Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pembangunan Ekonomi

Pada kenyataannya, pembangunan ekonomi dilakukan oleh semua negara tidak hanya untuk kepentingan dalam negeri. Namun, kehadirannya terhadap negara lain. Dalam pencapaian suatu usaha pembangunan tingkat keberhasilan dan kegagalan dipengaruhi oleh beberapa faktor. Dari pengalaman pembangunan di negara-negara yang sekarang sudah maju, keberhasilan pembangunan pada dasarnya dipengaruhi oleh dua unsur pokok, yaitu unsur ekonomi dan unsur non ekonomi. Faktor-faktor Ekonomi  Sumber Daya Manusia.

Sumberdaya manusia (SDM) merupakan salah satu faktor kunci dalam pembangunan ekonomi, yakni bagaimana menciptakan SDM yang berkualitas dan memiliki keterampilan serta berdaya saing tinggi dalam persaingan global yang selama ini kita abaikan?.Peningkatan pendapatan nasional tidak bisa lepas dengan pengembangan sumber daya manusia seperti terlihat dalam efisien dan produktivitas tinggi. Oleh karena itu, pembentukan modal sumber daya manusia melalui proses peningkatan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan seluruh penduduk mutlak diperlukan. Sehingga, tersedianya pendidikan bagi seluruh masyarakat, dan pelayanan sosial lainnya diharapkan memadai.  Sumber Daya Alam.

Sumber-sumber alam ini meliputi : tanah, mineral, iklim, bahan tambang, dan lain-lain. Pada negara sedang berkembang sumber-sumber alam sering terbengkalai. Di lain sisi, pemanfaatan sumber daya alam di negara berkembang masih sering salah atau kurang tepat sehingga menyebabkan kelangkaan bahkan menimbulkan bencana alam. Tersedianya sumber daya alam yang melimpah belum cukup bagi pembangunan ekonomi.Yang diperlukan adalah manfaatnya. Sumber daya alam sebenarnya dapat dikembangkan semaksimal mungkin melalui ilmu pengetahuan dan kemajuan teknologi.  Pembentukan Modal. Modal merupakan persediaan faktor produksi yang secara fisik dapat dihasilkan maupun diproduksi. Yang diwujudkan dalam pembentukan modal melalui investasi dalam bentuk mesin-mesin, perusahaanperusahaan, pabrik-pabrik, jalan raya, dan infrastruktur lainnya.Hal ini dilakukan dengan mengolah sumber daya alam yang ada Modal atau permodalan merupakan persediaan faktor produksi yang secara fisik dapat dihasilkan maupun diproduksi. Faktor modal inilah yang menjadi masalah di negaranegara berkembang. Adapun proses pembentukan modal mencakup tiga tahap yang saling berkaitan, yaitu :

Dengan keterampilan tersebut. Demikian juga dengan kondisi ketidakstabilan politik akanmengahambat kemajuan ekonomi. Akan tetapi. Contohnya saja. Keberadaan lembaga keuangan dan kredit untuk menggalakkan tabungan dan menyalurkan ke arah yang produktif. dan lembaga sosial harus diubah sehingga masyarakat dapat berpikir dinamis. Keberadaan tabungan nyata dan kenaikannya. Demikian juga dengan kewirausahaan (enterprenaurship) yang dimiliki oleh setiap pekerja dalam mengkombinasikan faktorfaktor produksi sangat diperlukan. dan nepotisme (KKN). . dan akurat. Perubahan teknologi juga berpengaruh pada peningkatan produktivitas sumber daya manusia dan faktor-faktor produksi lainnya. cepat. Adanya komputer tidak dapat dijalankan dengan baik apabila kemampuan yang dimilikinya hanya sebatas tahu saja. Indonesia dapat melaksanakan pembangunan dan mendapat kepercayaan dari dalam maupun luar negeri. dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas yang selanjutnya proses pembangunan berpacu lebih cepat. Pembangunan ekonomi tidak mungkin berlangsung dengan baik apabila tidak didukung oleh faktor-faktor nonekonomi. keadaan politik. Faktor-faktor itu diantaranya lembaga-lembaga sosial. nilai-nilai. Mempergunakan tabungan untuk investasi pada barang modal  Teknologi dan Kewirausahaan. Sikap terhadap pendidikan juga dapat menjadi faktor penentu terhadap keberhasilan pembangunan ekonomi. Bahkan Orde Baru ingin mempertahankan kekuasaannya terus menerus dengan berbagai cara. sesuai perkembangan zaman. Karena semakin majunya teknologi dapat menjadikan proses produksi mudah. faktor sosial budaya masyarakat ternyata juga sangat berpengaruh terhadap pembangunan ekonomi. Rakyat Indonesia yang menderita sejak tahun 1960-an dapat meningkat kesejahteraannya. Dan erat hubungannya dengan perkembangan teknologi saat ini. keberhasilan pembangunan pada waktu itu tidak merata karena terjadi kesenjangan sosial ekonomi yang mencolok antara si kaya dan si miskin. Perubahan ini hanya mungkin dilakukan melalui penyebaran pendidikan dan ilmu pengetahuan yang membawa kearah penemuan baru yang lebih baik. dan institusional yang berpengaruh pada sikap dan perilaku masyarakat sebagai pelaksana pembangunan. ketika masa Orde Baru yang panjang. Faktor-faktor Nonekonomi. kolusi. Perubahan teknologi secara langsung maupun tidak langsung berkaitan dengan perubahan caracara produksi berlangsung terus dan kian meningkat. Oleh karena itu pandangan. Berbagai bentuk penyelewengan terhadap nilai. Selain itu.nilai Pancasila dan UndangUndang Dasar 1945 itu disebabkan oleh adanya tindak korupsi. Hal ini menimbulkan berbagai efek negatif. pendirian SMK diharapkan mampu mencetak siswa berkemampuan dan meningkatkan keterampilan dalam menghadapi dunia kerja. rasional. Misalkan.

Yang paling rawan adalah hambatan berupa dualisme sosial dan teknologi yang sangat berpengaruh terhadap mekanisme pasar sehingga sumber daya yang tersedia tidak digunakan secara efektif dan efisien. 5.Faktor Ekonomi dalam pembangunan 1. bahkan jumlah penduduk yang banyak sering kali menjadi penghambat. 2. 4. Produktivitas yang sngat rendah mengakibatkan rendahnya pendapatan riil. dan merugikan negara sedang berkembang. Perkembangan penduduk dan tingkat pendidikan yang rendah. Proses sebab akibat komulatif . 3. Pembentukan modal dinegara-negara yang sedang berkembang merupakan “ Vicious Cycle “ ( lingkaran tak berujung pangkal ). kekayaan alam belum dapat dioalah. Perkembangan penduduk dapat menjadi pendorong maupun penghambat pembangunan. dan seterusnya sehingga merupakan lingkaran yang tidak berujung pangkal. Tabungan yang rendah akan melemahkan pembentukan modal yang pada akhirnya kekurangan modal. masyarakat terbelakang. Publis and Singer berpendapat bahwa dalam jangka panjang daya tukar barang-barang yang diperdagangkan oleh negara sedang berkembang dengan negara maju akan menjadi bertambah buruk. dan rendahnya pembentukan modal. Perekonomian yang bersifat dualistik merupakan hambatan karena menyebabkan produktivitas berbagai kegiatan produktif sangat rendah dan usaha-usaha untuk mengadakan perubahan sangat terbatas sekali. Tetapi bagaimana dengan perkembangan penduduk yang begitu cepat dinegara-negara sedang berkembang? Nampaknya hal ini belum menjadi modal dasar yang positif.Tingkat pembentukan modal yang rendah Tingkat pembentukan modal yang rendah merupakan hambatan utama bagi pembangunan ekonomi. Pendapatan yang rendah mengakibatkan tabungan rendah pula. Pendapatan yang rendah mengakibatkan low saving dan low invesment. Perkembangan penduduk yang cepat tidak selalu menjadi penghambat dalam pembangunan ekonomi jika penduduk tersebut mempunyai kapasitas untuk menyerap dan menghasilkan produksi yang dihasilkan. Struktur ekspor berupa bahan mentah Sektor ekspor negara sedang berkembang belum merupakan “ engine of growth” karena bersifat industri yang mendorong ekonomi dualisme yang kurang mendorong perkembangan ekonomi lebih lanjut. Perekonomian yang bersifat dualistik.

pola perdagangan dan kegiatan perdagangan terutama didominasi oleh industriindustri di daerah yang lebih maju ini menyebabkan daerah miskin mengalami kesukaran untuk mengembangkan pasar hasil industrinya dan memperlambat perkembangan di daerah miskin. Akhirnya keadaan yang menimbulkan back wash effect adalah keadaan jaringan pengangkutan yang jauh lebih baik di daerah yang lebih maju sehingga menyebabkan kegiatan produksi dan perdagangan dapat dilaksanakan lebih efisien di daerah tersebut. corak pengaliran modal yang beraksi. 3. 2.Sebab akibat komulatif sirkuler adalah hambatan pembangunan di daerah miskin sebagai akibat pembangunan di daerah maju sehingga timbul gap antara daerah maju dengan daerah miskin. > Faktor yang menimbulkan back wash effect : 1. perpindahan penduduk dari daerah miskin ke daerah yang lebih maju. .Keadaan-keadaan yang menghambat pembangunan di sebut back wash effect.

setiap negara senantiasa berusaha menciptakan iklim yang dapat menggairahkan investasi. dalam upaya menumbuhkan perekonomian. Banyaknya tumpang tindih kebijakan antar pusat dan daerah dan antar sektor. Lambatnya perumusan peraturan dan perundangan. baik untuk kepentingan perusahaan.Sumber Daya Modal (investasi) Investasi di Indonesia masih rendah padahal modal sangat dibutuhkan manusia untuk mengolah bahan mentah tersebut. sementara kualitas penduduk menentukan seberapa besar produktivitas yang ada b. kepentingan nasional. Terbatasnya kapasitas infrastruktur.Sumber daya manusia SDM yang berkualitas rendah dan juga keahlian dan kewirausahaan yang rendah menghambat pembangunan. kesimpangsiuran pemahaman kewenangan dan keragaman kebijakan investasi antara pemerintah pusat dan daerah serta antardaerah. Oleh karenanya.Faktor Ekonomi dalam pembangunan ` a. Dinamika penanaman modal mempengaruhi tinggi rendahnya pembangunan dan pertumbuhan ekonomi. Penyebab perlambatan investasi 1. . b. 2. menjadi sesuatu yang memiliki nilai lebih tinggi (disebut juga sebagai proses produksi). Dibandingkan dengan negara-negara lain. Prosedur perijinan investasi yang panjang dan mahal Prosedur yang panjang dan berbelit mengakibatkan ekonomi biaya tinggi yang dapat menghilangkan peluang usaha yang seharusnya dimanfaatkan. 4. kemudahan perijinan dan pengadaan tanah/penyediaan lahan untuk menarik penanaman modal di Indonesia. c. Pembentukan modal dan investasi ditujukan untuk menggali dan mengolah kekayaan. Lemahnya penegakan hukum. 5. Dengan posisi tersebut. Sumber daya manusia juga menentukan keberhasilan pembangunan nasional melalui jumlah dan kualitas penduduk. Jumlah penduduk yang besar merupakan pasar potensial untuk memasarkan hasilhasil produksi.Investasi merupakan langkah awal kegiatan produksi. 3. Sumber daya modal berupa barang-barang modal sangat penting bagi perkembangan dan kelancaran pembangunan ekonomi karena barang-barang modal juga dapat meningkatkan produktivitas. Kurang menariknya insentif investasi. Namun demikian kepastian hukum masih belum memadai. investasi pada hakekatnya juga merupakan langkah awal kegiatan pembangunan ekonomi. maupun kepentingan daerah dalam rangka menciptakan lapangan kerja. antara lain insentif perpajakan. Rendahnya kepastian hukum Kepastian hukum merupakan landasan bagi investor dalam perencanaan investasi dan operasional. Indonesia relatif tertinggal dalam memberikan insentif investasi.Hal itu dapat menyebabkan produktivitas manusia rendah padahal sdm berkualitas sangat penting dan dibutuhkan untuk mengolah bahan mentah dari alam. hal ini tercermin dari: a. Kualitas SDM kurang memadai Kemampuan SDM yang relatif rendah belum mampu mendukung pengembangan manufaktur yang berbasis teknologi tinggi dan potensi daerah.

Jadi dapat dikatakan salah satu langkah yang perlu dilakukan untuk membangun suatu perekonomian adalah dengan mengembangkan pemakaian teknologi yang modern atau tepat guna d Perkembangan Penduduk Jumlah penduduk yang besar tapi tidak berkualitas karena tidak disertai pendidikan terjadilah masyarakat yang tidak produktif dapat menjadi beban bagi pembanguan. kepentingan nasional.perijinan usaha yang panjang dan mahal.Kurang bergairahnya iklim investasi disebabkan oleh dukungan infrastruktur yang belum memadai. yang dikeluarkannya pada tahun 2007. Data dan informasi belum memadai Belum memadainya ketersediaan data dan informasi yang akurat dalam mendukung penataan ruang untuk investasi c. baik untuk kepentingan perusahaan. 7. 6. . Birokrasi Indonesia terkenal rumit dan berbelat-belit.Prosedur yang panjang dan berbelit mengakibatkan ekonomi biaya tinggi yang dapat menghilangkan peluang usaha yang seharusnya dimanfaatkan. Lembaga Transparency International menempatkan Indonesia sebagai peringkat ke-143 dari 180 negara dalam Indeks Persepsi Korupsi.Hal ini akan menurunkan tingkat pendapatan perkapita e Birokrasi Buruk Indonesia masih menghadapi masalah besar dalam bidang kemiskinan yang sebagian besar disebabkan oleh korupsi yang merajalela dalam pemerintahan. Kurang terjaminnya Keamanan Jaminan keamanan yang kurang kondusif berpengaruh terhadap iklim investasi.Secara umum dapat dikatakan bahwa makin tinggi teknologi yang digunakan maka makin besar kemampuannya untuk memperbesar tingkat produksi dan mempercepat pembangunan ekonomi.di dasari bahwa pertumbuhan penduduk yang terlalu cepat akan memicu pengangguran di masa akan dating dan produktifitas masyarakat rendah. maupun kepentingan daerah dalam rangka menciptakan lapangan kerja.Teknologi Yang Masih Rendah Penggunaan teknologi yang rendah menyebabkan ketidakefesien dan produktifitas yang rendah.

Faktor yang Mempengaruhi Strategi Pembangunan Pada prinsipnya. maka strategi yang berwawasan ruang-lah yang akan dipergunakan. . pemilihan strategi apa yang akan digunakan dalam proses pembangunan sangat dipengaruhi oleh pertanyaan “Apa tujuan yang hendak dicapai . yaitu: Tingginya tingkat pengeluaran perkapita dengan meningkatnya produktifitas tenaga kerja yang cepat Tingginya tingkat penghasilan perkapita yang dapat mengubah tingginya tingkat konsumsi perkapita Teknologi yang maju guna merubah structural skala produk dan karakteristik unit usaha ekonomi yang dicapai. Ekonomi Pembangunan adalah salah salu cabang ilmu ekonomi yang mempelajari tentang pembangunan perekonomian masyarakat di negara berkembang atau Suatu cabang ilmu ekonomi yang menganalisis masalah-masalah yang dihadapi oleh negaranegara sedang berkembang dan mendapatkan cara-cara untuk mengatasi masalahmasalah tersebut supaya negara-negara berkembang dapat membangun ekonominya dengan lebih cepat lagi. Pembagunan ekonomi adalah proses yang menyebabkan pendapatan perkapita penduduk suatu masyarakat meningkatkan atau Kegiatan-kegiatan yang dilakukan untuk mengembangkan ekonomi dan taraf hidup masyarakatnya atau Suatu proses yang menyebabkan pendapatan perkapita penduduk meningkatkan dalam jangka panjang. Ada beberapa karakteristik perkembangan ekonomi modern yang ditinjau dari interrelasi. Perkembangan Ekonomi suatu negara dapat dilihat dari perubahan-perubahan di dalam stabilitas atau keseimbangannyan kapasitas perekonomian dalam jangka waktu yang lama.?” Jika tujuan yang hendak dicapai adalah menciptakan masyarakat yang mandiri. . maka strategi ketergantungan-lah yang mungkin akan dicapai. . Jika tujuan yang ingin dicapai adalah pemerataan pembangunan.

Pertumbuhan GNP ditunjukkan dengan meningkatnya mutu pendidikan. penduduk dan pendapatan) ==> Sistem & struktur politik ==> Latar belakang histories ==> Hubungan internasional ==> Bantuan modal internasional ==> Pemerataan & pertumbuhan penduduk ==> Pendidikan ==> Teknologi ==> Ciri perencanaan pembangunan : ==> Berisi upaya untuk mencapai perkembangan ekonomi ==> Meningkatnya pendapatan perkapita ==> Merubah struktur ekonomi ==> Meningkatnya kesempatan kerja bagi masyarakat ==> Pemerataan pembangunan . menambahnya penghasilan pertanian. dan bertambahnya modal Negara. Manfaat pembangunan ekonomi yaitu : ==> Meningkatnya GNP ==> Mengurangi pengangguran ==> Meningkatkan kemakmuran ==> Pengelolaan alam yang lebih baik ==> Modal yang terkumpul >< Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi pembangunan ekonomi yaitu : ==> Ukuran suatu Negara (geografis. Tujuan pembangunan ekonomi adalah menciptakan pertumbuhan GNP. kurangnya angka kemiskinan.Meningkatnya pendapatan perkapita merupakan cerminan dari timbulnya perbaikan dalam kesejahteraan ekonomi masyarakat.

masalah yang dihadapi sehingga mempercepat jalannya pembangunan. strategi pembangunan ekonomi yang diberlakukan di Indonesia adalah strategi yang mengacu pada pertumbuhan yang sekaligus berorientasi pada keadilan (pemerataan). Menelaah faktor-faktor yang menimbulkan keterlambatan pembangunan. III dan seterusnya). khususnya sejak Repelita II. Namun pada kenyataannya nampak adanya kecendrungan lebih menitik beratkan pada tujuan-tujuan politik dan kurang memperhatikan pembangunan ekonomi. II. dan juga keadilan (pemerataan) antar daerah. strategi pembangunan diIndonesia lebih diarahkan pada tindakan pembersihan dan perbaikan kondisi ekonomi yang mendasar. . Dari keterangan pemerintah yang ada. Tujuan Analisis Ekonomi Pembangunan : Menelaah faktor-faktor yang menimbulkan ketiadaan pembangunan.Strategi Pembangunan Ekonomi Indonesia yang Diarahkan pada Repelita Sebelum orde baru strategi pembangunan diIndonesiasecara teori telah diarahkan pada usaha pencapaian laju pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Pembagian wilayah pembangunan ini tidak didasarkan pada pembagian secara adminstratif politis yang ada. Mengemukakan cara-cara pendekatan yang dapat ditempuh untuk mengatasi masalah. Sedangkan pada awal orde baru. Sebagai contoh selain strategi pemerataan pembangunan. terutama usaha untuk menekan laju inflasi yang sangat tinggi (hyper inflasi). menghapus kemiskinan. Strategi tersebut dipertegas dengan ditetapkannya sasaran atau titik berat setiap Repelita. Periode ini kemudian disusul dengan periode Repelita dan dalam setiap Repelita. Indonesiatidak mengesampingkan strategi pertumbuhan dan strategi yang berwawasan ruang (terbukti dengan dibaginya wilayahIndonesiadengan berbagai wilayah pembangunan I. dapat sedikit disimpulkan bahwa strategi pembangunan di Indonesiatidak mengenal perbedaan strategi yang ekstrem.

. Dengan perencanaan maka dapat dilakukan suatu perkiraan terhadap hal-hal dalam masa pelaksanaan yang akan dilalui. Manfaat Perencanaan adalah : Dengan adanya perencanaan diharapkan terdapatnya suatu pengarahan kegiatan. Memilih urutanurutan dari segi pentingnya suatu tujuan. Perkiraan dilakukan mengenai potensi-potensi dan prospek-prospek perkembangan.Perencanaan Pembangunan Perencanaan pembangunan sendiri adalah upaya untuk mengantisipasi ketidakseimbangan yang terjadi yang bersifat akumulatif. tetapi juga mengenai hambatan-hambatan dan risiko-risiko yang mungkin dihadapi. Perencanaan memberikan kesempatan untuk memilih berbagai alternatif tentang cara yang terbaik atau kesempatan untuk memilih kombinasi cara yang terbaik. atau sebagai peran arahan bagi proses pembangunan untuk berjalan menuju tujuan yang ingin dicapai sebagai tolak ukur keberhasilan proses pembangunan. sasaran maupun kegiatan usahanya. menurut Bintoro Tjikroamijojo. Dengan perencanaan dapat dilakukan penyusunan skala prioritas. Ciri perencanaan pembangunan : v Berisi upaya untuk mencapai perkembangan ekonomi v Meningkatnya pendapatan perkapita v Merubah struktur ekonomi v Meningkatnya kesempatan kerja bagi masyarakat v Pemerataan pembangunan Apapun definisi perencanaan pembangunan. Perencanaan mengusahakan supaya ketidak pastian dapat dibatasi seminim mungkin. adanya pedoman bagi pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang ditujukan kepada pencapaian tujuan pembangunan.

Pembanguna sumber daya insani merupakan tujuan pertama kali dari kebijakan pembangunan 2. Dengan perencanaan.Perbaikan kualitas hidup dengan memberikan prioritas pada 3 hal yakni terciptanya lapangan kerja. Diusahakan dihindarinya keborosan-keborosan.Dengan adanya rencana maka akan ada suatu alat pengukur untuk mengadakan suatu pengawasan dan evaluasi. Adapun rumusan tujuan kebijakan pembangunan dan target yang lebih spesifik untuk tujuan pembangunan yaitu: 1. Penggunaan dan aloksi sumber-sumber pembangunan yang terbatas adanya secara lebih efisien dan efektif. Periode Perekonomian Pembangunan Dalam sejarah perkembangannya. 3. yakni : Periode sebelum Orde baru. sistem keamanan yang luas dan pembagian kekayaan dan pendapatan yang merata. dibagi dalam : Periode 1945 – 1950 . Dengan perencanaan dapat dicapai stabilitas ekonomi. menghadapi siklis konjungtur. Perluasan produksi yang bermanfaat 3. perkembangan ekonomi yang mantap atau pertumbuhan ekonomi yang terus-menerus dapat ditingkatkan. Pembangunan yang seimbang yakni harmonisasi antar daerah berbeda dalam satu Negara dan antar sektor ekonomi Teknologi baru yakni berkembangnya teknologi tepat guna yang sesuai kondisi dan aspirasi negara Berkurangnya ketergantungan pada dunia luar dan dengan semakin menyatunya kerjasama yang solid dalam Negara. Suatu usaha untuk mencapai output/hasil secara maksimal daripada sumber-sumber yang tersedia. perencanaan pembangunan ekonomi diIndonesia dibagi dalam beberapa periode.

Parapakar ekonomi lebih banyak menganalisis kegagalan ekonomi dan tingginya tingkat pengangguran (depresi berat). perhatian terhadap pembangunan ekonomi mulai berkembang disebabkan oleh : Negara jajahan yang memperoleh kemerdekaan Berkembangnya cita-cita negara yang baru merdeka untuk mengejar ketertinggalannya di bidang ekonomi. Korea & Indonesia). Lebih mementingkan usaha untuk meraih kemerdekaan dari penjajah. Periode setelah Orde baru. 1942).Periode 1951 – 1955 Periode 1956 – 1960 Periode 1961 – 1965 Sebelum Perang Dunia II para ilmuwan kurang memperhatikan pembangunan ekonomi. Pasca Perang Dunia II (Th. karena faktor-faktor sbb : Masih banyak negara sebagai negara jajahan Kurang adanya usaha dari tokoh masyarakat untuk membahas pembangunan ekonomi. Phillipina. banyak negara memperoleh kemerdekaan (India. Adanya keinginan dari negara maju untuk membantu negara berkembang dalam mempercepat 3. Pakistan. Periode Stabilisasi dan Rehabilitasi Periode Repelita I : 1969/70 – 1973/74 Periode Repelita II : 1974/75 – 1978/79 Periode Repelita III : 1979/80 – 1983/84 Periode Repelita IV : 1984/85 – 1988/89 Periode Repelita V : 1989/90 – 1993/94 . dibagi dalam : Periode 1966 s/d 1958. Pembangunan ekonomi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful