BAB 1. PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Dalam rangka mencapai visi Kementerian Kesehatan yaitu mewujudkan masyarakat sehat yang mandiri dan berkeadilan dengan salah satu misinya yaitu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, melalui pemberdayaan masyarakat, termasuk swasta dan masyarakat madani serta dalam rangka mencapai visi Dinas Kesehatan Provinsi Jatim yaitu mewujudkan masyarakat Jawa Timur mandiri untuk hidup sehat dengan misinya mendorong terwujudnya kemandirian masyarakat untuk hidup sehat maka perlu disusun grand design pembangunan kesehatan di Jawa Timur tahun 2011- 2014. Salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat adalah pengembangan Posyandu (Dinkes Jatim, 2012). Posyandu merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang di kelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat dalam menyelenggarakan pembangunan kesehatan, guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar untuk mempercepat penurunan kematian ibu dan bayi (Depkes RI, 2006). Pada akhir tahun 2010 jumlah balita sebanyak 3,027.000 sedangkan jumlah Posyandu sebanyak 45.603 buah. Jadi rasio Posyandu dengan jumlah balita adalah 1 : 66 . Bila dibandingkan dengan standar 1 (satu) Posyandu untuk 80 balita, maka angka pencapaian di atas sudah memenuhi standar. Sedangkan jumlah kader Posyandu pada akhir tahun 2010 tercatat sebanyak 226.829 orang, sedangkan yang aktif sebanyak 205.227 orang (90 %). Hal ini menunjukkan bahwa secara kuantitatif jumlah posyandu maupun jumlah kader sudah memenuhi standar yang ditetapkan. dan perlu diimbangi dengan kualitas Posyandu maupun kadernya (Dinkes Jatim, 2012). Jumlah posyandu di Kabupaten Jember sebanyak 2.755, dan sebagian besar termasuk kriteria Madya (43,38 %) (Santosa dan Prayuningsih, 2012). Posyandu yang sudah ada dimasyarakat saat ini sangat berperan dalam

Dengan keaktifan mereka untuk datang dan memanfaatkan pelayanan kesehatan di posyandu dapat mencegah dan mendeteksi sedini mungkin gangguan dan hambatan pertumbuhan pada balita. dan angka kelahiran. http://digilib. Pemerataan pelayanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat untuk mendukung visi Indonesia sehat.unmuhjember. Menurukan Angka Kematian Ibu (AKI). anak balita.id/gdl. 1. tanpa keikutsertaan mereka ke Posyandu maka program ini tidak akan dapat berjalan dengan baik.. Meningkatkan daya jangkau masyarakat dalam pelayanan kesehatan 6. [4 Maret 2013] . DAPUS Santosa. Henik. gizi. Meningkatkan kemmapuan masyarakat mengembangkan kegiatan kesehatan dan kegiatan lain yang menunjang sesuai kebutuhan. Mempercepat penerimaan Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera (NKKBS).ac. REVITALISASI PERAN POSYANDU MELALUI OPTIMALISASI DANA KOMPENSASI BBM (KASUS DI KABUPATEN JEMBER). dan ibu nifas. Dengan program Posyandu Balita di masing-masing RW berjalan dengan baik dan rutin dilakukan satu kali dalam satu bulan dan pembinaan yang dilakukan oleh Puskesmas secara bergantian di masing-masing Posyandu yang sudah tersebar di masing-masing RW tersebut sangat membantu masyarakat utamanya kesehatan ibu dan anak. KIA.php? mod=browse&op=read&id=umj-1x-teguhharis-121. imunisasi. 2012. Ada lima program prioritas yang dilakukan oleh Posyandu yaitu : KB. Dengan program tersebut terbukti dapat menurunkan angka kematian bayi dan balita. 2. teguh hari dan Prayuningsih. 5.mendukung pencapaian pembangunan kesehatan ibu dan anak.2 Tujuan 1. Partisipasi masyarakat dalam mendukung terlaksananya Posyandu Balita ini sangat penting. 4. 3. Menurunkan Angka Kematian Bayi (AKB). ibu hamil. dan penanggulangan diare.

2012. http://dinkes.jatimprov. [4 Maret 2013].id/contentdetail/13/2/140/grand_d esign_posyandu. GRAND DESIGN POSYANDU DI JAWA TIMUR.html.Dinkes jatim.go. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful