KARIES GIGI

DEFINISI Karies berasal dari bahasa Latin yaitu caries yang artinya kebusukan. Karies gigi adalah suatu proses kronis regresif yang dimulai dengan larutnya mineral enamel yang mengakibatkan terganggunganya keseimbangan antara enamel dan sekelilingnya disebabkan oleh terbentuknya asam microbial dan substrat sehingga timbul destruksi komponen-komponen organik yang akhirnya terjadi kavitas.

EPIDEMIOLOGI Diperkirakan bahwa 90% dari anak-anak usia sekolah di seluruh dunia dan sebagian besar orang dewasa pernah menderita karies. Prevalensi karies tertinggi terdapat di Asia dan Amerika Latin. Prevalensi terendah terdapat di Afrika. Di Amerika Serikat, karies gigi merupakan penyakit kronis anak-anak yang sering terjadi dan tingkatnya 5 kali lebih tinggi dari asma. Karies merupakan penyebab patologi primer atas penanggalan gigi pada anak-anak. Antara 29% hingga 59% orang dewasa dengan usia lebih dari limapuluh tahun mengalami karies. Jumlah kasus karies menurun di berbagai negara berkembang, karena adanya peningkatan kesadaran atas kesehatan gigi dan tindakan pencegahan dengan terapi florida.

ETIOLOGI Karies yang merajalela karena penggunaan metamfetamin. Karies botol susu atau karies kanak-kanak adalah pola lubang yang ditemukan di anak-anak pada gigi susu. Gigi yang sering terkena adalah gigi depan di rahang atas, namun kesemua giginya dapat terkena juga. Sebutan "karies botol susu" karena karies ini sering muncul pada anak-anak yang tidur dengan cairan yang manis (misalnya susu) dengan botolnya. Sering pula disebabkan oleh seringnya pemberian makan pada anak-anak dengan cairan manis. Ada juga karies yang merajalela atau karies yang menjalar ke semua gigi. Tipe karies ini sering ditemukan pada pasien dengan xerostomia, kebersihan mulut yang buruk, pengonsumsi gula yang tinggi, dan pengguna metamfetamin karena obat ini membuat mulut kering. Bila karies yang parah ini merupakan hasil karena radiasi kepala dan leher, ini mungkin sebuah karies yang dipengaruhi radiasi.

atau dikenal juga sebagai karies interproksimal. Tempat ini mudah sekali menjadi lokasi karies gigi. Ketika karies telah mencapai dentin pada pertemuan enamel-dental. Semakin berkembangnya proses perlubangan akrena karies. Karies akar terbentuk pada permukaan akar gigi. dan membuat suatu turunan atau depresio yang khas pada strutkur permukaan email. proses perlubangan akan mengikuti pola segitiga ke arah pulpa gigi. . Tipe ketiga karies ini terbentuk pada permukaan lainnya. Karies proksimal. lubang akan menyebar secara lateral. Berdasarkan pemeriksaan klinis atau secara morfologi  Karies pada pit dan fisura Celah dan fisura adalah tanda anatomis gigi.  Karies pada permukaan halus (smooth enamel/root surfaces) Ada tiga macam karies permukaan halus.1 Anatomi gigi sehat dan gigi karies Kehilangan sebagian struktur gigi dapat diklasifikasikan dengan beberapa cara : a.KLASIFIKASI Gambar 2. Karies celah dan fisura terkadang sulit dideteksi. Di dentin. dan tidak sepenuhnya menyatu. terbentuk pada permukaan halus antara batas gigi. Celah yang ada daerah pipi atau bukal ditemukan di gigi geraham. email atau enamel terdekat berlubang semakin dalam. Fisura terbentuk saat perkembangan alur.

karies yang telaah melanjut pada lapisan dentin dan terbentuk kavitas Karies akut (rampan karies). Bila gusi sehat.7. karies ini tidak akan berkembang karena tidak dapat terpapar oleh plak bakteri. permukaan interproksimal. Permukaan akar lebih rentan terkena proses demineralisasi daripada enamel atau email karena sementumnya demineraliasi pada pH 6. lesi terjadi pada pit dan fisura semua gigi Klas II. lesi pada daerah permukaan aproksimal gigi posterior Klas III. dimana lesi telah meluas dari aproksimal ke insisial gigi anterior Klas V.Pada radiograf ini. lesi kelanjutan dari klas III. Gigi geraham atas merupakan lokasi tersering dari karies akar. merupakan kerusakan gigi yang meliputi beberapa gigi yang sanagt cepat dan biasanya permukaan gigi yang terserang juga meliputi permukaan yang jarang terserang karies  Karies kronik (arrested caries). b. Karies proksimal adalah tipe yang paling sulit dideteksi. menggambarkan lesi karies yang tidak berkembang c. lesi terjadi pada daerah servikal baik bagian fasial maupun palatal dari gigi Klas VI. lesi terdapat pada permukaan aproksimal gigi anterior Klas IV. Karies akar lebih sering ditemukan di permukaan fasial. karies yang mulai timbul di daerah enamel Karies kavitas (non reversible caries). titik hitam pada batas gigi menunjukkan sebuah karies proksimal. Berdasarkan keparahan dan kecepatan berkembangnya    Karies reversible (incipient caries). Tipe ini kadang tidak dapat dideteksi secara visual atau manual dengan sebuah explorer gigi. Karies proksimal ini memerlukan pemeriksaan radiografi. dan permukaan lingual. di mana lebih tinggi dari enamel. Menurut Black (1880). berdasarkan lokasi spesifik dari lesi       Klas I. Karies akar adalah tipe karies yang sering terjadi dan biasanya terbentuk ketika permukaan akar telah terbuka karena resesi gusi. lesi terjadi pada ujung tonjolan (cups) gigi posterior atau insical edge gigi anterior .

Berdasarkan kedalamannya  Karies superfisialis.2 Karies Superfisialis  Karies media. dimana hanya tertinggal selapis dentin yang menutupi ruang pulpa atau telah terjadi perforasi atap pulpa/pulpa . karies yang mengenai enamel dan melibatkan sebagian dentin Gambar 2. karies yang telah melibatkan enamel dan dentin. sedangkan dentin belum terkena. karies yang hanya mengenai enamel.d.3 Karies Media  Karies profunda. Gambar 2.

Makanan manusia primitive umumnya berserat tinggi. Karies di dekat leher gigi disebut karies servikal. Konsumsi makanan bergizi dan kebiasan makan juga mempunyai peran besar karena sering ditemukan insidens karies yang berbeda pada populasi dengan konsumsi makanan yang berbeda. dapat membersihkan gigi selagi dikunyah. lesi karies dapat dikelompokkan sesuai lokasinya di permukaan tertentu pada gigi. Defisiensi vitamin A menyebabkan gangguan pembentukan gigi pada binatang dan ungkin juga pada manusia. Karies pada permukaan gigi yang dekat dengan permukaan pipi atau bibir disebut "karies fasial". . Karies lingual juga dapat disebut palatal bila ditemukan di permukaan lingual dari gigi pada rahang atas (maksila) dan dekat dengan pallatum durum atau bagian langit-langit mulut yang keras. Kandungan vitamin juga dilaporkan berperan pada proses karies. dan karies yang lebih dekat ke arah lidah disebut "karies lingual".4 Karies Profunda Di samping pengelompokan diatas. FAKTOR PREDISPOSISI Mallenby menyatakan bahwa hipoplasia enamel merupakan faktor predisposisi perkembangan karies gigi dan akan memperberat gigi yang mengalami karies. sedangkan manusia sekarang banyak mengkonsumsi makanan berserat rendah.Gambar 2. Karies fasial dapat dibagi lagi menjadi bukal (dekat pipi) dan labial (dekat bibir). Kandungan bahan makanan merupakan faktor yang bertanggung jawab atas perbedaan pembentukan karies antara manusia primitive dan manusia modern.

saliva. Insidens karies dapat dikurangi dengan melakukan penyingkiran plak secara mekanis dari permukaan gigi. Bayi yang memiliki jumlah S. Penyingkiran plak dapat juga dilakukan secara kimia menggunakan obat kumur (oral rinse). jumlah kandungan fluor dalam air minum dan makanan harus diperhitungkan pada waktu memperkirakan kebutuhan tambahan fluor. mutans yang banyak.P emberian fluor yang teratur baik secara sistemik maupun lokal merupakan hal yang penting diperhatikan dalam mengurangi terjadinya karies oleh karena dapat meningkatkan remineralisasi. Beberapa faktor yang dianggap sebagai faktor risiko adalah penggunaan fluor. pola makan. serta faktor risiko demografi atau faktor modifikasi karies. Pemeriksaan gigi rutin ini dapat membantu mendeteksi dan memonitor masalah gigi yang berpotensi menjadi karies. Penggunaan fluor Berbagai macam konsep tentang mekanisme kerja fluor yang berkaitan dengan pengaruhnya pada gigi sebelum dan sesudah gigi erupsi. yang paling banyak dari ibu atau ayah. karena pemasukan fluor yang berlebihan dapat menyebabkan fluorosis 2. seperti umur. Mungkin vitamin D paling berperan dala pembentukan gigi.5 Peningkatan oral higiene dapat dilakukan dengan menggunakan alat pembersih interdental yang dikombinasi dengan pemeriksaan gigi secara teratur. oral higiene. Namun demikian. Jumlah bakteri Segera setelah lahir akan terbentuk ekosistem oral yang terdiri atas berbagai jenis bakteri. jenis kelamin. Oral higiene Salah satu komponen pembentukan karies adalah plak.walaupun data-data yang mendukung hal ini masih kurang. dan sosial ekonomi. Walaupun laktobasillus bukan . Kelainan gigi seperti malformasi dan hipoplasi enamel disebabkan defisiensi vitamin D. jumlah bakteri. Kolonisasi bakteri di dalam mulut disebabkan transmisi antar manusia.1. 3. 1. namun banyak pasien tidak melakukannya secara efektif. FAKTOR RESIKO Faktor risiko karies adalah hubungan sebab akibat terjadinya karies. maka usia 2-3 tahun akan mempunyai risiko karies yang lebih tinggi pada gigi susunya. Plak yang berada di daerah interdental dan sulit dibersihkan melalui penyikatan gigi dapat disingkirkan dengan menggunakan pembersih interdental.

saliva akan bekerja menetralisir asam dan membantu proses remineralisasi. ion OH. Difusi komponen saliva seperti kalsium. lactoperoxydase. Kadar keseluruhan IgA di saliva berbanding terbalik dengan timbulnya karies. Setiap kali seseorang mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung karbohidrat. Sistem bufer asam karbonat-bikarbonat serta kandungan ammonia dan urea dalam saliva dapat menyangga dan menetralkan penurunan pH yang terjadi saat bakteri plak sedang memetabolisme gula d. maka enamel gigi tidak akan mempunyai kesempatan untuk melakukan remineralisasi dengan sempurna sehingga terjadi karies 6. Saliva Saliva dapat mempengaruhi proses karies dengan berbagai cara. apabila makanan dan minuman berkarbonat terlalu sering dikonsumsi. maka beberapa bakteri penyebab karies di rongga mulut akan mulai memproduksi asam sehingga terjadi demineralisasi yang berlangsung selama 20-30 menit setelah makan. fosfat. c. Umur . Beberapa komponen saliva yang termasuk dalam komponen non imunologi seperti lisozyme. sedangkan komponen protein lainnya diproduksi di lapisan epitel luar yang menutup kelenjar. e. Molekul immunoglobulin A (IgA) disekresi oleh sel-sel plasma yang terdapat dalam kelenjar liur. dan lactoferrin mempunyai daya anti bakteri langsung terhadap mikroflora tersebut sehingga derajat asidogeniknya dapat berkurang.ke dalam plak dapat menurunkan kelarutan enamel dan meningkatkan remineralisasi. Aliran saliva dapat menurunkan akumulasi plak pada permukaan gigi dan juga menaikkan tingkat pembersihan karbohidrat dari permukaan rongga mulut. yaitu:3 a. Pola makan Pengaruh pola makan dalam proses karies biasanya lebih bersifat lokal daripada sistemik.merupakan penyebab utama karies. Di antara periode makan. 5. b. tetapi bakteri ini ditemukan meningkat pada orang yang mengonsumsi karbohidrat dalam jumlah banyak 4. Namun.dan F. terutama dalam hal frekuensi mengonsumsi makanan.

Anak-anak mempunyai risiko karies yang paling tinggi ketika gigi mereka baru erupsi sedangkan orangtua lebih berisiko terhadap terjadinya karies akar 7. Penurunan pH dapat mencapai 5. Gigi yang paling akhir erupsi lebih rentan terhadap karies.5 atau bahkan sampai dibawah 5 sehingga bahan pembentuk enamel terlepas dari struktur enamel. wanita menunjukkan nilai DMF yang lebih tinggi daripada pria. Seseorang yang mempunyai tingkat pendidikan tinggi akan memiliki pengetahuan dan sikap yang baik tentang kesehatan sehingga akan mempengaruhi perilakunya untuk hidup sehat PATOGENESIS Gigi geligi dalam rongga mulut akan ditutupi oleh lapisan organic yang amorf. Walaupun demikian. Bila kejadian ini terjadi berulang-ulang dalam kurun waktu tertentu akan dapat mengakibatkan proses demineralisasi yang berakibat proses karies mulai terjadi. Penurunan pH dapat mengakibatkan perubahan keseimbangan antara gigi (enamel) dan lingkungannya. pria mempunyai komponen F (filling) yang lebih banyak dalam indeks DMF 8.5 Menurut Tirthankar. Bakteri ini dapat membentuk asam dari karbohidrat yang mengakibatkan penurunan pH plak. Jenis kelamin Selama masa kanak-kanak dan remaja. Di dalam pelikel (plak) berisi bakteri kurang lebih 70% volume. Proses demineralisasi yang berlanjut akan mengakibatkan kerusakan bahan organic. pendidikan adalah faktor kedua terbesar dari faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi status kesehatan. sedangkan pelikel merupakan endapan glikoprotein saliva. serta matriks enamel yang akhirnya akan membentuk kavitas. yang disebut pelikel. Kerentanan ini meningkat karena sulitnya membersihkan gigi yang sedang erupsi sampai gigi tersebut mencapai dataran oklusal dan beroklusi dengan gigi antagonisnya. umumnya oral higiene wanita lebih baik sehingga komponen gigi yang hilang M (missing) yang lebih sedikit daripada pria. . Sebaliknya.1. Ada dua faktor sosial ekonomi yaitu pekerjaan dan pendidikan. Hal ini dikaitkan dengan lebih besarnya minat hidup sehat pada kelompok sosial ekonomi tinggi.Penelitian epidemiologis menunjukkan terjadi peningkatan prevalensi karies sejalan dengan bertambahnya umur. Sosial ekonomi Karies dijumpai lebih banyak pada kelompok sosial ekonomi rendah daripada kelompok sosial ekonomi tinggi.

maka karies gigi tidak dapat terbentuk bila tidak terdapat beberapa factor. Ukuran bercak dikaitkan dengan luasnya plak kariogenik dan warnanya lebih opak dari warna enamel normal. Karies enamel. 2) Host dan gigi yang rentan Plak yang mengandung bakteri merupakan awal bagi terbentuknya karies. . sebab itu permukaan gigi yang memudahkan perlekatan plak adalah daerah yang mudah terserang karies. Karbohidrat dengan berta molekul rendah akan lebih cepat meresap kedalam plak dan segera dimetabolisme oleh bakteri.Ditinjau dari proses terjadinya karies. diantaranya : 1) Mikroorganisme Bakteri Streptococcus mutans dan Lactobacillus merupakan kelompok bakteri yang kariogenik. karena mampu segera membuat asam dari karbohidrat. walaupun demikian tidak semua jenis karbohidrat memiliki derajat kariogenik yang sama. Bakteri Streptococcus dapat diasosiasikan dengan perkembangan lesi karies pada enamel. 4) Waktu Dibutuhkan waktu tertentu bagi plak dan karbohidrat yang menempel pada gigi untuk membentuk asam dan mampu mengakibatkan demineralisasi enamel. Streptococcus mutans dan Lactobacillus ditemukan dalam jumlah lebih banyak pada individu dengan karies aktif dibandingkan yang bebas karies. Tanda awal terjadinya karies adalah terlihatnya suatu bercak putih (white spots) sesudah plak dibersihkan. yaitu : Pit dan fisura gigi Permukaan halus pada proksimal gigi dibawah titik kontak Enamel pada servikal gigi Permukaan akar yang terbuka Tepi restorasi gigi yang kurang adaptif dengan gigi Permukaan gigi yang berdekatan dengan gigi tiruan 3) Karbohidrat Karbohidrat menyediakan substrat untuk terbentuknya asam dari bakteri serta sintesa polisakarida ekstra sel. Beberapa daerah yang mudah terserang karies. dan bila karies telah menembus dentin bakteri Lactobacillus juga ditemukan.

Jika karies telah mengenai dentin. pada pemeriksaan dibawah sinar terpolarisasi lesi dapat dibagi dalam 4 zona : 1) Zona translusen. Mineral yang hilang kurang dari 4% dengan lebar 30μm. 3) Zona destruksi. ditemukan bakteri yang berkembang sepanjang tubulus dentin. merupakan zona terdepan dari lesi dan tidak ditemukan bakteri. GEJALA DAN TANDA Dental explorer adalah salah satu alat diagnostik karies. merupakan lapisan permukaan yang relative utuh dan terlihat radioopak pada radiograf mikro. yaitu : 1) Zona demineralisasi. Pada gigi dengan lesi karies. dan suplai nutrisi yang buruk karena ujung pulpa dan tubulus telah tertutup oleh dentin sklerotik. 3) Zona lesi. Dentin sklerotik akan terlihat setelah dentin yang lunak dibersihkan. Karies enamel merupakan fase penyebaran perlahan-lahan dan sebagian merupakan proses yang reversible oleh karena adanya remineralisasi. merupakan badan lesi dan mineral yang hilang mencapai 25%. kedalam dentin dan penyebarannya dipengaruhi oleh orientasi tubulus dentin.Lesi dini ditandai dengan tetap utuhnya permukaan enamel yang diikuti terjadinya demineralisasi didalam enamel. struktur dentin telah hancur. 4) Zona permukaan. Tanda awal dari lesi karies adalah sebuah daerah yang tampak berkapur di permukaan gigi yang menandakan adanya demineralisasi. 2) Zona gelap. Seseorang sering tidak menyadari bahwa ia menderita karies sampai penyakit berkembang lama. Proses sebelum . merupakan lapisan tipis dibawah zona translusen dan menunjukkan kehilangan mineral sebanyak 2-4%. mudah dibuang dengan menggunakan ekskavator. Daerah ini dapat menjadi tampak coklat dan membentuk lubang. proses demineralisasi berjalan sepanjang dentinoenamel junction. oleh karena kondisi yang terlalu asam. merupakan zona di bagian terdepan dan menunjukkan kehilangan mineral 1%. Dentin akan mengadakan reaksi berupa sklerosis tubulus dan pembentukan dentin reparative. invasi bakteri luas dan konsistensi dentin sangat lunak. Lesi karies pada dentin dapat dibagi menjadi 3 zona. Sering terlihat bila sediaan diperiksa menggunakan quinolon. 2) Zona penetrasi. Karies dentin.

Karies yang besar dapat langsung diamati dengan mata telanjang. kaca gigi. Beberapa peneliti gigi telah memperingatkan agar tidak menggunakan eksplorer untuk menemukan karies. Tanda paling didni terlihat bercak putih pada enamel dengan kontur permukaan normal. Pada kasus dimana sebuah daerah kecil pada gigi telah mulai untuk demineralisasi namun belum membentuk lubang. Transiluminasi serat optik direkomendasikan untuk mendiagnosis karies kecil. Sebuah lesi tampak coklat dan mengkilat dapat menandakan karies. suhu yang dindin. Karies yang tidak ekstensif dulu dibantu dengan menemukan daerah lunak pada gigi dengan eksplorer. Radiografi gigi dapat membantu diagnosis. terutama pada kasus karies interproksimal. Tanda berikutnay adalah hilang kontur permukaan bila telah menganai dentin. dan akan terasa nyeri. terbuka. Daerah coklat pucat menandakan adanya karies yang aktif. lubang semakin tampak. Dalam kasus yang lebih lanjut. Bila enamel dan dentin sudah mulai rusak. 2) Transluminasi . Daerah yang terkena akan berubah warna dan menjadi lunak ketika disentuh. dan eksplorer. Teknik yang umum digunakan untuk mendiagnosis karies awal yang belum berlubang adalah dengan tiupan udara melalui permukaan yang disangka. tekanan pada eksplorer dapat merusak dan membuat lubang. infeksi dapat menyebar dari gigi ke jaringan lainnya sehingga menjadi berbahaya. namun ketika lubang sudah terbentuk maka struktur yang rusak tidak dapat diregenerasi. Karies kemudian menjalar ke saraf gigi. Nyeri dapat bertambah hebat dengan panas. dan mengganti peralatan optis/ Hal ini akan membentuk sebuah efek "halo" dengan mata biasa. untuk membuang embun. dan makanan atau minuman yang manis. Karies gigi dapat menyebabkan nafas tak sedap dan pengecapan yang buruk. Secara klinis diagnosis dapat ditegakkan dengan : 1) Pemeriksaan visual langsung Sebelum gigi diperiksa secara teliti.ini dapat kembali ke asal (reversibel). gigi harus dibersihkan dari plak dan dikeringkan. DIAGNOSIS Diagnosis pertama memerlukan inspeksi atau pengamatan pada semua permukaan gigi dengan bantuan pencahayaan yang cukup.

2) Perawatan saluran akar (PSA)/root canal treatment. 4) Pemakaian benang gigi (dental floss) 5) Radiografi Dua hal yang perlu diperhatikan pada penggunaan teknik radiografi. dilakukan bila sudah terjadi pulpitis atau karies sudah mencapai pulpa. Bahan yang digunakan yaitu amalgam. yaitu radiolusensi enamel dan radiolusensi dentin. supplement. merupakan pilihan terakhir dalam penatalaksanaan karies gigi. mouthwash. PENATALAKSANAAN Perawatan karies gigi ditentukan oleh stadium saat karies ditemukan : 1) Penambalan (filling). Gigi yang telah diekstraksi perlu diganti dengan pemasangan gigi palsu (denture). Setelah dilakukan PSA dibuat restorasi yang dinamakan onlay. implant atau jembatan (bridge). air minum. Penambalan dengan inlay juga bisa dilakukan. composite resin dan glass ionomer. fluoride gel) 4) Pengguanaan pit and fissure sealant (dental sealant) . PENCEGAHAN Dasar-dasar pencegahan karies adalah mengeliminasi dan mengendalikan faktor-faktor utama yang berperan dalam timbul dan berkembangnya lesi karies. Dilakukan bila jaringan gigi sudah sangat rusak sehingga tidak dapat direstorasi. 3) Ekstraksi gigi.3) Penggunaan sonde Sonde dapat digunakan untuk mendeteksi pit dan fisura yang melunak karena karies. dilakukan untuk mencegah progresi karies lebih lanjut. bila telah terbentuk kavitas maka sonde akan menyangkut pada enamel ataupun dentin. Ini merupakan penambalan biasa yang dilakukan pada karies yang ditemukan saat iritasi atau hiperemi pulpa. 1) Menjaga kebersihan mulut dengan baik : Sikat gigi yang benar dan teratur Flossing Mouthwash Dental checked up 2x setahun 2) Diet rendah karbohidrat 3) Fluoride (pasta gigi.

Pintauli S.KG bag konservasi gigi FK UNMUL SMD. SEMUA REFERERENSI NO 1 KECUALI FAKTOR RESIKO NO 2.DAFTAR PUSTAKA 1. Handout infeksi rongga mulut. (Tarigan. Menuju gigi dan mulut sehat. 2. .oleh putra kambaya.Sp. 2002). Mata kuliah ilmu kesehatan gigi & mulut. Medan: USU Press. Hamada T. 2008: 4-24. Walton dan Torabinejad. drg. 1994.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful