PAK Faktor Kimia Bahan kimia adalah salah satu yang dihadapai oleh para pekerja pada suatu

perusahaan terutama yang memungkinkan pekerja kontak langsung dengan bahan kimia tersebut. Oleh karena itu, pekerja memerlukan perhatian khusus dalam penanganannya. Terdapat bebrapa aspek yang harus kita ambil perhatian dan peringatan supaya tidak berlaku sembarangan dan tidak terjadi kecelakaan ataupun penyakit akibat kontak dengan bahan tersebut. Beberapa bahan kimia yang ditemui pada plant survey di PT. ASAHIMAS FLAT GLASS Tbk adalah Silocon dioxide/silica (SiO2), Dolomite (CaMg(CO3)2), Sodium carbonate (Na2CO3), dan Sodium Sulfate (Na2SO4). Dimana bahan-bahan tersebut merupakan bahan baku dari produksi kaca untuk jendela, kaca mobil, dan berbagai macam jenis kaca lainnya. Selain itu, juga digunakan timah atau Lead/Plumbum (Pb) sebagai salah satu alat dalam pembuatan float glass. Pasir silica(silica sand) Kristal silika adalah mineral berlimpah di kerak bumi. Hal ini terjadi dalam beberapa bentuk, kuarsa yang paling umum. Kuarsa adalah komponen umum dari pasir, batu, batu, beton, batu bata, blok, dan mortir. Operasi tempat kerja umum yang melibatkan pemotongan, menggergaji, pengebora, dan menghancurkan dari beton, bata blok,, rock, dan produk batu (seperti dalam operasi konstruksi), dan operasi menggunakan produk pasir (seperti di bidang manufaktur kaca, pengecoran, dan peledakan pasir) , dapat mengakibatkan inhalasi pekerja kecil (terhirup) partikel silika kristal di udara. Menghirup partikel silika kristalin terhirup telah lama diketahui menyebabkan silikosis, penyakit paru-paru menonaktifkan dan kadang-kadang fatal. Silika kristalin terhirup juga menyebabkan kanker paru-paru. Badan Internasional untuk Penelitian Kanker telah ditunjuk sebagai kristal silika karsinogenik pada manusia, dan Program Toksikologi Nasional AS telah menyimpulkan bahwa silika kristalin terhirup dikenal sebagai karsinogen manusia. Lembaga Nasional untuk Keselamatan dan Kesehatan Kerja (NIOSH) juga telah merekomendasikan bahwa silika kristalin terhirup dianggap sebagai karsinogen kerja potensial. Selain itu, paparan silika kristal terespirasi telah dikaitkan dengan penyakit pernapasan lainnya, seperti penyakit paru obstruktif kronis (termasuk bronkitis dan emfisema), serta penyakit ginjal dan sistem kekebalan tubuh.

berikan air secukupnya untuk diminum. kami menanyai tentang MSDS mengenai pasir silica. atau instruksi khusus untuk penyelamat. terutama oleh Silica yang menjadi perhatian utama kami. Yang dimana pada beberapa tempat terdapat gudang penyimpanan silica dalam jumlah besar. Silica tersebut dalam bentuk pasir silica (Silica Sand). Hal ini merupakan hal yang perlu diperhatikan. -Kontak kulit Tidak ada bantuan diukur khusus pertama diperlukan. Diusahakan para pekerja mengetahui tentang MSDS dan peletakan MSDS pada . Pada tempat produksi. -Kontak mata mencuci dengan jumlah berlebihan air -Proses menelan tak beracun. pajanan faktor kimia. Cuci dengan air dan sabun secukupnya. -Kulit Pasir silica dan debunya menimbulkan bersifat iritasi dan abrasive ke kulit -Pernapasan Debu silica mungkin menimbulkan iritasi pada hidung .Pada MSDS disebutkan bahwa: Efek kesehatan: -Proses menelan Menimbulkan rasa tidak nyaman pada perut -Kontak mata Menimbulkan iritasi pada mata. menghirup udara segar dan konsultasikan dengan dokter. para pekerja tidak mengetahui MSDS mengenai pasir silica. Hasil pengamatan yang diperoleh: Di semua bagian yang diperbolehkan kami kunjungi. tenggorokan dan saluran pernapasan. -Inhalasi Tidak ada langkah-langkah bantuan khusus pertama. Namun. Pertolongan pertama Tidak ada tindakan yang harus dihindari.

ASAHIMAS FLAT GLASS Tbk cukup baik. goggles. Pasir tersebut mudah sekali berterbangan oleh angin. juga sebaiknya MSDS menggunakan bahasa Indonesia yang mudah dimengerti oleh para pekerja. dan baju khusus. Begitu juga tersedianya ventilasi dan mesin generator pengumpul debu (dust collector). Gejala utama dari silikosis adalah batuk dan sesak napas. . Pada MSDS mengenai pasir silica. paparan debu harus dikelola dan dipantau. Oleh karena itu. Monitor pajanan debu di daerah produksi juga sudah cukup baik. fork lift. menjadi perhatian bagi kami untuk lebih memperhatikan peraturan pemakaian masker terutama disekitar gudang penyimpanan pasir silica. disebutkan bahwa: Meskipun pasir silica tidak berbahaya berdasarkan granulometri. Hal ini. dan mungkin saja terbawa air hujan. beresiko bagi para pekerja yang ada di sekitar kawasan gudang dan di daerah produksi karena kontak langsung dengan silica tersebut. gudang pada tempat penyimpanan pasir silica terbuka dengan lebar. ataupun berjalan kaki tanpa memakai alat pelindung diri khususnya masker. Terlihat juga. Terlihat dari tidak pernah adanya kasus silikosis pada pekerja mulai dari pabrik berdiri sampai sekarang. Namun. yang sering disebut silikosis. Para pekerja perlu mengerti penanganan-penanganan pertama yang harus diberikan jika terjadi hal yang tidak diinginkan melalui MSDS yang dipasang. terlihat para pekerja dan staf melewati tempat tersebut menggunakan sepeda. Pada saat perjalanan menuju tempat produksi terlihat gudang penyimpanan pasir silica tidak tertutup dengan rapat seperti yang telah dikatakan sebelumnya. Inhalasi yang berkepanjangan dan/atau dalam jumlah yang banyak debu silica kristalin dapat menyebabkan fibrosis paru-paru. masker. Secara keseluruhan pencegahan paparan bahan kimia pada PT. mereka selalu memonitor pajanan debu silica agar tidak melebihi batas exposure yang diperbolehkan. Para pekerja memperhatikan keselamatan dengan menggunakan Alat pelindung diri (APD) yang lengkap mulai dari helm. Walau tidak menimbulkan bahaya dalam waktu dekat. sarung tangan.tempat-tempat yang mudah dilihat ketika para pekerja bekerja. setiap silica kristalin yang dihasilkan saat pengelolaan pasir silica yang terhirup tetap dapat mempengaruhi kesehatan. Pada hasil pengamatan bahan kimia di daerah produksi sudah baik.

dan batu-batuan kecil. glukosuria. Diperkirakan untuk mendapatkan 1 Kg Cassiterite maka sekitar 7 samapi 8 ton biji timah/alluvial harus ditambang disebabkan konsentrasi cassiterite sangat rendah. Hampir 80% produksi timah diperoleh dari alluvial/alluvium atau istilahnya deposit sekunder. Sistem gastrointestinal : menyebabkan konstipasi. tanah liat. Alluvium terdiri dari berbagai macam mineral seperti pasir.Pb ( Timah ) / Timbal Timbal atau dikenal sebagai logam Pb dalam susunan unsur merupakan logam berat yang terdapat secara alami di dalam kerak bumi dan tersebar ke alam dalam jumlah kecil melalui proses alami. fibrosis. nefropati. ia akan beredar mengikuti aliran darah. Apabila timbal terhirup atau tertelan oleh manusia dan di dalam tubuh. dan atrofi glomerolus. Cassiterite banyak ditemukan dalam deposit alluvial/alluvium yaitu tanah atau sediment yang tidak berkonsolidasi membentuk bongkahan batu dimana dapat dapat mengendap di dasar laut. Proses masuknya timbale dalam tubuh dapat melalui : 1. sungai. atau danau. tembaga 50 ppm. dan 14 ppm untuk timbal. Timah merupakan unsur ke-49 yang paling banyak terdapat di kerak bumi dimana timah memiliki kandungan 2 ppm jika dibandingkan dengan seng 75 ppm. pernafasan 2. dan disimpan di dalam tulang dan gigi. makanan Ada berbagai macan efek yang ditimbulkan akibat timah. antara lain : • • • • • • • system hemopoetik : menghambat system pembentukan hemoglobin dapat menyebabkan anemia system saraf pusat dan tepi : dapat menyebabkan gangguan ensefalopati dan gejala gangguan sistem saraf perifer ginjal : dapat menyebabkan fosfaturia. diserap kembali di dalam ginjaldan otak. aminasiduria. dan kolik Sistem kardovaskuler : menyebabkan peningkatan permeabilitas pembuluh darah Sistem reproduksi : menyebabkan teratospermia pada laki – laki Sistem endokrin : menyebabkan gangguan fungsi tiroid dan fungsi adrenal Dampak dari keracunan ini jangka panjang dan diperparah oleh paparan timbal berulang – ulang .

Hasil Pengamatan . Upaya-upayatersebut di antaranya adalah : • • • • • Melalui tes medis ( misal tes kandungan Pb dalam darah ). para pekerja juga harus tetap siaga dalam mengawasi dan mejalankan tugasnya.Walaupun tekanan di dalam metal bath sudah diatur sedemikian rupa agar dapat menjaga tekanan didalam tetap tidak ada tekanan dari udara luar. terutama para pekerja yang bertugas di area Metal Bath. Di sini digunakan cairan timah yang sangat berbahaya bila teroksidasi dengan udara dari luar metal bath. ada suatu tempat di mana kami dihadapkan pada suatu tempat yang berbentuk seperti tungku besar. Memberikan informasi/penyuluhan tentang bahaya pencemaran Pb. Kami sempat menanyakan tentang msds dari cairan timah yang dipakai. Metal Bath Metal bath adalah tempat yang tertutup rapat yang didalalamnya terdapat cairan timah (Tin). di mana terdapat suatau alat metal bath yang berisi cairan timah yang berfungsi untuk membentuk ketebalan kaca. Pada saat kami berkeliling. Oleh karena itu penggunaan suhu tinggi sangat diperlukan disertai pemberian gas N2 dan H2 agar menjaga tekanan di dalam tetap. Berfungsi untuk membentuk ketebalan kaca.dan akumulasi di dalam tubuh. Mengontrol lingkungan sebagai tempat beradanya unsur Pb. Pemantauan terhadap kadar Pb di udara lingkungan yang mungkin terpapar ole Pb. Ekresi dari timbal melalui : • • • Feses Penglupasan kulit epidermal Ginjal Pencegahan Berbagai upaya dan tindakan pengamanan perlu dilakukan dalam rangka mencegah dan mengurangi pencemaran Pb. terutama bagi seseorang/pekerja yang terpapar Pb. Tungku itu dinamakan Metal bath. Timah ( Pb ) / Timbal Pada proses Float. Para pekerja mengetahui bahwa cairan timah akan berbahaya apabila terjadi suatu proses oksidasi jika ada udara dari luar yang masuk ke dalam metal bath. Selalu mewaspadai terhadap pencemaran Pb dengan menghindari atau tidak berada terlalu lama di tempat-tempat yang udaranya terkena polusi.

Meskipun standar operasi sudah sangat baik.Tindakan pencegahan juga dilakukan dengan melakukan medical check up para pekerja. Para pekerja juga melakukan pengecekan rutin terhadap NAB (Nilai Ambang Batas) dari timah di lingkungan udara tempat mereka bekerja. namun penggunaan APD tetap diperlukan untuk menjaga dan mencegah hal – hal yang tidak diinginkan. semuanya masih dalam NAB. Namun sampai saat ini tidak ada masalah dengan kebocoran. Seperti yang kami lihat bahwa tempat mereka bekerja cukup tertutup sehingga apabila ada kebocoran atau polusi sangat berbahaya. .