FIBRINOLISIS

BAB I PENDAHULUAN Hemostasis adalah proses dimana darah daalm sistem sirkulasi tergantung dari kontribusi dan interaksi dari 5 faktor, yaitu : dinding pembulu darah, trombosit, faktor koagulasi, sistem fibrinolisis dan inhibitor. Hemostasis bertujuan untuk menjaga agar darah tetap cair didalam arteri dan vena, mencegah kehilangan darah karena luka, memperbaiki aliran darah selama proses penyembuhan luka. Koagulasi(pembekuan) yang merupakan salah satu proses hemostasis terpenting tetapi untuk tetap mengalir, darah harus cair. Oleh karena itu, dalam keadaaan fisiologis, disamping mekanisme koagulasi juga ada sesuatu mekanisme lain dengan efek antagonis yang bertujuan untuk mengimbangi mekanisme koagulasi dan memelihara agar darah tetap cair, salah satu diantaranya adalah proses fibrinolisis. Dengan adanya mekanisme fibrinolisis bekuan yang terjadi dapat dibatasi dan pembuluh darah yang tersumbat dapat dialiri darah kembali.

PEMBAHASAN
I. DEFINISI FIBRINOLISIS Fibrinolisis adalah proses penghancuran deposit fibrin oleh system fibrinolotik sehingga aliran darah akan terbuka kembali. Sistem fibrinolitik merupakan system enzim multikomponen yang menghasilkan pembentukan enzim aktif plasmin. Plasmin menyebabkan degradasi fibrin, meningkatkan jumlah produk degradasi fibrin yang terlarut. i. a. Sistem fibrinolitik terdiri dari tiga komponen utama yaitu Plasminogen

b. Aktivator plasminogen c. ii. a. Inhibitor plasmin. Aktivasi plasminogen terjadi melalui 3 jalur yang berbeda yaitu: Jalur instrinsik

2. juga mengubah F. penurunan fungsi hati dapat mengganggu sintesis dari factor pembekuan darah. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI FIBRINOLISIS 1. Darah akan mengalami hiperkoagulasi (lebih encer) setelah seseorang mengadakan aktivitas fisik. 150 tahun kemudian dilakukan penelitian ilmiah oleh Bigss dkk pada tahun 1947 dimana ditemukan bahwa latihan fisik memacu aktivitas fibrinolisis darah. dan streptokinase yang merupakan produk streptokokus beta hemolitikus. c. Kaalikrein yang terbentuk akan mengaktifkan plasminogen menjadi plasmin. Usia Proses fibrinolisis pada anak dan dewasa lebih cepat daripada orang tua. Aktivitas fisik Pengaruh aktivitas fisik terhadap keseimbangan hemostasis pertama kali diamati oleh John Hunter pada tahun 1794 dimana ia menemukan darah hewan yang tidak membeku setelah lari jarak jauh.XIIa yang akan mengubah prekalikrein menjadi kalikrein dengan adanya HMWK. Orang tua lebih sering terkena penyakit kronis. prekalikrein dan HMWK. menambah agregasi trombosit. II. 3. Untuk memacu . Jalur eksogen Aktivator eksogen contohnya adalah urokinase yang dibentuk ginjal dan dieksresi bersama urin.Jalur instrinsik melibatkan F. b.XIIa.XII menjadi F.XII. Aktivasi F. Jalur ekstrinsik Pada jalur ekstrinsik aktivator yang terdapat di dalam jaringan atau endotel pembuluh darah akan dilepaskan ke dalam darah bila terdapat amin vasoaktif dan protein C. Merokok Merokok dapat menaikkan fibrinogen darah. Ini disebabkan peningkatan aktivitas 2 faktor yang dapat membuat darah lebih encer yaitu : koagulan factor VIII dan APTT ( activated Partial Prothrombin Time).XII menjadi F. menaikkan hematokrit dan viskositas darah.

Pembentukan plasmin terjadi dari plasminogen protein plasma inaktif. dan activator plasminogen lain yang dibebaskan oleh berbagai jaringan. Fragmen Y akan dipecah oleh plasmin menjadi fagmen D dan E. Plasmin bebas akan dinetralkan oleh antiplasmin. Plasmin memiliki afinitas tinggi terhadap fibrinogen dan fibrin. Suatu activator plasminogen jaringan (tPA) spesifik yang dibebaskan di tempat kerusakan pembuluh darah mungkin merupakan activator paling penting. kecuali streptokinase yang akan mengikat plasminogen membentuk kompleks streptokinase-plasminogen yang mempunyai aktivitas sebagai aktivator plasminogen. yang selanjutnya terpecah dan membentuk fragmen Y. kalikrein. fibrinolisis secara enzimatis mengatur pembentukan fibrin sewaktu terbentuk di tempat pengendapan fibrin. MEKANISME FIBRINOLISIS Seperti kita ketahui sebagian besar plasminogen terikat pada fibrin dan sebagian lagi terdapat bebas di dalam plasma. FPD juga mengganggu fungsi trombosit. Activator plasminogen jaringan (tPA) mempunyai afinitas tinggi terhadap fibrin.hiperkoagulasi. Pada proses selanjutnya FDP akan dibersihkan dari sirkulasi darah oleh hati dan RES.Plasmin merupakan enzim proteolitik yang akan memecah fibrin menjadi fragmen-fragmen yang disebut fibrin degradation product atau FDP. Aktivator plasminogen merupakan enzim proteolitik. akan terbentuk plasmin bebas dan plasmin yang terikat fibrin. Apabila plasmin bebas terdapat dalam jumlah berlebihan sehingga melebihi kapasitas antiplasmin. factor VIII harus meningkat banyak. maka plasmin bebas tersebut akan memecah fibrinogen. Mula-mula fibrinogen diubah menjadi fragmen X dengan memindah ikatan C-terminal pada 42 asam amino di rantai ß. Selain itu. dan dua fragmen D inilah yang selanjutnya dikenal dengan nama D-dimer. sedangkan APTT harus mengalami pemendekan. Activator – activator ini dapat dirangsang oleh factor Hageman aktif (factor XIIa) dalam sistem koagulasi. Dengan cara ini. . III. dan proses ini dipicu oleh activator plasminogen. fibrinolisis adalah bagian yang amat integral pada hemostasis normal. F. Apabila plasminogen tersebut diaktifkan. Pada umumnya FDP merupakan inhibitor pembekuan darah terutama fragmen Y yaitu dengan cara menghambat kerja trombin dan menghambat polimerisasi fibrin.VIII. Dalam hal ini.V dan F.D-dimer adalah produk degenerasi fibrin yang berguna untuk mengetahui abnormalitas pembentukan bekuan darah atau kejadian trombotik dan untuk menilai adanya pemecahan bekuan atau proses fibrinolitik.

sehingga pengaktifan fibrinolisis terlokalisasi di dalam bekuan dan tidak di dalam darah yang bersirkulasi. Yang kerjanya paling cepat adalah alfa-2 plasmin inhibitor. Sejak 1990. Bermacam-macan antiplasmin terdapat didalam plasma. Inhibitor plasmin adalah substansi yang dapat menetralkan plasmin dan disebut sebagai antiplasmin. sel otot jantung dan epitel ginjal. Inhibitor ini juga ditemukan pada granulosit. alfa-1 antitripsin dan AT. sel melanoma. dan 2γ.Saat ini telah dikenal inhibitor yang bekerja terhadap aktivator plasminogen yang disebut plasminogen activator inhibitor atau PAI. 2 Bβ. alfa-2 makroglobulin. Molekul fibrinogen adalah dimer yang diikat oleh ikatan disulfida pada bagian terminal end. Dalam proses pembentukan bekuan normal. Plasma normal mengandung 10 sampai 20 mg/dl zat prekusor plasminogen. Terdiri dari 3 pasang rantai polipeptida yang tidak identik dan saling beranyaman yaitu 2 rantai Aα. sehingga diduga PAI-1 ikut berperan dalam peningkatan risiko trombosis pada keadaan ini. PAI-3 ditemukan dalam urin dan identik dengan inhibitor terhadap protein C aktif. Fibrin dihasilkan oleh aktivitas trombin yang memecah fibrinogen menjadi fibrin monomer. tes D-dimer digunakan untuk pemeriksaan trombosis. PAI-2 disintesis oleh plasenta dan bereaksi dengan t-PA maupun urokinase. sel granulose dan sel otot polos. Inhibitor lain adalah protease nexin 1 yang ditemukan dalam fibroblast.mengubah plasminogen menjadi plasmin di dalam bekuan fibrin di tempat cedera. Bβ. Di dalam trombosit inhibitor ini juga ditemukan di dalam granula alfa dan akan dikeluarkan pada proses pelepasan. seperti alfa-2 plasmin inhibitor. fibroblast paru-paru. Hasil pemeriksaan yang positif menunjukkan adanya trombus. γ. penyakit jantung koroner dan pasca bedah. . bekuan fibrin terbentuk pada tahap terakhir proses koagulasi. sel fibrosarkoma. Di samping itu PAI-1 juga disintesis oleh kultur sel hati. Fibrinogen adalah glikoprotein dengan formula Aα. PAI-1 atau endothelial cell-type PAI adalah suatu glikoprotein yang disintesis oleh sel endotel. D-DIMER D-dimer adalah produk akhir degenerasi cross-linked fibrin oleh aktivitas kerja plasmin dalam sistem fibrinolitik. PAI-1 bekerja menghambat urokinase dan t-PA . namun tidak dapat menunjukkan lokasi kelainan dan menyingkirkan etiologi-etiologi potensial lain. Activator ini memiliki afinitas sangat tinggi terhadap fibrin dan bukan fibrinogen. Kadar PAI-1 yang tinggi dijumpai pada beberapa kedaan seperti trombosit vena profunda. monosit dan makrofag. IV. yang diberi nomer urut oleh Internasional Committee on Trombosis and Haemostasis.

Emboli paru (pulmonary embolus/embolisme. D dan E. faktor XIIIa dan ion kalsium (Ca2+) sehingga terbentuk unsoluble fibrin yang stabil. Tahap polimerisasi. PE) 3. maka akan meningkatkan jumlah produk degradasi fibrin yang terlarut. fibrinopolipeptida A dilepas yang akan menimbulkan agregasi side to side disusul dengan pelepasan fibrinopeptida B yang mengadakan kontak dengan unit-unit monomer dengan lebih kuat dan membentuk bekuan yang tidak stabil. Pembekuan intravaskuler menyeluruh (disseminated intravascular coagulation. Plasminogen yang secara normal terdapat dalam plasma akan diserap oleh fibrin. DIC) . Fibrin degradation product (FDP) yang dihasilkan berupa fragmen X. Jika plasmin melisiskan unsoluble fibrin. Proses perubahan fibrinogen menjadi fibrin terdiri dari 3 tahap yaitu tahap enzimatik. DVT) 2.Pasangan rantai Aα dan Bβ memiliki fibinopolipeptida berukuran kecil pada bagian terminal yang disebut sebagai fibrinopolipeptida A dan B. 2 molekul fibrinopeptida A dan 2 molekul fibrinopeptida B dipecah dan fibrinogen diubah oleh trombin menjadi monomer fibrin yang larut. Trombin menyebabkan aktivasi faktor XIII menjadi XIIIa yang berperan sebagai transamidinase. Rantai α dan γ berperan dalam pembentukan unsoluble fibrin yang stabil. Saat di dalam fibrin. Dua fragmen D dan satu fragmen E akan berikatan dengan kuat membentuk D-dimer. Pada tahap enzimatik. Hasil pemeriksaan kadar D-dimer memiliki nilai sensitifitas dan nilai ramal negatif yang tinggi untuk dua keadaan tersebut. Y. polimerisasi dan stabilisasi. Faktor XIIIa menyebabkan ikatan silang (cross-linked) fibrin monomer yang saling berdekatan dengan membentuk ikatan kovalen yang stabil (fibrin Mesh). Plasmin merupakan enzim fibrinolitik utama yang berfungsi memecah fibrinogen dan fibrin yang menghasilkan bermacam-macam produk degenerasi fibrinogen (Fibrin Degradation Product / FDP). plasminogen diubah oleh tissue-plasminogen activator (tPA) menjadi plasmin. INDIKASI PEMERIKSAAN KADAR D-DIMER Pengukuran D-dimer diindikasikan apabila: 1. Pemeriksaan D-dimer bermanfaat untuk mengetahui pembentukan bekuan darah yang abnormal atau adanya kejadian trombotik (indirek) dan untuk mengetahui adanya lisis bekuan atau proses fibrinolitik (direk). Ada dugaan thrombosis vena dalam (deep vein thrombosis. V. Tahap selanjutnya adalah stabilisasi dimana ada penambahan trombin.

Normal bekuan darah akan lisis ada 48 jam. Dalam keadaan normal bekuan euglobulin akan mengalami lisis setelah 2 jam. plasmin dan fibrinogen. Hal ini merupakan akibat masuknya activator plasminogen ke dalam darah secara berlebihan sehingga plasmin yang terbentuk melampaui kemampuan antiplasmin untuk meanetralkannya. Gagal ginjal atau gagal hati VI. sedangkan PT dan APTT tidak selalu memanjang. Fraksi euglobulin dalam pasma mengandung plasminogen. VII. Bila dalam waktu 8 jam atau kurang telah terjadi lisis berarti ada aktivitas fibrinolisis yang berlebihan. penurunan aktivitas plasminogen dan antiplasmin serta adanya kompleks plasmin-antiplasmin. Juga tidak dijumpai adanya sel burr dan fragmentosit pada sediaan hapus darah tepi karena tidak ada mikrotrombi. factor V dan VII serta peningkatan kadar FDP. Fibrinolisis primer atau fibrinogenolisis adalah proses penghancuran fibrinogen. FIBRINOLISIS PRIMER DAN SEKUNDER Fibrinolisis sekunder adalah pembentukan fibrin yang diikuti dengan proses penghancuran fibrin oleh plasmin. Sedangkan Fibrinolisis primer adalah proses penghancuran fibrinogen oleh plasmin. Pemeriksaan penyaring yang lain ialah masa lisis bekuan euglobulin. sebab yang dipecah oleh plasmin adalah fibrinogen. activator plasminogen. Demikian pula tidak akan dijumpai adanya penurunan aktivitas AT. Penurunan jumlah trombosit tidak dijumpai kecuali terdapat keadaan lain yang menyebabkan hal ini. Lisis yang sempurna terjadi dalam waktu kurang dari 2 jam menunjukan adanya aktivitas fibrinolisis juga dapat diperiksa dengan peningkatan kadar FDP. Pemeriksaan penyaring yang paling sederhana ialah masa lisis bekuan darah. Selain kelainan tersebut diatas akan dijumpai pemanjangan masa thrombin. Infark myocard 6. maka terjadi penurunan kadar fibrinogen. plasmin juga menghancurkan factor V dan VII. Pada pemeriksaan laboratorium akan dijumpai aktivitas fibrinolisis sangat meningkat. Dalam hal ini tidak akan dijumpai fragmen D-dimer. Akibat proses penghancuran tersebut. tidak dijmpai adanya fibrinopeptida A dan tesparakoagulasi hasilnya negative. Arterial tromboemboli 5. PENGUKURAN D-DIMER . Selain menghancurkan fibrinogen.4.

30. Reaksi aglutinasi yang terjadi dideteksi dengan menggunakan turbidimetri. Aglutinasi secara makroskopik terlihat bila ada peningkatan D-dimer dalam plasma. Sensitivitas dan nilai ramal negatif untuk D-dimer berkisar 90 %.57 Antibodi dengan afinitas tinggi terhadap D-dimer dilapiskan pada suatu dinding atau microliter well dan mengikat protein dalam plasma. Latex Agglutination (LA) dan Whole Blood Agglutination (WBA). Prinsip metode ini adalah terbentuknya ikatan kovalen partikel polystyrene pada suatu antibodi monoklonal terhadap cross-linkage region dari D-dimer. Cara ini kurang sensitif untuk uji saring.57 Metode Latex agglutination menggunakan antibodi yang dilapiskan pada partikel latex. Bahan Pemeriksaan D-dimer Sampel darah vena yang dimasukan ke dalam vacutainer plastik berkapasitas volume 2. Ada beberapa metode pemeriksaan yaitu Enzym Linked Immunosorbent Assay (ELISA). .7 mL yang mengandung sodium citras dengan kadar 0. Sampel disentifugasi untuk mendapatkan supernatan untuk dilakukan pemeriksaan kadar D-dimer. Antibodi kedua ditambahkan dan jumlah substansi berlabel yang terikat secara langsung sepadan dengan D-dimer yang diukur. Interpretasi hasil tes D-dimer Hasil pemeriksaan kadar D-dimer secara kuantitatif dinyatakan dalam satuan μg/L. Supernatan dapat disimpan pada suhu -20 0C yang stabil sampai 1 bulan.109 M (9:1). Kadar D-dimer yang lebih dari nilai normal rujukan menunjukkan adanya produk degradasi fibrin dalam kadar yang tinggi.Prinsip pemeriksaan D-dimer adalah dengan menggunakan antibody monoklonal yang mengenali epitop pada fragmen D-dimer.30 Latex agglutination yang dimodifikasi dengan menggunakan analyzer automatik dapat dipakai untuk mengukur Ddimer secara kuantitatif dengan menilai sensitivitas 98 – 100 %. Hasil metode ini sebanding metode ELISA konvensional. Cross-linkage tersebut memiliki struktur stereosimetrik.56 Contohnya adalah Latex enhanced turbidimetric test. Tes rapid ELISA menunjukan sensitivitas mirip metode ELISA konvensional. Metode ELISA dianjurkan untuk dipakai sebagai baku emas pemeriksaan. Dikirim ke laboratorium tanpa perlakuan khusus. Nilai cut off D-dimer dengan metode latex agglutination adalah 500 μg/L.

Kadar D-dimer yang normal dapat digunakan untuk menyingkirkan diagnosis banding gangguan pembekuan darah sebagai penyebab dari gejala klinik yang ada. aktivator plasminogen.mempunyai arti adanya pembentukan dan pemecahan trombus dalam tubuh. Macam – macam fibrinolisis yaitu :   Fibrinolisis sekunder adalah pembentukan fibrin yang diikuti dengan proses penghancuran fibrin oleh plasmin. INDIKASI PEMERIKSAAN KADAR D-DIMER Pengukuran D-dimer diindikasikan apabila: . Hasil pemeriksaan kadar D-dimer memiliki nilai sensitifitas dan nilai ramal negatif yang tinggi untuk dua keadaan tersebut. dan inhibitor plasminogen. Sistem fibrinolitik merupakan system enzim multikomponen yang menghasilkan pembentukan enzim aktif plasmin. BAB III PENUTUP KESIMPULAN Fibrinolisis adalah proses penghancuran deposit fibrin oleh system fibrinolotik sehingga aliran darah akan terbuka kembali. merokok. Ada sejumlah faktor yang dapat mempengaruhi fibrinolisis yaitu : usia. Pemeriksaan D-dimer bermanfaat untuk mengetahui pembentukan bekuan darah yang abnormal atau adanya kejadian trombotik (indirek) dan untuk mengetahui adanya lisis bekuan atau proses fibrinolitik (direk). dan aktifitas fisik. Pada sistem fibrinolisis. Fibrinolisis primer adalah proses penghancuran fibrinogen oleh plasmin. komponen yang berperan terdiri dari : plasminogen.

A Manual of Laboratory and Diagnostic Test. US : The Point. HEMATOLOGY Reaksi: 0 komentar: Poskan Komentar Link ke posting ini Buat sebuah Link Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Langganan: Poskan Komentar (Atom) DOWNLOAD    ENZIM 2 ENZIM 1 HORMON SEMESTER 2 . DIC) 4.Dunning III. Infark myocard 6. PE) 3. Arterial tromboemboli 5. Emboli paru (pulmonary embolus/embolisme. Ada dugaan thrombosis vena dalam (deep vein thrombosis. 2009. DVT) 2. Marshall B.1. Gagal ginjal atau gagal hati Daftar pustaka Fischbach frances . Pembekuan intravaskuler menyeluruh (disseminated intravascular coagulation. Raharju Ningsih Diposkan oleh Hey! Rocka Polka di 21:37 Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Label: D I (C) K T a T.

 Cara Mudah Berhenti Merokok | How to Stop the Smoking Habit Easily [by Romi Rafael]     Free Download Al .Qur'an Cara Meng-install Android | How to Install Android Video Proses Replikasi DNA | The DNA Replication POWER POINT PEWARNAAN BAKTERI METODE GRAM | GRAM METHOD Bacteria Stainning       Tutorial Flavicon Untuk Blogspot | Flavicon for Your Blogspot KALENJAR ENDOKRIN SEL DARAH MERAH | Red Blood Cell SOLID STATE DRIVE SAMSUNG256GBSolidStateDrive MAYORET TIK TOK Labels              ANATOMI (1) AQUAPIX (1) BAKTERIOLOGY (2) BIOLOGY MEDIC (4) BIOLOGY MOLEKULER (2) D I (C) K T a T (50) Dr. Martens (1) fashion (17) HEMATOLOGY (10) HISTOLOGY (2) HOLIDAY (2) Illesteva (1) IMMUNO-SEROLOGI (3) .

 the day comes true o ► Maret (4)  PENENTUAN KESADAHAN .                        Kate Spade (2) KIMIA AMAMI (2) KIMIA KLINIK (6) MEDIA REAGEN (2) MULTIMEDIA (2) MY FRIENDS'S STUFFS (33) NEVERMIND IT'S JUST QUOTES (17) New Era (1) NOTES (9) OUTFITS (2) PARASITOLOGY (6) PARIS (1) Patofisiology (4) Personal (42) polyvore (34) Proenza Schouler (1) SITOLOGY (2) style (3) Things Around (51) TOYCAM (5) TRACKS (11) TUMBLR (24) Vans (2) VIROLOGY (1) Blog Archive  ▼ 2012 (41) o ► April (5)  sk8  sk8  think travel  icey-gloomy-sunday.KOMPLEXOMETRI.  Faal Hemostasis  Kelainan Koagulasi  Orthomyxoviridae o ► Februari (10)  wulanhebat  wulanhebat  wulanhebat  And Yet This Is Reality .

carrots and all the small things . Begitu katamu.. Bombay Bicycle Club ▼ Januari (22)  Chung #1  Stripes Spring  Diana F+  Browny Eiffel  Hola Vintage  PROTOZOA  KELAINAN FIBRINOLISIS  FIBRINOLISIS  BIOPSI MAMMAE  PENGECATAN HEMATOXILIN  KELAINAN KOAGULASI  PEMERIKSAAN HEMOSTASIS  FAAL KOAGULASI  calivintage  calivintage  calivintage  calivintage  calivintage  calivintage  calivintage  calivintage  calivintage        ► 2011 (151) o ► Desember (28)  Beach Today Yay!!  Tumblr  Unicorns .  in love with wonderland  Adela and Tessie  Adela and Tessie  Adela and Tessie  Let Me take Yr Picture  leica | Tumblr o ► November (7) o ► Oktober (5) o ► September (2) o ► Agustus (6) o ► Juli (2) .o Sundrops and rainshine. the secret book | Tumblr rolleiflex | Tumblr rolleiflex | Tumblr Jangan menawar hidupku.

o o o o o o  ► ► ► ► ► ► Juni (30) Mei (16) April (30) Maret (6) Februari (18) Januari (1) ► 2010 (20) o ► Desember (16) o ► Juli (4) About Me Hey! Rocka Polka CALL ME IWULL ♥ AQUAPIX AND PURPLE OCTOPUS USER ♥ A MC ♥ A MEDICAL STUDENT ♥ A GIGS LOVER ♥ A LIGHT SLEEPER ♥ GLORYVINTAGE ♥ PANIC ♥ ESCAPING LOVER ♥ TRAVELLER WANNA BE ♥ CITACITA: PUNYA COFFEESHOP DAN CLOTHING DAN SEKOLAH GRATIS DAN PENGEN PUNYA ANAK KEMBAR DUA! :) Lihat profil lengkapku FELLAS WIDE WORLD Feedjit Live Blog Stats WEATHER GUIDE Weather Solo .

com KNOW ME MORE Tedjowulan Rocka Polka Create your badge SHOUT ME GUYS :D . CHILL OUT Music Playlist at MixPod.Blogroll 125x125 Ads5 HELLOSTRANGERS Hello Hikmah dari kesepian dan ketidaknyamanan adalah proses pendewasaan diri.

shoutmix.com/?wulnhebat">View shoutbox</a> ShoutMix chat widget FLAGS Total Tayangan Laman 17270 Subscribe To Post Komentar FREE WEB HOSTING FOR YR SITE Pages  HOME ALEXA RANK .<a href="http://www1.

PICTURA Snap Shots .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful