Tafsir Ayat Tentang Evaluasi Pendidikan

Agus Rizon

.....1 D... AL-Qur’an surat Al-Ankabut ayat 2-3.................................................................1 C....................................... BAB II PEMBAHASAN A....2 E...................................1 B.......... ................. A.................................................................................................................................. Terjemahan .........DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN A. Hubungan alqur’an surat al-ankabut ayat 2-3 dengan evaluasi pendidikan..................................4 BAB III PENUTUP.......... Asbab An-nuzul. Mufrodat (kosa kata)........................ DAFTAR PUSTAKA............................... Penjelasan ayat......... Latar belakang..............................................................................2 F..................................................... Kesimpulan...................

Islam dengan sumber ajaran al-Qur’an dan hadits yang diperkaya penafsiran para ulama ternyata menunjukkan dengan jelas berbagai masalah dalam bidang pendidikan yang telah memberi corak hitam putihnya perjalanan hidup seseorang. .BAB I PENDAHULUAN A. Untuk mengetahui lebih jelas tentang evaluasi pendidikan. akan dipaparkan tafsiran surat al-ankabut ayat 2-3 tentang evaluasi pendidikan. Oleh karena itu ajaran Islam menetapkan bahwa pendidikan merupakan salah satu kegiatan yang wajib hukumnya baik pria maupun wanita yang berlangsung seumur hidup semenjak dari buaran hingga ajal datang (al-Hadits) – life is education. Dalam proses evaluasi pendidikan memiliki kedudukan penting dalam pencapaian hasil yang digunakan sebagai input untuk perbaikan kegiatan pendidikan. Latar belakang.

C. AL-Qur’an surat Al-Ankabut ayat 2-3 )2(َ‫ىن‬ َ َ ََ ‫وهم‬ ‫ركىاَأَن‬ ‫ََأَن‬ ‫بَالنَّاس‬ ََ ‫س‬ َ ‫لَيفتَن‬ َ ‫ََيت‬ َ َ‫أ‬ ِ ‫ح‬ َ َ‫منَّا‬ َ َ‫ََيَقىلىاَآ‬ َ ‫مهَََّال‬ َ )3(َ‫يه‬ ََ ‫ر‬ ََّ َََّ‫مه‬ ‫هم‬ ‫مه‬ ََ ‫ر‬ ‫ولَقَد‬ َ ِ ‫ذب‬ َ‫ص‬ َ َ‫يه‬ ِ ‫كا‬ ِ َّ‫َللاَال‬ ِ َ‫يه‬ ِ َّ‫ََفَتَنَّاَال‬ َ َ‫دقىا‬ َ ِ ِ‫ََقَبل‬ َ َ‫ولَيَعل‬ َ َ‫ََفَلَيَعل‬ B. Terjemahan (2) Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”.BAB II PEMBAHASAN A. sedang mereka tidak diuji lagi? (3) “Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka. Mufrodat (kosa kata) َ ‫ب‬ َ َ ‫س‬ َ ِ ‫ح‬ : mengira ‫ىن‬ َ َ ‫يفتَن‬ ََّ‫مه‬ َ َ‫لَيَعل‬ َ ‫ال‬ ‫يه‬ َ َ ِ ‫ذب‬ ِ ‫كا‬ : Sedang di uji : Sesungguh nya dia mengetahui : Orang-orang yg dusta1 1 Al-qur’an dan terjemahan . maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta”.

Namun.seperti api membakar emas sehingga terpisalah antara emas itu dengan unsur-unsur murah yang tercampur dengan nya (dan inilah asal kata ini secara bahasa dan iya memiliki makna . malah setiap orang beriman harus diuji lebih dahulu. hawa panas kering yang menyebabkan tumbuh-tumbuhan mati kekeringan. Ujian yang mesti mereka tempuh itu bermacam-macam.untuk kemudian dari cobaan tersebut dalam keadaan bersih unsur-unsur diri mereka dan hati nurani mereka .sehingga.” mereka tak di biyarkan berkata seperti itu saja. Pada ayat ini Allah seolah-olah bertanya kepada manusia yang telah mengaku beriman dengan mengucapkan kalimat syahadat bahwa apakah mereka akan dibiarkan begitu saja mengakui keimanan tersebut tanpa lebih dahulu harus diuji? Tidak. "Bukankah Allah telah memerintahkan untuk berbakti (kepada orang tua) . Asbab An-nuzul 2 . bahwa Ummu Saad telah berkata kepada anaknya.D. sehingga dapat diketahui sampai dimanakah mereka sabar dan tahan menerima ujian tersebut. Penjelasan ayat Ayat 2." E. dan bermacam-macam musibah seperti: kehilangan anggota keluarga. maka demi Allah. Imam Tirmizi dan lain-lainnya telah mengetengahkan sebuah hadis melalui Saad bin Abu Waqqash yang telah menceritakan. Umpamanya perintah berhijrah (meninggalkan kampung halamanan demi untuk menyelamatkan iman dan keyakinan). mengerjakan tugas-tugas dalam rangka menegakkan taat kepada Allah. ia adalah hakikat yang mempunyai beban-beban. jihad yng memerlukan kesabaran .dan mereka bertahan menghadapi cobaan itu. 2 Tafsir Fi Zhilalil-Qur’an XVII . aku tidak akan makan makanan dan pula tidak akan meminum minuman hingga aku mati atau kamu kafir kepada-Nya. hingga mereka mengalami cobaan . Semua cobaan itu dimaksudkan untuk menguji siapakah di antara mereka yang sungguh-sungguh beriman dengan ikhlas dan siapa pula yang berjiwa munafik. Imam Muslim. mengendalikan syahwat. 2 Keimanan bukan lah sekedar kata-kata yang di ucapkan. berjihad di jalan Allah.dan udaha yang memerlukan daya tahan.”saya beriman . amanah yang mempunyai konsekuensi. tidak cukup seseorang berkata . Begitu pula untuk mengetahui apakah mereka termasuk orang yang kokoh pendiriannya atau orang yang masih bimbang dan ragu-ragu sehingga iman mereka masih rapuh.nuansa dan sugesti tersendiri ) demikian juga halnya yang dilakukan oleh cobaan itu terhadap hati manusia .

s. Seseorang yang karena keimanannya yang membaja kepada Tuhan ia dihukum. "Orang-orang sebelum kamu juga mengalami hal seperti ini. Ada pula yang badannya disikat dengan sikat besi runcing yang sudah dipanaskan. Semuanya menjadi contoh dan pelajaran bagi umat beragama Islam ini. Apakah kami tidak akan ditolong wahai Rasulullah. mereka tak menilai seseorang kecuali dari perkaranya yang tampak . Abu Daud dan Nasa'i bahwa suatu waktu pernah para sahabat mengadukan penderitaan mereka kepada Rasulullah. Demikianlah umpamanya Bani Israel yang beriman. keamanan dan keselamatan diri . tapi tertutup dari ilmu manusia. cobaan itu menyingkapkan hati mereka di dunia realita seperti yang tersingkap dalam ilmu allah. manusia dihisab seauai dengan apa yang terjadi dari amal mereka . keimanan adalah amanah allah di muka bumi .dan dari hasil perbuatannya. serta mempunyai keikhlasan dan kesungguhan hati nya. yang tak dapat di emban kecuali oleh mereka yang memang berhak dan mampu mengamban nya . Diletakkan gergaji di atas kepalanya.bukan sekedar apa yang di ketahui oleh Allah tentang perkara mereka . setelah diuji oleh Allah dengan berbagai macam siksaan yang dijatuhkan Firaun kepadanya. Namun. Dengan demikian. yang beriman juga tidak luput dari azab dan kesengsaraan. Allah mengetahui hakikat hati manusia sebelum memberikan cobaan itu. ini merupakan anugrah dari allah dari satu segi . sehingga tubuh orang tersebut terbelah dua. Namun mereka tidak mau mundur dari keyakinan agamanya. Mereka mengatakan bahwa kami menderita berbagai macam siksaan berat dari kaum musyrikin. serta pendidikan bagi manusia dari segi lain pula . bahkan lebih hebat lagi. Diriwayatkan oleh Bukhari. karena . diketahui siapa yang benar dan siapa yang berdusta .Ayat 3.serta harta benda dunia dan godaan. Kemudian gergaji itu diturunkan perlahan-lahan. maka mereka bukan lah orang-orang yangberhak dan mampu men gemban amanah itu. dan keadillan dari segi lain. Sehingga . sehingga. agama ini pasti akan 3 Tafsir Fi Zhilalil-Qur’an XVII . dan digali lubang khusus untuknya. dengan cara engkau berdoa untuk keselamatan kami dari siksaan tersebut?.3 Orang-orang yang beriman dan berpegang teguh dengan keimanannya akan menghadapi berbagai macam penderitaan dan kesulitan. Mereka sabar dan tabah menahan penderitaan itu. Karena mereka tak lebih tahu dari allah tentang hakikat hatinya! Kita kembali kepada sunnah allah dalam memberikan cobaan kepada orang-orang beriman dan menimpakan fitnah kepada mereka. Keluh mereka kepada beliau. Umat Nabi Isa a. orang-orang yang memilih santai dan kesenangan diri. Demi Allah. Rasulullah hanya menjawab. Sedangkan.

mudah lupa dan banyak salah namun mempunyai batas untuk sadar kembali.  Untuk menguji daya kemampuan manusia beriman terhadap berbagai macam problema kehidupan yang dialaminya. Hubungan alqur’an surat al-ankabut ayat 2-3 dengan evaluasi pendidikan. . F. Tetapi di sisi lain manusia juga merupakan makhluk terbaik dan termulia. Evaluasi itu perlu dilakukan. dengan mengingat akan sifat-sifat manusia itu sendiri yaitu manusia adalah makhluk yang lemah. Dengan mengingat hal-hal tersebut. Allah dalam berbagai firman-Nya dalam kitab suci Al Qur’an memberitahukan kepada kita bahwa pekerjaan evaluasi terhadap manusia didik adalah merupakan suatu tugas penting dalam rangkaian tugas pendidikan yang dilaksanakan oleh pendidik. Mereka tidak takut kecuali hanya kepada Allah. yang diangkat sebagai khalifah di bumi dan yang telah diserahi Allah apa yang ada di langit dan di bumi. walaupun serigala-serigala liar mengelilingi binatang ternaknya. sehingga perlu diperbaiki baik oleh dirinya sendiri maupun pihak lain. Ada tiga tujuan pedagogis dari sistem evaluasi Tuhan terhadap perbuatan manusia yaitu .. Evaluasi yang dilakukan Allah terhadap umat manusia mengandung pengertian bahwa manusia senantiasa dalam pengawasan Allah yang apabila hal ini disadari oleh manusia berarti ia akan hati-hati dalam bertingkah laku. apalagi dalam proses pendidikan. sehingga amanah musafir San'a yang sedang dalam perjalanan ke Hadramaut. banyak mengungkap konsep evaluasi di dalam ayat-ayatnya sebagai acuan bagi manusia untuk hati-hati dalam melakukan perbuatannya. 4 Abu Al-fida ismail ibnu katsir . Tetapi kamu (sabda Rasulullah pula) terlalu tergopoh-gopoh minta pertolongan". Namun manusia itu juga memiliki kelebihan-kelebihan tertentu sehingga kemampuan tersebut perlu dikembangkan dan manusia mempunyai kemampuan untuk mencapai posisi tertentu sehingga perlu dibina kemampuannya untuk mencapai posisi tersebut. yang dipercaya Allah untuk mengemban amanat yang istimewa.1986).Tafsir ibn katsir.kutegakkan jua.(beirut: Dar al fikr. maka ditemukan hal-hal prinsipal sebagai berikut : bahwa manusia itu ternyata memiliki kelemahan-kelemahan dan kekurangan-kekurangan tertentu. maka evaluasi amatlah diperlukan.4 Al Qur’an sebagai sumber utama pendidikan Islam. makhluk yang suka membantah dan ingkar kepada Allah. Bertolak dari kajian tersebut.

terhindar dari putus asa. dan manusia yang ingkar kepada ajaran Islam. mencoba banyak digunaklan oleh Allah dalam mengungkapkan bentuk ujian yang disebutkan. jiwa dan buah-buahan. Sasaran evaluasi dengan teknik testing tersebut. dia tidak bergembira berlebih-lebihan dengan kesenangan yang diperolehnya tetapi bersyukur dan mengeluarkan sebahagiaan yang wajib dikeluarkan atau bersadaqah. kesehatan jiwa dan kegembiraan paling tinggi nilainya adalah mendapatkan tiket masuk surga. Untuk mengetahui sejauh mana kuatnya iman seseorang. Bila dikaitkan dengan pendidikan. Al-Baqarah 2:155 Artinya : “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan. Jika mereka ternyata tahan terhadap uji coba Tuhan. dan tidak pula bersedih yang menjadikan putus asa karena penderitaan yang dialaminya. maka nilai buruk yang diperolehnya tidak menjadikan dia lengah dan nilai buruk yang diperolehnya. Untuk mengetahui sampai di mana atau sejauh mana hasil pendidikan wahyu yang telah diterapkan Rasulullah SAW terhadap umatnya.” Ayat diatas merinci bahan ujian (materi evaluasi) yaitu terdiri dari : ketakutan. 29:23). kelaparan. dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. karena dia sabar atau tabah dalam menghadapi kesulitan. kekurangan harta. kelaparan. bidang studi atau mata pelajaran. sehingga diketahui manusia yang paling mulia di sisi Allah yaitu yang paling bertaqwa kepadaNya. kurang bahan makanan dan sebagainya. bahwa mereka akan dibiarkan (saja) mengatakan : “kami telah beriman”. manusia yang sedang dalam iman dan ketaqwaannya.  Untuk menentukan klasifikasi atau tingkat-tingkat hidup keislaman manusia. nama bahan ujiannya atau dengan istilah pendidikan mata kuliah. ketegaran hati. adalah ketahanan mental beriman dan taqwa kepada Allah. sedang mereka tidak diuji (dievaluasi) lagi ? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka. (QS. mereka akan mendapatkan kegembiraan dalam segala bentuk. Allah SWT berfirman yang artinya:”Apakah manusia itu mengira. Ciri-cirinya dapat dilihat yakni. ibtala’ atau menguji. Allah SWT terkadang mengevaluasinya melalui berbagai cobaan yang besar. Al Bala’ yang diartikan cobaan dan ujian. yang mampu keluar dari kesulitan dengan tidak menggadaikan imannya tetapi lulus dalam ujian untuk memantapkan imannya. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang sabar. kematian. Maka hanya orang-orang yang sabar. . kekurangan harta. Al-Ankabut. Seperti kelapangan dada. terutama kegembiraan yang bersifat mental rohaniah. Dalam QS. maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar.

maka jelaslah bahwa yang dijadikan sasaran evaluasi Tuhan dan Nabi adalah sebagai berikut :  Evaluasi Tuhan lebih menitik beratkan pada sikap. agar mereka kembali (kepada kebenaran). Dan Kami coba mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk. diantaranya ada orang-orang yang shaleh dan diantaranya ada yang tidak demikian. perasaan dan pengetahuan manusia seperti iman dan kekafiran. Bloom. (Konatif-psikomotorik).  Evaluasi Nabi sebagai pelaksana perimtah Tuhan sesuai wahyu yang diturunkan kepada beliau lebih menitik beratkan pada kemampuan dan kesediaan manusia mengamalkan ajaran-Nya.Demikian pula QS.5 .” Jika dilihat dari teori taksonomi Benjamin S. Di samping itu faktor konatif (kemauan) juga dijadikan sasarannya. di mana faktor psikomotorik menjadi penggeraknya. Al-A’raf 7:168 Artinya : “Dan kami bagi-bagi mereka di dunia ini menjadi beberapa golongan. ketaqwaan dan kefajiran (kognitif-afektif).

yang diangkat sebagai khalifah di bumi dan yang telah diserahi Allah apa yang ada di langit dan di bumi.  Untuk menentukan klasifikasi atau tingkat-tingkat hidup keislaman manusia. mudah lupa dan banyak salah namun mempunyai batas untuk sadar kembali. dan manusia yang ingkar kepada ajaran Islam. . yang dipercaya Allah untuk mengemban amanat yang istimewa.  Untuk mengetahui sampai di mana atau sejauh mana hasil pendidikan wahyu yang telah diterapkan Rasulullah SAW terhadap umatnya. Tetapi di sisi lain manusia juga merupakan makhluk terbaik dan termulia. manusia yang sedang dalam iman dan ketaqwaannya. Kesimpulan Evaluasi itu perlu dilakukan. dengan mengingat akan sifat-sifat manusia itu sendiri yaitu manusia adalah makhluk yang lemah. sehingga diketahui manusia yang paling mulia di sisi Allah yaitu yang paling bertaqwa kepadaNya.BAB III PENUTUP A.  Untuk menguji daya kemampuan manusia beriman terhadap berbagai macam problema kehidupan yang dialaminya. Demikian lah hubungan surat al-ankabut ayat 2-3 dengan evaluasi pendidikan. makhluk yang suka membantah dan ingkar kepada Allah. Ada tiga tujuan pedagogis dari sistem evaluasi Tuhan terhadap perbuatan manusia yaitu .

DAFTAR PUSTAKA Al-qur’an dan terjemahan Tafsir Fi Zhilalil-Qur’an XVII.Tafsir ibn katsir.1986).(beirut: Dar al fikr. Abu Al-fida ismail ibnu katsir . .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful