P. 1
Angka Prevalensi Pemakaian Kontrasepsi

Angka Prevalensi Pemakaian Kontrasepsi

|Views: 333|Likes:
Published by Eef Bengkulu
Cara Perhitungan Pemakaian Alat Kontrasepsi
Cara Perhitungan Pemakaian Alat Kontrasepsi

More info:

Published by: Eef Bengkulu on Mar 29, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/15/2015

pdf

text

original

ANGKA PREVALENSI PEMAKAIAN KONTRASEPSI

Cara Menghitung Persentase PUS yang sedang memakai sesuatu cara KB (CUk) dihitung dengan cara membagi jumlah PUS yang sedang memakai sesuatu cara KB dengan jumlah PUS, kemudian dikalikan dengan konstanta k (100). Rumus

Data yang Diperlukan Jumlah PUS dan jumlah PUS yang memakai sesuatu cara KB. Sumber Data Data tentang jumlah PUS dan PUS yang memakai sesuatu cara KB pada saat pencacahan dari sensus penduduk modul kependudukan, survei-survei, dan statistik pelaporan khususnya dari Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional. Salah satu survei yang mengumpulkan informasi rinci tentang pemakaian KB di kalangan PUS adalah Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia. Dalam Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2004 data yang dibutuhkan terdapat dalam Blok VE tentang Fertilitas dan Keluarga Berencana, khususnya bagi "Wanita Berstatus Kawin" dari Blok IVA Kolom 4 = 2 dan Kolom 6 = 2. Sebagai pembilang dipakai informasi tentang "Apakah sedang menggunakan /memakai alat/cara KB", pertanyaan nomor 39 = 1. Sedangkan untuk penyebut dipakai pertanyaan dari Blok IVA, Kolom 4=2 dan Kolom 6 =2, dan Kolom 5 = 15-49, yaitu wanita dalam status kawin usia 15-49 tahun.

Contoh

Pada Tabel 3 disajikan hasil perhitungan persentase perempuan usia 15-49 tahun yang sedang memakai alat/cara KB apa saja menurut propinsi dan daerah tempat tinggal berdasarkan hasil Susenas 2004.
Tabel 2. Proporsi Wanita Berumur 15-49 Tahun dan Berstatus Kawin yang Sedang Memakai Alat/Cara KB Menurut Propinsi dan Daerah Tempat Tinggal, Indonesia, Susenas 2004. Propinsi No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Nanggroe Aceh Darussalam Sumatera Utara Sumatera Barat Riau Jambi Sumatera Selatan Bengkulu Lampung Kep. Bangka Belitung DKI Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah DI Yogyakarta Jawa Timur Banten Bali Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Gorontalo Maluku Maluku Utara Papua INDONESIA Perkotaan (K) 50,85 45,02 47,23 49,68 55,22 58,23 67,49 60,88 63,43 55,81 60,13 60,06 59,82 60,03 61,93 63,46 56,21 36,93 56,78 66,00 63,67 57,14 62,85 52,26 39,30 39,68 56,22 44,54 33,55 44,13 57,55 Perdesaan (D) 38,85 42,20 48,30 50,19 63,19 59,29 67,84 65,00 66,78 60,73 64,32 63,66 55,42 54,96 70,07 54,85 32,28 57,87 63,74 65,21 57,84 76,64 52,76 39,28 43,24 59,22 18,72 33,03 36,97 56,10 K+D 42,20 43,43 47,99 49,96 61,03 58,94 67,74 64,12 65,41 55,81 60,42 62,64 61,53 57,25 58,85 66,68 55,33 33,05 57,59 64,40 64,64 57,46 71,42 52,66 39,28 42,50 58,46 26,05 33,16 38,64 56,71

Intepretasi Hasil Susenas 2004 menunjukkan bahwa Angka Prevalensi Kontrasepsi Indonesia adalah 56,71%. Artinya satu diantara dua pasangan usia subur di Indonesia pada tahun 2004 sedang memaki sesuatu cara KB. Perbedaan Angka Prevalensi Kontrasepsi di wilayah perkotaan dengan wilayah perdesaan amat kecil, yang menunjukkan bahwa strategi pendekatan program KB di daerah perkotaan dan pedesaaan hampir sama kuatnya. Menurut propinsi, Angka Prevalensi Kontrasepsi bervariasi secara nyata antara 26,05% di Maluku dan 71,42% di Sulawesi Utara. Konsep Angka Kelahiran Tahunan Indikator angka kelahiran tahunan mencerminkan tingkat kelahiran pada suatu waktu atau tahun tertentu. Secara umum, angka ini merupakan ukuran berapa banyaknya bayi yang lahir dibandingkan dengan jumlah perempuan usia subur, pada suatu tahun tertentu untuk daerah tertentu. Indikator Angka Kelahiran tahunan merupakan cerminan kelahiran dalam bentuk kerat lintang (cross section) dan bukan bersifat longitudinal atau historis. STRUKTUR PENDUDUK Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk yang besar. Data tentang jumlah penduduk dapat diketahui dari hasil Sensus Penduduk (SP). Sensus penduduk yang telah dilakukan selama ini adalah SP 1930, SP 1961, SP 1971, SP 1980, SP 1990, dan yang terakhir adalah Sensus Penduduk 2000. Untuk memenuhi kebutuhan data antara dua sensus, Badan Pusat Statistik melaksanakan Survey Penduduk Antar Sensus (Supas) tiap-tiap tahun yang akhiran dengan angka lima, kecuali Supas 1976. Selama ini telah dilaksanakan Supas 1985, Supas 1995 dan yang terakhir adalah Supas 2005. Informasi tentang jumlah penduduk serta komposisi penduduk menurut umur, jenis kelamin, pendidikan, tempat tinggal, pekerjaan dll. penting diketahui terutama untuk mengembangkan perencanaan pembangunan manusia, baik itu pembangunan ekonomi, sosial, politik, lingkungan dll. yang terkait dengan peningkatan kesejahteraan manusia. Bagian ini akan membahas tentang karakteristik penduduk menurut umur dan jenis kelamin, serta karakteristik penduduk menurut persebaran tempat tinggal, dan pertumbuhan penduduk

Indikator Karakteristik Penduduk Indikator penting tentang umur dan jenis kelamin maupun jumlah penduduk adalah: 1. Rasio Jenis Kelamin (Sex Ratio)

2. Rasio Ketergantungan (Dependency Ratio) 3. Tingkat pertumbuhan penduduk

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->