362.

11 Ind s

DEPARTEMEN KESEHATAN RI 2009

Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan c 2008, Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik Departemen Kesehatan RI

18 cm x 25 cm xxii + 143 halaman ISBN No. 978-979-9254-66-5

Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Dilarang memperbanyak, mencetak dan menerbitkan sebagian atau seluruh isi buku ini dengan cara dan bentuk apapun juga tanpa seizin penulis dan penerbit

Katalog Dalam Terbitan. Departemen Kesehatan RI
362.11

Indonesia. Departemen Kesehatan. Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik s .Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan -- Jakarta : Departemen Kesehatan RI, 2009
Ind

KATA PENGANTAR

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat ALLAH SWT, yang senantiasa melimpahkan rahmat serta karunia-Nya sehingga Pedoman, Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan dapat tersusun dengan baik dan ditetapkan dengan Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 1069/Menkes/SK/XII/2008. Keputusan Menteri Kesehatan tentang Pedoman, Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan ditujukan bagi setiap rumah sakit yang akan dan telah berfungsi sebagai tempat wahana pembelajaran bagi peserta pendidikan kedokteran serta menjadi acuan bagi rumah sakit dalam proses penyelenggaraan pendidikan kedokteran. Kepada Kontributor, Tim Penyusun dan kepada semua pihak terkait yang telah turut berpartisipasi dalam penyusunan buku ini, kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas buah pikiran, waktu, dan sumbang saran yang telah diberikan. Semoga segala upaya dan kerja keras Saudara bermanfaat dalam upaya peningkatan mutu pendidikan kedokteran di tanah air.

Direktur Bina Pelayanan Medik Spesialistik, EN K E SEH
DEPAR

T

EM

A

RAL ENDE EDIK TUR J M DIREK LAYANAN E P BINA

Dr. K. Mohamad Akib, Sp. Rad. MARS NIP. 195208201978071001

Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan

N TA

i

MARS Dr.Kes Drg. Noor Sardono. Rochman Arif. M. Mohamad Akib. Ady Iswadi Thomas Dr. M. Desriana Elizabeth Ginting Dr. Rad.Tim Penyusun Dr.Kes Dr. Sp. Indri Yogyaswari Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan iii . MpH Dr. Luki Hartanti. K.

Sp. MARS Prof. M.Dr. KHOM Dr. Sp. MA Prof. SH. Sp. Dr. Sumaryono. Noor Sardono. Mulya A. PhD DR. Irawan Yusuf. Akmal Taher. Luwiharsih. SpS DR. Anwarul Amin. Tjahjono D. MSc Drg. MPH Dr. Dr.Kes DR.Dr. MPHM Dr.PD (K) Dr. Dr. Salwa Ahmad.Kes Prof. SH. MARS Prof. DR. DR. Ratna Rosita. SpU (K) Prof. Dr. Sp. Suryo Purhananto. Merdias Almatsier. SpOT (K). M.F. Agus Purwadianto.PD.Dr. MARS Fresley Hutapea. Untung Suseno. M. Sp. Nanan Sekarwana. Dr. Sp.M (K) Dr. Sp.Dr. Gondhowiardjo. M. Abidin Widjanarko.Dr. Sp.Kontributor : Dr. Hasjmy. Sutoto Cokro. SpA (K) Prof.Dr. M. Budi Sampurna.Kes Prof. Luki Hartanti. Agung Sutiyoso. SH DR.Dr. DR.Kes Dr. Tri Hesty.PD (K) Dr.A (K) Dr.MH.M Dr. Cissy Prawira K.F. MM. SpB.MARS Drg. DR. Wiguno.Kes DR. MARS (alm) Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan v . DR. Melianna Zailani.

DAFTAR ISI Halaman Kata Pengantar ............................................................................................i Tim Penyusun ............................................................................................iii Kontributor ..................................................................................................v Daftar Isi ....................................................................................................vii Sambutan Menteri Kesehatan....................................................................ix Sambutan Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik .................................xi Sambutan Ketua Asosiasi Rumah Sakit Pendidikan Indonesia (ARSPI).....................................................................................................xiii Sambutan Ketua Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI)………………………………………………......................xv Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1069/Menkes/SK/XI/2008 Tentang Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan …………………………................xvii BAB I Pendahuluan........................................................................... 1 A. Latar Belakang .................................................................... 1 B. Landasan Hukum ................................................................ 2 C. Pengertian Rumah Sakit Pendidikan .................................. 4 D. Rumah Sakit Pendidikan di Indonesia ................................ 5 E. Tujuan Penetapan Standar Rumah Sakit Pendidikan ......................................................................... 5 Standar Rumah Sakit Pendidikan……................…….......... 7 Penyelenggaraan dan Pengorganisasian............................ 11 Tata Cara Penetapan Rumah Sakit Pendidikan …….......... 15 A. Persyaratan ........................................................................ 15 B. Prosedur Pengajuan .......................................................... 15 C. Penilaian Kelayakan ........................................................... 16 D. Sertifikasi............................................................................. 18 Standar Rumah Sakit Pendidikan Utama ............................ 19 A. Standar Visi, Misi, Komitmen, dan Persyaratan................... 19 B. Standar Manajemen dan Administrasi ….................…….....20 C. Standar Sumber Daya Manusia untuk Program Pendidikan Klinik …………………........................................23 D. Standar Penunjang Pendidikan...........................................24 E. Standar Perancangan dan Pelaksanaan ProgramPendidikan Klinik yang berkualitas........................ 25 Standar Rumah Sakit Pendidikan Afiliasi (Eksilensi.......... 29 A. Standar Visi, Misi, Komitmen, dan Persyaratan ........... ...... 29 vii

BAB II BAB III BAB IV

BAB V

BAB VI

Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan

BAB VII

BAB VIII

BAB IX BAB X BAB XI BAB XII BAB XIII BAB XIV BAB XV Referensi

B. Standar Manajemen dan Administrasi ................................ 30 C. Standar Sumber Daya Manusia untuk Program Pendidikan Klinik ………………........................................... 33 D. Standar Penunjang Pendidikan ………………..................... 34 E. Standar Perancangan dan Pelaksanaan ProgramPendidikan Klinik yang berkualitas ….................... 35 Standar Rumah Sakit Pendidikan Satelit …........................ 39 A. Standar Visi, Misi, Komitmen, dan Persyaratan ................. 39 B. Standar Manajemen dan Administrasi …………................. 40 C. Standar Sumber Daya Manusia untuk ProgramPendidikan Klinik……………………….................. 43 D. Standar Penunjang Pendidikan …………………................ 44 E. Standar Perancangan dan Pelaksanaan ProgramPendidikan Klinik yang berkualitas ……............... 45 Parameter dan Indikator Penilaian Rumah Sakit Pendidikan ............................................................................ 49 A. Rumah Sakit Pendidikan Utama ....................................... 49 B. Rumah Sakit Pendidikan Affiliasi........................................ 79 C. Rumah Sakit Pendidikan Satelit ....................................... 107 Hasil Penilaian dan Status Akreditasi ............................... 139 Pemantauan dan Evaluasi ….............................................. 141 Pembinaan dan Pengawasan ……………........................... 143 Sanksi .................................................................................. 145 Pembiayaan…………………………………..…..................... 146 Ketentuan Peralihan……………………............................... 147 Penutup………...………….................................................... 148 ………………........…………………………...........….….......... 149

viii

Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan

BH INN E

K A TUNGGAL

A IK

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

SAMBUTAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh Keberadaan Rumah Sakit Pendidikan mempunyai arti yang sangat penting dan strategis dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan medik. Hal ini mengingat misi Rumah Sakit Pendidikan disamping memberikan pelayanan kesehatan, juga berfungsi sebagai wahana peningkatan kompetensi calon dokter dan calon dokter spesialis. Tidak kalah penting juga bahwa Rumah Sakit Pendidikan merupakan wahana penelitian serta pengembangan teknologi kedokteran. Rumah Sakit Pendidikan harus tampil lebih baik, lebih bermutu karena merupakan etalase mutu pendidikan kedokteran kita. Upaya peningkatan mutu pendidikan akan berdampak pada peningkatan mutu pelayanan kesehatan yang pastinya akan dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia. Sejalan dengan perkembangannya, Pemerintah telah membuat beberapa regulasi serta pengaturan tentang pelaksanaan Rumah Sakit Pendidikan diantaranya Keputusan Bersama Menteri Kesehatan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Menteri Dalam Negeri Nomor 544/ Menkes/SKB/X/81; Nomor 0430a/U/1981; Nomor 324 A tentang 14 (empat belas) Rumah Sakit Pemerintah yang Digunakan Sebagai Tempat Pendidikan Calon Dokter dan Dokter Spesialis; Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 512/Menkes/PER/2007 pasal 6 ayat 2 bahwa penetapan rumah sakit, standar rumah sakit pendidikan dan standar rumah sakit atau sarana pelayanan kesehatan lainnya sebagai jejaring pendidikan ditetapkan dengan Pedoman, Klasifikasi dan Standar RS Pendidikan. Selanjutnya, saya mengharapkan agar buku ini dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya dan menjadi acuan bagi semua pihak yang terkait dalam penyelenggaraan Rumah Sakit Pendidikan sekaligus menyesuaikan
Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan

ix

Siti Fadillah Supari. Kepada tim penyusun dan para kontributor.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA dengan aturan yang ditetapkan melalui keputusan Menteri Kesehatan No 1069/Menkes/SK/XI/2008 sebelum disahkannya Undang Undang Rumah Sakit yang saat ini masih dalam pembahasan di DPR.SpJP (K) AN AT x Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan .Dr. Jakarta. saya ucapkan selamat dan penghargaan atas dedikasinya dalam penyusunan buku Pedoman. Standar dan Klasifikasi Rumah Sakit Pendidikan. Agustus 2009 Menteri Kesehatan RI ME N TE E R I K S EH DR.

Rasuna Said Blok X5 Kavling 4-9 Kotak Pos 3097. Pesatnya perkembangan penyelenggaraan pendidikan kedokteran dan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pelayanan kesehatan menuntut pelaksanaan pelayanan medik spesialistik yang bermutu. transparan dan akuntabel di Rumah Sakit.id. Akreditasi serta Sertifikasi bagi Rumah Sakit Pendidikan Utama. Agar tercapai tujuan tersebut di atas penyelenggaraan rumah sakit pendidikan harus memenuhi standar sebagai rumah sakit pendidikan.go.id INDONESIA SEHAT 2010 SAMBUTAN DIREKTUR JENDERAL BINA PELAYANAN MEDIK Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat serta karunia-Nya kepada kita semua atas ditetapkannya Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1069/Menkes/SK/XI/2008 tentang Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan. HR.DEPARTEMEN KESEHATAN RI DIREKTORAT JENDERAL BINA PELAYANAN MEDIK Jl. Saya menyambut gembira atas upaya menerbitkan buku ini yang merupakan penyempurnaan dari Standar Rumah Sakit Pendidikan yang telah diterbitkan oleh Departemen Kesehatan RI pada tahun 2005. 5203872 Surat Elektronic : yanmed@ depkes.go. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan ini merupakan acuan dalam pelaksanaan Standarisasi. 1196 Jakarta 12950 Telepon : (021) 5201590 (Hunting) Faksimile : (021) 5261814. Rumah Sakit Pendidikan dalam penyelenggaraannya berfungsi ganda.seyanmed@depkes. keahlian (skill) dan profesional attitude. sehingga dalam penyelenggaraannya sebagai Rumah Sakit Pendidikan diharapkan dapat mendukung terlaksananya Standar Pendidikan Kedokteran agar menghasilkan dokter/dokter gigi dan dokter spesialis/dokter gigi spesialis yang berkualitas dan memiliki daya saing serta dapat memberikan Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan xi . Rumah Sakit Pendidikan Afiliasi dan Rumah Sakit Pendidikan Satelit dimana masing-masing standar mengacu kepada standar Pendidikan Kedokteran yang ditetapkan oleh World Federation of Medical Education (WFME). yakni disamping berfungsi memberikan pelayanan medik kepada masyarakat juga berfungsi sebagai tempat pembelajaran klinik bagi calon dokter/dokter gigi dan dokter spesialis/dokter gigi spesialis untuk meningkatkan kompetensi baik dari segi keilmuan (knowledge).

Saya ucapkan selamat kepada semua pihak yang telah menyumbangkan gagasan serta pemikiran dalam penyusunan buku ini. Juni 2009 DEPAR T Direktur Jenderal Bina Pelayanan E N K E S E HA Medik EM RAL ENDE EDIK TUR J M DIREK LAYANAN PE BINA Farid W. Semoga buku ini dapat bermanfaat bagi kita semua dalam rangka penyelenggaraan pendidikan kedokteran sekaligus peningkatan mutu pelayanan kesehatan di tanah air. Jakarta. peserta didik. penerima pelayanan. dan dosen pembimbing klinik. Husain NIP.perlindungan hukum bagi pemberi pelayanan. 195003091979121001 N TA xii Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan .

Klasifikasi dan Standarisasi Rumah Sakit Pendidikan. Keberadaan buku ini dapat digunakan sebagai acuan Rumah Sakit dalam penyelenggaraan proses pendidikan kedokteran dan dapat membantu Rumah Sakit Pendidikan dalam meningkatkan mutu sesuai standar yang telah ditetapkan oleh Pemerintah.Kes Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan xiii . M. Seperti kita ketahui bersama bahwa pendidikan kedokteran tidak dapat dilepaskan dari masa kepaniteraan dan pengalaman bekerja di Rumah Sakit sehingga keberadaan Rumah Sakit Pendidikan merupakan bagian penting dari proses belajar mengajar dalam pendidikan kedokteran. Dengan diterbitkannya buku ini kami berharap seluruh anggota Asosiasi Rumah Sakit Pendidikan dapat menyesuaikan diri dengan ketentuan-ketentuan yang tertera dalam buku pedoman dan standar ini.dr. Era globalisasi menuntut peningkatan mutu dalam berbagai hal termasuk dalam bidang pendidikan kedokteran. Sutoto. Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Menteri Kesehatan yang atas nama Pemerintah telah berkenan menetapkan Pedoman dan Standar Rumah Sakit Pendidikan. Juli 2009 Ketua Asosiasi Rumah Sakit Pendidikan Indonesia Dr. Jakarta.ASOSIASI RUMAH SAKIT PENDIDIKAN INDONESIA The Indonesian Teaching Hospital Association (ARSPI) SAMBUTAN KETUA ASOSIASI RUMAH SAKIT PENDIDIKAN INDONESIA Dengan mengucap syukur kehadirat Allah SWT kami menyambut gembira diterbitkannya buku Pedoman. Mengingat Rumah Sakit Pendidikan merupakan bagian integral dalam pendidikan kedokteran maka Rumah Sakit Pendidikan pun dituntut untuk senantiasa meningkatkan mutunya antara lain melalui pemenuhan terhadap standar yang telah ditetapkan.

JL. FAX : (021) 3907411 SAMBUTAN KETUA ASOSIASI INSTITUSI PENDIDIKAN KEDOKTERAN INDONESIA Rasa syukur kehadirat Allah SWT patutlah dipanjatkan dengan terbitnya buku Pedoman. Rumah Sakit Pendidikan merupakan wahana bagi pelaksanaan tridarma pendidikan tinggi serta pencapaian kompetensi dokter maupun dokter spesialis. JAKARTA PUSAT TELP : (021) 3100354. Dalam standar pendidikan profesi persyaratan Rumah Sakit Pendidikan merupakan persyaratan mutlak tidak saja dalam hal keberadaannya. SALEMBA RAYA 6. maka jaminan akan tersedianya wahana pendidikan untuk dokter dan dokter spesialis. Kami menyampaikan terima kasih kepada Menteri Kesehatan yang berkenan menetapkan Pedoman dan Standar Rumah Sakit Pendidikan. serta pelaksanaan penelitian untuk pengembangan ilmu kedokteran akan tercapai. Rumah Sakit Pendidikan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pendidikan kedokteran. Dengan terbitnya buku ini. tetapi yang terpenting adalah kualitas pelayanan.ASOSIASI INSTITUSI PENDIDIKAN KEDOKTERAN INDONESIA ASOSIASI INSTITUSI PENDIDIKAN KEDOKTERAN INDONESIA AIPKI (INDONESIAN ASSOCIATION OF MEDICAL EDUCATION INSTITUTION) SEKRETARIAT : GEDUNG CHS LANTAI II. Bagi institusi pendidikan dokter. Klasifikasi dan Standarisasi Rumah Sakit Pendidikan. Terbitnya buku ini dapat digunakan sebagai acuan Rumah Sakit dalam penyelenggaraan proses pendidikan kedokteran dan dapat membantu Rumah Sakit Pendidikan dalam meningkatkan mutu pendidikan sesuai dengan standar pendidikan profesi dokter. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan xv . infrastruktur dan manajemen pengelolaannya sangat berkaitan dengan kualitas pendidikan. Sejak tahun 2006 KKI telah mensahkan standar pendidikan profesi dan standar pendidikan kompetensi yang harus dilaksanakan oleh semua institusi pendidikan dokter di Indonesia dalam menjalankan fungsinya. Dengan demikian.

Irawan Yusuf.D xvi Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . Jakarta.Kami berharap bahwa seluruh institusi pendidikan dokter mengkordinasikan berbagai ketentuan dalam buku pedoman dan standar ini dengan pihak Rumah Sakit yang dipergunakan sebagai wahana pendidikan dokter maupun dokter spesialis. 31 Juli 2009 Ketua Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia Prof. Dr. Ph.

pendidikan dan penelitian kedokteran. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4437) sebagaimana diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan xvii .BH INN E K A TUNGGAL A IK MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 1069/MENKES/SK/XI/2008 TENTANG PEDOMAN KLASIFIKASI DAN STANDAR RUMAH SAKIT PENDIDIKAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA. Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125. b. Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 78. Bahwa untuk meningkatkan mutu pelayanan. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4301). Menimbang : a. perlu menetapkan Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan dengan Keputusan Menteri. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3495). Kolegium Ilmu Kedokteran dan Rumah Sakit Pendidikan dalam pelaksanaan program pendidikan profesi dokter dan dokter spesialis memegang peranan penting. keberadaan Institusi Pendidikan Kedokteran. 2. 3. bahwa agar Rumah Sakit yang digunakan sebagai tempat pelaksanaan program pendidikan profesi dokter dan dokter spesialis memenuhi persyaratan. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 100.

9. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Pemerintah Daerah Provinsi. P e r a t u r a n M e n t e r i K e s e h a t a n N o m o r 1045/Menkes/Per/XI/ 2006 tentang Organisasi Rumah Sakit Di Lingkungan Departemen Kesehatan. 4. 8. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4737). Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan (Lembaran Negara Tahun 1996 Nomor 49. xviii Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan .P e r a t u r a n M e n t e r i K e s e h a t a n N o m o r 512/MENKES/PER/IV/ 2007 tentang Ijin Praktik dan Pelaksanaan Praktik Kedokteran. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. 7. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 89. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4431). 6. Fungsi. 1045/Menkes/Per/XI/ 2006 tentang Organisasi Rumah Sakit Di Lingkungan Departemen Kesehatan. 5.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2008 Nomor 59. sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 94 Tahun 2006. Tugas. 10. Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 116. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3637). Dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 82. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4844). Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4741).

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0430 a/U/1981 dan Menteri Dalam Negeri Nomor 324. Tanggung Jawab dan Penetapan Prosedur sebagai Rumah Sakit Pemerintah yang digunakan untuk Pendidikan Dokter.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 11. Kedua : Ketiga : Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan xix . Pedoman dimaksud Diktum Kedua agar digunakan oleh Institusi. Memperhatikan : Surat Keputusan Bersama Menteri Kesehatan Nomor 544 Menkes/SKB/X/81. Lembaga dan Organisasi Profesi terkait sebagai acuan klasifikasi dan penetapan status akreditasi dalam rangka pembinaan Rumah Sakit Pendidikan. K e p u t u s a n M e n t e r i K e s e h a t a n N o m o r 1575/Menkes/PERXI/ 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kesehatan sebagaimana diubah dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1295/Menkes/Per/XII/07.A Tahun 1981 tentang Pembagian Tugas. MEMUTUSKAN : Menetapkan Kesatu : : KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN TENTANG PEDOMAN KLASIFIKASI DAN STANDAR RUMAH SAKIT PENDIDIKAN Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan dimaksud Diktum Kesatu sebagaimana tercantum dalam Lampiran Keputusan ini.

Ditetapkan di Jakarta Pada tanggal 18 Nopember 2009 MENTERI KESEHATAN. dr. Sp. JP (K) xx Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan .MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Keempat : Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. ME N TE E RI K SE H AN AT Dr. SITI FADILAH SUPARI.

Makasar RSUP Palembang RSU Gunung Wenang. Dokter/Dokter Gigi Spesialis serta Standar Kompetensi Dokter/Dokter Gigi. dan penetapan prosedur sebagai RS Pemerintah yang digunakan untuk pendidikan kedokteran pada tahun 1981 melalui SK Bersama Menteri Kesehatan. Penetapan RS Pendidikan di Indonesia secara resmi dimulai dengan di tetapkannya pembagian tugas. Pada tahun 2006. 7.Sardjito. 5. maka semua pendidikan profesi harus diselenggarakan oleh Institusi Pendidikan.Kariadi. Surabaya RSU Ujung Pandang. Dalam lampiran Surat Keputusan tersebut. Medan RSUP Dr. dengan diberlakukannya Undang Undang Sistem Pendidikan Nasional.Soetomo. Tahun 2003. Semarang RSUP Dr.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Lampiran I Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 1069/ Menkes/ SK/ XI/ 2008 Tanggal : 18 November 2008 BAB I PENDAHULUAN A. RS tersebut adalah: 1.Pirngadi. 8. Latar Belakang Salah satu persyaratan Pendidikan Kedokteran adalah tersedianya Rumah Sakit (RS) Pendidikan Utama dalam jaringan lahan praktek yang kelayakannya dinilai oleh pakar pendidikan kedokteran sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan dalam Panduan Pendidikan Kedokteran (Dirjen Dikti. 4. Konsil Kedokteran Indonesia telah mengesahkan Standar Pendidikan Profesi Dokter/Dokter Gigi. Jakarta Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 1 . Jakarta RSUP Dr. 2.Cipto Mangunkusumo. Bandung RSUP Dr.Hasan Sadikin. ditetapkan 14 RS Umum Pemerintah sebagai tempat pendidikan calon dokter dan calon dokter spesialis. 2002). Manado RSU Persahabatan. 10. 3. 6.Dokter/Dokter Gigi Spesialis. 9. Dalam Standar tersebut juga dikatakan bahwa Institusi Pendidikan Kedokteran harus menjamin tersedianya fasilitas pendidikan klinik bagi mahasiswa yang terdiri dari RS Pendidikan dan Sarana Kesehatan lain yang diperlukan. tanggung jawab. Yogjakarta RSU Dr. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Menteri Dalam Negeri. RSU Dr.

12.Cipto Mangunkusumo dan RS Persahabatan. membutuhkan peningkatan jumlah RS Pendidikan. kecuali untuk Institusi Pendidikan Kedokteran Universitas Indonesia. Pesatnya pertambahan Institusi Pendidikan Kedokteran baik pemerintah maupun swasta. dilaporkan terdapat 97 RS yang berfungsi sebagai RS Pendidikan. 14. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3495). hingga tahun 2009 tercatat hanya ada 39 RS yang secara resmi mempunyai Surat Keputusan Menteri Kesehatan sebagai RS Pendidikan.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 11. merupakan dasar penetapan RS Pendidikan. Denpasar RSUP Dr. Solo RSU Dr.Jamil.Syaiful Anwar. setelah melalui proses penilaian dan memenuhi kriteria Standar RS Pendidikan yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Pelayanan Medik Departemen Kesehatan pada bulan Mei tahun 2005.M. Selama ini Standar RS Pendidikan yang diterbitkan Departemen Kesehatan pada tahun 2005. yang pada saat itu sudah mempunyai dua RS Pendidikan. maka perlu disusun Standar RS Pendidikan. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Departemen Kesehatan dan Universitas Gajah Mada pada tahun 2003. yaitu RS Dr. Malang RSUP Sanglah. Tambahan 2 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . 2. B. namun dari data Asosiasi RS Pendidikan Indonesia (ARSPI). pada waktu yang sama terdapat 52 Institusi Pendidikan Kedokteran. Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 78. Untuk lebih meningkatkan mutu pelayanan RS Pendidikan terutama dalam proses pembelajaran klinik bagi peserta didik pendidikan kedokteran terutama dalam pencapaian kompetensi peserta didik. Landasan Hukum Peraturan perundangan yang mendasari penyusunan pedoman ini meliputi : 1. Selain itu juga terdapat 12 RS Gigi dan Mulut Pendidikan yang telah mendapat SK Menteri Kesehatan. 13. Padang Masing-masing RS Pendidikan tersebut merupakan RS Pendidikan untuk satu Institusi Pendidikan Kedokteran Negeri. Saat ini penetapan RS Pendidikan disahkan melalui Surat Keputusan Menteri Kesehatan. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 100. RSU Surakarta.

Tambahan Lembaran Negara Nomor 4431). Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan (Lembaran Negara Tahun 1996 Nomor 49. 7. Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 116. 10. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 82. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Lembaran Negara Nomor 4301). 3. 9. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3637). sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 94 Tahun 2006. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4741). Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 89. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1045/Menkes/Per/ XI/ 2006 tentang Organisasi Rumah Sakit Di Lingkungan Departemen Kesehatan. Tugas. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4737). Pemerintah Daerah Provinsi. 6. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1575/Menkes/PER XI/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kesehatan Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 3 . Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 512/ MENKES/ PER/IV/2007 tentang Ijin Praktik dan Pelaksanaan Praktik Kedokteran 11. Fungsi. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4844). Tambahan Lembaran Negara Nomor 4437) sebagaimana diubah terakhir dengan UndangUndang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2008 Nomor 59. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. 8. 5. 4.

Selain istilah RS Pendidikan. program pendidikan pasca sarjana dan penelitian klinis. keperawatan. satu atau lebih Rumah Sakit yang ber “Afiliasi”. 4 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . kesehatan masyarakat. Hutchkinson & Wilkipedia Encyclopedia mendefinisikan RS Pendidikan sebagai Rumah Sakit yang berhubungan erat dengan Pendidikan Kedokteran dan berfungsi dalam pendidikan praktik untuk mahasiswa kedokteran. Pengertian Rumah Sakit Pendidikan Dari berbagai definisi yang ada. C. “internship” dan residen atau peserta pendidikan spesialis. di Amerika Serikat tercatat lebih dari 100 AHCs. dapat dirumuskan RS Pendidikan di Indonesia adalah Rumah Sakit yang merupakan jejaring Institusi Pendidikan Kedokteran dan digunakan sebagai wahana pembelajaran klinik untuk memenuhi modul pendidikan dalam rangka mencapai kompetensi berdasarkan Standar Pendidikan Profesi Kedokteran. serta satu atau lebih pendidikan yang terkait dengan kesehatan seperti. Pada tahun 1993. dikenal juga istilah RS Universitas (“University Hospital”). Di berbagai negara maju saat ini “Academic Health Center” (AHCs) atau dikenal juga sebagai Academic Medical Center telah berkembang pesat. AHCs terdiri dari satu Intitusi Pendidikan Kedokteran yang terakreditasi.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA sebagaimana diubah dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor : 1295/Menkes/Per/XII/2007.1997 mendefinisikan RS Universitas sebagai Rumah Sakit yang dikelola oleh suatu universitas untuk pendidikan mahasiswa kedokteran. tenaga kesehatan dan kedokteran gigi. pada prinsipnya pengertian RS Pendidikan (“Teaching Hospital”) adalah Rumah Sakit yang juga digunakan untuk pendidikan kedokteran. Medline. Memperhatikan uraian tersebut diatas dan berdasarkan fungsi Rumah Sakit dalam proses pendidikan profesi kedokteran.

selama 24 jam. Asosiasi Rumah Sakit Pendidikan Indonesia (ARSPI). Hasil pengobatan dan survival rate yang lebih baik. c. Standar RS Pendidikan dan Standar Rumah Sakit atau sarana pelayanan kesehatan lainnya sebagai jejaring pendidikan ditetapkan dengan Keputusan Menteri Kesehatan. Rumah Sakit Pendidikan di Indonesia Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 512/Menkes/Per/IV/2007 yang merupakan salah satu peraturan pelaksanaan Undang undang nomor 29 tentang Praktik Kedokteran salah satu kausulnya (pasal 6. Penjaminan mutu pelayanan dan keselamatan pasien serta kedokteran berbasis bukti. Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI). Penerapan Metode Penatalaksanaan Terapi terbaru. Tersedianya konsultasi dari Staf Medis Pendidikan. f. lokakarya dan pertemuan yang diprakarsai oleh Departemen Kesehatan. RS Pendidikan Satelit Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 5 . disepakati penetapan Standar dan Klasifikasi Rumah Sakit Pendidikan yang lebih luas meliputi RS Pendidikan Utama. Majelis Kolegium Kedokteran Indonesia dan seluruh “stake holder” pendidikan kedokteran di Indonesia. e. Hari rawat yang lebih pendek untuk penyakit yang sama.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA RS Pendidikan diharapkan memiliki kemampuan pelayanan yang lebih dari Rumah Sakit non Pendidikan terutama meliputi: a. ayat 2) menyatakan bahwa penetapan RS menjadi RS Pendidikan. D. d. Teknologi Kedokteran yang bertepat guna. Serangkaian seminar. Konsil Kedokteran Indonesia. b. RS Pendidikan Afiliasi (Eksilensi).

Meningkatkan mutu pendidikan sesuai dengan standar pendidikan profesi kedokteran. Meningkatkan mutu pelayanan di RS Pendidikan. Peningkatan RS Pendidikan Utama. Meningkatkan penelitian dan pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kedokteran di RS Pendidikan. 6 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . 2. Tujuan Penetapan Standar Rumah Sakit Pendidikan Tujuan penetapan Standar Rumah Sakit Pendidikan adalah sebagai berikut : 1. maupun perluasan Jejaring Pendidikan Afiliasi (Eksilensi) dan Satelit sangat dibutuhkan sejalan semakin meningkatnya jumlah Institusi Pendidikan Kedokteran dan jumlah peserta didik. E. 3. serta keterbatasan jumlah dan variasi kasus maupun ketersediaan sarana prasarana pendidikan dan peralatan kedokteran.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA yang merupakan Rumah Sakit jejaring pendidikan.

yang perlu diperhatikan adalah keterlibatan tiga komponen utama yang memegang peranan penting dan saling mendukung. Seiring dengan kebutuhan pembelajaran klinik peserta didik terutama dalam rangka menjamin mutu keluaran dan hasil peserta didik yang sesuai dengan standar kompetensi. pengembangan kapasitas. yaitu Institusi Pendidikan Kedokteran. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 7 . Kedudukan dan Peran Rumah Sakit Pendidikan Dalam pelaksanaan program pendidikan dokter dan dokter spesialis. Untuk itu dalam rangka menjamin mutu pendidikan profesi kedokteran sekaligus menjamin mutu pelayanan medik di RS Pendidikan. Kedudukan RS Pendidikan sebagai salah komponen yang sangat menentukan keberhasilan proses pembelajaran klinik yang meliputi pengetahuan (knowledge). Klasifikasi Rumah Sakit Pendidikan Peningkatan jumlah peserta didik. 2. Kolegium Ilmu Kedokteran dan RS Pendidikan. maka dipandang perlu dilakukan Standarisasi Rumah Sakit Pendidikan. kemampuan psikomotor (skill). 1. dan perilaku (attitude) sesuai kompetensi sebagaimana ditetapkan dalam modul pendidikan berdasarkan Standar Pendidikan Profesi Kedokteran. Format ini juga digunakan dalam penyusunan Standar Pendidikan Profesi Dokter /Dokter Gigi dan Standar Pendidikan Profesi Dokter/Dokter Gigi Spesialis. keterbatasan fasilitas serta keterbatasan jumlah dan variasi kasus di RS Pendidikan Utama menjadi masalah bagi Institusi Pendidikan Kedokteran dalam menghasilkan tenaga medik yang berkualitas. Rumah Sakit yang telah berdiri dan operasional memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat bila akan ditambah fungsinya sebagai RS Pendidikan haruslah memenuhi kriteria sebagaimana ditentukan dalam Standar Rumah Sakit Pendidikan.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Lampiran II Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 1069/ Menkes/ SK/ XI/ 2008 Tanggal : 18 November 2008 BAB II STANDAR RUMAH SAKIT PENDIDIKAN Standar Rumah Sakit Pendidikan ini disusun mengacu pada standar pendidikan kedokteran yang ditetapkan oleh World Federation of Medical Education (WFME). maka tidak semua Rumah Sakit dapat secara serta merta menjadi RS Pendidikan.

sebagai berikut : 1. 3. Standar perancangan dan pelaksanaan program pendidikan klinis yang berkualitas. Standar RS Pendidikan Utama. Standar Penunjang Pendidikan. 3. Standar dan parameter penilaiannya ini lebih merupakan standar input. Rumah Sakit Khusus (Afiliasi/Eksilensi) dapat mempunyai Rumah Sakit Satelit berupa Rumah Sakit Khusus lainnya dan Rumah Sakit Umum yang mempunyai pelayanan unggulan tertentu sebagai jejaringnya. 8 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . Standar RS Pendidikan Afiliasi (Eksilensi). Standar Visi. Standar Manajemen dan Administrasi. penetapan parameter penilaian sebaiknya merupakan bagian dari instrumen penilaian akreditasi pendidikan kedokteran yang disusun bersama oleh para pemangku kepentingan pendidikan profesi kedokteran. 2. Menteri Kesehatan dapat menetapkan. Berdasarkan hal tersebut maka disusun Standar RS Pendidikan menjadi : 1. Komitmen dan Persyaratan. 4. Standar RS Pendidikan Satelit. Untuk akreditasi dan reakreditasi. jumlah dan jenis variasi kasus. 2. Selain itu Institusi Pendidikan Kedokteran dapat memiliki satu atau beberapa jejaring RS Afiliasi (Eksilensi) atau Rumah Sakit Umum dengan unggulan tertentu sebagai wahana pembelajaran klinik peserta didiknya. yang harus dipenuhi sebagai dasar penilaian kepatuhan institusi terhadap standar yang telah ditetapkan dalam rangka penetapan sebagai RS Pendidikan. Oleh karena itu setiap Institusi Pendidikan Kedokteran harus mempunyai minimal satu RS Pendidikan Utama dan mempunyai beberapa RS Pendidikan Satelit sebagai jejaring. mengacu pada World Federation of Medical Education (WFME).MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Konsep dasarnya adalah tiap Institusi Pendidikan Kedokteran harus memenuhi kecukupan tenaga pengajar. setelah melalui persyaratan Akreditasi Rumah Sakit dari Departemen Kesehatan RI. Misi. Untuk setiap jenis RS Pendidikan ditetapkan Standar dengan masingmasing kriterianya. 5. Standar Sumber Daya Manusia untuk program pendidikan klinik.

3. Visi. mencabut atau menunda pemberian Surat Keputusan Rumah Sakit Pendidikan tergantung dari hasil akreditasi tersebut.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA membatalkan. dengan tambahan standar dan kriteria yang ditetapkan oleh kolegiumnya di luar Standar RS Pendidikan yang sudah ada. e. Perancangan dan pelaksanaan program pendidikan klinik yang berkualitas Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 9 . c. d. Manajemen dan Administrasi . Ruang Lingkup Ruang lingkup Standar RS Pendidikan ini adalah untuk Rumah Sakit Umum dan Rumah Sakit Khusus yang digunakan oleh Institusi Pendidikan Kedokteran sebagai wahana pendidikan kedokteran meliputi : a. Misi. RS Pendidikan Satelit ataupun RS Pendidikan Khusus (Afiliasi/Eksilensi). Komitmen dan persyaratan . b. Untuk pendidikan profesi dokter/dokter gigi spesialis. Rumah Sakit yang akan digunakan harus masuk dalam salah satu klasifikasi RS Pendidikan dan sesuai dengan kebutuhan untuk pembelajaran klinik dalam rangka pencapaian kompetensi berdasarkan standar pendidikan profesi dokter/dokter gigi spesialis yang disusun oleh Kolegium Ilmu Kedokteran Spesialis. dapat merupakan RS Pendidikan Utama. Sumber Daya Manusia untuk program pendidikan klinik . Penunjang pendidikan . Dengan demikian RS Pendidikan Profesi Dokter Spesialis.

AIPKI.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Lampiran III Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 1069/ Menkes/ SK/ XI/ 2008 Tanggal : 18 November 2008 BAB III PENYELENGGARAAN DAN PENGORGANISASIAN A. TNI/POLRI. penetapan. RS yang akan atau telah difungsikan sebagai RS Pendidikan baik yang diselenggarakan oleh Pemerintah. Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya bertanggung jawab melaksanakan penetapan. B. Sekretaris dan Anggota dengan susunan sebagai berikut : Penanggung Jawab : Menteri Kesehatan Ketua I : Sekretaris Jederal Ketua II : Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik Sekretaris I : Kepala Biro Hukum dan Organisasi Sekretaris II : Sekretaris Ditjen Bina Pelayanan Medik Anggota : 1. dan KKI. Pengorganisasian Penetapan RS Pendidikan. Direktur Bina Pelayanan Medik Spesialistik Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 11 . 1. Pemerintah Daerah. Tim Pengarah terdiri dari Penanggung Jawab. pembinaan dan pengawasan RS Pendidikan kepada Menteri Kesehatan RI. BUMN/BUMD. MKKI. pengawasan dan pembinaan RS Pendidikan Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik dibantu Tim Akreditasi RS Pendidikan yang melibatkan pemangku kepentingan yang terkait yaitu ARSPI. Untuk pelaksanaan. Departemen Kesehatan RI merupakan instansi yang berwenang menetapkan Standar Rumah Sakit Pendidikan yang digunakan sebagai wahana pembelajaran Pendidikan Kedokteran sebagaimana Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 512 (pasal 6 ayat (2). pengawasan dan pembinaan teknis dilaksanakan oleh Tim Akreditasi RS Pendidikan meliputi Tim Pengarah Akreditasi RS Pendidikan dan Tim Pelaksana Akreditasi RS Pendidikan. maupun Swasta lainnya wajib memenuhi standar yang telah ditetapkan oleh Menteri Kesehatan. Tim Pengarah. Penyelenggaraan.

Ketua ARSPI 4. Kepala Sub Dit Bina Pelapisan Teknologi Medik Spesialistik 5. Unsur KKI 12 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . Unsur MMKI 8. d. Ketua AIPKI 5. Menetapkan besaran satuan biaya akreditasi. Kepala Sub Dit Bina Pelayanan Medik Spesialistik Non Pendidikan 2. e. Kepala Sub Dit Bina Akreditasi RS 3. Ketua MKKI 6. Unsur AIPKI 7. Kepala Sub Dit Bina Pelayanan Spesialistik di RS Khusus 4. Melaksanakan koordinasi lintas sektor penyelenggaraan Penilaian dan Pembinaan RS Pendidikan. c. Melaporkan hasil kegiatan penetapan. Ketua KKI Tugas Tim Pengarah Akreditasi RS Pendidikan : a. Unsur ARSP 6. Memberikan dukungan pelaksanaan tugas-tugas Tim Pelaksana Akreditasi RS Pendidikan. b. 2. Menetapkan kebijakan strategis dalam rangka peningkatan mutu pelayanan RS Pendidikan. pembinaan dan pengawasan RS Pendidikan kepada Menteri Kesehatan. Tim Pelaksana Akreditasi Rumah Sakit Pendidikan.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 2. Konsil Kedokteran Indonesia 3. Ketua Sekretaris I Sekretaris II Anggota : Direktur Bina Pelayanan Medik Spesialistik : Kepala Sub Dit Bina Pelayanan Medik Spesialistik RS Pendidikan : Kepala Bagian Hukormas Ditjen Bina Yanmedik : 1. reakreditasi dan visitasi RS Pendidikan.

e. d. f. pembinaan dan pengawasan Rumah Sakit Pendidikan. Kepala Seksi Bimbingan dan Evaluasi 3. Melaksanakan koordinasi dengan berbagai pihak terkait dalam pelaksanaan penetapan. Melaksanakan penetapan. Kepala Seksi Standarisasi 2. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 13 . Staf Sub Direktorat Bina Yanmedik di RSU Pendidikan Tugas Tim Pelaksana Akreditasi RS Pendidikan: a. b. Melaksanakan kajian pengembangan standar Rumah Sakit Pendidikan. Melaksanakan advokasi dan sosialisasi Pedoman Standar dan Pelaksanaan Penilaian Rumah Sakit Pendidikan. Melaporkan pelaksanaan penetapan. c. Menyusun rencana kerja penetapan. pembinaan dan pengawasan Rumah Sakit Pendidikan. pembinaan dan pengawasan Rumah Sakit Pendidikan.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Sekretariat : 1. pembinaan dan pengawasan Rumah Sakit Pendidikan kepada Menteri Kesehatan melalui Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik. Staf Sub Bag TU Direktorat Bina Yanmedik Spesialistik 4.

Surat Rekomendasi dari Dinas Kesehatan Provinsi setempat. Direktur Bina Pelayanan Medik Spesialistik Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 15 . 2. Pemilik Rumah Sakit/Pimpinan Rumah Sakit mengajukan S u r a t Permohonan untuk ditetapkan sebagai RS Pendidikan. sarana dan prasarana pendukung untuk penyelenggaraan fungsi pendidikan. Rumah Sakit telah mempunyai ijin pendirian yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan/atau ijin operasional yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Provinsi dan/atau ijin penyelenggaraan Rumah Sakit yang masih berlaku. tembusannya Disampaikan kepada : a. 7. 3.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Lampiran IV Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 1069/ Menkes/ SK/ XI/ 2008 Tanggal : 18 November 2008 BAB IV TATA CARA PENETAPAN RUMAH SAKIT PENDIDIKAN Penetapan RS Pendidikan adalah proses penilaian kelayakan rumah sakit yang akan dijadikan wahana pembelajaran klinis peserta didik Institusi Pendidikan Kedokteran guna menjamin terselenggaranya pelayanan medik yang berkualitas sesuai kebutuhan modul untuk mencapai kompetensi berdasarkan Standar Pendidikan Profesi Kedokteran. B. ditujukan kepada Menteri Kesehatan RI cq Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik Departemen K e s e h a t a n R I dengan dilampirkan persyaratan sebagaimana dimaksud dalam huruf A. 5. Naskah Perjanjian Kerja Sama Rumah Sakit Pendidikan dengan Institusi Pendidikan Kedokteran. 6. Surat penetapan kelas (tipe) Rumah Sakit yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan RI. Prosedur Pengajuan 1. A. Telah terakreditasi sesuai dengan klasifikasi Rumah Sakit. Persyaratan 1. Surat Permohonan sebagaimana huruf B. Profil Rumah Sakit 3 (tiga) tahun terakhir.1. 2. 4. Pernyataan kesediaan Pemilik Rumah Sakit untuk menjadikan Rumah Sakit menjadi RS Pendidikan dan sanggup menyediakan anggaran.

Berkas Surat Permohonan yang telah lengkap persyaratan administrasinya dilaporkan kepada Sekretaris Tim Pelaksana Akreditasi RS Pendidikan untuk kemudian dibuat rancangan surat balasan kepada Rumah Sakit. Penilaian Kelayakan 1. Tim Pelaksana Akreditasi RS Pendidikan menelaah hasil Borang Penilaian RS Pendidikan yang telah diisi oleh Rumah Sakit. e. Surat balasan yang ditandatangani oleh Direktur Bina Pelayanan Medik Spesialistik selaku Ketua Tim Pelaksana Akreditasi RS Pendidikan dikirimkan kepada Pemilik RS/Pimpinan RS disertai Borang Penilaian RS Pendidikan (Instrumen Self Assesment) RS Pendidikan sesuai dengan klasifikasi. d.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA b. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi setempat c. b. g. f. Pra Visitasi a. c. Berkas Surat Permohonan yang telah diterima oleh Direktur Bina Pelayanan Medik Spesialistik diserahkan kepada Sekretariat Tim Pelaksana Akreditasi RS Pendidikan untuk diperiksa kelengkapan administrasi persyaratan administrasi. 16 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . Hasil telaahan Tim Pelaksana Akreditasi RS Pendidikan dapat berupa ”rekomendasi layak atau belum layak visitasi” dan rekomendasi tersebut di umpan balikkan kepada Rumah Sakit bersangkutan dengan tembusan kepada Dinas Kesehatan Provinsi setempat dan/atau Dinas Kesehatan Kab/Kota setempat. Setelah menerima surat balasan Direktur Rumah Sakit setempat membentuk Tim Persiapan Penilaian RS Pendidikan yang terdiri dari unsur-unsur pemangku kepentingan Rumah Sakit dan melakukan pengisian Borang Penilaian RS Pendidikan. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota setempat C. Borang Penilaian RS Pendidikan yang telah diisi oleh Rumah Sakit dikirimkan kembali ke Tim Pelaksana Akreditasi RS Pendidikan.

Tim Visitasi dalam melaksanakan kunjungan ke Rumah Sakit melakukan pemeriksaan ulang dan pemeriksaan silang serta wawancara dengan pihak terkait atas Borang Penilaian RS Pendidikan yang telah diisi oleh Rumah Sakit. b. Apabila umpan balik dari Tim Pelaksana Akreditasi RS Pendidikan direkomendasikan ”dipertimbangkan belum layak ”visitasi” maka Rumah Sakit dapat mengajukan permohonan fasilitasi atau pembinaan kepada Tim Pelaksana Akreditasi RS Pendidikan. B atau C. Hasil penilaian dapat menggambarkan hasil akhir katagori penilaian : A. 2. Apabila dari hasil penilaian Tim Visitasi dan kesimpulan sementara masih terdapat hal-hal yang perlu disempurnakan dan/atau diperbaiki oleh pihak Rumah Sakit. e. Apabila hasil telaahan Tim Pelaksana Akreditasi RS Pendidikan direkomendasikan ”layak visitasi” maka kepada Rumah Sakit dijadualkan waktu kunjungan Tim Visitasi. d. maka pihak Rumah Sakit wajib menyempurnakan/ memperbaikinya dalam waktu selambat-lambatnya 30 (tigapuluh) hari sejak dilakukan visitasi. Sesuai jadwal yang ditentukan Tim Visitasi melaksanakan kunjungan ke Rumah Sakit. Hasil penilaian masing-masing Standar. selanjutnya hasil penilaian diisi ke dalam Instrumen Penilaian masing-masing Standar dan Parameter. Hasil penilaian akhir (sementara) berikut catatan-catatan mengenai hal-hal yang perlu disempurnakan/diperbaiki disampaikan oleh Tim Visitasi kepada pihak Rumah Sakit dan dibuatkan Berita Acara Hasil Visitasi yang ditanda tangani oleh Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 17 . 3. c. Indikator dan Parameter kemudian direkapitulasi dalam Instrumen Rekapitulasi Hasil Penilaian untuk menentukan nilai akhir penilaian. b. Visitasi a. Penetapan a.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA h.

Berdasarkan Berita Acara Hasil Visitasi dan laporan perbaikan/penyempurnaan dari Rumah Sakit. c. ditanda tangani oleh Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik. Tim Visitasi melaporkan Berita Acara Hasil Visitasi kepada Ketua Tim Pelaksana Akreditasi. e. F. 18 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . g. Ketua Tim Pelaksana Akreditasi RS Pendidikan menyampaikan rekomendasi penetapan RS Pendidikan kepada Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik untuk selanjutnya dilakukan proses Penetapan sebagai RS Pendidikan. 2. ditanda tangani oleh Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik atas nama Menteri Kesehatan. d. ditanda tangani oleh Menteri Kesehatan. Tim Akreditasi RS Pendidikan melaksanakan rapat penentuan kelayakan Rumah Sakit sebagai RS Pendidikan berdasarkan hasil visitasi. Surat Keputusan dan Sertifikat Akreditasi RS Pendidikan selanjutnya diserahkan kepada Pemilik Rumah Sakit/Pimpinan Rumah Sakit. b. Terakreditasi A dengan masa berlaku 5 (tahun). Terakreditasi C dengan masa berlaku 1 (satu) tahun. D. Sertifikat Akreditasi RS Pendidikan diterbitkan dengan ketentuan sebagai berikut: a.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Tim Visitasi dan Pihak Rumah Sakit. c. Atas nama Menteri Kesehatan RI Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik menetapkan Rumah Sakit pemohon sebagai RS Pendidikan. Sertifikat Akreditasi RS Pendidikan (Sertifikasi) 1. Terakreditasi B dengan masa berlaku 3 (tahun). Tim Visitasi melaporkan kepada Tim Pelaksana Akreditasi RS Pendidikan untuk kemudian dilakukan proses penetapan.

Kriteria : 1. RS Pendidikan Utama minimal mempunyai 4 pelayanan spesialis dasar (penyakit dalam. 2. yang menunjang tercapainya tujuan pendidikan profesi kedokteran. A. Kesepakatan bersama tersebut harus bersifat saling mengikat dalam hal pada seluruh proses pendidikan kedokteran di Rumah Sakit tersebut. manajemen pendidikan dan daya tampung peserta didik. Terdapat visi. anak. 19 3. sarana prasarana. KOMITMEN DAN PERSYARATAN. 5. 6. meliputi aspek medikolegal. 4. Agar dapat berfungsi menjadi RS Pendidikan secara efektif. kebidanan dan kandungan) dan 11 pelayanan spesialis lainnya. STANDAR VISI. bedah. pembiayaan.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Lampiran V Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 1069/ Menkes/ SK/ XI/ 2008 Tanggal : 18 November 2008 BAB V STANDAR RUMAH SAKIT PENDIDIKAN UTAMA RS Pendidikan Utama adalah Rumah Sakit Jejaring Institusi Pendidikan Kedokteran yang digunakan sebagai wahana pembelajaran klinik peserta didik untuk memenuhi seluruh atau sebagian besar modul pendidikan dalam rangka mencapai kompetensi berdasarkan Standar Pendidikan Profesi Kedokteran. sumber daya manusia. MISI. RS Pendidikan harus memiliki visi dan misi yang jelas. Terdapat dokumen Perjanjian Kerja Sama antara Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . dan tujuan Rumah Sakit secara tertulis yang menunjang tercapainya tujuan pendidikan profesi kedokteran. Untuk menunjang proses pembelajaran dan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan maka komitmen Rumah Sakit perlu ditunjukkan secara jelas (administratif dan pelaksanaan pendidikan) dan sesuai aturan perundangan yang berlaku. misi. Rumah Sakit kelas A atau B atau setara yang telah terakreditasi minimal 12 pelayanan. Rumah Sakit yang telah menjalankan fungsi pendidikan dan telah memiliki SK penetapan Menteri Kesehatan sebagai RS Pendidikan.

Kriteria : 2. pembiayaan. Adanya peraturan bersama antara Direktur RS Pendidikan dan 20 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . administrasi. Kriteria : 1. Kebijakan Penyelenggaraan Pendidikan RS Pendidikan memiliki kebijakan. hak. peraturan dan ketetapan tertulis mengenai pendidikan sehingga dapat menjamin terselenggaranya pendidikan yang berkualitas tinggi. Badan ini akan diwakili oleh suatu Sekretariat Bersama yang berkedudukan di RS. tanggung jawab.1 Uraian tugas. wewenang dan masa tugas ditetapkan melalui keputusan bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. koordinasi. yang terdiri atas unsur RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran yang memiliki uraian tugas dan fungsi yang jelas. 2. 2.1.1 Badan Koordinasi Pendidikan Kedokteran beranggotakan unsur Rumah Sakit dan unsur Institusi Pendidikan Kedokteran. STANDAR MANAJEMEN DAN ADMINISTRASI. evaluasi dan penjaminan mutu pendidikan profesi kedokteran. mencakup efektifitas dan efisiensi pelaksanaan proses pendidikan yang meliputi. Adanya kebijakan penerimaan peserta didik yang tercantum dalam Perjanjian Kerjasama antara Institusi Pendidikan Kedokteran dengan RS Pendidikan yang bersangkutan. kebijakan penyelenggaraan. 1.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA B.2.3. 2. 2. Untuk kelancaran proses manajemen dan administrasi pendidikan harus mempunyai Badan Koordinasi Pendidikan. Manajemen dan administrasi merupakan bagian dari operasionalisasi RS Pendidikan. Koordinasi pendidikan profesi kedokteran. Adanya kebijakan mengenai daya tampung peserta didasarkan pada rasio pendidik dengan peserta didik maksimal 1:5 yang ditetapkan bersama antara Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran.

administrasi nilai. 2.4. pengaturan jadual dan administrasi). Terdapat sistem informasi pendidikan yang termasuk didalamnya Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 21 . nilai. Kriteria : 3.1. nama Bagian/Departemen/SMF yang dituju dan jumlah peserta didik yang akan masuk yang dikirim oleh Institusi Pendidikan kepada RS Pendidikan sebelum mahasiswa masuk ke RS.5. Adanya jadual pelaksanaan yang sifatnya tetap sesuai program di tiap Bagian/Departemen/SMF (nama. Adanya staf sekretariat khusus (staf non edukatif) yang bertanggung jawab penuh untuk menangani kelengkapan proses pendidikan peserta didik (alat bantu belajar. Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang sistem penyelenggaraan pendidikan. ruangan. Administrasi Pendidikan RS Pendidikan memiliki pengelolaan administrasi pendidikan yang berkaitan dengan penjadualan. peraturan pelaksanaan dan peraturan teknis yang disepakati oleh semua unsur yang terlibat dalam pendidikan.3. Terdapat kebijakan. 3. Kebijakan/ketentuan/pedoman dan prosedur tertulis tersebut harus menjadi acuan pokok bagi staf medis dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. umpan balik dan surat menyurat. 3.2. Kebijakan.6.5. 3. 3. Adanya kebijakan RS yang mengatur batasan kewenangan prosedur medis yang dapat dilakukan oleh peserta didik.4. penanggung jawab ruangan) dan dilaksanakan sesuai jadual. 2. kegiatan. Adanya jadual pra-pelaksanaan pendidikan yang berisi tanggal masuk. Terdapat sistem.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 2. 3. penelitian dan pelayanan beserta berbagai unsur penunjangnya termasuk reward and punishment bagi semua pihak yang terlibat (staf medis. pedoman dan prosedur tertulis telah disosialisasikan dengan baik kepada pelaksana yang terkait dengan pendidikan klinik.7. pendidikan dan penelitian. dan menjadi acuan pokok bagi semua staf medis dalam melaksanakan tugas pelayanan. alur pencatatan serta adanya pelaporan nilai yang tepat waktu. 2. staf nonmedis dan peserta didik). waktu.

Besarnya satuan biaya disesuaikan dengan besarnya SPP Mahasiswa.4.2. Adanya laporan kemajuan pendidikan secara berkala setiap tahun (jumlah mengenai peserta didik. 4. 4. serta biaya tidak langsung seperti biaya akomodatif.3.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA berisi data dasar peserta didik (meliputi identitas. Kriteria : 4. 4. hasil belajar). daftar tunggu ujian) dari pelaksana didik kepada RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran. Terdapat kebijakan bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran atas masukan Kepala Bagian/Departemen/SMF mengenai Pendanaan Pendidikan Kedokteran. 4. 3. seperti biaya sumber daya manusia pendidikan. biaya bahan habis pakai. Pembiayaan Pendidikan RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran mengelola sistem pembiayaan pendidikan yang mendukung efektifitas. tingkat kelulusan. Terdapat rencana anggaran biaya (RAB) penyelenggaraan pendidikan kedokteran yang disusun setahun sekali oleh koordinator pendidikan yang diusulkan oleh masing-masing Kepala Bagian/Departemen/SMF untuk disetujui oleh Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. efisiensi dan mutu pendidikan. Adanya perhitungan satuan biaya pendidikan yang disusun oleh sekretariat bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran yang meliputi biaya pendidikan langsung.6.1. 5. Evaluasi dan Penjaminan Administrasi Pendidikan Mutu Sistem Manajemen dan Badan Koordinasi Pendidikan melakukan evaluasi secara menyeluruh 22 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . Terdapat laporan keuangan berkala enam bulanan dan tahunan anggaran biaya yang dibuat oleh Kepala Bagian/Departemen/SMF dan disahkan oleh Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. biaya administrasi dan biaya overhead operasional.

tanggung jawab dan kewenangan staf institusi pendidikan yang ditempatkan di RS Pendidikan harus tercantum dalam ikatan kerjasama atau lampirannya. Peraturan Rekruitmen Tenaga Pendidikan dan Monitoring untuk Pembelajaran Klinik Adanya kebijakan mengenai penugasan staf medis dan/atau non medis yang diprogramkan sebagai tenaga pendidik merupakan kebijakan tentang kategori. Terdapat pengangkatan sebagai SK Dosen/Dosen Luar Biasa Institusi Pendidikan Kedokteran berikut jabatan akademiknya dari Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran untuk Staf Medik Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 23 . Tugas. 1.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA terhadap semua proses manajemen dan administrasi pendidikan sesuai dengan sistem penjaminan mutu yang telah ditetapkan sebelumnya. 5.2. Terdapat data umpan balik dan dokumentasi staf pengajar dan peserta. Kriteria : 1. tanggung jawab. hak.2. Kriteria : 5. STANDAR SUMBER DAYA MANUSIA UNTUK PROGRAM PENDIDIKAN KLINIK Penyiapan tenaga pendidikan dan pelatih program pembelajaran klinik sesuai dengan konteks pelayanan medis di RS menjadi tanggung jawab bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran. analisis umpan balik. Terdapat tata cara perekrutan dan kriteria kompetensi yang ditetapkan bersama oleh Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran bagi Staf Medik Fungsional yang akan diangkat sebagai Dokter Pendidik Klinik/Dosen Klinik. C. kewenangan. dan tindak lanjut.1. 1. paruh/purna waktu dari staf medis dan/atau non medis tersebut. Terdapat dokumen evaluasi pelaksanaan pendidikan klinik setiap enam bulan sekali yang dilakukan oleh sekretariat bersama berdasarkan indikator tim tertentu yang ditetapkan Badan Koordinasi Pendidikan.1.

hak dan kewajiban baik paruh/purna waktu.1.4. Terdapat tim penilai/supervisor kinerja tenaga pendidik dari RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran yang berperan dalam menilai kinerja tenaga pendidik pada pembelajaran klinik dengan kriteria yang jelas yang dilakukan secara berkala minimal satu tahun sekali. Terdapat staf medis fungsional yang ditetapkan Direktur RS Pendidikan sebagai Supervisor Klinik dan Pembimbing bagi peserta didik disertai kejelasan tugas.3. 24 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . 1. Terdapat presensi pembelajaran yang dilakukan oleh tenaga pendidik. Sistem Monitoring dan Evaluasi Tenaga Pendidik Sistem monitoring dan evaluasi tenaga pendidikan bertujuan untuk menilai prestasi atau kinerja tenaga pendidik antara lain: kompetensi. tercakup di dalamnya kebijakan tentang kategori. 1. D. kewenangan. tanggung jawab. Terdapat data dasar pengembangan diri tenaga pendidikan di bawah koordinasi Sekretaris Bagian di Rumah Sakit dan Badan Koordinasi Pendidikan/ Sekretariat Bersama.5. tanggung jawab dan kewenangannya. 1. 2. komitmen. 2.2.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Fungsional yang melaksanakan tugas pendidikan dan penelitian kedokteran. Terdapat SK Pengangkatan/Penugasan dari Direktur RS Pendidikan sebagai Staf Medik Fungsional yang melaksanakan tugas sebagai Dokter Pendidik Klinik/Dosen Klinik di RS Pendidikan untuk semua Staf Medik Fungsional yang terlibat dalam Pendidikan Kedokteran. prasarana dan peralatan yang memadai untuk pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan modul pendidikan termasuk ketersediaan jumlah dan variasi kasus atau pasien yang berinteraksi dengan peserta didik. STANDAR PENUNJANG PENDIDIKAN RS Pendidikan harus menyediakan sarana. Kriteria : 2. disiplin dan proses pengembangan diri.

Perhatian RS terhadap Pembelajaran: Agar mampu melaksanakan pembelajaran klinik dengan baik maka perlu adanya wujud perhatian dari RS dalam penyelenggaraan pembelajaran kilinik. antara lain: ruangan pembelajaran. Terdapat sarana proses pembelajaran dan penelitian. sistem informasi RS. RS Pendidikan bersama-sama dengan Institusi Pendidikan Kedokteran perlu merencanakan program pembelajaran klinik yang telah disesuaikan dengan konteks pelayanan medis. Terdapat jumlah dan variasi kasus yang cukup yang sesuai dengan materi pembelajaran peserta didik. 1. 4. memiliki kegiatan yang terstruktur dan berimbang serta memiliki sistem evaluasi yang jelas dan objektif. 3. perpustakaan. sistem dokumentasi. Program pendidikan klinik akan berhasil bila semua unsur dibagian yang bersangkutan memiliki perhatian dan komitmen terhadap pendidikan. prasarana dan peralatan untuk pendidikan antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran serta realisasinya. Sarana. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 25 . prasarana dan alat yang dibutuhkan untuk penyelenggaraan pendidikan. ruang diskusi. E. skill lab dan audiovisual. Ada fasilitas ruang jaga yang memenuhi syarat dan aman bagi peserta didik yang memenuhi standar sarana.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Kriteria : 1. teknologi informasi. prasarana penunjang dan pendukung. 2. 5. STANDAR PERANCANGAN DAN PELAKSANAAN PROGRAM PENDIDIKAN KLINIK YANG BERKUALITAS Peran RS Pendidikan dalam menyediakan pengalaman belajar klinik memegang peran penting dalam pencapaian kompetensi. memiliki target pembelajaran yang jelas. Terdapat dokumen yang mencantumkan kesepakatan mengenai penyediaan sarana.

Dokter/Dokter Gigi Spesialis dengan tujuan pendidikan jelas/konkrit. Rumah Sakit memberlakukan tata tertib peserta didik yang bertujuan untuk mencapai tujuan pembelajaran. batas kompetensi tegas dan tertuang dalam buku panduan. Dokter/Dokter Gigi Spesialis dan Standar Kompetensi Dokter/Dokter Gigi.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Kriteria : 1. Umpan balik dari peserta didik mengenai tenaga pendidik. sehingga mahasiswa dan pembimbing dapat memahami proses pembelajaran klinik dan pencapaian kompetensi sesuai standar pendidikan profesi kedokteran.1. Rumah Sakit dalam pendidikan dan pelayanannya menggunakan 1.3. dengan menggunaan log book untuk memantau pertemuan tenaga pendidik dengan peserta didik.2.1 RS harus mempunyai perencanaan yang disusun oleh masingmasing Bagian/Departemen/SMF terkait melalui aktivitas staf medis dalam penyusunan rancangan tersebut dan terdapat notulensi pertemuan rutin. Program Pendidikan Klinik Program pendidikan klinik harus memiliki target pencapaian pembelajaran yang jelas sesuai modul pendidikan. 2. Kriteria : 2. data wawancara staf.2 Terdapat buku panduan program pendidikan kedokteran yang disusun oleh Kepala Bagian/Departemen/SMF yang disetujui oleh Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran.3 26 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . 2. 2. Rumah Sakit (Bagian/Departemen/SMF) dan staf medisnya yang terkait dalam program pendidikan terlibat aktif dalam proses pelaksanaan pendidikan. Rancangan program pendidikan (buku panduan) tersebut dibuat oleh RS Pendidikan bersama-sama dengan Institusi Pendidikan Kedokteran terkait. 1. Rumah Sakit memberikan program pendidikan klinik yang terstruktur yang ditetapkan bersama Institusi Pendidikan Kedokteran dan mengacu pada Standar Pendidikan Profesi Dokter/Dokter Gigi. dan catatan kehadiran dalam proses pendidikan (log book).

Kegiatan pendidikan klinik yang dirancang memberikan porsi seimbang antara clinical reasoning dan pelatihan keterampilan yang berbasis bukti (evidence based medicine). Terdapat koordinasi antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran dalam bidang pendidikan dan penelitian.6. 3. 2. · Pengarsipan. Terdapat batasan kewenangan. Terdapat kegiatan pertemuan ilmiah secara rutin satu minggu sekali yang ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF. dan pendistribusian buku panduan penyelenggaraan pendidikan kedokteran secara merata oleh staf administrasi pendidikan. Proporsi jadual pendidikan kedokteran disusun oleh koordinator pendidikan masing-masing Bagian/Departemen/SMF. Jaminan mutu pelayanan Rumah Sakit termasuk didalamnya keselamatan pasien harus didukung sepenuhnya oleh Institusi Pendidikan Kedokteran. Pelaksanaan Kegiatan Pendidikan Klinis Pelaksanaan kegiatan klinik harus sesuai dengan perencanaan dengan memperhatikan proses pembelajaran klinik yang efektif dan efisien sehingga dapat dicapai kompetensi sesuai standar pendidikan profesi kedokteran. Program pendidikan klinik dan pedomannya diketahui dan dipahami dengan baik pada tingkat pengelola dan pelaksana. 2. 3. yang dinyatakan dalam perencanaan. 2.2.1.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA prinsip pengetahuan kedokteran berbasis bukti (evidence based medicine).5. para pendidik dan para peserta didik. termasuk pengiriman staf pendidik untuk mengikuti seminar/ pelatihan. penanganan kasus/prosedur peserta didik yang tercantum dalam buku panduan peserta didik yang disusun oleh Kepala Bagian/Departemen/SMF. Penggunaan log book untuk memantau kesesuaian kegiatan pembelajaran dengan panduan. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 27 . penggandaan. monitoring dan evaluasi sistem supervisi peserta didik.3.4. 3. . · Setiap staf pendidik memiliki buku panduan program pendidikan kedokteran. Kriteria : 3.

4. Terselenggaranya evaluasi supervisi pendidikan klinik setiap semester/modul pendidikan . Peserta program pendidikan klinik dinilai bersama oleh staf pendidik RS Pendidikan dan staf Institusi Pendidikan Kedokteran yang mempunyai kompetensi sebagai penilai secara komprehensif meliputi ranah pengetahuan psikomotor dan efektif. · Pengarsipan rekam medis secara sistematis dan terkomputerisasi sehingga memudahkan pengaksesan data bagi penelitian.1. peserta didik dapat dilibatkan dalam penelitian yang dilakukan staf medis sehingga dapat di jadikan acuan dalam pelaksanaan pendidikan dan bimbingan peserta didik. Evaluasi Program dan hasil Pembelajaran RS Pendidikan bersama-sama dengan Institusi Pendidikan Kedokteran terkait harus melakukan evaluasi pencapaian peserta didik secara bersamasama. Efektifitas dan perbaikan program direncanakan dalam proses evaluasi program yang dilakukan bersama oleh RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran. .2. Kriteria : 4. secara tersendiri dan bersama badan koordinasi pendidikan sekurang. · Terselenggaranya rapat evaluasi badan koordinasi pendidikan setiap enam bulan sekali.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 3. · Tersedianya fasilitas riset berupa internet. serta daftar dan dokumen penelitian yang telah dilakukan. · Terselenggaranya mekanisme umpan balik (kuisioner/tanya jawab) bagi peserta didik mengenai program yang telah dilakukan di akhir pendidikan setiap bagian. 4. RS Pendidikan melakukan evaluasi program pendidikan klinik secara berkala. Sistem penilaian peserta didik ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF. Dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran untuk peserta didik. langganan jurnal (cetak dan elektronik). Pembuatan data dasar kasus pasien rawat inap dan rawat jalan oleh tiap bagian/subbagian.kurangnya satu kali dalam satu tahun. 28 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan .4. text-book.

2. 1. Memiliki SK Menteri Kesehatan sebagai RS Pendidikan Afiliasi/Eksilensi. Komitmen Rumah Sakit perlu ditunjukkan secara jelas (administratif dan pelaksanaan pendidikan) dan sesuai aturan perundangan yang berlaku. Kesepakatan bersama tersebut harus bersifat saling mengikat dalam hal seluruh proses pendidikan kedokteran. sumber daya manusia. yang menunjang tercapainya tujuan pendidikan profesi kedokteran yang didasarkan atas proses pembelajaran dan pelatihan yang sesuai. STANDAR VISI.1. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 29 . 1. dan tujuan Rumah Sakit secara tertulis yang menunjang tercapainya tujuan pendidikan profesi kedokteran. A. 1. 1.5. pembiayaan.3. MISI. misi. Terdapat dokumen kesepakatan bersama (MOU) Direktur RS Pendidikan dengan Kepala Bagian yang terkait dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran meliputi aspek medikolegal. Terdapat rumusan visi. KOMITMEN DAN PERSYARATAN Agar dapat berfungsi menjadi RS Pendidikan secara efektif.4. dan daya tampung peserta didik. manajemen pendidikan. sarana prasarana. RS Pendidikan Afiiliasi harus memiliki visi dan misi yang jelas. Rumah Sakit mempunyai pusat layanan unggulan atau bidang pelayanan khusus yang telah terakreditasi untuk pendidikan bidang ilmu terkait.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Lampiran VI Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 1069/ Menkes/ SK/ XI/ 2008 Tanggal : 18 November 2008 BAB VI STANDAR RUMAH SAKIT PENDIDIKAN AFILIASI (EKSILENSI) RS Pendidikan Afiliasi (Eksilensi) adalah Rumah Sakit Khusus atau Rumah Sakit Umum dengan unggulan tertentu yang menjadi pusat rujukan pelayanan medik tertentu yang merupakan jejaring Institusi Pendidikan Kedokteran dan digunakan sebagai wahana pembelajaran klinik untuk memenuhi modul pendidikan tertentu secara utuh dalam rangka mencapai kompetensi berdasarkan Standar Pendidikan Profesi Kedokteran. Kriteria : 1.

Adanya kebijakan mengenai daya tampung peserta didasarkan pada rasio pendidik dengan peserta didik maksimal 1: 5 yang ditetapkan bersama antara Direktur RS Pendidikan dengan 30 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . mencakup efektifitas dan efisiensi pelaksanaan proses pendidikan. administrasi. Badan Koordinasi Pendidikan Kedokteran beranggotakan unsur RS Pendidikan dan unsur Institusi Pendidikan Kedokteran. kebijakan penyelenggaraan. Kriteria : 1.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 1. Meliputi koordinasi.2. Koordinasi pendidikan profesi kedokteran Untuk kelancaran proses manajemen dan administrasi pendidikan harus mempunyai badan koordinasi pendidikan yang terdiri atas unsur RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran yang memiliki uraian tugas dan fungsi yang jelas. Kriteria : 2. 1. Kebijakan Penyelenggaraan Pendidikan RS Pendidikan memiliki kebijakan.6 Mempunyai minimal 1 disiplin ilmu yang merupakan pusat unggulan atau kekhususan. Adanya kebijakan penerimaan peserta didik yang tercantum dalam Perjanjian Kerjasama antara Institusi Pendidikan Kedokteran dengan RS Pendidikan yang bersangkutan. tanggung jawab. Uraian tugas. 2. 2. STANDAR MANAJEMEN DAN ADMINISTRASI Manajemen dan administrasi merupakan bagian dari operasionalisasi RS Pendidikan. B. 1. peraturan dan ketetapan tertulis mengenai pendidikan sehingga dapat menjamin terselenggaranya pendidikan yang berkualitas tinggi.2. hak. wewenang dan masa tugas ditetapkan melalui keputusan bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran.1. Badan ini akan diwakili oleh suatu Sekretariat Bersama yang berkedudukan di RS. evaluasi dan penjaminan mutu pendidikan profesi kedokteran. pembiayaan.1.

Administrasi Pendidikan RS Pendidikan memiliki pengelolaan administrasi pendidikan yang berkaitan dengan penjadualan. Kriteria : 3. staf nonmedis dan peserta didik). 2. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 31 . ruangan. 2. 2. nilai.5. Adanya jadual pra-pelaksanaan pendidikan yang berisi tanggal masuk. peraturan pelaksanaan dan peraturan teknis yang disepakati oleh semua unsur yang terlibat dalam pendidikan.3. Adanya staf sekretariat khusus (staf non edukatif) yang bertanggung jawab penuh untuk menangani kelengkapan proses pendidikan peserta didik (alat bantu belajar. 2.1. Kebijakan.2. Kebijakan/ketentuan/pedoman dan prosedur tertulis tersebut harus menjadi acuan pokok bagi staf medis dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. umpan balik dan surat menyurat.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. 2. penelitian dan pelayanan beserta berbagai unsur penunjangnya termasuk reward and punishment bagi semua pihak yang terlibat (staf medis. Adanya kebijakan RS yang mengatur batasan kewenangan prosedur medis yang dapat dilakukan oleh peserta didik. kegiatan. Terdapat kebijakan. waktu.6. dan menjadi acuan pokok bagi semua staf medis dalam melaksanakan tugas pelayanan. nama Bagian/Departemen/SMF yang dituju dan jumlah peserta didik yang akan masuk yang dikirim oleh Institusi Pendidikan Kedokteran kepada RS Pendidikan sebelum mahasiswa masuk ke Rumah Sakit. Adanya jadual pelaksanaan yang sifatnya tetap sesuai program di tiap Bagian/Departemen/SMF (nama.4. 3. 3. 3. Adanya peraturan bersama antara Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang sistem penyelenggaraan pendidikan. administrasi nilai.7. penanggung jawab ruangan) dan dilaksanakan sesuai jadual. pendidikan dan penelitian. pedoman dan prosedur tertulis telah disosialisasikan dengan baik kepada pelaksana yang terkait dengan pendidikan klinik.3.

Terdapat laporan keuangan berkala enam bulanan dan tahunan anggaran biaya yang dibuat oleh Kepala Bagian/Departemen/SMF dan disahkan oleh Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. Besarnya satuan biaya disesuaikan dengan besarnya SPP Mahasiswa. Adanya laporan kemajuan pendidikan secara berkala setiap tahun (jumlah mengenai peserta didik.Pembiayaan Pendidikan RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran mengelola sistem pembiayaan pendidikan yang mendukung efektifitas.3 4. biaya bahan habis pakai.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA pengaturan jadual dan administrasi). hasil belajar). tingkat kelulusan.6. Terdapat sistem. efisiensi dan mutu pendidikan. 3. Kriteria : 4. Terdapat sistem informasi pendidikan yang termasuk didalamnya berisi data dasar peserta didik (meliputi identitas. 3.5. alur pencatatan serta adanya pelaporan nilai yang tepat waktu. 4. 3. biaya administrasi dan biaya overhead operasional. daftar tunggu ujian) dari pelaksana didik kepada RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran. Terdapat kebijakan bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran atas masukan Kepala Bagian/Departemen/SMF mengenai pendanaan pendidikan kedokteran. seperti biaya sumber daya manusia pendidikan.1 Adanya perhitungan satuan biaya pendidikan yang disusun oleh sekretariat bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran yang meliputi biaya pendidikan langsung.4 32 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . serta biaya tidak langsung seperti biaya akomodatif. 4.2 4. Terdapat rencana anggaran biaya (RAB) penyelenggaraan pendidikan kedokteran yang disusun setahun sekali oleh koordinator pendidikan yang diusulkan oleh masing-masing Kepala Bagian/Departemen/SMF untuk disetujui oleh Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran.4.

5.2 Terdapat staf medis fungsional Rumah Sakit yang ditetapkan Direktur RS Pendidikan dan mendapat persetujuan dari Institusi Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 33 .1 Terdapat tata cara perekrutan dan kriteria kompetensi yang ditetapkan bersama oleh Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran bagi Staf Medik Fungsional yang akan diangkat sebagai Dokter Pendidik Klinik/Dosen Klinik. analisis umpan balik. STANDAR SUMBER DAYA MANUSIA UNTUK PROGRAM PENDIDIKAN KLINIK Penyiapan tenaga pendidikan dan pelatih dan program pembelajaran Klinik sesuai dengan konteks pelayanan medis di RS menjadi tanggung jawab bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran. 1.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 5. Badan koordinasi pendidikan melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap semua proses manajemen dan administrasi pendidikan sesuai dengan sistem penjaminan mutu yang telah ditetapkan sebelumnya. harus tercantum dalam ikatan kerjasama atau lampirannya. kewenangan. C. paruh/purna waktu dari staf medis dan / atau non medis tersebut. Evaluasi dan Penjaminan Mutu Sistem Manajemen dan Administrasi Pendidikan. Peraturan Rekruitmen Tenaga Pendidikan dan Monitoring Untuk Pembelajaran Klinik.2 Terdapat data umpan balik dan dokumentasi staf pengajar dan peserta. Kriteria : 5. hak. 1. Kriteria : 1. tanggung jawab.1 Terdapat dokumen evaluasi pelaksanaan pendidikan klinik setiap enam bulan sekali yang dilakukan oleh Sekretariat Bersama berdasarkan indikator tim tertentu yang ditetapkan Badan Koordinasi Pendidikan. Kebijakan mengenai penugasan staf medis dan / atau non medis yang diprogramkan sebagai tenaga pendidik merupakan kebijakan tentang kualifikasi. dan tindak lanjut.

1 Terdapat presensi pembelajaran yang dilakukan oleh tenaga pendidik. D. Sistem Monitoring dan Evaluasi Tenaga Pendidik Sistem monitoring dan evaluasi tenaga pendidikan bertujuan untuk prestasi atau kinerja tenaga pendidik antara lain: komitmen. 1. tanggung jawab serta kewenangannya.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Pendidikan Kedokteran untuk diangkat sebagai dosen dengan jabatan akademiknya. STANDAR PENUNJANG PENDIDIKAN RS Pendidikan harus menyediakan sarana. kewenangan. Kriteria : 1.5 Terdapat panitia evaluasi dalam masing-masing bagian yang menilai kinerja pendidik pada pembelajaran klinik dengan kriteria yang jelas serta dilakukan secara berkala minimal satu tahun sekali.4 Terdapat staf medis fungsional yang di tetapkan Direktur RS Pendidikan sebagai supervisor klinik dan pembimbing disertai tugas. disiplin dan proses pengembangan diri. Terdapat dokumen kesepakatan mengenai penyediaan fasilitas fisik untuk pendidikan klinik antara Direktur RS Pendidikan. 1. Kriteria : 2. 2. 2. 1.2 Terdapat data dasar pengembangan diri tenaga pendidikan di bawah koordinasi Sekretaris Bagian RS dan Badan Koordinasi Pendidikan/ Sekretariat Bersama. tanggung jawab. prasarana dan peralatan yang memadai untuk pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan modul pendidikan termasuk ketersediaan jumlah dan variasi kasus atau pasien yang berinteraksi dengan peserta didik. dan hak paruh/purna waktu. Kepala 34 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan .3 Terdapat SK pengangkatan/penugasan staf medik fungsional yang ditetapkan Direktur RS Pendidikan yang melaksanakan tugas kependidikan profesi kedokteran tercakup di dalamnya kebijakan tentang kategori.

perpustakaan.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Bagian. 2. memiliki target pembelajaran yang jelas.1 RS harus mempunyai perencanaan yang disusun oleh masingmasing Bagian/Departemen/SMF terkait melalui aktivitas staf medis dalam penyusunan rancangan tersebut dan terdapat Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 35 . E. 4. memiliki kegiatan yang terstruktur dan berimbang serta memiliki sistem evaluasi yang jelas dan objektif. Perhatian RS (Bagian atau SMF) terhadap pembelajaran Agar mampu melaksanakan pembelajaran klinik dengan baik maka perlu adanya wujud perhatian dari Rumah Sakit (Bagian atau SMF) di dalam pendidikan. RS Pendidikan bersama-sama dengan Institusi Pendidikan Kedokteran perlu merencanakan program pembelajaran klinik yang telah disesuaikan dengan konteks pelayanan medis. Peran RS Pendidikan dalam menyediakan pengalaman belajar klinik memegang peran penting dalam pencapaian kompetensi. prasarana penunjang dan pendukung. skill lab dan audiovisual. Program pendidikan klinik akan berhasil bila semua unsur dibagian yang bersangkutan memiliki perhatian dan komitmen terhadap pendidikan. STANDAR PERANCANGAN DAN PELAKSANAAN PROGRAM PENDIDIKAN KLINIK YANG BERKUALITAS. Sarana ruang belajar. 1. Kriteria : 1. Terdapat jumlah dan variasi kasus yang cukup yang sesuai dengan materi pembelajaran peserta didik. teknologi informasi. ruang diskusi. Terdapat sarana proses pembelajaran dan penelitian. sistem informasi Rumah Sakit. dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran serta realisasinya. 3. Ada fasilitas ruang jaga yang memenuhi syarat dan aman bagi peserta didik yang memenuhi standar sarana. 5.

Rumah Sakit (Bagian/Departemen/SMF) dan staf medisnya yang terkait dalam program pendidikan terlibat aktif dalam proses pelaksanaan pendidikan. sehingga mahasiswa dan pembimbing dapat selalu memantau pencapaian pembelajarannya. Kriteria : 2. batas kompetensi tegas dan tertuang dalam buku panduan. Umpan balik dari peserta didik mengenai tenaga pendidik. 1. dengan menggunaan log book untuk memantau pertemuan tenaga pendidik dengan peserta didik. Dokter/Dokter Gigi Spesialis dengan tujuan pendidikan jelas/konkrit.3 2. Rumah Sakit dalam pendidikan dan pelayanannya menggunakan prinsip pengetahuan kedokteran berbasis bukti (evidence based medicine). Rancangan program pendidikan (buku panduan) dibuat oleh RS Pendidikan bersama-sama dengan Institusi Pendidikan Kedokteran terkait. Program Pendidikan Klinik Program pendidikan klinik harus memiliki target pencapaian pembelajaran yang jelas yang ditugaskan dalam panduan.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA notulensi pertemuan rutin.1 Rumah Sakit memberikan program pendidikan klinik yang terstruktur yang ditetapkan bersama Institusi Pendidikan Kedokteran dan mengacu pada Standar Pendidikan Profesi Dokter/Dokter Gigi. 1.2 Terdapat buku panduan program pendidikan kedokteran yang disusun oleh Kepala Bagian/Departemen/SMF yang disetujui oleh Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. data wawancara staf. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 36 .2 2. pembelajaran. dan catatan kehadiran dalam proses pendidikan (log book). Dokter/Dokter Gigi Spesialis dan Standar Kompetensi Dokter/Dokter Gigi. 2.3 Rumah Sakit memberlakukan tata tertib peserta didik yang bertujuan untuk mencapai tujuan pembelajaran.

2 3.5 Terdapat kegiatan pertemuan ilmiah secara rutin satu minggu sekali yang ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF. Pelaksanaan Kegiatan Pendidikan Klinis Pelaksanaan kegiatan klinik harus sesuai dengan perencanaan dengan memperhatikan proses pembelajaran yang efektif dan efisien sehingga mampu mencapai tujuan/ kualitas yang ditetapkan.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 2. 3. Program pendidikan klinik dan pedomannya diketahui dan dipahami dengan baik pada tingkat pengelola dan pelaksana. Proporsi jadual pendidikan kedokteran disusun oleh koordinator pendidikan masing-masing Bagian/Departemen/SMF. para pendidik dan para peserta didik. Terdapat koordinasi antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran dalam bidang pendidikan dan penelitian. 2.6 3. Penggunaan log book untuk memantau kesesuaian kegiatan pembelajaran dengan panduan. · Pengarsipan. penanganan kasus/prosedur peserta didik yang tercantum dalam buku panduan peserta didik yang disusun oleh Kepala Bagian/Ketua Program Studi. penggandaan. termasuk pengiriman staf pendidik untuk mengikuti seminar/ pelatihan.1 Kegiatan pendidikan klinik yang dirancang memberikan porsi seimbang antara clinical reasoning dan pelatihan keterampilan yang berbasis bukti (evidence based medicine). Jaminan mutu pelayanan Rumah Sakit termasuk didalamnya keselamatan pasien harus didukung sepenuhnya oleh Institusi Pendidikan Kedokteran. Kriteria : 3. Terdapat batasan kewenangan.3 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 37 . . · Setiap staf pendidik memiliki buku panduan program pendidikan kedokteran. dan pendistribusian buku panduan penyelenggaraan pendidikan kedokteran secara merata oleh staf administrasi pendidikan. yang dinyatakan dalam perencanaan. monitoring dan evaluasi sistem supervisi peserta didik.4 2.

Mekanisme penilaian peserta didik ditetapkan oleh bagian. termasuk didalamnya evaluasi proses supervisi klinik. mengacu pada sistem yang berlaku di Institusi Pendidikan Kedokteran dan Kolegium terkait.2 38 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . Kriteria: 4. · Pengarsipan rekam medis secara sistematis dan terkomputerisasi sehingga memudahkan pengaksesan data bagi penelitian. Efektifitas dan perbaikan program direncanakan dalam proses evaluasi program yang dilakukan bersama oleh RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran. 4. serta daftar dan dokumen penelitian yang telah dilakukan.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 3. · Pembuatan data dasar kasus pasien rawat inap dan rawat jalan oleh tiap bagian/subbagian. langganan jurnal (cetak dan elektronik). 4. peserta didik dapat dilibatkan dalam penelitian yang dilakukan staf medis sehingga dapat di jadikan acuan dalam pelaksanaan pendidikan dan bimbingan peserta didik. text-book. Evaluasi Program dan hasil Pembelajaran RS Pendidikan bersama-sama dengan Institusi Pendidikan Kedokteran terkait harus melakukan evaluasi pencapaian peserta didik secara bersama-sama.1 Terselenggaranya mekanisme umpan balik (kuisioner/tanya jawab) bagi peserta didik mengenai program yang telah dilakukan di akhir pendidikan setiap bagian dan terselenggaranya rapat evaluasi badan koordinasi pendidikan setiap enam bulan sekali. · Tersedianya fasilitas riset berupa internet.4 Dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran untuk peserta didik.

5. Sumber Daya Manusia (SDM). STANDAR VISI. pembiayaan. RS Pendidikan mempunyai visi. RS telah terakreditasi minimal 5 pelayanan. Dokter/Dokter Gigi Spesialis dalam bidang tertentu. Institusi Pendidikan Kedokteran dan RS Pendidikan utama terkait yang masih berlaku dalam kurun waktu tertentu meliputi aspek medikolegal. 3. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 39 .MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Lampiran VII Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 1069/ Menkes/ SK/ XI/ 2008 Tanggal : 18 November 2008 BAB VII STANDAR RUMAH SAKIT PENDIDIKAN SATELIT RS Pendidikan Satelit adalah RS jejaring Institusi Pendidikan Kedokteran dan jejaring RS Pendidikan Utama yang digunakan sebagai wahana pembelajaran klinik peserta didik untuk memenuhi sebagian modul pendidikan dalam rangka mencapai kompetensi berdasarkan Standar Pendidikan Profesi Kedokteran. misi dan tujuan Rumah Sakit yang menunjang tercapainya tujuan pendidikan profesi kedokteran. RS Pendidikan harus memiliki visi dan misi yang jelas dan menunjang tercapainya tujuan pendidikan profesi kedokteran yang didasarkan pada proses pembelajaran dan pelatihan yang sesuai dengan modul pendidikan. pihak Institusi Pendidikan Kedokteran dan pihak RS Pendidikan Utama. Terdapat kesepakatan bersama atau piagam kerjasama tertulis antara RS Pendidikan Satelit. KOMITMEN DAN PERSYARATAN Agar dapat berfungsi menjadi RS Pendidikan secara efektif. MISI. manajemen pendidikan dan daya tampung peserta didik yang ditandatangani oleh pihak RS Pendidikan Satelit. Kriteria : 1. RS yang telah menjalankan fungsi pendidikan telah memiliki SK penetapan Menteri Kesehatan sebagai RS Pendidikan Satelit. termasuk penelitian dan pelayanan. 2. Komitmen RS harus dinyatakan secara jelas (administratif dan pelaksanaan pendidikan) dan sesuai peraturan dan perundangan yang berlaku. sarana prasarana. Kesepakatan bersama harus bersifat saling mengikat dalam hal seluruh proses pendidikan profesi Dokter/Dokter Gigi. 4. A.

RS Pendidikan Utama dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran mengenai uraian tugas. RS Satelit mempunyai 4 pelayanan spesialis dasar (penyakit dalam. administrasi. Kriteria: 2. STANDAR MANAJEMEN DAN ADMINISTRASI Manajemen dan administrasi merupakan bagian dari operasionalisasi RS Pendidikan. Meliputi koordinasi. peraturan dan ketetapan tertulis mengenai pendidikan sehingga dapat menjamin terselenggaranya pendidikan yang berkualitas tinggi. 2. mencakup efektifitas dan efisiensi pelaksanaan proses pendidikan.1 Adanya kebijakan penerimaan peserta didik yang tercantum dalam Nota kerjasama antara Institusi Pendidikan Kedokteran dengan RS Pendidikan yang bersangkutan. tanggung jawab. 7. pembiayaan. wewenang. B.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 6. Terikat kerjasama pembinaan dengan RS Pendidikan Utama. Kriteria : 1. yang terdiri atas unsur RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran yang memiliki uraian tugas dan fungsi yang jelas. kebijakan penyelenggaraan. Kebijakan Penyelenggaraan Pendidikan RS Pendidikan memiliki kebijakan.1 Badan Koordinasi Pendidikan beranggotakan unsur Rumah Sakit dan unsur Institusi Pendidikan Kedokteran.2 SK bersama Direktur RS Pendidikan Satelit . anak. bedah. hak. 40 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . Badan ini akan diwakili oleh suatu Sekretariat Bersama yang berkedudukan di Rumah Sakit. kebidanan dan kandungan) dan 4 pelayanan penunjang lainnya . evaluasi dan penjaminan mutu pendidikan profesi kedokteran. 1. Koordinasi Pendidikan Profesi Kedokteran Untuk kelancaran proses manajemen dan administrasi pendidikan harus mempunyai Badan Koordinasi Pendidikan. dan masa tugas Kepala Bagian dan Badan Koordinasi Pendidikan. 1.

3 Terdapat satu orang staf administrasi untuk tiap bagian yang bertanggung jawab mengelola surat-menyurat. penelitian dan pelayanan beserta berbagai unsur penunjangnya termasuk reward dan punishment bagi semua pihak yang terlibat (staf medis. staf nonmedis dan peserta didik). peraturan pelaksana dan peraturan teknis yang disepakati oleh semua unsur yang terlibat dalam pendidikan. umpan balik dan surat menyurat.5 Terdapat kebijakan. daftar nama dan jumlah peserta didik yang akan masuk.2 Adanya jadual pelaksanaan yang sifatnya tetap sesuai program di tiap Bagian (nama.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 2.1 Adanya jadual pra-pelaksanaan pendidikan yang berisi tanggal masuk. Administrasi Pendidikan RS Pendidikan memiliki pengelolaan administrasi pendidikan yang berkaitan dengan penjadualan. Kriteria : 3. kegiatan. 2. 2. 3.6 Kebijakan/ketentuan/pedoman dan prosedur tertulis tersebut telah di sosialisasikan dengan baik pada pelaksana yang terkait dengan pendidikan klinik.7 Kebijakan/ketentuan/ pedoman dan prosedur tertulis yang harus menjadi acuan pokok bagi semua staf medis dalam melaksanakan tugas sehari.hari. 3. penanggung jawab ruangan) dan dilaksanakan sesuai jadual. 2.4 Adanya kebijakan yang mengatur batasan kewenangan prosedur medis yang dapat dilakukan oleh peserta didik. pengaturan jadwal. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 41 . 3. administrasi nilai.2 Adanya kebijakan mengenai daya tampung peserta didasarkan kepada ketetapan rasio pendidikan dengan peserta didik maksimal 1: 5. waktu. 2. 2.3 Adanya peraturan tentang sistem penyelenggaraan pendidikan. tujuan Bagian/Departemen/SMF yang dituju.

3.6 Terdapat laporan kemajuan pendidikan setiap tahun (jumlah peserta didik dan tingkat kelulusan) dari bidang pendidikan kedokteran RS Pendidikan kepada Direktur RS.4 Terdapat laporan tahunan anggaran biaya pendidikan kedokteran yang disahkan oleh Direktur RS. alur pencatatan serta adanya pelaporan nilai yang tepat waktu.2 4. 42 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan .5 Terdapat sistem informasi pendidikan yang termasuk didalamnya berisi data-base peserta didik (meliputi identitas.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA persiapan tempat dan alat. Kepala Bagian terkait. biaya administrasi dan biaya overhead operasional. biaya bahan habis pakai.1 Adanya perhitungan satuan biaya pendidikan yang disusun oleh sekretariat bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran yangmeliputi biaya pendidikan langsung. dan laporan tahunan progress report pendidikan. dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran mengenai pendanaan pendidikan kedokteran. efisiensi dan mutu pendidikan.4 Terdapat sistem. seperti biaya sumber daya manusia pendidikan. Kriteria : 4. Kepala Bagian terkait. dan biaya tidak langsung seperti biaya pemeliharaan sarana dan prasarana. dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. Terdapat rencana anggaran biaya (RAB) penyelenggaraan pendidikan kedokteran yang disusun setahun sekali oleh Bagian/Departemen/SMF dan disetujui oleh Direktur RS. 3. 4. 3. Kepala Bagian. dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. data dasar. dan Dekan fakultas kedokteran. 4. pelaporan nilai. Terdapat nota kesepakatan antara Direktur RS. hasil belajar).3 4. Pembiayaan Pendidikan RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran mengelola sistem pembiayaan pendidikan yang mendukung efektifitas.

1. Kriteria : 1. tanggung jawab dan kewenangan staf RS Pendidikan Utama dan staf Institusi Pendidikan Kedokteran yang ditempatkan di RS Pendidikan Satelit harus tercantum dalam ikatan kerjasama atau lampirannya. C. Kriteria : 5.tanggung jawab. Penyiapan tenaga pendidik dan pelatih program pembelajaran klinik sesuai dengan konteks pelayanan medis di RS menjadi tanggung jawab bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran.1 Terdapat data umpan balik staf pengajar dan peserta didik.1 Terdapat dokumen evaluasi pelaksanaan pendidikan klinik setiap tahun yang dilakukan oleh tim tertentu yang ditetapkan Badan Koordinasi Pendidikan. paruh/purna waktu dari staf medis dan atau non medis. Tugas. Evaluasi dan Penjaminan Mutu Sistem Manajemen dan Administrasi Pendidikan Badan Koordinasi Pendidikan melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap semua proses manajemen dan administrasi pendidikan sesuai dengan sistem penjaminan mutu yang telah ditetapkan sebelumnya.2 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 43 . Peraturan Rekruitmen Tenaga Pendidik dan Monitoring untuk Pembelajaran Klinik Adanya kebijakan mengenai penugasan staf medis dan atau non medis yang diprogramkan sebagai tenaga pendidik merupakan kebijakan kategori. hak. STANDAR SUMBER DAYA MANUSIA UNTUK PROGRAM PENDIDIKAN KLINIK.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 5. Terdapat staf medis fungsional Rumah Sakit yang ditetapkan 1. kewenangan. 5.1 Terdapat tata cara perekrutan dan kriteria kompetensi yang ditetapkan bersama oleh Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran bagi Staf Medik Fungsional yang akan diangkat sebagai Dokter Pendidik Klinik/Dosen Klinik.

Kepala 44 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . Pembuatan data dasar pengembangan diri tenaga pendidikan oleh bagian Pendidikan dan Pelatihan RS Pendidikan. D. Terdapat dokumen kesepakatan mengenai penyediaan fasilitas fisik untuk pendidikan klinik antara Direktur RS Pendidikan.4 1. 1. prasarana dan peralatan yang memadai untuk pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan modul pendidikan termasuk ketersediaan jumlah dan variasi kasus atau pasien yang berinteraksi dengan peserta didik. dan hak paruh/purna waktu. Kriteria : 1. tanggung jawab.3 Terdapat SK Pengangkatan/Penugasan staf medik fungsional yang ditetapkan Direktur RS bagi yang melaksanakan tugas kependidikan profesi kedokteran tercakup di dalamnya kebijakan tentang kategori.5 2.2 Terdapat presensi pembelajaran yang dilakukan oleh tenaga pendidik. disiplin dan proses pengembangan diri. tanggung jawab serta kewenangannya. 1. Terdapat panitia evaluasi dalam masing-masing bagian yang menilai kinerja pendidik pada pembelajaran klinik dengan kriteria yang jelas serta dilakukan secara berkala minimal satu tahun sekali. STANDAR PENUNJANG PENDIDIKAN RS Pendidikan harus menyediakan sarana. kewenangan.1 2.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Direktur RS dan mendapat persetujuan dari Institusi Pendidikan Kedokteran untuk diangkat sebagai dosen dengan jabatan akademiknya. Kriteria: 2. Sistem Monitoring dan Evaluasi Tenaga Pendidik Sistem monitoring dan evaluasi tenaga pendidikan bertujuan untuk menilai prestasi atau kinerja tenaga pendidik antara lain: komitmen. Terdapat staf medis fungsional yang di tetapkan Direktur RS sebagai supervisor klinik dan pembimbing disertai tugas.

dengan materi pembelajaran peserta didik. ruang diskusi. skill lab dan audiovisual. prasarana penunjang dan pendukung. Perhatian Rumah Sakit (Bagian atau SMF) terhadap pembelajaran: Agar mampu melaksanakan pembelajaran klinik dengan baik maka perlu adanya wujud perhatian dari Rumah Sakit (Bagian atau SMF) di dalam pendidikan. 4. Ada fasilitas ruang jaga yang memenuhi syarat dan aman bagi peserta didik yang memenuhi standar sarana. Kriteria : 1. Sarana ruang belajar. E. Program pendidikan klinik akan berhasil bila semua unsur dibagian yang bersangkutan memiliki perhatian dan komitmen terhadap pendidikan.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Bagian. teknologi informasi. Terdapat sarana proses pembelajaran dan penelitian. dan catatan kehadiran dalam proses pendidikan (log book). 1. dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran serta realisasinya. RS Pendidikan bersama-sama dengan Institusi Pendidikan Kedokteran perlu merencanakan program pembelajaran klinik yang telah disesuaikan dengan konteks pelayanan medis. 45 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . sistem informasi Rumah Sakit. 5. memiliki target pembelajaran yang jelas. 2. 3. STANDAR PERANCANGAN DAN PELAKSANAAN PROGRAM PENDIDIKAN KLINIK YANG BERKUALITAS Peran RS Pendidikan dalam menyediakan pengalaman belajar klinik memegang peran penting dalam pencapaian kompetensi. Terdapat jumlah dan variasi kasus yang cukup yang sesuai dengan materi pembelajaran peserta didik. perpustakaan.1 Rumah Sakit harus mempunyai perencanaan yang disusun oleh masing-masing Bagian/Departemen/SMF terkait melalui aktivitas staf medis dalam penyusunan rancangan tersebut dan terdapat notulensi pertemuan rutin. memiliki kegiatan yang terstruktur dan berimbang serta memiliki sistem evaluasi yang jelas dan objektif.

Terdapat kegiatan pertemuan ilmiah secara rutin satu minggu sekali yang ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF. Dokter/Dokter Gigi Spesialis dan Standar Kompetensi Dokter/Dokter Gigi.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 1. data wawancara staf. Rancangan program pendidikan (buku panduan) dibuat oleh RS Pendidikan bersama-sama dengan Institusi Pendidikan Kedokteran terkait. 2.5 Program pendidikan klinik dan pedomannya diketahui dan dipahami dengan baik pada tingkat pengelola dan pelaksana. Dokter/Dokter Gigi Spesialis dengan tujuan pendidikan jelas/konkrit.3 2. Kriteria : 2. 2. dengan menggunaan log book untuk memantau pertemuan tenaga pendidik dengan peserta didik. 1. pembelajaran.3 Rumah Sakit dalam pendidikan dan pelayanannya menggunakan prinsip pengetahuan kedokteran berbasis bukti (evidence based medicine).4 2. Rumah Sakit (Bagian/Departemen/SMF) dan staf medisnya yang terkait dalam program pendidikan terlibat aktif dalam proses pelaksanaan pendidikan. batas kompetensi tegas dan tertuang dalam buku panduan.2 Rumah Sakit memberlakukan tata tertib peserta didik yang bertujuan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Program Pendidikan Klinik Program pendidikan klinik harus memiliki target pencapaian pembelajaran yang jelas yang ditugaskan dalam panduan.1 Rumah Sakit memberikan program pendidikan klinik yang terstruktur yang ditetapkan bersama Institusi Pendidikan Kedokteran dan mengacu pada Standar Pendidikan Profesi Dokter/Dokter Gigi. sehingga mahasiswa dan pembimbing dapat selalu memantau pencapaian pembelajarannya.2 Terdapat buku panduan program pendidikan kedokteran yang disusun oleh Kepala Bagian/Departemen/SMF yang disetujui oleh Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. Umpan balik dari peserta didik mengenai tenaga pendidik. 2. 46 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan .

3. termasuk pengiriman staf pendidik untuk mengikuti seminar/ pelatihan. monitoring dan evaluasi sistem supervisi peserta didik. penggandaan. 2.4 Dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran untuk peserta didik.2 Terdapat batasan kewenangan. Penggunaan log book untuk memantau kesesuaian kegiatan pembelajaran dengan panduan. 3. 3.1 Kegiatan pendidikan klinik yang dirancang memberikan porsi seimbang antara clinical reasoning dan pelatihan keterampilan yang berbasis bukti (evidence based medicine).MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA . penanganan kasus/prosedur peserta didik yang tercantum dalam buku panduan peserta didik yang disusun oleh Kepala Bagian/Ketua Program Studi.6 Jaminan mutu pelayanan Rumah Sakit termasuk didalamnya keselamatan pasien harus didukung sepenuhnya oleh Institusi Pendidikan Kedokteran. dan pendistribusian buku panduan penyelenggaraan pendidikan kedokteran secara merata oleh staf administrasi pendidikan. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 47 . Kriteria : 3. Proporsi jadual pendidikan kedokteran disusun oleh koordinator masing-masing Bagian/Departemen/SMF 3.3 Terdapat koordinasi antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran dalam bidang pendidikan dan penelitian. Pelaksanaan Kegiatan Pendidikan Klinis Pelaksanaan kegiatan klinik harus sesuai dengan perencanaan dengan memperhatikan proses pembelajaran yang efektif dan efisien sehingga mampu mencapai tujuan/ kualitas yang ditetapkan. yang dinyatakan dalam perencanaan. para pendidik dan para peserta didik. · Pengarsipan. peserta didik dapat dilibatkan dalam penelitian yang dilakukan staf medis sehingga dapat di jadikan acuan dalam pelaksanaan pendidikan dan bimbingan peserta didik. · Setiap staf pendidik memiliki buku panduan program pendidikan kedokteran.

· Pengarsipan rekam medis secara sistematis dan terkomputerisasi sehingga memudahkan pengaksesan data bagi penelitian. Efektifitas dan perbaikan program direncanakan dalam proses evaluasi program yang dilakukan bersama oleh RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran.2 Sistem penilaian peserta didik ditetapkan oleh badan koordinasi pendidikan. serta daftar dan dokumen penelitian yang telah dilakukan.1 Terselenggaranya mekanisme umpan balik (kuisioner/Tanya jawab) bagi peserta didik mengenai program yang telah dilakukan di akhir pendidikan setiap bagian.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA . · Tersedianya fasilitas riset berupa internet. mengacu pada ketetapan bagian. 4. 4. Kriteria : 4. 48 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . langganan jurnal (cetak dan elektronik). Evaluasi Program dan hasil Pembelajaran RS Pendidikan bersama.sama dengan Institusi Pendidikan Kedokteran terkait harus melakukan evaluasi pencapaian peserta didik secara bersama sama. Pembuatan data dasar kasus pasien rawat inap dan rawat jalan oleh tiap bagian/subbagian. text-book.

misi. maka diperlukan tolak ukur setiap standar sesuai dengan klasifikasinya. RS kelas A sudah terakreditasi 16 pelayanan atau RS Kelas B sudah terakreditasi 12 pelayanan dan Sertifikat Akreditasi masih berlaku. Berdasarkan Indikator ini dilakukan pengukuran setiap standar dengan indikator skor nilai dan akan menghasilkan suatu nilai yang akan dimasukan dalam Borang Penilaian. RS kelas A sudah terakreditasi 16 pelayanan atau RS kelas B sudah terakreditasi 12 pelayanan tetapi Sertifikat Akreditasi sudah habis masa berlakunya. dan tujuan RS secara tertulis yang menunjang tercapainya tujuan pendidikan profesi kedokteran. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 49 . dan tujuan RS secara tertulis tidak menunjang tercapainya tujuan pendidikan profesi kedokteran. PARAMETER Terdapat visi.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Lampiran VIII Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 1069/ Menkes/ SK/ XI/ 2008 Tanggal : 18 November 2008 BAB VIII PARAMETER DAN INDIKATOR PENILAIAN RUMAH SAKIT PENDIDIKAN Dalam rangka mengukur suatu Rumah Sakit telah memenuhi Standar RS Pendidikan. A. KOMITMEN DAN PERSYARATAN PARAMETER RS kelas A atau B telah terakreditasi minimal 12 pelayanan SKOR 0 1 2 INDIKATOR RS kelas A tetapi belum terakreditasi 16 pelayanan atau B tetapi belum terakreditasi 12 pelayanan. misi. SKOR 0 INDIKATOR Visi. Indikator ini digunakan oleh surveyor dalam melakukan visitasi dalam rangka akreditasi maupun reakreditasi RS Pendidikan. MISI. Oleh karena itu indikator obyektif perlu ditetapkan. RUMAH SAKIT PENDIDIKAN UTAMA STANDAR VISI.

dan tujuan RS secara tertulis menunjang tercapainya tujuan pendidikan profesi kedokteran. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada dokumen Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. SKOR 0 INDIKATOR Kesepakatan Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran yang ada tidak mengikat seluruh proses pendidikan kedokteran di RS tersebut. yang secara utuh mencakup aspek medikolegal. misi. dan manajemen pendidikan. 1 2 50 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan .MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 1 2 Visi. tetapi belum secara utuh mencakup aspek medikolegal. PARAMETER Terdapat dokumen Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. sarana prasarana. Ada dokumen Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran Institusi Pendidikan Kedokteran. sarana prasarana. meliputi aspek medikolegal. Ada dokumen Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. dan manajemen pendidikan. sarana prasarana. pembiayaan. sumber daya manusia. sumber daya manusia. sumber daya manusia. dan tujuan RS secara tertulis kurang menunjang tercapainya tujuan pendidikan profesi kedokteran. pembiayaan. dan manajemen pendidikan. meliputi aspek medikolegal. pembiayaan. PARAMETER Kesepakatan Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran harus bersifat saling mengikat seluruh proses pendidikan kedokteran di RS tersebut. sarana prasarana. sumber daya manusia. Visi. misi. dan manajemen pendidikan. pembiayaan.

Kulit dan Kelamin. Neurologi. PARAMETER 2 RS Pendidikan Utama minimal mempunyai 4 pelayanan spesialis dasar (penyakit dalam. kebidanan dan kandungan) dan belum ada 11 pelayanan spesialistik lainnya (Radiologi. Psikiatri. Kulit dan Kelamin. RS mempunyai 4 pelayanan spesialis dasar (penyakit dalam. Gigi dan Mulut.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 1 Kesepakatan Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran hanya mengikat sebagian proses pendidikan kedokteran di RS tersebut. Gigi dan Mulut. Mata. anak. bedah. THT. bedah. SKOR INDIKATOR RS mempunyai 4 pelayanan spesialis dasar (penyakit dalam. Patologi Anatomi dan Rehabilitasi Medik). anak. Patologi Klinik. Kesepakatan Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran mengikat seluruh proses pendidikan kedokteran di RS tersebut. Patologi Klinik. Mata. Neurologi. 0 1 2 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 51 . Patologi Klinik. Patologi Anatomi dan Rehabilitasi Medik). kebidanan dan kandungan) dan 11 pelayanan spesialistik lainnya (antara lain : Radiologi. Mata. RS mempunyai 4 pelayanan spesialis dasar (penyakit dalam. Kulit dan Kelamin. Kulit dan Kelamin. Neurologi. kebidanan dan kandungan) dan 11 pelayanan spesialistik lainnya (Radiologi. Anestesi. Anestesi. THT. Psikiatri. anak. Mata. Patologi Anatomi dan Rehabilitasi Medik) yang sebagian atau seluruhnya baru dilaksanakan oleh dokter spesialis yang paruh waktu. Patologi Klinik. anak. Gigi dan Mulut. Anestesi. THT. Anestesi. Psikiatri. kebidanan dan kandungan) dan 11 pelayanan spesialistik lainnya (Radiologi. Patologi Anatomi dan Rehabilitasi Medik) yang dilaksanakan dilayani oleh dokter spesialis yang purna waktu. THT. Neurologi. bedah. Gigi dan Mulut. bedah. Psikiatri.

1 2 1 2 52 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . STANDAR MANAJEMEN DAN ADMINISTRASI PARAMETER Ada Badan Koordinasi Pendidikan beranggotakan unsur RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran. Ada Badan Koordinasi Pendidikan beranggotakan unsur RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran dan telah ada Sekretariat Bersama yang berkedudukan di RS. RS telah menjalankan fungsi pendidikan tetapi sudah mempunyai Surat Keputusan Menteri Kesehatan tentang Penetapan sebagai RS Pendidikan yang masih berlaku. Ada Badan Koordinasi Pendidikan beranggotakan unsur RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran akan tetapi belum ada Sekretariat Bersama yang berkedudukan di RS. SKOR 0 INDIKATOR RS telah menjalankan fungsi pendidikan tetapi belum mempunyai Surat Keputusan Menteri Kesehatan tentang Penetapan sebagai RS Pendidikan.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA PARAMETER RS telah menjalankan fungsi pendidikan dan telah memiliki SK Penetapan Menteri Kesehatan sebagai RS Pendidikan.Badan ini akan diwakili oleh suatu Sekretariat Bersama yang berkedudukan di RS. RS telah menjalankan fungsi pendidikan tetapi sudah mempunyai Surat Keputusan Menteri Kesehatan tentang Penetapan sebagai RS Pendidikan akan tetapi sudah habis masa berlakunya. SKOR 0 INDIKATOR Belum ada Badan Koordinasi Pendidikan beranggotakan unsur RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran.

wewenang dan masa tugas Kepala Bagian dan Badan Koordinasi Pendidikan yang ditetapkan melalui Keputusan Bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. tanggung jawab. wewenang dan masa tugas Kepala Bagian dan Badan Koordinasi Pendidikan yang ditetapkan melalui Keputusan Bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran SKOR 0 INDIKATOR Belum ada uraian tugas. 1 2 1 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 53 . Ada sebagian uraian tugas. Ada kebijakan tidak tertulis yang telah dilaksanakan tentang penerimaan peserta didik sebagaimana yang tercantum dalam Perjanjian Kerjasama antara Institusi Pendidikan Kedokteran dengan RS Pendidikan yang bersangkutan. PARAMETER Adanya kebijakan penerimaan peserta didik yang tercantum dalam Perjanjian Kerjasama antara Institusi Pendidikan Kedokteran dengan RS Pendidikan yang bersangkutan. hak. tanggung jawab. hak. wewenang dan masa tugas Kepala Bagian dan Badan Koordinasi Pendidikan yang ditetapkan melalui Keputusan Bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Ada secara lengkap uraian tugas.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA PARAMETER Ada uraian tugas. tanggung jawab. SKOR 0 INDIKATOR Belum ada kebijakan penerimaan peserta didik yang tercantum dalam Perjanjian Kerjasama antara Institusi Pendidikan Kedokteran dengan RS Pendidikan yang bersangkutan. tanggung jawab. hak. hak. wewenang dan masa tugas Kepala Bagian dan Badan Koordinasi Pendidikan yang ditetapkan melalui Keputusan Bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran.

PARAMETER Adanya peraturan bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang sistem penyelenggaraan pelayanan pendidikan dan penelitian beserta berbagai unsur penunjangnya termasuk reward and punishment bagi semua pihak yang terlibat (staf medis. staf nonmedis dan peserta didik). INDIKATOR SKOR 0 Belum ada kebijakan mengenai daya tampung peserta didasarkan pada rasio pendidik dengan peserta didik maksimal 1 : 5 yang ditetapkan bersama antara Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. Ada kebijakan mengenai daya tampung peserta didasarkan pada rasio pendidik dengan peserta didik yang melebihi 1 : 5 yang ditetapkan bersama antara Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. Ada kebijakan mengenai daya tampung peserta didasarkan pada rasio pendidik dengan peserta didik yang tidak melebihi 1 : 5 sebagaimana ditetapkan bersama antara Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. 1 2 54 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan .MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 2 Ada kebijakan tertulis yang telah dilaksanakan tentang penerimaan peserta didik yang tercantum sebagaimana yang tercantum dalam Perjanjian Kerjasama antara Institusi Pendidikan Kedokteran dengan RS Pendidikan yang bersangkutan. PARAMETER Adanya kebijakan mengenai daya tampung peserta didasarkan pada rasio pendidik dengan peserta didik maksimal 1 : 5 yang ditetapkan bersama antara Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran.

Adanya kebijakan tidak tertulis Rumah Sakit yang mengatur batasan kewenangan prosedur medis yang dapat dilakukan oleh peserta didik. staf nonmedis dan peserta didik). 1 2 PARAMETER Adanya kebijakan Rumah Sakit yang mengatur batasan kewenangan Prosedur medis yang dapat dilakukan oleh peserta didik. staf nonmedis dan peserta didik). Ada ketentuan tertulis yang disepakati bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang sistem penyelenggaraan pelayanan pendidikan dan penelitian beserta berbagai unsur penunjangnya termasuk reward and punishment bagi semua pihak yang terlibat (staf medis. 1 2 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 55 . Ada ketentuan tidak tertulis yang disepakati bersama antara Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang sistem penyelenggaraan pendidikan penelitian dan pelayanan beserta berbagai unsur penunjangnya termasuk reward and punishment bagi semua pihak yang terlibat (staf medis. staf nonmedis dan peserta didik). SKOR 0 INDIKATOR Belum ada kebijakan Rumah Sakit yang mengatur batasan kewenangan prosedur medis yang dapat dilakukan oleh peserta didik.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA SKOR 0 INDIKATOR Belum ada ketentuan yang disepakati bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang sistem penyelenggaraan pelayanan pendidikan dan penelitian beserta berbagai unsur penunjangnya termasuk reward and punishment bagi semua pihak yang terlibat (staf medis. Adanya kebijakan tertulis Rumah Sakit yang mengatur batasan kewenangan prosedur medis yang dapat dilakukan oleh peserta didik.

Sudah ada sosialisasi kebijakan berupa pedoman dan prosedur tertulis kepada pelaksana yang terkait dengan pendidikan 1 2 1 56 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . dan menjadi acuan pokok bagi semua staf medis dalam melaksanakan tugas pelayanan. PARAMETER Kebijakan berupa pedoman dan prosedur tertulis telah disosialisasikan dengan baik kepada pelaksana yang terkait dengan pendidikan klinik. Sudah ada kebijakan tertulis Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang peraturan pelaksanaan dan peraturan teknis. pendidikan dan penelitian. SKOR 0 INDIKATOR Belum ada kebijakan tertulis Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang peraturan pelaksanaan dan peraturan teknis yang disepakati oleh semua unsur yang terlibat dalam pendidikan. pendidikan dan penelitian. dan menjadi acuan pokok bagi semua staf medis dalam melaksanakan tugas pelayanan. SKOR 0 INDIKATOR Belum ada sosialisasi kebijakan berupa pedoman dan prosedur tertulis kepada seluruh pelaksana yang terkait dengan pendidikan klinik. telah disepakati. dan dilaksanakan oleh semua unsur yang terlibat dalam pendidikan. Sudah ada kebijakan tertulis Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang peraturan pelaksanaan dan peraturan teknis tetapi belum dilaksanakan oleh semua unsur yang terlibat dalam pendidikan.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA PARAMETER Terdapat kebijakan tertulis Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang peraturan pelaksanaan dan peraturan teknis yang disepakati oleh semua unsur yang terlibat dalam pendidikan.

Kebijakan /ketentuan/pedoman dan prosedur tertulis tersebut sudah seluruhnya menjadi acuan pokok bagi semua staf medis dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. PARAMETER Kebijakan/ketentuan/pedoman dan prosedur tertulis tersebut harus menjadi acuan pokok bagi semua staf medis dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. INDIKATOR SKOR 0 Kebijakan/ketentuan/pedoman dan prosedur tertulis tersebut belum menjadi acuan pokok bagi semua staf medis dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. SKOR INDIKATOR Tidak ada jadual pra-pelaksanaan pendidikan yang berisi tanggal masuk.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 2 Sudah ada sosialisasi kebijakan berupa pedoman dan prosedur tertulis kepada pelaksana yang terkait dengan pendidikan klinik. 1 2 PARAMETER Adanya jadual pra-pelaksanaan pendidikan yang berisi tanggal masuk. pendidikan dan penelitian serta telah dipahami dan dilaksanakan oleh semua pihak yang terkait. nama Bagian/Departemen/SMF yang dituju dan jumlah peserta didik yang akan masuk yang dikirim oleh Institusi Pendidikan Kedokteran kepada RS Pendidikan sebelum mahasiswa masuk ke Rumah Sakit. 0 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 57 . nama Bagian/Departemen/SMF yang dituju dan jumlah peserta didik yang akan masuk yang dikirim oleh Institusi Pendidikan Kedokteran kepada RS Pendidikan sebelum mahasiswa masuk ke Rumah Sakit. dan menjadi acuan pokok bagi semua staf medis dalam melaksanakan tugas pelayanan. Kebijakan /ketentuan/pedoman dan prosedur tertulis tersebut baru sebagian menjadi acuan pokok bagi semua staf medis dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

nama Bagian/Departemen/SMF yang dituju dan jumlah peserta didik yang akan masuk yang dikirim oleh Institusi Pendidikan Kedokteran kepada RS Pendidikan sebelum mahasiswa masuk ke Rumah Sakit. PARAMETER Adanya staf sekretariat khusus (staf non edukatif) yang bertanggung jawab penuh untuk menangani kelengkapan proses pendidikan peserta didik (alat bantu belajar. nama Bagian/Departemen/SMF yang dituju dan jumlah peserta didik yang akan masuk yang dikirim oleh Institusi Pendidikan Kedokteran kepada RS Pendidikan sebelum mahasiswa masuk ke Rumah Sakit. kegiatan. Ada jadual pelaksanaan yang sifatnya tetap sesuai program di tiap Bagian/Departemen/SMF (nama. waktu. waktu. 2 PARAMETER Adanya jadual pelaksanaan yang sifatnya tetap sesuai program di tiap Bagian/Departemen/SMF (nama. waktu. penanggung jawab ruangan) dan dilaksanakan sesuai jadual. pengaturan jadual dan administrasi). penanggung jawab ruangan) dan dilaksanakan sesuai jadual. 1 2 58 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . kegiatan. Selalu ada jadual pra-pelaksanaan pendidikan yang berisi tanggal masuk. ruangan. Selalu ada jadual pelaksanaan yang sifatnya tetap sesuai program di tiap Bagian/Departemen/SMF (nama. kegiatan. penanggung jawab ruangan) dan dilaksanakan sesuai jadual. kegiatan. waktu. nilai. INDIKATOR SKOR 0 Tidak ada jadual pelaksanaan yang sifatnya tetap sesuai program di tiap Bagian/Departemen/SMF (nama. penanggung jawab ruangan) tetapi tidak dilaksanakan sesuai jadual.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 1 Tidak selalu ada jadual pra-pelaksanaan pendidikan yang berisi tanggal masuk.

nilai. Selalu ada staf sekretariat khusus (staf non edukatif) yang bertanggung jawab penuh untuk menangani kelengkapan proses pendidikan peserta didik (alat bantu belajar. Ada sistem. nilai. ruangan. pengaturan jadual dan administrasi). SKOR 0 INDIKATOR Belum ada sistem informasi pendidikan yang termasuk di dalamnya berisi data-base peserta didik (meliputi identitas. ruangan. pengaturan jadual dan administrasi). nilai. hasil belajar). pengaturan jadual dan administrasi). hasil belajar). 1 2 PARAMETER Terdapat sistem. SKOR 0 INDIKATOR Belum ada sistem. ruangan. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 59 . Ada sistem. 1 2 PARAMETER Terdapat sistem informasi pendidikan yang termasuk didalamnya berisi data-base peserta didik (meliputi identitas. alur pencatatan dan pelaporan nilai yang tepat waktu. alur pencatatan dan pelaporan nilai yang tepat waktu. Tidak selalu ada staf sekretariat khusus (staf non edukatif) yang bertanggung jawab penuh untuk menangani kelengkapan proses pendidikan peserta didik (alat bantu belajar. alur pencatatan dan pelaporan nilai yang tepat waktu. alur pencatatan dan pelaporan nilai tetapi tidak tepat waktu.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada staf sekretariat khusus (staf non edukatif) yang bertanggung jawab penuh untuk menangani kelengkapan proses pendidikan peserta didik (alat bantu belajar.

Terdapat sistem informasi pendidikan yang termasuk didalamnya berisi data-base peserta didik (meliputi identitas. PARAMETER 1 2 Adanya perhitungan satuan biaya pendidikan yang disusun oleh Sekretariat Bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran yang meliputi biaya pendidikan langsung. daftar tunggu ujian) dari pelaksana didik di tiap Bagian/Departemen/SMF kepada RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran. hasil belajar) yang lengkap. tingkat kelulusan. tingkat kelulusan. biaya bahan habis pakai. tingkat kelulusan. daftar tunggu ujian) dari pelaksana didik ditiap Bagian/Departemen/SMF kepada RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 1 Sudah ada sistem informasi pendidikan yang termasuk di dalamnya berisi data-base peserta didik (meliputi identitas. hasil belajar) tetapi tidak lengkap. dan biaya tidak langsung seperti pemeliharaan sarana. daftar tunggu ujian) dari pelaksana didik ditiap Bagian/Departemen/SMF kepada RS Pendidikan dan Institusi Tidak selalu ada laporan kemajuan pendidikan berkala setiap tahun (jumlah mengenai peserta didik. biaya administrasi dan biaya overhead operasional. PARAMETER 2 Adanya laporan kemajuan pendidikan berkala setiap tahun (jumlah mengenai peserta didik. seperti biaya sumber daya manusia pendidikan. tingkat kelulusan. 60 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . Selalu ada laporan kemajuan berkala setiap tahun (jumlah mengenai peserta didik. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada laporan kemajuan pendidikan berkala setiap tahun (jumlah mengenai peserta didik. daftar tunggu ujian) dari pelaksana didik di tiap Bagian/Departemen/SMF kepada RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran.

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

SKOR 0

INDIKATOR Tidak ada perhitungan satuan biaya pendidikan yang disusun Sekretariat Bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran meliputi biaya pendidikan langsung maupun biaya tidak langsung. Ada perhitungan satuan biaya pendidikan yang disusun Sekretariat Bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran meliputi biaya pendidikan langsung dan belum termasuk biaya tidak langsung. Ada perhitungan satuan biaya pendidikan yang disusun Sekretariat Bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran meliputi biaya pendidikan langsung, seperti biaya sumber daya manusia pendidikan, biaya bahan habis pakai, biaya administrasi serta biaya operasional lainnya dan biaya tidak langsung seperti pemeliharaan sarana. PARAMETER

1

2

Terdapat rencana anggaran biaya (RAB) penyelenggaraan pendidikan kedokteran yang disusun setahun sekali oleh Badan Koordinasi Pendidikan yang diusulkan oleh masing-masing Kepala Bagian/Departemen/SMF untuk disetujui oleh Direktur RS Pendidikan, dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. SKOR INDIKATOR Tidak terdapat rencana anggaran biaya (RAB) penyelenggaraan pendidikan kedokteran yang disusun setahun sekali oleh Badan Koordinasi Pendidikan yang diusulkan oleh masing-masing Kepala Bagian/ Departemen/SMF untuk disetujui oleh Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. Terdapat rencana anggaran biaya (RAB) penyelenggaraan pendidikan kedokteran yang disusun setahun sekali oleh Badan Koordinasi Pendidikan yang diusulkan oleh masing-masing Kepala Bagian /Departemen/SMF untuk disetujui oleh Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran.

0

1

Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan

61

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

2

Terdapat rencana anggaran biaya (RAB) penyelenggaraan pendidikan kedokteran yang disusun setahun sekali oleh Badan Koordinasi Pendidikan yang diusulkan oleh masing-masing Kepala Bagian/ Departemen/SMF untuk disetujui oleh Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. PARAMETER

Terdapat kesepakatan bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran atas masukan Kepala Bagian/Departemen/SMF mengenai pendanaan pendidikan kedokteran di Rumah Sakit. SKOR INDIKATOR Tidak terdapat kesepakatan bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran atas masukan Kepala Bagian/Departemen/SMF mengenai pendanaan pendidikan kedokteran di Rumah Sakit. Ada kesepakatan tidak tertulis antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran atas masukan Kepala Bagian/Departemen/SMF mengenai pendanaan pendidikan kedokteran di Rumah Sakit. Terdapat kesepakatan bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran atas masukan Kepala Bagian/Departemen/SMF mengenai pendanaan pendidikan kedokteran yang dituangkan dalam dokumen rencana anggaran dan biaya pendidikan kedokteran di Rumah Sakit. PARAMETER Terdapat laporan keuangan berkala enam bulanan dan tahunan yang dibuat oleh Kepala Bagian dan disahkan oleh Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. INDIKATOR SKOR 0 Tidak ada laporan keuangan berkala enam bulanan dan tahunan yang dibuat oleh Kepala Bagian serta disahkan oleh Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran.

0

1

2

62

Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

1

Ada laporan keuangan berkala enam bulanan dan tahunan yang dibuat oleh Kepala Bagian tetapi tidak disahkan oleh Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran.

Ada laporan keuangan berkala enam bulanan dan tahunan yang dibuat oleh Kepala Bagian dan disahkan bersama oleh 2 Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. PARAMETER Terdapat dokumen evaluasi pelaksanaan pendidikan klinik setiap enam bulan sekali yang dilakukan oleh Sekretariat Bersama berdasarkan indikator tertentu yang ditetapkan Badan Koordinasi Pendidikan. SKOR 0 INDIKATOR Tidak terdapat dokumen evaluasi pelaksanaan pendidikan klinik yang dilakukan oleh Sekretariat Bersama berdasarkan indikator tertentu yang ditetapkan Badan Koordinasi Pendidikan. Ada dokumen evaluasi pelaksanaan pendidikan klinik secara temporer yang dilakukan oleh Sekretariat Bersama berdasarkan indikator tertentu yang ditetapkan Badan Koordinasi Pendidikan. Ada dokumen evaluasi pelaksanaan pendidikan klinik setiap enam bulan sekali yang dilakukan oleh Sekretariat Bersama berdasarkan indikator tertentu yang ditetapkan Badan Koordinasi Pendidikan.

1

2

PARAMETER Terdapat data umpan balik staf pengajar dan peserta, analisis umpan balik, dan tindak lanjut. SKOR 0 1 INDIKATOR Tidak ada data umpan balik staf pengajar dan peserta, analisis umpan balik, dan tindak lanjut. Ada data umpan balik sebagian staf pengajar dan peserta, analisis umpan balik, dan tindak lanjut.

Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan

63

Pembimbing/Supervisor Klinik) yang ditetapkan bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. Ada tata cara rekruitment dan kriteria kompetensi bagi Staf Medik Fungsional yang akan diangkat sebagai Tenaga Pengajar (Penilai. Pendidik. Ada tata cara rekruitment dan kriteria kompetensi bagi Staf Medik Fungsional yang akan diangkat sebagai Tenaga Pengajar (Penilai. Pendidik. Pembimbing/Supervisor Klinik) yang ditetapkan bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. analisis umpan balik. dan tindak lanjut. Pendidik. INDIKATOR SKOR Tidak ada tata cara rekruitment dan kriteria kompetensi bagi Staf Medik Fungsional yang akan diangkat sebagai Tenaga Pengajar (Penilai.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 2 Ada data umpan balik seluruh staf pengajar dan peserta. Pendidik. tetapi belum ditetapkan bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. Pendidik. PARAMETER Staf Medik Fungsional yang menjadi Tenaga Pengajar (Penilai.Pembimbing/Supervisor Klinik). 0 1 2 64 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan .Pembimbing/Supervisor Klinik) yang ditetapkan bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. STANDAR SUMBER DAYA MANUSIA UNTUK PROGRAM PENDIDIKAN KLINIK PARAMETER Adanya tata cara rekruitment dan kriteria kompetensi bagi Staf Medik Fungsional yang akan diangkat sebagai Tenaga Pengajar (Penilai.Pembimbing/Supervisor Klinik) diangkat sebagai dosen luar biasa Institusi Pendidikan Kedokteran berikut jabatan akademiknya dari Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran dengan Surat Keputusan.

tetapi belum tercakup secara jelas di dalamnya kebijakan 0 1 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 65 .Pembimbing/Supervisor Klinik) diangkat sebagai dosen luar biasa Institusi Pendidikan Kedokteran berikut jabatan akademiknya dari Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran dengan Surat Keputusan.Pembimbing/ Supervisor Klinik) diangkat sebagai dosen luar biasa Institusi Pendidikan Kedokteran berikut jabatan akademiknya dari Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran dengan Surat Keputusan. tanggung jawab.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada satupun Staf Medik Fungsional yang menjadi Tenaga Pengajar (Penilai. kewenangan. SKOR INDIKATOR Tidak ada SK Pengangkatan/Penugasan dari Direktur RS sebagai Staf Medik Fungsional yang melaksanakan tugas Kependidikan Profesi Kedokteran di RS untuk semua Staf Medik Fungsional yang terlibat dalam pendidikan di RS tercakup di dalamnya kebijakan tentang kategori.Pendidik. Pendidik. 1 2 PARAMETER Terdapat SK Pengangkatan/Penugasan dari Direktur RS Pendidikan sebagai Staf Medik Fungsional yang melaksanakan tugas Kependidikan Profesi Kedokteran di RS untuk semua Staf Medik Fungsional yang terlibat dalam Pendidikan Kedokteran di RS tercakup di dalamnya kebijakan tentang kategori. Ada sebagian Staf Medik Fungsional yang menjadi Tenaga Pengajar (Penilai. dan hak dan kewajiban paruh/purna waktu Ada SK Pengangkatan/Penugasan Direktur RS sebagai Staf Medik Fungsional yang melaksanakan tugas Kependidikan Profesi Kedokteran di RS untuk semua Staf Medik Fungsional. hak dan kewajiban paruh/purna waktu. Seluruh Staf Medik Fungsional yang menjadi Tenaga Pengajar (Penilai. kewenangan. Pendidik. tanggung jawab.Pembimbing/Supervisor Klinik) diangkat sebagai dosen luar biasa Institusi Pendidikan Kedokteran berikut jabatan akademiknya dari Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran dengan Surat Keputusan.

INDIKATOR SKOR Tidak ada Tim Penilai/Supervisor kinerja tenaga pendidik dari RS 0 Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran. Ada Staf Medis Fungsional yang ditetapkan Direktur RS Pendidikan sebagai Supervisor Klinik dan pembimbing bagi peserta didik akan tetapi belum disertai kejelasan tugas. Ada Staf Medis Fungsional yang ditetapkan Direktur RS Pendidikan sebagai Supervisor Klinik dan pembimbing bagi peserta didik dan telah disertai kejelasan tugas. tanggung jawab dan kewenangannya.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA tentang kategori. 2 1 2 PARAMETER Terdapat Tim Penilai/Supervisor kinerja tenaga pendidik dari RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran yang berperan menilai kinerja tenaga pendidik pada pembelajaran klinik dengan kriteria yang jelas serta dilakukan secara berkala minimal satu tahun sekali. kewenangan. tanggung jawab. tanggung jawab dan kewenangannya secara tertulis. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 66 . kewenangan. hak dan kewajiban paruh/purna waktu. SKOR 0 INDIKATOR Tidak Ada Staf Medis Fungsional yang ditetapkan Direktur RS Pendidikan sebagai Supervisor Klinik dan pembimbing bagi peserta didik. hak dan kewajiban paruh/purna waktu. Ada SK Pengangkatan/Penugasan Direktur RS sebagai Staf 2 Medik Fungsional yang melaksanakan tugas Kependidikan Profesi Kedokteran di RS untuk semua Staf Medik Fungsional yang terlibat dalam pendidikan di RS dan sudah tercakup secara jelas di dalamnya kebijakan tentang kategori. PARAMETER Terdapat staf medis fungsional yang ditetapkan Direktur RS Pendidikan sebagai supervisor klinik dan pembimbing bagi peserta didik disertai kejelasan tugas. tanggung jawab. tanggung jawab dan kewenangannya secara tertulis.

Sebagian ada data base pengembangan diri tenaga pendidikan di bawah koordinasi Sekretaris Bagian di RS. Sekretaris Bagian di RS dan di bawah Badan Koordinasi Pendidikan Kedokteran/ Sekretariat Bersama Pendidikan. Ada presensi / kehadiran secara lengkap dalam pembelajaran yang dilakukan oleh tenaga pendidik. Ada Tim Penilai/Supervisor kinerja tenaga pendidik dari RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran dengan kriteria yang jelas serta dilakukan secara berkala minimal satu tahun sekali. Ada presensi/kehadiran tetapi tidak lengkap dalam pembelajaran yang dilakukan oleh tenaga pendidik .MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 1 Ada Tim Penilai/Supervisor kinerja tenaga pendidik dari RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran namun belum ada kriteria penilaian yang jelas. PARAMETER Terdapat data base pengembangan diri tenaga pendidikan di bawah koordinasi Sekretaris Bagian dan Badan Koordinasi Pendidikan Kedokteran/Sekretariat Bersama Pendidikan. SKOR 0 1 2 INDIKATOR Tidak ada presensi/kehadiran dalam pembelajaran yang dilakukan oleh tenaga pendidik. PARAMETER 2 Terdapat presensi/kehadiran dalam pembelajaran yang dilakukan oleh tenaga pendidik. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada data base pengembangan diri tenaga pendidikan di bawah koordinasi Sekretaris Bagian RS Pendidikan maupun di bawah Badan Koordinasi Pendidikan Kedokteran/Sekretariat Bersama Pendidikan. 1 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 67 .

perpustakaan. antara lain: ruangan pembelajaran. ruang diskusi.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 2 Ada data base pengembangan diri tenaga pendidikan di bawah koordinasi Sekretaris Bagian di RS dan di bawah Badan Koordinasi Pendidikan Kedokteran/Sekretariat Bersama Pendidikan. peralatan phantom dan audiovisual. prasarana yang dapat menunjang penyelenggaraan pendidikan. STANDAR PENUNJANG PENDIDIKAN PARAMETER Terdapat dokumen yang mencantumkan kesepakatan mengenai penyediaan fasilitas fisik untuk pendidikan klinik antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran serta realisasinya. teknologi informasi. antara lain: ruangan pembelajaran. Ada dokumen yang mencantumkan kesepakatan mengenai penyediaan fasilitas fisik untuk pendidikan klinik antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tetapi belum terealisasi. skill lab. 1 Ada dokumen yang mencantumkan kesepakatan mengenai penyediaan fasilitas fisik untuk pendidikan klinik antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran dan sudah terealisasi. peralatan phantom dan audiovisual. sistem dokumentasi. 2 SKOR INDIKATOR Tidak ada sarana. perpustakaan. teknologi informasi. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada dokumen yang mencantumkan kesepakatan mengenai penyediaan fasilitas fisik untuk pendidikan klinik antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran serta realisasinya. prasarana yang dapat menunjang penyelenggaraan pendidikan. sistem informasi Rumah Sakit. sistem informasi Rumah Sakit. PARAMETER Adanya sarana. sistem dokumentasi. skill lab. ruang diskusi. 0 68 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan .

peralatan phantom dan audiovisual. Ada sarana dan prasarana yang dapat menunjang penyelenggaraan pendidikan secara lengkap antara lain: ruangan pembelajaran. PARAMETER Terdapat variasi dan jumlah kasus yang cukup yang sesuai dengan materi pembelajaran peserta didik. SKOR 0 INDIKATOR Tidak tersedia variasi dan jumlah kasus yang cukup yang sesuai dengan materi pembelajaran peserta didik. sistem informasi Rumah Sakit. prasarana penunjang dan fasilitas pendukung. perpustakaan. 1 Telah tersedia fasilitas ruang jaga yang memenuhi syarat keamanan dan kenyamanan bagi peserta didik serta memenuhi 2 standar sarana bangunan. sistem dokumentasi. prasarana penunjang dan fasilitas pendukung. PARAMETER 2 Tersedia fasilitas ruang jaga yang memenuhi syarat keamanan dan kenyaman bagi peserta didik yang memenuhi standar sarana bangunan. teknologi informasi. Tersedia fasilitas ruang jaga tetapi tidak memenuhi syarat keamanan dan kenyamanan bagi peserta didik serta memenuhi standar sarana bangunan.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 1 Sebagian ada sarana dan prasarana yang dapat menunjang penyelenggaraan pendidikan antara lain: ruangan pembelajaran. prasarana penunjang dan fasilitas pendukung. sistem dokumentasi. SKOR 0 INDIKATOR Tidak tersedia fasilitas ruang jaga yang memenuhi syarat keamanan dan kenyamanan bagi peserta didik serta memenuhi standar sarana bangunan. peralatan phantom dan audiovisual tetapi tidak lengkap. prasarana penunjang dan fasilitas pendukung. sistem informasi Rumah Sakit. 69 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . skill lab. perpustakaan. ruang diskusi. ruang diskusi. skill lab. teknologi informasi.

STANDAR PERANCANGAN DAN PELAKSANAAN PROGRAM PENDIDIKAN KLINIK YANG BERKUALITAS PARAMETER RS Pendidikan harus mempunyai perencanaan yang disusun oleh masing-masing Bagian/Departemen/SMF terkait melalui proses aktifitas staf medis dalam penyusunan rancangan tersebut dan terdapat notulensi pertemuan rutin dan catatan kehadiran dalam proses pendidikan (log book). Tersedia sarana penelitian dan pengembangan di bidang kedokteran di bagian-bagian tertentu. SKOR 0 1 2 Tidak tersedia sarana penelitian dan pengembangan di bidang kedokteran. SKOR INDIKATOR Rumah Sakit tidak mempunyai perencanaan yang disusun oleh masing-masing Bagian/Departemen/SMF terkait melalui proses aktifitas staf medis dalam penyusunan rancangan tersebut dan terdapat notulensi pertemuan rutin dan catatan kehadiran dalam proses pendidikan (log book). Ada sarana penelitian dan pengembangan di bidang kedokteran di seluruh bagian dan/atau Lembaga Penelitian Terpadu. PARAMETER penelitian dan pengembangan di bidang INDIKATOR Terdapat sarana kedokteran.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 1 2 Tersedia variasi dan kasus dalam jumlah terbatas dan kurang mencukupi materi pembelajaran peserta didik. RS mempunyai perencanaan tetapi dalam penyusunannya tidak melibatkan masing-masing Bagian/Departemen/SMF terkait melalui proses aktifitas staf medis dalam penyusunan rancangan 0 1 70 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . Tersedia variasi dan jumlah kasus yang cukup memadai yang sesuai dengan materi pembelajaran peserta didik.

PARAMETER Seluruh Bagian/Departemen/SMF yang terkait dalam program pendidikan di RS Pendidikan terlibat aktif dalam proses pelaksanaan pendidikan. tidak ada notulensi pertemuan rutin. serta data wawancara staf. SKOR 0 INDIKATOR Tidak terdapat buku panduan program pendidikan kedokteran yang disusun oleh Kepala Bagian/Departemen/SMF yang disetujui oleh Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. dan tidak ada catatan kehadiran dalam proses pendidikan (log book). dan terdapat notulensi pertemuan rutin dan catatan kehadiran dalam proses pendidikan (log book). PARAMETER Terdapat buku panduan program pendidikan kedokteran yang disusun oleh Kepala Bagian/Departemen/SMF yang disetujui oleh Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. 2 1 2 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 71 . RS telah mempunyai perencanaan yang disusun oleh masingmasing Bagian/Departemen/SMF terkait melalui aktifitas staf medis dalam penyusunan rancangan tersebut. Terdapat buku panduan program pendidikan kedokteran yang disusun/dibuat oleh Kepala Bagian/Departemen/SMF terkait yang telah disetujui oleh Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA tersebut. Terdapat buku panduan program pendidikan kedokteran yang disusun oleh masing-masing Kepala Bagian/Departemen/SMF terkait tetapi belum mendapat persetujuan Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. dilihat dengan adanya umpan balik dari peserta didik mengenai tenaga pendidik. dengan menggunaan log book untuk memantau pertemuan tenaga pendidik dengan peserta didik.

serta data wawancara staf. dilihat dengan adanya umpan balik dari peserta didik mengenai tenaga 2 pendidik. Dokter/Dokter Gigi Spesialis dengan tujuan pendidikan jelas/konkrit. Dokter/Dokter Gigi Spesialis dan Standar Kompetensi Dokter/Dokter Gigi. Seluruh Bagian/Departemen/SMF yang terkait dalam proses pelaksanaan pendidikan di RS Pendidikan terlibat aktif. SKOR INDIKATOR RS Pendidikan belum mempunyai program pendidikan klinik yang terstruktur yang ditetapkan bersama Institusi Pendidikan Kedokteran dan mengacu pada Standar Pendidikan Profesi Dokter/Dokter Gigi.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA SKOR 0 INDIKATOR Tidak seluruh Bagian/Departemen/SMF yang terkait dalam proses pelaksanaan pendidikan di RS Pendidikan terlibat aktif dalam proses pelaksanaan pendidikan. RS Pendidikan telah mempunyai program pendidikan klinik yang terstruktur yang ditetapkan bersama Institusi Pendidikan Kedokteran dan mengacu pada Standar Pendidikan Profesi Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 0 1 72 . batas kompetensi tegas dan tertuang dalam buku panduan. Dokter/Dokter Gigi Spesialis dengan tujuan pendidikan jelas/konkrit. PARAMETER 1 2 RS Pendidikan mempunyai program pendidikan klinik yang terstruktur yang ditetapkan bersama Institusi Pendidikan Kedokteran dan mengacu pada Standar Pendidikan Profesi Dokter/Dokter Gigi. batas kompetensi tegas dan tertuang dalam buku panduan. tetapi tidak ada umpan balik dari peserta didik mengenai tenaga pendidik dengan menggunakan log book untuk memantau pertemuan tenaga pendidik dengan peserta didik serta data wawancara staf. Seluruh Bagian/Departemen/SMF yang terkait dalam proses pelaksanaan pendidikan di RS Pendidikan terlibat aktif. dengan menggunaan log book untuk memantau pertemuan tenaga pendidik dengan peserta didik. Dokter/Dokter Gigi Spesialis dan Standar Kompetensi Dokter/Dokter Gigi.

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 1 Dokter/Dokter Gigi. batas kompetensi tegas dan tertuang dalam buku panduan. SKOR 0 INDIKATOR Rumah Sakit tidak/belum memberlakukan tata tertib peserta didik yang bertujuan untuk mencapai tujuan pembelajaran. INDIKATOR SKOR 2 0 Rumah Sakit dalam pendidikan dan pelayanannya tidak menggunakan prinsip pengetahuan kedokteran berbasis bukti ( evidance based medicine) Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 73 . Dokter/Dokter Gigi Spesialis tetapi belum terlihat adanya tujuan pendidikan jelas/konkrit. Dokter/Dokter Gigi Spesialis dan Standar Kompetensi Dokter/ Dokter Gigi. telah diketahui oleh setiap peserta didik dan dipatuhi peserta didik. batas kompetensi tegas dan tertuang dalam buku panduan. Dokter/Dokter Gigi Spesialis dan Standar Kompetensi Dokter /Dokter Gigi. RS Pendidikan telah memberikan/mempunyai program pendidikan klinik yang terstruktur yang ditetapkan bersama Institusi Pendidikan Kedokteran dan mengacu pada Standar Pendidikan Profesi Dokter/Dokter Gigi. 2 PARAMETER Rumah Sakit memberlakukan tata tertib peserta didik yang bertujuan untuk mencapai tujuan pembelajaran. PARAMETER Rumah Sakit dalam pendidikan dan pelayanannya menggunakan prinsip pengetahuan kedokteran berbasis bukti (evidence based medicine). Rumah Sakit memberlakukan tata tertib peserta didik yang bertujuan untuk mencapai tujuan pembelajaran tetapi belum disosialisasikan dan dipatuhi oleh peserta didik 1 Rumah Sakit memberlakukan tata tertib peserta didik yang bertujuan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Dokter/Dokter Gigi Spesialis dengan tujuan pendidikan jelas/konkrit.

tertulis dan dibukukan dimana buku program tersebut dimiliki oleh setiap staf edukatif dan setiap bagian memiliki minimal satu sebagai arsip dan masukan dalam pelaksanaan kegiatan. tertulis dan dibukukan. tertulis dan dibukukan. tertulis dan dibukukan dimana buku program tersebut dimiliki oleh setiap staf edukatif dan setiap bagian memiliki minimal satu sebagai arsip dan masukan dalam pelaksanaan kegiatan. Ada kegiatan pertemuan ilmiah ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF tetapi waktunya tidak menentu atau kurang dari 4 kali dalam 1` bulan. Ada program pendidikan klinik yang jelas dan ditetapkan. PARAMETER 2 Terdapat kegiatan pertemuan ilmiah secara rutin satu minggu sekali yang ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 1 Rumah Sakit dalam pendidikan dan pelayanannya belum secara menyeluruh menggunakan prinsip pengetahuan kedokteran berbasis bukti ( evidance based medicine) Rumah Sakit dalam pendidikan dan pelayanannya telah secara menyeluruh menggunakan prinsip pengetahuan kedokteran berbasis bukti (evidance based medicine). SKOR 0 1 INDIKATOR Tidak ada kegiatan pertemuan ilmiah secara rutin yang ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF. Ada program pendidikan klinik yang jelas dan ditetapkan. tetapi belum di miliki oleh setiap staf edukatif dan setiap bagian belum memiliki arsip dan masukan dalam pelaksanaan kegiatan. PARAMETER Terdapat program pendidikan klinik yang jelas dan ditetapkan. Ada kegiatan pertemuan ilmiah secara rutin minimal satu minggu sekali yang ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 1 2 74 . 2 SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada program pendidikan klinik yang jelas dan ditetapkan.

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA PARAMETER Jaminan mutu pelayanan Rumah Sakit termasuk didalamnya keselamatan pasien harus didukung sepenuhnya oleh Institusi Pendidikan Kedokteran. Ada program jaminan mutu pelayanan Rumah Sakit termasuk didalamnya keselamatan pasien dan pelaksanaannya didukung sepenuhnya oleh Institusi Pendidikan Kedokteran. yang dinyatakan dalam perencanaan. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada program jaminan mutu pelayanan Rumah Sakit termasuk didalamnya keselamatan pasien. yang dinyatakan dalam perencanaan. Ada program jaminan mutu pelayanan Rumah Sakit termasuk didalamnya keselamatan pasien tetapi pelaksanaannya belum didukung oleh Institusi Pendidikan Kedokteran. para pendidik dan para peserta didik. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada rancangan secara khusus proporsi clinical reasoning dan skill training bagi peserta didik yang disusun oleh koordinator pendidikan masing-masing Bagian/Departemen/ SMF. monitoring dan evaluasi sistem supervisi peserta didik. para pendidik dan para peserta didik. Ada rancangan secara khusus proporsi clinical reasoning dan skil training berbasis bukti bagi peserta didik yang disusun oleh koordinator pendidikan tetapi belum dilaksanakan diseluruh Bagian/Departemen/SMF. 1 2 PARAMETER Kegiatan pendidikan klinik yang dirancang memberikan proporsi seimbang antara clinical reasoning dan pelatihan keterampilan berbasis bukti (evidence based medicine) yang disusun oleh Badan Koordinasi Pendidikan dan telah dilaksanakan masing-masing Bagian/Departemen/SMF. monitoring dan evaluasi sistem supervisi peserta didik. 75 1 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . para pendidik dan para peserta didik. monitoring dan evaluasi sistem supervisi peserta didik. yang dinyatakan dalam perencanaan.

Ada kebijakan bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran dalam bidang penelitian kedokteran tetapi belum dituangkan dalam dokumen Perjanjian Kerjasama Penelitian antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran. penanganan kasus/prosedur peserta didik yang tercantum dalam buku panduan peserta didik yang disusun oleh Kepala Bagian/Ketua Program Studi. Ada batasan kewenangan. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada kebijakan bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran dalam bidang penelitian kedokteran. INDIKATOR SKOR 0 Tidak ada batasan kewenangan. penanganan kasus/prosedur peserta didik yang tercantum secara jelas dalam buku panduan peserta didik yang disusun oleh Kepala Bagian/Ketua Program Studi. PARAMETER Terdapat batasan kewenangan.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Ada kegiatan pendidikan klinik yang secara khusus dirancang yang memberikan proporsi seimbang antara clinical reasoning 2 dan skill training yang berbasis bukti (evidence based medicine) disusun oleh koordinator pendidikan dan telah dilaksanakan masing-masing Bagian/Departemen/SMF. penanganan kasus/prosedur peserta didik tetapi belum secara jelas tercantum dalam buku panduan peserta didik yang disusun oleh Kepala Bagian/Ketua Program Studi. PARAMETER Terdapat kebijakan bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran dalam bidang penelitian kedokteran. 1 2 1 76 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . penanganan kasus/Prosedur Peserta didik yang tercantum dalam buku panduan peserta didik Yang disusun oleh Kepala Bagian/Ketua Program Studi. Ada batasan kewenangan.

text-book.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 2 Ada kebijakan bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran dalam bidang penelitian kedokteran yang telah dituangkan dalam Perjanjian Kerjasama Penelitian antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran. maupun bersama Badan Koordinasi Pendidikan sekurang. langganan jurnal. 0 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 77 . Ada pedoman mengenai kegiatan penelitian yang dilakukan oleh Staf Medik Fungsional yang melibatkan peserta didik sebagai bagian dari pembelajaran peserta didik tetapi tidak disertai fasilitas pendukung yang memadai untuk penelitian.kurangnya satu kali dalam satu tahun. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada pedoman serta fasilitas mengenai kegiatan penelitian yang dilakukan oleh Staf Medik Fungsional yang melibatkan peserta didik sebagai bagian dari pembelajaran peserta didik. SKOR INDIKATOR Tidak ada kegiatan evaluasi program pendidikan klinik secara berkala. 1 2 PARAMETER Terdapat kegiatan evaluasi program pendidikan klinik secara berkala secara tersendiri. PARAMETER Terdapat Pedoman serta fasilitas pendukung mengenai kegiatan penelitian yang dilakukan oleh Staf Medik Fungsional yang melibatkan peserta didik sebagai bagian dari pembelajaran peserta didik. secara tersendiri maupun oleh Badan Koordinasi Pendidikan. arsip rekam medis yang sistematis dan data base pasien rawat inap/rawat jalan. Ada pedoman mengenai kegiatan penelitian yang dilakukan oleh Staf Medik Fungsional yang melibatkan peserta didik sebagai bagian dari pembelajaran peserta didik dan disertai fasilitas pendukung yang memadai untuk penelitian seperti Internet. dokumen penelitian yang telah dilakukan.

Psikomotor dan Afektif yang ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF. Ada kegiatan penilaian yang dilakukan oleh staf pendidik Rumah Sakit Pendidikan yang menilai kompetensi peserta didik secara komprehensif meliputi ranah Pengetahuan. psikomotor dan afektif.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 1 Ada kegiatan evaluasi program pendidikan klinik secara berkala dan secara tersendiri oleh Bagian/Departemen/SMF tetapi tidak melibatkan Badan Koordinasi Pendidikan. Sistem penilaian peserta didik ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF SKOR INDIKATOR Tidak ada kegiatan penilaian bersama yang dilakukan oleh staf pendidik RS Pendidikan dan Staf Pendidik Institusi Pendidikan Kedokteran yang menilai kompetensi peserta didik secara secara komprehensif meliputi ranah Pengetahuan. tetapi belum/tidak melibatkan Staf Pendidik Institusi Pendidikan Kedokteran. Psikomotor dan Afektif yang ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF. Ada kegiatan evaluasi program pendidikan klinik secara berkala melalui mekanisme umpan balik dengan menggunakan kuesioner bagi peserta didik di akhir pendidikan disetiap bagian. Psikomotor dan Afektif yang ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF. PARAMETER 2 Peserta program pendidikan klinik dinilai bersama oleh staf pendidik RS Pendidikan dan staf Institusi Pendidikan Kedokteran yang mempunyai kompetensi sebagai penilai secara komprehensif meliputi ranah pengetahuan. 0 1 2 78 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . Ada kegiatan penilaian bersama yang dilakukan oleh staf pendidik RS Pendidikan dan Staf Pendidikan Institusi Pendidikan Kedokteran yang menilai kompetensi peserta didik secara komprehensif meliputi ranah Pengetahuan. secara tersendiri melalui rapat evaluasi Badan Koordinasi Pendidikan dan Supervisi Pendidikan Klinik setiap modul di tiaptiap bagian oleh Badan Koordinasi Pendidikan sekurangkurangnya satu kali dalam satu tahun.

dan tujuan RS Pendidikan secara tertulis menunjang tercapainya tujuan pendidikan profesi kedokteran. misi. misi. meliputi aspek medikolegal. PARAMETER Terdapat dokumen Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. KOMITMEN DAN PERSYARATAN PARAMETER RS Kelas A atau B dengan pelayanan unggulan tertentu dan telah terakreditasi. MISI. sumber daya manusia. Visi. RS Kelas A atau B dengan pelayanan unggulan tertentu sudah terakreditasi dengan Sertifikat Akreditasi masih berlaku. misi. pembiayaan. misi. SKOR 0 1 2 INDIKATOR Visi. sarana prasarana. dan tujuan RS Pendidikan secara tertulis tidak menunjang tercapainya tujuan pendidikan profesi kedokteran. PARAMETER Terdapat visi. SKOR 0 1 2 INDIKATOR RS Kelas A atau B dengan pelayanan unggulan tertentu belum terakreditasi. RUMAH SAKIT PENDIDIKAN AFILIASI (EKSILENSI) STANDAR VISI. RS Kelas A atau B dengan pelayanan unggulan tertentu sudah terakreditasi tetapi Sertifikat Akreditasi sudah habis masa berlakunya. dan tujuan RS Pendidikan secara tertulis yang menunjang tercapainya tujuan pendidikan profesi kedokteran. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 79 .MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA B. Visi. dan manajemen pendidikan. dan tujuan RS Pendidikan secara tertulis kurang menunjang tercapainya tujuan pendidikan profesi kedokteran.

0 1 2 80 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . dan manajemen pendidikan. sarana prasarana. PARAMETER RS memiliki pelayanan spesialistik atau sub spesialistik tertentu yang menjadi unggulan dan sudah terakreditasi. dan manajemen pendidikan. pembiayaan. Kesepakatan Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran mengikat seluruh proses pendidikan kedokteran di RS tersebut. sumber daya manusia. sarana prasarana. pembiayaan. dan manajemen pendidikan.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada dokumen Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. sumber daya manusia. tetapi belum secara utuh mencakup aspek medikolegal. meliputi aspek medikolegal. Kesepakatan Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran hanya mengikat sebagian proses pendidikan kedokteran di RS tersebut. yang secara utuh mencakup aspek medikolegal. pembiayaan. Ada dokumen Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. sarana prasarana. PARAMETER 1 2 Kesepakatan bersama tersebut harus bersifat saling mengikat seluruh proses pendidikan kedokteran di RS tersebut. SKOR INDIKATOR Kesepakatan Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran yang ada tidak mengikat seluruh proses pendidikan kedokteran di RS tersebut. Ada dokumen Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. sumber daya manusia.

RS telah menjalankan fungsi pendidikan dan telah mempunyai Surat Keputusan Menteri Kesehatan tentang Penetapan sebagai RS Pendidikan akan tetapi sudah habis masa berlakunya. Badan ini akan diwakili oleh suatu Sekretariat Bersama yang berkedudukan di Rumah Sakit. RS memiliki pelayanan spesialistik dan pelayanan sub spesialistik tertentu yang menjadi unggulan sudah terakreditasi dengan Sertifikat yang telah habis masa berlakunya.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA SKOR 0 INDIKATOR RS memiliki pelayanan spesialistik sudah terakreditasi dan pelayanan sub spesialistik tertentu yang menjadi unggulan masih belum terakreditasi. 81 1 2 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . SKOR 0 INDIKATOR Belum ada Badan Koordinasi Pendidikan beranggotakan unsur Rumah Sakit dan Institusi Pendidikan Kedokteran. RS telah menjalankan fungsi pendidikan dan sudah mempunyai Surat Keputusan Menteri Kesehatan tentang Penetapan sebagai RS Pendidikan Kedokteran yang masih berlaku. RS memiliki pelayanan spesialistik dan pelayanan sub spesialistik tertentu yang menjadi unggulan sudah terakreditasi dengan Sertifikat yang belum habis masa berlakunya. SKOR 0 INDIKATOR RS telah menjalankan fungsi pendidikan tetapi belum mempunyai Surat Keputusan Menteri Kesehatan tentang Penetapan sebagai RS Pendidikan. 1 2 PARAMETER RS telah menjalankan fungsi pendidikan telah memiliki SK penetapan Menteri Kesehatan sebagai RS Pendidikan. STANDAR MANAJEMEN DAN ADMINISTRASI PARAMETER Ada Badan Koordinasi Pendidikan beranggotakan unsur Rumah Sakit dan Institusi Pendidikan Kedokteran.

hak. hak. PARAMETER Ada uraian tugas. wewenang dan masa tugas Kepala Bagian dan Badan Koordinasi Pendidikan yang ditetapkan melalui Keputusan Bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. Ada sebagian uraian tugas. tanggung jawab. tanggung jawab. tanggung jawab. hak. tanggung jawab. SKOR INDIKATOR Belum ada uraian tugas. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 82 . INDIKATOR SKOR 0 Belum ada kebijakan penerimaan peserta didik yang tercantum dalam Perjanjian Kerjasama antara Institusi Pendidikan Kedokteran dengan RS Pendidikan yang bersangkutan. hak. wewenang dan masa tugas Kepala Bagian dan Badan Koordinasi 1 Pendidikan yang ditetapkan melalui Keputusan Bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. Ada secara lengkap uraian tugas. wewenang dan masa tugas Kepala Bagian dan Badan Koordinasi Pendidikan 0 yang ditetapkan melalui Keputusan Bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. wewenang dan masa tugas Kepala Bagian dan Badan 2 Koordinasi Pendidikan yang ditetapkan melalui Keputusan Bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. Ada Badan Koordinasi Pendidikan beranggotakan unsur RS dan Institusi Pendidikan Kedokteran dan telah ada Sekretariat Bersama yang berkedudukan di Rumah Sakit. PARAMETER Adanya kebijakan penerimaan peserta didik yang tercantum dalam Perjanjian Kerjasama antara Institusi Pendidikan Kedokteran dengan RS Pendidikan yang bersangkutan.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 1 2 Ada Badan Koordinasi Pendidikan beranggotakan unsur Rumah Sakit dan Institusi Pendidikan Kedokteran akan tetapi belum ada Sekretariat Bersama yang berkedudukan di Rumah Sakit.

Ada kebijakan mengenai daya tampung peserta didasarkan pada rasio pendidik dengan peserta didik yang melebihi 1 : 5 yang ditetapkan bersama antara Direktur RS dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. Ada kebijakan tertulis yang telah dilaksanakan tentang penerimaan peserta didik yang tercantum sebagaimana 2 tercantum dalam Perjanjian Kerjasama antara Institusi Pendidikan Kedokteran dengan RS Pendidikan yang bersangkutan.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Ada kebijakan tidak tertulis yang telah dilaksanakan tentang penerimaan peserta didik sebagaimana yang tercantum dalam 1 Perjanjian Kerjasama antara Institusi Pendidikan Kedokteran dengan RS Pendidikan. staf nonmedis dan peserta didik). Ada kebijakan mengenai daya tampung peserta didasarkan pada rasio pendidik dengan peserta didik yang tidak melebihi 1 : 5 sebagaimana ditetapkan bersama antara Direktur RS dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. PARAMETER Adanya peraturan bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang sistem penyelenggaraan pelayanan pendidikan dan penelitian beserta berbagai unsur penunjangnya termasuk reward and punishment bagi semua pihak yang terlibat (staf medis. PARAMETER Adanya kebijakan mengenai daya tampung peserta didasarkan pada rasio pendidik dengan peserta didik maksimal 1 : 5 yang ditetapkan bersama antara Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. 1 2 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 83 . SKOR 0 INDIKATOR Belum ada kebijakan mengenai daya tampung peserta didasarkan pada rasio pendidik dengan peserta didik maksimal 1 : 5 yang ditetapkan bersama antara Direktur RS dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran.

staf nonmedis dan peserta didik). Ada ketentuan tidak tertulis yang disepakati bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang sistem penyelenggaraan pelayanan pendidikan dan penelitian beserta berbagai unsur penunjangnya termasuk reward and punishment bagi semua pihak yang terlibat (staf medis. Adanya kebijakan tertulis RS Pendidikan yang mengatur batasan kewenangan prosedur medis yang dapat dilakukan oleh peserta didik.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA SKOR INDIKATOR Belum ada ketentuan yang disepakati bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang sistem penyelenggaraan pelayanan pendidikan dan penelitian beserta berbagai unsur penunjangnya termasuk reward and punishment bagi semua pihak yang terlibat (staf medis. staf nonmedis dan peserta didik). Adanya kebijakan tidak tertulis RS Pendidikan yang mengatur batasan kewenangan prosedur medis yang dapat dilakukan oleh peserta didik. Ada ketentuan tertulis yang disepakati bersama antara Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang sistem penyelenggaraan pelayanan pendidikan dan penelitian beserta berbagai unsur penunjangnya termasuk reward and punishment bagi semua pihak yang terlibat (staf medis. 1 2 84 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . SKOR 0 INDIKATOR Belum ada kebijakan RS Pendidikan yang mengatur batasan kewenangan prosedur medis yang dapat dilakukan oleh peserta didik. staf nonmedis dan peserta didik). PARAMETER 0 1 2 Adanya kebijakan RS Pendidikan yang mengatur batasan kewenangan prosedur medis yang dapat dilakukan oleh peserta didik.

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA PARAMETER Adanya kebijakan tertulis RS Pendidikan yang mengatur batasan kewenangan prosedur medis yang dapat dilakukan oleh peserta didik. INDIKATOR SKOR 0 Belum ada kebijakan tertulis Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang peraturan pelaksanaan dan peraturan teknis yang disepakati oleh semua unsur yang terlibat dalam pendidikan. dan dilaksanakan oleh semua unsur yang terlibat dalam pendidikan. Sudah ada sosialisasi kebijakan berupa pedoman dan prosedur tertulis kepada pelaksana yang terkait dengan pendidikan klinik. pendidikan dan penelitian.Sudah ada sosialisasi 0 1 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 85 . dan menjadi acuan pokok bagi semua staf medis dalam melaksanakan tugas pelayanan. telah disepakati. 1 2 PARAMETER Kebijakan berupa pedoman dan prosedur tertulis telah disosialisasikan dengan baik kepada pelaksana yang terkait dengan pendidikan klinik. SKOR INDIKATOR Belum ada sosialisasi kebijakan berupa pedoman dan prosedur tertulis kepada seluruh pelaksana yang terkait dengan pendidikan klinik. Sudah ada kebijakan tertulis Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang peraturan pelaksanaan dan peraturan teknis tetapi belum dilaksanakan oleh semua unsur yang terlibat dalam pendidikan. tetapi belum semua pihak memahaminya. yang merupakan acuan pokok bagi semua staf medis dalam melaksanakan tugas pelayanan. pendidikan dan penelitian. yang merupakan acuan pokok bagi semua staf medis dalam melaksanakan tugas pelayanan. pendidikan dan penelitian. Sudah ada kebijakan tertulis Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang peraturan pelaksanaan dan peraturan teknis.

pendidikan dan penelitian serta telah dipahami dan dilaksanakan oleh semua PARAMETER Kebijakan /ketentuan/pedoman dan prosedur tertulis tersebut harus menjadi acuan pokok bagi semua staf medis dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. yang merupakan acuan pokok bagi semua staf medis dalam melaksanakan tugas pelayanan. yang merupakan acuan pokok bagi semua staf medis dalam melaksanakan tugas pelayanan. nama Bagian/Departemen/SMF yang dituju dan 0 jumlah peserta didik yang akan masuk yang dikirim oleh 86 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . Kebijakan /ketentuan/pedoman dan prosedur tertulis tersebut baru sebagian menjadi acuan pokok bagi semua staf medis dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. nama Bagian/Departemen/SMF yang dituju dan jumlah peserta didik yang akan masuk yang dikirim oleh Institusi Pendidikan Kedokteran kepada RS Pendidikan sebelum mahasiswa masuk ke Rumah Sakit. INDIKATOR SKOR Tidak ada jadual pra-pelaksanaan pendidikan yang berisi tanggal masuk. pendidikan dan penelitian serta telah dipahami dan dilaksanakan oleh semua pihak yang terkait. PARAMETER Adanya jadual pra-pelaksanaan pendidikan yang berisi tanggal masuk. Sudah ada sosialisasi kebijakan berupa pedoman dan prosedur tertulis kepada pelaksana yang terkait dengan pendidikan klinik.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 2 kebijakan berupa pedoman dan prosedur tertulis kepada pelaksana yang terkait dengan pendidikan klinik. SKOR 0 INDIKATOR Kebijakan /ketentuan/pedoman dan prosedur tertulis tersebut belum menjadi acuan pokok bagi semua staf medis dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. 1 Kebijakan /ketentuan/pedoman dan prosedur tertulis tersebut 2 sudah seluruhnya menjadi acuan pokok bagi semua staf medis dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

waktu. penanggung jawab ruangan) dan dilaksanakan sesuai jadual. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada jadual pelaksanaan yang sifatnya tetap sesuai program di tiap Bagian/Departemen/SMF (nama. kegiatan. nama Bagian/Departemen/SMF yang dituju dan 1 jumlah peserta didik yang akan masuk yang dikirim oleh Institusi Pendidikan Kedokteran kepada Rumah Sakit sebelum mahasiswa masuk ke Rumah Sakit. Tidak selalu ada jadual pra-pelaksanaan pendidikan yang berisi tanggal masuk. waktu. nama Bagian/Departemen/SMF yang dituju dan jumlah peserta didik yang akan masuk yang dikirim oleh 2 Institusi Pendidikan Kedokteran kepada Rumah Sakit sebelum mahasiswa masuk ke Rumah Sakit. nilai. penanggung jawab ruangan) dan dilaksanakan sesuai jadual. waktu. Ada jadual pelaksanaan yang sifatnya tetap sesuai program di tiap Bagian/ Departemen/ SMF(nama. Selalu ada jadual pra-pelaksanaan pendidikan yang berisi tanggal masuk. PARAMETER Adanya staf sekretariat khusus (staf non edukatif) yang bertanggung jawab penuh untuk menangani kelengkapan proses pendidikan peserta didik (alat bantu belajar. ruangan. pengaturan jadual dan administrasi). Ada jadual pelaksanaan yang sifatnya tetap sesuai program di tiap Bagian/Departemen/SMF (nama. waktu. 1 2 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 87 . penanggung jawab ruangan) dan dilaksanakan sesuai jadual.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Institusi Pendidikan Kedokteran kepada Rumah Sakit sebelum mahasiswa masuk ke Rumah Sakit. PARAMETER Adanya jadual pelaksanaan yang sifatnya tetap sesuai program di tiap Bagian/Departemen/SMF (nama. penanggung jawab ruangan) tetapi tidak dilaksanakan sesuai jadual. kegiatan. kegiatan. kegiatan.

ruangan. 88 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . alur pencatatan serta adanya pelaporan nilai yang tepat waktu. Ada sistem. pengaturan jadual dan administrasi). pengaturan jadual dan administrasi). SKOR 0 1 2 INDIKATOR Belum ada sistem. nilai. hasil belajar). pengaturan jadual dan administrasi). Ada sistem. ruangan. alur pencatatan ada pelaporan nilai tetapi tidak tepat waktu. PARAMETER 1 2 Terdapat sistem. Selalu ada staf sekretariat khusus (staf non edukatif) yang bertanggung jawab penuh untuk menangani kelengkapan proses pendidikan peserta didik (alat bantu belajar. alur pencatatan dan pelaporan nilai yang tepat waktu. alur pencatatan dan pelaporan nilai yang tepat waktu. PARAMETER Terdapat sistem informasi pendidikan yang termasuk didalamnya berisi data-base peserta didik (meliputi identitas. Tidak ada selalu staf sekretariat khusus (staf non edukatif) yang bertanggung jawab penuh untuk menangani kelengkapan proses pendidikan peserta didik (alat bantu belajar. ruangan. nilai.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada staf sekretariat khusus (staf non edukatif) yang bertanggung jawab penuh untuk menangani kelengkapan proses pendidikan peserta didik (alat bantu belajar. SKOR 0 INDIKATOR Belum ada sistem informasi pendidikan yang termasuk di dalamnya berisi data-base peserta didik (meliputi identitas. nilai. hasil belajar).

tingkat kelulusan. Tidak selalu ada laporan kemajuan pendidikan berkala setiap tahun (jumlah mengenai peserta didik. tingkat kelulusan. daftar tunggu ujian) dari pelaksana didik ditiap Bagian/Departemen/SMF kepada RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran. PARAMETER 2 Adanya laporan kemajuan pendidikan berkala setiap tahun (jumlah mengenai peserta didik. seperti biaya sumber daya manusia pendidikan. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada laporan kemajuan pendidikan berkala setiap tahun (jumlah mengenai peserta didik. daftar tunggu ujian) dari pelaksana didik di tiap Bagian/Departemen/SMF kepada RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran. PARAMETER Adanya perhitungan satuan biaya pendidikan yang disusun oleh Sekretariat Bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran yang meliputi biaya pendidikan langsung. biaya administrasi dan biaya overhead operasional. daftar tunggu ujian) dari pelaksana didik di tiap Bagian/Departemen/SMF kepada RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran. hasil belajar) tetapi tidak lengkap Terdapat sistem informasi pendidikan yang termasuk didalamnya berisi data-base peserta didik (meliputi identitas. 1 2 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 89 . Selalu ada laporan kemajuan berkala setiap tahun (jumlah mengenai peserta didik. biaya tidak langsung seperti pemeliharaan sarana. hasil belajar) yang lengkap. daftar tunggu ujian) dari pelaksana didik di tiap Bagian/Departemen/SMF kepada RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran. tingkat kelulusan.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 1 Sudah ada sistem informasi pendidikan yang termasuk di dalamnya berisi data-base peserta didik (meliputi identitas. tingkat kelulusan. biaya bahan habis pakai.

Ada perhitungan satuan biaya pendidikan yang disusun Sekretariat Bersama antara RS dan Institusi Pendidikan Kedokteran meliputi biaya pendidikan langsung.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada perhitungan satuan biaya pendidikan yang disusun Sekretariat Bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran meliputi biaya pendidikan langsung maupun biaya tidak langsung. 1 90 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. seperti biaya sumber daya manusia pendidikan. SKOR 0 INDIKATOR Tidak terdapat rencana anggaran biaya (RAB) penyelenggaraan pendidikan kedokteran yang disusun setahun sekali oleh Badan Koordinasi Pendidikan yang diusulkan oleh masing-masing Kepala Bagian/Departemen/SMF untuk disetujui oleh Direktur RS Pendidikan. dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. biaya bahan habis pakai. Terdapat rencana anggaran biaya (RAB) penyelenggaraan pendidikan kedokteran yang disusun setahun sekali oleh Badan Koordinasi Pendidikan yang diusulkan oleh masing-masing Kepala Bagian/Departemen/SMF untuk disetujui oleh Direktur RS Pendidikan. Ada perhitungan satuan biaya pendidikan yang disusun Sekretariat Bersama antara RS dan Institusi Pendidikan Kedokteran meliputi biaya pendidikan langsung dan belum termasuk biaya tidak langsung. biaya administrasi serta biaya operasional lainnya dan biaya tidak langsung seperti pemeliharaan sarana. 1 2 PARAMETER Terdapat rencana anggaran biaya (RAB) penyelenggaraan pendidikan kedokteran yang disusun setahun sekali oleh Badan Koordinasi Pendidikan yang diusulkan oleh masing-masing Kepala Bagian/Departemen/SMF untuk disetujui oleh Direktur RS Pendidikan.

SKOR INDIKATOR Tidak ada laporan keuangan berkala enam bulanan dan tahunan anggaran biaya yang dibuat oleh Kepala Bagian serta 0 disahkan oleh Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. PARAMETER Terdapat laporan keuangan berkala enam bulanan dan tahunan anggaran biaya yang dibuat oleh Kepala Bagian dan disahkan oleh Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Instusi Pendidikan Kedokteran. dan Pimpinan Instusi Pendidikan Kedokteran. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 91 . 1 Terdapat kesepakatan bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran atas masukan Kepala Bagian/Departemen/SMF mengenai pendanaan pendidikan 2 kedokteran yang dituangkan dalam dokumen rencana anggaran dan biaya pendidikan kedokteran di RS. PARAMETER Terdapat kesepakatan bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran atas masukan Kepala Bagian/Departemen/SMF mengenai pendanaan pendidikan kedokteran. Ada kesepakatan tidak tertulis antara Direktur RS Pendidikan. dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran atas masukan Kepala Bagian/Departemen/SMF mengenai pendanaan pendidikan kedokteran. INDIKATOR SKOR 0 Tidak terdapat kesepakatan bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran atas masukan Kepala Bagian/Departemen/SMF mengenai pendanaan pendidikan kedokteran.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 2 Terdapat rencana anggaran biaya (RAB) penyelenggaraan pendidikan kedokteran yang disusun setahun sekali oleh Badan Koordinasi Pendidikan yang diusulkan oleh masing-masing Kepala Bagian/Departemen/SMF untuk disetujui oleh Direktur RS Pendidikan.

analisis umpan balik. Ada dokumen evaluasi pelaksanaan pendidikan klinik secara temporer yang dilakukan oleh Sekretariat Bersama berdasarkan indikator tim tertentu yang ditetapkan Badan Koordinasi Pendidikan. Ada laporan keuangan berkala enam bulanan dan tahunan anggaran biaya yang dibuat oleh Kepala Bagian dan disahkan 2 bersama oleh Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. 92 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan .MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 1 Ada laporan keuangan berkala tahunan anggaran biaya yang dibuat oleh Kepala Bagian tetapi tidak disahkan oleh Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. dan tindak lanjut. analisis umpan balik. Ada data umpan balik sebagian staf pengajar dan peserta. 1 Ada dokumen evaluasi pelaksanaan pendidikan klinik setiap enam bulan sekali yang dilakukan oleh Sekretariat Bersama 2 berdasarkan indikator tim tertentu yang ditetapkan Badan Koordinasi Pendidikan. SKOR 0 INDIKATOR Tidak terdapat dokumen evaluasi pelaksanaan pendidikan klinik yang dilakukan oleh Sekretariat Bersama berdasarkan indikator tim tertentu yang ditetapkan Badan Koordinasi Pendidikan. PARAMETER Terdapat data umpan balik staf pengajar dan peserta. PARAMETER Terdapat dokumen evaluasi pelaksanaan pendidikan klinik setiap enam bulan sekali yang dilakukan oleh Sekretariat Bersama berdasarkan indikator tertentu yang ditetapkan Badan Koordinasi Pendidikan. analisis umpan balik. dan tindak lanjut SKOR 0 1 INDIKATOR Tidak ada data umpan balik staf pengajar dan peserta. dan tindak lanjut.

STANDAR SUMBER DAYA MANUSIA UNTUK PROGRAM PENDIDIKAN KLINIK PARAMETER Adanya tata cara rekruitment dan kriteria kompetensi bagi Staf Medik Fungsional yang akan diangkat sebagai Tenaga Pengajar (Penilai. Pendidik. Ada tata cara rekruitment dan kriteria kompetensi bagi Staf Medik Fungsional yang akan diangkat sebagai Tenaga Pengajar (Penilai. Pendidik. Pendidik. analisis umpan balik. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada tata cara rekruitment dan kriteria kompetensi bagi Staf Medik Fungsional yang akan diangkat sebagai Tenaga Pengajar (Penilai. Pembimbing/Supervisor Klinik) yang ditetapkan bersama Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran.Pembimbing/Supervisor Klinik) yang ditetapkan bersama Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. PARAMETER Staf Medik Fungsional yang menjadi Tenaga Pengajar (Penilai. 1 2 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 93 .Pembimbing/Supervisor Klinik) diangkat sebagai dosen luar biasa Institusi Pendidikan Kedokteran berikut jabatan akademiknya dari Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran dengan Surat Keputusan. pendidik. Pembimbing/Supervisor Klinik) yang ditetapkan bersama Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. Pembimbing/Supervisor Klinik) yang ditetapkan bersama Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. Pendidik.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 2 Ada data umpan balik seluruh staf pengajar dan peserta. Ada tata cara rekruitment tetapi belum ada kriteria kompetensi bagi Staf Medik Fungsional yang akan diangkat sebagai Tenaga Pengajar (Penilai. dan tindak lanjut.

Pembimbing/Supervisor Klinik) diangkat sebagai dosen luar biasa Institusi Pendidikan Kedokteran berikut jabatan akademiknya dari Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran dengan Surat Keputusan. kewenangan. 0 1 Seluruh staf Medik Fungsional yang menjadi Tenaga Pengajar (Penilai. dan hak dan kewajiban paruh/purna waktu. tanggung jawab. kewenangan. Ada sebagian staf Medik Fungsional yang menjadi Tenaga Pengajar (Penilai. pendidik. INDIKATOR SKOR Tidak ada SK Pengangkatan/Penugasan dari Direktur RS Pendidikan sebagai Staf Medik Fungsional yang melaksanakan tugas Kependidikan Profesi Kedokteran di RS untuk semua Staf 0 Medik Fungsional yang terlibat dalam pendidikan di RS tercakup di dalamnya kebijakan tentang kategori. tanggung jawab. tanggung jawab. pendidik. hak dan kewajiban paruh/purna waktu.Pembimbing/Supervisor Klinik) diangkat sebagai dosen luar biasa Institusi Pendidikan Kedokteran berikut jabatan akademiknya dari Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran dengan Surat Keputusan. 2 94 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . tetapi belum tercakup secara jelas di dalamnya kebijakan tentang kategori.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA SKOR INDIKATOR Tidak ada satupun staf Medik Fungsional yang menjadi Tenaga Pengajar (Penilai. pendidik. kewenangan. Ada SK Pengangkatan/Penugasan dari Direktur RS Pendidikan sebagai Staf Medik Fungsional yang melaksanakan tugas 1 Kependidikan Profesi Kedokteran di RS untuk semua Staf Medik Fungsional. hak dan kewajiban paruh/purna waktu.Pembimbing/Supervisor Klinik) diangkat sebagai dosen luar biasa Institusi Pendidikan Kedokteran berikut jabatan akademiknya dari Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran dengan Surat Keputusan PARAMETER Terdapat SK Pengangkatan/Penugasan dari Direktur RS Pendidikan sebagai Staf Medik Fungsional yang melaksanakan tugas Kependidikan Profesi Kedokteran di RS untuk semua Staf Medik Fungsional yang terlibat dalam Pendidikan Kedokteran di RS tercakup di dalamnya kebijakan tentang kategori.

SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada staf medis fungsional yang ditetapkan Direktur RS Pendidikan sebagai supervisor klinik dan pembimbing bagi peserta didik. 1 2 PARAMETER Terdapat Tim Penilai/Supervisor kinerja tenaga pendidik dari RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran yang berperan menilai kinerja tenaga pendidik pada pembelajaran klinik dengan kriteria yang jelas serta dilakukan secara berkala minimal satu tahun sekali. kewenangan.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Ada SK Pengangkatan/Penugasan dari Direktur RS Pendidikan sebagai Staf Medik Fungsional yang melaksanakan tugas Kependidikan Profesi Kedokteran di RS untuk semua Staf Medik 2 Fungsional yang terlibat dalam pendidikan di RS dan sudah tercakup secara jelas di dalamnya kebijakan tentang kategori. PARAMETER Terdapat staf medis fungsional yang ditetapkan Direktur RS Pendidikan sebagai supervisor klinik dan pembimbing bagi peserta didik disertai kejelasan tugas. hak dan kewajiban paruh/purna waktu. INDIKATOR SKOR Tidak ada Penilai/Supervisor kinerja tenaga pendidik dari RS 0 Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran. Ada Tim Penilai/Supervisor kinerja tenaga pendidik dari RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran namun belum 1 ada kriteria penilaian yang jelas. tanggung jawab. tanggung jawab dan kewenangannya secara tertulis. tanggung jawab dan kewenangannya. Ada staf medis fungsional yang ditetapkan Direktur RS Pendidikan sebagai Supervisor Klinik dan pembimbing bagi peserta didik dan telah disertai kejelasan tugas. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 95 . tanggung jawab dan kewenangannya secara tertulis. Ada staf medis fungsional yang ditetapkan Direktur RS Pendidikan sebagai supervisor klinik dan pembimbing bagi peserta didik akan tetapi belum disertai kejelasan tugas.

PARAMETER Terdapat presensi/kehadiran dalam pembelajaran yang dilakukan oleh tenaga pendidik.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 2 Ada Tim Penilai/Supervisor kinerja tenaga pendidik dari RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran dengan kriteria yang jelas serta dilakukan secara berkala minimal satu tahun sekali. SKOR 0 1 2 INDIKATOR Tidak ada presensi/kehadiran dalam pembelajaran yang dilakukan oleh tenaga pendidik. 0 1 2 96 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . SKOR INDIKATOR Tidak ada data base pengembangan diri tenaga pendidikan di bawah koordinasi Sekretaris Bagian RS Pendidikan maupun di bawah Badan Koordinasi Pendidikan Kedokteran / Sekretariat Bersama Pendidikan. Sebagian ada data base pengembangan diri tenaga pendidikan di bawah koordinasi Sekretaris Bagian di RS Pendidikan dan di bawah Badan Koordinasi Pendidikan Kedokteran / Sekretariat Bersama Pendidikan. Ada data base pengembangan diri tenaga pendidikan di bawah koordinasi Sekretaris Bagian di RS Pendidikan dan di bawah Badan Koordinasi Pendidikan Kedokteran / Sekretariat Bersama Pendidikan. Ada presensi/kehadiran secara lengkap dalam pembelajaran yang dilakukan oleh tenaga pendidik . Ada presensi/kehadiran (tetapi tidak lengkap) dalam pembelajaran yang dilakukan oleh tenaga pendidik. PARAMETER Terdapat data base pengembangan diri tenaga pendidikan di bawah koordinasi Sekretaris Bagian RS Pendidikan dan Badan Koordinasi Pendidikan Kedokteran/Sekretariat Bersama Pendidikan.

antara lain: ruangan pembelajaran. teknologi informasi. sistem informasi RS. sistem informasi RS. perpustakaan. prasarana yang dapat menunjang penyelenggaraan pendidikan. ruang diskusi. sistem informasi RS. teknologi informasi. sistem dokumentasi. Ada dokumen yang mencantumkan kesepakatan mengenai penyediaan fasilitas fisik untuk pendidikan klinik antara Direktur 2 RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran dan sudah terealisasi. peralatan phantom dan audiovisual. sistem dokumentasi. ruang diskusi. antara lain: ruangan pembelajaran.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA STANDAR PENUNJANG PENDIDIKAN PARAMETER Terdapat dokumen yang mencantumkan kesepakatan mengenai penyediaan fasilitas fisik untuk pendidikan klinik antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran serta realisasinya. perpustakaan. 97 0 1 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . skill lab. teknologi informasi. skill lab. prasarana yang dapat menunjang penyelenggaraan pendidikan. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada dokumen yang mencantumkan kesepakatan mengenai penyediaan fasilitas fisik untuk pendidikan klinik antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran serta realisasinya. perpustakaan. SKOR INDIKATOR Tidak ada sarana. Sebagian ada sarana dan prasarana yang dapat menunjang penyelenggaraan pendidikan antara lain: ruangan pembelajaran. peralatan phantom dan audiovisual tetapi tidak lengkap. ruang diskusi. peralatan phantom dan audiovisual. skill lab. PARAMETER Adanya sarana. Ada dokumen yang mencantumkan kesepakatan mengenai penyediaan fasilitas fisik untuk pendidikan klinik antara Direktur 1 RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tetapi belum terealisasi. sistem dokumentasi.

SKOR 0 1 2 INDIKATOR Tidak tersedia variasi dan jumlah kasus yang cukup yang sesuai dengan materi pembelajaran peserta didik. sistem informasi RS. Telah tersedia fasilitas ruang jaga yang memenuhi syarat keamanan dan kenyamanan bagi peserta didik serta memenuhi standar sarana bangunan. 98 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . Tersedia fasilitas ruang jaga tetapi tidak memenuhi syarat keamanan dan kenyamanan bagi peserta didik serta memenuhi standar sarana bangunan. prasarana penunjang fasilitas pendukung.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 2 Ada sarana dan prasarana yang dapat menunjang penyelenggaraan pendidikan secara lengkap antara lain: ruangan pembelajaran. prasarana penunjang dan fasilitas pendukung. peralatan phantom dan audiovisual. prasarana penunjang serta fasilitas pendukung. SKOR 0 INDIKATOR Tidak tersedia fasilitas ruang jaga yang memenuhi syarat keamanan dan kenyamanan bagi peserta didik serta memenuhi standar sarana bangunan. skill lab. 1 2 PARAMETER Terdapat variasi dan jumlah kasus yang cukup yang sesuai dengan materi pembelajaran peserta didik. perpustakaan. PARAMETER Tersedia fasilitas ruang jaga yang memenuhi syarat keamanan dan kenyaman bagi peserta didik yang memenuhi standar sarana bangunan. prasarana penunjang serta fasilitas pendukung. ruang diskusi. Tersedia variasi dan kasus dalam jumlah terbatas dan kurang mencukupi materi pembelajaran peserta didik Tersedia variasi dan jumlah kasus yang cukup memadai yang sesuai dengan materi pembelajaran peserta didik. sistem dokumentasi. teknologi informasi.

dan catatan kehadiran dalam proses pendidikan (log book). dan catatan kehadiran dalam proses pendidikan (log book). Tersedia sarana penelitian dan pengembangan di bidang kedokteran di bagian-bagian tertentu. tidak ada notulensi pertemuan rutin. STANDAR PERANCANGAN DAN PELAKSANAAN PROGRAM PENDIDIKAN KLINIK YANG BERKUALITAS PARAMETER RS Pendidikan harus mempunyai perencanaan yang disusun oleh masing-masing Bagian/Departemen/SMF terkait melalui proses aktifitas staf medis dalam penyusunan rancangan tersebut dan terdapat notulensi pertemuan rutin. dan tidak ada catatan kehadiran dalam proses pendidikan (log book). SKOR INDIKATOR RS tidak mempunyai perencanaan yang disusun oleh masingmasing Bagian/Departemen/SMF terkait melalui proses aktifitas staf medis dalam penyusunan rancangan tersebut dan terdapat notulensi pertemuan rutin. SKOR 0 1 2 penelitian dan pengembangan di bidang INDIKATOR Tidak tersedia sarana penelitian dan pengembangan di bidang kedokteran. RS mempunyai perencanaan tetapi dalam penyusunannya tidak melibatkan masing-masing Bagian/Departemen/SMF terkait melalui proses aktivitas staf medis. Ada sarana penelitian dan pengembangan di bidang kedokteran di seluruh bagian dan/atau Lembaga Penelitian Terpadu. 0 1 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 99 .MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA PARAMETER Terdapat sarana kedokteran.

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

RS telah mempunyai perencanaan yang disusun oleh masingmasing Bagian/Departemen/SMF terkait melalui aktivitas staf 2 medis dalam penyusunan rancangan tersebut, dan terdapat notulensi pertemuan rutin, dan catatan kehadiran dalam proses pendidikan (log book). PARAMETER Terdapat buku panduan program pendidikan kedokteran yang disusun oleh Kepala Bagian/Departemen/SMF yang disetujui oleh Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. SKOR 0 INDIKATOR Tidak terdapat buku panduan program pendidikan kedokteran yang disusun oleh Kepala Bagian/Departemen/SMF yang disetujui oleh Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. Terdapat buku panduan program pendidikan kedokteran yang disusun oleh masing-masing Kepala Bagian/Departemen/SMF tetapi belum mendapat persetujuan oleh Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. Terdapat buku panduan program pendidikan kedokteran yang disusun/dibuat oleh Kepala Bagian/Departemen/SMF yang telah disetujui oleh Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran.

1

2

PARAMETER Seluruh Bagian/Departemen/SMF di RS Pendidikan yang terkait dalam program pendidikan terlibat aktif dalam proses pelaksanaan pendidikan, dilihat dengan adanya umpan balik dari peserta didik mengenai tenaga pendidik, dengan menggunaan log book untuk memantau pertemuan tenaga pendidik dengan peserta didik, serta data wawancara staf. SKOR 0 INDIKATOR Tidak seluruh Bagian/Departemen/SMF di RS Pendidikan yang terkait dalam program pendidikan terlibat aktif dalam proses pelaksanaan pendidikan.

100

Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

1

Seluruh Bagian/Departemen/SMF di RS Pendidikan yang terkait dalam program pendidikan terlibat aktif dalam proses pelaksanaan pendidikan, tetapi tidak ada umpan balik dari peserta didik mengenai tenaga pendidik dengan menggunakan log book untuk memantau pertemuan tenaga pendidik dengan peserta didik serta data wawancara staf. Seluruh Bagian/Departemen/SMF di RS Pendidikan yang terkait dalam program pendidikan terlibat aktif dalam proses pelaksanaan pendidikan, dilihat dengan adanya umpan balik dari peserta didik mengenai tenaga pendidik, dengan menggunaan log book untuk memantau pertemuan tenaga pendidik dengan peserta didik, serta data wawancara staf.

2

PARAMETER RS mempunyai program pendidikan klinik yang terstruktur yang ditetapkan bersama Institusi Pendidikan Kedokteran dan mengacu pada Standar Pendidikan Profesi Dokter/Dokter Gigi, Dokter/Dokter Gigi Spesialis dan Standar Kompetensi Dokter/Dokter Gigi, Dokter/Dokter Gigi Spesialis dengan tujuan pendidikan jelas/konkrit, batas kompetensi tegas dan tertuang dalam buku panduan. INDIKATOR SKOR RS belum mempunyai program pendidikan klinik yang terstruktur yang ditetapkan bersama Institusi Pendidikan Kedokteran dan mengacu pada Standar Pendidikan Profesi Dokter/Dokter Gigi, Dokter/Dokter Gigi Spesialis dan Standar Kompetensi Dokter/Dokter Gigi, Dokter/Dokter Gigi Spesialis dengan tujuan pendidikan jelas/konkrit, batas kompetensi tegas dan tertuang dalam buku panduan. RS telah mempunyai program pendidikan klinik yang terstruktur yang ditetapkan bersama Institusi Pendidikan Kedokteran dan mengacu pada Standar Pendidikan Profesi Dokter/Dokter Gigi, Dokter/Dokter Gigi Spesialis dan Standar Kompetensi Dokter/Dokter Gigi, Dokter/Dokter Gigi Spesialis dengan tujuan pendidikan jelas/konkrit, batas kompetensi tegas dan tertuang dalam buku panduan.

0

1

Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan

101

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

2

RS telah memberikan/mempunyai program pendidikan klinik yang terstruktur yang ditetapkan bersama Institusi Pendidikan Kedokteran dan mengacu pada Standar Pendidikan Profesi Dokter/Dokter Gigi, Dokter/Dokter Gigi Spesialis dan Standar Kompetensi Dokter/Dokter Gigi, Dokter/Dokter Gigi Spesialis dengan tujuan pendidikan jelas/konkrit, batas kompetensi tegas dan tertuang dalam buku panduan. PARAMETER

Rumah Sakit memberlakukan tata tertib peserta didik yang bertujuan untuk mencapai tujuan pembelajaran. SKOR 0 INDIKATOR Rumah Sakit tidak/belum memberlakukan tata tertib peserta didik yang bertujuan untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Rumah Sakit memberlakukan tata tertib peserta didik yang bertujuan untuk mencapai tujuan pembelajaran tetapi belum 1 disosialisasikan dan dipatuhi oleh peserta didik. Rumah Sakit memberlakukan tata tertib peserta didik yang bertujuan untuk mencapai tujuan pembelajaran, telah diketahui 2 oleh setiap peserta didik dan dipatuhi peserta didik. PARAMETER Rumah Sakit dalam pendidikan dan pelayanannya menggunakan prinsip pengetahuan kedokteran berbasis bukti (evidence based medicine). INDIKATOR SKOR Rumah Sakit dalam pendidikan dan pelayanannya tidak menggunakan prinsip pengetahuan kedokteran berbasis bukti 0 (evidence based medicine). 1 Rumah Sakit dalam pendidikan dan pelayanannya belum secara menyeluruh menggunakan prinsip pengetahuan kedokteran berbasis bukti (evidence based medicine). Rumah Sakit dalam pendidikan dan pelayanannya telah secara menyeluruh menggunakan prinsip pengetahuan kedokteran berbasis bukti (evidence based medicine).

2

102

Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan

Ada program pendidikan klinik yang jelas dan ditetapkan. Terdapat program pendidikan klinik yang jelas dan ditetapkan. tertulis dan dibukukan dimana buku program tersebut belum dimiliki oleh setiap staf edukatif dan setiap Bagian belum memiliki 1 minimal satu sebagai arsip dan masukan dalam pelaksanaan kegiatan. INDIKATOR SKOR Tidak ada program pendidikan klinik yang jelas dan ditetapkan. SKOR 0 1 2 INDIKATOR Tidak ada kegiatan pertemuan ilmiah secara rutin yang ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF. 0 tertulis dan dibukukan. para pendidik dan para peserta didik. tertulis dan dibukukan dimana buku program tersebut dimiliki oleh setiap staf edukatif dan setiap Bagian memiliki minimal satu sebagai arsip dan masukan dalam pelaksanaan kegiatan. PARAMETER Terdapat program pendidikan klinik yang jelas dan ditetapkan. tertulis dan dibukukan dimana buku program tersebut dimiliki oleh setiap staf edukatif dan setiap Bagian memiliki minimal satu sebagai arsip dan masukan dalam pelaksanaan kegiatan. Ada kegiatan pertemuan ilmiah ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF tetapi waktunya tidak menentu. Ada kegiatan pertemuan ilmiah secara rutin minimal satu minggu sekali yang ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF. yang dinyatakan dalam perencanaan. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 103 . 2 PARAMETER Jaminan mutu pelayanan Rumah Sakit termasuk didalamnya keselamatan pasien harus didukung sepenuhnya oleh Institusi Pendidikan Kedokteran. monitoring dan evaluasi sistem supervisi peserta didik.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA PARAMETER Terdapat kegiatan pertemuan ilmiah secara rutin satu minggusekali yang ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF.

Ada program jaminan mutu pelayanan Rumah Sakit termasuk didalamnya keselamatan pasien tetapi pelaksanaannya belum didukung oleh Institusi Pendidikan Kedokteran. Ada kegiatan pendidikan klinik yang secara khusus dirancang yang memberikan proporsi seimbang antara clinical reasoning dan skill training yang berbasis bukti (evidence based medicine) disusun oleh Badan Koordinasi Pendidikan dan telah dilaksanakan di masing-masing Bagian/Departemen/SMF. PARAMETER 1 2 Kegiatan pendidikan klinik yang dirancang memberikan proporsi seimbang antara clinical reasoning dan pelatihan keterampilan berbasis bukti (evidence based medicine) yang disusun oleh Badan Koordinasi Pendidikan masing-masing Bagian/Departemen/SMF. Ada program jaminan mutu pelayanan Rumah Sakit termasuk didalamnya keselamatan pasien dan pelaksanaannya didukung sepenuhnya oleh Institusi Pendidikan Kedokteran. Ada rancangan secara khusus proporsi clinical reasoning dan skil training berbasis bukti bagi peserta didik yang disusun oleh Badan Koordinasi Pendidikan tetapi belum dilaksanakan diseluruh Bagian/ Departemen/ SMF.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada program jaminan mutu pelayanan Rumah Sakit termasuk didalamnya keselamatan pasien. yang dinyatakan dalam perencanaan. 1 2 104 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . monitoring dan evaluasi sistem supervisi peserta didik. monitoring dan evaluasi sistem supervisi peserta didik. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada rancangan secara khusus proporsi clinical reasoning dan skill training bagi peserta didik yang disusun oleh Badan Koordinasi Pendidikan masing-masing Bagian/ Departemen/ SMF. para pendidik dan para peserta didik. yang dinyatakan dalam perencanaan. para pendidik dan para peserta didik.

penanganan kasus/prosedur peserta didik yang tetapi belum secara jelas tercantum dalam buku panduan peserta didik yang disusun oleh Kepala Bagian/Ketua Program Studi. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada batasan kewenangan. PARAMETER Terdapat kebijakan bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran dalam bidang penelitian kedokteran. Ada kebijakan bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran dalam bidang penelitian kedokteran tetapi belum dituangkan dalam dokumen Perjanjian Kerjasama Penelitian antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA PARAMETER Terdapat batasan kewenangan. Ada batasan kewenangan. penanganan kasus/prosedur peserta didik yang tercantum dalam buku panduan peserta didik yang disusun oleh Kepala Bagian/Ketua Program Studi. Ada kebijakan bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran dalam bidang penelitian kedokteran yang telah dituangkan dalam dokumen Perjanjian Kerjasama Penelitian antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran. penanganan kasus/prosedur peserta didik yang tercantum dalam buku panduan peserta didik yang disusun oleh Kepala Bagian/Ketua Program Studi. 1 2 1 2 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 105 . SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada kebijakan bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Pedokteran dalam bidang penelitian kedokteran. penanganan kasus/prosedur peserta didik yang tercantum secara jelas dalam buku panduan peserta didik yang disusun oleh Kepala Bagian/Ketua Program Studi. Ada batasan kewenangan.

Ada pedoman mengenai kegiatan penelitian yang dilakukan oleh Staf Medik Fungsional yang melibatkan peserta didik sebagai bagian dari pembelajaran peserta didik tetapi tidak disertai fasilitas pendukung yang memadai untuk penelitian. langganan jurnal. Ada pedoman mengenai kegiatan penelitian yang dilakukan oleh Staf Medik Fungsional yang melibatkan peserta didik sebagai bagian dari pembelajaran peserta didik dan disertai 2 fasilitas pendukung yang memadai untuk penelitian seperti Internet. dokumen penelitian yang telah dilakukan. PARAMETER Terdapat kegiatan evaluasi program pendidikan klinik secara berkala secara tersendiri oleh Bagian/Departemen/SMF maupun bersama Badan Koordinasi Pendidikan sekurang. text-book. Ada kegiatan evaluasi program pendidikan klinik secara berkala dan secara tersendiri oleh Bagian/Departemen/SMF tetapi tidak melibatkan Badan Koordinasi Pendidikan. arsip rekam medis yang sistematis dan data base pasien rawat inap/rawat jalan.kurangnya satu kali dalam satu tahun.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA PARAMETER Terdapat pedoman serta fasilitas pendukung mengenai kegiatan penelitian yang dilakukan oleh Staf Medik Fungsional yang melibatkan peserta didik sebagai bagian dari pembelajaran peserta didik. 1 SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada kegiatan evaluasi program pendidikan klinik secara berkala. secara tersendiri maupun oleh Badan Koordinasi Pendidikan. Ada kegiatan evaluasi program pendidikan klinik secara berkala melalui mekanisme umpan balik dengan menggunakan 1 2 106 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada pedoman serta fasilitas mengenai kegiatan penelitian yang dilakukan oleh Staf Medik Fungsional yang melibatkan peserta didik sebagai bagian dari pembelajaran peserta didik.

Ada kegiatan penilaian yang dilakukan oleh staf pendidik RS Pendidikan yang menilai kompetensi peserta didik secara secara komprehensif meliputi ranah Pengetahuan. Sistem penilaian peserta didik ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF. Psikomotor dan Afektif yang ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF. Psikomotor dan Afektif yang ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF. RUMAH SAKIT PENDIDIKAN SATELIT STANDAR VISI. Psikomotor dan Afektif. 1 2 C. KOMITMEN DAN PERSYARATAN PARAMETER RS telah terakreditasi minimal 5 pelayanan Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 107 . MISI. Psikomotor dan Afektif yang ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF. PARAMETER Peserta program pendidikan klinik dinilai bersama oleh staf pendidik RS Pendidikan dan staf Institusi Pendidikan Kedokteran yang mempunyai kompetensi sebagai penilai secara komprehensif meliputi ranah Pengetahuan. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada kegiatan penilaian bersama yang dilakukan oleh staf pendidik RS Pendidikan dan Staf Pendidik Institusi Pendidikan Kedokteran yang menilai kompetensi peserta didik secara secara komprehensif meliputi ranah Pengetahuan. belum/tidak melibatkan Staf Pendidik Institusi Pendidikan Kedokteran. secara tersendiri memalui rapat evaluasi Badan Koordinasi Pendidikan dan Supervisi Pendidikan Klinik setiap modul di tiaptiap bagian oleh Badan Koordinasi Pendidikkan sekurangkurangnya satu kali dalam satu tahun.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA kuesioner bagi peserta didik diakhir pendidikan disetiap bagian. Ada kegiatan penilaian bersama yang dilakukan oleh staf pendidik RS Pendidikan dan Staf Pendidikan Institusi Pendidikan Kedokteran yang menilai kompetensi peserta didik secara secara komprehensif meliputi ranah Pengetahuan.

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

SKOR 0 1 2

INDIKATOR RS belum terakreditasi 5 pelayanan. RS sudah terakreditasi 5 pelayanan tetapi Sertifikat Akreditasi sudah habis masa berlakunya.

RS sudah terakreditasi 5 pelayanan dan Sertifikat Akreditasi masih berlaku. PARAMETER Terdapat visi, misi, dan tujuan RS secara tertulis yang menunjang tercapainya tujuan pendidikan profesi kedokteran. SKOR 0 1 2 INDIKATOR Visi, misi, dan tujuan RS secara tertulis tidak menunjang tercapainya tujuan pendidikan profesi kedokteran. Visi, misi, dan tujuan RS secara tertulis kurang menunjang tercapainya tujuan pendidikan profesi kedokteran. Visi, misi, dan tujuan RS secara tertulis menunjang tercapainya tujuan pendidikan profesi kedokteran. PARAMETER Terdapat dokumen Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran, meliputi aspek medikolegal, sumber daya manusia, pembiayaan, sarana prasarana, dan manajemen pendidikan. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada dokumen Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran, meliputi aspek medikolegal, sumber daya manusia, pembiayaan, sarana prasarana, dan manajemen pendidikan. Ada dokumen Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran, tetapi belum secara utuh mencakup aspek medikolegal, sumber daya manusia, pembiayaan, sarana prasarana, dan manajemen pendidikan.

1

108

Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

2

Ada dokumen Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran, yang secara utuh mencakup aspek medikolegal, sumber daya manusia, pembiayaan, sarana prasarana, dan manajemen pendidikan. PARAMETER

Kesepakatan bersama tersebut harus bersifat saling mengikat seluruh proses pendidikan kedokteran di RS tersebut. INDIKATOR SKOR 0 Kesepakatan Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran yang ada tidak mengikat seluruh proses pendidikan kedokteran di RS tersebut. Kesepakatan Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran hanya mengikat sebagian proses pendidikan kedokteran di RS tersebut.

1

Kesepakatan Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran 2 mengikat seluruh proses pendidikan kedokteran di RS tersebut PARAMETER RS Pendidikan Satelit minimal mempunyai 4 pelayanan spesialis dasar (Penyakit Dalam, Anak, Bedah, Kebidanan dan Kandungan) dan 4 pelayanan spesialistik lainnya. SKOR 0 INDIKATOR RS mempunyai 4 pelayanan spesialis dasar (4 pelayanan spesialis dasar (Penyakit Dalam, Anak, Bedah, Kebidanan dan Kandungan) dan belum ada 4 pelayanan spesialistik lainnya (Radiologi, Anestesi, Patologi Klinik, Rehabilitasi Medik). RS mempunyai 4 pelayanan spesialis dasar (4 pelayanan spesialis dasar (Penyakit Dalam, Anak, Bedah, Kebidanan dan Kandungan) dan 4 pelayanan spesialistik lainnya (Radiologi, Anestesi, Patologi Klinik, Rehabilitasi Medik) yang sebagian atau seluruhnya baru dilaksanakan oleh dokter spesialis yang paruh waktu 109

1

Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

RS mempunyai 4 pelayanan spesialis dasar (4 pelayanan spesialis dasar (Penyakit Dalam, Anak, Bedah, Kebidanan dan 2 Kandungan) dan 4 pelayanan spesialistik lainnya (Radiologi, Anestesi, Patologi Klinik, Rehabilitasi Medik) yang dilaksanakan oleh dokter spesialis purna waktu. PARAMETER RS telah menjalankan fungsi pendidikan telah memiliki SK penetapan Menteri Kesehatan sebagai RS Pendidikan. INDIKATOR SKOR RS telah menjalankan fungsi pendidikan tetapi belum mempunyai Surat Keputusan Menteri Kesehatan tentang 0 Penetapan sebagai RS Pendidikan. RS telah menjalankan fungsi pendidikan tetapi sudah mempunyai Surat Keputusan Menteri Kesehatan tentang 1 Penetapan sebagai RS Pendidikan akan tetapi sudah habis masa berlakunya. 2 RS telah menjalankan fungsi pendidikan dan sudah mempunyai Surat Keputusan Menteri Kesehatan tentang Penetapan sebagai RS Pendidikan Kedokteran yang masih berlaku.

PARAMETER RS memiliki perjanjian kerjasama dengan RS Pendidikan Utama. INDIKATOR SKOR 0 1 2 RS belum memiliki perjanjian kerjasama dengan RS Pendidikan Utama. RS memiliki perjanjian kerjasama dengan RS Pendidikan Utama namun sudah habis masa berlaku. RS memiliki perjanjian kerjasama dengan RS Pendidikan Utama dan masih berlaku. STANDAR MANAJEMEN DAN ADMINISTRASI PARAMETER Ada Badan Koordinasi Pendidikan beranggotakan unsur RS Pendidikan dan unsur Institusi Pendidikan Kedokteran. Badan ini akan diwakili oleh suatu Sekretariat Bersama yang berkedudukan di RS. 110
Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan

Ada secara lengkap uraian tugas. wewenang dan masa tugas Kepala Bagian dan Badan Koordinasi Pendidikan yang ditetapkan melalui keputusan bersama antara Direktur RS Pendidikan Satelit. hak. hak. 1 2 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 111 . hak.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA SKOR 0 INDIKATOR Belum ada Badan Koordinasi Pendidikan beranggotakan unsur RS Pendidikan dan unsur Institusi Pendidikan Kedokteran Ada Badan Koordinasi Pendidikan beranggotakan unsur RS Pendidikan dan unsur Institusi Pendidikan Kedokteran akan tetapi belum ada Sekretariat Bersama yang berkedudukan di RS. hak. Ada sebagian uraian tugas. wewenang dan masa tugas Kepala Bagian dan Badan Koordinasi Pendidikan yang ditetapkan melalui Keputusan Bersama antara Direktur RS Pendidikan Satelit. tanggung jawab. Direktur RS Pendidikan Utama dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran INDIKATOR SKOR 0 Belum ada uraian tugas. Ada Badan Koordinasi Pendidikan beranggotakan unsur RS Pendidikan dan unsur Institusi Pendidikan Kedokteran dan telah ada Sekretariat Bersama yang berkedudukan di RS. tanggung jawab. PARAMETER 1 2 Ada uraian tugas. wewenang dan masa tugas Kepala Bagian dan Badan Koordinasi Pendidikan yang ditetapkan melalui Keputusan Bersama antara Direktur RS Pendidikan Satelit. Direktur RS Pendidikan Utama dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. tanggung jawab. Direktur RS Pendidikan Utama dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. tanggung jawab. Direktur RS Pendidikan Utama dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. wewenang dan masa tugas Kepala Bagian dan Badan Koordinasi Pendidikan yang ditetapkan melalui Keputusan Bersama antara Direktur RS Pendidikan Satelit.

Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 1 2 112 . Ada kebijakan mengenai daya tampung peserta didasarkan pada rasio pendidik dengan peserta didik yang tidak melebihi 1 : 5 sebagaimana ditetapkan bersama antara Pimpinan RS dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. Ada kebijakan mengenai daya tampung peserta didasarkan pada rasio pendidik dengan peserta didik yang melebihi 1 : 5 yang ditetapkan bersama antara Pimpinan RS dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. SKOR 0 INDIKATOR Belum ada kebijakan mengenai daya tampung peserta didasarkan pada rasio pendidik dengan peserta didik maksimal 1 : 5 yang ditetapkan bersama antara Pimpinan RS dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. PARAMETER Adanya kebijakan mengenai daya tampung peserta didasarkan pada rasio pendidik dengan peserta didik maksimal 1 : 5 yang ditetapkan bersama antara Direktur RS dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. SKOR INDIKATOR Belum ada kebijakan penerimaan peserta didik yang tercantum dalam Perjanjian Kerjasama antara Institusi Pendidikan 0 Kedokteran dengan RS Pendidikan yang bersangkutan.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA PARAMETER Adanya kebijakan penerimaan peserta didik yang tercantum dalam Perjanjian Kerjasama antara Institusi Pendidikan Kedokteran dengan RS Pendidikan yang bersangkutan. Ada kebijakan tidak tertulis yang telah dilaksanakan tentang penerimaan peserta didik sebagaimana yang tercantum dalam Perjanjian Kerjasama antara Institusi Pendidikan Kedokteran 1 dengan RS Pendidikan yang bersangkutan. Ada kebijakan tertulis yang telah dilaksanakan tentang penerimaan peserta didik yang tercantum sebagaimana tercantum dalam Perjanjian Kerjasama antara Institusi 2 Pendidikan Kedokteran dengan RS Pendidikan yang bersangkutan.

Ada ketentuan tertulis yang disepakati bersama antara Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang sistem penyelenggaraan pelayanan pendidikandan penelitian dan beserta berbagai unsur penunjangnya termasuk reward and punishment bagi semua pihak yang terlibat (staf medis.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA PARAMETER Adanya peraturan bersama antara Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang sistem penyelenggaraan pelayanan pendidikan dan penelitian dan beserta berbagai unsur penunjangnya termasuk reward and punishment bagi semua pihak yang terlibat (staf medis. staf nonmedis dan peserta didik). PARAMETER Adanya kebijakan Rumah Sakit yang mengatur batasan kewenangan prosedur medis yang dapat dilakukan oleh peserta didik. 0 1 2 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 113 . staf nonmedis dan peserta didik).Ada ketentuan tidak tertulis yang disepakati bersama antara Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang sistem penyelenggaraan pelayanan pendidikan dan penelitian beserta berbagai unsur penunjangnya termasuk reward and punishment bagi semua pihak yang terlibat (staf medis. staf nonmedis dan peserta didik). Ada ketentuan tidak tertulis yang disepakati bersama antara Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang sistem penyelenggaraan pelayanan pendidikan dan penelitian beserta berbagai unsur penunjangnya termasuk reward and punishment bagi semua pihak yang terlibat (staf medis. staf nonmedis dan peserta didik). staf nonmedis dan peserta didik). SKOR INDIKATOR Belum ada ketentuan yang disepakati bersama antara Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang sistem penyelenggaraan pelayanan pendidikan dan penelitian beserta berbagai unsur penunjangnya termasuk reward and punishment bagi semua pihak yang terlibat (staf medis.

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA SKOR 0 INDIKATOR Belum ada kebijakan Rumah Sakit yang mengatur batasan kewenangan prosedur medis yang dapat dilakukan oleh peserta didik. peraturan pelaksanaan dan peraturan teknis yang disepakati oleh semua unsur yang terlibat dalam pendidikan. telah disepakati. 1 2 114 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . Sudah ada kebijakan tertulis Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang peraturan pelaksanaan dan peraturan teknis. 1 2 PARAMETER Terdapat kebijakan. Adanya kebijakan tertulis Rumah Sakit yang mengatur batasan kewenangan prosedur medis yang dapat dilakukan oleh peserta didik. dan dilaksanakan oleh semperatuua unsur yang terlibat dalam pendidikan. PARAMETER Terdapat kebijakan tertulis Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang peraturan pelaksanaan dan peraturan teknis yang disepakati oleh semua unsur yang terlibat dalam pendidikan. Sudah ada kebijakan tertulis Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang peraturan pelaksanaan dan peraturan teknis tetapi belum dilaksanakan oleh semua unsur yang terlibat dalam pendidikan. SKOR 0 INDIKATOR Belum ada kebijakan tertulis Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang peraturan pelaksanaan dan peraturan teknis yang dilaksanakan oleh semua unsur yang terlibat dalam pendidikan. Adanya kebijakan tidak tertulis Rumah Sakit yang mengatur batasan kewenangan prosedur medis yang dapat dilakukan oleh peserta didik.

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA SKOR INDIKATOR Belum ada kebijakan tertulis Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang peraturan pelaksanaan dan peraturan teknis yang disepakati oleh semua unsur yang terlibat dalam pendidikan. Terdapat kebijakan tertulis Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang Peraturan pelaksanaan dan peraturan teknis yang disepakati dan dilaksanakan oleh semua unsur yang terlibat dalam pendidikan. pendidikan dan penelitian. pendidikan dan penelitian. yang merupakan acuan pokok bagi semua staf medis dalam melaksanakan tugas pelayanan. tetapi belum semua pihak memahaminya. yang merupakan acuan pokok bagi semua staf medis dalam melaksanakan tugas pelayanan. yang merupakan acuan pokok bagi semua staf medis dalam melaksanakan tugas pelayanan. Sudah ada kebijakan tertulis Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang peraturan pelaksanaan dan peraturan teknis. 0 1 2 PARAMETER Kebijakan berupa pedoman dan prosedur tertulis telah disosialisasikan dengan baik kepada pelaksana yang terkait dengan pendidikan klinik. SKOR INDIKATOR Belum ada sosialisasi kebijakan berupa pedoman dan prosedur tertulis kepada seluruh pelaksana yang terkait dengan pendidikan klinik. pendidikan dan penelitian. pendidikan dan penelitian serta telah dipahami dan dilaksanakan oleh semua pihak yang terkait. 115 0 1 2 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . tetapi belum dilaksanakan oleh semua unsur yang terlibat dalam pendidikan. dan menjadi acuan pokok bagi semua staf medis dalam melaksanakan tugas pelayanan. Sudah ada sosialisasi kebijakan berupa pedoman dan prosedur tertulis kepada pelaksana yang terkait dengan pendidikan klinik. Sudah ada sosialisasi kebijakan berupa pedoman dan prosedur tertulis kepada pelaksana yang terkait dengan pendidikan klinik.

nama Bagian/Departemen/SMF yang dituju dan 0 1 2 116 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . nama Bagian/Departemen/SMF yang dituju dan jumlah peserta didik yang akan masuk yang dikirim oleh Institusi Pendidikan Kedokteran kepada Rumah Sakit sebelum mahasiswa masuk ke Rumah Sakit. nama Bagian/Departemen/SMF yang dituju dan jumlah peserta didik yang akan masuk yang dikirim oleh Institusi Pendidikan Kedokteran kepada Rumah Sakit sebelum mahasiswa masuk ke Rumah Sakit. 1 2 PARAMETER Adanya jadwal pra-pelaksanaan pendidikan yang berisi tanggal masuk. SKOR 0 INDIKATOR Kebijakan /ketentuan/pedoman dan prosedur tertulis tersebut belum menjadi acuan pokok bagi semua staf medis dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Selalu ada jadual pra-pelaksanaan pendidikan yang berisi tanggal masuk.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA PARAMETER Kebijakan /ketentuan/pedoman dan prosedur tertulis tersebut harus menjadi acuan pokok bagi semua staf medis dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. SKOR INDIKATOR Tidak ada jadual pra-pelaksanaan pendidikan yang berisi tanggal masuk. Kebijakan /ketentuan/pedoman dan prosedur tertulis tersebut sudah seluruhnya menjadi acuan pokok bagi semua staf medis dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Kebijakan /ketentuan/pedoman dan prosedur tertulis tersebut baru sebagian menjadi acuan pokok bagi semua staf medis dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. nama Bagian/Departemen/SMF yang dituju dan jumlah peserta didik yang akan masuk yang dikirim oleh Institusi Pendidikan Kedokteran kepada Rumah Sakit sebelum mahasiswa masuk ke Rumah Sakit. Tidak selalu ada jadual pra-pelaksanaan pendidikan yang berisi tanggal masuk.

penanggung jawab ruangan) dan dilaksanakan sesuai jadual. ruangan. kegiatan. pengaturan jadual dan administrasi). SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada jadual pelaksanaan yang sifatnya tetap sesuai program di tiap Bagian/Departemen/SMF (nama. ruangan. nilai.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA jumlah peserta didik yang akan masuk yang dikirim oleh Institusi Pendidikan Kedokteran kepada Rumah Sakit sebelum mahasiswa masuk ke Rumah Sakit. penanggung jawab ruangan) dan dilaksanakan sesuai jadual. pengaturan jadual dan administrasi). kegiatan. waktu. kegiatan. kegiatan. waktu. waktu. nilai. 1 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 117 . 1 2 PARAMETER Adanya staf sekretariat khusus (staf non edukatif) yang bertanggung jawab penuh untuk menangani kelengkapan proses pendidikan peserta didik (alat bantu belajar. Tidak selalu ada staf sekretariat khusus (staf non edukatif) yang bertanggung jawab penuh untuk menangani kelengkapan proses pendidikan peserta didik (alat bantu belajar. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada staf sekretariat khusus (staf non edukatif) yang bertanggung jawab penuh untuk menangani kelengkapan proses pendidikan peserta didik (alat bantu belajar. pengaturan jadual dan administrasi). Selalu ada jadual pelaksanaan yang sifatnya tetap sesuai program di tiap Bagian/Departemen/SMF (nama. PARAMETER Adanya jadual pelaksanaan yang sifatnya tetap sesuai program di tiap Bagian/Departemen/SMF (nama. penanggung jawab ruangan) tetapi tidak dilaksanakan sesuai jadual. penanggung jawab ruangan) dan dilaksanakan sesuai jadual. ruangan. waktu. nilai. Tidak selalu ada jadual pelaksanaan yang sifatnya tetap sesuai program di tiap Bagian/Departemen/SMF (nama.

tingkat kelulusan. alur pencatatan serta adanya pelaporan nilai yang tepat waktu. pengaturan jadual dan administrasi). ruangan. alur pencatatan dan pelaporan nilai yang tepat waktu. Sudah ada sistem informasi pendidikan yang termasuk di dalamnya berisi data-base peserta didik (meliputi identitas. PARAMETER Terdapat sistem informasi pendidikan yang termasuk didalamnya berisi data-base peserta didik (meliputi identitas. alur pencatatan ada pelaporan nilai tetapi tidak tepat waktu. daftar tunggu ujian) dari pelaksana didik di tiap Bagian/Departemen/SMF kepada Rumah Sakit dan Institusi Pendidikan Kedokteran. Terdapat sistem informasi pendidikan yang termasuk didalamnya berisi data-base peserta didik (meliputi identitas. PARAMETER Terdapat sistem. hasil belajar). hasil belajar) tetapi tidak lengkap. 118 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . SKOR 0 INDIKATOR Belum ada sistem informasi pendidikan yang termasuk di dalamnya berisi data-base peserta didik (meliputi identitas. nilai. Ada sistem. INDIKATOR SKOR 0 1 2 Belum ada sistem. 1 2 PARAMETER Adanya laporan kemajuan pendidikan berkala setiap tahun (jumlah mengenai peserta didik. alur pencatatan dan pelaporan nilai yang tepat waktu Ada sistem. hasil belajar).MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 2 Selalu ada staf sekretariat khusus (staf non edukatif) yang bertanggung jawab penuh untuk menangani kelengkapan proses pendidikan peserta didik (alat bantu belajar. hasil belajar) yang lengkap.

tingkat kelulusan. tingkat kelulusan. tingkat kelulusan. Ada perhitungan satuan biaya pendidikan yang disusun Sekretariat Bersama antara Rumah Sakit dan Institusi Pendidikan Kedokteran meliputi biaya pendidikan langsung dan belum termasuk biaya tidak langsung. Tidak selalu ada laporan kemajuan pendidikan berkala setiap tahun (jumlah mengenai peserta didik. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada perhitungan satuan biaya pendidikan yang disusun Sekretariat Bersama antara Rumah Sakit dan Institusi Pendidikan Kedokteran meliputi biaya pendidikan langsung maupun biaya tidak langsung. biaya bahan habis pakai. PARAMETER 1 2 Adanya perhitungan satuan biaya pendidikan yang disusun oleh Sekretariat Bersama antara Rumah Sakit dan Institusi Pendidikan Kedokteran yang meliputi biaya pendidikan langsung. seperti biaya sumber daya manusia pendidikan. dan biaya tidak langsung seperti pemeliharaan sarana. biaya bahan 1 2 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 119 . seperti biaya sumber daya manusia pendidikan. biaya administrasi dan biaya overhead operasional. Ada perhitungan satuan biaya pendidikan yang disusun Sekretariat Bersama antara Rumah Sakit dan Institusi Pendidikan Kedokteran meliputi biaya pendidikan langsung. daftar tunggu ujian) dari pelaksana didik ditiap Bagian/Departemen/SMF kepada Rumah Sakit dan Institusi Pendidikan Kedokteran. daftar tunggu ujian) dari pelaksana didik di tiap Bagian/Departemen/SMF kepada Rumah Sakit dan Institusi Pendidikan Kedokteran. daftar tunggu ujian) dari pelaksana didik ditiap Bagian/Departemen/SMF kepada Rumah Sakit dan Institusi Pendidikan Kedokteran. Selalu ada laporan kemajuan berkala setiap tahun (jumlah mengenai peserta didik.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada laporan kemajuan pendidikan berkala setiap tahun (jumlah mengenai peserta didik.

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA habis pakai. Terdapat rencana anggaran biaya (RAB) penyelenggaraan pendidikan kedokteran yang disusun setahun sekali oleh Badan Koordinasi Pendidikan yang diusulkan oleh masing-masing Kepala Bagian/Departemen/SMF untuk disetujui oleh Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 120 . PARAMETER Terdapat kesepakatan bersama antara Direktur RS dan Institusi Pendidikan Kedokteran atas masukan Kepala Bagian/Departemen/SMF mengenai pendanaan pendidikan kedokteran yang dituangkan dalam dokumen rencana anggaran dan biaya pendidikan kedokteran di Rumah Sakit. biaya administrasi serta biaya operasional lainnya dan biaya tidak langsung seperti pemeliharaan sarana. INDIKATOR SKOR 0 Tidak terdapat rencana anggaran biaya (RAB) penyelenggaraan pendidikan kedokteran yang disusun setahun sekali oleh Badan Koordinasi Pendidikan yang diusulkan oleh masing-masing Kepala Bagian/Departemen/SMF untuk disetujui oleh Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. SKOR 0 INDIKATOR Tidak terdapat kebijakan bersama antara Direktur RS dan Institusi Pendidikan Kedokteran atas masukan Kepala Bagian/Departemen/SMF mengenai pendanaan pendidikan kedokteran di Rumah Sakit. 1 Terdapat rencana anggaran biaya (RAB) penyelenggaraan pendidikan kedokteran yang disusun setahun sekali oleh Badan Koordinasi Pendidikan yang diusulkan oleh masing-masing 2 Kepala Bagian/Departemen/SMF untuk disetujui oleh Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. PARAMETER Terdapat rencana anggaran biaya (RAB) penyelenggaraan pendidikan kedokteran yang disusun setahun sekali oleh Badan Koordinasi Pendidikan yang diusulkan oleh masing-masing Kepala Bagian/Departemen/SMF untuk disetujui oleh Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran.

PARAMETER Terdapat dokumen evaluasi pelaksanaan pendidikan klinik setiap enam bulan sekali yang dilakukan oleh Sekretariat Bersama berdasarkan indikator tertentu yang ditetapkan Badan Koordinasi Pendidikan. INDIKATOR SKOR Tidak ada laporan keuangan berkala enam bulanan dan tahunan yang dibuat oleh Kepala Bagian/Departemen/SMF 0 serta disahkan oleh Direktur RS dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. PARAMETER Terdapat laporan keuangan berkala enam bulanan dan tahunan yang dibuat oleh Kepala Bagian/Departemen/SMF dan disahkan oleh Direktur RS.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 1 Ada kesepakatan tidak tertulis antara Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran atas masukan Kepala Bagian/Departemen/SMF mengenai pendanaan pendidikan kedokteran di Rumah Sakit. 1 Ada laporan keuangan berkala tahunan anggaran biaya yang dibuat oleh Kepala Bagian/Departemen/SMF tetapi tidak disahkan oleh Direktur RS dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. Terdapat kebijakan bersama antara Direktur RS dan Institusi Pendidikan Kedokteran atas masukan Kepala Bagian/Departemen/SMF mengenai pendanaan pendidikan 2 kedokteran yang dituangkan dalam dokumen rencana anggaran dan biaya pendidikan kedokteran di Rumah Sakit. Ada laporan keuangan berkala enam bulanan dan tahunan yang dibuat oleh Kepala Bagian/Departemen/SMF dan 2 disahkan bersama oleh Direktur RS dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 121 . dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. INDIKATOR SKOR Tidak terdapat dokumen evaluasi pelaksanaan pendidikan klinik 0 yang dilakukan oleh Sekretariat Bersama berdasarkan indikator tim tertentu yang ditetapkan Badan Koordinasi Pendidikan.

dan tindak lanjut. Pendidik. Pendidik. STANDAR SUMBER DAYA MANUSIA UNTUK PROGRAM PENDIDIKAN KLINIK PARAMETER Adanya tata cara rekruitment dan kriteria kompetensi bagi Staf Medik Fungsional yang akan diangkat sebagai Tenaga Pengajar (Penilai. Ada data umpan balik seluruh staff pengajar dan peserta. analisis umpan balik. 2 PARAMETER Terdapat data umpan balik staf pengajar dan peserta. SKOR INDIKATOR Tidak ada tata cara rekruitment dan kriteria kompetensi bagi Staf Medik Fungsional yang akan diangkat sebagai Tenaga Pengajar (Penilai.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 1 Ada dokumen evaluasi pelaksanaan pendidikan klinik secara temporer yang dilakukan oleh Sekretariat Bersama berdasarkan indikator tim tertentu yang ditetapkan Badan Koordinasi Pendidikan.Pembimbing/Supervisor Klinik) yang ditetapkan bersama Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. Ada dokumen evaluasi pelaksanaan pendidikan klinik setiap enam bulan sekali yang dilakukan oleh Sekretariat Bersama berdasarkan indikator tim tertentu yang ditetapkan Badan Koordinasi Pendidikan. dan tindak lanjut. analisis umpan balik. 0 122 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . analisis umpan balik. analisis umpan balik. dan tindak lanjut. SKOR 0 1 2 INDIKATOR Tidak ada data umpan balik staff pengajar dan peserta.Pembimbing / Supervisor Klinik) yang ditetapkan bersama Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. dan tindak lanjut. Ada data umpan balik sebagian staff pengajar dan peserta.

Pembimbing/Supervisor Klinik) diangkat sebagai dosen luar biasa Institusi Pendidikan Kedokteran berikut jabatan akademiknya dari Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran dengan Surat Keputusan.Pembimbing/Supervisor Klinik) diangkat sebagai dosen luar biasa Institusi Pendidikan Kedokteran berikut jabatan akademiknya dari Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran dengan Surat Keputusan. Ada tata cara rekruitment dan kriteria kompetensi bagi Staf Medik Fungsional yang akan diangkat sebagai Tenaga Pengajar (Penilai. Pendidik. Seluruh Staf Medik Fungsional yang menjadi Tenaga Pengajar (Penilai. Ada sebagian Staf Medik Fungsional yang menjadi Tenaga Pengajar (Penilai. Pendidik. PARAMETER 2 Staf Medik Fungsional yang menjadi Tenaga Pengajar (Penilai.Pendidik.Pembimbing/Supervisor Klinik) diangkat sebagai dosen luar biasa Institusi Pendidikan Kedokteran berikut jabatan akademiknya dari Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran dengan Surat Keputusan.Pendidik.Pembimbing/Supervisor Klinik) tetapi belum ditetapkan bersama Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada satupun Staf Medik Fungsional yang menjadi Tenaga Pengajar (Penilai.Pembimbing/Supervisor Klinik) diangkat sebagai dosen luar biasa Institusi Pendidikan Kedokteran berikut jabatan akademiknya dari Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran dengan Surat Keputusan. Pendidik.Pembimbing/Supervisor Klinik) yang ditetapkan bersama Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran.Pendidik. 1 2 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 123 .MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 1 Ada tata cara rekruitment dan kriteria kompetensi bagi Staf Medik Fungsional yang akan diangkat sebagai Tenaga Pengajar (Penilai.

tanggung jawab. tanggung jawab. hak dan kewajiban paruh/purna waktu. kewenangan. 0 1 2 124 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . dan hak dan kewajiban paruh/purna waktu. kewenangan.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA PARAMETER Terdapat SK Pengangkatan/Penugasan dari Direktur RS sebagai Staf Medik Fungsional yang melaksanakan tugas Kependidikan Profesi Kedokteran di RS bagi semua Staf Medik Fungsional yang terlibat dalam Pendidikan Kedokteran di RS tercakup di dalamnya kebijakan tentang kategori. tanggung jawab. PARAMETER Ada SK Pengangkatan/Penugasan dari Direktur RS sebagai Staf Medik Fungsional yang melaksanakan tugas Kependidikan Profesi Kedokteran di RS bagi semua Staf Medik Fungsional yang terlibat dalam pendidikan di RS dan sudah tercakup secara jelas di dalamnya kebijakan tentang kategori. hak dan kewajiban paruh/purna waktu. hak dan kewajiban paruh/purna waktu. tanggung jawab. kewenangan. Ada SK Pengangkatan/Penugasan dari Direktur RS sebagai Staf Medik Fungsional yang melaksanakan tugas Kependidikan Profesi Kedokteran di RS bagi semua Staf Medik Fungsional. kewenangan. tetapi belum tercakup secara jelas di dalamnya kebijakan tentang kategori. hak dan kewajiban paruh/purna waktu. kewenangan. SKOR INDIKATOR Tidak ada SK Pengangkatan/Penugasan dari Direktur RS sebagai Staf Medik Fungsional yang melaksanakan tugas Kependidikan Profesi Kedokteran di RS bagi semua Staf Medik Fungsional yang terlibat dalam pendidikan di RS tercakup di dalamnya kebijakan tentang kategori. tanggung jawab. Ada SK Pengangkatan/Penugasan dari Direktur RS sebagai Staf Medik Fungsional yang melaksanakan tugas Kependidikan Profesi Kedokteran di RS bagi semua Staf Medik Fungsional yang terlibat dalam pendidikan di RS dan sudah tercakup secara jelas di dalamnya kebijakan tentang kategori.

tanggung jawab dan kewenangannya secara tertulis. Ada Staf Medis Fungsional yang ditetapkan Direktur RS sebagai Supervisor Klinik dan pembimbing bagi peserta didik akan tetapi belum disertai kejelasan tugas. PARAMETER 1 2 Terdapat presensi/kehadiran dalam pembelajaran yang dilakukan oleh tenaga pendidik. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 125 . PARAMETER 1 2 Terdapat Tim Penilai/Supervisor kinerja tenaga pendidik dari RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran yang berperan menilai kinerja tenaga pendidik pada pembelajaran klinik dengan kriteria yang jelas serta dilakukan secara berkala minimal satu tahun sekali. Ada Tim Penilai/Supervisor kinerja tenaga pendidik dari RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran yang berperan menilai kinerja tenaga pendidik dengan kriteria yang jelas serta dilakukan secara berkala minimal satu tahun sekali. tanggung jawab dan kewenangannya secara tertulis. Ada Staf Medis Fungsional yang ditetapkan Direktur RS sebagai Supervisor Klinik dan pembimbing bagi peserta didik dan telah disertai kejelasan tugas. Ada Tim Penilai/Supervisor kinerja tenaga pendidik dari RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran yang berperan menilai kinerja tenaga pendidik namun belum ada kriteria penilaian yang jelas.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA SKOR 0 INDIKATOR Tidak Ada Staf Medis Fungsional yang ditetapkan Direktur RS sebagai Supervisor Klinik dan pembimbing bagi peserta didik. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada Penilai/Supervisor kinerja tenaga pendidik dari RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran.

Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 126 . SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada dokumen yang mencantumkan kesepakatan mengenai penyediaan fasilitas fisik untuk pendidikan klinik antara Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. INDIKATOR SKOR Tidak ada data base pengembangan diri tenaga pendidikan di bawah koordinasi Sekretaris Bagian Rumah Sakit maupun di 0 bawah Badan Koordinasi Pendidikan/ Sekretariat Bersama Pendidikan. 2 PARAMETER Terdapat dokumen kesepakatan yang mencantumkan penyediaan sarana. 1 Sebagian ada data base pengembangan diri tenaga pendidikan di bawah koordinasi Sekretaris Bagian Rumah Sakit dan Badan Koordinasi Pendidikan Kedokteran / Sekretariat Bersama Pendidikan. PARAMETER Terdapat data dasar pengembangan diri tenaga pendidikan di bawah koordinasi Sekretaris Bagian Rumah Sakit dan Badan Koordinasi Pendidikan /Sekretariat Bersama Pendidikan. Ada data base pengembangan diri tenaga pendidikan di bawah koordinasi Sekretaris Bagian Rumah Sakit dan di bawah Badan Koordinasi Pendidikan / Sekretariat Bersama Pendidikan. Ada presensi/kehadiran (tetapi tidak lengkap) dalam pembelajaran yang dilakukan oleh tenaga pendidik .MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA SKOR 0 1 2 INDIKATOR Tidak ada presensi/kehadiran dalam pembelajaran yang dilakukan oleh tenaga pendidik. Ada presensi/kehadiran secara lengkap dalam pembelajaran yang dilakukan oleh tenaga pendidik. prasarana dan peralatan yang memadai untuk pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan modul pendidikan yang ditandatangani antara Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran.

sistem informasi Rumah Sakit. teknologi informasi. sistem dokumentasi. peralatan phantom dan audiovisual tetapi tidak lengkap. perpustakaan. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada sarana. perpustakaan. teknologi informasi. peralatan phantom dan audiovisual. 1 2 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 127 . Ada sarana dan prasarana yang dapat menunjang penyelenggaraan pendidikan secara lengkap antara lain: ruangan pembelajaran. skill lab. Sebagian ada sarana dan prasarana yang dapat menunjang penyelenggaraan pendidikan antara lain: ruangan pembelajaran. skill lab. peralatan phantom dan audiovisual. sistem dokumentasi. antara lain: ruangan pembelajaran. prasarana yang dapat menunjang penyelenggaraan pendidikan antara lain: ruangan pembelajaran. prasarana yang dapat menunjang penyelenggaraan pendidikan. Ada dokumen yang mencantumkan kesepakatan mengenai penyediaan fasilitas fisik untuk pendidikan klinik antara Direktur 2 RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran dan sudah terealisasi. sistem dokumentasi. teknologi informasi. prasarana penunjang dan fasilitas pendukung. sistem informasi Rumah Sakit. PARAMETER Tersedia fasilitas ruang jaga yang memenuhi syarat keamanan dan kenyamanan bagi peserta didik yang memenuhi standar sarana bangunan. PARAMETER Adanya sarana. sistem dokumentasi. teknologi informasi. sistem informasi Rumah Sakit. ruang diskusi. sistem informasi RS. ruang diskusi. peralatan phantom dan audiovisual. ruang diskusi. skill lab.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 1 Ada dokumen yang mencantumkan kesepakatan mengenai penyediaan fasilitas fisik untuk pendidikan klinik antara Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tetapi belum terealisasi. skill lab. perpustakaan. perpustakaan. ruang diskusi.

PARAMETER 1 2 Terdapat variasi dan jumlah kasus yang cukup yang sesuai dengan materi pembelajaran peserta didik. PARAMETER penelitian dan pengembangan di bidang Terdapat sarana kedokteran. Tersedia variasi dan jumlah kasus yang cukup memadai yang sesuai dengan materi pembelajaran peserta didik. prasarana penunjang serta fasilitas pendukung. Telah tersedia fasilitas ruang jaga yang memenuhi syarat keamanan dan kenyamanan bagi peserta didik serta memenuhi standar sarana bangunan. Tersedia sarana penelitian dan pengembangan di bidang 1 kedokteran di bagian-bagian tertentu. prasarana penunjang serta fasilitas pendukung.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA SKOR 0 INDIKATOR Tidak tersedia fasilitas ruang jaga yang memenuhi syarat keamanan dan kenyamanan bagi peserta didik serta memenuhi standar sarana bangunan. 2 Ada sarana penelitian dan pengembangan di bidang kedokteran di seluruh bagian dan/atau Lembaga Penelitian Terpadu. SKOR 0 1 2 INDIKATOR Tidak tersedia variasi dan jumlah kasus yang cukup yang sesuai dengan materi pembelajaran peserta didik. Tersedia variasi dan kasus dalam jumlah terbatas dan kurang mencukupi materi pembelajaran peserta didik. SKOR INDIKATOR Tidak tersedia sarana penelitian dan pengembangan di bidang 0 kedokteran. 128 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . Tersedia fasilitas ruang jaga tetapi tidak memenuhi syarat keamanan dan kenyamanan bagi peserta didik serta memenuhi standar sarana bangunan. prasarana penunjang fasilitas pendukung.

PARAMETER Terdapat buku panduan program pendidikan kedokteran yang disusun oleh Kepala Bagian/Departemen/SMF yang disetujui oleh Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. dan catatan kehadiran dalam proses pendidikan (log book). RS mempunyai perencanaan tetapi dalam penyusunannya tidak melibatkan masing-masing Bagian/Departemen/SMF terkait melalui proses aktifitas staf medis. SKOR 0 INDIKATOR Tidak terdapat buku panduan program pendidikan kedokteran yang disusun oleh Kepala Bagian/Departemen/SMF yang disetujui oleh Direktur RS dan Pimpinan Instusi Pendidikan Kedokteran. RS telah mempunyai perencanaan yang disusun oleh masingmasing Bagian/SMF/Dep terkait melalui aktivitas staf medis dalam penyusunan rancangan tersebut. dan catatan kehadiran dalam proses pendidikan (log book). dan tidak ada catatan kehadiran dalam proses pendidikan (log book). dan terdapat notulensi pertemuan rutin. SKOR INDIKATOR RS tidak mempunyai perencanaan yang disusun oleh masingmasing Bagian/Departemen/SMF terkait melalui proses aktifitas staf medis dalam penyusunan rancangan tersebut dan terdapat notulensi pertemuan rutin. 0 1 2 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 129 .MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA STANDAR PERANCANGAN DAN PELAKSANAAN PROGRAM PENDIDIKAN KLINIK YANG BERKUALITAS PARAMETER RS harus mempunyai perencanaan yang disusun oleh masingmasing Bagian/Departemen/SMF terkait melalui proses aktifitas staf medis dalam penyusunan rancangan tersebut dan terdapat notulensi pertemuan rutin. tidak ada notulensi pertemuan rutin. dan catatan kehadiran dalam proses pendidikan (log book).

1 2 130 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan .MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 1 Terdapat buku panduan program pendidikan kedokteran yang disusun oleh masing-masing Kepala Bagian/Departemen/SMF tetapi belum mendapat persetujuan Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. dilihat dengan adanya umpan balik dari peserta didik mengenai tenaga pendidik. serta data wawancara staf. Seluruh Bagian/Departemen/SMF di Rumah Sakit yang terkait dalam program pendidikan terlibat aktif dalam proses pelaksanaan pendidikan. tetapi tidak ada umpan balik dari peserta didik mengenai tenaga pendidik dengan menggunakan log book untuk memantau pertemuan tenaga pendidik dengan peserta didik serta wawancara staf. Seluruh Bagian/Departemen/SMF di Rumah Sakit yang terkait dalam program pendidikan terlibat aktif dalam proses pelaksanaan pendidikan. PARAMETER 2 Seluruh Bagian/Departemen/SMF di Rumah Sakit yang terkait dalam program pendidikan terlibat aktif dalam proses pelaksanaan pendidikan. SKOR 0 INDIKATOR Tidak seluruh Bagian/Departemen/SMF di Rumah Sakit yang terkait dalam program pendidikan terlibat aktif dalam proses pelaksanaan pendidikan. Terdapat buku panduan program pendidikan kedokteran yang disusun/dibuat oleh Kepala Bagian/Departemen/SMF bersama-sama dengan Institusi Pendidikan Kedokteran terkait yang telah disetujui oleh Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. dengan menggunaan log book untuk memantau pertemuan tenaga pendidik dengan peserta didik serta data wawancara staf. dengan menggunaan log book untuk memantau pertemuan tenaga pendidik dengan peserta didik. dilihat dengan adanya umpan balik dari peserta didik mengenai tenaga pendidik.

INDIKATOR SKOR Rumah Sakit belum mempunyai program pendidikan klinik yang terstruktur yang ditetapkan bersama Institusi Pendidikan Kedokteran dan mengacu pada Standar Pendidikan Profesi Dokter/Dokter Gigi. Dokter/Dokter Gigi Spesialis dengan tujuan pendidikan jelas/konkrit. batas kompetensi tegas dan tertuang dalam buku panduan. Dokter/Dokter Gigi Spesialis dan Standar Kompetensi Dokter/Dokter Gigi. Dokter/Dokter Gigi Spesialis dengan tujuan pendidikan jelas/konkrit. PARAMETER Rumah Sakit memberlakukan tata tertib peserta didik yang bertujuan untuk mencapai tujuan pembelajaran. batas kompetensi tegas dan tertuang dalam buku panduan. Dokter/Dokter Gigi Spesialis dengan tujuan pendidikan jelas/konkrit. Dokter/Dokter Gigi Spesialis dan Standar 0 Kompetensi Dokter/Dokter Gigi.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA PARAMETER Rumah Sakit mempunyai program pendidikan klinik yang terstruktur yang ditetapkan bersama Institusi Pendidikan Kedokteran dan mengacu pada Standar Pendidikan Profesi Dokter/Dokter Gigi. Dokter/Dokter Gigi Spesialis dan Standar Kompetensi Dokter/Dokter Gigi. batas kompetensi tegas dan tertuang dalam buku panduan. Dokter/Dokter Gigi Spesialis dan Standar 1 Kompetensi Dokter/Dokter Gigi. INDIKATOR SKOR Rumah Sakit tidak/belum memberlakukan tata tertib peserta 0 didik yang bertujuan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Rumah Sakit telah mempunyai program pendidikan klinik yang terstruktur yang ditetapkan bersama Institusi Pendidikan Kedokteran dan mengacu pada Standar Pendidikan Profesi Dokter/Dokter Gigi. Dokter/Dokter Gigi Spesialis tetapi belum terlihat adanya tujuan pendidikan jelas/konkrit. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 131 . Rumah Sakit telah mempunyai program pendidikan klinik yang terstruktur yang ditetapkan bersama Institusi Pendidikan Kedokteran dan mengacu pada Standar Pendidikan Profesi 2 Dokter/Dokter Gigi. batas kompetensi tegas dan tertuang dalam buku panduan.

1 2 132 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . Rumah Sakit dalam pendidikan dan pelayanannya telah secara menyeluruh menggunakan prinsip pengetahuan kedokteran berbasis bukti (evidance based medicine). Rumah Sakit dalam pendidikan dan pelayanannya belum secara menyeluruh menggunakan prinsip pengetahuan kedokteran berbasis bukti ( evidance based medicine). SKOR 0 INDIKATOR Rumah Sakit dalam pendidikan dan pelayanannya tidak menggunakan prinsip pengetahuan kedokteran berbasis bukti ( evidance based medicine). PARAMETER Terdapat kegiatan pertemuan ilmiah secara rutin satu minggu sekali yang ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF. Ada kegiatan pertemuan ilmiah secara rutin minimal satu minggu sekali yang ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF. SKOR 0 1 2 INDIKATOR Tidak ada kegiatan pertemuan ilmiah secara rutin yang ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF. Ada kegiatan pertemuan ilmiah ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF tetapi waktunya tidak menentu atau kurang dari 4 kali dalam 1` bulan. Rumah Sakit memberlakukan tata tertib peserta didik yang bertujuan untuk mencapai tujuan pembelajaran. PARAMETER Rumah Sakit dalam pendidikan dan pelayanannya menggunakan prinsip pengetahuan kedokteran berbasis bukti (evidence based medicine).MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Rumah Sakit memberlakukan tata tertib peserta didik yang bertujuan untuk mencapai tujuan pembelajaran tetapi belum 1 disosialisasikan dan dipatuhi oleh peserta didik. telah diketahui 2 oleh setiap peserta didik dan dipatuhi peserta didik.

PARAMETER Jaminan mutu pelayanan Rumah Sakit termasuk didalamnya keselamatan pasien harus didukung sepenuhnya oleh Institusi Pendidikan Kedokteran. para 1 2 1 2 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 133 . tertulis dan dibukukan. yang dinyatakan dalam perencanaan.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA PARAMETER Terdapat program pendidikan klinik yang jelas dan ditetapkan. para pendidik dan para peserta didik. tertulis dan dibukukan. tertulis dan dibukukan dimana buku program tersebut dimiliki oleh setiap staf edukatif dan setiap Bagian memiliki minimal satu sebagai arsip dan masukan dalam pelaksanaan kegiatan. tertulis dan dibukukan dimana buku program tersebut dimiliki oleh setiap staf edukatif dan setiap Bagian memiliki minimal satu sebagai arsip dan masukan dalam pelaksanaan kegiatan. Ada program pendidikan klinik yang jelas dan ditetapkan. monitoring dan evaluasi sistem supervisi peserta didik. tetapi buku program tersebut belum dimiliki oleh setiap staf edukatif dan setiap Bagian belum memiliki minimal satu sebagai arsip dan masukan dalam pelaksanaan kegiatan. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada program pendidikan klinik yang jelas dan ditetapkan. Ada program jaminan mutu pelayanan Rumah Sakit termasuk didalamnya keselamatan pasien tetapi pelaksanaannya belum didukung oleh Institusi Pendidikan Kedokteran. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada program jaminan mutu pelayanan Rumah Sakit termasuk didalamnya keselamatan pasien. Ada program jaminan mutu pelayanan Rumah Sakit termasuk didalamnya keselamatan pasien dan pelaksanaannya didukung sepenuhnya oleh Institusi Pendidikan Kedokteran. Terdapat program pendidikan klinik yang jelas dan ditetapkan. yang dinyatakan dalam perencanaan. para pendidik dan para peserta didik. monitoring dan evaluasi sistem supervisi peserta didik.

penanganan kasus/prosedur peserta didik tetapi belum secara jelas tercantum dalam buku panduan peserta didik yang disusun oleh Kepala Bagian/Ketua Program Studi. penanganan kasus/prosedur peserta didik yang tercantum dalam buku panduan peserta didik yang disusun oleh Kepala Bagian/Ketua Program Studi. PARAMETER Kegiatan pendidikan klinik yang dirancang memberikan proporsi seimbang antara clinical reasoning dan pelatihan keterampilan berbasis bukti (evidence based medicine) yang disusun oleh Badan Koordinasi Pendidikan masing-masing Bagian/ Departemen/SMF. 1 2 PARAMETER Terdapat batasan kewenangan. monitoring dan evaluasi sistem supervisi peserta didik. Ada kegiatan pendidikan klinik yang secara khusus dirancang yang memberikan proporsi seimbang antara clinical reasoning dan skill training yang berbasis bukti (evidence based medicine) disusun oleh Badan Koordinasi Pendidikan dan telah dilaksanakan di seluruh Bagian/Departemen/SMF. Ada batasan kewenangan. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada batasan kewenangan.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA pendidik dan para peserta didik. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada rancangan secara khusus proporsi clinical reasoning dan skill training bagi peserta didik yang disusun oleh Badan Koordinasi Pendidikan masing-masing Bagian/ Departemen/ SMF. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 1 134 . Ada rancangan secara khusus proporsi clinical reasoning dan skil training berbasis bukti bagi peserta didik yang disusun oleh Badan Koordinasi Pendidikan tetapi belum dilaksanakan diseluruh Bagian/ Departemen/ SMF. yang dinyatakan dalam perencanaan. penanganan kasus/prosedur peserta didik yang tercantum dalam buku panduan peserta didik yang disusun oleh Kepala Bagian/Ketua Program Studi.

SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada kebijakan bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran dalam bidang penelitian kedokteran. Ada pedoman mengenai kegiatan penelitian yang dilakukan oleh Staf Medik Fungsional yang melibatkan peserta didik sebagai bagian dari pembelajaran peserta didik tetapi tidak disertai fasilitas pendukung yang memadai untuk penelitian. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada pedoman serta fasilitas mengenai kegiatan penelitian yang dilakukan oleh Staf Medik Fungsional yang melibatkan peserta didik sebagai bagian dari pembelajaran peserta didik. 1 2 PARAMETER Terdapat pedoman serta fasilitas mengenai kegiatan penelitian yang dilakukan oleh Staf Medik Fungsional yang melibatkan peserta didik sebagai bagian dari pembelajaran peserta didik. Ada kebijakan bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran dalam bidang penelitian kedokteran tetapi belum dituangkan dalam dokumen Perjanjian Kerjasama Penelitian antara RS dan Institusi Pendidikan Kedokteran. penanganan kasus/prosedur peserta didik yang tercantum secara jelas dalam buku panduan peserta didik yang disusun oleh Kepala Bagian/Ketua Program Studi. Ada kebijakan bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran dalam bidang penelitian kedokteran yang telah dituangkan dalam Perjanjian Kerjasama Penelitian antara RS dan Institusi Pendidikan Kedokteran. PARAMETER Terdapat kebijakan bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran dalam bidang penelitian kedokteran. 1 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 135 .MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 2 Ada batasan kewenangan.

secara tersendiri oleh Bagian/Departemen/SMF bersama Badan Koordinasi Pendidikan sekurang. dokumen penelitian yang telah dilakukan. text-book. Ada kegiatan evaluasi program pendidikan klinik secara berkala dan secara tersendiri oleh Bagian/Departemen/SMF tetapi tidak melibatkan Badan Koordinasi Pendidikan.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 2 Ada pedoman mengenai kegiatan penelitian yang dilakukan oleh Staf Medik Fungsional yang melibatkan peserta didik sebagai bagian dari pembelajaran peserta didik dan disertai fasilitas pendukung yang memadai untuk penelitian seperti Internet. secara tersendiri maupun oleh Badan Koordinasi Pendidikan. arsip rekam medis yang sistematis dan data base pasien rawat inap/rawat jalan. secara tersendiri melalui rapat evaluasi Badan Koordinasi Pendidikan dan Supervisi Pendidikan Klinik setiap modul di tiaptiap bagian oleh Badan Koordinasi Pendidikan sekurangkurangnya satu kali dalam satu tahun. Ada kegiatan evaluasi program pendidikan klinik secara berkala melalui mekanisme umpan balik dengan menggunakan kuesioner bagi peserta didik diakhir pendidikan disetiap bagian. langganan jurnal. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada kegiatan evaluasi program pendidikan klinik secara berkala.kurangnya satu kali dalam satu tahun. 1 2 136 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . PARAMETER Terdapat kegiatan evaluasi program pendidikan klinik secara berkala. Sistem penilaian peserta didik ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF. PARAMETER Peserta program pendidikan klinik dinilai bersama oleh staf pendidik RS Pendidikan dan staf Institusi Pendidikan Kedokteran yang mempunyai kompetensi sebagai penilai secara komprehensif meliputi ranah Pengetahuan. Psikomotor dan Afektif.

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA SKOR INDIKATOR Tidak ada kegiatan penilaian bersama yang dilakukan oleh staf pendidik RS Pendidikan dan Staf Pendidik Institusi Pendidikan Kedokteran yang menilai kompetensi peserta didik secara secara komprehensif meliputi ranah Pengetahuan. Ada kegiatan penilaian bersama yang dilakukan oleh staf pendidik RS Pendidikan dan Staf Pendidikan Institusi Pendidikan Kedokteran yang menilai kompetensi peserta didik secara secara komprehensif meliputi ranah Pengetahuan. Psikomotor dan Afektif yang ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF. Psikomotor dan Afektif yang ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF. tetapi belum/tidak melibatkan Staf Pendidik Institusi Pendidikan Kedokteran. Psikomotor dan Afektif yang ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF. 0 1 2 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 137 . Ada kegiatan penilaian yang dilakukan oleh staf pendidik RS Pendidikan yang menilai kompetensi peserta didik secara secara komprehensif meliputi ranah Pengetahuan.

X 100 % Nilai Standar Nilai standar adalah seluruh jumlah parameter dari masing-masing standar dikalikan 2 (dua) atau Skor maksimal. Adapun perhitungan hasil akhir penilaian kepatuhan terhadap seluruh standar adalah sebagai berikut : Jumlah Kumulatif Hasil Penilaian --------------------------------------------------. Akreditasi C. 2. Afiliasi (Eksilensi) atau Satelit didasarkan pada ketentuan sebagai berikut : 1.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Lampiran IX Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 1069/ Menkes/ SK/ XI/ 2008 Tanggal : 18 November 2008 BAB IX HASIL PENILAIAN DAN STATUS AKREDITASI Perhitungan hasil penilaian terhadap kepatuhan setiap standar adalah sebagai berikut : Jumlah hasil penilaian masingmasing parameter sesuai skor Hasil penilaian = --------------------------------------------------. bila nilai pencapaian Standar Rumah Sakit Pendidikan mencapai lebih dari 33 % sampai dengan 60 %. bila nilai pencapaian Standar Rumah Sakit Pendidikan mencapai lebih dari 60 % sampai dengan 79 %. 3. Akreditasi B. Akreditasi A. bila nilai pencapaian Standar Rumah Sakit Pendidikan lebih dari 79 % sampai dengan 100 %. Rekomendasi hasil penilaian kelayakan Rumah Sakit sebagai Rumah Sakit Pendidikan adalah sebagai berikut : Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 139 .X 100 % Jumlah Nilai Standar Total Hasil = Penilaian Hasil penilaian kelayakan Rumah Sakit sebagai Rumah Sakit Pendidikan Utama.

100 % 60 % . tetapi masih memerlukan peningkatan kepatuhan beberapa parameter standar. 2. Afiliasi (Eksilensi) atau Satelit. 33 % . namun dalam jangka waktu selambat lambatnya 3 (tiga) tahun harus dilakukan penilaian kembali. Perlu pembinaan untuk peningkatan kepatuhan sebagian besar standar. 3. 3. Status Akreditasi C. Status Akreditasi B. dapat diberikan Sertifikat Akreditasi RS Pendidikan. Pada umumnya telah memenuhi standar. 1. 140 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan .MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA No.60 % Berdasarkan hasil penilaian kelayakan Rumah Sakit sebagai Rumah Sakit Pendidikan Utama. telah mendapatkan Sertifikat Akreditasi RS Pendidikan untuk jangka waktu 5 (lima) tahun. Nilai > 79 % . 2. maka status akreditasinya dikatagorikan sebagai berikut : 1.79 % Rekomendasi Sebagian besar atau seluruh standar telah dipenuhi. belum mendapatkan Sertifikat Akreditasi RS Pendidikan dan dalam waktu 1 (satu) tahun harus dilakukan penilaian kembali. Status Akreditasi A.

b. c. Tersedianya anggaran untuk pelaksanaan kegiatan Tim Koordinasi serta Tim Penilaian dan Pembinaan Akreditasi RS Pendidikan di tingkat Pusat maupun Provinsi. 1.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Lampiran X Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 1069/ Menkes/ SK/ XI/ 2008 Tanggal : 18 November 2008 BAB X PEMANTAUAN DAN EVALUASI Pemantauan dan evaluasi meliputi pemantauan terhadap kinerja Tim Akreditasi RS Pendidikan serta pemantauan terhadap mutu pengelolaan dan pelaksanaan RS Pendidikan. RS Pendidikan yang belum memenuhi kepatuhan minimal perlu dilakukan pembinaan secara berkala. Terselenggaranya sosialisasi Pedoman Standar RS Pendidikan. Terselenggaranya kegiatan Akreditasi RS Pendidikan. e. 2. d. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 141 . Pemantauan dan evaluasi mutu pengelolaan dan pelaksanaan Rumah Sakit Pendidikan diseluruh Indonesia dilaksanakan oleh Tim Akreditasi RS Pendidikan di Tingkat Pusat bersama-sama dengan Tim Akreditasi RS Pendidikan Tingkat Provinsi yang dibentuk oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi setempat. c. proses dan output. Terselenggaranya Penyusunan Rencana Kerja 5 tahunan dan Rencana Tahunan. Terbentuknya Tim Pengarah Akreditasi RS Pendidikan. maka konsistensi RS Pendidikan dalam kepatuhan pelaksanaan Standar RS Pendidikan harus terus menerus dilakukan pemantauan dan evaluasi. Terbentuknya Tim Pelaksana Akreditasi RS Pendidikan. Input a. Sesuai kemampuan rentang kendali wilayah dan kemampuan sumber daya manusia serta pembiayaan yang tersedia Dinas Kesehatan Provinsi dapat melimpahkan tugas dan kewenangan dalam pemantauan RS Pendidikan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota di wilayahnya. b. Untuk menjamin mutu pembelajaran klinik peserta didik agar dapat mencapai Standar Kompetensi sesuai dengan Standar Pendidikan Profesi Kedokteran. Proses a. Tersedianya Buku Pedoman Standar RS Pendidikan. Pemantauan terhadap pelaksanaan Pedoman Standar RS Pendidikan dilakukan meliputi input. Tersedianya data dasar seluruh RS Pendidikan.

Terselenggaranya pertemuan koordinasi RS Pendidikan. e. Peningkatan jumlah RS Pendidikan Afiliasi (Eksilensi) yang telah terakreditasi c.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA d. 3. Peningkatan jumlah RS Pendidikan Utama yang telah terakreditasi b. Output a. Terselenggaranya Rapat Koordinasi lintas sektor terkait dengan RS Pendidikan. Peningkatan jumlah RS Pendidikan Satelit yang telah terakreditasi 142 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan .

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Lampiran XI Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 1069/ Menkes/ SK/ XI/ 2008 Tanggal : 18 November 2008 BAB XI PEMBINAAN DAN PENGAWASAN Departemen Kesehatan. Meningkatkan mutu pelayanan di RS Pendidikan. A. Rumah sakit pendidikan senantiasa wajib mematuhi semua standar RS Pendidikan Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 143 . informasi. 2. Pembinaan terhadap penyelenggaraan Rumah Sakit Pendidikan diarahkan untuk : 1. Pembinaan dan Pengawasan Rumah Sakit Pendidikan oleh Pemerintah Daerah dapat dilaksanakan dan dikoordinasikan oleh Dinas Kesehatan Propinsi sesuai dengan tugas dan kewenangannya. 3. Pembinaan. penataran. 2. Pembinaan terhadap RS Pendidikan dilakukan melalui kegiatan komunikasi. Rumah Sakit yang menjalankan fungsi Rumah Sakit Pendidikan wajib memiliki Sertifikat Rumah Sakit Pendidikan. dan pelatihan). Pengawasan. Meningkatkan penelitian dan pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kedokteran di RS Pendidikan. B. Pengawasan yang dilakukan oleh Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik dititik beratkan agar Rumah Sakit dapat senantiasa memberikan perlindungan dan keselamatan baik terhadap pasien maupun kepada tenaga medik pendidik. supervisi dan edukasi (penyuluhan. Pemerintah Daerah (Propinsi/Kabupaten/Kota) Konsil Kedokteran Indonesia. tenaga non medik pendidik. Oleh karena itu hal-hal yang terkait dengan pengawasan yang penting dilaksanakan adalah sebagai berikut : 1. Asosiasi Rumah Sakit Pendidikan Indonesia. serta peserta didik yang bekerja di Rumah Sakit Pendidikan. Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia dan Majelis Kolegium Kedokteran Indonesia membina serta mengawasi penyelenggaraan Rumah Sakit Pendidikan sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing. Meningkatkan mutu pendidikan sesuai dengan standar pendidikan profesi kedokteran.

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 3. ARSPI. AIPKI. Mencari pemecahan masalah dan cara yang lebih baik dalam penyelenggaraan Rumah Sakit Pendidikan 2. Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap RS Pendidikan yang dapat mengikutsertakan Kepala Dinas Kesehatan Propinsi. 5. dan KKI sesuai tugas. fungsi dan kewenangannya masing-masing. hasil pengawasan harus dijadikan bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan untuk : 1. MKKI. Institusi pendidikan kedokteran wajib memberikan jabatan akademik kepada dokter pendidik klinik / dosen klinik di RS Pendidikan. Agar pengawasan dapat berhasil guna dan berdayaguna. Menentukan layak atau tidak layaknya suatu Rumah Sakit menyandang predikat Rumah Sakit Pendidikan. Rumah Sakit Pendidikan berkewajiban menjalankan program keselamatan pasien (patient safety). Institusi Pendidikan Kedokteran yang mengirim peserta didik ke RS Pendidikan wajib memberikan perlindungan hukum kepada peserta didik dengan asuransi profesi. 4. 144 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan .

c. Penghentian sementara kegiatan Rumah Sakit Pendidikan. Pencabutan Sertifikat Akreditasi Rumah Sakit Pendidikan sebelum habis masa berlakunya. b.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Lampiran XII Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 1069/ Menkes/ SK/ XI/ 2008 Tanggal : 18 November 2008 BAB XII SANKSI Rumah Sakit Pendidikan yang telah memperoleh Akreditasi dan Sertifikasi apabila melakukan pelanggaran ketentuan yang diatur dalam Keputusan ini dapat dikenakan sanksi berupa : a. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 145 . Teguran Tertulis kepada Pemilik Rumah Sakit dan tembusannya disampaikan kepada Institusi Pendidikan Kedokteran yang terkait.

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Lampiran XIII Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 1069/ Menkes/ SK/ XI/ 2008 Tanggal : 18 November 2008 BAB XIII PEMBIAYAAN Pembiayaan untuk penyelenggaraan proses klasifikasi dan akreditasi standar Rumah Sakit Pendidikan milik Pemerintah dibebankan kepada APBN. 146 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . dan APBD Kabupaten/Kota. Pembiayaan untuk pemantauan. BHMN dan Rumah Sakit milik Swasta dibebankan kepada anggaran yang ada pada pemilik/penyelenggara Rumah Sakit sesuai dengan lingkup fungsi dan tugasnya berdasarkan prosedur dan ketentuan yang berlaku dilingkungannya masing-masing. evaluasi dan pembinaan dibebankan kepada APBN Departemen Kesehatan RI serta sumber dana lainnya yang tidak mengikat. BUMN/BUMD. Untuk Rumah SakitRumah Sakit TNI/POLRI. APBD Provinsi.

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Lampiran XIV Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 1069/ Menkes/ SK/ XI/ 2008 Tanggal : 18 November 2008 BAB XIV KETENTUAN PERALIHAN Seluruh Rumah Sakit yang pada saat ditetapkannya Keputusan ini telah menyelenggarakan dan berfungsi sebagai Rumah Sakit yang digunakan sebagai pembelajaran klinik peserta didik Pendidikan Dokter dan Pendidikan Dokter Spesialis masih tetap dapat menjalankan fungsinya sebagai Rumah Sakit Pendidikan dan agar menyesuaikan pelaksanaannya dengan ketentuan ini selambat-lambatnya 2 (dua) tahun sejak diterbitkannya Keputusan ini. Setetah selesai masa peralihan Rumah Sakit yang melaksanakan fungsi sebagai Rumah Sakit Pendidikan tanpa memiliki akreditasi dan sertifikasi dapat dikenakan sanksi berupa pencabutan ijin operasional Rumah Sakit. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 147 .

MEN Dr.JP(K 148 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . Sp. Meningkatnya pemanfaatan Rumah Sakit menjadi RS Pendidikan sebagai wahana pembelajaran klinik pendidikan profesi kedokteran akan meningkatkan daya tampung peserta pendidikan sekaligus mutu pelayanan medik yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas lulusan peserta didik sesuai Standar Pendidikan Profesi Kedokteran. TE RI K ES EHMENTERI AT AN KESEHATAN.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Lampiran XV Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 1069/ Menkes/ SK/ XI/ 2008 Tanggal : 18 November 2008 BAB XV PENUTUP Pedoman Klasiikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan ini dibuat untuk mendorong peningkatan mutu Rumah Sakit yang digunakan oleh Institusi Pendidikan Kedokteran sebagai wahana pembelajaran klinis bagi peserta didiknya. penetapan dan pembinaan RS Pendidikan dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan RS Pendidikan sebagaimana ditetapkan dalam keputusan ini diatur dan ditetapkan lebih lanjut teknis pelaksanaannya oleh Direktur Jenderal Bina Pelayananan Medik Departemen Kesehatan RI. Untuk kelancaran teknis penilaian standar. SITI FADILAH SUPARI. Dengan demikian maka akan terjadi peningkatan mutu pelayanan dan peningkatan kualitas lulusan peserta didik sesuai Standar Pendidikan Profesi Kedokteran. dr.

9. Clinical Reasoning in Medicine. 2. Neher JO. Giving effective feedback to Medical students: a workshop for Faculty and house staff. 7. Featherstone HJ. Three Exemplary Models of Case-Base Teaching. Academic Medicine. Elstein A. 4. Beitman BD. Clinical Instruction and Cognitive Development in Medical Students. Journal of the American Board of Family Practice.Jones M Ieditor). Medical Education. 1990. In: Clinical Reasoning in Health Professional.1999. 6. Irby DM. and Cohen R. Seattle. University of Washington. Academic Medicine. Benbasat J.1984. Gordon KC. Jakarta. Departemen Kesehatan RI.1999. Direktorat Jenderal Pelayanan Medik. Miller GE. 10.1995.1992. Academic Medicine. Meyer B. Washington. 8. 2005. 1992. Distorted Learning from Unusual Clinical Anecdotes. and Stevens NA. Gordon K.Lancet.Medical teacher. Irby DM. Higgs J. A five-step 'Microskills' Models of Clinical Teaching.1982. and Irby DM. The Assestment of Clinical Skills/Competence/ Performance. 5. Bruckner H et al. and Meyer. Five Microskills for Clinical Teaching.REFERENSI : 1. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 149 .1994. Departement of Family Medicine . 3. How Attending Physycians Make Instructional Decissions When Conducting Teaching Rounds. Standar Rumah Sakit Pendidikan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful