Pekerjaan tidak sama dengan profesi.

Istilah yang mudah dimengerti oleh masyarakat awam adalah: sebuah profesi sudah pasti menjadi sebuah pekerjaan, namun sebuah pekerjaan belum tentu menjadi sebuah profesi. Profesi memiliki mekanisme serta aturan yang harus dipenuhi sebagai suatu ketentuan, sedangkan kebalikannya, pekerjaan tidak memiliki aturan yang rumit seperti itu. Hal inilah yang harus diluruskan di masyarakat, karena hampir semua orang menganggap bahwa pekerjaan dan profesi adalah sama. Berikut ini adalah pengertian dan definisi profesi: # SCHEIN, E.H (1962) Profesi adalah suatu kumpulan atau set pekerjaan yang membangun suatu set norma yang sangat khusus yang berasal dari perannya yang khusus di masyarakat # HUGHES, E.C (1963) Perofesi menyatakan bahwa ia mengetahui lebih baik dari kliennya tentang apa yang diderita atau terjadi pada kliennya # DANIEL BELL (1973) Profesi adalah aktivitas intelektual yang dipelajari termasuk pelatihan yang diselenggarakan secara formal ataupun tidak formal dan memperoleh sertifikat yang dikeluarkan oleh sekelompok / badan yang bertanggung jawab pada keilmuan tersebut dalam melayani masyarakat, menggunakan etika layanan profesi dengan mengimplikasikan kompetensi mencetuskan ide, kewenangan ketrampilan teknis dan moral serta bahwa perawat mengasumsikan adanya tingkatan dalam masyarakat # PAUL F. COMENISCH (1983) Profesi adalah "komunitas moral" yang memiliki cita-cita dan nilai bersama # KAMUS BESAR BAHASA INDONESIA Profesi adalah bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian (ketrampilan, kejuruan, dan sebagainya) tertentu # K. BERTENS Profesi adalah suatu moral community (masyarakat moral) yang memiliki cita-cita dan nilai-nilai bersama # SITI NAFSIAH Profesi adalah suatu pekerjaan yang dikerjakan sebagai sarana untuk mencari nafkah hidup sekaligus sebagai sarana untuk mengabdi kepada kepentingan orang lain (orang banyak) yang harus diiringi pula dengan keahlian, ketrampilan, profesionalisme, dan tanggung jawab # DONI KOESOEMA A Profesi merupakan pekerjaan, dapat juga berwujud sebagai jabatan di dalam suatu hierarki birokrasi, yang menuntut keahlian tertentu serta memiliki etika khusus untuk jabatan tersebut serta pelayananbaku terhadap masyaraka

Keprofesian Bidang Kekepalasekolahan
1. A. FUNGSI KEPALA SEKOLAH Jabatan kepala sekolah di duduki oleh orang yang menyandang profesi guru. Karena itu, ia harus professional sebagai guru sekaligus sebagai kepala sekolah dengan derajat profesionalisme tertentu. Kepala sekolah memiliki fungi yang luas, dan dapat memerankan banyak fungsi-fungsi tersebut meskipun dengan topi yang berbeda. Di lingkungan kementrian pendidikan nasional , telah cukup lama di kembangkan paradigma baru administrasi atau manajemen pendidikan, dimana kepala sekolah minimal harus mampu

berfungsi sebagai educator, manajer, administrator, supervisor, leader, innovator, dan motivator. Jika merujuk pada Peraturan Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2007 tentang standart Kepala sekolah/madrasah, kepala sekolah juga harus berjiwa wirausaha atau entrepreneur. Fungsi-fungsi kepala sekolah seperti yang telah disebutkan di atas, akan dijelaskan sebagai berikut:

Kepala Sekolah Sebagai Educator

Sebagai educator kepala sekolah berfungsi menciptakan iklim sekolah yang kondusif, memberikan nasihat kepada warga sekolah, memberikan dorongan guru dan tenaga kependidikan untuk berbuat serta melaksanakan model pembelajaran yang menarik. Sebagai educator, kepala sekolah harus mampu menginisiasi pengajaran tim, moving class, pengembangan sekolah bertaraf internasional, kelas unggulan dan mengadakan program akselerasi bagi siswa yang cerdas di atas normal. Sebagai educator juga, kepala sekolah perlu berupaya meningkatkan kualitas guru maupun prestasi belajar siswa dalam sekolahnya. Misalkan saja dengan menyertakan guru dalam penataran atau diklatbang untuk menambah wawasannya, memberikan kesempatan kepada guru untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilannya dengan belajar lagi ke perguruan tinggi, membuat tim evaluasi belajar siswa, memaksimalkan jam pelajaran di sekolah dan optimasi ruang kerja guru sebagai wahana tukar pengalaman antar rekan sejawat untuk perbaikan kerja masing-masing.

Kepala Sekolah Sebagai Manager

Dalam rangka melakukan peran dan fungsinya sebagai manajer, kepala sekolah memerlukan strategi yang tepat untuk memberdayakan guru dan tenaga kependidikan lainnya dalam persaingan dan kebersamaan, memberikan kesempatan kepada tenaga kependidikan untuk meningkatkan profesinya, mendorong keterlibatan seluruh tenaga kependidikan untuk ikut serta dalam setiap kegiatan yang menunjang program sekolah. Sebagai manajer sekolah, kepala sekolah harus mampu mengoptimasi dan mengakses sumber daya sekolah untuk mewujudkan visi, misi dan tujuan sekolahnya. Disisi lain sebagai manajer, seorang kepala sekolah harus mampu menghadapi persoalan, memecahkan masalah, mengambil keputusan yang memuaskan semua pihak, selain itu kepala sekolah juga mampu mendelegasikan tugasnya mengalokasikan pekerjaannya, menentukan standart kualitas, memonitor hasil, mengontrol biaya, dll. Dan semua peranan tersebut tidak hanya dilakukan secara konseptual tetapi juga dengan cara persuasive dari hati ke hati.

Kepala Sekolah Sebagai Administrator

Sebagai administrator tugas kepala sekolah erat hubungannya dengan pelbagai aktivitas administrasi sekolah, baik secara fungsional maupun substansial. Kegiatan administrasi yang dimaksud meliputi pencatatan dan penyusunan, dan pendokumenan seluruh program sekolah. Secara spesisifik kepala sekolah harus memiliki kemampuan mengelola kurikulum, mengelola administrasi kearsipan dan administrasi keuangan. Kegiatan tersebut perlu perlu dilakukan secara efektif dan efisien, untuk menunjang produktivitas sekolah. Dalam pelbagai kegiatan administrasi sekolah, maka pembuatan perencanaan mutlak di perlukan. Perencanaan yang akan dibuat oleh kepala sekolah tergantung oleh banyak factor seperti, banyaknya SDM ynag dimiliki, dana yang tersedia dan jangka waktu untuk melaksanakan rencana yang telah di buat. Tugas-tugas ini harus dilakukan secara logis dan sistematis, yang semuanya memoros pada kepentingan prose pendidikan dan pembelajaran demi peningkatan

mutu kelulusan, dengan indicator antara lain peningkat nilai siswa dan akses mudah melanjutkan studi.

Kepala Sekolah Sebagai Supervisor

Kepala sekolah dalam tugas ini berorientasi pada teknik individu, kelompok dan kunjungan kelas. Untuk itu sebagai supervisor kepala sekolah mensupervisi barbagai tugas pokok yang dilakukan guru dan seluruh staf. Untuk itu kepala sekolah harus mampu melakukan berbagai pengawasan dan pengendalian untuk meningkatkan kinerja guru dan tenaga kependidikan. Hal ini bertujuan agar kegiatan pendidikan di sekolah terarah pada tujuan yang telah di tetapkan. Ini juga merupakan kegiatan preventif untuk mencegah agar tidak tejadi penyimpangan. Pengawasan dan pengendalian yang dilakukan kepala sekolah terutama kepada guru atau disebut supervise klinis dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan professional guru dan kualitas pembelajaranyang efektif. Tugas kepala sekolah sebagaii supervise di wujudkan dalam kemampuannya menyusun dan melaksanakan program supervise pembelajaran serta memanfaatkan hasilnya. Kemampuan menyusun program pembelajaran contohnya penyusunan program supervise kelas, ekstra kurikuler, pengembangan perpustakaan laboratorium dan ujian. Kemampuan pelaksanaan supervise contohnya pelaksanaan program supervise klinis dan dalam program supervise ekstrakurikuler. Kemampuan memanfaatkan hasil supervise pembelajaran contohnya meningkatkan kinerja guru dan tenaga kependidikan lainnya untuk mengembangkan sekolah. Kepala sekolah sebagai supervise klinis dan supervise pembelajaran perlu memerhatikan prinsip-prinsip: 

Hubungan konsultatif Kolegial bukan hirarkis Dilaksanakan secara demokratis Berpusat kepada guru dan tenaga kependidikan Dilakukan berdasarkan kebutuhan guru dan tenaga kependidikan Serta merupakan bantuan professional Kepala Sekolah Sebagai Leader

Secara umum kepala sekolah sebagai leader adalah upaya untuk memengaruhi orang-orang untuk bekerja sama mencapai tujuan, dengan berorientasi pada tugas dan berorientasi pada hubungan. Namun secara khusus seorang kepala sekolah harus mampu memberikan petunjuk dan pengawasan, meningkatkan kemauan dan kemampuan guru maupun tenaga kependidikan, membuka komunikasi dua arah dan mendelegasikan tugas. Untuk itu kepala sekolah diituntut memiliki karakter khusus yang mencangkup kepribadia, keahlian dasar, pengalaman dan pengetahuan professional, serta pengetahuan administrasi. Sebagai pemimpin, kepala sekolah harus memiliki sifat jujur, percaya diri, bertanggung jawab, berani mengambil resiko dan keputusan, berjiwa besar, emoosi yang stabil, dan teladan. Di sisi lain, sebagai pemimpin kepala sekolah harus mampu: Memperkuat tim sebagai kekuatan pembangun

Menggabungkan aspek-aspek positif individualitas Berfokus pada detail pekerjaan Menerima tanggung jawab Membangun hubungan antar pribadi Menjaga keterbukaan Memelihara sifat progresif Bangga dan menghargai prestasi kerja tim Menantang perubahan, dan Tanpa berkompromi terhadap kualitas Kepala Sekolah Sebagai Innovator

Dalam rangka memenuhi peran dan fungsinya sebagai innovator kepala sekolah perlu memiliki strategi yang tepat untuk menjalin hubungan yang harmonis dengan lingkungan, mencari gagasan baru, mengintegrasikan setiap kegiatan, memberikan teladan guru dan tenaga kependidikan dan mengembangkan model-model pembelajaran yang inovatif. Tugas kepala sekolah sebagai innovator yang baik juga akan tercermin dari cara-cara ia melakukan pekerjaannya secara konstruktif, kreatif, delegatif, integrative, rasional dan objektif, pragmatis, keteladanan, disiplin, disiplin serta adaptable dan fleksibel. Tidak hanya itu sebagai innovator ia harus mempunyai gagasan-gagasan baru misalkan peningkatan teknologi informasi dalam pembelajaran agar warga sekolahnya tidak ketinggalan jaman dan tetap up to date.

Kepala Sekolah Sebagai Motivator

Sebagai motivator kepala sekolah harus memiliki strategi untuk memotivasi bawahannya, yaitu guru dan staf. Dimana mereka dimotivasi untuk melakukan berbagai tugas dan fungsinya. Motivasi ini dapat dilakukan melalui pengaturan lingkungan fisik, suasana kerja, disiplin, dorongan, penghargaan bagi guru atau staf yang berprestasi serta penyediaan berbagai sumber belajar melalui pengembangan sentra belajar. Dorongan dan penghargaan merupakan sumber motivasi yang efektif diterapkan oleh kepala sekolah. Keberhasilan suatu organisasi ditentukan oleh banyak factor, dan motivasi merupakan factor yang dominan untuk menuju keefektivan kerja individu bahkan motivasi sering digambarkan sebagai mesin pada sebuah mobil yang berfungsi sebagai penggerak dan pengarah. Setiap tenaga kependidikan memiliki karakteristik berbeda-beda, sehingga memerlukan perhatian dan pelayanan khusus dari pimpinannya (Kepala Sekolah) dalam mengembangkan profesionalitasnya. Untuk memotivasi pegawainya, ada beberapa prinsip yang bisa diterapkan oleh kepala sekolah, antara lain: 1. Tenaga kependidikan akan bekerja lebih giat apabila kegiatan yang dilakukan menarik dan menyenangkan

1. fleksibel. Oleh sebab itu.2. kepala sekolah harus berusaha memberikan penghargaan secara tepat. Kepala Sekolah mampu mempromosikan sekolah melalui kegiatan promosi dengan ikut berpartisipasi pada event-event yang digelar oleh pemerintah maupun kalangan bisnis. Setiap guru yang diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah dilakukan dengan prosedur serta persyaratan tertentu seperti latar belakang pendidikan. ditetapkan oleh kementrian pendidikan. suka pada tantangan. Pelaksanaan Kurikulum. penuh inisiatif. 2. jabatan kepala sekolah adalah jabatan pemimpin dengan segala keformalannya. bahkan tenaga pendidikan dapat diikut sertakan dalam penyusunan tujuan tersebut 3. Pendidikan Berbasis Masyarakat. tidak selalu dalam tafsir komersial. Kepala Sekolah mampu melakukan terobosan-terobosan baru yang diiringi oleh kemampuan dan percaya diri yang tinggi. Secara system jabatan kepala sekolah sebagai pejabat formal dapat diuraikan melalui berbagai pendekatan yakni pengangkatan. Usaha memenuhi kebutuhan tenaga kependidikan dapat dilakukan dengan jalan memerhatikan kondisi fisiknya. tanggung jawab. efektif dan efisien untuk menghindari dampak yang ditimbulkannya. Setiap individu harus diberi tahu tentang hasil pekerjaanya 4. pembinaan. berorientasi pada laba atau hasil. usia. berani mengambil resiko sesuai dengan peluang yang ada. Tujuan pendidikan harus jelas dan diketahui oleh seluruh anggota. 3. energik. kepribadian mantap dan optimism. Di Indonesia prosedur dan peraturan yang berkaitan dengan pengangkatan guru menjadi kepala sekolah khususnya sekolah negeri.  Kepala Sekolah Sebagai Entrepreneur Sebagai administrator kepala sekolah harus menjadi wirausaha atau entrepreneur sejati. KEPALA SEKOLAH SEBAGAI PEJABAT FORMAL Meski sebagai tugas tambahan. tekun. tabah. Kepala Sekolah sebagai sosok wirausahawan setidaknya mampu memberdayakan unit produksi sekolah sebagai berikut : 1. meskipun dalam . pangkat dan integritasnya. mengatur pengalaman sedemikian rupa sehingga setiap pegawai pernah memperoleh kepuasan dan penghargaan atas pekerjaannya. Kepala sekolah pada hakikatnya adalah pejabat formal karena pengangkatannya melaui suatu proses dan prosedur yang didasarkan atas peraturan yang berlaku. ketidak tergantungan. memberikan rasa aman. Pemberian hadiah lebih baik dari pada hukuman. Kepala Sekolah selaku manajer pendidikan harus dapat meningkatkan mutu pendidikan di sekolah yang dipimpin tanpa mengabaikan kebijakan dalam pendidikan seperti konsep : Manajemen Berbasis Sekolah. administrator sekolah harus percaya diri atau memiliki kepercayaan. meskipun terkadang hukuman itu di perlukan 5. Kepala Sekolah mampu mandiri dalam menuju kemandirian sekolah. berorientasi pada tugas dan hasil dan haus akan prestasi. pengalaman. bekerja keras. serta berpandangan terhadap masa depan. B. Istilah wirausaha ini merujuk pada usaha dan sikap mental. Untuk menjadi seorang entrepreneur. langkah awal dari usaha ini adalah dengan memberdayakan unit produksi. Kepala Sekolah dapat mnganalisis peluang bisnis yang berkembang dilingkungan sekolah yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. 4. Disamping itu dalam rangka peningkatan mutu pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan.

7. kepala sekolah berhak atas: 1. sikap keteladan. 8. 5. 2. Selain tugas dan tanggung jawab diatas. latar belakan pendidikan formal dan pelatihan terakhir yang diikuti oleh calon. social. perbuatan. serta program istruksional dan implementasi kebijakan. yaitu: 1. Adapun persyaratan administrative calon kepala sekolah meliputi: 1. 2. etika profesi dan lingkungan politik. ekonomi. administrasi sekolah. Loyal dan melaksanakan apa yang digariskan oleh atasan 2. 7. Nilai-nilai dan misi sekolah Tata laksana dan keadministrasian sekolah Kurikulum. pengajaran. Selama menduduki jabatan. 5. Selalu memelihara hubungan yang bersifat hirarki anata kepala sekolah dan atasan. 2. . Berkonsultasi atau memberikan laporan mengenai pelaksanaan tugas yang menjadi tanggung jawabnya 3. 3. khususnya yang berkaitan dengan: 1. 4. hokum. Usia Maksimal Pangkat Masa kerja Pengalaman Berkedudukan sebagai tenaga fungsional guru Sedangkan persyarakan akademik meliputi. 4. 5. 6. 6. budaya sekolah. kepala sekolah harus mampu menggaramsi mutu yang berkaitan dengan visi sekolah. 4. kejujuran. 3. 3. serta perilakunya yang dirasakan dapat menganggu tugas dan tanggung jawab sebagai kepala sekolah 8. Gaji serta penghasilan dan pendapatan lain sesuai dengan ketentuan yang berlaku Akses kedudukan dalam jenjang kepangkatan tertentu Hak kenaikan gaji atau kenaikan pangkat Kesempatan menduduki jabatan yang lebih tinggi Memperoleh kesempatan untuk mengembangkan diri Penghargaan atau fasilitas Dapat diberi teguran oleh atasannya karena sikap.hal-hal tertentu sering tidak diikuti secara taat asas di tingkat kabupaten/kota. komunikasi dan kolaborasi dengan masyarakat. keadilan. penilaian dan evaluasi Sumber daya Layanan pendukung pembelajaran Komunikasi dan jalinan hubungan dengan pemangku kepentingan Kegiatan kemasyarakatan Peningkatan mutu secara berkelanjutan Termasuk didalam ini. kepala sekolah juga harus memerhatikan mutu. Dapat dimutasikan atau diberhentikan dari jabatan kepala sekolah karena hal-hal tertentu Kepala sekolah pun mempunyai tugas dan tanggung jawab kepada atasan. Untuk persyaratan pribadi yaitu bebas dari perbuatan tercela dan loyal kepada Pancasila dan pemerintah. budaya.

sebab esensin kepemimpinan adalah kepengikutan orang lain. memiliki bawahan dan mempunyai hak kenaikan jabatan. Memiliki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya 5 tahun di SD/MI 4. kepangkatan. Memiliki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya 5 tahun di satuan pendidikan khusus 4. Memiliki kemampuan kepemimpinan dan kewirausahaan di bidang pendidikan 2. 1. masa kerja. C. Berstatus sebagai guru pada satuan pendidikan khusus . Berstatus sebagai guru SMP/MTs/SMA/MA/SMK/MAK 2. kepala sekolah juga memiliki tanggung jawab kepada sesame kepala sekolah atau instansi yang terkait. Kriteria untuk menjadi kepala TK/RA meliputi: 1. Kriteria untuk menjadi kepala sekolah SDLB/SMPLB/SMALB meliputi: 1. Memiliki kemampuan kepemimpinan dan kewirausahaan di bidang pendidikan 4. 19 Tahun 2005 disebutkan syarat-syarat untuk menjadi kepala sekolah seperti berikut: 1. Kriteria untuk menjadi kepala sekolah SD/MI meliputi: 1. Wajib memelihara hubungan kerja sama sebaik-baiknya dengan lingkungan baik instansi terkait. Memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku 3.Tidak hanya kepada atasan. Dengan kata lain kepala sekolah merupakan guru yang mendapat tugas tambahan sebagai “kepala sekolah”. Di dalam PP No. Memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku 3. staf dan siswa. Memiliki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya 3 tahun di TK/RA 4. Memiliki kemampuan kepemimpinan dan kewirausahaan di bidang pendidikan 3. Berstatus sebagai guru TK/RA 2. secara hirarki memiliki atasan langsung yang lebih tinggi. Adapun tanggung jawab itu antara lain: 1. dll. kompetensi. Memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku 3. Peranan kepala sekolah sebagai pejabat formal secara singkat dapat disimpulkan bahwa kepala sekolah diangkat dengan surat keputusan oleh atasan yang mempunyai kewenangan dalam pengangkatan sesuia dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku. memiliki tugas dan tanggung jawab yang jelas serta hak-hak dan sanksi yang perlu dilaksanakan. Wajib memberikan hubungan kerjasama yang baik dengan kepala sekolah yang lain 2. Berstatus sebagai guru SD/MI 2. Kriteria untuk menjadi kepala sekolah SMP/MTs/SMA/MA/SMK/MAK meliputi: 1. KRITERIA KEPALA SEKOLAH Guru yang diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah harus memenuhi criteria khusus. Kriteria tersebut berkaitan dengan kualifikasi. tokoh-tokoh masyarakat dan BP3 Sedangkan terhadap bawahannya kepala sekolah berkewajiban membina hubungan yang sebaik-baiknya dengan guru.

implementasi supervisi di lapangan masih sangat bervariasi. Supervisor. baik supervisor maupun guru dan pihak – pihak yang disupervisi perlu secara pro aktif menambah pengetahuan dan pemahaman mereka tentang supervisi agar terjalin keterpaduan dan kerjasama sinergi dalam menunjang pelaksanaan supervisi di sekolah. antara lain kurang memadainya pengetahuan. sebagai salah satu pemangku kepentingan pendidikan. Oleh karena itu. Namun demikian. 02 Juni 2012 ETIKA PROFESI SEORANG SUPERVISOR PENDIDIKAN Etika Kerja Seorang Supervisor Pendidikan Manajemen Berbasis Sekolah yang merupakan refleksi pergeseran paradigma sistem pengelolaan dan pembinaan pendidikan dari centralized system menuju decentralized system menuntut kesadaran. supervisi tidak dapat berjalan dengan optimal dan efektif dikarenakan oleh beberapa faktor. tetapi yang lebih penting adalah sebagai “perekat” (glue) bagi warga sekolah. Senang. dan keterlibatan semua pemangku kepentingan (stakeholders) pendidikan untuk saling bekerja sama dan membangun sinergi mewujudkan sekolah efektif. termasuk pengawas dan kepala sekolah. Memiliki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya 5 tahun di satuan pendidikan khusus 4. Bahkan di beberapa sekolah. bantuan dan pembinaan kepada guru untuk meningkatkan kinerja dalam pengelolaan pembelajaran. Untuk itulah disini kami selaku pemakalah mencoba sedaya mampu kami untuk menjelaskan syarat-syarat seorang supervisor dan mungkin beberapa hal yang berkaitan dengannya. sehingga dapat saling bekerja sama mendukung tercapainya tujuan sekolah. . memiliki peran yang amat penting dalam mewujudkan sekolah efektif dalam kerangka Manajemen Berbasis Sekolah. maupun pemahaman guru tentang supervisi yang belum memadai. Interaktif dan Kreatif sehingga Efektif (ASIK – Efektif) dalam mencapai tujuan pembelajaran. yang ditandai oleh pembelajaran yang bernuansa Aktif. keterampilan dan pengalaman supervisor. Memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku 3. komitmen. Peran dan keberadaan supervisor semakin diperlukan tidak hanya untuk memberikan bimbingan. Memiliki kemampuan kepemimpinan dan kewirausahaan di bidang pendidikan ETIKA PROFESI Sabtu.2.

Meskipun tujuan akhirnya tertuju pada hasil belajar siswa. 3. Pengertian Supervisor Supervisor berasal dari kata supervise yang maknanya : Adalah bantuan dalam pengembangan situasi belajar-mengajar agar memperoleh kondisi yang lebih baik. mengembangkan kegiatan belajar mengajar. membangkitkan dan merangsang semangat guru-guru menjalankan tugasnya terutama dalam pembelajaran. Sesuai dengan rumusan diatas maka kegiatan yang dapat disimpulkan dalam supervisi pembelajaran sebagai berikut : 1. 2.A. Keterampilan dalam kepemimpinan (leadership) Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang bisa menjalin hubungan yang harmonis dengan yang dipimpin Þ Working on : wibawa (power on) Þ Working for : pembantu bagi orang yang disupervisi Þ Working mithin : bersama-sama 2. pembelajaran dan kurikulum. Ø Ross L (1980). Keterampilan dalam proses kelompok Supervisor harus terampil : Þ Membangkitkan semangat kerjasama Þ Merumuskan tujuan Þ Merencanakan bersama Þ Mengambil keputusan bersama Þ Menciptakan tanggung jawab bersama Þ Menilai dan merivisi bersama . upaya pembinaan dalam pembelajaran B. Ø Purwanto (1987). mendefenisikan supervise ialah suatu aktivitas pembinaan yang direncanakan untuk membantu para guru dan pegawai sekolah dalam melakukan pekerjaan secara efektif. Beberapa keterampilan itu antara lain : 1. mendefinisikan bahwa supervisi adalah pelayanan kapada guru-guru yang bertujuan menghasilkan perbaikan pengajaran. namun yang diutamakan dalam supervisi adalah bantuan kepada guru. Syarat-Syarat Supervisor dan Yang Berkaitan Dengannya Setidaknya seorang supervisor memiliki beberapa macam keterampilan yang berhubungan dengan posisinya sebagai supervisor.

3. Kreatif : menekankan inisiatif dan kebebasan berfikir . Keterampilan dalam hubungan insani (human relation) Supervisor tidak semata-mata berurusan dengan aspek meteril tetapi berhadapan dengan manusia-manusia yang berbeda perilaku. 4. Otokratis : supervisor penentu segalanya 2. Manipulasi diplomatis : mengarahkan orang yang disupervisi untuk melaksanakan apa yang dikehendaki supervisor dengan cara musulihat 4. Keterampilan dalam administrasi personal Supervisor harus terampil : v Menyeleksi anggota/karyawan baru v Mengorientasi anggota/karyawan baru v Menempatkan dan menugaskan sesuai kecakapan v Membina 5. Demokratis : mementingkan musyawarah mufakat dan bekerjasama atau gontong royong secara kekeluargaan. Koraktif : lebih mencari kesalahan 2. C. Jenis-Jenis Supervisi Pendidikan Berdasarkan Prosesnya 1. Konstruktif : membangun (dapat memperbiki jika terjadi kesalahan) 4. Keterampilan dalam evaluasi (evaluation) v Merumuskan tujuan dan norma-norma v Mengumpukan fakta-fakta perubahan v Menterapkan criteria dan menyusun pertimbangan v Merevisi rencana yang disusun Kemudian setelah memenuhi keterampilan diatas. Type-typenya antara lain : 1.3. v Hubungan pribadi : pribadi orang yang bersangkutan v Hubungan fungsionil : fungsi yang dijalankan seseorang v Hubungan instrumental : didasarkan atas pandangan memperalat bawahan v Hubungan konsensionil : didsarkan atas kebiasaan atau kelaziman yang berlaku. Preventif : mencegah hal-hal yang tidak diinginkan 3. kita akan mengetahui berbagai macam type-type seorang supervisor pendidikan. Laissez-faire : memberikan kebebasan dan keleluasan kepada orang yang disupervisi untuk melakukan apa yang dianggap mereka baik.

Hubungan dengan profesi supervise pendidikan → supervisor hendaklah selalu bersikap dan bertindak professional → supervisor hendaklah berusaha mewujudkan dan mengembangkan karya supervisi 5. Hubungan dengan tuhan → supervisor mempasrahkan diri kepada Tuhan YME → setia melakukan kewjiban-kewjibannya terhadap Tuhan YME Sumber : http://khairuddinhsb. Hubungan dengan rekan seprofesi → supervisor hendakalah memelihara dan mengembangkan rasa solidaritas → supervisor hendaklah jujur dan toleran 4. Hubungan dengan orang tua dan masyarakat → supervisor hendaklah memelihara hubungan kerjasama yang baik → supervisor hendaklah mengindahkan moral dan adapt istiadat dalam masyarakat 3. Hubungan dengan orang yang disupervisi : guru dan murid → supervisor hendaklah jujur dan adil → supervisor hendaklah membina perkembangan potensialitas → supervisor hendaklah memberi kesempatan dan bantuan 2.wordpress.D. Etika Supervisor Pendidikan Etika suatu jabatan (professional ethics) yang dirumuskan dalam kode etika jabatan (profesi) tersebut memuat nilai-nilai atau norma yang merupakan pedoman bagi sikap dan tingka laku para pejabat yang berkeahlian dibidang yang bersangkutan.com/2008/10/19/syarat-supervisor-pendidikan/ BIMBINGAN DAN KONSELING SEBAGAI PROFESI . 1. Prinsip-prinsip : → cinta kasih sebagai prinsip pokok setiap etika jabatan (lebih universalistic sifatnya). → pancasila dapat merupakan pula prinsip pokok yang bersifat nasionalistik yang hendak menjiwai setiap etika jabatan bangsa Indonesia.

Penerapan praktis dari teknik intelektual pada urusan praktis . 4. Yang jelas profesi selalu menyangkut pekerjaan. Suatu teknik intelektual. Beberapa standar dan pernyataan tentang etika yang dapat diselenggarakan. hukum. Ada izin khusus untuk menjalankan suatu profesi. Kaum profesional biasanya menjadi anggota dari suatu profesi. e. 2. 7. Profesionalisasi meruju kepada suatu proses pengembangan keprofesionalan para anggota suatu profesi. 2. Ada yang mengatakan bahwa profesi adalah “jabatan seseorang walau profesi tersebut tidak bersifat komersial”. Menurut Artikel dalam International Encyclopedia of education. Adanya kaidah dan standar moral yang sangat tinggi. maka untuk menjalankan suatu profesi harus terlebih dahulu ada izin khusus. Pengertian dan Ciri-Ciri Profesi Belum ada kata sepakat mengenai pengertian profesi karena tidak ada standar pekerjaan/tugas yang bagaimanakah yang bisa dikatakan sebagai profesi. 5. Pengakuan sebagai profesi. 2. yaitu: 1. ada 10 ciri khas suatu profesi. kelangsungan hidup dan sebagainya. Profesi adalah jabatan yang menuntut keahlian seseorang walau profesi tersebut tidak bersifat komersial b. Mengabdi pada kepentingan masyarakat. pertama orang yang menyandang suatu profesi. penanpilan seorang dalam melakukan pekerjaan sesuai profesinya. keamanan. Kedua. Asosiasi dari anggota profesi yang menjadi suatu kelompok yang erat dengan kualitas komunikasi yang tinggi antar anggotanya. 6. dan kependetaan. yang biasanya keahlian dan keterampilan ini dimiliki berkat pendidikan. Suatu periode panjang untuk pelatihan dan sertifikasi . di mana nilai-nilai kemanusiaan berupa keselamatan. berikut dikemukakan beberapa istilah yang berkaitan dan kiri-ciri profesi. Profesionalisme adalah suatu tingkah laku. Profesional mengacu pada dua hal yaitu. d. Suatu bidang pekerjaan yang terorganisir dari jenis intelektual yang terus berkembang dan diperluas. artinya setiap pelaksana profesi harus meletakkan kepentingan pribadi di bawah kepentingan masyarakat. Ciri-ciri Profesi Secara umum ada beberapa ciri atau sifat yang selalu melekat pada profesi. Adanya pengetahuan khusus. Kemampuan untuk kepemimpinan pada profesi sendiri. Beberapa Istilah Tantang Profesi a. 4. Perhatian yang profesional terhadap penggunaan yang bertanggung jawab dari pekerjaan . Setiap profesi akan selalu berkaitan dengan kepentingan masyarakat. Profesionalisme mengandung pula pengertian menjalankan suatu profesi untuk keuntungan atau sebagai sumber penghidupan. Secara tradisional ada 4 profesi yang sudah dikenal yaitu kedokteran.A. 3. 3. Hal ini biasanya setiap pelaku profesi mendasarkan kegiatannya pada kode etik profesi. 5. suatu tujuan atau suatu rangkaian kwalitas yang menandai atau melukiskan coraknya suatu “profesi”. pelatihan dan pengalaman yang bertahun-tahun. pendidikan. Untuk mencegah kesimpang siuran arti profesi dan hal-hal yang berkaitan dengan itu. yaitu : 1. 9. Profesionalitas merupakan kemampuan sikap seorang anggota profesi untuk bertindak secara professional. 8. 1. c.

D. spesialisasi dan kemandirian. 2. . 4. memberi batasan ciri-ciri yang terdapat pada profesi. Memerlukan persiapan profesional yang alam dan bukan sekedar latihan. Melibatkan kegiatan intelektual. juga berfungsi tidak saja menjaga. Menjanjikan karier hidup dan keanggotaan yang permanen. termasuk tindak-tindak etis profesional kepada anggotanya. tingkah laku. Mementingkan layanan di atas keuntungan pribadi. • Prinsip ini menuntut kita untuk memberikan kepada siapa saja apa yang menjadi haknya. Dimilikinya organisasi profesional yang disamping melindungi kepentingan anggotanya dari saingan kelompok luar. Richey sebagaimana dikutip oleh Suharsimi Arikunto. dalam hal ini adalah kode etik. Dimilikinya sekumpulan bidang ilmu yang menjadi landasan sejumlah teknik dan prosedur yang unik. Membutuhkan suatu kegiatan intelektual yang tinggi. Menggeluti suatu batang tubuh ilmu yang khusus. 3. Memerlukan latihan dalam jabatan yang berkesinambungan. 3. 3. e. Hubungan yang erat dengan profesi lain. g. disiplin diri dalam profesi. 7. dan kedelapan. 1. Pengakuan oleh masyarakat terhadap layanan tertentu yang hanya dapat dilakukan oleh kelompok pekerja dikategorikan sebagai suatu profesi. 2. f. akan tetapi sekaligus selalu berusaha meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat. 5. b. Tanggung jawab • Terhadap pelaksanaan pekerjaan itu dan terhadap hasilnya. Seorang pekerja profesional. sikap dan cara kerja. h. secara relatif memerlukan waktu yang panjang untuk mempelajari konsep-konsep serta prinsip-prinsip pengetahuan khusus yang mendukung keahliannya. Memiliki kode etik yang mengatur keanggotaan. Memiliki kualifikasi tertentu untuk memasuki profesi tersebut serta mampu mengikuti perkembangan dalam pertumbuhan jabatan. d. 10. c. 4. Menentukan baku standarnya sendiri. • Terhadap dampak dari profesi itu untuk kehidupan orang lain atau masyarakat pada umumnya. Memberikan kesempatan untuk kemajuan. Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat. Adanya organisasi yang dapat meningkatkan standar palayanan. serta kesejahteraan anggotanya. 6. Diperlukannya persiapan yang sengaja dan sistematik sebelum orang mampu melaksanakan suatu pekerjaan professional. 4. Prinsip-Prinsip Etika Profesi 1. memandang profesi sebagai suatu karier hidup (a live career) dan menjadi seorang anggota yang permanen. Westby Gibson (1965) dalam Suharsini Arikuto. Keadilan. Menurut Robert W. 2.profesi. Syarat-Syarat Suatu Profesi a. Lebih mementingkan pelayanan kemanusiaan yang ideal dibandingkan dengan kepentingan pribadi. Di lain pihak. menjelaskan ada empat ciri yang melekat pada profesi: 1.

yaitu profesi. Jabatan yang menentukan bakunya sendiri g. Pengembangan profesi bimbingan konseling 1. Dengan membuat kode etik. Jabatan yang melibatkan Kegiatan intelektual b. Salah satu contoh tertua adalah SUMPAH HIPOKRATES yang dipandang sebagai kode etik pertama untuk profesi dokter. tetapi pembuatan kode etik itu sendiri harus dilakukan oleh profesi yang bersangkutan. pemikiran etis tidak berhenti. Jabatan yang mempunyai organisasi professional yang kuat dan terjalin rapat D. seban dihasilkan berkat penerapan pemikiran etis atas suatu wilayah tertentu. 2. Jabatan yang menggeluti bidang tubuh ilmu yang khusus c. Kode etik tidak akan efektif kalau di drop begitu saja dari atas yaitu instansi pemerintah atau instansi-instansi lain. tulisan atau benda yang disepakati untuk maksud-maksud tertentu. tingkah laku dan perbuatan dalam melaksanakan tugas dan dalam kehidupan sehari-hari. tapi sebaliknya selalu didampingi refleksi etis. Tetapi setelah kode etik ada. B. Kode etik profesi sebetulnya tidak merupakan hal yang baru. kode etik itu sendiri harus menjadi hasil SELF REGULATION (pengaturan diri) dari profesi. • Prinsip ini menuntut agar setiap kaum profesional memiliki dan di beri kebebasan dalam menjalankan profesinya. Jabatan yang memerlukan persiapan latihan yang lama d. karena tidak akan dijiwai oleh cita-cita dan nilai-nilai yang hidup dalam kalangan profesi itu sendiri. Kode etik yaitu norma atau azas yang diterima oleh suatu kelompok tertentu sebagai landasan tingkah laku sehari-hari di masyarakat maupun di tempat kerja. Tujuan Kode Etik Kode etik bisa dilihat sebagai produk dari etika terapan. Hal ini tidak akan pernah bisa dipaksakan dari luar. salah satu syarat mutlak adalah bahwa kode etik itu dibuat oleh profesi sendiri. Supaya dapat berfungsi dengan baik. Supaya kode etik dapat berfungsi dengan semestinya. Kode juga dapat berarti kumpulan peraturan yang sistematis. Penyiapan dan Syarat-Syarat Profesi Keguruan a. 8 (POKOK-POKOK KEPEGAWAIAN) Kode etik profesi adalah pedoman sikap. Jabatan yang menjanjikan karir hidup dan keanggotaan yang permanen f. Standarisasi untuk kerja professional konselor 2. profesi sendiri akan menetapkan hitam atas putih niatnya untuk mewujudkan nilai-nilai moral yang dianggapnya hakiki.3. Otonomi. keputusan atau suatu kesepakatan suatu organisasi. Jabatan yang mementingkan layanan diatas kepentingan pribadi h. Sudah lama diusahakan untuk mengatur tingkah laku moral suatu kelompok khusus dalam masyarakat melalui ketentuan-ketentuan tertulis yang diharapkan akan dipegang teguh oleh seluruh kelompok itu. Hanya kode etik yang berisikan nilai-nilai dan cita-cita yang diterima . Kode Etik Professional Keguruan 1. Jabatan yang memerlukan latihan dalam jabatan yang sinambung e. MENURUT UU NO. Pengertian Kode Etik Kode yaitu tanda-tanda atau simbol-simbol yang berupa kata-kata. misalnya untuk menjamin suatu berita. Kode etik tidak menggantikan pemikiran etis. Instansi dari luar bisa menganjurkan membuat kode etik dan barang kali dapat juga membantu dalam merumuskan. Standarisasi penyiapan Konselor C.

Pada umumnya kode etik akan mengandung sanksi-sanksi yang dikenakan pada pelanggar kode etik. Untuk menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggota.oleh profesi itu sendiri yang bis mendarah daging dengannya dan menjadi tumpuan harapan untuk dilaksanakan untuk dilaksanakan juga dengan tekun dan konsekuen.I) NOOR5art BIMBINGAN KONSELING SEBAGAI PROFESI Jumat. 6. Adapun yang menjadi tujuan pokok dari rumusan etika yang dituangkan dalam kode etik (Code of conduct) profesi adalah: 1. Meningkatkan layanan di atas keuntungan pribadi. Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat. 7. Standar-standar etika membantu tenaga ahli profesi dalam menentukan apa yang harus mereka perbuat kalau mereka menghadapi dilema-dilema etika dalam pekerjaan 3.S. Untuk meningkatkan mutu profesi. 4. 2. Untuk meningkatkan pengabdian para anggota profesi. Standar-standar etika mencerminkan / membayangkan pengharapan moral-moral dari komunitas. Jadi secara garis besarnya TUJUAN KODE ETIK PROFESI : 1. 5. Menentukan baku standarnya sendiri. Syarat lain yang harus dipenuhi agar kode etik dapat berhasil dengan baik adalah bahwa pelaksanaannya di awasi terus menerus. dengan demikian standar-standar etika menjamin bahwa para anggota profesi akan menaati kitab UU etika (kode etik) profesi dalam pelayanannya 5. Untuk menjunjung tinggi martabat profesi. Perlu diketahui bahwa kode etik profesi adalah tidak sama dengan hukum (atau undangundang). 8. Untuk meningkatkan mutu organisasi profesi. Standar-standar etika merupakan dasar untuk menjaga kelakuan dan integritas atau kejujuran dari tenaga ahli profesi 6. Standar-standar etika membiarkan profesi menjaga reputasi atau nama dan fungsi-fungsi profesi dalam masyarakat melawan kelakuan-kelakuan yang jahat dari anggota-anggota tertentu 4.Pd. Standar-standar etika menjelaskan dan menetapkan tanggung jawab terhadap klien. 3. 31 Juli 2009 BAB I PENDAHULUAN . dan masyarakat pada umumnya 2. institusi. Seorang ahli profesi yang melanggar kode etik profesi akan menerima sangsi atau denda dari induk organisasi profesinya Pendidikan seumur hidup (Nur chamid.

Pra anggotanya secara tegas dituntus memiliki kompetensiminimum melalui prosedur seleksi. guru menuding pemerintah tidak serius menangani pendidikan dan orang tua siswa menuding pemerintah dan guru sama –sama tidak professional dalam melakukan konsep pendidikan idial yang berorientasi dalam melakukan konsep pendidikan ideal yang berorientasi dalam pembentukan pola pikir prilaku dan keterampilan. melatih dan menilai ) siswa secara objektif dan mandiri. melainkan bersifat pemecahan masalah atau penanganan situasi sityuasi kritis yang yang menuntut pemacahan dengan menggunakan teori dan metode ilmiah.Pengertian dan ciri-ciri profesi 1. Problematika tersebut menjadi ajang kontra antara suatu pihak dengan pihak lain .Penampilan pelayanan tersebut bukan hanya dilakukan secara ruti saja. lembaga pendidikan konselor. akreditas. mengajar. 2. b. penyiapan konselor. Pemerintah menganggap banyak guru tidk brkualitas. dan keterampilan tertentu yang unik. yaitu berkenaan dengan unjuk kerja konselor. pendidikan dan pendidikan dan latihan serta lisensi ataupun sertifikasi . beberapa besar kepedulian guru yang mampu menjalankan tugasnya (mendidik.Untuk mewujudkan fungsi tersebut pada butir di atas anggotanya harus menampilkan pelayanan yang khusus yangyang didasarkan teknik-teknik intelektual.Ciri-ciri profesi Syarat-syarat atau cirri-ciri utama dari suatu profesi sebagai berikut: a. Namun.Upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan boleh dibilang sukses dan perlu mendapat apresiasi dari semua lapisan masyarakat. serta pengembangan organisasi profesi. beberapa besar guru yang mendapatkan kesempatan kesempatan yang lebih tinggi dengan biaya pemerintah terhadap kualitas peserta didiknya. c. sertifikasi dan instansi. semisal. d. khususnya kalangan akademisi. Upaya tersebut memang harus diselenggarakan untuk memperkembangkan pelayanan bimbingan konseling kearah pemenuhan persyaratan profesi. BAB II PEMBAHASAN A. Akhirnya pekerjaan yang disebut profesi itu tidak bias dilakukan oleh orang yang tidak berlatih dan tidak disiapkan secara khusus terlebih dahulu untuk melakukan pekerjaan tersebut.Pengertian profesi Profesi adalah suatu jabatan atau pekerjaan yang menuntut keahlian dengan para petugasnya . sayangnya terobosan di atas masih menuangkan setumpuk problematika.Suatu profesi merupakan suatu jabatan suatu pekerjaan yang memiliki fungsi dan kebermaknaan sosial yang sangat menentukan .

4)Memiliki kemanfaatan pribadi dan sosial. Materi intii yaitu materi tentang pertumbuhan dan perkembangan individu.Mengorganisasikan progam bimbingan dan konseling c.Berpartisipasi aktif dalam pengembangan profesi BK. Pengembangan profesi bimbingasn dalam konseling antara lain melalui : 1.Menyelenggarakan pengumpulan data tentang minat. . i. 2). yaitu materi tentanng studi lingkungan dan materi khusus sesuai dengan keperluan mahasiswa untuk bekerja di lingkungan tertentu. 2). c. f. 3)Memiliki kemampuan untuk bekerja dengan orang – orang dari berbagai latar belang.Membantu guru bidang studi ndalam menyelenggarakanpengajaran perbaikan dan progam pengayaan. Bimbingan dan konselingn masih perlu dikembangkan bahkan diperjuangkan. 3). yaituunjuk kerja konselor secara baik para konselor dituntut memiliki pengetahuan. h. Studi lingkungan dan studi kasus.Pengembangan Profesi bimbingan dan konseling Sebagai profesi yang handal. 2. Untuk menegaskan misi dan tujuan progam. b. Yaitu praktek langsung pelayanan BK melalui praktek pengalaman lapangan yang sesuai cita-cita mahasiswa. a.Standarisasi unjuk kerja professional konselor. b. Adapun standarisasi penyiapan konselor adalah: a.Menyelenggarakan bimbingan kelompok belajar g. serta berperan secara aktif dalam pertemuan –pertemuan sesama anggotanya.Standar tingkah laku bagi anggotanya dirumuskan secara tersurat melalui kode etik yang benar-benar diterapkan. Adapun syarat-syarat pribadio yang harus dimiliki oleh konselor sebagai berikut : 1). B. dasar-dasar ilmu pengetahuan dan kebudayaan. f. Pendidikan konselor mengacu kepada standar kemampuan konselor yang meliputi : 1).Melakukan kunjungan rumah.Mengajar dalam bidang psikologi dan bimbingan konseling (BK). Berpengalaman tersupervisi. Tujuan pokok akreditas 1). Pendidikan konselor Untuk melaksanakan tugas – tugas dalam bidang bimbingan dan konseling. bakat.Menyelenggarakan kegiatan BK pada lingkungan yang berbeda. kemampuan dan kondisi pribadi. Untuk menilai bahwa progam yang ada memenuhi standar yang ditatapkan oleh prifesi. 2)Memiliki minat dan kemauan yang besar untuk bekerjasama dengan orang lain. serta dapat melaksanakan dengan sebaik-baiknya materi dan keterampilan yang terkandung di dalam butir-butir rumusan unit kerja. Memiliki bakat yang memadai untuk mengikuti pendidikan yang lebih tinggi. keterampilan dan sikap yang memadai. Seleksi/penerimaan mahasiswa Seleksi atau pemilihan calon mahasiswa merupakan tahap awal dalam proses penyiapan konselor. Akreditasi Lembaga pendidikan konselor perlu diakreditasi untuk menjamin mutu lulusanya .e.Menyusun progam bimbingan dan konseling d.Selama dalam pekerjaan itu para anggotanya terus menerus berusaha menyegarkan dan meningkatkan kompetisinya dengan jalan meningkatkan secara cermat literatur dalam bidang pekerjaan itu. e.Standardisasi penyiapan konselor Tujuan penyiapan konselor ialah agar para(calon) konselor memiliki wawasan dan menguasai .

d. sehingga organisasi profesi itu perlu benar-benar taat asas dengan profesionalitasnya. Para lulusan pendidikan konselor yang bekerja di lembaga-lembaga pemerintah. Untuk menarik calon konselor dan tenaga pengajar yang bermutu tinggi. baik dilihat dari fungsi dan maknanya. Pengembangan Organisasi Profesi Organisasi profesi adalah himpunan orang-orang yang mempunyai profesi yang sama. dan penegak kode etik. 5). 4). baik di lembaga-lembaga pemerintah maupun non pemerintah. Organisasi dalam mengupayakan profesionalitas anggota dan pelayanannya. Pengembangan pelayanan 3). minimum empat tahun yaitu jenjang strata satu (S1). melalui pengembangan ilmu.3). Sertifikasi dan Lisensi Sertifikasi merupakan upaya lebih lanjut untuk lebih memantapkan dan menjamin profesionalisasi BK. masyarakat profesi dan masyarakat pada umumnya tentang kemantapan palayanan BK. penampilan kegiatannya terhadap sasaran layanan dasar-dasar keilmuan yang dimilikinya. sejak dari pendidikan konselornya sampai kepada penempatannya di lapangan kerja. Pendidikan konselor yang bersifat pra jabatan dan berjenjang pendidikan tinggi memakan waktu yang cukup lama. tetapi juga dari segi pengembangan pribadi yang meliputi kemampuan berkomunikasi. e. sedangkan mereka yang hendak bekerja di luar lembaga atau badan pemerintah diwajibkan memperoleh lisensi dari organisasiprofesional BK. pengembangan pelayanan. DAFTAR PUSTAKA . Tujuan organisasi profesi adalah : 1). penyiapan para calon pekerjaannyauntuk mampu menyelenggarakan pekerjaan itu. Penegakan kode etik professional BAB III KESIMPULAN Suatu pekerjaan disebut profesi apabila pekerjaan itu memenuhi sejumlah ciri atau persyaratan. Program akreditasi. sikap. serta sikap para pekerja terhadap pengembangan pekerjaan itu. Memungkinkan mahasiswa dan staf pengajar berperan serta dalam evaluasi program secara intensif. sertifikasi dan lisensi merupakan upaya agar pelayanan BK itu benarbenar professional. misalnya di sekolah. Pengembangan ilmu 2). penerapan nilai-nilai serta tanggung jawab melaksanakan tugas professional. diharuskan menempuh program sertifikasi yang diselenggarakan oleh pemerintah. kompetensi para pekerjaannya. kode etiknya. Pengembangan kemampuan yang mantap tidak hanya dari segi ilmu dan keterampilannya saja. Untuk mendapatkan kepercayaan dari masyarakat pandidikan.

Prayitno. Minat besar pengaruhnya terhadap belajar. orang tua atau guru juga dapat memperkenalkan obyek-obyek yang kurang . 2008. Ed Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling. PT Asdi Mahasatya. Perhatian ini dapat terjadi dengan sendirinya maupun karena pengaruh dari luar. seperti: obyek itu harus menarik perhatian. Misalnya minat siswa terhadap mata pelajaran pendidikan agama Islam akan berpengaruh terhadap usaha belajarnya. seperti: obyek itu harus menarik perhatian. bahasa yang digunakan. seorang guru perlu menggunakan alat peraga atau model untuk menarik perhatian murid. terutama dari lingkungan keluarga. terutama dari lingkungan keluarga. maka siswa yang bersangkutan tidak akan belajar sebaik-baiknya. bunyi. H M. Minat dalam pengertian umum adalah “Sesuatu yang menimbulkan perhatian yang kuat”[4].[6] Dari pendapat di atas kita melihat bahwa minat sangat besar pengaruhnya terhadap aktifitas belajar siswa di kelas. akan diperhatikan terus-menerus yang disertai rasa senang. Di sekolah.[5] Minat juga dapat diartikan kecendrungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan.Sc. baik karena warna yang kontras. Kegiatan tersebut termasuk belajar yang diminati siswa. cara bicara. Minat terhadap sesuatu hal akan timbul apabila seseorang menaruh perhatian terhadap obyek itu. metode mengajar atau kepribadian guru itu sendiri maka usaha belajar siswa akan cendrung menurun. Di sekolah. seperti kehadiran. orang tua atau guru juga dapat memperkenalkan obyek-obyek yang kurang diminati anak dengan cara menerangkan hal-hal yang menarik bagi peserta didik. Prof Dr.Handout. sekolah maupun masyarakat. seorang guru perlu menggunakan alat peraga atau model untuk menarik perhatian murid. Maksudnya segala sesuatu hal yang menimbulkan keinginan dan perhatian yang kuat dikatakan dengan minat atau kemauan. Pelatihan Penelitian Tindakan Kelas. sekolah maupun masyarakat. Selain itu. keaktifan. Untuk membangkitkan minat ini diperlukan beberapa syarat.Lantip Institute. Selain itu. kesungguhan dalam belajar dan penghargaan terhadap guru. bunyi. Sebagaimana pendapat Bafadal Ibrahim: Semangat yang tinggi akan menumbuhkan semangat belajar dan seseorang akan memiliki keinginan secara terus menerus dalam melanjutkan pendidikan kejenjang pendidikan yang lebih tinggi. Apabila siswa tidak memiliki minat terhadap sesuatu pelajaran. Minat terhadap sesuatu hal akan timbul apabila seseorang menaruh perhatian terhadap obyek itu. Untuk membangkitkan minat ini diperlukan beberapa syarat. 1997. atau gerakannya. maupun gaya berkomunikasi ikut menentukan minat seorang anak terhadap suatu obyek. Pembawaan guru atau pendidik. Maksudnya segala sesuatu hal yang menimbulkan keinginan dan perhatian yang kuat dikatakan dengan minat atau kemauan. Ini sekaligus untuk mengurangi proses abstraksi yang masih sulit bagi anak. karena apabila bahan pelajaran tidak diminati siswa. perhatian. baik karena warna yang kontras. Perhatian ini dapat terjadi dengan sendirinya maupun karena pengaruh dari luar. Karena minat yang tinggi akan menumbuhkan semangat belajar yang tinggi.[7] Minat dalam pengertian umum adalah “Sesuatu yang menimbulkan perhatian yang kuat”[4]. Ini sekaligus untuk mengurangi proses abstraksi yang masih sulit bagi anak. karena tidak ada daya tarik baginya. atau gerakannya.

metode mengajar atau kepribadian guru itu sendiri maka usaha belajar siswa akan cendrung menurun. karena tidak ada daya tarik baginya. akan diperhatikan terus-menerus yang disertai rasa senang. Apabila siswa tidak memiliki minat terhadap sesuatu pelajaran. bahasa yang digunakan. Minat terhadap sesuatu hal akan timbul apabila seseorang menaruh perhatian terhadap obyek itu. bunyi. karena apabila bahan pelajaran tidak diminati siswa. seperti kehadiran.[5] Minat juga dapat diartikan kecendrungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan. seorang guru perlu menggunakan alat peraga atau model untuk menarik perhatian murid. Karena minat yang tinggi akan menumbuhkan semangat belajar yang tinggi. kesungguhan dalam belajar dan penghargaan terhadap guru.[6] Dari pendapat di atas kita melihat bahwa minat sangat besar pengaruhnya terhadap aktifitas belajar siswa di kelas.diminati anak dengan cara menerangkan hal-hal yang menarik bagi peserta didik. Maksudnya segala sesuatu hal yang menimbulkan keinginan dan perhatian yang kuat dikatakan dengan minat atau kemauan. perhatian. seperti kehadiran. Ini sekaligus untuk mengurangi proses abstraksi yang masih sulit bagi anak. Kegiatan tersebut termasuk belajar yang diminati siswa. seperti: obyek itu harus menarik perhatian. perhatian. keaktifan. keaktifan. terutama dari lingkungan keluarga. orang tua atau guru juga dapat memperkenalkan obyek-obyek yang kurang diminati anak dengan cara menerangkan hal-hal yang menarik bagi peserta didik. kesungguhan dalam belajar dan penghargaan terhadap guru. sekolah maupun masyarakat. maupun gaya berkomunikasi ikut menentukan minat seorang anak terhadap suatu obyek.[6] Dari pendapat di atas kita melihat bahwa minat sangat besar pengaruhnya terhadap aktifitas belajar siswa di kelas. atau gerakannya. baik karena warna yang kontras. cara bicara. Pembawaan guru atau pendidik. Pembawaan guru atau pendidik. Kegiatan tersebut termasuk belajar yang diminati siswa. Di sekolah. Misalnya minat siswa terhadap mata pelajaran pendidikan agama Islam akan berpengaruh terhadap usaha belajarnya. Perhatian ini dapat terjadi dengan sendirinya maupun karena pengaruh dari luar. maka siswa yang bersangkutan tidak akan belajar sebaik-baiknya. Minat besar pengaruhnya terhadap belajar. Misalnya minat siswa terhadap mata pelajaran pendidikan agama Islam akan berpengaruh terhadap usaha belajarnya. karena tidak ada daya tarik baginya.[7] Minat dalam pengertian umum adalah “Sesuatu yang menimbulkan perhatian yang kuat”[4]. bahasa yang digunakan. Karena minat yang tinggi akan menumbuhkan semangat belajar yang tinggi. cara bicara. Sebagaimana pendapat Bafadal Ibrahim: Semangat yang tinggi akan menumbuhkan semangat belajar dan seseorang akan memiliki keinginan secara terus menerus dalam melanjutkan pendidikan kejenjang pendidikan yang lebih tinggi. Minat terhadap sesuatu hal akan timbul apabila . Untuk membangkitkan minat ini diperlukan beberapa syarat. metode mengajar atau kepribadian guru itu sendiri maka usaha belajar siswa akan cendrung menurun. maupun gaya berkomunikasi ikut menentukan minat seorang anak terhadap suatu obyek. akan diperhatikan terus-menerus yang disertai rasa senang.[7] Minat dalam pengertian umum adalah “Sesuatu yang menimbulkan perhatian yang kuat”[4]. Selain itu. Minat besar pengaruhnya terhadap belajar.[5] Minat juga dapat diartikan kecendrungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan. Apabila siswa tidak memiliki minat terhadap sesuatu pelajaran. Maksudnya segala sesuatu hal yang menimbulkan keinginan dan perhatian yang kuat dikatakan dengan minat atau kemauan. Sebagaimana pendapat Bafadal Ibrahim: Semangat yang tinggi akan menumbuhkan semangat belajar dan seseorang akan memiliki keinginan secara terus menerus dalam melanjutkan pendidikan kejenjang pendidikan yang lebih tinggi. karena apabila bahan pelajaran tidak diminati siswa. maka siswa yang bersangkutan tidak akan belajar sebaik-baiknya.

Di sekolah. Di sekolah. Maksudnya segala sesuatu hal yang menimbulkan keinginan dan perhatian yang kuat dikatakan dengan minat atau kemauan. Ini sekaligus untuk mengurangi proses abstraksi yang masih sulit bagi anak. karena tidak ada daya tarik baginya.seseorang menaruh perhatian terhadap obyek itu. terutama dari lingkungan keluarga. Pembawaan guru atau pendidik. maupun gaya berkomunikasi ikut menentukan minat seorang anak terhadap suatu obyek. keaktifan. perhatian. seperti: obyek itu harus menarik perhatian. baik karena warna yang kontras. bunyi. metode mengajar atau kepribadian guru itu sendiri maka usaha belajar siswa akan cendrung menurun.[5] Minat juga dapat diartikan kecendrungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan. Kegiatan tersebut termasuk belajar yang diminati siswa. cara bicara. kesungguhan dalam belajar dan penghargaan terhadap guru. maupun gaya berkomunikasi ikut menentukan minat seorang anak terhadap suatu obyek. karena apabila bahan pelajaran tidak diminati siswa. bahasa yang digunakan. Minat besar pengaruhnya terhadap belajar. keaktifan. karena tidak ada daya tarik baginya. Sebagaimana pendapat Bafadal Ibrahim: Semangat yang tinggi akan menumbuhkan semangat belajar dan seseorang akan memiliki keinginan secara terus menerus dalam melanjutkan pendidikan kejenjang pendidikan yang lebih tinggi. baik karena warna yang kontras. Minat besar pengaruhnya terhadap belajar. Untuk membangkitkan minat ini diperlukan beberapa syarat. Apabila siswa tidak memiliki minat terhadap sesuatu pelajaran. Untuk membangkitkan minat ini diperlukan beberapa syarat. cara bicara. Perhatian ini dapat terjadi dengan sendirinya maupun karena pengaruh dari luar. orang tua atau guru juga dapat memperkenalkan obyek-obyek yang kurang diminati anak dengan cara menerangkan hal-hal yang menarik bagi peserta didik. Minat terhadap sesuatu hal akan timbul apabila seseorang menaruh perhatian terhadap obyek itu. terutama dari lingkungan keluarga.[6] Dari pendapat di atas kita melihat bahwa minat sangat besar pengaruhnya terhadap aktifitas belajar siswa di kelas.[6] Dari pendapat di atas kita melihat bahwa minat sangat besar pengaruhnya terhadap aktifitas belajar siswa di kelas. akan diperhatikan terus-menerus yang disertai rasa senang. karena apabila bahan pelajaran tidak diminati siswa.[7] Minat dalam pengertian umum adalah “Sesuatu yang menimbulkan perhatian yang kuat”[4]. Selain itu. akan diperhatikan terus-menerus yang disertai rasa senang. sekolah maupun masyarakat. Misalnya minat siswa terhadap mata pelajaran pendidikan agama Islam akan berpengaruh terhadap usaha belajarnya. seorang guru perlu menggunakan alat peraga atau model untuk menarik perhatian murid. maka siswa yang bersangkutan tidak akan belajar sebaik-baiknya. . bunyi.[5] Minat juga dapat diartikan kecendrungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan. Karena minat yang tinggi akan menumbuhkan semangat belajar yang tinggi. maka siswa yang bersangkutan tidak akan belajar sebaik-baiknya. orang tua atau guru juga dapat memperkenalkan obyek-obyek yang kurang diminati anak dengan cara menerangkan hal-hal yang menarik bagi peserta didik. seperti: obyek itu harus menarik perhatian. seorang guru perlu menggunakan alat peraga atau model untuk menarik perhatian murid. kesungguhan dalam belajar dan penghargaan terhadap guru. atau gerakannya. Ini sekaligus untuk mengurangi proses abstraksi yang masih sulit bagi anak. Perhatian ini dapat terjadi dengan sendirinya maupun karena pengaruh dari luar. bahasa yang digunakan. atau gerakannya. seperti kehadiran. seperti kehadiran. Apabila siswa tidak memiliki minat terhadap sesuatu pelajaran. Misalnya minat siswa terhadap mata pelajaran pendidikan agama Islam akan berpengaruh terhadap usaha belajarnya. Selain itu. Pembawaan guru atau pendidik. sekolah maupun masyarakat. Kegiatan tersebut termasuk belajar yang diminati siswa. perhatian.

perhatian. terutama dari lingkungan keluarga. Minat terhadap sesuatu hal akan timbul apabila seseorang menaruh perhatian terhadap obyek itu. bahasa yang digunakan. baik karena warna yang kontras. akan diperhatikan . seorang guru perlu menggunakan alat peraga atau model untuk menarik perhatian murid. Karena minat yang tinggi akan menumbuhkan semangat belajar yang tinggi. Minat terhadap sesuatu hal akan timbul apabila seseorang menaruh perhatian terhadap obyek itu. Pembawaan guru atau pendidik. seperti: obyek itu harus menarik perhatian. terutama dari lingkungan keluarga. Untuk membangkitkan minat ini diperlukan beberapa syarat. bahasa yang digunakan. seperti: obyek itu harus menarik perhatian. Minat besar pengaruhnya terhadap belajar. Di sekolah. cara bicara. sekolah maupun masyarakat. maka siswa yang bersangkutan tidak akan belajar sebaik-baiknya. akan diperhatikan terus-menerus yang disertai rasa senang.[5] Minat juga dapat diartikan kecendrungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan. Maksudnya segala sesuatu hal yang menimbulkan keinginan dan perhatian yang kuat dikatakan dengan minat atau kemauan. cara bicara. Perhatian ini dapat terjadi dengan sendirinya maupun karena pengaruh dari luar.metode mengajar atau kepribadian guru itu sendiri maka usaha belajar siswa akan cendrung menurun. karena apabila bahan pelajaran tidak diminati siswa. Di sekolah. Apabila siswa tidak memiliki minat terhadap sesuatu pelajaran. Ini sekaligus untuk mengurangi proses abstraksi yang masih sulit bagi anak.[7] Minat dalam pengertian umum adalah “Sesuatu yang menimbulkan perhatian yang kuat”[4]. Sebagaimana pendapat Bafadal Ibrahim: Semangat yang tinggi akan menumbuhkan semangat belajar dan seseorang akan memiliki keinginan secara terus menerus dalam melanjutkan pendidikan kejenjang pendidikan yang lebih tinggi. sekolah maupun masyarakat. Pembawaan guru atau pendidik. Sebagaimana pendapat Bafadal Ibrahim: Semangat yang tinggi akan menumbuhkan semangat belajar dan seseorang akan memiliki keinginan secara terus menerus dalam melanjutkan pendidikan kejenjang pendidikan yang lebih tinggi. Maksudnya segala sesuatu hal yang menimbulkan keinginan dan perhatian yang kuat dikatakan dengan minat atau kemauan. metode mengajar atau kepribadian guru itu sendiri maka usaha belajar siswa akan cendrung menurun. seperti kehadiran. atau gerakannya. orang tua atau guru juga dapat memperkenalkan obyek-obyek yang kurang diminati anak dengan cara menerangkan hal-hal yang menarik bagi peserta didik. karena tidak ada daya tarik baginya. Untuk membangkitkan minat ini diperlukan beberapa syarat. baik karena warna yang kontras. atau gerakannya.[6] Dari pendapat di atas kita melihat bahwa minat sangat besar pengaruhnya terhadap aktifitas belajar siswa di kelas. kesungguhan dalam belajar dan penghargaan terhadap guru. Selain itu. bunyi. Selain itu. orang tua atau guru juga dapat memperkenalkan obyek-obyek yang kurang diminati anak dengan cara menerangkan hal-hal yang menarik bagi peserta didik. maupun gaya berkomunikasi ikut menentukan minat seorang anak terhadap suatu obyek. Kegiatan tersebut termasuk belajar yang diminati siswa.[5] Minat juga dapat diartikan kecendrungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan. Perhatian ini dapat terjadi dengan sendirinya maupun karena pengaruh dari luar. Kegiatan tersebut termasuk belajar yang diminati siswa. maupun gaya berkomunikasi ikut menentukan minat seorang anak terhadap suatu obyek. bunyi. seorang guru perlu menggunakan alat peraga atau model untuk menarik perhatian murid. Karena minat yang tinggi akan menumbuhkan semangat belajar yang tinggi.[7] Minat dalam pengertian umum adalah “Sesuatu yang menimbulkan perhatian yang kuat”[4]. Misalnya minat siswa terhadap mata pelajaran pendidikan agama Islam akan berpengaruh terhadap usaha belajarnya. keaktifan. Ini sekaligus untuk mengurangi proses abstraksi yang masih sulit bagi anak.

Ini sekaligus untuk mengurangi proses abstraksi yang masih sulit bagi anak. karena tidak ada daya tarik baginya. terutama dari lingkungan keluarga. seorang guru . maka siswa yang bersangkutan tidak akan belajar sebaik-baiknya.[6] Dari pendapat di atas kita melihat bahwa minat sangat besar pengaruhnya terhadap aktifitas belajar siswa di kelas. perhatian.[7] Minat dalam pengertian umum adalah “Sesuatu yang menimbulkan perhatian yang kuat”[4]. bahasa yang digunakan. sekolah maupun masyarakat. Maksudnya segala sesuatu hal yang menimbulkan keinginan dan perhatian yang kuat dikatakan dengan minat atau kemauan. Di sekolah. metode mengajar atau kepribadian guru itu sendiri maka usaha belajar siswa akan cendrung menurun. Misalnya minat siswa terhadap mata pelajaran pendidikan agama Islam akan berpengaruh terhadap usaha belajarnya. Minat besar pengaruhnya terhadap belajar. metode mengajar atau kepribadian guru itu sendiri maka usaha belajar siswa akan cendrung menurun. karena apabila bahan pelajaran tidak diminati siswa.[7] Minat dalam pengertian umum adalah “Sesuatu yang menimbulkan perhatian yang kuat”[4]. Minat besar pengaruhnya terhadap belajar. kesungguhan dalam belajar dan penghargaan terhadap guru. akan diperhatikan terus-menerus yang disertai rasa senang. orang tua atau guru juga dapat memperkenalkan obyek-obyek yang kurang diminati anak dengan cara menerangkan hal-hal yang menarik bagi peserta didik. maka siswa yang bersangkutan tidak akan belajar sebaik-baiknya. baik karena warna yang kontras. Perhatian ini dapat terjadi dengan sendirinya maupun karena pengaruh dari luar. Karena minat yang tinggi akan menumbuhkan semangat belajar yang tinggi. Selain itu. Maksudnya segala sesuatu hal yang menimbulkan keinginan dan perhatian yang kuat dikatakan dengan minat atau kemauan. Kegiatan tersebut termasuk belajar yang diminati siswa. Pembawaan guru atau pendidik. seperti: obyek itu harus menarik perhatian. Sebagaimana pendapat Bafadal Ibrahim: Semangat yang tinggi akan menumbuhkan semangat belajar dan seseorang akan memiliki keinginan secara terus menerus dalam melanjutkan pendidikan kejenjang pendidikan yang lebih tinggi. perhatian. bunyi. keaktifan. karena apabila bahan pelajaran tidak diminati siswa.terus-menerus yang disertai rasa senang. keaktifan. Untuk membangkitkan minat ini diperlukan beberapa syarat. Perhatian ini dapat terjadi dengan sendirinya maupun karena pengaruh dari luar. atau gerakannya. cara bicara.[6] Dari pendapat di atas kita melihat bahwa minat sangat besar pengaruhnya terhadap aktifitas belajar siswa di kelas. seperti kehadiran. Sebagaimana pendapat Bafadal Ibrahim: Semangat yang tinggi akan menumbuhkan semangat belajar dan seseorang akan memiliki keinginan secara terus menerus dalam melanjutkan pendidikan kejenjang pendidikan yang lebih tinggi. Di sekolah. bunyi.[5] Minat juga dapat diartikan kecendrungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan. seperti: obyek itu harus menarik perhatian. Misalnya minat siswa terhadap mata pelajaran pendidikan agama Islam akan berpengaruh terhadap usaha belajarnya. Karena minat yang tinggi akan menumbuhkan semangat belajar yang tinggi. karena tidak ada daya tarik baginya. Untuk membangkitkan minat ini diperlukan beberapa syarat. sekolah maupun masyarakat. kesungguhan dalam belajar dan penghargaan terhadap guru. maupun gaya berkomunikasi ikut menentukan minat seorang anak terhadap suatu obyek. terutama dari lingkungan keluarga. Apabila siswa tidak memiliki minat terhadap sesuatu pelajaran. Minat terhadap sesuatu hal akan timbul apabila seseorang menaruh perhatian terhadap obyek itu. Apabila siswa tidak memiliki minat terhadap sesuatu pelajaran. atau gerakannya. seperti kehadiran. Minat terhadap sesuatu hal akan timbul apabila seseorang menaruh perhatian terhadap obyek itu. baik karena warna yang kontras. seorang guru perlu menggunakan alat peraga atau model untuk menarik perhatian murid.

Kegiatan tersebut termasuk belajar yang diminati siswa. Kegiatan tersebut termasuk belajar yang diminati siswa. Misalnya minat siswa terhadap mata pelajaran pendidikan agama Islam akan berpengaruh terhadap usaha belajarnya. orang tua atau guru juga dapat memperkenalkan obyek-obyek yang kurang diminati anak dengan cara menerangkan hal-hal yang menarik bagi peserta didik. Minat terhadap sesuatu hal akan timbul apabila seseorang menaruh perhatian terhadap obyek itu. Apabila siswa tidak memiliki minat terhadap sesuatu pelajaran. keaktifan. metode mengajar atau kepribadian guru itu sendiri maka usaha belajar siswa akan cendrung menurun. Sebagaimana pendapat Bafadal Ibrahim: Semangat yang tinggi akan menumbuhkan semangat belajar dan seseorang akan memiliki keinginan secara terus menerus dalam melanjutkan pendidikan kejenjang pendidikan yang lebih tinggi. cara bicara.[7] . perhatian. perhatian. Minat besar pengaruhnya terhadap belajar. Untuk membangkitkan minat ini diperlukan beberapa syarat. atau gerakannya.[6] Dari pendapat di atas kita melihat bahwa minat sangat besar pengaruhnya terhadap aktifitas belajar siswa di kelas. terutama dari lingkungan keluarga. bunyi. akan diperhatikan terus-menerus yang disertai rasa senang. karena apabila bahan pelajaran tidak diminati siswa. Perhatian ini dapat terjadi dengan sendirinya maupun karena pengaruh dari luar. karena apabila bahan pelajaran tidak diminati siswa. bahasa yang digunakan. Pembawaan guru atau pendidik. maupun gaya berkomunikasi ikut menentukan minat seorang anak terhadap suatu obyek. seperti kehadiran. bahasa yang digunakan. Selain itu. Pembawaan guru atau pendidik. Apabila siswa tidak memiliki minat terhadap sesuatu pelajaran. Karena minat yang tinggi akan menumbuhkan semangat belajar yang tinggi. Ini sekaligus untuk mengurangi proses abstraksi yang masih sulit bagi anak. Minat besar pengaruhnya terhadap belajar. cara bicara. Maksudnya segala sesuatu hal yang menimbulkan keinginan dan perhatian yang kuat dikatakan dengan minat atau kemauan. Karena minat yang tinggi akan menumbuhkan semangat belajar yang tinggi. karena tidak ada daya tarik baginya. baik karena warna yang kontras.[5] Minat juga dapat diartikan kecendrungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan. metode mengajar atau kepribadian guru itu sendiri maka usaha belajar siswa akan cendrung menurun. sekolah maupun masyarakat. maka siswa yang bersangkutan tidak akan belajar sebaik-baiknya. kesungguhan dalam belajar dan penghargaan terhadap guru. Misalnya minat siswa terhadap mata pelajaran pendidikan agama Islam akan berpengaruh terhadap usaha belajarnya. karena tidak ada daya tarik baginya.[6] Dari pendapat di atas kita melihat bahwa minat sangat besar pengaruhnya terhadap aktifitas belajar siswa di kelas. Sebagaimana pendapat Bafadal Ibrahim: Semangat yang tinggi akan menumbuhkan semangat belajar dan seseorang akan memiliki keinginan secara terus menerus dalam melanjutkan pendidikan kejenjang pendidikan yang lebih tinggi. maka siswa yang bersangkutan tidak akan belajar sebaik-baiknya. Ini sekaligus untuk mengurangi proses abstraksi yang masih sulit bagi anak. kesungguhan dalam belajar dan penghargaan terhadap guru.[5] Minat juga dapat diartikan kecendrungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan. Selain itu. orang tua atau guru juga dapat memperkenalkan obyek-obyek yang kurang diminati anak dengan cara menerangkan hal-hal yang menarik bagi peserta didik. seperti kehadiran. seorang guru perlu menggunakan alat peraga atau model untuk menarik perhatian murid. seperti: obyek itu harus menarik perhatian. akan diperhatikan terus-menerus yang disertai rasa senang.[7] Minat dalam pengertian umum adalah “Sesuatu yang menimbulkan perhatian yang kuat”[4]. maupun gaya berkomunikasi ikut menentukan minat seorang anak terhadap suatu obyek.perlu menggunakan alat peraga atau model untuk menarik perhatian murid. Di sekolah. keaktifan.

. 12 June 2008 ) SD Muhammadiyah 4 Surabaya | Sekolah Teladan Nasional . . Selain sehat juga mengurangi polusi udara yang menimbulkan efek rumah kaca..? siapa teman yang kamu sukai dan tidak sukai. Sedangkan penulis membahas tentang minat siswa belajar pendidikan agama Islam dibandingkan minat belajar ilmu kejuruan di SMK ni Lintau Buo. di sekolah mereka sudah belajar teorinya. putrabungsu-yahoo...edrizal_08 putra: minat siswa belajar pendidikan agama Islam di . belanja menjadi sangat individualis tanpa ada transaksi yang melibatkan emosi dan sosialisai.com/. buku bacaan maupun media elektronik yang tersedia.Mirip Menumbuhkan minat belajar anak membutuhkan proses yang tidak instan... menjadikan anak sebagai pelopor. Dalam bukunya .? kenapa kamu menyukai atau tidak menyukai. Guru atau sekolah tidak hanya menjadikan orang tua atau rumah sebagai kambing hitam ketidakmampuan dan kemalasan anak dalam belajar begitupun orangtua tidak menggantungngkan 100 % tercapainya tujuan pendidikan lewat sekolah. Misalnya dalam global warming. Dorong anak tidak selamanya menjadi konsumen tetapi perlu menjadi produsen. Tidak hanya sendiri tapi orangtuapun memulai gerakan yang sama. Sebelum ditanya PR. Maka latihlah menjadi anak yang ”beda’. Misalnya membuat kertas daur ulang atau menyediakan bibit tanaman buah-buahan. Pertama menumbuhkan terlebih dahulu rasa butuh akan manfaat suatu pelajaran.. informasi baik . Kunjungan edukasi keluarga....html Tembolok . Tidak harus mahal dan menggunakan perijinan yang rumit.misalnya peternakan sapi. Hal ini bisa mendorong anak untuk lebih percaya diri dan mencari sebanyak mungkin informasi baik dari guru. Menumbuhkan minat belajar anak membutuhkan proses yang tidak instan.? apa yang kamu lakukan pada mereka ? ada gak pelajaran yang membahas kerukunan? ”. Menurut kamu apa manfaatnya setelah belajar kerukunan ?.(era) Terakhir Diperbaharui ( Thursday. Seringkali memulai kebaikan memang tidak mudah. Sesekali ajak anak ke pasar tradisional untuk melalukan transaksi jual beli. Dia belajar proses proses produksi – distribusi sampai konsumsi.” Kedua menjadikan anak sebagai partner belajar. Keempat tahap diatas membutuhkan kerja sama serta komunikasi yang intensif antara sekolah dan rumah (orangtua). adakalanya perlu sesekali kelihatan bodoh dan tidak tahu untuk memancing penjelasan anak. Tapi bagaimana anak juga juga menyelaraskan teori dengan aksi. Hal ini akan mengurangi gaya hidup konsumtif dan meningkatkan nilai produktivitas SDM yang akan datang.. Tidak selamanya orangtua harus selalu tampak pintar.blogspot.. Keempat. sepeda motor atau mobil angkutan. . Datangkan langsung ke sumber-sumber kehidupan seharihari.. Jika kebanyakan anak berangkat diantar mobil. Misalnya ketika orangtua berharap anak memiliki kesadaran belajar PKN. kemudian dilanjutkan ke pabrik pembutan susu... Misalnya ” lho papa kok baru denger ya ada nama propinsi baru. Maka latihlah sesekali menggunakan sepeda atau dengan jalan kaki jika jaraknya dekat./minat-siswa-belajar-pendidikan-agama_24. perlu sesekali tanyakan ”adakah yang menarik di kelas.. Keduanya memiliki hubungan yang komplementer (saling melengkapi) bukan saling menggantungkan. Karena selama ini jika ke Mall.. memang di pelajaran IPS yang kamu pelajari ada berapa propinsi di Indonesia ” ? Ketiga.

Adanya kesenjangan ekonomi dan mahalnya harga buku inilah yang mendorong masyarakat mendirikan perpustakaan.php?option=com_content. Bahkan tahun 2005.com/index. kursus menulis. sdm4sby. Perpustakaan lainnya.Mirip 22 April 2009 Berita Mitra : MENAMBAH PENGETAHUAN DENGAN MEMBACA SUMBER: KEDAULATAN RAKYAT (27 Maret 2009) Perpus Wonosobo KABUPATEN Wonosobo. Bentuk pelayanannya.. Senada dengan perpustakaan yang lain. masyarakat mendapat kegiatan positif untuk meningkatkan taraf hidup mereka. Hal sama disampaikan . Perpustakaan Al-Mannan Desa Kebrengan Mojotengah. Kemudian pada September 2006. Saya dapat membantu meningkatkan pendapatan keluargaî. Selain itu. majalah 312 eksemplar dan surat kabar 360 eksemplar. di era globalisasi. Keberadaan perpustakaan di Wonosobo berkolaborasi dengan PKK dan Karang Taruna setempat. aneka mainan anak dan kegiatan story telling. pada tahun 2005 perpustakaan Wonosobo meraih juara I Lomba Perpustakaan Tingkat Jawa Tengah dan juara II tingkat nasional. selain peminjaman buku juga memiliki fasilitas audio visual. Kepala Perpustakaan Srikandi Dra Eko Hartati berharap dengan membaca buku. Wonosobo juga didirikan karena keprihatinan masyarakat terhadap rendahnya minat baca masyarakat. diungkapkan Supartiyana. karena reputasinya. .565 eksemplar buku dan 35 judul dalam bentuk compact disc (CD). rata-rata juga memiliki lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). supaya dapat berperan dalam meningkatkan taraf hidup keluarga.620 eksemplar.dari guru. Menurut Kepala Badan Arsip dan Perpustakaan Jateng Urip Sihabudin SH MH.Tembolok . perpustakaan Desa Kebrengan Wonosobo meraih juara I lomba perpustakaan desa tingkat propinsi. katanya. Kepala Perpustakaan Ganesha Nur Khamid menyatakan perpustakaannya berdiri 2005. perpustakaan di Wonosobo. Ketua Pengelola Perpustakaan Al-Mannan Siti Kholisoh SAg berharap perpustakaannya dapat menjadi alternatif taman bacaan di desanya. Wonosobo. Mojotengah. internet. Pemkab Wonosobo menganggarkan dana pengembangan perpustakaan melalui Alokasi Dana Desa (ADD). Ternyata hasilnya lumayan.. Sapuran. Jumlah koleksi perpustakaan ini terdiri 5. dipelopori PKK setempat. memunculkan gagasan membuka usaha rempeyek kacang. Prestasinya. Saat ini perpustakaan tersebut memiliki fasilitas aneka kursus meliputi bahasa Inggris. Dalam memberi pelayanan kepada masyarakat. atas prakarsa Tim Penggerak PKK Andongsili. pada aspek kelembagaan yang mapan. Perpustakaan ini berkembang menjadi rumah belajar. komputer dan menjahit. Salah satunya Perpustakaan Srikandi di Kelurahan Andongsili. . dikeluarkan Surat Keputusan (SK) Kades No 143/12/5 berupa perlunya pembenahan dan pengelolaan oleh Karang Taruna Jolontoro. Perpustakaan ini berdiri 1 November 2006. buku bacaan maupun media elektronik yang tersedia. Paradigma yang dikembangkan. Kemudian tahun 2008. patut dijadikan percontohan bagi pengembangan perpustakaan di Jawa Tengah.. Kepala Desa Jolontoro Khozin SAg mengatakan. Perpustakaan Srikandi menerapkan sistem komputerisasi dan memiliki koleksi 5000 judul buku. Nilai positif membaca. memiliki koleksi buku 1. Sumber pendanaan perpustakaan ini berasal dari Alokasi Dana Desa (ADD). kegemaran membaca buku-buku masakan di perpustakaan. Di Wonosobo terdapat perpustakaan yang tersebar di beberapa kecamatan. Perpustakaan Ganesha merupakan hasil kerja sama lapisan masyarakat dengan binaan Perpustakaan Daerah Wonosobo. pengusaha rempeyek kacang di Andongsili. Kepala Perpustakaan Srikandi Dra Eko Hartati mengatakan perpustakaan ini berdiri pada 10 April 2005. seorang ibu dituntut berpengetahuan dan berwawasan luas. Menurut dia. seni lukis. berdasarkan SK Kades Kebrengan No 041/8/2006. buku referensi. Perpustakaan Ganesha di Desa Jolontoro.. keistimewaan pengembangan perpustakaan di Wonosobo.

Awalnya dicoba beberapa kali memang gagal. katanya. kami belajar meningkatkan kualitas opak./index. dari membaca buku.org/ina/. Keberhasilan usaha karena membaca buku. Sumber: Kedaulatan Rakyat Coca Cola Foundation Indonesia 27 Mar 2009 . yang menerangkan tentang tanda-tanda orang yang cinta kepada Allah SWT adalah sebagai berikut : 1.. b.php?act. bahwa seseorang akan berusaha untuk melibatkan diri dalam lembaga pendidikan yang dia senangi..Murdirahayu. katanya. sehingga terjadi kecenderungan untuk berbuat sesuatu atas obyek tersebut. Dengan kata lain. sehingga orang tersebut mempunyai kecenderungan hati untuk berbuat sesuatu terhadap obyek tersebut. Supardjo menyatakan mendapat gagasan untuk beternak lele berkat gemar membaca buku di perpustakaan. yang direalisasikan atau di ekspresikan dengan adanya perasaan senang yang menyebabkan adanya perhatian terbesar terhadap suatu obyek. Perpustakaan lainnya. Sebagai indikator bahwa orang itu sedang mengalami rasa senang dan ada perhatian terhadap suatu obyek. Perpustakaan Ganesha di Desa Jolontoro.coca-colafoundation-ind. setelah kami gemar membaca buku di perpustakaan desa. ìUsaha kami meningkat. Pengertian Minat Dalam hal ini penulis mengemukakan beberapa pendapat tentang minat : a. terjadinya minat itu karena dorongan dari perasaan senang dan adanya perhatian terhadap sesuatu. Wonosobo. Pernyataan ini jika dianalogkan dengan pembahasan ini. Perpustakaan ini berkembang menjadi rumah belajar. . Dari pengertian tersebut dapat dimengerti bahwa . Orang yang cinta kepada Allah orang itu ingin mendekatkan dirinya kepada-Nya.Tembolok . tidak hanya dialami warga Andongsili... Sekitar 90% warga Jolontoro merupakan perajin opak. Warga Jolontoro yang lain. Dalam . Minat adalah perhatian yang mengandung unsur-unsur perasaan. . ìDari membaca di perpustakaan.Mirip 10 Dec 08 Tinjauan Tentang Minat Belajar Anak post info By luwzee Categories: aBouT Perkembangan Anak 1. www.. Orang yang cinta kepada Allah dia akan suka rela berkurban untuk Allah.. misalnya dengan cara menyekolahkan anak-anaknya ke lembaga pendidikan tersebut... minat itu merupakan proses terjadinya yang didahului oleh perasaan senang dan perhatian terhadap suatu obyek. Dari pendapat tersebut diatas dapat penulis simpulkan bahwa minat adalah gejala phisikis yang timbul dari perpaduan keinginan dan kemauan yang ada pada diri seseorang. katanya. warga Jolontoro pengusaha opak singkong juga mengalami hal sama. Suparmi. Sapuran. maka kita bisa beranalogi pada persyaratan Imam Al-Ghazali ra. saya mendapat ilmu tentang membuat telur asin dan kini usaha tersebut berkembang pesatî. dengan produksi perhari 10 kg per orang. selanjutnya berhasil karena petunjuk dari buku-buku lainnya. 2. pengusaha telur asin dari Andongsili. Minat adalah merupakan suatu sikap batin dalam diri seseorang.

sehubungan dengan permbahasan ini. d. pengertian. Adapun pengaruh minat terhadap perkembangan seseorang sebagai berikut : 1) Minat mempengaruhi bentuk dan intensitas cita-cita. 2. dan lain-lain) 3) Pengenalan dan/atau peniruan. Jadi dengan belajar akan membawa suatu perubahan pada individu-individu yang belajar. Pengertian Belajar Dalam pengertian luas belajar dapat diartikan sebagai kegiatan psiko-fisik menuju ke perkembangan pribadi seutuhnya. daripada bahan yang kurang bermakna. Perkembangan pengalaman anak didik akan banyak mempengaruhi kemampuan belajar yang bersangkutan. Belajar pada hakekatnya menyangkut potensi manusiawi dan kelakuannya. f. pengalaman langsung (seperti anak belajar bicara. bila dibandingkan dengan belajar hafalan saja. tetapi juga terbentuk kecakapan. 4) Minat dapat menimbulkan kepuasan dalam suatu pekerjaan. banyak membantu kelancaran dan gairah belajar. Belajar melalui praktek atau mengalami secara langsung aakn lebih efektif mampu membina sikap. psiko-fisik untuk menuju ke perkembangan pribadi manusia seutuhnya.hubungannya dengan pembahasan ini pengertian tersebut dapat diartikan bahwa apabila seseorang tertarik pada suatu pendidikan. terutama motivasi dari dalam atas dasar kebutuhan atau kesadaran (instrinsic motivation). dalam hal ini ada beberapa prinsip yang penting untuk diketahui. minat. maka dia akan rela memberikan sumbangan baik moril maupun spritual demi kelancaran pelaksanaan pendidikan tersebut. bahwa orang yang cinta terhadap suatu lembaga pendidikan tertentu maka dia akan menyenangi dan menghormati para pendidik tersebut menjadi contoh dan suri tauladan bagi para peserta didik dan wali murid. perlu kiranya dikemukakan prinsipprinsip yang berkaitan dengan belajar siswa. harga diri. Belajar akan lebih mantap dan efektif. Perubahan itu tidak hanya berkaitan dengan penambahan ilmu pengetahuan. Kemudian dalam arti sempit belajar dimaksudkan sebagai usaha penguasaan materi ilmu pengetahuan yang merupakan sebagian kegiatan menuju terbentuknya kepribadian seutuhnya. cara berfikir kritis dan lain-lain. Dalam banyak hal belajar itu merupakan proses percobaan (dengan kemungkinan berbuat keliru) dan conditioning atau pembiasan. Orang yang cinta kepada Allah dia akan cinta pula kepada orang-orang yang berbakti kepadanya. h. lebih mudah dan menarik untuk dipelajari. Untuk melengkapi pengertian mengenai makna belajar. dan penyesuaian diri. Belajar dapat melakukan tiga cara : 1) Diajar secara langsung. sikap. kontak. dalam hal ini yang dimaksudkan belajar berarti usaha mengubah tingkah laku. Dengan demikian dapatlah dikatakan bahwa belajar itu sebagai rangkaian kegiatan jiwa raga. penghayatan. b. 2) Minat dapat berfungsi sebagai tenaga pendorong yang kuat. c. Informasi tentang kelakuan baik. kesalahan serta keberhasilan siswa. keterampilan. Selanjutnya ada pula yang mendefinisikan bahwa belajar adalah “berubah”. pengetahun. Kemambuan belajar seseorang siswa harus diperhitungkan dalam rangka menentukan isi pelajaran. lain halnya belajar dengan karena rasa takut atau dibarengi dengan rasa tertekan dan menderita. g. antara lain : a. j. sopan santun. . 2) Kontrol. i. watak. Belajar memerlukan proses dan pemantapan serta kematangan diri siswa. Bahan pelajaran yang bermakna atau berarti. bila didorong dengan motivasi. keterampilan. 3) Minat yang mempengaruhi terhadap prestasi belajar. 3. e.

dengan adanya perbedaan tersebut akan memiliki kecenderungan yang berbeda pula dalam membina. penciuman. Jadi dalam belajar itu unsur keseluruhan jiwa dengan segala panca inderanya harus bekerja untuk mengenal pelajaran tersebut. yang termasuk faktor instrumental antara lain : Kurikulum. faktor yang berasal dari luar individu (siswa yang meliputi) 1) Faktor Lingkungan Faktor luar dapat berasal dari lingkungan alami maupun dari lingkungan sosial. Faktor luar atau eksternal. yakni penglihatan. Faktor ini sangat besar pengaruhnya terhadap pencapaian prestasi belajar siswa.k. b) Pengamatan Suatu cara mengenal dunia riil. peraba. pedoman-pedoman belajar. b) Lingkungan Sekolah yang dimaksud dalam pembahasan skripsi adalah segenap unsur yang ada dalam suatu lembaga pendidikan yang dapat mempengaruhi timbulnya belajar seseorang terhadap penyelenggaraan pendidikan pada lembaga tersebut. cita-cita maupun pandangannya dengan seseorang yang hidup dikota. umumnya seseorang sebelum memilih jenis lembaga pendidikan yang akan digunakan sebagai tempat untuk mendapatkan suatu ilmu pengetahuan. Alat-alat panca indera tersebut menghubungkan manusia dengan dunia luar melalui urat-urat syaraf yang tersusun sangat komplek dan bekerja dengan kecermatan sangat tinggi. . keadaan masyarakat mempunyai pengaruh tertentu terhadap perkembangan anak. Faktor Dalam atau Internal 1) Kondisi Fisiologis Kondisi Fisiologis adalah faktor yang berhubungan dengan keadaan fisik atau kesehatan badan siswa. baik dirinya sendiri maupun lingkungan dengan segenap panca indera. Sedangkan lingkungan sosial adalah lingkungan yang terjadi dikeluarga. sarana dan fasilitas sekolah. a) Lingkungan Keluarga merupakan lingkungan yang paling utama dalam menentukan keberhasilan belajar seorang anak. pendengaran. 2) Faktor Instrumental Faktor instrumental adalah faktor yang sengaja dirancang sesuai dengan hasil yang diharapkan. Rangsangan-rangsangan yang datang akibatnya adanya proses belajar diterima oleh alat-alat indera tersebut dan akan diolah menjadi konsep sebagai hasil belajar. program. seseorang yang hidupnya dalam masyarakat Desa akan mempunyai perbedaan dalam segi pola pikir. dan lain-lain. termasuk juga dalam memilih jenis pendidikan untuk anak-anak. ia cenderung ingin mengetahui terlebih dahulu unsur-unsur yang ada pada lembaga pendidikan tersebut. b. sehingga anak-anak melakukan dialog dalam dirinya atau mengalaminya sendiri. dan perasa. tata tertib. sehingga unsur-unsur itulah yang menentukan tertarik tidaknya seseorang terhadap pendidikan yang dikelolahnya. Kondisi Psikologis a) Perhatian Perhatian merupakan pemusatan energi psikis yang tertuju kepada suatu objek pelajaran atau dapat dikatakan sebagai banyak sedikitnya kesadaran yang menyertai aktivitas belajar. kelembaban udara. cuaca dan sebagainya. Belajar sedapat mungkin diubah ke dalam bentuk aneka ragam tugas. Adapun faktor-faktor yang menentukan belajar anak. sekolah. maupun masyarakat. termasuk keadaan panca indera. sebab faktor instrumental merupakan sarana pokok untuk menunjang proses belajar mengajar di sekolah. diantaranya : a. dan berfungsi sebagai sarana untuk mencapai tujuan. c) Lingkungan Masyarakat dimana dalam lingkungan masyarakat ini adanya interaksi individu antara satu dengan yang lainnya. Lingkungan alami (berasal dari alam) dapat berupa keadaan suhu. mengarahkan anggota keluarganya.

maka secara otomatis prestasinya menurun Kecerdasan Hasil pengukuran kecerdasan biasanya dinyatakan dengan angka yang menunjukkan perbandingan kecerdasan. (1) mencamkan atau menerima kesan-kesan dari luar. Secara umum motivasi dibagi menjadi dua. Oleh karena itu ingatan akan merupakan kecakapan untuk menerima. Sebaliknya semakin rendah minat seseorang terhadap sesuatu pelajaran. yang mempunyai kecenderungan untuk mengembangkan diri dalam suatu kecakapankecakapan tertentu. Seorang anak yang berbakat mempunyai kualifikasi potensial yang tinggi dalam bidangnya. d) Fantasi Yang dimaksud dengan fantasi adalah sebagai kemampuan untuk membentuk tanggapantanggapan baru berdasarkan atas tanggapan yang ada. Dengan fantasi ini maka dalam belajar maka akan memiliki wawasan yang lebih longgar karena didik untuk memahami diri atau pihak lain. Informasi mengenai taraf kecerdasan siswa merupakan hal yang sangat berharga untuk memperkirakan kemampuan belajar siswa yang bersangkutan. yang terkenal dengan IQ (Inteleqensi Quoetient). (3) memproduksi kesan. Faktor bakat mencakup faktor-faktor yang sudah ada sejak lahir. atau dapat dikatakan sebagai suatu fungsi yang memungkinkan individu untuk berorientasi dalam alam imajiner. i) Motivasi Peranan motivasi sangat penting dalam proses belajar. Bahkan dapat dikatan motivasi merupakan faktor penentu keberhasilan belajar atau belajar siswa. (2) Adanya sifat kreatif pada orang yang belajar dan adanya keingin untuk selalu maju. Sedangkan motivasi ekstrinsik merupakan motivasi yang timbul akibat adanya bantuan dari luar diri siswa. Berbagai penelitian telah menunjukkan hubungan yang erat antara IQ dengan belajar siswa. e) Ingatan Secara teoritis ingatan akan berfungsi . Hal ini sekaligus untuk menghindari kelupaan. Oleh sebab itu. yakni : (1) Adanya sifat ingin tahu dan ingin menyelidiki dunia yang lebih luas. . (2) menyimpan kesan. lupa sebagai gejala psikologis yang selalu ada. yaitu : motivasi instrinsik dan motivasi ekstrinsik. semakin tinggi minat seseorang terhadap suatu pelajaran. semakin tinggi minat seseorang terhadap suatu pelajaran. mensintesis dan menarik kesimpulan.c) Tanggapan Tanggapan yaitu gambaran atau bekas yang tinggal dalam ingatan setelah orang melakukan pengamatan. h) Bakat Disamping Inteleqensi Quoetient. semakin tinggi pula keaktifan untuk belajar dan meningkatkan prestasi belajarnya. maka ia mampu mencapai belajarnya pula. Pengaruh minat terhadap prestasi belajar sangat besar. Tanggapan itu akan memiliki pengaruh terhadap perilaku belajar siswa setiap siswa. menyimpan dan memproduksi kesan-kesan di dalam belajar. Telah terjadi kenyataan bahwa siswa yang belajar dalam bidang yang sesuai dengan bakatnya. mempunyai kemungkinan yang besar dalam upaya mencapai prestasi belajar yang baik. f) Berfikir Berfikir merupakan aktivitas mental untuk dapat merumuskan pengertian. bakat merupakan faktor yang besar pengaruhnya terhadap pencapaian prestasi belajar siswa. g) Minat Minat adalah atau interest adalah banyak sedikitnya kesadaran dan perhatian yang menyertai suatu aktivitas yang sedang dilakukan. menerobos dunia realitas. Ada beberapa hal yang mendorong siswa untuk belajar. Motivasi instrinsik merupakan motivasi yang timbul dari dalam diri seseorang tanpa adanya rangsangan atau bantuan orang lain.

Misalkan Computer mungkin tidak menarik bagi seseorang tetapi kalau ia ingin mengetahui informasi didunia maka sedikit banyak computer akan menolongnya. Seseorang hendaknya memikirkan bagaimana mata pelajaran lainnya atau dengan waktu. dan kesimpulan./tinjauan-tentang-minat-belajar-anak/ . (4) Adanya keinginan untuk memperbaiki kegagalan yang lalu dengan usaha yang baru. Jadi lingkungan keanekaan minat seseorang membantunya memahami dunia modern. 3.. Adapun mengenai cara atau hal-hal yang dapat mengembangkan minat antara lain : a. Dan ingatan dapat didefinisikan sebagai kecakapan untuk menerima. j) Kemampuan Kognitif Kemampuan kognitif pertama adalah persepsi.10 . ingatan dan berfikir.Tembolok . meliputi pembentukan pengertian. akan memperjelas kaitan antar butir-butir soal dalam pikiran seseorang dan memperkokoh ingatannya..com/. tempat. Suatu contoh sejarah kuno mempunyai hubungan dengan peristiwa–peristiwa dewasa ini. Minat tidak hanya mempunyai arti penting sebagai landasan konsentrasi melainkan lebih daripada itu juga. pendapatan. berguna dalam ilmu ekonomi sedangkan psikologi dan sosiologi tercermin dalam kesusastraan. guru dan teman-temannya. sesuatu pelajaran yang tampaknya tidak menarik kalau berdiri sendiri ternyata dapat sangat menarik dalam hubungannya dengan mata pelajaran lainnya. tetapi kalau ia ingin tahu tentang obat-obatan maka sedikit kimia akan berguna.. .friendster. baik dengan kooperatif maupun dengan kompetisi (5) Adanya keinginan untuk mendapatkan rasa aman bila menguasai pelajaran (6) Adanya ganjaran atau hukuman sebagai akhir dari belajar.. c. luwzee. contoh lain kimia mungkin tidak menarik bagi seseorang mahasiswa ilmu sosial. masalah dan tujuan yang lain. Sedangkan berfikir adalah proses dinamis yang dapat dilukiskan menurut prosesnya. Seseorang hendaknya memikirkan bagaimana dan mengapa mata pelajaran itu penting bagi pendidikan umumnya. 5) Selalu mengontrol buku-buku bacaan anak karena kadang-kadang ia menemukan dari . b.. Ilmu Matematika.. Minat bergantung pada pemahaman oleh karena itu untuk memelihara minat dan kosentrasi seseorang hendaknya melakukan studi secara teratur dan tidak takut untuk menanyakan persoalan-persoalan atau mencari bantuan mengenai soal apa saja yang tidak dipahami. Tinjauan Tentang Minat Belajar Anak Cocoretan Hal-hal yang memungkinkan memperkembangkan minat belajar pada anak. Ilmu Filsafat mempunyai hubungan erat dalam banyak hal. menyimpan dan memproduksi kesankesan.blog. Persepsi adalah bayangan yang tinggal didalam ingatan setelah siswa melakukan pengamatan.. Hal-hal yang memungkinkan memperkembangkan minat belajar pada anak.Mirip Diposkan oleh Pendidikan seumur hidup hamid di 09.(3) Adanya keinginan untuk mendapatkan simpati dari orang tua.

0 komentar: Poskan Komentar Link ke posting ini Buat sebuah Link Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Fish Labels  ANALISIS FILSAFAT BAHASA Share it Blog Archive    ► 2011 (1) ► 2010 (2) ▼ 2009 (11) o ► Agustus (6) o ▼ Juli (5)  PENGARUH PENELITIAN TINDAKAN KELAS TERHADAP PROFES..  BIMBINGAN KONSELING SEBAGAI PROFESI  pengaruh globalisasi terhadap kehidupan manusia  kopetensi belajar  ANALISIS FILSAFAT BAHASA Labels  ANALISIS FILSAFAT BAHASA (1) ..

jawa tengah. teruslah belajar!!!!! Lihat profil lengkapku Blog Archive    ► 2011 (1) ► 2010 (2) ▼ 2009 (11) o ► Agustus (6) o ▼ Juli (5)  PENGARUH PENELITIAN TINDAKAN KELAS TERHADAP PROFES.  BIMBINGAN KONSELING SEBAGAI PROFESI  pengaruh globalisasi terhadap kehidupan manusia  kopetensi belajar  ANALISIS FILSAFAT BAHASA Pages  Beranda Share it Pengikut Lencana Facebook . Indonesia karna dalam kehidupan kita selalu berubah dan tidak pernah sama jadi kita perlu selalu untuk belajar setiap hari sampai seumur hidup kita...Mengenai Saya Pendidikan seumur hidup hamid wonosobo.

S. mengajar. khususnya kalangan akademisi. beberapa besar kepedulian guru yang mampu menjalankan tugasnya (mendidik. sayangnya terobosan di atas masih menuangkan setumpuk problematika. beberapa besar guru yang mendapatkan kesempatan kesempatan yang lebih tinggi dengan biaya pemerintah terhadap kualitas peserta didiknya. penyiapan konselor.Pd. semisal.Pd. .I) © 2008 | History Chanel Theme by Web Host Choices and Loans Templates Novo Blogger Pendidikan seumur hidup (Nur chamid. melatih dan menilai ) siswa secara objektif dan mandiri. yaitu berkenaan dengan unjuk kerja konselor. Upaya tersebut memang harus diselenggarakan untuk memperkembangkan pelayanan bimbingan konseling kearah pemenuhan persyaratan profesi. guru menuding pemerintah tidak serius menangani pendidikan dan orang tua siswa menuding pemerintah dan guru sama –sama tidak professional dalam melakukan konsep pendidikan idial yang berorientasi dalam melakukan konsep pendidikan ideal yang berorientasi dalam pembentukan pola pikir prilaku dan keterampilan. Problematika tersebut menjadi ajang kontra antara suatu pihak dengan pihak lain . akreditas.S.Ngantoq Ichrur Buat Lencana Anda Pendidikan seumur hidup (Nur chamid. serta pengembangan organisasi profesi. lembaga pendidikan konselor. sertifikasi dan instansi. Pemerintah menganggap banyak guru tidk brkualitas. Namun.I) BIMBINGAN KONSELING SEBAGAI PROFESI Upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan boleh dibilang sukses dan perlu mendapat apresiasi dari semua lapisan masyarakat.

Penampilan pelayanan tersebut bukan hanya dilakukan secara ruti saja.Untuk mewujudkan fungsi tersebut pada butir di atas anggotanya harus menampilkan pelayanan yang khusus yangyang didasarkan teknik-teknik intelektual. c. b. melainkan bersifat pemecahan masalah atau penanganan situasi sityuasi kritis yang yang menuntut pemacahan dengan menggunakan teori dan metode ilmiah.BAB II PEMBAHASAN A. serta berperan secara aktif dalam pertemuan –pertemuan sesama anggotanya.Pengertian profesi Profesi adalah suatu jabatan atau pekerjaan yang menuntut keahlian dengan para petugasnya .Ciri-ciri profesi Syarat-syarat atau cirri-ciri utama dari suatu profesi sebagai berikut: a. d. 2. Pengembangan profesi bimbingasn dalam konseling antara lain melalui : . f.Suatu profesi merupakan suatu jabatan suatu pekerjaan yang memiliki fungsi dan kebermaknaan sosial yang sangat menentukan . Akhirnya pekerjaan yang disebut profesi itu tidak bias dilakukan oleh orang yang tidak berlatih dan tidak disiapkan secara khusus terlebih dahulu untuk melakukan pekerjaan tersebut.Standar tingkah laku bagi anggotanya dirumuskan secara tersurat melalui kode etik yang benar-benar diterapkan. Bimbingan dan konselingn masih perlu dikembangkan bahkan diperjuangkan. B. dan keterampilan tertentu yang unik.Pengembangan Profesi bimbingan dan konseling Sebagai profesi yang handal. pendidikan dan pendidikan dan latihan serta lisensi ataupun sertifikasi e. Pra anggotanya secara tegas dituntus memiliki kompetensiminimum melalui prosedur seleksi.Selama dalam pekerjaan itu para anggotanya terus menerus berusaha menyegarkan dan meningkatkan kompetisinya dengan jalan meningkatkan secara cermat literatur dalam bidang pekerjaan itu.Pengertian dan ciri-ciri profesi 1.

Pendidikan konselor mengacu kepada standar kemampuan konselor yang meliputi : 1). 2)Memiliki minat dan kemauan yang besar untuk bekerjasama dengan orang lain. Akreditasi Lembaga pendidikan konselor perlu diakreditasi untuk menjamin mutu lulusanya . serta dapat melaksanakan dengan sebaik-baiknya materi dan keterampilan yang terkandung di dalam butir-butir rumusan unit kerja. h. Materi intii yaitu materi tentang pertumbuhan dan perkembangan individu.Mengajar dalam bidang psikologi dan bimbingan konseling (BK).Membantu guru bidang studi ndalam menyelenggarakanpengajaran perbaikan dan progam pengayaan. yaitu materi tentanng studi lingkungan dan materi khusus sesuai dengan keperluan mahasiswa untuk bekerja di lingkungan tertentu.1.Standarisasi unjuk kerja professional konselor. yaituunjuk kerja konselor secara baik para konselor dituntut memiliki pengetahuan. Studi lingkungan dan studi kasus. 4)Memiliki kemanfaatan pribadi dan sosial. bakat. keterampilan dan sikap yang memadai. Seleksi/penerimaan mahasiswa Seleksi atau pemilihan calon mahasiswa merupakan tahap awal dalam proses penyiapan konselor. . 3)Memiliki kemampuan untuk bekerja dengan orang – orang dari berbagai latar belang.Menyelenggarakan pengumpulan data tentang minat. c. 2. Pendidikan konselor Untuk melaksanakan tugas – tugas dalam bidang bimbingan dan konseling.Melakukan kunjungan rumah. b.Berpartisipasi aktif dalam pengembangan profesi BK.Mengorganisasikan progam bimbingan dan konseling c. 2).Menyelenggarakan bimbingan kelompok belajar g.Standardisasi penyiapan konselor Tujuan penyiapan konselor ialah agar para(calon) konselor memiliki wawasan dan menguasai . dasar-dasar ilmu pengetahuan dan kebudayaan. Adapun syarat-syarat pribadio yang harus dimiliki oleh konselor sebagai berikut : 1). i. b. Adapun standarisasi penyiapan konselor adalah: a. e.Menyusun progam bimbingan dan konseling d. Memiliki bakat yang memadai untuk mengikuti pendidikan yang lebih tinggi. f. Yaitu praktek langsung pelayanan BK melalui praktek pengalaman lapangan yang sesuai cita-cita mahasiswa. Berpengalaman tersupervisi. a.Menyelenggarakan kegiatan BK pada lingkungan yang berbeda. 3). kemampuan dan kondisi pribadi.

maka sudah . Untuk menegaskan misi dan tujuan progam. ketika berbicara di muka kelas tidak membuka catatan atau buku pegangan sama sekali. masyarakat sekitar dan rekan seprofesi. Kedua. Kuasai betul materi pelajaran yang akan diberikan kepada siswa. d. Para lulusan pendidikan konselor yang bekerja di lembaga-lembaga pemerintah. pengakuan sebagai guru yang baik dan berhasil. e. 5). diharuskan menempuh program sertifikasi yang diselenggarakan oleh pemerintah. Pengembangan Organisasi Profesi Organisasi profesi adalah himpunan orang-orang yang mempunyai profesi yang sama. 2). Untuk menarik calon konselor dan tenaga pengajar yang bermutu tinggi. 4). Untuk menilai bahwa progam yang ada memenuhi standar yang ditatapkan oleh prifesi. 3). Adayang cepat mengerti. Pengembangan ilmu 2). Tujuan organisasi profesi adalah : 1). dikagumi dan dihormati oleh anak didik. Pengembangan pelayanan 3). Penegakan kode etik professional Bagaimana Cara Menjadi Guru Yang Baik dan Profesional Tidak mudah menjadi guru yang baik. Ada beberapa hal yang perlu dilakukan oleh seorang guru untuk mendapat Pertama. Sadarilah bahwa siswa yang kita ajar.Tujuan pokok akreditas 1). Berusahalah tampil di muka kelas dengan prima. ada yang lambat dan ada yang sangat lambat bahkan ada yang sulit untuk bisa dimengerti. Berbicaralah yang jelas dan lancar sehingga terkesan di hati siswa bahwa kita benar-benar tahu segala permasalahan dari materi yang disampaikan. ada yang sedang. masyarakat profesi dan masyarakat pada umumnya tentang kemantapan palayanan BK. sedangkan mereka yang hendak bekerja di luar lembaga atau badan pemerintah diwajibkan memperoleh lisensi dari organisasiprofesional BK. Memungkinkan mahasiswa dan staf pengajar berperan serta dalam evaluasi program secara intensif. misalnya di sekolah. Jika kita memiliki kesadaran ini. Untuk mendapatkan kepercayaan dari masyarakat pandidikan. Jika perlu. memiliki tingkat kepandaian yang berbeda-beda. Berlakulah bijaksana. Sertifikasi dan Lisensi Sertifikasi merupakan upaya lebih lanjut untuk lebih memantapkan dan menjamin profesionalisasi BK.

Carilah cara sederhana untuk menjelaskan pada siswa yang memiliki tingkat kemampuan rendah dengan contoh-contoh sederhana yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari walaupun mungkin contoh-contoh itu agak konyol. Ingat siswa yang kita ajar adalah remaja yang masih sangat labil emasinya. Ingat sebagai manusia kita mempunyai keterbatasan. Dalam hal ini yang dimaksud rasa malu adalah malu untuk melakukan perbuatan salah. Ketiga. Marah di kelas akan membuat suasana menjadi tidak enak. nalar siswa untuk menerima materi pelajaran yang kita berikan. Jangan membawa persoalan-persoalan yang tidak menyenangkan dari rumah atau dari tempat lain ke dalam kelas sewaktu kita mulai dan sedang Keempat. apalagi mungkin pendidikan di rumah dari orang tuanya memang kurang sesuai dengan tata cara dan kebiasaan kita. Untuk menjadi guru yang baik. Berusaha menjawab setiap pertanyaan yang diajukan siswa. Berusahalah selalu ceria di muka kelas. Jika siswa sudah tidak beranibertanya. Keenam. Dengan memiliki kedua sifat ini maka setiap perbuatan yang akan kita lakukan akan lebih mudah kita kendalikan dan dipertimbangkan kembali apakah akan terus dilakukan atau tidak. Berjanjilah untuk dapat menjawabnya dengan benar pada kesempatan lain sementara kita berusaha mencari jawaban tersebut. Tapi usahakan hal seperti ini jangan terlalu sering terjadi.bisa dipastikan kita akan memiliki kesabaran yang tinggi untuk menampung pertanyaanpertanyaan dari anak didik kita. Memiliki rasa malu dan rasa takut. . Siswa yang kita ajar berasal dari daerah dan budaya yang mungkin berbeda satu dengan yang lainnya dan berbeda dengan kebiasaan kita. siswa menjadi tegang. sementara rasa takut adalah takut dari akibat perbuatan salah yang kita lakukan. Janganlah menutupi kelemahan kita dengan cara marahmarah bila ada anak yang bertanya sehingga menjadikan anak tidak berani bertanya lagi. Jika suatu saat ada pertanyaan dari siswa yang tidak siap dijawab. Jangan memarahi siswa yang yang terlalu sering bertanya. Jangan bosan belajar. Berusaha menjawab setiap pertanyaan yang diajukan siswa dengan baik. berlakulah jujur. mengajar. maka seorang guru harus memiliki sifat ini. Untuk menghindari kejadian seperti ini. Hal ini akan berpengaruh pada daya Kelima. berusahalah untuk banyak membaca dan belajar lagi. Kendalikan emosi. Jangan mudah marah di kelas dan jangan mudah tersinggung karena perilaku siswa. jangan harap pendidikan/pengajaran kita akan berhasil. Janganlah merasa malu karena hal ini.

Serta tidak memuji secara berlebihan terhadap siswa yang pandai di hadapan siswa yang kurang pandai. ingatlah pepatah “anjing menggonggong bajaj Kedelapan. Jangan mencemoohkan siswa yang tidak pandai di kelas dan jangan mempermalukan siswa (yang salah sekalipun) di muka orang banyak. Sejak diberlakukannya kurikulum 2006. tersebut diantaranya adalah: Gaji yang terlalu pas-pasan bahkan mungkin kurang. berlalu.banyak tugas-tugas administrasi yang harus dikerjakan seorang guru yang tujuannya untuk meningkatkan profesionalitas seorang guru. yang tidak merigikan orang lain dan tidak merugikan diri sendiri. Beberapa hambatan 1. Harus dapat menerima hidup ini sebagai mana adanya. baik ketika sedang mengajar ataupun berada di lingkungan lain. Hal ini mengakibatkan tidak memiliki kesempatan untuk membuat persiapan mengajar dengan membaca ulang materi pelajaran yang akan diajarkan besok hari. Namun pangillah siswa yang bersalah dan bicaralah dengan baik-baik. jangan membandingkan penghasilan dari jerih payah kita dengan penghasilan orang lain/pegawai dari instansi lain. Hambatan - Hambatan Menjadi Guru Yang Profesional Banyak hambatan yang dihadapi seorang guru untuk menjadi guru yang baik. Berusaha untuk hidup sederhana dan jika masih belum mencukupi berusaha mencari sambilan lain yang halal. Berusahalah berlaku adil dalam memberi penilaian kepada siswa. tidak berbicara dan berlaku kasar pada siswa. Gaji yang pas-pasan memaksa seorang guru untuk mencari nafkah tambahan seusai jam kerja. Di negeri ini banyak semboyansemboyan mengagungkan profesi guru tapi kenyataannya negeri ini belum mampu/mau menyejahterakan kehidupan guru.” Kesembilan. Jangan pusingkan gunjingan orang lain. Tugas-tugas administrasi yang memberatkan. Jangan membeda-bedakan siswa yang pandai/mampu dan siswa yang kurang pandai/kurang mampu. 2. Berlakulah adil. Kita harus bisa menerima kenyataan ini. Hal ini dapat mengurangi kesiapan dan penampilan di muka kelas.Ketujuh. Ternyata tugas-tugas ini menjadi beban yang cukup berat dan hampir tidak ada manfaatnya untuk menambah penampilan dan . Tidak sombong. Tidak menyombongkan diri di hadapan murid/jangan membanggakan diri sendiri.

Seorang guru lebih suka membuka dan membaca buku pegangan mengajar daripada membawa Program Satuan Mengajar. Tugas-tugas ini memang sangat berguna bagi seorang calon guru. seorang guru diwajibkan membuat KTSP. Silabus dan Tetek mbegek yang lain. Sebagian besar tugas administrasi dibuat dengan setengah terpaksa hanya untuk menyenangkan hati atasan. Semuanya ini tidak pernah dipakai untuk meringankan beban mengajar di kelas karena tugas-tugas tersebut tidak pernaha dibaca lagi pada waktu akan/dan sedang mengajar. yang akhirnya masuk keranjang sampah dan …. setiap kelas berisi 40 siswa dan untuk mengoreksi tes setiap siswa diperlukan waktu 5 menit (untuk tes esey) maka setiap kali ulangan seoarang guru memerlukan waktu untuk mengoreksi selama 15 X 40 X 5 menit = 3000 menit atau 50 jam. Analisis Materi Pelajaran ataupun Rencana Pengajaran. yang dapat membuat soal super sempurna dan valid jika diberikan kepada setiaap obyek yang di tes. tugas ini hanya merupakan pekerjaan yang sia-sia (dikerjakan. Jika seorang guru mengajar 15 (lima belas) kelas.Tahun berikutnya dia harus menulis ulang pekerjaan yang sia-sia itu. Dari hal tersebut diharapkan guru-guru pada suatu saat menjadi analisator soal yang baik. Soal siswa menurun. Belakangan ini beberapa sekolah yang baik dan dapat dikatakan sudah sangat berhasil tampil sebagai sekolah yang baik. sedang berusaha meningkatkan profesionalitas guru-gurunya yakni dengan memberi tugas tambahan kepada guru-guru untuk menganalisa setiap soal yang diberikan pada setiap kali ulangan. Sebagai contoh. Dengan banyaknya waktu yang harus dihabiskan untuk melakukan tugas-tugas ini. Tapi bagi guru yang sudah mengajar lebih dari tiga tahun. kapan seorang guru mempunyai waktu untuk mempersiapkan diri agar dapat tampil prima di muka kelas? Kapan guru bisa mengajar dengan baik? Oleh karena itu jangan salahkan guru kalau prestasi Lalu apakah ada manfaatnya soal tersebut dianalisa? Jawabnya T I D A K. . lalu disimpan dalam lemari dan baru akan diperlihatkan jika “sedang sial” dapat kebagi an pengawas). Mungkin perancang ide ini adalah orang yang tidak pernah menjadi guru atau memang bukan guru atau orang yang sengaja memberikan kesibukan sedemikan berat bagi guru agar guru tidak memikirkan kenaikan gaji yang terasa sangat pas-pasan. Mengapa tidak. diperlukan waktu 25 X 50 jam = 1250 jam. Jika harus menganalisa soal tes yang diberikan. yang memaksa guru menuliskan uraian yang sama pada tugas pertama dan ditulis ulang pada tugas kedua dan tugas ketiga.kesiapan seorang guru di muka kelas. Untuk menganalisa soal diperlukan waktu kira-kira dua puluh lima kali waktu yang diperlukan untuk mengoreksi soal tes.

Kinerja dan produktifitas kepala sekolah profesional harus dapat diukur dengan para meter yang ada. finansial (money). substansi (material). Pada analisa suatu soal untuk kelompok tes siswa A akan berbeda hasilnya dengan kelompok siswa B. Maka muncullah terminology bagaimana menjadi kepala sekolah profesional. etos kerja. Komponen manajemen pendidikan meliputi 5-M. komitmen. Syaiful menyatakan profesionalisme memiliki aturan dan komitmen jabatan yang akan diberikan kepada pelayan masyarakat agar secara khusus pandangan-pandangan jabatan dikoreksi secara keilmuan dan etika sebagai pengukuhan terhadap profesionalisme. Valid tidaknya suatu soal sangat ditentukan oleh kondisi siswa dan keadaaan serta kesiapan siswa menghadapi tes. bagaimana validitas soal UNAS tersebut?. Di sini akan diketahui apakah soal yang disajikan itu baik atau tidak untuk kelompok tes itu.00). yakni standar pelayanan minimal. beberapa saat setelah diujikan. jawabnya juga T I D A K. ketrampilan. Profesionalisme tidak dapat dilakukan atas dasar perasaan. Menurut hemat saya yang paling baik adalah membahas soal-soal tes setelah diujikan. untuk sekolah tertentu nilainya sangat baik (katakanlah rata-rata 9. Profesionalisme mencakup budaya profesi. Soal-soal yang dianalisa. apakah soal ini valid atau tidak? Contoh nyata soal Ujian Nasional misalnya. tetapi jika diberikan pada sekolah B tidak valid atau sebaliknya. kualifikasi. apakah mungkin dipakai lagi untuk tes yang akan datang. Kegiatan manajerial sekolah yang biasanya mencakup dalam lingkup manajemen pendidikan. jika dikeluarkan lagi untuk tes berikutnya pasti BOCOR. Jika ditemukan hal seprti ini. valid. pendapat atau semacamnya. tapi untuk sekolah yang lain nilainya sangat buruk (katakanlah rata-rata 5. bukan oleh seorang guru yang mengajar si kelas yang tugasnya sudah segudang. konsisten. kode etik dan dedikasi. Tidak hanya itu. mengapa? Soal yang sudah pernah dikeluarkan. tetapi benar-benar dilandasi oleh pengetahuan secara akademik. kemauan. Standar pelayanan minimal mengacu kepada konteks silsilah budaya pendidikan yang ada disekolah.Menganalisa soal sebaiknya dilakukan oleh suatu tim analisator yang tugasnya memang menganalisa soal. . tolonglah dipikirkan. bukan hanya untuk porsi ulangan rutin sehari-hari namun juga untuk tes yang sifatny masal untuk tujuan-tujuan tertentu Kepala Sekolah adalah merupakan jabatan fungsional yang diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah. metode (method) dan fasilitas (machine). kompetensi. Sekumpulan soal yang diberikan pada siswa sekolah A. yakni : Sumber daya manusia (man). karena siswa berikutnya pasti sudah mempelajari soal tersebut.yang sudah diberikan pada siswa dan sudah dianalisa dan valid.00).

cepat tanggap terhadap kebutuhan peserta didik (responsivines). guru. Selain itu. Misalnya di Amerika. layanan sesuai yang dijanjikan (reability). Beroriantasi kepada mutu Di era globalisasi ini. iklim sekolah yang kondusif (tangible). salah satu strategi yang dikenal hingga sekarang yaitu manajemen mutu terpadu. Jepang dan negara maju lainya. orang tua.Kepala sekolah sebagai sumber daya manusia yang profesional harus mampu mengelola sekolah sesuai dengan fungsi sekolah sebagai wiyata mandala. Pertama. mampu menjamin kualitas pembelajaran (assurane). Kepala sekolah dituntut untuk melakukan fungsinya sebagai manajer sekolah dalam meningkatkan proses pembelajaran dengan melakukan supervisi kelas. karyawan. Kepala sekolah sebagai guru harus mampu memberikan bimbingan kepada semua warga sekolah sesuai tugas pokok dan fungsinya. memberikan perhatian penuh kepada peserta didik (emphaty). sumbang saran dan studi banding antar sekolah untuk menyerap kiat-kiat kepemimpinan dari kepala sekolah yang lain. kepala sekolah dituntut untuk memiliki visi dan misi yang jelas. Dengan demikian Kepala sekolah dan guru harus meningkatkan profesinya agar memiliki kualitas yang sejajar dengan pendidik di negara-negara maju. pemerintah dan masyarakat. . membina dan memberikan saran-saran positif kepada guru. kepala sekolah melakukan tukar pikiran. Pada intinya. Kepala sekolah sebagai manajer harus mampu mengelola keuangan sebagai pembiayaan pendidikan di sekolah baik pembiayaan langsung maupun pembiayaan tidak langsung. sekolah harus terus menerus memperbaiki kualitas layanan sehingga fokusnya diarahkan ke pelanggan diantaranya peserta didik. Minimal ada 5 (lima) layanan yang harus dilaksanakan kepala sekolah agar pelanggan puas. strategi pendidikan yang utuh dna berorientasi kepada mutu. hal ini sudah diterapkan di dunia bisnis dan terkenal dengan istilah Total Quality Management (TQM). pemakai lulusan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful