Perbedaan Ilmu Dengan Pengetahuan Ditinjau dari Filsafat Ilmu

Diposkan oleh sagita catur pamungkas di 17.01 Label: education n Knowledge

Latar Belakang Masalah Salah satu ciri khas manusia adalah sifatnya yang selalu ingin tahu tentang sesuatu hal. Rasa ingin tahu ini tidak terbatas yang ada pada dirinya, juga ingin tahu tentang lingkungan sekitar, bahkan sekarang ini rasa ingin tahu berkembang ke arah dunia luar. Rasa ingin tahu ini tidak dibatasi oleh peradaban. Semua umat manusia di dunia ini punya rasa ingin tahu walaupun variasinya berbeda-beda. Orang yang tinggal di tempat peradaban yang masih terbelakang, punya rasa ingin yang berbeda dibandingkan dengan orang yang tinggal di tempat yang sudah maju. Rasa ingin tahu tentang peristiwa-peristiwa yang terjadi di alam sekitarnya dapat bersifat sederhana dan juga dapat bersifat kompleks. Rasa ingin tahu yang bersifat sederhana didasari dengan rasa ingin tahu tentang apa (ontologi), sedangkan rasa ingin tahu yang bersifat kompleks meliputi bagaimana peristiwa tersebut dapat terjadi dan mengapa peristiwa itu terjadi (epistemologi), serta untuk apa peristiwa tersebut dipelajari (aksiologi). Ke tiga landasan tadi yaitu ontologi, epistemologi dan aksiologi merupakan ciri spesifik dalam penyusunan pengetahuan. Ketiga landasan ini saling terkait satu sama lain dan tidak bisa dipisahkan antara satu dengan lainnya. Berbagai usaha orang untuk dapat mencapai atau memecahkan peristiwa yang terjadi di alam atau lingkungan sekitarnya. Bila usaha tersebut berhasil dicapai, maka diperoleh apa yang kita katakan sebagai ketahuan atau pengetahuan. Awalnya bangsa Yunani dan bangsa lain di dunia beranggapan bahwa semua kejadian di alam ini dipengaruhi oleh para Dewa. Karenanya para Dewa harus dihormati dan sekaligus ditakuti kemudian disembah. Adanya perkembangan jaman, maka dalam beberapa hal pola pikir tergantung pada Dewa berubah menjadi pola pikir berdasarkan rasio. Kejadian alam, seperti gerhana tidak lagi dianggap sebagai bulan dimakan Kala Rau, tetapi merupakan kejadian alam yang disebabkan oleh matahari, bulan dan bumi berada pada garis yang sejajar. Sehingga bayang-bayang bulan menimpa sebagian permukaan bumi. Perubahan pola pikir dari mitosentris ke logosentris membawa implikasi yang sangat besar. Alam dengan segala-galanya, yang selama ini ditakuti kemudian didekati dan bahkan dieksploitasi. Perubahan yang mendasar adalah ditemukannya hukum-hukum alam dan teori-teori ilmiah yang menjelaskan perubahan yang terjadi, baik di jagat raya (makrokosmos) maupun alam manusia (mikrokosmos). Melalui pendekatan logosentris ini muncullah berbagai pengetahuan yang sangat berguna bagi umat manusia maupun alam. Pengetahuan tersebut merupakan hasil dari proses kehidupan manusia menjadi tahu. Pengetahuan adalah apa yang diketahui oleh manusia atau hasil pekerjaan manusia menjadi tahu. Pengetahuan itu merupakan milik atau isi pikiran manusia yang merupakan hasil dari proses usaha manusia untuk tahu. Berdasarkan atas pengertian yang ada dan berdasarkan atas kebiasaan yang terjadi, sering ditemukan kerancuan antara pengertian ilmu dengan pengetahuan. Ke dua kata tersebut dianggap memiliki persamaan arti, bahkan ilmu dan pengetahuan terkadang dirangkum menjadi satu kata majemuk yang mengandung arti tersendiri. Hal ini sering kita jumpai dalam berbagai karangan yang membicarakan tentang ilmu pengetahuan. Bahkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia ilmu disamakan dengan pengetahuan, sehingga ilmu adalah pengetahuan. Namun jika kata pengetahuan dan kata ilmu tidak dirangkum menjadi satu kata majemuk atau berdiri sendiri, akan tampak perbedaan antara keduanya. Berdasarkan asal katanya, pengetahuan diambil dari kata dalam bahasa Inggris yaitu knowledge. Sedangkan pengetahuan berasal dari kata Science. Tentunya dari dua asal kata itu mempunyai makna yang berbeda. Permasalahan Berdasarkan latar belakang di atas maka dapat diangkat permasalahan :
1. Apakah ada perbedaan antara ilmu dengan pengetahuan? 2. Bagaimana perbedaan antara ilmu dengan pengetahuan ?

dan ke empatnya serentak. Perkembangan Ilmu Pengetahuan Pada awalnya yang pertama muncul adalah filsafat dan ilmu-ilmu khusus merupakan bagian dari filsafat. umum dan sistematik. • Ashley Montagu. tetapi sudah merupakan bagian dari ilmu itu sendiri. seperti metafisika. dan filsafat ilmu adalah bagian dari perkembangan filsafat yang sudah menjadi sektoral dan terkotak dalam satu bidang tertentu. tetapi sudah menjadi sektoral. 2003). Meskipun pada perkembangannya masing-masing ilmu memisahkan diri dari filsafat. Lebih lanjut ilmu didefinisikan sebagai suatu cara menganalisis yang mengijinkan kepada ahli-ahlinya untuk menyatakan suatu proposisi dalam bentuk . maupun menurut bangunannya dari dalam. ini tidak berarti hubungan filsafat dengan ilmu-ilmu khusus menjadi terputus. terutama sebelum abad ke-19. Pengertian ilmu yang terdapat dalam kamus Bahasa Indonesia adalah pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode tertentu. Mulyadhi Kartanegara mengatakan ilmu adalah any organized knowledge. mendefinisikan ilmu adalah pengetahuan yang teratur tentang pekerjaan hukum kausal dalam suatu golongan masalah yang sama tabiatnya. Dalam perkembangan berikutnya. pada hal ilmu-ilmu membutuhkan objek khusus. Ilmu dewasa ini dapat menyediakan bagi filsafat sejumlah besar bahan yang berupa fakta-fakta yang sangat penting bagi perkembangan ide-ide filsafati yang tepat sehingga sejalan dengan pengetahuan ilmiah (Siswomihardjo. studi dan percobaan untuk menentukan hakikat prinsip tentang hal yang sedang dikaji. Hal ini menyebabkan berpisahnya ilmu dari filsafat. filsafat tidak saja dipandang sebagai induk dan sumber ilmu. Ilmu dan sains menurutnya tidak berbeda. II Tinjauan Pustaka 1. mengatakan ilmu adalah yang empiris. yang juga mengalami spesialisasi. Dengan ciri kekhususan yang dimiliki setiap ilmu. • Karl Pearson. Dalam konteks inilah kemudian ilmu sebagai kajian filsafat sangat relevan untuk dikaji dan didalami (Bakhtiar.Tujuan dan Manfaat Melalui karya tulis ini diharapkan nantinya bisa mengungkapkan secara detail perbedaan antara ilmu dengan pengetahuan. Di sinilah filsafat berusaha untuk menyatu padukan masing-masing ilmu. Dengan kata lain tidak ada bidang pengetahuan yang menjadi penghubung ilmu-ilmu yang terpisah. sehingga bisa membuat suatu katagori antara ilmu dengan pengetahuan. Dalam taraf peralihan ini filsafat tidak mencakup keseluruhan. hal ini menimbulkan batas-batas yang tegas di antara masingmasing ilmu. Adanya berbagai definisi tentang ilmu pengetahuan ternyata belum dapat menolong untuk memahami hakikat ilmu pengetahuan itu. Contohnya filsafat agama. filsafat hukum. Adapun beberapa definisi ilmu menurut para ahli seperti yang dikutip oleh Bakhtiar tahun 2005 diantaranya adalah : • Mohamad Hatta. Definisi Ilmu Pengetahuan Membicarakan masalah ilmu pengetahuan beserta definisinya ternyata tidak semudah dengan yang diperkirakan. 2. sedangkan ilmu melampauinya pada bidang-bidang non fisik. maupun menurut kedudukannya tampak dari luar. tetapi setelah itu sains lebih terbatas pada bidang-bidang fisik atau inderawi. Ada hubungan timbal balik antara ilmu dengan filsafat. 1998). Sekarang orang lebih berkepentingan dengan mengadakan penggolongan (klasifikasi) sehingga garis demarkasi antara (cabang) ilmu yang satu dengan yang lainnya menjadi lebih diperhatikan. Diharapkan nantinya hasil dari proses tahu tersebut akan dapat diputuskan termasuk dalam katagori ilmu atau pengetahuan. • Harsojo menerangkan bahwa ilmu merupakan akumulasi pengetahuan yang disistemasikan dan suatu pendekatan atau metode pendekatan terhadap seluruh dunia empiris yaitu dunia yang terikat oleh faktor ruang dan waktu. mengatakan ilmu adalah lukisan atau keterangan yang komprehensif dan konsisten tentang fakta pengalaman dengan istilah yang sederhana. menyimpulkan bahwa ilmu adalah pengetahuan yang disusun dalam satu sistem yang berasal dari pengamatan. Sehingga dikatakan bahwa filsafat merupakan induk atau ibu dari semua ilmu (mater scientiarum). Tugas filsafat adalah mengatasi spesialisasi dan merumuskan suatu pandangan hidup yang didasarkan atas pengalaman kemanusian yang luas. yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala-gejala tertentu (Admojo. rasional. dunia yang pada prinsipnya dapat diamati oleh panca indera manusia. Karena objek material filsafat bersifat umum yaitu seluruh kenyataan. Banyak masalah filsafat yang memerlukan landasan pada pengetahuan ilmiah apabila pembahasannya tidak ingin dikatakan dangkal dan keliru. 2005). • Ralph Ross dan Ernest Van Den Haag.

Pencarian pengetahuan lebih cendrung trial and error dan berdasarkan pengalaman belaka (Supriyanto. 3. Dalam hal ini landasan pengetahuan kurang kuat cenderung kabur dan samar-samar. Untuk memberi arti tentang suatu objek ilmu ada beberapa asumsi yang perlu diperhatikan yaitu asumsi pertama adalah suatu objek bisa dikelompokkan berdasarkan kesamaan bentuk. batu-batuan dan manusia itu sendiri. tetapi pada saat yang sama membedakannya dari bidang-bidang yang lain. nilai-nilai. epistemologi dan aksiologi.tumbuhan. Berdasarkan definisi di atas terlihat jelas ada hal prinsip yang berbeda antara ilmu dengan pengetahuan. nilainilai. Ontologi merupakan salah satu objek lapangan penelitian kefilsafatan yang paling kuno. 2005). binatang. struktur atau komparasi dan kuantitatif asumsi. Objek Ilmu Pengetahuan Ilmu adalah kumpulan pengetahuan. Pengetahuan adalah keseluruhan pengetahuan yang belum tersusun. maka “. Setiap bidang ilmu baik itu ilmu khusus maupun ilmu filsafat harus memenuhi ke dua objek tersebut. Asumsi kedua adalah kelestarian relatif artinya ilmu tidak mengalami perubahan dalam periode tertentu (dalam waktu singkat). ilmu terlihat jelas bahwa permasalahan yang utama adalah . tumbuhan. Objek empiris dapat berupa objek material seperti ide-ide. Ia mencerminkan alam dan konsep-konsep. menyatakan ilmu adalah manusia tentang alam. masyarakat dan pikiran. dan kerohanian. Pandangan itu merupakan kritik terhadap pandangan Aristoteles. batu ataupun hal-hal yang abstrak seperti ide-ide. Objek formal adalah cara memandang. baik mengenai matafisik maupun fisik. Namun bukan sebaliknya kumpulan ilmu adalah pengetahuan. Pembuktian kebenaran pengetahuan berdasarkan penalaran akal atau rasional atau menggunakan logika deduktif. dan tempat lainnya yang belum tersusun dengan baik. Pengetahuan tidak teruji karena kesimpulan ditarik berdasarkan asumsi yang tidak teruji lebih dahulu. yaitu bahwa ilmu pengetahuan sempurna tak boleh mencari untung. Sedangkan pengetahuan adalah lidi-lidi yang masih berserakan di pohon kelapa. Dasar aksiologi ini merupakan sesuatu yang paling penting bagi manusia karena dengan ilmu segala keperluan dan kebutuhan manusia menjadi terpenuhi secara lebih cepat dan lebih mudah. Dasar Ilmu Ada tiga dasar ilmu yaitu ontologi. Dapat juga dikatakan pengetahuan adalah informasi yang berupa common sense. sifat (substansi). artinya dipakai untuk memperkuat kemampuan manusia di bumi ini (Bakhtiar. Dasar aksiologi berarti sebagai teori nilai yang berkaitan dengan kegunaan dari pengetahuan yang diperoleh. 2003). namun harus bersikap kontemplatif. Objek formal dari suatu ilmu tidak hanya memberi keutuhan suatu ilmu. 2003). cara meninjau yang dilakukan oleh peneliti terhadap objek materialnya serta prinsip-prinsip yang digunakannya. pengandaianpengandaian dan dasar-dasarnya serta pertanggung jawaban atas pertanyaan mengenai pengetahuan yang dimiliki. yang ketetapannya dan kebenarannya diuji dengan pengalaman praktis. • Afanasyef. Berdasarkan aksiologi. Pengetahuan berakar pada adat dan tradisi yang menjadi kebiasaan dan pengulangan-pengulangan. katagori dan hukum-hukum. Kumpulan pengetahuan agar dapat dikatakan ilmu harus memenuhi syarat-syarat tertentu. Kelemahan logika deduktif ini sering pengetahuan yang diperoleh tidak sesuai dengan fakta. sesuatu hal yang diselidiki atau sesuatu hal yang dipelajari. diganti dengan pandangan bahwa ilmu pengetahuan justru harus mencari untung. Satu objek material dapat ditinjau dari berbagai sudut pandangan sehingga menimbulkan ilmu yang berbeda-beda (Mudhofir. Objek material adalah sesuatu hal yang dijadikan sasaran pemikiran (Gegenstand). Epistemologi atau teori pengetahuan yaitu cabang filsafat yang berurusan dengan hakikat dan ruang lingkup pengetahuan. Secara lebih jelas ilmu seperti sapu lidi.. 4. dan mekanisme tertentu. Objek material mencakup hal konkrit misalnya manusia. Premis dan proposisi sebelumnya menjadi acuan berpikir rasionalisme. di pasar..: “ jika . yakni sebagian lidi yang sudah diraut dan dipotong ujung dan pangkalnya kemudian diikat.. Jadi masih dalam jangkauan pengalaman manusia atau bersifat empiris. 2005). Sebagian ciri yang patut mendapat perhatian dalam epistemologi perkembangan ilmu pada masa modern adalah munculnya pandangan baru mengenai ilmu pengetahuan. seberapa besar sumbangan ilmu bagi kebutuhan umat manusia. tanpa memiliki metode. Dasar ontologi ilmu mencakup seluruh aspek kehidupan yang dapat diuji oleh panca indera manusia. Asumsi ketiga yaitu determinasi artinya ilmu menganut pola tertentu atau tidak terjadi secara kebetulan (Supriyanto. Syarat-syarat yang dimaksudkan adalah objek material dan objek formal. sehingga menjadi sapu lidi.

Perkembangan ilmu sekarang ini dilakukan dalam ujud eksperimen. yaitu hal-hal yang dalam tingkatan pertama dapat diregistrasi secara indrawi. Disamping ilmu sebagai suatu aktivitas. III Pembahasan Sebelum penjabaran tentang perbedaan pengetahuan dan ilmu pengetahuan. Proses dalam rangkaian aktivitas ini bersifat intelektual. induksi. sehingga dengan demikian merupakan suatu proses. 5. Pengetahuan adalah apa yang diketahui atau hasil pekerjaan tahu. perbuatanperbuatan atau manusia-manusia lainnya. sadar. Ke dua ciri dasar ilmu yaitu ujud aktivitas manusia dan hasil aktivitas tersebut. Pengetahuan itu adalah semua milik atau isi pikiran. Metode siklus-empirik mencakup lima tahapan yang disebut observasi. Etika mengandung dua arti yaitu kumpulan pengetahuan mengenai penilaian terhadap perbuatan manusia dan merupakan suatu predikat yang dipakai untuk membedakan hal-hal. Prosedur Pencarian Ilmu Salah satu ciri khas ilmu pengetahuan adalah sebagai suatu aktivitas. Teori tentang nilai dalam filsafat mengacu pada permasalahan etika dan estetika. 2005). mengerti dan pandai. Pada dasarnya pengetahuan merupakan hasil tahu manusia terhadap sesuatu. atau yang bersangkutan dengan masalah kejiwaan. cara teknis. Ini menunjukkan pada dua hal yang pokok. 1. termasuk didalamnya ilmu. perlu diuraikan tentang pengertian pengetahuan dan ilmu pengetahuan. eksperimen. merupakan sisi yang tidak terpisahkan dari ciri ketiga yang dimiliki ilmu yaitu sebagai suatu metode. dapat pula objek yang dipahami oleh manusia berbentuk ideal. Tujuannya adalah untuk memudahkan dalam mendalami perbedaan antara pengetahuan dan ilmu pengetahuan. Dalam Encyclopedia of Philosophy dijelaskan bahwa difinisi pengetahuan adalah kepercayaan yang benar (knowledge is justified true belief). atau segala perbuatan manusia untuk memahami suatu objek tertentu. Sedangkan estetika berkaitan dengan nilai tentang pengalaman keindahan yang dimiliki oleh manusia terhadap lingkungan dan fenomena disekelilingnya. Pengetahuan adalah proses kehidupan yang diketahui manusia secara langsung dari kesadarannya sendiri. dan mengarah pada tujuan-tujuan tertentu. yaitu siklus yang mengandaikan adanya suatu kegiatan yang dilaksanakan berulangulang. pola kerja. melainkan suatu rangkaian aktivitas. Pekerjaan tahu tersebut adalah hasil dari kenal. ilmu juga sebagai suatu produk. yaitu sebagai suatu kegiatan yang dilakukan secara sadar oleh manusia. dan empirik menunjukkan pada sifat bahan yang diselidiki. seni dan agama. 3. . 2003). Dalam hal ini ilmu dapat diartikan sebagai kumpulan pengetahuan yang merupakan hasil berpikir manusia. Ilmu tidak saja melibatkan aktivitas tunggal. Ilmu menganut pola tertentu dan tidak terjadi secara kebetulan. insaf. Sifat ilmiahnya terletak pada kelangsungan proses yang runut dari segenap tahapan prosedur ilmiah tersebut. 2. dan tata langkah untuk memperoleh pengetahuan baru atau mengembangkan pengetahuan yang telah ada. Pada umumnya metodologi yang digunakan dalam ilmu kealaman disebut siklus-empirik. Metode ilmiah merupakan suatu prosedur yang mencakup berbagai tindakan pikiran. Dengan demikian pengetahuan merupakan hasil proses dari usaha manusia untuk tahu. Eksperimentasi ilmu kealaman mampu menjangkau objek potensi-potensi alam yang semula sulit diamati (Tjahyadi. deduksi. Pengetahuan Secara etimologi pengetahuan berasal dari kata dalam bahasa Inggris yaitu knowledge. Dalam hal ini yang mengetahui (subjek) memiliki yang diketahui (objek) di dalam dirinya sendiri sedemikian aktif sehingga yang mengetahui itu menyusun yang diketahui pada dirinya sendiri dalam kesatuan aktif. dan evaluasi. Pengetahuan ini merupakan khasanah kekayaan mental yang secara langsung dan tak langsung memperkaya kehidupan kita.mengenai nilai. Sedangkan secara terminologi definisi pengetahuan ada beberapa definisi. Pengetahuan dapat berwujud barang-barang baik lewat indera maupun lewat akal. meskipun pada prakteknya tahap-tahap kerja tersebut sering kali dilakukan secara bersamaan (Soeprapto. Nilai yang dimaksud adalah sesuatu yang dimiliki manusia untuk melakukan berbagai pertimbangan tentang apa yang dinilai. Pengetahuan adalah segenap apa yang kita ketahui tentang suatu objek tertentu.

tanpa memiliki metode. 2003). Dapat juga dikatakan pengetahuan adalah informasi yang berupa common sense. Pencarian pengetahuan lebih cendrung trial and error dan berdasarkan pengalaman belaka (Supriyanto.Pengetahuan adalah keseluruhan pengetahuan yang belum tersusun. . dan mekanisme tertentu. Pengetahuan berakar pada adat dan tradisi yang menjadi kebiasaan dan pengulangan-pengulangan. Pengetahuan tidak teruji karena kesimpulan ditarik berdasarkan asumsi yang tidak teruji lebih dahulu. baik mengenai matafisik maupun fisik. Dalam hal ini landasan pengetahuan kurang kuat cenderung kabur dan samar-samar.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful