LAPORAN PRAKTIKUM ILMU TANAH HUTAN

ACARA I PENGAMBILAN CONTOH TANAH

Oleh: Nama : Ika Herdianawati NIM Shift : 11/320925/DKT/01519 : Senin, jam 13.00-15.00

Co Ass : Stevie

LABORATORIUM ILMU TANAH HUTAN BAGIAN SILVIKULTUR FAKULTAS KEHUTANAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2012

yang sedikit banyak selalu diwarnai oleh humus. Fe dan unsur-unsur lainnya (Troeh. Agar mahasiswa mengetahui perbedaan pengambilan contoh tanah yang disesuaikan dengan sifat-sifat tanah yang akan disidik. Mg. 1982) . mangandung lebih sedikit bahan organik. 2. sebai hasil kegiatan kombinasi bahan-bahan seperti jasad-jasad baik yang hidup maupun yang mati. bahan induk relief. yang mengalami cukup pelapukan. Tujuan 1. Al. Lapisan dengan ciri ciri demikian sudah umum dianggap sebagai daerah (zone) utama penimbunan bahan organik dan disebut tanah atas dan tanah olah. Ca. Dasar Teori Tanah adalah akumulasi tubuh-tubuh alam yang bebas yang menduduki sebagian besar permukaan bumi. Subsoil adalah tanah bibawahnya. Lapisan lapisan subsoil yang berlainan itu terutama dalam tanah yang telah mengalami pelapukan mendalam. B. Faktor-faktor pembentuk tanah pada tiap zona iklim di daerah geografi menentukan jenis tanah yang susunan genetisnya dinyatakan oleh penampangannya yang diberi nama profil (Cliff. 1993) Permukaan bumi kita terdiri dari bahan-bahan yang remah dan lepaslepas dinamakan tanah. yang mampu menumbuhkan tanaman dan jasad jasad hidup yang bertindak terhadap bahan induk keadaan relatif tertentu selama jangka waktu tertentu pula (Suratman.ACARA 1 PENGAMBILAN CONTOH TANAH A. yaitu tanah di daerah lembab (Soegiman. Agar mahasiswa mengetahui bagaimana cara pengambilan contoh tanah. 1969) Lapisan atas profil tanah umumnya cukup banyak mengandung bahan organik dan biasanya berwarna gelap karena penimbunan (akumulasi) bahan organik tersebut. 1975) Tanah adalah betukan-bentukan mineral dan organik dipermukaan bumi. Tanah ini merupakan akumulasi dan campuran berbagai bahan terutama terdiri atas unsur-unsur Si.

b. datar dan mewakili tempat sekitarnya. Cara Kerja 1. Penggaris D. d. tak terkena sinar matahari langsung. Membersihkan seresah. Mencatat ciri-ciri dakhil perlapisan sesuai dengan formulir perlukisan profil. kode tanah. cethok dan memasukannya ke dalam plastik yang beretiket : Kode tempat. kode perlakuan. . c. dan ciri-ciri istimewa lain. datar dan mewakili tempat sekitarnya. Mengambil sekitar 1-2 kg contoh tanah kering angin dengan menggunakan pacu. Profil tanah juga dapat dibuat pada tebing yang dibuat tegak lurus. nomor pelapisan. Bor 2. batuan dan benda alam lain di lapisan permukaan sehingga tubuh tanah terlihat. f. Menggali lubang baru untuk profil tanah dengan dinding tegak lurus di sebelah utara atau selatan. Memilih tempat yang tidak tergenang air. Mencatat ciri-ciri morfologi di permukaan tanah sesuai dengan formulir pelukisan profil. kode perlakuan. b. Pengambilan contoh tanah terusik di lapisan permukaan a. 2. e. Alat dan Bahan 1. Pengambilan Contoh Tanah Terusik dalam Profil a. kode tanah. suara ketukan dan kekerasan tiap perlapisan dengan garis yang tegas. Tempat untuk mengamati dibuatkan lubang bertangga.C. Menandai perlapisan yang ada berdasarkan warna. c. Diambil sekitar 1-2 kg contoh tanag kering angin tiap lapisan dengan plastik yang beretiket : kode tempat. tak terkena sinar matahari secara langsung. nomor perapisan dan ciri-ciri istimewa lainnya. ukur 1m x 1m x 1m. Memilih tempat yang tak tergenang air.

Meletakkan mata bor di permukaan tubuh tanah. Pengeboran dilanjutkan lagi pada setiap ketebalan tanah 20 cm sampai kedalaman yang dikehendaki. Nisbah luas (Area Ratio) : A = (D luar)2 – (D dalam)2] / (D dalam)2 D adalah diameter. Memutar pegangan bor perlahan-lahan ke arah kanan dengan disertai tekanan sampai keseluruh kepala bor terbenam. e.0 cm.3. f. d. sehingga akan diperoleh gambaran profil tanah. Masukkan sekitar 1-2 kg contoh tanah kering angin dalam plastik yang beretiket : Kode tempat. Contoh tanah yang terbawa kepala bor dilepaskan perlahan sampai bersih dan diusahakan tidak banyak merusak susunan tanah.63 cm. Untuk menyimpan tabung-tabung .93 cm dan diameter dalam 7. Setiap tabung bernomor dan sudah dilengkapi dengan tutup terbuat dari plastik. Pengambilan Contoh Tanah Terusik dengan Bor a. g. nomor perlapisan dan ciri-ciri istimewa lainnya. kode perlakuan. kode tanah.1 cm dengan diameter luar 5. 4. Kepala bor perlahan-lahan dikeluarkan dari tubuh tanah dengan memutar pegangan bor tanah ke arah kiri dengan disertai tarikan.3 cm dan diameter dalam 5.1 untuk menghindari adanya tekanan dari samping oleh tabung tersebut saat dibenamkan ke dalam tanah. Tabung berbentuk silinder (cincin) terbust dsri kuningan berukuran tinggi 4 cm dengan diameter luar 7. atau terbuat dari baja anti karat (stainless steel) berukuran tinggi 5. Tebal tabung (cincin) ini harus memenuhi ketentuan yaitu nisbah luas (area ratio)-nya lebih kecil 0. Pengambilan Contoh Tanah utuh ( Tidak Terusik ) Untuk pengambilan contoh tanah tak terusik ini diperlukan : a. b. Contoh tanah hasil pengeboran pada setiap ketebalan 20 cm itu diletakkan tersusun menurut kedalaman aslinya. c.

kemudian isolasi dan beri label : Kode tempat. Sekop d. Menggali tanah di sekeliling tabung hingga tabung-tabung tersebut dapat diambil secara bersamaan dalam keadaan bertautan. b. g. . kemudian tekan sampai tabung pertama mencapai kedalaman yang diinginkan. Meletakkan tabung silinder pada permukaan tanah yang akan disidik dengan bagian tajam berada disisi yang bersinggungan. Membersihkan permukaan bagian tubuh tanah yang akan diambil dari penutupan tumbuhan. Pisau yang tipis dan tajam. c.tersebut. b. Menutup kedua mulut tabung silinder ditutup dengan tutup tersedia. e. Tangkai penjepit tabung (cincin) pengambil contoh tanah (lihat gambar) Cara Kerja : a. kode perlakuan. Merapikan tanah lebihan di sisi depan dan belakang dengan menggunakan pisau tipis tajam. f. Meetakkan tabung silinder kedua diatasnya. serta untuk memudahkan membawa dari lapangan ke laboratorium maka disediakan peti khusus yang terbuat dari bahan kayu atau aluminium. d. kode tanah. nomor perlapisan dan ciri-ciri istimewa lainnya. c. Menekan perlahahn-lahan dengan tekanan merata sampai terbenam 3/4nya. seresah dan batu.

5. dapat digantikan dengan tempat yang lain (kaleng bekas tempat roti. Untuk kemantapan agregat umumnya diambil sedalam mintakat (zone) perakaran. Cara Kerja a. Untuk contoh tanah terusik. . memberi label pada kotak atau kantong plastik tersebut. Apabila kotak semacam ini tidak tersedia. Menggali tanah sampai jeluk atau lapisan yang diinginkan. Sekop dan cangkul. maka contoh tanah dimasukkan ke dalam kantong plastik. Pengambilan Contoh Tanah dengan Agregat Tak Terusik dan Contoh Tanah Terusik Alat dan Perlengkapan : a. Kantong plastik untuk wadah contoh tanah tak terusik. Kotak terbuat dari aluminium atau seng atau kayu yang kuat dan mempunyai ukuran yang cukup untuk diisi dengan sekitar 2 kg agregat tanah tak terusik. b. 1. b. Mencatat lokasi dan jeluk pengambilannya. Mengambil gumpalan-gumpalan tanah yang masih menunjukkan agregatagregat aslinya dan masukkan ke dalam kotak yang telah tersedia. 2. c. c. kotak plastik dan lain-lain) asalkan dapat dijamin kemampuannya dalam melindungi agregat tanah agar tetap utuh selama pengangkutan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful