P. 1
Makalah Pbl Blok 11 - Hormon Pertumbuhan

Makalah Pbl Blok 11 - Hormon Pertumbuhan

|Views: 515|Likes:
Makalah Pbl Blok 11 FK UKRIDA - Hormon Pertumbuhan
Makalah Pbl Blok 11 FK UKRIDA - Hormon Pertumbuhan

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Roykedona Lisa Trixie on Mar 28, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/02/2015

pdf

text

original

Pengaruh Hormon Pertumbuhan Roykedona Lisa Triksi Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana, Jakarta

Pendahuluan Dari kita lahir sebagai bayi dan sekarang sampai sebesar ini, kita melalui suatu fase yang disebut sebagai pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan disini merupakan proses bertambahnya jumlah dan ukuran sel tubuh makhluk hidup. Dalam pertumbuhan banyak hal yang mempengaruhi misalnya, intake makanan, aktifitas sehari–hari dan tidak lupa hormon. Hormon dihasilkan dikelenjar hipofisis. Dimana sekresi hormon di pengaruhi Hipotalamus dan hipofisis. Kelenjar hipofisis terbagi atas tiga, yaitu : hipofisis anterior atau adenohipofisis dan hipofisis posterior atau neurohipofisis. Sesuai dengan skenario, seorang remaja perempuan 17 tahun mengeluh tinggi badannya semakin bertambah dengan cepat dibanding teman-teman sebayanya, dan saat ini tinggi badannya mencapai 193cm. Skenario ini berkaitan dengan sekresi Growth Hormone (GH) di hipofisis anterior atau adenohipofisis yang pengaruhi oleh Hipotalamus. Peranan GH selain untuk pertumbuhan memiliki peranan terhadap metabolisme karbohidrat, lemak dan penyimpanan protein. Tetapi apabila kelenjar hipofisis tersebut mengalami gangguan seperti adanya tumor maka sekresi hormon tersebut akan terjadi gangguan. Tujuan penulisan makalah ini untuk mengetahui bagaimana pengaruh GH dan hormon pertumbuhan lainnya pada pertumbuhan manusia.

Alamat korespondensi: Roykedona Lisa Triksi (102011207) Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana Jl. Terusan Arjuna No.6 Jakarta Barat 11510 Telp. 021-56942061 Fax. 021-5631731 Email : roykedona@gmail.com

1

Growth Hormone Hormon pertumbuhan (Growth Hormone [GH]) atau hormon somatotropik (STH) adalah sejenis hormon protein. Hormon ini mengendalikan pertumbuhan seluruh sel tubuh yang mampu memperbesar ukuran dan jumlah, disertai efek utama pada pertumbuhan tulang dan otot rangka.1 Hormon pertumbuhan dihasilkan di hiposfisis anterior dan merupakan hormon utama yang mengatur pertumbuhan pada manusia. Hormon pertumbuhan manusia adalah anggota dari sekelompok hormon yang, selain GH, terdiri dari proklatin (PRL) dan somatomamotropin korionik manusia (hCS; laktogen plasenta manusia). Walaupun masingmasing memiliki potensi mendorong pertumbuhan dan aktivitas laktogenik, hanya GH yang memiliki pengaruh bermakna pada pertumbuhan.2 Hormon pertumbuhan adalah suatu polipeptida dengan 191 asam amino (berat molekul sekitar 22.000) yang memiliki dua jembatan disulfida. Baik GH maupun hCS dikode sebagai suatu prahormon di kromosom 17.2 Growth hormone adalah hormon yang bertanggung jawab atas pertumbuhan manusia sejak dari kecil sampai dia tumbuh besar. Growth hormone selain memiliki peranan terhadap pertumbuhan, growth hormone juga memiliki peranan lain yaitu meningkatkan protein tubuh, menggunakan lemak dan menghemat penggunaan karbohidrat. I. Adenohipofisis

Gambar 1. Kelenjar Hipofisis

2

Kelenjar pituitaria (hipofisis) manusia adalah organ berbentuk bulat atau lonjong. Karena letaknya di bawah hipotalamus dari diensefalon, maka lebih dikenal dengan sebagai hipofisis. Hipofisis dibagi dalam adenohipofisis dan neurohipofisis.3 Hipofisis panjangnya sekitar 1 cm, lebar 1-1,5 cm, dan tebal 0,5 cm. Beratnya sekitar 0,5 g pada pria dan sedikit lebih pada wanita. Adenohipofisis terbagi menjadi pars distal (lobus anterior), pars tuberalis, dan pars intermedia dan neurohipofisis menjadi pars nervosa, infundibulum.4 Pars tuberalis mengelilingi infundibulum menghubungkan hipofisis dengan hipotalamus. Pars distal mengandung dua sel utama, sel kromofob dan sel kromofil. Kromofil dibagi menjadi asidofil (sel alfa) dan basofil (sel beta). Sel asidofil dibagi menjadi somatotrof dan mammotrof, sedangkan basofil (sel beta) dibagi menjadi gonadotrof, tirotrof dan kortikotrof.5 Adenohipofisis tidak memiliki hubungan saraf langsung dengan hipotalamus. Hormon adenohipofisis juga dilepas berdasarkan sinyal dari hipotalamus tetapi melalui hubungan vaskular.1 Adenohipofisis mensintesis hormon-hormon yang kemudian dikeluarkan ke dalam darah. II. Fungsi GH Hormon pertumbuhan meningkatkan sintesis protein di semua sel tubuh, terutama sel otot. GH menstimulasi pertumbuhan kartilago dan aktivitas osteoblas, sel penghasil tulang di tubuh. GH sangat penting untuk pertumbuhan tulang longitudinal dan untuk remodeling tulang yang terus-menerus berlangsung seumur hidup. Efek GH terhadap tulang dan kartilago tejadi melalui peptida perantara, yang disebut somatimedin atau faktor pertumbuhan mirip insulin (insulinlike growth factor, IGF) yang dilepaskan dari hati sebagai respon terhadap hormon pertumbuhan. GH secara langsung menstimulasi pertumbuhan hampir semua organ lain pada tubuh termasuk otot jantung, kulit dan kelenjar endokrin.6 GH mendorong pertumbuhan tulang dan panjang tulang. Keadaan ini dihasilkan dari berbagai efek hormon pertumbuhan pada tulang yang meliputi: 1. Peningkatan timbunan protein oleh sel kondrositik dan sel osteogenik yang menyebabkan pertumbuhan tulang 2. Meningkatkan kecepatan reproduksi dari sel kondrositik dan osteogenik 3. Efek khusus dalam mengubah kondrosit menjadi sel osteogenik, jadi menyebabkan timbunan khusus tulang yang baru.4

3

Hormon ini merangsang aktivitas osteoblas dan proliferasi tulang rawan epifisis sehingga terbentuk ruang untuk pembentukan tulang lebih banyak. Osteoblas di dalam periosteum tulang dan dalam beberapa cavitas tulang membentuk tulang baru pada permukaan tulang yang lama. Secara bersamaan osteoklas di dalam tulang meresorpsi tulang yang lama. Bila kecepatan pembentukan lebih besar dari resorpsi, maka ketebalan tulang akan meningkat. GH dengan kuat merangsang aktivitas osteoblas. GH dapat mendorong pemanjangan tulang panjang selama lempeng epifisis tetap berupa tulang rawan atau terbuka dan pada akhir masa remaja di bawah pengaruh hormon seks lempeng ini mengalami penulangan sempurna, atau menutup, sehingga tulang tidak lagi dapat memanjang meskipun terdapat GH.7 Karena itu, setelah lempeng tertutup , tidak lagi bertambah tinggi. III. Mekanisme GH Hormon pertumbuhan dilepaskan dari hipofisis anterior sebagai respon terhadap keseimbangan antara dua hormone hipotalamus: Growth Hormone Releasing Hormone (GHRH) dan Growth Hormone Inhibiting Hormone yang juga disebut somatostatin. GH bekerja dengan cara umpan balik negatif pada hipotalamus untuk menurunkan pelepasan GHRH lebih lanjut.6 Peningkatan GHRH terjadi sebagai respon terhadap peningkatan kadar asam amino yang bersirkulasi, hipoglikemia, puasa atau kelaparan, stress fisik dan emosional, dan penurunan GH. Olahraga menstimulasi pelepasan GHRH, secara langsung atau melalui efek hipoglikemia dan stress fisik. Hormon reproduktif (estrogen dan testosterone) tampak meningkatkan sekresi GH, baik dengan bekerja secara langsung pada hipofisis ataupun melalui stimulasi GHRH.6

4

Gambar 2. Umpan balik GH Hipotalamus melepaskan hormon inhibisi untuk GH, yang disebut

somatostatin. Somatostatin dilepaskan sebagai respon terhadap glukosa darah yang tinggi, asam lemak bebas, obesitas, dan kortisol. Pengaruh emosi-termasuk stresmenstimulasi somatostatin, kemungkinan besar melalui peningkatan kortisol sehingga menurunkan pertumbuhan.6 Hormon ini juga menekan pembentukan dan pengeluaran thyroid-stimulating hormone (TSH), gastrin, sekretin, polipeptida vasoaktif usus (VIP), serta insulin dan glukagon. Somatostatin dihasilkan oleh sejumlah sel dalam tubuh.2 a) Terhadap Karbohidrat Hormone pertumbuhan mempunyai empat pengaruh utama terhadap metabolisme glukosa di dalam sel, yaitu: 7,8  Penurunan pemakaian glukosa untuk energi Berkurangnya pemakaian disebabkan oleh meningkatnya pengangkutan dan penggunaan asam lemak untuk mendapatkan energi yang disebabkan pengaruh hormon pertumbuhan. Jadi asam lemak banyak membentuk asetil KoA yang

5

sebaliknya memicu timbulnya efek umpan balik yang menghambat pemecahan glikolisis dari glukosa dan glikogen  Peningkatan endapan glikogen di dalam sel Bila terdapat kelebihan hormon pertumbuhan, glukosa dan glikogen tidak dapat di gunakan sebagai energi dengan mudah, maka glukosa akan masuk kedalam sel dengan cepat dipolimerisasi menjadi glikogen dan diendapkan.  Berkurangnya ambilan glukosa oleh sel Menurunnya pengangkutan glukosa melewati membran sel, hal ini terjadi karena sel itu sudah jenuh menyerap glukosa yang berlebihan yang sudah sulit digunakan. Tanpa penggunaan dan ambilan oleh sel secara normal maka kosentrasi glukosa darah sering meningkat sampai 50% atau lebih diatas normal. Keadaan ini disebut “diabetes hipofisis”.  Peningkatan sekresi insulin Peningkatan kosentrasi glukosa darah disebabkan oleh rangsangan hormone pertumbuhan terhadap sel–sel beta dari pulau Langerhans untuk mensekresikan insulin tambahan. b) Terhadap Protein Hormon pertumbuhan secara langsung meningkatkan pengangkutan paling sedikit beberapa dan mungkin sebagian besar asam amino melewati membran sel ke bagian dalam sel. Keadaan ini meningkatkan konsentrasi asam amino dalam sel dan paling tidak berperan sebagian terhadap naiknya sintesis protein. Pengaturan pengangkutan asam amino ini mirip efek insulin terhadap pengaturan pengangkutan glukosa melewati membran. Bahkan saat asam amino tidak meningkat di dalam sel, hormon pertumbuhan masih meragsang peningkatan translasi RNA, menyebabkan jumlah protein yang disintesis oleh ribosom didalam sitoplasma bertambah.5 Hormon pertumbuhan juga merangsang transkripsi DNA di dalam inti, sehingga meningkatkan jumlah pembentukan RNA. Keadaan ini selanjutnya meningkatkan sintesis protein dan juga meningkatkan pertumbuhan energi, asam amino, vitamin, dan bahan-bahan lain cukup tersedia. Selain meningkatkan sintesis protein, juga ada penurunan pemecahan protein sel. Kemungkinan alasan untuk keadan ini bahwa hormon pertumbuhan juga mengangkut banyak sekali asam lemak dari jaringan lemak, dan keadaan ini selanjutnya digunakan untuk menyediakan energi bagi sel-sel tubuh, jadi bekerja sebagai penghematan protein.5
6

c) Terhadap Lemak Hormon pertumbuhan mempunyai efek yang spesifik dalam menyebabkan pelepasan asam lemak dari jaringan adiposa, sehingga meningkatkan konsentrasi asam lemak dalam cairan tubuh. Hormon pertumbuhan meningkatkan perubahan asam lemak menjadi asetil KoA dan kemudian digunakan untuk energy.5 Akan tetapi pengangkutan lemak akibat pengaruh hormon pertumbuhan membutuhkan waktu beberapa jam, sedangkan peningkatan sintesis protein selular akibat pengaruh hormon pertumbuhan dapat dimulai dalam waktu beberapa menit saja. Dibawah pengaruh hormon pertumbuhan yang berlebihan, pengangkutan lemak dari jaringan adiposa seringkali menjadi sangat besar sehingga sejumlah besar asam asetoasetat dibentuk oleh hati dan dilepaskan ke dalam cairan tubuh, dengan demikian menyebabkan ketosis. Pergerakan lemak yang berlebihan ini dari jaringan adiposa juga seringkali menyebabkan perlemakan hati (fatty liver).5 Hormon Pertumbuhan Lain Insulin dan hormon tiroid juga memiliki efek meningkatkan pertumbuhan dan penting agar pertumbuhan dapat berjalan dengan optimal. Selama masa remaja, androgen dan estrogen mempercepat pertumbuhan dan merangsang “lonjakan pertumbuhan” (growth spurt).2 Insulin dihasilkan oleh sel beta dari pulau langerhans yang terdapat pada organ pankreas. Sedangkan tiroid dihasilkan oleh kelenjar tiroid yang terletak di atas permukaan anterior kartilago tiroid trakea, tepat di bawah laring.1 Faktor Non-hormonal Selain dipengaruhi oleh hormon, pertumbuhan manusia juga dipengaruhi oleh asupan gizi melalui makanan dan minuman yang dikonsumsi. Makanan yang mengandung karbohidrat, lemak dan protein membantu dalam pertumbuhan. Dimana hormon pertumbuhan memerlukan lemak, protein, dan karbohidrat dalam mempengaruhi sekresi hormon pertumbuhan.5 Lalu vitamin dan mineral juga ikut peran dalam proses pertumbuhan. Vitamin yang berperan dalam pertumbuhan tulang yaitu, vitamin D yang berfungsi absorpsi kalsium di usus halus. Lalu mineral yang berperan yaitu Kalsium (Ca), karena pertumbuhan tulang dan gigi 99% dipengaruhi kalsium (Ca), jika terjadi defisiensi kasium (Ca) maka vitamin D juga ikut defisiensi jika Magnesium (Mg) ikut defisiensi akan mempengaruhi penurunan kadar kalsium di darah. 9
7

Kesimpulan Pada masa pertumbuhan selain karena adanya growth hormon dan hormone pertumbuhan lain seperti insulin dan tiroid, asupan makanan juga berpengaruh karena adanya gizi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tulang. Terjadinya pertumbuhan tinggi badan yang semakin bertambah cepat dibanding teman-teman perempuan sebayanya, dan membuat remaja ini mempunyai tinggi 193cm. Kemungkinan terjadi karena adanya kelebihan growth hormon, kelebihan hormon ini bisa terjadi salah satunya karena adanya tumor pada kelenjar hipofisis yang membuat hipersekresi. DAFTAR PUSTAKA 1. 2. Sloane E. Anatomi dan fisiologi untuk pemula. Jakarta: EGC; 2004.h.205-6. Marks DB, Marks AD, Smith CM. Biokimia kedokteran dasar: sebuah pendekatan klinis. Jakarta: EGC; 2003.h.712. 3. 4. Tambayong J. Patofisiologi untuk keperawatan. Jakarta: EGC; 2004.h.150. Eroschenko VP. Atlas histologi di fiore dengan korelasi fungsional. Edisi ke-11. Jakarta: EGC; 2010.h.397–403. 5. Guyton AC, Hall JE. Buku ajar fisiologi kedokteran. Edisi ke-9. Jakarta: EGC; 2007.h.1171–80. 6. 7. 8. 9. Corwin EJ. Buku saku patofisiologi. Jakarta: EGC; 2009.h.283-6. Sherwood L. Fisiologi manusia. Edisi ke-6. Jakarta: EGC; 2011.h.725-46. Gannong WF. Buku ajar fisiologi kedokteran. Edisi ke-22. Jakarta: EGC; 2008.h. Sediaoetama AD. Ilmu gizi. Jakarta: Dian Rakyat; 2006.h.199- 203.

8

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->