Besaran Pokok dan Besaran Turunan (Materi Fisika SMA Kelas X Semester 1

)
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar istilah panjang, waktu, suhu, dan berat benda. Secara tidak disadari ternyata kita telah belajar mengenai satu bahasan fisika yaitu "Besaran". Namun, apa sih definisi dari besaran ini? Dari berbagai sumber yang saya baca, definisi dari besaran secara fisika adalah segala sesuatu yang dapat diukur dengan angka eksak dan mempunyai satuan. Dari sekian banyak besaran yang kita kenal, besaran dibagi ke dalam dua kelompok yaitu besaran pokok dan besaran turunan. Definsi dari besaran pokok adalah besaran yang telah ditentukan terlebih dahulu (satuannya telah ditetapkan) berdasarkan kesepakatan para ahli fisika. Kalau di Indonesia ada istilah "sembilan bahan pokok", dalam fisika juga ternyata ada istilah seperti itu, yaitu "tujuh besaran pokok". Tujuh besaran pokok ini terdiri atas besaran panjang, waktu, massa, arus listrik, jumlah molekul, dan intensitas cahaya. Selain besaran - besaran pokok yang telah nyatakan di atas, ada juga yang dinamakan dengan turunan. Definisi dari besaran turunan adalah besaran yang diturunkan dari satu atau lebih besaran pokok. Contohnya volume yang diturunkan dari besaran panjang; gaya yang diturunkan dari besaran massa, panjang dan waktu; kecepatan yang diturunkan dari besaran panjang dan waktu. Lebih lengkapnya lihat tabel besaran dan juga satuannya di bagian bawah postingan ini. Besaran menyatakan sifat dari benda. Sifat ini dinyatakan dalam angka melalui hasil pengukuran. Oleh karena satu besaran berbeda dengan besaran lainnya, maka ditetapkan satuan untuk tiap besaran. Satuan juga menunjukkan bahwa setiap besaran diukur dengan cara berbeda. Agar adanya keseragaman, satuan untuk besaran - besaran fisika didasarkan pada satuan Sistem Internasional (SI). Satuan SI ini diambil dari sistem metrik yang telah digunakan di Perancis setelah revolusi tahun 1789. Berikut adalah besaran - besaran fisika beserta satuannya: Basic SI quantities Quantity Dimension Alternatives Root definition and Notes Length/distance m m meter Mass kg kg kilogram Time s s second Curren, electric A A ampere Temperature K K kelvin Quantity of subtance mol mol mole Luminosity/Luminous cd cd candle Intensity

Sedangkan dua besaran tambahan adalah sebagai berikut : No Nama Besaran Tambahan Simbol besaran Satuan Lambang satuan 1.Sudut datar α radian (radial) rad 2.Sudut ruang ∅ steradian Sr Jadi semua besaran yang selain ketujuh besaran pokok di atas merupakan besaran turunan, berikut beberapa contoh besaran turunan :

Sejarah Satuan Panjang Asal - usul meter ini dimulai sekitar abad ke-18. Pada tanggal 8 Mei 1790, The French National Assembly (Majelis Nasional Prancis) menetapkan 1 meter sama dengan panjang pendulum yang menempuh setengah periode selama satu detik. Kemudian pada tanggal 30 Maret 1791 The French National Assembly menyetujui usulan the French Academy of Sciences yang menyatakan bahwa 1 meter sama dengan 1/10.000.000 kali jarak sepanjang permukaan bumi dari kutub utara hingga khatulistiwa melalui meridian Paris. Namun, terjadi kesalahan ketika melakukan perhitungan sehingga prototipe lebih pendek 0,2 milimeter

digunakan sebagai standar akhir.73 kali panjang gelombang sinar jingga yang dipancarkan oleh atom-atom gas krypton-86 (Kr-86) di dalam ruang hampa pada suatu loncatan listrik.763.karena the flattening of the earth due to its rotation.CGPM) digelar untuk pertama kalinya pada tanggal 28 September 1889 dan menentukan 1 meter sebagai jarak antara dua garisan pada batang platinum dengan campuran iridium 10% yang diukur pada suhu titik lebur es (0 derajat Celcius). Pada tahun 1795. Tepatnya pada tanggal 14 Oktober 1960.650. Walaupun demikian. (Dari sumber lain ada yang menyebutkan 1 meter sama dengan 1. simetris ditempatkan pada bidang horizontal pada jarak 571 milimeter dari yang lainnya.73 kali panjang gelombang dalam ruang hampa sehubungan dengan transisi antara 2p10 dan tingkat kuantum 5d5 dari atom krypton-86 (Kr86). Tahun 2002 Komite Internasional tentang Berat dan Satuan (The International Committee for Weights and Measures CIPM)menganggap meter menjadi satuan panjang yang tepat dan dengan demikian merekomendasikan definisi yang membatasi "ℓ panjang yang cukup pendek dengan dampak yang diramalkan oleh relativitas umum yang bisa diabaikan untuk ketidakpastian yang realisasi". The French National Assembly menetapkan batasan 1 meter platinum yang dibuat pada 23 Juni 1799 dan disimpan di National Archives.792. pada suhu 0 derajat Celcius. panel ini menjadi subjek tekanan atmosfir standar dan dukungan pada dua silinder yang paling sedikit berdiameter 1 cm. 6 Oktober 1927. Dibuat batasan 1 meter temporer dari logam kuningan.650.) Pada gilirannya. anggapan ini tetap digunakan sebagai jarak resmi untuk satuan panjang pada waktu itu. Konferensi CGPM ke-11 menetapkan 1 meter sama dengan 1. digantikan oleh CGPM tahun 1960. Pada tanggal 10 Desember 1799. Definisi 1889 meter. Konferensi CGPM ke-7 menyesuaikan definisi 1 meter untuk jarak.761. untuk mengurangi ketidakpastian.248 sekon. Konversi Satuan Panjang Berikut ini adalah satuan ukuran secara umum yang dapat dikonversi untuk berbagai keperluan sehari-hari yang disusun berdasarkan urutan dari yang terbesar hingga yang terkecil : km = Kilo Meter . pada 21 Oktober 1983 Konferensi CGPM ke-17 menetapkan 1 meter sama dengan jarak yang ditempuh kecepatan cahaya (dalam ruang hampa) dalam selang waku 1/299. antara sumbu dari dua garis tengah yan ditandai pada panel prototipe platinum-iridium. berdasarkan prototipe artefak internasional platinum-iridium. Ketidakpastian dalam pengukuran jarak tersebut menyebabkan Konferensi Umum tentang Berat dan Satuan (General Conference on Weights and Measures .

1 m sama dengan 0.1 dam .1 km sama dengan 1.000 mm Massa tidak ditentukan oleh arahnya. Pada tahun 1795 seorang ahli kimia Perancis Louis Lefèvre-Gineau dan seoarang nauralis Italia Giovanni Fabbroni diberi tugas untuk menentukan seberapa masif dari satu desimeter kubik air. Ide pembuatan kilogram standar ini dimulai ketika terjadi reformasi pada revolusi Perancis.1 km sama dengan 10 hm .000. dekat Paris.000 mm .1 km sama dengan 1. Standar skunder (duplikasi dari ukuran standar ini) dikirim ke laboratorium standar di berbagai negara.000 cm .hm = Hekto Meter dam = Deka Meter m = Meter dm = Desi Meter cm = Centi Meter mm = Mili Meter Untuk satuan ukuran panjang konversi dari suatu tingkat menjadi satu tingkat di bawahnya adalah dikalikan dengan 10 sedangkan untuk konversi satu tingkat di atasnya dibagi dengan angka 10.1 m sama dengan 10 dm . Satuan berat adalah newton (N). Secara peroidik kilogram skunder dibawa ke Perancis untuk ditera kembali dengan kilogram standar. Satuan massa dalam Sistem Internasional (SI) adalah kilogram (kg).1 m sama dengan 1. Berbeda halnya dengan berat yang merupakan besaran vektor. maka massa termasuk besaran skalar. Setelah selesai . Sebelumnya. konsep kilogram adalah massa satu desimeter kubik air yang memiliki densitas (massa jenis) maksimum. Kilogram standar berbentuk silinder yang terbuat dari platina .1 km sama dengan 100.000 m . Bersamaan dengan itu satu kilogram sementara dibuat untuk tujuan komersil (sebagai acuan standar timbangan dalam perdagangan). Satu kilogram adalah massa sebuah kilogram standar yang disimpan di Lembaga Berat dan Ukuran Standar di kota Serves.iridium. Satuan kg ini merupakan salah satu dari tujuh besaran pokok. Contoh : .001 km .1 m sama dengan 0.

4 milimeter dan tinggi 39. Untuk pembuatan standar kilogram platinum ini. ia membuat massa standar (kilogram).penlitian.76 ft2 1 ft2 = 0.92072% dari massa kilogram sementara. Dalam hal ini dipakai sistem dengan awalan yang menyatakan macam-macam kelipatan 10. Standar baru siap untuk distribusi sebelum CGPM (Générale des Poids Konferensi et Mesures) pertama pada tahun 1889 yang disebut International Prototype Kilogram. Pada tahun 1796. 1872) untuk membahas bagaimana metrik standar terbaik harus dirancang. standar kilogram selanjutnya dibuat dari platinum. Salah satu kesimpulan konferensi adalah bahwa standar baru harus terbuat dari paduan platina-iridium.4 mm 1 feet (ft) = 1 kaki = 12 inci = 0. Pada 1870-an pemerintah Perancis mensponsori serangkaian konferensi (1870.7 milimeter. Faktor Pengali dan Konversi Satuan a. Mark Etienna Janety (seorang ahli perhiasan kerajaan yang melarikan diri saat revolusi Perancis dimulai) dipanggil kembali ke Paris. Karena standar massa dari air tidak stabil dan tidak nyaman untuk digunakan.0929 m2 = 144 inci2 . Salah satunya berbentuk silinder dengan diamter 39.3048 m 1 yard = 3 feet = 36 inci = 0. Beberapa contoh awalan dalam satuan internasional adalah sebagai berikut : No Faktor Pengali Nama Awalan Simbol 1 10-18 Atto a 2 10-15 Femto f 3 10-12 Piko p 4 10-9 Nano n 5 10-6 Mikro µ 6 10-3 Milli m 7 103 Kilo K 8 106 Mega M 9 109 Giga G 10 1012 Tera T b.609 km 2) Faktor konversi untuk luas 1 m2 = 104 cm2 = 10. Konversi Satuan Konversi satuan adalah sistem pengubahan satuan dari satuan-satuan imperial (Sistem Inggris) ke dalam satuan-satuan metrik. faktor pengali sangat diperlukan untuk menuliskan harga-harga besaran satuan yang sangat besar atau sangat kecil. diproduksi dan didistribusikan. Standar massa dari platinum ini diresmikan pada tahun 1799 yang disebut Kilogramme des Archives.54 cm = 25. para penliti menyimpulkan bahwa massa dari satu desimeter kubik air yang memiliki massa jenis maksimum 99.9144 m 1 mile (mil) = 5280 kaki = 1. 1) Faktor konversi untuk satuan panjang 1 inchi (in) = 2. Faktor Pengali Dalam Sistem Internasional.

48 Faktor konversi untuk satuan gaya 1 pound = 1 lb = 4.186 J 11) Faktor konversi untuk satuan daya 1 tenaga kuda = 1 TK = 1 HP = 0.447 m/s 7) Faktor konversi untuk satuan percepatan 1 = 3.452 cm2 3) Faktor konversi untuk satuan volume 1 m3 = 106 cm3 = 6.746 kW 1 watt = 1W = 1 Joule/s 3.832 x 10-2 m3 = 28.32 liter 1 liter = 1 dm3 = 1000 cm3 = 0.2248 lb = 105 dyne 9) Faktor konversi untuk satuan tekanan 1 bar = 105 = 14.3048 = 30.1 inci2 = 6.50 1 atm = 760 mmHg = 76 cm Hg 1 atm = 1.47 ft/s = 0. Dimensi besaran pokok adalah sebagai berikut: No Besaran Pokok Lambang satuan Lambang dimensi 1 Panjang m L 2 Massa kg M 3 Waktu s (det) T 4 Arus listrik A I 5 Suhu K θ 6 Intensitas cahaya cd J 7 Jumlah zat mol N Beberapa contoh dari besaran turunan adalah sebagai berikut: a. satuannya m/s Rumus dimensi : atau [L.102 x 104 inci3 1 ft3 = 1782 inci3 = 2.28 = 100 1 = 0.281 ft/s 1 mil/jam = 1.0353 ft3 4) Faktor konversi untuk satuan massa 1 kg = 1000 gram 1 ton = 1000 kg 1 pound (lb) = 0. Dimensi Besaran Dimensi besaran adalah cara penyusunan suatu besaran dari besaran-besaran pokok. T-1] .4536 kg 5) Faktor konversi untuk satuan waktu 1 menit = 60 detik 1 jam = 60 menit 1 hari = 24 jam 1 tahun = 365 hari 6) Faktor konversi untuk satuan kecepatan 1 meter/sekon (1 m/s) = 100 cm/s = 3.013 x 105 10) Faktor konversi untuk satuan energi 1 joule (1 J) = 107 erg 1 kalori = 1 kal = 4.448 N 1 N = 0. Kecepatan adalah perpindahan yang ditempuh setiap waktu.

Demikian juga hasil perkalian atau pembagian mempunyai angka penting yang sama banyak dengan angka penting dari faktor angka penting yang paling sedikit.6 gram memiliki 4 angka penting 1. Bilangan eksak adalah bilangan yang didapatkan dari hasil membilang (menghitung). satuannya Joule/sekon atau watt Rumus dimensi : [M] atau [M. Hasil pengukuran benda merupakan angka yang tidak pasti atau tidak eksak karena tergantung pada ketelitian alat ukur yang digunakan. Operasi Angka Penting Hasil operasi penjumlahan dan pengurangan dengan angka penting hanya boleh mengandung satu angka taksiran.L.2322 m Angka 2 diragukan —— + . 1) Semua angka bukan nol adalah angka penting Contoh: 345.T-2] c.0001 N memiliki 1 angka penting b. 3 ekor dan sebagainya. Contoh : 3004 meter memiliki 4 angka penting 108 kg memiliki 3 angka penting 3) Angka nol yang terletak di sebelah kanan angka bukan nol termasuk angka penting Contoh : 356. termasuk angka penting.m/det2 Rumus dimensi : [M] atau [M. seperti 500 rupiah.234 liter memiliki 4 angka penting 5.b. 10 butir. Daya adalah usaha yang dihasilkan setiap satuan waktu. Aturan Menyatakan Banyaknya Angka Penting Angka penting adalah semua angka yang diperoleh dari hasil pengukuran yaitu terdiri atas angka pasti dan angka taksiran. maka akan didapatkan deretan angka yang menunjukkan ukuran dari benda tersebut.0088 m/s memiliki 2 angka penting 0. 1) Operasi Penjumlahan Contoh : 2.345 m Angka 5 diragukan 0. 20 buah. Ketidakpastian dalam Mengukur Dalam setiap kegiatan pengukuran terhadap benda dengan menggunakan alat-alat ukur. satuannya Newton atau Kg.70 joule memiliki 5 angka penting 220 volt memiliki 3 angka penting 4) Angka nol yang terletak di sebelah kiri angka bukan nol baik yang terletak disebelah kiri maupun di sebelah kanan desimal (koma) bukan merupakan angka penting Contoh : 0. Gaya adalah masa kali percepatan.T-3] 4.L2. a.12 detik memiliki 3 angka penting 2) Angka nol yang terletak diantara dua angka bukan nol.

a. Dalam setiap pengukuran dengan menggunakan mistar. Jangka sorong mempunyai dua rahang. Hasil pengukuran menggunakan jangka sorong berdasarkan angka pada skala utama ditambah angka pada skala nonius yang dihitung dari 0 . Skala nonius mempunyai panjang 9 mm yang terbagi menjadi 10 skala dengan tingkat ketelitian 0. yaitu rahang tetap dan rahang sorong. ditulis 4. Hal ini untuk menghindari kesalahan penglihatan (paralaks). sedangkan pada rahang sorong terdapat skala nonius atau skala vernier.534 Alat Ukur Panjang 1. rollmeter. dan mikrometer sekrup.5772 m . Ketelitian pengukuran menggunakan mistar/penggaris adalah setengah nilai skala terkecilnya. Mistar Mistar/penggaris berskala terkecil 1 mm mempunyai ketelitian 0. jangka sorong.1 mm. usahakan kedudukan pengamat (mata) tegak lurus dengan skala yang akan diukur.5 mm. kedalaman lubang.68 l tiga angka penting ——. c.432 l empat angka penting 2.577 2) Operasi Pengurangan Contoh : 890 kg – 457 kg = 443 kg . dan diameter luar maupun diameter dalam suatu benda dengan batas ketelitian 0.1 m. Jangka sorong Jangka sorong adalah alat yang digunakan untuk mengukur panjang.53432 . Ditulis 0. Paralaks yaitu kesalahan yang terjadi saat membaca skala suatu alat ukur karena kedudukan mata pengamat tidak tepat.: 0. Alat Ukur Panjang Alat-alat ukur panjang yang dipakai untuk mengukur panjang suatu benda antara lain mistar. tebal. Ditulis 2.Ditulis 443 kg 3) Operasi Perkalian Contoh : 312 s tiga angka penting 15 s dua angka penting —— x 4680 s2 .7 x 102 s2 4) Operasi Pembagian 1. Pada rahang tetap dilengkapi dengan skala utama.2.

Orang duduk didalam kereta api yang sedang berjalan . seng. Skala ini terbagi menjadi 50 skala atau bagian ruas yang sama. panjang. satu skala pada skala putar mempunyai ukuran: 1/50 . Contoh Gerak : . kecepatan.5 mm = 0. d. yaitu skala atas dan skala bawah. yaitu skala tetap dan skala putar (nonius).01 mm.0. dan karbon. Skala ini terdapat pada laras dan terbagi menjadi dua skala. Satu putaran pada skala ini menyebabkan skala utama bergeser 0. waktu. suhu. Ukuran ini merupakan batas ketelitian mikrometer sekrup. gaya dan lain-lain Pengertian Gerak • Gerak adalah perubahan kedudukan atau tempat suatu benda terhadap titik acuan tertentu. Jadi. percepatan. misalnya kertas. 1) Skala tetap (skala utama) Skala tetap terbagi dalam satuan milimeter (mm).sampai dengan garis skala nonius yang berimpit dengan garis skala utama. Mikrometer sekrup Mikrometer sekrup merupakan alat ukur ketebalan benda yang relatif tipis.5 mm. Besaran Skalar dan Besaran Vektor • • Besaran skalar adalah besaran yang mempunyai besar atau nilai saja Besaran vektor adalah besaran yang memiliki besar dan arah Contoh : massa. Ilmu yang mempelajari tentang gerak tanpa memperhatikan penyebab dari gerakan tersebut disebut kinematika.Rumah kita atau sebuah pohon dan sebagainya . Pada mikrometer sekrup terdapat dua macam skala. 2) Skala putar (skala nonius) Skala putar terdapat pada besi penutup laras yang dapat berputar dan dapat bergeser ke depan atau ke belakang. dan lain-lain Contoh : perpindahan.

disebut dengan perpindahan. sedangkan kelajuan merupakan besaran skalar. di antaranya adalah perpindahan dan jarak. Bagaimana jarak dan perpindahan jika sebuah benda begerak dalam arah sumbu x dan sumbu Y? Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar di atas. Kecepatan dan Kelajuan Kecepatan dan kelajuan memiliki pengertian berbeda. perhatikanlah ilustrasi berikut . perhatikanlah ilustrasi berikut Apabila anda membicarakan perpindahan. samakah pengertian antara perpindahan dengan jarak? Pada dasarnya perpindahan dan jarak merupakan dua pengertian yang berbeda. Kelajuan sebuah benda ditentukan oleh jarak tempuh benda dan selang waktu yang dibutuhkan untuk menempuh jarak tersebut. Kecepatan merupakan besaran vektor. Perpindahan dapat berharga positif maupun negatif bergantung pada titik acuan dan arah gerak. Untuk lebih paham terkait dengan konsep kecepatan dan kelajuan. Lintasan benda dari a . kecepatan ditentukan oleh perpindahan benda dan selang waktu yang dibutuhkan untuk berpindah dengan memperhatikan arah perpindahan. Gambar tersebut menunjukkan lintasan beda yang bergerak dari a ke b. tanpa memperhatikan arah perpindahannya. Dalam ilmu fisika. sedangkan lintasan dari a langsung ke c tanpa melalui b. Menurut anda. sedangkan jarak merupakan besaran skalar. Lain halnya dengan kelajuan. dan dilanjutkan ke c. perpindahanmerupakan besaran vektor. anda perlu mengetahui arah perpindahan tersebut.c disebut jarak tempuh.Jarak dan Perpindahan Pada Gerak Lurus Pembahasan mengenai benda yang bergerak berhubungan erat dengan berbagai besaran.b . Untuk dapat membedakan dengan jelas antara perpindahan dengan jarak.

serta waktu yang diperlukan untuk sampai di c adalah 30 menit.c dan t adalah waktu tempu. di mana s adalah jarak tempuh dari a . hitung kelajuan dan kecepatan anak tersebut.b adalah 4 km dan jarak b .c besarnya 3 km. Jadi kalajuan anak tersebut adalah Untuk mencari kecepatan yang ditempuh anak. maka haruslah dicari terlebih dahulu perpindahan anak tersebut.b .Seorang anak berjalan dari titik a menuju b. Jawaban: Besarnya kelajuan anak tersebut dihitung dengan persamaan V = s/t. Jika jarak a . dan dilanjutkan ke c. Besarnya perpindahan yang ditempuh anak dapat dicari dengan .

speedometer yang berfungsi dengan baik akan menunjukkan angka-angka yang berbeda. bahwa speedometer merupakan alat pengukur kelajuan. dan akan didapat hasil sebesar 5 km.dalil Phytagoras. kecepatan anak tersebut adalah Kecepatan Sesaat dan Kelajuan Sesaat Ketika anda mengendarai atau menaiki kendaraan bermotor. pernahkah anda memperhatikan speedometer kendaraan tersebut? Selama perjalanan. Adapun besaran yang diukur oleh speedometer tersebut adalah kelajuan sesaat. kelajuan sesaat ini merupakan limit kelajuan rata-rata untuk selang waktu yang sangat singkat (Δt ≈ 0). . Seperti yang anda ketahui. Secara matematis. Oleh karena itu.

kecepatan benda selalu tetap. dalam artian gerak benda tersebut memiliki percepatan sebesar a. dalam artian selama gerakannya.Gerak Lurus Gerak Lurus Beraturan (GLB) Gerak lurus beraturan adalah gerak benda pada lintasan lurus dengan kecepatan konstan/tetap. Besarnya kecepatan benda yang bergerak lurus beraturan ini dapat ditentukan dengan persamaan Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB) Gerak lurus berubah beraturan adalah gerak benda pada lintasan lurus dengan kecepatan yang berubah ubah secara beraturan.. .

Pada gerak jatuh tanpa kecepatan awal ini. anda mungkin pernah melihat jatuhnya sebuah benda dari suatu ketinggian tertentu tanpa kecepatan awal. Gerak jatuhnya suatu benda dari suatu ketinggian tanpa kecepatan awal inilah yang disebut dengan gerak jatuh bebas. Gerak jatuh bebas merupakan GLBB. persamaan dalam GLBB masih tepat berlaku. benda mengalami percepatan gravitasi bumi (g). hanya saja.Dalam GLBB berlaku persamaan persamaan gerak seperti berikut Gerak Jatuh Bebas Dalam kehidupan sehari-hari. percepatan (a) diganti dengan percepatan gravitasi bumi (g) Oleh karena pada gerak jatuh bebas tidak ada kecepatan awal (Vo = 0). maka persamaan gerak di atas akan menjadi seperti berikut . gerakan benda akan semakin cepat. Adapun ilustrasinya dapat dilihat seperti ilustrasi berikut Pada ilustrasi di atas tampak sebuah bola yang dijatuhkan dari ketinggian tertentu h tanpa kecepatan awal (Vo = 0). misalnya buah kelapa tua yang jatuh dari pohonnya. oleh karena itu. sehingga makin dekat dengan permukaan bumi.

dalam artian kecepatanya tersebut tidak dipengaruhi oleh massanya Gerak Vertikal Gerak Vertikal merupakan gerakan benda arah vertikal dengan kecepatan awal (Vo = 0). masih tetap berlaku persamaan gerak lurus berubah beraturan . Gerak vertikal ini dibedakan mejadi dua. yaitu gerak vertikal ke atas dan gerak vertikal ke bawah Pada gerak vertikal baik itu gerak vertikal ke atas maupun gerak vertikal ke bawah.Kajiannya tentang dalil archimedes mengantarkan Galilio pada kesimpulan bahwa semua benda jatuh memiliki kecepatan yang sama.

Untuk dapat menganalisis fenomena gerak parabola. Berikut adalah ilustrasi gerak parabola serta komponen komponen gerak benda di sumbu vertikal dan horizontal .Salah satu fenomena gerak vertikal yang erat kaitannya dengan teknologi sert sering kita temui adalah peluncuran roket Gerak peluru merupakan gabungan/kombinasi antara gerak lurus beraturan (GLB) dengan gerak lurus berubah beraturan (GLBB) Gerak peluru menuruti lintasan berbentuk parabola. haruslah paham terlebih dahulu konsep GLB dan GLBB. sehingga gerak peluru ini disebut juga dengan gerak parabola.

1) Komponen gerak pada sumbu y (komponen gerak vertikal) Oleh karena kecepatan arah vertikal di titik tertinggi adalah nol. maka berlakulah persamaan berikut .

2) Komponen gerak pada sumbu y (komponen gerak vertikal) Prinsip-prinsip gerak peluru banyak dimanfaatkan dalam dunia militer. Tampak pada gambar di bawah. prinsip gerak peluru dimanfaatkan dalam peluncuran peluru kendali Gerak Melingkar Beraturan Ketika mempelajari gerak lurus beraturan. anda mengetahui bahwa selama berada di lintasan yang lurus. Misal contoh pada bola bermassa m yang diikat pada seutas tali yang panjangnya r. kelajuan dan kecepatan benda adalah tetap. sehingga benda mengalami gerak melingkar seperti tampak pada gambar berikut . Hal ini berbeda dengan benda yang bergerak melingkar. Bola diputar vertikal.

namun kelajuan bola adalah tetap. sehingga laju linier partikel yang bergerak melingkar beraturan dinyatakan dengan persamaan Kecepatan Angular/Kecepatan Sudut Perhatikanlah gambar berikut . sedangkan banyaknya putaran yang dialami partikel tiap satu satuan waktu disebut dengan frekuensi. panjang lintasan yang ditempuh adalah Δs. Oleh kerena itu. Dalam selang waktu Δt. Gerak melingkar dengan laju tetap seperti itu disebut dengan gerak melingkar beraturan Pada gambar tampak sebuah partikel yang bergerak melingkar menempuh lintasan sepanjang keliling lingkaran (2 π r) dengan laju tetap v. Jadi frekuensi berbanding terbalik dengan periode. arah kecepatannya selalu berubah-ubah sesuai dengan arah garis singgungnya.Vektor kecepatan bola pada tiap posisi merupakan garis singgung terhadap lintasan keliling lingkaran. Adapun waktu yang diperlukan untuk bergerak satu lingkaran penuh (dari A kembali ke A) disebut dengan satu periode. Walaupun kecepatannya berubah-ubah.

Untuk gerak melingkar beraturan. Oleh karena itu . besar sudut yang ditempuh oleh titik A yang telah melakukan gerakan 1 putaran penuh adalah 2π rad atau 360 derajat. besar sudut yang ditempuh (Δθ) oleh titik A dalam selang waktu Δt yang sama adalah senantiasa tetap. besarnya kecepatan sudut dirumuskan dengan persamaan Perpindahan sudut (Δθ) dapat bernilai positif atau negatif. telah diketahui bahwa besarnya kelajuan linier dan kelajuan angular dinyatakan dengan persamaan .Besarnya perubahan sudut dalam selang waktu tertentu ini disebut dengan kecepatan sudut/kecepatan anguler. Ini berarti kelajuan titik A dapat pula dinyatakan dari besar sudut yang ditempuh dalam selang waktu tertentu. dan bernilai negatif jika arah kecepatannya searah dengan perputaran jarum jam Hubungan Antara Kelajuan Linier dengan Kelajuan Angular Seperi pada pembahasan sebelumnya. Besarnya kecepatan anguler titik A dapat dinyatakan dengan persamaan berikut Dalam satu periode (T). Perpindahan sudut bernilai positif jika arah kecepatannya berlawanan arah dengan perputaran jarum jam.

Untuk lebih jelas terkait dengan hubungan roda-roda. yaitu hubungan roda roda dengan kecepatan linier sama dan hubungan roda roda dengan kecepatan angular sama 1) Hubungan Roda Roda dengan Kecepatan Linier Sama . maka benda akan memiliki percepatan yang disebut dengan percepatan sentripetal. tetapi karena vektor kecepatan liniernya selalu berubah terhadap waktu. Hubungan roda-roda pada dasarnya dapat dibedakan menjadi 2 macam. ke manakah arah percepatan sentripetal ini? Hubungan Roda Roda Hubungan roda roda adalah susunan roda-roda yang saling mempengaruhi dalam satu kesatuan sistem. Sekarang yang menjadi permasalahan.Oleh karena itu akan didapat hubungan antara laju linier dengan laju anguler sebagai berikut Meskipun sebuah benda bergerak melingkar secara beraturan.

kecepatan sudut benda tersebut (ω) besarnya berubah secara beraturan. oleh karena itu percepatan total benda yang bergerak melingkar berubah beraturan adalah Terlihat pada ilustrasi gerak melingkar pada gambar berikut. di mana pada gambar tersebut. yaitu percepatan sentripetal (as) dan percepatan tangensial (at).2) Hubungan Roda Roda dengan Kecepatan Angular Sama Gerak Lurus Berubah Beraturan Sebuah benda dikatakan melakukan gerak melingkar berubah beraturan jika selama melakukan gerak melingkar. arah percepatan tangensial (at) selalu tegak lurus arah percepatan sentripetal (as) . dalam artian percepatan sudut benda tersebut (α) setiap saat adalah tetap/konstan Benda yang bergerak lurus berubah beraturan akan mengalami dua percepatan.

TUGAS FISIKA .

S.A Kelas : XTP4 No : 27 SMK N 3 YOGYAKARTA 2011/2012 .Nama : Viki Gilang R.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful