PENELITIAN TINDAKAN KELAS ACTION RESEARCH

Budi Santoso FKIP Universitas Sriwijaya

I. 1 HAKIKAT PTK
A.Pengertian PTK (Action Research)
Penelitian yang dilakukan oleh Guru atau Bersama-sama dengan Orang Lain/Dosen (Kolaborasi) di kelasnya melalui refleksi diri yang bertujuan untuk Memperbaiki kinerja nya sebagai guru /Meningkatkan Mutu Proses Pembelajaran di Kelasnya sehingga hasil belajar siswanya meningkat.
2

FOKUS PTK
Pada kelas atau proses belajar mengajar yang terjadi di kelas, bukan pada silabus, materi, dll

3

dan • Guru bertindak sebagai pengajar dan peneliti. Karakteristik PTK • Masalah berawal dari guru • Tujuannya memperbaiki pembelajaran. .I. 1 HAKIKAT PTK B. • Merupakan penelitian reflektif yang dilakukan secara siklik/siklus. • Fokus penelitian berupa kegiatan pembelajaran (di kelas).

Tahap-tahap dalam PTK (PAOR) PLANNING REFLECT ACTION OBSERVE Satu Siklus .

Perbedaan PTK dan PK Aspek Peneliti PTK Guru Dirasakan guru( bisa ada dorongan dari luar) Ada action berulang PK non PTK Orang Luar Dari orang luar Belum tentu ada Planning Problem Ciri Utama Guru (mungkin dibantu orang luar) Peneliti Peran guru Place Result Guru and Peneliti Kelas Langsung dimanfaat guru Objek Penelitian Kelas Peneliti Belum tentu Data Collect Guru atau bantuan or lain .I. 1. HAKIKAT PTK C.

jujur. tidak Baku dg objektifitas dan memihak tidak ketidakmemihakan Memahami praktek dr refleks Deskripsi. prosedur. disini Pelaku dari dalam (guru) Kasus khusus (kelas) Induktif-deduktif Verifikasi.I. Formal Kebenaran Sumber masalah Tujuan Peneliti Sampel Diagnosis Status Perbaikan. generalisasi Orang luar yg berminat Sampel representatif Metodologi Penafsiran hasil Final Result Longgar. inter. objektif. materi . 1 HAKIKAT PTK Perbedaan PTK dan Penelitian Formal/Inferensial Dimensi Motivasi PTK Tindakan Penel. generali Siswa belajar lebih baik Peng. sekarang.

I. Why PTK Perlu dilakukan Guru • Penelitian yg dilakukan peneliti belum tentu dpt diterapkan krn guru tdk menghayatinya • PTK is unjuk kerja guru (Profesionalisme) • Otonomi kelas (Guru orang yang paling tahu kondisi di kelas dimana dia mengajar) • Sebagai review kinerja guru sendiri untuk sharing kepada guru atau sekolah lain. . 1 HAKIKAT PTK D.

I.1 HAKIKAT PTK ARTI PENTING PTK BAGI GURU • Tuntutan dan kebutuhan guru dalam meningkatkan mutu PBM • Kenaikan pangkat atau golongan (unsur pengembangan profesi) • Sertifikasi guru (Komponen tujuh: Karya Pengembangan Profesi) • Pengembangan karir • Membuat guru peka dan tanggap terhadap dinamika atau permasalahan pembelajaran di kelas • Meningkatkan kinerja guru • Guru mampu memperbaiki proses pembelajaran melalui suatu kajian yang dalam terhadap apa yang terjadi di kelas • PTK tidak mengganggu tugas pokok guru • Guru menjadi kreatif dan inovatif .

Pengembangan profesionalisme Make a chance (individu  kolaborasi.Meningkatkan kepercayaan diri .I. Keterbatasan & Persyaratan PTK A.Mempunyai kesempatan berperan aktif mengembangkan pengetahuan dan ketrampilan sendiri • Bagi Pembelajaran Siswa (Hasil yang lebih baik) • Bagi Sekolah. hierarkikal  hubungan dalam tim .Memperbaiki pembelajaran (Final Objective) . Kemajuan sekolah krn guru makin profesional . 2 Manfaat. MANFAAT PTK • Bagi Guru . supervisi  mentoring  atasan-bawahan  relasi kolegial.

Hasil tidak dapat digeneralisasi. dicobakan di kelas lain bisa dilakukan .I. Keterbatasan & Persyaratan PTK B.metode longgar n informal .manipulasi data • Generalisasi . 2 Manfaat. KETERBATASAN PTK • Validasi PTK .

KONDISI YANG DIPERSYARATKAN DALAM PTK 1. Guru siap menghadapi berbagai konflik dengan adanya PTK . Keterbatasan & Persyaratan PTK C. Sikap Kepala Sekolah dan Admin menunjang pembaruan 6. 2 Manfaat. Sekolah memberikan kebebasan bagi guru untuk melakukan PTK 2. Guru & siswa mempunyai rasa percaya diri yg tinggi 7. Adanya keterbukaan semua staff sekolah 5. Minimalisasi birokrasi dan hierarki maksimalkan kolaborasi and team work 3. Sekolah selalu mempertanyakan apa yg diinginkan sekolah 4.I.

4. 2. Kemauan untuk berubah (chance) 7.PRINSIP DALAM PELAKSANAAN PTK 1. 3. dll) 6. Kemampuan berfikir kritis dan sistematis . Memegang etika kerja (minta izin. Tidak boleh mengganggu PBM dan tugas mengajar Tidak boleh terlalu menyita waktu Metodologi yang digunakan harus tepat Masalah yang dikaji benar-benar ada dan dihadapi guru 5. membuat laporan.

Mengumpulkan (Observasi dan Interpretasi) dan Mengolah Data 7.2. Merencanakan tindak lanjut 14 . Analisis Data & Refleksi 8. Rencana Perbaikan/Merumuskan Hipotesis Tindakan 4. Melaksanakan Tindakan 6. Identifikasi Masalah 2. Pembuatan Rencana Tindakan 5. LANGKAH-LANGKAH PTK 1. Analisis & Merumuskan Masalah 3.

IDENTIFIKASI DAN ANALISIS MASALAH: a.Menarik minat guru b. Cara yang akan digunakan untuk menemukan jawaban dari suatu masalah tersebut . Masalah apa yang akan diteliti: . Alasan mengapa penelitian tersebut dilakukan c.Masalah benar-benar terjadi di kelas .Penting dan bermanfaat .Dalam jangkauan si peneliti (guru)/mungkin ditangani guru .1.

Apa pengaruh masalah tsb bagi kelas saya? 4. Apa yang terjadi di kelas saya? What? 2. Apa yang dapat saya lakukan untuk mengatasinya? 6. Apakah yang sedang terjadi itu mengandung permasalahan? 3. Saya mempunyai gagasan yang ingin saya cobakan di kelas saya (Plan AR) . Apa yang terjadi di kelas saya kalau saya biarkan? 5.TEKNIK MENCARI PERMASALAH DENGAN PERTANYAAN (Reflection) 1. Saya ingin memperbaiki… Try (hipotesis) 7.

Rendahnya kemandirian belajar siswa 8.BEBERAPA PERMASALAHAN DALAM ASPEK PEMBELAJARAN 1. Sistem penilaian yang tidak/kurang sesuai 6.. Metode pembelajaran yang kurang tepat 3. dsb Contoh . Media pembelajaran yang tidak ada/kurang 5. Motivasi belajar siswa yang rendah 7. Siswa datang terlambat ke sekolah 9. rendah 4. Perhatian anak terhadap PBM…. Rendahnya keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran mata pelajaran…… 2.

Masalah yang berkaitan dengan out put dapat bersumber dari: hasil belajar siswa. sikap negatif siswa dan motivasi rendah 18 .SUMBER MASALAH PTK 1. daya ingat siswa. gaya mengajar. cara belajar dan implementasi metode pembelajaran 3. guru. prosedur evaluasi. Masalah yang berkaitan dengan proses kegiatan belajar mengajar dapat bersumber dari: interaksi belajar mengajar. keterampilan bertanya guru/siswa. sumber belajar. Masalah yang berkaitan dengan input dapat bersumber dari: siswa. materi pelajaran. dan lingkungan belajar 2.

Merumuskan Masalah:  Dirumuskan secara jelas  Menggunakan kalimat tanya dengan mengajukan alternatif tindakan yang akan dilakukan  Dapat diuji secara empirik  Mengandung deskripsi tentang kenyataan yang ada dan keadaan yang diinginkan 19 .2.

Merumuskan Hipotesis Tindakan – – – – – Memuat Tindakan yang diusulkan untuk menghasilkan perbaikan yang diinginkan Tetapkan berbagai alternatif tindakan pemecahan masalah Pilih tindakan yang paling menjanjikan hasil terbaik dan dapat dilakukan oleh guru Tentukan cara untuk dapat menguji hipotesis tindakan Dalam menentukan tindakan peneliti bisa berdiskusi dengan teman sejawat. ahli.3. atau hasil penelitian 20 . buku.

Menentukan alat-alat dan teknik yang diperlukan untuk mengumpulkan data 4. Pemilihan materi yang akan di-PTK-kan 2. Pembuatan Rencana Tindakan 1. Pemilihan metode mengajar yang akan digunakan 3. Rencana perekaman/pencatatan data dan pengolahannya 21 .4.

metode mengajar. serta teknik dan instrumen observasi)  Perkiraan kendala yang mungkin timbul pada pelaksanaan 22 . Melaksanakan Tindakan: a. Perencanaan (Planning) Tindakan:  Semua langkah tindakan secara rinci  Segala keperluan pelaksanaan PTK (materi/bahan ajar.5.

b. Pelaksanaan (Acting) Tindakan: Realisasi dari teori dan teknik mengajar yang sudah direncanakan sebelumnya 23 .

c. Pengamatan Tindakan (Pengumpulan data dan informasi) – Mengacu pada instrumen yang sudah dibuat – Dimungkinkan melibatkan pengamat dari luar 24 .

Refleksi (Reflecting) terhadap Tindakan – Data yang didapat dianalisis – Dalam analisis dapat melibatkan orang luar – Menarik kesimpulan 25 .d.

dan hasil belajar siswa melalui tes maupun catatan terhadap pelaksanaan PBM yang dilakukan oleh guru c. Pengolahan dan Penafsiran Data a.6. Data tersebut kemudian diinterpretasikan dalam bentuk narasi (deskriptif) kualitatif d. sikap. Data bisa ditampilkan dalam bentuk tabel atau grafik 26 . Data yang terkumpul melalui pengamatan dianalisis b. motivasi. Data tersebut tentang perubahan perilaku.

7. 27 . yaitu memerksa kebenaran hipotesis. Validasi Data dan Kredibiltas PTK • Dengan Melakukan Member Check. yakni memeriksa kembali keterangan-keterangan atau informasi data yang diperoleh selama observasi atau wawancara dari nara sumber yang relevan dengan PTK • Melakukan validasi dengan triangulasi. yakni sudut pandang guru sebagai peneliti. konstruk atau analisis dari si peneliti dengan membandingkan hasil dari mitra peneliti. Triangulasi dilakukan berdasarkan tiga sudut pandang . sudut pandang siswa dan sudut pandang mitra peneliti yang melakukanpengamatan atau observas.

Juga memeriksa catatan-catatan yang ditulis oleh peneliti atau mitra peneliti. yakni memeriksa kesalahankesalahan dalam motede atau prosedur yang digunakan peneliti dan di dalam pengambilan kesimpulan.Lanjutan – Dengan audit trail. yang memiliki pengetahuan dan keterampilan melakukan PTK yang sama seperti peneliti sendiri 28 . Audit trail dapat dilakukan oleh teman sejawat peneliti.

Perubahan yang terjadi dalam PBM setelah selesai PTK 29 .8. Laporan hendaknya mencakup ulasan lengkap tentang pelaksanaan tindakan yang telah selesai c. Hasil analisis data dilaporkan secara tertulis b. Pelaporan Hasil Penelitian a.

LANGKAH-LANGKAH MENYUSUN PROPOSAL PTK 30 .

dan tidak memberi kemungkinan penafsiran yang beragam 31 . singkat.Judul Penelitian  Ditulis dengan singkat dan spesifik  Mencerminkan permasalahan pokok yang akan dipecahkan  Deklaratif. jelas.

di ….Beberapa Contoh Judul PTK 1. Upaya peningkatan hasil belajar melalui pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw pada mata pelajaran…. kelas …. di ….Jakarta 2.… 32 . Penerapan pembelajaran model problem based learning untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah mata pelajaran…kelas….

SISTIMATIKA (ISI) PROPOSAL PTK 33 .

BAB I PENDAHULUAN A. .  Gejala-gejala kesenjangan yang terdapat di lapangan sebagai dasar pemikiran untuk memunculkan permasalahan  Kerugian-kerugian dan keuntungan-keuntungan apa yang akan terjadi kalau masalah tersebut tidak diteliti  Dalam pemaparan latar belakang masalah pada umumnya memakai pendekatan deduksi. yakni dari hal-hal yang sifatnya umum ke hal-hal yang sifatnya khusus (kerucut 34 terbalik). Latar Belakang Masalah:  Menjelaskan mengapa masalah yang diteliti itu penting  Apa yang membuat peneliti merasa gelisah dan resah sekiranya masalah tersebut tidak diteliti.

Identifikasi Masalah  Kegiatan mendeteksi. menjelaskan aspek permasalahan yang muncul dan berkaitan dari judul penelitian atau dengaan masalah atau variabel yang akan diteliti.  Hasil identifikasi dapat diangkat beberapa permasalahan yang saling keterkaitan satu dengan lainnya. 35 .B. melacak.

....... 36 ......CONTOH IDENTIFIKASI MASALAH Dari latar belakang masalah dapat diidentifikasi masalah sbb: • Pembelajaran..................di kelas masih berjalan monoton • Belum ditemukan strategi pembelajaran yang tepat • Belum ada kolaborasi antara guru dan siswa • Metode yang digunakan bersifat konvensional • Rendahnya kualitas pembelajaran.......... • Rendahnya prestasi siswa untuk mata pelajaran ..

C. Perumusan Masalah
 Dirumuskan dengan kalimat tanya dengan mengajukan alternatif tindakan yang akan dilakukan  Perumusan masalah merupakan titik tolak bagi perumusan hipotesa nantinya,  Dari perumusan masalah dapat menghasilkan topik penelitian atau judul dari penelitian.  Masalah biasanya dirumuskan dalam bentuk pertanyaan  Rumusan hendaknya jelas dan padat  Rumusan masalah harus berisi implikasi adanya data untuk memecahkan masalah  Hindari rumusan masalah yang terlalu umum atau terlalu sempit, terlalu bersifat lokal atau terlalu argumentatif.
37

Contoh Perumusan Masalah
Apakah penerapan pembelajaran model

problem based learning dapat

meningkatkan kemampuan pemecahan masalah pada mata pelajaran … kelas…di …?

38

D. Cara Memecahkan Masalah
 Cara atau tindakan yang akan digunakan dalam pemecahan masalah  Contoh: Cara pemecahan masalah yang akan digunakan dalam PTK ini yaitu metode pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Dengan metode ini diharapkan motivasi siswa dalam pembelajaran … meningkat
39

..... 2.....di sekolah. Dengan diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dapat meningkatkan motivasi siswa dalam mata pelajaran.....E.. di sekolah........ Dengan diterapkan model pembelajaran kooperatif dengan tipe Jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran..... Hipotesis Tindakan  Rumuskan hipotesis tindakan berdasarkan pada cara memecahkan masalah  Contoh: 1. 40 .

. gagasan. 2. terutama yang berkaitan dengan variabe penelitian.... Tujuan PTK    1..... 3.. Rumuskan Tujuan PTK berdasarkan topik atau masalah PTK Keinginan peneliti atas hasil PTK dengan mengetengahkan indikator-indikator apa yang hendak ditemukan dalam PTK..F. dan pertanyaan Siswa dapat bekerja secara mandiri maupun kelompok serta mampu mempertanggung jawabkan segala tugas individu maupun kelompok 41 .. Contoh: Guru dapat meningkatkan strategi dan kualitas pembelajaran...di sekolah. ide. Siswa merasa dirinya mendapatkan perhatian dan kesempatan untuk menyampaikan pendapat....

. Proses belajar mengajar. meningkat 42 ..  Contoh: 1.. dan saran meningkat 5..G. Keberanian siswa mengungkapkan ide..... pertanyaan. pendapat.. Hasil belajar siswa dalam mata pelajaran. di sekolah... Ditemukan strategi pembelajaran yang tepat (tidak konvensional).. tetapi bersifat variatif 3...di sekolah.. Manfaat Penelitian  Rumuskan Manfaat Penelitian berdasarkan pada topik/masalah PTK  Merupakan dampak dari tercapainya tujuan.... Keaktifan siswa dalam mengerjakan tugas mandiri maupun kelompok meningkat 4...... menjadi menarik dan menyenangkan 2..

sebagai dasar untuk memberi jawaban sementara terhadap rumusan masalah yang diajukan (hipotesis) serta penyusunan instrumen penelitian. 43 .BAB II KAJIAN TEORI Teori-teori relevan yang dapat digunakan untuk menjelaskan tentang variabel yang akan diteliti.

Hakekat Model Pembelajaran Koopertif (Cooperative Learning) Tipe Jigsaw 1. 1. Hakekat Hasil Belajar 2.. Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning) 2. Hakekat Hasil Belajar dan Motivasi Siswa dalam Pembelajaran…. Hakekat Motivasi Siswa dalam Pembelajaran …… 44 .Contoh: A. Tipe Jigsaw B.

45 .BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. 1. terdiri dari 19 siswa lakilaki dan 21 siswa perempuan. Sebagai subjek dalam penelitian ini adalah kelas V tahun pelajaran 2006/2007 dengan jumlah siswa sebanyak 40 orang. Seting Penelitian: Tempat Penelitian CONTOH: Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SDN Kali Baru 01 Jakarta Utara Jakarta untuk mata pelajaran Pengetahuan Sosial.

46 . karena PTK memerlukan beberapa siklus yang membutuhkan proses belajar mengajar yang efektif di kelas. yaitu bulan Juli sampai dengan November 2006. WAKTU PENELITIAN CONTOH: • Penelitian ini akan dilaksanakan pada awal tahun ajaran baru 2006/2007. Penentuan waktu penelitian mengacu pada kalender akademik sekolah.2.

3. SIKLUS PENELITIAN CONTOH: • PTK ini dilaksanakan melalui tiga siklus untuk melihat peningkatan hasil belajar dan aktivitas siswa dalam mengikuti mata pelajaran Pengetahuan Sosial melalui pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Team Achievement Divisions) 47 .

LKS. Lembar Evaluasi. dsb) 48 .B. Persiapan PTK  SK dan KD yang akan dijadikan PTK  Instrumen yang diperlukan dalam PTK (Lembar Observasi. RPP.

yaitu kompetensi dasar (KD) 1. 2. kemampuan memahami keadaan penduduk dan pemerintahan di Indonesia.CONTOH PERSIAPAN PTK Sebelum pelaksanaan PTK dibuat berbagai input instrumental yang akan digunakan untuk memberi perlakuan dalam PTK. (3) Lembar evaluasi. 49 . Selain itu juga akan dibuat perangkat pembelajaran yang berupa: (1) Lembar Kerja Siswa. kemampuan menghargai keragaman suku bangsa dan budaya di Indonesia. (2) Lembar pengamatan diskusi. yaitu rencana pembelajaran yang akan dijadikan PTK. Dalam persiapan juga akan disusun daftar nama kelompok diskusi yang dibuat secara heterogen.

.C....... Subyek Penelitian  PTK dilaksanakan di kelas mana  Jumlah siswa yang menjadi sasaran PTK  Contoh: Dalam PTK ini yang menjadi subyek penelitian adalah siswa kelas tujuh yang terdiri dari. 50 . siswa dengan komposisi perempuan .. siswa dan laki-laki ..... siswa.

3. dsb. Sumber Data  Yang menjadi sumber data dalam PTK. 51 .  Contoh: 1. 2. teman sejawat. seperti siswa. guru. Siswa Untuk mendapatkan data tentang hasil belajar dan aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar.D. Teman Sejawat dan Kolaborator Teman sejawat dan kolaborator dimaksudkan sebagai sumber data untuk melihat implementasi PTK secara komprehensif. baik dari sisi siswa maupun guru. Guru Untuk melihat tingkat keberhasilan implementasi pembelajaran kooperatif dengan tipe Jigsaw dan hasil belajar serta aktivitas siswa dalam proses pembelajaran.

3. Tes: dipergunakan untuk mendapatkan data tentang hasil belajar siswa 1.E. Wawancara: untuk mendapatkan data tentang tingkat keberhasilan implementasi pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw 52 .2. Teknik 1.1. Teknik dan Alat Pengumpulan Data 1. Observasi: dipergunakan untuk mengumpulkan data tentang aktivitas siswa dalam PBM dan implementasi tipe Jigsaw 1.

Tes: menggunakan butir soal/instrumen soal untuk mengukur hasil belajar siswa 2.2. Alat Pengumpulan Data 2. Kuesioner: untuk mengetahui pendapat atau sikap siswa dan teman sejawat tentang pembelajaran tipe Jigsaw 53 .3. Observasi: menggunakan lembar observasi untuk mengukur tingkat aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar matematika 2.1.2.4. Wawancara: menggunakan panduan wawancara untuk mengetahui pendapat atau sikap siswa dan teman sejawat tentang pembelajaran tipe Jigsaw 2.

Observasi: keaktifan siswa dalam proses belajar mengajar 2.2. Dokumentasi: kehadiran siswa 2. Observasi: hasil observasi 54 .1.F. Guru 2. Tes: rata-rata nilai ulangan harian 1.2. Indikator Kinerja 1. Siswa 1.1.

Analisis Data  Data yang dikumpulkan pada setiap kegiatan observasi dari pelaksanaan siklus PTK dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan teknik persentase untuk melihat kecenderungan yang terjadi dalam kegiatan pembelajaran.  Implementasi tindakan dalam pembelajaran kooperatif: dengan menganalisis tingkat keberhasilannya. Kemudian dikategorikan dalam klasifikasi tinggi.G. kemudian dikategorikan dalam klasifikasi berhasil.  Hasil belajar: dengan menganalisis nilai rata-rata ulangan harian.  Aktivitas siswa dalam PBM: dengan menganalisis tingkat keaktifan siswa dalam PBM. sedang dan rendah. 55 . kurang berhasil dan tidak berhasil. sedang dan rendah. Kemudian dikategorikan dalam klasifikasi tinggi.

H. Prosedur Penelitian Siklus 1 1. Membuat rencana pembelajaran dengan mengacu pada tindakan (treatment) yang diterapkn dalam PTK c. Membuat instrumen yang digunakan dalam siklus PTK e. Membuat lembar kerja siswa d. Menyusun alat evaluasi pembelajaran 56 . Perencanaan a. Tim peneliti melakukan analisis kurikulum untuk mengetahui kompetensi dasar yang akan disampaiakan kepada siswa dalam pembelajaran b.

Menyajikan materi pelajaran c. g. Contoh: a. Dalam diskusi kelompok. Salah satu dari kelompok diskusi. b. guru mengarahkan kelompok. mempresentasikan hasil kerja kelompoknya f. i.2. Siswa diberikan kesempatan untuk memberikan tanggapan h. Melakukan pengamatan atau observasi. skenario kerja tindakan perbaikan yang akan dikerjakan dan prosedur tindakan yang akan diterapkan. Guru memberikan kuis atau pertanyaan. d. Pelaksanaan :Deskripsi tindakan yang akan dilakukan. e. Diberikan materi diskusi. 57 . Membagi siswa dalam delapan kelompok. Penguatan dan kesimpulan secara bersama-sama.

PENGAMATAN Dalam penelitian ini pengamatan dilakukan terhadap: – Situasi kegiatan belajar mengajar. – Keaktifan siswa. – Kemampuan siswa dalam diskusi kelompok. 58 .3.

– Sebagian besar (70 % dari siswa) berani dan mampu untuk bertanya tentang materi pelajaran pada hari itu.4. REFLEKSI Berupa uraian tentang prosedur analisis terhada hasil penelitian dan refleksi berkaitan dengan proses dan dampak tindakan perbaikan yang dilaksanakan serta kriteria da rencana bagi tindakan siklus berikutnya Penelitian tindakan kelas ini berhasil apabila : – Sebagian besar (75 % dari siswa) berani dan mampu menjawab pertanyaan dari guru. – Lebih dari 80 % anggota kelompok aktif dalam mengerjakan tugas kelompoknya. – Penyelesaian tugas kelompok sesuai dengan waktu yang disediakan. 59 . – Sebagian besar (70 % dari siswa) berani menanggapi dan mengemukakan pendapat tentang jawaban siswa yang lain.

Pelaksanaan Guru melaksanakan pembelajaran kooperatif dengan tipe Jigsaw berdasarkan rencana pembelajaran hasil refleksi pada siklus pertama. 3. Pengamatan Tim Peneliti (guru dan kolaborator) melakukan pengamatan terhadap aktivitas pembelajaran 4.SIKLUS 2 1. Refleksi Tim peneliti melakukan refleksi terhadap pelaksanaan siklus kedua dan menyusun rencana (replaning) untuk siklus ketiga 60 . Perencanaan Tim peneliti membuat rencana pembelajaran berdasarkan hasil refleksi pada siklus pertama 2.

Pengamatan Tim Peneliti (guru dan kolaborator) melakukan pengamatan terhadap aktivitas pembelajaran 4. Perencanaan Tim peneliti membuat rencana pembelajaran berdasarkan hasil refleksi pada siklus kedua 2.SIKLUS 3 1. 61 . 3. Pelaksanaan Guru melaksanakan pembelajaran berdasarkan rencana pembelajaran hasil refleksi pada siklus kedua. Refleksi Tim peneliti melakukan refleksi terhadap pelaksanaan siklus ketiga dan menganalisis untuk serta membuat kesimpulan atas pelaksanaan pembelajaran berdasarkan tindakan (treatment) .

JAM KERJA 10 JP 2.I. Personalia Penelitian NO NAMA TUGAS 1. Kolaborator/Mitra 5 JP 62 . Guru Peneliti (Pelaksana) ………… ………… ………… ………….

. … … … 4. Rp……. Rincian Pembiayaan No. Rp…….J. Penyusunan Draf Awal Seminar Rp……. …… 63 . 5. 9... …… …… 6.. Rp……. 1. Rp……. ……. 2. Jenis Penggunaan Jumlah/Rp Ket. Rp……. ATK Transportasi Foto Copy Rp……. …… ……. 3. Pengumpulan Data Analisis Data Rp……. 8. Perbaikan Laporan Penggandaan Laporan Rp…….. 7.

…………. 4. …………. …………. 5. Jenis Kegiatan Penyusunan proposal Pelaksanaan siklus 1 Pelaksanaan siklus 2 Pelaksanaan sikus 3 Tabulasi dan analisis data Penyusunan lapora PTK Seminar hasil PTK Perbaikan laporan PTK Penjilidan Bulan/Mngg Ke …………. …………. 8. 6. 3.K. 2. Rencana Kerja N0. 9. …………. 1. …………. ………… …………. 7. 64 .

L. Daftar Kepustakaan M. Daftar Riwayat Hidup Tim Peneliti 65 .

Tabel. dan Lampiran 6. Bab I: a. Lembar Pengesahan 3. Sampul Judul Penelitian 2. Gambar. Tujuan dan Manfaat Penelitian e. Kata Pengantar 5. Daftar Isi. Hipotesis Tindakan 66 . Perumusan Masalah d. Abstrak 4. Identifikasi Masalah c.LAPORAN PTK 1. Latar Belakang Masalah b.

Sumber Data E. Bab III: Metodologi Penelitian: A. Teknik dan Alat Pengumpulan Data F. Tempat Penelitian 2. Persiapan PTK C. Prosedur Penelitian . Siklus Penelitian B. Subyek Penelitian D. Setting Penelitian: 1. Bab II: Kajian Teori 8. Indikator Kinerja G. Teknik Analisis Data H.7. Waktu Penelitian 3.

Bab V: Kesimpulan dan Saran a. Kesimpulan b. Saran Daftar Pustaka Lampiran-Lampiran Bio Data Peneliti 68 . Bab IV: Hasil dan Pembahasan Penelitian 10.9.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN A. Gambaran Setting Penelitian B. Pembahasan dan Pengambilan Kesimpuan 69 . Proses Menganalisis Data E. Penjelasan Per Siklus D. Uraian Penelitian Secara Umum atau Keseluruhan C.

gambar-gambar.Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Dalam Pemaparan Bab IV • Sajikan temuan-temuan dalam grafik. diagram. portofolio dan sejenisnya • Pada setiap akhir tabel/grafik/diagram/foto dan sebagainya berikan komentar makna dari masing-masing tampilan tersebut • Ulas atau jelaskan temuan PTK dengan mengacu pada dua pertanyaan (mengapa demikian dan bagaimana temuan tersebut bisa terjadi) 70 . tabel.

71 . Keterbatasan tersebut dapat berkaitan dengan proses peneltian.Lanjutan • Pada bab ini peneliti juga membahas dan memvalidasi hasil temuan. • Pada bagian akhir ungkapkan pula keterbatasan atau kekurangan penelitian yang dilakukan yang menurut peneliti dapat mengurangi validasi (keabsahan) dan tingkat kepercayaan hasil peneltian. subyek peneltian. daya dukung dan sebagainya. instrumen. metode. dengan memaksimalkan trianggulasi terhadap sumber data maupun instrumen yang digunakan.

72 . • Kesimpulan merupakan ringkasan dari hasil penelitian yang dirumuskan sesuai dengan perumusan masalah. padat dan runtut. Kesimpulan • Pada kesimpulan uraikan pokok-pokok temuan PTK secara jelas.BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. • Dengan kata lain pokok-pokok temuan penelitian harus berkaitan atau mempunyai “benang merah” dengan masalah yang diteliti. • Dalam hal ini perlu dicermati apakah pokok-pokok temuan yang disajikan sudah menjawab permasalahan yang diteliti.

yaitu saran untuk penelitian lebih lanjut dan saran untuk penerapan penelitian • Saran dirumuskan berdasarkan hasil kesimpulan yang telah diperoleh • Saran ditulis secara tegas dan ditujukan kepada berbagai pihak • Saran biasanya ditujukan untuk kepentingan pengembangan ilmu. SARAN • Pada bagian saran ada dua hal yang perlu diungkap. lembaga dimana penelitian itu dilakukan. penelitian yang akan dilakukan (peneliti selanjutnya). sebagai tindak lanjut serta pengkajian yang lebih mendalam terhadap faktor-faktor yang belum dianalisis • Perlu diingat kembali bahwa PTK dilaksanakan untuk memperbaiki mutu PBM di kelas 73 .B.

Contoh: Masalah Siswa Datang Terlambat  Gejala keterlambatan harus dicari bukti-buktinya  Berapa lama terlambat  Apa alasan terlambat  Berapa orang yang terlambat  Latar belakang atau penyebab terlambat: 1) bangun kesiangan 2) jarak antara rumah dengan sekolah jauh 3) susah mencari kendaraan 4) lalu lintas diperjalanan macet 74 .

Tindakan Apa yang Tepat Diambil Guru?  Penyebab ke-1: bangun kesiangan  Penyebab ke-2: Jarak antara rumah dan sekolah jauh  Penyebab ke-3: susah mencari kendaraan  Penyebab ke-4: lalu lintas diperjalanan macet 75 .

Tindakan yang Harus Dikerjakan Guru:  Keempat penyebab terlambat di atas tidak dapat di atasi oleh guru  Guru tidak berdaya membangunkan siswa. dan kemacetan lalu lintas  Tindakan yang dipilih oleh guru harus yang dilakukan oleh siswa. mengatasi masalah kendaraan. mengubah jarak. bukan oleh orang lain. seperti orang tuanya  Hal yang bisa guru lakukan adalah mengubah cara mengajar dengan metode yang lebih menarik. sehingga siswa memaksa diri untuk bangun pagi tidak datang terlambat ke sekolah dan dapat mengikuti pelajaran yang menyenangkan 76 .