NAMA KELAS

: NURYANTI :I

SEMESTER : II (DUA)

TIPE-TIPE EKOSISTEM Ada berbagaimacam jenis ekosistem yang terdapat di darat, laut atau buatan. Berikut uraian masing-masing tipe-tipe ekosistem. Ekosistem Perairan Dalam. Komunitas ekosistem perairan dalam di Indonesia belum banyak diketahui secara pasti. Hal ini dikarenakan belum dikuasainya perangkat teknologi untuk meneliti hingga mencapai perairan dalam, tetapi secara umum keanekaragaman komunitas kehidupan yang ada pada perairan dalam tersebut tidaklah setinggi ekosistem di tempat lain. Komunitas yang ada hanya konsumen dan pengurai, tidak terdapat produsen karena pada daerah ini cahaya matahari tidak dapat tembus. Makanan konsumen berasal dari plankton yang mengendap dan vektor yang telah mati. Jadi, di dalam laut ini terjadi peristiwa makan dan dimakan. Jika diamati hewan-hewan yang hidup di perairan dalam warnanya gelap dan mempunyai mata yang peka dan mengeluarkan cahaya. Daur mineralnya terjadi karena gerakan air dalam pantai ke tengah laut pada lapis atas. Perpindahan air ini digantikan oleh air dari daerah yang terkena cahaya, sehingga terjadi perpindahan air dari lapis bawah ke atas. Ekosistem Pantai Pasir Dangkal. Komunitas ekosistem pantai pasir dangkal terletak di sepanjang pantai pada saat air pasang. Luas wilayahnya mencakup pesisir terbuka yang tidak terpengaruh sungai besar atau terletak di antara dinding batu yang terjal/ curam. Komunitas di dalamnya umumnya didominasi oleh berbagai jenis tumbuhan ganggang dan atau rerumputan. Jenis ekosistem pantai pasir dangkal ada tiga, yaitu sebagai berikut. 1) Ekosistem Terumbu Karang

Coelenterata dan alga kapur (Halimeda).Ekosistem ini dapat kita jumpai di perairan jernih. Di mana ekosistem pantai batu itu dapat kita jumpai? Ekosistem ini dapat kita jumpai di wilayah pesisir berbukit yang berdinding batu mulai dari sepanjang pantai barat Sumatra. Nusa Tenggara. Ekosistem tersebut biasanya didominasi vegetasi jenis Sargassum atau Eucheuma. Ekosistem ini dapat kita temukan di pantai sebelah barat Sumatra. siput. Terumbu karang terbentuk sebagai hasil dari kegiatan berbagai hewan laut seperti kerang. serta pantai utara Sulawesi dan Maluku. yaitu airnya jernih. pantai selatan Jawa. cacing. Bali. Bali. pantai selatan Jawa. Di mana dapat kita . Syarat hidup binatang kerang. Gambar 10. Apabila sungainya besar. sampai pantai selatan Maluku. dan lautnya dangkal. 3) Ekosistem Pantai Lumpur Ekosistem pantai lumpur terbentuk dari pertemuan antara endapan lumpur sungai dengan laut yang berada di muara sungai dan sekitarnya. arus gelombang kecil. Nusa Tenggara.17 Terumbu karang 2) Ekosistem Pantai Batu Jenis ekosistem ini terbentuk dari bongkahan-bongkahan batu granit yang besar atau berupa batuan padas yang terbentuk dari proses konglomerasi (berkumpul dan menyatunya) antara batu-batu kecil atau kerikil dengan tanah liat dan kapur. lumpur tersebut membentang luas sampai menjorok ke laut.

dan Jawa.. vegetasi pegunungan. Biasanya ekosistem pantai lumpur dapat kita jumpai di pantai-pantai pada pulau cukup besar yang memiliki sungai-sungai lebar seperti di Pulau Kalimantan. tergantung dari kombinasi faktor-faktor habitat yang mempengaruhinya. c) Jalur Tancang (Bruguiera sp. terdiri atas vegetasi rawa dan vegetasi darat yang terletak pada ketinggian antara 0–1000 m di atas permukaan laut (dpl). dan vegetasi monsun. Vegetasi Pamah/Dataran Rendah. Irian Jaya. Penyebaran berbagai jenis bakau terletak mulai dari laut ke arah daratan membentuk jalur berbeda-beda.). a) Jalur Pedada (Soneratia sp). Di negara kita Indonesia. jalur ini berada paling dekat dengan daratan sehingga hanya dapat dicapai air pasang surut yang luar biasa tinggi seperti pada .jumpai ekosistem pantai lumpur ini? Ekosistem pantai lumpur terdapat di muara yang disebut sebagai monsun estuaria. Bruguiera spp dan Ceriops spp. 1) Hutan Bakau Hutan bakau tersebar hampir di seluruh pantai Kepulauan Indonesia. Ekosistem Darat Alami. b) Jalur Bakau (Rhizophora sp. komposisi jenis hutan tersebut dapat berbeda antara satu dengan lainnya. Vegetasi pamah merupakan vegetasi dataran rendah bagian terbesar hutan yang mencakup kawasan paling luas di Indonesia. Sumatra.). merupakan hutan bakau yang memiliki perakaran khas (akar napas) dengan jenis tumbuhan meliputi Rhizophora sp. Habitatnya berbagai jenis biota ikan gelodok. Binatang-binatang ini memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Jumlah jenis hutan bakau sekitar 95 jenis tumbuhan. Skeratia. jalur ini selalu terendam air asin setiap terjadi pasang yang tinggi karena menjadi perintis endapan lumpur pada batas air surut dengan jenis tumbuhan meliputi Soneratia spp dan Avicenia spp. yaitu vegetasi pamah. ekosistem jenis ini terbentuk dari tiga vegetasi utama. Vegetasi ini meliputi jenis-jenis berikut. Komunitas tumbuhannya adalah Tricemia. dan rumput laut/Enhalus acoroides.

Berbagai jenis hutan rawa terdapat di delta. kerang. Kondelia spp. di daerah ini cukup kering. cacing laut. sekitar 30 m memiliki kanopi lebat.saat air pasang bulan purnama atau gerhana bulan. terletak di belakang hutan bakau. Vegetasinya terdiri atas tumbuhan rawa musiman yang berbeda. kadal. daunnya menyempit. terdapat di Kalimantan. berkisar antara 0. 2) Hutan Rawa Air Tawar Hutan rawa air tawar berada dalam kawasan yang luas. Hal itu menyebabkan jenis tumbuhannya terbatas. ikan glodok. 3) Hutan Tepi Sungai Hutan tepi sungai terdapat di sepanjang tepi sungai besar yang merupakan habitat transisi dengan hutan rawa air tawar.5 – 20 m. kepiting. dan lain-lain. 4) Hutan Rawa Gambut Hutan rawa gambut terbentuk dari timbunan gambut yang sangat tebal. Hewanhewan yang terdapat pada hutan bakau. Permukaan gambut terbentang luas berbentuk cekung yang tidak terkena genangan air sehingga bersifat asam dengan pH<4 dan kandungan haranya rendah. ular. kerang. yaitu pohon- . subur. antara lain udang-udangan. d) Jalur nipah jalur ini terdapat ke arah daratan. Hal ini disebabkan di delta secara teratur dibanjiri air tawar sebagai akibat gerakan pasang surut. Sebagian besar tumbuhannya memiliki perakaran kuat. Rhizophora spp. dan penyebaran bijinya melalui air atau ikan. Pada lautan bakau dilingkari oleh lautan nipah (Nypa fruticans). berkayu. Hutan tepi sungai juga dapat dijumpai di tebing-tebing berbatu yang vegetasinya sebagian besar berupa tumbuhan berkayu dengan perakaran kuat yang hidup di antara celah-celah batu. dan berbagai jenis burung. jenis tumbuhannya adalah reofit. buaya muara. dengan jenis tumbuhan meliputi Bruguiera spp. dan gembur. Lapisan tanahnya dalam. umumnya mempunyai pohonpohon dengan ketinggian yang sama. Hutan tepi sungai merupakan habitat kayu ulin (besi) dan tengkawang.

pohonnya tinggi. yaitu berada pada ketinggian berkisar 1000–1500 m dpl. dan lumut. kurus. yaitu hutan sagu murni dan hutan sagu campuran dengan hutan lain. Hutan sagu dibedakan menjadi dua jenis. padang rumput semak tepi hutan. Jenis vegetasinya meliputi padang rumput dengan paku pohon. b) Hutan pegunungan atas berada pada ketinggian berkisar 1500-3300 m dpl. 5) Hutan Sagu Hutan sagu berkembang baik di daerah dengan aliran air tawarnya yang teratur. paku-pakuan. Di bawah hutan sagu tidak terdapat tumbuhan lain dan lainnya terdiri atas lapisan serasah daun bergambut. padang rumput merumpun. vegetasi lumut kerak. Semakin ke atas vegetasinya semakin rendah. 1) Vegetasi Hutan Pegunungan Jenis hutan pegunungan ada dua. Habitat kedua jenis hutan sagu tersebut dapat Anda jumpai di Maluku dan Irian Jaya Vegetasi Pegunungan. jika tumbuh semakin tinggi maka diameternya semakin kecil. a) Hutan pegunungan bawah. dan tidak lebat. Vegetasi pada punggung dan lereng gunung umumnya berupa pohon pendek atau semaksemak. 2) Vegetasi Padang Rumput Padang rumput terletak pada ketinggian berkisar antara 2500-4100 m dpl yang berada di Pegunungan Irian Jaya dan Kamabu. Vegetasinya meliputi tanaman anggrek. Hutannya lebat dengan ketinggian pohonnya mencapai 25 m. dan hutan sub alpin. Vegetasi pegunungan terletak di ketinggian lebih dari 1000 m di atas permukaan laut (dpl). Adapun vegetasi rawa . variasi vegetasinya lebih sedikit dibandingkan dengan hutan pegunungan di bawahnya. Hutan rawa gambut di Indonesia banyak terdapat di Pulau Kalimantan. yaitu sebagai berikut.

Vegetasi danau mempunyai daerah yang kaya mineral hasil perairan meliputi daerah perairan terbuka sampai perairan tertutup. Vegetasinya terdiri atas komunitas campuran berbagai rumput. . Tumbuhan danau berada di Gunung Dieng. dan Gunung Patuha. 1) Padang Rumput. Jenis vegetasinya seperti berikut.subalpin selain berada di Irian Jaya dan Kamabu juga berada di Jawa seperti di Gunung Dieng.18 Danau Vegetasi Monsun Vegetasi monsun berada di daerah beriklim kering musiman dengan kelembapan udara lebih dari 33% dan curah hujan sekitar 1500 mm/th. Gunung Gede. Gambar 10. dan perdu. 3) Vegetasi Danau Danau umumnya berada di pegunungan dengan ketinggian lebih dari 1500 m dpl. terna. Padang rumput ini menempati kawasan yang sangat luas dan biasanya bersinambungan dengan savana.

dan sarana olahraga. manglit. pembangkit tenaga listrik. Selain itu. Pada umumnya. dan Irian Jaya. Savana terdapat di Jawa Timur. Sulawesi Selatan dan Tenggara. Bali. Ekosistem Buatan. yaitu sebagai tempat penampungan air untuk memenuhi kebutuhan manusia seperti pengairan/irigasi pertanian. mahoni. tempat rekreasi. misalnya kiambang dan enceng gondok yang menutupi permukaan dan menjadi dominan di waduk itu. ampupu. Bendungan/Waduk Adakah waduk/bendungan di daerah tempat tinggal Anda? Tujuan dibangunnya waduk/bendungan. dan sebagainya. Hutan Tanaman Hutan tanaman merupakan vegetasi yang terdiri atas tanaman budidaya bernilai tinggi yang dengan sengaja ditanam pada kawasan tertentu. Terdapat di jawa Timur. Agroekosistem . Savana terdiri atas padang rumput dengan pohon terpencar jarang sampai lebat. komunitas biotik terbentuk masih dalam fase suksesi dengan umur yang berbeda-beda seperti pada mulanya berbagai macam ikan ditebarkan kemudian banyak tumbuhan pendatang tumbuh. 3) Hutan Monsun. dan puspa. pinus. hutan tanaman.2) Savana. Beberapa contoh ekosistem buatan sebagai berikut. damar rasamala. vegetasinya terdiri atas pohon-pohon setinggi sekitar 25 m dan memiliki batang yang kurus dan bercabang rendah. NTT. Nusa Tenggara. Biasanya jenis tanaman yang dibudidayakan bernilai tinggi. agroekosistem. waduk merupakan ekosistem baru dengan substrat dasar biasanya berasal dari kebun atau sawah maupun hutan dengan sifat geologi yang berbeda-beda. Ekosistem suksesi buatan merupakan ekosistem yang dengan sengaja dibuat sesuai kebutuhan manusia seperti pembuatan danau/waduk/bendungan. seperti tanaman jati. Hutan monsun berada pada ketinggian berkisar 0–800 m dpl.

10) perkebunan. 5) sawah pasang surut.Agroekosistem merupakan ekosistem yang dengan sengaja dibuat untuk keperluan pertanian. Keanekaragaman ekosistem ini dipengaruhi oleh faktor jenis tanah. . 3) sawah surjan. 7) kolam. 4) sawah rawa. 2) sawah tadah hujan. 8) kebun. 9) pekarangan. 11) ladang. dan budaya. Agroekosistem yang dikembangkan di Indonesia pada saat ini antara lain: 1) sawah irigasi. iklim. 6) tambak. topografi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful