lurus atau tetap secara kaku. dengan waktu 15 detik. misalnya : 1) Bila hasil menjumlahkan angka-angka “ansich”.5. dapat diprediksikan bahwa testi mengalami gangguan. Sebagai tes kepribadian. maka testi harus pindah ke lajur berikutnya tanpa harus menyelesaikan lajur yang sedang dikerjakan. Faktor keajegan atau ritme fact d. menurut Marchan Darokah (1967) seperti yang dikutip oleh Koentjoro dan Nuryati Atamimi (1984 : 3). artinya pada suatu ketika terjadi hasil rendah. Testi bertugas menjumlahkan angka-angka tersebut dalam dua angka yang berdekatan dalam setiap lajur dari bawah ke atas. Begitu seterusnya sampai 50 lajur selesai dalam waktu 12' 30''. sehingga dapat disimpulkan adanya gejala epilepsi.4 Kegunaan dalam Bimbingan Konseling Dalam kegiatan bimbingan konseling di sekolah.4. tergolong dalam "convergent thinking". ini disebabkan pada suatu saat kehilangan ingatannya. Lajur dari kiri ke kanan terdiri dari 50 lajur. Hasil perhitungan angka dalam mengerjakan tes ini menurut Freeman (1962) sangat dipengaruhi oleh faktor sensori perception dan "motor response". (Mahasiswa dapat memperoleh pemahaman yang utuh setelah mempelajari Manual Tes Kraepelin dan mempraktekkannya). diprediksikan bahwa testi mengalami distraksi mental atau "mental disorder". tes Kraepelin mempunyai nilai diagnosis yang cukup handal untuk memberikan informasi tentang kepribadian seseorang.4. rendah sekali dan tidak pada kedudukan minimum normal hal ini dapat diprediksi bahwa ada gejala depresi mental pada testi. sebagaimana dikutip oleh Kuntjoro dan Atamimi (1984 : 2). dapat diprediksikan adanya gejala kelelahan dan mungkin gejala neurasthenia. dapat diprediksikan sebagai adanya perfeksionis. Faktor ketahanan atau ausdauer factor Menurut Guilford (1959) penjumlahan item yang berupa angka-angka satuan ini bila ditinjau dari fungsi mental.5. Hasil ini dapat diinterprestasikan dengan menggunakan dasar faktor-faktor bakat yang terkandung didalamnya. Faktor ketelitian atau accuracy factor c. 3) Hasil tes menunjukkan ritme yang tajam. tes Kraepelin antara lain mempunyai kegunaan sebagai berikut : 228 .gangguan emosional.Karakteristik tes ini adalah materinya hanya berupa angka-angka 1 sampai dengan 9 yang disebar secara acak membentuk lajur dan baris. digunakan untuk menentukan tipe "performance". 6) Di dalam grafik hasil tes menunjukkan penurunan hingga minimum normal. Hal ini dicontohkan oleh Marcham Darokah.3 Tes Kraepelin sebagai Tes Bakat Tes Kraepelin sebagai tes bakat dimaksudkan untuk mengukur "maximum performace" seseorang.

Testi juga dituntut mempunyai kemampuan berfikir cepat. khususnya kemampuan baca tulis angka atau matematik sederhana. penjurusan. keajegan dan ketahanan kerja) yang selanjutnya dapat dipergunakan untuk pertimbangan : a. Dapat mengungkap bakat dan kepribadian sekaligus dengan melihat hasil kerja testi b. karena pada pekerjaan tertentu membutuhkan ketelitian yang lebih baik dibandingkan dengan kecepatan kerja. 1990 : 27) menyebutkan: 229 . Tehnik skoring tes ini juga memerlukan ketelitian dari korektornya. karir/pekerjaan. Dengan demikian pemahaman tentang bakat siswa menurut tes Kraepelin ini akan membantu siswa menentukan pilihan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuannya.1 Latar Belakang Prestasi belajar merupakan sasaran personal yang terlibat dalam proses belajar mengajar di sekolah. Memberikan informasi tentang penempatan dan dapat menemukan kasus yang dihadapi testi. Tes Kraepelin juga bersifat power test sehingga dapat mengukur daya tahan atau ausdouer seseorang dalam menyelesaikan tugas yang menjadi tanggung jawabnya d.1) Dengan melihat hasil performancenya. Namun demikian tes Kraepelin juga mempunyai keterbatasan antara lain seperti berikut : a. dan komponen sekolah yang lain dalam kurun waktu tertentu. siswa.4. kecepatan. guru pembimbing dapat mengetahui masalah-masalah kepribadian yang dialami oleh siswa.5. Alat ukur yang praktis dan bebas budaya e. kecepatan. Pada hakekatnya prestasi belajar merupakan cermin keberhasilan proses belajar mengajar yang telah dilakukan oleh guru. dapat digunakan untuk seleksi yang mempunyai nilai kompetitif. Hal ini akan kelihatan pada hasil tes pada aspek kecepatan kerja. Tes ini tidak tepat untuk teknisi dan olahragawan.5 Kelebihan dan Keterbatasan Tes Kraepelin Tes Kraepelin mempunyai beberapa kelebihan yaitu antara lain : a. c. misalnya satu catur wulan. Sebagai tes yang bersifat speed test. b. 4. karena jurusan/program yang satu dengan lainnya mensyaratkan bakat ketelitian. sehingga kepada siswa dapat diberikan terapi yang sesuai dengan masalahnya. 4. d.5. Pada saat mengerjakan tugas mereka yang tidak mempunyai kemampuan berfikir cepat akan sulit menyesuaikan diri dengan materi tes. c. Testi dituntut kemampuan baca dan tulis. lanjutan studi. satu tahun ajaran ataupun satu jenjang pendidikan dari kelas I sampai kelas yang terakhir di lembaga pendidikan tersebut. b. Karena itu pelaksanaan skoringnya menjenuhkan. karena untuk melanjutkan studi diperlukan syarat bakat yang berbeda satu dengan lainnya. Karena tes ini tidak memberikan kesempatan pada testi untuk menimbang jawaban yang benar. keajegan dan ketahanan kerja yang berbeda. Hal ini karena skoring yang kita lakukan selama ini masih dengan cara manual. Dengan demikian penggunaannya terbatas kepada orang-orang yang mempunyai kemampuan baca tulis. Cronbach sebagaimana dikutip Waridjan (dalam Tim Pengembangan MKDK IKIP Semarang. sehingga dengan melihat bakatnya dari hasil tes Kraepelin guru pembimbing dapat memberikan saran program studi apa yang sesuai untuk siswa. Konon tes ini dapat disekor dengan komputer tetapi penggunaannya masih terbatas. 2) Dapat mengungkap empat aspek bakat siswa (ketelitian. artinya testi cenderung terdorong untuk bersaing dengan testi lain c.5 Tes Prestasi Belajar 4.

kecakapan baru tersebut diperoleh melalui suatu proses perubahan yang mungkin memakan waktu lama. setiap kali menjelang waktu berbuka ia ke luar rumah mengamati kelelawar. sehingga seseorang itu  Memperoleh sesuatu kebisaaan. Pengertian di atas dapat diidentifikasikan bahwa belajar mengandung makna:  Ditunjukkan adanya proses mengalami sesuatu yang berbeda dari waktu ke waktu. disengaja. Kebisaaan-kebisaaan melihat kelelawar tersebut mungkin saja tidak dapat dilakukan karena terjadi hujan. objek. berarti matahari sudah terbenam dan dengan waktu berbuka telah tiba. suatu aktivitas dalam diri individu (baik fisik maupun psikis). mengapa. misalnya seseorang yang pada saat berpuasa menunggu waktu berbuka listrik mati. maupun objek dan isuisu yang terjadi tersebut. Karena itu ia berusaha memperoleh jadwal puasa dan waktu sholat dari lembaga-lembaga yang dapat dipercaya. 230 . atau isu-isu. Perbuatan ini ia lakukan berulang-ulang. Misalnya hari ini seseorang memperoleh pengalaman bahwa agar dapat naik sepeda dengan baik ia harus menjaga keseimbangan badan. sehingga ia tidak dapat mendengar adzan dari masjid yang jaraknya cukup jauh dari rumahnya. orang lain. Apabila seseorang pada bulan ini melakukan reaksi yang berbeda dengan reaksinya bulan lalu. dan bagaimana seseorang berperilaku yang serasi dan sehat.  Memperoleh berbagai sikap. sebagai pedoman beribadah. we say that he has learned something. Keempat. kemarin tubuhnya miring ke kiri dan ke kanan. dengan usaha yang dilakukan secara sadar tersebut individu mempunyai tujuan mendapatkan kecakapan baru (tingkah laku baru). Dalam pengertian ini terkandung unsur-unsur berikut : Pertama. atau lebih tepat belajar tertunjukkan oleh adanya perubahan tingkah laku sebagai hasil mengalami sesuatu. perilaku seseorang yang dilakukan dengan sengaja dan/atau tidak sengaja. Kedua.  Pengalaman itu membawa perubahan yang berarti dalam perkembangan dirinya. orang lain. Pengalaman itu dapat berupa pengalaman fisik maupun pengalaman batin. apa. Proses menilai dan kemudian bersikap sesuatu tersebut merupakan perbuatan belajar. 1984:321) menyatakan bahwa belajar adalah perbuatan untuk memperoleh kebisaaan. dan keterampilannya bersepeda makin baik pula.  Memperoleh ilmu pengetahuan. Crow & Crow (dalam Kasijan. dari hari ke hari ia belajar dari pengalaman batinnya. Berdasarkan pada perbuatan dirinya sendiri dan/atau orang lain. learning. belajar ditandai adanya suatu usaha. Or. mulai dari tidak cakap berubah men-jadi cakap dalam sesuatu hal. more pricisely. usaha tersebut dilakukan secara sadar. misalnya dari hari ke hari keseimbangannya semakin baik. kita menyatakan bahwa dia telah mempelajari sesuatu. Ketiga. Perolehan ini lebih ilmiah dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya karena dikonstruk dengan cara-cara ilmiah. dan jika kelelawar sudah muncul. ilmu pengetahuan dan berbagai sikap.If the person makes a different response this month than the made a month ago. Ia pernah mendengar dari orang tuanya bahwa berdasarkan pengalaman “orang-orang tua dulu” kalau sudah ada kelelawar terbang. is shown by a change in behavior as a result of experience. mungkin pula sebentar. mengamati objek dan isu-isu yang terjadi seseorang menilai positif atau negatif terhadap dirinya sendiri. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa belajar merupakan suatu usaha sadar yang dilakukan individu untuk mendapatkan kecakapan baru melalui suatu proses perubahan sebagai hasil mengalami sesuatu. Sikap adalah penilaian umum yang dibuat seseorang terhadap dirinya sendiri. dan jatuhlah ia. action. Dalam hal ini individu mulai dari tidak tahu berubah menjadi tahu.  tanpa mengalami seseorang tidak belajar. Pengertian yang dikemukakan Crow & Crow dapat dijelaskan sebagai berikut:  Belajar merupakan perbuatan.

Untuk mengetahui hasil belajar seorang siswa. dan bimbingan konseling. Perubahan tingkah laku ini ditandai dengan suatu hasil belajar yang dicapai oleh siswa setelah menyelesaikan program belajar dalam suatu kurun waktu tertentu. kemudian sampai dengan batere untuk yang lebih lanjut bagi kelas 7. Beberapa di antara batere tes mempergunakan tachistoscope yang meneliti kecepatan bacaan (mencatat gerak mata) ketika seseorang membaca. Tes hasil belajar yang bersifat khusus adalah tes-tes yang mencakup bidang. Sedangkan tes subjektif cara penilaiannya cenderung dipengaruhi oleh hal-hal yang bersifat subjektif seperti prasangka. perlu juga dibedakan antara tes hasil belajar yang bersifat umum dan tes kemampuan.1 Tes Hasil Belajar Yang Distandardisasikan Di sini akan dibicarakan tes hasil belajar yang bersifat umum dan khusus.2. tes hasil belajar mempunyai beberapa fungsi (Stamboel. remedial teaching. rajin atau tidak dalam mengikuti pelajaran. Tes hasil belajar yang bersifat umum mengukur efek pengalaman yang secara relatif dicakup oleh suatu unit pengalaman yang distandardisasikan. yaitu suatu rencana pelajaran. 1986:213) yaitu seleksi. masing-masing terdiri 4 atau 5 bentuk yang ekuivalen (Anastasi.5. 4) Petunjuk untuk administrasi dan penilaian yang distandarisasikan dirumuskan secara mendetail. 1968). Beberapa hal yang perlu diketahui : 1) Tujuan utama dari tes hasil belajar yang distandardisasikan yang bersifat umum adalah penilaian terhadap pengaruh pengajaran/pendidikan/kursus tertentu. maka guru perlu mengukur hasil belajar siswa dengan alat ukur yang disebut tes hasil belajar.2. a.5. 4. Selain tes hasil belajar yang distandardisasikan ada pula tes hasil belajar buatan guru (Stamboel. Dalam kegiatan belajar mengajar diharapkan dapat diperoleh perubahan tingkah laku. Dalam praktek di lingkup pendidikan.2 Jenis dan Fungsi Pengukuran Hasil Belajar Tes hasil belajar yang distandardisasikan merupakan tes psikologi yang paling maju perkembangannya. suka atau tidak suka. 4. satu tahun ajaran dan seterusnya. matematika dan tes dengan tujuan pendidikan yang luas.bidang khusus yaitu terutama tes membaca. klasifikasi. 3) Sampel-sampel yang dicobakan harus bersifat representatif. terutama berbeda dalam tingkat pengalaman. misalnya satu catur wulan.5. Disebut objektif karena cara pemeriksaannya (skoringnya) yang seragam terhadap semua murid yang telah mengikuti tes itu. umpamanya kursus bahasa tertentu.2 Tes Hasil Belajar Buatan Guru Tes hasil belajar buatan guru dapat digolongkan menjadi tes objektif dan subjektif (essay).Kelima. Tes ini didasarkan atas tujuan pendidikan yang bersifat umum. b. penetapan kenaikan tingkatan kelas. satu semester. Suatu contoh batere tes yang telah distandarisasikan yang banyak digunakan di luar negeri yang terkenal adalah Tes Hasil Belajar Metropolitan yang terdiri dari 5 batere. Selain dibedakan tes hasil belajar yang bersifat umum dengan tes hasil belajar khusus. yang terutama digunakan dalam bantuan terhadap anak yang mengalami kesulitan belajar. 1986:209). proses perubahan dalam diri individu dikarenakan individu tersebut mengalami sesuatu secara langsung. 231 . 4. sedangkan tes kemampuan mengukur efek belajar yang secara relatif terwujud dalam kondisi yang tidak terkontrol dan tang diketahui. sadar dan disengaja. 8 dan 9. mencek standar. yang diambil dari suatu populasi anak normal pada sekolah-sekolah umum. Batere pertama untuk kelas I sampai kelas 6 SD. 2) Tes semacam ini dikonstruksikan dengan keahlian oleh ahli-ahli dalam bidang konstruksi tes.

bisa pula download dari internet. perlu waktu belajar lebih ataukah tidak dan sebagainya. Hasil tes prestasi belajar akan mempunyai manfaat yang penting dalam kegiatan bimbingan konseling di sekolah. Lembar Kegiatan Untuk memperoleh pemahaman yang mendalam pada bab ini seyogyanya saudara mengikuti langkah-langkah berikut: 1. apa yang saudara lakukan untuk tetap memperoleh data yang saudara harapkan? 5. E. Rangkuman 232 . karena tes ini bersifat objektif dan uniform bila dikonstruksikan secara baik. 3) Untuk mencek standar suatu kelakuan minimum yang dicapai misalnya untuk mengikuti pelajaran berikutnya anak dituntut telah memiliki kemampuan tertentu sebagaimana yang digariskan. terutama dalam kaitannya dengan layanan bimbingan belajar. 2. perlu pengayaan ataukah tidak. untuk mengambil keputusan tentang program khusus apa yang akan diikutinya. dosen atau instruktur. jika saudara gagal dengan suatu cara. Hal ini berarti siswa yang memiliki kemampuan lebih dapat menyelesaikan masa belajarnya lebih cepat. serta berbagai aspek tujuan dan kegiatan belajar lainnya. juga klasifikasi anak untuk ditempatkan sesuai dengan kelompok yang sama kemampuannya (homogeneous ability) digunakan tes hasil belajar. nalar dan logis. kelebihan dan kelemahannya. 4. Berlatihlah menggali data. 5) Untuk keperluan remedial teaching (perbaikan pelajaran). Berlatihlah merumuskan pengertian yang saudara jumpai dalam buku ajar ini dengan kalimat saudara sendiri sejauh tidak menyimpang dari maksud kalimat dalam buku ajar ini. Cermati beberapa istilah penting yang ada di dalamnya. siapkan pula alat tulis berupa spidol warna atau stabilo untuk menandai hal-hal yang penting. Lakukan pula percobaan menggali data pada teman-teman anda dalam satu kelompok yang anda tentukan sendiri anggotanya. D. materi belajar yang cocok dengan kecepatan dan kesulitan belajarnya. Latihan 1. 4) Penetapan kenaikan tingkat kelas bisaanya juga menggunakan tes hasil belajar sebagai patokan. jika perlu tanyakan kepada teman sejawat. Pelajari bab IV buku ajar ini baik-baik. Buatlah analisis hasil psikotes (baik inetegensi. bakat. Layanan bimbingan belajar yaitu layanan bimbingan yang memungkinkan siswa mengembangkan diri berkenaan dengan sikap dan kebisaaan belajar yang baik. Hal ini dilakukan jika subyek yang terdaftar melebihi jatah yang ada. Berpedoman pada prestasi belajar siswa.1) Fungsi tes hasil belajar terutama adalah untuk seleksi. atau lihat kamus/ensiklopedi. minat) yang anda miliki dari siswa anda serta komparasikan dengan hasil prestasi belajar yang dimilikinya lalu buatlah deskripsi tentang diri siswa tersebut dan kemungkinan berhasil siswa pada suatu jurusan tertentu. 2) Tidak saja dalam seleksi. sebab suatu pengajaran yang bersifat klasikal sebenarnya banyak mengabaikan segi-segi perbedaan individual anak didik. atau cari penjelasannya di buku-buku psikologi dan/atau bimbingan dan konseling. guru pembimbing akan dapat membantu siswa untuk memahami dirinya yang menyangkut kkemampuannya. 6) Dan akhirnya tes hasil belajar digunakan dalam bidang penyuluhan (bimbingan konseling). C. serta dapat menolong dirinya sendiri untuk mengatasi masalah-masalah yang berhubungan dengan belajar berdasarkan pemahaman dirinya yang baik. 3. misalnya calon mahasiswa yang dibutuhkan 40 sedangkan pendaftar 70.

Tes Formatif 1. F. 4. Namun. artinya aspek-aspek yang bukan abilitas dan ‘kepribadian’ manusia. dimana tes ini bisaanya digunakan sebagai dasar pertimbangan penjurusan di sekolah. 2. dan teknik proyektif. mengapa seorang konselor perlu melakukan tes psikologi dalam memahami individu? 2. Tunjukkan semua alasan. karena ada banyak faktor yang mungkin saja mempengaruhi hasil tes yang diperoleh maupun kemungkinan keberhasilan individu atau siswa dimasa yang akan datang. dan hubungan sosial. yang sering digunakan antara lain adalah Tes BAKUM dan Tes DAT.1. 6. Dari hasil tes ini kemudian akan ditemukan klasifikasi-klasifikasi tertentu dari tiap tingkat kecerdasan individu yang tentunya akan memberikan pedoman kepada konselor dalam memberikan perlakuan untuk membantu individu berkembang. 5. Aspek non kognitif ini dibatasi pada aspek pokok yang meliputi motivasi. Hasil tes yang diperoleh juga tidak boleh serta merta digunakan sebagai acuan atau pedoman utama dalam menentukan masa depan pengembangan diri siswa. Karena setiap tes memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. kecerdasan maupun bakat) yang ditunjukkan oleh individu? 233 . hendaknya konselor dapat secara bijak memilih dan memilah mana saja tes yang dianggap cocok dan tepat bagi siswasiswanya. Tes bakat sebagai salah satu jenis tes psikologi memiliki tujuan untuk mengetahui kemampuan-kemampuan khusus yang dimiliki individu yang sangat potensial untuk bisa berkembang jika mendapatkan perlakukan yang tepat. yaitu teknik self-reprot inventory. Teknik tes dalam pemahaman individu pada hakekatnya adala suatu cara yang digunakan untuk memahami individu pada aspek tertentu dengan menggunakan metode testing dimana hasilnya dapat menunjukkan faktor pembeda (diferensial) antara individu satu dengan yang lain terutama yang berkaitan dengan pengukuran aspek psikologis sehingga dapat memberikan gambaran rancangan perlakukan layanan yang akan diberikan kepada masing-masing individu berdasarkan data yang valid dan akuntabel. Tes kepribadian adalah tes psikologis yang bermaksud mengukur dan menilai aspek-aspek non kognitif. Ada berbagai macam tes bakat. Apa pendapat anda serta apa yang akan anda lakukan jika ditemukan fakta bahwa hasil tes psikologi berbeda dengan keseharian (baik sikap. Tes kepribadian mencakup dua macam teknik. minat. Tes hasil belajar berbentuk tes buatan guru dan tes yang distandarisasikan. 3. Tes prestasi belajar merupakan tes psikologis yang digunakan untuk mengukur perubahan perilaku siswa setelah menyelesaikan program belajar dalam suatu kurun waktu tertentu yang ditandai dengan pencapaian hasil belajar (biasanya berbentuk nilai). Dari berbagai macam tes yang tersedia. Tes intelegensi merupakan salah satu metode testing dalam pemahaman individu dimana tes ini akan menunjukkan tingkat kecerdasan individu secara umum. emosi.

dan kedua. apa pun teknik yang digunakan konselor dalam memahami individu. laying a groundwork for later counseling (meletakkan dasar kerja konseling). Sementara dalam pengumpulan informasi tentang diri klien. untuk kepentingan informasi (for informational purpose). Tes untuk kepentingan non informasi terdiri atas: simulating interest in areas not previously considered (merangsang minat terhadap bidang tertentu yang sebelumnya tidak ikut dipertimbangkan). Hasil suatu tes dan/atau nontes sebagai bahan informasi merupakan suatu hal penting dalam mengambil keputusan. yaitu pertama. informasi adalah segala sesuatu yang membuat orang menjadi tahu tentang sesuatu. sosial. (b) Memilih teknik asesmen. learning experiences in decision-making (memperoleh pengalaman belajar membuat keputusan) dan facilitating conversation (penyediaan fasilitas percakapan dalam konseling). Kompetensi dan Indikator Setelah mempelajari materi ini. Masing-masing instrument tersebut memiliki karakteristik dalam penggunaannya. Sebagai indikator bahwa peserta telah memahami hakikat pemahaman individu mereka (a) Memahami hakikat asesmen. Hal ini senada dengan yang ditegaskan oleh Munandir (1996:165) bahwa. Pendahuluan Tes dan nontes merupakan salah instrument untuk memahami individu dalam keseluruhan layanan konseling. validitas dan reliable teruji. Setelah menjadi pengetahuan bagi kita. pada hakekatnya adalah untuk memperoleh informasi sebagai bahan untuk mengambil keputusan. bakat. sesuai dengan kebutuhan pelayanan bimbingan dan konseling. minat dan kepribadian. Dalam pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah teknik non testing merupakan teknik utama yang harus dikuasai oleh seorang konselor sekolah. (c) Menyusun dan mengembangkan instrumen asesmen untuk keperluan bimbingan dan konseling (d) mampu memanfaatkan data yang dimiliki untuk keperluan layanan konseling individual bagi siswa-siswanya. 234 . informasi merupakan bahan yang kita hadapi berasal dari dalam dan/atau luar diri kita untuk mengambil keputusan. tetapi sebagai tes yang terstandar.1. B. information for counseling process itself (informasi yang digunakan untuk membantu pelaksanaan konseling itu sendiri) dan information for postcounseling plans and actions (informasi untuk menetapkan rencana dan tindakan setelah konseling). kepribadian dan nilai-nilai klien yang dipengaruhi oleh budaya yang dapat menjadi penyebab masalah klien belum dapat diungkap dengan teknik testing. sehingga informasi kemudian menjadi pengetahuan bagi kita tentang sesuatu. Uraian Materi 5. Goldman (1971:23) dalam hal ini memandang bahwa penggunaan tes untuk kepentingan konseling dikelompokkan menjadi dua. konselor dihadapkan pada kenyataan yang lebih kompleks. Walaupun ada teknik testing untuk pemahaman individu. Pada umumnya konselor di sekolah lebih sering memahami individu dengan teknik non testing. Segala apa yang berasal dari luar itu masuk ke dalam diri untuk diolah dan disimpan di dalam sistem ingatan kita. Lebih lanjut Goldman menjelaskan bahwa Super (1957) dan Bordin (1955) menetapkan ada tiga kategori dalam tes untuk informasi yaitu: precounseling diagnostic information (informasi pre konseling untuk menetapkan diagnostik). Seperti aspek biofisiologis. setiap peserta pelatihan diharapkan memahami bagaimana memanfaatkan data hasil tes maupun nontes yang dimiliki untuk membuat perencanaan dan pelaksanaan layanan konseling individual.BAB V PEMANFAATAN HASIL NONTES DAN TES UNTUK LAYANAN KONSELING INDIVIDUAL Kegiatan Belajar 4 A. teknik testing sejauh ini baru dapat memahami individu pada aspek inteligensi. Satu hal yang sangat mendasar. biologis. untuk kepentingan non informasi (for non informational purpose).

Untuk kepentingan konseling. berkaitan tentang dirinya sendiri dalam hubungannya dengan fakta sekarang yang ada. 235 . biografi. ITP). Konselor wajib selalu memeriksa dirinya apakah mempunyai wewenang yang dimaksud. wawancara. wawancara.2. dan tes prestasi belajar. tes kepribadian (minat. Di samping itu informasi hasil tes disampaikan kepada klien dengan harapan klien lebih mengenali dirinya sendiri sehingga klien mampu mengembangkan harapan-harapan yang realistis dalam proses konseling. Pilihan seseorang atas informasi yang diperolehnya merupakan keputusan. AUM. Berdasarkan hasil tes konselor mendapatkan pelengkap data khususnya mengenai sifatsifat kepribadian klien yang selama ini belum dapat terungkap melalui teknik non tes.Informasi yang diperoleh konselor merupakan rujukan untuk membantu klien menentukan pilihan serta merupakan upaya mencari jawaban atas persoalan “Apa yang harus saya lakukan?” Apabila pilihan itu menyangkut bidang pendidikan mungkin persoalannya akan banyak berkaitan dengan : “Program studi manakah yang harus saya pilih sesuai dengan bakat dan minatku?” Demikian pula jika berkenaan dengan bidang jabatan (karier) mungkin pertanyaan yang muncul berkaitan dengan : “Jabatan apakah yang sesuai dengan bakat dan minatku?” “Bagaimanakah saya memperoleh jabatan yang sesuai dengan cita-cita. 2006): Suatu jenis tes hanya diberikan oleh konselor yang berwewenang menggunakan dan menafsirkan hasilnya. Teknik Non Tes Dalam Bimbingan Dan Konseling Konselor pada umumnya memahami dan terampil menggunakan teknik non tes dalam melakukan pelayanan bimbingan dan konseling. Sementara di sisi lain keterampilan menggunakan teknik tes sangat terbatas karena tes terstandar sudah siap pakai. teknik. dan setelah konseling sebagaimana dikatakan oleh Super dan Bordin (dalam Goldman 1971:23).misalnya informasi dari teknik non testing : observasi. Konselor sejak kuliah sudah berlatih secara intensif menyusun dan menggunakan teknik non tes untuk memahami individu dalam konteks pelayanan bimbingan dan konseling. (c) sebagai salah satu bahan diagnosis dari proses yang berkesinambungan dan dipadukan dengan hasil analisis yang lain --. dan penggunaannya terikat kode etik yang ketat sebagaimana disebutkan dalam Kode Etik Profesi Bimbingan dan Konseling Indonesia (PB ABKIN. sosiometri. bakat dan minatku?” Program studi dan jabatan yang bermacammacam merupakan bahan informasi bagi seseorang untuk dipilih. Hal tersebut berlanjut sampai mereka bekerja di lapangan. Hasil tes akan mempunyai makna sebagai informasi bagi klien jika tes tersebut dianalisis dan dinterpretasi. pada saat proses konseling. sosiometri. 5. sehingga diharapkan hasil informasi tes tersebut dapat membantu kerangka berpikir konselor di dalam merefleksi perasaan klien. hasil tes dapat digunakan sebelum konseling. tes bakat. pada umumnya tes yang digunakan untuk memperoleh data klien adalah tes inteligensi. Pada tahap proses konseling informasi hasil tes digunakan untuk menafsirkan prognosis dengan memberikan alternatif-alternatif tindakan tentang pendekatan. (b) untuk menentukan fokus masalah yang dialami klien. dan alat mana yang digunakan dalam upaya membantu pemecahan masalah yang dialami klien. kuesioner. metode. inventori (DCM. dan proses konseling satu di antaranya tidak mungkin menghindari tahap pembuatan keputusan.3. dalam arti tidak hanya berhenti pada penyajian sekor yang diperoleh seorang klien. Teknik non tes dimaksud antara lain observasi. kecenderungan kepribadian). Selain itu juga merupakan sumbangan yang berarti bagi klien untuk proses perencanaan dan pilihan tindak lanjut. 5. kuesioner. Teknik Tes Dalam Bimbingan Dan Konseling Dalam pelayanan bimbingan dan konseling. Pada tahap akhir konseling informasi hasil tes digunakan untuk memberikan bantuan dalam membuat keputusan-keputusan dan rencana-rencana untuk masa depan dengan alternatif-alternatif tindakan secara realistis. Pada tahap sebelum konseling hasil informasi tes digunakan konselor sebagai bahan pertimbangan (a) menentukan jenis layanan apakah yang akan diberikan konselor kepada klien.

kekhasan tiap metode. e. sebaliknya kuesioner tidak bisa mencatat aktivitas klien “secara on the spot” ketika mengikuti kegiatan tertentu di sekolah. pergaulannya luas karena sikapnya supel. Keterampilan konselor dalam teknik non tes semisal observasi. AUM. sosiometri. d. Ia merasa bahwa ia mampu dalam bidang IPA. Arimbi setelah menerima laporan hasil psikotes ternyata mengalami konflik. mau belajar lebih rajin ataukah bisaa saja? Perilaku yang nampak di kelas antara lain sering bengong. ITP). Dalam hal ini data hasil testing wajib diperlakukan setara dengan data dan informasi lain tentang klien. Namun demikian. IPS. melakukan pengumpulan data dengan metode tersebut. IPS dan Bahasa sama baiknya. menyusun instrumen. Ia ingin jadi dokter karena ia sering sakit. Sejak itu ia sering mengalami konflik batin. ia disukai teman-temannya karena senang membantu teman yang kesulitan antara lain 236 . b. wawancara bisa lebih mendalami latar belakang mengapa seorang siswa memilih dan menolak temannya satu kelas dari pada sekedar alasan memilih dan menolak temannya yang tertulis dalam angket sosiometri. 5. Data hasil testing wajib diintegrasikan dengan informasi lain yang telah diperoleh dari klien sendiri atau dari sumber lain. Konselor merancang untuk memberikan layanan konseling individual kepada Arimbi setelah memperoleh masukan dari beberapa guru dan wali kelas X. inventori (DCM.3. tidak menggunakan metode tunggal. cenderung sering tidak mengerjakan PR jika dibandingkan dengan sebelum menerima hasil psikotes. menggunakan hasil praktik teknik non tes untuk pelayanan bimbingan dan konseling. wawancara. Jika ia menjadi dokter maka ia dapat mengobati dirinya sendiri. tampangnya kusut. Hasil studi awal konselor terhadap Arimbi atas kasus ini diperoleh simpulan bahwa di satu sisi Arimbi punya ambisi cukup besar untuk mewujudkan keinginannya. enggan bergaul dengan teman sekelas. kuesioner. karena dalam pembelajaran calon konselor lebih menekankan penguasaan konsep dan praksis teknik non tes. Karena pada umumnya untuk memahami individu secara utuh: potensinya. Hasil testing hanya diberitahukan kepada pihak lain sejauh ada hubungannya dengan usaha bantuan kepada klien. menarik perhatian para guru mata pelajaran dan wali kelas. Ia merasa kecewa karena harapannya tidak sesuai dengan kenyataan yang digambarkan pada psikotes. c. yang dalam batas tertentu mereka memperoleh mata kuliah konstruksi tes. Dari pertemuan awal diperoleh gambaran: (1) Arimbi merupakan tipe anak yang tidak mau menerima begitu saja apa yang diputuskan baginya. Penggunaan suatu jenis tes wajib mengikuti secara ketat pedoman atau petunjuk yang berlaku bagi tes tersebut. Rekomendasi psikologis yang disarankan untuknya adalah dengan urutan prioritas jurusan Bahasa. Implementasi Teknik Tes Dan Non Tes Dalam Layanan Konseling Individual Pada suatu hari konselor SMA Pringgodani Kudus didatangi oleh Arimbi siswa kelas X.4. sudah barang tentu konselor semestinya terampil menggunakan teknik non tes. Konselor wajib memberikan orientasi yang tepat kepada klien dan orang tua mengenai alasan digunakannya tes disamping arti dan kegunaannya. dan kemungkinan pengembangan pribadinya tidak dapat diperoleh dari satu metode saja. Tetapi jika ia dijuruskan ke Bahasa merupakan siksaan baginya. Misalnya observasi tidak menjangkau data latar belakang keluarga yang lebih tepat diungkap melalui kuesioner. Beberapa orang guru dan wali kelas kemudian menyampaikan kepada konselor tentang perubahan perilaku Arimbi. diperoleh mulai dari memahami konsepnya. dan IPA. kemauan belajarnya cukup tinggi. Rambu-rambu tersebut menyebabkan pembelajaran calon konselor berbeda dengan teman-temannya di program studi Psikologi. Perilaku Arimbi yang berubah sejak itu.a. masalahnya. Testing dilakukan bila diperlukan data yang lebih luas tentang sifat atau ciri kepribadian subjek untuk kepentingan pelayanan. Aplikasi instrumentasi teknik non tes oleh konselor pada umumnya dilakukan secara terpadu. tetapi takut dengan dokter. menganalisis dan menginterpretasi data.3.

Pendidikan Kewarganegaraan 3. Ekonomi 12. Muatan Lokal 17. Pergaulannya dengan guru.3 Semester 1 Tahun Pelajaran 2010/2011 Komponen A. Keterampilan /Bahasa Asing B. teman sekelas. Kimia 9. Tabel 5. Untuk memperoleh gambaran yang utuh tentang harapan dan cita-citanya.1 Nilai Arimbi Kelas X. menghindari berbicara dengan orang tua.4. tetapi ia diputuskan masuk Bahasa sebagai prioritas I. Mata Pelajaran 1. mudah kecewa terhadap sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginannya. wali kelas. Teman-teman sekelas kehilangan sumber informasi dan sumber belajar. Geografi 11. Biologi 8. Suasana keluarga hangat. Dinamika psikisnya menghadapi keputusan penjurusan cenderung negatif. Pendidikan Jasmani.dengan mengajak belajar kelompok. dan orang tua. Bahasa Jawa Nilai 8 8 9 9 8 7 8 7 9 8 8 8 9 8 9 8 7 dan 237 . sehingga menimbulkan konflik pada dirinya. Sosiologi 13. (2) Konflik yang dialami oleh Arimbi dirasakan cukup mengganggu oleh guruguru. tidak suka dikritik. demokratis --. guru-guru mengalami kesulitan untuk memberikan motivasi anak lainnya sebab Arimbi sering mendorong teman-temannya untuk mencoba menuliskan hasil PRnya di papan tulis. di sisi lain ia tidak suka jika orang lain memutuskan sesuatu yang tidak sesuai dengan dirinya. teman. Sejarah 10. karena tidak mau mengerjakan PR maka Arimbi pun tidak mau membantu temannya menyelsaikan soal-soal PR.1. wali kelas. Pendidikan Agama 2. Konselor memutuskan untuk memberikan layanan konseling individual kepada Arimbi setelah memperoleh masukan dari guru.terbuka dalam membahas persoalan yang dihadapi oleh anggota keluarga. Konflik itu muncul karena ia ingin masuk IPA. konselor mempelajari catatan akademiknya pada semester 1 sebagaimana tersaji dalam Tabel 5. gairah makan menurun.1 Identifikasi Arimbi berasal dari keluarga yang cukup baik sosial ekonominya. Fisika 7. Matematika 6. Bahasa Inggris 5. 5. Olahraga Kesehatan 15. Seni Budaya 14. kehilangan canda rianya bersama adik-adiknya. Hampir semua orang di rumah (tetangganya) maupun di sekolah sangat suka dengan Arimbi. Teknologi Informasi dan Komunikasi 16. Karena cenderung sering tidak mengerjakan PR. teman sekolah dan di kampung sangat baik. Sementara itu orang tua tidak tahu bagaimana harus bersikap menghadapi Arimbi di rumah yang sekarang lebih banyak nyungsep di kamar. Bahasa Indonesia 4. dan orang tua.

maka pada saat menghadapi masalah baru ia akan bisa mengatasinya dengan cara yang sama. bersahabat. Agar Arimbi dapat mengemukakan kekecewaannya. tetapi cukup tersenyum simpul dan menunjukkan kepada Arimbi apa yang ada di balik ungkapan-ungkapan perasaanya itu. sehingga menimbulkan 238 . tetapi kenyataannya lain. mengenal dan memahami Arimbi yang menggerutu. cemberut. Arimbi bisa mengetahui bahwa perilakunya sebenarnya tidak baik. Konselor hanya sebagai fasilitator. sehingga ia memutuskan untuk melanjutkan konseling. membuat keputusan yang penting dengan bebas dan bisa sukses berhubungan dengan orang lain secara lebih dewasa. Tujuannya bukan memecahkan suatu masalah tertentu. dari pada terhadap faktor intelek.2 (4) Konselor menerima.2 Proses Konseling Konselor setelah mempelajar latar belakang Arimbi. 1992:127-128) karena secara spesifik : (1) Perhatian diarahkan pada pribadi klien dan bukan kepada masalahnya. Di sini Arimbi belajar memahami diri sendiri. dan menerima klien apa adanya (congruence dan unconditional positive regard). (2) Situasi terapetik dimulai. jadi secara rasional dan intelektual. (3) Konselor mendorong Arimbi untuk mengemukakan perasaannya secara bebas berkenaan dengan hasil psikotes untuk penetapan jurusan. Sejak saat itu Arimbi disadarkan bahwa konselor tidak mempunyai jawaban. lebih bertanggungjawab. Pola emosi yang diperlihatkan Arimbi sekarang ini sama saja dengan pola emosi yang sudah ada dalam sejarah pribadinya. langkah-langkah yang ditempuh oleh konselor dalam membantu memecahkan masalah Arimbi adalah sebagai berikut : (1) Arimbi datang menemui konselor.Komponen Nilai C. sehingga bagaimana Arimbi terselesaikan masalahnya tergantung pada dirinya sendiri. tidak sopan. tetapi melalui proses konseling Arimbi akan memperoleh sesuatu. Arimbi menunjukkan hasil psikotes yang diperolehnya sebagaimana disajikan dalam tabel 5. Konselor menciptakan situasi yang bebas dan permisif. membuat keputusan sendiri. (2) Penekanan lebih banyak terhadap faktor emosi. maka konselor secara wajar memperlihatkan sikap ramah. dan teman-temannya untuk minta jasa konseling kepada konselor.4. Jika seseorang berhasil mengatasi masalah dalam suasana yang lebih bebas. (4) Penekanan pada hubungan terapetik itu sendiri sebagai tumbuhnya pengalaman. konflik batinnya. Ia mengatakan bahwa ia mendapatkan saran dari guru. Pengembangan Diri A 5. Konselor tidak perlu mengomentari bahwa sikapnya sekarang ini tidak benar. Pendekatan ini dipilih konselor untuk membantu memecahkan masalah Arimbi (Gunarsa. sehingga ia bisa mengatasi masalah. menghentak-hentakkan kakinya. memutuskan untuk menggunakan pendekatan Client-Centered. dan sebagainya. Dalam kenyataannya perilaku Arimbi dipengaruhi oleh emosi daripada oleh pikiran. (3) Memberi tekanan yang lebih besar terhadap keadaan yang ada sekarang dari pada terhadap apa yang sudah lewat. Arimbi harus bertanggungjawab atas dirinya sendiri. kemudian merespon perilaku Arimbi. tetapi membantu seseorang untuk tumbuh. Pendekatan ini bekerja langsung terhadap kehidupan emosi dan perasaan yang nyata daripada berusaha mereroganisasikan faktor emosi melalui pendekatan intelektual. dengan cara yang lebih teratur. baik masalah sekarang maupun masalah yang akan datang dengan cara yang lebih baik. berkurang sikap ragu-ragunya. ia mengetahui hal itu dan tidak boleh melakukan hal itu. Mengacu dari Surya (1988:213) dan Gunarsa (1992:129-131). wali kelas. pendek kata semua perilaku negatifnya.

Misalnya dengan mengatakan: “Anda nampak kecewa sekali. Seandainya saya dapat masuk IPA. Saya hanya ingin menjadi dokter. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Aspek Minat Sosial Bussines Home Ekonomi Secretary Medical Matematika Fisika Biologi Teknik Kesehatan 11 Musik Kemungkinan berhasil 239 .2 Profil Kecerdasan. pada saat itu akan diikuti oleh ekspresi dari dorongan positif untuk berkembang lebih lanjut. karena hasil psikotes Anda tidak sesuai dengan harapan dan keinginan Anda. rasa-rasanya masa depan saya suram. Bakat dan Minat Arimbi No.” Dengan cara semacam itu maka klien tidak akan melakukan defense mechanism.” Hal ini merupakan peluang bagi klien untuk disembuhkan. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Aspek Kecerdasan dan Bakat Kecerdasan Umum Pemahaman Sosial Kawasan Pengetahuan Analogi Verbal Logika Sosial Pemahaman Numerik Logika Numerik Kemampuan Analogi Berpikir Induktif Deduktif Persepsi Keruangan NILAI 80 89 75 79 70 69 75 80 85 75 75 IPA IPS Bahasa Nilai 70 79 59 80 69 70 80 89 80 90 69 IPA IPS Bahasa KLASIFIKASI Tinggi Tinggi Cukup Tinggi Cukup Tinggi Cukup Tinggi Sedang Cukup Tinggi Tinggi Tinggi Cukup Tinggi Cukup Tinggi 77 Cukup Tinggi 78 Cukup Tinggi 81 Tinggi Klasifikasi Cukup Tinggi Cukup Tinggi Agak Rendah Tinggi Sedang Cukup Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Sekali Sedang 78 Cukup Tinggi 72 Cukup Tinggi 78 Cukup Tinggi 11 KetepatanPresisi Kemungkinan berhasil No. saya akan lebih tekun mempelajari Fisika. tidak diproyeksikan kepada orang lain atau disembunyikan. Saya tidak ingin menjadi sastrawan atau ahli bahasa. Tabel 5. Kimia dan Biologi. (5) Ketika perasaan-perasaan negatif telah diungkapkan sepenuhnya. Wujud dari kondisi positif adalah pernyataan Arimbi: “Saya kecewa sekali dijuruskan ke program Bahasa.suasana klien dapat memahami dan menerima keadaan negatif atau tidak menyenangkan itu.

“Saya tahu dan saya kecewa sekali bahwa sekor-sekor saya untuk program IPA lebih jelek dibandingkan dengan sekor-sekor Bahasa dan IPS sebagaimana hasil psikotes saya. sedangkan dari dalam 240 . saya akan ikut les privat untuk mata pelajaran Matematika. “Apakah kamu tidak merasa rugi meninggalkan kegiatanmu di OSIS?”. Biarkan Arimbi menganalisisnya dan mengomentarinya.” Perasaan positif tidak diterima oleh konselor sebagai sesuatu yang harus dipuji atau seperti layaknya sesuatu permintaan yang harus dipenuhi. tanya konselor. Konselor juga menceritakan hasil wawancara dengan teman-teman sekelas dan orang tuanya yang memberikan gambaran serupa dengan hasil observasi guru-guru mata pelajaran. “Kenapa tidak. karena Anda ingin jadi dokter. saya ada peluang masuk IPA jika raport saya pada semester kedua nilai-nilai IPAnya lebih baik dari semester pertama. Suatu keputusan untuk melakukan tindakan yang nyata. (1) Bersama-sama dengan proses pemahaman ini adalah proses yang memperjelas kemungkinan-kemungkinan keputusan atau tindakan yang akan dilakukan Arimbi. timpal Arimbi. jawab Arimbi mantap. dan data-data non tes yang diperoleh konselor. (2) Tindakan positif. meskipun juga di kelas VI SD menang lomba mata pelajaran Matematika dan IPA. pengenalan dan penerimaan tentang diri sendiri. (2) Pemahaman. di kelas VIII SMP juga pernah menang lomba IPA.Konselor menceritakan hasil pengamatan yang dilakukan guru-guru selama Arimbi mengikuti pelajaran setelah menerima hasil psikotes yang cenderung menurun motivasi belajarnya. Hasil dokumentasi juga menunjukkan sejak SD. kata Arimbi. Tetapi apakah itu mungkin?”. “Jika Bapak mengijinkan. SMP. melainkan sebagai sesuatu yang wajar yang ada pada diri pribadi seseorang. Klien mencoba memanifestasikan/mengaktualisasikan pilihannya itu dalam sikap dan tingkah lakunya. Dengan penerimaan seperti itulah klien belajar menyadari diri sendiri sebagaimana keadaan sebenarnya. saya akan berusaha sekuat tenaga”. hasil psikotesnya.” “Apa yang kamu lakukan untuk itu?”. Pada saat ini konselor sebagai fasilitator memimpin klien untuk melihat kenyataan dirinya dengan memahami dan mendiskusikan hasil psikotes dan nilai raportnya di kelas X semester I. saya minta dimasukkan ke IPA”. The self Arimbi telah terbentuk melalui pengalaman-pengalamannya baik yang berasal dari luar maupun yang dari dalam dirinya. “Kenapa tidak. karena tadi Bapak mendukung keinginan saya. demikian pula dengan guru-guru yang lain dan wali kelas. “Baik Pak. sama seperti menerima dan memahami ungkapan-ungkapan perasaan negatif Arimbi. yang menjadi dasar pada diri Arimbi untuk dapat maju ke tingkat yang baru dari integrasinya. Dari luar adalah pengalaman yang berupa dorongan dari orang lain dan kemungkinan untuk memenuhi keinginannya. Tetapi saya rasa nilai-nilai raport saya tidak begitu jelek. paling tidak saya rasa saya dapat mengikuti pelajaran di kelas XI IPA jika saya masuk ke sana. adalah langkah berikutnya yang penting dari keseluruhan proses. Atau saya tetap mengikuti kegiatan OSIS tetapi yang aktivitasnya mengarah ke IPA seperti KIR”. “Anda ingin sekali masuk IPA.” kata konselor. dan awal di SMA Arimbi sering memenangi lomba mengarang. jawab Arimbi. asal nilai raportmu memenuhi syarat untuk itu”. “Saya akan belajar sungguh-sungguh. Mungkin juga saya harus mengurangi. karena saya ingin masuk IPA. yang tumbuh dari dirinya sendiri. kata Arimbi. (3) Langkah selanjutnya adalah perkembangan sikap dan perilaku Arimbi sejalan dengan perkembangan tilikan tentang dirinya. (1) Konselor memahami dan menerima perasaan-perasaan positif yang diungkap-kan Arimbi sebagaimana adanya. tanya konselor. tidak mengerjakan PR dan lebih baik dihukum. membaca puisi. yang positif. Konselor mendengarkan dengan seksama kata-kata Arimbi: “Saya akan berjuang agar dapat masuk IPA. kata konselor. bahkan kalau perlu meninggalkan kegiatan saya di OSIS”. Bilogi dan Kimia. Fisika. “Saya rasa tidak.

siapkan pula alat tulis berupa spidol warna atau stabilo untuk menandai hal-hal yang saudara anggap penting. bisa pula download dari internet. atau cari penjelasannya di buku-buku psikologi dan/atau bimbingan dan konseling. Berlatihlah menggali data. dan saya melihat ada peluang terbuka untuk saya ke jurusan IPA. atau lihat di kamus/ensiklopedi. Menurut anda. “Saya rasa.berupa pengalaman konflik dan kekecewaan karena keinginannya terhambat tetapi pada akhirnya terbuka kesempatan untuk mencapainya. apa yang saudara lakukan untuk tetap memperoleh data yang saudara harapkan? 5. Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak yang telah membantu memecahkan masalah saya”. Latihan 1. Ia berkata kepada konselor: “Saya merasa bahwa jalan yang akan saya tempuh sudah lapang dan jelas. ia telah bebas dari masalahnya. dengan segala resikonya. Ia menghentikan hubungan terapetik dengan konselor. Apa yang akan anda lakukan jika ternyata hasil interpretasi yang anda lakukan berbeda dengan apa yang diungkapkan oleh individu dalam konseling? 241 . jika saudara gagal dengan suatu cara. Tes Formatif 1. Cermati beberapa istilah penting yang ada di dalamnya. Arimbi merasa yakin akan kemampuannya untuk mengejar waktu yang tersisa dalam memenuhi keinginannya. Saya yakin saya bisa jika saya berusaha keras dan sungguhsungguh”. (5) Arimbi merasa bahwa bebannya suda ditanggalkan dan hubungan konseling harus segera diakhiri. Lembar Kegiatan Untuk memperoleh pemahaman yang mendalam pada bab ini seyogyanya saudara mengikuti langkah-langkah berikut: 1. saya sudah merasa bebas dari masalah saya. Pelajari bab V buku ajar ini sebaik-baiknya. dosen atau instruktur. Saya dapat melihat kenyataan tentang penjurusan saya. Tentunya perlakukan yang akan anda berikan kepada individu tersebut harus sesuai dengan apa yang anda pahami dari interpretasi data-data yang anda miliki. 4. Berlatihlah merumuskan pengertian yang saudara jumpai dalam buku ajar ini dengan kalimat saudara sendiri sejauh tidak menyimpang dari maksud kalimat dalam buku ajar ini. (4) Tingkah laku Arimbi makin bertambah terintegrasi dan pilihan-pilihan yang dilakukannya makin adekuat. Informasikan hasil pemahaman individu klien tersebut kepada klien yang bersangkutan dan orang-orang yang terkait agar bisa memberikan kontribusi membantu memecahkan masalah klien E. Konseling telah selesai. jika perlu tanyakan kepada teman sejawat. Arimbi telah menjadi individu yang kepribadiannya terintegrasi dan berdiri sendiri. Lakukan pula percobaan menggali data pada teman-teman anda dalam satu kelompok yang anda tentukan sendiri anggotanya. C. 2. Dan tentu saja saya tidak akan kecewa berat seperti sebelum pertemuan ini jika saya gagal. kemandirian dan pengalaman dirinya makin meyakinkan. Saya sudah tahu apa yang harus saya lakukan. D. Kumpulkan data yang telah anda miliki baik hasil tes maupun non tes lalu susunlah rencana untuk memberikan sebuah layanan konseling individual bagi individu. karena saya sudah berusaha semampu saya. 2. apa tujuan yang fundamental pemanfaatan hasil tes maupun non tes dalam layanan konseling individual? 2. 3. Konselor dan Arimbi melakukan kegiatannya masing-masing.

(8th edition). Makalah disajikan dalam Konvensi Nasional ke-17 Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN) di Pekanbaru: Sabtu-Minggu. Konseling dan Psikoterapi. Rahardjo. 242 .com/2011/07/non-tes-dalam-bimbingan-dankonseling. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. R. Proyek Pendidikan Tenaga Akademik. Tersedia on line di http://hariadimemed. Bimbingan dan Konseling Sekolah. 2001. Non Tes dalam Bimbingan dan Konseling . 2006. Model Pengembangan Diri SMA/MA . Psychological Testing and Assessment. 17-18 Desember 2011.. Tokyo: Allin and Bacon. Kudus: Program Studi Bimbingan dan Konsleing Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muria Kudus. Inc. Surabaya: Bina Ilmu. http://www. --------.wordpress. S. Pemahaman Individu II Tinjauan dari Segi Testing. R.org/ soc2. & Mitchel. Munandir. --------.blogspot. Co. Santa Monica. Himcyoo. Susilo. 2007. 1992.H.asgp. Jakarta: Ghalia Indonesia. Ke Arah Profesionalisasi Pekerjaan Bimbingan di Indonesia. Departemen Pendidikan Nasional. Singgih D. Pekanbaru: Panitia Konvensi Nasional ke-17 Asosiasi Bimbingan dan Konsleing Indonesia. Dasar-Dasar Konseling Pendidikan (Teori dan Konsep). New Jersey: Prentice Hall. Teknik-teknik Bimbingan dan Penyuluhan. A.D. (1988). --------. 2011. Tersedia di http://www. Ahmad. Introduction to Counseling and Guidance (Fourth Edition). General Information About Sociometry: Sociometry. Surya. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 27 Tahun 2008 Tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor. Gibson. Hariadi. Pusat Kurikulum. New York: Pearson Education. Hendrarno. D. Jakarta: BPK Gunung Mulia. Sugiyo & Supriyo. Semarang: Bina Putera. M. 2008. Tersedia on line di http://himcyoo. Program Bimbingan Karier di Sekolah.htm diunduh 15 Dec. M. Goldman. 2007. L. Pemanfaatan Hasil Tes dan Nontes untuk Layanan Konseling Individual . 1986. Pemahaman Individu Teknik Non Tes. E. Educational Research an Introduction. Susilo & Gudnanto. 1987. 1997. 1983. 1996. M. 2011. U. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Djalali. 1995. 2011. (1971). Mengembangkan Bakat dan Kreativitas Anak Sekolah (Petunjuk bagi guru dan orang tua). L. Yogyakarta : Kota Kembang. C. Kudus: Nora Media Enterprise. diunduh 4 Januari 2009. Sukardi. dkk.com/2011/02/22/pemahaman-individu-dengan-teknik-nontesting/ diunduh 28 Nopember 2011. 1992. Badan Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Nasional. M. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia. Makalah disampaikan pada Konvensi Nasional Pendidik Konselor Indonesia I tanggal 8-9 Juli 1991 di Malang. Bimbingan dan Penyuluhan Belajar di Sekolah. --------.html diunduh 28 Nopember 2011. Munandar. Using Test in Counseling. Surabaya: Usaha Nasional. Bandung: Pengurus Besar Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia. Kode Etik Profesi Bimbingan dan Konseling Indonesia . 2011. California: Goodyear Publishing.DAFTAR PUSTAKA Aiken. Gunarsa. PB ABKIN. 2003. 1991.scribd. Pemahaman Individu dengan Teknik Non Testing. Pengantar Teori Konseling. Rahardjo. 1985. Malang: Panitia Konvensi Nasional Pendidik Konselor Indonesia I.L.com/doc/8695600/STANDAR-KUALIFIKASI-AKADEMIK-DANKOMPETENSI-KONSELOR. Gall.K.

243 . S. (1993). Buku ajar pemahaman individu. Materi Pokok DKEP2211/2SKS/Modul 1-6. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Sertifikasi Guru Dalam Jabatan Tahun 2008 Bimbingan Konseling. Jakarta: Universitas Terbuka. S. M & Natawidjaja. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia. Cetakan IV edisi ketiga. 1983. Psikologi Kepribadian. Yogyakarta: Rake Sarasin. S. Semarang: Panitia Sertifikasi Guru Rayon XII Universitas Negeri Semarang. 1984. Suzuki.Sutoyo. Pengantar Bimbingan dan Penyuluhan. Mengembangkan Bakat Sejak Lahir. Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. R. Suryabrata. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Winkel. 2008. & Supriyo. Yogyakarta: Yayasan Penerbitan Fakultas Psikologi UGM. W. Walgito. --------. Surya. A. Pembimbing ke Psikodiagnostik. 1991. Bimbingan dan Penyuluhan di Sekolah. Jakarta: Rajawali Press. 1997. 1983.

244 .

dan laporan tahunan. sosial. Pelaksaaan kegiatan bimbingan perlu disadari bahwa berbeda dengan guru bidang studi lain yang sudah terjadwal secara rinci dan jelas. Bab III Konsep dasar program Bimbingan dan Konseling 4. akhlak mulia/budi pekerti. Dalam Buku Ajar pengembangan program ini akan dibahas beberapa bab yaitu: 1.analisis kebutuhan/permasalahan siswa (b) penentuan tujuan yang akan dicapai (c) analisis situasi dan kondisi sekolah (d) penentuan jenis kegiatan yang akan dilakukan (e) penentuan tehnik dan strategi kegiatan (f) penentuan personel-personel yang akan melaksanakan. karir. Prasyarat Untuk mengikuti Buku Ajar pengembangan program bimbingan dan konseling ini peserta pelatihan harus sudah menempuh dan lulus mata kuliah manajemen bimbingan dan konseling. Di dalam melaksanakan tugasnya. terarah dan sistematis merupakan manifestasi dan akumulasi kinerja konselor. data kebutuhan atau permasalahan konseli. dan pelayanan tidak langsung). seorang konselor perlu merancang program. dan selanjutnya mengevaluasi program bimbingan dan konseling. Oleh karena itu dalam pengembangan program bimbingan dan konseling seorang konselor perlu memperhatikan berbagai hal sebagai berikut ini:(a). Deskripsi Modul pengembangan program bimbingan dan konseling dimaksudkan sebagai salah satu panduan kinerja guru bimbingan dan konseling atau konselor dalam mengelola dan mengevaluasi pelayanan bimbingan dan konseling yang meliputi bidang pelayanan bimbingan pendidikan/belajar. laporan semesteran.BAB I PENDAHULUAN A. Petunjuk Belajar Agar peserta kuliah atau pelatihan dapat mengikuti kegiatan ini dengan lancar dan baik maka perlu diperhatikan beberapa petunjuk belajar sebagai berikut: 245 . Bab. melaksanakan. Di dalam proses sertifikasi guru pembimbing.1I Kedudukan Bimbingan dan Konseling dal. dan dasar-dasar bimbingan dan konseling. B.am Kurikulum KTSP 3. pribadi. konselor hendaknya mampu mengalokasikan kegiatan yang ada di dalam kelas dan di luar kelas sehingga kegiatan berjalan dengan baik dan dapat mencapai tujuan yang telah ditentukan. Bab IV Teori-teori pengembangan program Bimbingan dan Konseling 5. Mengapa. Bab V Pengembangan program Bimbingan dan Konseling berdasarkan KTSP. Melalui perencanaan yang baik akan memperoleh kejelasan arah pelaksanaaan program bimbingan dan konseling serta memudahkan untuk mengontrol kegiatan yang dilaksanakan. dan laporan hasil evaluasi program bimbingan dan konseling dan tindak lanjutnya. pelayanan langsung. daftar konseli (siswa). dan dengan program yang baik pada gilirannya akan memberikan panduan pelaksanaan· kegiatan bimbingan dan konseling dan sekaligus menghilangkan kesan bahwa konselor bekerja sifatnya insidental dan bersifat kuratif semata-mata. menengah maupun jangka panjang. aktivitas pelayanan bimbingan dan konseling (pemahaman. maka perlu dilaporkan secara fisik beberapa jenis dokumen yaitu : agenda kerja konselor. I Pendahuluan 2. laporan bulanan. Modul pengembangan program bimbingan dan konseling merupakan salah satu kompetensi dasar yang harus dikuasai oleh konselor. Bab. (g) perkiraaan biaya dan fasilitas yang digunakan (h) mengantisipasi kemungkainan hambatan dalam pelaksanaan kegiatan bimbingan dan konseling (i) waktu dan tempat artinya kapan kegiatan dilakukan dan dimana kegiatan itu dilakukan. Pengembangan program bimbingan dan konseling yang baik. Selanjutnya semua kegiatan yang telah dilaksanakan dievaluasi baik dalam jangka pendek. karena dalam kegiatannya seorang konselor hendaknya mampu mengembangkan program yang meliputi kegiatan merancang program dan melaksanakan serta mengevaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan. C.

2. Kerjakan soal-soal latihan dan cocokkanlah dengan kunci jawaban dan apabila hasil pekerjaan saudara sudah mecapai 75% maka saudara diperbolehkan melanjutkan pada kegiatan belajar selanjutnya. Kompetensi dan indikator Standar Kompetensi: 1.3 Menjelaskan pengembangan diri 1.2.2 Menjelaskan pelaksanaan kegiatan 2. Menyusun program pelayanan BK di sekolah berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Kompetensi Dasar: 1.6 Menyusun program harian 2.7 Menilai pelaksanaan program 2.2 Menjelaskan pengertian program BK 1.2.1.3.1 Menjelaskan pengertian KTSP 1.2. Bacalah setiap kegiatan belajar dengan teliti dan buatlah rangkuman setiap selesai mempelajari materi tersebut.3 Menyusun program semesteran 2.3 Memahami teori-teori perencanaan program BK 1.1.4 Menjelaskan kedudukan pelayanan BK dalam KTSP 1.1 Menjelaskan teori perencanaan program konvensional 1.1.3 Menjelaskan tujuan dan manfaat program BK 1.2.8 Menyusun lapelprog 246 .2.5 Menyusun program pelayanan BK berdasarkan KTSP Indikator Pencapaian Kompetensi: 1.1 Mengdentifikasi jenis layanan 2.1 Menjelaskan perencanaan kegiatan 2.2. Bertindak sejujur mungkin sehingga saudara dapat mengetahui secara persis dimana posisi saudara dalam pengguaaan modul tersebut.1.1 Memahami kedudukan BK dalam KTSP 1.1.1.4 Memahami rambu-rambu pengembangan program pelayanan BK berdasarkan KTSP 1.4 Menjelaskan laporan pelaksanaan program 2. Memahami konsep pengembangan program pelayanan Bimbingan dan Konseling (BK) di sekolah.3. 2.2 Menyusun program tahunan 2.1.1 Menjelaskan rasional program BK 1. 3.2.2.3 Menjelaskan penilaian kegiatan 2.2.2.5 Menyusun program mingguan 2.2 Menjelaskan struktur isi KTSP 1.1.1.2.4 Menyusun program bulanan 2.5 Menjelaskan tahap-tahap pengembangan program BK 1.2 Memahami konsep dasar program pelayanan BK 1.4 Menjelaskan prinsip-2 pokok pengembangan program BK 1. 2. D.2 Menjelaskan teori perencanaan program berdasarkan PPBS 2.2.

1.1.4 Menjelaskan kedudukan pelayanan BK dalam KTSP B.2 Menjelaskan struktur isi KTSP 1. Konsep Dasar KTSP. sarana dan prasarana. Pengembangan KTSP dilakukan oleh satuan pendidikan dengan memperhatikan dan berdasarkan standar kompetensi serta kompetensi dasar yangdikembangkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Pengembangan sumber daya manusia merupakan upaya komprehensif dari berbagai aktor pendidikan seperti guru.1. Perkembangan mutakir dikenal dengan sebutan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). sosial. Pencapaian kompetensi tersebut saat ini dilakukan dengan sertifikasi guru dalam jabatan melalui penilaian portofolio dan melalui pendidikan profesi selama 1 tahun Kurikulum merupakan salah satu faktor yang diasumsikan sebagai instrumen untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional. dan menyenangkan. 2) Sekolah dan komite sekolah mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan. potensi dan karakteristik daerah.1 Menjelaskan konsep dasar KTSP 1. Kompetensi dan indikator: Standar Kompetensi: Memahami konsep pengembangan program pelayanan Bimbingan dan Konseling (BK) di sekolah. Upaya pemerintah yang nyata dalam peningkatan kualitas guru adalah meningkatkan kompetensi guru yang meliputi kompetensi pedagogik. kreatif. Kompetensi Dasar: 1. 2007 . dibawah supervisi Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. pribadi dan profesional. 3) Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan untuk setiap program studi di perguruan tinggi dikembangkan dan ditetapkan oleh masingmasing perguruan tinggi dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan. Era yang demikian memberikan suatu pemahaman bahwa pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas tidak dapat ditunda-tunda lagi.3 Menjelaskan pengembangan diri 1. Oalam Standar Nasional Pendidikan (SNP Pasal 1 ayat 15) dikemukakan bahwa Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing masing satuan pendidikan.20) : 1) KTSP dikembangkan sesuai dengan kondisi satuan pendidikan. Berdasarkan konsep tersebut perlu dipahami beberapa hal yang terkait dengan kurikulum tingkat satuan pendidikan sebagai berikut:(Mulyasa. tenaga non kependidikan. dll. Seperti diketahui bahwa Pemerintah Republik Indonesia telah mencanangkan pengembangan sumber daya manusia yang unggul dalam rangka menghadapi era millenium yaitu era pasar global dan pasar bebas. dan Depatemen Agama yang bertanggungjawab di bidang pendidikan.BAB II KEGIATAN BELAJAR 1 A.1 Memahami kedudukan BK dalam KTSP Indikator Pencapaian Kompetensi: 1.1. Melalui pengembangan 247 . KTSP merupakan paradigma baru dalam pendidikan khususnya dalam pengembangan kurikulum karena memberikan kesempatan yang luas pada setiap satuan pendidikan. kurikulum. dan pelibatan masyarakat dalam rangka mengefektifkan proses belajar mengajar di sekolah yang lebih aktif. serta sosial budaya masyarakat setempat dan peserta didik. Bimbingan dan Konseling dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) a. Uraian Materi 1.

atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler? Berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan tersebut maka dalam kegiatan bimbingan dan konseling mengacu pada standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dikuasai siswa Salah satu bentuk kegiatan yang dapat digunakan adalah pengembangan diri. mengembangkan strategi. Dengan otonomi ini kinerja guru dan sekolah akan lebih optimal karena mempunyai kekuasaan penuh dan tanggungjawab yang lebih besar dalam menetapkan kurikulum sesuai dengan visi.. minat. dan dewan pendidikan . tuntutan. kepala sekolah. persiapan karir dan melanjutkan studi. Struktur Isi KTSP. 4) Mengembangkan penguasaan i1mu. dan kebutuhan masing-masing sekolah. 3) Mencapai kematangan pertumbuhan jasmaniah yang sehat. 2) Mencapai kematangan dalam hubungan teman sebaya. guru. komite sekolah. serta berperan dalam kehidupan masyarakat yang lebih luas. sosial. Dalam konteks bimbingan dan konseling pengembangan diri peserta didik didasarkan pada tugas-tugas perkembangan yang harus dicapai oleh peserta didik pada masa perkembangannya. Adapun tugas-tugas perkembangan tersebut adalah sebagai berikut: 1) Mencapai kematangan dalam beriman dan bertakwa kepada Tuhan Ynag Maha Esa. Untuk itu sekolah mutlak dituntut untuk mengembangkan visi. Khusus mengenai pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan. 6) Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang kehidupan mandiri secara emosional. dan tujuan sekolah mendasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar kedalam indikator kompetensi. Kegiatan pengembangan diri ini difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor. tetapi diperlukan kegiatan bimbingan dan konseling. mengendalikan pemberdayaan berbagai potensi sekolah dan Iingkungan sekitar. misi dan tujuan sekolah. 248 . Melalui pengembangan diri ini maka guru pembimbing atau konselor menterjemahkan dan mengembangkan standar kompetensi dan kompetensi dasar apa saja yang per/u dikuasai siswa.menentukan prioritas. Pengembangan KTSP dilakukan oleh guru. Orang-orang yang terlibat dalam pengembangan KTSP tersebut merupakan badan yang atau lembaga yang menetapkan segala kebijakan sekolah berdasarkan peraturan-peraturan tentasng pendidikan yang berlaku. serta mempertanggungjawabkan kepada pemerintah dan masyarakat. bakat. Kedalaman muatan kurikulum setiap mata pelajaran pada setiap satuan pendidikan dituangkan dalam kompetensi yang harus dikuasai oleh peserta didik sesuai dengan beban belajar yang tercantum dalam struktur kurikulum. misi. b. Struktur kurikulum merupakan pola dan susunan mata pelajaran yang harus ditempuh oleh peserta didik dalam pembelajaran. Untuk itu komite sekolah bersama sekolah menetapkan visi. serta kematangan dalam perannya sebagai pria dan wanita. sumber belajart dan kegatan lain sesuai dengan kebutuhan dan prioritas masing-masing sekolah. 5) Mencapai kematangan dalam pemilihan karir. Untuk mencapai standar kompetensi dan kompetensi dasar tersebut peserta didik tidak cukup diberikan pengajaran bidang studi saja. teknologi dan seni sesual dengan program kurikulum. setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. misi dan tujuan sekolah yang berdasarkan analisis SWOT dengan berbagai implikasinya terhadap program -program kegiatan opersional untuk mencapai tujuan sekolah. Muatan lokal dan pengembangan diri merupakan bagian integral dari struktur kurikulum pada jenjang dasar dan menengah. Kompetensi tersebut terdiri atas standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dikembangkan berdasarkan standar kelulusan.KTSP ini sekolah memliliki keleluasaan dam menglola sumber daya. KTSP merupakan salah satu wujud reformasi pendidikan yang memberikan otonomi kepada sekolah dan satuan pendidikan untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan potensi. dana. intelektual dan ekonomi.

Dibandingkan dengan kurikulum terdahulu agaknya ada perbedaan dalam jumlah jam belajar efektif. minat. Selanjutnya berdasarkan hasil identifikasi tersebut semua potensi siswa dikembangkan melalui serangkaian kegiatan bimbingan yang dikenal dengan pola 17 Plus. bakat. Seperti diketahui bahwa dalam bimbingan dan konseling mempunyai peranan mengembangkan potensi diri siswa seoptimal mungkin. atau melakukan aktivitas tertentu untuk kepentingar pembelajaran dan pengembangan diri siswa secara komprehensif. sikap. bermasyarakat. dan klien bersifat terbuka. d. Pengembangan Diri Pengembangan diri merupakan istilah yang relatif baru dalam kurikulum pendidikan kita. Memperhatikan karakteristik kurikulum tersebut peranan bimbngan konseling sangat menentukan. sehingga siswa akan merasa bebas dan tidak melulu hanya di dalam kelas saja. bakat. minat. perasaan. kepercayaan. Pendekatan pengembangan berbeda dengan pendekatan lama yang lebih menitik beratkan pada pendekatan klinis. permainan kelompok. potensi. melihat potensi klien. yaitu adanya pengurangan jam belajar efektif di kelas. dan pengembangan karir peserta didik. Pengembangan diri secara konseptual berarti mengembangkan seluruh aspek diri siswa baik dirim yang disadari maupun yang tidak disadari. namun jam belajar diberikan lebih banyak untuk kegiatan di luar jam belajar efektif melalui pengembangan diri dibawah bimbingan Konselor maupun tenaga kependidikan yang lain. Dalam pendekatan pengembangan lebih berorientasi dan bersifat pedagogis. atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatc: ekstrakurikuler. Dalam psikologi pendidikan istilah diri dapat disebut dengan istilah "aku" atau self yang merupakan salah satu asperk kepribadian yang didalamnya terdapat nilai. 249 . Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan. potensi. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor. Pengembangan diri dalam bimbingan dan konseling sejalan dengan konsep bimbingan dan konseling mutakhir yaitu bimbingan dan konseling dengan pendekatan pengembangan. Oleh karena itu diperlukan pendidik yang memahami perbedaan individu sehingga mampu mengarahkan dan mengembangkan diri siswa secara optimal. dan potensi yang ada pada siswa. Hal ini akan mengoptimalkan aktivitas siswa dalam menggali ilmu pengetahuan dan penjelajahan dalam bidang lain untuk mengembangkan bakat. yaitu dalam mengindetifikasi kebutuhan. dan sebagainya. 8) Mengembangkan kemampuan komunikasi sosial dan intelektual serta apresiasi seni. dan minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah.7) Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang kehidupan berkeluarga. Mencermati konsep dasar KTSP dan karakteristiknya maka kegiatan bimbingan dan konseling secara prisnip sudah sesuai dengan kurikulum tersebut. 9) Mencapai kematangan dalam sistem etika dan nilai c. Kedudukan Bimbingan dan Konseling dalam KTSP. menggembirakan siswa. baik dalam bakat. berorientasi pengembangan positif klien.dll. atau diluar jam pelajaran. Seperti yang tercantum dalam Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 dinyatakan bahwa : Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran yang harus diasuh oleh guru. melalui serangkaian kegiatar ekstrakurikuler seperti diskusi. bimbingan kelompok. Berdasarkan rumusan tersebut diatas maka kegiata pengembangan diri seyogyanya dilakukan lebih banyak berada dilua jam efektif. Kegiatan pengembangan diri melalui layanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosia belajar. Demikian pula kegiatan pengembangan diri dapat dilakukan secara mandiri seperti mengkaji buku. karakteristik . kegiatan bersifat humanistik. cita-cita dan aspek psikis lainnya yang kesemuanya merupakan satu kesatuan yang saling terkait. mengunjungi nara sumber. sikap. dan sebagainya yang terkait dengan karakteristik siswa. dalam proses dialog dengan klien sampai menyentuh. berbangsa dan bernegara. Demikian pula dalam kurikulum in. guru. lebih menghargai adanya perbedaan individu. minat.

Dengan demikian maka semua kegiatan bimbingan dan konseling baik pelayanan maupun kegiatan pendukung perlu lebih ditingkatkan dalam semua aktivitas program maupun pelaksanaannya. Mengapa kegiatan bimbingan dan konseling dapat dinyatakan sebagai jantungnya pengembangan diri dalam KTSP? 2. Pelaksanaan pengembangan diri dalam KTSP dapat dilaksanakan dalam kelas akan tetapi seyogyanya lebih banyak memberikan kesempatan pada siswa untuk menjelajah dunia melalui aktivitas yang terbimbing. D. 3. Kedudukan bimbingan dan konseling dalam pengembangan diri melalui KTSP sangat penting dan sentral.| 4. Pendekatan pengembangan dalam bimbingan dan konseling searah dengan pengembangan diri melalui KTSP. Coba saudara bandingkan bagaimana ciri-ciri kurikulum tingkat satuan pendidikan dengan kurikulum yang terdahulu? 3. 2. 250 . Pengembangan diri dalam bimbingan dan konseling sejalan dengan pengembangan diri dalam KTSP. Pengembangan diri dalam bimbingan dan konseling diaktualisasikan dalam kegiatan pelayanan dan pendukung yang tercermin dalam pola 17 plus.klien mempunyai peran dan tanggungjawab penuh dalam menentukan sendiri. Untuk itu maka pengelolaan dan pengorganisasian yang sinergis merupakan syarat mutlak tercapinya pengembangan diri siswa. C. 4. Latihan Untuk mengetahui apakah saudara sudah memahami tentang posisi bimbingan dan konseling dalam KTSP maka coba saudara jawab beberapa soal latihan berikut ini: 1. Melalui kegiatan bimbingan dan konseling diharapkaan siswa dapat mengembangkan dirinya seoptimal mungkin sehingga pada gilirannya tercapailah tujuan pendidikan dan bimbingan yaitu tercapainya kepribadian yang sehat dan utuh. 5. Berdasarkan konsep tersebut maka kedudukan bimbingan dan konseling dalam KTSP sangat strategis dan merupakan jantungnya kegiatan pengembangan diri. dan Konselor hanya bersifat membantu dan memberikan beberapa alternatif. Jelaskan pendapat saudara terhadap pernyataan tersebut. Rangkuman 1. Bandingkan pendekatan pengembangan dengan pendekatan klinis dalam bimbingan dan konseling. KTSP merupakan kurikulum yang memberikan penekanan pada pengembangan diri peserta didik yang disesuaikan dengan kondisi peserta didik dan sekolah yang bersangkutan.

dari aktivitas yang sangat sederhana tidak tertulis sampai dengan yang sangat kompleks. mingguan.1. dan kegiatan pendukung. 2. Standart kompetensi: Memahami konsep pengembangan program pelayanan Bimbingan dan Konseling (BK) di sekolah. dan efektif perlu adanya sebuah program. Uraian Materi 1.1. Tujuan dan manfaat program Bimbingan dan Konseling a. tetapi merupakan sejumlah kegiatan dan sub-sub kegiatan yang terangkai secara harmonis dalam sebuah sistem. dan dimana suatu kegiatan akan dilaksanakan. dan harian) untuk mencapai tujuan Pelayanan bimbingan dan konseling. sekalipun hanya di dalam pikiran. Dalam satu sub kegiatan itu sendiri seringkali juga berupa kegiatankegiatan yang tidak berdiri sendiri. Tanpa sebuah program menjadi tidak jelas apa. dan dievaluasi Pelayanan bimbingan dan konseling sebagai sebuah kegiatan mencakup berbagai bidang. tertulis. agar Pelayanan bimbingan dan konseling dapat berjalan dengan lancar. Rasionel Program Bimbingan dan Konseling Program merupakan salah satu konsekuensi bagi setiap kegiatan atau aktivitas manusia dalam mencapai suatu tujuan. jenis layanan.5 Menjelaskan tahap-tahap pengembangan program BK B. Pengertian Program Bimbingan dan Konseling Program dapat diartikan sebagai serangkaian kegiatan yang sistematis. dan sistematis. Kompetensi Dasar: Memahami konsep dasar program pelayanan BK Indikator Pencapaian Kompetensi: 1. 3. Kompetensi dan indikator. dan pelaporan dalam suatu periode waktu tertentu untuk mencapai suatu tujuan.3 Menjelaskan tujuan dan manfaat program BK 1. dan pelaporan dalam suatu periode waktu tertentu (tahunan. pegangan. pelaksnaan.BAB III KEGIATAN BELAJAR 2 A. sampai dengan penilaian. efisien. dan terkordinasi sejak dari perencanaan.1.1. Pada umumnya suatu kegiatan bukan merupakan aktivitas tunggal. efisien. siapa. Jumlah kegiatan yang tidak sedikit itu akan membutuhkan dan melibatkan berbagai pihak baik personal maupun materal. dikontrol. yaitu yang terencana. Pelayanan bimbingan dan konseling juga melibatkan berbagai pihak dan memerlukan sejumlah fasilitas. semesteran.1 Menjelaskan rasional program BK 1. Dapat dikatakan bahwa program merupakan pedoman.4 Menjelaskan prinsip-prinsip pokok pengembangan program BK 1. bagaimana. pelaksnaan. atau panduan bagi para pelaksana suatu kegiatan. Tujuan Program Secara umum tujuan pengembangan sebuah program adalah agar seluruh 251 . bulanan. Dengan adanya program yang sistematis maka pelaksanaannya-pun akan lebih mudah dikendalikan. Disadari maupun tidak dalam setiap aktivitas manusia ada sebuah program.2 Menjelaskan pengertian program BK 1. Dalam kondisi seperti itu maka diperlukan adaya penataan pengorganisasian. terorganisasi. Oleh karena itu. Program Pelayanan bimbingan dan konseling adalah serangkaian kegiatan Pelayanan bimbingan dan konseling sejak dari perencanaan.1. sampai dengan penilaian. dan efektif kearah pencapaian tujuan. Dengan kata lain diperlukan keberadaan sebuah program. dan pengordinasian secara sistematis agar semuanya dapat berjalan dengan lancar.

yaitu : a. Manfaat Program 1) Tujuan setiap kegiatan bimbingan akan lebih jelas. dan usaha coba-coba yang tidak menguntungkan. d. Program bimbingan dan konseling disusun dengan mempertimbangkan kemampuan 252 . b. bimbingan dan konseling yang komprehensif harus dapat membantu mengembangkan keempat aspek teraebut secara keseluruhan. 2) Memungkinkan para petugas bimbingan untuk menghemat waktu. pendidikan. dan terkontrol secara sistematis. baik tujuan jangka pendek maupun panjang. g. 7) Adanya kejelasan kegiatan bimbingan dari antara keseluruhan kegiatan program sekolah. sosial. 6) Memungkinkan lebih eratnya komunikasi dengan berbagai pihak yang berkepentingan dengan kegiatan bimbingan. baik yang bersifat pencegahan. Yang pertama disarikan oleh Romlah dari pendapat Roeber dkk. terorganisasi.. efisien. 5) Penyediaan fasilitas akan lebih sempurna dan dapat dikontrol. Program. ataupun dalam jenis pelayanan bimbingan yang diperlukan. dan di masyarakat. Program bimbingan dan konseling membantu semua siswa belajar berpartisipasi secara produktif dalam kelompok di sekolah. Siswa-siswa akan menerima pelayanan bimbingan secara seimbang dan menyeluruh. Gysbers dan Hendersen (1988). 4) Setiap petugas bimbingan akan menyadari peranan dan tugasnya masing-masing dan mengetahui pula bilamana dan di mana mereka harus bertindak. dan pekerjaan. pengembangan. Program bimbingan dan konseling membantu siswa agar dapat berfungsi secara efektif dalam kelompok. di rumah. 3) Pemberian pelayanan bimbingan lebih teratur dan memadai. dalam pada itu para petugas bimbingan akan menghayati pengalaman yang sangat berguna untuk kemajuannya sendiri dan untuk kepentingan siswa-siswa yang dibimbingnya. tenaga. dengan menghindarkan kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi. (1955). kemampuannya dan dapat mengembangkan dan memacu tercapainya tujuan-tujuan siswa. Ada beberapa pendapat yang membahas tentang prinsip pokok ini. terarah. Konselor sekolah sesuai dengan latihan yang diperolehnya dan peranannya berperan sebagai orang sumber dan perantara bagi siswa dengan orangorang atau lembaga-Iembaga yang mempunyai peranan penting dalam kehidupan siswa. Program bimbingan dan konseling membantu perkembangan siswa dalam aspek pribadi. maupun perbaikan. dan efektif kearah pencapaian suatu tujuan. f. Program bimbingan dan konseling harus disusun selaras dengan program pendidikan dan pengajaran dan dengan memanfaatkan prasarana dan sarana yang ada seoptimal mungkin.kegiatan dapat terencana. c. e. yang pada dasarnya tidak jauh berbeda dan bahkan saling melengkapi. terkoordinasi. Program bimbingan dan konseling membantu semua siswa agar dapat menjadi sadar terhadap kebutuhan. sehingga dapat berjalan dengan lancar. baik dalam hal kesempatan. Program bimbingan dan konseling merupakan bagian yang integrasi dari program pendidikan dan pengajaran dari sekolah yang bersangkutan secara keseluruhan. b. dan biaya. minat. Program bimbingan dan konseling menyediakan layanan bantuan kepada siswa. Berikut ini akan diuraikan dua pendapat tentang prinsip pokok pengembangan program bimbingan. Program bimbingan dan konseling menyediakan layanan konsultasi dan koordinasi kepada guru. dan lembaga masyarakat yang memberi layanan kepada siswa. orang tua siswa. administrator. Prinsip-prinsip pokok pengembangan program Bimbingan dan Konseling Dalam pengembangan program bimbingan dan konseling sekolah perlu diperhatikan prinsip-prinsip pokok yang akan mendasari program yang akan disusun. 4.

Program bimbingan harus memiliki tujuan yang ideal dan realistis dalam perencanaannya. Program bimbingan hendaknya mendorong komunikasi yang terus menerus antara unsur atau anggota staf sekolah yang bersangkutan. kebutuhan. Pertemuan-pertemuan Permulaan Tujuan utama dari tahap pertemuan permulaan ini adalah untuk menanamkan pengertian bagi para peserta pertemuan tentang tujuan dari program bimbingan dan 253 . Tahap ini mempunyai arti yang penting untuk menarik perhatian. Pendapat kedua tentang prinsip-prinsip pokok pengembangan program bimbingan disampaikan oleh Miller (1961) yang mengemukakan sebagai berikut: a. dan memelihara suasana psikologis yang menguntungkan. kepribadian dan minat terhadap kegiatan bimbingan. Penyusun program bimbingan dan konseling dapat dibedakan menjadi dua. b. Program bimbingan hendaknya memberikan pelayanan kepada semua siswa. Kemampuan dan keterampilan yang perlu diidentifikasi meliputi latar belakang pendidikan. latihan bimbingan dan konseling yang pernah diperoleh. dan penilaian yang sistematis. yaitu membuat program yang sama sekali baru. 2) Pelayanan yang diberikan oleh berbagai jenis petugas bimbingan. 4) Penggunaan alat pengukur atau teknik pengumpul data yang obyektif maupun subyektif. dan berbuat. i. minat dalam kegiatan bimbingan. Untuk membahas tahap-tahap pengembangan program ini akan disampaikan dua macam pendapat tentang tahap-tahap kegiatan yang disarankan oleh Miller yaitu: a. dan penilaian. pelaksanaan. b. Program bimbingan hendaknya menjamin keseimbangan pelayanan bimbingan dalam hal: 1) Pelayanan kelompok dan pelayanan individual. Karena semua pihak yang terlibat di dalamnya dan iktu berpartisipasi sejak awal kegiatan. Program bimbingan hendaknya menyediakan atau memiliki fasi yang diperlukan e. Program bimbingan itu hendaknya dikembangkan secara berangsur-angsur atau tahap demi tahap dengan melibatkan semua unsur atau stat sekolah dalam perencanaannya. kemampuan sekolah serta kesiapan sekolah yang bersangkutan untuk melaksanakan program bimbingan. pengembangan. Program bimbingan hendaknya memberikan kesempatan untuk melaksanakan penilaian terhadap diri sendiri. 5) Pemberian jenis-jenis bimbingan 6) Pemberian bimbingan tentang berbagai program sekolah. h. 5. 9) Kesempatan untuk berpikir. maka selama program dilaksanakan perlu peninjauan. Tahap-tahap Pengembangan Program Pelayanan Bimbingan dan Konseling Program bimbingan dan konseling di suatu sekolah sebaikn~ disusun setiap tahun pada awal tahun ajaran. menentukan titik tolak program. Untuk menjamin bahwa program bimbingan dan konseling dapat memenuhi kebutuhankebutuhan siswa dan masyarakat. d. c. dan mengembangkan program yang sudah ada. 7) Penggunaan sumber-sumber di dalam maupun di luar sekolat 8) Kebutuhan individual dan kebutuhan masyarakat luas. g. h. merasa. 3) Studi individual dan konseling individual. f. pemantauan. Program bimbingan dan konseling secara berkelanjutan perlu disempurnakan melalui perencanaan. Tahap Persiapan Dalam tahap persiapan ini kegiatan yang dilakukan ialah survai untuk menginventarisasikan tujuan. Program bimbingan hendaknya saling berhubungan dengan program pendidikan dan pengajaran. Program bimbingan hendaknya menunjukkan peranan yang penting dalam menghubungkan dan mengintegrasikan sekolah dengan masyarakat.dan keterampilan staf sekolah dalam bidang bimbingan dan konseling.

2) Memilih model penilaian program yang akan digunakan. pelaksanaan (impolemnting) dan penH (evaluating). 6) Menyajikan data. Mengindentifikasi sumber-sumber yang diperlukan yang meliputi manusia. 6) Menentukan prioritas program b. 3) Membuat batasan jenis program yang akan dibuat 4) Meneliti jenis-jenis program yang sudah ada 5) Mengupayakan dukungan dan kerjasama dari staf sekolah. Pertemuan-pertemuan ini melibatkan petugas-petugas bimbingan dan konseling. 3) Memilih instrumen penilaian. 3) Menjabarkan komponen-komponen program 4) Menganalisis kemampuan staf sekolah 5) Mengadakan peningkatan kemampuan atau pengembangan staf pelaksanaan program. Mengadakan perubahan atau perbaikan program berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan. Panitia ini bertugas untuk : 1) Mempersiapkan program dan sistem pencatatan. Perencanaan (planning) Pada tahap pereneanaan hal-hal yang harus dikerjakan oleh pengembang program adalah : 1) Meneliti kebutuhan siswa 2) Mengklasifikasi tujuan-tujuan yang ingin dieapai. Melaksanakan program dan menyesuaikan program dengan pelaksanaan programprogram sekolah yang lain 4. orang tua dan masyarakat. Pembentukan Panitia Sementara Pembentukan panitia sementara bertujuan untuk merumuskan program bimbingan di sekolah. d. prasarana dan waktu. Pembentukan Panitia Penyelenggara program. c. 2) Mempersiapkan dan melaksanakan latihan bagi para pelaksanan program. c. 4) Menentukan prosedure pengumpulan data. analisis. dan laporan hasil penilaian 254 . Pendapat lain tentang tahap-tahap pengembangan pro dikemukakan oleh Gysbers dan Henderson ( 1988 ) bahwa t pengembangan program meliputi 4 tahap yaitu: Pereneanaan (Plann Pengembangan (designing). Tahap Pengembangan Program (Designing) Pada tahap ini kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh pengemba program adalah : 1) Merumuskan tujuan-tujuan program seeara operasional dala bentuk kegiatan-kegiatan yang dapat diukur hasilnya. Seeara rinei tahap-tahap tersebut sebagai berikut: a. 2. 5) Menciptakan sistemn monitoring pelaksanaan program. sarana. Tahap Penilaian Program (Evaluating) Pada tahap ini kegiatan yang dilakukan adalah : 1) Menentukan komponen-komponen program yang akan dinilai. Membuat instrumen pengukuran keberhasilan pelaksanaan program 3. Tahap Pelaksanaan Program (Implementing) Pada tahap ini kegiatan-kegiatan yang dilakukan adalah sebagai berikut: 1. Tugas-tugas dari panitia sementara adalah: 1) Menentukan tujuan program bimbingan di sekolah 2) Mempersiapkan bagan organisasi dari program bimbingan 3) Membuat kerangka dasar dari program bimbingan d.konseling di sekolah. 2) Memilih strategi pelaksanaan program yang sesuai dengan kondisi dan situasi sekolah yang bersangkutan.

Mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan atau masalah-masalah siswa. Secara garis besar perncanaan program bimbingasn konseling menurut teori ini adalah sebagai berikut: a. Kompetensi dan indikator Standar Kompetensi: Memahami konsep pengembangan program pelayanan Bimbir dan Konseling (BK) di sekolah. Program ini merupakan jabaran secara makro dari serangkaian kegiatan layanan bimbingan dan konseling yang menjadi wilayah tanggungjawabnya.1 Menjelaskan teori perencanaan program konvensional 1 . Teori Pengembangan Program Pelayanan Bimbingan Dan Konseling Berdasarkan Planning. 1. Menentukan program semesteran yang didasarkan pada program tahunan. Menetukan program bulanan. f. e. Program ini mengacu pada program yang sudah dijabarkan dalam tahunan dan semesteran.1. maksudnya berdasarkan analisis kebutuhan diatas segera mendapatkan layanan agar perlu mendapat perhatian utama untuk dicantumkan dalam program bimbingan dan konseling di sekolah. seperti apakah sekolah tersebut bersifat umum atau kejuruan. Berikut ini uraian singkat teori dimaksud. Teori Perencanaan Program Pelayanan Bimbingan Dan Konseling Konvensional. Hal ini diperhatikan agar layanan bimbingan dan konseling dapat sesuai dengan karakteristik sekolah. sehinga dapat direncanakan kegiatan apa saja yang akan diberikan selama satu semester untuk kelas tertentu. Kompetensi Dasar: Memahami teori-teori perencanaan program BK Indikator Pencapaian Kompetensi: 1. Menentukan program tahunan yaitu keseluruhan layanan bimbingan dan konseling yang akan diberikan selama satu tahun.BAB IV KEGIATAN BELAJAR 3 A. Menentukan skala prioritas. Uraian Materi Dalam perencanaan program pelayanan bimbingan dan konseling dikenal dengan 2 macam teori perencanan program yaitu (1) teori konvensional dan (2) PPBS. maksudnya program yang akan disusun disesuaikan dengan bagaimana situasi dan kondisi sekolah. 2. Untuk dapat mengetahui kebutuhan dan masalah siswa dapat dilakukan dengan berbagai instrumen seperti menggunakan Alat Ungkap Masalah baik menggunakan kuesioner. masalah apa yang Menentukan karakteristik sekolah. sehingga akan tampak kegiatan yang saling mendukung tercapainya tujuan layanan bimbingan dan konseling di sekolah. cek list atau yang lain yang sudah dibakukan. b.1. berada di kota atau di desa. c. d. Berdasarkan data hasil ungkap masalah kemudian ditabulasi dan dianalisis kebutuhan apa yang diharapkan atau masalah apa yang dirasakan oleh siswa di sekolah serta berdasarkan hasil analisis ini selanjutnya disusunlah perencanaan program bimbingan dan konseling di sekolah yang mencakup empat bidang. tujuh atau sembilan layanan dan lima kegiatan pendukung.2 Menjelaskan teori perencanaan program berdasarkan PPBS B. Programming. Bugdeting System (PPBS) Pengembangan program berdasarkan PPBS merupakan upaya untuk memperbaiki cara pengembangan program berdasar1<an pada cara konvensional yang mendasarkan kebutuhan atau masalah siswa karena cara yang pertama lebih 255 . mingguan dan harian.

Untuk mencapai tujuan tersebut maka kegiatan di sekolah selayaknya memberikan layanan dalam pembelajaran yang kondusif. kurikulum yang telah disusun secara nasional dan bagaimana mengevaluasi kegiatan sangat sukar dilakukan. Menentukan Kategori Program Utama ( KPU ). Untuk menentukan progam apa yang akan dilaksanakan maka dalam PPBS proses pengembangan program mencakup langkah-Iangkah sebagai berikut ini.(1) penanaman sikap kebiasaan dalam beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa (2) Pengenalan dan pengembangan tentang kekuatan diri sendiri dan penyalurannya untuk kegiatan-kegiatan yang kreatif dan produktif. mandiri. Untuk itu cara yang kedua ini dipertimbangkan untuk digunakan dalam pengembangan program bimbingan dan konseling di sekolah. Penentuan Kategori Program Utama dijabarkan berdasarkan tujuan yang telah ditentukan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. atau klien dapat menunjukkan rasa bahagia dan merasa puas setelah memperoleh layanan konseling merupakan contohnya. memberikan standart atau pedoman serta tolok ukur keberhasilan kegiatan bimbingan dan konseling. (4) 256 . belajar. 2.Tujuan dalam kegiatan bimbingan dan konseling dapat bersifat filosofis seperti tercapainya perkembangan yang optimal. dan karir. bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Namun tujuan juga dapat bersifat sasaran apabila tujuan yang diharapkan tercapai dapat diukur secara konkrit dengan ciri pragmatis. Program itu sendiri merupakan serangkaian kegiatan yang saling terkait satu dengan yang lain untuk mencapai tujuan berarti serangkaian kegiatan bimbingan dan konseling yang saling terkait satu dengan yang lain untuk mencapai tujuan bimbingan dan konseling yang telah ditentukan sebelumnya. Secara singkat pengembangan program berdasarkan PPBS sebagai berikut: a.sehat. Agar program sekolah dapat terealisasi maka perlu perencanaan yang mendasarkan pada tujuan baik tujuan umum maupun khusus. sosial. berakhlak mulia. dan menjadi warganegara yang demokratis serta bertanggungjawab. 1. Misalnya saja dalam kategori porgram utama adalah pengmbangan bimbingan pribadi maka program utamanya dapat . Ungkapan seperti setelah mengikuti layanan konseling siswa dapat mengentaskan masalah yang dihadapi. (3) pengenalan dan pemahaman tentang bakat dan minat pribadi serta penyaluran dan pengembangannya melaui kegiatan-kegiatan yang kreatif dan produktif. Perencanaan Dalam sistem pendidikan nasional dinyatakan bahwa Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak dan peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. basik dalam kehidupan sehari-hari di sekolah maupun untuk peranannya di masa depan. Dengan demikian penetapan tujuan merupakan awal dari kegiatan perencanaan. b. menjadi insan mandiri. program dan penganggaran. Melalui perencanaan yang matang akan dapat memberikan arah terhadap pencapaian tujuan bimbingan yang telah ditetapkan.menekankan pada selera peserta didik dan kurang memperhatikan tujuan layanan bimbingan dan konseling. berilmu. administrasi dan kepemimpinan yang memadai dan pemberian bantuan layanan bimbingan dan konseling untuk mengembangkan potensi peserta didik secara optimal. Menentukan Program Utama Program utama merupakan penjabaran dari kategori program utama. cakap. Programming Programming merupakan suatu kegiatan untuk membuat program yang akan dilaksanakan selama kurun waktu tertentu. Secara eksplisit telah dikemukakan bahwa perkembangan yang optimal dapat diturunkan menjadi tujuan bimbingan yang mencakup 4 bidang yatiu pribadi. dan lain-lain. kreatif. Oleh karena itu melalui kegiatan perencanaan diharapkan semua tujuan yang telah ditentukan dapat tercapai. konkrit dan kuantitatif. Pengembangan program bimbingan dan konseling berdasarkan PPBS maksudnya dalam menyusun program didasarkan pada sistem yang memperhatikan perencanaan.

Untuk itu pada awal tahun ajaran hendaknya sudah dipikirkan seberapa dana yang dibutuhkan dan dari mana sumber pembiayaan. bagaimana perubahan sikap dan perilaku individu setelah memperoleh sejumlah layanan. 257 . Berdasrkan program dalam jangka waktu satu tahun tersebut kemudian disusunlah program semesteran. Program Program merupakan bagian terkecil dari KPU. Biaya Berdasarkan program yang telah disusun maka perlu dipertimbangkan biaya operasional yang dibutuhkan. 4. Namun satu hal yang perlu dicermati oleh guru pembimbing di sekolah bahwa dengan adanya program yang jelas maka personal di sekolah seperti kepala sekolah dan guru bidang studi lainnya akan memperoleh pencerahan dan keyakinan bahwa guru pembimbing adalah bukan pengangguran melainkan guru yang mempunyai program yang jelas sehingga pada gilirannya mereka akan secara sukarela mau bekerjasama untuk melaksanakan program bimbingan dan konseling di sekolah. d. dan berdasarkan program utama maka langkah selanjutnya menentukan program. Target dapat dilihat dari seberapa banyak peserta didik yang mendapat layanan. Berdasarkan pengamatan di lapangan belum semua guru pembimbing di sekolah yang telah menyusun program bimbingan dan konseling sesuai dengan tahap-tahap maupun teori pengembangan program. mingguan dan akhirnya kegiatan. Jangka waktu Semua kegiatan hendaknya disusun untuk minimal dalam kurun waktu satu tahun kedepan sehingga dapat diantisipasi semua unsur yang dapat mendukung terlaksananya program.Pengenalan dan pemahaman tentang kelemahan diri sendiri serta usaha-usaha penanggulangannya.Target Target merupakan keluaran atau hasil yang ingin dicapai setelah program dilaksanakan. (5) pengembangan kemampuan mengambil keputusan sederhana dan mengarahkan diri ( 6) perencanaan dan pemeliharaan hidup sehat. c. bulanan. Jadi tugas utama adalah menentukan program apa saja yang dapat dilakukan agar semua rencana yang telah dicanangkan dapat terealisasi Adapun jumlah dan kegiatannya tidak dibatasi. Namun yang perlu diingat bahwa pengembangan anggaran biaya perlu memperlhatikan situasi dan kondisi keuangan sekolah. tetapi yang perlu diingat adalah apakah program yang disusun dapat memenuhi tercapainya program utama. dll. Dengan demikian maka serangkaian program yang dipaparkan merupakan acuan pembiayaan yang proporsional. Selanjutnya bila kerjasama telah terjalin maka keberadaan bimbingan dan konseling sekolah akan semakin diakui dan dihargai oleh semua pihak termasuk staf sekolah dan masyarakat. 3.

1 Memahami rambu-rambu pengembangan program pelayanan BK berdasarkan KTSP 1.1 Menjelaskan perencanaan kegiatan 2.1. serta alat bantu yang digunakan d) Pelaksana layanan/kegiatan pendukung dan pihak-pihak yang terlibat e) Waktu dan tempat 3) Rencana kegiatan pelayanan konseling mingguan meliputi kegiatan di dalam kelas dan di luar kelas untuk masing-masing kelas peserta didik yang menjadi tanggung jawab konselor.2.2 Memahami langkah-Iangkah operasional pengembangan program pelayanan BK berdasarkan KTSP Indikator Pencapaian Kompetensi: 2. Rambu-rambu Pengembangan Program Pelayanan BK berdasarkan KTSP a.1. Kejelasan perumusan tujuan bimbingan dan konseling (tidak menimbulkan penafsiran ganda dan mengarah ke kemandirian) 2.8 Menyusun program bulanan 2. 258 .2. Pemilihan dan pengorganisasian materi pelayanan bimbingan dan konseling (sesuai dengan tujuan dan karakteristik konseli).3 Menjelaskan penilaian kegiatan 2. Perencanaan Kegiatan 1) Perencanaan kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling (BK) mengacu pada program tahunan yang telah dijabarkan ke dalam program semesteran. 2) Perencanaan kegiatan pelayanan BK harian yang merupakan jabaran dari program mingguan disusun dalam bentuk satuan layanan (SATLAN) dan satuan kegiatan pendukung (SATKUNG) yang masing-masing memuat: a) Sasaran layanan/kegiatan pendukung b) Substansi layanan/kegiatan pendukung c) Jenis layanan/kegiatan pendukung.2. Di dalam perencanaan program bimbingan dan konseling.2. yaitu : 1.2.1.2. Uraian Materi 1.9 Menyusun program mingguan 2.2.11 Menilai pelaksanaan program 2.1.1.2 Menjelaskan pelaksanaan kegiatan 2.12 Menyusun lapelprog B. Kompetensi dan indikator Standar Kompetensi: Menyusun program pelayanan BK di sekolah berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Kompetensi Dasar: 1. terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan.1. bulanan serta mingguan. 5) Volume keseluruhan kegiatan pelayanan konseling dalam satu minggu minimal ekuivalen dengan beban tugas wajib konselor di sekolahl/madrasah.7 Menyusun program semesteran 2.6 Menyusun program tahunan 2.4 Menjelaskan laporan pelaksanaan program 2.2.10 Menyusun program harian 2.BAB V KEGIATAN BELAJAR 4 A.5 Mengdentifikasi jenis layanan 2. 4) Satu kali kegiatan layanan atau kegiatan pendukung konseling berbobot ekuivalen 2 (dua) jam pembelajaran.

dan mensinkronisasikan program pelayanan konseling dengan kegiatan pembelajaran mata pelajaran dan kegiatan ekstra kurikuler. dan pihak-pihak yang terkait. Rencana evaluasi dan tindak lanjut (tindaklanjutnya sejalan dengan hasil evaluasi dan mampu mencapai tujuan). diketahui dan dilaporkan kepada pimpinan sekolah/madrasah. Pemilihan instrument dan media pelayanan bimbingan dan konseling ( sesuai dengan tujuan. konseling perorangan" bimbingan kelompok. serta mengefektifkan dan mengefisienkan penggunaan fasilitas sekolah/ madrasah. (5) Volume dan waktu untuk pelaksanaan kegiatan pelayanan konseling di dalam kelas dan di luar kelas setiap minggu diatur oleh konselor dengan persetujuan pimpinan sekolah/madrasah (6) Program pelayanan konseling pada masing-masing satuan sekolah/madrasah dikelola dengan memperhatikan keseimbangan dan kesinambungan program antar kelas dan antar jenjang kelas. (3) Kegiatan pelayanan konseling di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah maksimum 50% dari seluruh kegiatan pelayanan konseling. 4. pemanfaatan kepustakaan. penempatan dan penyaluran. materi. 259 . kegiatan konferensi kasus. 6) Pelaksanaan Kegiatan 1) Bersama pendidik dan personil sekolah/madrasah lainnya. 8. konselor berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan pengembangan diri yang bersifat rutin. kegiatan instrumentasi. serta layanan/kegiatan lain yang dapat dilakukan di dalam kelas (2) Volume kegiatan tatap muka klasikal adalah 2 (dua) jam per kelas per minggu dan dilaksanakan secara terjadwal (3) Kegiatan tidak tatap muka dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan konsultasi. 2) Program pelayanan konseling yang direncanakan dalam bentuk SATLAN dan SAT KUNG dilaksanakan sesuai dengan sasaran. insidental dan keteladanan. jenis kegiatan. Waktu dan biaya (ketepatan dan kecukupan waktu dan biaya). (2) Satu kali kegiatan layanan/pendukung konseling di luar kelas/di luar jam pembelajaran ekuivalen dengan 2 (dua) jam pembelajaran tatap muka dalam kelas. penguasaan konten. dan mediasi. himpunan data. dan karakteristik konseli).3. Program Tahunan bimbingan dan konseling (sistematis dan lengkap). dan alih tangan kasus. konseling kelompok. substansi. 3) Pelaksanaan Kegiatan Pelayanan Konseling a) Di dalam jam pembelajaran sekolah/madrasah: (1) Kegiatan tatap muka secara klasikal dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan informasi. 6. b) Di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah: (1) Kegiatan tatap muka dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan orientasi. kunjungan rumah. 7. Program semesteran bimbingan dan konseling (sistematis dan lengkap). waktu. (4) Kegiatan pelayanan konseling dicatat dalam laporan pelaksanaan program (LAPELPROG). serta kegiatan lainnya yang dapat dilaksanakan di luar kelas. Pemilihan Strategi Pelayanan Bimbingan dan Konseling( ketepatan skenario pelayanan bimbingan dan konseling : langkah-langkahnya fleksibel) 5. tempat.

liflet. Teknik tes misalnya tes kecerdasan. 5) Secara keseluruhan perlu dilaporkan secara fisik beberapa jenis dokumen yaitu: agenda kerja konselor. serta pelayanan tidak langsung. kunjungan rumah. angket. minat. media cetak. 2) Penilaian proses kegiatan pelayanan konseling dilakukan melalui analisis terhadap keterlibatan unsur-unsur sebagaimana tercantum di dalam SATLAN dan SATKUNG. Disamping itu. dan sebagainya. yaitu penilaian dalam waktu tertentu (satu minggu sampai dengan satu bulan) setelah satu jenis layanan dan atau kegiatan pendukung konseling diselenggarakan untuk mengetahui dampak layanan/kegiatan terhadap peserta didik. Teknik non tes misalnya dengan observasi. bimbingan kelompok/klasikal. aktivitas pelayanan bimbingan dan konseling (pemahaman. secara teoritik mereka berada pada fase perkembangan remaja awal. Langkah-Iangkah Operasional Pengembangan Program Pelayanan Bimbingan dan Konseling berdasarkan KTSP a. dan sebagainya. konseling kelompok. Perlu diperhatikan bahwa langkah ini merupakan langkah yang sangat strategis yang sangat menentukan langkah-Iangkah berikutnya. Penggunaan teknik tes harus dilakukan oleh tenaga yang berkewenangan. wawancara. dan tindak lanjut. untuk mengetahui efektifitas dan efesiensi pelaksanaan kegiatan. Tanpa melakukan identifikasi yang jelas dan mantap. Identifikasi Kebutuhan dan Permasalahan Siswa Identifikasi kebutuhan dan permasalahan siswa adalah mengumpulkan dan memahami secara cermat kebutuhan dan permasalahan siswa yang secara aktual dirasakan dan dihadapi oleh siswa. Hasil identifikasi ini seyogyanya ditampilkan dalam sebuah tabel. 3) Hasil penilaian kegiatan pelayanan konseling dicantumkan dalam LAPELPROG. audio. dan referal. dan sosiometri. b) Penilaian jangka pendek (LAIJAPEN). pelayanan langsung. maka layanan-Iayanan yang akan diberikan kepada siswa belum tentu sesuai dengan kebutuhan dan permasalahan siswa. seperti ada catatan anekdotal.b. Mengacu pada pengembangan diri 260 . juga dapat padukan dengan mendasarkan pada asumsi teoritik. bakat. Penilaian Kegiatan 1) Penilaian hasil kegiatan pelayanan konseling dilakukan melalui: a) Penilaian segera (LAISEG). inventori. bibliokonseling. dan laporan hasil evaluasi program bimbingan dan konseling dan tindak lanjutnya. c) Penilaian jangka panjang (LAIJAPANG). laporan semesteran. yaitu penilaian pada akhir setiap jenis layanan dan kegiatan pendukung konseling untuk mengetahui perolehan peserta didik yang dilayani. Selain menggunakan teknik-teknik tersebut. Identifikasi kebutuhan dan permasalahan siswa dapat dilakukan dengan teknik tes maupun non tes. konferensi kasus. daftar konseli (siswa). papan bimbingan. konsultasi. yaitu penilaian dalam waktu tertentu (satu bulan sampai dengan satu semester) setelah satu atau beberapa layanan dan kegiatan pendukung konseling diselenggarakan untuk mengetahui lebih jauh dampak layanan dan atau kegiatan pendukung konseling terhadap peserta didik. juga dapat diidentifikasi kegiatan pendukung apa yang diperlukan sebagai konsekuensi dari layanan-Iayanan tersebut. Maka dapat diasumsikan apa yang dibutuhkan dan apa permasalahan-permasalahan mereka. data kebutuhan atau permasalahan konseli. kotak masalah. 4) Hasil kegiatan pelayanan konseling secara keseluruhan dalam satu semester untuk setiap peserta didik dilaporkan secara kualitatif. dan laporan tahunan.seperti konseling individual. seperti evaluasi proses dan produk. Misalnya siswa kelas 1 SMP. 2. Kegiatan ini merupakan langkah awal dan sebagai dasar dalam pengembangan program. laporan bulanan. buku saku). analisis dan pengambilan keputusan. Hasil identifikasi tersebut selanjutnya dianalisis untuk menentukan layananIayanan apa yang diperlukan oleh siswa. audiovisual.

Informasi ttg perkembangan. Penempatan dan penyaluran untuk pengembangan kemampuan pribadi. Kompetensi dan kebiasaan dalam kehidupan pribadi 5. Apabila dalam satu tahun ada 36 minggu efektif maka diperlukan 12 layanan/ pendukung X 36 yaitu 432 layanan dan pendukung. Bacaan dan rekaman tentang perkembangan dan kehidupan pribadi 13. CONTOH IDENTIFIKASI KEBUTUHAN DAN PERMASALAHAN SISWA KELAS XII IPS 1 BIDANG BIMBINGAN A. Oleh karena itu. Pemberdayaan pihak tertentu untuk membantu peserta didik dalam pengembangan pribadi 8. kemampuan. Pembahasan kasus-kasus masalah pribadi tertentu yang dialami peserta didik. maka pengembangan program tahunan sampai dengan harian menjadai lebih mudah. PRIBADI KEBUTUHAN/PERMASALAHAN Need assesment : 1. Obyek-obyek pengembangan pribadi 2. kondisi dan lingkungan diri sendiri. SOSIAL ORIN 261 . 6. Pengembangan program tahunan sampai dengan harian pada dasarnya merupakan pendistribusian seluruh kegiatan yang akan diberikan kepada siswa agar dapat berjalan dengan lancar dan jelas pada setiap satuan waktu. Masalah pribadi : dalam kehidupan pribadi. 4. 11. potensi. 3. dan potensi diri. Pertemuan dengan keluarga peserta didik yang mengalami masalah pribadi. Identifikasi kebutuhan dan permasalahan siswa paling tidak harus bisa menurunkan 12 layanan dan atau kegiatan per minggu. 7.dalam KTSP bahwa beban tugas guru adalah 24 jam pelajaran per minggu. Data perkembangan. 10. 12. Pengungkapan kondisi dan masalah pribadi peserta didik 9. dan setiap satu layanan atau kegiatan BK ekivalen dengan 2 jam pelajaran. Kemampuan dan Kondisi Pribadi. Pendalaman dan penyelesaian masalah pribadi 14. maka setiap minggu seorang konselor minimal harus menyelenggarakan 12 layanan dan atau kegiatan pendukung. Obyek-obyek pengembangan JENIS LAYANAN ORIN INFO PP PKO KP BKp/KKp KSI KEGIATAN PENDUKUNG AI HD KK KR TKP APIN B. Apabila langkah ini dapat dilakukan dengan baik.

kegiatan dan hasil belajar. 17. Pengungkapan kondisi dan masalah belajar peserta didik 35. kemampuan. dan kondisi hubungan sosial. kegiatan dan hasil belajar. Penempatan dan penyaluran untuk pengembangan kemampuan belajar. Pertemuan dengan keluarga peserta didik yang mengalami masalah sosial. Masalah pribadi : dalam kemampuan. potensi. 16. Kemampuan dan Kondisi hubungan sosial.hubungan sosial 15. Pemberdayaan pihak tertentu untuk membantu peserta didik dalam pengembangan kemampuan relajar. 29. Informasi ttg perkembangan. kegiatan dan hasil belajar peserta didik. 24. kondisi dan lingkungan sosial. 25. Informasi ttg. Pembahasan kasus-kasus masalah sosial tertentu yang dialami peserta didik. kemampuan. Pembahasan kasus-kasus masalah INFO PP PKO KP BKp/KKp KSI AI HD KK KR TKP APIN ORIN INFO PP PKO KP BKp/KKp KSI AI HD KK KR 262 . Penempatan dan penyaluran untuk pengembangan kemampuan sosial. 23. kegiatan dan hasil belajar. 30. Pendalaman dan penyelesaian masalah sosial C. 33. Pengungkapan kondisi dan masalah sosial peserta didik 22. Bacaan dan rekaman tentang perkembangan dan kehidupan sosial 26. Kompetensi dan kebiasaan dalam kehidupan sosial 18. BELAJAR 27. 32. Masalah pribadi : dalam kehidupan sosial. Data perkembangan. potensi. Pemberdayaan pihak tertentu untuk membantu peserta didik dalam pengembangan kemampuan sosial 21. 34. Obyek-obyek pengembangan kemampuan belajar 28. 31. 36. Kemampuan. 20. 19. Kompetensi dan kebiasaan dalam kegiatan serta penguasaan bahan belajar. Data kemampuan.

... Pertemuan dengan keluarga peserta didik yang mengalami masalah belajar. 51. ORIN INFO PP PKO KP BKp/KKp KSI TKP APIN AI HD KK KR TKP APIN Mengetahui : Kepala Sekolah. Catatan : Minggu efektif : Semester 1 = 22 minggu Semester 2 = 14 minggu Jumlah = 36 minggu 263 ... Pendalaman dan penyelesaian masalah karir. 49. 44... kemampuan.. Pembahasan kasus-kasus masalah karir tertentu yang dialami peserta didik. Masalah pribadi : dalam pengembangan karir. Bacaan dan rekaman tentang perkembangan dan kehidupan karir 52..... 43. arah dan kondisi karir... NIP. 41. Pemberdayaan pihak tertentu untuk membantu peserta didik dalam pengembangan karir 47.. KARIR 40. 45.. Bacaan dan rekaman tentang kemampuan dan kegiatan belajar. Kudus. Data kemampuan dan arah karir....... D.. Kemampuan dan arah karir.. Pengungkapan kondisi dan masalah karir peserta didik 48.. 38. Pertemuan dengan keluarga peserta didik yang mengalami masalah karir. Penempatan dan penyaluran untuk pengembangan kemampuan karir. Kompetensi dan kebiasaan dalam pengembangan karir. 46. Juni 2011 Konselor. ... NIP. Informasi ttg potensi. 39. 37.belajar tertentu yang dialami peserta didik. Pendalaman dan penyelesaian masalah belajar. . Obyek-obyek implementasi karir.... 50. 42.

kelompok. Rinciannya sebagai berikut : 72 layanan di dalam jam pembelajaran di sekolah. atau cara khusus/strategi politik. Program Mingguan (Lampiran 4). Apabila setiap konselor diserahi 4 kelas. Program Harian (Lampiran 5) 6. Program Bulanan (Lampiran 3) 4.Tugas konselor per minggu = 24 jam. serta Laporan pelaksanaan Kegiatannya (Lampiran 6) 264 . Program Semesteran (lampiran 2) 3. Program Tahunan (lampiran 1) 2. maka terdapat jumlah layanan per-kelas yaitu 432 layanan : 4 kelas sama dengan 108 layanan/kelas/tahun. Termasuk contoh Satuan Kegiatan Layanan. sehingga umlah layanan dalam satu tahun 432 layanan. Satuan Kegiatan Pendukung. dan 5. b. Program Pelayanan Bimbingan dan Konseling. 1 tahun = 36 minggu X 12 layanan. ekuivalen dengan 12 layanan/kegiatan pendukung. Dalam uraian berikut disajikan beberapa contoh program bimbingan dan konseling di sekolah yang meliputi : 1. dan 36 layanan di luar jam pembelajaran di sekolah dengan format individual. lapangan.

265 .

266 .

Masalah pribadi dalam kehidupa n pribadi Masalah pribadi dalam kehidupa n sosial Topik bebas tentang Teoriris Membah as kasus yang perlu melibatk an berbagai pihak Membah as kasus yang perlu melibatk an berbagai pihak Bacaan Masalah pribadi dalam penentua n arah karir VI Penempata n dan penyaluran untuk pengemba ngan kemampua n karir 4. Layanan Bimbingan Kelompok Topik tugas tentang bulliying Topik bebas tentang kehidupan remaja akhir 6.MANIS : XI IPS SEMESTER KONSELOR : 2 (2011: DRS.Lampiran 2 : (CONTOH) PROGRAM SEMESTERAN PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING SEKOLAH 2012) KELAS ANONIM NO : SMA NEGERI GD. Konferensi Kasus 7. KEGIATAN I 1 Layanan Informasi 2 Layanan Penempata n dan Penyaluran Penempa tan dan penyalur an untuk pengemb angan kemamp uan belajar 3 Layanan Penguasaan konten MATERI BIDANG PENGEMBANGAN SEMESTER 2 (JANUARI-JUNI 2009-2010) BULAN (SELAMA SATU SEMESTER) II III IV V Informasi ttg potensi kemamp uan dan kondisi hubunga n sosial Penempa tan dan penyalur an untuk pengemb angan kemamp uan sosial Kompete nsi dan kebiasaa n dalam kehidupa n sosial. Layanan Konseling Perorangan 5. Tampilan Bacaan 267 .

KEGIATAN Layanan Informasi Layanan Bimbingan kelompok Layanan Konsultasi 3 4 Layanan Mediasi 5 Kunjungan Rumah MATERI BIDANG PENGEMBANGAN MINGGU I MINGGU II MINGGU III MINGGU IV Informasi perkembangan diri Membahas Membahas topik ttg topik kemampuan tentang sosial arah karir Konsultasi dari Konsultasi orangtua siswa dari orang yang tua tentang mengeluhkan masalah putranya sering belajar pulang malam. dll) 268 . anaknya dan sejenisnya Upaya mediasi dari pihak-pihak yang berselisih Pertemuan dg Kunjungan orang tua siswa rumah membahas membahas masalah sosial kenakalan anaknya siswa di sekolah (tawuran.MANIS : XI IPS SEMESTER KONSELOR : 2 (2011: DRS. dan rekaman ttg peningka tan motivasi berprest asi 8. Aplikasi instrumenta si Lampiran 3 : (CONTOH) PROGRAM BULANAN PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING SEKOLAH 2012) KELAS ANONIM NO 1 2 : SMA NEGERI GD.Kepustakaa n dan rekaman ttg pergaula n bebas dan efeknya Identifika si self esteem siswa Pengukur an kecender ungan kepribadi an siswa.

Himpunan Data Menghimpun data hasil sosiometri siswa kelas ybs.6. 269 .

Layanan Bimbingan Kelompok Mediasi Membaha s topik tentang kemampu an sosial Upaya mediasi dari pihakpihak yang berselisi h Mentabula si data hasil sosiometri siswa kelas ybs Menghim pun data hasil sosiomet ri siswa kelas ybs Upaya mediasi dari pihakpihak yang berselisi h SEMESTER KONSELOR : : 2 MATERI BIDANG PENGEMBANGAN (MULAI HARI SENIN SAMPAI SABTU) MINGGU KE II (Pebruari 2010) SELASA RABU KAMI S JUM’AT SABTU 2 3 Himpunan Data 4.Lampiran 4 : (CONTOH) PROGRAM MINGGUAN PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING SEKOLAH : SMA NEGERI GD. 270 .MANIS (2011-2012) KELAS : XI IPS DRS. Dst. ANONIM N O KEGIATA N SENIN 1.

Lampiran 6 : (Contoh) 271 .

Pencegahan dan Untuk mengetahui hubungan sosial dalam kelas dan pembuatan kelompok belajar Kelas XI IPS – 1 SMA 1 Gd.Identifikasi anak yang paling banyak diterima dan ditolak sebagai teman belajar .SATUAN KEGIATAN PENDUKUNG APLIKASI DAN INSTRUMENTASI A. Keterkaitan Layanan ini dengan : Pemberian layanan konseling perorangan bagi siswa Layanan Pendukung Lain yang terisolir Q. Menyiapkan lembar angket sosiometri 2.Pembuatan kelompok belajar b. Tanggal. Topik B. Uraian Kegiatan . Menjelaskan cara pengisian sosiometri . Proses : Melihat perilaku siswa saat mengisi angket 2. Hari. Bidang Bimbingan C. 24-25 Agt 2011. Fungsi Layanan Pengentasan E. Isi a. Anonim. 1 (satu) K. Waktu. Sasaran Layanan : G.700.Sumber dana : Komite Sekolah L. Jenis Instrumen : Non Tes 3. Isi Instrumen : Dipilih dan ditolak teman belajar I. Materi Instrumen 1. Mengisi identitas siswa ada lembar sosiometri 2. M.Kegiatan Murid 1. Catatan Khusus : Layanan pendukung dengan instrumen angket sosiometri diharapkan dapat mengungkap anak yang terisolir dalam kelasnya untuk diberikan bantuan sehingga dapat diterima kembali di lingkungan teman belajarnya. Tempat Penyelenggaraan : Ruang kelas XI IPS – 1 SMA 1 Gd. Nama Instrumen : Angket Sosiometri 2. Menjelaskan tujuan angket sosiometri 3. Rencana Penilaian dan Tindak Lanjut 1. Mengisi lembar jawab sosiometri H. Biaya/Dana : Foto copy 170 lembar = Rp 18. Penyelenggara Layanan : Drs.Manis F.Manis J. Sabtu. Alat dan Perlengkapan : Angket sosiometri O. Tujuan Layanan : : : : : Angket Sosiometri Sosial Aplikasi Instrumentasi Pemahaman. Laiseg : . Semester : 45 menit. 272 . Laijapeng : Melihat perkembangan kelompok belajar P. Jenis Layanan D.Kegiatan Guru 1. Pihak yang Disertakan/Terkait : Wali Kelas N.

Pelaksanaan 1. 2. 131957012 Drs. siswa hadir semua. 1 Ruang kelas XI IPS – 1 SMA 1 Gd. Anonim NIP. Tujuan Layanan 5. b.Mengetahui 2011 Kepala SMA 1 Gd. Konselor Agustus Dra. hari. Fungsi Layanan pengentasan 4. E. Cara-cara tindak lanjut a. Bidang Bimbingan 2. Deskripsi dan komentar tentang : mempunyai hasil penilaian kehidupan keluarga angket D. Jum’at. Tindak Lanjut 1. Manis Pelaksanaan pengisian sosiometri berjalan dengan lancar. Evaluasi 1. Sasaran Layanan : : : : : : Angket Sosiometri Sosial Aplikasi Instrumentasi Pemahaman dan pencegahan serta Untuk mengetahui hubungan sosial dalam kelompok belajar Siswa kelas XI IPS – 1 SMA 1 Gd. Topik 1. Cara-cara Analisa a. Putu W. Waktu. Analisa dilakukan dengan membuat tally dan menghitung jumlahnhya pada pilihan siswa dan penolakan siswa dalam kelompok belajar. Cara-cara penilaian angket sosiometri : masalah 2. Tempat : 3. Membuat sosiogram.Manis Kudus. ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN LAYANAN PENDUKUNG A. Membuat jadwal konseling bagi siswa yang banyak ditolak 273 . 131693660 LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI. NIP. semester : (satu) 2. Deskripsi dan komentar tentang : C. Jenis Layanan 3. tanggal. Manis 45 menit. Deskripsi dan komentar tentang analisa Anak yang mempunyai masalah paling banyak ditolak teman dalam kelompok belajar mendapat prioritas utama dalam penanganannya. Keaktifan siswa dalam mengisi Membuat rekapitulasi daftar cek Sebagian besar siswa yang banyak masalah pada pokok masalah Siswa cukup antusias mengisi B. 24 Agustus 2011. Analisa Hasil Penilaian 1.

G.Sumber dana : Komite Sekolah L. 1 (satu) K. Bagi siswa yang telah dikonseling perkembangannya. Menyiapkan lembar pernyataan dan lembar jawab DCM 2. Anonim. 31 Oktober dan 1 Nopember 2011. Kelas XI IPS – 1 SMA 1 Gd. Manis J. Tanggal. dilihat Mengetahui 2011 Kepala SMA 1 Gd. Putu W. Hari. Uraian Kegiatan . Manis Kudus. Mengisi identitas siswa 2. Materi Instrumen 1. Fungsi Layanan F. Kelompok belajar diikuti kegiatan belajarnya. Menjelaskan cara pengisian DCM . b.b.Manis Waktu.700.Kegiatan Guru 1. Konselor Agustus Dra. Menjelaskan tujuan yang akan diharapkan DCM 3. Semester : 45 menit.Kegiatan Murid 1. Jenis Instrumen : Non Tes 3. Membuat kelompok belajar 2. 131693660 SATUAN KEGIATAN PENDUKUNG APLIKASI DAN INSTRUMENTASI B. Bidang Bimbingan D. Topik C. Tujuan Layanan : : : : : DCM Pribadi Aplikasi Instrumentasi Pencegahan dan Pengentasan Untuk mengidentifikasi masalahmasalah yang dihadapi oleh siswa sehingga dapat memberikan bantuan yang sesuai/tepat. Penyelenggara Layanan : Drs. Sasaran Layanan : H. Anonim NIP. Nama Instrumen : DCM 2. Mengisi lembar jawab DCM dengan tanda ceklist (√) I. 274 . Jum’at dan Sabtu. Isi Instrumen : Pernyataan yang berhubungan dengan masalah siswa dengan 220 pernyataan dan 11 pokok masalah I. NIP. 131957012 Drs. Biaya/Dana : Foto copy 370 lembar = Rp 40. Tempat Penyelenggaraan : Ruang kelas XI IPS – 1 SMA 1 Gd. Jenis Layanan E. Deskripsi komentar tentang upaya tindak lanjut a.

Tempat : Manis D. Deskripsi dan komentar tentang : mempunyai hasil penilaian E. Cara-cara Analisa 275 . Cara-cara penilaian : Daftar Cek Masalah : Sosial Instrumen data Pemahaman dan pencegahan Siswa kelas XI Bhs – 1 SMA 1 Gd. Sasaran Layanan : C. Catatan Khusus : Layanan konseling perorangan melalui DCM akan membantu GP untuk mengidentifikasi masalah siswa. ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN LAYANAN PENDUKUNG A. Mengetahui Kepala SMA 1 Gd. 1 Ruang kelas XI Bhs – 1 SMA 1 Gd. Tindak Lanjut : Kualitas dan kuantitas masalah yang dialami siswa P. Alat dan Perlengkapan : Seperangkat DCM dan lembar jawabnya O. Pelaksanaan Layanan 1. Bidang Bimbingan 2. Evaluasi 1. NIP. tanggal. Topik : Spesifikasi Bimbingan 1. 131693660 LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI. Membuat rekapitulasi hasil Daftar Cek Masalah Menganalisa hasil Daftar Cek Masalah Sebagian besar siswa banyak yang masalah pada kesehatan. Konselor September 2011 Dra. 31 Oktober 2011. 2.M. Rencana Penilaian dan Tindak Lanjut 1. semester : (satu) 2. Analisa Hasil Penilaian 1. Manis 45 menit. Jum’at. Pihak yang Disertakan/Terkait : Wali Kelas N. Putu W. Manis Kudus. 131957012 Drs. hari. Jenis Layanan : 3. Keterkaitan Layanan ini dengan : Pemberian layanan konseling perorangan Layanan Pendukung Lain Q. Anonim NIP. B. Waktu. Rencana Penilaian : Validitas data yang diperoleh 2. Fungsi Layanan : 4.

Deskripsi komentar tentang upaya tindak lanjut Apabila konseling telah dilaksanakan diikuti perkembangannya dan apabila perlu diikuti oleh layanan kunjungan rumah ataupun yang lain. b.Teman saja : 14 anak F. siswa duduk dengan menunduk.Analisa dilakukan dengan hati-hati karena sangat berguna dalam layanan konseling.Orang tua saja : 0 anak .Pada orang tua dan teman : 6 anak . Putu W. Manis Kudus. 131693660 CATATAN ANEKDOT SAAT MENGIKUTI BIMBINGAN KLASIKAL INFORMASI PERGURUAN TINGGI Nama Siswa Kelas Hari. b. 24 Oktober 2011 11.45 Deskripsi : Saat dilaksanakan bimbingan klasikal. Tindak Lanjut 1. Juli 2011 Konselor Dra. Membuat daftar kegiatan tindak lanjut 2. Siswa yang tidak suka membicarakan masalah pada orang lain sebanyak 10 anak.00 – 11. 2. Siswa yang suka membicarakan masalahnya pada orang lain : . Mengetahui Kepala SMA 1 Gd. Cara-cara tindak lanjut a. kepala diletakkan di atas kedua tangan di meja selama ± 3 menit. Membuat jadwal konseling bagi siswa yang banyak mengalami masalah atau memiliki masalah serius. Deskripsi dan komentar tentang hasil penilaian a. Hal itu dilakukan selama 2 kali. Anonim NIP. Siswa juga terlihat memainkan bolpoint Keterangan : 276 . tanggal Jam : : : : Sby XI IPS – 1 Sabtu. NIP. 131957012 Drs.

Siswa jarang memandang konselor. Kemungkinan siswa sedang memiliki masalah yang belum terselesaikan. 131693660 277 . Kudus. Siswa tidak bereaksi ketika konselor memberi pertanyaan ataupun tanggapan kepada seluruh siswa. Intepretasi : Siswa tidak konsentrasi. Anonim NIP. Tindak lanjut : Siswa perlu diadakan konseling.dengan diputar-putar di jari-jarinya dan beberapa kali terlihat siswa melihat ke arah luar jendela. Konselor Drs.

000. . 131597012 Drs.11. F. Sering tidak masuk sekolah dikarenakan sakit perut dan pusing Bidang bimbingan : Pribadi Jenis kegiatan : Alih tangan kasus Fungsi kegiatan : Pengentasan Tujuan kegiatan : Ingin memperoleh data dan penanganan secara medis sakitnya klien Subyek yang mengalami masalah : B1.Sakitnya perlu penanganan secara medis karena kelihatannya kena sakit maag. E. dan kalau dipaksa masuk mengancam akan bunuh diri. I. C.Konseling . Anonim NIP. Putu W.. K. D.Konsultasi dengan orang tua / panggilan orang tua Rencana penilaian dan tindak lanjut kegiatan :  Laiseg : Melihat perkembangan siswa setelah dinobatkan ke dokter  Laijapan : Dipantau kehadirannya Catatan khusus . NIP. L. Kepada siapa dialihtangankan : Dokter Alasan pengalihtanganan : . 26 Januari 2011 Biaya dan sumber : Rp 100.Berobatnya ke dokter tidak rutin.0809 029 Gambaran ringkas masalah : Klien sering tidak masuk dengan alasan sakit.SATUAN KEGIATAN PENDUKUNG ALIH TANGAN KASUS A. N.Presensi Keterkaitan kegiatan ini dengan layanan/kegiatanpendukung terdahulu : . Sudah diobatkan ke paranormal dan ke dokter. Hasil konseling dengan siswa dan informasi dari orang tua. : H. M. malah ke paranormal. tetapi sudah lama. Mengetahui Kepala Sekolah Layanan/Konselor Kudus. J.Sejak kelas X siswa sudah sering tidak masuk alasan sakit juga. Topik Permasalahan B. 131693660 278 . Januari 2011 Penerima Dra. ketika sakitnya terasa kadang sampai siswa tidak sadar memukuli perut dan kepalanya sendiri.dari Komite Sekolah Bahan-bahan yang disertakan dalam alih tangan : . O. Waktu alih tangan kasus : Senin. G.

279 .

Tahap III . Tahap I . dan memberikan alternatif jalan keluar pemecahan masalah d.Memberikan kesan-kesan tentang konseling kelompok yang telah membantu memecahkan masalah yang dialami bersama . Fungsi Layanan E.Memberikan motivasi kepada siswa untuk mengikuti kegiatan layanan tersebut dengan aktif d.Memperhatikan penjelasan Konselor dan bertanya jika kurang jelas . Tujuan Layanan : : : : : Masalah pribadi (bebas) Pribadi Konseling kelompok Pemahaman dan pengentasan .Aktif membahas masalah.Menawarkan atau mengamati apakah peserta sudah siap menjalankan tahap berikutnya .Secara terbuka menyampaikan sebagaimana topik di atas. Tahap Peralihan : . usul.Memberikan penjelasan cara-cara dan asas kegiatan bimbingan kelompok . Uraian Kegiatan dan Materi : 1.Diskusi interaktif yang melibatkan guru dan peserta e.Menentukan jumlah anggota . Tahap Kegiatan kelompok .Doa penutup . ide.Memberikan usul kemungkinan pertemuan berikutnya 280 .Aktif mengemukakan pendapat c.Agar siswa mampu mengekspresikan pendapat.Mendengarkan pembacaan kesimpulan konseling kelompok . berusaha mengembangkan pikiran. Tahap Awal : . Siswa kelas XII IS – 1 F.Konseling kegiatan 2.Permainan penghangat c. Agar siswa mampu menerima pendapat dan saran dari orang lain (temannya). dan gagasannya.SATUAN LAYANAN KONSELING KELOMPOK A. Jenis Layanan D.Pemimpin dan sebagian anggota kelompok mengembangkan kesan dari hasil kegiatan . Topik Permasalahan B. Sasaran Layanan : G. . Tahap Pembentukan : .Memperkenalkan diri . Kegiatan Konselor sebagai pimpinan kelompok a. pendapat.Membuka kegiatan dengan doa . Tahap IV . Bidang Bimbingan C.Menciptakan suasana kelompok yang dinamis b. Tahap Pengakhiran .Mempersiapkan dan mengumpulkan para peserta b. saran.Menjelaskan kegiatan yang akan ditempuh pada tahap berikutnya . Kegiatan Siswa a. Tahap II .Konselor menyimpulkan hasil diskusi .Menjelaskan pengertian dan tujuan bimbingan kelompok .

L. Keterkaitan Layanan ini dengan Layanan / Kegiatan Pendukung . 131693660 281 . Anonim Pihak-pihak yang Disertakan : Alat dan Perlengkapan : Kursi. diskusi. N.H. kreatif. Putu W. M. 20 Februari Kepala Sekolah Layana/Konselor Penerima Dra.Layanan penyaluran P. 2 (dua) Penyelenggara Layanan : Drs. K. Semester : 90 menit. Metode I. NIP. Pengamatan terhadap antusias siswa 2. 131597012 Drs. : : Ceramah. Tempat Penyelenggaraan J. Anonim NIP. Manis Waktu. kertas kosong Rencana Penilaian dan Tindak Lanjut Rencana Penilaian : 1. buku catatan. 20 Februari 2011. Tanggal. dan inovatif 2011 Mengetahui Kudus. Kemampuan siswa dalam mengemukakan pendapat 3.Himpunan data . tanya jawab Kelas XII IS – 1 SMA 1 Gd. Mengungkapkan seberapa jauh layanan konseling kelompok telah membantu pemecahan masalah yang dihadapi bersama O. Catatan Khusus : Layanan konseling kelompok akan dapat berjalan lancar apabila semua anggotanya aktif.Layanan informasi .

282 .

Sasaran : Nama : Konseling kelompok : Drs. E. Bentuk Layanan B.N / P 6. S / P : Bingung dana untuk kepentingan kesehatan orang tua yang sedang sakit atau untuk kuliah f. / P : Belajar cepat bosan g.N. Bingung ingin kuliah tetapi biaya tidak ada / orang tua kurang mampu 4. Waktu Pelaksanaan Lingkup Pembicaraan 1.W.S. St / L : Ingin mencari perhatian b. Sifat Topik : Topik bebas 2. Penyelenggara C. Topik yang dibahas : a. / L 7. / P : Bingung ingin melanjutkan kuliah tidak ada biaya c.W.I. S. Harus dipikirkan dampak baik buruknya dalam pelajaran maupun dengan teman  Topik kedua yang dibahas : Bingung ingin melanjutkan kuliah tidak ada biaya a. N. St / L 5. S. T. Waktunya banyak diisi dengan kegiatan keagamaan c. Meminta bantuan kepada saudara yang mampu secara bergotong royong 5. 4. / P : Ingin kuliah tetapi orang tua kuran gmampu e.K / P N. 283 .U.S. Manis S/P A.RESUME KONSELING KELOMPOK A. Mestinya mencari perhatian itu harus diarahkan ke hal-hal yang positif agar bermanfaat bagi dirinya maupun orang lain b. semua siswa aktif menyumbangkan pikirannya. / L : Orang tua menyuruh kuliah tetapi sudah tidak punya semangat. Anonim Siswa kelas XII IS – 1 SMA 1 : 1. T. E.K / L D.K. / P : Rabu. / L : Bingung bekerja dulu atau kuliah 3. ide dan gagasannya sehingga tampaknya ide dari teman-temannya cukup jitu sebagai bahan pertimbangan dalam menghadapi masa depan temantemannya. Tanggapan yang muncul dari siswa :  Topik pertama yang dibahas : Ingin mencari perhatian a. A.K. 2. ingin bekerja d. Masalah yang muncul a. 3.U. Sebaiknya bekerja terlebih dahulu atau bekerja sambil kuliah b. E. Kesan dan pesan Kesan : Konseling kelompok berjalan dengan lancar. 20 Februari 2011 Gd. Ingin mencari perhatian b.I.

Rabu. 131597012 Drs. tanggal. Manis C. Tempat : Ruang Laboratorium Kimia 3. DAN TINDAK LANJUT SATUAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING A. Evaluasi 1. Siswa aktif dan antusias dalam mengikuti layanan konseling kelompok b. Mengamati kemampuan siswa dalam menyampaikan pendapat. Siswa dapat mengemukakan pendapat. Anonim NIP. Kudus. 3. NIP. Siswa aktif dan antusias sekali b. ANALISA. 20 Februari 2011. 4. dan saran serta kemampuan dalam memecahkan masalah E. 2 (dua) 2. 2. Waktu. Cara-cara penilaian : a. Proses layanan berjalan dengan lancar c. ide. Mengamati keaktifan dan antusias siswa selama kegiatan berlangsung b. Pelaksanaan Layanan 1. dan saran serta kemampuan dalam memecahkan masalah 2. semester : 90 menit. Siswa mempunyai keberanian untuk memberikan bantuan kepada teman kelompok dalam mengatasi masalahnya D. Putu W. Analisa Hasil Penilaian 284 . 21 Februari Mengetahui 2011 Kepala Sekolah Layana/Konselor Penerima Dra. 131693660 LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI.Pesan : Konseling kelompok perlu dikembangkan terus agar siswa terbiasa untuk berpikir kreatif dan kooperatif. Siswa berani mengungkapkan permasalahan yang dihadapi d. Topik Permasalahan : Spesifikasi Bimbingan Bidang Bimbingan Jenis Layanan Fungsi Layanan Sasaran Layanan Topik bebas : : : : Pribadi Konseling kelompok Pemahaman dan pencegahan XII IS – 1 SMA 1 Gd. Deskripsi dan komentar dalam proses layanan : a. 1. hari. ide. B. Deskripsi dan komentar a.

Cara-cara tindakan : a.Dilanjutkan dengan berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaannya . D.1. Sasaran Layanan : Siswa kelas XI IS – 1 SMA 1 Gd. C. : Mewaspadai school bullying (tindak kekerasan pada anak sekolah Pribadi dan sosial Bimbingan kelompok Pemahaman dan pengentasan Bidang Bimbingan : Jenis Layanan : Fungsi Layanan : Tujuan Layanan : 1. Siswa mampu dan berani mengutarakanpendapat. Uraian Kegiatan dan Materi : 1. Cara-cara analisa 2.Permainan 285 . Tahap Awal : . Putu W. E.Mempersiapkan dan mengumpulkan para peserta . Deskripsi dan komentar : Konseling kelompok akan lebih banyak membawa manfaat bagi siswa dalam menuntaskan masalah Mengetahui 2011 Kepala Sekolah Layana/Konselor Kudus. 131597012 Drs. Menentukan waktu yang tepat untuk melakukan konseling kelompok berikutnya 2. 5. Mengidentifikasi masalah siswa yang belum terselesaikan dalam konseling kelompok utuk dibahas dalam waktu lain b. ide. 4. 131693660 SATUAN LAYANAN KONSELING KELOMPOK A.Pembukaan dengan salam . Siswa mampu menerima pendapat saran dari orang lain. NIP. Siswa mampu mencegah terjadinya school bullying. Deskripsi dan komentar kelompok dengan : : Menyimpulkan hasil-hasil pengamatan Siswa melaksanakan layanan konseling baik F. dan saran. 3. Manis G.Perkenalan . Memahami tentang school bullying. Topik Permasalahan B.Menentukan jumlah anggota . Penerima 21 Februari Dra. Kegiatan Konselor sebagai pimpinan kelompok a. F. agar terjadi dinamika kelompok yang kuat dan efektif. 2. Tindak Lanjut 1. Anonim NIP.

O. Tempat Penyelenggaraan : : Ceramah.Memperhatikan penjelasan Konselor dan bertanya jika kurang jelas . kertas kosong N. pendapat. Metode I.b. Kemampuan siswa dalam membahas pendapat anggota. Tanggal. . Pengamatan aktifitas dan antusias siswa dalam kegiatan. buku catatan. saran. tanya jawab Kelas XI IS – 1 SMA 1 Gd.Doa penutup 2. Tahap IV .Aktif mengemukakan pendapat c. meja kursi.Aktif membahas masalah.Bersama kelompok membahas topik yang sudah ditentukan. Memberikan motivasi untuk mengikuti kegiatan layanan. dan memberikan alternatif jalan keluar pemecahan masalah d. Catatan Khusus : Untuk menyemarakkan dan keberhasilan layanan konseling kelompok dibutuhkan kebersamaan dan kreatifitas para anggota.Memberikan usul kemungkinan pertemuan berikutnya H.Layanan penempatan P. 2 (dua) K. 2.Menciptakan suasana kelompok yang dinamis b. Anonim L.Memberikan kesan-kesan tentang konseling kelompok yang telah membantu memecahkan masalah yang dialami bersama . diskusi. Keterkaitan Layanan ini dengan Layanan / Kegiatan Pendukung . . Rencana Penilaian dan Tindak Lanjut Rencana Penilaian : 1.Memperkenalkan diri .Himpunan data . Tahap I .Pemimpin dan sebagian anggota kelompok mengembangkan kesan dari hasil kegiatan . Kegiatan Siswa a. Tahap Kegiatan Kelompok : .Konselor menyimpulkan hasil diskusi.Mendengarkan pembacaan kesimpulan konseling kelompok . 3. d. Semester : 90 menit.Layanan informasi . Alat dan Perlengkapan : Bolpoin. 15 Februari 2011. Kemampuan siswa dalam mengemukakan pendapat. Manis J. Pihak-pihak yang Disertakan : Siswa anggota bimbingan kelompok M.Menjelaskan pengertian dan tujuan bimbingan kelompok. Penyelenggara Layanan : Drs.Menjelaskan asas bimbingan kelompok. c. Tahap II . Menjelaskan fungsi bimbingan kelompok. 286 . usul. Tahap Peralihan : . Tahap Pengakhiran . Tahap III . Waktu. berusaha mengembangkan pikiran.

15 Februari Penerima Dra.Mengetahui 2011 Kepala Sekolah Layana/Konselor Kudus. 131693660 287 . Anonim NIP. NIP. 131597012 Drs. Putu W.

/ 27 / S.0708.II.W. / 4 / S.1.M.F.1.1. Bentuk Layanan B Penyelenggara C.RESUME KONSELING KELOMPOK A.27 D.7 E. D. / 30 / S.26 N.W. . 7.30 A. (tindak 3. Anonim Siswa kelas XI IS – 1 1.8 I.1. b.9 L L L L /P P P P P P L Jum’at.Dendam yang berkepanjangan. / 9 / S.T.II.1 N.1. 6. / 1 / S. Manis : : : Bimbingan kelompok Drs. 9. Waktu Pelaksanaan E. 3. Lingkup Pembicaraan 1.A.P. Topik yang ditentukan : : : IS / 18 / S. Isi Bahasan a.1.W. 288 .0708.0708. .0708.Suasana sekolah tidak harmonis. 15 Februari 2011 Topik tugas Mewaspadai school bullying kekerasan pada anak sekolah.1.II.II. .19 Mn / 26 / S. 11.Dikeluarkan dari sekolah.Ternyata siswa mampu mengungkap dan membahas sebab akibat school bullying .1.Menimbulkan perkelahian massal.6 A. Pesan : Hendaknya Konselor lebih sering memberikan layanan bimbingan kelompok karena banyak sekali manfaatnya. Sifat Topik 2.II.4 D.Ingin dianggap pemberani.Karena ikut-ikutan teman. Kesan dan pesan Kesan : .1.E. 8.II.J. Sebab-sebab school bullying .R.DJ / 6 / S. / 7 / S. Sasaran SMA 1 Gd.II.18 D.1. .0708. .0708.II. 2.0708.Ingin mencari perhatian.II.Siswa juga mampu memberikan gagasan kemungkinan cara mengatasi kekerasan terhadap anak sekolah.1. F.Pengaruh di televisi.Terjadi tindak kriminal. 5.0708. 10.Balas dendam. . / 19 / S.II. / 8 S.A. . .0708.II. Akibat yang ditimbulkan dari school bullying : . 4.0708.0708.

Waktu. 2. Putu W. Cara-cara penilaian : a. 2. Analisa Hasil Penilaian 289 . Deskripsi dan komentar a. Tempat : D. 2 Ruang Laboratorium Kimia Deskripsi dan komentar dalam proses layanan : 1. Manis : Mewaspadai school bullying kekerasan pada anak sekolah) : : : : sosial Bimbingan Pemahaman dan (tindak Bidang Bimbingan Jenis Layanan Fungsi Layanan Sasaran Layanan XI IS – 1 SMA 1 Gd. Penerima 16 Februari Kepala Sekolah Layana/Konselor Dra. 131597012 Drs. dan saran serta kemampuan dalam memecahkan masalah. dan saran serta kemampuan dalam memecahkan masalah F.2011 Mengetahui Kudus. Spesifikasi Bimbingan 1. ide. Siswa berani mengungkapkan permasalahan yang dihadapi 1. NIP. DAN TINDAK LANJUT SATUAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING A. hari. Pelaksanaan Layanan 1. Rabu. Siswa aktif dan antusias dalam mengikuti layanan konseling kelompok 2. Evaluasi E. ide. kelompok 3. 15 Februari 2011. 90 menit. Mengamati kemampuan siswa dalam menyampaikan pendapat. Proses layanan berjalan dengan lancar 3. semester : (dua) 2. 131693660 LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI. pencegahan 4. tanggal. b. ANALISA. Siswa aktif dan antusias sekali b. C. Siswa dapat mengemukakan pendapat. Topik Permasalahan B. Mengamati keaktifan dan antusias siswa selama kegiatan berlangsung. Anonim NIP.

Topik Permasalahan Bidang Bimbingan Jenis Kegiatan Fungsi Layanan Tujuan Kegiatan : : : : : 290 . Subjek yang mengalami masalah : B.0809. C. B. 12 November 2011 K. Tidak masuk sekolah dengan alasan sakit Pribadi Kunjungan rumah Pemahaman Mendapatkan informasi yang selengkapnya mengenai siswa dari orang tua pada saat siswa sakit F.Pd. Siswa melaksanakan layanan bimbingan kelompok dengan baik. Rencana penilaian dan tindak lanjut : Penilaian : . Pihak yang ingin dikunjungi : Orang tua dan anggota keluarga lain I. S. Siswa perlu mendapat pemantauan dari semua personil sekolah. Deskripsi dan komentar : : Mengamati siswa dalam pergaulan baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah. G.029 G. Siswa memahami faktor penyebab kekerasan anak sekolah. H.1.11.1. Waktu : Rabu. c. Cara-cara analisa : Menyimpulkan hasil-hasil pengamatan 2.Laiseg : Melihat kondisi siswa saat sakit dan kondisi rumah tangga orang tua. Kudus. Pihak yang disertakan dalam kunjungan rumah : Wali kelas (Ibu Mardiyah. Penerima 15 Februari 2011 Mengetahui Kepala Sekolah Layana/Konselor Dra. Putu W. Keterkaitan layanan ini dengan layanan / kegiatan pendukung terdahulu : . E.Panggilan orang tua N.dari Komite Sekolah L. Orang tua siswa dipanggil ke sekolah. 131597012 Drs. Gambaran ringkas masalah : Siswa sering tidak masuk sekolah dengan alasan sakit. Biaya dan sumber : Rp 50. Cara-cara tindakan 2. Siswa memahami bagaimana cara mencegahnya. NIP.000. 131693660 SATUAN KEGIATAN PENDUKUNG KUNJUNGAN RUMAH A. Deskripsi dan komentar : a. b. Tindak Lanjut 1. Anonim NIP. tetapi masih sering tidak masuk sekolah.. D. sehingga diharapkan tidak terjerumus dalam kekerasan yang berkepanjangan.Konseling .) M.

.BK . Peserta konferensi kasus : 291 . kurang serius dalam mengikuti pelajaran Belajar Konferensi kasus Pemahaman dan pengentasan Memperoleh informasi lengkap mengenai siswa dari semua unsur dan merencanakan bantuan kepada siswa.Kepala Sekola F.0708. S. E. Bidang Bimbingan Jenis Kegiatan Fungsi Layanan Tujuan Kegiatan : : : : : Sering tidak masuk sekolah. Diperiksakan lebih lanjut ke dokter. siswa mengikuti pelajaran dengan santai. Subjek yang mengalami masalah : G. nilai jelek. / Kepala SMA 1 Gd. Ketika masuk. C. Manis 12 Perancang Layanan Konselor Dra. November 2011 Mengetahui. apabila orang tua tidak mampu maka diusulkan ke sekolah. : Kalau masih sering sakit perlu direferal/alih tangan kasus ke dokter. sikap kepada guru tidak sopan.12. NIP.009 Siswa sering tidak masuk sekolah dengan alasan sakit (surat ijin palsu). Gambaran ringkas masalah : H. : Kudus.1. Topik Permasalahan B. Catatan khusus Mengikuti perkembangan kesehatan lewat absen kelas. 131597012 Drs. Putu W. 131693660 SATUAN KEGIATAN PENDUKUNG KONFERENSI KASUS A.. D.Laijapen Tindak lanjut : O. Anonim NIP.

K. Kepala SMA 1 Gd.Catatan laporan guru . O.Orang tua dan Geografi) .Waka Kesiswaan Alasan konferensi kasus : Mendapatkan data yang lengkap dan mendapatkan masukan penanganan kepada siswa karena telah dikonseling belum ada perubahan. Manis Oktober 2011 / Perancang Layanan Konselor Dra. M.Panggilan orang tua untuk menginformasikan hasil evaluasi.Laijapen : Melaksanakan hasil masukan penanganan dari peserta konferensi kasus. L. .Memantau kehadiran siswa. 23 Oktober 2011 Biaya dan sumber : Bahan-bahan yang disertakan dalam konferensi kasus : . Tindak lanjut : .Kunjungan rumah Rencana penilaian dan tindak lanjut : Penilaian : . N. Catatan khusus : Siswa bersikap tidak seperti anak lain sejak ayahnya meninggal dunia. . Kudus.Laiseg : Melihat jalannya konfeensi kasus. Anonim NIP. 131597012 Drs. Wali Kelas - Dua guru mapel J.Konsultasi dengan orang tua . masukan-masukan yang ada.Presensi .Tata Tertib Siswa Keterkaitan kegiatan ini dengan layanan / kegiatan pendukung terdahulu : .(Matematika I. Put NIP. Mengetahui. 131693660 292 .Konseling bagi siswa . Waktu konferensi kasus : Selasa.Konseling . .

Penguasaan konten Pemahaman dan pengentasan . .SATUAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING A.Materi 30 menit .Materi Layanan perencanaan perbaikan I.Memiliki keyakinan dan ketakwaan sesuai dengan ajaran agama yang dianutnya.ESQ dan keberhasilan diri Mengenali diri dan D.Strategi Penyajian .Apa itu ESQ . Rencana Tindak Lanjut : . Jenis Layanan E. Tempat Penyelenggaraan J.000. Bertanya 3. Q. Alat Perlengkapan dan Sumber P.Laijapang : Memperhatikan sikap perilaku siswa. Penilaian Proses Hasil : : : : : : Memperhatikan aktivitas dan partisipasi siswa . tanggal K.Penutup 2 menit Pertemuan II : . .Memiliki dasar humaniora untuk menerapkan kebersamaan dalam kehidupan.Alat : Angket .Penutup 2 menit Guru BK (Drs..Siswa dapat mengembangkannilai yang ada dalam diri Kelas XII IA Klasikal. 293 . Biaya dan sumber Sekolah L.Tugas 40 menit . Topik Permasalahan B. Anonim.Sumber : LKS.Guru Siswa Setting : : : : : : membuat : : : : : : diri Ruang kelas 2 x 45 menit.Tanya jawab 10 menit .) . apakah ada perubahan. Bidang Bimbingan C. Agustus minggu ke 3 dan 4 Fotokopi angket Rp 45. . Mengerjakan tugas Pertemuan I : .dari Komite 1. Uraian Kegiatan . Guru menjelaskan IQ.Pembukaan 3 menit . EQ. . Fungsi Layanan F. Guru memberi tugas 3. Sasaran Layanan H. Buchori Nasution M.Pembukaan 3 menit . Kompetensi Dasar : : : ESQ dan Perencanaan Masa Depan Pribadi . Pihak lain yang disertakan O.Siswa dapat mengenali suara hatinya. Penyelenggara Layanan N.Laijapen : Membaca dan mengomentari hasil kerja siswa. Memperhatikan 2. Tujuan Layanan G. Waktu. Guru menanggapi 1. Setting dan Pengalaman BK .Laiseg : Bertanya ke siswa mengenai perasaan siswa setelah mendapatkan kegiatan layanan. tugas . SQ 2.Konseling bagi siswa yang membutuhkan.

131597012 skala pengamatan sikap Kudus. November 2011 Kepala SMA 1 Gd.. Konselor Drs. NIP. Mengetahui.Membuat siswa. Manis Dra. Putu W. Anonim NIP. 131693660 12 294 .

Topik Permasalahan B.Strategi Penyajian kelompok . bermasyarakat. Mendengarkan dan menjawab 2. Mengerjakan tugas Pertemuan I : .Tanya jawab . Fungsi Layanan F. tanggal Biaya dan sumber Setting dan Pengalaman BK . Berdiskusi materi persiapan 3.Diskusi .SATUAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING A. 2. Uraian Kegiatan .4 Film Rp 50. Kelas XII IA Membahas materi dalam dinamika G.Kesimpulan Pertemuan III : .Tugas/peranan anggota keluarga . K. mawaddah.Siswa bisa menganalisa penyebab kasus perceraian. Bidang Bimbingan C.dari Komite Sekolah 1. .Siswa mengetahui tugas/peran sebagai anggota keluarga. Jenis Layanan E.. Sasaran Layanan H.Setting menit menit menit menit menit menit menit menit : : : : .Pembukaan .Ulasan kasus 17 32 5 5 3 37 5 3 3 : menit 295 .Materi .Siswa mengetahui persiapan yang harus dilakukan dalam berkeluarga.Guru jawab persiapan kelas perceraian .Materi Layanan : : : I.Pengertian keluarga .Persiapan berkeluarga Ruang laboratorium Kimia 3 x 45 menit. warohmah Bimbingan sosial Memiliki sikap yang mantap tentang kehidupan berkeluarga.Pembukaan . Tempat Penyelenggaraan Waktu. 3. berbangsa dan bernegara. Layanan informasi Pemahaman .Tanya jawab Pertemuan II : .Siswa berkeluarga . Maret 2011 minggu ke 2 . Tujuan Layanan : : : : : : Keluarga sakinah. L. Penjelasan materi dengan teknik tanya Memberi tugas diskusi materi Memberi tugas menganalisa kasus : 1.Arti keluarga bagi para penghuni .000.Pembukaan . Kompetensi Dasar D. J.Tugas analisa 25 menit . .

Sasaran Layanan H. Kepala SMA 1 Gd. internet. tanggal Biaya dan sumber Setting dan Pengalaman BK . Rencana Tindak Lanjut : Layanan konsultasi bagi yang membutuhkan. J. Pihak lain yang disertakan O.Siswa dapat membuat surat lamaran kerja. Bertanya yang kurang jelas G. Warohmah dan Surat nikah/buku nikah. Tempat Penyelenggaraan Waktu. Kelas XII IA Klasikal.Alat . Memberi contoh surat lamaran 4.Pengertian karir .Seleksi mencari lapangan kerja . 131597012 NIP. Konselor Juli Dra. 3. Kompetensi Dasar D. Memperhatikan penjelasan dan 2. ceramah. 2011 Mengetahui. . Manis Kudus.M. Topik Permasalahan B.Laijapang : Melihat/mengikuti perkembangan siswa dalam hal berkeluarga kelak. Mawaddah. televisi.Strategi Penyajian . diskusi .000. Menerangkan materi 2.Guru : : : : . Bidang Bimbingan C. .Penggolongan pekerjaan . Putu W. Jenis Layanan E. Memberi tugas 1. .Siswa contoh-contoh : 296 . Tujuan Layanan : : : : : : Mengenal dunia kerja Bimbingan karir Memiliki kemantapan pemahaman tentang perlunya pilihan karir yang tepat untuk dikembalikan lebih lanjut. radio. Alat Perlengkapan dan Sumber . Fungsi Layanan F. Layanan informasi dan penguasaan konten Pemahaman . Uraian Kegiatan . 131693660 SATUAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING A. Pemberian contoh lowongan kerja lewat koran.Siswa memiliki pengetahuan cara mencari pekerjaan.. Penyelenggara Layanan N. L. Anonim.Laiseg : Bertanya kepada siswa mengenai perasaan siswa setelah setelah mengikuti materi. Februari 2011 minggu ke 2 Fotokopi Rp 8.Materi Layanan : : : I. Penilaian Proses Hasil : : : : : : : : Guru BK (Drs. Melihat partisipasi siswa saat diterangkan.Sumber P.) Berita di koran Buku Membentuk Keluarga Sakinah. Q.Membuat lamaran kerja Ruang kelas 3 x 45 menit.Cara mencari lapangan kerja .dari Komite Sekolah 1. Drs. Anonim NIP. 4 K.

Laijapen : Memeriksa hasil tugas siswa membuat surat lamaran. Kelas XII IS G. P.Pembukaan .. . 131693660 SATUAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING A. 131597012 NIP.Tanya jawab Pertemuan II : . Topik Permasalahan B. Mengetahui.Laijapang : Mengumpulkan data alumni yang bekerja. 2011 Kepala SMA 1 Gd.Kesimpulan 37 37 3 5 3 5 5 kasus 5 menit M. . Drs.Tugas analisa 35 menit . Jenis Layanan E. Q. Mengerjakan tugas Pertemuan I : . Hasil : . Alat Perlengkapan dan Sumber : . Penilaian : Proses : Melihat antusiasme siswa dalam mengikuti pelajaran. Kompetensi Dasar D.Tanya jawab Pertemuan III : . Sasaran Layanan H. Konselor Juli Dra. Pihak lain yang disertakan : Guru TI O.Materi .Alat : Komputer.Sumber : Internet. Tujuan Layanan : : : : : : Etika sebagai alumni Akhlak mulia / budi pekerti Memiliki kemantapan pemahaman tentang aspek-aspek sosial dalam sistem etika dan nilai. Anonim. Bidang Bimbingan C. . buku lamaran pekerjaan.Pembukaan . Rencana Tindak Lanjut : Layanan konsultasi bagi yang membutuhkan informasi lebih lanjut. Uraian Kegiatan : 297 . Anonim NIP.Siswa memahami bagaimana bersikap ketika datang ke sekolah. Putu W. Penyelenggara Layanan : Guru BK (Drs.Pembukaan .Siswa memahami bagaimana bila bertemu guru. Layanan informasi Pemahaman . Manis Kudus.Materi .Setting menit menit menit menit menit menit menit : 3. koran . Fungsi Layanan F.Laiseg : Bertanya kepada siswa bagaimana cara mencari lowongan.) N.

Pembukaan 5 menit . Putu W.Kesimpulan 5 menit Guru BK (Drs. Meminta tanggapan.000. Hasil : .. Penilaian : Proses : Memperhatikan aktivitas siswa dalam penyampaian. K. P.Alumni bagian dari sekolah . NIP.Kewajiban alumni di masyarakat . Q. 2011 Kepala SMA 1 Gd. Tempat Penyelenggaraan Waktu. Penyelenggara Layanan : N.dari Komite Sekolah 1. Konselor Juli Dra. tanya . Memperhatikan 2.Memutar film 10 menit .Guru legalisir Siswa Setting : : : : : : M.Kewajiban alumni di masyarakat sekolah . Mei 2011 minggu ke 3 Film Rp 200. Anonim.Materi Layanan : : Klasikal. Mengerjakan tugas .. Menanggapi pertanyaan 3. Memutarkan film rekaman alumni I. Manis Kudus. 131693660 298 . 1. . L. Alat Perlengkapan dan Sumber : . tanggal Biaya dan sumber Setting dan Pengalaman BK . Rencana Tindak Lanjut : Konsultasi bagi siswa yang kurang sepaham.Alat : Film .Sumber : Tata tertib alumni. Pihak lain yang disertakan : O. J. 2.Kewajiban alumni bertemu guru Ruang kelas 1 x 45 menit.Menanggapi 25 menit .Laijapang : Memantau alumni yang datang ke sekolah untuk suatu urusan.Strategi Penyajian jawab .) Wali kelas Mengetahui. pemberian contoh film. 131597012 Drs.Laiseg : Meminta tanggapan siswa jika ada alumni datang ke sekolah mencari siswa kelas I dengan langsung menyuruh anak mencarikan. Anonim NIP.

Biaya dan Sumber K.Orang tua siswa Kamis. Rencana penilaian dan tindak lanjut Penilaian : . Anonim NIP. C. Waktu J. Manis Kudus. Konseling dengan siswa dan pihak-pihak lain. Alasan Konsultasi : : : L. . 131597012 Drs.Guru BK . D. Lihat hasil sosiogram mengenai hubungan siswa di kelas. Pihak yang disertakan : M. Catatan Khusus Laijapen Laijapang : : : : Mengetahui. 22 Januari 2011 Orang tua bingung apa yang harus diperbuat karena anak tidak mau cerita permasalahannya. . E.Bertanya kepada teman-temannya. Konselor Dra. Sasaran Layanan G. 131693660 299 . kegiatan : Menanyakan kepuasan orang tua dengan jawaban dari konselor.2.0809. Uraian Kegiatan dan Layanan H. Topik Permasalahan Bidang Bimbingan Jenis Layanan Fungsi Layanan Tujuan Layanan : : : : : : : Anak mengeluh ingin minta pindah sekolah Bimbingan belajar Layanan konsultasi Pemahaman Memperoleh informasi mengenai masalah siswa yang minta pindah Orang tua siswa B.Laiseg : Tindak lanjut N. F. B. Januari 2011 Kepala SMA 1 Gd.11. Mengikuti hubungan siswa di kelas Konseling dengan siswa untuk menanyakan permasalah. Putu W. hanya bilang ingin pindah. Pihak yang terlibat dlm konsultasi : I.SATUAN LAYANAN KONSULTASI A. NIP.027 Siswa menangis didepanorang tua minta pindah sekolah tetapi tidak memberikan alasannya mengapa minta pindah.

300 .

SATUAN LAYANAN MEDIASI A. B. C. D. E. Topik Permasalahan Bidang Bimbingan Jenis Layanan Fungsi Layanan Tujuan Layanan : : : : : Bertengkar dengan pacar di ruang UKS Bimbingan pribadi Layanan mediasi Pengentasan Agar tercapai kesepakatan dan hubungan kembali baik. A1.12.0809.044 dan A1.12.0809.045 Ruang UKS SMA 1 Gd. Manis - Guru BK Rabu, 4 Februari 2011 Pada jam ke 4, di ruang UKS terlihat 2 orang siswa yang sedang bertengar adu mulut. Jadi siswa tidak ikut pelajaran. - Pihak satu : siswi perempuan kelas XII IA-1 dengan kode A1.12.0809.044. - Pihak lain : Siswa laki-laki kelas XII IA-1, dengan kode A1.12.0809.045.
PIHAK LAIN Pihak laki-laki tidak merasa punya cewek lain. Sama-sama marah sambil memberikan informasi. Tidak mau putus. Menyatakan yang pakai HPnya adalah temannya, sehingga SMS itu bukan untuk dirinya. - Kesukarelaan - Kegiatan

F. Sasaran Layanan : G. Lokasi/tempat penyelenggaraan : H. Pihak yang terlibat dlm konsultasi : Tanggal : I. Biaya dan Sumber : J. Pemicu konflik : K. Pihak-pihak yang terlibat :

L. Kondisi Awal
NO. 1. 2. 3. 4. 5. KONDISI AWAL Hal dipersoalkan yang

PIHAK SATU Pacarnya dituduh punya cewek lain, terbukti dari SMS di HP si cowok. Marah-marah, cemburu. Minta putus. Bersikukuh pacarnya punya pacar lain, terbukti dari SMS cewek lain. Kesukarelaan Kegiatan

Kondisi yang ada Tuntutan Pertahanan diri Asas-asas mediasi

M. Pihak yang disertakan : Pihak-pihak yang berseteru. N. Rencana Penilaian dan Tindak lanjut Penilaian : - Laiseg : Menanyakan kepuasan layanan kepada pihak yang berseteru. - Laijapang : Melihat hubungan dua belah pihak selanjutnya. Tindak lanjut : Memanggil kedua belah pihak untuk didamaikan. N. Catatan Khusus : Mengetahui, Februari 2011 Kepala SMA 1 Gd. Manis Kudus, Konselor

Dra. Putu W. NIP. 131597012

Drs. Anonim NIP. 131693660

301

302

SATUAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING A. Topik Permasalahan syarat kelulusan B. Bidang Bimbingan C. Kompetensi Dasar D. Jenis Layanan E. Fungsi Layanan F. Tujuan Layanan G. Sasaran Layanan H. Uraian Kegiatan - Strategi Penyajian - Materi Layanan I. Tempat Penyelenggaraan J. Waktu, tanggal dan 4 K. Biaya dan sumber L. Setting dan Pengalaman BK - Guru Siswa Setting : : : : : : : : : : : : : : : Ujian Nasional dan Ujian Sekolah serta Bimbingan belajar Pemahaman tentang ujian serta mampu menyiapkan diri dengan baik. Layanan informasi Pemahaman - Siswa mengetahui tentang waktu ujian. - Siswa mengetahui syarat peserta ujian - Siswa mengetahui syarat kelulusan. Kelas XII IA Klasikal, ceramah, dan tanya jawab - Syarat peserta ujian - Waktu dan materi ujian - Syarat kelulusan Ruang kelas XII IA – 1 dan 2 2 x 45 menit, Januari 2009 minggu ke 3 Fotokopi Rp 27.000,- dari Komite Sekolah 1. Penjelasan materi. 2. Pembahasan bahan. 3. Tanya jawab 1. Memperhatikan penjelasan materi 2. Menjawab 3. Bertanya Pertemuan I : - Pembukaan 3 menit - Pmbahasan materi 37 menit - Tanya jawab 5 menit Pertemuan II : - Pembukaan 3 menit - Penjelasan materi 32 menit - Tanya jawab 5 menit - Kesimpulan 5 menit Guru BK (Drs. Anonim.) Wakil Kepala Sekolah Urusan Kurikulum

M. Penyelenggara Layanan : N. Pihak lain yang disertakan : O. Alat Perlengkapan dan Sumber : - Alat : Fotokopi materi - Sumber : POS Ujian dari BSNP tahun 2011 P. Penilaian : Proses : Melihat antusiasme siswa dalam mengikuti pelajaran. Hasil : - Laiseg : Bertanya ke siswa bilamana siswa dinyatakan lulus. - Laijapen : Melihat kemajuan belajar siswa lewat try out. - Laijapang : Memantau hasil ujian nasional dan ujian sekolah. Q. Rencana Tindak Lanjut : Konseling kelompok bagi siswa yang hasil try outnya jelek. Mengetahui, Kudus, Juli

2011

303

Kepala SMA 1 Gd. Manis

Konselor

Dra. Putu W. NIP. 131597012

Drs. Anonim NIP. 131693660

304

SATUAN LAYANAN KONSELING PERORANGAN A. Topik Pembahasan B. Rumusan Kompetensi C. Bidang Bimbingan D. Jenis Layanan E. Fungsi Layanan F. Tujuan/Hasil yang ingin meningkatkan motiDicapai G. Sasaran Layanan H. Waktu Pelaksanaan Hari, Tanggal, Semester I. Tugas Perkembangan J. : : : : : : : : : : Kehidupan Pribadi Memiliki kesadaran dan dorongan untuk meningkatkan motivasi belajar Bidang belajar Konseling perorangan Pengentasan Memberi kesadaran pada diri klien agar vasi belajar A1.12.0809.029 1 x 45 menit Rabu, 17 November 2011, Semester I Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang kehidupan mandiri secara emosional, sosial intelektual dan ekonomi

K. L. M. N. O. P. O.

Uraian Kegiatan 1. Strategi Penyajian : Tanya jawab 2. Format kegiatan : Perorangan 3. Uraian materi :  Kegiatan Konselor : 1. Mengidentifikasi masalah klien 2. Mendiagnosa penyebab timbulnya masalah klien 3. Melakukan prognosis tentang kemungkinan pemecahan masalah 4. Melakukan treatment atau tindakan bantuan 5. Mengevaluasi hasil konseling dan menyimpulkannya  Kegiatan Klien : 1. Mengemukakan masalah secara jelas 2. Ikut terlibat diagnosis tentang sebab timbulnya masalah 3. Memilih alternatif pemecahan masalah 4. Melakukan pemecahan masalah Metode : Behavioristik Tempat Pelaksanaan : Ruang BK Penyelenggara Layanan : Guru BK (Drs. Anonim.) Pihak yang Disertakan : Wali kelas Alat dan Perlengkapan : Rekapitulasi nilai mid semester, bollpoint, buku sosiometri, dan DCM Keterkaitan Layanan ini dengan Kegiatan Pendukung : Evaluasi : Setelah diadakan konseling anak tidak menunjukkan perubahan tingkah laku, maka akan diberikan konseling lanjutan.

Mengetahui, November 2011 Kepala SMA 1 Gd. Manis

Kudus, Konselor

17

Dra. Putu W. NIP. 131597012

Drs. Anonim NIP. 131693660

305

SATUAN LAYANAN KONSELING KELOMPOK A. B. C. D. E. Masalah pribadi (bebas) Bimbingan pribadi Konseling kelompok Pemahaman dan Pengentasan - Agar siswa mampu mengekspresikan pendapatnya, idenya, dan gagasannya. - Agar siswa mampu menerima pendapat dan saran dari orang lain. F. Sasaran Layanan : Siswa kelas XI IPS-1 G. Uraian Kegiatan dan Materi : 1. Kegiatan Konselor sebagai pimpinan kelompok a. Tahap Awal : - Menentukan jumlah anggota - Mempersiapkan dan mengumpulkan para peserta b. Tahap Pembentukan : - Membuka kegiatan dengan doa - Menjelaskan pengertian dan tujuan bimbingan kelompok Memberikan penjelasan cara-cara dan asas kegiatan bimbingan kelompok - Permainan penghangat c. Tahap Peralihan : - Menjelaskan kegiatan yang akan ditempuh pada tahap berikutnya - Menawarkan atau mengamati apakah peserta sudah siap menjalankan tahap berikutnya - Memberikan motivasi kepada siswa untuk mengikuti kegiatan layanan tersebut dengan aktif. d. Tahap Kegiatan Kelompok : - Secara terbuka menyampaikan sebagaimana topik di atas. - Diskusi interaktif yang melibatkan guru dan peserta. e. Tahap Pengakhiran : - Konselor menyimpulkan hasil diskusi. - Pemimpin dan sebagian anggota kelompok mengembangkan kesan dari hasil kegiatan. - Doa penutup - Konseling lanjutan 2. Kegiatan Siswa Tahap I : a. Memperkenalkan diri. b. Menciptakan suasana kelompok yang dinamis. Tahap II : a. Memperhatikan penjelasan Konselor dan bertanya jika kurang jelas. b. Aktif mengemukakan pendapat. Tahap III : Aktif membahas masalah, berusaha mengembangkan pikiran, pendapat, usul, saran, dan memberikan alternatif jalan keluar pemecahan masalah. Tahap IV : a. Mendengarkan pembacaan kesimpulan konseling kelompok. b. Memberikan kesan-kesan tentang konseling kelompok yang telah membantu memecahkan masalah yang dialami bersama. Topik Permasalahan Bidang Bimbingan Jenis Layanan Fungsi Layanan Tujuan Layanan : : : : :

306

c. Memberikan usul kemungkinan pertemuan berikutnya. H. Metode : Ceramah, diskusi, tanya jawab I. Tempat Penyelenggaraan : Ruang laboratorium Kimia J. Waktu, Tanggal, Semester : 90 menit, Rabu, 12 November 2011, I (Satu) K. Penyelenggara Layanan : Guru BK (Drs.Anonim) L. Pihak-pihak yang Disertakan : M. Alat dan Perlengkapan : Kursi, buku catatan, kertas kosong. N. Rencana Penilaian dan Tindak Lanjut : 1. Rencana Penilaian : a. Pengamatan terhadap antusiasme siswa. b. Kemampuan siswa dalam mengemukakan pendapat. c. Mengungkapkan seberapa jauh layanan konseling kelompok telah membantu pemecahan masalah yang dihadapi bersama. 2. Tindak Lanjut : O. Keterkaitan Layanan ini dengan layanan/kegiatan pendukung : - Layanan informasi - Himpunan data - Layanan penyaluran P. Catatan Khususu : Layanan konseling kelompok akan dapat berjalan lancar apabila semua anggotanya aktif, kreatif, dan inovatif.

Mengetahui, November 2011 Kepala SMA 1 Gd. Manis

Kudus, Konselor

12

Dra. Putu W. NIP. 131597012

Drs.Anonim NIP. 131693660

307

308 .

dan kemampuan dalam memecahkan masalah. dan saran serta kemampuan dalam memecahkan masalah. ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN LAYANAN PENDUKUNG A. ide. 131693660 309 . o Proses layanan berjalan dengan lancar. Evaluasi : 1. Anonim NIP. Rabu. Cara-cara Analisa : Menyimpulkan hasil-hasil pengamatan. Pelaksanaan Layanan : 1.Siswa dapat mengemukakan pendapat. Tempat : Ruang laboratorium Kimia 3. F. Tindak Lanjut : 1. 12 November 2011. hari.LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI. NIP. .Mengamati keaktifan dan antusias siswa selama kegiatan berlangsung. I (satu) 2. Spesifikasi Bimbingan : 1. .Siswa aktif dan antusias sekali. 2. tanggal. Deskripsi dan Komentar : . Mengetahui 2011 Kepala SMA 1 Gd. Cara-cara Penilaian : . saran. Konselor 12 November Drs. D. 131957012 Kudus.Menentukan waktu yang tepat untuk melakukan konseling kelompok berikutnya. Sasaran Layanan : Kelas XI IPS-1 SMA 1 Gd. Waktu. ide. 2. Manis C. o Siswa berani mengungkapkan permasalahan yang dihadapi. E. o Siswa mempunyai keberanian untuk memberikan bantuan kepada teman kelompok dalam mengatasi masalahnya. Bidang Bimbingan : Pribadi 2. smt : 90 menit. Deskripsi dan Komentar : Konseling kelompok akan lebih banyak membawa manfaat bagi siswa dalam menuntaskan masalah. Fungsi Layanan : Pemahaman dan pencegahan 4. Jenis Layanan : Konseling kelompok 3. 2. Topik Permasalahan : Bebas B. Cara-cara Tindakan : . . Analisa Hasil Penilaian : 1. Manis Dra.Mengamati kemampuan siswa dalam menyampaikan pendapat.Mengidentifikasi masalah siswa yang belum terselesaikan dalam konseling kelompok untuk dibahas pada waktu lain. Deskripsi dan komentar dalam proses layanan : o Siswa aktif dan antusias dalam mengikuti layanan konseling kelompok. Deskripsi dan komentar : Siswa melaksanakan layanan konseling kelompok dengan baik. Putu W.

310 .

Partisipasi siswa secara aktif. HP disita orang tua 2. LS/17/P 2. Orang tua terlalu mengekang : Orang tua takut anaknya terjerumus kedalam kebebasan anaknya pergaulan bebas.Siswa belum dapat membagi waktu antara belajar dan bermain. LS/17/P f. KW/15/L e. Konselor 12 November Drs. IQ/12/P 7. 12 November 2011 Laboratorium Kimia Bebas Susah mengatur waktu Tidak konsentrasi dan susah tidur Sering gelisah. RP/24/P 4.Siswa belum dapat menggunakan HP untuk kegiatan yang bermanfaat bagi pelajaran. . Sifat Topik 2. Tanggapan yang muncul dari siswa : a. RA/25/P G. . Bentuk Layanan B. Anonim NIP. Orang tua terlalu D. MK/18/P g. Masalah yang muncul a. 3. Penyelenggara C. 131957012 Kudus. ES/6/P 5.) Siswa kelas XI Bhs-1 SMA 1 Gd.Konseling kelompok berjalan dengan lancar. b. 131693660 311 . Lingkup Pembicaraan 1. IQ/12/P d. Putu W. FK/7/L 6. . Manis 1. 2011 Mengetahui Kepala SMA 1 Gd. takut kalau dapat nilai jelek . Kesan dan Pesan : . KW/15/L 8.Orang tua menginginkan keberhasilan dalam belajar kelak untuk mencapai cita-cita. Sasaran Anggota Nama : : : : Konseling kelompok Guru BK (Drs. Topik yang dibahas : : : : : : : : : : : : : : : mengekang kebebasan 2.. RA/25/P Rabu. RP/24/P h. Tindak Lanjut 1. Anonim.Jika diajak bicara tidak nyambung Tuntutan orang tua terlalu tinggi Orang tua kurang memperhatikannya HP disita orang tuanya Susah menolak pacar 1. Waktu Pelaksanaan E.Tidak konsentrasi dalam belajar .RESUME KONSELING KELOMPOK A. MK/18/P 3. Tempat F. . NIP.Manis Dra.Orang tua khawatir jika menggunakan HP akan mengganggu pelajaran. FK/7/L c. ES/6/P b. HP disita orang tua : .

312 .

Fungsi Layanan 4. Tindak Lanjut : 1. Bertanya kepada siswa. Konselor 14 November Drs. Evaluasi : 1. ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN LAYANAN PENDUKUNG A. Pelaksanaan Layanan : 1. Cara-cara Tindak Lanjut 2. Waktu. tanggal. : : : : : : Pekerjaan dan lowongan kerja Karir Informasi Pemahaman dan pemeliharaan a. Memberikan siswa untuk selalu berintrospeksi dalam belajar. Siswa mampu mempersiapkan memasuki dunia kerja Kelas XII IPS-2 SMA 1 Gd. Siswa mampu mengetahui tentang dunia b.LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI. Sasaran Layanan : C. Bidang Bimbingan 2. Siswa aktif memberikan tanggapan dan kemampuan diri dalam belajar yang telah disiapkan oleh guru. Siswa sebagian besar dapat menjawab. diri 5. Analisa Hasil Penilaian : 1. Manis 45 menit. Anonim NIP. hari. Jenis Layanan 3. Cara-cara Analisa 2. Februari 2011 minggu ke 2 – 4. Usaha guru BK perlu mendapat dukungan dari personil sekolah yang berkompeten. NIP. smt : 2. Cara-cara Penilaian : 2. 131957012 Kudus. II Ruang kelas XII IPS-2 Mengamati / observasi. Putu W. : : 2011 Mengetahui Kepala SMA 1 Gd. Deskripsi dan komentar F. Topik Permasalahan B. Deskripsi dan Komentar E. Manis Dra. 131693660 313 . Deskripsi dan Komentar : : : Menyimpulkan analisa hasil kegiatan. Tempat : D. Siswa aktif dan antusias sekali. Spesifikasi Bimbingan 1. Tujuan Layanan kerja.

314 .

E. 26 Januari 2011 2. mau bercerita mengenai penyakitnya. . Topik Permasalahan : Sering tidak masuk sekolah karena sakit perut dan pusing B. Anonim NIP.Referal berjalan dengan baik.Siswa tidak suka dengan jurusan yang diikuti. Deskripsi dan Komentar : . Manis Dra. Cara-cara Penilaian : .Melalui konseling Konselor bisa lebih memotivasi siswa agar lebih mantap di jurusan itu atau pindah jurusan. Mengetahui 2011 Kepala SMA 1 Gd. Fungsi Pendukung : Pengentasan 4.LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI.Memanggil orang tua untuk konsultasi. NIP. Evaluasi (penilaian) : 1. F. Bidang Bimbingan : Pribadi 2.Siswa sakit maag dengan penyebab pikiran yang lebih dominan. Pelaksanaan Pendukung : 1. . Spesifikasi Bimbingan : 1.Pengamatan / observasi. Konselor Januari Drs. Putu W. .Dokter baik sekali karena ramah dan banyak memberi masukan/saran. 2. .11. 131957012 Kudus. 2.Siswa kooperatif. D. Waktu : Senin. Analisa Hasil Penilaian : 1. Sasaran : B1. 2. Tempat : Ruang praktik dokter Rumanah 3. Cara-cara Analisa : Menyimpulkan hasil pengamatan. Tindak Lanjut : 1.029 C. . Jenis Pendukung : Alih tangan kasus 3.0809.Melalui konsultasi.Bertanya pada akhir layanan kepada dokter “apa penyakit siswa”. 131693660 315 . sekolah dapat menginformasikan hasil dan pemeriksaan dokter/proses referal. Cara-cara Tindak Lanjut : . . Deskripsi dan komentar : .Konseling individual.Dokternya sangat kooperatif. ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN PENDUKUNG BIMBINGAN KONSELING ALIH TANGAN KASUS / REFERAL A. karena mau bercerita dan memberi motivasi dan saran kepada klien. baik klien maupun dokter terlihat antusias untuk bertanya-tanya. Deskripsi dan komentar tentang pelaksanaan pendukung : . Deskripsi dan Komentar : .

316 .

Konselor Oktober Drs. Fungsi Pendukung : Pemahaman dan Pengentasan 4.003 C. Evaluasi (penilaian) : 1. guru memberikan informasi yang cukup dan orang tua terbuka. . 2. Deskripsi dan Komentar : . Anonim NIP. Waktu : Selasa. Putu W.Pengamatan / observasi pada saat layanan berlangsung.Orang tua memperoleh manfaat dari layanan konferensi kasus ini karena mendapat masukan-masukan.Ada usulan-usulan pemecahan masalah baik dari guru maupun Kepala Sekolah.Konseling kelompok. 23 Oktober 2011 2.Bertanya kepada orang tua setelah layanan ini selesai. NIP. F. Deskripsi dan komentar tentang pelaksanaan pendukung : . Mengetahui 2011 Kepala SMA 1 Gd. Analisa Hasil Penilaian : 1. 2. Sasaran : S1. siswa akan lebih terbuka pemikirannya. Spesifikasi Bimbingan : 1. Pelaksanaan Pendukung : 1.Peserta rapat. Bidang Bimbingan : Belajar 2. Tempat : Ruang Kepala Sekolah 3.12. “Apakah puas dengan layanan ini”. siswa akan mendapat masukan dari teman-temannya.LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI. Deskripsi dan komentar : . . .Sekolah dan guru menjadi lebih tahu mengenai keadaan siswa di rumah. semua berpartisipasi dalam konferensi kasus ini.0809. kurang serius dalam mengikuti pelajaran B. Jenis Pendukung : Konferensi kasus 3. Cara-cara Tindak Lanjut : . . Tindak Lanjut : 1. Cara-cara Analisa : Memberikan pertanyaan reflektif kepada orang tua dan guru 2. 131957012 Kudus. E. 131693660 317 .Dengan konseling individual. Cara-cara Penilaian : .Orang tua/ibunya kooperatif dengan layanan ini. ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN PENDUKUNG BIMBINGAN KONSELING KONFERENSI KASUS A. D.Dengan konseling kelompok. Deskripsi dan Komentar : . .Walaupun agak molor dari waktu yang ditulis di undangan namun berjalan dengan lancar. Manis Dra. .Konseling individual. Topik Permasalahan : Sering tidak masuk sekolah.

318 .

Anonim. Fungsi Pendukung : Pemahaman 4. F. Manis Dra.Pengamatan / observasi.Bertanya setelah layanan selesai “Apa rencana dengan penanganan sakit anak/siswa dari orang tua”. Cara-cara Tindak Lanjut : Layanan referal/alih tangan kasus ke dokter. Cara-cara Penilaian : . Jenis Pendukung : Kunjungan rumah 3. Deskripsi dan komentar tentang pelaksanaan pendukung : . Konselor November Drs. . karena Bapaknya sedang bekeja. . Bidang Bimbingan : Pribadi 2.Siswa berada di rumah kalau sedang sakit. Topik Permasalahan : Tidak masuk sekolah dengan alasan sakit B.Kondisi rumah sederhana. E. Cara-cara Analisa : Bertanya aktif kepada orang tua.0809. selebihnya berada di rumah budenya. 2. ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN PENDUKUNG BIMBINGAN KONSELING HOME VISIT / KUNJUNGAN RUMAH A. Manis 3. . Spesifikasi Bimbingan : 1.Orang tua agak bosan dan keberatan dengan penyakit anaknya. NIP. NIP. Analisa Hasil Penilaian : 1.Siswa membutuhkan layanan ini untuk keberhasilan dalam belajar.11. Waktu : Rabu. 131693660 319 . Pelaksanaan Pendukung : 1.Orang tua memperoleh manfaat dari hasil layanan yang diberikan oleh Konselor. . 2.Diterima oleh ibunya. 12 November 2008 2. Deskripsi dan Komentar : . Deskripsi dan Komentar : Melalui layanan referal akan diketahui dengan lebih akurat penyebab sakit dan akan mendapat penanganan yang tepat. Sasaran : B1. Deskripsi dan komentar : . Tindak Lanjut : 1. Mengetahui 2011 Kepala SMA 1 Gd.029 C. . D.Siswa membang benar-benar sakit di rumah dengan kondisi rumahnya yang sederhana. 2. Evaluasi (penilaian) : 1. Tempat : Gd.Orang tua terbuka dengan Konselor. siswa sakit di rumah. Putu W. 131957012 Kudus.LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI. atau sebelum berangkat di rumah orang tua. .

320 .

Deskripsi dan komentar : . NIP. pencegahan 4. F. Deskripsi dan komentar tentang pelaksanaan pendukung : .LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI. Evaluasi (penilaian) : 1. Pelaksanaan Pendukung : 1. 2. 2. Cara-cara Tindak Lanjut : . . D. 23. E. NIP. 22. Bidang Bimbingan : Pribadi 2.Siswa membutuhkan materi layanan tersebut untuk keberhasilan dalam belajar di dalam kelas dan hubungan sosial. Cara-cara Analisa : Mengajukan pertanyaan reflektif kepada siswa. Spesifikasi Bimbingan : 1. 29. Manis Dra. Jenis Pendukung : Penguasaan konten 3. Anonim. 2. Tindak Lanjut : 1. 30 Agustus 2011 2. Topik Permasalahan : ESQ dan keberhasilan diri B. Sasaran : Kelas XII IA C. Cara-cara Penilaian : .Siswa merasa terbuka hatinya dengan disuruh mengenali diri sendiri. serta cukup antusias ketika disuruh bertanya. Konselor 3 September Drs. Analisa Hasil Penilaian : 1.Siswa hadir semua dan tenang ketika diterangkan. 131693660 321 . Deskripsi dan Komentar : . 131957012 Kudus. ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN PENDUKUNG BIMBINGAN KONSELING A. . Mengetahui 2011 Kepala SMA 1 Gd. siswa dapat berlatih mengeluarkan pendapat/tanggapannya. .Menanyakan kepada siswa pada akhir kegiatan layanan bagaimana perasaan siswa setelah kegiatan ini. Deskripsi dan Komentar : . Putu W. Fungsi Pendukung : Pemahaman.Layanan bimbingan kelompok.Melalui bimbingan kelompok.Siswa aktif mendengar dan bertanya.Pengamatan / observasi selama kegiatan berlangsung. Tempat : Ruang kelas 3. Waktu : 2 x 45 menit.Siswa mendapat manfaat dari hasil layanan yang diberikan Konselor.

Konselor 25 Januari Drs. Manis Dra. 23 – 24 Januari 2011 2. 2011 Mengetahui Kepala SMA 1 Gd. Jenis Pendukung : Informasi 3.Siswa menganggap kegiatan tersebut penting untuk dipelajari. . Topik Permasalahan : Panduan operasional Ujian Nasional dan Ujian Sekolah B. Waktu : 1 x 45 menit. siswa nampak memperhatikan dengan baik dan aktif bertanya. Tindak Lanjut : 1. 2. F. Deskripsi dan komentar tentang pelaksanaan pendukung : . . ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN PENDUKUNG BIMBINGAN KONSELING A. Anonim. NIP. Tempat : Ruang kelas 3. Fungsi Pendukung : Pemahaman dan pencegahan 4. Evaluasi (penilaian) : 1. Cara-cara Penilaian : . E. NIP. Pelaksanaan Pendukung : 1.Siswa membutuhkan materi layanan tersebut untuk keberhasilan dalam belajar di dalam kelas dan hubungan sosial. siswa mendapat kesempatan yang banyak untuk bertanya. Cara-cara Analisa : Memberi pertanyaan reflektif kepada diri sendiri dan siswa. .Layanan berjalan dengan baik.LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI.Layanan bimbingan kelompok. Spesifikasi Bimbingan : 1. Analisa Hasil Penilaian : 1. Sasaran : Kelas XII IA C.Siswa aktif mendengar dan bertanya.Melalui bimbingan kelompok.Menanyakan kepada siswa mengenai materi (syarat-syarat kelulusan).Mengamati keaktifan siswa selama kegiatan berlangsung. 2. Putu W. Deskripsi dan komentar : . Cara-cara Tindak Lanjut : .Siswa dapat menjawab dengan baik. D. 131957012 Kudus. 2. Deskripsi dan Komentar : . Bidang Bimbingan : Belajar 2. Deskripsi dan Komentar : . 131693660 322 .

Manis Dra.LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI. 131957012 Kudus. Putu W. Sasaran : Kelas XII IS C. 131693660 323 . Deskripsi dan Komentar : . Mengetahui Kepala SMA 1 Gd.Siswa cukup antusias menanggapi pertanyaan guru. Tindak Lanjut : 1. 24 Mei 2011 Konselor Drs. D. Cara-cara Analisa : Mengajukan pertanyaan reflektif kepada diri sendiri. 2.Melalui bimbingan kelompok.Meminta tanggapan kepada siswa-siswa pada akhir kegiatan layanan. NIP. Cara-cara Penilaian : . Waktu : 1 x 45 menit.Siswa antusias ketika mengikuti materi/kegiatan layanan. Anonim.Layanan bimbingan kelompok. Cara-cara Tindak Lanjut : . 22. 2. ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN PENDUKUNG BIMBINGAN KONSELING A. Fungsi Pendukung : Pemahaman 4.Observasi / pengamatan. NIP. E. . Tempat : Ruang kelas 3.Siswa antusias mengikuti kegiatan dengan melihat film dan cukup antusias ketika disuruh menanggapi. Spesifikasi Bimbingan : 1. Pelaksanaan Pendukung : 1. siswa bisa lebih dalam lagi membahas masalah alumni. Topik Permasalahan : Etika sebagai alumni B. Jenis Pendukung : Informasi 3. bagaimana kalau ada alumni yang butuh dengan siswa langsung menyuruh siswa lain memanggilkan yang bersangkutan. 2. Evaluasi (penilaian) : 1. F. Deskripsi dan Komentar : . Deskripsi dan komentar : Untuk lebih efektif danintensif dalam layanan maka diperlukan latihan/praktik. sakit 2 orang. 24 Mei 2011 2. Deskripsi dan komentar tentang pelaksanaan pendukung : . Bidang Bimbingan : Akhlak mulia / budi pekerti 2. . .Siswa yang hadir 38 orang. Analisa Hasil Penilaian : 1. tidak lewat kantor/piket.

324 .

Siswa dapat menjawab dengan baik. Mengetahui Kepala SMA 1 Gd. 28 Februari 2011 2. Deskripsi dan Komentar : .Siswa terlihat antusias ketika guru menerangkan materi. Evaluasi (penilaian) : 1. siswa mendapat kesempatan mengemukakan hal-hal/masalah yang belum jelas. . F. E. 2. Analisa Hasil Penilaian : 1. Deskripsi dan komentar : . 131957012 Kudus. . 14. . Cara-cara Tindak Lanjut : . Anonim. Bidang Bimbingan : Karir 2.Siswa masuk semua. Fungsi Pendukung : Pemahaman 4. Topik Permasalahan : Mengenal Dunia Kerja B.Siswa aktif mendengar dan bertanya. Jenis Pendukung : Informasi dan penguasaan konten 3. Waktu : 3 x 45 menit. NIP.Siswa memperoleh manfaat dari hasil layanan yang diberikan oleh Konselor. 2. Tindak Lanjut : 1. Deskripsi dan Komentar : . ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN PENDUKUNG BIMBINGAN KONSELING A. 13.LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI. 2. Cara-cara Analisa : Memberi pertanyaan reflektif kepada diri sendiri. Spesifikasi Bimbingan : 1. 20. Manis Dra. NIP. 27.Layanan bimbingan kelompok. Tempat : Ruang kelas 3.Bertanya kepada siswa pada akhir layanan/kegiatan “Bagaimana cara mencari lowongan pekerjaan”. 21. 2 Maret 2011 Konselor Drs. D. Pelaksanaan Pendukung : 1. . Deskripsi dan komentar tentang pelaksanaan pendukung : .Kegiatan/layanan ini menarik dan menyenangkan. Putu W. Sasaran : Kelas XII IA C.Melalui bimbingan kelompok. Cara-cara Penilaian : . 131693660 325 .Pengamatan/observasi selama kegiatan berlangsung.

326 .

. Tempat : Ruang kelas 3. . . 2. Deskripsi dan komentar tentang pelaksanaan pendukung : . Deskripsi dan komentar : .Pada waktu guru menerangkan.Sebagian besar siswa antusias/serius pada waktu Konselor memberi ceramah. Manis Dra. Deskripsi dan Komentar : . siswa dengan segera mengerjakan. D. . 2. Deskripsi dan Komentar : .LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI. 30 Maret 2011 Konselor Drs. ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN PENDUKUNG BIMBINGAN KONSELING A. 27. 28 Maret 2011 2. siswa memperhatikan. Cara-cara Analisa : Mengajukan pertanyaan reflektif kepada siswa. siswa dapat berlatih mengeluarkan pendapat/tanggapannya. NIP. 14. Mengetahui Kepala SMA 1 Gd. E.Layanan bimbingan kelompok. Waktu : 3 x 45 menit. F. Jenis Pendukung : Informasi 3. Fungsi Pendukung : Pemahaman 4. 20. Evaluasi (penilaian) : 1.Pada saat guru bertanya. 131693660 327 . .Kegiatan/layanan ini menarik dan menyenangkan. Pelaksanaan Pendukung : 1. Spesifikasi Bimbingan : 1. Cara-cara Tindak Lanjut : . Putu W. Mawaddah.Pengamatan/observasi ketika kegiatan berlangsung. 21. Topik Permasalahan : Keluarga Sakinah. Anonim. Warohmah B.Melalui bimbingan kelompok.Bertanya kepada siswa pada akhir layanan. Sasaran : Kelas XII IA C.Banyak siswa menginginkan materi ini dibahas lagi dalam kegiatan lain. sebagian besar siswa ingin menjawab.Siswa memperoleh manfaat dari layanan yang diberikan Konselor.Banyak siswa yang tunjuk jari ketika diberi kesempatan bertanya. NIP. siswa segera melakukan dengan senang. Analisa Hasil Penilaian : 1. Cara-cara Penilaian : . Bidang Bimbingan : Sosial 2. 131957012 Kudus. 2. .Pada saat memberi tugas. 13.Pada saat memberi tugas membacakan. Tindak Lanjut : 1. .

328 .

12. Deskripsi dan Komentar : .Bertanya kepada siswa kepada akhir layanan’ “Apakah Anda puas dengan layanan ini. Cara-cara Analisa : Mengajukan pertanyaan reflektif kepada siswa. Topik Permasalahan : Bertengkar dengan pacar di ruang UKS B. terdengar agar keras dari ruang UKS. Deskripsi dan Komentar : .Keduabelah pihak kooperatif dengan Konselor. .045 C.Pengamatan/observasi selama layanan berlangsung. NIP.12. . 2.LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI.Melalui konseling individual siswa lebih bisa mengungkapkan masalahnya dengan lebih dalam lagi. Cara-cara Penilaian : . Evaluasi (penilaian) : 1. Bidang Bimbingan : Pribadi 2. Anonim. Waktu : Rabu. Mengetahui Kepala SMA 1 Gd. . Fungsi Pendukung : Pengentasan 4. Tempat : Ruang UKS 3.Konseling individual. F. Deskripsi dan komentar : . 4 Februari 2011 2.044 dan A1. Spesifikasi Bimbingan : 1. E. Putu W. 131957012 Kudus.Dua siswa bertengkar beradu mulut.0809. Analisa Hasil Penilaian : 1. D.Konselor merasa puas dengan layanan yang diberikan kepada siswa. 131693660 329 . Manis Dra. Jenis Pendukung : Mediasi 3. Sasaran : A1. .Kegiatan/layanan ini membantu siswa untuk berhasil dalam membina hubungan sosial dengan teman sebayanya.Dua belah pihak kooperatif dengan Konselor. ataukah masih ada yang mengganjal di hati”. NIP. 2.. 5 Maret 2011 Konselor Drs.Keduabelahpihak cukup puas dan berjanji untuk tetap berhubungan dengan bai. Pelaksanaan Pendukung : 1. Deskripsi dan komentar tentang pelaksanaan pendukung : . Tindak Lanjut : 1. 2. Cara-cara Tindak Lanjut : .0809. ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN PENDUKUNG BIMBINGAN KONSELING “ MEDIASI “ A.

330 .

. Spesifikasi Bimbingan : 1. . Mengetahui Kepala SMA 1 Gd.Layanan bimbingan kelompok. Mawaddah.Pada saat memberi tugas membacakan.Sebagian besar siswa antusias/serius pada waktu Konselor memberi ceramah. Waktu : 3 x 45 menit. 14.Melalui bimbingan kelompok. 27. 131693660 331 . 21. 20. .Pada saat memberi tugas. 2. D. 131957012 Kudus. 28 Maret 2011 2. Deskripsi dan Komentar : . 13. Bidang Bimbingan : Sosial 2.Kegiatan/layanan ini menarik dan menyenangkan. Fungsi Pendukung : Pemahaman 4. Cara-cara Penilaian : . ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN PENDUKUNG BIMBINGAN KONSELING A. Tempat : Ruang kelas 3. siswa dapat berlatih mengeluarkan pendapat/tanggapannya.Pengamatan/observasi ketika kegiatan berlangsung. Analisa Hasil Penilaian : 1.Pada waktu guru menerangkan. siswa segera melakukan dengan senang. NIP. E. 2. Topik Permasalahan : Keluarga Sakinah. NIP. Putu W. 2. . Evaluasi (penilaian) : 1. Cara-cara Analisa : Mengajukan pertanyaan reflektif kepada siswa.LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI.Siswa memperoleh manfaat dari layanan yang diberikan Konselor. 30 Maret 2011 Konselor Drs. Cara-cara Tindak Lanjut : . .Banyak siswa yang tunjuk jari ketika diberi kesempatan bertanya. siswa dengan segera mengerjakan. siswa memperhatikan. Anonim. . Jenis Pendukung : Informasi 3.Pada saat guru bertanya.Banyak siswa menginginkan materi ini dibahas lagi dalam kegiatan lain. Sasaran : Kelas XII IA C. Deskripsi dan Komentar : . Warohmah B. Manis Dra. Tindak Lanjut : 1. Pelaksanaan Pendukung : 1. Deskripsi dan komentar : . F. . Deskripsi dan komentar tentang pelaksanaan pendukung : . sebagian besar siswa ingin menjawab.Bertanya kepada siswa pada akhir layanan.

332 .

Spesifikasi Bimbingan : 1. . D. Cara-cara Analisa : Mengajukan pertanyaan reflektif kepada siswa. ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN PENDUKUNG BIMBINGAN KONSELING A. 13. Cara-cara Penilaian : . Manis Dra. Waktu : 3 x 45 menit. siswa dengan segera mengerjakan.Pada saat memberi tugas membacakan. 20.Kegiatan/layanan ini menarik dan menyenangkan. 2. 28 Maret 2011 2.Banyak siswa menginginkan materi ini dibahas lagi dalam kegiatan lain. 27. . . NIP.Pada saat memberi tugas. 14. . . siswa dapat berlatih mengeluarkan pendapat/tanggapannya.Siswa memperoleh manfaat dari layanan yang diberikan Konselor. Fungsi Pendukung : Pemahaman 4.Pada saat guru bertanya. 30 Maret 2011 Konselor Drs.Pada waktu guru menerangkan. Topik Permasalahan : Keluarga Sakinah. Deskripsi dan Komentar : . Mawaddah. Analisa Hasil Penilaian : 1.Layanan bimbingan kelompok. Mengetahui Kepala SMA 1 Gd.Banyak siswa yang tunjuk jari ketika diberi kesempatan bertanya. 2.Melalui bimbingan kelompok. NIP. sebagian besar siswa ingin menjawab. F. Jenis Pendukung : Informasi 3. 131957012 Kudus. 131693660 333 . Evaluasi (penilaian) : 1.Bertanya kepada siswa pada akhir layanan. Tindak Lanjut : 1.LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI. Deskripsi dan Komentar : . 2. Warohmah B. Pelaksanaan Pendukung : 1. Deskripsi dan komentar : .Sebagian besar siswa antusias/serius pada waktu Konselor memberi ceramah. . Tempat : Ruang kelas 3. siswa segera melakukan dengan senang. Cara-cara Tindak Lanjut : . Putu W. Bidang Bimbingan : Sosial 2.Pengamatan/observasi ketika kegiatan berlangsung. . Anonim. Sasaran : Kelas XII IA C. 21. siswa memperhatikan. Deskripsi dan komentar tentang pelaksanaan pendukung : . E.

334 .

Sasaran : Orang tua siswa B2.Konsultasi berjalan dengan lancar.11. 2011 Mengetahui Kepala SMA 1 Gd.Pengamatan/observasi ketika kegiatan berlangsung.Bertanya setelah selesai layanan. 131957012 Kudus. 131693660 335 .LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI.Konselor memperoleh kepuasan dari hasil layanan ini.Bertanya kepada teman-temannya. Bidang Bimbingan : Belajar 2. Deskripsi dan Komentar : . D. . Cara-cara Tindak Lanjut : . orang tua terbuka terhadap keadaan keluarga dan cukup tahu terhadap sahabat-sahabat anaknya. Evaluasi (penilaian) : 1. Deskripsi dan komentar tentang pelaksanaan pendukung : . Jenis Pendukung : Konsultasi 3. 22 Januari 2011 2.Orang tua memperoleh manfaat dari hasil layanan yang diberikan oleh Konselor.Melalui konseling dengan data yang lebih lengkap diharapkan siswa akan mau lebih terbuka. Fungsi Pendukung : Pemahaman dan pengentasan 4.Konseling 2.Orang tua kooperatif dengan Konselor. .Orang tua merasa senang dengan layanan konsultasi oleh sekolah. Tempat : Ruang BK 3.027 C. . Anonim. . Konselor 30 Januari Drs. Cara-cara Analisa : Mengajukan pertanyaan reflektif kepada orang tua.0809. Waktu : Kamis. NIP. Cara-cara Penilaian : . “Apakah orang tua senang dengan layanan ini”. Spesifikasi Bimbingan : 1.Dengan bertanya kepada temannya diharapkan akan memberikan informasi apakah ada permasalahan diantara klien dengan siswa lain. Deskripsi dan Komentar : . ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN PENDUKUNG BIMBINGAN KONSELING “ KONSULTASI “ A. Putu W. 2. Tindak Lanjut : 1. Topik Permasalahan : Anak ingin pindah ke sekolah lain B. . Deskripsi dan komentar : . F. Analisa Hasil Penilaian : 1. Manis Dra. NIP. Pelaksanaan Pendukung : 1. 2. E.

336 .

dan kesenian sesuai dengan program kurikulum. Pekerjaan adalah sumber penghasilan.  Psikotes (tes kemampuan) : Biasanya meliputi tes bakat. Sebagai suatu kesempatan hendaknya pekerjaan tidak disia-siakan dan terus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Memasuki dunia kerja. sikap kerja. SKKB.  Bergaul dan bertanya kepada orang-orang yang sudah bekerja.  Membaca koran atau majalah yang memuat lowongan kerja.MATERI LAYANAN “ MEMASUKI DUNIA KERJA “ A. Mengikuti kursus atau pelatihan. Pengertian Karier : Perkembangan dan kemajuan dalam kehidupan. Gaji tetap. Sub Tugas Perkembangan Memiliki kesadaran dan dorongan untuk mempersiapkan diri terjun ke dunia kerja.Karir Gaji pasti tiap bulan. c. minat. b. Ada beberapa kemungkinan yang dapat dilakukan oleh siswa setelah tamat SMA. serta berperan dalam masyarakat luas.  Melihat informasi lowongan kerja melalui elektronik. seperti televisi.  Mengikuti tes (seleksi) 4. Cenderung pasif. diantaranya adalah : a. Materi Pokok 1. maka jalan yang ditempuh adalah dengan mencari pekerjaan. tekun. PNS : . jabatan pekerjaan yang memberikan harapan untuk maju. C. 337 . 3. b. pekerjaan. kecepatan dan ketelitian kerja. B. teknologi. Macam Pekerjaan a. d.  Seleksi akademis : Biasanya tes tertulis meliputi pengetahuan umum. Harus ulet. persiapan karier dan melanjutkan pendidikan tinggi. Untuk mendapatkan pekerjaan dapat dengan cara mencari lowongan pekerjaan atau menciptakan lapangan pekerjaan sendiri. internet. Mencari Lowongan Kerja Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mencari dan memilih pekerjaan. Gaji bagus bagi perusahaan yang bonafid. kesempatan mengembangkan diri serta aktualisasi diri.  Mendaftarkan diri ke Departemen Tenaga Kerja sebagai calon pencari kerja. Hati-hati dan harus disiplin. Tugas Perkembangan Mengembangkan penguasaanilmu. Non PNS/Swasta : Karir terbuka bagi yang kreatif. pas foto dan daftar riwayat hidup. fotokopi STTB. Memasuki kehidupan berkeluarga. Melanjutkan ke perguruan tinggi. fotokopi KTP. Manusia hanya dapat hidup sebagai pribadi terhormat dan mandiri apabila menghayati dirinya sebagai pribadi yang bertanggug jawab membangun serta memelihara kehidupan yang manusiawi.  Memantapkan rasa percaya diri dan mempromosikan kemampuan yang dimiliki. disamping untuk berbakti. dan sebagainya. Apabila seorang siswa dengan keterbatasannya tidak dapat melanjutkan ke perguruan tinggi atau mengikuti kursus atau pelatihan.  Rajin mengunjungi pusat-pusat perkantoran dan pameran bursa kerja. Wirausaha : Menjadi pimpinan terhadap diri sendiri. 2. Bentuk Seleksi  Seleksi administrasi : Surat lamaran.  Tes wawancara : Wawancara biasanya dilaksanakan setelah mengalami beberapa seleksi. c.

teknologi. sosial. b. tetapi terhadap anak. Haram. Bersikap tenang saat meninggalkan ruang wawancara. keluarga suami/istri Anda dan lingkungan. walaupun secara usia masih belia. i. 2. bagi yang sudah mampu dan tidak dapat mengendalikan nafsu sahwatnya (jika tidak kawin akan terjerumus kepada perbuatan zina). Biasanya tes ini meliputi tes penglihatan. Datang lebih awal 15 atau 20 menit sebelum acara dimulai. h. Tugas Perkembangan Mengembangkan penguasaan ilmu. Perhatikan penampilan Anda. d. berpakaian bersih.  MATERI LAYANAN “ KEHIDUPAN BERKELUARGA SAKINAH. b. MAWADDAH. f. Namun demikian untuk berumah tangga tidaklahmudah. Mempersiapkan diri dalam menghadapi berbagai kemungkinan pertanyaan. Seleksi kesehatan (tes fisik) digunakan untuk mengetahui kesesuaian antara fisik pekerja dengan jenis pekerjaan. WAROHMAH “ A. Amplop ada kode lowongan pekerjaan buat yang khas. C. Bahasa standar atau baku. Wajib. dan kesenian sesuai dengan program kurikulum persiapan karier dan melanjutkan pendidikan tinggi. Lampiran lengkap. Untuk memasuki kehidupan berkehidupan berkeluarga diperlukan berbagai macam pertimbangan. Berbagai macam tanggung jawab ekonomi. 338 . bagi yang sudah mampu namun masih mampu mengendalikan nafsunya. Berterus terang bila Anda tidak tahu jawaban pertanyaan pewawancara. jika mengawini seseorang dengan maksud untuk menyakiti pasangan hidupnya. d. Jangan lupa berdoa terlebih dahulu. Kesiapan secara fisik maupun ekonomi sangat diperlukan disamping kesiapan mental.5. Anda dituntut untuk memberi nafkah apabila Anda laki-laki dan dapat memelihara keluarga (anak dan suami) apabila Anda perempuan. e. pendengaran. Tips membuat lamaran pekerjaan a. ketahanan fisik dan sebagainya. serta berperan dalam masyarakat yang luas. moral dibebankan kepada Anda. Jawablah pertanyaan denganjelas. Mengucapkan terima kasih setelah wawancara selesai. Menikah hukumnya wajib bagi yang sudah mampu. Ketika Anda memutuskan untuk menikah berarti Anda sudah harus siap bertanggung jawab bukan hanya untuk diri sendiri. c. Hukum-hukum nikah antara lain : 1. g. Orang yang sudah berumah tangga secara otomatis dianggap dewasa. rapi dan sopan. Tulisan jelas dan rapi. Menikah merupakan salah satu kebutuhan manusia untuk melanjutkan keturunan. Materi Pokok Tuhan menciptakan manusia secara berpasang-pasangan. Tips menghadapi tes wawancara : a. 3. B. Sub Tugas Perkembangan Merencanakan dan hidup berkeluarga dengan baik. c. Sunah. Bersikap sopan dari mulai masuk ruangan saat wawancara sampai selesai.

seperti rasa aman.mampu b. sebagai ibu rumah tangga harus bisa menjaga harta dengan baik.Ayah. pendidikan. dan sebagainya. peranannya harus bisa menjaga nama baik keluarga dengan sikapnya. a. Psikis : . 2. Nafkah batin kepada istri dan anak. .siap dengan tugas dan tanggung jawabnya . rumah.mampu menghidupi keluarganya 339 . membantu tugas/pekerjaan rumah dan mencari ilmu dengan baik demi masa depannya. Syarat-syarat perkawinan / UU No. Materi : . Fisik : .Jika Anda setelah lulus SMA memutuskan untuk menikah harus dipertimbangkan secara matang. Persiapan berkeluarga. rasa sayang. mendidik anak.usia . 1 tahun 1974. Dimana masing-masing anggota keluarga memiliki peran masing-masing. sebagai kepala keluarga memberi nafkah kepada anggota keluarganya.Anak. Karena pernikahan di usia dini umumnya mengalami banyak hambatan dan tantangan. Laki-laki umur 21 tahun Perempuan umur 18 tahun Syarat agama (Islam) : Seagama Islam Sudah baligh Mampu 3. . 1. Keluarga adalah “Perekrutan terkecil dari masyarakat”.siap menyatukan dua sifat yang berbeda . Tugas/peranan anggota keluarga. dan menjaga martabat dirinya dan keluarga.Ibu. 4. pakaian. .siap dengan rintangan/masalah-masalah dalam keluarga c. Nafkah lahir seperti makan.

340 .

dan lakukan pencatatan yang dianggap penting. dan akan lebih baik lagi jika ada partner yang bisa diajak berkomunikasi dalam memahami isi buku ini. Indikatornya adalah: 1. Memahami makna hubungan konselor dan konseli dalam konseling individual 8. Memahami makna Konselor individual 7. 2. pendekatan konseling rational emotif terapi sehingga dengan membaca buku ajar ini pembaca dapat menguasai kerangka teoretik dan praksis konseling individual dan selanjutnya mampu mengaplikasikan pendekatan atau model konseling behavioristik dan model konseling rational emotif terapi dalam kegiatan bimbingan dan konseling di sekolah. tujuan. Memahami makna konseli dan konselor individual 3. keterampilan dasar konseling. Kompetensi dan Indikator Kompetensi yang hendak dicapai adalah peserta pelatihan dapat : 1. Memahami tujuan konseling individual 3. Menguasai prosedur penggunaan teknik konseling dalam seting individual. Pada setiap akhir suatu pembahasan disediakan tugas yang harus dikerjakan dengan sungguh-sungguh. Petunjuk Belajar Agar peserta PLPG dapat mengikuti kegiatan ini dengan lancar dan baik maka perlu diperhatikan beberapa petunjuk belajar sebagai berikut : 1. hubungan konselor dan konseli dalam konseling. Prasyarat Buku ajar ini khususnya disusun untuk peserta PLPG bidang Bimbingan dan Konseling (BK). Memahami fungsi konseling individual 4. Deskripsi Materi dalam buku ajar ini meliputi definisi. Menganalisis konsep dasar dan aplikasi teknik pendekatan Rational Emotif Terapi (RET) dalam setting individual 7. dan asas konseling individual 2. Prasyarat yang diperlukan bagi peserta PLPG untuk mempelajari bahan ajar ini adalah peserta lulusan S1 Program Studi BK atau lulusan S1 Program Studi Lain yang pernah bertugas sebagai guru pembimbing di sekolah. Memahami makna konseli individual 6. Menganalisis konsep dasar dan aplikasi teknik pendekatan Behavioristik dalam setting individual 6. Pendekatan konseling behavioristik. Memahami asas-asas konseling individual 5. Memahami dan menerapkan keterampilan dasar Attending 341 . refleksi perasaan. 4. sebab subyek yang bisa saudara pergunakan praktek ada di sekitar saudara. Kerjasama dalam kegiatan ini sangat diperlukan guna mencapai hasil yang optimal. C. tujuan. dan keterampilan dasar konseling meringkas 5. Memahami makna hubungan konselor dan konseli dalam konseling individual 4.BAB I PENDAHULUAN A. fungsi. konfrontasi. Perhatikan ceramah yang diberikan oleh dosen atau instruktur dengan cermat. B. fungsi dan asas-asas konseling. Untuk mempraktikkan teknik-teknik yang tersaji dalam buku ini tidak terlalu sulit. D. Sebelum pelatihan dilaksanakan seyogyanya peserta pelatihan telah membaca terlebih dahulu materi latih. Menerapkan konsep ketrampilan dasar paraprase. Memahami pengertian konseling individual 2. 3. Lakukan pencatatan dengan sebaik-baiknya sebagai laporan praktik. Jika diberi kesempatan bertanya oleh dosen pergunakanlah dengan sebaik-baiknya dan jika menemukan sumber yang berbeda tanyakan pula kepada dosen atau instruktur dengan cara yang baik. Memahami pengertian.

Memahami dan menerapkan keterampilan Memantulkan 12. Mengevaluasi ketepatan penggunaan teknik konseling behavioristik dalam kasus. 19. Memahami dan menerapkan keterampilan Memimpin 11. 20. Memahami dan menerapkan keterampilan Parafrase isi dan Refleksi perasaan 15. Mengevaluasi ketepatan penggunaan teknik konseling RET dalam kasus. 17. Menganalisis konsep dasar dan aplikasi teknik pendekatan behavioristik dalam seting individual. 22. Menguasai prosedur penggunaan teknik konseling pendekatan behavioristik. Menguasai prosedur penggunaan teknik konseling pendekatan RET. Menganalisis kasus yang mendasari alasan konselor menggunakan teknik konseling RET. 23. Menganalisis konsep dasar dan aplikasi teknik pendekatan RET dalam seting individual. 21. Memahami dan menerapkan keterampilan Interpretasi 14. 342 . 18. Menganalisis kasus yang mendasari alasan konselor menggunakan teknik konseling behavioristik. Memahami dan menerapkan keterampilan Normalisasi 16. Memahami dan menerapkan keterampilan Konfrontasi 13.9. Memahami dan menerapkan keterampilan Respon Mendengarkan 10.

1. kemudian ia meminta bantuan konselor sebagai petugas yang profesional dalam jabatannya dengan pengetahuan dan keterampilan yang dimilikinya. Proses konseling pada dasarnya dilakukan secara individual (between two persons) yaitu antara konselor dan konseli. Kompetensi dan Indikator Para peserta pelatihan dapat memahami pengertian. diyakini akan mampu juga menyelenggarakan jenis-jenis layanan lain keseluruhan spektrum pelayanan konseling. 343 . Permasalahan yang dialami oleh individu tersebut seringkali tidak mampu diatasi sendiri oleh individu tersebut dan tidak mampu pula jika hanya diberi nasihat oleh orang lain. walaupun dalam perkembangan kemudian ada konseling kelompok (group counseling). Agar dapat mencapai tujuan konseling secara efektif. serta pendekatan dalam implementasi pelayanan konseling. dan asas-asas konseling Adapun indikatornya. peserta pelatihan dapat: 1. TUJUAN. Konseling individual merupakan pelayanan bantuan secara profesional melalui hubungan khusus secara pribadi dalam wawancara antara seorang konselor dan seorang untuk mengentaskan masalah yang dihadapi individu dalam kehidupannya. Terkait dengan lengkapnya penerapan pendekatan dan teknik serta asasasas yang ada dalam konseling individual. Dalam layanan konseling individual. Dalam konseling diharapkan konseli dapat mengubah sikap. Pemilihan dan penyesuaian yang tepat dapat memberikan perkembangan ini individu dapat lebih baik dalam lingkungannya. seorang konselor diharapkan memiliki pemahaman mendasar dan komprehensif tentang esensi. Memahami tujuan konseling individual 3. dan asasasas konseling. maka sering dianggap sebagai ”jantung hatinya” pelayanan konseling yang berarti sebagai berikut:  Konseling individual seringkali merupakan layanan esensial dan puncak (paling bermakna) dalam pengentasan masalah konseli. permasalahan yang dihadapi oleh individu pun semakin kompleks. Konseli mengalami kesukaran pribadi yang tidak dapat ia pecahkan sendiri. Pengertian konseling individual Konseling adalah bantuan yang diberikan kepada individu dalam memecahkan masalah kehidupannya dengan wawancara dan dengan cara yang sesuai dengan keadaan yang dihadapi individu untuk mencapai kesejahteraan hidupnya. Memahami pengertian konseling individual 2. konselor memberikan ruang dan suasana yang memungkinkan konseli membuka diri setransparan mungkin. Memahami asas-asas konseling individual B. Dengan demikian individu tersebut memerlukan konseling individual yang secara sistematis mampu mengentaskan masalah yang dihadapinya sehingga ia mampu mengembangkan dirinya ke arah peningkatan kualitas kehidupan efektif sehari-hari (efektive daily living) dan mengembangkan potensi dan kemandirian secara optimal pada setiap tahap perkembangannya.  Seorang ahli (konselor) yang mampu dengan baik menerapkan secara sinergis berbagai pendekatan. keputusan diri sendiri sehingga ia dapat lebih baik menyesuaikan diri dengan lingkungannya dan memberikan kesejahteraan pada diri sendiri dan masyarakat sekitarnya.BAB II DEFINISI. Dalam hal ini harus selalu diingat agar individu pada akhirnya dapat memecahkan setiap masalah yang mungkin akan dihadapi dalam kehidupannya. FUNGSI DAN ASAS-ASAS KONSELING A. Uraian Materi Perkembangan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut kualitas hidup individu. fungsi. teknik dan asas-asas konseling dalam layanan Konseling individual. Pemecahan masalah dalam proses konseling itu dijalankan dengan wawancara atau diskusi antara konselor dan konseli secara face to face. tujuan. Memahami fungsi konseling individual 4. tujuan. Proses konseling sejatinya merupakan usaha menghidupkan dan mendayagunakan secara penuh fungsi-fungsi dan potensi-potensi yang ada pada diri konseli.

diperkuat oleh terentaskannya masalah. Melalui layanan konseling individual konseli memiliki kemampuan untuk membela diri sendiri menghadapi keteraniayaan itu. sesuatu yang dapat menghambat atau menimbulkan kerugian. Melalui layanan konseling individual konseli memahami seluk beluk masalah yang dialami secara mendalam dan komprehensif. kemampuan konseli ditingkatkan. Pemahaman yang mengarah kepada dikembangkannya persepsi dan sikap serta kegiatan demi terentaskannya secara spesifik masalah yang dialami konseli tersebut (fungsi pengentasan). serta positif dan dinamis (fungsi pemahaman).a. c. Untuk ini asas kerahasiaan menjamin jaminannya. Asas-asas konseling individual Kekhasan yang paling mendasar layanan konseling individual adalah hubungan interpersonal yang amat intens antara konseli dan konselor. 4. dan tingkah laku. terutama pada sisi konseli. Konseling menjadi strategi utama dalam proses bimbingan dan merupakan teknik standar serta merupakan tugas pokok seorang konselor di pusat pendidikan. maka dalam layanan Konseling individual dapat dirinci dan secara langsung dikaitkan dengan fungsi-fungsi konseling secara menyeluruh diembannya yaitu sebagai berikut: a. keterbukaan. kini dan mendatang. 3. d. Fungsi Konseling individual Dalam kerangka tujuan umum di atas. Yang mendasar seluruh kegiatan layanan konseling individual adalah asas kerahasiaan. Asas kesukarelaan dan keterbukaan Kesukarelaan penuh konseli untuk menjalani proses layanan konseling individual bersama konselor menjadi buah dari terjaminnya kerahasiaan pribadi konseli. Asas kerahasiaan Hubungan interpersonal yang amat intens sanggup membongkar berbagai isi pribadi yang paling dalam sekalipun. Tujuan umum layanan Konseling individual adalah terentaskannya masalah yang dialami konseli. kekinian. Asas-asas konseling akan memperlancar proses dan memperkuat bangunan yang ada di dalamnya. Kelima sasaran yang merupakan wujud dari keseluruhan fungsi konseling itu. Dengan layanan Konseling individual beban konseli diringankan. kesukarelaan. kenormatifan dan asas keahlian. e. Tujuan Konseling individual Konseling bertujuan membantu membantu individu untuk mengadakan interpretasi fakta-fakta. suatu yang ingin dihilangkan. Konseling memberikan bantuan kepada individu untuk mengembangkan kesehatan mental. serta diharapkan tercegah pula masalah-masalah baru yang mungkin timbul timbul (fungsi pencegahan). b. maka upaya pengentasan masalah konseli melalui Konseling individual akan mengurani intensitas ketidaksukaan atas keberadaan sesuatu yang dimaksud. 2. dan potensi konseli dikembangkan. secara langsung mengarah kepada dipenuhinya kualitas untuk kehidupan sehari-hari yang efektif (efektive daily living). kegiatan. mendalami arti nilai hidup pribadi. perubahan sikap. Pengembangan dan pemeliharaan potensi konseli dan berbagai unsur positif yang ada pada dirinya merupakan latar belakang pemahaman dan pengentasan masalah konseli dapat dicapai (fungsi pengembangan dan pemeliharaan). Segenap rahasia pribadi konseli yang terbongkar menjadi tanggung jawab penuh konselor untuk melindunginya. kesukarelaan. b. layanan konseling individual dapat menangani sasaran yang bersifat advokasi (fungsi advokasi). Masalah yang dialami yang dialami konseli menyangkut dilanggarnya hak-hak konseli sehingga konseli teraniaya dalam kadar tertentu. Apabila masalah konseli itu dicirikan antara lain: sesuatu yang tidak disukai adanya. Layanan konseling individual seringkali menjadikan pengembangan/ pemeliharaan potensi dan unsur-unsur positif konseli sebagai fokus dan sasaran layanan. Keyakinan konseli akan adanya perlindungan yang demikian itu menjadi jaminan untuk suksesnya pelayanan. akan merupakan kekuatan bagi tercegah menjalarnya masalah yang sekarang sedang dialami itu. Dengan demikian kerahasiaan dan kesukarelaan menjadi unsur dwi- 344 .

dari awal dan selama proses layanan sampai pada periode pasca layanan. E. Sebagai seorang yang ahli dalam pelayanan konseling. di bawah ini terdapat beberapa langkah yang harus dilakukan. konselor mencurahkan keahlian profesionalnya dalam pengembangan konseling individual untuk kepentingan konseli dengan menerapkan semua asas di atas. identifikaskan perubahan perilaku yang termasuk ke dalam tujuan konseling individual. Kesukarelaan awal ini harus dipupuk dan dikuatkan. Latihan Setelah pelatihan peserta pelatihan diharapkan dapat memahami materi pada bagian bab II. ilmu. Kemudian diskusikan materi yang telah anda ringkas. yaitu: 1. 3. 345 . Pelajari terlebih dahulu materi yang telah tersaji pada kegiatan di Bab II ini secara seksama. 4. hukum. Apabila penguatan kesukarelaan awal ini gagal dilaksanakan maka keterbukaan tidak akan terjadi dan kelangsungan proses layanan terancam kegagalan. terkait dengan hal tersebut peserta diharapkan perlu untuk melakukan latihan-latihan sebagai berikut: 1. Buatlah ringkasan materi dengan metode PQ4R (Preview. Dengan nuansa kekinianlah segenap proses layanan dikembangkan dan atas dasar kekinian pulalah kegiatan konseli dalam layanan dijalankan. Konseli dituntut untuk benar-benar aktif menjalani proses perbantuan melalui layanan konseling individual. Rumuskan konsep dasar tentang definisi konseling individual. Konseli dan konselor terikat sepenuhnya oleh nilai-nilai dan norma yang berlaku. 2. adat. Asas kesukarelaan akan menghasilkan keterbukaan konseli. buatlah contoh dalam penerapan fungsi dan asas konseling individual. Dalam layanan konseling individual. dan kebiasaan. C. Lembar Kegiatan Peserta Pelatihan Untuk mendukung pencapaian tujuan dalam kegiatan peserta pelatihan ini. Tanpa keseriusan dalam aktifitas yang dimaksudkan itu dikhawatirkan perolehan konseli akan sangat terbatas atau keseluruhan proses layanan itu menjadi sia-sia. Konseli pada awalnya dalam kondisi sukarela untuk bertemu dengan konselor. Jadi seberat apapun pengembangan kesukarelaan dan keterbukaan itu harus dilakukan konselor. Rangkuman Makna konseling adalah suatu proses bantuan secara profesional antara konselor dan konseli yang bertujuan membantu untuk mengentaskan masalah yang dihadapi individu dalam kehidupannya. Keahlian konselor itu diterapkan dalam suasana normatif terhadap konseli yang sukarela. diharapkan konseli dapat mengubah sikap. Asas kenormatifan dan keahlian Semua aspek teknis dan isi layanan konseling individual adalah normatif artinya tidak boleh terlepas dari kaidah-kaidah norma yang berlaku baik norma agama. D. 3. Question. Reflect on the material. tunggal yang mengantarkan konseli ke arena proses layanan konseling individual. Pemilihan dan penyesuaian yang tepat dapat memberikan perkembangan ini individu dapat lebih baik dalam lingkungannya. Read. Diskusikan pula latihan yang telah anda kerjakan. Recite dan Review). 2.c. keputusan diri sendiri sehingga ia dapat lebih baik menyesuaikan diri dengan lingkungannya dan memberikan kesejahteraan pada diri sendiri dan masyarakat sekitarnya. Seluruh kegiatan konseling individual ini bernuansa kekinian dan rahasia pribadi sepenuhnya dirahasiakan. apabila proses konseling hendak dihidupkan. aktif agar konseli mampu mengambil keputusan sendiri. d. Asas kekinian dan kegiatan Asas kekinian diterapkan sejak paling awal konselor bertemu konseli. terbuka.

perubahan sikap. fungsi pengentasan. kekinian. Konseling memberikan bantuan kepada individu untuk mengembangkan kesehatan mental. makna. fungsi pencegahan. dan tingkah laku. mendalami arti nilai hidup pribadi. Kekhasan yang paling mendasar layanan konseling individual adalah hubungan interpersonal yang amat intens antara konseli dan konselor. kesukarelaan. kemampuan konseli ditingkatkan. Dalam kerangka tujuan inilah. maka dalam layanan Konseling individual dengan menggunakan fungsi-fungsi yang ada dalam pelayanan konseling yaitu: fungsi pemahaman.Konseling bertujuan membantu membantu individu untuk mengadakan interpretasi fakta-fakta. dan potensi konseli dikembangkan. dan asas-asas dalam pelaksanaan layanan konseling individual hendaknya harus dipahami dan dilaksanakan agar tercipta suatu layanan konseling individual yang berkualitas. kenormatifan dan asas keahlian. Dengan layanan Konseling individual diharapkan beban konseli diringankan. Kelima sasaran yang merupakan wujud dari keseluruhan fungsi konseling itu. Konseling menjadi strategi utama dalam proses bimbingan dan merupakan teknik standar serta merupakan tugas pokok seorang konselor di pusat pendidikan. 346 . Asas-asas konseling akan memperlancar proses dan memperkuat bangunan yang ada di dalamnya. Yang mendasar seluruh kegiatan layanan konseling individual adalah asas kerahasiaan. dan fungsi advokasi. fungsi. tujuan. keterbukaan. fungsi pengembangan dan pemeliharaan. kesukarelaan. kegiatan. Dengan demikian. kini dan mendatang. Tujuan secara umum layanan Konseling individual adalah terentaskannya masalah yang dialami konseli. secara langsung mengarah kepada dipenuhinya kualitas untuk kehidupan sehari-hari yang efektif (efektive daily living).

kehangatan (warmth) pendengar yang aktif (active responsiveness). yaitu : Konselor Konselor adalah seseorang yang karena kewenangan dan keahliannya memberi bantuan kepada konseli. hal mana timbul dari keterbukaan konselor terhadap masalah dan perasaan sendiri. tidak membiarkan diri menurun kapasitasnya c. dan kesadaran holistik. kekuatan atau daya (strength).BAB III HUBUNGAN KONSELOR DAN KONSELI DALAM KONSELING INDIVIDUAL A. selain menggunakan media verbal. dapat dipercaya (trustworthness). Mengembangkan diri menjadi konselor yang otonom. dan motivasinya. Respek dan apresiatif terhadap diri sendiri. kesehatan psikologis yang baik. serta menerapkannya sesuai dengan konteks dan pribadinya. Adapun indikatornya. Memahami makna hubungan konselor dan konseli dalam konseling individual B. Memiliki gagasan yang jelas mengenai keyakinan tentang hidup. Uraian Materi Dalam kegiatan belajar bab III ini akan diuraikan materi yang berkaitan dengan komponen konseling. Untuk mengelola konseling secara efetif. serta terus menerus berusaha memahami dirinya sendiri karena konselor hendak mendorong pemahaman diri itu dalam diri konseli. dalam pengertian berusaha untuk terbuka guna memperluas cakrawala wawasannya. kebebasan. namun mereka mengakui bahwa karakteristik pribadi dan perilaku konselor kontributif bagi pembinaan relasi yang bermakna yang akan mendorong konseli untuk berkembang. di bawah ini akan diuraikan komponen yang dituntut ada dalam konseling. artinya konselor harus memilki suatu rasa harga diri yang kuat yang menyanggupkannya berhubungan dengan orang lain atas dasar hal-hal yang positif dari konseli. sehingga dia sanggup menghayati dan menunjukan empaty dengan konselinya. Mampu mereduksi kecemasan. gambar. Memiliki kemampuan untuk hadir bagi orang lain. d. 347 . konselor juga dapat menggunakan media tulisan. Komponen konseling merupakan bagian-bagian penting yang sangat menentukan terjadinya proses konseling. Semua itu diupayakan konselor dengan cara-cara yang cermat dan tepat. tidak tertekan. seorang konselor dituntut memiki seperangkat sifat kepribadian dan ketrampilan tertentu. dan mempelajari berbagai konsep dan teknik konseling. e. tidak menunjukan sikap bermusuhan. kejujuran. demi terentaskannya masalah yang dialami oleh konseli. dan tanpa syarat memandang dan merespons konseli sebagai pribadi. melalui pengembangan gaya konseling yang sesuai dengan kepribadiannya sambil terbuka untuk belajar dari orang lain. Konselor tidak hanya puas dengan apa yang ada dan berupaya mempertanyakan mutu eksistensinya. kepekaan (sensitivity). Para peserta pelatihan dapat memahami komponen konseling. kesabaran. berkompeten. dan media pengembangan tingkah laku lainnya. pengetahuan yang baik tentang diri sendiri (self-knowledge). media elektronik. 2. b. 1. f. Meskipun dalam tataran konsep berkembangnya pandangan yang bervariasi tentang konselor yang efektif. nilainilai. Dalam proses konseling. Terkait dengan hal tersebut. peserta pelatihan dapat : Memahami makna konseli individual Memahami makna Konselor individual 3. Kompetensi dan Indikator Pada kegiatan belajar 2 ini. manusia. yang antara lain dapat dideskripsikan sebagai berikut : a. Kompetensi tersebut akan mendorong konselor untuk menjadi pribadi terapeutik. dan masalah-masalah. Dalam konseling individual. kesadaran dan pandangan yang tepat terhadap peranannya. Berorientasi untuk tumbuh dan berkembang. Beberapa kompetensi pribadi yang signifikan untuk dimiliki konselor antara lain. yang berupa kerelaan untuk mengambil bagian dengan orang lain dalam suka duka mereka. konselor menjadi aktor yang secara aktif mengembangkan proses konseling untuk mencapai tujuan konseling sesuai dengan prinsip-prinsip dasar konseling.

Jika konseli tahu bahwa konselor tidak kongruensi maka bisa berakibat mengurangi bahkan menghilangkan kepercayaan konseli pada konselor. artinya konseli mempunyai sikap apa adanya. Konselor dalam hubungan konseling diharapkan dapat menimbulkan kongruensi pada diri konseli. Kongruensi dalam beberapa referensi yang lain memiliki kesamaan istilah dengan otentik (authenticity). kesejatian (genuineness). Ada yang datang sendiri dengan kemauan kuat untuk menemui konselor (self-referal).Konseli Konseli adalah seorang individu yang sedang mengalami masalah. Kondisi konseling yang fasilitatif meliputi kongruensi (congruence). berpenampilan terus terang dan lebih penting adalah kesesuaian antara hal-hal yang dikomunikasikan secara verbal dengan non verbal. dan memahami secara empati (emphatic understanding). diterima. Memahami secara empati ini bermakna bahwa konselor memahami cara pandang dan perasaan konseli berdasakan kerangka pemikiran yang dimiliki oleh konseli sendiri (internal frame of reference). Dalam hal ini konseli dapat belajar bahwa dirinya dengan kenyataan yang ada dapat diterima oleh orang lain sekaligus konseli dapat menerima dirinya apa adanya. hubungan konselor dengan dengan konseli berada dalam konteks hubungan membantu (helping relationship). penghargaan positif tanpa syarat (positive regard). yaitu hubungan untuk meningkatkan pertumbuhan. serta mempunyai kesadaran akan budaya (cultural awareness) Kongruensi Kongruensi dalam hubungan konseling dapat dimaknakan dengan ”menunjukan diri sendiri” apa adanya. Konselor hendaknya berfikir dengan bersama-sama konseli daripada berfikir tentang atau mengenai konseli. Konseli datang dan bertemu konselor dengan cara yang berbeda-beda. atau setidaknya sedang mengalami sesuatu yang ingin disampaikan kepada orang lain. ide) dan perasaan orang lain. Dengan demikian dapat tercipta kondisi yang harmonis antara konselor dan konseli. Pemahaman Secara Empati Memahami secara empati merupakan suatu kemampuan untuk memahami cara pandang (pikiran. Kedatangan konseli bertemu konselor disertai dengan kondisi tertentu yang ada pada konseli. hidup yang lebih berarti. Konseli menanggung semacam beban. fungsi. Dengan adanya a. Melalui konseling. b. atau mengalami suatu ia ingin dan/atau perlu dikembangkan pada dirinya. kematangan. bahkan ada yang datang (mungkin terpaksa) karena didorong atau diperintah oleh pihak lain. uneg-uneg. memperoleh nilai tambah. ada yang datang dengan perantara orang lain. c. 348 . konseli menginginkan agar ia mendapatkan suasana berpikir yang jernih dan/atau perasaan yang lebih nyaman. Dengan kondisi ini maka konselor yang efektif mestilah menghayati perasaan konseli sebagaimana konseli mempersepsi perasan-perasannya maupun cara pandangnya terhadap sesuatu. tidak bersikap defensif karena jika konseli memiliki sikap-sikap demikian akan menghambat hubungan konseling. dan hal-hal positif lainnya dalam menjalani hidup sehari-hari. Tujuan-tujuan yang akan dicapai dalam proses konseling tersebut akan dicapai secara efektif apabila kondisi konseling memungkinkan konseli berkembang dan menggali potensi-potensi yang ada pada dirinya. Dengan kata lain konselor menerima setiap individu (konseli) tanpa menilai aspek-aspek pribadinya yang ”lemah” ataupun ”kuat” Penghargaan kondisi yang harmonis positif tanpa syarat memiliki kesamaan makna dengan hangat. kepedulian. terus terang. dan cara menghadapi kehidupan dengan memanfaatkan sumber-sumber internal pada pihak konseli. harus diperhatikan. Penghargaan Positif Tanpa Syarat Konseling akan lebih efektif jika kondisi penghargaan yang positif ini diciptakan konselor dan dilakukan tanpa syarat. atau mengalami suatu kekurangan yang ia ingin isi. dan dilayani sepenuhnya oleh konselor. Konteks Hubungan Konselor-Konseli Dalam konseling. Apapun latar belakang kedatangan konseli dan bagaimanapun kondisi konseli. baik kekurangan maupun kelebihan yang ia miliki.

Privasi Pada prinsipnya dalam hubungan konseling perlu keterbukaan konseli tentang masalahnya. penghargaan positif tanpa syarat 349 . Peserta pelatihan diminta sharing dengan teman dalam kelompok kecil. atau mengatakan yang bukan sejatinya. Dalam konteks ini. e. Konselor dan konseli harus membangun hubungan secara jujur dan terbuka. terus berkembang menuju pertumbuhan dan perkembangan yang lebih optimal. konselor memberikan dorongan kepada konseli untuk meningkatkan kemampuan dirinya dan berkembang sesuai dengan kemampuannya. d. f. peningkatan pengalaman dan tanggung jawab konseli. Hubungan afeksi akan tercermin sepanjang proses konseling termasuk dalam melakukan eksplorasi terhadap persepsi dan perasaan-perasaan subyektif konseli. untuk mencoba mengenali. Memberikan dorongan kepada konseli untuk meningkatkan efektifitas perilakunya dan memotivasi untuk bertanggung jawab terhadap keputusannya. Kesadaran Budaya Kesadaran akan budaya mengacu pada kemampuan konselor untuk terbuka dan memotivasi untuk belajar menerima dan memahami budaya yang berbeda dengan budaya yang ia miliki. Dengan menggunakan kesadaran budaya konseli tidak memaksakan kehendaknya (nilai-nilai) yang dianutnya sekaligus didalamnya terkandung budaya yang konselor miliki tetapi konselor memberikan dorongan konseli untuk mengubah apa yang seharusnya ia inginkan sesuai dengan nilai-nilai budaya yang ia miiki. Perlindungan jaminan ini adalah unik dan akan meningkatkan kemauan konseli membuka diri.d. Kejujuran Hubungan konselor dengan konseli didasari atas kejujuran dan keterbukaan. c. Afeksi Hubungan konselor dengan konseli sejatinya lebih sebagai hubungan afeksi dari ada sebagai hubungan afeksi dari pada sebagai hubungan kognitif. Tanpa adanya hubungan konseling tidak akan mencapai pada tingkatan yang diharapkan. Latihan 1. Dalam hubungan konseling tidak ada sandiwara dengan jalan menutupi kelemahan. Peserta pelatihan diajak diskusi untuk mengidentifikasi ciri-ciri individu yang dapat dikategorikan sebagai seorang konseli. Karakteristik dinamika dan keunikan hubungan konselor konseli sebagai hubungan yang bersifat membantu adalah sebagai berikut. konselor mengupayakan agar hubungannya konseli dapat berlangsung secara mendalam sejalan dengan perjalanan hubungan konseling. Keterbukaan konseli tersebut bersifat konfidensial. Pertumbuhan dan perubahan Hubungan konseling bersifat dinamis. Peserta pelatihan diminta mendiskusikan tentang bagaimana caranya membuat kondisi konseling yang kongruensi. 3. 2. a. Intensitas Hubungan konselor dengan konseli dilakukan dengan penuh intensitas sehingga memfasilitasi konseli untuk terbuka terhadap persepsinya. C. Keterbukaan konseli tentang masalahnya. Kedinamisan hubungan ini akan tercermin dari waktu ke waktu terjadi peningkatan hubungan konselor dengan konseli. Hubungan yang penuh afeksi ini dapat mengurangi rasa kecemasan dan ketakutan pada konseli. konselor harus menjaga kerahasiaan seluruh informasi tentang konseli dan tidak dibenarkan mengemukakan secara transparan kepada siapapun tanpa seijin konseli. b. Dorongan Dalam hubungan konseling. pemahaman secara empati maka konseli akan merasakan bahwa ada orang lain yang mau dan bersedia memahami dirinya yang sebelumnya belum diperolehnya. memahami dan mengevaluasi dirinya apakah sudah memenuhi kriteria sebagai seorang konselor yang terapeutik.

dibawah ini terdapat beberapa langkah-langkah yang harus dilakukan. Buatlah ringkasan materi dengan metoda PQ4R (Preview. kepekaan. Pelajari terlebih dahulu materi yang telah tersaji pada kegiatan belajar 2 secara seksama 2. 4. konseli menginginkan agar ia mendapatkan suasana fikiran yang jernih da/atau perasaan yang lebih nyaman. D. kebebasan. Recite dan Review) 3. dapat dipercaya. memperoleh nilai tambah. dan kesadaran akan budaya (cultural awarenness). Lakukan simulasi terhadap materi kegiatan belajar 2 ini. hidup yang lebih berarti. kehangatan pendengar yang aktif. Beberapa kompetensi pribadi yang signifikan untuk dimilki oleh konselor antara lain. E. kesehatan psikologis yang baik. Read. Konseli adalah seorang individu yang sedang mengalami masalah. konselor dituntut memiliki karakteristik pribadi dan perilaku konselor kontributif bagi pembinaan relasi yang bermakna yang akan mendorong konseli untuk berkembang. Question. Kemudian diskusikan materi yang telah anda ringkas. kompetens. yaitu : 1. kemudian masing-masing peserta memberikan feedback. atau setidaksetidaknya sedang mengalami sesuatu yang ingin disampaikan kepada orang lain. Rangkuman Konselor adalah seorang yang mempunyai kewenangan dan keahliannya memberi bantuan kepada konseli. 350 . kekuatan atau daya. dan kesadaran holistik. Melalui konseling. Reflect on the Material. pengetahuan yang baik tentang diri sendiri. Dalam konseling individual. ada yang dengan terpaksa karena disuruh oleh pihak lain. dan halhal yang positif lainnya dalam menjalani hidup sehari-hari dalam rangka kehidupan secara menyeluruh. Lembar Kegiatan Peserta Pelatihan Untuk mendukung pencapaian tujuan dalam pembelajaran ini.(positive regard) memahami secara empati (emphatic understaning). kesabaran. kejujuran. Ada berbagai varitas seorang konseli mendatangi konselor.

Keberhasilan konselor untuk mengajak konseli terlibat secara penuh dalam konseling akan mempengaruhi proses konseling selanjutnya. tulus. Memahami dan menerapkan keterampilan Interpretasi 7. Secara singkat attending dapat dipahami sebagai kemampuan konselor dalam menunjukkan perhatian secara penuh kepada konseli sehingga konseli dapat terlibat dalam proses konseling. 351 . Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penampilan fisik antara lain: menghadapkan muka pada konseli dengan cerah. dan terus terang sebagai bukti bahwa konselor dapat bekerja sama. Kompetensi dan Indikator Kegiatan belajar pada Bab IV ini mempunyai kompetensi yang harus dicapai oleh Para peserta pelatihan yaitu diharapkan peseta pelatihan dapat memahami dan menerapkan konsep dasar pada keterampilan dasar konseling. maka harus diperhatikan agar proses konseling bisa efektif. Komponen-komponen attending Berikut ini uraian tentang komponen-komponen attending yaitu sebagai berikut:  Kontak mata Ketika sedang berkomunikasi. biasanya pandangan tertuju pada mata. Memahami dan menerapkan keterampilan Memimpin 4. Memahami dan menerapkan keterampilan Memantulkan 5. Temuan penelitian menunjukkan bahwa perilaku attending yang baik membangkitkan harga diri konseli. Pengertian Di awal proses konseling. mengembangkan suasana yang aman sehingga melancarkan ekspresi bebas tentang apa saja yang muncul di benak konseli. menunjukkan sikap terbuka dan tidak bersikap defensif dengan cara posisi tangan di atas pangkuan tetapi tidak B. Memahami dan menerapkan keterampilan Konfrontasi 6. Memahami dan menerapkan keterampilan Respon Mendengarkan 3. misalnya empati. konselor harus dapat mempersiapkan konseli untuk terlibat dalam konseling. keaslian/ketulusan. Konselor juga hendaknya tidak bersikap tegang dan bisa bersikap rileks karena ketegangan ketegangan yang ditunjukkan konselor dapat mengalihkan perhatian konseli kepada konselor dan menimbulkan respon ketegangan pada konseli. malas atau tidak tulus. Memahami dan menerapkan keterampilan Parafrase Isi dan Refleksi perasaan 8. serta respek atau penghargaan positif. Attending terjadi dalam konteks inti kondisi-kondisi yang mempengaruhi hubungan dalam konseling.  Postur tubuh Postur tubuh atau penampilan fisik seorang konselor bisa memberikan kesan tertentu pada konseli. terutama sekali pada tahap awal konseling. Dengan adanya kontak mata menunjukkan bahwa konselor menaruh perhatian terhadap konseli. Attending adalah metode yang biasanya digunakan untuk membuka suatu wawancara konseling karena dapat mengembangkan tujuan konseli untuk mengadakan eksplorasi dan penjajagan diri. Memahami dan menerapkan keterampilan dasar Attending 2. Hal ini adalah cara untuk menunjukkan adanya perhatian yang sungguh-sungguh terhadap lawan bicara karena kontak mata adalah alat pokok untuk berkomunikasi. Memahami dan menerapkan keterampilan Normalisasi 1. peserta pelatihan dapat: 1. Posisi duduk konselor sebaiknya tidak bersandar atau membungkuk karena dapat mencerminkan kesan enggan. Penampilan fisik konselor juga sangat penting. Uraian Materi Keterampilan Dasar Attending a. Kesediaan konseli untuk terlibat sangat ditentukan oleh kesan pertama tentang konselor. Adapun indikator dalam pembelajaran ini. Attending sangat diperlukan selama proses konseling berlangsung.BAB IV KETERAMPILAN DASAR KONSELING A. b. sehingga diharapkan konselor dalam memandang secara mendalam dan konseli merasa diperhatikan.

Mendengarkan merupakan prasyarat bagi konselor untuk dapat memberikan respon atau strategi secara tepat dalam suatu konseling. Pertanyaan klarifikasi kepada konseli dimaksudkan untuk menguraikan pernyataan konseli yang samar-samar. Cara berkomunikasi seperti ini kurang baik. sehingga kesimpulan konselor terkesan tergesa-gesa. maka perlu dilakukan klarifikasi. Dalam hal ini. Disamping klarifikasi terhadap ketepatan pesan konseli. apa yang Anda maksud lari dari semuanya?” Pada contoh di atas. 352 . Respon konselor dapat berupa kata-kata yang menunjukkan dukungan. refleksi dan rangkuman. klarifikasi akan membantu memperjelas apa terjadi dan apa yang dirasakan konseli. Jika konselor gagal dalam mendengarkan. Jika konselor tidak yakin dengan makna pesan yang dikemukakan konseli. Jika konselor banyak menggunakan tangannya misalnya ”sedekap”. kemungkinan konseli tidak akan dapat melakukan eksplorasi diri. memperhatikan sikap santai sehingga konseli pun terpengaruh untuk santai pula. miring atau condong kepada konseli disaat mendengarkan atau merespon berbicara sehingga menampakkan diri sebagai orang yang bersama dengan konseli. mengungkapkan situasi atau perasaan konseli.  Gerak tubuh Konselor dapat menggunakan gerakan tubuh untuk menyampaikan pesan tertentu kepada konseli. Dengan demikian hendaknya konselor perlu menyadari pesan apa yang akan disampaikan kepada konseli dengan gerakan tubuh dan tangan yang kita gunakan. Batasan dan tujuan dari respon mendengarkan yaitu klarifikasi. Hal ini sering terjadi di tahap-tahap awal konseling dimana konselor belum memiliki gambaran yang jelas tentang konseli. Yang sering terjadi dalam proses konseling yaitu konselor seringkali membuat asumsi dan kesimpulan tentang konseli. tanpa memeriksa ketepatan pesan yang di dengar. Di bawah ini akan di jelaskan hal-hal yang terdapat dari respon mendengarkan sebagai berikut: Klarifikasi Klarifikasi merupakan pertanyaan yang diajukan ketika muncul pesan konseli tidak jelas. ekspresi muka yang responsif dengan dihiasi senyum secara spontan. Berikut ini ada beberapa contoh klarifikasi yaitu: Contoh 1 Konseli : ”Saya sudah merasa jenuh kalau harus berkumpul terus dengan keluarga”. dan mendengarkan ungkapan konseli dengan penuh perhatian. baik secara langsung maupun tidak. Tujuan dari adanya klarifikasi adalah:  Mendorong konseli untuk elaborasi  Memeriksa ketepatan apa yang didengar konselor terhadap pesan-pesan konseli  Memperjelas pesan-pesan yang samar atau membingungkan. Keterampilan Respon Mendengarkan Dalam berkomunikasi terdapat dua kegiatan yaitu mendengarkan dan berbicara. masalah yang dibicarakan tidak tepat. Konselor: ” Tampaknya anda ingin memisahkan diri dan bekerja sendiri” Contoh 2 Konseli : ”Kadang-kadang Saya ingin lari dari semuanya” Konselor : ”Dapatkah Anda jelaskan.kaku. Keterampilan konselor menggunakan respon klarifikasi akan menentukan ketepatan pesan yang diterima dan diprosesnya. seperti ”Ya” atau ”Saya tahu apa yang anda rasakan”. bahkan strategi yang digunakan bahkan tidak sesuai. Perlu diingat. bahwa kejelasan pesan-pesan konseli sangat penting bagi konselor sebelum melakukan kesimpulan. 2. a. embigu. terutama pada tahap awal konseling. parafrase.  Tingkah laku verbal Respon konselor terhadap konseli dengan menggunakan kata-kata yang disampaikan secara lisan berhubungan dengan apa yang dikatakan konseli merupakan suatu tingkah laku verbal. konselor tidak mengajukan pertanyaan atau memunculkan topik baru tetapi konselor tingkah verbal yang dimaksudkan sebagai isyarat bahwa konselor memperhatikan dan memahami konseli. atau tidak jelas.

Oleh karena itu. Parafrase Parafrase merupakan suatu metode untuk menyatakan kembali pesan pokok konseli dengan kata-kata yang lebih pendek dan tepat dengan tujuan untuk memperbaiki hubungan pribadi. Cara ini dipergunakan konselor untuk memberi tahu bahwa ia sedang mendengarkan apa yang dikatakan dan konselor ingin mendengarkan lebih banyak lagi.  Mengidentifikasi adanya pesan-pesan yang samar-samar atau membingungkan. Tujuan berikutnya adalah menyatakan kepada konseli bahwa konselor mencoba mengerti pesan konseli. Konselor : ”Anda tahu bahwa Anda perlu menghindari duduk atau tider sepanjang hari untuk membantu depresi yang anda alami”. tetapi secara tiba-tiba dia memarahi saya” Konselor: ” Apakah Anda mengatakan bahwa perilakunya tidak konsisten terhadap Anda?” Adapun langkah-langkah dalam melakukan parafrase adalah sebagai berikut:  Berusaha mengingat kembali pesan-pesan konseli (apa yang telah dikatakan konseli)  Mengidentifikasi isi pesan konseli dengan menanyakan dalam diri ”situasi.  Memeriksa keefektifan klarifikasi dengan mendengar dan memperhatikan respon konseli. Jadi. Berikut ini terdapat langkah-langkah dalam klarifikasi. Dalam parafrase. konselor menyatakan ide pokok konseli dengan katakata sendiri. dan jika berhasil berarti konselor telah mengikuti cerita konseli. Contoh 1 Konseli : ”Saya tahu. yang perlu diperiksa ketepatannya atau perlu di elaborasi. yaitu: Mengidentifikasi isi pesan konseli. obyek. seperti”Dapatkah Anda jelaskan” atau Apakah Anda mengatakan” . baik verbal maupun non verbal untuk mengetahui apa yang tellah dikatakan oleh konseli.b. jika hanya duduk atau tidur sepanjang hari tidak akan membantu depresi yang saya alami”. konselor hendaknya menggunakan pilihan kata yang tepat sehingga membantu menekankan kata atau ide penting yang diungkapkan konseli. orang. dan memberi peluang untuk memerika kecermatan persepsi konselor. mengkristalisasi komentar konseli dengan lebih memendekkannya sehingga membantu mengarahkan wawancara. Contoh 2 Konseli : ”Kadang-kadang dia menampakkan kesukaannya kepada saya. dalam klarifikasi konselor sebaiknya lebih menunjukkan nada bertanya daripada memberikan suatu pertanyaan. tidak sekedar menirukan kata-kata yang diucapkan konseli.  Memeriksa keefektifan parafrase berdasarkan berdasarkan respon konseli. Esensi keterampilan ini adalah pengulangan kata-kata atau pemikiran-pemikiran kunci dari konseli dalam rumusan-rumusan yang menggunakan kata-kata konselor sendiri. Bila parafrase yang diberikan tepat maka konseli akan memberikan tanda persetujuan. Refleksi Refleksi merupakan keterampilan konselor untuk merespon keadaan perasaan konseli terhadap situasi yang sedang dihadapi. c. Tujuan utama parafrase bagi konselor adalah menguji pengertian konselor tentang apa yang dikatakan konseli. Konseli akan merasa dimengerti dan dipersiapkan untuk mengolah lebih dalam lagi masalah-masalah yang diajukannya. dan konselor berupaya memahami apa yang dinyatakan konseli. Parafrase lebih memperhatikan bagian kognitif dari pesan konseli.  Menentukan kalimat atau kata-kata yang tepat untuk klarifikasi. maksud dari kegiatan parafrase adalah: menyampaikan kepada konseli bahwa konselor bersama konseli. baik verbal maupun non verbal yang mengisyaratkan bahwa pernayataan konselor tepat dan bermanfaat. Kemampuan konselor untuk mengamati dan memberikan respon terhadap perasaan-perasaan konseli merupakan hal yang sangat penting dalam proses konseling karena tindakan tersebut akan mendorong dan merangsang konseli untuk mengemukakan segala sesuatu yang  353 . atau ide apa yang dibicarakan”  Memilih kata-kata yang sesuai dengan apa yang dikemukakan konseli. Perhatikan contoh berikut ini.

” atau ”Ya.  Memberitahukan pada konseli bahwa konselor memahami perasaan konseli yang tidak suka atau marah kepada konselor. yaitu:  Membantu konseli memahami perasaannya  Mendorong konseli agar lebih banyak mengekspresikan perasaannya. Nada suara atau ekspresi wajah dapat emmberi tanda atau petunjuk mengenai perasaan dalam diri konseli. sehingga perasaan tersebut dapat berkurang. d. Memeriksa keefektifan refleksi berdasarkan respon konseli terhadap pernyataan refleksi yang disampaikan konselor. Ada beberapa tujuan dari refleksi perasaan. merfleksi perasaan konseli merupakan suatu teknik yang ampuh. Mengemukakan pernyataan refleksi dengan awalan kata yang sesuai dengan petunjuk dari konseli. agar memperkuat kebebasan konseli dan mempercayai ekspresi perasaannya sendiri. yaitu: 1. tidak hanya dalam satu sisi atau beberapa bulan proses konseling berlangsung. atau kata-kata afektif dalam pesan atau pernyataan konseli. baik positif maupun negatif tentang situasi orang. Menyatakan kembali perasaan-perasaan konseli dengan menggunakan kata-kata yang berbeda dari yang diucapkan konseli. Perhatikan tingkah laku non verbal konseli ketika ia mengemukakan pernyataan/pesan-pesan secara verbal. Untuk konselor. Ia juga mempunyai efek meyakinkan kembali konseli bahwa konselor telah berada dalam permasalahan konseli. Refleksi perasaan bisa menjadi keterampilan yang sulit dipelajari karena seringkali perasaan-perasaan tersebut diabaikan atau tidak dipahami. Oleh karena itu. Refleksi hampir sama dengan parafrase. Merangkum juga dapat dipakai untuk mengakhiri interviu dan untuk memperjelas ide yang baru. konseli akan menyatakan ”Ya. Refleksi perasaan dapat digunakan untuk menyatakan bagian efektif dari pesan. 4. Menambahkan konteks atau situasi dimana perasaan itu muncul. Ketepatan menggunakan respon ini bergantung pada ingatan yang tepat tentang tingkah laku konseli. Dengan menggunakan keterampilan refleksi perasaan. 6. kegiatan ini berperan sebagai pemeriksa efektifnya kecermatan persepsi terhadap spektrum sepenuhnya konseli. Dalam hubungan sosial sehari-hari perasaan-perasaan konseli ada kecenderungan untuk disembunyikan atau dikekang. apabila konselor dapat mengamati perasaan-perasaan konseli secara tepat. serta menyadari kemajuan wawasan diri dan pemecahan masalahnya. atau hal-hal khusus lainnya. benar. namun dalam refleksi memuat aspek emosional atau komponen pesan yang tak terungkap dalam parafrase.  Membantu konseli membedakan intensitas berbagai perasaan yang ada dalam dirinya. Ada 6 langkah dalam membuat reflesi perasaan. apakah disampaikan secara visual. Merangkum juga mempunyai pengaruh memberi keyakinan kepada konseli bahwa konselor meresapi pesan konseli serta membantu konseli agar merasakan suatu gerakan dalam mengeksplorasi ide dan perasaan. hal itu akan sangat mendorong konseli untuk terlibat secara aktif dalam proses wawancara. Jadi bila kita memakai 354 . itulah yang saya rasakan”. atau aspek emosional konseli. auditori atau kinestetik 5. 2. konselor menyampaikan kepada konseli bahwa dia mampu memahami bagaimana perasaannya. Dengarkan kata-kata yang digunakan konseli untuk menyatakan perasaanperasaannya. karena melalui tindakan keterampilan tersebut akan terwujud suasana keakraban dan sekaligus pemberian empati dari konselor kepada konseli. Dengan demikian. Dalam hal ini konselor harus peka terhadap cara konseli mengungkapkan permasalahannya. 3.berhubungan dengan masalah yang sedang dihadapinya. Merangkum Rangkuman merupakan pernyataan kembali yang menyangkut data kognitif atau afektif. Merangkum memerlukan perhatian yang teliti dan konsentrasi terhadap pesan-pesan konseli yang disampaikan secara verbal maupun non verbal. Jika identifikasi perasaan konseli dalam refleksi itu tepat.

Merangkum hasil penemuan sebelumnya pada permulaan suatu interviu seringkali diperlukan untuk memudahkan kelanjutan interviu. 5. memadatkan. Memimpin secara tidak langsung Tujuan dari memimpin secara tidak langsung adalah agar konseli memulai bicara dan tetap bertanggung jawab atas kelangsungan interviu. Petunjuk untuk memimpin langsung adalah: Tentukan tujuan pimpinan Nyatakan tujuan dalam kata-kata yang konkrit Beri konseli kebebasan untuk mengikuti pimpinan anda.  Memberi kesempatan kepada konseli untuk secara bebas menjajagi perasaannya dalam berbagai arah dan emrespon secara bebas terhadap apa yang sedang terjadi. keterampilan ini terutama bermanfaat dalam membuka hubungan agar konseli mau berbicara. 3. Memperhatikan dan mengingat pesan atau serangkaian pesan konseli dengan cara menyatakan kembali dalam hati. bukan nada bertanya. ”Mari kita lihat apa yang telah kita selesaikan dalam intervieu ini. merangkum akan merupakan suatu usaha bersama untuk menangkap persoalan yang telah diteliti. Gunakan nada suara seperti memberikan pernyataan. apakah menggunakan kata ”Anda” atau nama konseli dan menyesuaikan dengan kata-kata yang diucapkan konseli. kemajuan yang telah dicapai dan rencana langkah berikutnya.ringkasan. Keterampilan memimpin ini dipakai dalam seluruh proses konseling. Adapun langkah-langkah dalam membuat rangkuman adalah sebagai berikut: 1. Memeriksa keefektifan rangkuman dengan cara mendengarkan atau mengamati respon konseli. Tujuan yang lebih spesifik dari memimpin adalah:  Mendorong konseli untuk menjajagi perasaan dan meneliti perasaan.  Mendorong konseli untuk lebih aktif dalam proses konseling dan tetap bertanggung jawab terhadap arah interviu. juga sebagai suatu metode supaya konseli tetap bertanggung jawab. Gunakan pilihan kata yang menggambarkan tema atau gabungan unsur-unsur pesan. ”Coba buat kesimpulan secara singkat!” 3. Teknik ini juga mendorong konseli untuk meneliti. Dalam hal ini. Hal ini dapt dilakukan dengan bertanya dalam diri ”Apa yang telah dikatakan atau dilakukan konseli?” 2. Biasanya teknik ini digunakan 355 . Memimpin secara langsung Memimpin secara langsung merupakan suatu teknik untuk memusatkan pada suatu topik. Bagi konselor merangkum berfungsi sebagai suatu bukti yang efektif tentang ketepatan pengamatan konselor. dan mengkristalisasi esensi apa yang telah dikatakan. A. Memperhatikan beberapa pola. ”Bagaimana pendapatmu tentang hal ini?” 2. Memilih kata pembuka rangkuman yang tepat. Hal ini bisa dilakukan dengan menanyakan dalam diri sendiri ”Apa yang selalu diulang-ulang?” 3. lalu ungkapkan sebagai respon rangkuman. Konselor mencoba supaya konseli merangkum juga bila diperlukan karena hal ini merupakan suatu tes tentang pengertian konseli. ”Marilah kita meneliti lebih jauh konsep anda tentang mengajar!” 2. menjelaskan dan memberikan ilustrasi apa yang sedang mereka katakan. 4. kita berupaya merekapitulasi. konselor dapat berkata: 1. ”Apa yang anda maksudkan dengan takut?” B. bagaimana pendapat anda?” Apabila suatu hubungan dihentikan. apakah ia memperkuat atau menyangkal tema yang dinyatakan konselor dalam rangkuman. tema atau unsur ganda yang tampak jelas dalam pesan-pesan konseli. Konselor dapat berkata: 1. Keterampilan Memimpin Tujuan dari memimpin adalah mendorong konseli untuk merespon terhadap komunikasi yang sifatnya terbuka.

3. Contoh pemantulan perasaan adalah sebagai berikut: 1. 4. Ada beberapa pedoman untuk bertanya yang bersifat memimpin yaitu:  Tanyakan pertanyaan yang sifatnya terbuka sehingga tidak hanya menjawab dengan ”Ya” dan ”Tidak”. Amati pengaruhnya. ”Bagaimana perasaan anda?” C. Teknik memusatkan juga merupakan suatu cara membentuk konseli dan menyentuh perasaan mereka. Contoh: 1. Keterampilan Konfrontasi Konfrontasi mencakup sekelompok keterampilan konseling yang kompleks. Apabila konselor berpendapat bahwa konseli telah membicarakan topik permasalahannya. Ada beberapa petunjuk untuk memimpin secara tidak langsung:  Tentukan tujuan pimpinan secara jelas. digunakan apabila konseli menunjukkan ketidakpastian dalam ceritanya. 2. Langkah-langkah yang digunakan dalam teknik memantulkan memantulkan perasaan adalah: 1. ”Dengan kata lain anda benci terhadap tingkah lakunya”. ”Marilah kita bicarakan untuk sementara waktu. Menggambarkan perasaan ini secara jelas. 356 .untuk membuka suatu intervieu. Beberapa contoh ilustrasi teknik meusatkan adalah: 1. Bertanya Teknik yang digunakan dalam bertanya adalah jenis pertanyaan yang bersifat terbuka akan memberikan kebebasan kepada konseli. ”Bagaimana perasaanmu tentang apa yang telah kita bicarakan?” 2. terdapat beberapa keterampilan konfrontasi yaitu: a. untuk memperjelas perasaan yang samar-samar menjadi lebih disadari dan untuk emmbantu konseli memiliki perasaannya sendiri. Menentukan perasaan apa yang dinyatakan oleh konseli.  Tentukan pertanyaan yang mengakibatkan munculnya perasaan dan bukan informasi. Tujuan dari memantulkan perasaan adalah untuk memusatkan pada perasaan. Memusatkan Memusatkan pembicaraan pada suatu topik yang menurut pikiran konselor akan memperlancar pemahaman. ”Benar-benar menyakitkan ditolak seseorang yang anda cintai”. Mengenal perasaan-perasaan dalam diri sendiri sebagai seorang konselor. Tutuplah matamu dan coba hayati apa yang kamu rasakan!” D. Keterampilan Memantulkan Memantulkan perasaan adalah menyatakan dengan kata sendiri tentang perasaan konseli yang esensial. 2.  Tanyakan pertanyaan yang mengarah pada penjelasan bagi konseli dan bukan informasi untuk konselor. ”Apa yang anda maksud dengan gagal?” 2. ”Cobalah anda menerangkan lebih banyak lagi tentang hungan anda dengan orang tua anda?” 4. ”Apa yang ingin anda bicarakan?” 2.  Konselor diam cukup lama supaya konseli dapat menangkap apa maksud konselornya. konselor dapat menghentikan dan meminta kepada mereka untuk menentukan pada satu aspek karena tujuan lain dari teknik memusatkan adalah untuk menentukan pada satu perasaan atau ide.  Pertahankan yang sifatnya umumdan agak samar. Metode bertanya ini mempunyai arti bahwa pertanyaan adalah untuk membantu konseli mengerti dan bukan untuk mempermudah pengertian konselor. 5. Contoh pertanyaan terbuka: 1. Nilailah melalui reaksi konseli apakah pemantulan ini bersifat membantu atau menghambat.

Bahasa hendaknya tetap sederhana dan sesuai dengan pesan konseli. D. Keterampilan Parafrase Isi dan Refleksi Perasaan Konselor diharapkan untuk membantu konseli menghadapi perasaan-perasaanperasaannya daripada menekan perasaan-perasaan tersebut dengan cara memfokuskan 7. 2. 357 . Tanggapan tersebut berbeda dengan paraprase dan refleksi perasaan. Maksud penerapan konfrontasi dalam konseling adalah membantu konseli agar mengubah pertahanan yang telah dibangun guna menghindari pertimbangan tertentu dan untuk meningkatkan keterbukaan komunikasi. Cari pesan pokok konseli. Buatlah parafrasenya. d.A. Dalam konfrontasi digunakan kerangka acuan luar (external frame of reference). Mengenal Perasaan Menggambarkan dan membagi perasaan (sharing) Balikan dan Pendapat Meditasi Mengulang Melakukan Asosiasi Keterampilan Interpretasi Menginterpretasikan merupakan suatu proses menjelaskan arti tentang peristiwaperistiwa kepada konseli. Ajari konseli menginterpretasi sendiri. Pertahanan-pertahanan psikologis ini biasanya merupakan bidang yang penting untuk didekati namun sangat sensitif sehingga memerlukan cara yang cermat dan cerdas. Hindari spekulasi dan penggunaan bahasa tidak lazim. Memberikan balikan dalam bentuk pendapat tentang tingkah laku konseli. menginterpretasi berarti bahwa konselor memimpin konseli untuk mencari pengertian-pengertian dan persepsi-persepsi yang lebih luas tentang perasaanperasaannya. Coba amati bagaimana reaksi konseli terhadap interpretasi konselor. 4. Menggambarkan perasaan-perasaan yang ada dalam diri sendiri dan membagi perasaan tersebut dengan konseli. tetapi dalam menginterpretasi konselor menambahkan arti terhadap pesan pokok konseli. C. e. tergantung pada waktu kesiapan konseli untuk dikonfrontasi dan dengan umpan balik secara jujur. 6. Beberapa keterampilan interpretasi dilakukan dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut: a. B. konfrontasi merupakan suatu metode ”menceritakan sesuatu seperti apa adanya” yang mungkin menyebabkan kecemasan. Konfrontasi dalam wawancara konseling dimaknai sebagai pemberian tanggapan terhadap pengungkapan kontradiksi dari konseli. 7. Ingat. Mengintrerpretasi hampir sama dengan memantulkan. F. E. sedangkan pada paraprase dan refleksi perasaan ditekankan pada pernyataan dan keterampilan acuan konseli sendiri. Tujuan dari teknik interpretasi adalah supaya konseli dapat menginterpretasi sendiri dan menambah kemampuan konseli untuk bertidak secara efektif. Perkenalkan ide-ide konselor dalm bentuk pertanyaan-pertanyaan yang menunjukkan bahwa konselor menawarkan ide-ide sementara tentang arti diri kata-kata atau tingkah laku konseli. 3. Mengulang sebagai bentuk memberi tekanan dan memberi kejelasan. ”Kapan anda merasa terbebani atas keadaan diri anda?” b. kita tidak dapat memberi pengertian kepada orang lain. Meditasi sebagai bentuk konfrontasi pada diri sendiri. 5. kebutuhan-kebutuhan dan pola hidup. ”Jadi apa yang salah dalam sikap tersebut?” Berikut ini ada beberapa pedoman untuk menginterpretasikan yaitu: 1. ia harus menemukan pengertian itu sendiri. Contoh: ”Cobalah dulu sbeelum anda menggunakan!” 6. Konselor merumuskan semua dugaan tentang apa yang sedang terjadi dan bagaimana penafsirannya secara logis tentang tingkah laku konseli. f. c. Tambahkan pengertian konselor tentang apa arti dari pesan konseli dalam kaitannya dengan teori konseling atau penjelasan umum tentang motif. Asosiasi sebagai suatu metode menyentuh perasaan. b. sehingga konseli mampu melihat persoalannya dengan cara-cara baru. mekanisme pertahanan diri.

ibu memang datang berkunjung. D. Sudah berkali-kali saya memintanya untuk datang mengunjungi saya tetapi ia tidak pernah datang. Berikut ini adalah contoh penggabungan refleksi isi dan refleksi perasaan Konseli : Saya selalu menunggu-nunggu kapan ibu saya menunjukkan lebih banyak perhatian kepada saya. Saya pikir ibu sama sekali tidak peduli pada saya (bicara lambat dengan nada suara datar). Keterampilan Normalisasi Keterampilan normalisasi secara khusus berfungsi dan berpengaruh jika digunakan secara tepat.. 3.. Lembar Kegiatan Peserta 1.. sedih. Adapun bentuk latihannya. Ada sejumlah konseli yang tidak mampu menghadapi mengendalikan level-level ekspresi emosi yang tinggi. 2. Konselor : Anda kecewa oleh perilaku ibu Anda atau Anda merasa terluka atas kekurang pedulian ibu Anda. tapi tahukan Anda. peran. akan lebih membantu jika konselor memfokuskan pembicaraan pada isi daripada perasaan. tetapi tindakan ini memiliki efek katarsis dan nantinya dapat membantu proses penyembuhan yang diinginkan oleh sebagian besar konseli. Seringkali konseli ketakutan oleh perasaan-perasaan emosionalnya yang kuat di saat-saat krisis. adalah: 1.  Saya memperhatikan bahwa Anda merasa... Kemarin waktu ulang tahun saya. maka dalam pelatihan ini peserta diminta untuk berlatih tentang materi kegiatan pada bab IV ini dengan baik..p[erhatian pada level kepala atau kognitif. Latihan Untuk mendukung pemahaman peserta pelatihan. dia bahkan tidak ingat kalau hari itu ulang tahun saya.. kemudian mendiskusikan dalam kelompok kecil. Peserta menstimulasikan dan disertai dengan pemberian feedback dari anggota kelompok 358 . Normalisasi dapat digunakan untuk: menormalisasikan kondisi-kondisi emosional dan menormalisasikan perubahan-perubahan dalam perilaku.. 2. Ketika merefleksikan perasaan. 8. Peserta diminta untuk memahami materi secara individual..  Saya mendapat kesan bahwa Anda merasa.. Seringkali kecemasan seseorang banyak berkurang jika ia menemukan bahwa kondisi emosionalnya normal dan wajar untuk keadaannyaa. Bagaimanakah cara melakukan konfrontasi yang tepat sehingga bisa mengarahkan proses pengentasan masalah konseli dengan efektif? 3. Untuk konseli semacam ini. Peserta diminta untuk membuat rencana simulasi tentang keterampilan yang sudah diajarkan seperti di atas. dan hubungan pergaulan yang disebabkan oleh krisis perkembangan hidup. Tujuan dari normalisasi kondisi emosional klien adalah untuk membantunya meredakan kecemasan dengan cara mengatakan padanya bahwa respons emosionalnya merupakan hal yang normal. atau isi dan perasaan secara bersamaan  Kalau saya tidak salah dengar Anda (kecewa. Diskusikan apa perbedaan antara keterampilan konfrontasi dan keterampilan interpretasi dalam proses konseling. Beberapa contoh kalimat refleksi yang didahului dengan kata-kata pengantar seperti di bawah ini: Ketika merefleksikan isi  Saya mendengar bahwa anda mengatakan....  Saya mendapat kesan bahwa. Menyelami perasaan secara lebih total seringkali menyakitkan.  Yang saya pahami di sini adalah.. Jelaskan komponen-komponen apa saja yang harus digunakan dalam keterampilan attending dan bagaimana cara melaksanakannya? C.  Yang saya dengar tadi anda mengatakan. dll).

memperbaiki hubungan antar pribadi yang sudah terjalin. Keterampilan attending sebagai salah satu contoh pentingnya keterampilan konseling karena keterampilan attending ini sangat dibutuhkan pada saat membina hubungan dengan konseli dimana tatkala konselor menyambut konseli untuk melakukan proses konseling. Rangkuman Dalam proses konseling. memandang konseli hendaknya dilakukan secara standar. 359 . Beberapa keterampilan konseling yang sudah diuraikan pada bab IV ini secara umum mempunyai tujuan untuk membina hubungan baik dengan konseli. keterampilan dasar sangat penting digunakan untuk mengentaskan masalah konseli disamping model-model pendekatan yang akan digunakan dalam proses konseling. menciptakan suasana keakraban dan akhirnya mampu membuat kesadaran penuh pada diri konseli sehingga konseli secara ikhlas dan sukarela melaksanakan proses konseling tanpa ada paksaan. Kedudukan keterampilan dasar ini akan sangat mendukung keberhasilan konselor tatkala melakukan proses konseling. cara melakukan wawancara. tata cara duduk.E.

Karenanya masalah itu perlu dipecahkan dengan berbagai macam cara. sehingga ia dapat diubah dengan memanipulasi 2. Konseling Behavioristik berpangkal pada beberapa keyakinan tentang martabat manusia yaitu: 1. 1. orang tersebut membutuhkan nasehat atau pertolongan orang lain untuk turut serta memecahkan kesulitan tersebut. menangkap apa yang dilakukannya. B. Tingkah laku seseorang ditentukan oleh banyak dan macamnya penguatan yang diterima dalam situasi hidupnya. Konsep Dasar Manusia merupakan mahluk reaktif yang tingkah lakunya dikontrol/dipengaruhi oleh faktor-faktor dari luar. Nasehat kresna kepada arjuna dalam perang Bharata Yuda pada waktu Arjuna mengalami kebimbangan saat berhadapan dengan karna.BAB V PENDEKATAN KONSELING BEHAVIORISTIK A. misalnya seperti yang digambarkan dalam pewayangan. proses konseling pada dasarnya pun dipandang sebagai suatu proses belajar. Pendekatan Konseling Behavioristik Pendekatan konseling behavioristik pada dasarnya berpegang pada keyakinan bahwa manusia merupakan hasil suatu proses belajar. menunjukan dengan jelas adanya bimbingan dan konseling ini. Menganalisis kasus yang mendasari alasan konselor menggunakan teknik konseling behavioristik. 360 . Manusia dapat mempengaruhi perilaku orang lain dan dirinya pun dipengaruhi oleh perilaku orang lain. Manusia pada dasarnya mempunyai potensi untuk bertingkah laku baik atau buruk. 3. sejak jaman dahulu. Manusia mampu untuk berefleksi atas tingkah lakunya sendiri. 4. Dengan nasehat kresna semangat juang dan keberanian Arjuna bangkit kembali. a. dan mengatur serta mengontrol perilakunya sendiri. Manusia bukanlah hasil dari dorongan tidak sadar melainkan merupakan hasil belajar. Manusia mampu untuk memperoleh dan membentuk sendiri suatu pola tingkah laku yang baru melalui suatu proses belajar. Menguasai prosedur penggunaan teknik konseling pendekatan behavioristik. Uraian Materi Deskriptif dan Makna Pendekatan Bimbingan dan Konseling Bimbingan dan konseling sebagai sesuatu aktivitas untuk menghindari dan atau mengatasi persoalan-persoalan di dalam kehidupan sebenarnya bukanlah hal yang seluruhnya baru. 2. bagus atau jelek. Kompetensi dan Indikator Setelah mempelajari bab ini. melalui hukum-hukum belajar: Pembiasaan klasik. Indikator: 1. Demikian juga orang yang menghadapi kesulitan yang tidak dapat mereka atasi sendiri. dan Arjuna terus maju kemedan pertempuran. Menganalisis konsep dasar dan aplikasi teknik pendekatan behavioristik dalam seting individual. Manusia memulai kehidupannya dengan memberikan reaksi terhadap lingkungannya dan interaksi ini menghasilkan pola-pola perilaku yang kemudian membentuk kepribadian. Dengan demikian. 3. menunjukan bahwa bimbingan dan konseling telah ada. Tingkah laku dipelajari ketika individu berinteraksi dengan lingkungan. 4. 2. peserta pelatihan dapat menguasai kerangka teoretik dan praksis bimbingan dan konseling dengan cara mengaplikasikan pendekatan behavioristik dalam memberikan layanan konseling individual. Berdasarkan faktor keturunan dan lingkungan maka terbentuklah tingkah laku manusia yang menjadi suatu ciri khas kepribadiannya. Pembiasaan operan dan Peniruan. maka masalah itu akan selalu mengganggu kehidupannya. Mengapa demikian? Karena orang merasa bahwa apabila masalahnya belum terpecahkan. Manusia pada dasarnya tidak berakhlak baik atau buruk. termasuk minta bantuan orang lain. Mengevaluasi ketepatan penggunaan teknik konseling behavioristik dalam kasus. benar atau salah.

e. tingkah laku yang salah itu juga dapat dihapus dan diganti dengan tingkah laku yang tepat melalui suatu proses belajar. d. mengembangkan prosedur perlakuan spesifik. Karena tingkah laku salah merupakan hasil belajar. 2.b. Assesment Assesment diperlukan untuk mengidentifikasi motode atau teknik mana yang akan dipilih sesuai dengan tingkah laku yang ingin diubah. Framework yang dipakai sebagai pedoman adalah sebagai berikut: 1. Tujuan yang sifatnya umum harus dijabarkan ke dalam perilaku yang spesifik  Diinginkan oleh klien  Konselor mampu dan bersedia membantu mencapai tujuan tersebut  Klien dapat mencapai tujuan tersebut  Dirumuskan secara spesifik  Konselor dan klien bersama-sama (bekerja sama) menetapkan/merumuskan tujuan-tujuan khusus konseling. harus dikatakan bahwa baik tingka laku tepat maupun tingka laku salah sama-sama merupakan hasil belajar. dan mengkreasi kondisi-kondisi pembentukan tingkah laku. Klien mengkhususkan perubahan positif yang dikehendaki sebagai hasil konseling. cermat dan operasional dalam merumuskan tujuan konseling. Mengahapus/menghilangkan tingkah laku maldaptif (masalah) untuk digantikan dengan tingkah laku baru yaitu tingkah laku adaptif yang diinginkan klien. Kalau perilaku konseli ditinjau dari sudut pandangan apakah perilaku itu tepat dan sesuai dengan situasi kehidupannya (well-adjusted)atau tidak tepat dan salah suai (maladjusted). Konselor dan klien mendifinisikan masalah yang dihadapi klien. Tujuan dari assessment ini untuk memperkirakan apa yang diperbuat klien pada waktu itu. 361 . konselor membantu terjadinya proses belajar tersebut. yaitu tingkah laku yang tidak sesuai dengan tuntutan lingkungan dan tingkah laku yang salah hakikatnya terbentuk dari cara belajar atau lingkungan yang salah. Proses konseling adalah proses belajar. Perumusan tujuan konseling dilakukan dengan tahapan sebagai berikut : a. Bagi seorang konselor behavioristik perilaku konseli merupakan hasil dari keseluruhan pengalaman hidupnya dalam berinteraksi dengan lingkungan. Pandangan tentang Kepribadian Kepribadian seseorang merupakan cerminan dari pengalaman. Behavior Therapy dirumuskan sebagai aplikasi metode eksperimen terhadap masalah tingkah laku abnormal dan maladaptive. yaitu situasi atau stimulus yang diterimanya. Goal setting Berdasarkan informasi yang diperoleh dari langkah assessment konselor dan klien menyusun dan merumuskan tujuan yang ingin dicapai dalam konseling. Langkah-langkah dalam konseling bervariasi. Konselor mengemukakan keadaannya yang benar yang dialaminya pada waktu itu. Tingkah laku bermasalah adalah tingkah laku atau kebiasaan-kebiasaan negatif atau tingkah laku yang tidak tepat. Namun demikian proses konseling tetap membutuhkan suatu framework untuk mengajar klien dalam mengubah tingkah lakunya agar konseling berjalan efektif. Karakteristik Konseling Behavioristik Konseling behavioristik biasanya berfokus pada tingkah laku yang tampak. c. Tujuan Konseling Behavioristik Tujuan konseling behavioristik adalah membantu klien untuk mendapatkan tingkah laku baru. Dengan demikian konselor diharapkan dapat mendorong klien untuk mengemukakan keadaan yang benar-benar dialaminya pada waktu itu. dan penilaian obyektif terhadap tujuan konseling. Deskripsi Proses Konseling Proses konseling dibingkai oleh kerangka kerja untuk mengajar klien dalam mengubah tingkah lakunya. b. Dengan memahami kepribadian manusia berarti mempelajari dan memahami bagaimana terbentuknya suatu tingkah laku. Manusia cenderung akan mengambil stimulus yang menyenangkan dan menghindarkan stimulus yang tidak menyenangkan.

diskusi kelompok 2. o Terutama berguna di antaranya untuk membantu individu yang tidak mampu mengungkapkan perasaan tersinggung.c. 4. o Esensi teknik ini adalah menghilangkan tingkah laku yang diperkuat secara negatif dan menyertakan respon yang berlawanan dengan tingkah laku yang akan dihilangkan. 5. 3. Mengurangi frekuensi berlangsungnya tingkah laku yang tidak diinginkan 4. 2. atau contoh nyata langsung) 6. Dengan menggunakan berbagai teknik sebagai berikut: 1. Teknik Konseling Behavioristik Teknik konseling behavioral diarahkan pada penghapusan respon yang telah dipelajari (yang membentuk tingkah laku bermasalah) terhadap perangsang. Desensitisasi Sistematis o Memfokuskan bantuan untuk menenangkan klien dari ketegangan yang dialami dengan cara mengajarkan klien untuk rileks. 2) mempertimbangkan kembali tujuan yang akan dicapai. 3. Feedback Memberikan dan menganalisis umpan balik untuk memperbaiki dan meingkatkan proses konseling. f. Pengkondisian Aversi o Digunakan untuk menghilangkan kebiasaan buruk dengan meningkatkan kepekaan klien agar mengamati respon pada stimulus yang disenanginya dengan kebalikan stimulus tersebut 362 . Behavior therapy merumuskan suatu konsep bahwa tingkah laku menyimpang adalah disebabkan oleh prosesbelajar yang salah. o Cara: permainan peran dengan bimbingan konselor. dengan demikian respon-respon yang baru (sebagai tujuan konseling) akan dapat dibentuk. Evaluation termination Maksudnya yaitu melakukan penilaian apakah kegiatan konseling yang telah dilaksanakan mengarah dan mencapai hasil sesuai dengan tujuan konseling. Prinsip Kerja Teknik Konseling Behavioral 1. Technique implementation Maksudnya yaitu menentukan dan melaksanakan teknik konseling yang digunakan untuk mencapai tingkah laku yang diinginkan yang menjadi tujuan konseling. Konselor dan klien mendiskusikan tujuan yang telah ditetapkan klien : 1) apakah merupakan tujuan yang benar-benar diinginkan klien 2) apakah tujuan itu realistik 3) kemungkinan manfaatnya 4) kemungkinan kerugiannya. Agar klien terdorong untuk merubah tingkah lakunya penguatan tersebut hendaknya mempunyai daya yang cukup kuat dan dilaksanakan secara sistematis dan nyata-nyata ditampilkan melalui tingkah laku klien. 3. kesulitan menyatakan tidak. Mengkondisikan pengubahan tingkah laku melalui pemberian contoh atau model (film. Latihan Asertif o Digunakan untuk melatih klien yang mengalami kesulitan untuk menyatakan diri bahwa tindakannya adalah layak atau benar. Memodifikasi tingkah laku melalui pemberian penguatan. d. Konselor dan klien membuat keputusan apakah : 1) melanjutkan konseling dengan menetapkan teknik yang akan dilaksanakan. maka konsep itu digunakan dalam terapi. mengungkapkan afeksi dan respon posistif lainnya. Merencanakan prosedur pemberian penguatan terhadap tingkah laku yang diinginkan dengan sistem kontrak . tape recorder. Memberikan penguatan terhadap suatu respon yang akan mengakibatkan terhambatnya kemunculan tingkah laku yang tidak diinginkan 5. 3) melakukan referal.

dan memperkuat tingkah laku yang sudah terbentuk. model fisik. 4. o Tingkah laku yang berhasil dicontoh memperoleh ganjaran dari konselor: dapat berupa pujian sebagai ganjaran sosial.Stimulus yang tidak menyenangkan yang disajikan tersebut diberikan secara bersamaan dengan munculnya tingkah laku yang tidak dikehendaki kemunculannya o Pengkondisian ini diharapkan terbentuk asosiasi antara tingkah laku yang tidak dikehendaki dengan stimulus yang tidak menyenangkan. o 363 . model hidup atau lainnya yang teramati dan dipahami jenis tingkah laku yang hendak dicontoh. o Konselor menunjukkan kepada klien tentang tingkah laku model. Pembentukan Tingkah laku Model o Digunakan untuk membentuk tingkah laku baru pada klien. dapat menggunakan model audio.

2. Mereka juga memiliki dorongan dari dalam dirinya untuk merusak diri sendiri. mengambil keputusan. Mengevaluasi ketepatan penggunaan teknik konseling rational emotif dalam kasus. percaya pada takhayul. dan bukan terutama masalah perasaan yang diungkapkan. Menganalisis konsep dasar dan aplikasi teknik pendekatan rational emotif dalam seting individual. Konselor berusaha agar konseli makin menyadari pikiran dan kata-katanya sendiri. peserta pelatihan dapat menguasai kerangka teoretik dan praksis bimbingan dan konseling dengan cara mengaplikasikan pendekatan rational emotif dalam memberikan layanan konseling individual. menghindar dan memikirkan sesuatu. Konseling Rational-emotif banyak kesamaannya dengan terapi yang berorientasi pada kognisi. kesempatan memikirkan dan mengungkapkannya dengan kata-kata. dalam arti bahwa rationalemotif menekankan pada berfikir. berkomunikasi dengan orang lain. menganalisis dan berbuat. menunda-nunda. mencintai. Uraian Materi 1. Menguasai prosedur penggunaan teknik konseling pendekatan rational emotif. Terapi rational-emotif menjadi sebuah aliran psikoterapi yang ditujukan untuk memberi kepada konseli atau perangkat untuk mengrestrukturisasi gaya falsafah serta perilaku mereka.RATIONAL EMOTIF THERAPY A. terutama dalam hal memberi pekerjaan rumah dan dalam mengerjakan strategi untuk berfikir secara lurus dan konselipun berfungsi sebagai pelajar. dan menghindari adanya aktualisasi potensi pertumbuhan yang dimilikinya. emosi. baik yang rasional atau lurus maupun yang tidak rasional atau bengkok. keberadaannya. serta terjadinya pertumbuhan dan aktualisasi diri. melatih konseli untuk bisa berfikir dan berbuat yang lebih realistis dan rasional. evaluasi. Bahwa emosi kita terutama berasal dari keyakinan. tidak memiliki tenggang rasa. kebahagiaan. berulang-ulang melakukan kekeliruan. Konsep Dasar Terapi rational-emotif didasarkan pada suatu asumsi bahwa manusia memiliki potensi berfikir. Melalui perkembangannya rational-emotif terus menerus menekankan pada ketiga modalitas itu serta interaksinya. interpretasi serta reaksi kita terhadap situasi kehidupan. serta mengadakan pendekatan yang tegas. Pendekatan Konseling Rational-Emotive Therapy Pendekatan konseling Rational-emotif pada intinya ialah untuk mengatasi pikiran yang tidak logis tentang diri sendiri dan lingkungannya. dan oleh karenanya memberinya ciri sebagai yang menggunakan pendekatan elektik yang multimodal. Implikasi terapeutik berasal dari asumsi-asumsi berbuat. sangat direktif dan memiliki kepedulian yang seimbang antara pikiran dan perasaan dan didasarkan pada asumsi bahwa kognisi. yang mempraktekan ketrampilan yang didapatnya dari terapi dalam kehidupan sehari-hari. memperkirakan. 4. menjadi perfeksionis dan menyalahkan diri-sendiri. Indikator: 1. Mereka belajar caranya mengganti cara rasional dan sebagai hasilnya mereka mengubah reaksi emosional mereka terhadap situasi. perilaku. Rational-emotif sangatlah didaktis. melalui proses terapeutik rasional emotif konseli mempelajari keterampilan yang memberikan kepada mereka perangkat untuk mengidentifikasikan dan mempertanyakan keyakinan yang tidak rasional yang telah didapat dan sampai sekarang tetap ada karena adanya indoktrinasi diri. Menganalisis kasus yang mendasari alasan konselor menggunakan teknik konseling rational emotif. dan perilaku berinteraksi secara signifikan dan memiliki hubungan sebab akibat yang timbal balik. dan perbuatan. 3. B. 364 . dalam banyak hal terapis berfungsi seperti guru. Orang ada kecenderungan untuk menjaga kelangsungan keadaan dirinya. Kompetensi dan Indikator Setelah mempelajari bab ini.

Dengan anggapan bahwa manusia itu tidak sempurna, rasional emotif berusaha untuk menolong mereka untuk mau menerima dirinya sebagai mahkluk yang akan selalu membuat kesalahan namun pada saat yang bersamaan juga sebagai yang bisa belajar hidup damai dengan dirinya sendiri. Asumsi pokok terapi rasional emotif adalah sebagai berikut: (1) Orang mengkondisikan diri-sendiri sebagai merasakan adanya suatu gangguan dan bukan dikondisikan oleh sumber yang berasal dari luar dirinya. (2) Orang ada kecenderungan biologis dan budaya untuk berfikir berbelit-belit dan menimbulkan gangguan pada diri-sendiri sesuatu yang sebenarnya tidak perlu terjadi. (3) Manusia itu unik dalam arti bahwa mereka menemukan keyakinan yang mengganggu dan membiarkan dirinya terganggu oleh adanya gangguan itu. (4) Orang ada kapasitas untuk mengubah proses kognisi, emotif dan behavioral mereka; terutama mereka bisa memilih untuk memberikan reaksi mereka secra berbeda dengan pola yang biasanya mereka anut bisa menolak untuk memberikan dirinya menjadi marah, dan bisa melatih diri mereka sendiri sehingga pada akhirnya nanti mereka bisa bertahan mengalami gangguan yang minim selama sisa hidupnya. Pandangan tentang Kepribadian Terapi rasional emotif ini menegaskan bahwa menyalahkan merupakan inti dari sebagian besar gangguan emosional. Oleh karena itu kalau menyembuhkan nurosis atau gangguan kepribadian sebaiknya berhenti menyalahkan diri sendiri dan orang lain, melainkan adalah hal yang penting kalau mau menerima diri sendiri meskipun ada ketidak sempurnaan pada diri . Pendekatan terapi rasional emotif ini pada esensinya semua orang dilahirkan dengan dibekali oleh kemampuan untuk berfikir secara rasionil, namun juga memiliki kecenderungan kuat untuk meningkatkan hasrat dan preferensi menjadi tuntutan dan perintah ”apa yang seharusnya”, ”apa yang harus” ”apa yang seyogyanya”, yang sifatnya dogmatik dan mutlak. Apabila pada suatu preferensi dan keyakinan yang rasionil tidak akan menjadi tertekan secara proposional, memusuhi, dan mengasihani diri serta berdasarkan tuntutan-tuntutan maka mengganggu diri kita sendiri. Ide-ide yang tidak realistis dan tidak logis menciptakan perasaan yang terganggu. Menciptakan pikiran serta perasaan yang muncul dari dalam diri yang terganggu juga memiliki kekuatan untuk mengontrol masa depan emosional, dan apabila kita marah hal yang baik ada;ah apabila melihat ke ”tuntutan harus” yang dogmatik serta ”tuntutan seharusnya” yang mutlak, yang tersembunyi dalam diri. Kognisi yang sifatnya mutlak merupakan inti dari penderitaan manusia, oleh karena seringkali keyakinan ini menjadi ganjalan dan menghalangi orang dalam usahanya untuk sampai pada sasaran serta maksud yang dituju. Pada hakekatnya semua penderitaan manusia dan gejolak emosionalnya yang serius sama sekali tidak perlu ada, menciptakannya baik secara sadar atau tidak sadar, jalan pikiran kita dan cara kita dalam merasakan dalam berbagai situasi. Memiliki kapasitas untuk sadar akan dirisendiri maka bisa diamati dan mengevaluasi sasaran serta maksud tujuan dan bagaimana cara untuk mengubahnya. Biasanya perasaan dapat bisa dirubah apapun yang terjadi dengan cara secara kreatif menetapkan untuk merasakan sesuatu secara berbeda dan dengan tekad bulat menolak untuk menjadikan diri sangat resah dan tertekan karena adanya sesuatu. Orang tidak perlu harus diterima dan dicintai meskipun hal itu merupakan yang sangat diinginkan, terapis rational emotif mengajarkan pada konseli bagaimana rasanya tidak tertekan bahkan manakala mereka tidak diterima dan dicintai orang lain yang signifikan. Rasoinal emotif berusaha menolong orang mendapatkan cara untuk mengatasi depresi,keresahan, kepedihan, kehilangan rasa harga diri, dan kebencian. Berikut ini adalah beberapa ide tidak rasional yang di internalisasi dan yang pasti membawa ke penggagalan diri tersebut yakni : (1) ”Saya harus dicintai atau diterima oleh semua orang penting dalam hidup saya”. (2) ”Saya harus melakukan tugas penting secara kompeten dan sempurna”. (3) ”Oleh karena saya sangat senang menginginkan agar orang memperlakukan saya dengan penuh pengertian dan jujur maka mutlak harus berbuat seperti itu”.

365

(4) ”Apabila saya tidak mendapatkan apa yang saya inginkan maka itu merupakan hal yang sangat tidak menyenangkan dan tidak akan tahan”. (5) ”Lebih mudah menghindari kesulitan hidup dan pertanggungan jawab dari pada melakukan suatu bentuk disiplin diri yang menjadikan keuntungan”. Seperti yang telah kita lihat, dogma dasar dari terapi rational emotif adalah gangguan emosional (yang dibedakan dari perasaan duka, menyesal, dan frustasi merupakan hasil pemikiran irasional. Kualitas irasonalnya berasal dari tuntutan agar dunia ini seharusnya, seyogyanya, dan harus berbeda. Diagram berikut ini akan menjelaskan interaksi dari berbagai komponen yang sedang dibahas : A B C

D E F Keterangan : A= peristiwa yang sedang terjadi B= keyakinan C= konsekuensi emosi dan perilaku D= intervensi yang meragukan/membantah E= efek F= perasaan baru Teori A-B-C dari kepribadian menduduki posisi sentral dalam teori dan praktek rasional emotif. A adalah keberadaanya fakta, suatu peristiwa atau perilaku atau sikap seorang individu. C adalah konsekuensi emosi dan perilaku ataupun reaksi si individu; reaksi itu bisa cocok, bisa juga tidak A (peristiwa yang sedang berjalan), melainkan B, yaitu keyakinan si pribadi pada A banyak menjadi penyebab C, reaksi emosi. Misalnya apabila seseorang mengalami depresi setelah bercerai dengan suami/istrinya mungkin bukan perceraian itu sendiri yang menjadi penyebab reaksi dalam bentuk depresi itu, tetapi keyakinan si individu bahwa ia gagal, merasa ditolak, atau kehilangan pasangan. Keyakinan terhadap penolakan dan kegagalan (pada titik B) merupakan penyebab utama dari depresi (pada titik C), dan bukan peristiwa yang sesungguhnya terjadinya perceraian (pada titik A). Jadi manusia memikul sebagian besar dari tanggung jawab terciptanya reaksi serta gangguan emosi mereka sendiri. Dengan menunjukan kepada seseorang cara ia bisa merubah keyakinan irasional yang secara langsung menjadi penyebab terjadinya konsekuensi terganggunya emosi merupakan inti dari terapi rational emotif. Setelah A, B, C maka munculah D, yang meragukan/membantah pada esensinya D merupakan aplikasi dari metode ilmiah untuk menolong konseli menantang keyakinan irasional mereka. Ada tiga komponen dari proses meragukan/membantah ini : mendeteksi, memperdebatkan, dan mendekriminasi. Pertama konseli belajar caranya mendeteksi keyakinan irasional mereka, terutama kemutlakan ”seharusnya” dan ”harus”, ”sifat berlebihan”, dan ”pelecehannya pada diri-sendiri”, kemudian konseli memperdebatkan keyakinan yang disfungsional itu dengan belajar cara mempertanyakan semuanya itu secara logis dan emperis dan dengan sekuat tenaga mempertanyakannya pada diri sendiri serta berbuat untuk tidak mempercayainya. Akhirnya konseli belajar untuk mendiskriminasi keyakinan yang irasional dan rasionil. Meskipun terapi rational emotif menggunakan banyak kognitif, emotif, dan behavioral untuk menolong konseli mengalahkan keyakinan irasional mereka, ditekankannya proses meragukan ini baik pada waktu selama sesi terapi maupun di kehidupan diluar sesi terapi. Akhirnya sampailah mereka pada E, falsafah efektif yang memiliki segi praktis. Falsafah rasional yang baru dan efektif terdiri dari menggantikan pikiran yang tidak pada tempatnya dengan yang cocok. Apabila kita berhasil dalam melakukan ini kita juga menciptakan F atau perangkat perasaan yang baru. Kita tidak lagi merasakan kecemasan yang sungguh-sungguh atau merasa tertekan, melainkan merasakan segala sesuatu sesuai dengan situasi yang ada. Cara yang paling baik untuk memulai merasa lebih baik adalah mengembangkan falsafah yang efektif dan rasionil, jadi orang tidak menyalahkan diri-sendiri serta menghukum diri-sendiri berupa

366

depresi karena terjadi perceraian melainkan orang akan mencari konglusi yang rasionil dan berdasarkan empiris Untuk bisa mengubah kepribadian yang disfungsional mencakup langkahlangkah sebagai berikut : (1) mengakui sepenuhnya bahwa yang bertanggung jawab atas terciptanya masalah yang dialami (2) mau menerima pendapat bahwa kita memiliki kemampuan untuk secara signifikan mengubah gangguan-gangguan ini. (3) mengakui bahwa masalah emosional banyak berasal dari keyakinan irasional (4) melihat nilai dari sikap meragukan keyakinan yang bodoh dengan menggunakan metode yang tegas (5) menerima kenyataan bahwa apabila mengharapkan adanya perubahan sebaiknya bekerja keras dengan cara emotif behavioral untuk mengadakan kontra aksi terhadap keyakinan dan perasaan serta perbuatan yang disfungsional yang mengikutinya (6) mempraktekan metode rational emotif untuk mencabut atau merubah konsekuensi yang mengganggu disisa kehidupan kita Tujuan Konseling Tujuan utama konseling rasional-emotif ialah menunjukan dan menyadarkan konseli bahwa cara berfikir yang tidak logis itulah merupakan penyebab gangguan emosionilnya. Atau dengan kata lain konseling rational-emotif ini bertujuan membantu konseli membebaskan dirinya dari berfikir atau ide-idenya yang tidak logis dan menggantinya dengan cara-cara yang logis. Untuk bisa mencapai sasaran yang telah disebutkan diatas ada beberapa langkah diantaranya : (1) menunjukan kepada konseli bahwa mereka telah menggunakan banyak hal ”seharusnya”, ”seyogyanya”, dan ”harus” yang irasional. Konseli belajar untuk memisahkan keyakinan mereka yang irasional dari yang rasional (2) dalam proses terapeutik membawa konseli melampui tahap kesadaran, dengan kata lain konseli tetap saja mengindoktrinasi diri serta mereka banyak memikul tanggung jawab atas adanya masalah yang dialami. (3) Menolong mereka memodifikasikan pemikiran dan meninggalkan ide yang irasional. (4) Menantang konseli untuk mengembangkan falsafah hidup yang rasional sehingga dimasa depan bisa menghindarkan diri untuk tidak menjadi korban dari keyakinan irasional yang lain. Hubungan Pertolongan (Helping Relationship) RET mempunyai karakteristik dalam helping relationshipnya sebagai berikut: 1. Aktif Direktif: artinya dalam hubungan konseling atau terapeutik disini terapis atau konselor lebih aktif dalam membantu mengarahkan konseli dalam menghadapai dan memecahkan masalahnya. 2. Kognitif Rasional: artinya bahwa hubungan yang dibentuk berfokus pada aspek kognitif dari konseli dan berintikan pemecahan masalah yang rasional. 1. Emotif Eksperiensial: bahwa hubungan yang dibetuk juga harus melihat aspek emotif konseli dengan mempelajari sumber-sumber gangguan emosional sekaligus membongkar akar-akar keyakinan yang keliru mendasari gangguan tersebut. 2. Behavioristik: artinya bahwa hubungan yang dibentuk harus menyentuh dan mendorong terjadinya perubahan behavioral (tingkah laku dalam diri konseli). 3. Kondisional: artinya bahwa hubungan dalam RET dilakukan dengan membuat kondisi-kondisi tertentu terhadap konseli berbagai teknik kondisioning untuk mencapai tujuan konseling. Fungsi dan peranan konselor dalam RET adalah: 1. Konselor bertugas mendorong dan meyakinkan kepada konseli bahwa konseli harus memisahkan keyakinannya yang rasional dari keyakinannya yang irasional. 2. Konselor menunjukkan kepada konseli bahwa berpikir yang ilogis sebenarnya adalah sumber dari gangguan terhadap kepribadiannya. 3. Konselor mencoba mengarahkan kepada konseli untuk berpikir dan membebaskan dari ide-ide yang tidak rasional.

367

4. Mengajarkan konseli bagaimana mengaplikasikan pendekatan ilmiah, objektif
dan logis dalam berpikir dan selanjutnya melatih diri untuk menghayati sendiri bahwa ide-ide irasional hanya akan mengembangkan perilaku dan perasaanperasaan yang dapat menghancurkan atau merusak diri sendiri. Hubungan antara konselor dan konseli dalam RET adalah sebagai berikut: 1. Hubungan hendaknya dalam suasana informal. 2. Hubungan sebaiknya konselor aktif, direktif tetapi juga objektif sehingga dari pola hubungan yang demikian itu secara tidak langsung akan menjadi anutan konseli. 3. Konselor sebagai model untuk konseli. Dengan model ini, konseli dapat menginternalisasikan sistwm nilai tertentu yang dapat melawan sistem nilai dan keyakinannya yang salah. 4. Hubungan di sini perlu adanya full tolerance and unconditional positive regard yang harus diciptakan oleh konselor untuk menghilangkan perasaan-perasaan bersalah dari konseli. 5. Konselor hendaknya menerima diri konseli sebagai seorang manusia yang berharkat dan bernilai. C. Teknik Konseling Teknik konseling yang digunakan dalam RET adalah sebagai berikut: 1. Teknik Assertive Training: yaitu teknik yang digunakan untuk melatih, mendorong dan membiasakan konseli untuk secara terus-menerus menyesuaikan dirinya dengan pola tertentu yang diinginkan. Contoh: Seorang murid pemalu diberikan latihan pembiasaan diri agar perasaan malunya hilang melalui latihan berdiri di depan kelas, memimpin kelompok kecil, latihan berdiskusi dan sebagainya. Namun latihan ini secara bertahap, sehingga konseli secara tidak langsung perasaan malunya hilang. Jika dalam tahap tertentu konselor menilai bahwa perasaan malu konseli telah berkurang, maka selanjutnya diberikan informasi penyadaran bahwa sesungguhnya perasaannya itu hanya disebabkan oleh penilaian dan persepsinya terhadap diri sendiri yang keliru dan tidak rasional. 2. Teknik Sosiodrama: yaitu teknik yang digunakan untuk mengekspresikan berbagai jenis perasaan yang menekan konseli, melalui suatu suasana yang didramasasikan sehingga konseli dapat secara bebas mengungkapkan dirinya sendiri secara lisan, tulisan maupun melalui gerakan-gerakan dramatis. Teknik ini dilakukan untuk melatih perilaku verbal dan non verbal yang diharapkan konseli. 3. Teknik Self Modeling: yaitu teknik yang digunakan dengan meminta konseli untuk berjanji atau mengadakan komitmen dengan konselor untuk menghilangkan perasaan atau perilaku tertentu. Dalam self modeling ini, konseli diminta untuk tetap setia pada janjinya dan secara terus-menerus menghindarkan dirinya dari perilaku negatif. 4. Teknik Imitasi: yaitu teknik yang digunakan di mana konseli diminta untuk menirukan secara terus-menerus suatu model perilaku tertentu dengan maksud melawan perilakunya sendiri yang negatif. 5. Teknik-teknik Behavioristik a. Teknik Reinforcement yaitu teknik yang digunakan untuk mendorong konseli ke arah perilaku yang lebih rasional dan logis dengan jalan memberikan pujian verbal (reward) ataupun punishment. Bila perilaku konseli mengalami kemajuan dalam arti positif, maka ia dipuji ”baik” dan bila mundur berperilaku negatif maka dikatakan ”buruk”. Teknik ini dimaksudkan untuk membongkar sistem nilai dan keyakinan yang irasional pada konseli dan menggantinya dengan sistem nilai yang positif. Dengan memberikan reward atau punishment, maka konseli akan menginternalisasikan sistem nilai yang diharapkan kepadanya. b. Teknik Social Modeling yaitu teknik yang digunakan untuk membentuk perilaku-perilaku baru pada konseli. Teknik ini dilakukan agar konseli dapat hidup dalam suatu model sosial yang diharapkan dengan mengimitasi, mengobservasi dan menyesuaikan dirinya

368

dengan social model yang dibuat itu. Dalam teknik ini, konselor mencoba mengamati bagaimana proses konseli mempersepsi, menyesuaikan dirinya dan menginternalisasi norma-norma dalam sistem model sosial dengan masalah tertentu yang telah disiapkan oleh konselor. Model-model dalam social model antara lain: • Live models, digunakan untuk menggambarkan perilaku-perilaku tertentu, khususnya situasi-situasi interpersonal yang kompleks dalam bentuk percakapan sosial, interaksi dengan orang tua, orang dewasa, guru atau dengan teman-teman sekelompoknya. Dalam live models ini, konseli dilatih untuk mengidentifikasikan dirinya dengan orang-orang tertentu yang menjadi model untuk kehidupan dan perilakunya. • Filmed models, suatu model perilaku yang difilmkan, sehingga konseli dapat mengimitasikan dan mengidentifikasikan dirinya dengan model perilaku yang dimunculkan dalam film. 6. Teknik Counter Conditioning: yaitu teknik yang digunakan untuk menanggulangi perilaku-perilaku seperti anxiety, fears, phobia, defensive, dan perilaku maladaptive lainnya. Beberapa jenis teknik counter conditioning antara lain: a. Systematic Desensitization, dalam teknik ini konselor menciptakan suatu kondisi atau situasi tertentu yang secara potensial merupakan penyebab dari munculnya perasaan negatif konseli, namun situasi itu memberikan keadaan yang rileks kepada konseli itu sendiri. Misalnya seorang konseli menderita phobia terhadap orang mati. Dalam keadaan ini konselor dapat menciptakan suatu kondisi misalnya melewati kuburan dengan perangsang tertentu sehingga konseli hanya merasakan rileksnya kuburan itu. b. Teknik Relaxation, teknik ini digunakan bila kondisi konseli sedang berada dalam tahap petentangan antara keyakinannya yang irasional dan menimbulkan ketegangan. Pada saat yang demikian diperlukan teknik relaxation untuk menghilangkan ketegangan dalam diri konseli. c. Teknik Self Control, teknik ini untuk memodifikasi perilaku konseli dengan jalan membangkitkan dan mengembangkan self controlnya. Inti utama dari teknik ini adalah bagaimana konseli dapat mengendalikan diri berdasarkan pemikiran-pemikiran yang rasional untuk menghilangkan keinginan-keinginan, nafsu-nafsu ataupun dorongan yang negatif. 7. Teknik-teknik Kognitif Teknik ini digunakan dengan maksud melawan sistem keyakinan yang irasional dari konseli serta perilakunya yang negatif. Dengan sistem ini konseli didorong dan dimodifikasi aspek kognitifnya agar dapat berpikir dengan cara yang rasional dan logis. Beberapa teknik kognitif yang cukup dikenal ialah: a. Home Work Assigment, dalam teknik ini konseli diberikan tugas-tugas rumah untuk melatih, emmbiasakan diri serta menginternalisasikan sistem nilai tertentu yang menuntun pola perilaku yang diharapkan untuk mengurangi atau menghilangkan ide-ide atau perasaanperasaan yang irasional atau ilogis dalam situasi-situasi tertentu, mempraktekkan respon-respon tertentu, berkonfrontasi dengan self verbalizationnya yang mendahului, mempelajari bahan-bahan tertentu yang ditugaskan untuk mengubah aspek kognisinya yang keliru, mengadakan latihan-latihan tertentu berdasarkan tugas yang diberikan. Selanjutnya pelaksanaan tugas yang diberikan konselor dilaporkan oleh konseli dalam suatu pertemuan tatap muka dengan konselor. Teknik ini sebenarnya dimaksudkan untuk membina dan mengembangkan sikap-sikap yang bertanggung jawab, kepercayaan pada diri sendiri serta kemampuan untuk self direction, self management diri sendiri serta mengurangi ketergantungannya kepada konselor. b. Teknik Bibliotherapy, teknik ini untuk membongkar akar-akar keyakinan yang irasional dan ilogis dalam diri konseli serta melatih konseli dengan cara-cara berpikir rasional dan logis dengan

369

d. e.

f.

g.

mempelajari bahan-bahan bacaan yang telah dipilih dan ditentukan oleh konselor. c. Teknik Diskusi, teknik ini konseli dapat mempelajari pengalaman-pengalaman orang lain serta dapat menimba berbagai informasi yang dapat mempengaruhi dan mengubah keyakinannya serta cara berpikir yang irasional dan tidak objektif. Teknik simulasi, teknik ini digunakan untuk memberi kemungkinan kepada konseli mempraktekkan perilaku-perilaku tertentu emlalui suatu kondisi simulatif yang mendekati kenyataan. Teknik Gaming, teknik ini terutama digunakan untuk melatih dan menempatkan konseli dalam peran tertentu. Misalnya peran sebagai seorang ayah, seorang guru, dan seorang pemimpin kelas. Dalam kondisi ini konseli dilatih dan belajar mengidentifikasikan dirinya dengan peranan dari figur tertentu yang ada dalam lingkungan sosialnya. Teknik Paradoxical Intention (keinginan yang berlawanan), teknik ini didasarkan pada asumsi bahwa seseorang yang mulai memperlihatkan keinginan atau hasrat yang tidak baik (negatif) dengan sendirinya akan menjadi jera dengan jalan menciptakan kondisi yang hiperintention, yakni mempertinggi hasrat atau keinginan, sehingga pada titik kulminasi tertentu orang itu akan menghilangkan sama sekali keinginannya itu. Misalnya seorang murid yang biasa ribut dalam kelas, kepadanya diberikan kesempatan untuk ribut seenaknya. Pada saat tertentu, pasti anak atu akan bosan dan berhenti dengan sendirinya. Seorang anak yang takut pada dentuman keras, maka kepadanya diperdengarkan bunyi dentuman keras secara terus-menerus dengan kadar yang lebih tinggi. Pada saat tertentu pasti ketakutan anak ini menjadi hilang dengan sendirinya. Teknik Asertive, teknik digunakan untuk melatih keberanian diri konseli dalam mengekspresikan perilaku-perilaku tertentu yang diharapkan melalui: role playing dan social modeling. Teknik asertive ini digunakan untuk: 1. Mendorong kemampuan konseli mengekspresikan seluruh hal yang berhubungan dengan emosinya. 2. Membangkitkan kemampuan konseli dalam mengungkapkan hak asasinya sendiri tanpa menolak atau memusuhi hak asasi ornag lain. 3. Mendorong kepercayaan pada kemampuan diri sendiri. 4. Meningkatkan kemampuan untuk memilih perilaku-perilaku asertive yang cocok untuk dirinya sendiri.

D.

Panduan Praktik

Format 1

PEDOMAN OBSERVASI PRAKTIK PENDEKATAN KONSELING RASIONAL-EMOTIF : ………………………….. : ………………………….. : …………………………..

Konselor Konseli Pengamat

Petunjuk : Berilah tanda silang pada jenjang skala yang disediakan sesuai dengan keadaan yang saudara amati, dengan rambu-rambu: Skala 0, bila keterampilan tersebut tidak dilakukan Skala 1, bila keterampilan tersebut dilakukantetapi tidak tepat Skala 2, bila keterampilan tersebut dilakukan dengan tepat NO 1 TAHAPAN/KETERAMPILAN KONSELOR Langkah 1 0 SKALA 1 2

370

2

3

4

Menunjukkan kepada konseli bahwa mereka telah menggunakan banyak hal-hal ”seharusnya”, ”seyogyanya” dan harus yang irasional. Konseli belajar untuk memisahkan keyakinan mereka yang irasional dari yang rasional. Konselor mendorong, menghimbau, dan kadang-kadang sampai-sampai mengarahkan konseli untuk melibatkan diri dalam kegiatan yang akan menangkis propaganda itu. Langkah 2 Membawa konseli melampaui tahap kesadaran. Hal ini ditunjukkan konseli dengan membiarkan gangguan emosional mereka tetap aktif dengan terus berpikir tidak logis dan mengulang-ulang makna secara falsafah menggagalkan diri sendiri (konseli mengindoktrinasi diri dengan banyak memikul tanggung jawab atas adanya masalah yang dialami). Langkah 3 Menolong konseli memodifiasikan pemikiran dan meninggalkan ide yang irasional dengan cara membantu konseli untuk bisa memahami lingaran setan dari proses menyalahkan diri yang ada dalam diri konseli. Langkah 4 Menantang konseli untuk mengembangkan falsafah hidup yang rasional sehingga di masa depan mereka bisa memberi jaminan bahwa rasa takut yang tidak logis tidak akan muncul. Oleh karena itu, apa yang didambakan adalah adalah menyerang inti dari pemikiran irasional dan mengajar konseli cara menggantikan keyakinan dan sikap yang tidak rasional itu dengan yang rasional. Semarang, Mei 2012 Pengamat

Format 2
PEDOMAN OBSERVASI PRAKTIK PENDEKATAN KONSELING RASIONAL-EMOTIF Konselor : ………………………….. Konseli : ………………………….. Pengamat : ………………………….. Petunjuk : Berilah tanda silang pada jenjang skala yang disediakan sesuai dengan keadaan yang saudara amati, dengan rambu-rambu: Skala 0, bila keterampilan tersebut tidak dilakukan Skala 1, bila keterampilan tersebut dilakukantetapi tidak tepat Skala 2, bila keterampilan tersebut dilakukan dengan tepat NO 1 TAHAPAN/KETERAMPILAN KONSELOR Langkah 1 Menunjukkan kepada konseli bahwa mereka telah menggunakan banyak hal-hal ”seharusnya”, ”seyogyanya” dan harus yang irasional. Konseli belajar untuk memisahkan keyakinan mereka yang irasional dari yang rasional. Konselor mendorong, menghimbau, dan kadang-kadang sampai-sampai mengarahkan konseli untuk melibatkan diri dalam kegiatan yang akan menangkis propaganda itu. 0 SKALA 1 2

371

2

3

4

Langkah 2 Membawa konseli melampaui tahap kesadaran. Hal ini ditunjukkan konseli dengan membiarkan gangguan emosional mereka tetap aktif dengan terus berpikir tidak logis dan mengulang-ulang makna secara falsafah menggagalkan diri sendiri (konseli mengindoktrinasi diri dengan banyak memikul tanggung jawab atas adanya masalah yang dialami). Langkah 3 Menolong konseli memodifiasikan pemikiran dan meninggalkan ide yang irasional dengan cara membantu konseli untuk bisa memahami lingaran setan dari proses menyalahkan diri yang ada dalam diri konseli. Langkah 4 Menantang konseli untuk mengembangkan falsafah hidup yang rasional sehingga di masa depan mereka bisa memberi jaminan bahwa rasa takut yang tidak logis tidak akan muncul. Oleh karena itu, apa yang didambakan adalah adalah menyerang inti dari pemikiran irasional dan mengajar konseli cara menggantikan keyakinan dan sikap yang tidak rasional itu dengan yang rasional. Semarang, Mei 2012 Konseli

372

ALAT PENILAIAN KEMAMPUAN KONSELOR DALAM MELAKSANAKAN KONSELING INDIVIDUAL
Petunjuk Pengisian :

Nama Peserta ………………………. Nomor ……………………….

:

1.

Isilah format sesuai dengan pengamatan Bapak/Ibu selama peserta praktik Nama Mahasiswa : 2. Untuk setiap deskriptor berilah skor : (5) sangat baik, (4) baik,

:

Aspek yang Dinilai

Deskriptor 1

Skor Praktik ke 2

3

A. Tingkah laku nonverbal yang sesuai

1. Ekspresi wajah yang 2. Posisi tubuh terbuka
membe-rikan perhatian (tidak melipat kaki atau tangan) 3. Posisi tubuh atentif (condong ke depan) 4. Memberikan respon non-verbal (anggukan kepala) 5. Kontak mata

MeMemperlihatkan B. karakteristik personal konselor

6. Empati (verbal atau
non ver-bal) 7. Penerimaan tanpa syarat 8. Ketulusan 9. Keterbukaan 10. Tidak menilai/menyalahkan/mengkritik 11. Tidak memberikan solusi 12. Kehangatan

C. Menampilkan
keterampilanketerampilan sebagai konselor

13.

Mengawali/membu ka kon-seling (opening) 14. Mendengar aktif (active listening) 15. Memperjelas (clarifying) 16. Merefleksikan perasaan (reflecting feelings) 17. Mengulang kembali (restating/paraphrasing) 18. Bertanya (questioning) 19. Membatasi (structuring) 20. Menyimpulkan (summariz-ing)

373

21. Mengkonfrontasi
(confront-ing) 22. Menentukan tujuan (setting goals) 23. Memberikan umpan balik (giving feedback) 24. Menghubungkan (linking) 25. Merintangi (blocking) 26. Mengakhiri (terminating) D. Menampilkan keterampilan konseling

27. Merencanakan
dan menen-tukan tujuan 28. Mengidentifikasi masalah 29. Mengidentifikasi berbagai alternatif 30. Menetapkan alternatif yang terbaik Jumlah total

Keterangan: Deskriptor-deskriptor dari aspek yang dinilai belum tentu ditampilkan semua oleh konselor, misalnya deskriptor dari keterampilan sebagai konselor belum tentu semua perlu dipergunakan dalam suatu sesi konseling. Oleh karena itu, penilaian juga memperhatikan hal tersebut. Penilaian Ada dua tahap penghitungan nilai, yaitu: 1. Nilai setiap sesi praktik konseling Jumlahkan skor kemudian dibagi dengan jumlah aspek yang dapat terlihat dalam praktik konseling. Bila terdapat aspek yang tidak dapat diobservasi, aspek tersebut tidak diikutkan dalam pembagian. NILAI = ∑ skor -------------------------------∑ aspek yang diobservasi

2. Nilai akhir adalah nilai rata-rata dari praktik konseling ke-1 hingga ke-3. N1 + N2 + N3 NILAI AKHIR= ------------------- X 100 3 3. Untuk mendapatkan nilai (kualitas) praktik konseling individual, nilai akhir pada no. 2 dibandingkan dengan kriteria sebagai berikut: Prosentase 85 % - 100 % 70 % - 84 % 60 % - 69 % 50 % - 59 % < 50 % Kualitas Sangat Baik Baik Cukup Kurang Baik Sangat Kurang Huruf Mutu A B C D E

Semarang, …………………… 374 Instruktur PLPG

E.

Latihan Untuk memperdalam pemahaman dari materi kegiatan ini, peserta diminta untuk melakukan beberapa latihan di bawah ini. 1. Diskusikan apa makna dari Pendekatan yang baik dalam proses konseling. 2. Buatlah latihan cara meringkas dan menggeneralisasikan data pada proses konseling rasional emotif. 3. Diskusikan dan instropeksi atas kondisi diri sendiri, apakah selama ini proses konseling yang dilakukan sudah memenuhi tingkatan keprofesionalan seperti yang dinyatakan oleh Prayitno (2005:1). 4. Peserta diminta untuk memisahkan keyakinan yang irasional dan rasional dalam kajian konseling rasional-emotif. 5. Peserta diminta menstimulasikan proses konseling rasional-emotif dalam kelompok kecil dan dievaluasi melalui format observasi yang tertera pada format 1. F. Lembar Kegiatan Kegiatan ini akan dapat mengarah pada kompetensi yang diharapkan, maka pencapaiannya diperlukan langkah-langkah, sebagai berikut: 1. Peserta diminta untuk memahami materi secara individual, kemudian mendiskusikan dalam kelompok kecil. 2. Peserta diminta untuk membuat rencana simulasi tentang proses konseling rasional-emotif. 3. Peserta menstimulasikan dan disertai dengan pemberian feedback dari anggota kelompok. G. Rangkuman Konselor dalam melaksanakan konseling hendaknya memahami pendekatan yang akan digunakan. Pendekatan dapat dijadikan acuan dalam menyelenggarakan konseling. Terdapat lima kriteria pendekatan yang baik yaitu: 1) Jelas, 2) Komprehensif, 3) Ekplisit, 4) Parsimonius, dan 5) menghasilkan penelitian yang bermanfaat. Pemahaman konselor terhadap pendekatan secara baik sangat dibutuhkan dalam proses konseling, karena pendekatan itu mempunyai fungsi umum: 1. Meringkaskan dengan menggeneralisasikan satu kesatuan informasi. 2. Membantu dalam pemahaman dan penjelasan suatu fenomena yang kompleks. 3. Sebagai prediktor bagi suatu kondisi tertentu. 4. Mendorong penelitian dan pengumpulan data lebih lanjut. Dalam proses konseling terdapat lima tingkatan keprofesionalan yaitu: konseling diselenggarakan secara pragmatis, dogmatis, sinkretik, elektik, dan mempribadi. Pendekatan konseling Rational-emotif pada intinya ialah untuk mengatasi pikiran yang tidak logis tentang diri sendiri dan lingkungannya. Konselor berusaha agar konseli makin menyadari pikiran dan katakatanya sendiri, serta mengadakan pendekatan yang tegas, melatih konseli untuk bisa berfikir dan berbuat yang lebih realistis dan rasional. Konseling Rational-emotif banyak kesamaannya dengan terapi yang berorientasi pada kognisi, perilaku, dan perbuatan, dalam arti bahwa rational-emotif menekankan pada berfikir, memperkirakan, mengambil keputusan, menganalisis dan berbuat. Rational-emotif sangatlah didaktis, sangat direktif dan memiliki kepedulian yang seimbang antara pikiran dan perasaan dan didasarkan pada asumsi bahwa kognisi, emosi, dan perilaku berinteraksi secara signifikan dan memiliki hubungan sebab akibat yang timbal balik. Melalui perkembangannya rational-emotif terus menerus menekankan pada ketiga modalitas itu serta interaksinya, dan oleh karenanya memberinya ciri sebagai yang menggunakan pendekatan elektik yang multimodal.

375

DAFTAR PUSTAKA Burk, H.M & Stefflre, B. 1979. Theories of Counseling. New York: McGraw-Hill Book Company. Corey, Gerald. 1999. Teori dan Praktik Konseling dan Psikoterapi. Bandung: PT. Eresco. Geldard Kathryn. 2011. Keterampilan Praktik Konseling .Yogyakarta: Pustaka Belajar Hansen, A.J. 1951. Counseling, Teori and Process. Boston: Allyn and Bacon. Hariastuti, Retno Tri. 2007. Ketrerampilan-Keterampilan Dasar Konseling. Surabaya: UNESA Press. Myrick, D. Robert. 1979. Developmental Guidance and Counseling : A Practical Approach . Boston: Hougton Mifflin Company. Nurihsan, Juntika. 2005. Strategi Layanan Bimbingan dan Konseling. Bandung: Refika Aditama. -------------------. 2005. Ketrerampilan Konseling. Surabaya: Offset Mapan. Nursalim, Mochamad. 2002. Layanan Bimbingan dan Konseling. Surabaya: UNESA Press. Prayitno. 2004. Layanan Konseling Individual (L.5). Padang: Jurusan Bimbingan dan Konseling FIP UNP. Walgito, Bimo. 2004. Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Yogyakarta: Andi Winkel W.S dan Sri Hastuti. 2004. Bimbingan dan Konseling di Institusi pendidikan. Yogyakarta: Media Abadi.

376

Kelompok pada dasarnya didukung dan terbentuk melalui perkumpulannya sejumlah orang. sehingga dengan demikian kumpulan tersebut menjadi sebuah kelompok. selanjutnya kerumunan ini dapat berkembang menjadi kelompok. C. Latar Belakang Terbentuknya berbagai kelompok dalam kehidupan manusia merupakan wujud dari hakikat kemanusiaan. B. 3. tujuan. 2. Kerumunan dapat berubah menjadi kelompok. yaitu kalau unsur penarik perhatian (objek yang menimbulkan kerumunan) dan unsur-unsur pengikat antara orang-orang yang berkumpul (yang menimbulkan kelompok) menjadi hilang. Manusia adalah makhluk social yang tak mungkin dapat hidup berkembang secara layak apabila ia hidup sendiri dan menyendiri. Lebih jauh kerumunan dapat membentuk kelompok. 2. Kumpulan orang-orang itu kemudian menjunjung suatu atau beberapa kualitas tertentu. yaitu kalau unsur-unsur hubungan antara orang-orang yang nada di dalamnya ditingkatkan. Oleh karena itu. yaitu apabila ke dalam kerumunan itu dimasukkan ikatan-ikatan atau “kualitas” tertentu yang mengenai orang-orang yang berkumpul itu. khususnya dari dimensi kesosialannya. yaitu kalau berkumpulnya orang-orang itu disebabkan karena adanya suatu kejadian atau objek yang menarik perhatian mereka sedangkan diantara orang-orang itu tidak asa saling kaitan sama sekali. Pada tingkat yang paling awal. Menjelaskan konsep dasar dan proses terbentuknya kelompok dan pengembangannya dalam konseling kelompok. serta membentuk kelompok-kelompok. Berkumpulnya sejumlah orang yang masing-masing tidak mempunyai hubungan itu membentuk apa yang disebut kerumunan. Terampil menyusun perencanaan dan mempraktikkan layanan bimbingan dan konseling kelompok. jenis-jenis kelompok dan keanggotaannya. sedang berkumpulnya sejumlah orang yang saling berkaitan satu sama lain membentuk apa yang disebut kelompok. Menjelaskan tahap-tahap perkembangan kelompok dalam penyelenggaraan layanan bimbingan dan konseling kelompok. Praktik layanan bimbingan dan konseling kelompok. Sebaliknya. manusia selalu berusaha hidup dalam kumpulannya dan dalam kebersamaannya. PENDAHULUAN A. Metode 1. yaitu apabila unsur-unsur pengikat antar anggota kelompok makin mengendor. Kerumunan dan kelompok dapat berubah menjadi sekedar kumpulan orang-orang belaka. sejumlah orang berkumpul membentuk kerumunan. Tujuan 1. Paparan kegiatan dan tahapan bimbingan dan konseling kelompok. Paparan pengertian. suatu kelompok dapat berubah menjadi kerumunan. Berkumpulnya sejumlah orang dapat membentuk suatu kerumunan. 3. yaitu kalau terhadap orangorang yang berkumpul itu berlaku hubungan atau kaitan tertentu antar otang tersebut. 377 .I.

Cara pengklasifikasian yang umum dipakai adalah pengklasifikasian “dia tipe” atau “dua arah”. b. melibatkan dirinya. (d) tujuannya untuk memuaskan kebutuhan-kebutuhan emosional anggotanya. Kelompok primer dan kelompok sekunder Kelompok primer adalah kelompok yang anggota-anggotanya bertemu secara langsung. Mendeskripsikan proses terbentuknya kelompok Menyebutkan macam-macam kelompok Mendeskripsikan unsur-unsur utama suasana kelompok Mendeskripsikan bentuk dan peran anggota kelompok B. kelompok formal dan kelompok informal. In-group dan out-group In-group adalah kelompok dimana individu-individu anggotanya dengan sadar mengidentifikasi dirinya. hubungannya akrab. dan sebagainya. khususnya dalam situasi-situasi sosial tertentu. d. dan andaikata ada peraturan maka aturan itu sifatnya sementara (b) keanggotaannya bersifat sukarela dan biasanya sangat homogen. (e) ada hubungan pribadi yang mendalam diantara anggota-anggotanya. a. Di dalam kelompok sekunder terdapat pimpinan dan anggota yang formal. memikirkan dan sikap kerjasama. kelompok terorganisasikan dan kelompok tidak terorganisasikan. Kelompok sosial mempunyai ciri-ciri: (a) keanggotaannya bersifat sukarela maupun tidak sukarela dalam arti seseorang dapat menjadi anggota kelompok bukan karena keinginannya sendiri tetapi karena ditunjuk untuk mewakili organisasi tertentu. Kelompok sekunder adalah kelompok yang hubungan anggotanya tidak Langsung. Kelompok psikologis dan kelompok sosial Kelompok psikologis atau psyche group adalah kelompok yang mempunyai ciri: (a) bersifat informal dalam arti hampir tidak mempunyai peraturan-peraturan.II. Individu lain tidak boleh masuk ikut kegiatan kelompok selama proses kelompok berlangsung. ada peraturan yang mengatur kegiatan pemimpin hubungan antara anggota anggotanya dan hubungan luar kelompok. 4. (d) kegiatannya berorientasi pada tugas atau pada pemecahan masalah. Dalam pengklasifikasian seperti itu dikenali adanya kelompok primer dan kelompok sekunder. Kelompok berkesinambungan juga sering disebut dengan nama kelompok terbuka. 2. 378 . kelompok social dan kelompok psikologikal. maupun pekerjaan. c. saling membantu dan bersama-sama memecahkan masalah yang dihadapi. dan diikutsertakan dalam kegiatan-kegiatan kelompoknya. Jenis Kelompok Jenis-jenis kelompok dibedakan atas beberapa klasifikasi. yang satu metrupakan kebalikan dari yang lain. Uraian Materi 1. (c) jumlah anggotanya kecil pada umumnya dua tiga atau empat orang. Out-group yaitu individu dianggap sebagai out-group karena tidak melibatkan diri dengan kegiatan-kegiatan kelompok dan tidak diikutsertakan oleh kelompoknya. 3. kedudukan. Lebih bersifat formal dai pertemuan antara anggota-anggotanya berlangsung pada saat-saat tertentu saja. Tujuan 1. (c) mempunyai tujuan tertentu yang ditetapkan oleh anggotaanggotanya dan biasanya bersifat sosial. tetapi tujuan ini biasanya tidak dirumuskan secara tegas karena adanya perasaan senasib. Kelompok tertutup dan kelompok terbuka/berkesinambungan Kelompok tertutup adalah kelompok yang jumlah anggotanya tetap yaitu individu-individu yang dan awal sampai akhir menjadi anggota kelompok tersebut. JENIS KELOMPOK DAN KEANGGOTAAN KELOMPOK A. adalah kelompok yang anggotanya dapat bertambah selama proses kelompok berlangsung. (b) anggotanya heterogen baik dalam hal umur. Keberadaan dan keterlibatan individu dalam kegiatan ditentukan oleh sikap-sikapnya seperti sikap membantu.

Kegiatan ataupun kehidupan kelompok itu sebagian besar didasarkan atas peranan para anggotanya. Unsur utama suasana kelompok menurut para ahli hendaknya diperhatikan dalam menilai kehidupan sebuah kelompok. Anggota kelompok Tidak semua kumpulan orang atau individu dapat dijadikan anggota bimbingan dan konseling bimbingan. mampu tegak sebagai perorangan yang sedang mengembangkan kediriannya dalam hubungannya dengan orang lain. maka pengembangan pribadi kedirian tidak boleh merusak kehidupan pribadi-pribadi orang lain. diharapkan dapat merupakan umpan bagi pengembangan pribadi masing-masing anggota kelompok. Peranan kelompok tidak akan terwujud tanpa keikutsertaan secara aktif para anggota kelompok. dalam batas-batas tertentu suatu kelompok dapat melakukan kegiatan tanpa kehadiran peranan pemimpin kelompok sama sekali. (4) itikad dan sikap terhadap orang lain. sehingga masing-masing individu berupaya mewujudkan kediriannya secara penuh dengan selalu mengingat kepentingan orang lain. Untuk terselenggaranya konseling kelompok seorang konselor perlu membentuk kumpulan individu menjadi sebuah kelompok yang memiliki persyaratan. bertenggang rasa atau tepo sliro. Corey & Corey (1987) yaitu: kelompok bimbingan (guidance group).Selain pembagian kelompok tersebut ada pembagian lain yang dikemukakan oleh beberapa ahli misalnya Gazda (1089). konseling kelompok. Pengembangan pribadi kedirian dan kepentingan orang lain atau kelompok harus dapat saling menghidupi. kelompok psikoterapi atau psychotherapy group. dapat merupakan wahana dimana masing-masing anggota kelompok itu (secara perorangan) dapat memanfaatkan semua informasi. dan bahkan Lebih dan itu. kelompok konseling atau counseling group. (5) kemampuan mandiri. baik ataupun kurang baik dengan memperhatikan pada (1) saling hubungan yang dinamis antar anggota. melegakan ataupun bersifat menguntungkan bagi setiap peserta kelompok. kelompok latihan keterampilan hidup (life skills training groups). Secara ringkas peranan para anggota kelompok sangatlah menentukan. Menurut alur dan patut yang berlaku dimasyarakat. Unsur-unsur utama suasana kelompok Suasana kelompok yaitu antar hubungan dari semua orang yang terlibat dalam kelompok. Suasana kelompok justru kadang-kadang terasa mencekam. Keanggotaan merupakan salah satu unsur pokok dalam proses kehidupan kelompok. tanggapan dan berbagai reaksi pun dapat merupakan peluang yang amat berharga bagi perorangan yang bersangkutan Kesempatan timbal balik inilah yang merupakan dinamika dan kehidupan kelompok itu yang akan membawakan kemanfaatan bagi para anggotanya. kelompok pertemanan (encounter groups). merisaukan ataupun merugikan perorangan tertentu anggota kelompok itu. kelompok • pengembangan organisasi (organizational development groups). dan sebaiknya keperluan kehidupan orang lain dan kehidupan kelompok pada umumnya jangan sampai pula mematikan perkembangan pribadi kedirian perorangan. Dan segi kesempatan mengemukakan pendapat. Namun demikian betapapun suasana kelompok itu dirasakan sebagai suasana yang positif ataupun negatif. kelompok latihan kepekaan (sensitivity groups). Oleh karena itu maka tiap individu mampu untuk mengendalikan diri. ini tidak berarti bahwa kedirian seseorang Lebih ditonjolkan daripada kehidupan kelompok secara umum. dan psikoterapi kelompok. Apabila disebut: kemanfaatan disini tidaklah berarti bahwa suasana kelompok selalu serta menyenangkan. 2. Melalui dinamika kehidupan kelompok itu hendaknya setiap anggota kelompok. 379 . Tanpa anggota tidaklah mungkin jadi kelompok. bimbingan kelompok. Lebih tegas dapat dikatakan bahwa anggota kelompok justru merupakan badan dan jiwa kelompok itu. dan sifat kegiatan kelompok. kelompok latihan hubungan antar manusia yang sistematis (Systematic human relation training groups). 3. kelompok latihan (T-Groups). (2) tujuan bersama. (3) hubungan antara besarnya kelompok (banyak anggota). tanggapan dan berbagai reaksi dan anggota kelompok lainnya untuk kepentingan dirinya yang bersangkut-paut dengan masalahnya itu.

4) Membantu tersusunnya aturan kelompok dan berusaha mematuhinva dengan baik. Misalnya. Jika perbedaan di antara para anggota itu amat besar. akan secara nyata mampu meningkatkan kemampuan anggota-anggota yang kurang/tidak pandai. dan juga untuk orangorang dewasa. yaitu dinamika kelompok akan “kurang hangat”. hasilnyapun dapat merugikan. yaitu ada yang pandai dan tidak pandai bergaul. Anak-anak yang masih muda itu akan lebih bebas berbicara dan mendiskusikan masalah-masalah mereka sendiri dengan teman-teman sejenis. masalah-masalah yang menyangkut disiplin biasanya lebih baik diolah dalam kelompok yang anggota-anggotanya sejenis. dan sebagainya akan Lebih baik digarap dalam kegiatan kelompok dengan anggota campuran. dan sebaliknya suasana keasingan akan dirasakan oleh para anggota yang belum saling mengenal. Keragaman dan Keseragaman 1) Jenis kelompok Untuk tujuan-tujuan tertentu mungkin diperlukan pembentukan kelompok dengan jumlah anggotanya seimbang antara laki-laki dan perempuan. dan sebaliknya. pertimbangan tentang keragaman ataupun keseragaman jenis kelamin anggota kelompok ni pada umumnya didasarkan pada tujuan-tujuan tertentu yang akan dicapai dengan kegiatan kelompok itu. 3) Kepribadian Keragaman atau keseragaman dalam kepribadian anggota kelompok dapat membawa keuntungan ataupun kerugian tertentu. jika kesamaan diantara anggota itu sangat besar. sedangkan masalah-masalah keterampilan bergaul. pada umumnya dinamika kelompok lebih baik dikembangkan dalam kelompok-kelompok dengan anggota seumur. 4) Hubungan awal Keragaman dan keseragaman anggota kelompok juga menyangkut hubungan awal para anggota kelompok itu sebelum kegiatan kelompok dimulai. Misalnya. maka komunikasi antar anggota itu akan banyak mengalami masalah. 2) Mencurahkan segenap perasaan dalam melibatkan diri dalam kegiatan kelompok. Peranan Anggota Kelompok Peranan yang hendaknya dimainkan oleh anggota kelompok agar dinamika kelompok itu benar-benar seperti yang diharapkan ialah: 1) membantu terbinanya suasana keakraban dalam hubungan antar anggota kelompok.a. Keakraban dapat mewarnai hubungan antaranggota kelompok yang sudah saling bergaul sebelumnya. b. 3) Berusaha agar yang dilakukannya itu membantu tercapainya tujuan bersama. 2) Umur Tentang umur. Tampaknya anggota-anggota yang pandai bergaul itu menjadi contoh kawan-kawannya yang kurang pandai. kurang pandai berkawan. kelompok dengan campuran akan memberikan keuntungankeuntungan yang amat berarti. kelompok yang seluruh anggotanya termasuk anakanak yang kurang pandai bergaul akan tidak mampu meningkatkan keterampilan anggota-anggotanya itu dalam pergaulan. Namun demikian. seperti rasa malu. 380 . Sampai dengan anak umur SLTP pada umumnya akan menguntungkan bila dibentuk kelompok-kelompok dengan anggota yang kelaminnya sama dibandingkan dengan kelompok yang anggotanya campuran. Untuk pemuda-pemuda di SLTA dan Perguruan Tinggi. Sedangkan kelompok dengan anggota campuran.

pemimpin kelompok perlu menjelaskan semua hal tersebut di atas. dan 4. Dapat menerima tanggapan yang mendalam dan Lebih “menyentuh” tentang tingkah lakunya. Peran Pimpinan Kelompok Pemimpin kelompok memiliki peranan penting untuk mempersiapkan anggota kelompok agar dapat melaksanakan semua peran dalam mewujudkan dinamika kelompok. Mendiskusikan tingkah aku yang secara sosial tidak bisa dibenarkan. mengemukakan pendapat dan isi hatinya. 6) Mampu berkomunikasi secara terbuka. 7) Berusaha membantu anggota lain. 4) Bahwa hasil kegiatan kelompok itu tidak mengikat para anggota kelompok itu dalam kehidupan mereka diluar kelompok. Di awal kegiatan kelompok. 2. Kesiapan para anggota untuk membebaskan diri dan rasa enggan dan sikap mempertahankan diri. 8) Memberi kesempatan kepada anggota lain untuk menjalankan peranannya. 9) Menyadari pentingnya kegiatan kelompok itu. 3. c. dan peranan serta cara-cara yang akan dilakukan oleh pemimpin kelompok. 3) Bahwa anggota kelompok bebas menanggapi hal-hal yang disampaikan ataupun menolak saran-saran yang diberikan anggota lain. Dalam hal ni semua anggota kelompok (dan juga pemimpin kelompok) perlu memegang teguh kerahasiaan itu. suasana khusus yang dapat terjadi dalam kelompok itu. 5) Bahwa segala yang terjadi dan menjadi isi dan kegiatan kelompok itu sifatnya rahasia. 6) Penghargaan pemimpin kelompok tentang kesukarelaan dan keberanian para anggota mengikuti kegiatan kelompok itu. 2) Bahwa keikutsertaan dalam kelompok itu adalah sukarela. Setelah penjelasan ini pada umumnya kehidupan kelompok yang sebenarnya dimulai. yang meliputi kesiapan masing-masing anggota untuk 1.5) Benar-benar berusaha untuk secara aktif ikut serta dalam keseluruhan kegiatan kelompok. 381 . Dalam hal ini pemimpin kelompok perlu memberitahukan: 1) Tentang apa-apa yang diharapkan dari para anggota. Tugas pemimpin kelompok adalah memperhatikan tingkat kesiapan anggota-anggota kelompok dalam menjalani kegiatan kelompok itu.

persoalan. Berbeda dari bimbingan kelompok. Masalah atau topik yang dibahas dalam konseling kelompok bersifat “pribadi” yaitu masalah itu memang merupakan masalah pribadi yang secara langsung dialami. meskipun biasanya berkisar antara 4 orang sampai 8 orang. Layanan konseling kelompok dapat diselenggarakan dimana saja. PENGERTIAN DAN PERBANDINGAN ANTARA BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN KONSELING KELOMPOK A. Konseling kelompok merupakan upaya bantuan kepada individu dalam rangka memberikan kemudahan dalam perkembangan dan pertumbuhannya. dan diarahkan kepada pemberian kemudahan dalam rangka perkembangan dan pertumbuhannya. kepentingan yang tidak memerlukan perubahan kepribadian serta tidak tolol. Pengertian Bimbingan konseling kelompok. Merupakan suatu proses dimana konselor terlibat dalam hubungan dengan sejumlah klien pada waktu yang sama. termasuk konselor sendiri. saling menerima dan saling mendukung. berorientasi pada kenyataan. konseling kelompok adalah suatu proses interpersonal yang dinamis yang menitikberatkan (memusatkan) pada kesadaran berpikir dan tingkah laku. saling mempercayai. atau lebih tepat lagi merupakan masalah atau kebutuhan yang sedang dialami oleh para anggota kelompok yang menyampaikan topik atau masalah. di rumah salah seorang peserta atau di rumah konselor atau di suatu kantor atau lembaga tertentu atau di ruang praktik pribadi konselor. ada pengertian. Dengan demikian. B. untuk mempelajari atau menghilangkan sikap-sikap dan perilaku tertentu. menjadi milik” atau bagian dari pribadi anggota kelompok yang bersangkutan. Konseling kelompok adalah suatu proses antar pribadi yang dinamis yang terpusat pada pemikiran dan perilaku yang sadar dan melibatkan fungsi-fungsi terapi seperti sifat permisif. 2. Tujuan 1. Perbandingan Antara Bimbingan Kelompok dan Konseling Kelompok Bimbingan dan Konseling Kelompok dapat diibaratkan sebagai “anak kembar” yang lebih banyak persamaannya daripada perbedaannya. dan selain bersifat pencegahan. saling memperlakukan dengan mesra. Dalam konseling kelompok mengaktifkan dinamika kelompok untuk membahas berbagai hal yang berguna bagi pengembangan pribadi yang/atau pemecahan masalah individu yang menjadi peserta kegiatan kelompok. di dalam ruangan ataupun diluar ruangan. Fungsi-fungsi terapi ini diciptakan dan dikembangkan dalam suatu kelompok kecil melalui cara saling mempedulikan di antara para anggota konseling kelompok. Masalah atau topik pribadi “berada di dalam diri anggota kelompok yang menyampaikan. Uraian Materi 1. Mengidentifikasikan perbedaan antara konseling kelompok. dan perbedaannya terletak pada kekuatan materi yang didukungnya. katarsis. berorientasi pada kenyataan. penerimaan dan bantuan. Jumlahnya dapat bervariasi yang ideal maksimal 6 orang. tujuan dan kelebihan dan kelemahan bimbingan dan konseling kelompok. Anggota dalam konseling kelompok dapat menggunakan interaksi dalam kelompok untuk meningkatkan pemahaman dan penerimaan terhadap nilai-nilai dan tujuan-tujuan tertentu. di dalam sekolah ataupun diluar sekolah. konseling kelompok adalah suatu upaya bantuan kepada individu dalam suasana kelompok yang bersifat pencegahan dan penyembuhan. Persamaannya terletak pada semua unsur pokoknya. melibatkan fungsi terapeutis. saling pengertian. ada rasa saling percaya mempercayai. 2. bimbingan kelompok.III. konseling kelompok dapat pula bersifat penyembuhan (remediation). 382 . Anggota kelompok dalam konseling kelompok pada dasarnya adalah individu-individu “normal” yang memiliki berbagai kepedulian. Mendeskripsikan pengertian. Bimbingan dan konseling kelompok mengaktifkan dinamika kelompok untuk membahas berbagai hal yang berguna bagi pengembangan pribadi dan/atau pengentasan masalah individu yang menjadi peserta kegiatan kelompok.

Kandungan Unsur-unsur Kelompok Sesuai dengan namanya. bimbingan kelompok dan konseling kelompok adalah kegiatan kelompok. yaitu tujuan kegiatan. Lebih dari kegiatan kelompok-kelompok lainnya.Pengembangan pribadi 2. b.berpartisipasi aktif dalam dinamika interaksi social b.menyumbang bagi peme-cahan masalah pribadi kawan sekelompok 383 . Aturan kelompok adalah berbagai ketentuan yang hendaknya dijalankan dan dipatuhi oleh semua anggota kelompok dan pemimpin kelompok. jumlah anggota dan karakteristik serta homogenitasnya. dalam bimbingan kelompok dan konseling kelompok dinamika kelompok ditumbuh kembangkan. Aturan ini didasarkan pada dan merupakan penjabaran dari berbagai hal yang akan mempengaruhi kehidupan kelompok.Pengembangan pribadi 2.a.berpartisipasi aktif dalam dinamika interaksi social b. lama dan frekuensi pembicaraan.Pembahasan masalah atau topik-topik umum secara luas dan mendalam yang bermanfaat bagi para anggota kelompok. peranan anggota kelompok. kesukarelaan. Tujuan bersama yang ingin dicapai oleh kedua kelompok itu adalah pengembangan pribadi semua peserta dan peralihan-peralihan lainnya melalui perubahan dan pendalaman topik umum (khusus untuk bimbingan kelompok) atau masalah pribadi peserta (khusus untuk konseling kelompok). kegiatan.menyumbang bagi pembahasan masalah Konseling Kelompok 1. dan dimanfaatkan untuk mencapai tujuan-tujuan bimbingan dan konseling. unsur kelima yang menandai kehidupan kelompok adalah adanya dan berkembangnya dinamika kelompok pada bimbingan kelompok dan konseling kelompok itu. dikendalikan. Mutu dinamika kelompok itulah yang akan menentukan mutu keberhasilan bimbingan kelompok dan konselingkelompok sebagai layanan pokok dalam keseluruhan upaya bimbingan dan konseling. evaluasi dan pelaksanaannya.Peranan anggota kelompok Dibatasi sampai sekitar 8 .Pembahasan dan peme-cahan masalah pribadi yg dialami oleh masing2 anggota kelompok 2.Jumlah anggota 3. Perbandingan antara bimbingan kelompok dan konseling kelompok untuk semua aspek dapat dilihat seperti berikut: Perbandingan Antara Bimbingan Kelompok dan Konseling Kelompok Aspek 1. Sedangkan pemimpin kelompok adalah orang yang bertanggungjawab atas berlangsungnya kegiatan masing-masing kelompok itu. yaitu tujuan kelompok.Tujuan yang dicapai Bimbingan Kelompok 1. keterbukaan dan kenormatifan. dalam hal ini konselor/ guru pembimbing. antara lain asas-asas kerahasiaan. bimbingan kelompok dan konseling kelompok secara penuh mengandung empat unsur utama kehidupan kelompok. dan aturan kelompok. Sebagaimana amat ditekankan diatas. sifat isi pembicaraan. Dibatasi 10 . Aspek-aspek Pelaksanaan Kegiatan Sejumlah aspek kegiatan dalam bimbingan kelompok dan konseling kelompok dapat diidentifikasi.Format kegiatan 5. Para anggota kelompok ialah seluruh peserta kelompok masing-masing yang melibatkan diri dalam kegiatan itu. format kegiatan. suasana interaksi.10 orang Homogen Kelompok kecil Aktif membahas permasa-lahan tertentu (masalah pri-badi dalam membantu me-mecahkan masalah kawan sekelompoknya: a.15 orang Homogen Kelompok kecil Aktif membahas permasalahan atau topic umum tertentu yang hasil pembahasannya berguna bagi para anggota kelompok: a. anggota kelompok. pemimpin kelompok. Sebagai kegiatan kelompok.Kondisi dan karakte-ristik anggota 4.

Adapun tujuan khusus konseling kelompok pada dasarnya terletak pada pembahasan masalah pribadi individu peserta kegiatan Layanan. persepsi. Kedua.rahasia Kegiatan berkembang sesuai dengan tingkat pen-dalaman dan penuntasan pemecahan masalah a. Tujuan bimbingan dan konseling kelompok Tujuan umum layanan bimbingan dan konseling kelompok adalah berkembangnya kemampuan sosialisasi siswa.Evaluasi c. apabila yang mengatakan anggota lain yang mempunyai masalah sama.evaluasi dampak: pemahaman dan dampak kegiatan terhadap anggota Guru Pembimbing/ konselor (tenaga ahli) 7. pikiran.menyerap berbagai infor-masi.evaluasi isi: kedalaman dan ketuntasan pembaha-san c. Kelompok dapat digunakan sebagai ajang latihan untuk mengubah perilaku yang kurang memuaskan menjadi lebih memuaskan. artinya apabila seseorang dapat berubah di dalam kelompok.umum b. adalah kepraktisan. wawasan dan sikap terarah kepada tingkah laku khususnya dalam ber-sosialisasi/komunikasi.interaksi multiarah b.menyerap berbagai informasi untuk diri sendiri 6. 4.evaluasi proses: keterli-batan anggota b.Suasana interaksi a. Melalui Layanan kelompok yang intensif dalam upaya pemecahan masalah tersebut para peserta memperoleh dua tujuan sekaligus (1) terkembangkannya perasaan.c.evaluasi isi: kedalaman pembahasan c.Lama dan frekuensi kegiatan 9. afektif dan aspek-aspek kepribadian lainnya a. pengembangan pribadi dan pengatasan masalah.mendalam dan tuntas de-ngan melibatkan aspek kognitif. maka biasanya komentar yang diberikan akan diterima dan dicerna. Di dalam konseling individual hanya menghadap konselor saja. di dalam bimbingan dan konseling kelompok anggota akan belajar untuk berlatih tentang perilaku yang baru. Di samping itu juga bermaksud mengentaskan masalah klien dengan memanfaatkan dinamika kelompok. Jadi kelompok sesungguhnya merupakan mikrokosmik sosial.Sifat isi pembicaraan 8.evaluasi proses: keterlibatan anggota b.tidak rahasia Kegiatan berkembang sesuai dengan tingkat perubahan dan pendalaman masalah/ topik a. di mana siswa hanya berlatih dengan seorang konselor tanpa adanya umpan balik dan orang lain selain konselor.mendalam dengan melibatkan aspek kognitif a. 384 . dan (2) terpecahkannya masalah individu yang bersangkutan dan diperolehnya imbasan pemecahan masalah tersebut bagi individu-individu lain peserta pada Layanan konseling kelompok khususnya. saran dan berbagai alternative untuk meme-cahkan masalahnya sen-diri a. Akan tetapi di dalam konseling kelompok. Kelebihan dan kelemahan bimbingan dan konseling kelompok Pertama. Melalui konseling kelompok setiap anggota kelompok akan belajar untuk bersosia1isasi dengan cara saling memberi dan menerima umpan balik. ini tidak dapat ditemukan dengan mudah di dalam konseling individual.pribadi b. diharapkan bahwa ia dapat berubah di dunia yang lebih luas. sehingga sering terjadi siswa tidak percaya akan apa yang dikemukakan oleh konselornya.interaksi multiarah b.evaluasi dampak: sejauh mana anggota yang masalah pribadinya dibahas me-rasa mendapatkan alterna-tif pemecahan masalahnya Guru Pembimbing/ konselor (tenaga ahli) 10.Pelaksana 3. khususnya kemampuan komunikasi Peserta Layanan. Dalam waktu yang relatif singkat konselor dapat berhadapan dengan sejumlah siswa di dalam kelompok dalam upaya untuk membantu memenuhi kebutuhan yang berkaitan dengan pencegahan.

Keenam. anggota kelompok mempunyai kesempatan untuk saling memberi bantuan. bimbingan dan konseling kelompok mempunyai manfaat besar untuk bertindak sebagai miniatur situasi sosial. dalam bimbingan dan konseling kelompok terdapat kesempatan luas untuk berkomunikasi dengan teman-teman mengenai segala kebutuhan yang terfokus pada pengembangan pribadi. mamperlihatkan perhatian yang sungguh-sungguh terhadap anggota lain dan belajar untuk membuat suasana positif bagi orang lain. berbagai pengalaman. Kelima. Manusia membutuhkan penerimaan. membutuhkan bertukar pikiran dan berbagai perasaan dengan orang lain. setiap usaha untuk mengubah perilaku manusia di luar lingkungan alam di mana individu bekerja dan hidup sangat tergantung pada efektivitas tingkat transfer pelatihan yaitu. pemahaman dan sikap yang harus ditransfer secara sukses dari setting konseling kelompok ke kehidupan siswa. Selain 385 .Ketiga. perilaku baru. pendapat dan apa dan apa yang disebut ciri-ciri pribadi sebagai ciri unik individu yang berakar pada pola afiliasi kelompok yang menentukan konteks sosial seseorang hidup dan berfungsi dapat diwujudkan melalui intervensi konseling kelompok. dan belajar untuk meningkatkan kepercayaannya pada orang lain. Bagi anggota kelompok. Dengan demikian. Ketujuh. yang tidak mungkin terjadi pada konseling individual. Keadaan ini menumbuhkan harga diri. Dalam konseling individual komunikasi terbatas pada interaksi dengan konselor. Dalam konseling individual. yang mudah berbicara tentang dirinya: yang dapat mengambil manfaat dan umpan batik yang diberikan oleh seorang teman serta merasa tertolong dengan umpan balik itu. Dalam konseling individual unsur saling memberikan tidak ada. Bimbingan dan konseling kelompok juga dapat digunakan untuk belajar mengekspresikan perasaan. berbagai pengalaman. sehingga mereka akan merasa diterima. diharapkan tujuan setiap anggota kelompok dapat tercapai lebih mantap. Kesembilan. atau laboratorium yang mana anggota kelompok tidak hanya mempelajari perilaku-perilaku baru tetapi bisa mencoba. dimengerti. keyakinan diri dan suasana yang positif diantara anggota. Mereka juga belajar mendengarkan secara aktif. sikap. apabila unsur-unsur tersebut terpenuhi semua. dan afiliasi. Kesepuluh. motivasi manusia muncul dan hubungan kelompok kecil. melalui bimbingan dan konseling kelompok individu-individu mencapai tujuannya dan berhubungan dengan individu-individu lain dengan cara yang produktif. Anggota dapat meniru anggota lain yang telah terampil. dinamika interaksi di dalam kelompok membuahkan berbagai hal yang pendalamannya lebih lanjut akan dapat dilakukan dalam layanan konseling individual. bimbingan dan konseling kelompok lebih sesuai bagi siswa yang membutuhkan untuk belajar lebih memahami orang lain dan lebih menghargai kepribadian orang lain. Kesebelas. dan belajar untuk meningkatkan kepercayaannya pada orang lain. dapat belajar memberikan umpan balik yang bermanfaat bagi anggota lain. dalam bimbingan dan konseling kelompok interaksi antar individu anggota kelompok merupakan suatu yang khas. pencegahan. dan dapat belajar dan pemimpin kelompok. Cara ini akan meningkatkan hubungan antar pribadi yang efektif. dan pengatasan masalah yang dialami oleh setiap anggota. Keduabelas. dan menambah rasa positif dalam diri mereka. melakukan konfrontasi secara tepat. Kedelapan. menunjukkan perhatian pada orang lain. menerima bantuan dan berempati dengan tulus di dalam konseling kelompok. Masing-masing anggota akan saling belajar untuk berhubungan pribadi dengan lebih mendalam. unsur mempelajari keterampilan sosial sangat terbatas pada konselor. bimbingan dan konseling kelompok memberi kesempatan para anggota untuk mempelajari keterampilan sosial. Keempat. mempraktekkan dan menguasai perilaku-perilaku dalam situasi yang hampir sama dengan lingkungan yang sebenarnya individu berasal. konseling kelompok dapat menjadi wilayah persemaian bagi konseling individual. konseling kelompok dapat merupakan wilayah penjajagan awal bagi anggota kelompok untuk memasuki konseling individual. Dengan interaksi yang intensif dan dinamis selama berlangsung konseling kelompok. maka perilaku. pengakuan.

mana kala buah pelayanan konseling individual menganjurkan perlunya pengembangan keterampilan tersebut. (2) pengalaman merasa memiliki. keterampilan menghargai pendapat orang lain. katarsis. D. pencegahan masalah dan pemecahan masalah. Para remaja merasa lebih mudah membicarakan masalah-masalah mereka secara terbuka dalam kelompok daripada dalam konseling individual. Mengubah persepsi.J Munro (1998) menyatakan bahwa konseling kelompok dapat menciptakan kondisi dan suasana yang memungkinkan individu dapat menilai kembali pikiran. Di dalam perspektif konseling perkembangan. kerja kelompok. yang dalam konseling individual sulit dikembangkan. Pertama. (4) kesempatan untuk menerima berbagai umpan balik. seorang siswa mungkin mengalami kesulitan dalam mengungkapkan permasalahan melalui konseling individual. penerimaan nilai-nilai. sikap dan perasaan atau tindakan mereka. dan peningkatan tanggung jawab. (5) belajar seolah-olah mengalami berdasarkan kepedulian orang lain. memelihara. Melalui suasana konseling kelompok dapat dikembangkan suasana untuk menumbuhkan rasa toleransi. Mereka akan dapat saling berbagi pengalaman.itu. rasa percaya diri. para remaja berpikir bahwa pemimpin yang dewasa cenderung mendengar mereka diri membantu mereka menemukan berbagai alternatif pemecahan. berarti membekali mereka untuk mengalami dan menghadapi tugas-tugas kehidupan. serta mendasarkan kepada fungsi tetapi yang bersifat membiarkan dan berorientasi pada kenyataan. Selain dua alasan yang sifatnya umum tersebut. (3) kesempatan untuk berpraktek dengan orang lain. dan (7) dorongan teman guna memelihara komitmen. yaitu perkembangan individu akan berlangsung dalam interaksi yang sehat antara individu dengan lingkungannya. Pertama. Dalam kelompok para anggota akan memiliki pandangan yang bervariasi yang ditampilkan dan didiskusikan. Memperkuat pandangan ini. perkembangan adalah tujuan konseling. oleh karena itu kelompok yang baik akan dapat menjadi sebuah masyarakat kecil atau sebuah mikro kosmos sosial.C Dinkrnyer & J. perasaan dan perilaku mereka. belajar dan anggota lain dan sebagainya. bukan memanfaatkan mereka atau menekan mereka untuk melakukan apa yang dikehendaki oleh orang tua atau guru. memahami dan mendukung. Konse1in kelompok merupakan laboratorium yang berharga bagi konselor dan siswa. Melalui suasana kelompok dapat pula dikembangkan berbagai keterampilan sosial dan sikap-sikap tertentu. dan kedua. tujuan dan untuk belajar sikap dan perilaku tertentu. bahwa banyak sumber-sumber atau pendapat dapat diperoleh dalam setting kelompok. Di dalam kelompok. suasana kelompok yang berkembang dalam konseling kelompok juga dapat menjadi tempat pengembangan keterampilan berkomunikasi dan berinteraksi sosial bagi anggota kelompok setelah menerima layanan konseling individual. Anggota kelompok dapat menggunakan interaksi kelompok meningkatkan pemahaman. Menurut Blocher (1994) asumsi dasar konseling perkembangan. untuk kepentingan efisiensi. Konseling kelompok memiliki kekuatan sebagai suatu proses interpersonal yang dinamis dengan memusatkan perhatian kepada kesadaran pikiran dan perilaku. membantu orang lain. tetapi dalam suasana kelompok sangat memungkinkan siswa tersebut dapat mengungkapkan secara leluasa. yaitu keterampilan berkomunikasi. konseling kelompok merupakan suatu perwujudan asumsi bahwa konseling pada hakikatnya diperuntukkan bagi semua siswa dan bertujuan membantu pencapaian perkembangan pribadi secara optimal. dan saling memberikan masukan yang semuanya itu sangat berharga bagi upaya pengembangan pribadi. (6) perkiraan untuk menghadapi kenyataan hidup. yaitu (1) perasaan membagi keadaan bersama. oleh karena itu konselor perlu memiliki suatu kerangka berpikir konseptual untuk memahami 386 . karena memang sukar bagi konselor harus membimbing siswa secara individual dan 300 orang siswa pada suatu sekolah. saling percaya. Dalam keadaan tertentu. Dan segi efisiensi. keadaan ini merupakan sumber yang berharga dalam kegiatan kelompok apabila dibandingkan dengan hanya pandangan atau pendapat dan dua orang seperti dalam konseling individual. ada tujuh keuntungan yang dapat diperoleh berkaitan dengan konseling kelompok. Asumsi ini membawa dua implikasi pokok dalam pelaksanaan konseling kelompok di sekolah. Ada dua pertimbangan dalam penggunaan kelompok.

Model konseling perkembangan memungkinkan konselor untuk memfokuskan tidak sekedar terhadap gangguan emosional klien. sehingga tidak berusaha untuk berubah. Konselor harus mampu secara simulasi mengarahkan setiap siswa. dan mengintegrasikan sistem nilai dan pola perilaku yang diperoleh melalui proses pendidikan secara umum (Sunaryo Kartadinata. lebih-lebih bila yang akan dikatakan terasa memalukan bagi dirinya. Dengan demikian. sering siswa mengharapkan terlalu banyak dan kelompok. Oleh karena itu konselor perlu menguasai pengetahuan dan keterampilan khusus untuk mengembangkan interaksi yang sehat sebagai pendukung sistem peluncuran konseling di sekolah (Sunaryo Kartadinata. melainkan Lebih mengupayakan pencapaian tujuan dalam kaitan penguasaan tugas-tugas perkembangan. tidak diterima oleh masyarakat. Kedelapan. Strategi upaya khusus ini akan lebih tepat melalui pendekatan konseling kelompok yang berfungsi preventif. Strategi upaya ini akan lebih memperhalus. Perkembangan merupakan konsep inti dan keterpaduan. dan pengatasan masalah. Ketujuh. Tugas-tugas perkembangan tersusun menurut pola tertentu dan sec39ara keseluruhan saling terkait. 387 . karena yang dihadapi tidak hanya satu orang tetapi banyak orang. Disamping kekuatan-kekuatan. Konseling merupakan strategi upaya khusus yang lebih intensif menyentuh dunia kehidupan siswa secara individual. Menurut Havighurts. tugas perkembangan adalah suatu tugas yang muncul pada periode tertentu dalam kehidupan seseorang. 1997:79). Keenam. 1990). tidak semua siswa cocok berada dalam kelompok. 1987:104). pengembangan. Kesembilan. menjembatani tugas-tugas yang muncul pada saat tertentu. 1996). interaksi yang sehat merupakan suatu iklim perkembangan yang harus dikembangkan oleh konselor. Kedua. bimbingan dan konseling Kelompok juga memiliki beberapa keterbatasan yang harus diperhatikan oleh konselor antara lain sebagai berikut : Pertama. seringkali kelompok tidak berkembang dan dapat mengurangi arti kelompok sebagai sarana belajar. karena setiap individu yang berkembang harus menyelesaikan tugas-tugas perkembangan apabila ia hendak dikatakan sebagai individu yang bahagia dan sukses. Kedua. Keempat. beberapa diantaranya membutuhkan perhatian dan intervensi individual. tetapi justru dipakai sebagai tujuan. peran konselor menjadi lebih menyebar dan kompleks. tidak semua siswa siap atau bersedia untuk bersikap terbuka dan jujur mengemukakan si hatinya terhadap teman-temannya di dalam kelompok. menginternalisasi. Oleh karena itu seseorang merasa terlalu nyaman di dalam kelompok. persoalan pribadi satu-dua anggota kelompok mungkin kurang mendapat perhatian dan tanggapan sebagaimana mestinya. sering kelompok bukan dijadikan sarana untuk berlatih melakukan perubahan. dan meningkatkan sumberdaya dan kompetensi dalam memberikan bantuan terhadap pola perkembangan yang optimal dan klien (Blocher. Fungsi konseling ini adalah memberikan kemudahan untuk terjadinya perkembangan kepribadian secara normal. dan mengalami kesulitan dalam menjalani tugas-tugas berikutnya (dalam Shertzer & stone. karena perhatian kelompok terfokus pada persoalan pribadi anggota yang lain. 1992) menekankan bahwa orientasi perkembangan justru merupakan ciri khas yang menjadi inti gerakan konseling. Ketiga. Tujuan konseling adalah untuk mempermudah perkembangan. Konseling kelompok dalam konteks konseling perkembangan adalah upaya bantuan kepada sekelompok individu dengan cara mendorong pencapaian tujuan perkembangan dan memfokuskan pada kebutuhan dan kegiatan belajarnya. yang kesuksesan penyelesaiannya akan menyebabkan orang tersebut tidak bahagia. sulit untuk dibina kepercayaan. memberi respon interaksi di antara para anggota dan mengamati dinamika dari kelompok tersebut. sebagai akibat siswa tidak akan merasa puas. fokus konseling kelompok adalah membantu seluruh siswa tanpa kecuali dengan tujuan agar mereka mencapai taraf perkembangan pribadi secara optimal dalam berbagai aspek kehidupan.perkembangan siswa sebagai dasar perumusan isi dan tujuan konseling. Kelima. Ivey dan Rigazio (dalam Mayers. karena hanya untuk kepentingan seorang belaka. untuk itu dibutuhkan norma dan aturan main khusus mengenai konfidensialitas. serta menjadi tujuan dan segenap Layanan konseling baik secara individual maupun kelompok. Konseling kelompok memusatkan perhatiannya pada keseluruhan proses perkembangan yang terjadi pada din individu.

Apabila konselor tidak cukup mempunyai dasar teori dan terlatih untuk memimpin kelompok. Ada beberapa kondisi individu yang perlu diperhatikan. (5) siswa terlalu banyak minta perhatian dan orang lain sehingga sangat mengganggu dalam kelompok. (3) siswa sangat tidak efektif dalam berhubungan dengan orang lain. kelompok tidak selalu efektif untuk semua orang. sehingga akan membuat anggota lain merasa takut. (4) siswa tidak menyadari akan perasaan. dikhawatirkan justru membuat lebih buruk keadaan daripada memperbaikinya. harga diri. sehingga kelompok ti2direkomendasikan. (6) siswa diperkirakan sangat mengganggu jalannya konseling karena keterbatasan ekspresi verbal. 388 . Kondisi tersebut adalah: (1) siswa dalam keadaan krisis. Selain keterbatasan tersebut. motivasi.untuk menjadi konselor kelompok dibutuhkan latihan yang intensif dan khusus. dan memiliki konsep diri yang negatif. (8) siswa kurang memiliki keyakinan dirt. dan perilakunya. atau sama sekali tidak mempunyai keterampilan sosial. (7) siswa sangat agresif. (2) siswa takut untuk berbicara di dalam kelompok dan sangat membutuhkan perlindungan.

389 . Sebaliknya. Perbedaan antara bimbingan kelompok dan konseling kelompok berkenaan dengan isi atau pokok bahasan. bila kita mengacu kepada masalah-masalah atau topik-topik yang menjadi pokok bahasan keduanya. topik atau masalah itu berada di luar diri masing-masing peserta. Masalah atau topik pribadi “berada di dalam” diri peserta yang menyampaikannya. menunjukkan bahwa masalah-masalah pribadi tidak boleh dijadikan “topik tugas”. Tanda arsiran pada matrik. menjadi “milik” atau bagian dari pribadi peserta yang bersangkutan. ISI KEGIATAN DAN TAHAPAN KEGIATAN SERTA EVALUASI A. Sedangkan suatu masalah atau topik disebut “pribadi” apabila masalah itu memang merupakan masalah pribadi yang secara langsung dialami atau. C. Tahapan Bimbingan dan Konseling Kelompok Hal lain yang dapat dibedakan antara bimbingan kelompok dan konseling kelompok adalah berkenaan dengan tahapan pelaksanaannya. merupakan masalah yang sedang diderita oleh peserta yang menyampaikan masalah atau topik itu. baik pada bimbingan kelompok maupun konseling kelompok. Tujuan Menjelaskan isi kegiatan bimbingan dan konseling kelompok Menjelaskan tahapan bimbingan dan konseling kelompok Mendeskripsikan kegiatan pada setiap tahapan bimbingan dan konseling kelompok Menjelaskan bagaimana pelaksanaan Evaluasi Kegiatan B. sedangkan yang membahas “topik bebas” disebut “kelompok bebas”. 1. baik dari segi asal datangnya maupun sifat masalah atau topik itu bila dihubungkan dengan para peserta kegiatan.IV. “Topik tugas” adalah topik atau masalah yang datangnya dari pemimpin kelompok (guru pembimbing) yang “ditugaskan” kepada para peserta untuk membahasnya. konseling kelompok hanya membahas masalah-masalah pribadi yang sifatnya bebas. Tentang sifat hubungan topik atau masalah-masalah tersebut dengan para peserta dapat dikatakan “umum” atau “pribadi”. Suatu topic atau masalah dikatakan “umum” apabila antara topik atau masalah itu dan para peserta tidak terdapat hubungan khusus tertentu. lebih tepat lagi. Kelompok yang membahas “topik tugas” kemudian dapat disebut “kelompok tugas”. Kedua jenis layanan itu. 3. Sedangkan “topik bebas” adalah topik atau masalah yang muncul atau dikemukakan secara “bebas” oleh para peserta masing-masing. Dari segi datangnya masalah atau topik itu dikenal adanya “topik tugas” dan “topik bebas”. Isi Kegiatan Bimbingan dan Konseling Kelompok Perbedaan antara bimbingan dan konseling kelompok dapat dilihat dari isi kegiatan masing-masing. baik yang sifatnya bebas maupun tugas. 4. 2. keduanya terlihat pada matrik berikut: Pokok Bahasan Dalam Bimbingan dan Konseling Kelompok Kegiatan Bimbingan Kelompok Konseling Kelompok Kelompok Bebas Masalah Umum Masalah Pribadi   Kelompok Tugas Masalah Umum Masalah Pribadi  Dari matrik diatas tampak bahwa bimbingan kelompok hanya dapat membahas masalah atau topik-topik umum.

2. pelaksanaan Tahap I dan Tahap II pada dasarnya sama. Tahap II (Peralihan) a. b. Penjelasan tentang masalah atau topik “tugas” (khusus untuk bimbingan kelompok) 390 .Persamaan dan Perbedaan Pelaksanaan Tahap-tahap Kegiatan dalam Bimbingan Kelompok dan Konseling Kelompok Baik untuk bimbingan kelompok ataupun konseling kelompok. Tahap I (Pembentukan) a. Ajakan untuk mengemukakan masalah umum secara bebas (untuk bimbingan kelompok) atau masalah pribadi secara bebas (untuk konseling kelompok). c. khususnya yang menyangkut sifat masalah atau topik. Perbedaannya hanya terletak pada: 1. Penjelasan asal datangnya masalah atau topik. umum atau pribadi (pilih salah satu mana yang akan diselenggarakan). b. Penjelasan tentang cara kerja. Penjelasan tentang pengertian dan tujuan bimbingan kelompok atau konseling kelompok (pilih salah satu mana yang akan diselenggarakan). tugas (untuk bimbingan kelompok) atau bebas (untuk konseling kelompok).

Evaluasi Kegiatan Penilaian terhadap kegiatan konseling kelompok dapat dilakukan secara tertu1is dimana para peserta diminta mengungkapkan perasaannya. Pada tahap ketiga inilah layanan bimbingan kelompok atau konseling kelompok menampilkan jati dirinya. Penilaian dilakukan dalam tiga tahap yaitu penilaian segera (laiseg) dilakukan pada akhir setiap sesi layanan. mendalami. hal ini perlu diutamakan.d. Tahap IV (Pengakhiran) Pelaksanaan Tahap Keempat. baik yang telah dilakukan selama kegiatan kelompok (yang menyangkut si maupun proses) maupun kemungkinan keterlibatan mereka untuk kegiatan serupa selanjutnya. yaitu isi yang sesuai dengan pokok bahasannya yang mereka selenggarakan pada Taahap Ketiga. penegasan. Pada tahap ini dilakukan tinjauan terhadap kualitas kegiatan kelompok dan hasil-hasilnya melalui pengungkapan kesan-kesan peserta. Tahap III (Kegiatan) Khusus untuk kegitan konseling kelompok diperlukan penjelasan. dapatlah dikatakan bahwa Bimbingan Kelompok dan Konseling Kelompok merupakan “saudara kembar identik. penilaian jangka pendek (laijapen) dan penilaian jangka panjang (laijapang) dilakukan pasca layanan secara lisan maupun tulisan. 4. Kegiatan pada Tahap Ketiga: a. baik yang bersifat “bebas” atau “tugas”. Perbedaan yang amat kentara dan berlangsung sepanjang kegiatan ialah pada Tahap ketiga yang merupakan tahap inti dari seluruh kegiatan bimbingankelompok atau konseling kelompok. 391 . minat dan sikapnya terhadap berbagai hal. Kondisi UCA (Understanding Comfort Action) menjadi fokus penilaian hasil-hasil konseling kelompok. Dengan memperhatikan persamaan dan perbedaan diantara Bimbingan Kelompokdan Konseling Kelompok itu. yaitu Tahap Pengakhiran pada dasarnya sama untuk Bimbingan Kelompok dan Konseling Kelompok. b. 2) Para peserta melakukan pembahasan dengan setiap kali mengingat bahwa isi pembicaraannya itu adalah bertujuan untuk membantu pemecahan masalah yang sedang dibicarakan yang dialami oleh salah seorang rekan sekelompoknya. Perbedaannya hanya terletak pada isi kesan-kesan para peserta. Bimbingan Kelompok: 1) Pokok bahasan: masalah atau topic umum. harapannya. 2) Para peserta melakukan pembahasan tanpa secara khusus menyangkutpautkan isi pembicaraannya itu kepada peserta tertentu. dan memecahkan masalah atau topik umum (untuk bimbingan kelompok) atau masalah pribadi (untuk konseling kelompok) 3. dengan muatan materi kehidupan yang berbeda. dan pemantapan tentang asas kerahasiaan. Ajakan untuk membahas. D. Konseling Kelompok: 1) Pokok bahasan: masalah pribadi yang bersifat bebas.

Membahas masalah hingga tuntas. Peseta pelatihan terampil mempraktikkan Layanan bimbingan dan konseling kelompok.V. 6. pribadi 1. Menjelaskan Cara Pelaksanaan Bimbingan Konseling 5. Menanyakan kesiapan kelompok untuk melanjutkan kegiatan. Mengenali suasana kelompok tentang kesiapan kelompok dan mengatasi masalah yang muncul dari kelompok. 1. 3. 3. Memberikan ucapan terima kasih 5. 2. Tujuan Peserta pelatihan dapat menyusun perencanaan bimbingan dan konseling kelompok. 4. Menyampaikan bahwa bimbingan / konseling kelompok akan diakhiri. Memberi contoh topik tugas dan bebas dalam bimbingan kelompok atau contoh masalah pribadi dalam konseling kelompok. Melakukan penilaian segera 3. Model Operasional Kegiatan BimbinganKelompok dan Konseling Kelompok Agar lebih jelas berikut ini disajikan suatu model operasionalisasi kegiatan layanan bimbingan dan konseling kelompok berupa langkah-langkah seorang konselor dalam memimpin kegiatan tersebut: Tahapan BKp & KKp Pembentukan Langkah-langkah Konselor 1. Membuat kesepakatan waktu 7. 5. Memfasilitasi anggota kelompok untuk menetapkan topik dan atau masalah pribadi yang akan dibahas. Menjelaskan Pengertian Dan Tujuan Bimbingan Dan Konseling 4. Penyimpulan. Menjelaskan kembali kegiatan bimbingan konseling kelompok 2. Selingan (bila diperlukan). 3. 2. Memimpin doa penutup 6. Dalam bimbingan kelompok: untuk topik tugas topik diberikan oleh konselor sedang untuk topik bebas anggota kelompok diberi kesempatan secara bergantian menyampaikan usulan topik yang akan dibahas. Peserta pelatihan dapat melaksanakan praktik bimbingan dan konseling kelompok. Melakukan pembahasan kegiatan lanjutan 4. 1. B. 1. Dalam konseling kelompok: anggota kelompok dipersilahkan mengemukakan masalah pribadi masing-masing secara bergantian. 2. Perkenalan permainan. Menjelaskan Asas-Asas Bimbingan Dan Konseling Kelompok (Khusus Pada Konseling Kelompok Perlu Ikrar Untuk Menjaga Kerahasiaan). 6. Peserta latihan dapat membuat operasionalisasi layanan bimbingan dan konseling kefompok 4. MODEL OPERASIONAL KEGIATAN A. Perpisahan Peralihan Kegiatan Pengakhiran 392 . 2. Menerima Kehadiran Secara Terbuka Dan Mengucapkan Terima Kasih. Memimpin Doa 3.

1 s/d L. Konseling Kelompok Perkembangan. Mungin Eddy Wibowo. dan Aplikasi dalam Rentang Sepanjang Hayat. (2005). L. Negeri Padang. Panduan Pengawasan Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Seri Layanan Konseling Layanan Bimbingan Konseling Kelompok. Padang: Univ. (2004). -----------. Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas IlmuPendidikan Universitas Negeri Padang. Seri Layanan Konseling.DAFTAR PUSTAKA Mamat Supriatna (2003). 393 . (2004).9. Konseling kelompok : Wawasan Konsep. (2001). Jakarta: Rineka Cipta. Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang. -----------. Teori. Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Bandung. Layanan Bimbingan dan Konseling Kelompok (Dasar dan Profil). Semarang: UNNES Press. -----------. Jakarta: Ghalia Indonesia. Prayitno (1995).

394 .

Menjelaskan Materi Bimbingan Klasikal 5. Materi Bimbingan Klasikal. Memahami Tujuan Bimbingan Klasikal 3. Memilih teknik yang sesuai dengan topic layanan dan kondisi siswa Kompetensi Dasar: 1. Hakikat Bimbingan Klasikal yang terdiri dari Pengertian bimbingan klasikal. Merencanakan dan melaksanakan bimbingan klasikal sesuai dengan bidang dan materi bimbingan 3. Menjelaskan Teknik Bimbingan Klasikal 6. fungsi bimbingan klasikal dan keunggulan bimbingan klasikal. Metode Bimbingan Klasikal B. Memahami Pengembangan Alat / Media Indikator dan Pencapaian Kompetensi : 1.BAB I PENDAHULUAN A. Menjelaskan Tujuan Bimbingan Klasikal 3. 3. Petunjuk Belajar. Kerjakan soal – soal latihan dan tugas dan kumpulkan tepat waktu C. Memahai Teknik / Metode Bimbingan Klasikal 5. 2. Memahami Materi Bimbingan Klasikal 4. Deskripsi Bahan ajar ini mencakup: 1. Menjelaskan Langkah-langkah Bimbingan Klasikal 7. Memahami Hakikat Bimbingan Klasikal dalam pelayanan bimbingan dan konseling di Sekolah. Memahami Langkah-langkah Bimbingan Kalsikal 6. Memahami Konsep Dasar Bimbingan Klasikal 2. Kompetensi dan Indikator Standar Kompetensi: 1. Menjelaskan Konsep Dasar Bimbingan Klasikal 2. tujuan bimbingan klasikal . Agar peserta pelatihan dapat mengikuti kegiatan ini dengan lancar dan baik maka perlu diperhatikan beberapa petunjuk belajar sebagai berikut: 1. Merencanakan dan melaksanakan Bimbingan Klasikal 395 . Menjelaskan Fungsi Bimbingan Klasikal 4.2. Mengikuti penjelasan secara cermat dan apabila belum jelas bertanyalah pada instruktur agar dapat penjelasan yang benar 3. Bacalah setiap kegiatan belajar dengan teliti dan buatlah rangkuman setelah selesai membaca setiap materi 2. Menjelaskan Pengembangan Alat / Mediadalam Bimbingan Klasikal 8.

Kompetensi akademik merupakan landasan ilmiah dari kiat pelaksanaan pelayanan profesional bimbingan dan konseling. bukan hanya ragam bidang jabatan yang diberikan tetapi sangat bervariasi. 207-209) 396 . beberapa sekolah mulai mengelola program tersebut ( Winkel dalam Hastuti 2006:545). Dengan demikian. (2) menguasai landasan dan kerangka teoretik bimbingan dan konseling. dosen. seperti bidang kesehatan. pribadi dan social ( Depdiknas 2007. Kompetensi dan Indikator Kompetensi: Memahami Hakikat Bimbingan Klasikal Indikator Pencapaian Kompetensi 1. bidang pekerjaan. sikap empatik. dan kecenderungan pribadi yang mendukung. 20 Tahun 2003 Pasal 1 Ayat 6). yang meliputi: (1) memahami secara mendalam konseli yang dilayani. menghormati keragaman. sejahtera. fasilitator. (3) menyelenggarakan pelayanan bimbingan dan konseling yang memandirikan. karir. termasuk konselor. widyaiswara. Fungsi dan Keunggulan Bimbingan Klasikal 3. Masing-masing kualifikasi pendidik. Konselor adalah pengampu pelayanan ahli bimbingan dan konseling. dan instruktur (UU No. memiliki keunikan konteks tugas dan ekspektasi kinerja. dan profesional. sosial. Pelayanan dimaksud adalah pelayanan bimbingan dan konseling. Kompetensi akademik merupakan landasan bagi pengembangan kompetensi profesional. Menjelaskan Konsep Dasar Bimbingan Klasikal 2. terutama dalam jalur pendidikan formal dan nonformal. kepribadian. Setelah Person mencanangkn konsepsinya tentang bimbingan jabatan. Ekspektasi kinerja konselor dalam menyelenggarakan pelayanan ahli bimbingan dan konseling senantiasa digerakkan oleh motif altruistik. pamong belajar. dan (4) mengembangkan pribadi dan profesionalitas konselor secara berkelanjutan. Pada masa sekarang layanan bimbingan klasikal sebagai salah satu layanan dasar yang digunakan untuk memberikan informasi belajar. Menggunakan bimbingan klasikal sebagai sarana untuk mempersiapkan siswa untuk mengatur berbagai bidang kehidupan supaya bermakna dan memberikan kepuasan . seperti bimbingan belajar. Kompetensi akademik dan profesional konselor secara terintegrasi membangun keutuhan kompetensi pedagogik. Menjelaskan langkah. Menjelaskan Tujuan . Unjuk kerja konselor sangat dipengaruhi oleh kualitas penguasaan ke empat komptensi tersebut yang dilandasi oleh sikap. Konteks tugas konselor berada dalam kawasan pelayanan yang bertujuan mengembangkan potensi dan memandirikan konseli dalam pengambilan keputusan dan pilihan untuk mewujudkan kehidupan yang produktif. Konsep Dasar Keberadaan konselor dalam Sistem Pendidikan Nasional dinyatakan sebagai salah satu kualifikasi pendidik. bimbingan pribadi dan bimbingan social.BAB II KEGIATAN BELAJAR I A.langkah Bimbingan Klasikal 5. sejajar dengan kualifikasi guru. dengan selalu mencermati dampak jangka panjang dari pelayanan yang diberikan. nilai. tutor. Menjelaskan Materi Bimbingan Klasikal 4. Standar kualifikasi akademik dan kompetensi konselor dikembangkan dan dirumuskan atas dasar kerangka pikir yang menegaskan konteks tugas dan ekspektasi kinerja konselor. Menjelaskan Pengembangan Alat / Media B. bidang kehidupan keluarga. serta mengutamakan kepentingan konseli. Pelayanan bimbingan klasikal berakar dari gerakan bimbingan di Amerika yang dipelopori oleh Frank Person. dan peduli kemaslahatan umum. Sosok utuh kompetensi konselor mencakup kompetensi akademik dan profesional sebagai satu keutuhan. Uraian Matri 1. bidang kehidupan bermasyarakat dan bidang rekreasi.

a. merencanakan kegiatan penyelesaian studi. social. Bimbingan klasikal memberikan kesempatan bagi siswa-siswa untuk mengimprovisasi kemampuan kreativitasnya dan sportivitasnya apabila konselor mampu memanagement kelas dengan baik.ahami. (e). Secara lebih rinci Yusuf dan Nurihsan (2008:13) menjelaskan bahwa tujuan bimbingan klasikal adalah agar individu dapat : (a). Bimbingan klasikal sering disebut sebagai layanan dasar yakni layanan bantuan bagi peserta didik melalui kegiatan-kegiatan secara klasikal yang disajikan secara sistematis. (b). mampu beradaptasi dalam kelompok. mampu menerima support atau dapat memberikan support pada teman-temannya.a. Bimbingan klasikal lebih bersifat preventif dan berorientasi pada pengembangan pribadi siswa yang meliputi bidang pembelajaran . perkembangan karir serta kehidupan di masa yang akan datang. Fungsi Bimbingan Klasikal Fungsi bimbingan klasikal meliputi preventif dan pemahaman ( Gazda 1984:6). sehingga mampu mengembangkan potensi diri secara optimal. Bimbingan klasikal memberikan peluang bagi siswa untuk belajar bertoleransi siswa dapat mem. bidang social dan bidang karir ( Siwabessy dan Hastoeti 2008:136). (f). 397 . (b). (c) dan menyesuaikan dengan lingkungan pendidikan dan lingkungan masyarakat. Bimbingan klasikal memungkinkan para siswa saling memahami berbagai keterbukaan . Fungsi pemahaman adalah fungsi bimbingan untuk membantu siswa agar memiliki pemahaman terhadap dirinya dan lingkungannya. Tujuan bimbingan klasikal menurut Sugandi (2008:207) adalah membantu siswa agar dapat memenuhi tugas-tugas perkembangan yang meliputi aspek pribadi. Informasi yang disampaikan atau jenis kegiatan bimbingan yang dilakukan dapat menjangkau sejumlah siswa secara merata para siswa sekelas dapat menerima informasi yang sama dari suatu sumber yaitu dari konselor secara bersama-sama dengan demikian dapat meminimalkan pemahaman yang keliru atau kesalahan persepsi. mengenal. mengembangkan seluruh potensi dan kekuatan yang dimilikinya secara optimal mungkin. (d). Bimbingan klasikal adalah bimbingan yang beorientasi pada kelompok siswa dalam jumlah yang cukup besar 30 – 40 orang siswa ( satu kelas ). Tujuan bimbingan klasikal adalah membantu individu agar mampu menyesuaikan diri. Keunggulan Bimbingan Klasikal Keunggulan bimbingan klasikal berdasarkan pendapat Siwabessy dan Hastoeti (2008:136-137) sebagai berikut: (a). Pengertian Bimbingan Klasikal Bimbingan klasikal adalah bimbingan yang diberikan kepada sejumlah siswa yang tergabung dalam suatu satuan kegiatan pengajaran ( Winkel dan Hastuti 2006:561). dalam rangka membantu siswa mengembangkan potensinya secara optimal ( Yusuf dan Nurihsan 2008:26) 2. Fungsi bimbingan klasikal menurut Nurihsan (2006:9) adalah pengembanghan. adaptasi dan penyesuaian. dan mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan secara dinamis dan konstruktif. Fungsi bimbingan klasikal lebih bersifat preventif dan berorientasi pada pengembangan pribadi siswa yang meliputi bidang pembelajaran. mampu mengambil keputusan untuk hidupnya sendiri. bidang social dan bidang karir. belajar dan karir. Fungsi Preventif atau pencegahan adalah fungsi bimbingan untuk menghindarkan diri dari terjadinya tingkah laku yang tidak diharapkan dan membahayakan dirinya dari orang lain. menilai. Tujuan Bimbingan Klasikal. mengomentari dengan jujur dan tulus sesuai pengarahan konselor. (c). menerima dan dapat mengarahkan diri secara positif apabila konselor mampu mengelola kelas dengan baik. penyaluran. Bimbingan klasikal membuka peluang untuk siswa secara serempak mempunyai pengalaman belajar yang sama dan seragam. Bimbingan klasikal membantu siswa membina sikap asertif yang sangat diperlukan siswa dalam kehidupan merekan di masa mendatang. b.

Akomodasi Tujuan (Kompetensi) SLTP Mengenal jenis-jenis norma dan memahami alasan pentingnya noram dalam kehidupan Bersikap positif terhadap norma 3. Akomodasi 3. Dalam bimbingan klasikal konselor menggunakan metode-metode pembelajaran yang bervariasi. 2. Pengenalan Tujuan (Kompetensi) SLTP Mengenal arti dan tujuan ibadah Tujuan (Kompetensi) SLTA Menmpelajari hal ihwal ibadah 2. (h).Mempelajari caracara mengelolah emosi (termasuk mengelolah stress). menarik dan menyenangkan dan dapat dinilai oleh siswa bersamasama. Tindakan Berprilaku sesuai dengan norma yang dijunjung tinggi dalam masyarakat Tujuan (Kompetensi) SLTA Mengenal keragaman sumber norma sebagai rujukan pengambila keputusan Menghargai keragaman sumber norma sebagai rujukan pengambilan keputusan. 398 . (j)Metode belajar konstekstual yang digunakan konselor dalam bimbingan klasikal memungkinkan siswa akan belajar dan mengalami sendiri bukan pemberian orang Dalam pelaksanaannya mahasiswa harus menguasai beberapa ketrampilan dalam menyampaikan bimbingan klasikal.(g). Materi Bimbingan Klasikal Tugas perkembangan 1 Tugas Perkembangan 1. egois. Bimbingan klasikal memberikan kesempatan bagi konselor mengenal bakat-bakat khusus siswa melalui observasi kelas. Tindakan Berminat mempelajari arti & tujuan ibadah Melakukan berbagai kegiatan ibadah dengan kemauan sendiri Tugas perkembangan 2 Mengembangkan sikap positif terhadap kehidupan beragama Mengenal keragaman sumber norma yg berlaku di masyarakat Tugas Perkembangan 2. Pengenalan 2. dan agresif. pemalu.Mempelajari caracara mengekspresikan emosi yg tidak menimbulkan konflik dengan orang lain. Dalam bimbingan klasikal juga akan membuka peluang bagi konselor menjaring masalah-masalah siswa secara spesifik seperti kelainan tingkah laku yang muncul pada siswanya seperti siswa yang penakut (phobia). seni olah raga managerial. (i). 3. antara lain kepemimpinan. Landasan Hidup Religius (mencapai Kematangan dalam Beriman dan Bertaqwa Kpd TYME) Tahap Internalisasi 1. 1. Landasan Perilaku Etis (mencapai Kematangan Berprilaku Etis) Tahap Internalisasi 1.

Mempelajari caracara mengelola emosi (termasuk mengelola stress). Pengenalan Tujuan (Kompetensi) SLTP 1. Tindakan Berminat untuk lebih memahami keragaman emosi sendiri dan orang lain Dapat mengekspresikan emosi atas dasar pertimbangan kontekstual (norma / budaya). Akomodasi 3.Bertanggung jawab atas resiko yang mungkin terjadi. Mencapai Kematangan Intelektual Tahap Internalisasi 1. 2. 2. 2.Mengenal cara-cara pemecahan masalah dan pemgambilan keputusan 2. Mencapai Kematangan Emosi Tahap Internalisasi 1. Akomodasi 1. 1.Menyadari akan keragaman alternative keputuasan dan konsekuensi yang dihadapinya. 2. Bersikap toleran terhadap ragam ekspresi perasaan diri sendiri dan orang lain Dapat mengekspresikan perasaan dalam caracara yang bebas.Memiliki motif berprestasi dalam belajar. 2.Mempelajari cara mendalam ttg caracara pengambilan keputusan dan pemecahan masalah secara objektif.Mempelajari caracara mengekspresikan emosi yang tidak menimbulkan konflik dengan orang lain.Tugas perkembangan 3 Tugas Perkembangan 3. 1. 2. 4 Tugas perkembangan Tugas Perkembangan 4.Mengenal cara belajar yang efektif 2.Memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang positif. Pengenalan Tujuan (Kompetensi) SLTP Mengenal emosi sendiri dan cara mengekspresikannya secara wajar (tidak kekanak-kanakan / impulsive) Tujuan (Kompetensi) SLTA 1.Berminat untuk berlatih memecahkan masalah 3. Tugas perkembangan 5 399 . Tindakan Dapat memecahkan masalah dan mengambil keputusan berdasarkan informasi / data secara obyektif Tujuan (Kompetensi) SLTA 1.Dapat mengambil keputusan dan pemecahan masalah berdasarkan pertimbangan yanh matang. terbuka dan tidak menimbulkan konflik.Mempelajari lebih mendalam ttg caracara belajar yang efektif.

budaya dan agama). dan motivasi belajarnya) Menerima keadaan diri sendiri secara positif dan realistis Mengkuti kegiatankegiatan yang positif dalam rangka mengembangkan kemampuan dan kepribadiannya. kecerdasan. Tindakan Berinteraksi dengan orang lain atas dasar pertimbangan hak dan kewajiban yang diemban masing-masing Tujuan (Kompetensi) SLTA Mempelajari caracara memperoleh hak dan memenuhi kewajiban dalam kehidupan seharihari. Akomodasi Tujuan (Kompetensi) SLTP Mengenal karakteristik diri sendiri (seperti fisik. kecerdasan. Berinteraksi dengan orang lain atas dasar kesamaan (equity) harkat dan martabat. seperti sikap altruis. Tugas perkembangan Tugas Perkembangan 6. Melakukan berbagai kegiatan yang positif dalam upaya mengembangkan potensi dirinya. 3. Memiliki sikap-sikap social dalam berinteraksi social dengan orang lain yang bersifat heterogen (multi etnis. Baik fisik. Menyadari tentang pentingnya sikap menerima diri sendiri secara positif dan realistis. maupun kepribadiannya. Pengenalan 6 Tujuan (Kompetensi) SLTA Mempelajari kelebihan dirinya. minat. kooperatif. dan nilai-nilai keharmonisan hidup (mutual simbiosis). empati. Tindakan Tugas perkembangan 7 400 .Tugas Perkembangan 5. Pengenalan Tujuan (Kompetensi) SLTP Mengenal cara-cara memperoleh hak dan memenuhi kewajiban dalam kehidupan seharihari Mengahargai hak-hak ornag lain dan merasa senang melaksanakan kewajiban yang diembangnya 2. kolaboratif. dan toleran. 2. Memiliki Kesadaran Tanggung Jawab Tahap Internalisasi 1. Mencapai Kematangan Pengembangan Pribadi Tahap Internalisasi 1. Akomodasi 3.

Pengenalan Tujuan (Kompetensi) SLTP Mengenal norma-norma (etika) pergaulan denagn teman sebaya yang beragam latar belakangnya. mencapai kematangan dalam pilihan karier Tahap Internalisasi 1. dan kompetitif dalam kehidupan sehari-hari. dan kompetitif dalam kehidupan sehari-hari. 401 . sungguh2 dan kompetitif atas dasar kesadaran sendiri. Akomodasi 3. sungguh-sungguh. Tahap Internalisasi 1. 2. Mencapai Kematangan Hubungan dengan Teman Sebaya. Meneriam nilai-nilai hdup hemat. ulet. Tahap Internalisasi 1. Pengenalan Tujuan (Kompetensi) SLTP Mengenal nilai-nilai perilaku hemat. Pengenalan 9 Tujuan (Kompetensi) SLTA Mempelajari kemampuan diri. sungguh-sungguh. ulet. peluang dan ragam pekerjaan. ulet. sungguh-sungguh. dan kompetitif dalam keragaman kehidupan. dan kompetitif sebagai aset untuk mencapai hidup mandiri. Menyadari ttg pentingnya penerapan normanorma dalam bergaul dengan teman sebaya Bergaul dengan teman sebaya atas dasar norma atau etika. dan kompetitif dalam kehidupan sehari-hari. Perilaku Kewirausahaan (memilki kemandirian Perilaku ekonomi). Menyadari ttg pentingnya penerapan norma-norma dalam bergaul denagn teman sebaya. sungguh-sungguh. ulet. Tindakan Tujuan (Kompetensi) SLTA Mempelajari lebih mendalam ttg etika pergaulan dalam berinteraksi dengan teman sebaya (terutama dengan lawan jenis). sungguh-sungguh. Menampilkan hidup hemat ulet. Bergaul dengan teman sebaya secara positif dan konstruktif 2. pendidikan dan aktivitas yang Tujuan (Kompetensi) SLTA Mempelajari strategi dan peluang untuk berprilaku hemt. Membiasakan diri hidup hemat ulet. akomodasi 3. Menyadari mamfaat berprilaku hemat. Tindakan Tujuan (Kompetensi) SLTP Mengenal jenis-2 dan karakteristik studi lanjutan (SLTA) dan pekerjaan. baik ynag bersumber dan agama maupun adat istiadat Tugas perkembangan 8 Tugas Perkembangan 8. T ugas perkembangan Tugas Perkembangan 9.Tugas Perkembangan 7.

Teknik-teknik Bimbingan Klasikal Bimbingan Klasikal dapat dilaksanakan dalam berbagai teknik yakni : 1). Tindakan Xxx 4. Mengidentifikasi ragam alternative studi lanjut atau pekerjaan yang mengandung relevansi dengan kemampuan dan minatnya. 9). Akomodasi 3. Menyadari ttg pentingannya pendidikan untuk memperoleh pengetahuan. 2). 5). Tindakan Memiliki motivasi untuk mempersiapkan diri dengan mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan studi lanjutan atau pekerjaan yang diminatinya. 6). Diskusi Kelompok. Sosiodrama dan Psikodrama. Ceramah Bimbingan. 3). Pengenalan Tujuan (Kompetensi) SLTP Xxx Tujuan (Kompetensi) SLTA Mengena norma-2 atau nilai pernikahan dan berkeluarga Menghargai norma-2 pernikahan dan berkeluarga sebagai landasan bagi terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis Mengekspresikan keinginannya untuk mempelajari lebih intensif ttg norma pernikahan dan berkeluarga. Mencapai kematangan dalam kesiapan diri untuk menikah dan berkeluarga Tahap Internalisasi 1. Akomodasi Xxx 3. dan keterampilan dalam upaya persiapan diri memasuki dunia kerja. Pengajaran Perbaikan. 7). 2. Karya Wisata. 8).kegiatan yang dilakukan dalam home room dilakukan dalam 402 . 4). Home Room Merupakan teknik bimbingan klasikal yang bertujuan agar konselor dapat mengenal murid secara lebih mendalam. Pengelompokan dalam home room ini dapat berdasarkan tingkatan kelas yang sama atau gabungan dari berbagai tingkatan kelas. Tugas perkembangan Tugas Perkembangan 10. Organisasi Murid. Home Room. sehingga dapat membantunya secara efektif. 1). Pengajaran Bimbingan. Kelompok Kerja.2. Jumlah anggota dapat berupa kelompok kecil atau kelompok besar. 10 terfocus pada pengembangan alternative karier. Mengembangkan alternative perencanaan karier dengan mempertimbangkan.

Konselor masuk kelas memberikan layanan bimbingan sesuai dengan dengan materi layanan pengembangan diri siswa. Pengajaran remedial baru dapat dilakukan setelah diperoleh hasil diagnosis kesulitan belajar secara tepat. Dengan demikian kelompok kerja ini dapat berupa kelompok belajar. Bantuan yang diberikan dapat berupa penambahan pelajaran. kegiatan dapat dilakukan pada jam pelajaran yang diatur secara bijaksana. 5). Pembicaraan suatu masalah dalam kelompok sangat berguna karena masing-masing siswa dapat mengambil manfaat dari pengalaman dari gagasan teman. Dalam pelaksanaanya dapat secara kelompok maupun jumlah yang mengalami kesulitan. Sehingga siswa dapat memenuhi criteria keberhasilan minimal yang diharapkan melalui proses interaksi yang berencana. Tujuan yang paling utama adalah untuk memecahkan masalah. Pengajaran Perbaikan Pengajaran remedial mempunyai makna sebagai upaya guru untuk menciptakan suatu situasi yang memungkinkan individu atau kelompok siswa lebih mampu mengembangkan dirinya seoptimal mungkin. dan proses bimbingan (menekankan aspek afektif). terkoordinasi terkontrol dengan memperhatikan kesesuaian diri individu dengan lingkungannya. Diskusi Kelompok Diskusi Kelompok merupakan bimbingan kelompok yang dilakukan dalam bentuk kecil antara 5 sampai 10 orang. terarah. Bimbingan dilakukan dalam kelompok-kelompok yang sudah ada . sehingga bimbingan dapat berfungsi menyalurkan. konselor hendaknya benarbenar dapat memilih topik yang sesuai dengan kebutuhan siswa sehingga semua siswa diharapkan aktif dan berdampak suasana kelas bebas dan terarah. Diskusi kelompok dapat berfungsi mengadaptasi dan penyesuaian. pengulangan kembali permasalahan yang kurang dikuasai. Kelompok Kerja Kelompok kerja dibentuk dengan memperhatikan tingkah laku. tempat tinggal dan jalinan social. latihan-latihan serta penekanan aspekaspek tertentu. Dalam hal sebagai kelompok studi. 4). Diskusi ini akan lebih efektif apabila siswa mempunyai pengalaman yang cukup banyak mengenai masalah yang sedang didiskusikan. hubungan konselor diupayakan seperti orang tua dan anak dengan hubungan yang semacam ini diharapkan siswa bebas mencurahkan isi hatinya kepada konselor. dengan demikian teknik bimbingan ini dapat melayani berbagai masalah. Letak unsur bimbingannya adalah pembentukan sikap belajar. Yang perlu diperhatikan dalam home room mengubah suasana kelas menjadi suasana rumah.suasana yang bebas dan menyenangkan siswa dapat mengutarakan perasaannya dan pendapatnya yang tidak dapat diutarakan dalam pertemuan formal. 2). Dengan proses layanan yang seperti ini siswa tidak sekedar mendapat pengetahuan namun ada perubahan sikap dan tingkah laku. Pengajaran remedial diberikan kepada siswa-siswa yang mengalami kesulitan belajar. terorganisasi. mengadaptasikan dan menyesuaikan. Pengajaran Bimbingan Teknik bimbingan kelompok ini dilakukan pada kelompok siswa yang sudah dibentuk keperluan pengajaran. Bimbingan disini lebih menekankan pada sifat preventif dari pada kuratif. yang kesemuanya akan mengarahkan pada perkembangan siswa. membentuk sikap kooperatif dan kompetetif yang sehat. Kelompok kerja sebagai alat bimbingan dapat berfungsi mengadaptasikan maupun menyesuaikan . waktu yang ditentukan disesuaikan dengan permasalahannya. meningkatkan penyesuaian social. kemampuan. Tujuannya dapat berupa mengidentifikasikan masalah serta menghadapi dan memecahkan masalah. baik yang bersifat preventif maupun kuratif. Bimbingan dilakukan dengan memberikan kegiatan tugas-tugas belajar atau tugas kerja lain. menyalurkan bakat dan minat. Program home room dapat dilakukan secara periodic atau insidentatal sesuai kebutuhan. masalah yang didiskusikan biasanya telah ditentukan oleh konselor. termasuk pemahaman diri akan kemampuannya serta timbul minat dan dorongan untuk belajar (lebih menekankan aspek kognitif). Ditinjau dari segi fungsinya pengajaran remedial sebagai teknik 403 . Tujuannya adalah untuk meningkatkan kemampuan belajar. Disamping itu sebagai kelompok kegiatan aktivitas banyak dilakukan diluar jam pelajaran baik sebagai kelompok studi maupun sebagai kelompok kegiatan. sehingga lebih bersifat kuratif 3). jenis kelamin.

Pernelaahan kembali kasus 4.bimbingan akan berfungsi menyalurkan . Sehingga obyek yang dikunjungi sesuai dengan tujuan layanan karir. Reevaluasi / rediagnostik 9. Tugas tambahan 10. Misalnya suatu tema pertentangan antara anak dan orang tua. 7). ide-ide dan pemikiran baru. sosiodrama penyelesaianya pada hubungan yang tidak harmonis antara anak dan orang tua. 8). Tujuan utama membantu siswa dalam memecahkan masalah kesulitan belajar yang sifatnya korektif dan kuratif. mengadaptasikan dan menyesuaikan. Ceramah Bimbingan Kegiatan ceramah bimbingan dapat di pakai sebagai teknik bimbingan. dan akhirnya dilanjutkan dengan evaluasi. prosedur remedial dapat disajikan sebagai berikut: 1. penemuan jalan keluar. perasaan dan pikirannya. Diagnostik kesulitan belajar mengajar 2. Ceramah bimbingan ini lebih memberikan kesempatan pada siswa untuk berpendapat dan mendorong untuk aktif serta dapat dilanjutkan dengan follow up. Sosiodrama dan Psikodrama Memainkan peran dalam suatu drama dapat dipakai sebagai alat bimbingan. tergolong nakal dan sebagainya. blocking maupun indahnya dialog. Pada sosiodrama menekankan pada masalah social sedangkan psikodrama menekankan pada masalah psikis. Pelaksanaan pengajaran remedial 7. Peserta dalam kegiatan ini berasal dari berbagai tingkatan kelas. Mungkin dikelompokkan pada siswa yang lambat belajar. Kelompok siswa yang akan diberi ceramah bimbingan tergantung pada tujuan bimbingan. Karya Wisata Kegiatan karyawisata selain merupakan kegiatan rekreasi atau salah satu metode mengajar dapat pula difungsikan sebagai salah satu teknik bimbingan kelompok. Layanan Konseling 6. Untuk pemilihan obyek karyawisata yang menarik dan merupakan kebutuhan siswa. Kegiatan karyawisata lebih baik dimanfaatkan untuk kepentingan dalam layanan karir. Karyawisata sebagai teknik bimbingan kelompok akan mengarahkan pada perkembangan dan pembentukan sikap siswa. tapi mengarah pada ekspresi-ekspresi yang spontan. Antara sosiodrama dan psikodrama mempunyai fungsi dan tujuan yang sama dalam bimbingan. Bedanya terletak pada jenisnya cerita yang dimainkan dan tekanan masalah yang hendak diceritakan. psikodramanya penyelesaianya pada konflik dan tekanan batin ( problem kejiwaan) oleh sebab itu kedua penyelesaian itu sering disebut “sosio-psikodrama” Sosiodrama sebagai teknik bimbingan tidak terlalu menekankan pada seni acting. Pengukuran kembali hasil belajar mengajar 8. penyaluran dorongan yang tertekan serta improvisasi psikis kearah perkembangan. Teknik ini hampir sama dengan pengajaran bimbingan. Rekomendasi / referral 3. Selaras dengan tujuan bimbingan tersebut maka sifat bimbingan lebih pada development dan dapat pula bersifat preventif 404 . tetapi dapat dilaksanakan di ruang-ruang besar dalam jumlah yang besar pula. sehingga benar-benar dapat berfungsi sebagai alat bimbingan. Pilihan alternative tindakan 5. Secara skematis. Teknik bimbingan ini dapat berfungsi menyalurkan dan mengadaptasi sehingga pemberian informasi ini mempunyai tujuan untuk pembentukan sikap dan pengembangan bakat serta minat. Hasil yang diharapkan. 6). Bedanya pada ceramah bimbingan tidak selalu dilaksanakan di dalam kelas. Melaui kegiatan drama diharapkan siswa dapat memproyeksikan sikap. Melalui kegiatan karyawisata konselor dapar mengarahkan siswa untuk belajar menyesuaikan diri dalam kehidupan kelompok. dengan demikian akan timbul dorongan dalam diri siswa untuk mengetahui dan memahami serta mendapat kesempatan mengembangkan bakat atau timbulnya minat dan cita-citayang berkaitan dengan obyek tersebut. Follow up berupa suatu tugas ( individual maupun kelompok ) dapat berupa diskusi kelompok kecil.

Upaya – upaya yang dilakukan untuk : Meningkatkan. Faktor – factor yang mempengaruhi. mengembangkan sikap kepemimpinan. Pengertian topic yang dibicarakan/dibahas secara umum atau menurut ahli 3). 5. kuratif dan development. mengatasi atau mengantisipasi 2). 1. 7. Ketepatan memulai penyajian materi layanan Ketepatan mengembangkan kegiatan siswa dalam mengikuti layanan bimbingan dan konseling Ketrampilan menimbulkan kreativitas siswa dalam mengikuti layanan bimbingan dan konseling Ketrampilan mengembangkan dinamika kelompok siswa dalam mengikuti layanan bimbingan dan konseling Keterampilan membantu siswa dalam mengemukakan masalah Keterampilan menggunakan metode/teknik bimbingan dan konseling Keterampilan menguasai materi bimbingan dan konseling Keterampilan melakukan evaluasi layanan bimbingan dan konseling Jumlah Nilai Nilai Rata . 4. adalah suatu penjelasan. 6. Organisasi Siswa Organisasi siswa yang dimaksud adalah organisasi yang ada di sekolah dan di luar sekolah. 5. 3. Langkah – langkah Bimbingan Klasikal 1). Apabila dilaksanakan di ruangan maka media yang dipergunakan adalah LCD dengan Power Point dan diselingi potongan film sebagi quis atau film motivasi agar lebih 405 . Ciri – ciri / Dapak / akibat 5). Langkah-langkah Dalam Pelaksanaan Bimbingan Klasikal No 1. seperti: OSIS. 8. Melalui organisasi siswa ini dapat dilaksanakan layanan bimbingan terhadap masalah-masalah yang sifatnya kelompok maupun individual dengan bantuan konselor. 3. 1).rata Nilai 6. Lebih lanjut konselor dapat mengarahkan siswa agar mengenal berbagai aspek kehidupan social. kerjasama serta tanggung jawab dan harga diri. Terkait dengan tujuan bimbingan tersebut maka teknik bimbingan ini berfungsi mengadaptasi dan menyesuaikan sehingga bimbingan ini mempunyai sifat sebagai preventif. 4. hal-hal apasaja yang dapat menyebabkan dari diri individu atau luar individu (Intern dan Ekstern) 4). Aspek yang dinilai A. ceritera atau brain storming yang dapat membawa perhatian siswa pada topic yang akan disampaikan dalam bimbingan klasikal 2). Langkah-langkah Penyusunan Materi Bimbingan Klasikal Agar materi bimbingan klasikal lebih mudah dipahami oleh siswa maka dalam pelaksanaannya dapat diberikan dengan langkah-langkah atau setruktur sebagai berikut. PERSIAPAN Perumusan tujuan layanan bimbingan dan konseling Kesesuian tujuan layanan dengan materi bimbingan dan konseling Perencanaan kegiatan siswa dalam layanan bimbingan dan konseling Pemilihan metode / teknik bimbingan dan konseling Rencana evalauasi bimbingan dan konseling B. PMR dan sejenisnya. Pengantar . 2. PELAKSANAAN. 2. Pengembangan Alat / Media Alat atau Media yang diperegunakan dalam bimbingan klasikal disesuaikan dengan teknik yang akan dipergunakan.9). 5. Pramuka.

Fungsi bimbingan klasikal meliputi preventif dan pemahaman. mengatasi atau mengantisipasi E. 9. LATIHAN 1. 6. Agar materi bimbingan klasikal lebih mudah dipahami oleh siswa maka dalam pelaksanaannya dapat diberikan dengan langkah-langkah sebagai berikut. 2. Fungsi Preventif atau pencegahan adalah fungsi bimbingan untuk menghindarkan diri dari terjadinya tingkah laku yang tidak diharapkan dan membahayakan dirinya dari orang lain. 2). 8. Ceramah Bimbingan. penyaluran. Pengajaran Perbaikan. Bimbingan Klasikal dapat dilaksanakan dalam berbagai teknik yakni : 1. Praktekan layanan tersebut sesuai dengan langkah-langkah pelaksanaan bimbingan klasikal 406 . Ciri – ciri / Dapak / akibat 5). 3. mampu mengambil keputusan untuk hidupnya sendiri. 2. D.menarik dan tidak membosankan siswa yang dapat diunduh di Youtube sesuai dengan topic yang sedang dibahas. Fungsi pemahaman adalah fungsi bimbingan untuk membantu siswa agar memiliki pemahaman terhadap dirinya dan lingkungannya. Sosiodrama dan Psikodrama. Tujuan bimbingan klasikal adalah membantu individu agar mampu menyesuaikan diri. 3. Faktor – factor yang mempengaruhi. Bimbingan klasikal adalah bimbingan yang beorientasi pada kelompok siswa dalam jumlah yang cukup besar 30 – 40 orang siswa (satu kelas). 4. bidang social dan bidang karir. Sebenarnya penulis ingin menyertakan dalam materi ini namun tidak dapat karena filenya terlalu besar. Kelompok Kerja. Pengertian 3). dan mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan secara dinamis dan konstruktif. Pengajaran Bimbingan. mampu beradaptasi dalam kelompok. sehingga mampu mengembangkan potensi diri secara optimal. Karya Wisata. 4). adaptasi dan penyesuaian. Upaya – upaya yang dilakukan untuk : Meningkatkan. RANGKUMAN Bimbingan klasikal adalah bimbingan yang diberikan kepada sejumlah siswa yang tergabung dalam suatu satuan kegiatan pengajaran. mampu menerima support atau dapat memberikan support pada temantemannya. Buatlah Satlan atau persiapan lengkap dengan Materi bimbingan klasikal sesuai dengan Langkah-langkah bimbingan klasikal. Tentukan satu topic permasalahan yang anda akan berikan dengan teknik bimbingan klasikal. Home Room. Pengantar . Organisasi Murid. 1). berorientasi pada pengembangan pribadi siswa yang meliputi bidang pembelajaran. Diskusi Kelompok. 5. oleh sebab itu peserta PLPG saya persilahkan berlatih mengunduh sendiri di Youtube sesuai dengan kebutuhan dan topic permasalahan. 7.

Bandung Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia dan Remaja Rosdakarya. UU NO 20. 2007. W. Louise B dan Sri Hastioeti.M 2006. Hibana S. Landasan Bimbingan dan Konseling. 2003. Jakarta : Universitas Terbuka. Tahun 2003.DAFTAR PUSTAKA Depdiknas. Muhammad. 2003. M. Siwabessy. Bimbingan dan Konseling Pola 17. 2008. Penataan Pendidikan Profesional Konselor dan Layanan Bimbingan dan Konseling dalam jalur Pendidikan Formal . Yogyakarta: Media Abadi Yusuf Nurihsan. Bahan Ajar Setifikasi Guru Bimbingan dan Konseling dalam jabatan melaui Jalur Pendidikan : Praktek Bimbingan Klasikal. Yogyakarta : UCY Press.S dan Sri Hastuti. Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Kapita Selekta Pendidikan Dasar. Jakarta : Dirjen Dikasmes. 407 . Winkel. Sistem Pendidikan Nasional. 2008. Jakarta: Derpdiknas Rahman. Jakarta: jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia Surya.

B 6. C 2. Bimbingan Klasikal d. Bimbingan Klasikal 3. Diskusi kelompok d. Diskusi kelompok b. Preventif dan Pemahaman c. Kelompok Kerja 5. Bimbingan dan Konseling 2. B 408 . Preventif. Konselor dan guru c. Pengajaran perbaikan c.PRE TES PLPG TH 2011 ( Mata Latih Bimbingan Klasikal ) Soal – soal : 1. Topik Bimbingan yang tepat diberikan secara klasikal adalah a. Bimbingan Kelompok c. Permasalahan Individu d. Sumua permasalahan b. Bimbingan kelompok d. C 5. Bimbingan Karir c. Bantuan yang diberikan kepada siswa yang mengalami kesulitan belajar yang bertujuan untuk memperbaiki prestasi siswa adalah: a. Bimbingan dan konseling b. Yang kompeten dalam layanan tsb adalah : a. Bimbingan yang diberikan kepada sejumlah siswa yang tergabung dalam suatu satuan pengajaran adalah : a. Preventif / Pencegahan b. Bimbingan Individual b. Karya Wisata c. Permasalahan yang sedang aktual KUNCI JAWABAN 1. Kuratif 4. D 3. pemahaman dan kuratif d. Siapa saja boleh 7. Konselor b. Home Room d. A 7. Fungsi Layanan Bimbingan Klasikal adsala: a. Bimbingan dan konserling b. Salah satu teknik dalam bimbingan klasikal yang mengubah suasana rumah agar siswa bebas mencurahkan isi hati adalah : a. Bimbingan Klasikal adalah bimbingan yang diberikan kepada sejumlah siswa yang tergabung dalam suatu satuan kegiatan pengajaran. Infomasi yang disampaikan dapat menyangkau siswa sekelas dapat menerima informasi yang sama dari konselor dapat meminimalkan pemahaman yang keliru adalah salah satu keunggulan dari: a. Belajar Kelompok 6. Guru d. Permasalahan yang secara umum dimilki oleh siswa c. B 4.

Modul pengembangan media bimbingan dan konseling merupakan salah satu kompetensi dasar yang harus dikuasai oleh konselor. Hal ini merupakan manifestasi dan akumulasi kinerja konselor. Selanjutnya semua kegiatan yang telah dilaksanakan dievaluasi baik dalam jangka pendek. efektif. Bab IV Manfaat Penggunaan Media Bimbingan dan Konseling 5. maka konselor hendaknya mampu mengalokasikan kegiatan yang ada di dalam kelas dan di luar kelas dengan media yang dapat mendukung kegiatan dimaksud sehingga kegiatan berjalan dengan baik dan dapat mencapai tujuan yang telah ditentukan. 3. dan (i) waktu dan tempat untuk digunakannya media bimbingan dan konseling. Kerjakan soal-soal latihan dan cocokkanlah dengan kunci jawaban dan apabila hasil pekerjaan saudara sudah mecapai 75% maka saudara diperbolehkan melanjutkan pada kegiatan belajar selanjutnya. pemahaman individu teknik non tes. 2. Prasyarat Untuk mengikuti Buku Ajar media bimbingan dan konseling ini peserta pelatihan harus sudah menempuh dan lulus mata kuliah dasar-dasar bimbingan konseling. Bab. Bab. kerugian penggunaan media. dan tidak gagap teknologi. terarah dan sistematis. Dalam Buku Ajar media BK ini akan dibahas beberapa bab yaitu: 1.II Pengertian Media Bimbingan dan Konseling 3. dan pada gilirannya akan memberikan kesan bahwa konselor bekerja secara profesional dan cakap. Bab V Kerugian Penggunaan Media Bimbingan dan Konseling. manfaat. dan seterusnya. Di dalam melaksanakan tugasnya. dan dapat memanfaatkan semaksimal mungkin agar pelayanan bimbingan dan konseling semakin maksimal. 6. karena dalam kegiatannya seorang konselor hendaknya mampu merancang. Deskripsi Modul pengembangan media bimbingan dan konseling dimaksudkan sebagai salah satu panduan kinerja guru bimbingan dan konseling atau konselor untuk memanfaatkan dan mengefektifkan media dalam pelayanan bimbingan dan konseling yang meliputi pengertian. menengah maupun jangka panjang. Melalui perencanaan yang baik akan memperoleh kejelasan arah penggunaan media bimbingan dan konseling dan memudahkan untuk mengontrol kegiatan yang dilaksanakan. (f) perkiraaan biaya yang dimiliki sekolah. seorang konselor perlu menengenal berbagai jenis media. Bab III Jenis-Jenis Media Bimbingan dan Konseling 4. Bertindak sejujur mungkin sehingga saudara dapat mengetahui secara persis dimana posisi saudara dalam penguaaan modul tersebut. Bacalah setiap kegiatan belajar dengan teliti dan buatlah rangkuman setiap selesai mempelajari materi tersebut. Mengapa. C. jenis media. dan efisien. Bab VI Mengembangkan Media Bimbingan dan Konseling B. Oleh karena itu dalam penggunaan media bimbingan dan konseling seorang konselor perlu memperhatikan berbagai hal sebagai berikut ini: (a) analisis kebutuhan/permasalahan siswa (b) penentuan tujuan yang akan dicapai (c) analisis situasi dan kondisi sekolah (d) penentuan jenis kegiatan yang akan dilakukan (e) penentuan personel-personel yang akan menggunakan. dan mengevaluasi efektivitas penggunaan media dalam pelayanan bimbingan dan konseling. Penggunaan media bimbingan dan konseling perlu disadari bahwa berbeda dengan guru bidang studi lain karena sifat tugasnya. menggunakan. (g) mengantisipasi kemungkinan hambatan dalam penggunaan media bimbingan dan konseling. dan efisien. dan belajar dan pembelajaran.BAB I PENDAHULUAN A. efektif. I Pendahuluan 2. Petunjuk Belajar Agar peserta kuliah atau pelatihan dapat mengikuti kegiatan ini dengan lancar dan baik maka perlu diperhatikan beberapa petunjuk belajar sebagai berikut: 1. 409 . landasan BK. Pelayanan bimbingan dan konseling akan berjalan lebih baik dan menyenangkan apabila disertai dengan pemanfaatan media bimbingan dan konseling yang baik.

6 Mengembangkan media dalam pelayanan BK.5 Memahami kerugian dalam penggunaan media dalam pelayanan BK 1. Kompetensi Dasar: 1. Indikator Pencapaian Kompetensi: 1.D. Kompetensi dan indikator Standar Kompetensi: 1.4 Menjelaskan manfaat media dalam pelayanan BK 1.1 Menjelaskan pengertian media dalam pelayanan bimbingan dan konseling 1.5 Menjelaskan kerugian dalam penggunaan media dalam pelayanan BK 1. Memahami konsep media bimbingan dan konseling (BK) di sekolah.2 Menjelaskan konsep dasar media BK 1.3 Menjelaskan jenis-jenis media BK 1. Mengembangkan media bimbingan dan konseling . 2.6 Mengembangkan media dalam pelayanan BK.2 Memahami konsep dasar media BK 1.4 Memahami manfaat media dalam pelayanan BK 1.1 Memahami pengertian media dalam pelayanan bimbingan dan konseling 1.3 Memahami jenis-jenis media BK 1. 410 .

Sejalan dengan perkembangan IPTEK penggunaan media. namun dapat meramu semua jenis media yang bersifat interaktif. Contoh : dewasa ini penggunaan komputer tidak hanya bersifat projected motion media. Kompetensi dan Indikator: . Allen mengemukakan tentang hubungan antara media dengan tujuan pembelajaran/bimbingan. konsep dan aturan 4 = Prosedur belajar 5= Penyampaian keterampilan persepsi motorik T= Tinggi 411 . projected still media maupun projected motion media bisa dilakukan secara bersama dan serempak melalui satu alat saja yang disebut Multi Media. sebagaimana terlihat dalam tabel di bawah ini : Jenis Media 1 2 3 4 5 6 Gambar Diam Gambar Hidup Televisi Obyek Tiga Dimensi Rekaman Audio Programmed Instruction Demonstrasi Buku teks tercetak S S S R S S R S T T S T R S S R S T T R R S R S S T S R S T T S R S R R R R S R R S S R S S S S Keterangan : R = Rendah S = Sedang 1 = Belajar Informasi faktual 2 = Belajar pengenalan visual 3 = Belajar prinsip. Beberapa ahli memberikan definisi tentang media pembelajaran/bimbingan. Uraian Materi Media berasal dari bahasa latin merupakan bentuk jamak dari “Medium” yang secara harfiah berarti “Perantara” atau “Pengantar” yaitu perantara atau pengantar sumber pesan dengan penerima pesan.BAB II PENGERTIAN MEDIA BIMBINGAN DAN KONSELING a. Schramm (1977) mengemukakan bahwa media pembelajaran/bimbingan adalah teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran/bimbingan.Memahami pengertian media bimbingan dan konseling . baik yang bersifat visual. audial.Dapat menjelaskan pengertian media bimbingan dan konseling b.

Briggs (dalam Sadiman. Jelaskan pengertian media dalam pelayanan bimbingan dan konseling! 412 . 1. 2002) menyatakan bahwa media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar dan atau menerima layanan bimbingan dan konseling. Lebih lanjut. radio. yaitu medium yang memiliki arti perantara. Sebagai alat bantu dalam kegiatan layanan bimbingan dan konseling.Seringkali konselor/guru pembimbing menyampaikan materi bimbingan dan konseling kepada siswa hanya dengan mempergunakan cara-cara yang “kuno”. maka media bimbingan ini akan disesuaikan dengan karakteristik masing-masing materi bimbingan dan konseling yang akan disajikan juga memperhatikan karakteristik siswa. dapat disajikan pada gambar sebagai berikut: Sumber Informasi --------------. dalam kegiatan layanan bimbingan dan konseling dikenal pula istilah media bimbingan dan konseling. konselor/guru pembimbing mengalami masalah untuk memberikan pengertian kepada siswa tentang satu pokok bahasan. Konselor/guru pembimbing mengeluh karena sudah seringkali diulang. Sadiman (2002) menyatakan bahwa kegiatan belajar dan kegiatan layanan bimbingan dan konseling di kelas pada dasarnya adalah proses komunikasi. maka media ini dapat berupa koran. Penyampaian informasi ini dapat melalui cara-cara biasa seperti berbicara kepada siswa. Lebih singkatnya. Hal ini menunjukkan bahwa konselor/guru pembimbing sebagai sumber informasi memiliki kebutuhan untuk menyampaikan informasi (materi bimbingan dan konseling) kepada siswa sebagai penerima informasi. pengalaman. Sebagai perantara. Suyitno (1997) menyatakan bahwa media bimbingan dan konseling adalah suatu peralatan baik berupa perangkat lunak maupun perangkat keras yang berfungsi sebagai alat bantu bimbingan dan alat bantu mengajar. dkk. Istilah media berasal dari bahasa latin.6 = Mengembangkan sikap.MEDIA ----------------Penerima Informasi Lebih lanjut. Gagne (dalam Sadiman. bahan. Dalam arti bahwa konselor/guru pembimbing hanya sebatas menjelaskan atau memberi ceramah kepada siswa. televisi bahkan komputer. Dalam Dictionary of Education. opini dan motivasi Seringkali kita temui dalam kegiatan layanan bimbingan dan konseling di kelas. Definisi tersebut mengarahkan kita untuk menarik suatu simpulan bahwa media adalah segala jenis (benda) perantara yang dapat menyalurkan informasi dari sumber informasi kepada orang yang membutuhkan informasi. Dimana kesenjangan ini muncul mungkin akibat materi bimbingan dan konseling yang diberikan kepada siswa kurang menarik atau mungkin media yang dipergunakan tidak sesuai dengan karakteristik materi bimbingan dan konseling yang diberikan. dkk. disebutkan bahwa media adalah bentuk perantara dalam berbagai jenis kegiatan berkomunikasi. c. dan atau dianggap sebagai media bimbingan dan konseling! kondisi yang dapat d. tetapi siswa tidak dengan segera dapat menjelaskan pokok bahasan tersebut. Kasus ini mengindikasikan bahwa dalam proses komunikasi antara konselor/guru pembimbing dan siswa terdapat kesenjangan. 2002) menyatakan bahwa media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar dan atau menerima layanan bimbingan dan konseling. atau melalui perantara yang disebut sebagai media. Tes Formatif. Keterbatasan metode ini akan membuat siswa merasa cepat bosan walaupun materi yang diberikan oleh konselor/guru pembimbing sebenarnya sangat menarik. Latihan: Identifikasi segala peralatan.

Mulai yang paling kecil sederhana dan murah hingga media yang canggih dan mahal harganya. Majalah seringkali digunakan oleh guru pembimbing/konselor sebagai biblioterapi apabila klien sedang sakit dan dengan membaca klien mendapatkan pemahaman cara mengatasi sakitnya karena dengan membaca majalah tersebut. specimen Guru pembimbing/konselor. Ada media yang dapat dibuat oleh guru pembimbing/konselor sendiri. Makanya di rumah saklit justeru banyak penjenguk pasien di saat besuk tidak memberikan uang atau membawakan buah tangan berupa kue atau roti tetapi membawakan majalah atau koran yang berisi artikel/tulisan yang berhubungan dengan sakit si klien/pasien. VCD. leaflet. film gerak bersuara. telepon/handphone. CBI (Pembelajaran berbasis komputer) VIII Obyek fisik IX Manusia dan lingkungan X Komputer Saat ini. Sedangkan media lain seperti kaset audio. Ada media yang sudah tersedia di lingkungan yang langsung dapat kita manfaatkan. Kompetensi dan Indikator Memahami Jenis-jenis media bimbingan dan konseling Dapat menjelaskan jenis-jenis media bimbingan dan konseling b. model. selain itu banyak juga sekolah yang telah memanfaatkan jenis media lain gambar. video/VCD. Laboran CAI (Pembelajaran berbantuan komputer). peralatan audio seperti tape recorder dan peralatan visual seperti VCD/DVD. 413 . Film bingkai (slide) Film bingkai (slide) bersuara Film bisu Audio Visual gerak. dengan cepatnya teknologi komunikasi maka semakin banyak pula media komunikasi yang muncul. Uraian materi Media bimbingan dan konseling banyak sekali jenis dan macamnya. televisi Benda nyata. slide (film bingkai). siaran radio. 1. Pada pembahasan ini. CD.BAB III JENIS-JENIS MEDIA BIMBINGAN DAN KONSELING a. Pustakawan. ada pula media yang secara khusus sengaja dirancang untuk keperluan pelayanan bimbingan dan konseling. dan Overhead Projector (OHP) dan obyek-obyek nyata. telepon Buku pelajaran. brosur. Meskipun media banyak ragamnya. kotak masalah. Beberapa media yang dimaksud adalah buku/majalah/surat kabar. Buku/majalah/surat kabar: Buku/majalah/surat kabar adalah media yang sangat mudah di dapat dan praktis penggunaannya. papan bimbingan. komputer (internet). namun kenyataannya tidak banyak jenis media yang biasa digunakan oleh guru pembimbing/konselor di sekolah. Beberapa media yang paling akrab dan hampir semua sekolah memanfaatkan adalah media cetak (buku). model. Anderson (1976) mengelompokkan media menjadi 10 golongan sbb : No I II III IV V VI VII Golongan Media Audio Cetak Audio-cetak Proyeksi visual diam Proyeksi Audio visual diam Visual gerak Contoh dalam Pembelajaran Kaset audio. Buku berisi segenap informasi yang bisa digunakan guru pembimbing/konselor untuk menyampaikan mteri bimbingan dalam layanan informasi. video. modul. program pembelajaran komputer masih jarang digunakan meskipun sebenarnya sudah tidak asing lagi bagi sebagian besar guru pembimbing/konselor. media komunikasi yang dimaksud adalah media untuk membantu pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah. dan adapula media yang diproduksi pabrik. gambar Kaset audio yang dilengkapi bahan tertulis Overhead transparansi (OHP).

Mestinya kotak masalah tidak seperti kotak PPPK. Kotak masalah harus sering dibuka. Mengapa demikian? Menurut hemat penulis karena pengistilahan ‘kotak masalah’ itu sendiri memiliki konotasi negatif. Papan bimbingan ini seringkali menjadi tempat semua siswa mendapatkan dan bahkan mencari informasi berkaitan dengan informasi belajar. namun disadari bahwa siswa juga memiliki kemampuan luar biasa mencari informasi penting melalui internet yang dapat disebarluaskan kepada teman-temannya di sekolah melalui papan bimbingan. Siswa yang bermasalah tidak ingin diketahui oleh banyak orang apabila dirinya diketahui memiliki masalah. karir. Papan bimbingan merupakan media untuk memberikan informasi. Apabila tidak ada suratnya.Koran dapat dipakai guru pembimbing/konselor untuk menyelenggarakan bimbingan kelompok/konseling kelompok dengan membacakan suatu kasus/masalah hangat yang sedang terjadi di masyarakat. Celakanya kotak masalah ini sepertinya hanya kotak PPPK yang hanya dipajang dan tidak dibuka apabila tidak ada korban atau yang membutuhkan. Saya menyarankan penyebutan ‘kotak masalah’ diganti dengan “kotak curhat”. social. Jadi tidak selamanya guru pembimbing. dan atau konseling kelompok. atau “kotak konseling” yang pasti berkonotasi positif. dan sangat familier bagi huru. konselor. Mengingat begitu pentingnya papan bimbingan bagi siswa maka menuntut para guru pembimbing/konselor untuk senantiasa menyajikan informasi yang up to date. dan lebih bersahabat untuk mengajak siswa merasa ingin mendapatkan pelayanan mengatasi masalahnya. pribadi. sangat efektif dilihat banyak siswa. dan selanjutnya mengangkat dan membahas topic dan atau menganalisis kasus tersebut ke dalam bimbingan kelompok. imbauan. dan memberikan rasa kurang nyaman bagi siswa sehingga tidak akan menggerakkan minat siswa untuk memanfaatkannya. bahkan pencerahan spiritual untuk meningkatkan kadar keimanan dan pendidikan moral/akhlak mulia siswa. Suatu saat kotak masalah dibuka guru pembimbing/konselor ternyata ada surat yang ternyata berupa keluhan bahwa siswa ingin mendapatkan bantuan konseling karena beratnya masalah yang dihadapi tertanggal 2 414 . dipajang dengan menarik. maupun siswa. 2. maka konselor berupaya bagaimana kotak masalah itu ada suratnya seperti seorang pengelola/pegawai pos yang merasa sedih karena kotak posnya tidak ada suratnya sehingga penghasilannya menurun. maupun kehidupan berkeagamaan/akhlak mulia. Papan Bimbingan Papan bimbingan merupakan media bimbingan dan konseling yang sangat murah. Siswa mungkin akan lebih mudah menyampaikan perasaannya melalui bahasa tulis dan disampaikan melalui kotak masalah. Sampai saat ini siswa masih takut atau mungkin masih malu karena berperasaan kalau dirinya orang bermasalah dan atau berkasus. Seringkali dijumpai siswa apabila ditanya apakah dia memiliki masalah maka silakan datang ke guru pembimbing/konselor. tidak memerlukan perawatan khusus. Kotak Masalah Banyak dijumpai kasus tidak semudah orang berbicara bahwa mengungkapkan masalah secara langsung itu mudah dan sangat gampang. menuangkan kreativitas. Kondisi yang terjadi selama ini menurut pengamatan penulis tampaknya kotak masalahpun sering belum diminati siswa untuk memulai langkah awal mendapatkan pelayanan konseling. gagasan dan ide bagi siswa dan semua warga sekolah selama hal tersebut demi pertumbuhan dan perkembangan siswa. karir/peluang kerja. menggunakan bahasa lugas tetapi mengenai sasaran. Guru pembimbing/konselor mempersilakan siswa untuk memberikan informasi seluas-luasnya selama itu berguna bagi perkembangan dan membuka wawasan siswa lainnya yang sebelumnya melalui pembimbingan/seizing guru pembimbing/konselor. Dengan demikian fungsi guru pembimbing/konselor hanya memotivasi siswa memanfaatkan semaksimal mungkin papan bimbingan baik untuk menerima informasi maupun memberikan sumbangan informasi pada bidang belajar. seperti kotak surat yang terdapat di depan kantor pos. Dengan demikian begitu mudah kan sebenarnya memberikan pelayanan bimbingan dan konseling dengan media ini? 3. mudah pengadaannya. dan studi lanjut. Begitu pula dengan kotak masalah yang senantiasa kosong sehingga konselor malas membuka dan sampai akhirnya menjadi terlupakan membuka kotak masalah itu berbulan-bulan karena dianggapnya paling-paling tidak ada surat sebagai ungkapan masalah siswa. syukur setiap hari.konselor sekolah sibuk dan repot mencari data/informasi sendiri dan selanjutnya ditempel pada papan bimbingan.

Konselor baru kecewa karena ternyata ada siswanya yang memerlukan pelayanan konseling segera tetapi sudah lewat dan tidak bisa diulang kembali. telah muncul pula AMD 690. 415 . Sebagai contoh adalah perkembangan prosessor sebagai otak dalam sebuah komputer mulai dari Intel Pentium 1 sampai dengan Pentium 4. diagram. email. Peralatan Audio Perkembangan peralatan audio saat ini juga mengalami perkembangan yang pesat. Peralatan audio yang di pergunakan dalam proses bimbingan dan konseling seperti tape recorder. Dengan demikian guru pembimbing/konselor harus bertindak seperti pegawai kantor pos. Dengan computer dapat menyajikan peristiwa yang direkam dan ditayangkan di dalam kelas. dapat dibawa ke manapun sehingga sangat memiliki kepraktisan dan kemudahan yang sangat luar biasa. Penggunaan tape recorder ini antara lain adalah untuk merekam sesi konseling dan memutar kembali hasil-hasil yang diperoleh selama sesi konseling. kurva perkembangan siswa. atau yang lainnya. Saat mengolah data tes dan membutuhkan analisis secara cepat dan akurat dapat digunakan komputer sehingga pekerjaan konselor sangat dibantu dan sangat efektif dan efisien. Melalui cara ini dirasakan kerahasiaan klien sangat terjamin dan memberikan bantuan yang sangat segera. Klien yang sedang kalut saat malam hari misalnya dan sangat ingin mencurahkan perasaannya dan kekalutannya (situasi kritis) bisa mendapatkan layanan konseling lewat telepon. Merupakan kewajiban guru pembimbing/konselor untuk bertanggungjawab mengelola dan memanfaatkan kotak masalah setelah berani memasangnya. Dengen komputer dan akses internet siswa maupun guru pembimbing/konselor dapat belajar dan mengajari siswa bagaimana melakukan konseling jarak jauh. dapat menampilkan gambar data dengan grafik. Telepon dan handphone Telepon sebagai media komunikasi sebenarnya sangat bisa digunakan konselor di dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling. Ada apa dengan kotak masalah yang masih kosong? Barangkali itu terjadi karena siswa sudah tidak percaya lagi kalau kotak masalah akan dibuka (seperti diuraikan dalam kasus di atas). facebook untuk komunikasi yang lebih intens dan mendalam dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling. yaitu merasa sedih apabila kotak masalahnya tidak ada satu suratpun yang masuk setelah satu minggu dibuka yang terakhir karena kita meyakini bahwa setiap hari dengan sekian ratus siswa pasti siswa-siswa memiliki masalahnya masing-masing. peletakkannya yang tidak pas sepeerti terlalu tinggi atau terlalu rendah. Sekarang ini telepon sudah banyak ditinggalkan karena kekurangpraktisannya dan diganti dengan telepon tangan/genggam (handphone) karena jarak jangkaunya yang luas.Pesatnya perkembangan teknologi komputer ini memang sebagai jawaban untuk akses data atau informasi. dan tidak strategis. Sebagian orang belum bisa menikmati kecanggihan Prosesor Pentium 4. 5. saat ini sudah muncul Centrino bahkan Centrino Duo Core. Hampir setiap bulan muncul genre-genre baru dalam dunia komputer. Saat ini dibutuhkan akses data yang cepat. sehingga pada akhirnya prosesor yang ada juga semakin cepat. Belum lagi sebagian orang berpikir kehebatan Centrino Duo Core. Seringkali telepon sangat membantu klien dalam keadaan darurat yang memberikan sifat pencegahan dan bahkan pengentasan terhadap masalah klien. membuat blog.bulan yang lalu. Perubahan di masyarakat yang semakin cepat pada akhirnya menuntut perkembangan teknologi komputer yang semakin canggih. 4. Betapa dosanya guru pembimbing/konselor dengan peristiwa ini karena telah membuat siswa merana berhari-hari bahkan berminggu-minggu karena tidak mendapatkan pelayanan konseling dari guru pembimbing/konselor. 6. Di dalam pelayanan bimbingan dan konseling computer sangat membantu tugas guru pembimbing/konselor untuk membuat power point dengan berbagai artistiknya saat menayangkan materi bimbingan dan konseling di kelas sehingga penyajian lebih hidup dan menarik. Komputer/Internet Perkembangan perangkat komputer saat ini mengalami kemajuan yang sangat pesat. namun bisa terjadi pengistilahan yang kurang tepat tentang ‘kotak masalah’. mungkin bentuk dan desainnya yang tidak menarik. Telepon memiliki keterbatasan karena hanya dapat digunakan pada saat pembimbimbing/konselor berada di sekolah dan atau di rumah (bagi yang memiliki telepon rumah).

hasil rekaman seringkali tidak begitu jernih. Use It!” 416 . Dulu. dibutuhkan kamera perekam yang lumayan besar dan berat. Untuk menghasilkan sebuah hasil rekaman yang baik. Sehingga lambat laun peralatan ini mulai ditinggalkan. penggunaan peralatan visual adalah dengan mempergunakan projector. Saat ini telah berkembang alat perekam yang tidak membutuhkan pita perekam. Jadi dasar pertimbangan untuk memilih media sangatlah sederhana. mulai dari mengolah data sampai dengan memproduksi sebuah tayangan video yang baik Di dalam pembelajaran dan atau perkuliahan alat ini sangat membantu konselor atau dosen di dalam memberikan contoh melaksanakan konseling dan atau bimbingan yang diharapkan baik konseling perorangan. Dengan kata lain. Terlebih. sehingga dipandang tidak praktis. Mc. maka alat ini dapat memainkan musik dan dapat dipergunakan untuk merekam suara. Hanya saja. Peralatan ini banyak dijumpai karena memiliki tingkat pengoperasian yang mudah dan memiliki harga yang relatif murah. merasa sudah akrab dengan media tersebut. Sebagai sebuah player. Tetapi selanjutnya berkembang juga sebagai alat entertainment. alat MP3 atau MP4 seukuran sebuah spidol atau ballpoint. c. Video player dulu merupakan peralatan yang lumayan banyak dipergunakan orang. Secara visual siswa dan atau mahasiswa dapat memberikan feedback pelaksanaan konseling perorangan. Ukuran MP3 dan MP4 saat ini amat kecil jika dibandingkan dengan sebuah mini tape recorder biasa. dan d. Mulai dari merekam gambar sampai dengan menampilkan gambar. Pada dasarnya alat ini berfungsi sebagai player. pengoperasian VCD/DVD ke player akan semakin mudah. Peralatan Visual Alat visual dapat bermacam-macam ragamnya seperti video player dan VCD/DVD player. Alat ini disebut MP3 dan MP4. kelompok maupun bimbingan klasikal. Connell (1974) mengatakan bila media itu sesuai pakailah “If The Medium Fits. Seringkali kita jumpai. Peralatan visual yang sering kita jumpai antara lain adalah video player atau CD player. selain itu kaset yang dipergunakan juga relatif besar. Saat ini peralatan komputer yang dijumpai di pasaran pun sudah mempergunakan teknologi multi media. proses perekaman gambar tidak perlu mempergunakan perangkat yang bermacam-macam. kelompok maupun bimbingan klasikal sehingga pengalaman belajar siswa/mahasiswa semakin lebih nyata dan membekas. Kaset memiliki pita magnetik yang berfungsi untuk menyimpan data atau informasi percakapan. Perkembangan teknologi informasi saat ini. Pemilihan Media Pembelajaran Beberapa penyebab orang memilih media antara lain adalah : a. dimana di dalam alat ini terdapat sebuah mini harddisk yang memiliki kapasitas sampai dengan 4 Gb.Tape recorder membutuhkan kaset untuk bisa melakukan tindakan perekaman. bermaksud mendemosntrasikannya seperti halnya pada kuliah tentang media. Penggunaan video player ini tidak akan bisa lepas dari keberadaan sebuah disc atau keping VCD/DVD. pada akhirnya bertujuan untuk memudahkan konsumen menikmati hiburan antau informasi dengan efisien. Saat ini telah berkembang alat perekam (handycam) yang secara langsung dapat merekam gambar langsung ke dalam keping VCD/DVD. ingin memberi gambaran atau penjelasan yang lebih kongkrit. Pada awalnya. Teknologi multi media yang berkembang saat ini sudah demikian canggihnya. Di dalam pembelajaran dan atau perkuliahan alat ini sangat membantu konselor atau dosen di dalam memberikan contoh melaksanakan konseling dan atau bimbingan yang diharapkan baik konseling perorangan. sehingga sehingga seringkali konsumen bingun untuk memilih teknologi apa yang akan dibeli. b. yaitu memenuhi kebutuhan atau mencapai tujuan yang diinginkan atau tidak. Komputer saat ini hampir bisa dipergunakan untuk membantu segala macam permasalahan manusia. saat ini sudah banyak ditinggalkan karena proses produksinya tertalu berbelit. Hal ini pada akhirnya memunculkan perangkat-perangkat multi media. merasa bahwa media dapat berbuat lebih dari yang bisa dilakukannya. kelompok maupun bimbingan klasikal. komputer hanya dipergunakan sebagai alat pengolah data saja. Penggunaan proyektor ini dipandang tidak efisien. 7. Bahkan seringkali dijumpai mutu gambar yang tidak bagus dan bahkan mudah rusak. Dengan kecanggihan teknologi yang ada saat ini. karena dalam proses produksinya membutuhkan tahapan-tahapan yang panjang.

Jelaskan cara memotivasi siswa untuk memanfaatkan computer dan internet dalam pengembangan dirinya? 417 . Tujuan pembelajaran 4. Partisipasi Umpan balik 8. c. Tes Formatif: 1. Latihan dan pengulangan 10. Emosi 7. Bagaimanakah cara mengelola papan bimbingan yang baik? Jelaskan! 3. Motivasi 2. Organisasi isi 5.Dari segi teori belajar. berbagai kondisi dan prinsip-prinsip psikologi yang perlu mendapat pertimbangan dalam pemilihan dan penggunaan media khususnya dalam bimbingan dan konseling adalah sebagai berikut : 1. Penguatan (reinforcement) 9. Latihan dan pengulangan 11. Bagaimanakah upaya agar kotak masalah dapat digunakan sebagai media BK yang efektif dan efisien? 4. Sebutkan dan temukan jenis-jenis media bimbingan dan konseling! 2. Penerapan. Perbedaan individual 3. Persiapan sebelum belajar 6. Latihan: Temu dan Kenali semua benda yang dapat dijadikan media dalam pelayanan bimbingan dan konseling! d.

saat ini dapat kita lihat di internet tentang profil konselor/guru pembimbing. dapat dipergunakan pula software seperti microsoft power point. saat ini telah mengalami perubahan-perubahan yang sangat cepat. tetapi bisa sampai masing-masing program studi dan bahkan sampai pada kurikulum yang dipergunakan oleh masing-masing program studi. Perubahan ini dapat ditemukan pada bagaimana teori-teori konseling muncul sesuai dengan kebutuhan masyarakat atau bagaimana media teknologi bersinggungan dengan konseling. 2. Software ini dapat membantu 418 . Sebagai contoh. Sehingga kecil kemungkinan jika data yang dimasukkan berupa data-data sampah. maka siswa akan dapat melihat banyak informasi atau data yang dibutuhkan untuk menentukan pilihan studi lanjut atau pilihan karirnya. dua unsur yang sangat penting adalah metode dan media BK. meskipun masih ada berbagai aspek lain yang harus diperhatikan dalam memilih media. tetapi sampai di rumah-rumah. jenis tugas dan respon yang diharapkan siswa pahami setelah pelayanan BK berlangsung. Bahkan. Hampir seluruh sisi kehidupan kita bergantung pada kecanggihan teknologi. kondisi. 4.Mampu menjelaskan manfaat penggunaan media dalam pelayanan BK b. menurut Pelling (2002) ketergantungan kepada teknologi ini tidak saja di kantor. Selain penggunaan internet seperti yang telah diuraikan di atas. Komputer merupakan salah satu media yang dapat dipergunakan oleh konselor dalam proses konseling. dan 7. Akan meningkatkan kunjungan ke web site. Terdapat pengaturan pelayanan BK secara lebih baik. Kompetensi dan Indikator: . karena dengan membuka internet. terutama teknologi komunikasi. Tidak dapat disangkal bahwa saat ini kita hidup dalam dunia teknologi. Akan meningkatkan kreativitas. Hohenshill. Hal ini sangat memungkinkan. Tentu saja. Media dalam konseling antara lain adalah komputer dan perangkat audio visual. Konselor akan memiliki pandangan yang baik dan bijaksana terhadap materi yang diberikan. dapat dianggap sebagai data yang dapat dipertanggungjawabkan dan masuk akal (Pearson. Bimbingan dan konseling sebagai usaha bantuan kepada siswa. Meskipun demikian. termasuk karakteristik siswa. Hal ini sangat beralasan. meningkatkan keingintahuan dan memberikan variasi pengajaran. Tidak akan memunculkan kebosanan. Data-data yang didapat oleh siswa pada akhirnya menjadi suatu dasar pilihan yang dapat dipertanggungjawabkan. Dapat ditemukan silabus. Bahkan. Uraian Materi: Dalam suatu pelayanan bimbingan dan konseling. Sampsons (2000) mengungkapkan bahwa fasilitas di internet dapat dapat dipergunakan untuk melakukan testing bagi siswa. dan lingkungan pelayanan BK yang ditata dan diciptakan oleh guru pembimbing/konselor. 5. dapat dikatakan bahwa salah satu fungsi utama media BK adalah sebagai alat bantu pelayanan BK yang turut mempengaruhi iklim. Tentu saja hal ini harus didasari pada kebutuhan siswa. 3.BAB IV MANFAAT PENGGUNAAN MEDIA DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING a. kurikulum dan lain sebagainya melalui website. Pemilihan salah satu metode BK tertentu akan mempengaruhi jenis media BK yang sesuai. sehingga kelas akan menjadi lebih menarik. karena data yang ada di internet dapat dibaca oleh semua orang di muka bumi. Data atau informasi yang didapat melalui internet adalah data-data yang sudah memiliki tingkat validitas tinggi. Akan memunculkan respon yang positif terhadap penggunaan email. Penggunaan komputer di kelas sebagai media bimbingan dan konseling akan memiliki beberapa keuntungan seperti yang dinyatakan oleh Baggerly sebagai berikut: 1. 2000).Memahami manfaat penggunaan media dalam pelayanan BK . Kedua aspek ini saling berkaitan. Data-data yang didapat melalui internet. terutama yang berhubungan dengan kebutuhan siswa. dalam Pelling 2002. antara lain tujuan pelayanan BK. 6. informasi yang didapat tidak sebatas pada konselor/guru pembimbing saja. Pelling (2002) menyatakan bahwa penggunaan komputer (internet) dapat dipergunakan untuk membantu siswa dalam proses pilihan karir sampai pada tahap pengambilan keputusan pilihan karir. dan konteks pelayanan BK. pendampingan konselor sekolah dalam hal ini sangat diperlukan.

maka konselor meminta siswa untuk memberikan tanggapan terhadap apa yang telah mereka lihat. Peralatan ini seringkali dipergunakan oleh konselor untuk menunjukkan perilaku-perilaku tertentu. Media lain yang dapat dipergunakan dalam proses bimbingan dan konseling di kelas antara lain adalah VCD/DVD player. bahkan konselor bisa melakukan insert gambar-gambar yang ada di sebuah film. Efisiensi dalam waktu dan tenaga 5. 1977. sebab dengan memiliki gambaran dan tujuan film tersebut ditayangkan. yang hanya ceramah atau yang menggunakan computer atau video player? d. Kegiatan layanan bimbingan dan konseling menjadi lebih interaktif 4. Tanggapan-tanggapan ini pada akhirnya akan mempengaruhi bagaimana klien berpikir dan bersikap. Kegiatan layanan bimbingan dan konseling menjadi lebih jelas dan menarik 3. 2000. Hal ini sangat penting. Gambar-gambar yang disajikan melalui program power point tidak statis seperti yang terdapat pada Over Head Projector (OHP). 1971. Tetapi secara lebh khusus ada beberapa manfaat media yang lebih rinci Kemp dan Dayton (1985) misalnya.konselor dalam menyambaikan bahan bimbingan secara lebih interaktif. Media memungkinkan pelayanan BK dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja 7. Konselor dituntut untuk dapat menyajikan bahan layanan dengan mempergunakan imajinasinya agar bahan layanannya tidak membosankan. membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan pelayanan BK. mengidentifikasi beberapa manfaat media dalam pembelajaran/ bimbingan dan konseling yaitu : 1. c. Ivey. Melalui program ini. Hamalik (1986) mengemukakan bahwa pemakaian media BK dalam pelayanan BK dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru. sehingga sasaran yang akan dicapai menjadi lebih optimal. konselor dapat pula memasukkan gambargambar di luar fasilitas power point. Latihan: Pada saat mengadakan bimbingan klasikal di kelas saudara menggunakan ceramah. Meningkatkan kualitas hasil belajar siswa 6. dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa. seorang konselor sebaiknya memberikan arahan terlebih dahulu kepada siswa tentang alasan ditayangkannya sebuah film. Secara umum. 2002). penggunaan video modeling ini juga dipergunakan untuk meningkatkan keterampilan dan prinsip konseling yang akan dikembangkan bagi calon konselor (Koch & Dollarhide. Minta kepada siswa untuk membandingkan atau berpendapat mereka lebih mudah memahami dan menghayati cara yang mana. dalam Baggerly. manfaat media dalam kegiatan layanan bimbingan dan konseling adalah memperlancar interaksi antara konselor/guru pembimbing dengan siswa sehingga pelayanan BK akan lebih efektif dan efisien. Sebelum VCD/DVD player ini ditayangkan. maka siswa akan memiliki kerangka berpikir yang sama. dalam Baggerly 2002). Dalam proses pendidikan konselor pun. yang ditayangkan tidak saja berupa tulisan-tulisan yang mungkin sangat membosankan. tetapi dapat juga ditampilkan gambar-gambar dan suara-suara yang menarik yang tersedia dalam program power point. Program software power point memberikan kesempatan bagi konselor untuk memberikan sentuhan-sentuhan seni dalam bahan layanan informasi. Setelah film selesai ditayangkan. Tes Formatif: Jelaskan manfaat menggunakan media dalam pelayanan bimbingan dan konseling! 419 . Perilaku-perilaku yang tampak pada tayangan tersebut dipergunakan oleh konselor untuk merubah perilaku klien yang tidak diinginkan (Alssid & Hitchinson. Penyampaian materi bimbingan dapat diseragamkan 2. Besok paginya saudara menggunakan computer dan video player tentang topik atau pokok bahasan yang sama. Media dapat menumbuhkan sikap positif siswa terhadap materi dan proses belajar 8. Merubah peran konselor/guru pembimbing ke arah yang lebih positif dan produktif. Konselor dapat memasukkan gambargambar yang bergerak. Melalui fasilitas ini. yang kemudian diharapkan akan dapat merubah perilaku klien atau siswa.

Sebagai contoh. Tidak dapat dipungkiri bahwa sebagian besar masyarakat kita masih percaya bahwa pernyataan-pernyataan yang diberikan oleh orang tua atau orang yang dituakan masih dianggap lebih baik. Tiap manusia dapat berkomunikasi tanpa dibatasi rentang ruang dan waktu. peralatan teknologi yang ada saat ini hanya bisa bermanfaat jika dimanfaatkan oleh mereka yang menjelaskan penggunaan masing-masing alat tersebut. Untuk menunjukkan perilaku ini. tetapi media ini seringkali masih belum bisa menyentuh sisi afektif seseorang. Walaupun ragam media sudah bermacammacam. maka seringkali mereka melupakan kecanggihan piranti komunikasi yang sudah canggih. tetapi nanti tergantung pada orang tua saya”. Latihan: Seorang siswa diminta menelepon guru pembimbing/konselor yang sudah berusia cukup dan saat itu konselor tersebut tidak diberitahu sebelumnya bahwa ada klien (siswa) yang akan konseling. Hal ini tidak lepas dari budaya paternalistik yang melingkupi masyarakat kita. dan konselor akan memfasilitasi keinginan mereka. Kompetensi dan Indikator: Memahami Kerugian penggunaan media dalam pelayanan bimbingan dan konseling. walau jarak yang ditempuh untuk mendatangi orang tua relatif jauh. bahkan ada kemungkinan klien atau siswa datang ke ruang konseling juga tidak membutuhkan bantuan dari konselor secara langsung melalui proses konseling. maka tidak jarang dari mereka akan berkata. peralatan ini akan memberikan dampak negatif jika pelaksananya tidak menjelaskan dampak yang akan ditimbulkan. pada saat mereka dihadapkan untuk menentukan dan memilih jurusan yang akan diambil. walaupun saat ini masyarakat sangat tergantung pada teknologi. Contoh lain. beredarnya video porno bajakan yang dilakukan oleh anak negeri dan lain sebagainya. Klien datang ke ruang konseling tidak selalu membutuhkan informasi dari internet atau komputer. bahkan meminta restu ini akan lebih afdol jika dilakukan dengan melakukan sungkem. Mampu menjejelaskan kerugian penggunaan media dalam pelayanan bimbingan dan konseling. Restu orang tua merupakan hal yang dianggap sakral oleh sebagian budaya tertentu. saat ini perkembangan teknologi sudah berkembang dengan demikian pesat. Tetapi dalam budaya tertentu. seorang siswa akan memilih jurusan di perguruan tinggi. Tetapi. Uraian Materi: Pelling (2002) menyatakan bahwa. Penggunaan media. seringkali pula akan “menghilangkan” empati konselor. “Saya senang dengan jurusan A. b. c. Tes Formatif: 420 . Mungkin mereka akan mencari informasi sebanyak mungkin.BAB V KERUGIAN PENGGUNAAN MEDIA DALAM PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING a. Tetapi adakalanya. alat komunikasi ini bisa menjadi “tidak bermanfaat”. Sebaliknya. tetapi jika pola pikir masyarakat masih terkungkung dengan nilai-nilai yang diyakini benar. Artinya penggunaan teknologi ini akan memunculkan efek yang baik jika dijalankan oleh mereka yang paham peralatan tersebut. jika konselor mempergunakan media sebagai alat bantu utama. Siswa tersebut menyatakan ingin bertemu lewat telepon saja dan minta konseling. Banyak contoh kasus dampak negatif penyalahgunaan teknologi informasi seperti beredarnya rekaman video porno di ponsel. Hal lain yang terkait dengan penggunaan media dalam bimbingan dan konseling adalah sasaran pengguna seringkali disamakan. Sebagai benda mati. siswa atau klien datang ke ruang konseling hanya ingin mendapatkan senyuman dari konselor atau penerimaan tanpa syarat dari konselor. Dalam bimbingan dan konseling dikenal istilah empati. d. Sebaik apapun teknologi yang berkembang. tetapi di lain pihak. Bagaimana kesan dan pendapat konselor sekolah tersebut tentang siswa yang belum dikenalnya minta konseling melalui telepon. maka data atau informasi yang didapat seakan-akan menjadi tidak berguna. masih banyak diantara kita yang mengalami ketakutan untuk mempergunakan teknologi.

• Hubungan antara metode BK dan media BK. Disamping mampu menggunakan alat-alat yang tersedia. dapat disimpulkan bahwa media adalah bagian yang tidak terpisahkan dari proses pelayanan bimbingan dan konseling demi tercapainya tujuan pendidikan pada umumnya dan tujuan pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah pada khususnya. • Usaha inovasi dalam media BK Dengan demikian. Tes Formatif: Hal apa sajakah yang perlu di[perhatikan di dalam mengembangkan media bimbingan dan konseling? Jelaskan! 421 . • Seluk-beluk pelayanan bimbingan dan konseling. Uraian materi: Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin mendorong upaya-upaya pembaharuan dalam pemanfaatan hasil-hasil teknologi dalam proses belajar mengajar. • Fungsi media dalam rangka mencapai tujuan pelayanan himbingan dan konseling. b.Jelaskan kekurangtepatan penggunaan media dalam pelayanan bimbingan dan konseling! BAB VI MENGEMBANGKAN MEDIA BIMBINGAN DAN KONSELING a. c. Para guru pembimbing/konselor dituntut agar mampu menggunakan alat-alat yang dapat disediakan oleh sekolah. guru pembimbing/konselor juga dituntut untuk dapat mengembangkan alat-alat yang tersedia. • Nilai atau manfaat media BK. Guru pembimbing/konselor sekurangkurangnya dapat menggunakan alat yang murah dan bersahaja tetapi merupakan keharusan dalam upaya mencapai tujuan pelayanan bimbingan dan konseling yang diharapkan. guru pembimbing/konselor juga dituntut untuk dapat mengembangkan keterampilan membuat media bimbingan dan konseling yang akan digunakannya apabila media tersebut belum tersedia. yaitu: • Media sebagai alat komunikasi guna lebih mengefektifkan pelayanan bimbingan dan konseling. • Pemilihan dan penggunaan media BK • Berbagai jenis alat dan teknik media BK. Untuk itu guru pembimbing/konselor harus memiliki pengetahuan yang cukup tentang media pengajaran oleh Hamalik (1994 : 6) yang setelah disesuaikan dalam bidang bimbingan dan konseling meliputi. Latihan: Ciptakan satu media bimbingan dan konseling dan kembangkan agar media tersebut bisa dipergunakan dalam pelayanan bimbingan dan konseling yang efektif dan efisien! d. dan tidak tertutup kemungkinan bahwa alat-alat tersebut sesuai dengan perkembangan dan tuntutan zaman. Kompetensi dan Indikator: Memahami cara mengembangkan media bimb ingan dan konseling Mampu menjelaskan cara mengembangkan media bimbingan dan konseling.

Sadiman. Konseling Indigenous. 2007. Media Pembelajaran. Media bimbingan dan konseling saat ini telah berkembang dengan pesat sesuai dengan perkembangan jaman dan kebutuhan manusia yang semakin meningkat. Journal of Technology in Counseling. 2002. Jennifer. Referensi Azhar Arsyad. Media Pendidikan. Using the Internet to Enchance Testing in Counseling. 2000. 2003. 5. Baggerly. H. Pelling. Nadine. Sampson. 422 . 2. 2005. Jakarta : Raja Grafindo Persada. V 78: 365-368. Media Pembelajaran. --------. Media Pembelajaran. Psikologi Konseling. --------. et al. Jakarta : PT. Practical Technological Applications to Promote Pedagogical Principles and Active Learning in Counselor Education. Makalah disampaikan pada Konvensi Nasional ABKIN di Bandung 2005. Vol. Azhar Arsyad. 22. 4. 2007. P. 2000. Journal of Counseling and Development. Journal of Counseling and Development. Boy. Media Pengajaran. Raja Grafindo Persada.BAB VII SIMPULAN 1. V 78: 348-356. Asih. Surabaya: University Press UNIPA Surabaya. James. 3. Arief S. Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Tenaga Kependidikan. Journal of Technology in Counseling. Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Tenaga Kependidikan. 22. Menanti. sehingga penggunaan media sebaiknya terbatas pada usaha perolehan data dan informasi saja. Azhar Arsyad. Hubungan konseling memerlukan empati. Hartono. Hohenshill. Media Pembelajaran. Soedarmadji. The Use Technology In Career Counseling. Jakarta : Raja Grafindo Persada. 2003. sehingga pemilihan media bimbingan dan konseling akan efektif. 2007. 2005. Jakarta : Raja Grafindo Persada. Media bimbingan dan konseling seperti internet akan menyediakan data atau informasi yang akurat bagi siswa. Untuk mempergunakan media bimbingan dan konseling perlu diperhatikan budaya yang dimiliki oleh siswa. 2000.. Vol. Perlu pelatihan atau peningkatan kompetensi konselor dalam menguasai teknologi informasi. High Tech Counseling.. 2002. Thomas.

Pendidikan Dasar Sembilan Tahun atau Wajib Belajar. Pada bagian akhir . Menggunakan hasil penilaian untuk perbaikan program. atau yang besar-besar dan berdampak luas dan jauh. akuntabilitas bimbingan dan pengembangan sistem akuntabilitas bimbingan. Orang berusaha memperoleh informasi balikan mengenai hasil dari apa yang telah dikerjakannya. sesuai dengan yang diharapkan semula. Orang pelaku memperoleh kepuasan dengan rampung dan lancarnya pekerjaan serta tercapainya tujuan-tujuannya. dan penyusunan rekomendasi. Kompetensi Menilai hasil. Kompetensi dan Indikator 1. pakaiannya bersih. program KB diterima masyarakat dan jumlah peserta program meningkat berbarengan dengan menurunnya angka kelahiran. PENDAHULUAN Penilaian menjadi perhatian semua orang yang peduli akan apa yang sedang dikerjakannya. b. Melakukan penyesuaian proses pelayanan bimbingan dan konseling c. Merevisi dan mengembangkan program berbasis hasil penilaian B. Dan uraian bab ditutup dengan pokok tentang akuntabilitas pendidikan. proses dan program bimbingan dan konseling. Merancang perbaikan proses pelayanan BK komprehensif sesuai hasil penilaian e. Pada contoh menyampul buku. atau menulis surat. Bab ini membahas pengertian penilaian pada umumnya. Sub Kompetensi a. suratnya selesai ditulis dan rapi serta jelas maksud pesannya. inventarisasi pribasi siswa. pelaksanaan studi penilaian sendiri.EVALUASI PROGRAM DAN LAYANAN BK A. PENGERTIAN PENILAIAN Bimbingan sebagai usaha pendidikan dilaksahakan disekolah dalam berbagai bentuk pelayanan dan kegiatan. mencuci pakaian. bernilai guna. proses dan program bimbingan dan konseling b. mencuci pakaian. disajikan penilaian keberhasilan konseling karier. Merevisi pelayanan BK komprehensif sesuai dengan hasil penilaian c. Menganalisis hasil implementasi program bimbingan dan konseling d. pemberian informasi. 2. Menganalsis proses implementsi program bimbingan dan konseling c. Bimbingan Masyarakat dibidang pertanian (BIMAS). tetapi juga mempertimbangkan bagaimana tercapainya tujuan itu : pekerjaan lancar sedangkan waktu. seperti menyelenggarakan program-program Keluarga Berencana (KB). pertemuan kasus. Dibedakan antara penilaian layanan bimbingan dan penilaian program bimbingan meskipun perbedaan itu tidak esensial. biaya. khususnya penilaian layanan program pendidikan dan bimbingan. Menghasilkan penilaian proses. Apakah yang diperbuat itu perkara kecil-kecil kesehariannya. survei masyarakat sekitar antara lain 423 . 3. Penilaian dilakukan dengan maksud memastikan bahwa yang diperbuat ada nilai gunanya. konseling. Indikator a. penjurusan siswa. Menghasilkan penilaian kesesuaian program bimbingan dan konseling dengan implementasi di lapangan. Deskriptor a. pelaku atau pembuat kebijaksanaan ingin memastikan bahwa apa yang dikerjakan membawa hasil. Melakukan penilaian hasil. URAIAN MATERI 1. Menggunakan hasil pelaksanaan penilaian untuk merevisi dan mengembangkan program bimbingan dan konseling 2. serta tenaga yang digunakan sedikit mungkin. seperti menyampul buku. produk dan program BK b. Dibahas juga segi administrasi penilaian program yang mencakup pembentukan struktur organisasi penilaian. seperti orientasi siswa baru. Orang itu selanjutnya tidak hanya puas karena tercapainya apa yang diharapkan. dan bagaimana prosesnya. kepuasan orang itu diperoleh karena bukunya tersampul rapi. menulis surat dan program KB.

Anderson dan Ball mengatakan bahwa tujuan utama penilaian adalah untuk : 1. dan pemerintah yang mensponsori suatu kegiatan. opportunities. atau sertifikasi program 3. akuntabilitas harus dilakukan dan ditegakkan oleh setiap konselor dan lembaga yang menyelenggarakan layanan bimbingan dan konseling. Akuntabilitas di sini merupakan tindak lanjut dari penilaian program. Ahli lain. karena masalah khusus dan layanan-layanan lain yang berkaitan-testing. sosial. memberikan kontribusi dalam pengambilan keputusan tentang instalasi program 2. yaitu untuk : • menegakkan akuntabilitas (evaluation for accountability) seperti pengukuran hasil dan efisiensi yang memberikan bukti untuk pengambilan keputusan yang kokoh. peluang. Chelimsky mengemukakan bahwa berbagai tujuan dan manfaat kegiatan penilaian yang beragam itu dapat dikelompokkan menjadi tiga perspektif. Patton mengemukakan dua macam manfaat kegiatan penilaian program. and threats). barangkali. 4. • menambah dan memperkaya pengetahuan (evalauation for knowledge) seperti untuk memperoleh pemahaman yang lebih dalam tentang sesuatu masalah atau peristiwa. hasil dan efisiensi) suatu kegiatan. program. Ada pelayanan dan kegiatan yang spesifik dan sesewaktu penyelenggaraannya. program konseling. menyediakan bukti dukungan negatif terhadap suatu program 6. Salah satu teknik yang banyak digunakan adalah analisis kekepan (kekuatan. atau proyek kepada pengambil keputusan.AKUNTANBILITAS DAN PENILAIAN 424 . program penjurusan. Dari perspektif auditor. penilaian dilakukan terutama untuk menegakkan akuntabilitas. penyandang dana. hal 14) menyatakan bahwa manfaat kegiatan penilaian program adalah untuk membantu meningkatkan program yang dipenilaian ataupun program sejenis yang memiliki tujuan yang sama. Walaupun demikian. dan ancaman) atau SWOT analysis (strengths.untuk pengumpulan bahan informasi karier. weaknesses.TUJUAN DAN MANFAAT PENILAIAN Penilaian program dilakukan untuk tujuan yang berbeda-beda. proyek atau program. program pengumpulan bahan informasi. kelemahan. menyediakan bukti dukungan positif terhadap suatu program 5. seperti konseling terhadap seorang siswa yang datang menemui konselor di suatu pagi. pemberian informasi. memberikan kontribusi dalam pengambilan keputusan tentang keberlanjutan. Baker menyebut akuntabilitas ini sebagai salah satu jenis layanan bimbingan dan konseling di abad 21.. dan proses lainya Berdasarkan pendapat yang dikemukakan di atas dapat disimpulkan bahwa manfaat kegiatan penilaian program sangat banyak dan beragam. Cronbach (1980. memberikan suatu kontribusi dalam memahami dasar yang bersifat psikologis. 3. Dalam pelaksanaan layanan dan program bimbingan itu konselor menetapkan tujuan dan ia ingin mengetahui bahwa tujuan itu tercapai dan kegiatan yang dilakukan ada guna manfaatnya. yaitu (1) memberikan kepastian dan keyakinan tentang program yang terlaksana. penilaian biasanya lebih diarahkan untuk menyediakan informasi yang diperlukan bagi penyusunan rencana atau program kerja (renstra dan renop) agar terjadi proses peningkatan kinerja program atau lembaga secara berkelanjutan (continuous improvement). Penilaian ditunjukan untuk menyediakan informasi tentang (misalnya. • mengembangkan program yang ada (evaluation for development) seperti penyediaan informasi penilaian untuk memperbaiki suatu program sehingga program yang sedang berjalan dapat selalu diperbaiki dan berkembang sesuai harapan. Ada pula kegiatan yang diacarakan atau terprogram untuk jangka waktu tertentusemesteran atau tahunan—misalnya program testing. dan (2) mendapatkan informasi yang lebih Ahli lain. Menurut Baker. Bagi manajer dan reformis. serta akan terus bertambah sejalan dengan semakin banyaknya pengalaman para pendidik (termasuk konselor) dan pengelola serta penyelenggara pendidikan (khususnya bimbingan dan konseling) dalam melakukan penilaian programnya masing-msaing. memberikan kontribusi dalam pengambilan keputusan tentang modifikasi program 4. ekspansi. naik pemerintah maupun swasta (penyandang dana).

Scriven. Untuk maksud tulisan ini ada beberapa pandangan dan pendapat yang akan diberikan. tidak pelak lagi masalah sulitnya tamatan sekolah mendapatkan pekerjaan dan pilihan pekerjaan dewasa ini memperparah masalah ini. Apa yang telah dicapai bimbingan karier ? Bagaimana kinerjanya? Penilaian menjadi sentral untuk menjawab pertanyaan tagihan itu. Dikatakan bahwa akuntabilitas itu suatu kondisi yang memerlukan penilaian. terjemahan oleh penulis). dan mengambil keputusan untuk memperbaiki program" (Wysong. tudingan kepada mereka itu kadang-kadang terasa tidak adil. Ini berbeda benar halnya dengan yang terjadi di Amerika Serikat. yang telah disediakan bagi penyelenggaraannya. atau ketakandalan. dan sebagainya. hal 114. Webster dan Stufflebeam (dalam Abramson.Pendidikan pada waktu kurun waktu ini diselenggarakan dalam keadaan kelangkaan sumber. Guba (dalam Abramson. Mutu pendidikan kita dipertanyakan dan dipermasalahkan akhir-akhir ini. terkenai tuntutan akuntabilitas. meski tidak resmi dan nyata dikatakan. Menyangkut bimbingan karier. Akuntabilitas menjadi istilah yang lagi "in"di dalam pendidikan dan mengingat ramainya. Melalui penilaian bisa ditunjukkan bukti-bukti keandalan. program-program bimbingan. menimbang-nimbang memada-tidaknya pencapaian iti. proses. Penjelasan. pengamat masalah-masalah sosial. agar sekolah bisa mengatasi masalah kemerosotan mutu ini. 1981. atau suatu program. Demikianpun sebagai bidang kajian telah menjadi pokok studi secara luas oleh para pakar ilmu-ilmu sosial. 1981). khususnya menyangkut prestasi tamatan. penilaian merupakan proses mempertimbangkan nilai guna suatu produk. Pertimbangan profesional Menurut paham pakar-pakar seperti Suchman. Identik dengan kecocokan antara kinerja dan tujuan 3. didalam Gibson & Mitchell. Akuntabilitas pendidikan menjadi issu politik yang ramai sejak dua puluh lima tahunan yang lampau. Definisi umum mengenai penilaian di lingkungan pendidikan diberikan oleh Cronbach (1974. memperoleh dan memberikan informasi yang berguna 425 . Pakar-pakar lain memberikan batasan mengenai penilaian sebagai "tugas menetapkan tujuan yang diinginkan. Namun perkembangan pembangunan nasional sampai waktu ini belum menempatkan pembangunan bidang pendidikan pada papan pengumuman atas.jawabkan kinerjanya. Padanan istilah pengukuran 2. ini kentara dari sedikitnya anggaran belanjayang disediakan setiap tahun bagi sektor pendidikan. mengenai tiga jenis definisi penilaian yaitu : 1. khususnya bagi pengembangan sumber daya manusia. 1979). dan masyarakat umum. lembaga-lembaga pendidikan kita waktu ini terkena tuntutan akuntabilitas juga. atau "proses memaparkan. meskipun secara proporsional nasional tidak seberapa banyak. Pengharapan itu dirasakan berlebihan oleh para guru dan pendidik. Mereka menaruhkan harapan pada lembaga pendidikan agar berkinerja lebih baik. khususnya sumber dana. DEFINISI PENILAIAN Penilaian dilakukan orang sejak lama diberbagai bidang: pendidikan. sementara itu masalah perilaku. dan pikiran serta pembahasan mereka bisa diikuti di sumber-sumber pustaka. 1979). menggejala yang menyebabkan kerisauan para orang tua. Dari pustaka kelihatan tidak ada satu definisi yang disepakati para ahli itu. 1974. percaturan di sekitar soal ini ada koran terkemuka yang menamakan pendidikan di Amerika waktu itu sedang memasuki "zaman akuntabilitas" (Lessinger di dalam Gibson & Mitchell. Dapat dikatakan tidak ada liputan di dalam pustaka mengenai soal akuntabilitas pendidikan ini. pemerintahan. khususnya yang menyangkut remaja. bahasa indonesia oleh Penulis). Dalam keadaan sumber dana yang demikian itu pendidikan sebenarnya mendapat tagihan dari masyarakat agar mempertanggung. dalam Payne). Begitulah. usaha. dan bahwa penilaian merupakan bagian intrinsik dari akuntabilitas 5. Namun. dan luasnya. mengumpulkan dan menyusun informasi untuk mengukur pencapaian tujuan itu. juga oleh kalangan legislatif. khususnya bimbingan karier. budayawan. seorang pakar terkemuka di bidang pengukuran dan penilaian pendidikan. mengingat biaya. Penilaian didefinisikan Cronbach secara luas sebagai "pengumpulan dan penggunaan informasi untuk membuat keputusan mengenai suatu program pendidikan" (Cronbach. Tidak ada orang atau pihak yang meragukan arti penting pendidikan dan sumbangannya bagi pembangunan. tagihan yang dimaksud tersebut tidak nyata dan tidak jelas ditujukan kepada dunia pendidikan oleh masyarakat kita. mempelajari rumusan-rumusan definisi di dalam pustaka. Demikian juga bimbingan terkena tagihan mutu kinerja ini. industri. termasuk anak sekolah. uraian atau definisi itu diharapkan bisa membantu pembaca memperoleh pemahaman mengenai penilaian bimbingan.

atau merujuk siswa tersebut ke konselor lain atau ke suatu program pelatihan karier. Diterapkannya pengendalian variabel secara 4. 1974) membandingkan penilaian dan penelitian dan menyenaraikan sejumlah perbedaan. Kepeduliannya adalah perluasan pengetahuan dan penyusunan teori dalam rangka pengembangan ilmu. dan penilaian suatu program bimbingan merupakan usaha untuk menentukan nilai dan kegunaan program itu. terjemahan oleh penulis). Dengan demikian. ada bermacam-macam yang menyangkut program. atau diganti. 6. orientasi. 2. atau diberlakukan atau disebarluaskan ke sekolah-sekolah atau ke daerah-daerah lain. objektivitas dan prosedur pembakuan (standardisasi) pengukuran. misalnya adalah program itu diperbarui. siswa perorangan. sebagai bentuk usaha pendidikan bisa mengenakan batasan-batasan umum penilaian ini. Secara umum. ketat pada penelitian. di dalam Gibson & Mitchell. umpamanya adalah program layanan informasi. bagi seorang konselor yang berdedikasi profesi. Program itu. 426 . McDaniel (1956) dengan merujuk ke pendapat Kefauver dan Hand mengatakan bahwa penilaian itu pada dasarnya adalah proses menentukan nilai guna. umpamanya adalah menempatkan seorang siswa di suatu jurusan tertentu. bahkan terhadap seorang siswa dengan masalah kariernya yang khusus dan khas. Keputusan yang menyangkut program. Keputusan di dalam bimbingan konseling. Berlaku asas perampatan (generalisabilitas) PENILAIAN 1. untuk keduanya berlaku metodologi-metodologi yang mengandung kesamaan: ada kegiatan pengukuran dengan teknik testing dan "non testing". Dengan melakukan penilaian. Di bidang bimbingan. Penilaian yang dimaksud itu bisa untuk program bimbingan konseling yang diberlakukan secara nasional. atau sebagian program di suatu wilayah. Penelitian tidak peduli akan penggunaan dan kegunaan hasilnya untuk kemanfaatan praktis. dari uraian-uraian tentang pengertian penilaian di atas tersirat maksud atau fungsi penilaian. Tersirat di sini pentingnya dilakukannya pertimbangan nilai. Di bidang bimbingan. konselor pada hakikatnya bermaksud mengu sahakan perbaikan atau peningkatan kinerja profesionalnya.. atau diteruskan penyelenggaraannya di suatu sekolah. Bimbingan. atau bagian tertentu suatu program. bimbingan kelompok dan pengembangan ketrampilan pengambilan keputusan karier di suatu sekolah. value judgement. Penelitian rumusan masalah ditentukan oleh peneliti.untuk mempertimbangkan alternatif –alternatif keputusan" (Stufflebeam et al. Riset mencakup pengujian hipotesis yang diturunkan dari teori dengan tujuan meramalkan tingkah laku dan mengendalikannya dengan presisi tinggi dan secara ketat (Burk & Peterson. Keputusan yang menyangkut siswa perorangan. Di antara perbedaan itu adalah : 1. Masalah ditentukan oleh situasi. Penggunaan penilaian telah disebutkan. Pengumpulan data ditentukan oleh masalahnya 3. Hemphill (dalam Payne. Dari penilaian juga bisa diperoleh informasi untuk keputusan administratif yang menyangkut lembaga seperti mempertimbangkan bagaimana "baiknya" sistem sekolah yang memiliki program karier tertentu. berlakunya teknik pengolahan atas data yang diperoleh. administratif maka macam informasi yang diperlukan untuk bahan pengambilan keputusan itu pun bermacam-macam. berlaku persyaratan pengukuran seperti validitas. diperolehnya data dan informasi. PENILAIAN DAN PENELITIAN Pengertian penilaian perlu dibedakan dari pengertian penelitian. berlakunya ancangan kuantitatif dan kualitatif. bagaimana kecakapan konselor yang mengelola suatu program bimbingan karier. melakukan penilaian merupakan kebutuhan dan tujuan etis pribadi. yaitu untuk mengambil keputusan berdasarkan simpulan mengenai nilai-guna keseluruhan program atau sebagian dari program itu. 1981. reliabilitas. konselor melakukan penilaian karena kepeduliannya yang besar untuk memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya bagi siswa. 4. dan yang terutama penilaian juga dapat dilakukan dengan menerapkan ancangan riset. Hal ini mengingatkan. dalam melakukan penilaian. Kalau dirangkum. 1975). seperti halnya dalam bidang pendidikan umumnya.

7. "kurang"). sedangkan penilaian konseling mengacu ke tujuan yang ditetapkan klien sendiri dengan bantuan konselor. 6. Dalam praktik pengajaran yang lazim di sekolah-sekolah. Dengan model ini. Bisa juga dikatakan bahwa ini adalah penilaian yang dilakukan dengan pendekatan penelitian. Soal kontrol. "bagus". D. tidak menilai siswa dalam arti dan penggunaan seperti dalam pengajaran. efektif) atau program bimbingan tidak berhasil. dan agar lebih mengandalkan ancangan kualitatif. Para peneliti di bidang bimbingan diperingatkan oleh Goldman (1978) mengenai kelemahan. lulus atau gagal dalam ujian. bahkan kegagalan model riset selama ini. sangat rendah. atau dibatalkan. A. Simpulan penilaiannya secara garis besar adalah program bimbingan berhasil (tujuan tercapai. E) atau pernyataan kualitatif (mis. Penilaian dalam pengajaran berusaha melihat terjadinya perubahan perilaku siswa sebagai hasil belajar dan ini mengacu ke tujuan pembelajaran yang ditetapkan berdasarkantujuan kurikulum. Meski menerapkan metodologi riset. tidak berlaku asas perampatan (generalisabilitas) pada penelitian. Acuan penilaian dalam pengajaran adalah tujuan yang ditetapkan guru atau perancang berdasarkan isi dan tujuan kurikulum. Penilaian dalam bimbingan. melibatkan subjek selaku rekan. kasus yang menjadi tugas konselor untuk terus membantu klien menanganinya. atau "benar" dan "salah" mengenai tingkah laku seorang siswa. "cukup". Dalam hal program. berupa angka nilai (mis. dalam banyak hal. sampai 10.2. penilaian keefektifan program bimbingan banyak persamaannya dengan penilaian keefektifan pengajaran. khususnya terhadap layanan konseling. menstudi atas individu daripada kelompok. apakah siswa naik kelas atau harus tinggal kelas. 7. PENILAIAN BIMBINGAN Penilaian Produk 427 . umpamanya tidak bisa digunakan dengan pengertian seperti dalam eksperimen-eksperimen psikologi. penilaian pengajaran memberikan lambang sebagai simpulan atas perilaku siswa yang dinilai. Lambang-lambang penilaian ini dalam sistem yang berlaku. atau 10 sampai 100). atau lambang lain. konselor melihat klien dengan perilaku seperti adanya itulah kasusnya. khususnya yang menyangkut siswa perorangan. Demikian juga dengan keputusan programatik yang diambil berdasarkan simpulan penilaian itu : program diteruskan. Dalam penilaian dalam pengajaran ada pengertian "baik" dan "buruk". PENILAIAN PENGAJARAN DAN PENILAIAN BIMBINGAN Penilaian dalam bimbingan mesti juga dibedakan dari penilaian dalam bidang pengajaran. Penilaian lebih luas dari asesmen. C. dan bukan menyimpulkan bahwa klien "tidak lulus konseling". Penilaian dalam bimbingan lebih banyak menilai konselor dan pelayanannya daripada manilai klien. Dasar pertimbangan pemberian nilai adalah asesmen suatu bentuk pengukuran atas kinerja siswa. huruf umpamanya (mis. dan sering dengan mengikuti model eksperimen psikologi. B. Pengumpulan data sangat bergantung kepada keterlaksanaan pengumpulannya. studi penilaian tidak akan seketat dan seformal penelitian-penelitian psikologi. umpamanya diperolehnya kemantapan dalam pengambilan keputusan karier pada diri klien. dan penggunaan laboratorium secara acuan kelompok. atau merujuknya. 5. Gabungan kedua konsep itu adalah kalau orang melakukan penelitian penilaian (atau riset evaluatif). Ini pada hakikatnya adalah usaha penelitian tetapi yang dilakukan dengan tujuan menilai suatu usaha atau proyek. 8. naka suatu intervensi bimbingan karier dipandang sebagai variabel bebas dan dengan ancangan riset ingin dilihat hubungan. Pengendalian variabel tidak secara ketat 4. biasanya digunakan guru untuk mengambil keputusan yang menyangkut siswa. Goldman (1978) Untuk bidang bimbingan dan konseling ia menyarankan agar penilai/periset melakukan studi di lapangan. atau dampaknya pada suatu variabel terikat. atau lainnya. dan pertimbangan penilaiannya berdasarkan isi kurikulum dan tujuan pembelajaran yang ditetapkan sebelumnya. Kalaupun ada. khususnya berkenan dengan soal-soal keketatan dan kemurnian. Kalau dalam konseling klien tidak memperlihatkan kemajuan tingkah laku menurut pengertian dan tujuan konseling klien masih "bermasalah"--. 3.

Mengikuti perkembangan model-model penilaian di bidang pendidikan. adalah jenis penilaian yang lazim dilakukan. Lepas dari itu. Penilaian acuan keluaran ini memandang produk merupakan hasil akhir dari seluruh usaha intervensiyang telah diberikan tidak pandang apa yang terjadi atau dilakukan untuk menghasilkan produk itu. tidak hanya dua segi saja dari padanya. menilai dan menafsirkan informasi tentang kesempatan kerja. penilaian hasil (sumatif). bisa dikenali beberapa yang termuka dari sekian banyak model yang ada. Dalam penilaian produk. khususnya penilaian program kurikulum dan pembelajaran. menetapkan jalur sekolah mana dan program kurikulum (jurusan) apa untuk mencapai tujuan itu. Penilaian segi hasil berusaha mengetahui apakah tujuan program itu tercapai dan sampai seberapa jauh kalau tercapai. orang tua. goal-attainment model. Penilaian produk cocok benar untuk menjawab pertanyaan akuntabilitas karena hasil yang dicapai itu menunjukkan bahwa konselor telah mencapai apa yang ingin dicapainya. misalnya pada akhir suatu kegiatan yang panjang. Penilaian ini berguna untuk mengenali mana-mana dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan yang membuahkan hasil dan mana-mana yang tidak. prosesnya dan keluarannya. dikembangkan oleh Tyler. Berdasarkan penilaian proses diambil keputusan untuk meneruskan sistem atau mengubahnya. DPR atau penyandang dana pada umumnya-. masyarakat sekitar. Sebagai sistem yang terbuka. yaitu siswa dengan perilaku dan capaiannya. seperti pengajaran dan sistem diluarnya. Dengan kata lain penilaian produk berkenaan dengan soal akuntabilitas. apakah siswa mandiri dalam mencapai tujuan kariernya. penilaian program. 428 . misalnya semua siswa memiliki suatu tujuan karier tertentu. mencakup seratus persen siswa atau proporsinya kurang dari itu. merupakan proses menentukan seberapa jauh tujuan program yang telah tercapai. Penilaian proses. penilaian proses mencari penjelasan mengapa diperoleh suatu hasil seperti yang dapat diamati. Ada berbagai pandangan mengenai segi bimbingan yang dinilai. misalnya mempengaruhi sikap karier siswa. penilaian itu suatu proses. Itu semua dipandang merupakan buah dari program layanan bimbingan yang telah diberikan kepada siswa. Dapat dipahami kalau penilaian yang menyeluruh akan mencakup segenap segi sistem.juga dari diri konselor sendiri. yang dapat diangkat untuk diterapkan di bidang bimbingan. Kedua macam penilaian ini. atau yang berlangsung pada satu titik waktu. dalam hal ini mengubahnya ke arah sikap karier yang positif. Penilaian Proses Sebaliknya. ia bisa pula dilihat dari hubungannya dengan komponen-komponen lain. penilaian proses (formatif). Arti dari produk intervensi program akan diperoleh kalau itu ditilik dari sudut bagaimana produk itu dicapai. tidak berhasil memilih sendiri jurusan yang cocok baginya? Faktorfaktor apa dalam proses bantuan yang menyumbang bagi mampunya atau tidak mampunya siswa menentukan pilihan? Misal: Program bimbingan karier SMA dimaksudkan agar. Penilaian sendiri pun suatu sistem. hakikatnya menilai apa yang terjadi waktu sistem dalam tahap pembentukan dalam rangka mencapai tujuan. yaitu yang bertujuan memperoleh balikan mengenai kerja sistem untuk meluruskan kerja sistem dan untuk perbaikan kinerja apabila kinerja itu kurang baik. Mengapa siswa pada akhirnya mampu memilih sendiri atau pada kejadian lain sebaliknya. bukan kejadian sesaat atau yang berlangsung sekali jadi. sasarannya adalah menjadikan keluaran sistem. juga disebut penilaian formatif. Misalnya. Penilaian produk yang bersifat sumatif berguna untuk maksud menjawab tagihan dari luar. di samping itu menentukan tujuan-tujuan lain apa sebagai alternatif. Sebagai suatu sistem. Perilaku dan kinerja itu misalnya adalah siswa menguasai ketrampilan mencari. produk dan proses. misalnya penilaian layanan. industri. ia bisa ditinjau dari sudut masukannya. PROSES PENILAIAN PEMBIMBING Telah disebutkan bahwa penilaian itu ada beberapa macamnya. atau dengan bantuan orang lain. 9. Disamping itu penilaian merupakan bagian dari suatu kegiatan sistem yang utuh. artinya bagaimana prosesnya. misalnya keluarga. masyarakat umum.Bimbingan merupakan satu sistem. Penilaian pencapaian tujuan. Demikian juga ada berbagai model penilaian.

yaitu : Penilaian-penilaian konteks (context) Masukan (input) Proses (process) Hasil (product) Model lain yang juga sangat populer adalah model diskrepansi oleh Provus. kalau terjadi kesalahan selama berlangsungnya proses bantuan. Para pakar yang penganut paham ini berpendapat bahwa penilaian yang dilakukan pada akhir kegiatan itu usaha yang terlambat. Telah pula disebutkan bahwa penilaian itu ada bermacam-macam --penilaian atas layanan atau kegiatan. Input. 3. 1. atau terlalu umum. Model lain yang luas penggunaannya adalah model CIPP ( Context. 3. atau "Memperbaiki ketrampilan pengambilan keputusan karier". 9. Prosess dan Product ) yang dikembangkan oleh Guba dan Stufflebeam. Masalahnya. Karena penilaian suatu program bimbingan dimaksudkan untuk memberikan dasar yang efektif untuk memeriksa seberapa jauh tujuan bimbingan tercapai. 3. dan mencakup empat jenis penilaian sesuai dengan empat huruf akronimnya. dan penilaian itu menerapkan ancangan penelitian (riset) atau studi – studi penilaian. Ini berarti bahwa program itu melalui proses perancangan. Dapatkah dipahami kalau masing-masing mempunyai kekuatan di samping kelemahannya. 4. penilaian atas hasil (disebut penilaian sumatif). maka kesalahan itu tidak diketahui. Rumusan tujuan yang kabur itu misalnya "Meningkatkan rasa percaya diri menghadapi situasi dunia kerja yang penuh persaingan". yang banyak terjadi adalah bahwa rumusan tujuan itu terlalu luas. Inipun perlu dinilai keefektifannya. juga ada layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling yang ditujukan kepada siswa individual. Dalam banyak kejadian. Di samping program. Demikian juga ada paham bahwa penilaian itu bukan peristiwa akhir kegiatan. yang dengan langkah kesembilan (Brown dan Srebalus. 2. Jika penilaian baru dilakukan setelah rampungnya proses bantuan. Padahal seharusnya kesalahan yang terjadi segera diketahui dan langsung saja dikoreksi. 2. 1. 7.1. 4. melainkan kegiatan yang berkelanjutan atau berlangsung terus-menerus. tujuan program itu sendiri harus dirumuskan secara jelas dan spesifik. evidensi) Mempertimbangkan kecocokan evidensi itu terhadap kriteria. penilaian atas program. atau bahkan muluk-muluk seperti "Menghayati peranan bimbingan karier dalam pengembangan sumber daya manusia berkualitas untuk menunjang pembangunan 429 . 8. maka tujuan penilaian mesti diacukan ke tujuan program bimbingan yang dinilai itu. Lepas dari adanya berbagai definisi dan model penilaian. 6. 1988) menjadi : Mengenali tujuan penilaian dan keputusan yang akan diambil Menentukan siapa yang akan mengambil keputusan Menetapkan kriteria penilaian Menentukan sumber data Menentukan cara pengumpulan data Mengumpulkan data Menganalisa data Menafsirkan data dan malaporkan hasil Mengambil keputusan mengenai program berdasarkan simpulan penilaian Langkah-langkah proses penilaian tersebut di atas nyata berlaku untuk pelaksanaan penilaian yang sistematis. konseling dengan seorang klien itu tidak diketahui sebelumnya apa yang menjadi tujuan. 5. di samping kabur. 10. 2. 4. penilaian dalam bimbingan menurut McDaniel (1956) secara umum berlangsung mengikuti proses berikut : Merumuskan tujuan Menetapkan kriteria Mengumpulkan data (bukti. Konsekuensinya. Blocher (1987) mengenali delapan langkah dalam proses penilaian. Demikianpun yang dimaksud dengan langkah-langkah penilaian itu khususnya adalah langkah-langkah penilaian program bimbingan. PERUMUSAN TUJUAN DAN MASALAH KRITERIA PENILAIAN Tujuan penilaian perlu dirumuskan secara jelas dan spesifik. penilaian atas proses (disebut penilaian formatif). Setiap model dikembangkan atas dasar definisi tentang penilaian yang diberikan oleh penganjurnya dan dikembangkan untuk maksud penggunaan tertentu.

Program-program seperti artikulasi. 7. 4. testing dan inventarisasi pribadi siswa baru. 2.1. adalah kriteria. Kriteria dipergunakan sebagai dasar mengambil keputusan atau simpulan penilaian. jumlah atau proporsi jumlah siswa baru yang telah dites dengan berbagai alat ukur psikologi tiap tahun ajaran. yaitu kuantitatif dan yang kualitatif sifatnya. Nyata bahwa program bimbingan kuantitatif lebih mudah menilainya. Bagaimana para pengambil keputusan menetapkan bahwa suatu program berhasil atau gagal? Apa tolok ukur keberhasilan bahwa tujuan telah tercapai? Dapatkah dipahami adanya kesulitan dalam merumuskan kriteria ini mengingat sifat hakikat layanan bimbingan dan konseling. Dari langkah-langkah proses penilaian yang disebutkn McDaniel dan Blocker. Program bimbingan biasanya merupakan bagian dari keseluruhan program sekolah. Program dan layanan bimbingan ada berbagai macam. Program berhasil penuh apabila tercapai angka nol persen. daripada yang kualitatif. menurunkan angka putus sekolah. jumlah yang berhasil dibantu mendapatkan pekerjaan. atau absensi siswa tiap kelas dan seluruh sekolah dalam semester. penjurusan. hal yang tentu saja langka terjadinya. 5. nasional". umpamanya untuk program penurunan kasus putus sekolah. dan pakar-pakar lain (diantaranya Gibson & Mitchell. meningkatkan prestasi belajar. Di samping banyaknya faktor yang tersangkut di dalam kegiatan bimbingan seperti telah disinggung di muka. dan lebih mudah menetapkan kriterianya. 3. beberapa dari kriteria yang lazim digunakan dalam program bimbingan adalah : Keberhasilan kelak diperguruan tinggi Gaji dan pekerjaan kelak Penilaian kepuasan kerja Sedikitnya masalah yang dikemukakan Seberapa realistis cita-cita pendidikan dan pekerjaan Kriteria merupakan tolok ukur keberhasilan program. tidak hanya konselor dan staf bimbingan saja. dan menentukan kriterianya berturut-turut adalah data berupa angka putus sekolah dalam kurun waktu tertentu. dengan kriteria apapun. pengetesan –dalam rangka layanan inventarisasi pribadi-. meningkatkan presensi siswa di kelas. Untuk tujuan-tujuan seperti ini penetapan kriterianya jelas. Contoh program yang disebut paling belakang –pemilihan karier bahkan melibatkan masyarakat luar sekolah juga. 19 . informasi dan pemilihan karier. kelanjutan studi. karena adanya sejumlah masalah. Program bimbingan kuantitatif itu umpamanya adalah yang bertujuan: 1. 6. merupakan program bersama yang melibatkan seluruh staf sekolah. Kriteria erat kaitannya dengan tujuan. angka nilai rapor atau ujian nasional dari tahun ke tahun. 3. Menurut Shertzer & Stones (19). Dasar untuk menetapkan keberhasilan program. kriterianya adalah meningkatnya proporsi jumlah mereka mereka yang 430 . banyak program bimbingan itu tidak murni kegiatan bimbingan. frekuensi pergantian pekerjaan. sukarlah petugas bimbingan mengklaim bahwa. tetapi secara umum itu bisa digolongkan menjadi dua. seberapa jauh rencana pendidikan diwujudkan. membantu dalam penyusunan rencana pendidikan siswa. Kriteria keberhasilannya. Dalam keadaan demikian. membantu tamatan dan mereka yang gugur mendapatkan pekerjaan. seandainya tercapai. jumlah kehadiran. seberapa jauhkah itu. mengingat sebab-sebab kebanyakan kasus putus sekolah selama ini dan mengingat keadaan kemasyarakatan dan taraf sosial-ekonomi orangtua murid pada umumnya dewasa ini. 2. berarti tolok ukur pencapaian tujuan. 5. Untuk tujuan program seperti bantuan mendapatkan pekerjaan bagi para putus sekolah dan tamatan. dan karena itu ia ditentukan dengan menjabarkannya dari rumusan tujuan berdasarkan nilai "kepantasannya". keberhasilan itu berkat daya upayanya sendiri. Rumusan tujuan seperti itu sedikit kegunaannya untuk maksud penyelenggaraan program dan memeriksa keberhasilannya karena terlalu umum sehingga tidak mungkin orang mengetahui apakah tujuan itu telah tercapai atau tidak/belum dan. Kriteria dipergunakan sebagai dasar mengambil keputusan atau menarik simpulan penilaian. kalau suatu program bimbingan itu dinilai berhasil. adalah persentase yang menurun dari sepuluh persen menjadi lima persen dalam kurun waktu lima tahun. pencegahan kasus putus sekolah. Shertzer & Stones. 19) hal yang paling banyak menjadi bahan pembahasan dan kajian. 4. khususnya orangtua dan masyarakat industri. membantu dalam perencanaan karier.atas semua siswa baru.

Diatas telah disebutkan tentang adanya ketidakpuasan para ahli untuk kriteria di dalam penilaian bimbingan karieryang biasa dipergunakan. penunaian fungsi adaptif (McDaniel. lamanya jabatanjabatan itu dipegang. agaknya dipertanyakan tercapainya dalam konteks keadaan dunia karja di negara kita dewasa ini. umpamanya membantu siswa yang putus sekolah dan tamatan mendapatkan pekerjaan. atau kalau diperguruan tinggi. Kriteria-kriteria itu umpamanya adalah "kecocokan" atau "tepatnya" tujuan karier yang di pilih. Seharusnya. itu sendiri antara konselor dan siswa –apa yang "cocok". apa yang perlu dipertimbangkan dalam penetapan kriteria penilaiannya adalah bahwa putus sekolah itu terjadi karena berbagai faktor penyebab. bukan angka nilai melainkan tingkah laku dan sikap dalam berlangsungnya proses belajar yang lebih diutamakan : sikap positif terhadap belajar. guru budang studi. Tujuan seperti itu. Tujuan yang mudah umpamanya adalah mencegah para siswa bunuh diri karena gagal mendapatkan pekerjaan barangkali akan tercapai hampir seratus persen-. alasan mengapa orang menanggalkan jabatan itu. yaitu menyangkut validitas tujuan itu sendiri. termasuk membantu mengatasi masalah pribadi yang mempengaruhi belajar. atau "tepat" menurut konselor belum tentu "cocok". untuk ilustrasi. di mana berlaku sistem pilihan. menurut siswa. sikap siap dan ulet menghadapi tantangan. dan sebagainya. kepuasan kerja. dalam menciptakan kondisi emosional belajar yang mendukung. dan dalam memotivasi siswa untuk belajar. Kedua. Banyak dari tujuan bimbingan yang kriteria penilaiannya dibahas ini adalah tujuan keseluruhan program-program sekolah sehingga menjadi tujuan dan kepentingan bersama seluruh petugas pendidikan di sekolah –tidak hanya kepentingan petugas bimbingan-. Strang (1963) menyarankan diterapkannya gabungan kriteria. penyesuaian emosional. antara yang mudah mencapainya dan yang penuh tantangan dan amat susah mencapainya (Posavac & Carey. Ada soal lain yang mesti juga diperhatikan berkenaan dengan penggunaan kriteria objektif untuk menilai hasil guna program dan layanan bimbingan. atau "tepat". "ketepatan". Pertama adalah adanya keberatan kalau meningkatnya angka nilai itu menjadi tujuan pokok. dan persiapannya untuk bekerja. kriteria keberhasilan sebesar 60 persen dari jumlah siswa saja. harus bisa dinyatakan dalam bentuk tingkah laku dalam berbagai tingkat : dari pernyataan verbal sampai tingkah laku konkret dalam situasi nyata. keberhasilan belajar itu bergantung pada banyak faktor. yaitu belajar. 431 . banyaknya jabatan yang dipegang. dipertanyakan mengenai kesesuaian "kecocokan". Dan ketiga.sementara tujuan yang berat mencapainya. 1985). Ihwalnya menjadi soal penetapan tujuan. hal yang banyak terjadi di jenjang pendidikan dasar : anak meninggalkan sekolah karena harus bekerja mencari nafkah untuk membantu kelangsungan hidup keluarga. Mengenai tujuan dan kriteria dalam penilaian program bimbingan karier banyak ahli mengemukakan keberatannya. 1956). yaitu banyaknya jabatan yang dipegang. kurangnya pemahaman diri. pernyataan berkurangnya masalah hubungan kerja yang dialami karyawan. Tujuantujuan bimbingan yang sifatnya kualitatif seperti meningkatnya sifat-sifat penyesuaian sosial. gaji yang diterima. untuk memilih mata-mata kuliah yang "mudah" atau yang dosennya bukan yang dijuluki "pembunuh. Dalam contoh kriteria yang pertama.mendapatkan pekerjaan dalam sekian tahun. Realistiskah tujuan itu? Pemberi layanan tidak bisa menetapkan tujuan yang tidak realistis. sehingga dilupakan cara atau proses begaimana nilai itu dicapai. Penyebab yang banyak disebut-sebut adalah faktor keuangan atau sosialekonomi orang tua. sikap klien terhadap layanan konseling dan perubahan dalam pekerjaan. pustakawan sekolah. di dalam diri dan di luar diri pebelajar. Dalam pembelajaran. demi objektifnya. Dalam hal program penurunan kasus putus sekolah. tidak bisa diketahui berdasarkan data hasil ukuran langsung tercapainya sifat-sifat kepribadian tersebut. bisa juga konselor tergoda membantu siswa/klien untuk memilih jurusan yang "mudah". kurangnya informasi pendidikan dan informasi karier. laporan atasan mengenai kecakapan pekerja. petugas Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Sebab-sebab lain terjadinya putus sekolah adalah kurangnya motivasi belajar. dan kemampuan menahan diri. untuk berprestasi.seperti guru kelas. penilaian atasan. peranan bimbingan dan konseling bersifat tidak langsung. Salah satu kriteria yang banyak digunakan di sekolah adalah meningkatnya angka nilai hasil belajar siswa. yaitu pada bantuan dalam mengadaptasi pengalaman belajar sehingga memenuhi kebutuhan siswa dan selaras dengan ciri pribadi siswa. yaitu kriteria penyesuaian vokasional dan penyesuaian pribadi. dan dilupakannya esensi dasar. Penetapan tujuan di bidang pekerjaan seperti ini dapat menimbulkan masalah. Dalam hal yang disebut belakang. killer".

dapat dinyatakan secara operasional dalam tingkah laku orang untuk bekerja sama dengan orang lain. prosedur. 90 persen siswa mampu menyebutkan pengetahuan tentang kendala akademis dan fisik dalam menjalankan tugas pekerjaan-pekerjaan yang dipilih. umpamanya. media. IPS dan Bahasa). Penyelenggaraan penilaian memerlukan pengaturan mengingat bahwa penilaian itu sendiri merupakan satu sistem. "Diberikan persyaratan untuk jurusan-jurusan A1.dan sistem-sistem di luarnya. Dalam hal tingkah laku di latar luar sekolah. A3 dan B siswa mengenali mata-mata pelajaran dan prestasi hasil belajar yang dipersyaratkan dalam mata-mata pelajaran itu untuk setiap jurusan". Apa yang baru disebutkan di atas adalah justru yang menimbulkan kesulitan. dan itu diperoleh dari pelaksanaan penilaian. memerlukan pengorganisasian yang seksama. sifat dan ketrampilan orang yang diperlukan agar ia bisa berfungsi secara efektif di dalam kelompok. aturan-. tujuan itu umpamanya. "Siswa mengenali faktor-faktor kesulitan (atau penghambat) dalam menjalankan dengan baik tugas pekerjaanpekerjaan yang dipertimbangkan untuk dipilihnya". artinya terus berubah dan memerlukan pengubahan sesuai dengan kebutuhan. Sudah barang tentu tolok ukur mutakhirnya adalah dapat diamatinya tingkah laku siswa yang berucap itu di dalam situasi nyata. yang mendasari pelaksanaannya. Dalam ranah vokasional (karier). Kriteria untuk tujuan ini. staff lain sekolah. ataukah berkat faktor-faktor lain mengingat banyaknya faktor atau variabel luar yang ikut main didalamnya. A2.Penyesuaian sosial. 11. vokasional dan sosial (Bardo et al. Untuk kriterianya. Menurut Kurikulum SMA 1994. Bimbingan dan konseling berbeda dengan pembelajaran dalam arti bahwa untuk kegiatan yang disebut belakang ada kurikulumnya. yang sampai waktu ini masih ditetapkan secara nasional dan berlaku lebih kurang sama bagi seluruh sistem. tidak statis. dan hal-hal bukan orang yang tersangkut di dalamnya seperti alat.. termasuk penilaian program bimbingan karier. pelaksanaan penilaian program bimbingan. dan wujud tingkah lakunya adalah siswa menyebutkan. tidak bisa diharapkan sama bagi semua konselor. Setiap konselor mesti mengembangkan sendiri rumusan tujuan program yang sesuai dengan kebutuhan. guru. ada tiga jurusan dan baru dimulai di kelas tiga yaitu IPA-Matematika. Untuk itu sistem terus memerlukan balikan. Contoh tujuan ranah edukasional. (Jurusan di dalam contoh ini. 1988). Seperti yang telah dikemukakan. umpamanya sekurang-kurangnya 80 persen semua siswa mampu mengenali mata-mata pelajaran dan nilai prestasi belajar yang dipersyaratkan untuk setiap jurusan. orang. PENGORGANISASIAN PENILAIAN PROGRAM BIMBINGAN Demi keberhasilannya. guru dan lembaga (sekolah). tidak ada apa yang bisa disebut "kurikulum bimbingan". Kapabilitas yang diharapkan akan dipertunjukkan siswa adalah dari ranah informasi verbal (Gagne. tidak saja kebutuhan siswa tetapi juga kebutuhan orangtua murid. Sebagai contoh pengertian penyesuaian dan kebahagiaan berbeda bagi kepala atau pimpinan (eksekutif) dan bagi buruh. 432 . masukan. Ranah-ranah tujuan itu adalah edukasional. dan sudah barang tentu pimpinan sekolah. Program bimbingan itu sendiri merupakan satu sistem organisasi yang kompleks mencakup tujuan. sistem yang terbuka. adalah menurut Kurikulum SMA 1984. secara lisan atau tertulis. Tujuan itupun harus diselaraskan dengan keadaan dan kondisi yang berlaku di samping disesuaikan dengan waktu. sementara untuk bimbingan. 1978). proses. Bardo dan rekan-rekannya menyarankan digunakannya ranah Wellman dalam menetapkan tujuan dan kriteria. penilaian itu proses yang berkesinambungan. Penilaian perlu dilakukan atas kinerja program bimbingan mengingat bahwa program itu merupakanproses yang dinamis. Ini pun bertingkat : dari tingkah laku sebagai pengalaman tidak langsung di sekolah sampai pengalaman langsung di latar luar sekolah. Di dalam penyelenggaraannya program mesti mendapat dukungan dari seluruh staff –konselor sendiri. Tujuan khusus pembelajaran suatu pokok bahasan dalam sistem sekolah yang berlaku dirumuskan dengan jalan menjabarkannya dari tujuan umum yang terdapat di dalam kurikulum (GBPP). dimulai di kelas dua. apalagi berkat usaha bimbingan dan konseling. atau menghargai pendapat orang lain sementara ia tetap mempertahankan pendapatnya sendiri. apalagi konseling. hal yang tidak dijumpai pada pekerjaan guru atau perancang sistem pembelajaran ketika merumuskan tujuan pembelajaran dan menetapkan kriteria penilaiannya. adalah sulit memastikan apakah kalaupun terjadi tingkah laku bekerja sama yang dikehendaki hal itu seratus persen berkat usaha pendidikan sekolah. yaitu berupa Garis-garis Besar Program Pengajaran (GBPP). Berbeda halnya dengan bidang pengajaran. penetapan tujuan suatu program bimbingan.

Maksud pengorganisasian ini adalah menyiapkan segala sesuatunya sehingga penilaian nanti bisa terlaksana dengan lancar dalam mencapai tujuannya. Pelaksanaan rekomendasi. Dalam tahapan persiapan ini. Kegiatan-kegiatan yang tercakup di dalam tahapan ini (Hollis & Hollis. Yang dimaksud adalah pengelolaan program bimbingan pada umumnya. serta perhatian yang perlu dicurahkan untuk mencapai tujuan program maka di sini ada soal pengelolaan. Pelaksanaan studi penilaian dan 3. konseling. Sebagaimana tersirat dari uraian di muka. demikian juga dalam tahapan-tahapan kedua dan ketiga. umpamanya hal-hal yang mesti diperhatikan adalah bagaimana perkembangan dunia industri dan dunia usaha. Pada tahap pembentukan organisasi ini. Langkah-langkah itu menunjukkan adanya tahapan pelaksanaan (eksekusi) penilaian. sebagai contoh. tahapan dan kegiatan-kegiatan dalam rangka penilaian itu berlaku juga untuk penilaian layanan bimbingan karier. tahapan-tahapan itu berlaku. dan keorganisasian usaha penilaiannya. Begitulah. itu berarti bahwa telah dilakukan persiapan-persiapan untuk melaksanakan keputusan yang telah diambil. Apakah penilaian itu ditujukan kepada penyelenggaraan bimbingan karier sebagai suatu program yang berdiri sendiri atau itu merupakan bagian dari suatu program bimbingan yang lebih besar. penyelenggara program bimbingan harus dapat mempertunjukkan kinerjanya sebagai pertanggungjawaban misinya kepada badan pemberi tugas dan lebih-lebih pemberi dana. adalah menerapkan pengertian-pengertian dan asas-asas umum penilaian untuk bidang bimbingan karier. PEMBENTUKAN STRUKTUR ORGANISASI Yang dimaksud dengan organisasi yang strukturnya dibentuk di sini adalah organisasi penilaian. yaitu keputusan untuk melakukan penilaian. Sesuai dengan lingkup dan tujuan buku ini. dan wewenang dari pimpinan (h) Membangun jalinan komunikasi pribadi di antara semua staf yang terlibat di dalam penilaian. khususnya pengelolaan program bimbingan karier. layanan-layanan yang lain. waktu. 1978) adalah : (a) Merumuskan tujuan layanan penilaian Menunjukkan siapa yang menjadi koordinator layanan (c) Menentukan siapa-siapa yang akan diikutsertakan di dalam layanan dan apa tugasnya masing-masing (d) Membangun kesiapan pihak-pihak yang tersangkut dalam penilaian yang akan diselenggarakan dan kesiapan akan perubahan-perubahan yang mungkin bakal terjadi (e) Menentukan batas lingkup yang akan dinilai (f) Menentukan jadual penilaian. hal penting dalam tahapan ini. Pembentukan struktur organisasi. Perkara akuntabilitas ini akan dibahas lebih lanjut di bagian belakang. Menilik sifat keorganisasian program. 12. seperti pemberian informasi. Hollis dan Hollis (1978) mengenali adanya tiga tahapan besar di dalam usaha penilaian program bimbingan : 1. Demikian juga. teknik-teknik pembentukannya mesti diacukan ke bimbingan karier. yang penting di antaranya adalah perumusan tujuan dan penetapan kriteria. segala pengaturan dibuat sedemikian rupa sehingga penilaian itu merupakan bagian dari kegiatan sehari-hari. hendaknya berjalan seperti biasa. Ini selanjutnya mengasumsikan bahwa telah ada. atau tersusun suatu organisasi yang rapi demi keberhasilannya. 2. dapat dibayangkan bahwa ada tahapan besar yang lain sebagai tindak ikutan. paham tentang penilaian ini berkaitan erat dengan paham tentang akuntabilitas pendidikan dan bimbingan. Selanjutnya ini berarti soal pengelolaan program penilaian. seperti yang juga telah disebutkan. Dengan kata lain. yaitu pengambilan keputusan berupa rekomendasi hasil penilaian.Di lingkungan sekolah. termasuk penilaian di waktu yang akan datang (g) Mendapatkan dukungan berupa uang. tidak sampai terputus atau terganggu. Dalam rapat-rapat tim atau kepanitiaan penilaian untuk merumuskan tujuan penilaian. khususnya akuntabilitas bimbingan karier. Persyaratan dan tuntutan dunia industri terus berkembang dan ini harus dipertimbangkan tim penilai untuk menentukan tolok ukur keberhasilan program bimbingan karier. Kalau hal ini dikaitkan dengan pengertian tentang penilaian dan maksud diselenggarakannya penilaian. Di bagian muka telah disebutkan adanya langkah-langkah dalam proses penilaian. Dalam tahapan ini perlu dilakukan kunjungan untuk b) 433 .

atau lebih baik pemahamannya tentang pekerjaan yang diamatinya secara langsung itu. METODE PENILAIAN Penilaian program bisa dilakukan dengan berbagai metode. Menyusun rancangan studi. misalnya mereka lebih realistis dalam pilihan karirnya. Segala usaha dan teknik serta alat mesti diacukan ke pencapaian tujuan. Menerapkan kriteria terhadap data dan menafsirkannya 7. 1978) mencakup : 1. Menyebarluaskan temuan atau hasil penilaian kepada pihak-pihak yang berkepentingan Seperti yang telah disebutkan di bagian muka. tidak umum. Penilaian berusaha melihat kemajuan yang dicapai siswa. Perbandingan bisa juga dilakukan terhadap norma dari sejumlah kelompok. yaitu : (a) Metode Sebelum-dan-Sesudah (b) Metode Perbandingan. setelah berakhirnya program. Demikian juga. atau sekolah setempat pada suatu waktu. Merumuskan tujuan studi 2. dan pada segala waktu. Di samping itu perumusan itu hendaknya berdasarkan kesepakatan bersama antara yang memberikan layanan dan pihak yang menerima layanan. Rasio konselor- 434 . dengan berbagai teknik dan metode 5. semua pihak yang tersangkut mesti mengorientasikan kegiatannya kepada tujuan. Hal penting lain yang perlu diperhatikan adalah bahwa tujuan dan kriteria keberhasilan itu hendaknya dirumuskan sejak semula. termasuk menentukan kriteria dan teknik studi penyusunan 3. Jadi tidak ada pengertian "tujuan bersama" yang berlaku untuk semua sekolah di semua tempat atau wilayah. artinya mesti didasarkan pada kebutuhan lembaga. Tujuan dan kriteria bersifat khas. 13. Kegiatan itu umpamanya siswa-siswa mengikuti pengalaman belajar langsung di bidang karier. Termasuk juga di sini kunjungan survei dan konsultasi ke instansi dan dunia industri untuk memperoleh pandangan yang akan dijadikan dasar untuk penetapan tujuan penilaian. Menarik simpulan dan implikasi 8. dari antara kegiatan-kegiatan tahap kedua ini yang bersifat sentral adalah perumusan tujuan dan penetapan kriteria. PELAKSANAAN STUDI PENILAIAN Ini adalah inti kegiatan –pelaksanaan studi penilaian sendiri-. Menyusun rekomendasi. Mengumpulkan data. seminggu sekali selama satu kuartal. Rumusan tujuan ini hendaknya jelas dan spesifik. dan (c) Metode "Bagaimana Kedudukan Kita Sekarang" (a) Metode Sebelum-dan-Sesudah Berusaha mengetahui kemajuan yang dibuat siswa setelah mengikuti suatu kegiatan program. dalam hal ini melakukan pengamatan lapangan. Kegiatan-kegiatan di dalam tahap ini (Hollis & Hollis. 9. Menentukan tim penilai (tim inti) dan pihak-pihak pembantu (nara sumber informasi dan konsultasi) 4. 14. apakah program diteruskan (kalau berhasil baik) atau diubah/disempurnakan bahkan dihentikan.dan dilakukan setelah segala sesuatunya mustahil.observasi dan konsultasi ke sekolah-sekolah yang diketahui berhasil dalam pelaksanaan penilaian di bidang bimbingan karier. Menyusun data yang terkumpul 6. Gibson dan Mitchell (1989) menyebutkan tiga. (b) Metode Perbandingan Dilakukan dengan membandingkan sekelompok siswa dengan kelompok-kelompok lain.

Konseling juga dinilai mahal karena hanya mampu manangani klien dalam jumlah yang terbatas sehingga kurang berguna untuk jumlah siswa yang banyak di lembaga yang besar. yang secara umum mengalami masalah. kuesioner untuk mengukur pelaksanaan program. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah bahwa selama pelaksanaan rekomendasi. atau kejadian lebih awal lagi. yang tidak mampu menyusun rencana karier.siswa suatu sekolah bisa dibandingkan dengan ratio rerata konselor-siswa sejumlah sekolah di suatu daerah untuk menilai apakah jumlah konselor di sekolah itu memadai. 17. hal. misalnya harus diubah atau disempurnakan. Di dalam pustaka di waktu akhirakhir ini dibedakan antara konseling karier dan intervensi karier (Spokane 1991). dalam hal ini perbandingan bukan dilakukan terhadap kelompok lain. 16. atau dibatalkan sama sekali. tingkah lakunya berubah menjadi adaptif –secara umum masalahnya masalahnya terpecahkan. Atas dasar kriteria disusun skala penilaian. pelayanan dan kegiatan bimbingan hendaknya berjalan seperti biasa. antara konselor dan klien. terjemahan). Keputusan pertama –program diteruskan-menyiratkan keberhasilan program sedangkan keputusan terakhir --program dibatalkan-menggambarkan kegagalan program. apa yang terjadi sebelum pertemuan konselor-klien. Dengan mengabaikan kemungkinan keputusan terakhir. mengubah tingkah laku klien yang maladaptif. yaitu sejak klien diterima petugas resepsionis. kegiatan-kegiatan dalam tahapan ketiga ini yang disesuaikan dengan yang dikemukakan Hallis dan Hallis (1978): (a) Menyusun kerangka prosedur untuk pelaksanaan rekomendasi (b) Memperoleh persetujuan dari pihak-pihak yang berwenang untuk melaksanakan rekomendasi (c) Menunjuk koordinator selaku penasihat pelaksanaan rekomendasi (d) Mengikutsertakan orang-orang yang tersangkut untuk membantu pelaksanaan rekomendasi (e) Menyusun prioritas dan jadwal dalam pelaksanaan rekomendasi (f) Mengikuti pelaksanaan rekomendasi untuk melihat pengaruhnya (g) Menyusun laporan kegiatan Kegiatan (f) mengandung arti bahwa pelaksanaan rekomendasi sebagai hasil penilaian itu sendiri terkena penilaian. Penilaian-hasil mengukur hasil yang dicapai sesuai dengan tujuan: membantu mengenal dan memahami diri. yaitu hanya mencakup bantuan yang berlangsung di dalam hubungan satu-satu. Konseling karier dinilai terlalu sempit. yaitu 435 . Perkecualiannya adalah kalau kegiatan atau bagian kegiatan itu yang terkena rekomendasi. dan inventori arahan-diri (self-directed inventory). Intervensi karier lebih luas cakupan layananya. Paham lain mengatakan bahwa penilaian konseling hendaknya. lokakarya. kegiatan kelas. keragu-raguan pilihan kariernya hilang. atau bahwa program itu tidak perlu lagi diselenggarakan. (c) Metode Kedudukan Sekarang Pada dasarnya menerapkan perbandingan juga. 1991. dilakukan modifikasi terhadap bagian-bagian tertentu atau keseluruhannya. rencana kariernya mampu disusunnya. PENILAIAN KEBERHASILAN KONSELING Konseling karier merupakan inti kegiatan bimbingan. Dalam wawancara konseling terhadap seorang klien dilakukan penilaian untuk mengetahui apakah tujuan intervensi diadik ini telah tercapai : mengenal kekhasan dirinya (demikian juga kekhasan orang lain). Tujuan dan tolok ukurnya di sini adalah tujuan rekomendasi itu sendiri. disempurnakan. dan berupa "setiap kegiatan yang tujuannya adalah meningkatkan kemampuan individu membuat keputusan karier yang lebih baik" (Spokane. MENERAPKAN REKOMENDASI Telah dikemukakan bahwa maksud dilakukannya penilaian terhadap program bimbingan adalah untuk memperoleh bahan guna mengambil keputusan berkenaan dengan program itu: apakah akan diteruskan. yang ragu-ragu dalam memilih karier. 15. melainkan dengan kriteria tertentu atau standar yang ditetapkan dan diterima. modul pembelajaran diri. seperti yang telah disebutkan di muka merupakan proses yang berkelanjutan dan berlangsung sejak saat pertemuan pertama kali konselor-klien terjadi. Demikianlah penilaian intervensi karier ini mencakup tidak saja penilaian atas layanan bantuan individual diadik (antara dua orang) yang tradisional tetapi juga atas siasat-siasat bantuan lain yang luas seperti metode kelompok. daftar cek. Bahkan.

umpamanya siswa berbicara dengan tatap muka langsung (semula berpaling-paling ke kanan ke kiri. sebenarnya "konseling" sudah berlangsung. Bu?". Pak". "Ayah selalu bilang. dinilai untuk dilihat kecocokannya dengan keseluruhan tujuan konseling. dan kebiasaan saya suka menunda-nunda. atau mula-mula. "Kok saya ini serba salah. menunjukkan bukti-bukti adanya pertumbuhan. PENILAIAN DALAM KONSELING SISTEMATIS Di dalam konseling sistematis (Stewart et al. Penilaian dilakukan dengan menghitung banyaknya respons positif dan respons negatif yang muncul. Penilaian proses ini dilakukan dengan mempelajari rekaman pembicaraan dengan klien untuk memperoleh petunjuk apakah telah terjadi perubahan tingkah laku. Bu. "Setelah membuat surat lamaran kerja. Diperoleh kemajuan kalau respons negatif yang pada mulanya sering dilakukan makin lama makin berkurang dengan digantikannya respons-respons yang positif. 436 . Mengenai yang disebut belakangan. terusmenerus. mencari/menemukan sendiri informasi jabatan yang diperlukannya (tanpa disuruh. misalnya dari koran. Jadi. hal itu mengingat bahwa konseling terjadi di dalam situasi antar hubungan konselor-klien sehingga apa yang terjadi pada diri klien. saya ini tidak becus". mandiri (mengambil keputusan sendiri. Dari wawancara seorang klien tersirat pemahaman dirinya dan seberapa jauh telah berkembangnya pemahaman mendalam akan masalahnya dan situasi di mana dirinya berada. atau "siswa memperoleh pekerjaan". yang makin bertambah (McDaniel. Konselor yang peduli akan keberhasilan bantuannya sejak awal pertemuan memperhatikan apakah klien memperoleh kemajuan selama berlangsungnya wawancara. Bu. penilaian berlangsung saat demi saat. kemajuan atau tidak. ya". "Saya sebetulnya mau belajar. Tanda-tanda kemajuan yang lain. Apa yang seharusnya saya perbuat?" kemudian berucap. menggambarkan pemahaman diri dan penerimaan diri. penilaian kemajuan konseling berarti penilaian atas hasil. sehingga merupakan suatu proses berkelanjutan. Ucapan-ucapan klien yang negatif menggambarkan berbagai sikap yang tidak dikehendakiseperti membela diri. Siswa yang mula-mula berkata.tatkala rujukan dibuat. Pak?". menurut Ibu?". "Saya ini bagaimana. klien mulai mau bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri. ucapan klien. "Jurusan apa. mengambinghitamkan orang. setiap apa yang terjadi. Bagaimana klien diterima oleh petugas resepsionis. atau menunduk terus menerus). Dengan begitu penilaian masuk menjadi satu dalam bagan arus proses konseling yang dimulai dari penetapan tujuan sampai pengakhiran konseling. Bu. "Apakah ditolaknya lamaran kerja saya tidak karena keterlambatan saya memasukkan surat lamaran?". "Itu bukan salah saya. atau seberapa banyak kemajuan itu. meski mungkin itu keputusan kecil. "Kerja saya lamban. Setiap langkah konseling. "Apa yang harus saya perbuat.pada diri klien dan pada masalah yang dibawanya ke konselor. tidak percaya diri. matang. mengutik diri. dan ditujukan tidak saja kepada klien tetapi juga kepada konselor sendiri. penilaian atas prosesnya adalah penilaian atas isi wawancara yang sedang berlangsung. Sebaliknya dari apa yang baru disebutkan. menepati janji pertemuan. Setelah memperoleh petunjuk dari ucapan-ucapan klien bahwa klien membuat kemajuan –mulai memahami dirinya. 1978). ke perpustakaan. atau disarankan. kebergantungan. Jika pembicaraan dibatasi pada intervensi yang pokok. dan mungkin hanya berupa pertanyaan verbal). tujuan itu umpamanya "siswa mencapai nilai rata-rata paling kurang 7 untuk bidang studi syarat masuk jurusan mesin (di SMK)". yang mesti saya lakukan?" kemudian tuturnya menjadi "Saya rasa sebaiknya saya ikut kerja magang". Ini yang barang kali menyebabkan keterlambatan saya". bukan suatu kegiatan yang terlepas. mau bertanggung jawab. mengembangkan pemahaman mendalam atas situasi masalahnya--konselor mencari petunjuk lebih lanjut mengenai kelangsungan kemajuan itu dan seberapa jauh. yaitu konseling. yang dilakukan pada tahap akhir. Respons negatif yang dimaksud itu umpamanya berupa ucapan-ucapan seperti. ke seorang nara sumber. Penilaian merupakan bagian dari keseluruhan proses konseling sendiri. masalah klien bisa menjadi ringan atau malah bertambah berat oleh pengalaman prakonseling itu.kalu ia rujuk-. "Apa. yaitu setelah konseling selesai. atau "siswa membina hubungan baik dengan teman-teman kerja kelompok". yang sebaiknya saya ambil?". merupakan hasil patungan konselor-klien. mengelak dari tanggung jawab. atau "siswa menentukan pilihan kerja tentatif". tetapi … (teman saya sekamar kos selalu mengganggu" –dan 'tetapitetapi' yang lain)". misalnya seorang pekerjayang sukses). 1956). dan bagaimana dia dirujuk bisa berpengaruh –baik atau buruk-. Ini dapat dijadikan petunjuk terjadinya kemajuan tingkah laku. "Apa yang dapat saya lakukan?". percaya diri. 17. lalu bagaimana selanjutnya. Di dalam konseling karier.

Ia terus-menerus mengusahakan peningkatan kemampuan profesional dirinya demi peningkatan mutu layanan bantuannya. dan proses berjalan ulang dari tahap itu ke tahap-tahap selanjutnya. di Indonesia dewasa ini. proses konseling. bahkan ketakutan –orang cenderung tidak suka atau takut dinilai. dimintai pertanggungjawaban. demikianpun riset menunjukkan (Prazak.Membandingkan kinerja dengan tujuan : hasil perbandingan adalah apakah tujuan tercapai atau tidak. dengan mempelajari dokumen-dokumen atau data atau bahan tertulis yang ada mengenai klien itu. seperti halnya istilah penilaian. menimbulkan semacam alergi. terkena tuntutan akuntabilitasdari masyarakat luas dari mana ia memperoleh peranannya dan dari mana siswasiswa yang dilayaninya berasal. Dengan demikian ia merasa bahwa dirinya. Ia memahami arti dan maksud akuntabilitas dan tahu apa dampak akuntabilitas baginya –dampak positif. melalui klien sendiri (tertulis. SISTEM AKUNTABILITAS BIMBINGAN Di muka telah disinggung perihal akuntabilitas. atau wawancar). dan program-program bimbingan yang dikembangkannya. termasuk tujuan-tujuan antara.Di dalam konseling sistematis. Jika tercapai. meskipun sebenarnya terjadi juga masalah akuntabilitas pendidikan ini. apakah cukup kuat. Langkah-langkah pemantauan perilaku klien pascakonseling bermaksud melihat apakah klien menjalankan keputusan yang dibuatnya sebagai hasil konseling atau apakah ia terus membuat kemajuan. Setelah penetapan tujuan. yang diberikan arti pertanggungjawaban. Berkinerja karena adanya akuntabilitas menjadi panggilan etis pribadinya. Hal ini mengingat bahwa ada kemungkinan sehabis konseling yang berhasil klien kembali ke pola perilaku lama yang tidak adaptif. Meskipun demikian. misalnya di halaman sekolah waktu istirahat atau di dalam kelas waktu pelajaran. proses penilaian kinerja klien itu adalah : 1. Jika tujuan tidak tercapai.merasa terpanggil untuk selalu memberikan yang terbaik bagi kliennya. penilaian terus berjalan untuk mamantau bagaimana kinerja klien selanjutnya seusai konseling. orang tua. Krumboltz (1974) mengatakan. akuntabilitas itu bermanfaat bagi konselor dan oleh karena itu konselor perlu berusaha untuk membangun suatu sistem akuntabilitas yang akan berguna bagi dirinya sendiri selaku profesional. dan diartikan pertanggung jawaban. teman. Kalau konseling berakhir dan tujuannya tercapai.Melihat kemajuan : apakah ada. Demikian juga telah disebut tentang belum "membudayanya" akuntabilitas ini di lingkungan pendidikan. konselor yang kuat nurani profesinya –seperti telah disinggung di muka-. kurang disukai. yaitu tujuan ikutan atau tujuan yang baru sama sekali). dan penilaiannya. istilah akuntabilitas sendiri. 19. Di dalam bahasa inggris pun. PENGERTIAN AKUNTABILITAS Secara singkat. kata accountability 437 . pengertian dan hubungannya dengan penilaian. seperti nilai rapor. 18. apalagi bimbingan. dengan begitu bagi masyarakat yang memberikan kepercayaan kepadanya. berlangsung mengikuti runtunan langkah yang terpetakan di dalam bagan arus. bagi siswasiswa yang menjadi tanggung jawabnya. yaitu pemeriksaan atas motivasi untuk mencapai tujuan yang semula ditetapkan. 1976). keputusan berikut bisa pengakhiran konseling atau konseling lebih lanjut (karena berkembang tujuan lain. Meski kedengarannya sudah jelas. menggunakan format pelaporan tertentu atau daftar cek kemajuan. dari kajian pustaka ternyata bahwa pengertian akuntabilitas tidak sesederhana yang mungkin dikira orang. konselor dan klien kembali lagi ke tahap yang lebih awal (sebelumnya). bagi mereka penilaian mengandung konotasi negative. Penilaian pascakonseling. data kehadiran mengikuti pelajaran. Bagi sebagian orang. laporan atau informasi dari pihak-pihak seperti guru. akuntabilitas bisa diindonesiakan. yaitu dengan melakukan pengamatan langsung atas perilaku klien. dan seberapa banyak 3. Penilaian tindak lanjut Ada beberapa cara penilaian tindak lanjut yang dapat dilakukan. dan langkah-langkah yang berkaitan seperti penentuan siasat dan langkah-langkah.Merekam kinerja : merekam secara tertulis taraf kinerja klien sekarang dalam mengatasi masalahnya 2.

Agar sistem akuntabilitas bimbingan membawa hasil yang dikehendaki.  Menemukan cara-cara pintas untuk pekerjaan tugas rutin. atau bidang-bidang lain. Telah disebutkan bahwa sebagai bagian dari usaha pendidikan bimbinganpun terkena akuntabilitas. maka ada banyak definisi yang diberikan para pakar. Bertanggung jawab tentang apa? atau 4. Definisi lain mengenai akuntabilitas yang dikutip adalah definisi yang khusus untuk pendidikan. Sistem akuntabilitas harus dibangun dengan tujuan untuk memajukan keefektifan profesional dan untuk melakukan perbaikan oleh diri sendiri. bukan sebagai kerja dan capaiannya 4. pembayar pajak dan warga masyarakat sekitar (Lessinger et al. Istilah bertanggung jawab dan pertanggungjawaban berkembang pengertiannya melalui pertanyaan-pertanyaan seperti: 1. Menurut Krumboltz. di dalam Gibson et al. Apa yang dipertanggungjawabkan?. sebenarnya istilah pinjaman. artinya bertanggung jawab dan siap bisa menjawab.. atau diberikan jawaban). mengenai apa yang mereka hasilkan sebagai "buah usaha pendidikan". Dari uraian-uraian tentang definisi di atas nyata bahwa akuntabilitas itu suatu sistem. kepada seseorang. Konsep dasar yang semula pun berkembang.  Memberikan argumentasi untuk minta tambahan tenaga staff guna mencapai tujuan yang wajar. Pertanggungjawaban apa? atau 3. akuntabilitas pendidikan. Karena soal semantik ini. Untuk penerapannya di bidang bimbingan. dengan konsekuensi yang dapat diramalkan demi kinerja yang dikehendaki dan dapat dipahami dari apa yang dipertanggungjawabkan itu". yaitu bahwa sekolah dan para pendidik yang menjalankannya dituntut untuk akuntabel. Ketujuh kriteria tersebut adalah: 1.bisa diartikan responsibility (kira-kira. 1981). Bagaimana pertanggungjawaban itu dilakukan? Atau 7. Apa yang dikerjakan dan dicapai konselor harus dinyatakan dalam rumusan perubahan tingkah laku klien yang penting yang dapat diamati 3.  Memiliki metode konseling atas dasar keberhasilan nyata yang dapat dilihat. Agar bisa merumuskan apa saja yang menjadi tanggungjawab konselor. Bertanggung jawab kepada siapa? Dan 6. apalagi setelah konsep yang ada semula diterapkan pada latar-latar. atau menggelembung. Penerapan konsep akuntabilitas itu dibidang pendidikan mengandung makna penilaian secara terus-menerus prestasi pendidikan para murid di sebuah sistem sekolah. (1981) mengutip definisi umum akuntabilitas yang berarti kewajiban untuk menjelaskan atau melaporkan pelaksanaan tugas yang dipercayakan kepada seseorang. bukan untuk menunjukkan kesalahan atau menghukum kinerja yang buruk 438 .  Mengajukan permintaan untuk menyelenggarakan pelatihan guna menghadapi masalah yang pemecahannya menuntut kemampuan baru. 5.  Mengenali siswa-siswa yang kebutuhannya tidak terpenuhi. pengaitan tingkat prestasi yang dicapai itu dengan tujuan dan pengharapan pendidikan negara dan masyarakat dan masyarakat dan selanjutnya dengan orangtua. sistem akuntabilitas yang dikembangkan bermanfaat secara potensial bagi konselor karena hal itu memungkinkan konselor untuk:  Memperoleh balikan mengenai hasil dari kerjanya.. tanggung jawab atau pertanggungjawaban). hal dapat dijawab. Kegiatan yang dilakukan konselor harus dinyatakan sebagai biaya. yaitu apa yang dipelajari siswa. Ia mendifinisikan pengertian umum akuntabilitas: pertanggung jawaban untuk sesuatu. ada tujuh kriteria yang menurut Krumboltz (1974) perlu dikenali. guru. 1984) Dari buku Administrators handbook on educational accountability. Bagaimana cara bertanggung jawab? Akuntabilitas di dunia pendidikan. Gibson et al. salah satu model yang banyak dikutip adalah yang dikembangkan oleh Krumboltz (1974). tujuan umum konseling harus disepakati oleh semua pihak yang berkepentingan 2. Ada sejumlah model model bagi pengembangan sistem akuntabilitas. termasuk latar pendidikan. dan soal ragam konsepnya. Siapa yang bertanggung jawab? 2. dan Leon Lessinger adalah tokoh yang secara umum dipandang "bapak akuntabilitas" pendidikan (Gibson & Mitchell. bisa pula bermakna answerability (kira-kira.

ucapan-ucapannya. Apakah konselor membantu klien dalam mencapai tujuan yang telah disepakati bersama ? 2. Adanya kebutuhan. pengembangan sistem akuntabilitas ini harus memperhatikan pengertian-pengertian dan asas-asas pengorganisasian program yang telah dibahas di bab depan. juga target yang jelas dan spesifik. Prazak (1976). 7. Dalam hal rekaman elektronik. tetapi kemajuan itu juga berkat peranan konselor. AASA (Asosiasi Administrator Sekolah Amerika. Pelaksanaan program dan 4. Pihak luar yang diminta penilaiannya. untuk keberhasilan sistem akuntabilitas yang dikembangkan itu perlu perancangan dan perencanaan. hasil rekamannya dapat dipelajari dalam usaha penilaian diri ini. Keefektifan konseling dapat dilihat dari kemajuan tingkah laku klien.. umpamanya adalah konselor sejawat atau supervisor/pimpinan unit tugas konselor. Lepas dari model-model yang ada. Demikian juga. atau dosen pembimbing program studi pendidikan konselor. Pengembangan sistem akuntabilitas bimbingan nyata kaitannya dengan program yang sedang dikembangkan atau sedang berjalan. adalah pasti bahwa program bimbingan dan sistem akuntabilitas yang mau dikembangkan mesti bertolak dari 1. yaitu bahwa klien harus diminta persetujuannya. 2. pertanyaan-pertanyaannya apakah jelas. Tahap dimana pengemban tugas mempertanggungjawabkan usaha-usaha bimbingan yang dituangkan di dalam program. yang disebut paling akhir ini adalah kalau yang menjalankan konseling itu mahasiswa yang sedang berpraktik. ada kode etik yang harus diperhatikan. atau verbatimnya—atau dengan menyaksikan jalannya konseling melalui fasilitas pengamatan lewat kaca satu arah (one-way screen. suatu program kerja tidak akan memiliki arah yang jelas. video. INDIKATOR KEBERHASILAN PROGRAM BIMBINGN DAN KONSELING Setiap program kerja seyogyanya memilliki tujuan yang jelas dan dikuti oleh indikator atau kriteria keberhasilan yang spesifik dan. yaitu: 439 . 1978). Shertzer & Stone (1971: 457-458) juga mengemukakan lima kategori umum indikator atau kriteria keberhasilan program bimbingan dan konseling di sekolah. Di atas semuanya. one-way mirror). Maka. Agar laporan bisa dibuat sebenar-benarnya. 4. Mereka memberikan balikan untuk bahan penilaian setelah mempelajari rekaman konseling –audio. Semua pengguna sistem akuntabilitas harus diikutsertakan (diwakili) dalam merancang sistem tersebut 7. dalam banyak hal.5. Jika wawancara direkam --audio atau video--. konselor sendiri (swapenilaian). konselor menilai dirinya apakah kerjanya sudah betul. Melalui angket atau pertanyaan langsung klien bisa diminta menyampaikan komentarnya mengenai bagaimana kerja konselor : 1. Pengenalan dan perumusan tujuan-tujuannya. penilaian juga dilakukan terhadap konselor. Krumboitz (1974). Apakah ia menerapkan siasat yang cocok untuk klien ? 3. diantaranya adalah menurut Pulvino & Sanborn (1972). 2. 3. Hal sebaliknya. Di sini dituntut kejujuran konselor terhadap diri sendiri dan penting adanya niat belajar untuk membuat kemajuan. Penilaian atas konselor ini dapat dilakukan oleh klien yang dibantu. tugas-tugas yang diberikannya apakah tidak terlalu sukar. yaitu kalau konseling tidak berhasil. atau oleh penilai luar yang diminta (Stewart et al. Penilaian atas konselor. laporan mengenai kegagalan dan hasil yang tidak diketahui hendaknya tidak dilarang dan jangan dihukum 6. 1973). Karena itulah penilaian perlu dilakukan terhadap konselor untuk melihat apakah konselor menjalankan konseling sepatutnya : 1. 5. Sistem akuntabilitas itu sendiri harus dinilai dan bisa diubah. apakah tidak ada kesalahan yang dibuatnya dengan jalan bertanya kepada diri sendiri. dan sebagainya. Dengan kerangka kerja seperti itu dapat diterapkan asas-asas dan kriteria yang ditetapkan berdasarkan filsafat yang dianut dan kebijaksanaan yang berlaku. Dalam konseling sistematis. di situ juga ikut terbawa kinerja konselor. 3. Apakah ia mengikuti langkah-langkah dalam bagan arus yang telah dibuat. Ada berbagai model dalam pengembangan sistem akuntabilitas. 6. di sini diperlukan izin klien yang sedang diwawancarai 20.

Ada BK tetapi tamatan sekolah tetap susah mendapatkan pekerjaan. Jelaskan dengan contoh penilaian proses. Hal ini sebagaimana dinyatakan dalam ucapan: Ada bimbingan tetapi kasus kenakalan remaja tetap saja ada. Apakah kendala yang dihadapinya? Bagaimana mengatasinya? 5. Apakah ada kaitan antara penilaian bimbingan dengan penilaian pengajaran. Bagaimanakah karakteristik program BK yang efektif? 8. Berkat program bersama BK dan pengajaran nilai ujian siswa hampir semua kelas di sebuah SLTP naik dari rerata 6. Sahihkah penilaian fihak luar tersebut. baik secara kuantitatif maupun kualitatif. 2. seperti tidak adanya ruang BK yang khusus.. Setujukan anda . Apakah kriteria yang digunakan? 440 . Mengapa penilaian layanan dan program diperlukan? 7. kurang beaya .00 menjadi 7. Temuan ini umumnya disambut baik dari berbagai kalangan. yaitu penurunan masalah-masalah disiplin. berilah alasan ? Kasus B.• Reduction in scholastic failure. • Choice of “suitable” vocational goals. Berilah alasan saudara.guru BK telah melakukan penilaian layanan dan program – programnya? 4. Secara umum bagaimanakah pendapat anda mengenai penilaian pihak luar tersebut? Setujukah anda. • Reduction in discipline problems. LATIHAN SELESAIKAN SOAL BERIKUT INI Kasus A : Sering terdengar kecaman mengenai keberadaan program bimbingan di sekolah yang menyatakan BK tidak berhasil. produk dan dampak BK 6. Pertanyaan : 1. yaitu penurunan perubahan dalam program bimbingan di tengah jalan. 2. Jelaskan jawab saudara dengan contoh. Menurut pengamatan anda apakah Guru. Sementara kalangan petugas BK mendapat kecaman seperti itu mengatakan bahwa BK tidak berjalan semestinya karena kurang fasilitas . Bagaimanakah persamaan dan perbedaannya antara penilaian dengan penelitian? 3. Pertanyaan : 1. yaitu pilihan siswa tentang tujuan dan pilihan pekerjaan dan karir menjadi semakin tepat (cocok dengan potensi dan karakteristik pribadinya). tidak ada alat test. yaitu peningkatan pemanfaatan layanan konseling secara sukarela. • Greater utilization of the counceling service.50. yaitu penurunan kegagalan dan masalah pembelajaran di sekolah baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Bagaimana pendapat anda mengenai apa yang dikemukakan oleh petugas BK di atas. • Reduction in program changes. C.

PENDAHULUAN A. 11. Problematika (yang akan dicari jawabannya). maka ”pelayanan BK di sekolah” perlu dipenilaian. Dengan kata lain ”apa yang terjadi dilapangan” selama ini belum pernah dipenilaian dan ditindaklanjuti Agar segala penyimpangan secara pasti dapat diketahui. Disamping bisa diketahui letak penyimpangan-penyimpangan tersebut terjadi. 5. 10. 3. 8. Banyaknya tugas yang kurang proporsional. Tanpa penilaian 1./Subyek penilaian Instrumen dan sumber data . Teknik analisis data. Untuk memperjelas setiap langkah sebagaimana disebutkan diatas. ada tiga langkah yang harus ditempuh. 12. Pelaksana : Para siswa di bawah bimbingan konselor sekolah. disain penilaian berisi hal-hal yang perlu dicakup. mengakibatkan para konselor menjadi tidak profesional dalam bidangnya. I. memberikan gambaran singkat tentang penyusunan disain penilaian atau penelitian. 9. direncanakan. apalagi dilaksanakan. Tugas-tugas yang diemban oleh para konselor masih jauh dari yang diharapakan. lantaran banyaknya penyimpangan yang terjadi dilapangan. dapat dijelaskan sebagai berikut : BAB. 441 . 6. dan bagaimana menindaklanjuti atau cara mengatasinya. termasuk penilaian layanan bimbingan konseling. 4. Pengembangan Program : Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN) Sarana : Buku ”Pedoman Bimbingan dan Konseling Kelompok”. dan pengumpulan data. Evaluator : Konselor dan Kepala Sekolah. Laporan Hasil Penilaian/ grafik/ tabel Pembahasan Penutup : Simpulan dan Rekomendasi Daftar Pustaka Lampiran – lampiran Contoh : Disuatu SMA akan dicobakan layanan bimbingan kelompok yang selama ini belum pernah dicobakan oleh kebanyakan konselor. 2. Tujuan yang hendak dicapai : Meningkatkan keterampilan para siswa untuk memcahkan masalah-masalah yang dirasakan bersama. Latar Belakang Penilaian Layanan Bimbingan Konseling Adalah merupakan kenyataan bahwa pelaksanaan bimbingan dan konseling terkesan belum berjalan. penyusunan instrument. 13. antara lain : Latar belakang penilaian. Penyusunan Disain Penilaian Secara garis besar. Sejauh mana penyimpangan-penyimpangan itu selama ini belum pernah di identifikasi. Tujuan dan Manfaat penilaian Definisi operasional Populasi dan sampel .MATERI BAGIAN KEDUA SISTEMATIKA PENILAIAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING Dalam rangka penilaian suatu kegiatan. yaitu penyusunan disain penilaian. Contoh tersebut di atas. 7.

maka perubahan terhadap apa yang sekarang ini terjadi. B. Siswa Memberi masukan kepada siswa agar mampu mengubah perilaku BAB II KAJIAN TEORI Menjelaskan teori dan variabel yang dinilai 442 . 2. 5. Untuk mengetahui kesulitan konselor dalam pelaksanaan layanan BK. Apakah setiap layanan bimbingan yang dilakukan sudah mengacu sepenuhnya pada empat bidang bimbingan. Manfaat Penilaian bagi : 1. Kepala Sekolah : Sebagai masukan dalam pengelolaan Layanan BK di Sekolah 2. 8. 11. Untuk mengetahui tercakupinya tenaga pengelola dalam pelaksanaan pelayanan BK di sekolah. Untuk mengetahui hubungan antar staf yang ada di sekolah. Untuk Mengetahui keberhasilan pola 17 plus dalam pelaksanaan pelayanan bimbingan konseling. Konselor Memberi masukan dalam pelaksanaan layanan bimbingan kelompok yang lebih akurat 3. 3. Untuk mengetahui tersedianya alat / perlengkapan yang diperlukan dalam pelayanan bimbingan konseling. Orang tua Memberikan masukan kepada siswa dalam kaitannya dengan sikap / perilaku 4. Untuk mengetahui tingkat keprofesionalan konselorsebagai tenaga inti pelayanan BK. 6. tidak akan pernah terwujud. 9. antara lain : 1. Problematika/Permasalahan Sebagai problematika umum yang akan dicari jawabnya adalah ”Apakah pelayanan bimbingan konseling di sekolah sudah efektif dan efisien sesuai dengan azas-azas dan kode etik bimbingan dan konseling sebagaimana diharapkan ?” Untuk mempermudah mencari jawaban atas problematika tersebut. lingkungannya dan dapat merencanakan masa depanya ? Kegiatan Bimbingan dan Konseling. 10. Untuk mengetahui pengelolaan pelayanan bimbingan dan konseling yang mengacu pada pola 17 plus. Untuk mengetahui pengelolaan pelayanan bimbingan konseling. Untuk mengetahui tingkat pengetahuan. 4. 7.dan upaya untuk menindak lanjuti. Untuk mengetahui standar tindaknya alat yang digunakan dalam pelayanan BK. Apakah kegiatan bimbingan dan konseling sudah dikelola sebaik-baiknya ? C. Apakah pada diri siswa telah ada perubahan tingkah laku sesuai dengan tujuan bimbingan dan konseling ? 2. Apakah Pelayanan bimbingan dan konseling sudah berorientasi pada pola 17 plus sesuai dengan Kurnas BK ? 2. Tujuan Penilaian 1. dan keterampilan siswa setelah diberi pelayanan BK. Untuk Mengetahui pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling berdasarkan kurikulum bimbingan dan konseling . D. antara lain : 1. sikap. maka problematika tersebut dirinci sebagai berikut : Siswa. tujuh jenis layanan dan lima kegiatan pendukung sesuai dengan yang diharapkan oleh kurnas ? 3. Apakah pelayanan bimbingan dan konseling menjadikanya setiap siswa semakin memahami dirinya.

Wawancara dengan guru. C. Instrumen dan Sumber Data Khusus penilaian pelayanan bimbingan konseling di sekolah. Angket tentang pengelolaan alat kepada pengelola. sebab tidak mungkin kiranya menyusun intrumen tanpa tahu untuk apa data yang terkumpl.. Oleh karena itu penilaian dilakukan terhadap sampel.. Untuk mengetahui posisi konselor dan kesulitan yang dihadapi dalam pelayanan bimbingan dan konseling. dengan sumber data siswa yang diambil sebagai perwakilan (person). buku kerja. apa yang harus dilakukan sesudah itu. Langkah ini sangat perlu. Pengamatan terhadap penampilan siswa. datanya dikumpulkan melalui para pengelola di sekolah seperti. identitasm dan sebagainya. konselor. Untuk mengetahui ketetapan sarana yang digunakan dalam pelayanan bimbingan dan konseling. disesuaikan dengan keperluan pengumpulan data seperti yang telah ditetapkan di dalam disain penilaian. Populasi dan Sampel / Subyek Penilaian Populasi yang dimaksud adalah sekumpulan / keseluruhan subjek penilaian. dan Personil Bantu Pelayanan. Dokumentasi tentang pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling. Langkah-langkah yang harus dilalui dalam menyusun instrumen (apa pun). SATKUNG. dengan sumber data dari para siswa yang diambil perwakilan dari kelas I. Untuk pedoman wawancara. Apabila seseorang ingin mneilai semua elemen yang ada dalam wilayah penilaian. digunakan wawancara. pengelola. Untuk mengetahui perubahan sikap mental siswa. Wakil Sekolah. Borg dan Gall (1979:295) menyatakan bahwa selama waktu istirahat makan siang terlihat banyak angket dibuang ditempat sampah. Oleh karena itu instrument untuk mengumpulkan data perlu bervariasi. Tes sikap. cukup banyak dan komprehensif . Wawancara dengan siswa. yaitu menyusun instrumen penilaian. Membuat pengantar permohonan pengisian bagi angket yang diberikan kepada orang lain. sumber data dapat dilaboratorium. observasi. Studi atau penilaianya juga disebut studi populasi atau studi sensus. Membuat kisi-kisi yang mencanangkan tentang rincian variabel dan jenis intrumen yang akan digunakan untuk mengukur bagian variabel yang bersangkutan. dan sebagainya. Untuk menghindari kejadian ini. adalah sebagai berikut: Merumuskan tujuan yang akan dicapai dengan instrumen yang akan disusun. dengan sumber data : SATLAN.BAB III METODE PENILAIAN A. buku laporan dan catatan-catatan lain (paper). Sampel adalah sebagaian (perwakilan) dari keseluruhan subjek penilaian. menyarankan hal-hal sebagai berikut: Angket perlu dibuat menarik penampilannya dengan tata letak huruf atau warna tertentu. dan III.. kegiatan praktikm. Borg dan Gall.. digunakan: Pengamatan di kelas dengan sumber data kegiatan bimbingan dan konseli (Place). Untuk mengetahui pengelolaan pelayanan bimbingan dan konseling. pedoman observasi dan pedoman dokumentasi hanya identitas yang menunjuk pada sumber data dan identitas pengisi. Menyunting instrumen merupakan pekerjaan terakhir dalam penyusunan instrumen. Jenis dan banyaknya instrumen yang disusun. (Contoh kisi-kisi penyusunan instrumen. Menuliskan petunjuk pengisian. Penyusunan Instrumen Setelah selesai menyusun disain. Menjelaskan disain Penilaian B. Kepala Sekolah. menurut variabel yang dinilai. 443 . Wawancara dengan guru. Hal-hal yang dilakukan adalah: Mengurutkan butir menurut sistematika yang penghendaki penilai untuk mempermudah pengolahan data. data dikumpulkan melalui wawancara dengan konselor dan siswa. Untuk mengetahui hal-hal yang berhubungan dengan kegiatan pelayanan BK. D. apa fungsi setiap jawaban dalam setiap butir bagi jawaban problematika. Untuk mengetahui tanggapan siswa tentang pelayanan bimbimbingan dan konseling di sekolah. wawancara dan dokumentasi. maka penilaianya merupakan penilaian populasi. orang tua siswa dengan sumber data: guru dan siswa. data dikumpulkan melalui: Dokumentasi/catatan pribadi siswa. lihat lampiran. dengan sumber data konselor. II.). Angket dengan huruf-huruf yang jelas dan dengan wajah depan yang menarik. siswa. sampailah pada tahap kedua persiapan. data dikumpulkan melalui pengamatan. akan mendorong responden untuk mengisi angket.

Dari kedua jenis angket ini. Agar dapat diikuti secara rinci. Penyusun instrumen tidak dibenarkan sedikit atau banyak memberikan ”isyarat pacingan” (hint) yang menyebabkan responden memilih suatu aternatif tertentu. terutama mengenai inti dari hal yang diselidiki. Rumusan negatif seyogyanya dihindari atau dikurangi sedikit mungkin. Angket anonim memberikan kekebasan kepada pengisi untuk menyampaikan sejujur-jujurnya. maka ada bagian dari angket suatu tempat kosong disediakan bagi responden uji coba untuk memberikan saran-saran. Urutan pertanyaan diusahan sedimikian rupa sehingga memberikan kemudahan bagi pengisi untuk mengorganisasikan pikirannya dalam menjawab. “sebagian besar”. Butir pertanyaan yang menyangkut informasi yang sangat penting jangan diletakkan dibelakang. jelas dan dengan cetakan yang berbeda dengan butir-butir pertanyaannya. 1. 444 . Hindari penggunaan kata-kata atau kalimat-kalimat yang membingungkan. Tuliskan nama secara jelas. kesan yang ada pada diresponden sendiri maupun sendiri maupun di luar dirinya. karenanya maka orang tua asuh perlu diharuskan untuk responden dapat setuju terhadap pernyataan pertama. namun masih tetap diminta mencantumkan identitas lain seperti pendidikan formal yang diselesaikan pendidikan tambahan. maka akan dijelaskan secara singkat menurut urutan intrtumen di bagian berikut ini. Pengumpulan Data Dalam bagian ini akan dikemukakan mengenai penggunaan tiap-tiap metode pengumpulan data penilaian yang sudah dijelaskan didepan. dan negara. Bibir pertanyaan pertama diusahakana yang mudah pengisiannya. Setiap lembar perlu diberi nomor halaman. Kegiatan uji coba dimaksudkan untuk : Mengetahui apakah rumusan kalimat yang ada dalam angke sudah cukup mudah dipahami (tidak membingungkan). dan angket tidak langsung (mengungkap orang lain yang menjawabnya diutarakan oleh orang pengisi angket). kalimat. tetapi ada kalanya disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk memberikan jawaban semaunya. kepada siapa angket tersebut dikembalikan. bahwa angket merupakan daftar pernyataan yang diisi oleh responden pada waktu mereka tidak berdekatan dengan penyusun. masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangannya. angket diberikan kepada bapak/ibunya. agar penyusunan angket memperoleh masukan yang banyak dapat memperbaiki secara tepat. dan sebagainya. harus diujicobakan terlebih dahulu. maka dikenal angket tidak langsung (mengungkap diri orang yang menjawab). hendaknya digarisbawahi. Misalnya inforamsi tentang anak kecil. Tidak boleh membuat butir yang mengandung dua pengertian misalnya: Pendidikan menjadi tanggung jawab orang tua. karena kalimat yang pendek akan lebih mudah dipahami. E. Angket dapat dibuat anonim (tanpa identitas) dan dapat pula lenkap dengan identitas diri serta latar belakangnya. Penggunaan Angket Angket adalah seperangkat pertanyaan tertulis yang dikirimkan kepada responden untuk mengungkapkan pendapat. berikut ini ditambahkan kondensasi aturan-aturan penulisan butir angket. Pernyataan setiap butir supaya dibuat sejelas-jelasnya. Satu hal yang perlu diperhatikan oleh penilai adalah sebelum angket digunakan sebagai alat pengumpul data yag sesungguhnya. Hindari pengarahan terselubung. Ingat. pengalaman membimbing. Jika terpasang menggunakan kata yang menunjuk pada arti negatif. Identitas ini akan sangat berguna dalam analisis data jika penilai ingin membandingkan hasil ditinjau dari latar belakang responden. Untuk mengakhiri penjelasan tentang penyusunana instrumen. Uji coba dilakukan terhadap subyek yag mempunyai karakteristik atau ciri-ciri yang sama dengan subjek yang akan dijadikan responden penelitian. jenis kelamin. keadaan. “biasanya” yang tidak mempunyai arti jelas dalam jumlah Rumusan yang pendek lebih baik daripada yang panjang.Usahakan agar responden dapat mengisi semudah-mudahnya. masyarakat. Kadang-kadang penilai hanya meniadakan nama responden. Petunjuk pengisian dibuat singkat. tetapi tidak untuk yang kedua. Dari jenis data ini. Oleh karena itu semua kata. atau kumpulan kalimat harus jelas. Diantara aturan-aturan dimaksud dengan: Hindarkan pengunaan kata-kata “kebanyakan”. menarik dan tidak menekan perasaan. Bila perlu diberi contoh pengisian sebelum butir pertanyaan pertama.

Konselor lain menjumpai sedikit kesulitan didalam menerangkan. yaitu : 1. Bagaimana bentuk pembicaraan.efensial. yang tersusun (structured) dan 2.Mengetahui dan mengadministrasikannya dengan tetap. pewawancara (interview) menyusun pedoman wawancara atau check list sesuai dengan data yang akan dikumpulkan. Agar tercapai tujuan yang diinginkan. Hal-hal yang dapat dilaporkan sendiri seperti ini. situasi dialog dan sebagainya. mengambil simpulan dari berbagai kasus. 3. pasif. kemudian baru memberikan sekot. Pedoman wawancara tersusun adalah pedoman wawancara mirip check-list atau memang dapat berbentukcheck-list. Penggunaan Pengamatan (Observasi) Angket dan wawancara merupakan teknik-teknik atau metode-metode yang digunakan untuk mengungkap data dari responden yang sifatnya ”disuguhkan” atau ”diberikan”. supaya dalam waktu yang singkat dapat mengumpulkan sebanyak mungkin informasi yang diperlukan. evaluatif. sedangkan konselor lain lagi tidak menjumpai kesulitan sama sekali. Penggunaan Wawancara (Interview) Sebelum melakukan wawancara. Sedang pedoman wawancara tidak tersusun. hanya berlaku bagi orang tersebut. atau kalimat-kalimat singkat. maka pedoman wawancara perlu dilengkapi dengan petunjuk penggunaannya. dalam hal seperti ini. pengamat harus melakukan inferensi. tidak tersusun (unstructured). Contoh : pengamat mencatat seorang konselor yang dengan tegas menerangkan pengertian bimbingan. penyusun instrumen perlu menambahkan penjelasan khusu pada petunjuk penggunaannya. maka penting baginya untuk terlebih dahulu memahami tujuan penggunaan pedoman wawancara tersebut. Variabel evaluatif merupakan variabel yang sangat erat dengan variabel inferensial. Ada dua jenis pedoman wawancara yaitu : 1. sehingga penilai hanya memperoleh data yang diberikan oleh penjawab. deskriptif. Variabel inferensial. dan 3. Pengamat bukan hanya menentukan tingkatan data pengamatan. pewawancara dapat mengajukan pertanyaan secara leluasa dan menuliskan jawabannya dengan kode-kode atau tanda-tanda. Pertanyaan yang ditanyakan oleh pewawancara biasanya benar-benar sama dengan pertanyaan atau permasalahan yang dituliskan di dalam pedoman wawancara. Menggunakan tape-recorder dalam wawancara. sehingga memperjelas data. Contoh : pengamat menjumpai beberapa kasus yang berbeda gradasinya. merupakan hal penting yang disarankan. Contoh : pengamatan tentang tingkah laku seseorang yang sifatnya aneh. dan sebagainya yang bersifat meningkatkan kualitas perolehan data penilaian. beberapa lama waktu pengisian. dan sebagainya. cakupannya terbatas. yang disampaikan secara tertulis maupun lisan sebelum pewawancara melaksanakan tugasnya. tetapi harus diambil secara wajar. Apabila pewawancara bukan penyusun instrumen melainkan hanya bertindak sebagai pengumpulan data. 2. Ada tiga macam pengamatan. Pengumpul data sifatnya meneripa. Oleh penjawab. tidak mencari atau mengambil sendiri apa yang dimiliki atau yang ada pada responden. sangat ditentukan oleh penjelasan penyusun instrumen. misalnya bagaimana teknik menyampaikan. Mengetahui apakah pertanyaan-pertanyaan yang ada dalam angket kucup lengkap atau perlu ditambah. Data yang bersifat deskriptif disimpulkan secara langsung tanpa memperluas dengan daerah mana yang dapat dikenai simpulan yang diperoleh dari perbuatan pengumpulan data. Data yang disuguhkan ini dalam penelitian atau penilaian disebut dengan istilah data yang dilaporkan sendiri (self report data). Hal ini juga memerlukan inferensi dari pengamat unguk menentukan penilaian berdasarkan pertimbangan tertentu. Menurut Sechrest (1966) data tentang sikap sosial yang terlahir tidak mungkin diperoleh melalui kedua metode tersebut. menuntut pengamat untuk melakukan inferensi sebelum data diberi sekor. hanya berwujud daftar pertanyaan atau pokok-pokok masalah yang perlu ditanyakan kepada responden. melainkan 445 . Variabel deskriptif adalah variabel yang dikumpulkan dari pengamat tanpa memerlukan pemikiran untuk menggeneralisasikan pada aspek atau situasi lain. Apabila ada kekecualian atau perlu tambahan pengantar untuk memancing pembicaraan. 2. Mengetahui reaksi responden terdapat pertanyaan angket atau kesediaan untuk mengembalikan.

pengamat dibiasakan melakukan pencatatan beberapa kejadian yang muncul dalam waktu yang bersamaan. bukan hanya perbandingkan. Pencatatan perhitungan frekuensi (frequency-count recording) Didalam pencatatan perhitungan frekuensi. Dengan singkat dapat dikatakan bahwa pengamat membuat sebuat protocol. Dalam hal ini pengamat menunggu selesainya suatu tugas. Untuk kejadian yang kemunculannya sangat sering. Jadi berbeda dengan variabel inferensial. pencatatan frekuensi. pencatat mengadang munculnya siswa mengajukan pertanyaan. sambil Mengucapkan ”selamat pagi. pengamatan dengan jangka waktu. pencatat mencatat munculnya kejadian yang diharapkan dalam jangka waktu tertentu > biasanya pengamat menggunakan blangko atau lembaran untuk menuliskan tally (jari-jari hitungan). Pencatatan dengan interval (interval recording) Pencatatan dengan interval dilakukan oleh pengamat untuk melakukan pengamatan terhadap sejumlah kejadian dalam interval waktu tertentu. pencatatan dengan interval. atau beberapa kali konselor mengajukan pertanyaan. 1988:87) kejadian didalam kelas yang dapat diamati dapat diklasifikasikan atas satu dari sepuluh kategori. Contoh : Catatan tentang kejadian kelas II SMA pada jam ke 1 ketika berlangsung pelajaran IPS. Pengamatan terus menerus (continuous observation) Didalam pencatatan atau pengamatan terus menerus ini pengamat melakukan/menuliskan semua kejadian yang muncul pada subjek atau sekelompok subjek dalam satu penggalan waktu tertentu. 5. 3.89. Estimasi persetujuan dua pengamat ini disebut dengan istilah reliabilitas antar pencatat atau inter-rater reliability. Dalam metode dokumentasi yang diamati adalah dokumen. 2.30 WIB Guru memasuki ruangan. reliabilitas pengamatan (inter observers) utnuk 13 keajaiban diperoleh antara 0. 4. anakanak” Semua siswa menjawab ”selamat pagi. termasuk narasi yang terjadi. pak” Guru meletakkan buku dimeja depan Lalu pergi ke jendela untuk membukanya dan seterusnya Seperti halnya wawancara.71 sampai 0.juga meletakkannya dalam satu skala kontinum. 8. Misalnya selama jangka waktu lima menit. Reliabilitas pencatatan dihitung dengan membandingkan waktu yang dicatat oleh dua pengamatan dalam waktu yang berbeda. melakukan pengamatan juga perlu latihan agara terdapat kesamaan interpretasi terhadap suatu objek pengamatan. 446 . 7. Hanya objek yang diamati saja yang berbeda. pengamatan ada empat macam. Biasanya interval pengamatan diadakan merentang antara sepuluh detik sampai satu menit. dan 4. Pencatatan dengan jangka waktu (duration recording) Didalam pencatatan dengan jangka waktu. Menurut Flanders (dalam Suharsimi Arikunto. yaitu : 1. Dengan jalan latihan. 6. misalnya satu jam kegiatan didalam kelas. pencatat hanya mampu mencatat satu jenis kejadian jasa. pengamat menggunakan alat pencatat waktu. pencatatan terus menerus. misalnya setiap tiga detik. Penggunaan Metode Dokumentasi Metode dokumetasi sebenarnya mirip dengan metode pengamatan. Nomor protokol : ______________________________ Nama pengamat : ______________________________ Tanggal pengamatan : ______________________________ Yang diamati : ______________________________ Pukul 07. maka estimasi reliabilitas pengamatan adalah 80/90 atau 0. Alat yang digunakan adalah check-list (daftar tentang) atau pedoman pengamatan. Misalnya pengamat pertama mencatat 80 menit dan pengamat kedua mencatat 90 menit.96. variabel evaluatif memerlukan penilaian dengan pertimbangan tertentu. misalnya stop wacth. yakni catatan kejadian secara kronologis dan rinci. Di tinjau dari pengamatannya. Menurut Borg (1977:9-18).

uji beda ANAVA. penilai perlu mempelajari secara khusus buku-buku yang membicarakan tentan tes. Tes terstandar merupakan tes yang sudah dibakukan dan dapat diperoleh di tempat yang khususnya menyediakan keperluan tersebut. yaitu tes yang terstandar (standardized test) dan tes yang disusun sendiri (man made test). Problematika yang mengandung variabel tunggal. surat keterangan. Menurut pengertian penelitian. Disamping itu ada alasan lain. artikel. misalnya benda-benda porselin. Bermacam-macam tes yang dapat digunakan untuk mengumpulkan data penilaian dan mendukung metode-metode lain yaitu : (1) Tes Prestasi Belajar (Achievement Test) (2) Tes Kemampuan Akademik (Scholastic Ability Test) (3) Tes Bakat (Aptitude Test) (4) Tes Kepribadian (Objective Personality Test) (5) Tes (inventori) Minat (Interest Inventories Test) (6) Tes (Skala) Sikap (Attitude Scales Test) Untuk menentukan mana tes yang baik dan bagaimana menyusunnya. Di dalam penilaian pendidikan. kiranya terlalu luas apabila disajikan didalam bahan belajar ini. boleh jadi justru mengalihkan perhatian mahasiswa dari tujuan semula yang ingin dicapai. 9. dan sebagainya/regresi BAB IV LAPORAN PENILAIAN Paparan data Analisis BAB V PEMBAHASAN BAB VI SIMPULAN DAN REKOMENDASI Daftar Pustaka Lampiran – lampiran LATIHAN : Buatlah kajian/ studi evaluasi pelaksanaan layanan orientasi dan informasi dalam bimbingan dengan menggunakan disain ilmiah dalam studi evaluasi di sekolah saudara bekerja. baik yang tertera pada warkat. jika di dalam bahan belajar ini pembahasan tes diperluas. analisis secara deskriptif kualitatif. yang dimaksud dengan dokumentasi termasuk juga benda-benda hasil budaya yang mengandung keterangan sejarah. Penggunaan Tes Metode tes digunakan untuk mengumpulkan data dengan alat bantu berupa tes. 447 . Tes buatan sendiri disusun utnuk keperluan khusus dari suatu proyek penelitian. alat-alat rumah tangga dari batu. Teknik Analisis Data Teknik yang digunakan untuk menganalisis data disesuaikan dengan bentuk problematika dan jenis data. t-test. Problematika komparasi atau kolerasi dijawab dengan jawaban dari data yang diolah dengan teknik statistik korelasi. candi-candi dan sebagainya. F. Oleh karena teorinya begitu kompleks.Secara umum yang dimaksud dengan dokumen hanya terbatas pada bahan-bahan tertulis saja. dikenal adanya dua macam tes. Tes buatan sendiri disusun utntuk keperluan khusus menyediakan keperlua tersebut. cerita buku maupun yang tertera pada manuskrip-manuskrip.

Buku II . Dasar-Dasar Bimbingan Konseling . Inc.D.F. 1987. Pacific Grove : Brooks / Cole Publising Company. 1985. Dirjen. ----------. Seminar . Bimbingan sekolah di Indonesia corak yang bagaimana? Pidato Pengukuhan Guru Besar IKIP Malang. J. Manajemen bimbingan dan konseling . IKIP.B. Linda L.Dikti. : Andi Offset Tantawy. Jilid. 1997. Edisi VII. 1998. Development. Edisi IV. Sutrisno Hadi.DAFTAR PUSTAKA Corey Gerald 1987. 1996. and Peters.Dikti Pendidikan Tenaga Akademik.J. 1974 . 1987.III.Jakarta : Rineka Cipta. Malang : UM.C. Team Fakultas Psikologi Universitas Indonesia). Yogkyakarta. Prayitno. Theory and practice of counseling and psychotherapy. Semarang : Fakultas Ilmu Pendidik an. H. Shertzer.Semarang. Ensiklopedi pendidikan .shing Company. 1994. --------.II. Jakarta : Depdikbud Dirjen. 2003. 2001. 1995.Press.and Stone . Profesionalisasi konseling dan pendidikan konselor. Munandir. 448 .L. Educational psychology. 1969. Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan. Bandung : Mutiara. Nurihsan Juntika. Theory and practice of counseling and psychotherapy.1986. Dasar – dasar bimbingan bimbingan konseling.Jakarta : Rineka Cipta. Pengembangan wawasan bimbingan konseling. Guidance.I. program managemen and Shertzer .. 1996 . Conditioning and Instrumental Learning.(Tanpa penerbit ) ----------.E.II.1981. (Terjemahan.Tidak diterbitkan ). Boston : Publi. ( Makalah Proyek ---------. Jakarta : Grasindo. Mungin Eddy Wibowo.I. tidak diterbitkan ---------. B. ( Alih bahasa Mari Junaidi ). Metodologi Penelitian Pendidikan. Margono. Donald Mc.1981. Konseling di sekolah. Second edition. Jakarta : Dep. Pacific Grove : Brooks / Cole Publising Company. Jakarta : Airlangga. -------. Belmont : Publishing Company. Seri Pemandu Pelaksanaan Bimbingan dan Konseling. Introduction to Psychology.S. 1987. 1989.Metodologi research .. Fundamental of guidance. Jakarta : Universitas Indonesia Winkel.Pdan K. Jakarta : Pamator Presindo Walker. Bimbingan karier di sekolah. 1991 Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Ohio : Publishing Company.

Petunjuk Belajar Untuk menguasai bahan ajar ini.BAB I: PENDAHULUAN A. Guna meningkatkan keterampilan dalam meneliti dengan rancangan penelitian tindakan. 4. D. serta hasil yang dicapai siswa sesudah mengikuti kegiatan bersama guru. (d) Laporan PTBK. Prasyarat PTK untuk BK (PTBK) pada dasarnya menunjuk pada beragam pelaksanaan tindakan layanan dalam BK. 3. (3) Metode dan strategi layanan BK. perlu ditanggapi dengan cara mengajukan pertanyaan yang telah Bapak/Ibu buat terkait dengan materi yang belum anda pahami. kepada peserta pendidikan dan latihan profesi guru pembimbing diberikan alternatif langkah-langkah pengusaan materi sebagai berikut: 1. dengan cara membuat serangkaian pertanyaan yang dikembangkan dari 5W 1H sebanyak-banyaknya secara tertulis. dan (5) Kepribadian konselor. (2) Jenis-jenis layanan BK. Bapak/Ibu peserta pendidikan dan latihan diseyogyakan menambah bahan bacaan dari sumber-sumber lain yang relevan. Tugas pada setiap akhir kegiatan belajar (kegiatan pelatihan) dipersilakan untuk dikerjakan guna menginternalisasikan pemahaman materi yang telah Bapak/Ibu kuasai.4 merupakan kecenderungan ragam masalah yang dihadapi konseli. sistem asesmen dan evaluasi pembelajaran. Dengan demikian PTK terarah pada perbaikan kualitas tindakan guru dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya sebagai guru. PTK untuk Bimbingan dan Konseling (PTBK) dilaksanakan dengan cara analog dengan PTK untuk guru kelas/bidang studi. (a) Kerangka dasar PTBK. oleh karena itu untuk dapat melaksanakan PTBK. C. Dengan demikian PTBK dimaksudkan untuk memperbaiki kualitas proses palayanan BK (tindakan BK) dan hasil yang diperoleh siswa sesudah mengikuti layanan BK. 2. Lingkup bahan ajar ini meliputi. Untuk peningkatan kualitas proses (tindakan) dan hasil KBM. Deskripsi Penelitian tindakan kelas (PTK) sejatinya diperuntukkan bagi upaya memperbaiki kualitas proses dan hasil dari kegiatan belajar-mengajar (KBM). 6. Oleh karena itu indikator tercapainya tujuan pendidikan dan latihan profesi guru BK untuk mata latih PTBK adalah jika peserta 449 . Untuk memperluas khasanah pengetahuan PTBK. (b) Pelaksanaan PTBK. sesuai dengan masalah dan/atau bidang garap bimbingan dan konseling. (c) Penyusunan proposal PTBK. keseluruhan materi pelatihan perlu dibaca dengan aktif dan kreatif. Penjelasan instruktur tentang bahan ajar yang disajikan. Sebelum mengikuti pelatihan. 5. mulai dari tahap persiapan sampai dengan refleksi dan tindak lanjut. Kompetensi dan Indikator Indikator kerja profesional guru pembimbing/konselor di antaranya adalah dapat menunjukkan kinerja sesuai dengan kompetensi yang dituntut melekat dalam dirinya. alat bantu. penting untuk dipraktikkan setiap tahapan dalam PTBK. Setiap latihan yang disediakan penting untuk dicoba kerjakan. maka guru pembimbing/konselor dapat melaksanakan PTBK sesuai dengan kaidah yang telah ditentukan dalam PTBK. Prasyarat No. PTK dapat mengangkat permasalahan yang terkait dengan desain dan strategi pembelajaran. prasyarat yang harus dimiliki oleh peneliti dalam PTBK adalah: (1) Pemahaman bidang garap BK. dan prasyarat No. Sharing tentang pelaksanaan PTBK dengan kolaborator penting untuk dilakukan! 7. media dan sumber belajar. B. Dalam kaitannya dengan PTBK. 1-3 merupakan pengetahuan dan keterampilan konselor. (4) Masalah konseli.5 adalah pribadi konselor sebagai peneliti. Prasyarat No. Karena senyatanya tugas dan tanggung jawab guru pembimbing/konselor berbeda dengan bidang garap dan tanggungjawab guru kelas/bidang studi.

450 .pendidikan dan latihan profesi guru menunjukkan penguasaan minimal 80% dari konsepkonsep dan praktik PTBK.

Berdasarkan pendapat tentang PTK dan PTBK di atas diperoleh kata kunci dari kegiatan PTBK sebagai berikut: a. sehingga diperoleh kemantapan pemahaman tentang suatu tindakan (layanan) tertentu yang telah dilakukan guru pembimbing/konselor.Taggart (1988): PTK adalah studi yang dilakukan untuk memperbaiki diri sendiri. Adanya “tindakan” yang dipromosikan untuk meningkatkan kualitas praktik (tindakan) dan hasil layanan BK dan/atau untuk memecahkan masalah yang terjadi dalam layanan BK guna mencapai keberhasilan layanan sebagaimana tujuan yang dirumuskan. B. Perbedaan di antara keduanya terletak pada bidang garap permasalahan. d.BAB II: DEFINISI. dan dengan sikap mandiri. Definisi Penelitian Tindakan Kelas BK Pemahaman terhadap PTBK dapat diperoleh lewat definisi PTK yang dikemukakan oleh para ahli maupun pendapat berikut ini. PRINSIP-PRINSIP. pengalaman kerja sendiri. atau memperbaiki sesuatu. (2) mampu menunjukkan kakhususan layanan bimbingan disertai PTBK. yang dilakukan oleh pelaku tindakan untuk meningkatkan kemantapan rasional dari tindakan-tindakannya dalam melaksanakan tugas dan memperdalam pemahaman tentang kondisi dalam praktik pembelajaran. (4) dapat melaksanakan PTK sesuai dengan bidang garap BK. b. yang ditujukan untuk menentukan tindakan yang tepat dalam rangka pemecahan masalah yang dihadapi. Berdasarkan hasil refleksi dirumuskan tindakan perbaikan yang mengandung unsur baru (novelty) merupakan penciri utama dari pelaksanaan PT BK. 2. sebagai alternatif cara lain untuk mencapai hasil yang lebih baik dari sebelumnya. c. f. b. Kompetensi dan Indikator Setelah mempelajari materi ini. Suyanto (1977): PTK adalah suatu bentuk penelitian yang bersifat reflektif dengan melakukan tindakan-tindakan tertentu agar dapat memperbaiki dan/atau meningkatkan praktik-praktik pembelajaran di kelas secara professional. serta memperbaiki kondisi di mana praktik pembelajaran tersebut dilakukan. diasumsikan para peserta pendidikan dan latihan profesi guru BK memperoleh pemahaman tentang isi bahan ajar sehingga dapat: (1) membuat rumusan pengertian PTBK dengan menggunakan kalimat sendiri. teknik dan strategi tindakan serta kode etik yang harus ditegakkan. Karakteristik PTBK 451 . Uraian Materi 1. memperdalam pemahaman terhadap tindakan-tindakan yang dilakukan. TIM PGSM (1999): PTK sebagai suatu bentuk kajian yang bersifat reflektif oleh pelaku tindakan yang dilakukan untuk meningkatkan kemantapan rasional dari tindakan mereka dalam melaksanakan tugas. KARAKTERISTIK. Adanya ”refleksi” dari tindakan yang telah dilakukan. c. seperti bagaimana dampak dari tindakan yang dilaksanakan oleh guru pembimbing/konselor tersebut terkait dengan masalah yang dientaskan dan/atau pencapaian fungsi dari layanan BK. Rochman Natawidjaja (1977): PTK adalah pengkajian terhadap permasalahan praktis yang bersifat situasional dan kontekstual. terencana. Sukiman (2011): PTBK sebenarnya adalah analog dengan PTK yang dilaksanakan oleh guru kelas/guru bidang studi yang diterapkan pada bidang Bimbingan dan Konseling. yang dilaksanakan secara sistematis. e. MANFAAT DAN BIDANG GARAP PTBK Kegiatan Belajar 1 A. (3) mampu menjelaskan PTBK terkait dengan tujuan dan manfaatnya. a. Kemmis dan Mc. Hopkins (1993): PTK adalah suatu bentuk kajian yang bersifat reflektif. TUJUAN.

dan juga merekam data tentang kondisi peserta didik sewaktu menerima tindakan tertentu dari Guru Pembimbing/ Konselor. Inkuiri Reflektif Dalam PTBK peneliti selalu memikirkan proses dari tindakan (layanan) dan hasil dari tindakan (layanan) untuk mendapatkan penjelasan dan justifikasi tentang kemajuan. Namun demikian. satu hal yang harus ditegakkan adalah kejujuran pribadi Guru Pembimbing/Konselor dalam melakukan refleksi terhadap tindakannya sendiri. melakukan analisis masalah. Bila rekam data dilakukan dengan teknologi. PTBK dilaksanakan dengan menggunakan cara-cara baru untuk meningkatkan kualitas proses tindakan (layanan) dengan cara mengatasi masalah yang ditemui dalam praktik pelayanan BK. kemunduran. diusahakan untuk diperbaiki sehingga kualitas layanan menjadi lebih baik. Keberadaan orang lain (kolaborator) di maksud diperlukan untuk merekam data tentang ragam tindakan yang dilakukan Guru Pembimbing/Konselor sewaktu melakukan layanan BK. dengan kemajuan teknologi. Masalah yang dicari penyelesaiannya lewat PTBK berasal dari masalah riil yang dihadapi guru BK/Konselor dalam melaksanakan tugas sehari-hari di tempatnya bekerja. Dengan demikian masalah yang ingin diselesaikan lewat PTBK adalah masalah yang didapati Guru Pembimbing/Konselor sendiri dalam kegiatan layanan BK yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya. Partisipatif o Pelakunya meningkatkan kualitas praktiknya (tindakannya) sendiri. o Menumbuhkan kesadaran diri untuk berkolaborasi dengan kolega profesi dalam seluruh tahapan PTBK. b. Pelaksanaan PTBK memerlukan pihak lain untuk diajak bekerja sama. Namun demikian disadari bahwa suatu teori 452 . o PTK BK dapat menjembatani kesenjangan antara teori BK dan praktik layanan BK. PTBK pelaksanaannya diawali dari guru BK/Konselor merasakan adanya masalah sewaktu pelaksanaan layanan BK. dari pelaksanaan sebuah tindakan (layanan) untuk dapat dimanfaat-gunakan memperbaiki proses tindakan (layanan) pada siklus kegiatan berikutnya. Keberadaan suatu teori pada dasarnya memberikan peta atau petunjuk tentang cara suatu tindakan dilaksanakan. peningkatan.Kekhususan atau penciri PTBK sebagaimana PTK pada umumnya ditunjukkan pada beberapa hal berikut ini: a. dan dilanjutkan dengan perumusan masalah. Keberanian untuk bersikap objektif tersebut akan menghasilkan pengenalan terhadap kekurangan dan bahkan kesalahan tindakan dalam memberikan layanan BK. ataupun tindakan-tindakan yang bersifat inovatif dalam melaksanakan berbagai jenis layanan BK. Tindakan-tindakan tertentu dalam PTBK dapat berupa penggunaan metode kontemporer (masa kini). Kekurangan dan/atau kesalahan yang ditemukan. Sehingga lewat rekaman data kegiatan tersebut dikenali ketepatan/kekurangan dan bahkan kekeliruan suatu tindakan yang dilakukan Guru Pembimbing/ Konselor dalam pelaksanaan layanan BK. kemudian melakukan identifikasi masalah yang dirasakan. Guru BK/Konselor berusaha untuk mengatasi masalah tersebut dengan sebuah penelitian yang disebut PTBK. Melalui PTBK. Guru pembimbing/Konselor berupaya bersikap objektif terhadap kualitas tindakan dalam layanan BK yang dilakukan selama ini. kekurangefektifan. o Menggunakan kecerdasan kritis untuk membangun komitmen melakukan tindakan. PTBK adalah jenis penelitian yang memunculkan adanya tindakan tertentu. kegiatan rekam data dapat dilakukan dengan menggunakan teknik CCTV dan alat-alat lain yang berfungsi menggantikan keberadaan kolaborator. Pastinya PTBK dilaksanakan untuk mencari jawab atau memecahkan masalah yang benar-benar terjadi dalam pelaksanaan tindakan (layanan) BK sehari-hari. demikian pula hasil layanan juga menjadi semakin baik. bukan masalah yang dirumuskan dari pihak lain.

Siklis • PTBK dan juga PTK paling sedikit dilakukan dalam dua siklus. 3. setidaknya perlu adanya tindakan adaptasi. Karena suatu tingkah laku eksistensinya didahuhui oleh sikap dari individu yang bersangkutan. Proses kajian berdaur Setiap pelaksanaan PTK dan juga PTBK selalu mengandung empat kegiatan. Bertumpu pada pendapat Hopkins (1992) tentang enam prinsip penting dalam PTK dapat diadaptasi ke dalam prinsip-prinsip PTBK sebagai berikut: a. 453 . atau cara berasa mereka yang salah. menerapkan tindakan. untuk melihat perubahan kearah peningkatan kualitas dan hasil suatu tindakan dalam kegiatan layanan dapat diketahui lewat perubahan dari satu tahapan (siklus) ke tahapan berikutnya (siklus berikutnya). • Setiap siklus diawali dengan merencanakan tindakan. • Dilakukan sampai perbaikan atau peningkatan yang diharapkan tercapai (sesuai kriteria keberhasilan) dan/atau setiap siklus paling tidak ada dua kali tindakan. mengevaluasi proses dan hasil tindakan (observasi). Rasionalnya. suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil pengaruh tindakan tertentu tidak serta merta dapat dilihat. tingkah laku yang bermasalah bisa disebabkan cara berfikir seseorang yang salah. dan refleksi. Hal tersebut sangat tergantung apakah penyebab suatu tingkah laku menjadi bermasalah telah berhasil disentuh lewat tindakan tertentu yang dilakukan Guru Pembimbing/ Konselor dalam layanan BK yang diselenggarakannya. Oleh karena itu perubahan tingkah laku dari satu kondisi ke kondisi berikutnya memerlukan waktu. Hal tersebut merupakan empat kegiatan dalam satu kesatuan. Artinya. guru Pembimbing/Konselor akan memperoleh balikan yang baik dan sistematis untuk perbaikan layanan BK selanjutnya. Metode pengumpulan data yang digunakan tidak menuntut waktu yang berlebihan sehingga mengganggu proses layanan BK. Empat kegiatan di maksud adalah: (1) Perencanaan. atau cara bertindak mereka yang salah. dan selalu berulang pada kegiatan selanjutnya. Masalah penelitian yang diangkat oleh guru seharusnya merupakan masalah yang benar-benar merisaukannya dan bertolak dari tanggung jawab profesionalnya. c. sehingga sangat dimungkinkan budaya pencipta teori tidak dengan mudah diterapkan pada kelompok masyarakat dengan budaya lain tempat teori itu dipraktikkan. d. c. Bisa juga tingkah laku menjadi bermasalah dikarenakan dua di antara unsur sikap dan bahkan dari ke tiganya. b. serta memperoleh data yang dapat digunakan untuk menjawab hipotesis yang dikemukakannya. (3) Observasi dan evaluasi. Metode yang digunakan harus cukup handal (reliable) sehingga memung-kinkan guru mengidentifikasi serta merumuskan hipotesis secara meyakinkan. Selanjutnya Guru Pembimbing/Konselor dapat menetapkan untuk mengadopsi teori tersebut untuk diterapkan dalam pelayanan BK. (4) Refleksi. Prinsip-Prinsip PTBK Berdasarkan pemahaman terhadap pengertian dan karakteristik PTK dapatlah diidentifikasi mengenai prinsip-prinsip PTBK. mengembangkan strategi yang dapat diterapkan pada situasi layanan. d. PTBK tidak boleh mengganggu kegiatan Guru Pembimbing/Konselor dalam melaksanakan layanan BK. 2) cara berasa (way of feeling). Dengan kata lain Guru Pembimbing/Konselor dapat membuktikan apakah suatu teori pendekatan dalam layanan BK dapat diterapkan dengan baik atau tidak dalam praktik nyata. Dengan kata lain.dirumuskan berdasarkan suatu budaya tertentu dari penciptanya. Sikap di maksud meliputi: 1) cara berfikir ( way of thinking). Dengan pelaksanaan PTBK. dan 3) cara bertindak (way of behaving). (2) Tindakan.

Dengan pelaksanaan PTBK akan terjadi peningkatan kompetensi Guru Pembimbing/Konselor dalam mengatasi masalah yang terjadi dalam pelaksanaan layanan BK yang menjadi tugas utamanya. tetapai lebih diartikan sebagai kecenderungan siswa yang mengalami masalah. meliputi: a. maka tujuan yang hendak dicapai adalah diperolehnya perbaikan dan peningkatan kualitas layanan BK. Bidang bimbingan belajar BK Pola 17 d. serta berguna untuk memperbaiki palayanan jangka pendek. di samping tetap mengedepankan kemlasahatan subjek didik. Tujuan dan Manfaat PTBK Berdasarkan pengertian PTBK.e. Manfaat Akademik Bagi Guru Pembimbing PTBK bermanfaat untuk membantu menghasilkan pengetahuan yang sahih dan relevan tentang peserta didik yang menjadi tanggung jawabnya. 4. Bidang bimbingan pribadi b. Dengan pelaksanaan PTBK akan terjadi perbaikan dan/atau peningkatan kinerja belajar dan kompetensi peserta didik. Dengan pelaksanaan PTBK akan terjadi peningkatan sikap profesional Guru Pembimbing/Konselor. Prakarsa penelitian harus dikomunikasikan kepada pimpinan lembaga. Bidang garap PTBK adalah bidang garap bimbingan dan konseling pada umumnya. Kelas tidak diartikan seperti umumnya diketahui. antara lain: (1) adanya inovasi praktik layanan BK. a. c. Dengan kata lain. Bidang bimbingan keberagamaan BK Pola 17 + PPlus+ Keenam bidang bimbingan tersebut dapat dilaksanakan melalui Layanan BK yang jenisnya dan kegiatan pendukungnya seperti berikut ini. a. b. serta membantu memberdayakan Guru Pembimbing/Konselor dalam memecahkan masalah dalam layanan BK. Dengan pelaksanaan PTBK akan terjadi perbaikan dan/atau pengembangan pribadi peserta didik.. dilaporkan hasilnya sesuai dengan tata krama penyusunan karya ilmiah. (3) peningkatan profesionalisme pada diri Guru Pembimbing/Konselor melalui proses latihan yang sistematik. Dalam menyelenggarakan PTBK. b. Manfaat Praktis Manfaat prkatis dari pelaksanaan PTBK. (2) pengembangan program BK yang lebih sesuai dengan kondisi peserta didik. f. e. 5. d. Bidang bimbingan karir e. Di samping itu PTBK bermanfaat bagi Guru Pembimbing/Konselor untuk melakukan adaptasi teori-teori BK dan/atau mengadopsinya. Bidang bimbingan sosial c. Layanan Orientasi 454 . PTBK mendatangkan manfaat secara akademik maupun secara praktis. Dalam pelaksanaan PTBK guru menggunakan wawasan yang lebih luas daripada perspektif kelas. disosialisasikan kepada teman sejawat dilakukan sesuai dengan kaidah-kaidah ilmiah. Dengan pelaksanaan PTBK akan terjadi perbaikan dan/atau peningkatan kualitas proses layanan BK. Guru Pembimbing/Konselor harus selalu bersikap konsisten menaruh kepedulian tinggi terhadap prosedur etika yang berkaitan dengan pekerjaannya. Bidang bimbingan keluarga f. Bidang Garap PTBK dan Ragam Jenis Layanan BK Lahan yang menjadi garapan Guru Pembimbing/Konselor dalam melaksanakan PTBK berbeda dengan bidang garap Guru Kelas maupun Guru Bidang Studi. Dengan dicapainya tujuan PTBK. manfaat yang diperoleh adalah sebagai berikut: a.

Sharingkan pendapat anda tentang cara-cara mewujudkan tujuan dan manfaat PTBK! 4. d. Lakukakan identifikasi terhadap cara-cara/tindakan kontemporer (masa kini) yang dapat diterapkan dalam layanan BK! 455 . Konferensi Kasus d. Aplikasi Instrumentasi b. Himpunan Data c. Diskusikan dengan sesama peserta pendidikan dan pelatihan tentang cara menegakkan prinsip-prinsip PTBK! 3. g. C. Tampilan Kepustakaan.b. h. Layanan Informasi Layanan Penempatan dan Penyaluran Layanan Penguasaan Konten Layanan Konseling Perorangan Layanan Bimbingan Kelompok Layanan Konseling Kelompok Layanan Konsultasi Layanan Mediasi Adapun kegiatan pendukung BK meliputi: a. i. Alih Tangan Kasus. f. dan f. c. e. Kunjungan Rumah e. Latihan 1. Buatlah suatu rumusan tentang pengertian PTBK dengan menggunakan kalimat anda sendiri! 2.

sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas layanan BK dan hasilnya. Merasakan adanya masalah Untuk melaksanakan PTBK. Misalnya: a. kekurangan. konflik dengan sasudara. f. Tidak tertib dalam menjalankan ibadah. tidak memiliki keunggulan yang bisa ditawarkan kepada dunia kerja. sebagai bentuk pengakuan bahwa layanan BK yang dijalankan belum mencapai sasaran yang direncanakan dan muncul adanya upaya untuk mengatasi masalah tersebut lebih lanjut. dan/atau ketidaktepatan pelaksanaan layanan BK yang selama ini dijalankan. Kejujuran dan keberanian di maksud dapat dimunculkan manakala ada masalah. terlebih dahulu ditentukan satu topik sesuai dengan bidang garap yang terjadi permasalahan dalam praktik pelayanan BK. Tidak tahu akan kemana setelah selesai sekolah. Menjelaskan tahapan mengenai persiapan kegiatan PTBK. Secara lebih detail masalah di atas dapat ditindaklanjuti dengan pertanyaan sebagai berikut: 1) Perubahan-perubahan apakah yang dapat dilakukan agar anak dapat mematuhi tata terib sekolah? 2) Jenis tindakan layanan BK yang mana yang tepat untuk menjadikan anak disiplin di sekolah? 3) Strategi layanan BK yang seperti apa yang dapat menjadikan anak mau menjalakankan tata tertib sekolah? 2. Prosedur PTBK Sebelum PTBK dilaksanakan. Ada kecenderungan siswa tidak mematuhi tata tertib sekolah. 2. cita-cita tidak jelas. Motivasi belajar siswa rendah. Menetapkan fokus masalah PTBK. B. dengan indikator sebagai berikut ini: 1. Uraian Materi 1. Seringnya terjadi konflik antar teman. 4.BAB III: PERSIAPAN PTBK Kegiatan Belajar 2 A. Kompetensi dan Indikator Setelah memperlajari dan menguasai bahan ajar ini peserta pendidikan dan pelatihan memiliki kemampuan dalam membuat persiapan PTBK. Tidak betah di rumah. b. e. Masalah pada dasarnya merupakan kesenjangan antara kenyataan dan keadaan yang diinginkan. c. Oleh karena itu bagi Guru Pembimbing/Konselor perlu merencana-kan jenis tindakan layanan BK tertentu yang dapat diberikan untuk mengetahui apakah tindakan pelayanan BK tersebut berpengaruh terhadap permasalahan yang ingin diselesaikan. d. Menganalisis masalah PTBK. Berikut ada beberapa langkah untuk menemukan masalah yang akan dicari penyelesaiannya melalui PTK BK: 456 . Dengan kata lain Guru Pembimbing/Konselor merasakan adanya masalah dalam pelaksanaan layanan BK yang telah dijalankan. b. Merumuskan masalah PTBK. Agar masalah-masalah umum seperti disebut di atas dapat menjadi fokus PTBK. 3. 5. Mengidentifikasi masalah PTBK. Penetapan Fokus Masalah PTBK a. dibutuhkan adanya kejujuran dan keberanian untuk mengakui kelemahan. Mengidentifikasi masalah Tahap kedua dalam tahapan PTBK adalah kegiatan mengidentifikasi masalah. Guru Pembimbing/Konselor dapat menyusunnya kembali. sebagai ganti tindakan yang serta merta mencari kesalahan pihak lain. Guru Pembimbing/Konselor segera mengevaluasi terhadap diri sendiri dan beragam tindakan dalam pelayanan BK yang telah dilaksanakan. sehingga diperoleh permasalahan kongkrit yang hendak diubah atau diperbaiki. dan bahkan ditingkatkan.

(5) Rendahnya motivasi siswa dalam belajar. 3) Masalah mempunyai manfaat yang jelas Untuk menilai kemanfaatan atas dipecahkannya suatu masalah. jenis data yang perlu dikumpulkan. Fisibilitas masalah dapat ditelaah dari sumber daya peneliti (Guru Pembimbing/Konselor) ditilik dari waktu efektif yang dimiliki. media. terhadap data pengamatan awal. (4) Rendahnya pemahaman siswa tentang rencana hidup di masa depan.Masalah harus riil dan bersifat on the job problem oriented. (2) Resiko apa yang paling ringan bila masalah tersebut tidak dientaskan. 3. d. termasuk prosedur perekamannya serta cara menginterpretasikannya.tidak mendesak untuk diselesaikan. Dalam hubungan ini akan ditemukan permasalahan yang sangat mendesak – mendesak . maka guru pembimbing/konselor selanjutnya perlu merumuskan permasalah-an secara lebih jelas. Masalah hendaknya diidentifikasi melalui proses refleksi dan evaluasi. 2) Masalah harus problematik (Masalah penting dan mendesak untuk dientaskan). Buatlah contoh rumusan tentang fokus masalah PTBK! Lakukan kegiatan identifikasi masalah PTBK! Buatlah rumusan masalah PTBK! 1) 457 . dan dukungan birokrasi. Latihan 1. Kegiatan reconnaissance dalam PTK diperlukan untuk menemukan titik-titik rawan.kurang mendesak . sehingga dapat dilanjutkan dengan mengidentifikasi serta menetapkan sasaran-sasaran perbaikan baru. penetapan tindakan perbaikan yang akan dicobakan itu juga memberikan arahan kepada Guru Pembimbing/Konselor untuk melakukan berbagai persiapan. Berikut ini beberapa contoh masalah yang diidentifikasi sebagai fokus Penelitian Tindakan BK: (1) rendahnya ketaatan siswa dalam memenuhi tata tertib sekolah. masalah didapat dari pengalaman Guru Pembimbing/Konselor dalam melaksanakan layanan BK se hari hari. (3) rendahnya kepedulian siswa terhadap orang lain/lingkungan. Dengan kata lain. Setelah menetapkan fokus permasalahan serta menganalisisnya. (6) Hubungan siswa yang tidak harmonis dengan keluarga. yang dalam model Kemmis dan Taggart disebut reconnaissance. termasuk yang berbentuk latihan guna meningkatkan keterampilan untuk melakukan tindakan perbaikan yang di maksud. dan Guru Pembimbing/ Konselor memiliki kewenangan dalam bidang tersebut. fasilitas. atau sekedar untuk menjelaskan kegagalan implementasi suatu tindakan perbaikan. Perumusan masalah Rumusan masalah (tahap ke-4 PTBK) merupakan deskripsi atas masalah penelitian yang telah diidentifikasi. c. Analisis masalah Setelah memperoleh permasalahan-permasalahan melalui proses identifikasi tersebut. dana. (3) Aspek pengembangan diri mana yang terhambat manakala masalah tersebut tidak terentaskan. dapat diajukan pertanyaan-pertanyanyaan sebagai berikut: (1) apa yang terjadi bila masalah tersebut tidak dientaskan. 4) Masalah PTBK harus fisibel (dapat dipecahkan/dientaskan). dan berada dalam wilayah kewenangannya untuk menyelesaikan. 2. spesifik dan operasional. C. Di samping itu. Masalah yang akan ditindaklanjuti dengan PTBK harus mendapat dukungan literatur/sarana-prasarana/birokrasi. menyusun perencanaan baru. (2) rendahnya tingkat kedisiplinan siswa dalam masuk sekolah. Guru Pembimbing/Konselor merasakan bahwa hal tersebut sebagai masalah. Perumusan masalah yang jelas akan membuka peluang bagi Guru Pembimbing/Konselor untuk menetapkan tindakan perbaikan (tindakan yang mengandung alternatif solusi) yang perlu dilakukan. maka peneliti – Guru Pembimbing/Konselor melakukan analisis terhadap masalah-masalah tersebut untuk menentukan urgensi penyelesai-annya (tahap ke3 PTBK). artinya masalah tersebut benar-benar ada. (7) Rendahnya ketaatan siswa dalam menjalankan kewajiban agamanya.

458 .

Oleh karena itu kondisi dan situasi yang dipersyaratkan untuk penyelenggaraan sesuatu tindakan perbaikan dalam rangka PTBK harus ditetapkan sedemikian rupa sehingga masih ada dalam batas-batas kemampuan guru pembimbing/konselor serta dukungan fasilitas yang tersedia di sekolah. Perencanaan Tindakan PTBK a. dengan demikian memiliki landasan konseptual yang mantap. kelaikan teknis. hipotesis tindakan PTBK dinyatakan dalam bentuk keyakinan bahwa dengan suatu tindakan yang dipilih (Misalnya: Bimbingan Kelompok) dipercaya dapat mengatasi permasalahan yang diteliti. dapat membuat perencanaan PTBK secara benar meliputi unsur-unsur yang tercakup di dalamnya. ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan. melalui langkahlangkah persiapan sebagai berikut: B. Formulasi Solusi Tindakan dalam Bentuk Hipotesis Tindakan Alternatif tindakan perbaikan juga dapat dilihat sebagai hipotesis tindakan. Di samping itu tetapkan cara penilaiannya sehingga dapat memfasilitasi pengumpulan data dan analisisnya secara cepat dan tepat selama program tindakan perbaikan diimplementasikan. Uraian Materi 1. serta keterlaksanaannya. Hal ini menunjukkan bahwa baik proses implementasi tindakan yang dilakukan maupun dampak yang diakibatkannya dapat diamati Guru Pembimbing/Konselor yang merupakan aktor PTBK maupun kolaboratornya. dapat menceriterakan pengaruh yang dihasilkan dari suatu tindakan layanan BK. 2. (2) Kaji ulang setiap alternatif tindakan perbaikan yang dipertimbangkan dan dievaluasi dari segi relevansinya dengan tujuan. yaitu: (1) Rumuskan alternatif tindakan perbaikan berdasarkan hasil kajian. (3) Pilih alternatif tindakan serta prosedur implementasi yang dinilai paling menjanjikan hasil yang optimal namun masih tetap ada dalam jangkauan kemampuan Guru Pembimbing/Konselor untuk melakukannya dalam kondisi dan situasi sekolah yang aktual. sehingga semua komponen yang direncanakan dapat dikelola dengan baik. c. Jika terdapat jarak yang jauh antara keduanya sehingga dalam praktik akan mengalami kesulitan dalam mewujudkannya. dapat menggambarkan tindakan yang dilaksanakan dalam layanan BK perbaikan. Persiapan Tindakan Sebelum PTBK dilaksanakan. Soedarsono (1997) memberikan beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam merumuskan hipotesis tindakan. Pada tahap perencanaan. Hipotesis tindakan harus dapat diuji secara empirik. Kompetensi dan Indikator Kompetensi yang dirancang untuk dimiliki peserta pendidikan dan pelatihan dalam mempelajari bahan ajar ini ialah memperoleh kejelasan tentang pratik penyelenggaraan PTBK. Berbeda dengan penelitian formal. Pada tahap refleksi. tindakan yang dilakukan tidak akan membuahkan hasil optimal. dalam arti mengindikasikan dugaan mengenai perubahan yakni perbaikan yang akan terjadi jika suatu tindakan yang dipilih dilakukan.BAB IV: PELAKSANAAN PTBK Kegiatan Belajar 3 A. Pada tahap pelaksanaan. 3. bersama kolaborator dapat mengamati pengaruh pelaksanaan tindakan BK perbaikan terhadap masalah yang diteliti. Adapun indikator dimilikinya kompetensi ini adalah peserta pendidikan dan pelatihan: 1. Analisis Kelaikan Hipotesis Tindakan Berdasarkan gambaran awal mengenai sejumlah hipotesis tindakan. 459 . hipotesis tindakan menyatakan adanya hubungan dan/atau perbedaan dua variabel atau lebih. b. serta dapat mencatat kejadian-kejaidan penting selama proses layanan BK berlangsung. pada setiap hipotesis tindakan dilakukan pengkajian dari segi “jarak” yang terdapat antara situasi nyata dengan situasi ideal yang dijadikan rujukan. dan menjadikannya sebagai dasar untuk merencanakan tindakan layanan BK selanjutnya.

Analisis dan Refleksi Analisis data dalam rangka refleksi setelah implementasi suatu tindakan terpilih untuk perbaikan mencakup proses dan dampak tindakan perbaikan dalam sesuatu siklus PTBK secara keseluruhan. Dalam observasi hal-hal yang harus dicatat peliti dan/atau masuk dalam pedoman observasi adalah proses dari tindakan. efek-efek dari tindakan. (4) Melakukan simulasi pelaksanaan tindakan layanan BK perbaikan untuk menguji keterlaksanaannya rancangan. yang berisikan langkah-langkah yang akan dilakukan Guru Pembimbing/Konselor dalam mengimplementasi-kan tindakan perbaikan yang direncanakan. Ada tiga tahapan dalam analisis data. Hasil refleksi dipergunakan untuk memperbaiki cara kegiatan yang telah dilaksanakan untuk diterapkan pada kegiatan (siklus) selanjutnya. (5) Menetapkan kriteria tingkat keberhasilan tindakan layanan BK. (2) Mempersiapkan fasilitas dan sarana pendukung yang diperlukan dalam praktik layanan BK untuk perbaikan. untuk tiap-tiap kategori amatan yang terdiri atas (i) ujaran guru (teacher talk) (ii) ujaran siswa (pupil talk). Pelaksanaan PTBK Pelaksanaan Tindakan Tindakan merupakan penerapan dari perencanaan tindakan yang telah dibuat. merupakan aktivitas mengkaji apa yang telah dan/atau tidak terjadi. Hasil pengamatan ini merupakan dasar dilakukannya refleksi sehingga hasil observasi yang dilakukan harus dapat menceriterakan keadaan yang sesungguhnya. b. Pertama. representasi tabular termasuk format matriks. dan (iii) diam/kacau (silence/confusion). apa yang telah dihasilkan. Observasi dan Interpretasi Observasi berfungsi untuk melihat dan mendokumentasikan pengaruh-pengaruh yang diakibatkan oleh tindakan-tindakan yang dipilih dan diterapkan untuk mengatasi masalah yang dihadapi Guru Pembimbing/Konselor dalam kegiatan layanan BK. Membuat skenario pelayanan BK. (3) Mempersiapkan cara merekam dan menganalisis data mengenai proses dan hasil tindakan perbaikan. Refleksi. representasi grafis. Kadar interpretasi dalam observasi dapat direntang mulai dari yang bersifat sepenuhnya mekanistik tanpa interpretasi. dsb. Paparan data adalah proses penampilan data secara lebih sederhana dalam bentuk paparan naratif. c. lingkungan dan hambatan yang muncul. dan Ketiga. maupun layanan-layanan BK lainnya. Sebab tanpa adanya diskusi balikan hasil pengamatan tidak ada artinya. Reduksi data adalah proses penyederhanaan yang dilakukan melalui seleksi. Pendek kata dapat dijelaskan bahwa kegiatan refleksi merupakan pengkajian terhadap (1) 460 . penyimpulan. 2.a. tetapi mengandung pengertian yang luas. pemfokusan dan pengabstaksian data mentah menjadi informasi yang bermakna. 3. paparan data. Sedangkan penyimpulan adalah proses pengambilan intisari dan sajian data yang telah terorganisasi tersebut dalam bentuk pernyataan kalimat dan/atau formula yang singkat dan padat. reduksi data. atau yang belum berhasil dientaskan oleh tindakan dalam layanan BK yang telah dilakukan. Diskusi Balikan Diskusi balikan dari kolaborator tentang hasil pengamatan yang dilakukan adalah penting. Hasil observasi selanjutnya dimaknai lewat kegiatan interpretasi. Namun demikian pengamatan yang dilakukan kolaborator tidak hanya terfokus pada kekurangan dan/atau kesalahan Guru Pembimbing/Konselor yang sedang melaksanakan upaya perbaikan. misalnya hasil observasi yang berbentuk tanda cacah (tallies). akan tetapi kolaborator dapat melakukan berbagai fungsi sesuai dengan kebutuhan kontekstual seperti mencatat suatu insiden penting yang mungkin lepas dari dari perhatian guru yang sedang berupaya melakukan perbaikan. Kedua. dapat berupa penerapan model konseling tertentu yang bertujuan untuk memperbaiki atau menyempurnakan model yang dijalankan untuk mengatasi masalah. sehingga observasi yang demikian dinamakan observasi yang berinferensi rendah (low-inference observation).

observasi dan interpretasi. Dapat ditegaskan bahwa dalam PTK. Buatlah skenario kegiatan layanan BK berdasarkan hipotesis tindakan yang anda rumuskan! 3. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa banyak sedikitnya siklus dalam PTBK sangat tergatung pada terselesaikannya masalah yang diteliti danmunculnya faktor-faktor lain yang berkaitan dengan masalah yang muncul. Jika pada suatu siklus permasalahan telah berhasil dientaskan maka tidak perlu dilanjutkan pada siklus berikutnya. untuk diperbaiki guna mencapai tujuan selanjutnya. 4. termasuk PTBK sebenarnya siklus tidak dapat ditentukan terlebih dahulu jumlahnya. dan analisis-refleksi). Latihan 1. atau dengan menyususun tindakan perbaikan yang betul-betul baru untuk mengatasi masalah yang belum terentaskan tersebut pada siklus selanjutnya.keberhasilan atau kegagalan dalam pencapaian tujuan sementara. Tetapi jika pada suatu siklus masalah belum terselesaikan. Satu hal yang penting untuk diperhatikan dalam kaitannya dengan tindakan perbaikan adalah perlunya memikirkan ulang tentang kekuatan dan kelemahan dari tindakan yang akan dilaksanakan sebagai pengganti dari tindakan sebelumnya. Buatlah pedoman observasi terhadap kegiatan layanan BK untuk Guru Pembimbing/Konselor Peneliti dan Siswa yang mendapat layanan BK! 461 . Perencanaan dan Tindak Lanjut Hasil analisis dan refleksi akan menentukan apakah tindakan layanan yang telah dilaksanakan dapat mengatasi masalah yang memicu penyelenggaraan PTBK atau belum. maka dilakukan tindakan perbaikan lanjutan dengan memperbaiki tindakan perbaikan sebelumnya. yaitu (perumusan masalah. C. perencanaan tindakan. dengan prosedur yang sama seperti pada siklus sebelumnya. pelaksanaan tindakan. Jika hasilnya belum berhasil mengentaskan masalah. maka diteruskan pada siklus selanjutnya. Buatlah satu rumusan hipotesis tindakan dalam PTBK! 2.

BAB IV: PENYUSUNAN PROPOSAL PTBK Kegiatan Belajar 4 A. Penting juga digambarkan situasi kolaboratif antara anggota peneliti dalam mencari masalah dan akar penyebab munculnya masalah tersebut. Rumuskan indikator serta cara mengevaluasinya sehingga dapat diukur tingkat pencapaian keberhasilan. Prosedur yang digunakan dalam mengidentifikasi masalah perlu dikemukakan secara jelas dan sistematis. dan tempat penelitian. biaya dan daya dukung lainnya yang dapat memperlancar penelitian tersebut. Kemampuan dalam membuat proposal PTBK ditandai adanya kemampuan peserta pendidikan dan pelatihan dalam merumuskan setiap aspek dari proposal penelitian BK. maka selanjutnya perlu dianalisis dan dideskripsikan secara cermat akar penyebab dari masalah tersebut. JUDUL PENELITIAN Judul hendaknya singkat (maksimal 20 kata). keluarga ataupun keberagamaan. BIDANG KAJIAN Tuliskan bidang kajian PTBK yang diteliti. sosial. Perumusan Masalah Rumuskan masalah penelitian dalam bentuk suatu rumusan penelitian tindakan. Cara pemecahan masalah ditentukan berdasarkan ketepatannya dalam mengatasi akar penyebab permasalahan. Komptensi dan Indikator Peserta pendidikan dan pelatihan setelah mempelajari bahan ajar ini dapat membuat usulan PTBK. Uraian Materi 1. 4. 3. tindakan untuk mengatasi masalah. Masalah perlu dijelaskan secara operasional dan ditetapkan lingkup penelitiannya. Kemukanan hipotesis tindakan bila diperlukan. 5. belajar. cara pemecahan masalah dirumuskan dalam bentuk tindakan (action) yang jelas dan terarah. Setelah diidentifikasi masalah penelitiannya. PERUMUSAN MASALAH DAN PEMECAHAN MASALAH a. hasil yang diharapkan. PENDAHULUAN Penelitian dilakukan untuk memecahkan permasalahan BK. spesifik. 2. b. sesuai dengan bidang garap BK: masalah pribadi. Berikan argumentasi yang logis mengenai dipilihnya tindakan yang akan dilakukan untuk memecahkan masalah. Rumusan masalah sebaiknya menggunakan kalimat tanya. dan diagnosis dilakukan oleh guru pembimbing dan/atau bersama kolaboratornya. sehingga tampak manfaatnya bagi siswa. 6. TUJUAN PENELITIAN Kemukakan secara singkat dan jelas tujuan penelitian yang ingin dicapai dengan mendasarkan pada permasalahan yang dikemukakan. Masalah yang akan diteliti merupakan masalah penting dan mendesak untuk dipecahkan. Kemukakan secara jelas bahwa masalah yang diteliti merupakan sebuah masalah yang nyata terjadi di sekolah. dan cukup jelas menggambarkan masalah yang akan diteliti. 462 . karir. serta dapat dilaksanakan dilihat dari segi ketersediaan waktu. B. komponen pendidikan terkait di sekolah. MANFAAT HASIL PENELITIAN Uraikan manfaat hasil penelitian terutama untuk perbaikan kualitas layanan BK. guru. Pemecahan Masalah Identifikasi alternatif tindakan yang dapat dilakukan untuk memecahkan masalah. Kemukakan hal-hal baru sebagai hasil kreativitas layanan BK yang akan dihasilkan dari penelitian ini.

persiapan. pelaksanaan monitoring. Dalam tahap evaluasi uraikan cara esesmen dan penyekorannya. observasi. 8.7. DAFTAR PUSTAKA Ditulis secara konsisten menurut model yang dipilih. evaluasi. Dalam tahapan refleksi uraikan prosedur. Dalam pelaksanaan tindakan uraian bagaimana tahapan-tahapan tindakan yang akan dilakukan oleh guru maupun siswa pada awal. Latihan 1. seminar danpenyusunan hasil penelitian dalam bentuk Gantt chart. dan akhir pembelajaran. pertengahan. JADWAL PENELITIAN Buatlah jadwal kegiatan penelitian yang meliputi perencnaan. Surat keterangan C. Prosedur hendaknya dirinci dari perencanaan. Dalam perencanaan uraikan secara rinci hal-hal yang diperlukan sebelum pelaksanaan tindakan (seperti misalnya: penyiapan perangkat pembelajaran berupa skenario pembelajaran. 2. BIAYA PENELITIAN Sesuaikan dengan aturan yang ditetapkan 11. refleksi. serta tempat penelitian secara jelas. KAJIAN PUSTAKA Uraikan dengan jelas kajian teoretis dan empiris yang menumbuhkan gagasan usulan PTBK yang sejalan dengan rumusan dan hipotesis tindakan (bila ada). dengan memberikan perhatian rinci pada setiap aspek dalam proposal. tiap-tiap siklus sebaiknya dilaksanakan dalam beberapa kali pertemuan. Tanyakan hal-hal yang kurang jelas kepada pelatih anda! 463 . yang bersifat siklis. Untuk memantapkan hasil tindakan. 9. Dalam rencana pelaksanaan tindakan pada setiap tahapan hendaknya digambarkan peranan dan intensitas kegiatan masingmasing anggota peneliti. 13. LAMPIRAN-LAMPIRAN a. dan sumber informasi. media. Instrumen penelitian b. PESONALIA PENELITIAN Pelaksana dan Pengamat 12. Diskusikan proposal anda dengan sesama peserta pelatihan! 3. Fungsi observasi proses dilakukan secara terus menerus dalam PTBK sesuai dengan siklus yang ditentukan. bahan dan alat. waktu dan lamanya tindakan. pelaksanaan tindakan. Dalam tahap observasi uraikan objek amatannya dan prosedurnya. Tunjukkan siklus-siklus kegiatan penelitian dengan menguraikan indikator keberhasilan yang dicapai dalam setiap siklus sebelum pindah ke siklus selanjutnya. 10. Uraian ini digunakan sebagai dasar penyusunan kerangka berfikir yang akan digunakan dalam penelitian. evaluasi dan refleksi). sehingga tampak jelas tingkat dan kualitas kolaborasi dalam penelitian tersebut. alat. Cobalah menyusun proposal untuk PTK BK. instrtumen observasi. Curriculum Vitae c. Kemukakan juga teori dan hasil penelitian lain yang mendukung pilihan tindakan untuk mengatasi permasalahan penelitian tersebut. pelaku. Uraikan secara jelas prosedur/langkah-langkah PTBK yang akan dilakukan. RENCANA DAN PROSEDUR PENELITIAN Kemukakan subjek penelitian.

Bab IV Hasil Penelitian dan Pembahasan Menyajikan uraian masing-masing siklus dengan data lengkap. Hasil penelitian yang telah didokumentasikan akan bermanfaat sebagaimana dirumuskan pada uraian kompetensi sebelumnya. mata pelajaran. Setelah memperoleh pengetahuan tentang Hasil PTBK. dan manfaat penelitian. Diketik satu spasi dengan font 10 dalam bahasa inggris. Kata Pengantar Berisi fakta-fakta yang ingin disampaikan oleh peneliti sehubungan dengan pelaksanaan penelitian dan hasil yang dicapai. Kejelasan tiap siklus: rancangan. bukan untuk membuktikan teori. C. peserta pendidikan dan pelatihan diharapkan dapat mendokumentasikan hasil penelitian dimaksud dalam bentuk laporan penelitian.BAB V: LAPORAN PTBK Kegiatan Belajar 5 A. waktu. mulai dari perencanaan. Kompetensi dan Indikator B. serta definisi operasional. observasi. 464 . Uraian Materi Halaman Kulit Muka laporan akhir hasil penelitian Halaman kulit muka laporan akhir hasil PTBK dapat disesuaikan dengan warna lembaga. evaluasi. kemukakan hasil analisis data yang menunjukkan perubahan yang terjadi disertai pembahasan. guru pembimbing sendiri. hipostesis tindakan (bila diperlukan). Dafar Isi Berupa halaman yang memuat bagian awal laporan bab dan sub bab. untuk menggambarkan situasi kelas laboratorium atau mimik seorang peserta didik yang dapat memperkuat uraian dalam komponen penemuan. serta bagian akhir. Gunakan grafik dan/atau tabel secara optimal. Halaman Pengesahan Halaman pengesahan laporan akhir PTKBK Abstrak Menguraikan dengan ringkas unsur-unsur permasalahan. lingkungan. Tindakan yang dilakukan bersifat rasional dan feasible serta collaborative. analisis dan rumusan masalah. pelaksanaan pengamatan dan refleksi yang berisi penjelasan tentang aspek keberhasilan dan kelemahan yang terjadi dari suatu tindakan. Daftar Tabel Berisikan daftar nomor dan judul semua tabel yang ada dalam laporan serta halamannya. dan refleksi. karakterisitik siswa di sekolah sebagai subjek penelitian. Bab I Pendahuluan Memuat unsur latar belakang masalah. Bab III Pelaksanaan Penelitian Mengandung unsur: deskripsi lokasi. motivasi dan aktivitas siswa dalam berkegiatan. prosedur dan hasil penelitian. data awal tentang permasalahan pentingnya masalah dipecahkan. tujuan. Daftar Gambar Berisikan nomor dan judul semua gambar atau foto yang ada dalam laporan serta halamannya. Dibagian ini dapat pula disampaikan ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang berjasa dalam pelaksanaan penelitian. Bab II Kajian Pustaka Menguraikan teori terkait dan temuan penelitian yang relevan yang memberi arah ke pelaksanaan PTBK dan usaha peneliti membangun argumen teoritik bahwa dengan tindakan tertentu dimungkinkan dapat meningkatkan mutu proses dan hasil tindakan pelayanan BK. pelaksanaan. hasil layanan. tujuan. situasi kegiatan. dan/atau sponsor. Proses gambar atau foto yang dimaksud adalah gambar/foto yang diambil selama proses penelitian berlangsung dan berguna antara lain. identifikasi masalah. Perlu ditambahkan hal yang mendasar yaitu hasil perubahan pada diri siswa.

Suara Bangsa.Bab V Kesimpulan dan Saran Menyajikan simpulan hasil penelitian (potret kemajuan) sesuai dengan tujuan penelitian. Penelitian Tindakan Kelas untuk Guru Pembimbing (Bimbingan dan Konseling). data penelitian. riwayat hidup semua peneliti. dan bukti lain pelaksanaan penelitian. 465 . perangkat pembelajaran. Jakarta: Univesitas Terbuka. Lampiran-lampiran Memuat instrumen penelitian. (2008). Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro Semarang. Jakarta: Dirjendikti Direktorat PPTK dan KPT. Pedoman Penyusunan Usulan dan Laporan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Masnur Muslich. (2007). Berikan saran tindak lanjut berdasarkan pembahasan hasil penelitian. Penelitian Tindakan Kelas. Sukiman. Daftar Kepustakaan Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta: YSB@2009. (2011). Buku Panduan Penelitian Tindakan Kelas (P2PTK). Jakarta: Bumi Aksara. Jakarta: Ditjen PMPTK Depdiknas. IGAK Wardani. personalia peneliti. Daftar Pustaka Memuat semua sumber pustaka yang digunakan dalam penelitian secara alphabetis. (2009). Subyantoro. (2009). Edisi Revisi. Melaksanakan PTK Itu Mudah (Classroom Action Research). Yogyakarta: Paramitra Publishing. Pedoman Pelaksanaan Pelayanan Konseling Pada satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Jasmani dan Bimbingan Konseling. Penelitian Tindakan Kelas. dkk. (2009). Pedoman Praktis Bagi Guru Profesional. (2005).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful