P. 1
Sejarah Masuknya Islam Di Jawa

Sejarah Masuknya Islam Di Jawa

|Views: 369|Likes:
Published by Ubaydillah Fajri
AS
AS

More info:

Categories:Types, Reviews
Published by: Ubaydillah Fajri on Mar 28, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/12/2015

pdf

text

original

SEJARAH MASUKNYA ISLAM DI JAWA Pendahuluan Islam telah dikenal ke Nusantara atau Indonesia pada abad pertama Hijriyah

(abad 7 Masehi) meskipun dalam frekuensi yang tidak terlalu besar melalui jalur perdagangan para pedagang muslim yang berlayar ke kawasan ini dan singgah untuk beberapa waktu. Pengenalan Islam lebih intensif, khususnya di Semenanjung Melayu dan Nusantara berlangsung beberapa abad kemudian. Setelah itu, terjadilah interaksi yang cukup "kental" antara para pedagang Arab dan masyarakat Indonesia dalam akulturasi Bangsa Arab dengan bangsa Indonesia, melalui pendekatan ekonomi (transaksi perdagangan), penghapusan kasta-kasta dan menggantikannya ke dalam derajat yang sama, pendekatan dakwah, ikatan perkawinan dan ajaran- ajaran tasawuf. A. Bukti Pertama Islam di Jawa Rekonstruksi Sejarah Islam Di Indonesia Banyak bantahan soal masuknya Islam ke Indonesia. Mayoritas sejarawan mengungkapkan. Islam masuk di bumi Nusantara ini sejak abad ke-13 M. Pembawanya adalah para pedagang dari Gujarat, India. Sambil berdagang, mereka menyebarkan Islam ke penduduk yang mereka singgahi. Adapun, wilayah yang pertama kali disebut-sebut menerima Islam di Indonesia adalah Samudra Pasai dan Perlak di Aceh. Benarkah demikian? Pada tahun 1961, Prof Dr Haji Abdul Malik Karim Amrullah, yang akrab dipanggil dengan Buya Hamka, pernah menggugat masalah ini. Menurut Buya Hamka, Islam masuk ke Indonesia dibawa oleh pedagang dari Makkah (Arab Saudi) pada abad ke-7 Masehi atau permulaan Hijriah, yang kemudian diikuti oleh pedagang Gujarat (India) abad ke-13 M, maupun Cina pada abad ke-10 M. Mereka (Arab, Gujarat, Persia, maupun pedagang Cina). Mereka bukanlah anggota misi penyebaran Islam, namun mempunyai kewajiban untuk mengenalkan Islam pada wilayah yang mereka datangi, termasuk Indonesia. Ahmad Mansur Suryanegara, dalam bukunya Menemukan Sejarah; Wacana Pergerakan Islam di Indonesia, menyatakan, pendapat Hamka tersebut lebih menekankan pada peranan utama dari para penyebar Islam di Indonesia. Pendapat Hamka ini, sejalan dengan pernyataan TW Arnold dalam The Preaching of Islam A History of the Propagantion of the Muslim Faith, dan JC van Lew dalam Indonesian Trade and Society, serta Bernard HM Vlekke dalam Nusantara A History of Indonesia, serta sejarawan dan tokoh Muslim lainnya seperti Crawfurd, Niemann, de Holander, Fazlur Rahman, dan Alwi Shihab. Menurut Hamka, masuknya Islam ke Pulau Jawa bersamaan dengan masuknya Islam ke Sumatra, pada abad ke-7 M. Pandangan ini didasarkan pada berita Cina

antara lain surat Al-Rahman ayat 28-27 dan surat Ali Imron ayat 185. Disebutkan. kapal yang tenggelam di perairan Cirebon ini diperkirakan terjadi pada 920-960 M. cet 3. Nisan ini juga memuat ayat Al-Qur’an. Huruf itu terdapat pada Nisan Fatimah binti Maimun bin Hibatullah. Adapun Raja Ta Cheh ini. pada tanggal 11-17 September 1995. a. Ruban Levy dalam Social Structure of Islam memberikan jumlah angka kapal yang dimiliki Muawiyah pada tahun 34 Hijriah atau 654/655 M sebanyak 5. Karena itu. masjid. 2 ) Demikian di tuliskan pada buku panduan pameran Budaya Islam di Aula Institut Agama Islam Negeri (IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta). 1994.Kanisius. Pn. Sejarah Indonesia Modern. Terj. Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia 2. 8 Km utara kota Gersik Jawa Timur. Ricklefs3 dalam uraiannya mengatakan bahwa serangkaian batu 1 ) Dr. Dari beberapa artefak yang ditemukan tersebut.1 Penanggalan itu menunjukkan nisan dipusara anak perempuan Maimun ini merupakan bukti tertua penggunaan tulisan Arab di Asia Tenggara. hlm. dengan tata bahasa Arab yang baik.5 . 2 Inskripsi nisan Fatimah terdiri atas tujuh baris. Soekmono. bukti sejarah ini diharapkan mampu memberikan gambaran yang jelas tentang sejarah Islam di Indonesia. salah satu ragam kaligrafi. Peristiwa ini terjadi pada saat Muawiyah bin Abu Sufyan melaksanakan pembangunan kembali al-mada Islam. Sedangkan bukti terbaru yang bisa dilacak dari masuknya Islam ke Indonesia adalah ditemukannya sejumlah harta kanan di perairan Cirebon oleh PT Paradigma Putera Sejahetara (PPS) sebanyak 200 ribu benda bersejarah dari badan muatan kapal tenggelam (BKMT). dan tata kota. Sementara itu. profesor emeritus dari Departemen Antropologi Universitas Cologne. Makam Bukti tertua kehadiran huruf Arab pada fase awal Islam di Nusantara ditemukan di sebuah makam di desa Leran.yang mengisahkan kedatangan utusan Raja Ta Cheh kepada Ratu Sima. Yogyakarta. 1993." jelas Kurt Tauchman.C Ricklefs. ragam hias. Dia wafat pada hari Jumat 7 Rajab 475 Hijriyah / 1082 Masehi bertepatan dengan tanggal 1 Desember 1082 M. Jerman. Dalam bentuk artefak kita dapatkan bukti-bukti itu dalam bentuk makam (batu nisan). Gajah Mada University Press. menurut Hamka. terdapat sejumlah simbol keislaman berupa cetakan teks Arab bertuliskan khat Naskhi (model Mushaf Usmani) dan lainnya. 3 ) M. Drs. Darmono Hardjowijono. yang berarti masih jaman Kediri (1042-1222). adalah Raja Arab dan khalifah saat itu adalah Muawiyah bin Abu Sufyan. "Bukti dari Cirebon ini akan mengoreksi waktu kedatangan Islam hingga 300 tahun ke belakang.R. di tulis dengan huruf Arab dengan gaya Kufi. 57. hlm. Yogyakarta.000 kapal.

C Ricklefs.6 G. Batu nisan yang pertama ditemukan di Trowulan memuat angka tahun Saka 1290 (1368-1369 M).7 4 ) M. Terj. maquro. Masjid-masjid kuno di Jawa tidak banyak mempunyai ornamentasi. Pijper menjelaskan bahwa ciri khas masjid di Jawa ialah dibangun disebelah barat alun-alun. masjid-masjid di Jawa ada garis besarnya beratap tumpang. Selain itu.6 7 ) G. kentongan. Batu-batu itu memuat kutipan-kutipan al-Qur’an dan formula-formula yang saleh. sebuah lapangan persegi yang ditanami rumput. pawestren – serambi. Untuk menyebut masjidmasjid di Jawa yang awal memang membutuhkan penelitian tersendiri (mungkin masjid Demak bisa menjadi contoh).16 . hlm. Masjid Sumber sejarah dalam bentuk arkeologi yang berupa bangunan masjid juga banyak ditemukan di Jawa. kalau kita lihat dari corak arsitekturnya. 1985.4 Oleh karena itu. berukuran relatif besar. mempunyai ruang mihrab. Namun. dan mempunyai pagar keliling. Beberapa Studi Tentang Sejarah Islam di Indonesia 1900-1950. Berdasarkan rumitnya hiasan yang terdapat pada beberapa batu nisan dan lokasinya yang dekat dengan situs inukota Majapahit. Berdirinya sebuah masjid si suatu wilayah akan memberikan patunjuk adanya komunitas muslim di wilayah tersebut.5 b. maka Damais seperti dikutip Ricklefs menarik kesimoulan bahwa batu-batu nisan itu mungkin untuk menandai kuburab-kuburan orang Jawa yang terhormat. di dalam bangunan masjid terdapat beberapa kelengkapan tergantung pada jenis masjidnya.5 5 ) Ibid 6 ) Inayati Romli. Batu – batu itu menunjukkan makam orang-orang muslim. ada kolam di depan serambi. Darmono Hardjowijono. Selain itu. bedug. hlm. Tudjimah. berdenah persegi. Drs. Di Troloyo ada beberapa batu nisan yang angka tahunnya berkisar antara 1298 Saka sampai 1533 Saka (1376-1611 M). tempat mengambil air wudhu.nisan yang sangat penting ditemukan di kuburan-kuburan di Jawa Timur yaitu di Trowulan dan Troloyo. bahkan ada kemungkinan anggota keluarga raja. cet 3. didekat situs istana Majapahityang bersifat Hindu – Budha. antara lain: mimbar. batu-batu Jawa Timur tersebut memberi kesan bahwa beberapa anggota kaum elite Jawa memeluk agama Islam pada masa kerajaan Majapahit yang beragama Hindu – Budha sedang berada dipuncak kejayaannya. Tentang menara.F. tetapi lebih banyak menggunakan angka tahun Saka India dengan angka-angka Jawa Kuno daripada tahun Hijriyah Islam dengan angka-angka Arab. kecuali pada mimbarnya. dan terdapat hampir disemua kota kabupaten dan kecamatan. Gajah Mada University Press. masjid kuno di Jawa kebanyakan justru tidak memilikinya. Sejarah Indonesia Modern. UIPress. batu-batu nisan tersebut merupakan bukti paling kuno yang masih ada tentang penduduk Jawa yang beragama Islam. terdiri atas ruang utama. hlm. 1993.F. Ibid. Pijper.

pemakaman serta sarana pertahanan keamanan. dan India Ini menjadikan petinggi Majapahit. Namun karena faktor hubungan ekonomi dengan pedagang muslim dan perkembangan selanjutnya mereka mengambil perdagangan dan kekuasaan di tempat tinggalnya. pemukiman penduduk. Persia. Pajang. Masih Munat (Sunan Drajat) dan putrinya yang bernama Siti Khafsoh menjadi isteri Sunan Kalijaga. Tata Kota Dalam masa islam di Jawa muncul kota-kota baru di wilayah pantai dan pedalaman seperti Demak. yaitu siliran atau penggayaan terhadap ragam hias binatang. Sunan Ampel mempunyai 4 putri yaitu Nyai Ageng Maloka. pemilik kapal. Makdum Ibrahim (Sunan Bonang). Semuanya di atur dalam tata ruang tertentu yang secara garis besar menunjukan kesamaan. dan banyak bupati masuk islam. Saluran tasawuf . lahirlah beberapa ragam hias baru seperti kaligrafi dan setiliran. 1. Kisah cempa berhubungan dengan orang-orang suci yang telah menyebarkan agama islam di Surabaya dan Gresik. Ragam Hias Dengan diterimanya agama islam sebagai penuntun hidup yang baru di Jawa.dan kedua orang ini mempunyai saudara sepupu yang bernama Abu Hurairah. Banten. menjadi istri Raden Fatah. Ini hasil pernikahannya dengan putri Tuban. Jadi penyebaran islam di jawa yang kemudian dapat mendirikan kerajaan Bintara adalah di pimpin oleh para bangsawan Tuban dan Ampel. muncul pula ragam hias baru. Dari data arkeologi yang terkumpul dapat diketahui komponen utama kota-kota tersebut yaitu keraton. Tokoh-Tokoh Pembawa Islam Di Jawa. pasar. d. Kemudian dia dijuluki Sunan Ampel. Dalam sejarah dalem nama-nama mereka adalah Sayid Ngali Murtala dan Sayid Ngali Rahmad. Istri kartawijaya Cempa yang bernama Ratu Darwati beragama islam mempunyai saudara yang bernama Raden Rahmat kemudian Raden Rahmat di ijinkan untuk mendirikan pesantren di desa Ampel. Saluran Islam Di Jawa. Cirebon. Melalui Pedagang muslim dari Arab. Nyai Ageng Manila. Prasasti berhuruf arab pada makam fatimah binti Maimun yang jauh lebih tua menampakan segi keindahannya. masjid agung. dan Kota Gede. B. 2. yang merupakan anak dari Arya Teja Bupati Tuban. Konon mereka berasal dari Cempa.c. dan dapat digolongkan dalam huruf Arab gaya Kufi. Selain munculnya ornamentasi dengan menggunakan huruf-huruf arab. alunalun. C.

Tawasuf yang diajarkan mempunyai persamaan dengan aliran pikiran penduduk pribumi yang sebelumnya menganut agama hindu seperti yang dilakukan Sunan Bonang. Saluran politik Di Jawa demi menambah orang-orang yang memeluk agama islam. hormat kepada orang tua dan menyayangi yang muda. lemah lembut. Saluran kesenian Saluran yang paling terkenal adalah kesenian wayang. banyak kerajaan islam yang memerangi kerajaan Hindu Budha seperti yang dilakukan kerajaan demak. dan untuk mempersiapkan kader umat yang nantinya dapat menyebarkan islam. santun kepada fakir miskin. Saluran pendidikan Ini dilakukan baik melalui pesantren maupun pondok yang diselenggarakan guruguru agama dan ulama-ulama serta kyai-kyai. 3. F. dan ini juga diperlihatkan orang jawa meniati untuk menyediakan tempat khusus untuk pagelaran jawa. tutur bahasanya sopan. Hukum perkawinan islam memungkinkan untuk itu. Agama dan istiadat tidak langsung ditentangnya dengan frontal dan penuh kekerasan oleh agama islam. Beliau berdakwah di Gresik. Beliau langsung memperkenalkan kemuliaan dan ketinggian akhlak yang diajarkan oleh agama islam. Karena didalamnya terdapat unsur hiburan dan tuntunan. 6. 5. beliau mendirikan pesantren yang merupakan perguruan islam. Beliau langsung memberi contoh sendiri dalam bermasyarakat. tempat mendidik dan menggembleng para santri sebagai calon mubaligh. Dengan cara seperti ini ternyata sedikit demi sedikit banyak juga orang Jawa yang mulai tertarik pada agama islam dan pada akhirnya mereka menganut agama islam. Syekh Maulana Malik Ibrahim (Sunan Gresik) Syekh Maulana Malik Ibrahim (Sunan Gresik) datang ke Jawa pada tahun 1404 M. Saluran pernikahan Jika pedagang luar cukup lama tinggal di suatu temapt sering terjadi hubungan perkawinan antara orang asing yang dihormati serta berguna itu dengan puteri atau saudara perempuan setempat. Sebagian di ambil dari Mahabarata dan Ramayana karena wayang sangat kuat pengaruhnya dalam kehidupan rakyat jawa. Peran Walisongo Dalam Penyebaran Dan Perkembangan Islam Di Pulau Jawa 1. . 4. Jauh sebelum beliau datang islam sudah ada walaupun sedikit ini dibuktikan dengan makam Fatimah binti Maemun yang nisannya bertuliskan tahun 1082 M.

Setelah banyak sekali orang yang berobat dan belajar agama islam. tidak minum minuman keras. . Sesuai janji sunan Giri dikawinkan dengan puteri dewi Sekardadu dan diberi kekuasaan sebagai Adipati Blambangan. dengan memberi nuansa baru. moh maling. Yakni seruan untuk "tidak berjudi.2. Raden Rahmat (Sunan Ampel) Raden rahmat ke tanah Jawa langsung ke Majapahit karena bibinya Dewi Dar Wati diperistri Raja Brawijaya. sehingga rakyat Tuban dapat diambil hatinya untuk masuk masjid. lalu baru menanamkan pengertian sebenarnya tentang islam. tidak mencuri. Syekh Maulana Ishak (Sunan Giri) Di awal abad ke-14 kerajaan Blambang sedang dilanda wabah penyakit. di tempat itu beliau berkenalan dengan dua tokoh masyarakat yaitu Ki Wiryo Sarojo dan Ki Bang Kuning. beliau pindah ke Singapura dan wafat dis 4. dan tidak berzina. Dengan adanya dua oran ini Raden Rahmat semakin mudah mengadakan pendekatan dengan masyarakat sekitarnya. beliau berdakwah di daerah Tuban. Beliau membunyikan bonang rakyat yang mendengar seperti terhipnotis terus melangkah ke masjid karena ingin mendengar langsung dari dekat. moh ngombe. Surabaya. dan putri prabu juga terserang penyakit beberapa bulan.Patih Bajul dapat bertemu dengan Syekh Maulana Ishak (Sunan Giri) yang sedang bertafakkur di sebuah gua. Beliau putera Sunan Ampel. Dan beliau ahli dalam membunyikan gending yang disebut Bonang. Sekembali dari Persia untuk berguru kepada Syekh Maulana Ishak ke tanah Jawa. Dengan cara ini sedikit demi sedikit dapat merebut simpati rakyat. Beliau berhenti di Tuban. Beliau menetap di Ampel Denta dan kemudian disebut Sunan Ampel. Selanjutnya beliau mendirikan pesant ren tempat putra bangsawanan dan pangeran Majaphit serta siapa saja yang mau berguru kepadanya. Sunan Bonang Nama aslinya adalah Raden Makdum Ibrahim. beliau menciptakan gending dan tembang yang disukai rakyat. yang kemudian bersama kedua orang bersama keluarganya masuk islam. tidak menggunakan narkotik." Sunan Ampel diperkirakan wafat pada tahun 1481 M di Demak dan dimakamkan di sebelah barat Masjid Ampel. Sunan Bonang terkenal sebagai ahli ilmu kalam dan tauhid. Akhirnya puteri Dewi Sekardadu sembuh setelah di obati beliau dan wabah penyakit lenyap dari wilayah Blambangan. Dia-lah yang mengenalkan istilah "Mo Limo" (moh main. moh madat. Sunan Bonang juga menggubah gamelan Jawa yang saat itu kental dengan estetika Hindu. 3. Banyak tabib yang mengobati tapi tidak juga sembuh.lalu prabu Menak mengutus patih Bajul Senggoro ke gunung Gresik. Caranya berdakwah cukup unik dan bijaksana. moh madon). Setelah terjadi negosiasasi bahwa raja dan rakyat mau diajak masuk islam maka syeh Maulana Ishak bersedia datang ke Blambangan. . dan istri yang paling disukainya.

6. Tembang "Tombo Ati" adalah salah satu karya Sunan Bonang. . Di antara ajaran beliau yang terkenal adalah : Menehono teken marang wong wuro (berilah tongkat pada si buta) Menehono mangan marang wong kang luwe (beri makan pada yang lapar) Menehono busono marang wong kang mudo (beri pakaian pada yang telanjang) Menehono nginyup marang wong kang kudanan (berilah pertolongan pada yang membutuhkan) Sunan Drajat juga dikenal sebagai seorang bersahaja yang suka menolong. lalu disuruhnya menunggui tongkatnya di depan kali sampai berbulan-bulan sampai seluruh tubuhnya berlumut. Di pondok pesantrennya. ia banyak memelihara anak-anak yatim-piatu dan fakir miskin. lalu Raden Sahid di angkat menjadi murid. Setelah itu beliau mengembara dan bertemu dengan Sunan Bonang. Sunan Kali Jaga Nama aslinya adalah Raden Sahid. gending dan tembang macapat setelah itu baru diberi ceramah islam. Dan beliau mendirikan pesantren untuk menyiarkan islam. tapi tidak bisa menerima keadaan sekelilingnya yang terjadi banyak ketimpangan. dan dimakamkan di desa Drajad Kecamatan Paciran kabupaten Lamongan. Beliau wafat pada tahun 1462 M. Sunan Drajat Nama aslinya Raden Qasim. Gubahannya ketika itu memiliki nuansa dzikir yang mendorong kecintaan pada kehidupan transedental (alam malakut). beliau adalah putera Sunan Ampel dari Dewi Candra Wati. Tapi ketahuan ayahnya. Raden Sahid sebenarnya anak muda yang patuh dan kuat kepada agama dan orang tua. Cara menyebarkan agama islam dilakukan dengan cara menabuh seperangkat gamelan.Dialah yang menjadi kreator gamelan Jawa seperti sekarang. Beliau berdakwah di daerah Drajad sehingga dikenal dengan nama Sunan Drajad. beliau Putera Raden Sahur Putera Temanggung Wilatikta Adipati Tuban. hingga dia mencari makanan dari gudang kadipaten dan dibagikan kepada rakyatnya. dengan menambahkan instrumen bonang. hingga dihukum yaitu tangannya dicambuk 100 kali sampai banyak mengeluarkan darah dan kemudian diusir. 5. Maka Raden Sahid disebut Sunan Kali Jaga.

Nama aslinya Raden Ja’far Shadiq. Menghindarkan konfrontasi secara langsung dalam menyiarkan agama islam. agar mereka tidak lari dari Islam dan enggan mempelajari Islam. Setelah masjid. Strategi pendekatan kepada massa dengan jalan : 1. 3. Beliau adalah satu-satunya wali yang mempertahankan kesenian gamelan dan wayang sebagai alat dakwah dan beliau pulalah yang menciptakan tembang Sinom. Nama aslinya Raden Umar Said. Beliau banyak mengisi tradisi jawa dengan nuansa islami seperti nelung dino. Beliau adalah penabuh gamelan. Selamatan Mitoni 8. Kesemuanya itu untuk kepentingan dakwah dan beliau tidak secara langsung menentang adat istiadat rakyat. dalam berdakwah ia seperti ayahnya yaitu menggunakan cara halus. 6. Sunan Gunung Jati Orang sepakat bahwa penyebar agama Islam di Jawa Barat terutama Cirebon . menciptakan tembang yang ahli. 2. nelayan dan rakyat jelata. 7. Sunan Muria Beliau adalah putera dari Sunan Kali Jaga dengan Dewi Saroh. 9. 5. dalang. Membiarkan adat istiadat lama yang sulit diubah. Tut Wuri Handayani. Diantara tembang yang dikarang oleh sunan Kali Jaga adalah Sluku-sluku Batok dan Ilir-ilir. mitung dino. 4. Beliau adalah mubaligh keliling. Dengan memanfaatkan kesenian rakyat yang ada beliau dapat mengumpulkan rakyat untuk kemudian diajak mengenal agama islam. ibarat mengambil ikan tidak sampai keruh airnya. Di atas pancuran diberi arca kepala Kebo Gumarang. kemudian Sunan Kudus mendirikan padasan tempat wudhu dengan pancuran yang berjumlah delapan. Sunan Kudus Menurut salah satu sumber beliau adalah putera Raden Usman yang bergelar Sunan Ngudang dari Jipang Panolan. Itulah cara yang digunakannya di sekitar gunung Muria dalam menyebarkan agama islam. Merangkul masyarakat Hindu seperti larangan menyembelih sapi karena dalam agama Hindu sapi adalah binatang suci dan keramat. hal ini disesuaikan dengan ajaran Budha ”Jalan berlipat delapan atau asta sunghika marga”. Sasaran dakwah beliau adalah para pedagang.Beliau dikenal sebagai seorang yang dapat bergaul dengan segala lapisan masyarakat. Merangkul masyarakat Budha. Cara-cara berdakwah beliau adalah sebagai berikut : a. nyatus dino dan sebagainya.

Syarifah Mudain melahirkan anak pertamanya yaitu anak laki-laki yang kemudian diberi nama Syarif Hidayatullah.adalah Sunan Gunung Jati yang aslinya adalah Syarif Hidayatullah.. Makam. Setelah selesai menuntut ilmu pada tahun 1470 M. 2. Dia berangkat ke tanah jawa untuk mengamalkan ilmunya. Melalui Pedagang muslim dari Arab. Di Makkah. IV. Disana beliau bersama ibunya disambut gembira oleh Pangeran Cakra Buana. Tata Kota. Saluran pendidikan 4.Persia dan India 2. KESIMPULAN Masuknya islam di Jawa dapat diketahui dengan beberapa bukti dalam bentuk artefak yaitu : 1. 3. Saluran kesenian 5. dakwah islam dilakukannya melalui diplomasi dengan kerajaan lain. Oleh karena itu Syarif Hidayartullah dipanggil Sunan Gunung Jati. 4. Saluran Islam Di Jawa yaitu meliputi : 1. Saluran pernikahan . Syarifah Mudain minta agar diizinkan tinggal di Pasumbangan Gunung Jati dan disana mereka membangun pesantren untuk meneruskan usahanya Syekh Datuk Latif gurunya pangeran Cakra Buana. Masjid. Saluran tasawuf 3. Ragam Hias. Dengan diangkatnya ia sebagai pangeran. Lalu ia dikawinkan dengan puteri cakara Buana Nyi Pakung Wati kemudian diangkat menjadi pangeran Cakra Buana pada tahun 1979 M.

namun mempunyai kewajiban untuk mengenalkan Islam pada wilayah yang mereka datangi. Islam masuk ke Indonesia dibawa oleh pedagang dari Makkah (Arab Saudi) pada abad ke-7 Masehi atau permulaan Hijriah. semoga dapat bermanfaat bagi siapa saja yang membacanya. serta Bernard HM Vlekke dalam Nusantara A History of Indonesia. yang kemudian diikuti oleh pedagang Gujarat (India) abad ke-13 M. Ref http://www. pendapat Hamka tersebut lebih menekankan pada peranan utama dari para penyebar Islam di Indonesia. Pendapat Hamka ini. Menurut Hamka. dan Alwi Shihab. dan JC van Lew dalam Indonesian Trade and Society. itu merupakan kelemahan serta kekurangan kami sebagai insan biasa Kesimpulan Menurut Buya Hamka. pada abad ke-7 M. sejalan dengan pernyataan TW Arnold dalam The Preaching of Islam A History of the Propagantion of the Muslim Faith.sufiz. Wacana Pergerakan Islam di Indonesia. de Holander.html . serta sejarawan dan tokoh Muslim lainnya seperti Crawfurd. Niemann.com/jejak-wali/fatimah-binti-maimun-muballigh-pertama-tanahjawa. Apabila ada kesalahan dari segi isi maupun dalam penulisan. termasuk Indonesia. PENUTUP Demikianlah makalah ini kami buat. masuknya Islam ke Pulau Jawa bersamaan dengan masuknya Islam ke Sumatra. Fazlur Rahman. Saluran politik.6. menyatakan. Para wali / ulama yang dikenal dengan sebutan walisongo di Pulau Jawa terdiri dari : V. maupun Cina pada abad ke-10 M. Mereka bukanlah anggota misi penyebaran Islam.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->