PENGANTAR Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan dan pemerintah mengusahakan serta menyelenggarakan satu sistem pendidikan

nasional yang meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan undang-undang (UUD Tahun 1945 Pasal 31 Ayat 1 dan 3). Lebih jauh dijelaskan bahwa pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara (UU No. 20 Tahun 2003 Pasal 1 Ayat 1). Dalam pernyataan lain, dikemukakan bahwa fungsi pendidikan nasional adalah mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Dua aspek penting tentang konsep dasar dan fungsi pendidikan yang dikemukakan dalam UU No. 20 Tahun 2003 memberikan peluang dan ruang yang sangat terbuka bagi peran bimbingan dan konseling dalam keseluruhan sistem pendidikan nasional. Peran bimbingan itu secara khusus tersurat dalam pernyataan: “Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang”. Ini berarti bahwa keberadaan bimbingan dan konseling di lingkungan pendidikan, baik formal non formal, maupun informal merupakan konsekuensi logis yang dikuatkan dengan landasan hukum sebagaimana aspek pendidikan seperti kurikulum pendidikan dan manajemen pendidikan. Dengan kata lain, kedudukan atau posisi bimbingan dan konseling merupakan bagian integral dari keseluruhan program pendidikan. Selain aspek hukum, keberadaan layanan bimbingan dan konseling dalam sistem pendidikan secara umum dilatarbelakangi oleh beberapa landasan. Mengutip pernyataan Uman Suherman (2006) bahwa untuk meningkatkatkan efektivitas penyelenggaraan layanan bimbingan dan konseling profesional, maka pekerjaan profesi itu harus ditata berlandaskan tuntutan riil masyarakat pengguna juga mengacu pada rujukan teori-teori yang berkenaan dengan landasan filosofis, sosiologis, psikologis, sosiologis, psikologis, sosio-kultur dan sistem nilai baik yang bersifat umum maupun keagamaan.

93

BAB I KONSEP DASAR MANAJEMEN DAN ORGANISASI BK A. Konsep Dasar Manajemen 1. Pengertian Managemen Secara sematik manjemen mempunyai beberapa arti, tergantung dari konteks dan maksudnya. Kata manajemen yang dipakai dalam kehidupan berorganisasi merupakan terjemahan dari bahasa Inggris to manage yang berarti mengurus, mengatur, mengemudikan, mengarahkan, mengendalikan, menangani, mengelola, menyelenggarakan, menjalankan, melaksanakan dan memimpin. Sedangkan dalam bahasa Latin manajemen berasal dari kata mano yang berarti tangan, kemudian menjadi manus yang berarti bekerja berkali-kali menggunakan tangan, kemudian ditambah imbuhan angere yang berarti melakukan sesuatu sehingga menjadi managiare yang berarti melakukan sesuatu berkali-kali dengan menggunakan beberapa tangan. Dengan kata lain untuk mengerjakan sesuatu memerlukan tangan-tangan dan kegiatan orang lain. Sehingga manajemen diartikan sebagai proses mengadakan, mengatur, dan memanfaatkan berbagai sumber daya yang dianggap penting guna mencapai suatu tujuan. Lebih jauh manajemen merupakan keseluruhan proses aktivitas yang dilakukan oleh sekelompok manusia dalam suatu sistem organisasi dengan menggunakan segala sumber daya untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien. 2. Tujuan dan Fungsi Manajemen Pada dasarnya penerapan manajemen adalah untuk mempermudah pencapaian suatu tujuan. Dalam upaya mencapai tujuan itu langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mengenal tujuan terlebih dahulu. Kejelasan pengenalan terhadap tujuan akan memberikan: (1) kepastian arah; (2) memfokuskan usaha; (3) menjadi pedoman rencana dan keputusan; dan (4) mempermudah pelaksanaan evaluasi terhadap kemajuan yang telah dicapai, termasuk mengidentifikasi faktor penghambat dan penunjangnya. John F. Mee (Uman Suherman, 2011) memberikan sifat-sifat yang seharusnya terkandung dalam tujuan sehingga dapat mempermudah pemahaman tentang arti atau makna yang terkandung dalam tujuan, diantaranya tujuan harus: a. Ditentukan sebelum aktivitas organisasi dilakukan. b. Dapat dimengerti oleh semua personel yang terlibat dalam pelaksanaan aktivitas organisasinya. c. Dinyatakan baik secara tertulis ataupun lisan. d. Menjadi pegangan bagi para personel organisasi dalam proses pencapaiannya. Sedangkan fungsi manajemen adalah memberikan alur aktivitas, penetapan posisi dan peran serta tanggung jawab setiap personel dalam menjalankan aktivitas organisasinya secara efektif dan efisien. Secara rinci fungsi manajemen adalah sebagai berikut: a. Menciptakan suatu koordinasi dan komunikasi tugas setiap personel dan antar personel organisasi. b. Mendorong setiap personel melaksanakan tugas-tugasnya secara efektif dan efisien. c. Memudahkan pelaksanaan analisis tugas dan tanggung jawab setiap personel organisasi secara efektif. 3. Aspek dan Fungsi Manajemen Menurut Babbage, Taylor, Fayol, Henry Gantt dan Gillberth, fungsi manajemen mencakup kegiatan perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pengarahan (actuating), koordinasi (coordinating) dan pengawasan (controlling).

94

a. Perencanaan: Fungsi manajemen yang dikemukakan oleh G. R. Terry dalam bukunya yang berjudul Principle Of Management, pertama adalah fungsi perencanaan (Planning) yang merupakan fungsi dasar (fundamental) manajemen, karena pengorganisasian, penggerakkan dan pengawasan harus direncanakan terlebih dahulu. Perencanaan adalah pondasi untuk keberhasilan pelaksanaan tiap fungsi manajemen lainnya. Menurut Winardi (Uman Suherman, 2011) pengertian perencanaan adalah perencanan yang meliputi tindakan memilih dan menghubungkan fakta-fakta dan membuat serta menggunakan asumsi-asumsi mengenai masa yang akan datang dalam hal memvisualisasi serta merumuskan aktivitas-aktivitas yang diusulkan yang dianggap perlu untuk mencapai hal-hal yang diinginkan. Karena itu proses perencanaan hendaknya menyuguhkan informasi yang lengkap dan menyeluruh bagi semua personel yang terlibat, terutama tentang: 1) Tujuan-tujuan dan cara-cara atau strategi mencapai tujuan. 2) Pedoman bagi semua personel yang terlibat dalam men-jalankan tugas-tugas suatu organisasi. 3) Alat pengawasan terhadap pelaksanaan program. 4) Penggunaan segala sumber daya yang dimiliki organisasi secara efisien. 5) Batas-batas kewewenangan dan tanggung jawab setiap personel pelaksanaan organisasi, sehingga dapat meningkatkan kinerja dan kerja sama antar personel. 6) Kriteria atau tolok ukur prestasi organisasi, baik berkenaan dengan program, pelaksanaan maupun out put atau hasil yang harus diperoleh. Melihat aspek-aspek yang hendaknya terkandung dalam perencanaan, maka proses perencanaan itu memerlukan analisis rasional yang akan mempertimbangkan setiap aspek dan langkah aktivitas organisasi yang akan dilakukan secara matang dan pasti. b. Pengorganisasian: Fungsi manajemen yang kedua adalah fungsi pengorganisasian (Organizing) yang merupakan fungsi organik ke dua dari manajemen. Kadarman (Uman Suherman, 2011), pengorganisasian adalah penetapan struktur peran-peran melalui penentuan berbagai aktivitas yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan-tujuan perusahaan dan bagian-bagiannya. Pengelompokkan aktivitas-aktivitas penegasan, pendelegasian wewenang untuk melaksanakan, serta pengorganisasian hubungan-hubungan wewenang dan informasi baik secara horizontal maupun vertikal oleh struktur organisasi. Pengorganisasian adalah tindakan mengusahakan hubungan-hubungan kelakuan yang efektif antara orang-orang sehingga mereka dapat bekerja sama secara efisien dan dengan demikian memperoleh kepuasan pribadi dalam hal melaksanakan tugas-tugas tertentu dalam kondisi lingkungan tertentu guna mencapai tujuan dan sasaran tertentu. Tiga alasan penting dilakukannya pengorganisasian, yaitu untuk: 1) Meningkatkan efisiensi dan kulitas dari pekerjaan organisasi. 2) Menetapkan akuntabilitas sebab partisipan dalam tiap usaha adalah lebih efktif ketika mereka memahami respon-sibilitas khusus mereka. 3) Memfasilitasi komunikasi, sebab komunikasi formal secara langsung mengikuti struktur otoritas organisasi. Dengan melaksanakan pengorganisasian, seorang manajer dapat memperoleh manfaat, yaitu: 1) Pencapain tujuan lebih jelas. 2) Mudah dalam memilih, menempatkan, dan melatih seseorang sesuai dengan kemampuannya. 3) Setiap anggota mengetahui pekerjaan yang harus dikerjakan. 4) Penggunaan fasilitas lebih efektif dan efisien.

95

c. Pengarahan: Fungsi yang ketiga adalah fungsi pergerakkan (Actuating) fungsi ini merupakan fungsi fundamental manajemen sebagai tindak lanjut dari fungsi perencanaan dan pengorganisasian. Fungsi penggerakkan adalah suatu fungsi pembimbing dan pemberian pimpinan serta penggerakkan orang-orang, agar orang-orang atau kelompok orang-orang itu suka dan mau bekerja. Pengarahan dilakukan untuk menjaga agar aktivitas manajemen tetap berada pada jalur mekanisme kerja yang sesuai dengan ketentuan-ketentuan organisasi. Dengan kata lain, melalui pengarahan yang efektif memungkinkan aktivitas lebih terarah pada pencapaian tujuan organisasi yang telah ditentukan. Lebih jauh Arthur Jones (Uman Suherman, 2011), mengemukakan pengarahan mancakup dua bentuk kegiatan, yaitu: 1) Sebagai kontrol kualitas yang direncanakan untuk memelihara, menyelenggarakan, dan menentang perubahan. 2) Mengadakan perubahan, penataran, serta mengadakan perubahan pola pikir dab perilaku personel organisasi. d. Pengawasan: Fungsi manajemen yang terakhir adalah fungsi pengawasan (Controlling). Fungsi terakhir dari manajemen ini harus dilaksanakan oleh manajer dan fungsi yang melengkapi lingkaran siklus manajemen secara utuh. T. Hani Handoko (1995) mengemukakan bahwa pengawasan manajemen adalah suatu usaha sistematik untuk menetapkan standar pelaksanaan dengan tujuan-tujuan perencanaan, merancang sistem informasi umpan balik, membandingkan kenyataan dengan standar yang telah ditetapkan sebelumnya, menentukan dan mengukur penyimpangan-penyimpangan serta mengambil tindakan koreksi yang diperlukan untuk menjamin bahwa semua sumber daya perusahaan dipergunakan dengan cara paling efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan. Fungsi-fungsi tersebut dapat dikembangkan menjadi beberapa fungsi yang lain seperti halnya dilakukan oleh Voontz-O'Donell yang memecah fungsi pengarahan (actuating) menjadi directing dan staffing. Fungsi tersebut disederhanakan dengan cara mengelompokkan fungsi tersebut ke dalam dua fungsi manajemen yakni manajemen mekanik dan manajemen dinamik. Manajemen mekanik adalah pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen yang tidak melihat personal sebagai masalah pengkajian. Perencanaan dan pengorganisasian adalah tugas kelompok bukan tugas individu tertentu dalam organisasi. Manajemen dinamik adalah pelaksanaan fungsi manajemen yang melihat personal sebagai bagian yang penting. Fungsi-fungsi yang dilakukan oleh individu tertentu dalam organisasi, seperti pengarahan, koordinasi dan pengawasan hanya dapat dilakukan oleh individu tertentu dan tidak sembarang orang.
B. Implementasi Fungsi Manajemen dalam BK Fungsi-fungsi manajemen yang diimplementasikan dalam kegiatan bimbingan dan konseling terlihat dan dapat diwujudkan dalam perencanaan program bimbingan dan konseling, penggorganisasian aktivitas dan semua unsur pendukung bimbingan dan konseling, penetapan staf bimbingan dan konseling, lalu menggerakkan atau meningkatkan SDM untuk melaksanakan tugas masing-masing dengan cara memberikan motivasi, dan yang terakhir mengevaluasi kegiatan serta hasil yang dicapai memalui aktivitas layanan yang telah dilaksanakan. Melalui implementasi fungsi-fungsi manajemen itulah bagaimana layanan bimbingan dan konseling dilakukan agar mencapai tujuan yang diinginkan secara efektif dengan menggunakan sumber daya secara efisien? Jawabannya adalah layanan bimbingan dan konseling perlu diurus, diatur, dikemudikan, dikendalikan, ditangani, dikelola, diseleng-garakan, dijalankan, dilaksanakan dan dipimpin oleh orang yang memiliki keahlian, keterampilan, serta wawasan dan pemahaman tentang arah, tujuan, fungsi, kegiatan, strategi, dan indikator keberhasilannya. Dengan kata

96

lain, layanan birnbingan dan konseling perlu dilakukan sebagai aktivitas layanan bermutu, yaitu yang mampu mengintegrasikan, mendistribusikan, mengelola, dan mendayagunakan program, personel, fasilitas, pembiayaan, dan sumber daya lainnya secara optimal agar dapat mengembangkan seluruh potensi individu sesuai dengan harapan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara, serta Tuhannya sebagai akhir penghambaannya. Karena itu dalam keseluruhan aktivitas layanan birnbingan dan konseling seorang manajer (konselor) perlu memperhatikan dan mendayagunakan sumber-sumber seperti: (1) manusia; (2) material; (3) alat dan fasilitas; (4) waktu; (5) keuangan ; dan (6) pemasaran. Sumber daya utama dalam proses layanan bimbingan dan konseling adalah manusia atau orang-orang, baik orang sebagai pengelola, pelaksana maupun sebagai sasaran layanan bantuan. Sebagai pengelola dan pelaksana, orang-orang yang terlibat dalam birnbingan dan konseling adalah yang memiliki keahlian dan kewenangan secara profesional. Artinya mereka adalah orang-orang pilihan dan bekerja sesuai dengan bidang keahliannya. Penempatan orang-orang yang befpatokan pada konsep ini memungkinkan munculnya organisasi layanan birnbingan efektif dan efisien. Artinya mudah dalam mencapai tujuan yang diharapkan dan hemat dalam waktu serta tenaga yang dikeluarkan. Materi layanan birnbingan dan konseling hendak-nya membumi, artinya mated yang disajikan sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan disediakan bagi pengembangan potensi perserta didik. Alat dan Fasilitas digunakan untu mempermudah pencapaian tujuan. Karena itu bagaimana seorang konselor merancang penggunaan atau pemanfaatan alat dan fasilitas secara efektif dan efisien dalam keseluruhan layanan birnbingan dan konseling. Waktu, kadang-kadang dijadikan kambing hitam yang menghambat pelaksanaan layanan. Karena itu kapan suatu kegiatan dilakukan secara tepat dan materi apa yang perlu diberikan pada waktu tertentu. Dengan demikian, dengan penggunaan waktu secara tepat tidak akan ada unsur yang merasa terganggu dan dirugikan, tetapi dengan penggunaan waktu tepat mempermudah tujuan untuk dicapai. Dalam keseluruhan kegiatan bimbingan dan konseling, keuangan menjadi salah satu faktor pendorong terlaksananya kegiatan. Tetapi perlu disadari bahwa belum tentu banyaknya modal yang dimiliki sudah memastikan pencapaian tujuan secara efektif. Dengan demikian tanpa uang disadari kegiatan akan terhambat tetapi dengan modal pemikiran kreativitas konselor dan seluruh personel bimbingan dan konseling, permasalahan keuangan bisa diatasi. Pemasaran (sosialisasi) program bimbingan dan konseling berbeda dengan organisasi perusahaan. Tetapi prinsip utama pemasaran adalah promosi demi menjaga keberadaan suatu organisasi. Begitu juga dalam memasarkan bimbingan dan konseling perlu perhatian dan pemikiran strategis agar keberadaan dan kedekatan antara bimbingan dan konseling dengan penggunanya senantiasa terjaga. Program bimbingan dan konseling adalah dimana program tersebut tertuju pada apa yang ingin dicapai dari tujuan birnbingan sehingga program tersebut berjalan efisien dan efektif. Untuk membuat program yang efektif dan efisien diperlukan perencanaan yang matang dalam membuat program bimbingan dan konseling, sehingga tujuan yang ingin dicapai sesuai dengan harapan dari pendidikan dan individu. Dewa Ketut Sukardi (1995) mengungkapkan bahwa kegiatan penyusunan program bimbingan dan konseling di sekolah merupakan seperangkat kegiatan yang dilakukan melalui berbagai bentuk survey untuk menginventarisasi tujuan, kebutuhan, kemampuan sekolah serta persiapan sekolah untuk melaksanakan program bimbingan dan konseling. Karena program bimbingan dan konseling yang efektif dan efisien adalah program bimbingan dan konseling yang terencana secara kontinu dan sesuai dengan tujuan serta visi dan misi bimbingan dan konseling sehingga diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan mutu dari layanan bimbingan dan

97

konseling. A. J. Nurihsan (2011) menjelaskan bahwa untuk tercapainya program perencanaan bimbingan yang efektif dan efisien/ maka ada beberapa hal yang perlu dilakukan diantaranya: 1. Analisis kebutuhan dan permasalahan peserta didik. 2. Penentuan tujuan program layanan bimbingan dan konseling yang ingin dicapai. 3. Analisis situasi dan kondisi di sekolah. 4. Penentuan jenis-jenis kegiatan yang akan dilakukan 5. Penetapan metode dan teknik yang akan dilakukan dalam kegiatan 6. Penetapan personel-personel yang akan melaksanakan kegiatan yang telah dilaksanakan. 7. Persiapan fasilitas dan biaya pelaksanaan kegiatan bimbingan yang direncanakan 8. Perkiraan tentang hambatan-hambatan yang akan ditemui dan usaha-usaha apa yang dilakukan dalam menangani hambatan-hambatan. Perencanaan ini dilakukan untuk sebagai langkah awal untuk meningkatkan kulaitas manajemen bimbingan dan konseling agar mempunyai mutu yang lebih baik sehingga akan menyokong tujuan dari layanan bimbingan dan konseling. Sehingga dalam melaksanakan program bimbingan diperlukan keterlibatan seluruh aspek dan komponen yang mendukung bimbingan. C. Prinsip-prinsip Perencanaan BK Flesher (Uman Suherman, 2011) menjelaskan bahwa untuk memulai sebuah perencanaan diperlukan landasan atau dasar untuk merumuskan program pendidikan diantaranya: 1. Merumuskan objek pendidikan yang layak untuk masyarakat. 2. Menentukan tujuan apa yang diinginkan atau dikehendaki dari pendidikan. 3. Pembentukan area kehadiran. 4. Mengembangkan program pendidikan untuk masyarakat dan untuk pusat kehadiran. 5. Membangun ruang dasar kebutuhan untuk tiap kehadiran. 6. Pemilihan tempat untuk tiap kehadiran dalam tahap ini perencanaan semestinya menggunakan pelayanan. 7. Persiapan dan membuat kesepakatan pendahuluan atau gambaran dasar untuk individu. 8. Persiapan dan membuat persetujuan gambaran pekerjaan untuk tiap individu. Bimbingan sebagai bagian integral dalam proses pendidikan, dalam melakukan perencanaan, diperlukan menentukan arah dan tujuan dari diadakannya bimbingan. Perencanaan yang baik adalah dimana seluruh komponen dari perencanaan mampu dijalankan dengan baik. Terutama dalam layanan bimbingan dan konseling, sebagai proses pemberian bantuan sehingga diharapkan dalam membuat suatu perencanaan dilakukan berbagai pertimbangan yang matang untuk kesuksesan dalam menjalankan program bimbingan dan konseling. Luther Gullich (Fattah, 2006) menyebutkan syaratsyarat perencanaan sebagai berikut: 1. Tujuan harus dirumuskan secara jelas. 2. Perencanaan harus sederhana dan realistis. 3. Memuat analisis-analisis dan penjelasan-penjelasan terhadap usaha-usaha yang direncanakan. 4. Bersifat fleksibel. 5. Ada keseimbangan baik ke luar maupun ke dalam. Ke dalam berarti seimbang antara bagian-bagian dalarn perencanaan tersebut, sedangkan ke luar berarti seimbang antara tujuan dan fasililtas yang tersedia. 6. Efisien dan efektif dalam penggunaan biaya, tenaga dan sumber daya yang tersedia.

98

D.

Konsep Dasar Pengorganisasian dalam BK 1. Definisi Pengorganisasian dalam pengertian bimbingan dan konseling berarti suatu bentuk kegiatan yang mengatur cara kerja, prosedur kerja dan pola kerja atau mekanisme kerja kegiatan layanan bimbingan dan konseling. Bimbingan dan konseling tidak dapat dilaksanakan secara berdaya guna dan berhasil kalau tidak diimbangi dengan organisasi yang baik. Tanpa organisasi, itu berarti tidak adanya suatu koordinasi, perencanaan, sasaran yang cukup jelas, serta kepemimpinan yang berwibawa, tegar dan bijaksana. Pengorganisasian program layanan bimbingan konseling di sekolah adalah upaya melibatkan orang-orang ke dalam organisasi bimbingan di sekolah, serta upaya melakukan pembagian kerja diantara anggota organisasi bimbingan di sekolah.

2. Manfaat Pengorganisasian Manfaat pengorganisasian program layanan bimbingan dan konseling adalah agar: a. Setiap personel bimbingan menyadari tugas, peranan, kedudukan, wewenang dan tanggung jawab masing- masing. b. Terhindar dari terjadinya tumpang tindih tugas diantara para personel bimbingan. c. Terjadi mekanisme kerja secara baik dan teratur. d. Tercapai kelancaran, efisiensi dan efektivitas pelaksanaan program layanan bimbingan dan konseling. Proses pengorganisasian program layanan bimbingan dan konseling meliputi langkah-langkah sebagai berikut: a. Pengelompokkan kegiatan layanan. b. Pembagian tugas, peranan, tanggung jawab dan wewenang bagi masingmasing personel. c. Penenentuan mekanisme kerja. d. Penyusunan suatu struktur organisasi bimbingan dan konseling. 3. Tujuan Pengorganisasian Organisasi merupakan proses instrumental yang dapat menjembatani tercapai nya sasaran-sasaran program bimbingan. Sasaran bimbingan tersebut jelas mengarah pada satu tujuan. Pada dasarnya, organisasi merupakan rangkuman dari keseluruhan tujuan bimbingan yang dicanangkan, kemudian dikomunikasikan ke bawah menurut garis dengan ide komitmen dan kesepakatan bersama. Jadi tujuan organisasi merupakan manif estasi dari tujuan bimbingan dan konseling itu sendiri. 4. Implementasi Pengorganisasian Bimbingan dan konseling tidak/dapat dilaksanakan secara jelas dan sistematis apabila tidak diimbangi dengan organisasi yang baik. Tanpa organisasi, berarti tidak adanya suatu koordinasi, perencanaan, sasaran yang cukup jelas, serta kepemimpinan yang proporsional dan profesional. Karena itu manajer sekolah hendaknya mampu merencanakan dan mengelola satu kesatuan sistem yang dapat mengatur operasi kegiatan-kegiatan sekolah termasuk didalamnya kegiatan layanan bimbingan dan konseling, sehingga setiap personel ditempatkan pada bagian yang tepat sesuai struktur jabatan dan kemampuannya. Dengan demikian peran guru mata pelajaran dan guru pembimbing (konselor) lebih ditegaskan sehingga dalam pelaksanaan layanan bimbingan tidak terjadi adanya subtitusi posisi guru mata pelajaran oleh guru pembimbing dan sebaliknya posisi guru pembing digantikan oleh guru mata pelajaran. Dengan kata lain pelibatan guru mata pelajaran atau pihak-pihak lain dalam bimbingan dan konseling ditegaskan dalam batas proporsi dan kewenangan profesionalitasnya.

99

Pengorganisasian bimbingan dan konseling secara tepat dapat membantu seluruh personel sekolah mulai dari peserta didik. d. tanggung jawab dan wewenang dari masing-masing petugas yang terlibat dalam pelaksanaan layanan bimbingan di sekolah harus dirinci dengan jelas. koordinator bimbingan. b. f. 2011) bisa diperhatikan dalam uraian sebagai berikut: 1. Mekanisme kerja. 2.Pengembangan kerja sama profesional itu merupakan indikator skaligus menjadi manifestasi berhasil tidak nya suatu pengorganisasian dan tujuan dari rencana-rencana sekolah termasuk didalamnya program bimbingan dan konseling. seperti yang dikutip dalam buku Manajemen BK (Uman Suherman. Penentuan staf personel bimbingan dan konseling. g. melalui pengorganisasian yang baik dan tepat terjadinya penyalah gunaan tugas setiap personel dapat dicegah secara cepat. Penyediaan kelengkapan sarana dan prasarana yang diperlukan dalam kegiatan bimbingan dan konseling. b. kepeserta didikan maupun sumber daya lain yang diperlukan dan dapat mendukung dalam penyusunan program bimbingan dan konseling. sehingga para peserta didik tidak menjadi bingung karena adanya berbagai bentuk layanan bimbingan atau layanan lainnya yang serupa yang dilaksanakan oleh petugas-petugas yang berbeda. Tugas-tugas. Dukungan dan pemantauan pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling. c. Pengembangan kerjasama dengan instansi atau profesi lain yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan bimbingan dan konseling. Penyusunan program bimbingan dan konseling. pola kerja atau prosedur kerja bimbingan dan konseling di sekolah harus tunggal. Penyediaan informasi baik berkaitan dengan aktivitas dan prestasi akademik. Wakil Kepala Sekolah a. 100 . Sosialisasi program bimbingan dan konseling kepada seluruh personel dan komponen sekolah sesuai dengan bidang dan kewenangannya. Semua personel sekolah. Pemantauan dan supervisi terhadap pelaksanaan bimbingan dan konseling. tugas dan peran masing-masing personel pendidikan dalam bimbingan dan konseling. d. Pelaksanaan kebijakan pimpinan sekolah terutama yang berkaitan dengan pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling. Dengan kata lain. c. b. maka beberapa hal yang perlu diperhatikan diantaranya adalah: a. sehingga masing-masing petugas bimbingan akan dapat memahami dan mengerti kewajiban dan tanggung jawab masing-masing. sehingga terwujud satu kesatuan cara bertindak dalam usaha membantu memberikan layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Sosialisasi dan penetapan program bimbingan dan konseling kepada sivitas sekolah sebagai bagian dari program pendidikan. guru mata pelajaran. Kepala Sekolah a. penyediaan dan kelengkapan sarana prasarana. meliputi kepala sekolah. Lebih daripada itu peran setiap personel mudah untuk dipertanggung jawabkan. wali kelas. e. guru pembimbing. sampai kepala sekolah dalam mengoptimalkan peran masing-masing dan setiap personel pun akan mengetahui seberapa besar fungsi dan peranannya tersebut dapat dikontribusikan bagi sekolah. orang tua. Agar pengorganisasian kegiatan bimbingan dan konseling dapat terkoordinasi secara integral melalui kegiatan-kegiatan bimbingan dan konseling yang baik. Pengembangan program bimbingan dan konseling termasuk pembinaan dan pelatihan personel bimbingan dan konseling. dan staf administrasi bimbingan harus dihimpun dalam satu wadah. Dalam pendidikan formal. c.

Mempertanggungjawabkan seluruh kegiatan layanan bimbingan dan konseling kepada kepala sekolah. e. b. Wali Kelas a. f. g. d. c. secara khusus Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Kepala Badan Administrasi Negara mengeluarkan 101 . f. Mensosialisasikan layanan bimbingan dan konseling kepada peserta didik terutama berkaitan dengan motivasi. terutama tujuan. Memantau perkembangan dan kemajuan para peserta didik di kelasnya terutama yang telah memperoleh layanan bimbingan dan konseling. Staf Administrasi a. dan mekanisme layanan kepada para peserta didik dan orang tua peserta didik di kelasnya. d. Konselor a. e. Pelaksanaan konferensi kasus. Melakukan kunjungan rumah. Mengadakan tindak lanjut. Membantu mempersiapkan seluruh kegiatan bimbingan dan konseling. Melakukan upaya layanan bimbingan belajar terutama pada program perbaikan dan pengayaan mata pelajaran yang diampunya. c. 5. Menyediakan informasi mengenai sikap dan kebiasaan peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran. h. Memantau perkembangan dan kemajuan para peserta didik terutama yang telah memperoleh layanan bimbingan dan konseling. pelaksanaan sampai dengan penilaian terhadap layanan bimbingan dan konseling. Melakukan analisis terhadap kondisi sekolah akan layanan bimbingan dan konseling. b. Membantu mengadministrasikan seluruh kegiatan bimbingan dan konseling. Membantu menyampaikan informasi kepada personel lain berkenaan dengan pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling. b. Mengidentifikasi peserta didik yang memerlukan layanan bimbingan dan konseling terutama berkenaan dengan matapelajaran yang diampunya. Mengkoordinasikan seluruh personel layanan bimbingan dan konseling. Mensosialisasikan keberaadaan layanan bimbingan dan konseling. e. Berkenaan dengan pelaksanaan tugas seorang konselor. 4. Membantu menyiapkan sarana yang diperlukan dalam pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling. Melakukan analisis terhadap karakteristik dan kebutuhan perkembangan peserta didik. c. Mengidentifikasi peserta didik yang membutuhkan layanan responsif berkenaan dengan permasalahan yang dihadapinya. terutama berkaitan dengan alih tangan kepada ahli lain. Menyediakan informasi tentang karakteristik dan kebutuhan para peserta didik di kelasnya.3. Mengadministrasikan seluruh kegiatan bimbingan dan konseling. Mengorganisasikan seluruh aktivitas layanan bimbingan dan konseling. mulai dari penyusunan. c. Melaksanakan layanan responsif kepada peserta didik terutama dalam bentuk konseling. Guru Mata Pelajaran/Bidang Studi a. Kegiatan konferensi kasus. Memberikan layanan dasar kepada seluruh peserta didik. f. fungsi. sikap dan kebiasaan belajar yang efektif. b. d. i. 6. d.

bimbingan berlajar. bimbingan karir. 102 . Sebagaimana guru mata pelajaran. guru bimbingan dan konseling (konselor) yang membimbing minimal 150 orang peserta didik/tahun dihargai sebanyak 24 jam (Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 74 tahun 2008. bimbingan karir serta semua jenis layanan termasuk kegiatan pendukung yang dihargai sebanyak 18 jam. beban tugas tersebut meliputi : 1.Surat Kepulusan Bersama Nomor: 0433/P/1993 dan Nomor: 25 Tahun 1993 menjelaskan bahwa pada setiap sekolah harus ada petugas yang melaksanakan layanan bimbingan yaitu guru pembimbing/konselor dengan rasio satu orang guru prmbimbing/ konselor untuk 150 orang peserta didik. Evaluasi pelaksanaan pelayanan dalam bidang bimbingan pribadi-sosial. 3.sosial. tentang Guru). dan beban tugas atau penghargaan jam kerja guru pembimbing/ konselor ditetapkan 36 jam/minggu. Pelaksanaan pelayanan dalam bidang bimbingan pribadi-sosial. Penyusunan program pelayanan dalam bidang bimbingan pribadi . 2. serta semua jenis layanan. tanggung jawab serta wewenangnya lebih efektif. bimbingan belajar. maka dibutuhkan suatu kerjasama profesioanal yang saling melengakapi satu sama lain tanpa melanggar kode etik masing-masing profesinya. bimbingan belajar. termasuk kegiatan pendukung yang dihargai sebanyak 12 jam. bimbingan karir serta semua jenis layanan termasuk kegiatan pendukung yang dihargai sebanyak 6 jam 4. Agar setiap personel yang terlibat dalam organisasi bimbingan dan konseling mampu menjalankan tugas.

B. pelaksanaan program. Lingkungan pendidikan yang menopang perkembangan peserta didik dapat berupa sekolah. masyarakat. yaitu program BK yang bersifat komprehensif bersandar pada asumsi bahwa tanggung jawab kegiatan bimbingan elibatkan seluruh personalia yang ada di sekolah dengan sentral koordinasi dan tanggung jawab ada di tangan konselor yang bersertifikat. Orientasi perkembangan ini mengharuskan layanan BK mengembangkan seluruh aspek dalam diri peserta didik. maka konsekuensinya adalah pengelolaan program BK harus memenuhi syarat. jadi setiap siswa menerima manfaat program tersebut. Berikut lima premis dasar yang menegaskan istilah tersebut. Tujuan BK bersifat kompatibel dengan tujuan pendidikan. personel. segala aktivitas dan proses dalam layanan BK harus diarahkan pada upaya membantu siswa dalam pencapaian standar kompetensi dimaksud. 3. Program BK sekolah merupakan serangkaian rencana aktivitas layanan BK di sekolah yang selanjutnya akan menjadi pedoman bagi setiap personel dalam pelaksanaan dan pertanggungjawabannya. melainkan juga bekerja secara konsultatif dan kolaboratif dengan tim bimbingan yang lain. keluarga. 103 . yakni meskipun seorang konselor dimungkinkan untuk mengatasi problem dan kebutuhan psikologis yang bersifat krisis dan klinis pada dasarnya fokus layanan BK lebih diarahkan pada usaha memfasilitasi pengalaman-pengalaman belajar tertentu yang membantu siswa untuk tumbuh. (Gysbers & Henderson. Jika saat ini program BK berorientasi pada perkembangan. Dengan demikian program BK sekolah yang komprehensif disusun untuk merefleksikan pendekatan yang menyeluruh bagi dasar penyususnan program. seluruh peserta didik di lembaga pendidikan tanpa ada yang diabaikan dan menciptakan lingkungan yang menopang perkembangan peserta didik. Sehingga kenyataannya yang sering muncul yaitu aktivitas konselor sekolah yang menghabiskan banyak waktunya untuk memenuhi kebutuhan sebagian kecil siswa (secara khusus hanya mengurus kebutuhan siswa berprestasi rendah dan bermasalah) tidak terjadi lagi. dewasa ini muncul istilah comprehensive school guidance and counseling sebagai kerangka kerja utuh yang harus dipahami oleh tenaga-tenaga ahli di bidang BK. fungsi. 2011). fasilitas dan rencana evaluasinya (Uman Suherman. Hakikat BK Komprehensif Bercermin pada latar sejarah kelahiran dan perkembangan BK. staf personel sekolah yang lain (guru dan tenaga administrasi) bahkan orangtua dan masyarakat. Syarat agar pengelolaan program BK berorientasi perkembangan adalah pengelolaan program dengan cara komprehensif. Program BK bersifat pengembangan (based on developmental approach). strategi. berkembang dan menjadi pribadi yang mandiri. sasaran layanan. sikap bertindak peserta didik dan lain sebagainya. Selain itu. 2. kegiatan. 2006): 1. Program BK melibatkan kolaborasi antar staff (team building approach). tujuan. misi. Konselor tidak hanya menyediakan layanan langsung untuk siswa. sistem manajemen dan sistem pertanggungjawabannya. Pendahuluan Pemahaman tentang bimbingan dan konseling (BK) sebagai suatu sistem dan kerangka kerja kelembagaan tidak dapat dilepaskan dari pandangan umum bahwa layanan BK merupakan bagian integral dari sistem pendidikan. komunitas. berbagai macam media informasi yang mempengaruhi pola pikir. program BK sekolah dirancang untuk menjamin bahwa setiap siswa memiliki hak yang sama untuk memperoleh manfaat program itu. Oleh karena itu. Artinya.BAB II BIMBINGAN DAN KONSELING KOMPREHENSIF A. Program BK sekolah yang komprehensif di dalamnya akan tergambarkan visi. Dengan demikian. secara mendasar program BK sekolah direkomendasikan sebagai upaya pemberian layanan langsung bagi seluruh siswa. dalam pendidikan ada standar dan kompetensi tertentu yang harus dicapai oleh siswa.

2. 2003). terampil dalam merespon lingkungan serta mampu mengembangkan diri menjadi pribadi yang bermakna dan berorientasi ke depan. Ketiga. keluarga serta masyarakat. bersifat pengembangan dalam tujuan didasari oleh fakta di lapangan bahwa layanan BK sekolah selama ini justru kontraproduktif terhadap perkembangan siswa itu sendiri. 2008) bahkan menegaskan bahwa program BK di sekolah tidak hanya bersifat komprehensif dalam ruang lingkup. Faktor kepemimpinan ini diharapkan dapat menjamin akuntabilitas dan pencapaian kinerja program BK. Melalui cara yang preventif tersebut diharapkan siswa mampu memilah sikap dan tindakan yang tepat serta mendukung pencapaian perkembangan psikologis ke arah ideal dan positif. Layanan BK ditujukan untuk seluruh siswa tanpa syarat apapun. J. 2.4. BK seharusnya perlu diarahkan pada upaya memfasilitasi individu agar menjadi lebih sadar terhadap dirinya. Upaya pencegahan dan antisipasi sedini mungkin hendaknya menjadi semangat utama yang terkandung dalam kurikulum bimbingan yang diterapkan di sekolah (kegiatan klasikal). mengembangkan ketrampilan resolusi konflik. implementasi. metode dan lama waktu layanan). desain. Dengan harapan setiap siswa dapat menggapai sukses di sekolah dan menunjukkan kontribusi nyata dalam masyarakat. Beberapa program yang dapat dikembangkan seperti pendidikan multikulturalisme dan anti kekerasan. pendidikan seksualitas. Secara lebih sederhana A. kesehatan reproduksi. Dengan demikian. Program BK dikembangkan melalui serangkaian proses sitematis sejak dari perencanaan. Pertama. Dengan demikian wajar apabila dalam masyarakat dan siswa-siswa sendiri guru BK distigmakan sebagai polisi sekolah. akademik dan karir). Kegiatan layanan BK sekolah yang berkembang di Indonesia selama ini lebih terfokus pada kegiatan-kegiatan yang bersifat adminiatratif dan klerikel (Sunaryo Kartadinata. Sudut pandang perkembangan ini mengandung implikasi luas bahwa pengembangan perilaku yang sehat dan efektif harus dapat dicapai oleh setiap individu dalam konteks lingkungannya masing-masing. dan lain-lain. Layanan bimbingan ditujukan untuk seluruh siswa. namun juga harus bersifat preventif dalam desain dan bersifat pengembangan dalam tujuannya. menggunakan berbagai strategi (pengembangan pribadi dan dukungan sistem). Konsekuensi dari kenyataan ini pada akhirnya menyebabkan layanan BK yang diselenggarakan di sekolah akhirnya terjebak dalam pendekatan tradisional dan intervensi psikologis yang berorientasi pada paradigma intrapsikis dan sindrom klinis. 5. mengenakan sanksi disiplin pada siswa yang dianggap bermasalah. Kedua. Layanan yang diberikanpun tidak hanya terbatas pada siswa dengan karakter dan motivasi unggul serta siap belajar saja. Pendekatan dan tujuan layanan BK pada dasarnya tidak hanya berkaitan dengan perilaku menyimpang dan bagaimana mencegah perilaku tersebut. evaluasi dan keberlanjutan. melainkan juga berurusan dengan pengembangan perilaku efektif. 3. bersifat preventif dalam desain mengandung arti bahwa pada dasarnya tujuan pengembangan program BK di sekolah hendaknya dilakukan dalam bentuk yang bersifat preventif. Melalui penerapan fungsi-fungsi manajemen tersebut diharapkan kegiatan dan layanan BK dapat diselenggarakan secara tepat sasaran dan terukur. kerjasama antara personal bimbingan dan personal sekolah lainnya. bersifat komprehensif berarti program BK harus mampu memfasilitasi capaian-capaian perkembangan psikologis siswa dalam totalitas aspek bimbingan (baik pribadi-sosial. 1. Program BK ditopang oleh kepemimpinan yang kokoh. Bower dan Hatch (Fatur Rahman. Nurihsan (2011) mengatakan bahwa model BK komprehensif adalah suatu konsep dasar bimbingan yang berasumsi sebagai berikut: 1. seperti mengelola kehadiran dan ketidakhadiran siswa. Program bimbingan merupakan suatu kebutuhan yang mencakup berbagai dimensi yang terkait dan dilaksanakan secara terpadu. meliputi ragam dimensi (masalah. setting. 104 .

3. Pengaruh terhadap bagian dari seorang manusia akan mempengaruhi keseluruhannya. mulai dari siswa sebagai individu maupun kelompok. program BK komprehensif bersifat sistemik. Ia dapat mengolah pengalaman masa lampaunya untuk memperbaiki pilihan-pilihannya dan secara umum untuk memperbaiki arah. implementasi dan evaluasi. Bimbingan bertujuan untuk mengembangkan seluruh potensi siswa secara optimal. Menurut Erford (2007). Program BK komprehensif membutuhkan dukungan yang adil dan setara pihak sekolah (dengan payung kebijakan). Senada dengan paparan di aats. Sementara program BK yang sistemik adalah program BK yang dirancang untuk menjangkau berbagai pihak. dll. Asesmen dapat merumuskan kebutuhan siswa dan stakeholder penting lain seperti orangtua. dll. Integrasi antara program bimbingan dan keseluruhan program pendidikan di sekolah yang bertujuan mengembangkan aspek intelektual dan skill diharapkan akan memberikan pengaruh pada pembentukan kompetensi peserta didik yang lebih utuh. fasilitas memadai. Sifat sistemik dalam program BK komprehensif tampak dalam beberapa hal sebagai berikut: 1. Lebih lanjut Erford menambahkan bahwa program BK komprehensif membutuhkan kebijakan pendidikan di sekolah yang integratif yaitu adanya keselarasan antara kebijakan dalam bidang pengajaran. administrator sekolah. keluarga dan masyarakat. komunitas sebaya. pelatihan. komunitas sekolah. Pendekatan sistemik dalam program BK komprehensif menempatkan individu sebagai pusat sistem dan menciptakan hubungan antar-subsistem yang mempengaruhi individu ke arah perkembangan positif. kecepatan serta kematangan perkembangannya. Evaluasi proses. 4. Integrasi semacam ini membutuhkan kesamaan visi pendidikan dalam diri lembaga dan semua komponen yang terlibat dalam 105 . Manusia tidak kaku terhadap pengelaman-pengalaman masa lampaunya. pengajaran dan kegiatan pendidikan lain di sekolah merupakan bukti kebijakan pendidikan yang integratif di sebuah lembaga pendidikan. pendataan. Selain sebagai prasyarat. Pada diri setiap individu terdapat tenaga yang mendorongnya untuk tumbuh dan berkembang secara positif ke arah yang sebaik-baiknya sesuai dengan kemampuan dasar individu tersebut. Kualitas program dan hasil yang terbukti akan melahirkan kepercayaan masyarakat sekolah. Dukungan finansial memadai. sarana-prasarana. Layanan BK menjangkau siswa dan stakeholder yang terkait. bukan sekedar program yang sistematis. para guru. mencegah timbulnya masalah dan menyelesaikan masalah siswa. kebijakan keuangan. 2. sehingga sekolah memberikan perhatian memadai dan setara kepada semua unsur yang penting bagi jalannya proses pendidikan. Model bimbingan ini berpandangan bahwa manusia itu merupakan satu kesatuan. kebijakan pendidikan yang terintegrasi juga merupakan dampak dari program BK komprehensif yang terbukti kualitasnya. Program BK yang sistemik haruslah menjadi sebuah program yang data driven. personalia. bimbingan. Perilaku manusia adalah hasil interaksi antara individu dan lingkungannya. Program BK yang sistematik merupakan program yang pelaksanaannya sesuai dengan rencana. Setiap individu mempunyai kebebasan untuk memilih yang diikuti oleh tanggung jawab. yaitu bertanggungjawab atas akibat yang timbul dari pilihannya itu. hasil dan dampak yang menjangkau siswa dan stakeholder relevan tersebut di atas. sehingga program BK menjadi semakin komprehensif. Fajar Santoadi (2010) menyatakan bahwasanya program BK komprehensif adalah program BK yang dirancang menjadi bagian integral dari proses pendidikan di sekolah. tetapi juga kepada orang lain secara seimbang. pemberian waktu yang memadai untuk pembimbingan. Program BK dapat melibatkan stakeholder relevan tidak saja sebagai penerima layanan tetapi juga sebagai rekanan dalam memberi layanan yang yang relevan. Kepercayaan yang besar dari masyarakat sekolah pada akhirnya akan melahirkan dukungan optimal bagi program BK tersebut. tertata baik sejak perencanaan. 3. Tanggung jawab seseorang itu tidak hanya bertumpu dan terpusat pada dirinya sendiri. kegiatan ekstrakurikuler.

2. Adapun yang menjadi ciri utama dari program BK komprehensif adalah sebagai berikut: 1. terkoordinasi oleh konselor sekolah dan tenaga pendidik lainnya. perencanaan individual. maka komponen BK komprehensif dirumuskan ke dalam tiga komponen utama. yakni kurikulum BK. ketrampilan. kegiatan belajar atau unit-unit dalam kelas. Program BK ditunjang dengan keberadaan konselor yang profesional (keahlian. serta tujuan bimbingan. c. C. membentuk pusat pengembangan karir atau fasilitas sekolah lainnya. Kurikulum BK Komponen kurikulum BK sekolah terdiri atas program intruksional tertulis yang cakupannya komprehensif. 4. berkelanjutan. 5. Sedangkan Gysbers (2007). Santoadi (2010). Program BK mampu menghasilkan pengetahuan. d. Pengembangan kurikulum interdisipliner: konselor berpartisipasi dalam tim interdisipliner untuk mengembangkan dan memperbaiki isi kurikulum. Kurikulum ini harus mengandung pernyataan tentang kompetensi siswa pada setiap tingkatan kelas dan indikator yang diidentifikasi serta digunakan dalam penilaian atas kompetensi siswa. untuk merespon kebutuhan atau minat siswa. Pengajaran kelas: konselor memberikan pengajaran terhadap tim dan membentu dalam mengajarkan kurikulum BK di sekolah. layanan responsif dan dukungan sistem. Kurikulum BK disampaikan melalui beberapa strategi sebagai berikut: a. Tujuan layanan ini dapat juga dirumuskan sebagai upaya membantu siswa agar: 106 . preventif dan proaktif. Program BK sekolah merupakan kesatuan komponen tujuan institusi sekolah. Kurikulum BK serta kompetensi yang terkait didokumentasikan secara tertulis dan didasarkan atas penilaian terhadap program BK sekolah mengenai kebutuhan populasi siswa. sistematis dan mencakup penjelasan atas ruang lingkup dan unit pengajaran di dalamnya. dan Uman Suherman (2011) menyebutkan komponen BK komprehensif ada empat. 2000). Komponen Program BK Komprehensif Berdasarkan visi dan misi bimbingan. komitmen dan pengembangan diri). yaitu layanan dasar bimbingan. istilah pelayanan dasar ini lebih populer dengan kurikulum bimbingan (Bowers & Hatch. 2. Kurikulum BK sekolah merupakan hal yang terencana. F. Nurihsan. b. Kurikulum bimbingan ini berupa layanan yang bertahap di berbagai jenjang pendidikan. sikap dan kemampuankemampuan siswa lainnya yang dapat didemonstrasikan sebagai sebuah hasil dari keikutsertaan mereka dalam sebuah program BK di sekolah. Aktivitas kelompok: konselor membentuk kelompok kecil yang terencana di luar kelas. Instruksi dan workshop bagi orangtua siswa: konselor menyelenggarakan workshop bagi orangtua atau wali untuk menunjukkan kebutuhan komunitas sekolah dan merefleksikan kurikulum BK sekolah. desain ruang yang developmental. Program BK memberikan kesempatan pelayanan kepada semua siswa. 1. Pelayanan Dasar Pelayanan dasar diartikan sebgai proses pemberian bantuan kepada seluruh konseli melalui kegiatan penyiapan pengalaman terstruktur secara klasikal atau kelompok yang disajikan secara sistematis dalam rangka mengembangkan perilaku jangka panjang sesuai dengan tahap dan tugas-tugas perkembangan yang diperlukan dalam pengembangan kemampuan memilih dan mengambil keputusan dalam menjalani kehidupannya. sehingga perhatian pada fungsi developmental dapat terjaga. J. layanan responsif dan layanan perencanaan individual (A. Memastikan bahwa program BK merupakan rancangan yang dapat dilaksanakan dalam sebuah gaya yang sistemik untuk semua siswa. 3. Tim ini mengembangkan unit-unit kelas yang mengintegrasikan antara persoalan mata pelajaran dengan rangkaian kurikulum BK di sekolah. Di Amerika Serikat sendiri. 2011). kebutuhan siswa.proses pendidikan sehingga BK yang komprehensif bisa diciptakan.

Keterlibatan siswa. ketrampilan sosial. Konseling individual dan kelompok: pemberian layanan konseling ini ditujukan untuk membantu peserta didik yang mengalami kesulitan. Layanan responsif disampaikan melalui strategi-strategi seperti: a. Mampu mengembangkan keterampilan untuk mengidentifikasi tanggung jawab atau seperangkat tingkah laku yang tepat bagi penyesuaian diri dengan lingkungannya. sosial budaya dan agama). (4) bimbingan kelompok. Mampu menangani atau mamanuhi kebutuhan dan masalahnya. karir dan pasar tenaga kerja dalam perencanaan tujuan pribadi. Strategi pelayanan untuk aplikasi pelayanan dasar antara lain: (1) bimbingan kelas. Konselor sekolah mengkoordinasikan kegiatan bantuan bagi seluruh rencana siswa. Walaupun konselor sekolah memiliki ketrampilan dan pelatihan khusus dalam merespon kebutuhan dan persoalan semacam ini. ketrampilan dan prestasi siswa. bantuan financial. Perencanaan individual bagi siswa diimplementasikan melalui beberapa strategi sebagai berikut: a. konselor sekolah mengkoordinasikan kegiatan secara sitematis dan berkelanjutan serta dirancang untuk membantu siswa scara individual dalam menetapkan tujuan pribadi dan mengembangkan rencana mereka di masa depan. Dalam komponen ini siswa mengevaluasi tujuan edukasional. guru. Layanan Responsif Komponen layanan responsif dalam program BK sekolah terdiri atas kegiatankegiatan untuk menemukan kebutuhan dan persoalan yang tengah dihadapi siswa. mengawasi dan menangani proses belajar siswa termasuk menemukan kompetensi dalam area akademis. kerjasama dan dukungan dari seluruh pihak sekolah dan seluruh staf tetap diperlukan bagi suksesnya implementasi program layanan responsif. belajar dan karir. Penyelesaian kebutuhan atau persoalan ini memerlukan konseling. perangkat pengungkap minat. 4. Konsultasi: konselor berkonsultasi dengan orangtua/wali. (3) pelayanan informasi. serta mengembangkan dirinya dalam rangka mencapai tujuan hidupnya. dan (5) pelayanan pengumpulan data/aplikasi instrumentasi. c. pengalihan. sekolah ke pekerjaan maupun sekolah ke pendidikan tinggi atau karir setelah mereka lulus dari suatu sekolah. dll. orangtua/wali dan orang lain bisa juga membantu siswa. (2) pelayanan orientasi. Pemberian saran pada individual/kelompok kecil: konselor sekolah memberi saran pada siswa dengan menggunakan informasi pribadi/sosial. b. seleksi perguruan tinggi. okupasional dan tujuan personal mereka. mengalami hambatan 107 . edukasional dan okupasional siswa. orangtua/wali dan pihak sekolah dalam merencanakan program siswa yang sesuai dengan kebutuhan mereka merupakan hal yang sangat penting. Memiliki kesadaran serta pemahaman tentang diri dan lingkungan (pendidikan. konsultasi. c. promosi dan retensi informasi. sosial. survei dan interview dengan siswa senior dan alumni. karir dan perkembanganpribadisosialnya. Perencanaan Individual Dalam perencanaan individual.a. Konselor tampil sebagai advokat bagi siswa. Penilaian individual/kelompok kecil: konselor sekolah mengadakan analisis dan evaluasi terhadap kemampuan. pekerjaan. Konselor sekolah membantu siswa membuat pilihan dari sekolah ke sekolah. Bagaimanapun guru. fokus perilaku yang dikembangkan menyangkut aspek-aspek pribadi. Untuk mencapai tujuan tersebut. Contoh topik dalam komponen ini adalah: review skor tes. b. b. minat. Komponen ini disediakan bagi seluruh siswa dan seringkali siswa diberi inisiasi melalui self-referral. 3. fasilitasi maupun informasi dari teman sebaya. seleksi persoalan tahunan. tenaga pendidik lain atau dengan anggota masyarakat mengenai strategi untuk membantu siswa dan keluarga.

c. Melalui konseling. ada tiga hal yang secara mendasar perlu diperhatikan dalam penyusunan program bimbingan dan konseling di sekolah. dan (3) Tujuannya pengembangan potensi siswa. 3. karir. Sedangkan dukungan sistem merupakan komponen pelayanan dan kegiatan manajemen. d. 5. (2) Dirancang lebih berorientasi pencegahan. e. tetapi program BK sekolah membantu seluruh siswa agar sukses berprestasi di sekolah dan kehidupannya lebih berkembang serta mampu memberikan kontribusi bagi kehidupan masyarakat sekitarnya. 1. tetapi disusun sebagai pelayanan untuk menemukan 108 . dan (3) pribadi-sosial. Program ini memberikan dukungan kepada konselor dalam memperlancar penyelenggaraan pelayanan di atas. D. Siswa yang menjadi pembimbing sebelumnya diberikan latihan atau pembinaan oleh konselor. konseling semacam ini biasanya jangka pendek dan bersifat sementara. dan pengembangan pengalaman pribadisosialnya. infrastruktur dan pengembangan kemampuan profesional konselor secara berkelanjutan. tugas konselor tidak dibatasi sebagai penasihat dan pencari solusi tentang permasalahan yang dihadapi para siswa tetapi melalui pelaksanaan program bimbingan dan konseling sekolah konselor lebih mengarahkan aktivitasnya pada pencegahan risiko yang mungkin dihadapi para siswa. Oleh karena itu. didorong dan siap untuk belajar pengetahuan sekolah. Dukungan Sistem Ketiga komponen di atas merupakan pemberian BK kepada konseli secara langsung. Dukungan sistem ini meliputi aspek-aspek pengembangan jejaring. Artinya mulai usia dini (Taman Kanak-Kanak) sampai dengan usia remaja (SMA/SMK) harus mengetahui. yang secara tidak langsung memberikan bantuan kepada konseli atau memfasilitasi kelancaran perkembangan konseli. Bimbingan teman sebaya: bimbingan yang dilakukan oleh siswa terhadap siswa lainnya. tata kerja. intervensi dan tindak lanjut yang diberikan kepada siswa dan keluarga dalam mengahadapi situasi darurat. Sedangkan bagi personel pendidik lainnya adalah untuk memperlancar penyelenggaraan program pendidikan di sekolah. (2) karir. penyebab masalah. Titik berat program BK sekolah adalah kesuksesan bagi setiap siswa. Ruang lingkup layanan Program BK sekolah yang komprehensif tidak saja berfokus pada layanan bagi seluruh siswa tetapi juga pada seluruh aspek kehidupan siswa. Pengembangan potensi siswa Program BK yang komprehensif dirancang tidak hanya untuk pencegahan permasalahan siswa. riset dan pengembangan. peserta didik (konseli) dibantu untuk mengidentifikasi masalah. Dirancangan sebagai pencegahan Tujuan program BK sekolah adalah untuk memberikan kemampuan khusus dan memsiswai sikap pencegahan yang proaktif. Alih tangan: apabila konselor kurang memiliki kemampuan untuk menangani masalah konseli. penemuan alternatif pemecahan masalah dan pengambilan keputusan secara lebih tepat. memahami dan dapat bekerja dalam tiga area kehidupan mereka. serta memfasilitasi semua siswa memperoleh keberhasilan akademik.dalam mencapai tugas-tugas perkembangannya. Konseling krisis: memberikan pencegahan. yaitu: (1) Ruang lingkup yang menyeluruh. yaitu kehidupan: (1) akademik. 2. kegiatan manajemen. maka sebaiknya konselor mereferal konseli kepada pihak lain yang lebih berwenang. Penyusunan Program BK Komprehensif Uman Suherman (2011) menjelaskan sehubungan dengan sifat program BK komprehensif. artinya siswa tidak hanya dimotivasi.

maka semua pemegang kebijakan pendidikan di sekolah lebih memahami karakteristik dan kebutuhan siswa yang merupakan subjek layanan BK di sekolah. (2) Menganalisis harapan dan kondisi sekolah. Mengkaji kebijakan dan produk hukum yang relevan Mengkaji kebijakan dan produk hukum yang relevan baik tingkat institusi (sekolah) maupun nasional dimaksudkan agar pengembangan program BK sekolah tidak bertentangan dengan kebijakan umum yang berlaku dan ditentukan oleh pemerintahan pusat. (4) Menganalisis program. Weakness. daerah maupun sekolah sebagai tempat implementasi program. orangtua atau masyarakat sehingga mempertinggi prestasi pembelajaran siswa (akademik.karakteristik dan kebutuhan siswa pada berbagai jenis dan tahapan perkembangan. karir dan pribadi-sosial). hasil. selama tahap pengembangan program BK. Artinya. Lebih lanjut Uman memaparkan bahwa landasan atau dasar program merupakan suatu keputusan awal dan menentukan yang harus diambil oleh pemegang kebijakan pendidikan di sekolah bagi terwujudnya suatu program BK sekolah. Treath) sehingga dapat diketahui secara tepat kekuatan. Karena itu. 2. kekuatan. 3. Merumuskan tujuan yang ingin dicapai sekolah ditetapkan berdasarkan atas kebijakan yang berlaku dan analisis kondisi sekolah. Menganalisis karakteristik dan kebutuhan siswa Program BK merupakan rancangan aktivitas dan kegiatan yang akan memfasilitasi tercapainya tujuan pendidikan nasional. menentukan dukungan sistem dan kebijakan yang tepat baik bagi siswa. Dengan kata lain program BK sekolah yang komprehensif harus mampu membangun tujuan-tujuan. wali kelas. masyarakat dan bangsanya di masa depan. 109 . Merancang keputusan dasar yang kuat memerlukan usaha kerjasama semua unsur dan personel sekolah. Sebagai contoh dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan tidak mungkin suatu sekolah menggunakan standar kurikulum selain yang ditentukan dan diberlakukan secara nasional oleh Departemen Pendidikan Nasional (DEPDIKNAS). karir dan perkembangan pribadi-sosial para siswa dalam menyiapkan dan menghadapi tantangan masa depan dalam kehidupan pribadi. dukungan serta faktor-faktor penghambat program sebelumnya. pelaksanaan. konselor sekolah. Sangat tepat jika dilakukan analisis dengan teknik SWOT (Strengt. Menganalisis harapan dan kondisi sekolah Menganalisis harapan dan kondisi sekolah merupakan langkah yang harus dilakukan konselor untuk mengetahui keadaan. (3) Menganalisis karakteristik dan kebutuhan siswa. memprediksi hasil. (8) Merumuskan rencana evaluasi pelaksanaan dan keberhasilan program. Oppornuty. (7) Menetapkan langkah-langkah kegiatan pelaksanaan program. (5) Merumuskan tujuan program baik umum maupun khusus. Dengan demikian. kelemahan atau kekurangan sekolah. kelemahan. Proses penyusunan program BK di sekolah dilakukan melalui delapan tahap aktivitas. jika diperlukan sekolah dapat meminta bantuan tenaga ahli. Dasar pengembangan program yang lengkap merupakan hal yang sangat penting untuk memastikan bahwa program BK sekolah menjadi suatu bagian utuh dari seluruh program pendidikan untuk keberhasilan para siswa. yaitu: (1) Mengkaji kebijakan dan produk hukum yang relevan. Dalam melakukan analisis ini. sebelum memulai melakukan penyusunan program konselor perlu mengkaji terlebih dahulu produk-produk kebijakan yang berlaku. peluang atau kesempatan dan ancaman yang dihadapi sekolah. para stakeholder hendaknya bermusyawarah untuk menentukan filosofi. 1. pengawas BK. (6) Merumuskan alternatif komponen dan isi kegiatan. misi dan fungsi dan isi keseluruhan program. guru. program BK di sekolah harus menyediakan sistem layanan yang bermanfaat bagi kemajuan akademik. Berdasarkan itu semua. termasuk dengan orangtua dan masyarakat sehingga program BK bisa diterima dan memberikan manfaat bagi semua siswa.

paling tidak harus jelas mengenai: (1) Sasaran yang ingin dicapai. di samping tenaga dan fasilitas lain dapat dimanfaatkan secara efisien. kebutuhan dapat dilayani. (2) Tidak ada kontinuitas dalam pelayanan. layanan BK tampaknya praktis dan simpel. Sistem manajemen program BK Apakah suatu sekolah dapat melaksanakan layanan BK tanpa membuat suatu program kegiatan BK? Misalnya. Data yang sudah terkumpul perlu dianalisis secara cermat dan komprehensif (menyeluruh). Alternatif program tersebut harus dievaluasi dan dipilih mana yang memiliki peluang paling besar untuk mencapai tujuan. (3) Sukar untuk mengevaluasi kerja yang telah dilalukan. tetapi paling hemat dalam menggunakan tenaga. Dengan membuat rencana program BK. sedangkan guru mata pelajaran. Dengan membuat rencana program BK. Cara kerja dalam kegiatan layanan BK seperti ini tidak menunjukan adanya suatu kelompok bimbingan dan konseling (team work) yang sinergis. tetapi mempunyai banyak kelemahan diantaranya : (1) Program yang tidak didasari pemikiran secara matang mengakibatkan program kurang dapat dipertanggungjawabkan. Cara kerja dalam kegiatan layanan BK semacam ini bisa saja dilaksanakan tetapi tidak memiliki dampak yang positif dalam membantu perkembangan optimal siswa. dukungan serta faktor-faktor penghambat program sebelumnya Sebelum alternatif program BK yang dipilih dilaksanakan. tetapi mempunyai banyak kelemahan diantaranya : (1) Program yang tidak didasari pemikiran secara matang mengakibatkan program kurang dapat dipertanggungjawabkan. (4) Kapan waktu pelaksanaanya. pelaksanaan. akan lebih sukar dilakukan pengecekan. Menganalisis program. (2) Kegiatan yang akan dilakukan. Tanpa perencanaan program. layanan kepada subjek sasaran akan lebih baik. wali kelas dan staf sekolah lainnya dan tidak ikut melibatkan diri dalam kegiatan layanan BK.Data atau informasi tentang karakteristik dan kebutuhan siswa merupakan komponen atau faktor-faktor yang berkaitan dengan penentuan tujuan layanan BK di sekolah. layanan BK tampaknya praktis dan simpel. layanan kepada subjek sasaran akan lebih baik. 4. pada suatu sekolah hanya memiliki seorang konselor yang memiliki kompetensi dan kualifikasi profesional sebagai konselor. 5. Apakah pelayanan itu betul-betul relevan dengan kebutuhan-kebutuhan yang ada. Cara kerja dalam kegiatan layanan BK semacam ini bisa saja dilaksanakan tetapi tidak memiliki dampak yang positif dalam membantu perkembangan optimal siswa. (3) Siapa pelaksana dan penanggung jawabnya. dan (5) Sarana atau pra sarana dan dana yang diperlukan. Tanpa perencanaan program. hasil. wali kelas dan staf sekolah lainnya dan tidak ikut melibatkan diri dalam kegiatan layanan BK. waktu dan biayanya. (2) Tidak ada kontinuitas dalam pelayanan. pada suatu sekolah hanya memiliki seorang konselor yang memiliki kompetensi dan kualifikasi profesional sebagai konselor. akan lebih sukar dilakukan pengecekan. sedangkan guru mata pelajaran. Apakah pelayanan itu betul-betul relevan dengan kebutuhan-kebutuhan yang ada. di samping tenaga dan fasilitas lain dapat dimanfaatkan secara efisien. Program BK memuat unsur-unsur yang terdapat dalam 110 . Apakah suatu sekolah dapat melaksanakan layanan BK tanpa membuat suatu program kegiatan BK? Misalnya. konselor perlu menjabarkan secara rinci program itu sampai dengan tahap-tahap pelaksanaannya. Cara kerja dalam kegiatan layanan BK seperti ini tidak menunjukan adanya suatu kelompok bimbingan dan konseling (team work) yang sinergis. mereka harus menyusun program kegiatan BK yang dilengkapi dengan seperangkat kelengkapan instrumen. (3) Sukar untuk mengevaluasi kerja yang telah dilalukan. untuk kemudian ditafsirkan dan diimplementasikan dalam beberapa alternatif rencana program BK di sekolah. kebutuhan dapat dilayani. Dengan demikian sebelum konselor melaksanakan tugas-tugas kegiatan layanan BK di sekolah. Dalam setiap tahap pelaksanaan.

where. Adapun penjabaran dari tiap-tiap langkah besar adalah sebagai berikut: 1. when and how). Pemetaan kebutuhan/permasalahan. program dan kegiatan yang tertuang dalam rencana per semester ataupun tahunan bukan sekedar tuntunan administratif. Eksplorasi peta kebutuhan. tugas perkembangan psikologis. kecerdasan. tujuan. masyarakat dan stakeholder pendidikan terlibat. biaya dan fasilitas lainnya. Berikut ini langkah-langkah yang dapat dilakukan oleh konselor dalam memetakan kebutuhan. sikap dan kebiasaan belajar. Melalui pemetaan ini diharapkan program dan layanan BK yang dikembangkan oleh konselor benar-benar dibutuhkan oleh seluruh segmen yang terlibat dan sesuai dengan konteks lingkungan program. Implementasi penilaian kebutuhan. Secara berbeda. kegiatan. rencana evaluasi. minat. konselor mengolah. 111 . waktu. kepribadian. (2) Desain program yang sesuai dengan kebutuhan. tempat. why. menganalisis dan menginterpretasi hasil penilaian yang diungkap dengan tujuan kebutuhan. seperti aspek fisik (kesehatan dan keberfungsiannya). b. dokumentasi dan sebagainya. Fatur Rahman (2008) menjelaskan sistematika penyusunan dan pengembangan program BK komprehensif pada dasarnya terdiri dari dua langkah besar. yakni: (1) Pemetaan kebutuhan. c. Analisis hasil penilaian kebutuhan. masalah dan konteks layanan.berbagai ketentuan tentang pelaksanaan BK di sekolah seperti: visi dan misi. orangtua. d. who. (2) Asesmen kebutuhan dan masalah peserta didik yang menyangkut karakteristik peserta didik. Dengan demikian konselor perlu melakukan hal-hal berikut ini: a. Pada tahap ini. Kegiatan ini diturunkan dari perilaku/tugas perkembangan/kompetensi yang harus dikuasai peserta didik. petugas BK dan konselor membuat peta kebutuhan/masalah yang dilengkapi dengan analisis faktor-faktor penyebab yang memunculkan kebutuhan/permasalahan. pelaksana dan penanggung jawab. Action plan yang disusun paling tidak memenuhi unsur 5W + 1H ( what. kondisi dan kualifikasi konselor serta kebijakan pimpinan sekolah. 2007). Pemetaan. Kegiatan asesmen ini meliputi: (1) Asesmen konteks lingkungan program yang terkait dengan kegiatan mengidentifikasi harapan dan tujuan sekolah. masalah dan konteks layanan Penyusunan program BK di sekolah haruslah dimulai dari kegiatan asesmen (pengukuran. sarana dan prasarana pendukung program bimbingan. motivasi. Dengan kata lain. Menyusun instrumen dan unit analisis penilaain kebutuhan. melainkan tuntunan tanggung jawab yang sungguh harus dilaksanakan secara profesional. masalah dan konteks program dapat teridentifikasi dengan tepat. Desain program BK dan rencana aksi (Action Plan) Berikut ini adalah penjabaran rencana operasional (action plan) yang diperlukan. 2. kebutuhan. konselor sesegera mungkin mengumpulkan data dengan menggunakan instrumen yang telah dibuat sebelumnya dengan tujuan memperoleh gambaran kebutuhan dan konteks lingkungan yang akan dirumuskan ke dalam program lebih lanjut. masalah dan konteks membutuhkan instrumen asesmen yang berfungsi sebagai alat bantu. masalah-masalah yang dihadapi. Setelah hasil dianalisis dan identifikasi masalah terungkap. Identifikasikan dan rumuskan berbagai kegiatan yang harus/perlu dilakukan. masalah dan konteks layanan: a. Dalam instrumen ini. masalah dan konteks layanan. strategi dan atau teknik. wawancara. Setelah data terkumpul. konselor merumuskan aspek dan indikator beserta item pernyataan/pertanyaan yang akan diukur dan jenis metode yang akan digunakan untuk mengungkap aspek yang dimaksud. Metode yang dapat digunakan seperti observasi. penilaian) atau kegiatan mengidentifikasi aspek-aspek yang dijadikan bahan masukan bagi penyususnan program/layanan (Depdiknas.

program tahunan dan program semesteran. Untuk kegiatan kontak langsung yang dilakukan secara klasikal di kelas (pelayanan dasar) perlu dialokasikan waktu terjadwal 2 jam pelajaran per-kelas per-minggu. Pertimbangan porsi waktu yang diperlukan untuk melaksanakan setiap kegiatan di atas. brosur atau majalah dinding). Perkiraan Alokasi Waktu Pelayanan No Komponen Pelayanan SD/MI 1 2 3 4 Pelayanan Dasar Pelayanan Responsif Perancanaan Indiviaual Dukungan Sistem 45 – 55 % 20 – 30 % 5 – 10 % 10 – 15 % Jenjang Pendidikan SMP/MTS 35 – 45 % 25 – 35 % 15 – 25 % 10 – 15 % SMA/SMK 25 – 35 % 15 – 25 % 25 – 35 % 10 – 15 % c. Rancangan ini bisa dalam bentuk matrik. Inventarisasi kebutuhan yang diperoleh dari need assesment ke dalam tabel kebutuhan yang akan menjadi rencana kegiatan. Program BK perlu dilaksanakan dalam bentuk kontak langsung dan tanpa kontak langsung dengan peserta didik. 112 . sekedar perkiraan atau pedoman relatif dalam pengalokasian waktu untuk konselor dalam pelaksanaan komponen pelayanan BK di sekolah. buku-buku. Perencanaan waktu ini didasarkan kepada isi program dan dukungan manajemen yang harus dilakukan oleh konselor. konferensi kasus dan alih tangan. Berapa banyak waktu yang diperlukan untuk melaksanakan pelayanan BK dalam setiap komponen program perlu dirancang dengan cermat. Rencana kegiatan dimaksud dituangkan ke dalam rancangan jadwal kegiatan untuk satu tahun. kunjungan rumah. Adapun kegiatan bimbingan tanpa kontak langsung dengan peserta didik dapat dilaksanakan melalui tulisan (seperti e-mail. d. Apakah kegiatan itu dilakukan dalam waktu tertentu atau terus menerus. Berikut ini dikemukakan tabel alokasi waktu.b.

staf dan guru-guru. konselor memberikan pelayanan bimbingan kepada peserta didik. Bimbingan Klasikal Program yang dirancang menuntut konselor untuk melakukan kontak langsung dengan para peserta didik di kelas. Pelayanan Orientasi Pelayanan ini merupakan suatu kegiatan yang memungkinkan peserta didik memahami dan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Kegiatan bimbingan kelas ini bisa berupa diskusi kelas atau brain stroming. terutama lingkungan sekolah/madrasah. Secara terjadwal. Pelayanan orientasi ini biasanya dilaksanakan pada awal program pelajaran baru. kurikulum.BAB III MEKANISME DAN KERANGKA KERJA LAYANAN BK KOMPREHENSIF Kerangka dan Cakupan Kerja Bimbingan dan Konseling Komprehensif A. Pelayanan Dasar 1. 2. 113 . Materi pelayanan orientasi di sekolah/madrasah biasanya mencakup organisasi sekolah/madrasah. untuk mempermudah atau memperlancar berperannya mereka di lingkungan baru tersebut.

peserta didik (konseli) dibantu untuk mengidentifikasi masalah. Konseling Individual dan Kelompok Pemberian pelayanan konseling ini ditujukan untuk membantu peserta didik yang mengalami kesulitan. kehadiran dan pribadinya). 4. 4. 3. Melalui konseling. 3. tindak kejahatan (kriminalitas). B. brosur. tetapi juga oleh orangtua di rumah. seperti depresi. Aplikasi Instrumentasi Merupakan kegiatan untuk mengumpulkan data atau informasi tentang pribadi peserta didik dan lingkungan peserta didik. Referal (Alih Tangan atau Rujukan) Apabila konselor merasa kurang memiliki kemampuan untuk menangani masalah konseli. dokter dan kepolisian. pengertian dan tukar pikiran antara konselor dan orangtua dalam upaya mengembangkan potensi peserta didik atau memecahkan masalah yang mungkin dihadapi peserta didik. kecanduan narkoba dan penyakit kronis. Topik yang didiskusikan dalam bimbingan kelompok ini adalah masalah yang bersifat umum (common problem) dan tidak rahasia. 5. Bimbingan Kelompok Konselor memberikan pelayanan bimbingan kepada peserta didik melalui kelompok-kelompok kecil (5 s/d 10 orang). seperti: cara-cara belajar yang efektif. kiat-kiat menghadapi ujian dan mengelola stres. program ekstrakurikuler. Kolaborasi dengan Orangtua Konselor perlu melakukan kerjasama dengan para orangtua peserta didik. penyebab masalah. leaflet. Konseli yang sebeiknya direferal adalah mereka yang memiliki masalah. baik tes maupun non-tes. Pengumpulan data ini dapat dilakukan dengan berbagai instrumen. 2. Melalui kerjasama ini memungkinkan terjadinya saling memberi informasi. psikister. 5. seperti: buku. Pelayanan Informasi Yaitu pemberian informasi tentang berbagai hal yang dipandang bermanfaat bagi peserta didik melalui komunikasi langsung maupun tidak langsung (melalui media cetak maupun elektronik. Konseling ini dapat dilakukan secara individu maupun kelompok. mengalami hambatan dalam mencapai tugas-tugas perkembangannya. Bimbingan ini ditujukan untuk merespon kebutuhan dan minat para peserta didik. Kerjasama ini penting agar proses bimbingan terhadap peserta didik tidak hanya berlangsung di sekolah/madrasah. penemuan alternatif pemecahan masalah dan pengambilan keputusan secara tepat. Pelayanan Responsif 1. membantu memecahkan masalah peserta didik dan mengidentifikasi aspek-aspek bimbingan yang dapat dilakukan oleh guru mata pelajaran. fasilitas atau sarana-prasarana dan tata tertib sekolah. Kolaborasi dengan Guru Mata Pelajaran Konselor berkolaborasi dengan guru dan wali kelas dalam rangka memperoleh informasi tentang peserta didik (seperti prestasi belajar. majalah dan internet). seperti psikolog.program BK. maka sebaiknya dia mereferal atau mengalihtangankan konseli kepada pihak lain yang lebih berwenang. Kolaborasi dengan Pihak Terkait Di Luar Yaitu berkaitan dengan upaya sekolah/madrasah untuk menjalin kerjasama dengan unsur-unsur masyarakat yang dipandang relevan dengan peningkatan 114 .

dalam upaya mengentaskan masalahnya. sosial. Mengevaluasi kegiatan yang telah dilakukan. Konferensi Kasus Yaitu kegiatan untuk membahas permasalahan peserta didik dalam suatu pertemuan yang dihadiri oleh pihak-pihak yang dapat memberikan keterangan. (2) aktif dalam organisasi profesi. terselenggara dan tercapai bila tidak memiliki suatu sistem manajemen yang bermutu. Melalui kegiatan penilaian diri ini. (4) para ahli dalam bidang terkait. Konseli menggunakan informasi tentang pribadi. 115 . melakukan referal dan meningkatkan kualitas program bimbingan dan konseling. melalui kunjungan ke rumahnya. seperti psikolog. C. yaitu yang menyangkut pencapaian tugas-tugas perkembangan atau aspek-aspek pribadi. Pengembangan Profesi Konselor secara terus menerus berusaha untuk memperbaharui pengetahuan dan ketrampilannya melalui: (1) in service training. Dukungan Sistem 1. peserta didik akan memiliki pemahaman. Konsultasi Konselor menerima pelayanan konsultasi bagi guru. sosial. Peserta didik yang menjadi pembimbing sebelumnya diberikan latihan atau pembinaan konselor. Manajemen program Program pelayanan BK tidak mungkin akan tercipta. Melakukan kegiatan yang sesuai dengan tujuan atau perencanaan yang telah ditetapkan. (3) ABKIN. Perencanaan Individual Konselor membantu peserta didik menganalisis kekuatan dan kelemahan dirinya berdasarkan data atau informasi yang diperoleh. Pelayanan perencanaan individual ini dapat dilakukan juga melalui pelayanan penempatan (penjurusan dan penyaluran) untuk membentuk peserta didik menempati posisi yang sesuai dengan bakat dan minatnya. Peserta didik yang menjadi pembimbing berfungsi sebagai mentor atau tutor yang membantu peserta didik lain dalam memecahkan masalah yang dihadapinya baik akademik maupun nonakademik. psikister dan dokter. Merumuskan tujuan dan merencanakan kegiatan yang menunjang pengembangan dirinya atau kegiatan yang berfungsi untuk memperbaiki kelemahan dirinya. (3) aktif dalam kegiatan-kegiatan ilmiah. (4) melanjutkan studi ke program yang lebih tinggi. 6. 9. orangtua atau pihak pimpinan sekolah/madrasah yang terkait dengan upaya membangun kesamaan persepsi dalam memberikan bimbingan kepada peserta didik. menciptakan lingkungan sekolah/madrasah yang kondusif bagi perkembangan peserta didik. belajar dan karir. 3. seperti seminar dan lokakarya atau. Pertemuan konferensi kasus ini bersifat terbatas dan tertutup. Jalinan kerjasama ini seperti dengan pihak-pihak: (1) instansi pemerintah. 2. (5) MGMP. pendidikan dan karir yang diperolehnya untuk: 1. 7. Kunjungan Rumah Yaitu kegiatan untuk memperoleh data atau keterangan tentang peserta didik tertentu yang sedang ditangani. dalam arti D. (6) Depnaker. Bimbingan Teman sebaya Bimbingan teman sebaya ini adalah bimbingan yang dilakukan oleh peserta didik terhadap peserta didik yang lainnya. 2. penerimaan dan pengarahan dirinya secara positif dan konstruktif.mutu pelayanan bimbingan. 8. kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya permasalahan peserta didik itu. (2) instansi swasta.

Riset dan Pengembangan Melakukan penelitian. 2. Ruang ini minimal dilengkapi dengan video-kamera. termasuk penelitian. 3. monitor televisi dan ruang pengamat yang dibatasi dengan kaca satu arah yang hanya tembus pandang dari tempat pengamat. 4. Sarana dan prasarana tersebut digunakan untuk pengembangan keilmuan dan pembelajaran dalam bidang BK. E. bimbingan dan konseling harus ditempatkan sebagai bagian terpadu dari seluruh program sekolah/madrasah dengan dukungan wajar dalam aspek ketersediaan sumber daya manusia (konselor) maupun sarana dan pembiayaan. sehingga yang sedang berlatih tidak merasa terganggu. Sekolah latihan adalah sekolah menengah yang berada di dalam dan atau di luar kampus. Ruang demonstrasi-observasi merupakan ruang untuk berlatih menguasai ketrampilan dasar wawancara dan ketrampilan konseling. satu sekolah menengah latihan maksimal untuk 10 mahasiswa. mengikuti kegiatan profesi dan peningkatan profesi serta kegiatan pada organisasi profesi. pusat sumber belajar berbagai media dalam teknologi informasi dan komunikasi dan fasilitas khusus untuk latihan wawancara konseling. Perpustakaan yang memuat buku/sumber-sumber yang berkaitan dengan BK.dilakukan secara jelas. 5. sekolah latihan. Lembaga penyelenggara program S-1 BK mengutamakan pemanfaatan secara optimal sarana dan prasarana yang dimiliki. seperti perpustakaan. Oleh karena itu. dengan jumlah yang memadai. bengkel kerja. laboratorium. mengikuti aktivitas Sarana dan Prasarana 1. 3. sistematis dan terarah. latihan dan praktik BK. Selain ruang kelas yang memadai. 116 . perpustakaan serta laboratorium untuk BK. sarana utama lain yang diperlukan dalam penyelenggaraan S-1 BK adalah ruang yang disediakan dan dirancang khusus sebagai ruang demonstrasi-observasi dan yang berada di kampus.

Supaya keputusan itu dapat dipenuhi. dalam kegiatan evaluasi program bimbingan dan konseling pengambilan keputusan merupakan aspek yang sangat penting. PROSES DAN HASIL BK A. Suatu proses pengumpulan informasi untuk mengetahui dan menentukan efektivitas dan efisiensi program bimbingan dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling dalam membantu para siswanya agar mereka dapat mengetahui dan memahami kebutuhan-kebutuhan kemampuan dan kelemahannya. pelaksanaan. 3.BAB IV EVALUASI PROGRAM. Sedangkan Stufflebeam 1971 mengemukakan bahwa evaluasi adalah suatu proses mengupayakan data dan informasi yang berguna untuk mengambil suatu keputusan (Uman Suherman. 2. 4. Evaluasi program bimbingan dan konseling adalah suatu proses yang di dalamnya terdapat langkah-langkah perencanaan. Untuk lebih memperjelas keterkaitan evaluasi dengan proses pembuatan kebijakan dan keputusan dapat dilihat skema berikut: INFORMASI TUJUAN PEMBUATAN KEPUTUSAN ALTERNATIF PILIHAN: PERUBAHAN PERBAIKAN PENGEMBANGAN PENGAYAAN EVALUASI 117 . serta kemungkinan-kemungkinan pengembangannya. 2011). dan pengembangannya. memperoleh atau menghasilkan informasi yang berguna untuk mempertimbangkan suatu keputusan. latihan staf dan peningkatannya. Evaluasi program bimbingan dan konseling adalah suatu lingkaran yang berkesinambungan dan melengkapi dalam susunan program. 2. justru untuk melayani pengambilan keputusan. Suatu proses sistematis dalam mengumpulkan data dan kegiatan analisis untuk menentukan nilai dari suatu program dalam membantu pengelolaan. agar memperoleh pertimhangan yang sebaik-baiknya tentang usaha. Perencanaan dan pengembangan merupakan proses yang banyak berkenaan dengan evaluator dan pembuat keputusan serta pelaksanaannya tidak hanya bersifat teknis. Evaluasi program bimbingan dan konseling dalam pengembangannya adalah untuk dapat membuat keputusan melalui informasi yang cukup. Pada akhirnya. Pengertian Evaluasi Beberapa pengertian tentang evaluasi sering dikemukakan oleh beberapa ahli seperti: Lessinger 1973 mengemukakan bahwa evaluasi adalah proses penilaian dengan jalan membandingkan antara tujuan yang diharapkan dengan kemajuan/prestasi nyata yang dicapai. Gibson dan Mitchell mengemukakan bahwa proses evaluasi adalah untuk mencoba menyesuaikan data objektif dari awal hingga akhir pelaksanaan program sebagai dasar penilaian terhadap tujuan program. efektivitas dan efisiensi tidaknya suatu program. Wysong 1974 mengemukakan bahwa evaluasi adalah proses untuk menggambarkan. maka dalam pelaksanaan evaluasi program bimbingan dan konseling perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut: 1. Karena suatu penilaian dianggap perlu dilakukan. perencanaan program. Berdasarkan pada rumusan pengertian evaluasi di atas dapat disimpulkan bahwa evaluasi program bimbingan dan konseling adalah: 1.

7. 5. 3. 8. 2. 4. D. 2. Menumbuhkan dan meningkatkan partisipasi dalam pembuatan keputusan bersama. 118 . Fungsi Evaluasi Pada umumnya para ahli mengemukakan bahwa evaluasi adalah proses mendapatkan/memperoleh data atau informasi yang berguna untuk membuat suatu keputusan. Atas dasar itulah kegiatan evaluasi program bimbingan dan konseling memiliki fungsi sebagai berikut: 1. fungsi pelaksanaan evaluasi program bimbingan dan konseling diperlukan adanya pelaksanaan evaluasi yans baik. Meningkatkan pemahaman setiap personel dalam mengembangkan kemampuan profesionalnya. 7. Menyetujui atau menolak pelaksanaan program bimbingan dan konseling dengan memberikan bukti tentang apa yang telah dicapai dan belum di capai dalam pelaksanaan program. 3. 6. Kedua tujuan evaluasi program bimbingan dan konseling itu dapat dikembangkan secara operasional sebagai berikut: 1. Tingkat efektivitas dan efisiensi strategi pelaksanaan program bimbingan dan konseling yang telah dilak-sanakan dalam jangka waktu tertentu. atau perkembangan orang-orang yang telah dilayani melalui program bimbingan dan konseling. Memperoleh pegangan yang kuat dalam mempublikasikan peranan bimbingan dalam masyarakat. 2. Mengetahui sejauh mana keterlibatan semua pihak dalam menunjang keberhasilan program bimbingan dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling. Memperoleh informasi yang kuat dalam mengembangkan program bimbingan dan konseling selanjutnya. Meningkatkan kepercayaan dalam melaksanakan dan mempertimbangkan kegiatan dengan cara yang lebih baik. 9. Mengetahui sumbangan program bimbingan dan konseling terhadap pencapaian tujuan institusional khususnya dan tujuan pendidikan pada umumnya. Mengetahui jenis layanan bimbingan yang sudah/belum dilaksanakan atau perlu diperbaiki. 6. C. Meneliti secara periodik hasil pelaksanaan program bimbingan dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling. Meningkatkan kualitas pelaksanaan program bimbingan dan konseling dengan memberikan acuan/dasar agar pelaksanaannya lebih efektif dan efisien. Membantu mengembangkan kurikulum sekolah yang mempunyai kesesuaian dengan masalah dan kebutuhan para siswanya. Tujuan Evaluasi Secara sepintas di atas telah dikemukakan bahwa pelaksanaan evaluasi program bimbingan dan konseling adalah untuk memenuhi dua tujuan utama. Prinsip-prinsip Evaluasi Untuk memenuhi tujuan dan.B. Mengukur pelaksanaan program bimbingan dan konseling dengan jalan membandingkan atau membuktikan tingkat kemajuan yang telah dicapai. 8. 4. 5. Mengetahui tingkat efektivitas metode/strategi layanan yang telah dilaksanakan. Memberikan umpan balik atau tanggapan terhadap peran dan tanggung jawab personel dalam pelaksanaan program bimbingan dan konseling. Karena itu. Artinya kegiatan evaluasi program bimbingan dan konseling harus memenuhi aturan dan memperoleh hasil yang dapat digunakan untuk mempertimbangkan langkah selanjutnya. Memberikan informasi atau data pada para pembuat keputusan. yaitu untuk mengetahui: 1. Meningkatkan pemahaman terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan program dan akibatnya. Taraf kemajuan program bimbingan dan konseling.

Prinsip pelaksanaan evaluasi perlu memperhatikan faktor-faktor yang telah direncanakan sehingga terjadi berinteraksi antara faktor yang satu dengan lainnya dan dapat membantu pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. 4. dapat dipusatkan pada program bimbingan dan konseling secara keseluruhan atau pada tujuan khusus secara terpisah-pisah. singkat. Hasil kegiatan evaluasi yang baik adalah yang dapat memberikan sumbangan pertimbangan dalam membuat kebijakan dan keputusan 119 . Data atau informasi yang dibutuhkan. Alat pengumpulan data yang digunakan. f. Sumber data atau informasi yang dapat dihubungi. Kegiatan evaluasi program bimbingan dan konseling bukan merupakan kegiatan yang bersifat insidental. e. Pelaksanaan Evaluasi: Setelah rencana itu disusun dan disetujui. Identifikasi Tujuan yang akan Dicapai: Melakukan identifikasi terhadap tujuan yang ingin dicapai sangat penting karena memberikan arah pekerjaan yang akan dilaksanakan. b. 2. Artinya. pelaksanaan evaluasi program bimbingan dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling bergantung pada cara/metoda yang digunakan. Komponenkomponen rencana evaluasi program bimbingan dan konseling yang perlu dikembangkan antara lain: a. yaitu meliputi serangkaian kegiatan yang berurut sebagai berikut: 1. tetapi data atau informasi itu digunakan sebagai dasar kebijakan atau keputusan dalam pengembangan program bimbingan dan konseling selanjutnya. Prosedur evaluasi. operasional dan dapat diukur. d. c. tetapi merupakan proses kegiatan yang sistematis dan berkesinambungan. Langkah awal kegiatan evaluasi adalah menetapkan parameter atau batasan-batasan yang akan dievaluasi. kegiatan evaluasi merupakan suatu kegiatan yang berkesinambungan atau lebih tepat bila dikatakan siklus sebab tidak berhenti sampai terkumpulnya data atau informasi. 2. Karena itu kegiatan evaluasi program bimbingan dan konseling hendaknya memperhatikan prosedur dan langkah-langkah serta metoda atau strategi yang harus digunakan. E. Tujuan itu hendaknya jelas. Artinya selama melakukan evaluasi tetap mengacu pada tujuan yang telah ditetapkan. Menuntut umpan balik dan tindak lanjut. Pelaporan dan Pemanfaatan Hasil Evaluasi: Pelaporan dan pemanfaatan hasil evaluasi dianggap sangat penting sebab langkah ini merupakan bentuk konkrit sikap akuntabilitas atas program dan hasil kegiatan yang telah dilakukan seorang konselor beserta staf yang lainnya. 4. Prosedur Evaluasi Evaluasi program bimbingan dan konseling bukan merupakan kegiatan akhir. Pengembangan rencana evaluasi: Pengembangan rencana evaluasi merupakan langkah lanjutan setelah menetapkan tujuan yang ingin dicapai. Personel pelaksanaan. Bagaimana pelaporan dan pada siapa laporan itu disampaikan. Kejelasan tujuan yang akan dicapai dalam suatu kegiatan evaluasi. 5. Kriteria penilaian. 3. sehingga hasil evaluasi dapat digunakan untuk membuat kebijakan/ keputusan. g. 3. Waktu pelaksanaan. Melibatkan pihak yang betul-betul memahami tentang konsep dasar bimbingan dan konseling secara kom-prehensif.pelaksanaan evaluasi program bimbingan dan konseling hendaknya memperhatikan beberapa prinsip sebagai berikut: 1. Memerlukan adanya kriteria pengukuran.

c. Tujuan umum program bimbingan dan konseling di sekolah. Penilaian terhadap hasil diarahkan pada pencapaian tujuan program baik jangka pendek maupun jangka panjang. peraturan pemerintah. Proses penyusunan program. Tujuan khusus program bimbingan dan konseling dari setiap materi dan jenis kegiatan yang dilakukan. 2) Perencanaan individual. Program bimbingan dan konseling itu dikembangkan semata-mata berdasarkan hasil evaluasi. 4) Waktu. tetapi lebih ditekankan pada pelaksanaan setiap komponen yang telah ditetapkan dalam program sebelumnya. seperti visi dan misi pendidikannya. 3) Biaya. berkaitan dengan waktu perencanaan dan pelaksanaan serta pertanggungjawabannya. b. 3. keputusan dan kebijakan baik berasal dari pemerintah maupun sekolah. Program BK: Aspek-aspek yang harus dinilai dalam program bimbingan dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling sekolah adalah sebagai berikut: a. Hasil yang Dicapai: Penilaian terhadap hasil menekankan pada pengumpulan data atau informasi mengenai keberhasilan dan pengaruh kegiatan layanan bimbingan dan konseling yang telah dilakukan. 4. Aspek yang dinilai dalam proses bimbingan dan konseling lebih ditekankan terhadap interaksi antara unsur-unsur yang telah ditetapkan dalam program. berkaitan dengan ruangan dan alat-alat pengumpulan dan penyimpanan data. 2. Tujuan dan Keberhasilan yang Diharapkan: Penentuan tujuan merupakan bidang manajemen yang sangat penting. personel. singkat. apakah melalui penelaahan kebutuhan dan kondisi sekolah dengan melibatkan tim pengembang atau hasil pekerjaan perseorangan. Dasar atau acuan penyusunan program. Kurikulum layanan: 1) Layanan dasar. 4) Dukungan sistem d. 2) Fasilitas. Penilaian terhadap proses tidak hanya mengetahui apakah komponen-komponen itu ada atau tidak. Beberapa aspek tujuan yang hendaknya diperhatikan antara lain: a. bagaimana program bimbingan dan konseling itu diwujudkan. berkaitan dengan anggaran dan sumber biayanya. diganti. aspek-aspek program bimbingan dan konseling dan konseling dan konseling yang harus dievaluasi adalah sebagai berikut: 1. karena itu tujuan program bimbingan dan konseling hendaknya jelas. seperti produk hukum dalam bentuk undang-undang. b. Pengorganisasian yang berkaitan dengan: 1) Personel. serta bagaimana pelaksanaannya diantara komponen-komponen atau unsur-unsur tersebut. Bisa berkaitan dengan jenis layanan. Dengan kata lain penilaian proses adalah menelaah kesesuaian antara peran yang diberikan atau diharapkan dengan kinerja yang ditunjukkan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan dalam rencana program. menyangkut tugas dan tanggung jawab serta alur komunikasi/tata kerja diantara staf sekolah dan bimbingan. operasional dan terukur. Aspek- 120 . 3) Layanan responsif. Proses Layanan Bimbingan: Seperti telah dikemukakan pada pendekatan penilaian bahwa penilaian terhadap proses ditekankan pada pengumpulan data atau informasi mengenai interaksi komponen-komponen aspek yang terdapat dalam suatu program.selanjutnya. waktu dan fasilitas lainnya. diubah atau Secara operasional.

3) Pemahaman tentang program bimbingan dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling di sekolah. Perkembangan sekolah. Dengan kata lain. berkaitan dengan aspek: 1) Pemahaman tentang kemampuan dan kelemahan diri. baik keberadaan mereka sebagai makhluk individu. pada waktu tertentu. Gibson and Mitchell (Uman suherman. 2011) mengemukakan tiga rnacam metode evaluasi seperti berikut: 1. apakah sesuai dengan yang seharusnya atau tidak). 121 . 5) Pemahaman tentang bantuan pemecahan masalah yang dihadapi siswa. d. 2) Pemahaman tentang program bimbingan dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling dan partisipasi mereka dalam pelaksanaannya. F. Perkembangan guru. dalam pelaksanaannya sering menggunakan pre-tes dan post-tes. Caranya adalah membandingkan kemampuan sebelum dan setelah kegiatan dilakukan. Metode ini biasanya digunakan untuk mengevaluasi rumusan program. 4) Keberhasilan belajar mengajar. tetapi hasilnya tidak sesuai dengan tujuan semula karena semata-mata terdapat kesalahan dalam pelaksanaannya. 2. 5) Pemahaman tentang penanaman disiplin. 2) Pemahaman tentang jenjang/program pendidikan yang dipilih. berkaitan dengan aspek-aspek: 1) Pemahaman tentang para siswa. Perkembangan diri siswa. b.aspek hasil program bimbingan dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling yang hendaknya dievaluasi adalah sebagai berikut: a. 4) Penyesuaian terhadap lingkungan yang dihadapinya. Comparison Method: yaitu metode yang dilakukan dengan cara membandingkan kelompok yang diberikan layanan bimbingan dengan yang tidak diberikan layanan bimbingan. maupun sebagai makhluk Tuhan. kondisi-kondisi atau komponen-komponen yang mendukung. 4) Hubungan penyelenggaraan program bimbingan dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling dengan program pendidikan di sekolah secara keseluruhan. 3. Sehubungan dengan metode pelaksanaan evaluasi program bimbingan dan konseling. teknik ini dilakukan dengan cara membuat dua kondisi yang berbeda tetapi mempunyai tujuan yang sama. Tidak jarang suatu perencanaan evaluasi itu baik. Metode Evaluasi Pelaksanaan kegiatan evaluasi program bimbingan dan konseling memerlukan suatu strategi atau metode-metode yang efektif dan efisien. c. 2) Pencapaian tujuan institusional. Before and After Method: metode ini digunakan untuk mengidentifikasi kemajuan yang telah dicapai melalui suatu kegiatan tertentu. 4) Pemahaman tentang kelanjutan pendidikan siswa. pelaksanaannya (interaksi antara komponen-komponen itu. 3) Menurunnya angka persentase pelanggaran disiplin sekolah. 3) Peningkatan prestasi akademik. sosial. 3) Bantuan pemecahkan masalah belajar siswa. berkaitan dengan aspek-aspek: 1) Keberhasilan sekolah dalam menyelenggarakan pembelajaran dan pendidikan. Perkembangan orang tua siswa/masyarakat. The How do We Stand Method: yaitu metode yang digunakan untuk mengidentifikasi hasil-hasil program yang diharapkan sesuai dengan karakteristik dan kriteria keberhasilannya. berkaitan dengan aspek-aspek: 1) Pemahaman tentang perkembangan putera-puterinya. 2) Pemahaman tentang keberhasilan putera-puterinya dalam belajar.

Penyusunannya disesuaikan dengan program pendidikan dan pengajaran di sekolah yang bersangkutan. sedangkan yang dapat bertindak sebagai evaluator adalah terutama koordinator bimbingan dan konseling. sumber data yang dapat kita hubungi dalam memperoleh informasi mengenai program bimbingan dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling adalah: 1. Di bawah ini dikemukakan beberapa jenis kriteria penilaian yang dapat dijadikan sebagai patokan dalam membuat keputusan: 1. Para ahli atau lembaga tertentu yang berkaitan dengan pelaksanaan program bimbingan dan konseling di sekolah. Wali Kelas. Mempunyai tujuan yang ideal tetapi realistis. 5. Mencerminkan komunikasi yang berkesinambungan diantara semua staf pelaksana. karena itu untuk menghindari unsur subjektivitas diperlukan adanya rumusan kriteria sebagai acuan penilaian. d. h. Memberikan kemungkinan pelayanan pada seluruh siswa. tetapi dari berbagai pihak yang mempunyai keterkaitan dengan pelaksanaan bimbingan di sekolah. Sumber Data Untuk memperoleh data atau informasi yang objektif diperlukan sumber data yang dapat memberikan keterangan. Orang tua dan masyarakat. apakah untuk mengevaluasi rumusan programnya. g. guru. Untuk itu data yang kita gall hendaknya bukan dari satu pihak saja. Siapa sumber data yang perlu dihubungi? tentunya disesuaikan dengan data atau informasi yang diperlukan. Kriteria Rumusan Program Untuk menilai rumusan program bimbingan dan konseling dapat dilihat dari sejauh mana program itu telah memenuhi persyaratan atau ciri-ciri program bimbingan dan konseling baik (sebagaimana dikemukakan para ahli). Dikembangkan secara berangsur-angsur dengan melibatkan semua unsur petugas. Siswa dan teman terdekatnya. kepala sekolah. 8. e. Menyediakan fasilitas yang dibutuhkan.G. Sehubungan dengan kriteria rumusan program. kelancaran interaksi komponen-komponen program dalam proses pelaksanaannya. Staf Sekolah lainnya seperti pegawai tata usaha. Guru mata pelajaran. penilik atau pengawas sekolah. Kriteria evaluasi tergantung pada tujuan dan aspek yang dievaluasi. b. Oleh karena itu. Kriteria Evaluasi Penilaian terhadap suatu program adalah untuk menentukan suatu kebijakan atau keputusan. 122 . data atau informasi yang dapat dipercaya pula. Koordinator BP. 4. H. baik berkenaan dengan diri siswa. kemampuan profesional profesional atau untuk mengevaluasi hasil yang telah dicapai melalui program bimbingan dan konseling di sekolah itu. Diatur menurut skala prioritas berdasarkan kebutuhan siswa. Bila evaluasi program bimbingan dan konseling ditujukan untuk menilai semua aspek tersebut di atas. maka diperlukan berbagai jenis dan bentuk kriterianya. Kepala Sekolah. 3. 7. 2. Keputusan seseorang kadang-kadang dipengaruhi unsur subjektivitas dirinya. kepala sekolah maupun orang tua dan masyarakat. f. c. 6. Disusun dan dikembangkan berdasarkan kebutuhan nyata siswa. Miller (1961) mengemukakan bahwa program bimbingan dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling yang baik adalah yang bercirikan hal-hal sebagai berikut: a.

5) Pelayanan yang diberikan dalam berbagai jenis bimbingan. 6) Pemberian konseling umum dan khusus. Berlangsung sejalan dengan proses penilaian baik mengenai program itu sendiri. 4) Jalur komunikasi/mekanisme kerja yang telah ditetapkan itu mendukung pelaksanaan program secara efektif dari efisien. c. 3) Jumlah personel yang ada mencukupi kebutuhan atau sesuai dengan keadaan siswa.i. keterampilan serta sikap para petugas pelaksanannnya. dan kemajuan pengetahuan. Menjamin keseimbangan dan kesinambungan pelayanan bimbingan dalam hal: 1) Pelayanan kelompok dan individual. 2) Pemakaian biaya tidak menyimpang dari rencana semula. 2) Alat-alat itu digunakan sesuai dengan fungsinya. 4) Penelaahan tentang siswa dan pemberian konseling. formasi di suatu lembaga pekerjaan/instansi) dan kualitatif yang ditandai dengan perubahan-perubahan dan perkembangan-perkembangan perilaku subjek yang mendapat layanan bimbingan dan konseling. b. kemajuan siswa yang dibimbing. Jenis Layanan 1) Setiap jenis layanan dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana. tetapi dalam perkembangannya tidak berarti layanan bagi subjek lainnya diabaikan. Subjek utama utama layanan bimbingan adalah siswa. 3. 2) Pelayanan yang diberikan oleh masing-masing guru pembimbing. Beberapa pernyataan yang dapat dijadikan sebagai kriteria evaluasi pelaksanaan program bimbingan dan konseling adalah sebagai berikut: a. 3) Biaya diperoleh dari sumber dana yang tetap. Anggaran Biaya 1) Anggaran biaya yang dibutuhkan tersedia. Memperlihatkan peranan yang penting dalam meng-hubungkan sekolah dengan masyarakat. Personel 1) Semua staf bimbingan telah melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. 3) Semua layanan pada pelaksanaannya mengacu pada tujuan dan fungsi yang diharapkan. 3) Fasilitas atau alat yang tersedia dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan. d. Kriteria Pelaksanaan Program Bila penilaian terhadap program lebih ditekankan pada aspek material atau bahan masukan (input) yang tersedia. Keberhasilan dapat dimanifestasikan dari segi kuantitatif (yang ditandai dengan angka lulusan. 4) Kualitas setiap fasilitas itu dapat menunjang pelaksanaan setiap jenis layanan bimbingan. 4) Setiap jenis layanan dalam pelaksanannya sesuai dengan prosedur semestinya. keberhasilan di perguruan tinggi. Kriteria Keberhasilan Program Keberhasilan program bimbingan dan konseling yang telah dilaksanakan dapat dilihat dari dampak atau pengaruhnya. 5) Fasilitas yang tersedia dapat mencukupi kebutuhan pelaksanaan bimbingan. Layanan bagi 123 . k. 2) Kemampuan yang dibutuhkan dari setiap personel mendukung kelancaran pelaksanaan tugasnya. Fasilitas 1) Semua alat-alat administrasi yang telah ditentukan tersedia. j. maka penilaian pelaksanaan program bimbingan dan konseling ditekankan pada teknis interaksi diantara aspek-aspek itu. 2. 2) Semua siswa telah terlayani sesuai dengan kebutuhannya. 3) Penggunaan alat ukur yang objektif dan subjektif.

d. 6) Memahami dan menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial yang dihadapinya. 2) Tercapainya peningkatan pencapaian tujuan institusional yang ditandai dengan: a) Tingginya angka lulusan. Pelaksanaan program bimbingan dan konseling dapat dikatakan berhasil apabila para siswa mampu menunjukkan perilakunya sebagai berikut: 1) Mengetahui dan memahami program bimbingan dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling yang dilaksanakan sekolahnya. Pelaksanaan program bimbingan dan konseling di sekolah dapat dikatakan berhasil apabila ditunjukkan dengan: 1) Tercapainya peningkatan keberhasilan proses pembelajaran. 5) Meningkatkan keberhasilan proses belajar mengajar. Pelaksanaan program bimbingan dan konseling dapat dikatakan berhasil apabila para guru menunjukkan perilaku sebagai berikut: 1) Mengetahui dan memahami program bimbingan dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling yang dilaksanakan disekolahnya.subjek yang lain dilakukan karena pada dasarnnya bimbingan dan konseling merupakan kegiatan integral dari keseluruhan proses pendidikan. b. Kriteria keberhasilan bagi perkembangan sekolah. kepala sekolah. Kriteria keberhasilan para siswa. sosial dan personal siswa. 2) Berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling yang ditandai dengan: 124 . 3) Memahami para siswa sebagai individu yang unik. orang tua siswa dan masyarakat. baik yang ber-hubungan dengan kelanjutan pendidikan maupun dunia kerja yang sesuai dengan bakat. c. 2) Berpartisipasi dalam pelaksanaan program bimbingan dan konseling dan konseling dan konseling dan konseling dengan peran dan tanggung jawab. Karena itu keberhasilan pelayanan bimbingan dan konseling itu pun dapat dilihat dampaknya pada para siswa. b) Tingginya angka lulusan yang diterima di Perguruan Tinggi dan di lapangan pekerjaan. keterampilan dan sikap serta nilai kehidupannya. c) Rendahnya angka yang tinggal kelas dan putus sekolah. serta perkembangan sekolah itu sendiri. 4) Membantu memecahkan masalah yang dicapai oleh para siswa. d) Meningkatnya perkembangan intelektual. 2) Mengetahui dan memahami kemampuan dan kelemahan dirinya. Beberapa kriteria keberhasilan pelayanan bimbingan dan konseling yang bisa dijadikan dasar pengambilan kebijakan atau keputusan adalah sebagai berikut: a. minat. 5) Mampu merencanakan masa depannya. dan kemampuannya. Pelaksanaan program bimbingan dan konseling dapat dikatakan berhasil apabila orang tua dan masyarakat menunjukkan perilaku sebagai berikut: 1) Mengetahui dan memahami program bimbingan dan konseling yang dilaksanakan di sekolah. Kriteria keberhasilan bagi orang tua dan masyarakat. 4) Meningkat dalam pengetahuan. e) Meningkatnya animo masyarakat untuk menyekolahkan putera-puterinya pada sekolah yang bersangkutan. guru. Kriteria keberhasilan bagi guru. 3) Memahami jenjang pendidikan dan prospek pendidikan yang sedang ditempuhnya.

(Bahan Diklat Profesi Guru Rayon 11 DIY dan Jateng). Menyesuaikan keinginannya dengan kondisi yang dimiliki putera-puterinya. P. Manajemen Bimbingan dan Konseling. Sunaryo Kartadinata. J. Transforming the School Counseling Profesion. Memahami perkembangan putera-puterinya. baik untuk kelanjutan studi cnaupun dalam memasuki kerjanya. Brandley T. New Jersey: Pearson Education Ltd. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta. b) Membantu menyediakan fasilitas yang dibutuhkan untuk kelanjutan proses pendidikan pada umumnya. Yogyakarta: Penerbit Universitas Sanata Dharma. Memahami keberhasilan belajar putera-puterinya. seorang penilai dapat melihat sampai seberapa jauh dari sekian kriteria tersebut tampak dalam perilaku masingmasing subjek layanan. American School Counselor Association. Uman Suherman. Gysbers. VI/11 Mei 2003. c) Mengkomuikasikan perkembangan putera-puterinya pada pihak sekolah. Bimbingan dan Konseling Perkembangan. Bandung: Refika Aditama. terutama di luar sekolah. Developing & Managing Your School Guidance and Counseling Program. Misalnya patokan nilaian yang ditentukan adalah sebagai berikut: NO 01 02 03 RENTANGAN PERSENTASE ≥ 75 50 – 74 ≥ DAFTAR PUSTAKA Achmad J. Bandung: Penerbit UPI. Bimbingan dan Konseling dalam Berbagai Latar Kehidupan. Jurnal Bimbingan dan Konseling. & Henderson. Nurihsan. Departemen Pendidikan Nasional. Untuk mempermudah pelaksanaan analisis. 2008. Erford. P. 2006. d) Meneliti perkembangan putera-puterinya. 2000. 2011. L. N. 2011. Manajemen Bimbingan dan Konseling Komprehensif. A. maka gambaran hasil atau dampak pelaksanaan program bimbingan dan konseling bisa dikatakan baik. The National Model for School Counseling Programs. 2003. 2008. terutama yang berhubungan dengan pemecahan masalah yang dihadapi puteraputerinya. Fajar Santoadi. C. Penyusunan Program BK di Sekolah . Fatur Rahman. Penataan Pendidikan Profesional Konselor dan Layanan Bimbingan dan Konseling dalam Jalur Pendidikan Formal. Alexandria: American Counseling Association. Vol. Cara lain ialah dengan terlebih dahulu menentukan suatu nilai patokan yang harus dicapai. 2010.3) 4) 5) 6) a) Memenuhi setiap undangan yang diberikan sekolah. kemudian dibandingkan dengan pencapaiannya sendiri. Pendekatan Alternatif bagi Perbaikan Mutu dan Sistem Manajemen Layanan Bimbingan dan Konseling Sekolah. Bandung: Rizqi Press. Membantu memecahkan masalah yang dihadapi putera-puterinya. & Hatch. Lebih banyak perilaku yang ditunjukkan masing-masing subjek sesuai dengan kriteria di atas. Bowers. 2007. KUALIFIKASI SANGAT BAIK BAIK KURANG BAIK 125 .

126 .

Sebelum pelatihan dilaksanakan seyogyanya peserta pelatihan telah membaca terlebih dahulu materi latih. Deskripsi Materi dalam buku ajar ini mencakup berbagai macam bidang layanan bimbingan dan konseling yang diterapkan di lingkungan sekolah yaitu bidang layanan pribadi. 2. 3. peserta PLPG BK memperoleh pengetahuan dalam memahami dan menerapkan bidang-bidang layanan bimbingan dan konseling serta kompetensi kemandirian peserta didik. dan akan lebih baik lagi jika ada partner yang bisa diajak berkomunikasi dalam memahami isi buku ini. Pada setiap akhir suatu pembahasan disediakan tugas yang harus dikerjakan dengan sungguh-sungguh. Petunjuk Belajar Agar peserta PLPG dapat mengikuti kegiatan ini dengan lancar dan baik maka perlu diperhatikan beberapa petunjuk belajar sebagai berikut : 1. C. 4. dan lakukan pencatatan yang dianggap penting. Jika diberi kesempatan bertanya oleh dosen pergunakanlah dengan sebaik-baiknya dan jika menemukan sumber yang berbeda tanyakan pula kepada dosen atau instruktur dengan cara yang baik. Kerjasama dalam kegiatan ini sangat diperlukan guna mencapai hasil yang maksimal. Untuk mempraktekkan isi dari masing-masing bidang layanan BK dalam berbagai jenis layanan BK. Lakukan pencatatan dengan sebaik-baiknya sebagai laporan praktek. subyek yang bisa saudara pergunakan praktek ada di sekitar saudara. Selain itu buku ajar ini juga memuat standar kompetensi kemandirian peserta didik di sekolah. Indikator dalam bahan ajar ini diharapkan peserta dapat: Menjelaskan konsep dasar bimbingan dan konseling Menjelaskan bidang layanan BK Pribadi Menjelaskan bidang layanan BK Sosial Menjelaskan bidang layanan BK Belajar Menjelaskan bidang layanan BK Karir Menjelaskan jenis-jenis layanan BK Menjelaskan kegiatan pendukung BK Menerapkan bidang-bidang layanan BK dalam jenis layanan BK Memahami dan menerapkan standar kompetensi kemandirian peserta didik B. Kompetensi dan Indikator Setelah mempelajari materi ini. Prasyarat Buku ajar ini khususnya disusun untuk peserta PLPG bidang Bimbingan dan Konseling (BK). dan bidang layanan karir yang dapat diterapkan di sekolah dengan menggunakan berbagai jenis layanan BK yang ada.BAB I PENDAHULUAN A. Perhatikan ceramah yang diberikan oleh dosen atau instruktur dengan cermat. bidang layanan sosial. 127 . D. bidang layanan belajar. Prasyarat yang diperlukan bagi peserta PLPG untuk mempelajari bahan ajar ini adalah peserta lulusan S1 Program Studi BK atau lulusan S1 Program Studi Lain yang pernah bertugas sebagai guru pembimbing di sekolah.

Menurut Prayitno dan Erman Amti (2004: 99). Menurut Bimo Walgito (2004: 4-5). Bimbingan adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh orang yang ahli kepada seseorang atau beberapa orang individu. dan kemungkinan keadaannya masa depan yang dapat ia ciptakan dengan menggunakan potensi yang dimilikinya. Kompetensi dan Indikator Para peserta pelatihan dapat memahami pengertian. dan peningkatan fungsi atau manfaat individu dalam lingkungannya. bimbingan dan konseling merupakan upaya proaktif dan sistematik dalam memfasilitasi individu mencapai tingkat perkembangan yang optimal. 2007). pengembangan lingkungan. Menjelaskan asas-asas bimbingan dan konseling Uraian Materi 1. 2004 : 11) menyebutkan bahwa konseling merupakan suatu hubungan profesional antara seorang konselor yang terlatih dengan klien. Bimbingan dan konseling memegang tugas dan tanggung jawab yang penting untuk mengembangkan lingkungan. Jadi pada dasarnya kegiatan bimbingan dan konseling bukanlah kegiatan pembelajaran dalam konteks adegan mengajar yang layaknya dilakukan guru sebagai pembelajaran bidang studi. 128 . dalam Prayitno 2004 : 101). B. (Tolbert. Dalam hal ini konseli dibantu untuk memahami diri sendiri. pengembangan perilaku yang efektif. Lebih lanjut konseli dapat belajar bagaimana memecahkan masalah-masalah dan menemukan kebutuhankebutuhan yang akan datang. Jones (Insano. Menjelaskan prinsip-prinsip bimbingan dan konseling 5. Menjelaskan fungsi bimbingan dan konseling 4. melainkan layanan ahli dalam konteks memandirikan peserta didik. Semua perubahan perilaku tersebut merupakan proses perkembangan individu.BAB II KONSEP DASAR BIMBINGAN DAN KONSELING A. Dengan demikian. fungsi. baik anak-anak. Hubungan ini biasanya bersifat individual atau seorang-seorang. Menjelaskan pengertian bimbingan dan konseling 2. yakni proses interaksi antara individu dengan lingkungan melalui interaksi yang sehat dan produktif. meskipun kadang-kadang melibatkan lebih dari dua orang dan dirancang untuk membantu klien memahami dan memperjelas pandangan terhadap ruang lingkup hidupnya. Menjelaskan tujuan bimbingan dan konseling 3. atau orang dewasa. membangun interaksi dinamis antara individu dengan lingkungan. keadaannya sekarang. mendefinisikan bahwa bimbingan adalah bantuan atau pertolongan yang diberikan kepada individu atau sekumpulan individu dalam menghindari atau mengatasi kesulitan-kesulitan hidupnya. Pengertian bimbingan dan konseling Bimbingan merupakan suatu proses pemberian bantuan. (Naskah Akademik ABKIN. Penataan Pendidikan Profesional Konselor dan Penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling dalam Jalur Pendidikan Formal. tujuan. merubah dan memperbaiki perilaku. agar orang yang dibimbing dapat mengembangkan kemampuan dirinya sendiri dan mandiri dengan memanfaatkan kekuatan individu dan sarana yang ada dan dapat dikembangkan berdasarkan norma-norma yang berlaku. membelajarkan individu untuk mengembangkan. Sedangkan konseling adalah hubungan pribadi yang dilakukan secara tatap muka antara dua orang dalam mana konselor melalui hubungan itu dengan kemampuankemampuan khusus yang dimilikinya. peserta pelatihan dapat: 1. prinsip dan asasasas bimbingan dan konseling Adapun indikatornya. agar individu dapat mencapai kesejahteraan dalam kehidupannya. remaja. menyediakan situasi belajar. demi untuk kesejahteraan pribadi maupun masyarakat. sehingga dapat membuat pilihan yang bermakna bagi dirinya.

maupun karir. Memahami dan mengatasi kesulitan-kesulitan sendiri. yaitu fungsi yang berkaitan dengan upaya konselor untuk senantiasa mengantisipasi berbagai masalah yang mungkin terjadi dan berupaya untuk mencegahnya. Fungsi ini berkaitan erat dengan upaya pemberian bantuan kepada siswa yang telah mengalami masalah. Adapun teknik yang dapat digunakan adalah layanan orientasi. kekuatan. Melalui fungsi ini. Fungsi bimbingan dan konseling a. 129 . mandiri. dan remedial teaching. 3. 6. 5. melainkan untuk seluruh peserta didik. 2. c. Menggunakan kemampuannya untuk kepentingan dirinya. Merencanakan kegiatan penyelesaian studi. 7. Mengenal dan memahami potensi. Mengatasi hambatan dan kesulitan yang dihadapi dalam studi. Secara khusus layanan Bimbingan dan Konseling bertujuan untuk membantu siswa agar dapat mencapai tujuan-tujuan perkembangan meliputi aspek pribadi. Berdasarkan pemahaman ini. pengenalan lingkungan dan pengambilan keputusan. maupun lingkungan kerja. supaya tidak dialami oleh peserta didik. yaitu fungsi bimbingan yang bersifat kuratif. Fungsi Pengentasan. pekerjaan. Tujuan bimbingan dan konseling Layanan bimbingan dan konseling diharapkan membantu peserta didik dalam pengenalan diri. Bimbingan belajar dimaksudkan untuk mencapai tujuan dan tugas perkembangan pendidikan. perkembangan karir serta kehidupan-nya di masa yang akan datang. 3. dan tugas-tugas perkembangannya. konselor memberikan bimbingan kepada siswa tentang cara menghindarkan diri dari perbuatan atau kegiatan yang membahayakan dirinya. Bimbingan pribadi – sosial dimaksudkan untuk mencapai tujuan dan tugas perkembangan pribadi – sosial dalam mewujudkan pribadi yang taqwa. Menyesuaikan diri dengan keadaan dan tuntutan dari lingkungannya. kepentingan lembaga tempat bekerja dan masyarakat. Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. Bimbingan konseling bertujuan untuk: a. Mengenal dan menentukan tujuan dan rencana hidupnya serta rencana pencapaian tujuan tersebut 4. serta memberikan arahan terhadap perkembangan peserta didik. tidak hanya untuk peserta didik yang bermasalah tetapi untuk seluruh peserta didik. d. peserta didik mendapatkan kesempatan untuk: 1. siswa diharapkan mampu mengembangkan potensi dirinya secara optimal. belajar. Bimbingan karier dimaksudkan untuk mewujudkan pribadi pekerja yang produktif. dan norma agama). Menyesuaikan diri dengan lingkungan pendidikan. sosial. lingkungan masyarakat serta lingkungan kerjanya. Mengembangkan seluruh potensi dan kekuatan yang dimiliki peserta didik secara optimal. Beberapa masalah yang perlu diinformasikan kepada para siswa dalam rangka mencegah terjadinya tingkah laku yang tidak diharapkan. c. Teknik yang dapat digunakan adalah konseling.2. dan bimbingan kelompok. belajar dan karier. Fungsi Pencegahan. penyesuaian dengan lingkungan pendidikan. b. b. Mengenal dan memahami potensi atau peluang yang ada di lingkungannya. Fungsi Pemahaman. dan menyesuaikan dirinya dengan lingkungan secara dinamis dan konstruktif. dan bertanggung-jawab. sosial. baik menyangkut aspek pribadi. informasi. yaitu fungsi bimbingan yang membantu peserta didik (siswa) agar memiliki pemahaman terhadap dirinya (potensinya) dan lingkungannya (pendidikan. Mengembangkan segala potensi dan kekuatan yang dimilikinya secara optimal. Layanan bimbingan dan konseling tidak terbatas pada peserta didik tertentu atau yang perlu ‘dipanggil’ saja”. masyarakat.

ialah untuk memberikan bimbingan yang tepat sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh individu yang bersangkutan. Teknik bimbingan yang dapat digunakan disini adalah layanan informasi. f. c. diskusi kelompok atau curah pendapat (brain storming). Adanya perbedaan individu dari pada individu-individu yang dibimbing. minat. j. b. pembimbing/konselor dapat membantu para guru dalam memperlakukan siswa secara tepat. dan karyawisata. jurusan atau program studi. Konselor dan personel Sekolah/Madrasah lainnya secara sinergi sebagai teamwork berkolaborasi atau bekerjasama merencanakan dan melaksanakan program bimbingan secara sistematis dan berkesinambungan dalam upaya membantu siswa mencapai tugastugas perkembangannya. konselor. Fungsi Penyaluran. memilih metode dan proses pembelajaran. keahlian dan ciri-ciri kepribadian lainnya. Fungsi Pengembangan. Dalam melaksanakan fungsi ini. Program bimbingan harus sesuai dengan bimbingan pendidikan di sekolah yang bersangkutan. Terhadap program bimbingan harus senantiasa diadakan penilaian yang teratur untuk mengetahui sampai dimana hasil dan manfaat yang diperoleh serta penyesuaian antara pelaksanaan dan rencana yang dirumuskan terdahulu. Konselor senantiasa berupaya untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. dan guru untuk menyesuaikan program pendidikan terhadap latar belakang pendidikan. konselor perlu bekerja sama dengan pendidik lainnya di dalam maupun di luar lembaga pendidikan. i. yang memfasilitasi perkembangan siswa. Dengan menggunakan informasi yang memadai mengenai siswa. Bimbingan harus berpusat pada individu yang dibimbing e. diantaranya: a. Bimbingan di arahkan kepada bantuan yang memberikan supaya individu yang bersangkutan mampu membantu atau menolong dirinya sendiri dalam menghapi kesulitan-kesulitannya. yaitu fungsi bimbingan yang sifatnya lebih proaktif dari fungsi-fungsi lainnya. h. yaitu fungsi bimbingan dalam membantu siswa memilih kegiatan ekstrakurikuler. jadi perlu di ingat bahwa sikap dan tingkah laku individu itu terbentuk dari segala aspek kepribadian yang unik dan khas.d. Bimbingan harus fleksibel sesuai dengan kebutuhan individu dan masyarakat. Fungsi Adaptasi. Fungsi Penyesuaian. g. Pelaksanaan program bimbingan harus dipimpinan oleh seorang petugas yang memiliki keahlian dalam bidang dan sanggup bekerjasama dengan para pembantunya serta dapat dan bersedia mempergunakan sumber – sumber yang berguna di luar sekolah. Kegiatan bimbingan itu berhubungan dengan sikap dan tingkah laku individu. home room. Bimbingan harus dimulai dengan identifikasi kebutuhan – kebutuhan yang dirasakan oleh individu yang dibimbing. dan kebutuhan siswa (siswa). kepala Sekolah/Madrasah dan staf. 4. Prinsip-prinsip bimbingan dan konseling Dalam kegiatan bimbingan terdapat 10 prinsip. kemampuan. baik dalam memilih dan menyusun materi Sekolah/Madrasah. d. maupun menyusun bahan pelajaran sesuai dengan kemampuan dan kecepatan siswa. g. yaitu fungsi bimbingan dalam membantu siswa (siswa) agar dapat menyesuaikan diri dengan diri dan lingkungannya secara dinamis dan konstruktif. dan memantapkan penguasaan karir atau jabatan yang sesuai dengan minat. bakat. 130 . f. e. Masalah yang tidak dapat diselesaikan disekolah diserahkan kepada individu atau lembaga yang mampu dan berwenang melakukannya. yaitu fungsi membantu para pelaksana pendidikan. tutorial.

• Kepala sekolah memegang tanggung jawab tertingi dalam pelaksanaan dan perencanaan program bimbingan. Prinsip – prinsip khusus yang berhubungan dengan individu yang memberikan bimbingan : • Konselor harus melakukan tugasnya sesuai dengan kemampuan dan kewajiban masing –masing. • Konselor hendaknya mempergunakan berbagai jenis metode dan teknik yang tepat dalam melakukan tugasnya. • Pelayanan bimbingan harus diberikan kepada semua siswa. • Konselor harus mendapat kesempatan untuk memperkembangkan dirinya serta keahliannya melalui berbagai keahlian tambahan (in-service training) dan penataran. • Harus ada kriteria untuk mengatur prioritas pelayanan bimbingan kepada siswa tertentu. • Konselor sekolah dipilih atas dasar kualifikasi kepribadian. • Pembagian waktu harus di atur untuk setiap petugas secara baik.Prinsip-prinsip khusus bimbingan Prinsip –prinsip khusus yang akan dibicarakan disini adalah prinsip khusus yang berhubungan dengan (1) individu yang dibimbinng atau siswa. Prinsip khusus yang berhubungan dengan individu yang dibimbing atau siswa.fakta dan informasi–informasi yang berhubungan dengan lingkungan induvidu. • Konselor hendaknya memperhatikan dan mempergunakan hasil – hasil penelitian dalam bidang minat. pengalaman dan kemampuannya. fakta. kemampuan dan hasil belajar indidividu untuk kepentingan perkembanagan kurikulum sekolah yang bersangkutan. • Individu yang mendapat bimbingan harus berangsur – angsur dapat membimbing dirinya. • Program bimbingan harus berpusat pada siswa • Pelayanan bimbingan harus dapat memenuhi kebutuhan – kebutuhan individu yang bersangkutan secara serba ragam dan serba luas. • Syarat mutlak dalam pelaksanaan layanan bimbingan yang baik ialah adanya kartu pribadi (cumulative record) bagi setiap individu (siswa) yang dibimbing. • Bimbingan harus dilaksanakan dengan secara kontinyu. • Sekolah harus bekerja sama dengan lembaga–lembaga di luar sekolah yang menyelenggarakan pelayanan yang berhubungan dengan bimbingan dan penyuluhan pada umumnya. • Data–data. (2) individu yang memberikan bimbingan. Untuk lebih jelasnya. (sekolah. 2. • Konselor harus menghormati dan menjaga kerahasiaan informasi tentang individu yang dibimbingnya. • Keputusan terakhir dalam proses bimbingan ditentukan oleh individu yang dibimbinng. (3) organisasi atau administrasi bimbingan. • Bimbingan harus dilaksanakan dalam situasi individual dan dalam situasi kelompok. • Program bimbingan harus disusun sesuai dengan kebutuhan sekolah yang bersangkutan. keluarga. • Konselor hendaknya selalu mempergunakan informasi yang tersedia mengenai individu yang dibimbing beserta lingkungannya. Prinsip – prinsip khusus yang berhubungan dengan Organisasi dan Admnistrasi Bimbingan. 3. pendidikan. ketiga prinsip khusus tesebut diatas diuraikan sebagai berikut: 1. dan masyarakat) harus diperhitungkan dalam memberikan bimbingan kepada individu yang bersangkutan. sesuai dengan masalah dan metode yang dipergunakan dalam memecahkan masalah itu. sebagai bahan untuk membantu individu yang bersangkutan ke arah penyesuaian diri yang lebih baik. 131 .

Prinsip-prinsip bimbingan dan konseling yang dilakukan di sekolah: 1. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban penuh memelihara dan menjaga semua data dan keterangan itu sehingga kerahasiaanya benar-benar terjamin. Asas kegiatan. Dalam hal ini guru pembimbing perlu mendorong peserta didik untuk aktif dalam setiap layanan/kegiatan bimbingan dan konseling yang diperuntukan baginya. ekonomi. Guru pembimbing hendaknya 132 . Prinsip yang berkaitan dengan pelaksanaan layanan − Tujuan akhir layanan BK adalah kemandirian individu − Keputusan dalam proses konseling berada di tangan klien − Permasalahan khusus ditangani oleh ahli yang berwenang (layanan alih tangan atau referal) Keterlaksanaan dan keberhasilan pelayanan bimbingan dan konseling sangat ditentukan oleh asas-asas sebagai berikut: 1. Agar peserta didik dapat terbuka. Asas kemandirian. yakni: peserta didik (konseli) sebagai sasaran layanan bimbingan dan konseling diharapkan menjadi siswa-siswa yang mandiri dengan ciri-ciri mengenal dan menerima diri sendiri dan lingkungannya. mampu mengambil keputusan. dan politik yang berkembang. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menunjuk pada tujuan umum bimbingan dan konseling. 3. 3. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban mengembangkan keterbukaan peserta didik (konseli). Keterbukaan ini amat terkait pada terselenggaranya asas kerahasiaan dan adanya kesukarelaan pada diri peserta didik yang menjadi sasaran layanan/kegiatan. pengaruh kondisi lingkungan terhadap kondisi mental dan fisik − Memperhatikan keadaan sosial. guru pembimbing terlebih dahuu harus bersikap terbuka dan tidak berpura-pura. Prinsip yang berkaitan dengan permasalahan individu − Menangani masalah klien yang berhubungan dengan pengaruh kondisi mental dan fisik terhadap penyesuaian diri dan interaksi sosial. dan masyarakat disusun secara berkesinambungan − Dilakukan penilaian yang terencana dan sistematis 4. kebutuhan individu. 5. Prinsip yang berkaitan dengan program layanan − Bagian integral dari proses pendidikan dan pengembangan − Fleksibel. Asas kesukarelaan. Asas keterbukaan. kompleks dan dinamis − Memperhatikan tahap dan aspek perkembangan − Memperhatikan perbedaan individu 2. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menuntut dirahasiakannya segenap data dan keterangan tentang peserta didik (konseli) yang menjadi sasaran layanan. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki adanya kesukaan dan kerelaan peserta didik (konseli) mengikuti/menjalani layanan/kegiatan yang diperlukan baginya. baik di dalam memberikan keterangan tentang dirinya sendiri maupun dalam menerima berbagai informasi dan materi dari luar yang berguna bagi pengembangan dirinya. 4. mengarahkan serta mewujudkan diri sendiri. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban membina dan mengembangkan kesukarelaan tersebut. Asas Kerahasiaan. yaitu data atau keterangan yang tidak boleh dan tidak layak diketahui oleh orang lain. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar peserta didik (konseli) yang menjadi sasaran layanan berpartisipasi secara aktif di dalam penyelenggaraan layanan/kegiatan bimbingan. 2. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar peserta didik (konseli) yang menjadi sasaran layanan/kegiatan bersifat terbuka dan tidak berpura-pura. disesuaian dgn lembaga. Prinsip yang berkaitan dengan sasaran layanan − Melayani semua individu − Kepedulian pada pribadi unik.

prinsip-prinsip. Asas Kekinian. Bukanlah layanan atau kegiatan bimbingan dan konseling yang dapat dipertanggungjawabkan apabila isi dan pelaksanaannya tidak berdasarkan nilai dan norma yang dimaksudkan itu.mampu mengarahkan segenap layanan bimbingan dan konseling yang diselenggarakannya bagi berkembangnya kemandirian peserta didik. Lebih jauh. untuk mencoba memahami secara mendalam tentang konsep dasar BK dan mampu menerapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai guru BK di sekolah. Peserta pelatihan diminta sharing dengan teman dalam kelompok kecil. harmonis. dan terus berkembang serta berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan dan tahap perkembangannya dari waktu ke waktu. Asas Keterpaduan. Dalam hal ini. Asas Kedinamisan. Latihan 1. Layanan yang berkenaan dengan “masa depan atau kondisi masa lampau pun” dilihat dampak dan/atau kaitannya dengan kondisi yang ada dan apa yang diperbuat sekarang. Asas Keahlian. 3. C. Asas Keharmonisan. dan asas-asas BK untuk dapat mengimplementasikan ke dalam satuan layanan. atau ahli lain. Peserta pelatihan diajak diskusi untuk mengidentifikasi fungsi-fungi. 2. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar berbagai layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling. baik yang dilakukan oleh guru pembimbing maupun pihak lain. menghayati. Untuk ini kerja sama antara guru pembimbing dan pihak-pihak yang berperan dalam penyelenggaraan pelayanan bimbingan dan konseling perlu terus dikembangkan. Guru pembimbing dapat menerima alih tangan kasus dari orang tua. 10. 9. 11. Koordinasi segenap layanan/kegiatan bimbingan dan konseling itu harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. dan demikian pula guru pembimbing dapat mengalihtangankan kasus kepada guru mata pelajaran/praktik dan lain-lain. saling menunjang. dan mengamalkan nilai dan norma tersebut. para pelaksana layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling hendaklah tenaga yang benar-benar ahli dalam bidang bimbingan dan konseling. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar objek sasaran layanan bimbingan dan konseling ialah permasalahan peserta didik (konseli) dalam kondisinya sekarang. adat istiadat. yaitu nilai dan norma agama. ilmu pengetahuan. Peserta pelatihan diminta mendiskusikan tentang pentingnya pelayanan BK di sekolah. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling diselenggarakan atas dasar kaidah-kaidah profesional. dan terpadu. 7. layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling justru harus dapat meningkatkan kemampuan peserta didik (konseli) memahami. hukum dan peraturan. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar segenap layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling didasarkan pada dan tidak boleh bertentangan dengan nilai dan norma yang ada. 6. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar isi layanan terhadap sasaran layanan (konseli) yang sama kehendaknya selalu bergerak maju. Asas Alih Tangan Kasus. dan kebiasaan yang berlaku. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar pihak-pihak yang tidak mampu menyelenggarakan layanan bimbingan dan konseling secara tepat dan tuntas atas suatu permasalahan peserta didik (konseli) mengalihtangankan permasalahan itu kepada pihak yang lebih ahli. Keprofesionalan guru pembimbing harus terwujud baik dalam penyelenggaraan jenis-jenis layanan dan kegiatan dan konseling maupun dalam penegakan kode etik bimbingan dan konseling. tidak monoton. 133 . guru-guru lain. 8.

pengembangan lingkungan. Bimbingan pribadi – sosial dimaksudkan untuk mencapai tujuan dan tugas perkembangan pribadi – sosial dalam mewujudkan pribadi yang taqwa. Bimbingan dan konseling merupakan upaya pemberian bantuan secara sistematik dalam memfasilitasi individu mencapai tingkat perkembangan yang optimal. sosial. dosen atau instruktur. Berlatihlah merumuskan pengertian yang saudara jumpai dalam buku ajar ini dengan kalimat saudara sendiri sejauh tidak menyimpang dari maksud kalimat dalam buku ajar ini. Berikan alasan mengapa seseorang konselor perlu memahami dan menerapkan berbagai prinsip dan asas-asas BK yang ada? 3. mandiri. E. Sedangkan dalam kegiatan pelayanan Bimbingan dan konseling seorang konselor atau guru pembimbing di sekolah haruslah mengenal secara mendalam konseli yang hendak dilayani dengan menggunakan berbagai fungsi. Bimbingan belajar dimaksudkan untuk mencapai tujuan dan tugas perkembangan pendidikan. 2. prinsip. atau lihat kamus/ensiklopedi. Berikan contoh penerapan masing-masing fungsi BK tersebut dalam lingkungan sekolah! 134 . 3. Tes Formatif 1. Jelaskan masing-masing fungsi BK secara singkat ! b. bisa pula download dari internet. Cermati beberapa istilah penting yang ada di dalamnya. 3. Tujuan adanya layanan bimbingan dan konseling adalah untuk membantu siswa agar dapat mencapai tujuan-tujuan perkembangan meliputi aspek pribadi. F. pengembangan perilaku yang efektif. dan asas-asas BK yang ada. dan bertanggung-jawab. atau cari penjelasannya di buku-buku psikologi dan/atau bimbingan dan konseling. Rangkuman 1. mengapa seorang konselor perlu memahami konsep dasar Bimbingan dan konseling? 2. dan peningkatan fungsi atau manfaat individu dalam lingkungannya. Jelaskan dengan contoh. a.D. Lembar Kegiatan Untuk memperoleh pemahaman yang mendalam pada bab ini seyogyanya saudara mengikuti langkah-langkah berikut: 1. belajar dan karier. Pelajari bab II buku ajar ini baik-baik. siapkan pula alat tulis berupa spidol warna atau stabilo untuk menandai hal-hal yang penting. 2. jika perlu tanyakan kepada teman sejawat. Bimbingan karier dimaksudkan untuk mewujudkan pribadi pekerja yang produktif.

Adapun indikatornya. termasuk kompetensi dalam mengantisipasi. Menjelaskan aspek-aspek bimbingan dan konseling pribadi 4. dengan tujuan agar menunjang proses penyesuaian diri siswa dengan lingkungannya. dan kemasyarakatan. dan karakteristik kepribadian diri sendiri untuk mengembangkan diri sendiri secara realistik. Tujuan-tujuan tersebut secara lebih khusus lagi dapat dirumuskan dalam bentuk berbagai kompetensi yang perlu dimiliki bagi keefektifan kehidupan individu sehari-hari. 2. baik sosial dan ekonomi. dan menerima berbagai kondisi lingkungan tersebut secara positif dan dinamis. Pengenalan lingkungan ini meliputi lingkungan rumah. bakat. Masalah atau problem siswa yang berlarut-larut akan mengakibatkan frustasi dan neurosis. maupun bidang kehidupan berbudaya. Kompetensi dan Indikator Para peserta pelatihan dapat memahami bimbingan dan konseling pribadi secara utuh dan menyeluruh. mantap dan mandiri serta sehat jasmani dan rohani. Jadi bidang pengembangan kehidupan pribadi. Tujuan umum bimbingan pribadi adalah membantu memandirikan individu dalam hidupnya dan mengembangkan potensipotensi mereka secara optimal. Tujuan umum ini diarahkan pada pengenalan diri sendiri dan lingkungan. minat. SMA/SMK membantu siswa menemukan dan mengembangkan pribadi yang beriman. yaitu bidang pelayanan bimbingan dan konseling yang membantu peserta didik dalam menilai dan mengembangkan kecakapan. serta dapat memanfaatkan sebesar-besarnya untuk pengembangan diri secara mantap dan berkelanjutan. Pengertian bimbingan dan konseling pribadi Menurut Sukardi (2008: 53) dalam bidang bimbingan pribadi. Menjelaskan bentuk bimbingan dan konseling pribadi 5. Secara B. dimaksudkan agar siswa mampu bersikap disiplin dan bisa bertanggung jawab dengan masa depannya sendiri. Menjelaskan materi dan pokok-pokok bimbingan dan konseling pribadi 6. bidang karir. baik yang menyangkut bidang pendidikan. menangani dan memecahkan suatu masalah. Pengenalan siswa terhadap lingkungannya dapat diartikan bahwa siswa dapat mengenal secara objektif lingkungannya. peserta pelatihan dapat: 1. pelayanan bimbingan dan konseling di SMP. Menjelaskan tujuan bimbingan dan konseling pribadi 3. maupun lingkungan fisik. alam dan masyarakat sekitarnya. Sejalan dengan pendapat di atas menurut Tohirin (2007: 123-124) bimbingan pribadi adalah jenis bimbingan yang membantu siswa dalam menghadapi dan memecahkan masalah-masalah pribadinya. 135 . bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. sekolah. Dengan bimbingan pribadi dan pengenalan lingkungan tersebut. Tujuan bimbingan dan konseling pribadi Berdasarkan dari pengertian di atas dapat diketahui bahwa bimbingan pribadi bertujuan membantu individu agar bisa memecahkan masalah-masalah pribadi yang muncul dalam diri individu.BAB III BIMBINGAN DAN KONSELING PRIBADI A. keluarga. lingkungan budaya yang sarat dengan nilai dan norma. Masalah timbul karena siswa merasa kurang berhasil dalam menghadapi dan menyesuaikan dirinya sendiri. Dalam hal ini Prayitno (2006: 23) menjelaskan bahwa tujuan bimbingan pribadi dimaksudkan siswa dapat mengenal kekuatan dan kelemahan yang ada pada dirinya sendiri serta menerimanya secara positif dan dinamis sebagai modal untuk mengenal lingkungannya dan merancanakan masa depannya. Menjelaskan pengertian bimbingan dan konseling pribadi 2. Menjelaskan pelaksanaan bimbingan dan konseling pribadi Uraian Materi 1.

baik tentang keunggulan dan kelemahan maupun psikis dan fisik. keluarga. Sedangkan informasi tentang keadaan masyarakat dewasa ini dapat mencakup informasi tentang : 1) ciri-ciri masyarakat maju. dan 3) pentingnya IPTEK bagi kehidupan. g) bermain. Bidang ini dirincikan sebagai berikut: a. Memiliki kemampuan untuk melakukan secara sehat. Pemantapan kemampuan pengambilan keputusan bagi peserta didik. i) pengertian. c) bicara. Pemantapan pemahaman tentang kekuatan diri dan pengembangannya untuk kegiatan yang kreatif dan produktif baik dalam kehidupan sehari-hari maupun untuk peranannya di tengah masyarakat. c. sehingga menampilkan performance yang menarik. h. c. pergaulan dengan teman sebaya. i. Pengembangan sikap dan wawasan pribadi terhadap melalui sikap dan kebiasaan yang menunjukkan ketakwaan terhadap tuhan yang maha esa b. Memiliki pemahaman dan penerimaan diri secara objektif dan konstruktif. d. Memiliki pemahaman tentang potensi diri dan kemampuan untuk mengembangkannya secara produktif dan melalui cara yang kreatif. dan mampu meresponnya secara positif dan bersikap bersyukur dan bersabar.lebih rinci syamsu yusuf (2009: 53-54) menyatakan bahwa bimbingan pribadi bertujuan membantu siswa agar mampu mengembangkan kompetensinya sebagai berikut: a. dan l) perkembangan kepribadian. Memiliki kemampuan untuk mengelola stress. g. tempat kerja maupun masyarakat pada umumnya. Memiliki komitmen untuk mengamalkan nilai keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. 4. f. sekolah. k) seks. Memiliki pemahaman tentang irama kehidupan antara yang menyenangkan dan yang tidak menyenangkan. mantap. f. ada beberapa macam bentuk layanan bimbingan pribadi. Pemantapan pemahaman tentang bakat dan minat yang dimiliki individu tersebut dan bagaimana cara konselor untuk menyalurkan bakat anak tersebut agar tidak salah tersalurkan. pelayanan bimbingan dan konseling membantu siswa menemukan dan mengembangkan pribadi yang beriman dan bertakwa terhadap tuhan yang maha esa. 3. b) motorik. Pemantapan tentang bagaimana anak tersebut memahami kekurangan dirinya dan bagaimana ia dapat mengatasi kekurangan dirinya. 2) makna ilmu pengetahuan. e) sosial. e. Bentuk bimbingan dan konseling pribadi Bidang BK pribadi ini notabene harus tetap diberikan kepada seluruh siswa. etika dan nilai budaya. Memiliki kemampuan untuk merawat dan memelihara diri. d) emosi. Memiliki sikap optimis dalam menghadapi kehidupan dan masa depan. atau pengambilan keputusan secara mandiri sesuai dengan nilai agama. Pemantapan dalam menjalankan pilihan hidup. yaitu : 1) Layanan informasi Informasi tentang tahap-tahap perkembangan dapat mencakup perkembangan : a) fisik. b. Memiliki sikap positif dan respek terhadap diri sendiri (tidak merasa rendah diri. j) moral. e. f) penyesuaian sosial. Bentuk-bentuk Bimbingan pribadi sebagaimana dijelaskan oleh Tohirin (2007: 125-126). h) kreativitas. mandiri. baik siswa yang bermasalah atau tidak. 2) Pengumpulan data 136 . Aspek-aspek bimbingan dan konseling pribadi Dalam bidang bimbingan pribadi . d. serta sehat jasmani dan rohani. baik dalam kehidupan pribadi.

dkk (2004: 52) adalah sebagai berikut: (a) pemantapan sikapsikap kebiasaan serta pengembangan wawasan dalam beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. f) minat. bahasa daerah. (e) pemantapan kemampuan mengambil keputusan. anak ke. (f) pemantapan kemampuan mengarahkan diri sesuai dengan keputusan yang telah diambilnya. alamat. kreatif dan produktif. (c) Pemantapan pemahaman tentang kelemahan diri dan usaha penanggulangannya. pemantapan sikap tentang kekuatan diri yang produktif. 4) Pengenalan dan pemantapan pemahaman tentang kelemahan diri dan usaha-usaha penanggulangannya. baik melalui lisan maupun tulisan secara efektif. orang tua dan lain-lain. (e) Pemantapan kemampuan mengarahkan diri sesuai dengan keputusan yang diambilnya. baik dalam kehidupan sehari-hari maupun untuk peranan dimasa depan. pusat kebugaran dan latihan pengembangan kemampuan diri. dan lain sebagainya. 6) Pengembangan kemampuan mengarahkan diri sesuai dengan keputusan yang telah diambilnya. (f) Pemantapan kemampuan berkomunikasi. c) riwayat pendidikan. e) bakat. (c) pemantapan pemahaman tentang bakat dan minat pribadi serta penyaluran dan pengembangan melalui kegiatan yang kreatif dan produktif. baik secara rohaniah maupun jasmaniah. d) prestasi. lembaga dan obyek pengembangan pribadi seperti lembaga pengembangan bakat. 5) Pemantapan kemampuan mengambil keputusan. tempat tanggal lahir. agama. kemampuan pengambilan keputusan. (g) pemantapan dalam perencanaan dan penyelenggaraan hidup sehat. jenis kelamin. tempat rekreasi. (d) pemantapan pemahaman tentang kelemahan diri dan usaha penanggulangannya. Dari pendapat di atas dapat disimpulkan materi dan pokok-pokok bimbingan pribadi yaitu tentang pemantapan sikap tentang ketaqwaan. baik secara rohaniah maupun jasmaniah. 2) Penanaman dan pemantapan pemahaman tentang kekuatan diri dan pengembangannya untuk kegiatan-kegiatan yang kreatif dan produktif.Data yang dikumpulkan berkenaan dengan layanan bimbingan pribadi dapat mencakup : a) identitas individu seperti nama lengkap. (b) pemantapan pemahaman tentang kekuatan diri dari pengembangan untuk kegiatan yang kreatif dan produktif baik dalam kehidupan sehari-hari maupun untuk perannya di masa depan. baik secara rohaniah maupun jasmaniah. dan (g) Pemantapan kemampuan menerima dan menyampaikan pendapat serta berargumentasi secara dinamis. baik dalam kehidupan sehari-hari maupun peranannya di masa depan. (d) Pemantapan kemampuan dalam mengambil keputusan. b) kejasmanian dan kesehatan. Pokok-pokok dalam bimbingan pribadi sebagai berikut: 1) Penanaman dan pemantapan sikap dan kebiasaan serta pengembangan wawasan dalam beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. 3) Orientasi Layanan orientasi bidang pengembangan pribadi mencakup : suasana. pemahaman tentang kelamahan diri dan penanggulangannya. Menurut Ma’mur Asmani (2010: 112-113) bimbingan pribadi ini dapat dirinci menjadi pokok-pokok berikut: (a) Pemantapan sikap dan kebiasaan serta pengembangan wawasan dalam beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. 137 . nama panggilan. kemampuan mengarahkan diri dan pemantapan dalam perencanaan dan penyelenggaraan hidup sehat. dan lain-lain. (b) Pemantapan pemahaman tentang kekuatan diri dan pengembangan untuk kegiatan-kegiatan yang kreatif dan produktif. 3) Pengenalan dan pemantapan pemahaman tentang bakat dan minat pribadi serta penyaluran dan pengembangannya melalui kegiatan kegiatan yang kreatif dan produktif. 5. Materi dan pokok-pokok bimbingan dan konseling pribadi Materi dan pokok-pokok yang terkandung dalam bidang bimbingan pribadi menurut Mugiarso. 7) Pemantapan dalam perencanaan dan penyelenggaaraan hidup sehat.

Dengan cara kelompok. Pelaksanaan bimbingan dan konseling pribadi Layanan bimbingan dan konseling dapat dilaksanakan dalam beberapa cara. yaitu bentuk layanan bimbingan pribadi yang melayani sejumlah peserta didik melalui suasana dinamika kelompok. 3) Pemantapan pemahaman tentang bakat dan minat pribadi serta penyaluran dan pengembangannya melalui kegiatan-kegiatan yang kreatif dan produktif. 6) Perencanaan serta penyelenggaraan hidup sehat.Secara lebih rinci pokok-pokok materi bidang layanan Bimbingan dan konseling pribadi untuk jenjang SD. 4) Pemantapam pemahaman tentang kelemahan diri dan usaha-usaha penanggulangannya. 138 . SMP. Dengan cara individual. 6. 4) Pengenalan dan pemahaman tentang kelemahan diri sendiri dan usaha-usaha penanggulangannya. 4) Pengenalan kelemahan diri dan upaya penanggulangannya. 7) Pemantapan dalam perencanaan dan penyelenggaraan hidup sehat. Berdasarkan pedoman pelayanan bimbingan dan konseling (Sarono. yaitu bentuk layanan bimbingan pribadi yang melayani sejumlah peserta didik dalam satu kelas. 2) Pemahaman kekuatan diri dan arah pengembangannya melalui kegiatan yang kreatif dan produktif baik dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. 3) Pengenalan dan pemahaman tentang bakat dan minat pribadi serta penyaluran dan pengembangannya melalui kegiatan-kegiatan yang kreatif dan produktif. Bidang Bimbingan Pribadi: Sekolah Dasar 1) Penanaman sikap dan kebiasaan dalam beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. maupun perannya di masa depan. yaitu bentuk layanan bimbingan pribadi yang melayani peserta didik secara perorangan. 6) Pengembangan kemampuan mengarahkan diri sesuai dengan keputusan yang telah diambilnya. c. tersedianya waktu dan tempat. baik dalam kehidupan sehari-hari maupun untuk perannya di masa depan. baik dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. di masyarakat maupun untuk perannya di masa depan. 5) Pengembangan kemampuan pengambilan keputusan sederhana dan mengarahkan diri. baik secara rohaniah maupun jasmaniah. serta penyaluran dan pengembangannya melalui kegiatan yang kreatif dan produktif. c. 2008) bentuk kegiatan layanan bimbingan pribadi meliputi: a. tergantung kepada sifat permasalahannya. 5) Pemahaman dan pengamalan hidup sehat. Bidang Bimbingan Pribadi: Sekolah Lanjutan Tingkat Atas 1) Pemantapan sikap dan kebiasaan serta pengembangan wawasan dalam beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Dengan cara klasikal. Bidang Bimbingan Pribadi: Sekolah Menengah Pertama 1) Pemantapan kebiasaan dan pengembangan sikap dalam beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. SMA di bedakan sebagai berikut: a. jumlah siswa. b. 3) Pemahaman bakat dan minat pribadi. 2) Pemantapan pemahaman tentang kekuatan diri dan pengembangannya untuk kegiatan-kegiatan yang kreatif dan produktif. 2) Pengenalan dan pemahaman tentang kekuatan diri sendiri dan penyalurannya untuk kegiatan-kegiatan yang kreatif dan produktif. kesiapan tenaga pembimbing. b. 5) Pemantapan kemampuan mengambil keputusan.

Lembar Kegiatan Untuk memperoleh pemahaman yang mendalam pada bab ini. siapkan pula alat tulis berupa spidol warna atau stabilo untuk menandai hal-hal yang penting. F. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan bimbingan pribadi bertujuan untuk membantu siswa dalam memecahkan masalah pribadinya dengan menggunakan berbagai cara sesuai dengan rancangan program bimbingan dan konseling yang dijadikan acuan pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling di sekolah tersebut. E. Bidang Bimbingan dan Konseling Pribadi. Dengan cara pendekatan khusus. 2. Rangkuman 1. menangani dan memecahkan suatu masalah. Tujuan umum ini diarahkan pada pengenalan diri sendiri dan lingkungan. Tujuan-tujuan tersebut secara lebih khusus lagi dapat dirumuskan dalam bentuk berbagai kompetensi yang perlu dimiliki bagi keefektifan kehidupan individu sehari-hari. e. yaitu bentuk layanan bimbingan pribadi yang melayani seorang atau sejumlah peserta didik melalui kegiatan di luar kelas atau lapangan. bakat. Latihan 1. apa tujuan dari bidang layanan pribadi yang dapat digunakan dalam pelaksanaan layanan konseling individual? 2. bisa pula download dari internet. Berikan contoh materi layanan pribadi yang dapat digunakan dalam pelaksanaan Bimbingan klasikal! Beri penjelasan! 139 . Pelajari bab ini baik-baik. 3. Tes Formatif 1. Peserta pelatihan diajak diskusi untuk mengidentifikasi contoh-contoh materi bimbingan pribadi yang ada dalam setiap jenjang pendidikan. yaitu bidang pelayanan bimbingan dan konseling yang membantu peserta didik dalam menilai dan mengembangkan kecakapan. Dengan cara lapangan. pelayanan bimbingan dan konseling membantu siswa menemukan dan mengembangkan pribadi yang beriman dan bertakwa terhadap tuhan yang maha esa. termasuk kompetensi dalam mengantisipasi. 3. perlu dirancang program bimbingan yang akan dijadikan acuan pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling di sekolah tersebut. Menurut anda. serta sehat jasmani dan rohani. 3. Tujuan umum bimbingan pribadi adalah membantu memandirikan individu dalam hidupnya dan mengembangkan potensi-potensi mereka secara optimal.d. untuk berdiskusi tentang pelaksanaan bimbingan dan konseling pribadi di sekolah. minat. Peserta pelatihan diminta membuat materi layanan BK Pribadi sesuai dengan jenjang sekolah yang dibimbingnya. 2. Peserta pelatihan diminta membentuk kelompok yang terdiri atas 4-5 anggota. yaitu bentuk layanan bimbingan pribadi yang melayani kepentingan peserta didik melalui pendekatan kepada pihak-pihak yang dapat memberikan kemudahan. C. mantap. dosen atau instruktur. Berlatihlah merumuskan pengertian yang saudara jumpai dalam buku ajar ini dengan kalimat saudara sendiri sejauh tidak menyimpang dari maksud kalimat dalam buku ajar ini. jika perlu tanyakan kepada teman sejawat. Cermati beberapa istilah penting yang ada di dalamnya. 2. atau cari penjelasannya di buku-buku psikologi dan/atau bimbingan dan konseling. atau lihat kamus/ensiklopedi. mandiri. Dalam bidang bimbingan pribadi . dan karakteristik kepribadian diri sendiri untuk mengembangkan diri sendiri secara realistik. Dalam pelaksanaan layanan bimbingan pribadi di sekolah. D. para peserta diharapkan mengikuti langkah-langkah berikut: 1.

penyesuaian diri dengan lingkungan pendidikan dan masyarakat tempat tinggal mereka. Menjelaskan materi dan pokok-pokok bimbingan dan konseling sosial Uraian Materi 1. serta lingkungan kerjanya. Kompetensi dan Indikator Para peserta pelatihan dapat memahami bimbingan dan konseling sosial secara utuh dan menyeluruh. dan warga lingkungan sosial yang lebih luas yang dilandasi budi pekerti luhur dan tanggung jawab sosial. Tujuan bimbingan dan konseling sosial Hallen (2005: 73) menyatakan tujuan bimbingan sosial adalah usaha untuk membantu peserta didik mengenali dan berhubungan dengan lingkungan sosialnya yang dilandasi budi pekerti. Adapun tujuan jangka pendek merupakan suatu patokan ideal yang diharapkan dicapai B. dan penyelesaian masalah konflik.BAB IV BIMBINGAN DAN KONSELING SOSIAL A. ataupun lingkungan kerja (Nurihsan. baik dari luar atau dalam. Tujuan bimbingan sosial adalah agar individu dapat (1) merencanakan kegiatan penyelsaian studi. Bidang sosial ini kerap diberikan pada siswa yang merasa kesulitan dalam membina pergaulan karena beberapa hal. penyesuaian dengan lingkungan pendidikan. tanggung jawab kemasyarakatan dan kenegaraan.Bimbingan sosial juga bertujuan untuk membantu individu dalam memecahkan dan mengatasi kesulitan-kesulitan dalam masalah sosial. (3) menyesuaikan diri dengan lingkungan pendidikan. perkembangan karier. Tujuan bimbingan sosial mempunyai: tujuan jangka pendek dan tujuan jangka panjang. masyarakat. Sukardi (2008: 131) menyatakan tujuan bimbingan sosial di sekolah yang utama adalah membantu anak agar dapat mencapai kemajuan belajar optimal dalam kelas dan dapat mengadakan penyesuaian-penyesuaian dalam kehidupan sekolah. Pengertian bimbingan dan konseling sosial Pengertian bimbingan sosial menurut Sukardi (2008: 55) adalah layanan bimbingan dan konseling untuk membantu siswa dalam mengenal dan berhubungan dengan lingkungan sosialnya yang dilandasi dengan budi pekerti luhur dan tanggung jawab kemasyarakatan dan kenegaraan. Bimbingan sosial mampu mewujudkan agar individu yang dibimbing mampu melakukan interaksi sosial secara baik dengan lingkungan. Adapun indikatornya. Menjelaskan tujuan bimbingan dan konseling sosial 3. Sedangkan menurut pendapat Nurihsan (2009:15) bimbingan sosial adalah suatu bimbingan atau bantuan untuk membantu para individu untuk memecahkan masalah-masalah sosial seperti hubungan dengan sesama teman. (2) mengembangkan seluruh potensi dan kekuatan yang dimiliki seoptimal mungkin. serta kehidupannya pada masa yang akan datang. dan (4) mengatasi hambatan serta kesulitan yang dihadapi dalam studi. lingkungan masyarakat. 2009: 8). 140 . 2. Menjelaskan pengertian bimbingan dan konseling sosial 2. Hallen (2005: 73) bahwa bimbingan sosial adalah usaha membantu peserta didik mengenal dan berhubungan dengan lingkungan sosial yang dilandasi dengan budi pekerti luhur. anggota keluarga. Jadi dapat disimpulkan bahwa bimbingan sosial adalah bidang pelayanan BK yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai serta mengembangkan kemampuan hubungan sosial yang sehat dan efektif dengan teman sebaya. Menjelaskan aspek-aspek bimbingan dan konseling sosial 4. sehingga individu dapat menyesuaikan diri secara baik dan wajar dalam lingkungan sosialnya. peserta pelatihan dapat: 1. tanggung jawab kemasyarakatan dan kenegaraan.

dan produktif agar mudah dimengerti oleh orang yang mendengar. terutama dalam hal tata cara pergaulan yang dilandasi dengan budi pekerti yang luhur dan bertanggung jawab. Tujuan jangka panjang bersangkutan dengan pencapaian kesejahteraan mental yang optimal bagi individu dan pencapaian kebahagiaan pribadi yang bermanfaat bagi diri sendiri dan lingkungan. Menurut Sukardi (2008: 55) materi layanan dalam bimbingan sosial meliputi kegiatan pemberian informasi tentang: (1) pemantapan kemampuan berkomunikasi. maupun masyarakat luas dengan sangat menjunjung tinggi nilai tata krama. adat. memperoleh persahabatan yang sesuai. baik melalui lisan maupun tulis. dilandasi oleh rasa kebangsaan yang tinggi serta diiringi dengan adanya rasa toleransi. kreatif.individu yang telah memperoleh bimbingan. harmonis. sopan-santun. baik di rumah. Pemantapan kemampuan menerima dan menyampaikan gagasan secara argumentasi dengan cara yang dinamis. Aspek-aspek bimbingan dan konseling sosial secara rinci diuraikan sebagai berikut: a. d. adat istiadat. Pemantapan kemampuan bertingkah laku dan berhubungan sosial baik di rumah. efektif. dan kebiasaan yang berlaku ditengah masyarakat. sekolah. 3. Materi dan pokok-pokok dalam bimbingan sosial Materi bimbingan sosial secara umum adalah pengembangan kemampuan bertingkah laku dan berhubungan sosial. dengan individu yang lebih tua dan lebih muda di lingkungan masyarakat dan keluarga. Berdasarkan beberapa rumusan tujuan bimbingan sosial yang telah diungkapkan dapat disimpulkan bahwa tujuan dari bimbingan sosial yaitu pemberian bantuan kepada siswa agar memiliki kemampuan untuk mengatasi kesulitan di dalam memahami lingkungan baik lingkungan sekolah. keluarga dan masyarakat dalam berperan dalam kehidupan kelompok. ilmu. Pemantapan pemahaman kondisi sekolah dan peraturan yang ada di sekolah tersebut agar para siswa terutama siswa baru tidak terkejut dengan kondisi yang ada di sekolah dan peraturan yang harus mereka patuhi di sekolah tersebut dan menjalankannya secara efektif dan dinamis serta bertanggung jawab. kreatif. dan juga rasa memberi dan menerima di tengah lingkungan yang memiliki banyak perbedaan. dan produktif baik dengan teman sebaya di sekolah yang sama atau yang berbeda. tenggang rasa. Sebab dengan kemampuan komunikasi yang efektif maka seorang individu dapat menyampaikan gagasan dan pikirannya kepada orang lain b. hukum. Pemantapan kemampuan berkomunikasi baik secara efektif. tidak mau menang sendiri. dan kebiasaan yang berlaku. 141 . e. 4. sopan santun serta nilai-nilai agama. sopan santun yang ada dalam masyarakat. Sedangkan materi bimbingan sosial untuk siswa SMA adalah pemantapan kemampuan berkomunikasi baik melalui ragam lisan maupun tulisan secara efektif dan pemantapan kemampuan menerima dan menyampaikan pendapat serta berarumentasi secara dinamis. tanggung jawab kemanusiaan. dan produktif (Prayitno. mendapatkan kelompok sosial untuk memecahkan masalah tertentu memperoleh penyesuaian dalam kehidupan keluarga dan masyarakat serta meningkatkan pengetahuan yang terkait dalam persoalan-persoalan yang berhubungan dengan lingkungan sosial. Selain itu bimbingan sosial juga membantu mengembangkan kemampuan berkomunikasi yang efektif ditengah masyarakat yang luas. sekolah. Aspek-aspek bimbingan dan konseling sosial Bimbingan sosial membantu siswa dalam dalam berhubungan dengan masyarakat di lingkungannya dengan berdasarkan budi pekerti yang luhur. 2001: 77). maupun di masyarakat dengan menjunjung tinggi tata krama. nilai-nilai agama. Pemantapan hubungan yang harmonis antar masyarakat yang dinamis. c.

Pengembangan kemampuan berkomunikasi baik melalui ragam lisan maupun tulisan secara efektif. diluar sekolah maupun dimasyarakat pada umumnya. (3) pemantapan kemampuan bertingkah laku dan berhubungan sosial. pemahaman dan pemantapan tentang peraturan. maupun di masyarakat pada umumnya. nilai-nilai sosial. tata krama. baik melalui ragam lisan maupuntulisan secara efektif. rumah dan lingkungan serta upaya dan kesadaran untuk melaksanakannya secara dinamis dan bertanggung jawab. (2) pengembangan kemampuan bertingkah laku dan berhubungan sosial. Bidang Bimbingan Sosial: Sekolah Dasar 1. (2) pemantapan kemampuan menerima dan menyampaikan pendapat. Secara lebih rinci pokok-pokok materi bidang layanan Bimbingan dan konseling sosial untuk jenjang SD. (6) pengenalan dan manfaat lingkungan yang lebih luas seperti: lingkungan fisik. kreatif dan produktif.baik ragam lisan maupun tulisan. kebiasaan. dan (6) orientasi tentang hidup berkeluarga. (4) pemantapan hubungan yang dinamis. adat. di sekolah. di sekolah maupun di masyarakat dengan menjunjung tinggi tata krama. di sekolah yang lain. (4) pengenalan dan pemahaman norma agama. Pengembangan dan pemantapan kemampuan dan berkomunikasi. adat istiadat. baik di sekolah yang sama. sosial dan budaya. SMP. Pengembangan kemampuan bertingkah laku dan berhubungan sosial. harmonis dan produktif dengan teman sebaya. sopan santun serta nilai-nilai agama. Orientasi tentang hidup berkeluarga. dan di masyarakat. (2) kemampuan memecahkan masalah dan mengambil keputusan. dan (6) orientasi tentang hidup berkeluarga. Pengembangan dan pemantapan hubungan yang dinamis. di sekolah. b. serta upaya dan kesadaran untuk melaksanakannya secara dinamis dan bertanggung jawab. hukum dan tata krama yang berlaku di lingkungan masyarakat. harmonis. 2. (3) kebiasaan di lingkungan masyarakat yang meliputi: cara bertingkah laku. serta nilai-nilai agama. di sekolah maupun dimasyarakat dengan menjunjung tinggi tata karma. kondisi dan tuntutan sekolah. (4) pengenalan. kreatif dan produktif. d. (5)pemantapan pemahaman kondisi dan peraturan seolah serta upaya pelaksanaannya secara dinamis dan bertanggung jawab. di luar sekolah maupun di masyarakat pada umumnya. maupun di masyarakat dengan menjunjung tinggi tata 142 . Pemantapan kemampuan menerima dan mengemukakan pendapat serta argumentasi secara dinamis. di luar sekolah. rumah dan lingkungan. harmonis dan produktif dengan teman sebaya. baik di rumah. pemahaman dan pemantapan tentang peraturan. e. baik di sekolah yang sama. baik di rumah. peraturan dan kebiasaan yang berlaku. di sekolah lain. Pengembangan kemampuan bertingkah laku dan berhubungan sosial. baik di rumah. (5) pemantapan kemampuan menerima dan mengemukakan pendapat serta berargumentasi secara dinamis. dan (7) hak dan kewajiban sebagai anggota sekolah dan masyarakat. dan produktif dengan teman sebaya. sopan santun. peraturan dan kebiasaan yang berlaku. Sedangkan menurut Hallen (2005: 73) menyatakan materi dalam bimbingan sosial: meliputi: (1) pengembangan dan pemantapan kemampuan berkomunikasi baik melalui ragam lisan maupun tulisan secara efektif. baik di sekolah yang sama. harmonis. sopan santun dan disiplin di sekolah sendiri maupun di sekolah lain. dan produktif dengan teman sebaya. (5) hubungan yang dinamis. di sekolah yang lain. (3) pengembangan dan pemantapan hubungan yang dinamis. maupun di masyarakat luas dengan menjunjung tinggi tata krama. SMA di bedakan sebagai berikut: a. adat. baik di rumah. Pokok-pokok dalam bimbingan sosial adalah sebagai berikut: a. c. maupun di masyarakat pada umumnya. di sekolah lain. sopan santun. kondisi dan tuntutan sekolah. baik di sekolah yang sama. di luar sekolah. f. Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa materi dalam bimbingan sosial meliputi: (1) kemampuan berkomunikasi. Pengenalan.

Pengembangan hubungan yang harmonis dengan teman sebaya di dalam dan di luar sekolah serta di masyarakat pada umumnya. 5. bisa pula download dari internet. maupun di masyarakat dengan menjunjung tinggi tata karma. baik lisan maupun tulisan secara efektif. di sekolah.karma. Pemantapan kemampuan berkomunikasi. di tempat latihan/kerja maupun masyarakat luas dengan menjunjung tinggi tata karma. jika perlu tanyakan kepada teman sejawat. Pelajari bab ini baik-baik. adat istiadat. Pemantapan sikap dan kebiasaan serta pengembangan wawasan dan beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Pemantapan hubungan yang dinamis. 2. 4. di sekolah lain dan di luar sekolah maupun masyarakat pada umumnya. ilmu. Pemahaman dan pengamalan disiplin dan peraturan sekolah. Peserta pelatihan diajak diskusi untuk mengidentifikasi contoh-contoh materi bimbingan sosial yang ada dalam setiap jenjang pendidikan. Orientasi tentang hidup berkeluarga. c. Berlatihlah merumuskan pengertian yang saudara jumpai dalam buku ajar ini dengan kalimat saudara sendiri sejauh tidak menyimpang dari maksud kalimat dalam buku ajar ini. 2. Pengembangan kemampuan bertingkah laku dan berhubungan sosial. Bidang Bimbingan Sosial: Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama 1. dosen atau instruktur. di sekolah. hukum dan kebiasaan yang berlaku. dan kebiasaan yang berlaku. 3. Pemantapan kemampuan menerima dan mengemukakan pendapat serta berargumentasi secara dinamis kreatif dan produktif. 143 . 3. Lembar Kegiatan Untuk memperoleh pemahaman yang mendalam pada bab ini. serta kesadaran untuk melaksanakannya. Pemantapan pemahaman tentang peraturan. Pengembangan hubungan yang dinamis dan harmonis serta produktif dengan teman sebaya. adat istiadat. lingkungan. sopan santun serta nilai-nilai agama. Pengenalan dan pemahaman peraturan dan tuntutan sekolah. atau lihat kamus/ensiklopedi. 6. baik di sekolah yang sama. 4. peraturan dan kebiasaan yang berlaku. D. hukum. harmonis dan produktif dengan teman sebaya. untuk berdiskusi tentang kegiatan bimbingan dan konseling sosial di sekolah. 4. 3. adat-istiadat. baik di rumah. nilai-nilai agama. kondisi dan sekolah sebagai upaya pelaksanaannya secara dinamis dan bertanggungjawab. atau cari penjelasannya di buku-buku psikologi dan/atau bimbingan dan konseling. 2. Pemantapan kemampuan bertingkah laku dan berhubungan sosial. Bidang Bimbingan Sosial: Sekolah Lanjutan Tingkat Atas 1. b. 3. Cermati beberapa istilah penting yang ada di dalamnya. rumah. C. baik di rumah. siapkan pula alat tulis berupa spidol warna atau stabilo untuk menandai hal-hal yang penting. Latihan 1. sopan santun serta nilai-nilai agama. Peserta pelatihan diminta membuat materi layanan BK Sosial sesuai dengan jenjang sekolah yang dibimbingnya. sopan santun. 2. 3. para peserta diharapkan mengikuti langkah-langkah berikut: 1. Peserta pelatihan diminta membentuk kelompok yang terdiri atas 4-5 anggota.

Berikan contoh materi layanan pribadi yang dapat digunakan dalam pelaksanaan Bimbingan kelompok! Beri penjelasan! 144 . memperoleh persahabatan yang sesuai. dan kebiasaan yang berlaku. maupun di masyarakat dengan menjunjung tinggi tata krama. dan warga lingkungan sosial yang lebih luas yang dilandasi budi pekerti luhur dan tanggung jawab sosial. apa tujuan dari bidang layanan sosial yang dapat digunakan dalam pelaksanaan layanan konseling kelompok? 2. Rangkuman 1. Tujuan bimbingan sosial yang telah diungkapkan dapat disimpulkan bahwa tujuan dari bimbingan sosial yaitu pemberian bantuan kepada siswa agar memiliki kemampuan untuk mengatasi kesulitan di dalam memahami lingkungan baik lingkungan sekolah. 2. terutama dalam hal tata cara pergaulan yang dilandasi dengan budi pekerti yang luhur dan bertanggung jawab. sekolah. Materi bimbingan sosial secara umum adalah pengembangan kemampuan bertingkah laku dan berhubungan sosial. baik di rumah. Tes Formatif 1. anggota keluarga. 3.E. adat istiadat. Menurut anda. mendapatkan kelompok sosial untuk memecahkan masalah tertentu memperoleh penyesuaian dalam kehidupan keluarga dan masyarakat serta meningkatkan pengetahuan yang terkait dalam persoalan-persoalan yang berhubungan dengan lingkungan sosial. keluarga dan masyarakat dalam berperan dalam kehidupan kelompok. F. Bimbingan dan konseling sosial adalah bidang pelayanan BK yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai serta mengembangkan kemampuan hubungan sosial yang sehat dan efektif dengan teman sebaya. sopan santun serta nilai-nilai agama.

Berdasarkan pengertian di atas dapat ditemukan unsur-unsur penting sebagai berikut: (1) bimbingan belajar merupakan salah satu bagian dari empat bidang bimbingan yang meliputi bimbingan pribadi. Menjelaskan tahap-tahap bimbingan belajar B. mengerjakan tugas-tugas pelajaran. (2) bimbingan belajar merupakan bantuan kepada siswa untuk mengenal. peserta pelatihan dapat: 1. sikap dan kebiasaan belajar yang baik untuk menguasai pengetahuan dan keterampilan serta menyiapkannya melanjutkan pendidikan pada tingkat yang lebih tinggi. bimbingan karir dan bimbingan belajar. mengembangkan dan memanfaatkan potensi diri siswa baik fisik maupun psikis yang berkaitan dengan kegiatan belajarnya. memahami. Pengertian bimbingan dan konseling belajar Menurut Sukardi (2008: 4) bimbingan belajar adalah bimbingan dalam hal menemukan cara belajar yang tepat dalam memilih program studi dan dalam mengatasi kesukaran-kesukaran yang timbul berkaitan dengan tuntutan-tuntutan belajar di suatu institusi pendidikan.BAB V BIMBINGAN DAN KONSELING BELAJAR A. bersikap terhadap guru dan nara sumber lainnya. Kompetensi dan Indikator Para peserta pelatihan dapat memahami bimbingan dan konseling belajar secara utuh dan menyeluruh. Menjelaskan pengertian bimbingan dan konseling belajar 2. bimbingan sosial. Mugiarso (2009: 53) menjelaskan bimbingan belajar adalah bantuan dari pembimbing pada siswa agar dapat mengembangkan diri. Adapun indikatornya. dan membentuk kebiasaan-kebiasaan belajar dengan sistematik dan konsisten dan dapat mencapai prestasi semaksimal mungkin sesuai dengan potensi dan kemampuan yang ada pada dirinya atau bisa pula dikatakan bahwa bimbingan dan konseling belajar merupakan 145 . baik secara mandiri maupun berkelompok. Selain itu juga untuk pemantapan disiplin belajar dan berlatih. dan menjalani program penilaian hasil belajar. Menjelaskan tujuan bimbingan dan konseling belajar 3. (4) bantuan kepada siswa agar mempunyai sikap dan kebiasaan belajar yang baik termasuk cara belajar yang tepat atau cara mengatasi kesulitan belajar. baik dalam mencari informasi dari berbagai sumber belajar. emosi dan motivasi untuk melakukan kegiatan belajar serta faktor luar siswa yang mempengaruhi kegiatan belajar. Menjelaskan pelaksanaan bimbingan belajar 5. kecerdasan. Pengalaman menunjukkan bahwa kegagalan-kegagalan yang dialami siswa dalam belajar tidak selalu disebabkan oleh kebodohan atau rendahnya intellegensi. (3) pengenalan dan pengembangan poternsi diri secara fisik dan psikis menyangkut beberapa hal antara lain kondisi fisik siswa. Menjelaskan materi dalam bimbingan belajar 4. bakat. namun seringkali kegagalan itu terjadi karena siswa kurang maksimal dalam mendapatkan bimbingan belajar di sekolah. minat. dapat mengembangkan keterampilan belajarnya. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa bimbingan belajar adalah suatu proses layanan bantuan dari pembimbing kepada peserta bimbing dalam memecahakan kesulitan yang berhubungan dengan masalah belajar baik di sekolah maupun di luar sekolah agar peserta bimbing dapat menyesuaikan diri dalam situasi belajarnya. Uraian Materi 1. Prayitno dan Amti (2004: 279) menyatakan bahwa bimbingan belajar adalah salah satu bentuk bimbingan yang diselenggarakan di sekolah. Bimbingan belajar sangat berguna sekali untuk peserta didik dalam pemantapan sikap dan kebiasaan belajar yang efektif dan efisien serta produktif.

citacita. dan kondisi fisik atau kesehatannya. seperti kebiasaan membaca buku. kecerdasan. baik dalam mencari informasi dari berbagai sumber belajar. disiplin dalam belajar. bersikap terhadap guru dan nara sumber lainnya. efisien. dapat mengembangkan keterampilan belajarnya dan membentuk kebiasaan-kebiasaan belajar dengan sistematik dan konsisten dan dapat mencapai prestasi semaksimal mungkin sesuai dengan potensi dan kemampuan yang ada pada dirinya. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa tujuan bimbingan belajar adalah membantu peserta bimbing agar dapat menyesuaikan diri dalam situasi belajarnya. memiliki kesiapan mental dan kemampuan untuk menghadapi ujian. mencatat pelajaran. memilih pelajaran tambahan baik yang berhubungan dengan pelajaran di sekolah maupun untuk pengembangan bakat dan karirnya di masa depan. pemahaman tentang hasil teknologi bagi pengembangan ilmu pengetahuan. 2. memiliki motif yang tinggi untuk belajar sepanjang hayat. 3. Santoso (1988: 28) menjelaskan bahwa tujuan bimbingan belajar sebagai berikut: agar peserta didik dapat berkonsentrasi dalam belajar. menunjukkan cara untuk menyusun suatu karangan ilmiah atau karya tulis. memberikan informasi (saran dan petunjuk) bagi yang memanfaatkan perpustakaan. memilih suatu bidang studi (mayor atau minor) sesuai dengan bakat. menentukan pembagian waktu dan perencanaan jadwal belajarnya. pemanfaatan kondisi (fisik.bidang pelayanan yang membantu peserta didik mengembangkan kemampuan belajar dalam rangka mengikuti pendidikan sekolah/madrasah dan belajar secara mandiri. minat. mengerjakan tugas-tugas. dan mempersiapkan diri menghadapi ujian. Menurut Sukardi (2008) mengatakan bahwa materi bimbingan belajar adalah sebagai berikut: pemantapan sistem belajar dan berlatih. dan budaya) bagi pengembangan pengetahuan. mempunyai perhatian terhadap semua pelajaran dan aktif mengikuti semua kegiatan belajar yang diprogramkan. pemahaman tentang pemanfaatan perpustakaan. serta produktif. Tujuan bimbingan dan konseling belajar Menurut Ahmadi (2004:111) tujuan bimbingan belajar adalah membantu siswa untuk mendapatkan penyesuaian yang baik di dalam situasi belajar. memantapkan diri dalam memperdalam pelajaran tertentu. memiliki keterampilan untuk menetapkan tujuan dan perencanaan pendidikan. pengembangan kemampuan membaca dan menulis (meringkas) secara cepat. menggunakan kamus. menentukan pembagian waktu dan perencanaan jadwal belajar. dan berusaha memperoleh informasi tentang berbagai hal dalam rangka mengembangkan wawasan yang lebih luas. menunjukkan cara mencatat dan mendengarkan sewaktu menerima pelajaran. sosial. orientasi belajar di perguruan tinggi. menunjukkan bagaimana cara belajar atau mempelajari bahasa asing. Yusuf dan Nurihsan (2006: 15) mengemukakan bahwa tujuan bimbingan belajar adalah sebagai berikut: memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang positif. Untuk lebih jelasnya tujuan bimbingan belajar dirinci sebagai berikut: mencarikan cara-cara belajar yang efisien dan efektif bagi seorang anak atau kelompok anak. menunjukkan cara-cara menghadapi kesulitan dalam bidang studi tertentu. memiliki keterampilan dan teknik belajar yang efektif seperti keterampilan membaca buku. membuat tugas sekolah dan mempersiapkan diri dalam ulangan dan ujian. sehingga setiap siswa dapat belajar dengan efisien sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. dan mencapai perkembangan yang optimal. memberikan informasi mengenai kondisi-kondisi yang baik untuk belajar. seperti membuat jadwal belajar. Materi dalam bimbingan belajar Secara rinci materi pokok bimbingan belajar antara lain menurut Rahman (2003: 42) sebagai berikut: pemantapan sikap dan kebiasaan belajar secara efektif dan efisien. baik secara mandiri maupun berkelompok. mengejakan tugas dan mengembangkan keterampilan 146 . pemantapan sikap dan kebiasaan belajar yang efektif. pemantapan penguasaan materi pelajaran sekolah berupa remedial atau pengayaan. menunjukkan cara-cara mempelajari sesuatu dan menggunakan buku pelajaran.

baik secara mandiri maupun berkelompok. Mengembangkan pemahaman dan 4. Kedua. Orientasi belajar di Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama. e. mengidentifikasi letaknya masalah dengan cara melihat 147 . pemantapan pemahaman dan pemanfaatan kondisi fisik. bersikap terhadap guru dan nara sumber lainnya. SMA di bedakan sebagai berikut: a. 3. perbaikan. Melakukan penilaian dengan teknik tertentu untuk mengetahui sampai dimanan tingkat keberhasilan bimbingan yang telah dilaksanakan dan bagaimana tindak lanjutnya. Melakukan penjajakan berbagai masalah atau kesulitan yang sedang dihadapi oleh para siswa. dan pengayaan. peningkatan keterampilan belajar. c. pengembangan sikap dan kebiasaan belajar yang baik. g. Melakukan studi tentang berbagai faktor penyebab terjadinya masalah atau kesulitan yang selanjutnya menetapkan satu atau beberapa faktor yang diduga paling determinan terhadap terjadinya masalah atau kesulitan tersebut. b. baik sebagai individu maupun sebagai kelompok. Siswa sendiri yang memecahkan masalah atau kesulitan yang sedang dialaminya. dengan cara membandingkan nilai setiap siswa dengan nilai batas lulus kelompok. petunjuk. Pengembangan sikap dan kebiasaan belajar yang baik dalam mendapatkan informasi dari berbagai sumber. yang selanjutnya berusaha menemukan dan merumuskan masalah yang paling terasakan bagi siswa. Melakukan bimbingan dalam bentuk bantuan. Pemantapan dan pengembangan penguasaan materi pelajaran di sekolah dasar. b.dan menjalani program penilaian. pemantapan penguasaan materi program belajar di sekolah sesuai dengan perkembangan ilmu teknologi dan kesenian. Pengembangan sikap dan kebiasaan belajar untuk mencari informasi dan berbagai sumber. mengerjakan tugas. Menumbuhkan disiplin belajar dan berlatih. dan menerima laporan dari setiap guru atau wali kelas tentang aktivitas belajar. Mengembangkan penguasaan materi program belajar di Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama. dan mengembangkan keterampilan. serta dalam menjalani program penilaian. mengikuti pelajaran seari-hari. Secara lebih rinci pokok-pokok materi bidang layanan Bimbingan dan konseling belajar untuk jenjang SD. dalam bersikap terhadap guru dan siswa yang terkait. Pengembangan disiplin belajar dan berlatih. Pelaksanaan bimbingan dan konseling belajar Pelaksanaan bimbingan belajar dilakukan dengan langkah-langkah umum sebagai berikut: a. d. sosial. pengembangan dan pemanfaatan lingkungan sekitar untuk belajar. Yusuf dan Nurihsan (2006:224) langkah-langkah bimbingan belajar yang pertama adalah mengidentifikasi kasus. mengembangkan keterampilan belajar. mengerjakan tugas. Bidang Bimbingan Belajar: Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama 1. budaya yang ada di lingkungan sekitar dan masyarakat untuk pengembangan pengetahuan dan keterampilan serta pengembangan diri. baik secara mandiri maupun kelompok. arahan. 4. dan sebagainya sesuai dengan cara-cara yang telah ditetapkan sebelumnya. 2. 3. nasihat. Menetapkan cara-cara yang akan digunakan untuk melakukan bimbingan kepada siswa yang di anggap konsisten dengan masalah dan faktor penyebabnya. Jadi materi bimbingan belajar meliputi kegiatan peningkatan motivasi belajar. Memisahkan siswa yang telah dibimbing dan mengembalikannya ke dalam kelas semula. 4. f. 2. dan menjalani program penilaian. SMP. gerakan. orientasi di Perguruan Tinggi. Bidang Bimbingan Belajar: Sekolah Dasar 1.

petunjuk. (5) Siswa sendiri yang memecahkan masalah atau 148 . nasihat. atau dapat juga ditanggapi oleh kelompok lain. dan (5) Analisis hasil belajar atau karya c) Upaya membantu siswa yang mengalami masalah belajar Siswa yang mengalami masalah belajar perlu mendapatkan bantuan agar masalahnya tidak berlarut-larut yang nantinya dapat mempengaruhi proses belajar siswa. 4) Kurang motivasi dalam belajar. Salah satu jenis kegiatan yang perlu dilakukan sebagai wujud menyelenggarakan bimbingan terhadap siswa adalah bimbingan belajar. yaitu sebagai berikut : a) Pengenalan siswa yang mengalami kesulitan belajar Masalah belajar mempunyai bentuk yang ragam. Santoso (1988: 82) menguraikan langkah-langkah bimbingan belajar yang dapat ditempuh oleh konselor dalam menggunakan teknik diskusi adalah sebagai berikut: konselor mengemukakan masalah yang akan didiskusikan. (3) Menetapkan cara-cara yang akan digunakan untuk melakukan bimbingan kepada siswa yang dianggap konsisten dengan masalah dan faktor penyebabnya. membentuk kelompok diskusi (memilih pemimpin diskusi. b) Pengungkapan sebab-sebab timbulnya masalah belajar Siswa yang mengalami masalah dalam belajar dapat dikenali melalui: (1) Tes hasil belajar. dan sebagainya sesuai dengan cara-cara yang telah ditetapkan sebelumnya. 5) Berkebiasaan buruk dalam belajar. konselor memberikan dorongan agar setiap peserta bimbing dapat berperan aktif dan menjaga ketertiban. 5. (3) Tes Diagnostik. 2) Ketercepatan dalam belajar. (4) pengembangan sikap dan kebiasaan belajar yang efektif. (2) kegiatan pengayaan. dan melihat ruang lingkup atau bahan ajar mana yang belum dikuasai. treatment merupakan pemberian layanan bantuan sesuai dengan prognosis yang telah dilakukan. sekretaris. baik sebagai individu maupun kelompok. (4) Melakukan bimbingan dalam bentuk bantuan. yang pada umumnya dapat digolongkan atas: 1) Keterlambatan akademik. Tahap-tahap Bimbingan Belajar. prognosis yaitu mengambil kesimpulan dan keputusan serta meramalkan kemungkinan penyembuhannya. dan memperhatikan waktu untuk diskusi). yang selanjutnya berusaha menemukan dan merumuskan masalah yang paling terasakan bagi siswa. Ketiga. Faktor-faktor penyebab ini dapat diklasifikasikan ke dalam dua faktor. Kelima. pada saat peserta bimbing berdiskusi dalam kelompoknya masing-masing. arahan. (3) peningkatan motovasi belajar. (2) Melakukan study tentang berbagai faktor penyebab terjadinya masalah atau kesulitan yang selanjutnya menetapkan satu atau beberapa faktor yang diduga paling determinan terhadap terjadinya masalah atau kesulitan tersebut. gerakan. Kemudian setiap kelompok melaporkan hasil diskusinya. (4) Skala sikap dan kebiasaan belajar. mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kesulitan belajar (diagnosis). Beberapa upaya yang dapat dilakukan adalah dengan (1) pengajaran perbaikan. dapat diwakilkan oleh sekretaris atau wakil yang lain. 3) Sangat lambat dalam belajar. Menurut Prayitno dan Erman Amti (2004: 279) mengemukakan bahwa tahapan bimbingan belajar dilaksanakan melalui tiga tahap. Hasil ini perlu dijelaskan atau diberi ulasan oleh konselor. (2) Tes kemampuan dasar. Menurut Oemar Hamalik (2009:199) tahapnya adalah. (1) Melakukan penjajakan berbagai masalah atau kesulitan yang sedang dihadapi oleh para siswa. Keempat. Bimbingan belajar merupakan salah satu bentuk bimbingan yang penting diselenggarakan disekolah khusus disekolah menengah. mengatur tempat duduk.kawasan tujuan belajar mana yang belum tercapai. yaitu internal (yang berasal atau bersumber dari diri siswa itu sendiri) dan eksternal (yang bersumber dari luar atau lingkungan).

dosen atau instruktur. D. Lembar Kegiatan Untuk memperoleh pemahaman yang mendalam pada bab ini. Latihan 1. memberikan informasi (saran dan petunjuk) bagi yang memanfaatkan perpustakaan. Cermati beberapa istilah penting yang ada di dalamnya. menunjukkan cara-cara menghadapi kesulitan dalam bidang studi tertentu. membuat tugas sekolah dan mempersiapkan diri dalam ulangan dan ujian. memilih suatu bidang studi (mayor atau minor) sesuai dengan bakat. untuk berdiskusi tentang kegiatan bimbingan dan konseling belajar di sekolah. dan memberikan bimbingan untuk membantu siswa itu dalam menyelesaikan masalah belajarnya. Peserta pelatihan diminta membuat materi layanan BK Belajar sesuai dengan jenjang sekolah yang dibimbingnya. menentukan pembagian waktu dan perencanaan jadwal belajarnya. para peserta diharapkan mengikuti langkah-langkah berikut: 1. 3. 3. Tujuan bimbingan belajar dirinci sebagai berikut: mencarikan cara-cara belajar yang efisien dan efektif bagi seorang anak atau kelompok anak. 149 . dan kondisi fisik atau kesehatannya. Pelajari bab ini baik-baik. Dari pendapat diatas maka dapat disimpulkan mengenai tahapan bimbingan yaitu mencari siswa yang sedang mengalami masalah atau kesulitan belajar. dan membentuk kebiasaan-kebiasaan belajar dengan sistematik dan konsisten dan dapat mencapai prestasi semaksimal mungkin sesuai dengan potensi dan kemampuan yang ada pada dirinya atau bisa pula dikatakan bahwa bimbingan dan konseling belajar merupakan bidang pelayanan yang membantu peserta didik mengembangkan kemampuan belajar dalam rangka mengikuti pendidikan sekolah/madrasah dan belajar secara mandiri. atau cari penjelasannya di buku-buku psikologi dan/atau bimbingan dan konseling. (6) Memisahkan siswa yang telah dibimbing dan mengembalikannya kedalam kelas semula.kesulitan yang sedang dialaminya. jika perlu tanyakan kepada teman sejawat. mencari tau mengenai berbagai faktor yang menyebabkan siswa mengalami masalah belajar. minat. dapat mengembangkan keterampilan belajarnya. kecerdasan. E. Rangkuman Bimbingan belajar adalah suatu proses layanan bantuan dari pembimbing kepada peserta bimbing dalam memecahakan kesulitan yang berhubungan dengan masalah belajar baik di sekolah maupun di luar sekolah agar peserta bimbing dapat menyesuaikan diri dalam situasi belajarnya. siapkan pula alat tulis berupa spidol warna atau stabilo untuk menandai hal-hal yang penting. dari pendapat para ahli diatas terdapat kesamaan mengenai tahapan dalam melakukan bimbingan. Peserta pelatihan diminta membentuk kelompok yang terdiri atas 4-5 anggota. bisa pula download dari internet. (7) Melakukan penilaian dengan teknik tertentu untuk mengetahui sampai di mana tingkat keberhasilan bimbingan yang telah dilaksanakan dan bagaimana tindak lanjutnya. Dalam melakukan bimbingan perlu adanya suatu tahapan yang harus dilakukan agar proses bimbingan itu berjalan sesuai dengan apa yang diinginkan. Peserta pelatihan diajak diskusi untuk mengidentifikasi contoh-contoh materi bimbingan belajar yang ada dalam setiap jenjang pendidikan. memilih pelajaran tambahan baik yang berhubungan dengan pelajaran di sekolah maupun untuk pengembangan bakat dan karirnya di masa depan. 2. Berlatihlah merumuskan pengertian yang saudara jumpai dalam buku ajar ini dengan kalimat saudara sendiri sejauh tidak menyimpang dari maksud kalimat dalam buku ajar ini. atau lihat kamus/ensiklopedi. cita-cita. menunjukkan cara-cara mempelajari sesuatu dan menggunakan buku pelajaran. 2. D.

Materi bimbingan belajar meliputi kegiatan peningkatan motivasi belajar. Tes Formatif 1. Dalam melakukan bimbingan perlu adanya suatu tahapan yang harus dilakukan agar proses bimbingan itu berjalan sesuai dengan apa yang diinginkan. apa tujuan dari bidang layanan belajar yang dapat digunakan dalam pelaksanaan Bimbingan klasikal? 2. F. pengembangan dan pemanfaatan lingkungan sekitar untuk belajar. Tahapan bimbingan yaitu mencari siswa yang sedang mengalami masalah atau kesulitan belajar. Menurut anda. mencari tau mengenai berbagai faktor yang menyebabkan siswa mengalami masalah belajar. dari pendapat para ahli diatas terdapat kesamaan mengenai tahapan dalam melakukan bimbingan. dan memberikan bimbingan untuk membantu siswa itu dalam menyelesaikan masalah belajarnya. Berikan contoh materi layanan belajar yang dapat digunakan dalam pelaksanaan Bimbingan kelompok! Beri penjelasan! 150 . peningkatan keterampilan belajar. pengembangan sikap dan kebiasaan belajar yang baik.

Menjelaskan pengertian bimbingan dan konseling karir 2. mengembangkan masa depannya yang sesuai dengan bentuk kehidupannya yang diharapkan. Lebih lanjut Winkel dan Hastuti (2005: 114) mengemukakan bahwa bimbingan karir adalah bimbingan dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia pekerjaan. dan waktu luang. memahami proses pengambilan keputusan. 2010:122) adalah suatu proses untuk membantu pribadi guna mengembangkan penerimaan kesatuan dan gambaran diri serta perananya dalam dunia kerja. perencanaan dan pengembangan karir. Bimbingan karir menurut Donald E. pengembangan. dan penyelesaian masalah-masalah karir yang dihadapi. dalam memilih lapangan pekerjaan atau jabatan/ profesi tertentu serta membekali diri supaya siap memangku jabatan itu dan dalam menyesuaikan diri dengan berbagai tuntutan dari lapangan pekerjaan yang telah dimasuki. Lebih lanjut dengan layanan bimbingan karir individu mampu menentukan dan mengambil keputusan secara tepat dan bertanggung jawab atas keputusan yang diambilnya sehingga mereka mampu mewujudkan dirinya secara bermakna. Uraian Materi 1. seperti pemahaman tentang jabatan dan tugas-tugas kerja. Menjelaskan prinsip bimbingan karir 5.Super (dalam Marsudi. Kompetensi dan Indikator Para peserta pelatihan dapat memahami bimbingan dan konseling karir secara utuh dan menyeluruh. Sedangkan Lois-ellen Datta dan Corinne H. Adapun indikatornya. Pengertian bimbingan dan konseling karir Yusuf dan Nurihsan (2008: 12) menyatakan bahwa bimbingan karir merupakan upaya bantuan terhadap individu agar dapat mengenal dan memahami dirinya. Menjelaskan materi bimbingan karir B.BAB VI BIMBINGAN DAN KONSELING KARIR A. Dalam bimbingan karir harus memperhatikan perkembangan anak didik yang menuntut kemampuan melaksanakan tugas-tugas perkembangan. mengenal dunia kerjanya. Bimbingan karir dilaksanakan di 151 . pendidikan. atau layanan-layanan yang dimaksudkan untuk membantu individu memahami dan berbuat atas dasar pengenalan diri dan pengenalan kesempatankesempatan dalam kerjaan. afektif. dan penyelesaian masalah-masalah karir. Rieder (dalam Sukardi 1984:96) berpendapat bahwa bimbingan karir dapat diartikan sebagai suatu perkembangan dari pengetahuan. tugas perkembangan bagi siswa disekolah sebagai calon tenaga kerja ialah memilih lapangan kerja yang sesuai dengan potensi-potensi yang dimilikinya. pemahaman kondisi lingkungan. Menjelaskan tujuan bimbingan dan konseling karir 3. Bimbingan karir terkait dengan perkembangan kemampuan kognitif. penyesuaian pekerjaan. peserta pelatihan dapat: 1. 2010:121) Bimbingan karir adalah proses-proses. Menjelaskan fungsi-fungsi bimbingan karir 4. maupun perolehan pengetahuan dalam keterampilan yang akan membantu dirinya memasuki sistem kehidupan sosial yang terus berubahubah. Menurut Herr (dalam Marsudi. maupun keterampilan individu dalam mewujudkan konsep diri yang positif. serta mengembangkan ketrampilan-ketrampilan mengambil keputusan sehingga yang bersangkutan dapat menciptakan dan mengelola perkembangan karirnya. pemahaman kondisi dan kemampuan diri. teknik-teknik. kemampuan umum dan kemampuan khusus guna membantu individu-individu dan kelompok-kelompok untuk memperoleh kemajuan dalam pekerjaan serta dalam merencanakan karir. Lebih dalam lagi Nurihsan(2006 :16) juga berpendapat Bimbingan karir yaitu bimbingan untuk membantu individu dalam perencanaan.

yaitu merancang kehidupan secara rasional untuk memperoleh peran-peran yang sesuai dengan minat. dan apakah dia berminat terhadap pekerjaan tersebut. Siswa menguasai ketrampilan dasar yang penting dalam pekerjaan terutama kemampuan berkomunukasi. sikap. Walgito (2004: 202-203) berpendapat tujuan dari bimbingan karir adalah untuk membantu para siswa agar: 1) Dapat memahami dan menilai dirinya sendiri. Siswa dapat mengembangkan sikap dan nilai diri sendiri dalam menghadapi pilihan lapangan kerja serta dalam persiapan memasukinya. lingkungan sosiopsikologis pekerjaan. 2) Menyadari dan memahami nilai-nilai yang ada dalam dirinya dan yang ada pada masyarakat.sekolah bertujuan agar siswa dapat meningkatkan keterampilan berfikir agar mampu mengambil keputusan tentang jabatan yang sesuai dengan diri siswa dan tersedia dalam dunia kerja. Secara khusus menurut Sukardi (2000: 42) bimbingan karir dilaksanakan di sekolah bertujuan antara lain : a. e. prospek kerja. agar dapat mengarahkan dirinya ke suatu bidang pekerjaan yang sesuai selaras dengan dirinya dan kebutuhan masyarakat. dengan cara mengenali cirriciri pekerjaan. Keberhasilan atau kenyamanan dakam suatu karir amat dipengaruhi oleh kemampuan dan minat yang dimiliki. asal bermakna bagi dirinya. yaitu kecenderungan arah karir. Bimbingan karir disekolah adalah salah satu usaha untuk memecahkan masalah karir. kemampuan dan minat. bekerja sama. mengenal bakat minat sesuai karir. 2. Oleh karena itu. Meningkatkan pengetahuan siswa tentang dunia kerja. b. Siswa meningkatkan keterampilan berpikir agar mampu mengambil keputusan tentang jabatan yang sesuai dengan dirinya dan tersedia dalam dunia kerja. Dengan bimbingan karir ini siswa dibantu agar memperoleh pemahaman diri. Apabila seorang siswa bercita-cita menjadi seorang guru. dan sesuai dengan norma agama. 152 . setiap orang perlu memahami kemampuan dan minatnya. lingkungannya dan dunia kerja. Dari uraian diatas dapat disimpulkan Bimbingan Karir adalah suatu layanan pemberian bantuan oleh guru pembimbing kepada individu untuk dapat mengenal dunia karir. 4) Memiliki kemampuan merencanakan masa depan. bakat. tanpa merasa rendah diri. serta memahami hubungan usaha dirinya yang sekarang dengan masa depannya. c. Tujuan bimbingan karir Menurut Yusuf dan Nurihsan ( 2008: 15-16) tujuan bimbingan karir sebagai berikut : 1) Memiliki pemahaman diri (kemampuan dan minat) yang terkait dengan pekerjaan 2) Memiliki sikap positif terhadap dunia kerja. dan kesejahteraan kerja. maka ia senantiasa harus mengarahkan dirinya kepada kegiatan-kegiatan yang relevan dengan karir keguruan tersebut. 3) Mengetahui berbagai jenis pekerjaan yang berhubungan dengan potensi yang ada dalam dirinya. 3) Memiliki kemampuan untuk membentuk identitas karir. kemampuan (persyaratan) yang dituntut. dalam bidang pekerjaan apa dia mampu. 5) Dapat membentuk pola-pola karir. Dalam arti mau bekerja dalam bidang pekerjaan apapun. Jadi bimbingan dan konseling karir yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai informasi. terutama yang berkaitan dengan potensi yang ada dalam dirinya mengenai kemampuan. 6) Mengenal keterampilan. berprakasa dan sebagainya. dan citacitanya. Meningkatkan pengetahuan siswa tentang dirinya sendiri. minat. serta memilih dan mengambil keputusan karir. kemampuan dan kondisi kehidupan sosial ekonomi. d. mengetahui jenis-jenis pendidikan dan latihan yang diperlukan bagi suatu bidang tertentu.

serta mencari jalan untuk dapat mengatasi hambatan-hambatan tersebut. melakukan perencanaan karir untuk mencapai cita-cita pekerjaan dengan mengambil mata pelajaran yang mendukung pekerjaan. 4) Siswa mampu mengidentifikasi keputusan mendatang yang harus ia putuskan. 7) Siswa dapat memilih atau menyelesaikan pendidikan atau latihan dengan dasar pemilihan karirnya. c. 2007: 134) Secara umum menurut Sukardi (1994: 34)prinsip-prinsip bimbingan karir di sekolah diantaranya : a. nilai) dan mampu melihat perbedaannya dengan orang lain. Fungsi bimbingan karir Bimbingan karir sebagai satu kesatuan proses bimbingan memiliki manfaat mengarahkan diri dan menciptakan kemandirian dalam memilih karir yang sesuai dengan kemampuan siswanya. Siswa hendaknya dibantu dalam mengembangkan pemahaman yang cukup memadahi terhadap diri sendiri dan kaitannya dengan perkembangan sosial pribadi dan perencanaan pendidikan karir. mengembangkan rencana-rencana yang lebih khusus guna menerapkan tujuan karir. Siswa secara keseluruhan hendaknya dibantu untuk memperoleh pemahaman tentang hubungan antara pendidikannya dan karirnya. 153 . Jadi dapat disimpulkan bahwa dalam layanan bimbingan karir ini bertujuan untuk membantu siswa agar mampu mengembangkan kesadaran akan perlunya penerapan yang lebih khusus dari tujuan karir. latihan dalam jabatan.S dalam (Marsudi. 2010: 124-125) mengemukakan fungsi bimbingan karir adalah: 1) Siswa dapat membedakan lebih rinci sifat-sifat kepribadiannya (kemampuan. bakat khusus. Siswa perlu diberikan pemahaman tentang dimana dan mengapa mereka berada dalam suatu alur pendidikannya. yang disebabkan oleh dirinya sendiri dan faktor lingkungan. b. Catherine D. dan pendidikan adalah sebagai persiapan dalam hidup. 5) Siswa dapat memilih pekerjaan dari lingkup pekerjaan yang luas dan mempelajarinya secara mendalam. e. f. 6) Siswa dapat membedakan diantara banyak pekerjaan. dengan maksud untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu yang berbeda. 5) Para siswa dapat merencanakan masa depannya. minat. pemilihan lapangan pekerjaan atau jabatan (profesi) tertentu serta membekali diri agar siap memangku jabatan tersebut dan dalam menyesuaikan diri dengan tuntutan-tuntutan dari lapangan pekerjaan yang telah dimasuki (Tohirin. 3. 3) Siswa dapat membedakan bermacam-macam dunia pendidikan yang tersedia.4) Menemukan hambatan-hambatan yang mungkin timbul. Prinsip bimbingan karir Pada prinsipnya bimbingan karir merupakan bantuan dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia pekerjaan. 4. Setiap siswa hendaknya memahami bahwa karir itu adalah sebagai suatu jalan hidup. yang dapat meberikan latihan persiapan untuk pekerjaan mendatang.L. Seluruh siswa hendaknya mendapat kesempatan yang sama untuk mengembangkan dirinya dalam pencapaian karirnya secara tepat. Siswa pada setiap tahap program pendidikannya hendaknya memiliki pengalaman yang berorientasi pada karir secara berarti dan realistik. 2) Siswa dapat membedakan antara beberapa daerah pekerjaan yang luas. dan mengejar latihan lebih lanjut di perguruan tinggi atau pendidikan setelah sekolah lanjutan yang mengantarkan siswa pada kualifikasi untuk pekerjaan khusus. serta menemukan karir dan kehidupannya yang serasi atau sesuai. d. Yusuf G.

Layanan penempatan. Program bimbingan karir di sekolah hendaknya berpusat di kelas. sikap dan kebiasaan belajar.g. yang meliputi.masing memilih kecakapan untuk sejumlah pekerjaan. diintegrasikan secara fungsional dengan program pendidikan pada umumnya. program pengajaran perbaikan dan program pengayaan serta program pengayaan tersebut dapat diharapkan untuk memantapkan diri siswa dalam pilihan karir. dan sifat kepribadiaan. perkembangan karir di masyarakat. dan kegiatan-kegiatan yang diharapkan dari siswa dalam pelaksanaan bimbingan karir. (4) Cita-cita atau gaya hidup. Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa prinsip-prinsip bimbingan karir di sekolah adalah memberikan kesempatan yang sama. diantaranya sebagai berikut : a. diantaranya adalah : a. 154 . Layanan informasi. minat. peranan BK serta pelacakan karir SMK. khususnya karir yang hendak dikembangkan. orientasi dan informasi karir. kursus-kursus serta program pilihan dalam rangka pengembangan karir. b. pelaksanaan bimbingan karir. Setiap jabatan memerlukan pola khas dari pada kemampuan. berpusat dikelas. 1997: 35) menyusun prinsip-prinsip tentang bimbingan karir disekolah. pemahaman tentang hubungan antara pendidikan dengan karir. d. khususnya sesuai dengan karir yang hendak dikembangkan. Holland. Materi Bimbingan Karir Prayitno (1997: 66) menjelaskan materi bimbingan karir dapat dirinci menjadi pokok-pokok berikut: (1) Pemantapan pemahaman diri berkenaan dengan kecenderungan karir yang hendak dikembangkan. dengan koordinasi oleh pembimbing. kegiatan pengembangan pemahaman. dan Donald E. tugas dan perkembangan remaja tentang kemampuan dan perkembangan karir. Super (dalam Sukardi. Setiap individu masing. Pekerjaan itu dipilih dengan maksud untuk memenuhi kebutuhan. potensi dan kemampuan. Layanan penguasaan konten dalam bimbingan karir. merangsang perkembangan pendidikan siswa. (3) Minat. meliputi. (2) Pemantapan orientasi dan informasi karir pada umumnya. Sukardi (1997: 141) menjelaskan materi paket bimbingan karir dibagi menjadi lima topik bimbingan karir yang tiap-tiap topik dibagi lagi menjadi sub-sub topik. Happock. (3) Orientasi dan informasi terhadap dunia kerja dan usaha memperoleh penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup. membahas pilihan program studi lanjutan. 5. Pemilihan jabatan bermula ketika seseorang pertama kali sadar bahwa suatu pekerjaan dapat menolong memenuhi kebutuhannya. pengalaman yang berorientasi pada karir secara berarti dan realistis. Menurut Wibowo (2002: 24) materi bimbingan karir adalah : a. dengan koordinasi oleh pembimbing. kesempatan untuk menguji konsep berbagai peranan dan ketrampilannya. Informasi mengenai jabatan akan membantu dalam pemilihan jabatan karena informasi tersebut membantu dalam menentukan apakah pekerjaan itu dapat memenuhi kebutuhan. disertai partisipasi orang tua dan kontribusi masyarakat. bantuan dalam perencanaan pendidikan karir. pemahaman tentang jalur pendidikan siswa. pemahaman bahwa karir adalah sebagai suatu jalan hidup. c. Layanan orientasi. (4) Orientasi dan informasi terhadap pendidikan yang lebih tinggi. (2) Bakat. kelompok latihan dan kegiatan ekstrakurikuler yang menunjang pilihan karir. e. orientasi dan informasi lembaga-lembaga ketrampilan sesuai dengan pilihan kerja serta orientasi dan informasi perguruan tinggi sesuai dengan arah perkembangan karir. Paket I : Pemahaman diri. meliputi. b. disertai partisipasi orang tua dan kontribusi masyarakat. meliputi. d. c. terdiri atas sub topik sebagai berikut: (1) Pengantar pemahaman diri.

3. atau lihat kamus/ensiklopedi. Berlatihlah merumuskan pengertian yang saudara jumpai dalam bahan ajar ini dengan kalimat saudara sendiri sejauh tidak menyimpang dari maksud kalimat dalam bahan ajar ini. Dengan bimbingan karir ini siswa dibantu agar memperoleh pemahaman diri. terdiri atas sub topik sebagai berikut: (1) Informasi pendidikan. E. (4) Pemahaman tentang berbagai macam jurusan dibidang pendidikan. Paket III : Pemahaman lingkungan. (4) Pertentangan nilai-nilai sendiri dengan orang lain. (4) Cara-cara mengatasi hambatan. Peserta pelatihan diminta membentuk kelompok yang terdiri atas 4-5 anggota. Latihan 1. (6) Pemahaman strategi mimilih sekolah dan jurusan. (2) Mengelola informasi diri. Cermati beberapa istilah penting yang ada di dalamnya. C. (3) Pertentangan nilai-nilai dalam diri sendiri. Paket V : Merencanakan masa depan. (5) Nilai-nilai yang bertentangan dengan kelompok atau masyrakat. (2) Pemahaman tentang berbagai macam profesi sebagai alternatif pengembangan karir. (6) Bertindak atas nilai-nilai sendiri. siapkan pula alat tulis berupa spidol warna atau stabilo untuk menandai hal-hal yang penting. (2) Faktor lingkungan. Jadi bimbingan dan konseling karir yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai informasi. Paket II : Nilai-nilai. (3) Mempertimbangkan alternatif. (7) Pengembangan kemampuan manajemen dan kepemimpinan. lingkungannya dan dunia kerja. mengembangkan rencana-rencana yang lebih khusus guna menerapkan tujuan 155 . Pelajari bab ini baik-baik. para peserta diharapkan mengikuti langkah-langkah berikut: 1. untuk berdiskusi tentang kegiatan bimbingan dan konseling karir di sekolah. Dari beberpa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa materi pokok layanan bimbingan karir. Bimbingan karir disekolah adalah salah satu usaha untuk memecahkan masalah karir. antara lain: (1) Pemahaman tentang bakat. 2. dosen atau instruktur. (4) Keputusan dan rencana. (5) Merencanakan masa depan. Peserta pelatihan diminta membuat materi layanan BK Karir sesuai dengan jenjang sekolah yang dibimbingnya. jika perlu tanyakan kepada teman sejawat. terdiri atas sub topik sebagai berikut: (1) Menyusun informasi diri. (2) Kekayaan daerah dan pengembangannya. (3) Manusia dan hambatan. Rangkuman Bimbingan Karir adalah suatu layanan pemberian bantuan oleh guru pembimbing kepada individu untuk dapat mengenal dunia karir. Paket IV : Hambatan dan mengatasi hambatan. (3) Pemahaman dan pengembangan kemampuan wirausaha.b. serta memilih dan mengambil keputusan karir. Bimbingan karir ini bertujuan untuk membantu siswa agar mampu mengembangkan kesadaran akan perlunya penerapan yang lebih khusus dari tujuan karir. (2) Saling mengenal dengan nilai orang lain. Peserta pelatihan diajak diskusi untuk mengidentifikasi contoh-contoh materi bimbingan karir yang ada dalam setiap jenjang pendidikan. d. agar dapat mengarahkan dirinya ke suatu bidang pekerjaan yang sesuai selaras dengan dirinya dan kebutuhan masyarakat. minat dan kemampuan diri berkaitan dengan karir yang akan dikembangkan. (3) Informasi jabatan. 2. terdiri atas sub topik sebagai berikut : (1) Faktor pribadi. terdiri atas sub topik sebagai berikut: (1) Nilai-nilai kehidupan. D. Lembar Kegiatan Untuk memperoleh pemahaman yang mendalam pada bab ini. c. mengenal bakat minat sesuai karir. 3. (5) Pengembangan kemampuan berkompetensi. bisa pula download dari internet. e. atau cari penjelasannya di buku-buku psikologi dan/atau bimbingan dan konseling.

karir. latihan dalam jabatan. antara lain: (1) Pemahaman tentang bakat. (5) Pengembangan kemampuan berkompetensi. (6) Pemahaman strategi mimilih sekolah dan jurusan. melakukan perencanaan karir untuk mencapai cita-cita pekerjaan dengan mengambil mata pelajaran yang mendukung pekerjaan. (3) Pemahaman dan pengembangan kemampuan wirausaha. minat dan kemampuan diri berkaitan dengan karir yang akan dikembangkan. F. dan mengejar latihan lebih lanjut di perguruan tinggi atau pendidikan setelah sekolah lanjutan yang mengantarkan siswa pada kualifikasi untuk pekerjaan khusus. apa tujuan dari bidang layanan karir yang dapat digunakan dalam pelaksanaan Bimbingan klasikal? 2. Berikan contoh materi layanan karir yang dapat digunakan dalam pelaksanaan layanan penguasaan konten! Beri penjelasan! 156 . (2) Pemahaman tentang berbagai macam profesi sebagai alternatif pengembangan karir. Materi pokok layanan bimbingan karir. (4) Pemahaman tentang berbagai macam jurusan dibidang pendidikan. Menurut anda. (7) Pengembangan kemampuan manajemen dan kepemimpinan. Tes Formatif 1.

kehidupan sehari-hari. Menghargai peranan Berinteraksi dengan Mengenal peran-peran diri dan orang lain lain jenis secara Kesadaran gender sosial sebagai laki-laki sebagai laki-laki atau kolaboratif dalam atau perempuan perempuan dalam memerankan peran kehidupan sehari-hari jenis Meyakini keunikan diri sebagai aset yang Mengenal kemampuan Menerima keadaan Pengembangan diri harus dikembangkan dan keinginan diri diri secara positif secara harmonis dalam kehidupan Mengenal nilai-nilai Menyadari manfaat Membiasakan diri Perilaku perilaku hemat. ulet kewirausahaan sungguh-sungguh dan sungguh-sungguh sungguh-sungguh dan (kemandirian konpetitif dalam dan konpetitif dalam konpetitif dalam perilaku ekonomis) kehidupan sehari-hari. pekerjaan.BAB VII STANDAR KOMPETENSI KEMANDIRIAN PESERTA DIDIK Standar Kompetensi Kemandirian (SKK) Peserta Didik pada Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama adalah sebagai berikut: No Tataran/Internalisasi Tujuan Akomodasi Tindakan Melakukan berbagai Landasan hidup Mengenal arti dan Berminat mempelajari kegiatan ibadah religius tujuan ibadah arti dan tujuan ibadah dengan kemauan sendiri Memahami Mengenal alasan Bertindak atas keragaman Landasan perilaku perlunya mentaati pertimbangan diri aturan/patokan dalam etis aturan/norma terhadap norma yang berperilaku dalam berperilaku berlaku konteks budaya Memahami Mengekspresikan Mengenal cara-cara keragaman ekspresi perasaan atas dasar Kematangan emosi mengekspresikan perasaan diri dan pertimbangan perasaan secara wajar perasaan orasaan kontekstual orang lain Mempelajari cara-cara Menyadari adanya Mengambil keputusan Kematangan pengambilan keputusan resiko dari berdasarkan intelektual dan pemecahan pengambilan pertimbangan resiko masalah keputusan yang mungkin terjadi. ulet hidup hemat. pendidikan Wawasan dan persyaratan dan pendidikan dan aktivitas dan aktifitas yang kesiapan karier aktivitas yang dalam dengan mengandung menuntut pemenuhan kemampuan diri relevansi dengn kemampuan tertentu kemampuan diri Kematangan Mempelajari normaMenyadari Bekerja sama dengan hubungan dengan norma pergaulan keragaman latar teman sebaya yang teman sebaya dengan teman sebaya belakang teman beragam latar Aspek Perkembangan Pengenalan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 157 . Mempelajari cara-cara Berinteraksi dengan Menghargai nilai-nilai Kesadaran memperoleh hak dan orang lain atas dasar persahabatan dan tanggung jawab memenuhi kewajiban nilai-nilai keharmonisan dalam sosial dalam lingkungan persahabatan dan kehidupan sehari-hari kehidupan sehari-hari keharmonisan hidup. ulet perilaku hemat. Mengidentifikasi Menyadari Mengekspresikan ragam alternatif keragaman nilai dan ragam pekerjaan.kehidupan sehari-hari.

peluang pada pengembangan dan ragam karir alternatif karir yang lebih terarah Mempelajari caraMenghargai nilai-nilai Mempererat jalinan cara membina dan kerjasama dan toleransi persahabatan yang Pengenalan 2 3 Kematangan emosi 4 Kematangan intelektual 5 Kesadaran tanggung jawab sosial 6 Kesadaran gender 7 Pengembangan diri Perilaku kewirausahaan (kemandirian perilaku ekonomis) 8 9 Wawasan dan kesiapan karier 10 Kematangan hubungan 158 . dan pertimbangan pemilihan mempertimbangkan aktifitas yang terfokus alternatif karir kemampuan. Mengembangkan peluang dan ragam Internalisasi nilai-niolai alternatif perencanaan pekerjaan.terbuka dan tidak lain sendiri dan orang lain menimbulkan konflik Mempelajari caraMenyadari akan Mengambil keputusan cara pengambilan keragaman alternatif dan pemecahan keputusan dan keputusan dan masalah atas dasar pemecahan masalah konsekuensi yang informasi/data secara secara objektif dihadapinya obyektif Menyadari nilai-nilai Mempelajari persahabatan dan Berinteraksi dengan keragaman interaksi keharmonisan dalam orang lain atas dasar sosial konteks keragaman kesamaan interaksi sosial Menghargai keragaman Mempelajari perilaku Berkolaborasi secara peraan laki-laki atau kolaborasi antar jenis harmonis dengan lain perempuan sebagai dalam ragam jenis dalam keragaman aset kolaborasi dan kehidupan peran keharmonisan hidup Menerima keunikan diri Mempelajari keunikan Menampilkan keunikan dengan segala diri dalam konteks diri secara harmonis kelebihan dan kehidupan sosial dalam keragaman kekurangannya Mempelajari strategi Menerima nilai-nilai dan peluang untuk Menampilkan hidup hidup hemat. sungguhsungguh-sungguh dan hemat. sengguhsungguh dan kompetitif kompetitif sebagai aset sungguh dan atas dasar kesadaran untuk mencapai hidup kompetitif dalam sendiri mandiri keragaman kehidupan Mempelajari kemampuan diri.ulet. yang melandasi karir dengan pendidikan.ulet berperilaku hemat.yang beragam latar belakangnya sebaya yang belakangnya mendasari pergaulan Standar Kompetensi Kemandirian (SKK) Peserta Didik pada Sekolah Lanjutan Tingkat Atas adalah sebagai berikut: No 1 Aspek Perkembangan Landasan hidup religious Landasan perilaku etis Tataran/Internalisasi Tujuan Akomodasi Tindakan Mengembangkan Melaksanakan ibadah Mempelajari hal ihwal pemikiran tentang atas keyakinan sendiri ibadah kehidupan beragama disertai sikap toleransi Mengenal keragaman Menghargai Keragaman Berperilaku atas dasar sumber norma yang sumber norma sebagai keputusan yang berlaku di rujukan pengambilan mempertimbang kan masyaraakat keputusan aspek-aspek etis Mengekspresikan Mempelajari caraBersikap toleran perasaan dalam caracara menghindari terhadap ragam cara yang konflik dengan orang ekspresi perasaan diri bebas. ulet.

sementara dalam konteks Bimbingan dan Konseling Standar Kompetensi ini dikenal dengan istilah Standar Kompetensi Kemandirian (SKK). Nurihsan. yaitu:(1) pengenalan/penyadaran (memperoleh pengetahuan dan pemahaman tentang aspek dan tugas perkembangan [standar kompetensi] yang harus dikuasai). Mulyaningtyas. Rambu-Rambu Penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling dalam Jalur Pendidikan Formal. Bandung : PT Remaja Rosda Karya. Heru. Depdiknas.dengan teman sebaya kerjasama dan toleransi dalam pergaulan dengan teman sebaya sebagai dasar untuk lebih akrab dengan menjalin persahabatan memperhatikan norma dengan teman sebaya yang berlaku Mengharagai normanorma pernikahan dan berkeluarga sebagai landasan bagi terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis Mengekspresikan keinginannya untuk mempelajari lebih intensif tentang norma pernikahan dan berkeluarga Kesiapan diri Mengenal norma11 untuk menikah norma pernikahan dan berkeluarga dan berkeluarga Dalam konteks pembelajaran Standar Kompetensi ini disebut Standar Kompetensi Lulusan (SKL). Renita. Landasan Bimbingan dan Konseling. 2004. (7) Pengembangan diri. Masing-masing aspek perkembangan memiliki tiga dimensi tujuan. Erman. 2006. 2010. Asmani M. (4) Kematangan intelektual. Bimbingan dan Konseling untuk SMA dan MA Kelas X. 2007. (2) akomodasi (memperoleh pemaknaan dan internalisasi atas aspek dan tugas perkembangan [standar kompetensi] yang harus dikuasai) dan (3) tindakan (perilaku nyata dalam kehidupan seharihari dari aspek dan tugas perkembangan [standar kompetensi] yang harus dikuasai). Jakarta: PT Rineka Cipta. Yogyakarta: Diva Press. (5) Kesadaran tanggung jawab sosial. (8 ) Perilaku kewirausahaan (kemandirian perilaku ekonomis). Bimbingan dan Konseling dalam Berbagai Latar Kehidupan. Semarang : UPT MKK Universitas Negeri Semarang. dan (11) Kesiapan diri untuk menikah dan berkeluarga (hanya untuk SLTA dan PT). 2006. Jakarta: Quantum Teaching. Hallen A.2006. 2005. Rahman. Bimbingan dan Konseling Pola 17. Yusup Purnomo. Bimbingan dan Konseling. Saring. B. Kesebelas aspek perkembangan tersebut adalah: (1) Landasan hidup religius. 2007. Marsudi.Jakarta. S. (3) Kematangan emosi. 159 . Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling. Abu. Jakarta: Penerbit Erlangga. Bandung : Refika Aditama. Prayitno dan Amti. DAFTAR PUSTAKA Ahmadi.2010. Bimbingan dan Konseling Di Sekolah. Psikologi Belajar. Yogyakarta: UCY Press. yang di dalamnya mencakup sepuluh aspek perkembangan individu (SD dan SLTP) dan sebelas aspek perkembangan individu (SLTA dan PT). Surakarta: Muhammadiyah University Press. (10) Kematangan hubungan dengan teman sebaya. Jakarta: Rineka Cipta. Mugiarso. 2003. (2) Landasan perilaku etis. Bimbingan dan Konseling. Achmad Juntika. (9) Wawasan dan kesiapan karier. Layanan Konseling Di Sekolah. Nurihsan & Yusuf . (6) Kesadaran gender. 2004. Jamal.

Yogyakarta: Media Abadi. Bimbingan Dan Konseling Untuk SMP Kelas VIII. Sukardi. Yulita. Totok.Rintyastini. Dewa Ketut. 160 . Suharsimi Arikunto. Santoso. Jakarta: Rineka Cipta. Pengantar Pelaksanaan Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Yusuf. Jakarta: PT. Slameto. 2006. 2004. Semarang: Satya Wacana. 2008. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah. Dan Suzy Yulia. Bandung: Rizqi Press. Winkel dan Hastuti. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. 2010. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi. 2007. 2008. Jakarta: Depdikbud. Jakarta: Rineka Cipta. Pedoman Pelayanan Bimbingan dan Konseling SMP. 2005. Syamsu. Layanan Bimbingan Belajar di Sekolah Menengah. Tohirin. Gelora Aksara Pratama. 1988. 2009. Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Jakarta : Bima Aksara. Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Sri. Sarono.

Sementara profesi konselor memberikan pemahaman bahwa nilai-nilai pribadi konselor dapat mempengaruhi respon-respon konselor terhadap klien. 2. Berbagai hal yang belum dipahami dalam disksusi dengan teman sejawat sebaiknya dicari penjelasannya dalam kepustakaan yang relevan. (e) angket. setiap peserta pelatihan disarankan menempuh langkah-langkah berikut ini. memahami kekuatan dan keterbatasan personal dan profesional. dan jika masih belum terjawab dapat ditanyakan kepada dosen atau instruktur ketika pelatihan berlangsung. teknik non-tes ini dikenal sebagai mata kuliah ”Pemahaman Individu Teknik Nontes dan Praktikum Teknik Nontes”. Sebelum pelatihan dilaksanakan seyogyanya peserta pelatihan telah membaca terlebih dahulu buku ajar ini. mengingat gejala yang dipahami adalah gejala-gejala psikologis yang muncul dalam bentuk ucapan dan tingkah laku seseorang dalam kehidupannya sehari-hari. selanjutnya peserta pelatihan dipandu untuk berlatih mempersiapkan dan mempraktikkan masingmasing teknik tersebut. demikian pula jika saudara menemukan sumber yang berbeda perlu dikonfirmasi dan dikomunikasikan dengan baik kepada dosen atau instruktur pelatihan. (i) tes kepribadian. dan secara konsisten menampilkan perilaku sesuai kode etik profesi konselor. bukan untuk kepentingan yang lain. (g) tes inteligensi umum. untuk selanjutnya menerapkannya dalam pelayanan bimbingan dan konseling. (k) pemanfaatan hasil nontes dan tes untuk konseling individual. C. (d) sosiometri. Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling. Kebutuhan pengetahuan dasar psikologi ini mutlak. sedangkan teknik tes diberikan dalam mata kuliah ”Pemahaman Individu Teknik Tes dan Praktikum Teknik Tes”. Deskripsi Materi buku ajar Pemahaman Individu mencakup teknik nontes dan tes. Pada setiap akhir setiap bab yang membahas suatu teknik. Semua teknik diawali dengan penyajian materi secara teoretik. Meski sifatnya latihan. (h) tes bakat umum. disediakan tugas-tugas yang harus saudara lakukan mulai persiapan hingga melakukan tindakan praktik teknik tertentu. maka prasyarat yang harus dimiliki oleh setiap peserta pelatihan adalah memahami Psikologi. 1. Prasyarat Mengingat aspek yang hendak dipahami konselor berkaitan dengan gejala-gejala psikis seseorang (terutama konseli) dalam kerangka bimbingan dan konseling. Ikuti penyajian materi oleh dosen atau instruktur dengan cermat dan sungguhsungguh.BAB I PENDAHULUAN A. Manfaatkan kesempatan tanya jawab dan diskusi untuk bertanya dan meminta penjelasan atas materi yang belum saudara pahami. B. Lingkup isi buku ajar ini mencakup (a) pengertian dan tujuan pemahaman individu. (j) tes prestasi belajar. hasil pemahaman terhadap individu (konseli) adalah untuk kepentingan pelayanan bimbingan dan konseling. lakukan pencatatan seperlunya terhadap hal-hal yang saudara anggap penting. dan Profesi Konselor. Dalam kurikulum Program Studi Bimbingan dan Konseling sebagaimana disepakati oleh Forum Komunikasi Jurusan/Program Studi Bimbingan dan Konseling Indonesia pada Workshop Nasional Kurikulum Program Studi Bimbingan dan Konseling tanggal 28-29 Maret 2009 di Hotel Satelit Surabaya. (b) teknik observasi. Petunjuk Belajar Dalam mempelajari buku ajar ini. 3. seyogyanya saudara melakukannya dengan sungguhsungguh dan lakukan pencatatan dengan sebaik-baiknya sebagai laporan praktik. (c) daftar cek masalah (DCM). dan lebih baik lagi jika beberapa peserta berkelompok memahami dan mendiskusikan isi buku ajar ini. 161 . (f) wawancara. Sedangkan kebutuhan terhadap pengetahuan dasar bimbingan dan konseling mengingat bahwa.

sesuai dengan kebutuhan pelayanan bimbingan dan konseling 11. subjek itu bisa jadi tetangga rumah. kebutuhan. Untuk itu praktikkanlah dan manfaatkan setiap kesempatan untuk berlatih memahami sifat-sifat atau karakteristik orang lain. Dalam hal ini. 162 . sebab subjek yang bisa saudara gunakan praktik ada di sekitar saudara.1 Menguasai hakikat asesmen 11.4. Bagi setiap konselor penguasaan terhadap kompetensi tersebut dapat diukur dengan indikator sebagai berikut: 11.6 Memilih dan mengadministrasikan instrumen untuk mengungkapkan kondisi aktual konseli berkaitan dengan lingkungan 11. teman sepelatihan. 5.7 Mengakses data dokumentasi tentang konseli dalam pelayanan bimbingan dan konseling 11.8 Menggunakan hasil asesmen dalam pelayanan bimbingan dan konseling dengan tepat 11. atau siswa di sekolah saudara.4 Mengadministrasikan asesmen untuk mengungkapkan masalah-masalah konseli. teman guru. D.9 Menampilkan tanggung jawab profesional dalam praktik asesmen Hasil belajar dalam pelatihan dikatakan terpenuhi jika penguasaan terhadap indikator tersebut di atas mencapai 80%. dan masalah konseli. 11.2 Memilih teknik asesmen. Kompetensi dan Indikator Kompetensi utuh yang harus dimiliki oleh setiap konselor ada 17 butir sebagaimana disebutkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 27 Tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor. 11. di internet yang luar bisaa banyaknya (dan cenderung lebih murah dari pada buku teks). kompetensi yanag terkait langsung dengan pemahaman individu adalah kompetensi butir 11 yaitu Menguasai konsep dan praksis asesmen untuk memahami kondisi. ada baiknya saudara lebih banyak membaca berbagai referensi yang berhubungan dengan kehidupan manusia yang sekarang ini banyak tersedia di toko buku.3 Menyusun dan mengembangkan instrumen asesmen untuk keperluan bimbingan dan konseling 11. Untuk lebih mempertajam cara pandang saudara. Oleh karena itu setiap peserta pelatihan dan dosen atau instruktur harus berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mencapai indikator kompetensi di atas secara benar.5 Memilih dan mengadministrasikan teknik asesmen pengungkapan kemampuan dasar dan kecenderungan pribadi konseli. Untuk mempraktikkan teknik-teknik yang disajikan dalam buku ajar ini tidak terlalu sulit.

memahami dirinya. Dengan kata lain perlunya pemahaman individu dalam layanan bimbingan dan konseling adalah agar individu memperoleh bantuan yang sesuai dengan kemampuan dan potensinya agar apa yang diharapkannya dapat tercapai (artinya individu dapat mencapai penyesuaian diri dengan dirinya sendiri. sosial dengan harapan klien tersebut dapat memecahkan masalahnya. menilai atau menaksir karakteristik. and tests”. Kompetensi dan Indikator Setelah mempelajari materi ini.BAB II PENGERTIAN DAN TUJUAN Kegiatan Belajar 1 A. dan (c) Menyusun dan mengembangkan instrumen asesmen untuk keperluan bimbingan dan konseling. Pengertian Pemahaman Individu Pemahaman individu oleh Aiken (1997:454) diartikan sebagai “Appraising the presence or magnitude of one or more personal characteristic. lingkungan keluarga. Salah satu hal yang penting dalam bimbingan dan konseling ialah memahami individu secara keseluruhan baik masalah yang dihadapi maupun latar belakangnya. 163 . dan beberapa jenis tes. inventories. Semuanya itu bisa ditaksir atau diukur dengan bermacam-macam cara. karakter kepribadiannya. setiap peserta pelatihan diharapkan memahami konsep dan praksis asesmen untuk memahami kondisi. Dari rumusan tersebut bisa diidentifikasi bahwa pemahaman individu adalah suatu cara untuk memahami. sekolah dan masyarakat”. teknik projektif.com (2009) mendefinisikan bimbingan dan konseling sebagai ”suatu bantuan yang diberikan seseorang (konselor) kepada orang lain (klien) yang bermasalah psikis. Di dalam bimbingan dan konseling. terlebih dahulu kita pelajari tentang pengertian bimbingan dan konseling. dan/atau sumber data selain konseli yang bisa memberikan keterangan tentang konseli. (b) Memilih teknik asesmen. potensi. dengan tujuan agar kita semakin memahami mengapa pemahaman individu diperlukan dalam bimbingan dan konseling. rating scale. dan masalah konseli. Scribd. sesuai dengan kebutuhan pelayanan bimbingan dan konseling. B. Dengan demikian individu akan memperoleh bantuan yang tepat dan terarah. mengarahkan dirinya sesuai dengan kemampuan dan potensinya sehingga mencapai penyesuaian diri dengan lingkungan keluarga. kita tidak mungkin dapat memberikan pertolongan kepada seseorang sebelum kita kenal atau paham dengan orang tersebut. dan atau masalah-masalah (gangguan) yang ada pada individu atau sekelompok individu. Assessing human behavior and mental processes includes such procedures as observations. Berdasarkan pengertian bimbingan dan konseling di atas. interview. inventori. daftar cek. Aiken (1997:1) menunjukkan bahwa manusia dalam kenyataannya berbeda-beda dalam kemampuan berpikirnya. skala penilaian. Cara yang digunakan meliputi observasi. Uraian Materi 1. Dengan demikian pemahaman individu adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh seseorang untuk mengerti dan memahami individu lain. projective techniques. 2. interviews. Dalam konteks bimbingan dan konseling. dan tingkah lakunya. Sebagai indikator bahwa peserta telah memahami hakikat pemahaman individu mereka (a) Memahami hakikat asesmen. kebutuhan. Pemahaman atau penilaian tersebut dimaksudkan untuk kepentingan pemberian bantuan bagi pengembangan potensi yang ada padanya (developmental) dan atau penyelesaian masalah-masalah yang dihadapinya (klinis). Tujuan Pemahaman Individu dalam Bimbingan dan Konseling Sebelum kita membahas lebih lanjut mengenai perlunya pemahaman individu dalam kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling. dapat disimpulkan perlunya pemahaman individu dalam bimbingan dan konseling sebagai berikut : b. sekolah dan masyarakat). mengerti dan memahami tersebut dilakukan oleh konselor terhadap konseli. c. check list.

menilai atau menaksir karakteristik. kemampuan berpikirnya. Kita semakin mampu memperlakukan siswa sebagaimana mestinya dalam arti lain mampu memberikan bantuan seperti yang dikehendaki oleh siswa. dan orang dewasa. Kemudian jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut: a. Kita semakin mampu menerima keadaan individu (siswa) seperti apa adanya dan sekaligus keberadaan siswa baik dari segi kelebihan maupun kekurangannya. jika perlu tanyakan kepada teman sejawat. Mengenal Sasaran Pemahaman Individu Sasaran yang dimaksud dalam pelayanan bimbingan dan konseling adalah individu/manusia. Pemahaman individu adalah suatu cara untuk memahami. Mengenal masalah dan perkembangannya. remaja. Rangkuman 1. Lembar Kegiatan Untuk memperoleh pemahaman yang mendalam pada bab ini seyogyanya saudara mengikuti langkah-langkah berikut: 1. daftar cek. Apa yang perlu dikenal dari setiap sasaran? a. budayanya. 2. Catat perbedaan yang diperoleh saat menggali data dengan teknik yang sama terhadap subjek yang berbeda usianya. Mengenal cara individu dalam menghadapi masalah. inventori. Pelajari bab II buku ajar ini baik-baik. 4. 2. jika saudara gagal dengan suatu cara. b. Apa keuntungan bagi konselor dan guru pada umumnya jika memahami sifatsifat pribadi siswa asuhnya? D. siapkan pula alat tulis berupa spidol warna atau stabilo untuk menandai hal-hal yang penting. Mengenal reaksi individu dalam menghadapi masalah. d. bisa pula download dari internet. setiap saat manusia berkembang dan berubah. C. teknik projektif. Latihan 1. interview. potensi. Dalam upaya mengenali/memahami sasaran tidak mungkin bisa mengenalinya sampai seratus persen. atau cari penjelasannya di buku-buku psikologi dan/atau bimbingan dan konseling. Berlatihlah merumuskan pengertian yang saudara jumpai dalam buku ajar ini dengan kalimat saudara sendiri sejauh tidak menyimpang dari maksud kalimat dalam buku ajar ini. atau lihat kamus/ensiklopedi. 3. 3. 164 . Lakukan pengamatan dan pencatatan secara cermat terhadap 10 orang peserta pelatihan di sekitar saudara. latar belakang pendidikannya. skala penilaian. Cara yang digunakan meliputi observasi. E. Berlatihlah menggali data. 3. Mengenal pribadinya (hakekat individu dan kebutuhannya). Rumuskan persamaan sifat-sifat umum di antara mereka yang saudara tangkap dalam observasi! c. Cermati beberapa istilah penting yang ada di dalamnya. Mengapa? Karena individu/manusia adalah makhluk yang paling dinamis. apa yang saudara lakukan untuk tetap memperoleh data yang saudara harapkan? 5. dan beberapa jenis tes. c. Lakukan pula percobaan menggali data pada anak-anak. Kita terhindar dari gangguan komunikasi.Pemahaman individu dalam layanan bimbingan dan konseling bertujuan agar: 1. Tunjukkan perbedaan sifat-sifat 10 orang tersebut yang satu dengan lainnya! b. dan atau masalah-masalah (gangguan) yang ada pada individu atau sekelompok individu. dosen atau instruktur. sehingga mampu menciptakan relasi yang semakin baik.

dan (3) Kita terhindar dari gangguan komunikasi. Tunjukkan semua alasan. F. karena (a) Di dalam bimbingan dan konseling. sehingga mampu menciptakan relasi yang semakin baik. 3. kita tidak mungkin dapat memberikan pertolongan kepada seseorang sebelum kita kenal atau paham dengan orang tersebut. Tes Formatif 1. Sedangkan tujuan pemahaman individu adalah untuk (1) Kita semakin mampu menerima keadaan individu (siswa) seperti apa adanya dan sekaligus keberadaan siswa baik dari segi kelebihan maupun kekurangannya. Tuliskan pula kemungkinan negatif jika konselor tidak bisa memahami konseli yang dilayaninya! 165 . (b) Salah satu hal yang penting dalam bimbingan dan konseling ialah memahami individu secara keseluruhan baik masalah yang dihadapi maupun latar belakangnya. Pemahaman individu diperlukan dalam bimbingan dan konseling.2. (2) Kita semakin mampu memperlakukan siswa sebagaimana mestinya dalam arti lain mampu memberikan bantuan seperti yang dikehendaki oleh siswa. Tuliskan semua manfaat bagi konselor bila ia terampil menggunakan bermacammacam teknik asesmen! 4. mengapa seorang konselor perlu memahami karakteristik individu yang dibimbingnya? 2. Tunjukkan pula semua alasan mengapa seseorang konselor perlu memahami dan terampil menggunakan bermacam-macam teknik? 3.

BAB III PEMAHAMAN INDIVIDU TEKNIK NONTES Kegiatan Belajar 2 A. Kompetensi dan Indikator Kompetensi yang terkait dengan materi ini adalah (1) Memilih teknik asesmen, sesuai dengan kebutuhan pelayanan bimbingan dan konseling, (2) Menyusun dan mengembangkan instrumen asesmen untuk keperluan bimbingan dan konseling, dan (3) Mengadministrasikan asesmen untuk mengungkapkan masalah-masalah konseli. Oleh karena itu, setelah mempelajari materi ini, diharapkan peserta pelatihan mampu melakukan observasi dalam rangka bimbingan dan konseling dengan benar. Kemampuan melakukan observasi itu ditampilkan dalam (a) mampu memilih jenis instrument yang tepat untuk memperoleh data individu: observasi, daftar cek masalah (DCM), sosiometri, angket, dan/atau wawancara, (b) mampu merancang atau mempersiapkan observasi, daftar cek masalah (DCM), sosiometri, angket, dan wawancara dengan benar, (c) mampu memanfaatkan alat-alat bantu observasi, daftar cek masalah (DCM), sosiometri, angket, dan wawancara, (d) mampu melaksanakan analisis hasil observasi, daftar cek masalah (DCM), sosiometri, angket, ataukah wawancara dengan benar, dan (e) mampu memanfaatkan hasil observasi, daftar cek masalah (DCM), sosiometri, angket, dan wawancara untuk kepentingan bimbingan dan konseling dengan tepat. B. Uraian Materi 3.1 Observasi 3.1.1 Pengertian Observasi Dari berbagai pengertian metode observasi yang dapat dilacak dari berbagai sumber, penulis menyimpulkan bahwa metode observasi sebagai alat pengumpul data adalah kegiatan pengamatan (secara inderawi) yang direncanakan, sistematis, dan hasilnya dicatat serta dimaknai (diinterpretasikan) dalam rangka memperoleh pemahaman tentang subjek yang diamati. Pengertian tersebut menunjukkan karakteristik observasi sebagai berikut: 1) Observasi merupakan kegiatan pengamatan terhadap suatu objek perilaku subjek yang diamati. 2) Kegiatan tersebut pada pokoknya menggunakan dan memanfaatkan kemampuan indera pengamatan, terutama mata dan telinga. 3) Kegiatan pengamatan harus direncanakan sesuai dengan tujuan yang akan dicapai/diperoleh. 4) Kegiatan pengamatan dilakukan secara sistematis yaitu dengan prosedur (uruturutan, langkah-langkah) tertentu. 5) Hasilnya segera dicatat begitu pengamatan selesai, sehingga tidak lupa dan menyebabkan data pengamatan bisa. 6) Catatan pengamatan digunakan untuk memaknai perilaku subjek yang diamati, sehingga pengamat memperoleh pemahaman tertentu atas subjek itu. 3.1.2 Bentuk-bentuk Observasi Menurut cara dan tujuannya, Surya dan Natawidjaja (1997:226) membedakan observasi menjadi observasi partisipatif, observasi sistematis, dan observasi experimental. 1. Observasi partisipatif, ialah observasi di mana orang yang mengobservasi (pengamat, observer) benar-benar turut serta mengambil bagian dalam kegiatan yang dilakukan oleh orang atau objek yang diamati ( observee, observi). Misalnya guru mengamati perilaku siswa di kelas sambil mengajar, sehingga guru langsung dalam kegiatan pembelajaran yang dilakukan guru dan siswa. Atau guru mengamati perilaku siswa pada saat mengikuti olahraga ekstrakurikuler dengan cara guru terlibat langsung sebagai peserta olehraga tersebut. Apabila pengamat tidak mengambil bagian sama sekali dalam kegiatan orang atau objek yang diobservasi, maka observasi itu disebut

166

observasi nonpartisipatif. Misalnya guru mengamati perilaku siswa dalam diskusi, guru tersebut tidak ikut diskusi tetapi mengamati dari luar kelompok diskusi. 2. Observasi sistematis atau disebut juga observasi terstruktur, ialah observasi di mana sebelumnya telah diatur struktur yang berisikan faktor-faktor yang telah diatur berdasarkan kategori masalah yang hendak diobservasi. Pada observasi sistematis ini, observer sebelumnya menyusun kisi-kisi yang memuat faktor-faktor yang akan diobservasi beserta kategori masalahnya. Berdasarkan kisi-kisi tersebut, observer selanjutnya menjabarkan dalam daftar cek dan/atau skala penilaian. Apabila dalam suatu observasi tidak terdapat sistematika struktur kategori itu, observasi itu disebut observasi nonsistematis atau tidak terstruktur. 3. Observasi experimental, ialah observasi yang dilakukan secara nonpartisipatif dan secara sistematis, untuk mengetahui perubahan-perubahan atau gejala-gejala sebagai akibat dari situasi yang sengaja diadakan. Misalnya untuk mengetahui perkembangan klien setelah dilakukan treatment dalam konseling individual (perorangan); konselor mengobservasi perilaku siswa tersebut yang mengalami kesulitan untuk mengemukakan pendapat dalam diskusi. Konselor merancang suatu diskusi (nonpartisipatif) beserta pedoman observasi untuk mengamati perilaku siswa tersebut dalam mengemukakan dan/atau menanggapi pendapat pada saat kegiatan diskusi (sistematik). Berdasarkan pengamatan tersebut, konselor dapat membuat interpretasi tentang hasil dan perkembangan treatment terhadap klien tersebut; apakah klien sudah berkembang atau belum kemampuannya mengemukakan dan/atau menanggapi pendapat dalam kegiatan diskusi. Untuk memahami individu, metode observasi ini mempunyai manfaat yang cukup dapat disaudaralkan, karena mempunyai beberapa kelebihan dan kekurangan sebagaimana dikemukakan oleh Djumhur dan Surya (1981:52). Kelebihan-kelebihan observasi adalah sebagai berikut: 1) Observasi merupakan teknik yang langsung dapat digunakan untuk memperoleh data berbagai aspek tingkah laku. 2) Bagi observi, hal ini lebih meringankan dibandingkan dengan apabila mereka disuruh mengisi angket atau menjawab pertanyaan. 3) Teknik observasi memungkinkan dilakukan pencatatan yang serempak dengan terjadinya gejala atau kejadian penting. 4) Observasi dapat merupakan teknik untuk mencek data yang diperoleh dengan teknik lain seperti wawancara, angket (kuesioner), dan sosiometri. 5) Dengan observasi observer tidak memerlukan bahasa verbal sebagai alat untuk memperoleh data. 6) Dengan observasi dapat dieroleh data, gejala atau kejadian yang sebenarnya dan langsung. Selain beberapa keuntungan sebagaimana tersebut di atas, observasi juga memiliki kelemahan-kelemahan sebagai berikut: 1) Banyak hal yang tidak dapat diungkap dengan observasi, misalnya kehidupan pribadi yang bersifat rahasia. 2) Apabila siswa (atau observi lainnya) mengetahui bahwa mereka sedang diobservasi, mungkin sekali mereka melakukan kegiatan yang tidak wajar lagi (perilakunya dibuat-dibuat). 3) Observasi banyak tergantung pada faktor-faktor yang tidak terkontrol. 4) Faktor subjektivitas observer sukar untuk dihindari. 3.1.3 Menyusun Panduan Observasi Agar observasi bisa dilakukan dengan baik, maka perlu dilakukan perencanaan secara cermat dalam bentuk panduan observasi. Langkah-langkah yang perlu diperhatikan dalam menyusun panduan observasi bisa ditempuh langkah-langkah berikut :

167

a. Tetapkan tujuan observasi, dengan selalu memperhatikan tujuan observasi diharapkan observer akan lebih terfokus pada tujuan observasi dan sekaligus tidak mudah tertarik kepada gejala-gejala yang sebenarnya tidak ada kaitannya dengan tujuan observasi. b. Pastikan dan fahami materi observasi, apa sebenarnya yang hendak diobservasi seyogianya sudah dikuasi dengan baik oleh observer. c. Gali variabel-variabel observasi; jika obyek atau materi observasi itu adalah ”kambing”, variabel-variabel itu adalah bagian-bagian penting yang pasti ada atau menjadi bagian penting dari binatang yang namanya ”kambing”; (misalnya kepala, badan, kaki, ekor, dan lain sebagainya). d. Gali pula sub variabel; terkadang suatu obyek bukan hanya terdiri dari satu variabel saja, tetapi ia terdiri dari sub-sub variabel; ibarat salah satu variabel dalam obyek observasi adalah ”kepala kambing”, maka pada kepala kambing itupun ada mata, telinga, hidung, tanduk, dan bulu. e. Tetapkan Indikator; indikator dimaknai sebagai ciri-ciri atau katrekteristik yang ada pada variabel atau sub-varibel. Langkah-langkah dalam menyusun panduan observasi (observasi guide) selanjutnya disajikan pada diagram berikut : LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN PANDUAN OBSERVASI

TETAPKAN TUJUAN

PASTIKAN & FAHAMI MATERI
JABARKAN KONSEP

TETAPKAN INDIKATOR

GALI VARIABEL & SUB-VARIABEL

OBSERVASI PENJAJAGAN

PANDUAN OBSERVASI

3.1.4 Alat-alat Bantu Observasi Beberapa alat bantu yang bisa digunakan untuk mendukung kegiatan observasi yaitu (a) daftar riwayat kelakuan atau catatan anekdot, (b) catatan berkala, (c) daftar cek, (d) skala penilaian, dan (e) alat-alat bantu mekanik (seperti tape recorder, kamera digital dan manual, handycam, camera CCTV, computer). 3.1.5 Analisis hasil observasi: individual dan kelompok Observasi dapat dilakukan untuk individual maupun kelompok. Mengacu pada pedoman observasi yang disajikan dalam contoh di buku ajar ini seorang konselor dapat memahami subjek setelah melakukan analisis data berdasarkan fakta yang diperoleh dari kegiatan observasi. Mari kita coba menganalisis hasil observasi yang sudah diperoleh konselor dari observer yang berbeda.

168

Contoh 3.1.4.1 Daftar riwayat kelakuan atau Catatan ankedot insidental (individual)
Nama siswa Sekolah / Kelas Hari, tanggal Tempat Peristiwa Interpretasi : : : : : : Srikandi SMA Madukara Semarang / X A Kamis, 9 Juni 2011 Ruang kelas X A Srikandi menangis menjerit-jerit pada waktu sehabis istirahat pertama karena bertengkar dengan Dessy teman sekelasnya

Semarang, 9 Juni 2011 Observer,

Bambang Tetuka, S.Pd.
Dari contoh 1 di atas konselor harus mampu membedakan antara peristiwa dengan interpretasi. Peristiwa merupakan fakta yang sebenarya terjadi yang bisa kita tangkap dengan panca indera. Sementara interpretasi merupakan makna yang diberikan oleh observer atas peristiwa yang terjadi. Konselor menginterpretasikan setelah melakukan investigasi (pelacakan) dan kajian lebih lanjut atas peristiwa yang terjadi. Informasi yang diperoleh dari pelacakan dan kajian tersebut diinterpretasikan sebagai cermin pemahaman individu oleh konselor. Dengan demikian bisa saja ada berbagai interpretasi atas peristiwa tersebut oleh beberapa konselor yang berbeda . Contoh 3.1.4.2: Daftar riwayat kelakuan atau Catatan anekdot insidental (kelompok) Masalah yang diobservasi Hari, tanggal Jam pelajaran ke Sekolah/Kelas Mata pelajaran Guru mata pelajaran Peristiwa Hesti memecahkan tabung reaksi : : : : : : Tingkah laku siswa pada waktu praktikum di laboratorium Kamis, 7 Juni 2012 4-5 SMA Pringgodani Kudus/XI IPA.5 Kimia Endang Pergiwa Paraf

Komentar observer Hesti bekerja tidak sungguh-sungguh, bahkan sambil bergurau dengan Anto saat mengadukaduk (menggoyang-goyang) dua zat kimia dalam tabung reaksi. Mungkin karena bergurau tabung lepas dan pecah.

Dani bertengkar dengan Iwan, hampir berkelahi

169

Sariman tangannya terbakar

Kesimpulan/komentar observer: Ketiga persitiwa tersebut terjadi karena siswa mengabaikan petunjuk guru dan tata tertib kerja praktek di laboratorium.

Semarang 7 Juni 2012 Ketua kelas,
Siti Sundari Catatan: Ketua kelas sebagai observer Dari contoh di atas, analisis observer ada pada kolom komentar observer, yang kemudian disimpulkan. Jika analisis berbeda, maka kesimpulan pun bisa berbeda pula. Contoh 3.1.4.3: Daftar riwayat kelakuan atau Catatan Anekdot Periodik Masalah yang diobservasi : Kejadian-kejadian pada waktu kerja kelompok Siswa yang diobservasi : Hesti Pramudita Hari ke 1 Peristiwa Hesti memecahkan tabung reaksi pada saat praktikum Kimia di laboratorium Hesti tidak ikut berbicara pada saat diskusi tentang life skill. Hesti banyak membuat kesalahan ketika bermain bola voli, sehingga regunya kalah. Komentar observer Guru bidang studi marah bukan hanya kepada Hesti tetapi juga kepada siswa lainnya, karena para siswa tidak mau mengikuti petunjuk guru. Mungkin dia tidak siap dengan dia Nampaknya Hesti memang tidak sehat dan tidak bersemangat untuk bermain, sehingga ia asal memukul bola. Paraf

2 3

Kesimpulan/komentar observer: Perlu ada pendekatan pribadi, sehingga dapat diketahui apakah Hesti memang sakit atau sedang menghadapi masalah.

Semarang 2 Juni 2012 Wali kelas,

Drs.Gegap Gempita Dari contoh di atas, analisis observer ada pada kolom komentar observer, yang kemudian disimpulkan. Jika analisis dilakukan oleh konselor yang berbeda, bisa jadi kesimpulannya berbeda pula.

170

Contoh 3.1.4.4: Skala Penilaian Deskriptif Nama siswa Kelas Jenis kelamin Hari dan tanggal Aspek yang diobservasi : Larasati : VIIB SMP Pringgodani Semarang : Perempuan : Jum’at, 15 Juni 2012 : Keaktifan dalam mengikuti pelajaran Alternatif Penilaian KadangSering kadang       Tidak pernah

Aspek yang diobservasi 1. Mengajukan pertanyaan kepada guru 2. Menjawab pertanyaan guru 3. Menulis keterangan guru 4. Mendengarkan keterangan guru dengan sungguh-sungguh 5. Mendengarkan keterangan guru sambil berbicara dengan teman 6. Mendengarkan keterangan guru sambil bermain sendiri 7. Menjawab pertanyaan teman Komentar Observer:

Selalu

Larasati aktif mengikuti pelajaran di kelas

Semarang, 15 Juni 2012 Observer, ……………………….. Cobalah Saudara isi kolom pada contoh 4 di atas, kemudian buat analisis sehingga data yang Saudara peroleh mempunyai makna untuk memahami individu (Larasati).

171

Contoh 3.1.4.5 Skala Penilaian Grafis Nama siswa Kelas Jenis kelamin Hari dan tanggal Aspek yang diobservasi Mata pelajaran 5 menunjukkan minat setiap waktu 5 selalu mengajukan pertanyaan III. Mengerjakan tugas-tugas rumah 3 2 4 4 : Indrajit : XII IPS1 SMA Pringgodani Semarang : Laki-laki : Sabtu, 16 Juni 2012 : Kegiatan siswa dalam kelas : Sosiologi I. Minat belajar 3 2 1

tidak berminat yang baik sekali II. Mengajukan pertanyaan 3

2

1 tidak pernah bertanya

5 Selalu dikerjakan dan benar 5 Selalu hadir

4

1

Tidak pernah dikerjakan IV. Kehadiran di kelas 3

4

2

1 seringkali absen dan tanpa alasan

Komentar/kesimpulan: ……………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………… Semarang, 16 Juni 2012 Observer,

Drs. Gunawan Wibisono Buatlah analisis berdasarkan data yang diperoleh (kolom yang diarsir)

172

1. Pada saat pelajaran 2. Bambang Kombayana Perhatikan contoh 6 di atas.6 Daftar Cek Individual Aspek yang diobservasi Nama murid Kelas/Sekolah Waktu observasi Situasi 1. Di perpustakaan 6. 9 Juli 2012 Observer. Drs. Berdasarkan data di atas yang sudah diberi tsaudara cek buatlah analisisnya sehingga data yang Saudara peroleh mempunyai makna untuk memahami Suyudana. 173 . Pada waktu diskusi 3. Istirahat 5. Kerja kelompok 4.4.Contoh 3. Persiapan pulang sekolah Komentar Observer : : Ada tidaknya sifat mengganggu teman pada seorang murid : Suyudana : XII Bahasa/SMA Hastinapura Semarang : 2-7 Juli 2012 Hari observasi Senin Selasa Rabu Kamis Jum’at Sabtu Semarang.

Drs. Bambang Kombayana Perhatikan contoh 7 di atas. Menentang pendapat kelompok 4.4. Mengemukakan pendapat 2. Meminta penjelasan 6. Beri tsaudara cek pada setiap kolom yang menunjukkan aktivitas/kegiatan setiap anggota kelompok.1.7 Daftar Cek Kelompok Aspek yang diobservasi Kelas/Sekolah Tempat observasi Waktu observasi Aktivitas/kegiatan 1.8 Gambar 1 Endang Suburiyani masih sempat ”njenggelek” di saat teman-temannya serius mengerjakan soal-soal tes 174 . Bertanya 5. Contoh 3.Contoh 3. Buatlah analisisnya sehingga data yang Saudara peroleh mempunyai makna untuk memahami masing-masing individu tersebut. Menjelaskan pendapat 3. Menegaskan pendapat kelompok Komentar Observer : : Kegiatan diskusi kelompok persiapan karyawisata : XI Bahasa/SMA Hastinapura Semarang : Ruang kelas XI bahasa : 4 Juli 2012 Farida Siswa yang diobservasi Lampir Mardi Basir Jarot Kasim Semarang. 4 Juli 2012 Observer.1.4.

DCM dikatakan valid dan reliabel.3 Fungsi dan Kegunaan DCM a. di samping daftar jumlah item kemungkinan masalah yang tersedia cukup banyak. 3. menjaga hubungan baik dengan observi. Masalah siswa merupakan suatu hal yang penting diketahui oleh konselor. setiap konselor hendaknya memperhatikan beberapa hal sebagaimana disarankan oleh Sutoyo & Supriyo (2008). sehingga individu dapat mencermati dan memilih masalah yang sesuai dengan dirinya. 2008). otobiografi. Dan masalah merupakan starting point di dalam kita memberikan layanan bimbingan konseling. Oleh karena itu dalam melaksanaan observasi. sosiometri dan sebagainya 3. DCM mempunyai fungsi sebagai berikut: 175 . mendalam dan luas. dan libatkan beberapa orang observer. wawancara.6 Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan observasi Pada hakekatnya setiap metode pemahaman individu mengandung kelebihan dan keterbatasan.2 Daftar Cek Masalah (DCM 3. sebab masalah inilah yang mungkin menjadi sebab-sebab terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. dan mungkin pula individu-individu lainnya.2. 1. Validitas dan reliabilitas. Intensif. Pada prinsipnya masalah yang menimpa diri individu harus segera dipecahkan (diatasi) agar tidak mengganggu kehidupan individu yang bersangkutan. 3. pengklasifikasian gejala.2 Alasan Penggunaan DCM Penggunaan Daftar Cek Masalah (DCM) dilakukan atas dasar pertimbangan efisien. antara lain karena individu yang bersangkutan mengecek sendiri masalah yang telah atau sedang dialami.2. DCM dikatakan efisien. Efisien. 3. validitas dan reliabilitas (Sutoyo & Supriyo. intensif.2. karena data yang diperoleh melali DCM lebih teliti.Gambar 2 Chiamick Group saat manggung di Jatim Park Batu Malang? 3. yaitu menggunakan metode pelengkap. Data semacam ini sulit diperoleh melalui teknik lain seperti observasi. Fungsi DCM Sebagai salah satu cara untuk memahami individu dalam pelayanan bimbingan dan konseling.1 Pengertian Daftar Cek Masalah (DCM) Daftar cek masalah (DCM) merupakan daftar cek yang khusus disusun untuk merangsang atau memancing pengutaraan masalah-masalah atau problem-problem yang pernah atau sedang dialami seseorang . pemanfaatan alat pencatat data.1. karena dengan DCM dapat diperoleh banyak data tentang masalah dan kebutuhan siswa dalam waktu singkat 2.

Dengan DCM memungkinkan individu mengingat kembali masalahmasalah yang pernah dialaminya. 2) Untuk sistematisasi jenis masalah yang ada pada individu agar memudahkan analisis dan sintesis dengan cara/alat lain. dan motivasi pada siswa c) Menyuruh siswa mempersiapkan alat tulis d) Membagikan lembar DCM e) Menginstruksikan kepada siswa untuk menulis identitas dan tanggal pelaksanaan DCM f) Membagikan buku DCM. 1) Hal-hal penting dalam persiapan adalah: a) Menyiapkan bahan (buku DCM) sesuai dengan jumlah siswa b) Menguasai petunjuk cara mengerjakan DCM 2) Hal-hal penting yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan meliputi berbagai kegiatan. siswa harus duduk tenang. Petunjuk yang harus diperhatikan itu meliputi petunjuk bagi instruktur dan petunjuk bagi siswa.4 Isi Daftar Cek Masalah Daftar Cek Masalah berisi: a. yaitu menjelang dan pada waktu mengerjakan. untuk menumbuhkan kepercayaan. yaitu sebelum melaksanakan. setiap siswa satu buku g) Membacakan petunjuk cara mengerjakan DCM. mengingatkan agar para siswa mengerjakan dengan tenang. Instruksi atau petunjuk cara mengerjakan d.2. Petunjuk bagi instruktur Keterampilan konselor melaksanakan DCM ini mencakup: (1) Persiapan. yaitu memberi tanda cek (√) pada nomor di lembar jawaban yang item nomor tersebut menjadi masalah bagi dirinya i) Memberi instruksi mengerjakan DCM.2. 3) Untuk menyarankan suatu prioritas program pelayanan bimbingan dan konseling sesuai dengan masalah individu atau kelompok pada saat itu. menyingkirkan benda-benda yang tidak perlu agar tidak mengganggu pelaksanaan b) Konselor menerangkan maksud menggunakan DCM itu. a. sementara siswa memperhatikan sambil membaca dalam hati petunjuk tersebut h) Memberi contoh (misal dengan menulis di papan tulis atau di layar LCD) cara mengerjakan DCM. yaitu: 1) Untuk melengkapi data individu yang sudah ada 2) Untuk mengenal individu yang perlu segera mendapat bimbingan khusus 3) Sebagai pedoman penyusunan program bimbingan klasikal dan bimbingan kelompok pada umumnya 4) Untuk mendalami masalah individu maupun kelompok 3. Topik c.1) Untuk memudahkan individu mengemukakan masalah yang pernah dan sedang dialami. Kegunaan DCM Ada beberapa manfaat yang dapat diperoleh dengan menggunakan DCM. Topik-topik masalah dan butir-butirnya. teliti dan memberitahukan waktu yang disediakan cukup lama (+ 40 menit) j) Mengontrol apakah siswa telah mengerjakan DCM dengan benar 176 . antara lain: a) Mengontrol situasi ruangan. Ruangan tempat identitas siswa yang mengerjakan DCM b. dan (2) Pelaksanaan.5 Petunjuk Pengadministrasian DCM Agar hasil kegiatan ini valid dan reliabel perlu diberikan petunjuk pelaksanaan dan cara mengerjakan DCM. b. Topik ini berdasarkan pengolahan tertentu tentang masalah 3. menghindari suara yang mengganggu.

D.k) Mengumpulkan pekerjaan siswa b. dengan cara mengurutkan % topik masalah dari yang terbesar sampai terkecil. 177 . Analisis Individual Langkah-langkah dalam menganalisis secara individual (per-siswa) ialah: 1) Menjumlahkan butir (item) yang menjadi masalah individu pada tiap-tiap topik masalah. Analisis Kelompok Langkah-langkah menganalisis DCM secara kelompok meliputi analisis per-butir dan analisis per-topik masalah. dengan cara mencari rasio antara jumlah butir yang menjadi masalah dengan jumlah butir topik masalah. Maka persentase masalah keluarga yang dialami Ali adalah: (nm) 6 x100% = x100% = 30% n 20 Jadi predikat hubungan keluarga yang dialami Ali adalah: D (kurang). a. sedangkan jumlah semua butir topik keluarga ialah 20. 4) Mengkonversikan % masalah ke dalam stan-ten scale dan predikat nilai A. tugas konselor selanjutnya adalah menganalisis pekerjaan itu. Petunjuk bagi siswa Beberapa hal penting yang harus diperhatikan oleh siswa.10% 11% 25% 26% 50% 51% -100% = = = = = 1 0 8 6 4 2 = = = = = A (Baik Sekali) B (Baik) C (Sedang) D (Kurang) E (Kurang Sekali) Contoh : Ali mencek 6 butir masalah keluarga. Analisis tersebut meliputi analisis individual dan analisis kelompok. Dengan demikian dapat diidentifikasi bahwa Ali mengalami masalah hubungan keluarga yang serius. C. 3) Mencari jenjang (ranking) masalah. 2) Mencari persentase per-topik masalah. dan E.6 Analisis DCM Setelah semua pekerjaan siswa dikumpulkan. Rumusnya: (nm) x100% n dengan ketentuan: nm = jumlah butir yang menjadi salah satu topik masalah n = jumlah butir pada topik masalah itu. 3. B. Konversi tersebut adalah sebagai berikut: 0% 1% . hanya akan merugikan dirinya sendiri 3) Siswa harus menulis identitasnya sendiri 4) Siswa harus mematuhi tata cara mengerjakan DCM.2. yaitu: 1) Siswa harus mempunyai minat dan kemauan untuk mengutarakan masalah yang sebenarnya 2) Siswa harus menyadari bahwa jika ia mengerjakan secara asal-asalan ataupun tidak serius. b. 1) Analisis per-butir masalah Analisis ini bertujuan untuk mengetahui butir masalah apa yang pada umumnya dihadapi oleh para siswa.

Rumusnya: ( Mm) x100% M dengan keterangan: Mm = banyaknya siswa yang bermasalah untuk butir tertentu.Langkah-langkah analisisnya adalah: a) Menjumlahkan banyaknya siswa yang mempunyai butir masalah yang sama untuk tiap butir. c) Menghitung persentse permasalahan topik. Jika pernyataan tidak termasuk ke dalam semua item. Jika jawaban senada dengan item yang sudah ada. apakah 178 . Jawaban yang muncul dapat dimasukkan ke dalam kelompok masalah (mulai dari masalah Kesehatan. Berarti topik IX ini merupakan masalah para siswa yang sangat serius. Rumusnya: Nm x100% NxM dengan ketentuan: Nm = jumlah butir masalah (banyaknya butir yang dicek) N = jumlah butir dalam topik M = jumlah siswa. dicatat tersendiri dan dicari frekuensinya. dan seterusnya). dianggap sebagai item yang dicek siswa. Jika jawaban siswa tidak sama dengan item yang sudah ada tetapi termasuk ke dalam aspek yang diungkap (Kesehatan dan seterusnya). Jumlah semua siswa yang mengerjakan DCM 120 orang. Persentase yang dimaksud adalah antara ratio jumlah butir masalah dan jumlah butir dalam topik masalah kali jumlah peserta. 3) Analisis pertanyaan terbuka Pertanyaan yang terbuka pada item nomor 221-223. Langkah-langkah menganalisisnya adalah: a) Harus diketahui jumlah siswa yang mengerjakan DCM. Contoh: Jumlah butir dalam topik masalah IX Jumlah butir yang merupakan masalah Jumlah siswa (peserta) : 20 : 1750 : 120 orang Nm 1750 x100% = x100% = 72. ( Mm) 30 x100% = x100% = 25% M 120 Maka predikat permasalahan butir ini bagi para siswa adalah: C (Cukup). maka dapat dicatat tersendiri sebagai item nomor berikut pada aspek itu. M = banyaknya siswa yang mengerjakan DCM Contoh: 30 orang siswa bermasalah untuk butir nomor 65. b) Mencari persentase masalah dengan cara mencari rasio antara banyaknya siswa yang bermasalah untuk butir tertentu dengan jumlah siswa. artinya pada umumnya para siswa mengalami masalah ini cukup serius. b) Harus diketahui jumlah butir yang menjadi masalah siswa (banyaknya butir yang dicek).92% NxM 20 x120 Jadi predikat topik IX dalam hubungan permasalahan adalah E (Kurang Sekali). dianalisis sebagaimana kalau kita menggunakan kuessioner terbuka. 2) Analisis per-topik masalah Analisis ini bertujuan untuk mengetahui topik masalah apa yang pada mumnya dihadapi oleh para siswa.

D. referal). konferensi kasus. baik program individual. Kegiatan yang dapat dilakukan konselor dalam program bimbingan konseling kelompok dan/atau klasikal adalah: a) Melengkapi data yang sudah ada yang diperoleh dengan metode lain. e) Psikodrama. 1) Program bimbingan konseling individual Data yang diperoleh melalui penyelenggaraan DCM dapat digunakan untuk menyusun program bimbingan konseling individual. Kalau tidak. alih tangan kasus) terhadap siswa asuhnya. dan tahunan. pembelajaran. bimbingan kelompok. Hampir semua aspek kepribadian dalam buku pribadi dapat dilengkapi dengan data DCM. kelompok.dialami oleh siswa lain ataukah tidak. Semua masalah yang muncul dari DCM dipertimbangkan dalam penyusunan program bimbingan konseling. yaitu pencegahan. yaitu memberikan berbagai jenis layanan (orientasi. 179 . 3. himpunan data. semesteran. informasi. dan sebagainya. mingguan. C. kunjungan rumuah. konseling perorangan. baik program individual maupun kelompok. penukaran kelas. Memasukkan predikat masalah (A. dan harian. klasikal. observasi (bentuk selain DCM). dalam bentuk kegiatan harian.2. Memprioritaskan masalah yang harus segera ditangani. atau E) ke dalam lajur (kolom) yang sesuai pada buku pribadi. 2) Program bimbingan konseling kelompok dan/atau klasikal Data yang diperoleh konselor melalui penyelenggaraan DCM dapat digunakan untuk menyusun program bimbingan konseling kelompok dan/atau klasikal. konseling kelompok) dan kegiatan pendukung (aplikasi instrumentasi BK. b) Merancang kegiatan yang dilakukan konselor. sosiometri. dan sebagainya. dan pengatasan sebelum masalah-masalah itu berkembang menjadi akut. mingguan. 4) Masalah Individual Dari penjumlahan tiap butir masalah. b. Penyusunan program bimbingan konseling ini adalah dalam rangka: a. maka merupakan masalah kelompok. rujukan (alih tangan kasus. dan mungkin perlu layanan bimbingan konseling khusus (misalnya konseling perorangan). b) Studi kasus. Kegiatan yang dapat dilakukan konselor dalam program bimbingan konseling individual adalah: a) Mendalami masalah dan melengkapi data (pengumpulan data) wawancara. Dan kalau beberapa siswa mengalaminya. 3. Mendalami masalah individual maupun masalah kelompok.8 Penggunaan hasil analisis DCM dalam penyusunan program bimbingan konseling Hasil analisisdata DCM dilengkapi dengan data yang diperoleh dengan metodemetode lain dapat dipergunakan untuk merencanakan program bimbingan konseling. Caranya adalahsebagai berikut: a. pemindahan jurusan. caturwulanan. program tahunan. Teliti lebih dahulu butir-butir aspek kepribadian dalam buku pribadi yang relevan dengan topik masalah dalam DCM. c) Konseling individual. yaitu membuat dan membahas kasus individu yang bersangkutan. pengembangan. dan sosiodrama. B. c. Efisiensi pelayanan. d) Penempatan. Individu tersebut dicatat sebagai individu yang mempunyai masalah khusus. penempatan/penyaluran. berarti termasuk masalah individual.2.7 Pemindahan hasil analisis data DCM ke dalam buku pribadi siswa Hasil analisis data DCM merupakan data pelengkap buku pribadi (cummulative records) siswa. sering didapatkan masalah yang hanya dialami oleh satu orang saja. b.

maupun terpadu dengan kegiatan pembelajaran dan pelatihan seperti: kunjungan studi. berkemah. Penyajian ini dapat dilakukan secara individual maupun kelompok. Hasil analisis data DCM adalah sebagaimana dipaparkan dalam Tabel-tabel berikut. Tabel 1 Rekapitulasi Butir Masalah Siswa Berdasarkan DCM Siswa kelas VIIIA SLTP Pringgodani Semarang Semester I tahun 2011/2012 N o 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 0 1 1 1 2 1 3 1 4 1 5 1 6 1 7 1 8 1 9 2 0 2 1 2 2 1 2 3 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 4 5 6 7 8 9 I. diskusi.c) Merancang aktivitas siswa dalam kegiatan-kegiatan yang bermuatan bimbingan secara mandiri. Kesehatan 1 1 1 1 0 1 2 3 √ 1 4 1 5 1 6 1 7 1 8 1 9 √ √ √ 2 0 1 2 6 0 8 √5 2 4 0 1 4 7 6 √3 2 2 1 5 2 2 √7 √3 ∑ 180 . sosiodrama. Penyajian data DCM ini didasarkan pada hasil analisis masalah individual dan kelompok sebagaimana telah dipaparkan di muka. d) Student case conference e) Group counseling. tugas-tugas kelompok. 3.9 Penyajian hasil analisis data DCM Hasil analisis data DCM perlu disajikan untuk dimasukkan ke dalam cummulative record agar sewaktu-waktu dapat diketemukan dan dipergunakan dengan mudah.2.

selanjutnya dirangkum menjadi Tabel 2. 181 . Berdasarkan Tabel 2 inilah dibuat analisis individual dan kelompok. Kesehatan 1 1 1 1 0 1 2 3 √ 1 4 1 5 √ 1 6 √ 1 7 √ 1 8 √ 1 9 √ 2 0 6 3 1 ∑ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 8 11 4 4 √6 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 3 2 √ √ √ √ √ √5 4 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 1 7 4 0 √ √ √ √ √ √ 2 3 1 4 √ 8 √ 9 1 √ 1 0 1 1 8 1 √ 1 1 √ 1 6 5 1 √ 2 0 6 0 0 2 1 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √2 2 √6 √7 2 7 0 168 Rekapitulasi butir masalah siswa dalam satu kelas dibuat sampai dengan Tabel 11 (Tabel berikutnya tidak dicantumkan di sini).N o 2 3 2 4 2 5 2 6 2 7 2 8 2 9 3 0 3 1 3 2 3 3 3 4 3 5 3 6 3 7 3 8 3 9 4 0 4 1 4 2 4 3 4 4 ∑ 1 2 3 4 5 √ 6 7 8 9 I.

Tabel 2 Rekapitulasi Kelompok Masalah Siswa Berdasarkan Hasil DCM Kelas VIIIA SMP Pringgodani Semarang Semester I tahun 2011/2012 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 ∑ I 1 2 6 0 8 5 2 4 0 1 4 7 6 3 2 2 1 5 2 2 7 3 6 3 1 8 11 4 4 6 3 2 5 4 1 7 4 0 2 2 6 7 2 7 168 II 0 2 1 0 6 0 0 1 0 0 1 9 0 0 3 1 1 4 1 0 1 2 2 0 0 3 2 3 3 4 5 0 5 0 0 7 1 0 2 0 2 0 4 1 77 III 2 2 5 0 7 7 3 3 0 0 5 7 4 5 3 3 4 4 2 1 10 3 7 6 2 3 3 2 7 5 3 1 7 7 3 6 3 1 4 2 6 3 3 8 172 IV 2 1 7 0 7 4 4 0 0 3 8 9 4 0 1 1 1 3 0 2 4 0 4 3 2 12 7 2 9 5 3 2 4 8 3 8 7 1 4 2 6 3 3 0 159 KELOMPOK MASALAH V VI VII VIII 2 2 0 0 2 2 2 2 6 2 2 3 0 0 0 0 7 4 3 3 10 3 4 3 3 1 0 1 1 1 1 1 0 0 0 0 0 0 7 0 8 0 3 4 7 8 5 3 3 3 2 0 4 2 1 1 5 4 2 0 3 2 1 2 2 0 0 1 6 1 4 1 3 1 1 1 1 0 1 0 2 0 1 4 0 1 0 0 8 7 5 3 4 1 3 1 0 2 3 1 5 2 2 2 6 1 0 3 2 2 2 0 11 8 4 3 9 7 1 1 3 0 3 2 2 0 1 0 3 0 3 0 7 3 3 2 7 1 1 0 10 2 1 1 4 3 2 0 1 0 0 0 7 2 0 0 1 0 0 0 9 7 1 4 4 2 2 5 1 0 1 1 2 1 3 0 181 88 81 59 IX 1 0 3 0 3 3 2 0 1 1 1 4 0 0 2 1 0 5 2 1 3 1 6 2 1 1 0 1 8 2 5 0 2 1 0 2 2 0 0 2 6 2 1 1 79 X 1 1 8 0 8 6 10 5 2 1 6 6 4 10 7 3 2 5 3 3 5 2 3 6 3 5 10 5 13 4 7 2 8 4 3 5 8 3 4 3 5 6 3 11 219 XI 3 1 9 0 7 4 5 3 5 0 5 4 3 5 2 2 0 3 1 1 1 1 8 1 3 9 2 2 7 2 5 3 4 2 1 5 1 1 3 1 6 2 4 3 140 182 .

3. Penyajian kelompok KELOMPOK MASALAH SISWA KELAS VIIIA SMP PRINGGODANI SEMARANG Keterangan : I s. XI adalah Kelompok Masalah 0 s. 10. 11. 9.d. Penyajian individual – Siswa nomor kode 24 No. 1. 5. 2.d.a. 4. 6. Masalah Kesehatan Keadaan Kehidupan Rekreasi dan Hobi Kehidupan Sosial – Keaktifan Berorganisasi Hubungan Pribadi Muda-mudi Kehidupan Keluarga Agama dan Moral Penyesuaian terhadap Sekolah Masa Depan dan Cita-cita Pendidikan Penyesuaian terhadap Kurikulum E E E E E E E E E E E D D D D D D D D D D D Kriteria C B C B C B C B C C C C C C C B B B B B B B A A A A A A A A A A A Kesimpulan: Siswa nomor 24 memiliki masalah yang serius pada masalah Rekreasi dan Hobi. 7. 8. Masa Depan dan Cita-cita Pendidikan. 25 adalah persentase masalah yang dialami oleh kelompok (kelas) 183 . b.

75. Item masalah Merasa lelah dan tidak bersemangat Sering mengantuk Ingin mempunyai kamar sendiri Tidak mempunyai waktu untuk bermain Keinginan untuk rekreasi sering terhalang Suka olahraga. 187. 142. 48. Pada umumnya para siswa tidak suka membicarakan masalahnya dengan orang lain. adalah dengan: a. Kakak =5 b. 159. jumlahnya = 15 Bagi yang suka membicarakannya dengan orang lain. Siswa yang suka membicarakan masalahnya dengan orang lain tidak menganggap bahwa konselor dapat membantu memecahkan masalahnya. 12. 196. 184. 41. karena itu mereka lebih suka 184 . 136. 100. 15. 213. Teman akrab =8 d. 188. 49.Tabel 3 Masalah yang paling banyak dicek siswa kelas VIII A SMP Pringgodani Semarang No. 186. 31. 118. Orang ain-lain yang dapat membantu =3 1. 194. 45. 77. 68. 96. 181. 167. 76. 214. 51. 206. ibu) = 12 c. Siswa tidak ada yang suka membicarakan masalahnya dengan konselor. tetapi tidak ada kesempatan Lebih suka membaca buku-buku hiburan dari pada buku pelajaran Setiap malam selalu menonton film televisi/sinetron Tidak dapat menggunakan waktu luang Mudah tersinggung Sering bingung bila berhadapan dengan orang banyak Merasa malu jika berhadapan dengan orang banyak Mudah marah Merasa tidak mempunyai harapan (pesimis) Ingin sekali dikagumi Ingin hidup lebih tenang Bergaul dengan teman sejenis lebih menyenangkan dari pada dengan lawan jenis (komentar : wajar bagi usia mereka) Ingin mengadakan perubahan di rumah Tidak dapat sungguh-sungguh dalam beribadah Merasa berdosa sekali Pribadi seorang guru menyebabkan perasaan sebal terhadap pelajarannya dan enggan mengikuti pelajarannya Khawatir tidak dapat berdiri sendiri kelak Sukar untuk menetapkan pilihan SLTA/Perguruan Tinggi Sulit untuk memilih jurusan Khawatir tidak diterima di SLTA/Perguruan Tinggi Ingin mengetahui bakat dan kemampuan yang dimilikinya Belum mempunyai cita-cita tertentu Cita-cita selalu goyah/berubah Sering takut/cemas menghadapi ulangan Sering kuatir kalau-kalau mendapat giliran mengerjakan soal di papan tulis Sering mendapat kesukaran dalam menyelesaikan tugas pekerjaan rumah ∑ 16 20 12 17 17 14 15 22 19 13 22 19 13 14 20 19 19 14 13 15 24 18 23 19 17 27 17 24 29 19 21 Dari 44 siswa yang mengisi DCM disimpulkan: Satu orang siswa tidak mempunyai masalah (tidak ada yang dicek). 94. Orang tua (ayah. 42.

Dengan demikian. orang tua (12 orang). yaitu dengan menggunakan beberapa pertanyaan yang berisi mengenai siapa yang disukai (dipilih) dan siapa yang tidak disukai (ditolak) di antara anggota kelompoknya. dan ketiga. Agar data sosiometri tersebut mudah dipahami siapa yang popular (paling disukai/disenangi) dan siapa yang terisolir (tidak disukai atau tidak dipilih). sosiometri dapat diartikan sebagai suatu metode atau teknik untuk memahami individu terutama untuk memperoleh data tentang jaringan hubungan sosial antarindividu (antarpribadi) dalam suatu kelompok. 2001). tiga orang atau lebih. Untuk membantu dan mempermudah konselor dalam memahami siswa asuh. Kegiatan tertentu tersebut merupakan situasi pergaulan sosial (criterion) yang menjadi dasar bagi pilihan-pilihan individu dalam kelompok. b. Mastur dan Rifa’i (2009) telah menyusun Aplikasi Komputer DCM.membicarakan masalahnya dengan kakak (5 orang). Jumlah teman yang dipilih dan tidak dipilih sebagai teman kelompok ditentukan satu orang. ataukah tiga orang dengan urutan pilihan pertama. dan dengan siapa dia tidak ingin dan tidak suka melakukan kegiatan itu.2.3 Menggambarkan Hasil Angket Sosiometri Data psikologis yang dikumpulkan dengan angket sosiometri masih sulit untuk dianalisis dan dipahami (dibaca) apabila belum diolah. maka data tersebut harus disajikan dalam bentuk tabel (disebut matrik sosiometri) dan bentuk gambar (disebut sosiogram). Berdasarkan kata dasar ini. 3. New York (Hofman. misalnya kelas. dan selain mereka (3 orang). misalnya satu kelas di sekolah. 3. Siswa yang tergabung dalam suatu kelompok. Penggunaan sosiometri terikat pada suatu pergaulan sosial atau kriterium (criterion) tertentu yang lingkupnya tidak terlalu luas.2 Angket Sosiometri Instrumen atau alat untuk memperoleh materi sosiometri adalah angket sosiometri. dua orang. Menyusun angket sosiometri atau tes sosiometri untuk diisi oleh anggota kelompok.3. Istilah sosiometri berasal dari bahasa Latin “socius” yang berarti sosial. Menentukan kelompok yang akan dipahami dengan metode sosiometri. c. d. Setiap siswa diminta untuk menulis pada blanko yang disediakan (blanko angket atau tes sosiometri) nama beberapa teman di dalam kelompok. individu memilih teman yang berbeda pula. dengan siapa dia ingin dan lebih suka melakukan kegiatan itu.1 Pengertian Sosiometri Jacob Levy Moreno membuat istilah sosiometri dan menggunakannnya dalam studi tentang sosiometri yang dilakukan antara 1932-1938 di New York State Training School for Girl in Hudson. atau dinyatakan dalam ungkapan perasaan terhadap anggota-anggota kelompok untuk melakukan suatu kegiatan tertentu. Sosiometri sebagai salah satu metode memahami interaksi sosial individu dilaksanakan dengan prosedur sebagai berikut: a. Jawaban responden tentang siapa yang disukai maupun yang tidak disukai tersebut dapat terdiri dari satu. dua. Preferensi pribadi dinyatakan dalam kesukaan untuk berada bersama dalam melakukan kegiatan tertentu. 3. diberi penjelasan bahwa perlu dibentuk kelompok-kelompok yang lebih kecil (antara 4-6 orang) dalam rangka mengadakan kegiatan tertentu. berdasarkan preferensi pribadi antara anggota-anggota kelompok.3. seperti “kelompok belajar”. teman akrab (8 orang). sosiometri digunakan sebagai cara untuk mengukur tingkat antarhubungan individu dalam kelompok. (Catatan: Pengertian tes (angket) sosiometri tidak sama dengan istilah tes pada teknik testing dalam pemahaman individu). dan “metrum” yang diartikan sebagai pengukuran. 185 . Dalam hal ini sering terjadi bahwa dalam kegiatan yang berbeda. kedua.2 Sosiometri 3.

kemudian dikumpulkan untuk ditabulasi dalam matrik sosiometri.1 Tabel 1 Matrik Sosiometri Arah Pilih Teman Kelompok Belajar Dipilih Pemilih A B C D E F G H I J Jumlah Pilihan 1 Jumlah Pilihan 2 Jumlah seluruhnya A x 1 2 2 1 2 2 1 3 4 7 B 1 x 1 2 1 1 C 2 2 x x x x 2 1 4 1 5 0 3 3 0 0 0 1 0 1 2 1 1 2 0 0 0 x x x 0 1 1 0 0 0 1 X 1 0 1 2 D E F G H I J F memilih B dan H G memilih B dan C H memilih F dan A I memilih J dan A J memilih A dan F 1 186 . Berdasarkan matrik sosiometri. A memilih B dan C B memilih A dan C C memilih E dan A D memilih B dan A E memilih A dan B Contoh 3. f. maka data sosiometri dianalisis dengan cara: 1) menggambar sosiogram 2) menganalisis hubungan sosial secara keseluruhan 3) menghitung indeks sosiometri 4) mengisi kartu sosiometri secara individual. Setelah angket sosiometri diisi.e. Sebagai gambaran pelaksanaan metode sosiometri dalam pelayanan bimbingan dan konseling.3. berikut ini disajikan contoh prosedur sosiometri. Dengan melihat sosiogram kita akan dapat memperoleh informasi tentang: a) Besarnya jumlah pemilih untuk setiap individu b) Arah pilihan dari dan terhadap individu tertentu c) Kualitas arah pilihan d) Ada tidaknya isolasi e) Kecenderungan terbentuknya anak kelompok.3.

saling memilih pilihan 1 antara A dengan B. A memilih B sebagai pilihan pertama.SOSIOGRAM ARAH PILIH TEMAN KELOMPOK BELAJAR SISWA KELAS X-9 SMA PRINGGODANI KUDUS 7 6 5 4 3 2 1 0 A B F H G D I Gambar 3 Sosiogram bentuk Grafik E J C SOSIOGRAM ARAH PILIH TEMAN DUDUK SEBANGKU SISWA KELAS X-9 SMA PRINGGODANI KUDUS H G B D J A C Gambar 4 Sosiogram bentuk sirkuler F E Keterangan : : Laki-laki : Perempuan : Pilihan 1 : Pilihan 2 Di dalam sosiogram bisaanya arah penolakan tidak digambarkan. dan garis terputus-putus untuk pilihan kedua. yang digambarkan adalah arah pemilihan dengan memberikan bentuk garis yang berbeda warnanya atu bentuknya. Misalnya warna hitam untuk pilihan pertama dan warna hijau untuk pilihan kedua. Contoh: A A A B B B arah panah menunjukkan pemilihan A kepada B. atau garis utuh untuk pilihan pertama. tetapi B memilih A I 187 .

menolak D dan F 188 . status penolakan (rejection status: rs) 3. hubungan bersifat menyeluruh. A memilih B dan C. yaitu: 1. B A dan B saling memilih sebagai pilihan kedua. hubungan persahabatan erat. Dalam sosiogram terdapat lima macam bentuk konfigurasi. Konfigurasi bentuk pasangan (mutual). data sosiometri juga dapat dianalisis secara indeks (analisis indeks). menolak I dan D G memilih B dan C. Dalam analisis ini kita menghitung berapakah jumlah indeks setiap individu dalam tiap-tiap kelompok yang dikenai sosiometri.sebagai pilihan kedua. dapatkah anda jumpai dalam gambar 3 dan/atau 4? Sebagaimana telah dikemukakan di atas. Hubungan atau relasi sosial dari individu-individu dalam suatu kelompok membentuk suatu susunan tertentu yang disebut konfigurasi. cepat rapuh. intensitas tinggi. status pemilihan (choice status: cs) 2. hubungan bersifat timbal balik. perhatikan contoh berikut ini yang merupakan pengembangan dari contoh tabel 1 yang kemudian memperoleh matrik sosiometri sebagaimana contoh tabel 2. yaitu: A A B A A B C B D C Konfigurasi bentuk segitiga (triangle). intensitas tinggi. menolak J dan I B memilih A dan C. Di dalam analisis indeks ini ada tiga kedudukan individu dalam kelompoknya. status pemilihan penolakan (choice and rejection status: crs). menolak E dan C E memilih A dan B. menolak H dan F D memilih B dan A. Konfigurasi bentuk rantai (chain). menolak J dan F F memilih B dan H. Model konfigurasi di atas. Untuk memperoleh gambaran yang jelas tentang analisis indeks tersebut. intensitas hubungan sosial kurang baik. menolak F dan H C memilih E dan A.

analisis indeks sosiometri bisaanya ditinjau dari status pemilihan (cs=choice status). penolakan. Status pemilihan (choice status=cs) Jumlah orang yang memilih A cs A = N-1 atau Jumlah pemilih cs A = N-1 189 . karena itu rumus-rumus analisis indeks sosiometri perlu direkonstruksi. Dengan uji komputer. Rahardjo (1998) menyusun rumus baru baik untuk indek pemilihan. Dalam berbagai literatur. menolak D dan E Contoh 3. Studi lanjutan tentang rumusrumus analisis indeks sosiometri dilakukan dengan melakukan penelitian tentang Dua Versi Analisis Indeks Sosiometri Pada Siswa Kelas II SMU Negeri 2 Bae Kudus Tahun 1998/1999. dan indeks pemilihan penolakan (crs=choice and rejection status).3. menolak B dan C I memilih J dan A. status penolakan (rs=rejection status). menolak D dan E J memilih A dan F. status penolakan (rs=rejection status). Rahardjo (1998) menemukan bahwa ada ketidaksesuaian teori analisis indeks sosiometri dalam segi status pemilihan (cs=choice status).2: Tabel 2 Matrik Sosiometri Arah Pilih Teman Kelompok Belajar Dipilih Pemilih A B C D E F G H I J Jumlah Pilihan 1 Jumlah Pilihan 2 Jumlah Pilihan Jumlah penolakan 1 (3) Jumlah penolakan 2 (4) Jumlah Pilihan A x 1 2 2 1 2 2 1 3 4 7 0 0 0 B 1 x 1 2 1 1 (3) 4 1 5 1 0 1 C 2 2 x (4) 2 (4) 0 3 3 0 2 2 D E F G H I (4) J (3) x (4) (3) (3) (3) 0 0 0 3 1 4 1 (3) x (3) (4) (4) x (4) 1 2 1 1 2 1 3 4 (4 (3) (3) 2 x x x 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 2 0 0 0 1 1 2 1 x 1 0 1 2 0 2 (3) (4) (4) 1 0 1 1 2 3 Berdasarkan praktek di lapangan.H memilih F dan A. Rumus yang digunakan untuk mencari masing-masing status adalah sebagai berikut : Versi Teori 1. dan status pemilihan penolakan (crs=choice and rejection status). maupun pemilihan penolakan.3.

Di sini ada perbedaan yang mendasar antara rumus dari Walgito dengan yang dikemukakan oleh Sukardi dan Hendrarno. Status penolakan (rejection status=rs) Jumlah orang yang menolak B rs B = N-1 Keterangan : B = Kode orang yang diselidiki dalam kelompok N = Jumlah orang dalam kelompok (Sumber : Walgito 1975.Keterangan : A = Kode orang yang diselidiki dalam kelompok N = Jumlah orang dalam kelompok (Sumber : Walgito 1975. sedang individu yang memperoleh indeks rs = 0 berarti tidak ada yang menolak. Indeks –1 berarti individu tersebut paling ditolak. Hendrarno. 1985. Supriyo 1987) Indeks pemilihan penolakan ini bergerak dari –1 sampai dengan 1. 1985. Hendrarno. Sugiyo. Sukardi 1983. 1985) atau Jumlah penolak rs B = x-1 N-1 (Sumber : Sukardi 1983. Rumus-rumus versi teori di atas selama puluhan tahun digunakan tanpa kritik dan upaya pembaruan. 3. Supriyo yaitu tidak dikalikan –1 dan dengan dikalikan –1. Supriyo 1987) Indeks penolakan ini bergerak dari 0 sampai dengan –1. 1985. Indeks pemilihan penolakan (choice and rejection status=crs) Jumlah pemilih C – jumlah penolak C rs C = N-1 2. terasing). 1985. Hampir semua orang yang mempelajari dan menggunakan sosiometri menerima analisis indeks sosiometri tersebut. Rahardjo (1998. Hendrarno. 1985. Sugiyo. Indeks pemilihan ini bergerak dari 0 sampai dengan 1. Status pemilihan (choice status=cs) Jumlah pemilih A cs A = Nxp Keterangan : 190 . Sukardi 1983. Versi Baru 1. Keterangan : C = Kode orang yang diselidiki dalam kelompok N = Jumlah orang dalam kelompok (Sumber : Walgito 1975. Sugiyo. 1999) mengemukakan analisis indeks sosiometri versi baru seperti berikut ini. Sugiyo. Djumhur dan Surya 1975). Berdasarkan kajian lapangan yang ditunjang dengan perhitungan komputer. sedang 1 berarti paling populer. Individu yang memperoleh indeks rs = –1 berarti semua siswa dalam kelompok menolak individu yang bersangkutan. sedang yang memperoleh indeks 0 berarti tidak ada yang memilih (tidak populer. Kalau seseorang memperoleh indeks yang mendekati angka 1 berarti tingkat popularitasnya tinggi. Supriyo 1987.

dan delapan pun serupa dengan tabel 3 dan 4. 191 . Indeks –1 berarti semua siswa dalam kelompok menolak individu yang diselidiki tanpa ada yang memilih. Sementara itu pada versi baru menunjukkan bahwa berapa pun jumlah pemilihnya. Indeks pemilihan penolakan (choice and rejection status=crs) Jumlah pemilih C – jumlah penolak C rs C = Nxq Keterangan : C = Kode orang yang dicari statusnya dalam kelompok N = Jumlah orang dalam kelompok q = banyaknya pilihan/penolakan setiap orang yang ditentukan dalam angket sosiometri Dalam versi baru ini indeks pemilihan penolakan ini bergerak dari -1 sampai dengan 1. Status penolakan (rejection status=rs) Jumlah penolak B rs B = x -1 Nxt Keterangan : B = Kode orang yang dicari statusnya dalam kelompok N = Jumlah orang dalam kelompok t = banyaknya penolakan setiap orang yang ditentukan dalam angket sosiometri Dalam versi baru ini indeks penolakan ini bergerak dari 0 sampai dengan –1. makin besar jumlah indeks csnya. 7. hasil penjumlah indeks cs-nya tetap 1. bukan dikalikan jumlah penolakan. 0 berarti tidak ada yang memilih atau menolak. analisis indeks pemilihan versi baru sesuai dengan ketentuan/kesepakatan para ahli tentang rentangan antara 0 sampai 1. pembaginya bukan N-1 tetapi Nxp. Menurut ketentuan. 3. 6. Pada tabel 3 dan 4 nampak berbeda hasil perhitungan analisis indeks pemilihan antara versi teori dengan versi baru. aplikasi rumus analisis indeks versi teori dan baru dilakukan dengan membandingkannya sebagaimana dipaparkan tabel 3. dan indeks 1 berarti semua individu memilih dia tanpa ada yang menolak. 6. Hal ini dapat terjadi karena nilai N dikurangi 1. 7.A = Kode orang yang dicari statusnya dalam kelompok N = Jumlah orang dalam kelompok p = banyaknya pilihan setiap orang yang ditentukan dalam angket sosiometri Dalam rumus versi baru ini. Indeks –1 berarti semua siswa dalam kelompok menolak individu yang diselidiki. Dengan rumus versi baru berapa pun jumlah individu dalam kelompok hasil penjumlah indeks kelompok sama dengan –1. Hal ini dapat terjadi karena nilai N dikurangi 1. 5. indeks pemilihan bergerak dari 0 sampai dengan 1. Dengan demikian. Berdasarkan data tabel 2. hasilnya sama dengan 1. Artinya seluruh individu dalam kelompok tersebut jika indeksnya dijumlahkan. Makin besar jumlah pemilihnya. Tabel 5. Sedangkan pada versi teori jumlah indeks seluruh kelompok semakin besar jika jumlah pilihannya semakin besar. Sedangkan pada rumus versi teori jumlah indeks seluruh kelompok semakin besar dari –1 jika jumlah pilihannya semakin besar. 2. 8. 4. silahkan cermati. Tetapi kenyataannya pada rumus analisis indeks versi teori tidak demikian. dan ternyata rumus ini memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh para penulis teori sosiometri terdahulu yaitu indeks cs bergerak dari 0 sampai dengan 1 atau jumlah indeks seluruh orang dalam kelompok sama dengan 1. sedang 0 berarti tidak ada yang menolak.

250 0.333 0 0.0.778 0.111 C 2 9 -1 .111 0 0.556 0.150 0 0.222 0 0.111 0.050 0 0.0.050 0.222 192 .000 Tabel 5 Indeks Penolakan (rs) versi teori Subjek Sekor N-1 x -1 Indeks rs A 0 9 -1 0 B 1 9 -1 .111 2.100 0 0.222 Tabel 4 Indeks Pemilihan (cs) versi baru Subjek Sekor Nxp Indeks Cs A B C D E F G H I J Jumlah 7 5 3 0 1 2 0 1 0 1 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 0.350 0.Tabel 3 Indeks Pemilihan (cs) versi teori Subjek Sekor N-1 Indeks Cs A B C D E F G H I J Jumlah 7 5 3 0 1 2 0 1 0 1 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 0.050 1.

0.0.0.222 G 0 0 9 0 H 1 2 9 .222 . 193 .100 I 2 20 -1 .444 .0.222 Tabel 6 Indeks Penolakan (rs) versi baru Subjek Sekor Nxt x -1 Indeks rs A 0 20 -1 0 B 1 20 -1 .100 G 0 0 20 0 H 1 2 20 .D E F G H I J Jumlah 4 3 4 0 2 2 2 9 9 9 9 9 9 9 -1 -1 -1 -1 -1 -1 -1 .0.000 Tabel 8 Indeks Pemilihan Penolakan (crs) versi baru Subjek c r Nxq Indeks Crs A 7 0 20 0.0.222 J 1 2 9 .222 F 2 4 9 .2.100 D 4 20 -1 .0.050 Jumlah 0 Mastur dan Rifa’i (2009) telah menyusun Aplikasi Komputer Sosiometri yang dapat digunakan konselor untuk menganalisis data sosiometri dengan mudah.0.111 Jumlah 0.0.0.111 D 0 4 9 .111 J 2 20 -1 .111 I 0 2 9 .333 .000 Tabel 7 Indeks Pemilihan Penolakan (crs) versi teori Subjek c r N-1 Indeks Crs A 7 0 9 0.0.050 C 2 20 -1 .0.200 E 1 3 20 .0.0.0.1.0.0.200 G 0 20 -1 0 H 2 20 -1 .222 .0.100 J 1 2 20 .0.444 0 .0.444 C 3 2 9 0.444 E 1 3 9 .0.778 B 5 1 9 0.200 C 3 2 20 0.0.0.050 I 0 2 20 .350 B 5 1 20 0.150 F 4 20 -1 .100 F 2 4 20 .0.100 Jumlah .0.050 D 0 4 20 .222 .0.200 E 3 20 -1 .

22 194 . Gunadi 1. Ernawan 4. Cinderella 3. Kuesioner 3. walaupun kualitas pilihannya berbeda  Hubungannya dengan Banowati tidak baik.4. Intan 2. dan bagian yang mengandung pertanyaan-pertanyaan yang ingin memperoleh jawabannya. Hal ini dapat diketahui dari angka indeks di atas  Hubungannya dengan Haris intim. Banowati 2. di dalam kuesioner terdapat dua bagian yang pokok yaitu bagian yang mengandung identitas.1 Pengertian Kuesioner Kuesioner atau angket merupakan suatu teknik atau cara memahami siswa dengan mengadakan komunikasi tertulis. Bambang Tetuka. BIMBINGAN DAN KONSELING SMA PRINGGODANI KUDUS ========================== KARTU SOSIOMETRI Nama siswa Nomor Induk Kelas Kegiatan Jumlah siswa dalam kelompok Dipilih oleh Ditolak oleh : : : : : : : Teman yang dipilih Teman yang ditolak : : Jumlah pemilih : Jumlah penolak : Indeks cs : Indeks rs : Indeks crs : Catatan/Komentar:  Secara keseluruhan hubungan sosial Fauzi kurang baik. Sebagai teknik untuk memahami individu.22 0. Jumadi 1. kuesioner dimaksudkan untuk merekam dan menggali informasi atau keterangan yang sesuai dengan kondisi individu dan bisa dijelaskan atau diterangkan oleh responden. Hal ini dapat dilihat dari penolakan oleh Banowati. Drs.Kegiatan berikutnya yang dapat dilakukan oleh konselor setelah melakukan tahapan-tahapan dalam pelaksanaan metode sosiometri.Pd.4. Menurut Walgito (1983:65). M.44 -0.Kons. yaitu dengan memberikan daftar pertanyaan yang harus dijawab atau dikerjakan oleh responden secara tertulis pula. 6 Mei 2012 Konselor. Haris 2. adalah mencatat data individu dalam kartu sosiometri sebagaimana contoh berikut. Dewi 2 orang 4 orang 0. Banowati 2. Haris 1. terlihat dari saling memilih di antara mereka. Fauzi 14376 II-1 Kelompok Belajar 10 orang 1. 3. walaupun Fauzi memilih Banowati sebagai teman belajar kelompok Kudus.

Contoh: 33. misalnya dapat diperoleh jawaban-jawaban tidur. Ia tidak dapat dengan bebas memberikan jawaban yang sesuai dengan keinginannya. …………. Dari sekian banyak responden dapat diperoleh berbagai macam jawaban. pergi ke sawah. menikah d. yang dalam pertanyaan tertutup tidak dapat diperoleh karena terbatas. 3. Kegiatan apa yang bisaa kamu lakukan di rumah setelah pulang sekolah? a. 60. melainkan dengan memilih jawaban c. Olahraga di luar sekolah yang saya ikuti adalah: a. tidak tahu. misalnya menyangkut nama. renang h. Apakah keinginanmu setelah lulus SMA? a. membantu pekerjaan orang tua. Dari item 22 di atas. Pertanyaanpertanyaan tersebut dapat berbentuk tiga macam yaitu pertanyaan yang tertutup.Bagian yang mengandung data identitas ialah bagian yang mengandung data tentang diri individu atau orang yang dikenai kuesioner tersebut. tempat dan tanggal lahir. sepak bola e. …………. berkebun. beladiri b.000. melanjutkan kuliah b. ………………………… b. pertanyaan yang terbuka. suku bangsa. pergi ke hutan mencari kayu bakar.2 Macam-macam Kuesioner 195 . 2) Pertanyaan yang terbuka (open questions). merupakan pertanyaan-pertanyaan yang masih memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada responden untuk memberikan jawabannya atau tanggapannya terhadap kuesioner tersebut.-/bulan ia tidak dapat menyatakannya. yaitu pertanyaan yang berbentuk di mana responden tinggal memilih jawaban-jawaban yang telah disediakan di dalam kuesioner itu. ………………………… c.4. kursus keterampilan e. memancing. mengerjakan PR. bulu tangkis g. c. Misalnya uang sakunya Rp. ………………………… d. dan pertanyaan yang terbuka dan tertutup. d. Dengan pertanyaan-pertanyaan tersebut. agama. …………. merupakan campuran atau perpaduan kedua macam pertanyaan di atas. jenis kelamin. ………………………… Pada item ini responden diberi kesempatan untuk memberikan jawaban sebebasbebasnya sesuai dengan keinginannya. responden (siswa) tinggal memilih salah satu jawaban yang tersedia. mengasuh adik. Contoh: 22. 1) Pertanyaan yang tertutup (closed questions). Sedangkan bagian yang mengandung pertanyaan fakta atau opini ialah bagian yang mengandung pertanyaan-pertanyaan untuk mendapatkan fakta atau opini tersebut. volley ball f. sesuai dengan opininya. Dalam kuesioner tersebut di samping ada pertanyaan terbuka juga terdapat pertanyaan tertutup dalam satu item. mengulang pelajaran hari ini. 3) Pertanyaan yang terbuka dan tertutup (open and closed questions). bekerja c. Contoh: Berilah tanda silang (x) pada jawaban yang sesuai dengan pertanyaan berikut! 1. istirahat sebentar terus berangkat les. alamat.

kuesioner dapat dibagi menjadi tiga.2 Pendidikan orang tua siswa SMA Pringgodani Kudus Kelas Pendidikan orang tua I II III Jumlah Tidak tamat SD 2 2 1 5 SD/MI 3 1 7 11 SLTP/MTs 37 44 37 128 SMA/MA 49 48 42 139 Diploma 11 8 7 26 Sarjana 21 13 7 41 Pascasarjana 2 0 0 2 Total 125 126 131 352 Kolom-kolom yang tersedia pada tabel 4. kuesioner terbuka. Kuesioner bentuk ini sebenarnya terkait langsung dengan bentuk-bentuk pertanyaan sebagaimana dikemukakan di atas.1 dan 4. Selanjutnya data tersebut diolah untuk kepentingan mencari frekuensi data/fakta tertentu. pengumpul data mungkin akan kesulitan untuk menggolong-golongkan jenis data yang diperoleh. Responden tinggal memilih jawaban-jawaban yang sudah disediakan. pengumpul data bermaksud memperoleh data yang relatif “seragam”. dan mungkin yang lain-lainnya. yaitu kuesioner tertutup. dan kuesioner terbuka tertutup. Responden diberikan kesempatan sebebas-bebasnya untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang disediakan. pendidikan orang tua. pengumpul data dapat memperoleh data yang banyak dan sangat bervariasi karena jawaban responden tidak dibatasi. Dengan demikian dari sekian ratus murid SMA Pringgodani Kudus. 3) Kuesioner terbuka tertutup (open and closed questionnaire) 196 . Misalnya dari pertanyaan tentang agama. pekerjaan orang tua. Kelemahannya.1 Agama yang dianut siswa SMA Pringgodani Kudus Agama yang dianut Islam Krist Katol Hind Budh en ik u a 37 1 2 1 1 40 1 0 0 0 39 1 1 0 0 40 0 0 0 0 35 2 1 0 0 38 0 1 0 0 35 0 0 0 0 34 1 0 0 0 39 1 0 0 1 337 7 5 1 2 Kelas XA XB XC XI IPA XI IPS XI Bhs XII IPA XII IPS XII Bhs Total Juml ah 42 41 41 40 38 39 35 35 41 352 Tabel 4. 2) Kuesioner terbuka (open questionnaire) Kuesioner terbuka adalah kuesioner yang menggunakan pertanyaan-pertanyaan yang terbuka.2 tinggal diisi dengan jumlah pada setiap kelas dan total (jumlah seluruhnya). Tabel 4. pendidikan orang disusun penyajian data seperti berikut ini. 1) Kuesioner tertutup (closed questionnaire) Merupakan kuesioner yang menggunakan pertanyaan-pertanyaan tertutup.Dilihat dari bentuk pertanyaannya. Dengan kuesioner bentuk ini. Dengan kuesioner ini. dapat diketahui distribusi frekuensi agama yang dianut siswa.

. Sementara dengan pertanyaan yang terbuka diharapkan responden dapat memberikan kemungkinan jawaban lain dari alternatif jawaban yang sudah disediakan.. 1) Kuesioner langsung Kuesioner langsung adalah jika kuesioner langsung diberikan kepada responden yang ingin diselidiki (diungkap datanya).. c... ……………………………...... kuesioner tersebut langsung diberikan kepada siswa dan yang menjawab atau mengisi kuesioner juga siswa yang bersangkutan.... (1) Ditentukan dengan tujuan apa kuesioner diberikan dan dipikirkan luas informasi yang dibutuhkan. tidak menggunakan perantara untuk memperoleh jawaban. Sebutkan tiga mata pelajaran yang paling anda sukai. …………………………….. Misalnya untuk memperoleh data tentang siswa............... Oleh karena itu.. alasan ………………………………... Setelah naskah kuesioner selesai disusun... Bagimanakah pembawaanmu?” dapat dirumuskan menjadi item 24. dengan menjaga kerahasiaan. maupun dalam keseluruhan item.. diserahkan kepada konselor yang lain untuk dikomentari dan kemudian dikoreksi seperlunya... Ditinjau dari cara memberikannya... Misalnya jangan ditanyakan “Apakah lingkungan sekitar tempat tinggalmu religius?”. Dengan pertanyaan tertutup... Misalnya: “Mata pelajaran apakah yang anda sukai dan tidak anda sukai?”. 1983:66)..............Kuesioner terbuka tertutup merupakan kuesioner yang pertanyaanpertanyaannya berupa gabungan dari pertanyaan yang terbuka dan tertutup..... pengumpul data berkeinginan memperoleh data yang relatif sudah pasti (sudah diduga ada datanya atau faktanya) dan mudah diukur.. 2) Kuesioner tidak langsung Kuesioner dikatakan sebagai kuesioner tidak langsung jika untuk mendapatkan jawaban membutuhkan perantara... Item-item atau butir-butir dikelompokkan menurut bidang-bidang tertentu.. Istilah-istilah yang sukar dan bisaanya tidak dipahami oleh siswa harus dihindari. Sejauh perlu. Coba jelaskan secara umum..... (4) Suatu item jangan menanyakan dua hal sekaligus (pertanyaan ganda)... alasan ………………………………......... konstruksi kuesioner harus diserahkan kepada tenaga ahli bimbingan konseling. b.. .. (3) Perumusan item-item harus jelas dan isinya mudah ditangkap...... (2) Harus ada introduksi yang menjelaskan kepada siswa (maupun responden pada umumnya) dengan tujuan apa mereka diminta mengisi kuesioner.4. kuesioner dapat dibedakan menjadi kuesioner langsung dan kuesioner tidak langsung (Walgito.3 Merancang Kuesioner Merancang alat kuesioner bukan pekerjaan yang mudah dan sederhana.... misalnya: 16. Diterangkan pula siapa yang akan membaca kuesioner itu.... sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. sehingga tidak membingungkan.. dijelaskan cara mengerjakannya... alasan ………………………………. fakta) dari sumber pertama (first resource.. Winkel (1991:241242) mengemukakan 11 butir persyaratan konstruksi kuesioner yaitu sebagai berikut: Catatan: semua contoh item dalam uraian butir-butir ini nomor item dianggap (dibayangkan) pengetikannya mulai dari garis tepi kiri.... baik dalam suatu item. bagaimanakah kebisaaan ibadah orang-orang di sekitar tempat tinggalmu. sumber data primer).... kuesioner diberikan dan diisi oleh guru mata pelajaran (data akademik) atau oleh orang tua siswa (data keluarga dan latar belakangnya).. Pada umumnya kuesioner ini banyak digunakan untuk kepentingan bimbingan konseling.. Misalnya untuk memperoleh keterangan tentang siswa.. …………………………….. Pertanyaan semacam itu dapat dipisah menjadi dua item.. 3. 197 .. Jadi dalam hal ini pengumpul data memperoleh jawaban (data............. a......... sehingga jawaban yang diperoleh tidak diperoleh dari sumber pertama... karena ada sejumlah persyaratan teknis yang harus diindahkan dan isi kuesioner harus sesuai dengan kebutuhan di institusi pendidikan tertentu (tidak selalu suatu angket dapat digunakan untuk berbagai atau beberapa sekolah).

Ya b. Bagaimana perhatian orang tua terhadap belajar anda di rumah? ………………………………………………………………… (7) Bilamana item tertentu ada lanjutannya.(5) Jangan menanyakan hal-hal yang dirasa mempermalukan atau mempunyai konotasi emosional negatif. menghabiskan waktu untuk bermain dengan teman di rumah d. Bagaimana perasaan anda dalam belajar di sekolah? ………………………………………………………………… 38. misalnya: “Ayahmu mempunyai berapa orang istri?”. ………………………………………………………………. tetapi pun tidak terlalu longgar. Tidak 30. ……………………………… b. Apakah anda sering tidak masuk sekolah? a. “Hal-hal apakah yang anda rasakan abnormal pada diri anda?” Seandainya hal-hal semacam itu perlu diketahui oleh konselor. “Apakah orang tua bisaanya memperhatikan belajar anda di rumah?”. seandainya ia tidak merasa senang. letak item. ………………………. Item-tem tersebut lebih baik dirumuskan: 37. ayah d. ayah d. Misalnya item yang berbunyi “Apakah anda sering tidak masuk sekolah? Apa sebabnya?”. Pada waktu libur sekolah. ……………………………… (9) Butir-butir yang cara menjawabnya berbeda dengan butir lainnya. dan orang tua tidak memperhatikan. guru les c. apa sebabnya? ………………………………………………………………………. siapakah yang sering membantu menyelesaikan kesulitan anda? a. sebaiknya dipisahkan menjadi dua bagian. kegiatan apakah yang bisaanya anda lakukan? a. atau yang berikut ini 20. Perhatikan contoh berikut . c. berlibur di rumah nenek b. Jika anda mengalami kesulitan belajar di rumah. Siapa saja yang menjadi teman kelompok belajar anda belajar di rumah? a. di rumah saja tanpa ada kegiatan c.. Pilihlah salah satu jawaban yang paling sesuai dengan keadaan anda dengan cara menyilang (x) huruf pada salah satu pilihan jawaban Contoh: 11. ibu e. guru les 198 . demi melindungi diri sendiri atau orang tuanya. tetangga b. dapat dirumuskan menjadi: 29. misalnya dalam hal penggunaan huruf besar. letak pilihan jawaban. (6) Perumusan item jangan mengandung jawaban yang baik atau sugesti mengenai jawaban yang ideal. (8) Susunan teknis (lay out) perlu diperhatikan. siapakah yang sering membantu menyelesaikan kesulitan anda? a. Pada pertanyaan terbuka harus disediakan ruang untuk menjawab yang cukup longgar. Contoh yang disarankan 19. bagian pertama dapat dijawab dengan Ya / Tidak lebih dahulu. misalnya jangan dirumuskan pertanyaan: “Apakah anda merasa senang dalam belajar di sekolah?”. Perumusan yang demikian mendorong siswa cenderung menjawab ya. ibu e. d. ………………………. harus disertai instruksi yang jelas. lebih bijaksana jika ditanyakan dalam wawancara. tidak ada atau 21. Jika anda mengalami kesulitan belajar di rumah. tetangga b.. dan letak ruang untuk menulis jawaban. Kalau ya. saudara f.

Jenis data yang diperlukan Jenis data yang diperlukan dideskripsikan secara singkat. telepon b. karena bisa saja konselor membutuhkan suatu data yang bersumber dari beberapa responden. c. d. 14. Hal-hal penting yang perlu diperhatikan dalam kisi-kisi kuesioner adalah sebagai berikut: a. dengan asumsi bahwa siswa sudah mengenal dan menyatu dengan lingkungan sekolah yang baru. tidak ada atau: Pada item nomor 11-20 anda boleh menjawab lebih dari satu jawaban.c. Olahraga di luar sekolah yang saya ikuti adalah: a. Unsur-unsur data Dari setiap jenis data. renang h. c. …………. bulu tangkis g. Konselor dalam merancang kuesioner dengan rambu-rambu sebagaimana telah dikemukakan di atas. Siswa diminta untuk membubuhkan tanda tangan sebagai jaminan rasa tanggung jawab. …………. saudara f. dengan menggunakan alat tulis yang berbeda warnanya. mobil h. Hal ini perlu disebutkan dalam kisi-kisi. …………. Mesin cuci c. perancang kuesioner dapat memerinci lebih detil tentang unsurunsur data dari setiap jenis data. (11)Mengingat keadaan siswa dalam beberapa hal mungkin sudah berubah pada waktu setahun sesudah mengisi kuesioner untuk pertama kali. e. b. Dengan demikian kuesioner yang disusun diharapkan memenuhi segi teknis dan kebutuhan bimbingan konseling. beladiri b. Tujuan yang akan dicapai dengan kuesioner tersebut.. sepak bola e. (10)Pengisian kuesioner harus dilangsungkan pada waktu yang tepat. Dan jika itu yang terjadi. sehingga dapat dijadikan pedoman bagi perancang kuesioner (konselor) tentang data apa saja yang perlu didapatkan dari responden. d. …………. televisi e. volley ball f. d. Pada introduksi atau pengantar kuesioner juga dikemukakan tujuan kuesioner diisi atau dijawab oleh responden. Dengan demikian dapat menghemat biaya. radio tape f. sepeda motor g. Responden Responden adalah sumber data atau orang yang akan diberi kuesioner. Nomor item Nomor item yang akan dimunculkan dalam kuesioner dikemukakan dalam kisi-kisi ini. misalnya siswa kelas I mengisi kuesioner baru dalam minggu yang kelima atau keenam sesudah tahun ajaran dimulai. perancang dapat mendeskripsikan item-item kuesioner. Berdasarkan unsur-unsur data ini. sebaiknya didahului dengan menyusun kisi-kisi tentang kuesioner tersebut. kuesioner dapat dikembalikan kepada siswa kelas XI dan XII untuk disesuaikan seperlunya. Tujuan perlu dirumuskan secara singkat dalam kisi-kisi. dan dapat pula dengan mengisi kolom yang tersedia Contoh: 13. antara lain: a. Fasilitas yang dimiliki oleh keluarga saya. sehingga perancang dapat memperkirakan seberapa banyak data yang diperoleh. Caranya dengan menyilang (x) huruf pada pilihan jawaban yang sesuai dengan keadaan anda. …………. maka satu kisi-kisi dapat 199 .

Menurut tujuannya (Walgito. 4) Counseling interview. 3) Responden mempunyai kebebasan untuk memberikan keterangannya.1 Pengertian Wawancara Wawancara atau interview adalah suatu teknik memahami siswa dengan cara melakukan komunikasi langsung (face to face relation) antara pewawancara (interviewer) dengan yang diwawancarai (interviewee) untuk memperoleh keterangan atau informasi tentang siswa. yaitu wawancara yang dilakukan untuk keperluan administrasi. sehingga ada halhal yang tidak dapat terungkap. Misalnya satu angket untuk siswa.5. dan angket lainnya untuk orang tua siswa. 3) Kadang-kadang ada responden yang tidak bersedia mengisi kuesioner. administrative interview. 2) Setiap responden menerima sejumlah pertanyaan yang sama. kuesioner juga mempunyai beberapa kelemahan yang perlu diperhatikan. yaitu wawancara yang dijalankan dengan suatu maksud yang berhubungan dengan employment (pekerjaan). yaitu wawancara yang dilakukan untuk kepentingan konseling. 2. Dikatakan sebagai wawancara individual. 3) Administrative interview. kuesioner mempunyai nilai praktis karena memiliki beberapa kelebihan.5.4 Kelebihan dan Kelamahan Kuesioner Sebagai suatu metode untuk memahami individu. 5) Pengaruh subjektivitas dapat dihindari.4. 1983:69). dan counseling interview. antara lain: 1) Kuesioner belum memberikan jaminan bahwa responden memberikan jawaban yang tepat. informational interview. yaitu wawancara yang ditujukan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan. jika wawancara yang dilaksanakan melibatkan seorang interviewer dengan seorang interviewee. Sedangkan wawancara kelompok adalah wawancara yang terdiri atas seorang interviewer atau lebih menghadapi sekelompok interviewee. 1) The employment interview. yaitu: 1) Dapat dipergunakan untuk mengumpulkan data kepada sejumlah responden dalam waktu singkat. 4) Responden mempunyai waktu yang cukup untuk menjawab pertanyaan.menghasilkan dua angket atau lebih. 1983:69). Contoh kisi-kisi dan kuesioner untuk siswa pelajari secara mandiri dari Rahardjo dan Gudnanto (2011) 3. wawancara dibedakan menjadi empat yaitu the employment interview. wawancara dapat dibedakan menjadi wawancara individual dan wawancara kelompok (Walgito. 4) Pertanyaan yang diajukan dalam kuesioner bersifat terbatas. Namun demikian.5 Wawancara 2. 200 .2 Macam-macam Wawancara Ditinjau dari beberapa hal. 2) Kuesioner hanya terbatas pada individu yang dapat membaca dan menulis. wawancara ada bermacam-macam jenis. 2) Informational interview. 2. atau menyampaikan suatu informasi kepada interviewee. Berdasarkan jumlah orang yang diwawancarai.

maka wawancara dapat dibedakan menjadi tiga yaitu the non-directive interview. c. Menciptakan hubungan baik (rapport) dengan interviewee. 2. maka pada bagian ini konselor harus memperoleh data yang diinginkan. dan akhir interview. jauh dari hal-hal yang dapat mengganggu perhatian dan campur tangan orang lain. ialah pengembangan rencana untuk melaksanakan tindakan berdasarkan pemilihan terhadap alternatif yang telah dikembangkan. Perencanaan. c. b. Merumuskan masalah. Menempatkan diri dalam dunia interviewee. sikap membolehkan dan mempergunakan penjelasan-penjelasan dari dunia klien. Mengumpulkan berbagai informasi tentang klien yang ada hubungannya dengan persoalan yang akan dibicarakan. Menyiapkan tempat yang tenang untuk melakukan wawancara. yaitu wawancara yang dilakukan secara berulang. 3) Inti interview.Gambar 5 Wawancara kelompok Menurut peranan yang dimainkan. percaya kepada kebijaksanaan klien. c. yaitu wawancara yang dilakukan dalam proses konseling yang menggunakan cara atau teknik dengan menitik beratkan penerimaan pada klien. Konsolidasi. 4) Akhir interview. d. Pada tahap ini langkah-langkah pokok yang perlu dilakukan oleh konselor adalah: 201 .3 Langkah-langkah Wawancara Jika konselor melakukan kegiatan wawancara. maka ada empat langkah perlu lakukan (Wibowo. 2) The focused interview. Bila wawancara bermaksud mengumpulkan data klien. Mendorong interviewee untuk mengemukakan informasi atau masalah yang akan diungkap/diketahui interviewer. 1983:69-70). mulai interview. Kegiatan yang perlu dilakukan adalah: a. the focused interview. ialah mengolah masalah yang telah ditemukan dan dirumuskan. 1) Persiapan untuk interview. inti interview. Bagian ini merupakan bagian di mana maksud dan tujuan wawancara harus dapat dicapai. 3) The repeated interview. maka pada bagian ini mengandung pokok-pokok: a. pembentukan suasana positif yang netral. Tetapi bila maksud dan tujuan wawancara untuk memberikan bantuan (wawancara konseling). dapat berubah dan diganti sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapi. yaitu wawancara yang ditujukan kepada orang-orang tertentu yang mempunyai hubungan dengan objek-objek (kasus) yang diselidiki. ialah pengolahan berbagai alternatif tindakan yang dapat dipilih sebagai hasil pengolahan masalah. serta mengikuti teknik wawancara yang sesuai dengan kepribadiannya. Beberapa hal pokok yang perlu disiapkan konselor (konselor) untuk melakukan wawancara adalah sebagai berikut: a. Eksplorasi. 2) Mulai interview. Membuat rencana atau pedoman wawancara (interview guide). Mengenal dan memahami pandangan pihak interviewee.5. d. Rencana tersebut hendaknya fleksibel. dan the repeated interview (Walgito. 1984:24-26) yaitu persiapan untuk interview. b. 1) The non-directive interview. e. Menyampaikan maksud dan tujuan diadakannya wawancara. b. Pokok-pokok persoalan yang akan dibicarakan ditulis dalam pedoman wawancara.

Penilaian hasil upaya yang telah diperoleh. b. Dapat dilaksanakan kepada setiap individu c. c. yaitu pada waktu mengadakan observasi terhadap individu yang bersangkutan sekaligus juga diwawancarai. Wawancara dikatakan valid apabila mencakup pendapat interviewee itu sendiri tanpa adanya pengaruh dari luar.4 Kelebihan dan Kekurangan Wawancara Sebagai metode untuk memahami siswa. 202 . Situasi wawancara mudah terpengaruh oleh situasi alam sekitar. tidak mengandung bisa. terbuka.a.5. Untuk itu interviewer harus mendalami materi yang akan ditanyakan. atau sebaliknya e. Sangat tergantung kepada individu yang akan diwawancarai. Artinya orang yang tidak dapat membaca dan/atau pun menulis dapat diajak wawancara d. 1) Valid. komunikatif (Hendrarno. maka untuk memperoleh hasil wawancara yang baik harus dipenuhi: a. Memantapkan hasil yang telah disepakati. Dapat diadakan serempak (bersamaan) dengan observasi. d. 1975:50-51). d. 4) Komunikatif. wawancara sebagai teknik pengumpulan data juga mengandung beberapa kekurangan. Tidak dibatasi oleh kemampuan membaca dan/atau menulis dari interviewee. Untuk itu wawancara harus memenuhi syarat-syarat valid.5 Syarat-syarat Wawancara Agar wawancara mendapatkan hasil yang baik. e. Sugiyo & Supriyo (1987:80-81). Wawancara merupakan teknik yang tepat untuk mengungkapkan keadaan pribadi b. 2) Namun demikian selain berbagai keuntungan sebagaimana di atas. 1) Kelebihan wawancara adalah: a. c. yaitu: a. e. 1987:82). Menentukan waktu wawancara berikutnya (bilamana masih dianggap perlu untuk dilanjutkan). Wawancara terlalu banyak memakan waktu dan mungkin pula tenaga dan biaya. Bisa artinya pengaruh yang mengganggu. Hendrarno. maka interviewer harus dapat menciptakan situasi yang bebas. Dapat menimbulkan hubungan pribadi yang lebih baik g. 2) Relevan. Tidak mengandung bisa berarti tidak ada pengaruh dari luar yang mengganggu wawancara.5. b. relevan. Persoalan yang akan diungkap dalam wawancara harus dipersiapkan dengan cermat dan sistematik (kisi-kisi wawancara). Sugiyo & Supriyo. Mempunyai kemungkinan masuknya data lebih mendalam dan lebih tepat (dibandingkan dengan kuesioner yang ada kemungkinan diisi oleh orang lain) f. Adanya pengaruh-pengaruh subjektif interviewer yang dapat mempengaruhi hasil wawancara. Kerahasiaan pribadi lebih terjamin. dan menyenangkan sehingga interviewee dapat bebas dan terbuka untuk memberikan informasi atau keterangan. 2. wawancara mempunyai beberapa kelebihan dan kelemahan (Djumhur & Surya. Menyimpulkan hasil wawancara. kemudian dirumuskan dalam pedoman wawancara (interview guide). hangat. 3) Tidak mengandung bisa. Menuntut keterampilan dan penguasaan bahasa yang baik dari interviewer. 2. Menghentikan wawancara atas kehendak bersama dengan tetap membina rapport. Mengacu pada berbagai pendapat yang telah dikemukakan oleh Walgito (1983:50-51). Winkel (1991:250-251). Konselor dapat memberikan penjelasan terhadap pertanyaan-pertanyaan yang kurang jelas h.

dan setelah wawancara. Contoh 3. situasi dak kondisi yang dihadapi interviewer pada saat itu walaupun wawancara sudah dipersiapkan secara sistematis (terstruktur). mengikuti pelajaran b. siapakah teman akrabnya di kelas? Menurut pengamatan anda bagaimana kegiatan Burisrawa dalam: a. 3. c. diskusi kelompok c. maksudnya pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dapat diperluas sesuai dengan kebutuhan. Catatlah segera hasil wawancara.1 Wawancara ke Tujuan Responden Nama siswa Tanggal wawancara Tempat wawancara N o. Minta izin kepada interviewee untuk membuat catatan seperlunya. l. Interviewer harus selalu membina hubungan baik (rapport) dengan interviewee yaitu sebelum. j. sebab hal itu dapat mengecilkan diri interviewee. Interviewer harus mengontrol isi wawancara. PEDOMAN WAWANCARA (INTERVIEW GUIDE) Tidak Langsung : 1 (pertama) : Memperoleh informasi tentang sebab-sebab siswa terisolir dalam kelompoknya (kelas) : Guru matapelajaran/Wali Kelas/Siswa lain : Burisrawa : 15 Mei 2010 : Ruang BK SMP Pringgodani Kudus Pertanyaan Jawaban 4. lebih baik tidak membuat terlalu banyak catatan selama wawancara berlangsung. Menghindari pertanyaan-pertanyaan yang sugestif. f. Bertindak asertif selama proses wawancara berlangsung. Pergunakanlah waktu sebaik mungkin untuk memperoleh keterangan atau informasi yang diharapkan. Bersikap waspada terhadap kemungkinan bahwa informasi yang diberikan tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya atau interviewee menghindari jawaban yang terbuka terhadap pertanyaan tertentu. kegiatan ekstra-kurikuler Bagaimanakah hubungan sosial Burisrawa dengan siswa lainnya: a. i. 1. Tujuan dan maksud diadakan wawancara harus dijelaskan sebaik-baiknya kepada interviewee. d. Hindarkan sikap menonjolkan aku interviewer.b. pada saat.5. h. jelas dan mudah dipahami. g. n. Pertanyaan sedapat mungkin dikomunikasikan secara cross examining. Pergunakanlah bahasa yang sederhana. kelompok belajar d. lain kelas 203 . k. sekelas b. e. 2. namun jangan mengganggu jalannya wawancara. Interviewer harus menjaga jangan sampai ada waktu diam (jeda) yang terlalu lama. m. Namun. yang memberikan indikasi terselubung mengenai jawaban yang ideal atau cenderung mengungkap jawaban tertentu demi memberikan kesan yang baik. Bagaimanakah pengenalan anda terhadap Burisrawa? Menurut pengamatan anda. Karena hubungan baik ini sedikit banyak mempunyai pengaruh dalam proses dan hasil wawancara.

mengikuti pelajaran b.2 PEDOMAN WAWANCARA (INTERVIEW GUIDE) Langsung Wawancara ke Tujuan Responden Nama siswa Tanggal wawancara Tempat wawancara N o. hal-hal apa sajakah yang menyebabkan anda terisolir dalam pemilihan teman kelompok belajar? 204 .5. lain kelas 6. kegiatan ekstra-kurikuler 5. …………………… Interviewer. Menurut pendapat anda. kelompok belajar d. Menurut pendapat anda. hal-hal apa sajakah yang menyebabkan Burisrawa terisolir dalam pemilihan teman kelompok belajar? Kesimpulan/catatan: Kudus.5. Menurut pendapat anda bagaimana kegiatan anda dalam: a. Bagaimanakah hubungan sosial anda dengan siswa lainnya: a. 1. Siapakah teman sekelas yang anda anggap sebagai teman akrab? 3. sekelas b. diskusi kelompok c. : 1 (pertama) : Memperoleh informasi tentang sebab-sebab siswa terisolir dalam kelompok belajar di kelasnya : Siswa yang bersangkutan : Burisrawa : 17 Mei 2010 : Ruang BK SMP Pringgodani Kudus Pertanyaan Jawaban Bagaimanakah hubungan sosial anda dengan teman satu kelas? 2. …………………………… tanda tangan dan nama terang Contoh 3. Hal-hal apa yang menarik bagi anda tentang teman sekelas yang menjadi teman akrab anda? 4.

……………………. …………………………… tanda tangan dan nama terang C. Agar kegiatan observasi dapat berjalan dengan baik. Bagaimanakah anda memaknai hubungan sosial antar teman di kelas anda? Kesimpulan/catatan: Kudus. (b) observasi yang dimanipulasikan (manipulated situation) (c) observasi terhadap situasi yang setengah terkontrol (partially controlled). dan hasilnya dicatat serta dimaknai (diinterpretasikan) dalam rangka memperoleh pemahaman tentang subjek yang diamati. Pelajari bab III buku ajar ini baik-baik. (d) skala penilaian. gali variabel-variabel observasi. Rangkuman 1. Diskusikan dan bandingkan hasil analisis yang sudah dibuat setiap anggota kelompok dari contoh 1-8 dengan teman-teman satu kelompok kerja D. dan (e) alatalat bantu mekanik (seperti tape recorder. (b) observasi sistematis. Menurut cara dan tujuannya observasi dibedakan menjadi (a) observasi partisipatif. camera CCTV. Berlatihlah menyusun instrumen-instrumen nontes untuk memahami individu. 5. (b) catatan berkala. E. Interviewer. bisa pula download dari internet. Berdasarkan situasi yang diamati. dosen atau instruktur. handycam. 2. computer). Observasi dilakukan dengan mengikuti langkah-langkah sebagai berikut: tentukan tujuan observasi. Cermati beberapa istilah penting yang ada di dalamnya. dan cobalah mengaplikasikannya dalam bimbingan dan konseling. Latihan 1. (c) daftar cek. Lembar Kegiatan Untuk memperoleh pemahaman yang mendalam pada bab ini seyogyanya saudara mengikuti langkah-langkah berikut: 1. kamera digital dan manual. dan (c) observasi experimental. Observasi sebagai alat pengumpul data adalah kegiatan pengamatan (secara inderawi) yang direncanakan. 4. sistematis. 3. ada beberapa alat bantu yang bisa digunakan untuk mendukung observasi yaitu (a) daftar riwayat kelakuan atau catatan anekdot. cermati data yang diperoleh dari setiap instrumen tersebut. atau cari penjelasannya di buku-buku psikologi dan/atau bimbingan dan konseling. yaitu (a) observasi terhadap situasi bebas (free situation). Bentuklah kelompok kerja yang beranggotakan 5-8 orang. Berlatihlah menggali data dengan beberapa instrumen nontes untuk memahami individu. tetapkan indikator. siapkan pula alat tulis berupa spidol warna atau stabilo untuk mensaudarai hal-hal yang penting. observasi dibagi menjadi tiga jenis. pastikan dan fahami materi observasi. baik untuk data perorangan maupun kelompok. jika perlu tanyakan kepada teman sejawat. Berlatihlah melakukan analisis instrumen nontes untuk memahami individu. 205 .7. atau lihat kamus/ensiklopedi. gali pula sub variabel.

DCM digunakan oleh konselor karena dinilai efisien dan efektif bagi pengungkapan masalah-masalah yang dialami individu. Kegiatan wawancara dilakukan melalui empat langkah yaitu persiapan untuk interview. Dan diitinjau dari pelaksanaannya wawancara dibedakan menjadi dua yaitu wawancara yang terencana atau terstruktur (structured interview). Agar data sosiometri tersebut mudah dipahami siapa yang popular (paling disukai/disenangi) dan siapa yang terisolir (tidak disukai atau tidak dipilih). maka data tersebut harus disajikan dalam bentuk tabel (disebut matrik sosiometri) dan bentuk gambar (disebut sosiogram). wawancara dibedakan menjadi tiga yaitu interview research. Sosiometri merupakan suatu metode atau teknik untuk memahami individu terutama untuk memperoleh data tentang jaringan hubungan sosial antarindividu (antarpribadi) dalam suatu kelompok. Pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat berbentuk tiga macam yaitu pertanyaan yang tertutup. yaitu kuesioner tertutup. 5. berdasarkan preferensi pribadi antara anggota-anggota kelompok. dan interview treatment. the focused interview. Wawancara atau interview adalah suatu teknik memahami siswa dengan cara melakukan komunikasi langsung (face to face relation) antara pewawancara (interviewer) dengan yang diwawancarai (interviewee) untuk memperoleh keterangan atau informasi tentang siswa. inti interview. Berdasarkan jumlah orang yang diwawancarai. Dilihat dari bentuk pertanyaannya. Untuk itu. dan counseling interview. yaitu dengan memberikan daftar pertanyaan yang harus dijawab atau dikerjakan oleh responden secara tertulis pula. dan wawancara yang bebas atau tidak terencana atau tidak terstruktur ( non-structured interview). Di dalam kuesioner terdapat dua bagian yang pokok yaitu bagian yang mengandung identitas. interview diagnotis. wawancara dapat dibedakan menjadi tiga yaitu the non-directive interview. Menurut tujuannya. Menurut peranan yang dimainkan. 3. Wawancara bersifat langsung jika konselor memperoleh data itu langsung dari klien itu sendiri. atau dinyatakan dalam ungkapan perasaan terhadap anggota-anggota kelompok untuk melakukan suatu kegiatan tertentu. kuesioner dapat dibedakan menjadi kuesioner langsung dan kuesioner tidak langsung. dan the repeated interview. Instrumen atau alat untuk memperoleh materi sosiometri adalah angket sosiometri. Dalam setiap 206 . pertanyaan yang terbuka. Ditinjau dari fungsinya. DCM sangat berguna untuk melengkapi data. dan akhir interview.2. yaitu dengan menggunakan beberapa pertanyaan yang berisi mengenai siapa yang disukai (dipilih) dan siapa yang tidak disukai (ditolak) di antara anggota kelompoknya. mendalami masalah individu dan kelompok. dan bagian yang mengandung pertanyaan-pertanyaan yang ingin memperoleh jawabannya. mulai interview. dan kuesioner terbuka tertutup. dan pertanyaan yang terbuka dan tertutup. administrative interview. Bagian yang mengandung pertanyaan fakta atau opini ialah bagian yang mengandung pertanyaan-pertanyaan untuk mendapatkan fakta atau opini. wawancara dibedakan menjadi empat yaitu the employment interview. Suatu kuesioner yang baik harus dipersiapkan dan dirancang dengan baik pula. sebelum membuat item kuesioner perlu dirancang kisi-kisinya. kuesioner terbuka. Daftar Cek Masalah (DCM) sangat bermanfaat bagi konselor terutama dalam menggali informasi tentang masalah-masalah yang terkadang sudah terlupakan oleh individu. Kuesioner atau angket merupakan suatu teknik atau cara memahami siswa dengan mengadakan komunikasi tertulis. Analisis DCM dapat dilakukan secara individual maupun kelompok. Sementara itu ditinjau dari cara memberikannya. informational interview. Dengan demikian data psikologis yang dikumpulkan dengan angket sosiometri mudah untuk dianalisis dan dipahami (dibaca). Preferensi pribadi dinyatakan dalam kesukaan untuk berada bersama dalam melakukan kegiatan tertentu. wawancara dapat dibedakan menjadi wawancara individual dan wawancara kelompok. Berdasarkan sifatnya wawancara dapat bersifat langsung dan tidak langsung. 4. kuesioner dapat dibagi menjadi tiga.

5. 207 . Jelaskan arti penting penggunaan metode non-tes dalam memahami individu dalam layanan bimbingan dan konseling 2. Kerjakan semua contoh observasi mulai dari contoh 1 sampai dengan contoh 8. Buatlah kuesioner dilengkapi dengan kisi-kisinya yang tujuannya adalah untuk mengungkap data-data awal yang anda butuhkan untuk kegiatan konseling. Sebagai instrumen yang digunakan sebagai need assesment. sehingga data tersebut dapat dimanfaatkan untuk keperluan bimbingan dan konseling. kuesioner. 7. F. Jika data yang anda peroleh menggunakan berbagai instrumen dan metode diatas dirasa kurang sesuai dengan kondisi siswa yang sesungguhnya. sosiometri maupun wawancara perlu dianalisis agar diperoleh simpulan yang bermakna. setiap konselor hendaknya: menggunakan data pembanding yang dapat meningkatkan tingkat validitas data yang diperoleh. apa yang akan anda lakukan guna meningkatkan pemahaman anda tentang siswa-siswa yang anda bimbing? 4. kedalaman pembicaraan dan pengaruh waktu. Hasil yang diperoleh melaui observasi. wawancara terdapat tiga dimensi wawancara yaitu kekayaan dan kecermatan. Mengingat berbagai metode diatas mengandung kelebihan dan keterbatasan. apa saja yang perlu anda perhatikan dalam mengolah data DCM maupun Sosiometri guna penyusunan program layanan bimbingan dan konseling yang benar-benar tepat dan dibutuhkan oleh siswa? 3.6. pengumpulan data DCM. derajat intervensi. Tes Formatif 1. lengkapi dengan interpretasinya.

(2) Menyusun dan mengembangkan instrumen asesmen untuk keperluan bimbingan dan konseling. Munandir (1996:125) mengingatkan bahwa ada hal penting yang harus dicatat. Pengertian lain yang perlu dipunyai oleh siswa adalah bahwa apa yang diungkapkan melalui tes itu bukan gambaran keseluruhan dirinya melainkan wakil belaka dari keseluruhan segi kepribadiannya (a sampel of behavior) yang maunya diukur. c) tes memandang bahwa atas dasar jawaban pertanyaan atau pelaksanaan tugas testi ditarik suatu simpulan tentang contoh atau profil perilaku individu d) tes disusun secara sistematis dan objektif --. (c) tes bakat. bahwa bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada siswa dalam rangka upaya menemukan pribadi. dapat disimpulkan bahwa suatu tes mengandung pengertian yang mencakup: a) tes berupa seperangkat alat yang digunakan untuk mengungkapkan ciri-ciri psikologis individu (testi) dengan cara melakukan pengukuran b) tes merupakan tugas atau serangkaian tugas yang berbentuk pertanyaan atau perintah yang harus dijawab atau dilakukan individu. angka hasil pengukuran itu tidak mutlak seperti halnya hasil yang didapat dari kalau orang mengukur.BAB IV PEMAHAMAN INDIVIDU TEKNIK TES Kegiatan Belajar 3 A. kelompok maupun standar yang telah ditetapkan. Opersionalisasi bimbingan konseling di sekolah --. (b) tes inteligensi. Oleh karena itu. sehingga dapat dikatakan bahwa tes psikologis adalah alat untuk mengukur perbedaan individu. Kompetensi dan Indikator Kompetensi yang terkait dengan materi ini adalah (1) Memilih teknik asesmen. Dengan demikian tes psikologis ini dapat memberikan gambaran tentang aneka ragam sifat individu. (3) Mengadministrasikan asesmen untuk mengungkapkan masalah-masalah konseli. umpamanya tinggi dan berat badan orang. Maksudnya.1. Uraian Materi 4. mengenal lingkungan.1. 4. Dari berbagai batasan tentang tes yang telah dikemukakan para pakar.salah satu di antaranya adalah penggunaan data tes psikologis yang merupakan kegiatan pendukung bimbingan konseling yaitu aplikasi instrumentasi bimbingan konseling dengan teknik tes. dan merencanakan masa depan. setelah mempelajari materi ini.dengan cara membandingkan hasil yang dicapainya dengan individu lain.yang kemudian populer dengan istilah BK POLA 17 PLUS --. (d) tes kepribadian. akan menampakkan aneka ragam perbedaan-perbedaan individu. B.merupakan perangkat dan prosedur untuk menetapkan profil perilaku individu --. dan (5) Memilih dan mengadministrasikan instrumen untuk mengungkapkan kondisi aktual konseli berkaitan dengan lingkungan. sesuai dengan kebutuhan pelayanan bimbingan dan konseling. tes yang dimaksudkan adalah tes pikologis atau psikotes.1 Pengertian Tes Psikologis Dalam bidang bimbingan dan konseling. dan (4) Memilih dan mengadministrasikan teknik asesmen pengungkapan kemampuan dasar dan kecenderungan pribadi konseli. yaitu bahwa ukuran yang dihasilkan pengetesan (atau pengukuran psikologis) itu nisbi sifatnya. Tes psikologis dengan demikian diasumsikan mempunyai sumbangan yang cukup signifikan dalam pelayanan bimbingan 208 .2 Tujuan Tes Psikologis Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 28/1990 tentang Pendidikan Dasar (pasal 25) dan Peraturan Pemerintah Nomor 29/1990 tentang Pendidikan Menengah (pasal 27) disebutkan. diharapkan peserta pelatihan (a) memahami konsep dasar tes bimbingan dan konseling. dan (e) tes prestasi belajar.1 Konsep Dasar Tes dalam Bimbingan dan Konseling 4.

Untuk keperluan bimbingan konseling. sekolah membutuhkan tes untuk kepentingan membedakan siswa yang abnormal (feebleminded) dari siswa yang normal (Stamboel. karena itu untuk mendapatkan pemahaman yang baik perlu dilakukan klasifikasi tes.konseling di sekolah. Jenis rangsang ini disesuaikan dengan aspek psikis yang hendak diketahui atau diukur. tes inteligensi (intelligence test) b. sampling of tasks. metodologi yang dimaksudkan adalah dengan melakukan testing. Di lingkungan pendidikan formal (sekolah) kebutuhan dan dorongan semacam itu terasa sekali di kalangan guru. prediction from measurement.1. maka kepada dia harus diberikan berbagai rangsang yang dapat menimbulkan aktivitas berpikir. scholastic test) 209 . 1. yaitu (1) intelligence. 4. tes itu harus diskriminatif f. Morgan & King (1971: 311-314) menyatakan bahwa suatu tes psikologis yang baik mempunyai karakteristik yang menyangkut reliability. yaitu dalam rangka membantu peserta didik menemukan pribadi dan agar mampu berkembang secara optimal. Membantu orang tua untuk menganl anaknya. Misalnya kita ingin mengetahui kecerdasan atau kemampuan berpikir seseorang. Kemudian di sekolah diadakan penggolongan anak berdasarkan kemampuannya yaitu : ~ anak-anak yang terbelakang kemampuan belajarnya (educationally retarded) ~ anak-anak yang normal ~ anak-anak yang berkemampuan lebih dari normal (intellectually gifted). Dalam kaitannya dengan penyelenggaraan bimbingan konseling di sekolah. tes itu harus komprehensif g. tes itu harus distandarisasikan d.1. (3) personality. 2.1. aptitude test) c. tes itu harus valid b. Membantu guru dalam merencanakan dan mengelola pengajaran. dan (2) tes yang mengukur performansi tipikal (test of typical performance). Pada awal perkembangan tes psikologis. Dengan tes sesungguhnya kita berupaya untuk menimbulkan suatu reaksi pada diri orang yang dites melalui rangsang-rangsang tertentu. Sementara Cronbach (1984:28) mengklasifikasi-kan tes menjadi dua golongan besar. (2) special ability. Pada umumnya penggolongan tes yang terakhir yang sering digunakan yaitu: a. 3. standardization group. yaitu (1) tes yang mengukur performansi maksimum (test of maximum performance). 5. tes itu harus objektif e.4 Syarat-syarat Tes Psikologis Suatu tes psikologis yang baik harus memenuhi syarat-syarat tertentu. Tyler & Walsh (1979:43) menggolongkan tes psikologis menjadi tiga bidang. tes itu harus reliabel c. tes itu harus mudah digunakan 4. Sedangkan Suryabrata (1984b:23) menyatakan bahwa : a. tes kepribadian (personality test) d. 1986:25). 4. Membantu kepala sekolah dalam menetapkan suatu kebijakan. tes prestasi belajar (achievement test. Dalam bidang psikologi.3 Dasar Pikiran Penggunaan Tes Psikologis Dasar pikiran utama dari kegiatan testing adalah upaya untuk mencari jawaban atas masalah kebutuhan akan metodologi penelitian psikologi yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. 4. validity.5 Jenis-jenis Tes Psikologis Tes psikologis sangat banyak macam ragamnya. Membantu siswa untuk mengenal dirinya sendiri. Dari berbagai reaksi yang muncul. tes psikologis mempunyai tujuan sebagaimana dipaparkan berikut ini. dapat disusun suatu kesimpulan tertentu tentang kemampuan berpikirnya. tes bakat khusus (special ability test.

sedangkan yang diperoleh Doni 89 diartikan agak kurang cerdas. kurang cerdas dengan mengacu pada angka-angka kecerdasan yang diperoleh dari suatu tes kecerdasan. Wechsler (SPM/CPM) Cattel (CFIT) (WAIS/WISC) 170 ke atas 95 90 75 140 – 169 120 -139 110 –119 128 ke atas 120 – 127 111 – 119 50 25 10 90 . Misalnya nilai kecerdasan yang diperoleh Ani 75 diartikan cukup cerdas. tepat. Justru pengrtian-pengertian semacam itulah yang sering menimbulkan kekecewaan pada banyak orang.2. kepandaian seseorang dengan melihat penampilan yang tampak sebagaimana dua kasus di atas sudah merupakan kecenderungan orang awam. Urusan Reproduksi dan Alat-alat Tes – URDAT) 210 .109 80 . Kebisaaan untuk mendeskripsikan kecerdasan. cerdas. Lebih-lebih lagi jika angka kecerdasan tersebut dikaitkan dengan prestasi belajar siswa.2 Angka Kecerdasan dan Realitanya Dalam kehidupan sehari-hari kita sering dihadapkan pada perbincangan tentang orang-orang yang pandai.1 Pengertian Inteligensi Inteligensi dapat diartikan sebagai kemampuan potensial individu dalam menggunakan pikirannya untuk mempelajari dan menyesuaikan diri dengan lingkungannya dalam memecahkan persoalan-persoalan baru ataupun persyaratan dari tuntutan yang dihadapinya secara cepat. Kenyataan ini sering membingungkan pemahaman dan mengecewakan orang awam tentang angka kecerdasan.89 70 .2 Tes Inteligensi 4.2.79 30 – 69 50 – 69 30 – 49 di bawah 30 91 – 110 80 – 90 66 – 79 5 65 ke bawah (Sumber : Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. 4. Tabel 1 Klasifikasi/Tingkat/ Taraf Inteligensi Genius Very Superior Sangat Cerdas Superior Cerdas High Average Above Average Bright Normal Cukup Cerdas Average Rerata Sedang/Normal Low Average Dull Normal Agak Kurang Cerdas Borderline Kurang Cerdas Mentally Deffective Sangat Kurang Cerdas ~ Debil ~ Embisil ~ Idiot KLASIFIKASI DAN ANGKA KECERDASAN Angka kecerdasan menurut : Raven Binet. Di sinilah peran guru pembimbing untuk ditonjolkan dengan memberikan penjelasan yang benar tentang angka kecerdasan tersebut sehingga tidak menimbulkan salah pengertian.4. antara lain si ibu dan guru pembimbing di SMP tersebut di atas. dan berhasil.

serba kuat.1 Asal Mula Pengukuran Inteligensi Orang yang dianggap sebagai pelopor dalam pengukuran inteligensi adalah Alfred Binet. Tes-tes diperhitungkan secara sama SKALA NILAI 1. sedangkan anak yang paling rendah dalam tes disebutnya miskin. dan IQnya akan tetap 128.3. Tidak seluruhnya dapat diperlakukan secara statistik 8. 1982:22) Tabel 2 PERBANDINGAN SKALA UMUR DAN SKALA NILAI SKALA UMUR 1. Seleksi berdasarkan hubungan sukses dengan umur 3. cemerlang). Pada akhirnya disadari bahwa tes inteligensi mempunyai kelemahan-kelemahan. Kuantitatif 7. tes yang telah sekian lama diterima banyak orang tanpa kritik. Tes-tes diperhitungkan secara tidak sama 211 . Binet tidak memiliki teori inteligensi tertentu.2. tes Binet ini telah dikembangkan oleh Lewis Terman dari Universitas Stanford dan diberi nama Tes Stanford Binet. Ia menemukan teori bahwa pada setiap tingkat umur beberapa anak lebih baik dari anak lainnya. Skala nilai untuk penilaian tunggal 2. nantinya anak yang memiliki 13 CA akan meiliki 10 (9. Anak yang paling pandai dalam tes disebut bright (pandai. tetapi ia bekerja di bidang tes-tes yang menunjukkan sampel tingkah laku anak dan membedakan kemampuan dari tingkat umur yang berbeda-beda. maha kuasa) .2. Skala umur untuk kelompok berganda 2. IQ = MA x100 CA Menurut teori Stern. 4.8) MA. karena mereka dianggap memerlukan bantuan khusus dalam proses pendidikan. Untuk menunjukkan ciri-ciri dan keuntungan skala nilai (point scale) Yerkes dan Foster membuat perbandingan antara skala umur dan skala nilai sebagaimana terjabarkan dalam tabel 2 berikut (Suryabrata.2.3 Penggunaan Beberapa Jenis Alat Ukur Inteligensi 4. Definisinya digunakan untuk dasar penyusunan item-item tes. Para ahli mulai menyadari bahwa tes inteligensi bukanlah hal yang almighty (serba baik. Sebagai contoh. Kualitatif 7. jika seorang anak mempunyai 7 CA dan 9 MA. seorang ahli psikologi bangsa Perancis.3. Karenanya timbul usaha-usaha untuk mengatasi berbagai kelemahan tes inteligensi. Di Amerika. Distandarisasikan secara internal dan tidak fleksibel 5. 1984:112. Seleksi berdasarkan fungsi yang diukur 3. Tes ini dapat digunakan untuk semua anak yang mempunyai latar belakang berbeda-beda. serba menentukan dalam segala hal. Seluruhnya dapat diperlakukan secara statistik 8. Prabu. Penilaian alternatif 6. yang diperoleh dari umur mental anak dibagi umur kronologisnya. Tes yang tidak bertingkat. terpencar dan tidak saling berhubungan 4. Keduanya menulis serangkaian karangan dalam L'Annee Psychologique. Tiap tes diberi tingkatan dan dapat digunakan untuk umur yang ber-bedabeda 4. IQnya adalah 128 {(9:7)x100}. pada akhirnya timbul keragu-raguan terhadap tes inteligensi itu sebagai alat peramal. Sejak tahun 1904 Binet dan Henri telah memikirkan untuk mengembangkan metode obyektif guna menyeleksi anak-anak yang lambat mental. Penilaian gradual 6. Tes ini bisaa disebut kemampuan untuk memikirkan hal-hal abstrak. Distandarisasikan secara eksternal dan tidak fleksibel 5. Istilah IQ atau Intelligence Quotient diperkenalkan pertama kali oleh William Stern.4. Secara matematis dapat direfleksikan sebagai berikut : Menurut Stern pada hakekatnya IQ manusia relatif stabil sepanjang hidupnya.2 Perkembangan dan Macam Tes Inteligensi Dalam perkembangannya.

Menganalisis fungsi-fungsi yang berkembang 10. Model tes tersebut adalah seperti pada gambar 5 berikut. Raven Progressive Matrices dimaksudkan sebagai tes non-verbal yang dirancang untuk mengukur kemampuan untuk mengerti dan melihat hubungan antara bagian-bagian gambar yang disajikan sserta mengembangkan pola berpikir yang sistematis. Porteus mengembangkan tes labyrinth (maze test) yang dianggapnya sebagai tes yang bebas dari pengaruh kebudayaan. dkk. baik tes untuk anak-anak (WISC --.Wechsler Intelligence Scale for Children) maupun tes untuk orang dewasa (WAIS --. Gambar 6 Item A1 dari SPM 212 . Gambar 5 Model Tes Labyrinth Testi harus menunjukkan jalan tersingkat untuk masuk dan selanjutnya keluar dari labyrinth itu sebagaimana ditunjukkan oleh anak panah. sedangkan sebagian kecil mengukur spatial aptitude. Tes ini sebagian besar mengukur general factor. 1984:1). Ukuran-ukuran untuk berbagai umur relatif dapat dibandingkan Para ahli yang menggunakan skala nilai dalam pengukuran inteligensi di antaranya David Wechsler dan JC Raven. Tes inteligensi dari Wechsler ini sebenarnya juga merupakan tes yang terikat budaya karena terdiri dari kelompok verbal dan performance. Menganalisis nampak 10. Salah satu contoh item tes Raven Progressive Matrices adalah sebagaimana gambar 6 berikut ini.9. Ukuran-ukuran umur relatif dibandingkan fungsi-fungsi yang untuk berbagai tidak dapat 9. inductive reasoning. dan perceptual accuracy (Sugiyanto.Wechsler Adult Intelligence Scale).

Very Superior. anak yang mengalami hambatan mental. Mereka ini perlu memperoleh tambahan pengajaran yang disesuaikan (adjusted curriculum practice). Guide to the Standard Progressive Matrices Sets A. merupakan tingkat kecerdasan yang paling tinggi. Individu yang mempunyai taraf inteligensi ini hendaknya diberi pendidikan luar bisaa supaya dapat teraktualisasikan kognitifnya. 5. C. dan orang lanjut usia. karena pada umumnya di luar negeri sudah tersedia lembaga pendidikan yang memadai untuk anak genius. mulai diperlukan adanya bimbingan preventive. 3) Advanced Progressive Matrices (APM) APM pertama kali disusun pada tahun 1943.C. yakni untuk mengukur kemampuan observasi dan clear thinking. mereka dapat ditempatkan di sekolah bisaa tetapi ada tambahan berupa layanan individual (program pengayaan atau akselerasi). CPM dapat berbentuk buku soal ataupun papan. and E) 4.4 Perlakuan Bimbingan Konseling Pada Tiap Tingkat Kecerdasan Mengacu pada klasifikasi dan angka kecerdasan tersebut di atas. A. 2) Coloured Progressive Matrices (CPM) CPM terdiri dari 36 soal yang dikelompokkan ke dalam tiga seri. D dan E. maka perlakuan guru pembimbing pada setiap tingkat kecerdasan dapat dideskripsikan sebagai berikut : 1.5 tahun dengan masing-masing jarak adalah setengah tahun. Tes ini dapat dipergunakan untuk orang normal tanpa batasan waktu. Average.11 tahun. studinya relatif stabil. 4. B. Revisi dilakukan pada tahun 1947 dan 1962. Ab dan B. 2. masing-masing dikenai norma yang berbeda. Misalnya dengan mengirimkannya untuk sekolah di luar negeri. Norma CPM yang asli (Raven.B.D. dkk. adalah kelompok anak yang sehari-hari disebut sebagai slow learners (lamban belajar). Jika tes ini dipergunakan dengan batasan waktu (selama 40 menit) berarti untuk mengukur kecepatan dan kemampuan intelektual.2. karena hasil belajarnya bisa naik dan bisa pula turun. Genius. 1960. untuk masing-masing golongan usia tersebut (16 golongan) dikenai norma yang berbeda untuk menentukan tingkat kecerdasan mereka. 1984:1). yaitu : 1) Standard Progressive Matrices (SPM) SPM terdiri dari 60 soal yang dikelompokkan ke dalam lima seri. di sekolah bisaa dan masih dapat dikembangkan aspek afektifnya. 3. A. Superior. Tes ini dapat dipergunakan untuk orang normal usia 6-65 tahun. 1960) untuk individual test usia 6 sampai dengan 13. Sedangkan untuk group test mulai dari usia 8 sampai dengan 14 tahun dengan jarak setengah tahun (jadi ada 13 golongan). Low Average. karena kelompok ini mulai ada kerawanan yang kadang kala menimbulkan tinggal kelas. High Average. 213 . 6.Raven Progressive Matrices terdiri atas tiga tes dengan penggunaan yang berbeda-beda (Sugiyanto. Tabel 3THE SELF-ADMINISTERED or GROUP TEST Percentile Point 95 90 75 50 25 10 5 20 55 54 49 44 37 28 23 25 55 54 49 44 37 28 23 30 54 53 47 42 34 25 19 Chronological Age in Years 35 40 45 50 53 52 50 48 51 49 47 45 45 43 41 39 40 38 35 33 30 27 24 21 55 46 43 37 30 18 60 44 41 35 27 15 65 42 39 33 24 13 - (Sumber : Raven. Tes ini dapat dipergunakan untuk anak usia 5 .

Program pengembangan bakat siswa di sekolah dicapai melalui kegiatan pembelajaran dan bimbingan konseling. Dengan demikian.2.1.3. Bisaanya kelompok ini dirawat di Lembaga Pemeliharaan Cacat Mental. 8.7. adalah kelompok individu yang perlu rawat (total care atau dependent). dan dipahami. merupakan golongan yang kognitifnya tidak dapat berkembang. Embisil. serta Dono lebih cepat mengekspresikan apa yang ditangkapnya menjadi banyolan-banyolan segar. Mentally Deffective.3. Dalam kegiatan pendidikan Munandir (2001:15-16) mengatakan. ssehingga iia dapat hidup dengan baik di lingkungan tertentu yang menuntut penyesuaian tertentu pula. Setelah pendidik menemukan bakat --. pelayanan bimbingan konseling mempunyai peran yang penting dalam pengembangan siswa.1 Latar Belakang Kita telah mengetahui bahwa inteligensi menggambarkan kemampuan seseorang untuk memecahkan masalah-masalah di lingkungannya. misalnya membersihkan tempat tidur. Idiot. Mereka ini dapat dididik untuk melakukan kebisaaan-kebisaaan yang baik untuk memenuhi kebutuhannya sendiri dan lingkungannya yang terkecil. misalnya membuat perkakas rumah tangga yang sederhana yang tidak membutuhkan kreativitas dan imajinasi yang tinggi seperti keset dari sabut kelapa. Kelompok ini dapat digolongkan menjadi tiga. Faktor khusus inilah yang sering disebut bakat. Debil. Faktor umum inilah yang diukur dengan tes kecerdasan umum (general iintelligence ttest). yaitu : 8. kemudian dikenali. Borderline. Maka hal-hal yang diajarkan kepada anak didik baik di sekolah maupun di lingkungan keluarga dan masyarakat adalah kemampuan-kemampuan yang mengandung unsur-unsur kebudayaan. 8. adalah mereka yang dikatakan sebagai individu yang mampu latih (trainable atau semi dependent). 4. 4. Pada umumnya kemampuan untuk menyerap faktor-faktor kebudayaan itu terdiri dari kemampuan umum yang minimal harus dipunyai untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. kemampuan bermain musik dan lain-lain. Mereka dapat dilatih untuk memperoleh keterampilan-keterampilan tertentu. Dalam diri seseorang terdapat kondisi atau karakteristik tertentu yang merupakan bekal atau modal untuk berbuat (bertingkah laku) 214 . Dari pengertian tersebut. adalah mereka yang dikatakan sebagai individu yang mampu didik (marginal independent atau independent retarded atau educable) yaitu kelompok anak yang masih bisa menerima pendidikan yang diberikan di dalam situasi sekolah (Sekolah Luar Bisaa).dan hal perlu dilakukan sedini mungkin. menyapu dan membersihkan halaman. sedangkan mereka mempunyai gradasi kecerdasan yang sama. Bakat dan Dimensi Bakat adalah suatu kondisi atau serangkaian karakteristik dari kemampuan seseorang yang dengan suatu latihan khusus memungkinkannya mmencapai suatu kecakapan. pengetahuan dan ketrampilan khusus. kemudian dikembangkan dan disalurkan sehingga siswa dapat berkembang seoptimal mungkin. Karena itu lebih bijaksana jika mereka ditempatkan di Sekolah Semi Luar Bisaa. merupakan faktor khusus yang perlu dikaji. Sedangkan faktor-faktor khusus seperti mengapa Jefri lebih suka menekuni musik dan dengan cepat dapat mengekspresikan isi hatinya ke dalam nadanada yang tersususn rapi dan dinamis. misalnya kemampuan berbahasa. merupakan anak-anak yang harus ditempatkan di Sekolah Luar Bisaa.3. mengenal dan memahami bakat siswa merupakan perkara yang penting. tersirat beberapa hal yang dapat dijelaskan sebagai berikut:  Suatu kondisi atau serangkaian karakteristik kemampuan seseorang.dan kemampuankemampuan siswa yang lain --. menyemir sepatu. Bisaanya mereka ditempatkan di rehabilitasi sosial sehingga menjadi sumber daya manusia yang eksis. menyapu lantai rumah. bahkan kehidupannya sepenuhnya tergantung pada bantuan orang lain. Mereka tidak mampu untuk merawat dirinya sendiri. 8.2.3 Tes Bakat 4. bahwa usaha untuk menemukan.

Pengertian sejak lahir mengandung makna bahwa manusia sejak bayi memang sudah membawa “bibit bakat”. pengetahuan dan keterampilan khusus jika memperoleh suatu latihan khusus  Kecakapan. alamiah) yang dengan latihan-latihan tertentu akan memperoleh berbagai macam pengetahuan dan keterampilan khusus seperti kemampuan berbahasa. Pandangan ini sering kita dengar secara umum sebagaimana para ahli dan “orang awam” ada setuju bahwa bakat dibawa sejak lahir. keterampilan teknik. walaupun memperoleh latihan khusus. yaitu : 1) achievement yang merupakan actual ability. tetapi seberapa besarnya. Sebaliknya ia tidak akan berkembang dengan baik jika ia tidak berbakat. Berbagai pendapat tentang bakat menunjukkan. kemampuan bermain musik dan lain-lain. merupakan analisis tingkah laku. Pengetahuan kita bahwa seseorang berbakat ataukah tidak setelah kita mengetahui perkembangan seseorang kemudian. Suzuki (1993:1-2) mempunyai pandangan yang menarik. antara lain berupa kemampuan berbahasa. bahwa analisis tentang bakat selalu . bahwa bakat sering dikatakan merupakan kemampuan yang dibawa orang sejak lahir. seberapa kualitasnya. Bakat dan kemampuan menentukan prestasi seseorang. maka dapat disimpulkan bahwa bakat adalah kemampuan manusia yang dibawa sejak lahir (kodrati.. Munandir (2001:15-16) mengatakan. Dengan demikian orang yang berbakat dapat berkembang optimal jika ia memperoleh suatu latihan khusus. Berbeda dengan bakat. Ability mempunyai tiga arti. Bila tugas penting ini dikesampingkan. kita harus mengetahui kemampuan diri kita sendiri. bagaimana kita dapat mengatakan bahwa kita hidup dalam dunia yang beradab? Bakat seseorang tidaklah dibawa sejak lahir. oleh Woodworth dan Marquis (Suryabrata. “Pertumbuhan karakter seorang anak adalah hal yang wajar. sedangkan bakat memerlukan latihan dan pendidikan agar suatu tindakan dapat dilakukan di masa yang akan datang.. dan lain-lain. dengan kata lain bersifat keturunan (atau genetis. yaitu kualitas yang hanya dapat diungkap/diukur dengan tes khusus yang sengaja dibuat untuk itu. bermain musik. Prestasi yang sangat menonjol dalam suatu bidang mencerminkan bakat yang unggul dalam bidang tersebut (Munandar.. pengetahuan dan ketrampilan kkhusus. Bakat atau aptitude. Jadi prestasi merupakan perwujudan dari bakat dan kemampuan. 1992:17-18). 2) capacity yang merupakan potential ability.” Dengan demikian. sebab sifat-sifat seseorang dibawa sejak lahir. Bakat yang diartikan dari aptitude merupakan suatu kemampuan bawaan.. dimana kecakapan ini berkembang dengan perpaduan antara dasar dengan training yang intensif dan pengalaman 3) aptitude. herediter). mengenal kemampuan tersebut dan mengembangkannya. Bekal atau modal tersebut akan berkembang menjadi suatu kecakapan. 1984a:169) dimasukkan dalam kemampuan (ability). yang dapat diukur secara tidak langsung dengan melalui pengukuran terhadap kecakapan iindividu. Kita tidak dapat berbuat apa-apa bila seorang anak dilahirkan tanpa memiliki kemampuan seperti anak-anak yang lain. Orang yang berbakat matematika diperkirakan akan mampu mencapai prestasi yang tinggi dalam bidang itu. seperti setiap analisis psikologis yang lain . kita tidak mengetahui secara pasti. Sementara itu sebagian orang yang lain mengatakan.. Dan dari analisis tentang tingkah laku itu kita ketemukan. Kemudian apa bedanya bakat dengan kemampuan dan prestasi? Bagi seorang pendidik pertanyaan tersebut di atas mempunyai arti penting. Sebagian orang mengatakan. Tentang kata sejak lahir dalam kaitannya dengan bakat ini. bahwa dalam tingkah laku itu kita dapatkan gejala sebagai berikut : 215 . Kemampuan menunjukkan bahwa suatu tindakan (performance) dapat dilakukan sekarang. kemampuan merupakan daya untuk melakukan suatu tindakan sebagai hasil dari pembawaan dan latihan. yang dapat diukur langsung dengan alat atau tes tertentu.. sebagai potensi yang masih perlu dikembangkan dan dilatih agar dapat terwujud. sementara yang lain mengatakan bahwa bakat tidak dibawa sejak lahir.

luasnya daerah persepsi f. seperti expressional fluency (kelancaran 216 . Dimensi intelektual. Di sini Guilford menjelaskan lebih jauh tiga dimensi yang tercakup dalam bakat. (5) pengenalan terhadap kesimpulan c. yang meliputi (1) evaluasi mengenai identitas. Tingkah laku individu. (4) evaluasi terhadap penting tidaknya problem (kepekaan terhadap problem yang dihadapi) d. faktor kecepatan gerak d. (2) faktor untuk pengalihan kelas-kelas secara spontan. yang mempunyai tiga aspek itu adalah pengejawantahan dari kualitas individu yang didasari oleh bakat tertentu. Dimensi ini meliputi lima faktor. (3) faktor ingatan mengenai sistem b. faktor evaluatif. yaitu dimensi perseptual. yang menitik beratkan pada posisi. (3) faktor kelancaran dalam menghasilkan hubungan-hubungan. (2) faktor ingatan mengenai relasi. yang secara garis besar telah disebutkan di atas. 2. Dimensi psikomotor. kepekaan indera b. karena memang dimensi inilah yang mempunyai implikasi sangat luas. orientasi ruang d. (4) faktor untuk menghasilkan sistem. (3) evaluasi terhadap sistem. perhatian c. (2) evaluasi mengenai relasi-relasi. yang terdiri atas dua macam. yang meliputi (1) faktor untuk menghasilkan unit-unit. 3. kecepatan persepsi. (3) pengenalan terhadap hubungan-hubungan. seperti word fluency. (2) faktor untuk menghasilkan hubungan-hubungan. dan sebagainya. faktor keluwesan (flexibility). dan dimensi intelektual. faktor ingatan. faktor berfikir divergen. Dimensi inilah yang umumnya mendapat penyorotan secara luas. yang mencakup (1) faktor ingatan mengenai substansi. ideational fluency. (5) faktor untuk menghasilkan implikasi-implikasi yang unik e.(a) individu melakukan sesuatu (b) apa yang dilakukan itu merupakan sebab dari sesuatu tertentu (atau mempunyai akibat atau hasil tertentu) (c) dia melakukan sesuatu itu dengan cara tertentu. Guilford yang bertolak dari analisis faktor. faktor kekuatan b. (4) faktor untuk menghasilkan transformasi. yaitu (1) faktor kecepatan statis. faktor pengenalan. (2) pengenalan terhadap golongan (kelas). dan ini meliputi faktor-faktor antara lain : a. yang meliputi (1) faktor untuk menghasilkan nama-nama. faktor impuls c. berusaha merumuskan faktor-faktor yang terkandung di dalam bakat itu. faktor ketelitian/ketepatan. dan (2) faktor ketepatan dinamis. orientasi waktu e. Dimensi perseptual Dimensi perseptual meliputi kemampuan-kemampuan dalam mengadakan persepsi. (4) pengenalan terhadap bentuk atau struktur. dimensi psikomotor. Dimensi ini mencakup enam faktor yaitu : a. yang menitik beratkan pada gerakan. faktor kordinasi f. faktor berfikir konvergen. 1. yang mencakup (1) pengenalan terhadap keseluruhan informasi. yaitu : a. (3) faktor untuk menghasilkan sistem-sistem. Karena itu analisis tingkah laku ini memberi kesimpulan bahwa tingkah laku itu mengandung tiga aspek yaitu : (a) aspek tindakan (performance atau act) (b) aspek sebab atau akibatnya (a person causes a result) (c) aspek ekspresif. e.

4. merupakan kemampuan menggunakan bahasa. yaitu kemampuan untuk mengadakan orientasi tempat dan ruang. M Assosiative Memory atau faktor ingatan yaitu kemampuan untuk mengingat.L. N Number Facility atau faktor bilangan. karena dua tes inilah yang sering digunakan dalam layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Tes BAKUM (Bakat Umum) Tes BAKUM (Bakat Umum) disebut juga TKD (Tes Kemampuan Differensial) atau TINTUM 69 (Tes Inteligensi Umum). T. tes BAKUM dikatakan praktis oleh karena administrasi tes dapat dilakukan secara klasikal dan waktu pelaksanaan relatif singkat (66 menit). DAT (Differential Aptitude Test). (6) faktor untuk menyusun bagian-bagian menjadi garis besar atau kerangka. Perceptual Speed dan Induction atau General Reasoning. SAT (Scholastic Aptitude Test).th. Tes BAKUM atu TKD atau TINTUM 69 adalah serangkaian tes kemampuan differensial yang praktis untuk mengetahui serangkaian bakat individu. cermat dan teliti I atau R Induction atau Reasoning (faktor penalaran). t. tes bakat yang bisaanya dipergunakan antara lain BAKUM (Bakat Umum).) yaitu : V Verbal Comprehension (kemampuan verbal) atau faktor verbal. L. dan faktor ini secara umum dianggap sesuatu indikator mudah tidaknya seseorang mengubah rasionya dan mengalihkan rasionya sesuai dengan kebutuhannya. khususnya persepsi dan visualisasi dalam tiga dimensi. FACT (Flanagan Aptitude Classification Test). (5) faktor untuk transformasi divergen.3. Number Facility. yaitu Verbal Comprehension. 1.Tes Bakum disusun atas dasar teori multiple factor yang dipelopori oleh Thurstone. W Word Fluency (kefasihan kata-kata) yaitu faktor kelancaran atau kefasihan menggunakan kata-kata. GRE (Graduate Records Examination). yaitu kemampuan untuk bekerja dengan bilangan (kecakapan menghitung) S Space Relation (penguasaan ruang).G. Sebagai bahan orientasi dalam pengenalan tes bakat dalam buku ajar ini akan diuraikan secara singkat tentang tes BAKUM dan DAT. tes BAKUM hanya mengukur 5 faktor saja. Seluruh baterai tes BAKUM terdiri dari 10 persoalan untuk mengungkap 10 aspek bakat umum individu yaitu : Pemahaman sosial Kawasan Pengetahuan Analogi Verbal Logika Sosial Pemahaman Numerik Logika Numerik Kemampuan Analogi Berpikir Induktif-Deduktif Persepsi Keruangan Ketepatan Presisi : : : : : : : : : : Sikap terhadap situasi sosial praktis Ruang lingkup pengetahuan terhadap dunia luar Kemampuan analogi berpikir verbal Cara berfikir logis terhadap masalah-masalah sosial Penalaran berhitung dengan angka Logika berfikir dengan angka Kemampuan berfikir analogi Kemampuan berfikir deskriminasi-generalisasi Kemampuan pandang ruang (stereometri) Kemampuan persepsi secara tepat 217 .3 Cara Pengukuran Bakat Dalam pengukuran bakat. Space Relation. Kecuali alasan di atas.. Thurstone mengemukakan selusin faktor yang dirancang sebagai 7 faktor kemampuan mental primer (Manual TKD. & Thurstone. Namun didasari oleh pertimbangan praktis. (1941). P Perceptual Speed atau kecepatan persepsi yaitu faktor kemampuan untuk mengamati (persepsi) dengan cepat.mengungkapkan). yaitu kemampuan untuk berfikir logis. GATB (General Aptitude Test Battery).

Tes DAT terdiri dari 8 sub tes yaitu untuk mengukur: Verbal Reasoning (Penalaran Verbal=VR) akan mengungkap bagaimana baiknya sesorang untuk dapat memahami ide-ide yang diekspresikan ssecara verbal. Tes DAT banyak digunakan untuk penjurusan di SMU dan SMK dan akhir-akhir ini seringkali digunakan dalam konseling pendidikan dan pekerjaan bagi para remaja yang memasuki dunia kerja dan seleksi lamaran kerja. Clerical Speed and Accuracy (Kecepatan dan Ketelitian Klerikal=CSA) mmengukur bagaimana kecepatan dan ketelitian seseorang dalam membandingkan dan memperhatikan daftar tertulis seperti nama-nama atau angka-angka. serta bagaimana sebaiknya seseorang untuk berfikir dalam tiga dimensi. dan bagaimana jelasnya mereka untuk dapat berfikir serta mengadakan penalaran dengan angka-angka. Hanya sub tes ini yang menuntut kecepatan kerja dalam DAT. Sub tes mengeja (spelling) dapat mengukur bagaimana baiknya seseorang untuk mengeja kata-kata umum dalam bahasa Indonesia (Inggris). dan dapat berfikir serta menalar dengan kata-kata. Language Usage : Spelling and Grammar (Pemakaian Bahasa: Mengeja dan Tata Bahasa) terdiri dari dua tes prestasi belajar yang singkat yang mengukur kemampuan-kemampuan penting yang perlu dipertimbangkan oleh seseorang bersama dengan tes bakat lainnya dalam DAT. Space Relations (Tilikan Ruang=SR) dapat mengungkapkan bagaimana ssebaiknya seseorang dapat membayangkan. Mechanical Reasoning (Penalaran Mekanis=MR) dapat mengungkapkan bagaimana dengan mudahnya seseorang dapat menangkap prinsip-prinsip umum fisika pada saat seseorang melihatnya dalam kejadian sehari-hari. Abstract Reasoning (Penalaran Abstrak=AR) dapat mengungkapkan bagaimana sebaiknya seseorang untuk memahami ide-ide yang tidak dinyatakan dengan kata-kata atau angka-angka. antara lain diagram. serta pemahaman seseorang terhadap hhukum-hukum yyang mendasari alat-alat. mesin-mesin dan gerakan-gerakan yang sederhana. sedangkan sub tes 218 . Tes DAT (Differential Aptitude Test) Tes DAT dapat memberikan gambaran tentang keseluruhan bakat seseorang secara maksimal dan terperinci. potongan-potongan gambar serta posisi. Numerical Ability (Kemampuan Angka=NA) akan mengungkapkan kepada seseorang bagaimana sebaiknya mereka memahami ide-ide yang diekspresikan dalam angka-angka. membentuk gambar-gambar dari obyek-obyek padat dengan hanya melihat rencana (plant) di atas kertas yang rata.Hasil tes BAKUM bisaanya disajikan dalam profil bakat sebagai contoh berikut : Aspek Bakat Pemahaman Sosial Kawasan Pengetahuan Analogi Verbal Logika Sosial Pemahaman Numerik Logika Numerik Kemampuan Analogi Berpikir Induktif-Deduktif Persespsi Keruangan Ketepatan Presisi Gambar 5 RS R Klasifikasi AR S CT • • • • • • • • • • Profil Bakat Umum (BAKUM) T TS 2.

VR 99 95 90 NA AR SR MR CSA Sp Stc SA 80 75 70 60 50 40 30 25 20 10 5 0 80 90 86 96 99 57 35 16 85 Gambar 6 Profil bakat berdasarkan Differential Aptitude Test 219 . dan keberhasilan di perguruan tinggi.tata bahasa (grammar) dapat mengukur bagaimana baiknya seseorang untuk dapat memahamai kesalahan-kesalahan tata bahasa. dan merupakan suatu estimasi yang bbaik tentang bakat skolastik. tanda baca dan pemakaian kata-kata dalam kalimat-kalimat yang mudah. kombinasi dari skor Verbal Reasoning dan Numerical Ability akan mengungkapkan kemampuan skolastik seseorang. Scholastic Aptitude (Bakat Skolastik=VR+NA). yaitu suatu kemampuan untuk menyelesaikan bidang studi-bidang studi atau program studi persiapan untuk memasuki perguruan tinggi di sekolah. Berikut ini disajikan kutipan profil bakat berdasarkan hasil tes DAT.

1988:41). hasil tes bakat akan membantu guru pembimbing untuk mengarahkan/menyalurkan siswa sesuai dengan bakatnya sehingga siswa dapat menempati suatu jurusan/program khusus atau pekerjaan yang tepat sesuai dengan kemampuan dasarnya. Wartegg. Dari 20 kebutuhan pokok yang 220 .3. Perlu diperhatikan bahwa penggunaan hasil tes bakat untuk kepentingan bimbingan dan konseling. Rothwell Miller Inventory Blank (RMIB). sedangkan keputusan akhir tetap pada individu yang bersangkutan 3) Kaitannya dengan fungsi distributif. Edwards Personal Preference Schedule (EPPS). pada dasarnya tidak dapat berdiri sendiri secara tunggal.4 Pemanfaatan Hasil Pengukuran Bakat dalam Bimbingan Konseling Pengenalan dan pemahaman bakat individu dalam layanan bimbingan dan konseling secara eksplisit dapat digunakan untuk : 1) Membantu dalam merencanakan dan membuat keputusan tentang pilihan jurusan/program khusus. kebutuhan-kebutuhan sesorang dapat diklasifikasikan ke dalam 15 golongan yang dibuatnya berdasarkan suatu daftar kebutuhan pokok manusia yang disusun oleh Henry A. Aspek non kognitif ini sesuai dengan analisis faktor banyak jumlahnya. Wartegg. 4.4. Edwards Personal Preference Schedule (EPPS) 4. Kuder Preference Record Vocational (KPRV). artinya aspek-aspek yang bukan abilitas dan ‘kepribadian’ manusia (Martensi.4. 4. namun hanya EPPS. Namun demikian gambaran ini tidak dapat memberikan keputusan atau menjuruskan secara khusus atau memilihkan pendidikan atau pekerjaan bagi seseorang secara pasti. RMIB.Penyajian hasil tes BAKUM dan DAT berbeda. melainkan harus dilengkapi dengan data yang lain tentang individu tersebut. Di antara model tes yang termasuk dalam selfreport inventory adalah Woodworth Personal Data Sheet (PDS). pendidikan lanjutan dan pekerjaan 2) Menggambarkan kekuatan dan kelemahan individu. Karena itu pemahaman konselor tentang teknik memahami individu ini sangat penting dalam layanan bimbingan 4. Akan tetapi sebagaimana dikemukakan oleh Stamboel (1986:119) dalam konteks tes kepribadian cukup dibatasi pada aspek pokok yang meliputi motivasi. Mugiarso. EPPS ini merupakan tes kepribadian yang bersifat self-report inventory atau personality inventory. Gambaran ini merupakan deskripsi tentang kemampuan individu. Tes Minat Belajar. Di antara tes yang termasuk ke dalam tes proyeksi adalah tes Rorschach. Data yang lengkap ini akan membantu individu membuat perencanaan dan keputusan lebih tepat. dan hubungan sosial. Edwards pada tahun 1953. yang diciptakan oleh Allen L.4. dan Kraepelin. emosi. Berbagai tes kepribadian di atas tidak akan dikemukakan semua. Dewanti.1 Idenitifikasi dan Dimensi-dimensi Kepribadian Edwards Personal Preference Schedule yang dikenal dengan singkatan EPPS ditujukan untuk mengungkap kecenderungan-kecenderungan aatau kebutuhan-kebutuhan (needs) khusus yang dimiliki seseorang. dan Tes Minat Belajar. Self-report inventory bersifat “melaporkan keadaan diri sendiri” mengenai kehidupan testitif seseorang. Tetapi dalam perkembangan selanjutnya digunakan untuk berbagai kepentingan. tes Permainan. Murray dan kawan-kawan.4 Tes Kepribadian 4.2.2. Semula tes ini disusun untuk kepentingan clinical psychology dan counseling. dan teknik proyektif. yaitu teknik self-reprot inventory. Pada DAT skor di bawah persentil 50 digambarkan ke bawah sampai skor yang dimaksud. baik data yang diperoleh dengan teknik testing maupun non testing. Tes kepribadian mencakup dua macam teknik. Menurut Edwards.1 Hakekat Tes Kepribadian Tes kepribadian sering dibatasi sebagai tes yang bermaksud mengukur dan menilai aspek-aspek non kognitif. Thematic Apperception Test (TAT). dan di atas persentil 50 digambarkan ke atas sampai skor yang dimaksud.

Aggression : untuk menyerang pendapat orang lain yang berbeda. Change : untuk berbuat sesuatu yang baru dan berbeda. kemudian oleh Edwards disusun menjadi 15 (Sugiyanto. Menghadapi kasus ini langkah yang dilakukan guru pembimbing adalah : a. Testi cenderung tidak jujur. Succorance : untuk menerima bantuan atau afeksi dari orang lain. Endurance : untuk bertekun dalam tugas-tugas yang dihadapinya. untuk menonjolkan sesuatu prestasi atau mengatakan keberhasilannya. Exhibition : untuk menjadi pusat perhatian. untuk menyelesaikan tugastugas yang sukar dan menarik.disusun Murray.orang lain berbuat kesalahan. Dari setiap kebutuhan tersebut di atas. untuk memerintah orang lain. Order : untuk berbuat secara teratur dan rapih dengan perencanaan sebelumnya. untuk mengampuni dan berlaku dermawan terhadap orang lain. Affiliation : untuk baik hati. untuk supaya orang lain bersimpati dan mengerti tentang dirinya. agar kecenderungan yang sama terletak pada garis atau kolom yang sama. Macam-macam kebutuhan tersebut adalah : untuk berbuat sebaik mungkin. untuk memahami dan mengerti perasaan-perasaan orang lain. untuk menyesuaikan apa yang diharapkan dari orang lain terhadap dirinya. 1984:81-83). untuk menghindari urusan dan campur tangan orang lain. Deference : untuk menyuruh orang lain memutuskan sesuatu pendapat bagi dirinya. untuk diperlakukan sebagai pemimpin. untuk menerima fitnahan. Penyebab terjadinya jawaban incon ini mungkin: a. Autonomy : untuk berdiri sendiri dalam membuat keputusan. Testi mengalami konflik c. Pasangan dari suatu variabel dipasangkan dengan pernyataan dari variabel lainnya. Mengadakan re tes b. untuk tidak ingin diganggu selama bertugas. Pemasangan pernyataan-pernyataan ini mengikuti suatu pola tertentu seperti yang terlihat pada kertas jawaban (answer sheet). Nurturance : untuk menolong teman dan orang lain yang mengalami kesulitan. merasa takut dan rendah diri. untuk bekerja bersama atau berbuat sesuatu dengan orang lain. Selanjutnya Edwards menambahkan 15 pasang pernyataan sebagai pengulangan dari pernyataan yang sudah ada. Intraception : untuk menganilisis motif-motif dan perasaan-perasaan diri. untuk ikut ambil bagian dengan temanteman sekelompok. untuk ingin mengikuti perubahan-perubahan keadaan dan kebudayaan. Abasement : untuk merasa bersalah bila. untuk suka mempermainkan orang lain. dkk. Hal ini dimaksudkan untuk melihat dan mengetahui konsistensi (con) jawaban-jawaban testi yang dikenai EPPS. Edwards membuat 9 (sembilan) macam pernyataan yang isinya menunjukkan sikap dan kecenderungan dari kebutuhan-kebutuhan tersebut. Bila jawaban consisten di bawah 10 atau jawaban incon di atas 5. Memberikan bimbingan konseling Achievement : 221 . Dominance : untuk mengatasi dan mempengaruhi orang lain. maka kesimpulan hasil jawaban testi dinyatakan inconsistence (diragukan). Heterosexuality : untuk bergaul bebas dengan lawan jenisnya untuk ikut aktif dalam pertemuan di mana orang dari jenis lain hadir. sehingga diperoleh 210 pasang pernyataan. Testi belum integrated (menyatu) dengan pernyataan EPPS b.

Namun demikian dia orang yang sangat jujur. Jika tidak selesai menjawabnya. Ia termasuk orang yang berdisiplin tinggi. 4.4. 4. Sedangkan segi negatif yang menonjol pada dirinya adalah bahwa ia suka sekali mengikuti perubahan dan suka menyerang pendapat orang lain.n. tanpa batasan waktu ketat selama 60 menit. dengan senang hati akan menolong orang lain yang mengalami kesulitan.2. kurang lebih sebagai berikut ini. keinginannya menonjolkan diri (pamer) cukup tinggi. tekun dalam menyelesaikan tugas yang menjadi tanggung jjawabnya. Prasetyo memiliki dorongan untuk berprestasi yang tinggi sekali. Kecenderungan Kepribadian (Needs) Achievement Deference Order Exhibition Autonomy Affiliation Intraception Succorance Dominance Abasement Nurturance Change Endurance Heterosexuality Aggression Consistence Klasifikasi AR S CT • • • • • • • • • • • • • • • RS R T • TS Gambar 7 Profil/Psikogram Hasil EPPS a.4. Segi positif yang ada pada dirinya antara lain ia mau menerima kesalahan orang lain yang menjadi tanggung jawabnya. Pada prinsipnya testi harus menjawab semua item yang berjumlah 225. Namun jika sampai 60 menit tidak selesai.3 Kegunaan EPPS 222 .2 Profil Laporan Ilmiah dan Awam Setelah disekor. pada sisi lain kecenderungannya untuk menyesuaikan pendapatnya dengan orang lain agak rendah. BBahkan ia cenderung menonjolkan kekuasaan dan pengaruhnya. agak mudah bergaul dengan lawan jenis. data EPPS tersebut dapat dikomunikasikan atau diterjemahkan ke dalam bahasa awam. Prasetyo Dari contoh psikogram sebagaimana dipaparkan di atas. bahkan ia lebih suka memutuskan sendiri apa yang ingin dilakukannya. Kesehariannya ia kadangkala nampak ikut berperan serta dalam pergaulan dengan teman sekelompoknya dan kadangkala iia mmau memahami perasaan orang lain. akan diperoleh standard score (ss) EPPS. waktunya ditambah sampai seselesainya. Skor standar ini selanjutnya disajikan dalam profil/ psikogram seperti berikut.2. maka hasil pekerjaan EPPS tidak dapat dianalisis dan diinterpretasi. Tetapi ia tidak mau menerima bantuan dan simpati orang lain jika menghadapi persoalan.Tes ini diberikan untuk orang dewasa (minimal berpendidikan SLTA) dengan waktu penyajian antara 40-60 menit.

Dengan EPPS yang merupakan self-report inventory.4 Kelebihan dan Kelamahan EPPS Sebagai suatu tes psikologis EPPS mempunyai beberapa kelebihan antara lain : (1) Dapat mendeteksi tingkat kejujuran testi yaitu dengan melihat tingkat konsistensinya. Sebaliknya faking bad merupakan kecenderungan testi untuk memilih pernyataan yang 223 .2. testi sedang mengalami konflik. Dari data ini bisa ditelusuri sebab-sebab inkonsisten tersebut antara lain mungkin karena testi menolak rangsang (tidak mau bekerja sama dengan orang lain/tester). yang pada saatnya dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas dan menyalurkan ssumber ddaya manusia sesuai dengan tugas dan kewajiban yang diberikan kepadanya. Misalnya testi cenderung inkonsisten. (3) Psikoterapi Dengan melihat data EPPS terapis akan dapat memberikan treatment yang sesuai dengan masalah yang muncul dari 15 kecenderungan kepribadian testi. Dalam pelaksanaannya tes ini ternyata mampu mengungkap ada tidaknya sesuatu atribut pada kepribadian seseorang dan apabila ada dapat pula diungkap seberapa besar kecenderungannya. 4. (2) Bimbingan Konseling Berdasarkan data EPPS seorang guru pembimbing dapat memberikan layanan bimbingan konseling. khususnya pada kecenderungan kepribadian tertentu yang menonjol. EPPS juga mempunyai beberapa kelemahan yang perlu diperhatikan yaitu : (1) Terikat budaya Sebagai tes yang menggunakan bahasa. walaupun itu tidak sesuai dengan dirinya (kata hatinya). dan testi tidak jujur. Jawaban yang berbeda menunjukkan testi tidak jujur (inconsistence). (4) Riset Sumber Daya Manusia Untuk mengetahui kemampuan sumber daya manusia dalam berbagai kepentingan. Hal ini dapat diketahui dengan melihat jawaban atas item-item tertentu yang berpasangan sebagaimana telah disebutkan ddi muka. Hal ini misalnya jika tes dilakukan untuk seleksi penerimaan pegawai. promosi jabatan diinginkan. (2) Individu adalah orang yang paling tahu tentang keadaan dirinya sendiri. baik negatif maupun positif. (4) Teknik interpretasi secara teknis dan awam membutuhkan keterampilan yang tinggi dari interpreternya. ttesti ssuka mmenentang. mempunyai nilai yang cukup efektif dengan menggunakan EPPS. Karena dengan EPPS akan dapat diketahui kecenderungan-kecenderungan pribadi testi untuk diterima atau ditempatkan pada job yang sesuai dengan kepribadiannya. prosedur skoring tes ini melelahkan dan menjenuhkan. (3) Individu mempunyai kemampuan dan kesadaran untuk menyatakan keadaan dan penghayatannya menurut apa adanya. (2) Materinya yang banyak akan menimbulkan kejenuhan pada testi. Selain kelebihan.4. riset dengan menggunakan EPPS akan dapat memberikan masukkan yang cukup lengkap tentang kecenderungan kepribadian seseorang.Dalam prakteknya EPPS sering kali digunakan untuk kepentingan diagnosis dalam bidang : (1) Seleksi dan Penempatan Seleksi dan penempatan karyawan baik di lingkungan instansi pemerintah maupun swasta. Faking good merupakan kecenderungan testi untuk memilih pernyataan yang dianggap baik-baik saja. tes ini harus diadaptasikan pemakaiannya. testi tidak siap diberi tugas (tidak integrated). (3) Bagi korektor. (5) Sering terjadi adanya pemalsuan jawaban testi baik yang bersifat faking good maupun faking bad. maka kita akan mendapatkan gambaran yang relatif benar tentang kepribadian (kecenderungan kepribadian) testi.

Tanggal ……… Nomor : …. score dapat disusun dengan lebih cepat d. tes interest tersebut disebut sebagai tes interest Rothwell-Miller. …. Tes ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengukur interest seseorang berdasarkan sikap seseorang terhadap suatu pekerjaan. …. …. Kemudian pada tahun 1958. ….. tes diperluas dari 9 menjadi 12 kategori oleh Kenneth Miller. walaupun itu tidak sesuai dengan dirinya (kata hatinya). 4. Hal ini didasarkan pula atas ideaidea stereotype terhadap pekerjaan yang bersangkutan.. …. Jangan ada yang dilewatkan ! Petani Insinyur Sipil Akuntan Ilmiawan Manager Bidang Penjualan Seniman Wartawan Pianis Konser Guru Sekolah Dasar Manajer Bank Tukang Kayu Dokter A …. Sejak itu. Sekolah/Kelas : …………………………………….dianggap negatif. …. …. cek dulu pekerjaan anda. Minat seorang siswa dalam belajar berkaitan dengan pekerjaan yang akan ditekuni kelak. tugas pengisian dari tes ini akan menimbulkan interest testi dan kerja sama yang aktif sifatnya e. Contoh tes RM adalah sebagai berikut: FORMULIR TES MINAT : ROTHWELL MILLER Nama : ………………………… Usia ……. lebih cocok apabila diberikan kepada orang dewasa f. …. Hal ini misalnya jika tes dilakukan untuk seleksi wajib militer. lebih mudah dikerjakan oleh testi c. …. Saat itu tes ini hanya memiliki 9 jenis kategori dari jenis-jenis pekerjaan yang ada.. …. …. Ahli Pembuat Alat-alat Ahli Statistik Insinyur Kimia Industri Penyiar Radio Artis Komersial Pengarang Dirigen Orkes Psikolog Pendidikan Sekretaris Perusahaan Ahli Bangunan Ahli Bedah Ahli Kehutanan …. …. …. Hal-hal yang merupakan kekhususan (Manual The Rothwell-Miller Inventory Blank) dari tes ini adalah: a. ….3 Rothwell Miller Inventory Blank (RMIB) 4. Tester : ……………………… PETUNJUK : Tulislah nomor urut pekerjaan di bawah ini dari yang paling Anda sukai dengan menuliskan 1 sampai dengan yang paling tidak disukai dengan menuliskan angka12 pada kolom A sampai I. Sebelum diserahkan pada tester. …. …. hasil keseluruhan tes akan memperlihatkan pola interest dari testi.4. ….1 Identifikasi Tes RMIB Tes RM atau Rothwell Miller atau The Rothwell Miller Inventory Blank (RMIB) menurut sejarahnya disusun oleh Rothwell pertama kali pada tahun 1947. …. PRIA 224 . …. …. ….. dapat dimasukkan ke dalam susunan batteray test b. ….4.3.

8. WANITAA Ahli Biologi Agen Biro Iklan Dekorator Interior Ahli Sejarah Kritikus Musik Pekerja Sosial Penulis Steno Penjilid Buku Apoteker Ahli Pertamanan Petugas Pompa Bensin Petugas Mesin Hitung …. 10. misalnya pada kelompok pekerjaan A testi menuliskan rangkingnya dari atas ke bawah 5. Keinginan untuk mengerti orang lain. …. …. …. …. …. Testi tes diminta untuk menuliskan ranking suka dan tidak suka dalam setiap kelompok pekerjaan dari rangking 1 sampai dengan 12 tanpa harus urut. 3. 2. …. alat-alat dan daya mekanik. yaitu pekerjaan yang berhubungan dengan hal-hal yang bersifat seni dan menciptakan sesuatu Literary. yaitu pekerjaan yang berhubungan dengan atau menggunakan mesin. …. : : : : : : : : : Out door. …. yaitu minat terhadap kesejahteraan penduduk. …. mengarang Musical.4. …. penyembuhan dan di dalam bidang medis serta hal-hal biologis pada umumnya. dan mempunyai idea yang besar atau kuat tentang pelayanan Clerical. 11. Pada dasarnya adalah suatu pekerjaan yang membutuhkan kontak (hubungan) dengan orang lain Aesthetic. 1. yaitu pekerjaan yang aktivitasnya dilakukan di luar ruangan atau di udara terbuka. mengurangi akibat dari pada penyakit. 6. karya pertukangan dan yang memerlukan keterampilan Medical.S. membujuk. …. Penghargaan terhadap musik Social service. …. yaitu minat terhadap tugas-tugas rutin yang menuntut kecepatan dan ketelitian Practical. …. 4. kimia dan ilmu pengetahuan pada umumnya Personal contact. …. …. …. 7. …. Pekerjaan yang berhubungan dengan minat seseorang dalam tes RM digolongkan dalam 12 jenis pekerjaan yaitu: Out Mec Com Sci Pers Aest Lit Mus S. 12. atau untuk mendengarkan orang lain bermain. yaitu minat terhadap pengobatan. yaitu pekerjaan yang berhubungan dengan manusia. eksperimen. dengan keinginan untuk menolong dan membimbing/menasehati tentang problem dan kesulitan mereka. Mechanical.Auditor Ahli Meteorologi Salesgirl Guru Kesenian Penulis Drama Komponis Kepala Sosial Resepsionis Penata rambut Dokter Hewan Pramugari Kapal Petugas Mesin Jahit C …. Cler Prac Med : : : 225 . …. 4. yaitu pekerjaan yang berhubungan dengan angka-angka Scientific. …. bergaul dengan orang lain. …. Computational. …. kegiatan membaca. bernyanyi atau membaca sesuatu yang berhubungan dengan music.3. yaitu minat memainkan alat-alat musik.2 Aspek-aspek (dimensi-dimensi) yang diukur Suka dan tidak suka terhadap kelompok pekerjaan merupakan faktor yang diukur oleh tes RM ini. diskusi. 9. atau pekerjaan yang tidak berhubungan dengan hal-hal yang rutin sifatnya. …. yaitu minat terhadap pekerjaan-pekerjaan yang praktis. yaitu pekerjaan yang berhubungan dengan buku-buku. yaitu pekerjaan yang dapat disebutkan sebagai keaktifan dalam analisis dan penyelidikan.

1 Identifikasi Tes Kraepelin Koentjoro dan Nuryati Atamimi (1984 : 1) mengatakan tes Kraepelin ini diciptakan oleh Emile Kraepelin seorang psikiater dari Jerman yang hidup antara tahun : 1856-1926. Pada permulaan tahun 1880 ia bekerja pada laboratorium Wundt.2 Aspek-aspek (dimensi) yang diukur Tes minat belajar ini dalam mengukur minat belajar seseorang dilakukan dengan cara mengukur minatnya terhadap pekerjaan-pekerjaan tertentu melalui pilihan Sika. Tes minat belajar digunakan di sekolah dalam rangka mengukur 11 minat terhadap lapangan belajar/pekerjaan khusus yaitu: a. Asumsinya.4. Musik Untuk mengungkap 11 minat belajar tersebut disusun 176 daftar pernyataan secara simultan. S R T Mempelajari hukum dan keputusan-keputusan pengadilan yang dipakai dalam lapangan perusahaan/perdagangan 4. sensori motor. 4. 176. Contoh daftar pernyataan tes minat belajar adalah sebagai berikut: 1. seorang yang berminat terhadap pekerjaan tertentu berkaitan dengan pelajaran-pelajaran tertentu yang harus disiapkan untuk pekerjaan yang akan dilakukannya. Kombinasi dari jenis minat belajar tersebut akan menggambarkan profil minat siswa dalam bidang Bahasa. IPA. yang dalam penelitiannya ia kerjakan di laboratoriumnya di Lepzig menggunakan pasien-pasien psikiatrik.4. Tidak Suka terhadap penryataan-pernyataan yang disediakan. 4. Biologi i. Kesehatan f. Dengan dasar pemikiran adanya perbedaan dari faktor-faktor yang khas pada proses sensori sederhana. Fisika h. Pada setiap pernyataan didahului dengan dengan pilihan jawaban S R T (Suka.4. Sosial b.4. Kesenian k. Bussines c. Raguragu. S R T Memasukkan telur ke dalam mesin pengeram dan membukanya satu per satu setiap hari untuk melihat bagaimana perkembangan anak ayam ………………………………………………………………….. Sekretaris e.4. IPS.4. Dari sini dasar-dasar pemikiran Wundt berpengaruh dalam bidangnya terutama dalam pemecahan masalah kerancuan Neurologis.5. Matematika g. Teknik j. studi lanjutan di perguruan tinggi. Lembar jawaban tes terpisah dengan buku tes. Ragu-ragu atau tidak menyatakan sikap suka atau tidak suka. Home economic d.4. Kraepelin menyusun tes yang kemudian digunakan ssebagai ddasar psikologis untuk 226 . Setiap minat terdiri dari 16 soal (item tes). dalam usaha memecahkan problem waktu reaksi. perseptual dan tingkah laku.1 Identifikasi Tes minat belajar berupa buku yang terdiri dari 176 daftar pernyataan yang harus dijawab semuanya oleh responden. Tidak Suka).Kombinasi sekor-sekor yang diperoleh dari tes RM dapat digunakan untuk berbagai kepentingan misalnya penjurusan di SMU.4 Tes Minat Belajar 4. penempatan pekerjaan. dan pernah menjadi murid Wilhelm Wundt. 5 Tes Kraepelin 4.

Simple arithmatic test inilah yang kini dikenal dengan nama tes Kraepelin (tes K) yang pada awalnya merupakan tes kepribadian dan dalam perkembangannya telah berubah menjadi tes bakat. Dari penelitian ini Kraepelin menyusun dua golongan besar psikosis fungsional yaitu manic depresive dan dementia praecox. Dengan berdasarkan pada alat tes ciptaannya ia berusaha memperluas penggunaannya untuk menyusun tipologi kepribadian manusia antara normal dan abnormal. yang digunakan oleh Kraepelin untuk mengukur Practice effect. Memory dan lain-lain yang berhubungan dengan kelelahan dan Distraction. Di antara tes yang dipakai oleh Kraepelin adalah Simple arithmatic test. 227 . dengan cara mengubah tekanan skoring dan integrasinya.mengklasifikasikan kecanduan psikiatrik.

dengan waktu 15 detik. Hal ini dicontohkan oleh Marcham Darokah. 4. Faktor ketelitian atau accuracy factor c. Setelah perhitungan objektif dilakukan. artinya pada suatu ketika terjadi hasil rendah.5. 4) Bila terdapat range ritme yang terlalu besar pada hasil tes hingga dibawah minimum normal. 6) Di dalam grafik hasil tes menunjukkan penurunan hingga minimum normal. Begitu seterusnya sampai 50 lajur selesai dalam waktu 12' 30''.5. Karena itu tekanan skoring dan interpretasinya didasarkan pada hasil-hasil test secara objektif. Testi bertugas menjumlahkan angka-angka tersebut dalam dua angka yang berdekatan dalam setiap lajur dari bawah ke atas. digunakan untuk menentukan tipe "performance". dapat diprediksikan sebagai adanya perfeksionis. Hasil perhitungan angka dalam mengerjakan tes ini menurut Freeman (1962) sangat dipengaruhi oleh faktor sensori perception dan "motor response". 3) Hasil tes menunjukkan ritme yang tajam. Sebagai tes kepribadian. tergolong dalam "convergent thinking". 5) Di dalam grafik hasil tes menunjukkan garis naik tegak lurus atau tetap secara kaku. Namun bila ditinjau dari jenis isi itemnya. dan dari bawah ke atas membentuk 28 baris. dapat diprediksikan adanya gejala kelelahan dan mungkin gejala neurasthenia. Hasil ini dapat diinterprestasikan dengan menggunakan dasar faktor-faktor bakat yang terkandung didalamnya. 4.3 Tes Kraepelin sebagai Tes Bakat Tes Kraepelin sebagai tes bakat dimaksudkan untuk mengukur "maximum performace" seseorang. (Mahasiswa dapat memperoleh pemahaman yang utuh setelah mempelajari Manual Tes Kraepelin dan mempraktekkannya).gangguan emosional.4. tergolong dalam faktor "numerical facility" yaitu kecakapan uuntuk menggunakan angka dengan cepat dan teliti. tes Kraepelin antara lain mempunyai kegunaan sebagai berikut : 228 .2 Tes Kraepelin Sebagai Tes Kepribadian Tes Kraepelin sebagai tes kepribadian. paling tidak tentang performance kepribadiannya sebagaimana disebutkan di atas.4. 4. dapat diprediksikan bahwa testi mengalami gangguan. rendah sekali dan tidak pada kedudukan minimum normal hal ini dapat diprediksi bahwa ada gejala depresi mental pada testi. tes Kraepelin mempunyai nilai diagnosis yang cukup handal untuk memberikan informasi tentang kepribadian seseorang. yaitu : a. Lajur dari kiri ke kanan terdiri dari 50 lajur. ini disebabkan pada suatu saat kehilangan ingatannya.4 Kegunaan dalam Bimbingan Konseling Dalam kegiatan bimbingan konseling di sekolah. sebagaimana dikutip oleh Kuntjoro dan Atamimi (1984 : 2). sehingga dapat disimpulkan adanya gejala epilepsi. misalnya : 1) Bila hasil menjumlahkan angka-angka “ansich”. Faktor keajegan atau ritme fact d. 2) Bila terdapat salah hitung terlalu banyak dalam menjumlah angka dan dibawah minimum normal.5.4. dan bukan proyektifnya. diprediksikan bahwa testi mengalami distraksi mental atau "mental disorder". Faktor kecepatan atau speed factor b. maka testi harus pindah ke lajur berikutnya tanpa harus menyelesaikan lajur yang sedang dikerjakan. Faktor ketahanan atau ausdauer factor Menurut Guilford (1959) penjumlahan item yang berupa angka-angka satuan ini bila ditinjau dari fungsi mental.Karakteristik tes ini adalah materinya hanya berupa angka-angka 1 sampai dengan 9 yang disebar secara acak membentuk lajur dan baris. Setelah 15 detik dan ada aba-aba. menurut Marchan Darokah (1967) seperti yang dikutip oleh Koentjoro dan Nuryati Atamimi (1984 : 3).

Memberikan informasi tentang penempatan dan dapat menemukan kasus yang dihadapi testi.1) Dengan melihat hasil performancenya.4. Sebagai tes yang bersifat speed test. dan komponen sekolah yang lain dalam kurun waktu tertentu. Pada saat mengerjakan tugas mereka yang tidak mempunyai kemampuan berfikir cepat akan sulit menyesuaikan diri dengan materi tes.1 Latar Belakang Prestasi belajar merupakan sasaran personal yang terlibat dalam proses belajar mengajar di sekolah.5 Tes Prestasi Belajar 4. dapat digunakan untuk seleksi yang mempunyai nilai kompetitif. karena pada pekerjaan tertentu membutuhkan ketelitian yang lebih baik dibandingkan dengan kecepatan kerja. keajegan dan ketahanan kerja yang berbeda. c.5. keajegan dan ketahanan kerja) yang selanjutnya dapat dipergunakan untuk pertimbangan : a. Tehnik skoring tes ini juga memerlukan ketelitian dari korektornya. c.5 Kelebihan dan Keterbatasan Tes Kraepelin Tes Kraepelin mempunyai beberapa kelebihan yaitu antara lain : a. Hal ini karena skoring yang kita lakukan selama ini masih dengan cara manual. karena jurusan/program yang satu dengan lainnya mensyaratkan bakat ketelitian. lanjutan studi. d. Pada hakekatnya prestasi belajar merupakan cermin keberhasilan proses belajar mengajar yang telah dilakukan oleh guru. 2) Dapat mengungkap empat aspek bakat siswa (ketelitian. 4. b. Hal ini akan kelihatan pada hasil tes pada aspek kecepatan kerja. Karena tes ini tidak memberikan kesempatan pada testi untuk menimbang jawaban yang benar. khususnya kemampuan baca tulis angka atau matematik sederhana. Alat ukur yang praktis dan bebas budaya e. misalnya satu catur wulan. guru pembimbing dapat mengetahui masalah-masalah kepribadian yang dialami oleh siswa. Dapat mengungkap bakat dan kepribadian sekaligus dengan melihat hasil kerja testi b. artinya testi cenderung terdorong untuk bersaing dengan testi lain c. Dengan demikian pemahaman tentang bakat siswa menurut tes Kraepelin ini akan membantu siswa menentukan pilihan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuannya.5. satu tahun ajaran ataupun satu jenjang pendidikan dari kelas I sampai kelas yang terakhir di lembaga pendidikan tersebut. Dengan demikian penggunaannya terbatas kepada orang-orang yang mempunyai kemampuan baca tulis. kecepatan. 4. Testi juga dituntut mempunyai kemampuan berfikir cepat. penjurusan. Konon tes ini dapat disekor dengan komputer tetapi penggunaannya masih terbatas. b. Karena itu pelaksanaan skoringnya menjenuhkan. Testi dituntut kemampuan baca dan tulis. Tes ini tidak tepat untuk teknisi dan olahragawan. siswa. sehingga dengan melihat bakatnya dari hasil tes Kraepelin guru pembimbing dapat memberikan saran program studi apa yang sesuai untuk siswa. karena untuk melanjutkan studi diperlukan syarat bakat yang berbeda satu dengan lainnya. sehingga kepada siswa dapat diberikan terapi yang sesuai dengan masalahnya. Tes Kraepelin juga bersifat power test sehingga dapat mengukur daya tahan atau ausdouer seseorang dalam menyelesaikan tugas yang menjadi tanggung jawabnya d. karir/pekerjaan. Cronbach sebagaimana dikutip Waridjan (dalam Tim Pengembangan MKDK IKIP Semarang. Namun demikian tes Kraepelin juga mempunyai keterbatasan antara lain seperti berikut : a. kecepatan. 1990 : 27) menyebutkan: 229 .

Keempat. setiap kali menjelang waktu berbuka ia ke luar rumah mengamati kelelawar. misalnya seseorang yang pada saat berpuasa menunggu waktu berbuka listrik mati. orang lain. dan jika kelelawar sudah muncul. Pengertian di atas dapat diidentifikasikan bahwa belajar mengandung makna:  Ditunjukkan adanya proses mengalami sesuatu yang berbeda dari waktu ke waktu. Berdasarkan pada perbuatan dirinya sendiri dan/atau orang lain. Or. atau isu-isu. Pengertian yang dikemukakan Crow & Crow dapat dijelaskan sebagai berikut:  Belajar merupakan perbuatan. sehingga seseorang itu  Memperoleh sesuatu kebisaaan.  Pengalaman itu membawa perubahan yang berarti dalam perkembangan dirinya. berarti matahari sudah terbenam dan dengan waktu berbuka telah tiba. we say that he has learned something. dan jatuhlah ia. sebagai pedoman beribadah. Dalam hal ini individu mulai dari tidak tahu berubah menjadi tahu. apa. Pengalaman itu dapat berupa pengalaman fisik maupun pengalaman batin. usaha tersebut dilakukan secara sadar. Apabila seseorang pada bulan ini melakukan reaksi yang berbeda dengan reaksinya bulan lalu. Karena itu ia berusaha memperoleh jadwal puasa dan waktu sholat dari lembaga-lembaga yang dapat dipercaya. learning. mungkin pula sebentar. Perbuatan ini ia lakukan berulang-ulang. mengamati objek dan isu-isu yang terjadi seseorang menilai positif atau negatif terhadap dirinya sendiri.If the person makes a different response this month than the made a month ago. action. perilaku seseorang yang dilakukan dengan sengaja dan/atau tidak sengaja. Dalam pengertian ini terkandung unsur-unsur berikut : Pertama. Sikap adalah penilaian umum yang dibuat seseorang terhadap dirinya sendiri. Kebisaaan-kebisaaan melihat kelelawar tersebut mungkin saja tidak dapat dilakukan karena terjadi hujan.  Memperoleh ilmu pengetahuan. Perolehan ini lebih ilmiah dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya karena dikonstruk dengan cara-cara ilmiah. mengapa. atau lebih tepat belajar tertunjukkan oleh adanya perubahan tingkah laku sebagai hasil mengalami sesuatu. orang lain.  Memperoleh berbagai sikap. 1984:321) menyatakan bahwa belajar adalah perbuatan untuk memperoleh kebisaaan. Ketiga. Proses menilai dan kemudian bersikap sesuatu tersebut merupakan perbuatan belajar. belajar ditandai adanya suatu usaha. 230 . suatu aktivitas dalam diri individu (baik fisik maupun psikis). Misalnya hari ini seseorang memperoleh pengalaman bahwa agar dapat naik sepeda dengan baik ia harus menjaga keseimbangan badan.  tanpa mengalami seseorang tidak belajar. dengan usaha yang dilakukan secara sadar tersebut individu mempunyai tujuan mendapatkan kecakapan baru (tingkah laku baru). kecakapan baru tersebut diperoleh melalui suatu proses perubahan yang mungkin memakan waktu lama. Crow & Crow (dalam Kasijan. maupun objek dan isuisu yang terjadi tersebut. objek. kemarin tubuhnya miring ke kiri dan ke kanan. dari hari ke hari ia belajar dari pengalaman batinnya. kita menyatakan bahwa dia telah mempelajari sesuatu. more pricisely. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa belajar merupakan suatu usaha sadar yang dilakukan individu untuk mendapatkan kecakapan baru melalui suatu proses perubahan sebagai hasil mengalami sesuatu. dan bagaimana seseorang berperilaku yang serasi dan sehat. sehingga ia tidak dapat mendengar adzan dari masjid yang jaraknya cukup jauh dari rumahnya. disengaja. ilmu pengetahuan dan berbagai sikap. Ia pernah mendengar dari orang tuanya bahwa berdasarkan pengalaman “orang-orang tua dulu” kalau sudah ada kelelawar terbang. misalnya dari hari ke hari keseimbangannya semakin baik. dan keterampilannya bersepeda makin baik pula. is shown by a change in behavior as a result of experience. Kedua. mulai dari tidak cakap berubah men-jadi cakap dalam sesuatu hal.

Selain dibedakan tes hasil belajar yang bersifat umum dengan tes hasil belajar khusus. umpamanya kursus bahasa tertentu. Tes hasil belajar yang bersifat umum mengukur efek pengalaman yang secara relatif dicakup oleh suatu unit pengalaman yang distandardisasikan.Kelima. 4.2 Tes Hasil Belajar Buatan Guru Tes hasil belajar buatan guru dapat digolongkan menjadi tes objektif dan subjektif (essay).5. remedial teaching. sadar dan disengaja. penetapan kenaikan tingkatan kelas. Beberapa di antara batere tes mempergunakan tachistoscope yang meneliti kecepatan bacaan (mencatat gerak mata) ketika seseorang membaca.bidang khusus yaitu terutama tes membaca. Tes hasil belajar yang bersifat khusus adalah tes-tes yang mencakup bidang. misalnya satu catur wulan. kemudian sampai dengan batere untuk yang lebih lanjut bagi kelas 7. perlu juga dibedakan antara tes hasil belajar yang bersifat umum dan tes kemampuan. Batere pertama untuk kelas I sampai kelas 6 SD. Suatu contoh batere tes yang telah distandarisasikan yang banyak digunakan di luar negeri yang terkenal adalah Tes Hasil Belajar Metropolitan yang terdiri dari 5 batere. dan bimbingan konseling. b. Dalam kegiatan belajar mengajar diharapkan dapat diperoleh perubahan tingkah laku. maka guru perlu mengukur hasil belajar siswa dengan alat ukur yang disebut tes hasil belajar. 3) Sampel-sampel yang dicobakan harus bersifat representatif.5. satu semester. masing-masing terdiri 4 atau 5 bentuk yang ekuivalen (Anastasi. Beberapa hal yang perlu diketahui : 1) Tujuan utama dari tes hasil belajar yang distandardisasikan yang bersifat umum adalah penilaian terhadap pengaruh pengajaran/pendidikan/kursus tertentu. 2) Tes semacam ini dikonstruksikan dengan keahlian oleh ahli-ahli dalam bidang konstruksi tes. Tes ini didasarkan atas tujuan pendidikan yang bersifat umum. Untuk mengetahui hasil belajar seorang siswa.1 Tes Hasil Belajar Yang Distandardisasikan Di sini akan dibicarakan tes hasil belajar yang bersifat umum dan khusus. 1986:209).2 Jenis dan Fungsi Pengukuran Hasil Belajar Tes hasil belajar yang distandardisasikan merupakan tes psikologi yang paling maju perkembangannya. matematika dan tes dengan tujuan pendidikan yang luas. yaitu suatu rencana pelajaran. 1986:213) yaitu seleksi. a. 4. 4) Petunjuk untuk administrasi dan penilaian yang distandarisasikan dirumuskan secara mendetail. tes hasil belajar mempunyai beberapa fungsi (Stamboel. satu tahun ajaran dan seterusnya. 8 dan 9. Dalam praktek di lingkup pendidikan. proses perubahan dalam diri individu dikarenakan individu tersebut mengalami sesuatu secara langsung. rajin atau tidak dalam mengikuti pelajaran.5. yang diambil dari suatu populasi anak normal pada sekolah-sekolah umum. 4. Selain tes hasil belajar yang distandardisasikan ada pula tes hasil belajar buatan guru (Stamboel. terutama berbeda dalam tingkat pengalaman. Sedangkan tes subjektif cara penilaiannya cenderung dipengaruhi oleh hal-hal yang bersifat subjektif seperti prasangka. 1968). yang terutama digunakan dalam bantuan terhadap anak yang mengalami kesulitan belajar. suka atau tidak suka. klasifikasi. Disebut objektif karena cara pemeriksaannya (skoringnya) yang seragam terhadap semua murid yang telah mengikuti tes itu. Perubahan tingkah laku ini ditandai dengan suatu hasil belajar yang dicapai oleh siswa setelah menyelesaikan program belajar dalam suatu kurun waktu tertentu. sedangkan tes kemampuan mengukur efek belajar yang secara relatif terwujud dalam kondisi yang tidak terkontrol dan tang diketahui. mencek standar.2. 231 .2.

2) Tidak saja dalam seleksi. nalar dan logis. Buatlah analisis hasil psikotes (baik inetegensi. guru pembimbing akan dapat membantu siswa untuk memahami dirinya yang menyangkut kkemampuannya. 5) Untuk keperluan remedial teaching (perbaikan pelajaran). kelebihan dan kelemahannya. C. siapkan pula alat tulis berupa spidol warna atau stabilo untuk menandai hal-hal yang penting. dosen atau instruktur. terutama dalam kaitannya dengan layanan bimbingan belajar. atau cari penjelasannya di buku-buku psikologi dan/atau bimbingan dan konseling. jika perlu tanyakan kepada teman sejawat. Layanan bimbingan belajar yaitu layanan bimbingan yang memungkinkan siswa mengembangkan diri berkenaan dengan sikap dan kebisaaan belajar yang baik. Hasil tes prestasi belajar akan mempunyai manfaat yang penting dalam kegiatan bimbingan konseling di sekolah. 2. bisa pula download dari internet. Rangkuman 232 . D. Cermati beberapa istilah penting yang ada di dalamnya. serta dapat menolong dirinya sendiri untuk mengatasi masalah-masalah yang berhubungan dengan belajar berdasarkan pemahaman dirinya yang baik. karena tes ini bersifat objektif dan uniform bila dikonstruksikan secara baik. Lakukan pula percobaan menggali data pada teman-teman anda dalam satu kelompok yang anda tentukan sendiri anggotanya. perlu waktu belajar lebih ataukah tidak dan sebagainya. bakat. Berlatihlah merumuskan pengertian yang saudara jumpai dalam buku ajar ini dengan kalimat saudara sendiri sejauh tidak menyimpang dari maksud kalimat dalam buku ajar ini. perlu pengayaan ataukah tidak. apa yang saudara lakukan untuk tetap memperoleh data yang saudara harapkan? 5. jika saudara gagal dengan suatu cara.1) Fungsi tes hasil belajar terutama adalah untuk seleksi. untuk mengambil keputusan tentang program khusus apa yang akan diikutinya. Hal ini dilakukan jika subyek yang terdaftar melebihi jatah yang ada. minat) yang anda miliki dari siswa anda serta komparasikan dengan hasil prestasi belajar yang dimilikinya lalu buatlah deskripsi tentang diri siswa tersebut dan kemungkinan berhasil siswa pada suatu jurusan tertentu. Pelajari bab IV buku ajar ini baik-baik. 4. atau lihat kamus/ensiklopedi. Hal ini berarti siswa yang memiliki kemampuan lebih dapat menyelesaikan masa belajarnya lebih cepat. Berpedoman pada prestasi belajar siswa. juga klasifikasi anak untuk ditempatkan sesuai dengan kelompok yang sama kemampuannya (homogeneous ability) digunakan tes hasil belajar. Latihan 1. 3. sebab suatu pengajaran yang bersifat klasikal sebenarnya banyak mengabaikan segi-segi perbedaan individual anak didik. materi belajar yang cocok dengan kecepatan dan kesulitan belajarnya. E. 6) Dan akhirnya tes hasil belajar digunakan dalam bidang penyuluhan (bimbingan konseling). Berlatihlah menggali data. misalnya calon mahasiswa yang dibutuhkan 40 sedangkan pendaftar 70. 3) Untuk mencek standar suatu kelakuan minimum yang dicapai misalnya untuk mengikuti pelajaran berikutnya anak dituntut telah memiliki kemampuan tertentu sebagaimana yang digariskan. serta berbagai aspek tujuan dan kegiatan belajar lainnya. 4) Penetapan kenaikan tingkat kelas bisaanya juga menggunakan tes hasil belajar sebagai patokan. Lembar Kegiatan Untuk memperoleh pemahaman yang mendalam pada bab ini seyogyanya saudara mengikuti langkah-langkah berikut: 1.

1. Tes bakat sebagai salah satu jenis tes psikologi memiliki tujuan untuk mengetahui kemampuan-kemampuan khusus yang dimiliki individu yang sangat potensial untuk bisa berkembang jika mendapatkan perlakukan yang tepat. yang sering digunakan antara lain adalah Tes BAKUM dan Tes DAT. Tes kepribadian adalah tes psikologis yang bermaksud mengukur dan menilai aspek-aspek non kognitif. kecerdasan maupun bakat) yang ditunjukkan oleh individu? 233 . Hasil tes yang diperoleh juga tidak boleh serta merta digunakan sebagai acuan atau pedoman utama dalam menentukan masa depan pengembangan diri siswa. Ada berbagai macam tes bakat. dan hubungan sosial. karena ada banyak faktor yang mungkin saja mempengaruhi hasil tes yang diperoleh maupun kemungkinan keberhasilan individu atau siswa dimasa yang akan datang. yaitu teknik self-reprot inventory. 5. Aspek non kognitif ini dibatasi pada aspek pokok yang meliputi motivasi. Teknik tes dalam pemahaman individu pada hakekatnya adala suatu cara yang digunakan untuk memahami individu pada aspek tertentu dengan menggunakan metode testing dimana hasilnya dapat menunjukkan faktor pembeda (diferensial) antara individu satu dengan yang lain terutama yang berkaitan dengan pengukuran aspek psikologis sehingga dapat memberikan gambaran rancangan perlakukan layanan yang akan diberikan kepada masing-masing individu berdasarkan data yang valid dan akuntabel. Tes intelegensi merupakan salah satu metode testing dalam pemahaman individu dimana tes ini akan menunjukkan tingkat kecerdasan individu secara umum. Dari berbagai macam tes yang tersedia. Apa pendapat anda serta apa yang akan anda lakukan jika ditemukan fakta bahwa hasil tes psikologi berbeda dengan keseharian (baik sikap. artinya aspek-aspek yang bukan abilitas dan ‘kepribadian’ manusia. Karena setiap tes memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. 2. 6. dimana tes ini bisaanya digunakan sebagai dasar pertimbangan penjurusan di sekolah. minat. F. Namun. Dari hasil tes ini kemudian akan ditemukan klasifikasi-klasifikasi tertentu dari tiap tingkat kecerdasan individu yang tentunya akan memberikan pedoman kepada konselor dalam memberikan perlakuan untuk membantu individu berkembang. dan teknik proyektif. Tunjukkan semua alasan. 3. hendaknya konselor dapat secara bijak memilih dan memilah mana saja tes yang dianggap cocok dan tepat bagi siswasiswanya. Tes kepribadian mencakup dua macam teknik. Tes hasil belajar berbentuk tes buatan guru dan tes yang distandarisasikan. Tes Formatif 1. 4. mengapa seorang konselor perlu melakukan tes psikologi dalam memahami individu? 2. Tes prestasi belajar merupakan tes psikologis yang digunakan untuk mengukur perubahan perilaku siswa setelah menyelesaikan program belajar dalam suatu kurun waktu tertentu yang ditandai dengan pencapaian hasil belajar (biasanya berbentuk nilai). emosi.

information for counseling process itself (informasi yang digunakan untuk membantu pelaksanaan konseling itu sendiri) dan information for postcounseling plans and actions (informasi untuk menetapkan rencana dan tindakan setelah konseling). Tes untuk kepentingan non informasi terdiri atas: simulating interest in areas not previously considered (merangsang minat terhadap bidang tertentu yang sebelumnya tidak ikut dipertimbangkan). Hal ini senada dengan yang ditegaskan oleh Munandir (1996:165) bahwa. dan kedua. Sementara dalam pengumpulan informasi tentang diri klien. untuk kepentingan informasi (for informational purpose). sosial. validitas dan reliable teruji. pada hakekatnya adalah untuk memperoleh informasi sebagai bahan untuk mengambil keputusan. B. tetapi sebagai tes yang terstandar. Pendahuluan Tes dan nontes merupakan salah instrument untuk memahami individu dalam keseluruhan layanan konseling.1. sehingga informasi kemudian menjadi pengetahuan bagi kita tentang sesuatu. Goldman (1971:23) dalam hal ini memandang bahwa penggunaan tes untuk kepentingan konseling dikelompokkan menjadi dua. Setelah menjadi pengetahuan bagi kita. (c) Menyusun dan mengembangkan instrumen asesmen untuk keperluan bimbingan dan konseling (d) mampu memanfaatkan data yang dimiliki untuk keperluan layanan konseling individual bagi siswa-siswanya. Pada umumnya konselor di sekolah lebih sering memahami individu dengan teknik non testing.BAB V PEMANFAATAN HASIL NONTES DAN TES UNTUK LAYANAN KONSELING INDIVIDUAL Kegiatan Belajar 4 A. Seperti aspek biofisiologis. learning experiences in decision-making (memperoleh pengalaman belajar membuat keputusan) dan facilitating conversation (penyediaan fasilitas percakapan dalam konseling). minat dan kepribadian. Walaupun ada teknik testing untuk pemahaman individu. Uraian Materi 5. konselor dihadapkan pada kenyataan yang lebih kompleks. Lebih lanjut Goldman menjelaskan bahwa Super (1957) dan Bordin (1955) menetapkan ada tiga kategori dalam tes untuk informasi yaitu: precounseling diagnostic information (informasi pre konseling untuk menetapkan diagnostik). setiap peserta pelatihan diharapkan memahami bagaimana memanfaatkan data hasil tes maupun nontes yang dimiliki untuk membuat perencanaan dan pelaksanaan layanan konseling individual. (b) Memilih teknik asesmen. untuk kepentingan non informasi (for non informational purpose). Hasil suatu tes dan/atau nontes sebagai bahan informasi merupakan suatu hal penting dalam mengambil keputusan. Kompetensi dan Indikator Setelah mempelajari materi ini. informasi adalah segala sesuatu yang membuat orang menjadi tahu tentang sesuatu. apa pun teknik yang digunakan konselor dalam memahami individu. Dalam pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah teknik non testing merupakan teknik utama yang harus dikuasai oleh seorang konselor sekolah. bakat. teknik testing sejauh ini baru dapat memahami individu pada aspek inteligensi. sesuai dengan kebutuhan pelayanan bimbingan dan konseling. kepribadian dan nilai-nilai klien yang dipengaruhi oleh budaya yang dapat menjadi penyebab masalah klien belum dapat diungkap dengan teknik testing. biologis. yaitu pertama. laying a groundwork for later counseling (meletakkan dasar kerja konseling). informasi merupakan bahan yang kita hadapi berasal dari dalam dan/atau luar diri kita untuk mengambil keputusan. 234 . Satu hal yang sangat mendasar. Masing-masing instrument tersebut memiliki karakteristik dalam penggunaannya. Sebagai indikator bahwa peserta telah memahami hakikat pemahaman individu mereka (a) Memahami hakikat asesmen. Segala apa yang berasal dari luar itu masuk ke dalam diri untuk diolah dan disimpan di dalam sistem ingatan kita.

biografi. Hasil tes akan mempunyai makna sebagai informasi bagi klien jika tes tersebut dianalisis dan dinterpretasi.Informasi yang diperoleh konselor merupakan rujukan untuk membantu klien menentukan pilihan serta merupakan upaya mencari jawaban atas persoalan “Apa yang harus saya lakukan?” Apabila pilihan itu menyangkut bidang pendidikan mungkin persoalannya akan banyak berkaitan dengan : “Program studi manakah yang harus saya pilih sesuai dengan bakat dan minatku?” Demikian pula jika berkenaan dengan bidang jabatan (karier) mungkin pertanyaan yang muncul berkaitan dengan : “Jabatan apakah yang sesuai dengan bakat dan minatku?” “Bagaimanakah saya memperoleh jabatan yang sesuai dengan cita-cita. sosiometri. ITP). Teknik Non Tes Dalam Bimbingan Dan Konseling Konselor pada umumnya memahami dan terampil menggunakan teknik non tes dalam melakukan pelayanan bimbingan dan konseling. AUM. dan setelah konseling sebagaimana dikatakan oleh Super dan Bordin (dalam Goldman 1971:23). tes bakat. Sementara di sisi lain keterampilan menggunakan teknik tes sangat terbatas karena tes terstandar sudah siap pakai. metode. kuesioner. 235 . dan alat mana yang digunakan dalam upaya membantu pemecahan masalah yang dialami klien. dan proses konseling satu di antaranya tidak mungkin menghindari tahap pembuatan keputusan. Pada tahap akhir konseling informasi hasil tes digunakan untuk memberikan bantuan dalam membuat keputusan-keputusan dan rencana-rencana untuk masa depan dengan alternatif-alternatif tindakan secara realistis. 5. Teknik non tes dimaksud antara lain observasi. bakat dan minatku?” Program studi dan jabatan yang bermacammacam merupakan bahan informasi bagi seseorang untuk dipilih. sehingga diharapkan hasil informasi tes tersebut dapat membantu kerangka berpikir konselor di dalam merefleksi perasaan klien. Di samping itu informasi hasil tes disampaikan kepada klien dengan harapan klien lebih mengenali dirinya sendiri sehingga klien mampu mengembangkan harapan-harapan yang realistis dalam proses konseling. inventori (DCM. kecenderungan kepribadian). Teknik Tes Dalam Bimbingan Dan Konseling Dalam pelayanan bimbingan dan konseling. Berdasarkan hasil tes konselor mendapatkan pelengkap data khususnya mengenai sifatsifat kepribadian klien yang selama ini belum dapat terungkap melalui teknik non tes. kuesioner. Hal tersebut berlanjut sampai mereka bekerja di lapangan. wawancara. Pilihan seseorang atas informasi yang diperolehnya merupakan keputusan. dan tes prestasi belajar. pada saat proses konseling. Konselor sejak kuliah sudah berlatih secara intensif menyusun dan menggunakan teknik non tes untuk memahami individu dalam konteks pelayanan bimbingan dan konseling. Pada tahap sebelum konseling hasil informasi tes digunakan konselor sebagai bahan pertimbangan (a) menentukan jenis layanan apakah yang akan diberikan konselor kepada klien. tes kepribadian (minat. dalam arti tidak hanya berhenti pada penyajian sekor yang diperoleh seorang klien. Selain itu juga merupakan sumbangan yang berarti bagi klien untuk proses perencanaan dan pilihan tindak lanjut. Untuk kepentingan konseling. (c) sebagai salah satu bahan diagnosis dari proses yang berkesinambungan dan dipadukan dengan hasil analisis yang lain --. hasil tes dapat digunakan sebelum konseling. dan penggunaannya terikat kode etik yang ketat sebagaimana disebutkan dalam Kode Etik Profesi Bimbingan dan Konseling Indonesia (PB ABKIN. berkaitan tentang dirinya sendiri dalam hubungannya dengan fakta sekarang yang ada.misalnya informasi dari teknik non testing : observasi. sosiometri. Pada tahap proses konseling informasi hasil tes digunakan untuk menafsirkan prognosis dengan memberikan alternatif-alternatif tindakan tentang pendekatan. pada umumnya tes yang digunakan untuk memperoleh data klien adalah tes inteligensi. teknik. 2006): Suatu jenis tes hanya diberikan oleh konselor yang berwewenang menggunakan dan menafsirkan hasilnya. (b) untuk menentukan fokus masalah yang dialami klien.3. wawancara.2. 5. Konselor wajib selalu memeriksa dirinya apakah mempunyai wewenang yang dimaksud.

Misalnya observasi tidak menjangkau data latar belakang keluarga yang lebih tepat diungkap melalui kuesioner. dan kemungkinan pengembangan pribadinya tidak dapat diperoleh dari satu metode saja. AUM. dan IPA. Rambu-rambu tersebut menyebabkan pembelajaran calon konselor berbeda dengan teman-temannya di program studi Psikologi. cenderung sering tidak mengerjakan PR jika dibandingkan dengan sebelum menerima hasil psikotes. menggunakan hasil praktik teknik non tes untuk pelayanan bimbingan dan konseling. Sejak itu ia sering mengalami konflik batin. kemauan belajarnya cukup tinggi. Implementasi Teknik Tes Dan Non Tes Dalam Layanan Konseling Individual Pada suatu hari konselor SMA Pringgodani Kudus didatangi oleh Arimbi siswa kelas X.a. menarik perhatian para guru mata pelajaran dan wali kelas. karena dalam pembelajaran calon konselor lebih menekankan penguasaan konsep dan praksis teknik non tes. Namun demikian. Ia merasa bahwa ia mampu dalam bidang IPA. Keterampilan konselor dalam teknik non tes semisal observasi. Testing dilakukan bila diperlukan data yang lebih luas tentang sifat atau ciri kepribadian subjek untuk kepentingan pelayanan. Hasil studi awal konselor terhadap Arimbi atas kasus ini diperoleh simpulan bahwa di satu sisi Arimbi punya ambisi cukup besar untuk mewujudkan keinginannya. Jika ia menjadi dokter maka ia dapat mengobati dirinya sendiri. diperoleh mulai dari memahami konsepnya. Tetapi jika ia dijuruskan ke Bahasa merupakan siksaan baginya. Karena pada umumnya untuk memahami individu secara utuh: potensinya.3. Arimbi setelah menerima laporan hasil psikotes ternyata mengalami konflik. enggan bergaul dengan teman sekelas. Ia merasa kecewa karena harapannya tidak sesuai dengan kenyataan yang digambarkan pada psikotes. melakukan pengumpulan data dengan metode tersebut. wawancara. Rekomendasi psikologis yang disarankan untuknya adalah dengan urutan prioritas jurusan Bahasa. Aplikasi instrumentasi teknik non tes oleh konselor pada umumnya dilakukan secara terpadu. Konselor wajib memberikan orientasi yang tepat kepada klien dan orang tua mengenai alasan digunakannya tes disamping arti dan kegunaannya. sudah barang tentu konselor semestinya terampil menggunakan teknik non tes. Konselor merancang untuk memberikan layanan konseling individual kepada Arimbi setelah memperoleh masukan dari beberapa guru dan wali kelas X. c. ITP). pergaulannya luas karena sikapnya supel. sebaliknya kuesioner tidak bisa mencatat aktivitas klien “secara on the spot” ketika mengikuti kegiatan tertentu di sekolah. tetapi takut dengan dokter. kekhasan tiap metode.4. d. Data hasil testing wajib diintegrasikan dengan informasi lain yang telah diperoleh dari klien sendiri atau dari sumber lain. Dalam hal ini data hasil testing wajib diperlakukan setara dengan data dan informasi lain tentang klien. Dari pertemuan awal diperoleh gambaran: (1) Arimbi merupakan tipe anak yang tidak mau menerima begitu saja apa yang diputuskan baginya. menganalisis dan menginterpretasi data. sosiometri. ia disukai teman-temannya karena senang membantu teman yang kesulitan antara lain 236 . mau belajar lebih rajin ataukah bisaa saja? Perilaku yang nampak di kelas antara lain sering bengong. b. IPS. Perilaku Arimbi yang berubah sejak itu.3. e. yang dalam batas tertentu mereka memperoleh mata kuliah konstruksi tes. inventori (DCM. Beberapa orang guru dan wali kelas kemudian menyampaikan kepada konselor tentang perubahan perilaku Arimbi. masalahnya. Penggunaan suatu jenis tes wajib mengikuti secara ketat pedoman atau petunjuk yang berlaku bagi tes tersebut. kuesioner. tampangnya kusut. wawancara bisa lebih mendalami latar belakang mengapa seorang siswa memilih dan menolak temannya satu kelas dari pada sekedar alasan memilih dan menolak temannya yang tertulis dalam angket sosiometri. menyusun instrumen. IPS dan Bahasa sama baiknya. tidak menggunakan metode tunggal. Ia ingin jadi dokter karena ia sering sakit. 5. Hasil testing hanya diberitahukan kepada pihak lain sejauh ada hubungannya dengan usaha bantuan kepada klien.

Sosiologi 13. kehilangan canda rianya bersama adik-adiknya. wali kelas. Sementara itu orang tua tidak tahu bagaimana harus bersikap menghadapi Arimbi di rumah yang sekarang lebih banyak nyungsep di kamar. Bahasa Inggris 5. Konflik itu muncul karena ia ingin masuk IPA. teman. Teman-teman sekelas kehilangan sumber informasi dan sumber belajar. demokratis --.3 Semester 1 Tahun Pelajaran 2010/2011 Komponen A. dan orang tua. di sisi lain ia tidak suka jika orang lain memutuskan sesuatu yang tidak sesuai dengan dirinya.1. Matematika 6. (2) Konflik yang dialami oleh Arimbi dirasakan cukup mengganggu oleh guruguru. tetapi ia diputuskan masuk Bahasa sebagai prioritas I. Bahasa Jawa Nilai 8 8 9 9 8 7 8 7 9 8 8 8 9 8 9 8 7 dan 237 . Fisika 7. Pendidikan Jasmani. mudah kecewa terhadap sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginannya. guru-guru mengalami kesulitan untuk memberikan motivasi anak lainnya sebab Arimbi sering mendorong teman-temannya untuk mencoba menuliskan hasil PRnya di papan tulis. Pergaulannya dengan guru.4. teman sekolah dan di kampung sangat baik. Tabel 5. Sejarah 10. wali kelas. Seni Budaya 14. tidak suka dikritik. 5. Pendidikan Kewarganegaraan 3. Ekonomi 12. Hampir semua orang di rumah (tetangganya) maupun di sekolah sangat suka dengan Arimbi. Dinamika psikisnya menghadapi keputusan penjurusan cenderung negatif. Geografi 11. Karena cenderung sering tidak mengerjakan PR. Kimia 9. Untuk memperoleh gambaran yang utuh tentang harapan dan cita-citanya.1 Identifikasi Arimbi berasal dari keluarga yang cukup baik sosial ekonominya. dan orang tua. Olahraga Kesehatan 15. konselor mempelajari catatan akademiknya pada semester 1 sebagaimana tersaji dalam Tabel 5.1 Nilai Arimbi Kelas X. Biologi 8. gairah makan menurun. Pendidikan Agama 2. menghindari berbicara dengan orang tua. Bahasa Indonesia 4. karena tidak mau mengerjakan PR maka Arimbi pun tidak mau membantu temannya menyelsaikan soal-soal PR. Suasana keluarga hangat. sehingga menimbulkan konflik pada dirinya. Muatan Lokal 17. teman sekelas. Teknologi Informasi dan Komunikasi 16.terbuka dalam membahas persoalan yang dihadapi oleh anggota keluarga. Konselor memutuskan untuk memberikan layanan konseling individual kepada Arimbi setelah memperoleh masukan dari guru. Keterampilan /Bahasa Asing B. Mata Pelajaran 1.dengan mengajak belajar kelompok.

Dalam kenyataannya perilaku Arimbi dipengaruhi oleh emosi daripada oleh pikiran. tetapi membantu seseorang untuk tumbuh. Agar Arimbi dapat mengemukakan kekecewaannya. Konselor menciptakan situasi yang bebas dan permisif. wali kelas. dari pada terhadap faktor intelek. Arimbi harus bertanggungjawab atas dirinya sendiri. sehingga bagaimana Arimbi terselesaikan masalahnya tergantung pada dirinya sendiri. Pendekatan ini bekerja langsung terhadap kehidupan emosi dan perasaan yang nyata daripada berusaha mereroganisasikan faktor emosi melalui pendekatan intelektual. sehingga menimbulkan 238 . kemudian merespon perilaku Arimbi. (2) Penekanan lebih banyak terhadap faktor emosi. dengan cara yang lebih teratur. lebih bertanggungjawab. sehingga ia memutuskan untuk melanjutkan konseling. dan menerima klien apa adanya (congruence dan unconditional positive regard). ia mengetahui hal itu dan tidak boleh melakukan hal itu. cemberut. mengenal dan memahami Arimbi yang menggerutu. konflik batinnya.2 Proses Konseling Konselor setelah mempelajar latar belakang Arimbi. tetapi melalui proses konseling Arimbi akan memperoleh sesuatu. tetapi cukup tersenyum simpul dan menunjukkan kepada Arimbi apa yang ada di balik ungkapan-ungkapan perasaanya itu. (4) Penekanan pada hubungan terapetik itu sendiri sebagai tumbuhnya pengalaman. Pendekatan ini dipilih konselor untuk membantu memecahkan masalah Arimbi (Gunarsa. 1992:127-128) karena secara spesifik : (1) Perhatian diarahkan pada pribadi klien dan bukan kepada masalahnya. (2) Situasi terapetik dimulai. maka konselor secara wajar memperlihatkan sikap ramah. Arimbi bisa mengetahui bahwa perilakunya sebenarnya tidak baik.4. pendek kata semua perilaku negatifnya.Komponen Nilai C. Ia mengatakan bahwa ia mendapatkan saran dari guru. baik masalah sekarang maupun masalah yang akan datang dengan cara yang lebih baik. membuat keputusan sendiri. Di sini Arimbi belajar memahami diri sendiri. Arimbi menunjukkan hasil psikotes yang diperolehnya sebagaimana disajikan dalam tabel 5. membuat keputusan yang penting dengan bebas dan bisa sukses berhubungan dengan orang lain secara lebih dewasa. dan teman-temannya untuk minta jasa konseling kepada konselor. Konselor hanya sebagai fasilitator. langkah-langkah yang ditempuh oleh konselor dalam membantu memecahkan masalah Arimbi adalah sebagai berikut : (1) Arimbi datang menemui konselor. (3) Memberi tekanan yang lebih besar terhadap keadaan yang ada sekarang dari pada terhadap apa yang sudah lewat. tidak sopan. Konselor tidak perlu mengomentari bahwa sikapnya sekarang ini tidak benar.2 (4) Konselor menerima. Pola emosi yang diperlihatkan Arimbi sekarang ini sama saja dengan pola emosi yang sudah ada dalam sejarah pribadinya. Jika seseorang berhasil mengatasi masalah dalam suasana yang lebih bebas. maka pada saat menghadapi masalah baru ia akan bisa mengatasinya dengan cara yang sama. bersahabat. Sejak saat itu Arimbi disadarkan bahwa konselor tidak mempunyai jawaban. Tujuannya bukan memecahkan suatu masalah tertentu. menghentak-hentakkan kakinya. dan sebagainya. Mengacu dari Surya (1988:213) dan Gunarsa (1992:129-131). jadi secara rasional dan intelektual. Pengembangan Diri A 5. berkurang sikap ragu-ragunya. sehingga ia bisa mengatasi masalah. (3) Konselor mendorong Arimbi untuk mengemukakan perasaannya secara bebas berkenaan dengan hasil psikotes untuk penetapan jurusan. tetapi kenyataannya lain. memutuskan untuk menggunakan pendekatan Client-Centered.

pada saat itu akan diikuti oleh ekspresi dari dorongan positif untuk berkembang lebih lanjut.2 Profil Kecerdasan. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Aspek Kecerdasan dan Bakat Kecerdasan Umum Pemahaman Sosial Kawasan Pengetahuan Analogi Verbal Logika Sosial Pemahaman Numerik Logika Numerik Kemampuan Analogi Berpikir Induktif Deduktif Persepsi Keruangan NILAI 80 89 75 79 70 69 75 80 85 75 75 IPA IPS Bahasa Nilai 70 79 59 80 69 70 80 89 80 90 69 IPA IPS Bahasa KLASIFIKASI Tinggi Tinggi Cukup Tinggi Cukup Tinggi Cukup Tinggi Sedang Cukup Tinggi Tinggi Tinggi Cukup Tinggi Cukup Tinggi 77 Cukup Tinggi 78 Cukup Tinggi 81 Tinggi Klasifikasi Cukup Tinggi Cukup Tinggi Agak Rendah Tinggi Sedang Cukup Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Sekali Sedang 78 Cukup Tinggi 72 Cukup Tinggi 78 Cukup Tinggi 11 KetepatanPresisi Kemungkinan berhasil No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Aspek Minat Sosial Bussines Home Ekonomi Secretary Medical Matematika Fisika Biologi Teknik Kesehatan 11 Musik Kemungkinan berhasil 239 . Tabel 5. Saya hanya ingin menjadi dokter. Saya tidak ingin menjadi sastrawan atau ahli bahasa. Seandainya saya dapat masuk IPA. Misalnya dengan mengatakan: “Anda nampak kecewa sekali. Kimia dan Biologi.suasana klien dapat memahami dan menerima keadaan negatif atau tidak menyenangkan itu. tidak diproyeksikan kepada orang lain atau disembunyikan.” Dengan cara semacam itu maka klien tidak akan melakukan defense mechanism. rasa-rasanya masa depan saya suram. karena hasil psikotes Anda tidak sesuai dengan harapan dan keinginan Anda. saya akan lebih tekun mempelajari Fisika. (5) Ketika perasaan-perasaan negatif telah diungkapkan sepenuhnya. Wujud dari kondisi positif adalah pernyataan Arimbi: “Saya kecewa sekali dijuruskan ke program Bahasa. Bakat dan Minat Arimbi No.” Hal ini merupakan peluang bagi klien untuk disembuhkan.

kata konselor. yang menjadi dasar pada diri Arimbi untuk dapat maju ke tingkat yang baru dari integrasinya. di kelas VIII SMP juga pernah menang lomba IPA. Hasil dokumentasi juga menunjukkan sejak SD. kata Arimbi. Bilogi dan Kimia. meskipun juga di kelas VI SD menang lomba mata pelajaran Matematika dan IPA. Klien mencoba memanifestasikan/mengaktualisasikan pilihannya itu dalam sikap dan tingkah lakunya. sedangkan dari dalam 240 . Konselor mendengarkan dengan seksama kata-kata Arimbi: “Saya akan berjuang agar dapat masuk IPA. “Anda ingin sekali masuk IPA. jawab Arimbi mantap. “Baik Pak. SMP. Suatu keputusan untuk melakukan tindakan yang nyata. yang positif. kata Arimbi.” Perasaan positif tidak diterima oleh konselor sebagai sesuatu yang harus dipuji atau seperti layaknya sesuatu permintaan yang harus dipenuhi. (3) Langkah selanjutnya adalah perkembangan sikap dan perilaku Arimbi sejalan dengan perkembangan tilikan tentang dirinya. yang tumbuh dari dirinya sendiri. dan awal di SMA Arimbi sering memenangi lomba mengarang. The self Arimbi telah terbentuk melalui pengalaman-pengalamannya baik yang berasal dari luar maupun yang dari dalam dirinya. Atau saya tetap mengikuti kegiatan OSIS tetapi yang aktivitasnya mengarah ke IPA seperti KIR”. (1) Bersama-sama dengan proses pemahaman ini adalah proses yang memperjelas kemungkinan-kemungkinan keputusan atau tindakan yang akan dilakukan Arimbi. Mungkin juga saya harus mengurangi. timpal Arimbi. “Kenapa tidak. saya akan ikut les privat untuk mata pelajaran Matematika. “Jika Bapak mengijinkan. tanya konselor. membaca puisi. adalah langkah berikutnya yang penting dari keseluruhan proses. karena saya ingin masuk IPA. Tetapi saya rasa nilai-nilai raport saya tidak begitu jelek.” “Apa yang kamu lakukan untuk itu?”. karena tadi Bapak mendukung keinginan saya. (2) Tindakan positif. Tetapi apakah itu mungkin?”. jawab Arimbi. Biarkan Arimbi menganalisisnya dan mengomentarinya. (2) Pemahaman.” kata konselor. (1) Konselor memahami dan menerima perasaan-perasaan positif yang diungkap-kan Arimbi sebagaimana adanya. sama seperti menerima dan memahami ungkapan-ungkapan perasaan negatif Arimbi. “Apakah kamu tidak merasa rugi meninggalkan kegiatanmu di OSIS?”. saya ada peluang masuk IPA jika raport saya pada semester kedua nilai-nilai IPAnya lebih baik dari semester pertama. karena Anda ingin jadi dokter. saya akan berusaha sekuat tenaga”. Konselor juga menceritakan hasil wawancara dengan teman-teman sekelas dan orang tuanya yang memberikan gambaran serupa dengan hasil observasi guru-guru mata pelajaran. tidak mengerjakan PR dan lebih baik dihukum. hasil psikotesnya. demikian pula dengan guru-guru yang lain dan wali kelas. “Saya akan belajar sungguh-sungguh. bahkan kalau perlu meninggalkan kegiatan saya di OSIS”. paling tidak saya rasa saya dapat mengikuti pelajaran di kelas XI IPA jika saya masuk ke sana. saya minta dimasukkan ke IPA”. “Saya rasa tidak. tanya konselor. Pada saat ini konselor sebagai fasilitator memimpin klien untuk melihat kenyataan dirinya dengan memahami dan mendiskusikan hasil psikotes dan nilai raportnya di kelas X semester I. asal nilai raportmu memenuhi syarat untuk itu”. Dengan penerimaan seperti itulah klien belajar menyadari diri sendiri sebagaimana keadaan sebenarnya. pengenalan dan penerimaan tentang diri sendiri. Fisika. dan data-data non tes yang diperoleh konselor. “Kenapa tidak. melainkan sebagai sesuatu yang wajar yang ada pada diri pribadi seseorang. Dari luar adalah pengalaman yang berupa dorongan dari orang lain dan kemungkinan untuk memenuhi keinginannya.Konselor menceritakan hasil pengamatan yang dilakukan guru-guru selama Arimbi mengikuti pelajaran setelah menerima hasil psikotes yang cenderung menurun motivasi belajarnya. “Saya tahu dan saya kecewa sekali bahwa sekor-sekor saya untuk program IPA lebih jelek dibandingkan dengan sekor-sekor Bahasa dan IPS sebagaimana hasil psikotes saya.

2. Tes Formatif 1. apa yang saudara lakukan untuk tetap memperoleh data yang saudara harapkan? 5. dan saya melihat ada peluang terbuka untuk saya ke jurusan IPA.berupa pengalaman konflik dan kekecewaan karena keinginannya terhambat tetapi pada akhirnya terbuka kesempatan untuk mencapainya. Ia menghentikan hubungan terapetik dengan konselor. Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak yang telah membantu memecahkan masalah saya”. 2. (5) Arimbi merasa bahwa bebannya suda ditanggalkan dan hubungan konseling harus segera diakhiri. Saya sudah tahu apa yang harus saya lakukan. 4. Arimbi telah menjadi individu yang kepribadiannya terintegrasi dan berdiri sendiri. Lakukan pula percobaan menggali data pada teman-teman anda dalam satu kelompok yang anda tentukan sendiri anggotanya. Saya dapat melihat kenyataan tentang penjurusan saya. Konselor dan Arimbi melakukan kegiatannya masing-masing. Informasikan hasil pemahaman individu klien tersebut kepada klien yang bersangkutan dan orang-orang yang terkait agar bisa memberikan kontribusi membantu memecahkan masalah klien E. dosen atau instruktur. (4) Tingkah laku Arimbi makin bertambah terintegrasi dan pilihan-pilihan yang dilakukannya makin adekuat. Saya yakin saya bisa jika saya berusaha keras dan sungguhsungguh”. C. siapkan pula alat tulis berupa spidol warna atau stabilo untuk menandai hal-hal yang saudara anggap penting. Tentunya perlakukan yang akan anda berikan kepada individu tersebut harus sesuai dengan apa yang anda pahami dari interpretasi data-data yang anda miliki. “Saya rasa. Kumpulkan data yang telah anda miliki baik hasil tes maupun non tes lalu susunlah rencana untuk memberikan sebuah layanan konseling individual bagi individu. D. Ia berkata kepada konselor: “Saya merasa bahwa jalan yang akan saya tempuh sudah lapang dan jelas. bisa pula download dari internet. apa tujuan yang fundamental pemanfaatan hasil tes maupun non tes dalam layanan konseling individual? 2. Dan tentu saja saya tidak akan kecewa berat seperti sebelum pertemuan ini jika saya gagal. Lembar Kegiatan Untuk memperoleh pemahaman yang mendalam pada bab ini seyogyanya saudara mengikuti langkah-langkah berikut: 1. Konseling telah selesai. kemandirian dan pengalaman dirinya makin meyakinkan. Berlatihlah menggali data. Apa yang akan anda lakukan jika ternyata hasil interpretasi yang anda lakukan berbeda dengan apa yang diungkapkan oleh individu dalam konseling? 241 . atau cari penjelasannya di buku-buku psikologi dan/atau bimbingan dan konseling. jika saudara gagal dengan suatu cara. Latihan 1. dengan segala resikonya. atau lihat di kamus/ensiklopedi. jika perlu tanyakan kepada teman sejawat. Berlatihlah merumuskan pengertian yang saudara jumpai dalam buku ajar ini dengan kalimat saudara sendiri sejauh tidak menyimpang dari maksud kalimat dalam buku ajar ini. Pelajari bab V buku ajar ini sebaik-baiknya. karena saya sudah berusaha semampu saya. Cermati beberapa istilah penting yang ada di dalamnya. 3. Menurut anda. Arimbi merasa yakin akan kemampuannya untuk mengejar waktu yang tersisa dalam memenuhi keinginannya. saya sudah merasa bebas dari masalah saya. ia telah bebas dari masalahnya.

Dasar-Dasar Konseling Pendidikan (Teori dan Konsep). Ke Arah Profesionalisasi Pekerjaan Bimbingan di Indonesia.blogspot. U. & Mitchel. A. Tokyo: Allin and Bacon. Pusat Kurikulum. 1986. 2011. Tersedia di http://www. --------. Munandir. Hendrarno. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. L. Teknik-teknik Bimbingan dan Penyuluhan.wordpress. Rahardjo.com/2011/07/non-tes-dalam-bimbingan-dankonseling. Makalah disampaikan pada Konvensi Nasional Pendidik Konselor Indonesia I tanggal 8-9 Juli 1991 di Malang. Yogyakarta : Kota Kembang. 242 . Surabaya: Bina Ilmu. 1985. M. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 27 Tahun 2008 Tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor. M. (1988). Jakarta: Ghalia Indonesia. 2006. 2011. 2008. (1971). 2011. Co. Surabaya: Usaha Nasional. 1992.com/doc/8695600/STANDAR-KUALIFIKASI-AKADEMIK-DANKOMPETENSI-KONSELOR.scribd. Tersedia on line di http://hariadimemed. 1991. Inc. Gibson. Program Bimbingan Karier di Sekolah. Himcyoo. 1987. Introduction to Counseling and Guidance (Fourth Edition). R. Pemahaman Individu Teknik Non Tes. 17-18 Desember 2011. --------. Hariadi. Non Tes dalam Bimbingan dan Konseling . D. Munandar. (8th edition). Gall.L. Santa Monica.org/ soc2. --------. Susilo & Gudnanto.. Educational Research an Introduction. Pekanbaru: Panitia Konvensi Nasional ke-17 Asosiasi Bimbingan dan Konsleing Indonesia. Psychological Testing and Assessment. Bimbingan dan Penyuluhan Belajar di Sekolah.H. Singgih D. Tersedia on line di http://himcyoo. Kudus: Nora Media Enterprise. PB ABKIN. Departemen Pendidikan Nasional. http://www. 2003. California: Goodyear Publishing.K. Susilo.asgp. diunduh 4 Januari 2009. 2007. dkk. Surya.html diunduh 28 Nopember 2011. Malang: Panitia Konvensi Nasional Pendidik Konselor Indonesia I. Sugiyo & Supriyo. Kudus: Program Studi Bimbingan dan Konsleing Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muria Kudus. Kode Etik Profesi Bimbingan dan Konseling Indonesia . Pengantar Teori Konseling. M. E. R. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia. 1996. 1997. Pemahaman Individu dengan Teknik Non Testing. S. Bandung: Pengurus Besar Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia.D. Rahardjo. Semarang: Bina Putera. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Djalali. 1992. General Information About Sociometry: Sociometry. New York: Pearson Education. New Jersey: Prentice Hall. Makalah disajikan dalam Konvensi Nasional ke-17 Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN) di Pekanbaru: Sabtu-Minggu. 1995. Proyek Pendidikan Tenaga Akademik. Pemahaman Individu II Tinjauan dari Segi Testing. Goldman.DAFTAR PUSTAKA Aiken. 1983. C. Using Test in Counseling. Model Pengembangan Diri SMA/MA . 2011. 2001. 2007. Pemanfaatan Hasil Tes dan Nontes untuk Layanan Konseling Individual . Sukardi. --------. Bimbingan dan Konseling Sekolah. Konseling dan Psikoterapi. L.htm diunduh 15 Dec. Gunarsa.com/2011/02/22/pemahaman-individu-dengan-teknik-nontesting/ diunduh 28 Nopember 2011. M. Ahmad. Jakarta: BPK Gunung Mulia. Mengembangkan Bakat dan Kreativitas Anak Sekolah (Petunjuk bagi guru dan orang tua). Badan Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Nasional.

Yogyakarta: Yayasan Penerbitan Fakultas Psikologi UGM. (1993). 243 . Surya. Suzuki. Buku ajar pemahaman individu. 1984. 1991. Cetakan IV edisi ketiga. W. 1983. S. Mengembangkan Bakat Sejak Lahir. Jakarta: Universitas Terbuka. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Sertifikasi Guru Dalam Jabatan Tahun 2008 Bimbingan Konseling. Walgito. Jakarta: Rajawali Press. 1997. Psikologi Kepribadian. Pengantar Bimbingan dan Penyuluhan. Yogyakarta: Rake Sarasin. S. S. Pembimbing ke Psikodiagnostik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Suryabrata. Materi Pokok DKEP2211/2SKS/Modul 1-6. --------. M & Natawidjaja.Sutoyo. R. & Supriyo. Bimbingan dan Penyuluhan di Sekolah. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia. 2008. 1983. Winkel. A. Semarang: Panitia Sertifikasi Guru Rayon XII Universitas Negeri Semarang.

244 .

Petunjuk Belajar Agar peserta kuliah atau pelatihan dapat mengikuti kegiatan ini dengan lancar dan baik maka perlu diperhatikan beberapa petunjuk belajar sebagai berikut: 245 . laporan bulanan. maka perlu dilaporkan secara fisik beberapa jenis dokumen yaitu : agenda kerja konselor. Pelaksaaan kegiatan bimbingan perlu disadari bahwa berbeda dengan guru bidang studi lain yang sudah terjadwal secara rinci dan jelas. Melalui perencanaan yang baik akan memperoleh kejelasan arah pelaksanaaan program bimbingan dan konseling serta memudahkan untuk mengontrol kegiatan yang dilaksanakan. Mengapa. Bab IV Teori-teori pengembangan program Bimbingan dan Konseling 5.1I Kedudukan Bimbingan dan Konseling dal.am Kurikulum KTSP 3. Bab III Konsep dasar program Bimbingan dan Konseling 4. Oleh karena itu dalam pengembangan program bimbingan dan konseling seorang konselor perlu memperhatikan berbagai hal sebagai berikut ini:(a). pribadi. Modul pengembangan program bimbingan dan konseling merupakan salah satu kompetensi dasar yang harus dikuasai oleh konselor. C. Bab. laporan semesteran. dan selanjutnya mengevaluasi program bimbingan dan konseling. aktivitas pelayanan bimbingan dan konseling (pemahaman. dan pelayanan tidak langsung). Bab. seorang konselor perlu merancang program. daftar konseli (siswa). dan dengan program yang baik pada gilirannya akan memberikan panduan pelaksanaan· kegiatan bimbingan dan konseling dan sekaligus menghilangkan kesan bahwa konselor bekerja sifatnya insidental dan bersifat kuratif semata-mata. Prasyarat Untuk mengikuti Buku Ajar pengembangan program bimbingan dan konseling ini peserta pelatihan harus sudah menempuh dan lulus mata kuliah manajemen bimbingan dan konseling. dan dasar-dasar bimbingan dan konseling. dan laporan tahunan. data kebutuhan atau permasalahan konseli. Bab V Pengembangan program Bimbingan dan Konseling berdasarkan KTSP. karir. I Pendahuluan 2. karena dalam kegiatannya seorang konselor hendaknya mampu mengembangkan program yang meliputi kegiatan merancang program dan melaksanakan serta mengevaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan. (g) perkiraaan biaya dan fasilitas yang digunakan (h) mengantisipasi kemungkainan hambatan dalam pelaksanaan kegiatan bimbingan dan konseling (i) waktu dan tempat artinya kapan kegiatan dilakukan dan dimana kegiatan itu dilakukan. Selanjutnya semua kegiatan yang telah dilaksanakan dievaluasi baik dalam jangka pendek. dan laporan hasil evaluasi program bimbingan dan konseling dan tindak lanjutnya. Dalam Buku Ajar pengembangan program ini akan dibahas beberapa bab yaitu: 1.analisis kebutuhan/permasalahan siswa (b) penentuan tujuan yang akan dicapai (c) analisis situasi dan kondisi sekolah (d) penentuan jenis kegiatan yang akan dilakukan (e) penentuan tehnik dan strategi kegiatan (f) penentuan personel-personel yang akan melaksanakan. Di dalam melaksanakan tugasnya. konselor hendaknya mampu mengalokasikan kegiatan yang ada di dalam kelas dan di luar kelas sehingga kegiatan berjalan dengan baik dan dapat mencapai tujuan yang telah ditentukan. sosial. Pengembangan program bimbingan dan konseling yang baik. pelayanan langsung. akhlak mulia/budi pekerti. terarah dan sistematis merupakan manifestasi dan akumulasi kinerja konselor. menengah maupun jangka panjang.BAB I PENDAHULUAN A. B. Di dalam proses sertifikasi guru pembimbing. melaksanakan. Deskripsi Modul pengembangan program bimbingan dan konseling dimaksudkan sebagai salah satu panduan kinerja guru bimbingan dan konseling atau konselor dalam mengelola dan mengevaluasi pelayanan bimbingan dan konseling yang meliputi bidang pelayanan bimbingan pendidikan/belajar.

2 Menyusun program tahunan 2. Bacalah setiap kegiatan belajar dengan teliti dan buatlah rangkuman setiap selesai mempelajari materi tersebut.6 Menyusun program harian 2.5 Menyusun program pelayanan BK berdasarkan KTSP Indikator Pencapaian Kompetensi: 1.2 Menjelaskan pengertian program BK 1.1.2. Menyusun program pelayanan BK di sekolah berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Kompetensi Dasar: 1.2.3 Menjelaskan pengembangan diri 1.2 Menjelaskan pelaksanaan kegiatan 2.5 Menjelaskan tahap-tahap pengembangan program BK 1.2.1 Menjelaskan perencanaan kegiatan 2.4 Menjelaskan prinsip-2 pokok pengembangan program BK 1.1 Memahami kedudukan BK dalam KTSP 1. Memahami konsep pengembangan program pelayanan Bimbingan dan Konseling (BK) di sekolah. Kerjakan soal-soal latihan dan cocokkanlah dengan kunci jawaban dan apabila hasil pekerjaan saudara sudah mecapai 75% maka saudara diperbolehkan melanjutkan pada kegiatan belajar selanjutnya.3.2.1 Mengdentifikasi jenis layanan 2.1.3.2.1 Menjelaskan pengertian KTSP 1.3 Menjelaskan tujuan dan manfaat program BK 1. 2.3 Memahami teori-teori perencanaan program BK 1.7 Menilai pelaksanaan program 2.2.1.4 Menjelaskan kedudukan pelayanan BK dalam KTSP 1.2.2 Memahami konsep dasar program pelayanan BK 1.1.4 Menyusun program bulanan 2. 3.4 Memahami rambu-rambu pengembangan program pelayanan BK berdasarkan KTSP 1.2.2.3 Menyusun program semesteran 2.2.1.1 Menjelaskan rasional program BK 1.3 Menjelaskan penilaian kegiatan 2. D.2.1.1.2.2 Menjelaskan teori perencanaan program berdasarkan PPBS 2.8 Menyusun lapelprog 246 .2 Menjelaskan struktur isi KTSP 1.5 Menyusun program mingguan 2.1.1.1 Menjelaskan teori perencanaan program konvensional 1.4 Menjelaskan laporan pelaksanaan program 2. Bertindak sejujur mungkin sehingga saudara dapat mengetahui secara persis dimana posisi saudara dalam pengguaaan modul tersebut.2. 2. Kompetensi dan indikator Standar Kompetensi: 1.

2) Sekolah dan komite sekolah mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan. Pengembangan KTSP dilakukan oleh satuan pendidikan dengan memperhatikan dan berdasarkan standar kompetensi serta kompetensi dasar yangdikembangkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Perkembangan mutakir dikenal dengan sebutan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).3 Menjelaskan pengembangan diri 1. dan menyenangkan.1. Berdasarkan konsep tersebut perlu dipahami beberapa hal yang terkait dengan kurikulum tingkat satuan pendidikan sebagai berikut:(Mulyasa.1. dll. dan Depatemen Agama yang bertanggungjawab di bidang pendidikan. Era yang demikian memberikan suatu pemahaman bahwa pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas tidak dapat ditunda-tunda lagi. Pengembangan sumber daya manusia merupakan upaya komprehensif dari berbagai aktor pendidikan seperti guru.4 Menjelaskan kedudukan pelayanan BK dalam KTSP B. kreatif. dan pelibatan masyarakat dalam rangka mengefektifkan proses belajar mengajar di sekolah yang lebih aktif.1. Oalam Standar Nasional Pendidikan (SNP Pasal 1 ayat 15) dikemukakan bahwa Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing masing satuan pendidikan. Seperti diketahui bahwa Pemerintah Republik Indonesia telah mencanangkan pengembangan sumber daya manusia yang unggul dalam rangka menghadapi era millenium yaitu era pasar global dan pasar bebas. dibawah supervisi Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. 2007 . Upaya pemerintah yang nyata dalam peningkatan kualitas guru adalah meningkatkan kompetensi guru yang meliputi kompetensi pedagogik. sarana dan prasarana. Kompetensi Dasar: 1. pribadi dan profesional. Pencapaian kompetensi tersebut saat ini dilakukan dengan sertifikasi guru dalam jabatan melalui penilaian portofolio dan melalui pendidikan profesi selama 1 tahun Kurikulum merupakan salah satu faktor yang diasumsikan sebagai instrumen untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional. sosial. Melalui pengembangan 247 . Kompetensi dan indikator: Standar Kompetensi: Memahami konsep pengembangan program pelayanan Bimbingan dan Konseling (BK) di sekolah.BAB II KEGIATAN BELAJAR 1 A. Konsep Dasar KTSP. potensi dan karakteristik daerah. serta sosial budaya masyarakat setempat dan peserta didik. kurikulum. KTSP merupakan paradigma baru dalam pendidikan khususnya dalam pengembangan kurikulum karena memberikan kesempatan yang luas pada setiap satuan pendidikan. Bimbingan dan Konseling dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) a. tenaga non kependidikan. 3) Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan untuk setiap program studi di perguruan tinggi dikembangkan dan ditetapkan oleh masingmasing perguruan tinggi dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan.20) : 1) KTSP dikembangkan sesuai dengan kondisi satuan pendidikan. Uraian Materi 1.1 Menjelaskan konsep dasar KTSP 1.2 Menjelaskan struktur isi KTSP 1.1 Memahami kedudukan BK dalam KTSP Indikator Pencapaian Kompetensi: 1.1.

minat. dan dewan pendidikan . Struktur kurikulum merupakan pola dan susunan mata pelajaran yang harus ditempuh oleh peserta didik dalam pembelajaran. Kedalaman muatan kurikulum setiap mata pelajaran pada setiap satuan pendidikan dituangkan dalam kompetensi yang harus dikuasai oleh peserta didik sesuai dengan beban belajar yang tercantum dalam struktur kurikulum. setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. Kegiatan pengembangan diri ini difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor. mengendalikan pemberdayaan berbagai potensi sekolah dan Iingkungan sekitar.menentukan prioritas. bakat. komite sekolah. 2) Mencapai kematangan dalam hubungan teman sebaya. Kompetensi tersebut terdiri atas standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dikembangkan berdasarkan standar kelulusan. guru. persiapan karir dan melanjutkan studi. Untuk itu sekolah mutlak dituntut untuk mengembangkan visi. tuntutan. kepala sekolah. Melalui pengembangan diri ini maka guru pembimbing atau konselor menterjemahkan dan mengembangkan standar kompetensi dan kompetensi dasar apa saja yang per/u dikuasai siswa. intelektual dan ekonomi.KTSP ini sekolah memliliki keleluasaan dam menglola sumber daya. dan tujuan sekolah mendasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar kedalam indikator kompetensi. atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler? Berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan tersebut maka dalam kegiatan bimbingan dan konseling mengacu pada standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dikuasai siswa Salah satu bentuk kegiatan yang dapat digunakan adalah pengembangan diri. sumber belajart dan kegatan lain sesuai dengan kebutuhan dan prioritas masing-masing sekolah. dan kebutuhan masing-masing sekolah. Dengan otonomi ini kinerja guru dan sekolah akan lebih optimal karena mempunyai kekuasaan penuh dan tanggungjawab yang lebih besar dalam menetapkan kurikulum sesuai dengan visi. 4) Mengembangkan penguasaan i1mu. 6) Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang kehidupan mandiri secara emosional. teknologi dan seni sesual dengan program kurikulum. b. Untuk mencapai standar kompetensi dan kompetensi dasar tersebut peserta didik tidak cukup diberikan pengajaran bidang studi saja. misi. Adapun tugas-tugas perkembangan tersebut adalah sebagai berikut: 1) Mencapai kematangan dalam beriman dan bertakwa kepada Tuhan Ynag Maha Esa. Struktur Isi KTSP. tetapi diperlukan kegiatan bimbingan dan konseling. misi dan tujuan sekolah yang berdasarkan analisis SWOT dengan berbagai implikasinya terhadap program -program kegiatan opersional untuk mencapai tujuan sekolah. Khusus mengenai pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan. serta kematangan dalam perannya sebagai pria dan wanita. 248 . Dalam konteks bimbingan dan konseling pengembangan diri peserta didik didasarkan pada tugas-tugas perkembangan yang harus dicapai oleh peserta didik pada masa perkembangannya. misi dan tujuan sekolah. Untuk itu komite sekolah bersama sekolah menetapkan visi. serta berperan dalam kehidupan masyarakat yang lebih luas.. KTSP merupakan salah satu wujud reformasi pendidikan yang memberikan otonomi kepada sekolah dan satuan pendidikan untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan potensi. 5) Mencapai kematangan dalam pemilihan karir. 3) Mencapai kematangan pertumbuhan jasmaniah yang sehat. Muatan lokal dan pengembangan diri merupakan bagian integral dari struktur kurikulum pada jenjang dasar dan menengah. Orang-orang yang terlibat dalam pengembangan KTSP tersebut merupakan badan yang atau lembaga yang menetapkan segala kebijakan sekolah berdasarkan peraturan-peraturan tentasng pendidikan yang berlaku. dana. Pengembangan KTSP dilakukan oleh guru. sosial. serta mempertanggungjawabkan kepada pemerintah dan masyarakat. mengembangkan strategi.

Mencermati konsep dasar KTSP dan karakteristiknya maka kegiatan bimbingan dan konseling secara prisnip sudah sesuai dengan kurikulum tersebut. dan minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. yaitu dalam mengindetifikasi kebutuhan. atau melakukan aktivitas tertentu untuk kepentingar pembelajaran dan pengembangan diri siswa secara komprehensif. Demikian pula kegiatan pengembangan diri dapat dilakukan secara mandiri seperti mengkaji buku. Dalam psikologi pendidikan istilah diri dapat disebut dengan istilah "aku" atau self yang merupakan salah satu asperk kepribadian yang didalamnya terdapat nilai. sikap. sikap. berbangsa dan bernegara. Pendekatan pengembangan berbeda dengan pendekatan lama yang lebih menitik beratkan pada pendekatan klinis. potensi. bakat. sehingga siswa akan merasa bebas dan tidak melulu hanya di dalam kelas saja. atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatc: ekstrakurikuler. melalui serangkaian kegiatar ekstrakurikuler seperti diskusi. minat. Dibandingkan dengan kurikulum terdahulu agaknya ada perbedaan dalam jumlah jam belajar efektif. perasaan. permainan kelompok. Kedudukan Bimbingan dan Konseling dalam KTSP. karakteristik . guru. baik dalam bakat. d. dan sebagainya. menggembirakan siswa. namun jam belajar diberikan lebih banyak untuk kegiatan di luar jam belajar efektif melalui pengembangan diri dibawah bimbingan Konselor maupun tenaga kependidikan yang lain. Pengembangan diri dalam bimbingan dan konseling sejalan dengan konsep bimbingan dan konseling mutakhir yaitu bimbingan dan konseling dengan pendekatan pengembangan. mengunjungi nara sumber. dalam proses dialog dengan klien sampai menyentuh. Berdasarkan rumusan tersebut diatas maka kegiata pengembangan diri seyogyanya dilakukan lebih banyak berada dilua jam efektif. Memperhatikan karakteristik kurikulum tersebut peranan bimbngan konseling sangat menentukan. kegiatan bersifat humanistik. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor. dan sebagainya yang terkait dengan karakteristik siswa. yaitu adanya pengurangan jam belajar efektif di kelas. Kegiatan pengembangan diri melalui layanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosia belajar. 8) Mengembangkan kemampuan komunikasi sosial dan intelektual serta apresiasi seni. lebih menghargai adanya perbedaan individu. Selanjutnya berdasarkan hasil identifikasi tersebut semua potensi siswa dikembangkan melalui serangkaian kegiatan bimbingan yang dikenal dengan pola 17 Plus. potensi. bimbingan kelompok. melihat potensi klien. Pengembangan diri secara konseptual berarti mengembangkan seluruh aspek diri siswa baik dirim yang disadari maupun yang tidak disadari. minat. Hal ini akan mengoptimalkan aktivitas siswa dalam menggali ilmu pengetahuan dan penjelajahan dalam bidang lain untuk mengembangkan bakat. atau diluar jam pelajaran. minat. Pengembangan Diri Pengembangan diri merupakan istilah yang relatif baru dalam kurikulum pendidikan kita. Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan. dan klien bersifat terbuka. 249 . berorientasi pengembangan positif klien.dll. bakat. dan pengembangan karir peserta didik. Dalam pendekatan pengembangan lebih berorientasi dan bersifat pedagogis. Demikian pula dalam kurikulum in. kepercayaan. Oleh karena itu diperlukan pendidik yang memahami perbedaan individu sehingga mampu mengarahkan dan mengembangkan diri siswa secara optimal.7) Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang kehidupan berkeluarga. 9) Mencapai kematangan dalam sistem etika dan nilai c. Seperti diketahui bahwa dalam bimbingan dan konseling mempunyai peranan mengembangkan potensi diri siswa seoptimal mungkin. bermasyarakat. cita-cita dan aspek psikis lainnya yang kesemuanya merupakan satu kesatuan yang saling terkait. dan potensi yang ada pada siswa. Seperti yang tercantum dalam Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 dinyatakan bahwa : Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran yang harus diasuh oleh guru.

Bandingkan pendekatan pengembangan dengan pendekatan klinis dalam bimbingan dan konseling. Pengembangan diri dalam bimbingan dan konseling diaktualisasikan dalam kegiatan pelayanan dan pendukung yang tercermin dalam pola 17 plus.| 4. 5. Pelaksanaan pengembangan diri dalam KTSP dapat dilaksanakan dalam kelas akan tetapi seyogyanya lebih banyak memberikan kesempatan pada siswa untuk menjelajah dunia melalui aktivitas yang terbimbing. Kedudukan bimbingan dan konseling dalam pengembangan diri melalui KTSP sangat penting dan sentral. D. Mengapa kegiatan bimbingan dan konseling dapat dinyatakan sebagai jantungnya pengembangan diri dalam KTSP? 2.klien mempunyai peran dan tanggungjawab penuh dalam menentukan sendiri. 4. 3. Untuk itu maka pengelolaan dan pengorganisasian yang sinergis merupakan syarat mutlak tercapinya pengembangan diri siswa. 2. Pendekatan pengembangan dalam bimbingan dan konseling searah dengan pengembangan diri melalui KTSP. Coba saudara bandingkan bagaimana ciri-ciri kurikulum tingkat satuan pendidikan dengan kurikulum yang terdahulu? 3. Dengan demikian maka semua kegiatan bimbingan dan konseling baik pelayanan maupun kegiatan pendukung perlu lebih ditingkatkan dalam semua aktivitas program maupun pelaksanaannya. KTSP merupakan kurikulum yang memberikan penekanan pada pengembangan diri peserta didik yang disesuaikan dengan kondisi peserta didik dan sekolah yang bersangkutan. 250 . Pengembangan diri dalam bimbingan dan konseling sejalan dengan pengembangan diri dalam KTSP. Latihan Untuk mengetahui apakah saudara sudah memahami tentang posisi bimbingan dan konseling dalam KTSP maka coba saudara jawab beberapa soal latihan berikut ini: 1. C. Rangkuman 1. Melalui kegiatan bimbingan dan konseling diharapkaan siswa dapat mengembangkan dirinya seoptimal mungkin sehingga pada gilirannya tercapailah tujuan pendidikan dan bimbingan yaitu tercapainya kepribadian yang sehat dan utuh. dan Konselor hanya bersifat membantu dan memberikan beberapa alternatif. Jelaskan pendapat saudara terhadap pernyataan tersebut. Berdasarkan konsep tersebut maka kedudukan bimbingan dan konseling dalam KTSP sangat strategis dan merupakan jantungnya kegiatan pengembangan diri.

pelaksnaan. bagaimana. dan sistematis. Pengertian Program Bimbingan dan Konseling Program dapat diartikan sebagai serangkaian kegiatan yang sistematis. Oleh karena itu. Rasionel Program Bimbingan dan Konseling Program merupakan salah satu konsekuensi bagi setiap kegiatan atau aktivitas manusia dalam mencapai suatu tujuan. Program Pelayanan bimbingan dan konseling adalah serangkaian kegiatan Pelayanan bimbingan dan konseling sejak dari perencanaan. pelaksnaan. 2. Tanpa sebuah program menjadi tidak jelas apa. dan kegiatan pendukung. Jumlah kegiatan yang tidak sedikit itu akan membutuhkan dan melibatkan berbagai pihak baik personal maupun materal. yaitu yang terencana. dan dimana suatu kegiatan akan dilaksanakan. tetapi merupakan sejumlah kegiatan dan sub-sub kegiatan yang terangkai secara harmonis dalam sebuah sistem. sekalipun hanya di dalam pikiran. 3. sampai dengan penilaian. atau panduan bagi para pelaksana suatu kegiatan.1. efisien.1 Menjelaskan rasional program BK 1.1. Dengan adanya program yang sistematis maka pelaksanaannya-pun akan lebih mudah dikendalikan. terorganisasi. bulanan. Tujuan Program Secara umum tujuan pengembangan sebuah program adalah agar seluruh 251 . Dalam satu sub kegiatan itu sendiri seringkali juga berupa kegiatankegiatan yang tidak berdiri sendiri. dan dievaluasi Pelayanan bimbingan dan konseling sebagai sebuah kegiatan mencakup berbagai bidang.4 Menjelaskan prinsip-prinsip pokok pengembangan program BK 1. dan efektif perlu adanya sebuah program. dikontrol. pegangan.1. sampai dengan penilaian. siapa.1. dan harian) untuk mencapai tujuan Pelayanan bimbingan dan konseling. tertulis. Dapat dikatakan bahwa program merupakan pedoman. semesteran. Pelayanan bimbingan dan konseling juga melibatkan berbagai pihak dan memerlukan sejumlah fasilitas. efisien.2 Menjelaskan pengertian program BK 1.1. Pada umumnya suatu kegiatan bukan merupakan aktivitas tunggal. dan pelaporan dalam suatu periode waktu tertentu (tahunan. dan pengordinasian secara sistematis agar semuanya dapat berjalan dengan lancar. dari aktivitas yang sangat sederhana tidak tertulis sampai dengan yang sangat kompleks. Disadari maupun tidak dalam setiap aktivitas manusia ada sebuah program. agar Pelayanan bimbingan dan konseling dapat berjalan dengan lancar.BAB III KEGIATAN BELAJAR 2 A.5 Menjelaskan tahap-tahap pengembangan program BK B. Dalam kondisi seperti itu maka diperlukan adaya penataan pengorganisasian. dan efektif kearah pencapaian tujuan. Kompetensi Dasar: Memahami konsep dasar program pelayanan BK Indikator Pencapaian Kompetensi: 1. jenis layanan. Kompetensi dan indikator. Dengan kata lain diperlukan keberadaan sebuah program. Tujuan dan manfaat program Bimbingan dan Konseling a. mingguan. dan pelaporan dalam suatu periode waktu tertentu untuk mencapai suatu tujuan.3 Menjelaskan tujuan dan manfaat program BK 1. Standart kompetensi: Memahami konsep pengembangan program pelayanan Bimbingan dan Konseling (BK) di sekolah. dan terkordinasi sejak dari perencanaan. Uraian Materi 1.

terkoordinasi. 4) Setiap petugas bimbingan akan menyadari peranan dan tugasnya masing-masing dan mengetahui pula bilamana dan di mana mereka harus bertindak. di rumah. baik yang bersifat pencegahan. dan di masyarakat. sehingga dapat berjalan dengan lancar. tenaga. terorganisasi. dan lembaga masyarakat yang memberi layanan kepada siswa. 4. Program bimbingan dan konseling membantu semua siswa belajar berpartisipasi secara produktif dalam kelompok di sekolah. dan biaya. Ada beberapa pendapat yang membahas tentang prinsip pokok ini. 5) Penyediaan fasilitas akan lebih sempurna dan dapat dikontrol. b. Program bimbingan dan konseling menyediakan layanan konsultasi dan koordinasi kepada guru. 2) Memungkinkan para petugas bimbingan untuk menghemat waktu. Program bimbingan dan konseling membantu perkembangan siswa dalam aspek pribadi. efisien. Siswa-siswa akan menerima pelayanan bimbingan secara seimbang dan menyeluruh. c. dan pekerjaan. dalam pada itu para petugas bimbingan akan menghayati pengalaman yang sangat berguna untuk kemajuannya sendiri dan untuk kepentingan siswa-siswa yang dibimbingnya. Manfaat Program 1) Tujuan setiap kegiatan bimbingan akan lebih jelas. Program bimbingan dan konseling merupakan bagian yang integrasi dari program pendidikan dan pengajaran dari sekolah yang bersangkutan secara keseluruhan. Program bimbingan dan konseling disusun dengan mempertimbangkan kemampuan 252 . Konselor sekolah sesuai dengan latihan yang diperolehnya dan peranannya berperan sebagai orang sumber dan perantara bagi siswa dengan orangorang atau lembaga-Iembaga yang mempunyai peranan penting dalam kehidupan siswa.kegiatan dapat terencana. dan efektif kearah pencapaian suatu tujuan. Program bimbingan dan konseling membantu semua siswa agar dapat menjadi sadar terhadap kebutuhan. 7) Adanya kejelasan kegiatan bimbingan dari antara keseluruhan kegiatan program sekolah.. orang tua siswa. terarah. kemampuannya dan dapat mengembangkan dan memacu tercapainya tujuan-tujuan siswa. administrator. dan terkontrol secara sistematis. b. d. yaitu : a. pendidikan. yang pada dasarnya tidak jauh berbeda dan bahkan saling melengkapi. Program bimbingan dan konseling membantu siswa agar dapat berfungsi secara efektif dalam kelompok. 6) Memungkinkan lebih eratnya komunikasi dengan berbagai pihak yang berkepentingan dengan kegiatan bimbingan. baik dalam hal kesempatan. pengembangan. Program bimbingan dan konseling harus disusun selaras dengan program pendidikan dan pengajaran dan dengan memanfaatkan prasarana dan sarana yang ada seoptimal mungkin. maupun perbaikan. Berikut ini akan diuraikan dua pendapat tentang prinsip pokok pengembangan program bimbingan. sosial. bimbingan dan konseling yang komprehensif harus dapat membantu mengembangkan keempat aspek teraebut secara keseluruhan. baik tujuan jangka pendek maupun panjang. Program. Yang pertama disarikan oleh Romlah dari pendapat Roeber dkk. dan usaha coba-coba yang tidak menguntungkan. f. Gysbers dan Hendersen (1988). dengan menghindarkan kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi. ataupun dalam jenis pelayanan bimbingan yang diperlukan. (1955). minat. Program bimbingan dan konseling menyediakan layanan bantuan kepada siswa. g. Prinsip-prinsip pokok pengembangan program Bimbingan dan Konseling Dalam pengembangan program bimbingan dan konseling sekolah perlu diperhatikan prinsip-prinsip pokok yang akan mendasari program yang akan disusun. e. 3) Pemberian pelayanan bimbingan lebih teratur dan memadai.

dan memelihara suasana psikologis yang menguntungkan. 9) Kesempatan untuk berpikir.dan keterampilan staf sekolah dalam bidang bimbingan dan konseling. dan penilaian. b. kepribadian dan minat terhadap kegiatan bimbingan. 4) Penggunaan alat pengukur atau teknik pengumpul data yang obyektif maupun subyektif. 5. 5) Pemberian jenis-jenis bimbingan 6) Pemberian bimbingan tentang berbagai program sekolah. latihan bimbingan dan konseling yang pernah diperoleh. d. i. Pertemuan-pertemuan Permulaan Tujuan utama dari tahap pertemuan permulaan ini adalah untuk menanamkan pengertian bagi para peserta pertemuan tentang tujuan dari program bimbingan dan 253 . g. pelaksanaan. dan berbuat. 2) Pelayanan yang diberikan oleh berbagai jenis petugas bimbingan. Program bimbingan dan konseling secara berkelanjutan perlu disempurnakan melalui perencanaan. Tahap ini mempunyai arti yang penting untuk menarik perhatian. h. Untuk membahas tahap-tahap pengembangan program ini akan disampaikan dua macam pendapat tentang tahap-tahap kegiatan yang disarankan oleh Miller yaitu: a. pemantauan. b. Program bimbingan hendaknya memberikan pelayanan kepada semua siswa. Program bimbingan hendaknya memberikan kesempatan untuk melaksanakan penilaian terhadap diri sendiri. 3) Studi individual dan konseling individual. c. minat dalam kegiatan bimbingan. Program bimbingan hendaknya mendorong komunikasi yang terus menerus antara unsur atau anggota staf sekolah yang bersangkutan. Pendapat kedua tentang prinsip-prinsip pokok pengembangan program bimbingan disampaikan oleh Miller (1961) yang mengemukakan sebagai berikut: a. Tahap Persiapan Dalam tahap persiapan ini kegiatan yang dilakukan ialah survai untuk menginventarisasikan tujuan. maka selama program dilaksanakan perlu peninjauan. menentukan titik tolak program. Program bimbingan hendaknya saling berhubungan dengan program pendidikan dan pengajaran. Kemampuan dan keterampilan yang perlu diidentifikasi meliputi latar belakang pendidikan. Tahap-tahap Pengembangan Program Pelayanan Bimbingan dan Konseling Program bimbingan dan konseling di suatu sekolah sebaikn~ disusun setiap tahun pada awal tahun ajaran. kemampuan sekolah serta kesiapan sekolah yang bersangkutan untuk melaksanakan program bimbingan. h. dan mengembangkan program yang sudah ada. Untuk menjamin bahwa program bimbingan dan konseling dapat memenuhi kebutuhankebutuhan siswa dan masyarakat. Program bimbingan hendaknya menjamin keseimbangan pelayanan bimbingan dalam hal: 1) Pelayanan kelompok dan pelayanan individual. yaitu membuat program yang sama sekali baru. Program bimbingan harus memiliki tujuan yang ideal dan realistis dalam perencanaannya. Program bimbingan hendaknya menyediakan atau memiliki fasi yang diperlukan e. Program bimbingan itu hendaknya dikembangkan secara berangsur-angsur atau tahap demi tahap dengan melibatkan semua unsur atau stat sekolah dalam perencanaannya. merasa. pengembangan. Penyusun program bimbingan dan konseling dapat dibedakan menjadi dua. f. dan penilaian yang sistematis. Karena semua pihak yang terlibat di dalamnya dan iktu berpartisipasi sejak awal kegiatan. Program bimbingan hendaknya menunjukkan peranan yang penting dalam menghubungkan dan mengintegrasikan sekolah dengan masyarakat. kebutuhan. 7) Penggunaan sumber-sumber di dalam maupun di luar sekolat 8) Kebutuhan individual dan kebutuhan masyarakat luas.

c. 4) Menentukan prosedure pengumpulan data. 2. c. 5) Menciptakan sistemn monitoring pelaksanaan program. 3) Memilih instrumen penilaian. Mengindentifikasi sumber-sumber yang diperlukan yang meliputi manusia. 2) Memilih model penilaian program yang akan digunakan. 2) Mempersiapkan dan melaksanakan latihan bagi para pelaksanan program. Tugas-tugas dari panitia sementara adalah: 1) Menentukan tujuan program bimbingan di sekolah 2) Mempersiapkan bagan organisasi dari program bimbingan 3) Membuat kerangka dasar dari program bimbingan d. Pembentukan Panitia Penyelenggara program. 6) Menentukan prioritas program b. d. orang tua dan masyarakat. 3) Membuat batasan jenis program yang akan dibuat 4) Meneliti jenis-jenis program yang sudah ada 5) Mengupayakan dukungan dan kerjasama dari staf sekolah. 6) Menyajikan data. Pembentukan Panitia Sementara Pembentukan panitia sementara bertujuan untuk merumuskan program bimbingan di sekolah. Tahap Penilaian Program (Evaluating) Pada tahap ini kegiatan yang dilakukan adalah : 1) Menentukan komponen-komponen program yang akan dinilai. Panitia ini bertugas untuk : 1) Mempersiapkan program dan sistem pencatatan. Mengadakan perubahan atau perbaikan program berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan. Pertemuan-pertemuan ini melibatkan petugas-petugas bimbingan dan konseling.konseling di sekolah. Pendapat lain tentang tahap-tahap pengembangan pro dikemukakan oleh Gysbers dan Henderson ( 1988 ) bahwa t pengembangan program meliputi 4 tahap yaitu: Pereneanaan (Plann Pengembangan (designing). Tahap Pelaksanaan Program (Implementing) Pada tahap ini kegiatan-kegiatan yang dilakukan adalah sebagai berikut: 1. Melaksanakan program dan menyesuaikan program dengan pelaksanaan programprogram sekolah yang lain 4. dan laporan hasil penilaian 254 . analisis. Tahap Pengembangan Program (Designing) Pada tahap ini kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh pengemba program adalah : 1) Merumuskan tujuan-tujuan program seeara operasional dala bentuk kegiatan-kegiatan yang dapat diukur hasilnya. Perencanaan (planning) Pada tahap pereneanaan hal-hal yang harus dikerjakan oleh pengembang program adalah : 1) Meneliti kebutuhan siswa 2) Mengklasifikasi tujuan-tujuan yang ingin dieapai. Membuat instrumen pengukuran keberhasilan pelaksanaan program 3. prasarana dan waktu. 3) Menjabarkan komponen-komponen program 4) Menganalisis kemampuan staf sekolah 5) Mengadakan peningkatan kemampuan atau pengembangan staf pelaksanaan program. 2) Memilih strategi pelaksanaan program yang sesuai dengan kondisi dan situasi sekolah yang bersangkutan. Seeara rinei tahap-tahap tersebut sebagai berikut: a. sarana. pelaksanaan (impolemnting) dan penH (evaluating).

Kompetensi dan indikator Standar Kompetensi: Memahami konsep pengembangan program pelayanan Bimbir dan Konseling (BK) di sekolah. Programming. f. d. Menentukan program semesteran yang didasarkan pada program tahunan.1. maksudnya berdasarkan analisis kebutuhan diatas segera mendapatkan layanan agar perlu mendapat perhatian utama untuk dicantumkan dalam program bimbingan dan konseling di sekolah. Teori Perencanaan Program Pelayanan Bimbingan Dan Konseling Konvensional. Menentukan skala prioritas. Teori Pengembangan Program Pelayanan Bimbingan Dan Konseling Berdasarkan Planning.1 Menjelaskan teori perencanaan program konvensional 1 . sehingga akan tampak kegiatan yang saling mendukung tercapainya tujuan layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Menetukan program bulanan. cek list atau yang lain yang sudah dibakukan. Secara garis besar perncanaan program bimbingasn konseling menurut teori ini adalah sebagai berikut: a.BAB IV KEGIATAN BELAJAR 3 A.1. Untuk dapat mengetahui kebutuhan dan masalah siswa dapat dilakukan dengan berbagai instrumen seperti menggunakan Alat Ungkap Masalah baik menggunakan kuesioner. Menentukan program tahunan yaitu keseluruhan layanan bimbingan dan konseling yang akan diberikan selama satu tahun. Hal ini diperhatikan agar layanan bimbingan dan konseling dapat sesuai dengan karakteristik sekolah. 2. Kompetensi Dasar: Memahami teori-teori perencanaan program BK Indikator Pencapaian Kompetensi: 1. Program ini mengacu pada program yang sudah dijabarkan dalam tahunan dan semesteran. Bugdeting System (PPBS) Pengembangan program berdasarkan PPBS merupakan upaya untuk memperbaiki cara pengembangan program berdasar1<an pada cara konvensional yang mendasarkan kebutuhan atau masalah siswa karena cara yang pertama lebih 255 . seperti apakah sekolah tersebut bersifat umum atau kejuruan. berada di kota atau di desa. b. Berikut ini uraian singkat teori dimaksud. maksudnya program yang akan disusun disesuaikan dengan bagaimana situasi dan kondisi sekolah. sehinga dapat direncanakan kegiatan apa saja yang akan diberikan selama satu semester untuk kelas tertentu. mingguan dan harian. Mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan atau masalah-masalah siswa. Uraian Materi Dalam perencanaan program pelayanan bimbingan dan konseling dikenal dengan 2 macam teori perencanan program yaitu (1) teori konvensional dan (2) PPBS. 1.2 Menjelaskan teori perencanaan program berdasarkan PPBS B. c. e. tujuh atau sembilan layanan dan lima kegiatan pendukung. Berdasarkan data hasil ungkap masalah kemudian ditabulasi dan dianalisis kebutuhan apa yang diharapkan atau masalah apa yang dirasakan oleh siswa di sekolah serta berdasarkan hasil analisis ini selanjutnya disusunlah perencanaan program bimbingan dan konseling di sekolah yang mencakup empat bidang. masalah apa yang Menentukan karakteristik sekolah. Program ini merupakan jabaran secara makro dari serangkaian kegiatan layanan bimbingan dan konseling yang menjadi wilayah tanggungjawabnya.

belajar. Perencanaan Dalam sistem pendidikan nasional dinyatakan bahwa Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak dan peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Pengembangan program bimbingan dan konseling berdasarkan PPBS maksudnya dalam menyusun program didasarkan pada sistem yang memperhatikan perencanaan. konkrit dan kuantitatif.sehat. dan karir. Oleh karena itu melalui kegiatan perencanaan diharapkan semua tujuan yang telah ditentukan dapat tercapai.(1) penanaman sikap kebiasaan dalam beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa (2) Pengenalan dan pengembangan tentang kekuatan diri sendiri dan penyalurannya untuk kegiatan-kegiatan yang kreatif dan produktif. (3) pengenalan dan pemahaman tentang bakat dan minat pribadi serta penyaluran dan pengembangannya melaui kegiatan-kegiatan yang kreatif dan produktif. 2. kreatif. program dan penganggaran. 1. (4) 256 .Tujuan dalam kegiatan bimbingan dan konseling dapat bersifat filosofis seperti tercapainya perkembangan yang optimal. berakhlak mulia. cakap. Namun tujuan juga dapat bersifat sasaran apabila tujuan yang diharapkan tercapai dapat diukur secara konkrit dengan ciri pragmatis. Secara singkat pengembangan program berdasarkan PPBS sebagai berikut: a. administrasi dan kepemimpinan yang memadai dan pemberian bantuan layanan bimbingan dan konseling untuk mengembangkan potensi peserta didik secara optimal. Penentuan Kategori Program Utama dijabarkan berdasarkan tujuan yang telah ditentukan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Untuk itu cara yang kedua ini dipertimbangkan untuk digunakan dalam pengembangan program bimbingan dan konseling di sekolah. Menentukan Kategori Program Utama ( KPU ). Secara eksplisit telah dikemukakan bahwa perkembangan yang optimal dapat diturunkan menjadi tujuan bimbingan yang mencakup 4 bidang yatiu pribadi. Untuk menentukan progam apa yang akan dilaksanakan maka dalam PPBS proses pengembangan program mencakup langkah-Iangkah sebagai berikut ini. Ungkapan seperti setelah mengikuti layanan konseling siswa dapat mengentaskan masalah yang dihadapi. mandiri. dan lain-lain.menekankan pada selera peserta didik dan kurang memperhatikan tujuan layanan bimbingan dan konseling. Programming Programming merupakan suatu kegiatan untuk membuat program yang akan dilaksanakan selama kurun waktu tertentu. Menentukan Program Utama Program utama merupakan penjabaran dari kategori program utama. b. atau klien dapat menunjukkan rasa bahagia dan merasa puas setelah memperoleh layanan konseling merupakan contohnya. Misalnya saja dalam kategori porgram utama adalah pengmbangan bimbingan pribadi maka program utamanya dapat . bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. menjadi insan mandiri. memberikan standart atau pedoman serta tolok ukur keberhasilan kegiatan bimbingan dan konseling. berilmu. Untuk mencapai tujuan tersebut maka kegiatan di sekolah selayaknya memberikan layanan dalam pembelajaran yang kondusif. Agar program sekolah dapat terealisasi maka perlu perencanaan yang mendasarkan pada tujuan baik tujuan umum maupun khusus. dan menjadi warganegara yang demokratis serta bertanggungjawab. Melalui perencanaan yang matang akan dapat memberikan arah terhadap pencapaian tujuan bimbingan yang telah ditetapkan. sosial. Dengan demikian penetapan tujuan merupakan awal dari kegiatan perencanaan. Program itu sendiri merupakan serangkaian kegiatan yang saling terkait satu dengan yang lain untuk mencapai tujuan berarti serangkaian kegiatan bimbingan dan konseling yang saling terkait satu dengan yang lain untuk mencapai tujuan bimbingan dan konseling yang telah ditentukan sebelumnya. basik dalam kehidupan sehari-hari di sekolah maupun untuk peranannya di masa depan. kurikulum yang telah disusun secara nasional dan bagaimana mengevaluasi kegiatan sangat sukar dilakukan.

Jadi tugas utama adalah menentukan program apa saja yang dapat dilakukan agar semua rencana yang telah dicanangkan dapat terealisasi Adapun jumlah dan kegiatannya tidak dibatasi.Target Target merupakan keluaran atau hasil yang ingin dicapai setelah program dilaksanakan. 3. tetapi yang perlu diingat adalah apakah program yang disusun dapat memenuhi tercapainya program utama. 257 . Dengan demikian maka serangkaian program yang dipaparkan merupakan acuan pembiayaan yang proporsional. dan berdasarkan program utama maka langkah selanjutnya menentukan program. dll. 4. d.Pengenalan dan pemahaman tentang kelemahan diri sendiri serta usaha-usaha penanggulangannya. (5) pengembangan kemampuan mengambil keputusan sederhana dan mengarahkan diri ( 6) perencanaan dan pemeliharaan hidup sehat. Target dapat dilihat dari seberapa banyak peserta didik yang mendapat layanan. Selanjutnya bila kerjasama telah terjalin maka keberadaan bimbingan dan konseling sekolah akan semakin diakui dan dihargai oleh semua pihak termasuk staf sekolah dan masyarakat. bulanan. c. Berdasrkan program dalam jangka waktu satu tahun tersebut kemudian disusunlah program semesteran. Untuk itu pada awal tahun ajaran hendaknya sudah dipikirkan seberapa dana yang dibutuhkan dan dari mana sumber pembiayaan. bagaimana perubahan sikap dan perilaku individu setelah memperoleh sejumlah layanan. Berdasarkan pengamatan di lapangan belum semua guru pembimbing di sekolah yang telah menyusun program bimbingan dan konseling sesuai dengan tahap-tahap maupun teori pengembangan program. Jangka waktu Semua kegiatan hendaknya disusun untuk minimal dalam kurun waktu satu tahun kedepan sehingga dapat diantisipasi semua unsur yang dapat mendukung terlaksananya program. Biaya Berdasarkan program yang telah disusun maka perlu dipertimbangkan biaya operasional yang dibutuhkan. Namun satu hal yang perlu dicermati oleh guru pembimbing di sekolah bahwa dengan adanya program yang jelas maka personal di sekolah seperti kepala sekolah dan guru bidang studi lainnya akan memperoleh pencerahan dan keyakinan bahwa guru pembimbing adalah bukan pengangguran melainkan guru yang mempunyai program yang jelas sehingga pada gilirannya mereka akan secara sukarela mau bekerjasama untuk melaksanakan program bimbingan dan konseling di sekolah. Program Program merupakan bagian terkecil dari KPU. mingguan dan akhirnya kegiatan. Namun yang perlu diingat bahwa pengembangan anggaran biaya perlu memperlhatikan situasi dan kondisi keuangan sekolah.

2. Pemilihan dan pengorganisasian materi pelayanan bimbingan dan konseling (sesuai dengan tujuan dan karakteristik konseli). 2) Perencanaan kegiatan pelayanan BK harian yang merupakan jabaran dari program mingguan disusun dalam bentuk satuan layanan (SATLAN) dan satuan kegiatan pendukung (SATKUNG) yang masing-masing memuat: a) Sasaran layanan/kegiatan pendukung b) Substansi layanan/kegiatan pendukung c) Jenis layanan/kegiatan pendukung.2.3 Menjelaskan penilaian kegiatan 2. Di dalam perencanaan program bimbingan dan konseling.1.7 Menyusun program semesteran 2. bulanan serta mingguan.5 Mengdentifikasi jenis layanan 2.10 Menyusun program harian 2.1. serta alat bantu yang digunakan d) Pelaksana layanan/kegiatan pendukung dan pihak-pihak yang terlibat e) Waktu dan tempat 3) Rencana kegiatan pelayanan konseling mingguan meliputi kegiatan di dalam kelas dan di luar kelas untuk masing-masing kelas peserta didik yang menjadi tanggung jawab konselor.6 Menyusun program tahunan 2. yaitu : 1.1 Memahami rambu-rambu pengembangan program pelayanan BK berdasarkan KTSP 1.12 Menyusun lapelprog B.1.2.1 Menjelaskan perencanaan kegiatan 2. 4) Satu kali kegiatan layanan atau kegiatan pendukung konseling berbobot ekuivalen 2 (dua) jam pembelajaran. Perencanaan Kegiatan 1) Perencanaan kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling (BK) mengacu pada program tahunan yang telah dijabarkan ke dalam program semesteran.1.2. Kejelasan perumusan tujuan bimbingan dan konseling (tidak menimbulkan penafsiran ganda dan mengarah ke kemandirian) 2.9 Menyusun program mingguan 2. 258 .2.1. 5) Volume keseluruhan kegiatan pelayanan konseling dalam satu minggu minimal ekuivalen dengan beban tugas wajib konselor di sekolahl/madrasah.2 Memahami langkah-Iangkah operasional pengembangan program pelayanan BK berdasarkan KTSP Indikator Pencapaian Kompetensi: 2.2 Menjelaskan pelaksanaan kegiatan 2.1. Uraian Materi 1.4 Menjelaskan laporan pelaksanaan program 2.2.11 Menilai pelaksanaan program 2.2.2. Kompetensi dan indikator Standar Kompetensi: Menyusun program pelayanan BK di sekolah berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Kompetensi Dasar: 1.BAB V KEGIATAN BELAJAR 4 A. terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan. Rambu-rambu Pengembangan Program Pelayanan BK berdasarkan KTSP a.8 Menyusun program bulanan 2.

dan karakteristik konseli). insidental dan keteladanan. penguasaan konten. dan mediasi. penempatan dan penyaluran. kegiatan instrumentasi. pemanfaatan kepustakaan. Pemilihan instrument dan media pelayanan bimbingan dan konseling ( sesuai dengan tujuan. Rencana evaluasi dan tindak lanjut (tindaklanjutnya sejalan dengan hasil evaluasi dan mampu mencapai tujuan). dan pihak-pihak yang terkait. 6. konselor berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan pengembangan diri yang bersifat rutin. waktu. serta mengefektifkan dan mengefisienkan penggunaan fasilitas sekolah/ madrasah. (2) Satu kali kegiatan layanan/pendukung konseling di luar kelas/di luar jam pembelajaran ekuivalen dengan 2 (dua) jam pembelajaran tatap muka dalam kelas. dan mensinkronisasikan program pelayanan konseling dengan kegiatan pembelajaran mata pelajaran dan kegiatan ekstra kurikuler. tempat. dan alih tangan kasus. b) Di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah: (1) Kegiatan tatap muka dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan orientasi. diketahui dan dilaporkan kepada pimpinan sekolah/madrasah. Program semesteran bimbingan dan konseling (sistematis dan lengkap). kunjungan rumah. serta layanan/kegiatan lain yang dapat dilakukan di dalam kelas (2) Volume kegiatan tatap muka klasikal adalah 2 (dua) jam per kelas per minggu dan dilaksanakan secara terjadwal (3) Kegiatan tidak tatap muka dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan konsultasi. konseling kelompok. Waktu dan biaya (ketepatan dan kecukupan waktu dan biaya). 2) Program pelayanan konseling yang direncanakan dalam bentuk SATLAN dan SAT KUNG dilaksanakan sesuai dengan sasaran. 7. 259 . (3) Kegiatan pelayanan konseling di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah maksimum 50% dari seluruh kegiatan pelayanan konseling. 4. Program Tahunan bimbingan dan konseling (sistematis dan lengkap). kegiatan konferensi kasus. materi. substansi. jenis kegiatan. Pemilihan Strategi Pelayanan Bimbingan dan Konseling( ketepatan skenario pelayanan bimbingan dan konseling : langkah-langkahnya fleksibel) 5. 3) Pelaksanaan Kegiatan Pelayanan Konseling a) Di dalam jam pembelajaran sekolah/madrasah: (1) Kegiatan tatap muka secara klasikal dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan informasi. (4) Kegiatan pelayanan konseling dicatat dalam laporan pelaksanaan program (LAPELPROG). himpunan data. konseling perorangan" bimbingan kelompok.3. 6) Pelaksanaan Kegiatan 1) Bersama pendidik dan personil sekolah/madrasah lainnya. (5) Volume dan waktu untuk pelaksanaan kegiatan pelayanan konseling di dalam kelas dan di luar kelas setiap minggu diatur oleh konselor dengan persetujuan pimpinan sekolah/madrasah (6) Program pelayanan konseling pada masing-masing satuan sekolah/madrasah dikelola dengan memperhatikan keseimbangan dan kesinambungan program antar kelas dan antar jenjang kelas. serta kegiatan lainnya yang dapat dilaksanakan di luar kelas. 8.

dan sebagainya. Mengacu pada pengembangan diri 260 . data kebutuhan atau permasalahan konseli. secara teoritik mereka berada pada fase perkembangan remaja awal. Identifikasi Kebutuhan dan Permasalahan Siswa Identifikasi kebutuhan dan permasalahan siswa adalah mengumpulkan dan memahami secara cermat kebutuhan dan permasalahan siswa yang secara aktual dirasakan dan dihadapi oleh siswa.seperti konseling individual. b) Penilaian jangka pendek (LAIJAPEN). kotak masalah. audiovisual. Disamping itu. konseling kelompok. papan bimbingan. audio. maka layanan-Iayanan yang akan diberikan kepada siswa belum tentu sesuai dengan kebutuhan dan permasalahan siswa. laporan semesteran. angket. c) Penilaian jangka panjang (LAIJAPANG). Penilaian Kegiatan 1) Penilaian hasil kegiatan pelayanan konseling dilakukan melalui: a) Penilaian segera (LAISEG). Perlu diperhatikan bahwa langkah ini merupakan langkah yang sangat strategis yang sangat menentukan langkah-Iangkah berikutnya. kunjungan rumah. bakat. bimbingan kelompok/klasikal. liflet. Teknik tes misalnya tes kecerdasan. inventori. Teknik non tes misalnya dengan observasi. seperti ada catatan anekdotal. juga dapat padukan dengan mendasarkan pada asumsi teoritik. 4) Hasil kegiatan pelayanan konseling secara keseluruhan dalam satu semester untuk setiap peserta didik dilaporkan secara kualitatif. 2) Penilaian proses kegiatan pelayanan konseling dilakukan melalui analisis terhadap keterlibatan unsur-unsur sebagaimana tercantum di dalam SATLAN dan SATKUNG. yaitu penilaian dalam waktu tertentu (satu bulan sampai dengan satu semester) setelah satu atau beberapa layanan dan kegiatan pendukung konseling diselenggarakan untuk mengetahui lebih jauh dampak layanan dan atau kegiatan pendukung konseling terhadap peserta didik. media cetak. Selain menggunakan teknik-teknik tersebut. Hasil identifikasi ini seyogyanya ditampilkan dalam sebuah tabel. dan tindak lanjut. dan sosiometri. 2.b. laporan bulanan. untuk mengetahui efektifitas dan efesiensi pelaksanaan kegiatan. dan laporan hasil evaluasi program bimbingan dan konseling dan tindak lanjutnya. konferensi kasus. Kegiatan ini merupakan langkah awal dan sebagai dasar dalam pengembangan program. daftar konseli (siswa). buku saku). 3) Hasil penilaian kegiatan pelayanan konseling dicantumkan dalam LAPELPROG. serta pelayanan tidak langsung. analisis dan pengambilan keputusan. Hasil identifikasi tersebut selanjutnya dianalisis untuk menentukan layananIayanan apa yang diperlukan oleh siswa. Misalnya siswa kelas 1 SMP. juga dapat diidentifikasi kegiatan pendukung apa yang diperlukan sebagai konsekuensi dari layanan-Iayanan tersebut. dan laporan tahunan. pelayanan langsung. Identifikasi kebutuhan dan permasalahan siswa dapat dilakukan dengan teknik tes maupun non tes. Langkah-Iangkah Operasional Pengembangan Program Pelayanan Bimbingan dan Konseling berdasarkan KTSP a. minat. yaitu penilaian dalam waktu tertentu (satu minggu sampai dengan satu bulan) setelah satu jenis layanan dan atau kegiatan pendukung konseling diselenggarakan untuk mengetahui dampak layanan/kegiatan terhadap peserta didik. yaitu penilaian pada akhir setiap jenis layanan dan kegiatan pendukung konseling untuk mengetahui perolehan peserta didik yang dilayani. konsultasi. Tanpa melakukan identifikasi yang jelas dan mantap. Maka dapat diasumsikan apa yang dibutuhkan dan apa permasalahan-permasalahan mereka. dan referal. bibliokonseling. seperti evaluasi proses dan produk. aktivitas pelayanan bimbingan dan konseling (pemahaman. 5) Secara keseluruhan perlu dilaporkan secara fisik beberapa jenis dokumen yaitu: agenda kerja konselor. dan sebagainya. wawancara. Penggunaan teknik tes harus dilakukan oleh tenaga yang berkewenangan.

6. Obyek-obyek pengembangan pribadi 2. dan setiap satu layanan atau kegiatan BK ekivalen dengan 2 jam pelajaran. 11. Apabila dalam satu tahun ada 36 minggu efektif maka diperlukan 12 layanan/ pendukung X 36 yaitu 432 layanan dan pendukung. Pembahasan kasus-kasus masalah pribadi tertentu yang dialami peserta didik. 10. Obyek-obyek pengembangan JENIS LAYANAN ORIN INFO PP PKO KP BKp/KKp KSI KEGIATAN PENDUKUNG AI HD KK KR TKP APIN B. Apabila langkah ini dapat dilakukan dengan baik. potensi. Pengembangan program tahunan sampai dengan harian pada dasarnya merupakan pendistribusian seluruh kegiatan yang akan diberikan kepada siswa agar dapat berjalan dengan lancar dan jelas pada setiap satuan waktu. dan potensi diri. Pendalaman dan penyelesaian masalah pribadi 14. Kompetensi dan kebiasaan dalam kehidupan pribadi 5. 12. kemampuan. maka pengembangan program tahunan sampai dengan harian menjadai lebih mudah. Pemberdayaan pihak tertentu untuk membantu peserta didik dalam pengembangan pribadi 8. maka setiap minggu seorang konselor minimal harus menyelenggarakan 12 layanan dan atau kegiatan pendukung. Pengungkapan kondisi dan masalah pribadi peserta didik 9. Pertemuan dengan keluarga peserta didik yang mengalami masalah pribadi. Identifikasi kebutuhan dan permasalahan siswa paling tidak harus bisa menurunkan 12 layanan dan atau kegiatan per minggu. CONTOH IDENTIFIKASI KEBUTUHAN DAN PERMASALAHAN SISWA KELAS XII IPS 1 BIDANG BIMBINGAN A. Masalah pribadi : dalam kehidupan pribadi. Kemampuan dan Kondisi Pribadi. Penempatan dan penyaluran untuk pengembangan kemampuan pribadi.dalam KTSP bahwa beban tugas guru adalah 24 jam pelajaran per minggu. Informasi ttg perkembangan. Oleh karena itu. SOSIAL ORIN 261 . 4. Data perkembangan. 7. Bacaan dan rekaman tentang perkembangan dan kehidupan pribadi 13. kondisi dan lingkungan diri sendiri. 3. PRIBADI KEBUTUHAN/PERMASALAHAN Need assesment : 1.

20. Kompetensi dan kebiasaan dalam kegiatan serta penguasaan bahan belajar. 19. 23. Masalah pribadi : dalam kemampuan. potensi. kemampuan. Pendalaman dan penyelesaian masalah sosial C. 29. BELAJAR 27. 17. Pemberdayaan pihak tertentu untuk membantu peserta didik dalam pengembangan kemampuan relajar. Obyek-obyek pengembangan kemampuan belajar 28. 16. Pertemuan dengan keluarga peserta didik yang mengalami masalah sosial. Kompetensi dan kebiasaan dalam kehidupan sosial 18. kegiatan dan hasil belajar. Data kemampuan. Data perkembangan. 24. 31. Pengungkapan kondisi dan masalah sosial peserta didik 22. kemampuan. Kemampuan dan Kondisi hubungan sosial. kegiatan dan hasil belajar. Penempatan dan penyaluran untuk pengembangan kemampuan belajar. dan kondisi hubungan sosial. Informasi ttg. Masalah pribadi : dalam kehidupan sosial. kondisi dan lingkungan sosial. Penempatan dan penyaluran untuk pengembangan kemampuan sosial. 33. potensi. Bacaan dan rekaman tentang perkembangan dan kehidupan sosial 26. 25. Pembahasan kasus-kasus masalah INFO PP PKO KP BKp/KKp KSI AI HD KK KR TKP APIN ORIN INFO PP PKO KP BKp/KKp KSI AI HD KK KR 262 . kegiatan dan hasil belajar. 34. Pengungkapan kondisi dan masalah belajar peserta didik 35. Pembahasan kasus-kasus masalah sosial tertentu yang dialami peserta didik. Pemberdayaan pihak tertentu untuk membantu peserta didik dalam pengembangan kemampuan sosial 21. Informasi ttg perkembangan. 30. 32. kegiatan dan hasil belajar peserta didik. Kemampuan. 36.hubungan sosial 15.

44.. NIP... Pembahasan kasus-kasus masalah karir tertentu yang dialami peserta didik. Data kemampuan dan arah karir. 51. 39. 42. Pendalaman dan penyelesaian masalah karir. 41.. Pertemuan dengan keluarga peserta didik yang mengalami masalah karir. NIP. 46. Pemberdayaan pihak tertentu untuk membantu peserta didik dalam pengembangan karir 47... Penempatan dan penyaluran untuk pengembangan kemampuan karir. D. Pertemuan dengan keluarga peserta didik yang mengalami masalah belajar.. Masalah pribadi : dalam pengembangan karir. Kemampuan dan arah karir. . KARIR 40. 37. Kompetensi dan kebiasaan dalam pengembangan karir.. Bacaan dan rekaman tentang kemampuan dan kegiatan belajar.belajar tertentu yang dialami peserta didik.. Obyek-obyek implementasi karir.. Pendalaman dan penyelesaian masalah belajar... 38... 45.. Bacaan dan rekaman tentang perkembangan dan kehidupan karir 52. Catatan : Minggu efektif : Semester 1 = 22 minggu Semester 2 = 14 minggu Jumlah = 36 minggu 263 .. Juni 2011 Konselor.... Pengungkapan kondisi dan masalah karir peserta didik 48.. 50.. 43. arah dan kondisi karir. Kudus... 49.. Informasi ttg potensi. ..... kemampuan. ORIN INFO PP PKO KP BKp/KKp KSI TKP APIN AI HD KK KR TKP APIN Mengetahui : Kepala Sekolah...

Program Harian (Lampiran 5) 6. 1 tahun = 36 minggu X 12 layanan.Tugas konselor per minggu = 24 jam. sehingga umlah layanan dalam satu tahun 432 layanan. Termasuk contoh Satuan Kegiatan Layanan. Rinciannya sebagai berikut : 72 layanan di dalam jam pembelajaran di sekolah. serta Laporan pelaksanaan Kegiatannya (Lampiran 6) 264 . Satuan Kegiatan Pendukung. Dalam uraian berikut disajikan beberapa contoh program bimbingan dan konseling di sekolah yang meliputi : 1. Program Pelayanan Bimbingan dan Konseling. maka terdapat jumlah layanan per-kelas yaitu 432 layanan : 4 kelas sama dengan 108 layanan/kelas/tahun. dan 5. Program Semesteran (lampiran 2) 3. kelompok. atau cara khusus/strategi politik. Apabila setiap konselor diserahi 4 kelas. ekuivalen dengan 12 layanan/kegiatan pendukung. lapangan. b. Program Tahunan (lampiran 1) 2. Program Bulanan (Lampiran 3) 4. Program Mingguan (Lampiran 4). dan 36 layanan di luar jam pembelajaran di sekolah dengan format individual.

265 .

266 .

Layanan Konseling Perorangan 5. Konferensi Kasus 7.Lampiran 2 : (CONTOH) PROGRAM SEMESTERAN PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING SEKOLAH 2012) KELAS ANONIM NO : SMA NEGERI GD. Layanan Bimbingan Kelompok Topik tugas tentang bulliying Topik bebas tentang kehidupan remaja akhir 6. Tampilan Bacaan 267 . Masalah pribadi dalam kehidupa n pribadi Masalah pribadi dalam kehidupa n sosial Topik bebas tentang Teoriris Membah as kasus yang perlu melibatk an berbagai pihak Membah as kasus yang perlu melibatk an berbagai pihak Bacaan Masalah pribadi dalam penentua n arah karir VI Penempata n dan penyaluran untuk pengemba ngan kemampua n karir 4. KEGIATAN I 1 Layanan Informasi 2 Layanan Penempata n dan Penyaluran Penempa tan dan penyalur an untuk pengemb angan kemamp uan belajar 3 Layanan Penguasaan konten MATERI BIDANG PENGEMBANGAN SEMESTER 2 (JANUARI-JUNI 2009-2010) BULAN (SELAMA SATU SEMESTER) II III IV V Informasi ttg potensi kemamp uan dan kondisi hubunga n sosial Penempa tan dan penyalur an untuk pengemb angan kemamp uan sosial Kompete nsi dan kebiasaa n dalam kehidupa n sosial.MANIS : XI IPS SEMESTER KONSELOR : 2 (2011: DRS.

MANIS : XI IPS SEMESTER KONSELOR : 2 (2011: DRS. Aplikasi instrumenta si Lampiran 3 : (CONTOH) PROGRAM BULANAN PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING SEKOLAH 2012) KELAS ANONIM NO 1 2 : SMA NEGERI GD.Kepustakaa n dan rekaman ttg pergaula n bebas dan efeknya Identifika si self esteem siswa Pengukur an kecender ungan kepribadi an siswa. anaknya dan sejenisnya Upaya mediasi dari pihak-pihak yang berselisih Pertemuan dg Kunjungan orang tua siswa rumah membahas membahas masalah sosial kenakalan anaknya siswa di sekolah (tawuran. KEGIATAN Layanan Informasi Layanan Bimbingan kelompok Layanan Konsultasi 3 4 Layanan Mediasi 5 Kunjungan Rumah MATERI BIDANG PENGEMBANGAN MINGGU I MINGGU II MINGGU III MINGGU IV Informasi perkembangan diri Membahas Membahas topik ttg topik kemampuan tentang sosial arah karir Konsultasi dari Konsultasi orangtua siswa dari orang yang tua tentang mengeluhkan masalah putranya sering belajar pulang malam. dan rekaman ttg peningka tan motivasi berprest asi 8. dll) 268 .

269 .6. Himpunan Data Menghimpun data hasil sosiometri siswa kelas ybs.

Layanan Bimbingan Kelompok Mediasi Membaha s topik tentang kemampu an sosial Upaya mediasi dari pihakpihak yang berselisi h Mentabula si data hasil sosiometri siswa kelas ybs Menghim pun data hasil sosiomet ri siswa kelas ybs Upaya mediasi dari pihakpihak yang berselisi h SEMESTER KONSELOR : : 2 MATERI BIDANG PENGEMBANGAN (MULAI HARI SENIN SAMPAI SABTU) MINGGU KE II (Pebruari 2010) SELASA RABU KAMI S JUM’AT SABTU 2 3 Himpunan Data 4. Dst.MANIS (2011-2012) KELAS : XI IPS DRS. 270 .Lampiran 4 : (CONTOH) PROGRAM MINGGUAN PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING SEKOLAH : SMA NEGERI GD. ANONIM N O KEGIATA N SENIN 1.

Lampiran 6 : (Contoh) 271 .

272 . Isi Instrumen : Dipilih dan ditolak teman belajar I. Bidang Bimbingan C. M. Sabtu. Catatan Khusus : Layanan pendukung dengan instrumen angket sosiometri diharapkan dapat mengungkap anak yang terisolir dalam kelasnya untuk diberikan bantuan sehingga dapat diterima kembali di lingkungan teman belajarnya. Penyelenggara Layanan : Drs. Tempat Penyelenggaraan : Ruang kelas XI IPS – 1 SMA 1 Gd.Manis F.Sumber dana : Komite Sekolah L. Keterkaitan Layanan ini dengan : Pemberian layanan konseling perorangan bagi siswa Layanan Pendukung Lain yang terisolir Q. Hari. Proses : Melihat perilaku siswa saat mengisi angket 2. Pihak yang Disertakan/Terkait : Wali Kelas N.Pembuatan kelompok belajar b. Tanggal.700. Mengisi lembar jawab sosiometri H. 1 (satu) K. Anonim. Biaya/Dana : Foto copy 170 lembar = Rp 18. Semester : 45 menit. Sasaran Layanan : G. Menjelaskan cara pengisian sosiometri .Manis J. Nama Instrumen : Angket Sosiometri 2. Jenis Layanan D. Menjelaskan tujuan angket sosiometri 3.Kegiatan Guru 1. Mengisi identitas siswa ada lembar sosiometri 2. Rencana Penilaian dan Tindak Lanjut 1.Kegiatan Murid 1. Laiseg : .Identifikasi anak yang paling banyak diterima dan ditolak sebagai teman belajar . Laijapeng : Melihat perkembangan kelompok belajar P. Isi a. Alat dan Perlengkapan : Angket sosiometri O. Uraian Kegiatan . Menyiapkan lembar angket sosiometri 2. Waktu. Tujuan Layanan : : : : : Angket Sosiometri Sosial Aplikasi Instrumentasi Pemahaman. Jenis Instrumen : Non Tes 3. Topik B. 24-25 Agt 2011. Fungsi Layanan Pengentasan E. Materi Instrumen 1.SATUAN KEGIATAN PENDUKUNG APLIKASI DAN INSTRUMENTASI A. Pencegahan dan Untuk mengetahui hubungan sosial dalam kelas dan pembuatan kelompok belajar Kelas XI IPS – 1 SMA 1 Gd.

Manis Kudus. Membuat jadwal konseling bagi siswa yang banyak ditolak 273 . 1 Ruang kelas XI IPS – 1 SMA 1 Gd.Mengetahui 2011 Kepala SMA 1 Gd. Evaluasi 1. Pelaksanaan 1. ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN LAYANAN PENDUKUNG A. siswa hadir semua. semester : (satu) 2. Sasaran Layanan : : : : : : Angket Sosiometri Sosial Aplikasi Instrumentasi Pemahaman dan pencegahan serta Untuk mengetahui hubungan sosial dalam kelompok belajar Siswa kelas XI IPS – 1 SMA 1 Gd. Tindak Lanjut 1. Waktu. Topik 1. Cara-cara Analisa a. Deskripsi dan komentar tentang : C. Cara-cara tindak lanjut a. b. hari. Jenis Layanan 3. Tujuan Layanan 5. Manis 45 menit. Jum’at. Analisa Hasil Penilaian 1. Bidang Bimbingan 2. tanggal. Cara-cara penilaian angket sosiometri : masalah 2. 2. Anonim NIP. Keaktifan siswa dalam mengisi Membuat rekapitulasi daftar cek Sebagian besar siswa yang banyak masalah pada pokok masalah Siswa cukup antusias mengisi B. 131957012 Drs. Tempat : 3. Putu W. Analisa dilakukan dengan membuat tally dan menghitung jumlahnhya pada pilihan siswa dan penolakan siswa dalam kelompok belajar. Deskripsi dan komentar tentang analisa Anak yang mempunyai masalah paling banyak ditolak teman dalam kelompok belajar mendapat prioritas utama dalam penanganannya. Deskripsi dan komentar tentang : mempunyai hasil penilaian kehidupan keluarga angket D. Fungsi Layanan pengentasan 4. E. Konselor Agustus Dra. Manis Pelaksanaan pengisian sosiometri berjalan dengan lancar. Membuat sosiogram. NIP. 131693660 LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI. 24 Agustus 2011.

Topik C. Menyiapkan lembar pernyataan dan lembar jawab DCM 2. Hari. b. Manis J. Deskripsi komentar tentang upaya tindak lanjut a. Anonim. 131957012 Drs. 1 (satu) K. Penyelenggara Layanan : Drs. Isi Instrumen : Pernyataan yang berhubungan dengan masalah siswa dengan 220 pernyataan dan 11 pokok masalah I. Semester : 45 menit. Manis Kudus. Sasaran Layanan : H. 31 Oktober dan 1 Nopember 2011. Nama Instrumen : DCM 2. Tujuan Layanan : : : : : DCM Pribadi Aplikasi Instrumentasi Pencegahan dan Pengentasan Untuk mengidentifikasi masalahmasalah yang dihadapi oleh siswa sehingga dapat memberikan bantuan yang sesuai/tepat. Anonim NIP. Jenis Instrumen : Non Tes 3. Menjelaskan tujuan yang akan diharapkan DCM 3. Mengisi lembar jawab DCM dengan tanda ceklist (√) I. dilihat Mengetahui 2011 Kepala SMA 1 Gd. G.700. Jenis Layanan E. NIP. Membuat kelompok belajar 2.b.Kegiatan Guru 1. Bidang Bimbingan D. Uraian Kegiatan . Bagi siswa yang telah dikonseling perkembangannya. Konselor Agustus Dra. Tempat Penyelenggaraan : Ruang kelas XI IPS – 1 SMA 1 Gd. Fungsi Layanan F. Putu W. 131693660 SATUAN KEGIATAN PENDUKUNG APLIKASI DAN INSTRUMENTASI B. Jum’at dan Sabtu.Kegiatan Murid 1. Kelas XI IPS – 1 SMA 1 Gd. Kelompok belajar diikuti kegiatan belajarnya.Manis Waktu. Biaya/Dana : Foto copy 370 lembar = Rp 40. Menjelaskan cara pengisian DCM . Materi Instrumen 1.Sumber dana : Komite Sekolah L. 274 . Tanggal. Mengisi identitas siswa 2.

Tempat : Manis D. Jenis Layanan : 3. Rencana Penilaian : Validitas data yang diperoleh 2. Sasaran Layanan : C. 131957012 Drs. Deskripsi dan komentar tentang : mempunyai hasil penilaian E. Catatan Khusus : Layanan konseling perorangan melalui DCM akan membantu GP untuk mengidentifikasi masalah siswa. Pihak yang Disertakan/Terkait : Wali Kelas N. NIP. Putu W. Alat dan Perlengkapan : Seperangkat DCM dan lembar jawabnya O. 2.M. Waktu. 131693660 LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI. hari. Analisa Hasil Penilaian 1. semester : (satu) 2. Manis Kudus. Anonim NIP. Topik : Spesifikasi Bimbingan 1. Pelaksanaan Layanan 1. 1 Ruang kelas XI Bhs – 1 SMA 1 Gd. B. Keterkaitan Layanan ini dengan : Pemberian layanan konseling perorangan Layanan Pendukung Lain Q. Tindak Lanjut : Kualitas dan kuantitas masalah yang dialami siswa P. 31 Oktober 2011. Cara-cara Analisa 275 . Konselor September 2011 Dra. Rencana Penilaian dan Tindak Lanjut 1. ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN LAYANAN PENDUKUNG A. Manis 45 menit. Membuat rekapitulasi hasil Daftar Cek Masalah Menganalisa hasil Daftar Cek Masalah Sebagian besar siswa banyak yang masalah pada kesehatan. Fungsi Layanan : 4. Jum’at. Bidang Bimbingan 2. Evaluasi 1. Cara-cara penilaian : Daftar Cek Masalah : Sosial Instrumen data Pemahaman dan pencegahan Siswa kelas XI Bhs – 1 SMA 1 Gd. tanggal. Mengetahui Kepala SMA 1 Gd.

24 Oktober 2011 11. Putu W. Membuat daftar kegiatan tindak lanjut 2. Siswa yang tidak suka membicarakan masalah pada orang lain sebanyak 10 anak. Siswa yang suka membicarakan masalahnya pada orang lain : . Hal itu dilakukan selama 2 kali. siswa duduk dengan menunduk. kepala diletakkan di atas kedua tangan di meja selama ± 3 menit. Cara-cara tindak lanjut a.00 – 11. 131957012 Drs. Membuat jadwal konseling bagi siswa yang banyak mengalami masalah atau memiliki masalah serius.Analisa dilakukan dengan hati-hati karena sangat berguna dalam layanan konseling. Manis Kudus.Pada orang tua dan teman : 6 anak .45 Deskripsi : Saat dilaksanakan bimbingan klasikal. Siswa juga terlihat memainkan bolpoint Keterangan : 276 . Deskripsi dan komentar tentang hasil penilaian a. Anonim NIP. 131693660 CATATAN ANEKDOT SAAT MENGIKUTI BIMBINGAN KLASIKAL INFORMASI PERGURUAN TINGGI Nama Siswa Kelas Hari.Teman saja : 14 anak F. 2. Tindak Lanjut 1. Deskripsi komentar tentang upaya tindak lanjut Apabila konseling telah dilaksanakan diikuti perkembangannya dan apabila perlu diikuti oleh layanan kunjungan rumah ataupun yang lain. Mengetahui Kepala SMA 1 Gd. b. b. NIP. tanggal Jam : : : : Sby XI IPS – 1 Sabtu.Orang tua saja : 0 anak . Juli 2011 Konselor Dra.

Kemungkinan siswa sedang memiliki masalah yang belum terselesaikan. Anonim NIP. Siswa tidak bereaksi ketika konselor memberi pertanyaan ataupun tanggapan kepada seluruh siswa. Siswa jarang memandang konselor. Tindak lanjut : Siswa perlu diadakan konseling. Konselor Drs. 131693660 277 . Intepretasi : Siswa tidak konsentrasi.dengan diputar-putar di jari-jarinya dan beberapa kali terlihat siswa melihat ke arah luar jendela. Kudus.

Putu W. Januari 2011 Penerima Dra. 26 Januari 2011 Biaya dan sumber : Rp 100. Waktu alih tangan kasus : Senin. C. G. D.SATUAN KEGIATAN PENDUKUNG ALIH TANGAN KASUS A. 131693660 278 . Mengetahui Kepala Sekolah Layanan/Konselor Kudus. Topik Permasalahan B. Sudah diobatkan ke paranormal dan ke dokter. . J. Hasil konseling dengan siswa dan informasi dari orang tua. E.Presensi Keterkaitan kegiatan ini dengan layanan/kegiatanpendukung terdahulu : . N.000. 131597012 Drs.dari Komite Sekolah Bahan-bahan yang disertakan dalam alih tangan : . I. Kepada siapa dialihtangankan : Dokter Alasan pengalihtanganan : .0809 029 Gambaran ringkas masalah : Klien sering tidak masuk dengan alasan sakit.11. : H. tetapi sudah lama. Sering tidak masuk sekolah dikarenakan sakit perut dan pusing Bidang bimbingan : Pribadi Jenis kegiatan : Alih tangan kasus Fungsi kegiatan : Pengentasan Tujuan kegiatan : Ingin memperoleh data dan penanganan secara medis sakitnya klien Subyek yang mengalami masalah : B1. malah ke paranormal.Sejak kelas X siswa sudah sering tidak masuk alasan sakit juga..Konseling .Konsultasi dengan orang tua / panggilan orang tua Rencana penilaian dan tindak lanjut kegiatan :  Laiseg : Melihat perkembangan siswa setelah dinobatkan ke dokter  Laijapan : Dipantau kehadirannya Catatan khusus .Sakitnya perlu penanganan secara medis karena kelihatannya kena sakit maag. L. Anonim NIP.Berobatnya ke dokter tidak rutin. M. K. NIP. O. F. dan kalau dipaksa masuk mengancam akan bunuh diri. ketika sakitnya terasa kadang sampai siswa tidak sadar memukuli perut dan kepalanya sendiri.

279 .

Membuka kegiatan dengan doa .Mempersiapkan dan mengumpulkan para peserta b.Menjelaskan kegiatan yang akan ditempuh pada tahap berikutnya . Tahap Pembentukan : . Topik Permasalahan B. Kegiatan Konselor sebagai pimpinan kelompok a.Permainan penghangat c. dan memberikan alternatif jalan keluar pemecahan masalah d. dan gagasannya. . Kegiatan Siswa a.Memberikan usul kemungkinan pertemuan berikutnya 280 .Pemimpin dan sebagian anggota kelompok mengembangkan kesan dari hasil kegiatan .Doa penutup . berusaha mengembangkan pikiran. Tahap IV . Tahap Peralihan : .Diskusi interaktif yang melibatkan guru dan peserta e.Memberikan kesan-kesan tentang konseling kelompok yang telah membantu memecahkan masalah yang dialami bersama .Menawarkan atau mengamati apakah peserta sudah siap menjalankan tahap berikutnya .Secara terbuka menyampaikan sebagaimana topik di atas.Mendengarkan pembacaan kesimpulan konseling kelompok . ide.Menentukan jumlah anggota .Konselor menyimpulkan hasil diskusi . Tujuan Layanan : : : : : Masalah pribadi (bebas) Pribadi Konseling kelompok Pemahaman dan pengentasan .Memberikan motivasi kepada siswa untuk mengikuti kegiatan layanan tersebut dengan aktif d. Tahap III .Memberikan penjelasan cara-cara dan asas kegiatan bimbingan kelompok . Jenis Layanan D.Konseling kegiatan 2. Uraian Kegiatan dan Materi : 1.Menciptakan suasana kelompok yang dinamis b. Tahap Awal : . Tahap II .Aktif mengemukakan pendapat c. pendapat.Aktif membahas masalah.SATUAN LAYANAN KONSELING KELOMPOK A.Agar siswa mampu mengekspresikan pendapat. Fungsi Layanan E. Tahap Pengakhiran . saran. Bidang Bimbingan C. usul. Sasaran Layanan : G.Menjelaskan pengertian dan tujuan bimbingan kelompok . Siswa kelas XII IS – 1 F. Agar siswa mampu menerima pendapat dan saran dari orang lain (temannya). Tahap Kegiatan kelompok .Memperkenalkan diri . Tahap I .Memperhatikan penjelasan Konselor dan bertanya jika kurang jelas .

dan inovatif 2011 Mengetahui Kudus. kertas kosong Rencana Penilaian dan Tindak Lanjut Rencana Penilaian : 1. Metode I. Manis Waktu. Anonim Pihak-pihak yang Disertakan : Alat dan Perlengkapan : Kursi. Kemampuan siswa dalam mengemukakan pendapat 3. 131597012 Drs.Layanan informasi . N. K. Keterkaitan Layanan ini dengan Layanan / Kegiatan Pendukung . Tanggal. kreatif. Anonim NIP. Tempat Penyelenggaraan J. Mengungkapkan seberapa jauh layanan konseling kelompok telah membantu pemecahan masalah yang dihadapi bersama O. M. : : Ceramah. Catatan Khusus : Layanan konseling kelompok akan dapat berjalan lancar apabila semua anggotanya aktif. 20 Februari Kepala Sekolah Layana/Konselor Penerima Dra. 131693660 281 . Putu W.H. Semester : 90 menit. 2 (dua) Penyelenggara Layanan : Drs. NIP. buku catatan. L. Pengamatan terhadap antusias siswa 2. diskusi.Himpunan data . 20 Februari 2011.Layanan penyaluran P. tanya jawab Kelas XII IS – 1 SMA 1 Gd.

282 .

T. 2. Bingung ingin kuliah tetapi biaya tidak ada / orang tua kurang mampu 4. E.S.W. / P : Ingin kuliah tetapi orang tua kuran gmampu e. semua siswa aktif menyumbangkan pikirannya. / L : Bingung bekerja dulu atau kuliah 3.W. / P : Belajar cepat bosan g. / P : Rabu. T. Waktu Pelaksanaan Lingkup Pembicaraan 1. / P : Bingung ingin melanjutkan kuliah tidak ada biaya c.RESUME KONSELING KELOMPOK A. Sasaran : Nama : Konseling kelompok : Drs. 283 . Sebaiknya bekerja terlebih dahulu atau bekerja sambil kuliah b. N. Ingin mencari perhatian b. A.N. S. S. ingin bekerja d. Manis S/P A. S / P : Bingung dana untuk kepentingan kesehatan orang tua yang sedang sakit atau untuk kuliah f. 4. E. / L 7. St / L 5. Waktunya banyak diisi dengan kegiatan keagamaan c. ide dan gagasannya sehingga tampaknya ide dari teman-temannya cukup jitu sebagai bahan pertimbangan dalam menghadapi masa depan temantemannya. Kesan dan pesan Kesan : Konseling kelompok berjalan dengan lancar.K / L D. Anonim Siswa kelas XII IS – 1 SMA 1 : 1. Topik yang dibahas : a. 20 Februari 2011 Gd. Harus dipikirkan dampak baik buruknya dalam pelajaran maupun dengan teman  Topik kedua yang dibahas : Bingung ingin melanjutkan kuliah tidak ada biaya a.K.U. / L : Orang tua menyuruh kuliah tetapi sudah tidak punya semangat.K / P N. Bentuk Layanan B. 3.U.I.K. Penyelenggara C. Meminta bantuan kepada saudara yang mampu secara bergotong royong 5. St / L : Ingin mencari perhatian b.I. Tanggapan yang muncul dari siswa :  Topik pertama yang dibahas : Ingin mencari perhatian a.N / P 6. Mestinya mencari perhatian itu harus diarahkan ke hal-hal yang positif agar bermanfaat bagi dirinya maupun orang lain b. Sifat Topik : Topik bebas 2. E.S. Masalah yang muncul a.

Rabu. Mengamati kemampuan siswa dalam menyampaikan pendapat. Topik Permasalahan : Spesifikasi Bimbingan Bidang Bimbingan Jenis Layanan Fungsi Layanan Sasaran Layanan Topik bebas : : : : Pribadi Konseling kelompok Pemahaman dan pencegahan XII IS – 1 SMA 1 Gd. Siswa mempunyai keberanian untuk memberikan bantuan kepada teman kelompok dalam mengatasi masalahnya D. 131597012 Drs. Tempat : Ruang Laboratorium Kimia 3. Siswa berani mengungkapkan permasalahan yang dihadapi d. dan saran serta kemampuan dalam memecahkan masalah E. 20 Februari 2011. semester : 90 menit. Kudus. Putu W. 3. Analisa Hasil Penilaian 284 . NIP. Mengamati keaktifan dan antusias siswa selama kegiatan berlangsung b. 21 Februari Mengetahui 2011 Kepala Sekolah Layana/Konselor Penerima Dra. Evaluasi 1. Pelaksanaan Layanan 1. hari. Anonim NIP. Siswa dapat mengemukakan pendapat. Manis C. 1. 2 (dua) 2. 4. 131693660 LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI.Pesan : Konseling kelompok perlu dikembangkan terus agar siswa terbiasa untuk berpikir kreatif dan kooperatif. dan saran serta kemampuan dalam memecahkan masalah 2. ANALISA. Waktu. Deskripsi dan komentar a. Proses layanan berjalan dengan lancar c. ide. tanggal. B. DAN TINDAK LANJUT SATUAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING A. ide. Siswa aktif dan antusias dalam mengikuti layanan konseling kelompok b. Cara-cara penilaian : a. Siswa aktif dan antusias sekali b. Deskripsi dan komentar dalam proses layanan : a. 2.

Kegiatan Konselor sebagai pimpinan kelompok a.1. Siswa mampu menerima pendapat saran dari orang lain. 2. Memahami tentang school bullying. 131597012 Drs. E. C.Menentukan jumlah anggota . Tahap Awal : . agar terjadi dinamika kelompok yang kuat dan efektif. 3. dan saran. Mengidentifikasi masalah siswa yang belum terselesaikan dalam konseling kelompok utuk dibahas dalam waktu lain b. Topik Permasalahan B.Perkenalan . : Mewaspadai school bullying (tindak kekerasan pada anak sekolah Pribadi dan sosial Bimbingan kelompok Pemahaman dan pengentasan Bidang Bimbingan : Jenis Layanan : Fungsi Layanan : Tujuan Layanan : 1. F.Dilanjutkan dengan berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaannya . Deskripsi dan komentar kelompok dengan : : Menyimpulkan hasil-hasil pengamatan Siswa melaksanakan layanan konseling baik F. 4. 131693660 SATUAN LAYANAN KONSELING KELOMPOK A.Mempersiapkan dan mengumpulkan para peserta . Sasaran Layanan : Siswa kelas XI IS – 1 SMA 1 Gd. Tindak Lanjut 1. Deskripsi dan komentar : Konseling kelompok akan lebih banyak membawa manfaat bagi siswa dalam menuntaskan masalah Mengetahui 2011 Kepala Sekolah Layana/Konselor Kudus. 5. D. Penerima 21 Februari Dra. Putu W. ide. Cara-cara tindakan : a. Cara-cara analisa 2. NIP.Permainan 285 . Uraian Kegiatan dan Materi : 1. Manis G. Anonim NIP. Siswa mampu mencegah terjadinya school bullying.Pembukaan dengan salam . Menentukan waktu yang tepat untuk melakukan konseling kelompok berikutnya 2. Siswa mampu dan berani mengutarakanpendapat.

3. Keterkaitan Layanan ini dengan Layanan / Kegiatan Pendukung . 15 Februari 2011. Tempat Penyelenggaraan : : Ceramah. . dan memberikan alternatif jalan keluar pemecahan masalah d. c. meja kursi. tanya jawab Kelas XI IS – 1 SMA 1 Gd.Aktif membahas masalah. Tahap II . Manis J.b.Menjelaskan pengertian dan tujuan bimbingan kelompok. Waktu. Memberikan motivasi untuk mengikuti kegiatan layanan. Kemampuan siswa dalam membahas pendapat anggota. Tanggal.Bersama kelompok membahas topik yang sudah ditentukan.Menjelaskan asas bimbingan kelompok. Anonim L.Memberikan usul kemungkinan pertemuan berikutnya H. Tahap Pengakhiran . Tahap IV .Memberikan kesan-kesan tentang konseling kelompok yang telah membantu memecahkan masalah yang dialami bersama .Layanan informasi . saran. Tahap III . Kemampuan siswa dalam mengemukakan pendapat. kertas kosong N. Tahap I . 2. Tahap Kegiatan Kelompok : . Rencana Penilaian dan Tindak Lanjut Rencana Penilaian : 1. Pengamatan aktifitas dan antusias siswa dalam kegiatan.Memperhatikan penjelasan Konselor dan bertanya jika kurang jelas . Menjelaskan fungsi bimbingan kelompok. buku catatan.Konselor menyimpulkan hasil diskusi. 286 . Kegiatan Siswa a.Pemimpin dan sebagian anggota kelompok mengembangkan kesan dari hasil kegiatan . Metode I. Pihak-pihak yang Disertakan : Siswa anggota bimbingan kelompok M. Alat dan Perlengkapan : Bolpoin. berusaha mengembangkan pikiran.Menciptakan suasana kelompok yang dinamis b.Aktif mengemukakan pendapat c. Semester : 90 menit.Memperkenalkan diri . usul. .Doa penutup 2. Catatan Khusus : Untuk menyemarakkan dan keberhasilan layanan konseling kelompok dibutuhkan kebersamaan dan kreatifitas para anggota.Himpunan data . d. pendapat. Tahap Peralihan : . Penyelenggara Layanan : Drs.Mendengarkan pembacaan kesimpulan konseling kelompok .Layanan penempatan P. O. 2 (dua) K. diskusi.

15 Februari Penerima Dra. Anonim NIP. 131597012 Drs. NIP. Putu W. 131693660 287 .Mengetahui 2011 Kepala Sekolah Layana/Konselor Kudus.

Sifat Topik 2.Suasana sekolah tidak harmonis.R.18 D.W.1. / 27 / S. Manis : : : Bimbingan kelompok Drs. 11. (tindak 3. Kesan dan pesan Kesan : .II.II.Menimbulkan perkelahian massal.8 I. . / 30 / S.1.1. Akibat yang ditimbulkan dari school bullying : .26 N.0708. D.1.A.W. Bentuk Layanan B Penyelenggara C.1. 2. 10. Pesan : Hendaknya Konselor lebih sering memberikan layanan bimbingan kelompok karena banyak sekali manfaatnya. 288 . 9.0708.Ingin dianggap pemberani.II. b. 7. Anonim Siswa kelas XI IS – 1 1. Waktu Pelaksanaan E. 5. / 8 S.30 A.F.0708.7 E. / 9 / S.M.27 D.Siswa juga mampu memberikan gagasan kemungkinan cara mengatasi kekerasan terhadap anak sekolah.II.Dendam yang berkepanjangan.A. / 1 / S. 6. .P.RESUME KONSELING KELOMPOK A.0708.II.1 N.0708. .0708.J. 15 Februari 2011 Topik tugas Mewaspadai school bullying kekerasan pada anak sekolah.1. 3.1.Ingin mencari perhatian. Topik yang ditentukan : : : IS / 18 / S.W. Sebab-sebab school bullying .II.T. / 4 / S.1.DJ / 6 / S.Karena ikut-ikutan teman. . 4. / 19 / S.II.0708.19 Mn / 26 / S. Isi Bahasan a.II.9 L L L L /P P P P P P L Jum’at.0708. .Dikeluarkan dari sekolah.4 D.1.0708.II.Pengaruh di televisi. .6 A.Ternyata siswa mampu mengungkap dan membahas sebab akibat school bullying .0708.1.Terjadi tindak kriminal. .II.1. Lingkup Pembicaraan 1.0708.Balas dendam. .E. 8.II. F. Sasaran SMA 1 Gd. / 7 / S.

pencegahan 4. DAN TINDAK LANJUT SATUAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING A. Deskripsi dan komentar a. semester : (dua) 2. Evaluasi E.2011 Mengetahui Kudus. 2. NIP. Manis : Mewaspadai school bullying kekerasan pada anak sekolah) : : : : sosial Bimbingan Pemahaman dan (tindak Bidang Bimbingan Jenis Layanan Fungsi Layanan Sasaran Layanan XI IS – 1 SMA 1 Gd. Siswa aktif dan antusias dalam mengikuti layanan konseling kelompok 2. 2 Ruang Laboratorium Kimia Deskripsi dan komentar dalam proses layanan : 1. Siswa berani mengungkapkan permasalahan yang dihadapi 1. Pelaksanaan Layanan 1. 90 menit. Siswa dapat mengemukakan pendapat. b. ANALISA. Penerima 16 Februari Kepala Sekolah Layana/Konselor Dra. kelompok 3. ide. Analisa Hasil Penilaian 289 . Tempat : D. C. Mengamati kemampuan siswa dalam menyampaikan pendapat. 131597012 Drs. dan saran serta kemampuan dalam memecahkan masalah F. Waktu. Spesifikasi Bimbingan 1. Rabu. Putu W. hari. Proses layanan berjalan dengan lancar 3. 2. tanggal. Anonim NIP. Topik Permasalahan B. 131693660 LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI. 15 Februari 2011. dan saran serta kemampuan dalam memecahkan masalah. Siswa aktif dan antusias sekali b. ide. Mengamati keaktifan dan antusias siswa selama kegiatan berlangsung. Cara-cara penilaian : a.

0809. C. NIP.029 G. Rencana penilaian dan tindak lanjut : Penilaian : . D. Topik Permasalahan Bidang Bimbingan Jenis Kegiatan Fungsi Layanan Tujuan Kegiatan : : : : : 290 . Siswa memahami bagaimana cara mencegahnya. c. Orang tua siswa dipanggil ke sekolah. Deskripsi dan komentar : : Mengamati siswa dalam pergaulan baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah. 12 November 2011 K. Siswa memahami faktor penyebab kekerasan anak sekolah.1. Penerima 15 Februari 2011 Mengetahui Kepala Sekolah Layana/Konselor Dra. Putu W. Gambaran ringkas masalah : Siswa sering tidak masuk sekolah dengan alasan sakit. tetapi masih sering tidak masuk sekolah.1. Pihak yang disertakan dalam kunjungan rumah : Wali kelas (Ibu Mardiyah.dari Komite Sekolah L. Siswa melaksanakan layanan bimbingan kelompok dengan baik. E.Pd. S.) M. B. Pihak yang ingin dikunjungi : Orang tua dan anggota keluarga lain I. Deskripsi dan komentar : a. 131597012 Drs.11. Subjek yang mengalami masalah : B.000. 131693660 SATUAN KEGIATAN PENDUKUNG KUNJUNGAN RUMAH A. Tidak masuk sekolah dengan alasan sakit Pribadi Kunjungan rumah Pemahaman Mendapatkan informasi yang selengkapnya mengenai siswa dari orang tua pada saat siswa sakit F. H. Kudus. sehingga diharapkan tidak terjerumus dalam kekerasan yang berkepanjangan. Siswa perlu mendapat pemantauan dari semua personil sekolah. b. G. Tindak Lanjut 1. Keterkaitan layanan ini dengan layanan / kegiatan pendukung terdahulu : ..Laiseg : Melihat kondisi siswa saat sakit dan kondisi rumah tangga orang tua. Cara-cara tindakan 2. Waktu : Rabu.Panggilan orang tua N. Cara-cara analisa : Menyimpulkan hasil-hasil pengamatan 2. Anonim NIP. Biaya dan sumber : Rp 50.Konseling .

Anonim NIP.1. Diperiksakan lebih lanjut ke dokter.009 Siswa sering tidak masuk sekolah dengan alasan sakit (surat ijin palsu). S.Kepala Sekola F.BK . Manis 12 Perancang Layanan Konselor Dra. Bidang Bimbingan Jenis Kegiatan Fungsi Layanan Tujuan Kegiatan : : : : : Sering tidak masuk sekolah. November 2011 Mengetahui. / Kepala SMA 1 Gd. . Putu W. Topik Permasalahan B.0708. Gambaran ringkas masalah : H.12. apabila orang tua tidak mampu maka diusulkan ke sekolah. NIP. 131693660 SATUAN KEGIATAN PENDUKUNG KONFERENSI KASUS A. E. : Kudus. kurang serius dalam mengikuti pelajaran Belajar Konferensi kasus Pemahaman dan pengentasan Memperoleh informasi lengkap mengenai siswa dari semua unsur dan merencanakan bantuan kepada siswa. Subjek yang mengalami masalah : G.. 131597012 Drs. : Kalau masih sering sakit perlu direferal/alih tangan kasus ke dokter. siswa mengikuti pelajaran dengan santai. D. Catatan khusus Mengikuti perkembangan kesehatan lewat absen kelas. Peserta konferensi kasus : 291 . nilai jelek.Laijapen Tindak lanjut : O. Ketika masuk. C. sikap kepada guru tidak sopan.

Konseling . Put NIP.Tata Tertib Siswa Keterkaitan kegiatan ini dengan layanan / kegiatan pendukung terdahulu : .Presensi .Laiseg : Melihat jalannya konfeensi kasus. Catatan khusus : Siswa bersikap tidak seperti anak lain sejak ayahnya meninggal dunia.Kunjungan rumah Rencana penilaian dan tindak lanjut : Penilaian : .Panggilan orang tua untuk menginformasikan hasil evaluasi. Kudus.Konsultasi dengan orang tua . . Anonim NIP.Waka Kesiswaan Alasan konferensi kasus : Mendapatkan data yang lengkap dan mendapatkan masukan penanganan kepada siswa karena telah dikonseling belum ada perubahan. Tindak lanjut : .Orang tua dan Geografi) . L. 131597012 Drs. Waktu konferensi kasus : Selasa. O.Catatan laporan guru .(Matematika I. Wali Kelas - Dua guru mapel J. Mengetahui. Kepala SMA 1 Gd. N. .Memantau kehadiran siswa. K.Laijapen : Melaksanakan hasil masukan penanganan dari peserta konferensi kasus. 23 Oktober 2011 Biaya dan sumber : Bahan-bahan yang disertakan dalam konferensi kasus : .Konseling bagi siswa . M. 131693660 292 . masukan-masukan yang ada. Manis Oktober 2011 / Perancang Layanan Konselor Dra. .

tugas .Alat : Angket . Bertanya 3. Mengerjakan tugas Pertemuan I : . . Pihak lain yang disertakan O. Fungsi Layanan F. Tujuan Layanan G.) . Alat Perlengkapan dan Sumber P..Laijapen : Membaca dan mengomentari hasil kerja siswa. tanggal K. Memperhatikan 2. SQ 2.Laiseg : Bertanya ke siswa mengenai perasaan siswa setelah mendapatkan kegiatan layanan.ESQ dan keberhasilan diri Mengenali diri dan D. .Materi Layanan perencanaan perbaikan I. Anonim. Guru menjelaskan IQ. . EQ. 293 .Pembukaan 3 menit . Guru menanggapi 1.Laijapang : Memperhatikan sikap perilaku siswa.Memiliki dasar humaniora untuk menerapkan kebersamaan dalam kehidupan.Tanya jawab 10 menit .Sumber : LKS. Penilaian Proses Hasil : : : : : : Memperhatikan aktivitas dan partisipasi siswa . Jenis Layanan E. Sasaran Layanan H. Waktu. Penguasaan konten Pemahaman dan pengentasan .Siswa dapat mengembangkannilai yang ada dalam diri Kelas XII IA Klasikal.Tugas 40 menit .dari Komite 1.SATUAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING A. Topik Permasalahan B.Strategi Penyajian . Biaya dan sumber Sekolah L. Agustus minggu ke 3 dan 4 Fotokopi angket Rp 45. Buchori Nasution M.Guru Siswa Setting : : : : : : membuat : : : : : : diri Ruang kelas 2 x 45 menit. Bidang Bimbingan C.Penutup 2 menit Pertemuan II : .Apa itu ESQ . Rencana Tindak Lanjut : . Setting dan Pengalaman BK .Siswa dapat mengenali suara hatinya.Memiliki keyakinan dan ketakwaan sesuai dengan ajaran agama yang dianutnya. Guru memberi tugas 3.000. Kompetensi Dasar : : : ESQ dan Perencanaan Masa Depan Pribadi . Penyelenggara Layanan N. Tempat Penyelenggaraan J. Uraian Kegiatan .Pembukaan 3 menit .Penutup 2 menit Guru BK (Drs. apakah ada perubahan. Q. .Konseling bagi siswa yang membutuhkan.Materi 30 menit .

November 2011 Kepala SMA 1 Gd. Konselor Drs.Membuat siswa.. 131693660 12 294 . Manis Dra. Putu W. NIP. Mengetahui. 131597012 skala pengamatan sikap Kudus. Anonim NIP.

Sasaran Layanan H.Materi Layanan : : : I. Tempat Penyelenggaraan Waktu. . Kompetensi Dasar D. mawaddah. Layanan informasi Pemahaman .Pembukaan . Penjelasan materi dengan teknik tanya Memberi tugas diskusi materi Memberi tugas menganalisa kasus : 1. tanggal Biaya dan sumber Setting dan Pengalaman BK .Pengertian keluarga .Tugas analisa 25 menit . J. 3.dari Komite Sekolah 1.4 Film Rp 50.Ulasan kasus 17 32 5 5 3 37 5 3 3 : menit 295 .Kesimpulan Pertemuan III : .Siswa bisa menganalisa penyebab kasus perceraian. L.. Jenis Layanan E. Topik Permasalahan B. Maret 2011 minggu ke 2 .Arti keluarga bagi para penghuni .Siswa berkeluarga .Tanya jawab .Diskusi .Setting menit menit menit menit menit menit menit menit : : : : .Siswa mengetahui persiapan yang harus dilakukan dalam berkeluarga. 2. Mendengarkan dan menjawab 2. Mengerjakan tugas Pertemuan I : .Strategi Penyajian kelompok .Pembukaan . Fungsi Layanan F.000. berbangsa dan bernegara.Siswa mengetahui tugas/peran sebagai anggota keluarga. Tujuan Layanan : : : : : : Keluarga sakinah. Uraian Kegiatan . warohmah Bimbingan sosial Memiliki sikap yang mantap tentang kehidupan berkeluarga. Berdiskusi materi persiapan 3. Kelas XII IA Membahas materi dalam dinamika G. bermasyarakat.Pembukaan .Persiapan berkeluarga Ruang laboratorium Kimia 3 x 45 menit.Tugas/peranan anggota keluarga .Tanya jawab Pertemuan II : . K.Guru jawab persiapan kelas perceraian . . Bidang Bimbingan C.Materi .SATUAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING A.

Anonim NIP.Siswa dapat membuat surat lamaran kerja. Q. Memberi contoh surat lamaran 4.Pengertian karir . . Bidang Bimbingan C. Melihat partisipasi siswa saat diterangkan.. televisi. . Tujuan Layanan : : : : : : Mengenal dunia kerja Bimbingan karir Memiliki kemantapan pemahaman tentang perlunya pilihan karir yang tepat untuk dikembalikan lebih lanjut. Layanan informasi dan penguasaan konten Pemahaman . 131693660 SATUAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING A. Rencana Tindak Lanjut : Layanan konsultasi bagi yang membutuhkan. Uraian Kegiatan . L. internet.Siswa memiliki pengetahuan cara mencari pekerjaan.Laiseg : Bertanya kepada siswa mengenai perasaan siswa setelah setelah mengikuti materi. Fungsi Layanan F. Anonim. J.M. Kelas XII IA Klasikal.Laijapang : Melihat/mengikuti perkembangan siswa dalam hal berkeluarga kelak. tanggal Biaya dan sumber Setting dan Pengalaman BK . . Konselor Juli Dra.Materi Layanan : : : I. Pemberian contoh lowongan kerja lewat koran. Menerangkan materi 2.Alat . ceramah. Kepala SMA 1 Gd. radio. Sasaran Layanan H. Tempat Penyelenggaraan Waktu. Topik Permasalahan B. Putu W. 3. Alat Perlengkapan dan Sumber . 131597012 NIP. 2011 Mengetahui.Sumber P. Penyelenggara Layanan N.Guru : : : : . diskusi . Kompetensi Dasar D.Seleksi mencari lapangan kerja . Warohmah dan Surat nikah/buku nikah. Manis Kudus.) Berita di koran Buku Membentuk Keluarga Sakinah.dari Komite Sekolah 1. Bertanya yang kurang jelas G.Cara mencari lapangan kerja .000. Februari 2011 minggu ke 2 Fotokopi Rp 8.Penggolongan pekerjaan .Siswa contoh-contoh : 296 . Jenis Layanan E.Membuat lamaran kerja Ruang kelas 3 x 45 menit.Strategi Penyajian . Penilaian Proses Hasil : : : : : : : : Guru BK (Drs. Mawaddah. Memberi tugas 1. Pihak lain yang disertakan O. Drs. Memperhatikan penjelasan dan 2. 4 K.

Tujuan Layanan : : : : : : Etika sebagai alumni Akhlak mulia / budi pekerti Memiliki kemantapan pemahaman tentang aspek-aspek sosial dalam sistem etika dan nilai.Pembukaan . P. Anonim.Laijapen : Memeriksa hasil tugas siswa membuat surat lamaran. Jenis Layanan E.Laijapang : Mengumpulkan data alumni yang bekerja. 2011 Kepala SMA 1 Gd. buku lamaran pekerjaan.Setting menit menit menit menit menit menit menit : 3.Laiseg : Bertanya kepada siswa bagaimana cara mencari lowongan.Materi . Anonim NIP. koran . Kompetensi Dasar D. Konselor Juli Dra.Tanya jawab Pertemuan III : . Penyelenggara Layanan : Guru BK (Drs. . Hasil : .Pembukaan . Fungsi Layanan F.Alat : Komputer.Siswa memahami bagaimana bila bertemu guru.) N. Sasaran Layanan H.Tugas analisa 35 menit .Tanya jawab Pertemuan II : . Pihak lain yang disertakan : Guru TI O. Layanan informasi Pemahaman . Q.Kesimpulan 37 37 3 5 3 5 5 kasus 5 menit M. Mengerjakan tugas Pertemuan I : . 131597012 NIP. 131693660 SATUAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING A. Penilaian : Proses : Melihat antusiasme siswa dalam mengikuti pelajaran. .Siswa memahami bagaimana bersikap ketika datang ke sekolah. Putu W..Pembukaan . Drs. Alat Perlengkapan dan Sumber : . Uraian Kegiatan : 297 . Mengetahui.Sumber : Internet. Manis Kudus. Bidang Bimbingan C.Materi . . Kelas XII IS G. Rencana Tindak Lanjut : Layanan konsultasi bagi yang membutuhkan informasi lebih lanjut. Topik Permasalahan B.

Penilaian : Proses : Memperhatikan aktivitas siswa dalam penyampaian.Kesimpulan 5 menit Guru BK (Drs. Penyelenggara Layanan : N. pemberian contoh film.Alat : Film . tanya . Mengerjakan tugas . L. Anonim NIP.Kewajiban alumni bertemu guru Ruang kelas 1 x 45 menit. Q. J.Laiseg : Meminta tanggapan siswa jika ada alumni datang ke sekolah mencari siswa kelas I dengan langsung menyuruh anak mencarikan.Alumni bagian dari sekolah .Pembukaan 5 menit . tanggal Biaya dan sumber Setting dan Pengalaman BK . Meminta tanggapan. Menanggapi pertanyaan 3. 2.Sumber : Tata tertib alumni.. P. Tempat Penyelenggaraan Waktu.Menanggapi 25 menit . Alat Perlengkapan dan Sumber : .) Wali kelas Mengetahui. Putu W.000. 131693660 298 . Mei 2011 minggu ke 3 Film Rp 200.dari Komite Sekolah 1. Manis Kudus. 2011 Kepala SMA 1 Gd.Kewajiban alumni di masyarakat sekolah .Laijapang : Memantau alumni yang datang ke sekolah untuk suatu urusan.Strategi Penyajian jawab . Memutarkan film rekaman alumni I. Hasil : .Kewajiban alumni di masyarakat . Rencana Tindak Lanjut : Konsultasi bagi siswa yang kurang sepaham.Guru legalisir Siswa Setting : : : : : : M. Anonim. 131597012 Drs. .Materi Layanan : : Klasikal. Memperhatikan 2.. Konselor Juli Dra. 1. NIP. K.Memutar film 10 menit . Pihak lain yang disertakan : O.

Waktu J.Orang tua siswa Kamis. Catatan Khusus Laijapen Laijapang : : : : Mengetahui. Pihak yang disertakan : M. NIP. D.0809. Konselor Dra. Mengikuti hubungan siswa di kelas Konseling dengan siswa untuk menanyakan permasalah. Januari 2011 Kepala SMA 1 Gd. Uraian Kegiatan dan Layanan H. B. Anonim NIP. E.SATUAN LAYANAN KONSULTASI A.2. hanya bilang ingin pindah. Biaya dan Sumber K. Topik Permasalahan Bidang Bimbingan Jenis Layanan Fungsi Layanan Tujuan Layanan : : : : : : : Anak mengeluh ingin minta pindah sekolah Bimbingan belajar Layanan konsultasi Pemahaman Memperoleh informasi mengenai masalah siswa yang minta pindah Orang tua siswa B.027 Siswa menangis didepanorang tua minta pindah sekolah tetapi tidak memberikan alasannya mengapa minta pindah. 131597012 Drs. Manis Kudus.Laiseg : Tindak lanjut N. C. Pihak yang terlibat dlm konsultasi : I.11. Rencana penilaian dan tindak lanjut Penilaian : . Putu W.Guru BK . Alasan Konsultasi : : : L. F.Bertanya kepada teman-temannya. kegiatan : Menanyakan kepuasan orang tua dengan jawaban dari konselor. 22 Januari 2011 Orang tua bingung apa yang harus diperbuat karena anak tidak mau cerita permasalahannya. . Sasaran Layanan G. . Konseling dengan siswa dan pihak-pihak lain. 131693660 299 . Lihat hasil sosiogram mengenai hubungan siswa di kelas.

300 .

SATUAN LAYANAN MEDIASI A. B. C. D. E. Topik Permasalahan Bidang Bimbingan Jenis Layanan Fungsi Layanan Tujuan Layanan : : : : : Bertengkar dengan pacar di ruang UKS Bimbingan pribadi Layanan mediasi Pengentasan Agar tercapai kesepakatan dan hubungan kembali baik. A1.12.0809.044 dan A1.12.0809.045 Ruang UKS SMA 1 Gd. Manis - Guru BK Rabu, 4 Februari 2011 Pada jam ke 4, di ruang UKS terlihat 2 orang siswa yang sedang bertengar adu mulut. Jadi siswa tidak ikut pelajaran. - Pihak satu : siswi perempuan kelas XII IA-1 dengan kode A1.12.0809.044. - Pihak lain : Siswa laki-laki kelas XII IA-1, dengan kode A1.12.0809.045.
PIHAK LAIN Pihak laki-laki tidak merasa punya cewek lain. Sama-sama marah sambil memberikan informasi. Tidak mau putus. Menyatakan yang pakai HPnya adalah temannya, sehingga SMS itu bukan untuk dirinya. - Kesukarelaan - Kegiatan

F. Sasaran Layanan : G. Lokasi/tempat penyelenggaraan : H. Pihak yang terlibat dlm konsultasi : Tanggal : I. Biaya dan Sumber : J. Pemicu konflik : K. Pihak-pihak yang terlibat :

L. Kondisi Awal
NO. 1. 2. 3. 4. 5. KONDISI AWAL Hal dipersoalkan yang

PIHAK SATU Pacarnya dituduh punya cewek lain, terbukti dari SMS di HP si cowok. Marah-marah, cemburu. Minta putus. Bersikukuh pacarnya punya pacar lain, terbukti dari SMS cewek lain. Kesukarelaan Kegiatan

Kondisi yang ada Tuntutan Pertahanan diri Asas-asas mediasi

M. Pihak yang disertakan : Pihak-pihak yang berseteru. N. Rencana Penilaian dan Tindak lanjut Penilaian : - Laiseg : Menanyakan kepuasan layanan kepada pihak yang berseteru. - Laijapang : Melihat hubungan dua belah pihak selanjutnya. Tindak lanjut : Memanggil kedua belah pihak untuk didamaikan. N. Catatan Khusus : Mengetahui, Februari 2011 Kepala SMA 1 Gd. Manis Kudus, Konselor

Dra. Putu W. NIP. 131597012

Drs. Anonim NIP. 131693660

301

302

SATUAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING A. Topik Permasalahan syarat kelulusan B. Bidang Bimbingan C. Kompetensi Dasar D. Jenis Layanan E. Fungsi Layanan F. Tujuan Layanan G. Sasaran Layanan H. Uraian Kegiatan - Strategi Penyajian - Materi Layanan I. Tempat Penyelenggaraan J. Waktu, tanggal dan 4 K. Biaya dan sumber L. Setting dan Pengalaman BK - Guru Siswa Setting : : : : : : : : : : : : : : : Ujian Nasional dan Ujian Sekolah serta Bimbingan belajar Pemahaman tentang ujian serta mampu menyiapkan diri dengan baik. Layanan informasi Pemahaman - Siswa mengetahui tentang waktu ujian. - Siswa mengetahui syarat peserta ujian - Siswa mengetahui syarat kelulusan. Kelas XII IA Klasikal, ceramah, dan tanya jawab - Syarat peserta ujian - Waktu dan materi ujian - Syarat kelulusan Ruang kelas XII IA – 1 dan 2 2 x 45 menit, Januari 2009 minggu ke 3 Fotokopi Rp 27.000,- dari Komite Sekolah 1. Penjelasan materi. 2. Pembahasan bahan. 3. Tanya jawab 1. Memperhatikan penjelasan materi 2. Menjawab 3. Bertanya Pertemuan I : - Pembukaan 3 menit - Pmbahasan materi 37 menit - Tanya jawab 5 menit Pertemuan II : - Pembukaan 3 menit - Penjelasan materi 32 menit - Tanya jawab 5 menit - Kesimpulan 5 menit Guru BK (Drs. Anonim.) Wakil Kepala Sekolah Urusan Kurikulum

M. Penyelenggara Layanan : N. Pihak lain yang disertakan : O. Alat Perlengkapan dan Sumber : - Alat : Fotokopi materi - Sumber : POS Ujian dari BSNP tahun 2011 P. Penilaian : Proses : Melihat antusiasme siswa dalam mengikuti pelajaran. Hasil : - Laiseg : Bertanya ke siswa bilamana siswa dinyatakan lulus. - Laijapen : Melihat kemajuan belajar siswa lewat try out. - Laijapang : Memantau hasil ujian nasional dan ujian sekolah. Q. Rencana Tindak Lanjut : Konseling kelompok bagi siswa yang hasil try outnya jelek. Mengetahui, Kudus, Juli

2011

303

Kepala SMA 1 Gd. Manis

Konselor

Dra. Putu W. NIP. 131597012

Drs. Anonim NIP. 131693660

304

SATUAN LAYANAN KONSELING PERORANGAN A. Topik Pembahasan B. Rumusan Kompetensi C. Bidang Bimbingan D. Jenis Layanan E. Fungsi Layanan F. Tujuan/Hasil yang ingin meningkatkan motiDicapai G. Sasaran Layanan H. Waktu Pelaksanaan Hari, Tanggal, Semester I. Tugas Perkembangan J. : : : : : : : : : : Kehidupan Pribadi Memiliki kesadaran dan dorongan untuk meningkatkan motivasi belajar Bidang belajar Konseling perorangan Pengentasan Memberi kesadaran pada diri klien agar vasi belajar A1.12.0809.029 1 x 45 menit Rabu, 17 November 2011, Semester I Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang kehidupan mandiri secara emosional, sosial intelektual dan ekonomi

K. L. M. N. O. P. O.

Uraian Kegiatan 1. Strategi Penyajian : Tanya jawab 2. Format kegiatan : Perorangan 3. Uraian materi :  Kegiatan Konselor : 1. Mengidentifikasi masalah klien 2. Mendiagnosa penyebab timbulnya masalah klien 3. Melakukan prognosis tentang kemungkinan pemecahan masalah 4. Melakukan treatment atau tindakan bantuan 5. Mengevaluasi hasil konseling dan menyimpulkannya  Kegiatan Klien : 1. Mengemukakan masalah secara jelas 2. Ikut terlibat diagnosis tentang sebab timbulnya masalah 3. Memilih alternatif pemecahan masalah 4. Melakukan pemecahan masalah Metode : Behavioristik Tempat Pelaksanaan : Ruang BK Penyelenggara Layanan : Guru BK (Drs. Anonim.) Pihak yang Disertakan : Wali kelas Alat dan Perlengkapan : Rekapitulasi nilai mid semester, bollpoint, buku sosiometri, dan DCM Keterkaitan Layanan ini dengan Kegiatan Pendukung : Evaluasi : Setelah diadakan konseling anak tidak menunjukkan perubahan tingkah laku, maka akan diberikan konseling lanjutan.

Mengetahui, November 2011 Kepala SMA 1 Gd. Manis

Kudus, Konselor

17

Dra. Putu W. NIP. 131597012

Drs. Anonim NIP. 131693660

305

SATUAN LAYANAN KONSELING KELOMPOK A. B. C. D. E. Masalah pribadi (bebas) Bimbingan pribadi Konseling kelompok Pemahaman dan Pengentasan - Agar siswa mampu mengekspresikan pendapatnya, idenya, dan gagasannya. - Agar siswa mampu menerima pendapat dan saran dari orang lain. F. Sasaran Layanan : Siswa kelas XI IPS-1 G. Uraian Kegiatan dan Materi : 1. Kegiatan Konselor sebagai pimpinan kelompok a. Tahap Awal : - Menentukan jumlah anggota - Mempersiapkan dan mengumpulkan para peserta b. Tahap Pembentukan : - Membuka kegiatan dengan doa - Menjelaskan pengertian dan tujuan bimbingan kelompok Memberikan penjelasan cara-cara dan asas kegiatan bimbingan kelompok - Permainan penghangat c. Tahap Peralihan : - Menjelaskan kegiatan yang akan ditempuh pada tahap berikutnya - Menawarkan atau mengamati apakah peserta sudah siap menjalankan tahap berikutnya - Memberikan motivasi kepada siswa untuk mengikuti kegiatan layanan tersebut dengan aktif. d. Tahap Kegiatan Kelompok : - Secara terbuka menyampaikan sebagaimana topik di atas. - Diskusi interaktif yang melibatkan guru dan peserta. e. Tahap Pengakhiran : - Konselor menyimpulkan hasil diskusi. - Pemimpin dan sebagian anggota kelompok mengembangkan kesan dari hasil kegiatan. - Doa penutup - Konseling lanjutan 2. Kegiatan Siswa Tahap I : a. Memperkenalkan diri. b. Menciptakan suasana kelompok yang dinamis. Tahap II : a. Memperhatikan penjelasan Konselor dan bertanya jika kurang jelas. b. Aktif mengemukakan pendapat. Tahap III : Aktif membahas masalah, berusaha mengembangkan pikiran, pendapat, usul, saran, dan memberikan alternatif jalan keluar pemecahan masalah. Tahap IV : a. Mendengarkan pembacaan kesimpulan konseling kelompok. b. Memberikan kesan-kesan tentang konseling kelompok yang telah membantu memecahkan masalah yang dialami bersama. Topik Permasalahan Bidang Bimbingan Jenis Layanan Fungsi Layanan Tujuan Layanan : : : : :

306

c. Memberikan usul kemungkinan pertemuan berikutnya. H. Metode : Ceramah, diskusi, tanya jawab I. Tempat Penyelenggaraan : Ruang laboratorium Kimia J. Waktu, Tanggal, Semester : 90 menit, Rabu, 12 November 2011, I (Satu) K. Penyelenggara Layanan : Guru BK (Drs.Anonim) L. Pihak-pihak yang Disertakan : M. Alat dan Perlengkapan : Kursi, buku catatan, kertas kosong. N. Rencana Penilaian dan Tindak Lanjut : 1. Rencana Penilaian : a. Pengamatan terhadap antusiasme siswa. b. Kemampuan siswa dalam mengemukakan pendapat. c. Mengungkapkan seberapa jauh layanan konseling kelompok telah membantu pemecahan masalah yang dihadapi bersama. 2. Tindak Lanjut : O. Keterkaitan Layanan ini dengan layanan/kegiatan pendukung : - Layanan informasi - Himpunan data - Layanan penyaluran P. Catatan Khususu : Layanan konseling kelompok akan dapat berjalan lancar apabila semua anggotanya aktif, kreatif, dan inovatif.

Mengetahui, November 2011 Kepala SMA 1 Gd. Manis

Kudus, Konselor

12

Dra. Putu W. NIP. 131597012

Drs.Anonim NIP. 131693660

307

308 .

smt : 90 menit. ide. dan saran serta kemampuan dalam memecahkan masalah. Bidang Bimbingan : Pribadi 2. Putu W. Deskripsi dan komentar dalam proses layanan : o Siswa aktif dan antusias dalam mengikuti layanan konseling kelompok. Mengetahui 2011 Kepala SMA 1 Gd.Mengamati kemampuan siswa dalam menyampaikan pendapat. Manis C. Deskripsi dan Komentar : Konseling kelompok akan lebih banyak membawa manfaat bagi siswa dalam menuntaskan masalah. Topik Permasalahan : Bebas B. o Siswa berani mengungkapkan permasalahan yang dihadapi. Rabu. Konselor 12 November Drs. Cara-cara Tindakan : . 131693660 309 . Spesifikasi Bimbingan : 1. Fungsi Layanan : Pemahaman dan pencegahan 4. Cara-cara Penilaian : . ide. Waktu. tanggal. . Cara-cara Analisa : Menyimpulkan hasil-hasil pengamatan.Siswa dapat mengemukakan pendapat. o Proses layanan berjalan dengan lancar. Analisa Hasil Penilaian : 1.Siswa aktif dan antusias sekali. Jenis Layanan : Konseling kelompok 3. Pelaksanaan Layanan : 1. Sasaran Layanan : Kelas XI IPS-1 SMA 1 Gd. Tempat : Ruang laboratorium Kimia 3. Manis Dra. E. F. 12 November 2011.Mengamati keaktifan dan antusias siswa selama kegiatan berlangsung. . o Siswa mempunyai keberanian untuk memberikan bantuan kepada teman kelompok dalam mengatasi masalahnya. Anonim NIP. saran. . 2.Mengidentifikasi masalah siswa yang belum terselesaikan dalam konseling kelompok untuk dibahas pada waktu lain. 2.Menentukan waktu yang tepat untuk melakukan konseling kelompok berikutnya. D. dan kemampuan dalam memecahkan masalah. 131957012 Kudus. Evaluasi : 1. 2. Deskripsi dan komentar : Siswa melaksanakan layanan konseling kelompok dengan baik. ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN LAYANAN PENDUKUNG A. I (satu) 2. NIP. Deskripsi dan Komentar : . Tindak Lanjut : 1.LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI. hari.

310 .

Tindak Lanjut 1. RP/24/P h. IQ/12/P d. Kesan dan Pesan : . Waktu Pelaksanaan E.Jika diajak bicara tidak nyambung Tuntutan orang tua terlalu tinggi Orang tua kurang memperhatikannya HP disita orang tuanya Susah menolak pacar 1. IQ/12/P 7. MK/18/P 3.Orang tua khawatir jika menggunakan HP akan mengganggu pelajaran.Siswa belum dapat membagi waktu antara belajar dan bermain. FK/7/L 6. 12 November 2011 Laboratorium Kimia Bebas Susah mengatur waktu Tidak konsentrasi dan susah tidur Sering gelisah. Bentuk Layanan B.Manis Dra.Konseling kelompok berjalan dengan lancar.Orang tua menginginkan keberhasilan dalam belajar kelak untuk mencapai cita-cita.) Siswa kelas XI Bhs-1 SMA 1 Gd. Lingkup Pembicaraan 1. . . . HP disita orang tua 2. Masalah yang muncul a. 131957012 Kudus. HP disita orang tua : . ES/6/P 5. RA/25/P G. NIP. LS/17/P f.. 2011 Mengetahui Kepala SMA 1 Gd. KW/15/L e. Anonim NIP. Anonim. Tanggapan yang muncul dari siswa : a. 131693660 311 . MK/18/P g. Orang tua terlalu mengekang : Orang tua takut anaknya terjerumus kedalam kebebasan anaknya pergaulan bebas. takut kalau dapat nilai jelek .RESUME KONSELING KELOMPOK A.Partisipasi siswa secara aktif. Topik yang dibahas : : : : : : : : : : : : : : : mengekang kebebasan 2. Orang tua terlalu D. Tempat F.Siswa belum dapat menggunakan HP untuk kegiatan yang bermanfaat bagi pelajaran. KW/15/L 8. ES/6/P b. Sasaran Anggota Nama : : : : Konseling kelompok Guru BK (Drs. LS/17/P 2. . Konselor 12 November Drs. Putu W. 3.Tidak konsentrasi dalam belajar . RP/24/P 4. RA/25/P Rabu. b. FK/7/L c. Penyelenggara C. Sifat Topik 2. Manis 1.

312 .

Siswa aktif dan antusias sekali. Sasaran Layanan : C. Deskripsi dan Komentar E. NIP. Tujuan Layanan kerja. Tempat : D. Siswa mampu mempersiapkan memasuki dunia kerja Kelas XII IPS-2 SMA 1 Gd. Februari 2011 minggu ke 2 – 4. 131693660 313 .LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI. Deskripsi dan komentar F. Jenis Layanan 3. Bidang Bimbingan 2. Cara-cara Tindak Lanjut 2. Cara-cara Penilaian : 2. Analisa Hasil Penilaian : 1. : : : : : : Pekerjaan dan lowongan kerja Karir Informasi Pemahaman dan pemeliharaan a. Memberikan siswa untuk selalu berintrospeksi dalam belajar. Siswa mampu mengetahui tentang dunia b. diri 5. Siswa sebagian besar dapat menjawab. Konselor 14 November Drs. tanggal. Siswa aktif memberikan tanggapan dan kemampuan diri dalam belajar yang telah disiapkan oleh guru. : : 2011 Mengetahui Kepala SMA 1 Gd. hari. Cara-cara Analisa 2. Usaha guru BK perlu mendapat dukungan dari personil sekolah yang berkompeten. II Ruang kelas XII IPS-2 Mengamati / observasi. Anonim NIP. Bertanya kepada siswa. Tindak Lanjut : 1. 131957012 Kudus. smt : 2. Fungsi Layanan 4. Evaluasi : 1. Manis Dra. Spesifikasi Bimbingan 1. Manis 45 menit. ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN LAYANAN PENDUKUNG A. Topik Permasalahan B. Pelaksanaan Layanan : 1. Waktu. Deskripsi dan Komentar : : : Menyimpulkan analisa hasil kegiatan. Putu W.

314 .

Cara-cara Tindak Lanjut : . sekolah dapat menginformasikan hasil dan pemeriksaan dokter/proses referal. Pelaksanaan Pendukung : 1. E. Deskripsi dan Komentar : .029 C. Konselor Januari Drs. Mengetahui 2011 Kepala SMA 1 Gd. F.Melalui konsultasi. Tindak Lanjut : 1.Melalui konseling Konselor bisa lebih memotivasi siswa agar lebih mantap di jurusan itu atau pindah jurusan. . Fungsi Pendukung : Pengentasan 4.Memanggil orang tua untuk konsultasi. Topik Permasalahan : Sering tidak masuk sekolah karena sakit perut dan pusing B. . . Bidang Bimbingan : Pribadi 2. Deskripsi dan komentar tentang pelaksanaan pendukung : . Sasaran : B1. . 26 Januari 2011 2. 2. Putu W. baik klien maupun dokter terlihat antusias untuk bertanya-tanya. .Siswa kooperatif. Cara-cara Penilaian : . ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN PENDUKUNG BIMBINGAN KONSELING ALIH TANGAN KASUS / REFERAL A. 131957012 Kudus.Siswa tidak suka dengan jurusan yang diikuti. Jenis Pendukung : Alih tangan kasus 3. mau bercerita mengenai penyakitnya. Tempat : Ruang praktik dokter Rumanah 3. NIP. Deskripsi dan Komentar : . 2. Spesifikasi Bimbingan : 1.Dokternya sangat kooperatif. Cara-cara Analisa : Menyimpulkan hasil pengamatan.Konseling individual.11.0809. Deskripsi dan komentar : .Siswa sakit maag dengan penyebab pikiran yang lebih dominan.Referal berjalan dengan baik. 131693660 315 .Bertanya pada akhir layanan kepada dokter “apa penyakit siswa”. Anonim NIP.LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI. Evaluasi (penilaian) : 1. Waktu : Senin.Dokter baik sekali karena ramah dan banyak memberi masukan/saran. 2. . karena mau bercerita dan memberi motivasi dan saran kepada klien. D. Analisa Hasil Penilaian : 1.Pengamatan / observasi. Manis Dra.

316 .

“Apakah puas dengan layanan ini”. . Sasaran : S1. Deskripsi dan Komentar : . siswa akan lebih terbuka pemikirannya. Mengetahui 2011 Kepala SMA 1 Gd. Jenis Pendukung : Konferensi kasus 3. 23 Oktober 2011 2. Manis Dra. 2. Anonim NIP. 131693660 317 . NIP. 2. Putu W. semua berpartisipasi dalam konferensi kasus ini.Ada usulan-usulan pemecahan masalah baik dari guru maupun Kepala Sekolah. . ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN PENDUKUNG BIMBINGAN KONSELING KONFERENSI KASUS A. Konselor Oktober Drs. Evaluasi (penilaian) : 1. Analisa Hasil Penilaian : 1. 131957012 Kudus.Sekolah dan guru menjadi lebih tahu mengenai keadaan siswa di rumah.Konseling individual. .Peserta rapat.Walaupun agak molor dari waktu yang ditulis di undangan namun berjalan dengan lancar.Orang tua memperoleh manfaat dari layanan konferensi kasus ini karena mendapat masukan-masukan. Fungsi Pendukung : Pemahaman dan Pengentasan 4. Pelaksanaan Pendukung : 1. Cara-cara Analisa : Memberikan pertanyaan reflektif kepada orang tua dan guru 2. Waktu : Selasa. Bidang Bimbingan : Belajar 2. Cara-cara Penilaian : .Bertanya kepada orang tua setelah layanan ini selesai.LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI. guru memberikan informasi yang cukup dan orang tua terbuka.Pengamatan / observasi pada saat layanan berlangsung. Topik Permasalahan : Sering tidak masuk sekolah. . Tindak Lanjut : 1. . Cara-cara Tindak Lanjut : .0809. . Deskripsi dan Komentar : .Dengan konseling individual.Dengan konseling kelompok. Spesifikasi Bimbingan : 1. kurang serius dalam mengikuti pelajaran B. Deskripsi dan komentar tentang pelaksanaan pendukung : .Orang tua/ibunya kooperatif dengan layanan ini. F. D. Tempat : Ruang Kepala Sekolah 3.003 C.12. E.Konseling kelompok. siswa akan mendapat masukan dari teman-temannya. Deskripsi dan komentar : .

318 .

Kondisi rumah sederhana. . 12 November 2008 2.LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI. Deskripsi dan Komentar : Melalui layanan referal akan diketahui dengan lebih akurat penyebab sakit dan akan mendapat penanganan yang tepat. 2.Pengamatan / observasi. Mengetahui 2011 Kepala SMA 1 Gd. Tempat : Gd. Putu W.029 C. F. Anonim. . Jenis Pendukung : Kunjungan rumah 3.0809.Siswa membutuhkan layanan ini untuk keberhasilan dalam belajar. 131957012 Kudus. selebihnya berada di rumah budenya. Bidang Bimbingan : Pribadi 2. Manis 3. E.Orang tua memperoleh manfaat dari hasil layanan yang diberikan oleh Konselor. D. ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN PENDUKUNG BIMBINGAN KONSELING HOME VISIT / KUNJUNGAN RUMAH A. 2. .Siswa membang benar-benar sakit di rumah dengan kondisi rumahnya yang sederhana. Fungsi Pendukung : Pemahaman 4. Deskripsi dan komentar tentang pelaksanaan pendukung : . Deskripsi dan Komentar : .Orang tua terbuka dengan Konselor. Pelaksanaan Pendukung : 1. karena Bapaknya sedang bekeja. . Deskripsi dan komentar : . Cara-cara Analisa : Bertanya aktif kepada orang tua. Spesifikasi Bimbingan : 1.Siswa berada di rumah kalau sedang sakit. NIP. NIP. Analisa Hasil Penilaian : 1. Tindak Lanjut : 1.11.Orang tua agak bosan dan keberatan dengan penyakit anaknya. Konselor November Drs.Diterima oleh ibunya. Topik Permasalahan : Tidak masuk sekolah dengan alasan sakit B. siswa sakit di rumah. Cara-cara Tindak Lanjut : Layanan referal/alih tangan kasus ke dokter. Evaluasi (penilaian) : 1. Sasaran : B1. . 2. Waktu : Rabu. . Cara-cara Penilaian : . 131693660 319 . Manis Dra. atau sebelum berangkat di rumah orang tua.Bertanya setelah layanan selesai “Apa rencana dengan penanganan sakit anak/siswa dari orang tua”.

320 .

Manis Dra. Putu W. Waktu : 2 x 45 menit. 131957012 Kudus. NIP.LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI. serta cukup antusias ketika disuruh bertanya.Melalui bimbingan kelompok.Pengamatan / observasi selama kegiatan berlangsung. Cara-cara Penilaian : .Siswa mendapat manfaat dari hasil layanan yang diberikan Konselor. Jenis Pendukung : Penguasaan konten 3. Fungsi Pendukung : Pemahaman. Cara-cara Tindak Lanjut : . 23. 22.Siswa aktif mendengar dan bertanya. Evaluasi (penilaian) : 1.Siswa merasa terbuka hatinya dengan disuruh mengenali diri sendiri. Analisa Hasil Penilaian : 1.Layanan bimbingan kelompok. Tempat : Ruang kelas 3. Deskripsi dan Komentar : . siswa dapat berlatih mengeluarkan pendapat/tanggapannya. Deskripsi dan komentar tentang pelaksanaan pendukung : .Siswa hadir semua dan tenang ketika diterangkan. Spesifikasi Bimbingan : 1. Pelaksanaan Pendukung : 1. F.Siswa membutuhkan materi layanan tersebut untuk keberhasilan dalam belajar di dalam kelas dan hubungan sosial. Deskripsi dan komentar : . Tindak Lanjut : 1. D. . 2. Deskripsi dan Komentar : .Menanyakan kepada siswa pada akhir kegiatan layanan bagaimana perasaan siswa setelah kegiatan ini. Anonim. . . 131693660 321 . Bidang Bimbingan : Pribadi 2. Konselor 3 September Drs. Cara-cara Analisa : Mengajukan pertanyaan reflektif kepada siswa. NIP. 29. Mengetahui 2011 Kepala SMA 1 Gd. pencegahan 4. Sasaran : Kelas XII IA C. 2. E. ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN PENDUKUNG BIMBINGAN KONSELING A. Topik Permasalahan : ESQ dan keberhasilan diri B. 30 Agustus 2011 2. 2.

131957012 Kudus.Layanan bimbingan kelompok. . Fungsi Pendukung : Pemahaman dan pencegahan 4.Siswa aktif mendengar dan bertanya. Jenis Pendukung : Informasi 3. 131693660 322 .Layanan berjalan dengan baik.LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI. Pelaksanaan Pendukung : 1. D. ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN PENDUKUNG BIMBINGAN KONSELING A. Deskripsi dan komentar tentang pelaksanaan pendukung : .Siswa menganggap kegiatan tersebut penting untuk dipelajari. Topik Permasalahan : Panduan operasional Ujian Nasional dan Ujian Sekolah B.Melalui bimbingan kelompok. Bidang Bimbingan : Belajar 2. Cara-cara Penilaian : . Sasaran : Kelas XII IA C.Menanyakan kepada siswa mengenai materi (syarat-syarat kelulusan). Spesifikasi Bimbingan : 1. Anonim. F.Siswa membutuhkan materi layanan tersebut untuk keberhasilan dalam belajar di dalam kelas dan hubungan sosial.Mengamati keaktifan siswa selama kegiatan berlangsung. NIP. Konselor 25 Januari Drs. Analisa Hasil Penilaian : 1. E. Cara-cara Tindak Lanjut : . Deskripsi dan Komentar : . Evaluasi (penilaian) : 1. 2. Tindak Lanjut : 1. NIP. 2011 Mengetahui Kepala SMA 1 Gd. Cara-cara Analisa : Memberi pertanyaan reflektif kepada diri sendiri dan siswa. 23 – 24 Januari 2011 2.Siswa dapat menjawab dengan baik. 2. Deskripsi dan komentar : . . Waktu : 1 x 45 menit. Tempat : Ruang kelas 3. Manis Dra. Putu W. siswa mendapat kesempatan yang banyak untuk bertanya. Deskripsi dan Komentar : . 2. siswa nampak memperhatikan dengan baik dan aktif bertanya. .

Deskripsi dan komentar : Untuk lebih efektif danintensif dalam layanan maka diperlukan latihan/praktik. Tempat : Ruang kelas 3. 2. . Mengetahui Kepala SMA 1 Gd. Tindak Lanjut : 1.Siswa yang hadir 38 orang.Layanan bimbingan kelompok. 22. 131693660 323 .Siswa cukup antusias menanggapi pertanyaan guru.Observasi / pengamatan. Sasaran : Kelas XII IS C. Analisa Hasil Penilaian : 1. .Meminta tanggapan kepada siswa-siswa pada akhir kegiatan layanan. Deskripsi dan komentar tentang pelaksanaan pendukung : . Deskripsi dan Komentar : . Anonim. Jenis Pendukung : Informasi 3. Pelaksanaan Pendukung : 1. Cara-cara Tindak Lanjut : . E.LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI. NIP. Putu W. tidak lewat kantor/piket. Cara-cara Penilaian : . Evaluasi (penilaian) : 1. Waktu : 1 x 45 menit. 24 Mei 2011 Konselor Drs. 2. F. ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN PENDUKUNG BIMBINGAN KONSELING A. sakit 2 orang. 24 Mei 2011 2. Cara-cara Analisa : Mengajukan pertanyaan reflektif kepada diri sendiri. 2. Deskripsi dan Komentar : . D. 131957012 Kudus. Topik Permasalahan : Etika sebagai alumni B. Bidang Bimbingan : Akhlak mulia / budi pekerti 2.Siswa antusias ketika mengikuti materi/kegiatan layanan. bagaimana kalau ada alumni yang butuh dengan siswa langsung menyuruh siswa lain memanggilkan yang bersangkutan. . Fungsi Pendukung : Pemahaman 4. siswa bisa lebih dalam lagi membahas masalah alumni. Spesifikasi Bimbingan : 1.Siswa antusias mengikuti kegiatan dengan melihat film dan cukup antusias ketika disuruh menanggapi.Melalui bimbingan kelompok. NIP. Manis Dra.

324 .

2. 28 Februari 2011 2. Evaluasi (penilaian) : 1. 13.Pengamatan/observasi selama kegiatan berlangsung.Siswa terlihat antusias ketika guru menerangkan materi. ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN PENDUKUNG BIMBINGAN KONSELING A. Pelaksanaan Pendukung : 1. Cara-cara Tindak Lanjut : . 2. 14. siswa mendapat kesempatan mengemukakan hal-hal/masalah yang belum jelas. Bidang Bimbingan : Karir 2. Cara-cara Penilaian : . NIP. 27. Mengetahui Kepala SMA 1 Gd. 131957012 Kudus. Anonim. Sasaran : Kelas XII IA C. Topik Permasalahan : Mengenal Dunia Kerja B.Layanan bimbingan kelompok. Jenis Pendukung : Informasi dan penguasaan konten 3. Tindak Lanjut : 1. . . 2. 2 Maret 2011 Konselor Drs. 21.Siswa masuk semua. Deskripsi dan Komentar : . Cara-cara Analisa : Memberi pertanyaan reflektif kepada diri sendiri.Siswa aktif mendengar dan bertanya. Manis Dra. Tempat : Ruang kelas 3.LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI. Waktu : 3 x 45 menit.Melalui bimbingan kelompok. . Deskripsi dan Komentar : . Deskripsi dan komentar tentang pelaksanaan pendukung : .Siswa memperoleh manfaat dari hasil layanan yang diberikan oleh Konselor. . Deskripsi dan komentar : .Bertanya kepada siswa pada akhir layanan/kegiatan “Bagaimana cara mencari lowongan pekerjaan”. NIP. Spesifikasi Bimbingan : 1. 20. D. E. Putu W. 131693660 325 . Fungsi Pendukung : Pemahaman 4. F. Analisa Hasil Penilaian : 1.Siswa dapat menjawab dengan baik.Kegiatan/layanan ini menarik dan menyenangkan.

326 .

Warohmah B. siswa segera melakukan dengan senang.Siswa memperoleh manfaat dari layanan yang diberikan Konselor. Sasaran : Kelas XII IA C. siswa memperhatikan. siswa dapat berlatih mengeluarkan pendapat/tanggapannya. 14.Pada saat memberi tugas. Cara-cara Tindak Lanjut : . Fungsi Pendukung : Pemahaman 4. 27. NIP. 2. 2. F. NIP. . Topik Permasalahan : Keluarga Sakinah. 20. Deskripsi dan komentar tentang pelaksanaan pendukung : . 131957012 Kudus. 21. sebagian besar siswa ingin menjawab. 30 Maret 2011 Konselor Drs. ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN PENDUKUNG BIMBINGAN KONSELING A. E.Pada saat memberi tugas membacakan. Manis Dra.Melalui bimbingan kelompok. Putu W. . 13. Bidang Bimbingan : Sosial 2. . siswa dengan segera mengerjakan. D. . Tempat : Ruang kelas 3. Analisa Hasil Penilaian : 1.Pada waktu guru menerangkan.Pada saat guru bertanya.Kegiatan/layanan ini menarik dan menyenangkan.Sebagian besar siswa antusias/serius pada waktu Konselor memberi ceramah. Spesifikasi Bimbingan : 1.Pengamatan/observasi ketika kegiatan berlangsung. 28 Maret 2011 2.Bertanya kepada siswa pada akhir layanan. Jenis Pendukung : Informasi 3. Evaluasi (penilaian) : 1.Banyak siswa menginginkan materi ini dibahas lagi dalam kegiatan lain. Mengetahui Kepala SMA 1 Gd. Deskripsi dan Komentar : . Tindak Lanjut : 1. Cara-cara Analisa : Mengajukan pertanyaan reflektif kepada siswa. Deskripsi dan Komentar : .Banyak siswa yang tunjuk jari ketika diberi kesempatan bertanya. Pelaksanaan Pendukung : 1. 131693660 327 . . 2. Waktu : 3 x 45 menit. Anonim. Mawaddah. Cara-cara Penilaian : .LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI.Layanan bimbingan kelompok. Deskripsi dan komentar : . . .

328 .

Keduabelah pihak kooperatif dengan Konselor.045 C.LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI. NIP. NIP. Cara-cara Analisa : Mengajukan pertanyaan reflektif kepada siswa. Mengetahui Kepala SMA 1 Gd. Spesifikasi Bimbingan : 1. .Dua belah pihak kooperatif dengan Konselor.12. Bidang Bimbingan : Pribadi 2. 2. 131693660 329 . Putu W. Deskripsi dan Komentar : . Evaluasi (penilaian) : 1. Topik Permasalahan : Bertengkar dengan pacar di ruang UKS B. Cara-cara Penilaian : . 131957012 Kudus. Cara-cara Tindak Lanjut : . Anonim.Keduabelahpihak cukup puas dan berjanji untuk tetap berhubungan dengan bai. Waktu : Rabu.044 dan A1.Dua siswa bertengkar beradu mulut.0809. 2. ataukah masih ada yang mengganjal di hati”. Fungsi Pendukung : Pengentasan 4.Bertanya kepada siswa kepada akhir layanan’ “Apakah Anda puas dengan layanan ini. ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN PENDUKUNG BIMBINGAN KONSELING “ MEDIASI “ A. Tempat : Ruang UKS 3. Manis Dra.Kegiatan/layanan ini membantu siswa untuk berhasil dalam membina hubungan sosial dengan teman sebayanya. . Tindak Lanjut : 1.0809.12.Konseling individual. E.Konselor merasa puas dengan layanan yang diberikan kepada siswa. Sasaran : A1. D.. . .Pengamatan/observasi selama layanan berlangsung. Deskripsi dan komentar tentang pelaksanaan pendukung : . Jenis Pendukung : Mediasi 3. terdengar agar keras dari ruang UKS. Analisa Hasil Penilaian : 1. Deskripsi dan komentar : . 5 Maret 2011 Konselor Drs. Deskripsi dan Komentar : . 2. 4 Februari 2011 2. Pelaksanaan Pendukung : 1.Melalui konseling individual siswa lebih bisa mengungkapkan masalahnya dengan lebih dalam lagi. F.

330 .

27.Banyak siswa menginginkan materi ini dibahas lagi dalam kegiatan lain.Pada saat memberi tugas membacakan. Cara-cara Tindak Lanjut : . Waktu : 3 x 45 menit. Sasaran : Kelas XII IA C.Sebagian besar siswa antusias/serius pada waktu Konselor memberi ceramah. Fungsi Pendukung : Pemahaman 4. ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN PENDUKUNG BIMBINGAN KONSELING A. Warohmah B. Anonim. Cara-cara Penilaian : . NIP. 2. Pelaksanaan Pendukung : 1.Pada saat memberi tugas.Layanan bimbingan kelompok. Spesifikasi Bimbingan : 1. 13. . siswa memperhatikan.Pengamatan/observasi ketika kegiatan berlangsung. Deskripsi dan Komentar : . . Deskripsi dan Komentar : . Putu W.Bertanya kepada siswa pada akhir layanan.LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI. . Jenis Pendukung : Informasi 3. siswa dengan segera mengerjakan. Tempat : Ruang kelas 3. 14. Evaluasi (penilaian) : 1. Cara-cara Analisa : Mengajukan pertanyaan reflektif kepada siswa. Tindak Lanjut : 1. Topik Permasalahan : Keluarga Sakinah. 131957012 Kudus. Manis Dra. Bidang Bimbingan : Sosial 2.Banyak siswa yang tunjuk jari ketika diberi kesempatan bertanya. D. siswa segera melakukan dengan senang.Siswa memperoleh manfaat dari layanan yang diberikan Konselor.Pada saat guru bertanya. 30 Maret 2011 Konselor Drs. Analisa Hasil Penilaian : 1. Deskripsi dan komentar : . . Deskripsi dan komentar tentang pelaksanaan pendukung : .Melalui bimbingan kelompok. NIP. siswa dapat berlatih mengeluarkan pendapat/tanggapannya. 20.Kegiatan/layanan ini menarik dan menyenangkan. Mawaddah. sebagian besar siswa ingin menjawab. Mengetahui Kepala SMA 1 Gd. F. . E. 28 Maret 2011 2. . 2. 131693660 331 . 21.Pada waktu guru menerangkan. . 2.

332 .

siswa memperhatikan. D. Cara-cara Penilaian : . siswa dapat berlatih mengeluarkan pendapat/tanggapannya. . 13. . ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN PENDUKUNG BIMBINGAN KONSELING A.Sebagian besar siswa antusias/serius pada waktu Konselor memberi ceramah. Cara-cara Tindak Lanjut : . 131693660 333 . siswa dengan segera mengerjakan. NIP.Banyak siswa yang tunjuk jari ketika diberi kesempatan bertanya. Pelaksanaan Pendukung : 1. siswa segera melakukan dengan senang. sebagian besar siswa ingin menjawab. 2. Mengetahui Kepala SMA 1 Gd. Deskripsi dan Komentar : .Banyak siswa menginginkan materi ini dibahas lagi dalam kegiatan lain. Mawaddah. Analisa Hasil Penilaian : 1.Pada saat memberi tugas.Melalui bimbingan kelompok. E. Warohmah B. Waktu : 3 x 45 menit. Bidang Bimbingan : Sosial 2. 2. .Pada saat memberi tugas membacakan. Deskripsi dan Komentar : . 27. Anonim. Manis Dra.Siswa memperoleh manfaat dari layanan yang diberikan Konselor.Pada waktu guru menerangkan. Putu W. Sasaran : Kelas XII IA C. .Pengamatan/observasi ketika kegiatan berlangsung. Tempat : Ruang kelas 3. . Fungsi Pendukung : Pemahaman 4.Bertanya kepada siswa pada akhir layanan. NIP. Tindak Lanjut : 1.Kegiatan/layanan ini menarik dan menyenangkan. 131957012 Kudus. Deskripsi dan komentar : . F.Layanan bimbingan kelompok. Cara-cara Analisa : Mengajukan pertanyaan reflektif kepada siswa.Pada saat guru bertanya. 20. . 28 Maret 2011 2. 14. Deskripsi dan komentar tentang pelaksanaan pendukung : . 2. Evaluasi (penilaian) : 1. 30 Maret 2011 Konselor Drs. 21. Topik Permasalahan : Keluarga Sakinah. Jenis Pendukung : Informasi 3.LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI. Spesifikasi Bimbingan : 1. .

334 .

Deskripsi dan komentar : . 131957012 Kudus.027 C. . Bidang Bimbingan : Belajar 2. “Apakah orang tua senang dengan layanan ini”. Anonim. Sasaran : Orang tua siswa B2. Fungsi Pendukung : Pemahaman dan pengentasan 4. 2. Deskripsi dan Komentar : . 131693660 335 . Deskripsi dan komentar tentang pelaksanaan pendukung : . Spesifikasi Bimbingan : 1.Pengamatan/observasi ketika kegiatan berlangsung. Putu W.Dengan bertanya kepada temannya diharapkan akan memberikan informasi apakah ada permasalahan diantara klien dengan siswa lain.Bertanya kepada teman-temannya.Konselor memperoleh kepuasan dari hasil layanan ini. Deskripsi dan Komentar : .LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI. Topik Permasalahan : Anak ingin pindah ke sekolah lain B. . orang tua terbuka terhadap keadaan keluarga dan cukup tahu terhadap sahabat-sahabat anaknya.Orang tua merasa senang dengan layanan konsultasi oleh sekolah. ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN PENDUKUNG BIMBINGAN KONSELING “ KONSULTASI “ A. . Cara-cara Analisa : Mengajukan pertanyaan reflektif kepada orang tua. Cara-cara Penilaian : . Manis Dra. . NIP.0809.Melalui konseling dengan data yang lebih lengkap diharapkan siswa akan mau lebih terbuka.11. Konselor 30 Januari Drs.Bertanya setelah selesai layanan. Cara-cara Tindak Lanjut : . 2011 Mengetahui Kepala SMA 1 Gd. Jenis Pendukung : Konsultasi 3. Tindak Lanjut : 1. NIP.Orang tua memperoleh manfaat dari hasil layanan yang diberikan oleh Konselor.Orang tua kooperatif dengan Konselor. Waktu : Kamis. E. . 2. 22 Januari 2011 2. Tempat : Ruang BK 3. Analisa Hasil Penilaian : 1. Pelaksanaan Pendukung : 1. D.Konseling 2.Konsultasi berjalan dengan lancar. F. Evaluasi (penilaian) : 1.

336 .

Hati-hati dan harus disiplin. Harus ulet. Untuk mendapatkan pekerjaan dapat dengan cara mencari lowongan pekerjaan atau menciptakan lapangan pekerjaan sendiri. b. Mengikuti kursus atau pelatihan. Manusia hanya dapat hidup sebagai pribadi terhormat dan mandiri apabila menghayati dirinya sebagai pribadi yang bertanggug jawab membangun serta memelihara kehidupan yang manusiawi. 2. SKKB.  Melihat informasi lowongan kerja melalui elektronik.  Mendaftarkan diri ke Departemen Tenaga Kerja sebagai calon pencari kerja. Mencari Lowongan Kerja Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mencari dan memilih pekerjaan. b. Cenderung pasif. minat. 3. maka jalan yang ditempuh adalah dengan mencari pekerjaan. Apabila seorang siswa dengan keterbatasannya tidak dapat melanjutkan ke perguruan tinggi atau mengikuti kursus atau pelatihan.  Mengikuti tes (seleksi) 4. Memasuki dunia kerja. Pengertian Karier : Perkembangan dan kemajuan dalam kehidupan. 337 . internet. Materi Pokok 1.MATERI LAYANAN “ MEMASUKI DUNIA KERJA “ A. diantaranya adalah : a. pekerjaan.Karir Gaji pasti tiap bulan. Pekerjaan adalah sumber penghasilan.  Bergaul dan bertanya kepada orang-orang yang sudah bekerja. Bentuk Seleksi  Seleksi administrasi : Surat lamaran.  Tes wawancara : Wawancara biasanya dilaksanakan setelah mengalami beberapa seleksi. serta berperan dalam masyarakat luas. persiapan karier dan melanjutkan pendidikan tinggi. Melanjutkan ke perguruan tinggi. seperti televisi. sikap kerja. Gaji bagus bagi perusahaan yang bonafid.  Membaca koran atau majalah yang memuat lowongan kerja. dan sebagainya.  Seleksi akademis : Biasanya tes tertulis meliputi pengetahuan umum. pas foto dan daftar riwayat hidup. Gaji tetap. Macam Pekerjaan a. jabatan pekerjaan yang memberikan harapan untuk maju. Sebagai suatu kesempatan hendaknya pekerjaan tidak disia-siakan dan terus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. d. fotokopi STTB. Wirausaha : Menjadi pimpinan terhadap diri sendiri.  Psikotes (tes kemampuan) : Biasanya meliputi tes bakat. PNS : . Tugas Perkembangan Mengembangkan penguasaanilmu. c. kesempatan mengembangkan diri serta aktualisasi diri. teknologi. Non PNS/Swasta : Karir terbuka bagi yang kreatif. C. B. c. tekun. fotokopi KTP. disamping untuk berbakti. Ada beberapa kemungkinan yang dapat dilakukan oleh siswa setelah tamat SMA. Memasuki kehidupan berkeluarga. kecepatan dan ketelitian kerja.  Memantapkan rasa percaya diri dan mempromosikan kemampuan yang dimiliki.  Rajin mengunjungi pusat-pusat perkantoran dan pameran bursa kerja. Sub Tugas Perkembangan Memiliki kesadaran dan dorongan untuk mempersiapkan diri terjun ke dunia kerja. dan kesenian sesuai dengan program kurikulum.

Bersikap tenang saat meninggalkan ruang wawancara. 3. c. jika mengawini seseorang dengan maksud untuk menyakiti pasangan hidupnya. Bahasa standar atau baku. Seleksi kesehatan (tes fisik) digunakan untuk mengetahui kesesuaian antara fisik pekerja dengan jenis pekerjaan. 338 . Menikah hukumnya wajib bagi yang sudah mampu. Mengucapkan terima kasih setelah wawancara selesai. b. h. keluarga suami/istri Anda dan lingkungan. Tugas Perkembangan Mengembangkan penguasaan ilmu. Biasanya tes ini meliputi tes penglihatan. Anda dituntut untuk memberi nafkah apabila Anda laki-laki dan dapat memelihara keluarga (anak dan suami) apabila Anda perempuan. Lampiran lengkap. B. Berbagai macam tanggung jawab ekonomi. Untuk memasuki kehidupan berkehidupan berkeluarga diperlukan berbagai macam pertimbangan. Ketika Anda memutuskan untuk menikah berarti Anda sudah harus siap bertanggung jawab bukan hanya untuk diri sendiri. rapi dan sopan. Sub Tugas Perkembangan Merencanakan dan hidup berkeluarga dengan baik. d.  MATERI LAYANAN “ KEHIDUPAN BERKELUARGA SAKINAH. walaupun secara usia masih belia. Datang lebih awal 15 atau 20 menit sebelum acara dimulai. Berterus terang bila Anda tidak tahu jawaban pertanyaan pewawancara. Sunah. bagi yang sudah mampu dan tidak dapat mengendalikan nafsu sahwatnya (jika tidak kawin akan terjerumus kepada perbuatan zina). e. Hukum-hukum nikah antara lain : 1. Haram. bagi yang sudah mampu namun masih mampu mengendalikan nafsunya. dan kesenian sesuai dengan program kurikulum persiapan karier dan melanjutkan pendidikan tinggi. serta berperan dalam masyarakat yang luas. c. pendengaran. Mempersiapkan diri dalam menghadapi berbagai kemungkinan pertanyaan. Tips menghadapi tes wawancara : a. Orang yang sudah berumah tangga secara otomatis dianggap dewasa. Jangan lupa berdoa terlebih dahulu. sosial. teknologi. C. Menikah merupakan salah satu kebutuhan manusia untuk melanjutkan keturunan. berpakaian bersih. Bersikap sopan dari mulai masuk ruangan saat wawancara sampai selesai. Perhatikan penampilan Anda. Wajib. g. Jawablah pertanyaan denganjelas. Kesiapan secara fisik maupun ekonomi sangat diperlukan disamping kesiapan mental. f. d. moral dibebankan kepada Anda. Amplop ada kode lowongan pekerjaan buat yang khas. Tips membuat lamaran pekerjaan a.5. b. MAWADDAH. WAROHMAH “ A. tetapi terhadap anak. Namun demikian untuk berumah tangga tidaklahmudah. Tulisan jelas dan rapi. i. 2. Materi Pokok Tuhan menciptakan manusia secara berpasang-pasangan. ketahanan fisik dan sebagainya.

2. . Materi : . dan sebagainya. . Dimana masing-masing anggota keluarga memiliki peran masing-masing.Jika Anda setelah lulus SMA memutuskan untuk menikah harus dipertimbangkan secara matang. 1 tahun 1974. rasa sayang. Laki-laki umur 21 tahun Perempuan umur 18 tahun Syarat agama (Islam) : Seagama Islam Sudah baligh Mampu 3. Nafkah batin kepada istri dan anak. mendidik anak. sebagai kepala keluarga memberi nafkah kepada anggota keluarganya. peranannya harus bisa menjaga nama baik keluarga dengan sikapnya. dan menjaga martabat dirinya dan keluarga. Persiapan berkeluarga. a. pakaian. Keluarga adalah “Perekrutan terkecil dari masyarakat”. Fisik : . Tugas/peranan anggota keluarga. Psikis : . rumah. 1. pendidikan. Karena pernikahan di usia dini umumnya mengalami banyak hambatan dan tantangan.Ibu. membantu tugas/pekerjaan rumah dan mencari ilmu dengan baik demi masa depannya.mampu b.mampu menghidupi keluarganya 339 . Syarat-syarat perkawinan / UU No. Nafkah lahir seperti makan.Ayah.Anak.siap dengan tugas dan tanggung jawabnya .siap menyatukan dua sifat yang berbeda . sebagai ibu rumah tangga harus bisa menjaga harta dengan baik. .usia . seperti rasa aman.siap dengan rintangan/masalah-masalah dalam keluarga c. 4.

340 .

refleksi perasaan. Memahami pengertian konseling individual 2. D. B. tujuan. tujuan. Memahami makna hubungan konselor dan konseli dalam konseling individual 4. Memahami asas-asas konseling individual 5. Memahami fungsi konseling individual 4. Lakukan pencatatan dengan sebaik-baiknya sebagai laporan praktik. sebab subyek yang bisa saudara pergunakan praktek ada di sekitar saudara. 3. Memahami makna konseli dan konselor individual 3. C. fungsi dan asas-asas konseling. Prasyarat yang diperlukan bagi peserta PLPG untuk mempelajari bahan ajar ini adalah peserta lulusan S1 Program Studi BK atau lulusan S1 Program Studi Lain yang pernah bertugas sebagai guru pembimbing di sekolah. Memahami makna konseli individual 6. hubungan konselor dan konseli dalam konseling. dan lakukan pencatatan yang dianggap penting. Memahami makna hubungan konselor dan konseli dalam konseling individual 8. dan akan lebih baik lagi jika ada partner yang bisa diajak berkomunikasi dalam memahami isi buku ini. Perhatikan ceramah yang diberikan oleh dosen atau instruktur dengan cermat. 4. Memahami pengertian. dan asas konseling individual 2. Pada setiap akhir suatu pembahasan disediakan tugas yang harus dikerjakan dengan sungguh-sungguh.BAB I PENDAHULUAN A. Memahami dan menerapkan keterampilan dasar Attending 341 . konfrontasi. 2. pendekatan konseling rational emotif terapi sehingga dengan membaca buku ajar ini pembaca dapat menguasai kerangka teoretik dan praksis konseling individual dan selanjutnya mampu mengaplikasikan pendekatan atau model konseling behavioristik dan model konseling rational emotif terapi dalam kegiatan bimbingan dan konseling di sekolah. dan keterampilan dasar konseling meringkas 5. keterampilan dasar konseling. Menganalisis konsep dasar dan aplikasi teknik pendekatan Rational Emotif Terapi (RET) dalam setting individual 7. Memahami tujuan konseling individual 3. Jika diberi kesempatan bertanya oleh dosen pergunakanlah dengan sebaik-baiknya dan jika menemukan sumber yang berbeda tanyakan pula kepada dosen atau instruktur dengan cara yang baik. Menganalisis konsep dasar dan aplikasi teknik pendekatan Behavioristik dalam setting individual 6. Prasyarat Buku ajar ini khususnya disusun untuk peserta PLPG bidang Bimbingan dan Konseling (BK). Deskripsi Materi dalam buku ajar ini meliputi definisi. Kerjasama dalam kegiatan ini sangat diperlukan guna mencapai hasil yang optimal. Sebelum pelatihan dilaksanakan seyogyanya peserta pelatihan telah membaca terlebih dahulu materi latih. Memahami makna Konselor individual 7. Petunjuk Belajar Agar peserta PLPG dapat mengikuti kegiatan ini dengan lancar dan baik maka perlu diperhatikan beberapa petunjuk belajar sebagai berikut : 1. Indikatornya adalah: 1. Menerapkan konsep ketrampilan dasar paraprase. Untuk mempraktikkan teknik-teknik yang tersaji dalam buku ini tidak terlalu sulit. Pendekatan konseling behavioristik. fungsi. Kompetensi dan Indikator Kompetensi yang hendak dicapai adalah peserta pelatihan dapat : 1. Menguasai prosedur penggunaan teknik konseling dalam seting individual.

Menganalisis kasus yang mendasari alasan konselor menggunakan teknik konseling behavioristik. Memahami dan menerapkan keterampilan Interpretasi 14. Memahami dan menerapkan keterampilan Memimpin 11. Memahami dan menerapkan keterampilan Normalisasi 16. Mengevaluasi ketepatan penggunaan teknik konseling behavioristik dalam kasus. Memahami dan menerapkan keterampilan Respon Mendengarkan 10. Menganalisis kasus yang mendasari alasan konselor menggunakan teknik konseling RET. 18. 21. Memahami dan menerapkan keterampilan Parafrase isi dan Refleksi perasaan 15. 23. Menguasai prosedur penggunaan teknik konseling pendekatan behavioristik.9. 22. Mengevaluasi ketepatan penggunaan teknik konseling RET dalam kasus. 20. Menganalisis konsep dasar dan aplikasi teknik pendekatan behavioristik dalam seting individual. Memahami dan menerapkan keterampilan Konfrontasi 13. Menguasai prosedur penggunaan teknik konseling pendekatan RET. Memahami dan menerapkan keterampilan Memantulkan 12. Menganalisis konsep dasar dan aplikasi teknik pendekatan RET dalam seting individual. 17. 19. 342 .

Dengan demikian individu tersebut memerlukan konseling individual yang secara sistematis mampu mengentaskan masalah yang dihadapinya sehingga ia mampu mengembangkan dirinya ke arah peningkatan kualitas kehidupan efektif sehari-hari (efektive daily living) dan mengembangkan potensi dan kemandirian secara optimal pada setiap tahap perkembangannya. Kompetensi dan Indikator Para peserta pelatihan dapat memahami pengertian. diyakini akan mampu juga menyelenggarakan jenis-jenis layanan lain keseluruhan spektrum pelayanan konseling. Permasalahan yang dialami oleh individu tersebut seringkali tidak mampu diatasi sendiri oleh individu tersebut dan tidak mampu pula jika hanya diberi nasihat oleh orang lain. walaupun dalam perkembangan kemudian ada konseling kelompok (group counseling). dan asasasas konseling. konselor memberikan ruang dan suasana yang memungkinkan konseli membuka diri setransparan mungkin.BAB II DEFINISI. tujuan. Pemilihan dan penyesuaian yang tepat dapat memberikan perkembangan ini individu dapat lebih baik dalam lingkungannya. 343 . Memahami pengertian konseling individual 2. Dalam konseling diharapkan konseli dapat mengubah sikap. FUNGSI DAN ASAS-ASAS KONSELING A. dan asas-asas konseling Adapun indikatornya. seorang konselor diharapkan memiliki pemahaman mendasar dan komprehensif tentang esensi. maka sering dianggap sebagai ”jantung hatinya” pelayanan konseling yang berarti sebagai berikut:  Konseling individual seringkali merupakan layanan esensial dan puncak (paling bermakna) dalam pengentasan masalah konseli. keputusan diri sendiri sehingga ia dapat lebih baik menyesuaikan diri dengan lingkungannya dan memberikan kesejahteraan pada diri sendiri dan masyarakat sekitarnya. Terkait dengan lengkapnya penerapan pendekatan dan teknik serta asasasas yang ada dalam konseling individual. Uraian Materi Perkembangan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut kualitas hidup individu. fungsi. kemudian ia meminta bantuan konselor sebagai petugas yang profesional dalam jabatannya dengan pengetahuan dan keterampilan yang dimilikinya. Memahami asas-asas konseling individual B. Memahami fungsi konseling individual 4. Proses konseling pada dasarnya dilakukan secara individual (between two persons) yaitu antara konselor dan konseli. permasalahan yang dihadapi oleh individu pun semakin kompleks. Konseli mengalami kesukaran pribadi yang tidak dapat ia pecahkan sendiri. serta pendekatan dalam implementasi pelayanan konseling. Dalam hal ini harus selalu diingat agar individu pada akhirnya dapat memecahkan setiap masalah yang mungkin akan dihadapi dalam kehidupannya. Proses konseling sejatinya merupakan usaha menghidupkan dan mendayagunakan secara penuh fungsi-fungsi dan potensi-potensi yang ada pada diri konseli. Konseling individual merupakan pelayanan bantuan secara profesional melalui hubungan khusus secara pribadi dalam wawancara antara seorang konselor dan seorang untuk mengentaskan masalah yang dihadapi individu dalam kehidupannya. Memahami tujuan konseling individual 3. Dalam layanan konseling individual. teknik dan asas-asas konseling dalam layanan Konseling individual. 1. peserta pelatihan dapat: 1. tujuan. Agar dapat mencapai tujuan konseling secara efektif. Pengertian konseling individual Konseling adalah bantuan yang diberikan kepada individu dalam memecahkan masalah kehidupannya dengan wawancara dan dengan cara yang sesuai dengan keadaan yang dihadapi individu untuk mencapai kesejahteraan hidupnya.  Seorang ahli (konselor) yang mampu dengan baik menerapkan secara sinergis berbagai pendekatan. Pemecahan masalah dalam proses konseling itu dijalankan dengan wawancara atau diskusi antara konselor dan konseli secara face to face. TUJUAN.

d. Masalah yang dialami yang dialami konseli menyangkut dilanggarnya hak-hak konseli sehingga konseli teraniaya dalam kadar tertentu. dan tingkah laku. Layanan konseling individual seringkali menjadikan pengembangan/ pemeliharaan potensi dan unsur-unsur positif konseli sebagai fokus dan sasaran layanan. kesukarelaan. b. maka dalam layanan Konseling individual dapat dirinci dan secara langsung dikaitkan dengan fungsi-fungsi konseling secara menyeluruh diembannya yaitu sebagai berikut: a. Konseling menjadi strategi utama dalam proses bimbingan dan merupakan teknik standar serta merupakan tugas pokok seorang konselor di pusat pendidikan. kekinian. Tujuan Konseling individual Konseling bertujuan membantu membantu individu untuk mengadakan interpretasi fakta-fakta. serta positif dan dinamis (fungsi pemahaman). kenormatifan dan asas keahlian. Untuk ini asas kerahasiaan menjamin jaminannya. Melalui layanan konseling individual konseli memahami seluk beluk masalah yang dialami secara mendalam dan komprehensif. maka upaya pengentasan masalah konseli melalui Konseling individual akan mengurani intensitas ketidaksukaan atas keberadaan sesuatu yang dimaksud. kegiatan. terutama pada sisi konseli. Kelima sasaran yang merupakan wujud dari keseluruhan fungsi konseling itu. Konseling memberikan bantuan kepada individu untuk mengembangkan kesehatan mental. Pemahaman yang mengarah kepada dikembangkannya persepsi dan sikap serta kegiatan demi terentaskannya secara spesifik masalah yang dialami konseli tersebut (fungsi pengentasan). Asas-asas konseling individual Kekhasan yang paling mendasar layanan konseling individual adalah hubungan interpersonal yang amat intens antara konseli dan konselor. kesukarelaan. Tujuan umum layanan Konseling individual adalah terentaskannya masalah yang dialami konseli. dan potensi konseli dikembangkan. 3. Apabila masalah konseli itu dicirikan antara lain: sesuatu yang tidak disukai adanya. akan merupakan kekuatan bagi tercegah menjalarnya masalah yang sekarang sedang dialami itu. diperkuat oleh terentaskannya masalah. secara langsung mengarah kepada dipenuhinya kualitas untuk kehidupan sehari-hari yang efektif (efektive daily living). suatu yang ingin dihilangkan. serta diharapkan tercegah pula masalah-masalah baru yang mungkin timbul timbul (fungsi pencegahan). kini dan mendatang. e. c. Asas kerahasiaan Hubungan interpersonal yang amat intens sanggup membongkar berbagai isi pribadi yang paling dalam sekalipun. sesuatu yang dapat menghambat atau menimbulkan kerugian. Keyakinan konseli akan adanya perlindungan yang demikian itu menjadi jaminan untuk suksesnya pelayanan. Pengembangan dan pemeliharaan potensi konseli dan berbagai unsur positif yang ada pada dirinya merupakan latar belakang pemahaman dan pengentasan masalah konseli dapat dicapai (fungsi pengembangan dan pemeliharaan). Asas-asas konseling akan memperlancar proses dan memperkuat bangunan yang ada di dalamnya. Yang mendasar seluruh kegiatan layanan konseling individual adalah asas kerahasiaan. Melalui layanan konseling individual konseli memiliki kemampuan untuk membela diri sendiri menghadapi keteraniayaan itu. keterbukaan. kemampuan konseli ditingkatkan. Dengan demikian kerahasiaan dan kesukarelaan menjadi unsur dwi- 344 . layanan konseling individual dapat menangani sasaran yang bersifat advokasi (fungsi advokasi). Asas kesukarelaan dan keterbukaan Kesukarelaan penuh konseli untuk menjalani proses layanan konseling individual bersama konselor menjadi buah dari terjaminnya kerahasiaan pribadi konseli. Dengan layanan Konseling individual beban konseli diringankan. 4. Fungsi Konseling individual Dalam kerangka tujuan umum di atas. 2. perubahan sikap. b. mendalami arti nilai hidup pribadi. Segenap rahasia pribadi konseli yang terbongkar menjadi tanggung jawab penuh konselor untuk melindunginya.a.

d. C. Apabila penguatan kesukarelaan awal ini gagal dilaksanakan maka keterbukaan tidak akan terjadi dan kelangsungan proses layanan terancam kegagalan. Asas kesukarelaan akan menghasilkan keterbukaan konseli. Tanpa keseriusan dalam aktifitas yang dimaksudkan itu dikhawatirkan perolehan konseli akan sangat terbatas atau keseluruhan proses layanan itu menjadi sia-sia. apabila proses konseling hendak dihidupkan.c. aktif agar konseli mampu mengambil keputusan sendiri. ilmu. terbuka. hukum. Reflect on the material. identifikaskan perubahan perilaku yang termasuk ke dalam tujuan konseling individual. Konseli pada awalnya dalam kondisi sukarela untuk bertemu dengan konselor. Read. Asas kenormatifan dan keahlian Semua aspek teknis dan isi layanan konseling individual adalah normatif artinya tidak boleh terlepas dari kaidah-kaidah norma yang berlaku baik norma agama. 2. Seluruh kegiatan konseling individual ini bernuansa kekinian dan rahasia pribadi sepenuhnya dirahasiakan. adat. dan kebiasaan. Latihan Setelah pelatihan peserta pelatihan diharapkan dapat memahami materi pada bagian bab II. 2. Kemudian diskusikan materi yang telah anda ringkas. Rumuskan konsep dasar tentang definisi konseling individual. 3. Recite dan Review). E. 3. Kesukarelaan awal ini harus dipupuk dan dikuatkan. Keahlian konselor itu diterapkan dalam suasana normatif terhadap konseli yang sukarela. Sebagai seorang yang ahli dalam pelayanan konseling. Rangkuman Makna konseling adalah suatu proses bantuan secara profesional antara konselor dan konseli yang bertujuan membantu untuk mengentaskan masalah yang dihadapi individu dalam kehidupannya. Question. 4. dari awal dan selama proses layanan sampai pada periode pasca layanan. Pemilihan dan penyesuaian yang tepat dapat memberikan perkembangan ini individu dapat lebih baik dalam lingkungannya. 345 . Diskusikan pula latihan yang telah anda kerjakan. terkait dengan hal tersebut peserta diharapkan perlu untuk melakukan latihan-latihan sebagai berikut: 1. Pelajari terlebih dahulu materi yang telah tersaji pada kegiatan di Bab II ini secara seksama. Dalam layanan konseling individual. diharapkan konseli dapat mengubah sikap. konselor mencurahkan keahlian profesionalnya dalam pengembangan konseling individual untuk kepentingan konseli dengan menerapkan semua asas di atas. Jadi seberat apapun pengembangan kesukarelaan dan keterbukaan itu harus dilakukan konselor. Buatlah ringkasan materi dengan metode PQ4R (Preview. tunggal yang mengantarkan konseli ke arena proses layanan konseling individual. di bawah ini terdapat beberapa langkah yang harus dilakukan. Dengan nuansa kekinianlah segenap proses layanan dikembangkan dan atas dasar kekinian pulalah kegiatan konseli dalam layanan dijalankan. Asas kekinian dan kegiatan Asas kekinian diterapkan sejak paling awal konselor bertemu konseli. keputusan diri sendiri sehingga ia dapat lebih baik menyesuaikan diri dengan lingkungannya dan memberikan kesejahteraan pada diri sendiri dan masyarakat sekitarnya. Lembar Kegiatan Peserta Pelatihan Untuk mendukung pencapaian tujuan dalam kegiatan peserta pelatihan ini. yaitu: 1. Konseli dituntut untuk benar-benar aktif menjalani proses perbantuan melalui layanan konseling individual. buatlah contoh dalam penerapan fungsi dan asas konseling individual. D. Konseli dan konselor terikat sepenuhnya oleh nilai-nilai dan norma yang berlaku.

perubahan sikap. dan asas-asas dalam pelaksanaan layanan konseling individual hendaknya harus dipahami dan dilaksanakan agar tercipta suatu layanan konseling individual yang berkualitas. Tujuan secara umum layanan Konseling individual adalah terentaskannya masalah yang dialami konseli. mendalami arti nilai hidup pribadi. Konseling memberikan bantuan kepada individu untuk mengembangkan kesehatan mental. fungsi pengentasan. keterbukaan. dan fungsi advokasi. Dalam kerangka tujuan inilah. Kelima sasaran yang merupakan wujud dari keseluruhan fungsi konseling itu. fungsi pencegahan. Dengan demikian. kini dan mendatang. kesukarelaan. makna. kesukarelaan. Yang mendasar seluruh kegiatan layanan konseling individual adalah asas kerahasiaan. fungsi. dan potensi konseli dikembangkan. Konseling menjadi strategi utama dalam proses bimbingan dan merupakan teknik standar serta merupakan tugas pokok seorang konselor di pusat pendidikan. fungsi pengembangan dan pemeliharaan. tujuan. Asas-asas konseling akan memperlancar proses dan memperkuat bangunan yang ada di dalamnya. kegiatan. 346 . kenormatifan dan asas keahlian. maka dalam layanan Konseling individual dengan menggunakan fungsi-fungsi yang ada dalam pelayanan konseling yaitu: fungsi pemahaman. kekinian. Dengan layanan Konseling individual diharapkan beban konseli diringankan. secara langsung mengarah kepada dipenuhinya kualitas untuk kehidupan sehari-hari yang efektif (efektive daily living). kemampuan konseli ditingkatkan.Konseling bertujuan membantu membantu individu untuk mengadakan interpretasi fakta-fakta. dan tingkah laku. Kekhasan yang paling mendasar layanan konseling individual adalah hubungan interpersonal yang amat intens antara konseli dan konselor.

Berorientasi untuk tumbuh dan berkembang. dan media pengembangan tingkah laku lainnya. f. dapat dipercaya (trustworthness). d. kejujuran. yang antara lain dapat dideskripsikan sebagai berikut : a.BAB III HUBUNGAN KONSELOR DAN KONSELI DALAM KONSELING INDIVIDUAL A. dan tanpa syarat memandang dan merespons konseli sebagai pribadi. konselor juga dapat menggunakan media tulisan. media elektronik. selain menggunakan media verbal. yaitu : Konselor Konselor adalah seseorang yang karena kewenangan dan keahliannya memberi bantuan kepada konseli. Adapun indikatornya. Memiliki gagasan yang jelas mengenai keyakinan tentang hidup. kebebasan. Komponen konseling merupakan bagian-bagian penting yang sangat menentukan terjadinya proses konseling. peserta pelatihan dapat : Memahami makna konseli individual Memahami makna Konselor individual 3. Para peserta pelatihan dapat memahami komponen konseling. Kompetensi tersebut akan mendorong konselor untuk menjadi pribadi terapeutik. di bawah ini akan diuraikan komponen yang dituntut ada dalam konseling. Meskipun dalam tataran konsep berkembangnya pandangan yang bervariasi tentang konselor yang efektif. dan mempelajari berbagai konsep dan teknik konseling. dan masalah-masalah. serta terus menerus berusaha memahami dirinya sendiri karena konselor hendak mendorong pemahaman diri itu dalam diri konseli. seorang konselor dituntut memiki seperangkat sifat kepribadian dan ketrampilan tertentu. b. 2. Mengembangkan diri menjadi konselor yang otonom. kesabaran. dan motivasinya. dan kesadaran holistik. Respek dan apresiatif terhadap diri sendiri. sehingga dia sanggup menghayati dan menunjukan empaty dengan konselinya. kesehatan psikologis yang baik. artinya konselor harus memilki suatu rasa harga diri yang kuat yang menyanggupkannya berhubungan dengan orang lain atas dasar hal-hal yang positif dari konseli. Dalam proses konseling. kepekaan (sensitivity). serta menerapkannya sesuai dengan konteks dan pribadinya. manusia. Terkait dengan hal tersebut. melalui pengembangan gaya konseling yang sesuai dengan kepribadiannya sambil terbuka untuk belajar dari orang lain. gambar. 347 . kekuatan atau daya (strength). demi terentaskannya masalah yang dialami oleh konseli. dalam pengertian berusaha untuk terbuka guna memperluas cakrawala wawasannya. Beberapa kompetensi pribadi yang signifikan untuk dimiliki konselor antara lain. Kompetensi dan Indikator Pada kegiatan belajar 2 ini. tidak tertekan. konselor menjadi aktor yang secara aktif mengembangkan proses konseling untuk mencapai tujuan konseling sesuai dengan prinsip-prinsip dasar konseling. kehangatan (warmth) pendengar yang aktif (active responsiveness). tidak membiarkan diri menurun kapasitasnya c. berkompeten. 1. Semua itu diupayakan konselor dengan cara-cara yang cermat dan tepat. Untuk mengelola konseling secara efetif. nilainilai. yang berupa kerelaan untuk mengambil bagian dengan orang lain dalam suka duka mereka. Konselor tidak hanya puas dengan apa yang ada dan berupaya mempertanyakan mutu eksistensinya. tidak menunjukan sikap bermusuhan. Memiliki kemampuan untuk hadir bagi orang lain. e. Mampu mereduksi kecemasan. Uraian Materi Dalam kegiatan belajar bab III ini akan diuraikan materi yang berkaitan dengan komponen konseling. kesadaran dan pandangan yang tepat terhadap peranannya. Memahami makna hubungan konselor dan konseli dalam konseling individual B. Dalam konseling individual. hal mana timbul dari keterbukaan konselor terhadap masalah dan perasaan sendiri. namun mereka mengakui bahwa karakteristik pribadi dan perilaku konselor kontributif bagi pembinaan relasi yang bermakna yang akan mendorong konseli untuk berkembang. pengetahuan yang baik tentang diri sendiri (self-knowledge).

berpenampilan terus terang dan lebih penting adalah kesesuaian antara hal-hal yang dikomunikasikan secara verbal dengan non verbal.Konseli Konseli adalah seorang individu yang sedang mengalami masalah. Memahami secara empati ini bermakna bahwa konselor memahami cara pandang dan perasaan konseli berdasakan kerangka pemikiran yang dimiliki oleh konseli sendiri (internal frame of reference). atau setidaknya sedang mengalami sesuatu yang ingin disampaikan kepada orang lain. Konseli menanggung semacam beban. dan dilayani sepenuhnya oleh konselor. Kondisi konseling yang fasilitatif meliputi kongruensi (congruence). Konselor hendaknya berfikir dengan bersama-sama konseli daripada berfikir tentang atau mengenai konseli. dan memahami secara empati (emphatic understanding). Tujuan-tujuan yang akan dicapai dalam proses konseling tersebut akan dicapai secara efektif apabila kondisi konseling memungkinkan konseli berkembang dan menggali potensi-potensi yang ada pada dirinya. Melalui konseling. konseli menginginkan agar ia mendapatkan suasana berpikir yang jernih dan/atau perasaan yang lebih nyaman. ide) dan perasaan orang lain. Pemahaman Secara Empati Memahami secara empati merupakan suatu kemampuan untuk memahami cara pandang (pikiran. Dengan kata lain konselor menerima setiap individu (konseli) tanpa menilai aspek-aspek pribadinya yang ”lemah” ataupun ”kuat” Penghargaan kondisi yang harmonis positif tanpa syarat memiliki kesamaan makna dengan hangat. yaitu hubungan untuk meningkatkan pertumbuhan. Ada yang datang sendiri dengan kemauan kuat untuk menemui konselor (self-referal). kematangan. c. Dengan adanya a. Kedatangan konseli bertemu konselor disertai dengan kondisi tertentu yang ada pada konseli. Konselor dalam hubungan konseling diharapkan dapat menimbulkan kongruensi pada diri konseli. ada yang datang dengan perantara orang lain. tidak bersikap defensif karena jika konseli memiliki sikap-sikap demikian akan menghambat hubungan konseling. memperoleh nilai tambah. atau mengalami suatu ia ingin dan/atau perlu dikembangkan pada dirinya. kesejatian (genuineness). penghargaan positif tanpa syarat (positive regard). dan hal-hal positif lainnya dalam menjalani hidup sehari-hari. serta mempunyai kesadaran akan budaya (cultural awareness) Kongruensi Kongruensi dalam hubungan konseling dapat dimaknakan dengan ”menunjukan diri sendiri” apa adanya. uneg-uneg. kepedulian. Dengan kondisi ini maka konselor yang efektif mestilah menghayati perasaan konseli sebagaimana konseli mempersepsi perasan-perasannya maupun cara pandangnya terhadap sesuatu. diterima. Konteks Hubungan Konselor-Konseli Dalam konseling. b. Dengan demikian dapat tercipta kondisi yang harmonis antara konselor dan konseli. harus diperhatikan. Kongruensi dalam beberapa referensi yang lain memiliki kesamaan istilah dengan otentik (authenticity). atau mengalami suatu kekurangan yang ia ingin isi. bahkan ada yang datang (mungkin terpaksa) karena didorong atau diperintah oleh pihak lain. terus terang. fungsi. Konseli datang dan bertemu konselor dengan cara yang berbeda-beda. dan cara menghadapi kehidupan dengan memanfaatkan sumber-sumber internal pada pihak konseli. baik kekurangan maupun kelebihan yang ia miliki. hidup yang lebih berarti. Penghargaan Positif Tanpa Syarat Konseling akan lebih efektif jika kondisi penghargaan yang positif ini diciptakan konselor dan dilakukan tanpa syarat. Jika konseli tahu bahwa konselor tidak kongruensi maka bisa berakibat mengurangi bahkan menghilangkan kepercayaan konseli pada konselor. Dalam hal ini konseli dapat belajar bahwa dirinya dengan kenyataan yang ada dapat diterima oleh orang lain sekaligus konseli dapat menerima dirinya apa adanya. 348 . artinya konseli mempunyai sikap apa adanya. Apapun latar belakang kedatangan konseli dan bagaimanapun kondisi konseli. hubungan konselor dengan dengan konseli berada dalam konteks hubungan membantu (helping relationship).

Peserta pelatihan diminta mendiskusikan tentang bagaimana caranya membuat kondisi konseling yang kongruensi. Dengan menggunakan kesadaran budaya konseli tidak memaksakan kehendaknya (nilai-nilai) yang dianutnya sekaligus didalamnya terkandung budaya yang konselor miliki tetapi konselor memberikan dorongan konseli untuk mengubah apa yang seharusnya ia inginkan sesuai dengan nilai-nilai budaya yang ia miiki. Peserta pelatihan diminta sharing dengan teman dalam kelompok kecil. Dalam konteks ini. b. Privasi Pada prinsipnya dalam hubungan konseling perlu keterbukaan konseli tentang masalahnya. Dorongan Dalam hubungan konseling. d. Intensitas Hubungan konselor dengan konseli dilakukan dengan penuh intensitas sehingga memfasilitasi konseli untuk terbuka terhadap persepsinya. Konselor dan konseli harus membangun hubungan secara jujur dan terbuka. Dalam hubungan konseling tidak ada sandiwara dengan jalan menutupi kelemahan. Keterbukaan konseli tersebut bersifat konfidensial. Kejujuran Hubungan konselor dengan konseli didasari atas kejujuran dan keterbukaan. Hubungan yang penuh afeksi ini dapat mengurangi rasa kecemasan dan ketakutan pada konseli. C. peningkatan pengalaman dan tanggung jawab konseli. Tanpa adanya hubungan konseling tidak akan mencapai pada tingkatan yang diharapkan. Memberikan dorongan kepada konseli untuk meningkatkan efektifitas perilakunya dan memotivasi untuk bertanggung jawab terhadap keputusannya. untuk mencoba mengenali. atau mengatakan yang bukan sejatinya. Hubungan afeksi akan tercermin sepanjang proses konseling termasuk dalam melakukan eksplorasi terhadap persepsi dan perasaan-perasaan subyektif konseli. konselor harus menjaga kerahasiaan seluruh informasi tentang konseli dan tidak dibenarkan mengemukakan secara transparan kepada siapapun tanpa seijin konseli. c. a. e. terus berkembang menuju pertumbuhan dan perkembangan yang lebih optimal. pemahaman secara empati maka konseli akan merasakan bahwa ada orang lain yang mau dan bersedia memahami dirinya yang sebelumnya belum diperolehnya. konselor memberikan dorongan kepada konseli untuk meningkatkan kemampuan dirinya dan berkembang sesuai dengan kemampuannya. Karakteristik dinamika dan keunikan hubungan konselor konseli sebagai hubungan yang bersifat membantu adalah sebagai berikut. 3. memahami dan mengevaluasi dirinya apakah sudah memenuhi kriteria sebagai seorang konselor yang terapeutik. Keterbukaan konseli tentang masalahnya. Kedinamisan hubungan ini akan tercermin dari waktu ke waktu terjadi peningkatan hubungan konselor dengan konseli. Pertumbuhan dan perubahan Hubungan konseling bersifat dinamis. konselor mengupayakan agar hubungannya konseli dapat berlangsung secara mendalam sejalan dengan perjalanan hubungan konseling. 2. Perlindungan jaminan ini adalah unik dan akan meningkatkan kemauan konseli membuka diri.d. penghargaan positif tanpa syarat 349 . Peserta pelatihan diajak diskusi untuk mengidentifikasi ciri-ciri individu yang dapat dikategorikan sebagai seorang konseli. f. Latihan 1. Kesadaran Budaya Kesadaran akan budaya mengacu pada kemampuan konselor untuk terbuka dan memotivasi untuk belajar menerima dan memahami budaya yang berbeda dengan budaya yang ia miliki. Afeksi Hubungan konselor dengan konseli sejatinya lebih sebagai hubungan afeksi dari ada sebagai hubungan afeksi dari pada sebagai hubungan kognitif.

kesehatan psikologis yang baik. Lakukan simulasi terhadap materi kegiatan belajar 2 ini. kemudian masing-masing peserta memberikan feedback. kebebasan. D. hidup yang lebih berarti. dapat dipercaya. kompetens. dan kesadaran akan budaya (cultural awarenness). 350 . dibawah ini terdapat beberapa langkah-langkah yang harus dilakukan. konselor dituntut memiliki karakteristik pribadi dan perilaku konselor kontributif bagi pembinaan relasi yang bermakna yang akan mendorong konseli untuk berkembang. konseli menginginkan agar ia mendapatkan suasana fikiran yang jernih da/atau perasaan yang lebih nyaman. dan kesadaran holistik. dan halhal yang positif lainnya dalam menjalani hidup sehari-hari dalam rangka kehidupan secara menyeluruh. Konseli adalah seorang individu yang sedang mengalami masalah. Melalui konseling. atau setidaksetidaknya sedang mengalami sesuatu yang ingin disampaikan kepada orang lain. Reflect on the Material. kepekaan. ada yang dengan terpaksa karena disuruh oleh pihak lain. Pelajari terlebih dahulu materi yang telah tersaji pada kegiatan belajar 2 secara seksama 2. Kemudian diskusikan materi yang telah anda ringkas. Recite dan Review) 3. Lembar Kegiatan Peserta Pelatihan Untuk mendukung pencapaian tujuan dalam pembelajaran ini. kejujuran. Beberapa kompetensi pribadi yang signifikan untuk dimilki oleh konselor antara lain. pengetahuan yang baik tentang diri sendiri. kesabaran. kekuatan atau daya. Ada berbagai varitas seorang konseli mendatangi konselor. memperoleh nilai tambah. Dalam konseling individual. Rangkuman Konselor adalah seorang yang mempunyai kewenangan dan keahliannya memberi bantuan kepada konseli. 4. Buatlah ringkasan materi dengan metoda PQ4R (Preview. yaitu : 1. Question. Read.(positive regard) memahami secara empati (emphatic understaning). kehangatan pendengar yang aktif. E.

Temuan penelitian menunjukkan bahwa perilaku attending yang baik membangkitkan harga diri konseli. dan terus terang sebagai bukti bahwa konselor dapat bekerja sama. 351 .BAB IV KETERAMPILAN DASAR KONSELING A. biasanya pandangan tertuju pada mata. Memahami dan menerapkan keterampilan Normalisasi 1. Posisi duduk konselor sebaiknya tidak bersandar atau membungkuk karena dapat mencerminkan kesan enggan. sehingga diharapkan konselor dalam memandang secara mendalam dan konseli merasa diperhatikan. Memahami dan menerapkan keterampilan Interpretasi 7. menunjukkan sikap terbuka dan tidak bersikap defensif dengan cara posisi tangan di atas pangkuan tetapi tidak B. Memahami dan menerapkan keterampilan Respon Mendengarkan 3. Konselor juga hendaknya tidak bersikap tegang dan bisa bersikap rileks karena ketegangan ketegangan yang ditunjukkan konselor dapat mengalihkan perhatian konseli kepada konselor dan menimbulkan respon ketegangan pada konseli. Attending terjadi dalam konteks inti kondisi-kondisi yang mempengaruhi hubungan dalam konseling. Attending sangat diperlukan selama proses konseling berlangsung. Hal ini adalah cara untuk menunjukkan adanya perhatian yang sungguh-sungguh terhadap lawan bicara karena kontak mata adalah alat pokok untuk berkomunikasi. Memahami dan menerapkan keterampilan Parafrase Isi dan Refleksi perasaan 8. Attending adalah metode yang biasanya digunakan untuk membuka suatu wawancara konseling karena dapat mengembangkan tujuan konseli untuk mengadakan eksplorasi dan penjajagan diri. Pengertian Di awal proses konseling. Memahami dan menerapkan keterampilan Konfrontasi 6. Kesediaan konseli untuk terlibat sangat ditentukan oleh kesan pertama tentang konselor. Kompetensi dan Indikator Kegiatan belajar pada Bab IV ini mempunyai kompetensi yang harus dicapai oleh Para peserta pelatihan yaitu diharapkan peseta pelatihan dapat memahami dan menerapkan konsep dasar pada keterampilan dasar konseling. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penampilan fisik antara lain: menghadapkan muka pada konseli dengan cerah. mengembangkan suasana yang aman sehingga melancarkan ekspresi bebas tentang apa saja yang muncul di benak konseli. serta respek atau penghargaan positif. tulus. Dengan adanya kontak mata menunjukkan bahwa konselor menaruh perhatian terhadap konseli. Keberhasilan konselor untuk mengajak konseli terlibat secara penuh dalam konseling akan mempengaruhi proses konseling selanjutnya. Komponen-komponen attending Berikut ini uraian tentang komponen-komponen attending yaitu sebagai berikut:  Kontak mata Ketika sedang berkomunikasi. peserta pelatihan dapat: 1. Memahami dan menerapkan keterampilan Memimpin 4. Secara singkat attending dapat dipahami sebagai kemampuan konselor dalam menunjukkan perhatian secara penuh kepada konseli sehingga konseli dapat terlibat dalam proses konseling. Memahami dan menerapkan keterampilan dasar Attending 2. keaslian/ketulusan. Uraian Materi Keterampilan Dasar Attending a. Adapun indikator dalam pembelajaran ini. konselor harus dapat mempersiapkan konseli untuk terlibat dalam konseling. b. Memahami dan menerapkan keterampilan Memantulkan 5. terutama sekali pada tahap awal konseling. misalnya empati. Penampilan fisik konselor juga sangat penting. malas atau tidak tulus.  Postur tubuh Postur tubuh atau penampilan fisik seorang konselor bisa memberikan kesan tertentu pada konseli. maka harus diperhatikan agar proses konseling bisa efektif.

 Gerak tubuh Konselor dapat menggunakan gerakan tubuh untuk menyampaikan pesan tertentu kepada konseli. atau tidak jelas. Keterampilan Respon Mendengarkan Dalam berkomunikasi terdapat dua kegiatan yaitu mendengarkan dan berbicara. memperhatikan sikap santai sehingga konseli pun terpengaruh untuk santai pula. Berikut ini ada beberapa contoh klarifikasi yaitu: Contoh 1 Konseli : ”Saya sudah merasa jenuh kalau harus berkumpul terus dengan keluarga”. seperti ”Ya” atau ”Saya tahu apa yang anda rasakan”. Mendengarkan merupakan prasyarat bagi konselor untuk dapat memberikan respon atau strategi secara tepat dalam suatu konseling. Respon konselor dapat berupa kata-kata yang menunjukkan dukungan. Dalam hal ini.  Tingkah laku verbal Respon konselor terhadap konseli dengan menggunakan kata-kata yang disampaikan secara lisan berhubungan dengan apa yang dikatakan konseli merupakan suatu tingkah laku verbal. Cara berkomunikasi seperti ini kurang baik. Di bawah ini akan di jelaskan hal-hal yang terdapat dari respon mendengarkan sebagai berikut: Klarifikasi Klarifikasi merupakan pertanyaan yang diajukan ketika muncul pesan konseli tidak jelas. Keterampilan konselor menggunakan respon klarifikasi akan menentukan ketepatan pesan yang diterima dan diprosesnya. baik secara langsung maupun tidak. apa yang Anda maksud lari dari semuanya?” Pada contoh di atas. Pertanyaan klarifikasi kepada konseli dimaksudkan untuk menguraikan pernyataan konseli yang samar-samar. klarifikasi akan membantu memperjelas apa terjadi dan apa yang dirasakan konseli. 2. maka perlu dilakukan klarifikasi. Jika konselor gagal dalam mendengarkan. miring atau condong kepada konseli disaat mendengarkan atau merespon berbicara sehingga menampakkan diri sebagai orang yang bersama dengan konseli. Jika konselor banyak menggunakan tangannya misalnya ”sedekap”. embigu. masalah yang dibicarakan tidak tepat. Tujuan dari adanya klarifikasi adalah:  Mendorong konseli untuk elaborasi  Memeriksa ketepatan apa yang didengar konselor terhadap pesan-pesan konseli  Memperjelas pesan-pesan yang samar atau membingungkan. refleksi dan rangkuman. Dengan demikian hendaknya konselor perlu menyadari pesan apa yang akan disampaikan kepada konseli dengan gerakan tubuh dan tangan yang kita gunakan.kaku. ekspresi muka yang responsif dengan dihiasi senyum secara spontan. kemungkinan konseli tidak akan dapat melakukan eksplorasi diri. bahwa kejelasan pesan-pesan konseli sangat penting bagi konselor sebelum melakukan kesimpulan. konselor tidak mengajukan pertanyaan atau memunculkan topik baru tetapi konselor tingkah verbal yang dimaksudkan sebagai isyarat bahwa konselor memperhatikan dan memahami konseli. terutama pada tahap awal konseling. Disamping klarifikasi terhadap ketepatan pesan konseli. tanpa memeriksa ketepatan pesan yang di dengar. Yang sering terjadi dalam proses konseling yaitu konselor seringkali membuat asumsi dan kesimpulan tentang konseli. dan mendengarkan ungkapan konseli dengan penuh perhatian. parafrase. 352 . Batasan dan tujuan dari respon mendengarkan yaitu klarifikasi. Perlu diingat. bahkan strategi yang digunakan bahkan tidak sesuai. sehingga kesimpulan konselor terkesan tergesa-gesa. Hal ini sering terjadi di tahap-tahap awal konseling dimana konselor belum memiliki gambaran yang jelas tentang konseli. mengungkapkan situasi atau perasaan konseli. Jika konselor tidak yakin dengan makna pesan yang dikemukakan konseli. a. Konselor: ” Tampaknya anda ingin memisahkan diri dan bekerja sendiri” Contoh 2 Konseli : ”Kadang-kadang Saya ingin lari dari semuanya” Konselor : ”Dapatkah Anda jelaskan.

jika hanya duduk atau tidur sepanjang hari tidak akan membantu depresi yang saya alami”. c. konselor menyatakan ide pokok konseli dengan katakata sendiri.  Memeriksa keefektifan klarifikasi dengan mendengar dan memperhatikan respon konseli. tetapi secara tiba-tiba dia memarahi saya” Konselor: ” Apakah Anda mengatakan bahwa perilakunya tidak konsisten terhadap Anda?” Adapun langkah-langkah dalam melakukan parafrase adalah sebagai berikut:  Berusaha mengingat kembali pesan-pesan konseli (apa yang telah dikatakan konseli)  Mengidentifikasi isi pesan konseli dengan menanyakan dalam diri ”situasi. Jadi. yang perlu diperiksa ketepatannya atau perlu di elaborasi. Tujuan utama parafrase bagi konselor adalah menguji pengertian konselor tentang apa yang dikatakan konseli. Cara ini dipergunakan konselor untuk memberi tahu bahwa ia sedang mendengarkan apa yang dikatakan dan konselor ingin mendengarkan lebih banyak lagi. atau ide apa yang dibicarakan”  Memilih kata-kata yang sesuai dengan apa yang dikemukakan konseli. Contoh 2 Konseli : ”Kadang-kadang dia menampakkan kesukaannya kepada saya. mengkristalisasi komentar konseli dengan lebih memendekkannya sehingga membantu mengarahkan wawancara. yaitu: Mengidentifikasi isi pesan konseli. Parafrase Parafrase merupakan suatu metode untuk menyatakan kembali pesan pokok konseli dengan kata-kata yang lebih pendek dan tepat dengan tujuan untuk memperbaiki hubungan pribadi. Dalam parafrase. dan konselor berupaya memahami apa yang dinyatakan konseli. Konselor : ”Anda tahu bahwa Anda perlu menghindari duduk atau tider sepanjang hari untuk membantu depresi yang anda alami”. Contoh 1 Konseli : ”Saya tahu. Esensi keterampilan ini adalah pengulangan kata-kata atau pemikiran-pemikiran kunci dari konseli dalam rumusan-rumusan yang menggunakan kata-kata konselor sendiri. tidak sekedar menirukan kata-kata yang diucapkan konseli. baik verbal maupun non verbal yang mengisyaratkan bahwa pernayataan konselor tepat dan bermanfaat. Berikut ini terdapat langkah-langkah dalam klarifikasi. Kemampuan konselor untuk mengamati dan memberikan respon terhadap perasaan-perasaan konseli merupakan hal yang sangat penting dalam proses konseling karena tindakan tersebut akan mendorong dan merangsang konseli untuk mengemukakan segala sesuatu yang  353 . seperti”Dapatkah Anda jelaskan” atau Apakah Anda mengatakan” .  Menentukan kalimat atau kata-kata yang tepat untuk klarifikasi. orang.  Memeriksa keefektifan parafrase berdasarkan berdasarkan respon konseli.b. Parafrase lebih memperhatikan bagian kognitif dari pesan konseli. obyek. Konseli akan merasa dimengerti dan dipersiapkan untuk mengolah lebih dalam lagi masalah-masalah yang diajukannya. maksud dari kegiatan parafrase adalah: menyampaikan kepada konseli bahwa konselor bersama konseli. Tujuan berikutnya adalah menyatakan kepada konseli bahwa konselor mencoba mengerti pesan konseli.  Mengidentifikasi adanya pesan-pesan yang samar-samar atau membingungkan. Refleksi Refleksi merupakan keterampilan konselor untuk merespon keadaan perasaan konseli terhadap situasi yang sedang dihadapi. dalam klarifikasi konselor sebaiknya lebih menunjukkan nada bertanya daripada memberikan suatu pertanyaan. Bila parafrase yang diberikan tepat maka konseli akan memberikan tanda persetujuan. dan jika berhasil berarti konselor telah mengikuti cerita konseli. Oleh karena itu. konselor hendaknya menggunakan pilihan kata yang tepat sehingga membantu menekankan kata atau ide penting yang diungkapkan konseli. dan memberi peluang untuk memerika kecermatan persepsi konselor. baik verbal maupun non verbal untuk mengetahui apa yang tellah dikatakan oleh konseli. Perhatikan contoh berikut ini.

merfleksi perasaan konseli merupakan suatu teknik yang ampuh. itulah yang saya rasakan”. Nada suara atau ekspresi wajah dapat emmberi tanda atau petunjuk mengenai perasaan dalam diri konseli. Perhatikan tingkah laku non verbal konseli ketika ia mengemukakan pernyataan/pesan-pesan secara verbal. apabila konselor dapat mengamati perasaan-perasaan konseli secara tepat. auditori atau kinestetik 5. Memeriksa keefektifan refleksi berdasarkan respon konseli terhadap pernyataan refleksi yang disampaikan konselor. Oleh karena itu. 4.  Membantu konseli membedakan intensitas berbagai perasaan yang ada dalam dirinya. Ia juga mempunyai efek meyakinkan kembali konseli bahwa konselor telah berada dalam permasalahan konseli.” atau ”Ya. Refleksi hampir sama dengan parafrase. 6. Jadi bila kita memakai 354 . Refleksi perasaan bisa menjadi keterampilan yang sulit dipelajari karena seringkali perasaan-perasaan tersebut diabaikan atau tidak dipahami. Ada 6 langkah dalam membuat reflesi perasaan. Dengan menggunakan keterampilan refleksi perasaan. Dalam hubungan sosial sehari-hari perasaan-perasaan konseli ada kecenderungan untuk disembunyikan atau dikekang. atau kata-kata afektif dalam pesan atau pernyataan konseli. yaitu:  Membantu konseli memahami perasaannya  Mendorong konseli agar lebih banyak mengekspresikan perasaannya. atau hal-hal khusus lainnya. Untuk konselor.berhubungan dengan masalah yang sedang dihadapinya. atau aspek emosional konseli. Ada beberapa tujuan dari refleksi perasaan. Jika identifikasi perasaan konseli dalam refleksi itu tepat. konseli akan menyatakan ”Ya. Refleksi perasaan dapat digunakan untuk menyatakan bagian efektif dari pesan. d. Mengemukakan pernyataan refleksi dengan awalan kata yang sesuai dengan petunjuk dari konseli. Dengan demikian. hal itu akan sangat mendorong konseli untuk terlibat secara aktif dalam proses wawancara. yaitu: 1. Menyatakan kembali perasaan-perasaan konseli dengan menggunakan kata-kata yang berbeda dari yang diucapkan konseli. Dalam hal ini konselor harus peka terhadap cara konseli mengungkapkan permasalahannya. Merangkum Rangkuman merupakan pernyataan kembali yang menyangkut data kognitif atau afektif. Menambahkan konteks atau situasi dimana perasaan itu muncul. konselor menyampaikan kepada konseli bahwa dia mampu memahami bagaimana perasaannya. serta menyadari kemajuan wawasan diri dan pemecahan masalahnya. 2. Ketepatan menggunakan respon ini bergantung pada ingatan yang tepat tentang tingkah laku konseli. tidak hanya dalam satu sisi atau beberapa bulan proses konseling berlangsung. agar memperkuat kebebasan konseli dan mempercayai ekspresi perasaannya sendiri.  Memberitahukan pada konseli bahwa konselor memahami perasaan konseli yang tidak suka atau marah kepada konselor. apakah disampaikan secara visual. karena melalui tindakan keterampilan tersebut akan terwujud suasana keakraban dan sekaligus pemberian empati dari konselor kepada konseli. kegiatan ini berperan sebagai pemeriksa efektifnya kecermatan persepsi terhadap spektrum sepenuhnya konseli. Merangkum memerlukan perhatian yang teliti dan konsentrasi terhadap pesan-pesan konseli yang disampaikan secara verbal maupun non verbal. Merangkum juga mempunyai pengaruh memberi keyakinan kepada konseli bahwa konselor meresapi pesan konseli serta membantu konseli agar merasakan suatu gerakan dalam mengeksplorasi ide dan perasaan. Merangkum juga dapat dipakai untuk mengakhiri interviu dan untuk memperjelas ide yang baru. Dengarkan kata-kata yang digunakan konseli untuk menyatakan perasaanperasaannya. 3. baik positif maupun negatif tentang situasi orang. sehingga perasaan tersebut dapat berkurang. namun dalam refleksi memuat aspek emosional atau komponen pesan yang tak terungkap dalam parafrase. benar.

Merangkum hasil penemuan sebelumnya pada permulaan suatu interviu seringkali diperlukan untuk memudahkan kelanjutan interviu. Biasanya teknik ini digunakan 355 . tema atau unsur ganda yang tampak jelas dalam pesan-pesan konseli.  Mendorong konseli untuk lebih aktif dalam proses konseling dan tetap bertanggung jawab terhadap arah interviu. merangkum akan merupakan suatu usaha bersama untuk menangkap persoalan yang telah diteliti. kemajuan yang telah dicapai dan rencana langkah berikutnya. Hal ini dapt dilakukan dengan bertanya dalam diri ”Apa yang telah dikatakan atau dilakukan konseli?” 2. Memimpin secara langsung Memimpin secara langsung merupakan suatu teknik untuk memusatkan pada suatu topik. bagaimana pendapat anda?” Apabila suatu hubungan dihentikan. ”Apa yang anda maksudkan dengan takut?” B. Memimpin secara tidak langsung Tujuan dari memimpin secara tidak langsung adalah agar konseli memulai bicara dan tetap bertanggung jawab atas kelangsungan interviu.  Memberi kesempatan kepada konseli untuk secara bebas menjajagi perasaannya dalam berbagai arah dan emrespon secara bebas terhadap apa yang sedang terjadi. memadatkan. menjelaskan dan memberikan ilustrasi apa yang sedang mereka katakan. ”Bagaimana pendapatmu tentang hal ini?” 2. Gunakan nada suara seperti memberikan pernyataan. Dalam hal ini. 5. Memilih kata pembuka rangkuman yang tepat. bukan nada bertanya. A. keterampilan ini terutama bermanfaat dalam membuka hubungan agar konseli mau berbicara. 3. Teknik ini juga mendorong konseli untuk meneliti.ringkasan. lalu ungkapkan sebagai respon rangkuman. Memperhatikan beberapa pola. Memperhatikan dan mengingat pesan atau serangkaian pesan konseli dengan cara menyatakan kembali dalam hati. kita berupaya merekapitulasi. dan mengkristalisasi esensi apa yang telah dikatakan. Adapun langkah-langkah dalam membuat rangkuman adalah sebagai berikut: 1. 4. Konselor mencoba supaya konseli merangkum juga bila diperlukan karena hal ini merupakan suatu tes tentang pengertian konseli. ”Marilah kita meneliti lebih jauh konsep anda tentang mengajar!” 2. Hal ini bisa dilakukan dengan menanyakan dalam diri sendiri ”Apa yang selalu diulang-ulang?” 3. Gunakan pilihan kata yang menggambarkan tema atau gabungan unsur-unsur pesan. Keterampilan Memimpin Tujuan dari memimpin adalah mendorong konseli untuk merespon terhadap komunikasi yang sifatnya terbuka. ”Mari kita lihat apa yang telah kita selesaikan dalam intervieu ini. Tujuan yang lebih spesifik dari memimpin adalah:  Mendorong konseli untuk menjajagi perasaan dan meneliti perasaan. konselor dapat berkata: 1. ”Coba buat kesimpulan secara singkat!” 3. Keterampilan memimpin ini dipakai dalam seluruh proses konseling. Bagi konselor merangkum berfungsi sebagai suatu bukti yang efektif tentang ketepatan pengamatan konselor. juga sebagai suatu metode supaya konseli tetap bertanggung jawab. Konselor dapat berkata: 1. apakah menggunakan kata ”Anda” atau nama konseli dan menyesuaikan dengan kata-kata yang diucapkan konseli. Memeriksa keefektifan rangkuman dengan cara mendengarkan atau mengamati respon konseli. apakah ia memperkuat atau menyangkal tema yang dinyatakan konselor dalam rangkuman. Petunjuk untuk memimpin langsung adalah: Tentukan tujuan pimpinan Nyatakan tujuan dalam kata-kata yang konkrit Beri konseli kebebasan untuk mengikuti pimpinan anda.

Tujuan dari memantulkan perasaan adalah untuk memusatkan pada perasaan. Ada beberapa pedoman untuk bertanya yang bersifat memimpin yaitu:  Tanyakan pertanyaan yang sifatnya terbuka sehingga tidak hanya menjawab dengan ”Ya” dan ”Tidak”. Menentukan perasaan apa yang dinyatakan oleh konseli. Metode bertanya ini mempunyai arti bahwa pertanyaan adalah untuk membantu konseli mengerti dan bukan untuk mempermudah pengertian konselor.  Tanyakan pertanyaan yang mengarah pada penjelasan bagi konseli dan bukan informasi untuk konselor. Menggambarkan perasaan ini secara jelas. Contoh pertanyaan terbuka: 1. Contoh: 1. untuk memperjelas perasaan yang samar-samar menjadi lebih disadari dan untuk emmbantu konseli memiliki perasaannya sendiri. Nilailah melalui reaksi konseli apakah pemantulan ini bersifat membantu atau menghambat.untuk membuka suatu intervieu. Contoh pemantulan perasaan adalah sebagai berikut: 1. ”Cobalah anda menerangkan lebih banyak lagi tentang hungan anda dengan orang tua anda?” 4.  Tentukan pertanyaan yang mengakibatkan munculnya perasaan dan bukan informasi.  Pertahankan yang sifatnya umumdan agak samar. ”Benar-benar menyakitkan ditolak seseorang yang anda cintai”. 3. ”Apa yang anda maksud dengan gagal?” 2. digunakan apabila konseli menunjukkan ketidakpastian dalam ceritanya. terdapat beberapa keterampilan konfrontasi yaitu: a. Keterampilan Memantulkan Memantulkan perasaan adalah menyatakan dengan kata sendiri tentang perasaan konseli yang esensial. Teknik memusatkan juga merupakan suatu cara membentuk konseli dan menyentuh perasaan mereka. konselor dapat menghentikan dan meminta kepada mereka untuk menentukan pada satu aspek karena tujuan lain dari teknik memusatkan adalah untuk menentukan pada satu perasaan atau ide. Langkah-langkah yang digunakan dalam teknik memantulkan memantulkan perasaan adalah: 1. ”Dengan kata lain anda benci terhadap tingkah lakunya”. ”Bagaimana perasaanmu tentang apa yang telah kita bicarakan?” 2. Bertanya Teknik yang digunakan dalam bertanya adalah jenis pertanyaan yang bersifat terbuka akan memberikan kebebasan kepada konseli. Tutuplah matamu dan coba hayati apa yang kamu rasakan!” D. 2. ”Apa yang ingin anda bicarakan?” 2. 356 . Amati pengaruhnya. Mengenal perasaan-perasaan dalam diri sendiri sebagai seorang konselor.  Konselor diam cukup lama supaya konseli dapat menangkap apa maksud konselornya. Keterampilan Konfrontasi Konfrontasi mencakup sekelompok keterampilan konseling yang kompleks. ”Marilah kita bicarakan untuk sementara waktu. Memusatkan Memusatkan pembicaraan pada suatu topik yang menurut pikiran konselor akan memperlancar pemahaman. Ada beberapa petunjuk untuk memimpin secara tidak langsung:  Tentukan tujuan pimpinan secara jelas. Apabila konselor berpendapat bahwa konseli telah membicarakan topik permasalahannya. ”Bagaimana perasaan anda?” C. Beberapa contoh ilustrasi teknik meusatkan adalah: 1. 5. 4. 2.

C. Menggambarkan perasaan-perasaan yang ada dalam diri sendiri dan membagi perasaan tersebut dengan konseli. d. b. 4. D. Mengintrerpretasi hampir sama dengan memantulkan. Tujuan dari teknik interpretasi adalah supaya konseli dapat menginterpretasi sendiri dan menambah kemampuan konseli untuk bertidak secara efektif. Buatlah parafrasenya. Dalam konfrontasi digunakan kerangka acuan luar (external frame of reference). 2. ”Kapan anda merasa terbebani atas keadaan diri anda?” b. Konfrontasi dalam wawancara konseling dimaknai sebagai pemberian tanggapan terhadap pengungkapan kontradiksi dari konseli. ”Jadi apa yang salah dalam sikap tersebut?” Berikut ini ada beberapa pedoman untuk menginterpretasikan yaitu: 1. 357 . Pertahanan-pertahanan psikologis ini biasanya merupakan bidang yang penting untuk didekati namun sangat sensitif sehingga memerlukan cara yang cermat dan cerdas. f. Perkenalkan ide-ide konselor dalm bentuk pertanyaan-pertanyaan yang menunjukkan bahwa konselor menawarkan ide-ide sementara tentang arti diri kata-kata atau tingkah laku konseli. 3. sedangkan pada paraprase dan refleksi perasaan ditekankan pada pernyataan dan keterampilan acuan konseli sendiri. Ingat. konfrontasi merupakan suatu metode ”menceritakan sesuatu seperti apa adanya” yang mungkin menyebabkan kecemasan. mekanisme pertahanan diri. c. 5. kebutuhan-kebutuhan dan pola hidup. 6. Tambahkan pengertian konselor tentang apa arti dari pesan konseli dalam kaitannya dengan teori konseling atau penjelasan umum tentang motif. Ajari konseli menginterpretasi sendiri. Tanggapan tersebut berbeda dengan paraprase dan refleksi perasaan. Maksud penerapan konfrontasi dalam konseling adalah membantu konseli agar mengubah pertahanan yang telah dibangun guna menghindari pertimbangan tertentu dan untuk meningkatkan keterbukaan komunikasi. tetapi dalam menginterpretasi konselor menambahkan arti terhadap pesan pokok konseli. E. Cari pesan pokok konseli.A. Mengulang sebagai bentuk memberi tekanan dan memberi kejelasan. 7. Memberikan balikan dalam bentuk pendapat tentang tingkah laku konseli. tergantung pada waktu kesiapan konseli untuk dikonfrontasi dan dengan umpan balik secara jujur. sehingga konseli mampu melihat persoalannya dengan cara-cara baru. ia harus menemukan pengertian itu sendiri. Bahasa hendaknya tetap sederhana dan sesuai dengan pesan konseli. Konselor merumuskan semua dugaan tentang apa yang sedang terjadi dan bagaimana penafsirannya secara logis tentang tingkah laku konseli. Keterampilan Parafrase Isi dan Refleksi Perasaan Konselor diharapkan untuk membantu konseli menghadapi perasaan-perasaanperasaannya daripada menekan perasaan-perasaan tersebut dengan cara memfokuskan 7. Meditasi sebagai bentuk konfrontasi pada diri sendiri. Contoh: ”Cobalah dulu sbeelum anda menggunakan!” 6. B. kita tidak dapat memberi pengertian kepada orang lain. Asosiasi sebagai suatu metode menyentuh perasaan. Hindari spekulasi dan penggunaan bahasa tidak lazim. menginterpretasi berarti bahwa konselor memimpin konseli untuk mencari pengertian-pengertian dan persepsi-persepsi yang lebih luas tentang perasaanperasaannya. F. Beberapa keterampilan interpretasi dilakukan dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut: a. e. Coba amati bagaimana reaksi konseli terhadap interpretasi konselor. Mengenal Perasaan Menggambarkan dan membagi perasaan (sharing) Balikan dan Pendapat Meditasi Mengulang Melakukan Asosiasi Keterampilan Interpretasi Menginterpretasikan merupakan suatu proses menjelaskan arti tentang peristiwaperistiwa kepada konseli.

. tetapi tindakan ini memiliki efek katarsis dan nantinya dapat membantu proses penyembuhan yang diinginkan oleh sebagian besar konseli. peran. Keterampilan Normalisasi Keterampilan normalisasi secara khusus berfungsi dan berpengaruh jika digunakan secara tepat.  Saya memperhatikan bahwa Anda merasa.. Peserta diminta untuk membuat rencana simulasi tentang keterampilan yang sudah diajarkan seperti di atas. Tujuan dari normalisasi kondisi emosional klien adalah untuk membantunya meredakan kecemasan dengan cara mengatakan padanya bahwa respons emosionalnya merupakan hal yang normal. Peserta menstimulasikan dan disertai dengan pemberian feedback dari anggota kelompok 358 . Ketika merefleksikan perasaan. Berikut ini adalah contoh penggabungan refleksi isi dan refleksi perasaan Konseli : Saya selalu menunggu-nunggu kapan ibu saya menunjukkan lebih banyak perhatian kepada saya. Ada sejumlah konseli yang tidak mampu menghadapi mengendalikan level-level ekspresi emosi yang tinggi. Normalisasi dapat digunakan untuk: menormalisasikan kondisi-kondisi emosional dan menormalisasikan perubahan-perubahan dalam perilaku. Seringkali konseli ketakutan oleh perasaan-perasaan emosionalnya yang kuat di saat-saat krisis. Sudah berkali-kali saya memintanya untuk datang mengunjungi saya tetapi ia tidak pernah datang. maka dalam pelatihan ini peserta diminta untuk berlatih tentang materi kegiatan pada bab IV ini dengan baik.. ibu memang datang berkunjung. Konselor : Anda kecewa oleh perilaku ibu Anda atau Anda merasa terluka atas kekurang pedulian ibu Anda.. dan hubungan pergaulan yang disebabkan oleh krisis perkembangan hidup.  Yang saya dengar tadi anda mengatakan. Saya pikir ibu sama sekali tidak peduli pada saya (bicara lambat dengan nada suara datar). dll). Jelaskan komponen-komponen apa saja yang harus digunakan dalam keterampilan attending dan bagaimana cara melaksanakannya? C. sedih.. Peserta diminta untuk memahami materi secara individual.  Yang saya pahami di sini adalah..  Saya mendapat kesan bahwa. kemudian mendiskusikan dalam kelompok kecil.. 3.  Saya mendapat kesan bahwa Anda merasa.. atau isi dan perasaan secara bersamaan  Kalau saya tidak salah dengar Anda (kecewa. adalah: 1. Beberapa contoh kalimat refleksi yang didahului dengan kata-kata pengantar seperti di bawah ini: Ketika merefleksikan isi  Saya mendengar bahwa anda mengatakan. dia bahkan tidak ingat kalau hari itu ulang tahun saya. 2. akan lebih membantu jika konselor memfokuskan pembicaraan pada isi daripada perasaan.. tapi tahukan Anda.p[erhatian pada level kepala atau kognitif.. Untuk konseli semacam ini. Latihan Untuk mendukung pemahaman peserta pelatihan. Diskusikan apa perbedaan antara keterampilan konfrontasi dan keterampilan interpretasi dalam proses konseling. Bagaimanakah cara melakukan konfrontasi yang tepat sehingga bisa mengarahkan proses pengentasan masalah konseli dengan efektif? 3. Seringkali kecemasan seseorang banyak berkurang jika ia menemukan bahwa kondisi emosionalnya normal dan wajar untuk keadaannyaa. 2. D.. 8. Lembar Kegiatan Peserta 1. Kemarin waktu ulang tahun saya. Menyelami perasaan secara lebih total seringkali menyakitkan... Adapun bentuk latihannya..

cara melakukan wawancara. tata cara duduk. keterampilan dasar sangat penting digunakan untuk mengentaskan masalah konseli disamping model-model pendekatan yang akan digunakan dalam proses konseling.E. menciptakan suasana keakraban dan akhirnya mampu membuat kesadaran penuh pada diri konseli sehingga konseli secara ikhlas dan sukarela melaksanakan proses konseling tanpa ada paksaan. Rangkuman Dalam proses konseling. Keterampilan attending sebagai salah satu contoh pentingnya keterampilan konseling karena keterampilan attending ini sangat dibutuhkan pada saat membina hubungan dengan konseli dimana tatkala konselor menyambut konseli untuk melakukan proses konseling. Kedudukan keterampilan dasar ini akan sangat mendukung keberhasilan konselor tatkala melakukan proses konseling. memandang konseli hendaknya dilakukan secara standar. memperbaiki hubungan antar pribadi yang sudah terjalin. Beberapa keterampilan konseling yang sudah diuraikan pada bab IV ini secara umum mempunyai tujuan untuk membina hubungan baik dengan konseli. 359 .

Manusia dapat mempengaruhi perilaku orang lain dan dirinya pun dipengaruhi oleh perilaku orang lain. Pendekatan Konseling Behavioristik Pendekatan konseling behavioristik pada dasarnya berpegang pada keyakinan bahwa manusia merupakan hasil suatu proses belajar. Pembiasaan operan dan Peniruan. 2. Menganalisis konsep dasar dan aplikasi teknik pendekatan behavioristik dalam seting individual. Dengan nasehat kresna semangat juang dan keberanian Arjuna bangkit kembali. Mengapa demikian? Karena orang merasa bahwa apabila masalahnya belum terpecahkan. Tingkah laku seseorang ditentukan oleh banyak dan macamnya penguatan yang diterima dalam situasi hidupnya. proses konseling pada dasarnya pun dipandang sebagai suatu proses belajar. Indikator: 1. Nasehat kresna kepada arjuna dalam perang Bharata Yuda pada waktu Arjuna mengalami kebimbangan saat berhadapan dengan karna. Manusia mampu untuk memperoleh dan membentuk sendiri suatu pola tingkah laku yang baru melalui suatu proses belajar. menangkap apa yang dilakukannya. dan Arjuna terus maju kemedan pertempuran. Kompetensi dan Indikator Setelah mempelajari bab ini. 360 . dan mengatur serta mengontrol perilakunya sendiri. menunjukan bahwa bimbingan dan konseling telah ada. misalnya seperti yang digambarkan dalam pewayangan. Konsep Dasar Manusia merupakan mahluk reaktif yang tingkah lakunya dikontrol/dipengaruhi oleh faktor-faktor dari luar. termasuk minta bantuan orang lain. Menguasai prosedur penggunaan teknik konseling pendekatan behavioristik. Konseling Behavioristik berpangkal pada beberapa keyakinan tentang martabat manusia yaitu: 1. a.BAB V PENDEKATAN KONSELING BEHAVIORISTIK A. 2. B. melalui hukum-hukum belajar: Pembiasaan klasik. orang tersebut membutuhkan nasehat atau pertolongan orang lain untuk turut serta memecahkan kesulitan tersebut. menunjukan dengan jelas adanya bimbingan dan konseling ini. 3. sejak jaman dahulu. Karenanya masalah itu perlu dipecahkan dengan berbagai macam cara. Uraian Materi Deskriptif dan Makna Pendekatan Bimbingan dan Konseling Bimbingan dan konseling sebagai sesuatu aktivitas untuk menghindari dan atau mengatasi persoalan-persoalan di dalam kehidupan sebenarnya bukanlah hal yang seluruhnya baru. sehingga ia dapat diubah dengan memanipulasi 2. Menganalisis kasus yang mendasari alasan konselor menggunakan teknik konseling behavioristik. Tingkah laku dipelajari ketika individu berinteraksi dengan lingkungan. Manusia pada dasarnya tidak berakhlak baik atau buruk. Dengan demikian. 4. peserta pelatihan dapat menguasai kerangka teoretik dan praksis bimbingan dan konseling dengan cara mengaplikasikan pendekatan behavioristik dalam memberikan layanan konseling individual. Berdasarkan faktor keturunan dan lingkungan maka terbentuklah tingkah laku manusia yang menjadi suatu ciri khas kepribadiannya. Mengevaluasi ketepatan penggunaan teknik konseling behavioristik dalam kasus. bagus atau jelek. 1. maka masalah itu akan selalu mengganggu kehidupannya. Manusia memulai kehidupannya dengan memberikan reaksi terhadap lingkungannya dan interaksi ini menghasilkan pola-pola perilaku yang kemudian membentuk kepribadian. Manusia pada dasarnya mempunyai potensi untuk bertingkah laku baik atau buruk. 3. Manusia bukanlah hasil dari dorongan tidak sadar melainkan merupakan hasil belajar. 4. Manusia mampu untuk berefleksi atas tingkah lakunya sendiri. Demikian juga orang yang menghadapi kesulitan yang tidak dapat mereka atasi sendiri. benar atau salah.

Goal setting Berdasarkan informasi yang diperoleh dari langkah assessment konselor dan klien menyusun dan merumuskan tujuan yang ingin dicapai dalam konseling. Manusia cenderung akan mengambil stimulus yang menyenangkan dan menghindarkan stimulus yang tidak menyenangkan. Klien mengkhususkan perubahan positif yang dikehendaki sebagai hasil konseling. b. Namun demikian proses konseling tetap membutuhkan suatu framework untuk mengajar klien dalam mengubah tingkah lakunya agar konseling berjalan efektif. Perumusan tujuan konseling dilakukan dengan tahapan sebagai berikut : a. Karena tingkah laku salah merupakan hasil belajar. yaitu tingkah laku yang tidak sesuai dengan tuntutan lingkungan dan tingkah laku yang salah hakikatnya terbentuk dari cara belajar atau lingkungan yang salah. 361 . Tujuan dari assessment ini untuk memperkirakan apa yang diperbuat klien pada waktu itu. Tingkah laku bermasalah adalah tingkah laku atau kebiasaan-kebiasaan negatif atau tingkah laku yang tidak tepat.b. 2. Karakteristik Konseling Behavioristik Konseling behavioristik biasanya berfokus pada tingkah laku yang tampak. Proses konseling adalah proses belajar. dan mengkreasi kondisi-kondisi pembentukan tingkah laku. Kalau perilaku konseli ditinjau dari sudut pandangan apakah perilaku itu tepat dan sesuai dengan situasi kehidupannya (well-adjusted)atau tidak tepat dan salah suai (maladjusted). Konselor mengemukakan keadaannya yang benar yang dialaminya pada waktu itu. Dengan memahami kepribadian manusia berarti mempelajari dan memahami bagaimana terbentuknya suatu tingkah laku. Pandangan tentang Kepribadian Kepribadian seseorang merupakan cerminan dari pengalaman. d. Tujuan Konseling Behavioristik Tujuan konseling behavioristik adalah membantu klien untuk mendapatkan tingkah laku baru. Framework yang dipakai sebagai pedoman adalah sebagai berikut: 1. konselor membantu terjadinya proses belajar tersebut. mengembangkan prosedur perlakuan spesifik. Mengahapus/menghilangkan tingkah laku maldaptif (masalah) untuk digantikan dengan tingkah laku baru yaitu tingkah laku adaptif yang diinginkan klien. yaitu situasi atau stimulus yang diterimanya. Tujuan yang sifatnya umum harus dijabarkan ke dalam perilaku yang spesifik  Diinginkan oleh klien  Konselor mampu dan bersedia membantu mencapai tujuan tersebut  Klien dapat mencapai tujuan tersebut  Dirumuskan secara spesifik  Konselor dan klien bersama-sama (bekerja sama) menetapkan/merumuskan tujuan-tujuan khusus konseling. harus dikatakan bahwa baik tingka laku tepat maupun tingka laku salah sama-sama merupakan hasil belajar. Behavior Therapy dirumuskan sebagai aplikasi metode eksperimen terhadap masalah tingkah laku abnormal dan maladaptive. e. tingkah laku yang salah itu juga dapat dihapus dan diganti dengan tingkah laku yang tepat melalui suatu proses belajar. Bagi seorang konselor behavioristik perilaku konseli merupakan hasil dari keseluruhan pengalaman hidupnya dalam berinteraksi dengan lingkungan. Deskripsi Proses Konseling Proses konseling dibingkai oleh kerangka kerja untuk mengajar klien dalam mengubah tingkah lakunya. dan penilaian obyektif terhadap tujuan konseling. c. Dengan demikian konselor diharapkan dapat mendorong klien untuk mengemukakan keadaan yang benar-benar dialaminya pada waktu itu. Konselor dan klien mendifinisikan masalah yang dihadapi klien. Langkah-langkah dalam konseling bervariasi. Assesment Assesment diperlukan untuk mengidentifikasi motode atau teknik mana yang akan dipilih sesuai dengan tingkah laku yang ingin diubah. cermat dan operasional dalam merumuskan tujuan konseling.

2) mempertimbangkan kembali tujuan yang akan dicapai. Technique implementation Maksudnya yaitu menentukan dan melaksanakan teknik konseling yang digunakan untuk mencapai tingkah laku yang diinginkan yang menjadi tujuan konseling. Desensitisasi Sistematis o Memfokuskan bantuan untuk menenangkan klien dari ketegangan yang dialami dengan cara mengajarkan klien untuk rileks. atau contoh nyata langsung) 6. Prinsip Kerja Teknik Konseling Behavioral 1. Pengkondisian Aversi o Digunakan untuk menghilangkan kebiasaan buruk dengan meningkatkan kepekaan klien agar mengamati respon pada stimulus yang disenanginya dengan kebalikan stimulus tersebut 362 . Merencanakan prosedur pemberian penguatan terhadap tingkah laku yang diinginkan dengan sistem kontrak . kesulitan menyatakan tidak.c. Mengkondisikan pengubahan tingkah laku melalui pemberian contoh atau model (film. 3) melakukan referal. Dengan menggunakan berbagai teknik sebagai berikut: 1. tape recorder. Konselor dan klien mendiskusikan tujuan yang telah ditetapkan klien : 1) apakah merupakan tujuan yang benar-benar diinginkan klien 2) apakah tujuan itu realistik 3) kemungkinan manfaatnya 4) kemungkinan kerugiannya. o Esensi teknik ini adalah menghilangkan tingkah laku yang diperkuat secara negatif dan menyertakan respon yang berlawanan dengan tingkah laku yang akan dihilangkan. o Terutama berguna di antaranya untuk membantu individu yang tidak mampu mengungkapkan perasaan tersinggung. 4. Mengurangi frekuensi berlangsungnya tingkah laku yang tidak diinginkan 4. 3. o Cara: permainan peran dengan bimbingan konselor. f. dengan demikian respon-respon yang baru (sebagai tujuan konseling) akan dapat dibentuk. maka konsep itu digunakan dalam terapi. 3. diskusi kelompok 2. Behavior therapy merumuskan suatu konsep bahwa tingkah laku menyimpang adalah disebabkan oleh prosesbelajar yang salah. Feedback Memberikan dan menganalisis umpan balik untuk memperbaiki dan meingkatkan proses konseling. Memberikan penguatan terhadap suatu respon yang akan mengakibatkan terhambatnya kemunculan tingkah laku yang tidak diinginkan 5. 5. mengungkapkan afeksi dan respon posistif lainnya. Teknik Konseling Behavioristik Teknik konseling behavioral diarahkan pada penghapusan respon yang telah dipelajari (yang membentuk tingkah laku bermasalah) terhadap perangsang. d. 3. Memodifikasi tingkah laku melalui pemberian penguatan. Latihan Asertif o Digunakan untuk melatih klien yang mengalami kesulitan untuk menyatakan diri bahwa tindakannya adalah layak atau benar. Konselor dan klien membuat keputusan apakah : 1) melanjutkan konseling dengan menetapkan teknik yang akan dilaksanakan. 2. Evaluation termination Maksudnya yaitu melakukan penilaian apakah kegiatan konseling yang telah dilaksanakan mengarah dan mencapai hasil sesuai dengan tujuan konseling. Agar klien terdorong untuk merubah tingkah lakunya penguatan tersebut hendaknya mempunyai daya yang cukup kuat dan dilaksanakan secara sistematis dan nyata-nyata ditampilkan melalui tingkah laku klien.

o 363 . o Tingkah laku yang berhasil dicontoh memperoleh ganjaran dari konselor: dapat berupa pujian sebagai ganjaran sosial. 4. model fisik. dan memperkuat tingkah laku yang sudah terbentuk. dapat menggunakan model audio. model hidup atau lainnya yang teramati dan dipahami jenis tingkah laku yang hendak dicontoh. Pembentukan Tingkah laku Model o Digunakan untuk membentuk tingkah laku baru pada klien.Stimulus yang tidak menyenangkan yang disajikan tersebut diberikan secara bersamaan dengan munculnya tingkah laku yang tidak dikehendaki kemunculannya o Pengkondisian ini diharapkan terbentuk asosiasi antara tingkah laku yang tidak dikehendaki dengan stimulus yang tidak menyenangkan. o Konselor menunjukkan kepada klien tentang tingkah laku model.

Menguasai prosedur penggunaan teknik konseling pendekatan rational emotif.RATIONAL EMOTIF THERAPY A. menjadi perfeksionis dan menyalahkan diri-sendiri. berkomunikasi dengan orang lain. keberadaannya. interpretasi serta reaksi kita terhadap situasi kehidupan. melatih konseli untuk bisa berfikir dan berbuat yang lebih realistis dan rasional. Mereka belajar caranya mengganti cara rasional dan sebagai hasilnya mereka mengubah reaksi emosional mereka terhadap situasi. serta terjadinya pertumbuhan dan aktualisasi diri. Rational-emotif sangatlah didaktis. percaya pada takhayul. 4. 2. dan bukan terutama masalah perasaan yang diungkapkan. Bahwa emosi kita terutama berasal dari keyakinan. mencintai. terutama dalam hal memberi pekerjaan rumah dan dalam mengerjakan strategi untuk berfikir secara lurus dan konselipun berfungsi sebagai pelajar. menganalisis dan berbuat. 364 . mengambil keputusan. Mengevaluasi ketepatan penggunaan teknik konseling rational emotif dalam kasus. sangat direktif dan memiliki kepedulian yang seimbang antara pikiran dan perasaan dan didasarkan pada asumsi bahwa kognisi. Terapi rational-emotif menjadi sebuah aliran psikoterapi yang ditujukan untuk memberi kepada konseli atau perangkat untuk mengrestrukturisasi gaya falsafah serta perilaku mereka. dan perilaku berinteraksi secara signifikan dan memiliki hubungan sebab akibat yang timbal balik. baik yang rasional atau lurus maupun yang tidak rasional atau bengkok. dan oleh karenanya memberinya ciri sebagai yang menggunakan pendekatan elektik yang multimodal. Orang ada kecenderungan untuk menjaga kelangsungan keadaan dirinya. peserta pelatihan dapat menguasai kerangka teoretik dan praksis bimbingan dan konseling dengan cara mengaplikasikan pendekatan rational emotif dalam memberikan layanan konseling individual. melalui proses terapeutik rasional emotif konseli mempelajari keterampilan yang memberikan kepada mereka perangkat untuk mengidentifikasikan dan mempertanyakan keyakinan yang tidak rasional yang telah didapat dan sampai sekarang tetap ada karena adanya indoktrinasi diri. Menganalisis konsep dasar dan aplikasi teknik pendekatan rational emotif dalam seting individual. dalam banyak hal terapis berfungsi seperti guru. 3. kebahagiaan. Implikasi terapeutik berasal dari asumsi-asumsi berbuat. dalam arti bahwa rationalemotif menekankan pada berfikir. menghindar dan memikirkan sesuatu. perilaku. memperkirakan. dan perbuatan. B. Kompetensi dan Indikator Setelah mempelajari bab ini. Konsep Dasar Terapi rational-emotif didasarkan pada suatu asumsi bahwa manusia memiliki potensi berfikir. Konselor berusaha agar konseli makin menyadari pikiran dan kata-katanya sendiri. menunda-nunda. Menganalisis kasus yang mendasari alasan konselor menggunakan teknik konseling rational emotif. berulang-ulang melakukan kekeliruan. Indikator: 1. Konseling Rational-emotif banyak kesamaannya dengan terapi yang berorientasi pada kognisi. Uraian Materi 1. tidak memiliki tenggang rasa. evaluasi. serta mengadakan pendekatan yang tegas. Melalui perkembangannya rational-emotif terus menerus menekankan pada ketiga modalitas itu serta interaksinya. dan menghindari adanya aktualisasi potensi pertumbuhan yang dimilikinya. Pendekatan Konseling Rational-Emotive Therapy Pendekatan konseling Rational-emotif pada intinya ialah untuk mengatasi pikiran yang tidak logis tentang diri sendiri dan lingkungannya. Mereka juga memiliki dorongan dari dalam dirinya untuk merusak diri sendiri. emosi. kesempatan memikirkan dan mengungkapkannya dengan kata-kata. yang mempraktekan ketrampilan yang didapatnya dari terapi dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan anggapan bahwa manusia itu tidak sempurna, rasional emotif berusaha untuk menolong mereka untuk mau menerima dirinya sebagai mahkluk yang akan selalu membuat kesalahan namun pada saat yang bersamaan juga sebagai yang bisa belajar hidup damai dengan dirinya sendiri. Asumsi pokok terapi rasional emotif adalah sebagai berikut: (1) Orang mengkondisikan diri-sendiri sebagai merasakan adanya suatu gangguan dan bukan dikondisikan oleh sumber yang berasal dari luar dirinya. (2) Orang ada kecenderungan biologis dan budaya untuk berfikir berbelit-belit dan menimbulkan gangguan pada diri-sendiri sesuatu yang sebenarnya tidak perlu terjadi. (3) Manusia itu unik dalam arti bahwa mereka menemukan keyakinan yang mengganggu dan membiarkan dirinya terganggu oleh adanya gangguan itu. (4) Orang ada kapasitas untuk mengubah proses kognisi, emotif dan behavioral mereka; terutama mereka bisa memilih untuk memberikan reaksi mereka secra berbeda dengan pola yang biasanya mereka anut bisa menolak untuk memberikan dirinya menjadi marah, dan bisa melatih diri mereka sendiri sehingga pada akhirnya nanti mereka bisa bertahan mengalami gangguan yang minim selama sisa hidupnya. Pandangan tentang Kepribadian Terapi rasional emotif ini menegaskan bahwa menyalahkan merupakan inti dari sebagian besar gangguan emosional. Oleh karena itu kalau menyembuhkan nurosis atau gangguan kepribadian sebaiknya berhenti menyalahkan diri sendiri dan orang lain, melainkan adalah hal yang penting kalau mau menerima diri sendiri meskipun ada ketidak sempurnaan pada diri . Pendekatan terapi rasional emotif ini pada esensinya semua orang dilahirkan dengan dibekali oleh kemampuan untuk berfikir secara rasionil, namun juga memiliki kecenderungan kuat untuk meningkatkan hasrat dan preferensi menjadi tuntutan dan perintah ”apa yang seharusnya”, ”apa yang harus” ”apa yang seyogyanya”, yang sifatnya dogmatik dan mutlak. Apabila pada suatu preferensi dan keyakinan yang rasionil tidak akan menjadi tertekan secara proposional, memusuhi, dan mengasihani diri serta berdasarkan tuntutan-tuntutan maka mengganggu diri kita sendiri. Ide-ide yang tidak realistis dan tidak logis menciptakan perasaan yang terganggu. Menciptakan pikiran serta perasaan yang muncul dari dalam diri yang terganggu juga memiliki kekuatan untuk mengontrol masa depan emosional, dan apabila kita marah hal yang baik ada;ah apabila melihat ke ”tuntutan harus” yang dogmatik serta ”tuntutan seharusnya” yang mutlak, yang tersembunyi dalam diri. Kognisi yang sifatnya mutlak merupakan inti dari penderitaan manusia, oleh karena seringkali keyakinan ini menjadi ganjalan dan menghalangi orang dalam usahanya untuk sampai pada sasaran serta maksud yang dituju. Pada hakekatnya semua penderitaan manusia dan gejolak emosionalnya yang serius sama sekali tidak perlu ada, menciptakannya baik secara sadar atau tidak sadar, jalan pikiran kita dan cara kita dalam merasakan dalam berbagai situasi. Memiliki kapasitas untuk sadar akan dirisendiri maka bisa diamati dan mengevaluasi sasaran serta maksud tujuan dan bagaimana cara untuk mengubahnya. Biasanya perasaan dapat bisa dirubah apapun yang terjadi dengan cara secara kreatif menetapkan untuk merasakan sesuatu secara berbeda dan dengan tekad bulat menolak untuk menjadikan diri sangat resah dan tertekan karena adanya sesuatu. Orang tidak perlu harus diterima dan dicintai meskipun hal itu merupakan yang sangat diinginkan, terapis rational emotif mengajarkan pada konseli bagaimana rasanya tidak tertekan bahkan manakala mereka tidak diterima dan dicintai orang lain yang signifikan. Rasoinal emotif berusaha menolong orang mendapatkan cara untuk mengatasi depresi,keresahan, kepedihan, kehilangan rasa harga diri, dan kebencian. Berikut ini adalah beberapa ide tidak rasional yang di internalisasi dan yang pasti membawa ke penggagalan diri tersebut yakni : (1) ”Saya harus dicintai atau diterima oleh semua orang penting dalam hidup saya”. (2) ”Saya harus melakukan tugas penting secara kompeten dan sempurna”. (3) ”Oleh karena saya sangat senang menginginkan agar orang memperlakukan saya dengan penuh pengertian dan jujur maka mutlak harus berbuat seperti itu”.

365

(4) ”Apabila saya tidak mendapatkan apa yang saya inginkan maka itu merupakan hal yang sangat tidak menyenangkan dan tidak akan tahan”. (5) ”Lebih mudah menghindari kesulitan hidup dan pertanggungan jawab dari pada melakukan suatu bentuk disiplin diri yang menjadikan keuntungan”. Seperti yang telah kita lihat, dogma dasar dari terapi rational emotif adalah gangguan emosional (yang dibedakan dari perasaan duka, menyesal, dan frustasi merupakan hasil pemikiran irasional. Kualitas irasonalnya berasal dari tuntutan agar dunia ini seharusnya, seyogyanya, dan harus berbeda. Diagram berikut ini akan menjelaskan interaksi dari berbagai komponen yang sedang dibahas : A B C

D E F Keterangan : A= peristiwa yang sedang terjadi B= keyakinan C= konsekuensi emosi dan perilaku D= intervensi yang meragukan/membantah E= efek F= perasaan baru Teori A-B-C dari kepribadian menduduki posisi sentral dalam teori dan praktek rasional emotif. A adalah keberadaanya fakta, suatu peristiwa atau perilaku atau sikap seorang individu. C adalah konsekuensi emosi dan perilaku ataupun reaksi si individu; reaksi itu bisa cocok, bisa juga tidak A (peristiwa yang sedang berjalan), melainkan B, yaitu keyakinan si pribadi pada A banyak menjadi penyebab C, reaksi emosi. Misalnya apabila seseorang mengalami depresi setelah bercerai dengan suami/istrinya mungkin bukan perceraian itu sendiri yang menjadi penyebab reaksi dalam bentuk depresi itu, tetapi keyakinan si individu bahwa ia gagal, merasa ditolak, atau kehilangan pasangan. Keyakinan terhadap penolakan dan kegagalan (pada titik B) merupakan penyebab utama dari depresi (pada titik C), dan bukan peristiwa yang sesungguhnya terjadinya perceraian (pada titik A). Jadi manusia memikul sebagian besar dari tanggung jawab terciptanya reaksi serta gangguan emosi mereka sendiri. Dengan menunjukan kepada seseorang cara ia bisa merubah keyakinan irasional yang secara langsung menjadi penyebab terjadinya konsekuensi terganggunya emosi merupakan inti dari terapi rational emotif. Setelah A, B, C maka munculah D, yang meragukan/membantah pada esensinya D merupakan aplikasi dari metode ilmiah untuk menolong konseli menantang keyakinan irasional mereka. Ada tiga komponen dari proses meragukan/membantah ini : mendeteksi, memperdebatkan, dan mendekriminasi. Pertama konseli belajar caranya mendeteksi keyakinan irasional mereka, terutama kemutlakan ”seharusnya” dan ”harus”, ”sifat berlebihan”, dan ”pelecehannya pada diri-sendiri”, kemudian konseli memperdebatkan keyakinan yang disfungsional itu dengan belajar cara mempertanyakan semuanya itu secara logis dan emperis dan dengan sekuat tenaga mempertanyakannya pada diri sendiri serta berbuat untuk tidak mempercayainya. Akhirnya konseli belajar untuk mendiskriminasi keyakinan yang irasional dan rasionil. Meskipun terapi rational emotif menggunakan banyak kognitif, emotif, dan behavioral untuk menolong konseli mengalahkan keyakinan irasional mereka, ditekankannya proses meragukan ini baik pada waktu selama sesi terapi maupun di kehidupan diluar sesi terapi. Akhirnya sampailah mereka pada E, falsafah efektif yang memiliki segi praktis. Falsafah rasional yang baru dan efektif terdiri dari menggantikan pikiran yang tidak pada tempatnya dengan yang cocok. Apabila kita berhasil dalam melakukan ini kita juga menciptakan F atau perangkat perasaan yang baru. Kita tidak lagi merasakan kecemasan yang sungguh-sungguh atau merasa tertekan, melainkan merasakan segala sesuatu sesuai dengan situasi yang ada. Cara yang paling baik untuk memulai merasa lebih baik adalah mengembangkan falsafah yang efektif dan rasionil, jadi orang tidak menyalahkan diri-sendiri serta menghukum diri-sendiri berupa

366

depresi karena terjadi perceraian melainkan orang akan mencari konglusi yang rasionil dan berdasarkan empiris Untuk bisa mengubah kepribadian yang disfungsional mencakup langkahlangkah sebagai berikut : (1) mengakui sepenuhnya bahwa yang bertanggung jawab atas terciptanya masalah yang dialami (2) mau menerima pendapat bahwa kita memiliki kemampuan untuk secara signifikan mengubah gangguan-gangguan ini. (3) mengakui bahwa masalah emosional banyak berasal dari keyakinan irasional (4) melihat nilai dari sikap meragukan keyakinan yang bodoh dengan menggunakan metode yang tegas (5) menerima kenyataan bahwa apabila mengharapkan adanya perubahan sebaiknya bekerja keras dengan cara emotif behavioral untuk mengadakan kontra aksi terhadap keyakinan dan perasaan serta perbuatan yang disfungsional yang mengikutinya (6) mempraktekan metode rational emotif untuk mencabut atau merubah konsekuensi yang mengganggu disisa kehidupan kita Tujuan Konseling Tujuan utama konseling rasional-emotif ialah menunjukan dan menyadarkan konseli bahwa cara berfikir yang tidak logis itulah merupakan penyebab gangguan emosionilnya. Atau dengan kata lain konseling rational-emotif ini bertujuan membantu konseli membebaskan dirinya dari berfikir atau ide-idenya yang tidak logis dan menggantinya dengan cara-cara yang logis. Untuk bisa mencapai sasaran yang telah disebutkan diatas ada beberapa langkah diantaranya : (1) menunjukan kepada konseli bahwa mereka telah menggunakan banyak hal ”seharusnya”, ”seyogyanya”, dan ”harus” yang irasional. Konseli belajar untuk memisahkan keyakinan mereka yang irasional dari yang rasional (2) dalam proses terapeutik membawa konseli melampui tahap kesadaran, dengan kata lain konseli tetap saja mengindoktrinasi diri serta mereka banyak memikul tanggung jawab atas adanya masalah yang dialami. (3) Menolong mereka memodifikasikan pemikiran dan meninggalkan ide yang irasional. (4) Menantang konseli untuk mengembangkan falsafah hidup yang rasional sehingga dimasa depan bisa menghindarkan diri untuk tidak menjadi korban dari keyakinan irasional yang lain. Hubungan Pertolongan (Helping Relationship) RET mempunyai karakteristik dalam helping relationshipnya sebagai berikut: 1. Aktif Direktif: artinya dalam hubungan konseling atau terapeutik disini terapis atau konselor lebih aktif dalam membantu mengarahkan konseli dalam menghadapai dan memecahkan masalahnya. 2. Kognitif Rasional: artinya bahwa hubungan yang dibentuk berfokus pada aspek kognitif dari konseli dan berintikan pemecahan masalah yang rasional. 1. Emotif Eksperiensial: bahwa hubungan yang dibetuk juga harus melihat aspek emotif konseli dengan mempelajari sumber-sumber gangguan emosional sekaligus membongkar akar-akar keyakinan yang keliru mendasari gangguan tersebut. 2. Behavioristik: artinya bahwa hubungan yang dibentuk harus menyentuh dan mendorong terjadinya perubahan behavioral (tingkah laku dalam diri konseli). 3. Kondisional: artinya bahwa hubungan dalam RET dilakukan dengan membuat kondisi-kondisi tertentu terhadap konseli berbagai teknik kondisioning untuk mencapai tujuan konseling. Fungsi dan peranan konselor dalam RET adalah: 1. Konselor bertugas mendorong dan meyakinkan kepada konseli bahwa konseli harus memisahkan keyakinannya yang rasional dari keyakinannya yang irasional. 2. Konselor menunjukkan kepada konseli bahwa berpikir yang ilogis sebenarnya adalah sumber dari gangguan terhadap kepribadiannya. 3. Konselor mencoba mengarahkan kepada konseli untuk berpikir dan membebaskan dari ide-ide yang tidak rasional.

367

4. Mengajarkan konseli bagaimana mengaplikasikan pendekatan ilmiah, objektif
dan logis dalam berpikir dan selanjutnya melatih diri untuk menghayati sendiri bahwa ide-ide irasional hanya akan mengembangkan perilaku dan perasaanperasaan yang dapat menghancurkan atau merusak diri sendiri. Hubungan antara konselor dan konseli dalam RET adalah sebagai berikut: 1. Hubungan hendaknya dalam suasana informal. 2. Hubungan sebaiknya konselor aktif, direktif tetapi juga objektif sehingga dari pola hubungan yang demikian itu secara tidak langsung akan menjadi anutan konseli. 3. Konselor sebagai model untuk konseli. Dengan model ini, konseli dapat menginternalisasikan sistwm nilai tertentu yang dapat melawan sistem nilai dan keyakinannya yang salah. 4. Hubungan di sini perlu adanya full tolerance and unconditional positive regard yang harus diciptakan oleh konselor untuk menghilangkan perasaan-perasaan bersalah dari konseli. 5. Konselor hendaknya menerima diri konseli sebagai seorang manusia yang berharkat dan bernilai. C. Teknik Konseling Teknik konseling yang digunakan dalam RET adalah sebagai berikut: 1. Teknik Assertive Training: yaitu teknik yang digunakan untuk melatih, mendorong dan membiasakan konseli untuk secara terus-menerus menyesuaikan dirinya dengan pola tertentu yang diinginkan. Contoh: Seorang murid pemalu diberikan latihan pembiasaan diri agar perasaan malunya hilang melalui latihan berdiri di depan kelas, memimpin kelompok kecil, latihan berdiskusi dan sebagainya. Namun latihan ini secara bertahap, sehingga konseli secara tidak langsung perasaan malunya hilang. Jika dalam tahap tertentu konselor menilai bahwa perasaan malu konseli telah berkurang, maka selanjutnya diberikan informasi penyadaran bahwa sesungguhnya perasaannya itu hanya disebabkan oleh penilaian dan persepsinya terhadap diri sendiri yang keliru dan tidak rasional. 2. Teknik Sosiodrama: yaitu teknik yang digunakan untuk mengekspresikan berbagai jenis perasaan yang menekan konseli, melalui suatu suasana yang didramasasikan sehingga konseli dapat secara bebas mengungkapkan dirinya sendiri secara lisan, tulisan maupun melalui gerakan-gerakan dramatis. Teknik ini dilakukan untuk melatih perilaku verbal dan non verbal yang diharapkan konseli. 3. Teknik Self Modeling: yaitu teknik yang digunakan dengan meminta konseli untuk berjanji atau mengadakan komitmen dengan konselor untuk menghilangkan perasaan atau perilaku tertentu. Dalam self modeling ini, konseli diminta untuk tetap setia pada janjinya dan secara terus-menerus menghindarkan dirinya dari perilaku negatif. 4. Teknik Imitasi: yaitu teknik yang digunakan di mana konseli diminta untuk menirukan secara terus-menerus suatu model perilaku tertentu dengan maksud melawan perilakunya sendiri yang negatif. 5. Teknik-teknik Behavioristik a. Teknik Reinforcement yaitu teknik yang digunakan untuk mendorong konseli ke arah perilaku yang lebih rasional dan logis dengan jalan memberikan pujian verbal (reward) ataupun punishment. Bila perilaku konseli mengalami kemajuan dalam arti positif, maka ia dipuji ”baik” dan bila mundur berperilaku negatif maka dikatakan ”buruk”. Teknik ini dimaksudkan untuk membongkar sistem nilai dan keyakinan yang irasional pada konseli dan menggantinya dengan sistem nilai yang positif. Dengan memberikan reward atau punishment, maka konseli akan menginternalisasikan sistem nilai yang diharapkan kepadanya. b. Teknik Social Modeling yaitu teknik yang digunakan untuk membentuk perilaku-perilaku baru pada konseli. Teknik ini dilakukan agar konseli dapat hidup dalam suatu model sosial yang diharapkan dengan mengimitasi, mengobservasi dan menyesuaikan dirinya

368

dengan social model yang dibuat itu. Dalam teknik ini, konselor mencoba mengamati bagaimana proses konseli mempersepsi, menyesuaikan dirinya dan menginternalisasi norma-norma dalam sistem model sosial dengan masalah tertentu yang telah disiapkan oleh konselor. Model-model dalam social model antara lain: • Live models, digunakan untuk menggambarkan perilaku-perilaku tertentu, khususnya situasi-situasi interpersonal yang kompleks dalam bentuk percakapan sosial, interaksi dengan orang tua, orang dewasa, guru atau dengan teman-teman sekelompoknya. Dalam live models ini, konseli dilatih untuk mengidentifikasikan dirinya dengan orang-orang tertentu yang menjadi model untuk kehidupan dan perilakunya. • Filmed models, suatu model perilaku yang difilmkan, sehingga konseli dapat mengimitasikan dan mengidentifikasikan dirinya dengan model perilaku yang dimunculkan dalam film. 6. Teknik Counter Conditioning: yaitu teknik yang digunakan untuk menanggulangi perilaku-perilaku seperti anxiety, fears, phobia, defensive, dan perilaku maladaptive lainnya. Beberapa jenis teknik counter conditioning antara lain: a. Systematic Desensitization, dalam teknik ini konselor menciptakan suatu kondisi atau situasi tertentu yang secara potensial merupakan penyebab dari munculnya perasaan negatif konseli, namun situasi itu memberikan keadaan yang rileks kepada konseli itu sendiri. Misalnya seorang konseli menderita phobia terhadap orang mati. Dalam keadaan ini konselor dapat menciptakan suatu kondisi misalnya melewati kuburan dengan perangsang tertentu sehingga konseli hanya merasakan rileksnya kuburan itu. b. Teknik Relaxation, teknik ini digunakan bila kondisi konseli sedang berada dalam tahap petentangan antara keyakinannya yang irasional dan menimbulkan ketegangan. Pada saat yang demikian diperlukan teknik relaxation untuk menghilangkan ketegangan dalam diri konseli. c. Teknik Self Control, teknik ini untuk memodifikasi perilaku konseli dengan jalan membangkitkan dan mengembangkan self controlnya. Inti utama dari teknik ini adalah bagaimana konseli dapat mengendalikan diri berdasarkan pemikiran-pemikiran yang rasional untuk menghilangkan keinginan-keinginan, nafsu-nafsu ataupun dorongan yang negatif. 7. Teknik-teknik Kognitif Teknik ini digunakan dengan maksud melawan sistem keyakinan yang irasional dari konseli serta perilakunya yang negatif. Dengan sistem ini konseli didorong dan dimodifikasi aspek kognitifnya agar dapat berpikir dengan cara yang rasional dan logis. Beberapa teknik kognitif yang cukup dikenal ialah: a. Home Work Assigment, dalam teknik ini konseli diberikan tugas-tugas rumah untuk melatih, emmbiasakan diri serta menginternalisasikan sistem nilai tertentu yang menuntun pola perilaku yang diharapkan untuk mengurangi atau menghilangkan ide-ide atau perasaanperasaan yang irasional atau ilogis dalam situasi-situasi tertentu, mempraktekkan respon-respon tertentu, berkonfrontasi dengan self verbalizationnya yang mendahului, mempelajari bahan-bahan tertentu yang ditugaskan untuk mengubah aspek kognisinya yang keliru, mengadakan latihan-latihan tertentu berdasarkan tugas yang diberikan. Selanjutnya pelaksanaan tugas yang diberikan konselor dilaporkan oleh konseli dalam suatu pertemuan tatap muka dengan konselor. Teknik ini sebenarnya dimaksudkan untuk membina dan mengembangkan sikap-sikap yang bertanggung jawab, kepercayaan pada diri sendiri serta kemampuan untuk self direction, self management diri sendiri serta mengurangi ketergantungannya kepada konselor. b. Teknik Bibliotherapy, teknik ini untuk membongkar akar-akar keyakinan yang irasional dan ilogis dalam diri konseli serta melatih konseli dengan cara-cara berpikir rasional dan logis dengan

369

d. e.

f.

g.

mempelajari bahan-bahan bacaan yang telah dipilih dan ditentukan oleh konselor. c. Teknik Diskusi, teknik ini konseli dapat mempelajari pengalaman-pengalaman orang lain serta dapat menimba berbagai informasi yang dapat mempengaruhi dan mengubah keyakinannya serta cara berpikir yang irasional dan tidak objektif. Teknik simulasi, teknik ini digunakan untuk memberi kemungkinan kepada konseli mempraktekkan perilaku-perilaku tertentu emlalui suatu kondisi simulatif yang mendekati kenyataan. Teknik Gaming, teknik ini terutama digunakan untuk melatih dan menempatkan konseli dalam peran tertentu. Misalnya peran sebagai seorang ayah, seorang guru, dan seorang pemimpin kelas. Dalam kondisi ini konseli dilatih dan belajar mengidentifikasikan dirinya dengan peranan dari figur tertentu yang ada dalam lingkungan sosialnya. Teknik Paradoxical Intention (keinginan yang berlawanan), teknik ini didasarkan pada asumsi bahwa seseorang yang mulai memperlihatkan keinginan atau hasrat yang tidak baik (negatif) dengan sendirinya akan menjadi jera dengan jalan menciptakan kondisi yang hiperintention, yakni mempertinggi hasrat atau keinginan, sehingga pada titik kulminasi tertentu orang itu akan menghilangkan sama sekali keinginannya itu. Misalnya seorang murid yang biasa ribut dalam kelas, kepadanya diberikan kesempatan untuk ribut seenaknya. Pada saat tertentu, pasti anak atu akan bosan dan berhenti dengan sendirinya. Seorang anak yang takut pada dentuman keras, maka kepadanya diperdengarkan bunyi dentuman keras secara terus-menerus dengan kadar yang lebih tinggi. Pada saat tertentu pasti ketakutan anak ini menjadi hilang dengan sendirinya. Teknik Asertive, teknik digunakan untuk melatih keberanian diri konseli dalam mengekspresikan perilaku-perilaku tertentu yang diharapkan melalui: role playing dan social modeling. Teknik asertive ini digunakan untuk: 1. Mendorong kemampuan konseli mengekspresikan seluruh hal yang berhubungan dengan emosinya. 2. Membangkitkan kemampuan konseli dalam mengungkapkan hak asasinya sendiri tanpa menolak atau memusuhi hak asasi ornag lain. 3. Mendorong kepercayaan pada kemampuan diri sendiri. 4. Meningkatkan kemampuan untuk memilih perilaku-perilaku asertive yang cocok untuk dirinya sendiri.

D.

Panduan Praktik

Format 1

PEDOMAN OBSERVASI PRAKTIK PENDEKATAN KONSELING RASIONAL-EMOTIF : ………………………….. : ………………………….. : …………………………..

Konselor Konseli Pengamat

Petunjuk : Berilah tanda silang pada jenjang skala yang disediakan sesuai dengan keadaan yang saudara amati, dengan rambu-rambu: Skala 0, bila keterampilan tersebut tidak dilakukan Skala 1, bila keterampilan tersebut dilakukantetapi tidak tepat Skala 2, bila keterampilan tersebut dilakukan dengan tepat NO 1 TAHAPAN/KETERAMPILAN KONSELOR Langkah 1 0 SKALA 1 2

370

2

3

4

Menunjukkan kepada konseli bahwa mereka telah menggunakan banyak hal-hal ”seharusnya”, ”seyogyanya” dan harus yang irasional. Konseli belajar untuk memisahkan keyakinan mereka yang irasional dari yang rasional. Konselor mendorong, menghimbau, dan kadang-kadang sampai-sampai mengarahkan konseli untuk melibatkan diri dalam kegiatan yang akan menangkis propaganda itu. Langkah 2 Membawa konseli melampaui tahap kesadaran. Hal ini ditunjukkan konseli dengan membiarkan gangguan emosional mereka tetap aktif dengan terus berpikir tidak logis dan mengulang-ulang makna secara falsafah menggagalkan diri sendiri (konseli mengindoktrinasi diri dengan banyak memikul tanggung jawab atas adanya masalah yang dialami). Langkah 3 Menolong konseli memodifiasikan pemikiran dan meninggalkan ide yang irasional dengan cara membantu konseli untuk bisa memahami lingaran setan dari proses menyalahkan diri yang ada dalam diri konseli. Langkah 4 Menantang konseli untuk mengembangkan falsafah hidup yang rasional sehingga di masa depan mereka bisa memberi jaminan bahwa rasa takut yang tidak logis tidak akan muncul. Oleh karena itu, apa yang didambakan adalah adalah menyerang inti dari pemikiran irasional dan mengajar konseli cara menggantikan keyakinan dan sikap yang tidak rasional itu dengan yang rasional. Semarang, Mei 2012 Pengamat

Format 2
PEDOMAN OBSERVASI PRAKTIK PENDEKATAN KONSELING RASIONAL-EMOTIF Konselor : ………………………….. Konseli : ………………………….. Pengamat : ………………………….. Petunjuk : Berilah tanda silang pada jenjang skala yang disediakan sesuai dengan keadaan yang saudara amati, dengan rambu-rambu: Skala 0, bila keterampilan tersebut tidak dilakukan Skala 1, bila keterampilan tersebut dilakukantetapi tidak tepat Skala 2, bila keterampilan tersebut dilakukan dengan tepat NO 1 TAHAPAN/KETERAMPILAN KONSELOR Langkah 1 Menunjukkan kepada konseli bahwa mereka telah menggunakan banyak hal-hal ”seharusnya”, ”seyogyanya” dan harus yang irasional. Konseli belajar untuk memisahkan keyakinan mereka yang irasional dari yang rasional. Konselor mendorong, menghimbau, dan kadang-kadang sampai-sampai mengarahkan konseli untuk melibatkan diri dalam kegiatan yang akan menangkis propaganda itu. 0 SKALA 1 2

371

2

3

4

Langkah 2 Membawa konseli melampaui tahap kesadaran. Hal ini ditunjukkan konseli dengan membiarkan gangguan emosional mereka tetap aktif dengan terus berpikir tidak logis dan mengulang-ulang makna secara falsafah menggagalkan diri sendiri (konseli mengindoktrinasi diri dengan banyak memikul tanggung jawab atas adanya masalah yang dialami). Langkah 3 Menolong konseli memodifiasikan pemikiran dan meninggalkan ide yang irasional dengan cara membantu konseli untuk bisa memahami lingaran setan dari proses menyalahkan diri yang ada dalam diri konseli. Langkah 4 Menantang konseli untuk mengembangkan falsafah hidup yang rasional sehingga di masa depan mereka bisa memberi jaminan bahwa rasa takut yang tidak logis tidak akan muncul. Oleh karena itu, apa yang didambakan adalah adalah menyerang inti dari pemikiran irasional dan mengajar konseli cara menggantikan keyakinan dan sikap yang tidak rasional itu dengan yang rasional. Semarang, Mei 2012 Konseli

372

ALAT PENILAIAN KEMAMPUAN KONSELOR DALAM MELAKSANAKAN KONSELING INDIVIDUAL
Petunjuk Pengisian :

Nama Peserta ………………………. Nomor ……………………….

:

1.

Isilah format sesuai dengan pengamatan Bapak/Ibu selama peserta praktik Nama Mahasiswa : 2. Untuk setiap deskriptor berilah skor : (5) sangat baik, (4) baik,

:

Aspek yang Dinilai

Deskriptor 1

Skor Praktik ke 2

3

A. Tingkah laku nonverbal yang sesuai

1. Ekspresi wajah yang 2. Posisi tubuh terbuka
membe-rikan perhatian (tidak melipat kaki atau tangan) 3. Posisi tubuh atentif (condong ke depan) 4. Memberikan respon non-verbal (anggukan kepala) 5. Kontak mata

MeMemperlihatkan B. karakteristik personal konselor

6. Empati (verbal atau
non ver-bal) 7. Penerimaan tanpa syarat 8. Ketulusan 9. Keterbukaan 10. Tidak menilai/menyalahkan/mengkritik 11. Tidak memberikan solusi 12. Kehangatan

C. Menampilkan
keterampilanketerampilan sebagai konselor

13.

Mengawali/membu ka kon-seling (opening) 14. Mendengar aktif (active listening) 15. Memperjelas (clarifying) 16. Merefleksikan perasaan (reflecting feelings) 17. Mengulang kembali (restating/paraphrasing) 18. Bertanya (questioning) 19. Membatasi (structuring) 20. Menyimpulkan (summariz-ing)

373

21. Mengkonfrontasi
(confront-ing) 22. Menentukan tujuan (setting goals) 23. Memberikan umpan balik (giving feedback) 24. Menghubungkan (linking) 25. Merintangi (blocking) 26. Mengakhiri (terminating) D. Menampilkan keterampilan konseling

27. Merencanakan
dan menen-tukan tujuan 28. Mengidentifikasi masalah 29. Mengidentifikasi berbagai alternatif 30. Menetapkan alternatif yang terbaik Jumlah total

Keterangan: Deskriptor-deskriptor dari aspek yang dinilai belum tentu ditampilkan semua oleh konselor, misalnya deskriptor dari keterampilan sebagai konselor belum tentu semua perlu dipergunakan dalam suatu sesi konseling. Oleh karena itu, penilaian juga memperhatikan hal tersebut. Penilaian Ada dua tahap penghitungan nilai, yaitu: 1. Nilai setiap sesi praktik konseling Jumlahkan skor kemudian dibagi dengan jumlah aspek yang dapat terlihat dalam praktik konseling. Bila terdapat aspek yang tidak dapat diobservasi, aspek tersebut tidak diikutkan dalam pembagian. NILAI = ∑ skor -------------------------------∑ aspek yang diobservasi

2. Nilai akhir adalah nilai rata-rata dari praktik konseling ke-1 hingga ke-3. N1 + N2 + N3 NILAI AKHIR= ------------------- X 100 3 3. Untuk mendapatkan nilai (kualitas) praktik konseling individual, nilai akhir pada no. 2 dibandingkan dengan kriteria sebagai berikut: Prosentase 85 % - 100 % 70 % - 84 % 60 % - 69 % 50 % - 59 % < 50 % Kualitas Sangat Baik Baik Cukup Kurang Baik Sangat Kurang Huruf Mutu A B C D E

Semarang, …………………… 374 Instruktur PLPG

E.

Latihan Untuk memperdalam pemahaman dari materi kegiatan ini, peserta diminta untuk melakukan beberapa latihan di bawah ini. 1. Diskusikan apa makna dari Pendekatan yang baik dalam proses konseling. 2. Buatlah latihan cara meringkas dan menggeneralisasikan data pada proses konseling rasional emotif. 3. Diskusikan dan instropeksi atas kondisi diri sendiri, apakah selama ini proses konseling yang dilakukan sudah memenuhi tingkatan keprofesionalan seperti yang dinyatakan oleh Prayitno (2005:1). 4. Peserta diminta untuk memisahkan keyakinan yang irasional dan rasional dalam kajian konseling rasional-emotif. 5. Peserta diminta menstimulasikan proses konseling rasional-emotif dalam kelompok kecil dan dievaluasi melalui format observasi yang tertera pada format 1. F. Lembar Kegiatan Kegiatan ini akan dapat mengarah pada kompetensi yang diharapkan, maka pencapaiannya diperlukan langkah-langkah, sebagai berikut: 1. Peserta diminta untuk memahami materi secara individual, kemudian mendiskusikan dalam kelompok kecil. 2. Peserta diminta untuk membuat rencana simulasi tentang proses konseling rasional-emotif. 3. Peserta menstimulasikan dan disertai dengan pemberian feedback dari anggota kelompok. G. Rangkuman Konselor dalam melaksanakan konseling hendaknya memahami pendekatan yang akan digunakan. Pendekatan dapat dijadikan acuan dalam menyelenggarakan konseling. Terdapat lima kriteria pendekatan yang baik yaitu: 1) Jelas, 2) Komprehensif, 3) Ekplisit, 4) Parsimonius, dan 5) menghasilkan penelitian yang bermanfaat. Pemahaman konselor terhadap pendekatan secara baik sangat dibutuhkan dalam proses konseling, karena pendekatan itu mempunyai fungsi umum: 1. Meringkaskan dengan menggeneralisasikan satu kesatuan informasi. 2. Membantu dalam pemahaman dan penjelasan suatu fenomena yang kompleks. 3. Sebagai prediktor bagi suatu kondisi tertentu. 4. Mendorong penelitian dan pengumpulan data lebih lanjut. Dalam proses konseling terdapat lima tingkatan keprofesionalan yaitu: konseling diselenggarakan secara pragmatis, dogmatis, sinkretik, elektik, dan mempribadi. Pendekatan konseling Rational-emotif pada intinya ialah untuk mengatasi pikiran yang tidak logis tentang diri sendiri dan lingkungannya. Konselor berusaha agar konseli makin menyadari pikiran dan katakatanya sendiri, serta mengadakan pendekatan yang tegas, melatih konseli untuk bisa berfikir dan berbuat yang lebih realistis dan rasional. Konseling Rational-emotif banyak kesamaannya dengan terapi yang berorientasi pada kognisi, perilaku, dan perbuatan, dalam arti bahwa rational-emotif menekankan pada berfikir, memperkirakan, mengambil keputusan, menganalisis dan berbuat. Rational-emotif sangatlah didaktis, sangat direktif dan memiliki kepedulian yang seimbang antara pikiran dan perasaan dan didasarkan pada asumsi bahwa kognisi, emosi, dan perilaku berinteraksi secara signifikan dan memiliki hubungan sebab akibat yang timbal balik. Melalui perkembangannya rational-emotif terus menerus menekankan pada ketiga modalitas itu serta interaksinya, dan oleh karenanya memberinya ciri sebagai yang menggunakan pendekatan elektik yang multimodal.

375

DAFTAR PUSTAKA Burk, H.M & Stefflre, B. 1979. Theories of Counseling. New York: McGraw-Hill Book Company. Corey, Gerald. 1999. Teori dan Praktik Konseling dan Psikoterapi. Bandung: PT. Eresco. Geldard Kathryn. 2011. Keterampilan Praktik Konseling .Yogyakarta: Pustaka Belajar Hansen, A.J. 1951. Counseling, Teori and Process. Boston: Allyn and Bacon. Hariastuti, Retno Tri. 2007. Ketrerampilan-Keterampilan Dasar Konseling. Surabaya: UNESA Press. Myrick, D. Robert. 1979. Developmental Guidance and Counseling : A Practical Approach . Boston: Hougton Mifflin Company. Nurihsan, Juntika. 2005. Strategi Layanan Bimbingan dan Konseling. Bandung: Refika Aditama. -------------------. 2005. Ketrerampilan Konseling. Surabaya: Offset Mapan. Nursalim, Mochamad. 2002. Layanan Bimbingan dan Konseling. Surabaya: UNESA Press. Prayitno. 2004. Layanan Konseling Individual (L.5). Padang: Jurusan Bimbingan dan Konseling FIP UNP. Walgito, Bimo. 2004. Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Yogyakarta: Andi Winkel W.S dan Sri Hastuti. 2004. Bimbingan dan Konseling di Institusi pendidikan. Yogyakarta: Media Abadi.

376

Menjelaskan konsep dasar dan proses terbentuknya kelompok dan pengembangannya dalam konseling kelompok. 3. khususnya dari dimensi kesosialannya. 3. 2. Kerumunan dan kelompok dapat berubah menjadi sekedar kumpulan orang-orang belaka. yaitu apabila unsur-unsur pengikat antar anggota kelompok makin mengendor. Kelompok pada dasarnya didukung dan terbentuk melalui perkumpulannya sejumlah orang. tujuan. Berkumpulnya sejumlah orang yang masing-masing tidak mempunyai hubungan itu membentuk apa yang disebut kerumunan.I. Tujuan 1. selanjutnya kerumunan ini dapat berkembang menjadi kelompok. jenis-jenis kelompok dan keanggotaannya. Lebih jauh kerumunan dapat membentuk kelompok. yaitu kalau terhadap orangorang yang berkumpul itu berlaku hubungan atau kaitan tertentu antar otang tersebut. sejumlah orang berkumpul membentuk kerumunan. Sebaliknya. sedang berkumpulnya sejumlah orang yang saling berkaitan satu sama lain membentuk apa yang disebut kelompok. 377 . serta membentuk kelompok-kelompok. B. Menjelaskan tahap-tahap perkembangan kelompok dalam penyelenggaraan layanan bimbingan dan konseling kelompok. yaitu kalau berkumpulnya orang-orang itu disebabkan karena adanya suatu kejadian atau objek yang menarik perhatian mereka sedangkan diantara orang-orang itu tidak asa saling kaitan sama sekali. Metode 1. Terampil menyusun perencanaan dan mempraktikkan layanan bimbingan dan konseling kelompok. C. yaitu apabila ke dalam kerumunan itu dimasukkan ikatan-ikatan atau “kualitas” tertentu yang mengenai orang-orang yang berkumpul itu. Praktik layanan bimbingan dan konseling kelompok. suatu kelompok dapat berubah menjadi kerumunan. Paparan kegiatan dan tahapan bimbingan dan konseling kelompok. Berkumpulnya sejumlah orang dapat membentuk suatu kerumunan. yaitu kalau unsur penarik perhatian (objek yang menimbulkan kerumunan) dan unsur-unsur pengikat antara orang-orang yang berkumpul (yang menimbulkan kelompok) menjadi hilang. Kumpulan orang-orang itu kemudian menjunjung suatu atau beberapa kualitas tertentu. manusia selalu berusaha hidup dalam kumpulannya dan dalam kebersamaannya. Pada tingkat yang paling awal. Manusia adalah makhluk social yang tak mungkin dapat hidup berkembang secara layak apabila ia hidup sendiri dan menyendiri. Oleh karena itu. sehingga dengan demikian kumpulan tersebut menjadi sebuah kelompok. yaitu kalau unsur-unsur hubungan antara orang-orang yang nada di dalamnya ditingkatkan. PENDAHULUAN A. 2. Latar Belakang Terbentuknya berbagai kelompok dalam kehidupan manusia merupakan wujud dari hakikat kemanusiaan. Kerumunan dapat berubah menjadi kelompok. Paparan pengertian.

kelompok terorganisasikan dan kelompok tidak terorganisasikan. Kelompok sosial mempunyai ciri-ciri: (a) keanggotaannya bersifat sukarela maupun tidak sukarela dalam arti seseorang dapat menjadi anggota kelompok bukan karena keinginannya sendiri tetapi karena ditunjuk untuk mewakili organisasi tertentu. Tujuan 1. kelompok formal dan kelompok informal. a. khususnya dalam situasi-situasi sosial tertentu. dan diikutsertakan dalam kegiatan-kegiatan kelompoknya. 4. (e) ada hubungan pribadi yang mendalam diantara anggota-anggotanya. ada peraturan yang mengatur kegiatan pemimpin hubungan antara anggota anggotanya dan hubungan luar kelompok. (d) tujuannya untuk memuaskan kebutuhan-kebutuhan emosional anggotanya. Kelompok tertutup dan kelompok terbuka/berkesinambungan Kelompok tertutup adalah kelompok yang jumlah anggotanya tetap yaitu individu-individu yang dan awal sampai akhir menjadi anggota kelompok tersebut. (c) jumlah anggotanya kecil pada umumnya dua tiga atau empat orang. Mendeskripsikan proses terbentuknya kelompok Menyebutkan macam-macam kelompok Mendeskripsikan unsur-unsur utama suasana kelompok Mendeskripsikan bentuk dan peran anggota kelompok B. 378 . hubungannya akrab. (c) mempunyai tujuan tertentu yang ditetapkan oleh anggotaanggotanya dan biasanya bersifat sosial. memikirkan dan sikap kerjasama. Uraian Materi 1. Out-group yaitu individu dianggap sebagai out-group karena tidak melibatkan diri dengan kegiatan-kegiatan kelompok dan tidak diikutsertakan oleh kelompoknya. Dalam pengklasifikasian seperti itu dikenali adanya kelompok primer dan kelompok sekunder.II. (d) kegiatannya berorientasi pada tugas atau pada pemecahan masalah. tetapi tujuan ini biasanya tidak dirumuskan secara tegas karena adanya perasaan senasib. dan sebagainya. (b) anggotanya heterogen baik dalam hal umur. c. 2. d. yang satu metrupakan kebalikan dari yang lain. Lebih bersifat formal dai pertemuan antara anggota-anggotanya berlangsung pada saat-saat tertentu saja. Kelompok berkesinambungan juga sering disebut dengan nama kelompok terbuka. 3. maupun pekerjaan. JENIS KELOMPOK DAN KEANGGOTAAN KELOMPOK A. Di dalam kelompok sekunder terdapat pimpinan dan anggota yang formal. In-group dan out-group In-group adalah kelompok dimana individu-individu anggotanya dengan sadar mengidentifikasi dirinya. kedudukan. Individu lain tidak boleh masuk ikut kegiatan kelompok selama proses kelompok berlangsung. Kelompok primer dan kelompok sekunder Kelompok primer adalah kelompok yang anggota-anggotanya bertemu secara langsung. dan andaikata ada peraturan maka aturan itu sifatnya sementara (b) keanggotaannya bersifat sukarela dan biasanya sangat homogen. Kelompok sekunder adalah kelompok yang hubungan anggotanya tidak Langsung. b. saling membantu dan bersama-sama memecahkan masalah yang dihadapi. kelompok social dan kelompok psikologikal. adalah kelompok yang anggotanya dapat bertambah selama proses kelompok berlangsung. Cara pengklasifikasian yang umum dipakai adalah pengklasifikasian “dia tipe” atau “dua arah”. Keberadaan dan keterlibatan individu dalam kegiatan ditentukan oleh sikap-sikapnya seperti sikap membantu. Jenis Kelompok Jenis-jenis kelompok dibedakan atas beberapa klasifikasi. Kelompok psikologis dan kelompok sosial Kelompok psikologis atau psyche group adalah kelompok yang mempunyai ciri: (a) bersifat informal dalam arti hampir tidak mempunyai peraturan-peraturan. melibatkan dirinya.

Untuk terselenggaranya konseling kelompok seorang konselor perlu membentuk kumpulan individu menjadi sebuah kelompok yang memiliki persyaratan. Anggota kelompok Tidak semua kumpulan orang atau individu dapat dijadikan anggota bimbingan dan konseling bimbingan. merisaukan ataupun merugikan perorangan tertentu anggota kelompok itu. konseling kelompok. 3. Secara ringkas peranan para anggota kelompok sangatlah menentukan. tanggapan dan berbagai reaksi dan anggota kelompok lainnya untuk kepentingan dirinya yang bersangkut-paut dengan masalahnya itu. kelompok • pengembangan organisasi (organizational development groups). dan psikoterapi kelompok. Menurut alur dan patut yang berlaku dimasyarakat. Kegiatan ataupun kehidupan kelompok itu sebagian besar didasarkan atas peranan para anggotanya. Peranan kelompok tidak akan terwujud tanpa keikutsertaan secara aktif para anggota kelompok. (5) kemampuan mandiri. Pengembangan pribadi kedirian dan kepentingan orang lain atau kelompok harus dapat saling menghidupi. maka pengembangan pribadi kedirian tidak boleh merusak kehidupan pribadi-pribadi orang lain. dan sifat kegiatan kelompok. dan sebaiknya keperluan kehidupan orang lain dan kehidupan kelompok pada umumnya jangan sampai pula mematikan perkembangan pribadi kedirian perorangan. Tanpa anggota tidaklah mungkin jadi kelompok. bertenggang rasa atau tepo sliro. dan bahkan Lebih dan itu. Unsur utama suasana kelompok menurut para ahli hendaknya diperhatikan dalam menilai kehidupan sebuah kelompok. Dan segi kesempatan mengemukakan pendapat. mampu tegak sebagai perorangan yang sedang mengembangkan kediriannya dalam hubungannya dengan orang lain. dapat merupakan wahana dimana masing-masing anggota kelompok itu (secara perorangan) dapat memanfaatkan semua informasi. kelompok pertemanan (encounter groups). 379 . Keanggotaan merupakan salah satu unsur pokok dalam proses kehidupan kelompok. Unsur-unsur utama suasana kelompok Suasana kelompok yaitu antar hubungan dari semua orang yang terlibat dalam kelompok. baik ataupun kurang baik dengan memperhatikan pada (1) saling hubungan yang dinamis antar anggota. kelompok latihan (T-Groups). dalam batas-batas tertentu suatu kelompok dapat melakukan kegiatan tanpa kehadiran peranan pemimpin kelompok sama sekali. 2. diharapkan dapat merupakan umpan bagi pengembangan pribadi masing-masing anggota kelompok. (4) itikad dan sikap terhadap orang lain. kelompok latihan keterampilan hidup (life skills training groups). (3) hubungan antara besarnya kelompok (banyak anggota). Oleh karena itu maka tiap individu mampu untuk mengendalikan diri. ini tidak berarti bahwa kedirian seseorang Lebih ditonjolkan daripada kehidupan kelompok secara umum.Selain pembagian kelompok tersebut ada pembagian lain yang dikemukakan oleh beberapa ahli misalnya Gazda (1089). Lebih tegas dapat dikatakan bahwa anggota kelompok justru merupakan badan dan jiwa kelompok itu. Suasana kelompok justru kadang-kadang terasa mencekam. Melalui dinamika kehidupan kelompok itu hendaknya setiap anggota kelompok. kelompok latihan kepekaan (sensitivity groups). bimbingan kelompok. (2) tujuan bersama. Apabila disebut: kemanfaatan disini tidaklah berarti bahwa suasana kelompok selalu serta menyenangkan. kelompok konseling atau counseling group. Namun demikian betapapun suasana kelompok itu dirasakan sebagai suasana yang positif ataupun negatif. kelompok latihan hubungan antar manusia yang sistematis (Systematic human relation training groups). melegakan ataupun bersifat menguntungkan bagi setiap peserta kelompok. Corey & Corey (1987) yaitu: kelompok bimbingan (guidance group). sehingga masing-masing individu berupaya mewujudkan kediriannya secara penuh dengan selalu mengingat kepentingan orang lain. kelompok psikoterapi atau psychotherapy group. tanggapan dan berbagai reaksi pun dapat merupakan peluang yang amat berharga bagi perorangan yang bersangkutan Kesempatan timbal balik inilah yang merupakan dinamika dan kehidupan kelompok itu yang akan membawakan kemanfaatan bagi para anggotanya.

yaitu dinamika kelompok akan “kurang hangat”. pada umumnya dinamika kelompok lebih baik dikembangkan dalam kelompok-kelompok dengan anggota seumur. Keakraban dapat mewarnai hubungan antaranggota kelompok yang sudah saling bergaul sebelumnya. Anak-anak yang masih muda itu akan lebih bebas berbicara dan mendiskusikan masalah-masalah mereka sendiri dengan teman-teman sejenis. yaitu ada yang pandai dan tidak pandai bergaul. dan sebagainya akan Lebih baik digarap dalam kegiatan kelompok dengan anggota campuran. 3) Berusaha agar yang dilakukannya itu membantu tercapainya tujuan bersama. 2) Mencurahkan segenap perasaan dalam melibatkan diri dalam kegiatan kelompok. 4) Hubungan awal Keragaman dan keseragaman anggota kelompok juga menyangkut hubungan awal para anggota kelompok itu sebelum kegiatan kelompok dimulai. hasilnyapun dapat merugikan. 3) Kepribadian Keragaman atau keseragaman dalam kepribadian anggota kelompok dapat membawa keuntungan ataupun kerugian tertentu. jika kesamaan diantara anggota itu sangat besar. maka komunikasi antar anggota itu akan banyak mengalami masalah. masalah-masalah yang menyangkut disiplin biasanya lebih baik diolah dalam kelompok yang anggota-anggotanya sejenis. b. Misalnya. sedangkan masalah-masalah keterampilan bergaul. 2) Umur Tentang umur. Tampaknya anggota-anggota yang pandai bergaul itu menjadi contoh kawan-kawannya yang kurang pandai. dan sebaliknya. dan juga untuk orangorang dewasa. kelompok yang seluruh anggotanya termasuk anakanak yang kurang pandai bergaul akan tidak mampu meningkatkan keterampilan anggota-anggotanya itu dalam pergaulan.a. dan sebaliknya suasana keasingan akan dirasakan oleh para anggota yang belum saling mengenal. Jika perbedaan di antara para anggota itu amat besar. 4) Membantu tersusunnya aturan kelompok dan berusaha mematuhinva dengan baik. Namun demikian. Keragaman dan Keseragaman 1) Jenis kelompok Untuk tujuan-tujuan tertentu mungkin diperlukan pembentukan kelompok dengan jumlah anggotanya seimbang antara laki-laki dan perempuan. pertimbangan tentang keragaman ataupun keseragaman jenis kelamin anggota kelompok ni pada umumnya didasarkan pada tujuan-tujuan tertentu yang akan dicapai dengan kegiatan kelompok itu. seperti rasa malu. kelompok dengan campuran akan memberikan keuntungankeuntungan yang amat berarti. Untuk pemuda-pemuda di SLTA dan Perguruan Tinggi. akan secara nyata mampu meningkatkan kemampuan anggota-anggota yang kurang/tidak pandai. Sedangkan kelompok dengan anggota campuran. kurang pandai berkawan. Peranan Anggota Kelompok Peranan yang hendaknya dimainkan oleh anggota kelompok agar dinamika kelompok itu benar-benar seperti yang diharapkan ialah: 1) membantu terbinanya suasana keakraban dalam hubungan antar anggota kelompok. 380 . Misalnya. Sampai dengan anak umur SLTP pada umumnya akan menguntungkan bila dibentuk kelompok-kelompok dengan anggota yang kelaminnya sama dibandingkan dengan kelompok yang anggotanya campuran.

dan peranan serta cara-cara yang akan dilakukan oleh pemimpin kelompok. 4) Bahwa hasil kegiatan kelompok itu tidak mengikat para anggota kelompok itu dalam kehidupan mereka diluar kelompok. Dalam hal ini pemimpin kelompok perlu memberitahukan: 1) Tentang apa-apa yang diharapkan dari para anggota.5) Benar-benar berusaha untuk secara aktif ikut serta dalam keseluruhan kegiatan kelompok. 3. 6) Mampu berkomunikasi secara terbuka. 2) Bahwa keikutsertaan dalam kelompok itu adalah sukarela. 3) Bahwa anggota kelompok bebas menanggapi hal-hal yang disampaikan ataupun menolak saran-saran yang diberikan anggota lain. Tugas pemimpin kelompok adalah memperhatikan tingkat kesiapan anggota-anggota kelompok dalam menjalani kegiatan kelompok itu. Peran Pimpinan Kelompok Pemimpin kelompok memiliki peranan penting untuk mempersiapkan anggota kelompok agar dapat melaksanakan semua peran dalam mewujudkan dinamika kelompok. 8) Memberi kesempatan kepada anggota lain untuk menjalankan peranannya. Dalam hal ni semua anggota kelompok (dan juga pemimpin kelompok) perlu memegang teguh kerahasiaan itu. yang meliputi kesiapan masing-masing anggota untuk 1. mengemukakan pendapat dan isi hatinya. Mendiskusikan tingkah aku yang secara sosial tidak bisa dibenarkan. suasana khusus yang dapat terjadi dalam kelompok itu. 6) Penghargaan pemimpin kelompok tentang kesukarelaan dan keberanian para anggota mengikuti kegiatan kelompok itu. 9) Menyadari pentingnya kegiatan kelompok itu. 2. Kesiapan para anggota untuk membebaskan diri dan rasa enggan dan sikap mempertahankan diri. dan 4. 5) Bahwa segala yang terjadi dan menjadi isi dan kegiatan kelompok itu sifatnya rahasia. Di awal kegiatan kelompok. 7) Berusaha membantu anggota lain. 381 . Setelah penjelasan ini pada umumnya kehidupan kelompok yang sebenarnya dimulai. Dapat menerima tanggapan yang mendalam dan Lebih “menyentuh” tentang tingkah lakunya. c. pemimpin kelompok perlu menjelaskan semua hal tersebut di atas.

konseling kelompok adalah suatu upaya bantuan kepada individu dalam suasana kelompok yang bersifat pencegahan dan penyembuhan. Mendeskripsikan pengertian. Tujuan 1. PENGERTIAN DAN PERBANDINGAN ANTARA BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN KONSELING KELOMPOK A. berorientasi pada kenyataan. persoalan. untuk mempelajari atau menghilangkan sikap-sikap dan perilaku tertentu. berorientasi pada kenyataan. saling memperlakukan dengan mesra. Fungsi-fungsi terapi ini diciptakan dan dikembangkan dalam suatu kelompok kecil melalui cara saling mempedulikan di antara para anggota konseling kelompok. Dengan demikian. kepentingan yang tidak memerlukan perubahan kepribadian serta tidak tolol. ada rasa saling percaya mempercayai. Anggota dalam konseling kelompok dapat menggunakan interaksi dalam kelompok untuk meningkatkan pemahaman dan penerimaan terhadap nilai-nilai dan tujuan-tujuan tertentu. Pengertian Bimbingan konseling kelompok. dan diarahkan kepada pemberian kemudahan dalam rangka perkembangan dan pertumbuhannya. Layanan konseling kelompok dapat diselenggarakan dimana saja. termasuk konselor sendiri. penerimaan dan bantuan. di rumah salah seorang peserta atau di rumah konselor atau di suatu kantor atau lembaga tertentu atau di ruang praktik pribadi konselor. Persamaannya terletak pada semua unsur pokoknya. di dalam sekolah ataupun diluar sekolah. Dalam konseling kelompok mengaktifkan dinamika kelompok untuk membahas berbagai hal yang berguna bagi pengembangan pribadi yang/atau pemecahan masalah individu yang menjadi peserta kegiatan kelompok. Masalah atau topik yang dibahas dalam konseling kelompok bersifat “pribadi” yaitu masalah itu memang merupakan masalah pribadi yang secara langsung dialami. 382 . melibatkan fungsi terapeutis. saling menerima dan saling mendukung. Anggota kelompok dalam konseling kelompok pada dasarnya adalah individu-individu “normal” yang memiliki berbagai kepedulian. dan perbedaannya terletak pada kekuatan materi yang didukungnya. Merupakan suatu proses dimana konselor terlibat dalam hubungan dengan sejumlah klien pada waktu yang sama. konseling kelompok adalah suatu proses interpersonal yang dinamis yang menitikberatkan (memusatkan) pada kesadaran berpikir dan tingkah laku. Mengidentifikasikan perbedaan antara konseling kelompok. Uraian Materi 1. tujuan dan kelebihan dan kelemahan bimbingan dan konseling kelompok. dan selain bersifat pencegahan. Bimbingan dan konseling kelompok mengaktifkan dinamika kelompok untuk membahas berbagai hal yang berguna bagi pengembangan pribadi dan/atau pengentasan masalah individu yang menjadi peserta kegiatan kelompok. Jumlahnya dapat bervariasi yang ideal maksimal 6 orang. meskipun biasanya berkisar antara 4 orang sampai 8 orang. Konseling kelompok adalah suatu proses antar pribadi yang dinamis yang terpusat pada pemikiran dan perilaku yang sadar dan melibatkan fungsi-fungsi terapi seperti sifat permisif. konseling kelompok dapat pula bersifat penyembuhan (remediation). 2. bimbingan kelompok. menjadi milik” atau bagian dari pribadi anggota kelompok yang bersangkutan. Konseling kelompok merupakan upaya bantuan kepada individu dalam rangka memberikan kemudahan dalam perkembangan dan pertumbuhannya. Berbeda dari bimbingan kelompok.III. Perbandingan Antara Bimbingan Kelompok dan Konseling Kelompok Bimbingan dan Konseling Kelompok dapat diibaratkan sebagai “anak kembar” yang lebih banyak persamaannya daripada perbedaannya. saling mempercayai. ada pengertian. Masalah atau topik pribadi “berada di dalam diri anggota kelompok yang menyampaikan. atau lebih tepat lagi merupakan masalah atau kebutuhan yang sedang dialami oleh para anggota kelompok yang menyampaikan topik atau masalah. B. di dalam ruangan ataupun diluar ruangan. 2. saling pengertian. katarsis.

Pengembangan pribadi 2. dan dimanfaatkan untuk mencapai tujuan-tujuan bimbingan dan konseling. Sebagai kegiatan kelompok.10 orang Homogen Kelompok kecil Aktif membahas permasa-lahan tertentu (masalah pri-badi dalam membantu me-mecahkan masalah kawan sekelompoknya: a. suasana interaksi.Peranan anggota kelompok Dibatasi sampai sekitar 8 . sifat isi pembicaraan.Pengembangan pribadi 2. format kegiatan. dalam bimbingan kelompok dan konseling kelompok dinamika kelompok ditumbuh kembangkan. kesukarelaan. Aturan ini didasarkan pada dan merupakan penjabaran dari berbagai hal yang akan mempengaruhi kehidupan kelompok. yaitu tujuan kegiatan. keterbukaan dan kenormatifan. Dibatasi 10 . Lebih dari kegiatan kelompok-kelompok lainnya. Sebagaimana amat ditekankan diatas. antara lain asas-asas kerahasiaan. jumlah anggota dan karakteristik serta homogenitasnya. dalam hal ini konselor/ guru pembimbing. Sedangkan pemimpin kelompok adalah orang yang bertanggungjawab atas berlangsungnya kegiatan masing-masing kelompok itu. Perbandingan antara bimbingan kelompok dan konseling kelompok untuk semua aspek dapat dilihat seperti berikut: Perbandingan Antara Bimbingan Kelompok dan Konseling Kelompok Aspek 1.Format kegiatan 5. unsur kelima yang menandai kehidupan kelompok adalah adanya dan berkembangnya dinamika kelompok pada bimbingan kelompok dan konseling kelompok itu. Mutu dinamika kelompok itulah yang akan menentukan mutu keberhasilan bimbingan kelompok dan konselingkelompok sebagai layanan pokok dalam keseluruhan upaya bimbingan dan konseling. Kandungan Unsur-unsur Kelompok Sesuai dengan namanya. anggota kelompok. dikendalikan.15 orang Homogen Kelompok kecil Aktif membahas permasalahan atau topic umum tertentu yang hasil pembahasannya berguna bagi para anggota kelompok: a.Kondisi dan karakte-ristik anggota 4. evaluasi dan pelaksanaannya.Tujuan yang dicapai Bimbingan Kelompok 1. Para anggota kelompok ialah seluruh peserta kelompok masing-masing yang melibatkan diri dalam kegiatan itu.menyumbang bagi peme-cahan masalah pribadi kawan sekelompok 383 . peranan anggota kelompok. pemimpin kelompok. Aturan kelompok adalah berbagai ketentuan yang hendaknya dijalankan dan dipatuhi oleh semua anggota kelompok dan pemimpin kelompok. yaitu tujuan kelompok.a. bimbingan kelompok dan konseling kelompok secara penuh mengandung empat unsur utama kehidupan kelompok.Pembahasan dan peme-cahan masalah pribadi yg dialami oleh masing2 anggota kelompok 2. b. Tujuan bersama yang ingin dicapai oleh kedua kelompok itu adalah pengembangan pribadi semua peserta dan peralihan-peralihan lainnya melalui perubahan dan pendalaman topik umum (khusus untuk bimbingan kelompok) atau masalah pribadi peserta (khusus untuk konseling kelompok). Aspek-aspek Pelaksanaan Kegiatan Sejumlah aspek kegiatan dalam bimbingan kelompok dan konseling kelompok dapat diidentifikasi.berpartisipasi aktif dalam dinamika interaksi social b. bimbingan kelompok dan konseling kelompok adalah kegiatan kelompok. dan aturan kelompok.Pembahasan masalah atau topik-topik umum secara luas dan mendalam yang bermanfaat bagi para anggota kelompok.menyumbang bagi pembahasan masalah Konseling Kelompok 1.Jumlah anggota 3. lama dan frekuensi pembicaraan. kegiatan.berpartisipasi aktif dalam dinamika interaksi social b.

maka biasanya komentar yang diberikan akan diterima dan dicerna.Suasana interaksi a. di dalam bimbingan dan konseling kelompok anggota akan belajar untuk berlatih tentang perilaku yang baru.mendalam dan tuntas de-ngan melibatkan aspek kognitif. persepsi. pikiran.menyerap berbagai infor-masi. Di dalam konseling individual hanya menghadap konselor saja. pengembangan pribadi dan pengatasan masalah.Lama dan frekuensi kegiatan 9.evaluasi isi: kedalaman dan ketuntasan pembaha-san c.tidak rahasia Kegiatan berkembang sesuai dengan tingkat perubahan dan pendalaman masalah/ topik a.menyerap berbagai informasi untuk diri sendiri 6. saran dan berbagai alternative untuk meme-cahkan masalahnya sen-diri a. Adapun tujuan khusus konseling kelompok pada dasarnya terletak pada pembahasan masalah pribadi individu peserta kegiatan Layanan. Kelebihan dan kelemahan bimbingan dan konseling kelompok Pertama.Evaluasi c. Kelompok dapat digunakan sebagai ajang latihan untuk mengubah perilaku yang kurang memuaskan menjadi lebih memuaskan. 384 . Melalui Layanan kelompok yang intensif dalam upaya pemecahan masalah tersebut para peserta memperoleh dua tujuan sekaligus (1) terkembangkannya perasaan. Tujuan bimbingan dan konseling kelompok Tujuan umum layanan bimbingan dan konseling kelompok adalah berkembangnya kemampuan sosialisasi siswa.interaksi multiarah b.evaluasi dampak: sejauh mana anggota yang masalah pribadinya dibahas me-rasa mendapatkan alterna-tif pemecahan masalahnya Guru Pembimbing/ konselor (tenaga ahli) 10.evaluasi proses: keterli-batan anggota b.pribadi b.interaksi multiarah b. Jadi kelompok sesungguhnya merupakan mikrokosmik sosial. apabila yang mengatakan anggota lain yang mempunyai masalah sama. khususnya kemampuan komunikasi Peserta Layanan. ini tidak dapat ditemukan dengan mudah di dalam konseling individual. 4.Sifat isi pembicaraan 8. Dalam waktu yang relatif singkat konselor dapat berhadapan dengan sejumlah siswa di dalam kelompok dalam upaya untuk membantu memenuhi kebutuhan yang berkaitan dengan pencegahan. sehingga sering terjadi siswa tidak percaya akan apa yang dikemukakan oleh konselornya. diharapkan bahwa ia dapat berubah di dunia yang lebih luas.rahasia Kegiatan berkembang sesuai dengan tingkat pen-dalaman dan penuntasan pemecahan masalah a.c.mendalam dengan melibatkan aspek kognitif a.Pelaksana 3. afektif dan aspek-aspek kepribadian lainnya a.evaluasi isi: kedalaman pembahasan c. artinya apabila seseorang dapat berubah di dalam kelompok. adalah kepraktisan.evaluasi proses: keterlibatan anggota b. Akan tetapi di dalam konseling kelompok. Di samping itu juga bermaksud mengentaskan masalah klien dengan memanfaatkan dinamika kelompok. Melalui konseling kelompok setiap anggota kelompok akan belajar untuk bersosia1isasi dengan cara saling memberi dan menerima umpan balik. di mana siswa hanya berlatih dengan seorang konselor tanpa adanya umpan balik dan orang lain selain konselor.evaluasi dampak: pemahaman dan dampak kegiatan terhadap anggota Guru Pembimbing/ konselor (tenaga ahli) 7.umum b. wawasan dan sikap terarah kepada tingkah laku khususnya dalam ber-sosialisasi/komunikasi. dan (2) terpecahkannya masalah individu yang bersangkutan dan diperolehnya imbasan pemecahan masalah tersebut bagi individu-individu lain peserta pada Layanan konseling kelompok khususnya. Kedua.

pendapat dan apa dan apa yang disebut ciri-ciri pribadi sebagai ciri unik individu yang berakar pada pola afiliasi kelompok yang menentukan konteks sosial seseorang hidup dan berfungsi dapat diwujudkan melalui intervensi konseling kelompok. Cara ini akan meningkatkan hubungan antar pribadi yang efektif. dan menambah rasa positif dalam diri mereka. bimbingan dan konseling kelompok mempunyai manfaat besar untuk bertindak sebagai miniatur situasi sosial. yang mudah berbicara tentang dirinya: yang dapat mengambil manfaat dan umpan batik yang diberikan oleh seorang teman serta merasa tertolong dengan umpan balik itu. pencegahan. atau laboratorium yang mana anggota kelompok tidak hanya mempelajari perilaku-perilaku baru tetapi bisa mencoba. dimengerti. Anggota dapat meniru anggota lain yang telah terampil. setiap usaha untuk mengubah perilaku manusia di luar lingkungan alam di mana individu bekerja dan hidup sangat tergantung pada efektivitas tingkat transfer pelatihan yaitu. pengakuan. dan belajar untuk meningkatkan kepercayaannya pada orang lain. motivasi manusia muncul dan hubungan kelompok kecil. konseling kelompok dapat menjadi wilayah persemaian bagi konseling individual. Kelima. Dalam konseling individual. diharapkan tujuan setiap anggota kelompok dapat tercapai lebih mantap. Kesepuluh. maka perilaku. dalam bimbingan dan konseling kelompok interaksi antar individu anggota kelompok merupakan suatu yang khas. Bagi anggota kelompok. keyakinan diri dan suasana yang positif diantara anggota. Mereka juga belajar mendengarkan secara aktif. Bimbingan dan konseling kelompok juga dapat digunakan untuk belajar mengekspresikan perasaan. Masing-masing anggota akan saling belajar untuk berhubungan pribadi dengan lebih mendalam. unsur mempelajari keterampilan sosial sangat terbatas pada konselor. Dalam konseling individual komunikasi terbatas pada interaksi dengan konselor. sikap. membutuhkan bertukar pikiran dan berbagai perasaan dengan orang lain. Dengan demikian. Manusia membutuhkan penerimaan. bimbingan dan konseling kelompok lebih sesuai bagi siswa yang membutuhkan untuk belajar lebih memahami orang lain dan lebih menghargai kepribadian orang lain. Kesebelas. Keenam. Dalam konseling individual unsur saling memberikan tidak ada. Dengan interaksi yang intensif dan dinamis selama berlangsung konseling kelompok. perilaku baru. melalui bimbingan dan konseling kelompok individu-individu mencapai tujuannya dan berhubungan dengan individu-individu lain dengan cara yang produktif. dan pengatasan masalah yang dialami oleh setiap anggota. yang tidak mungkin terjadi pada konseling individual. Selain 385 . menunjukkan perhatian pada orang lain. dan dapat belajar dan pemimpin kelompok. dinamika interaksi di dalam kelompok membuahkan berbagai hal yang pendalamannya lebih lanjut akan dapat dilakukan dalam layanan konseling individual. Keduabelas. mempraktekkan dan menguasai perilaku-perilaku dalam situasi yang hampir sama dengan lingkungan yang sebenarnya individu berasal. bimbingan dan konseling kelompok memberi kesempatan para anggota untuk mempelajari keterampilan sosial. berbagai pengalaman. konseling kelompok dapat merupakan wilayah penjajagan awal bagi anggota kelompok untuk memasuki konseling individual. dan afiliasi. menerima bantuan dan berempati dengan tulus di dalam konseling kelompok. Keadaan ini menumbuhkan harga diri. berbagai pengalaman. Kedelapan. dalam bimbingan dan konseling kelompok terdapat kesempatan luas untuk berkomunikasi dengan teman-teman mengenai segala kebutuhan yang terfokus pada pengembangan pribadi. dapat belajar memberikan umpan balik yang bermanfaat bagi anggota lain. pemahaman dan sikap yang harus ditransfer secara sukses dari setting konseling kelompok ke kehidupan siswa.Ketiga. sehingga mereka akan merasa diterima. mamperlihatkan perhatian yang sungguh-sungguh terhadap anggota lain dan belajar untuk membuat suasana positif bagi orang lain. melakukan konfrontasi secara tepat. anggota kelompok mempunyai kesempatan untuk saling memberi bantuan. dan belajar untuk meningkatkan kepercayaannya pada orang lain. Keempat. Kesembilan. apabila unsur-unsur tersebut terpenuhi semua. Ketujuh.

belajar dan anggota lain dan sebagainya. Asumsi ini membawa dua implikasi pokok dalam pelaksanaan konseling kelompok di sekolah. Para remaja merasa lebih mudah membicarakan masalah-masalah mereka secara terbuka dalam kelompok daripada dalam konseling individual. oleh karena itu kelompok yang baik akan dapat menjadi sebuah masyarakat kecil atau sebuah mikro kosmos sosial. katarsis. memahami dan mendukung. Melalui suasana konseling kelompok dapat dikembangkan suasana untuk menumbuhkan rasa toleransi. keterampilan menghargai pendapat orang lain. Anggota kelompok dapat menggunakan interaksi kelompok meningkatkan pemahaman. Pertama. Konseling kelompok memiliki kekuatan sebagai suatu proses interpersonal yang dinamis dengan memusatkan perhatian kepada kesadaran pikiran dan perilaku. yaitu perkembangan individu akan berlangsung dalam interaksi yang sehat antara individu dengan lingkungannya. tujuan dan untuk belajar sikap dan perilaku tertentu. Mengubah persepsi. Memperkuat pandangan ini. membantu orang lain. perkembangan adalah tujuan konseling. Selain dua alasan yang sifatnya umum tersebut. Di dalam kelompok. para remaja berpikir bahwa pemimpin yang dewasa cenderung mendengar mereka diri membantu mereka menemukan berbagai alternatif pemecahan. konseling kelompok merupakan suatu perwujudan asumsi bahwa konseling pada hakikatnya diperuntukkan bagi semua siswa dan bertujuan membantu pencapaian perkembangan pribadi secara optimal. suasana kelompok yang berkembang dalam konseling kelompok juga dapat menjadi tempat pengembangan keterampilan berkomunikasi dan berinteraksi sosial bagi anggota kelompok setelah menerima layanan konseling individual. Mereka akan dapat saling berbagi pengalaman. serta mendasarkan kepada fungsi tetapi yang bersifat membiarkan dan berorientasi pada kenyataan. dan kedua. dan saling memberikan masukan yang semuanya itu sangat berharga bagi upaya pengembangan pribadi.itu. (4) kesempatan untuk menerima berbagai umpan balik. seorang siswa mungkin mengalami kesulitan dalam mengungkapkan permasalahan melalui konseling individual. penerimaan nilai-nilai. yaitu keterampilan berkomunikasi.C Dinkrnyer & J. oleh karena itu konselor perlu memiliki suatu kerangka berpikir konseptual untuk memahami 386 . Dalam keadaan tertentu. Ada dua pertimbangan dalam penggunaan kelompok. pencegahan masalah dan pemecahan masalah. yaitu (1) perasaan membagi keadaan bersama. Konse1in kelompok merupakan laboratorium yang berharga bagi konselor dan siswa. rasa percaya diri. tetapi dalam suasana kelompok sangat memungkinkan siswa tersebut dapat mengungkapkan secara leluasa. memelihara. bahwa banyak sumber-sumber atau pendapat dapat diperoleh dalam setting kelompok. karena memang sukar bagi konselor harus membimbing siswa secara individual dan 300 orang siswa pada suatu sekolah. keadaan ini merupakan sumber yang berharga dalam kegiatan kelompok apabila dibandingkan dengan hanya pandangan atau pendapat dan dua orang seperti dalam konseling individual. saling percaya. Pertama. dan peningkatan tanggung jawab. Menurut Blocher (1994) asumsi dasar konseling perkembangan. kerja kelompok. bukan memanfaatkan mereka atau menekan mereka untuk melakukan apa yang dikehendaki oleh orang tua atau guru. untuk kepentingan efisiensi. dan (7) dorongan teman guna memelihara komitmen. (2) pengalaman merasa memiliki. Dalam kelompok para anggota akan memiliki pandangan yang bervariasi yang ditampilkan dan didiskusikan. berarti membekali mereka untuk mengalami dan menghadapi tugas-tugas kehidupan. yang dalam konseling individual sulit dikembangkan. perasaan dan perilaku mereka. Melalui suasana kelompok dapat pula dikembangkan berbagai keterampilan sosial dan sikap-sikap tertentu. (5) belajar seolah-olah mengalami berdasarkan kepedulian orang lain. mana kala buah pelayanan konseling individual menganjurkan perlunya pengembangan keterampilan tersebut.J Munro (1998) menyatakan bahwa konseling kelompok dapat menciptakan kondisi dan suasana yang memungkinkan individu dapat menilai kembali pikiran. (6) perkiraan untuk menghadapi kenyataan hidup. sikap dan perasaan atau tindakan mereka. Di dalam perspektif konseling perkembangan. Dan segi efisiensi. (3) kesempatan untuk berpraktek dengan orang lain. ada tujuh keuntungan yang dapat diperoleh berkaitan dengan konseling kelompok. D.

Konseling kelompok dalam konteks konseling perkembangan adalah upaya bantuan kepada sekelompok individu dengan cara mendorong pencapaian tujuan perkembangan dan memfokuskan pada kebutuhan dan kegiatan belajarnya. tetapi justru dipakai sebagai tujuan. dan meningkatkan sumberdaya dan kompetensi dalam memberikan bantuan terhadap pola perkembangan yang optimal dan klien (Blocher. Kedua. Fungsi konseling ini adalah memberikan kemudahan untuk terjadinya perkembangan kepribadian secara normal. 1996). Keenam. Kedua.perkembangan siswa sebagai dasar perumusan isi dan tujuan konseling. Ketiga. seringkali kelompok tidak berkembang dan dapat mengurangi arti kelompok sebagai sarana belajar. untuk itu dibutuhkan norma dan aturan main khusus mengenai konfidensialitas. dan pengatasan masalah. sehingga tidak berusaha untuk berubah. karena yang dihadapi tidak hanya satu orang tetapi banyak orang. interaksi yang sehat merupakan suatu iklim perkembangan yang harus dikembangkan oleh konselor. Keempat. memberi respon interaksi di antara para anggota dan mengamati dinamika dari kelompok tersebut. Perkembangan merupakan konsep inti dan keterpaduan. 1997:79). Dengan demikian. Kesembilan. 1990). karena perhatian kelompok terfokus pada persoalan pribadi anggota yang lain. Konseling merupakan strategi upaya khusus yang lebih intensif menyentuh dunia kehidupan siswa secara individual. Ketujuh. Disamping kekuatan-kekuatan. sebagai akibat siswa tidak akan merasa puas. Tujuan konseling adalah untuk mempermudah perkembangan. sulit untuk dibina kepercayaan. yang kesuksesan penyelesaiannya akan menyebabkan orang tersebut tidak bahagia. tidak diterima oleh masyarakat. Konseling kelompok memusatkan perhatiannya pada keseluruhan proses perkembangan yang terjadi pada din individu. Strategi upaya khusus ini akan lebih tepat melalui pendekatan konseling kelompok yang berfungsi preventif. Kedelapan. Kelima. sering siswa mengharapkan terlalu banyak dan kelompok. Tugas-tugas perkembangan tersusun menurut pola tertentu dan sec39ara keseluruhan saling terkait. karena setiap individu yang berkembang harus menyelesaikan tugas-tugas perkembangan apabila ia hendak dikatakan sebagai individu yang bahagia dan sukses. tidak semua siswa cocok berada dalam kelompok. peran konselor menjadi lebih menyebar dan kompleks. 1992) menekankan bahwa orientasi perkembangan justru merupakan ciri khas yang menjadi inti gerakan konseling. Oleh karena itu konselor perlu menguasai pengetahuan dan keterampilan khusus untuk mengembangkan interaksi yang sehat sebagai pendukung sistem peluncuran konseling di sekolah (Sunaryo Kartadinata. sering kelompok bukan dijadikan sarana untuk berlatih melakukan perubahan. tidak semua siswa siap atau bersedia untuk bersikap terbuka dan jujur mengemukakan si hatinya terhadap teman-temannya di dalam kelompok. menginternalisasi. lebih-lebih bila yang akan dikatakan terasa memalukan bagi dirinya. beberapa diantaranya membutuhkan perhatian dan intervensi individual. menjembatani tugas-tugas yang muncul pada saat tertentu. pengembangan. Ivey dan Rigazio (dalam Mayers. Model konseling perkembangan memungkinkan konselor untuk memfokuskan tidak sekedar terhadap gangguan emosional klien. Menurut Havighurts. persoalan pribadi satu-dua anggota kelompok mungkin kurang mendapat perhatian dan tanggapan sebagaimana mestinya. bimbingan dan konseling Kelompok juga memiliki beberapa keterbatasan yang harus diperhatikan oleh konselor antara lain sebagai berikut : Pertama. 1987:104). dan mengalami kesulitan dalam menjalani tugas-tugas berikutnya (dalam Shertzer & stone. Oleh karena itu seseorang merasa terlalu nyaman di dalam kelompok. fokus konseling kelompok adalah membantu seluruh siswa tanpa kecuali dengan tujuan agar mereka mencapai taraf perkembangan pribadi secara optimal dalam berbagai aspek kehidupan. tugas perkembangan adalah suatu tugas yang muncul pada periode tertentu dalam kehidupan seseorang. Strategi upaya ini akan lebih memperhalus. karena hanya untuk kepentingan seorang belaka. 387 . Konselor harus mampu secara simulasi mengarahkan setiap siswa. serta menjadi tujuan dan segenap Layanan konseling baik secara individual maupun kelompok. dan mengintegrasikan sistem nilai dan pola perilaku yang diperoleh melalui proses pendidikan secara umum (Sunaryo Kartadinata. melainkan Lebih mengupayakan pencapaian tujuan dalam kaitan penguasaan tugas-tugas perkembangan.

(6) siswa diperkirakan sangat mengganggu jalannya konseling karena keterbatasan ekspresi verbal. dikhawatirkan justru membuat lebih buruk keadaan daripada memperbaikinya. Ada beberapa kondisi individu yang perlu diperhatikan. atau sama sekali tidak mempunyai keterampilan sosial. (5) siswa terlalu banyak minta perhatian dan orang lain sehingga sangat mengganggu dalam kelompok. (7) siswa sangat agresif. 388 . (3) siswa sangat tidak efektif dalam berhubungan dengan orang lain. Selain keterbatasan tersebut. harga diri. (8) siswa kurang memiliki keyakinan dirt. dan memiliki konsep diri yang negatif. (4) siswa tidak menyadari akan perasaan. Apabila konselor tidak cukup mempunyai dasar teori dan terlatih untuk memimpin kelompok.untuk menjadi konselor kelompok dibutuhkan latihan yang intensif dan khusus. (2) siswa takut untuk berbicara di dalam kelompok dan sangat membutuhkan perlindungan. kelompok tidak selalu efektif untuk semua orang. motivasi. Kondisi tersebut adalah: (1) siswa dalam keadaan krisis. sehingga kelompok ti2direkomendasikan. sehingga akan membuat anggota lain merasa takut. dan perilakunya.

baik pada bimbingan kelompok maupun konseling kelompok. lebih tepat lagi. ISI KEGIATAN DAN TAHAPAN KEGIATAN SERTA EVALUASI A. merupakan masalah yang sedang diderita oleh peserta yang menyampaikan masalah atau topik itu. Sebaliknya. C. menjadi “milik” atau bagian dari pribadi peserta yang bersangkutan. Sedangkan “topik bebas” adalah topik atau masalah yang muncul atau dikemukakan secara “bebas” oleh para peserta masing-masing. bila kita mengacu kepada masalah-masalah atau topik-topik yang menjadi pokok bahasan keduanya. Suatu topic atau masalah dikatakan “umum” apabila antara topik atau masalah itu dan para peserta tidak terdapat hubungan khusus tertentu. 3. sedangkan yang membahas “topik bebas” disebut “kelompok bebas”. Dari segi datangnya masalah atau topik itu dikenal adanya “topik tugas” dan “topik bebas”. menunjukkan bahwa masalah-masalah pribadi tidak boleh dijadikan “topik tugas”. keduanya terlihat pada matrik berikut: Pokok Bahasan Dalam Bimbingan dan Konseling Kelompok Kegiatan Bimbingan Kelompok Konseling Kelompok Kelompok Bebas Masalah Umum Masalah Pribadi   Kelompok Tugas Masalah Umum Masalah Pribadi  Dari matrik diatas tampak bahwa bimbingan kelompok hanya dapat membahas masalah atau topik-topik umum. Perbedaan antara bimbingan kelompok dan konseling kelompok berkenaan dengan isi atau pokok bahasan. Sedangkan suatu masalah atau topik disebut “pribadi” apabila masalah itu memang merupakan masalah pribadi yang secara langsung dialami atau. 4. Tentang sifat hubungan topik atau masalah-masalah tersebut dengan para peserta dapat dikatakan “umum” atau “pribadi”. Kedua jenis layanan itu. Tahapan Bimbingan dan Konseling Kelompok Hal lain yang dapat dibedakan antara bimbingan kelompok dan konseling kelompok adalah berkenaan dengan tahapan pelaksanaannya. baik dari segi asal datangnya maupun sifat masalah atau topik itu bila dihubungkan dengan para peserta kegiatan. topik atau masalah itu berada di luar diri masing-masing peserta. Tujuan Menjelaskan isi kegiatan bimbingan dan konseling kelompok Menjelaskan tahapan bimbingan dan konseling kelompok Mendeskripsikan kegiatan pada setiap tahapan bimbingan dan konseling kelompok Menjelaskan bagaimana pelaksanaan Evaluasi Kegiatan B.IV. “Topik tugas” adalah topik atau masalah yang datangnya dari pemimpin kelompok (guru pembimbing) yang “ditugaskan” kepada para peserta untuk membahasnya. 2. 1. Kelompok yang membahas “topik tugas” kemudian dapat disebut “kelompok tugas”. Masalah atau topik pribadi “berada di dalam” diri peserta yang menyampaikannya. konseling kelompok hanya membahas masalah-masalah pribadi yang sifatnya bebas. Isi Kegiatan Bimbingan dan Konseling Kelompok Perbedaan antara bimbingan dan konseling kelompok dapat dilihat dari isi kegiatan masing-masing. baik yang sifatnya bebas maupun tugas. Tanda arsiran pada matrik. 389 .

pelaksanaan Tahap I dan Tahap II pada dasarnya sama. Penjelasan tentang cara kerja. Tahap I (Pembentukan) a. 2. Perbedaannya hanya terletak pada: 1. b. Ajakan untuk mengemukakan masalah umum secara bebas (untuk bimbingan kelompok) atau masalah pribadi secara bebas (untuk konseling kelompok). b. Tahap II (Peralihan) a. Penjelasan asal datangnya masalah atau topik.Persamaan dan Perbedaan Pelaksanaan Tahap-tahap Kegiatan dalam Bimbingan Kelompok dan Konseling Kelompok Baik untuk bimbingan kelompok ataupun konseling kelompok. Penjelasan tentang masalah atau topik “tugas” (khusus untuk bimbingan kelompok) 390 . c. tugas (untuk bimbingan kelompok) atau bebas (untuk konseling kelompok). khususnya yang menyangkut sifat masalah atau topik. Penjelasan tentang pengertian dan tujuan bimbingan kelompok atau konseling kelompok (pilih salah satu mana yang akan diselenggarakan). umum atau pribadi (pilih salah satu mana yang akan diselenggarakan).

Penilaian dilakukan dalam tiga tahap yaitu penilaian segera (laiseg) dilakukan pada akhir setiap sesi layanan. Bimbingan Kelompok: 1) Pokok bahasan: masalah atau topic umum. 2) Para peserta melakukan pembahasan tanpa secara khusus menyangkutpautkan isi pembicaraannya itu kepada peserta tertentu. 2) Para peserta melakukan pembahasan dengan setiap kali mengingat bahwa isi pembicaraannya itu adalah bertujuan untuk membantu pemecahan masalah yang sedang dibicarakan yang dialami oleh salah seorang rekan sekelompoknya. Pada tahap ketiga inilah layanan bimbingan kelompok atau konseling kelompok menampilkan jati dirinya. Perbedaannya hanya terletak pada isi kesan-kesan para peserta. hal ini perlu diutamakan. dan memecahkan masalah atau topik umum (untuk bimbingan kelompok) atau masalah pribadi (untuk konseling kelompok) 3. yaitu isi yang sesuai dengan pokok bahasannya yang mereka selenggarakan pada Taahap Ketiga. 391 . penilaian jangka pendek (laijapen) dan penilaian jangka panjang (laijapang) dilakukan pasca layanan secara lisan maupun tulisan. Ajakan untuk membahas. minat dan sikapnya terhadap berbagai hal. Dengan memperhatikan persamaan dan perbedaan diantara Bimbingan Kelompokdan Konseling Kelompok itu. b.d. penegasan. Konseling Kelompok: 1) Pokok bahasan: masalah pribadi yang bersifat bebas. baik yang telah dilakukan selama kegiatan kelompok (yang menyangkut si maupun proses) maupun kemungkinan keterlibatan mereka untuk kegiatan serupa selanjutnya. Tahap III (Kegiatan) Khusus untuk kegitan konseling kelompok diperlukan penjelasan. Perbedaan yang amat kentara dan berlangsung sepanjang kegiatan ialah pada Tahap ketiga yang merupakan tahap inti dari seluruh kegiatan bimbingankelompok atau konseling kelompok. Kegiatan pada Tahap Ketiga: a. dengan muatan materi kehidupan yang berbeda. Kondisi UCA (Understanding Comfort Action) menjadi fokus penilaian hasil-hasil konseling kelompok. Tahap IV (Pengakhiran) Pelaksanaan Tahap Keempat. dapatlah dikatakan bahwa Bimbingan Kelompok dan Konseling Kelompok merupakan “saudara kembar identik. Evaluasi Kegiatan Penilaian terhadap kegiatan konseling kelompok dapat dilakukan secara tertu1is dimana para peserta diminta mengungkapkan perasaannya. yaitu Tahap Pengakhiran pada dasarnya sama untuk Bimbingan Kelompok dan Konseling Kelompok. mendalami. harapannya. baik yang bersifat “bebas” atau “tugas”. 4. Pada tahap ini dilakukan tinjauan terhadap kualitas kegiatan kelompok dan hasil-hasilnya melalui pengungkapan kesan-kesan peserta. D. dan pemantapan tentang asas kerahasiaan.

Penyimpulan. Menjelaskan Cara Pelaksanaan Bimbingan Konseling 5. Membahas masalah hingga tuntas. pribadi 1. Tujuan Peserta pelatihan dapat menyusun perencanaan bimbingan dan konseling kelompok. Peseta pelatihan terampil mempraktikkan Layanan bimbingan dan konseling kelompok. 3. 1. Perkenalan permainan. Memimpin doa penutup 6. Dalam bimbingan kelompok: untuk topik tugas topik diberikan oleh konselor sedang untuk topik bebas anggota kelompok diberi kesempatan secara bergantian menyampaikan usulan topik yang akan dibahas. 6. Dalam konseling kelompok: anggota kelompok dipersilahkan mengemukakan masalah pribadi masing-masing secara bergantian. Selingan (bila diperlukan). 2. 1. 4. Membuat kesepakatan waktu 7. Model Operasional Kegiatan BimbinganKelompok dan Konseling Kelompok Agar lebih jelas berikut ini disajikan suatu model operasionalisasi kegiatan layanan bimbingan dan konseling kelompok berupa langkah-langkah seorang konselor dalam memimpin kegiatan tersebut: Tahapan BKp & KKp Pembentukan Langkah-langkah Konselor 1. Menanyakan kesiapan kelompok untuk melanjutkan kegiatan. Memimpin Doa 3. Menjelaskan Pengertian Dan Tujuan Bimbingan Dan Konseling 4. Menjelaskan kembali kegiatan bimbingan konseling kelompok 2. Menyampaikan bahwa bimbingan / konseling kelompok akan diakhiri. Memberi contoh topik tugas dan bebas dalam bimbingan kelompok atau contoh masalah pribadi dalam konseling kelompok. Peserta pelatihan dapat melaksanakan praktik bimbingan dan konseling kelompok. 2.V. Perpisahan Peralihan Kegiatan Pengakhiran 392 . Menjelaskan Asas-Asas Bimbingan Dan Konseling Kelompok (Khusus Pada Konseling Kelompok Perlu Ikrar Untuk Menjaga Kerahasiaan). Memberikan ucapan terima kasih 5. Peserta latihan dapat membuat operasionalisasi layanan bimbingan dan konseling kefompok 4. Melakukan pembahasan kegiatan lanjutan 4. 6. MODEL OPERASIONAL KEGIATAN A. Melakukan penilaian segera 3. 1. Menerima Kehadiran Secara Terbuka Dan Mengucapkan Terima Kasih. Memfasilitasi anggota kelompok untuk menetapkan topik dan atau masalah pribadi yang akan dibahas. 3. 3. 5. 2. 2. B. Mengenali suasana kelompok tentang kesiapan kelompok dan mengatasi masalah yang muncul dari kelompok.

9. Panduan Pengawasan Bimbingan dan Konseling di Sekolah. dan Aplikasi dalam Rentang Sepanjang Hayat. Jakarta: Rineka Cipta. -----------. L. Seri Layanan Konseling Layanan Bimbingan Konseling Kelompok. Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas IlmuPendidikan Universitas Negeri Padang. Padang: Univ. Layanan Bimbingan dan Konseling Kelompok (Dasar dan Profil). Prayitno (1995). -----------. (2005).DAFTAR PUSTAKA Mamat Supriatna (2003). 393 . Seri Layanan Konseling. (2004).1 s/d L. -----------. (2004). Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang. Negeri Padang. Semarang: UNNES Press. (2001). Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Bandung. Konseling Kelompok Perkembangan. Teori. Mungin Eddy Wibowo. Konseling kelompok : Wawasan Konsep. Jakarta: Ghalia Indonesia.

394 .

Kompetensi dan Indikator Standar Kompetensi: 1. Deskripsi Bahan ajar ini mencakup: 1. 2.BAB I PENDAHULUAN A. Bacalah setiap kegiatan belajar dengan teliti dan buatlah rangkuman setelah selesai membaca setiap materi 2. Memahami Langkah-langkah Bimbingan Kalsikal 6. Memahami Konsep Dasar Bimbingan Klasikal 2. Menjelaskan Konsep Dasar Bimbingan Klasikal 2.2. Kerjakan soal – soal latihan dan tugas dan kumpulkan tepat waktu C. Memahami Materi Bimbingan Klasikal 4. fungsi bimbingan klasikal dan keunggulan bimbingan klasikal. Metode Bimbingan Klasikal B. Memahami Tujuan Bimbingan Klasikal 3. Merencanakan dan melaksanakan Bimbingan Klasikal 395 . Menjelaskan Tujuan Bimbingan Klasikal 3. Mengikuti penjelasan secara cermat dan apabila belum jelas bertanyalah pada instruktur agar dapat penjelasan yang benar 3. tujuan bimbingan klasikal . Petunjuk Belajar. Agar peserta pelatihan dapat mengikuti kegiatan ini dengan lancar dan baik maka perlu diperhatikan beberapa petunjuk belajar sebagai berikut: 1. Menjelaskan Pengembangan Alat / Mediadalam Bimbingan Klasikal 8. Materi Bimbingan Klasikal. Merencanakan dan melaksanakan bimbingan klasikal sesuai dengan bidang dan materi bimbingan 3. Memahami Hakikat Bimbingan Klasikal dalam pelayanan bimbingan dan konseling di Sekolah. Menjelaskan Materi Bimbingan Klasikal 5. 3. Memahami Pengembangan Alat / Media Indikator dan Pencapaian Kompetensi : 1. Menjelaskan Teknik Bimbingan Klasikal 6. Menjelaskan Fungsi Bimbingan Klasikal 4. Menjelaskan Langkah-langkah Bimbingan Klasikal 7. Hakikat Bimbingan Klasikal yang terdiri dari Pengertian bimbingan klasikal. Memahai Teknik / Metode Bimbingan Klasikal 5. Memilih teknik yang sesuai dengan topic layanan dan kondisi siswa Kompetensi Dasar: 1.

sejahtera. Dengan demikian.BAB II KEGIATAN BELAJAR I A. Menjelaskan Konsep Dasar Bimbingan Klasikal 2. dan profesional. kepribadian. memiliki keunikan konteks tugas dan ekspektasi kinerja. Menjelaskan Pengembangan Alat / Media B. pamong belajar. dan kecenderungan pribadi yang mendukung. bidang kehidupan bermasyarakat dan bidang rekreasi. Menjelaskan langkah. dan peduli kemaslahatan umum. dosen. beberapa sekolah mulai mengelola program tersebut ( Winkel dalam Hastuti 2006:545). Menggunakan bimbingan klasikal sebagai sarana untuk mempersiapkan siswa untuk mengatur berbagai bidang kehidupan supaya bermakna dan memberikan kepuasan . bidang pekerjaan. Kompetensi dan Indikator Kompetensi: Memahami Hakikat Bimbingan Klasikal Indikator Pencapaian Kompetensi 1. Konselor adalah pengampu pelayanan ahli bimbingan dan konseling. nilai. menghormati keragaman. seperti bimbingan belajar. Menjelaskan Tujuan . Kompetensi akademik merupakan landasan bagi pengembangan kompetensi profesional. seperti bidang kesehatan. Konsep Dasar Keberadaan konselor dalam Sistem Pendidikan Nasional dinyatakan sebagai salah satu kualifikasi pendidik. sosial. Uraian Matri 1. terutama dalam jalur pendidikan formal dan nonformal. (2) menguasai landasan dan kerangka teoretik bimbingan dan konseling. yang meliputi: (1) memahami secara mendalam konseli yang dilayani. Pelayanan dimaksud adalah pelayanan bimbingan dan konseling. (3) menyelenggarakan pelayanan bimbingan dan konseling yang memandirikan. dengan selalu mencermati dampak jangka panjang dari pelayanan yang diberikan. Masing-masing kualifikasi pendidik. 20 Tahun 2003 Pasal 1 Ayat 6). Standar kualifikasi akademik dan kompetensi konselor dikembangkan dan dirumuskan atas dasar kerangka pikir yang menegaskan konteks tugas dan ekspektasi kinerja konselor. karir. widyaiswara.langkah Bimbingan Klasikal 5. Kompetensi akademik merupakan landasan ilmiah dari kiat pelaksanaan pelayanan profesional bimbingan dan konseling. Unjuk kerja konselor sangat dipengaruhi oleh kualitas penguasaan ke empat komptensi tersebut yang dilandasi oleh sikap. Konteks tugas konselor berada dalam kawasan pelayanan yang bertujuan mengembangkan potensi dan memandirikan konseli dalam pengambilan keputusan dan pilihan untuk mewujudkan kehidupan yang produktif. Sosok utuh kompetensi konselor mencakup kompetensi akademik dan profesional sebagai satu keutuhan. Kompetensi akademik dan profesional konselor secara terintegrasi membangun keutuhan kompetensi pedagogik. 207-209) 396 . Pada masa sekarang layanan bimbingan klasikal sebagai salah satu layanan dasar yang digunakan untuk memberikan informasi belajar. bimbingan pribadi dan bimbingan social. termasuk konselor. Pelayanan bimbingan klasikal berakar dari gerakan bimbingan di Amerika yang dipelopori oleh Frank Person. bidang kehidupan keluarga. sikap empatik. Ekspektasi kinerja konselor dalam menyelenggarakan pelayanan ahli bimbingan dan konseling senantiasa digerakkan oleh motif altruistik. dan instruktur (UU No. serta mengutamakan kepentingan konseli. dan (4) mengembangkan pribadi dan profesionalitas konselor secara berkelanjutan. tutor. pribadi dan social ( Depdiknas 2007. fasilitator. sejajar dengan kualifikasi guru. Menjelaskan Materi Bimbingan Klasikal 4. Setelah Person mencanangkn konsepsinya tentang bimbingan jabatan. bukan hanya ragam bidang jabatan yang diberikan tetapi sangat bervariasi. Fungsi dan Keunggulan Bimbingan Klasikal 3.

(f). mengomentari dengan jujur dan tulus sesuai pengarahan konselor. Fungsi pemahaman adalah fungsi bimbingan untuk membantu siswa agar memiliki pemahaman terhadap dirinya dan lingkungannya. mampu mengambil keputusan untuk hidupnya sendiri. menerima dan dapat mengarahkan diri secara positif apabila konselor mampu mengelola kelas dengan baik. bidang social dan bidang karir. Pengertian Bimbingan Klasikal Bimbingan klasikal adalah bimbingan yang diberikan kepada sejumlah siswa yang tergabung dalam suatu satuan kegiatan pengajaran ( Winkel dan Hastuti 2006:561). (d). belajar dan karir. bidang social dan bidang karir ( Siwabessy dan Hastoeti 2008:136). Informasi yang disampaikan atau jenis kegiatan bimbingan yang dilakukan dapat menjangkau sejumlah siswa secara merata para siswa sekelas dapat menerima informasi yang sama dari suatu sumber yaitu dari konselor secara bersama-sama dengan demikian dapat meminimalkan pemahaman yang keliru atau kesalahan persepsi. Keunggulan Bimbingan Klasikal Keunggulan bimbingan klasikal berdasarkan pendapat Siwabessy dan Hastoeti (2008:136-137) sebagai berikut: (a). Tujuan Bimbingan Klasikal. mengenal. Fungsi Bimbingan Klasikal Fungsi bimbingan klasikal meliputi preventif dan pemahaman ( Gazda 1984:6). merencanakan kegiatan penyelesaian studi. Bimbingan klasikal membantu siswa membina sikap asertif yang sangat diperlukan siswa dalam kehidupan merekan di masa mendatang. dan mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan secara dinamis dan konstruktif. Fungsi Preventif atau pencegahan adalah fungsi bimbingan untuk menghindarkan diri dari terjadinya tingkah laku yang tidak diharapkan dan membahayakan dirinya dari orang lain. Bimbingan klasikal memberikan peluang bagi siswa untuk belajar bertoleransi siswa dapat mem. Fungsi bimbingan klasikal menurut Nurihsan (2006:9) adalah pengembanghan. Secara lebih rinci Yusuf dan Nurihsan (2008:13) menjelaskan bahwa tujuan bimbingan klasikal adalah agar individu dapat : (a). (b). social. (e). (c) dan menyesuaikan dengan lingkungan pendidikan dan lingkungan masyarakat. adaptasi dan penyesuaian. Tujuan bimbingan klasikal menurut Sugandi (2008:207) adalah membantu siswa agar dapat memenuhi tugas-tugas perkembangan yang meliputi aspek pribadi. penyaluran. Fungsi bimbingan klasikal lebih bersifat preventif dan berorientasi pada pengembangan pribadi siswa yang meliputi bidang pembelajaran.ahami. a. sehingga mampu mengembangkan potensi diri secara optimal. Bimbingan klasikal membuka peluang untuk siswa secara serempak mempunyai pengalaman belajar yang sama dan seragam. Bimbingan klasikal adalah bimbingan yang beorientasi pada kelompok siswa dalam jumlah yang cukup besar 30 – 40 orang siswa ( satu kelas ). dalam rangka membantu siswa mengembangkan potensinya secara optimal ( Yusuf dan Nurihsan 2008:26) 2. menilai.a. mampu beradaptasi dalam kelompok. Bimbingan klasikal sering disebut sebagai layanan dasar yakni layanan bantuan bagi peserta didik melalui kegiatan-kegiatan secara klasikal yang disajikan secara sistematis. (b). perkembangan karir serta kehidupan di masa yang akan datang. Bimbingan klasikal lebih bersifat preventif dan berorientasi pada pengembangan pribadi siswa yang meliputi bidang pembelajaran . mengembangkan seluruh potensi dan kekuatan yang dimilikinya secara optimal mungkin. Tujuan bimbingan klasikal adalah membantu individu agar mampu menyesuaikan diri. Bimbingan klasikal memungkinkan para siswa saling memahami berbagai keterbukaan . 397 . mampu menerima support atau dapat memberikan support pada teman-temannya. Bimbingan klasikal memberikan kesempatan bagi siswa-siswa untuk mengimprovisasi kemampuan kreativitasnya dan sportivitasnya apabila konselor mampu memanagement kelas dengan baik. b. (c).

Pengenalan 2. 398 . Landasan Hidup Religius (mencapai Kematangan dalam Beriman dan Bertaqwa Kpd TYME) Tahap Internalisasi 1. Tindakan Berprilaku sesuai dengan norma yang dijunjung tinggi dalam masyarakat Tujuan (Kompetensi) SLTA Mengenal keragaman sumber norma sebagai rujukan pengambila keputusan Menghargai keragaman sumber norma sebagai rujukan pengambilan keputusan. Landasan Perilaku Etis (mencapai Kematangan Berprilaku Etis) Tahap Internalisasi 1.(g). pemalu. dan agresif. menarik dan menyenangkan dan dapat dinilai oleh siswa bersamasama. egois. 1. Akomodasi 3. antara lain kepemimpinan. (j)Metode belajar konstekstual yang digunakan konselor dalam bimbingan klasikal memungkinkan siswa akan belajar dan mengalami sendiri bukan pemberian orang Dalam pelaksanaannya mahasiswa harus menguasai beberapa ketrampilan dalam menyampaikan bimbingan klasikal. Akomodasi Tujuan (Kompetensi) SLTP Mengenal jenis-jenis norma dan memahami alasan pentingnya noram dalam kehidupan Bersikap positif terhadap norma 3. 3. Pengenalan Tujuan (Kompetensi) SLTP Mengenal arti dan tujuan ibadah Tujuan (Kompetensi) SLTA Menmpelajari hal ihwal ibadah 2.Mempelajari caracara mengekspresikan emosi yg tidak menimbulkan konflik dengan orang lain. Dalam bimbingan klasikal konselor menggunakan metode-metode pembelajaran yang bervariasi. Dalam bimbingan klasikal juga akan membuka peluang bagi konselor menjaring masalah-masalah siswa secara spesifik seperti kelainan tingkah laku yang muncul pada siswanya seperti siswa yang penakut (phobia). Tindakan Berminat mempelajari arti & tujuan ibadah Melakukan berbagai kegiatan ibadah dengan kemauan sendiri Tugas perkembangan 2 Mengembangkan sikap positif terhadap kehidupan beragama Mengenal keragaman sumber norma yg berlaku di masyarakat Tugas Perkembangan 2. Materi Bimbingan Klasikal Tugas perkembangan 1 Tugas Perkembangan 1. (h).Mempelajari caracara mengelolah emosi (termasuk mengelolah stress). (i). Bimbingan klasikal memberikan kesempatan bagi konselor mengenal bakat-bakat khusus siswa melalui observasi kelas. 2. seni olah raga managerial.

Bertanggung jawab atas resiko yang mungkin terjadi. Tindakan Dapat memecahkan masalah dan mengambil keputusan berdasarkan informasi / data secara obyektif Tujuan (Kompetensi) SLTA 1. 2.Mempelajari caracara mengekspresikan emosi yang tidak menimbulkan konflik dengan orang lain.Tugas perkembangan 3 Tugas Perkembangan 3.Dapat mengambil keputusan dan pemecahan masalah berdasarkan pertimbangan yanh matang. Bersikap toleran terhadap ragam ekspresi perasaan diri sendiri dan orang lain Dapat mengekspresikan perasaan dalam caracara yang bebas. 2. Mencapai Kematangan Emosi Tahap Internalisasi 1.Mempelajari lebih mendalam ttg caracara belajar yang efektif.Menyadari akan keragaman alternative keputuasan dan konsekuensi yang dihadapinya. Akomodasi 1. 1. terbuka dan tidak menimbulkan konflik. 2. Akomodasi 3.Mengenal cara-cara pemecahan masalah dan pemgambilan keputusan 2. Pengenalan Tujuan (Kompetensi) SLTP Mengenal emosi sendiri dan cara mengekspresikannya secara wajar (tidak kekanak-kanakan / impulsive) Tujuan (Kompetensi) SLTA 1. 2. 4 Tugas perkembangan Tugas Perkembangan 4. 2.Mempelajari caracara mengelola emosi (termasuk mengelola stress). Mencapai Kematangan Intelektual Tahap Internalisasi 1.Berminat untuk berlatih memecahkan masalah 3.Mempelajari cara mendalam ttg caracara pengambilan keputusan dan pemecahan masalah secara objektif.Mengenal cara belajar yang efektif 2. Pengenalan Tujuan (Kompetensi) SLTP 1.Memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang positif.Memiliki motif berprestasi dalam belajar. Tindakan Berminat untuk lebih memahami keragaman emosi sendiri dan orang lain Dapat mengekspresikan emosi atas dasar pertimbangan kontekstual (norma / budaya). Tugas perkembangan 5 399 . 1. 2.

dan nilai-nilai keharmonisan hidup (mutual simbiosis). Melakukan berbagai kegiatan yang positif dalam upaya mengembangkan potensi dirinya. seperti sikap altruis. Mencapai Kematangan Pengembangan Pribadi Tahap Internalisasi 1. dan toleran. Memiliki sikap-sikap social dalam berinteraksi social dengan orang lain yang bersifat heterogen (multi etnis. empati. Tindakan Tugas perkembangan 7 400 . Pengenalan Tujuan (Kompetensi) SLTP Mengenal cara-cara memperoleh hak dan memenuhi kewajiban dalam kehidupan seharihari Mengahargai hak-hak ornag lain dan merasa senang melaksanakan kewajiban yang diembangnya 2. Memiliki Kesadaran Tanggung Jawab Tahap Internalisasi 1. Berinteraksi dengan orang lain atas dasar kesamaan (equity) harkat dan martabat. kecerdasan. Baik fisik. kolaboratif. minat.Tugas Perkembangan 5. Tugas perkembangan Tugas Perkembangan 6. kooperatif. maupun kepribadiannya. Akomodasi Tujuan (Kompetensi) SLTP Mengenal karakteristik diri sendiri (seperti fisik. Pengenalan 6 Tujuan (Kompetensi) SLTA Mempelajari kelebihan dirinya. kecerdasan. budaya dan agama). Tindakan Berinteraksi dengan orang lain atas dasar pertimbangan hak dan kewajiban yang diemban masing-masing Tujuan (Kompetensi) SLTA Mempelajari caracara memperoleh hak dan memenuhi kewajiban dalam kehidupan seharihari. dan motivasi belajarnya) Menerima keadaan diri sendiri secara positif dan realistis Mengkuti kegiatankegiatan yang positif dalam rangka mengembangkan kemampuan dan kepribadiannya. 2. 3. Menyadari tentang pentingnya sikap menerima diri sendiri secara positif dan realistis. Akomodasi 3.

pendidikan dan aktivitas yang Tujuan (Kompetensi) SLTA Mempelajari strategi dan peluang untuk berprilaku hemt. Tindakan Tujuan (Kompetensi) SLTA Mempelajari lebih mendalam ttg etika pergaulan dalam berinteraksi dengan teman sebaya (terutama dengan lawan jenis). dan kompetitif dalam keragaman kehidupan. Meneriam nilai-nilai hdup hemat. sungguh2 dan kompetitif atas dasar kesadaran sendiri. mencapai kematangan dalam pilihan karier Tahap Internalisasi 1. dan kompetitif dalam kehidupan sehari-hari. dan kompetitif dalam kehidupan sehari-hari. Mencapai Kematangan Hubungan dengan Teman Sebaya. Perilaku Kewirausahaan (memilki kemandirian Perilaku ekonomi). Tahap Internalisasi 1. Menampilkan hidup hemat ulet. sungguh-sungguh. ulet. ulet. Pengenalan Tujuan (Kompetensi) SLTP Mengenal norma-norma (etika) pergaulan denagn teman sebaya yang beragam latar belakangnya. sungguh-sungguh. sungguh-sungguh. T ugas perkembangan Tugas Perkembangan 9. dan kompetitif sebagai aset untuk mencapai hidup mandiri. sungguh-sungguh. Membiasakan diri hidup hemat ulet. 2. Tindakan Tujuan (Kompetensi) SLTP Mengenal jenis-2 dan karakteristik studi lanjutan (SLTA) dan pekerjaan. ulet. Menyadari ttg pentingnya penerapan normanorma dalam bergaul dengan teman sebaya Bergaul dengan teman sebaya atas dasar norma atau etika. Tahap Internalisasi 1. 401 . akomodasi 3. Pengenalan Tujuan (Kompetensi) SLTP Mengenal nilai-nilai perilaku hemat. Bergaul dengan teman sebaya secara positif dan konstruktif 2. peluang dan ragam pekerjaan. Menyadari ttg pentingnya penerapan norma-norma dalam bergaul denagn teman sebaya. sungguh-sungguh. ulet.Tugas Perkembangan 7. dan kompetitif dalam kehidupan sehari-hari. Akomodasi 3. baik ynag bersumber dan agama maupun adat istiadat Tugas perkembangan 8 Tugas Perkembangan 8. Menyadari mamfaat berprilaku hemat. Pengenalan 9 Tujuan (Kompetensi) SLTA Mempelajari kemampuan diri.

Pengenalan Tujuan (Kompetensi) SLTP Xxx Tujuan (Kompetensi) SLTA Mengena norma-2 atau nilai pernikahan dan berkeluarga Menghargai norma-2 pernikahan dan berkeluarga sebagai landasan bagi terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis Mengekspresikan keinginannya untuk mempelajari lebih intensif ttg norma pernikahan dan berkeluarga. Sosiodrama dan Psikodrama. Akomodasi 3. Teknik-teknik Bimbingan Klasikal Bimbingan Klasikal dapat dilaksanakan dalam berbagai teknik yakni : 1). Mengidentifikasi ragam alternative studi lanjut atau pekerjaan yang mengandung relevansi dengan kemampuan dan minatnya. Diskusi Kelompok.2. Karya Wisata. Home Room Merupakan teknik bimbingan klasikal yang bertujuan agar konselor dapat mengenal murid secara lebih mendalam. 1). Mencapai kematangan dalam kesiapan diri untuk menikah dan berkeluarga Tahap Internalisasi 1. 8). 2. 6). 5). dan keterampilan dalam upaya persiapan diri memasuki dunia kerja. 4). 7). 2). 3). sehingga dapat membantunya secara efektif. Tindakan Memiliki motivasi untuk mempersiapkan diri dengan mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan studi lanjutan atau pekerjaan yang diminatinya. Ceramah Bimbingan. Mengembangkan alternative perencanaan karier dengan mempertimbangkan. Pengelompokan dalam home room ini dapat berdasarkan tingkatan kelas yang sama atau gabungan dari berbagai tingkatan kelas. Tugas perkembangan Tugas Perkembangan 10. Home Room. Pengajaran Bimbingan. Organisasi Murid. Akomodasi Xxx 3. Pengajaran Perbaikan. Tindakan Xxx 4.kegiatan yang dilakukan dalam home room dilakukan dalam 402 . Kelompok Kerja. 9). Jumlah anggota dapat berupa kelompok kecil atau kelompok besar. 10 terfocus pada pengembangan alternative karier. Menyadari ttg pentingannya pendidikan untuk memperoleh pengetahuan.

jenis kelamin. kegiatan dapat dilakukan pada jam pelajaran yang diatur secara bijaksana. Dengan proses layanan yang seperti ini siswa tidak sekedar mendapat pengetahuan namun ada perubahan sikap dan tingkah laku. Tujuan yang paling utama adalah untuk memecahkan masalah. dengan demikian teknik bimbingan ini dapat melayani berbagai masalah. 5). yang kesemuanya akan mengarahkan pada perkembangan siswa. Pengajaran remedial diberikan kepada siswa-siswa yang mengalami kesulitan belajar. konselor hendaknya benarbenar dapat memilih topik yang sesuai dengan kebutuhan siswa sehingga semua siswa diharapkan aktif dan berdampak suasana kelas bebas dan terarah. Ditinjau dari segi fungsinya pengajaran remedial sebagai teknik 403 . sehingga bimbingan dapat berfungsi menyalurkan. tempat tinggal dan jalinan social. Program home room dapat dilakukan secara periodic atau insidentatal sesuai kebutuhan. membentuk sikap kooperatif dan kompetetif yang sehat. terkoordinasi terkontrol dengan memperhatikan kesesuaian diri individu dengan lingkungannya. hubungan konselor diupayakan seperti orang tua dan anak dengan hubungan yang semacam ini diharapkan siswa bebas mencurahkan isi hatinya kepada konselor. Diskusi kelompok dapat berfungsi mengadaptasi dan penyesuaian. Bimbingan dilakukan dalam kelompok-kelompok yang sudah ada . Dalam hal sebagai kelompok studi.suasana yang bebas dan menyenangkan siswa dapat mengutarakan perasaannya dan pendapatnya yang tidak dapat diutarakan dalam pertemuan formal. Bimbingan dilakukan dengan memberikan kegiatan tugas-tugas belajar atau tugas kerja lain. mengadaptasikan dan menyesuaikan. kemampuan. Bantuan yang diberikan dapat berupa penambahan pelajaran. Diskusi ini akan lebih efektif apabila siswa mempunyai pengalaman yang cukup banyak mengenai masalah yang sedang didiskusikan. termasuk pemahaman diri akan kemampuannya serta timbul minat dan dorongan untuk belajar (lebih menekankan aspek kognitif). pengulangan kembali permasalahan yang kurang dikuasai. terorganisasi. 2). Konselor masuk kelas memberikan layanan bimbingan sesuai dengan dengan materi layanan pengembangan diri siswa. Bimbingan disini lebih menekankan pada sifat preventif dari pada kuratif. baik yang bersifat preventif maupun kuratif. latihan-latihan serta penekanan aspekaspek tertentu. dan proses bimbingan (menekankan aspek afektif). Kelompok Kerja Kelompok kerja dibentuk dengan memperhatikan tingkah laku. sehingga lebih bersifat kuratif 3). Dalam pelaksanaanya dapat secara kelompok maupun jumlah yang mengalami kesulitan. Kelompok kerja sebagai alat bimbingan dapat berfungsi mengadaptasikan maupun menyesuaikan . Dengan demikian kelompok kerja ini dapat berupa kelompok belajar. 4). Pengajaran Bimbingan Teknik bimbingan kelompok ini dilakukan pada kelompok siswa yang sudah dibentuk keperluan pengajaran. Pembicaraan suatu masalah dalam kelompok sangat berguna karena masing-masing siswa dapat mengambil manfaat dari pengalaman dari gagasan teman. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kemampuan belajar. Tujuannya dapat berupa mengidentifikasikan masalah serta menghadapi dan memecahkan masalah. waktu yang ditentukan disesuaikan dengan permasalahannya. Disamping itu sebagai kelompok kegiatan aktivitas banyak dilakukan diluar jam pelajaran baik sebagai kelompok studi maupun sebagai kelompok kegiatan. Sehingga siswa dapat memenuhi criteria keberhasilan minimal yang diharapkan melalui proses interaksi yang berencana. Pengajaran Perbaikan Pengajaran remedial mempunyai makna sebagai upaya guru untuk menciptakan suatu situasi yang memungkinkan individu atau kelompok siswa lebih mampu mengembangkan dirinya seoptimal mungkin. Pengajaran remedial baru dapat dilakukan setelah diperoleh hasil diagnosis kesulitan belajar secara tepat. terarah. Diskusi Kelompok Diskusi Kelompok merupakan bimbingan kelompok yang dilakukan dalam bentuk kecil antara 5 sampai 10 orang. Letak unsur bimbingannya adalah pembentukan sikap belajar. masalah yang didiskusikan biasanya telah ditentukan oleh konselor. Yang perlu diperhatikan dalam home room mengubah suasana kelas menjadi suasana rumah. meningkatkan penyesuaian social. menyalurkan bakat dan minat.

Pelaksanaan pengajaran remedial 7. Sosiodrama dan Psikodrama Memainkan peran dalam suatu drama dapat dipakai sebagai alat bimbingan. Pada sosiodrama menekankan pada masalah social sedangkan psikodrama menekankan pada masalah psikis. 7). Ceramah Bimbingan Kegiatan ceramah bimbingan dapat di pakai sebagai teknik bimbingan. blocking maupun indahnya dialog. Tugas tambahan 10. Secara skematis.bimbingan akan berfungsi menyalurkan . penemuan jalan keluar. Selaras dengan tujuan bimbingan tersebut maka sifat bimbingan lebih pada development dan dapat pula bersifat preventif 404 . Layanan Konseling 6. dan akhirnya dilanjutkan dengan evaluasi. tergolong nakal dan sebagainya. Antara sosiodrama dan psikodrama mempunyai fungsi dan tujuan yang sama dalam bimbingan. Bedanya pada ceramah bimbingan tidak selalu dilaksanakan di dalam kelas. Kegiatan karyawisata lebih baik dimanfaatkan untuk kepentingan dalam layanan karir. tapi mengarah pada ekspresi-ekspresi yang spontan. psikodramanya penyelesaianya pada konflik dan tekanan batin ( problem kejiwaan) oleh sebab itu kedua penyelesaian itu sering disebut “sosio-psikodrama” Sosiodrama sebagai teknik bimbingan tidak terlalu menekankan pada seni acting. perasaan dan pikirannya. 6). Untuk pemilihan obyek karyawisata yang menarik dan merupakan kebutuhan siswa. Karya Wisata Kegiatan karyawisata selain merupakan kegiatan rekreasi atau salah satu metode mengajar dapat pula difungsikan sebagai salah satu teknik bimbingan kelompok. Melalui kegiatan karyawisata konselor dapar mengarahkan siswa untuk belajar menyesuaikan diri dalam kehidupan kelompok. Melaui kegiatan drama diharapkan siswa dapat memproyeksikan sikap. Teknik ini hampir sama dengan pengajaran bimbingan. Pengukuran kembali hasil belajar mengajar 8. dengan demikian akan timbul dorongan dalam diri siswa untuk mengetahui dan memahami serta mendapat kesempatan mengembangkan bakat atau timbulnya minat dan cita-citayang berkaitan dengan obyek tersebut. Pernelaahan kembali kasus 4. penyaluran dorongan yang tertekan serta improvisasi psikis kearah perkembangan. Hasil yang diharapkan. Pilihan alternative tindakan 5. 8). Peserta dalam kegiatan ini berasal dari berbagai tingkatan kelas. sehingga benar-benar dapat berfungsi sebagai alat bimbingan. Mungkin dikelompokkan pada siswa yang lambat belajar. Kelompok siswa yang akan diberi ceramah bimbingan tergantung pada tujuan bimbingan. Bedanya terletak pada jenisnya cerita yang dimainkan dan tekanan masalah yang hendak diceritakan. Diagnostik kesulitan belajar mengajar 2. Teknik bimbingan ini dapat berfungsi menyalurkan dan mengadaptasi sehingga pemberian informasi ini mempunyai tujuan untuk pembentukan sikap dan pengembangan bakat serta minat. mengadaptasikan dan menyesuaikan. ide-ide dan pemikiran baru. Reevaluasi / rediagnostik 9. Misalnya suatu tema pertentangan antara anak dan orang tua. Sehingga obyek yang dikunjungi sesuai dengan tujuan layanan karir. Follow up berupa suatu tugas ( individual maupun kelompok ) dapat berupa diskusi kelompok kecil. sosiodrama penyelesaianya pada hubungan yang tidak harmonis antara anak dan orang tua. Tujuan utama membantu siswa dalam memecahkan masalah kesulitan belajar yang sifatnya korektif dan kuratif. prosedur remedial dapat disajikan sebagai berikut: 1. Rekomendasi / referral 3. Karyawisata sebagai teknik bimbingan kelompok akan mengarahkan pada perkembangan dan pembentukan sikap siswa. Ceramah bimbingan ini lebih memberikan kesempatan pada siswa untuk berpendapat dan mendorong untuk aktif serta dapat dilanjutkan dengan follow up. tetapi dapat dilaksanakan di ruang-ruang besar dalam jumlah yang besar pula.

Pengembangan Alat / Media Alat atau Media yang diperegunakan dalam bimbingan klasikal disesuaikan dengan teknik yang akan dipergunakan. 4. hal-hal apasaja yang dapat menyebabkan dari diri individu atau luar individu (Intern dan Ekstern) 4). Ketepatan memulai penyajian materi layanan Ketepatan mengembangkan kegiatan siswa dalam mengikuti layanan bimbingan dan konseling Ketrampilan menimbulkan kreativitas siswa dalam mengikuti layanan bimbingan dan konseling Ketrampilan mengembangkan dinamika kelompok siswa dalam mengikuti layanan bimbingan dan konseling Keterampilan membantu siswa dalam mengemukakan masalah Keterampilan menggunakan metode/teknik bimbingan dan konseling Keterampilan menguasai materi bimbingan dan konseling Keterampilan melakukan evaluasi layanan bimbingan dan konseling Jumlah Nilai Nilai Rata . Faktor – factor yang mempengaruhi. Pengertian topic yang dibicarakan/dibahas secara umum atau menurut ahli 3). Langkah-langkah Dalam Pelaksanaan Bimbingan Klasikal No 1. 1. adalah suatu penjelasan. mengembangkan sikap kepemimpinan. seperti: OSIS. Terkait dengan tujuan bimbingan tersebut maka teknik bimbingan ini berfungsi mengadaptasi dan menyesuaikan sehingga bimbingan ini mempunyai sifat sebagai preventif. Langkah – langkah Bimbingan Klasikal 1). Melalui organisasi siswa ini dapat dilaksanakan layanan bimbingan terhadap masalah-masalah yang sifatnya kelompok maupun individual dengan bantuan konselor. Pramuka. 5. mengatasi atau mengantisipasi 2). 8. 2. kerjasama serta tanggung jawab dan harga diri. PMR dan sejenisnya. Organisasi Siswa Organisasi siswa yang dimaksud adalah organisasi yang ada di sekolah dan di luar sekolah. Ciri – ciri / Dapak / akibat 5). PERSIAPAN Perumusan tujuan layanan bimbingan dan konseling Kesesuian tujuan layanan dengan materi bimbingan dan konseling Perencanaan kegiatan siswa dalam layanan bimbingan dan konseling Pemilihan metode / teknik bimbingan dan konseling Rencana evalauasi bimbingan dan konseling B. Aspek yang dinilai A. Lebih lanjut konselor dapat mengarahkan siswa agar mengenal berbagai aspek kehidupan social. Pengantar . ceritera atau brain storming yang dapat membawa perhatian siswa pada topic yang akan disampaikan dalam bimbingan klasikal 2). 1). 3. 2. Upaya – upaya yang dilakukan untuk : Meningkatkan. kuratif dan development. Apabila dilaksanakan di ruangan maka media yang dipergunakan adalah LCD dengan Power Point dan diselingi potongan film sebagi quis atau film motivasi agar lebih 405 . 7. 5. PELAKSANAAN. 6. 3. 4. 5.9).rata Nilai 6. Langkah-langkah Penyusunan Materi Bimbingan Klasikal Agar materi bimbingan klasikal lebih mudah dipahami oleh siswa maka dalam pelaksanaannya dapat diberikan dengan langkah-langkah atau setruktur sebagai berikut.

LATIHAN 1. Home Room. 4.menarik dan tidak membosankan siswa yang dapat diunduh di Youtube sesuai dengan topic yang sedang dibahas. Sosiodrama dan Psikodrama. Pengajaran Bimbingan. Ciri – ciri / Dapak / akibat 5). mengatasi atau mengantisipasi E. Pengajaran Perbaikan. Praktekan layanan tersebut sesuai dengan langkah-langkah pelaksanaan bimbingan klasikal 406 . penyaluran. oleh sebab itu peserta PLPG saya persilahkan berlatih mengunduh sendiri di Youtube sesuai dengan kebutuhan dan topic permasalahan. berorientasi pada pengembangan pribadi siswa yang meliputi bidang pembelajaran. 2. dan mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan secara dinamis dan konstruktif. Fungsi bimbingan klasikal meliputi preventif dan pemahaman. Organisasi Murid. Pengertian 3). 3. 2. Diskusi Kelompok. Tujuan bimbingan klasikal adalah membantu individu agar mampu menyesuaikan diri. Sebenarnya penulis ingin menyertakan dalam materi ini namun tidak dapat karena filenya terlalu besar. mampu menerima support atau dapat memberikan support pada temantemannya. 9. 8. 7. Ceramah Bimbingan. 1). 4). sehingga mampu mengembangkan potensi diri secara optimal. Karya Wisata. 3. 2). mampu beradaptasi dalam kelompok. Upaya – upaya yang dilakukan untuk : Meningkatkan. Bimbingan klasikal adalah bimbingan yang beorientasi pada kelompok siswa dalam jumlah yang cukup besar 30 – 40 orang siswa (satu kelas). 6. adaptasi dan penyesuaian. Kelompok Kerja. Bimbingan Klasikal dapat dilaksanakan dalam berbagai teknik yakni : 1. Fungsi pemahaman adalah fungsi bimbingan untuk membantu siswa agar memiliki pemahaman terhadap dirinya dan lingkungannya. Faktor – factor yang mempengaruhi. D. mampu mengambil keputusan untuk hidupnya sendiri. Pengantar . 5. Fungsi Preventif atau pencegahan adalah fungsi bimbingan untuk menghindarkan diri dari terjadinya tingkah laku yang tidak diharapkan dan membahayakan dirinya dari orang lain. Agar materi bimbingan klasikal lebih mudah dipahami oleh siswa maka dalam pelaksanaannya dapat diberikan dengan langkah-langkah sebagai berikut. bidang social dan bidang karir. Tentukan satu topic permasalahan yang anda akan berikan dengan teknik bimbingan klasikal. Buatlah Satlan atau persiapan lengkap dengan Materi bimbingan klasikal sesuai dengan Langkah-langkah bimbingan klasikal. RANGKUMAN Bimbingan klasikal adalah bimbingan yang diberikan kepada sejumlah siswa yang tergabung dalam suatu satuan kegiatan pengajaran.

Jakarta : Dirjen Dikasmes. Kapita Selekta Pendidikan Dasar. Sistem Pendidikan Nasional.S dan Sri Hastuti. Bandung Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia dan Remaja Rosdakarya. Winkel. Muhammad. 2008. Yogyakarta : UCY Press. 2008. Jakarta: Derpdiknas Rahman.M 2006. 2003. 407 . Yogyakarta: Media Abadi Yusuf Nurihsan. Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Landasan Bimbingan dan Konseling. Siwabessy. Tahun 2003. Bahan Ajar Setifikasi Guru Bimbingan dan Konseling dalam jabatan melaui Jalur Pendidikan : Praktek Bimbingan Klasikal. Penataan Pendidikan Profesional Konselor dan Layanan Bimbingan dan Konseling dalam jalur Pendidikan Formal . Jakarta : Universitas Terbuka. W. 2003. Hibana S. Louise B dan Sri Hastioeti. UU NO 20. Bimbingan dan Konseling Pola 17. M.DAFTAR PUSTAKA Depdiknas. Jakarta: jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia Surya. 2007.

B 408 . Bimbingan Kelompok c. B 6. C 2. D 3. Salah satu teknik dalam bimbingan klasikal yang mengubah suasana rumah agar siswa bebas mencurahkan isi hati adalah : a. pemahaman dan kuratif d. Kuratif 4. Bimbingan Karir c. Home Room d. Belajar Kelompok 6. Diskusi kelompok b. Permasalahan Individu d. Sumua permasalahan b. Bimbingan kelompok d. Bimbingan Individual b. Bimbingan dan Konseling 2.PRE TES PLPG TH 2011 ( Mata Latih Bimbingan Klasikal ) Soal – soal : 1. B 4. Bantuan yang diberikan kepada siswa yang mengalami kesulitan belajar yang bertujuan untuk memperbaiki prestasi siswa adalah: a. Bimbingan Klasikal 3. Guru d. Bimbingan Klasikal adalah bimbingan yang diberikan kepada sejumlah siswa yang tergabung dalam suatu satuan kegiatan pengajaran. Bimbingan Klasikal d. Permasalahan yang secara umum dimilki oleh siswa c. C 5. Konselor dan guru c. Kelompok Kerja 5. Preventif dan Pemahaman c. Pengajaran perbaikan c. Bimbingan dan konserling b. Fungsi Layanan Bimbingan Klasikal adsala: a. Yang kompeten dalam layanan tsb adalah : a. Permasalahan yang sedang aktual KUNCI JAWABAN 1. Karya Wisata c. Topik Bimbingan yang tepat diberikan secara klasikal adalah a. Bimbingan yang diberikan kepada sejumlah siswa yang tergabung dalam suatu satuan pengajaran adalah : a. Diskusi kelompok d. Preventif. A 7. Bimbingan dan konseling b. Infomasi yang disampaikan dapat menyangkau siswa sekelas dapat menerima informasi yang sama dari konselor dapat meminimalkan pemahaman yang keliru adalah salah satu keunggulan dari: a. Preventif / Pencegahan b. Konselor b. Siapa saja boleh 7.

Dalam Buku Ajar media BK ini akan dibahas beberapa bab yaitu: 1. 3. 2. Bacalah setiap kegiatan belajar dengan teliti dan buatlah rangkuman setiap selesai mempelajari materi tersebut. efektif. dan (i) waktu dan tempat untuk digunakannya media bimbingan dan konseling. manfaat. landasan BK. Selanjutnya semua kegiatan yang telah dilaksanakan dievaluasi baik dalam jangka pendek. maka konselor hendaknya mampu mengalokasikan kegiatan yang ada di dalam kelas dan di luar kelas dengan media yang dapat mendukung kegiatan dimaksud sehingga kegiatan berjalan dengan baik dan dapat mencapai tujuan yang telah ditentukan. (f) perkiraaan biaya yang dimiliki sekolah. menengah maupun jangka panjang.II Pengertian Media Bimbingan dan Konseling 3. efektif. Penggunaan media bimbingan dan konseling perlu disadari bahwa berbeda dengan guru bidang studi lain karena sifat tugasnya. Melalui perencanaan yang baik akan memperoleh kejelasan arah penggunaan media bimbingan dan konseling dan memudahkan untuk mengontrol kegiatan yang dilaksanakan. Bab. (g) mengantisipasi kemungkinan hambatan dalam penggunaan media bimbingan dan konseling. dan dapat memanfaatkan semaksimal mungkin agar pelayanan bimbingan dan konseling semakin maksimal.BAB I PENDAHULUAN A. Kerjakan soal-soal latihan dan cocokkanlah dengan kunci jawaban dan apabila hasil pekerjaan saudara sudah mecapai 75% maka saudara diperbolehkan melanjutkan pada kegiatan belajar selanjutnya. Hal ini merupakan manifestasi dan akumulasi kinerja konselor. Petunjuk Belajar Agar peserta kuliah atau pelatihan dapat mengikuti kegiatan ini dengan lancar dan baik maka perlu diperhatikan beberapa petunjuk belajar sebagai berikut: 1. dan tidak gagap teknologi. Oleh karena itu dalam penggunaan media bimbingan dan konseling seorang konselor perlu memperhatikan berbagai hal sebagai berikut ini: (a) analisis kebutuhan/permasalahan siswa (b) penentuan tujuan yang akan dicapai (c) analisis situasi dan kondisi sekolah (d) penentuan jenis kegiatan yang akan dilakukan (e) penentuan personel-personel yang akan menggunakan. Bab IV Manfaat Penggunaan Media Bimbingan dan Konseling 5. Mengapa. dan belajar dan pembelajaran. kerugian penggunaan media. dan pada gilirannya akan memberikan kesan bahwa konselor bekerja secara profesional dan cakap. I Pendahuluan 2. Bab III Jenis-Jenis Media Bimbingan dan Konseling 4. menggunakan. dan mengevaluasi efektivitas penggunaan media dalam pelayanan bimbingan dan konseling. Bab. pemahaman individu teknik non tes. Bab VI Mengembangkan Media Bimbingan dan Konseling B. dan seterusnya. karena dalam kegiatannya seorang konselor hendaknya mampu merancang. Prasyarat Untuk mengikuti Buku Ajar media bimbingan dan konseling ini peserta pelatihan harus sudah menempuh dan lulus mata kuliah dasar-dasar bimbingan konseling. Bertindak sejujur mungkin sehingga saudara dapat mengetahui secara persis dimana posisi saudara dalam penguaaan modul tersebut. 6. Di dalam melaksanakan tugasnya. C. dan efisien. dan efisien. seorang konselor perlu menengenal berbagai jenis media. Modul pengembangan media bimbingan dan konseling merupakan salah satu kompetensi dasar yang harus dikuasai oleh konselor. Deskripsi Modul pengembangan media bimbingan dan konseling dimaksudkan sebagai salah satu panduan kinerja guru bimbingan dan konseling atau konselor untuk memanfaatkan dan mengefektifkan media dalam pelayanan bimbingan dan konseling yang meliputi pengertian. Pelayanan bimbingan dan konseling akan berjalan lebih baik dan menyenangkan apabila disertai dengan pemanfaatan media bimbingan dan konseling yang baik. 409 . Bab V Kerugian Penggunaan Media Bimbingan dan Konseling. terarah dan sistematis. jenis media.

4 Menjelaskan manfaat media dalam pelayanan BK 1.2 Menjelaskan konsep dasar media BK 1.3 Menjelaskan jenis-jenis media BK 1.2 Memahami konsep dasar media BK 1. Kompetensi dan indikator Standar Kompetensi: 1.5 Memahami kerugian dalam penggunaan media dalam pelayanan BK 1.D.6 Mengembangkan media dalam pelayanan BK. Mengembangkan media bimbingan dan konseling .5 Menjelaskan kerugian dalam penggunaan media dalam pelayanan BK 1. Indikator Pencapaian Kompetensi: 1.1 Menjelaskan pengertian media dalam pelayanan bimbingan dan konseling 1.6 Mengembangkan media dalam pelayanan BK. Memahami konsep media bimbingan dan konseling (BK) di sekolah. Kompetensi Dasar: 1. 2.1 Memahami pengertian media dalam pelayanan bimbingan dan konseling 1.3 Memahami jenis-jenis media BK 1.4 Memahami manfaat media dalam pelayanan BK 1. 410 .

Allen mengemukakan tentang hubungan antara media dengan tujuan pembelajaran/bimbingan. konsep dan aturan 4 = Prosedur belajar 5= Penyampaian keterampilan persepsi motorik T= Tinggi 411 .Dapat menjelaskan pengertian media bimbingan dan konseling b. audial. Kompetensi dan Indikator: . Contoh : dewasa ini penggunaan komputer tidak hanya bersifat projected motion media. baik yang bersifat visual. Schramm (1977) mengemukakan bahwa media pembelajaran/bimbingan adalah teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran/bimbingan. sebagaimana terlihat dalam tabel di bawah ini : Jenis Media 1 2 3 4 5 6 Gambar Diam Gambar Hidup Televisi Obyek Tiga Dimensi Rekaman Audio Programmed Instruction Demonstrasi Buku teks tercetak S S S R S S R S T T S T R S S R S T T R R S R S S T S R S T T S R S R R R R S R R S S R S S S S Keterangan : R = Rendah S = Sedang 1 = Belajar Informasi faktual 2 = Belajar pengenalan visual 3 = Belajar prinsip. projected still media maupun projected motion media bisa dilakukan secara bersama dan serempak melalui satu alat saja yang disebut Multi Media.BAB II PENGERTIAN MEDIA BIMBINGAN DAN KONSELING a. Beberapa ahli memberikan definisi tentang media pembelajaran/bimbingan. Uraian Materi Media berasal dari bahasa latin merupakan bentuk jamak dari “Medium” yang secara harfiah berarti “Perantara” atau “Pengantar” yaitu perantara atau pengantar sumber pesan dengan penerima pesan. Sejalan dengan perkembangan IPTEK penggunaan media.Memahami pengertian media bimbingan dan konseling . namun dapat meramu semua jenis media yang bersifat interaktif.

televisi bahkan komputer. radio. Latihan: Identifikasi segala peralatan. konselor/guru pembimbing mengalami masalah untuk memberikan pengertian kepada siswa tentang satu pokok bahasan. 1. Kasus ini mengindikasikan bahwa dalam proses komunikasi antara konselor/guru pembimbing dan siswa terdapat kesenjangan. Suyitno (1997) menyatakan bahwa media bimbingan dan konseling adalah suatu peralatan baik berupa perangkat lunak maupun perangkat keras yang berfungsi sebagai alat bantu bimbingan dan alat bantu mengajar. atau melalui perantara yang disebut sebagai media. Tes Formatif. pengalaman. c. Briggs (dalam Sadiman. dan atau dianggap sebagai media bimbingan dan konseling! kondisi yang dapat d. Penyampaian informasi ini dapat melalui cara-cara biasa seperti berbicara kepada siswa. bahan. yaitu medium yang memiliki arti perantara. Gagne (dalam Sadiman. opini dan motivasi Seringkali kita temui dalam kegiatan layanan bimbingan dan konseling di kelas.Seringkali konselor/guru pembimbing menyampaikan materi bimbingan dan konseling kepada siswa hanya dengan mempergunakan cara-cara yang “kuno”. Istilah media berasal dari bahasa latin.6 = Mengembangkan sikap. Sadiman (2002) menyatakan bahwa kegiatan belajar dan kegiatan layanan bimbingan dan konseling di kelas pada dasarnya adalah proses komunikasi. dkk. Dalam arti bahwa konselor/guru pembimbing hanya sebatas menjelaskan atau memberi ceramah kepada siswa.MEDIA ----------------Penerima Informasi Lebih lanjut. Dimana kesenjangan ini muncul mungkin akibat materi bimbingan dan konseling yang diberikan kepada siswa kurang menarik atau mungkin media yang dipergunakan tidak sesuai dengan karakteristik materi bimbingan dan konseling yang diberikan. maka media ini dapat berupa koran. maka media bimbingan ini akan disesuaikan dengan karakteristik masing-masing materi bimbingan dan konseling yang akan disajikan juga memperhatikan karakteristik siswa. Jelaskan pengertian media dalam pelayanan bimbingan dan konseling! 412 . Sebagai alat bantu dalam kegiatan layanan bimbingan dan konseling. dalam kegiatan layanan bimbingan dan konseling dikenal pula istilah media bimbingan dan konseling. Lebih lanjut. tetapi siswa tidak dengan segera dapat menjelaskan pokok bahasan tersebut. 2002) menyatakan bahwa media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar dan atau menerima layanan bimbingan dan konseling. 2002) menyatakan bahwa media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar dan atau menerima layanan bimbingan dan konseling. disebutkan bahwa media adalah bentuk perantara dalam berbagai jenis kegiatan berkomunikasi. Lebih singkatnya. Dalam Dictionary of Education. Definisi tersebut mengarahkan kita untuk menarik suatu simpulan bahwa media adalah segala jenis (benda) perantara yang dapat menyalurkan informasi dari sumber informasi kepada orang yang membutuhkan informasi. dapat disajikan pada gambar sebagai berikut: Sumber Informasi --------------. dkk. Hal ini menunjukkan bahwa konselor/guru pembimbing sebagai sumber informasi memiliki kebutuhan untuk menyampaikan informasi (materi bimbingan dan konseling) kepada siswa sebagai penerima informasi. Konselor/guru pembimbing mengeluh karena sudah seringkali diulang. Keterbatasan metode ini akan membuat siswa merasa cepat bosan walaupun materi yang diberikan oleh konselor/guru pembimbing sebenarnya sangat menarik. Sebagai perantara.

program pembelajaran komputer masih jarang digunakan meskipun sebenarnya sudah tidak asing lagi bagi sebagian besar guru pembimbing/konselor. Uraian materi Media bimbingan dan konseling banyak sekali jenis dan macamnya. Ada media yang sudah tersedia di lingkungan yang langsung dapat kita manfaatkan. Buku/majalah/surat kabar: Buku/majalah/surat kabar adalah media yang sangat mudah di dapat dan praktis penggunaannya. Buku berisi segenap informasi yang bisa digunakan guru pembimbing/konselor untuk menyampaikan mteri bimbingan dalam layanan informasi. komputer (internet). telepon/handphone. Ada media yang dapat dibuat oleh guru pembimbing/konselor sendiri. model. ada pula media yang secara khusus sengaja dirancang untuk keperluan pelayanan bimbingan dan konseling. Mulai yang paling kecil sederhana dan murah hingga media yang canggih dan mahal harganya. Beberapa media yang dimaksud adalah buku/majalah/surat kabar. Makanya di rumah saklit justeru banyak penjenguk pasien di saat besuk tidak memberikan uang atau membawakan buah tangan berupa kue atau roti tetapi membawakan majalah atau koran yang berisi artikel/tulisan yang berhubungan dengan sakit si klien/pasien. 1.BAB III JENIS-JENIS MEDIA BIMBINGAN DAN KONSELING a. gambar Kaset audio yang dilengkapi bahan tertulis Overhead transparansi (OHP). video. namun kenyataannya tidak banyak jenis media yang biasa digunakan oleh guru pembimbing/konselor di sekolah. Anderson (1976) mengelompokkan media menjadi 10 golongan sbb : No I II III IV V VI VII Golongan Media Audio Cetak Audio-cetak Proyeksi visual diam Proyeksi Audio visual diam Visual gerak Contoh dalam Pembelajaran Kaset audio. media komunikasi yang dimaksud adalah media untuk membantu pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah. Laboran CAI (Pembelajaran berbantuan komputer). Film bingkai (slide) Film bingkai (slide) bersuara Film bisu Audio Visual gerak. dengan cepatnya teknologi komunikasi maka semakin banyak pula media komunikasi yang muncul. Pada pembahasan ini. model. televisi Benda nyata. slide (film bingkai). selain itu banyak juga sekolah yang telah memanfaatkan jenis media lain gambar. peralatan audio seperti tape recorder dan peralatan visual seperti VCD/DVD. CBI (Pembelajaran berbasis komputer) VIII Obyek fisik IX Manusia dan lingkungan X Komputer Saat ini. Pustakawan. telepon Buku pelajaran. 413 . VCD. CD. leaflet. Beberapa media yang paling akrab dan hampir semua sekolah memanfaatkan adalah media cetak (buku). modul. Kompetensi dan Indikator Memahami Jenis-jenis media bimbingan dan konseling Dapat menjelaskan jenis-jenis media bimbingan dan konseling b. Meskipun media banyak ragamnya. siaran radio. Majalah seringkali digunakan oleh guru pembimbing/konselor sebagai biblioterapi apabila klien sedang sakit dan dengan membaca klien mendapatkan pemahaman cara mengatasi sakitnya karena dengan membaca majalah tersebut. video/VCD. papan bimbingan. brosur. Sedangkan media lain seperti kaset audio. dan adapula media yang diproduksi pabrik. dan Overhead Projector (OHP) dan obyek-obyek nyata. kotak masalah. specimen Guru pembimbing/konselor. film gerak bersuara.

maka konselor berupaya bagaimana kotak masalah itu ada suratnya seperti seorang pengelola/pegawai pos yang merasa sedih karena kotak posnya tidak ada suratnya sehingga penghasilannya menurun. 2. karir/peluang kerja. Papan bimbingan ini seringkali menjadi tempat semua siswa mendapatkan dan bahkan mencari informasi berkaitan dengan informasi belajar. Mestinya kotak masalah tidak seperti kotak PPPK. Dengan demikian fungsi guru pembimbing/konselor hanya memotivasi siswa memanfaatkan semaksimal mungkin papan bimbingan baik untuk menerima informasi maupun memberikan sumbangan informasi pada bidang belajar. gagasan dan ide bagi siswa dan semua warga sekolah selama hal tersebut demi pertumbuhan dan perkembangan siswa. Seringkali dijumpai siswa apabila ditanya apakah dia memiliki masalah maka silakan datang ke guru pembimbing/konselor. Mengapa demikian? Menurut hemat penulis karena pengistilahan ‘kotak masalah’ itu sendiri memiliki konotasi negatif. Siswa mungkin akan lebih mudah menyampaikan perasaannya melalui bahasa tulis dan disampaikan melalui kotak masalah. Dengan demikian begitu mudah kan sebenarnya memberikan pelayanan bimbingan dan konseling dengan media ini? 3. Jadi tidak selamanya guru pembimbing. Begitu pula dengan kotak masalah yang senantiasa kosong sehingga konselor malas membuka dan sampai akhirnya menjadi terlupakan membuka kotak masalah itu berbulan-bulan karena dianggapnya paling-paling tidak ada surat sebagai ungkapan masalah siswa. Celakanya kotak masalah ini sepertinya hanya kotak PPPK yang hanya dipajang dan tidak dibuka apabila tidak ada korban atau yang membutuhkan. social. pribadi. tidak memerlukan perawatan khusus. syukur setiap hari. dan memberikan rasa kurang nyaman bagi siswa sehingga tidak akan menggerakkan minat siswa untuk memanfaatkannya. dan lebih bersahabat untuk mengajak siswa merasa ingin mendapatkan pelayanan mengatasi masalahnya. maupun kehidupan berkeagamaan/akhlak mulia. Papan bimbingan merupakan media untuk memberikan informasi. konselor. menuangkan kreativitas. maupun siswa. Kondisi yang terjadi selama ini menurut pengamatan penulis tampaknya kotak masalahpun sering belum diminati siswa untuk memulai langkah awal mendapatkan pelayanan konseling. atau “kotak konseling” yang pasti berkonotasi positif. menggunakan bahasa lugas tetapi mengenai sasaran. Mengingat begitu pentingnya papan bimbingan bagi siswa maka menuntut para guru pembimbing/konselor untuk senantiasa menyajikan informasi yang up to date. Papan Bimbingan Papan bimbingan merupakan media bimbingan dan konseling yang sangat murah. dan sangat familier bagi huru. Kotak Masalah Banyak dijumpai kasus tidak semudah orang berbicara bahwa mengungkapkan masalah secara langsung itu mudah dan sangat gampang.Koran dapat dipakai guru pembimbing/konselor untuk menyelenggarakan bimbingan kelompok/konseling kelompok dengan membacakan suatu kasus/masalah hangat yang sedang terjadi di masyarakat. dan selanjutnya mengangkat dan membahas topic dan atau menganalisis kasus tersebut ke dalam bimbingan kelompok. dipajang dengan menarik. dan studi lanjut. namun disadari bahwa siswa juga memiliki kemampuan luar biasa mencari informasi penting melalui internet yang dapat disebarluaskan kepada teman-temannya di sekolah melalui papan bimbingan. Kotak masalah harus sering dibuka. karir. mudah pengadaannya. dan atau konseling kelompok. seperti kotak surat yang terdapat di depan kantor pos. Guru pembimbing/konselor mempersilakan siswa untuk memberikan informasi seluas-luasnya selama itu berguna bagi perkembangan dan membuka wawasan siswa lainnya yang sebelumnya melalui pembimbingan/seizing guru pembimbing/konselor. sangat efektif dilihat banyak siswa. Apabila tidak ada suratnya.konselor sekolah sibuk dan repot mencari data/informasi sendiri dan selanjutnya ditempel pada papan bimbingan. bahkan pencerahan spiritual untuk meningkatkan kadar keimanan dan pendidikan moral/akhlak mulia siswa. Sampai saat ini siswa masih takut atau mungkin masih malu karena berperasaan kalau dirinya orang bermasalah dan atau berkasus. imbauan. Suatu saat kotak masalah dibuka guru pembimbing/konselor ternyata ada surat yang ternyata berupa keluhan bahwa siswa ingin mendapatkan bantuan konseling karena beratnya masalah yang dihadapi tertanggal 2 414 . Saya menyarankan penyebutan ‘kotak masalah’ diganti dengan “kotak curhat”. Siswa yang bermasalah tidak ingin diketahui oleh banyak orang apabila dirinya diketahui memiliki masalah.

Dengan demikian guru pembimbing/konselor harus bertindak seperti pegawai kantor pos. namun bisa terjadi pengistilahan yang kurang tepat tentang ‘kotak masalah’. 4. Perubahan di masyarakat yang semakin cepat pada akhirnya menuntut perkembangan teknologi komputer yang semakin canggih. Melalui cara ini dirasakan kerahasiaan klien sangat terjamin dan memberikan bantuan yang sangat segera.Pesatnya perkembangan teknologi komputer ini memang sebagai jawaban untuk akses data atau informasi. sehingga pada akhirnya prosesor yang ada juga semakin cepat. membuat blog. Konselor baru kecewa karena ternyata ada siswanya yang memerlukan pelayanan konseling segera tetapi sudah lewat dan tidak bisa diulang kembali. Penggunaan tape recorder ini antara lain adalah untuk merekam sesi konseling dan memutar kembali hasil-hasil yang diperoleh selama sesi konseling. dapat menampilkan gambar data dengan grafik. atau yang lainnya. Sebagian orang belum bisa menikmati kecanggihan Prosesor Pentium 4. Seringkali telepon sangat membantu klien dalam keadaan darurat yang memberikan sifat pencegahan dan bahkan pengentasan terhadap masalah klien. peletakkannya yang tidak pas sepeerti terlalu tinggi atau terlalu rendah. Peralatan Audio Perkembangan peralatan audio saat ini juga mengalami perkembangan yang pesat. Dengen komputer dan akses internet siswa maupun guru pembimbing/konselor dapat belajar dan mengajari siswa bagaimana melakukan konseling jarak jauh. 5. mungkin bentuk dan desainnya yang tidak menarik. Komputer/Internet Perkembangan perangkat komputer saat ini mengalami kemajuan yang sangat pesat. Sebagai contoh adalah perkembangan prosessor sebagai otak dalam sebuah komputer mulai dari Intel Pentium 1 sampai dengan Pentium 4. telah muncul pula AMD 690. 6. Peralatan audio yang di pergunakan dalam proses bimbingan dan konseling seperti tape recorder. Telepon dan handphone Telepon sebagai media komunikasi sebenarnya sangat bisa digunakan konselor di dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling. diagram. Di dalam pelayanan bimbingan dan konseling computer sangat membantu tugas guru pembimbing/konselor untuk membuat power point dengan berbagai artistiknya saat menayangkan materi bimbingan dan konseling di kelas sehingga penyajian lebih hidup dan menarik. Hampir setiap bulan muncul genre-genre baru dalam dunia komputer. Merupakan kewajiban guru pembimbing/konselor untuk bertanggungjawab mengelola dan memanfaatkan kotak masalah setelah berani memasangnya. dapat dibawa ke manapun sehingga sangat memiliki kepraktisan dan kemudahan yang sangat luar biasa. Betapa dosanya guru pembimbing/konselor dengan peristiwa ini karena telah membuat siswa merana berhari-hari bahkan berminggu-minggu karena tidak mendapatkan pelayanan konseling dari guru pembimbing/konselor. saat ini sudah muncul Centrino bahkan Centrino Duo Core. Dengan computer dapat menyajikan peristiwa yang direkam dan ditayangkan di dalam kelas. Belum lagi sebagian orang berpikir kehebatan Centrino Duo Core. Sekarang ini telepon sudah banyak ditinggalkan karena kekurangpraktisannya dan diganti dengan telepon tangan/genggam (handphone) karena jarak jangkaunya yang luas. Saat ini dibutuhkan akses data yang cepat. facebook untuk komunikasi yang lebih intens dan mendalam dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling.bulan yang lalu. Klien yang sedang kalut saat malam hari misalnya dan sangat ingin mencurahkan perasaannya dan kekalutannya (situasi kritis) bisa mendapatkan layanan konseling lewat telepon. dan tidak strategis. 415 . kurva perkembangan siswa. Saat mengolah data tes dan membutuhkan analisis secara cepat dan akurat dapat digunakan komputer sehingga pekerjaan konselor sangat dibantu dan sangat efektif dan efisien. Ada apa dengan kotak masalah yang masih kosong? Barangkali itu terjadi karena siswa sudah tidak percaya lagi kalau kotak masalah akan dibuka (seperti diuraikan dalam kasus di atas). yaitu merasa sedih apabila kotak masalahnya tidak ada satu suratpun yang masuk setelah satu minggu dibuka yang terakhir karena kita meyakini bahwa setiap hari dengan sekian ratus siswa pasti siswa-siswa memiliki masalahnya masing-masing. email. Telepon memiliki keterbatasan karena hanya dapat digunakan pada saat pembimbimbing/konselor berada di sekolah dan atau di rumah (bagi yang memiliki telepon rumah).

Sehingga lambat laun peralatan ini mulai ditinggalkan. Penggunaan video player ini tidak akan bisa lepas dari keberadaan sebuah disc atau keping VCD/DVD. Dengan kecanggihan teknologi yang ada saat ini. sehingga dipandang tidak praktis. kelompok maupun bimbingan klasikal. karena dalam proses produksinya membutuhkan tahapan-tahapan yang panjang. c. sehingga sehingga seringkali konsumen bingun untuk memilih teknologi apa yang akan dibeli. Video player dulu merupakan peralatan yang lumayan banyak dipergunakan orang. Sebagai sebuah player. kelompok maupun bimbingan klasikal sehingga pengalaman belajar siswa/mahasiswa semakin lebih nyata dan membekas. hasil rekaman seringkali tidak begitu jernih. Untuk menghasilkan sebuah hasil rekaman yang baik.Tape recorder membutuhkan kaset untuk bisa melakukan tindakan perekaman. dan d. Pada dasarnya alat ini berfungsi sebagai player. merasa bahwa media dapat berbuat lebih dari yang bisa dilakukannya. Jadi dasar pertimbangan untuk memilih media sangatlah sederhana. saat ini sudah banyak ditinggalkan karena proses produksinya tertalu berbelit. yaitu memenuhi kebutuhan atau mencapai tujuan yang diinginkan atau tidak. ingin memberi gambaran atau penjelasan yang lebih kongkrit. Perkembangan teknologi informasi saat ini. Penggunaan proyektor ini dipandang tidak efisien. Dulu. Secara visual siswa dan atau mahasiswa dapat memberikan feedback pelaksanaan konseling perorangan. Mulai dari merekam gambar sampai dengan menampilkan gambar. proses perekaman gambar tidak perlu mempergunakan perangkat yang bermacam-macam. merasa sudah akrab dengan media tersebut. Pemilihan Media Pembelajaran Beberapa penyebab orang memilih media antara lain adalah : a. Alat ini disebut MP3 dan MP4. Saat ini telah berkembang alat perekam (handycam) yang secara langsung dapat merekam gambar langsung ke dalam keping VCD/DVD. 7. Saat ini telah berkembang alat perekam yang tidak membutuhkan pita perekam. Peralatan ini banyak dijumpai karena memiliki tingkat pengoperasian yang mudah dan memiliki harga yang relatif murah. Mc. Di dalam pembelajaran dan atau perkuliahan alat ini sangat membantu konselor atau dosen di dalam memberikan contoh melaksanakan konseling dan atau bimbingan yang diharapkan baik konseling perorangan. Dengan kata lain. Peralatan visual yang sering kita jumpai antara lain adalah video player atau CD player. Pada awalnya. pengoperasian VCD/DVD ke player akan semakin mudah. kelompok maupun bimbingan klasikal. Connell (1974) mengatakan bila media itu sesuai pakailah “If The Medium Fits. Ukuran MP3 dan MP4 saat ini amat kecil jika dibandingkan dengan sebuah mini tape recorder biasa. Use It!” 416 . Terlebih. Teknologi multi media yang berkembang saat ini sudah demikian canggihnya. Bahkan seringkali dijumpai mutu gambar yang tidak bagus dan bahkan mudah rusak. mulai dari mengolah data sampai dengan memproduksi sebuah tayangan video yang baik Di dalam pembelajaran dan atau perkuliahan alat ini sangat membantu konselor atau dosen di dalam memberikan contoh melaksanakan konseling dan atau bimbingan yang diharapkan baik konseling perorangan. dibutuhkan kamera perekam yang lumayan besar dan berat. pada akhirnya bertujuan untuk memudahkan konsumen menikmati hiburan antau informasi dengan efisien. dimana di dalam alat ini terdapat sebuah mini harddisk yang memiliki kapasitas sampai dengan 4 Gb. Peralatan Visual Alat visual dapat bermacam-macam ragamnya seperti video player dan VCD/DVD player. alat MP3 atau MP4 seukuran sebuah spidol atau ballpoint. b. bermaksud mendemosntrasikannya seperti halnya pada kuliah tentang media. Seringkali kita jumpai. Hanya saja. Hal ini pada akhirnya memunculkan perangkat-perangkat multi media. komputer hanya dipergunakan sebagai alat pengolah data saja. selain itu kaset yang dipergunakan juga relatif besar. Saat ini peralatan komputer yang dijumpai di pasaran pun sudah mempergunakan teknologi multi media. penggunaan peralatan visual adalah dengan mempergunakan projector. maka alat ini dapat memainkan musik dan dapat dipergunakan untuk merekam suara. Tetapi selanjutnya berkembang juga sebagai alat entertainment. Komputer saat ini hampir bisa dipergunakan untuk membantu segala macam permasalahan manusia. Kaset memiliki pita magnetik yang berfungsi untuk menyimpan data atau informasi percakapan.

berbagai kondisi dan prinsip-prinsip psikologi yang perlu mendapat pertimbangan dalam pemilihan dan penggunaan media khususnya dalam bimbingan dan konseling adalah sebagai berikut : 1. Jelaskan cara memotivasi siswa untuk memanfaatkan computer dan internet dalam pengembangan dirinya? 417 . Latihan dan pengulangan 11. Latihan: Temu dan Kenali semua benda yang dapat dijadikan media dalam pelayanan bimbingan dan konseling! d. Penerapan. Partisipasi Umpan balik 8. Emosi 7. Latihan dan pengulangan 10. Penguatan (reinforcement) 9. Tes Formatif: 1. c. Bagaimanakah upaya agar kotak masalah dapat digunakan sebagai media BK yang efektif dan efisien? 4. Tujuan pembelajaran 4. Persiapan sebelum belajar 6. Motivasi 2. Bagaimanakah cara mengelola papan bimbingan yang baik? Jelaskan! 3. Organisasi isi 5. Perbedaan individual 3.Dari segi teori belajar. Sebutkan dan temukan jenis-jenis media bimbingan dan konseling! 2.

informasi yang didapat tidak sebatas pada konselor/guru pembimbing saja. jenis tugas dan respon yang diharapkan siswa pahami setelah pelayanan BK berlangsung. Hohenshill. Sebagai contoh. Sampsons (2000) mengungkapkan bahwa fasilitas di internet dapat dapat dipergunakan untuk melakukan testing bagi siswa. dan 7. saat ini telah mengalami perubahan-perubahan yang sangat cepat. Bimbingan dan konseling sebagai usaha bantuan kepada siswa. kondisi. Penggunaan komputer di kelas sebagai media bimbingan dan konseling akan memiliki beberapa keuntungan seperti yang dinyatakan oleh Baggerly sebagai berikut: 1. dan lingkungan pelayanan BK yang ditata dan diciptakan oleh guru pembimbing/konselor. Selain penggunaan internet seperti yang telah diuraikan di atas. dan konteks pelayanan BK.BAB IV MANFAAT PENGGUNAAN MEDIA DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING a. Tidak dapat disangkal bahwa saat ini kita hidup dalam dunia teknologi. tetapi bisa sampai masing-masing program studi dan bahkan sampai pada kurikulum yang dipergunakan oleh masing-masing program studi. dapat dianggap sebagai data yang dapat dipertanggungjawabkan dan masuk akal (Pearson. Data atau informasi yang didapat melalui internet adalah data-data yang sudah memiliki tingkat validitas tinggi. Akan meningkatkan kunjungan ke web site. termasuk karakteristik siswa. Data-data yang didapat oleh siswa pada akhirnya menjadi suatu dasar pilihan yang dapat dipertanggungjawabkan. karena data yang ada di internet dapat dibaca oleh semua orang di muka bumi. karena dengan membuka internet. dapat dipergunakan pula software seperti microsoft power point. 4. dalam Pelling 2002. Konselor akan memiliki pandangan yang baik dan bijaksana terhadap materi yang diberikan. 3. Hal ini sangat beralasan. Terdapat pengaturan pelayanan BK secara lebih baik. saat ini dapat kita lihat di internet tentang profil konselor/guru pembimbing. Bahkan. Pelling (2002) menyatakan bahwa penggunaan komputer (internet) dapat dipergunakan untuk membantu siswa dalam proses pilihan karir sampai pada tahap pengambilan keputusan pilihan karir. Akan memunculkan respon yang positif terhadap penggunaan email. Media dalam konseling antara lain adalah komputer dan perangkat audio visual. pendampingan konselor sekolah dalam hal ini sangat diperlukan. Pemilihan salah satu metode BK tertentu akan mempengaruhi jenis media BK yang sesuai. terutama yang berhubungan dengan kebutuhan siswa. Hal ini sangat memungkinkan.Memahami manfaat penggunaan media dalam pelayanan BK . antara lain tujuan pelayanan BK. meningkatkan keingintahuan dan memberikan variasi pengajaran. 6. dua unsur yang sangat penting adalah metode dan media BK. Tidak akan memunculkan kebosanan.Mampu menjelaskan manfaat penggunaan media dalam pelayanan BK b. Dapat ditemukan silabus. Sehingga kecil kemungkinan jika data yang dimasukkan berupa data-data sampah. Uraian Materi: Dalam suatu pelayanan bimbingan dan konseling. terutama teknologi komunikasi. Akan meningkatkan kreativitas. 2000). tetapi sampai di rumah-rumah. meskipun masih ada berbagai aspek lain yang harus diperhatikan dalam memilih media. dapat dikatakan bahwa salah satu fungsi utama media BK adalah sebagai alat bantu pelayanan BK yang turut mempengaruhi iklim. 2. Data-data yang didapat melalui internet. Tentu saja. menurut Pelling (2002) ketergantungan kepada teknologi ini tidak saja di kantor. Meskipun demikian. Hampir seluruh sisi kehidupan kita bergantung pada kecanggihan teknologi. 5. maka siswa akan dapat melihat banyak informasi atau data yang dibutuhkan untuk menentukan pilihan studi lanjut atau pilihan karirnya. Komputer merupakan salah satu media yang dapat dipergunakan oleh konselor dalam proses konseling. Perubahan ini dapat ditemukan pada bagaimana teori-teori konseling muncul sesuai dengan kebutuhan masyarakat atau bagaimana media teknologi bersinggungan dengan konseling. Software ini dapat membantu 418 . Kedua aspek ini saling berkaitan. Bahkan. Tentu saja hal ini harus didasari pada kebutuhan siswa. kurikulum dan lain sebagainya melalui website. Kompetensi dan Indikator: . sehingga kelas akan menjadi lebih menarik.

2000. manfaat media dalam kegiatan layanan bimbingan dan konseling adalah memperlancar interaksi antara konselor/guru pembimbing dengan siswa sehingga pelayanan BK akan lebih efektif dan efisien. Melalui fasilitas ini. Kegiatan layanan bimbingan dan konseling menjadi lebih jelas dan menarik 3. dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa. yang kemudian diharapkan akan dapat merubah perilaku klien atau siswa. Konselor dapat memasukkan gambargambar yang bergerak. konselor dapat pula memasukkan gambargambar di luar fasilitas power point. Sebelum VCD/DVD player ini ditayangkan. Dalam proses pendidikan konselor pun. maka konselor meminta siswa untuk memberikan tanggapan terhadap apa yang telah mereka lihat. 1971. Meningkatkan kualitas hasil belajar siswa 6. Gambar-gambar yang disajikan melalui program power point tidak statis seperti yang terdapat pada Over Head Projector (OHP). Peralatan ini seringkali dipergunakan oleh konselor untuk menunjukkan perilaku-perilaku tertentu. Hal ini sangat penting. Media memungkinkan pelayanan BK dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja 7. mengidentifikasi beberapa manfaat media dalam pembelajaran/ bimbingan dan konseling yaitu : 1. Media dapat menumbuhkan sikap positif siswa terhadap materi dan proses belajar 8. dalam Baggerly. Tes Formatif: Jelaskan manfaat menggunakan media dalam pelayanan bimbingan dan konseling! 419 . Latihan: Pada saat mengadakan bimbingan klasikal di kelas saudara menggunakan ceramah. Merubah peran konselor/guru pembimbing ke arah yang lebih positif dan produktif. sehingga sasaran yang akan dicapai menjadi lebih optimal. yang hanya ceramah atau yang menggunakan computer atau video player? d. Konselor dituntut untuk dapat menyajikan bahan layanan dengan mempergunakan imajinasinya agar bahan layanannya tidak membosankan. Perilaku-perilaku yang tampak pada tayangan tersebut dipergunakan oleh konselor untuk merubah perilaku klien yang tidak diinginkan (Alssid & Hitchinson. Penyampaian materi bimbingan dapat diseragamkan 2. dalam Baggerly 2002). penggunaan video modeling ini juga dipergunakan untuk meningkatkan keterampilan dan prinsip konseling yang akan dikembangkan bagi calon konselor (Koch & Dollarhide. Tanggapan-tanggapan ini pada akhirnya akan mempengaruhi bagaimana klien berpikir dan bersikap. Minta kepada siswa untuk membandingkan atau berpendapat mereka lebih mudah memahami dan menghayati cara yang mana. 2002). bahkan konselor bisa melakukan insert gambar-gambar yang ada di sebuah film. Efisiensi dalam waktu dan tenaga 5. Hamalik (1986) mengemukakan bahwa pemakaian media BK dalam pelayanan BK dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru. Kegiatan layanan bimbingan dan konseling menjadi lebih interaktif 4. Besok paginya saudara menggunakan computer dan video player tentang topik atau pokok bahasan yang sama. maka siswa akan memiliki kerangka berpikir yang sama. Ivey.konselor dalam menyambaikan bahan bimbingan secara lebih interaktif. Tetapi secara lebh khusus ada beberapa manfaat media yang lebih rinci Kemp dan Dayton (1985) misalnya. Media lain yang dapat dipergunakan dalam proses bimbingan dan konseling di kelas antara lain adalah VCD/DVD player. Setelah film selesai ditayangkan. Melalui program ini. Secara umum. membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan pelayanan BK. tetapi dapat juga ditampilkan gambar-gambar dan suara-suara yang menarik yang tersedia dalam program power point. yang ditayangkan tidak saja berupa tulisan-tulisan yang mungkin sangat membosankan. c. seorang konselor sebaiknya memberikan arahan terlebih dahulu kepada siswa tentang alasan ditayangkannya sebuah film. 1977. sebab dengan memiliki gambaran dan tujuan film tersebut ditayangkan. Program software power point memberikan kesempatan bagi konselor untuk memberikan sentuhan-sentuhan seni dalam bahan layanan informasi.

c. seorang siswa akan memilih jurusan di perguruan tinggi. bahkan ada kemungkinan klien atau siswa datang ke ruang konseling juga tidak membutuhkan bantuan dari konselor secara langsung melalui proses konseling. Hal ini tidak lepas dari budaya paternalistik yang melingkupi masyarakat kita. Uraian Materi: Pelling (2002) menyatakan bahwa. tetapi nanti tergantung pada orang tua saya”. Sebagai contoh. maka seringkali mereka melupakan kecanggihan piranti komunikasi yang sudah canggih. seringkali pula akan “menghilangkan” empati konselor. walaupun saat ini masyarakat sangat tergantung pada teknologi. Tetapi. pada saat mereka dihadapkan untuk menentukan dan memilih jurusan yang akan diambil. tetapi jika pola pikir masyarakat masih terkungkung dengan nilai-nilai yang diyakini benar. maka data atau informasi yang didapat seakan-akan menjadi tidak berguna. Sebaliknya. siswa atau klien datang ke ruang konseling hanya ingin mendapatkan senyuman dari konselor atau penerimaan tanpa syarat dari konselor. Hal lain yang terkait dengan penggunaan media dalam bimbingan dan konseling adalah sasaran pengguna seringkali disamakan. “Saya senang dengan jurusan A. peralatan ini akan memberikan dampak negatif jika pelaksananya tidak menjelaskan dampak yang akan ditimbulkan. jika konselor mempergunakan media sebagai alat bantu utama.BAB V KERUGIAN PENGGUNAAN MEDIA DALAM PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING a. peralatan teknologi yang ada saat ini hanya bisa bermanfaat jika dimanfaatkan oleh mereka yang menjelaskan penggunaan masing-masing alat tersebut. masih banyak diantara kita yang mengalami ketakutan untuk mempergunakan teknologi. Siswa tersebut menyatakan ingin bertemu lewat telepon saja dan minta konseling. Artinya penggunaan teknologi ini akan memunculkan efek yang baik jika dijalankan oleh mereka yang paham peralatan tersebut. tetapi di lain pihak. Restu orang tua merupakan hal yang dianggap sakral oleh sebagian budaya tertentu. Tetapi adakalanya. Tiap manusia dapat berkomunikasi tanpa dibatasi rentang ruang dan waktu. Tes Formatif: 420 . Dalam bimbingan dan konseling dikenal istilah empati. maka tidak jarang dari mereka akan berkata. d. tetapi media ini seringkali masih belum bisa menyentuh sisi afektif seseorang. Kompetensi dan Indikator: Memahami Kerugian penggunaan media dalam pelayanan bimbingan dan konseling. Tetapi dalam budaya tertentu. Klien datang ke ruang konseling tidak selalu membutuhkan informasi dari internet atau komputer. Walaupun ragam media sudah bermacammacam. Untuk menunjukkan perilaku ini. Sebaik apapun teknologi yang berkembang. Sebagai benda mati. Banyak contoh kasus dampak negatif penyalahgunaan teknologi informasi seperti beredarnya rekaman video porno di ponsel. Mungkin mereka akan mencari informasi sebanyak mungkin. beredarnya video porno bajakan yang dilakukan oleh anak negeri dan lain sebagainya. Penggunaan media. saat ini perkembangan teknologi sudah berkembang dengan demikian pesat. walau jarak yang ditempuh untuk mendatangi orang tua relatif jauh. bahkan meminta restu ini akan lebih afdol jika dilakukan dengan melakukan sungkem. b. Mampu menjejelaskan kerugian penggunaan media dalam pelayanan bimbingan dan konseling. Bagaimana kesan dan pendapat konselor sekolah tersebut tentang siswa yang belum dikenalnya minta konseling melalui telepon. dan konselor akan memfasilitasi keinginan mereka. Latihan: Seorang siswa diminta menelepon guru pembimbing/konselor yang sudah berusia cukup dan saat itu konselor tersebut tidak diberitahu sebelumnya bahwa ada klien (siswa) yang akan konseling. alat komunikasi ini bisa menjadi “tidak bermanfaat”. Contoh lain. Tidak dapat dipungkiri bahwa sebagian besar masyarakat kita masih percaya bahwa pernyataan-pernyataan yang diberikan oleh orang tua atau orang yang dituakan masih dianggap lebih baik.

Jelaskan kekurangtepatan penggunaan media dalam pelayanan bimbingan dan konseling! BAB VI MENGEMBANGKAN MEDIA BIMBINGAN DAN KONSELING a. • Usaha inovasi dalam media BK Dengan demikian. Latihan: Ciptakan satu media bimbingan dan konseling dan kembangkan agar media tersebut bisa dipergunakan dalam pelayanan bimbingan dan konseling yang efektif dan efisien! d. guru pembimbing/konselor juga dituntut untuk dapat mengembangkan alat-alat yang tersedia. Guru pembimbing/konselor sekurangkurangnya dapat menggunakan alat yang murah dan bersahaja tetapi merupakan keharusan dalam upaya mencapai tujuan pelayanan bimbingan dan konseling yang diharapkan. Disamping mampu menggunakan alat-alat yang tersedia. guru pembimbing/konselor juga dituntut untuk dapat mengembangkan keterampilan membuat media bimbingan dan konseling yang akan digunakannya apabila media tersebut belum tersedia. c. Uraian materi: Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin mendorong upaya-upaya pembaharuan dalam pemanfaatan hasil-hasil teknologi dalam proses belajar mengajar. • Nilai atau manfaat media BK. • Pemilihan dan penggunaan media BK • Berbagai jenis alat dan teknik media BK. dan tidak tertutup kemungkinan bahwa alat-alat tersebut sesuai dengan perkembangan dan tuntutan zaman. • Hubungan antara metode BK dan media BK. Untuk itu guru pembimbing/konselor harus memiliki pengetahuan yang cukup tentang media pengajaran oleh Hamalik (1994 : 6) yang setelah disesuaikan dalam bidang bimbingan dan konseling meliputi. • Seluk-beluk pelayanan bimbingan dan konseling. Kompetensi dan Indikator: Memahami cara mengembangkan media bimb ingan dan konseling Mampu menjelaskan cara mengembangkan media bimbingan dan konseling. • Fungsi media dalam rangka mencapai tujuan pelayanan himbingan dan konseling. Para guru pembimbing/konselor dituntut agar mampu menggunakan alat-alat yang dapat disediakan oleh sekolah. Tes Formatif: Hal apa sajakah yang perlu di[perhatikan di dalam mengembangkan media bimbingan dan konseling? Jelaskan! 421 . dapat disimpulkan bahwa media adalah bagian yang tidak terpisahkan dari proses pelayanan bimbingan dan konseling demi tercapainya tujuan pendidikan pada umumnya dan tujuan pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah pada khususnya. yaitu: • Media sebagai alat komunikasi guna lebih mengefektifkan pelayanan bimbingan dan konseling. b.

4. 2007. Nadine. Menanti. Asih. Konseling Indigenous. Sampson. sehingga pemilihan media bimbingan dan konseling akan efektif. Media Pembelajaran. Pelling. Vol. Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Tenaga Kependidikan. Untuk mempergunakan media bimbingan dan konseling perlu diperhatikan budaya yang dimiliki oleh siswa. High Tech Counseling. --------. V 78: 365-368. Journal of Counseling and Development. 2000. sehingga penggunaan media sebaiknya terbatas pada usaha perolehan data dan informasi saja. 2002. 2000. Hohenshill. 5. Thomas. 2003. Jakarta : Raja Grafindo Persada. Practical Technological Applications to Promote Pedagogical Principles and Active Learning in Counselor Education. Arief S. 2007. 2003.BAB VII SIMPULAN 1. Psikologi Konseling. Azhar Arsyad. James. Azhar Arsyad. Media Pembelajaran. 2002. Jennifer. 22. The Use Technology In Career Counseling. 3. Surabaya: University Press UNIPA Surabaya. Boy. 2. Sadiman. Media bimbingan dan konseling seperti internet akan menyediakan data atau informasi yang akurat bagi siswa. 2000. 2005. Referensi Azhar Arsyad. V 78: 348-356. 2005. P.. Jakarta : Raja Grafindo Persada. Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Tenaga Kependidikan. Journal of Counseling and Development. H. Baggerly. --------.. Journal of Technology in Counseling. Soedarmadji. 2007. 422 . Perlu pelatihan atau peningkatan kompetensi konselor dalam menguasai teknologi informasi. Raja Grafindo Persada. et al. Jakarta : PT. Media Pendidikan. Makalah disampaikan pada Konvensi Nasional ABKIN di Bandung 2005. Journal of Technology in Counseling. Media bimbingan dan konseling saat ini telah berkembang dengan pesat sesuai dengan perkembangan jaman dan kebutuhan manusia yang semakin meningkat. 22. Hubungan konseling memerlukan empati. Jakarta : Raja Grafindo Persada. Vol. Media Pembelajaran. Media Pembelajaran. Media Pengajaran. Using the Internet to Enchance Testing in Counseling. Hartono.

Bimbingan Masyarakat dibidang pertanian (BIMAS). Indikator a. seperti orientasi siswa baru. Kompetensi Menilai hasil. pakaiannya bersih. Menganalsis proses implementsi program bimbingan dan konseling c. Menghasilkan penilaian kesesuaian program bimbingan dan konseling dengan implementasi di lapangan.EVALUASI PROGRAM DAN LAYANAN BK A. seperti menyelenggarakan program-program Keluarga Berencana (KB). Merevisi dan mengembangkan program berbasis hasil penilaian B. pemberian informasi. survei masyarakat sekitar antara lain 423 . Merancang perbaikan proses pelayanan BK komprehensif sesuai hasil penilaian e. Orang itu selanjutnya tidak hanya puas karena tercapainya apa yang diharapkan. Melakukan penilaian hasil. Kompetensi dan Indikator 1. dan bagaimana prosesnya. Menggunakan hasil penilaian untuk perbaikan program. pelaku atau pembuat kebijaksanaan ingin memastikan bahwa apa yang dikerjakan membawa hasil. 2. Orang berusaha memperoleh informasi balikan mengenai hasil dari apa yang telah dikerjakannya. biaya. 3. khususnya penilaian layanan program pendidikan dan bimbingan. menulis surat dan program KB. suratnya selesai ditulis dan rapi serta jelas maksud pesannya. Orang pelaku memperoleh kepuasan dengan rampung dan lancarnya pekerjaan serta tercapainya tujuan-tujuannya. Bab ini membahas pengertian penilaian pada umumnya. tetapi juga mempertimbangkan bagaimana tercapainya tujuan itu : pekerjaan lancar sedangkan waktu. disajikan penilaian keberhasilan konseling karier. sesuai dengan yang diharapkan semula. URAIAN MATERI 1. produk dan program BK b. proses dan program bimbingan dan konseling b. Menganalisis hasil implementasi program bimbingan dan konseling d. penjurusan siswa. Merevisi pelayanan BK komprehensif sesuai dengan hasil penilaian c. Sub Kompetensi a. PENDAHULUAN Penilaian menjadi perhatian semua orang yang peduli akan apa yang sedang dikerjakannya. program KB diterima masyarakat dan jumlah peserta program meningkat berbarengan dengan menurunnya angka kelahiran. pertemuan kasus. akuntabilitas bimbingan dan pengembangan sistem akuntabilitas bimbingan. konseling. b. bernilai guna. seperti menyampul buku. inventarisasi pribasi siswa. Pada contoh menyampul buku. pelaksanaan studi penilaian sendiri. kepuasan orang itu diperoleh karena bukunya tersampul rapi. proses dan program bimbingan dan konseling. Melakukan penyesuaian proses pelayanan bimbingan dan konseling c. Apakah yang diperbuat itu perkara kecil-kecil kesehariannya. dan penyusunan rekomendasi. mencuci pakaian. Pada bagian akhir . Menghasilkan penilaian proses. Deskriptor a. Dibedakan antara penilaian layanan bimbingan dan penilaian program bimbingan meskipun perbedaan itu tidak esensial. Pendidikan Dasar Sembilan Tahun atau Wajib Belajar. mencuci pakaian. atau yang besar-besar dan berdampak luas dan jauh. atau menulis surat. Dibahas juga segi administrasi penilaian program yang mencakup pembentukan struktur organisasi penilaian. Dan uraian bab ditutup dengan pokok tentang akuntabilitas pendidikan. Menggunakan hasil pelaksanaan penilaian untuk merevisi dan mengembangkan program bimbingan dan konseling 2. PENGERTIAN PENILAIAN Bimbingan sebagai usaha pendidikan dilaksahakan disekolah dalam berbagai bentuk pelayanan dan kegiatan. serta tenaga yang digunakan sedikit mungkin. Penilaian dilakukan dengan maksud memastikan bahwa yang diperbuat ada nilai gunanya.

hal 14) menyatakan bahwa manfaat kegiatan penilaian program adalah untuk membantu meningkatkan program yang dipenilaian ataupun program sejenis yang memiliki tujuan yang sama. atau proyek kepada pengambil keputusan. program konseling. akuntabilitas harus dilakukan dan ditegakkan oleh setiap konselor dan lembaga yang menyelenggarakan layanan bimbingan dan konseling. Ada pula kegiatan yang diacarakan atau terprogram untuk jangka waktu tertentusemesteran atau tahunan—misalnya program testing. peluang. karena masalah khusus dan layanan-layanan lain yang berkaitan-testing. Menurut Baker. • mengembangkan program yang ada (evaluation for development) seperti penyediaan informasi penilaian untuk memperbaiki suatu program sehingga program yang sedang berjalan dapat selalu diperbaiki dan berkembang sesuai harapan. opportunities. Baker menyebut akuntabilitas ini sebagai salah satu jenis layanan bimbingan dan konseling di abad 21. Chelimsky mengemukakan bahwa berbagai tujuan dan manfaat kegiatan penilaian yang beragam itu dapat dikelompokkan menjadi tiga perspektif. serta akan terus bertambah sejalan dengan semakin banyaknya pengalaman para pendidik (termasuk konselor) dan pengelola serta penyelenggara pendidikan (khususnya bimbingan dan konseling) dalam melakukan penilaian programnya masing-msaing.. sosial. Dalam pelaksanaan layanan dan program bimbingan itu konselor menetapkan tujuan dan ia ingin mengetahui bahwa tujuan itu tercapai dan kegiatan yang dilakukan ada guna manfaatnya. and threats). ekspansi. program. seperti konseling terhadap seorang siswa yang datang menemui konselor di suatu pagi. Dari perspektif auditor. dan proses lainya Berdasarkan pendapat yang dikemukakan di atas dapat disimpulkan bahwa manfaat kegiatan penilaian program sangat banyak dan beragam. menyediakan bukti dukungan positif terhadap suatu program 5. memberikan kontribusi dalam pengambilan keputusan tentang modifikasi program 4.untuk pengumpulan bahan informasi karier. Cronbach (1980. barangkali. Ahli lain. penilaian dilakukan terutama untuk menegakkan akuntabilitas. penyandang dana. kelemahan. dan pemerintah yang mensponsori suatu kegiatan. memberikan kontribusi dalam pengambilan keputusan tentang keberlanjutan. proyek atau program. weaknesses. naik pemerintah maupun swasta (penyandang dana). program pengumpulan bahan informasi. yaitu (1) memberikan kepastian dan keyakinan tentang program yang terlaksana. menyediakan bukti dukungan negatif terhadap suatu program 6. • menambah dan memperkaya pengetahuan (evalauation for knowledge) seperti untuk memperoleh pemahaman yang lebih dalam tentang sesuatu masalah atau peristiwa. dan ancaman) atau SWOT analysis (strengths. pemberian informasi. atau sertifikasi program 3. Anderson dan Ball mengatakan bahwa tujuan utama penilaian adalah untuk : 1. penilaian biasanya lebih diarahkan untuk menyediakan informasi yang diperlukan bagi penyusunan rencana atau program kerja (renstra dan renop) agar terjadi proses peningkatan kinerja program atau lembaga secara berkelanjutan (continuous improvement). Penilaian ditunjukan untuk menyediakan informasi tentang (misalnya. 3. yaitu untuk : • menegakkan akuntabilitas (evaluation for accountability) seperti pengukuran hasil dan efisiensi yang memberikan bukti untuk pengambilan keputusan yang kokoh. program penjurusan. Bagi manajer dan reformis. Salah satu teknik yang banyak digunakan adalah analisis kekepan (kekuatan.AKUNTANBILITAS DAN PENILAIAN 424 . memberikan suatu kontribusi dalam memahami dasar yang bersifat psikologis. Ada pelayanan dan kegiatan yang spesifik dan sesewaktu penyelenggaraannya. Akuntabilitas di sini merupakan tindak lanjut dari penilaian program. memberikan kontribusi dalam pengambilan keputusan tentang instalasi program 2. dan (2) mendapatkan informasi yang lebih Ahli lain. hasil dan efisiensi) suatu kegiatan. 4. Patton mengemukakan dua macam manfaat kegiatan penilaian program. Walaupun demikian.TUJUAN DAN MANFAAT PENILAIAN Penilaian program dilakukan untuk tujuan yang berbeda-beda.

Dapat dikatakan tidak ada liputan di dalam pustaka mengenai soal akuntabilitas pendidikan ini. Demikianpun sebagai bidang kajian telah menjadi pokok studi secara luas oleh para pakar ilmu-ilmu sosial. Dalam keadaan sumber dana yang demikian itu pendidikan sebenarnya mendapat tagihan dari masyarakat agar mempertanggung. tidak pelak lagi masalah sulitnya tamatan sekolah mendapatkan pekerjaan dan pilihan pekerjaan dewasa ini memperparah masalah ini. Penjelasan. Padanan istilah pengukuran 2. terkenai tuntutan akuntabilitas. uraian atau definisi itu diharapkan bisa membantu pembaca memperoleh pemahaman mengenai penilaian bimbingan. Dari pustaka kelihatan tidak ada satu definisi yang disepakati para ahli itu. khususnya bagi pengembangan sumber daya manusia. khususnya yang menyangkut remaja.Pendidikan pada waktu kurun waktu ini diselenggarakan dalam keadaan kelangkaan sumber. seorang pakar terkemuka di bidang pengukuran dan penilaian pendidikan. DEFINISI PENILAIAN Penilaian dilakukan orang sejak lama diberbagai bidang: pendidikan. 1981. Mereka menaruhkan harapan pada lembaga pendidikan agar berkinerja lebih baik. Definisi umum mengenai penilaian di lingkungan pendidikan diberikan oleh Cronbach (1974. atau "proses memaparkan. Pakar-pakar lain memberikan batasan mengenai penilaian sebagai "tugas menetapkan tujuan yang diinginkan. Akuntabilitas pendidikan menjadi issu politik yang ramai sejak dua puluh lima tahunan yang lampau. Menyangkut bimbingan karier. dan pikiran serta pembahasan mereka bisa diikuti di sumber-sumber pustaka. Begitulah. Pertimbangan profesional Menurut paham pakar-pakar seperti Suchman. proses. 1974. memperoleh dan memberikan informasi yang berguna 425 . Demikian juga bimbingan terkena tagihan mutu kinerja ini. Tidak ada orang atau pihak yang meragukan arti penting pendidikan dan sumbangannya bagi pembangunan. Guba (dalam Abramson. yang telah disediakan bagi penyelenggaraannya. industri. budayawan. percaturan di sekitar soal ini ada koran terkemuka yang menamakan pendidikan di Amerika waktu itu sedang memasuki "zaman akuntabilitas" (Lessinger di dalam Gibson & Mitchell. ini kentara dari sedikitnya anggaran belanjayang disediakan setiap tahun bagi sektor pendidikan. atau ketakandalan. khususnya sumber dana. Namun perkembangan pembangunan nasional sampai waktu ini belum menempatkan pembangunan bidang pendidikan pada papan pengumuman atas. 1979). dan mengambil keputusan untuk memperbaiki program" (Wysong. khususnya bimbingan karier. 1981). Ini berbeda benar halnya dengan yang terjadi di Amerika Serikat. Identik dengan kecocokan antara kinerja dan tujuan 3. agar sekolah bisa mengatasi masalah kemerosotan mutu ini. pengamat masalah-masalah sosial. pemerintahan. dan sebagainya. menimbang-nimbang memada-tidaknya pencapaian iti. 1979). meskipun secara proporsional nasional tidak seberapa banyak. menggejala yang menyebabkan kerisauan para orang tua. penilaian merupakan proses mempertimbangkan nilai guna suatu produk.jawabkan kinerjanya. sementara itu masalah perilaku. dan luasnya. tudingan kepada mereka itu kadang-kadang terasa tidak adil. Webster dan Stufflebeam (dalam Abramson. didalam Gibson & Mitchell. hal 114. termasuk anak sekolah. Akuntabilitas menjadi istilah yang lagi "in"di dalam pendidikan dan mengingat ramainya. mengumpulkan dan menyusun informasi untuk mengukur pencapaian tujuan itu. dalam Payne). Mutu pendidikan kita dipertanyakan dan dipermasalahkan akhir-akhir ini. khususnya menyangkut prestasi tamatan. dan masyarakat umum. program-program bimbingan. meski tidak resmi dan nyata dikatakan. mempelajari rumusan-rumusan definisi di dalam pustaka. Namun. lembaga-lembaga pendidikan kita waktu ini terkena tuntutan akuntabilitas juga. bahasa indonesia oleh Penulis). Untuk maksud tulisan ini ada beberapa pandangan dan pendapat yang akan diberikan. Penilaian didefinisikan Cronbach secara luas sebagai "pengumpulan dan penggunaan informasi untuk membuat keputusan mengenai suatu program pendidikan" (Cronbach. tagihan yang dimaksud tersebut tidak nyata dan tidak jelas ditujukan kepada dunia pendidikan oleh masyarakat kita. Apa yang telah dicapai bimbingan karier ? Bagaimana kinerjanya? Penilaian menjadi sentral untuk menjawab pertanyaan tagihan itu. terjemahan oleh penulis). juga oleh kalangan legislatif. Dikatakan bahwa akuntabilitas itu suatu kondisi yang memerlukan penilaian. dan bahwa penilaian merupakan bagian intrinsik dari akuntabilitas 5. usaha. mengingat biaya. Pengharapan itu dirasakan berlebihan oleh para guru dan pendidik. Melalui penilaian bisa ditunjukkan bukti-bukti keandalan. mengenai tiga jenis definisi penilaian yaitu : 1. atau suatu program. Scriven.

di dalam Gibson & Mitchell. yaitu untuk mengambil keputusan berdasarkan simpulan mengenai nilai-guna keseluruhan program atau sebagian dari program itu. Hal ini mengingatkan. Dari penilaian juga bisa diperoleh informasi untuk keputusan administratif yang menyangkut lembaga seperti mempertimbangkan bagaimana "baiknya" sistem sekolah yang memiliki program karier tertentu. melakukan penilaian merupakan kebutuhan dan tujuan etis pribadi. Dengan melakukan penilaian. Di antara perbedaan itu adalah : 1. dalam melakukan penilaian.untuk mempertimbangkan alternatif –alternatif keputusan" (Stufflebeam et al. konselor melakukan penilaian karena kepeduliannya yang besar untuk memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya bagi siswa. Keputusan yang menyangkut siswa perorangan. Keputusan yang menyangkut program. ketat pada penelitian. 6. PENILAIAN DAN PENELITIAN Pengertian penilaian perlu dibedakan dari pengertian penelitian. value judgement. sebagai bentuk usaha pendidikan bisa mengenakan batasan-batasan umum penilaian ini. Berlaku asas perampatan (generalisabilitas) PENILAIAN 1. 426 . Penilaian yang dimaksud itu bisa untuk program bimbingan konseling yang diberlakukan secara nasional. diperolehnya data dan informasi. atau diganti. Program itu. untuk keduanya berlaku metodologi-metodologi yang mengandung kesamaan: ada kegiatan pengukuran dengan teknik testing dan "non testing". umpamanya adalah program layanan informasi. Secara umum. 1974) membandingkan penilaian dan penelitian dan menyenaraikan sejumlah perbedaan. atau diberlakukan atau disebarluaskan ke sekolah-sekolah atau ke daerah-daerah lain. Kepeduliannya adalah perluasan pengetahuan dan penyusunan teori dalam rangka pengembangan ilmu. 4. ada bermacam-macam yang menyangkut program. berlakunya ancangan kuantitatif dan kualitatif. reliabilitas. Diterapkannya pengendalian variabel secara 4. Dengan demikian. berlakunya teknik pengolahan atas data yang diperoleh. Hemphill (dalam Payne. objektivitas dan prosedur pembakuan (standardisasi) pengukuran. 1981. Tersirat di sini pentingnya dilakukannya pertimbangan nilai. terjemahan oleh penulis). bahkan terhadap seorang siswa dengan masalah kariernya yang khusus dan khas. dan penilaian suatu program bimbingan merupakan usaha untuk menentukan nilai dan kegunaan program itu. 1975).. dari uraian-uraian tentang pengertian penilaian di atas tersirat maksud atau fungsi penilaian. McDaniel (1956) dengan merujuk ke pendapat Kefauver dan Hand mengatakan bahwa penilaian itu pada dasarnya adalah proses menentukan nilai guna. atau bagian tertentu suatu program. Di bidang bimbingan. umpamanya adalah menempatkan seorang siswa di suatu jurusan tertentu. Pengumpulan data ditentukan oleh masalahnya 3. Bimbingan. atau diteruskan penyelenggaraannya di suatu sekolah. atau merujuk siswa tersebut ke konselor lain atau ke suatu program pelatihan karier. bimbingan kelompok dan pengembangan ketrampilan pengambilan keputusan karier di suatu sekolah. Keputusan di dalam bimbingan konseling. orientasi. dan yang terutama penilaian juga dapat dilakukan dengan menerapkan ancangan riset. Penelitian tidak peduli akan penggunaan dan kegunaan hasilnya untuk kemanfaatan praktis. konselor pada hakikatnya bermaksud mengu sahakan perbaikan atau peningkatan kinerja profesionalnya. Penggunaan penilaian telah disebutkan. 2. seperti halnya dalam bidang pendidikan umumnya. berlaku persyaratan pengukuran seperti validitas. administratif maka macam informasi yang diperlukan untuk bahan pengambilan keputusan itu pun bermacam-macam. bagaimana kecakapan konselor yang mengelola suatu program bimbingan karier. atau sebagian program di suatu wilayah. misalnya adalah program itu diperbarui. bagi seorang konselor yang berdedikasi profesi. Riset mencakup pengujian hipotesis yang diturunkan dari teori dengan tujuan meramalkan tingkah laku dan mengendalikannya dengan presisi tinggi dan secara ketat (Burk & Peterson. Kalau dirangkum. Penelitian rumusan masalah ditentukan oleh peneliti. Masalah ditentukan oleh situasi. Di bidang bimbingan. siswa perorangan.

tidak berlaku asas perampatan (generalisabilitas) pada penelitian. apakah siswa naik kelas atau harus tinggal kelas. atau lainnya. 3. Penilaian dalam pengajaran berusaha melihat terjadinya perubahan perilaku siswa sebagai hasil belajar dan ini mengacu ke tujuan pembelajaran yang ditetapkan berdasarkantujuan kurikulum. studi penilaian tidak akan seketat dan seformal penelitian-penelitian psikologi. Dalam praktik pengajaran yang lazim di sekolah-sekolah. Bisa juga dikatakan bahwa ini adalah penilaian yang dilakukan dengan pendekatan penelitian. atau "benar" dan "salah" mengenai tingkah laku seorang siswa. Pengendalian variabel tidak secara ketat 4. Kalau dalam konseling klien tidak memperlihatkan kemajuan tingkah laku menurut pengertian dan tujuan konseling klien masih "bermasalah"--. "bagus". penilaian pengajaran memberikan lambang sebagai simpulan atas perilaku siswa yang dinilai. sedangkan penilaian konseling mengacu ke tujuan yang ditetapkan klien sendiri dengan bantuan konselor. 6.2. A. atau merujuknya. khususnya yang menyangkut siswa perorangan. Dasar pertimbangan pemberian nilai adalah asesmen suatu bentuk pengukuran atas kinerja siswa. sampai 10. huruf umpamanya (mis. melibatkan subjek selaku rekan. Simpulan penilaiannya secara garis besar adalah program bimbingan berhasil (tujuan tercapai. berupa angka nilai (mis. 7. Demikian juga dengan keputusan programatik yang diambil berdasarkan simpulan penilaian itu : program diteruskan. Pengumpulan data sangat bergantung kepada keterlaksanaan pengumpulannya. Penilaian lebih luas dari asesmen. Acuan penilaian dalam pengajaran adalah tujuan yang ditetapkan guru atau perancang berdasarkan isi dan tujuan kurikulum. D. E) atau pernyataan kualitatif (mis. biasanya digunakan guru untuk mengambil keputusan yang menyangkut siswa. umpamanya tidak bisa digunakan dengan pengertian seperti dalam eksperimen-eksperimen psikologi. lulus atau gagal dalam ujian. dan agar lebih mengandalkan ancangan kualitatif. efektif) atau program bimbingan tidak berhasil. kasus yang menjadi tugas konselor untuk terus membantu klien menanganinya. Dalam hal program. Para peneliti di bidang bimbingan diperingatkan oleh Goldman (1978) mengenai kelemahan. khususnya berkenan dengan soal-soal keketatan dan kemurnian. 8. dan pertimbangan penilaiannya berdasarkan isi kurikulum dan tujuan pembelajaran yang ditetapkan sebelumnya. penilaian keefektifan program bimbingan banyak persamaannya dengan penilaian keefektifan pengajaran. Ini pada hakikatnya adalah usaha penelitian tetapi yang dilakukan dengan tujuan menilai suatu usaha atau proyek. 5. Lambang-lambang penilaian ini dalam sistem yang berlaku. B. umpamanya diperolehnya kemantapan dalam pengambilan keputusan karier pada diri klien. Soal kontrol. khususnya terhadap layanan konseling. Meski menerapkan metodologi riset. Gabungan kedua konsep itu adalah kalau orang melakukan penelitian penilaian (atau riset evaluatif). 7. atau 10 sampai 100). PENILAIAN BIMBINGAN Penilaian Produk 427 . atau dampaknya pada suatu variabel terikat. naka suatu intervensi bimbingan karier dipandang sebagai variabel bebas dan dengan ancangan riset ingin dilihat hubungan. konselor melihat klien dengan perilaku seperti adanya itulah kasusnya. C. dalam banyak hal. dan penggunaan laboratorium secara acuan kelompok. menstudi atas individu daripada kelompok. atau lambang lain. bahkan kegagalan model riset selama ini. Dengan model ini. PENILAIAN PENGAJARAN DAN PENILAIAN BIMBINGAN Penilaian dalam bimbingan mesti juga dibedakan dari penilaian dalam bidang pengajaran. Penilaian dalam bimbingan. sangat rendah. atau dibatalkan. Penilaian dalam bimbingan lebih banyak menilai konselor dan pelayanannya daripada manilai klien. dan bukan menyimpulkan bahwa klien "tidak lulus konseling". tidak menilai siswa dalam arti dan penggunaan seperti dalam pengajaran. Goldman (1978) Untuk bidang bimbingan dan konseling ia menyarankan agar penilai/periset melakukan studi di lapangan. Kalaupun ada. Dalam penilaian dalam pengajaran ada pengertian "baik" dan "buruk". "kurang"). dan sering dengan mengikuti model eksperimen psikologi. "cukup".

DPR atau penyandang dana pada umumnya-. Mengapa siswa pada akhirnya mampu memilih sendiri atau pada kejadian lain sebaliknya. Penilaian Proses Sebaliknya. atau yang berlangsung pada satu titik waktu. misalnya semua siswa memiliki suatu tujuan karier tertentu. penilaian program.Bimbingan merupakan satu sistem. adalah jenis penilaian yang lazim dilakukan.juga dari diri konselor sendiri. Ada berbagai pandangan mengenai segi bimbingan yang dinilai. produk dan proses. apakah siswa mandiri dalam mencapai tujuan kariernya. Dapat dipahami kalau penilaian yang menyeluruh akan mencakup segenap segi sistem. bisa dikenali beberapa yang termuka dari sekian banyak model yang ada. sasarannya adalah menjadikan keluaran sistem. Penilaian segi hasil berusaha mengetahui apakah tujuan program itu tercapai dan sampai seberapa jauh kalau tercapai. di samping itu menentukan tujuan-tujuan lain apa sebagai alternatif. Itu semua dipandang merupakan buah dari program layanan bimbingan yang telah diberikan kepada siswa. Dalam penilaian produk. penilaian proses (formatif). Lepas dari itu. PROSES PENILAIAN PEMBIMBING Telah disebutkan bahwa penilaian itu ada beberapa macamnya. tidak berhasil memilih sendiri jurusan yang cocok baginya? Faktorfaktor apa dalam proses bantuan yang menyumbang bagi mampunya atau tidak mampunya siswa menentukan pilihan? Misal: Program bimbingan karier SMA dimaksudkan agar. Sebagai sistem yang terbuka. hakikatnya menilai apa yang terjadi waktu sistem dalam tahap pembentukan dalam rangka mencapai tujuan. Demikian juga ada berbagai model penilaian. atau dengan bantuan orang lain. misalnya mempengaruhi sikap karier siswa. dikembangkan oleh Tyler. Penilaian proses. merupakan proses menentukan seberapa jauh tujuan program yang telah tercapai. menetapkan jalur sekolah mana dan program kurikulum (jurusan) apa untuk mencapai tujuan itu. Penilaian produk cocok benar untuk menjawab pertanyaan akuntabilitas karena hasil yang dicapai itu menunjukkan bahwa konselor telah mencapai apa yang ingin dicapainya. Berdasarkan penilaian proses diambil keputusan untuk meneruskan sistem atau mengubahnya. menilai dan menafsirkan informasi tentang kesempatan kerja. yaitu yang bertujuan memperoleh balikan mengenai kerja sistem untuk meluruskan kerja sistem dan untuk perbaikan kinerja apabila kinerja itu kurang baik. Sebagai suatu sistem. 428 . goal-attainment model. ia bisa ditinjau dari sudut masukannya. industri. Disamping itu penilaian merupakan bagian dari suatu kegiatan sistem yang utuh. penilaian hasil (sumatif). Kedua macam penilaian ini. penilaian itu suatu proses. dalam hal ini mengubahnya ke arah sikap karier yang positif. masyarakat sekitar. Penilaian ini berguna untuk mengenali mana-mana dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan yang membuahkan hasil dan mana-mana yang tidak. prosesnya dan keluarannya. yaitu siswa dengan perilaku dan capaiannya. misalnya keluarga. Misalnya. mencakup seratus persen siswa atau proporsinya kurang dari itu. bukan kejadian sesaat atau yang berlangsung sekali jadi. orang tua. artinya bagaimana prosesnya. Penilaian produk yang bersifat sumatif berguna untuk maksud menjawab tagihan dari luar. penilaian proses mencari penjelasan mengapa diperoleh suatu hasil seperti yang dapat diamati. 9. misalnya pada akhir suatu kegiatan yang panjang. masyarakat umum. Arti dari produk intervensi program akan diperoleh kalau itu ditilik dari sudut bagaimana produk itu dicapai. Penilaian acuan keluaran ini memandang produk merupakan hasil akhir dari seluruh usaha intervensiyang telah diberikan tidak pandang apa yang terjadi atau dilakukan untuk menghasilkan produk itu. yang dapat diangkat untuk diterapkan di bidang bimbingan. Penilaian pencapaian tujuan. misalnya penilaian layanan. ia bisa pula dilihat dari hubungannya dengan komponen-komponen lain. Penilaian sendiri pun suatu sistem. juga disebut penilaian formatif. khususnya penilaian program kurikulum dan pembelajaran. Dengan kata lain penilaian produk berkenaan dengan soal akuntabilitas. seperti pengajaran dan sistem diluarnya. tidak hanya dua segi saja dari padanya. Perilaku dan kinerja itu misalnya adalah siswa menguasai ketrampilan mencari. Mengikuti perkembangan model-model penilaian di bidang pendidikan.

2. Konsekuensinya. 1988) menjadi : Mengenali tujuan penilaian dan keputusan yang akan diambil Menentukan siapa yang akan mengambil keputusan Menetapkan kriteria penilaian Menentukan sumber data Menentukan cara pengumpulan data Mengumpulkan data Menganalisa data Menafsirkan data dan malaporkan hasil Mengambil keputusan mengenai program berdasarkan simpulan penilaian Langkah-langkah proses penilaian tersebut di atas nyata berlaku untuk pelaksanaan penilaian yang sistematis. 4. Rumusan tujuan yang kabur itu misalnya "Meningkatkan rasa percaya diri menghadapi situasi dunia kerja yang penuh persaingan". Inipun perlu dinilai keefektifannya. kalau terjadi kesalahan selama berlangsungnya proses bantuan. evidensi) Mempertimbangkan kecocokan evidensi itu terhadap kriteria. 6. 1. 3. konseling dengan seorang klien itu tidak diketahui sebelumnya apa yang menjadi tujuan. PERUMUSAN TUJUAN DAN MASALAH KRITERIA PENILAIAN Tujuan penilaian perlu dirumuskan secara jelas dan spesifik. yang dengan langkah kesembilan (Brown dan Srebalus. maka kesalahan itu tidak diketahui. Blocher (1987) mengenali delapan langkah dalam proses penilaian. Telah pula disebutkan bahwa penilaian itu ada bermacam-macam --penilaian atas layanan atau kegiatan. penilaian atas hasil (disebut penilaian sumatif). melainkan kegiatan yang berkelanjutan atau berlangsung terus-menerus. 2. 10. Dalam banyak kejadian. Jika penilaian baru dilakukan setelah rampungnya proses bantuan. yang banyak terjadi adalah bahwa rumusan tujuan itu terlalu luas.1. Para pakar yang penganut paham ini berpendapat bahwa penilaian yang dilakukan pada akhir kegiatan itu usaha yang terlambat. Karena penilaian suatu program bimbingan dimaksudkan untuk memberikan dasar yang efektif untuk memeriksa seberapa jauh tujuan bimbingan tercapai. Input. dan penilaian itu menerapkan ancangan penelitian (riset) atau studi – studi penilaian. 8. 5. tujuan program itu sendiri harus dirumuskan secara jelas dan spesifik. Masalahnya. 4. 1. 7. 4. 2. Di samping program. Dapatkah dipahami kalau masing-masing mempunyai kekuatan di samping kelemahannya. Model lain yang luas penggunaannya adalah model CIPP ( Context. yaitu : Penilaian-penilaian konteks (context) Masukan (input) Proses (process) Hasil (product) Model lain yang juga sangat populer adalah model diskrepansi oleh Provus. 3. atau "Memperbaiki ketrampilan pengambilan keputusan karier". di samping kabur. Setiap model dikembangkan atas dasar definisi tentang penilaian yang diberikan oleh penganjurnya dan dikembangkan untuk maksud penggunaan tertentu. penilaian atas program. penilaian dalam bimbingan menurut McDaniel (1956) secara umum berlangsung mengikuti proses berikut : Merumuskan tujuan Menetapkan kriteria Mengumpulkan data (bukti. Ini berarti bahwa program itu melalui proses perancangan. atau terlalu umum. atau bahkan muluk-muluk seperti "Menghayati peranan bimbingan karier dalam pengembangan sumber daya manusia berkualitas untuk menunjang pembangunan 429 . 3. Lepas dari adanya berbagai definisi dan model penilaian. Padahal seharusnya kesalahan yang terjadi segera diketahui dan langsung saja dikoreksi. penilaian atas proses (disebut penilaian formatif). Prosess dan Product ) yang dikembangkan oleh Guba dan Stufflebeam. 9. dan mencakup empat jenis penilaian sesuai dengan empat huruf akronimnya. juga ada layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling yang ditujukan kepada siswa individual. Demikianpun yang dimaksud dengan langkah-langkah penilaian itu khususnya adalah langkah-langkah penilaian program bimbingan. Demikian juga ada paham bahwa penilaian itu bukan peristiwa akhir kegiatan. maka tujuan penilaian mesti diacukan ke tujuan program bimbingan yang dinilai itu.

daripada yang kualitatif. Contoh program yang disebut paling belakang –pemilihan karier bahkan melibatkan masyarakat luar sekolah juga. informasi dan pemilihan karier. mengingat sebab-sebab kebanyakan kasus putus sekolah selama ini dan mengingat keadaan kemasyarakatan dan taraf sosial-ekonomi orangtua murid pada umumnya dewasa ini. jumlah atau proporsi jumlah siswa baru yang telah dites dengan berbagai alat ukur psikologi tiap tahun ajaran. pencegahan kasus putus sekolah. banyak program bimbingan itu tidak murni kegiatan bimbingan. 4. dan pakar-pakar lain (diantaranya Gibson & Mitchell. 5. meningkatkan presensi siswa di kelas. nasional".1. 7. dan karena itu ia ditentukan dengan menjabarkannya dari rumusan tujuan berdasarkan nilai "kepantasannya". pengetesan –dalam rangka layanan inventarisasi pribadi-. Dalam keadaan demikian. seberapa jauhkah itu. Untuk tujuan-tujuan seperti ini penetapan kriterianya jelas. hal yang tentu saja langka terjadinya. Shertzer & Stones. Program-program seperti artikulasi. Program bimbingan biasanya merupakan bagian dari keseluruhan program sekolah. kriterianya adalah meningkatnya proporsi jumlah mereka mereka yang 430 . Nyata bahwa program bimbingan kuantitatif lebih mudah menilainya. 4. membantu dalam perencanaan karier. 19) hal yang paling banyak menjadi bahan pembahasan dan kajian. dan menentukan kriterianya berturut-turut adalah data berupa angka putus sekolah dalam kurun waktu tertentu. Di samping banyaknya faktor yang tersangkut di dalam kegiatan bimbingan seperti telah disinggung di muka. Kriteria dipergunakan sebagai dasar mengambil keputusan atau menarik simpulan penilaian. Dasar untuk menetapkan keberhasilan program. Kriteria keberhasilannya. sukarlah petugas bimbingan mengklaim bahwa. 3. Program bimbingan kuantitatif itu umpamanya adalah yang bertujuan: 1. 2. atau absensi siswa tiap kelas dan seluruh sekolah dalam semester. 5. Kriteria erat kaitannya dengan tujuan. Kriteria dipergunakan sebagai dasar mengambil keputusan atau simpulan penilaian. keberhasilan itu berkat daya upayanya sendiri. Program dan layanan bimbingan ada berbagai macam. testing dan inventarisasi pribadi siswa baru. merupakan program bersama yang melibatkan seluruh staf sekolah. frekuensi pergantian pekerjaan. tidak hanya konselor dan staf bimbingan saja. meningkatkan prestasi belajar. membantu tamatan dan mereka yang gugur mendapatkan pekerjaan. berarti tolok ukur pencapaian tujuan. adalah persentase yang menurun dari sepuluh persen menjadi lima persen dalam kurun waktu lima tahun. 19 . angka nilai rapor atau ujian nasional dari tahun ke tahun. jumlah yang berhasil dibantu mendapatkan pekerjaan. Menurut Shertzer & Stones (19). umpamanya untuk program penurunan kasus putus sekolah. khususnya orangtua dan masyarakat industri. 6. kalau suatu program bimbingan itu dinilai berhasil. membantu dalam penyusunan rencana pendidikan siswa. 3. seberapa jauh rencana pendidikan diwujudkan. adalah kriteria. dan lebih mudah menetapkan kriterianya. penjurusan. jumlah kehadiran. 2. beberapa dari kriteria yang lazim digunakan dalam program bimbingan adalah : Keberhasilan kelak diperguruan tinggi Gaji dan pekerjaan kelak Penilaian kepuasan kerja Sedikitnya masalah yang dikemukakan Seberapa realistis cita-cita pendidikan dan pekerjaan Kriteria merupakan tolok ukur keberhasilan program. tetapi secara umum itu bisa digolongkan menjadi dua. seandainya tercapai. menurunkan angka putus sekolah. Bagaimana para pengambil keputusan menetapkan bahwa suatu program berhasil atau gagal? Apa tolok ukur keberhasilan bahwa tujuan telah tercapai? Dapatkah dipahami adanya kesulitan dalam merumuskan kriteria ini mengingat sifat hakikat layanan bimbingan dan konseling. yaitu kuantitatif dan yang kualitatif sifatnya. Rumusan tujuan seperti itu sedikit kegunaannya untuk maksud penyelenggaraan program dan memeriksa keberhasilannya karena terlalu umum sehingga tidak mungkin orang mengetahui apakah tujuan itu telah tercapai atau tidak/belum dan. Dari langkah-langkah proses penilaian yang disebutkn McDaniel dan Blocker.atas semua siswa baru. Untuk tujuan program seperti bantuan mendapatkan pekerjaan bagi para putus sekolah dan tamatan. kelanjutan studi. Program berhasil penuh apabila tercapai angka nol persen. karena adanya sejumlah masalah. dengan kriteria apapun.

alasan mengapa orang menanggalkan jabatan itu. bisa juga konselor tergoda membantu siswa/klien untuk memilih jurusan yang "mudah". 1985). sikap klien terhadap layanan konseling dan perubahan dalam pekerjaan. Dalam hal yang disebut belakang. Dalam hal program penurunan kasus putus sekolah. Tujuan yang mudah umpamanya adalah mencegah para siswa bunuh diri karena gagal mendapatkan pekerjaan barangkali akan tercapai hampir seratus persen-. Dan ketiga. dalam menciptakan kondisi emosional belajar yang mendukung. yaitu banyaknya jabatan yang dipegang. atau "tepat". peranan bimbingan dan konseling bersifat tidak langsung. Kriteria-kriteria itu umpamanya adalah "kecocokan" atau "tepatnya" tujuan karier yang di pilih. yaitu pada bantuan dalam mengadaptasi pengalaman belajar sehingga memenuhi kebutuhan siswa dan selaras dengan ciri pribadi siswa. yaitu menyangkut validitas tujuan itu sendiri.seperti guru kelas. Pertama adalah adanya keberatan kalau meningkatnya angka nilai itu menjadi tujuan pokok. termasuk membantu mengatasi masalah pribadi yang mempengaruhi belajar. guru budang studi. dan persiapannya untuk bekerja. agaknya dipertanyakan tercapainya dalam konteks keadaan dunia karja di negara kita dewasa ini. petugas Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). kurangnya informasi pendidikan dan informasi karier. Sebab-sebab lain terjadinya putus sekolah adalah kurangnya motivasi belajar. untuk memilih mata-mata kuliah yang "mudah" atau yang dosennya bukan yang dijuluki "pembunuh. menurut siswa. bukan angka nilai melainkan tingkah laku dan sikap dalam berlangsungnya proses belajar yang lebih diutamakan : sikap positif terhadap belajar. laporan atasan mengenai kecakapan pekerja.mendapatkan pekerjaan dalam sekian tahun. kriteria keberhasilan sebesar 60 persen dari jumlah siswa saja. harus bisa dinyatakan dalam bentuk tingkah laku dalam berbagai tingkat : dari pernyataan verbal sampai tingkah laku konkret dalam situasi nyata. banyaknya jabatan yang dipegang. apa yang perlu dipertimbangkan dalam penetapan kriteria penilaiannya adalah bahwa putus sekolah itu terjadi karena berbagai faktor penyebab. dan dalam memotivasi siswa untuk belajar. sehingga dilupakan cara atau proses begaimana nilai itu dicapai. Tujuan seperti itu. yaitu kriteria penyesuaian vokasional dan penyesuaian pribadi. atau "tepat" menurut konselor belum tentu "cocok". di dalam diri dan di luar diri pebelajar. sikap siap dan ulet menghadapi tantangan. keberhasilan belajar itu bergantung pada banyak faktor. dan dilupakannya esensi dasar. tidak bisa diketahui berdasarkan data hasil ukuran langsung tercapainya sifat-sifat kepribadian tersebut. Penyebab yang banyak disebut-sebut adalah faktor keuangan atau sosialekonomi orang tua. atau kalau diperguruan tinggi. Banyak dari tujuan bimbingan yang kriteria penilaiannya dibahas ini adalah tujuan keseluruhan program-program sekolah sehingga menjadi tujuan dan kepentingan bersama seluruh petugas pendidikan di sekolah –tidak hanya kepentingan petugas bimbingan-. Ada soal lain yang mesti juga diperhatikan berkenaan dengan penggunaan kriteria objektif untuk menilai hasil guna program dan layanan bimbingan. Mengenai tujuan dan kriteria dalam penilaian program bimbingan karier banyak ahli mengemukakan keberatannya. Ihwalnya menjadi soal penetapan tujuan. untuk berprestasi. yaitu belajar. lamanya jabatanjabatan itu dipegang. penyesuaian emosional. Salah satu kriteria yang banyak digunakan di sekolah adalah meningkatnya angka nilai hasil belajar siswa. penunaian fungsi adaptif (McDaniel. Strang (1963) menyarankan diterapkannya gabungan kriteria. gaji yang diterima. Kedua. Seharusnya. killer". Tujuantujuan bimbingan yang sifatnya kualitatif seperti meningkatnya sifat-sifat penyesuaian sosial. 431 . "ketepatan". kurangnya pemahaman diri. Dalam pembelajaran. Diatas telah disebutkan tentang adanya ketidakpuasan para ahli untuk kriteria di dalam penilaian bimbingan karieryang biasa dipergunakan. 1956). Dalam contoh kriteria yang pertama. umpamanya membantu siswa yang putus sekolah dan tamatan mendapatkan pekerjaan. Penetapan tujuan di bidang pekerjaan seperti ini dapat menimbulkan masalah. dan kemampuan menahan diri.sementara tujuan yang berat mencapainya. demi objektifnya. dipertanyakan mengenai kesesuaian "kecocokan". hal yang banyak terjadi di jenjang pendidikan dasar : anak meninggalkan sekolah karena harus bekerja mencari nafkah untuk membantu kelangsungan hidup keluarga. itu sendiri antara konselor dan siswa –apa yang "cocok". di mana berlaku sistem pilihan. untuk ilustrasi. pernyataan berkurangnya masalah hubungan kerja yang dialami karyawan. Realistiskah tujuan itu? Pemberi layanan tidak bisa menetapkan tujuan yang tidak realistis. pustakawan sekolah. dan sebagainya. antara yang mudah mencapainya dan yang penuh tantangan dan amat susah mencapainya (Posavac & Carey. penilaian atasan. kepuasan kerja.

90 persen siswa mampu menyebutkan pengetahuan tentang kendala akademis dan fisik dalam menjalankan tugas pekerjaan-pekerjaan yang dipilih. A3 dan B siswa mengenali mata-mata pelajaran dan prestasi hasil belajar yang dipersyaratkan dalam mata-mata pelajaran itu untuk setiap jurusan". tidak saja kebutuhan siswa tetapi juga kebutuhan orangtua murid. Setiap konselor mesti mengembangkan sendiri rumusan tujuan program yang sesuai dengan kebutuhan. (Jurusan di dalam contoh ini. masukan. dan itu diperoleh dari pelaksanaan penilaian. proses. apalagi berkat usaha bimbingan dan konseling. dapat dinyatakan secara operasional dalam tingkah laku orang untuk bekerja sama dengan orang lain. Ranah-ranah tujuan itu adalah edukasional. "Siswa mengenali faktor-faktor kesulitan (atau penghambat) dalam menjalankan dengan baik tugas pekerjaanpekerjaan yang dipertimbangkan untuk dipilihnya". Dalam hal tingkah laku di latar luar sekolah. Kriteria untuk tujuan ini. tujuan itu umpamanya. tidak statis. prosedur.Penyesuaian sosial. atau menghargai pendapat orang lain sementara ia tetap mempertahankan pendapatnya sendiri. Menurut Kurikulum SMA 1994. termasuk penilaian program bimbingan karier. yang sampai waktu ini masih ditetapkan secara nasional dan berlaku lebih kurang sama bagi seluruh sistem. 1988). Contoh tujuan ranah edukasional. Berbeda halnya dengan bidang pengajaran. Untuk itu sistem terus memerlukan balikan. penilaian itu proses yang berkesinambungan. Apa yang baru disebutkan di atas adalah justru yang menimbulkan kesulitan. Ini pun bertingkat : dari tingkah laku sebagai pengalaman tidak langsung di sekolah sampai pengalaman langsung di latar luar sekolah. PENGORGANISASIAN PENILAIAN PROGRAM BIMBINGAN Demi keberhasilannya. apalagi konseling. artinya terus berubah dan memerlukan pengubahan sesuai dengan kebutuhan. ataukah berkat faktor-faktor lain mengingat banyaknya faktor atau variabel luar yang ikut main didalamnya. sifat dan ketrampilan orang yang diperlukan agar ia bisa berfungsi secara efektif di dalam kelompok. vokasional dan sosial (Bardo et al. adalah sulit memastikan apakah kalaupun terjadi tingkah laku bekerja sama yang dikehendaki hal itu seratus persen berkat usaha pendidikan sekolah. Sebagai contoh pengertian penyesuaian dan kebahagiaan berbeda bagi kepala atau pimpinan (eksekutif) dan bagi buruh. Penyelenggaraan penilaian memerlukan pengaturan mengingat bahwa penilaian itu sendiri merupakan satu sistem. Bardo dan rekan-rekannya menyarankan digunakannya ranah Wellman dalam menetapkan tujuan dan kriteria. guru. dan wujud tingkah lakunya adalah siswa menyebutkan. Program bimbingan itu sendiri merupakan satu sistem organisasi yang kompleks mencakup tujuan. ada tiga jurusan dan baru dimulai di kelas tiga yaitu IPA-Matematika.. secara lisan atau tertulis. yaitu berupa Garis-garis Besar Program Pengajaran (GBPP).dan sistem-sistem di luarnya. sistem yang terbuka. Di dalam penyelenggaraannya program mesti mendapat dukungan dari seluruh staff –konselor sendiri. dan hal-hal bukan orang yang tersangkut di dalamnya seperti alat. penetapan tujuan suatu program bimbingan. Penilaian perlu dilakukan atas kinerja program bimbingan mengingat bahwa program itu merupakanproses yang dinamis. 11. Sudah barang tentu tolok ukur mutakhirnya adalah dapat diamatinya tingkah laku siswa yang berucap itu di dalam situasi nyata. 432 . Dalam ranah vokasional (karier). Bimbingan dan konseling berbeda dengan pembelajaran dalam arti bahwa untuk kegiatan yang disebut belakang ada kurikulumnya. 1978). tidak bisa diharapkan sama bagi semua konselor. Kapabilitas yang diharapkan akan dipertunjukkan siswa adalah dari ranah informasi verbal (Gagne. sementara untuk bimbingan. "Diberikan persyaratan untuk jurusan-jurusan A1. dan sudah barang tentu pimpinan sekolah. orang. guru dan lembaga (sekolah). media. Seperti yang telah dikemukakan. umpamanya sekurang-kurangnya 80 persen semua siswa mampu mengenali mata-mata pelajaran dan nilai prestasi belajar yang dipersyaratkan untuk setiap jurusan. A2. aturan-. Tujuan khusus pembelajaran suatu pokok bahasan dalam sistem sekolah yang berlaku dirumuskan dengan jalan menjabarkannya dari tujuan umum yang terdapat di dalam kurikulum (GBPP). staff lain sekolah. IPS dan Bahasa). Untuk kriterianya. hal yang tidak dijumpai pada pekerjaan guru atau perancang sistem pembelajaran ketika merumuskan tujuan pembelajaran dan menetapkan kriteria penilaiannya. umpamanya. tidak ada apa yang bisa disebut "kurikulum bimbingan". adalah menurut Kurikulum SMA 1984. Tujuan itupun harus diselaraskan dengan keadaan dan kondisi yang berlaku di samping disesuaikan dengan waktu. memerlukan pengorganisasian yang seksama. dimulai di kelas dua. yang mendasari pelaksanaannya. pelaksanaan penilaian program bimbingan.

khususnya akuntabilitas bimbingan karier. Pembentukan struktur organisasi. sebagai contoh. adalah menerapkan pengertian-pengertian dan asas-asas umum penilaian untuk bidang bimbingan karier. hal penting dalam tahapan ini. Perkara akuntabilitas ini akan dibahas lebih lanjut di bagian belakang. Dalam tahapan ini perlu dilakukan kunjungan untuk b) 433 .Di lingkungan sekolah. Sebagaimana tersirat dari uraian di muka. paham tentang penilaian ini berkaitan erat dengan paham tentang akuntabilitas pendidikan dan bimbingan. seperti pemberian informasi. PEMBENTUKAN STRUKTUR ORGANISASI Yang dimaksud dengan organisasi yang strukturnya dibentuk di sini adalah organisasi penilaian. tahapan dan kegiatan-kegiatan dalam rangka penilaian itu berlaku juga untuk penilaian layanan bimbingan karier. Kalau hal ini dikaitkan dengan pengertian tentang penilaian dan maksud diselenggarakannya penilaian. Dalam rapat-rapat tim atau kepanitiaan penilaian untuk merumuskan tujuan penilaian. Begitulah. seperti yang juga telah disebutkan. Pada tahap pembentukan organisasi ini. teknik-teknik pembentukannya mesti diacukan ke bimbingan karier. dan wewenang dari pimpinan (h) Membangun jalinan komunikasi pribadi di antara semua staf yang terlibat di dalam penilaian. Menilik sifat keorganisasian program. tahapan-tahapan itu berlaku. Maksud pengorganisasian ini adalah menyiapkan segala sesuatunya sehingga penilaian nanti bisa terlaksana dengan lancar dalam mencapai tujuannya. khususnya pengelolaan program bimbingan karier. yaitu keputusan untuk melakukan penilaian. 2. tidak sampai terputus atau terganggu. umpamanya hal-hal yang mesti diperhatikan adalah bagaimana perkembangan dunia industri dan dunia usaha. yang penting di antaranya adalah perumusan tujuan dan penetapan kriteria. itu berarti bahwa telah dilakukan persiapan-persiapan untuk melaksanakan keputusan yang telah diambil. layanan-layanan yang lain. Kegiatan-kegiatan yang tercakup di dalam tahapan ini (Hollis & Hollis. Dalam tahapan persiapan ini. termasuk penilaian di waktu yang akan datang (g) Mendapatkan dukungan berupa uang. Dengan kata lain. atau tersusun suatu organisasi yang rapi demi keberhasilannya. dapat dibayangkan bahwa ada tahapan besar yang lain sebagai tindak ikutan. 12. 1978) adalah : (a) Merumuskan tujuan layanan penilaian Menunjukkan siapa yang menjadi koordinator layanan (c) Menentukan siapa-siapa yang akan diikutsertakan di dalam layanan dan apa tugasnya masing-masing (d) Membangun kesiapan pihak-pihak yang tersangkut dalam penilaian yang akan diselenggarakan dan kesiapan akan perubahan-perubahan yang mungkin bakal terjadi (e) Menentukan batas lingkup yang akan dinilai (f) Menentukan jadual penilaian. Ini selanjutnya mengasumsikan bahwa telah ada. Langkah-langkah itu menunjukkan adanya tahapan pelaksanaan (eksekusi) penilaian. yaitu pengambilan keputusan berupa rekomendasi hasil penilaian. serta perhatian yang perlu dicurahkan untuk mencapai tujuan program maka di sini ada soal pengelolaan. Apakah penilaian itu ditujukan kepada penyelenggaraan bimbingan karier sebagai suatu program yang berdiri sendiri atau itu merupakan bagian dari suatu program bimbingan yang lebih besar. waktu. Yang dimaksud adalah pengelolaan program bimbingan pada umumnya. Selanjutnya ini berarti soal pengelolaan program penilaian. penyelenggara program bimbingan harus dapat mempertunjukkan kinerjanya sebagai pertanggungjawaban misinya kepada badan pemberi tugas dan lebih-lebih pemberi dana. Demikian juga. hendaknya berjalan seperti biasa. Pelaksanaan rekomendasi. Sesuai dengan lingkup dan tujuan buku ini. demikian juga dalam tahapan-tahapan kedua dan ketiga. Hollis dan Hollis (1978) mengenali adanya tiga tahapan besar di dalam usaha penilaian program bimbingan : 1. segala pengaturan dibuat sedemikian rupa sehingga penilaian itu merupakan bagian dari kegiatan sehari-hari. dan keorganisasian usaha penilaiannya. konseling. Persyaratan dan tuntutan dunia industri terus berkembang dan ini harus dipertimbangkan tim penilai untuk menentukan tolok ukur keberhasilan program bimbingan karier. Di bagian muka telah disebutkan adanya langkah-langkah dalam proses penilaian. Pelaksanaan studi penilaian dan 3.

tidak umum. Di samping itu perumusan itu hendaknya berdasarkan kesepakatan bersama antara yang memberikan layanan dan pihak yang menerima layanan.dan dilakukan setelah segala sesuatunya mustahil. dan pada segala waktu. misalnya mereka lebih realistis dalam pilihan karirnya. Menerapkan kriteria terhadap data dan menafsirkannya 7. 13. Kegiatan-kegiatan di dalam tahap ini (Hollis & Hollis. dan (c) Metode "Bagaimana Kedudukan Kita Sekarang" (a) Metode Sebelum-dan-Sesudah Berusaha mengetahui kemajuan yang dibuat siswa setelah mengikuti suatu kegiatan program. setelah berakhirnya program. Termasuk juga di sini kunjungan survei dan konsultasi ke instansi dan dunia industri untuk memperoleh pandangan yang akan dijadikan dasar untuk penetapan tujuan penilaian. dalam hal ini melakukan pengamatan lapangan. apakah program diteruskan (kalau berhasil baik) atau diubah/disempurnakan bahkan dihentikan. 14. Kegiatan itu umpamanya siswa-siswa mengikuti pengalaman belajar langsung di bidang karier. Perbandingan bisa juga dilakukan terhadap norma dari sejumlah kelompok. 1978) mencakup : 1. Rasio konselor- 434 . Gibson dan Mitchell (1989) menyebutkan tiga. Jadi tidak ada pengertian "tujuan bersama" yang berlaku untuk semua sekolah di semua tempat atau wilayah. yaitu : (a) Metode Sebelum-dan-Sesudah (b) Metode Perbandingan. dari antara kegiatan-kegiatan tahap kedua ini yang bersifat sentral adalah perumusan tujuan dan penetapan kriteria. dengan berbagai teknik dan metode 5. Merumuskan tujuan studi 2. 9. (b) Metode Perbandingan Dilakukan dengan membandingkan sekelompok siswa dengan kelompok-kelompok lain. PELAKSANAAN STUDI PENILAIAN Ini adalah inti kegiatan –pelaksanaan studi penilaian sendiri-. Hal penting lain yang perlu diperhatikan adalah bahwa tujuan dan kriteria keberhasilan itu hendaknya dirumuskan sejak semula. termasuk menentukan kriteria dan teknik studi penyusunan 3. atau sekolah setempat pada suatu waktu. Segala usaha dan teknik serta alat mesti diacukan ke pencapaian tujuan.observasi dan konsultasi ke sekolah-sekolah yang diketahui berhasil dalam pelaksanaan penilaian di bidang bimbingan karier. Penilaian berusaha melihat kemajuan yang dicapai siswa. Mengumpulkan data. Tujuan dan kriteria bersifat khas. Menyusun data yang terkumpul 6. Menentukan tim penilai (tim inti) dan pihak-pihak pembantu (nara sumber informasi dan konsultasi) 4. Rumusan tujuan ini hendaknya jelas dan spesifik. semua pihak yang tersangkut mesti mengorientasikan kegiatannya kepada tujuan. atau lebih baik pemahamannya tentang pekerjaan yang diamatinya secara langsung itu. artinya mesti didasarkan pada kebutuhan lembaga. Menyusun rancangan studi. Menarik simpulan dan implikasi 8. Demikian juga. seminggu sekali selama satu kuartal. METODE PENILAIAN Penilaian program bisa dilakukan dengan berbagai metode. Menyebarluaskan temuan atau hasil penilaian kepada pihak-pihak yang berkepentingan Seperti yang telah disebutkan di bagian muka. Menyusun rekomendasi.

yaitu hanya mencakup bantuan yang berlangsung di dalam hubungan satu-satu. Atas dasar kriteria disusun skala penilaian. hal. tingkah lakunya berubah menjadi adaptif –secara umum masalahnya masalahnya terpecahkan. atau dibatalkan sama sekali. Penilaian-hasil mengukur hasil yang dicapai sesuai dengan tujuan: membantu mengenal dan memahami diri. (c) Metode Kedudukan Sekarang Pada dasarnya menerapkan perbandingan juga. yaitu sejak klien diterima petugas resepsionis. PENILAIAN KEBERHASILAN KONSELING Konseling karier merupakan inti kegiatan bimbingan. yang ragu-ragu dalam memilih karier. Keputusan pertama –program diteruskan-menyiratkan keberhasilan program sedangkan keputusan terakhir --program dibatalkan-menggambarkan kegagalan program. apa yang terjadi sebelum pertemuan konselor-klien. Konseling karier dinilai terlalu sempit. seperti yang telah disebutkan di muka merupakan proses yang berkelanjutan dan berlangsung sejak saat pertemuan pertama kali konselor-klien terjadi. misalnya harus diubah atau disempurnakan. Paham lain mengatakan bahwa penilaian konseling hendaknya. Bahkan.siswa suatu sekolah bisa dibandingkan dengan ratio rerata konselor-siswa sejumlah sekolah di suatu daerah untuk menilai apakah jumlah konselor di sekolah itu memadai. antara konselor dan klien. rencana kariernya mampu disusunnya. mengubah tingkah laku klien yang maladaptif. Konseling juga dinilai mahal karena hanya mampu manangani klien dalam jumlah yang terbatas sehingga kurang berguna untuk jumlah siswa yang banyak di lembaga yang besar. Dalam wawancara konseling terhadap seorang klien dilakukan penilaian untuk mengetahui apakah tujuan intervensi diadik ini telah tercapai : mengenal kekhasan dirinya (demikian juga kekhasan orang lain). atau kejadian lebih awal lagi. yang tidak mampu menyusun rencana karier. Dengan mengabaikan kemungkinan keputusan terakhir. dilakukan modifikasi terhadap bagian-bagian tertentu atau keseluruhannya. Perkecualiannya adalah kalau kegiatan atau bagian kegiatan itu yang terkena rekomendasi. 1991. 16. lokakarya. atau bahwa program itu tidak perlu lagi diselenggarakan. modul pembelajaran diri. kegiatan-kegiatan dalam tahapan ketiga ini yang disesuaikan dengan yang dikemukakan Hallis dan Hallis (1978): (a) Menyusun kerangka prosedur untuk pelaksanaan rekomendasi (b) Memperoleh persetujuan dari pihak-pihak yang berwenang untuk melaksanakan rekomendasi (c) Menunjuk koordinator selaku penasihat pelaksanaan rekomendasi (d) Mengikutsertakan orang-orang yang tersangkut untuk membantu pelaksanaan rekomendasi (e) Menyusun prioritas dan jadwal dalam pelaksanaan rekomendasi (f) Mengikuti pelaksanaan rekomendasi untuk melihat pengaruhnya (g) Menyusun laporan kegiatan Kegiatan (f) mengandung arti bahwa pelaksanaan rekomendasi sebagai hasil penilaian itu sendiri terkena penilaian. daftar cek. pelayanan dan kegiatan bimbingan hendaknya berjalan seperti biasa. Di dalam pustaka di waktu akhirakhir ini dibedakan antara konseling karier dan intervensi karier (Spokane 1991). kegiatan kelas. dan inventori arahan-diri (self-directed inventory). Demikianlah penilaian intervensi karier ini mencakup tidak saja penilaian atas layanan bantuan individual diadik (antara dua orang) yang tradisional tetapi juga atas siasat-siasat bantuan lain yang luas seperti metode kelompok. MENERAPKAN REKOMENDASI Telah dikemukakan bahwa maksud dilakukannya penilaian terhadap program bimbingan adalah untuk memperoleh bahan guna mengambil keputusan berkenaan dengan program itu: apakah akan diteruskan. Tujuan dan tolok ukurnya di sini adalah tujuan rekomendasi itu sendiri. yang secara umum mengalami masalah. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah bahwa selama pelaksanaan rekomendasi. melainkan dengan kriteria tertentu atau standar yang ditetapkan dan diterima. dalam hal ini perbandingan bukan dilakukan terhadap kelompok lain. Intervensi karier lebih luas cakupan layananya. terjemahan). 17. dan berupa "setiap kegiatan yang tujuannya adalah meningkatkan kemampuan individu membuat keputusan karier yang lebih baik" (Spokane. kuesioner untuk mengukur pelaksanaan program. yaitu 435 . keragu-raguan pilihan kariernya hilang. 15. disempurnakan.

Pak". kemajuan atau tidak. atau "siswa membina hubungan baik dengan teman-teman kerja kelompok". menepati janji pertemuan. dinilai untuk dilihat kecocokannya dengan keseluruhan tujuan konseling. PENILAIAN DALAM KONSELING SISTEMATIS Di dalam konseling sistematis (Stewart et al. bukan suatu kegiatan yang terlepas.kalu ia rujuk-. Respons negatif yang dimaksud itu umpamanya berupa ucapan-ucapan seperti. atau disarankan. 17.tatkala rujukan dibuat. Ini dapat dijadikan petunjuk terjadinya kemajuan tingkah laku. "Apa yang dapat saya lakukan?". Dengan begitu penilaian masuk menjadi satu dalam bagan arus proses konseling yang dimulai dari penetapan tujuan sampai pengakhiran konseling. Diperoleh kemajuan kalau respons negatif yang pada mulanya sering dilakukan makin lama makin berkurang dengan digantikannya respons-respons yang positif. "Kok saya ini serba salah. Bu. ke seorang nara sumber. mengambinghitamkan orang. atau "siswa memperoleh pekerjaan". yang sebaiknya saya ambil?". masalah klien bisa menjadi ringan atau malah bertambah berat oleh pengalaman prakonseling itu. atau "siswa menentukan pilihan kerja tentatif". Mengenai yang disebut belakangan. yang mesti saya lakukan?" kemudian tuturnya menjadi "Saya rasa sebaiknya saya ikut kerja magang". misalnya seorang pekerjayang sukses). merupakan hasil patungan konselor-klien. mandiri (mengambil keputusan sendiri. ya". sebenarnya "konseling" sudah berlangsung. Apa yang seharusnya saya perbuat?" kemudian berucap. Penilaian dilakukan dengan menghitung banyaknya respons positif dan respons negatif yang muncul. Sebaliknya dari apa yang baru disebutkan. mengembangkan pemahaman mendalam atas situasi masalahnya--konselor mencari petunjuk lebih lanjut mengenai kelangsungan kemajuan itu dan seberapa jauh. kebergantungan. yaitu setelah konseling selesai. "Saya ini bagaimana. penilaian atas prosesnya adalah penilaian atas isi wawancara yang sedang berlangsung. Bagaimana klien diterima oleh petugas resepsionis. dan kebiasaan saya suka menunda-nunda. klien mulai mau bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri. "Apakah ditolaknya lamaran kerja saya tidak karena keterlambatan saya memasukkan surat lamaran?". meski mungkin itu keputusan kecil. "Kerja saya lamban. misalnya dari koran. 436 . yang makin bertambah (McDaniel. Bu. sehingga merupakan suatu proses berkelanjutan. atau seberapa banyak kemajuan itu. Bu. dan mungkin hanya berupa pertanyaan verbal). Bu?". tetapi … (teman saya sekamar kos selalu mengganggu" –dan 'tetapitetapi' yang lain)". mau bertanggung jawab. Tanda-tanda kemajuan yang lain. Ini yang barang kali menyebabkan keterlambatan saya". atau mula-mula. menggambarkan pemahaman diri dan penerimaan diri. percaya diri. penilaian berlangsung saat demi saat. menurut Ibu?". 1956). Penilaian merupakan bagian dari keseluruhan proses konseling sendiri. "Setelah membuat surat lamaran kerja. Konselor yang peduli akan keberhasilan bantuannya sejak awal pertemuan memperhatikan apakah klien memperoleh kemajuan selama berlangsungnya wawancara. Ucapan-ucapan klien yang negatif menggambarkan berbagai sikap yang tidak dikehendakiseperti membela diri. mencari/menemukan sendiri informasi jabatan yang diperlukannya (tanpa disuruh. atau menunduk terus menerus). dan bagaimana dia dirujuk bisa berpengaruh –baik atau buruk-. "Saya sebetulnya mau belajar.pada diri klien dan pada masalah yang dibawanya ke konselor. "Apa. Jika pembicaraan dibatasi pada intervensi yang pokok. tidak percaya diri. dan ditujukan tidak saja kepada klien tetapi juga kepada konselor sendiri. Penilaian proses ini dilakukan dengan mempelajari rekaman pembicaraan dengan klien untuk memperoleh petunjuk apakah telah terjadi perubahan tingkah laku. matang. terusmenerus. menunjukkan bukti-bukti adanya pertumbuhan. penilaian kemajuan konseling berarti penilaian atas hasil. Di dalam konseling karier. saya ini tidak becus". Dari wawancara seorang klien tersirat pemahaman dirinya dan seberapa jauh telah berkembangnya pemahaman mendalam akan masalahnya dan situasi di mana dirinya berada. hal itu mengingat bahwa konseling terjadi di dalam situasi antar hubungan konselor-klien sehingga apa yang terjadi pada diri klien. Setiap langkah konseling. Setelah memperoleh petunjuk dari ucapan-ucapan klien bahwa klien membuat kemajuan –mulai memahami dirinya. "Jurusan apa. mengutik diri. setiap apa yang terjadi. Jadi. ucapan klien. umpamanya siswa berbicara dengan tatap muka langsung (semula berpaling-paling ke kanan ke kiri. yaitu konseling. ke perpustakaan. 1978). Siswa yang mula-mula berkata. "Itu bukan salah saya. "Apa yang harus saya perbuat. Pak?". tujuan itu umpamanya "siswa mencapai nilai rata-rata paling kurang 7 untuk bidang studi syarat masuk jurusan mesin (di SMK)". yang dilakukan pada tahap akhir. mengelak dari tanggung jawab. "Ayah selalu bilang. lalu bagaimana selanjutnya.

penilaian terus berjalan untuk mamantau bagaimana kinerja klien selanjutnya seusai konseling. dengan begitu bagi masyarakat yang memberikan kepercayaan kepadanya. istilah akuntabilitas sendiri. proses penilaian kinerja klien itu adalah : 1. Bagi sebagian orang. dan penilaiannya. dan langkah-langkah yang berkaitan seperti penentuan siasat dan langkah-langkah. PENGERTIAN AKUNTABILITAS Secara singkat. melalui klien sendiri (tertulis. yang diberikan arti pertanggungjawaban. 18. Ia memahami arti dan maksud akuntabilitas dan tahu apa dampak akuntabilitas baginya –dampak positif.Membandingkan kinerja dengan tujuan : hasil perbandingan adalah apakah tujuan tercapai atau tidak. dengan mempelajari dokumen-dokumen atau data atau bahan tertulis yang ada mengenai klien itu. Berkinerja karena adanya akuntabilitas menjadi panggilan etis pribadinya. Krumboltz (1974) mengatakan. Ia terus-menerus mengusahakan peningkatan kemampuan profesional dirinya demi peningkatan mutu layanan bantuannya. yaitu pemeriksaan atas motivasi untuk mencapai tujuan yang semula ditetapkan. bagi siswasiswa yang menjadi tanggung jawabnya. Di dalam bahasa inggris pun. pengertian dan hubungannya dengan penilaian. meskipun sebenarnya terjadi juga masalah akuntabilitas pendidikan ini. dari kajian pustaka ternyata bahwa pengertian akuntabilitas tidak sesederhana yang mungkin dikira orang. akuntabilitas bisa diindonesiakan. di Indonesia dewasa ini. Meskipun demikian. seperti halnya istilah penilaian. 19. Langkah-langkah pemantauan perilaku klien pascakonseling bermaksud melihat apakah klien menjalankan keputusan yang dibuatnya sebagai hasil konseling atau apakah ia terus membuat kemajuan. yaitu tujuan ikutan atau tujuan yang baru sama sekali). 1976). konselor dan klien kembali lagi ke tahap yang lebih awal (sebelumnya). seperti nilai rapor. dan seberapa banyak 3. termasuk tujuan-tujuan antara.Melihat kemajuan : apakah ada. Penilaian tindak lanjut Ada beberapa cara penilaian tindak lanjut yang dapat dilakukan. dan proses berjalan ulang dari tahap itu ke tahap-tahap selanjutnya. Jika tercapai. menimbulkan semacam alergi. dimintai pertanggungjawaban. teman. Jika tujuan tidak tercapai. laporan atau informasi dari pihak-pihak seperti guru. apakah cukup kuat. misalnya di halaman sekolah waktu istirahat atau di dalam kelas waktu pelajaran. proses konseling. kurang disukai.merasa terpanggil untuk selalu memberikan yang terbaik bagi kliennya. Dengan demikian ia merasa bahwa dirinya. Setelah penetapan tujuan. berlangsung mengikuti runtunan langkah yang terpetakan di dalam bagan arus. apalagi bimbingan. atau wawancar).Di dalam konseling sistematis. dan diartikan pertanggung jawaban. terkena tuntutan akuntabilitasdari masyarakat luas dari mana ia memperoleh peranannya dan dari mana siswasiswa yang dilayaninya berasal. akuntabilitas itu bermanfaat bagi konselor dan oleh karena itu konselor perlu berusaha untuk membangun suatu sistem akuntabilitas yang akan berguna bagi dirinya sendiri selaku profesional. Meski kedengarannya sudah jelas. demikianpun riset menunjukkan (Prazak. yaitu dengan melakukan pengamatan langsung atas perilaku klien. Hal ini mengingat bahwa ada kemungkinan sehabis konseling yang berhasil klien kembali ke pola perilaku lama yang tidak adaptif. Demikian juga telah disebut tentang belum "membudayanya" akuntabilitas ini di lingkungan pendidikan. Penilaian pascakonseling. bahkan ketakutan –orang cenderung tidak suka atau takut dinilai. data kehadiran mengikuti pelajaran. orang tua. bagi mereka penilaian mengandung konotasi negative. konselor yang kuat nurani profesinya –seperti telah disinggung di muka-.Merekam kinerja : merekam secara tertulis taraf kinerja klien sekarang dalam mengatasi masalahnya 2. Kalau konseling berakhir dan tujuannya tercapai. dan program-program bimbingan yang dikembangkannya. menggunakan format pelaporan tertentu atau daftar cek kemajuan. kata accountability 437 . keputusan berikut bisa pengakhiran konseling atau konseling lebih lanjut (karena berkembang tujuan lain. SISTEM AKUNTABILITAS BIMBINGAN Di muka telah disinggung perihal akuntabilitas.

apalagi setelah konsep yang ada semula diterapkan pada latar-latar.  Memiliki metode konseling atas dasar keberhasilan nyata yang dapat dilihat. bukan sebagai kerja dan capaiannya 4. ada tujuh kriteria yang menurut Krumboltz (1974) perlu dikenali. di dalam Gibson et al. atau diberikan jawaban). guru..  Mengajukan permintaan untuk menyelenggarakan pelatihan guna menghadapi masalah yang pemecahannya menuntut kemampuan baru. pengaitan tingkat prestasi yang dicapai itu dengan tujuan dan pengharapan pendidikan negara dan masyarakat dan masyarakat dan selanjutnya dengan orangtua. akuntabilitas pendidikan. dengan konsekuensi yang dapat diramalkan demi kinerja yang dikehendaki dan dapat dipahami dari apa yang dipertanggungjawabkan itu". dan Leon Lessinger adalah tokoh yang secara umum dipandang "bapak akuntabilitas" pendidikan (Gibson & Mitchell. Pertanggungjawaban apa? atau 3. bisa pula bermakna answerability (kira-kira.  Mengenali siswa-siswa yang kebutuhannya tidak terpenuhi. tujuan umum konseling harus disepakati oleh semua pihak yang berkepentingan 2. atau bidang-bidang lain. mengenai apa yang mereka hasilkan sebagai "buah usaha pendidikan". bukan untuk menunjukkan kesalahan atau menghukum kinerja yang buruk 438 . Definisi lain mengenai akuntabilitas yang dikutip adalah definisi yang khusus untuk pendidikan. (1981) mengutip definisi umum akuntabilitas yang berarti kewajiban untuk menjelaskan atau melaporkan pelaksanaan tugas yang dipercayakan kepada seseorang. Ia mendifinisikan pengertian umum akuntabilitas: pertanggung jawaban untuk sesuatu.  Menemukan cara-cara pintas untuk pekerjaan tugas rutin. Apa yang dikerjakan dan dicapai konselor harus dinyatakan dalam rumusan perubahan tingkah laku klien yang penting yang dapat diamati 3. Agar sistem akuntabilitas bimbingan membawa hasil yang dikehendaki.  Memberikan argumentasi untuk minta tambahan tenaga staff guna mencapai tujuan yang wajar. maka ada banyak definisi yang diberikan para pakar. hal dapat dijawab. Ada sejumlah model model bagi pengembangan sistem akuntabilitas. 1984) Dari buku Administrators handbook on educational accountability. 5. Kegiatan yang dilakukan konselor harus dinyatakan sebagai biaya. dan soal ragam konsepnya. kepada seseorang. yaitu apa yang dipelajari siswa. Konsep dasar yang semula pun berkembang. Bagaimana pertanggungjawaban itu dilakukan? Atau 7. pembayar pajak dan warga masyarakat sekitar (Lessinger et al. Apa yang dipertanggungjawabkan?. Telah disebutkan bahwa sebagai bagian dari usaha pendidikan bimbinganpun terkena akuntabilitas. atau menggelembung. Sistem akuntabilitas harus dibangun dengan tujuan untuk memajukan keefektifan profesional dan untuk melakukan perbaikan oleh diri sendiri. Siapa yang bertanggung jawab? 2. sebenarnya istilah pinjaman. Dari uraian-uraian tentang definisi di atas nyata bahwa akuntabilitas itu suatu sistem. Bagaimana cara bertanggung jawab? Akuntabilitas di dunia pendidikan. Karena soal semantik ini.. Gibson et al. 1981). yaitu bahwa sekolah dan para pendidik yang menjalankannya dituntut untuk akuntabel. Istilah bertanggung jawab dan pertanggungjawaban berkembang pengertiannya melalui pertanyaan-pertanyaan seperti: 1. termasuk latar pendidikan. tanggung jawab atau pertanggungjawaban). Bertanggung jawab tentang apa? atau 4. artinya bertanggung jawab dan siap bisa menjawab. Untuk penerapannya di bidang bimbingan. Ketujuh kriteria tersebut adalah: 1. Penerapan konsep akuntabilitas itu dibidang pendidikan mengandung makna penilaian secara terus-menerus prestasi pendidikan para murid di sebuah sistem sekolah.bisa diartikan responsibility (kira-kira. sistem akuntabilitas yang dikembangkan bermanfaat secara potensial bagi konselor karena hal itu memungkinkan konselor untuk:  Memperoleh balikan mengenai hasil dari kerjanya. Bertanggung jawab kepada siapa? Dan 6. Menurut Krumboltz. salah satu model yang banyak dikutip adalah yang dikembangkan oleh Krumboltz (1974). Agar bisa merumuskan apa saja yang menjadi tanggungjawab konselor.

2. 3. Lepas dari model-model yang ada. Di atas semuanya. laporan mengenai kegagalan dan hasil yang tidak diketahui hendaknya tidak dilarang dan jangan dihukum 6. Penilaian atas konselor ini dapat dilakukan oleh klien yang dibantu. 7. 4. atau oleh penilai luar yang diminta (Stewart et al. Hal sebaliknya. juga target yang jelas dan spesifik. 6. Keefektifan konseling dapat dilihat dari kemajuan tingkah laku klien. diantaranya adalah menurut Pulvino & Sanborn (1972). pengembangan sistem akuntabilitas ini harus memperhatikan pengertian-pengertian dan asas-asas pengorganisasian program yang telah dibahas di bab depan. Krumboitz (1974). Dengan kerangka kerja seperti itu dapat diterapkan asas-asas dan kriteria yang ditetapkan berdasarkan filsafat yang dianut dan kebijaksanaan yang berlaku. Tahap dimana pengemban tugas mempertanggungjawabkan usaha-usaha bimbingan yang dituangkan di dalam program. Agar laporan bisa dibuat sebenar-benarnya. konselor sendiri (swapenilaian). yaitu: 439 . Di sini dituntut kejujuran konselor terhadap diri sendiri dan penting adanya niat belajar untuk membuat kemajuan.5. Karena itulah penilaian perlu dilakukan terhadap konselor untuk melihat apakah konselor menjalankan konseling sepatutnya : 1. Mereka memberikan balikan untuk bahan penilaian setelah mempelajari rekaman konseling –audio. apakah tidak ada kesalahan yang dibuatnya dengan jalan bertanya kepada diri sendiri. 5. di situ juga ikut terbawa kinerja konselor. Semua pengguna sistem akuntabilitas harus diikutsertakan (diwakili) dalam merancang sistem tersebut 7. Apakah konselor membantu klien dalam mencapai tujuan yang telah disepakati bersama ? 2. Apakah ia menerapkan siasat yang cocok untuk klien ? 3. INDIKATOR KEBERHASILAN PROGRAM BIMBINGN DAN KONSELING Setiap program kerja seyogyanya memilliki tujuan yang jelas dan dikuti oleh indikator atau kriteria keberhasilan yang spesifik dan. Penilaian atas konselor. ada kode etik yang harus diperhatikan. Jika wawancara direkam --audio atau video--. 3.. pertanyaan-pertanyaannya apakah jelas. ucapan-ucapannya. yang disebut paling akhir ini adalah kalau yang menjalankan konseling itu mahasiswa yang sedang berpraktik. Dalam hal rekaman elektronik. suatu program kerja tidak akan memiliki arah yang jelas. umpamanya adalah konselor sejawat atau supervisor/pimpinan unit tugas konselor. untuk keberhasilan sistem akuntabilitas yang dikembangkan itu perlu perancangan dan perencanaan. Maka. di sini diperlukan izin klien yang sedang diwawancarai 20. Demikian juga. video. atau verbatimnya—atau dengan menyaksikan jalannya konseling melalui fasilitas pengamatan lewat kaca satu arah (one-way screen. 1978). Pelaksanaan program dan 4. Sistem akuntabilitas itu sendiri harus dinilai dan bisa diubah. Shertzer & Stone (1971: 457-458) juga mengemukakan lima kategori umum indikator atau kriteria keberhasilan program bimbingan dan konseling di sekolah. Pengembangan sistem akuntabilitas bimbingan nyata kaitannya dengan program yang sedang dikembangkan atau sedang berjalan. Dalam konseling sistematis. Ada berbagai model dalam pengembangan sistem akuntabilitas. Adanya kebutuhan. dalam banyak hal. 1973). Pihak luar yang diminta penilaiannya. yaitu bahwa klien harus diminta persetujuannya. Prazak (1976). Apakah ia mengikuti langkah-langkah dalam bagan arus yang telah dibuat. tugas-tugas yang diberikannya apakah tidak terlalu sukar. atau dosen pembimbing program studi pendidikan konselor. AASA (Asosiasi Administrator Sekolah Amerika. tetapi kemajuan itu juga berkat peranan konselor. penilaian juga dilakukan terhadap konselor. konselor menilai dirinya apakah kerjanya sudah betul. dan sebagainya. Pengenalan dan perumusan tujuan-tujuannya. yaitu kalau konseling tidak berhasil. hasil rekamannya dapat dipelajari dalam usaha penilaian diri ini. adalah pasti bahwa program bimbingan dan sistem akuntabilitas yang mau dikembangkan mesti bertolak dari 1. Melalui angket atau pertanyaan langsung klien bisa diminta menyampaikan komentarnya mengenai bagaimana kerja konselor : 1. one-way mirror). 2.

Pertanyaan : 1. • Choice of “suitable” vocational goals. Jelaskan dengan contoh penilaian proses. Bagaimana pendapat anda mengenai apa yang dikemukakan oleh petugas BK di atas. produk dan dampak BK 6. Bagaimanakah karakteristik program BK yang efektif? 8. 2. yaitu penurunan kegagalan dan masalah pembelajaran di sekolah baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Sementara kalangan petugas BK mendapat kecaman seperti itu mengatakan bahwa BK tidak berjalan semestinya karena kurang fasilitas . yaitu penurunan masalah-masalah disiplin.00 menjadi 7. Apakah kendala yang dihadapinya? Bagaimana mengatasinya? 5.guru BK telah melakukan penilaian layanan dan program – programnya? 4. Mengapa penilaian layanan dan program diperlukan? 7. berilah alasan ? Kasus B. Secara umum bagaimanakah pendapat anda mengenai penilaian pihak luar tersebut? Setujukah anda. Pertanyaan : 1..Ada BK tetapi tamatan sekolah tetap susah mendapatkan pekerjaan. Bagaimanakah persamaan dan perbedaannya antara penilaian dengan penelitian? 3. LATIHAN SELESAIKAN SOAL BERIKUT INI Kasus A : Sering terdengar kecaman mengenai keberadaan program bimbingan di sekolah yang menyatakan BK tidak berhasil. yaitu peningkatan pemanfaatan layanan konseling secara sukarela.50. kurang beaya . Hal ini sebagaimana dinyatakan dalam ucapan: Ada bimbingan tetapi kasus kenakalan remaja tetap saja ada. Sahihkah penilaian fihak luar tersebut. seperti tidak adanya ruang BK yang khusus. • Reduction in discipline problems. yaitu pilihan siswa tentang tujuan dan pilihan pekerjaan dan karir menjadi semakin tepat (cocok dengan potensi dan karakteristik pribadinya). 2. Temuan ini umumnya disambut baik dari berbagai kalangan.• Reduction in scholastic failure. baik secara kuantitatif maupun kualitatif. tidak ada alat test. Apakah ada kaitan antara penilaian bimbingan dengan penilaian pengajaran. Berilah alasan saudara. Menurut pengamatan anda apakah Guru. Apakah kriteria yang digunakan? 440 . Berkat program bersama BK dan pengajaran nilai ujian siswa hampir semua kelas di sebuah SLTP naik dari rerata 6. Setujukan anda . Jelaskan jawab saudara dengan contoh. • Greater utilization of the counceling service. yaitu penurunan perubahan dalam program bimbingan di tengah jalan. C. • Reduction in program changes.

Disamping bisa diketahui letak penyimpangan-penyimpangan tersebut terjadi. 6. Penyusunan Disain Penilaian Secara garis besar. Teknik analisis data. 8. 12. Tanpa penilaian 1. maka ”pelayanan BK di sekolah” perlu dipenilaian. antara lain : Latar belakang penilaian. Evaluator : Konselor dan Kepala Sekolah. dan pengumpulan data. PENDAHULUAN A. direncanakan. mengakibatkan para konselor menjadi tidak profesional dalam bidangnya. Sejauh mana penyimpangan-penyimpangan itu selama ini belum pernah di identifikasi. 11. 9. disain penilaian berisi hal-hal yang perlu dicakup. dan bagaimana menindaklanjuti atau cara mengatasinya. I. Dengan kata lain ”apa yang terjadi dilapangan” selama ini belum pernah dipenilaian dan ditindaklanjuti Agar segala penyimpangan secara pasti dapat diketahui. Problematika (yang akan dicari jawabannya). Tugas-tugas yang diemban oleh para konselor masih jauh dari yang diharapakan. 2. 5. 13. penyusunan instrument. 7. 3. 10. dapat dijelaskan sebagai berikut : BAB. termasuk penilaian layanan bimbingan konseling. 441 . ada tiga langkah yang harus ditempuh. Latar Belakang Penilaian Layanan Bimbingan Konseling Adalah merupakan kenyataan bahwa pelaksanaan bimbingan dan konseling terkesan belum berjalan. Tujuan dan Manfaat penilaian Definisi operasional Populasi dan sampel . 4. apalagi dilaksanakan. Untuk memperjelas setiap langkah sebagaimana disebutkan diatas. Pengembangan Program : Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN) Sarana : Buku ”Pedoman Bimbingan dan Konseling Kelompok”. memberikan gambaran singkat tentang penyusunan disain penilaian atau penelitian. Contoh tersebut di atas. Tujuan yang hendak dicapai : Meningkatkan keterampilan para siswa untuk memcahkan masalah-masalah yang dirasakan bersama.MATERI BAGIAN KEDUA SISTEMATIKA PENILAIAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING Dalam rangka penilaian suatu kegiatan./Subyek penilaian Instrumen dan sumber data . lantaran banyaknya penyimpangan yang terjadi dilapangan. Laporan Hasil Penilaian/ grafik/ tabel Pembahasan Penutup : Simpulan dan Rekomendasi Daftar Pustaka Lampiran – lampiran Contoh : Disuatu SMA akan dicobakan layanan bimbingan kelompok yang selama ini belum pernah dicobakan oleh kebanyakan konselor. Pelaksana : Para siswa di bawah bimbingan konselor sekolah. Banyaknya tugas yang kurang proporsional. yaitu penyusunan disain penilaian.

4. Manfaat Penilaian bagi : 1. tujuh jenis layanan dan lima kegiatan pendukung sesuai dengan yang diharapkan oleh kurnas ? 3. Untuk mengetahui pengelolaan pelayanan bimbingan konseling. Tujuan Penilaian 1. Untuk mengetahui hubungan antar staf yang ada di sekolah. antara lain : 1. antara lain : 1. 3. 5. Siswa Memberi masukan kepada siswa agar mampu mengubah perilaku BAB II KAJIAN TEORI Menjelaskan teori dan variabel yang dinilai 442 . 8. Untuk mengetahui tersedianya alat / perlengkapan yang diperlukan dalam pelayanan bimbingan konseling. lingkungannya dan dapat merencanakan masa depanya ? Kegiatan Bimbingan dan Konseling. Untuk mengetahui standar tindaknya alat yang digunakan dalam pelayanan BK. maka perubahan terhadap apa yang sekarang ini terjadi. Untuk mengetahui tingkat pengetahuan. 10. Untuk mengetahui pengelolaan pelayanan bimbingan dan konseling yang mengacu pada pola 17 plus. Untuk Mengetahui keberhasilan pola 17 plus dalam pelaksanaan pelayanan bimbingan konseling. Apakah pelayanan bimbingan dan konseling menjadikanya setiap siswa semakin memahami dirinya. Kepala Sekolah : Sebagai masukan dalam pengelolaan Layanan BK di Sekolah 2. Untuk mengetahui tingkat keprofesionalan konselorsebagai tenaga inti pelayanan BK. 7. maka problematika tersebut dirinci sebagai berikut : Siswa. Apakah Pelayanan bimbingan dan konseling sudah berorientasi pada pola 17 plus sesuai dengan Kurnas BK ? 2. dan keterampilan siswa setelah diberi pelayanan BK. 11. 6. B. Orang tua Memberikan masukan kepada siswa dalam kaitannya dengan sikap / perilaku 4. 2. D. tidak akan pernah terwujud.dan upaya untuk menindak lanjuti. 9. Apakah pada diri siswa telah ada perubahan tingkah laku sesuai dengan tujuan bimbingan dan konseling ? 2. Apakah setiap layanan bimbingan yang dilakukan sudah mengacu sepenuhnya pada empat bidang bimbingan. sikap. Untuk mengetahui kesulitan konselor dalam pelaksanaan layanan BK. Untuk Mengetahui pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling berdasarkan kurikulum bimbingan dan konseling . Untuk mengetahui tercakupinya tenaga pengelola dalam pelaksanaan pelayanan BK di sekolah. Konselor Memberi masukan dalam pelaksanaan layanan bimbingan kelompok yang lebih akurat 3. Problematika/Permasalahan Sebagai problematika umum yang akan dicari jawabnya adalah ”Apakah pelayanan bimbingan konseling di sekolah sudah efektif dan efisien sesuai dengan azas-azas dan kode etik bimbingan dan konseling sebagaimana diharapkan ?” Untuk mempermudah mencari jawaban atas problematika tersebut. Apakah kegiatan bimbingan dan konseling sudah dikelola sebaik-baiknya ? C.

Kepala Sekolah. Jenis dan banyaknya instrumen yang disusun. dan Personil Bantu Pelayanan. Langkah-langkah yang harus dilalui dalam menyusun instrumen (apa pun). dan III. Membuat pengantar permohonan pengisian bagi angket yang diberikan kepada orang lain. observasi. Untuk pedoman wawancara... datanya dikumpulkan melalui para pengelola di sekolah seperti. (Contoh kisi-kisi penyusunan instrumen. digunakan wawancara. cukup banyak dan komprehensif . Apabila seseorang ingin mneilai semua elemen yang ada dalam wilayah penilaian. SATKUNG. Penyusunan Instrumen Setelah selesai menyusun disain. Untuk mengetahui pengelolaan pelayanan bimbingan dan konseling. dengan sumber data : SATLAN. Borg dan Gall (1979:295) menyatakan bahwa selama waktu istirahat makan siang terlihat banyak angket dibuang ditempat sampah. Membuat kisi-kisi yang mencanangkan tentang rincian variabel dan jenis intrumen yang akan digunakan untuk mengukur bagian variabel yang bersangkutan. yaitu menyusun instrumen penilaian. dengan sumber data dari para siswa yang diambil perwakilan dari kelas I. Menyunting instrumen merupakan pekerjaan terakhir dalam penyusunan instrumen. adalah sebagai berikut: Merumuskan tujuan yang akan dicapai dengan instrumen yang akan disusun. Untuk mengetahui tanggapan siswa tentang pelayanan bimbimbingan dan konseling di sekolah. Borg dan Gall. dengan sumber data siswa yang diambil sebagai perwakilan (person). Oleh karena itu instrument untuk mengumpulkan data perlu bervariasi. disesuaikan dengan keperluan pengumpulan data seperti yang telah ditetapkan di dalam disain penilaian. Wakil Sekolah. Wawancara dengan siswa. konselor. orang tua siswa dengan sumber data: guru dan siswa. akan mendorong responden untuk mengisi angket.). buku laporan dan catatan-catatan lain (paper). sampailah pada tahap kedua persiapan. sebab tidak mungkin kiranya menyusun intrumen tanpa tahu untuk apa data yang terkumpl.Wawancara dengan guru. Angket dengan huruf-huruf yang jelas dan dengan wajah depan yang menarik. Menjelaskan disain Penilaian B. Pengamatan terhadap penampilan siswa. Studi atau penilaianya juga disebut studi populasi atau studi sensus. D. Menuliskan petunjuk pengisian. Dokumentasi tentang pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling. II. Oleh karena itu penilaian dilakukan terhadap sampel. Instrumen dan Sumber Data Khusus penilaian pelayanan bimbingan konseling di sekolah. Untuk mengetahui ketetapan sarana yang digunakan dalam pelayanan bimbingan dan konseling. dan sebagainya. pengelola. buku kerja.. data dikumpulkan melalui: Dokumentasi/catatan pribadi siswa. Untuk mengetahui perubahan sikap mental siswa. dengan sumber data konselor. apa yang harus dilakukan sesudah itu. data dikumpulkan melalui pengamatan. Untuk mengetahui posisi konselor dan kesulitan yang dihadapi dalam pelayanan bimbingan dan konseling. sumber data dapat dilaboratorium. Populasi dan Sampel / Subyek Penilaian Populasi yang dimaksud adalah sekumpulan / keseluruhan subjek penilaian. Tes sikap.BAB III METODE PENILAIAN A. Hal-hal yang dilakukan adalah: Mengurutkan butir menurut sistematika yang penghendaki penilai untuk mempermudah pengolahan data. data dikumpulkan melalui wawancara dengan konselor dan siswa. C. Untuk menghindari kejadian ini. 443 . kegiatan praktikm. apa fungsi setiap jawaban dalam setiap butir bagi jawaban problematika. menurut variabel yang dinilai. siswa. digunakan: Pengamatan di kelas dengan sumber data kegiatan bimbingan dan konseli (Place). Angket tentang pengelolaan alat kepada pengelola.. identitasm dan sebagainya. Wawancara dengan guru. maka penilaianya merupakan penilaian populasi. pedoman observasi dan pedoman dokumentasi hanya identitas yang menunjuk pada sumber data dan identitas pengisi. lihat lampiran. Sampel adalah sebagaian (perwakilan) dari keseluruhan subjek penilaian. menyarankan hal-hal sebagai berikut: Angket perlu dibuat menarik penampilannya dengan tata letak huruf atau warna tertentu. Langkah ini sangat perlu. Untuk mengetahui hal-hal yang berhubungan dengan kegiatan pelayanan BK. wawancara dan dokumentasi.

karena kalimat yang pendek akan lebih mudah dipahami. 444 . tetapi ada kalanya disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk memberikan jawaban semaunya. Pengumpulan Data Dalam bagian ini akan dikemukakan mengenai penggunaan tiap-tiap metode pengumpulan data penilaian yang sudah dijelaskan didepan. Bila perlu diberi contoh pengisian sebelum butir pertanyaan pertama. pengalaman membimbing. Ingat. dan sebagainya. agar penyusunan angket memperoleh masukan yang banyak dapat memperbaiki secara tepat. dan negara.Usahakan agar responden dapat mengisi semudah-mudahnya. Tuliskan nama secara jelas. jenis kelamin. dan angket tidak langsung (mengungkap orang lain yang menjawabnya diutarakan oleh orang pengisi angket). atau kumpulan kalimat harus jelas. “sebagian besar”. Urutan pertanyaan diusahan sedimikian rupa sehingga memberikan kemudahan bagi pengisi untuk mengorganisasikan pikirannya dalam menjawab. Pernyataan setiap butir supaya dibuat sejelas-jelasnya. Setiap lembar perlu diberi nomor halaman. Kadang-kadang penilai hanya meniadakan nama responden. kalimat. Jika terpasang menggunakan kata yang menunjuk pada arti negatif. Rumusan negatif seyogyanya dihindari atau dikurangi sedikit mungkin. Dari kedua jenis angket ini. masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangannya. “biasanya” yang tidak mempunyai arti jelas dalam jumlah Rumusan yang pendek lebih baik daripada yang panjang. harus diujicobakan terlebih dahulu. berikut ini ditambahkan kondensasi aturan-aturan penulisan butir angket. bahwa angket merupakan daftar pernyataan yang diisi oleh responden pada waktu mereka tidak berdekatan dengan penyusun. masyarakat. tetapi tidak untuk yang kedua. Uji coba dilakukan terhadap subyek yag mempunyai karakteristik atau ciri-ciri yang sama dengan subjek yang akan dijadikan responden penelitian. Angket dapat dibuat anonim (tanpa identitas) dan dapat pula lenkap dengan identitas diri serta latar belakangnya. maka dikenal angket tidak langsung (mengungkap diri orang yang menjawab). Misalnya inforamsi tentang anak kecil. Oleh karena itu semua kata. Petunjuk pengisian dibuat singkat. Bibir pertanyaan pertama diusahakana yang mudah pengisiannya. maka ada bagian dari angket suatu tempat kosong disediakan bagi responden uji coba untuk memberikan saran-saran. namun masih tetap diminta mencantumkan identitas lain seperti pendidikan formal yang diselesaikan pendidikan tambahan. Tidak boleh membuat butir yang mengandung dua pengertian misalnya: Pendidikan menjadi tanggung jawab orang tua. maka akan dijelaskan secara singkat menurut urutan intrtumen di bagian berikut ini. Angket anonim memberikan kekebasan kepada pengisi untuk menyampaikan sejujur-jujurnya. Untuk mengakhiri penjelasan tentang penyusunana instrumen. E. Kegiatan uji coba dimaksudkan untuk : Mengetahui apakah rumusan kalimat yang ada dalam angke sudah cukup mudah dipahami (tidak membingungkan). kesan yang ada pada diresponden sendiri maupun sendiri maupun di luar dirinya. karenanya maka orang tua asuh perlu diharuskan untuk responden dapat setuju terhadap pernyataan pertama. Dari jenis data ini. Butir pertanyaan yang menyangkut informasi yang sangat penting jangan diletakkan dibelakang. jelas dan dengan cetakan yang berbeda dengan butir-butir pertanyaannya. Penggunaan Angket Angket adalah seperangkat pertanyaan tertulis yang dikirimkan kepada responden untuk mengungkapkan pendapat. Hindari pengarahan terselubung. Hindari penggunaan kata-kata atau kalimat-kalimat yang membingungkan. Satu hal yang perlu diperhatikan oleh penilai adalah sebelum angket digunakan sebagai alat pengumpul data yag sesungguhnya. angket diberikan kepada bapak/ibunya. Identitas ini akan sangat berguna dalam analisis data jika penilai ingin membandingkan hasil ditinjau dari latar belakang responden. terutama mengenai inti dari hal yang diselidiki. Penyusun instrumen tidak dibenarkan sedikit atau banyak memberikan ”isyarat pacingan” (hint) yang menyebabkan responden memilih suatu aternatif tertentu. keadaan. kepada siapa angket tersebut dikembalikan. Diantara aturan-aturan dimaksud dengan: Hindarkan pengunaan kata-kata “kebanyakan”. 1. hendaknya digarisbawahi. menarik dan tidak menekan perasaan. Agar dapat diikuti secara rinci.

Agar tercapai tujuan yang diinginkan. mengambil simpulan dari berbagai kasus. Data yang bersifat deskriptif disimpulkan secara langsung tanpa memperluas dengan daerah mana yang dapat dikenai simpulan yang diperoleh dari perbuatan pengumpulan data.efensial. Pengumpul data sifatnya meneripa. dan sebagainya. yang tersusun (structured) dan 2. pewawancara dapat mengajukan pertanyaan secara leluasa dan menuliskan jawabannya dengan kode-kode atau tanda-tanda. situasi dialog dan sebagainya. maka penting baginya untuk terlebih dahulu memahami tujuan penggunaan pedoman wawancara tersebut. Variabel evaluatif merupakan variabel yang sangat erat dengan variabel inferensial.Mengetahui dan mengadministrasikannya dengan tetap. pewawancara (interview) menyusun pedoman wawancara atau check list sesuai dengan data yang akan dikumpulkan. Variabel inferensial. yaitu : 1. Bagaimana bentuk pembicaraan. penyusun instrumen perlu menambahkan penjelasan khusu pada petunjuk penggunaannya. Hal-hal yang dapat dilaporkan sendiri seperti ini. sangat ditentukan oleh penjelasan penyusun instrumen. 2. hanya berwujud daftar pertanyaan atau pokok-pokok masalah yang perlu ditanyakan kepada responden. Pertanyaan yang ditanyakan oleh pewawancara biasanya benar-benar sama dengan pertanyaan atau permasalahan yang dituliskan di dalam pedoman wawancara. Data yang disuguhkan ini dalam penelitian atau penilaian disebut dengan istilah data yang dilaporkan sendiri (self report data). Apabila ada kekecualian atau perlu tambahan pengantar untuk memancing pembicaraan. tidak mencari atau mengambil sendiri apa yang dimiliki atau yang ada pada responden. Mengetahui apakah pertanyaan-pertanyaan yang ada dalam angket kucup lengkap atau perlu ditambah. 3. 2. beberapa lama waktu pengisian. sehingga memperjelas data. kemudian baru memberikan sekot. pengamat harus melakukan inferensi. Sedang pedoman wawancara tidak tersusun. menuntut pengamat untuk melakukan inferensi sebelum data diberi sekor. deskriptif. tidak tersusun (unstructured). Penggunaan Pengamatan (Observasi) Angket dan wawancara merupakan teknik-teknik atau metode-metode yang digunakan untuk mengungkap data dari responden yang sifatnya ”disuguhkan” atau ”diberikan”. sehingga penilai hanya memperoleh data yang diberikan oleh penjawab. tetapi harus diambil secara wajar. merupakan hal penting yang disarankan. dan 3. misalnya bagaimana teknik menyampaikan. Konselor lain menjumpai sedikit kesulitan didalam menerangkan. Contoh : pengamat menjumpai beberapa kasus yang berbeda gradasinya. evaluatif. Hal ini juga memerlukan inferensi dari pengamat unguk menentukan penilaian berdasarkan pertimbangan tertentu. melainkan 445 . atau kalimat-kalimat singkat. Apabila pewawancara bukan penyusun instrumen melainkan hanya bertindak sebagai pengumpulan data. dalam hal seperti ini. Menggunakan tape-recorder dalam wawancara. Pengamat bukan hanya menentukan tingkatan data pengamatan. maka pedoman wawancara perlu dilengkapi dengan petunjuk penggunaannya. supaya dalam waktu yang singkat dapat mengumpulkan sebanyak mungkin informasi yang diperlukan. Oleh penjawab. Penggunaan Wawancara (Interview) Sebelum melakukan wawancara. Ada tiga macam pengamatan. cakupannya terbatas. Variabel deskriptif adalah variabel yang dikumpulkan dari pengamat tanpa memerlukan pemikiran untuk menggeneralisasikan pada aspek atau situasi lain. Ada dua jenis pedoman wawancara yaitu : 1. Pedoman wawancara tersusun adalah pedoman wawancara mirip check-list atau memang dapat berbentukcheck-list. sedangkan konselor lain lagi tidak menjumpai kesulitan sama sekali. yang disampaikan secara tertulis maupun lisan sebelum pewawancara melaksanakan tugasnya. Contoh : pengamat mencatat seorang konselor yang dengan tegas menerangkan pengertian bimbingan. hanya berlaku bagi orang tersebut. Contoh : pengamatan tentang tingkah laku seseorang yang sifatnya aneh. pasif. dan sebagainya yang bersifat meningkatkan kualitas perolehan data penilaian. Mengetahui reaksi responden terdapat pertanyaan angket atau kesediaan untuk mengembalikan. Menurut Sechrest (1966) data tentang sikap sosial yang terlahir tidak mungkin diperoleh melalui kedua metode tersebut.

juga meletakkannya dalam satu skala kontinum. Dalam metode dokumentasi yang diamati adalah dokumen. Pencatatan dengan jangka waktu (duration recording) Didalam pencatatan dengan jangka waktu. sambil Mengucapkan ”selamat pagi. dan 4. bukan hanya perbandingkan. Dalam hal ini pengamat menunggu selesainya suatu tugas. Di tinjau dari pengamatannya.89. pencatatan frekuensi.71 sampai 0. Pencatatan perhitungan frekuensi (frequency-count recording) Didalam pencatatan perhitungan frekuensi. anakanak” Semua siswa menjawab ”selamat pagi. Nomor protokol : ______________________________ Nama pengamat : ______________________________ Tanggal pengamatan : ______________________________ Yang diamati : ______________________________ Pukul 07. Menurut Flanders (dalam Suharsimi Arikunto. 5. termasuk narasi yang terjadi. 3. pengamat dibiasakan melakukan pencatatan beberapa kejadian yang muncul dalam waktu yang bersamaan. reliabilitas pengamatan (inter observers) utnuk 13 keajaiban diperoleh antara 0. Menurut Borg (1977:9-18). variabel evaluatif memerlukan penilaian dengan pertimbangan tertentu. 2.96. Penggunaan Metode Dokumentasi Metode dokumetasi sebenarnya mirip dengan metode pengamatan. misalnya stop wacth. Dengan singkat dapat dikatakan bahwa pengamat membuat sebuat protocol. Contoh : Catatan tentang kejadian kelas II SMA pada jam ke 1 ketika berlangsung pelajaran IPS. pengamatan dengan jangka waktu. Pencatatan dengan interval (interval recording) Pencatatan dengan interval dilakukan oleh pengamat untuk melakukan pengamatan terhadap sejumlah kejadian dalam interval waktu tertentu. 446 . Dengan jalan latihan. 8. Jadi berbeda dengan variabel inferensial. Untuk kejadian yang kemunculannya sangat sering. pak” Guru meletakkan buku dimeja depan Lalu pergi ke jendela untuk membukanya dan seterusnya Seperti halnya wawancara. 7. pengamatan ada empat macam. maka estimasi reliabilitas pengamatan adalah 80/90 atau 0. pencatatan dengan interval. misalnya setiap tiga detik. 1988:87) kejadian didalam kelas yang dapat diamati dapat diklasifikasikan atas satu dari sepuluh kategori. Estimasi persetujuan dua pengamat ini disebut dengan istilah reliabilitas antar pencatat atau inter-rater reliability. pengamat menggunakan alat pencatat waktu. Biasanya interval pengamatan diadakan merentang antara sepuluh detik sampai satu menit. pencatat mengadang munculnya siswa mengajukan pertanyaan. 4. pencatat hanya mampu mencatat satu jenis kejadian jasa. misalnya satu jam kegiatan didalam kelas. pencatatan terus menerus. Alat yang digunakan adalah check-list (daftar tentang) atau pedoman pengamatan. Misalnya pengamat pertama mencatat 80 menit dan pengamat kedua mencatat 90 menit. Misalnya selama jangka waktu lima menit. melakukan pengamatan juga perlu latihan agara terdapat kesamaan interpretasi terhadap suatu objek pengamatan. Pengamatan terus menerus (continuous observation) Didalam pencatatan atau pengamatan terus menerus ini pengamat melakukan/menuliskan semua kejadian yang muncul pada subjek atau sekelompok subjek dalam satu penggalan waktu tertentu. yakni catatan kejadian secara kronologis dan rinci. pencatat mencatat munculnya kejadian yang diharapkan dalam jangka waktu tertentu > biasanya pengamat menggunakan blangko atau lembaran untuk menuliskan tally (jari-jari hitungan). Hanya objek yang diamati saja yang berbeda. 6. yaitu : 1. atau beberapa kali konselor mengajukan pertanyaan.30 WIB Guru memasuki ruangan. Reliabilitas pencatatan dihitung dengan membandingkan waktu yang dicatat oleh dua pengamatan dalam waktu yang berbeda.

Penggunaan Tes Metode tes digunakan untuk mengumpulkan data dengan alat bantu berupa tes. 9. Problematika yang mengandung variabel tunggal. kiranya terlalu luas apabila disajikan didalam bahan belajar ini. F. yang dimaksud dengan dokumentasi termasuk juga benda-benda hasil budaya yang mengandung keterangan sejarah. misalnya benda-benda porselin. penilai perlu mempelajari secara khusus buku-buku yang membicarakan tentan tes. Tes terstandar merupakan tes yang sudah dibakukan dan dapat diperoleh di tempat yang khususnya menyediakan keperluan tersebut. Disamping itu ada alasan lain. Teknik Analisis Data Teknik yang digunakan untuk menganalisis data disesuaikan dengan bentuk problematika dan jenis data. Oleh karena teorinya begitu kompleks. jika di dalam bahan belajar ini pembahasan tes diperluas. Menurut pengertian penelitian. candi-candi dan sebagainya. Bermacam-macam tes yang dapat digunakan untuk mengumpulkan data penilaian dan mendukung metode-metode lain yaitu : (1) Tes Prestasi Belajar (Achievement Test) (2) Tes Kemampuan Akademik (Scholastic Ability Test) (3) Tes Bakat (Aptitude Test) (4) Tes Kepribadian (Objective Personality Test) (5) Tes (inventori) Minat (Interest Inventories Test) (6) Tes (Skala) Sikap (Attitude Scales Test) Untuk menentukan mana tes yang baik dan bagaimana menyusunnya. 447 . dikenal adanya dua macam tes. t-test. boleh jadi justru mengalihkan perhatian mahasiswa dari tujuan semula yang ingin dicapai. analisis secara deskriptif kualitatif. Tes buatan sendiri disusun utntuk keperluan khusus menyediakan keperlua tersebut. uji beda ANAVA. baik yang tertera pada warkat. artikel. cerita buku maupun yang tertera pada manuskrip-manuskrip. yaitu tes yang terstandar (standardized test) dan tes yang disusun sendiri (man made test). alat-alat rumah tangga dari batu. Problematika komparasi atau kolerasi dijawab dengan jawaban dari data yang diolah dengan teknik statistik korelasi. Di dalam penilaian pendidikan. surat keterangan. dan sebagainya/regresi BAB IV LAPORAN PENILAIAN Paparan data Analisis BAB V PEMBAHASAN BAB VI SIMPULAN DAN REKOMENDASI Daftar Pustaka Lampiran – lampiran LATIHAN : Buatlah kajian/ studi evaluasi pelaksanaan layanan orientasi dan informasi dalam bimbingan dengan menggunakan disain ilmiah dalam studi evaluasi di sekolah saudara bekerja. Tes buatan sendiri disusun utnuk keperluan khusus dari suatu proyek penelitian.Secara umum yang dimaksud dengan dokumen hanya terbatas pada bahan-bahan tertulis saja.

1994.F. Ensiklopedi pendidikan . Manajemen bimbingan dan konseling .. and Peters.J.1981. ( Alih bahasa Mari Junaidi ).Pdan K. B. Seminar . 1985.1981. Dirjen. Jakarta : Depdikbud Dirjen.E. 1997. Educational psychology. Profesionalisasi konseling dan pendidikan konselor. Seri Pemandu Pelaksanaan Bimbingan dan Konseling. Nurihsan Juntika. Konseling di sekolah. Malang : UM.Metodologi research .and Stone . Jakarta : Universitas Indonesia Winkel. Linda L..L. Theory and practice of counseling and psychotherapy. Metodologi Penelitian Pendidikan. Pacific Grove : Brooks / Cole Publising Company. Boston : Publi. tidak diterbitkan ---------. Margono. Bimbingan sekolah di Indonesia corak yang bagaimana? Pidato Pengukuhan Guru Besar IKIP Malang.1986. 448 .II. 2001. Yogkyakarta. Semarang : Fakultas Ilmu Pendidik an. Buku II .Dikti.DAFTAR PUSTAKA Corey Gerald 1987. Inc.(Tanpa penerbit ) ----------. Guidance. 1991 Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Dasar – dasar bimbingan bimbingan konseling. Introduction to Psychology.D.II. Jilid.B. Munandir. J.Dikti Pendidikan Tenaga Akademik. Edisi VII. (Terjemahan. Jakarta : Airlangga.Tidak diterbitkan ). Ohio : Publishing Company.C. Bandung : Mutiara. Jakarta : Grasindo. Jakarta : Dep. Pengembangan wawasan bimbingan konseling. Bimbingan karier di sekolah. program managemen and Shertzer . Belmont : Publishing Company. Theory and practice of counseling and psychotherapy. Edisi IV. Shertzer. 1969. 1995. Pacific Grove : Brooks / Cole Publising Company.S. H. --------.I. Second edition. Sutrisno Hadi.III. : Andi Offset Tantawy. 1996. Donald Mc. 2003. Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan. IKIP. 1987. 1996 .shing Company. Team Fakultas Psikologi Universitas Indonesia). Prayitno.Semarang. Jakarta : Pamator Presindo Walker. 1987.Press. Development. 1989. 1998. Mungin Eddy Wibowo. ( Makalah Proyek ---------. 1974 . Conditioning and Instrumental Learning.Jakarta : Rineka Cipta.I. Dasar-Dasar Bimbingan Konseling .Jakarta : Rineka Cipta. -------. Fundamental of guidance. ----------. 1987.

dengan cara membuat serangkaian pertanyaan yang dikembangkan dari 5W 1H sebanyak-banyaknya secara tertulis. C. sesuai dengan masalah dan/atau bidang garap bimbingan dan konseling. prasyarat yang harus dimiliki oleh peneliti dalam PTBK adalah: (1) Pemahaman bidang garap BK. Prasyarat No. (d) Laporan PTBK. dan prasyarat No. (4) Masalah konseli. Dengan demikian PTK terarah pada perbaikan kualitas tindakan guru dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya sebagai guru. 2. keseluruhan materi pelatihan perlu dibaca dengan aktif dan kreatif. Petunjuk Belajar Untuk menguasai bahan ajar ini. B. mulai dari tahap persiapan sampai dengan refleksi dan tindak lanjut. (3) Metode dan strategi layanan BK. 5. sistem asesmen dan evaluasi pembelajaran. Bapak/Ibu peserta pendidikan dan latihan diseyogyakan menambah bahan bacaan dari sumber-sumber lain yang relevan. Untuk peningkatan kualitas proses (tindakan) dan hasil KBM. perlu ditanggapi dengan cara mengajukan pertanyaan yang telah Bapak/Ibu buat terkait dengan materi yang belum anda pahami. Penjelasan instruktur tentang bahan ajar yang disajikan. (2) Jenis-jenis layanan BK. Deskripsi Penelitian tindakan kelas (PTK) sejatinya diperuntukkan bagi upaya memperbaiki kualitas proses dan hasil dari kegiatan belajar-mengajar (KBM). serta hasil yang dicapai siswa sesudah mengikuti kegiatan bersama guru. Dengan demikian PTBK dimaksudkan untuk memperbaiki kualitas proses palayanan BK (tindakan BK) dan hasil yang diperoleh siswa sesudah mengikuti layanan BK. (a) Kerangka dasar PTBK. PTK untuk Bimbingan dan Konseling (PTBK) dilaksanakan dengan cara analog dengan PTK untuk guru kelas/bidang studi. Oleh karena itu indikator tercapainya tujuan pendidikan dan latihan profesi guru BK untuk mata latih PTBK adalah jika peserta 449 . D. 6. Setiap latihan yang disediakan penting untuk dicoba kerjakan. dan (5) Kepribadian konselor. media dan sumber belajar. Tugas pada setiap akhir kegiatan belajar (kegiatan pelatihan) dipersilakan untuk dikerjakan guna menginternalisasikan pemahaman materi yang telah Bapak/Ibu kuasai. 3. Sebelum mengikuti pelatihan.5 adalah pribadi konselor sebagai peneliti. 1-3 merupakan pengetahuan dan keterampilan konselor. Kompetensi dan Indikator Indikator kerja profesional guru pembimbing/konselor di antaranya adalah dapat menunjukkan kinerja sesuai dengan kompetensi yang dituntut melekat dalam dirinya. 4.4 merupakan kecenderungan ragam masalah yang dihadapi konseli. Lingkup bahan ajar ini meliputi. (b) Pelaksanaan PTBK. Prasyarat No. kepada peserta pendidikan dan latihan profesi guru pembimbing diberikan alternatif langkah-langkah pengusaan materi sebagai berikut: 1. (c) Penyusunan proposal PTBK. Guna meningkatkan keterampilan dalam meneliti dengan rancangan penelitian tindakan. Untuk memperluas khasanah pengetahuan PTBK. Sharing tentang pelaksanaan PTBK dengan kolaborator penting untuk dilakukan! 7. Karena senyatanya tugas dan tanggung jawab guru pembimbing/konselor berbeda dengan bidang garap dan tanggungjawab guru kelas/bidang studi. Dalam kaitannya dengan PTBK. penting untuk dipraktikkan setiap tahapan dalam PTBK. alat bantu. Prasyarat PTK untuk BK (PTBK) pada dasarnya menunjuk pada beragam pelaksanaan tindakan layanan dalam BK. oleh karena itu untuk dapat melaksanakan PTBK. maka guru pembimbing/konselor dapat melaksanakan PTBK sesuai dengan kaidah yang telah ditentukan dalam PTBK. PTK dapat mengangkat permasalahan yang terkait dengan desain dan strategi pembelajaran.BAB I: PENDAHULUAN A.

pendidikan dan latihan profesi guru menunjukkan penguasaan minimal 80% dari konsepkonsep dan praktik PTBK. 450 .

d. 2. dan dengan sikap mandiri. Sukiman (2011): PTBK sebenarnya adalah analog dengan PTK yang dilaksanakan oleh guru kelas/guru bidang studi yang diterapkan pada bidang Bimbingan dan Konseling. B. Hopkins (1993): PTK adalah suatu bentuk kajian yang bersifat reflektif. MANFAAT DAN BIDANG GARAP PTBK Kegiatan Belajar 1 A. Suyanto (1977): PTK adalah suatu bentuk penelitian yang bersifat reflektif dengan melakukan tindakan-tindakan tertentu agar dapat memperbaiki dan/atau meningkatkan praktik-praktik pembelajaran di kelas secara professional. diasumsikan para peserta pendidikan dan latihan profesi guru BK memperoleh pemahaman tentang isi bahan ajar sehingga dapat: (1) membuat rumusan pengertian PTBK dengan menggunakan kalimat sendiri. (2) mampu menunjukkan kakhususan layanan bimbingan disertai PTBK. PRINSIP-PRINSIP.BAB II: DEFINISI.Taggart (1988): PTK adalah studi yang dilakukan untuk memperbaiki diri sendiri. TUJUAN. a. seperti bagaimana dampak dari tindakan yang dilaksanakan oleh guru pembimbing/konselor tersebut terkait dengan masalah yang dientaskan dan/atau pencapaian fungsi dari layanan BK. Adanya “tindakan” yang dipromosikan untuk meningkatkan kualitas praktik (tindakan) dan hasil layanan BK dan/atau untuk memecahkan masalah yang terjadi dalam layanan BK guna mencapai keberhasilan layanan sebagaimana tujuan yang dirumuskan. f. Definisi Penelitian Tindakan Kelas BK Pemahaman terhadap PTBK dapat diperoleh lewat definisi PTK yang dikemukakan oleh para ahli maupun pendapat berikut ini. (4) dapat melaksanakan PTK sesuai dengan bidang garap BK. Adanya ”refleksi” dari tindakan yang telah dilakukan. TIM PGSM (1999): PTK sebagai suatu bentuk kajian yang bersifat reflektif oleh pelaku tindakan yang dilakukan untuk meningkatkan kemantapan rasional dari tindakan mereka dalam melaksanakan tugas. memperdalam pemahaman terhadap tindakan-tindakan yang dilakukan. b. serta memperbaiki kondisi di mana praktik pembelajaran tersebut dilakukan. c. Uraian Materi 1. yang ditujukan untuk menentukan tindakan yang tepat dalam rangka pemecahan masalah yang dihadapi. KARAKTERISTIK. Berdasarkan pendapat tentang PTK dan PTBK di atas diperoleh kata kunci dari kegiatan PTBK sebagai berikut: a. Kemmis dan Mc. yang dilakukan oleh pelaku tindakan untuk meningkatkan kemantapan rasional dari tindakan-tindakannya dalam melaksanakan tugas dan memperdalam pemahaman tentang kondisi dalam praktik pembelajaran. Rochman Natawidjaja (1977): PTK adalah pengkajian terhadap permasalahan praktis yang bersifat situasional dan kontekstual. Perbedaan di antara keduanya terletak pada bidang garap permasalahan. atau memperbaiki sesuatu. pengalaman kerja sendiri. e. b. sehingga diperoleh kemantapan pemahaman tentang suatu tindakan (layanan) tertentu yang telah dilakukan guru pembimbing/konselor. Kompetensi dan Indikator Setelah mempelajari materi ini. sebagai alternatif cara lain untuk mencapai hasil yang lebih baik dari sebelumnya. c. Karakteristik PTBK 451 . yang dilaksanakan secara sistematis. terencana. Berdasarkan hasil refleksi dirumuskan tindakan perbaikan yang mengandung unsur baru (novelty) merupakan penciri utama dari pelaksanaan PT BK. (3) mampu menjelaskan PTBK terkait dengan tujuan dan manfaatnya. teknik dan strategi tindakan serta kode etik yang harus ditegakkan.

melakukan analisis masalah. Pastinya PTBK dilaksanakan untuk mencari jawab atau memecahkan masalah yang benar-benar terjadi dalam pelaksanaan tindakan (layanan) BK sehari-hari. PTBK pelaksanaannya diawali dari guru BK/Konselor merasakan adanya masalah sewaktu pelaksanaan layanan BK. dengan kemajuan teknologi. Partisipatif o Pelakunya meningkatkan kualitas praktiknya (tindakannya) sendiri. Bila rekam data dilakukan dengan teknologi. kekurangefektifan. Keberadaan orang lain (kolaborator) di maksud diperlukan untuk merekam data tentang ragam tindakan yang dilakukan Guru Pembimbing/Konselor sewaktu melakukan layanan BK. satu hal yang harus ditegakkan adalah kejujuran pribadi Guru Pembimbing/Konselor dalam melakukan refleksi terhadap tindakannya sendiri. dan juga merekam data tentang kondisi peserta didik sewaktu menerima tindakan tertentu dari Guru Pembimbing/ Konselor. Guru BK/Konselor berusaha untuk mengatasi masalah tersebut dengan sebuah penelitian yang disebut PTBK. ataupun tindakan-tindakan yang bersifat inovatif dalam melaksanakan berbagai jenis layanan BK. Masalah yang dicari penyelesaiannya lewat PTBK berasal dari masalah riil yang dihadapi guru BK/Konselor dalam melaksanakan tugas sehari-hari di tempatnya bekerja. Namun demikian disadari bahwa suatu teori 452 . kegiatan rekam data dapat dilakukan dengan menggunakan teknik CCTV dan alat-alat lain yang berfungsi menggantikan keberadaan kolaborator. Keberanian untuk bersikap objektif tersebut akan menghasilkan pengenalan terhadap kekurangan dan bahkan kesalahan tindakan dalam memberikan layanan BK. Inkuiri Reflektif Dalam PTBK peneliti selalu memikirkan proses dari tindakan (layanan) dan hasil dari tindakan (layanan) untuk mendapatkan penjelasan dan justifikasi tentang kemajuan. Tindakan-tindakan tertentu dalam PTBK dapat berupa penggunaan metode kontemporer (masa kini). peningkatan. bukan masalah yang dirumuskan dari pihak lain. o Menumbuhkan kesadaran diri untuk berkolaborasi dengan kolega profesi dalam seluruh tahapan PTBK. Kekurangan dan/atau kesalahan yang ditemukan. Pelaksanaan PTBK memerlukan pihak lain untuk diajak bekerja sama. Keberadaan suatu teori pada dasarnya memberikan peta atau petunjuk tentang cara suatu tindakan dilaksanakan. demikian pula hasil layanan juga menjadi semakin baik. PTBK adalah jenis penelitian yang memunculkan adanya tindakan tertentu. kemunduran.Kekhususan atau penciri PTBK sebagaimana PTK pada umumnya ditunjukkan pada beberapa hal berikut ini: a. Dengan demikian masalah yang ingin diselesaikan lewat PTBK adalah masalah yang didapati Guru Pembimbing/Konselor sendiri dalam kegiatan layanan BK yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya. kemudian melakukan identifikasi masalah yang dirasakan. b. Guru pembimbing/Konselor berupaya bersikap objektif terhadap kualitas tindakan dalam layanan BK yang dilakukan selama ini. o Menggunakan kecerdasan kritis untuk membangun komitmen melakukan tindakan. PTBK dilaksanakan dengan menggunakan cara-cara baru untuk meningkatkan kualitas proses tindakan (layanan) dengan cara mengatasi masalah yang ditemui dalam praktik pelayanan BK. diusahakan untuk diperbaiki sehingga kualitas layanan menjadi lebih baik. Namun demikian. Melalui PTBK. o PTK BK dapat menjembatani kesenjangan antara teori BK dan praktik layanan BK. dari pelaksanaan sebuah tindakan (layanan) untuk dapat dimanfaat-gunakan memperbaiki proses tindakan (layanan) pada siklus kegiatan berikutnya. Sehingga lewat rekaman data kegiatan tersebut dikenali ketepatan/kekurangan dan bahkan kekeliruan suatu tindakan yang dilakukan Guru Pembimbing/ Konselor dalam pelaksanaan layanan BK. dan dilanjutkan dengan perumusan masalah.

Rasionalnya. atau cara bertindak mereka yang salah. dan 3) cara bertindak (way of behaving). Selanjutnya Guru Pembimbing/Konselor dapat menetapkan untuk mengadopsi teori tersebut untuk diterapkan dalam pelayanan BK. Bertumpu pada pendapat Hopkins (1992) tentang enam prinsip penting dalam PTK dapat diadaptasi ke dalam prinsip-prinsip PTBK sebagai berikut: a. Artinya. dan refleksi.dirumuskan berdasarkan suatu budaya tertentu dari penciptanya. c. Empat kegiatan di maksud adalah: (1) Perencanaan. Dengan kata lain Guru Pembimbing/Konselor dapat membuktikan apakah suatu teori pendekatan dalam layanan BK dapat diterapkan dengan baik atau tidak dalam praktik nyata. Oleh karena itu perubahan tingkah laku dari satu kondisi ke kondisi berikutnya memerlukan waktu. sehingga sangat dimungkinkan budaya pencipta teori tidak dengan mudah diterapkan pada kelompok masyarakat dengan budaya lain tempat teori itu dipraktikkan. serta memperoleh data yang dapat digunakan untuk menjawab hipotesis yang dikemukakannya. b. Dengan pelaksanaan PTBK. 3. • Dilakukan sampai perbaikan atau peningkatan yang diharapkan tercapai (sesuai kriteria keberhasilan) dan/atau setiap siklus paling tidak ada dua kali tindakan. Hal tersebut merupakan empat kegiatan dalam satu kesatuan. Prinsip-Prinsip PTBK Berdasarkan pemahaman terhadap pengertian dan karakteristik PTK dapatlah diidentifikasi mengenai prinsip-prinsip PTBK. Proses kajian berdaur Setiap pelaksanaan PTK dan juga PTBK selalu mengandung empat kegiatan. Bisa juga tingkah laku menjadi bermasalah dikarenakan dua di antara unsur sikap dan bahkan dari ke tiganya. Sikap di maksud meliputi: 1) cara berfikir ( way of thinking). (2) Tindakan. Metode yang digunakan harus cukup handal (reliable) sehingga memung-kinkan guru mengidentifikasi serta merumuskan hipotesis secara meyakinkan. Karena suatu tingkah laku eksistensinya didahuhui oleh sikap dari individu yang bersangkutan. Hal tersebut sangat tergantung apakah penyebab suatu tingkah laku menjadi bermasalah telah berhasil disentuh lewat tindakan tertentu yang dilakukan Guru Pembimbing/ Konselor dalam layanan BK yang diselenggarakannya. 453 . Masalah penelitian yang diangkat oleh guru seharusnya merupakan masalah yang benar-benar merisaukannya dan bertolak dari tanggung jawab profesionalnya. dan selalu berulang pada kegiatan selanjutnya. untuk melihat perubahan kearah peningkatan kualitas dan hasil suatu tindakan dalam kegiatan layanan dapat diketahui lewat perubahan dari satu tahapan (siklus) ke tahapan berikutnya (siklus berikutnya). PTBK tidak boleh mengganggu kegiatan Guru Pembimbing/Konselor dalam melaksanakan layanan BK. Metode pengumpulan data yang digunakan tidak menuntut waktu yang berlebihan sehingga mengganggu proses layanan BK. tingkah laku yang bermasalah bisa disebabkan cara berfikir seseorang yang salah. menerapkan tindakan. d. d. mengembangkan strategi yang dapat diterapkan pada situasi layanan. Siklis • PTBK dan juga PTK paling sedikit dilakukan dalam dua siklus. • Setiap siklus diawali dengan merencanakan tindakan. 2) cara berasa (way of feeling). setidaknya perlu adanya tindakan adaptasi. c. suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil pengaruh tindakan tertentu tidak serta merta dapat dilihat. guru Pembimbing/Konselor akan memperoleh balikan yang baik dan sistematis untuk perbaikan layanan BK selanjutnya. Dengan kata lain. atau cara berasa mereka yang salah. (4) Refleksi. mengevaluasi proses dan hasil tindakan (observasi). (3) Observasi dan evaluasi.

Tujuan dan Manfaat PTBK Berdasarkan pengertian PTBK. d. Dengan pelaksanaan PTBK akan terjadi perbaikan dan/atau peningkatan kinerja belajar dan kompetensi peserta didik. Bidang bimbingan belajar BK Pola 17 d. Dengan dicapainya tujuan PTBK. Kelas tidak diartikan seperti umumnya diketahui. Bidang bimbingan pribadi b. tetapai lebih diartikan sebagai kecenderungan siswa yang mengalami masalah. Dalam menyelenggarakan PTBK. serta membantu memberdayakan Guru Pembimbing/Konselor dalam memecahkan masalah dalam layanan BK. manfaat yang diperoleh adalah sebagai berikut: a. Manfaat Akademik Bagi Guru Pembimbing PTBK bermanfaat untuk membantu menghasilkan pengetahuan yang sahih dan relevan tentang peserta didik yang menjadi tanggung jawabnya. a. Dalam pelaksanaan PTBK guru menggunakan wawasan yang lebih luas daripada perspektif kelas. b. dilaporkan hasilnya sesuai dengan tata krama penyusunan karya ilmiah. Guru Pembimbing/Konselor harus selalu bersikap konsisten menaruh kepedulian tinggi terhadap prosedur etika yang berkaitan dengan pekerjaannya. Bidang bimbingan keluarga f. meliputi: a.e. 4. 5. Dengan kata lain.. c. b. serta berguna untuk memperbaiki palayanan jangka pendek. maka tujuan yang hendak dicapai adalah diperolehnya perbaikan dan peningkatan kualitas layanan BK. Manfaat Praktis Manfaat prkatis dari pelaksanaan PTBK. Di samping itu PTBK bermanfaat bagi Guru Pembimbing/Konselor untuk melakukan adaptasi teori-teori BK dan/atau mengadopsinya. a. Dengan pelaksanaan PTBK akan terjadi perbaikan dan/atau peningkatan kualitas proses layanan BK. disosialisasikan kepada teman sejawat dilakukan sesuai dengan kaidah-kaidah ilmiah. Bidang garap PTBK adalah bidang garap bimbingan dan konseling pada umumnya. Dengan pelaksanaan PTBK akan terjadi peningkatan sikap profesional Guru Pembimbing/Konselor. antara lain: (1) adanya inovasi praktik layanan BK. Bidang bimbingan sosial c. e. (3) peningkatan profesionalisme pada diri Guru Pembimbing/Konselor melalui proses latihan yang sistematik. Layanan Orientasi 454 . Prakarsa penelitian harus dikomunikasikan kepada pimpinan lembaga. f. Dengan pelaksanaan PTBK akan terjadi perbaikan dan/atau pengembangan pribadi peserta didik. Bidang bimbingan keberagamaan BK Pola 17 + PPlus+ Keenam bidang bimbingan tersebut dapat dilaksanakan melalui Layanan BK yang jenisnya dan kegiatan pendukungnya seperti berikut ini. Bidang bimbingan karir e. PTBK mendatangkan manfaat secara akademik maupun secara praktis. (2) pengembangan program BK yang lebih sesuai dengan kondisi peserta didik. Bidang Garap PTBK dan Ragam Jenis Layanan BK Lahan yang menjadi garapan Guru Pembimbing/Konselor dalam melaksanakan PTBK berbeda dengan bidang garap Guru Kelas maupun Guru Bidang Studi. Dengan pelaksanaan PTBK akan terjadi peningkatan kompetensi Guru Pembimbing/Konselor dalam mengatasi masalah yang terjadi dalam pelaksanaan layanan BK yang menjadi tugas utamanya. di samping tetap mengedepankan kemlasahatan subjek didik.

Layanan Informasi Layanan Penempatan dan Penyaluran Layanan Penguasaan Konten Layanan Konseling Perorangan Layanan Bimbingan Kelompok Layanan Konseling Kelompok Layanan Konsultasi Layanan Mediasi Adapun kegiatan pendukung BK meliputi: a. h. g. Buatlah suatu rumusan tentang pengertian PTBK dengan menggunakan kalimat anda sendiri! 2. Konferensi Kasus d. Aplikasi Instrumentasi b. Alih Tangan Kasus. i. C.b. Tampilan Kepustakaan. e. Diskusikan dengan sesama peserta pendidikan dan pelatihan tentang cara menegakkan prinsip-prinsip PTBK! 3. c. Sharingkan pendapat anda tentang cara-cara mewujudkan tujuan dan manfaat PTBK! 4. Kunjungan Rumah e. Latihan 1. dan f. d. f. Himpunan Data c. Lakukakan identifikasi terhadap cara-cara/tindakan kontemporer (masa kini) yang dapat diterapkan dalam layanan BK! 455 .

dengan indikator sebagai berikut ini: 1. Kejujuran dan keberanian di maksud dapat dimunculkan manakala ada masalah. B. Menganalisis masalah PTBK. Masalah pada dasarnya merupakan kesenjangan antara kenyataan dan keadaan yang diinginkan. cita-cita tidak jelas. Uraian Materi 1. konflik dengan sasudara. tidak memiliki keunggulan yang bisa ditawarkan kepada dunia kerja. Seringnya terjadi konflik antar teman. Guru Pembimbing/Konselor segera mengevaluasi terhadap diri sendiri dan beragam tindakan dalam pelayanan BK yang telah dilaksanakan. Berikut ada beberapa langkah untuk menemukan masalah yang akan dicari penyelesaiannya melalui PTK BK: 456 . Prosedur PTBK Sebelum PTBK dilaksanakan. b. Secara lebih detail masalah di atas dapat ditindaklanjuti dengan pertanyaan sebagai berikut: 1) Perubahan-perubahan apakah yang dapat dilakukan agar anak dapat mematuhi tata terib sekolah? 2) Jenis tindakan layanan BK yang mana yang tepat untuk menjadikan anak disiplin di sekolah? 3) Strategi layanan BK yang seperti apa yang dapat menjadikan anak mau menjalakankan tata tertib sekolah? 2. kekurangan. Oleh karena itu bagi Guru Pembimbing/Konselor perlu merencana-kan jenis tindakan layanan BK tertentu yang dapat diberikan untuk mengetahui apakah tindakan pelayanan BK tersebut berpengaruh terhadap permasalahan yang ingin diselesaikan.BAB III: PERSIAPAN PTBK Kegiatan Belajar 2 A. sebagai bentuk pengakuan bahwa layanan BK yang dijalankan belum mencapai sasaran yang direncanakan dan muncul adanya upaya untuk mengatasi masalah tersebut lebih lanjut. dibutuhkan adanya kejujuran dan keberanian untuk mengakui kelemahan. d. Kompetensi dan Indikator Setelah memperlajari dan menguasai bahan ajar ini peserta pendidikan dan pelatihan memiliki kemampuan dalam membuat persiapan PTBK. 3. terlebih dahulu ditentukan satu topik sesuai dengan bidang garap yang terjadi permasalahan dalam praktik pelayanan BK. Mengidentifikasi masalah PTBK. Agar masalah-masalah umum seperti disebut di atas dapat menjadi fokus PTBK. b. sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas layanan BK dan hasilnya. c. Penetapan Fokus Masalah PTBK a. Merasakan adanya masalah Untuk melaksanakan PTBK. Motivasi belajar siswa rendah. Ada kecenderungan siswa tidak mematuhi tata tertib sekolah. Merumuskan masalah PTBK. Tidak tahu akan kemana setelah selesai sekolah. Mengidentifikasi masalah Tahap kedua dalam tahapan PTBK adalah kegiatan mengidentifikasi masalah. sehingga diperoleh permasalahan kongkrit yang hendak diubah atau diperbaiki. 4. Tidak tertib dalam menjalankan ibadah. 5. Dengan kata lain Guru Pembimbing/Konselor merasakan adanya masalah dalam pelaksanaan layanan BK yang telah dijalankan. Tidak betah di rumah. Misalnya: a. sebagai ganti tindakan yang serta merta mencari kesalahan pihak lain. Menjelaskan tahapan mengenai persiapan kegiatan PTBK. Menetapkan fokus masalah PTBK. e. Guru Pembimbing/Konselor dapat menyusunnya kembali. 2. f. dan/atau ketidaktepatan pelaksanaan layanan BK yang selama ini dijalankan. dan bahkan ditingkatkan.

dapat diajukan pertanyaan-pertanyanyaan sebagai berikut: (1) apa yang terjadi bila masalah tersebut tidak dientaskan. termasuk prosedur perekamannya serta cara menginterpretasikannya. (3) Aspek pengembangan diri mana yang terhambat manakala masalah tersebut tidak terentaskan. maka peneliti – Guru Pembimbing/Konselor melakukan analisis terhadap masalah-masalah tersebut untuk menentukan urgensi penyelesai-annya (tahap ke3 PTBK). 2. dan berada dalam wilayah kewenangannya untuk menyelesaikan. masalah didapat dari pengalaman Guru Pembimbing/Konselor dalam melaksanakan layanan BK se hari hari.Masalah harus riil dan bersifat on the job problem oriented. spesifik dan operasional. termasuk yang berbentuk latihan guna meningkatkan keterampilan untuk melakukan tindakan perbaikan yang di maksud. Perumusan masalah yang jelas akan membuka peluang bagi Guru Pembimbing/Konselor untuk menetapkan tindakan perbaikan (tindakan yang mengandung alternatif solusi) yang perlu dilakukan.tidak mendesak untuk diselesaikan. Setelah menetapkan fokus permasalahan serta menganalisisnya. 2) Masalah harus problematik (Masalah penting dan mendesak untuk dientaskan). yang dalam model Kemmis dan Taggart disebut reconnaissance. jenis data yang perlu dikumpulkan. dan dukungan birokrasi. (6) Hubungan siswa yang tidak harmonis dengan keluarga. Buatlah contoh rumusan tentang fokus masalah PTBK! Lakukan kegiatan identifikasi masalah PTBK! Buatlah rumusan masalah PTBK! 1) 457 . Dalam hubungan ini akan ditemukan permasalahan yang sangat mendesak – mendesak . dana. c. (2) rendahnya tingkat kedisiplinan siswa dalam masuk sekolah. sehingga dapat dilanjutkan dengan mengidentifikasi serta menetapkan sasaran-sasaran perbaikan baru. (5) Rendahnya motivasi siswa dalam belajar. (4) Rendahnya pemahaman siswa tentang rencana hidup di masa depan. Berikut ini beberapa contoh masalah yang diidentifikasi sebagai fokus Penelitian Tindakan BK: (1) rendahnya ketaatan siswa dalam memenuhi tata tertib sekolah. Dengan kata lain. media. 4) Masalah PTBK harus fisibel (dapat dipecahkan/dientaskan). menyusun perencanaan baru. dan Guru Pembimbing/ Konselor memiliki kewenangan dalam bidang tersebut. (2) Resiko apa yang paling ringan bila masalah tersebut tidak dientaskan. maka guru pembimbing/konselor selanjutnya perlu merumuskan permasalah-an secara lebih jelas. terhadap data pengamatan awal. fasilitas. (7) Rendahnya ketaatan siswa dalam menjalankan kewajiban agamanya.kurang mendesak . Analisis masalah Setelah memperoleh permasalahan-permasalahan melalui proses identifikasi tersebut. atau sekedar untuk menjelaskan kegagalan implementasi suatu tindakan perbaikan. Kegiatan reconnaissance dalam PTK diperlukan untuk menemukan titik-titik rawan. Di samping itu. 3. Masalah hendaknya diidentifikasi melalui proses refleksi dan evaluasi. Fisibilitas masalah dapat ditelaah dari sumber daya peneliti (Guru Pembimbing/Konselor) ditilik dari waktu efektif yang dimiliki. penetapan tindakan perbaikan yang akan dicobakan itu juga memberikan arahan kepada Guru Pembimbing/Konselor untuk melakukan berbagai persiapan. Guru Pembimbing/Konselor merasakan bahwa hal tersebut sebagai masalah. 3) Masalah mempunyai manfaat yang jelas Untuk menilai kemanfaatan atas dipecahkannya suatu masalah. Latihan 1. C. artinya masalah tersebut benar-benar ada. (3) rendahnya kepedulian siswa terhadap orang lain/lingkungan. d. Perumusan masalah Rumusan masalah (tahap ke-4 PTBK) merupakan deskripsi atas masalah penelitian yang telah diidentifikasi. Masalah yang akan ditindaklanjuti dengan PTBK harus mendapat dukungan literatur/sarana-prasarana/birokrasi.

458 .

Persiapan Tindakan Sebelum PTBK dilaksanakan.BAB IV: PELAKSANAAN PTBK Kegiatan Belajar 3 A. Pada tahap perencanaan. dapat membuat perencanaan PTBK secara benar meliputi unsur-unsur yang tercakup di dalamnya. sehingga semua komponen yang direncanakan dapat dikelola dengan baik. hipotesis tindakan menyatakan adanya hubungan dan/atau perbedaan dua variabel atau lebih. (2) Kaji ulang setiap alternatif tindakan perbaikan yang dipertimbangkan dan dievaluasi dari segi relevansinya dengan tujuan. b. Kompetensi dan Indikator Kompetensi yang dirancang untuk dimiliki peserta pendidikan dan pelatihan dalam mempelajari bahan ajar ini ialah memperoleh kejelasan tentang pratik penyelenggaraan PTBK. dapat menggambarkan tindakan yang dilaksanakan dalam layanan BK perbaikan. Jika terdapat jarak yang jauh antara keduanya sehingga dalam praktik akan mengalami kesulitan dalam mewujudkannya. bersama kolaborator dapat mengamati pengaruh pelaksanaan tindakan BK perbaikan terhadap masalah yang diteliti. serta dapat mencatat kejadian-kejaidan penting selama proses layanan BK berlangsung. Perencanaan Tindakan PTBK a. melalui langkahlangkah persiapan sebagai berikut: B. Hipotesis tindakan harus dapat diuji secara empirik. Formulasi Solusi Tindakan dalam Bentuk Hipotesis Tindakan Alternatif tindakan perbaikan juga dapat dilihat sebagai hipotesis tindakan. dalam arti mengindikasikan dugaan mengenai perubahan yakni perbaikan yang akan terjadi jika suatu tindakan yang dipilih dilakukan. dan menjadikannya sebagai dasar untuk merencanakan tindakan layanan BK selanjutnya. Oleh karena itu kondisi dan situasi yang dipersyaratkan untuk penyelenggaraan sesuatu tindakan perbaikan dalam rangka PTBK harus ditetapkan sedemikian rupa sehingga masih ada dalam batas-batas kemampuan guru pembimbing/konselor serta dukungan fasilitas yang tersedia di sekolah. dapat menceriterakan pengaruh yang dihasilkan dari suatu tindakan layanan BK. hipotesis tindakan PTBK dinyatakan dalam bentuk keyakinan bahwa dengan suatu tindakan yang dipilih (Misalnya: Bimbingan Kelompok) dipercaya dapat mengatasi permasalahan yang diteliti. Berbeda dengan penelitian formal. Pada tahap pelaksanaan. Uraian Materi 1. 3. Pada tahap refleksi. Di samping itu tetapkan cara penilaiannya sehingga dapat memfasilitasi pengumpulan data dan analisisnya secara cepat dan tepat selama program tindakan perbaikan diimplementasikan. Hal ini menunjukkan bahwa baik proses implementasi tindakan yang dilakukan maupun dampak yang diakibatkannya dapat diamati Guru Pembimbing/Konselor yang merupakan aktor PTBK maupun kolaboratornya. c. 2. 459 . Adapun indikator dimilikinya kompetensi ini adalah peserta pendidikan dan pelatihan: 1. yaitu: (1) Rumuskan alternatif tindakan perbaikan berdasarkan hasil kajian. (3) Pilih alternatif tindakan serta prosedur implementasi yang dinilai paling menjanjikan hasil yang optimal namun masih tetap ada dalam jangkauan kemampuan Guru Pembimbing/Konselor untuk melakukannya dalam kondisi dan situasi sekolah yang aktual. Soedarsono (1997) memberikan beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam merumuskan hipotesis tindakan. ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan. tindakan yang dilakukan tidak akan membuahkan hasil optimal. kelaikan teknis. dengan demikian memiliki landasan konseptual yang mantap. Analisis Kelaikan Hipotesis Tindakan Berdasarkan gambaran awal mengenai sejumlah hipotesis tindakan. serta keterlaksanaannya. pada setiap hipotesis tindakan dilakukan pengkajian dari segi “jarak” yang terdapat antara situasi nyata dengan situasi ideal yang dijadikan rujukan.

(3) Mempersiapkan cara merekam dan menganalisis data mengenai proses dan hasil tindakan perbaikan. penyimpulan. Reduksi data adalah proses penyederhanaan yang dilakukan melalui seleksi. c. Observasi dan Interpretasi Observasi berfungsi untuk melihat dan mendokumentasikan pengaruh-pengaruh yang diakibatkan oleh tindakan-tindakan yang dipilih dan diterapkan untuk mengatasi masalah yang dihadapi Guru Pembimbing/Konselor dalam kegiatan layanan BK. sehingga observasi yang demikian dinamakan observasi yang berinferensi rendah (low-inference observation). merupakan aktivitas mengkaji apa yang telah dan/atau tidak terjadi. Hasil observasi selanjutnya dimaknai lewat kegiatan interpretasi. misalnya hasil observasi yang berbentuk tanda cacah (tallies). Kadar interpretasi dalam observasi dapat direntang mulai dari yang bersifat sepenuhnya mekanistik tanpa interpretasi. Membuat skenario pelayanan BK. Sebab tanpa adanya diskusi balikan hasil pengamatan tidak ada artinya. Analisis dan Refleksi Analisis data dalam rangka refleksi setelah implementasi suatu tindakan terpilih untuk perbaikan mencakup proses dan dampak tindakan perbaikan dalam sesuatu siklus PTBK secara keseluruhan. dan (iii) diam/kacau (silence/confusion). maupun layanan-layanan BK lainnya. (4) Melakukan simulasi pelaksanaan tindakan layanan BK perbaikan untuk menguji keterlaksanaannya rancangan. lingkungan dan hambatan yang muncul. Diskusi Balikan Diskusi balikan dari kolaborator tentang hasil pengamatan yang dilakukan adalah penting. Namun demikian pengamatan yang dilakukan kolaborator tidak hanya terfokus pada kekurangan dan/atau kesalahan Guru Pembimbing/Konselor yang sedang melaksanakan upaya perbaikan. b. atau yang belum berhasil dientaskan oleh tindakan dalam layanan BK yang telah dilakukan. paparan data. akan tetapi kolaborator dapat melakukan berbagai fungsi sesuai dengan kebutuhan kontekstual seperti mencatat suatu insiden penting yang mungkin lepas dari dari perhatian guru yang sedang berupaya melakukan perbaikan. Sedangkan penyimpulan adalah proses pengambilan intisari dan sajian data yang telah terorganisasi tersebut dalam bentuk pernyataan kalimat dan/atau formula yang singkat dan padat. Ada tiga tahapan dalam analisis data. (5) Menetapkan kriteria tingkat keberhasilan tindakan layanan BK. (2) Mempersiapkan fasilitas dan sarana pendukung yang diperlukan dalam praktik layanan BK untuk perbaikan. Hasil pengamatan ini merupakan dasar dilakukannya refleksi sehingga hasil observasi yang dilakukan harus dapat menceriterakan keadaan yang sesungguhnya. apa yang telah dihasilkan. Hasil refleksi dipergunakan untuk memperbaiki cara kegiatan yang telah dilaksanakan untuk diterapkan pada kegiatan (siklus) selanjutnya. Refleksi. Kedua.a. untuk tiap-tiap kategori amatan yang terdiri atas (i) ujaran guru (teacher talk) (ii) ujaran siswa (pupil talk). Pelaksanaan PTBK Pelaksanaan Tindakan Tindakan merupakan penerapan dari perencanaan tindakan yang telah dibuat. Dalam observasi hal-hal yang harus dicatat peliti dan/atau masuk dalam pedoman observasi adalah proses dari tindakan. tetapi mengandung pengertian yang luas. pemfokusan dan pengabstaksian data mentah menjadi informasi yang bermakna. Pertama. reduksi data. efek-efek dari tindakan. Pendek kata dapat dijelaskan bahwa kegiatan refleksi merupakan pengkajian terhadap (1) 460 . 2. Paparan data adalah proses penampilan data secara lebih sederhana dalam bentuk paparan naratif. representasi tabular termasuk format matriks. representasi grafis. 3. dan Ketiga. dapat berupa penerapan model konseling tertentu yang bertujuan untuk memperbaiki atau menyempurnakan model yang dijalankan untuk mengatasi masalah. dsb. yang berisikan langkah-langkah yang akan dilakukan Guru Pembimbing/Konselor dalam mengimplementasi-kan tindakan perbaikan yang direncanakan.

Latihan 1. maka diteruskan pada siklus selanjutnya. observasi dan interpretasi. Dapat ditegaskan bahwa dalam PTK. Tetapi jika pada suatu siklus masalah belum terselesaikan. dan analisis-refleksi). Buatlah pedoman observasi terhadap kegiatan layanan BK untuk Guru Pembimbing/Konselor Peneliti dan Siswa yang mendapat layanan BK! 461 . Dengan demikian dapat dikatakan bahwa banyak sedikitnya siklus dalam PTBK sangat tergatung pada terselesaikannya masalah yang diteliti danmunculnya faktor-faktor lain yang berkaitan dengan masalah yang muncul. atau dengan menyususun tindakan perbaikan yang betul-betul baru untuk mengatasi masalah yang belum terentaskan tersebut pada siklus selanjutnya. yaitu (perumusan masalah. Buatlah satu rumusan hipotesis tindakan dalam PTBK! 2. dengan prosedur yang sama seperti pada siklus sebelumnya. pelaksanaan tindakan.keberhasilan atau kegagalan dalam pencapaian tujuan sementara. perencanaan tindakan. Buatlah skenario kegiatan layanan BK berdasarkan hipotesis tindakan yang anda rumuskan! 3. Perencanaan dan Tindak Lanjut Hasil analisis dan refleksi akan menentukan apakah tindakan layanan yang telah dilaksanakan dapat mengatasi masalah yang memicu penyelenggaraan PTBK atau belum. maka dilakukan tindakan perbaikan lanjutan dengan memperbaiki tindakan perbaikan sebelumnya. 4. C. termasuk PTBK sebenarnya siklus tidak dapat ditentukan terlebih dahulu jumlahnya. Jika hasilnya belum berhasil mengentaskan masalah. untuk diperbaiki guna mencapai tujuan selanjutnya. Satu hal yang penting untuk diperhatikan dalam kaitannya dengan tindakan perbaikan adalah perlunya memikirkan ulang tentang kekuatan dan kelemahan dari tindakan yang akan dilaksanakan sebagai pengganti dari tindakan sebelumnya. Jika pada suatu siklus permasalahan telah berhasil dientaskan maka tidak perlu dilanjutkan pada siklus berikutnya.

maka selanjutnya perlu dianalisis dan dideskripsikan secara cermat akar penyebab dari masalah tersebut. sesuai dengan bidang garap BK: masalah pribadi. cara pemecahan masalah dirumuskan dalam bentuk tindakan (action) yang jelas dan terarah. 5. Rumuskan indikator serta cara mengevaluasinya sehingga dapat diukur tingkat pencapaian keberhasilan. Kemukakan secara jelas bahwa masalah yang diteliti merupakan sebuah masalah yang nyata terjadi di sekolah. MANFAAT HASIL PENELITIAN Uraikan manfaat hasil penelitian terutama untuk perbaikan kualitas layanan BK. Kemukanan hipotesis tindakan bila diperlukan. karir. Masalah yang akan diteliti merupakan masalah penting dan mendesak untuk dipecahkan. 6. Cara pemecahan masalah ditentukan berdasarkan ketepatannya dalam mengatasi akar penyebab permasalahan. hasil yang diharapkan. Kemampuan dalam membuat proposal PTBK ditandai adanya kemampuan peserta pendidikan dan pelatihan dalam merumuskan setiap aspek dari proposal penelitian BK. Setelah diidentifikasi masalah penelitiannya. Berikan argumentasi yang logis mengenai dipilihnya tindakan yang akan dilakukan untuk memecahkan masalah. 3. Komptensi dan Indikator Peserta pendidikan dan pelatihan setelah mempelajari bahan ajar ini dapat membuat usulan PTBK. dan diagnosis dilakukan oleh guru pembimbing dan/atau bersama kolaboratornya.BAB IV: PENYUSUNAN PROPOSAL PTBK Kegiatan Belajar 4 A. serta dapat dilaksanakan dilihat dari segi ketersediaan waktu. Pemecahan Masalah Identifikasi alternatif tindakan yang dapat dilakukan untuk memecahkan masalah. biaya dan daya dukung lainnya yang dapat memperlancar penelitian tersebut. PERUMUSAN MASALAH DAN PEMECAHAN MASALAH a. TUJUAN PENELITIAN Kemukakan secara singkat dan jelas tujuan penelitian yang ingin dicapai dengan mendasarkan pada permasalahan yang dikemukakan. BIDANG KAJIAN Tuliskan bidang kajian PTBK yang diteliti. Kemukakan hal-hal baru sebagai hasil kreativitas layanan BK yang akan dihasilkan dari penelitian ini. tindakan untuk mengatasi masalah. Prosedur yang digunakan dalam mengidentifikasi masalah perlu dikemukakan secara jelas dan sistematis. belajar. Rumusan masalah sebaiknya menggunakan kalimat tanya. 4. keluarga ataupun keberagamaan. Penting juga digambarkan situasi kolaboratif antara anggota peneliti dalam mencari masalah dan akar penyebab munculnya masalah tersebut. 2. Masalah perlu dijelaskan secara operasional dan ditetapkan lingkup penelitiannya. sehingga tampak manfaatnya bagi siswa. 462 . JUDUL PENELITIAN Judul hendaknya singkat (maksimal 20 kata). sosial. PENDAHULUAN Penelitian dilakukan untuk memecahkan permasalahan BK. komponen pendidikan terkait di sekolah. Uraian Materi 1. dan cukup jelas menggambarkan masalah yang akan diteliti. spesifik. Perumusan Masalah Rumuskan masalah penelitian dalam bentuk suatu rumusan penelitian tindakan. B. guru. dan tempat penelitian. b.

Dalam rencana pelaksanaan tindakan pada setiap tahapan hendaknya digambarkan peranan dan intensitas kegiatan masingmasing anggota peneliti. JADWAL PENELITIAN Buatlah jadwal kegiatan penelitian yang meliputi perencnaan. yang bersifat siklis. refleksi. Tunjukkan siklus-siklus kegiatan penelitian dengan menguraikan indikator keberhasilan yang dicapai dalam setiap siklus sebelum pindah ke siklus selanjutnya. Tanyakan hal-hal yang kurang jelas kepada pelatih anda! 463 . Dalam tahap observasi uraikan objek amatannya dan prosedurnya. seminar danpenyusunan hasil penelitian dalam bentuk Gantt chart. RENCANA DAN PROSEDUR PENELITIAN Kemukakan subjek penelitian. Dalam perencanaan uraikan secara rinci hal-hal yang diperlukan sebelum pelaksanaan tindakan (seperti misalnya: penyiapan perangkat pembelajaran berupa skenario pembelajaran. 9. Cobalah menyusun proposal untuk PTK BK. 13. Dalam tahap evaluasi uraikan cara esesmen dan penyekorannya. observasi. Instrumen penelitian b. Latihan 1. media. dan sumber informasi. evaluasi. pertengahan. pelaksanaan tindakan. 2. Fungsi observasi proses dilakukan secara terus menerus dalam PTBK sesuai dengan siklus yang ditentukan. Uraian ini digunakan sebagai dasar penyusunan kerangka berfikir yang akan digunakan dalam penelitian. Uraikan secara jelas prosedur/langkah-langkah PTBK yang akan dilakukan. tiap-tiap siklus sebaiknya dilaksanakan dalam beberapa kali pertemuan. serta tempat penelitian secara jelas. pelaku. bahan dan alat. waktu dan lamanya tindakan. LAMPIRAN-LAMPIRAN a. BIAYA PENELITIAN Sesuaikan dengan aturan yang ditetapkan 11. Curriculum Vitae c. Kemukakan juga teori dan hasil penelitian lain yang mendukung pilihan tindakan untuk mengatasi permasalahan penelitian tersebut. sehingga tampak jelas tingkat dan kualitas kolaborasi dalam penelitian tersebut. alat. Untuk memantapkan hasil tindakan. Dalam tahapan refleksi uraikan prosedur. 10. Prosedur hendaknya dirinci dari perencanaan. DAFTAR PUSTAKA Ditulis secara konsisten menurut model yang dipilih. Surat keterangan C. dan akhir pembelajaran. pelaksanaan monitoring. dengan memberikan perhatian rinci pada setiap aspek dalam proposal. KAJIAN PUSTAKA Uraikan dengan jelas kajian teoretis dan empiris yang menumbuhkan gagasan usulan PTBK yang sejalan dengan rumusan dan hipotesis tindakan (bila ada). instrtumen observasi. Dalam pelaksanaan tindakan uraian bagaimana tahapan-tahapan tindakan yang akan dilakukan oleh guru maupun siswa pada awal. 8.7. persiapan. PESONALIA PENELITIAN Pelaksana dan Pengamat 12. Diskusikan proposal anda dengan sesama peserta pelatihan! 3. evaluasi dan refleksi).

analisis dan rumusan masalah. bukan untuk membuktikan teori. lingkungan. data awal tentang permasalahan pentingnya masalah dipecahkan. kemukakan hasil analisis data yang menunjukkan perubahan yang terjadi disertai pembahasan. serta definisi operasional. Daftar Gambar Berisikan nomor dan judul semua gambar atau foto yang ada dalam laporan serta halamannya. Gunakan grafik dan/atau tabel secara optimal. observasi. Bab III Pelaksanaan Penelitian Mengandung unsur: deskripsi lokasi. dan/atau sponsor. mata pelajaran. hipostesis tindakan (bila diperlukan). Kejelasan tiap siklus: rancangan. pelaksanaan. peserta pendidikan dan pelatihan diharapkan dapat mendokumentasikan hasil penelitian dimaksud dalam bentuk laporan penelitian. guru pembimbing sendiri. Tindakan yang dilakukan bersifat rasional dan feasible serta collaborative. karakterisitik siswa di sekolah sebagai subjek penelitian. dan refleksi. Bab II Kajian Pustaka Menguraikan teori terkait dan temuan penelitian yang relevan yang memberi arah ke pelaksanaan PTBK dan usaha peneliti membangun argumen teoritik bahwa dengan tindakan tertentu dimungkinkan dapat meningkatkan mutu proses dan hasil tindakan pelayanan BK. dan manfaat penelitian. Daftar Tabel Berisikan daftar nomor dan judul semua tabel yang ada dalam laporan serta halamannya. Perlu ditambahkan hal yang mendasar yaitu hasil perubahan pada diri siswa. Kompetensi dan Indikator B. tujuan. Uraian Materi Halaman Kulit Muka laporan akhir hasil penelitian Halaman kulit muka laporan akhir hasil PTBK dapat disesuaikan dengan warna lembaga. motivasi dan aktivitas siswa dalam berkegiatan. tujuan.BAB V: LAPORAN PTBK Kegiatan Belajar 5 A. evaluasi. prosedur dan hasil penelitian. Hasil penelitian yang telah didokumentasikan akan bermanfaat sebagaimana dirumuskan pada uraian kompetensi sebelumnya. pelaksanaan pengamatan dan refleksi yang berisi penjelasan tentang aspek keberhasilan dan kelemahan yang terjadi dari suatu tindakan. 464 . Dibagian ini dapat pula disampaikan ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang berjasa dalam pelaksanaan penelitian. Setelah memperoleh pengetahuan tentang Hasil PTBK. mulai dari perencanaan. untuk menggambarkan situasi kelas laboratorium atau mimik seorang peserta didik yang dapat memperkuat uraian dalam komponen penemuan. situasi kegiatan. waktu. Proses gambar atau foto yang dimaksud adalah gambar/foto yang diambil selama proses penelitian berlangsung dan berguna antara lain. identifikasi masalah. Diketik satu spasi dengan font 10 dalam bahasa inggris. hasil layanan. serta bagian akhir. Kata Pengantar Berisi fakta-fakta yang ingin disampaikan oleh peneliti sehubungan dengan pelaksanaan penelitian dan hasil yang dicapai. Bab IV Hasil Penelitian dan Pembahasan Menyajikan uraian masing-masing siklus dengan data lengkap. Halaman Pengesahan Halaman pengesahan laporan akhir PTKBK Abstrak Menguraikan dengan ringkas unsur-unsur permasalahan. Dafar Isi Berupa halaman yang memuat bagian awal laporan bab dan sub bab. C. Bab I Pendahuluan Memuat unsur latar belakang masalah.

Jakarta: Dirjendikti Direktorat PPTK dan KPT. dan bukti lain pelaksanaan penelitian. data penelitian. Pedoman Praktis Bagi Guru Profesional. Penelitian Tindakan Kelas untuk Guru Pembimbing (Bimbingan dan Konseling). Buku Panduan Penelitian Tindakan Kelas (P2PTK). Yogyakarta: Paramitra Publishing. Pedoman Pelaksanaan Pelayanan Konseling Pada satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. (2009). Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro Semarang. Jakarta: Univesitas Terbuka. IGAK Wardani. (2008). Suara Bangsa. Jakarta: Ditjen PMPTK Depdiknas. Daftar Pustaka Memuat semua sumber pustaka yang digunakan dalam penelitian secara alphabetis. personalia peneliti. Penelitian Tindakan Kelas. riwayat hidup semua peneliti. Lampiran-lampiran Memuat instrumen penelitian. Subyantoro. (2011). 465 .Bab V Kesimpulan dan Saran Menyajikan simpulan hasil penelitian (potret kemajuan) sesuai dengan tujuan penelitian. (2007). (2009). Jakarta: YSB@2009. dkk. Masnur Muslich. Penelitian Tindakan Kelas. (2005). Berikan saran tindak lanjut berdasarkan pembahasan hasil penelitian. Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Jasmani dan Bimbingan Konseling. Melaksanakan PTK Itu Mudah (Classroom Action Research). perangkat pembelajaran. Pedoman Penyusunan Usulan dan Laporan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Jakarta: Bumi Aksara. Daftar Kepustakaan Departemen Pendidikan Nasional. Edisi Revisi. (2009). Sukiman.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful