P. 1
LAPORAN HASIL PRAKTIKUM FRYING.docx

LAPORAN HASIL PRAKTIKUM FRYING.docx

|Views: 433|Likes:
Published by Trisna Ulandari
laporan praktikum frying
laporan praktikum frying

More info:

Published by: Trisna Ulandari on Mar 27, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/05/2015

pdf

text

original

LAPORAN HASIL PRAKTIKUM

PPM 1 FRYING

Disusun oleh:
KELOMPOK C4 Primalia Netta Resti Adiputri Rafi’atul Hayati Rahma Putri Ardiyanti Annasyiah Sefriani Shabrina Dessy Aryanti Alta Dwi Diniengga B. (125070301111023) (125070301111024) (125070301111025) (125070301111026) (125070301111027) (125070307111007)

Program Studi Gizi Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang 2013

Prinsip dasar frying yaitu apabila bahan pangan dimasukkan ke dalam minyak yang panas. dan vacuum frying. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam proses frying ini agar hasil masakan yang dibuat sesuai dengan yang diinginkan. Namun. maka suhu permukaan akan meningkat dengan cepat dan air yang ada di permukaan akan menguap sehingga suhu permukaan sama dengan suhu minyak panas dan terbentuklah crust pada permukaan bahan pangan tersebut. poaching. Frying atau menggoreng adalah proses pemanasan bahan pangan menggunakan medium minyak goreng sebagai penghantar panas.2 Tujuan Setelah mengikuti praktikum ini mahasiswa mampu memahami dan mempraktekkan metode frying serta mengetahui hal – hal yang perlu diperhatikan dalam proses frying. yaitu jenis produk (bahan pangan). Terdapat 3 macam metode dalam frying. . suhu minyak.1 Latar Belakang Dalam proses pengolahan makanan . Dari ketiga macam metode tersebut.ada berbagai metode yang dapat digunakan. dan lain sebagainya. roasting. ketebalan makanan. deep fat frying. Waktu yang dibutuhkan untuk memasak dengan metode frying dipengaruhi oleh beberapa hal. metode penggorengan. yaitu shallow frying. 1. dan kualitas produk yang diinginkan. kami akan membahas sedikit mengenai frying. baik dari tinjauan bahan maupun dalam proses pemasakannya. seperti baking.BAB I PENDAHULUAN 1. frying. dalam laporan praktikum kali ini. yang membedakan ketiganya dalam prosesnya adalah penggunaan minyak yang dipakai dan seberapa banyak minyak yang terserap ke dalam bahan pangan setelah mendapat perlakuan frying.

pala. b. cetak dengan teflon yang diolesi dengan margarine. Isi: ¼ kg telur ¼ daun bawang (rajang tipis-tipis) 1 siung bawang putih halus ¼ daging sapi yang sudah dimasak sampai empuk (potong tipis-tipis) ¼ sdt merica. Panaskan selama 5 menit. atau pencetak kulit martabak. dan tambahkan daun bawang secukupnya dan timbang Timbang penggorengan beserta minyak. BAHAN DAN CARA KERJA Bahan : Kulit: 200 gr terigu segitiga 2 butir telur 350 cc air 1 sdt garam Cara membuat: Campur sampai rata. c. daging . e. garam 1 kg minyak goreng biasa (Gunakan minyak yang masih baru) Cara membuat : a. f. i. Kocok lepas telur. garam Sisihkan Ambil satu lembar kulit Isi dengan 1 sdm adonan isi. pala. d. g. merica.(tidak sampai kering). h. dan sutil Panaskan minyak Goreng 1 bagian adonan sampai masak Timbang semua bahan untuk menggoreng Hitung penyerapan minyak .BAB II ALAT.

k.j. Berat awal – berat akhir = penyerapan minyak Hitung jumlah martabak yang jadi. Alat : Spatula Wadah untuk mencampur adonan Ulekan Cobek Talenan pisau Teflon .

telur merupakan salah satu bahan isi yang paling utama selain daging cincang. 2. garam digunakan sebagai penambah rasa. tepung terigu dibagi jadi tiga tingkatan. . dan susu. yaitu tepung terigu protein rendah. sebagai bagian dari sop. 4. Pada umumnya.semakin tinggi kadar proteinnya maka kadar glutennya juga semakin tinggi. Tepung terigu mengandung protein yang disebut gluten. atau sebagai bumbu tabur seperti pada soto. 3. Daging Cincang Daging cincang dalam pembuatan martabak telur ini berfungsi sebagai isi atau bahan utama selain telur. Dalam seni masak Indonesia. Dalam pembuatan kulit martabak kali ini kami menggunakan tepung terigu berprotein rendah karena tepung jenis ini baik untuk membuat aneka gorengan. yaitu rasa asin. Tepung Terigu Hasil olahan yang maksimal ini dipengaruhi oleh kandungan protein yang ada di dalam tepungnya. Daun Bawang Daun bawang merupakan jenis sayuran dari kelompok bawang yang banyak digunakan dalam masakan. Kandungan gluten ini dipengaruhi oleh jenis gandum yang dipanen. Bawang putih bisa juga dihaluskan dengan berbagai jenis bahan bumbu yang lain. Gluten adalah protein yang tak larut dalam air bersifat kenyal dan elastis. bawang putih dihancurkan dengan ditekan dengan sisi pisau (dikeprek) sebelum dirajang halus dan ditumis di penggorengan dengan sedikit minyak goreng. 6. 5. seeding. ikan. Telur Telur adalah salah satu bahan makanan hewani yang dikonsumsi selain daging. Sebelum dipakai sebagai bumbu. Bawang putih Bawang putih digunakan sebagai bumbu yang digunakan hampir di setiap makanan dan masakan Indonesia. Berdasarkan kandungan proteinnya. Garam Dalam praktikum kali ini. dan tinggi. Kandungan gluten yang rendah membuat daya serap air sangat sedikit maka hasilnya renyah. Dalam pembuatan martabak telur ini.BAB III TINJAUAN BAHAN 1. daun bawang bisa ditemukan misalnya dalam martabak telur.

5 ml PEMBAHASAN : Martabak telur merupakan salah satu makanan yang dapat dibuat dengan metode memasak frying. Dalam pengolahan shallow frying sendiri terdapat 2 cara. Dalam menggoreng. ommelet scrambled eggs.1 Ukuran Alat dan Martabak Telur Berat 1 sendok makan martabak Spatula kayu Wajan Wajan + Minyak (awal) Wajan + Minyak (akhir) 30 gram 32.5 gram Berat Martabak Awal + Isi (1 sdm) Setelah digoreng 67 gram 50 gram Minyak yang terserap 410 – 390. kelompok kami membuat martabak telur dengan menggunakan metode shallow frying. serta unggas yang lunak dan dipotong tipis. Untuk melakukan teknik ini. Shallow frying adalah proses mengoreng yang dilakukan dengan cepat dalam minyak goreng yang sedikit. perlu memperhatikan beberapa syarat. Selama proses menggoreng. Sauteing adalah mengolah bahan makanan dengan menggunakan sedikit minyak sambil diaduk dan dilakakukan sacara cepat. b. pastikan minyak telah panas sesuai suhu yang diinginkan. Pan frying merupakan cara menggoreng dengan minyak sedikit dan mempergunakan frying pan. antara lain telur mata sapi. . d. yaitu cara pan frying dan sauteing. minyak jagung. Dalam praktikum kali ini. Makanan yang dimasak dengan cara ini. yaitu sebagai berikut : a. minyak salad. atau minyak zaitun. menggunakan minyak goreng berbentuk cairan: minyak kelapa. c.5 gram 340 gram 410 gram 390.BAB IV HASIL PRAKTIKUM 4. Proses menggoreng dilakukan dengan cepat. daging. menggunakan minyak yang sedikit.5 = 19. Saat menggoreng.

Saat praktikum kali ini. . sehingga warna dan tingkat kematangan menjadi tidak merata. yaitu pada awalnya kami menggunakan minyak yang terlalu sedikit karena jika menggunakan minyak yang terlalu banyak kami khawatir penyerapan minyak ke dalam martabak yang digoreng akan terlalu banyak pula. sebenarnya metode frying yang kami gunakan bukan metode pan frying seutuhnya karena minyak yang kami gunakan lumayan agak banyak. untuk penggorengan martabak yang selanjutnya kami menambahkan minyak yang agak lebih banyak agar warna dan tingkat kematangan yang dihasilkan merata. Martabak pertama yang kami buat berwarna agak gosong. Lalu. dapat dikatakan bahwa penyerapan minyak yang terdapat dalam martabak lumayan banyak. dan dipakai sebagai teknik penyelesaian pada sayuran kontinental.Teknik ini sering dilakukan pada masakan cina. namun tingkat kematangannya baik. Jadi. kami mendapat sedikit kesulitan. Seperti yang tertera pada tabel. kami berhasil menggoreng martabak sebanyak 14 buah dan minyak yang terserap pada martabak yang diisi sebanyak 1 sendok makan adalah 19.5 ml. Pada pengolahan sayuran Indonesia disebut oseng-oseng (tumisan). Untuk minyak sebanyak itu.

dan suhu minyak harus panas. dan vacuum frying. yaitu shallow frying. Terdapat 3 macam metode dalam frying. penggunaan minyak sedikit. perlu memperhatikan beberapa syarat. Dari ketiga macam metode tersebut. Untuk melakukan teknik ini. . yaitu menggunakan minyak cair.BAB IV KESIMPULAN Frying adalah salah satu metode yang dapat digunakan dalam mengolah makanan. dana tingkat kematangan sesuai dengan yang diinginkan. Shallow frying adalah proses mengoreng yang dilakukan dengan cepat dalam minyak goreng yang sedikit. Karena penggunaan minyak yang lebih sedikit dibandingkan dengan metode frying lainnya. Untuk mendapat hasil yang baik saat frying. penyerapan minyak juga bergantung pada bahan pangan yang digunakan dan lama penggorengan. crust. maka kita harus memilih bahan yang berkualitas baik dan selalu memantau bahan pangan selama proses penggorengan agar warna. Namun. deep fat frying. maka seharusnya minyak yang terserap dalam bahan pangan juga tidak terlalu banyak. yang membedakan ketiganya dalam prosesnya adalah penggunaan minyak yang dipakai dan seberapa banyak minyak yang terserap ke dalam bahan pangan setelah mendapat perlakuan frying.

LAMPIRAN .

`` .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->