TERMOKIMIA

Ahmad Fadil Hilmi 113020079 Nadya Charisma

Bagian dari ilmu kimia yang mempelajari tentang perubahan energi atau kalor dari suatu zat atau materi dalam reaksireaksi kimia disebut termodinamika. Jadi temodinamika adalah cabang kimia yang berhubungan dengan timbal balik panas dengan reaksi kimia atau dengan perubahan keadaan fisika. Secara umum, termokimia ialah penerapan termodinamika untuk kimia. Termokimia ialah sinonim dari termodinamika kimia. Pada dasarnya temokimia merupakan perubahan yang terjadi karena adanya faktor perpindahan energi antara sistem dengan lingkungan. Sistem adalah sesuatu yang menjadi pusat perhatian atau pusat pengamatan, sedangkan lingkungan adalah daerah diluar sistem. Batasan antara energi dan lingkungan dapat berubah, bergantung pada ruang lingkup pengamatan. Dengan cara ini, termokimia digunakan untuk memperkirakan perubahan energi yang terjadi dalam proses-proses reaksi kimia, perubahan fase, pembentukan larutan. Oleh karena itu, termokimia bekaitan dengan fungsi keadaan seperti : Energi Dalam (U), Entalpi (H), Entropi (S), dan Energi Gibbs (G) (Sukardjo, 1997). Tujuan dari percobaan ini adalah untuk menentukan setiap reaksi kimia, selalu disertai dengan perubahan energi, perubahan kalor dapat diukur atau dipelajari dengan percoban yang sederhana, dan reaksi kimia dapat berlangsung eksoterm dan endoterm. Prinsip percobaan pemurnian ini adalah berdasarkan prinsip Hukum Hess mengenai jumlah panas : “Keseluruhan perubahan sebagai hasil urutan langkah-langkah dan harga ∆H untuk keseluruhan proses adalah jumlah dari perubahan entalpi yang terjadi selama perjalanan ini.” Berdasarkan Hukum Lavoisier : “Pada setiap reaksi kimia, massa zat-zat yang bereaksi adalah sama dengan

massa produk reaksi.” Dalam versi modern “Dalam setiap reaksi kimia tidak dapat dideteksi perubahaan massa.” Panas reaksi dapat dinyatakan sebagai perubahan energi produk dan reaktan pada volum konstan (∆E) atau pada tekanan konstan (∆H). Sebagai contoh adalah reaksi Reaktan (T) → Produk (T) ∆E = E(produk) – E(reaktan) Pada temperatur konstan : konstan dan volume

∆H= H(produk) – H(reaktan) Satuan SI untuk E atau H adalah J, yaitu satuan enegi, teteapi umum yang lai adalah kalori. Umumnya harga E atau H untuk tiap reaktan atau produk dinyatakan sebagai J mol-1 (J mol-1) atau kJ mol-1 pada temperatur konstan tertentu, biasanya 298 K. Jika ∆E atau ∆H postif, reaksi dikatakan endotermis dain jika ∆E atau ∆H negatif, reaksi tersebut dikatakan eksotermis. Suatu tulisan dikanan atas E atau H menunjuan harga pada keadaan standar. Keadaan standar untuk zat padat adalah keadaan kristalin khusus pada 1 atm, pada temperatur tertentu (misalnya bentuk standar karbon adalah grafit dan bentuk standar sulfur adalah sulfur rombis), untuk cairan bentunya murni adalah cairan pada 1 atm, pada temperatur tertentu dan untuk gas adalah gas ideal tekanan 1 atm pada temperatur tertentu. Percobaan termokimia yang akan dilakukan oleh praktikum adalah praktikum yang berdasarkan hukum-hukum para ahli. Pada tahun 1840, ahli kimia asal SwissRusia G.H. Hess menyatakan salah satu generasi yang paling berguna dalam termokimia adalah reaksi kimia tertentu, perubahan entalpi selalu sama, tidak peduli

antara perubahan suhu dengan perubahan entalpi sangat terkait hubunganny satu sama lain. serta melalui tahap-tahap yang berlainan. contohnya energi gerak yang diubah ke energi listrik. Kapasitas kalor molar suatu zat adalah kalor yang diperlukan untuk menaikan suhu suatu mol zat sebesar 1oC atau 1 K. Jumlah kalor yang diperlukan untuk menghasilkan perubahan suhu bergantung pada jalannya proses. Jadi panas pelarutan diferensial tergantung pada konsentrasi larutan. Kalorimeter adalah alat yang digunakan untuk megetahui besarnya perubahan entalpi. Hukum Hess berbunyi “Jumlah kalor reaksi yang dibutuhkan atau yang dilepaskan pada reaksi.” Yang artinya adalah bahwa suatu energi yang terdapat dalam suatu zat atau materi tidak dapat kita ciptakan karena sudah ada sejak awal dan tidak dapat kita musnahkan hanya dapat kita ubah dari satu bentuk menjadi bentuklain.” Adapun dalam makna sempitnya adalah perubahan entalpi maju sama dengan perubahan entalpi balik. maka banyaknya kalor yang dipanaskan dapat dihitung dengan memanfaatkan hukum konservasi energi yang berbunyi “kalor dilepaskan oleh sistem sama dengan kalor yang diserap pelarut dan kalorimeter” (Khopkar. kapasitas kalor kalorimeter harus diketahui terlebih dahulu. yaitu perubahan panas diplot sebagai jumlah mol zat terlarut. Sehingga.” Artinya jika suatu zat atau materi melepaskan kalor pada suatu at atau materi lain.c. 1984). Secaa matematik didefinisikan sebagai . sehingga konsentrasinya tidak berubah dengan penambahan 1 mol zat terlarut.perubahan entalpi dapat ditentukan dengan grafik. yang diukur adalah perubahan temperaturnya saja. 1998). hanya bergantung pada keadaan awal reaksi dan keadaan akhir reaksi. Kapasitas kalorimeter (tetapan kalorimeter) ditentukan secara percobaan melalui salah satu dari beberapa metoda yang umum.Artikel Kimia Dasar “Termokimia” apakah reaksi itu dilaksanakan secara langsung maupun tidak langsung. Asas Black menerangkan bahwa “jumlah kalor yang dilepaskan harus sama dengan jumlah kalor yang diterima. perubahan suhu (∆t). Jumlah kalor (Q) yang terjadi dari suatu reaksi kimia dalam kalorimeter juga dapat ditentukan dengan mengalikan faktorfaktor: kalor jenis (c). tetapi tidak dapat dimusnahkan atau diciptakan. Hukum ini digunakan dalam perubahan entalpi suatu zat.” Hukum Laplace-Lavoiser (1780) berbunyi “Jumlah kalor yang dilepaskan pada pembentukan 1 mol dari unsurunsurnya adalah sama dengan jumlah kalor yang dibutuhkan untuk menguraikan zat tersebut kedalam unsur-unsurnya.∆T Dimana : Q = energi/kalor yang dilepas m = massa air yang digunakan (gram) c = kalor jenis ∆T adalah perubahan suhu. Dari perubahan suhu dapat diketahui jumlah kalor yang terlibat dan selanjutnya kapsitas kalorimeter (tetapan kalorimeter) dapat ditentukan dengan persamaan: K= Dimana K = tetapan kalorimeter (J/K). Panas yang timbul atau diserap pada pelarutan suatu zat dalam suatu pelarut. tetapi berlawanan tanda. massa air yang digunakan (m). Sebab itu. Hukum Kekekalan Energi berbunyi “Energi dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk lain. maka zat atau materi tersebut harus mendapatkan kalor yang sama (Brady. disebut panas pelarutan integral. Besarnya panas dalam pelarutan tergantung dengan jumlah mol pelarut dan zat terlarut. Panas pelarutan diferensial didefinisakan sebagai perubahan entalpi jika 1 mol zat terlarut dilarutkan dalam jumlah larutan yang tidak terhingga. Perubahan entalpi yang terjadi tidak langsung dapat diukur. Dengan demikian dapat kita tulis: Q = m. . dan panas pelarutan diferensial dapat dipeoleh dengan mendapatkan kemiringan kurva pada setiap konsentrasi. Bila sistem reaksi yang terjadi bersifat eksoterm. Q = kalor reaksi (J) ∆T adalah perubahan suhu (K).

00 g – 3. Penentuan Tetapan Kalorimeter termometer termostat berisi aquadest 2. dicatat temperaturnya selama 2 menit dengan selang setengah menit. botol semprot.Artikel Kimia Dasar “Termokimia” Alat yang digunakan dalam percobaan pemurnian ini adalah kalorimeter. kawat kassa. Penetapan Kalor Zn + CuSO4 Metode percobaan ini adalah larutan CuSO4 1 M sebanyak 40 cm3 dimasukkan kedalam kalorimeter. Perubahan temperatur diamati selama 10 menit. termostat berisi aquadest termometer termostat berisi aquadest dan etanol Gambar 3. kemudian air panas tersebut dicampurkan dalam kalorimeter dan diaduk atau dikocok. seng (Zn). pembakar bunsen. Dibuat kurva pengamatan untuk menentukan harga penurunan temperatur air panas dan penaikan temperatur air dingin. pipet tetes. gelas ukur. klem dan statif. Penentuan Kalor Etanol dalam Air termometer termometer gelas kimia berisi aquadest yang dididihkan termometer termostat berisi aquadest yang dipanaskan dan tidak dipanaskan Gambar 1. Temperatur etanol diukur dan 29 cm3 etanol dimasukkan ke dalam kalorimeter. batang pengaduk. CuSO4. termometer. kaki tiga serta stopwatch.5 menit. Temperatur air diukur selama 2 menit dengan selang 0. kemudian dikocok . gelas kimia. Metode percobaan termokimia ini yaitu: 1. dicatat temperaturnya.10 g dengan teliti dan dimasukkan kedalam larutan CuSO4/kalorimeter. etanol. 3. Aquadest sebanyak 20 cm3 dipanaskan didalam gelas kimia hingga ± 90 oC. Penetapan Kalor Etanol dalam Air Metode percobaan ini adalah air sebanyak 18 cm3 dimasukkan ke dalam kalorimeter. Kenaikan temperatur diukur dengan menggunakan grafik. Penetapan Kalor Zn + CuSO4 termometer termostat berisi CuSO4 termometer termostat berisi CuSO4 dan Zn Gambar 2. selang 1 menit setelah pencampuran. HCl dan NaOH. Bahan yang digunakan dalam percobaan pemurnian yaitu aquadest. Penentuan Tetapan Kalorimeter Metode percobaan ini adalah aquadest sebanyak 20 cm3 dimasukkan kedalam kalorimeter dan dicatat temperaturnya. Bubuk Zn ditimbang sebanyak 3.

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan hasil pengamatan tidak akurat yaitu : termostat yang digunakan sudah tidak akurat dikarenakan umur termostat yang sudah cukup lama. Energi adalah kemampuan untuk melakukan kerja (usaha).28 J ∆H = 32379. satuan energi yang lain: erg.03/cm3 dan kalor jenisnya 3. Tabel 1. Satuan energi menurut Satuan Internasional (SI) adalah joule. H pelarutan per mol etanol dihitung pada berbagai tingkat perbandingan mol air/mol etanol. termometer tidak menyentuh larutan atau menyentuh dasar termostat sehingga suhu yang terukur tidak sesuai.09 J/mol (Sumber : Ahmad Fadil.75 K TA = 304.88 J ∆Hn = 47522.34 J Q9 = 780. termometer yang digunakan kepekaannya sudah tidak akurat dan perlu penyesuaian kembali (kalibrasi). Penentuan Kalor Penetralan HCl dan NaOH Metode percobaan ini adalah HCl 2 M sebanyak 20 cm3 dimasukkan ke dalam kalorimeter dan diukur temperaturnya. . kemudian 20 cm3 NaOH 2. didapat harga entalpi/kalor setiap reaksi yang dihasilkan bernilai positif sehingga termasuk reaksi endoterm.45 J Q13 = 1900.28 J Q6 = 996.89 J Q10 = 1579. Buat grafik untuk memperoleh perubahan temperatur akibat reaksi ini dan hitung ∆H penetralan jika kerapatan larutan 1. dan kWh.05 M diukur temperaturnya sedemikian rupa sehingga temperaturnya sama dengan temperatur HCl.04 J/mol Penentuan Kalor TNaOH = 24.44 J Q12 = 815. 2011) Dari percobaan termokimia.31 K Q7 = 477. kalori. Dibuat grafik H terhadap mol air/mol etanol. Penentuan Kalor Penetralan HCl dan NaOH termometer termostat berisi HCl Penentuan Kalor Zn dan CuSO4 termometer termostat yang berisi HCl dan NaOH Gambar 4. dan kalori biasanya untuk energi kimia (Satelite. 2011).Artikel Kimia Dasar “Termokimia” campuran dalam kalorimeter dan dicatat temperaturnya selama 4 menit dengan selang setengah menit.60 K ∆T3J = 6.10 J/mol Penentuan Kalor Tair = 26°C = 299 K Etanol & Air Tetanol = 26°C =299 K TM = 299 K TA = 305. Hasil Pengamatan Percobaan Termokimia Percobaan Hasil Penentuan Td = 26°C = 299 K Tetapan Tp = 91°C = 364 K Kalorimeter Tc = 50°C = 323 K ∆T1= 24 K ∆T2= 41 K Q1 = 4032 J Q2 = 6888 J Q3 = 2856 J K = 119 J/K Td = 25°C = 298 K Tc = 30°C = 303 K ∆T1J = 5 K Q4 = 595 J Q5 = 401. Meja 2.27 J ∆H = 2505.50C HCl dan NaOH = 297. 4. Kelompok D. lalu basa dicampurkan ke dalam kalorimeter dan dicatat temperatur campuran selama 5 menit selang setengah menit. Satuan kWh biasa digunakan untuk menyatakan energi listrik.04 J Q8 = 351.96 Jg-1K-1.5 K THCl = 250C = 298 K TM = 297. udara ruangan kemungkinan ada yang masuk ke dalam termostat sehingga mempengaruhi suhu larutan yang diukur. Percobaan diulangi untuk campuran yang lain.85 K Q11 = 1085.

2011). Seng (bahasa Belanda: zink) adalah unsur kimia dengan lambang kimia Zn. Hal ini dikarenakan ion kedua unsur ini berukuran hampir sama. seng merupakan penghantar listrik dan panas yang baik dan seng mempunyai koefisien panas yang besar (Anonim. dan massa atom relatif 65. Selain itu. Kalor jenis adalah banyaknya kalor yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu 1 kg zat sebesar 1 derajat celcius. melalui fermentasi akan menghasilkan etanol (2C2H5OH). keduanya juga memiliki keadaan oksidasi +2. Beberapa aspek kimiawi seng mirip dengan magnesium. glukosa (C6H12O6) yang merupakan gula paling sederhana . Termostat adalah alat untuk mengatur suhu agar selalu tetap. titik lebur 420C. Reaksi fermentasi ini dilakukan oleh ragi. warna putih kebiru-biruan. 2011). seng menampilkan nyala kehijau hijauan pada suhu 5000C. dan digunakan pada produksi makanan. Secara singkat. Jika suatu sistem berisi gas yang mulamula mempunyai tekanan dan volume masing-masing p1 dan V1 mengalami proses adiabatik sehingga tekanan dan volume gas berubah menjadi p2 dan V2.5 kJ ∆H = -393.Artikel Kimia Dasar “Termokimia” Entalpi adalah istilah dalam termodinamika yang menyatakan jumlah energi internal dari suatu sistem termodinamika ditambah energi yang digunakan untuk melakukan kerja (Santoso. Pada reaksi eksoterm terjadi perpindahan kalor dari sistem ke lingkungan atau pada reaksi tersebut dikeluarkan panas. Dalam proses adiabatik tidak ada kalor yang masuk (diserap) ataupun keluar (dilepaskan) oleh sistem (Q = 0). usaha yang dilakukan gas sama dengan perubahan energi dalamnya ( W = ∆U). Unsur pertama golongan 12 pada tabel periodik.(T2-T1) (Alljabbar. terjadi proses termokimia dimana dalam proses penguraian gula (glukosa) dihasilkan energi (ATP) dan terjadi proses reaksi eksoterm (Anonim. 2011).9 s/d 7. 2000). 2011). Dengan demikian. Prinsip alat ini adalah (pengatur) (Anonim. Contoh : CaCO3(s) → CaO(s) + CO2(g) . Bijih seng yang paling banyak ditambang adalah seng sulfida (Anonim. Pada reaksi endoterm harga ∆H = (+). Persamaan reaksi kimia fermentasi : C6H12O6 → 2C2H5OH + 2CO2 + 2 ATP (Energi yang dilepaskan:118 kJ per mol) Berdasarkan reaksi fermentasi diatas. Reaksi dalam fermentasi berbeda-beda tergantung pada jenis gula yang digunakan dan produk yang dihasilkan.178. Sifat sifat fisik seng. usaha yang dilakukan gas dapat dinyatakan sebagai : Dimana γ adalah konstanta yang diperoleh perbandingan kapasitas kalor molar gas pada tekanan dan volume konstan dan mempunyai nilai yang lebih besar dari 1 (γ > 1). 2011).39. 2008). Seng merupakan unsur paling melimpah ke-24 di kerak Bumi dan memiliki lima isotop stabil.2 kg/m3. antara lain : Berat jenis 6. Contoh : C(s) + O2(g) → CO2(g) + 393. .5 kJ ∆H = +178. Pada reaksi eksoterm harga ∆H = (-).5 kJ (Anonim. pada 9500C seng akan mengalami penguapan. nomor atom 30. Alat yang digunakan untuk menentukan besar kalor jenis adalah kalorimeter c = Q/m.5 kJ Pada reaksi endoterm terjadi perpindahan kalor dari lingkungan ke sistem atau pada reaksi tersebut dibutuhkan panas. penampilan mengkilap.

Usaha yang dilakukan sistem dan kalor dapat dinyatakan sebagai : Dimana V2 dan V1 adalah volume akhir dan awal gas. tidak terjadi perubahan energi dalam ( ∆U = 0) dan berdasarkan hukum I termodinamika kalor yang diberikan sama dengan usaha yang dilakukan sistem (Q =W). 1970). Terbentuknya Cu(s) ini mengakibatkan terjadinya penurunan temperatur pada reaksi Zn-CuSO4. Bila air yang ditambahkan semakin banyak maka kalor yang dilepaskan tidak bertambah atau hanya bertambah sedikit dan larutannya dikatakan encer (Heys. kalor reaksi antara etanol dan air sebesar 2505.10 J/mol. Jika konsentrasi larutan diencerkan. 1970). Reaksi berlanjut dimana Zn bereaksi membentuk Zn2+ (ion logam) dalam larutan dan Cu2+ menjadi Cu(s).   Zn2+ + Cu(s) Zn2+ + Cu(s) Pada penetapan kalor pelarutan jumlah kalor yang terlibat bergantung dari jumlah air yang ditambahkan dalam sejumlah larutan terlarut. Berdasarkan percobaan termokimia. Menurut Vogel. proses ini dinamakan proses isotermik. bila sepotong logam Zn dicelupkan dalam larutan tembaga sulfat. Kalor pelarutan ini menghasilkan reaksi eksoterm karena terdapat kalor yang dilepaskan pada saat pelarutan sehingga mempunyai H negatif. (Devia. disitu ada perubahan kalor yang bergantung dari jumlah air yang ditambahkan. kalor reaksi antara CuSO4 dan Zn sebesar 32379. baik kesalahan dalam melakukan perhitungan maupun kesalahan dalam hal lainnya. . Hasil percobaan termokimia untuk penentuan kalor pelarutan etanol dalam air adalah bervariasi sesuai sesuai dengan perubahan konsentrasi larutan yaitu dari mol etanol yang besar ke mol etanol yang kecil dengan pelarut air menghasilkan kalor pelarutan yang berangsur membesar. dimana kalor yang dihasilkan berangsur-angsur turun.Artikel Kimia Dasar “Termokimia” Proses adiabatik dapat digambarkan dalam grafik p – V dengan bentuk kurva yang mirip dengan grafik p – V pada proses isotermik namun dengan kelengkungan yang lebih curam. Karena berlangsung dalam suhu konstan. dapat disimpulkan bahwa termokimia merupakan ilmu kimia yang mempelajari perubahan kalor suatu zat yang menyertai suatu reaksi. permukaannya akan tersalut dengan logam tembaga dan ion zink dalam larutan : Zn(s) + Cu2+ 2+ Zn (s) + Cu (Heys. 2010). Proses isotermik dapat digambarkan dalam grafik p – V di bawah ini. Saran yang ingin penulis sampaikan yaitu dalam percobaan termokimia memerlukan ketelitian yang tinggi untuk itu kita harus mengerti dan memahami termokimia ini agar dalam melakukan percobaan tidak terdapat kesalahan.04 J/mol dan kalor penetralan NaOH dan HCl sebesar 47522. dimana Cu(s) yang terbentuk menutupi logam Zn sehingga Zn tidak dapat lagi bereaksi dengan Cu2+. Aplikasi di bidang pangan adalah digunakan untuk perubahan panas yang terjadi pada proses fermentasi pada pembuatan tape. Pada proses ini pelarut yang digunakan adalah air dengan volume yang semakin membesar. Pada penentuan kalor reaksi untuk reaksi Zn-CuSO4 terdapat penurunan temperatur. Suatu sistem dapat mengalami proses termodinamika dimana terjadi perubahanperubahan di dalam sistem tersebut. Pada awal reaksi logam Zn bereaksi dengan larutan CuSO4 (reaksi redoks) menghasilkan sejumlah kalor. Jika proses yang terjadi berlangsung dalam suhu konstan. Selain itu juga praktikan harus berhati-hati dalam menggunakan peralatan yang akan digunakan dalam melakukan percobaan. Berdasarkan hasil percobaan didapat hasil tetapan kalorimeter sebesar 119 J/K.09 J/mol.

Accessed : 15 Desember 2011. J. .wikipedia. Bina Aksara : Jakarta. (2011). Analisis Kimia Kuantitatif.shvoong.com/2011/06/pengertian-entalpydan-perubahan.wikipedia. Brady. Energi.ac. SM. Accessed : 15 Desember 2011.com/2010/06/termodina mika-isobarik-isotermik. Anonim. Kalor. Penuntun Praktikum Kimia Dasar. Reaksi Fermentasi. Accessed : 15 Desember 2011. (1984). Seng. Termostat. http://id.com/exactsciences/physics/2112639-pengertiantermostat/#ixzz1SWqrqNYS. Underwood A. E. Anonim.id/v12/ sponsor/SponsorPendamping/Praweda/ Kimia/0165%20Kim%201-3a. (2011). Erlangga: Jakarta. Accessed : 15 Desember 2011. http://id.Artikel Kimia Dasar “Termokimia” DAFTAR PUSTAKA Alljabar.wordpress. Santoso. http://id. Accessed : 15 Desember 2011. Anonim. Khopkar.shvoong. (1998). (2008). Satelite.org/wiki/Seng. (2011). http://bebas. Anonim. Heri. http://id.org/wiki/Fermentasi . Universitas Pasundan : Bandung.L dan Day JR. Anonim. Devia.html. Rineka Cipta: Jakarta. Kimia Universitas Asas dan Struktur.bengkellassemarang. E.html. (1997).ui. (2011). (2000).com/2008/03 /23/kalor/.blogspot. Kimia Fisika. (1983). Reaksi Endoterm dan Eksoterm. Entalpi.blog spot. (2011). Konsep Dasar Kimia Analitik. Accessed : 15 Desember 2011. Seng. Accessed : 15 Desember 2011. Accessed : 15 Desember 2011. A.. http://technologykimiaherisantoso. (2010). Accessed : 15 Desember 2011. (2011). Sutrisno. http://alljabbar.com/exactsciences/physics/2168471-pengertianenergi-dan-bentuk-energi/.T.com/2 011/09/29/mengenal-seng-zeng/. Universitas Indonesia : Jakarta. Sukardjo. (2011). http://www.htm. http://deviafisika.

5 = 321 y8= 323.5 = 319 ∆T1= Tc – Td = 24 K ∆T2= Tp – Tc = 41 K 2 x2 1 4 9 16 25 36 49 64 81 100 ∑x2 = 385 y 323 645 966 1286 1605 1923 2240 2556 2871 3185 ∑xy = 17600 b = n(∑xy) .5 – 2.(∑x)2 = 10(17600) – (55)(3207.5 + (-0.50C = 319.5 K 3 3 490C = 322 K 4 4 48.(∑x)2 = (3207.5 = 320 y10= 323.5 + (-0.5)9 = 323.5)1 = 323. 24) J = 4032 J Q2 = m .5 + (-0.50C = 322.5 – 5 = 318.5 y7= 323.5 K ∑n = 10 ∑x = 55 ∑y =3207.5)4 = 323.5 + (-0.5 – 2 = 321.5 – 4 = 319.3025 = 266887. c .(∑x)( ∑y) n(∑x2) . ∆ T 2 = (40 .2 .5 3850 . c .5)7 = 323.5 – 0.5 + (-0.5 Q1 = m .5 Td = 26°C = 299 K Tp = 91°C = 364 K Tc = 50°C = 323 K Q3 = Q 2 – Q1 = (6888 .5 – 3. 4.5 + (-0.5 – 4.5)8 = 323.5)(385) – (55)(17600) 10(385) .(55)2 = 176000 – 176412.2 .3025 = .50C = 320.5 y9= 323. 4.0.5 + (-0.5 – 1 = 322.5 yn= a + bxn y3= 323. ∆ T 1 = (40 .5)5 = 323.5 y5= 323.5)3 = 323.5 y1= 323.5 + (-0.5)6 = 323.Artikel Kimia Dasar “Termokimia” LAMPIRAN Perhitungan Penetapan Kalorimeter n t (x) T (y) 1 1 500C = 323 K 2 2 49.5 K 5 5 480C = 321 K 6 6 47.412.5 – 3 = 320.50C = 318.5 K 7 7 470C = 320 K 8 8 46.5 + (-0.5 825 = .5)2 = 323.5 K a = (∑y)( ∑x2) .5 K 9 9 460C = 319 K 10 10 45.(55) = 1234887.5 825 = 323.5)10 = 323.5 = 323 y4= 323.50C = 321.5 – 968000 3850 .4032) J = 2856 J K = Q 3 : ∆T 1 = 2856 J : 24 K = 119 J/K .5 – 1.5) 10(385) .(∑x)( ∑xy) n(∑x2) .5 + (-0.5 = 322 y6= 323. 41) J = 6888 J y2= 323.

5 K y 153.5 + (-1)1 = 303.25 1 2.25 16 ∑x2 = 51 y2= 303.50C = 306.28 J x2 0.(∑x)( ∑xy) n(∑x ) .5 25 = 303.5) .25 1 2.5 – 1.5 453 603 ∑xy = 1510 b = n(∑xy) .5 Td = 25°C = 298 K Tc = 30°C = 303 K ∆H = Q6 : mol Zn = (996.28 : 0.(∑x)( ∑y) n(∑x2) .5 .5 31.5 – 1 = 302.(5)2 = 9067.50C = 302. t (x) T (y) 1 0.5 250C = 298 K 4 2 250C = 298 K Penentuan Kalor CuSO4+Zn n t (x) T (y) 1 0.25 = 1517.25 9 12.25 = -5 5 = -1 y1= 303.5 = 303.50C = 301.5 915 1065.5 – 2 = 301.5 K 5 2.28) J = 996.5 yn= a + bxn y3= 303.5 250C = 298 K 2 1 250C = 298 K 3 1.5 320C = 305 K 6 3 320C = 305 K 7 3.50C = 304.5 + (-1)0.25 4 6.28 J Q6 = Q4 + Q 5 = (595 + 401.5 = 302 ∆T1J = Tc – Td =5K Q4 = K .5 – 0.5 Q5 = mcamp .5 + (-1)2 = 303.5 y 151.75 1216 ∑xy = 5488.5 .28 : (2 : 65)) J/mol = (996.5 290C = 302 K 4 2 28.10 J/mol Penentuan Kalor Etanol + Air n t (x) T (y) 1 0.(∑x) = (1209)(7.5 K ∑n = 4 ∑x = 5 ∑y =1209 K a = (∑y)( ∑x2) .7550 30 .5 33.5 K 8 4 31. ∆T1J = (20 x 1.Artikel Kimia Dasar “Termokimia” Penentuan Suhu Larutan CuSO4 No.14 x 3.5) – (5)(1510) 4(7.50C = 305.25 4 ∑x2 = 7.(∑x)2 = 4(1510) – (5)(1209) 4(7.25 306 459 611 762.5) .(5)2 = 6040 – 6045 30 .5 + (-1)1.5 302.5 = 303 y4= 303.5 330C = 306 K 4 2 32. c .52 x 5) J = 401.0308) J/mol = 32379.5 300C = 303 K 2 1 29.50C = 304 K ∑n = 8 ∑x = 18 ∑y =2442. ∆T1J = (119 x 5) J = 595 J 2 2 x2 0.5 = 303.5 K 2 1 330C = 306 K 3 1.5 K 3 1. ρcamp .

89) J = 1579.72 = 304.84 + (-0.26 : (29 : 46)) J/mol = (1579.5 K 10 5 24.84 – 2.84 – 2.0.14 y8= 306.92 .(∑x)( ∑xy) n(∑x ) .5 K 9 4.5) 8(51) .5 y4= 306.5 K 4 2 24.26 J ∆H = Q10 : mol etanol = (1579.5 K 3 1.(18)2 = 43908 – 43965 408 .5 24.5 250C = 298 K 2 1 250C = 298 K 3 1.84 + (-0.2 .31) J = 351.84 – 0. ∆T2J = (29 .5)( 51) – (18)(5488.12 Q9 = K .03 J Q8 = metanol .82 y6= 306.68)2 = 306.31 – 299) K = 6. ∆T2J = (119 .5 K 8 4 24.84 – 1.68 = 306.5 K .84 + (-0.03 + 351.31 K y2= 306.84 + (-0.Artikel Kimia Dasar “Termokimia” a = (∑y)( ∑x2) .31 K Q7 = maq .84 – 1.50C = 297.34 + 750.7 = 305. 4. cetanol . 6.84 yn= a + bxn y3= 306. t (x) T (y) 1 0.5 = 306.12)K : 2 = 610.02 = 305.50C = 297.(∑x) 2 2 b = n(∑xy) .5 K 5 2.68)1 = 306.31) J = 477.5 K 6 3 24.84 + (-0.(18)2 = 124567.5 250C = 298 K 8 4 250C = 298 K 9 4.68)4 = 306.84 – 1.8 Taq = 26°C = 299 K Tawal = 26°C = 299 K TM = (Taq + Tawal) : 2 = (299 + 299)K : 2 = 598 K : 2 = 299 K TA= (y1 + y8) : 2 = (306.324 = .04 J/mol Penentuan Suhu Larutan HCl No.36 = 305.5 = 306. caq.84 – 2.50C = 297.(∑x)( ∑y) n(∑x2) .84 + (-0.5 24. 6.16 y5= 306.34 J = (2442. t (x) T (y) 1 0.38 = 304.50C = 297.68)3 = 306.68)3.84 – 0.5 24.34 = 306.5 250C = 298 K 6 3 250C = 298 K 7 3.50C = 297.04 = 304.57 84 = .68)1.26 : 0.50C = 297.5 = 306.5 24.6304) J/mol = 2505.5 K 2 1 24.5 250C = 298 K 4 2 250C = 298 K 5 2.5 – 98793 408 .5 24. 6.48 y7= 306.5 84 = 306.5 K 7 3. 1.68)0.324 = 25774.5 = 306.31) J = 750.5) – (18)(2442.5 + 304.(∑x)2 = 8(5488.68 y1= 306.50C = 297.84 + (-0.62 K : 2 = 305.89 J Q10 = Q7 + Q8 + Q9 = (477.68)2.50C = 297.46 ∆T2J = TA – TM = (305.50C = 297. ∆T2J = (18 .50C = 297.84 + (-0.5 250C = 298 K 10 5 250C = 298 K Penentuan Suhu Larutan NaOH No.5) 8(51) .

(∑x)( ∑y) n(∑x2) .8525) J = 815.87 + (-0.87 – 0.5 K 10 5 31.87 – 0.097)4.291 = 304.04) J/mol = (1900.87 – 0.50C = 304.(∑x)2 = 10(8374.25 16 20.87 – 0.5°C = 297.87 + (-0.75) K = 6.Artikel Kimia Dasar “Termokimia” Penentuan Kalor HCl + NaOH n t (x) T (y) 1 0.82 y4= 304.25 913.5 1065.44 + 815.83765 962.(27.25 y 152.87 + (-0.5)2 = 293177.20 206.87 – 0.5 ∑xy = 8374.25 = .(27.50C = 304.5 K 8 4 31.75 609 761.5 31.097)3.4335 Taq = 25°C = 298 K Tawal = 24.097)1.25 9 12.87 + (-0.25 1522.5 K Q13 = Q11 + Q12 = (1085. ∆TeJ = (40 .5 = 304.50C = 304.385)K : 2 = 609.097 y1= 304.88 J ∆Hn = Q13: mol NaCl = (1900.6275 y8= 304.04) J/mol = 47522.388 = 304.579 y9= 304.50C = 304.097 = 304.25 = 62878.5 K ∑n = 10 ∑x = 27.5 K 5 2.3395 = 304.5) – (27.87 – 0.87 + (-0.75 1218 1370.82 + 304.5)2 = 83745 .50C = 304.5 b = n(∑xy) .44 J Q12 = K .77 y5= 304.25 = 304.(∑x) = (3046)(96.5 K 9 4.5 – 230298.25 = .50C = 304.097)0. 1415 = 304.8525) J = 1085.5 31.385 ∆T3J = TA – TM = (304.0485 = 304.87 yn= a + bxn y3= 304.097)1 = 304.45) J = 1900.25 25 ∑x2 = 96. 6.48 THCl = 25°C = 298 K TNaOH = 24.5 K 4 2 31.6025 – 297.5 = 304.205 K : 2 = 304.87 + (-0.87 – 0.87 – 0.(∑x)( ∑xy) n(∑x ) .50C = 304. 6.5) 10(96.5)K : 2 = 595.4365 = 304.6025 K 2 2 x2 0.87 + (-0.25) – (27.5)(3046) 10(96.5 K 6 3 31.097)2.097)2 = 304.87 – 0.194 = 304.88 : 0.5 31.2425 = 304.87 + (-0.097)3 = 304.87 – 0.5 = 304.75 962.25) .72 y6= 304.09 J . 3.5 K TM = (Taq + Tawal) : 2 = (298 + 297.485 = 304.5 = 304.25 1 2.87 + (-0.5 320C = 305 K 2 1 320C = 305 K 3 1.25 4 6.5305 y10= 304.097)4 = 304.5 K : 2 = 297.5 ∑y =3046 K a = (∑y)( ∑x2) .5 – 756.5 31.50C = 304. ∆T3J = (119 .5 305 456.5)(8374.676 y7= 304.097)5 = 304.5°C = 297.87 + (-0.75 206.96 .75 K TA= (y1 + y10) : 2 = (304.25) .5 K 7 3.8525 K Q11= mcamp .5 = 304. ccamp.45 J y2= 304.0.5 – 756.88 : 0.

5 CuSO4 .5 322 321.5 2 2.5 319 318.5 323 322.5 1 1.5 320 319.5 321 320.5x + 323.Artikel Kimia Dasar “Termokimia” Grafik GRAFIK HUBUNGAN t (menit) vs T (suhu) PENETAPAN KALORIMETER 323.5 R² = 1 T (y) Linear (T (y)) GRAFIK HUBUNGAN t (menit) vs T (suhu) PENGUKURAN SUHU LARUTAN CuSO4 350 300 250 200 150 100 50 0 0 0.5 318 0 2 4 6 8 10 12 y = -0.

5 T (y) 305 304.Artikel Kimia Dasar “Termokimia” GRAFIK HUBUNGAN t (menit) vs T (suhu) PENENTUAN KALOR CuSO4+Zn 303 302.5 0 1 2 3 4 5 y = -0.973 Linear (T (y)) .6786x + 306.5 2 2.5 R² = 1 1.2 302 301.4 0 0.6 302.8 302.8 301.5 306 305.5 1 y = -x + 303.84 R² = 0.5 304 303.4 302.6 301.5 T (y) Linear (T (y)) GRAFIK HUBUNGAN t (menit) vs T (suhu) PENENTUAN KALOR ETANOL+AIR 307 306.

9 297.6 304.5 304.097x + 304.1 298 297.9 304.4848 T (y) Linear (T (y)) .7 304.1 305 304.6 297.5 297.4 0 1 2 3 4 5 6 HCl GRAFIK HUBUNGAN t (menit) vs T (suhu) PENENTUAN KALOR HCl+NaOH 305.87 R² = 0.4 304.8 NaOH 297.7 297.8 304.Artikel Kimia Dasar “Termokimia” GRAFIK HUBUNGAN t (menit) vs T (suhu) PENGUKURAN SUHU LARUTAN NaOH dan HCl 298.3 0 1 2 3 4 5 6 y = -0.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful