METODE PELAKSANAAN

Setelah mempelajari data-data kerangka acuan kerja pada Pekerjaan tersebut di atas, bersama ini kami ajukan metode pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan scope pekerjaan yang ada. Karena pekerjaan ini adalah spesifik pekerjaan gedung dengan ciri khas tersendiri yang muncul dari desain yang ada, maka untuk mendapatkan hasil yang maksimal sesuai dengan BMW (Biaya, Mutu, Waktu) diperlukan metode pelaksanaan yang baik, personil yang berpengalaman dan bersertifikat keahlian sesuai bidang yang ditangani dan peralatan kerja sesuai yang dibutuhkan untuk pelaksanaan di lapangan. Disamping itu kualitas bangunan yang kita hasilkan bisa dipertanggungjawabkan tanpa mengurangi faktor Keselamatan Kerja. 1. Lokasi dan Kondisi Lapangan Lokasi yang cukup luas sehingga sirkulasi bahan dan zona lapangan diatur secara mudah, sehingga sangat menunjang pelaksanaan pekerjaan. Apabila Lokasi Site tidak cukup luas, maka diperlukan sistem pangaturan, penempatan bahan dan alat yang baik sehingga memudahkan dalam pelaksanaan pekerjaan. Pengaturan Tenaga Kerja Pengaturan tenaga kerja yang dibagi menjadi beberapa kelompok untuk pekerjaan yang tertentu dan secara simultan dilanjutkan dengan pengaturan tenaga kerja untuk pekerjaan yang berikutnya, sehingga diharapkan pekerjaan pada suatu lokasi dapat secara tuntas. Standart Operasional Konstruksi Standart ini dipake dalam proses keseluruhan konstruksi untuk mewujudkan Target dan Sasaran Pekerjaan. Berikut disampaikan dalam bentuk flow chart

2.

3.

4.

Pembuatan Shop Drawing Shop Drawing/Gambar kerja merupakan acuan dalam pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Proses persetujuan gambar kerja dituangkan dalam bentuk Bagan Alur dibawah ini

..

36 mm tetapi tertahan ayakan 0.00 ± 1.3.600 mm. Biasanya dua ukuran untuk agregat kasar dan juga dua ukuran untuk agregat halus dimana salah satunya adalah pasir bergradasi halus. Buatlah campuran yang mempunyai rongga dalam campuran pada kepadatan membal (refusal) sebesar 2 %.(1). Perhatikan ketentuan batas-batas bahan bergradasi senjang yaitu bahan yang lolos ayakan 2.50 Ltr/m2. Bahan untuk lapis resap pengikat (prime coat) ̒ Cutback bitumen jenis MC-30. Aplikasi bitumen ̒ Lapis resap pengikat : 1. Lapis perekat : Takaran pada permukaan baru atau pada Takaran pada permukaan yang berpori. . Lihat Tabel 6. Proses Persetujuan Material Mobilisasi Pengiriman unit-unit peralatan Perkerasan Aspal Hotmix lengkap dengan unit Pemecah Batu Pengiriman unitunit peralatan Pekerjaan Badan Jalan dan tanah Pemeliharaan dan Perlindungan Lalulintas Membuat Rambu-rambu lalulintas dan penerangannya yang digunakan selama pelaksanaan pekerjaan untuk menghindari terjadinya kecelakaan selama pekerjaan. Jenis bahan permukaan yang sudah tua dan licin permukaan yang lapuk (Ltr/m2) (Ltr/m2) Lataston Lapis Pondasi (HRS-Base) Semua campuran bergradasi senjang akan menggunakan suatu campuran agregat kasar dan halus.3. Bahan resap pengikat dan perekat 1. 2.5.

yang umumnya terdiri sebagai berikut : ̒ Fraksi agregat kasar. Toleransi komposisi campuran Kombinasi agregat yang lolos dan menyesuaikan RKS. 6.1. Sirtu Pencampuran dilakukan dengan cara sebagai berikut : 1. Kadar aspal Kadar aspal campuran harus sesuai dengan rumusan campuran kerja dan menyesuaikan RKS. Pencampuran dilakukan di suatu tempat pencampuran yang memenuhi syarat atau disetujui oleh Pengawas. sedemikian hingga campuran material tersebut menghasilkan gradasi sesuai dengan spesifikasi yang disyaratkan. 2.1. Material dicampur dengan menggunakan wheel loader dengan komposisi yang disesuaikan. 3. sehingga material sirtu yang telah dicampur untuk digunakan tidak kontak langsung dengan tanah dibawahnya. 2. 3. Material aspal Material aspal dari jenis aspal Pen 60/70. ̒ Fraksi agregat halus. antara lain harus memperhatikan : ̒ Lantai dasar diberi lapisan pasir atau sirtu.3. ̒ Harus kering dan bebas dari gumpalan-gumpalan. semen portland.4. 200 ҆ 75 % beratnya. agar terjaga dari hujan & pengaruh perubahan kadar air. Macadam (crushed stone) Pencampuran material macadam (crushed stone) dilakukan pada unit pemecah batu dengan cara sebagai berikut : 1. PENCAMPURAN 2.2. seperti pada Tabel butir 1. antara lain harus memperhatikan : . abu terbang. Material konstruksi perkerasan. Pencampuran dilakukan di suatu tempat pencampuran yang memenuhi syarat atau disetujui oleh Pengawas. Material konstruksi perkerasan. ̒ Tempat pencampuran sirtu diberi sistem drainase yang memadai dan sesuai dengan kebutuhan. 5. 4.1. abu tanur semen atau bahan mineral non plastis lainnya yang disetujui. seperti pada Tabel butir 1. Material dari sumber material dipecah dengan stone crusher dan selanjutnya dipisahkan dengan pengaturan penyaringan menjadi beberapa fraksi agregat. 2.2. Toleransi temperatur ̒ Bahan yang keluar dari AMP : ± 5 oC ̒ Bahan yang dikirim ketempat penghamparan : ± 5 oC 2. sedemikian hingga campuran material tersebut menghasilkan gradasi sesuai dengan spesifikasi yang disyaratkan. dan harus mengandung bahan yang lolos saringan No. Bahan pengisi ̒ Dari abu batu kapur. Material yang terpisah pada (1) diatas dicampur dengan menggunakan wheel loader dengan komposisi yang disesuaikan. ̒ Campuran sirtu diberi penutup.

Pekerjaan excavation dan embankment. yaitu dengan menempatkan peralatan tersebut pada tiap-tiap aktivitas pekerjaan dengan jenis dan jumlah sesuai kebutuhan. serta pendekatan site output alat. agar terjaga dari hujan dan pengaruh perubahan kadar air. Aktivitas-aktivitas pekerjaan ini membutuhkan jenis dan jumlah alat yang berbeda-beda. maka hasil analisis alat berat yang handal akan membantu para pelaku proyek. Misalnya untuk aktivitas : Pengangkutan raw material dari quarry dibawa ke Crushing Plant. ̒ Water tank truck : untuk keperluan penambahan air bila lapisan yang akan dipadatkan terlalu kering dan tidak masuk dalam rentang kadar air yang diijinkan pada saat pemadatan. Hal-hal pokok yang berhubungan dengan alat berat.̒ Lantai dasar diberi lapisan pasir atau sirtu. mengendalikan waktu penyelesaian proyek. yaitu : a. 3. Volume pekerjaan yang harus diselesaikan dalam batas waktu tertentu. Jenis alat yang digunakan Alat yang digunakan untuk pekerjaan lapis resap pengikat (prime coat) dan lapis perekat (tack coat) sebagai berikut : . 3. Pekerjaan aggregate base Alternatif peralatan yang digunakan untuk pekerjaan lapis pondasi atas (LPA) dan lapis pondasi bawah (LPB) perkerasan jalan dengan crushed stone di lokasi badan jalan antara lain : ̒ Motor Grader : untuk pekerjaan perataan. menerapkan manajemen operasi alat berat di lapangan. antara lain dalam memperkirakan waktu pelaksanaan proyek. b. Berikut ini diberikan gambaran umum tentang alat berat yang terkait dengan pekerjaan perkerasan jalan khususnya untuk peralatan pekerjaan utama (major work). ̒ Campuran macadam diberi penutup. formula produksi alat. Dari butir a dan b diatas dapat diprogramkan suatu penanganan proyek yang konseptional. ̒ Dump truck : untuk alat angkut material batu pecah. Evaluasi dapat dikembangkan lebih jauh. ̒ Vibratory Roller : untuk alat pemadat. Dengan volume pekerjaan tersebut dan waktu yang telah ditentukan berarti kita harus menetapkan jenis dan jumlah alat untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. Dengan hasil pendekatan site output (produksi alat) tersebut beserta analisisnya. penentuan kombinasi dan jumlah alat. serta pengendalian efisiensi alat.4. Lapisan resap pengikat dan perekat 1). ̒ Tempat pencampuran macadam diberi sistem drainase yang memadai dan sesuai dengan kebutuhan. diharapkan target volume pekerjaan dan waktu pelaksanaan tidak meleset dari perkiraan. 3. waktu dan biaya. Perhitungan-perhitungan yang terkait dengan alat berat dalam tulisan ini dilakukan secara computerized program. Dengan adanya analisa yang baik dalam Construction Method diharapkan peralatan yang dioperasikan dapat tepat waktu dan tepat guna untuk menangani proyek tersebut.3. Pekerjaan overlay hot-mix. PERALATAN Alat berat hubungannya sangat erat sekali dan tidak terpisahkan dengan pelaksanaan fisik proyek jalan secara mekanis. Ini bisa terjadi bila didukung dengan pemilihan dan analisa kapasitas alat berat dengan cermat. sehingga material batu pecah yang telah dicampur untuk digunakan sebagai macadam tidak kontak langsung dengan tanah dibawahnya.

Total kapasitas penyimpanan tanki harus 30. termometer untuk mengukur temperatur isi tanki. Suatu pipa semprot khusus harus dipasang pada ujung batang penyemprot untuk memberikan tingkat/jumlah bitumen yang diperlukan. c. Asphalt Finisher : untuk pembentuk dan penghampar campuran aspal panas (hotmix). alat pengukur volume yang akurat atau tanki yang telah di-kalibrasi. Alat ini banyak digunakan di banyak proyekproyek pembangunan jalan. AMP harus dirancang. 2). alat pengukur tekanan. 1). Wheel Loader : alat untuk memindahkan agregat batu pecah dan pasir (abu batu) dari tumpukan material ke dalam hoper cold bin.20 liter/m2. Jenis alat di pusat pencampuran aspal a. Tandem Roller : untuk breakdown rolling dan finishing rolling. dengan ukuran yang sedemikian rupa agar dapat melindungi campuran terhadap cuaca. b.000 liter dan minimum 2 buah tanki berkapasitas sama harus disediakan. Persyaratan umum ̒ Peralatan yang digunakan harus meliputi suatu mesin penyapu (power broom) atau alat penghembus (power blower). Alat penyalur bahan untuk alat pengering . Distributor (asphalt sprayer) harus dilengkapi dengan suatu unit yang terpisah untuk pompa. AMP harus memiliki kapasitas yang cukup melayani mesin penghampar secara menerus (tidak terhenti-henti) sewaktu menghampar campuran pada kecepatan normal dan ketebalan yang disyaratkan. ̒ Peralatan distributor (asphalt sprayer) harus meliputi sebuah tachometer. Dump Truck : untuk mengangkut campuran aspal. ̒ Asphalt Sprayer. instrumen untuk mengukur kecepatan perjalanan. distributor bahan bitumen bertekanan dan peralatan untuk memanaskan bahan bitumen. c. Jenis alat di lokasi badan jalan a. Pneumatic Tire Roller : untuk pemadatan intermediate. Asphalt Mixing Plant (AMP) dapat berupa pusat pencampuran dengan penakaran (batching) atau pusat pencampuran menerus (continuous). 4). ̒ Air compressor : untuk membersihkan permukaan yang akan dilapisi dari kotoran dan debu.5 m dan tingkat penyemprotan terkendali dan merata antara 0. Sistem sirkulasi untuk bahan bitumen harus berukuran cukup untuk menjamin sirkulasi yang layak dan terus menerus selama seluruh periode operasi. dan peralatan untuk mengukur kecepatan pada kecepatan lambat. tiap muatan harus ditutup dengan kanvas/terpal atau bahan lainnya yang cocok. ̒ Distributor (atau asphalt sprayer sebagai alternatif) harus mempunyai ban bertekanan angin. sebuah termometer untuk mengukur temperatur isi tangki. batang penyemprot yang dapat bersirkulasi penuh yang dapat disesuaikan dalam arah mendatar dan vertikal.̒ Asphalt Distributor meliputi sebuah tachometer (pengukur kecepatan putaran). Peralatan untuk persiapan bahan bitumen Tanki-tanki penyimpan bahan bitumen harus dilengkapi untuk memanaskan bahan. dipelihara dan dioperasikan sedemikian rupa sehingga bahan bitumen dengan panas yang merata dapat diterapkan secara merata pada ukuran lebar permukaan yang bervariasi sampai 5 m atau paling tidak 3. 2). 5). meteran tekanan satu tongkat celup yang telah dikalibrasi.15 sampai 1. dan harus didesain. sebagai alternatif peralatan asphalt distributor. dan dioperasikan sedemikian rupa untuk menghasilkan campuran dalam batas toleransi sesuai dengan Campuran Kerja. b. diperlengkapi.

Penampung Instalasi harus memiliki tempat-tempat penyimpan yang berkapasitas cukup untuk melayani alat pencampur bila sedang beroperasi dalam kapasitas penuh. . 13). Tempat penyimpanan harus dibagi sekurang-kurangnya dalam 3 kompartemen dan harus disusun sehingga menjamin penyimpanan fraksi-fraksi agregat secara terpisah dan cukup. Untuk AMP jenis Continuous maka kecepatan operasi dari pompa harus disesuaikan dengan arus agregat kedalam campuran dengan suatu pengendali. Peralatan pengukur suhu ̒ Metal thermometer yang berskala 100 oC s/d 200 oC harus ditempatkan dalam jalur pemasukan bitumen yang sesuai dekat klep pengeluaran pada unit pencampur tersebut. 6). Alat pengering Suatu alat pengering berputar untuk pengeringan dan pemanasan agregat harus disediakan. Unit pengendali bitumen Alat meteran untuk bahan bitumen harus berupa suatu pompa meteran aspal. dan berkapasitas sedikit lebih besar dari kapasitas penuh alat pencampur harus disediakan. Saringan tersebut harus mempunyai suatu efisiensi operasi sedemikian rupa sehingga agregat yang disimpan dalam setiap tempat penyimpanan harus tidak berisi lebih dari 10 % bahan yang berukuran terlalu besar atau terlalu kecil. Persyaratan keamanan ̒ Tangga-tangga yang cocok dan aman yang menuju ke landasan alat pencampur dan tangga-tangga berpengaman yang menuju ke unit-unit instalasi lainnya harus ditempatkan pada semua jalan masuk ke operasi instalasi.Instalasi harus diperlengkapi dengan suatu sarana mekanis yang tepat untuk menyalurkan agregat kedalam alat pengering sedemikian rupa sehingga dapat dicapai produksi dan temperatur yang merata. 12). 9). ̒ Instalasi diperlengkapi dengan termometer berskala cakra angka (dial). Saringan Saringan instalasi yang mampu menyaring semua agregat sampai ukuran-ukuran dan proporsi-proporsi yang ditetapkan. Setiap kompartemen harus dilengkapi dengan suatu pipa pelimpah. Bila digunakan AMP jenis Batch maka pompa harus menyediakan jumlah bahan bitumen yang direncanakan untuk setiap penakaran. 8). Truck scale Timbangan dan rumah timbang harus disediakan untuk menimbang truck-truck bermuatan hotmix yang siap untuk dikirim ke lokasi pekerjaan. 10). 14). ̒ Jalan lintasan yang cukup lebar dan tanpa rintangan harus dipelihara sepanjang waktu di dalam dan sekitar ruang pemuatan truck. Pengumpul debu AMP harus dilengkapi dengan suatu alat pengumpul debu (dust collector) untuk membuang atau mengembalikan ke elevator. Pengendali waktu pencampuran AMP harus diperlengkapi dengan sarana-sarana untuk mengatur waktu pencampuran. 7). alat tersebut harus dengan mudah dan tepat dapat diatur. 11).

c. penggeseran atau pengaluran. ̒ Mesin penghampar harus menggunakan perlengkapan penyeimbang (equalizing runner). mampu menghampar dan menyelesaikan campuran tepat pada garis. ̒ Istilah perataan (screeds) meliputi segala pemotongan. atau tindakan praktis lainnya yang efektif dalam menghasilkan suatu permukaan akhir yang memiliki kerataan dan tekstur yang ditetapkan. Peralatan pemadat a. Mesin gilas roda baja (Tandem Roller) dan mesin gilas roda ban bertekanan angin (Pneumatic Tire Roller) diperlukan untuk setiap mesin penghampar (Asphalt Finisher). lengan perata (evener arm) atau alat-alat pengganti yang bersangkutan lainnya. dengan tanpa pembelahan. ̒ Mesin penghampar harus dilengkapi dengan batang perata (screed) yang dapat digerakkan yang memiliki perlengkapan untuk memanaskan batang perata yang bersangkutan sampai temperatur yang diperlukan untuk menghampar campuran hotmix. dan penampang melintang yang diminta. Pneumatic tire roller harus yang mempunyai tidak kurang dari pada 7 roda dengan ban-ban pemadat bertapak halus yang ber-ukuran dan ber-konstruksi sama.5 m lebar mesin gilas. 18). Peralatan penghampar ̒ Peralatan untuk penghamparan dan penyelesaian harus terdiri dari mesin penghampar (asphalt finisher) yang bertenaga penggerak sendiri. untuk mempertahankan kelandaian dan tepi perkerasan jalan tepat pada garis dan ketinggian permukaan yang diberikan dalam gambar dengan tanpa menggunakan acuan samping yang bersifat tetap. . Sekurang-kurangnya salah satu dari mesin gilas harus mampu menghasilkan suatu tekanan gilas sebesar 600 kg per 0. dapat beroperasi dengan suatu tekanan ban sebesar 8. b.1 m lebar.17). Mesin gilas harus mampu menghasilkan suatu tekanan beban roda belakang tidak kurang dari pada 400 kg per 0.1 m meliputi tidak kurang dari 0. pengumpulan (crowding).50 kg/cm2. pelurus (straightedge runner). kelandaian. ̒ Mesin penghampar harus dilengkapi dengan corong-curah dan ulir pendistribusi dari jenis yang dapat berputar balik untuk menempatkan campuran secara merata di depan batang perata (screed) yang dapat distel. ̒ Peralatan tersebut harus meliputi alat yang dapat distel untuk memberikan bentuk penampang melintang yang ditentukan dan mengatur ketebalan yang diperlukan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful