BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Latar belakang pembuatan makalah tentang kalimat adalah selain untuk memenuhi tugas Bahasa Indonesia juga untuk menambah wawasan pengetahuan mengenai kalimat, yang bersangkutan dengan pengertiannya, jenis-jenis kalimat dan lain sebagainya.

B. Tujuan Dalam setiap pekerjaan pasti memiliki tujuan masing-masing, begitu pula dengan pembuatan makalah ini, memiliki beberapa tujuan, diantaranya : 1. Untuk memenuhi tugas bahasa Indonesia. 2. Menambah wawasan dan ilmu pengetahuan.

C. Batasan-batasan Masalah Agar pembahasan tentang kalimat ini tidak berbelit-belit dan akan menuju ke arah yang tidak berkepentingan, maka diberi lah batasan-batasan masalah, diantaranya :

1. Pengertian kalimat 2. Jenis-jenis kalimat

BAB II ISI

A. Pengertian Kalimat
Kalimat adalah satuan bahasa yang mengandung pikiran lengkap. Sebuah kalimat paling kurang mengandung subjek dan predikat. Kalimat dalam wujud lisan diucapkan dengan suara naik turun, dan keras lembut,disela jeda, dan diakhiri dengan intonasi akhir. Dalam wujud tulisan

berhuruf latin kalimat dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik. (.), tanda tanya (?) dan tanda seru (!). Susilo (1990:2) mengemukakan lima ciri kalimat bahasa Indonesia kelima ciri tesebut ialah: bermakna, bersistem urutan frase, dapat berdiri sendiri dalam hubungannya dengan kalimat yang lain, berjeda dan berhenti dengan berakhirnya intonasi. Namun hal itu belum menjamin bahwa kalimat itu ialah kalimat bahasa Indonesia baku. Contoh kalimat: di tempat itu dijadidkan tempat pertemuan bagi pihak yang bertikai di Poso. Kalimat ini bukanlah kalimat baku meskipun memiliki kelima ciri kalimat diatas. Hal itu karena tidak terlihat unsur subjek di dalam kalimat tersebut. Ciri kalimat baku menurut Susilo (1990:4), yaitu: gramatikal, masuk akal, bebas dari unsur mubazir, bebas dari kontaminasi, bebas dari interfensi, sesuai dengan ejaan yang berlaku dan sesuai dengan lafal bahasa Indonesia.

B. Pengertian SPOK
Setiap kalimat memiliki unsur penyusun kalimat. Gabungan dari unsur-unsur kalimat akan membentuk kalimat yang mengandung arti. Unsur-unsur inti kalimat antara lain SPOK :

a. Subjek / Subyek (S) Subjek atau pokok kalimat merupakan unsur utama kalimat. Subjek menentukan kejelasan makna kalimat. Penempatan subjek yang tidak tepat, dapat mengaburkan makna kalimat. Keberadaan subjek dalam kalimat berfungsi: (1) membentuk kalimat dasar, kalimat luas, kalimat tunggal, kalimat majemuk, (2) memperjelas makna, (3) menjadi pokok pikiran, (4) menegaskan makna, (5) memperjelas pikiran ungkapan, (6) membentuk kesatuan pikiran.

Ciri-ciri subjek: 1. jawaban apa atau siapa 2. didahului kata bahwa

3. berupa kata atau frasa benda (nomina) 4. disertai dengan kata ini atau itu 5. disertai pewatas yang 6. kata sifat didahului kata si atau sang: si cantik, si hitam, sang perkasa 7. tidak didahului preposisi: di, dalam, pada, kepada, bagi, untuk, dari, menurut, berdasarkan, dan lain-lain. 8. tidak dapat diingkarkan dengan kata tidak, tetapi dapat dengan kata bukan.  Contoh Subjek : Jawaban atas Pertanyaan Apa atau Siapa kepada Predikat. 1. Hadi memelihara binatang Siapa memelihara? Jawab : Hadi. (maka Hadia adalah Subjek (S)

2. Meja itu dibeli oleh paman. Apa dibeli ? = jawab Meja

3. Biasanya disertai kata itu,ini,dan yang (yang ,ini,dan itu juga sebagai pembatas antara subyek dan predikat). Anak itu membawa bukuku S b. Predikat (P) Predikat adalah bagian yang memberi keterangan tentang sesuatu yang berdiri sendiri atau subjek itu. Memberi keterangan tentang sesuatu yang berdiri sendiri tentulah menyatakan apa yang dikerjakan atau dalam keadaan apakah subjek itu. Oleh karena itu, biasanya predikat terjadi dari kata kerja atau kata keadaan .Kita selalu dapat bertanya dengan memakai kata tanya mengapa, artinya dalam keadaan apa, bagaimana, atau mengerjakan apa?. Ciri-ciri predikat: 1. jawaban mengapa, bagaimana 2. dapat diingkarkan dengan tidak atau bukan P

seharusnya. kata sifat atau bilangan. ialah. jawaban apa atau siapa yang terletak di belakang predikat transitif 5. Kehadiran objek dalam kalimat bergantung pada jenis predikat kalimat serta ciri khas objek itu sendiri. . (2) memperjelas makna kalimat (3) membentuk kesatuan atau kelengkapan pikiran. misalnya: mengambili. mengikuti secara langsung di belakang predikat transitif 4. seyogyanya. Objek (O) Subjek dan predikat cenderung muncul secara eksplisit dalam kalimat. Ciri-ciri objek: 1. Predikat kalimat yang berstatus transitif mempunyai objek. tidak didahului kata depan 3. selalu. me-i. Biasanya. namun objek tidaklah demikian halnya. misalnya: mengembalikan. berupa kata benda 2. atau me-i. mesti. predikat ini berupa kata kerja berkonfiks me-kan. dan lain-lain 5. Dalam kalimat. hampir 4. jika didahului yang predikat berubah fungsi menjadi perluasan subjek 6.3. predikat dapat berupa kata benda. tidak didahului kata yang. sedang. melempari. seudah. didahului kata adalah. kata kerja. mendekati. yaitu. dapat menduduki fungsi subjek apabila kalimat itu dipasifkan. yakni 7. mengumpulkan. objek berfungsi: (1) membentuk kalimat dasar pada kalimat berpredikat transitif. dapat didahului keterangan aspek: akan. selayaknya. c. dapat didahului keterangan modalitas: sebaiknya.

. dan tujuan. Keterangan dapat menempati posisi di awal atau akhir kalimat. siang. seperti ketika. Keterangan Tempat Keterangan tempat berupa frasa yang menyatakan tempat yang ditandai oleh preposisi. Keterangan yang berupa anak kalimat ditandai dengan kata penghubung. hari Senin. meskipun. dan minggu depan. seperti setelah. jika. Keterangan yang berupa kata adalah kata-kata yang menyatakan waktu. atau di antara subjek dan predikat. • Tidak Terikat Posisi Di dalam kalimat. 2. Keterangan Waktu Keterangan waktu dapat berupa kata. besok. dan sehingga. pada. sesaat.d. sesudah. seperti kemarin. supaya. Keterangan (K) Keterangan merupakan unsur kalimat yang memberikan informasi lebih lanjut tentang suatu yang dinyatakan dalam kalimat. dan pelengkap. terhadap. Keterangan yang berupa frasa ditandai oleh preposisi. keterangan merupakan unsur kalimat yang memiliki kebebasan tempat. dari.  Berikut ini beberapa ciri unsur keterangan. waktu. • Bukan Unsur Utama Berbeda dari subjek. memberi informasi tentang tempat. objek. frasa. dan ketika. dan malam. karena. Keterangan waktu yang berupa anak kalimat ditandai oleh konjungtor yang menyatakan waktu. dan dalam. seperti kemarin pagi. sebab. keterangan merupakan unsur tambahan yang kehadirannya dalam struktur dasar kebanyakan tidak bersifat wajib. oleh. 1. tentang. atau anak kalimat. frasa. kepada. dalam. predikat. kini. sebelum. saat. cara. pada. seperti di. atau anak kalimat. 7 Mei. misalnya. lusa.  Jenis Keterangan Keterangan dibedakan berdasarkan perannya di dalam kalimat. ke. Keterangan ini dapat berupa kata. dan untuk. sekarang. sewaktu. seperti di. Keterangan waktu yang berupa frasa merupakan untaian kata yang menyatakan waktu.

. Keterangan cara yang berupa kata ulang merupakan perulangan adjektiva. Keterangan Tujuan Keterangan ini berupa frasa atau anak kalimat. Terakhir. Keterangan tujuan yang berupa frasa ditandai oleh kata untuk atau demi. Keterangan Cara Keterangan cara dapat berupa kata ulang. subjek atau objek. atau untuk. keterangan cara yang berupa anak kalimat ditandai oleh kata dengan dan dalam. keterangan ini diapit tanda koma. Seperti contoh berikut. agar. mahasiswa tingkat lima. Keterangan Sebab Keterangan sebab berupa frasa atau anak kalimat. Keterangan aposisi dapat menggantikan unsur yang diterangkan. Bu Erwin. misalnya. Keterangan tambahan (tercetak miring) itu tidak dapat menggantikan unsur yang diterangkan yaitu kata Siswanto. 5. Keterangan Aposisi Keterangan aposisi memberi penjelasan nomina. atau tanda kurang.3. atau anak kalimat yang menyatakan cara. Keterangan Tambahan Keterangan tambahan memberi penjelasan nomina (subjek ataupun objek). tetapi berbeda dari keterangan aposisi. Keterangan sebab yang berupa anak kalimat ditandai oleh konjungtor karena atau lantaran. Jika ditulis. 4. Perhatikan contoh berikut. tanda pisah (--). • Dosen saya. Keterangan sebab yang berupa frasa ditandai oleh kata karena atau lantaran yang diikuti oleh nomina atau frasa nomina. frasa. • Siswanto. sedangkan keterangan tujuan yang berupa anak kalimat ditandai oleh konjungtor supaya. Keterangan cara yang berupa frasa ditandai oleh kata dengan atau secara. terpilih sebagai dosen teladan. 6. sedangkan keterangan tambahan tidak dapat menggantikan unsur yang diterangkan. 7. mendapat beasiswa.

objeklah yang menjadi subjek kalimat pasif. Jika keterangan tambahan dapat ditiadakan. Keterangan Pewatas Keterangan pewatas memberikan pembatas nomina. objek. Bersenjatakan apa ? jawab parang ( maka parang sebagai pelengkap ) b. objek langsung di belakang predikat. Budi membaca buku. a) Diah mengirimi saya buku baru. Jika terdapat objek dan pelengkap dalam kalimat aktif. Pelengkap (Pel) Perbedaannya terletak pada kalimat pasif. Pelengkap tidak menjadi subjek dalam kalimat pasif. melainkan hanya mahasiswa yang mempunyai IP tiga lebih. Contohnya sebagai berikut. • Mahasiswa yang mempunyai IP tiga lebih mendapat beasiswa. yaitu objek. Hasil jawaban dari predikat dengan pertanyaan apa. Di Belakang Predikat Ciri ini sama dengan objek. atau pelengkap. Pemuda itu bersenjatakan parang.8. subjek. sepeda baru di atas berfungsi sebagai pelengkap dan tidak mendahului predikat. predikat. misalnya. Contoh : a. keterangan. Contoh diatas menjelaskan bahwa bukan semua mahasiswa yang mendapat beasiswa. b) Mereka membelikan ayahnya sepeda baru. e. Unsur kalimat buku baru. bukan pelengkap. Contohnya terdapat pada kalimat berikut. Berikut ciri-ciri pelengkap. . keterangan pewatas tidak dapat ditiadakan. Perbedaannya. Kata parang adalah pelengkap. sedangkan pelengkap masih dapat disisipi unsur lain.

KB + KK 2. KB1 + KK + KB2 + KB3 7. : Mereka menonton film.  1. tanda seru atau anda tanya di akhir kutipan. Jenis-jenis Kalimat 1. : Tinggalnya di Palembang. • Masukkan tanda petik penutup di akhir kutipan. Kalimat berdasarkan pengucapan a) Kalimat langsung adalah kalimat yang secara cermat menirukan ucapan orang. Kalimat ini biasanya ditandai dengan tanda petik dua (―….‖) dan Intonasi dari bagian kutipan bernada lebih tinggi dari bagian lainnya. KB + (KD + KB) 5. KB1 + KB2 : Mahasiswa berdiskusi. : Dosen itu ramah. KB + KS 3. pola kalimat dasar dalam bahasa Indonesia adalah sebagai berikut: 1. : Rustam peneliti. masukkan tanda petik pembuka dan tulis kutipannya diawali dengan huruf besar. Ciri-ciri kalimat langsung : Susunan kutipan-pengiring • Bila kutipan ada di awal kalimat. Ketujuh pola kalimat dasar ini dapat diperluas dengan berbagai keterangan dan dapat pula polapola dasar itu digabung-gabungkan sehingga kalimat menjadi luas dan kompleks. KB1 + KK + KB2 6. • Ikuti dengan spasi.Membaca apa ? jawab buku (buku sebagai obyek karena dapat menempati Subyek) C. KB + KBil 4. : Harga buku itu sepuluh ribu rupiah. • Tambahkan tanda titik. : Paman mencarikan saya pekerjaan. . D. Kalimat langsung juga dapat diartikan kalimat yang memberitakan bagaimana ucapan dari orang lain (orang ketiga) dengan lngsung menirukan. mengutip atau mengulang kembali ujaran dari sumber tersebut. Pola Kalimat Dasar Berdasarkan penelitian para ahli.

tanda seru atau anda tanya di akhir kutipan.dsb).untuk. • Akhiri pengiring dengan tanda titik. berkata tugas(bahwa. ―Suruh kedua wanita itu menghadapku!‖ 3. tuliskan pengiringnya dulu seperti menulis kalimat biasa. • Masukkan tanda petik penutup di akhir kutipan. . Susunan kutipan.supaya. Intonasi mendatar dan menurun pada akhir kalimat  Ciri-ciri Kalimat Tak Langsung 1. • Masukkan tanda petik penutup di akhir kutipan. • Selipkan tanda koma sebelum menambahkan kutipan. • Tambahkan tanda titik. kata ganti orang ke-1 menjadi orang ke-3.‖ b) Kalimat tak langsung adalah kalimat yang menceritakan kembali ucapan atau perkataan orang lain.• Masukkan pengiring tanpa diselipkan tanda koma dan huruf besar. • Masukkan tanda petik pembuka dan awali kutipan dengan huruf besar. Susunan pengiring-kutipan • Bila kutipan ada di akhir kalimat. pengiring dan kutipan lagi. tanda seru atau anda tanya di akhir kutipan. • Ulang cara menulis kalimat langsung yang susunannya pengiring-kutipan. kata ganti orang ke-2 menjadi orang ke-1. • Tambahkan tanda titik. Contoh: Ratu Gading Mas tidak tahu apa yang harus dia lakukan 2.  Contoh : ―Apa yang harus ku lakukan?‖ gumam Ratu Gading Mas.sebab.  Contoh : ―Tunggu!‖ teriak penasehat ratu. tetapi jangan taruh tanda titik di belakang pengiring.  Contoh : Lalu Ratu berkata kepada pengawalnya. Kalimat tak langsung tidak ditandai lagi dengan tanda petik dua.tentang. ―lebih baik kita selidiki dulu masalahnya. 2. • Taruh tanda koma di belakang pengiring. • Selipkan spasi. • Selipkan spasi • Masukkan tanda petik pembuka dan tetapi jangan awali kutipan dengan huruf besar.agar.

yaitu:  Kalimat Nominal yaitu jenis kalimat yang pola predikatnya menggunakan kata benda. .  Kalimat Verbal yaitu jenis kalimat yang menggunakan kata kerja sebagai predikatnya. sesuai dengan isinya. dll. Kalimat berdasarkan jumlah frasa (struktur gramatikalnya) a) Kalimat tunggal ialah kalimat yang hanya memiliki satu pola (klausa). Contoh: Saya sedang mandi. Kalimat tunggal yang sederhana ini dapat ditelusuri berdasarkan pola-pola pembentukannya. S P KB + KBil (kata benda + kata bilangan) Contoh: Apel itu ada dua buah. Dua jenis kalimat tunggal diatas dapat dikembangkan dengan menambahkan kata pada tiap unsur-unsurnya. kata ganti orang ke-2 jamak atau kita menjadi kami atau mereka. 2. Keterangan tempat misalnya: disini. Contoh: Adik perempuan saya ada dua orang. di daerah ini. lewat jalan itu. yang terdiri dari subjek dan predikat. Pola-pola kalimat dasar yang dimaksud adalah sebagai berikut : KB + KK (kata benda + kata kerja) Contoh: Ibu memasak S P KB + KS (kata benda + kata sifat) Contoh: Anak itu sangat rajin. Kalimat tunggal merupakan kalimat yang paling sederhana. Dengan adanya penambahan tiap unsur-unsur itu.Contoh: Ia menyuruh pengawalnya untuk membawa kedua wanita itu masuk. Perluasan kalimat tunggal itu terdiri atas: 1. unsur utama masih dapat dengan mudah dikenali. S P Kalimat tunggal terdiri dari 2 jenis. Contoh: Penasehat ratu menyuruh pengawal itu untuk menunggu dan menyarankan agar mereka menanyakan dulu sebabnya. 3.

pukul. mungkin. Keterangan sebab misalnya: karena rajin. Contoh: Prakarya itu dibuat dengan hati-hati. Keterangan modalitas misalnya: harus. Contoh: Saya harus giat berlatih. Keterangan waktu misalnya: setiap hari. dll. 3. secepat mungkin. karena panik. dll. Keterangan tujuan misalnya: untuk dirinya. 8. Keterangan aspek misalnya: akan. dll. 2. Keterangan tujuan (ket. 5. Struktur kalimat majemuk terdiri dari dua atau lebih kalimat tunggal yang saling berhubungan baik secara kordinasi maupun subordinasi. Keterangan cara misalnya: dengan hati-hati. lusa. Keterangan alat misalnya: dengan baju. 9. barangkali. sudah. 10. dengan sepatu. dll. kemaren. Contoh: Dia lulus ujian karena rajin belajar. Perluasan kalimat yang menjadi frasa contoh: orang itu menerima predikat guru teladan. 4. Contohnya: Dia pergi dengan sepeda motor. dll. tahun ini.30 pagi. dengan motor. 7.dll Contoh: Orang itu membuat dirinya terlihat menawan. 6. dan kedudukan tiap kalimat tunggal itu ialah setara baik secara struktur maupun makna kalimat . sedang. b) Kalimat majemuk adalah kalimat yang terdiri dari beberapa kalimat dasar. Contoh: Aktifitasnya dimulai pukul 08. taufik Hidayat. dan telah.Contoh: Rumahnya ada di daerah ini. untuk semua orang. yang sifatnya menggantikan) contoh: penerima medali emas. Contoh: Dia sudah menyelesaikannya. Kalimat majemuk dapat dibedakan atas 3 jenis:  Kalimat Majemuk Setara (KMS) adalah kalimat yang terdiri dari 2 atau lebih kalimat tunggal. tahun depan.

"Dia tidak membuat makanan itu namun hanya menyiapkannya untuk para tamu. "Ibu memasak didapur sedangkan saya membersihkan rumah." . ―namun‖."." o Kalimat majemuk setara pertentangan ialah jenis kalimat majemuk yang dihubungkan dengan kata ―tetapi‖. Kalimat majemuk setara dapat dikelompokkan kedalam beberapa bagian. hubungan kedua kalimat tersebut akan berubah. dia minum. Kedua kalimat tersebut memiliki kedudukan yang sama di dalam kalimat majemuk setara. ―sedangkan‖. Konjungsi yang cocok adalah lalu. atau kemudian. "Murid-murid membuat prakarya itu serta memajangnya di pameran.". lantas. Peranan konjungsi adalah menyatakan hugungan antarkalimat dasar di dalam kalimat majemuk. Contoh: Saya makan. Struktur kalimat yang di dalamnya terdapat sekurang-kurangnya dua kalimat dasar dan masing-masing dapat berdiri sebagai kalimat tunggal. yaitu: o Kalimat majemuk setara penggabungan ialah jenis kalimat yang dapat diidentifikasi dengan adanya kalimat yang dihubungkan dengan kata ―dan‖ atau ―serta‖.". 1a) Saya makan lalu dia minum. tetapi dia minum. tetapi nilainya selalu merah. 1b) Saya makan. terus. Demikian juga. jika kalimat dasar b) ditiadakan. ―melainkan‖.itu. konjungsi mempunyai peranan yang penting dalam kalimat majemuk. Jika kalimat a) ditiadakan. Hubungan kedua kalimat dasar dalam kalimat majemuk setara tersebut tidak tampak jelas karena tidak digunakan konjungsi di antara kedua kalimat dasar tersebut. Hubungan kalimat yang semula hubungan urutan peristiwa akan berubah menjadi hubungan pertentangan. Contoh: "Anak itu rajin datang kesekolah. kalimat b) masih dapat berdiri sendiri dan tidak tergantung baik dari segi struktur maupun makna kalimat. Jadi. kalimat dasar b) masih dapat berdiri sendiri sebagai kalimat tunggal. Hubungan yang paling dekat dengan makna kalimat majemuk setara tersebut adalah hubungan urutan peristiwa. "Yang membuat prakarya itu bukan adiknya melainkan kakaknya yang membuat prakarya itu. Kalimat tersebut terdiri dari dua kalimat dasar yaitu a) Saya makan dan b) Dia minum. Jika konjungsi kalimat itu diganti dengan kata tetapi.". Contoh: "Aku menulis surat itu dan Dia yang mengirimnya ke kantor pos.

Contoh: "Dia tidak hanya pandai bermain alat musik." o Kalimat majemuk setara penguatan ialah jenis kalimat yang mengalami penguatan dengan menambahkan kata ―bahkan‖. sedangkan induk kalimat tidak didahului konjungsi. Kalimat majemuk bertingkat mengandung satu kalimat dasar yang merupakan inti (utama) dan satu atau beberapa kalimat dasar yang berfungsi sebagai pengisi salah satu unsur kalimat itu. dan sehingga. 1) Kemandirian sebagai Kalimat Tunggal Induk kalimat mempunyai ciri dapat berdiri sendiri sebagai kalimat mandiri. Anak kalimat timbul akibat perluasan pola yang terdapat pada induk kalimat.o Kalimat majemuk setara pemilihan ialah jenis kalimat majemuk yang didalam kalimatnya dihubungkan dengan kata ―atau‖. Saya membaca buku ketika dia datang. anak kalimat ditandai oleh adanya konjungsi. Kalimat (a) dapat berdiri sendiri. meskipun. supaya."  Kalimat Majemuk Bertingkat(KMB) adalah penggabungan dua kalimat atau lebih kalimat tunggal yang kedudukannya berbeda. sedangkan kalimat (b) tidak. sedangkan anak kalimat tidak dapat berdiri sebagai kalimat tanpa induk kalimat. Jika konjungsi dipindahkan di awal kalimat itu. a) Hujan turun selama tiga hari tiada henti-hentinya. akan terjadi perubahan baik struktur maupun informasi. dia bahkan pandai bernyanyi. Di dalam kalimat majemuk bertingkat terdapat unsur induk kalimat dan anak kalimat. Hal ini tampak pada contoh berikut. Konjungsi yang digunakan dalam kalimat majemuk bertingkat adalah ketika. o Induk Kalimat dan Anak Kalimat Perbedaan induk kalimat dan anak kalimat dapat dilihat berdasarkan tiga kategori . Contoh" "Dia bingung memilih antara buah apel atau buah anggur. b) Sehingga banjir melanda sawah dan ladang petani desa itu. Dengan kata lain. karena. 2) Konjungsi Konjungsi digunakan untuk menghubungkan anak kalimat dengan induk kalimat. . jika.

Contoh: Seorang pengunjung.Dia mengajukan permintaan kredit investasi kecil karena ingin meningkatkan perusahaan. antara lain. Contoh: Karena jatuh dari sepeda. tatkala. sempat terisak.Ketika saya membaca buku. kala. Anak kalimat yang menempati posisi di belakang induk kalimat dapat ditempatkan di depan kalimat tanpa perubahan informasi yang pokok. sebab. o Jenis Anak Kalimat Berdasarkan perannya. dia datang. 3) Anak Kalimat Keterangan Akibat . 2) Anak Kalimat Keterangan Sebab Anak kalimat ini ditandai oleh konjungsi yang menyatakan hubungan sebab. 1) Anak Kalimat Keterangan Waktu Anak kalimat ini ditandai oleh konjungsi yang menyatakan waktu seperti ketika. Setelah dipindahkan ke bagian awal. Andi tidak masuk kuliah. Contoh : . sesudah. 3) Urutan Anak kalimat yang berfungsi sebagai keterangan mempunyai kebebasan tempat. Jika anak kalimat di depan induk kalimat. dan setelah. waktu. sebelum. karena. Kalimat tersebut dapat diubah menjadi berikut. kecuali anak kalimat akibat. unsur pertama kalimat tersebut merupakan anak kalimat dan unsur kedua merupakan induk kalimat. ketika melihat seorang anak kesakitan. saat.Karena ingin meningkatkan perusahaannya. didahului kata sehingga. dan lantaran. Konjungsi ini mengawali bagian anak kalimat dalam kalimat majemuk bertingkat. anak kalimat dapat dibedakan atas beberapa jenis. dia mengajukan permintaan kredit investasi kecil. . anak kalimat itu harus dipisahkan dengan tanda koma dari induk kalimatnya.

sehingga. Contoh: Anak yang berbaju hijau mempunyai dua ekor kucing. maka. Contoh: Hujan turun berhari-hari sehingga banjir besar melanda kota itu. baik nomina itu berfungsi sebagai subjek. Anak kalimat ini berfungsi sebagai pewatas nomina. Konjungsi yang digunakan adalah hingga. jika. 4) Anak Kalimat Keterangan Syarat Anak kalimat ini ditandai oleh konjungsi yang menyatakan hubungan syarat. dan akhirnya. andaikata. Konjungsi itu. antara lain. Contoh: Pemerintah berupaya meningkatkan ekspor nonmigas dalam mengatasi pemasaran minyak yang terus menurun. Anak kalimat keterangan akibat hanya menempati posisi akhir. apabila. predikat. Konjungsi tersebut adalah dengan dan dalam. agar. akibatnya. untuk. 7) Anak Kalimat Keterangan Pewatas Anak kalimat ini menyertai nomina. guna. kalau. Contoh: Ana belajar dengan tekun agar lulus ujian akhir semester. Andi harus belajar dengan tekun. Konjungsi yang digunakan adalah supaya. . terletak di belakang induk kalimat. dan andaikan. Konjungsi yang digunakan adalah yang atau kata penunjuk itu.Anak kalimat ini ditandai oleh konjungsi yang menyatakan pertalian akibat. Contoh: Jika ingin berhasil dengan baik. dan demi. 6) Anak Kalimat Keterangan Cara Anak kalimat ini ditandai oleh konjungsi yang menyatakan cara. maupun objek. 5) Anak Kalimat Keterangan Tujuan Anak kalimat ini ditandai oleh konjungsi yang menyatakan hubungan tujuan.

"Pria itu membuatkan sebuah rumah di daerah "A" untuk kedua orangtuanya. seandainya. untuk." 8. Contoh: "Dia bekerja disini agar mendapatkan biaya hidup. supaya. misal: bagai. "Orang tuaku meninggalkan kota ini ketika umurku beranjak 3 tahun. Akibat. seperti.". apabila. Contoh: "Orang itu pergi ke kantor dengan mobil. misal: ketika. Perlawanan. Pengandaian. misal: kecuali. Contoh: "Hari ini hujan sangat deras di Ibukota hingga mampu menggenangi beberapa ruas jalan. misal: jika. dll. Contoh: "Dia pergi dari rumah karena bertengkar dengan istrinya. Contoh: Ana mengatakan bahwa jeruk itu asam Berdasarkan kata penghubungnya (konjungsi). Contoh: "Wajah anak itu bagai bulan kesiangan. misal: agar." 9. saat ini. Pembatasan."." 3. walaupun. Tujuan." 10. ibarat." 4. "Tanaman itu bisa tumbuh dengan subur asalkan dirawat dengan baik. kalimat majemuk bertingkat terdiri dari 10 macam. asalkan. Syarat.8) Anak Kalimat Pengganti Nomina Anak kalimat ini ditandai oleh kata bahwa dan anak kalimat ini dapat menjadi subjek atau objek dalam kalimat transitif. yakni: 1. Contoh: "Dia harus giat belajar jika ingin nilainya sempurna. Contoh: "Dia memiliki bakat menyanyi selain bakat bermain musik. misal: andaikata. Perbandingan. Contoh: "Tim kita bisa menjadi juara 1 andaikata kita berusaha lebih keras lagi. sebab. maka."." 7. laksana. "Dia selalu pergi kesekolah dengan berjalan kaki meskipun dia tahu kalau jarak antara rumah dan sekolahnya sangat jauh. sejak. misal: meskipun. misal: karena." 5. Contoh: "Dia ingin masuk ke perguruan tinggi di Jakarta walaupun nilai kelulusannya tidak memenuhi syarat. Waktu. misal: (dengan + Kata Benda) dengan mobil. Contoh: "Rumah makan itu sudah berdiri sejak orang tuaku menetap di kota ini. selain. Alat. Sebab." ." 2. oleh karena itu.".". oleh sebab itu." 6. "Anaknya yang suka membangkang itu ibarat Malin Kundang di zaman modern. sehingga. misal: hingga.

Tidak semua bank memperoleh kredit lunak. Toni bermain dengan Kevin. Contoh: "Murid-murid sekolah dasar pergi berdarmawisata dengan para guru. Kalimat berdasarkan isi atau fungsinya a) Kalimat pernyataan (deklaratif) adalah Kalimat pernyataan dipakai jika penutur ingin menyatakan sesuatu dengan lengkap pada waktu ia ingin menyampaikan informasi kepada lawan berbahasanya. (kalimat tunggal 2. (kalimat tunggal 1) 2. Kalimat perintah dalam bentuk lisan biasanya diakhiri dengan intonasi yang tinggi. Negatif 1. Toni bermain dengan Kevin dan Rina membaca buku dikamar. ketika aku datang kerumahnya."  Kalimat Majemuk Campuran (KMC) adalah kalimat majemuk yang merupakan penggabungan antara kalimat majemuk setara dengan kalimat majemuk bertingkat. (Biasanya. 3. Presiden Gus Dur mengadakan kunjungan ke luar negeri.11. b) Kalimat perintah adalah kalimat yang bertujuan untuk memberikan perintah kepada seseorang untuk melakukan sesuatu. misal: dengan + orang. Minimal pembentukan kalimatnya terdiri dari 3 kalimat. sedangkan pada bentuk tulisan kalimat ini akan diakhiri dengan tanda seru (!). Dalam pameran tersebut para pengunjung tidak mendapat informasi yang memuaskan tentang bisnis komdominium di kota-kota besar. intonasi menurun. Contoh: 1. Indonesia menggunakan sistem anggaran yang berimbang. 2. Kesertaan. terutam aperintah biasa dan larangan . (anak kalimat sebagai pengganti keterangan waktu) Hasil penggabungan ketiga kalimat diatas. Ketika aku datang kerumahnya.tanda baca titik). Intonasi keras. Ciri-ciri kalimat perintah: 1. Misalnya: Positif 1. induk kalimat) 3. Rina membaca buku dikamar. 2.

Menggunakan tanda seru (!) . bila digunakan dalam tulisan 3. contoh: Marilah kita bersama-sama melestarikan kebudayaan Indonesia! Mari kita jaga kebersihan rumah kita! Tolong. Kalimat perintah permintaan adalah perintah yang halus. Contoh : 2. Kalimat perintah larangan adalah perintah yang melarang seseorang melakukan sesuatu hal. kalau kamu bisa! Dekatilah anjing itu. Berpola kalimat inversi (PS). bacalah buku ini! 4. orang yang menyuruh bersikap rendah. Menggunakan partikel pengeras (lah) 5.2. Contoh : Kerjakan sendiri. contoh: . Kalimat perintah sindiran/cemooh adalah perintah yang mengandung ejekan karena yakin bahwa yang diperintah tidak mampu melaksanakan yang diperintahkan.  Beberapa bentuk kalimat perintah : 1. Bila larangan itu bersifat umum/resmi digunakan kata dilarang.Dilarang merokok disini! 3. bila bersifat khusus/tidak resmi digunakan kata jangan. Kata kerja yang mendukung kalimat biasanya kata kerja dasar 4.Jangan membuang sampah sembarangan! . tutup pintu itu! Tolong bawa buku itu kesini! Harap berdiri! Kalau ada waktu. Kalimat perintah ajakan biasanya didahului kata-kata ajakan. kalau kamu berani! Tangakaplah jika engkau berani! .

) dan dalam pelafalannya kalimat ini akan diakhiri dengan intonasi yang menurun. Kalimat perintah bersyarat adalah perintah yang mengandung syarat untuk terpenuhi sesuatu hal. Contoh: c) Makanlah. Rian adalah seorang pembunuh yang sadis. Susunan kalimat tak dapat dijadikan ciri-ciri karena hampir sama saja dengan kalimat lain. Suatu bagian dari kalimat berita dapat dijadikan pokok pembicaraan. Kalimat perintah mengizinkan adalah perintah biasa yang ditambahkan dengan pernyataan yang mengungkapkan pemberian izin. (positif) . pasti pekerjaannya akan segera selesai! 6. Kalimat berita negatif yaitu kalimat yang berisi pengingkaran atau kalimat yang ditandai dengan kata ingkar yaitu menggunakan kata "tidak" dan kata "bukan". tentu ia akan menerangkannya kepadamu ! Bantulah dia. Biasanya kalimat berita akan berakhir dengan pemberian tanggapan dari pihak yang mendengar kalimat berita ini. (negatif) 2.5. semampu anda! Ambillah buah mangga itu semaumu! Kalimat berita adalah kalimat yang isinya mengabarkan atau menginformasikan sesuatu. Dalam penulisannya kalimat ini diakhiri dengan tanda titik (. Kalimat berita positif. Dalam hal ini bagian tersebut dapat ditempatkan di depan kalimat. intonasinya yang netral. Intonasi yang lebih keras yang menyertai kalimat seperti ini disebut intonasi pementing. Kakekku tidak mau makan daging sapi. tak ada suatu bagian yang dipentingkan dari yang lain 3. Contoh : 1. Ayahku bukan seorang koruptor. (negatif) 3. 4.  Ciri-ciri kalimat berita : 2. Beberapa bentuk kalimat berita: 1. 2. atau bagian tersebut mendapat intonasi yang lebih keras. Contoh: Tanyakanlah kepadanya.

c) Kalimat Tanya adalah kalimat yang bertujuan untuk mendapatkan informasi. biasanya kalimat ini akan diakhiri dengan pemberian tanda tanya (?). Dimana rumahmu? 5. (positif). Kalimat tanya ini tidak meminta penjelasan. (positif) 5. Kalimat Tanya klarifikasi dan konfirmasi Yang dimaksud kalimat tanya klarifikasi (penegasan) dan kalimat Tanya konfirmasi (penjernihan) ialah kalimat tanya yang disampaikan kepada orang lain untuk tujuan mengukuhkan dan memperjelas persoalan yang sebelumnya telah diketahui oleh penanya. Kapan anda pergi ke Banjarmasin? 4. Bagaimana pemerintah menyelesaikan krisis ekonomi saat ini? 6. Siapa namamu? 3. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan masjid agung di bogor.4. proses. Contoh kalimat Tanya konfirmasi : . Apa yang dia lakukan disana ? 2. bilamana : waktu Dimana : tempat Mengapa : sebab Bagaimana : keadaan. Mengapa orang-orang itu berhamburan pergi keluar gedung?  Beberapa bentuk kalimat tanya: 1. Contoh : 1. Kata Tanya yang sering digunakan untuk membuat kalimat. tapi hanya membutuhkan jawaban pembenaran atau sebaliknya dalam bentuk ucapan ya atau tidak dan benar atau tidak benar. orang. Banyak anggota DPR yang melakukan korupsi. atau barang Siapa : orang atau nama orang Kapan. Adapun macam kata tanya dan gunanya adalah : Apa : hal. cara.

Bagaimana kalau kamu ikut dalam perlombaan sains antarsekolah? . Kalimat tanya tersamar Kalimat Tanya tersamar adalah kalimat yang tujuannya tidak untuk bertanya melainkan mempunyai tujuan lain yaitu:  Tujuanmeminta: -Bolehkah saya tahu siapa namamu? .Apakah kamu bersedia menerima lamaran saya? . Apakah engkau ingin pulang hari ini? (ya/tidak) b.Dapatkah kamu menemaniku ke pesta itu nanti malam?  Tujuan memohon: .Dapatkah kamu menolong saya?  Tujuan mengajak: . Benarkah Saudara yang memimpin penelitianmu? b. Contoh: i. Apakah saudara mau di jajah kembali? 3.Bagaimana kalau kamu berangkat ke sekolah sekarang? . kalimat tanya retorik Kalimat Tanya retorik adalah kalimat Tanya yang tidak menghendaki jawaban karena penanya jawaban sudah tahu.Bersediakah kamu meminjamkan motormu kepadaku?  Tujuan menyuruh: .a.Maukah kamu membuatkan kue bolu? . Apakah anda mengambil buku itu? (ya/Tidak) Contoh kalimat tanya klarifikasi: a. Apa benar barang-barang ini milik Anda? 2. Apakah anda mau tidak naik kelas? ii.

Mestikah saya bersumpah di hadapanmu? . Adapun macam kalimat seru dan gunanya adalah :  Aduh.).Bagaimana jika kita mencari cara yang lain?  Tujuan meyakinkan: . takut.Aduhai. sindiran.Apa selama ini kata-kata saya cuma pepesan kosong?  Tujuan menyetujui: . hiba. terperanjat. Dalam pelafalan biasanya ditandai dengan intonasi yang tinggi. hairan. dan sebagainya). sungguh malang nasibku! .Aduh.Jadi kan kamu traktir saya makan hari ini?  Tujuan menyindir: .Apa dengan cara ini semua persoalan dapat selesai? . terkejut. sedih. marah. sakitnya tangaanku! . untuk menyatakan perasaan sakit dan kagum Contoh: . sedangkan dalam penulisannya kalimat seruan akan diakhiri dengan tanda seru (!) atau tanda titik (. bukan? .Begini caranya kamu berterima kasih?  Tujuan menyanggah: .Apa tidak ada orang yang lebih bodoh dari kamu? .Kapan saya bisa mengajak kamu jalan-jalan? . besarnya rumahmu!  Aduhai untuk menyatakan perasaan sedih Contoh: .Aduh. Tujuan merayu: .Apa pantas hal ini saya abaikan? d) Kalimat seruan adalah kalimat yang dipakai untuk mengungkapkan perasaan (sakit.Tak ada alasan untuk ditolak.

Eh.Cis.Ah.Si Jarwo Pergi . tadi dia ada disini! 4. alasan itu tidak dapat kuterima!  Amboi/wah untuk menyatakn perasaan heran atau kagum Contoh : . Kalimat lengkap adalah kalimat yang setidaknya masih memiliki sebuah subjek dan sebuah predikat. yaitu: a.Amboi.Ah.Wah.Cih. Contoh : -Presiden SBY membeli buku gambar S P O . berani dia menentang aku! .Eh. Kalimat Berdasarkan Unsur Kalimat Kalimat yang dilihat dari unsur kalimatnya dapat dibedakan menjadi 2 jenis. saya tetap tidak mengaku bersalah! . Ah untuk menyatakan tidak setuju atau menolak sesuatu Contoh : . mereka tidak kenal siapa aku!  Eh untuk menyatakan perasaan terkejut atau heran Contoh: . cantik sekali gadis itu! . indah sekali pemandangan itu!  Cis/cih untuk menyatakan perasaan marah dan benci Contoh : . kamu sudah sampai ! .

Silakan Masuk! . bahkan ada yang hanya berupa objeknya saja atau keterangannya saja. larangan. Contoh: . Contoh : . Kata yang pertama kali muncul pada kalimat versi merupakan tolak ukur yang akan mempengaruhi makna kalimat. Kalimat versi biasanya dipakai untuk penekanan atau ketegasan makna. salam. seruan. ajakan.Bawa buku itu kemari! P S . pertanyaan.Penelitian ini dilakukan mereka sejak 2 bulan yang lalu.Sepakat kami untuk berkumpul di taman kota.S b. atau sebuah predikat. dan kekaguman. Kalimat dengan bentuk tidak sempurna kadang hanya berupa sebuah subjek saja. Kalimat Berdasarkan Susunan Pola Subjek-Predikat Kalimat yang dilihat dari struktur Subjek & Predikatnya dapat dibagi menjadi 2 jenis. .Kapan menikah? 5. indahnya! . sapaan. P kalimat tak lengkap adalah kalimat yang tidak sempurna. jawaban. S P K  Kalimat Inversi Kalimat inversi adalah kalimat yang susunan dari unsur-unsur kalimatnya sesuai dengan pola kalimat dasar bahasa Indonesia (S-P-O-K). Kalimat tidak lengkap ini sering dipakai untuk kalimat semboyan.Ambilkan koran di atas kursi itu! P S . yaitu:  Kalimat Versi Kalimat versi adalah kata predikat yang mendahului kata subjek. perintah.Jangan dilempar! .Astaga. Contoh: . bahkan kata itu pula yang akan menimbulkan suatu kesan pada pendengarnya.

Sebelum kalimat itu selesai. Induk kalimat/kalimat utama anak kalimat  Kalimat yang Klimaks Kalimat klimaks akan terwujud jika kalimat tersebut diawali oleh anak kalimat dan diikuti oleh induk kalimat.Bursa saham tampaknya semakin bergairah. dan IHSG naik tajam.Aku dan dia bertemu di cafe ini.Karena pola makan yang tidak teratur. . Unsur anak kalimat ini seakan-akan dilepaskan saja oleh penulisnya. Contoh: . Berdasarkan Bentuk Gaya Penyajiannya (Retorikanya)  Kalimat Yang Melepas Kalimat yang melepas akan terwujud jika kalimat tersebut diawali oleh unsur utama (induk kalimat) dan diikuti oleh unsur tambahan (anak kalimat). penyajian kalimat ini terasa berklimaks dan terasa membentuk ketegangan. Jika unsur anak kalimat tidak diucapkan. anak kalimat induk kalimat/kalimat utama  Kalimat Yang Berimbang Kalimat yang berimbang disusun dalam bentuk kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk campuran. Oleh karen itu.Saya akan diizinkan pergi dengan teman-teman jika saya selesai mengerjakan PR. investor asing dan domestik berlomba melakukan transaksi. penyakit Maagnya sering kambuh . yaitu induk kalimat. kalimat itu sudah bermakna lengkap. Induk kalimat/kalimat utama anak kalimat .S P O K . Contoh: . Kalimat belum dapat dipahami jika hanya membaca anak kalimatnya.Saya akan dibelikan vespa oleh Ayah jikasaya lulus ujian sarjana. Contoh: . Struktur kalimat ini memperlihatkan kesejajaran bentuk dan informasinya. terasa masih ada sesuatu yang ditunggu. S P K 6.

Kalimat Berdasarkan Subjeknya Berdasarkan subjeknya kalimat dapat dibedakan menjadi 2 jenis.dan ber-. Kalimat ini biasanya memiliki predikat berupa kata kerja yang berawalan me. dan objek. Predikatnya biasanya berawalam ―me-― dan selalu dapat dirubah kedalam bentuk kalimat pasif yang predikatnya berawalan ―di-―. dan objek. . mandi. (kalimat aktif) dapat dirubah menjadi Kue dibuat oleh kami. Contoh: Kami membuat kue.Harga pangan saat ini makin melonjak. Contoh: . predikat. yakni subjek. yakni subjek. yaitu: Kalimat Aktif Transitif adalah kalimat yang berobjek dan tidak berpelengkap dan mempunyai tiga unsur wajib. Predikat pada kalimat ini biasanya berawalan ―ber-―.. masyarakat dapat bekerja dengan tenang dan dapat beribadat dengan leluasa. pedagang dan konsumen mempermasalahkan harga yang semakin naik. Kalimat ini tidak dapat dirubah menjadi kalimat pasif. 7. (kalimat pasif).Imbuhan "me-" Koki itu membuat menu baru untuk restorannya. dll (kecuali makan dan minum). . tidur.   Kalimat Aktif Intransitif adalah kalimat yang berobjek dan tidak berpelengkap dan mempunyai tiga unsur wajib.Imbuhan "ber-" Kami bermain di taman. Predikat juga dapat berupa kata kerja aus (kata kerja yang tidak dapat dilekati oleh awalan me–saja). misalnya pergi. predikat. Contoh: . Kalimat aktif dapat dibedakan lagi menjadi 2.Jika stabilitas nasional mantap. yaitu: a) Kalimat Aktif adalah kalimat yang subjeknya melakukan suatu pekerjaan/tindakan.

. Contoh: . Awalan me.Andi berteriak dari dalam kamar mandi. Predikat juga bisa menggunakan kata dasar yang bersifat kata kerja. . Subjek pada kalimat aktif dijadikan objek pada kalimat pasif. Kalimat pasif dapat dibedakan menjadi 2 bentuk.  .Kami berjaga diluar rumah. Tambahkan kata oleh di belakang predikat. (aktif) .Saya berikan bukuku. P Pel . 3. Ciri-cirinya berupa adanya subjek. Contoh : Bapak memancing ikan. Kalimat Pasif Zero adalah kalimat yang unsur objek pelaku berdekatan dengan unsur objek penderita tanpa ada sisipan dari kata yang lain.Sampah dibuang Rina.Tata tertib ini S berdasarkan keputusan bersama. Untuk predikatnya sendiri selalu berawalan dengan imbuhan ―di-―. hal itu dikarenakan adanya unsur pelengkap bukannya objek. 2.Dia menjadi ketua kelas.  Kalimat Semi Transitif adalah jenis kalimat yang tidak dapat dirubah kedalam bentuk pasif. Kalimat bentuk ini memiliki predikat berupa kata kerja yang berawalan ―di-― dan ―ter-― dan diikuti kata depan ―oleh‖.Barang itu dijual paman.akan saya sampaikan pesanmu.  Cara mengubah kalimat aktif menjadi kalimat pasif : 1. Contoh: . ―ter-― dan ―ke-an‖. Ciri lainnya ialah unsur predikat berakhiran ―kan‖ sehingga membuat awalan ―di-― menghilang dari predikat. yaitu:  Kalimat Pasif Biasa adalah kalimat pasif yang terdapat di kalimat aktif transitif. .dan tanpa atau dengan keterangan. S P Pel b) Kalimat Pasif adalah kalimat yang subjeknya melakukan suatu pekerjaan/tindakan.diganti dengan di-. kecuali kata kerja "aus" (kata kerja yang tidak bisa menggunakan awalan ―me-― dan ―ber-―).predikat. Contoh: .pelengkap.

pada predikat dihapus.Presiden berkunjung ke Australia. Kalimat mayor klausanya minimal harus terdiri atas subjek dan predikat.seruan. Jika subjek kalimat akrif berupa kata ganti maka awalan me. dan sapaan. PR harus kukerjakan. 2. Contoh : .Saya mengantuk. Kalimat Mayor dan Minor a) Kalimat mayor adalah kalimat yang sekurang-kurangnya mengandung dua unsur pusat (inti).pergi! .hai! -diam! BAB III PENUTUP A. Kalimat memiliki unsur penyusun kalimat. Kalimat dapat berupa kalimat jawabanjawaban singkat.Predikat. . Contoh : Aku harus memngerjakan PR. .Susilo pergi b) Kalimat minor adalah kalimat yang mengandung satu unsur pusat (inti). misalnya : .situasi. Kalimat adalah satuan bahasa yang mengandung pikiran lengkap.mana? . Kalimat minor hanya dibentuk oleh subjek atau predika atau objek bahkan keterangan saja. .objek. pertanyaan. (pasif) 4.topic yang dibicarakan).dan Predikat (SPOK). Meskipun hanya dibentuk dengan satu kata. kalimat minor dapat dipaham pesannya karena sudah diketahui konteksnya (kalimat. Ikan dipancing oleh bapak. yaitu Subjek.. (aktif) . salam. (pasif) 8. maka dapat disimpulkan bahwa : 1. kemudian subjek dan predikat dirapatkan. Sebuah kalimat paling kurang mengandung subjek dan predikat. KESIMPULAN Dari uraian-uraian di atas.

1985 . Kalimat berdasarkan isi atau fungsinya 4. dan keras lembut. Pola dasar kalimat adalah : 1.). disela jeda. ä Kalimat adalah satuan bahasa yang berdiri sendiri dan tidak merupakan bagian dari kesatuan yang lebih besar yang lain yang diakhhiri dengan intonasi final. KB + KBil 4. terdiri atas satu atau lebih klausa. Pengertian Kalimat Arti kalimat secara leksikal atau arti kamus bahasa Indonesia adalah: ä Kalimat adalah susunan kata atau kelompok kata yang teratur dan mengandung maksud atau pikiran yang jelas. Dalam wujud lisan kalimat diucapkan dengan suara naik turun. Kalimat Mayor dan Minor 9. ä Kalimat adalah kesatuan ujar yang mengungkapkan suatu konsep pikiran. KB + (KD + KB) 5. Kalimat Efektif  AB II PEMBAHASANA. yang tidak termasuk ke dalam suatu bentuk yang lebih besar karena merupakan suatu konstruksi gramatikal. Menurut Hockett. Kalimat berdasarkan bentuk gaya penyajiannya(retorikanya) 7. perasaan dan perkataan. 1971. Kalimat Berdasarkan Susunan Pola Subjek-Predikat 6. ä Kalimat adalah satuan bahasa terkecil. 1955 Kalimat adalah suatu bentuk linguistis. (. KB + KS 3. Elson dan Picket. Kalimat berdasarkan subjeknya 8. 1969 Kalimat merupakan satuan bahasa yang secara relative dapat berdirisendiri. KB1 + KK + KB2 + KB3 7. KB1 + KK + KB2 6. Menurut Bloomfield. dan diakhiri dengan intonasi akhir. Kalimat berdasarkan unsur kalimat 5. mempunyai pola intonasi akhir dan terdiri-dari ataus klausa. Jenis-jenis Kalimat : 1. dalam wujud lisan atau tulisan yang mengungkapkan pikiran yang utuh. Dalam wujud tulisan berhuruf latin kalimat dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik.3. tanda tanya (?) dan tanda seru (!). KB1 + KB2 4. KB + KK 2. Kalimat berdasarkan jumlah frasa (struktur gramatikalnya) 3. Kalimat berdasarkan pengucapan 2. Berikut ini ada beberapa pengertian yang dikemukakan oleh para ahli mengenai arti dari kalimat: Menurut Cook.

1  2. Pola SP ( Subyek – Predikat ) 2. Klausarapat akan dilanjutkan lagi sehabis makan siang. dua unsur predikat. Biasanya berupa kata kerja atau kata sifat. Contoh: Karena tak setuju. pekerjaan terpaksa dihentikan. Predikat Merupakan unsur inti pada kalimat yang berfungsi untuk menerangkan subjek. Contoh: Pekerjaan itu tida kusukai. Menurut Lado (1968) Mengatakan bahwa kalimat adalah satuan terkecil dari ekspresi lengkap. berfungsi untuk menghubungkan (jika perlu) dua buah informasi di dalam satu kalimat.Menyatakan bahwa kalimat adalah suatu konstitut atau bentuk yang bukan konstituen.C. Pola SPO ( Subyek – Predikat – Obyek ) 3. keterangan sebab. Contoh : Rasa jemu mengamuk jua dalam jiwaku. atau dua unsur pelengkap di dalam sebuah kalimat. Sukses yang kuperoleh di bidang lain. Menurut Ramlan (1996) Mengatakan bahwa Kalimat adalah satuan gramatikal yang dibatasi oleh adanya jeda panjang yang diserta nada akhir turun atau naik. Biasanya berupa kata benda atau kata lain yang dibendakan.Untuk mencari predikat dalam kalimat dapat diajukan pertanyaan dengan kata tanya ―mengapa‖ dan ―bagaimana‖. Pola Kalimat 1. Ada kalanya unsur ini terdiri atas suatu kata dan ada pula yang terdiri atas suatu kelompok kata. frase tidak. Unsur ini sering juga disebut ―kata warna‖. Unsur kalimat Subyek Disebut juga pokok kalimat. Bentuknya merupakan sebuah kelompok kata dan sering kali berfungsi sebagai keterangan predikat untuk keperluan-keperluan tertentu. Misalnya. Sama dengan sebuah frase. Bentuk Absolut Unsure ini dinamakan bentuk absolute. sebab secara gramatikal tidak punya hubungan apa-apa dengan unsur-unsur yang lain di dalam sebuah kalimat. tapi aku memperoleh penghasilan yang besar darinya. tapi aku memperoleh penghasilan yang besar darinya. Contoh : Aku sebetulnya seorang artis. Pola SPK ( Subyek – Predikat – Keterangan ) 4. klausa juga berbentuk sebuah kelompok kata. Pelengkap Seringkali sebuah kalimat harus dilengkapi lagi dengan unsur lain. Contoh: Aku sebetulnya seorang artis. Contoh: Buku itu tak jadi saya beli karena harganya mahal. Pemerintah membangun pusat kegiatan remaja. klausa mempunyai unsur-unsur subyek dan predikat. d) Di mana Pak Toha mengajar bahasa Indonesia? Di sekolah dasar. Omong kosong. dan lain sebagainya. tidak lain karena nasib baik. 2  Kata Perangkai3. Sementara hujan masih turun. dan keadanku jauh dari bahagia. ia terpaksa mencari jalan lain. FrasePekerjan itu memang tidak kusukai. untuk menyatakan keterangan waktu. Contoh: Adik menulis surat. Contoh: Tidak. Contoh: Tujuan dan ambisi mereka berbda jauh dengan getaran jiwaku. 3  4. yang mengucapkan suatu pikiran yang lengkap. Kata PenghubungKegemaranku ialah menulis dan melukis. berfungsi untuk mengubah keseluruhan arti sebuah kalimat. Merupakan unsur inti dari kalimat. b) Apakah pekerjaan Pak Toha ? Guru Guru adalah predikat atau jabatan ( pekerjaan Pak Toha ) c) Bidang study apa yang diajarkan Pak Toha? Bahasa Indonesia Bahasan Indonesia sebagai Objek. 4 . Untuk mencari subjek dalam kalimat dapat diajukan pertanyaan dengan kata tanya ―siapa‖ dan ―apa‖. Unsur ini berfungsi merangkaikan dua unsur subyek. sehingga terjadilah suatu pernyataan yang lebih lengkap. Kata ModalitasAku tidak puas. orang tuanya bukan seorang penjahat. Sekolah dasar sebagai keterangan tempat. keterangan tempat. Pendapat lado dipertegas lagi oleh Sutan Takdir Alisyahbana (1978) yang mengatakan bahwa kalimat adalah satuan bentuk bahasa yang terkecil. Bedanya. tanpa uang mana bias membangun.B. suatu bentuk gramatikal yang tidak termasuk ke dalam konstruksi gramatikal lain. Pekerjaan itu tidak kusukai. Pola SPOK ( Subyek – Predikat – Obyek – Keterangan ) Contoh dalam kalimat: Pola SP : Pak Toha guru S P Pola SPO : Pak Toha guru bahasa Indonesia S P O Pola SPK : Pak Toha guru di sekolah dasar S P K Pola SPOK: Pak Toha guru bahasa Indonesia di sekolah dasar S P O K Cara menentukan pola SPOK di atas sebagai berikut: a) Siapa yang menjadi guru ? Pak Toha Pak Toha sebagai Subjek.

Fragment ( kalimat tak lengkap ) Contoh: Tidak Efektif: Penyusunan buku pelajaran ini bertujuan membantu masyarakat. memproduksi pangan. dikemukakannya juga minat baca kaum remaja menurun. Contoh : Tidak efektif: Berhubungan itu mengemukakannya juga minat baca kaum remaja makin menurun. menghendaki pengembangan bakat – bakat pendukung kebudayaan bangsa disegala lapangan mulai dari hal – hal yang tampaknya kecil seperti cara mengatur rumah tangga. pendeknya segala soal yang membina kebudayaan baru. Kalimat Efektif Menurut Gorys Keraf.Dangling modifires ( keterangan tak terkait )Contoh :Tidak efektif: Dapat menyusun anggaran belanjanya dengan cermat. cara baergaul dan cara memperoleh hiburan sampai meningkatkan kemasalah – masalah besar seperti pembangunan kota. D.. merekapun tidak mau kalah dengan yang muda –muda. Contoh : Kurang kuat: Pembangunan jelas menuju zaman keemasan yang baru. khususnya yang berada di pedesaan agar mendapat kesempatan belajar dan menulis. Efektif: Pembangunan jelas munuju zaman keemasan yang baru.d) Tanda baca harus dapat digunakan sebaik – baiknya. Efektif: Karena keluarga dan kawan – kawan menasehati kami untuk tidak menginap di hotel besar itu..Efektif: Kalimat tersebut harus disusun sebaik – baiknya agar tidak membingungkanpembaca. dalam bahasa Inggris disebut modifer. Efektif: Meskipun guru itu masih dirawat dokter dan sebenarnya sudah berusaha memberitahukan absennya kepada kepala sekolah.Misplaced modifiers ( keterangan salah letak )Contoh:Tidak Efektif: Dalam keramaian serupa itu.Related modifiers illogicaly separated ( keterangan yang berkaitan terpisah tak logis ) Contoh: Tidak efektif: Meskipun guru itu masih dlam perawatan dokter kegagalannya memberitahukan absennya kepada kepala sekolah tidak diterima. b.Efektif: Dalam keramaian serupa itu. Efektif: Sehubungan dengan itu. merekapuntidak mau kalah dengan yang muda – muda. untuk menginap dirumah penginapan penduduk. yang jarang terjadi sekali dalam lima tahun. Sanggup menimbulkan gagasan yang sama tepatnya dalam pikiran pendengar atau pembaca seperti yang dipikirkan oleh pembicara atau penulis.. KalimatCiri – ciri kalimat efektif sebagai berikut : efektif mengandung kesatuan gagasan.Efektif : SPP mahasiswa tahun ini baru saja dinaikkan. Secara tepat dapat mewakili gagasan atau perasaan pembicara atau penulis. 6  7. Keterangan yang dimaksud disini mencakup atribut.. 5. yang jarang terjadi sekali dalam lima tahun. akhirnya ia dapatmelunasi semua hutangnya. Oleh karena itu. c) Keterangan harus ditempatkan setepat – tepatnya dan seterang – terangnya dalam kalimat sehingga sama sekali tidak mengganggu pemahaman.. kegagalannya untuk memberitahu tidak dapat diterima. karena keluarga kami dan kawan – kawan menasehati kami untuk tidak menginap di hotel besar itu. a) Subyek dan atau predikat kalimat eksplisit. pembangunan menghendaki pengembangan bakat – bakat kebudayaan bangsa disegala lapangan. . adverbial. .Efektif: Karena dapat menyusun anggaran belanjanya dengan cermat. menciptakan berbagai bentuk kesenian baru. khususnya yang berada di pedesaan agar mendapat kesempatan belajar membaca dan menulis. kami berkeputusan untuk menginap di rumah penginapan penduduk. mulai dari hal – hal yang nampaknya kecil sampai kemasalah – masalah besar. biarpun sebenarnya ternyata ia sudah berusaha memberi tahu. kalimat yang memenuhi syarat – syarat adalah berikut : a. opsisi. Efektif: Penyusunan buku pelajaran ini bertujuan membantu masyarakat.Squinting modifiers ( keteranga menjuling )Contoh :Tidak efektif: Tahun ini SPP mahasiswa baru saja dinaikkan.Unidiomatic modifiers ( keterangan yang tidak idiomatis )Contoh:Tidak efektif: Kalimat tersebut harus disusun sedemikian rupa agar tidak membingungkanpembaca. akhirnya hutang –hutangnya dapat dilunasi. 5  6. b) Subyek dan predikat kalimat hendaknya tidak terpisah terlalu jauh agar kesatuan gagasan terjamin.Abrupt modifiers ( keterangan mendadak ) Contoh : Tidak efektif: Kami berkeputusan. Kalimat yang efektif harus bersih dari kesalahan – kesalahan berikut ini : o Runing on .

Jika sebuah pikirannya dinyatakan dengan frase. e) Kalimat efektif hendaknya bersih juga dari : o Kontamisani ( kerancuan ) Contoh: Tidak efektif: Di sekolah itu para siswa diajarkan berbagai macam ketrampilan. seumpama pendaki gunung sedang mendaki gunung cita – cita. Contoh: Tidak efektif: Seorang mahasiswa seumpama pendaki gunung. bila penulis ingin agar komunikasinya sampai dan mengesam. dalam hal ini dapat terwujud ialah INVERSI pada awal kalimat atau prolepsi atau gabungan inversi dan prolepsis. ayah suka . maka gagasan lain yang sejajar harus dinyatakan pula dengan kata benda verbal atau kata kerja bentuk me. o Hiperkorek ( membetulkan apa yang sudah betuk sehingga salah ) Contoh : Tidak efektif: Semua ijazahnya dilaminasi Supaya awet.di. Kalimat efektifEfektif: Semua ijazahnya dilamisai supaya awet. dalam sebuah kerajaan memerintah seorang ratu yang arif.pararelisme. Ada kemungkinan bahwa pemakaian kata ganti tersebut menyebabkan kalimat tidak efektif. pun. baik jasmani maupun rohani. o Pleonasme dan trutologi ( penambahan yang tidak perlu) Contoh : Tidak efektif: Pada zaman dulu kala.  Kritis terhdap pemakaian kata depan. hendaknya penulis :  Kritis terhadap pemakaian kata ganti dalam kalimat. sedang mendaki gunung cita – cita. mewujudkan koheresi yang baik dan kompak. adakalanya terpakai kata depan yang sebenarnya tidak diperlukan atau sebaliknya. Pararelisme ( kesejajaran ) adalah penggunaan bentuk gramatikal yang sama untuk unsur – unsur yang sama fungsinya.sentences ( fused sentences ) kalimat bertumpukan. 7  8. selaku mengemban amanat penderitaan rakyat. Koheresi adalah pertautan antara unsur – unsur yang mebangun kalimat dan alinea. Upaya – upaya untuk berhemat kata antara lain: Menghilangkan subjek yang tidak diperlukan. kronologis dan berklimaks. Kata kunci diulang. Efektif : Disekolah itu kepada siswa diajarkan bermacam – macam ketrampilan. tenaga. prolepsis keterangan lebih banyak terjadi pada prolepsis objek. Tiap kata atau frase dalam kalimat harus berhubungan kedalam maupun keluar. Prolepsis : keterangan atau objek diletakkan didepan subjek . dan kah. harus selalu mengupayakan kesejahteraan rohani dan jasmani bangsa kita. Efektif: Seorang mahasiswa. 9  10. Contoh: Biasa : Ayah suka makan sate . Kata atau frase yang hendak dipentingkan dapat ditambah partikel pementing lah. Serangkaian hal yang disebutkan dapat menjadi lebih kuat dengan Kalimat efektif memperhatikan pararelisme. Contoh: Tidak efektif: Kita semua mengemban amanat penderiataan rakyat harus selalu mengupayakan kesejahteraan bangsa kita. Kalimat yang ditulis harus berharkat dan bertenaga. Cara – cara untuk mengharkatkan kalimat antara lain: Bagian kalimat yang hendaknya dipentingkan atau diutamakan diletakkan pada awal kalimat. o Comma splices ( comma faults ) kesalahan pemakaian koma dalam kalimat. maka pikiran – pikiran lain yang sejajar harus dinyatakan pula dengan frase. Kalimat efektif merupakan komunikasi yang berharkat. 8  9. Harkat berarti daya. Menjatukan . Untuk menjaga koheresi itu. Inversi : Predikat diletakkan didepan subjek Contoh: Biasa : Penyakit AIDS merajalela dikalangan orang barat. Berharkat: Dikalangan orang barat penyakit AIDS merajalela. bakso tidak Gabungan inversi dan prolepsis Bila penulisan menyebutkan serangkaian hal ( peristiwa ) hendaknya diperhatikan dan diusahakan agar urutan hal (peristiwa) itu logis. Efektif: Kita semua.dan sebagainya. Jika satu gagasan dinyatakan dengan kata benda verbal atau kata kerja bentuk Me. antara alinea yang satu dengan yang lain dalam paragraf. Efektif: Pada zaman dahulu.di.dan sebagainya.  Memanfaatkan kata – kata peralihan atau transisi untuk mengeksplisitkan dan memperjelas hubungan gagasan antara kalimat yang satu dan kalimat yang lain dalam alinea. terhapus kata depan yang sebenarnya harus dipakai. dalam sebuah kerajaan memerintah seorang ratu yang sangat arif lagi bijaksana. bakso tidak Berharkat: Sate. kekuatan. Menghindari pemakaian superordinat dan hiponim bersama – sama.

1994. .Posisi O bisa diubah menjadi S.Meja direktur besar. Perbedaan Pel dan O. frasa nominal atau klausa. Huruf kapital digunakan sebagai : # Huruf pertama pada awal kalimat # Huruf pertama petikan langsung. Letak Pel umumnya di belakang P.Slobodan Milosevic menculik lawan politiknya. Bandung. 13  KALIMAT Oleh : Sugeng Rahardjo http://u13aps. Pelengkap (Pel) atau Komplemen Bagian kalimat yang melengkapi P.  4. .). faktor. Jakarta.. 2002.Predikat . benar dan berbobot serta bisa dimengerti oleh penulis dan pembaca.Ibu sedang tidur siang. Contoh: . status. tokoh. Membangun jalan raya sangat mahal.com  2. ciri. disela jeda.Unsur Kalimat. Posisi ini sama dengan O. . dan diakhiri dengan intonasi akhir. DAFTAR PUSTAKADwipayana. Misalnya saja apabila kita membuat karya tulis dan karya sastra lainya harus mempunyai pengetahuan yang matang tentang penggunaan kalimat yang baik. # Huruf pertama nama gelar kehormatan. Pemakaian huruf kapital.1985. dosen saya. Kalimat Menghilangkan pleonasme. Predikat (P)* Bagian kalimat yang memberi tahu melakukan (tindakan) apa atau dalam keadaan bagimana subyek (pelaku.pemakaian kata depan dari dan daripada yang tidak perlu. Subyek (S)*Bagian kalimat yang menunjukkan pelaku. situasi. termasuk kata gantinya. sosok (benda). . fakta. dalam wujud lisan atau tulisan yang mengungkapkan pikiran yang utuh.  Menghilangkan kata – kata pembalut seperti. Kalimat efektif dibantu pemakaian EYD. . unsur yang sebenarnya tidak perlu. dan keras lembut. KESIMPULAN Kalimat adalah satuan bahasa terkecil. Dalam wujud lisan kalimat diucapkan dengan suara naik turun. atau jati diri subyek (S).Keraf. struktur Gaya dan Variasi: PT Gramedia. Obyek (O)* Bagian kalimat yang melengkapi predikat.Contoh: . Yang dimaksud dengan variasi kalimat disini ialah variasi kalimat – kalimat yang membangun paragraf atau alinea. klausa.Putrinya cantik jelita. Flores. Pengertian Kalimat• Bagian ujaran yang mempunyai struktur minimal subyek (S) dan predikat (P) serta intonasinya menunjukkan bagian ujaran itu sudah lengkap dengan makna. atau benda dalam kalimat)..Razak. SARAN Kalimat merupakan hal yang pokok untuk kita ketahui sebagai manusia yang ingin berkomunikasi dan membutuhkan orang lain umumnya dan juga sebagai mahasiswa dan pelajar umumnya.  6.Kota Jakarta dalam kedaan aman. keturunan. efektif didukung variasi..Pelengkap. Predikat (P) dapat pula menyatakan sifat.Pemerintah mengumumkan bahwa harga BBM akan naik.Kuda meringkik. sesuatu hal atau suatu masalah yang menjadi pangkal/pokok pembicaraan. Abdul.Kucingku belang tiga. BAB III PENUTUPA. frasa verbal. Subyek biasanya diisi oleh kata/frasa benda (nominal). B. tokoh.Berjalan kaki menyehatkan badan. Menghindari penguraian kata yang tidak perlu. keagamaan yang diikuti nama orang.Obyek  3... nama tuhan. dkk.blogspot. Komposisi Sebuah Pengantar Kemahiran Bahasa: Nusa Indah. . Gorys. 11  12. Intisari Bahasa Indonesia: Graha Cipta Pustaka. (.Contoh:. Kalimat Efektif. Gatot. mahasiswa baru  5.Subyek .Ayahku sedang melukis.Ibu menimang bayi.Keterangan.Yang berbaju batik. NTT. Dalam wujud tulisan berhuruf latin kalimat dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik. . 12  13. tanda tanya (?) dan tanda seru (!). Obyek biasanya diisi oleh nomina. baik disengaja ataupun tidak mahasiswa setiap hari bergelut dengan kalimat. # Huruf pertama dalam ungkapan yang bnerhubungan dengan kitab suci.Presiden mengundang tokoh LSM terkenal. .Robi. 10  11. karena baik langsung maupun tidak langsung.

1. KesatuanTerdapat satu ide pokok dalam kalimat. 2. klausa serta tanda baca yang membentuk S-P-O. PenekananSuatu perlakuan khusus menonjolkan bagian kalimat sehingga berpengaruh terhadap makna kalimat secara keseluruhan.Melakukan pengulangan kata (repetisi). frasa. (memakai kata depan yang salah sehingga gagasan kalimat menjadi kacau)Contoh kalimat yang jelas kesatuan gagasannya :* Pembangunan sangat berkaitan dengan stabilitas politik. tetapi bantuan yang bersifat permanen. (tidak runtut dalam merinci) . 5..  13. Contoh: Pada bulan Desember kita ujian akhir semester (bukan bulan November) Saudarasaudara.Pengisi Pel selain sama seperti pengisi O.  7. 6. Pamanku membelikan anaknya rumah mungil. kita tidak suka ditipu. sama pola atau susunan kata dan frasa yang dipakai di dalam kalimat. 3. lima puluh ribuan. adverbia. kita tidak suka dibohongi.sedangkan Pel tidak .Pel).  12. Contoh: Banyak orsospol belandaskan pancasila. Keterangan (Ket)• Bagian kalimat yang menerangkan berbagai hal mengenai bagian kalimat yang lainnya (S.Contoh kalimat yang koheren :* Rumah saya baru saja diperbaiki.kepaduan . tidak menjamakkan kata yang memang sudah berbentuk jamak)Contoh kalimat yang tidak hemat: Saya melihat dengan mata kepala saya sendiri bahwa mahasiswa itu belajar seharian dari pagi sampai petang.  11.  14. dan buku-buku diberi label. membuat katalog.Contoh kalimat yang hemat:* Saya melihat sendiri mahasiswa itu belajar seharian. dan pelabelan buku.Contoh kalimat yang tidak logis: Kepada Bapak Direktur.Contoh paralelisme yang salah.• Kegiatan di perpustakaan meliputi pembelian buku. juga diisi oleh frasa adjektival dan frasa preposisional .  16.. 4. frasa preposisional..Melakukan pengontrasan kata kunci. Pengisi Ket adalah frasa nominal. Sekretaris itu mengambilkan atasannya air minum.O. waktu dan tempat kami persilahkan. Sutardji membacakan pengagumnya puisi kontemporer.* Kegiatan di perpustakaan meliputi pembelian buku. Logis dalam hal ini juga menuntut adanya pola pikir yang sistematis.Pel-Ket dalam kalimat.kehematan. Posisinya bisa di awal.Contoh kalimat yang tidak koheren :* Saya punya rumah baru saja diperbaiki.Syarat Kalimat Efektif :.Cara yang dipakai untuk memberi penekanan:Meletakkan kata yang ditonjolkan di depan.kesatuan . Karena malas belajar.Contoh Paralelisme yang benar. pembuatan katalog. Kalimat EfektifKalimat Efektif adalah :• Kalimat yang dapat mengungkapkan gagasan penutur/penulisnya secara tepat sehingga dapat dipahami oleh pendengar/pembaca secara tepat pula. kita tidak suka dibodohi. mahasiswa itu tidak lulus.Contoh kalimat yang tidak jelas kesatuan gagasannya:* Dalam pembangunan sangat berkaitan dengan stabilitas politik. Keparalelan (Kesejajaran)Keparalelan atau kesejajaran adalah terdapatnya unsur-unsur yang sama derajatnya.  15. Lia memotong roti dengan pisau.keparalelan kelogisan  10. Kehematan Kehematan adalah menghindari pemakaian kata yang tidak perlu ( tidak memakai kata-kata yang mubazir. Andalah yang bertanggung jawab menyelesaikan masalah ini.Contoh: Sekretaris itu mengambilkan atasannya air minum dari kulkas.  9. tidak mengulang subyek. (waktu dan tempat tidak perlu dipersilahkan) Uang bertumpuk itu terdiri dari pecahan ratusan. puluhan.Letak Pel selain di belakang P juga di belakang O.Menggunakan partikel/penegas.P. tengah.  8. maupun akhir kalimat. dua puluh ribuan. atau klausa.ketepatan. sepuluh ribuan. KelogisanKelogisan ialah mengupayakan agar ide kalimat masuk akal. Kepaduan (Koherensi)Hubungan yang padu antara unsur-unsur pembentuk kalimat (kata. Penduduk desa itu tidak menghendaki bantuan yang bersifat sementara.

tidak tahu). Kedua bentuk itu. kecuali jika keduanya sedang berperan sebagai kalimat. atau tanda seru. Lengkap dengan makna menunjukkan sebuah kalimat harus mengandung pokok pikiran yang lengkap sebagai pengungkap maksud penuturannya. tanda tanya.3 TUJUAN Dengan dibuatnya makalah ini kami selaku pembuat makalah ini sangat mengharapkan makalah ini sangat berguna bagi seluruh pembaca dan dengan makalah yang berjudul ―kalimat . antara lain: 1. perlu kita pahami terlebih dahulu struktur dasar suatu kalimat. Tuliskan dan jelaskan apa saja yang termasuk dalam jenis – jenis kalimat ? 1.BAB I PENDAHULUAN 1. kata dan frasa. Apa yang dimaksud dengan kalimat ? 2.1 LATAR BELAKANG Hal yang menyebabkan kalimat menjadi bidang kajian bahasa yang penting tidak lain karena melalui kalimat lah seseorang dapat menyampaikan maksudnya dengan jelas. 1.2 RUMUSAN MASALAH Beberapa rumusan masalah yang dapat dikaji dari uraian-uraian di atas. Untuk dapat berkalimat dengan baik. Intonasi final kalimat dalam bahasa tulis adalah berupa tanda baca titik. Penetapan struktur minimal S dan P dalam hal ini menunjukkan bahwa kalimat bukanlah sematamata gabungan atau rangkaian kata yang tidak mempunyai kesatuan bentuk. Kalimat adalah bagian ujaran yang mempunyai struktur minimal subjek (S) dan predikat (P) dan intonasinya menunjukkan bagian ujaran itu sudah lengkap dengan makna. Satuan bahasa yang sudah kita kenal sebelum sampai pada tataran kalimat adalah kata (misalnya tidak) dan frasa atau kelompok kata (mis.unsur apa sajakah yang termasuk dalam kalimat ? 3. tidak dapat mengungkapkan suatu maksud dengan jelas. Unsur .

dan tanda seru pada wujud tulisan sepadan dengan intonasi akhir pada wujud lisan sedangkan spasi yang mengikuti mereka melambangkan kesenyapan.1 PENGERTIAN KALIMAT Kalimat adalah satuan bahasa terkecil yang mengungkapkan pikiran yang utuh.). tanda tanya. 2. titik dua (:). kalimat dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik (. Dalam wujud lisan. dan diakhiri dengan intonasi akhir yang diikuti oleh kesenyapan yang mencegah terjadinya perpaduan ataupun asimilasi bunyi ataupun proses fonologis lain. disela jeda. atau tanda seru (!).UNSUR KALIMAT 1.).unsur-unsur kalimat dan jenis-jenis penggunaan dalam sebuah kalimat. baik dengan cara lisan maupun tulisan. Tanda titik. kalimat diucapkan dengan suara naik turun dan keras lembut. dan spasi. dan di dalamnya dapat disertakan tanda baca seperti koma (. Predikat .bahasa indonesia‖ para pembaca akan mengetahui apa saja yang dimaksud dengan pengetian kalimat. Dalam wujud tulisan. tanda tanya (?).2 UNSUR . pisah (-). BAB II PEMBAHASAN 2.

3 JENIS .Adalah bagian kalimat yang memberi tahu melakukan (tindakan) apa atau dalam keadaan bagaimana subjek (pelaku). Pelengkap dan komplemen Adalah bagian kalimat yang melengkapi predikat. Keterangan Adalah bagian kalimat yang menerangkan berbagai hal tentang bagian kalimat yang lainnya. Kalimat tak langsung tidak ditandai lagi dengan tanda petik dua dan sudah dirubah menjadi kalimat berita. Contoh : Nurul menimbang gula 4. Subjek Adalah bagian kalimat yang menunjukkan pelaku. Contoh: ―Saya gembira sekali‖. Kalimat Tak Langsung Kalimat tak langsung adalah kalimat yang menceritakan kembali ucapan atau perkataan orang lain. sesuatu hal. 2. Kalimat Langsung Kalimat langsung adalah kalimat yang secara cermat menirukan ucapan orang. Objek Adalah bagian kalimat yang melengkapi predikat. 2. Kalimat langsung juga dapat diartikan kaliamt yang memberitakan bagaimana ucapan dari orang lain (orang ketiga). Contoh: yang berbaju batik dosen saya 3. Contoh : Banyak orsospol berlandaskan Pancasila.‖) dan dapat berupa kalimat tanya atau kalimat perintah. Kalimat ini biasanya ditandai dengan tanda petik dua (―…. Contoh: putrinya cantik jelita. Contoh: . sosok (benda). 5. S P Pel. Contoh : Anak yang baik itu rela berkorban demi orang tuannya ( ket. atau masalah yang menjadi pangkal/pokok pembicaraan.‖karena kamu lulus ujian‖. Tujuan ) 2.JENIS KALIMAT o Berdasarkan pengucapan Kalimat dapat dibedakan menjadi 2 jenis yaitu: 1.kata ayah.

2. Dengan penambahan unsur-unsur itu. seperti: dengan linggis. Contoh : Adik bernyanyi.Kakak berkata bahwa buku itu harus segera dikembalikan. tahun depan. yaitu: 1. dengan cek. Kalimat-kalimat yang panjang dapat dikembalikan ke dalam kalimat-kalimat dasar yang sederhana dan dapat juga ditelusuri Pola-pola pembentukannya. dengan sendok.SP * KB + KS (Kata Benda + Kata Sifat) Contoh: Ika sangat rajin . Berdasarkan Jumlah Frasa (Struktur Gramatikal) Kalimat dapat dibedakan menjadi 2 jenis yaitu: 1. pada pukul 21. seperti di sini. Perluasan kalimat tesebut terdiri atas:  Keterangan tempat. kemarin sore..SP Kalimat tunggal dapat dibedakan menjadi 2 jenis.00.  Keterangan modalitas. Kalimat Tunggal Kalimat tunggal adalah kalimat yang memiliki satu pola (klausa) yang terdiri dari satu subjek dan satu predikat. dengan undang-undang itu. . dalam ruangan tertutup. . seperti: harus. seperti: setiap hari. seyogyanya. unsur utama dari kalimat masih dapat dikenali. Kalimat tunggal merupakan kalimat dasar sederhana.  Keterangan waktu. sepatutnya. Contoh : Saya siswa kelas VI. dengan wesel pos. Suatu kalimat tunggal dapat diperluas menjadi dua puluh atau lebih. sekeliling kota. Kalimat verbal adalah kalimat yang predikatnya berupa kata kerja. lewat Bali.  Keterangan alat (dengan + kata benda). minggu kedua bulan ini. barangkali. Kalimat nominal adalah kalimat yang predikatnya berupa kata benda.SP * KB + KBil (Kata Benda + Kata Bilangan) Contoh: Masalahnya seribu satu. sesungguhnya. Pola-pola kalimat dasar yang dimaksud adalah: * KB + KK (Kata Benda + Kata Kerja) Contoh: sintia beryanyi . Setiap kalimat tunggal di atas dapat diperluas dengan menambahkan kata-kata pada unsurunsurnya.

2. Kalimat majemuk dapat dibedakan atas 3 jenis.Pencuri itu tidak hanya dipukuli oleh masa. . sebab berkuasa. Contoh perluasan kalimat tunggal adalah: Ika sangat rajin menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan kepadanya. namun. * KMS Pemilihan. melainkan. Contoh:. seenaknya saja. yaitu: * KMS Penggabungan. dan telah. David Beckham.Kami mencari bahan dan mereka meramunya.  Keterangan aposisi adalah keterangan yang sifatnya menggantikan. sedangkan.  Keterangan sebab. seperti: penerima Sepatu Emas. pemimpin yang memperhatikan rakyat. Kalimat majemuk Kalimat majemuk terdiri atas dua atau lebih kalimat tunggal yang saling berhubungan baik kordinasi maupun subordinasi. sedang. melainkan kakak. seperti: karena rajin. Frasa yang. * KMS yang dibentuk dari dua atau lebih kalimat tunggal yang dihubungkan oleh kata lalu dan kemudian. Kedua kalimat tersebut menunjukkan hubungan pertentangan. sudah. Dua kalimat tunggal yang dihubungkan oleh kata tetapi. bahkan dia disiksa dengan sadis.1 Kalimat Majemuk Setara (KMS) Kalimat ini terbentuk dari 2 atau lebih kalimat tunggal dan kedudukan tiap kalimat sederajat. selekas mungkin. untuk menandakan suatu kejadian yang berurutan. seperti: dengan hati-hati. Contoh:. lantaran panik. Contoh:. bagi mereka. Kalimat majemuk setara dapat dikelompokkan ke dalam beberapa bagian. yaitu: 2. * KMS Penguatan.Bukan saya memecahkan gelas itu. seperti akan. Keterangan tujuan. Dua atau lebih kalimat tunggal yang dihubungkan oleh kata atau. * KMS Pertentangan. Dua atau lebih kalimat tunggal dihubungkan dengan kata bahkan. Keternagan cara (dengan + kata sifat/kata kerja). supaya aman. untuk anaknya.  Keterangan aspek. seperti: agar bahagia. Contoh:.Makalah ini harus dikumpukan besok atau minggu depan. Dua atau lebih kalimat tunggal yang dihubungkan oleh kata dan atau serta. seperti: mahasiswa yang IP-nya 3 ke atas.

apabila 5. Waktu : ketika. Induk kalimat: Para hacker masih dapat mengacaukan data-data komputer itu.Mula-mula disebutkan nama-nama juara melukis tingkat SD.2 Kalimat Majemuk Bertingkat (KMB) Kalimat majemuk setara terdiri atas satu suku kaliamat bebas dan satu suku kalimat yang tidak bebas. supaya. maka 4. kemudian disebutkan nama-nama juara melukis tingkat SMP. seandainya 7. para hacker masih dapat mengacaukan data-data komputer itu. yaitu: 1. selain 10. kami berhenti dan langsung pulang. 2. Alat: dengan+ katabenda: dengan tongkat 11. . walaupun 6. Perbandingan: seperti. Pembatasan: kecuali. Kedua kalimat tersebut memiliki pola hubungan yang tidak sederajat. Bagian yang lebih rendah kedudukakannya disebut dengan klausa sematan (anak kalimat).Contoh:. seolah-olah 9. Sebab: karena.Walaupun komputer itu dilengkapi dengan alat-alat modern. Oleh karena itu. Contoh:. Pengandaian: andaikata. 2. laksana. Tujuan: agar. Perlawanan: meskipun. sehingga.Karena hari sudah malam. sebab. Syarat: jika.3 Kalimat Majemuk Campuran Kalimat majemuk campuran terdiri atas kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk bertingkat atau kebalikannya. 1. Anak kalimat: Walaupun komputer itu dilengkapi dengan alat-alat modern. ibarat. Bagian yang memiliki kedudukan lebih penting (inti gagasan) disebut sebagai klausa utama (induk kalimat). oleh sebab itu 3. biar 8. Ada beberapa penanda hubungan / konjungsi yang dipergunakan oleh kalimat majemuk bertingkat. asalkan. Kesertaan: dengan+ orang Contoh:. sejak 2. untuk. Akibat: hingga.

Contoh : Gantilah bajumu ! * Kalimat larangan. KMB: Mereka masih bekerja karena tugasnya belum selesai. ditandai dengan penggunaan kata jangan. biasanya diakhiri dengan tanda titik (. ditandai dengan kata mohon.) dan dalam pelafalannya dilakukan dengan intonasi menurun. Kalimat perintah biasanya diakhiri dengan tanda seru (!) dalam penulisannya. KMS: Kami pulang. tetapi mereka masih bekerja. * Kalmat berita bentuk lainnya Contoh : Kami tidak taahu mengapa dia datang terlambat. Sedangkan dalam bentuk lisan. yaitu: 1. Macam-macam kalimat perintah : * Kalimat perintah biasa. . tetapi mereka masih bekerja karena tugasnya belum selesai. Contoh : Jangan membuang sampah sembarangan ! * Kalimat ajakan. . tolong. Berdasarkan Isi atau Fungsinya Kalimat dapat dibedakan menjadi 4 jenis.KMS: Kami berhenti dan langsung pulang. Kalimat Perintah Kalimat perintah adalah kalimat yang bertujuan memberikan perintah kepada orang lain untuk melakukan sesuatu. ditandai dengan partikel lah. Contoh : Tolong temani nenekmu di rumah ! 2. silahkan.Kami pulang. kalimat perintah ditandai dengan intonasi tinggi. Kalimat Berita Kalimat berita adalah kalimat yang isinya memberitahukan sesuatu. * Kalimat berita pengingkaran Contoh : Saya tidak akan datang pada acara ulang tahunmu. Dalam penulisannya. Macam-macam kalimat berita : * Kalimat berita kepastian Contoh : Nenek akan datang dari Bandung besok pagi. KMC: Kami berhenti karena hari sudah malam. Kalimat ini mendorong orang untuk memberikan tanggapan. * Kalimat berita kesangsian Contoh : Bapak mungkin akan tiba besok pagi.

dimana.Mahasiswa berdiskusi di dalam kelas. Contoh :. kapan.Mengapa gedung ini dibangun tidak sesuai dengan disainnya? 4. pekerjaan rumah saya tidak terbawa. sapaan dan kekaguman. Contoh:. Kalimat Lengkap Kalimat lengkap adalah kalimat yang sekurang-kurangnya terdiri dari satu buah subyek dan satu buah predikat. ajakan. pertanyaan. Kata tanya yang dipergunakan adalah bagaimana.3.SPK 2. Kalimat Tanya Kalimat tanya adalah kalimat yang bertujuan untuk memperoleh suatu informasi atau reaksi (jawaban) yang diharapkan. Kalimat seruan biasanya ditandai dengan intonsi yang tinggi dalam pelafalannya dan menggunakan tanda seru (!) atau tanda titik (.) dalam penulisannya. jawaban. larangan. seruan. atau objek saja atau keterangan saja.Aduh. berapa. Kalimat Tidak Lengkap Kalimat tidak lengkap adalah kalimat yang tidak sempurna karena hanya memiliki subyek saja.Silakan Masuk! . • Berdasarkan Unsur Kalimat Kalimat dapat dibedakan ke dalam 2 jenis. atau predikat saja. Contoh:. Kalimat Majas termasuk ke dalam kalimat lengkap. Contoh:. Kalimat Seruan Kalimat seruan adalah kalimat yang digunakan untuk mengungkapakan perasaa ‗yang kuat‘ atau yang mendadak. yaitu: 1. Kalimat tidak lengkap biasanya berupa semboyan. .Selamat sore . salam. Kalimat ini diakhiri dengan tanda tanya(?) dalam penulisannya dan dalam pelafalannya menggunakan intonasi menurun. perintah.

• Berdasarkan Susunan S-P Kalimat dapat dibedakan menjadi 2 jenis.Semua warga negara harus menaati segala perundang-undangan yang berlaku agar kehidupan di negeri ini berjalan dengan tertib dan aman. yaitu: 1. Contoh. Contoh:.Aku dan dia bertemu di cafe ini. Kata atau frasa tertentu yang pertama muncul akan menjadi kunci yang akan mempengaruhi makna untuk menimbulkankesan tertentu.Ambilkan koran di atas kursi itu! . .. Kalimat Yang Melepas Kalimat yang melepas terbentuk jika kalimat tersebut disusun dengan diawali oleh unsur utama (induk kalimat) dan diikuti oleh unsur tambahan (anak kalimat).Penelitian ini dilakukan mereka sejak 2 bulan yang lalu. dibandingkan jika kata atau frasa ditempatkan pada urutan kedua. kalimat itu sudah bermakna lengkap.SPOK . Unsur anak kalimat ini seakanakan dilepaskan saja oleh penulisnya. . Contoh:. Kalimat Inversi Kalimat inversi adalah kalimat yang susunan dari unsur-unsur kalimatnya sesuai dengan pola kalimat dasar bahasa Indonesia (S-P-O-K). Kalimat ini biasanya dipakau untuk penekanan atau ketegasan makna. Jika unsur anak kalimat tidak diucapkan.PS 2.SPK • Berdasarkan Bentuk Gaya Penyajiannya (Retorikanya) Kalimat dapat dibedakan menjadi 3 jenis yaitu: 1. . Kalimat Versi Kalimat versi adalah kalimat yang predikatnya mendahului subjeknya.

3.Bursa saham tampaknya semakin bergairah. • Berdasarkan Subjeknya Kalimat dapat dibedakan menjadi 2 jenis. misalnya pergi. Sebelum kalimat itu selesai. Kalimat yang Klimaks Kalimat klimaks terbentuk jika kalimat tersebut disusun dengan diawali oleh anak kalimat dan diikuti oleh induk kalimat. Kalimat yang Berimbang Kalimat yang berimbang disusun dalam bentuk kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk campuran.Mereka akan berangkat besok pagi. tidur. Contoh:. investor asing dan domestik berlomba melakukan transaksi. S P O1 1. terasa masih ada sesuatu yang ditunggu. Oleh karen itu. Kaliamat Aktif Kalimat aktif adalah kalimat yang subjeknya melakukan suatu pekerjaan/tindakan.dan ber-. dll (kecuali makan dan minum). Struktur kalimat ini memperlihatkan kesejajaran yang sejalan dan dituangkan ke dalam bangun kalimat yang simetri.138 hari disekap dalam sebuah ruangan akhirnya tiga sandera warga negara Prancis itu dibebaskan juga. yaitu: 1. mandi. Kalimat ini biasanya memiliki predikat berupa kata kerja yang berawalan me.3.2. dan IHSG naik tajam. Predikat juga dapat berupa kata kerja aus (kata kerja yang tidak dapat dilekati oleh awalan me–saja). yaitu: 1. Contoh:.2 Kalimat Aktif Intransitif Kalimat aktif intransitif adalah kalimat yang tidak dapat diikuti oleh objek penderita (O1). Contoh:Eni mencuci piring. .1 Kalimat Aktif Transitif Kalimat aktif transitif adalah kalimat yang dapat diikuti oleh objek penderita (O1). penyajian kalimat ini terasa berklimaks dan terasa membentuk ketegangan.Setelah 1. . Kalimat aktif dibedakan menjadi 2. yaitu induk kalimat. Kalimat belum dapat dipahami jika hanya membaca anak kalimatnya. Predikat pada kalimat ini biasanya berawalam me.dan selalu dapatt dirubah menjadi kalimat pasif. Contoh:.

Tambahkan kata oleh di belakang predikat.2 Kalimat Pasif Zero Kalimat pasif zero adalah kalimat yang objek pelakunya(O2) melekat berdekatan dengan O2 tanpa disisipi dengan kata lain. Contoh:. Contoh:Dian kehilangan pensil. (pasif) 4. S P Pel.diganti dengan di-. kemudian . Contoh:Ku pukul adik. Predikat pada kalimat ini berawalan di-. Ikan dipancing oleh bapak. S P O2 2.SPK 1.Predikat pada kalimat ini biasanya berawaln ber-. Kalimat pasif dapat dibedakan menjadi 2 jenis. Kalimat ini tidak dapat dirubah menjadi kalimat pasif. Contoh : Bapak memancing ikan.dan diikuti oleh kata depan oleh.dan ter. . .ke-an. 2. yaitu: 2. Contoh:Piring dicuci Eni.3 Kalimat Semi Transitif Kalimat ini tidak dapat dirubah menjadi kal pasif karena disertai oleh pelengkap bukan objek.tidak diikuti dengan O1. Awalan me.pada predikat dihapus. Predikat pada kalimat ini berakhiran -kan dan akan terjadi penghilangan awalan di-. Predikatnya juga dapat berupa kata dasar berkelas kerja kecuali kata kerja aus.Mereka berangkat minggu depan. . 2. Kalimat pasif zero ini berhubungan dengan kalimat baku. Kalimat ini biasanya memiliki predikat berupa kata kerja berawalan di. .ter-. 3. O2 P S Cara mengubah kalimat aktif menjadi kalimat pasif : 1. Jika subjek kalimat akrif berupa kata ganti maka awalan me.1 Kalimat Pasif Biasa Kalimat pasif ini biasanya diperoleh dari kalimat aktif transitif. Subjek pada kalimat aktif dijadikan objek pada kalimat pasif. (aktif) . Kalimat Pasif Kalimat pasif adalah kalimat yang subjeknya dikenai pekerjaan/tindakan. Kalimat yang berawalan me.

Contoh : Aku harus memngerjakan PR. Dalam wujud tulisan. PR harus kukerjakan. Dan kalimat dapat dibagi menjadi beberapa macam.2 SARAN Penulis menyadari dalam pembutan makalah yang membagas tentang kalimat dalam bahasa indonesia ini masih banyak kekurangaan untuk itu penulis membutuhkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah selanjutnya. dan diakhiri dengan intonasi akhir yang diikuti oleh kesenyapan yang mencegah terjadinya perpaduan ataupun asimilasi bunyi ataupun proses fonologis lain. (pasif) BAB III PENUTUP 31. pisah (-). atau tanda seru (!). dan di dalamnya dapat disertakan tanda baca seperti koma (. KESIMPULAN Kalimat adalah satuan bahasa terkecil yang mengungkapkan pikiran yang utuh. titik dua (:). kalimat dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik (. 3.). kalimat diucapkan dengan suara naik turun dan keras lembut. (aktif) .). . baik dengan cara lisan maupun tulisan. dan spasi. Dalam wujud lisan. tanda tanya (?).subjek dan predikat dirapatkan. disela jeda.

wikipedia.Namun sebelumnya kita harus mengetahui dahulu apa yang dimaksud dengan kalimat itu sendiri.wordpress. Kalimat adalah satuan bahasa terkecil yang mengungkapkan pikiran yang utuh.Didalam kalimat itu sendiri terdapat tata bahasa dan tata cara pengucapanya.org/wiki/Kalimat/ di akses pada tanggal http://id.org/wiki/Bahasa_Indonesia/Kalimat di akses pada tanggal PENGERTIAN KALIMAT Kalimat mengandung dua pengertian. .wikibooks. http://freezcha. Lamuddin.Tergantung cara penggunaannya masing-masing dan disini kita akan membahas bagaimana tata cara penggunaan kalimat lisan maupun tertulis tersebut. baik dengan cara lisan maupun tulisan.Kalimat selalu kita ucapkan ketika kita berbicara kepada seseorang. Diksi Insan Mulia. Komposisi Bahasa Indonesia.Penting untuk kita memprelajari seluk beluk mengenai kalimat secara rinci.wordpress.DAFTAR PUSTAKA Finoza.com/2009/11/26/kalimat-dan-unsur-kalimat/ di akes pada tanggal http://id.Ada yang disebut dengan kalimat ―Lisan‖ dan ada yang disebut dengan kalimat ―Tertulis‖.com/2010/05/08/jenis-jenis-kalimat/ di akes pada tanggal http://rizaljenius.

Apabila kita meninjau kewilayah pulau sumatera orang-orang sumatera cenderung menggunakan penyampaian kalimat yang keras mengapa demikian.Mungkin disebabkan karena wilayah pulau jawa yang berupa dataran rendah.wilayah yang bergunung-gunung menyebabkan orang-orang sumatera cenderung berbicara dengan intonasi yang keras.Mengapa demikian.cuaca yang dingin menyebabkan orang-orang didalamnya terbiasa bebicara dengan intonasi yang lembut. Keanekaragaman penyampaian kalimat yang berbeda-beda diwilayah Indonesia merupakan suatu kekayaan budaya yang menunjukan bahwa disetiap provinsi di Indonesia memiliki ciri khas masing-masing.Karena Indonesia kaya akan keanekaragaman budaya dan terdiri atas beribu-ribu pulau yang disetiap wilayahnya sehingga memiliki cara pengucapan kalimat-kalimatnya tersendiri. Apabila kita meninjau kewilayah pulau jawa orang-orangnya cenderung menyampaikan kalimat dengan intonasiyang lembut. dan diakhiri dengan intonasi akhir yang diikuti oleh kesenyapan yang mencegah terjadinya perpaduan ataupun asimilasi bunyi ataupun proses fonologis lain.Mungkin dipengaruhi oleh cuaca yang panas.Dalam wujud lisan. Di Indonesia cara pengucapan kalimat lisan ini memiliki beranekaragam intonasi yang berbeda-beda. disela jeda.Ada yang pengucapan kalimat dengan intonasi yang keras dan ada yang pengucapanya dengan intonasi yang lembut. kalimat diucapkan dengan suara naik turun dan keras lembut. .

Kalimat selalu ditandai dengan huruf kapital dan tanda baca yang sesuai. Apabila dilanjutkan dengan kalimat baru. tanda tanya (?). dan di dalamnya dapat disertakan tanda baca seperti koma (. Contoh:   Irwan S. Gatot George W. dan spasi.). harus diberi jarak satu ketukan. Tanda titik diletakan diakhir kalimat dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan. Contoh: Saya suka makan nasi. Tanda titik. dan tanda seru pada wujud tulisan sepadan dengan intonasi akhir pada wujud lisan sedangkan spasi yang mengikuti mereka melambangkan kesenyapan. Bush Apabila nama itu ditulis lengkap.Kalimat dalam bentuk tulisan dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik (. tanda tanya. Tanda baca sepadan dengan jeda.).Selanjutnya kita akan mempelajari kalimat yang berbentuk tulisan serta tata cara penulisanya. Contoh: Anthony Tumiwa . tanda titik tidak dipergunakan. titik dua (:). atau tanda seru (!). pisah (-). Tanda titik dipakai pada akhir singkatan nama orang.

(dan sebagainya) tgl. (sarjana ekonomi) Kol.10. dan sapaan. Contoh:      dll.30 jam (20 menit. menit.20. Contoh:    Pukul 7.Tanda titik dipakai pada akhir singkatan gelar. (kolonel) Bpk. Pada singkatan yang terdiri atas tiga huruf atau lebih hanya dipakai satu tanda titik.156 orang. 30 detik) Tanda titik dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya. (bapak) Tanda titik dipakai pada singkatan kata atau ungkapan yang sudah sangat umum. dan detik yang menunjukkan waktu atau jangka waktu. jabatan. Contoh: Kota kecil itu berpenduduk 51. Contoh:     Dr. (tanggal) hlm. . (doktor) S. (halaman) Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam. (dan lain-lain) dsb. pangkat.E.12 (pukul 7 lewat 10 menit 12 detik) 0.

badan atau organisasi. Contoh:    Nama Ivan terdapat pada halaman 1210 dan dicetak tebal. Contoh:         DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) SMA (Sekolah Menengah Atas) PT (Perseroan Terbatas) WHO (World Health Organization) UUD (Undang-Undang Dasar) SIM (Surat Izin Mengemudi) Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional) rapim (rapat pimpinan) . Tanda titik tidak dipakai dalam singkatan nama resmi lembaga pemerintah dan ketatanegaraan. serta nama dokumen resmi maupun di dalam akronim yang sudah diterima oleh masyarakat.Tanda titik tidak dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang tidak menunjukkan jumlah. Nomor Giro 033983 telah saya berikan kepada Mamat.

dan mata uang. tabel. takaran. timbangan. Contoh:    Latar Belakang Pembentukan Sistem Acara Lihat Pula Tanda Tanya (?) Tanda tanya dipakai pada akhir tanya. Contoh:     Cu (tembaga) 52 cm l (liter) Rp350. . dan sebagainya. atau kepala ilustrasi.00 Tanda titik tidak dipakai pada akhir judul yang merupakan kepala karangan. satuan ukuran. Tanda titik tidak dipakai dalam singkatan lambang kimia. Contoh:   Kapan ia berangkat? Saudara tahu. bukan? Penggunaan kalimat tanya tidak lazim dalam tulisan ilmiah.

Contoh:   Ia dilahirkan pada tahun 1683 (?). ataupun rasa emosi yang kuat. . ketidakpercayaan. Contoh: Saya bergabung dengan Wikipedia. penggunaan tanda seru umumnya tidak digunakan di dalam tulisan ilmiah atau ensiklopedia. tetapi tidak aktif. Contoh:     Alangkah mengerikannya peristiwa itu! Bersihkan meja itu sekarang juga! Sampai hati ia membuang anaknya! Merdeka! Oleh karena itu. Uangnya sebanyak 10 juta rupiah (?) hilang. dan melainkan.Tanda tanya dipakai di dalam tanda kurung untuk menyatakan bagian kalimat yang disangsikan atau yang kurang dapat dibuktikan kebenarannya. yang didahului oleh kata seperti. Tanda Seru (!) dipakai sesudah ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah yang menggambarkan kesungguhan. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara yang berikutnya. tetapi. Hindari penggunaannya kecuali dalam kutipan atau transkripsi drama.

Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat apabila anak kalimat tersebut mendahului induk kalimatnya.

Contoh:
 

Kalau hari hujan, saya tidak akan datang. Karena sibuk, ia lupa akan janjinya. Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat apabila anak kalimat tersebut mengiringi induk kalimat.

Contoh: Saya tidak akan datang kalau hari hujan.

Tanda koma dipakai di belakang kata atau ungkapan penghubung antara kalimat yang terdapat pada awal kalimat. Termasuk di dalamnya oleh karena itu, jadi, lagi pula, meskipun begitu, akan tetapi. Contoh:
 

Oleh karena itu, kamu harus datang. Jadi, saya tidak jadi datang. Tanda koma dipakai di belakang kata-kata seperti o, ya, wah, aduh, kasihan, yang terdapat pada awal kalimat. contoh:

 

O, begitu. Wah, bukan main. Tanda koma dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat. Contoh: Kata adik, "Saya sedih sekali". Tanda koma dipakai di antara (i) nama dan alamat, (ii) bagian-bagian alamat, (iii) tempat dan tanggal, dan (iv) nama tempat dan wilayah atau negeri yang ditulis berurutan. Contoh:

 

Medan, 18 Juni 1984 Medan, Indonesia. Tanda koma dipakai untuk menceraikan bagian nama yang dibalik susunannya dalam daftar pustaka. Contoh: Lanin, Ivan, 1999. Cara Penggunaan Wikipedia. Jilid 5 dan 6. Jakarta: PT Wikipedia Indonesia. Tanda koma dipakai di antara bagian-bagian dalam catatan kaki.

Contoh: I. Gatot, Bahasa Indonesia untuk Wikipedia. (Bandung: UP Indonesia, 1990), hlm. 22. Tanda koma dipakai di antara nama orang dan gelar akademik yang mengikutinya untuk membedakannya dari singkatan nama diri, keluarga, atau marga.

Contoh: Rinto Jiang, S.E. Tanda koma dipakai di muka angka persepuluhan atau di antara rupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka. Contoh:
 

33,5 m Rp10,50 Tanda koma dipakai untuk mengapit keterangan tambahan yang sifatnya tidak membatasi. Contoh: pengurus Wikipedia favorit saya, Borgx, pandai sekali. Tanda koma dipakai untuk menghindari salah baca di belakang keterangan yang terdapat pada awal kalimat. Contoh: Dalam pembinaan dan pengembangan bahasa, kita memerlukan sikap yang bersungguhsungguh.

Bandingkan dengan: Kita memerlukan sikap yang bersungguh-sungguh dalam pembinaan dan pengembangan bahasa.

Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain yang mengiringinya dalam kalimat jika petikan langsung itu berakhir dengan tanda tanya atau tanda

Contoh: . Tanda Titik Dua (:) Tanda titik dua dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap bila diikuti rangkaian atau pemerian. Contoh: Ketua Wakil Ketua Sekretaris : Borgx : Hayabuse : Ivan Lanin Wakil Sekretaris : Irwan Gatot Bendahara : Rinto Jiang Wakil bendahara : Rex Tanda titik dua dipakai dalam teks drama sesudah kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan.seru. meja. Tanda titik dua dipakai sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian. Contoh:   Kita sekarang memerlukan perabotan rumah tangga: kursi. dan lemari. contoh: "Di mana Rex tinggal?" tanya Stepheen. Fakultas itu mempunyai dua jurusan: Ekonomi Umum dan Ekonomi Perusahaan.

sudah terbit. atau (iii) di antara judul dan anak judul suatu karangan. Contoh: (i) Tempo. I (1971). meja. Tanda titik dua tidak dipakai kalau rangkaian atau pemerian itu merupakan pelengkap yang mengakhiri pernyataan. Boss!" Tanda titik dua dipakai (i) di antara jilid atau nomor dan halaman. dan lemari. Tanda titik dua dipakai untuk menandakan nisbah (angka banding). Contoh: Nisbah siswa laki-laki terhadap perempuan ialah 2:1. Contoh: Kita memerlukan kursi. —) Tanda pisah em (—) membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberikan penjelasan khusus di luar bangun kalimat. (ii) di antara bab dan ayat dalam kitab-kitab suci. 34:7 (ii) Surah Yasin:9 (iii) Karangan Ali Hakim. Tanda Pisah (–. Pendidikan Seumur Hidup: Sebuah Studi. .Borgx : "Jangan lupa perbaiki halaman bantuan Wikipedia!" Rex : "Siap.

bukan −4–−6 °C . Contoh:    dari halaman 45 sampai 65. Contoh: Rangkaian penemuan ini—evolusi. Tanda pisah em (—) menegaskan adanya posisi atau keterangan yang lain sehingga kalimat menjadi lebih tegas. atau bersama tanda kurang (−). bukan antara tahun 1492–1499 −4 sampai −6 °C. Tanda pisah en (–) dipakai di antara dua bilangan atau tanggal yang berarti sampai dengan atau di antara dua nama kota yang berarti 'ke'. teori kenisbian. bukan dari halaman 45–65 antara tahun 1492 dan 1499. dan kini juga pembelahan atom—telah mengubah konsepsi kita tentang alam semesta. atau 'sampai'.Contoh: Wikipedia Indonesia—saya harapkan—akan menjadi Wikipedia terbesar. Contoh:     1919–1921 Medan–Jakarta 10–13 Desember 1999 Tanda pisah en (–) tidak dipakai bersama perkataan dari dan antara.

-Subjek digunakan untuk menjelaskan ―apa‖ dan ―siapa‖. -Subjek juga biasanya merujuk pada kata benda /frasa(konkret/abstrak) Contoh:Ayahku sedang melukis.wacana.tulisan.predikat.Keempatnya membentuk satu-kestuan yang utuh dan saling melengkapi berikut penjelasanya: 1.Penjelasan diatas merupakan bergam kumpulan tanda-tanda baca yang digunakan didalam kalimat tertulis yang memiliki fungsinya masing-masing agar mempermudah pembaca memahami dari setiap kalimat yang terkandung didalam sebuah referensi. STRUKTUR KALIMAT(UNSUR KALIMAT) Struktur kalimat terdiri atas empat unsur yang saling berkaitan satu sama lain yaitu: Subjek.maupun naskah. . Setiap tanda baca harus diletakan pada posisi kalimat yang tepat sehingga dapat dipahami oleh para pembaca dan tidak menjadi salah dalam pengertian isi bacaanya.objek.pelengkap. S Penjelasan:disini bisa kita ketahui bahwa ―ayah‖ adalah subjeknya yang menjadi pelaku utama atau topic utama dalam kalimata ini.SUBJEK -Merupakan bagian kalimat yang menunjukan pelaku utama atau topic yang menjadi permasalahan utama.Oleh sebab itu pentingya bagi kita mengetahui beragam tanda baca dan kegunaanya.

Rumusnya:S+P+ O¹ Contoh kalimatnya:Saya menanam pohon. 3. Contoh:Adik menangis S P Penjelasan:predikat menjelaskan kegiatan apa yang sedang dilakukan oleh adik yaitu sedang menangis dan menangis menjadi sebuah predikat didalam kalimat tersebut.PREDIKAT -Predikat merupakan bagian yang menjelaskan kegiatan/tindakan/keadaan yang sedang dialami/dilaksanakan oleh subjek. -Dapat diletakan pada kalimat aktif maupun kalimat pasif.Yaitu objek yang diletakan pada kalimat tidak langsung. . S P O¹ •O² Berfungsi untuk menjelaskan objek yang terkandung didalam kalimat pasif Rumusnya sama seperti bentuk kalimat terstuktur lainya yaitu: S+P+ O² hanya saja untuk penggunaan objeknya menggunakan O² yaitu objek yang diletakan dikalimat pasif disebut O².bagaimana.sedang apa.OBJEK Objek dibagi kedalam 3 jenis dilambangkan dengan: •O¹ Berfungsi untuk menerangkan objek yang langsung dijumpai pada kalimat langsung transitif. Contoh kalimatnya:Saya dimarahi dosen S p O² •O³ . -Dapat dijadikan sebagai pelengkap O¹ mapun O².diapakan.2. -Berbentuk kata/frasa -Berfungsi untuk menjelaskan:mengapa.

.PELENGKAP/KETERANGAN yaitu: -Bagian kalimat yang berfungsi untuk melengkapi predikat. cara. atau tujuan. Perhatikan contoh berikut:     Dia memotong kue itu dengan garpu. waktu. -Biasanya berjenis kata/frasa nomina/frasa adjektiva/dan frasa verba. Keterangan ada yang menyatakan alat. Kami tinggal di Jatinegara. PERAN SEMANTIS UNSUR KALIMAT Cakupan semantis keterangan lebih luas.Rumusnya:S+P+ O³+ O¹/ O². yaitu mewakili unsur kalimat atau seluruh kalimat. tempat. Rumus:S+P+O+K Mega bermain piano diruang keluarga S P O K Antara objek dengan pelengkap memiliki persamaan konstruksi namun untuk membedakan antara keduanya perlu kita ketahui objek selalu wajib hadir didalam suatu kalimat sedangkan pelengkap tidak selalu hadir didalam kalimat. kesertaan. Pada pembahasan selanjutnya kita akan mempelajari struktur atau unsur kalimat yang paling terakhir yaitu: 4. Mereka masuk diam-diam. Contoh kalimatnya:Aming memberikan Nabila mobil. Beliau meninggal tahun 1970. S P O³ O¹ Dari paparan penjelasan diatas dapat kita pahami bahwa bentuk dari struktur kalimat umumnya hamper sama pada setiap kalimat dengan pola dasar S+P+O yang selalu terkandung disetiap kalimat.

meskipun wujud sintaksisnya mirip dengan point (b) penjahat itu pada (c) adalah sasaran. peran semantis Johan adalah pengalaman. Johan di sini mengalami peristiwa tersebut. Karena itu. yakni orang yang melakukan perbuatan menunggui. JENIS KALIMAT Jenis-jenis kalimat tergolong kedalam Sembilan kelompok yaitu: . Pencuri pada point (b) adalah pelaku. yakni yang terkena perbuatan yang dilakukan oleh pelaku.  Dia ke pasar dengan adiknya. dia melakukan perbuatan lari. Adiknya pada kalimat itu adalah sasaran. melainkan suatu peristiwa yang terjadi padanya. Pada kalimat (d) Johan bukanlah pelaku ataupun sasaran. c) Peran Semantis Suatu kata dalam konteks kalimat memiliki peran semantis tertentu. Farida pada point (a) adalah pelaku. Akan tetapi. Pencuri itu lari. dan peristiwa itu menjadi rangsang yang kemudian masuk kebenak dia. Saya belajar supaya lulus Sipenmaru. Dari segi peran semantis. Penjahat itu mati. penjahat pada point (c) adalah bukanlah pelaku karena mati bukanlah perbuatan yang dia lakukan. Jadi. Oleh karena itu. Perhatikan contohcontoh berikut:     Farida menunggui adiknya. yakni kecelakaan. Ada suatu peristiwa. Johan melihat kecelakaan itu.

2. Ibu berjualan bunga. .321jiwa. Contoh :Aku menanam bunga. Kalimat berita kepastian Contoh : Korban gunung merapi mencapai 4.Umumnya mendorong orang untuk memberikan tanggapan. Kalimat berita pengingkaran Contoh :Tidak semua orang menyukai perbuatanmu. 3. 2. Kalimat berita adalah kalimat yang isinya memberitahukan sesuatu.‖ ) Contoh :Kata ayah..Kalimat tidak langsung adalah kalimat yang menceritakan kembali ucapan orang lain.. 5.1. Bagian kutipan dalam kalimat langsung dapat berupa kalimat tanya atau kalimat perintah. Contoh :Aku dimarahi ibu.Biasanya memiliki predikatnya berupa kata kerja berawalan me atau ber. Macam-macam kalimat berita : 1. Kalimat pasif adalah kalimat yang subjeknya dikenai pekerjaan. Biasanya ditandai dengan tanda petik ( ―. Contoh :Ayah berkata bahwa aku harus rajin belajar supaya tercapai semua cita-citaku. Bagian kutipan pada kalimat langsung berubah menjadi kalimat berita.Kalimat langsung adalah kalimat yang secara cermat menirukan ucapan orang.Kalimat aktif adalah kalimat yang subjeknya melakukan suatu pekerjaan.Biasanya memiliki predikat berupa kata kerja berawalan di..‖Rajin-rajinlah kamu belajar supaya tercapai cita-citamu!‖. 4.

3. Kalimat berita kesangsian Contoh :Kejadian ini mungkin akan membuatnya trauma. Kalimat ajakan. Kalimat larangan. Secara tepat mewakili gagasan penulis atau pembicaranya. kalimat perintah ditandai dengan intonasi tinggi.Kalimat tanya adalah kalimat yang isinya menanyakan sesuatu atau seseorang sehingga diperoleh jawaban tentang suatu masalah. Secara lisan.Biasanya diakhiri dengan tanda seru (!). kalimat tanya ditandai dengan intonasi yang rendah. silahkan.Kalimat perintah biasa. 8. 6.3.Dalam bentuk lisan. 2. ditandai dengan kata mohon. ditandai dengan partikel lah. Macam-macam kalimat perintah : 1. .Kalimat efektif memiliki syarat : 1. 7. Contoh :Pergunakanlah helm ketika mengendarai sepeda motor !.Kalimat perintah adalah kalimat yang bertujuan memberikan perintah kepada orang lain untuk melakukan sesuatu. tolong. Contoh:Jangan membuang sampah sembarangan !. Contoh :Siapakah Gayus tambunan itu?.Biasanya diakhiri dengan tanda tanya (?). Contoh:Tolong siram bunga dihalaman !. ditandai dengan penggunaan kata jangan.

Inti kalimat dibentuk oleh subjek dan predikat Jenis-jenis kalimat tunggal : 1. maupun keterangan waktu. Menimbulkan gambaran yang sama antara penulis dengan pembaca atau pembicara dengan pendengar. Contoh : Saya siswa kelas VI. keterangan cara. Contoh : Saya siswa kelas VI di SD Negeri Merdeka. Kalimat tunggal adalah kalimat yang hanya terdiri dari inti kalimat atau satu kalimat. Memberikan penekanan pada bagian-bagian yang penting. 2. 4. Perluasan kalimat tunggal dilakukan dengan menambah unsur baru yang disebut keterangan Dapat berupa keterangan tempat. Memiliki kesatuan gagasan atau ide pokok 2. Dengan ciri-ciri : 1. Contoh:Kucing itu naik ke atas meja Kata ―atas‖ tidak perlu digunakan lagi karena kata ―naik‖ sudah memberi informasi yang cukup bahwa kucing itu sudah pasti naik ke atas sehingga bentuk kalimatnya berubah menjadi: Kucing itu naik ke meja. Kalimat nominal adalah kalimat yang predikatnya berupa kata benda. Kalimat verbal adalah kalimat yang predikatnya berupa kata kerja. Menggunakan kata atau frase imbuhan yang memiliki kesamaan. Contoh : Adik bernyanyi. Adik bernyanyi dengan sangat merdu. . Tidak menggunakan kata-kata yang tidak perlu. 3. 9.2.

upi.Disini kita bisa mengetahui letak kesalahan dan sampai dimana kemampuan kita dalam penggunaan kalimat yang benar dan dapat berguna untuk pembelajaran kedepanyanya. Prana D.php?option=com_content&view=article&id=262:tbbbibeberapa-pengertian-dasar&catid=61:kapita-selekta-bahasa-indonesia&Itemid=75 [2011/01/07] NN.Beberapa Pengertian Dasar.wikibooks.KESIMPULAN Didalam setiap kalimat terkandung struktur-struktur kalimat yang penting untuk kita ketahui dan pelajari agar kita mengetahui pola-pola kalimat tersebut. Bahasa Indonesia/Kalimat. 2009.org/wiki/Bahasa_Indonesia/Kalimat [2011/01/07] . DAFTAR PUSTAKA Iswara. Melalui http://kd-sumedang. Melalui http://id. 2011.edu/index. Didalam makalah ini pun mengajarkan tata cara penulisan mengenai kalimat yang baik dan benar akan bermanfaat penerapanya ketika melakukan penulisan ilmiah. TBBI. Didalam penulisan kalimat harus jelas penulisan tanda bacanya sehingga tidak mengandung pengertian yang salah bagi pembaca.Serta pembagian jenis-jenis kalimat yang beragam harus kita kuasai sebagai mahasiswa.Karena didalam penulisan ilmiah memerlukan tata cara penulisan yang benar-benar sempurna dan dipertanggungjawabkan.