Resensi Buku Dia, Tanpa Aku

Judul buku Pengarang Penerbit Tahun terbit Tebal buku Jumlah halaman Harga

: Dia, Tanpa Aku : Esti Kinasih : PT Gramedia Pustaka Utama, cetakan kelima (Juli 2009) : 2008 : 2 cm : 280 halaman : Rp 38.000,- (tiga puluh delapan ribu rupiah)

Persaudaraan tidak selamanya akur, bahkan untuk masalah cinta. Konflik ini mulai terjadi di masyarakat Indonesia. Hal inilah yang menjadi inspirasi bagi Esti Kinasih dalam novel “Dia, Tanpa Aku”. Di dalam novel ini dia ingin menunjukan rumitnya masalah tersebut. Novel ini mengisahkan Ronald, cowok kelas dua SMA, sudah lama naksir Citra yang masih kelas tiga SMP. Tapi Ronald belum ingin PDKT (pendekatan). Ia menunggu sampai Citra masuk SMA, karena itu ia hanya mengamati Citra dari jauh. Saat yang ditunggu Ronald selama berbulan-bulan akhirnya tiba. Citra masuk SMA. Namun, Ronald kecewa karena ternyata Citra masuk SMA yang sama dengan adiknya, Reinald, sekelas pula. Namun, keinginan dan harapan terbesar Ronald untuk mendekati Citra tak pernah terwujud. Cowok ini kecelakaan dan tewas di tempat, tidak jauh dari rumah Citra. Reinald menganggap Citra-lah penyebab kematian kakaknya. Rasa marah dan keinginan untuk menyalahkan Citra membuat sikapnya terhadap cewek itu menjadi penuh permusuhan. Keduanya kemudian kerap bertengkar tanpa Citra tahu pasti alasan sebenarnya. Sifat Reinald berubah drastis ketika Citra memutuskan untuk tidak lagi mengacuhkannya. Kini Reinald berada di poisi yang sama seperti Ronald dulu. Perubahan sikap Reinald itu tanpa sadar mendekatkan keduanya. Dan akhirnya Reinald tak lagi ingin menjaga Citra demi almarhum kakaknya. ”Gue suka cewek loe”, ucap Reinald suatu hari di depan foto Reinald (halaman 156).dan itu membuat sang kakak kemudian “kembali”. Reinald mulai merasa dihantui oleh Ronald. Hal ini tidak dirasakannya sendirian, Citra pun sama. Kejadian-kejadian aneh mulai melanda keduanya.

 Kelemahan : 1. Hanya Reinald yang dapat menciumnya. Bumbu tersebut dapat membuat pembaca betah. Cerita seperti banyak di pasaran 2. horror dan romantis . Dan masih banyak lagi hal aneh yang terjadi. Endingnya tidak jelas  Kelebihan : 1. Esti Kinasih berhasil menciptakan suasana kehidupan sehari-hari remaja. Hanya Citra yang bisa mendengarnya (halaman 207). Tak pernah Reinald mendengar lagu tersebut. Seingat Andika foto itu milik Ronald dan tak pernah ada goresan tinta di baliknya. Novel ini juga dibumbui dengan kisah yang romantis. Untuk memastikannya setiap malam Reinald mendengarkan channel radio yang biasa Citra dengar. Reinald dan Citra merasa ketakutan.Suatu hari Reinald merasa dihantui kakaknya saat dia memasuki rumah. dan ia pun langsung pergi ke makam kakaknya dan meminta maaf karena membuat istirahatnya tidak tenang Membaca novel ini kita seperti sebagai seorang penonton yang mengetahui isi cerita. sedih. Akhirnya Andika memberitahukan hal ini kepada Reinald. Bi Minah yang berada pada tempat yang sama tidak merasakan apa-apa. sedih. Penuh dengan kisah yang kocak. Setiap malam dia mendengar lagu when I fall in love. gue titip Citra ( halaman260). hanya cara penyajiannya saja yang berbeda. Akhir dari novel ini juga kurang jelas. dan tercium bau parfum milik Ronald (halaman 198). Namun suatu hari. saat Andika yang merupakan sahabat Ronald memasukan komik ke dalam tasnya. kocak. membuat betah dan ringan 2. Akan lebih baik lagi jika ending atau akhirnnya lebih jelas. Tiba-tiba selembar foto Citra terjatuh dari dalamnya. dan horror. yang merupakan lagu favorit Ronald. Pembaca tidak tahu. apakah nanti Reinald akan bersama Citra dan bahagia selamanya. Bahasanya enak dibaca. Andika mengambilnya dan dibalik foto itu ada tulisan kasih tahu Reinald. Citra mengadukan hal ini kepada Reinald. Sayangnya model cerita seperti ini banyak di pasaran. Citra memiliki kebiasaan yaitu saat belajar dia harus menyalakan radio.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful