362.

11 Ind s

DEPARTEMEN KESEHATAN RI 2009

Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan c 2008, Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik Departemen Kesehatan RI

18 cm x 25 cm xxii + 143 halaman ISBN No. 978-979-9254-66-5

Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Dilarang memperbanyak, mencetak dan menerbitkan sebagian atau seluruh isi buku ini dengan cara dan bentuk apapun juga tanpa seizin penulis dan penerbit

Katalog Dalam Terbitan. Departemen Kesehatan RI
362.11

Indonesia. Departemen Kesehatan. Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik s .Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan -- Jakarta : Departemen Kesehatan RI, 2009
Ind

KATA PENGANTAR

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat ALLAH SWT, yang senantiasa melimpahkan rahmat serta karunia-Nya sehingga Pedoman, Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan dapat tersusun dengan baik dan ditetapkan dengan Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 1069/Menkes/SK/XII/2008. Keputusan Menteri Kesehatan tentang Pedoman, Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan ditujukan bagi setiap rumah sakit yang akan dan telah berfungsi sebagai tempat wahana pembelajaran bagi peserta pendidikan kedokteran serta menjadi acuan bagi rumah sakit dalam proses penyelenggaraan pendidikan kedokteran. Kepada Kontributor, Tim Penyusun dan kepada semua pihak terkait yang telah turut berpartisipasi dalam penyusunan buku ini, kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas buah pikiran, waktu, dan sumbang saran yang telah diberikan. Semoga segala upaya dan kerja keras Saudara bermanfaat dalam upaya peningkatan mutu pendidikan kedokteran di tanah air.

Direktur Bina Pelayanan Medik Spesialistik, EN K E SEH
DEPAR

T

EM

A

RAL ENDE EDIK TUR J M DIREK LAYANAN E P BINA

Dr. K. Mohamad Akib, Sp. Rad. MARS NIP. 195208201978071001

Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan

N TA

i

M.Kes Dr. MpH Dr.Kes Drg. M.Tim Penyusun Dr. Indri Yogyaswari Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan iii . Sp. Mohamad Akib. Rad. K. Ady Iswadi Thomas Dr. Desriana Elizabeth Ginting Dr. Noor Sardono. Luki Hartanti. Rochman Arif. MARS Dr.

Tjahjono D. Agus Purwadianto. Dr. PhD DR.PD. Abidin Widjanarko. Sp. SH. SH. Dr.Dr. Agung Sutiyoso. MPH Dr. Suryo Purhananto. Sp. Hasjmy.Kes DR.F. DR. DR. Tri Hesty. MSc Drg.Dr. Luki Hartanti. Dr. Gondhowiardjo.Dr. SpA (K) Prof. DR. SpOT (K).F.Dr. SH DR. MA Prof. MARS Prof. Mulya A.A (K) Dr. Sutoto Cokro. MARS (alm) Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan v . Anwarul Amin. Irawan Yusuf. M. M. Merdias Almatsier.MARS Drg.Kes Prof.Kes DR. Luwiharsih. SpU (K) Prof. Sumaryono. Sp. Sp. KHOM Dr. M. Budi Sampurna.Kontributor : Dr. Noor Sardono.M (K) Dr.Dr.Dr. MARS Fresley Hutapea. SpB. M. Sp. Untung Suseno. SpS DR. DR. Nanan Sekarwana. Sp. Dr. Sp. Sp. Dr. Salwa Ahmad.Kes Dr.MH.M Dr. MPHM Dr. Melianna Zailani.Dr. Ratna Rosita. M.PD (K) Dr.Kes Prof. MM. MARS Prof. Akmal Taher. Wiguno.PD (K) Dr. DR. Cissy Prawira K.

DAFTAR ISI Halaman Kata Pengantar ............................................................................................i Tim Penyusun ............................................................................................iii Kontributor ..................................................................................................v Daftar Isi ....................................................................................................vii Sambutan Menteri Kesehatan....................................................................ix Sambutan Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik .................................xi Sambutan Ketua Asosiasi Rumah Sakit Pendidikan Indonesia (ARSPI).....................................................................................................xiii Sambutan Ketua Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI)………………………………………………......................xv Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1069/Menkes/SK/XI/2008 Tentang Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan …………………………................xvii BAB I Pendahuluan........................................................................... 1 A. Latar Belakang .................................................................... 1 B. Landasan Hukum ................................................................ 2 C. Pengertian Rumah Sakit Pendidikan .................................. 4 D. Rumah Sakit Pendidikan di Indonesia ................................ 5 E. Tujuan Penetapan Standar Rumah Sakit Pendidikan ......................................................................... 5 Standar Rumah Sakit Pendidikan……................…….......... 7 Penyelenggaraan dan Pengorganisasian............................ 11 Tata Cara Penetapan Rumah Sakit Pendidikan …….......... 15 A. Persyaratan ........................................................................ 15 B. Prosedur Pengajuan .......................................................... 15 C. Penilaian Kelayakan ........................................................... 16 D. Sertifikasi............................................................................. 18 Standar Rumah Sakit Pendidikan Utama ............................ 19 A. Standar Visi, Misi, Komitmen, dan Persyaratan................... 19 B. Standar Manajemen dan Administrasi ….................…….....20 C. Standar Sumber Daya Manusia untuk Program Pendidikan Klinik …………………........................................23 D. Standar Penunjang Pendidikan...........................................24 E. Standar Perancangan dan Pelaksanaan ProgramPendidikan Klinik yang berkualitas........................ 25 Standar Rumah Sakit Pendidikan Afiliasi (Eksilensi.......... 29 A. Standar Visi, Misi, Komitmen, dan Persyaratan ........... ...... 29 vii

BAB II BAB III BAB IV

BAB V

BAB VI

Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan

BAB VII

BAB VIII

BAB IX BAB X BAB XI BAB XII BAB XIII BAB XIV BAB XV Referensi

B. Standar Manajemen dan Administrasi ................................ 30 C. Standar Sumber Daya Manusia untuk Program Pendidikan Klinik ………………........................................... 33 D. Standar Penunjang Pendidikan ………………..................... 34 E. Standar Perancangan dan Pelaksanaan ProgramPendidikan Klinik yang berkualitas ….................... 35 Standar Rumah Sakit Pendidikan Satelit …........................ 39 A. Standar Visi, Misi, Komitmen, dan Persyaratan ................. 39 B. Standar Manajemen dan Administrasi …………................. 40 C. Standar Sumber Daya Manusia untuk ProgramPendidikan Klinik……………………….................. 43 D. Standar Penunjang Pendidikan …………………................ 44 E. Standar Perancangan dan Pelaksanaan ProgramPendidikan Klinik yang berkualitas ……............... 45 Parameter dan Indikator Penilaian Rumah Sakit Pendidikan ............................................................................ 49 A. Rumah Sakit Pendidikan Utama ....................................... 49 B. Rumah Sakit Pendidikan Affiliasi........................................ 79 C. Rumah Sakit Pendidikan Satelit ....................................... 107 Hasil Penilaian dan Status Akreditasi ............................... 139 Pemantauan dan Evaluasi ….............................................. 141 Pembinaan dan Pengawasan ……………........................... 143 Sanksi .................................................................................. 145 Pembiayaan…………………………………..…..................... 146 Ketentuan Peralihan……………………............................... 147 Penutup………...………….................................................... 148 ………………........…………………………...........….….......... 149

viii

Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan

BH INN E

K A TUNGGAL

A IK

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

SAMBUTAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh Keberadaan Rumah Sakit Pendidikan mempunyai arti yang sangat penting dan strategis dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan medik. Hal ini mengingat misi Rumah Sakit Pendidikan disamping memberikan pelayanan kesehatan, juga berfungsi sebagai wahana peningkatan kompetensi calon dokter dan calon dokter spesialis. Tidak kalah penting juga bahwa Rumah Sakit Pendidikan merupakan wahana penelitian serta pengembangan teknologi kedokteran. Rumah Sakit Pendidikan harus tampil lebih baik, lebih bermutu karena merupakan etalase mutu pendidikan kedokteran kita. Upaya peningkatan mutu pendidikan akan berdampak pada peningkatan mutu pelayanan kesehatan yang pastinya akan dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia. Sejalan dengan perkembangannya, Pemerintah telah membuat beberapa regulasi serta pengaturan tentang pelaksanaan Rumah Sakit Pendidikan diantaranya Keputusan Bersama Menteri Kesehatan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Menteri Dalam Negeri Nomor 544/ Menkes/SKB/X/81; Nomor 0430a/U/1981; Nomor 324 A tentang 14 (empat belas) Rumah Sakit Pemerintah yang Digunakan Sebagai Tempat Pendidikan Calon Dokter dan Dokter Spesialis; Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 512/Menkes/PER/2007 pasal 6 ayat 2 bahwa penetapan rumah sakit, standar rumah sakit pendidikan dan standar rumah sakit atau sarana pelayanan kesehatan lainnya sebagai jejaring pendidikan ditetapkan dengan Pedoman, Klasifikasi dan Standar RS Pendidikan. Selanjutnya, saya mengharapkan agar buku ini dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya dan menjadi acuan bagi semua pihak yang terkait dalam penyelenggaraan Rumah Sakit Pendidikan sekaligus menyesuaikan
Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan

ix

Kepada tim penyusun dan para kontributor. Agustus 2009 Menteri Kesehatan RI ME N TE E R I K S EH DR. Standar dan Klasifikasi Rumah Sakit Pendidikan.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA dengan aturan yang ditetapkan melalui keputusan Menteri Kesehatan No 1069/Menkes/SK/XI/2008 sebelum disahkannya Undang Undang Rumah Sakit yang saat ini masih dalam pembahasan di DPR.Dr.Siti Fadillah Supari. Jakarta. saya ucapkan selamat dan penghargaan atas dedikasinya dalam penyusunan buku Pedoman.SpJP (K) AN AT x Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan .

transparan dan akuntabel di Rumah Sakit. Rumah Sakit Pendidikan dalam penyelenggaraannya berfungsi ganda.go. Rumah Sakit Pendidikan Afiliasi dan Rumah Sakit Pendidikan Satelit dimana masing-masing standar mengacu kepada standar Pendidikan Kedokteran yang ditetapkan oleh World Federation of Medical Education (WFME). 5203872 Surat Elektronic : yanmed@ depkes.DEPARTEMEN KESEHATAN RI DIREKTORAT JENDERAL BINA PELAYANAN MEDIK Jl.id INDONESIA SEHAT 2010 SAMBUTAN DIREKTUR JENDERAL BINA PELAYANAN MEDIK Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat serta karunia-Nya kepada kita semua atas ditetapkannya Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1069/Menkes/SK/XI/2008 tentang Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan. 1196 Jakarta 12950 Telepon : (021) 5201590 (Hunting) Faksimile : (021) 5261814. Saya menyambut gembira atas upaya menerbitkan buku ini yang merupakan penyempurnaan dari Standar Rumah Sakit Pendidikan yang telah diterbitkan oleh Departemen Kesehatan RI pada tahun 2005.go. HR. sehingga dalam penyelenggaraannya sebagai Rumah Sakit Pendidikan diharapkan dapat mendukung terlaksananya Standar Pendidikan Kedokteran agar menghasilkan dokter/dokter gigi dan dokter spesialis/dokter gigi spesialis yang berkualitas dan memiliki daya saing serta dapat memberikan Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan xi .seyanmed@depkes. Agar tercapai tujuan tersebut di atas penyelenggaraan rumah sakit pendidikan harus memenuhi standar sebagai rumah sakit pendidikan. Rasuna Said Blok X5 Kavling 4-9 Kotak Pos 3097. Akreditasi serta Sertifikasi bagi Rumah Sakit Pendidikan Utama. keahlian (skill) dan profesional attitude. yakni disamping berfungsi memberikan pelayanan medik kepada masyarakat juga berfungsi sebagai tempat pembelajaran klinik bagi calon dokter/dokter gigi dan dokter spesialis/dokter gigi spesialis untuk meningkatkan kompetensi baik dari segi keilmuan (knowledge). Pesatnya perkembangan penyelenggaraan pendidikan kedokteran dan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pelayanan kesehatan menuntut pelaksanaan pelayanan medik spesialistik yang bermutu. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan ini merupakan acuan dalam pelaksanaan Standarisasi.id.

perlindungan hukum bagi pemberi pelayanan. Saya ucapkan selamat kepada semua pihak yang telah menyumbangkan gagasan serta pemikiran dalam penyusunan buku ini. Semoga buku ini dapat bermanfaat bagi kita semua dalam rangka penyelenggaraan pendidikan kedokteran sekaligus peningkatan mutu pelayanan kesehatan di tanah air. peserta didik. dan dosen pembimbing klinik. Juni 2009 DEPAR T Direktur Jenderal Bina Pelayanan E N K E S E HA Medik EM RAL ENDE EDIK TUR J M DIREK LAYANAN PE BINA Farid W. Jakarta. penerima pelayanan. Husain NIP. 195003091979121001 N TA xii Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan .

Keberadaan buku ini dapat digunakan sebagai acuan Rumah Sakit dalam penyelenggaraan proses pendidikan kedokteran dan dapat membantu Rumah Sakit Pendidikan dalam meningkatkan mutu sesuai standar yang telah ditetapkan oleh Pemerintah. Seperti kita ketahui bersama bahwa pendidikan kedokteran tidak dapat dilepaskan dari masa kepaniteraan dan pengalaman bekerja di Rumah Sakit sehingga keberadaan Rumah Sakit Pendidikan merupakan bagian penting dari proses belajar mengajar dalam pendidikan kedokteran. Jakarta. Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Menteri Kesehatan yang atas nama Pemerintah telah berkenan menetapkan Pedoman dan Standar Rumah Sakit Pendidikan. Mengingat Rumah Sakit Pendidikan merupakan bagian integral dalam pendidikan kedokteran maka Rumah Sakit Pendidikan pun dituntut untuk senantiasa meningkatkan mutunya antara lain melalui pemenuhan terhadap standar yang telah ditetapkan.Kes Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan xiii . Klasifikasi dan Standarisasi Rumah Sakit Pendidikan. Sutoto.ASOSIASI RUMAH SAKIT PENDIDIKAN INDONESIA The Indonesian Teaching Hospital Association (ARSPI) SAMBUTAN KETUA ASOSIASI RUMAH SAKIT PENDIDIKAN INDONESIA Dengan mengucap syukur kehadirat Allah SWT kami menyambut gembira diterbitkannya buku Pedoman. Dengan diterbitkannya buku ini kami berharap seluruh anggota Asosiasi Rumah Sakit Pendidikan dapat menyesuaikan diri dengan ketentuan-ketentuan yang tertera dalam buku pedoman dan standar ini. Juli 2009 Ketua Asosiasi Rumah Sakit Pendidikan Indonesia Dr. Era globalisasi menuntut peningkatan mutu dalam berbagai hal termasuk dalam bidang pendidikan kedokteran. M.dr.

Sejak tahun 2006 KKI telah mensahkan standar pendidikan profesi dan standar pendidikan kompetensi yang harus dilaksanakan oleh semua institusi pendidikan dokter di Indonesia dalam menjalankan fungsinya. maka jaminan akan tersedianya wahana pendidikan untuk dokter dan dokter spesialis. Bagi institusi pendidikan dokter. Dalam standar pendidikan profesi persyaratan Rumah Sakit Pendidikan merupakan persyaratan mutlak tidak saja dalam hal keberadaannya. Dengan demikian.ASOSIASI INSTITUSI PENDIDIKAN KEDOKTERAN INDONESIA ASOSIASI INSTITUSI PENDIDIKAN KEDOKTERAN INDONESIA AIPKI (INDONESIAN ASSOCIATION OF MEDICAL EDUCATION INSTITUTION) SEKRETARIAT : GEDUNG CHS LANTAI II. JAKARTA PUSAT TELP : (021) 3100354. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan xv . Dengan terbitnya buku ini. Rumah Sakit Pendidikan merupakan wahana bagi pelaksanaan tridarma pendidikan tinggi serta pencapaian kompetensi dokter maupun dokter spesialis. tetapi yang terpenting adalah kualitas pelayanan. Terbitnya buku ini dapat digunakan sebagai acuan Rumah Sakit dalam penyelenggaraan proses pendidikan kedokteran dan dapat membantu Rumah Sakit Pendidikan dalam meningkatkan mutu pendidikan sesuai dengan standar pendidikan profesi dokter. infrastruktur dan manajemen pengelolaannya sangat berkaitan dengan kualitas pendidikan. Klasifikasi dan Standarisasi Rumah Sakit Pendidikan. JL. Rumah Sakit Pendidikan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pendidikan kedokteran. FAX : (021) 3907411 SAMBUTAN KETUA ASOSIASI INSTITUSI PENDIDIKAN KEDOKTERAN INDONESIA Rasa syukur kehadirat Allah SWT patutlah dipanjatkan dengan terbitnya buku Pedoman. SALEMBA RAYA 6. serta pelaksanaan penelitian untuk pengembangan ilmu kedokteran akan tercapai. Kami menyampaikan terima kasih kepada Menteri Kesehatan yang berkenan menetapkan Pedoman dan Standar Rumah Sakit Pendidikan.

D xvi Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . 31 Juli 2009 Ketua Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia Prof. Irawan Yusuf.Kami berharap bahwa seluruh institusi pendidikan dokter mengkordinasikan berbagai ketentuan dalam buku pedoman dan standar ini dengan pihak Rumah Sakit yang dipergunakan sebagai wahana pendidikan dokter maupun dokter spesialis. Dr. Jakarta. Ph.

pendidikan dan penelitian kedokteran. Mengingat : 1. Kolegium Ilmu Kedokteran dan Rumah Sakit Pendidikan dalam pelaksanaan program pendidikan profesi dokter dan dokter spesialis memegang peranan penting. Bahwa untuk meningkatkan mutu pelayanan. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4437) sebagaimana diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan xvii . 2. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3495). Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 78. keberadaan Institusi Pendidikan Kedokteran. 3.BH INN E K A TUNGGAL A IK MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 1069/MENKES/SK/XI/2008 TENTANG PEDOMAN KLASIFIKASI DAN STANDAR RUMAH SAKIT PENDIDIKAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4301). perlu menetapkan Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan dengan Keputusan Menteri. b. bahwa agar Rumah Sakit yang digunakan sebagai tempat pelaksanaan program pendidikan profesi dokter dan dokter spesialis memenuhi persyaratan. Menimbang : a. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 100.

Tambahan Lembaran Negara Nomor 4737). Tugas. Pemerintah Daerah Provinsi. 1045/Menkes/Per/XI/ 2006 tentang Organisasi Rumah Sakit Di Lingkungan Departemen Kesehatan. 9. Fungsi. Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 116. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4431). Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. xviii Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . Tambahan Lembaran Negara Nomor 3637). 4. Dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 82. 8. 10. 7. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah. sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 94 Tahun 2006.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2008 Nomor 59.P e r a t u r a n M e n t e r i K e s e h a t a n N o m o r 512/MENKES/PER/IV/ 2007 tentang Ijin Praktik dan Pelaksanaan Praktik Kedokteran. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4844). Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 89. 6. P e r a t u r a n M e n t e r i K e s e h a t a n N o m o r 1045/Menkes/Per/XI/ 2006 tentang Organisasi Rumah Sakit Di Lingkungan Departemen Kesehatan. 5. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan (Lembaran Negara Tahun 1996 Nomor 49. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4741).

Kedua : Ketiga : Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan xix . Lembaga dan Organisasi Profesi terkait sebagai acuan klasifikasi dan penetapan status akreditasi dalam rangka pembinaan Rumah Sakit Pendidikan. Memperhatikan : Surat Keputusan Bersama Menteri Kesehatan Nomor 544 Menkes/SKB/X/81. Tanggung Jawab dan Penetapan Prosedur sebagai Rumah Sakit Pemerintah yang digunakan untuk Pendidikan Dokter.A Tahun 1981 tentang Pembagian Tugas. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0430 a/U/1981 dan Menteri Dalam Negeri Nomor 324. MEMUTUSKAN : Menetapkan Kesatu : : KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN TENTANG PEDOMAN KLASIFIKASI DAN STANDAR RUMAH SAKIT PENDIDIKAN Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan dimaksud Diktum Kesatu sebagaimana tercantum dalam Lampiran Keputusan ini. Pedoman dimaksud Diktum Kedua agar digunakan oleh Institusi. K e p u t u s a n M e n t e r i K e s e h a t a n N o m o r 1575/Menkes/PERXI/ 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kesehatan sebagaimana diubah dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1295/Menkes/Per/XII/07.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 11.

dr. Ditetapkan di Jakarta Pada tanggal 18 Nopember 2009 MENTERI KESEHATAN. SITI FADILAH SUPARI. Sp. JP (K) xx Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan .MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Keempat : Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. ME N TE E RI K SE H AN AT Dr.

Manado RSU Persahabatan. Dalam lampiran Surat Keputusan tersebut. Jakarta RSUP Dr.Pirngadi. Yogjakarta RSU Dr. 5. Konsil Kedokteran Indonesia telah mengesahkan Standar Pendidikan Profesi Dokter/Dokter Gigi. Latar Belakang Salah satu persyaratan Pendidikan Kedokteran adalah tersedianya Rumah Sakit (RS) Pendidikan Utama dalam jaringan lahan praktek yang kelayakannya dinilai oleh pakar pendidikan kedokteran sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan dalam Panduan Pendidikan Kedokteran (Dirjen Dikti. tanggung jawab. Dalam Standar tersebut juga dikatakan bahwa Institusi Pendidikan Kedokteran harus menjamin tersedianya fasilitas pendidikan klinik bagi mahasiswa yang terdiri dari RS Pendidikan dan Sarana Kesehatan lain yang diperlukan. 10. Jakarta Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 1 . Medan RSUP Dr.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Lampiran I Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 1069/ Menkes/ SK/ XI/ 2008 Tanggal : 18 November 2008 BAB I PENDAHULUAN A. dengan diberlakukannya Undang Undang Sistem Pendidikan Nasional. Pada tahun 2006. maka semua pendidikan profesi harus diselenggarakan oleh Institusi Pendidikan. 2. Dokter/Dokter Gigi Spesialis serta Standar Kompetensi Dokter/Dokter Gigi. Surabaya RSU Ujung Pandang.Soetomo. Makasar RSUP Palembang RSU Gunung Wenang. dan penetapan prosedur sebagai RS Pemerintah yang digunakan untuk pendidikan kedokteran pada tahun 1981 melalui SK Bersama Menteri Kesehatan. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Menteri Dalam Negeri.Hasan Sadikin. 9. Bandung RSUP Dr. 8. 4. 2002). RS tersebut adalah: 1. RSU Dr.Kariadi. 7. 3. Penetapan RS Pendidikan di Indonesia secara resmi dimulai dengan di tetapkannya pembagian tugas.Sardjito. ditetapkan 14 RS Umum Pemerintah sebagai tempat pendidikan calon dokter dan calon dokter spesialis. 6. Tahun 2003.Cipto Mangunkusumo.Dokter/Dokter Gigi Spesialis. Semarang RSUP Dr.

yaitu RS Dr. Saat ini penetapan RS Pendidikan disahkan melalui Surat Keputusan Menteri Kesehatan.Jamil. Solo RSU Dr. setelah melalui proses penilaian dan memenuhi kriteria Standar RS Pendidikan yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Pelayanan Medik Departemen Kesehatan pada bulan Mei tahun 2005. maka perlu disusun Standar RS Pendidikan. 12. Selama ini Standar RS Pendidikan yang diterbitkan Departemen Kesehatan pada tahun 2005.M. Denpasar RSUP Dr.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 11. Untuk lebih meningkatkan mutu pelayanan RS Pendidikan terutama dalam proses pembelajaran klinik bagi peserta didik pendidikan kedokteran terutama dalam pencapaian kompetensi peserta didik. Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 78. Malang RSUP Sanglah. 13. Landasan Hukum Peraturan perundangan yang mendasari penyusunan pedoman ini meliputi : 1. B. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3495). hingga tahun 2009 tercatat hanya ada 39 RS yang secara resmi mempunyai Surat Keputusan Menteri Kesehatan sebagai RS Pendidikan. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 100. dilaporkan terdapat 97 RS yang berfungsi sebagai RS Pendidikan. namun dari data Asosiasi RS Pendidikan Indonesia (ARSPI). RSU Surakarta. Tambahan 2 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . Pesatnya pertambahan Institusi Pendidikan Kedokteran baik pemerintah maupun swasta.Cipto Mangunkusumo dan RS Persahabatan. Selain itu juga terdapat 12 RS Gigi dan Mulut Pendidikan yang telah mendapat SK Menteri Kesehatan. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Departemen Kesehatan dan Universitas Gajah Mada pada tahun 2003. Padang Masing-masing RS Pendidikan tersebut merupakan RS Pendidikan untuk satu Institusi Pendidikan Kedokteran Negeri. 2.Syaiful Anwar. kecuali untuk Institusi Pendidikan Kedokteran Universitas Indonesia. pada waktu yang sama terdapat 52 Institusi Pendidikan Kedokteran. 14. merupakan dasar penetapan RS Pendidikan. yang pada saat itu sudah mempunyai dua RS Pendidikan. membutuhkan peningkatan jumlah RS Pendidikan.

5. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 512/ MENKES/ PER/IV/2007 tentang Ijin Praktik dan Pelaksanaan Praktik Kedokteran 11. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan (Lembaran Negara Tahun 1996 Nomor 49. sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 94 Tahun 2006. 8. 10. Dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 82. Tugas. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4431). Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 116. 6.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Lembaran Negara Nomor 4301). Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 89. 7. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3637). Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1575/Menkes/PER XI/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kesehatan Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 3 . Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. 4. Fungsi. Pemerintah Daerah Provinsi. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4437) sebagaimana diubah terakhir dengan UndangUndang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2008 Nomor 59. 9. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4737). Tambahan Lembaran Negara Nomor 4844). Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1045/Menkes/Per/ XI/ 2006 tentang Organisasi Rumah Sakit Di Lingkungan Departemen Kesehatan. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4741). 3.

tenaga kesehatan dan kedokteran gigi.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA sebagaimana diubah dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor : 1295/Menkes/Per/XII/2007. Di berbagai negara maju saat ini “Academic Health Center” (AHCs) atau dikenal juga sebagai Academic Medical Center telah berkembang pesat. Memperhatikan uraian tersebut diatas dan berdasarkan fungsi Rumah Sakit dalam proses pendidikan profesi kedokteran. C. kesehatan masyarakat. serta satu atau lebih pendidikan yang terkait dengan kesehatan seperti. program pendidikan pasca sarjana dan penelitian klinis. dapat dirumuskan RS Pendidikan di Indonesia adalah Rumah Sakit yang merupakan jejaring Institusi Pendidikan Kedokteran dan digunakan sebagai wahana pembelajaran klinik untuk memenuhi modul pendidikan dalam rangka mencapai kompetensi berdasarkan Standar Pendidikan Profesi Kedokteran. Hutchkinson & Wilkipedia Encyclopedia mendefinisikan RS Pendidikan sebagai Rumah Sakit yang berhubungan erat dengan Pendidikan Kedokteran dan berfungsi dalam pendidikan praktik untuk mahasiswa kedokteran. dikenal juga istilah RS Universitas (“University Hospital”). Selain istilah RS Pendidikan. di Amerika Serikat tercatat lebih dari 100 AHCs. 4 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . “internship” dan residen atau peserta pendidikan spesialis. Medline. satu atau lebih Rumah Sakit yang ber “Afiliasi”. AHCs terdiri dari satu Intitusi Pendidikan Kedokteran yang terakreditasi. keperawatan.1997 mendefinisikan RS Universitas sebagai Rumah Sakit yang dikelola oleh suatu universitas untuk pendidikan mahasiswa kedokteran. Pengertian Rumah Sakit Pendidikan Dari berbagai definisi yang ada. pada prinsipnya pengertian RS Pendidikan (“Teaching Hospital”) adalah Rumah Sakit yang juga digunakan untuk pendidikan kedokteran. Pada tahun 1993.

Hasil pengobatan dan survival rate yang lebih baik. disepakati penetapan Standar dan Klasifikasi Rumah Sakit Pendidikan yang lebih luas meliputi RS Pendidikan Utama. Hari rawat yang lebih pendek untuk penyakit yang sama. f. Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI). Tersedianya konsultasi dari Staf Medis Pendidikan. RS Pendidikan Satelit Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 5 . lokakarya dan pertemuan yang diprakarsai oleh Departemen Kesehatan.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA RS Pendidikan diharapkan memiliki kemampuan pelayanan yang lebih dari Rumah Sakit non Pendidikan terutama meliputi: a. RS Pendidikan Afiliasi (Eksilensi). Penjaminan mutu pelayanan dan keselamatan pasien serta kedokteran berbasis bukti. e. Rumah Sakit Pendidikan di Indonesia Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 512/Menkes/Per/IV/2007 yang merupakan salah satu peraturan pelaksanaan Undang undang nomor 29 tentang Praktik Kedokteran salah satu kausulnya (pasal 6. b. Teknologi Kedokteran yang bertepat guna. ayat 2) menyatakan bahwa penetapan RS menjadi RS Pendidikan. Majelis Kolegium Kedokteran Indonesia dan seluruh “stake holder” pendidikan kedokteran di Indonesia. Konsil Kedokteran Indonesia. D. c. selama 24 jam. Penerapan Metode Penatalaksanaan Terapi terbaru. Asosiasi Rumah Sakit Pendidikan Indonesia (ARSPI). Serangkaian seminar. Standar RS Pendidikan dan Standar Rumah Sakit atau sarana pelayanan kesehatan lainnya sebagai jejaring pendidikan ditetapkan dengan Keputusan Menteri Kesehatan. d.

6 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . Peningkatan RS Pendidikan Utama. Meningkatkan mutu pendidikan sesuai dengan standar pendidikan profesi kedokteran.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA yang merupakan Rumah Sakit jejaring pendidikan. maupun perluasan Jejaring Pendidikan Afiliasi (Eksilensi) dan Satelit sangat dibutuhkan sejalan semakin meningkatnya jumlah Institusi Pendidikan Kedokteran dan jumlah peserta didik. 2. Meningkatkan mutu pelayanan di RS Pendidikan. E. Meningkatkan penelitian dan pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kedokteran di RS Pendidikan. Tujuan Penetapan Standar Rumah Sakit Pendidikan Tujuan penetapan Standar Rumah Sakit Pendidikan adalah sebagai berikut : 1. 3. serta keterbatasan jumlah dan variasi kasus maupun ketersediaan sarana prasarana pendidikan dan peralatan kedokteran.

Untuk itu dalam rangka menjamin mutu pendidikan profesi kedokteran sekaligus menjamin mutu pelayanan medik di RS Pendidikan. Seiring dengan kebutuhan pembelajaran klinik peserta didik terutama dalam rangka menjamin mutu keluaran dan hasil peserta didik yang sesuai dengan standar kompetensi. dan perilaku (attitude) sesuai kompetensi sebagaimana ditetapkan dalam modul pendidikan berdasarkan Standar Pendidikan Profesi Kedokteran. Klasifikasi Rumah Sakit Pendidikan Peningkatan jumlah peserta didik. kemampuan psikomotor (skill). yang perlu diperhatikan adalah keterlibatan tiga komponen utama yang memegang peranan penting dan saling mendukung. 1. Kolegium Ilmu Kedokteran dan RS Pendidikan. Kedudukan RS Pendidikan sebagai salah komponen yang sangat menentukan keberhasilan proses pembelajaran klinik yang meliputi pengetahuan (knowledge).MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Lampiran II Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 1069/ Menkes/ SK/ XI/ 2008 Tanggal : 18 November 2008 BAB II STANDAR RUMAH SAKIT PENDIDIKAN Standar Rumah Sakit Pendidikan ini disusun mengacu pada standar pendidikan kedokteran yang ditetapkan oleh World Federation of Medical Education (WFME). Kedudukan dan Peran Rumah Sakit Pendidikan Dalam pelaksanaan program pendidikan dokter dan dokter spesialis. pengembangan kapasitas. maka tidak semua Rumah Sakit dapat secara serta merta menjadi RS Pendidikan. Rumah Sakit yang telah berdiri dan operasional memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat bila akan ditambah fungsinya sebagai RS Pendidikan haruslah memenuhi kriteria sebagaimana ditentukan dalam Standar Rumah Sakit Pendidikan. yaitu Institusi Pendidikan Kedokteran. 2. maka dipandang perlu dilakukan Standarisasi Rumah Sakit Pendidikan. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 7 . keterbatasan fasilitas serta keterbatasan jumlah dan variasi kasus di RS Pendidikan Utama menjadi masalah bagi Institusi Pendidikan Kedokteran dalam menghasilkan tenaga medik yang berkualitas. Format ini juga digunakan dalam penyusunan Standar Pendidikan Profesi Dokter /Dokter Gigi dan Standar Pendidikan Profesi Dokter/Dokter Gigi Spesialis.

Berdasarkan hal tersebut maka disusun Standar RS Pendidikan menjadi : 1. 2. Standar dan parameter penilaiannya ini lebih merupakan standar input. Standar Manajemen dan Administrasi. Menteri Kesehatan dapat menetapkan. 5. Oleh karena itu setiap Institusi Pendidikan Kedokteran harus mempunyai minimal satu RS Pendidikan Utama dan mempunyai beberapa RS Pendidikan Satelit sebagai jejaring. mengacu pada World Federation of Medical Education (WFME).MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Konsep dasarnya adalah tiap Institusi Pendidikan Kedokteran harus memenuhi kecukupan tenaga pengajar. Rumah Sakit Khusus (Afiliasi/Eksilensi) dapat mempunyai Rumah Sakit Satelit berupa Rumah Sakit Khusus lainnya dan Rumah Sakit Umum yang mempunyai pelayanan unggulan tertentu sebagai jejaringnya. Untuk setiap jenis RS Pendidikan ditetapkan Standar dengan masingmasing kriterianya. 3. Standar perancangan dan pelaksanaan program pendidikan klinis yang berkualitas. Standar Sumber Daya Manusia untuk program pendidikan klinik. 3. Komitmen dan Persyaratan. Untuk akreditasi dan reakreditasi. penetapan parameter penilaian sebaiknya merupakan bagian dari instrumen penilaian akreditasi pendidikan kedokteran yang disusun bersama oleh para pemangku kepentingan pendidikan profesi kedokteran. Standar Penunjang Pendidikan. Standar RS Pendidikan Satelit. Selain itu Institusi Pendidikan Kedokteran dapat memiliki satu atau beberapa jejaring RS Afiliasi (Eksilensi) atau Rumah Sakit Umum dengan unggulan tertentu sebagai wahana pembelajaran klinik peserta didiknya. 2. 8 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . Standar RS Pendidikan Afiliasi (Eksilensi). setelah melalui persyaratan Akreditasi Rumah Sakit dari Departemen Kesehatan RI. Standar Visi. 4. jumlah dan jenis variasi kasus. Misi. yang harus dipenuhi sebagai dasar penilaian kepatuhan institusi terhadap standar yang telah ditetapkan dalam rangka penetapan sebagai RS Pendidikan. sebagai berikut : 1. Standar RS Pendidikan Utama.

Sumber Daya Manusia untuk program pendidikan klinik . Visi. Komitmen dan persyaratan . Penunjang pendidikan . b. Ruang Lingkup Ruang lingkup Standar RS Pendidikan ini adalah untuk Rumah Sakit Umum dan Rumah Sakit Khusus yang digunakan oleh Institusi Pendidikan Kedokteran sebagai wahana pendidikan kedokteran meliputi : a. 3. Rumah Sakit yang akan digunakan harus masuk dalam salah satu klasifikasi RS Pendidikan dan sesuai dengan kebutuhan untuk pembelajaran klinik dalam rangka pencapaian kompetensi berdasarkan standar pendidikan profesi dokter/dokter gigi spesialis yang disusun oleh Kolegium Ilmu Kedokteran Spesialis. Untuk pendidikan profesi dokter/dokter gigi spesialis. e. Dengan demikian RS Pendidikan Profesi Dokter Spesialis. c. dengan tambahan standar dan kriteria yang ditetapkan oleh kolegiumnya di luar Standar RS Pendidikan yang sudah ada. mencabut atau menunda pemberian Surat Keputusan Rumah Sakit Pendidikan tergantung dari hasil akreditasi tersebut. Manajemen dan Administrasi . RS Pendidikan Satelit ataupun RS Pendidikan Khusus (Afiliasi/Eksilensi). d. Misi. Perancangan dan pelaksanaan program pendidikan klinik yang berkualitas Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 9 .MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA membatalkan. dapat merupakan RS Pendidikan Utama.

Pengorganisasian Penetapan RS Pendidikan. Untuk pelaksanaan. BUMN/BUMD. Tim Pengarah. B. Direktur Bina Pelayanan Medik Spesialistik Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 11 . Tim Pengarah terdiri dari Penanggung Jawab. dan KKI. Penyelenggaraan. pengawasan dan pembinaan teknis dilaksanakan oleh Tim Akreditasi RS Pendidikan meliputi Tim Pengarah Akreditasi RS Pendidikan dan Tim Pelaksana Akreditasi RS Pendidikan. Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya bertanggung jawab melaksanakan penetapan. AIPKI. MKKI. Pemerintah Daerah. TNI/POLRI. Departemen Kesehatan RI merupakan instansi yang berwenang menetapkan Standar Rumah Sakit Pendidikan yang digunakan sebagai wahana pembelajaran Pendidikan Kedokteran sebagaimana Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 512 (pasal 6 ayat (2). maupun Swasta lainnya wajib memenuhi standar yang telah ditetapkan oleh Menteri Kesehatan. RS yang akan atau telah difungsikan sebagai RS Pendidikan baik yang diselenggarakan oleh Pemerintah. pengawasan dan pembinaan RS Pendidikan Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik dibantu Tim Akreditasi RS Pendidikan yang melibatkan pemangku kepentingan yang terkait yaitu ARSPI. 1. pembinaan dan pengawasan RS Pendidikan kepada Menteri Kesehatan RI. Sekretaris dan Anggota dengan susunan sebagai berikut : Penanggung Jawab : Menteri Kesehatan Ketua I : Sekretaris Jederal Ketua II : Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik Sekretaris I : Kepala Biro Hukum dan Organisasi Sekretaris II : Sekretaris Ditjen Bina Pelayanan Medik Anggota : 1.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Lampiran III Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 1069/ Menkes/ SK/ XI/ 2008 Tanggal : 18 November 2008 BAB III PENYELENGGARAAN DAN PENGORGANISASIAN A. penetapan.

Kepala Sub Dit Bina Pelayanan Medik Spesialistik Non Pendidikan 2. 2. reakreditasi dan visitasi RS Pendidikan. Konsil Kedokteran Indonesia 3. Melaporkan hasil kegiatan penetapan. Unsur MMKI 8. Ketua KKI Tugas Tim Pengarah Akreditasi RS Pendidikan : a. Ketua Sekretaris I Sekretaris II Anggota : Direktur Bina Pelayanan Medik Spesialistik : Kepala Sub Dit Bina Pelayanan Medik Spesialistik RS Pendidikan : Kepala Bagian Hukormas Ditjen Bina Yanmedik : 1. pembinaan dan pengawasan RS Pendidikan kepada Menteri Kesehatan. Melaksanakan koordinasi lintas sektor penyelenggaraan Penilaian dan Pembinaan RS Pendidikan. Ketua ARSPI 4. d. Kepala Sub Dit Bina Pelapisan Teknologi Medik Spesialistik 5. Unsur AIPKI 7. c. Unsur ARSP 6. Ketua MKKI 6. Unsur KKI 12 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . Tim Pelaksana Akreditasi Rumah Sakit Pendidikan. b.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 2. Menetapkan kebijakan strategis dalam rangka peningkatan mutu pelayanan RS Pendidikan. Ketua AIPKI 5. Menetapkan besaran satuan biaya akreditasi. Memberikan dukungan pelaksanaan tugas-tugas Tim Pelaksana Akreditasi RS Pendidikan. Kepala Sub Dit Bina Akreditasi RS 3. Kepala Sub Dit Bina Pelayanan Spesialistik di RS Khusus 4. e.

pembinaan dan pengawasan Rumah Sakit Pendidikan. e. c. pembinaan dan pengawasan Rumah Sakit Pendidikan. f.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Sekretariat : 1. Melaksanakan kajian pengembangan standar Rumah Sakit Pendidikan. Staf Sub Direktorat Bina Yanmedik di RSU Pendidikan Tugas Tim Pelaksana Akreditasi RS Pendidikan: a. Melaksanakan advokasi dan sosialisasi Pedoman Standar dan Pelaksanaan Penilaian Rumah Sakit Pendidikan. Staf Sub Bag TU Direktorat Bina Yanmedik Spesialistik 4. pembinaan dan pengawasan Rumah Sakit Pendidikan kepada Menteri Kesehatan melalui Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik. Melaksanakan koordinasi dengan berbagai pihak terkait dalam pelaksanaan penetapan. Menyusun rencana kerja penetapan. Melaporkan pelaksanaan penetapan. Kepala Seksi Standarisasi 2. pembinaan dan pengawasan Rumah Sakit Pendidikan. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 13 . Melaksanakan penetapan. Kepala Seksi Bimbingan dan Evaluasi 3. b. d.

ditujukan kepada Menteri Kesehatan RI cq Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik Departemen K e s e h a t a n R I dengan dilampirkan persyaratan sebagaimana dimaksud dalam huruf A. Persyaratan 1. sarana dan prasarana pendukung untuk penyelenggaraan fungsi pendidikan. Direktur Bina Pelayanan Medik Spesialistik Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 15 . Naskah Perjanjian Kerja Sama Rumah Sakit Pendidikan dengan Institusi Pendidikan Kedokteran. 2. A. Pemilik Rumah Sakit/Pimpinan Rumah Sakit mengajukan S u r a t Permohonan untuk ditetapkan sebagai RS Pendidikan. tembusannya Disampaikan kepada : a. 6. B. Surat Rekomendasi dari Dinas Kesehatan Provinsi setempat. Surat Permohonan sebagaimana huruf B. 5. Telah terakreditasi sesuai dengan klasifikasi Rumah Sakit.1. Prosedur Pengajuan 1.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Lampiran IV Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 1069/ Menkes/ SK/ XI/ 2008 Tanggal : 18 November 2008 BAB IV TATA CARA PENETAPAN RUMAH SAKIT PENDIDIKAN Penetapan RS Pendidikan adalah proses penilaian kelayakan rumah sakit yang akan dijadikan wahana pembelajaran klinis peserta didik Institusi Pendidikan Kedokteran guna menjamin terselenggaranya pelayanan medik yang berkualitas sesuai kebutuhan modul untuk mencapai kompetensi berdasarkan Standar Pendidikan Profesi Kedokteran. 3. 7. Profil Rumah Sakit 3 (tiga) tahun terakhir. 2. Surat penetapan kelas (tipe) Rumah Sakit yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan RI. 4. Rumah Sakit telah mempunyai ijin pendirian yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan/atau ijin operasional yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Provinsi dan/atau ijin penyelenggaraan Rumah Sakit yang masih berlaku. Pernyataan kesediaan Pemilik Rumah Sakit untuk menjadikan Rumah Sakit menjadi RS Pendidikan dan sanggup menyediakan anggaran.

Setelah menerima surat balasan Direktur Rumah Sakit setempat membentuk Tim Persiapan Penilaian RS Pendidikan yang terdiri dari unsur-unsur pemangku kepentingan Rumah Sakit dan melakukan pengisian Borang Penilaian RS Pendidikan. f. Hasil telaahan Tim Pelaksana Akreditasi RS Pendidikan dapat berupa ”rekomendasi layak atau belum layak visitasi” dan rekomendasi tersebut di umpan balikkan kepada Rumah Sakit bersangkutan dengan tembusan kepada Dinas Kesehatan Provinsi setempat dan/atau Dinas Kesehatan Kab/Kota setempat. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi setempat c. b. c. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota setempat C.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA b. g. 16 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . Penilaian Kelayakan 1. Pra Visitasi a. Berkas Surat Permohonan yang telah diterima oleh Direktur Bina Pelayanan Medik Spesialistik diserahkan kepada Sekretariat Tim Pelaksana Akreditasi RS Pendidikan untuk diperiksa kelengkapan administrasi persyaratan administrasi. Surat balasan yang ditandatangani oleh Direktur Bina Pelayanan Medik Spesialistik selaku Ketua Tim Pelaksana Akreditasi RS Pendidikan dikirimkan kepada Pemilik RS/Pimpinan RS disertai Borang Penilaian RS Pendidikan (Instrumen Self Assesment) RS Pendidikan sesuai dengan klasifikasi. d. e. Tim Pelaksana Akreditasi RS Pendidikan menelaah hasil Borang Penilaian RS Pendidikan yang telah diisi oleh Rumah Sakit. Borang Penilaian RS Pendidikan yang telah diisi oleh Rumah Sakit dikirimkan kembali ke Tim Pelaksana Akreditasi RS Pendidikan. Berkas Surat Permohonan yang telah lengkap persyaratan administrasinya dilaporkan kepada Sekretaris Tim Pelaksana Akreditasi RS Pendidikan untuk kemudian dibuat rancangan surat balasan kepada Rumah Sakit.

Hasil penilaian masing-masing Standar. c. Indikator dan Parameter kemudian direkapitulasi dalam Instrumen Rekapitulasi Hasil Penilaian untuk menentukan nilai akhir penilaian. Visitasi a. selanjutnya hasil penilaian diisi ke dalam Instrumen Penilaian masing-masing Standar dan Parameter. 2. Apabila hasil telaahan Tim Pelaksana Akreditasi RS Pendidikan direkomendasikan ”layak visitasi” maka kepada Rumah Sakit dijadualkan waktu kunjungan Tim Visitasi. b. 3. e.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA h. Apabila dari hasil penilaian Tim Visitasi dan kesimpulan sementara masih terdapat hal-hal yang perlu disempurnakan dan/atau diperbaiki oleh pihak Rumah Sakit. Hasil penilaian akhir (sementara) berikut catatan-catatan mengenai hal-hal yang perlu disempurnakan/diperbaiki disampaikan oleh Tim Visitasi kepada pihak Rumah Sakit dan dibuatkan Berita Acara Hasil Visitasi yang ditanda tangani oleh Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 17 . Penetapan a. Apabila umpan balik dari Tim Pelaksana Akreditasi RS Pendidikan direkomendasikan ”dipertimbangkan belum layak ”visitasi” maka Rumah Sakit dapat mengajukan permohonan fasilitasi atau pembinaan kepada Tim Pelaksana Akreditasi RS Pendidikan. maka pihak Rumah Sakit wajib menyempurnakan/ memperbaikinya dalam waktu selambat-lambatnya 30 (tigapuluh) hari sejak dilakukan visitasi. Sesuai jadwal yang ditentukan Tim Visitasi melaksanakan kunjungan ke Rumah Sakit. b. Hasil penilaian dapat menggambarkan hasil akhir katagori penilaian : A. B atau C. d. Tim Visitasi dalam melaksanakan kunjungan ke Rumah Sakit melakukan pemeriksaan ulang dan pemeriksaan silang serta wawancara dengan pihak terkait atas Borang Penilaian RS Pendidikan yang telah diisi oleh Rumah Sakit.

b. Terakreditasi B dengan masa berlaku 3 (tahun). ditanda tangani oleh Menteri Kesehatan. Tim Visitasi melaporkan kepada Tim Pelaksana Akreditasi RS Pendidikan untuk kemudian dilakukan proses penetapan. Sertifikat Akreditasi RS Pendidikan (Sertifikasi) 1. Berdasarkan Berita Acara Hasil Visitasi dan laporan perbaikan/penyempurnaan dari Rumah Sakit. Surat Keputusan dan Sertifikat Akreditasi RS Pendidikan selanjutnya diserahkan kepada Pemilik Rumah Sakit/Pimpinan Rumah Sakit. D. d. Tim Akreditasi RS Pendidikan melaksanakan rapat penentuan kelayakan Rumah Sakit sebagai RS Pendidikan berdasarkan hasil visitasi. Tim Visitasi melaporkan Berita Acara Hasil Visitasi kepada Ketua Tim Pelaksana Akreditasi. ditanda tangani oleh Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik. g. e. Terakreditasi A dengan masa berlaku 5 (tahun). Sertifikat Akreditasi RS Pendidikan diterbitkan dengan ketentuan sebagai berikut: a. Ketua Tim Pelaksana Akreditasi RS Pendidikan menyampaikan rekomendasi penetapan RS Pendidikan kepada Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik untuk selanjutnya dilakukan proses Penetapan sebagai RS Pendidikan. 2.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Tim Visitasi dan Pihak Rumah Sakit. Atas nama Menteri Kesehatan RI Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik menetapkan Rumah Sakit pemohon sebagai RS Pendidikan. c. ditanda tangani oleh Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik atas nama Menteri Kesehatan. F. 18 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . c. Terakreditasi C dengan masa berlaku 1 (satu) tahun.

Agar dapat berfungsi menjadi RS Pendidikan secara efektif. sumber daya manusia. yang menunjang tercapainya tujuan pendidikan profesi kedokteran. misi. KOMITMEN DAN PERSYARATAN. manajemen pendidikan dan daya tampung peserta didik. Rumah Sakit kelas A atau B atau setara yang telah terakreditasi minimal 12 pelayanan. dan tujuan Rumah Sakit secara tertulis yang menunjang tercapainya tujuan pendidikan profesi kedokteran. sarana prasarana. Untuk menunjang proses pembelajaran dan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan maka komitmen Rumah Sakit perlu ditunjukkan secara jelas (administratif dan pelaksanaan pendidikan) dan sesuai aturan perundangan yang berlaku. STANDAR VISI. Kesepakatan bersama tersebut harus bersifat saling mengikat dalam hal pada seluruh proses pendidikan kedokteran di Rumah Sakit tersebut.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Lampiran V Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 1069/ Menkes/ SK/ XI/ 2008 Tanggal : 18 November 2008 BAB V STANDAR RUMAH SAKIT PENDIDIKAN UTAMA RS Pendidikan Utama adalah Rumah Sakit Jejaring Institusi Pendidikan Kedokteran yang digunakan sebagai wahana pembelajaran klinik peserta didik untuk memenuhi seluruh atau sebagian besar modul pendidikan dalam rangka mencapai kompetensi berdasarkan Standar Pendidikan Profesi Kedokteran. kebidanan dan kandungan) dan 11 pelayanan spesialis lainnya. Rumah Sakit yang telah menjalankan fungsi pendidikan dan telah memiliki SK penetapan Menteri Kesehatan sebagai RS Pendidikan. RS Pendidikan harus memiliki visi dan misi yang jelas. 5. RS Pendidikan Utama minimal mempunyai 4 pelayanan spesialis dasar (penyakit dalam. MISI. Kriteria : 1. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . 4. 2. pembiayaan. Terdapat dokumen Perjanjian Kerja Sama antara Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. 6. anak. meliputi aspek medikolegal. 19 3. A. Terdapat visi. bedah.

peraturan dan ketetapan tertulis mengenai pendidikan sehingga dapat menjamin terselenggaranya pendidikan yang berkualitas tinggi. Koordinasi pendidikan profesi kedokteran.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA B.1 Badan Koordinasi Pendidikan Kedokteran beranggotakan unsur Rumah Sakit dan unsur Institusi Pendidikan Kedokteran. 2. 2. hak. mencakup efektifitas dan efisiensi pelaksanaan proses pendidikan yang meliputi.3. evaluasi dan penjaminan mutu pendidikan profesi kedokteran. Adanya kebijakan penerimaan peserta didik yang tercantum dalam Perjanjian Kerjasama antara Institusi Pendidikan Kedokteran dengan RS Pendidikan yang bersangkutan. Adanya kebijakan mengenai daya tampung peserta didasarkan pada rasio pendidik dengan peserta didik maksimal 1:5 yang ditetapkan bersama antara Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. 2. Adanya peraturan bersama antara Direktur RS Pendidikan dan 20 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan .1 Uraian tugas. Manajemen dan administrasi merupakan bagian dari operasionalisasi RS Pendidikan. administrasi. Badan ini akan diwakili oleh suatu Sekretariat Bersama yang berkedudukan di RS. pembiayaan. wewenang dan masa tugas ditetapkan melalui keputusan bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. Kebijakan Penyelenggaraan Pendidikan RS Pendidikan memiliki kebijakan. Kriteria : 2. kebijakan penyelenggaraan. Kriteria : 1. tanggung jawab. yang terdiri atas unsur RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran yang memiliki uraian tugas dan fungsi yang jelas.1. 1. koordinasi. Untuk kelancaran proses manajemen dan administrasi pendidikan harus mempunyai Badan Koordinasi Pendidikan. 2.2. STANDAR MANAJEMEN DAN ADMINISTRASI.

Terdapat sistem informasi pendidikan yang termasuk didalamnya Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 21 .1.3.2. administrasi nilai. staf nonmedis dan peserta didik). pendidikan dan penelitian. pedoman dan prosedur tertulis telah disosialisasikan dengan baik kepada pelaksana yang terkait dengan pendidikan klinik. alur pencatatan serta adanya pelaporan nilai yang tepat waktu. 3. Kebijakan.4.4. Adanya kebijakan RS yang mengatur batasan kewenangan prosedur medis yang dapat dilakukan oleh peserta didik. 3. dan menjadi acuan pokok bagi semua staf medis dalam melaksanakan tugas pelayanan. nilai. peraturan pelaksanaan dan peraturan teknis yang disepakati oleh semua unsur yang terlibat dalam pendidikan. 2. penanggung jawab ruangan) dan dilaksanakan sesuai jadual. 3. umpan balik dan surat menyurat. Kebijakan/ketentuan/pedoman dan prosedur tertulis tersebut harus menjadi acuan pokok bagi staf medis dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Kriteria : 3. Administrasi Pendidikan RS Pendidikan memiliki pengelolaan administrasi pendidikan yang berkaitan dengan penjadualan. 3. Adanya jadual pelaksanaan yang sifatnya tetap sesuai program di tiap Bagian/Departemen/SMF (nama. Adanya staf sekretariat khusus (staf non edukatif) yang bertanggung jawab penuh untuk menangani kelengkapan proses pendidikan peserta didik (alat bantu belajar. 2. 2. Adanya jadual pra-pelaksanaan pendidikan yang berisi tanggal masuk. pengaturan jadual dan administrasi). Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang sistem penyelenggaraan pendidikan. Terdapat sistem.6.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 2.5.7. nama Bagian/Departemen/SMF yang dituju dan jumlah peserta didik yang akan masuk yang dikirim oleh Institusi Pendidikan kepada RS Pendidikan sebelum mahasiswa masuk ke RS. waktu. kegiatan. Terdapat kebijakan. 3.5. penelitian dan pelayanan beserta berbagai unsur penunjangnya termasuk reward and punishment bagi semua pihak yang terlibat (staf medis. ruangan.

Kriteria : 4. biaya administrasi dan biaya overhead operasional. 4.1. 5. Evaluasi dan Penjaminan Administrasi Pendidikan Mutu Sistem Manajemen dan Badan Koordinasi Pendidikan melakukan evaluasi secara menyeluruh 22 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . Pembiayaan Pendidikan RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran mengelola sistem pembiayaan pendidikan yang mendukung efektifitas. daftar tunggu ujian) dari pelaksana didik kepada RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran. serta biaya tidak langsung seperti biaya akomodatif.4. 3. Terdapat laporan keuangan berkala enam bulanan dan tahunan anggaran biaya yang dibuat oleh Kepala Bagian/Departemen/SMF dan disahkan oleh Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. efisiensi dan mutu pendidikan. biaya bahan habis pakai. 4. 4. Terdapat rencana anggaran biaya (RAB) penyelenggaraan pendidikan kedokteran yang disusun setahun sekali oleh koordinator pendidikan yang diusulkan oleh masing-masing Kepala Bagian/Departemen/SMF untuk disetujui oleh Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. seperti biaya sumber daya manusia pendidikan. Terdapat kebijakan bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran atas masukan Kepala Bagian/Departemen/SMF mengenai Pendanaan Pendidikan Kedokteran. 4. Adanya laporan kemajuan pendidikan secara berkala setiap tahun (jumlah mengenai peserta didik.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA berisi data dasar peserta didik (meliputi identitas. Adanya perhitungan satuan biaya pendidikan yang disusun oleh sekretariat bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran yang meliputi biaya pendidikan langsung.6.3. hasil belajar).2. Besarnya satuan biaya disesuaikan dengan besarnya SPP Mahasiswa. tingkat kelulusan.

2. 1. Kriteria : 1. Terdapat pengangkatan sebagai SK Dosen/Dosen Luar Biasa Institusi Pendidikan Kedokteran berikut jabatan akademiknya dari Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran untuk Staf Medik Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 23 .1. Tugas. 1. Terdapat data umpan balik dan dokumentasi staf pengajar dan peserta. tanggung jawab dan kewenangan staf institusi pendidikan yang ditempatkan di RS Pendidikan harus tercantum dalam ikatan kerjasama atau lampirannya. dan tindak lanjut. Peraturan Rekruitmen Tenaga Pendidikan dan Monitoring untuk Pembelajaran Klinik Adanya kebijakan mengenai penugasan staf medis dan/atau non medis yang diprogramkan sebagai tenaga pendidik merupakan kebijakan tentang kategori. Kriteria : 5. STANDAR SUMBER DAYA MANUSIA UNTUK PROGRAM PENDIDIKAN KLINIK Penyiapan tenaga pendidikan dan pelatih program pembelajaran klinik sesuai dengan konteks pelayanan medis di RS menjadi tanggung jawab bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran. Terdapat tata cara perekrutan dan kriteria kompetensi yang ditetapkan bersama oleh Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran bagi Staf Medik Fungsional yang akan diangkat sebagai Dokter Pendidik Klinik/Dosen Klinik. kewenangan.1.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA terhadap semua proses manajemen dan administrasi pendidikan sesuai dengan sistem penjaminan mutu yang telah ditetapkan sebelumnya. analisis umpan balik. tanggung jawab. Terdapat dokumen evaluasi pelaksanaan pendidikan klinik setiap enam bulan sekali yang dilakukan oleh sekretariat bersama berdasarkan indikator tim tertentu yang ditetapkan Badan Koordinasi Pendidikan.2. hak. C. paruh/purna waktu dari staf medis dan/atau non medis tersebut. 5.

2. D. Terdapat presensi pembelajaran yang dilakukan oleh tenaga pendidik. 2. Terdapat SK Pengangkatan/Penugasan dari Direktur RS Pendidikan sebagai Staf Medik Fungsional yang melaksanakan tugas sebagai Dokter Pendidik Klinik/Dosen Klinik di RS Pendidikan untuk semua Staf Medik Fungsional yang terlibat dalam Pendidikan Kedokteran. STANDAR PENUNJANG PENDIDIKAN RS Pendidikan harus menyediakan sarana. Terdapat data dasar pengembangan diri tenaga pendidikan di bawah koordinasi Sekretaris Bagian di Rumah Sakit dan Badan Koordinasi Pendidikan/ Sekretariat Bersama. tanggung jawab. tanggung jawab dan kewenangannya. komitmen.3. Terdapat staf medis fungsional yang ditetapkan Direktur RS Pendidikan sebagai Supervisor Klinik dan Pembimbing bagi peserta didik disertai kejelasan tugas.5. 1. tercakup di dalamnya kebijakan tentang kategori. disiplin dan proses pengembangan diri. kewenangan. 24 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . 2. 1. Terdapat tim penilai/supervisor kinerja tenaga pendidik dari RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran yang berperan dalam menilai kinerja tenaga pendidik pada pembelajaran klinik dengan kriteria yang jelas yang dilakukan secara berkala minimal satu tahun sekali. Kriteria : 2.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Fungsional yang melaksanakan tugas pendidikan dan penelitian kedokteran.4. 1. Sistem Monitoring dan Evaluasi Tenaga Pendidik Sistem monitoring dan evaluasi tenaga pendidikan bertujuan untuk menilai prestasi atau kinerja tenaga pendidik antara lain: kompetensi. hak dan kewajiban baik paruh/purna waktu.1. prasarana dan peralatan yang memadai untuk pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan modul pendidikan termasuk ketersediaan jumlah dan variasi kasus atau pasien yang berinteraksi dengan peserta didik.

Perhatian RS terhadap Pembelajaran: Agar mampu melaksanakan pembelajaran klinik dengan baik maka perlu adanya wujud perhatian dari RS dalam penyelenggaraan pembelajaran kilinik. prasarana dan alat yang dibutuhkan untuk penyelenggaraan pendidikan. Sarana. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 25 . sistem dokumentasi. E. Ada fasilitas ruang jaga yang memenuhi syarat dan aman bagi peserta didik yang memenuhi standar sarana. 3. Program pendidikan klinik akan berhasil bila semua unsur dibagian yang bersangkutan memiliki perhatian dan komitmen terhadap pendidikan. STANDAR PERANCANGAN DAN PELAKSANAAN PROGRAM PENDIDIKAN KLINIK YANG BERKUALITAS Peran RS Pendidikan dalam menyediakan pengalaman belajar klinik memegang peran penting dalam pencapaian kompetensi. Terdapat sarana proses pembelajaran dan penelitian. teknologi informasi. ruang diskusi. perpustakaan. memiliki target pembelajaran yang jelas. prasarana dan peralatan untuk pendidikan antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran serta realisasinya.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Kriteria : 1. 1. 2. antara lain: ruangan pembelajaran. memiliki kegiatan yang terstruktur dan berimbang serta memiliki sistem evaluasi yang jelas dan objektif. 4. prasarana penunjang dan pendukung. RS Pendidikan bersama-sama dengan Institusi Pendidikan Kedokteran perlu merencanakan program pembelajaran klinik yang telah disesuaikan dengan konteks pelayanan medis. skill lab dan audiovisual. sistem informasi RS. Terdapat jumlah dan variasi kasus yang cukup yang sesuai dengan materi pembelajaran peserta didik. 5. Terdapat dokumen yang mencantumkan kesepakatan mengenai penyediaan sarana.

1. Umpan balik dari peserta didik mengenai tenaga pendidik.2 Terdapat buku panduan program pendidikan kedokteran yang disusun oleh Kepala Bagian/Departemen/SMF yang disetujui oleh Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran.3. Dokter/Dokter Gigi Spesialis dan Standar Kompetensi Dokter/Dokter Gigi.3 26 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . batas kompetensi tegas dan tertuang dalam buku panduan. Kriteria : 2. Rumah Sakit dalam pendidikan dan pelayanannya menggunakan 1. sehingga mahasiswa dan pembimbing dapat memahami proses pembelajaran klinik dan pencapaian kompetensi sesuai standar pendidikan profesi kedokteran.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Kriteria : 1. 2. Dokter/Dokter Gigi Spesialis dengan tujuan pendidikan jelas/konkrit.1.1 RS harus mempunyai perencanaan yang disusun oleh masingmasing Bagian/Departemen/SMF terkait melalui aktivitas staf medis dalam penyusunan rancangan tersebut dan terdapat notulensi pertemuan rutin. dengan menggunaan log book untuk memantau pertemuan tenaga pendidik dengan peserta didik. 2. dan catatan kehadiran dalam proses pendidikan (log book).2. Rumah Sakit memberlakukan tata tertib peserta didik yang bertujuan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Rumah Sakit memberikan program pendidikan klinik yang terstruktur yang ditetapkan bersama Institusi Pendidikan Kedokteran dan mengacu pada Standar Pendidikan Profesi Dokter/Dokter Gigi. Rancangan program pendidikan (buku panduan) tersebut dibuat oleh RS Pendidikan bersama-sama dengan Institusi Pendidikan Kedokteran terkait. Program Pendidikan Klinik Program pendidikan klinik harus memiliki target pencapaian pembelajaran yang jelas sesuai modul pendidikan. Rumah Sakit (Bagian/Departemen/SMF) dan staf medisnya yang terkait dalam program pendidikan terlibat aktif dalam proses pelaksanaan pendidikan. data wawancara staf. 2.

Proporsi jadual pendidikan kedokteran disusun oleh koordinator pendidikan masing-masing Bagian/Departemen/SMF. Terdapat batasan kewenangan.6. penggandaan. 2. Jaminan mutu pelayanan Rumah Sakit termasuk didalamnya keselamatan pasien harus didukung sepenuhnya oleh Institusi Pendidikan Kedokteran. termasuk pengiriman staf pendidik untuk mengikuti seminar/ pelatihan. Penggunaan log book untuk memantau kesesuaian kegiatan pembelajaran dengan panduan.4. 3. . para pendidik dan para peserta didik. · Pengarsipan. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 27 . 2. Program pendidikan klinik dan pedomannya diketahui dan dipahami dengan baik pada tingkat pengelola dan pelaksana. penanganan kasus/prosedur peserta didik yang tercantum dalam buku panduan peserta didik yang disusun oleh Kepala Bagian/Departemen/SMF.5. 3. yang dinyatakan dalam perencanaan. Kriteria : 3. 3. dan pendistribusian buku panduan penyelenggaraan pendidikan kedokteran secara merata oleh staf administrasi pendidikan. 2. Pelaksanaan Kegiatan Pendidikan Klinis Pelaksanaan kegiatan klinik harus sesuai dengan perencanaan dengan memperhatikan proses pembelajaran klinik yang efektif dan efisien sehingga dapat dicapai kompetensi sesuai standar pendidikan profesi kedokteran.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA prinsip pengetahuan kedokteran berbasis bukti (evidence based medicine). Terdapat koordinasi antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran dalam bidang pendidikan dan penelitian.3. Kegiatan pendidikan klinik yang dirancang memberikan porsi seimbang antara clinical reasoning dan pelatihan keterampilan yang berbasis bukti (evidence based medicine).1. · Setiap staf pendidik memiliki buku panduan program pendidikan kedokteran.2. monitoring dan evaluasi sistem supervisi peserta didik. Terdapat kegiatan pertemuan ilmiah secara rutin satu minggu sekali yang ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF.

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 3. Dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran untuk peserta didik. Sistem penilaian peserta didik ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF. 28 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . RS Pendidikan melakukan evaluasi program pendidikan klinik secara berkala. Kriteria : 4. . secara tersendiri dan bersama badan koordinasi pendidikan sekurang. Peserta program pendidikan klinik dinilai bersama oleh staf pendidik RS Pendidikan dan staf Institusi Pendidikan Kedokteran yang mempunyai kompetensi sebagai penilai secara komprehensif meliputi ranah pengetahuan psikomotor dan efektif.kurangnya satu kali dalam satu tahun. text-book. langganan jurnal (cetak dan elektronik). 4. Efektifitas dan perbaikan program direncanakan dalam proses evaluasi program yang dilakukan bersama oleh RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran. Pembuatan data dasar kasus pasien rawat inap dan rawat jalan oleh tiap bagian/subbagian. peserta didik dapat dilibatkan dalam penelitian yang dilakukan staf medis sehingga dapat di jadikan acuan dalam pelaksanaan pendidikan dan bimbingan peserta didik. Terselenggaranya evaluasi supervisi pendidikan klinik setiap semester/modul pendidikan . · Terselenggaranya rapat evaluasi badan koordinasi pendidikan setiap enam bulan sekali.4. · Terselenggaranya mekanisme umpan balik (kuisioner/tanya jawab) bagi peserta didik mengenai program yang telah dilakukan di akhir pendidikan setiap bagian.2. · Tersedianya fasilitas riset berupa internet. 4. · Pengarsipan rekam medis secara sistematis dan terkomputerisasi sehingga memudahkan pengaksesan data bagi penelitian. Evaluasi Program dan hasil Pembelajaran RS Pendidikan bersama-sama dengan Institusi Pendidikan Kedokteran terkait harus melakukan evaluasi pencapaian peserta didik secara bersamasama. serta daftar dan dokumen penelitian yang telah dilakukan.1.

1. yang menunjang tercapainya tujuan pendidikan profesi kedokteran yang didasarkan atas proses pembelajaran dan pelatihan yang sesuai. Kesepakatan bersama tersebut harus bersifat saling mengikat dalam hal seluruh proses pendidikan kedokteran. KOMITMEN DAN PERSYARATAN Agar dapat berfungsi menjadi RS Pendidikan secara efektif. sarana prasarana. MISI. 1. 1. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 29 . 1. Komitmen Rumah Sakit perlu ditunjukkan secara jelas (administratif dan pelaksanaan pendidikan) dan sesuai aturan perundangan yang berlaku.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Lampiran VI Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 1069/ Menkes/ SK/ XI/ 2008 Tanggal : 18 November 2008 BAB VI STANDAR RUMAH SAKIT PENDIDIKAN AFILIASI (EKSILENSI) RS Pendidikan Afiliasi (Eksilensi) adalah Rumah Sakit Khusus atau Rumah Sakit Umum dengan unggulan tertentu yang menjadi pusat rujukan pelayanan medik tertentu yang merupakan jejaring Institusi Pendidikan Kedokteran dan digunakan sebagai wahana pembelajaran klinik untuk memenuhi modul pendidikan tertentu secara utuh dalam rangka mencapai kompetensi berdasarkan Standar Pendidikan Profesi Kedokteran.5.3. A. Kriteria : 1. dan daya tampung peserta didik. misi. Terdapat dokumen kesepakatan bersama (MOU) Direktur RS Pendidikan dengan Kepala Bagian yang terkait dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran meliputi aspek medikolegal. Memiliki SK Menteri Kesehatan sebagai RS Pendidikan Afiliasi/Eksilensi.4. STANDAR VISI. Rumah Sakit mempunyai pusat layanan unggulan atau bidang pelayanan khusus yang telah terakreditasi untuk pendidikan bidang ilmu terkait. manajemen pendidikan.2. Terdapat rumusan visi. pembiayaan.1. sumber daya manusia. dan tujuan Rumah Sakit secara tertulis yang menunjang tercapainya tujuan pendidikan profesi kedokteran. RS Pendidikan Afiiliasi harus memiliki visi dan misi yang jelas.

Meliputi koordinasi.1. Uraian tugas. pembiayaan. Adanya kebijakan mengenai daya tampung peserta didasarkan pada rasio pendidik dengan peserta didik maksimal 1: 5 yang ditetapkan bersama antara Direktur RS Pendidikan dengan 30 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . B.2. STANDAR MANAJEMEN DAN ADMINISTRASI Manajemen dan administrasi merupakan bagian dari operasionalisasi RS Pendidikan. Kebijakan Penyelenggaraan Pendidikan RS Pendidikan memiliki kebijakan. Koordinasi pendidikan profesi kedokteran Untuk kelancaran proses manajemen dan administrasi pendidikan harus mempunyai badan koordinasi pendidikan yang terdiri atas unsur RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran yang memiliki uraian tugas dan fungsi yang jelas. 2. tanggung jawab. 1. Kriteria : 2.1. evaluasi dan penjaminan mutu pendidikan profesi kedokteran. Adanya kebijakan penerimaan peserta didik yang tercantum dalam Perjanjian Kerjasama antara Institusi Pendidikan Kedokteran dengan RS Pendidikan yang bersangkutan. peraturan dan ketetapan tertulis mengenai pendidikan sehingga dapat menjamin terselenggaranya pendidikan yang berkualitas tinggi.2. Badan ini akan diwakili oleh suatu Sekretariat Bersama yang berkedudukan di RS. administrasi. hak. kebijakan penyelenggaraan. 2.6 Mempunyai minimal 1 disiplin ilmu yang merupakan pusat unggulan atau kekhususan. Badan Koordinasi Pendidikan Kedokteran beranggotakan unsur RS Pendidikan dan unsur Institusi Pendidikan Kedokteran.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 1. Kriteria : 1. mencakup efektifitas dan efisiensi pelaksanaan proses pendidikan. wewenang dan masa tugas ditetapkan melalui keputusan bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. 1.

pendidikan dan penelitian. 2. 2. staf nonmedis dan peserta didik). Adanya staf sekretariat khusus (staf non edukatif) yang bertanggung jawab penuh untuk menangani kelengkapan proses pendidikan peserta didik (alat bantu belajar.6. penelitian dan pelayanan beserta berbagai unsur penunjangnya termasuk reward and punishment bagi semua pihak yang terlibat (staf medis. Adanya jadual pelaksanaan yang sifatnya tetap sesuai program di tiap Bagian/Departemen/SMF (nama. Terdapat kebijakan. Kebijakan.2. kegiatan. 3. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 31 .MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran.1. Adanya jadual pra-pelaksanaan pendidikan yang berisi tanggal masuk. nama Bagian/Departemen/SMF yang dituju dan jumlah peserta didik yang akan masuk yang dikirim oleh Institusi Pendidikan Kedokteran kepada RS Pendidikan sebelum mahasiswa masuk ke Rumah Sakit.3.3. waktu. pedoman dan prosedur tertulis telah disosialisasikan dengan baik kepada pelaksana yang terkait dengan pendidikan klinik. 3.5. penanggung jawab ruangan) dan dilaksanakan sesuai jadual. Kebijakan/ketentuan/pedoman dan prosedur tertulis tersebut harus menjadi acuan pokok bagi staf medis dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.4. umpan balik dan surat menyurat. dan menjadi acuan pokok bagi semua staf medis dalam melaksanakan tugas pelayanan. administrasi nilai.7. 2. nilai. 2. 3. Adanya kebijakan RS yang mengatur batasan kewenangan prosedur medis yang dapat dilakukan oleh peserta didik. Administrasi Pendidikan RS Pendidikan memiliki pengelolaan administrasi pendidikan yang berkaitan dengan penjadualan. Adanya peraturan bersama antara Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang sistem penyelenggaraan pendidikan. Kriteria : 3. peraturan pelaksanaan dan peraturan teknis yang disepakati oleh semua unsur yang terlibat dalam pendidikan. 2. ruangan.

Terdapat rencana anggaran biaya (RAB) penyelenggaraan pendidikan kedokteran yang disusun setahun sekali oleh koordinator pendidikan yang diusulkan oleh masing-masing Kepala Bagian/Departemen/SMF untuk disetujui oleh Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA pengaturan jadual dan administrasi). biaya bahan habis pakai. Terdapat kebijakan bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran atas masukan Kepala Bagian/Departemen/SMF mengenai pendanaan pendidikan kedokteran. hasil belajar). 4. daftar tunggu ujian) dari pelaksana didik kepada RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran.2 4.3 4. Besarnya satuan biaya disesuaikan dengan besarnya SPP Mahasiswa. tingkat kelulusan. Adanya laporan kemajuan pendidikan secara berkala setiap tahun (jumlah mengenai peserta didik.4. serta biaya tidak langsung seperti biaya akomodatif.4 32 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . biaya administrasi dan biaya overhead operasional. 3. 4. 3.6.1 Adanya perhitungan satuan biaya pendidikan yang disusun oleh sekretariat bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran yang meliputi biaya pendidikan langsung. 3. seperti biaya sumber daya manusia pendidikan.5. alur pencatatan serta adanya pelaporan nilai yang tepat waktu. Terdapat sistem. Terdapat sistem informasi pendidikan yang termasuk didalamnya berisi data dasar peserta didik (meliputi identitas. Terdapat laporan keuangan berkala enam bulanan dan tahunan anggaran biaya yang dibuat oleh Kepala Bagian/Departemen/SMF dan disahkan oleh Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. efisiensi dan mutu pendidikan.Pembiayaan Pendidikan RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran mengelola sistem pembiayaan pendidikan yang mendukung efektifitas. Kriteria : 4.

C. paruh/purna waktu dari staf medis dan / atau non medis tersebut. Kriteria : 1. 5.1 Terdapat dokumen evaluasi pelaksanaan pendidikan klinik setiap enam bulan sekali yang dilakukan oleh Sekretariat Bersama berdasarkan indikator tim tertentu yang ditetapkan Badan Koordinasi Pendidikan. STANDAR SUMBER DAYA MANUSIA UNTUK PROGRAM PENDIDIKAN KLINIK Penyiapan tenaga pendidikan dan pelatih dan program pembelajaran Klinik sesuai dengan konteks pelayanan medis di RS menjadi tanggung jawab bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran. Badan koordinasi pendidikan melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap semua proses manajemen dan administrasi pendidikan sesuai dengan sistem penjaminan mutu yang telah ditetapkan sebelumnya. tanggung jawab. dan tindak lanjut.1 Terdapat tata cara perekrutan dan kriteria kompetensi yang ditetapkan bersama oleh Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran bagi Staf Medik Fungsional yang akan diangkat sebagai Dokter Pendidik Klinik/Dosen Klinik. kewenangan. hak. Kriteria : 5. Peraturan Rekruitmen Tenaga Pendidikan dan Monitoring Untuk Pembelajaran Klinik. Kebijakan mengenai penugasan staf medis dan / atau non medis yang diprogramkan sebagai tenaga pendidik merupakan kebijakan tentang kualifikasi. 1. 1. analisis umpan balik.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 5. harus tercantum dalam ikatan kerjasama atau lampirannya.2 Terdapat staf medis fungsional Rumah Sakit yang ditetapkan Direktur RS Pendidikan dan mendapat persetujuan dari Institusi Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 33 . Evaluasi dan Penjaminan Mutu Sistem Manajemen dan Administrasi Pendidikan.2 Terdapat data umpan balik dan dokumentasi staf pengajar dan peserta.

tanggung jawab. 1. tanggung jawab serta kewenangannya.5 Terdapat panitia evaluasi dalam masing-masing bagian yang menilai kinerja pendidik pada pembelajaran klinik dengan kriteria yang jelas serta dilakukan secara berkala minimal satu tahun sekali. 1. Kriteria : 1. STANDAR PENUNJANG PENDIDIKAN RS Pendidikan harus menyediakan sarana.1 Terdapat presensi pembelajaran yang dilakukan oleh tenaga pendidik. D.2 Terdapat data dasar pengembangan diri tenaga pendidikan di bawah koordinasi Sekretaris Bagian RS dan Badan Koordinasi Pendidikan/ Sekretariat Bersama.4 Terdapat staf medis fungsional yang di tetapkan Direktur RS Pendidikan sebagai supervisor klinik dan pembimbing disertai tugas.3 Terdapat SK pengangkatan/penugasan staf medik fungsional yang ditetapkan Direktur RS Pendidikan yang melaksanakan tugas kependidikan profesi kedokteran tercakup di dalamnya kebijakan tentang kategori. 2. 1. dan hak paruh/purna waktu. kewenangan. Sistem Monitoring dan Evaluasi Tenaga Pendidik Sistem monitoring dan evaluasi tenaga pendidikan bertujuan untuk prestasi atau kinerja tenaga pendidik antara lain: komitmen.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Pendidikan Kedokteran untuk diangkat sebagai dosen dengan jabatan akademiknya. prasarana dan peralatan yang memadai untuk pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan modul pendidikan termasuk ketersediaan jumlah dan variasi kasus atau pasien yang berinteraksi dengan peserta didik. 2. Terdapat dokumen kesepakatan mengenai penyediaan fasilitas fisik untuk pendidikan klinik antara Direktur RS Pendidikan. Kepala 34 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . Kriteria : 2. disiplin dan proses pengembangan diri.

RS Pendidikan bersama-sama dengan Institusi Pendidikan Kedokteran perlu merencanakan program pembelajaran klinik yang telah disesuaikan dengan konteks pelayanan medis. 3. sistem informasi Rumah Sakit. Ada fasilitas ruang jaga yang memenuhi syarat dan aman bagi peserta didik yang memenuhi standar sarana. dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran serta realisasinya.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Bagian. ruang diskusi. prasarana penunjang dan pendukung. Kriteria : 1. memiliki kegiatan yang terstruktur dan berimbang serta memiliki sistem evaluasi yang jelas dan objektif. Terdapat sarana proses pembelajaran dan penelitian. memiliki target pembelajaran yang jelas. 4. skill lab dan audiovisual. Terdapat jumlah dan variasi kasus yang cukup yang sesuai dengan materi pembelajaran peserta didik. teknologi informasi. perpustakaan.1 RS harus mempunyai perencanaan yang disusun oleh masingmasing Bagian/Departemen/SMF terkait melalui aktivitas staf medis dalam penyusunan rancangan tersebut dan terdapat Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 35 . 5. E. 2. Program pendidikan klinik akan berhasil bila semua unsur dibagian yang bersangkutan memiliki perhatian dan komitmen terhadap pendidikan. Sarana ruang belajar. Perhatian RS (Bagian atau SMF) terhadap pembelajaran Agar mampu melaksanakan pembelajaran klinik dengan baik maka perlu adanya wujud perhatian dari Rumah Sakit (Bagian atau SMF) di dalam pendidikan. Peran RS Pendidikan dalam menyediakan pengalaman belajar klinik memegang peran penting dalam pencapaian kompetensi. STANDAR PERANCANGAN DAN PELAKSANAAN PROGRAM PENDIDIKAN KLINIK YANG BERKUALITAS. 1.

Rumah Sakit (Bagian/Departemen/SMF) dan staf medisnya yang terkait dalam program pendidikan terlibat aktif dalam proses pelaksanaan pendidikan. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 36 .MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA notulensi pertemuan rutin. dan catatan kehadiran dalam proses pendidikan (log book).2 Terdapat buku panduan program pendidikan kedokteran yang disusun oleh Kepala Bagian/Departemen/SMF yang disetujui oleh Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran.2 2. 1.1 Rumah Sakit memberikan program pendidikan klinik yang terstruktur yang ditetapkan bersama Institusi Pendidikan Kedokteran dan mengacu pada Standar Pendidikan Profesi Dokter/Dokter Gigi. sehingga mahasiswa dan pembimbing dapat selalu memantau pencapaian pembelajarannya. 1.3 Rumah Sakit memberlakukan tata tertib peserta didik yang bertujuan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Umpan balik dari peserta didik mengenai tenaga pendidik. Rancangan program pendidikan (buku panduan) dibuat oleh RS Pendidikan bersama-sama dengan Institusi Pendidikan Kedokteran terkait. Dokter/Dokter Gigi Spesialis dengan tujuan pendidikan jelas/konkrit. batas kompetensi tegas dan tertuang dalam buku panduan. Kriteria : 2. dengan menggunaan log book untuk memantau pertemuan tenaga pendidik dengan peserta didik. pembelajaran. data wawancara staf. Rumah Sakit dalam pendidikan dan pelayanannya menggunakan prinsip pengetahuan kedokteran berbasis bukti (evidence based medicine). 2.3 2. Dokter/Dokter Gigi Spesialis dan Standar Kompetensi Dokter/Dokter Gigi. Program Pendidikan Klinik Program pendidikan klinik harus memiliki target pencapaian pembelajaran yang jelas yang ditugaskan dalam panduan.

Penggunaan log book untuk memantau kesesuaian kegiatan pembelajaran dengan panduan. yang dinyatakan dalam perencanaan. Program pendidikan klinik dan pedomannya diketahui dan dipahami dengan baik pada tingkat pengelola dan pelaksana. penanganan kasus/prosedur peserta didik yang tercantum dalam buku panduan peserta didik yang disusun oleh Kepala Bagian/Ketua Program Studi.3 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 37 .2 3. Pelaksanaan Kegiatan Pendidikan Klinis Pelaksanaan kegiatan klinik harus sesuai dengan perencanaan dengan memperhatikan proses pembelajaran yang efektif dan efisien sehingga mampu mencapai tujuan/ kualitas yang ditetapkan. dan pendistribusian buku panduan penyelenggaraan pendidikan kedokteran secara merata oleh staf administrasi pendidikan. Terdapat batasan kewenangan. 3. · Setiap staf pendidik memiliki buku panduan program pendidikan kedokteran. Kriteria : 3. Jaminan mutu pelayanan Rumah Sakit termasuk didalamnya keselamatan pasien harus didukung sepenuhnya oleh Institusi Pendidikan Kedokteran. Terdapat koordinasi antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran dalam bidang pendidikan dan penelitian.4 2. para pendidik dan para peserta didik. Proporsi jadual pendidikan kedokteran disusun oleh koordinator pendidikan masing-masing Bagian/Departemen/SMF.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 2. 2.1 Kegiatan pendidikan klinik yang dirancang memberikan porsi seimbang antara clinical reasoning dan pelatihan keterampilan yang berbasis bukti (evidence based medicine). · Pengarsipan. penggandaan. . monitoring dan evaluasi sistem supervisi peserta didik.6 3. termasuk pengiriman staf pendidik untuk mengikuti seminar/ pelatihan.5 Terdapat kegiatan pertemuan ilmiah secara rutin satu minggu sekali yang ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF.

· Pengarsipan rekam medis secara sistematis dan terkomputerisasi sehingga memudahkan pengaksesan data bagi penelitian.1 Terselenggaranya mekanisme umpan balik (kuisioner/tanya jawab) bagi peserta didik mengenai program yang telah dilakukan di akhir pendidikan setiap bagian dan terselenggaranya rapat evaluasi badan koordinasi pendidikan setiap enam bulan sekali.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 3. 4.2 38 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . 4. peserta didik dapat dilibatkan dalam penelitian yang dilakukan staf medis sehingga dapat di jadikan acuan dalam pelaksanaan pendidikan dan bimbingan peserta didik. Efektifitas dan perbaikan program direncanakan dalam proses evaluasi program yang dilakukan bersama oleh RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran. termasuk didalamnya evaluasi proses supervisi klinik. Kriteria: 4. · Pembuatan data dasar kasus pasien rawat inap dan rawat jalan oleh tiap bagian/subbagian. Mekanisme penilaian peserta didik ditetapkan oleh bagian. Evaluasi Program dan hasil Pembelajaran RS Pendidikan bersama-sama dengan Institusi Pendidikan Kedokteran terkait harus melakukan evaluasi pencapaian peserta didik secara bersama-sama.4 Dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran untuk peserta didik. serta daftar dan dokumen penelitian yang telah dilakukan. · Tersedianya fasilitas riset berupa internet. langganan jurnal (cetak dan elektronik). text-book. mengacu pada sistem yang berlaku di Institusi Pendidikan Kedokteran dan Kolegium terkait.

Kriteria : 1. KOMITMEN DAN PERSYARATAN Agar dapat berfungsi menjadi RS Pendidikan secara efektif. 2. termasuk penelitian dan pelayanan. RS Pendidikan mempunyai visi. MISI. RS telah terakreditasi minimal 5 pelayanan. pihak Institusi Pendidikan Kedokteran dan pihak RS Pendidikan Utama. misi dan tujuan Rumah Sakit yang menunjang tercapainya tujuan pendidikan profesi kedokteran. STANDAR VISI. 5. A. Komitmen RS harus dinyatakan secara jelas (administratif dan pelaksanaan pendidikan) dan sesuai peraturan dan perundangan yang berlaku. sarana prasarana. RS yang telah menjalankan fungsi pendidikan telah memiliki SK penetapan Menteri Kesehatan sebagai RS Pendidikan Satelit. pembiayaan. Kesepakatan bersama harus bersifat saling mengikat dalam hal seluruh proses pendidikan profesi Dokter/Dokter Gigi. Sumber Daya Manusia (SDM). RS Pendidikan harus memiliki visi dan misi yang jelas dan menunjang tercapainya tujuan pendidikan profesi kedokteran yang didasarkan pada proses pembelajaran dan pelatihan yang sesuai dengan modul pendidikan. Terdapat kesepakatan bersama atau piagam kerjasama tertulis antara RS Pendidikan Satelit. 3. 4.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Lampiran VII Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 1069/ Menkes/ SK/ XI/ 2008 Tanggal : 18 November 2008 BAB VII STANDAR RUMAH SAKIT PENDIDIKAN SATELIT RS Pendidikan Satelit adalah RS jejaring Institusi Pendidikan Kedokteran dan jejaring RS Pendidikan Utama yang digunakan sebagai wahana pembelajaran klinik peserta didik untuk memenuhi sebagian modul pendidikan dalam rangka mencapai kompetensi berdasarkan Standar Pendidikan Profesi Kedokteran. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 39 . manajemen pendidikan dan daya tampung peserta didik yang ditandatangani oleh pihak RS Pendidikan Satelit. Institusi Pendidikan Kedokteran dan RS Pendidikan utama terkait yang masih berlaku dalam kurun waktu tertentu meliputi aspek medikolegal. Dokter/Dokter Gigi Spesialis dalam bidang tertentu.

STANDAR MANAJEMEN DAN ADMINISTRASI Manajemen dan administrasi merupakan bagian dari operasionalisasi RS Pendidikan. 2. Kriteria : 1.1 Adanya kebijakan penerimaan peserta didik yang tercantum dalam Nota kerjasama antara Institusi Pendidikan Kedokteran dengan RS Pendidikan yang bersangkutan. Meliputi koordinasi. RS Pendidikan Utama dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran mengenai uraian tugas.2 SK bersama Direktur RS Pendidikan Satelit . Terikat kerjasama pembinaan dengan RS Pendidikan Utama. evaluasi dan penjaminan mutu pendidikan profesi kedokteran. bedah. B. administrasi. mencakup efektifitas dan efisiensi pelaksanaan proses pendidikan. dan masa tugas Kepala Bagian dan Badan Koordinasi Pendidikan. tanggung jawab. kebidanan dan kandungan) dan 4 pelayanan penunjang lainnya . yang terdiri atas unsur RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran yang memiliki uraian tugas dan fungsi yang jelas. anak. Badan ini akan diwakili oleh suatu Sekretariat Bersama yang berkedudukan di Rumah Sakit.1 Badan Koordinasi Pendidikan beranggotakan unsur Rumah Sakit dan unsur Institusi Pendidikan Kedokteran.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 6. 40 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . RS Satelit mempunyai 4 pelayanan spesialis dasar (penyakit dalam. kebijakan penyelenggaraan. wewenang. 7. 1. Koordinasi Pendidikan Profesi Kedokteran Untuk kelancaran proses manajemen dan administrasi pendidikan harus mempunyai Badan Koordinasi Pendidikan. peraturan dan ketetapan tertulis mengenai pendidikan sehingga dapat menjamin terselenggaranya pendidikan yang berkualitas tinggi. Kriteria: 2. hak. pembiayaan. Kebijakan Penyelenggaraan Pendidikan RS Pendidikan memiliki kebijakan. 1.

penelitian dan pelayanan beserta berbagai unsur penunjangnya termasuk reward dan punishment bagi semua pihak yang terlibat (staf medis. administrasi nilai.2 Adanya kebijakan mengenai daya tampung peserta didasarkan kepada ketetapan rasio pendidikan dengan peserta didik maksimal 1: 5. penanggung jawab ruangan) dan dilaksanakan sesuai jadual. 3. tujuan Bagian/Departemen/SMF yang dituju. 3.hari. kegiatan. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 41 .2 Adanya jadual pelaksanaan yang sifatnya tetap sesuai program di tiap Bagian (nama.6 Kebijakan/ketentuan/pedoman dan prosedur tertulis tersebut telah di sosialisasikan dengan baik pada pelaksana yang terkait dengan pendidikan klinik. 3.3 Adanya peraturan tentang sistem penyelenggaraan pendidikan.3 Terdapat satu orang staf administrasi untuk tiap bagian yang bertanggung jawab mengelola surat-menyurat.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 2. 2. pengaturan jadwal. waktu. Kriteria : 3.7 Kebijakan/ketentuan/ pedoman dan prosedur tertulis yang harus menjadi acuan pokok bagi semua staf medis dalam melaksanakan tugas sehari. umpan balik dan surat menyurat. 2.4 Adanya kebijakan yang mengatur batasan kewenangan prosedur medis yang dapat dilakukan oleh peserta didik. 2. staf nonmedis dan peserta didik). Administrasi Pendidikan RS Pendidikan memiliki pengelolaan administrasi pendidikan yang berkaitan dengan penjadualan. 2.5 Terdapat kebijakan.1 Adanya jadual pra-pelaksanaan pendidikan yang berisi tanggal masuk. daftar nama dan jumlah peserta didik yang akan masuk. peraturan pelaksana dan peraturan teknis yang disepakati oleh semua unsur yang terlibat dalam pendidikan. 2.

1 Adanya perhitungan satuan biaya pendidikan yang disusun oleh sekretariat bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran yangmeliputi biaya pendidikan langsung. efisiensi dan mutu pendidikan. dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. Kepala Bagian terkait. Pembiayaan Pendidikan RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran mengelola sistem pembiayaan pendidikan yang mendukung efektifitas.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA persiapan tempat dan alat. hasil belajar). 3. Kepala Bagian. 4.5 Terdapat sistem informasi pendidikan yang termasuk didalamnya berisi data-base peserta didik (meliputi identitas. alur pencatatan serta adanya pelaporan nilai yang tepat waktu.2 4. Terdapat rencana anggaran biaya (RAB) penyelenggaraan pendidikan kedokteran yang disusun setahun sekali oleh Bagian/Departemen/SMF dan disetujui oleh Direktur RS. dan Dekan fakultas kedokteran. data dasar. dan biaya tidak langsung seperti biaya pemeliharaan sarana dan prasarana. Kriteria : 4. biaya administrasi dan biaya overhead operasional. 3. 42 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan .4 Terdapat sistem. dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran mengenai pendanaan pendidikan kedokteran. seperti biaya sumber daya manusia pendidikan.3 4. Terdapat nota kesepakatan antara Direktur RS. Kepala Bagian terkait.6 Terdapat laporan kemajuan pendidikan setiap tahun (jumlah peserta didik dan tingkat kelulusan) dari bidang pendidikan kedokteran RS Pendidikan kepada Direktur RS. dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran.4 Terdapat laporan tahunan anggaran biaya pendidikan kedokteran yang disahkan oleh Direktur RS. 4. dan laporan tahunan progress report pendidikan. pelaporan nilai. 3. biaya bahan habis pakai.

Terdapat staf medis fungsional Rumah Sakit yang ditetapkan 1. tanggung jawab dan kewenangan staf RS Pendidikan Utama dan staf Institusi Pendidikan Kedokteran yang ditempatkan di RS Pendidikan Satelit harus tercantum dalam ikatan kerjasama atau lampirannya. Kriteria : 5.1 Terdapat tata cara perekrutan dan kriteria kompetensi yang ditetapkan bersama oleh Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran bagi Staf Medik Fungsional yang akan diangkat sebagai Dokter Pendidik Klinik/Dosen Klinik. C. Tugas. kewenangan.1 Terdapat data umpan balik staf pengajar dan peserta didik.tanggung jawab.1 Terdapat dokumen evaluasi pelaksanaan pendidikan klinik setiap tahun yang dilakukan oleh tim tertentu yang ditetapkan Badan Koordinasi Pendidikan. Kriteria : 1. paruh/purna waktu dari staf medis dan atau non medis.2 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 43 . Evaluasi dan Penjaminan Mutu Sistem Manajemen dan Administrasi Pendidikan Badan Koordinasi Pendidikan melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap semua proses manajemen dan administrasi pendidikan sesuai dengan sistem penjaminan mutu yang telah ditetapkan sebelumnya. STANDAR SUMBER DAYA MANUSIA UNTUK PROGRAM PENDIDIKAN KLINIK.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 5. Peraturan Rekruitmen Tenaga Pendidik dan Monitoring untuk Pembelajaran Klinik Adanya kebijakan mengenai penugasan staf medis dan atau non medis yang diprogramkan sebagai tenaga pendidik merupakan kebijakan kategori. hak. 5. Penyiapan tenaga pendidik dan pelatih program pembelajaran klinik sesuai dengan konteks pelayanan medis di RS menjadi tanggung jawab bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran. 1.

Kepala 44 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . tanggung jawab. Sistem Monitoring dan Evaluasi Tenaga Pendidik Sistem monitoring dan evaluasi tenaga pendidikan bertujuan untuk menilai prestasi atau kinerja tenaga pendidik antara lain: komitmen. tanggung jawab serta kewenangannya. D.4 1.5 2. 1.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Direktur RS dan mendapat persetujuan dari Institusi Pendidikan Kedokteran untuk diangkat sebagai dosen dengan jabatan akademiknya.3 Terdapat SK Pengangkatan/Penugasan staf medik fungsional yang ditetapkan Direktur RS bagi yang melaksanakan tugas kependidikan profesi kedokteran tercakup di dalamnya kebijakan tentang kategori. 1. prasarana dan peralatan yang memadai untuk pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan modul pendidikan termasuk ketersediaan jumlah dan variasi kasus atau pasien yang berinteraksi dengan peserta didik. Terdapat staf medis fungsional yang di tetapkan Direktur RS sebagai supervisor klinik dan pembimbing disertai tugas. dan hak paruh/purna waktu. STANDAR PENUNJANG PENDIDIKAN RS Pendidikan harus menyediakan sarana. kewenangan. disiplin dan proses pengembangan diri. Terdapat dokumen kesepakatan mengenai penyediaan fasilitas fisik untuk pendidikan klinik antara Direktur RS Pendidikan. Kriteria : 1. Terdapat panitia evaluasi dalam masing-masing bagian yang menilai kinerja pendidik pada pembelajaran klinik dengan kriteria yang jelas serta dilakukan secara berkala minimal satu tahun sekali. Kriteria: 2.2 Terdapat presensi pembelajaran yang dilakukan oleh tenaga pendidik.1 2. Pembuatan data dasar pengembangan diri tenaga pendidikan oleh bagian Pendidikan dan Pelatihan RS Pendidikan.

45 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . 1.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Bagian. skill lab dan audiovisual. sistem informasi Rumah Sakit. 4. Program pendidikan klinik akan berhasil bila semua unsur dibagian yang bersangkutan memiliki perhatian dan komitmen terhadap pendidikan. prasarana penunjang dan pendukung. 2. Ada fasilitas ruang jaga yang memenuhi syarat dan aman bagi peserta didik yang memenuhi standar sarana.1 Rumah Sakit harus mempunyai perencanaan yang disusun oleh masing-masing Bagian/Departemen/SMF terkait melalui aktivitas staf medis dalam penyusunan rancangan tersebut dan terdapat notulensi pertemuan rutin. Kriteria : 1. dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran serta realisasinya. perpustakaan. Terdapat jumlah dan variasi kasus yang cukup yang sesuai dengan materi pembelajaran peserta didik.dengan materi pembelajaran peserta didik. E. Terdapat sarana proses pembelajaran dan penelitian. ruang diskusi. memiliki target pembelajaran yang jelas. 5. STANDAR PERANCANGAN DAN PELAKSANAAN PROGRAM PENDIDIKAN KLINIK YANG BERKUALITAS Peran RS Pendidikan dalam menyediakan pengalaman belajar klinik memegang peran penting dalam pencapaian kompetensi. teknologi informasi. RS Pendidikan bersama-sama dengan Institusi Pendidikan Kedokteran perlu merencanakan program pembelajaran klinik yang telah disesuaikan dengan konteks pelayanan medis. Sarana ruang belajar. Perhatian Rumah Sakit (Bagian atau SMF) terhadap pembelajaran: Agar mampu melaksanakan pembelajaran klinik dengan baik maka perlu adanya wujud perhatian dari Rumah Sakit (Bagian atau SMF) di dalam pendidikan. memiliki kegiatan yang terstruktur dan berimbang serta memiliki sistem evaluasi yang jelas dan objektif. 3. dan catatan kehadiran dalam proses pendidikan (log book).

3 Rumah Sakit dalam pendidikan dan pelayanannya menggunakan prinsip pengetahuan kedokteran berbasis bukti (evidence based medicine).2 Rumah Sakit memberlakukan tata tertib peserta didik yang bertujuan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Dokter/Dokter Gigi Spesialis dengan tujuan pendidikan jelas/konkrit. Rumah Sakit (Bagian/Departemen/SMF) dan staf medisnya yang terkait dalam program pendidikan terlibat aktif dalam proses pelaksanaan pendidikan.3 2. sehingga mahasiswa dan pembimbing dapat selalu memantau pencapaian pembelajarannya. pembelajaran. Terdapat kegiatan pertemuan ilmiah secara rutin satu minggu sekali yang ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF. Program Pendidikan Klinik Program pendidikan klinik harus memiliki target pencapaian pembelajaran yang jelas yang ditugaskan dalam panduan. Kriteria : 2. 2.5 Program pendidikan klinik dan pedomannya diketahui dan dipahami dengan baik pada tingkat pengelola dan pelaksana. batas kompetensi tegas dan tertuang dalam buku panduan. 1. Rancangan program pendidikan (buku panduan) dibuat oleh RS Pendidikan bersama-sama dengan Institusi Pendidikan Kedokteran terkait.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 1. 2. 46 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan .4 2.2 Terdapat buku panduan program pendidikan kedokteran yang disusun oleh Kepala Bagian/Departemen/SMF yang disetujui oleh Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. data wawancara staf. Dokter/Dokter Gigi Spesialis dan Standar Kompetensi Dokter/Dokter Gigi. 2. dengan menggunaan log book untuk memantau pertemuan tenaga pendidik dengan peserta didik. Umpan balik dari peserta didik mengenai tenaga pendidik.1 Rumah Sakit memberikan program pendidikan klinik yang terstruktur yang ditetapkan bersama Institusi Pendidikan Kedokteran dan mengacu pada Standar Pendidikan Profesi Dokter/Dokter Gigi.

yang dinyatakan dalam perencanaan.2 Terdapat batasan kewenangan. Kriteria : 3. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 47 . · Setiap staf pendidik memiliki buku panduan program pendidikan kedokteran.6 Jaminan mutu pelayanan Rumah Sakit termasuk didalamnya keselamatan pasien harus didukung sepenuhnya oleh Institusi Pendidikan Kedokteran. monitoring dan evaluasi sistem supervisi peserta didik. para pendidik dan para peserta didik. 3. termasuk pengiriman staf pendidik untuk mengikuti seminar/ pelatihan. penanganan kasus/prosedur peserta didik yang tercantum dalam buku panduan peserta didik yang disusun oleh Kepala Bagian/Ketua Program Studi. 3.4 Dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran untuk peserta didik.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA . peserta didik dapat dilibatkan dalam penelitian yang dilakukan staf medis sehingga dapat di jadikan acuan dalam pelaksanaan pendidikan dan bimbingan peserta didik. penggandaan. Proporsi jadual pendidikan kedokteran disusun oleh koordinator masing-masing Bagian/Departemen/SMF 3. Pelaksanaan Kegiatan Pendidikan Klinis Pelaksanaan kegiatan klinik harus sesuai dengan perencanaan dengan memperhatikan proses pembelajaran yang efektif dan efisien sehingga mampu mencapai tujuan/ kualitas yang ditetapkan. 2.3 Terdapat koordinasi antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran dalam bidang pendidikan dan penelitian. Penggunaan log book untuk memantau kesesuaian kegiatan pembelajaran dengan panduan. · Pengarsipan.1 Kegiatan pendidikan klinik yang dirancang memberikan porsi seimbang antara clinical reasoning dan pelatihan keterampilan yang berbasis bukti (evidence based medicine). dan pendistribusian buku panduan penyelenggaraan pendidikan kedokteran secara merata oleh staf administrasi pendidikan. 3.

· Pengarsipan rekam medis secara sistematis dan terkomputerisasi sehingga memudahkan pengaksesan data bagi penelitian.2 Sistem penilaian peserta didik ditetapkan oleh badan koordinasi pendidikan. 4. · Tersedianya fasilitas riset berupa internet.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA . mengacu pada ketetapan bagian. 4. Pembuatan data dasar kasus pasien rawat inap dan rawat jalan oleh tiap bagian/subbagian. langganan jurnal (cetak dan elektronik).sama dengan Institusi Pendidikan Kedokteran terkait harus melakukan evaluasi pencapaian peserta didik secara bersama sama. 48 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . Evaluasi Program dan hasil Pembelajaran RS Pendidikan bersama. text-book. serta daftar dan dokumen penelitian yang telah dilakukan. Kriteria : 4. Efektifitas dan perbaikan program direncanakan dalam proses evaluasi program yang dilakukan bersama oleh RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran.1 Terselenggaranya mekanisme umpan balik (kuisioner/Tanya jawab) bagi peserta didik mengenai program yang telah dilakukan di akhir pendidikan setiap bagian.

misi. dan tujuan RS secara tertulis tidak menunjang tercapainya tujuan pendidikan profesi kedokteran. KOMITMEN DAN PERSYARATAN PARAMETER RS kelas A atau B telah terakreditasi minimal 12 pelayanan SKOR 0 1 2 INDIKATOR RS kelas A tetapi belum terakreditasi 16 pelayanan atau B tetapi belum terakreditasi 12 pelayanan. Oleh karena itu indikator obyektif perlu ditetapkan. dan tujuan RS secara tertulis yang menunjang tercapainya tujuan pendidikan profesi kedokteran. SKOR 0 INDIKATOR Visi. MISI. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 49 . RUMAH SAKIT PENDIDIKAN UTAMA STANDAR VISI. A. Berdasarkan Indikator ini dilakukan pengukuran setiap standar dengan indikator skor nilai dan akan menghasilkan suatu nilai yang akan dimasukan dalam Borang Penilaian. maka diperlukan tolak ukur setiap standar sesuai dengan klasifikasinya. Indikator ini digunakan oleh surveyor dalam melakukan visitasi dalam rangka akreditasi maupun reakreditasi RS Pendidikan. misi. RS kelas A sudah terakreditasi 16 pelayanan atau RS kelas B sudah terakreditasi 12 pelayanan tetapi Sertifikat Akreditasi sudah habis masa berlakunya. PARAMETER Terdapat visi.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Lampiran VIII Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 1069/ Menkes/ SK/ XI/ 2008 Tanggal : 18 November 2008 BAB VIII PARAMETER DAN INDIKATOR PENILAIAN RUMAH SAKIT PENDIDIKAN Dalam rangka mengukur suatu Rumah Sakit telah memenuhi Standar RS Pendidikan. RS kelas A sudah terakreditasi 16 pelayanan atau RS Kelas B sudah terakreditasi 12 pelayanan dan Sertifikat Akreditasi masih berlaku.

SKOR 0 INDIKATOR Kesepakatan Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran yang ada tidak mengikat seluruh proses pendidikan kedokteran di RS tersebut. PARAMETER Kesepakatan Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran harus bersifat saling mengikat seluruh proses pendidikan kedokteran di RS tersebut. sumber daya manusia. Ada dokumen Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran Institusi Pendidikan Kedokteran. Visi. tetapi belum secara utuh mencakup aspek medikolegal. yang secara utuh mencakup aspek medikolegal. sumber daya manusia. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada dokumen Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. sarana prasarana. pembiayaan. dan manajemen pendidikan. meliputi aspek medikolegal. dan manajemen pendidikan. sarana prasarana. dan tujuan RS secara tertulis kurang menunjang tercapainya tujuan pendidikan profesi kedokteran. sumber daya manusia. pembiayaan. dan manajemen pendidikan. dan manajemen pendidikan. sarana prasarana. 1 2 50 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan .MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 1 2 Visi. meliputi aspek medikolegal. sumber daya manusia. misi. PARAMETER Terdapat dokumen Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. dan tujuan RS secara tertulis menunjang tercapainya tujuan pendidikan profesi kedokteran. pembiayaan. Ada dokumen Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. misi. pembiayaan. sarana prasarana.

Gigi dan Mulut. Patologi Anatomi dan Rehabilitasi Medik) yang sebagian atau seluruhnya baru dilaksanakan oleh dokter spesialis yang paruh waktu. RS mempunyai 4 pelayanan spesialis dasar (penyakit dalam. Neurologi. bedah. Mata. Mata. SKOR INDIKATOR RS mempunyai 4 pelayanan spesialis dasar (penyakit dalam. Patologi Anatomi dan Rehabilitasi Medik) yang dilaksanakan dilayani oleh dokter spesialis yang purna waktu. RS mempunyai 4 pelayanan spesialis dasar (penyakit dalam. kebidanan dan kandungan) dan belum ada 11 pelayanan spesialistik lainnya (Radiologi. Neurologi. bedah. kebidanan dan kandungan) dan 11 pelayanan spesialistik lainnya (Radiologi. THT. Psikiatri. bedah. Gigi dan Mulut. Kesepakatan Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran mengikat seluruh proses pendidikan kedokteran di RS tersebut. Patologi Klinik. Patologi Klinik. Psikiatri. Mata. Patologi Klinik. Anestesi. Kulit dan Kelamin. Psikiatri. Kulit dan Kelamin. Psikiatri. bedah. Mata. Patologi Anatomi dan Rehabilitasi Medik). kebidanan dan kandungan) dan 11 pelayanan spesialistik lainnya (antara lain : Radiologi. Neurologi. Anestesi. Patologi Klinik. THT. Kulit dan Kelamin. anak. THT. 0 1 2 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 51 . Kulit dan Kelamin. Gigi dan Mulut.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 1 Kesepakatan Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran hanya mengikat sebagian proses pendidikan kedokteran di RS tersebut. anak. anak. kebidanan dan kandungan) dan 11 pelayanan spesialistik lainnya (Radiologi. PARAMETER 2 RS Pendidikan Utama minimal mempunyai 4 pelayanan spesialis dasar (penyakit dalam. Patologi Anatomi dan Rehabilitasi Medik). THT. Anestesi. Gigi dan Mulut. anak. Anestesi. Neurologi.

1 2 1 2 52 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . SKOR 0 INDIKATOR Belum ada Badan Koordinasi Pendidikan beranggotakan unsur RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran. STANDAR MANAJEMEN DAN ADMINISTRASI PARAMETER Ada Badan Koordinasi Pendidikan beranggotakan unsur RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran. SKOR 0 INDIKATOR RS telah menjalankan fungsi pendidikan tetapi belum mempunyai Surat Keputusan Menteri Kesehatan tentang Penetapan sebagai RS Pendidikan. RS telah menjalankan fungsi pendidikan tetapi sudah mempunyai Surat Keputusan Menteri Kesehatan tentang Penetapan sebagai RS Pendidikan akan tetapi sudah habis masa berlakunya.Badan ini akan diwakili oleh suatu Sekretariat Bersama yang berkedudukan di RS. RS telah menjalankan fungsi pendidikan tetapi sudah mempunyai Surat Keputusan Menteri Kesehatan tentang Penetapan sebagai RS Pendidikan yang masih berlaku. Ada Badan Koordinasi Pendidikan beranggotakan unsur RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran dan telah ada Sekretariat Bersama yang berkedudukan di RS. Ada Badan Koordinasi Pendidikan beranggotakan unsur RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran akan tetapi belum ada Sekretariat Bersama yang berkedudukan di RS.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA PARAMETER RS telah menjalankan fungsi pendidikan dan telah memiliki SK Penetapan Menteri Kesehatan sebagai RS Pendidikan.

1 2 1 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 53 . Ada kebijakan tidak tertulis yang telah dilaksanakan tentang penerimaan peserta didik sebagaimana yang tercantum dalam Perjanjian Kerjasama antara Institusi Pendidikan Kedokteran dengan RS Pendidikan yang bersangkutan. wewenang dan masa tugas Kepala Bagian dan Badan Koordinasi Pendidikan yang ditetapkan melalui Keputusan Bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. tanggung jawab. hak. wewenang dan masa tugas Kepala Bagian dan Badan Koordinasi Pendidikan yang ditetapkan melalui Keputusan Bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran SKOR 0 INDIKATOR Belum ada uraian tugas. wewenang dan masa tugas Kepala Bagian dan Badan Koordinasi Pendidikan yang ditetapkan melalui Keputusan Bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. Ada sebagian uraian tugas. hak. tanggung jawab. tanggung jawab. hak. tanggung jawab. SKOR 0 INDIKATOR Belum ada kebijakan penerimaan peserta didik yang tercantum dalam Perjanjian Kerjasama antara Institusi Pendidikan Kedokteran dengan RS Pendidikan yang bersangkutan. hak. PARAMETER Adanya kebijakan penerimaan peserta didik yang tercantum dalam Perjanjian Kerjasama antara Institusi Pendidikan Kedokteran dengan RS Pendidikan yang bersangkutan. wewenang dan masa tugas Kepala Bagian dan Badan Koordinasi Pendidikan yang ditetapkan melalui Keputusan Bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Ada secara lengkap uraian tugas.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA PARAMETER Ada uraian tugas.

INDIKATOR SKOR 0 Belum ada kebijakan mengenai daya tampung peserta didasarkan pada rasio pendidik dengan peserta didik maksimal 1 : 5 yang ditetapkan bersama antara Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. staf nonmedis dan peserta didik). PARAMETER Adanya peraturan bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang sistem penyelenggaraan pelayanan pendidikan dan penelitian beserta berbagai unsur penunjangnya termasuk reward and punishment bagi semua pihak yang terlibat (staf medis. PARAMETER Adanya kebijakan mengenai daya tampung peserta didasarkan pada rasio pendidik dengan peserta didik maksimal 1 : 5 yang ditetapkan bersama antara Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 2 Ada kebijakan tertulis yang telah dilaksanakan tentang penerimaan peserta didik yang tercantum sebagaimana yang tercantum dalam Perjanjian Kerjasama antara Institusi Pendidikan Kedokteran dengan RS Pendidikan yang bersangkutan. Ada kebijakan mengenai daya tampung peserta didasarkan pada rasio pendidik dengan peserta didik yang melebihi 1 : 5 yang ditetapkan bersama antara Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. Ada kebijakan mengenai daya tampung peserta didasarkan pada rasio pendidik dengan peserta didik yang tidak melebihi 1 : 5 sebagaimana ditetapkan bersama antara Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. 1 2 54 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan .

staf nonmedis dan peserta didik).MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA SKOR 0 INDIKATOR Belum ada ketentuan yang disepakati bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang sistem penyelenggaraan pelayanan pendidikan dan penelitian beserta berbagai unsur penunjangnya termasuk reward and punishment bagi semua pihak yang terlibat (staf medis. 1 2 PARAMETER Adanya kebijakan Rumah Sakit yang mengatur batasan kewenangan Prosedur medis yang dapat dilakukan oleh peserta didik. Adanya kebijakan tertulis Rumah Sakit yang mengatur batasan kewenangan prosedur medis yang dapat dilakukan oleh peserta didik. Ada ketentuan tertulis yang disepakati bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang sistem penyelenggaraan pelayanan pendidikan dan penelitian beserta berbagai unsur penunjangnya termasuk reward and punishment bagi semua pihak yang terlibat (staf medis. 1 2 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 55 . staf nonmedis dan peserta didik). Adanya kebijakan tidak tertulis Rumah Sakit yang mengatur batasan kewenangan prosedur medis yang dapat dilakukan oleh peserta didik. SKOR 0 INDIKATOR Belum ada kebijakan Rumah Sakit yang mengatur batasan kewenangan prosedur medis yang dapat dilakukan oleh peserta didik. staf nonmedis dan peserta didik). Ada ketentuan tidak tertulis yang disepakati bersama antara Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang sistem penyelenggaraan pendidikan penelitian dan pelayanan beserta berbagai unsur penunjangnya termasuk reward and punishment bagi semua pihak yang terlibat (staf medis.

Sudah ada kebijakan tertulis Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang peraturan pelaksanaan dan peraturan teknis tetapi belum dilaksanakan oleh semua unsur yang terlibat dalam pendidikan. Sudah ada kebijakan tertulis Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang peraturan pelaksanaan dan peraturan teknis. pendidikan dan penelitian. dan menjadi acuan pokok bagi semua staf medis dalam melaksanakan tugas pelayanan. Sudah ada sosialisasi kebijakan berupa pedoman dan prosedur tertulis kepada pelaksana yang terkait dengan pendidikan 1 2 1 56 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan .MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA PARAMETER Terdapat kebijakan tertulis Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang peraturan pelaksanaan dan peraturan teknis yang disepakati oleh semua unsur yang terlibat dalam pendidikan. SKOR 0 INDIKATOR Belum ada sosialisasi kebijakan berupa pedoman dan prosedur tertulis kepada seluruh pelaksana yang terkait dengan pendidikan klinik. telah disepakati. dan menjadi acuan pokok bagi semua staf medis dalam melaksanakan tugas pelayanan. SKOR 0 INDIKATOR Belum ada kebijakan tertulis Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang peraturan pelaksanaan dan peraturan teknis yang disepakati oleh semua unsur yang terlibat dalam pendidikan. dan dilaksanakan oleh semua unsur yang terlibat dalam pendidikan. pendidikan dan penelitian. PARAMETER Kebijakan berupa pedoman dan prosedur tertulis telah disosialisasikan dengan baik kepada pelaksana yang terkait dengan pendidikan klinik.

1 2 PARAMETER Adanya jadual pra-pelaksanaan pendidikan yang berisi tanggal masuk. Kebijakan /ketentuan/pedoman dan prosedur tertulis tersebut sudah seluruhnya menjadi acuan pokok bagi semua staf medis dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. SKOR INDIKATOR Tidak ada jadual pra-pelaksanaan pendidikan yang berisi tanggal masuk. nama Bagian/Departemen/SMF yang dituju dan jumlah peserta didik yang akan masuk yang dikirim oleh Institusi Pendidikan Kedokteran kepada RS Pendidikan sebelum mahasiswa masuk ke Rumah Sakit. PARAMETER Kebijakan/ketentuan/pedoman dan prosedur tertulis tersebut harus menjadi acuan pokok bagi semua staf medis dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. dan menjadi acuan pokok bagi semua staf medis dalam melaksanakan tugas pelayanan.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 2 Sudah ada sosialisasi kebijakan berupa pedoman dan prosedur tertulis kepada pelaksana yang terkait dengan pendidikan klinik. INDIKATOR SKOR 0 Kebijakan/ketentuan/pedoman dan prosedur tertulis tersebut belum menjadi acuan pokok bagi semua staf medis dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Kebijakan /ketentuan/pedoman dan prosedur tertulis tersebut baru sebagian menjadi acuan pokok bagi semua staf medis dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. 0 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 57 . nama Bagian/Departemen/SMF yang dituju dan jumlah peserta didik yang akan masuk yang dikirim oleh Institusi Pendidikan Kedokteran kepada RS Pendidikan sebelum mahasiswa masuk ke Rumah Sakit. pendidikan dan penelitian serta telah dipahami dan dilaksanakan oleh semua pihak yang terkait.

Selalu ada jadual pra-pelaksanaan pendidikan yang berisi tanggal masuk. INDIKATOR SKOR 0 Tidak ada jadual pelaksanaan yang sifatnya tetap sesuai program di tiap Bagian/Departemen/SMF (nama. Selalu ada jadual pelaksanaan yang sifatnya tetap sesuai program di tiap Bagian/Departemen/SMF (nama. waktu. nilai. ruangan. penanggung jawab ruangan) dan dilaksanakan sesuai jadual. 1 2 58 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . PARAMETER Adanya staf sekretariat khusus (staf non edukatif) yang bertanggung jawab penuh untuk menangani kelengkapan proses pendidikan peserta didik (alat bantu belajar. nama Bagian/Departemen/SMF yang dituju dan jumlah peserta didik yang akan masuk yang dikirim oleh Institusi Pendidikan Kedokteran kepada RS Pendidikan sebelum mahasiswa masuk ke Rumah Sakit. pengaturan jadual dan administrasi). penanggung jawab ruangan) dan dilaksanakan sesuai jadual. waktu. waktu. 2 PARAMETER Adanya jadual pelaksanaan yang sifatnya tetap sesuai program di tiap Bagian/Departemen/SMF (nama.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 1 Tidak selalu ada jadual pra-pelaksanaan pendidikan yang berisi tanggal masuk. kegiatan. penanggung jawab ruangan) tetapi tidak dilaksanakan sesuai jadual. nama Bagian/Departemen/SMF yang dituju dan jumlah peserta didik yang akan masuk yang dikirim oleh Institusi Pendidikan Kedokteran kepada RS Pendidikan sebelum mahasiswa masuk ke Rumah Sakit. kegiatan. Ada jadual pelaksanaan yang sifatnya tetap sesuai program di tiap Bagian/Departemen/SMF (nama. kegiatan. penanggung jawab ruangan) dan dilaksanakan sesuai jadual. kegiatan. waktu.

hasil belajar). ruangan. alur pencatatan dan pelaporan nilai tetapi tidak tepat waktu. pengaturan jadual dan administrasi). 1 2 PARAMETER Terdapat sistem informasi pendidikan yang termasuk didalamnya berisi data-base peserta didik (meliputi identitas. Selalu ada staf sekretariat khusus (staf non edukatif) yang bertanggung jawab penuh untuk menangani kelengkapan proses pendidikan peserta didik (alat bantu belajar. ruangan. SKOR 0 INDIKATOR Belum ada sistem. ruangan. 1 2 PARAMETER Terdapat sistem. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 59 . pengaturan jadual dan administrasi). hasil belajar). nilai. Ada sistem.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada staf sekretariat khusus (staf non edukatif) yang bertanggung jawab penuh untuk menangani kelengkapan proses pendidikan peserta didik (alat bantu belajar. Tidak selalu ada staf sekretariat khusus (staf non edukatif) yang bertanggung jawab penuh untuk menangani kelengkapan proses pendidikan peserta didik (alat bantu belajar. nilai. alur pencatatan dan pelaporan nilai yang tepat waktu. SKOR 0 INDIKATOR Belum ada sistem informasi pendidikan yang termasuk di dalamnya berisi data-base peserta didik (meliputi identitas. nilai. Ada sistem. alur pencatatan dan pelaporan nilai yang tepat waktu. alur pencatatan dan pelaporan nilai yang tepat waktu. pengaturan jadual dan administrasi).

dan biaya tidak langsung seperti pemeliharaan sarana. PARAMETER 1 2 Adanya perhitungan satuan biaya pendidikan yang disusun oleh Sekretariat Bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran yang meliputi biaya pendidikan langsung. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada laporan kemajuan pendidikan berkala setiap tahun (jumlah mengenai peserta didik. tingkat kelulusan. 60 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . daftar tunggu ujian) dari pelaksana didik ditiap Bagian/Departemen/SMF kepada RS Pendidikan dan Institusi Tidak selalu ada laporan kemajuan pendidikan berkala setiap tahun (jumlah mengenai peserta didik. Selalu ada laporan kemajuan berkala setiap tahun (jumlah mengenai peserta didik. Terdapat sistem informasi pendidikan yang termasuk didalamnya berisi data-base peserta didik (meliputi identitas.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 1 Sudah ada sistem informasi pendidikan yang termasuk di dalamnya berisi data-base peserta didik (meliputi identitas. tingkat kelulusan. daftar tunggu ujian) dari pelaksana didik di tiap Bagian/Departemen/SMF kepada RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran. tingkat kelulusan. daftar tunggu ujian) dari pelaksana didik di tiap Bagian/Departemen/SMF kepada RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran. biaya bahan habis pakai. PARAMETER 2 Adanya laporan kemajuan pendidikan berkala setiap tahun (jumlah mengenai peserta didik. daftar tunggu ujian) dari pelaksana didik ditiap Bagian/Departemen/SMF kepada RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran. seperti biaya sumber daya manusia pendidikan. hasil belajar) yang lengkap. hasil belajar) tetapi tidak lengkap. tingkat kelulusan. biaya administrasi dan biaya overhead operasional.

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

SKOR 0

INDIKATOR Tidak ada perhitungan satuan biaya pendidikan yang disusun Sekretariat Bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran meliputi biaya pendidikan langsung maupun biaya tidak langsung. Ada perhitungan satuan biaya pendidikan yang disusun Sekretariat Bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran meliputi biaya pendidikan langsung dan belum termasuk biaya tidak langsung. Ada perhitungan satuan biaya pendidikan yang disusun Sekretariat Bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran meliputi biaya pendidikan langsung, seperti biaya sumber daya manusia pendidikan, biaya bahan habis pakai, biaya administrasi serta biaya operasional lainnya dan biaya tidak langsung seperti pemeliharaan sarana. PARAMETER

1

2

Terdapat rencana anggaran biaya (RAB) penyelenggaraan pendidikan kedokteran yang disusun setahun sekali oleh Badan Koordinasi Pendidikan yang diusulkan oleh masing-masing Kepala Bagian/Departemen/SMF untuk disetujui oleh Direktur RS Pendidikan, dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. SKOR INDIKATOR Tidak terdapat rencana anggaran biaya (RAB) penyelenggaraan pendidikan kedokteran yang disusun setahun sekali oleh Badan Koordinasi Pendidikan yang diusulkan oleh masing-masing Kepala Bagian/ Departemen/SMF untuk disetujui oleh Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. Terdapat rencana anggaran biaya (RAB) penyelenggaraan pendidikan kedokteran yang disusun setahun sekali oleh Badan Koordinasi Pendidikan yang diusulkan oleh masing-masing Kepala Bagian /Departemen/SMF untuk disetujui oleh Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran.

0

1

Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan

61

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

2

Terdapat rencana anggaran biaya (RAB) penyelenggaraan pendidikan kedokteran yang disusun setahun sekali oleh Badan Koordinasi Pendidikan yang diusulkan oleh masing-masing Kepala Bagian/ Departemen/SMF untuk disetujui oleh Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. PARAMETER

Terdapat kesepakatan bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran atas masukan Kepala Bagian/Departemen/SMF mengenai pendanaan pendidikan kedokteran di Rumah Sakit. SKOR INDIKATOR Tidak terdapat kesepakatan bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran atas masukan Kepala Bagian/Departemen/SMF mengenai pendanaan pendidikan kedokteran di Rumah Sakit. Ada kesepakatan tidak tertulis antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran atas masukan Kepala Bagian/Departemen/SMF mengenai pendanaan pendidikan kedokteran di Rumah Sakit. Terdapat kesepakatan bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran atas masukan Kepala Bagian/Departemen/SMF mengenai pendanaan pendidikan kedokteran yang dituangkan dalam dokumen rencana anggaran dan biaya pendidikan kedokteran di Rumah Sakit. PARAMETER Terdapat laporan keuangan berkala enam bulanan dan tahunan yang dibuat oleh Kepala Bagian dan disahkan oleh Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. INDIKATOR SKOR 0 Tidak ada laporan keuangan berkala enam bulanan dan tahunan yang dibuat oleh Kepala Bagian serta disahkan oleh Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran.

0

1

2

62

Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

1

Ada laporan keuangan berkala enam bulanan dan tahunan yang dibuat oleh Kepala Bagian tetapi tidak disahkan oleh Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran.

Ada laporan keuangan berkala enam bulanan dan tahunan yang dibuat oleh Kepala Bagian dan disahkan bersama oleh 2 Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. PARAMETER Terdapat dokumen evaluasi pelaksanaan pendidikan klinik setiap enam bulan sekali yang dilakukan oleh Sekretariat Bersama berdasarkan indikator tertentu yang ditetapkan Badan Koordinasi Pendidikan. SKOR 0 INDIKATOR Tidak terdapat dokumen evaluasi pelaksanaan pendidikan klinik yang dilakukan oleh Sekretariat Bersama berdasarkan indikator tertentu yang ditetapkan Badan Koordinasi Pendidikan. Ada dokumen evaluasi pelaksanaan pendidikan klinik secara temporer yang dilakukan oleh Sekretariat Bersama berdasarkan indikator tertentu yang ditetapkan Badan Koordinasi Pendidikan. Ada dokumen evaluasi pelaksanaan pendidikan klinik setiap enam bulan sekali yang dilakukan oleh Sekretariat Bersama berdasarkan indikator tertentu yang ditetapkan Badan Koordinasi Pendidikan.

1

2

PARAMETER Terdapat data umpan balik staf pengajar dan peserta, analisis umpan balik, dan tindak lanjut. SKOR 0 1 INDIKATOR Tidak ada data umpan balik staf pengajar dan peserta, analisis umpan balik, dan tindak lanjut. Ada data umpan balik sebagian staf pengajar dan peserta, analisis umpan balik, dan tindak lanjut.

Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan

63

Ada tata cara rekruitment dan kriteria kompetensi bagi Staf Medik Fungsional yang akan diangkat sebagai Tenaga Pengajar (Penilai. analisis umpan balik. Pendidik. tetapi belum ditetapkan bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. STANDAR SUMBER DAYA MANUSIA UNTUK PROGRAM PENDIDIKAN KLINIK PARAMETER Adanya tata cara rekruitment dan kriteria kompetensi bagi Staf Medik Fungsional yang akan diangkat sebagai Tenaga Pengajar (Penilai.Pembimbing/Supervisor Klinik) yang ditetapkan bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 2 Ada data umpan balik seluruh staf pengajar dan peserta.Pembimbing/Supervisor Klinik) diangkat sebagai dosen luar biasa Institusi Pendidikan Kedokteran berikut jabatan akademiknya dari Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran dengan Surat Keputusan. INDIKATOR SKOR Tidak ada tata cara rekruitment dan kriteria kompetensi bagi Staf Medik Fungsional yang akan diangkat sebagai Tenaga Pengajar (Penilai. dan tindak lanjut. Pendidik. Pembimbing/Supervisor Klinik) yang ditetapkan bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. 0 1 2 64 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . Pendidik. Ada tata cara rekruitment dan kriteria kompetensi bagi Staf Medik Fungsional yang akan diangkat sebagai Tenaga Pengajar (Penilai. PARAMETER Staf Medik Fungsional yang menjadi Tenaga Pengajar (Penilai.Pembimbing/Supervisor Klinik) yang ditetapkan bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. Pendidik. Pendidik.Pembimbing/Supervisor Klinik).

dan hak dan kewajiban paruh/purna waktu Ada SK Pengangkatan/Penugasan Direktur RS sebagai Staf Medik Fungsional yang melaksanakan tugas Kependidikan Profesi Kedokteran di RS untuk semua Staf Medik Fungsional. Seluruh Staf Medik Fungsional yang menjadi Tenaga Pengajar (Penilai. tanggung jawab.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada satupun Staf Medik Fungsional yang menjadi Tenaga Pengajar (Penilai. 1 2 PARAMETER Terdapat SK Pengangkatan/Penugasan dari Direktur RS Pendidikan sebagai Staf Medik Fungsional yang melaksanakan tugas Kependidikan Profesi Kedokteran di RS untuk semua Staf Medik Fungsional yang terlibat dalam Pendidikan Kedokteran di RS tercakup di dalamnya kebijakan tentang kategori. Pendidik. Pendidik. tetapi belum tercakup secara jelas di dalamnya kebijakan 0 1 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 65 . hak dan kewajiban paruh/purna waktu.Pembimbing/Supervisor Klinik) diangkat sebagai dosen luar biasa Institusi Pendidikan Kedokteran berikut jabatan akademiknya dari Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran dengan Surat Keputusan. kewenangan.Pendidik. SKOR INDIKATOR Tidak ada SK Pengangkatan/Penugasan dari Direktur RS sebagai Staf Medik Fungsional yang melaksanakan tugas Kependidikan Profesi Kedokteran di RS untuk semua Staf Medik Fungsional yang terlibat dalam pendidikan di RS tercakup di dalamnya kebijakan tentang kategori. tanggung jawab.Pembimbing/Supervisor Klinik) diangkat sebagai dosen luar biasa Institusi Pendidikan Kedokteran berikut jabatan akademiknya dari Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran dengan Surat Keputusan.Pembimbing/ Supervisor Klinik) diangkat sebagai dosen luar biasa Institusi Pendidikan Kedokteran berikut jabatan akademiknya dari Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran dengan Surat Keputusan. Ada sebagian Staf Medik Fungsional yang menjadi Tenaga Pengajar (Penilai. kewenangan.

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA tentang kategori. tanggung jawab dan kewenangannya secara tertulis. hak dan kewajiban paruh/purna waktu. Ada Staf Medis Fungsional yang ditetapkan Direktur RS Pendidikan sebagai Supervisor Klinik dan pembimbing bagi peserta didik akan tetapi belum disertai kejelasan tugas. SKOR 0 INDIKATOR Tidak Ada Staf Medis Fungsional yang ditetapkan Direktur RS Pendidikan sebagai Supervisor Klinik dan pembimbing bagi peserta didik. INDIKATOR SKOR Tidak ada Tim Penilai/Supervisor kinerja tenaga pendidik dari RS 0 Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran. kewenangan. 2 1 2 PARAMETER Terdapat Tim Penilai/Supervisor kinerja tenaga pendidik dari RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran yang berperan menilai kinerja tenaga pendidik pada pembelajaran klinik dengan kriteria yang jelas serta dilakukan secara berkala minimal satu tahun sekali. Ada Staf Medis Fungsional yang ditetapkan Direktur RS Pendidikan sebagai Supervisor Klinik dan pembimbing bagi peserta didik dan telah disertai kejelasan tugas. Ada SK Pengangkatan/Penugasan Direktur RS sebagai Staf 2 Medik Fungsional yang melaksanakan tugas Kependidikan Profesi Kedokteran di RS untuk semua Staf Medik Fungsional yang terlibat dalam pendidikan di RS dan sudah tercakup secara jelas di dalamnya kebijakan tentang kategori. tanggung jawab dan kewenangannya secara tertulis. kewenangan. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 66 . tanggung jawab. tanggung jawab dan kewenangannya. PARAMETER Terdapat staf medis fungsional yang ditetapkan Direktur RS Pendidikan sebagai supervisor klinik dan pembimbing bagi peserta didik disertai kejelasan tugas. hak dan kewajiban paruh/purna waktu. tanggung jawab.

SKOR 0 1 2 INDIKATOR Tidak ada presensi/kehadiran dalam pembelajaran yang dilakukan oleh tenaga pendidik. PARAMETER Terdapat data base pengembangan diri tenaga pendidikan di bawah koordinasi Sekretaris Bagian dan Badan Koordinasi Pendidikan Kedokteran/Sekretariat Bersama Pendidikan. Ada presensi/kehadiran tetapi tidak lengkap dalam pembelajaran yang dilakukan oleh tenaga pendidik . Sebagian ada data base pengembangan diri tenaga pendidikan di bawah koordinasi Sekretaris Bagian di RS. Sekretaris Bagian di RS dan di bawah Badan Koordinasi Pendidikan Kedokteran/ Sekretariat Bersama Pendidikan.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 1 Ada Tim Penilai/Supervisor kinerja tenaga pendidik dari RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran namun belum ada kriteria penilaian yang jelas. Ada presensi / kehadiran secara lengkap dalam pembelajaran yang dilakukan oleh tenaga pendidik. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada data base pengembangan diri tenaga pendidikan di bawah koordinasi Sekretaris Bagian RS Pendidikan maupun di bawah Badan Koordinasi Pendidikan Kedokteran/Sekretariat Bersama Pendidikan. 1 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 67 . PARAMETER 2 Terdapat presensi/kehadiran dalam pembelajaran yang dilakukan oleh tenaga pendidik. Ada Tim Penilai/Supervisor kinerja tenaga pendidik dari RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran dengan kriteria yang jelas serta dilakukan secara berkala minimal satu tahun sekali.

0 68 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . antara lain: ruangan pembelajaran. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada dokumen yang mencantumkan kesepakatan mengenai penyediaan fasilitas fisik untuk pendidikan klinik antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran serta realisasinya. perpustakaan. PARAMETER Adanya sarana. sistem informasi Rumah Sakit. 1 Ada dokumen yang mencantumkan kesepakatan mengenai penyediaan fasilitas fisik untuk pendidikan klinik antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran dan sudah terealisasi. ruang diskusi. ruang diskusi. sistem dokumentasi. 2 SKOR INDIKATOR Tidak ada sarana. sistem informasi Rumah Sakit. antara lain: ruangan pembelajaran.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 2 Ada data base pengembangan diri tenaga pendidikan di bawah koordinasi Sekretaris Bagian di RS dan di bawah Badan Koordinasi Pendidikan Kedokteran/Sekretariat Bersama Pendidikan. skill lab. perpustakaan. Ada dokumen yang mencantumkan kesepakatan mengenai penyediaan fasilitas fisik untuk pendidikan klinik antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tetapi belum terealisasi. peralatan phantom dan audiovisual. sistem dokumentasi. teknologi informasi. prasarana yang dapat menunjang penyelenggaraan pendidikan. peralatan phantom dan audiovisual. prasarana yang dapat menunjang penyelenggaraan pendidikan. STANDAR PENUNJANG PENDIDIKAN PARAMETER Terdapat dokumen yang mencantumkan kesepakatan mengenai penyediaan fasilitas fisik untuk pendidikan klinik antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran serta realisasinya. skill lab. teknologi informasi.

ruang diskusi. ruang diskusi. Tersedia fasilitas ruang jaga tetapi tidak memenuhi syarat keamanan dan kenyamanan bagi peserta didik serta memenuhi standar sarana bangunan. sistem informasi Rumah Sakit. teknologi informasi. perpustakaan. prasarana penunjang dan fasilitas pendukung. skill lab. SKOR 0 INDIKATOR Tidak tersedia variasi dan jumlah kasus yang cukup yang sesuai dengan materi pembelajaran peserta didik. sistem dokumentasi. skill lab. 69 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . peralatan phantom dan audiovisual. PARAMETER Terdapat variasi dan jumlah kasus yang cukup yang sesuai dengan materi pembelajaran peserta didik. PARAMETER 2 Tersedia fasilitas ruang jaga yang memenuhi syarat keamanan dan kenyaman bagi peserta didik yang memenuhi standar sarana bangunan. 1 Telah tersedia fasilitas ruang jaga yang memenuhi syarat keamanan dan kenyamanan bagi peserta didik serta memenuhi 2 standar sarana bangunan. prasarana penunjang dan fasilitas pendukung. sistem dokumentasi. perpustakaan. teknologi informasi. peralatan phantom dan audiovisual tetapi tidak lengkap. Ada sarana dan prasarana yang dapat menunjang penyelenggaraan pendidikan secara lengkap antara lain: ruangan pembelajaran. prasarana penunjang dan fasilitas pendukung. prasarana penunjang dan fasilitas pendukung. sistem informasi Rumah Sakit. SKOR 0 INDIKATOR Tidak tersedia fasilitas ruang jaga yang memenuhi syarat keamanan dan kenyamanan bagi peserta didik serta memenuhi standar sarana bangunan.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 1 Sebagian ada sarana dan prasarana yang dapat menunjang penyelenggaraan pendidikan antara lain: ruangan pembelajaran.

RS mempunyai perencanaan tetapi dalam penyusunannya tidak melibatkan masing-masing Bagian/Departemen/SMF terkait melalui proses aktifitas staf medis dalam penyusunan rancangan 0 1 70 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . Ada sarana penelitian dan pengembangan di bidang kedokteran di seluruh bagian dan/atau Lembaga Penelitian Terpadu. SKOR INDIKATOR Rumah Sakit tidak mempunyai perencanaan yang disusun oleh masing-masing Bagian/Departemen/SMF terkait melalui proses aktifitas staf medis dalam penyusunan rancangan tersebut dan terdapat notulensi pertemuan rutin dan catatan kehadiran dalam proses pendidikan (log book). Tersedia sarana penelitian dan pengembangan di bidang kedokteran di bagian-bagian tertentu. Tersedia variasi dan jumlah kasus yang cukup memadai yang sesuai dengan materi pembelajaran peserta didik.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 1 2 Tersedia variasi dan kasus dalam jumlah terbatas dan kurang mencukupi materi pembelajaran peserta didik. STANDAR PERANCANGAN DAN PELAKSANAAN PROGRAM PENDIDIKAN KLINIK YANG BERKUALITAS PARAMETER RS Pendidikan harus mempunyai perencanaan yang disusun oleh masing-masing Bagian/Departemen/SMF terkait melalui proses aktifitas staf medis dalam penyusunan rancangan tersebut dan terdapat notulensi pertemuan rutin dan catatan kehadiran dalam proses pendidikan (log book). PARAMETER penelitian dan pengembangan di bidang INDIKATOR Terdapat sarana kedokteran. SKOR 0 1 2 Tidak tersedia sarana penelitian dan pengembangan di bidang kedokteran.

SKOR 0 INDIKATOR Tidak terdapat buku panduan program pendidikan kedokteran yang disusun oleh Kepala Bagian/Departemen/SMF yang disetujui oleh Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. tidak ada notulensi pertemuan rutin. RS telah mempunyai perencanaan yang disusun oleh masingmasing Bagian/Departemen/SMF terkait melalui aktifitas staf medis dalam penyusunan rancangan tersebut. Terdapat buku panduan program pendidikan kedokteran yang disusun oleh masing-masing Kepala Bagian/Departemen/SMF terkait tetapi belum mendapat persetujuan Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. PARAMETER Terdapat buku panduan program pendidikan kedokteran yang disusun oleh Kepala Bagian/Departemen/SMF yang disetujui oleh Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. 2 1 2 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 71 . serta data wawancara staf. PARAMETER Seluruh Bagian/Departemen/SMF yang terkait dalam program pendidikan di RS Pendidikan terlibat aktif dalam proses pelaksanaan pendidikan.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA tersebut. dengan menggunaan log book untuk memantau pertemuan tenaga pendidik dengan peserta didik. dan terdapat notulensi pertemuan rutin dan catatan kehadiran dalam proses pendidikan (log book). dan tidak ada catatan kehadiran dalam proses pendidikan (log book). Terdapat buku panduan program pendidikan kedokteran yang disusun/dibuat oleh Kepala Bagian/Departemen/SMF terkait yang telah disetujui oleh Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. dilihat dengan adanya umpan balik dari peserta didik mengenai tenaga pendidik.

dengan menggunaan log book untuk memantau pertemuan tenaga pendidik dengan peserta didik. dilihat dengan adanya umpan balik dari peserta didik mengenai tenaga 2 pendidik. Dokter/Dokter Gigi Spesialis dan Standar Kompetensi Dokter/Dokter Gigi. serta data wawancara staf. tetapi tidak ada umpan balik dari peserta didik mengenai tenaga pendidik dengan menggunakan log book untuk memantau pertemuan tenaga pendidik dengan peserta didik serta data wawancara staf. PARAMETER 1 2 RS Pendidikan mempunyai program pendidikan klinik yang terstruktur yang ditetapkan bersama Institusi Pendidikan Kedokteran dan mengacu pada Standar Pendidikan Profesi Dokter/Dokter Gigi. Seluruh Bagian/Departemen/SMF yang terkait dalam proses pelaksanaan pendidikan di RS Pendidikan terlibat aktif. batas kompetensi tegas dan tertuang dalam buku panduan. Dokter/Dokter Gigi Spesialis dengan tujuan pendidikan jelas/konkrit. RS Pendidikan telah mempunyai program pendidikan klinik yang terstruktur yang ditetapkan bersama Institusi Pendidikan Kedokteran dan mengacu pada Standar Pendidikan Profesi Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 0 1 72 . Seluruh Bagian/Departemen/SMF yang terkait dalam proses pelaksanaan pendidikan di RS Pendidikan terlibat aktif.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA SKOR 0 INDIKATOR Tidak seluruh Bagian/Departemen/SMF yang terkait dalam proses pelaksanaan pendidikan di RS Pendidikan terlibat aktif dalam proses pelaksanaan pendidikan. Dokter/Dokter Gigi Spesialis dan Standar Kompetensi Dokter/Dokter Gigi. Dokter/Dokter Gigi Spesialis dengan tujuan pendidikan jelas/konkrit. SKOR INDIKATOR RS Pendidikan belum mempunyai program pendidikan klinik yang terstruktur yang ditetapkan bersama Institusi Pendidikan Kedokteran dan mengacu pada Standar Pendidikan Profesi Dokter/Dokter Gigi. batas kompetensi tegas dan tertuang dalam buku panduan.

telah diketahui oleh setiap peserta didik dan dipatuhi peserta didik. Dokter/Dokter Gigi Spesialis tetapi belum terlihat adanya tujuan pendidikan jelas/konkrit. INDIKATOR SKOR 2 0 Rumah Sakit dalam pendidikan dan pelayanannya tidak menggunakan prinsip pengetahuan kedokteran berbasis bukti ( evidance based medicine) Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 73 . Dokter/Dokter Gigi Spesialis dan Standar Kompetensi Dokter/ Dokter Gigi. Rumah Sakit memberlakukan tata tertib peserta didik yang bertujuan untuk mencapai tujuan pembelajaran tetapi belum disosialisasikan dan dipatuhi oleh peserta didik 1 Rumah Sakit memberlakukan tata tertib peserta didik yang bertujuan untuk mencapai tujuan pembelajaran.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 1 Dokter/Dokter Gigi. Dokter/Dokter Gigi Spesialis dengan tujuan pendidikan jelas/konkrit. batas kompetensi tegas dan tertuang dalam buku panduan. 2 PARAMETER Rumah Sakit memberlakukan tata tertib peserta didik yang bertujuan untuk mencapai tujuan pembelajaran. PARAMETER Rumah Sakit dalam pendidikan dan pelayanannya menggunakan prinsip pengetahuan kedokteran berbasis bukti (evidence based medicine). SKOR 0 INDIKATOR Rumah Sakit tidak/belum memberlakukan tata tertib peserta didik yang bertujuan untuk mencapai tujuan pembelajaran. RS Pendidikan telah memberikan/mempunyai program pendidikan klinik yang terstruktur yang ditetapkan bersama Institusi Pendidikan Kedokteran dan mengacu pada Standar Pendidikan Profesi Dokter/Dokter Gigi. batas kompetensi tegas dan tertuang dalam buku panduan. Dokter/Dokter Gigi Spesialis dan Standar Kompetensi Dokter /Dokter Gigi.

tertulis dan dibukukan dimana buku program tersebut dimiliki oleh setiap staf edukatif dan setiap bagian memiliki minimal satu sebagai arsip dan masukan dalam pelaksanaan kegiatan. PARAMETER Terdapat program pendidikan klinik yang jelas dan ditetapkan. tertulis dan dibukukan. tetapi belum di miliki oleh setiap staf edukatif dan setiap bagian belum memiliki arsip dan masukan dalam pelaksanaan kegiatan. SKOR 0 1 INDIKATOR Tidak ada kegiatan pertemuan ilmiah secara rutin yang ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF. tertulis dan dibukukan dimana buku program tersebut dimiliki oleh setiap staf edukatif dan setiap bagian memiliki minimal satu sebagai arsip dan masukan dalam pelaksanaan kegiatan. Ada kegiatan pertemuan ilmiah secara rutin minimal satu minggu sekali yang ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF. Ada program pendidikan klinik yang jelas dan ditetapkan. tertulis dan dibukukan. 2 SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada program pendidikan klinik yang jelas dan ditetapkan. PARAMETER 2 Terdapat kegiatan pertemuan ilmiah secara rutin satu minggu sekali yang ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF. Ada program pendidikan klinik yang jelas dan ditetapkan.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 1 Rumah Sakit dalam pendidikan dan pelayanannya belum secara menyeluruh menggunakan prinsip pengetahuan kedokteran berbasis bukti ( evidance based medicine) Rumah Sakit dalam pendidikan dan pelayanannya telah secara menyeluruh menggunakan prinsip pengetahuan kedokteran berbasis bukti (evidance based medicine). Ada kegiatan pertemuan ilmiah ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF tetapi waktunya tidak menentu atau kurang dari 4 kali dalam 1` bulan. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 1 2 74 .

SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada program jaminan mutu pelayanan Rumah Sakit termasuk didalamnya keselamatan pasien.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA PARAMETER Jaminan mutu pelayanan Rumah Sakit termasuk didalamnya keselamatan pasien harus didukung sepenuhnya oleh Institusi Pendidikan Kedokteran. monitoring dan evaluasi sistem supervisi peserta didik. Ada program jaminan mutu pelayanan Rumah Sakit termasuk didalamnya keselamatan pasien tetapi pelaksanaannya belum didukung oleh Institusi Pendidikan Kedokteran. yang dinyatakan dalam perencanaan. para pendidik dan para peserta didik. yang dinyatakan dalam perencanaan. monitoring dan evaluasi sistem supervisi peserta didik. Ada program jaminan mutu pelayanan Rumah Sakit termasuk didalamnya keselamatan pasien dan pelaksanaannya didukung sepenuhnya oleh Institusi Pendidikan Kedokteran. para pendidik dan para peserta didik. para pendidik dan para peserta didik. 75 1 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . monitoring dan evaluasi sistem supervisi peserta didik. Ada rancangan secara khusus proporsi clinical reasoning dan skil training berbasis bukti bagi peserta didik yang disusun oleh koordinator pendidikan tetapi belum dilaksanakan diseluruh Bagian/Departemen/SMF. yang dinyatakan dalam perencanaan. 1 2 PARAMETER Kegiatan pendidikan klinik yang dirancang memberikan proporsi seimbang antara clinical reasoning dan pelatihan keterampilan berbasis bukti (evidence based medicine) yang disusun oleh Badan Koordinasi Pendidikan dan telah dilaksanakan masing-masing Bagian/Departemen/SMF. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada rancangan secara khusus proporsi clinical reasoning dan skill training bagi peserta didik yang disusun oleh koordinator pendidikan masing-masing Bagian/Departemen/ SMF.

1 2 1 76 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . Ada batasan kewenangan. penanganan kasus/prosedur peserta didik yang tercantum dalam buku panduan peserta didik yang disusun oleh Kepala Bagian/Ketua Program Studi. INDIKATOR SKOR 0 Tidak ada batasan kewenangan. PARAMETER Terdapat batasan kewenangan. Ada batasan kewenangan. Ada kebijakan bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran dalam bidang penelitian kedokteran tetapi belum dituangkan dalam dokumen Perjanjian Kerjasama Penelitian antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Ada kegiatan pendidikan klinik yang secara khusus dirancang yang memberikan proporsi seimbang antara clinical reasoning 2 dan skill training yang berbasis bukti (evidence based medicine) disusun oleh koordinator pendidikan dan telah dilaksanakan masing-masing Bagian/Departemen/SMF. penanganan kasus/prosedur peserta didik tetapi belum secara jelas tercantum dalam buku panduan peserta didik yang disusun oleh Kepala Bagian/Ketua Program Studi. penanganan kasus/Prosedur Peserta didik yang tercantum dalam buku panduan peserta didik Yang disusun oleh Kepala Bagian/Ketua Program Studi. PARAMETER Terdapat kebijakan bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran dalam bidang penelitian kedokteran. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada kebijakan bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran dalam bidang penelitian kedokteran. penanganan kasus/prosedur peserta didik yang tercantum secara jelas dalam buku panduan peserta didik yang disusun oleh Kepala Bagian/Ketua Program Studi.

SKOR INDIKATOR Tidak ada kegiatan evaluasi program pendidikan klinik secara berkala. PARAMETER Terdapat Pedoman serta fasilitas pendukung mengenai kegiatan penelitian yang dilakukan oleh Staf Medik Fungsional yang melibatkan peserta didik sebagai bagian dari pembelajaran peserta didik. Ada pedoman mengenai kegiatan penelitian yang dilakukan oleh Staf Medik Fungsional yang melibatkan peserta didik sebagai bagian dari pembelajaran peserta didik dan disertai fasilitas pendukung yang memadai untuk penelitian seperti Internet. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada pedoman serta fasilitas mengenai kegiatan penelitian yang dilakukan oleh Staf Medik Fungsional yang melibatkan peserta didik sebagai bagian dari pembelajaran peserta didik. 1 2 PARAMETER Terdapat kegiatan evaluasi program pendidikan klinik secara berkala secara tersendiri.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 2 Ada kebijakan bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran dalam bidang penelitian kedokteran yang telah dituangkan dalam Perjanjian Kerjasama Penelitian antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran. langganan jurnal. maupun bersama Badan Koordinasi Pendidikan sekurang. dokumen penelitian yang telah dilakukan. arsip rekam medis yang sistematis dan data base pasien rawat inap/rawat jalan. 0 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 77 . Ada pedoman mengenai kegiatan penelitian yang dilakukan oleh Staf Medik Fungsional yang melibatkan peserta didik sebagai bagian dari pembelajaran peserta didik tetapi tidak disertai fasilitas pendukung yang memadai untuk penelitian. secara tersendiri maupun oleh Badan Koordinasi Pendidikan. text-book.kurangnya satu kali dalam satu tahun.

Psikomotor dan Afektif yang ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 1 Ada kegiatan evaluasi program pendidikan klinik secara berkala dan secara tersendiri oleh Bagian/Departemen/SMF tetapi tidak melibatkan Badan Koordinasi Pendidikan. Ada kegiatan evaluasi program pendidikan klinik secara berkala melalui mekanisme umpan balik dengan menggunakan kuesioner bagi peserta didik di akhir pendidikan disetiap bagian. 0 1 2 78 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . Psikomotor dan Afektif yang ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF. Sistem penilaian peserta didik ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF SKOR INDIKATOR Tidak ada kegiatan penilaian bersama yang dilakukan oleh staf pendidik RS Pendidikan dan Staf Pendidik Institusi Pendidikan Kedokteran yang menilai kompetensi peserta didik secara secara komprehensif meliputi ranah Pengetahuan. Ada kegiatan penilaian yang dilakukan oleh staf pendidik Rumah Sakit Pendidikan yang menilai kompetensi peserta didik secara komprehensif meliputi ranah Pengetahuan. secara tersendiri melalui rapat evaluasi Badan Koordinasi Pendidikan dan Supervisi Pendidikan Klinik setiap modul di tiaptiap bagian oleh Badan Koordinasi Pendidikan sekurangkurangnya satu kali dalam satu tahun. PARAMETER 2 Peserta program pendidikan klinik dinilai bersama oleh staf pendidik RS Pendidikan dan staf Institusi Pendidikan Kedokteran yang mempunyai kompetensi sebagai penilai secara komprehensif meliputi ranah pengetahuan. Ada kegiatan penilaian bersama yang dilakukan oleh staf pendidik RS Pendidikan dan Staf Pendidikan Institusi Pendidikan Kedokteran yang menilai kompetensi peserta didik secara komprehensif meliputi ranah Pengetahuan. Psikomotor dan Afektif yang ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF. psikomotor dan afektif. tetapi belum/tidak melibatkan Staf Pendidik Institusi Pendidikan Kedokteran.

sarana prasarana. dan tujuan RS Pendidikan secara tertulis tidak menunjang tercapainya tujuan pendidikan profesi kedokteran. Visi. MISI. misi. meliputi aspek medikolegal. RS Kelas A atau B dengan pelayanan unggulan tertentu sudah terakreditasi tetapi Sertifikat Akreditasi sudah habis masa berlakunya. RS Kelas A atau B dengan pelayanan unggulan tertentu sudah terakreditasi dengan Sertifikat Akreditasi masih berlaku. sumber daya manusia. KOMITMEN DAN PERSYARATAN PARAMETER RS Kelas A atau B dengan pelayanan unggulan tertentu dan telah terakreditasi. dan tujuan RS Pendidikan secara tertulis menunjang tercapainya tujuan pendidikan profesi kedokteran. dan manajemen pendidikan. misi. RUMAH SAKIT PENDIDIKAN AFILIASI (EKSILENSI) STANDAR VISI. pembiayaan.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA B. PARAMETER Terdapat dokumen Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. SKOR 0 1 2 INDIKATOR RS Kelas A atau B dengan pelayanan unggulan tertentu belum terakreditasi. misi. dan tujuan RS Pendidikan secara tertulis kurang menunjang tercapainya tujuan pendidikan profesi kedokteran. misi. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 79 . SKOR 0 1 2 INDIKATOR Visi. Visi. dan tujuan RS Pendidikan secara tertulis yang menunjang tercapainya tujuan pendidikan profesi kedokteran. PARAMETER Terdapat visi.

Kesepakatan Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran mengikat seluruh proses pendidikan kedokteran di RS tersebut. pembiayaan. yang secara utuh mencakup aspek medikolegal. Kesepakatan Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran hanya mengikat sebagian proses pendidikan kedokteran di RS tersebut. sarana prasarana. dan manajemen pendidikan. dan manajemen pendidikan. pembiayaan. sarana prasarana.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada dokumen Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. PARAMETER RS memiliki pelayanan spesialistik atau sub spesialistik tertentu yang menjadi unggulan dan sudah terakreditasi. sumber daya manusia. sarana prasarana. Ada dokumen Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. Ada dokumen Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. pembiayaan. tetapi belum secara utuh mencakup aspek medikolegal. SKOR INDIKATOR Kesepakatan Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran yang ada tidak mengikat seluruh proses pendidikan kedokteran di RS tersebut. 0 1 2 80 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . sumber daya manusia. PARAMETER 1 2 Kesepakatan bersama tersebut harus bersifat saling mengikat seluruh proses pendidikan kedokteran di RS tersebut. sumber daya manusia. meliputi aspek medikolegal. dan manajemen pendidikan.

SKOR 0 INDIKATOR RS telah menjalankan fungsi pendidikan tetapi belum mempunyai Surat Keputusan Menteri Kesehatan tentang Penetapan sebagai RS Pendidikan. 81 1 2 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . RS telah menjalankan fungsi pendidikan dan telah mempunyai Surat Keputusan Menteri Kesehatan tentang Penetapan sebagai RS Pendidikan akan tetapi sudah habis masa berlakunya. RS memiliki pelayanan spesialistik dan pelayanan sub spesialistik tertentu yang menjadi unggulan sudah terakreditasi dengan Sertifikat yang belum habis masa berlakunya. 1 2 PARAMETER RS telah menjalankan fungsi pendidikan telah memiliki SK penetapan Menteri Kesehatan sebagai RS Pendidikan. RS telah menjalankan fungsi pendidikan dan sudah mempunyai Surat Keputusan Menteri Kesehatan tentang Penetapan sebagai RS Pendidikan Kedokteran yang masih berlaku.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA SKOR 0 INDIKATOR RS memiliki pelayanan spesialistik sudah terakreditasi dan pelayanan sub spesialistik tertentu yang menjadi unggulan masih belum terakreditasi. RS memiliki pelayanan spesialistik dan pelayanan sub spesialistik tertentu yang menjadi unggulan sudah terakreditasi dengan Sertifikat yang telah habis masa berlakunya. STANDAR MANAJEMEN DAN ADMINISTRASI PARAMETER Ada Badan Koordinasi Pendidikan beranggotakan unsur Rumah Sakit dan Institusi Pendidikan Kedokteran. SKOR 0 INDIKATOR Belum ada Badan Koordinasi Pendidikan beranggotakan unsur Rumah Sakit dan Institusi Pendidikan Kedokteran. Badan ini akan diwakili oleh suatu Sekretariat Bersama yang berkedudukan di Rumah Sakit.

wewenang dan masa tugas Kepala Bagian dan Badan Koordinasi Pendidikan yang ditetapkan melalui Keputusan Bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. wewenang dan masa tugas Kepala Bagian dan Badan 2 Koordinasi Pendidikan yang ditetapkan melalui Keputusan Bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. hak. PARAMETER Ada uraian tugas. Ada secara lengkap uraian tugas. tanggung jawab. tanggung jawab. wewenang dan masa tugas Kepala Bagian dan Badan Koordinasi Pendidikan 0 yang ditetapkan melalui Keputusan Bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. wewenang dan masa tugas Kepala Bagian dan Badan Koordinasi 1 Pendidikan yang ditetapkan melalui Keputusan Bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. Ada Badan Koordinasi Pendidikan beranggotakan unsur RS dan Institusi Pendidikan Kedokteran dan telah ada Sekretariat Bersama yang berkedudukan di Rumah Sakit.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 1 2 Ada Badan Koordinasi Pendidikan beranggotakan unsur Rumah Sakit dan Institusi Pendidikan Kedokteran akan tetapi belum ada Sekretariat Bersama yang berkedudukan di Rumah Sakit. PARAMETER Adanya kebijakan penerimaan peserta didik yang tercantum dalam Perjanjian Kerjasama antara Institusi Pendidikan Kedokteran dengan RS Pendidikan yang bersangkutan. Ada sebagian uraian tugas. hak. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 82 . tanggung jawab. INDIKATOR SKOR 0 Belum ada kebijakan penerimaan peserta didik yang tercantum dalam Perjanjian Kerjasama antara Institusi Pendidikan Kedokteran dengan RS Pendidikan yang bersangkutan. hak. tanggung jawab. hak. SKOR INDIKATOR Belum ada uraian tugas.

staf nonmedis dan peserta didik). Ada kebijakan mengenai daya tampung peserta didasarkan pada rasio pendidik dengan peserta didik yang melebihi 1 : 5 yang ditetapkan bersama antara Direktur RS dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Ada kebijakan tidak tertulis yang telah dilaksanakan tentang penerimaan peserta didik sebagaimana yang tercantum dalam 1 Perjanjian Kerjasama antara Institusi Pendidikan Kedokteran dengan RS Pendidikan. Ada kebijakan tertulis yang telah dilaksanakan tentang penerimaan peserta didik yang tercantum sebagaimana 2 tercantum dalam Perjanjian Kerjasama antara Institusi Pendidikan Kedokteran dengan RS Pendidikan yang bersangkutan. PARAMETER Adanya peraturan bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang sistem penyelenggaraan pelayanan pendidikan dan penelitian beserta berbagai unsur penunjangnya termasuk reward and punishment bagi semua pihak yang terlibat (staf medis. Ada kebijakan mengenai daya tampung peserta didasarkan pada rasio pendidik dengan peserta didik yang tidak melebihi 1 : 5 sebagaimana ditetapkan bersama antara Direktur RS dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. 1 2 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 83 . PARAMETER Adanya kebijakan mengenai daya tampung peserta didasarkan pada rasio pendidik dengan peserta didik maksimal 1 : 5 yang ditetapkan bersama antara Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. SKOR 0 INDIKATOR Belum ada kebijakan mengenai daya tampung peserta didasarkan pada rasio pendidik dengan peserta didik maksimal 1 : 5 yang ditetapkan bersama antara Direktur RS dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran.

Adanya kebijakan tertulis RS Pendidikan yang mengatur batasan kewenangan prosedur medis yang dapat dilakukan oleh peserta didik. 1 2 84 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . staf nonmedis dan peserta didik). SKOR 0 INDIKATOR Belum ada kebijakan RS Pendidikan yang mengatur batasan kewenangan prosedur medis yang dapat dilakukan oleh peserta didik. Ada ketentuan tidak tertulis yang disepakati bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang sistem penyelenggaraan pelayanan pendidikan dan penelitian beserta berbagai unsur penunjangnya termasuk reward and punishment bagi semua pihak yang terlibat (staf medis. staf nonmedis dan peserta didik). staf nonmedis dan peserta didik). Adanya kebijakan tidak tertulis RS Pendidikan yang mengatur batasan kewenangan prosedur medis yang dapat dilakukan oleh peserta didik.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA SKOR INDIKATOR Belum ada ketentuan yang disepakati bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang sistem penyelenggaraan pelayanan pendidikan dan penelitian beserta berbagai unsur penunjangnya termasuk reward and punishment bagi semua pihak yang terlibat (staf medis. PARAMETER 0 1 2 Adanya kebijakan RS Pendidikan yang mengatur batasan kewenangan prosedur medis yang dapat dilakukan oleh peserta didik. Ada ketentuan tertulis yang disepakati bersama antara Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang sistem penyelenggaraan pelayanan pendidikan dan penelitian beserta berbagai unsur penunjangnya termasuk reward and punishment bagi semua pihak yang terlibat (staf medis.

telah disepakati.Sudah ada sosialisasi 0 1 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 85 .MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA PARAMETER Adanya kebijakan tertulis RS Pendidikan yang mengatur batasan kewenangan prosedur medis yang dapat dilakukan oleh peserta didik. 1 2 PARAMETER Kebijakan berupa pedoman dan prosedur tertulis telah disosialisasikan dengan baik kepada pelaksana yang terkait dengan pendidikan klinik. Sudah ada sosialisasi kebijakan berupa pedoman dan prosedur tertulis kepada pelaksana yang terkait dengan pendidikan klinik. dan menjadi acuan pokok bagi semua staf medis dalam melaksanakan tugas pelayanan. Sudah ada kebijakan tertulis Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang peraturan pelaksanaan dan peraturan teknis. yang merupakan acuan pokok bagi semua staf medis dalam melaksanakan tugas pelayanan. INDIKATOR SKOR 0 Belum ada kebijakan tertulis Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang peraturan pelaksanaan dan peraturan teknis yang disepakati oleh semua unsur yang terlibat dalam pendidikan. tetapi belum semua pihak memahaminya. yang merupakan acuan pokok bagi semua staf medis dalam melaksanakan tugas pelayanan. pendidikan dan penelitian. Sudah ada kebijakan tertulis Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang peraturan pelaksanaan dan peraturan teknis tetapi belum dilaksanakan oleh semua unsur yang terlibat dalam pendidikan. pendidikan dan penelitian. pendidikan dan penelitian. SKOR INDIKATOR Belum ada sosialisasi kebijakan berupa pedoman dan prosedur tertulis kepada seluruh pelaksana yang terkait dengan pendidikan klinik. dan dilaksanakan oleh semua unsur yang terlibat dalam pendidikan.

nama Bagian/Departemen/SMF yang dituju dan 0 jumlah peserta didik yang akan masuk yang dikirim oleh 86 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . 1 Kebijakan /ketentuan/pedoman dan prosedur tertulis tersebut 2 sudah seluruhnya menjadi acuan pokok bagi semua staf medis dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. PARAMETER Adanya jadual pra-pelaksanaan pendidikan yang berisi tanggal masuk. SKOR 0 INDIKATOR Kebijakan /ketentuan/pedoman dan prosedur tertulis tersebut belum menjadi acuan pokok bagi semua staf medis dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. pendidikan dan penelitian serta telah dipahami dan dilaksanakan oleh semua pihak yang terkait.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 2 kebijakan berupa pedoman dan prosedur tertulis kepada pelaksana yang terkait dengan pendidikan klinik. Sudah ada sosialisasi kebijakan berupa pedoman dan prosedur tertulis kepada pelaksana yang terkait dengan pendidikan klinik. yang merupakan acuan pokok bagi semua staf medis dalam melaksanakan tugas pelayanan. yang merupakan acuan pokok bagi semua staf medis dalam melaksanakan tugas pelayanan. Kebijakan /ketentuan/pedoman dan prosedur tertulis tersebut baru sebagian menjadi acuan pokok bagi semua staf medis dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. pendidikan dan penelitian serta telah dipahami dan dilaksanakan oleh semua PARAMETER Kebijakan /ketentuan/pedoman dan prosedur tertulis tersebut harus menjadi acuan pokok bagi semua staf medis dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. INDIKATOR SKOR Tidak ada jadual pra-pelaksanaan pendidikan yang berisi tanggal masuk. nama Bagian/Departemen/SMF yang dituju dan jumlah peserta didik yang akan masuk yang dikirim oleh Institusi Pendidikan Kedokteran kepada RS Pendidikan sebelum mahasiswa masuk ke Rumah Sakit.

PARAMETER Adanya staf sekretariat khusus (staf non edukatif) yang bertanggung jawab penuh untuk menangani kelengkapan proses pendidikan peserta didik (alat bantu belajar. penanggung jawab ruangan) dan dilaksanakan sesuai jadual. Ada jadual pelaksanaan yang sifatnya tetap sesuai program di tiap Bagian/Departemen/SMF (nama. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada jadual pelaksanaan yang sifatnya tetap sesuai program di tiap Bagian/Departemen/SMF (nama. nama Bagian/Departemen/SMF yang dituju dan jumlah peserta didik yang akan masuk yang dikirim oleh 2 Institusi Pendidikan Kedokteran kepada Rumah Sakit sebelum mahasiswa masuk ke Rumah Sakit. kegiatan. penanggung jawab ruangan) dan dilaksanakan sesuai jadual. kegiatan. Selalu ada jadual pra-pelaksanaan pendidikan yang berisi tanggal masuk. nilai. 1 2 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 87 . ruangan. waktu. Ada jadual pelaksanaan yang sifatnya tetap sesuai program di tiap Bagian/ Departemen/ SMF(nama. kegiatan. nama Bagian/Departemen/SMF yang dituju dan 1 jumlah peserta didik yang akan masuk yang dikirim oleh Institusi Pendidikan Kedokteran kepada Rumah Sakit sebelum mahasiswa masuk ke Rumah Sakit. waktu. penanggung jawab ruangan) dan dilaksanakan sesuai jadual. waktu.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Institusi Pendidikan Kedokteran kepada Rumah Sakit sebelum mahasiswa masuk ke Rumah Sakit. kegiatan. penanggung jawab ruangan) tetapi tidak dilaksanakan sesuai jadual. waktu. Tidak selalu ada jadual pra-pelaksanaan pendidikan yang berisi tanggal masuk. PARAMETER Adanya jadual pelaksanaan yang sifatnya tetap sesuai program di tiap Bagian/Departemen/SMF (nama. pengaturan jadual dan administrasi).

ruangan. nilai. PARAMETER Terdapat sistem informasi pendidikan yang termasuk didalamnya berisi data-base peserta didik (meliputi identitas. alur pencatatan serta adanya pelaporan nilai yang tepat waktu. alur pencatatan dan pelaporan nilai yang tepat waktu. Selalu ada staf sekretariat khusus (staf non edukatif) yang bertanggung jawab penuh untuk menangani kelengkapan proses pendidikan peserta didik (alat bantu belajar. nilai. SKOR 0 1 2 INDIKATOR Belum ada sistem. ruangan. pengaturan jadual dan administrasi).MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada staf sekretariat khusus (staf non edukatif) yang bertanggung jawab penuh untuk menangani kelengkapan proses pendidikan peserta didik (alat bantu belajar. pengaturan jadual dan administrasi). nilai. SKOR 0 INDIKATOR Belum ada sistem informasi pendidikan yang termasuk di dalamnya berisi data-base peserta didik (meliputi identitas. hasil belajar). 88 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . ruangan. alur pencatatan ada pelaporan nilai tetapi tidak tepat waktu. hasil belajar). alur pencatatan dan pelaporan nilai yang tepat waktu. PARAMETER 1 2 Terdapat sistem. Ada sistem. pengaturan jadual dan administrasi). Ada sistem. Tidak ada selalu staf sekretariat khusus (staf non edukatif) yang bertanggung jawab penuh untuk menangani kelengkapan proses pendidikan peserta didik (alat bantu belajar.

PARAMETER Adanya perhitungan satuan biaya pendidikan yang disusun oleh Sekretariat Bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran yang meliputi biaya pendidikan langsung. daftar tunggu ujian) dari pelaksana didik di tiap Bagian/Departemen/SMF kepada RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran. PARAMETER 2 Adanya laporan kemajuan pendidikan berkala setiap tahun (jumlah mengenai peserta didik. daftar tunggu ujian) dari pelaksana didik ditiap Bagian/Departemen/SMF kepada RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran. biaya bahan habis pakai.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 1 Sudah ada sistem informasi pendidikan yang termasuk di dalamnya berisi data-base peserta didik (meliputi identitas. tingkat kelulusan. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada laporan kemajuan pendidikan berkala setiap tahun (jumlah mengenai peserta didik. 1 2 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 89 . tingkat kelulusan. tingkat kelulusan. hasil belajar) tetapi tidak lengkap Terdapat sistem informasi pendidikan yang termasuk didalamnya berisi data-base peserta didik (meliputi identitas. biaya tidak langsung seperti pemeliharaan sarana. tingkat kelulusan. daftar tunggu ujian) dari pelaksana didik di tiap Bagian/Departemen/SMF kepada RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran. daftar tunggu ujian) dari pelaksana didik di tiap Bagian/Departemen/SMF kepada RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran. seperti biaya sumber daya manusia pendidikan. Selalu ada laporan kemajuan berkala setiap tahun (jumlah mengenai peserta didik. Tidak selalu ada laporan kemajuan pendidikan berkala setiap tahun (jumlah mengenai peserta didik. biaya administrasi dan biaya overhead operasional. hasil belajar) yang lengkap.

biaya administrasi serta biaya operasional lainnya dan biaya tidak langsung seperti pemeliharaan sarana. 1 2 PARAMETER Terdapat rencana anggaran biaya (RAB) penyelenggaraan pendidikan kedokteran yang disusun setahun sekali oleh Badan Koordinasi Pendidikan yang diusulkan oleh masing-masing Kepala Bagian/Departemen/SMF untuk disetujui oleh Direktur RS Pendidikan. dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. biaya bahan habis pakai. Ada perhitungan satuan biaya pendidikan yang disusun Sekretariat Bersama antara RS dan Institusi Pendidikan Kedokteran meliputi biaya pendidikan langsung dan belum termasuk biaya tidak langsung. Terdapat rencana anggaran biaya (RAB) penyelenggaraan pendidikan kedokteran yang disusun setahun sekali oleh Badan Koordinasi Pendidikan yang diusulkan oleh masing-masing Kepala Bagian/Departemen/SMF untuk disetujui oleh Direktur RS Pendidikan. Ada perhitungan satuan biaya pendidikan yang disusun Sekretariat Bersama antara RS dan Institusi Pendidikan Kedokteran meliputi biaya pendidikan langsung. dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. seperti biaya sumber daya manusia pendidikan.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada perhitungan satuan biaya pendidikan yang disusun Sekretariat Bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran meliputi biaya pendidikan langsung maupun biaya tidak langsung. SKOR 0 INDIKATOR Tidak terdapat rencana anggaran biaya (RAB) penyelenggaraan pendidikan kedokteran yang disusun setahun sekali oleh Badan Koordinasi Pendidikan yang diusulkan oleh masing-masing Kepala Bagian/Departemen/SMF untuk disetujui oleh Direktur RS Pendidikan. 1 90 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan .

dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran atas masukan Kepala Bagian/Departemen/SMF mengenai pendanaan pendidikan kedokteran. SKOR INDIKATOR Tidak ada laporan keuangan berkala enam bulanan dan tahunan anggaran biaya yang dibuat oleh Kepala Bagian serta 0 disahkan oleh Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. Ada kesepakatan tidak tertulis antara Direktur RS Pendidikan.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 2 Terdapat rencana anggaran biaya (RAB) penyelenggaraan pendidikan kedokteran yang disusun setahun sekali oleh Badan Koordinasi Pendidikan yang diusulkan oleh masing-masing Kepala Bagian/Departemen/SMF untuk disetujui oleh Direktur RS Pendidikan. INDIKATOR SKOR 0 Tidak terdapat kesepakatan bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran atas masukan Kepala Bagian/Departemen/SMF mengenai pendanaan pendidikan kedokteran. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 91 . PARAMETER Terdapat kesepakatan bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran atas masukan Kepala Bagian/Departemen/SMF mengenai pendanaan pendidikan kedokteran. dan Pimpinan Instusi Pendidikan Kedokteran. 1 Terdapat kesepakatan bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran atas masukan Kepala Bagian/Departemen/SMF mengenai pendanaan pendidikan 2 kedokteran yang dituangkan dalam dokumen rencana anggaran dan biaya pendidikan kedokteran di RS. PARAMETER Terdapat laporan keuangan berkala enam bulanan dan tahunan anggaran biaya yang dibuat oleh Kepala Bagian dan disahkan oleh Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Instusi Pendidikan Kedokteran.

dan tindak lanjut SKOR 0 1 INDIKATOR Tidak ada data umpan balik staf pengajar dan peserta. analisis umpan balik. dan tindak lanjut. 1 Ada dokumen evaluasi pelaksanaan pendidikan klinik setiap enam bulan sekali yang dilakukan oleh Sekretariat Bersama 2 berdasarkan indikator tim tertentu yang ditetapkan Badan Koordinasi Pendidikan. Ada data umpan balik sebagian staf pengajar dan peserta. Ada dokumen evaluasi pelaksanaan pendidikan klinik secara temporer yang dilakukan oleh Sekretariat Bersama berdasarkan indikator tim tertentu yang ditetapkan Badan Koordinasi Pendidikan. SKOR 0 INDIKATOR Tidak terdapat dokumen evaluasi pelaksanaan pendidikan klinik yang dilakukan oleh Sekretariat Bersama berdasarkan indikator tim tertentu yang ditetapkan Badan Koordinasi Pendidikan. PARAMETER Terdapat data umpan balik staf pengajar dan peserta.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 1 Ada laporan keuangan berkala tahunan anggaran biaya yang dibuat oleh Kepala Bagian tetapi tidak disahkan oleh Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. analisis umpan balik. PARAMETER Terdapat dokumen evaluasi pelaksanaan pendidikan klinik setiap enam bulan sekali yang dilakukan oleh Sekretariat Bersama berdasarkan indikator tertentu yang ditetapkan Badan Koordinasi Pendidikan. analisis umpan balik. Ada laporan keuangan berkala enam bulanan dan tahunan anggaran biaya yang dibuat oleh Kepala Bagian dan disahkan 2 bersama oleh Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. dan tindak lanjut. 92 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan .

STANDAR SUMBER DAYA MANUSIA UNTUK PROGRAM PENDIDIKAN KLINIK PARAMETER Adanya tata cara rekruitment dan kriteria kompetensi bagi Staf Medik Fungsional yang akan diangkat sebagai Tenaga Pengajar (Penilai. Ada tata cara rekruitment dan kriteria kompetensi bagi Staf Medik Fungsional yang akan diangkat sebagai Tenaga Pengajar (Penilai. analisis umpan balik. dan tindak lanjut. Pendidik.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 2 Ada data umpan balik seluruh staf pengajar dan peserta. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada tata cara rekruitment dan kriteria kompetensi bagi Staf Medik Fungsional yang akan diangkat sebagai Tenaga Pengajar (Penilai. Ada tata cara rekruitment tetapi belum ada kriteria kompetensi bagi Staf Medik Fungsional yang akan diangkat sebagai Tenaga Pengajar (Penilai. pendidik. Pendidik. Pembimbing/Supervisor Klinik) yang ditetapkan bersama Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. Pembimbing/Supervisor Klinik) yang ditetapkan bersama Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. Pendidik. Pembimbing/Supervisor Klinik) yang ditetapkan bersama Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran.Pembimbing/Supervisor Klinik) yang ditetapkan bersama Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. Pendidik.Pembimbing/Supervisor Klinik) diangkat sebagai dosen luar biasa Institusi Pendidikan Kedokteran berikut jabatan akademiknya dari Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran dengan Surat Keputusan. PARAMETER Staf Medik Fungsional yang menjadi Tenaga Pengajar (Penilai. 1 2 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 93 .

pendidik. tanggung jawab. tetapi belum tercakup secara jelas di dalamnya kebijakan tentang kategori. kewenangan.Pembimbing/Supervisor Klinik) diangkat sebagai dosen luar biasa Institusi Pendidikan Kedokteran berikut jabatan akademiknya dari Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran dengan Surat Keputusan. 2 94 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . kewenangan. Ada SK Pengangkatan/Penugasan dari Direktur RS Pendidikan sebagai Staf Medik Fungsional yang melaksanakan tugas 1 Kependidikan Profesi Kedokteran di RS untuk semua Staf Medik Fungsional. hak dan kewajiban paruh/purna waktu. tanggung jawab. dan hak dan kewajiban paruh/purna waktu.Pembimbing/Supervisor Klinik) diangkat sebagai dosen luar biasa Institusi Pendidikan Kedokteran berikut jabatan akademiknya dari Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran dengan Surat Keputusan PARAMETER Terdapat SK Pengangkatan/Penugasan dari Direktur RS Pendidikan sebagai Staf Medik Fungsional yang melaksanakan tugas Kependidikan Profesi Kedokteran di RS untuk semua Staf Medik Fungsional yang terlibat dalam Pendidikan Kedokteran di RS tercakup di dalamnya kebijakan tentang kategori. hak dan kewajiban paruh/purna waktu.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA SKOR INDIKATOR Tidak ada satupun staf Medik Fungsional yang menjadi Tenaga Pengajar (Penilai. pendidik.Pembimbing/Supervisor Klinik) diangkat sebagai dosen luar biasa Institusi Pendidikan Kedokteran berikut jabatan akademiknya dari Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran dengan Surat Keputusan. kewenangan. Ada sebagian staf Medik Fungsional yang menjadi Tenaga Pengajar (Penilai. pendidik. tanggung jawab. INDIKATOR SKOR Tidak ada SK Pengangkatan/Penugasan dari Direktur RS Pendidikan sebagai Staf Medik Fungsional yang melaksanakan tugas Kependidikan Profesi Kedokteran di RS untuk semua Staf 0 Medik Fungsional yang terlibat dalam pendidikan di RS tercakup di dalamnya kebijakan tentang kategori. 0 1 Seluruh staf Medik Fungsional yang menjadi Tenaga Pengajar (Penilai.

INDIKATOR SKOR Tidak ada Penilai/Supervisor kinerja tenaga pendidik dari RS 0 Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran. Ada staf medis fungsional yang ditetapkan Direktur RS Pendidikan sebagai Supervisor Klinik dan pembimbing bagi peserta didik dan telah disertai kejelasan tugas. kewenangan. tanggung jawab. tanggung jawab dan kewenangannya secara tertulis.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Ada SK Pengangkatan/Penugasan dari Direktur RS Pendidikan sebagai Staf Medik Fungsional yang melaksanakan tugas Kependidikan Profesi Kedokteran di RS untuk semua Staf Medik 2 Fungsional yang terlibat dalam pendidikan di RS dan sudah tercakup secara jelas di dalamnya kebijakan tentang kategori. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 95 . Ada Tim Penilai/Supervisor kinerja tenaga pendidik dari RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran namun belum 1 ada kriteria penilaian yang jelas. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada staf medis fungsional yang ditetapkan Direktur RS Pendidikan sebagai supervisor klinik dan pembimbing bagi peserta didik. hak dan kewajiban paruh/purna waktu. PARAMETER Terdapat staf medis fungsional yang ditetapkan Direktur RS Pendidikan sebagai supervisor klinik dan pembimbing bagi peserta didik disertai kejelasan tugas. tanggung jawab dan kewenangannya. Ada staf medis fungsional yang ditetapkan Direktur RS Pendidikan sebagai supervisor klinik dan pembimbing bagi peserta didik akan tetapi belum disertai kejelasan tugas. tanggung jawab dan kewenangannya secara tertulis. 1 2 PARAMETER Terdapat Tim Penilai/Supervisor kinerja tenaga pendidik dari RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran yang berperan menilai kinerja tenaga pendidik pada pembelajaran klinik dengan kriteria yang jelas serta dilakukan secara berkala minimal satu tahun sekali.

Ada data base pengembangan diri tenaga pendidikan di bawah koordinasi Sekretaris Bagian di RS Pendidikan dan di bawah Badan Koordinasi Pendidikan Kedokteran / Sekretariat Bersama Pendidikan.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 2 Ada Tim Penilai/Supervisor kinerja tenaga pendidik dari RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran dengan kriteria yang jelas serta dilakukan secara berkala minimal satu tahun sekali. SKOR INDIKATOR Tidak ada data base pengembangan diri tenaga pendidikan di bawah koordinasi Sekretaris Bagian RS Pendidikan maupun di bawah Badan Koordinasi Pendidikan Kedokteran / Sekretariat Bersama Pendidikan. SKOR 0 1 2 INDIKATOR Tidak ada presensi/kehadiran dalam pembelajaran yang dilakukan oleh tenaga pendidik. PARAMETER Terdapat presensi/kehadiran dalam pembelajaran yang dilakukan oleh tenaga pendidik. 0 1 2 96 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . PARAMETER Terdapat data base pengembangan diri tenaga pendidikan di bawah koordinasi Sekretaris Bagian RS Pendidikan dan Badan Koordinasi Pendidikan Kedokteran/Sekretariat Bersama Pendidikan. Sebagian ada data base pengembangan diri tenaga pendidikan di bawah koordinasi Sekretaris Bagian di RS Pendidikan dan di bawah Badan Koordinasi Pendidikan Kedokteran / Sekretariat Bersama Pendidikan. Ada presensi/kehadiran (tetapi tidak lengkap) dalam pembelajaran yang dilakukan oleh tenaga pendidik. Ada presensi/kehadiran secara lengkap dalam pembelajaran yang dilakukan oleh tenaga pendidik .

Ada dokumen yang mencantumkan kesepakatan mengenai penyediaan fasilitas fisik untuk pendidikan klinik antara Direktur 2 RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran dan sudah terealisasi. Ada dokumen yang mencantumkan kesepakatan mengenai penyediaan fasilitas fisik untuk pendidikan klinik antara Direktur 1 RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tetapi belum terealisasi. teknologi informasi. antara lain: ruangan pembelajaran. ruang diskusi. prasarana yang dapat menunjang penyelenggaraan pendidikan. PARAMETER Adanya sarana. sistem dokumentasi. sistem informasi RS. prasarana yang dapat menunjang penyelenggaraan pendidikan. perpustakaan. perpustakaan. sistem informasi RS. ruang diskusi. ruang diskusi. perpustakaan. peralatan phantom dan audiovisual tetapi tidak lengkap. sistem dokumentasi. Sebagian ada sarana dan prasarana yang dapat menunjang penyelenggaraan pendidikan antara lain: ruangan pembelajaran. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada dokumen yang mencantumkan kesepakatan mengenai penyediaan fasilitas fisik untuk pendidikan klinik antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran serta realisasinya. teknologi informasi. sistem dokumentasi. skill lab. antara lain: ruangan pembelajaran. skill lab. 97 0 1 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . teknologi informasi.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA STANDAR PENUNJANG PENDIDIKAN PARAMETER Terdapat dokumen yang mencantumkan kesepakatan mengenai penyediaan fasilitas fisik untuk pendidikan klinik antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran serta realisasinya. peralatan phantom dan audiovisual. peralatan phantom dan audiovisual. skill lab. SKOR INDIKATOR Tidak ada sarana. sistem informasi RS.

perpustakaan. 98 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . SKOR 0 1 2 INDIKATOR Tidak tersedia variasi dan jumlah kasus yang cukup yang sesuai dengan materi pembelajaran peserta didik. 1 2 PARAMETER Terdapat variasi dan jumlah kasus yang cukup yang sesuai dengan materi pembelajaran peserta didik. prasarana penunjang fasilitas pendukung. prasarana penunjang dan fasilitas pendukung. Tersedia fasilitas ruang jaga tetapi tidak memenuhi syarat keamanan dan kenyamanan bagi peserta didik serta memenuhi standar sarana bangunan. ruang diskusi. Telah tersedia fasilitas ruang jaga yang memenuhi syarat keamanan dan kenyamanan bagi peserta didik serta memenuhi standar sarana bangunan. prasarana penunjang serta fasilitas pendukung. peralatan phantom dan audiovisual. prasarana penunjang serta fasilitas pendukung. SKOR 0 INDIKATOR Tidak tersedia fasilitas ruang jaga yang memenuhi syarat keamanan dan kenyamanan bagi peserta didik serta memenuhi standar sarana bangunan.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 2 Ada sarana dan prasarana yang dapat menunjang penyelenggaraan pendidikan secara lengkap antara lain: ruangan pembelajaran. skill lab. PARAMETER Tersedia fasilitas ruang jaga yang memenuhi syarat keamanan dan kenyaman bagi peserta didik yang memenuhi standar sarana bangunan. sistem dokumentasi. sistem informasi RS. teknologi informasi. Tersedia variasi dan kasus dalam jumlah terbatas dan kurang mencukupi materi pembelajaran peserta didik Tersedia variasi dan jumlah kasus yang cukup memadai yang sesuai dengan materi pembelajaran peserta didik.

RS mempunyai perencanaan tetapi dalam penyusunannya tidak melibatkan masing-masing Bagian/Departemen/SMF terkait melalui proses aktivitas staf medis. Ada sarana penelitian dan pengembangan di bidang kedokteran di seluruh bagian dan/atau Lembaga Penelitian Terpadu. SKOR 0 1 2 penelitian dan pengembangan di bidang INDIKATOR Tidak tersedia sarana penelitian dan pengembangan di bidang kedokteran. tidak ada notulensi pertemuan rutin. dan tidak ada catatan kehadiran dalam proses pendidikan (log book). Tersedia sarana penelitian dan pengembangan di bidang kedokteran di bagian-bagian tertentu. STANDAR PERANCANGAN DAN PELAKSANAAN PROGRAM PENDIDIKAN KLINIK YANG BERKUALITAS PARAMETER RS Pendidikan harus mempunyai perencanaan yang disusun oleh masing-masing Bagian/Departemen/SMF terkait melalui proses aktifitas staf medis dalam penyusunan rancangan tersebut dan terdapat notulensi pertemuan rutin. dan catatan kehadiran dalam proses pendidikan (log book). 0 1 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 99 . SKOR INDIKATOR RS tidak mempunyai perencanaan yang disusun oleh masingmasing Bagian/Departemen/SMF terkait melalui proses aktifitas staf medis dalam penyusunan rancangan tersebut dan terdapat notulensi pertemuan rutin.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA PARAMETER Terdapat sarana kedokteran. dan catatan kehadiran dalam proses pendidikan (log book).

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

RS telah mempunyai perencanaan yang disusun oleh masingmasing Bagian/Departemen/SMF terkait melalui aktivitas staf 2 medis dalam penyusunan rancangan tersebut, dan terdapat notulensi pertemuan rutin, dan catatan kehadiran dalam proses pendidikan (log book). PARAMETER Terdapat buku panduan program pendidikan kedokteran yang disusun oleh Kepala Bagian/Departemen/SMF yang disetujui oleh Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. SKOR 0 INDIKATOR Tidak terdapat buku panduan program pendidikan kedokteran yang disusun oleh Kepala Bagian/Departemen/SMF yang disetujui oleh Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. Terdapat buku panduan program pendidikan kedokteran yang disusun oleh masing-masing Kepala Bagian/Departemen/SMF tetapi belum mendapat persetujuan oleh Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. Terdapat buku panduan program pendidikan kedokteran yang disusun/dibuat oleh Kepala Bagian/Departemen/SMF yang telah disetujui oleh Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran.

1

2

PARAMETER Seluruh Bagian/Departemen/SMF di RS Pendidikan yang terkait dalam program pendidikan terlibat aktif dalam proses pelaksanaan pendidikan, dilihat dengan adanya umpan balik dari peserta didik mengenai tenaga pendidik, dengan menggunaan log book untuk memantau pertemuan tenaga pendidik dengan peserta didik, serta data wawancara staf. SKOR 0 INDIKATOR Tidak seluruh Bagian/Departemen/SMF di RS Pendidikan yang terkait dalam program pendidikan terlibat aktif dalam proses pelaksanaan pendidikan.

100

Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

1

Seluruh Bagian/Departemen/SMF di RS Pendidikan yang terkait dalam program pendidikan terlibat aktif dalam proses pelaksanaan pendidikan, tetapi tidak ada umpan balik dari peserta didik mengenai tenaga pendidik dengan menggunakan log book untuk memantau pertemuan tenaga pendidik dengan peserta didik serta data wawancara staf. Seluruh Bagian/Departemen/SMF di RS Pendidikan yang terkait dalam program pendidikan terlibat aktif dalam proses pelaksanaan pendidikan, dilihat dengan adanya umpan balik dari peserta didik mengenai tenaga pendidik, dengan menggunaan log book untuk memantau pertemuan tenaga pendidik dengan peserta didik, serta data wawancara staf.

2

PARAMETER RS mempunyai program pendidikan klinik yang terstruktur yang ditetapkan bersama Institusi Pendidikan Kedokteran dan mengacu pada Standar Pendidikan Profesi Dokter/Dokter Gigi, Dokter/Dokter Gigi Spesialis dan Standar Kompetensi Dokter/Dokter Gigi, Dokter/Dokter Gigi Spesialis dengan tujuan pendidikan jelas/konkrit, batas kompetensi tegas dan tertuang dalam buku panduan. INDIKATOR SKOR RS belum mempunyai program pendidikan klinik yang terstruktur yang ditetapkan bersama Institusi Pendidikan Kedokteran dan mengacu pada Standar Pendidikan Profesi Dokter/Dokter Gigi, Dokter/Dokter Gigi Spesialis dan Standar Kompetensi Dokter/Dokter Gigi, Dokter/Dokter Gigi Spesialis dengan tujuan pendidikan jelas/konkrit, batas kompetensi tegas dan tertuang dalam buku panduan. RS telah mempunyai program pendidikan klinik yang terstruktur yang ditetapkan bersama Institusi Pendidikan Kedokteran dan mengacu pada Standar Pendidikan Profesi Dokter/Dokter Gigi, Dokter/Dokter Gigi Spesialis dan Standar Kompetensi Dokter/Dokter Gigi, Dokter/Dokter Gigi Spesialis dengan tujuan pendidikan jelas/konkrit, batas kompetensi tegas dan tertuang dalam buku panduan.

0

1

Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan

101

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

2

RS telah memberikan/mempunyai program pendidikan klinik yang terstruktur yang ditetapkan bersama Institusi Pendidikan Kedokteran dan mengacu pada Standar Pendidikan Profesi Dokter/Dokter Gigi, Dokter/Dokter Gigi Spesialis dan Standar Kompetensi Dokter/Dokter Gigi, Dokter/Dokter Gigi Spesialis dengan tujuan pendidikan jelas/konkrit, batas kompetensi tegas dan tertuang dalam buku panduan. PARAMETER

Rumah Sakit memberlakukan tata tertib peserta didik yang bertujuan untuk mencapai tujuan pembelajaran. SKOR 0 INDIKATOR Rumah Sakit tidak/belum memberlakukan tata tertib peserta didik yang bertujuan untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Rumah Sakit memberlakukan tata tertib peserta didik yang bertujuan untuk mencapai tujuan pembelajaran tetapi belum 1 disosialisasikan dan dipatuhi oleh peserta didik. Rumah Sakit memberlakukan tata tertib peserta didik yang bertujuan untuk mencapai tujuan pembelajaran, telah diketahui 2 oleh setiap peserta didik dan dipatuhi peserta didik. PARAMETER Rumah Sakit dalam pendidikan dan pelayanannya menggunakan prinsip pengetahuan kedokteran berbasis bukti (evidence based medicine). INDIKATOR SKOR Rumah Sakit dalam pendidikan dan pelayanannya tidak menggunakan prinsip pengetahuan kedokteran berbasis bukti 0 (evidence based medicine). 1 Rumah Sakit dalam pendidikan dan pelayanannya belum secara menyeluruh menggunakan prinsip pengetahuan kedokteran berbasis bukti (evidence based medicine). Rumah Sakit dalam pendidikan dan pelayanannya telah secara menyeluruh menggunakan prinsip pengetahuan kedokteran berbasis bukti (evidence based medicine).

2

102

Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan

PARAMETER Terdapat program pendidikan klinik yang jelas dan ditetapkan. Ada kegiatan pertemuan ilmiah ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF tetapi waktunya tidak menentu.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA PARAMETER Terdapat kegiatan pertemuan ilmiah secara rutin satu minggusekali yang ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF. tertulis dan dibukukan dimana buku program tersebut dimiliki oleh setiap staf edukatif dan setiap Bagian memiliki minimal satu sebagai arsip dan masukan dalam pelaksanaan kegiatan. para pendidik dan para peserta didik. SKOR 0 1 2 INDIKATOR Tidak ada kegiatan pertemuan ilmiah secara rutin yang ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF. tertulis dan dibukukan dimana buku program tersebut dimiliki oleh setiap staf edukatif dan setiap Bagian memiliki minimal satu sebagai arsip dan masukan dalam pelaksanaan kegiatan. 2 PARAMETER Jaminan mutu pelayanan Rumah Sakit termasuk didalamnya keselamatan pasien harus didukung sepenuhnya oleh Institusi Pendidikan Kedokteran. INDIKATOR SKOR Tidak ada program pendidikan klinik yang jelas dan ditetapkan. 0 tertulis dan dibukukan. tertulis dan dibukukan dimana buku program tersebut belum dimiliki oleh setiap staf edukatif dan setiap Bagian belum memiliki 1 minimal satu sebagai arsip dan masukan dalam pelaksanaan kegiatan. Terdapat program pendidikan klinik yang jelas dan ditetapkan. Ada program pendidikan klinik yang jelas dan ditetapkan. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 103 . Ada kegiatan pertemuan ilmiah secara rutin minimal satu minggu sekali yang ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF. monitoring dan evaluasi sistem supervisi peserta didik. yang dinyatakan dalam perencanaan.

para pendidik dan para peserta didik. yang dinyatakan dalam perencanaan. Ada kegiatan pendidikan klinik yang secara khusus dirancang yang memberikan proporsi seimbang antara clinical reasoning dan skill training yang berbasis bukti (evidence based medicine) disusun oleh Badan Koordinasi Pendidikan dan telah dilaksanakan di masing-masing Bagian/Departemen/SMF. Ada rancangan secara khusus proporsi clinical reasoning dan skil training berbasis bukti bagi peserta didik yang disusun oleh Badan Koordinasi Pendidikan tetapi belum dilaksanakan diseluruh Bagian/ Departemen/ SMF. monitoring dan evaluasi sistem supervisi peserta didik.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada program jaminan mutu pelayanan Rumah Sakit termasuk didalamnya keselamatan pasien. Ada program jaminan mutu pelayanan Rumah Sakit termasuk didalamnya keselamatan pasien dan pelaksanaannya didukung sepenuhnya oleh Institusi Pendidikan Kedokteran. PARAMETER 1 2 Kegiatan pendidikan klinik yang dirancang memberikan proporsi seimbang antara clinical reasoning dan pelatihan keterampilan berbasis bukti (evidence based medicine) yang disusun oleh Badan Koordinasi Pendidikan masing-masing Bagian/Departemen/SMF. 1 2 104 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . yang dinyatakan dalam perencanaan. monitoring dan evaluasi sistem supervisi peserta didik. para pendidik dan para peserta didik. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada rancangan secara khusus proporsi clinical reasoning dan skill training bagi peserta didik yang disusun oleh Badan Koordinasi Pendidikan masing-masing Bagian/ Departemen/ SMF. Ada program jaminan mutu pelayanan Rumah Sakit termasuk didalamnya keselamatan pasien tetapi pelaksanaannya belum didukung oleh Institusi Pendidikan Kedokteran.

Ada kebijakan bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran dalam bidang penelitian kedokteran yang telah dituangkan dalam dokumen Perjanjian Kerjasama Penelitian antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran. Ada kebijakan bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran dalam bidang penelitian kedokteran tetapi belum dituangkan dalam dokumen Perjanjian Kerjasama Penelitian antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA PARAMETER Terdapat batasan kewenangan. Ada batasan kewenangan. PARAMETER Terdapat kebijakan bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran dalam bidang penelitian kedokteran. Ada batasan kewenangan. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada batasan kewenangan. penanganan kasus/prosedur peserta didik yang tercantum dalam buku panduan peserta didik yang disusun oleh Kepala Bagian/Ketua Program Studi. penanganan kasus/prosedur peserta didik yang tetapi belum secara jelas tercantum dalam buku panduan peserta didik yang disusun oleh Kepala Bagian/Ketua Program Studi. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada kebijakan bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Pedokteran dalam bidang penelitian kedokteran. penanganan kasus/prosedur peserta didik yang tercantum dalam buku panduan peserta didik yang disusun oleh Kepala Bagian/Ketua Program Studi. penanganan kasus/prosedur peserta didik yang tercantum secara jelas dalam buku panduan peserta didik yang disusun oleh Kepala Bagian/Ketua Program Studi. 1 2 1 2 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 105 .

Ada kegiatan evaluasi program pendidikan klinik secara berkala melalui mekanisme umpan balik dengan menggunakan 1 2 106 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . Ada pedoman mengenai kegiatan penelitian yang dilakukan oleh Staf Medik Fungsional yang melibatkan peserta didik sebagai bagian dari pembelajaran peserta didik dan disertai 2 fasilitas pendukung yang memadai untuk penelitian seperti Internet. Ada pedoman mengenai kegiatan penelitian yang dilakukan oleh Staf Medik Fungsional yang melibatkan peserta didik sebagai bagian dari pembelajaran peserta didik tetapi tidak disertai fasilitas pendukung yang memadai untuk penelitian. langganan jurnal. secara tersendiri maupun oleh Badan Koordinasi Pendidikan. Ada kegiatan evaluasi program pendidikan klinik secara berkala dan secara tersendiri oleh Bagian/Departemen/SMF tetapi tidak melibatkan Badan Koordinasi Pendidikan. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada pedoman serta fasilitas mengenai kegiatan penelitian yang dilakukan oleh Staf Medik Fungsional yang melibatkan peserta didik sebagai bagian dari pembelajaran peserta didik.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA PARAMETER Terdapat pedoman serta fasilitas pendukung mengenai kegiatan penelitian yang dilakukan oleh Staf Medik Fungsional yang melibatkan peserta didik sebagai bagian dari pembelajaran peserta didik. text-book. arsip rekam medis yang sistematis dan data base pasien rawat inap/rawat jalan. dokumen penelitian yang telah dilakukan. PARAMETER Terdapat kegiatan evaluasi program pendidikan klinik secara berkala secara tersendiri oleh Bagian/Departemen/SMF maupun bersama Badan Koordinasi Pendidikan sekurang. 1 SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada kegiatan evaluasi program pendidikan klinik secara berkala.kurangnya satu kali dalam satu tahun.

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA kuesioner bagi peserta didik diakhir pendidikan disetiap bagian. Psikomotor dan Afektif yang ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF. 1 2 C. Ada kegiatan penilaian bersama yang dilakukan oleh staf pendidik RS Pendidikan dan Staf Pendidikan Institusi Pendidikan Kedokteran yang menilai kompetensi peserta didik secara secara komprehensif meliputi ranah Pengetahuan. belum/tidak melibatkan Staf Pendidik Institusi Pendidikan Kedokteran. Sistem penilaian peserta didik ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF. Psikomotor dan Afektif yang ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF. Psikomotor dan Afektif. PARAMETER Peserta program pendidikan klinik dinilai bersama oleh staf pendidik RS Pendidikan dan staf Institusi Pendidikan Kedokteran yang mempunyai kompetensi sebagai penilai secara komprehensif meliputi ranah Pengetahuan. secara tersendiri memalui rapat evaluasi Badan Koordinasi Pendidikan dan Supervisi Pendidikan Klinik setiap modul di tiaptiap bagian oleh Badan Koordinasi Pendidikkan sekurangkurangnya satu kali dalam satu tahun. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada kegiatan penilaian bersama yang dilakukan oleh staf pendidik RS Pendidikan dan Staf Pendidik Institusi Pendidikan Kedokteran yang menilai kompetensi peserta didik secara secara komprehensif meliputi ranah Pengetahuan. Ada kegiatan penilaian yang dilakukan oleh staf pendidik RS Pendidikan yang menilai kompetensi peserta didik secara secara komprehensif meliputi ranah Pengetahuan. Psikomotor dan Afektif yang ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF. RUMAH SAKIT PENDIDIKAN SATELIT STANDAR VISI. MISI. KOMITMEN DAN PERSYARATAN PARAMETER RS telah terakreditasi minimal 5 pelayanan Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 107 .

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

SKOR 0 1 2

INDIKATOR RS belum terakreditasi 5 pelayanan. RS sudah terakreditasi 5 pelayanan tetapi Sertifikat Akreditasi sudah habis masa berlakunya.

RS sudah terakreditasi 5 pelayanan dan Sertifikat Akreditasi masih berlaku. PARAMETER Terdapat visi, misi, dan tujuan RS secara tertulis yang menunjang tercapainya tujuan pendidikan profesi kedokteran. SKOR 0 1 2 INDIKATOR Visi, misi, dan tujuan RS secara tertulis tidak menunjang tercapainya tujuan pendidikan profesi kedokteran. Visi, misi, dan tujuan RS secara tertulis kurang menunjang tercapainya tujuan pendidikan profesi kedokteran. Visi, misi, dan tujuan RS secara tertulis menunjang tercapainya tujuan pendidikan profesi kedokteran. PARAMETER Terdapat dokumen Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran, meliputi aspek medikolegal, sumber daya manusia, pembiayaan, sarana prasarana, dan manajemen pendidikan. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada dokumen Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran, meliputi aspek medikolegal, sumber daya manusia, pembiayaan, sarana prasarana, dan manajemen pendidikan. Ada dokumen Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran, tetapi belum secara utuh mencakup aspek medikolegal, sumber daya manusia, pembiayaan, sarana prasarana, dan manajemen pendidikan.

1

108

Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

2

Ada dokumen Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran, yang secara utuh mencakup aspek medikolegal, sumber daya manusia, pembiayaan, sarana prasarana, dan manajemen pendidikan. PARAMETER

Kesepakatan bersama tersebut harus bersifat saling mengikat seluruh proses pendidikan kedokteran di RS tersebut. INDIKATOR SKOR 0 Kesepakatan Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran yang ada tidak mengikat seluruh proses pendidikan kedokteran di RS tersebut. Kesepakatan Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran hanya mengikat sebagian proses pendidikan kedokteran di RS tersebut.

1

Kesepakatan Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran 2 mengikat seluruh proses pendidikan kedokteran di RS tersebut PARAMETER RS Pendidikan Satelit minimal mempunyai 4 pelayanan spesialis dasar (Penyakit Dalam, Anak, Bedah, Kebidanan dan Kandungan) dan 4 pelayanan spesialistik lainnya. SKOR 0 INDIKATOR RS mempunyai 4 pelayanan spesialis dasar (4 pelayanan spesialis dasar (Penyakit Dalam, Anak, Bedah, Kebidanan dan Kandungan) dan belum ada 4 pelayanan spesialistik lainnya (Radiologi, Anestesi, Patologi Klinik, Rehabilitasi Medik). RS mempunyai 4 pelayanan spesialis dasar (4 pelayanan spesialis dasar (Penyakit Dalam, Anak, Bedah, Kebidanan dan Kandungan) dan 4 pelayanan spesialistik lainnya (Radiologi, Anestesi, Patologi Klinik, Rehabilitasi Medik) yang sebagian atau seluruhnya baru dilaksanakan oleh dokter spesialis yang paruh waktu 109

1

Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

RS mempunyai 4 pelayanan spesialis dasar (4 pelayanan spesialis dasar (Penyakit Dalam, Anak, Bedah, Kebidanan dan 2 Kandungan) dan 4 pelayanan spesialistik lainnya (Radiologi, Anestesi, Patologi Klinik, Rehabilitasi Medik) yang dilaksanakan oleh dokter spesialis purna waktu. PARAMETER RS telah menjalankan fungsi pendidikan telah memiliki SK penetapan Menteri Kesehatan sebagai RS Pendidikan. INDIKATOR SKOR RS telah menjalankan fungsi pendidikan tetapi belum mempunyai Surat Keputusan Menteri Kesehatan tentang 0 Penetapan sebagai RS Pendidikan. RS telah menjalankan fungsi pendidikan tetapi sudah mempunyai Surat Keputusan Menteri Kesehatan tentang 1 Penetapan sebagai RS Pendidikan akan tetapi sudah habis masa berlakunya. 2 RS telah menjalankan fungsi pendidikan dan sudah mempunyai Surat Keputusan Menteri Kesehatan tentang Penetapan sebagai RS Pendidikan Kedokteran yang masih berlaku.

PARAMETER RS memiliki perjanjian kerjasama dengan RS Pendidikan Utama. INDIKATOR SKOR 0 1 2 RS belum memiliki perjanjian kerjasama dengan RS Pendidikan Utama. RS memiliki perjanjian kerjasama dengan RS Pendidikan Utama namun sudah habis masa berlaku. RS memiliki perjanjian kerjasama dengan RS Pendidikan Utama dan masih berlaku. STANDAR MANAJEMEN DAN ADMINISTRASI PARAMETER Ada Badan Koordinasi Pendidikan beranggotakan unsur RS Pendidikan dan unsur Institusi Pendidikan Kedokteran. Badan ini akan diwakili oleh suatu Sekretariat Bersama yang berkedudukan di RS. 110
Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan

Direktur RS Pendidikan Utama dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran INDIKATOR SKOR 0 Belum ada uraian tugas. hak. hak. tanggung jawab. PARAMETER 1 2 Ada uraian tugas. Ada secara lengkap uraian tugas. Direktur RS Pendidikan Utama dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. wewenang dan masa tugas Kepala Bagian dan Badan Koordinasi Pendidikan yang ditetapkan melalui Keputusan Bersama antara Direktur RS Pendidikan Satelit. Ada sebagian uraian tugas. wewenang dan masa tugas Kepala Bagian dan Badan Koordinasi Pendidikan yang ditetapkan melalui Keputusan Bersama antara Direktur RS Pendidikan Satelit.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA SKOR 0 INDIKATOR Belum ada Badan Koordinasi Pendidikan beranggotakan unsur RS Pendidikan dan unsur Institusi Pendidikan Kedokteran Ada Badan Koordinasi Pendidikan beranggotakan unsur RS Pendidikan dan unsur Institusi Pendidikan Kedokteran akan tetapi belum ada Sekretariat Bersama yang berkedudukan di RS. Ada Badan Koordinasi Pendidikan beranggotakan unsur RS Pendidikan dan unsur Institusi Pendidikan Kedokteran dan telah ada Sekretariat Bersama yang berkedudukan di RS. 1 2 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 111 . tanggung jawab. Direktur RS Pendidikan Utama dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. tanggung jawab. Direktur RS Pendidikan Utama dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. tanggung jawab. wewenang dan masa tugas Kepala Bagian dan Badan Koordinasi Pendidikan yang ditetapkan melalui keputusan bersama antara Direktur RS Pendidikan Satelit. wewenang dan masa tugas Kepala Bagian dan Badan Koordinasi Pendidikan yang ditetapkan melalui Keputusan Bersama antara Direktur RS Pendidikan Satelit. hak. hak.

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA PARAMETER Adanya kebijakan penerimaan peserta didik yang tercantum dalam Perjanjian Kerjasama antara Institusi Pendidikan Kedokteran dengan RS Pendidikan yang bersangkutan. Ada kebijakan mengenai daya tampung peserta didasarkan pada rasio pendidik dengan peserta didik yang tidak melebihi 1 : 5 sebagaimana ditetapkan bersama antara Pimpinan RS dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. Ada kebijakan tidak tertulis yang telah dilaksanakan tentang penerimaan peserta didik sebagaimana yang tercantum dalam Perjanjian Kerjasama antara Institusi Pendidikan Kedokteran 1 dengan RS Pendidikan yang bersangkutan. Ada kebijakan tertulis yang telah dilaksanakan tentang penerimaan peserta didik yang tercantum sebagaimana tercantum dalam Perjanjian Kerjasama antara Institusi 2 Pendidikan Kedokteran dengan RS Pendidikan yang bersangkutan. SKOR INDIKATOR Belum ada kebijakan penerimaan peserta didik yang tercantum dalam Perjanjian Kerjasama antara Institusi Pendidikan 0 Kedokteran dengan RS Pendidikan yang bersangkutan. Ada kebijakan mengenai daya tampung peserta didasarkan pada rasio pendidik dengan peserta didik yang melebihi 1 : 5 yang ditetapkan bersama antara Pimpinan RS dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. PARAMETER Adanya kebijakan mengenai daya tampung peserta didasarkan pada rasio pendidik dengan peserta didik maksimal 1 : 5 yang ditetapkan bersama antara Direktur RS dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. SKOR 0 INDIKATOR Belum ada kebijakan mengenai daya tampung peserta didasarkan pada rasio pendidik dengan peserta didik maksimal 1 : 5 yang ditetapkan bersama antara Pimpinan RS dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 1 2 112 .

Ada ketentuan tidak tertulis yang disepakati bersama antara Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang sistem penyelenggaraan pelayanan pendidikan dan penelitian beserta berbagai unsur penunjangnya termasuk reward and punishment bagi semua pihak yang terlibat (staf medis. staf nonmedis dan peserta didik). Ada ketentuan tertulis yang disepakati bersama antara Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang sistem penyelenggaraan pelayanan pendidikandan penelitian dan beserta berbagai unsur penunjangnya termasuk reward and punishment bagi semua pihak yang terlibat (staf medis. SKOR INDIKATOR Belum ada ketentuan yang disepakati bersama antara Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang sistem penyelenggaraan pelayanan pendidikan dan penelitian beserta berbagai unsur penunjangnya termasuk reward and punishment bagi semua pihak yang terlibat (staf medis. staf nonmedis dan peserta didik). PARAMETER Adanya kebijakan Rumah Sakit yang mengatur batasan kewenangan prosedur medis yang dapat dilakukan oleh peserta didik. 0 1 2 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 113 . staf nonmedis dan peserta didik).MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA PARAMETER Adanya peraturan bersama antara Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang sistem penyelenggaraan pelayanan pendidikan dan penelitian dan beserta berbagai unsur penunjangnya termasuk reward and punishment bagi semua pihak yang terlibat (staf medis. staf nonmedis dan peserta didik). Ada ketentuan tidak tertulis yang disepakati bersama antara Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang sistem penyelenggaraan pelayanan pendidikan dan penelitian beserta berbagai unsur penunjangnya termasuk reward and punishment bagi semua pihak yang terlibat (staf medis. staf nonmedis dan peserta didik).

dan dilaksanakan oleh semperatuua unsur yang terlibat dalam pendidikan. 1 2 114 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . Adanya kebijakan tertulis Rumah Sakit yang mengatur batasan kewenangan prosedur medis yang dapat dilakukan oleh peserta didik. 1 2 PARAMETER Terdapat kebijakan. peraturan pelaksanaan dan peraturan teknis yang disepakati oleh semua unsur yang terlibat dalam pendidikan. Adanya kebijakan tidak tertulis Rumah Sakit yang mengatur batasan kewenangan prosedur medis yang dapat dilakukan oleh peserta didik. telah disepakati. Sudah ada kebijakan tertulis Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang peraturan pelaksanaan dan peraturan teknis. PARAMETER Terdapat kebijakan tertulis Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang peraturan pelaksanaan dan peraturan teknis yang disepakati oleh semua unsur yang terlibat dalam pendidikan. Sudah ada kebijakan tertulis Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang peraturan pelaksanaan dan peraturan teknis tetapi belum dilaksanakan oleh semua unsur yang terlibat dalam pendidikan.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA SKOR 0 INDIKATOR Belum ada kebijakan Rumah Sakit yang mengatur batasan kewenangan prosedur medis yang dapat dilakukan oleh peserta didik. SKOR 0 INDIKATOR Belum ada kebijakan tertulis Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang peraturan pelaksanaan dan peraturan teknis yang dilaksanakan oleh semua unsur yang terlibat dalam pendidikan.

0 1 2 PARAMETER Kebijakan berupa pedoman dan prosedur tertulis telah disosialisasikan dengan baik kepada pelaksana yang terkait dengan pendidikan klinik. tetapi belum semua pihak memahaminya. Terdapat kebijakan tertulis Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang Peraturan pelaksanaan dan peraturan teknis yang disepakati dan dilaksanakan oleh semua unsur yang terlibat dalam pendidikan. Sudah ada kebijakan tertulis Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang peraturan pelaksanaan dan peraturan teknis. pendidikan dan penelitian. 115 0 1 2 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . dan menjadi acuan pokok bagi semua staf medis dalam melaksanakan tugas pelayanan.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA SKOR INDIKATOR Belum ada kebijakan tertulis Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang peraturan pelaksanaan dan peraturan teknis yang disepakati oleh semua unsur yang terlibat dalam pendidikan. pendidikan dan penelitian serta telah dipahami dan dilaksanakan oleh semua pihak yang terkait. pendidikan dan penelitian. SKOR INDIKATOR Belum ada sosialisasi kebijakan berupa pedoman dan prosedur tertulis kepada seluruh pelaksana yang terkait dengan pendidikan klinik. Sudah ada sosialisasi kebijakan berupa pedoman dan prosedur tertulis kepada pelaksana yang terkait dengan pendidikan klinik. pendidikan dan penelitian. tetapi belum dilaksanakan oleh semua unsur yang terlibat dalam pendidikan. yang merupakan acuan pokok bagi semua staf medis dalam melaksanakan tugas pelayanan. Sudah ada sosialisasi kebijakan berupa pedoman dan prosedur tertulis kepada pelaksana yang terkait dengan pendidikan klinik. yang merupakan acuan pokok bagi semua staf medis dalam melaksanakan tugas pelayanan. yang merupakan acuan pokok bagi semua staf medis dalam melaksanakan tugas pelayanan.

nama Bagian/Departemen/SMF yang dituju dan jumlah peserta didik yang akan masuk yang dikirim oleh Institusi Pendidikan Kedokteran kepada Rumah Sakit sebelum mahasiswa masuk ke Rumah Sakit. 1 2 PARAMETER Adanya jadwal pra-pelaksanaan pendidikan yang berisi tanggal masuk. nama Bagian/Departemen/SMF yang dituju dan jumlah peserta didik yang akan masuk yang dikirim oleh Institusi Pendidikan Kedokteran kepada Rumah Sakit sebelum mahasiswa masuk ke Rumah Sakit.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA PARAMETER Kebijakan /ketentuan/pedoman dan prosedur tertulis tersebut harus menjadi acuan pokok bagi semua staf medis dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. nama Bagian/Departemen/SMF yang dituju dan jumlah peserta didik yang akan masuk yang dikirim oleh Institusi Pendidikan Kedokteran kepada Rumah Sakit sebelum mahasiswa masuk ke Rumah Sakit. Tidak selalu ada jadual pra-pelaksanaan pendidikan yang berisi tanggal masuk. SKOR 0 INDIKATOR Kebijakan /ketentuan/pedoman dan prosedur tertulis tersebut belum menjadi acuan pokok bagi semua staf medis dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. SKOR INDIKATOR Tidak ada jadual pra-pelaksanaan pendidikan yang berisi tanggal masuk. Kebijakan /ketentuan/pedoman dan prosedur tertulis tersebut baru sebagian menjadi acuan pokok bagi semua staf medis dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. nama Bagian/Departemen/SMF yang dituju dan 0 1 2 116 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . Selalu ada jadual pra-pelaksanaan pendidikan yang berisi tanggal masuk. Kebijakan /ketentuan/pedoman dan prosedur tertulis tersebut sudah seluruhnya menjadi acuan pokok bagi semua staf medis dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

penanggung jawab ruangan) dan dilaksanakan sesuai jadual. kegiatan. kegiatan. nilai. pengaturan jadual dan administrasi). kegiatan. PARAMETER Adanya jadual pelaksanaan yang sifatnya tetap sesuai program di tiap Bagian/Departemen/SMF (nama. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada staf sekretariat khusus (staf non edukatif) yang bertanggung jawab penuh untuk menangani kelengkapan proses pendidikan peserta didik (alat bantu belajar. ruangan. 1 2 PARAMETER Adanya staf sekretariat khusus (staf non edukatif) yang bertanggung jawab penuh untuk menangani kelengkapan proses pendidikan peserta didik (alat bantu belajar. nilai. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada jadual pelaksanaan yang sifatnya tetap sesuai program di tiap Bagian/Departemen/SMF (nama. Tidak selalu ada staf sekretariat khusus (staf non edukatif) yang bertanggung jawab penuh untuk menangani kelengkapan proses pendidikan peserta didik (alat bantu belajar. waktu. 1 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 117 . penanggung jawab ruangan) dan dilaksanakan sesuai jadual. waktu.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA jumlah peserta didik yang akan masuk yang dikirim oleh Institusi Pendidikan Kedokteran kepada Rumah Sakit sebelum mahasiswa masuk ke Rumah Sakit. pengaturan jadual dan administrasi). penanggung jawab ruangan) dan dilaksanakan sesuai jadual. pengaturan jadual dan administrasi). ruangan. penanggung jawab ruangan) tetapi tidak dilaksanakan sesuai jadual. waktu. waktu. Tidak selalu ada jadual pelaksanaan yang sifatnya tetap sesuai program di tiap Bagian/Departemen/SMF (nama. nilai. ruangan. kegiatan. Selalu ada jadual pelaksanaan yang sifatnya tetap sesuai program di tiap Bagian/Departemen/SMF (nama.

alur pencatatan ada pelaporan nilai tetapi tidak tepat waktu. Terdapat sistem informasi pendidikan yang termasuk didalamnya berisi data-base peserta didik (meliputi identitas. pengaturan jadual dan administrasi). Ada sistem. hasil belajar). ruangan. hasil belajar). PARAMETER Terdapat sistem informasi pendidikan yang termasuk didalamnya berisi data-base peserta didik (meliputi identitas.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 2 Selalu ada staf sekretariat khusus (staf non edukatif) yang bertanggung jawab penuh untuk menangani kelengkapan proses pendidikan peserta didik (alat bantu belajar. INDIKATOR SKOR 0 1 2 Belum ada sistem. nilai. PARAMETER Terdapat sistem. SKOR 0 INDIKATOR Belum ada sistem informasi pendidikan yang termasuk di dalamnya berisi data-base peserta didik (meliputi identitas. tingkat kelulusan. alur pencatatan dan pelaporan nilai yang tepat waktu. alur pencatatan serta adanya pelaporan nilai yang tepat waktu. hasil belajar) yang lengkap. alur pencatatan dan pelaporan nilai yang tepat waktu Ada sistem. daftar tunggu ujian) dari pelaksana didik di tiap Bagian/Departemen/SMF kepada Rumah Sakit dan Institusi Pendidikan Kedokteran. 1 2 PARAMETER Adanya laporan kemajuan pendidikan berkala setiap tahun (jumlah mengenai peserta didik. hasil belajar) tetapi tidak lengkap. Sudah ada sistem informasi pendidikan yang termasuk di dalamnya berisi data-base peserta didik (meliputi identitas. 118 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan .

daftar tunggu ujian) dari pelaksana didik di tiap Bagian/Departemen/SMF kepada Rumah Sakit dan Institusi Pendidikan Kedokteran. daftar tunggu ujian) dari pelaksana didik ditiap Bagian/Departemen/SMF kepada Rumah Sakit dan Institusi Pendidikan Kedokteran. tingkat kelulusan. biaya bahan habis pakai. Ada perhitungan satuan biaya pendidikan yang disusun Sekretariat Bersama antara Rumah Sakit dan Institusi Pendidikan Kedokteran meliputi biaya pendidikan langsung dan belum termasuk biaya tidak langsung. Selalu ada laporan kemajuan berkala setiap tahun (jumlah mengenai peserta didik. Tidak selalu ada laporan kemajuan pendidikan berkala setiap tahun (jumlah mengenai peserta didik. Ada perhitungan satuan biaya pendidikan yang disusun Sekretariat Bersama antara Rumah Sakit dan Institusi Pendidikan Kedokteran meliputi biaya pendidikan langsung. seperti biaya sumber daya manusia pendidikan. tingkat kelulusan. biaya administrasi dan biaya overhead operasional. daftar tunggu ujian) dari pelaksana didik ditiap Bagian/Departemen/SMF kepada Rumah Sakit dan Institusi Pendidikan Kedokteran. PARAMETER 1 2 Adanya perhitungan satuan biaya pendidikan yang disusun oleh Sekretariat Bersama antara Rumah Sakit dan Institusi Pendidikan Kedokteran yang meliputi biaya pendidikan langsung. tingkat kelulusan. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada perhitungan satuan biaya pendidikan yang disusun Sekretariat Bersama antara Rumah Sakit dan Institusi Pendidikan Kedokteran meliputi biaya pendidikan langsung maupun biaya tidak langsung. seperti biaya sumber daya manusia pendidikan. dan biaya tidak langsung seperti pemeliharaan sarana. biaya bahan 1 2 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 119 .MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada laporan kemajuan pendidikan berkala setiap tahun (jumlah mengenai peserta didik.

Terdapat rencana anggaran biaya (RAB) penyelenggaraan pendidikan kedokteran yang disusun setahun sekali oleh Badan Koordinasi Pendidikan yang diusulkan oleh masing-masing Kepala Bagian/Departemen/SMF untuk disetujui oleh Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. INDIKATOR SKOR 0 Tidak terdapat rencana anggaran biaya (RAB) penyelenggaraan pendidikan kedokteran yang disusun setahun sekali oleh Badan Koordinasi Pendidikan yang diusulkan oleh masing-masing Kepala Bagian/Departemen/SMF untuk disetujui oleh Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. 1 Terdapat rencana anggaran biaya (RAB) penyelenggaraan pendidikan kedokteran yang disusun setahun sekali oleh Badan Koordinasi Pendidikan yang diusulkan oleh masing-masing 2 Kepala Bagian/Departemen/SMF untuk disetujui oleh Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. PARAMETER Terdapat rencana anggaran biaya (RAB) penyelenggaraan pendidikan kedokteran yang disusun setahun sekali oleh Badan Koordinasi Pendidikan yang diusulkan oleh masing-masing Kepala Bagian/Departemen/SMF untuk disetujui oleh Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. PARAMETER Terdapat kesepakatan bersama antara Direktur RS dan Institusi Pendidikan Kedokteran atas masukan Kepala Bagian/Departemen/SMF mengenai pendanaan pendidikan kedokteran yang dituangkan dalam dokumen rencana anggaran dan biaya pendidikan kedokteran di Rumah Sakit. biaya administrasi serta biaya operasional lainnya dan biaya tidak langsung seperti pemeliharaan sarana. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 120 . SKOR 0 INDIKATOR Tidak terdapat kebijakan bersama antara Direktur RS dan Institusi Pendidikan Kedokteran atas masukan Kepala Bagian/Departemen/SMF mengenai pendanaan pendidikan kedokteran di Rumah Sakit.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA habis pakai.

PARAMETER Terdapat laporan keuangan berkala enam bulanan dan tahunan yang dibuat oleh Kepala Bagian/Departemen/SMF dan disahkan oleh Direktur RS. INDIKATOR SKOR Tidak terdapat dokumen evaluasi pelaksanaan pendidikan klinik 0 yang dilakukan oleh Sekretariat Bersama berdasarkan indikator tim tertentu yang ditetapkan Badan Koordinasi Pendidikan. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 121 . Terdapat kebijakan bersama antara Direktur RS dan Institusi Pendidikan Kedokteran atas masukan Kepala Bagian/Departemen/SMF mengenai pendanaan pendidikan 2 kedokteran yang dituangkan dalam dokumen rencana anggaran dan biaya pendidikan kedokteran di Rumah Sakit. PARAMETER Terdapat dokumen evaluasi pelaksanaan pendidikan klinik setiap enam bulan sekali yang dilakukan oleh Sekretariat Bersama berdasarkan indikator tertentu yang ditetapkan Badan Koordinasi Pendidikan. dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 1 Ada kesepakatan tidak tertulis antara Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran atas masukan Kepala Bagian/Departemen/SMF mengenai pendanaan pendidikan kedokteran di Rumah Sakit. 1 Ada laporan keuangan berkala tahunan anggaran biaya yang dibuat oleh Kepala Bagian/Departemen/SMF tetapi tidak disahkan oleh Direktur RS dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. Ada laporan keuangan berkala enam bulanan dan tahunan yang dibuat oleh Kepala Bagian/Departemen/SMF dan 2 disahkan bersama oleh Direktur RS dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. INDIKATOR SKOR Tidak ada laporan keuangan berkala enam bulanan dan tahunan yang dibuat oleh Kepala Bagian/Departemen/SMF 0 serta disahkan oleh Direktur RS dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran.

SKOR 0 1 2 INDIKATOR Tidak ada data umpan balik staff pengajar dan peserta. analisis umpan balik. dan tindak lanjut. 2 PARAMETER Terdapat data umpan balik staf pengajar dan peserta. dan tindak lanjut. dan tindak lanjut.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 1 Ada dokumen evaluasi pelaksanaan pendidikan klinik secara temporer yang dilakukan oleh Sekretariat Bersama berdasarkan indikator tim tertentu yang ditetapkan Badan Koordinasi Pendidikan. Ada dokumen evaluasi pelaksanaan pendidikan klinik setiap enam bulan sekali yang dilakukan oleh Sekretariat Bersama berdasarkan indikator tim tertentu yang ditetapkan Badan Koordinasi Pendidikan. analisis umpan balik.Pembimbing / Supervisor Klinik) yang ditetapkan bersama Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. STANDAR SUMBER DAYA MANUSIA UNTUK PROGRAM PENDIDIKAN KLINIK PARAMETER Adanya tata cara rekruitment dan kriteria kompetensi bagi Staf Medik Fungsional yang akan diangkat sebagai Tenaga Pengajar (Penilai. SKOR INDIKATOR Tidak ada tata cara rekruitment dan kriteria kompetensi bagi Staf Medik Fungsional yang akan diangkat sebagai Tenaga Pengajar (Penilai. Pendidik.Pembimbing/Supervisor Klinik) yang ditetapkan bersama Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. Pendidik. analisis umpan balik. Ada data umpan balik seluruh staff pengajar dan peserta. 0 122 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . dan tindak lanjut. Ada data umpan balik sebagian staff pengajar dan peserta. analisis umpan balik.

PARAMETER 2 Staf Medik Fungsional yang menjadi Tenaga Pengajar (Penilai. Ada tata cara rekruitment dan kriteria kompetensi bagi Staf Medik Fungsional yang akan diangkat sebagai Tenaga Pengajar (Penilai. Ada sebagian Staf Medik Fungsional yang menjadi Tenaga Pengajar (Penilai.Pendidik.Pendidik.Pendidik. 1 2 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 123 .Pembimbing/Supervisor Klinik) yang ditetapkan bersama Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. Pendidik. Pendidik.Pembimbing/Supervisor Klinik) diangkat sebagai dosen luar biasa Institusi Pendidikan Kedokteran berikut jabatan akademiknya dari Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran dengan Surat Keputusan.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 1 Ada tata cara rekruitment dan kriteria kompetensi bagi Staf Medik Fungsional yang akan diangkat sebagai Tenaga Pengajar (Penilai.Pembimbing/Supervisor Klinik) diangkat sebagai dosen luar biasa Institusi Pendidikan Kedokteran berikut jabatan akademiknya dari Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran dengan Surat Keputusan.Pembimbing/Supervisor Klinik) diangkat sebagai dosen luar biasa Institusi Pendidikan Kedokteran berikut jabatan akademiknya dari Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran dengan Surat Keputusan.Pembimbing/Supervisor Klinik) diangkat sebagai dosen luar biasa Institusi Pendidikan Kedokteran berikut jabatan akademiknya dari Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran dengan Surat Keputusan. Seluruh Staf Medik Fungsional yang menjadi Tenaga Pengajar (Penilai. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada satupun Staf Medik Fungsional yang menjadi Tenaga Pengajar (Penilai.Pembimbing/Supervisor Klinik) tetapi belum ditetapkan bersama Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. Pendidik.

Ada SK Pengangkatan/Penugasan dari Direktur RS sebagai Staf Medik Fungsional yang melaksanakan tugas Kependidikan Profesi Kedokteran di RS bagi semua Staf Medik Fungsional. kewenangan. PARAMETER Ada SK Pengangkatan/Penugasan dari Direktur RS sebagai Staf Medik Fungsional yang melaksanakan tugas Kependidikan Profesi Kedokteran di RS bagi semua Staf Medik Fungsional yang terlibat dalam pendidikan di RS dan sudah tercakup secara jelas di dalamnya kebijakan tentang kategori. SKOR INDIKATOR Tidak ada SK Pengangkatan/Penugasan dari Direktur RS sebagai Staf Medik Fungsional yang melaksanakan tugas Kependidikan Profesi Kedokteran di RS bagi semua Staf Medik Fungsional yang terlibat dalam pendidikan di RS tercakup di dalamnya kebijakan tentang kategori. tanggung jawab. kewenangan. hak dan kewajiban paruh/purna waktu.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA PARAMETER Terdapat SK Pengangkatan/Penugasan dari Direktur RS sebagai Staf Medik Fungsional yang melaksanakan tugas Kependidikan Profesi Kedokteran di RS bagi semua Staf Medik Fungsional yang terlibat dalam Pendidikan Kedokteran di RS tercakup di dalamnya kebijakan tentang kategori. Ada SK Pengangkatan/Penugasan dari Direktur RS sebagai Staf Medik Fungsional yang melaksanakan tugas Kependidikan Profesi Kedokteran di RS bagi semua Staf Medik Fungsional yang terlibat dalam pendidikan di RS dan sudah tercakup secara jelas di dalamnya kebijakan tentang kategori. hak dan kewajiban paruh/purna waktu. dan hak dan kewajiban paruh/purna waktu. tetapi belum tercakup secara jelas di dalamnya kebijakan tentang kategori. kewenangan. kewenangan. kewenangan. hak dan kewajiban paruh/purna waktu. tanggung jawab. tanggung jawab. tanggung jawab. hak dan kewajiban paruh/purna waktu. 0 1 2 124 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . tanggung jawab.

SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada Penilai/Supervisor kinerja tenaga pendidik dari RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran. Ada Tim Penilai/Supervisor kinerja tenaga pendidik dari RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran yang berperan menilai kinerja tenaga pendidik namun belum ada kriteria penilaian yang jelas. PARAMETER 1 2 Terdapat Tim Penilai/Supervisor kinerja tenaga pendidik dari RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran yang berperan menilai kinerja tenaga pendidik pada pembelajaran klinik dengan kriteria yang jelas serta dilakukan secara berkala minimal satu tahun sekali. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 125 . Ada Staf Medis Fungsional yang ditetapkan Direktur RS sebagai Supervisor Klinik dan pembimbing bagi peserta didik akan tetapi belum disertai kejelasan tugas.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA SKOR 0 INDIKATOR Tidak Ada Staf Medis Fungsional yang ditetapkan Direktur RS sebagai Supervisor Klinik dan pembimbing bagi peserta didik. Ada Tim Penilai/Supervisor kinerja tenaga pendidik dari RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran yang berperan menilai kinerja tenaga pendidik dengan kriteria yang jelas serta dilakukan secara berkala minimal satu tahun sekali. tanggung jawab dan kewenangannya secara tertulis. PARAMETER 1 2 Terdapat presensi/kehadiran dalam pembelajaran yang dilakukan oleh tenaga pendidik. Ada Staf Medis Fungsional yang ditetapkan Direktur RS sebagai Supervisor Klinik dan pembimbing bagi peserta didik dan telah disertai kejelasan tugas. tanggung jawab dan kewenangannya secara tertulis.

SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada dokumen yang mencantumkan kesepakatan mengenai penyediaan fasilitas fisik untuk pendidikan klinik antara Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. Ada presensi/kehadiran secara lengkap dalam pembelajaran yang dilakukan oleh tenaga pendidik. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 126 . 1 Sebagian ada data base pengembangan diri tenaga pendidikan di bawah koordinasi Sekretaris Bagian Rumah Sakit dan Badan Koordinasi Pendidikan Kedokteran / Sekretariat Bersama Pendidikan. Ada presensi/kehadiran (tetapi tidak lengkap) dalam pembelajaran yang dilakukan oleh tenaga pendidik . 2 PARAMETER Terdapat dokumen kesepakatan yang mencantumkan penyediaan sarana. Ada data base pengembangan diri tenaga pendidikan di bawah koordinasi Sekretaris Bagian Rumah Sakit dan di bawah Badan Koordinasi Pendidikan / Sekretariat Bersama Pendidikan. PARAMETER Terdapat data dasar pengembangan diri tenaga pendidikan di bawah koordinasi Sekretaris Bagian Rumah Sakit dan Badan Koordinasi Pendidikan /Sekretariat Bersama Pendidikan. INDIKATOR SKOR Tidak ada data base pengembangan diri tenaga pendidikan di bawah koordinasi Sekretaris Bagian Rumah Sakit maupun di 0 bawah Badan Koordinasi Pendidikan/ Sekretariat Bersama Pendidikan. prasarana dan peralatan yang memadai untuk pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan modul pendidikan yang ditandatangani antara Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA SKOR 0 1 2 INDIKATOR Tidak ada presensi/kehadiran dalam pembelajaran yang dilakukan oleh tenaga pendidik.

teknologi informasi. ruang diskusi. teknologi informasi. teknologi informasi. prasarana yang dapat menunjang penyelenggaraan pendidikan antara lain: ruangan pembelajaran.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 1 Ada dokumen yang mencantumkan kesepakatan mengenai penyediaan fasilitas fisik untuk pendidikan klinik antara Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tetapi belum terealisasi. skill lab. ruang diskusi. sistem dokumentasi. PARAMETER Adanya sarana. 1 2 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 127 . Sebagian ada sarana dan prasarana yang dapat menunjang penyelenggaraan pendidikan antara lain: ruangan pembelajaran. sistem dokumentasi. PARAMETER Tersedia fasilitas ruang jaga yang memenuhi syarat keamanan dan kenyamanan bagi peserta didik yang memenuhi standar sarana bangunan. peralatan phantom dan audiovisual. peralatan phantom dan audiovisual. perpustakaan. skill lab. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada sarana. prasarana yang dapat menunjang penyelenggaraan pendidikan. antara lain: ruangan pembelajaran. sistem informasi Rumah Sakit. Ada dokumen yang mencantumkan kesepakatan mengenai penyediaan fasilitas fisik untuk pendidikan klinik antara Direktur 2 RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran dan sudah terealisasi. sistem dokumentasi. ruang diskusi. sistem informasi RS. perpustakaan. peralatan phantom dan audiovisual. skill lab. teknologi informasi. skill lab. sistem informasi Rumah Sakit. perpustakaan. ruang diskusi. prasarana penunjang dan fasilitas pendukung. sistem informasi Rumah Sakit. Ada sarana dan prasarana yang dapat menunjang penyelenggaraan pendidikan secara lengkap antara lain: ruangan pembelajaran. sistem dokumentasi. perpustakaan. peralatan phantom dan audiovisual tetapi tidak lengkap.

Tersedia sarana penelitian dan pengembangan di bidang 1 kedokteran di bagian-bagian tertentu. Tersedia variasi dan kasus dalam jumlah terbatas dan kurang mencukupi materi pembelajaran peserta didik. prasarana penunjang fasilitas pendukung. Tersedia fasilitas ruang jaga tetapi tidak memenuhi syarat keamanan dan kenyamanan bagi peserta didik serta memenuhi standar sarana bangunan. prasarana penunjang serta fasilitas pendukung. SKOR 0 1 2 INDIKATOR Tidak tersedia variasi dan jumlah kasus yang cukup yang sesuai dengan materi pembelajaran peserta didik. Telah tersedia fasilitas ruang jaga yang memenuhi syarat keamanan dan kenyamanan bagi peserta didik serta memenuhi standar sarana bangunan. 2 Ada sarana penelitian dan pengembangan di bidang kedokteran di seluruh bagian dan/atau Lembaga Penelitian Terpadu. 128 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . PARAMETER penelitian dan pengembangan di bidang Terdapat sarana kedokteran. prasarana penunjang serta fasilitas pendukung. PARAMETER 1 2 Terdapat variasi dan jumlah kasus yang cukup yang sesuai dengan materi pembelajaran peserta didik.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA SKOR 0 INDIKATOR Tidak tersedia fasilitas ruang jaga yang memenuhi syarat keamanan dan kenyamanan bagi peserta didik serta memenuhi standar sarana bangunan. Tersedia variasi dan jumlah kasus yang cukup memadai yang sesuai dengan materi pembelajaran peserta didik. SKOR INDIKATOR Tidak tersedia sarana penelitian dan pengembangan di bidang 0 kedokteran.

SKOR 0 INDIKATOR Tidak terdapat buku panduan program pendidikan kedokteran yang disusun oleh Kepala Bagian/Departemen/SMF yang disetujui oleh Direktur RS dan Pimpinan Instusi Pendidikan Kedokteran. dan catatan kehadiran dalam proses pendidikan (log book).MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA STANDAR PERANCANGAN DAN PELAKSANAAN PROGRAM PENDIDIKAN KLINIK YANG BERKUALITAS PARAMETER RS harus mempunyai perencanaan yang disusun oleh masingmasing Bagian/Departemen/SMF terkait melalui proses aktifitas staf medis dalam penyusunan rancangan tersebut dan terdapat notulensi pertemuan rutin. SKOR INDIKATOR RS tidak mempunyai perencanaan yang disusun oleh masingmasing Bagian/Departemen/SMF terkait melalui proses aktifitas staf medis dalam penyusunan rancangan tersebut dan terdapat notulensi pertemuan rutin. tidak ada notulensi pertemuan rutin. dan catatan kehadiran dalam proses pendidikan (log book). RS telah mempunyai perencanaan yang disusun oleh masingmasing Bagian/SMF/Dep terkait melalui aktivitas staf medis dalam penyusunan rancangan tersebut. 0 1 2 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 129 . PARAMETER Terdapat buku panduan program pendidikan kedokteran yang disusun oleh Kepala Bagian/Departemen/SMF yang disetujui oleh Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. RS mempunyai perencanaan tetapi dalam penyusunannya tidak melibatkan masing-masing Bagian/Departemen/SMF terkait melalui proses aktifitas staf medis. dan catatan kehadiran dalam proses pendidikan (log book). dan tidak ada catatan kehadiran dalam proses pendidikan (log book). dan terdapat notulensi pertemuan rutin.

dengan menggunaan log book untuk memantau pertemuan tenaga pendidik dengan peserta didik. PARAMETER 2 Seluruh Bagian/Departemen/SMF di Rumah Sakit yang terkait dalam program pendidikan terlibat aktif dalam proses pelaksanaan pendidikan. SKOR 0 INDIKATOR Tidak seluruh Bagian/Departemen/SMF di Rumah Sakit yang terkait dalam program pendidikan terlibat aktif dalam proses pelaksanaan pendidikan. tetapi tidak ada umpan balik dari peserta didik mengenai tenaga pendidik dengan menggunakan log book untuk memantau pertemuan tenaga pendidik dengan peserta didik serta wawancara staf. dengan menggunaan log book untuk memantau pertemuan tenaga pendidik dengan peserta didik serta data wawancara staf. serta data wawancara staf. 1 2 130 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan .MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 1 Terdapat buku panduan program pendidikan kedokteran yang disusun oleh masing-masing Kepala Bagian/Departemen/SMF tetapi belum mendapat persetujuan Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. dilihat dengan adanya umpan balik dari peserta didik mengenai tenaga pendidik. Terdapat buku panduan program pendidikan kedokteran yang disusun/dibuat oleh Kepala Bagian/Departemen/SMF bersama-sama dengan Institusi Pendidikan Kedokteran terkait yang telah disetujui oleh Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. Seluruh Bagian/Departemen/SMF di Rumah Sakit yang terkait dalam program pendidikan terlibat aktif dalam proses pelaksanaan pendidikan. dilihat dengan adanya umpan balik dari peserta didik mengenai tenaga pendidik. Seluruh Bagian/Departemen/SMF di Rumah Sakit yang terkait dalam program pendidikan terlibat aktif dalam proses pelaksanaan pendidikan.

batas kompetensi tegas dan tertuang dalam buku panduan. Dokter/Dokter Gigi Spesialis dan Standar Kompetensi Dokter/Dokter Gigi. INDIKATOR SKOR Rumah Sakit tidak/belum memberlakukan tata tertib peserta 0 didik yang bertujuan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Dokter/Dokter Gigi Spesialis dan Standar Kompetensi Dokter/Dokter Gigi. Rumah Sakit telah mempunyai program pendidikan klinik yang terstruktur yang ditetapkan bersama Institusi Pendidikan Kedokteran dan mengacu pada Standar Pendidikan Profesi 2 Dokter/Dokter Gigi. batas kompetensi tegas dan tertuang dalam buku panduan. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 131 . batas kompetensi tegas dan tertuang dalam buku panduan. Dokter/Dokter Gigi Spesialis dan Standar 1 Kompetensi Dokter/Dokter Gigi. PARAMETER Rumah Sakit memberlakukan tata tertib peserta didik yang bertujuan untuk mencapai tujuan pembelajaran.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA PARAMETER Rumah Sakit mempunyai program pendidikan klinik yang terstruktur yang ditetapkan bersama Institusi Pendidikan Kedokteran dan mengacu pada Standar Pendidikan Profesi Dokter/Dokter Gigi. Dokter/Dokter Gigi Spesialis dan Standar 0 Kompetensi Dokter/Dokter Gigi. Dokter/Dokter Gigi Spesialis dengan tujuan pendidikan jelas/konkrit. Rumah Sakit telah mempunyai program pendidikan klinik yang terstruktur yang ditetapkan bersama Institusi Pendidikan Kedokteran dan mengacu pada Standar Pendidikan Profesi Dokter/Dokter Gigi. INDIKATOR SKOR Rumah Sakit belum mempunyai program pendidikan klinik yang terstruktur yang ditetapkan bersama Institusi Pendidikan Kedokteran dan mengacu pada Standar Pendidikan Profesi Dokter/Dokter Gigi. Dokter/Dokter Gigi Spesialis dengan tujuan pendidikan jelas/konkrit. Dokter/Dokter Gigi Spesialis tetapi belum terlihat adanya tujuan pendidikan jelas/konkrit. Dokter/Dokter Gigi Spesialis dengan tujuan pendidikan jelas/konkrit. batas kompetensi tegas dan tertuang dalam buku panduan.

1 2 132 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . PARAMETER Terdapat kegiatan pertemuan ilmiah secara rutin satu minggu sekali yang ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF. PARAMETER Rumah Sakit dalam pendidikan dan pelayanannya menggunakan prinsip pengetahuan kedokteran berbasis bukti (evidence based medicine). Rumah Sakit dalam pendidikan dan pelayanannya belum secara menyeluruh menggunakan prinsip pengetahuan kedokteran berbasis bukti ( evidance based medicine).MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Rumah Sakit memberlakukan tata tertib peserta didik yang bertujuan untuk mencapai tujuan pembelajaran tetapi belum 1 disosialisasikan dan dipatuhi oleh peserta didik. Ada kegiatan pertemuan ilmiah secara rutin minimal satu minggu sekali yang ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF. telah diketahui 2 oleh setiap peserta didik dan dipatuhi peserta didik. Rumah Sakit dalam pendidikan dan pelayanannya telah secara menyeluruh menggunakan prinsip pengetahuan kedokteran berbasis bukti (evidance based medicine). SKOR 0 1 2 INDIKATOR Tidak ada kegiatan pertemuan ilmiah secara rutin yang ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF. Rumah Sakit memberlakukan tata tertib peserta didik yang bertujuan untuk mencapai tujuan pembelajaran. SKOR 0 INDIKATOR Rumah Sakit dalam pendidikan dan pelayanannya tidak menggunakan prinsip pengetahuan kedokteran berbasis bukti ( evidance based medicine). Ada kegiatan pertemuan ilmiah ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF tetapi waktunya tidak menentu atau kurang dari 4 kali dalam 1` bulan.

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA PARAMETER Terdapat program pendidikan klinik yang jelas dan ditetapkan. tetapi buku program tersebut belum dimiliki oleh setiap staf edukatif dan setiap Bagian belum memiliki minimal satu sebagai arsip dan masukan dalam pelaksanaan kegiatan. yang dinyatakan dalam perencanaan. Ada program jaminan mutu pelayanan Rumah Sakit termasuk didalamnya keselamatan pasien tetapi pelaksanaannya belum didukung oleh Institusi Pendidikan Kedokteran. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada program pendidikan klinik yang jelas dan ditetapkan. Ada program jaminan mutu pelayanan Rumah Sakit termasuk didalamnya keselamatan pasien dan pelaksanaannya didukung sepenuhnya oleh Institusi Pendidikan Kedokteran. tertulis dan dibukukan. Terdapat program pendidikan klinik yang jelas dan ditetapkan. para pendidik dan para peserta didik. para 1 2 1 2 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 133 . para pendidik dan para peserta didik. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada program jaminan mutu pelayanan Rumah Sakit termasuk didalamnya keselamatan pasien. tertulis dan dibukukan dimana buku program tersebut dimiliki oleh setiap staf edukatif dan setiap Bagian memiliki minimal satu sebagai arsip dan masukan dalam pelaksanaan kegiatan. monitoring dan evaluasi sistem supervisi peserta didik. Ada program pendidikan klinik yang jelas dan ditetapkan. tertulis dan dibukukan dimana buku program tersebut dimiliki oleh setiap staf edukatif dan setiap Bagian memiliki minimal satu sebagai arsip dan masukan dalam pelaksanaan kegiatan. yang dinyatakan dalam perencanaan. tertulis dan dibukukan. PARAMETER Jaminan mutu pelayanan Rumah Sakit termasuk didalamnya keselamatan pasien harus didukung sepenuhnya oleh Institusi Pendidikan Kedokteran. monitoring dan evaluasi sistem supervisi peserta didik.

SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada rancangan secara khusus proporsi clinical reasoning dan skill training bagi peserta didik yang disusun oleh Badan Koordinasi Pendidikan masing-masing Bagian/ Departemen/ SMF. penanganan kasus/prosedur peserta didik yang tercantum dalam buku panduan peserta didik yang disusun oleh Kepala Bagian/Ketua Program Studi. PARAMETER Kegiatan pendidikan klinik yang dirancang memberikan proporsi seimbang antara clinical reasoning dan pelatihan keterampilan berbasis bukti (evidence based medicine) yang disusun oleh Badan Koordinasi Pendidikan masing-masing Bagian/ Departemen/SMF. Ada kegiatan pendidikan klinik yang secara khusus dirancang yang memberikan proporsi seimbang antara clinical reasoning dan skill training yang berbasis bukti (evidence based medicine) disusun oleh Badan Koordinasi Pendidikan dan telah dilaksanakan di seluruh Bagian/Departemen/SMF. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 1 134 . 1 2 PARAMETER Terdapat batasan kewenangan. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada batasan kewenangan. Ada batasan kewenangan. penanganan kasus/prosedur peserta didik yang tercantum dalam buku panduan peserta didik yang disusun oleh Kepala Bagian/Ketua Program Studi. monitoring dan evaluasi sistem supervisi peserta didik. Ada rancangan secara khusus proporsi clinical reasoning dan skil training berbasis bukti bagi peserta didik yang disusun oleh Badan Koordinasi Pendidikan tetapi belum dilaksanakan diseluruh Bagian/ Departemen/ SMF.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA pendidik dan para peserta didik. yang dinyatakan dalam perencanaan. penanganan kasus/prosedur peserta didik tetapi belum secara jelas tercantum dalam buku panduan peserta didik yang disusun oleh Kepala Bagian/Ketua Program Studi.

Ada pedoman mengenai kegiatan penelitian yang dilakukan oleh Staf Medik Fungsional yang melibatkan peserta didik sebagai bagian dari pembelajaran peserta didik tetapi tidak disertai fasilitas pendukung yang memadai untuk penelitian. Ada kebijakan bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran dalam bidang penelitian kedokteran yang telah dituangkan dalam Perjanjian Kerjasama Penelitian antara RS dan Institusi Pendidikan Kedokteran. penanganan kasus/prosedur peserta didik yang tercantum secara jelas dalam buku panduan peserta didik yang disusun oleh Kepala Bagian/Ketua Program Studi. 1 2 PARAMETER Terdapat pedoman serta fasilitas mengenai kegiatan penelitian yang dilakukan oleh Staf Medik Fungsional yang melibatkan peserta didik sebagai bagian dari pembelajaran peserta didik. Ada kebijakan bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran dalam bidang penelitian kedokteran tetapi belum dituangkan dalam dokumen Perjanjian Kerjasama Penelitian antara RS dan Institusi Pendidikan Kedokteran. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada pedoman serta fasilitas mengenai kegiatan penelitian yang dilakukan oleh Staf Medik Fungsional yang melibatkan peserta didik sebagai bagian dari pembelajaran peserta didik. PARAMETER Terdapat kebijakan bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran dalam bidang penelitian kedokteran. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada kebijakan bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran dalam bidang penelitian kedokteran.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 2 Ada batasan kewenangan. 1 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 135 .

Psikomotor dan Afektif. langganan jurnal. secara tersendiri oleh Bagian/Departemen/SMF bersama Badan Koordinasi Pendidikan sekurang. PARAMETER Terdapat kegiatan evaluasi program pendidikan klinik secara berkala. Sistem penilaian peserta didik ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF. Ada kegiatan evaluasi program pendidikan klinik secara berkala melalui mekanisme umpan balik dengan menggunakan kuesioner bagi peserta didik diakhir pendidikan disetiap bagian. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada kegiatan evaluasi program pendidikan klinik secara berkala. secara tersendiri melalui rapat evaluasi Badan Koordinasi Pendidikan dan Supervisi Pendidikan Klinik setiap modul di tiaptiap bagian oleh Badan Koordinasi Pendidikan sekurangkurangnya satu kali dalam satu tahun. 1 2 136 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . text-book. secara tersendiri maupun oleh Badan Koordinasi Pendidikan.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 2 Ada pedoman mengenai kegiatan penelitian yang dilakukan oleh Staf Medik Fungsional yang melibatkan peserta didik sebagai bagian dari pembelajaran peserta didik dan disertai fasilitas pendukung yang memadai untuk penelitian seperti Internet. Ada kegiatan evaluasi program pendidikan klinik secara berkala dan secara tersendiri oleh Bagian/Departemen/SMF tetapi tidak melibatkan Badan Koordinasi Pendidikan.kurangnya satu kali dalam satu tahun. arsip rekam medis yang sistematis dan data base pasien rawat inap/rawat jalan. dokumen penelitian yang telah dilakukan. PARAMETER Peserta program pendidikan klinik dinilai bersama oleh staf pendidik RS Pendidikan dan staf Institusi Pendidikan Kedokteran yang mempunyai kompetensi sebagai penilai secara komprehensif meliputi ranah Pengetahuan.

Psikomotor dan Afektif yang ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA SKOR INDIKATOR Tidak ada kegiatan penilaian bersama yang dilakukan oleh staf pendidik RS Pendidikan dan Staf Pendidik Institusi Pendidikan Kedokteran yang menilai kompetensi peserta didik secara secara komprehensif meliputi ranah Pengetahuan. tetapi belum/tidak melibatkan Staf Pendidik Institusi Pendidikan Kedokteran. Psikomotor dan Afektif yang ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF. Psikomotor dan Afektif yang ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF. Ada kegiatan penilaian bersama yang dilakukan oleh staf pendidik RS Pendidikan dan Staf Pendidikan Institusi Pendidikan Kedokteran yang menilai kompetensi peserta didik secara secara komprehensif meliputi ranah Pengetahuan. 0 1 2 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 137 . Ada kegiatan penilaian yang dilakukan oleh staf pendidik RS Pendidikan yang menilai kompetensi peserta didik secara secara komprehensif meliputi ranah Pengetahuan.

X 100 % Jumlah Nilai Standar Total Hasil = Penilaian Hasil penilaian kelayakan Rumah Sakit sebagai Rumah Sakit Pendidikan Utama. Akreditasi A. Akreditasi B. bila nilai pencapaian Standar Rumah Sakit Pendidikan lebih dari 79 % sampai dengan 100 %. 2. Akreditasi C. Afiliasi (Eksilensi) atau Satelit didasarkan pada ketentuan sebagai berikut : 1.X 100 % Nilai Standar Nilai standar adalah seluruh jumlah parameter dari masing-masing standar dikalikan 2 (dua) atau Skor maksimal. Rekomendasi hasil penilaian kelayakan Rumah Sakit sebagai Rumah Sakit Pendidikan adalah sebagai berikut : Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 139 . bila nilai pencapaian Standar Rumah Sakit Pendidikan mencapai lebih dari 33 % sampai dengan 60 %. bila nilai pencapaian Standar Rumah Sakit Pendidikan mencapai lebih dari 60 % sampai dengan 79 %.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Lampiran IX Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 1069/ Menkes/ SK/ XI/ 2008 Tanggal : 18 November 2008 BAB IX HASIL PENILAIAN DAN STATUS AKREDITASI Perhitungan hasil penilaian terhadap kepatuhan setiap standar adalah sebagai berikut : Jumlah hasil penilaian masingmasing parameter sesuai skor Hasil penilaian = --------------------------------------------------. 3. Adapun perhitungan hasil akhir penilaian kepatuhan terhadap seluruh standar adalah sebagai berikut : Jumlah Kumulatif Hasil Penilaian --------------------------------------------------.

33 % . tetapi masih memerlukan peningkatan kepatuhan beberapa parameter standar. 140 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . Afiliasi (Eksilensi) atau Satelit. 3. 1. Status Akreditasi B. Nilai > 79 % . maka status akreditasinya dikatagorikan sebagai berikut : 1. Status Akreditasi A.60 % Berdasarkan hasil penilaian kelayakan Rumah Sakit sebagai Rumah Sakit Pendidikan Utama.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA No. 3. 2. telah mendapatkan Sertifikat Akreditasi RS Pendidikan untuk jangka waktu 5 (lima) tahun. Perlu pembinaan untuk peningkatan kepatuhan sebagian besar standar.100 % 60 % . dapat diberikan Sertifikat Akreditasi RS Pendidikan.79 % Rekomendasi Sebagian besar atau seluruh standar telah dipenuhi. Status Akreditasi C. 2. namun dalam jangka waktu selambat lambatnya 3 (tiga) tahun harus dilakukan penilaian kembali. belum mendapatkan Sertifikat Akreditasi RS Pendidikan dan dalam waktu 1 (satu) tahun harus dilakukan penilaian kembali. Pada umumnya telah memenuhi standar.

Tersedianya Buku Pedoman Standar RS Pendidikan. Tersedianya anggaran untuk pelaksanaan kegiatan Tim Koordinasi serta Tim Penilaian dan Pembinaan Akreditasi RS Pendidikan di tingkat Pusat maupun Provinsi. c. Pemantauan dan evaluasi mutu pengelolaan dan pelaksanaan Rumah Sakit Pendidikan diseluruh Indonesia dilaksanakan oleh Tim Akreditasi RS Pendidikan di Tingkat Pusat bersama-sama dengan Tim Akreditasi RS Pendidikan Tingkat Provinsi yang dibentuk oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi setempat. Terbentuknya Tim Pengarah Akreditasi RS Pendidikan. Terselenggaranya sosialisasi Pedoman Standar RS Pendidikan. b. Terbentuknya Tim Pelaksana Akreditasi RS Pendidikan. Proses a. b. proses dan output. 1. e. RS Pendidikan yang belum memenuhi kepatuhan minimal perlu dilakukan pembinaan secara berkala. Terselenggaranya kegiatan Akreditasi RS Pendidikan. 2. Tersedianya data dasar seluruh RS Pendidikan. Terselenggaranya Penyusunan Rencana Kerja 5 tahunan dan Rencana Tahunan. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 141 . Untuk menjamin mutu pembelajaran klinik peserta didik agar dapat mencapai Standar Kompetensi sesuai dengan Standar Pendidikan Profesi Kedokteran. d. Pemantauan terhadap pelaksanaan Pedoman Standar RS Pendidikan dilakukan meliputi input. Sesuai kemampuan rentang kendali wilayah dan kemampuan sumber daya manusia serta pembiayaan yang tersedia Dinas Kesehatan Provinsi dapat melimpahkan tugas dan kewenangan dalam pemantauan RS Pendidikan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota di wilayahnya. maka konsistensi RS Pendidikan dalam kepatuhan pelaksanaan Standar RS Pendidikan harus terus menerus dilakukan pemantauan dan evaluasi. Input a. c.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Lampiran X Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 1069/ Menkes/ SK/ XI/ 2008 Tanggal : 18 November 2008 BAB X PEMANTAUAN DAN EVALUASI Pemantauan dan evaluasi meliputi pemantauan terhadap kinerja Tim Akreditasi RS Pendidikan serta pemantauan terhadap mutu pengelolaan dan pelaksanaan RS Pendidikan.

e. Peningkatan jumlah RS Pendidikan Afiliasi (Eksilensi) yang telah terakreditasi c. 3. Output a. Peningkatan jumlah RS Pendidikan Utama yang telah terakreditasi b.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA d. Peningkatan jumlah RS Pendidikan Satelit yang telah terakreditasi 142 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . Terselenggaranya Rapat Koordinasi lintas sektor terkait dengan RS Pendidikan. Terselenggaranya pertemuan koordinasi RS Pendidikan.

serta peserta didik yang bekerja di Rumah Sakit Pendidikan. Pengawasan yang dilakukan oleh Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik dititik beratkan agar Rumah Sakit dapat senantiasa memberikan perlindungan dan keselamatan baik terhadap pasien maupun kepada tenaga medik pendidik. 2. A. Rumah sakit pendidikan senantiasa wajib mematuhi semua standar RS Pendidikan Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 143 . Meningkatkan mutu pendidikan sesuai dengan standar pendidikan profesi kedokteran. 2. Oleh karena itu hal-hal yang terkait dengan pengawasan yang penting dilaksanakan adalah sebagai berikut : 1. tenaga non medik pendidik. Pembinaan terhadap RS Pendidikan dilakukan melalui kegiatan komunikasi. Asosiasi Rumah Sakit Pendidikan Indonesia. Meningkatkan mutu pelayanan di RS Pendidikan. 3. penataran.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Lampiran XI Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 1069/ Menkes/ SK/ XI/ 2008 Tanggal : 18 November 2008 BAB XI PEMBINAAN DAN PENGAWASAN Departemen Kesehatan. Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia dan Majelis Kolegium Kedokteran Indonesia membina serta mengawasi penyelenggaraan Rumah Sakit Pendidikan sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing. dan pelatihan). informasi. Rumah Sakit yang menjalankan fungsi Rumah Sakit Pendidikan wajib memiliki Sertifikat Rumah Sakit Pendidikan. Pembinaan terhadap penyelenggaraan Rumah Sakit Pendidikan diarahkan untuk : 1. Pemerintah Daerah (Propinsi/Kabupaten/Kota) Konsil Kedokteran Indonesia. B. Pembinaan dan Pengawasan Rumah Sakit Pendidikan oleh Pemerintah Daerah dapat dilaksanakan dan dikoordinasikan oleh Dinas Kesehatan Propinsi sesuai dengan tugas dan kewenangannya. Pengawasan. Pembinaan. supervisi dan edukasi (penyuluhan. Meningkatkan penelitian dan pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kedokteran di RS Pendidikan.

Institusi Pendidikan Kedokteran yang mengirim peserta didik ke RS Pendidikan wajib memberikan perlindungan hukum kepada peserta didik dengan asuransi profesi. Menentukan layak atau tidak layaknya suatu Rumah Sakit menyandang predikat Rumah Sakit Pendidikan. hasil pengawasan harus dijadikan bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan untuk : 1. dan KKI sesuai tugas. Institusi pendidikan kedokteran wajib memberikan jabatan akademik kepada dokter pendidik klinik / dosen klinik di RS Pendidikan. 5. AIPKI. 144 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . Mencari pemecahan masalah dan cara yang lebih baik dalam penyelenggaraan Rumah Sakit Pendidikan 2. 4. MKKI. Agar pengawasan dapat berhasil guna dan berdayaguna. fungsi dan kewenangannya masing-masing. Rumah Sakit Pendidikan berkewajiban menjalankan program keselamatan pasien (patient safety). Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap RS Pendidikan yang dapat mengikutsertakan Kepala Dinas Kesehatan Propinsi. ARSPI.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 3.

Pencabutan Sertifikat Akreditasi Rumah Sakit Pendidikan sebelum habis masa berlakunya. Penghentian sementara kegiatan Rumah Sakit Pendidikan. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 145 . Teguran Tertulis kepada Pemilik Rumah Sakit dan tembusannya disampaikan kepada Institusi Pendidikan Kedokteran yang terkait. c. b.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Lampiran XII Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 1069/ Menkes/ SK/ XI/ 2008 Tanggal : 18 November 2008 BAB XII SANKSI Rumah Sakit Pendidikan yang telah memperoleh Akreditasi dan Sertifikasi apabila melakukan pelanggaran ketentuan yang diatur dalam Keputusan ini dapat dikenakan sanksi berupa : a.

Untuk Rumah SakitRumah Sakit TNI/POLRI. BUMN/BUMD. APBD Provinsi. Pembiayaan untuk pemantauan.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Lampiran XIII Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 1069/ Menkes/ SK/ XI/ 2008 Tanggal : 18 November 2008 BAB XIII PEMBIAYAAN Pembiayaan untuk penyelenggaraan proses klasifikasi dan akreditasi standar Rumah Sakit Pendidikan milik Pemerintah dibebankan kepada APBN. BHMN dan Rumah Sakit milik Swasta dibebankan kepada anggaran yang ada pada pemilik/penyelenggara Rumah Sakit sesuai dengan lingkup fungsi dan tugasnya berdasarkan prosedur dan ketentuan yang berlaku dilingkungannya masing-masing. dan APBD Kabupaten/Kota. 146 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . evaluasi dan pembinaan dibebankan kepada APBN Departemen Kesehatan RI serta sumber dana lainnya yang tidak mengikat.

Setetah selesai masa peralihan Rumah Sakit yang melaksanakan fungsi sebagai Rumah Sakit Pendidikan tanpa memiliki akreditasi dan sertifikasi dapat dikenakan sanksi berupa pencabutan ijin operasional Rumah Sakit.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Lampiran XIV Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 1069/ Menkes/ SK/ XI/ 2008 Tanggal : 18 November 2008 BAB XIV KETENTUAN PERALIHAN Seluruh Rumah Sakit yang pada saat ditetapkannya Keputusan ini telah menyelenggarakan dan berfungsi sebagai Rumah Sakit yang digunakan sebagai pembelajaran klinik peserta didik Pendidikan Dokter dan Pendidikan Dokter Spesialis masih tetap dapat menjalankan fungsinya sebagai Rumah Sakit Pendidikan dan agar menyesuaikan pelaksanaannya dengan ketentuan ini selambat-lambatnya 2 (dua) tahun sejak diterbitkannya Keputusan ini. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 147 .

Sp. penetapan dan pembinaan RS Pendidikan dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan RS Pendidikan sebagaimana ditetapkan dalam keputusan ini diatur dan ditetapkan lebih lanjut teknis pelaksanaannya oleh Direktur Jenderal Bina Pelayananan Medik Departemen Kesehatan RI. SITI FADILAH SUPARI.JP(K 148 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . dr. MEN Dr. Untuk kelancaran teknis penilaian standar. TE RI K ES EHMENTERI AT AN KESEHATAN. Meningkatnya pemanfaatan Rumah Sakit menjadi RS Pendidikan sebagai wahana pembelajaran klinik pendidikan profesi kedokteran akan meningkatkan daya tampung peserta pendidikan sekaligus mutu pelayanan medik yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas lulusan peserta didik sesuai Standar Pendidikan Profesi Kedokteran.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Lampiran XV Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 1069/ Menkes/ SK/ XI/ 2008 Tanggal : 18 November 2008 BAB XV PENUTUP Pedoman Klasiikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan ini dibuat untuk mendorong peningkatan mutu Rumah Sakit yang digunakan oleh Institusi Pendidikan Kedokteran sebagai wahana pembelajaran klinis bagi peserta didiknya. Dengan demikian maka akan terjadi peningkatan mutu pelayanan dan peningkatan kualitas lulusan peserta didik sesuai Standar Pendidikan Profesi Kedokteran.

3. 9. Direktorat Jenderal Pelayanan Medik. Three Exemplary Models of Case-Base Teaching. Distorted Learning from Unusual Clinical Anecdotes. Bruckner H et al. 2005. 4. Clinical Instruction and Cognitive Development in Medical Students. 5.1999. Journal of the American Board of Family Practice.1984. 1990. University of Washington.1992. 2. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 149 . Benbasat J. Beitman BD. Departement of Family Medicine . Irby DM. Gordon K.1999. How Attending Physycians Make Instructional Decissions When Conducting Teaching Rounds. Jakarta. Elstein A.Medical teacher. Academic Medicine. and Cohen R. 7.Jones M Ieditor). Featherstone HJ. 10. and Irby DM. Standar Rumah Sakit Pendidikan. Medical Education. In: Clinical Reasoning in Health Professional. The Assestment of Clinical Skills/Competence/ Performance.1982.Lancet. Five Microskills for Clinical Teaching. 6. Neher JO.1995. Clinical Reasoning in Medicine.1994.REFERENSI : 1. Miller GE. Meyer B. Higgs J. Departemen Kesehatan RI. A five-step 'Microskills' Models of Clinical Teaching. and Meyer. Gordon KC. Academic Medicine. Washington. Academic Medicine. Irby DM. Seattle. 1992. 8. and Stevens NA. Giving effective feedback to Medical students: a workshop for Faculty and house staff.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful