P. 1
Mazhab Dan Aliran Dalam Psikologi

Mazhab Dan Aliran Dalam Psikologi

|Views: 752|Likes:
Published by Fatur Akhi
mau ikut yg mna?
mau ikut yg mna?

More info:

Published by: Fatur Akhi on Mar 27, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/03/2014

pdf

text

original

Mazhab dan Aliran dalam Psikologi (Psikoanalisa, Behaviorism, Humanistik, Gestalt, Psikologi Positif, Psikologi Transpersonal & Psikologi Lintas

Budaya)
Psikologi sebagai sebuah ilmu akan selalu berkembang, seiring dengan berkembangnya mazhab-mashab dan teori-teori baru yang bermunculan. Teori-teori yang muncul biasanya merupakan kritik dari teori-teori sebelumnya. Memang, patut diakui bahwa titik pandang (teori) dalam psikologi tidak ada yang sempurna, sehingga terbuka kesempatan bagi ilmuwan untuk memberikan kritik dan masukan ataupun penyempurnaan dari teori yang sudah ada. Kali ini, kita akan membahas beberapa teori-teori psikologi. Psikoanalisa, Behaviorisme, Humanistik (Holistik), Psikologi Gestalt, Psikologi Positif,

Psikologi Transpersonal dan Psikologi lintas Budaya (Cross Culture Psychology) 1. Psikoanalisis Salah satunya tokoh psikoanalisis adalah Sigmund Freud (1856 – 1939). Nama asli Freud adalah Sigismund Scholomo. Namun sejak menjadi mahasiswa Freud tidak mau menggunakan nama itu karena kata Sigismund adalah bentukan kata Sigmund. Freud lahir pada 6 Mei 1856 di Freiberg, Moravia. Saat itu Moravia merupakan bagian dari kekaisaran Austria-Hongaria (sekarang Cekoslowakia). Pada usia empat tahun Freud dibawa hijrah ke Wina, Austria (Berry, 2001:3). Kedatangan Freud berbarengan dengan ramainya teori The Origin of Species karya Charles Darwin (Hall, 2000:1). Psikoanalisis bermula dari keraguan Freud terhadap kedokteran. Pada saat itu kedokteran dipercaya bisa menyembuhkan semua penyakit, termasuk histeria yang sangat menggejala di Wina (Freud, terj.,1991:4). Pengaruh Jean-Martin Charcot, neurolog Prancis, yang menunjukkan adanya faktor psikis yang menyebabkan histeria mendukung pula keraguan Freud pada kedokteran (Berry, 2001:15). Sejak itu Freud dan doktor Josef Breuer menyelidiki penyebab histeria. Pasien yang menjadi subjek penyelidikannya adalah Anna O. Selama penyelidikan, Freud melihat ketidakruntutan keterangan yang disampaikan oleh Anna O. Seperti ada yang terbelah dari kepribadian Anna O. Penyelidikan-penyelidikan itu yang membawa Freud pada kesimpulan struktur psikis manusia: id, ego, superego dan ketidaksadaran, prasadar, dan kesadaran.

Walau begitu kadangkala pada orang . Sementara superego menegur:”Jangan lakukan!”. Di alam tidak sadar inilah tinggal dua struktur mental yang ibarat gunung es dari kepribadian kita. b. Dalam keadaan sadar orang sering merepresi keinginankeinginannya. Id mengatakan pada Anda: “Pakai saja uang itu sebagian. Ego. ketika kontrol ego lemah. yaitu: a. Sedangkan ego akan lebih berkembang pada masa kanak-kanak yang lebih tua dan pada orang dewasa. Sebagai contoh adalah berikut ini: Anda adalah seorang bendahara yang diserahi mengelola uang sebesar 1 miliar Rupiah tunai. Manusia sudah dapat menangguhkan pemuasan keinginannya (sikap untuk memilih tidak jajan demi ingin menabung misalnya). semua perilaku manusia baik yang nampak (gerakan otot) maupun yang tersembunyi (pikiran) adalah disebabkan oleh peristiwa mental sebelumnya. Menurut Freud. jangan-jangan nanti ada yang tahu!”. yang hanya memikirkan kesenangan semata.Freud menjadikan prinsip ini untuk menjelaskan segala yang terjadi pada manusia. Karena tidak bisa tersalurkan pada keadaan sadar. Anak-anak akan mencari pengganti jika tidak menemukan yang dapat memuaskan kebutuhannya (bayi akan mengisap jempolnya jika tidak mendapat dot misalnya). c. adalah berisi energi psikis. dan pada tahap ini oleh Freud disebut sebagai primary process thinking. Dalam pandangan Freud. toh tak ada yang tahu!”. adalah pengawas realitas. Terdapat peristiwa mental yang kita sadari dan tidak kita sadari namun bisa kita akses (preconscious) dan ada yang sulit kita bawa ke alam tidak sadar (unconscious). Pada masa kanak-kanak kira dikendalikan sepenuhnya oleh id. Di sini disebut sebagai tahap secondary process thinking. mimpi adalah bentuk penyaluran dorongan yang tidak disadari. adalah berisi kaidah moral dan nilai-nilai sosial yang diserap individu dari lingkungannya. Id. antara lain mimpi. Superego. Sedangkan ego berkata:”Cek dulu. maka keinginan itu mengaktualisasikan diri pada saat tidur.

Behaviourisme Aliran ini sering dikatkan sebagai aliran ilmu jiwa namun tidak peduli pada jiwa. Ivan Petrovic Pavlov memulai eksperimen psikologi yang mencapai puncaknya pada tahun 1940 – 1950-an. Sikap yang diinginkan dilatih terus-menerus sehingga menimbulkan maladaptive behaviour atau perilaku menyimpang. Anjing tersebut tidak mengeluarkan air liurnya. yaitu mencari pengganti pemuas keinginan (menendang tong sampah karena merasa jengkel akibat dimarahi bos di kantor misalnya). Proses pertama adalah apa yang dinamakan EQ (emotional quotient). Begitu percobaan ini diulang terus menerus sehingga pada taraf tertentu maka si anak akan menangis begitu hanya melihat tikus putih tersebut. maka tidak digolongkan ke dalam psikologi. sehingga setiap kali lampu dinyalakan maka anjing tersebut terbit air liurnya meski daging tidak disajikan. Di depan anjing eksperimennya yang lapar. Selanjutnya begitu terus setiap kali lampu dinyalakan maka daging disajikan. Percobaan yang hampir sama dilakukan terhadap seorang anak berumur 11 bulan dengan seekor tikus putih. 2. Aliran ini memandang manusia sebagai mesin (homo mechanicus) yang dapat dikendalikan perilakunya melalui suatu pelaziman (conditioning). Salah satu contoh adalah ketika Pavlov melakukan eksperimen terhadap seekor anjing. Setiap kali si anak akan memegang tikus putih maka dipukullah sebatang besi dengan sangat keras sehingga membuat si anak kaget. Bahkan setelah itu dia menjadi . Sedangkan „jiwa‟ tidak bisa diamati. Pada akhir abad ke-19.dewasa muncul sikap seperti primary process thnking. Di sini psikologi didefinisikan sebagai sains dan sementara sains hanya berhubungan dengan sesuatu yang dapat dilihat dan diamati saja. sedangkan proses kedua adalah IQ (intelligence quotient) dan proses ketiga adalah SQ (spiritual quotient). Pavlov menyalakan lampu. Begitu hingga beberapa kali percobaan. Dalam hal ini air liur anjing menjadi conditioned response dan cahaya lampu menjadi conditioned stimulus. Kemudian sepotong daging ditaruh dihadapannya dan anjing tersebut terbit air liurnya.

Dia menyaksikan dua hal yang berbeda. Tujuan hidup kita yang utama adalah mencari makna dari kehidupan kita itu sendiri. Kita memiliki kebebasan untuk memaknai apa yang kita lakukan dan apa yang kita alami bahkan dalam menghadapi kesengsaraan sekalipun. di mana dia mengalami dan menyaksikan penyiksaan-penyiksaan di kamp tersebut. Frankl menyebut hal ini sebagai kebebasan seseorang memberi makna pada hidupnya. Ini yang dinamakan pelaziman dan untuk mengobatinya kita bisa melakukan apa yang disebut sebagai kontrapelaziman (counterconditioning). 3. bahkan dalam situasi yang paling menyedihkan sekalipun. yaitu para tahanan yang putus asa dan para tahanan yang memiliki kesabaran luar biasa serta daya hidup yang perkasa. Adalah Viktor Frankl yang mengembangkan teknik psikoterapi yang disebut sebagai logotherapy (logos = makna). Kedua aliran ini dianggap merendahkan manusia menjadi sekelas mesin atau makhluk yang rendah. Salah satu bagian dari humanistic adalah logoterapi. anjing.takut dengan segala sesuatu yang berbulu: kelinci. Hidup memiliki makna. . Salah satu tokoh dari aliran ini – Abraham Maslow – mengkritik Freud dengan mengatakan bahwa Freud hanya meneliti mengapa setengah jiwa itu sakit. Pandangan ini berprinsip: a. baju berbulu dan topeng Sinterklas. b. c. Aliran ini biasa disebut mazhab ketiga setelah Psikoanalisa dan Behaviorisme. bukannya meneliti mengapa setengah jiwa yang lainnya bisa tetap sehat. Frankl mengembangkan teknik ini berdasarkan pengalamannya lolos dari kamp konsentrasi Nazi pada masa Perang Dunia II. Psikologi Humanistis Aliran ini muncul akibat reaksi atas aliran behaviourisme dan psikoanalisis.

Namun di tengah kejengkelannya itu ia melihat bahwa ada seorang penceramah yang berbicara dengan senyum gembira. Maka tiba-tiba ia disadarkan. seorang bendahara yang diserahi pengelolaan uang tunai dalam jumlah sangat besar dan berhasil menolak keinginannya sendiri untuk memakai sebagian uang itu untuk memuaskan keinginannya semata. unik dan tak tergantikan . Seperti contoh di atas. Ketika seseorang menemukan dirinya (self-discovery). namun ia harus pindah dari Yogyakarta menuju Singapura.Logoterapi ini sangat erat kaitannya dengan SQ. . Sebagai contoh: seseorang yang mendapatkan tawaran kerja bagus. bahwa mengapa ia sedih kehilangan sepatunya sementara ada orang yang masih bisa tersenyum walau kehilangan kedua kakinya. Ketika seseorang merasa istimewa. Demikian juga ketika kita menemukan seseorang yang mampu mendengarkan kita dengan penuh perhatian. dengan gaji besar dan kedudukan tinggi. Ia merasakan suatu makna yang luar biasa dalam kehidupannya dan tak akan tergantikan oleh apapun. c. Dia menginginkan pekerjaan itu namun sekaligus punya waktu untuk keluarganya. Makna muncul ketika seseorang menentukan pilihan. d. Ketika kita dihadapkan pada sikap bertanggung jawab. Pada saat itulah ia merasakan kembali makna hidupnya. dengan begitu hidup kita menjadi bermakna. Hidup menjadi tanpa makna ketika seseorang tak dapat memilih. yang bisa kita kelompokkan berdasarkan situasi-situasi berikut ini: a. Di satu sisi ia mendapatkan kelimpahan materi namun di sisi lainnya ia kehilangan waktu untuk berkumpul dengan anak-anak dan istrinya. b. Misalnya: seorang rakyat jelata tiba-tiba dikunjungi oleh presiden langsung di rumahnya. Hingga akhirnya dia putuskan untuk mundur dari pekerjaan itu dan memilih memiliki waktu luang bersama keluarganya. Kemudian tampaklah olehnya bahwa penceramah tersebut tidak memiliki sepasang kaki. Sa‟di (seorang penyair besar dari Iran) menggerutu karena kehilangan sepasang sepatunya di sebuah masjid di Damaskus. Pada saat itu si bendahara mengalami makna yang luar biasa dalam hidupnya.

Gerakan gestalt lebih konsisten dengan tema utama dalam filsafat jerman yakni aktivitas mental dari pada sistem Wundt. 4. ke luar dari diri kita sekarang). yang berupaya mengembangkan alternatif bagi model psikologi yang diajukan oleh model ilmu pengetahuan alam reduksionistik dan analitik dari Wundt. Psikologi Gestalt Psikologi Gestalt berasal dari bahasa Jerman yang berarti menggambarkan konfigurasi atau bentuk yang utuh. . Psikologi gestalt adalah gerakan jerman yang secara langsung menantang psikologi strukturalisme Wundt. Semua penjelasan tentang bagian-bagian objek akan mengakibatkan hilangnya gestalt itu sendiri. Sehingga tujuan psikologi gestalt adalah menyelidiki organisasi aktivitas mental dan mengetahui secara tepat karakteristik interaksi manusia-lingkungan. Sebagai contoh. Stumpf dan akademi Wurzburg di jerman. Menurut para gestaltis. utuh dan logis. Psikologi gestalt didasari oleh pemikiran Kant tentang teori nativistik yang mengatakan bahwa organisasi aktivitas mental membuat individu berinteraksi dengan lingkungannya melalui cara-cara yang khas. gestalt menunjukkan premis dasar sistem psikologi yang mengonseptualisasi berbagai peristiwa psikologis sebagai fenomena yang terorganisasi. ketika melihat sebuah persegi panjang maka hal ini dapat dipahami dan dijelaskan sebagai persegi panjang berdasarkan keutuhannya atau keseluruhannya dan identitas ini tidak bisa dijelaskan sebagai empat garis yang saling tegak lurus dan berhubungan. Transendensi adalah pengalaman spiritual yang memberi makna pada kehidupan kita. Suatu gestalt dapat berupa objek yang berbeda dari jumlah bagian-bagiannya. Sejalan dengan itu. Para gestaltis mewarisi tradisi psikologi aksi dari Brentano. pada waktu itu psikologi menjadi kehilangan identitas jika dianalisis menjadi komponen-komponen atau bagian-bagian yang telah ada sebelumnya. Ketika kita mengalami situasi transendensi (pengalaman yang membawa kita ke luar dunia fisik.e. ke luar suka dan duka kita. Pandangan ini menjelaskan integritas psikologis aktivitas manusia yang jelas.

Psikologi gestalt diawali dan dikembangakan melalui tulisan-tulisan tiga tokoh penting.2002). psikologi transpersonal bisa diartikan sebagai ilmu yang menghubungkan psikologi dengan spiritualitas. Ketiganya dididik dalam atmosfer intelektual yang menggairahkan pada awal abad 20 di Jerman. kerangka psikologi gestalt tidak sejalan dengan perkembangan-perkembangan di Amerika. dan ketiganya melarikan diri dari kejaran nazi dan bermigrasi ke Amerika. Dengan kata lain. 5. Psikologi transpersonal merupakan salah satu bidang psikologi yang mengintegrasikan konsep. Namun. gerakan gestalt telah berhasil menggantikan model wunditian dalam psikologi Jerman. Menurut John Davis. transpersonal berarti melampaui macam-macam topeng yang digunakan manusia. Wolfgang Kohler dan Kurt Koffka. Psikologi Transpersonal Kata transpersonal berasal dari kata trans yang berarti melampaui dan persona berarti topeng. Oleh karena itu.Hingga pada tahun 1930. Perintisan psikologi transpersonal diawali dengan penelitian-penelitian tentang psikologi kesehatan pada tahun 1960-an yang dilakukan oleh Abraham Maslow (Kaszaniak. yaitu Max Wertheimer. keberhasilan gerakan tersebut tidak berlangsung lama kerena munculnya hitlerisme. teori dan metode psikologi dengan kekayaan-kekayaan spiritual dari bermacam-macam budaya dan agama. Hal ini dikarenakan psikologi Amerika telah berkembang melalui periode fungsionalisme dan pada tahun 1930-an didominasi oleh behaviorisme. Konsep inti dari psikologi transpersonal adalah nondualitas (nonduality). Penyatuan kosmis dimana segala-galanya dipandang sebagai satu kesatuan. Sehingga para pemimpin gerakan tersebut hijrah ke Amerika. Perkembangan psikologi transpersonal lebih pesat lagi setelah . Secara etimologis. Tetapi di Amerika psikologi gestalt tidak memperoleh dominasi seperti di Jerman. suatu pengetahuan bahwa tiap-tiap bagian (misal: tiap-tiap manusia) adalah bagian dari keseluruhan alam semesta. transpersonal berarti melampaui gambaran manusia yang kelihatan.

psikology mulai mengarahkan perhatiannya pada dimensi spiritual manusia.terbitnya Journal of Transpersonal Psychology pada tahun 1969 dimasa disiplin ilmu psikologi mulai mengarahkan perhatian pada dimensi spiritual manusia. self actualization. Penelitian mengenai gejala-gejala ruhaniah seperti peak experience. Sejak 1969. khususnya taraf kesadaran ASCs (Altered States of Consciosness). Sebuah definisi kekemukakan oleh Shapiro yang merupakan gabungan dari pendapat tentang psikologi transpersonal : psikologi transpersonal mengkaji tentang poitensi tertinggi yang dimiliki manusia. plateu. exctasy. identity. Hal inilah yang membedakan konsep manusia antara . spiritualitas.2000). Psikologi transpersonal memfokuskan diri pada bentuk-bentuk kesadaran manusia. aktualisasi dan pengalaman transpersonal mulai dikembangkan. Penelitian yang dilakukan untuk memahami gejala-gejala ruhaniah seperti peak experience. dan Charles Tart. Antony Sutich. to be trantitional. a transpersonal. pemahaman. Menurut Maslow pengalaman keagamaan meliputi peak experience. dan melakukan penggalian. Maslow menulis (dalam Zohar. serta kesadaran transendensi. pengalaman mistis. behaviourisme dan humanistic. and the like". pengalaman mistis. Psikologi transpersonal lebih menitikberatkan pada aspek-aspek spiritual atau transcendental diri manusia. ekstasi. kesadaran kosmis. Oleh karena itu psikologi belum sempurna sebelum memfokuskan kembali dalam pandangan spiritual dan transpersonal. going beyond humanness. keadaran ruhaniah. Aliran psikologi Transpersonal ini dikembangkan oleh tokoh psikologi humanistic antara lain : Abraham Maslow. aktualisasi transpersonal pengalaman spiritual dan kecerdasan spiritual (Zohar. perwujudan dari kesatuan. pengalaman transpersonal. "I should say also that I consider Humanistic. 2000). Sehingga boleh dikatakan bahwa aliran ini merupakan perkembangan dari aliran humanistic. Aliran psikologi yang memfokuskan diri pada kajian-kajian transpersonal menamakan dirinya aliran psikologi transpersonal dan memproklamirkan diri sebagai aliran ke empat setelah psikoanalisis. a preparation for still higher Fourth Psychology. transhuman centered in the cosmos rather than in human needs and interest. dan farthes reaches of human nature. ketika Journal of Transpersonal Psychology terbit untuk pertamakalinya. Third Force psychology.

penglihatan atau alat indera lainnya. Konsep dari McWater ini dapat menjelaskan bagaimana seseorang mencapai kualitas diri melalui metode tafakur. dikatakan lagi tingkat pengembangan potensial dimana semua tingkat dihayati secara simultan. Tingkatan berikutnya termasuk dalam kategori wilayah transpersonal manusia. Ketika seseorang berada pada fase pertama dalam bertafakur berarti dia berada pada dunia fisik yaitu pengetahuan yang didapat dari fungsi indera. dan keistimewaan lainnya yang dimiliki sesuatu. aspek emosional dan aspek intelektual dari kekuatan batin individu. Pada aspek ini mulai samara-samar menyadari bahwa ia bisa mempersepsi tanpa perantara panca indra (extra sensory perception). Lingkaran 7 mewakili bentuk penghayatan paling tinggi-penyatuan mistis atau pencerahan. Keempat lingkaran ini termasuk dalam kawasan personal manusia. Sebuah kejadian akan dipresepsi secara empiris yang langsung melalui pendengaran. Jika seseorang memperdalam cara melihat dan mengamati sisi-sisi keindahan. berarti ia telah berpindah dari pengetahuan yang indrawi menuju rasa kekaguman ( tadlawuk) dimana pada tahap ini adalah tahap bergejolaknya . Melewati ke tujuh tingkat yang disebutkan itu. Lingkaran 4 menggambarkan pengintegrasian dari lingkaran 1. Fenomena-fenomena para psikologi dapat dialami pada tingkat kesadaran ini. Lingkaran 6 mewakili aspek energi psikis (kekuatan bathiniah) di mana individu secara jelas menghayati dirinya sebagai telah mentransedir/melewati kesadaran sensoris dan pada saat yang sama menyadari pengintegrasian dirinya dengan medan-medan energi yang lebih besar. Lingkaran 5 mewakili aspek intuisi. kekuatan. dimana diri seseorang mentransendir dualintas dan menyatu dengan segala yang ada.psikologi humanistic dengan psikologi transpersonal. pengetahuan rasional yang abstrak. 2 dan 3 yang memungkinkan individu berfungsi secara harminis pada tingkat pribadi. yang sebagaian pengetahuan ini tidak ada hubungannya dengan emosi. Tiap tingkat dari bagian diatas menunjukan tingkat fungsi dan tingkat kesadaran manusia.2 dan 3 yang berturut-turut mewakili aspek fisikal. Lingkaran 1. McWaters (dalam Nusjirwan. 2001) membuat sebuah diagram yang berbentuk lingkaran dimana setiap lingkaran mewakili satu tingkat berfungsinya menusia dan tingkat kesadaran diri manusia. atau secara tidak langsung seperti pada fenomena imajinasi.

Padahal. Dari ungkapan tersebut dapat dita lihat bahwa seseorang yang mengakui bahwa keindahan itu adalah ciptaan Allah maka berarti dia sudah memasuki dunia transpersonal. dmosi dan intelektual. Psikologi. tetapi juga mendambakan kebahagiaan. ciri-ciri kebahagiaan yang autentik. Badri (1989) mencontohkan seseorang yang sudah pada tahap transpersonal ini "perasaan kagum manusia terhadap keindahan dan keagungan penciptaan serta perasaan kecil dan hina di tengah malam. merasakan khusuk terhada-Nya. Pada tahap selanjutnya. memelopori revolusi dalam bidang psikologi melalui gerakan Psikologi Positif. Seligman memperkenalkan prinsip-prinsip dasar Psikologi Positif. yang ia saksikan merupakan fitrah yang sudah diberikan Allah kepada manusia untuk dapat melihat semua yang ada di langit dan di bumi sehingga ia dapat menemukan sang pencipta. dan dapat menyembah-Nya. mengembangkan potensi-potensi kekuatan dan kebajikan sehingga membuahkan kebahagiaan yang autentik dan berkelanjutan. sains baru ini mengarahkan perhatiannya pada sisi-positif manusia. karena itu. Berlawanan dengan psikologi negatif. disini kita melihat bahwa tahap ini sesuai dengan tahap kedua dari McWater yaitu emosional. Adakah psikologi jenis lain yang menjawab harapan ini? Martin Seligman. karena berkutat pada sisi-negatif manusia. manusia tidak hanya ingin terbebas dari problem. paling banter hanya menawarkan terapi atas masalah-masalah kejiwaan. Dalam buku revolusioner yang ditulis dengan gaya populer ini.perasaan. dengan bertafakur aktiitas kognitif seseorang muali delibtkan. Psikologi Positif Psikologi yang berkembang dewasa ini dapat disebut sebagai psikologi negatif. 6. Kemudian jika hasil pengintegrasian seseorang ini ditransendensikan kepada Allah maka kualitas seseorang tadi akan meningkat dari personal menuju transpersonal. seorang psikolog pakar studi optimisme. dan faktor-faktor pendukungnya. disinilah tafakur sangat berperan dalam proses pengintegrasian ketiga komponen tadi yaitu fisik. Dengan metode-metode praktis yang . Baik karena takut atau karena cinta".

dan menyebutnya sebagai psikologi positif. misalnya penyebab orang mengalami gangguan jiwa.dirumuskannya. Tetapi selami ini kita mengenal yang nama nya psikologi positif. Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa dan perilaku manusia dalam kehidupan sehari-hari. psikologi juga adalah studi tentang kekuatan dan . dan lain-lain. Menurut Seligman. dan pada tahun 2006 studi di Universitas Harvard yang berjudul "Psikologi Positif" menjadi kursus semester yang paling populer semester. meskipun penelitian ini telah banyak dikritik. depresi. ada aliran baru dalam dunia psikologi. Psikologi positif adalah cabang baru psikologi yang bertujuan diringkas pada tahun 2000 oleh Martin Seligman dan Mihaly Csikszentmihalyi "Kami percaya bahwa psikologi positif akan muncul fungsi manusia yang mencapai pemahaman ilmiah dan efektif untuk membangun berkembang dalam individu. keluarga. tidak hanya untuk mengobati penyakit mental. bidang psikologi selalu menghadapi hal-hal yang berhubungan dengan jiwa seseorang. seperti Abraham Maslow. Dan selama ini yang kita ketahui. Beberapa Psikolog Humanistik. yaitu lebih menekankan apa yang benar/baik pada seseorang. Pendekatan ini telah menciptakan banyak menarik di sekitar subjek. Itulah sebabnya. Anda dapat memanfatkan temuan-temuan terbaru dari sains kebahagiaan untuk mengukur dan mengembangkan kebahagiaan dalam hidup Anda. Baru-baru ini teori yang dikembangkan oleh para psikolog humanistik ini telah menemukan dukungan empiris dari studi oleh para psikolog positif. Carl Rogers. Sebelumnya. kegelisahan dan lain lain. Yang selalu berhubungan dengan sisi negatif seseorang. dan" untuk membuat kehidupan normal lebih memuaskan ". mengapa orang bisa mengalami stress. dan masyarakat. psikologi biasanya selalu menekankan apa yang salah pada manusia. Teori ini lebih berfokus pada kepuasan dengan sumber filosofismenya keagamaan dan psikologi humanistic. “Psikologi bukan hanya studi tentang kelemahan dan kerusakan. dibandingkan apa yang salah/buruk. Psikologi positif mencari" untuk mencari dan membina jenius dan bakat ". seperti soalan stress. dan Erick Fromm mengembangnak teori dan praktek yang melibatkan kebahagiaan manusia.

Sebelumnya. rasa superior. Mashab ini kemudian melihat masalah yang ada pada manusia. Contohnya. tapi lebih kepada menambah khasanah atau memperkaya. . sehingga dia akan cenderung untuk mengulangi hal yang dirasa nyaman. benci. Ada suatu penelitian mengatakan bahwa marah adalah emosi yang dipelajari. kelemahan atau gangguan (jiwa). psikologi lebih banyak membahas hal-hal patologis dan gangguan-gangguan jiwa juga emosi negatif. Apapun itu. baik hati. Kemungkinan besar hal ini karena emosi negatif jauh lebih tampak dan memiliki pengaruh yang kuat pada adaptasi dan rasa nyaman yang subyektif dibanding melakukan emosi positif. yang berfokus pada kelebihan manusia. Psikologi positif tidak bermaksud mengganti atau menghilangkan penderitaan. disebutkan bahwa emosi positif biasanya diabaikan atau tidak ditekankan. manusia dipandang sebagai suatu mekanik yang penuh dengan banyak masalah. Berfokus terhadap penanganan berbagai masalah bukanlah hal baru dalam dunia psikologi. Sejak dulu. cemburu dan sebagainya. Sejak awal mula munculnya aliran psikologi (mashab behaviorisme). dan sebagainya. maka ada rasa nyaman yang terlampiaskan. pengobatan juga berarti mengembangkan apa yang terbaik yang ada dalam diri kita. pada saat kita marah.” Misi Seligman ialah mengubah paradigma psikologi. humor. manusia selalu dipandang sebagai makhluk yang bermasalah. dan sebagainya. cinta. jijik. Lazarus. psikologi yang berkembang selama bertahun-tahun lamanya lebih memedulikan kekurangan ketimbang kelebihan yang ada pada manusia. Pengobatan bukan hanya memperbaiki yang rusak. Psikologi positif berhubungan dengan penggalian emosi positif. dari psikologi patogenis yang hanya berkutat pada kekurangan manusia ke psikologi positif. serta untuk memahami secara ilmiah tentang pengalaman manusia. seperti marah. kebaikan. belum lagi dengan mashab psikoanalisis yang melihat kenangan masa lalu sebagai penyebab penderitaan yang ada saat ini. Itulah sebabnya psikologi yang berkutat pada masalah sering disebut sebagai psikologi negatif. Dalam Richard S.kebajikan. seperti bahagia. optimis. hal ini tidak jelas kenapa demikian.

Kondisi ekologi yang terdiri dari lingkungan fisik. Namun baru pada tahun 70-an ke atas budaya benar-benar memperoleh perhatian. baik disadari maupun tidak disadari. ada baiknya kita merubah diri kita sedikit demi sedikit. ia terus berubah dan tumbuh. Sebagai sebuah entitas teoritis dan konseptual. Budaya menjadi pengikat dan diinternalisasi individu-individu yang menjadi anggota suatu kelompok. Baru sesudah tahun 50-an budaya memperoleh perhatian. Sebisa mungkin kita lebih mengeluarkan emosi positif kita dibandingkan emosi negatif kita. budaya memiliki kehidupan sendiri. & Poortinga (1999) mengembangkan sebuah kerangka untuk memahami bagaimana sebuah perilaku dan keadaan psikologis terbentuk dalam keadaan yang berbeda-beda antar budaya. dan sosiodemografis. Ekologi . Pada saat ini diyakini bahwa budaya memainkan peranan penting dalam aspek psikologis manusia. Hal tersebut juga berlaku bagi cabang-cabang ilmu psikologi lainnya. musik. Sebagai sebuah konsep abstrak. Maka hasilnya pun akan positif. lebih dari sekedar label. iklim.kepribadian – perilaku. atau peninggalan-peninggalan masa lalu. bersama-sama . Pada awal perkembangannya.Jadi intinya saat ini kita sudah mengenal yang nama nya psikologi positif. bangsa atau etnis. Oleh karena itu pengembangan ilmu psikologi yang mengabaikan faktor budaya dipertanyakan kebermaknaannya. budaya membantu memahami bagaimana kita berperilaku tertentu dan menjelaskan perbedaan sekelompok orang. Segall. akibat dari pertemuan-pertemuan dengan budaya lain. 7. Triandis (2002) misalnya. Sementara itu Berry. menegaskan bahwa psikologi sosial hanya dapat bermakna apabila dilakukan lintas budaya. Dasen. tradisi-ritual. perubahan kondisi lingkungan. Budaya adalah produk yang dipedomani oleh individu-individu yang tersatukan dalam sebuah kelompok. ilmu psikologi tidak menaruh perhatian terhadap budaya.sosialisasi . Kata budaya juga kadang dikaitkan dengan seni. Psikologi Lintas Budaya (Cross Culture Psychology) Kata budaya sangat umum dipergunakan dalam bahasa sehari-hari. serta flora dan fauna.budaya . Paling sering budaya dikaitkan dengan pengertian ras. Sebenarnya bagaimana hubungan antara psikologi dan budaya? Secara sederhana Triandis (1994) membuat kerangka sederhana bagaimana hubungan antara budaya dan perilaku sosial. kondisi geografis.

semuanya bisa tumpang tindih satu sama lain atau malah kurang relevan. etnis. transmisi budaya dan pembelajaran budaya. Pada umumnya penelitian psikologi lintas budaya dilakukan lintas negara atau lintas etnis. Culture as the set of attitudes. but different for each individual. baik yang muncul sebagai perilaku maupun ide seperti nilai dan keyakinan. Artinya sebuah negara atau sebuah etnis diperlakukan sebagai satu kelompok budaya. and behaviors shared by a group of people. apakah sebuah negara bisa diperlakukan sebagai satu kelompok budaya bila didalamnya ada ratusan etnik seperti halnya indonesia? Dalam posisi seperti itu. budaya sebagai gagasan. . communicated from one generation to the next (Matsumoto. Sebuah definisi mengenai budaya dalam konteks psikologi lintas budaya diperlukan guna pemahaman yang sama mengenai apa yang dimaksud budaya dalam psikologi lintas budaya. belifs. Psikologi lintas budaya adalah cabang psikologi yang (terutama) menaruh perhatian pada pengujian berbagai kemungkinan batas-batas pengetahuan dengan mempelajari orang-orang dari berbagai budaya yang berbeda. Selain itu. Pada akhirnya tidak ada kategori kaku yang bisa digunakan untuk melakukan pengelompokan budaya. penggunaan bahasa nasional yakni bahasa indonesia menjadi dasar untuk menggolongkan seluruh orang indonesia ke dalam satu kelompok budaya. bahasa. budaya sebagai produk (masif) maupun sesuatu (things) yang hidup (aktif dan menjadi panduan bagi individu anggota kelompok. Dalam arti sempit. Apakah batas-batas budaya itu ditandai dengan ras.dengan kondisi lingkungan sosial-politik dan adaptasi biologis dan adaptasi kultural merupakan dasar bagi terbentuknya perilaku dan karakter psikologis. Meskipun hal tersebut juga menimbulkan persoalan. hal itu sangat berguna. 1996). values. sekaligus sebagai material. definisi tersebut menggambarkan bahwa budaya adalah suatu konstruk sosial sekaligus konstruk individu. genetika. yang bersama-sama akan melahirkan suatu perilaku dan karakter psikologis tertentu. Ketiga hal tersebut kemudian akan melahirkan pengaruh ekologi. Dari sisi praktis. atau wilayah geografis. Definisi Matsumoto dapat diterima karena definisi ini memenuhi semua perdebatan sebelumnya.

tempat perilaku terjadi. c. Triandis (1980) mengungkapkan bahwa psikologi lintas budaya berkutat dengan kajian sistematik mengenai perilaku dan pengalaman sebagaimana pengalaman itu terjadi dalam budaya yang berbeda.penelitian lintas budaya secara sederhana hanya berarti dilibatkannya partisipasian dari latar belakang kultural yang berbeda dan pengujian terhadap kemungkinankemungkinan adanya perbedaan antara para partisipan tersebut. psikologi lintas budaya terkait dengan pemahaman atas apakah kebenaran dan prinsip-prinsip psikologis bersifat universal (berlaku bagi semua orang di semua budaya) ataukah khas budaya (culture spscific. dengan menggunakan metode pengukuran yang ekuivalen. Menurut Brislin. antara lain: a. dan dipengaruhi oleh kekuatan-kekuatan sosial dan budaya. yang dapat membawa ke arah perbedaan perilaku yang dapat diramalkan dan signifikan. Lonner. 2004). Menurut Seggal. dan Davidson (1972) psikologi lintas budaya mencakup kajian suatu pokok persoalan yang bersumber dari dua budaya atau lebih. dan Thorndike. b. dan kaitan antara perilaku individu dengan konteks budaya. Malpass. yaitu keragaman perilaku manusia di dunia. dan Poortinga (1990) psikologi lintas budaya adalah kajian ilmiah mengenai perilaku manusia dan penyebarannya. berlaku bagi orang-orang tertentu di budaya-budaya tertentu) (Matsumoto. Dalam arti luas. Menurut Triandis. . Terdapat beberapa definisi lain (menekankan beberapa kompleksitas). sekaligus memperhitungkan cara perilaku itu dibentuk. yang dipengaruhi budaya atau mengakibatkan perubahan-perubahan dalam budaya yang bersangkutan. Dasen. untuk menentukan batas-batas yang dapat menjadi pijakan teori psikologi umum dan jenis modifikasi teori yang diperlukan agar menjadi universal. 1973) menyatakan bahwa psikologi lintas budaya ialah kajian empirik mengenai anggota berbagai kelompok budaya yang telah memiliki perbedaan pengalaman. Pengertian ini mengarahkan perhatian pada dua hal pokok.

Setyo. menitikberatkan ciri tertentu. Setyo. Bandung : PT Eresco Purwanto. dalam teori. berpusat pada peluang rampat (generalizabiliti) dari pengetahuan psikologi yang dianut.D. Sumber: Jalaluddin Rakhmat dalam Danah Zohar. gagasan kunci yang ditonjolkan ialah cara mengenali hubungan sebab-akibat antara budaya dan perilaku. 2004. SQ – Memanfaatkan Kecerdasan Spiritual dalam Berpikir Integralistik dan Holistik untuk Memaknai Hidup. Mizan. 2000.2004.(Materi Kuliah) tidak diterbitkan http://jebhy.com/2008/11/psikologi-lintas-budaya. joesoef. dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa psikologi lintas budaya adalah psikologi yang memperhatikan faktorfaktor budaya. Konsep Manusia Menurut Psikologi Transpersonal (dalam Metodologi Psikologi Islami). Yogyakarta : Pustaka Pelajar.Setiap definisi dari masing-masing ahli di atas. Ketiga lebih menitikberatkan pengenalan berbagai jenis pengalaman budaya. Berdasarkan beberapa pendapat para ahli di atas. Hank Out PI : Metode-metode Perumusan Psikologi islami.html . Kempat. Henryk and Virginia Staudt Sexton. Noesjirwan. Tafakur Sebagai Sarana Transendensi. 2000. mengedepankan persoalan perubahan budaya dan hubungannya dengan perilaku individual. Jakarta.blogspot. 1988 . Purwanto. (materi kuliah PI) tidak diterbitkan Misiak. Ph. seperti misalnya pertama. Kedua.Psikologi Fenomenologi Eksistensial dan Humanistik : Suatu Survai Historis. metode dan aplikasinya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->