P. 1
Oksigen Terlarut (Dissolved Oksigen)

Oksigen Terlarut (Dissolved Oksigen)

|Views: 147|Likes:
Published by AnnisaChemdept12

More info:

Published by: AnnisaChemdept12 on Mar 28, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/28/2015

pdf

text

original

KATA PENGANTAR Puji syukur kita panjatkan kehadirat ALLAH SWT atas berkat dan karunia-Nya sehingga

penulis dapat menyelesaikan laporan ini dengan baik. Adapun maksud dari penyusunan makalah ini adalah sebagai pemenuhan tugas matakuliah oseanografi. Dalam makalah ini, penulis membahas tentang oksigen terlarut DO (dissolved oksigen). Adapun garis besar pembahasannya berupa pengertian DO (dissolved oksigeun), kebutuhan oksigen biologi (BOD), analisis oksigen terlarut berupa metode winkler dan metode elektrokimia, serta kelebihan dan kelemahan metode winkler, gangguan- gangguan pada metode winkler, penanggulangan kelebihan / kekurangan kadar oksigen terlarut, cara meningkatkan DO (dissolved terlarut) dan analisis data oksigen terlarut dalam air. Penulis sadar bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna, sehingga kritik yang bersifat membangun sangat kami harapkan. Akhirnya, semoga karya sederhana ini dapat menjadi bahan bacaan dan bahan acuan adanya. Serta semoga apa yang penulis berikan ini dapat berguna bagi pembaca sekalian. Wabillahi taufik wal hidayah Wassalamu alaikum Wr.Wb

Penulis

OCEANOGRAFI Oksigen Terlarut

Page 1

13 OCEANOGRAFI Oksigen Terlarut Page 2 . Analisis Oksigen Terlarut……………………………………………..DAFTAR ISI Kata Pengantar BAB I Pendahuluan ………………………………………………………. 3 4 7 12 BAB III Penutup  Kesimpulan & Saran ……………………………………………. Perhitungan Analisa Oksigen Terlarut……………………………….... 1 Latar Belakang ………………………………………………………… BAB II Pembahasan    Pengertian Oksigen terlarut (Dissolved Oxygen)…………………….

Oksigen (O2) merupakan salah satu faktor pembatas sehingga apabila ketersediaannya dalam perairan tidak mencukupi kebutuhan organisme yang ada. Kandungan yang terlarut dalam suatu perairan tentunya mempengaruhi aktivitas hidup suatu organisme yang ada di dalamnya seperti kelimpahan kandungan oksigen (O2) dalam perairan yang memudahkan organisme di dalamnya dapat melakukan proses respirasi. OCEANOGRAFI Oksigen Terlarut Page 3 . salinitas. turbulensi air. tergantung pada suhu. Perbedaan kebutuhan oksigen dalam suatu lingkungan bagi ikan dari spesies tertentu disebabkan oleh adanya perbedaan struktur molekul sel darah ikan. maka segala aktivitas organisme tersebut akan terhambat. Hal ini karena dipengaruhi oleh faktor suhu dan cuaca serta jenis organisme yang menempati perairan tersebut. Kadar oksigen yang terlarut dalam perairan alami bervariasi. Kandungan oksigen (O2) dalam suatu perairan merupakan salah satu parameter kimia dalam menentukan kualitas air yang tingkat kebutuhannya dari tiap-tiap perairan. 2002). berbeda antara perairan satu dengan lainnya. Latar belakang Air merupakan suatu zat pelarut yang sangat berguna bagi semua mahluk hidup. Semakin besar suhu dan semakin kecil atmosfer. Dan bahkan hampir 90% tanaman dan mikrobia terdiri dari air. Konsentrasi oksigen terlarut dalam perairan selalu mengalami perubahan dalam sehari semalam. dan tekanan atmosfer. Sehingga apabila kadar oksigen terlarut berkurang dalam air. maka perlu dilakukan cara-cara yaitu menggunakan aerator atau alat sirkulasi air yang mampu memutar oksigen dari udara kedalam air sacara cepat dan dalam jumlah besar. kadar oksigen terlarut semakin sedikit. Oleh karena itu. Menurut Kordi (2004).BAB I PENDAHULUAN I. Oksigen terlarut dalam air merupakan parameter kualitas air yang paling kritis pada budidaya ikan. yang mempengaruhi hubungan antara tekanan parsial oksigen dalam air dan derajat kejenuhan oksigen dalam sel darah. pengelolaan dalam perairan harus selalu diperhatikan kadar dan perubahan konsentrasi oksigen terlarutnya (Sitanggang.

Oksigen terlarut ( DO ) adalah jumlah oksigen terlarut dalam air yang berasal dari fotosintesa dan absorbsi atmosfer/udara.BAB II PEMBAHASAN II. Pengertian Oksigen terlarut (Dissolved Oxygen) Oksigen terlarut (Dissolved Oxygen) adalah jumlah mg/L gas oksigen yang terlarut dalam air. oksigen juga dibutuhkan untukoksidasi bahan-bahan organik dan anorganik dalam proses aerobic (Salmin.Disamping itu. pasang surut dan lain-lain. kadar oksigen akan lebih tinggi. 2005). Oksigen terlarut di suatu perairan sangat berperan dalam proses penyerapan makanan oleh mahkluk hidup dalam air. Umtuk mengetahui kualitas air dalam suatu perairan. oksigen juga dibutuhkan untuk oksidasi bahan – bahan organik dan anorganik dalam proses aerobik (Salmin.1. pergerakan massa air dan udara seperti gelombang. Satuan DO dinyatakan dalam persentase saturasi. dapat dilakukan dengan mengamati beberapa parameter kimia seperti aksigen terlarut (DO).jika kadar oksigen terlarut yang terlalu rendah akan menimbulkan bau yang tidak sedap akibat degradasi anaerobik yang mungkin saja terjadi. proses metabolisme atau pertukaran zat yang kemudian menghasilkan energi untuk pertumbuhan dan pembiakan. karena proses fotosintesis semakin berkurang dan kadar oksigen yang ada banyak digunakan OCEANOGRAFI Oksigen Terlarut Page 4 . Sumber utama oksigen dalam suatu perairan berasal dari suatu proses difusi dari udara bebas dan hasil fotosintesis organisme yang hidup dalam perairan tersebut. Oksigen terlarut dibutuhkan oleh semua jasad hidup untuk pernapasan. suhu. Pada lapisan permukaaan. Disamping itu. proses metabolisme atau pertukaran zat yang kemudian menghasilkan energi untuk pertumbuhan dan pembiakan. Dengan bertambahnya kedalaman akan terjadi penurunan kadar oksigen terlarut. Oksigen terlarut (do) Oksigen terlarut (Dissolved Oxygen = DO) dibutuhkan oleh semua jasad hidup untukpernapasan.2. karena adanya proses difusi antar air dengan udara bebas serta adanya proses fotosintesis. Kecepatan difusi oksigen dari udara tergantung dari beberapa faktor seperti kekeruhan air. salinitas. II. Semakin banyak jumlah DO (dissolved oxygen ) maka kualitas air semakin baik. ODUM menyatakan bahwa kadar oksigen dalam air laut akan bertambah dengan semakin rendahnya suhu dan berkurang dengan semakin tingginya salinitas. 2005).

kandungan oksigen terlarut dan tidak boleh kurang dari 1. pada kondisi aerobik. Keadaan oksigen terlarut berlawanan dengan keadaan BOD. contoh yang diperiksa harus bebas dari udara luar untuk rnencegah kontaminasi dari oksigen yang ada di udara bebas. 2005). hal ini OCEANOGRAFI Oksigen Terlarut Page 5 . KLH menetapkan bahwa kandungan oksigen terlarut adalah 5 ppm untuk kepentingan wisata bahari dan biota laut (Salmin. Kebutuhan oksigen biologi (BOD) Kebutuhan oksigen biologi (BOD) didefinisikan sebagai banyaknya oksigen yang diperlukan oleh organisme pada saat pemecahan bahan organik.7 ppm selama waktu 8 jam dengan sedikitnya pada tingkat kejenuhan sebesar 70 % . secara umum banyak dipakai untuk menentukan tingkat pencemaran air buangan. Idealnya. pada kondisi yang harnpir sama dengan kondisi yang ada di alam.untuk pernapasan dan oksidasi bahan – bahan organik dan anorganik. II. Penentuan BOD sangat penting untuk menelusuri aliran pencemaran dari tingkat hulu ke muara. Parameter BOD. Konsentrasi air buangan/sampel tersebut juga harus berada pada suatu tingkat pencemaran tertentu. oksigen juga menentukan biologik yang dilakukan oleh organisme aerobik dan anaerobik. semakin tinggi BOD semakin rendah oksigen terlarut. Karena proses oksidasi dan reduksi inilah maka peranan oksigen terlarut sangat penting untuk membantu mengurangi beban pencemaran pada perairan secara alami maupun secara perlakuan aerobik yang ditujukan untuk memurnikan air buangan industri dan rumah tangga (Salmin.1973).3. Selain itu. Pemecahan bahan organik diartikan bahwa bahan organik ini digunakan oleh organism sebagai bahan makanan dan energinya diperoleh dari proses oksidasi (PESCOD. Dalam kondisi anaerobik oksigen yang dihasilkan akan mereduksi senyawa – senyawa kimia menjadi lebih sederhana dalam bentuk nutrien dan gas. karena oksigen terlarut berperan dalam proses oksidasi dan reduksi bahan organik dan anorganik. Oksigen memegang peranan penting sebagai indikator kualitas perairan. Kandungan oksigen terlarut (DO) minimum adalah 2 ppm dalam keadaan normal dan tidak tercemar oleh senyawa beracun. Dalam kondisi aerobik. peranan oksigen adalah untuk mengoksidasi bahan organik dan anorganik dengan hasil akhirnya adalah nutrien yang ada pada akhirnya dapat memberikan kesuburan perairan. Sesungguhnya penentuan BOD merupakan suatu prosedur bioassay yang menyangkut pengukuran banyaknya oksigen yang digunakan oleh organisme selama organisme tersebut menguraikan bahan organic yang ada dalam suatu perairan. 2005) . Selama pemeriksaan BOD.

waktu yang diperlukan untuk proses oksidasi yang sempurna sehingga bahan organik terurai menjadi CO2 dan H2O adalah tidak terbatas. Sebagaimana diketahui bahwa. sehingga perlu diperhitungkan. Secara teoritis.untuk menjaga supaya oksigen terlarut selalu ada selama pemeriksaan. biasanya dilakukan secara langsung atau dengan cara pengenceran. melibatkan bermacam-macam organisme dan menyangkut reaksi oksidasi dengan hasil akhir karbon dioksida (CO2) dan air (H2O). Karenanya selama pemeriksaan BOD. ammonia sebagai hasil sampingan ini dapat dioksidasi menjadi nitrit dan nitrat. Dengan cara pengenceran pengukuran BOD didasarkan atas kecepatan degradasi biokimia bahan organik yang berbanding langsung dengan banyaknya zat yang tidak teroksidasi pada saat tertentu. Pemeriksaan BOD tersebut dianggap sebagai suatu prosedur oksidasi dimana organisme hidup bertindak sebagai medium untuk menguraikan bahan organik menjadi CO2 dan H2O. Penguraian bahan organik secara biologis di alam. Nilai BOD 5 hari merupakan bagian dari total BOD dan nilai BOD 5 hari merupakan 70 . Kecepatan dimana oksigen yang digunakan dalam pengenceran sampel berbanding lurus dengan persentase sampel OCEANOGRAFI Oksigen Terlarut Page 6 . biasanya berlangsung selama 5 hari dengan anggapan bahwa selama waktu itu persentase reaksi cukup besar dari total BOD. Hal ini penting diperhatikan mengingat kelarutan oksigen dalam air terbatas dan hanya berkisar ± 9 ppm pada suhu 20°C.80% dari nilai BOD total. Penentuan waktu inkubasi adalah 5 hari. 2010): 2NO2. Dalam prakteknya dilaboratoriurn. sehingga dapat mempengaruhi hasil penentuan BOD. sehingga sampel mendekati kejenuhan oksigen terlarut. Reaksi kimia yang dapat terjadi adalah (Maria. dapat mengurangi kemungkinan hasil oksidasi ammonia (NH3) yang cukup tinggi. Reaksi oksidasi selama pemeriksaan BOD merupakan hasil dari aktifitas biologis dengan kecepatan reaksi yang berlangsung sangat dipengaruhi oleh jumlah populasi dan suhu. Dalam praktek untuk penentuan BOD yang berdasarkan pada pemeriksaan oksigen terlarut (DO). Prosedur secara umum adalah menyesuaikan sampel pada suhu 20°C dan mengalirkan oksigen atau udara kedalam air untuk memperbesar kadar oksigen terlarut dan mengurangi gas yang terlarut. suhu harus diusahakan konstan pada 20°C yang merupakan suhu yang umum di alam.+ 2H+ +2 H2O 2 NO3- 2NH3 +3 O2 2 NO2 + O2 Oksidasi nitrogen anorganik ini memerlukan oksigen terlarut.

Iodium yang dibebaskan ini selanjutnya dititrasi dengan larutan standar natrium tiosulfat (Na2S203) dan menggunakan indikator larutan amilum (kanji). Menurut Boyd (1990) dalam Caca dan Polong (2009). 2010). II. 2010): A. Metoda titrasi dengan cara WINKLER Prinsipnya dengan menggunakan titrasi iodometri. 2010). sehingga akan terjadi endapan Mn02.KI.5.4. jumlah pakan yang dimakan. 2010). suhu. Kadar oksigen (O2) terlarut dalam perairan alami biasanya kurang dari 10 mg/l (Arifin. yaitu (Arifin. Lebih lanjut dikatakan oleh Hanafiah. khususnya perairan tawar memiliki kadar oksigen (O2) terlarut berkisar antara 15 mg/l pada suhu 0oC dan 8 mg/l pada suhu 25oC. Reaksi kimia yang terjadi dapat dirumuskan : MnCI2 + NaOH ==> Mn(OH)2 + 2 NaCI 2 Mn(OH)2 + O2 ==> 2 MnO2 + 2 H20 MnO2 + 2 KI + 2 H2O ==> Mn(OH)2 + I2 + 2 KOH I2 + 2 Na2S2O3 ==> Na2S4O6 + 2 NaI OCEANOGRAFI Oksigen Terlarut Page 7 . Kadar Oksigen (O2) Dalam perairan. Dengan menambahkan H2SO4 atan HCl maka endapan yang terjadi akan larut kembali dan juga akan membebaskan molekul iodium (I2) yang ekivalen dengan oksigen terlarut. aktivitas. yaitu (Arifin. ukuran. dan sebagainya. Metoda elektrokimia II. besarnya oksigen yang diperlukan oleh suatu organisme perairan tergantung spesies. Metoda titrasi dengan cara WINKLER b.yang ada dalam pengenceran dengan anggaapan faktor lainnya adalah konstan Sebagai contoh adalah 10 % pengenceran akan menggunakan sepersepuluh dari kecepatan penggunaan sampel 100% (Maria. serta difusi yang menyebabkan naiknya kadar CO2 dan turunnya kadar O2 (Arifin. Oksigen terlarut dapat dianalisis dengan 2 macam cara. Faktor-faktor yang mempengaruhi kadar oksigen (O2) dalam perairan secara umum merupakan konsekuensi terhambatnya aktivitas akar tumbuhan dan mikrobia. Analisis Oksigen Terlarut Analisis oksigen terlarut dapat ditentukan dengan 2 macam cara. 2010): a. Sampel yang akan dianalisis terlebih dahulu ditambahkan larutan MnCl2 dan Na0H .

Secara keseluruhan.Penentuan oksigen terlarut (DO) dengan cara titrasi berdasarkan metoda WINKLER lebih analitis apabila dibandingkan dengan cara alat DO meter. elektroda ini dilapisi dengan membran plastik yang bersifat semi permeable terhadap oksigen. Sedangkan penentuan oksigen terlarut dengan H+ 24 cara DO meter. harus diperhatikan suhu dan salinitas sampel yang akan diperiksa. akan diperoleh hasil penentuan oksigen terlarut yang lebih akurat. penentuan oksigen terlarut dengan cara titrasi lebih dianjurkan untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat. Prinsip kerjanya adalah menggunakan probe oksigen yang terdiri dari katoda dan anoda yang direndam dalam larutan elektrolit. standarisasi larutan tiosulfat dan pembuatan larutan standar kaliumbikromat yang tepat. Alat DO meter masih dianjurkan jika sifat penentuannya hanya bersifat kisaran. Reaksi kimia yang akan terjadi adalah: Katoda : O2 + 2 H2O + 4e ==> 4 HOAnoda : Pb + 2 HO. sebagaimana lazimnya alat yang digital. Pada alat DO meter. Kelebihan dan Kelemahan Metode Winkler Kelebihan Metode Winkler dalam menganalisis oksigen terlarut (DO) adalah dimana dengan cara titrasi berdasarkan metoda WINKLER lebih analitis. Peranan suhu dan salinitas ini sangat vital terhadap akurasi penentuan oksigen terlarut dengan cara DO meter.6.B. Hal yang perlu diperhatikan dalam titrasi iodometri ialah penentuan titik akhir titrasinya. Disamping itu. Metoda elektrokimia Cara penentuan oksigen terlarut dengan metoda elektrokimia adalah cara langsung untuk menentukan oksigen terlarut dengan alat DO meter.Difusi oksigen dari sampel ke elektroda berbanding lurus terhadap konsentrasi oksigen terlarut.==> PbO + H20 + 2e Aliran reaksi yang terjadi tersebut tergantung dari aliran oksigen pada katoda. Hal yang perlu diperhatikan dalam titrasi iodometri ialah penentuan titik akhir titrasinya. standarisasi larutan tio dan penambahan indikator OCEANOGRAFI Oksigen Terlarut Page 8 . teliti dan akurat apabila dibandingkan dengan cara alat DO meter. Berdasarkan pengalaman di lapangan. probe ini biasanya menggunakan katoda perak (Ag) dan anoda timbal (Pb). II. peranan kalibrasi alat sangat menentukan akurasinya hasil penentuan. Dengan mengikuti prosedur penimbangan kaliumbikromat dan standarisasi tiosulfat secara analitis.

baik gangguan yang bersifat positif maupun ne-gatif. sehingga kadar oksigen yang diperoleh akan lebih rendah dari kadar yang sebenarnya.ram Fe . harus diperhatikan suhu dan salinitas sampel yang akan diperiksa. Gangguan negatif dapat disebabkan oleh adanya zat yang bersifat reduktor dalam larutan contoh. sehingga adanya fito-plankton dan sinar matahari akan membe-rikan gangguan positif (kadar oksigen yang diperoleh lebih tinggi dari kadar yang sebenarnya) (Arifin. akan diperoleh hasil penentuan oksigen terlarut yang lebih akurat.7. Kelemahan Metode Winkler dalam menganalisis oksigen terlarut (DO) adalah dimana dengan cara WINKLER penambahan indikator amilum harus dilakukan pada saat mendekati titik akhir titrasi agar amilum tidak membungkus iod karena akan menyebabkan amilum sukar bereaksi untuk kembali ke senyawa semula. Peranan suhu dan salinitas ini sangat vital terhadap akurasi penentuan oksigen terlarut dengan cara DO meter. kurang menggambarkan ke. Gangguan-gangguan pada metode winkler Penentuan kadar oksigen dalam air laut dengan metode WINKLER ternyata banyak mendapat gangguan analisis. dengan ban-tuan sinar matahari akan berfotosintesis menghasilkan oksigen. Fitoplankton yang terdapat dalam larutan contoh. yaitu OCEANOGRAFI Oksigen Terlarut Page 9 2+ . misalnya garam-ga. hal ini disebabkan karena I2 mudah menguap. Reduktor-reduktor ini akan di-oksidasi oleh oksigen yang terdapat dalam larutan contoh. Data yang kurang tepat akan menyebabkan kesimpulan yang diambil dari suatu penelitian. 2010). sebagaimana lazimnya alat yang digital. Sedangkan cara DO meter. II. Dan ada yang harus diperhatikan dari titrasi iodometri yang biasa dapat menjadi kesalahan pada titrasi iodometri yaitu penguapan I2. 2010). oksidasi udara dan adsorpsi I2 oleh endapan (Arifin. Alat DO meter masih dianjurkan jika sifat penentuannya hanya bersifat kisaran (Arifin. Disamping itu. Beberapa modifi-kasi telah berhasil dibuat.amilumnya. Dengan mengikuti prosedur yang tepat dan standarisasi tio secara analitis. Oleh karena itu para ahli berusaha menyempurnakan/memodifikasi metode WINKLER untuk menghilangkan gangguan-gangguan analisis yang ada. penentuan oksigen terlarut dengan cara titrasi lebih dianjurkan untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat. Adanya aktivitas mikro-organis-me yang membutuhkan oksigen untuk menguraikan zat organik. 2010). Proses titrasi harus dilakukan sesegera mungkin. Adanya gangguan-gangguan tersebut mengakibatkan data yang diperoleh kurang tepat. Berdasarkan pengalaman di lapangan.adaan yang sebenarnya dari perairan yang diteliti. peranan kalibrasi alat sangat menentukan akurasinya hasil penentuan. juga akan mem berikan gangguan negatif.

4. Cara untuk menanggulangi jika kekurangan kadar oksigen terlarut adalah dengan cara (Arifin. Cara untuk menanggulangi jika kelebihan kadar oksigen terlarut adalah dengan cara (Arifin. 1994 dalam Effendi. Sumber oksigen terlarut dapat berasal dari difusi oksigen yang terdapat di atmosfer (sekitar 35%) dan aktivitas fotosintesis oleh tumbuhan air dan fitoplankton (Novotny dan Olem.modifikasi asida (untuk menghilangkan gangguan nitrit). 2008). dimana jika temperatur naik maka kadar oksigen terlarut akan menurun. dimana semakin dalam air tersebut maka semakin kadar oksigen terlarut akan menurun karena proses fotosintesis semakin berkurang dan kadar oksigen digunakan untuk pernapasan dan oksidasi bahan – bahan organik dan anorganik. Hal ini disebabkan gangguan yang paling umum ditemukan pada penentuan kadar oksigen dalam air laut adalah gangguan dari garam-garam nitrit. 2. dimana semakin dalam air tersebut maka semakin kadar Mengurangi bahan – bahan organik dalam air. dimana jika temperatur turun maka kadar oksigen terlarut akan naik. Garam-garam nitrit dapat memberikan gangguan positif dan negatif pada penentuan kadar oksigen. II. 3. 2010). B. Menambah kedalaman air. Diusahakan agar air tersebut mengalir. Menurunkan suhu/temperatur air. Difusi oksigen dari atmosfer ke dalam air dapat terjadi secara langsung pada kondisi air diam OCEANOGRAFI Oksigen Terlarut Page 10 . 2. 2010): 1. modifikasi yang paling sering dipakai adalah modifikasi asida. permanganat (menghilangkan gangguan ferro). Menaikkan suhu/temperatur air.8. 2010) : 1. Hal ini di-sebabkan garam nitrit akan mengoksidasi garam yodida (NaJ) dan mengikat oksigen yang terdapat dalam larutan contoh. Oksigen merupakan salah satu gas yang terlarut dalam perairan. flokulasi alum (menghi-langkan gangguan fitoplankton dan mikroorganisme). Penanggulangan kelebihan/kekurangan kadar oksigen terlarut A.Dari berbagai modifikasi tersebut. dalam air maka kadar oksigen terlarutnya rendah. sesuai dengan persamaan reaksi (Arifin. karena jika banyak terdapat bahan organik oksigen terlarut akan naik karena proses fotosintesis semakin meningkat. Mengurangi kedalaman air.

terutama limbah organik. membuat aerasi melalui mesin aerator di kolam dan chamber filter. yang masuk ke perairan. Mukhtasor (2007) mengatakan bahwa oksigen terlarut akan menurun apabila banyak limbah. Cara meningkatkan DO (Dissolved Oxygen) Beberapa cara meningkatkan DO (Dissolved Oxygen) (Anonim. tergantung pada percampuran (mixing) dan pergerakan (turbulence) massa air. aktivitas fotosintesis. Kadar oksigen terlarut pada perairan alami biasanya kurang dari 10 mg/l (Arifin. Hal ini dikarenakan oksigen tersebut digunakan oleh bakteri-bakteri aerobik dalam proses pemecahan bahan-bahan organik yang berasal dari limbah yang mencemari perairan tersebut (Arifin. 2010). II. Kadar oksigen juga berfluktuasi secara harian (diurnal) dan musiman.4 – 5. 2011). 2010). 2010). dan tekanan atmosfer.8 mg/l. Secara umum kadar oksigen terlarut di kedua lokasi ini tergolong baik. Menurut Effendi (2008). OCEANOGRAFI Oksigen Terlarut Page 11 . Kadar oksigen terlarut (DO) di ketiga lokasi penelitian berkisar antara 5. dan limbah (effluent) yang masuk ke badan air (Arifin. kadar oksigen terlarut berkisar antara 15 mg/l pada suhu 0 0C dan 8 mg/l pada suhu 25 0C..9.(stagnant) atau terjadi karena agitasi atau pergolakan massa air akibat adanya gelombang atau ombak dan air terjun (Arifin. kadar oksigen terlarut semakin kecil. a. Semakin besar suhu dan ketinggian (altitude) serta semakin kecil tekanan atmosfer. Intinya adalah bagaimana menciptakan sebanyak mungkin kontak antara permukaan air dengan udara. tergantung pada suhu. 2008). membuat system venturi di saluran akhir sirkulasi. sedangkan di perairan laut berkisar antara 11 mg/l pada suhu 0 0C dan 7 mg/l pada suhu 25 0C (McNeely et al. c. kadar oksigen yang terlarut dalam perairan alami bervariasi. turbulensi air. Di perairan tawar. b. 2010). salinitas. membuat air terjun atau system bakki shower. respirasi. 1979 dalam Effendi.

Perhitungan / Analisa Data oksigen terlarut dalam air Kadar oksigen (O2) terlarut dalam air dapat dihitung dengan menggunakan persamaan (Anonim.025 N Na2S2O3 V N P = jumlah air sampel yang dititrasi = Normalitas Na2S2O3 (0.II.10. 2011) : Keterangan : 8 = jumlah mg/l O2 setara 0.025 N) = volume titran (Na2S2O3) yang digunakan OCEANOGRAFI Oksigen Terlarut Page 12 .

peranan oksigen adalah untuk mengoksidasi bahan organik dan anorganik dengan hasil akhirnya adalah nutrien yang ada pada akhirnya dapat memberikan kesuburan perairan. Oksigen memegang peranan penting sebagai indikator kualitas perairan. Kehilangan oksigen karena proses biologis ini diganti dari melarutkan udara di dalam air dan dari proses fotosintesis tumbuhan air. Oksigen terlarut ini diperlukan untuk menjaga kelestarian kehidupan tumbuhan dan hewan dalam air. apabila terjadi penurunan oksigen dapat dilakukan dengan penambahan bahan kimia menjadi senyawa yang lebih sederhana sebagai nutrien yang sangat dibutuhkan organisme perairan.BAB III PENUTUP III. Saran Dalam pembelajaran Oceonografi sebaiknya dosen yang bersangkutan memberikan arahan tentang materi yang akan di diskusikan dalam kelas. Dalam perairan. karena oksigen terlarut berperan dalam proses oksidasi dan reduksi bahan organik dan anorganik.1.2. Kesimpulan Oksigen terlarut ( DO ) adalah jumlah oksigen terlarut dalam air yang berasal dari fotosintesa dan absorbsi atmosfer/udara. Selain itu. III. Dalam kondisi aerobik. oksigen juga menentukan biologik yang dilakukan oleh organisme aerobik dan anaerobik. Dan memberikan pokok bahasan atau point point tertentu yang akan di jelaskan oleh pemateri OCEANOGRAFI Oksigen Terlarut Page 13 .

Anonim. Maria.html. diakses 11 februari 2013. 2010. 2010. http://id. Salmin.DAFTAR PUSTAKA Arifin. diakses 20 Januari 2011. diakses 11 februari 2013. OCEANOGRAFI Oksigen Terlarut Page 14 . Yogyakarta: STTNBATAN. Oksigen Terlarut (DO) Dan Kebutuhan Oksigen Biologi (BOD) Sebagai Salah Satu Indikator Untuk Menentukan Kualitas Perairan. http://117-analisis-kualitas-air-parameterkimia. Christina.html. Oksigen Terlarut. Oksigen Terlarut (DO) dan Temperatur.org/wiki/Oksigen_Terlarut. Petunjuk Praktikum INSKIM “Oksigen Terlarut”. 2011.do.wikipedia. http:// laporan-praktikum-oksigenterlarut. 2005.

Tanduk H31111020 Zulfahnur H31112277 Achmad Budiawan P H31112292 Nurul Mutmainnah N H31112258 22 26 30 35 39 43 48 52 56 60 01 70 72 68 OCEANOGRAFI Oksigen Terlarut Page 15 .Maretrin H31112005 Salmawati H31112011 Rabiatul Adawiah H331112017 Baso Agung H31112020 20 07 11 17 Djamaan Noer H H31112022 Imelda Ponglabba H31112026 Anshar Kenna H31112102 Aryanugrah Wibawa H31112257 Egi Heury P.R H31112266 Yafyet H31112270 Suharlina Tahir H31112275 Mirnawati M H31112282 Nur Aqlia H31112287 Yenni Octaviana H31112293 Resky K.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->