BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG.
Memasuki milenium baru Departemen Kesehatan telah mencanangkan Gerakan Pembangunan Berwawasan Kesehatan, yang dilandasi paradigma sehat. Paradigma sehat adalah cara pandang, pola pikir atau model pembangunan kesehatan yang bersifat holistik, melihat masalah kesehatan yang dipengaruhi oleh banyak faktor yang bersifat lintas sektor, dan upayanya lebih diarahkan pada peningkatan, pemeliharaan dan perlindangan kesehatan. Secara makro paradigma sehat berarti semua sektor memberikan kontribusi positif bagi pengembangan perilaku dan lingkungan sehat, secara mikro berarti pembangunan kesehatan lebih menekankan upaya promotif dan preventif tanpa mengesampingkan upaya kuratif dan rehabilitatif. Berdasarkan paradigma sehat ditetapkan visi Indonesia Sehat 2010, dimana ada 3 pilar yang perlu mendapat perhatian khusus, yaitu lingkungan sehat, perilaku sehat dan pelayanan kesehatan yang bermutu, adil dan merata. Untuk perilaku sehat bentuk konkritnya yaitu perilaku proaktif memelihara dan meningkatkan kesehatan. mencegah risiko terjadinya penyakit, melindungi diri dari ancaman penyakit serta berpartisipasi aktif dalam upaya kesehatan. Dalam mewujudkan visi Indonesia Sehat 2010 telah ditetapkan misi pembangunan yaitu menggerakkan pembangunan nasional berwawasan kesehatan. mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat. memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau, serta memelihara dan meningkatkan kesehatan individu, keluarga dan masyaralat beserta lingkungannya. Untuk melaksanakan misi pembangunan kesehatan diperlukan promosi kesehatan, hal ini disebabkan program promosi kesehatan berorientasi pada proses pemberdayaan masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat, melalui peningkatan, pemeliharaan dan perlindungan kesehatannya. Hal ini sesuai dengan yang ditekankan dalam paradigma sehat, dan salah satu pilar utama Indonesia Sehat 2010. Seiring dengan cepatnya perkembangan dalam era globalisasi, serta adanya transisi demografi dan epidemiologi penyakit, maka masalah penyakit akibat perilaku dan perubahan gaya hidup yang berkaitan dengan perilaku dan sosial budaya cenderung akan semakin kompleks. Perbaikannya tidak hanya dilakukan pada aspek pelayanan kesehatan, perbaikan pada lingkungan dan merekayasa kependudukan atau faktor keturunan, tetapi perlu memperhatikan faktor perilaku yang secara teoritis memiliki andil 30 - 35 % terhadap derajat kesehatan. Mengingat dampak dari perilaku terhadap derajat kesehatan cukup besar, maka diperlukan berbagai upaya untuk mengubah perilaku yang tidak sehat menjadi sehat. Salah satunya melalui program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Program Perilaku hidup Bersih dan Sehat (PHBS) telah diluncurkan sejak tahun 1996 oleh Pusat Penyuluhan Kesehatan Masyarakat, yang sekarang bernama Pusat Promosi Kesehatan. Sebagai daerah model/laboratoriumnya adalah Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Tangerang, Provinsi Jawa Barat. Berbagai kegiatan telah dilakukan untuk mencapai keberhasilan pelaksanaan program PHBS, mulai dari pelatihan petugas pengelola PHBS tingkat Provinsi, Kabupaten/Kota sampai dengan Puskesmas, memproduksi dan menyebarkan buku Panduan Manajemen Penyuluh Kesehatan Masyarakat tingkat Provinsi, Kabupaten, dan Puskesmas; memproduksi dan menyebarkan buku Pedoman Pembinaan

sikap dan perilaku. Masalah yang dihadapi dalam pelaksanaan program PHBS adalah kemitraan/ dukungan lintas program/lintas sektor rendah. Kesehatan Lingkungan. 35.3% tatanan tempat kerja. 4. sehingga dapat melaksanakan tugas pekerjaan yang terkait dengan pembinaan program PHBS dengan sebaik-baiknya. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Adalah wujud keberdayaan masyarakat yang sadar. karena buku panduan tersebut sudah tidak cocok lagi digunakan sebagai pedoman pelaksanaan pada era otonomi daerah. pemetaan tatanan sehat. sikap dan tindakan proaktif untuk memelihara dan mencegah risiko terjadinya penyakit. melindungi diri dari ancaman penyakit. 50% institusi pendidikan. indikator PHBS tatanan. Kabupaten/Kota dan Puskesmas yang dikeluarkan tahun 1997. Tempat Kerja. Perilaku Sehat Adalah pengetahuan. salah satu altematif pemecahan masalah yang perlu segera dilaksanakan adalah review buku Panduan Manajemen Penyuluhan Kesehatan Masyarakat tingkat Provinsi. Dalam hal ini ada 5 program priontas yaitu KIA. bekerja. serta membuat buku saku PHBS untuk petugas puskesmas. Pencapaian klasifikasi III dan IV (1998) 38. keluarga.Program PHBS di tatanan rumah tangga. alokasi dana terbatas. 33. dan masyarakat/dapat menerapkan cara-cara hidup sehat dengan menjaga. Dana Sehat/Asuransi Kesehatan/JPKM. Untuk itu perlu perbaikan mulai dari pengkajian sampai dengan pemantauan dan penilaian. sehingga dapat saling mengisi dan bekerjasama dalam melaksanakan program pembangunan kesehatan. bina suasana (Social Support) dan pemberdayaan masyarakat (Empowerment). tatanan tempat umum. tatanan sarana kesehatan. Sekolah. B. 3. acuan bagi pengelola program PHBS.3% tatanan tempat umum. dengan membuka jalur komunikasi. Hasilnya sampai tahun 2001 tenaga kesehatan yang telah terlatih PHBS tingkat provinsi 100% (30 provinsi). kelompok dan masyarakat. Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Adalah upaya untuk memberikan pengalaman belajar atau menciptakan suatu kondisi bagi perorangan. Dengan demikian masyarakat dapat mengenali dan mengatasi masalahnya sendiri. . peningkatan kemampuan teknis pelaksana PHBS. melakukan asistensi. pemetaan tatanan sehat serta PHBS individu. perubahan struktur organisasi. untuk meningkatkan pengetahuan. Berdasarkan masukan dari lapangan. berinteraksi dan lain-lain. arahan. bermain. mutasi petugas terlatih. Gaya Hidup. Tujuan disusunnya buku panduan ini untuk memberikan gambaran. menetapkan indikator PHBS individu skala nasional dan pembobotan. koordinasi dan keterpaduan manajemen. mau dan mampu mempraktekkan PHBS. 76% kabupaten/kota. menetapkan indikator PHBS tatanan. terutama dalam tatanan masing-masing. Altematif pemecahan adalah melalui kegiatan advokasi kebijakan.89% tatanan rumah tangga.3% puskesmas. melalui pendekatan pimpinan (Advokasi). serta berperan aktif dalam Gerakan Kesehatan Masyarakat. PENGERTIAN 1. Sarana Kesehatan dan Tempat Tempat Umum. 2. pemetaan PHBS individu. Tatanan Adalah tempat dimana sekumpulan orang hidup. Dalam hal ini ada 5 tatanan PHBS yaitu Rumah Tangga. 71. kemampuan teknis petugas rendah. Gizi. memberikan informasi dan melakukan edukasi. Indikator PHBS skala Nasional. memelihara dan meningkatkan kesehatannya.

kecamatan yang secara terus menerus berupaya meningkatkan kemampuan masyarakat untuk hidup sehat dengan prasarana wilayah yang memadai.5. 6. Manajemen PHBS Adalah pengelolaan PHBS yang dilaksanakan melalui 4 tahap kegiatan. yaitu 1). 2). serta perubahan perilaku menuju masyarakat aman. 4). pemantauan dan penilaian. 3). dukungan kehidupan sosial. penggerakkan pelaksanaan. Pengkajian. Perencanaan. . nyaman dan sehat secara mandiri. Kabupaten Sehat/Kota Sehat Adalah kesatuan wilayah administrasi pemerintah terdiri dari desa-desa. kelurahan.

perencanaan. Kerangka Konsep Untuk mewujudkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) ditiap tatanan.BAB II MANAJEMEN PROGRAM PHBS A. ?? Kualitas hidup adalah sasaran utama yang ingin dicapai di bidang Pembangunan sehingga kualitas hidup ini sejalan dengan tingkat sesejahteraan. diperlukan pengelolaan manajemen program PHBS melalui tahap pengkajian. Dengan demikian manajemen PHBS adalah penerapan keempat proses manajemen pada umumnya ke dalam model pengkajian dan penindaklanjutan. sedang proses penindaklanjutan dilakukan dari kiri ke kanan. Selanjutnya kembali lagi ke proses semula. Proses pengkajian mengikuti anak panah dari kanan ke kiri. kualitas hidup . memelihara atau meningkatkan perilaku tersebut kearah yang lebih positif. serta cara menindaklanjutinya dengan berusaha mengubah. Diharapkan semakin sejahtera maka kualitas hidup semakin tinggi. Untuk lebih jelasnya digambarkan dalam bagan berikut ini : Pengkajian Pemantauan Penilaian Perencanaan Penggerakan Pelaksanaan Pengkajian PROMOSI KESEHATAN FAKTOR PEMUNGKIN FAKTOR PERILAKU DAN GAYA HIDUP PENYULUHAN KESEHATAN FAKTOR PEMUDAH DERAJAT KESEHATAN KUALITAS HIDUP ?? KEBIJAKAN ??PERATURAN ?? ORGANISASI FAKTOR PENGUAT FAKTOR LINGKUNGAN Penindaklanjutan Selanjutnya dalam program promosi kesehatan dikenal adanya model pengkajian dan penindaklanjutan (precede proceed model) yang diadaptasi dari konsep L W Green: Model ini mengkaji masalah perilaku manusia dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. penggerakan pelaksanaan sampai dengan pemantauan dan penilaian.

Ketiga faktor penyebab tersebut di atas dipengaruhi oleh faktor penyuluhan dan faktor kebijakan. biologis maupun sosial budaya yang langsung atau tidak langsung dapat mempengaruhi derajat kesehatan. Contoh seseorang tidak merokok karena mereka yakin bahwa rokok dapat membahayakan kesehatan. Faktor perilaku akan terjadi apabila ada rangsangan. peraturan serta organisasi. biologis dan sosial budaya yang langsung/tidak mempengaruhi derajat kesehatan. Ada 3 faktor penyebab mengapa seseorang melakukan perilaku tertentu yaitu faktor pemungkin. dengan adanya derajat kesehatan akan tergambarkan masalah kesehatan yang sedang dihadapi. ?? Faktor lingkungan adalah segala faktor bail: fisik. maka hal tersebut tidak dapat diterapkan. seseorang menderita kanker paru padahal orang itu tidak merokok tetapi kehidupannya tidak lepas dari lingkungan kerja yang merokok (masalah lingkungan). Misalnya pengetahuan. keyakinan dan nilai yang dimiliki oleh seseorang. Contoh petugas kesehatan memberikan keteladanan dengan melakukan cuci tangan sebelum makan. selanjutnya diterbitkan peraturan dilarang membuang sampah sembarangan. Contoh petugas penyuluhan m enyarankan agar masyarakat dapat mengkonsumsi tempe. Himbauan dan peraturan tidak . ?? Derajat kesehatan adalah sesuatu yang ingin dicapai dalam bidang kesehatan. ketersediaan sumber daya dan komitmen masyarakat atau pemerintah terhadap kesehatan. Contoh seseorang yang mengidolakan aktor atau artis yang tidak merokok. Semakin tinggi derajat kesehatan seseorang maka kualitas hidup juga semakin tinggi. Promosi kesehatan adalah -proses memandirikan masyarakat agar dal memelihara dan meningkatkan kesehatannya (Ottawa Charter 1986). ataupun hanya untuk meniru dari tokoh idolanya. ?? Faktor penguat adalah faktor yang menentukan apakah tindakan kesehatan memperoleh dukungan atau tidak. Contoh seseorang menderita diare karena minum air yang tidak dimasak (masalah perilaku). Yang paling besar pengaruhnya terhadap derajat kesehatan seseorang adalah faktor perilaku dan faktor lingkungan. sedangkan gaga hidup merupakan pola kebiasaan seseorang atau sekelompok orang yang dilakukan karena jenis pekerjaannya mengikuti trend yang berlaku dalam kelompok sebayanya. ?? Faktor perilaku dan gaga hidup adalah suatu faktor yang timbul karena adanva aksi dan reaksi seseorang atau organisme terhadap lingk-umgannya.Prom kesehatan lebih menekankan pada lingkungan untuk terjadinya perubahan perilaku.ini salah satunya dipengaruhi oleh derajat kesehatan. atau selalu minum air yang sudah dimasak. Faktor ini terwujud dalam bentuk sikap dan perilaku petugas kesehatan atau petugas lainnya yang merupakan kelompok yang dipercaya oleh masyarakat. karena selain murah juga mengandung gizi yang tinggi. Contohnya masyarakat dihimbau untuk membuang sampah di tempatnya. ?? Faktor lingkungan adalah faktor fisik. sikap. ?? Faktor pemungkin adalah faktor pemicu terhadap perilaku yang memungkinkan suatu motivasi atau aspirasi terlaksana. Tetapi karena di daerah tersebut tidak ada produsen tempe. Ternasuk didalamnya keterampilan petugas kesehatan. Semua faktor faktor tersebut merupakan ruang lingkup promosi kesehatan. faktor pemudah dan faktor penguat. ?? Faktor pemudah adalah faktor pemicu atau anteseden terhadap perilaku yang menjadi dasar atau motivasi bagi perilaku. Dengan demikian suatu rangsangan tertentu akan menghasilkan reaksi atau perilaku tertentu.

Pertemuan koordinasi dengan memanfaatkan forum yang sudah benjalan baik resmi maupun tidak resmi. dilakukan melalui : a. dll.akan berjalan. hal . terlebih dahulu dilakukan kegiatan persiapan yang meliputi : 1. Data tersebut dapat dipefoleh dari Puskesmas. Cara Pengambilan Sampel PHBS Tatanan Rumah Tangga Dalam melaksanakan pengumpulan data perilaku sehat di tatanan rnunah tangaa secara keseluruhan terlalu berat untuk dilaksanakan. menganalisis dan merumuskan masalah perilaku yang berkaitan dengan PHBS. Surat menyurat. AVA. dan JPKM dan data lainnya sesuai dengan kebutuhan daerah. administrasi. 2. Demikian penjelasan singkat mengenai precede proceed model yang dikaitkan dengan program PHBS. Lokakarya PHBS f. Persiapan administrasi. Selanjutnya sebelum melaksanakan langkah-langkah manajemen PHBS. Penyediaan ATK. bentuk kegiatanya yaitu : a. Kegiatan pengkajian meliputi pengkajian PHBS secara kuantitatif. Hasil yang diharapkan pada tahap pengkajian ini adalah : ? ? Teridentifikasinya masalah perilaku kesehatan di wilayah tertentu ? ? Dikembangkannya pemetaan PHBS pertatanan ? ? Teridentifikasinya masalah lain yang berkaitan (masalah kesehatan. Tahap Pengkajian Tujuan pengkajian adalah untuk mempelajari. organisasi. Persiapan sumber daya manusia. Pemantauan. jenis maupun sumbernya serta dana yang. b. dll. diperlukan. sarana dan tenaga) 1. B. Pemantapan program PHBS bagi pengelola program Promkes (internal) b. Kesehatan lingkungan. masalah pelaksanaan dan sumber daya penyuluhan. faktor penyebab perilaku. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif sebagai informasi pendukung untuk memperkuat permasalahan PHBS yang ditemukan di lapangan. Pelatihan PHBS e. masalah kebijakan. c. tujuannya untuk meningkatkan pemahaman dan komitmen pengelola program Promkes. Pencatatan dan pelaporan. Pertemuan lintas program dan pertemuan lintas sektor d. Sosialisasi dan advokasi kepada para pengambil keputusan c. gaya hidup. pengkajian PHBS secara kualitatif dan pengkajian sumber daya (dana. Langkah-langkah kegiatan sebagai berikut : a. tujuannya untuk mengidentifikasi kebutuhan sarana baik jumlah. Gizi. Pengkajian masalah PHBS secara kuantitatif. Selanjutnya dibuat simpulan hasil analisis data sekunder tersebut. ? ? Dan lain-lain. b. Rumah Sakit dan sarana pelayanan kesehatan lainnya. dana. Persiapan teknis dan administratif. membuat surat undangan. apabila tidak diikuti dengan penyediaan fasilitas tempat sampah yang memadai. Pengumpulan Data Sekunder Kegiatan ini meliputi data perilaku dan bukan perilaku yang berkaitan dengan 5 program prioritas yaitu KIA. transportasi. d.

data tersebut diolah dan dianalisis dengan cara manual atau dengan menggunakan program EPI INFO. Perhitungan sampel sederhana yang direkomendasikan WHO yaitu : 30 x 7 = 210 rumah tangga (30 kluster dan 7 rumah tangga per kluster). ditentukan prioritas masalah perilaku kesehatan. sehat II. Selanjutnya dapat dibuat pemetaan nilai IPKS (Indeks Potensi Keluarga Sehat) dan nilai PHBS sehat I. tahap pertama dapat dipilih sejumlah kluster (kelurahan /desa). Untuk menbaukur masalah PHBS di tatanan rumah tangga. Benkut ini cara pengambilan sampel tatanan rumah tangga di tingkat kabupaten/kota. Sedangkan untuk tatanan lainnya dapat dilakukan keseluruh populasi. Di tingkat kabupaten/kota kluster dapat disetarakan dengan kelurahan atau desa. waktu dan sumber daya yang ada. LSM peduli kesehatan. maka dihasilkan Pemetaan PHBS. Langkah-langkah cara pengambilan sampel tatanan rumah tangga ? ? Langkah 1 : List kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten ? ? Langkah 2 : Tulis jumlah desa yang berada pada masingmasing kecamatan ? ? Langkah 3 : Beri nomor urut desa mulai no 1 sampai terakhir ? ? Langkah 4 : Hitung interval desa dengan cara total desa / 30 =X ? ? Langkah 5 : Tentukan nomor Muster pertama desa. Pemetaan ini berguna sebagai potret untuk mengetahui permasalahan yang ada di masyarakat dan memotivasi pengelola program untuk meningkatkan klasifikasi PHBS. Ada 2 tahapan kluster yang digunakan untuk tatanan rumah tangga. maka jumlah sampel harus mencukupi. lintas sektor. Diharapkan masyarakat yang bersangkutan. selanj utnya desa kedua dapat ditentukan dengan menambahkan interval. tahap kedua ditentukan rumah tangganya. dengan mengundi nomor unit desa. c. Berdasarkan hasil pemetaan. . ? ? Langkah 6 : Dan desa yang terpilih diambil secara acak 7 rumah tangga. Untuk mengatasi hal tersebut perlu diambil sampel yang dapat mewakili populasi.ini disebabkan karena keterbatasan dana. Demikian seterusnya hingga diperoleh 30 kluster. Metoda Pengambilan sampel perilaku sehat di tatanan nunah tangga adalah dengan rapid survai atau survai cepat (terlampir). Analisis dan Pemetaan PHBS Berdasarkan hasil pendataan. Berdasarkan kajian perilaku dan pemetaan wilayah. swasta khususnya Pemda kabupaten / kota dan TP PKK mempunyai komitmen untuk mendukung PHBS. sehat III dan sehat IV. diharapkan semua masalah PHBS dapat diintervensi dengan tepat dan terarah. dan ditentukan alternatif intervensi penyuluhan.

selanjutnya dilakukan pengkajian kualitatif Tujuannya untuk memperoleh informasi yang lebih mendalam tentang kebiasaan. Untuk lebih jelasnya diuraikan sebagai berikut : a. Menentukan Prioritas Masalah Berdasarkan rumusan masalah yang ada kemudian dilakukan analisis yang akan menjadi dasar pembuatan rencana intervensi. melalui serangkaian tanyajavvab (dialog) yang bersifat terbuka dan mendalam. . DISKUSI KELOMPOK TERARAH (DKT) Adalah diskusi informal bersama 6 s/d 10 orang. budaya perilaku masyarakat yang tidak terungkap dalam kajian kuantitatif PHBS. metode apa saja yang digunakan. tujuannya untuk mengungkapkan infonnasi yang lebih mendalam tentang masalah perilaku PHBS. yaitu: a. yang meliputi antara lain pesan dan media yang akan dikembangkan. kepercayaan. pelatihan yang perlu dilaksanakan dan menginventarisasi sektor mana saja yang dapat mendukung PHBS. b. ?? Memperoleh informasi tentang nilai-nilai kepercayaan dan perilaku seseorang yang mungkin tidak terungkap melalui wawancara biasa. Dalam DKT : ?? Diperlukan seorang pemandu yang terampil mendorong orang untuk saling bicara dan memperoleh pemahaman tentang perasaan dan pikiran peserta yang hadir terhadap masalah tertentu. norma. Wawancara Perorangan Mendalam (WPM). Ada dua metoda untuk melakukan pengkajian PHBS secara kualitatif. Caranya dengan memberikan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan dibawah ini : ?? Dari masalah yang ada mana yang dapat dipecahkan dengan mudah ? ?? Mengapa terjadi demikian ? ?? Bagaimana penanggulangannya ? ?? Apa-rencana tindakannya ? ?? Berapa sumber dana yang tersedia ? ?? Siapa yang mengerjakan ? ?? Berapa lama mengerjakannya ? ?? Bagaimanakah jadwal kegiatan pelaksanaannya ? Selanjutnya dilakukan strategi komunikasi PHBS. 2. Dalam WPM : ?? Pewawancara adalah seorang yang terampil dalam menggali informasi secara mendalam tentang perasaan dan pikiran tentang masalah tertentu. Pengkajian PHBS secara kualitatif Setelah ditentukan prioritas masalah perilaku. ?? Melibatkan dan memberikan kebebasan peserta untuk mengungkapkan pendapat dan perasaannya. sikap. WAWANCARA PERORANGAN MENDALAM (WPM) Adalah wawanncara antara pewancara yang trampil dengan perorangan selaku sumber informasi kunci. Diskusi Kelompok Terarah (DKT). b.d.

Selanjutnya. Tahap Perencanaan. tenaga dan sarana) Pengkajian sumber daya dilakukan mark mendukung pelaksanaan program PHBS. yaitu menentukan tatanan yang akan digarap. satu unit pasar untuk tatanan tempat umum. selanjutnya ditentukan jenis kegiatan Intervensi yang akan dilakukan. ?? Tanya jawab dilakukan secara terbuka dan mendalam 3. ?? Penentuan tatanan yang akan diintervensi . Kajian tenaga pelaksana PHBS. ?? Wilayah garapan. Contoh hasil pengkajian PHBS secara kuantitatifditemukan masalah merokok pada tatanan rumah tangga. baik secara menyeluruh atau sebatas pada tatanan tertentu. Misalnya. Kemudian secara bertahap dikembangkan ke tatanan lain ?? Penentuan satu jenis sasaran untuk tiap tatanan. berdasarkan masalah perilaku kesehatan dan hash pengkajian sumber daya PKM. satu unit tatanan sekolah. c. satu unit industri rumah tangga untuk . yaitu mengutamakan wilayah yang mempunyai PHBS hasil kajian rendah. Penjajagan jenis media dan sarana yang dibutuhkan dalam jumlah dan sumbernya. Tujuan Khusus : Menunuikan prosentase tatanan rumah tangga yang merokok. secara kuantitas (jumlah) dan pelatihan yang pernah diikuti oleh lintas program maupun lintas sektor. dengan dikaitkan pada ketersediaan sumber daya. kemudian dipilih intervensi mana yang bisa dilakukan. Menentukan jenis kegiatan intervensi Setelah ditentukan tujuan. 2. yaitu dengan memilih topik penyuluhan yang sesuai dengan urutan masalah PHBS. dan strategi komunikasi PHBS Adapun langkah-langkah perencanaan sebagai berikut: 1. dari 40% menjadi 20%. C.?? Sumber informasi kunci adalah peserta wawancara yang dianggap mampu dan dipandang menguasai informasi tentang masalah tertentu. Tujuan Umum : Menurunkan prosentase keluarga yang tidak merokok selama satu tahun. Penjajagan dana yang tersedia di lintas program dan lintas sektoral dalam jurnlah dan sumbernya. Penentuan kegiatan intervensi terpilih didasarkan pada : ?? Prioritas masalah PHBS . bentuk kegiatannya : a. tetapi hanya satu jenis sasaran untuk tiap tatanan. Pengkajian sumber daya (dana. b. Caranya adalah dengan mengembangkan berbagai alternatif intervensi. ditentukan tujuan yang akan dicapai untuk mengatasi masalah PHB S yang ditemukan. yaitu mengembangkan PHBS pada tiap tatanan. Penyusunan rencana kegiatan PHBS gunanya untuk menentukan tujuan. maka dapat ditentukan masalah perilaku kesehatan masyarakat di tiap tatanan dan wilayah. maka ditentukan tujuannya. MenentukanTujuan Berdasarkan kegiatan pengkaj ian PHB S dapat ditentukan klasifikasi PHBS wilayah maupun klasifikasi PHBS tatanan.

kegiatan pendekatan pada para tokoh / pimpinan vNilavah. . yaitu JPKM.Rancangan intenvensi penyuluhan terpadu lintas program/sektor Pemetaan wilayah menghasilkan rumusan masalah PHBS antar wilayah.tatanan tempat kerja. Setelah dilakukari analisis kualitatif. dari hasil pengkaj ian diperoleh data bahwa masih banyak keluarga yang tidak memeriksakan kehamilannya. kakek. Advokasi (Pendekatan pada para pengambil keputusan) Ditingkat keluarga/rumah ta ngga. seperti Kepala Puskesmas. pejabat di tingkat kabupaten/kota. ?? Gerakan masyarakat. Serangkaian altematif lain yang dapat dikembangkan berdasarkan hasil pengkajian PHBS adalah : Rancangan intervensi penyuluhan massa dan kelompok Penyuhrhan massa dilakukan dengan topik umum. ?? Bina Suasana . dunia usaha. Penyuluhan kelompok dilakukan untuk mengatasi masalah PHBS yang lokal sifatnya . maka dapat dilakukan penyuluhan terpadu yang berisi 3 hal tersebut. Tahap Perencanaan. untuk selanjutnya bersama-sama melaksanakan penyuluhan diwilayah tersebut. pengadaan media dan sarana. Air bersih dan KIA/KB . nenek. organisasi kemasyarakatan. kemudahan. kegiatan mempersiapkan kerjasama lintas pro Gram. ?? Contoh. dari hasil pengkaj ian diperoleh data bahwa masih banyak keluarga yang membuang sampah sembarangan. Kegiatan ini secara komprehensif harus ada dalam perencanaan. ibu. Kondisi seperti ini kegiatan gerakan masyarakat akan lebih banyak dilakukan dibanding kegiatan lainnya. strategi ini ditujukan kepada para kepala keluarga/ bapak/suami. yaitu PHBS yang secara keseluruhan merupakan masalah di wilayah kerj a tersebut. Disini petugas kesehatan berfungsi sebagai penggerak lintas prograpi dan lintas sektor. LSM. Pada situasi ini kegiatan yang bernuansa bina suasana akan lebih banyak porsinya dibanding dengan kegiatan lainnya. namun untuk menentukan kegiatan apa yang lebih besar daya ungkitnya ditentukan dari hasil pengkajian. limas sektor. Rumusan rencana kegiatan intervensi terpilih pada intinya menipakan operasionalisasi strategi PHBS. Ditingkat petugas. kegiatan mempersiapkan dan menggerakkan sumber daya. D. diperoleh kesimpulan bahwa mereka tidak mengerti manfaat pemeriksaan kehamilan. mulai mempersiapkan petugas. strategi ini ditujukan kepada para pimpinan atau pengambil keputusan. . Setelah dilakukan analisis data kualitatif melalui FGD ternyata penyebabnya adalah tidak adanya tempat sampah. yaitu : ?? Advokasi . ?? Contoh lain. swasta dll. yang secara fungsional maupun struktural pembina program kesehatan di wilayahnya. memberikan dukungan. 1. Tuiuannya agar para pengambil keputusan di tingkat keluarga/nunah tangga dapat meneladani dalam berperilaku sehat. pengayoman dan bimbingan kepada anggota keluarga dan lingkungan disekitarnya. sehingga bisa dirancang " Paket Penyuluhan Terpadu " di vvilayah tersebut Misal : di desa A terdapat 3 masalah utama.

Langkah-langkah kegiatan gerakan masyarakat 1. Caranya antara lain melalui penyuluhan kelompok. kepala din kesehatan. dukungan dana. ?? Lakukan a dvokasi dengan cara yang menarik dengan menggunakan teknik dan metoda yang tepat. kelompok dan massa. kelompok. pelatihan. lintas sektor. seperti : demonstrasi. strategi ini ditujukan kepada kelompok sasar sekunder. nenek. semin studi banding. lokakarya. ?? Simpulkan dan sepakati hasil advokasi. termasuk memberikan keteladanan. pelatihan. yang peduli kesehatan. ?? Buat ringkasan eksekutif dan sebarluaskan kepada sasaran. Langkah-langkah Advokasi ?? Tentukan sasaran yang akan diadvokasi. seperti petugas kesehatan.Tujuannya adalah agar para pimpinan atau pengambil keputusan mengupayakan kebijakan. sektor terkait pada tiap tatanan dalam bentuk adanya komitmen. aktif di LSM peduli kesehatan dll. Gerakan Masyarakat. lintas progra Lembaga Swadaya Masyarakat. Menganalisis dan mendisain metode dan teknik kegiatan pemberdaya seperti pelatihan. orientasi. Tujuannva adalah agar kelompok ini dapat mengembangkan atau menciptakan suasana yang mendukung dilaksahakannva PHBS di lingkungan keluarga. ?? Membuat format penilaian dan menilai hasil kegiatan. sarasehan dan lokakarya. program atau peraturan yang berorientasi sehat. Tujuannya agar kelompok sasaran meningkat pengetahuannya kesadaran maupun kemampuannya. Di tingkat keluarga/Rt. 2. ?? Mengupayakan dukungan pimpinan. dan lain-lain. membuat gerak Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. lokakarya. Mengembangkan Dukungan Suaana Di tingkat keluarga/RT. seminar. pelatihan. 2. pemuka masyarakat. komitmen. strategi ini ditujukan kepada anggota keluar seperti bapak. ?? Mengembangkan metoda dan teknik dan media yang telah diuji coba dan disempurnakan. kakek. studi banding. Langkah-langkah Pengembangan Dukungan Suasana : ?? Menganalisis dan mendesain metode dan teknik kegiatan dukungan suasana. dan dukungan sumber daya. dll. Di tingkat petugas. Tujuannya meningkatkan motivasipetuq untuk membantu masyarakat untuk menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan Caranva antara lain melalui penyuluhan kelompok. sehingga dapat berperilaku sehat Caranya dengan penyuluhan perorangan. Peningkatan pengetahuan masyarakat melalui berbagai kegiat pembinaan. para pembuat op dan media masa. Tujuannya adalah agar kelompok ini dapat mengembangkan atau menciptakan suasana yang mendukung dilaksanakannya PHBS. dsb. Caranya antara lain melalui anjuran untuk selalu datang ke Posyandu mengingatkan anggota keluarga untuk tidak merokok di dekat ibu hamil dan balita. strategi ini ditujukan kepada para kepala keluarga/suami/bapaL ibu. meliputi pimpinan puskesmas. Ditingkat petugas strateai ini ditujuk kepada sasaran primer. seperti adanya peraturan tertulis. ibu yang mempunyai tanggung jawab sosial untuk lingkungannya dengan cara menjadi kader posyandu. baik sasaran primer. program. ?? Tentukan kesepakatan dimana dan kapan dilakukan advokasi. . pengembangan media komunikasi untuk penyuluh individu. kader. lomba. sekunder atau tersier ?? Siapkan informasi data kesehatan yang menyangkut PHBS di 5 tatanan. sosialisasi. 3.

pelaksanaan adalah menerapkan AIC. baik untuk petugas kesehatan. Tahap Pemantauan dan Penilaian 1. Misalnya jumlah tenaga terlatih PHBS media yang telah dikembangkan. sektor terkait pada ti tatanan dalam bentuk komitmen dan sumber daya. frekuensi dan cakupan penyuluhan. Contoh di Kabupaten Pariaman data perilaku tidak merokok tahun 2001 menunjukan 44. lintas sektor. maka perlu dilakukan pemantauan. Untuk mengetahui program PHBS telah berjalan dan memberikan hasil atau dampak seperti yang diharapkan. bimbingan dan supervisi. proses dan luaran kegiatan. eksekutif). Waktu pemantauan dapat dilakukan secara berkala atau pada pertemuan bulanan. Cara pemantauan dapat dilaksanakan dengan melakukan kunjungan lapangan ke tiap tatanan atau dengan melihat buku kegiatan/laporan kegiatan intervensi penyuluhan PHBS. ?? Mengembangkan pesan dan media spesifik. C (Commitment) : kesepakatan para pelaksana untuk melaksanakan. Membuat format p en] laian dan menilai hasil kegiatan bersama-sama deng. topik bahasannya adalah kegiatan yang telah dan akan dilaksanakan dikaitkan dengan jadwal kegiatan yang telah disepakati bersama. yaitu : A (Apreciation) : penghargaan kepada para pelaksana kegiatan. E. ?? Melaksanakan uji coba media dll. 6. Berdasarkan uraian tersebut. Hasil yang dicapai dalam tahap penggerakan pelaksanaan adalah adanya kegiatan yang dilaksanakan sesuai rencana. Penilaian Penilaian dilakukan dengan menggunakan instrumen yang sudah dirancang sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. ?? Melaksanakan pelatihan. Pemantauan. Mengupayakan dukungan pimpinan. Mengembanakan metoda dan teknik dan media yang telah diujicoba d disempurnakan. Penilaian dilaksanakan oleh pengelola PHBS lintas program dan lintas sektor. kelompok dan masyarakat ?? Kegiatan pengembangan kemitraan dengan program dan sektot terkait serta dunia usaha. khususnya dalam : ?? Penyuluhan perorangan. 5. 4. Penilaian PHBS meliputi masukan. lintas program dan lintas sektor pada tatanan terkait. mengkaji penyebab masalah dan melakukan pemecahannya. ?? Mengembangkan daerah kajian atau daerah binaan.6 % . Selanjutnya kendala-kendala yang muncul perlu dibahas dan dicari solusinya. ?? Kegiatan pendekatan kepada pimpinan/pengambil keputusan Kegiatan pembinaan. organisasi kemasyarakatan dan kelompok profesi. tugasnya. kemudian merencanakan intervensi berdasarkan data hasil evaluasi PHBS. maka yang perlu dilakukan dalam penggerak. Menyusun laporan serta menyajikannya dalam bentuk tertulis (ringkasan. I (Involvement) : keterlibatan para pelaksana dalam tugasnya.2% sedangkan tahun 2002 ada peningkatan sebesar 73.3. Waktu penilaian dapat dilakukan pada setiap tahun atau setiap dua tahun Caranya dengan membandingkan data dasar PHBS dibandingkan dengan data PHBS hasil evaluasi selanjutnya menilai kecenderungan masing-masing indikator apakah mengalami peningkatan atau penurunan. program. 2.

kader dan keluarga.Cara melakukan penilaian melalui : ?? Pengkajian ulang tentang PHBS ?? Menganalisis data PHBS oleh kader/koordinator PHBS ?? Melakukan analisis laporan rutin di Dinas Kesehatan kabupaten/kota (SP2TP) ?? Observasi. Hasil yang dicapai pada tahap pemantauan dan penilaian adalah : 1. Adanya pembinaan untuk mencegah terjadinya penyimpangan 3. Pelaksanaan program PHBS sesuai rencana 2. Adanya upaya jalan keluar apabila terjadi kemacetan/hambatan 4. Adanya peningkatan program PHBS . diskusi kelompok terarah kepada petugas. wawancara mendalam.

yaitu indikator input. Misal : Angka Kematian Bayi (AKB). rasio. B. yang merupakan gabungan dari beberapa indikator. indikator proses dan indikator output/outcome. Indikator output/outcome Yaitu indikator yang menggambarkan bagaimana hasil output suatu program kegiatan telah berjalan atau tidak. Seperti: terpelihara tempat penampungan air. proporsi. Seperti : tersedia air bersih. Spesifik. 2. Yang perlu diingat suatu indikator tidak selalu menjelaskan keadaan secara keseluruhan. Tunggal (indikator tunggal) yang isinya terdiri dari satu indikator. . angka/tingkat. Dengan demikian indikator merupakan suatu alat ukur untuk menunjukkan suatu keadaan atau kecenderungan keadaan dari suatu hal yang menjadi pokok perhatian. Ukuran-ukuran yang sering digunakan sebagai indikator adalah angka absolut. 4. digunakan dan dipeliharanya tempat sampah dan lain-lain. Jenis-jenis indikator Jenis indikator ada 3. D. dapat mengukur perubahan sekecil apapun. Sifat indikator 1. Obyektif. di halaman dan di dalam ruangan dalam keadaan bersih dll. tersedia tempat sampah. Seperti : Digunakannya air bersih. yaitu melek huruf. Apabila diuraikan sebagai berikut : Indikator Input Yaitu indikator yang berkaitan dengan penunjang pelaksanaan program dan turut menentukan keberhasilan program. tersedia jamban yang bersih. Sensitif. harus memberikan hasil yang sama.dll. Persyaratan Indikator Indikator harus memenuhi persyaratan antara lain : 1. 2. Sahih (solid). Pengertian Indikator Indikator diperlukan untuk menilai apakah aktifitas pokok yang dijalankan telah sesuai dengan rencana dan menghasilkan dampak yang diharapkan. tersedia alat pembersih jamban. Indikator Proses Yaitu indikator yang menggambarkan bagaimana proses kegiatan/program berjalan atau tidak. Misal : Indek Mutu Hidup (IMH) yang merupakan gabungan dari 3 indikator. Angka Kematian Bayi (AKB) dan angka harapan hidup anak usia 1 tahun. dapat mengukur sesuatu yang sebenarnya dapat diukur oleh indikator tersebut. C. digunakannya jamban. tetapi kadang-kadang hanya memberi petunjuk (indikasi) tentang keadaan keseluruhan tersebut sebagai suatu pendugaan (proxy). 3.BAB III INDIKATOR PERILAKU HIDUP BERSIH dan SEHAT (PHBS) A. walaupun dipakai oleh orang yang berbeda dan pada waktu yang berbeda. Jamak (indikator komposit). dapat mengukur perubahan situasi dimaksud.

Persentase penduduk yang memakan sayur-sayuran dan buah-buahan. dan lain-lain. Penduduk sarapan pagi sebelum melakukan aktifitas. tatanan Sekolah. paru-paru. Bayi di imunisasi lengkap. Pasangan usia subur (PUS ) memakai alat KB. 3. lbu hamil memeriksakan kehamilannya. seperti merokok telah menj adi issue global. 4. SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri). 7. 5. 6. tatanan tempat umum. bila terjadi pada usia balita akan menj adikan generasi yang lemah/generasi yang hilang dikemudian hari. Indikator Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Mengacu pada pengertian perilaku sehat. 16. yaitu: a. indikator ditetapkan berdasarkan area / w-ilayah 1. 12. Pola makan yang buruk akan berakibat buruk pada semua golongan umur. . Persentase penduduk tidak merokok. Ibu melahirkan ditolong oleh tenaga kesehatan. Balita ditimbang. 11. Penduduk mengaiuiakan jamban sehat. Perilaku seksual dan indikator lain yang diperlukan sesuai prioritas masalah kesehatan yang ada didaerah. 3. bagi usia produktif akan mengakibatkan produktifitas menurun. Penduduk minum air bersih yang masak. karena selain mengakibatkan penyakit seperti jantung. Penduduk wanita memeriksakan kesehatan secara berkala dengan Pap Smear. Penduduk memeriksakan kesehatan secara berkala un mengukur hipertensi. Penduduk tidak menggunakan napza. 2. Indikator Lokal Spesifik Yaitu indikator nasional ditambah indikator lokal spesifik masingmasing daerah sesuai dengan situasi dan kondisi daerah. Indikator Nasional Ditetapkan 3 indikator. tatanan sarana kesehatan. b. c. seperti jantung. Demikian juga bila terjadi pada ibu hamil akan melahirkan bayi yang kurang sehat. Penduduk menggosok gigi sebelum tidur. 14. 2.E. Ada 16 indikator yang dapat digunakan uttuk rnengukur perilaku sehat sebagai berikut : 1. lingkungan di lima tatanan. Penduduk mencuci tangan pakai sabun. apabila berlangsung lama akan menyebabkan berbagal penyakit. 10.Kurang aktifitas fisik dan olah raga mengakibatkan metabolisme tubuh terganggu. 9. 8. Indikator PHBS di tiap tatanan Indikator tatanan sehat terdiri dari indikator perilaku dan indik. 13 . Persentase penduduk melakukan aktifitas fisik/olah raga . Penduduk mempunyai Askes/ tabungan/ uang/ emas. Alasan dipilihnya ke tiga indikator tersebut berdasarkan issue global dan regional (Mega Country Health Promotion Network. tatanan terr kerja. yaitu tatanan rumah tangga. Penduduk wamta memeriksakan kesehatan secara berkala den. Healthy Asean Life Styles). kankerparu-paru juga disinyalir menjadi entry point untuk narkoba. 15.

Tidak merokok/ada kebijakan dilarang merokok 3 . Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan 3. Perilaku 1. Ada SPAL 5. Kebersihan lingkungan b. Ada kantin 9. Ada air bersih 3. Olah Raga teratur 4. Indikator tatanan tempat kerja : a. Ada SPAL 5. Kebersihan jamban 2 . Mencuci tangan pakai sabun 8. Penimbangan balita 5. Bebas Napza 5.1. Ada K3 (Kesehatan Keselamatan Kerja) 8. Menggunakan alat pelindung 2. Indikator Tatanan Sekolah : a. Ventilasi 6. Terbebas dari bahan berbahaya 10. Ada tempat sampah 4. Kebersihan pribadi 2. Ada Asuransi Kesehatan b. Ada jamban 2. Ada tempat sampah 4. Kepesertaan Askes/JPKM 7. Ada K3 (Kesehatan Keselamatan Kerja) 4. Gizi Keluarga/sarapan 6. Imunisasi 4. Perilaku 1. Ada tempat sampah 4. Ada jamban 2. Indikator tatanan rumah tangga : a. Perilaku 1. Ada jamban 2. Ada air bersih 3 . Kepadatan 7. Ada klinik 3. Kebersihan 6. Tidak merokok 2. Perilaku : 1. Ada SPAL 5. Olah raga teratur 4. Lantai 2. Tidak merokok 3. Menggosok gigi sebelum tidur 9. Lingkungan : 1. Olah Raga teratur b. Lingkungan 1. Ventilasi 6. Ada air bersih 3 . Pencahavaan 7. TidakmenggunakanNAPZA . Lingkungan 1. Indikator tatanan tempat umum a.

Sampel data tersebut di ambil sampai dengan tingkat Kabupaten/Kota saja. Menggunakan laporan yang sudah ada. Ada jamban 2. Ada tempat sampah 4. Kebersihan kamar mandi b. Menggunakan sumber data yang sudah tersedia seperti ?? ?? ?? ?? ?? SUSENAS (Survai Sosial Ekonomi Nasional) SDKI (Survai Demografi dan Kesehatan Indonesia) SAKERTI (Survai Kehidupan Rumah Tangga Indonesia) SURKESNAS (Survai Kesehatan Nasional) SEM (Studi Evaluasi Manfaat). Ada warung sehat 8. daerah dapat mengembangkan survai cepat PHBS dari tingkat kabupaten/kota sampai tingkat desa dengan metode sampel WHO yaitu 210 KK/kabupaten/kota. . Perilaku I. Oleh karena itu. Ada pencegahan serangga F. Ventilasi 6. Indikator tatanan sarana kesehatan a. Kebersihan lingkungan 3. Lingkungan 1. Ada SPAL 5. apabila ingin memperoleh data yang khusus seperti survai PBHS balk kuantitatif maupun kualitatif sesuai perilaku lainnya. Ada j amban 2. Tempat cuci tangan 8. 3. Mengembangkan survai khusus. Ada tempat sampah 4. 2. sehingga tingkat akurasi dan penajaman permasalahan dapat diperoleh. Ada air bersih 3. Ada UKS 9. dll. Kepadatan 7.b. Ada SPAL 5. Lingkungan I. Ada IPAL (RS) 6. Tidak merokok 2. Cara memperoleh data PHBS Ada beberapa indikator perilaku sehat yang dapat diperoleh dengan cara 1. Ada taman sekolah 5. Ada air bersih 3. Ventilasi 7.

Panduan Manajemen PHBS menuju Kabupaten/Kota sehat disusun berdasarkan antara lain adanya perkembangan indikator dan cara pengambilan sampel. Oleh karena itu dalam pelaksanaan di lapangan. Selamat bekerja. semoga Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang senantiasa memberikan kekuatan.BAB IV PENUTUP 1. panduan ini dapat disesuaikan dan dikembangkan berdasarkan permasalahan dan keadaan daerah. kebijakan Pusat Promosi Kesehatan saat ini baru melaksanakan program PHBS di tatanan rumah tangga yang secara bertahap akan dikembangkan pada tatanan lain. motivasi yang kuat. Selanjutnya para pengguna panduan ini diharapkan mempunyai pemahaman yang mendalam. 3. . dan kreativitas yang tinggi untuk mempraktekkan program PHBS di lapangan. 4. Selain itu. 2. 5. petunjuk dan perlindunganNya kepada kita semua dalam menjalankan tugas untuk membangun masyarakat Indonesia yang sehat rohani dan jasmani. Daerah dapat mengembangkan sendiri untuk melaksanakan program PHBS pada tatanan lain sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Amin. Dengan demikian program PHBS dapat berjalan secara efektif dan efisien serta diperlukan adanya dukungan positif dari semua pihak.