Makalah Budaya Yang Berpengaruh Terhadap Gender

BAB I PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

a. Gender pada awalnya diambil dari kata dalam bahasa arab JINSIYYUN yang kemudian di adopsi dalam bahasa perancis dan inggris menjadi Gender

b. Gender adalah perbedaan antara laki-laki dan perempuan dalam peran, fungsi, hak, tanggung jawab dan perilaku yang dibentuk oleh tata nilai social, budaya dan adat istiadat (Badan Pemberdayaan Masyarakat, 2003)

c. Gender adalah pera dan tanggung jawab perempuan dan laki-laki yang ditentukan secara social. Gender berhubungan dengan persepsi dan pemikiran serta tindakan yang diharapkan sebagai perempuan dan laki-laki yang dibentuk masyarakat, bukan karena perbedaan biologis (WHO, 1998).

1.2 RUMUSAN MASALAH Rumusan masalah yang kami angkat yaitu Pengertian budaya terhadap gender.

1.3 TUJUAN Mengetahui pengertian dari budaya yang berpengaruh terhadap gender.

tanggung jawab dan perilaku yang dibentuk oleh tata nilai social.4 MANFAAT 1. fungsi. Gender pada awalnya diambil dari kata dalam bahasa arab JINSIYYUN yang kemudian di adopsi dalam bahasa perancis dan inggris menjadi Gender b. Gender adalah perbedaan antara laki-laki dan perempuan dalam peran. BAB II PEMBAHASAN BUDAYA YANG BERPENGARUH TERHADAP GENDER A.1. budaya dan adat istiadat (Badan Pemberdayaan Masyarakat. Pengertian Gender a. sehingga dapat mengaplikasikannya dalam memberikan asuhan kebidanan. hak. 2003) . Pengertian Gender dan Seksualitas 1. Bagi Petugas Kesehatan Makalah ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi petugas kesehatan khususnya bidan dalam memberikan asuhan kebidanan. Bagi Mahasiswa Makalah ini diharapkan dapat menambah ilmu pengetahuan dan wawasan mahasiswa. 2.

Perbedaan Gender dan Seksualitas No 1. Gender adalah pera dan tanggung jawab perempuan dan laki-laki yang ditentukan secara social.c. 1998) B. 1998). 2002:2) b. 2. Misi Unsur pembeda Gender Manusia (masyarakat) Kebiasaan Kebudayaan (tingkah laku) Seks Tuhan Kesetaraan Biologis (alat reproduksi) . Seks adalah karakteritik genetic/fisiologis atau biologis seseorang yang menunjukkan apakah dia seorang perempuan atau laki-laki (WHO. 2003) c. Seksualitas/Jenis Kelamin adalah pembagian jenis kelamin yang ditentukan secara biologis melekat pada jenis kelamin tertentu 9handayani. Seksualitas/Jenis Kelamin (seks) adalah perbedaan fisik biologis yang mudah dilihat melalui cirri fisik primer dan secara sekunder yang ada pada kaum laki-laki dan perempuan(Badan Pemberdayaan Masyarakat. Seksualitas/jenis kelamin adalah karakteristik biologis-anatomis (khususnya system reproduksi dan hormonal) diikuti dengan karakteristik fisiologis tubuh yang menentukan seseorang adalah laki-laki atau perempuan (Depkes RI. 2002 :4) d. 3. Karakteristik Sumber pembeda Visi. Gender berhubungan dengan persepsi dan pemikiran serta tindakan yang diharapkan sebagai perempuan dan laki-laki yang dibentuk masyarakat. 2. bukan karena perbedaan biologis (WHO. Pengertian Seksualitas a.

Dampak Terciptanya normanorma/ketentuan tentang Terciptanya nilainilai : “pantas” atau “tidak pantas” laki. Menurut Badan Pemberdayaan Masyarakat. tetapi jika di restoran juru masak lebih banyak laki-laki. kedamaian dll. Sering merugikan salah satu pihak. seperti banyak perempuan menjadi juru masak jika dirumah.4. contohnya jakun Dapat dipertukarkan . laki pantas menjadi pemimpin. contohnya alat kelamin laki-laki dan perempuan Gender Dapat berubah. tertentu tidak dapat dipertukarkan 5. Ke-berlaku-an Dapat berubah. Sepanjang masa dimana saja. kebetulan adalah perempuan 6. musiman dan berbeda anra kelas kenikmatan. contohnya peran dalam kegiatan sehari-hari. tidak mengenal pembedaan kelas. Perbedaan antara Gender dan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Tidak dapat berubah. Sifat Harkat.kesempurnaan. martabat dapat dipertukarkan Kodrat. perempuan “pantas’ dipimpin dll. Tidak dapat dipertukarkan. Sehingga menguntungkan kedua belah pihak.

pengasuh anak Merupakan kodrat Tuhan. contohnya perempuan bisa haid. . seorang laki-laki/perempuan tetap laki-laki dan perempuan Tergantung budaya setempat. Buatan manusia. contohnya status sebagai laki-laki atau perempuan Tergantung budaya dan kebiasaan. Bukan merupakan budaya setempat. Ciptaan Tuhan. contohnya di jawa pada jaman penjajahan belanda kaum perempuan tidak memperoleh hak pendidikan. dan kepala desa bahkan presiden. contohnya lakilaki mempunyai cirri-ciri utama yang berbeda dengan cirri-ciri utama perempuan yaitu jakun. dikantor dan dimanapun berada. contohnya pengaturan jumlah a nak dalam satu keluarga C. Sebagian besar masyarakat banyak dianut kepercayaan yang salah tentang apa arti menjadi seorang wanita. contohnya laki-laki dan perempuan berhak menjadi calon ketua RT. Setelah Indo merdeka perempuan mempunyai kebebasan mengikuti pendidikan Berlaku dimana saja. hamil. Budaya yang Mempengaruhi Gender 1. dengan akibat yang berbahaya bagi kesehatan wanita. contohnya pembatasan kesempatan di bidang pekerjaan terhadap perempuan dikarenakan budaya setempat antara lain diutamakan untuk menjadi perawat. RW. melahirkan dan menyusui sedang laki-laki tidak. contohnya di rumah. guru TK.pada laki-laki dan payudara pada perempuan Berlaku sepanjang masa.

Sedangkan pria bertugas memberikan kesejahteraan bagi keluarga di masa tua serta melindungi keluarga dari ancaman. Contohnya wanita diharapkan untuk menyiapkan masakan. suku dan umurnya. Gender dan kegiatan yang dihubungkan dengan jenis kelamin tersebut. Kegiatan lain tidak sama dari satu daerah ke daerah lain diseluruh dunia. Setiap masyarakat mengharapkan wanita dan pria untuk berpikir. contohnya : di dalam suatu masyarakat. 4. pengecualian/pembatasan yang dibuat berdasarkan peran dan norma gender yang dikonstruksi secara social yang mencegah seseorang untuk menikmati HAM secara penuh. wanita dari suku tertentu biasanya bekerja menjadi pembantu rumah tangga. meskipun kadang tanpa mereka sadari D. Peran gender diajarkan secara turun temurun dari orang tua ke anaknya. Beberapa kegiatan seperti menyiapkan makanan dan merawat anak adalah dianggap sebagai “kegiatan wanita”. 3.2. Sejak anak berusia muda. 6. semuanya adalah hasil rekayasa masyarakat. membawa air dan kayu bakar. tergantung pada tingkat pendidikan. Pengertian Diskriminasi Gender Diskriminasi gender adalah adanya perbedaan. merawat anak-anak dan suami. 5. Peran jenis kelamin bahkan bisa tidak sama didalam suatu masyarakat. tergantung pada kebiasaan. orang tua telah memberlakukan anak perempuan dan laki-laki berbeda. . hokum dan agama yang dianut oleh masyarakat tersebut. sedang wanita lain mempunyai pilihan yang lebih luas tentang pekerjaan yang bisa mereka pegang. berperasaan dan bertindak dengan pola-pola tertentu dengan alas an hanya karena mereka dilahirkan sebagai wanita/pria.

misalnya marginalisasi dibidang pertanian. pekerja pabrik yang berakibat pada penggajian yang rendah.E. keyakinan. contohnya revolusi hijau yang memfokuskan pada laki-laki mengakibatkan banyak perempuan tergeser dan menjadi miskin. jabatan. keyakinan tradisi dan kebiasaan bahkan asumsi ilmu pengetahuan. Dari segi sumbernya bisa berasal dari kebijakan pemerintah.Contoh . izin usaha wanita harus diketahui ayah (jika masih lajang) dan suami jika udah menikah. bagian warisan wanita lebih sedikit. 3. Ada beberapa mekanisme proses marginalisasi kaum perempuan karena perbedaan gender. Contoh lain adanya pekerjaan khusus perempuan seperti : guru anak2. Hal ini disebabkan karena belum terkoordinasi konsep gender dalam masyarakat yang mengakibatkan adanya diskriminasi kerja bagi perempuan. hak kawin wanita dinomor duakan. karir dan pendidikan. pembatasan kesempatan dibidang pekerjaan terhadap wanita. Perempuan tersubordinasi oleh factor yang dikonstruksikan secara social. wanita dinomor duakan dalam peluang bidang politik. tafsiran agama. Gender dan Subordinasi Pekerjaan Perempuan Subordinasi adalah anggapan tidak penting dalam keputusan politik. Gender dan Sterotip atas Pekerjaan Perempuan . permohonan kredit harus seijin suami. kemajuan tehnologi industry meminggirkan peran serta wanita 2. Gender dan Marginalisasi Perempuan Bentuk manifestasi ketidakadilan gender adalah proses marginalisasi/pemiskinan terhadap kaum perempuan. Contoh lain : upah wanita lebih kecil. Bentuk-Bentuk Ketidakadilan Gender 1. wanita sebagai konco wingking.

Bentuk kekerasan ini tidak selalu terjadi antara laki-laki terhadap perempuan akan tetapi antara perempuan dengan perempuan atau erempuan dengan laki-laki. perkasa. laki-laki tlang punggung keluarga. wanita jadi obyek iklan. istri menghina/mencela kemampuan seksual. Kekerasan fisik : perkosaan. Kekerasan terhadap manusia sumbernya macam-macam namun ada satu jenis kekerasan yang bersumber anggapan gender. Non fisik : pelecehan seksual. Laki-laki mata keranjang. cantik dan keibuan. dan penyiksaan. Meskipun demikian perempuan menjadi lebih rentan karena posisinya yang pincang dimata masyarakat baik secara ekonomi. Contoh .Contoh : Wanita-sumur-dapur-kasur. Sedangkan perempuan adalah mahkluk yang lembut. sehingga dinamakan pelabelan negative. ancaman. social atau politik. 4. Eksploitsi terhadap wanita. Gender dan Kekerasan Terhadap Perempuan Kekerasan adalah suatu serangan terhadap fisik maupun integritas mental psikologi seseorang. Secara umum stereotip merupakan pelabelan/penandaan terhadap kelompok tertentu dan biasanya pelabelan ini selalu berakibat pada ketidakadilan. dan paksaan. rasional. pelecehan terhadap wanita. Wanita macak-masak-manak. Stereotip adalah bentuk ketidakadilan. Posisi perempuan dianggap lebih rendah dibandingkan dengan laki-laki.suami membatasi uang belanja dan memonitor pengeluarannya. 5. jantan. Kekerasan terhadap perempuan merupakan kekerasan yang disebabkan adanya keyakinan gender. Gender dan Beban kerja Lebih Berat . janda mudah dirayu. Hal ini disebabkan pelabelan yang sudah melekat pada laki-laki misalnya manusia yang kuat.Stereotip adalah pelabelan terhadap suatu kelompok / jenis pekerjaan tertentu. pemukulan. laki-laki sebagai pencari nafkah. perkosaan. kehebatan pada kemampuan seksualnya.

F. Perbedaan gender dalam akses terhadap pelayanan kesehatan . pembagian sumber-sumber dan hasil pembangunan serta kses terhadap pelayanan.Dengan berkembangnya wawasan kemitrasejajaran berdasarkan pendekatan gender dalam berbagai aspek kehidupan. Contonya sebagai berikut : a. b. dan umumnya perempuan mengerjakan peranan sekaligus untuk memenuhi tuntutan pembangunan. atau analisa data. Bias gender dalam penelitian kesehatan Ada indikasi bahwa penelitian kesehatan mempunyai tingkat bias gender nyata baik dalam pemilihan topic. pendidik anak sekaligus pendamping suami pencari nafkah kehidupan. Ketidaksetaraan dan Ketidakadilan Gender dalam Pelayanan Kesehatan 1. maka peran perempuan mengalami perkembangan yang cukup cepat. wanita sebagai perawat. Contoh : wanita bekerja diluar rumah atau dirumah. Maka dari itu perkembangan peranan perempuan ini sifatnya menambah. Gangguan kesehatan biasa yang mengakibatkan gangguan berarti pada perempuan tidak mendapat perhatian bila tidak mempengaruhi fungsi reproduksi. laki-laki mencari nafkah utama sekaligus sopir keluarga. Ketidak-setaraan Gender Ketidak-setaraan gender merupakan keadaan diskriminatif (sebagai akibat dari perbedaan jenis kelamin) dalam memperoleh kesempatan. metode yang digunakan. untuk itulah maka beban kerja perempuan terkesan berlebihan. Namun perlu dicermati bahwa perkembangan perempuan tidaklah “mengubah” peranannya yang “lama” yaitu peranan dalam lingkup rumah tangga (peran reproduktif).

Isu Gender dalam Kesehatan Reproduksi . b. psikologi dan social).Berbeda dengan Negara maju kaum perempuan dinegara berkembang pada umumnya belum dapat memanfaatkan pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan. Keadilan dalam status kesehatan yaitu tercapainya derajat kesehatan yang setinggi mungkin (fisik. Perempuan yang mengalami depresi karena kekerasan domestic yang dilakukan oleh pasangannya hanya diobati dengan antidepresan tanpa diberi dalam mengatasi masalah gender yang melatarbelaknginya. Sebagai strategi operasional dalam mencapai kesetaraan antara laki-laki dan perempuan dianjurkan melakukan pengarus-utamaan gender (PUG). Definisi “keadilan gender dalam kesehatan” menurut WHO mengandung 2 aspek : a. 2. Ketidak-adilan Gender Dalam berbagai aspek ketidak-setaraan gender tersebut sering ditemukan pula ketidakadilan gender yaitu ketidakadilan berdasarkan norma dan standart yang belaku. Keadilan dalam pelayanan kesehatan yang berarti bahwa pelayanan diberikan sesuai dengan kebutuhan tanpa tergntung pada kedudukan social dan diberikan sebagai respon terhadap harapan yang pantas dari masyarakat dengan penarikan biaya pelayanan yang sesuai dengan kemampuan. Ketidakadilan adalah ketidaksetaraan yang tidak pantas atau tidak adil. G.

Masalah kesehatan reproduksi tidak terpisah dari hubungan laki-laki dan perempuan. 1. Penanganan Isu Gender dalam Kesehatan Reproduksi Gender mempunyai pengaruh besar terhadap kesehatan laki-laki dan perempuan.Isu gender adalah suatu kondisi yang menunjukkan kesenjangan laki-laki dan perempuan yaitu adanya kesenjangan antara kondisi yang dicita-citakan (normatif) dengan kondisi sebagaimana adanya (obyektif). kehamilan remaja. Kesehatan Ibu dan Bayi Baru Lahir (Safe Motherhood) 2. 2. Perempuan lebih rentan dalam menghadapi resiko kesehatan reproduksi seperti kehamilan. Keluarga Berencana 3. 3. Karena struktur alat reproduksi yang rentan secara social atau biologis terhadap penularan IMS termasuk STD/HIV/AIDS. Infeksi Menular Seksual H. masalah pergaulan bebas . motivasi serta partisipasi laki-laki dalam kespro dewasa ini sangat kurang. Hal ini semakin dirasakan dalam ruang lingkup kesehatan reproduksi antara lain karena hal berikut : 1. Masalah kesehatan reproduksidapat terjadi sepanjang siklus hidup manusia missal masalah inses yang terjadi pada masa anak-anak dirumah. aborsi tidak aman dan pemakaian alat kontrasepsi. Kesehatan Reproduksi Remaja 4. Namun keterlibatan . . melahirkan.

Perlindungan umum dan khusus terhada penyakit tertentu (spesifik protection) 3. dan AIDS. Perempuan rentan terhadap kekerasan dalam rumah tangga 9kekerasan domestic) atau perlakuan kasar yang pada dasarnya bersumber gender yamg tidak setara. Menegkkan diagnose secara dini dan pengobatan yang cepat dan tepat ( early diagnosis and promotion) 4. Laki-laki juga mempunyai masalah kesehatan reproduksi. Pembatasan kecacatan ( disssability limitation) 5. Karena ini dalam menyusun strategi untuk memperbaiki kespro harus dipertimbangkan pula kebutuhan. Upaya Promotif dan Preventif Menurut Leavel dan Clark Dalam kesehatan masyarakat ada lima tingkatan pencegahan penyakit dari leavel dan Clark yaitu : 1.4. kepedulian dan tanggung jawab laki-laki. khusunya berkaitan dengan IMS. Pemulihan kesehatan (rehabilitation) Peningkatan kesehatan dan perlindungan umum dan khusus terhadap penyakitpenyakit tertentu adalah usaha yang dilakukan sebelum sakit (pre pathogenesis) dan disebut pencegahan primer. Peningkatan kesehatan (health promotion) 2. pembatasan kecacatan dan pemulihan kesehatan adalah usaha-usaha yang dilakukan pada waktu sakit . Penengakan diagnosis secara dini dan pengobatan yg cepat dan tepat. Kesehatan reproduksi lebih banyak dikaitkan dengan urusan perempuan seperti KB<> I. 6. 5. HIV.

Pendidikan kesehatan terhadap masyarakat . Peningkatan Kesehatan (health promotion) a.(pathogenesis). Penengakan diagnosis secara dini dan pengobatan yang cepat dan tepat disebut pencegahan tersier. Agar mudah dipahami dapat dilihat pada skema dibawah ini : Fase Prepatogenesis  Peningkatan kesehatan  Perlindungan umum dan spesifik ---> pencegahan primer Fase Patogenesis  Penengakan diagnose dini dan pengobatan yg cepat --. perbaikan dan penyediaan tempat pembuangan sampah dan perumahan sehat d. Perbaikan higiene & sanitasi lingkungan seperti : penyediaan air bersih. Perbaikan dan peningkatan gizi b. Perbaikan dan pemeliharaan kesehatan perorangan c.> pencegahan sekunder  Pembatasan kecacatan Pencegahan tersier  Pemulihan kesehatan Kegiatan pada masing-masing tingkat pencegahan : 1.

Melakukan pemeriksaan kesehatan umum secara rutin c. Memberi perlindungan khusus terhadap suatu penyakit Misal : penggunaan kondom untuk mencegah HIV/AIDS. Nasehat & perkawinan serta pendidikan seks yang bertanggung jawab 2. Isolasi terhadap penyakit menular c. Mencari kasus sedini mungkin (case finding) b. Pengawasan selektif terhadap penyakit tertentu sprt penyakit kusta. Kesempatan memperoleh hiburan yang sehat untuk kemungkinan perkembangan kesehatan mental & sosial g. penggunaan sarung tangan & masker saat bekerja sebagai tenakes b. Olah raga secara teratur f. Pengendalian sumber2 pencemaran 3. Perlindungan Umum dan Khusus Terhadap Penyakit2 Tertentu (spesifik protection) a. TBC . Perlindungan terhadap kemungkinan kecelakaan di tempat umum & di tempat kerja. d. Perlindungan terhadap bahan2 yg bersifat karsinogenik.e. bahan racun maupun alergi e. Menegakkan Diagnosa Secara Dini dan Pengobatan yang Cepat dan Tepat ( early diagnosis and promotion) a.

Misal . Meningkatakan keteraturan pengobatan terhadap penderita (case holding)I e. 4. . Pusat rehabilitasi bagi korban kekerasan.d. Kurangnya kesadaran masy tentang kesehatan shg masy tidak melanjutkan pengobatan scr tuntas shg dapat menyebabkan terjadi cacat atau ketidakmampuan. b. Pencegahan terhadap komplikasi dan kecacatan 5. rehabilitasi PSK. Misal : penganan secara tuntas pd kasus infeksi organ reproduksi untuk mencegah terjadinya infertilitas. Pemberian pengobatan yg tepat pada setiap permulaan kasus. dan korban narkoba b. Mencari orang2 yg pernah berhubungan dgn penderita penyakit menular (contact person) f. Pemulihan Kesehatan (rehabilitation) a. Penkes perlu bukan hanya untuk orang yang cacat tapi juga untuk masyarakat. Menyadarkan masyarakat untuk menerima mereka kembali dgn memberikan dukungan moral tidaknya bagi yang bersangkutan untuk bertahan. Mengembangkan lembaga rehabilitasi dgn mengikutsertakan masy c. Pembatasan Kecacatan (disability limitation) a. Perbaikan fasilitas kesehatan sebagai penunjang untuk dimungkinkan pengobatan & perawatan yang lebih intensif c.

Mengusahakan perkampungan rehabilitasi social sehingga setiap penderita yang telah cacat mampu mempertahankan diri. 1998). 2003) Gender adalah pera dan tanggung jawab perempuan dan laki-laki yang ditentukan secara social. bukan karena perbedaan biologis (WHO. budaya dan adat istiadat (Badan Pemberdayaan Masyarakat. fungsi. tanggung jawab dan perilaku yang dibentuk oleh tata nilai social.2 SARAN a. BAB III PENUTUP 3. Bagi Mahasiswa . e. hak. Gender berhubungan dengan persepsi dan pemikiran serta tindakan yang diharapkan sebagai perempuan dan laki-laki yang dibentuk masyarakat. Penyuluhan dan usaha-usaha kelanjutan yang harus tetap dilakukan seorang setelah ia sembuh dari suatu penyakit.d.1 KESIMPULAN Gender pada awalnya diambil dari kata dalam bahasa arab JINSIYYUN yang kemudian di adopsi dalam bahasa perancis dan inggris menjadi Gender Gender adalah perbedaan antara laki-laki dan perempuan dalam peran. 3.

Jakarta: P. Agung. Sunarto dan Hartono. Asrori. Bagi Petugas – petugas Kesehatan Diharapkan dengan makalah ini dapat meningkatkan pelayanan kesehatan khususnya dalam bidang kebidanan sehingga dapat memaksimalkan kita untuk memberikan health education dalam perawatan luka perineum untuk mencegah infeksi.T. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta: Rineka Cipta. Bumi Aksara.Per kem bangan Peserta Didik. DAFTAR PUSTAKA Depkes RI.V. Jakarta. Muhammad. Ali. Depkes. 2006. 2007. b. 2001. Psikologi Remaja: Perkembangan Peserta Didik. . Psikologi Pembelajaran. 2006. Dirjen Dikti HEDS-JICA.Diharapkan makalah ini dapat menambah pengetahuan mahasiswa dalam memberikan pelayanan kebidanan dan dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Yang Perlu Diketahui Petugas Kesehatan tentang : Kesehatan Reproduksi. B. Wacana Prima. Perkembangan Peserta Didik. Mohammad dan Muhammad Asrori. Jakarta: Tim Pembina Mata Kuliah Perkembangan Peserta Didik. 2009. Bandung: C.

com Http://Lusa_Blogspot.single-parent/kespro/.com .Http//: Kesehatan reproduksi remaja.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful