Mazhab dan Aliran dalam Psikologi (Psikoanalisa, Behaviorism, Humanistik, Gestalt, Psikologi Positif, Psikologi Transpersonal & Psikologi Lintas

Budaya)
Psikologi sebagai sebuah ilmu akan selalu berkembang, seiring dengan berkembangnya mazhab-mashab dan teori-teori baru yang bermunculan. Teori-teori yang muncul biasanya merupakan kritik dari teori-teori sebelumnya. Memang, patut diakui bahwa titik pandang (teori) dalam psikologi tidak ada yang sempurna, sehingga terbuka kesempatan bagi ilmuwan untuk memberikan kritik dan masukan ataupun penyempurnaan dari teori yang sudah ada. Kali ini, kita akan membahas beberapa teori-teori psikologi. Psikoanalisa, Behaviorisme, Humanistik (Holistik), Psikologi Gestalt, Psikologi Positif,

Psikologi Transpersonal dan Psikologi lintas Budaya (Cross Culture Psychology) 1. Psikoanalisis Salah satunya tokoh psikoanalisis adalah Sigmund Freud (1856 – 1939). Nama asli Freud adalah Sigismund Scholomo. Namun sejak menjadi mahasiswa Freud tidak mau menggunakan nama itu karena kata Sigismund adalah bentukan kata Sigmund. Freud lahir pada 6 Mei 1856 di Freiberg, Moravia. Saat itu Moravia merupakan bagian dari kekaisaran Austria-Hongaria (sekarang Cekoslowakia). Pada usia empat tahun Freud dibawa hijrah ke Wina, Austria (Berry, 2001:3). Kedatangan Freud berbarengan dengan ramainya teori The Origin of Species karya Charles Darwin (Hall, 2000:1). Psikoanalisis bermula dari keraguan Freud terhadap kedokteran. Pada saat itu kedokteran dipercaya bisa menyembuhkan semua penyakit, termasuk histeria yang sangat menggejala di Wina (Freud, terj.,1991:4). Pengaruh Jean-Martin Charcot, neurolog Prancis, yang menunjukkan adanya faktor psikis yang menyebabkan histeria mendukung pula keraguan Freud pada kedokteran (Berry, 2001:15). Sejak itu Freud dan doktor Josef Breuer menyelidiki penyebab histeria. Pasien yang menjadi subjek penyelidikannya adalah Anna O. Selama penyelidikan, Freud melihat ketidakruntutan keterangan yang disampaikan oleh Anna O. Seperti ada yang terbelah dari kepribadian Anna O. Penyelidikan-penyelidikan itu yang membawa Freud pada kesimpulan struktur psikis manusia: id, ego, superego dan ketidaksadaran, prasadar, dan kesadaran.

dan pada tahap ini oleh Freud disebut sebagai primary process thinking. Terdapat peristiwa mental yang kita sadari dan tidak kita sadari namun bisa kita akses (preconscious) dan ada yang sulit kita bawa ke alam tidak sadar (unconscious). Superego. Di sini disebut sebagai tahap secondary process thinking. antara lain mimpi. Pada masa kanak-kanak kira dikendalikan sepenuhnya oleh id. Menurut Freud. toh tak ada yang tahu!”. Anak-anak akan mencari pengganti jika tidak menemukan yang dapat memuaskan kebutuhannya (bayi akan mengisap jempolnya jika tidak mendapat dot misalnya). Sebagai contoh adalah berikut ini: Anda adalah seorang bendahara yang diserahi mengelola uang sebesar 1 miliar Rupiah tunai. Walau begitu kadangkala pada orang . Manusia sudah dapat menangguhkan pemuasan keinginannya (sikap untuk memilih tidak jajan demi ingin menabung misalnya). adalah berisi energi psikis. mimpi adalah bentuk penyaluran dorongan yang tidak disadari. adalah berisi kaidah moral dan nilai-nilai sosial yang diserap individu dari lingkungannya. yang hanya memikirkan kesenangan semata. semua perilaku manusia baik yang nampak (gerakan otot) maupun yang tersembunyi (pikiran) adalah disebabkan oleh peristiwa mental sebelumnya. maka keinginan itu mengaktualisasikan diri pada saat tidur. Dalam keadaan sadar orang sering merepresi keinginankeinginannya. c. yaitu: a. Sedangkan ego akan lebih berkembang pada masa kanak-kanak yang lebih tua dan pada orang dewasa. Karena tidak bisa tersalurkan pada keadaan sadar.Freud menjadikan prinsip ini untuk menjelaskan segala yang terjadi pada manusia. Sedangkan ego berkata:”Cek dulu. Sementara superego menegur:”Jangan lakukan!”. adalah pengawas realitas. Di alam tidak sadar inilah tinggal dua struktur mental yang ibarat gunung es dari kepribadian kita. Id mengatakan pada Anda: “Pakai saja uang itu sebagian. Ego. b. ketika kontrol ego lemah. jangan-jangan nanti ada yang tahu!”. Id. Dalam pandangan Freud.

2. Aliran ini memandang manusia sebagai mesin (homo mechanicus) yang dapat dikendalikan perilakunya melalui suatu pelaziman (conditioning). Sikap yang diinginkan dilatih terus-menerus sehingga menimbulkan maladaptive behaviour atau perilaku menyimpang. Pada akhir abad ke-19. Bahkan setelah itu dia menjadi . Pavlov menyalakan lampu.dewasa muncul sikap seperti primary process thnking. sehingga setiap kali lampu dinyalakan maka anjing tersebut terbit air liurnya meski daging tidak disajikan. Ivan Petrovic Pavlov memulai eksperimen psikologi yang mencapai puncaknya pada tahun 1940 – 1950-an. Dalam hal ini air liur anjing menjadi conditioned response dan cahaya lampu menjadi conditioned stimulus. maka tidak digolongkan ke dalam psikologi. Begitu hingga beberapa kali percobaan. Begitu percobaan ini diulang terus menerus sehingga pada taraf tertentu maka si anak akan menangis begitu hanya melihat tikus putih tersebut. sedangkan proses kedua adalah IQ (intelligence quotient) dan proses ketiga adalah SQ (spiritual quotient). Proses pertama adalah apa yang dinamakan EQ (emotional quotient). Anjing tersebut tidak mengeluarkan air liurnya. Selanjutnya begitu terus setiap kali lampu dinyalakan maka daging disajikan. Behaviourisme Aliran ini sering dikatkan sebagai aliran ilmu jiwa namun tidak peduli pada jiwa. Salah satu contoh adalah ketika Pavlov melakukan eksperimen terhadap seekor anjing. Kemudian sepotong daging ditaruh dihadapannya dan anjing tersebut terbit air liurnya. Di sini psikologi didefinisikan sebagai sains dan sementara sains hanya berhubungan dengan sesuatu yang dapat dilihat dan diamati saja. Percobaan yang hampir sama dilakukan terhadap seorang anak berumur 11 bulan dengan seekor tikus putih. yaitu mencari pengganti pemuas keinginan (menendang tong sampah karena merasa jengkel akibat dimarahi bos di kantor misalnya). Sedangkan „jiwa‟ tidak bisa diamati. Di depan anjing eksperimennya yang lapar. Setiap kali si anak akan memegang tikus putih maka dipukullah sebatang besi dengan sangat keras sehingga membuat si anak kaget.

baju berbulu dan topeng Sinterklas. b. Salah satu bagian dari humanistic adalah logoterapi. Aliran ini biasa disebut mazhab ketiga setelah Psikoanalisa dan Behaviorisme. . yaitu para tahanan yang putus asa dan para tahanan yang memiliki kesabaran luar biasa serta daya hidup yang perkasa. 3. Psikologi Humanistis Aliran ini muncul akibat reaksi atas aliran behaviourisme dan psikoanalisis. di mana dia mengalami dan menyaksikan penyiksaan-penyiksaan di kamp tersebut. Adalah Viktor Frankl yang mengembangkan teknik psikoterapi yang disebut sebagai logotherapy (logos = makna). bahkan dalam situasi yang paling menyedihkan sekalipun. Hidup memiliki makna. Kita memiliki kebebasan untuk memaknai apa yang kita lakukan dan apa yang kita alami bahkan dalam menghadapi kesengsaraan sekalipun. Salah satu tokoh dari aliran ini – Abraham Maslow – mengkritik Freud dengan mengatakan bahwa Freud hanya meneliti mengapa setengah jiwa itu sakit. Tujuan hidup kita yang utama adalah mencari makna dari kehidupan kita itu sendiri. bukannya meneliti mengapa setengah jiwa yang lainnya bisa tetap sehat.takut dengan segala sesuatu yang berbulu: kelinci. Dia menyaksikan dua hal yang berbeda. Pandangan ini berprinsip: a. Frankl mengembangkan teknik ini berdasarkan pengalamannya lolos dari kamp konsentrasi Nazi pada masa Perang Dunia II. Frankl menyebut hal ini sebagai kebebasan seseorang memberi makna pada hidupnya. Ini yang dinamakan pelaziman dan untuk mengobatinya kita bisa melakukan apa yang disebut sebagai kontrapelaziman (counterconditioning). c. anjing. Kedua aliran ini dianggap merendahkan manusia menjadi sekelas mesin atau makhluk yang rendah.

Pada saat itu si bendahara mengalami makna yang luar biasa dalam hidupnya.Logoterapi ini sangat erat kaitannya dengan SQ. dengan begitu hidup kita menjadi bermakna. b. bahwa mengapa ia sedih kehilangan sepatunya sementara ada orang yang masih bisa tersenyum walau kehilangan kedua kakinya. Demikian juga ketika kita menemukan seseorang yang mampu mendengarkan kita dengan penuh perhatian. Ia merasakan suatu makna yang luar biasa dalam kehidupannya dan tak akan tergantikan oleh apapun. Seperti contoh di atas. Ketika kita dihadapkan pada sikap bertanggung jawab. Kemudian tampaklah olehnya bahwa penceramah tersebut tidak memiliki sepasang kaki. Sebagai contoh: seseorang yang mendapatkan tawaran kerja bagus. seorang bendahara yang diserahi pengelolaan uang tunai dalam jumlah sangat besar dan berhasil menolak keinginannya sendiri untuk memakai sebagian uang itu untuk memuaskan keinginannya semata. unik dan tak tergantikan . namun ia harus pindah dari Yogyakarta menuju Singapura. Dia menginginkan pekerjaan itu namun sekaligus punya waktu untuk keluarganya. Hingga akhirnya dia putuskan untuk mundur dari pekerjaan itu dan memilih memiliki waktu luang bersama keluarganya. Ketika seseorang menemukan dirinya (self-discovery). dengan gaji besar dan kedudukan tinggi. Maka tiba-tiba ia disadarkan. c. yang bisa kita kelompokkan berdasarkan situasi-situasi berikut ini: a. Namun di tengah kejengkelannya itu ia melihat bahwa ada seorang penceramah yang berbicara dengan senyum gembira. Hidup menjadi tanpa makna ketika seseorang tak dapat memilih. Di satu sisi ia mendapatkan kelimpahan materi namun di sisi lainnya ia kehilangan waktu untuk berkumpul dengan anak-anak dan istrinya. Makna muncul ketika seseorang menentukan pilihan. Sa‟di (seorang penyair besar dari Iran) menggerutu karena kehilangan sepasang sepatunya di sebuah masjid di Damaskus. . Pada saat itulah ia merasakan kembali makna hidupnya. d. Misalnya: seorang rakyat jelata tiba-tiba dikunjungi oleh presiden langsung di rumahnya. Ketika seseorang merasa istimewa.

ke luar suka dan duka kita. Psikologi Gestalt Psikologi Gestalt berasal dari bahasa Jerman yang berarti menggambarkan konfigurasi atau bentuk yang utuh. Gerakan gestalt lebih konsisten dengan tema utama dalam filsafat jerman yakni aktivitas mental dari pada sistem Wundt. Transendensi adalah pengalaman spiritual yang memberi makna pada kehidupan kita.e. Sejalan dengan itu. Suatu gestalt dapat berupa objek yang berbeda dari jumlah bagian-bagiannya. Para gestaltis mewarisi tradisi psikologi aksi dari Brentano. gestalt menunjukkan premis dasar sistem psikologi yang mengonseptualisasi berbagai peristiwa psikologis sebagai fenomena yang terorganisasi. 4. Stumpf dan akademi Wurzburg di jerman. ke luar dari diri kita sekarang). Sehingga tujuan psikologi gestalt adalah menyelidiki organisasi aktivitas mental dan mengetahui secara tepat karakteristik interaksi manusia-lingkungan. Psikologi gestalt didasari oleh pemikiran Kant tentang teori nativistik yang mengatakan bahwa organisasi aktivitas mental membuat individu berinteraksi dengan lingkungannya melalui cara-cara yang khas. Semua penjelasan tentang bagian-bagian objek akan mengakibatkan hilangnya gestalt itu sendiri. Pandangan ini menjelaskan integritas psikologis aktivitas manusia yang jelas. ketika melihat sebuah persegi panjang maka hal ini dapat dipahami dan dijelaskan sebagai persegi panjang berdasarkan keutuhannya atau keseluruhannya dan identitas ini tidak bisa dijelaskan sebagai empat garis yang saling tegak lurus dan berhubungan. . utuh dan logis. Psikologi gestalt adalah gerakan jerman yang secara langsung menantang psikologi strukturalisme Wundt. yang berupaya mengembangkan alternatif bagi model psikologi yang diajukan oleh model ilmu pengetahuan alam reduksionistik dan analitik dari Wundt. Sebagai contoh. Ketika kita mengalami situasi transendensi (pengalaman yang membawa kita ke luar dunia fisik. Menurut para gestaltis. pada waktu itu psikologi menjadi kehilangan identitas jika dianalisis menjadi komponen-komponen atau bagian-bagian yang telah ada sebelumnya.

kerangka psikologi gestalt tidak sejalan dengan perkembangan-perkembangan di Amerika. Perkembangan psikologi transpersonal lebih pesat lagi setelah . Psikologi gestalt diawali dan dikembangakan melalui tulisan-tulisan tiga tokoh penting. Oleh karena itu. Perintisan psikologi transpersonal diawali dengan penelitian-penelitian tentang psikologi kesehatan pada tahun 1960-an yang dilakukan oleh Abraham Maslow (Kaszaniak. transpersonal berarti melampaui macam-macam topeng yang digunakan manusia. teori dan metode psikologi dengan kekayaan-kekayaan spiritual dari bermacam-macam budaya dan agama. yaitu Max Wertheimer. Penyatuan kosmis dimana segala-galanya dipandang sebagai satu kesatuan. transpersonal berarti melampaui gambaran manusia yang kelihatan. Menurut John Davis. gerakan gestalt telah berhasil menggantikan model wunditian dalam psikologi Jerman. dan ketiganya melarikan diri dari kejaran nazi dan bermigrasi ke Amerika. Secara etimologis.2002). Sehingga para pemimpin gerakan tersebut hijrah ke Amerika. suatu pengetahuan bahwa tiap-tiap bagian (misal: tiap-tiap manusia) adalah bagian dari keseluruhan alam semesta. psikologi transpersonal bisa diartikan sebagai ilmu yang menghubungkan psikologi dengan spiritualitas. Psikologi transpersonal merupakan salah satu bidang psikologi yang mengintegrasikan konsep. Psikologi Transpersonal Kata transpersonal berasal dari kata trans yang berarti melampaui dan persona berarti topeng. Hal ini dikarenakan psikologi Amerika telah berkembang melalui periode fungsionalisme dan pada tahun 1930-an didominasi oleh behaviorisme. Wolfgang Kohler dan Kurt Koffka. 5.Hingga pada tahun 1930. Konsep inti dari psikologi transpersonal adalah nondualitas (nonduality). Namun. Ketiganya dididik dalam atmosfer intelektual yang menggairahkan pada awal abad 20 di Jerman. Tetapi di Amerika psikologi gestalt tidak memperoleh dominasi seperti di Jerman. keberhasilan gerakan tersebut tidak berlangsung lama kerena munculnya hitlerisme. Dengan kata lain.

ekstasi. 2000). Sehingga boleh dikatakan bahwa aliran ini merupakan perkembangan dari aliran humanistic. serta kesadaran transendensi. spiritualitas. Psikologi transpersonal memfokuskan diri pada bentuk-bentuk kesadaran manusia. Menurut Maslow pengalaman keagamaan meliputi peak experience. exctasy. a transpersonal. khususnya taraf kesadaran ASCs (Altered States of Consciosness). behaviourisme dan humanistic. Hal inilah yang membedakan konsep manusia antara . plateu. dan Charles Tart. kesadaran kosmis. Psikologi transpersonal lebih menitikberatkan pada aspek-aspek spiritual atau transcendental diri manusia. psikology mulai mengarahkan perhatiannya pada dimensi spiritual manusia. Oleh karena itu psikologi belum sempurna sebelum memfokuskan kembali dalam pandangan spiritual dan transpersonal. pengalaman mistis. to be trantitional. Sebuah definisi kekemukakan oleh Shapiro yang merupakan gabungan dari pendapat tentang psikologi transpersonal : psikologi transpersonal mengkaji tentang poitensi tertinggi yang dimiliki manusia. pengalaman transpersonal. self actualization. pengalaman mistis. Aliran psikologi Transpersonal ini dikembangkan oleh tokoh psikologi humanistic antara lain : Abraham Maslow. aktualisasi transpersonal pengalaman spiritual dan kecerdasan spiritual (Zohar. pemahaman. Penelitian yang dilakukan untuk memahami gejala-gejala ruhaniah seperti peak experience. Sejak 1969. dan farthes reaches of human nature. Aliran psikologi yang memfokuskan diri pada kajian-kajian transpersonal menamakan dirinya aliran psikologi transpersonal dan memproklamirkan diri sebagai aliran ke empat setelah psikoanalisis. dan melakukan penggalian. transhuman centered in the cosmos rather than in human needs and interest.2000). going beyond humanness. Maslow menulis (dalam Zohar. "I should say also that I consider Humanistic. identity.terbitnya Journal of Transpersonal Psychology pada tahun 1969 dimasa disiplin ilmu psikologi mulai mengarahkan perhatian pada dimensi spiritual manusia. perwujudan dari kesatuan. a preparation for still higher Fourth Psychology. ketika Journal of Transpersonal Psychology terbit untuk pertamakalinya. Penelitian mengenai gejala-gejala ruhaniah seperti peak experience. keadaran ruhaniah. aktualisasi dan pengalaman transpersonal mulai dikembangkan. Antony Sutich. and the like". Third Force psychology.

penglihatan atau alat indera lainnya.2 dan 3 yang berturut-turut mewakili aspek fisikal. kekuatan. Lingkaran 5 mewakili aspek intuisi. Melewati ke tujuh tingkat yang disebutkan itu. Lingkaran 6 mewakili aspek energi psikis (kekuatan bathiniah) di mana individu secara jelas menghayati dirinya sebagai telah mentransedir/melewati kesadaran sensoris dan pada saat yang sama menyadari pengintegrasian dirinya dengan medan-medan energi yang lebih besar. Ketika seseorang berada pada fase pertama dalam bertafakur berarti dia berada pada dunia fisik yaitu pengetahuan yang didapat dari fungsi indera. Jika seseorang memperdalam cara melihat dan mengamati sisi-sisi keindahan. pengetahuan rasional yang abstrak. Konsep dari McWater ini dapat menjelaskan bagaimana seseorang mencapai kualitas diri melalui metode tafakur. dimana diri seseorang mentransendir dualintas dan menyatu dengan segala yang ada. dan keistimewaan lainnya yang dimiliki sesuatu. Tingkatan berikutnya termasuk dalam kategori wilayah transpersonal manusia.psikologi humanistic dengan psikologi transpersonal. berarti ia telah berpindah dari pengetahuan yang indrawi menuju rasa kekaguman ( tadlawuk) dimana pada tahap ini adalah tahap bergejolaknya . Pada aspek ini mulai samara-samar menyadari bahwa ia bisa mempersepsi tanpa perantara panca indra (extra sensory perception). Lingkaran 1. Lingkaran 4 menggambarkan pengintegrasian dari lingkaran 1. aspek emosional dan aspek intelektual dari kekuatan batin individu. Sebuah kejadian akan dipresepsi secara empiris yang langsung melalui pendengaran. Lingkaran 7 mewakili bentuk penghayatan paling tinggi-penyatuan mistis atau pencerahan. atau secara tidak langsung seperti pada fenomena imajinasi. dikatakan lagi tingkat pengembangan potensial dimana semua tingkat dihayati secara simultan. Keempat lingkaran ini termasuk dalam kawasan personal manusia. McWaters (dalam Nusjirwan. 2 dan 3 yang memungkinkan individu berfungsi secara harminis pada tingkat pribadi. Fenomena-fenomena para psikologi dapat dialami pada tingkat kesadaran ini. 2001) membuat sebuah diagram yang berbentuk lingkaran dimana setiap lingkaran mewakili satu tingkat berfungsinya menusia dan tingkat kesadaran diri manusia. Tiap tingkat dari bagian diatas menunjukan tingkat fungsi dan tingkat kesadaran manusia. yang sebagaian pengetahuan ini tidak ada hubungannya dengan emosi.

Dalam buku revolusioner yang ditulis dengan gaya populer ini. manusia tidak hanya ingin terbebas dari problem. disini kita melihat bahwa tahap ini sesuai dengan tahap kedua dari McWater yaitu emosional. seorang psikolog pakar studi optimisme. Dari ungkapan tersebut dapat dita lihat bahwa seseorang yang mengakui bahwa keindahan itu adalah ciptaan Allah maka berarti dia sudah memasuki dunia transpersonal. dengan bertafakur aktiitas kognitif seseorang muali delibtkan. sains baru ini mengarahkan perhatiannya pada sisi-positif manusia. Baik karena takut atau karena cinta". Psikologi. mengembangkan potensi-potensi kekuatan dan kebajikan sehingga membuahkan kebahagiaan yang autentik dan berkelanjutan. paling banter hanya menawarkan terapi atas masalah-masalah kejiwaan. yang ia saksikan merupakan fitrah yang sudah diberikan Allah kepada manusia untuk dapat melihat semua yang ada di langit dan di bumi sehingga ia dapat menemukan sang pencipta. dmosi dan intelektual. ciri-ciri kebahagiaan yang autentik. 6. Padahal. merasakan khusuk terhada-Nya. Psikologi Positif Psikologi yang berkembang dewasa ini dapat disebut sebagai psikologi negatif. karena itu. Seligman memperkenalkan prinsip-prinsip dasar Psikologi Positif. Dengan metode-metode praktis yang . Kemudian jika hasil pengintegrasian seseorang ini ditransendensikan kepada Allah maka kualitas seseorang tadi akan meningkat dari personal menuju transpersonal. Pada tahap selanjutnya. Badri (1989) mencontohkan seseorang yang sudah pada tahap transpersonal ini "perasaan kagum manusia terhadap keindahan dan keagungan penciptaan serta perasaan kecil dan hina di tengah malam. disinilah tafakur sangat berperan dalam proses pengintegrasian ketiga komponen tadi yaitu fisik. Adakah psikologi jenis lain yang menjawab harapan ini? Martin Seligman. tetapi juga mendambakan kebahagiaan. dan dapat menyembah-Nya. Berlawanan dengan psikologi negatif.perasaan. memelopori revolusi dalam bidang psikologi melalui gerakan Psikologi Positif. karena berkutat pada sisi-negatif manusia. dan faktor-faktor pendukungnya.

yaitu lebih menekankan apa yang benar/baik pada seseorang. dan pada tahun 2006 studi di Universitas Harvard yang berjudul "Psikologi Positif" menjadi kursus semester yang paling populer semester. Menurut Seligman. Beberapa Psikolog Humanistik. misalnya penyebab orang mengalami gangguan jiwa. dibandingkan apa yang salah/buruk. Psikologi positif adalah cabang baru psikologi yang bertujuan diringkas pada tahun 2000 oleh Martin Seligman dan Mihaly Csikszentmihalyi "Kami percaya bahwa psikologi positif akan muncul fungsi manusia yang mencapai pemahaman ilmiah dan efektif untuk membangun berkembang dalam individu. keluarga. seperti soalan stress. Dan selama ini yang kita ketahui. dan" untuk membuat kehidupan normal lebih memuaskan ". Teori ini lebih berfokus pada kepuasan dengan sumber filosofismenya keagamaan dan psikologi humanistic. meskipun penelitian ini telah banyak dikritik. Itulah sebabnya. tidak hanya untuk mengobati penyakit mental. dan Erick Fromm mengembangnak teori dan praktek yang melibatkan kebahagiaan manusia. ada aliran baru dalam dunia psikologi. Carl Rogers. psikologi juga adalah studi tentang kekuatan dan . seperti Abraham Maslow. “Psikologi bukan hanya studi tentang kelemahan dan kerusakan. bidang psikologi selalu menghadapi hal-hal yang berhubungan dengan jiwa seseorang. psikologi biasanya selalu menekankan apa yang salah pada manusia. Pendekatan ini telah menciptakan banyak menarik di sekitar subjek. Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa dan perilaku manusia dalam kehidupan sehari-hari. kegelisahan dan lain lain. dan lain-lain. Baru-baru ini teori yang dikembangkan oleh para psikolog humanistik ini telah menemukan dukungan empiris dari studi oleh para psikolog positif. depresi. Psikologi positif mencari" untuk mencari dan membina jenius dan bakat ". mengapa orang bisa mengalami stress. Sebelumnya.dirumuskannya. Yang selalu berhubungan dengan sisi negatif seseorang. Tetapi selami ini kita mengenal yang nama nya psikologi positif. dan masyarakat. dan menyebutnya sebagai psikologi positif. Anda dapat memanfatkan temuan-temuan terbaru dari sains kebahagiaan untuk mengukur dan mengembangkan kebahagiaan dalam hidup Anda.

cemburu dan sebagainya. serta untuk memahami secara ilmiah tentang pengalaman manusia. Pengobatan bukan hanya memperbaiki yang rusak. Contohnya. manusia dipandang sebagai suatu mekanik yang penuh dengan banyak masalah. Lazarus. yang berfokus pada kelebihan manusia. maka ada rasa nyaman yang terlampiaskan. kebaikan. Sejak awal mula munculnya aliran psikologi (mashab behaviorisme). disebutkan bahwa emosi positif biasanya diabaikan atau tidak ditekankan. seperti bahagia. hal ini tidak jelas kenapa demikian. jijik. . manusia selalu dipandang sebagai makhluk yang bermasalah. tapi lebih kepada menambah khasanah atau memperkaya. pada saat kita marah. Psikologi positif tidak bermaksud mengganti atau menghilangkan penderitaan. Berfokus terhadap penanganan berbagai masalah bukanlah hal baru dalam dunia psikologi. Itulah sebabnya psikologi yang berkutat pada masalah sering disebut sebagai psikologi negatif. baik hati. Psikologi positif berhubungan dengan penggalian emosi positif. humor. sehingga dia akan cenderung untuk mengulangi hal yang dirasa nyaman. seperti marah.” Misi Seligman ialah mengubah paradigma psikologi. belum lagi dengan mashab psikoanalisis yang melihat kenangan masa lalu sebagai penyebab penderitaan yang ada saat ini.kebajikan. Apapun itu. dan sebagainya. optimis. psikologi lebih banyak membahas hal-hal patologis dan gangguan-gangguan jiwa juga emosi negatif. dan sebagainya. Kemungkinan besar hal ini karena emosi negatif jauh lebih tampak dan memiliki pengaruh yang kuat pada adaptasi dan rasa nyaman yang subyektif dibanding melakukan emosi positif. Ada suatu penelitian mengatakan bahwa marah adalah emosi yang dipelajari. dari psikologi patogenis yang hanya berkutat pada kekurangan manusia ke psikologi positif. benci. rasa superior. pengobatan juga berarti mengembangkan apa yang terbaik yang ada dalam diri kita. Mashab ini kemudian melihat masalah yang ada pada manusia. Dalam Richard S. Sejak dulu. psikologi yang berkembang selama bertahun-tahun lamanya lebih memedulikan kekurangan ketimbang kelebihan yang ada pada manusia. kelemahan atau gangguan (jiwa). cinta. Sebelumnya.

Budaya adalah produk yang dipedomani oleh individu-individu yang tersatukan dalam sebuah kelompok. baik disadari maupun tidak disadari. perubahan kondisi lingkungan. Psikologi Lintas Budaya (Cross Culture Psychology) Kata budaya sangat umum dipergunakan dalam bahasa sehari-hari.budaya . 7. Baru sesudah tahun 50-an budaya memperoleh perhatian. Ekologi . serta flora dan fauna. musik. ilmu psikologi tidak menaruh perhatian terhadap budaya. tradisi-ritual. ada baiknya kita merubah diri kita sedikit demi sedikit. akibat dari pertemuan-pertemuan dengan budaya lain. Sementara itu Berry. Hal tersebut juga berlaku bagi cabang-cabang ilmu psikologi lainnya. menegaskan bahwa psikologi sosial hanya dapat bermakna apabila dilakukan lintas budaya. Sebagai sebuah entitas teoritis dan konseptual. Oleh karena itu pengembangan ilmu psikologi yang mengabaikan faktor budaya dipertanyakan kebermaknaannya. Sebisa mungkin kita lebih mengeluarkan emosi positif kita dibandingkan emosi negatif kita. Budaya menjadi pengikat dan diinternalisasi individu-individu yang menjadi anggota suatu kelompok. & Poortinga (1999) mengembangkan sebuah kerangka untuk memahami bagaimana sebuah perilaku dan keadaan psikologis terbentuk dalam keadaan yang berbeda-beda antar budaya. bersama-sama .Jadi intinya saat ini kita sudah mengenal yang nama nya psikologi positif. bangsa atau etnis.kepribadian – perilaku. Pada awal perkembangannya. kondisi geografis. ia terus berubah dan tumbuh. Dasen. Kondisi ekologi yang terdiri dari lingkungan fisik. Triandis (2002) misalnya. budaya membantu memahami bagaimana kita berperilaku tertentu dan menjelaskan perbedaan sekelompok orang. Maka hasilnya pun akan positif. atau peninggalan-peninggalan masa lalu. budaya memiliki kehidupan sendiri.sosialisasi . Segall. Kata budaya juga kadang dikaitkan dengan seni. Pada saat ini diyakini bahwa budaya memainkan peranan penting dalam aspek psikologis manusia. Sebenarnya bagaimana hubungan antara psikologi dan budaya? Secara sederhana Triandis (1994) membuat kerangka sederhana bagaimana hubungan antara budaya dan perilaku sosial. Paling sering budaya dikaitkan dengan pengertian ras. lebih dari sekedar label. Namun baru pada tahun 70-an ke atas budaya benar-benar memperoleh perhatian. iklim. Sebagai sebuah konsep abstrak. dan sosiodemografis.

penggunaan bahasa nasional yakni bahasa indonesia menjadi dasar untuk menggolongkan seluruh orang indonesia ke dalam satu kelompok budaya. but different for each individual. belifs. semuanya bisa tumpang tindih satu sama lain atau malah kurang relevan. Pada umumnya penelitian psikologi lintas budaya dilakukan lintas negara atau lintas etnis. budaya sebagai gagasan. apakah sebuah negara bisa diperlakukan sebagai satu kelompok budaya bila didalamnya ada ratusan etnik seperti halnya indonesia? Dalam posisi seperti itu. Definisi Matsumoto dapat diterima karena definisi ini memenuhi semua perdebatan sebelumnya. Dari sisi praktis. transmisi budaya dan pembelajaran budaya. communicated from one generation to the next (Matsumoto. sekaligus sebagai material. definisi tersebut menggambarkan bahwa budaya adalah suatu konstruk sosial sekaligus konstruk individu. Ketiga hal tersebut kemudian akan melahirkan pengaruh ekologi. Artinya sebuah negara atau sebuah etnis diperlakukan sebagai satu kelompok budaya. Meskipun hal tersebut juga menimbulkan persoalan. genetika. Psikologi lintas budaya adalah cabang psikologi yang (terutama) menaruh perhatian pada pengujian berbagai kemungkinan batas-batas pengetahuan dengan mempelajari orang-orang dari berbagai budaya yang berbeda. baik yang muncul sebagai perilaku maupun ide seperti nilai dan keyakinan. Culture as the set of attitudes.dengan kondisi lingkungan sosial-politik dan adaptasi biologis dan adaptasi kultural merupakan dasar bagi terbentuknya perilaku dan karakter psikologis. Sebuah definisi mengenai budaya dalam konteks psikologi lintas budaya diperlukan guna pemahaman yang sama mengenai apa yang dimaksud budaya dalam psikologi lintas budaya. Dalam arti sempit. values. 1996). atau wilayah geografis. hal itu sangat berguna. . Selain itu. bahasa. and behaviors shared by a group of people. etnis. Pada akhirnya tidak ada kategori kaku yang bisa digunakan untuk melakukan pengelompokan budaya. Apakah batas-batas budaya itu ditandai dengan ras. budaya sebagai produk (masif) maupun sesuatu (things) yang hidup (aktif dan menjadi panduan bagi individu anggota kelompok. yang bersama-sama akan melahirkan suatu perilaku dan karakter psikologis tertentu.

sekaligus memperhitungkan cara perilaku itu dibentuk. 2004). dan Thorndike. dan Poortinga (1990) psikologi lintas budaya adalah kajian ilmiah mengenai perilaku manusia dan penyebarannya. Dalam arti luas. Menurut Triandis. antara lain: a. . dan Davidson (1972) psikologi lintas budaya mencakup kajian suatu pokok persoalan yang bersumber dari dua budaya atau lebih. psikologi lintas budaya terkait dengan pemahaman atas apakah kebenaran dan prinsip-prinsip psikologis bersifat universal (berlaku bagi semua orang di semua budaya) ataukah khas budaya (culture spscific. berlaku bagi orang-orang tertentu di budaya-budaya tertentu) (Matsumoto. Lonner. untuk menentukan batas-batas yang dapat menjadi pijakan teori psikologi umum dan jenis modifikasi teori yang diperlukan agar menjadi universal. c. dan dipengaruhi oleh kekuatan-kekuatan sosial dan budaya.penelitian lintas budaya secara sederhana hanya berarti dilibatkannya partisipasian dari latar belakang kultural yang berbeda dan pengujian terhadap kemungkinankemungkinan adanya perbedaan antara para partisipan tersebut. yang dapat membawa ke arah perbedaan perilaku yang dapat diramalkan dan signifikan. b. Dasen. tempat perilaku terjadi. 1973) menyatakan bahwa psikologi lintas budaya ialah kajian empirik mengenai anggota berbagai kelompok budaya yang telah memiliki perbedaan pengalaman. Triandis (1980) mengungkapkan bahwa psikologi lintas budaya berkutat dengan kajian sistematik mengenai perilaku dan pengalaman sebagaimana pengalaman itu terjadi dalam budaya yang berbeda. Menurut Seggal. Menurut Brislin. yang dipengaruhi budaya atau mengakibatkan perubahan-perubahan dalam budaya yang bersangkutan. Pengertian ini mengarahkan perhatian pada dua hal pokok. dengan menggunakan metode pengukuran yang ekuivalen. Terdapat beberapa definisi lain (menekankan beberapa kompleksitas). Malpass. dan kaitan antara perilaku individu dengan konteks budaya. yaitu keragaman perilaku manusia di dunia.

Henryk and Virginia Staudt Sexton. Kempat. 2000. metode dan aplikasinya. mengedepankan persoalan perubahan budaya dan hubungannya dengan perilaku individual.html . gagasan kunci yang ditonjolkan ialah cara mengenali hubungan sebab-akibat antara budaya dan perilaku. menitikberatkan ciri tertentu. Jakarta. Ph. Kedua. Konsep Manusia Menurut Psikologi Transpersonal (dalam Metodologi Psikologi Islami).com/2008/11/psikologi-lintas-budaya. seperti misalnya pertama. Ketiga lebih menitikberatkan pengenalan berbagai jenis pengalaman budaya.blogspot. SQ – Memanfaatkan Kecerdasan Spiritual dalam Berpikir Integralistik dan Holistik untuk Memaknai Hidup. Tafakur Sebagai Sarana Transendensi.(Materi Kuliah) tidak diterbitkan http://jebhy. Mizan. Sumber: Jalaluddin Rakhmat dalam Danah Zohar. Berdasarkan beberapa pendapat para ahli di atas. 2000. Setyo. dalam teori. Yogyakarta : Pustaka Pelajar. 2004.Setiap definisi dari masing-masing ahli di atas. Hank Out PI : Metode-metode Perumusan Psikologi islami.D. Bandung : PT Eresco Purwanto. 1988 .2004. Setyo.Psikologi Fenomenologi Eksistensial dan Humanistik : Suatu Survai Historis. joesoef. Noesjirwan. dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa psikologi lintas budaya adalah psikologi yang memperhatikan faktorfaktor budaya. berpusat pada peluang rampat (generalizabiliti) dari pengetahuan psikologi yang dianut. (materi kuliah PI) tidak diterbitkan Misiak. Purwanto.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful