MATERI MATA KULIAH MEKANIKA fisika semester 3.

Mekanika adalah cabang ikmu fisika yang mempelajari gaya, materi dan gerakan.

1. ANALISIS VEKTOR Vektor adalah jenis besaran yang mempunyai nilai dan arah. Besaran yang termasuk besaran vektor antara lain perpindahan, gaya, kecepatan, percepatan, dan lain-lain. Sebuah vektor digambarkan sebagai sebuah ruas garis berarah yang mempunyai titik tangkap (titik pangkal) sebagai tempat permulaan vektor itu bekerja. Panjang garis menunjukkan nilai vektor dan arah panah menunjukkan arah vektor itu bekerja. Garis yang melalui vektor tersebut dinamakan garis kerja. Penulisan sebuah simbol besaran vektor dengan menggunakan huruf tegak dicetak tebal, misalnya vektor AB ditulis AB. Selain itu, dapat pula dinyatakan dengan huruf miring dengan tanda panah di atasnya, misalnya vektor AB ditulis . Besar (nilai) sebuah vektor dinyatakan dengan huruf miring AB. Selain itu dapat pula dituliskan dalam garis mutlak, yaitu dua garis tegak sejajar, pada kedua sisi notasi vektor, misalnya, besarnya vektor AB = AB = |AB|. 1. Menggambarkan Vektor dalam Bidang Datar (dalam Dua Sumbu)

Pada bidang datar, vektor mempunyai dua komponen yaitu pada sumbu x dan sumbu y. Sebuah vektor dapat saja mempunyai satu komponen bila vektor tersebut berada pada salah satu sumbu x atau y. Komponen vektor adalah vektor-vektor yang bekerja pada saat yang bersamaan sehingga menghasilkan satu vektor dengan arah tertentu (resultan). Oleh karena vektor tergantung pada besar dan arah, maka vektor tersebut dapat dipindahkan titik tangkapnya asal besar dan arahnya tetap. Penulisan matematis A dapat ditulis dalam komponen-komponennya: A = Ax + Ay; A merupakan jumlah dari komponen-komponennya. Cara lain untuk menuliskan vektor, yaitu: vektor pada bidang datar xoy dengan α adalah arah vektor terhadap sumbu x Di mana: Ax dan Ay menunjukkan besar (harga) vektor pada masing-masing komponen sumbu x dan sumbu y, sedangkan i dan j adalah vektor satuan pada masing-masing komponen sumbu x dan sumbu y. Vektor satuan adalah vektor yang besar/harganya satu satuan; vektor ruang yang telah diuraikan ke sumbu x(i), sumbu y(j), dan sumbu z(k). Dikatakan vektor satuan karena besar vektor = |i| = |j| = |k| = 1. Misalnya, vektor A mempunyai komponen sumbu x(Ax), pada sumbu y(Ay), dan sumbu z(Az ), maka vektor A dapat ditulis dalam lambang vektor:

Panjang vektor A adalah:

2. Penjumlahan Vektor

Jumlah vektor segaris

Penjumlahan dua buah vektor ialah mencari sebuah vektor yang komponen-komponennya adalah jumlah dari kedua komponenkomponen vektor pembentuknya. Dengan kata lain untuk €œmenjumlahkan dua buah vektor€� adalah €œmencari resultan€�. Untuk vektor-vektor segaris, misalnya vektor A dan B dalam posisi segaris dengan arah yang sama seperti tampak pada gambar disamping, maka resultan (jumlah) vektor dituliskan: R = A + B

Pada kasus penjumlahan vektor yang lain, seperti yang ditunjukkan gambar disamping kanan, terdapat dua vektor yang tidak segaris yang mempunyai titik pangkal sama tetapi dengan arah yang berbeda, sehingga membentuk sudut tertentu. Untuk vektor-vektor yang membentuk sudut α , maka jumlah vektor dapat dilukiskan dengan menggunakan metode tertentu. Cara ini disebut dengan metode jajaran genjang. a. Penjumlahan Vektor Menggunakan cara Jajar Genjang Cara melukiskan jumlah dua buah vektor dengan metode jajaran genjang sebagai berikut: a. titik tangkap A dan B dibuat berimpit dengan memindahkan titik tangkap A ke titik tangkap B, atau sebaliknya; b. buat jajaran genjang dengan A dan B sebagai sisi-sisinya; c. tarik diagonal dari titik tangkap sekutu, maka A + B = R adalah diagonal jajaran genjang. Gambar disamping menunjukkan penjumlahan dua vektor A dan B. Dengan menggunakan persamaan, dapat diketahui besar dan arah resultan kedua vektor tersebut. Persamaan diperoleh dengan menerapkan aturan cosinus pada segitiga OPR, sehingga dihasilkan:

Diketahui bahwa OP = A, PR = OQ = B, OR = R, sehingga: R adalah diagonal panjang jajaran genjang, jika α lancip. Sementara itu, α adalah sudut terkecil yang dibentuk oleh A dan B. Sebuah vektor mempunyai besar dan arah. Jadi setelah mengetahui besarnya, kita perlu menentukan arah dan resultan vektor tersebut. Arah R dapat ditentukan oleh sudut antara R dan A atau R dan B.Misalnya sudut θ merupakan sudut yang dibentuk R dan A, maka dengan menggunakan aturan sinus pada segitiga OPR akan diperoleh:

Tahapan-tahapan penjumlahan vektor dengan metode segitiga adalah sebagai berikut: a) pindahkan titik tangkap salah satu vektor ke ujung berikutnya. c) besar dan arah vektor R dicari dengan aturan cosinus dan sinus. sehingga diperoleh persamaan: R = B + A Sehingga. pergerakan dimulai dengan vektor B dilanjutkan engan A. Jadi. Jika penjumlahan lebih dari dua buah vektor. b) hubungkan titik tangkap vektor pertama ke ujung vektor kedua yang menunjukkan resultan kedua vektor tersebut. Dua buah vektor A dan B. Resultan vektor tersebut diperoleh dengan menghubungkan titik pangkal vektor pertama dengan ujung vektor kedua. Pertamatama jumlahkan vektor A dan B yang akan menghasilkan vektor V. akan mempunyai resultan yang persamaannya dituliskan: R = A + B Resultan dua vektor akan diperoleh dengan menempatkan pangkal vektor yang kedua pada ujung vektor pertama. Pada Gambar (b) disamping kiri.Dengan menggunakan persamaan tersebut. maka besar sudut θ dapat diketahui. a. Penjumlahan Vektor Menggunakan cara Segitiga Metode segitiga merupakan cara lain untuk menjumlahkan dua vektor. vektor V tersebut dijumlahkan dengan vektor C ehingga dihasilkan resultan R: R = (A + B) + C = V + C Dapat dilakukan juga dengan cara lain yaitu dengan menjumlahkan vektor B dan C untuk menghasilkan W. dapat disimpulkan bahwa penjumlahan vektor bersifat komutatif. resultannya dijumlahkan dengan vektor ke-3 dan seterusnya. sehingga diperoleh resultan R. penjumlahan tiga buah vektor A. Selanjutnya. dan C seperti ditunjukkan pada gambar disamping. B. yang pergerakannya ditunjukkan gambar (a) disamping kanan. A + B = B + A Hasil yang diperoleh ternyata tidak berubah. yang kemudian dijumlahkan dengan vektor A. Misalnya. selain metode jajaran genjang. yaitu: R = A + ( B + C) = A + W . maka dijumlahkan dulu dua buah vektor.

maka penjumlahan vektor dilakukan dengan menggunakan metode poligon (segi banyak). Hal yang demikian dikatakan kita melakukan perpindahan/bergerak. 3. Gambar 1. Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB) . Namun sebelum kita membahas hal ini. tanpa kita sadari kita telah melakukan pergerakan atau perpindahan kedudukan dari rumah ke kantor atau sekolah. arah vektor ditentukan dengan persamaan 2 KINEMATIKA PARTIKEL Kinematika adalah ilmu yang membahas tentang gerak tanpa meninjau penyebab terjadinjya gerak. Di mana. tetapi dalam hal ini salah satu vektor mempunyai arah yang berlawanan.Jika banyak vektor. Misalnya. Setiap Hari kita berangkat dari rumah ke tempat kerja atau ke sekolah.1: Posisi benda dalam sumbu koordinat Dari A. vektor A dan B. Misalnya. 4. (-B) adalah vektor yang sama dengan B. Untuk keperluan penghitungan tertentu. Cara menguraikan vektor seperti ini disebut analisis. Anda membalik dan kembali berjalan lalu berhenti di B. Sesampainya Anda di C. Dalam Fisika kedua kata itu memiliki arti yang berbeda. Penguraian vektor secara analisis. Jarak dan Perpindahan Bayangkan Anda berada di pinggir jalan lurus dan panjang. maka komponen vektornya adalah: Besar (nilai) vektor A dapat diketahui dari persamaan: Sementara itu. kita pelajari dulu apa yang dimaksud dengan gerak. berapa pula perpindahan Anda? Samakah pengertian jarak dengan perpindahan? Dalam kehidupan sehari-hari kata jarak dan perpindahan digunakan untuk arti yang sama. tetapi berlawanan arah.B = A + (-B). jika dikurangkan maka: A . Anda berjalan menuju C melalui B. kadang-kadang sebuah vektor yang terletak dalam bidang koordinat sumbu x dan sumbu y harus diuraikan menjadi komponen-komponen yang saling tegak lurus (sumbu x dan sumbu y). Pada peristiwa di atas. Komponen ini merupakan nilai efektif dalam suatu arah yang diberikan. Gerak Lurus Beraturan (GLB) Gerak lurus beraturan (GLB) adalah gerak benda dalam lintasan garis lurus dengan kecepatan tetap. vektor A membentuk sudut α terhadap sumbu x positif. Pengurangan Vektor Pengurangan vektor pada prinsipnya sama dengan penjumlahan. berapa jauhkah jarak yang Anda tempuh. Posisi Anda saat itu di A.

DINAMIKA PARTIKEL Dinamika partikel adalah cabang mekanika yang mempelajari gerak suatu partikel dengan meninjau penyebab geraknya. Gaya adalah suatu pengaruh pada sebuah benda yang menyebabkan benda mengubah kecepatannya atau mengalami percepatan. Hukum pertama Newton tidak membuat perbedaan antara benda yang diam dengan benda yang bergerak dengan kecepatan konstan.GLBB adalah gerak benda dengan kecepatan berubah ubah 3. 1. Hukum pertama Newton berlaku pada kerangka acuan yang inersial. Hukum II Newton Pada hakikatnya. pertanyaan apakah suatu benda sedang diam atau bergerak denan kecepatan konstan bergantung pada kerangka dimana benda tersebut diamati. Kecenderungan dari sifat benda seperti itu disebutkan bahwa benda mempunyai kelembaman. Hukum I Newton Hukum pertama Newton menyatakan bahwa sebuah benda dalam keadaan diam atau bergerak dengan kecepatan konstan akan tetap diam atau bergerak dengan kecepatan konstan kecuali ada gaya eksternal yang berpengaruh pada benda tersebut. yaitu kerangka acuan yang bergerak dengan kecepatan konstan atau diam. Persoalan pengaruh lingkungan yang mempengaruhi gerak suatu partikel telah dipecahkan oleh Issac Newton (1642-1727) yang digambarkan dengan menggunakan hanya tiga hukum sederhana yang dinamakan dengan hukum Newton tentang gerak. hukum I Newton sering disebut hukum kelembaman/inersia. 2. Massa adalah sifat intrinsik sebuah . hukum pertama dan hukum kedua Newton dianggap sebagai definisi gaya. sehubungan dengan itu. Gerak dari suatu partikel dipengaruhi oleh sifat-sifat dan susunan benda lain yang ada disekitarnya. Arah gaya sama dengan arah pecepatan yang ditimbulkan oleh gaya tersebut jika gaya itu adalah satu-satunya gaya yang bekerja pada benda yang bermassa.

Newton menyatakan dalam hukum II Newton. Karena Dari persamaan diatas dapat dilihat bahwa percepatan berbanding lurus dengan gaya yang bekerja dan berbanding terbalik dengan massa benda. Massa dari benda yang ditentukan dengan cara tersebut dinamakan dengan perbandingan massa Inersia Dari definisi tentang gaya dan massa diatas. Hubungan tersebut dapat digunakan untuk menentukan perbandingan massa-massa partikel yang diukur dari pengukuran yang terjadi pada m1 dan m2. Momentum sebuah partikel secara matematis didefinisikan sebagai hasil kali massa dengan kecepatan. Jika m1 dipilih sebagai satuan massa maka massa partikel lain dapat ditentukan. yaitu “laju perubahan momentum benda terhadap waktu berbanding lurus dengan resultan gaya yang bekerja pada benda dan besarnya sama dengan gaya tersebut”. Jika gaya F dikerjakan pada benda bermassa m1. maka F = m1a1 Jika gaya yang sama dikerjakan pada benda kedua yang massanya m2 dan menghasilkan percepatan a2 maka F = m2a2 Dengan menggabungkan kedua persamaan diatas kita dapatkan F = m1a1= m2a2 Atau.benda yang mengukur resistansinya terhadap percepatan. Atau dapat dikatakan besar percepatan benda bila dikalikan dengan massanya akan sama dengan besar gaya yang bekerja pada benda tersebut. Hukum kedua Newton dalam kaitannya dengan momentum dapat dituliskan . sedangkan secara fisisnya momentum sebuah partikel dianggap sebagai ukuran kesulitan untuk mendiamkan suatu benda. dan menghasilkan percepatan a1.

maka rumus momentum sudut dapat ditulis sebagai L=rxp = r. Hubungan momentum sudut dengan momen gaya Mengingat hubungan impuls dengan momentum Fdt = dp pada gerak linear. maka vektor momentum total sistem tetap konstan. Hukum III Newto Hukum ketiga Newton kadang-kadang dinamakan hukum interaksi atau aksi reaksi. p sin  = r . yaitu apabila keempat jari tangan kanan (selain jempol) dikepalkan mengikuti arah rotasi benda. Persamaan ini dikenal dengan Hukum kekekalan momentum. maka secara analogi. pada gerak rotasi diperoleh Ndt=dL . mv = r. Momentum Sudut Pada gerak rotasi momen inersia I merupakan analogi dari massa m dan kecepatan sudut merupakan analogi dari kecepatanv. dan F21 adalah gaya oleh partikel 2 pada partikel 1. maka jempol yang teracung menunjukkan arah momentum sudut.3. Hukum ini menggambarkan sifat penting dari gaya. dengan penjelasan “jika resultan gaya eksternal yag bekerja pada sistem sama dengan nol. mr = mr2  Jika hanya besarnya saja maka persamaan di atas ditulis : Momentum sudut merupakan besaran vektor. Arah momentum sudut mengikuti aturan tangan kanan. Misalkan F12 adalah gaya yang dikerjakan oleh partikel 1 pada partikel 2. yaitu bahwa gaya selalu terjadi bersama-sama.

Dari persamaan diatas kita peroleh jika tidak ada momen gaya luar yang bekerja pada sistem maka momentum sudut L konstan. Usaha dw bernilai negatif. Secara matematis. energi potensial dan energi kinetik sangat penting dalam masalah dinamika. hingga partikel tersebut berpindah sepanjang lintasan . atau dengan kata lain dapat disebut prinsip kekekalan momentum sudut. sehingga usaha akan mengurangi energi kinetik partikel.Keteranga L = Momentum sudut (kg. diketahui bahwa besarnya usaha yang dikerjakan pada sebuah partikel sama dengan perubahan energi kinetik partikel. kekekalan momentum sudut ditulis sebagai L1=L2 atau GAYA FUNGSI POSISI Usaha dan Energi Konsep usaha yang dikerjakan oleh sebuah gaya.m2) N = Momen gaya (N.a Jika F = 0 maka dp = 0 atau p = konstanta hukum kekekalan momentum linear dari persamaan diatas dapat diturunkan kaitan momentum sudut dengan momen gaya yaitu: = Jika  = = 0 maka L = konstan atau dengan kata lain momentum sudut sistem kekal. Dari persamaan diatas.m2/s) I = Momen inersia (kg.m) turunan dari fungsi momentum sudut terhadap waktu Kekekalan Momentum Sudut F = m. ketika momentum partikel yang bergerak berlawanan arah dengan gaya yang bekerja. Usaha yang dilakukan pada sebuah partikel dw oleh sebuah gaya sejauh dr dinyatakan: 2.21) Persamaan diatas juga dapat dituliskan dalam bentuk adalah energi kinetik partikel maka.

Kedudukan/posisi suatu partikel sebagai sebuah fungsi waktu bisa diperoleh dengan mengintegralkan dua kali F(t). Sedangkan gaya desipatif adalah gaya yang usahanya tidak sama dengan nol dan bergantung pada lintasan. karena . Suatu . contohnya gaya pegas dan gaya gravitasi.22) ke titik dinyatakan Usaha adalah jumlah dari perubahan energi kinetik partikel yang didefinisikan sebagai fungsi sebagai berikut : Fungsi dinamakan energi potensial.OSILATOR Osilator adalah suatu alat yang merupakan gabungan elemen-elemen aktif dan pasif untuk menghasilkan bentuk gelombang sinusoidal atau bentuk gelombang periodik lainnya.24) Gerak partikel dapat diperoleh dengan memecahkan persamaan energi dalam bentuk integral menjadi : Untuk gerak satu dimensi jika menimbulkan gaya hanya fungsi dari posisi kemudian jumlah dari energi kinetik dan energi potensial adalah konstanta dan usahanya sama dengan nol. 4. contohnya gaya gesek. Integral dari usaha adalah: (2. Ini akan sama dengan perubahan momentum yang diberikan oleh suatu gaya F(t) yang bekerja pada suatu benda pada interval waktu tertentu. ( Ini bisa kita rubah dengan nilai awal dari t sampai t0). ketika partikel tersebut bergerak mengelilingi suatu lintasan tertutup dan kembali ke posisi semula. Contoh problem gaya konservatif Integral F(t) dt. dinamakan impuls. atau (2.Usaha oleh gaya F yang mengalami pergeseran dari titik dalam integrasi : 2.23) Dari persamaan diatas menunjukan tidak ada perubahan jika dirubah dengan menambahkan konstanta C.

Osilator relaksasi menghasilkan bentuk gelombang bukan sinusoidal seperti gelombang segiempat dan gelombang gigi-gergaji. Suatu osilator dapat membangkitkan bentuk gelombang pada suatu frekuensi dalam batas beberapa siklus tiap jam sampai beberapa ratus juta siklus tiap detik. Osilator umpan-balik sebaliknya. osilator dapat dibagi menjadi dua kategori : osilator sinusoidal atau osilator harmonic dan osilator relaksasi. Osilator sinusoidal kadang-kadang digolongkan menurut frekuensi sinyal yang dihasilkan. Dalam osilator umpan-balik. Osilator mengubah daya arus seaarh (dc) dari catu daya ke daya arus bolak-balik (ac) dalam beban.osilator memberikan tegangan keluaran dari suatu bentuk gelombang yang diketahui tanpa penggunaan sinyal masuk dari luar. JENIS-JENIS OSILATOR Osilator dapat diklasifikasikan dalam berbagai cara. osilator yang menghasilkan sinyal-sinyal daerah frekuensi radio dinamakan osilator frekuensi radio. ataupun gelombang yang hanya dengan harmonic. Pada penggolongan ini. dalam radar dan dalam berbagai sistem komunikasi. umpan-balik positif dari luar cukup untuk membuat perolehan keseluruhan menjadi tidak terhingga dan memberikan resistansi negatif yang diperlukanuntuk menanggulangi peredaman alami dari osilator. Demikian pula. dan seterusnya. suatu resistansi negatif diberikan untuk kompensasi kehilangankehilangan (kebocoran) dalam rangkaian. Osilator dapat hamper secara murni menghasikan gelombang sinusoidal dengan frekuensi tetap. Dalam osilator resistansi negatif terjadi umpan-balik positif dalam dan berperan . Osilator dapat pula digolongkan pada alat-alat tertentu yang menghasilkan osilasi. Frekuensi Frekuensi Frekuensi Frekuensi Gelombang Audio (AF) Radio (RF) Sangat Tinggi Ultra Tinggi Mikro 3 DASAR beberapa hz -20 KHz 20 KHz 30MHz (VHF) 30MHz 300MHz (UHF) 300MHz 3GHz GHz Beberapa GHz OSILATOR Dalam suatu osilator. Osilator umumnya digunakan dalam pemancar dan penerima radio dan televise. osilator dapat merupakan jenis resistansi negatif atau jenis umpan balik. Klasifikasi Osilator Osilator Osilator Osilator Osilator PRINSIF osilator didasarkan pada daerah frekuensi yang dihasilkan. Dengan demikian fungsi osilator berlawanan dengan penyearah yang mengubah daya searah ke daya bolak-balik. mempunyai penguat umpan-balik regeneratif (positif). Osilator sinusoidal menghasilkan bentuk gelombang sinusoidal atau mendekati sinusoidal pada frekuensi tertentu. Baik osilator sinusoidal maupun osilator relaksaasi dapat merupakan jenis resistansi negatif dan jenis umpan-balik. Jadi osilator yang membangkitkan sinyal dalam daerah frekuensi audio dikenal sebagai osilator frekuensi audio. Osilator sinusoidal jenis umpan-balik dapat digolongkan lebih lanjut menjadi osilator LC (indktor-kapasitor) dan RC (tahanan kapasitor). Tregantung kepada alam bentuk gelombang yang dibangkitkan. Osilator resistansi negatif menggunakan alat aktif yang memproses lengkung karakteristik arus tegangan dengan kemiringan negatif dalam daerah operasinya. dimana perolehan lingkar juga diatur sedemikian sehingga perolehan keseluruhan menjadi tidak terhingga. Dioda kanal merupakan alat resistansi negatif yang digunakan dalam resistor.

Gravitasi adalah gaya tarik-menarik yang terjadi antara semua partikel yang mempunyai massa di alam semesta. : adalah posisi tempat medan gravitasi dihitung. Fisika modern mendeskripsikan gravitasi menggunakan Teori . Medan ini dibangkitkan oleh suatu benda bermassa. di mana muatan dapat berharga positif atau negatif. dalam hal medan gravitasi massa selalu berharga positif. Didefinisikan secara rumus matematis sebagai besar gaya tarik dibagi massa benda. Karena spektrum frekuensi derau sangat lebar. 5.menghasilkan resistansi negatif yang diperlukan. sehingga medannya selalu menuju atau mengarah ke titik pusat penghasil medannya. : adalah massa penyebab medan gravitasi. Sinyal awal untuk menyulut (trigger) osilasi biasanya diberikan oleh tegangan derau. Perhatikan bahwa tidak seperti dalam hal rumusan medan listrik. Untuk kasus ini lebih lazim jika ditetapkan suatu percepatan gravitasi. MEDAN GRAVITASI Medan gravitasi adalah medan yang menyebabkan suatu benda bermassa mengalami gaya gravitasi. sehingga medan gravitasi dapat dianggap tetap. Dengan demikian dapat dimengerti mengapa gaya gravitasi selalu bersifat tarikmenarik. osilator selalu memiliki tegangan komponen pada frekuensi yang benar untuk bekerjanya osilator. walaupun titik pengamatan diubah. maka obyek tersebut akan mengalami gaya gravitasi yang arahnya menuju penyebab medan gravitasi. Tegangan derau muncul sewaktu catu daya dihidupkan. Dengan kata lain apabila di dalam lingkungan medan gravitasi ditempatkan obyek bermassa. yang berupa suatu konstanta. : adalah posisi massa ke-i. Rumus medan gravitasi Bila terdapat suatu obyek bermassa disebabkan oleh obyek tersebut di titik dengan:     pada posisi maka medan gravitasi yang dirumuskan sebagai : adalah konstanta univeral gravitasi Newton. massa penyebab gravitasi sedemikian besarnya. Percepatan gravitasi Dalam beberapa kasus. Dalam suatu osilator tidak ada sinyal yang diberikan dari luar.

meteor. Besar gaya tersebut berbanding lurus dengan perkalian kedua massa tersebut dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara kedua massa titik tersebut. F adalah besar dari gaya gravitasi antara kedua massa titik tersebut G adalah konstanta gravitasi m1 adalah besar massa titik pertama m2 adalah besar massa titik kedua r adalah jarak antara kedua massa titik. marilah kita untuk pertama kalinya mempelajari sistem dengan 2 partikel. dan g adalah percepatan gravitasi = Dalam sistem Internasional. Marilah kita mengandaikan bahwa energi untuk dua partikel E dinyatakan sebagai penjumlahan energi kinetik E1 dan E2 untuk partikel dan U untuk energi potensial. termasuk satelit buatan manusia. Gaya gravitasi ini juga menarik benda-benda yang ada di luar angkasa. namun hukum gravitasi universal Newton yang lebih sederhana merupakan hampiran yang cukup akurat dalam kebanyakan kasus. (a) Pemisahan gerak relatif dari gerak translasi. 6. Hukum Gravitasi Universal Newton Hukum gravitasi universal Newton dirumuskan sebagai berikut: Setiap massa titik menarik semua massa titik lainnya dengan gaya segaris dengan garis yang menghubungkan kedua titik. seperti bulan. Persamaan tersebut dapat dituliskan sebagai berikut: W = mg. m1 dan m2 dalam kilograms (kg). dan benda angkasa lainnya.67 × 10−11 N m2 kg−2. Dalam usaha untuk melihat secara umum aplikasi pada sistem molekul. termasuk makhluk hidup. r dalam meter (m). bumi yang memiliki massa yang sangat besar menghasilkan gaya gravitasi yang sangat besar untuk menarik benda-benda di sekitarnya.66) dimana . Beberapa teori yang belum dapat dibuktikan menyebutkan bahwa gaya gravitasi timbul karena adanya partikel gravitron dalam setiap atom. Berat suatu benda adalah hasil kali massa benda tersebut dengan percepatan gravitasi bumi. dan benda-benda yang ada di bumi. m adalah massa dan g adalah percepatan gravitasi. (1. dsn konstanta G kira-kira sama dengan 6. Percepatan gravitasi ini berbeda-beda dari satu tempat ke tempat lain. SISTEM BANYAK PARTIKEL Partikel banyak perlu dipertimbangkan secara umum untuk penerapan fungsi gelombang pada masalah-masalah kimia. F diukur dalam newton (N). Sebagai contoh. Masalah dalam sistem 2 partikel dapat direduksi menjadi masalah satu partikel. Dari persamaan ini dapat diturunkan persamaan untuk menghitung Berat. W adalah gaya berat benda tersebut.Relativitas Umum dari Einstein. ketika gerak relatif dan gerak titik pusat gravitasinya terpisah.

ketika gerak relatif dan gerak titik pusat gravitasinya terpisah. Koordinat untuk pusat gravitasi (X.66) dimana . (1. Masalah dalam sistem 2 partikel dapat direduksi menjadi masalah satu partikel. kecepatan untuk pusat gravitasi VG dinyatakan dengan kecepatan masing-masing partikel sebagai berikut. marilah kita untuk pertama kalinya mempelajari sistem dengan 2 partikel. Koordinat relatif dapat diperkenalkan sebagai posisi dari partikel kedua terhadap partikel pertama (1. yang didefinisikan sebagai turunan terhadap waktu dari posisi relatif.69) Gerak dari pusat gravitasi yang bebas terhadap gerak relatif antara partikel berhubungan dengan gerak paralel yang menjaga geometri relatif antara partikel dan disebut sebagai gerak translasi atau translasi. (1. zi). Marilah kita mengandaikan bahwa energi untuk dua partikel E dinyatakan sebagai penjumlahan energi kinetik E1 dan E2 untuk partikel dan U untuk energi potensial. (a) Pemisahan gerak relatif dari gerak translasi.dan mi. Z) berhubungan dengan koordinat dari masing-masing partikel (xi. Y.67) Karena kecepatan partikel Vi adalah sebuah vektor yang terdiri dari turunan terhadap waktu dari koordianat kartesian untuk partikel. Partikel banyak perlu dipertimbangkan secara umum untuk penerapan fungsi gelombang pada masalah-masalah kimia. Dalam usaha untuk melihat secara umum aplikasi pada sistem molekul. diberikan oleh (1.68) Kecapatan relatif V. Vi adalah masa dan kecepatan dari masing-masing partikel ke-i (i = 1 atau 2). yi.

Gambar 1. (1.15 Gerak relatif dari sistem dengan 2 partikel (a) Gerak rotasi dengan r tetap (b) gerak vibrasi. kecepatan untuk pusat gravitasi VG dinyatakan dengan kecepatan masing-masing partikel sebagai berikut. diberikan oleh (1.70) . Energi dari sistem dengan 2 partikel dapat dinyatakan sebagai penjumlahan dari energi untuk gerak relatif dan translasi. Koordinat relatif dapat diperkenalkan sebagai posisi dari partikel kedua terhadap partikel pertama (1.. zi).68) Kecapatan relatif V. Z) berhubungan dengan koordinat dari masing-masing partikel (xi. Koordinat untuk pusat gravitasi (X.dan mi. (1. yi. Y. yang didefinisikan sebagai turunan terhadap waktu dari posisi relatif. Vi adalah masa dan kecepatan dari masing-masing partikel ke-i (i = 1 atau 2).67) Karena kecepatan partikel Vi adalah sebuah vektor yang terdiri dari turunan terhadap waktu dari koordianat kartesian untuk partikel.69) Gerak dari pusat gravitasi yang bebas terhadap gerak relatif antara partikel berhubungan dengan gerak paralel yang menjaga geometri relatif antara partikel dan disebut sebagai gerak translasi atau translasi.

gerak dari sistem dengan 2 partikel dapat direduksi menjadi sistem satu partikel dengan masa tereduksi ?.Suku pertama menyatakan energi kinetik dari translasi dan suku kedua menyatakan energi kinetik dari gerak relatif di mana ? adalah masa tereduksi yang didefinisikan dalam rumus berikut. (1. variasi pada sudut (? dan ?) dan jarak (r) masingmasing menyatakan gerak rotasi dan gerak vibrasi. gerak dari sistem dengan 2 partikel terhadap koordinat yang tetap pada pusat gravitasi dapat dengan sederhana dinyatakan sebagai (172) Di mana V = 0 . (1. Dengan demikian. Hamiltonian dari gerak relatif pada sistem ini dapat dinyatakan dengan sebuah Laplacian berikut (1. Sudut-sudut adalah variabel yang cocok untuk gerak rotasi. Arientasi spasial dinyatakan dengan dua sudut yaitu ? dan ?. Gerak rotasi dapat dibayangkan sebagai rotasi dari sebuah dumbbell.73) (b) Pemisahan rotasi dan vibrasi Gerak relatif dari sistem dengan 2 partikel dapat dibagi menjadi rotasi dan vibrasi.74) r adalah jarak dari titik asal koordinat dan disebut sebagai jarak radial. Dalam sistem koordinat polar. . Dalam koordinat kartesian.?) dalam 3 dimensi sebagaimana ditunjukkan dalam gambar 1. rotasi dan vibrasi tidak dapat saling dipisahkan. Marilah kita mentransformasi koordinat kartesian ke dalam koordinat polar dengan menggunakan (r .? . ? adalah sudut inklinasi dari sumbu-z dan disebut sebagai sudut polar. Ini adalah energi dari partikel dengan masa ? dan dengan kecepatan V bergerak dalam energi potensial U.16. Sebuah prototipe dari gerakan vibrasi adalah vibrasi dari 2 buah bola yang dihubungkan dengan sebuah pegas sebagaimana ditunjukkan dalam gambar 1. Karenanya.15.71) Karena kita dapat memilih sebuah sistem koordinat sembarang. ? adalah sudut yang mengelilingi sumbu-z dan disebut sebagai sudut azimut.

Marilah kita melihat beberapa contoh dari persamaan gelombang.75) ? adalah sebuah operator untuk sudut dan disebut sebagai Legendrian (1. nilai eigen energinya dan fungsi gelombang. Hamiltonian untuk gerak relatif dapat ditulis sebagai (1.Gambar 1. (c) Persamaan gelombang dalam koordinat polar Laplacian untuk gerak relatif dari sistem 2 partikel diberikan oleh (1.76) Dengan menggunakan kedua persamaan ini. (1) Masa tereduksi dan tingkat energi dari atom hidrogen .77) Hamiltonian ini dapat diterapkan pada masalah yang penting dalam kimia.16 Koordinat polar.

82) I adalah momen inersia dan diberikan oleh (1. ? = m dan karenanya Hamiltonian pada persamaan (1. (2) Rotasi molekul sebuah molekul diatomik Hamiltonian pada persamaan (1.79) (1. Konstanta Rydberg R yang presisi dengan menggunakan masa tereduksi dinyatakan sebagai berikut. Hal yang lebih sesuai dengan spektra yang diamati akan diperoleh oleh model Bohr jika kita menggunakan ? dari pada menggunakan m. Secara kaku. Maka kemudian.82) dapat diterapkan pada sebuah gerak melingkar dari sebuah partikel dengan masa ?.81) Persamaan ini untuk model Bohr akan ter edusi menjadi persamaan (1.71) yaitu untuk masa dua partikel. Sistem rotasi jenis ini disebut sebagai rotor yang kaku (rigid). (1. Persamaan (1. yang merupakan sistem dengan 2 partikel yaitu sebuah proton dan sebuah elektron. m1 dan m2.71) akan memberikan masa tereduksi dari sistem ini dengan masa dari proton adalah M dan masa dari elektron adalah m sebagai berikut. (1.78) Karena m/M adalah sebesar 1/1836. Gerak melingkar partikel ini dibatasi pada permukaan sebuah bola. maka 1/M adalah sangat kecil dibandingkan dengan 1/m dalam penyebut pada persamaan (1. Hamiltonian untuk gerak rotasi sebuah diatomik molekul dapat dinyatakan sebagai (1.80) WH adalah energi ionisasi dari sebuah atom hidrogen. konstanta Rydberg dalam kasus M ? ? sering ditulis sebagai R?. yang dilekatkan pada satu sisi sebuah tongkat yang kaku dengan panjang r.78). Persamaan (1.72) dengan jelas sama dengan gerakan elektron pada sebuah atom hidrogen dengan inti yang tetap (model Bohr). Dengan pendekatan ini. (1.77) dapat diterapkan pada rotasi molekul dari sebuah molekul diatomik di mana gerak rotasi terjadi di sekitar sebuah sumbu yang mengenai pusat gravitasinya. masa tereduksi ? haruslah digunakan tanpa menggunakan m dalam pendekatan M ? ?. Sebagai catatan atas alasan ini. Keadaan stasioner dari sebuah rotor yang kaku atau rotasi molekular dinyatakan dengan fungsi gelombang dari dua buah sudut ? dan ?. Panjang r dari atom-atom yang terikat disebut sebagai panjang ikatan dapat dibuat tetap pada titik kesetimbangannya dan kita dapat mengabaikan gaya-gaya luar.24) ketika kita menggunakan ? = m dalam pendekatan M ? ?.Contoh yang umum adalah pada atom hidrogen. dan dengan posisi tetap pada sisi lainnya yang menjadi titik awal koordinat. .83) Masa tereduksi pada kasus ini adalah sama dengan pada persamaan (1.

Foton yang berkaitan dengan perbedaan energi antara tingkat energi ke-J dan ke-J+1 yang dinyatakan dengan ?E dapat diserap dan dipancarkan untuk mendapatkan spektra rotasi molekul. (3) Vibrasi molekul dari sebuah molekul diatomik Hamiltonian pada persamaan (1. Dengan menetapkan sudut rotasi ? dan ?. (1. H = (h)/(8??? 2 ?r 2).83) dengan mengetahui nilai dari masa tereduksinya. B dalam persamaan (1.85) Transisi yang terjadi di antara tingkat-tingkat rotasi disebut sebagai transisi rotasi. . struktur geometi dari molekul yang beratom banyak dapat juga ditentukan dari spektar rotasinya. Ketika momen inersia I diperoleh dari spektra yang diamati.17 Tingkat-tingkat energi rotasi (a) dan spektrum rotasi. 2.85) meningkat dengan sebuah konstanta jarak yaitu (h 2 / I) . Dalam banyak kasus. tingkat energi dapat diperoleh sebagai berikut (gambar 1. energi yang berkaitan dengan rotasi dan translasi dinyatakan sebagai ?E dalam persamaan (1.86) Berkaitan dengan meningkatnya J = 0. (1. 3. 1. (1. spektra rotasi dari molekul muncul pada daerah gelombang mikro dan infra merah.84) Di sini J adalah bilangan kuantum rotasi. Aturan seleksi untuk transisi rotasi adalah ?J = ±1.85) disebut sebagai konstanta rotasi yang didefinisikan sebagai berikut (1. kita dapat menulis ?(r) dengan menggunakan sebuah fungsi ?(r) sebagai berikut.17). Dengan memecahkan persamaan ??? = E? dengan persamaan (1.….87) Karena fungsi gelombang ?(r) adalah sebuah fungsi dari r yang memenuhi persamaan ??? = E?. karena molekul-molekul ini tidak memiliki polari sasi listrik.77) dapat juga diterapakan pada vibrasi molekul dari sebuah molekul diatomik yang merupakan gerak melentur dari panjang ikatan r berada di sekitar jarak kesetimbangannya re. (b) Konstanta rotasi. Probabilitas dari rotasi dan translasi bergantung pada polarisasi listrik dari molekul. Rotasi dan translasi tidak dapat terjadi pada molekul nitrogen dan hidrogen. panjang ikatan r dapat ditentukan dengan persamaan (1.Gambar 1. Gelombang elektromagnetik dari media antar bintang dalam ruang angkasa mengandung gelombang elektromganetik yang dipancarkan sebagai spektra rotasi molekul.82). Rumusan untuk tingkat-tingkat energi rotasi dapat diterapkan pada rotasi molekular dari molekul diatomik. Meski analisa dapat menjadi sangat rumit. Hamiltonian untuk gerak vibrasi dari sebuah molekul diatomik dinyatakan sebagai berikut.

(1. . Perpindahan Q dinyatakan sebagai perbedaan antara panjang ikatan r dan nilai kesetimbanganya re.87) persamaan berikut. fungsi gelombang untuk gerak vibrasi dari sebuah molekul diatomik diekspresikan sebagai berikut (1. (1.92) Dengan memecahkan persamaan ini.90) Di sini k adalah sebuah konstanta yang berkaitan dengan kekuatan pegas dan disebut sebagai konstanta gaya.89) Untuk gerak vibrasi yang mengikuti hukum Hooke.91) Dengan menggunakan perpindahan Q sebagai variabel.18) (1.94) Frekuensi ini adalah sama dengan frekuensi fundamental dari sebuah osilator harmonik satu dimensi dengan konstanta gaya k dan masa tereduksi ?.(1.93) Di sini ? adalah bilangan kuantum vibrasi dan v adalah frekuensi fundamental dari gerak vibrasi dan diberikan oleh rumusan berikut. (1.18) dan ini diberikan oleh (1. energi potensial U adalah sebanding dengan kuadrat dari perpindahan Q dari posisi setimbangnya (Gambar 1.88) Kemudian kita akan mendapatkan dari persamaan (1. untuk sebuak osilator harmonik satu dimensi. tingkat energi untuk osilator harmonik satu dimensi diberikan oleh persamaan berikut (Gambar 1.

Sementara untuk sebuah osilator dalam teori kuantum. hanya nilai-nilai energi yang terkuantisasi saja dalam persamaan (1. Gerak vibrasi dalam keadaan dasarnya disebut dengan osilasi titik nol.95) Spektra vibrasi dari molekul biasanya terdapat pada daerah infra merah.93) yang diijinkan. 7. vibrasi dari molekul berosilasi perlahan untuk sistem yang masif dan cepat untuk sistem yang terikat dengan kuat. MEKANIKA BENDA TEGAR . Sebagaimana dapat dilihat pada persamaan (1.18 Energi potensial U = ½kQ2 serta tingkat energi dan fungsi gelombang. Tingkat energi sebuah osilator harmonik terpisah dengan jarak yang sama dan perbedaan energi hv disebut sebagai energi kuantum dari vibrasi.94). energi pegas yang bervibrasi akan berubah secara kontinyu. (1. Dalam kasus osilator harmonik klasik. Vibrasi molekul yang berkaitan dengan perubahan dari polarisasi listrik akan cenderung untuk memiliki transisi vibrasi dengan peluang yang lebih besar. Foton dari perbedaan energi antara tingkat energi ke-(?+1) dan ke ? yang dinyatakan dengan ?E dalam persamaan (1. Vibrasi tanpa perubahan dalam polarisasi listrik tidak akan menunjukkan transisi-transisi vibrasi.95) dapat diserap atau dipancarkan untuk menghasilkan spektra vibrasi molekular. Energi dari keadaan dasarnya adalah E0= ½hv dan energi ini adalah satu setengah dari dari energi kuantum dari vibrasi dan disebut sebgai energi vibrasi titik nol.Gambar 1.

Tongkat ini memang berputar pada porosnya. keduanya memiliki hukum dasar yang sama. Gerak bumi pada porosnya adalah salah satu contoh dari gerak rotasi. Jarak poros putaran dengan letak gaya dinamakan lengan momen. niscaya pintu itu tidak akan berputar. Mari kita tinjau suatu benda tegar. kemudian kita lempar sambil sedikit berputar. Perhitungan didasarkan pada asumsi bahwa kita dapat mengambil beberapa titik dari benda yang ingin dihitung titik beratnya dikalikan dengan berat di masingmasing titik kemudian dijumlahk Rotasi Benda Tegar Hukum dasar mekanika terbukti mampu menjelaskan berbagai fenomena yang berhubungan dengan sistem diskrit (partikel). Berbagai aspek dari gerak rotasi inilah yang akan menjadi pokok pembahasan pada bab ini. gerakan tongkat pemukul tadi dapat kita gambarkan seperti membentuk suatu lintasan dari gerak translasi yang sedang dijalani dimana pada kasus ini lintasannya berbentuk parabola. Titik berat merupakan titik dimana benda akan berada dalam keseimbangan rotasi (tidak mengalami rotasi). Kalau kita perhatikan secara aeksama. misalnya tongkat pemukul kasti. maka pintu akan berputar sesuai dengan arah dorongan gaya yang diberikan. yaitu tepat di titik beratnya. Sekarang mari kita tinjau sebuah pintu. Jenis gerak ini dinamakan gerak rotasi. Selain sistem diskrit di alam ini terdapat bentuk sistem lain yaitu sistem kontinyu yang mencakup benda tegar dan fluida. Jadi. dorongan tangan kita menimbulkan gerak rotasi pintu terhadap engselnya. maka pada saat itu titik berat akan bertindak sebagai sumbu rotasi dan lintasan gerak dari titik berat ini menggambarkan lintasan gerak translasinya. secara keseluruhan benda bergerak dalam lintasan parabola. Hukum dasar ini tercakup dalam formulasi Hukum Newton tentang gerak. Dan. Benda tegar akan melakukan gerak translasi apabila gaya yang diberikan pada benda tepat mengenai suatu titik yang yang disebut titik berat. Dari peristiwa ini tampak bahwa peranan titik berat begitu penting dalam menggambarkan gerak benda tegar. Pada bagian ini akan dibahas formulasi hukum mekanika pada benda tegar yang pada akhirnya akan diperoleh bahwa hukum-hukum yang berlaku pada sistem diskrit juga berlaku pada sistem kontinu ini. Ketika kita membuka dan menutup pintu rumah kita. Rotasi Benda Tegar : Torsi Pengamatan terhadap alam di sekitar kita menunjukan kepada kita salah satu bentuk gerak berupa gerak berputar pada porosnya. Baik fluida yang merupakan materi dalam wujud gas atau cair sangat berbeda dengan partikel maupun benda tegar yang berwujud padat. Apabila kita mendorong pintu tersebut. . sedangkan benda tegar selain dapat mengalami gerak translasi juga dapat bergerak rotasi yaitu gerak mengelilingi suatu poros. Pada saat benda tegar mengalami gerak translasi dan rotasi sekaligus. Apabila kita beri gaya dorong tepat di poros.Telah dikatakan sebelumnya bahwa suatu benda tegar dapat mengalami gerak translasi (gerak lurus) dan gerak rotasi. yaitu hukum dasar mekanika. lintasan gerak translasi dari benda tegar dapat ditinjau sebagai lintasan dari letak titik berat benda tersebut. Gerak rotasi bumi memungkinkan terjadinya siang dan malam. Perbedaan mendasar antara partikel dan benda tegar adalah bahwa suatu partikel hanya dapat mengalami gerak translasi (gerak lurus) saja. Lintasan ini merupakan lintasan dari posisi titik berat benda tersebut. Di sisi lain untuk benda-benda yang mempunyai bentuk sembarang letak titik berat dicari dengan perhitungan. Gaya dorong yang menyebabkan pintu berputar selalu berjarak tertentu dari poros putaran.

kita dapat menuliskan pernyataan untuk momentum sebagai perkalian momen inersia dengan kecepatan sudutnya. Jadi dapat dituliskan Momentum sudut = momen inersia x kecepatan sudut Dengan L melambangkan momentum sudut rotasi. karena benda yang bergerak rotasi terikat dengan suatu poros tertentu yang mana keadaan ini tidak dapat diabaikan. yaitu momen inersia yang menyatakan kelembaman benda ketika benda bergerak rotasi. bisa dikatakan perkalian gaya dan lengan momen ini yang menyebabkan benda berputar. Keadaan ini mengharuskan adanya suatu kuantitas baru yang mewakili kelembaman benda yang bergerak rotasi. Benda yang bergerak translasi mempunyai momentum yang besarnya merupakan perkalian antara massa benda dengan kecepatannya. Rotasi Benda Tegar : Momen Inersia Setiap benda memiliki kuantitas yang mewakili keadaan benda tersebut. Kalau kita perhatikan. Contoh yang baik untuk meggambarkan momentum sudut rotasi. Persamaan ini dapat diperluas untuk sistem benda yang berotasi maupun untuk benda dengan bentuk tertentu. Massa suatu benda mewakili kelembaman benda ketika benda bergerak translasi. putaran atlet ski itu semakin cepat tatkala rentangan tangannya semakin pendek. pada prinsipnya kedua rumus menyatakan besaran yang sama. Pernyataan untuk momen inersia muncul dari analogi hukum Newton kedua untuk gerak rotasi. Jadi. momen inersia adalah perkalian massa dengan kuadrat jarak benda ke poros.Jadi. Tanda integrasi mewakili penjumlahan terhadap bagian-bagian kecil massa benda. momentum sudut adalah hasil perkalian dari lengan momen dengan momentum linier. benda bergerak disebabkan oleh gaya. Kita bisa mendefinisikan suatu besaran baru. yaitu seseorang yang melakukan ski es (ice skating) ketika sedang mendemon-strasikan atraksi berputar. hukum Newton kedua juga berlaku dalam gerak rotasi. Secara sederhana kita dapat menulis pada persamaan momen inersia untuk berbagai bentuk benda tegar sebagai integral kuadrat jari-jari terhadap massa. Rotasi Benda Tegar : Momentum Sudut Pernahkah kalian menyaksikan atlet ski es yang sedang melakukan atraksi berputar? Kalau kita amati dengan cermat putaran atlet ski tersebut akan semakin cepat apabila bentangan tangannya semakin kecil. Adapun untuk benda-benda dengan bentuk tertentu perhitungan momen inersianya menjadi lebih menantang dan lebih mengarah persoalan matematis. Pada saat benda bergerak rotasi massa tidak lagi mewakili kelembaman benda. Momen inersia analogi dengan massa pada gerak translasi. Pengertian torsi dalam gerak rotasi serupa dengan gaya pada gerak translasi yaitu sebagai penyebab terjadinya gerak. Besaran ini dinamakan torsi atau momen gaya. Ini merupakan analogi dari gaya sama dengan massa dikali percepatan yang merupakan bentuk hukum Newton kedua. Momen inersia untuk sistem dengan beberapa benda yang berputar bersama dapat ditinjau sebagai penjumlahan dari tiap-tiap massa tersebut. Setiap benda yang bergerak memiliki momentum. Hal ini menunjukkan suatu fakta bawa pada setiap keadaan momentum sudut benda yang . Penjelasan di atas mengungkapkan berlakunya hukum Newton pada gerak rotasi. Torsi atau momen gaya juga dihasilkan dari momen inersia dikalikan dengan percepatan rotasi (percepatan sudut). Apa yang dapat kita pelajari dari peristiwa ini? Perlu kalian ketahui bahwa peristiwa ini berkaitan dengan momentum benda yang berotasi. Demikian halnya pada gerak rotasi. Besaran yang mewakili kelembaman benda yang bergerak rotasi dinamakan momen inersia (momen kelembaman) dan dilambangkan dengan I. Prinsip ini juga berlaku pada gerak rotasi yang berarti benda bergerak rotasi disebabkan oleh torsi. Jadi. Menurut hukum Newton.

Ini berarti bola tersebut berputar pada porosnya selain bergerak maju. Keadaan ini dilihat pada gambar. Bola menggelinding merupakan representasi dari benda yang bergerak translasi sekaligus rotasi. Hukum kekekalan momentum sudut merupakan salah satu hukum dasar dalam fisika dan akan banyak digunakan untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang berhubungan dengan gerak rotasi. namun untuk tempat yang ketinggiannya tertentu di atas bumi titik berat dan pusat massa harus dibedakan. Energi kinetik benda terdiri dari energi kinetik translasi dan energi kinetik rotasi. yaitu kecepatan linier dan kecepatan sudut (anguler). karena bola menggelinding dalam keadaan bergerak maka energi yang terkandung dalam bola yang menggelinding tidak lain adalah energi kinetik. Gerak bola ini terdiri dari dua kecepatan yang dilakukan bola. 1 . Sehingga energi kinetik total dari bola menggelinding adalah Ek = Ek translasi + Ek rotasi an dan dibagi dengan jumlah berat pada tiap-tiap titik.berputar selalu tetap walaupun mengalami perubahan kecepatan atau bentuk. Keadaan ini merupakan bentuk dari hukum kekekalan momentum sudut. Selain itu kita juga dapat menyatakan percepatan dari gerak bola menggelinding tersebut sebagai percepatan sudut. dikatakan titik berat juga merupakan pusat massa di dekat permukaan bumi. Ada baiknya kita memasukkan besaran energi untuk menggambarkan gerak bola menggelinding. Bola Menggelinding Pada bagian ini kita akan menyelidiki keadaan bola yang menggelinding di atas suatu bidang.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful