BAB I PENDAHULUAN

A. Latar belakang masalah
Tahun 1997 indonesia dilanda krisis moneter disertai dengan fluktuasi kondisi ekonomi dan politik yang tidak menentu, telah mengiring indonesia menuju konflik nasional, baik secara struktural maupun horizontal. semenjak runtuhnya rezim orde baru tahun 1998 yang di gantikan oleh oleh B.H habibie yang diharapakan dapat menata sisitem politik yang demokrasi berkeadilan. Pada waktu itu indonesia sangat rentan dengan perpecahan, terjadi berbagai gejolak konflik di berbagai daerah, salah satunya konflik yang terjadi di poso yang di sinyalir oleh banyak kalangan adalah konflik bernuansa SARA. Adalah pertikaian suku dan pemeluk agama islam dan kristen. Peristiwa kerusuhan diawali dengan pertikaian antardua pemuda yang berbeda agama sehingga belarut dan berhujung dengan terjadinya kerusuhan. Impliksasi – implikasi kepentingan politik elite nasional, elite lokal dan miiter militer juga diduga menyulut terjadinya konflik horizonttal sehingga sulit mencari penyelesaian yang lebih tepat. Bahkan, terkesan pihak keamanan porli lamban menangani konflik tersebut. Sehigga konflik terjadi belarut – larut yang memakan korban jiwa dan harta.

sejarah

Page 1

Secara umum konflik di poso sudah berkangsung tiga kali. Peristiwa pertama terjadi akhir 1998, kerusuhan pertama ini denga cepat di atasi pihak keamanan setempat kemudian di ikuti oleh komitmen kedua belah pihak yang berseteru agar tidak terulang lagi. Kan tetapi berselang kurang lebih 17 bulan kemudian tepatnya pada 16 april 2000 konflik kedua pun pecah. Pada kerusuhan ini ada dugaan bahwa ada oknum yang bermain di belakang peristiwa ini yaitu : Herman Parimo dan Yahya Patiro yang beragama kristen. Keduua oknum ini adalah termasuk elite politik dan pejabat pemerintah daerah kabupaten poso. Menjelang pemilihan kepala detrah pada waktu itu, kader – kader dari pihak umat kristiani yang bermunculan sebagai kandidat kuat yang menjadi rival buapati saat itu, Sekwan DPRD 1 Sulawaesi tengah dan Drs. Datlin Tamalagi Kahumas Pemda Sulawesi tengah. Keduan belah pihak memilki koneksi yang rill yang amat potensial sehingga sewaktu – waktu dapat dengan mudah muncul letupan ketidaksenangan yang akhirnya pada berhujung pada kerusuha. Oleh karena itu, potensi – potensi kerusuhan pada waktu itu boleh jadi karena kekecewaan dari elite politik yang beragama kristen yang merasa termarjinalisasi dalam hal politik.

sejarah

Page 2

B. Bagaimana Penyebab Timbulnya Konflik Sosial di Poso ? 2. Permasalahan 1. sejarah Page 3 . Batasan Masalah Pada makalah yang bertemakan konflik Poso (Sulawesi Tengah) kami membatasi masalah yang akan kami bahas pada makalah in yaitu penyebab timbulnya konflik sosial di Poso.dan bentuk penyelesaian konflik P oso. dampak yang ditimbulkan . Bagaimana bentuk penyelesaian konflik Poso? C. Bagaimana Dampak yang Ditimbulkan konflik Poso ? 3.

Keluar dari pendapat Wapres. awal mula terjadinya konflik karena adanya demokrasi yang secara tiba-tiba terbuka dan membuat siapapun pemenangnya akan ambil semua kekuasaan. jika Bupatinya berasal dari kalangan Kristen maka Wakilnya akan dicarikan dari Islam. tambah Wapres maka pihak yang kalah merasa telah terjadi ketidakadilan. Padahal. contohnya. Dengan demikian terjadi harmonisasi. Pendapat mengenai akar dari masalah yang bertumpu pada subsistem budaya dalam hal ini menyangkut soal suku dan agama. namun dengan demokrasi tiba-tiba the winner take all.BAB II PEMBAHASAN A. Karena pemenang mengambil alih semua kekuasaan. Penyebab Timbulnya Konflik Sosial di Poso Konflik Poso terjadi bukan karena masalah agama namun adanya rasa ketidak adilan." kata Wapres. konflik sosial yang terjadi di poso adalah bagian dari konflik individu yang dalam masyarakat yang secara dinamis tidak dapat dipisahkan dan bertalian satu sama lain. Argumen yang mengemuka bahwa adanya unsur suku dan agama yang mendasari konflik sosial itu adalah sesuai dengan fakta yaitu bahwa asal mula kerusuhan poso 1 berawal dari : sejarah Page 4 . Begitu pula sebaliknya. pada masa sebelumnya melalui muspida setempat selalu diusahakan adanya keseimbangan.

Terjadi pembakaran rumah ibadah gereja dan masjid. Penyerangan kelompok merah dengan bersandikan simbol – simbol perjuangan keagamaan Kristiani pada kerusuhan ke III. sarana pendidikan ke dua belah pihak. Pemusnahan dan pengusiran terhadap suku-suku pendatang seperti Bugis. sejarah Page 5 . dan Gorontalo. Toraja dan Manado. Pemaksaan agama Kristen kepada masyarakat muslim di daerah pedalaman kabupaten terutama di daerah Tentena dusun III. Pembakaran rumah-rumah penduduk muslim oleh kelompok merah pada kerusuhan III. d. f. Adanya pelatihan militer Kristen di desa Kelei yang berlangsung 1 tahun 6 bulan sebelum meledak kerusuhan III.a. Sangira. Jawa. Adanya pengerah anggota pasukan merah yang berasal dari suku Flores. pembakaran rumah penduduk asli Poso di Lombogia. dan Meko yang memperkuat dugaan bahwa kerusuhan ini merupakan gerakan kristenisasi secara paksa yang mengindikasikan keterlibatan Sinode GKSD Tentena. g. Pada kerusuhan ke I dan II terjadi aksi saling bakar rumah penduduk antara pihak Kristen dan Islam. Sayo. h. Boe. Salena. Pembacokan Ahmad Yahya oleh Roy Tuntuh Bisalembah didalam masjid pesantren Darusalam pada bulan ramadhan. b. Toinase. c. e. dan Kasintuvu. serta Kaili pada kerusuhan ke III.

yang di anggap telah menggangu kehidmatan masyrakat Kristiani merayakan natal. Pandangan kedua tehadap akar masalah konflik sosial yang terjadi di Poso adalah adanya perkelahian antar pemuda yang di akibatkan oleh minuman keras.lain. Bermula dari suksesi Bupati. Pada satu sisi muslim terusik ketentramannya dalam menjalankan ibadah di bulan ramadhan kemudian menimbulkan reaksi balik untuk melakukan tindakan pembalasan terhadap pelaku pelanggaran nilainilai tersebut. Adanya Pembacokan Ahmad Yahya oleh Roy Tuntuh Bisalembah didalam masjid pesantren Darusalam pada bulan ramadhan merupakan bentuk pelanggaran terhadap nilai-nilai yang selama ini manjadi landasan hidup bersama. Tidak diterapkan hukum secara adil maka ada kelompok yang merasa tidak mendapat keadilan misalnya adanya keterpihakan. karena harapan mereka operasi – operasi tersebut di laksanakan setelah hari Natal. Pendapat ketiga mengatakan bahwa akar dari konflik sosial yang terjadi di Poso terletak pada masalah politik. jabatan Sekretaris wilayah daerah Kabupaten dan terutama menyangkut soal keseimbangan jabatan-jabatan dalam pemerintahan. sejarah Page 6 . menginjak hak asasi manusia dan lain.Sesungguhnya budaya yang beragam pada masyarakat Poso mempunyai fungsi untuk mempertahankan kerukunan antara masyarakat asli Poso dan pendatang. Disisi lain bagi masyarakat Kristiani hal ini menimbulkann masalah baru mengingat aksi masa tidak di tujukan terhadap pelaku melainkan pada perusakan hotel dan sarana maksiat serta operasi miras.

akan tetapi penguasaan pemasaran hasil-hasilnya dikuasai oleh para pendatang. Kesenjangan sosial ekonomi diawali dengan masuknya pendatang ke Poso yang berasal dari Jawa. Proses peralihan kepemilikan tersebut terjadi melalui program pemerintah dalam bentuk transmigrasi maupun penjualaan lahan-lahan pada para migran. Sulawesi Selatan maupun Sulawesi Utara dan Gorontalo. Kecemburuan sosial penduduk asli cukup beralasan dimana pendapatan mereka sebagai masyarakat asli malah tertinggal dari kaum pendatang. Dikembangkannya tanaman bernilai ekonomi tinggi seperti kakao (coklat) dan kelapa (kopra) oleh para pendatang tentunya telah menghasilkan peningkatan kesejahteraan para pemiliknya. dan Kaili. Jawa. Walau penduduk asli mengikuti pola tanam yang sama dengan pendatang. Gorontalo. Arus migrasi masuk ini semakin banyak ketika program transmigrasi dilakukan dan dibukanya jalur prasarana angkutan darat sekitar tahun 80-an. muda dan mempunyai daya juang untuk mampu bertahan di daerah baru. Pendatang umumnya lebih kuat. kemudian beralih kepemilikannya kepada para pendatang. Kedatangan para pendatang ini juga menyebab-kan terjadinya peralihan lahan dari yang dahulunya atas kepemilikan penduduk asli.Pendapat keempat mengatakan bahwa akar masalah dari kerusuhan Poso adalah justru terletak karena adanya kesenjangan sosial dan kesenjangan pendapatan antara panduduk asli Poso dan kaum pendatang seperti Bugis. Bali. sejarah Page 7 . Para pendatang yang masuk ke Poso umumnya beragama Protestan dan Muslim.

kerusuhan Poso bukan suatu kerusuhan biasa. Ada pendapat lain juga yang menyatakan bahwa konflik Poso yang terjadi tahun 1998 dan 2001 lebih didorong oleh isu belaka. Dampak psikologis tidak akan hilang dalam waktu singkat. hasil dan keuntungan yang diperoleh dari hasil pertanian lebih besar dinikmati oleh para pendatang. secara psikologis juga berdampak besar bagi mereka yang mengalami kerusuhan itu. Jika dilihat dari keseluruhan.Penduduk asli merasa dirugikan dengan keadaan tersebut karena beberapa alasan antara lain lahan pertaniannya sebagian telah beralih kepemilikannya kepada pendatang. Selain kehilangan nyawa dan harta benda. melainkan merupakan suatu tragedi kemanusiaan sebagai buah hasil perang sipil. baik melalui penyebaran informasi lewat jalur yang sudah terbentuk (difusi) maupun penyebaran antar komunitas yang sebelumnya tidak memiliki ikatan sosial. Satu kerusuhan yang dilancarkan secara sepihak oleh kelompok merah. Ikatan yang kemudian muncul antar komunitas ini membuat konflik Poso yang bermula dari pertengkaran dua pemuda mabuk menjadi konflik antar agama yang mendapat perhatian internasional. Dampak yang diakibatkan oleh kerusuhan Poso di Sulawesi Tengah Kerusuhan yang terjadi di Poso menimbulkan dampak sosial yang cukup besar jika di liat dari kerugian yang di akibatkan konflik tersebut. terhadap penduduk muslim kota Poso dan minoritas penduduk muslim di pedalaman sejarah Page 8 . B.

sejarah Page 9 .kabupaten Poso yang tidak mengerti sama sekali dengan permasalahan yang muncul di kota Poso.  Terjadinya disintegrasi dalam masyarakat Poso ke dalam dua kelompok yaitu kelompok merah dan kelompok putih. ketertiban. dan kewibawaan hukum di masyarakat Kabupaten Poso. dan kesatuan yang menjadi bingkai dalam hubungan sosial masyarakat Poso.adapundampak yang diakibatkanolehkerusuhanPoso. kerukunan.  Runtuhnya stabilitas keamanan. Sulawesi Tengah Adalah:   Dilanggarnya ajaran agama dari kedua kelompok yang bertikai Runtuhnya nilai – nilai kebersamaan.  Terhentinya roda pemerintahan yang merugikan masyarakan sulawesi Tengah  Jatuhnya kewibawaan pemerintah daerah di mata masyarakat Sulawesi Tengah  Hilangnya sikap demokratis dan penghormatan terhadap perbedaan pendapat masing-masing kelompok kepentingan.  Munculnya perasaan dendam dari korban-korban kerusuhan terhadap pelaku kerusuhan. pemerkosaan dan penganiayaan terhadap anak serta orang tua dan pelecehan seksual.  Tidak dapat dipertahankan nilai-nilai kemanusiaan akibat terjadi kejahatan terhadap manusia seperti pembunuhan.

Bentuk Penyelesaian Konflik Poso Untuk menyelesaikan konflik di Poso. seperti sawah. telah dilakukan Deklarasi Malino untuk Poso (dikenal pula sebagai Deklarasi Malino I). Menghentikan semua bentuk konflik dan perselisihan. hotel dan lain sebagainya. Lepas dan hilangnya faktor dan sumber produksi ekonomi masyarakat. Menaati semua bentuk dan upaya penegakan hukum dan mendukung pemberian sanksi hukum bagi siapa saja yang melanggar. 4. Terdapat 10 poin dalam kesepakatan tersebut yakni: 1. rumah makan. tanaman kebun.     Terhentinya roda perekonomian. Munculnya pengangguran dan kelangkaan kesempatan kerja Banyaknya Korban Yan Berjatuhan Kemiskinan merajalela C. traktor tangan. sejarah Page 10 . 2. Deklarasi itu ditandatangani pada 20 Desember 2001 oleh 24 anggota delegasi Kelompok Kristen (merah) dan 25 anggota dari delegasi Kelompok Islam (putih). 3. Untuk menjaga terciptanya suasana damai menolak memberlakukan keadaan darurat sipil serta campur tangan pihak asing. mesin gilingan padi. Meminta aparat negara bertindak tegas dan adil untuk menjaga keamanan.

kekerasan di Poso masih kerap terjadi. Setelah Deklarasi Malino untuk Poso diberlakukan. upaya mengadu domba yang dapat dilihat melalui penembakan-penembakan misterius. peledakan bom. Menjalankan syariat agama masing-masing dengan cara dan prinsip saling menghormati dan menaati segala aturan yang telah disetujui baik dalam bentuk UU maupun dalam peraturan pemerintah dan ketentuan lainnya. konflik terbuka antarkelompok di Poso berhasil dihentikan sementara. 10. 6. bahkan dengan tulisan-tulisan di dinding rumah penduduk yang sifatnya provokasi. Pada 2002 hingga 2005 telah terjadi setidaknya 10 kali terror bom yang sejarah Page 11 . Bersama pemerintah melakukan rehabilitasi sarana dan prasarana ekonomi secara menyeluruh. 7. Berbagai kasus bermunculan seperti terror. Karena itu. Tanah Poso adalah bagian integral dari Indonesia.5. 8. Semua hak-hak dan kepemilikan harus dikembalikan ke pemiliknya yang sah sebagaimana adanya sebelum konflik dan perselisihan berlangsung. setiap warga negara memiliki hak untuk hidup. datang dan tinggal secara damai dan menghormati adat istiadat setempat. Menghilangkan seluruh fitnah dan ketidakjujuran terhadap semua pihak dan menegakkan sikap saling menghormati dan memaafkan satu sama lain demi terciptanya kerukunan hidup bersama. pembunuhan. 9. Mengembalikan seluruh pengungsi ke tempat asal masing-masing. Namun dalam perjalanannya.

Attitude (A). Ada 14 Satuan Setingkat Kompi (SSK) aparat TNI dan Polri diterjunkan untuk mengamankan Poso. Pengeboman di antaranya terjadi pada 28 Mei 2002 di Pasar Sentral Poso dan pada 5 Juni 2002 di sebuah bus umum. Peristiwa-peritiwa tersebut kembali menimbulkan rasa trauma. Bertambahnya pasukan keamanan yang dikirim ke Poso dalam batas tertentu belum menyebabkan de-eskalasi konflik. Kontradiksi (contradiction). saling curiga dan meningkatkan sensitivitas di tingkat masyarakat. Pada April hingga Juni 2000. PO Antariksa jurusan Palu – Tentena. Konflik Poso bisa dilihat dari perspektif teori ABC Galtung. di mana konflik dapat dilihat sebagai segitiga vertikal Contradiction (C). Kecurigaan dari etnik yang berkonflik kepada aparat keamanan justru diyakini sebagai aktor baru dalam konflik. sejarah Page 12 . Penempatan pasukan keamanan dilakukan untuk menjaga keamanan di Poso. merujuk pada sesuatu yang tersembunyi dan berada di bawah situasi konflik. namun sebaliknya justru menjadi pemicu eskalasi konflik itu sendiri.merenggut puluhan nyawa. Faktor pertama adalah attitude baik dari etnik yang berkonflik dengan aparat keamanan. Polda Sulteng mulai menggelar operasi keamanan bertitel Operasi Sadar Maleo. termasuk kenyataan ataupun persepsi tentang ketidaksejajaran tujuan (incompatibility of goals) diantara para pihak di dalam konflik. Operasi digelar hingga lima tahap ini efektif dimulai 1 Juli 2000. dan Behavior (B).

hingga berakhirnya operasi tersebut pada 10 Desember 2001. Sesuai Deklarasi Malino. setelah dilakukan monitoring. Bahkan sering kali hal itu menimbulkan peningkatan eskalasi konflik di masyarakat lantaran aparat keamanan justru menjadi pelaku kekerasan berupa pemukulan. dan stigmatisasi terorisme kepada warga. pencurian. hasil yang dicapai belum optimal. pembakaran rumah warga. sejarah Page 13 . operasi tersebut tidak mampu mengurangi angka kekerasan yang terjadi di Poso. Namun dalam perjalanannya operasi tersebut terus diperpanjang hingga 7 kali pada tahun 2005 tanpa evaluasi yang menyeluruh atas operasi sebelumnya. kekerasan terhadap perempuan. mulai 1 Juli hingga 30 September 2002 dengan sandi Sintuwu Maroso-1. penculikan. penangkapan sewenang-wenang disertai penyiksaan.Kodam VII Wirabuana. pasukan keamanan ditingkatkan menjadi 23 SSK. Pada 17 Juni 2002. penembakan. pemulihan keamanan dengan operasi terpusat tersebut semestinya berakhir 30 Juni 2002. Namun serangkaian penyerangan. analisa dan evaluasi (monev). dan pembunuhah masih saja terjadi. komando daerah militer yang membawahi Komando Resort Militer se-Sulawesi. Meski diperpanjang beberapa kali. juga menggelar Operasi Cinta Damai. diputuskan Opslihkam Sintuwu Maroso tetap dilanjutkan selama tiga bulan dengan operasi kemandirian wilayah. Saat Poso belum aman juga. Meski sempat menekan letupan pertikaian. Hingga akhirnya digelar Operasi Pemulihan Keamanan Terpadu di Poso dengan sandi Operasi Sintuvu Maroso pada Desember 2001.

Pada peristiwa kekerasan yang terjadi di Poso pada Desember 1998 dan April 2000. Penyerangan yang dilakukan oleh kedua pihak yang berkonflik masih menggunakan senjata tajam. ancaman bom. Pola ini terus berlanjut hingga Deklarasi Malino. senjata tajam. Perang terbuka kerap terjadi dengan melibatkan pasukan dalam jumlah besar. selain bom dan senjata tajam tetap terjadi. Serangan tersebut melibatkan massa kedua pihak berjumlah ratusan hingga ribuan. dan senjata rakitan dalam jumlah amat terbatas. serangan antarkomunitas terjadi secara terbuka dengan melibatkan massa ribuan. pembunuhan. Serangan dilakukan kapan saja oleh para penyerang yang tidak berusaha menyembunyikan identitasnya. Penggunaan senjata api rakitan dan organik. Hal itu dikarenakan aparat keamanan telah menarik sejumlah senjata yang dimiliki pihak-pihak yang bertikai.Hal itu lantas berimbas ke dalam behavior (B) dari bingkai konflik di Poso. penyerangan) yang terjadi bersifat misterius lantaran dilakukan pada malam hari oleh orang-orangyang menyembunyikan identitasnya. selain senjata api organik. Setelah Deklarasi Malino. Lalu pada peristiwa Poso Mei-Juni 2000. Konflik etnik yang awalnya menggunakan senjata seadanya kemudian mengalami eskalasi cukup signifikan karena bertambahnya peredaran senjata baik rakitan ataupun organik sebagai akibat meluasnya konflik. kekerasan (pengeboman. tetapi pemakaian senjata rakitan kian marak. pola penyerangan antarkomunitas berlangsung terbuka. sejarah Page 14 . senapan angin. bom ikan. Massa yang berkonflik menggunakan batu.

politik. Apalagi terjadi kesenjangan sosial yang semakin melebar dan ketidakadilan terutama terkait marjinalisasi politik antara penduduk asli dengan pendatang. Meningkatnya ekskalasi konflik di Poso juga tidak bisa dilepaskan dari persoalan contradiction (C).Terkait kepemilikan senjata. Karena itu apa yang diinginkan oleh pihak-pihak yang bertikai serta akar sejarah Page 15 . hal itu sepertinya menjadi sebuah keharusan bagi setiap pihak yang berkonflik untuk bisa meningkatkan preferensi rasa aman. Para provokator yang tidak menginginkan perdamaian di tanah Poso sengaja menghembuskan isu yang sensitif dan mengundang emosi yakni etnis dan agama. atau rekayasa elite. Dengan memiliki senjata berarti akan bisa segera melakukan pembalasan apabila kelompoknya diserang oleh kelompok lainnya. Apalagi kebanyakan masyarakat Poso memiliki tingkat intelektualitas yang relatif rendah sehingga mudah terprovokasi. Terlalu banyaknya rumor yang berkembang sekitar konflik Poso menyebabkan arah konflik menjadi serba tidak jelas. bersintesis dengan konflik ekonomi. Apakah konflik yang terjadi karena agama murni. Penyelesaian konflik di Poso yang dilakukan oleh pemerintah selama ini lebih mengedepankan pendekatan keamanan daripada komunikasi. Tidak heran senjata yang dimiliki pihak bertikai semakin banyak sejak konflik mencuat di Poso. Penyebab konflik seolah kabur. selalu berseliweran di tengah publik Poso.

bahasa. Sintuwu juga mengandung pengertian adanya nasialapale atau keterbukaan dalam keterbukaan menerima keyakinan agama. Agar keamanan di Poso bersifat permanen. Sintuwu adalah mufakat bersama untuk melakukan suatu kegiatan secara bersama-sama. Nilai kearifan lokal yang dikenal masyarakat Poso. Sintuwu. Selain itu perlu pendekatan budaya mengingat Poso adalah daerah yang sangat heterogen. Akhirnya yang terjadi situasi keamanan di Poso bersifat fluktuatif. Dengan memegang nilai sintuwu maka masyarakat Poso bisa bekerjasama dengan penuh kekeluargaan dalam rasa kebersamaan satu komuniti. rasa solidaritas dan kekeluargaan yang meningkat sejarah Page 16 . Terlebih sebelumnya. perlu dilakukan mediasi kedua pihak yang bertikai yakni masyarakat beragama Islam dengan yang beragama Kristen. nilai kearifan lokal ini seolah luntur dan dilupakan. adat istiadat yang berbeda. masyarakat di Poso baik yang asli maupun pendatang hidup berdampingan dengan damai dengan mengusung nilai-nilai kearifan lokal. perlu dipupuk dan diperkenalkan kepada generasi muda setempat. Kegiatan bersama dalam konteks sosial dan agama ini disebut sebagai Mesale atau rasa tangungjawab sosial dalam membantu anggota masyarakat yang lain melakukan tugasnya. Karena konflik yang terjadi sejak 1998 di Poso.penyebab konflik tidak pernah tersentuh. dan dimediatori oleh pemerintah pusat sebagai pihak yang netral.

konflik yang tertahan pun mencuat. begitu Orde Baru jatuh. Apabila nilai ini dikembangkan sebagai bagian dari penyelesaian konflik di Poso maka perdamaian abadi akan bisa diwujudkan. etnik. Sehingga keadilan dan kesetaraan di bidang politik. tanpa disadari telah menciptakan building block yang mengganggu harmoni kohesi dan interrelasi sosial. serta rasa simpatik dan penghargaan antar sesama. sosial budaya. dan ekonomi antara masyarakat asli dan pendatang tidak bisa terwujud. Kearifan lokal Poso lain yang bisa dimaksimalkan adalah tradisi padungku yang merupakan bentuk kesyukuran atas nikmat dan rezeki yang telah diberikan oleh Tuhan. Selain itu terkandung makna membetulungi dan mombepelae atau kepedulian sosial yaitu semangat saling membantu dan bahu membahu. Karena itu.diantara sesama warga. Sehingga tidak seharusnya pendekatan budaya lokal dipidahkan dari upaya menyelesaikan konflik yang terjadi pada masyarakat yang heterogen seperti di Poso. Keragaman agama. sejarah Page 17 . Hal ini sebenarnya merupakan akibat dari sistem otoritarian Orde Baru yang tidak merancang kerukunan dan kedamaian antar etnis dan agama dengan basis keragaman melainkan dengan basis keseregaman. Padahal nilai kearifan lokal adalah bagian penting kehidupan sehari-hari masyarakat. Nilai-nilai kearifan lokal semacam itulah yang dilupakan pemerintah ketika melakukan proses perdamaian di Poso. dan budaya.

Politik. Pendapat mengenai akar dari masalah yang bertumpu pada subsistem budaya dalam hal ini menyangkut soal suku dan agama. secara psikologis juga bendampak besar bagi mereka yang mengalami kerusuhan itu. Ekonomi. jawa.BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan pemaparan pembahasan sebelumnya maka dengan ini saya menarik suatu kesimpulan mengenai konflik sosial yang terjadi di poso adalah berawal dari konflik individu yang dalam masyarakat yang secara dinamis tidak dapat dipisahkan dan bertalian satu sama lain. Hukum. Blum lagi kurang adanya keadilan dimana ada sebagian masyarakat yang merasa di diskriminasi. gorontalo. ada juga masalah politik dimana penguasaan struktur pemerintahan oleh satu pihak dalam arti tidak ada keseimbangan jabatan dalam pemerintahan. selain kehilangan nyawa dan harta benda. Konflik sosial yang terjadi di poso ini sangat berdampak pada masyarakat khususnya masyarakat poso itu sendiri. dan kaili. Cara yang mesti kita lakukan adalah melakukan kerja sama mulai dari kalangan pengusaha hingga tingkat mahasiswa harus ikut berperan menangani konflik yang terjadi di Poso dengan melakukan tindakan nyata sejarah Page 18 . Mulai dari segi Budaya. Serta masalah tentang karena adanya kesenjangan sosial dan kesenjangan pendapatan antara panduduk asli poso dan kaum pendatang seperti bugis.

Yang merupakan salah salah satu tragedi nasional. Penulis juga berharap agar dalam penyelesaian masalah konflik sosial di poso ada kerja sama dari semua pihak tanpa ada rasa memihak satu kelompok 4. baik penduduk asli maupun para pendatang B. sejarah Page 19 . 2. yang tentunya sangat merugikan khususnya bagi para penduduk Poso sendiri. ekonom.agar masyarakat setempat tidak hanya terfokus pada masalah politik. Penulis berharap agar pembina dapat memberi waktu yang lebih banyak agar makalahnya lebih efektif. Saran 1. “Jangan hanya bergantung pada aparat keamanan. Penulis sangat mengharapkan saran yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan penulisan ini di masa akan datang. Konflik ini juga menyebabkan dampak diberbagai bidang. anggota masyarakat. mahasiswa harus bersatu membangun secara paralel. budayawan. 3. Penulis berharap dengan adanya makalah ini dapat menambah wawasan kita mengenai konflik sosial yang terjadi di poso. Tetapi pengusaha.

html http://www.com sejarah Page 20 .com/makalah-konflik-sosial-poso-pdf-d339633350 hidupologi.html ebookbrowse.com/2011/03/makalah-sejarah-sosial.com/2009/03/konflik-poso.blogspot.com/2012/01/penyebab-konflik-poso.html http://hery15061993.DAFTAR PUSTAKA .scribd.com/doc/67275792/poso http://qinqinluvoz.blogspot. http://konflikposo.blogspot.blogspot.