Mazhab dan Aliran dalam Psikologi (Psikoanalisa, Behaviorism, Humanistik, Gestalt, Psikologi Positif, Psikologi Transpersonal & Psikologi Lintas

Budaya)
Psikologi sebagai sebuah ilmu akan selalu berkembang, seiring dengan berkembangnya mazhab-mashab dan teori-teori baru yang bermunculan. Teori-teori yang muncul biasanya merupakan kritik dari teori-teori sebelumnya. Memang, patut diakui bahwa titik pandang (teori) dalam psikologi tidak ada yang sempurna, sehingga terbuka kesempatan bagi ilmuwan untuk memberikan kritik dan masukan ataupun penyempurnaan dari teori yang sudah ada. Kali ini, kita akan membahas beberapa teori-teori psikologi. Psikoanalisa, Behaviorisme, Humanistik (Holistik), Psikologi Gestalt, Psikologi Positif,

Psikologi Transpersonal dan Psikologi lintas Budaya (Cross Culture Psychology) 1. Psikoanalisis Salah satunya tokoh psikoanalisis adalah Sigmund Freud (1856 – 1939). Nama asli Freud adalah Sigismund Scholomo. Namun sejak menjadi mahasiswa Freud tidak mau menggunakan nama itu karena kata Sigismund adalah bentukan kata Sigmund. Freud lahir pada 6 Mei 1856 di Freiberg, Moravia. Saat itu Moravia merupakan bagian dari kekaisaran Austria-Hongaria (sekarang Cekoslowakia). Pada usia empat tahun Freud dibawa hijrah ke Wina, Austria (Berry, 2001:3). Kedatangan Freud berbarengan dengan ramainya teori The Origin of Species karya Charles Darwin (Hall, 2000:1). Psikoanalisis bermula dari keraguan Freud terhadap kedokteran. Pada saat itu kedokteran dipercaya bisa menyembuhkan semua penyakit, termasuk histeria yang sangat menggejala di Wina (Freud, terj.,1991:4). Pengaruh Jean-Martin Charcot, neurolog Prancis, yang menunjukkan adanya faktor psikis yang menyebabkan histeria mendukung pula keraguan Freud pada kedokteran (Berry, 2001:15). Sejak itu Freud dan doktor Josef Breuer menyelidiki penyebab histeria. Pasien yang menjadi subjek penyelidikannya adalah Anna O. Selama penyelidikan, Freud melihat ketidakruntutan keterangan yang disampaikan oleh Anna O. Seperti ada yang terbelah dari kepribadian Anna O. Penyelidikan-penyelidikan itu yang membawa Freud pada kesimpulan struktur psikis manusia: id, ego, superego dan ketidaksadaran, prasadar, dan kesadaran.

Sedangkan ego berkata:”Cek dulu. Walau begitu kadangkala pada orang . ketika kontrol ego lemah. Ego. Terdapat peristiwa mental yang kita sadari dan tidak kita sadari namun bisa kita akses (preconscious) dan ada yang sulit kita bawa ke alam tidak sadar (unconscious).Freud menjadikan prinsip ini untuk menjelaskan segala yang terjadi pada manusia. semua perilaku manusia baik yang nampak (gerakan otot) maupun yang tersembunyi (pikiran) adalah disebabkan oleh peristiwa mental sebelumnya. jangan-jangan nanti ada yang tahu!”. Pada masa kanak-kanak kira dikendalikan sepenuhnya oleh id. Dalam keadaan sadar orang sering merepresi keinginankeinginannya. Anak-anak akan mencari pengganti jika tidak menemukan yang dapat memuaskan kebutuhannya (bayi akan mengisap jempolnya jika tidak mendapat dot misalnya). Menurut Freud. Di alam tidak sadar inilah tinggal dua struktur mental yang ibarat gunung es dari kepribadian kita. Superego. adalah pengawas realitas. yang hanya memikirkan kesenangan semata. dan pada tahap ini oleh Freud disebut sebagai primary process thinking. Id mengatakan pada Anda: “Pakai saja uang itu sebagian. Sedangkan ego akan lebih berkembang pada masa kanak-kanak yang lebih tua dan pada orang dewasa. yaitu: a. Di sini disebut sebagai tahap secondary process thinking. toh tak ada yang tahu!”. antara lain mimpi. adalah berisi energi psikis. b. Sebagai contoh adalah berikut ini: Anda adalah seorang bendahara yang diserahi mengelola uang sebesar 1 miliar Rupiah tunai. adalah berisi kaidah moral dan nilai-nilai sosial yang diserap individu dari lingkungannya. Id. maka keinginan itu mengaktualisasikan diri pada saat tidur. c. Sementara superego menegur:”Jangan lakukan!”. mimpi adalah bentuk penyaluran dorongan yang tidak disadari. Manusia sudah dapat menangguhkan pemuasan keinginannya (sikap untuk memilih tidak jajan demi ingin menabung misalnya). Dalam pandangan Freud. Karena tidak bisa tersalurkan pada keadaan sadar.

yaitu mencari pengganti pemuas keinginan (menendang tong sampah karena merasa jengkel akibat dimarahi bos di kantor misalnya). Percobaan yang hampir sama dilakukan terhadap seorang anak berumur 11 bulan dengan seekor tikus putih. Aliran ini memandang manusia sebagai mesin (homo mechanicus) yang dapat dikendalikan perilakunya melalui suatu pelaziman (conditioning). Proses pertama adalah apa yang dinamakan EQ (emotional quotient). Sikap yang diinginkan dilatih terus-menerus sehingga menimbulkan maladaptive behaviour atau perilaku menyimpang. Begitu hingga beberapa kali percobaan. sehingga setiap kali lampu dinyalakan maka anjing tersebut terbit air liurnya meski daging tidak disajikan. Kemudian sepotong daging ditaruh dihadapannya dan anjing tersebut terbit air liurnya. Begitu percobaan ini diulang terus menerus sehingga pada taraf tertentu maka si anak akan menangis begitu hanya melihat tikus putih tersebut. sedangkan proses kedua adalah IQ (intelligence quotient) dan proses ketiga adalah SQ (spiritual quotient). Sedangkan „jiwa‟ tidak bisa diamati. Pada akhir abad ke-19. 2. Selanjutnya begitu terus setiap kali lampu dinyalakan maka daging disajikan. Pavlov menyalakan lampu. Di depan anjing eksperimennya yang lapar. Anjing tersebut tidak mengeluarkan air liurnya.dewasa muncul sikap seperti primary process thnking. Dalam hal ini air liur anjing menjadi conditioned response dan cahaya lampu menjadi conditioned stimulus. Ivan Petrovic Pavlov memulai eksperimen psikologi yang mencapai puncaknya pada tahun 1940 – 1950-an. Di sini psikologi didefinisikan sebagai sains dan sementara sains hanya berhubungan dengan sesuatu yang dapat dilihat dan diamati saja. Setiap kali si anak akan memegang tikus putih maka dipukullah sebatang besi dengan sangat keras sehingga membuat si anak kaget. Bahkan setelah itu dia menjadi . maka tidak digolongkan ke dalam psikologi. Behaviourisme Aliran ini sering dikatkan sebagai aliran ilmu jiwa namun tidak peduli pada jiwa. Salah satu contoh adalah ketika Pavlov melakukan eksperimen terhadap seekor anjing.

di mana dia mengalami dan menyaksikan penyiksaan-penyiksaan di kamp tersebut.takut dengan segala sesuatu yang berbulu: kelinci. anjing. Kedua aliran ini dianggap merendahkan manusia menjadi sekelas mesin atau makhluk yang rendah. 3. Salah satu tokoh dari aliran ini – Abraham Maslow – mengkritik Freud dengan mengatakan bahwa Freud hanya meneliti mengapa setengah jiwa itu sakit. Hidup memiliki makna. Ini yang dinamakan pelaziman dan untuk mengobatinya kita bisa melakukan apa yang disebut sebagai kontrapelaziman (counterconditioning). Salah satu bagian dari humanistic adalah logoterapi. bukannya meneliti mengapa setengah jiwa yang lainnya bisa tetap sehat. Kita memiliki kebebasan untuk memaknai apa yang kita lakukan dan apa yang kita alami bahkan dalam menghadapi kesengsaraan sekalipun. yaitu para tahanan yang putus asa dan para tahanan yang memiliki kesabaran luar biasa serta daya hidup yang perkasa. Frankl mengembangkan teknik ini berdasarkan pengalamannya lolos dari kamp konsentrasi Nazi pada masa Perang Dunia II. Tujuan hidup kita yang utama adalah mencari makna dari kehidupan kita itu sendiri. c. Pandangan ini berprinsip: a. b. bahkan dalam situasi yang paling menyedihkan sekalipun. . Frankl menyebut hal ini sebagai kebebasan seseorang memberi makna pada hidupnya. Dia menyaksikan dua hal yang berbeda. baju berbulu dan topeng Sinterklas. Adalah Viktor Frankl yang mengembangkan teknik psikoterapi yang disebut sebagai logotherapy (logos = makna). Aliran ini biasa disebut mazhab ketiga setelah Psikoanalisa dan Behaviorisme. Psikologi Humanistis Aliran ini muncul akibat reaksi atas aliran behaviourisme dan psikoanalisis.

Di satu sisi ia mendapatkan kelimpahan materi namun di sisi lainnya ia kehilangan waktu untuk berkumpul dengan anak-anak dan istrinya. Misalnya: seorang rakyat jelata tiba-tiba dikunjungi oleh presiden langsung di rumahnya. Pada saat itulah ia merasakan kembali makna hidupnya. Makna muncul ketika seseorang menentukan pilihan. Kemudian tampaklah olehnya bahwa penceramah tersebut tidak memiliki sepasang kaki. Ketika kita dihadapkan pada sikap bertanggung jawab. Ia merasakan suatu makna yang luar biasa dalam kehidupannya dan tak akan tergantikan oleh apapun. dengan begitu hidup kita menjadi bermakna. Ketika seseorang menemukan dirinya (self-discovery).Logoterapi ini sangat erat kaitannya dengan SQ. Hidup menjadi tanpa makna ketika seseorang tak dapat memilih. Pada saat itu si bendahara mengalami makna yang luar biasa dalam hidupnya. c. b. Seperti contoh di atas. dengan gaji besar dan kedudukan tinggi. Hingga akhirnya dia putuskan untuk mundur dari pekerjaan itu dan memilih memiliki waktu luang bersama keluarganya. Maka tiba-tiba ia disadarkan. seorang bendahara yang diserahi pengelolaan uang tunai dalam jumlah sangat besar dan berhasil menolak keinginannya sendiri untuk memakai sebagian uang itu untuk memuaskan keinginannya semata. unik dan tak tergantikan . Namun di tengah kejengkelannya itu ia melihat bahwa ada seorang penceramah yang berbicara dengan senyum gembira. Dia menginginkan pekerjaan itu namun sekaligus punya waktu untuk keluarganya. d. Sebagai contoh: seseorang yang mendapatkan tawaran kerja bagus. Ketika seseorang merasa istimewa. . bahwa mengapa ia sedih kehilangan sepatunya sementara ada orang yang masih bisa tersenyum walau kehilangan kedua kakinya. namun ia harus pindah dari Yogyakarta menuju Singapura. Sa‟di (seorang penyair besar dari Iran) menggerutu karena kehilangan sepasang sepatunya di sebuah masjid di Damaskus. Demikian juga ketika kita menemukan seseorang yang mampu mendengarkan kita dengan penuh perhatian. yang bisa kita kelompokkan berdasarkan situasi-situasi berikut ini: a.

Psikologi Gestalt Psikologi Gestalt berasal dari bahasa Jerman yang berarti menggambarkan konfigurasi atau bentuk yang utuh. Pandangan ini menjelaskan integritas psikologis aktivitas manusia yang jelas. . utuh dan logis. Psikologi gestalt adalah gerakan jerman yang secara langsung menantang psikologi strukturalisme Wundt. Semua penjelasan tentang bagian-bagian objek akan mengakibatkan hilangnya gestalt itu sendiri. Stumpf dan akademi Wurzburg di jerman. Sehingga tujuan psikologi gestalt adalah menyelidiki organisasi aktivitas mental dan mengetahui secara tepat karakteristik interaksi manusia-lingkungan. pada waktu itu psikologi menjadi kehilangan identitas jika dianalisis menjadi komponen-komponen atau bagian-bagian yang telah ada sebelumnya. Gerakan gestalt lebih konsisten dengan tema utama dalam filsafat jerman yakni aktivitas mental dari pada sistem Wundt. Menurut para gestaltis. Sejalan dengan itu.e. Ketika kita mengalami situasi transendensi (pengalaman yang membawa kita ke luar dunia fisik. Para gestaltis mewarisi tradisi psikologi aksi dari Brentano. Sebagai contoh. ke luar dari diri kita sekarang). 4. Psikologi gestalt didasari oleh pemikiran Kant tentang teori nativistik yang mengatakan bahwa organisasi aktivitas mental membuat individu berinteraksi dengan lingkungannya melalui cara-cara yang khas. gestalt menunjukkan premis dasar sistem psikologi yang mengonseptualisasi berbagai peristiwa psikologis sebagai fenomena yang terorganisasi. ketika melihat sebuah persegi panjang maka hal ini dapat dipahami dan dijelaskan sebagai persegi panjang berdasarkan keutuhannya atau keseluruhannya dan identitas ini tidak bisa dijelaskan sebagai empat garis yang saling tegak lurus dan berhubungan. ke luar suka dan duka kita. yang berupaya mengembangkan alternatif bagi model psikologi yang diajukan oleh model ilmu pengetahuan alam reduksionistik dan analitik dari Wundt. Suatu gestalt dapat berupa objek yang berbeda dari jumlah bagian-bagiannya. Transendensi adalah pengalaman spiritual yang memberi makna pada kehidupan kita.

Psikologi gestalt diawali dan dikembangakan melalui tulisan-tulisan tiga tokoh penting. Psikologi transpersonal merupakan salah satu bidang psikologi yang mengintegrasikan konsep. gerakan gestalt telah berhasil menggantikan model wunditian dalam psikologi Jerman. Menurut John Davis. Wolfgang Kohler dan Kurt Koffka. kerangka psikologi gestalt tidak sejalan dengan perkembangan-perkembangan di Amerika. Secara etimologis. keberhasilan gerakan tersebut tidak berlangsung lama kerena munculnya hitlerisme. Psikologi Transpersonal Kata transpersonal berasal dari kata trans yang berarti melampaui dan persona berarti topeng. teori dan metode psikologi dengan kekayaan-kekayaan spiritual dari bermacam-macam budaya dan agama.2002). Perintisan psikologi transpersonal diawali dengan penelitian-penelitian tentang psikologi kesehatan pada tahun 1960-an yang dilakukan oleh Abraham Maslow (Kaszaniak. transpersonal berarti melampaui macam-macam topeng yang digunakan manusia. dan ketiganya melarikan diri dari kejaran nazi dan bermigrasi ke Amerika.Hingga pada tahun 1930. transpersonal berarti melampaui gambaran manusia yang kelihatan. Perkembangan psikologi transpersonal lebih pesat lagi setelah . suatu pengetahuan bahwa tiap-tiap bagian (misal: tiap-tiap manusia) adalah bagian dari keseluruhan alam semesta. Sehingga para pemimpin gerakan tersebut hijrah ke Amerika. psikologi transpersonal bisa diartikan sebagai ilmu yang menghubungkan psikologi dengan spiritualitas. Tetapi di Amerika psikologi gestalt tidak memperoleh dominasi seperti di Jerman. Konsep inti dari psikologi transpersonal adalah nondualitas (nonduality). Penyatuan kosmis dimana segala-galanya dipandang sebagai satu kesatuan. yaitu Max Wertheimer. Oleh karena itu. Ketiganya dididik dalam atmosfer intelektual yang menggairahkan pada awal abad 20 di Jerman. Hal ini dikarenakan psikologi Amerika telah berkembang melalui periode fungsionalisme dan pada tahun 1930-an didominasi oleh behaviorisme. 5. Namun. Dengan kata lain.

transhuman centered in the cosmos rather than in human needs and interest. Penelitian mengenai gejala-gejala ruhaniah seperti peak experience. Antony Sutich. a preparation for still higher Fourth Psychology. Penelitian yang dilakukan untuk memahami gejala-gejala ruhaniah seperti peak experience. serta kesadaran transendensi. dan farthes reaches of human nature. behaviourisme dan humanistic. to be trantitional. Psikologi transpersonal memfokuskan diri pada bentuk-bentuk kesadaran manusia. pengalaman mistis. plateu. Third Force psychology. kesadaran kosmis. psikology mulai mengarahkan perhatiannya pada dimensi spiritual manusia. perwujudan dari kesatuan. a transpersonal. going beyond humanness. Aliran psikologi yang memfokuskan diri pada kajian-kajian transpersonal menamakan dirinya aliran psikologi transpersonal dan memproklamirkan diri sebagai aliran ke empat setelah psikoanalisis. self actualization. pemahaman. and the like". pengalaman transpersonal. Menurut Maslow pengalaman keagamaan meliputi peak experience. Sejak 1969. Hal inilah yang membedakan konsep manusia antara . Oleh karena itu psikologi belum sempurna sebelum memfokuskan kembali dalam pandangan spiritual dan transpersonal. aktualisasi dan pengalaman transpersonal mulai dikembangkan. "I should say also that I consider Humanistic. Sehingga boleh dikatakan bahwa aliran ini merupakan perkembangan dari aliran humanistic.2000). keadaran ruhaniah. exctasy. aktualisasi transpersonal pengalaman spiritual dan kecerdasan spiritual (Zohar. dan Charles Tart. identity. khususnya taraf kesadaran ASCs (Altered States of Consciosness). ekstasi. 2000). Aliran psikologi Transpersonal ini dikembangkan oleh tokoh psikologi humanistic antara lain : Abraham Maslow.terbitnya Journal of Transpersonal Psychology pada tahun 1969 dimasa disiplin ilmu psikologi mulai mengarahkan perhatian pada dimensi spiritual manusia. ketika Journal of Transpersonal Psychology terbit untuk pertamakalinya. pengalaman mistis. Psikologi transpersonal lebih menitikberatkan pada aspek-aspek spiritual atau transcendental diri manusia. Maslow menulis (dalam Zohar. spiritualitas. dan melakukan penggalian. Sebuah definisi kekemukakan oleh Shapiro yang merupakan gabungan dari pendapat tentang psikologi transpersonal : psikologi transpersonal mengkaji tentang poitensi tertinggi yang dimiliki manusia.

pengetahuan rasional yang abstrak. dimana diri seseorang mentransendir dualintas dan menyatu dengan segala yang ada. aspek emosional dan aspek intelektual dari kekuatan batin individu. Tingkatan berikutnya termasuk dalam kategori wilayah transpersonal manusia. dan keistimewaan lainnya yang dimiliki sesuatu. Lingkaran 7 mewakili bentuk penghayatan paling tinggi-penyatuan mistis atau pencerahan. Jika seseorang memperdalam cara melihat dan mengamati sisi-sisi keindahan. Lingkaran 6 mewakili aspek energi psikis (kekuatan bathiniah) di mana individu secara jelas menghayati dirinya sebagai telah mentransedir/melewati kesadaran sensoris dan pada saat yang sama menyadari pengintegrasian dirinya dengan medan-medan energi yang lebih besar. dikatakan lagi tingkat pengembangan potensial dimana semua tingkat dihayati secara simultan. penglihatan atau alat indera lainnya. 2001) membuat sebuah diagram yang berbentuk lingkaran dimana setiap lingkaran mewakili satu tingkat berfungsinya menusia dan tingkat kesadaran diri manusia. kekuatan. McWaters (dalam Nusjirwan. Melewati ke tujuh tingkat yang disebutkan itu. Lingkaran 4 menggambarkan pengintegrasian dari lingkaran 1. berarti ia telah berpindah dari pengetahuan yang indrawi menuju rasa kekaguman ( tadlawuk) dimana pada tahap ini adalah tahap bergejolaknya .psikologi humanistic dengan psikologi transpersonal.2 dan 3 yang berturut-turut mewakili aspek fisikal. Sebuah kejadian akan dipresepsi secara empiris yang langsung melalui pendengaran. yang sebagaian pengetahuan ini tidak ada hubungannya dengan emosi. 2 dan 3 yang memungkinkan individu berfungsi secara harminis pada tingkat pribadi. Tiap tingkat dari bagian diatas menunjukan tingkat fungsi dan tingkat kesadaran manusia. Ketika seseorang berada pada fase pertama dalam bertafakur berarti dia berada pada dunia fisik yaitu pengetahuan yang didapat dari fungsi indera. atau secara tidak langsung seperti pada fenomena imajinasi. Keempat lingkaran ini termasuk dalam kawasan personal manusia. Lingkaran 1. Konsep dari McWater ini dapat menjelaskan bagaimana seseorang mencapai kualitas diri melalui metode tafakur. Fenomena-fenomena para psikologi dapat dialami pada tingkat kesadaran ini. Lingkaran 5 mewakili aspek intuisi. Pada aspek ini mulai samara-samar menyadari bahwa ia bisa mempersepsi tanpa perantara panca indra (extra sensory perception).

ciri-ciri kebahagiaan yang autentik. mengembangkan potensi-potensi kekuatan dan kebajikan sehingga membuahkan kebahagiaan yang autentik dan berkelanjutan. Badri (1989) mencontohkan seseorang yang sudah pada tahap transpersonal ini "perasaan kagum manusia terhadap keindahan dan keagungan penciptaan serta perasaan kecil dan hina di tengah malam. seorang psikolog pakar studi optimisme. yang ia saksikan merupakan fitrah yang sudah diberikan Allah kepada manusia untuk dapat melihat semua yang ada di langit dan di bumi sehingga ia dapat menemukan sang pencipta. dmosi dan intelektual. Padahal. memelopori revolusi dalam bidang psikologi melalui gerakan Psikologi Positif. merasakan khusuk terhada-Nya. disinilah tafakur sangat berperan dalam proses pengintegrasian ketiga komponen tadi yaitu fisik. disini kita melihat bahwa tahap ini sesuai dengan tahap kedua dari McWater yaitu emosional. Seligman memperkenalkan prinsip-prinsip dasar Psikologi Positif. Dengan metode-metode praktis yang . karena berkutat pada sisi-negatif manusia. Berlawanan dengan psikologi negatif. sains baru ini mengarahkan perhatiannya pada sisi-positif manusia. dan dapat menyembah-Nya. Psikologi. Dalam buku revolusioner yang ditulis dengan gaya populer ini. dan faktor-faktor pendukungnya. manusia tidak hanya ingin terbebas dari problem. paling banter hanya menawarkan terapi atas masalah-masalah kejiwaan. Kemudian jika hasil pengintegrasian seseorang ini ditransendensikan kepada Allah maka kualitas seseorang tadi akan meningkat dari personal menuju transpersonal. Adakah psikologi jenis lain yang menjawab harapan ini? Martin Seligman. karena itu. 6. Pada tahap selanjutnya.perasaan. dengan bertafakur aktiitas kognitif seseorang muali delibtkan. Psikologi Positif Psikologi yang berkembang dewasa ini dapat disebut sebagai psikologi negatif. tetapi juga mendambakan kebahagiaan. Dari ungkapan tersebut dapat dita lihat bahwa seseorang yang mengakui bahwa keindahan itu adalah ciptaan Allah maka berarti dia sudah memasuki dunia transpersonal. Baik karena takut atau karena cinta".

Menurut Seligman. depresi. ada aliran baru dalam dunia psikologi. Yang selalu berhubungan dengan sisi negatif seseorang. Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa dan perilaku manusia dalam kehidupan sehari-hari. psikologi biasanya selalu menekankan apa yang salah pada manusia. mengapa orang bisa mengalami stress. Anda dapat memanfatkan temuan-temuan terbaru dari sains kebahagiaan untuk mengukur dan mengembangkan kebahagiaan dalam hidup Anda. dan Erick Fromm mengembangnak teori dan praktek yang melibatkan kebahagiaan manusia. tidak hanya untuk mengobati penyakit mental. dibandingkan apa yang salah/buruk. Itulah sebabnya. dan" untuk membuat kehidupan normal lebih memuaskan ". “Psikologi bukan hanya studi tentang kelemahan dan kerusakan. seperti Abraham Maslow. kegelisahan dan lain lain. seperti soalan stress. yaitu lebih menekankan apa yang benar/baik pada seseorang. Psikologi positif mencari" untuk mencari dan membina jenius dan bakat ". meskipun penelitian ini telah banyak dikritik. dan lain-lain. psikologi juga adalah studi tentang kekuatan dan . Tetapi selami ini kita mengenal yang nama nya psikologi positif. Teori ini lebih berfokus pada kepuasan dengan sumber filosofismenya keagamaan dan psikologi humanistic. Sebelumnya. Dan selama ini yang kita ketahui. Carl Rogers. dan masyarakat. dan pada tahun 2006 studi di Universitas Harvard yang berjudul "Psikologi Positif" menjadi kursus semester yang paling populer semester. dan menyebutnya sebagai psikologi positif. Psikologi positif adalah cabang baru psikologi yang bertujuan diringkas pada tahun 2000 oleh Martin Seligman dan Mihaly Csikszentmihalyi "Kami percaya bahwa psikologi positif akan muncul fungsi manusia yang mencapai pemahaman ilmiah dan efektif untuk membangun berkembang dalam individu. Pendekatan ini telah menciptakan banyak menarik di sekitar subjek. bidang psikologi selalu menghadapi hal-hal yang berhubungan dengan jiwa seseorang. Beberapa Psikolog Humanistik.dirumuskannya. Baru-baru ini teori yang dikembangkan oleh para psikolog humanistik ini telah menemukan dukungan empiris dari studi oleh para psikolog positif. misalnya penyebab orang mengalami gangguan jiwa. keluarga.

seperti bahagia. . belum lagi dengan mashab psikoanalisis yang melihat kenangan masa lalu sebagai penyebab penderitaan yang ada saat ini. serta untuk memahami secara ilmiah tentang pengalaman manusia. psikologi yang berkembang selama bertahun-tahun lamanya lebih memedulikan kekurangan ketimbang kelebihan yang ada pada manusia. baik hati. psikologi lebih banyak membahas hal-hal patologis dan gangguan-gangguan jiwa juga emosi negatif. jijik.” Misi Seligman ialah mengubah paradigma psikologi. Sejak dulu. Psikologi positif tidak bermaksud mengganti atau menghilangkan penderitaan. disebutkan bahwa emosi positif biasanya diabaikan atau tidak ditekankan. pengobatan juga berarti mengembangkan apa yang terbaik yang ada dalam diri kita. Dalam Richard S. kebaikan. Contohnya.kebajikan. maka ada rasa nyaman yang terlampiaskan. manusia selalu dipandang sebagai makhluk yang bermasalah. Sejak awal mula munculnya aliran psikologi (mashab behaviorisme). dari psikologi patogenis yang hanya berkutat pada kekurangan manusia ke psikologi positif. sehingga dia akan cenderung untuk mengulangi hal yang dirasa nyaman. cemburu dan sebagainya. Ada suatu penelitian mengatakan bahwa marah adalah emosi yang dipelajari. yang berfokus pada kelebihan manusia. cinta. Apapun itu. Pengobatan bukan hanya memperbaiki yang rusak. dan sebagainya. seperti marah. humor. Lazarus. Sebelumnya. Psikologi positif berhubungan dengan penggalian emosi positif. kelemahan atau gangguan (jiwa). Itulah sebabnya psikologi yang berkutat pada masalah sering disebut sebagai psikologi negatif. hal ini tidak jelas kenapa demikian. benci. optimis. pada saat kita marah. Kemungkinan besar hal ini karena emosi negatif jauh lebih tampak dan memiliki pengaruh yang kuat pada adaptasi dan rasa nyaman yang subyektif dibanding melakukan emosi positif. tapi lebih kepada menambah khasanah atau memperkaya. Berfokus terhadap penanganan berbagai masalah bukanlah hal baru dalam dunia psikologi. manusia dipandang sebagai suatu mekanik yang penuh dengan banyak masalah. dan sebagainya. rasa superior. Mashab ini kemudian melihat masalah yang ada pada manusia.

tradisi-ritual. Sebenarnya bagaimana hubungan antara psikologi dan budaya? Secara sederhana Triandis (1994) membuat kerangka sederhana bagaimana hubungan antara budaya dan perilaku sosial. Maka hasilnya pun akan positif. kondisi geografis. lebih dari sekedar label. Dasen. Psikologi Lintas Budaya (Cross Culture Psychology) Kata budaya sangat umum dipergunakan dalam bahasa sehari-hari. Budaya menjadi pengikat dan diinternalisasi individu-individu yang menjadi anggota suatu kelompok. Triandis (2002) misalnya. atau peninggalan-peninggalan masa lalu. Kondisi ekologi yang terdiri dari lingkungan fisik. ilmu psikologi tidak menaruh perhatian terhadap budaya. Sebagai sebuah entitas teoritis dan konseptual.budaya . ada baiknya kita merubah diri kita sedikit demi sedikit. iklim.kepribadian – perilaku. Namun baru pada tahun 70-an ke atas budaya benar-benar memperoleh perhatian. Pada saat ini diyakini bahwa budaya memainkan peranan penting dalam aspek psikologis manusia. bangsa atau etnis. & Poortinga (1999) mengembangkan sebuah kerangka untuk memahami bagaimana sebuah perilaku dan keadaan psikologis terbentuk dalam keadaan yang berbeda-beda antar budaya. Sementara itu Berry. budaya memiliki kehidupan sendiri. menegaskan bahwa psikologi sosial hanya dapat bermakna apabila dilakukan lintas budaya. ia terus berubah dan tumbuh. Sebisa mungkin kita lebih mengeluarkan emosi positif kita dibandingkan emosi negatif kita.Jadi intinya saat ini kita sudah mengenal yang nama nya psikologi positif.sosialisasi . Budaya adalah produk yang dipedomani oleh individu-individu yang tersatukan dalam sebuah kelompok. Segall. Baru sesudah tahun 50-an budaya memperoleh perhatian. Sebagai sebuah konsep abstrak. akibat dari pertemuan-pertemuan dengan budaya lain. perubahan kondisi lingkungan. dan sosiodemografis. budaya membantu memahami bagaimana kita berperilaku tertentu dan menjelaskan perbedaan sekelompok orang. bersama-sama . Pada awal perkembangannya. Hal tersebut juga berlaku bagi cabang-cabang ilmu psikologi lainnya. serta flora dan fauna. Paling sering budaya dikaitkan dengan pengertian ras. 7. Oleh karena itu pengembangan ilmu psikologi yang mengabaikan faktor budaya dipertanyakan kebermaknaannya. Kata budaya juga kadang dikaitkan dengan seni. baik disadari maupun tidak disadari. Ekologi . musik.

penggunaan bahasa nasional yakni bahasa indonesia menjadi dasar untuk menggolongkan seluruh orang indonesia ke dalam satu kelompok budaya. hal itu sangat berguna. communicated from one generation to the next (Matsumoto. Selain itu. values. . semuanya bisa tumpang tindih satu sama lain atau malah kurang relevan. Definisi Matsumoto dapat diterima karena definisi ini memenuhi semua perdebatan sebelumnya. budaya sebagai gagasan. Culture as the set of attitudes. Apakah batas-batas budaya itu ditandai dengan ras. Sebuah definisi mengenai budaya dalam konteks psikologi lintas budaya diperlukan guna pemahaman yang sama mengenai apa yang dimaksud budaya dalam psikologi lintas budaya. apakah sebuah negara bisa diperlakukan sebagai satu kelompok budaya bila didalamnya ada ratusan etnik seperti halnya indonesia? Dalam posisi seperti itu.dengan kondisi lingkungan sosial-politik dan adaptasi biologis dan adaptasi kultural merupakan dasar bagi terbentuknya perilaku dan karakter psikologis. genetika. baik yang muncul sebagai perilaku maupun ide seperti nilai dan keyakinan. budaya sebagai produk (masif) maupun sesuatu (things) yang hidup (aktif dan menjadi panduan bagi individu anggota kelompok. bahasa. Pada akhirnya tidak ada kategori kaku yang bisa digunakan untuk melakukan pengelompokan budaya. atau wilayah geografis. sekaligus sebagai material. Ketiga hal tersebut kemudian akan melahirkan pengaruh ekologi. yang bersama-sama akan melahirkan suatu perilaku dan karakter psikologis tertentu. definisi tersebut menggambarkan bahwa budaya adalah suatu konstruk sosial sekaligus konstruk individu. and behaviors shared by a group of people. Artinya sebuah negara atau sebuah etnis diperlakukan sebagai satu kelompok budaya. etnis. 1996). transmisi budaya dan pembelajaran budaya. Dari sisi praktis. Meskipun hal tersebut juga menimbulkan persoalan. Psikologi lintas budaya adalah cabang psikologi yang (terutama) menaruh perhatian pada pengujian berbagai kemungkinan batas-batas pengetahuan dengan mempelajari orang-orang dari berbagai budaya yang berbeda. Dalam arti sempit. belifs. but different for each individual. Pada umumnya penelitian psikologi lintas budaya dilakukan lintas negara atau lintas etnis.

yang dapat membawa ke arah perbedaan perilaku yang dapat diramalkan dan signifikan. yaitu keragaman perilaku manusia di dunia. Triandis (1980) mengungkapkan bahwa psikologi lintas budaya berkutat dengan kajian sistematik mengenai perilaku dan pengalaman sebagaimana pengalaman itu terjadi dalam budaya yang berbeda. Dalam arti luas. dengan menggunakan metode pengukuran yang ekuivalen. Malpass. untuk menentukan batas-batas yang dapat menjadi pijakan teori psikologi umum dan jenis modifikasi teori yang diperlukan agar menjadi universal. 1973) menyatakan bahwa psikologi lintas budaya ialah kajian empirik mengenai anggota berbagai kelompok budaya yang telah memiliki perbedaan pengalaman. tempat perilaku terjadi.penelitian lintas budaya secara sederhana hanya berarti dilibatkannya partisipasian dari latar belakang kultural yang berbeda dan pengujian terhadap kemungkinankemungkinan adanya perbedaan antara para partisipan tersebut. c. berlaku bagi orang-orang tertentu di budaya-budaya tertentu) (Matsumoto. Pengertian ini mengarahkan perhatian pada dua hal pokok. Terdapat beberapa definisi lain (menekankan beberapa kompleksitas). Menurut Triandis. dan dipengaruhi oleh kekuatan-kekuatan sosial dan budaya. dan kaitan antara perilaku individu dengan konteks budaya. dan Davidson (1972) psikologi lintas budaya mencakup kajian suatu pokok persoalan yang bersumber dari dua budaya atau lebih. 2004). dan Poortinga (1990) psikologi lintas budaya adalah kajian ilmiah mengenai perilaku manusia dan penyebarannya. Lonner. dan Thorndike. sekaligus memperhitungkan cara perilaku itu dibentuk. yang dipengaruhi budaya atau mengakibatkan perubahan-perubahan dalam budaya yang bersangkutan. Dasen. . antara lain: a. Menurut Seggal. b. Menurut Brislin. psikologi lintas budaya terkait dengan pemahaman atas apakah kebenaran dan prinsip-prinsip psikologis bersifat universal (berlaku bagi semua orang di semua budaya) ataukah khas budaya (culture spscific.

Psikologi Fenomenologi Eksistensial dan Humanistik : Suatu Survai Historis. menitikberatkan ciri tertentu. Berdasarkan beberapa pendapat para ahli di atas. gagasan kunci yang ditonjolkan ialah cara mengenali hubungan sebab-akibat antara budaya dan perilaku.(Materi Kuliah) tidak diterbitkan http://jebhy. Ketiga lebih menitikberatkan pengenalan berbagai jenis pengalaman budaya. Purwanto. 2000. Jakarta. dalam teori. Kedua. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.2004. 2004. Konsep Manusia Menurut Psikologi Transpersonal (dalam Metodologi Psikologi Islami). Hank Out PI : Metode-metode Perumusan Psikologi islami. (materi kuliah PI) tidak diterbitkan Misiak.html . Kempat. metode dan aplikasinya. joesoef. dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa psikologi lintas budaya adalah psikologi yang memperhatikan faktorfaktor budaya. 1988 . berpusat pada peluang rampat (generalizabiliti) dari pengetahuan psikologi yang dianut. seperti misalnya pertama. Mizan. Setyo. Noesjirwan. 2000. Bandung : PT Eresco Purwanto. SQ – Memanfaatkan Kecerdasan Spiritual dalam Berpikir Integralistik dan Holistik untuk Memaknai Hidup.D. Ph. Sumber: Jalaluddin Rakhmat dalam Danah Zohar. Tafakur Sebagai Sarana Transendensi. Setyo.com/2008/11/psikologi-lintas-budaya.blogspot. Henryk and Virginia Staudt Sexton. mengedepankan persoalan perubahan budaya dan hubungannya dengan perilaku individual.Setiap definisi dari masing-masing ahli di atas.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful