P. 1
Grafik Dan Numerik

Grafik Dan Numerik

|Views: 26|Likes:
Published by Ijoel Milito

More info:

Published by: Ijoel Milito on Mar 29, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/17/2013

pdf

text

original

A. Grafik 1.

Grafik Kolom (stacked column chart) Grafik ini dikenal dengan grafik kolom bersusun, baik bersusun ke atas maupun ke samping. Dengan setiap deret data pada suatu kolom akan diwakili dengan warna tertentu, sedangkan warna lain akan diwakili dengan tertentu pula, posisi grafik mengarah ke atas atau vertical. Perhatikan Tampilan grafik kolom pada gambar di bawah ini

1) Beberapa model grafik kolom: Grafik silinder (cylinder chart) Grafik kerucut (cone chart) Grafik piramid (pyramid chart)

2. Grafik kue (pie chart) Grafik ini digunakan apabila ingin mendapatkan grafik dalam bentuk kue (lingkaran) dari sebuah deret data tunggal.Tampilan pilihan grafik kue: gambar di bawah

kerucut. Ada dua pilihan model grafik jenis area.3. Tampilan pilihan grafik batang: gambar di bawah ini 4. dan piramid) dengan posisi horizontal. yaitu: model 2 dimensi dengan 3 dimensi yang masingmasing memiliki 3 pilihan jenis lagi. grafik ini dipilih untuk menggambarkan deret data sebagai garis komulatif dengan tampilan gambar berbentuk garis yang bertumpuk. Tampilan pilihan grafik area: gambar di bawah ini . Grafik area (area chart) Grafik ini lebih dikenal dengan grafik atau diagram wilayah. Grafik batang (bar chart) Grafik batang digunakan untuk membandingkan nilai antar deret dalam bentuk grafik batang dengan beberapa model (silinder.

Ada 5 jenis pilihan model grafik jenis ini. sebagai garis di dalam grid dan mewarnai permukaan antar garis. Grafik saham (stock chart) Grafik saham lebih menggambarkan informasi tentang saham harian. Tampilan pilihan grafik XY: gambar di bawah ini 6.5. Pilihan tampilan grafik permukaan: gambar di bawah ini. yang meliputi harga saham pada waktu pembukaan. serta volume dalam bentuk diagram batang. Grafik permukaan (surface chart) Grafik ini untuk menggambarkan deret data dalam dua dimensi. . Grafik XY (scattered chart) Grafik XY menggambarkan pasangan titik (kordinat) sehingga bentuk grafiknya berupa titik-titik yang tertebar. Tampilan pilihan grafik saham: gambar di bawah ini 7. penutupan harga tertinggi dan terendah. Ada 4 jenis pilihan model grafik saham.

Pilihan tampilan grafik permukaan: gambar di bawah ini 10.8. Grafik donat (doughnut chart) Grafik donat untuk menggambarkan nilai deret data yang masingmasing diwakili oleh sebuah segmen berbentuk cincin. tang besarnya sesuai dengan nilai masing-masing datum. Grafik gelembung (buble chart) Grafik gelembung menggambarkan deret data dalam bentuk lingkaran yang menggelembung. Pilihan tampilan grafik permukaan: gambar di bawah ini. .Pilihan tampilan grafik donat: gambar 9. Grafik radar (radar chart) Grafik ini menggambarkan nilai deret data menggunakan sumber nilai yang ditarik dari pusat diagram dan terpisah untuk setiap kategori.

maka datanya disebut data tersier. Secondary Data. Jika data hasil pengukuran eksakta menghasilkan data metrik murni (pure metric data). Primer dan Sekunder . Meskipun kelihatannya sama. meskipun mungkin dapat dianggap kurang memadai. 1. 2. adalah data pokok dalam suatu penelitian. maka jawaban terhadap pertanyaan penelitian tidak akan didapat. adalah data mentah yang dikumpulkan langsung dari sumbernya oleh peneliti baru kemudian diolahnya. Data Numerik Data numerik adalah data metric atau data yang merupakan hasil pengukuran.B. maka pada pengukuran sosial – humaniora. Jika data ini tidak ada. data yang dihasilkan bukan data metrik murni. Untuk jawaban yang dipilih pada setiap indikator diubah ke bentuk angka yang disebut scoring. namun istilah coding dan scoring berbeda. Pada setiap item disediakan beberapa pilihan jawaban yang pada dasarnya berbentuk kategorik ordinal. yaitu: Coding Scoring Primary Data. Supporting Data. Utama dan Pendukung Prominent/Eminent Data. 3. Kualitatif dan Kuantitatif Qualitative Data. dan seterusnya. adalah data yang bukan berupa angka seperti atribut/kategorik. Catatan: Jika menggunakan data dari pihak ketiga. Pada pengukuran sosial-humaniora. adalah data yang meskipun tidak ada pada suatu penelitian namun jawaban atas pertanyaan penelitian masih dapat dibuat. suatu variabel dikonstruk sedemikian rupa dalam beberapa indikator yang kemudian menjadi dasar pembuatan item pengukuran. adalah data olahan yang diambil peneliti dari pihak kedua (pihak yang mengumpulkan langsung dari sumber dan mengolahnya).

Data katagorik Data kategorik adalah data kualitatif sehingga untuk dapat dianalisis dengan menggunakan rumus matematika/statistika perlu diberi kode (coding) berupa angka. . Data kategorik disebut juga data nonmetric atau data yang bukan merupakan hasil pengukuran. Rasio Jika dilihat dari skala pengukurannya (Measurement Scale).Catatan: Data kategorik (dengan skala nominal maupun ordinal) dapat dianalisis dengan menggunakan rumus-rumus matematika/statistika setelah diberi kode (coding) berupa angka. Interval. adalah data yang berupa angka/numerik (dengan skala ordinal. maka data dapat diklasifikasikan sebagai berikut: C. Contoh: a) urutan antrian b) urutan tempat duduk c) urutan nomor rumah d) urutan kemunculan Bentuk khusus data numerik ordinal ini adalah data ranking (rank – order). Klasifikasinya adalah: 1) Numerik Ordinal Data numerik ordinal adalah data yang berupa angka yang menunjukkan urutan. ataupun rasio) 4. operasi matematika tak dapat dilakukan pada data ini. interval. Nominal. yaitu data yang dihasilkan dari pengurutan data interval atau rasio baik secara meningkat (ascending) maupun menurun (descending). Quantitative Data. Analisis matematika/statistika yang digunakan adalah berdasarkan hasil membilang (counting) pada setiap kategori/pasangan kategori. Seperti data kategorik ordinal. Ordinal.

Contoh: 40° C – 30° C = 10°C 40° C adalah 2x lebih panas dari 20° C. 2) Numerik Interval Data numerik interval selain mengandung unsur urutan juga memiliki unsur kesamaan jarak antar urutan.00. 2 x kali ranking 1 = ranking 2. dengan cara mengkategorikannya. serta memiliki nilai 0 absolut. ranking 3 – ranking 2 = ranking 1 Juga tidak dapat dikatakan bahwa. Karena itulah operasi bilangan dapat dilakukan. Kesamaan jarak ukuran ini yang sulit dijamin pada suatu pengukuran sosial humaniora. Namun data numerik interval tidak memiliki 0 yang absolut. Contoh: 0° C = 32° F Siswa yang mendapat nilai 0 pada tes Statistika tidak dapat diartikan bahwa yang bersangkutan tidak memiliki pengetahuan sama sekali tentang Statistika. Karena itulah hasil pengukuran sosial – humaniora dianggap bukan data interval. . Data numerik interval ini dapat diubah menjadi data: a) numerik ordinal. maka angka digital yang tertera tetap angka 0. memiliki jarak ukuran yang sama.Contoh: Tidak dapat dikatakan bahwa. tetapi data ordinal yang diperlakukan sebagai data interval. 3) Numerik Rasio Data numerik rasio adalah data yang selain mengandung unsur urutan. dengan cara me-ranking-nya b) kategorik ordinal. Contoh: Jika tidak ada sesuatu yang diletakkan di atas timbangan emas.

Seperti data numerik interval. data numerik rasio ini dapat diubah menjadi data: a) numerik ordinal. dengan cara melakukan ranking sesuai dengan jumlah frekuensi dari kategori-kategori yang ada. Catatan: Pada program Statistical Package and Service Solutions (SPSS) digunakan hal-hal sebagai berikut: . dengan cara membagi jumlah frekuensi suatu kategori dengan kategori yang lain. dan nominal. dimana setiap variabel hanya mengandung 1 item . Perbandingan dengan konsep sebelumnya dapat dilihat pada tabel berikut: Data kategorik nominal maupun ordinal dapat diubah menjadi data numerik: 1) rasio. Numerical Data Diterapkan pada variabel manifest. dengan cara mengkategorikannya. atau dengan total frekuensi seluruh kategori.Konsep pendataan disamakan dengan pengukuran yang diklasifikasikan atas skala (scale). ordinal. dengan cara me-ranking-nya b) kategorik ordinal.Seluruh data yang di-entry untuk dianalisis diperlakukan sebagai data numerik . 2) ordinal. b.

Karena itu dalam konteks seperti ini. pernyataan. Analisis Data Kategorik DATA KATEGORIK Data Kategorik adalah semua data dengan bentuk akhir (Final Data) berupa data nonnumerik. tingkat pendidikan . Data yang dihasilkan merupakan data kategorik baik nominal maupun ordinal Data yang dihasilkan adalah data interval atau data ordinal yang diperlakukan sebagai data interval Catatan: Data yang didapat sebagai penjumlahan skor-skor seluruh item pada suatu konstruk variabel laten dimasukkan dalam klasifikasi data interval. tetapi berupa kategori. symbol. tapi harus dijumlahkan dengan score item-item lain yang mewakili variabel yang sama. jumlah skor-skor dari suatu konstruk dinyatakan diperlakukan sebagai data interval (threat as interval). meski sebenarnya dianggap bukan data interval. ”Apakah data ordinal yang dijumlahkan dapat menghasilkan data interval?”. level. tempaty tinggal/region (Urban. penamaan. karena setiap item mewakili 1 variabel Hasil scoring per item tak boleh dianalisis langsung. Namun ada yang merasa ragu dengan konsep scoring dan coding di atas. Rural). Contoh jenis kelamin (L atau P).Diterapkan pada variabel laten yang dikonstruk dari beberapa variabel manifest (indikator). dimana setiap variabel mengandung beberapa item Hasil coding per item dapat dianalisis langsung. dll.

bilamana kita mencoba membuat analisa. Analisis Perbandingan (Ratio Prevalensi) Yaitu ukuran yang dapat dipakai dalam analisisata kategorik untuk melihat perbandingan dari adanya perbedaan dalam level/kategori faktor utama. Analisis Data Kategorik Ada beberapa pendekatan atau metode analisis yang dimaksud disini. kita ingin tahu berapa kali lebih banyak/lebih sedikit antara mahasiswa dan mahasiswi yang bolos kuliah. yang menyenangi punya banyak anak. maka deskripsikan data faktor/variabel itu dalam tabel kontingensi (Crosstab) sehingga tampak persilangan natar kategori/level dari semua faktor yang dilibatkan untuk dianalisis. ada keterkaiatan satu faktor/variabel kategorik dengan faktor lain. atau tempat tinggal. Pada saat sudah akan ditetapkan faktor/variabel yang diteliti dan dicoba akan dianalisis. sehingga dikatakan adanya hubungan antar faktor/variabel yang diteliti). Analisis data kategorik dapat dilakukan. Seperti. respon konsumen pada produk (Puas. atau kesenangan berpolitik. Cukup. Seperti perbedaan proporsi atau persentase dari laki-laki dan perempuan. SMP. Seperti adanya keterkaitan antara perbedaan jenis kelamin dengan tingkat pendidikan. 2. Atau berapa perbandingan mahasiswa yang lulus Statistika Nonparametrik dibandingkan mahasiswi. Kurang puas). PT). atau mengkonsumsi bakso. SLTA.(SD. Untuk analisis ini digunakan ukuran selisih proporsi pada faktor utama untuk perbedaan level/kategori. dll. dll. . Yaitu : 1. Analisis Asosiasi Yaitu untuk melihat adanya perbedaan.

. ketiga.elihat kecenderungan dari setiap kategori/level pada faktor utama. dengan perbedaan kategori faktor lain (Faktor kedua.3. atau ke-k . untuk perbedaan level/kategori faktor tujuan. Analisis Kecenderungan (Odd’s Value) Yaitu ukuran yang dipakai untuk . yang Unt kemudian disebut faktor/variabel Tujuan) Untuk itu juga diperbandingkan milai proporsi katgori tertentpada faktor utama.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->