P. 1
TEORI KURIKULUM

TEORI KURIKULUM

|Views: 44|Likes:
Published by cy
pismp
pismp

More info:

Published by: cy on Mar 27, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/30/2013

pdf

text

original

TEORI KURIKULUM Salah satu sub teori dari teori pendidikan adalah teori kurikulum.

Bekembangnya teori kurikulum ikut andil menjadikan teori pendidikan semakin besar dan pesat. Susunan hierarki teori pendidikan dengan subteori dan teori yang memayunginya dapat dilihat pada bagan berikut ini:

Teori-Teori IPS Teori-Teori Pengajaran Teori-Teori Bimb & Kons Teori-Teori Kurikulum Teori-Teori Evaluasi Teori-Teori Administrasi

Teori-Teori Ilmu Pendidikan
Teori-Teori Desain Kurikulum Teori-Teori Rekayasa Kurikulum

Teori kurikulum adalah suatu perangkat pernyataan yang memberikan makna terhadap kurikulum sekolah, makna tersebut terjadi karena adanya penegasan hubungan antara unsureunsur kurikulum, karena adanya petunjuk perkembangan/penggunaan dan evaluasi kurikulum. Konsep terpenting yang perlu mendapat penjelasan dalam teori kurikulum adalah konsep kurikulum. 1. Konsep kurikulum Konsep terpenting yang perlu mendapatkan penjelasan dalam teori kurikulum adalah konsep kurikulum. Ada tiga konsep tentang kurikulum, kurikulum sebagai substansi, sebagai sistem, dan sebagai bidang studi. a. Konsep pertama, kurikulum sebagai suatu substansi: Suatu kurikulum, dipandang orang sebagai suatu rencana kegiatan belajar bagi muridmurid di sekolah, atau sebagai suatu perangkat tujuan yang ingin dicapai. Suatu kurikulum juga dapat menunjuk kepada suatu dokumen yang berisi rumusan tentang tujuan, bahan ajar, kegiatan belajar-mengajar, jadwal, dan evaluasi. Suatu kurikulum juga dapat digambarkan sebagai dokumen tertulis sebagai hasil persetujuan bersama antara para penyusun kurikulum dan pemegang kebijaksanaan pendidikan dengan masyarakat. Suatu kurikulum juga dapat mencakup lingkup tertentu, suatu sekolah, suatu kabupaten, propinsi, ataupun seluruh negara.

Setiap tingkatan dan lingkungan kehidupan menuntut penguasaan pengetahuan. Suatu sistem kurikulum mencakup struktur personalia. Melalui studi kepustakaan dan berbagai kegiatan penelitian dan percobaan. Dia jugalah yang menggunakan pendekatan ilmiah dalam mengidentifikasi kecakapan pekerjaan dan kehidupan orang dewasa sebagai dasar pengembangan kurikulum. dan fungsi dari sistem kurikulum adalah bagaimana memelihara kurikulum agar tetap dinamis. Menurut Bobbit. Melalui pencapaian keempat hal tersebut baik sebagai subtansi. Tujuan kurikulum sebagai bidang studi adalah mengembangkan ilmu tentang kurikulum dan sistem kurikulum. 2. is perintis pengembangan praktik kurikulum. Hasil dari suatu sistem kurikulum adalah tersusunnya suatu kurikulum. tetapi secara definitif berawal pada hasil karya Franklin Babbit tahun 1918. Charters lebih menekankan pada pendidikan vokasional. bahkan sistem masyarakat. Hal-hal itu merupakan tujuan kurikulum. Charlters (1923) setuju dengan konsep Bobbit tentang analisis kecakapan/pekerjaan sebagai dasar penyusunan kurikulum. Sistem kurikulum merupakan bagian dari sistem persekolahan. mengembangkan dan melaksanakan modelmodel kurikulum. Seluruh tujuan beserta pengalaman-pengalaman tersebut itulah yang menjadi bahan kajian teori kurikulum. mereka menemukan hal-hal barn yang dapat memperkaya dan memperkuat bidang studi kurikulum. adalah kurikulum sebagai suatu sistem: Yaitu sistem kurikulum. c. Perkembangan teori kurikulum Perkembangan teori kurikulum tidak dapat dilepaskan dari sejarah perkembangannya. pendidikan berupaya mempersiapkan kecakapan-kecakapan tersebut dengan teliti dan sempurna. bergantung pada tingkatannya maupun jenis lingkungan. (2) mengadakan klasifikasi tentang pengetahuan yang telah ada dalam pengetahuanpengetahuan baru. Keempat tuntutan tersebut menjadi kewajiban seorang ahli teori kurikulum. dan prosedur kerja bagaimana cara menyusun suatu kurikulum. Kehidupan manusia meskipun berbeda-beda pada dasarnya sama. Konsep ketiga. dan menyempurnakannya. sikap. sistem pendidikan. para ahli teori kurikulum juga dituntut untuk: (1) mengembangkan definisi-definisi deskriptif dan preskriptif dari istilah-istilah teknis. melaksanakan. Werrett W. kurikulum sebagai suatu bidang studi: Yaitu bidang studi kurikulum. sebagai sistem. Untuk mencapai hal-hal itu ada serentetan pengalaman yang harus dikuasai anak. apresiasi tertentu. inti teori kurikulum itu sederhana. Kecakapan-kecakapan yang harus dikuasai untuk dapat terjun dalam kehidupan sangat bermacam-macam. maupun bidang studi kurikulum dapat bertahan dan dikembangkan. keterampilan. yaitu kehidupan manusia. mengevaluasi. . Mereka yang mendalami bidang kurikulum mempelajari konsep-konsep dasar tentang kurikulum. Bobbit Bering dipandang sebagai ahli kurikulum yang pertama. (4) mengembangkan subsubteori kurikulum. kebiasaan. Konsep kedua. (3) melakukan penelitian inferensial dan prediktif. terbentuk oleh sejumah kecakapan pekerjaan. Ini merupakan bidang kajian para ahli kurikulum dan ahli pendidikan dan pengajaran. Perkembangan kurikulum telah dimulai pada tahun 1890 dengan tulisan Charles dan McMurry. Seperti halnya para ahli ilmu sosial lainnya. Bobbit adalah orang pertama yang mengadakan analisis kecakapan atau pekerjaan sebagai cara penentuan keputusan dalam penyusunan kurikulum.b.

Dalam hal ini mereka dipengaruhi oleh gerakan ilmiah dalam pendidikan yang dipelopori oleh E. menilai hasil. menentukan struktur organisasi dari penyusunan kurikulum. Untuk mencapai hal tersebut. teori kurikulum secara konseptual berhubungan erat dengan pengembangan teori dalam ilmuilmu lain. Mulai tahun 1920.L. dan lainlain. pengetahuan. (2) menentukan hubungan antara masalah-masalah tersebut dengan struktur yang mendukungnya. Beauchamp menganalisis pendekatan ilmiah tentang tugas-tugas pengembangan teori dalam kurikulum. sikap. Dalam pengembangan kurikulumnya. merumuskan tujuan. Beauchamp dan Othanel Smith. pada tahun 1947 di Univeristas Chicago berlangsung diskusi besar pertama tentang teori kurikulum. berkembang gerakan pendidikan yang berpusat pada anak (child centered). keduanya bertolak pada asumsi bahwa sekolah berfungsi mempersiapkan anak bagi kehidupan sebagai orang dewasa. siswa belajar melalui pengalaman. Perkembangan teori kurikulum selanjutnya dibawakan oleh Hollis Caswell. Pertama. dan sebagainya. Alabama. Kedua. karena pengaruh pendidikan progresif. Tylor (1949) mengemukakan empat pertanyaan pokok yang menjadi inti kajian kurikulum: 1. Hal-hal yang penting dalam pengembangan teori kurikulum adalah penggunaan . nilai. Florida. Bertolak pada hal-hal tersebut mereka menyusun kurikulum secara lengkap dalam bentuk yang sistematis. desain kurikulum. Charles Judd. Ralph W. Thorndike. Anak menjadi pusat perhatian pendidikan. Penyusunan kurikulum harus melibatkan siswa. perlu analisis tentang tugas-tugas dan tuntutan dalam kurikulum disusun keterampilan. pendidikan menekankan kepada aktivitas siswa. Tujuan pendidikan yang manakah yang ingin dicapai oleh sekolah? 2. Caswell menekankan pada partisipasi guru-guru.keduanya setuju atas penggunaan teknik ilmiah dalam memecahkan masalah-masalah kurikulum. Sebagai hasil diskusi tersebut dirumuskan tiga tugas utama teori kurikulum: (1) mengidentifikasi masalah-masalah penting yang muncul dalam pengembangan kurikulum dan konsep-konsep yang mendasarinya.Ada dua hal yang sama dari teori kurikulum. Isi kurikulum harus didasarkan atas minat dan kebutuhan siswa. menentukan kegiatan belajar. memilih isi. dalam merumuskan pengertian kurikulum. berpartisipasi dalam menentukan kurikulum. dan lain-lain yang diperlukan untuk dapat berpartisipasi dalam kehidupan orang dewasa. Dalam konferensi nasional perhimpunan pengembang dan pengawas kurikulum tahun 1963 dibahas dua makalah penting dari George A. Bagaimana kita menentukan bahwa tujuan tersebut telah tercapai? Empat pertanyaan pokok tentang kurikulum dari Tylor ini banyak dipakai oleh para pengembangan kurikulum berikutnya. Teori kurikulum berubah dari yang menekankan pada organisasi isi yang diarahkan pada kehidupan sebagai orang dewasa (Bobbit dan Charters) kepada kehidupan psikologis anak pada saat ini. Bagaimana mengorganisasikan pengalaman pendidikan tersebut secara efektif? 4. Dalam peranannya sebagai ketua divisi pengembang kurikulum di beberapa negara bagian di Amerika Serikat (Tennessee. Virginia). Menurut Beauchamp. teori Bobbit dan Charters. is mengembangkan konsep kurikulum yang berpusat pada masyarakat atau pekerjaan (society centered) maka Caswell mengembangkan kurikulum yang bersifat interaktif. (3) mencari atau meramalkan pendekatan-pendekatan pada masa yang akan datang untuk memecahkan masalah tersebut. pengalaman pendidikan yang bagaimanakah yang harus disediakan untuk mencapai tujuan tersebut? 3.

(5) fungsi sistem kurikulum.dan belajar. Penggunaan model sistem juga dapat membantu para ahli teori kurikulum menentukan jenis dan lingkup konseptualisasi yang diperlukan dalam teori kurikulum. mengajar (teaching).istilah-istilah teknis yang tepat dan konsisten. Pertanyaan-pertanyaan itu menyangkut: (1) pertanyaan umum tentang fenomena kurikulum. Broudy. ada tiga sumbangan utama filsafat terhadap teori kurikulum. dan Burnett (1964) menjelaskan makalah persekolahan dalam suatu skema yang menggambarkan komponen-komponen dari keseluruhan proses mempengaruhi anak. sosiologi. Ada empat sistem dalam persekolahan yaitu kurikulum. sebagai prinsip-prinsip yang menjadi pegangan dalam menjelaskan fenomena kurikulum. isi kurikulum. generalisasi atau kaidahkaidah. Skema persekolahan dari Broudy dan kawan-kawannya dapat dilihat pada Bagan 2. MacDonald (1964) melihat teori kurikulum dari model sistem. dan antropologi untuk menjelaskan konsep kurikulum. Beauchamp merangkumkan perkembangan teori kurikulum antara tahun 1960 sampai dengan 1965. Smith. Thomas L. yaitu: landasan kurikulum. Topik dan subtopik dari pertanyaan ini menunjukkan fenomena-fenomena kurikulum. rekayasa kurikulum. (6) proses kurikulum. dan Bunett. analisis dan klasifikasi pengetahuan. dan (7) prosedur analisis struktural-fungsional. pengajaran (instruction). Melihat kurikulum sebagai suatu sistem dalam sistem yang lebih besar yaitu persekolahan dapat memperjelas pemikiran tentang konsep kurikulum. (3) unit analisis dan unsurunsurnya. yaitu dalam (1) merumuskan dan mempertimbangan tujuan pendidikan. Ada sejumlah pertanyaan yang diajukan dalam analisis struktural-fungsional ini. dan (3) perluasan bahasa khusus kurikulum. penggunaan penelitianpenelitian preckktif untuk menambah konsep. (4) struktur sistem kurikulum. Faix (1966) menggunakan analisis struktural-fungsional yang berasal dari biologi. Interaksi dari empat sistem ini dapat digambarkan dengan suatu diagram Venn. desain kurikulum. Othanel Smith menguraikan peranan filsafat dalam pengembangan teori kurikuklm yang bersifat ilmiah. BAGAN 2. Smith. Fungsi kurikulum dilukiskan sebagai proses bagaimana memelihara dan mengembangkan strukturnya. James B. Dalam makalah kedua. (2) sistem kurikulum. (2) memilih dan menyusun bahan. Menurut Smith.4 Skema persekolahan dari Broudy.4. CURRICULUM Content Categories of instruction Modes of Teaching Facts Symbolic studies Situastion Concept Basic Sciences Modes Desriptive Developmental studies Operational Principles Testhetics studies Modes Students Learnings: Cognitive maps Evaluational maps Attitudes and values systems Associative meanings . evaluasi dan penelitian. dan pengembangan teori. la mengidentifikasi adanya enam komponen kurikulum sebagai bidang studi.

yaitu aktor. Artifak adalah isi dan rancangan kurikulum. Curriculum evaluation involeves validation of both selection and structure. pengalaman belajar anak menjadi bagian dari pengajaran.and images Intellectual Operations Excecutive Operations Assessment system: Examinations Tests: Essay-Objective Teacher Judgements Self evaluation Self inventory Alizabeth S. pelaksanaan. Menurut Maccia. Definisi di sini bukan sekadar definisi istilah. kurikulum merupakan seperangkat tujuan belajar yang terstruktur. Mauritz Johnson (1967) membedakan antara kurikulum dengan proses pengembangan kurikulum. dan implikasi teori kurikulum. (2) teori kurikulum-formal (formal-curriculum theory). Walaupun mungkin. Kurikulum merupakan basil dari sistem pengembangan kurikulum. . dan evaluasi. Menurut Johnson. Teori kurikulum (curriculum Theory atau event theory) merupakan teori yang menguraikan pemilihan dan pemisahan kejadian/peristiwa kurikulum atau yang berhubungan dengan kurikulum dan yang bukan. Ada beberapa masalah atau isu substansial dalam pembahasan tentang teori kurikulum. Maccia. yaitu: (1) teori kurikulum (curriculum theory). Aktor adalah orang-orang yang terlibat dalam pelaksanaan kurikulum. rekayasa kurikulum. Frymier (1967) mengemukakan tiga unsur dasar kurikulum. Pelaksanaan adalah proses interaksi antara aktor yang melibatkan artifak.dan pelaksanaan. A curriculum is a structured series of intended learning out comes. Selection is an essential aspect of curriculum formulation. peranan nilai dalam pengembangan kurikulum. 2. sumber-sumber kebijaksanaan kurikulum. 3. Teori kurikulum valuasional mengkaji masalah-masalah pengajaran apa yang berguna/ berharga bagi keadaan sekarang. 6. kurikulum merupakan bagian dari pengajaran. Teori kurikulum praksiologi merupakan suatu pengkajian tentang proses untuk mencapai tujuan-tujuan kurikulum. yaitu: 1. melainkan definisi konsep. Teori kurikulum formal memusatkan perhatiannya pada struktur isi kurikulum. Studi kurikulum menurut Frymier meliputi tiga I angkah: perencanaan. desain kurikulum. Curriculum is the criterion for instructional evaluation. Berdasarkan rumusan kurikulum tersebut. teori kurikulum merupakan subteori pengajaran. artifak. Curriculum guide instrcution 5. (1965) dari hasil analisisnya menyimpulkan adanya empat teori kurikulum. Structure is an essential charactistic of curriculum. Jack R. Semua rumusan teori kurikulum diawali dengan definisi. (3) teori kurikulum valuasional (valuational curriculum theory). Johnson menganalisis enam unsur kurikulum. tetapi is telah berhasil menunjukkan sejumlah dimensi kurikulum yang cukup berharga untuk menjelaskan teori kurikulum. Jadi. kurikulum berkenaan dengan tujuan dan bukan dengan kegiatan. yaitu definisi kurikulum. isi dan ruang lingkup. 4. kita tidak setuju dengan seluruh pendapat Maccia. serta struktur. tetapi sistem pengembangan bukan kurikulum. dan (4) teori kurikulum praksiologi (praxiological curriculum theory).

pelaksanaan. apakah kurikulum merupakan suatu konsep dalam sistem persekolahan? Apakah kurikulum mencakup mengajar dan pengajaran? Sampai sejauh mana kegiatan belajar siswa menjadi bagian kurikulum? Apakah ruang lingkup kurikulum sebagai bidang studi? Beberapa pertanyaan yang lebih khusus. ia harus mempelajari budaya. Hal lain yang menjadi sumber penyusunan kurikulum adalah nilai-nilai. Budaya ini mencakup semua disiplin ilmu yang telah ditemukan dan dikembangkan para pakar. kurikulum terutama isi kurikulum diambil dari kehidupan orang dewasa. maka budaya menjadi sumber utama isi kurikulum. Para pengembang kurikulum mendasarkan kurikulumnya atas hasil analisis pekerjaan dan kehidupan orang dewasa. Pendidikan atau pengajaran bukan memberikan sesuatu pada anak. Nilai-nilai apakah yang harus diberikan dalam pelaksanaan kurikulum?Nilai-nilai apa yang digunakan sebagai kriteria penentuan kurikulum dan pelaksanaan kurikulum. umpamanya apakah kurikulum harus memiliki serangkaian tujuan khusus? Apakah kurikulum perlu memiliki sejumlah materi untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut? Apakah kurikulum perlu mengadakan rumusan yang lebih spesifik tentang rencana dan bahan pengajaran? Apakah perlu ada spesifikasi tentang makna perencanaan. yaitu kebutuhan siswa. Karena sekolah mempersiapkan anak bag! kehidupan orang dewasa. dan evaluasi kurikulum? 1. Pertanyaan pertama yang muncul dalam kurikulum yang berdasarkan nilai adalah: Apakah yang harus diajarkan di sekolah? In! merupakan pertanyaan tentang nilai. Di Indonesia. hidup dalam lingkungan budaya. perkembangan siswa. pemegang kekuasaan sosialpolitik dalam penentuan kurikulum adalah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang dalam pelaksanaannya dilimpahkan kepada Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah serta Dirjen Pendidikan Tinggi bekerja sama dengan Balitbangdikbud. Sumber Pengembangan Kurikulum Dari kajian sejarah kurikulum. pada pendidikan dasar . Terakhir yang menjadi sumber penentuan kurikulum adalah kekuasaan sosialpolitik. yang lebih berkenaan dengan karakteristik desain kurikulum. Ada tiga pendekatan terhadap anak sebagai sumber kurikulum. Sumber lain penyusunan kurikulum adalah anak. Beberapa pengembang kurikulum mendasarkan penentuan kurikulum kepada pengalaman-pengalaman penyusunan kurikulum yang lalu. tingkat-tingkat perkembangan siswa. dan lain-lain. nilai-nilai adat-istiadat. Dalam pendidikan atau pengajaran. serta hal-hal yang diminati siswa. Pengalaman pengembangan kurikulum yang lalu menjadi sumber penyusunan kurikulum kemudian. Beauchamp menegaskan bahwa nilai dapat merupakan sumber penentuan keputusan yang dinamis. Anak menjadi sumber kegiatan pengajaran. Dalam pengembangan selanjutnya. Untuk dapat hidup dalam lingkungan budaya. Jadi. melainkan menumbuhkan potensipotensi yang telah ada pada anak. Manusia adalah makhluk yang berbudaya. Pengembangan kurikulum pertama bertolak dari kehidupan dan pekerjaan orang dewasa. yang belajar adalah anak.Di Amerika Serikat pemegang kekuasaan sosial-politik yang menentukan kebijaksanaan dalam kurikulum adalah board of education lokal yang mewakill negara bagian. benda-benda. perilaku. sumber in! menjadi lugs meliputi semua unsur kebudayaan. dan turut menciptakan budaya. ia menjadi sumber kurikulum. ada pengembangan kurikulum bertolak dari kebutuhan-kebutuhan siswa. kita mengetahui beberapa hat yang menjadi sumber atau landasan inti penyusunan kurikulum. serta minat siswa.Beberapa pertanyaan umum tentang karakteristik kurikulum sebagai bidang studi yang perlu didefinisikan umpamanya.

serta proses belajar yang akan diikuti siswa pada berbagai tahap perkembangan pendidikan. Dalam desain kurikulum. Rekayasa kurikulum berkenaan dengan bagaimana proses memfungsikan kurikulum di sekolah. 82) mengemukakan lima prinsip dalam pengembangan teori kurikulum. dengan materi tersebut tujuantujuan kurikulum dapat dicapai. Seluruh sistem rekayasa kurikulum menurut Beauchamp mencakup lima hal. Kedua kurikulum itu dievaluasi. yaitu desain kurikulum (curriculum design) dan rekayasa kurikulum (curriculum engineering). Dalam desain kurikulum akan tergambar unsur-unsur dari kurikulum. baik bentuk desainnya maupun sistem pelaksanaannya. sedangkan pada perguruan tinggi rektor diberi kekuasaan untuk menentukan kebijaksanaan-kebijaksanaan dalam penyusunan kurikulum. isi. yaitu: . Para pengelola di daerah dan sekolah berperan melaksanakan dan mengawasi pelaksanaan kurikulum. serta hal-hal yang diperlukan dalam pelaksanaannya. kurikulum mempunyai tiga karakteristik. Desain kurikulum merupakan suatu pengorganisasian tujuan. (2) keterlibatan orang-orang dalam proses kurikulum. (2) model pengorganisasian dan bagian-bagian kurikulum terutama organisasi dan proses pengajaran. 2. berdasarkan garis-garis besar tujuan tersebut desain kurikulum disusun. Dengan menerima pelimpahan wewenang dari Menteri atau Dirjen.dan menengah. (2) berisi garis-garis besar rumusan tujuan. dan mengadakan penyempurnaan kurikulum. Ada dua hal yang perlu ditambahkan dalam desain kurikulum: Pertama. Beauchamp (hlm. serta bagaimana mengadakan penyemprunaan-penyempurnaan berdasarkan masukan dari pengalaman. (3) isi atau materi ajar. ketentuan-ketentuan tentang bagaimana penggunaan kurikulum. Desain dan Rekayasa Kurikulum Telah diutarakan sebelumnya bahwa ada dua subteori dari teori kurikulum. dan (5) tugas-tugas dan prosedur evaluasi kurikulum. hubungan antara satu unsur dengan unsur lainnya. prinsipprinsip pengorganisasian. unsur-unsur serta organisasi dari dokumen tertulis kurikulum. mengembangkan. (3) tugas-tugas dan prosedur perencanaan kurikulum. kekuasaan penyusunan kurikulum sepenuhnya ada pada pusat. upaya-upaya yang perlu dilakukan para pengelola kurikulum agar kurikulum dapat berfungsi sebaik-baiknya. ada dua dimensi penting. yaitu: (1) kurikulum merupakan dokumen tertulis. Menurut Beauchamp. Juga mereka memberi tugas dan tanggung jawab menyusun dan mengembangkan berbagai bentuk pedoman dan petunjuk pelaksanaan kurikulum. yaitu: (1) substansi. (4) tugas-tugas dan prosedur implementasi kurikulum. pengelola kurikulum di sekolah terdiri atas para pengawas/penilik dan kepala sekolah. yaitu: (1) arena atau lingkup tempat dilaksanakannya berbagai proses rekayasa kurikulum. sedangkan pada tingkat pusat adalah Kepala Pusat Pengembangan Kurikulum Balitbang Dikbud dan para Kasubdit/Kepala Bagian Kurikulum di Direktorat. Dari semua uraian tentang hal-hal yang berkaitan dengan teori kurikulum. para pejabat pusat tersebut merancang.

com/2009/01/29/teori-dan-konsep-kurikulum/ . Setiap teori kurikulum harus menggambarkan proses-proses penentuan kurikulumnya serta interaksi di antara proses tersebut. 29 Januari 2009 Disarikan dari berbagai sumber Oleh Heri Suhendri http://mybatik. 4.wordpress. Setiap teori kurikulum perlu menjelaskan karakteristik dari desain kurikulumnya. Setiap teori kurikulum harus dimulai dengan perumusan (definisi) tentang rangkaian kejadian yang dicakupnya. 2. Tasikmalaya.1. Setiap teori kurikulum hendaknya menyiapkan diri bagi proses penyempurnaannya. Setiap teori kurikulum harus mempunyai kejelasan tentang nilai-nilai dan sumbersumber pangkal tolaknya. 5. 3.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->