HAKIKAT MANUSIA MENURUT ILMU FILSAFAT, TEOLOGI, DAN BUDAYA Oleh : Mellianna Fiannita C Purba,1206261365

Referensi

: http://bunayhartop.blogspot.com/2012/06/hakikat-manusia-dalampandangan.html http://ungguh-rexso.blogspot.com/2010/10/ilmu-budaya-dasar-manusiahakikat.html http://blog.uki.ac.id/julimanh/2012/10/29/uts-teologi-pl-1-pak-uki/

PANDANGAN FILSAFAT TENTANG HAKIKAT MANUSIA Hakikat adalah sesuatu yang mendasar, suatu esensi, yang substansial, yang hakiki yang penting, yang diutamakan. Upaya pemahaman hakikat manusia sudah dilakukan sejak dahulu. Namun, hingga saat ini belum mendapat pernyataan yang benar-benar tepat dan pas, dikarenakan manusia itu sendiri yang memang unik, antara manusia satu dengan manusia lain berbeda-beda.

Dr. M. J. Langeveld seorang tokoh pendidikan bangsa Belanda, memandang manusia sebagai Animal Educadum dan Animal Educable, yaitu manusia adalah makhluk yang harus dididik dan dapat dididik. Oleh karena itu, unsur rohaniah merupakan syarat mutlak terlaksananya program-program pendidikan.

Para ahli pikir dan ahli filsafat memberikan sbuten kepada manusia sesuai dengan kemampuan yang dapat dilakukan manusia di bumi ini; a. Manusia adalah Homo Sapiens, artinya makhluk yang mempunyai budi, b. Manusia adalah Animal Rational, artinya binatang yang berpikir, c. Manusia adalah Homo Laquen, artinya makhluk yang pandai menciptakan bahasa dan menjelmakan pikiran manusia dan perasaan dalam kata-kata yang tersusun, d. Manusia adalah Homo Faber, artinya makhluk yang terampil. Dia pandai membuat perkakas atau disebut juga Toolmaking Animalyaitu binatang yang pandai membuat alat, e. Manusia adalah Zoon Politicon, yaitu makhluk yang pandai bekerjasama, bergaul dengan orang lain dan mengorganisasi diri untuk memenuhi kebutuhan hidupnya,

yaitu makhluk hayati yang budayawi. Makhluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh. 3) Perasaan etis. 5) Perasaan sosial. c. b. Makhluk biokultural. d. Korelasi hubungan Hamba—dalam hal ini manusia—dengan Tuhan lah yang menjadi objek studi kaum teolog. Terdiri dari dua hal. memandang bahwa roh manusia adalah petunjuk sebenarnya mengenai hakikat “manusia”. PANDANGAN ILMU BUDAYA TENTANG HAKIKAT MANUSIA a. hakikat manusia tidak dipandang secara fisikya melainkan kesalehan. Makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna. ketundukan kepada Tuhan yang dianggap sebagai kesejatian manusia. ketaqwaan. mempunyai kualitas dan martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya. Manusia adalah Homo Religious.f. PANDANGAN ILMU TEOLOGI TENTANG HAKIKAT MANUSIA Kecenderungan para teolog. Dalam arti. 4) Perasaan diri. Makhluk ciptaan Tuhan yang terikat dengan lingkungan (ekologi). 2) Perasaan estetis. 6) Perasaan religius. .yaitu perasaan inderawi dan perasaan rohani.misalnya: 1) Perasaan intelektual. Manusia adalah Homo Economicus. g. jika dibandingkan dengan makhluk lainnya. yaitu makhluk yang beragama. Perasaan rohani adalah perasaan luhur yang hanya terdapat pada manusia. artinya makhluk yang tunduk pada prinsip-prinsip ekonomi dan bersifat ekonomis.