P. 1
kimia

kimia

|Views: 31|Likes:
Published by Mumtaz Ibrahim

More info:

Published by: Mumtaz Ibrahim on Mar 29, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/19/2013

pdf

text

original

MAKALAH KIMIA

Menentukan Asam dan Basa Limbah Pabrik Industri

Disusun Oleh: Azizul Akbar Fadhillah Taradiba Meitria Nur Sabrina Rahma Kurnia Lestari Kelas : XI.IPA.1

SMA Life Skill Teknologi Informatika Indo Global Mandiri Palembang Tahun Ajaran 2012-2013

Daftar Isi
Daftar Isi Kata Pengantar BAB I : Pendahuluan A. Latar Belakang B. Tujuan BAB II : Pengamatan A. Proses Pengamatan B. Hasil Pengamatan BAB III : Limbah dan Lingkungan A. Dampak Limbah Terhadap Lingkungan B. Pengolahan Limbah Daftar Pustaka 1 2 3 3 3 4 4 4 5 5 5 7

ASAM dan BASA

1

KATA PENGANTAR
Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ilmiah kimia tentang sifat asam dan basa limbah pabrik industri. Adapun makalah ilmiah kimia tentang sifat asam dan basa limbah pabrik industri ini telah kami usahakan semaksimal mungkin dan tentunya dengan bantuan berbagai pihak, sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami tidak lupa menyampaikan bayak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam pembuatan makalah ini. Namun tidak lepas dari semua itu, kami menyadar sepenuhnya bahwa ada kekurangan baik dari segi penyusun bahasanya maupun segi lainnya. Oleh karena itu dengan lapang kami membuka selebar-lebarnya bagi pembaca yang ingin memberi saran dan kritik kepada kami sehingga kami dapat memperbaiki makalah ilmiah kimia ini.

Palembang, Maret 2013

Penyusun

ASAM dan BASA

2

BAB I - Pendahuluan
A. Latar Belakang
Seiring dengan bertambahnya kebutuhan manusia, banyak juga diciptakan pemuas pemenuhan kebutuhan manusia. Untuk itu muncullah pabrik-pabrik industri sebagai pengolah bahan mentah untuk kemudian diolah dengan sedemikian rupa menjadi barang setengah jadi maupun barang siap pakai, untuk selanjutnya akan dikonsumsi masyarakat. Dalam jumlah produksi yang sangat besar tiap harinya akan menghasilkan sisa-sisa hasil dari proses pengolahan yang tidak terpakai. Sisa-sisa inilah (limbah) bila terakumulasi dalam jangka waktu yang lama dapat mencemari lingkungan bila tidak ada penanganan khusus. Kemudian, masyarakat yang sebagai pelaku konsumsi pun akan “mengeluarkan” limbah-limbah sebagai hasil penggunaan hasil barang produksi tersebut. Limbah ini dinamakan limbah rumah tangga. Meskipun sedikit lebih “aman”, bukan berarti dapat seenaknya saja membiarkan limbah ini dibuang begitu saja. Karena limbah sekecil apapun bila dalam jumlah yang besar dapat memberikan konstribusi besar dalam hal pengrusakan terhadap lingkungan. Untuk itulah diperlukan penanganan yang tepat dalam pengolahan limbah-limbah industry maupun limbah rumah tangga. B. Tujuan Pembuatan makalah ilmiah ini bertujuan untuk : 1. Mengetahui pH asam dan basa suatu limbah tertentu. 2. Dampak terhadap lingkungan.

ASAM dan BASA

3

BAB II - Pengamatan
A. Langkah-Langkah praktikum : 1. Ambil limbah menggukan pipet tetes lalu teteskan limbah tersebut satu per satu ke dalam plat tetes

2. Teteskan Phenolpthalein ke limbah di dalam plat tetes pertama , amati apa yang terjadi. Segera catat setiap perubahan warna yang terjadi

3. Teteskan Metil Red ke limbah di dalam plat tetes kedua, amati apa yang terjadi

4. Teteskan Bromtimol Biru ke limbah di dalam plat tetes ketiga, amati apa yang terjadi

ASAM dan BASA

4

5. Teteskan Metil Orange ke limbah di plat tetes yang terakhir, amati apa yang terjadi

6. Setelah itu, cuci bersih peralatan kimia yang telah digunakan menggunakan sabun 7. Salinlah hasil pengamatan dan tentukan pH zat dengan membuat diagramnya A. Proses Pengamatan Dalam hal ini kami mengamati limbah hasil olahan dari pabrik industri makanan yang terbuat dari jelly. Proses pengamatan ini tidak memakan banyak biaya dan banyak waktu, kami melakukan proses pengamatan ini kurang lebih 10 menit. Dalam proses pengamatan ini, kami menggunakan larutan-laturan indikator kimia, seperti; Metil Orange (MO), Metil Red (MR), Bromtimol Biru (BTB) dan Fenolftalen (PP).

B. Hasil Pengamatan Berikut adalah tabel data-data hasil pengamatan kadar pH dari limbah tersebut:
Indikator PP BB MR Trayek pH 8,3-10,0 6,0-7,6 4,4-6,2 Perubahan Warna Tidak berwarna-Biru Kuning- Biru Merah - Kuning Warna Larutan Tidak berwarna Hijau Kuning

ASAM dan BASA

5

MO

3,1-4,4

Merah - Kuning

Kuning Tua

Grafik kadar pH:

4,4

6,0

6,2

7,6

8,3

Dari data grafik di atas dapat disimpulkan bahwa kadar pH limbah pabrik tersebut berada pada rentang 6,2 – 7,6 yang artinya limbah pabrik tersebut netral, tidak bersifat asam maupun basa.

ASAM dan BASA

6

BAB III – Limbah dan Lingkungaan
A. Dampak Limbah Terhadap Lingkungan Limbah industri yang toksik akan memperburuk kondisi lingkungan, meningkatkan penyakit pada manusia, dan kerusakan pada komponen lingkungan lainnya.Limbah cair industri paling sering menimbulkan masalah lingkungan seperti kematian ikan, keracunan pada manusia dan ternak, kematian plankton, akumulasi dalam daging ikan dan molusca, terutama bila limbah cair tersebut mengandung racun seperti: As, CN, Cr, Cd, Cu, F, Hg, Pb, atau Zn. Akumulasi racun dalam tubuh pada konsentrasi yang tidak dapat ditoleransi bisa melumpuhkan organ bahkan mematikan fungsi kerja otak.

B. Pengolahan Limbah Pengolahan limbah, atau pengolahan air limbah domestik, adalah proses penghilangan kontaminan dari air limbah dan limbah rumah tangga, baik limpasan (efluen) maupun domestik. Hal ini meliputi proses fisika, kimia, dan biologi untuk menghilangkan kontaminan fisik, kimia dan biologis. Tujuannya adalah untuk menghasilkan aliran limbah (atau efluen yang telah diolah) dan limbah padat atau lumpur yang cocok untuk pembuangan atau penggunaan kembali terhadap lingkungan. Bahan ini sering secara tidak sengaja terkontaminasi dengan banyak racun senyawa organik dan anorganik. Secara prinsip, konsep produksi bersih dan minimasi limbah mengupayakan dihasilkannya jumlah limbah yang sedikit dan tingkat cemaran yang minimum. Namun, terdapat beberapa penekanan yang berbeda dari kedua konsep tersebut yaitu: produksi bersih memulai implementasi dari optimasi proses produksi, sedangkan minimasi limbah memulai implementasi dari upaya pengurangan dan pemanfaatan limbah yang dihasilkan. Produksi Bersih menekankan pada tata cara produksi yang minim bahan pencemar, limbah, minim air dan energi. Bahan pencemar atau bahan berbahaya diminimalkan dengan pemilihan bahan baku yang baik, tingkat kemurnian yang tinggi, atau bersih. Selain itu diupayakan menggunakan peralatan yang hemat air dan hemat energi. Dengan kombinasi seperti itu maka limbah yang dihasilkan akan lebih sedikit dan tingkat cemarannya juga lebih rendah. Selanjutnya limbah tersebut diolah agar memenuhi baku mutu limbah yang ditetapkan.

ASAM dan BASA

7

Strategi produksi bersih yang telah diterapkan di berbagai negara menunjukkan hasil yang lebih efektif dalam mengatasi dampak lingkungan dan juga memberikan beberapa keuntungan, antara lain: a. Penggunaan sumberdaya menjadi lebih efektif dan efisien; b. Mengurangi atau mencegah terbentuknya bahan pencemar; c. Mencegah berpindahnya pencemaran dari satu media ke media yang lain; d. Mengurangi terjadinya resiko terhadap kesehatan manusia dan lingkungan; e. Mengurangi biaya penataan hukum; f. Terhindar dari biaya pembersihan lingkungan (clean up); g. Produk yang dihasilkan dapat bersaing di pasar internasional; h. Pendekatan pengaturan yang bersifat fleksibel dan sukarela;

Minimasi limbah merupakan implementasi untuk mengurangi jumlah dan tingkat cemaran limbah yang dihasilkan dari suatu proses produksi dengan cara pengurangan, pemanfaatan dan pengolahan limbah.

Pengurangan limbah dilakukan melalui peningkatan atau optimasi efisiensi alat pengolahan, optimasi sarana dan prasarana pengolahan seperti sistem perpipaan, meniadakan kebocoran, ceceran, dan terbuangnya bahan serta limbah.

Pemanfaatan ditujukan pada bahan atau air yang telah digunakan dalam proses untuk digunakan kembali dalam proses yang sama atau proses lainnya. Pemanfaatan perlu dilakukan dengan pertimbangan yang cermat dan hati-hati agar tidak menimbulkan gangguan pada proses produksi atau menimbulkan pencemaran pada lingkungan.

ASAM dan BASA

8

DAFTAR PUSTAKA
1. http://petanitangguh.blogspot.com/2010/03/pengolahan-limbah.html 2. http://id.wikipedia.org/wiki/Pengolahan_limbah

ASAM dan BASA

9

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->