LAPORAN HASIL PENELITIAN TINDAKAN SEKOLAH PENINGKATAN KINERJA GURU MELALUI SUPERVISI EDUKATIF KOLABORATIF SECARA PERIODIK DI SMK

MUHAMMADIYAH 1 BERBEK

Oleh

PUTUT NUGROHO, SE
Kepala SMK Muhammadiyah 1 Berbek

SMK MUHAMMADIYAH 1 BERBEK NGANJUK 2011

LEMBAR PENGESAHAN SMK MUHAMMADIYAH 1 BERBEK

1

Judul Penelitian

Peningkatan Kinerja Guru melalui Supervisi Edukatif Secara Periodik di SMK Muhammadiyah 1 Berbek

2

Identitas Peneliti a. Nama Lengkap b. Jabatan c. Kantor Lama Penelitian Sumber Dana Putut Nugroho, SE Kepala Sekolah SMK Muhammdiyah 1 Berbek Juli – September 2011 Mandiri

3 4

Mengetahui Kepala Sekolah

PUTUT NUGROHO, SE

ABSTRAK

PUTUT NUGROHO, 2011. Peningkatan Kinerja Guru Melalui Supervisi Edukatif Kolaboratif secara Periodik di SMK Muhammadiyah 1 Berbek. Hasil Penelitian Tindakan Sekolah. Kata kunci : Kinerja, Supervisi, Edukatif Guru seharusnya meningkatkan kemampuan profesional, pengetahuan, sikap dan keterampilannya secara terus-menerus sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi termasuk paradigma baru pendidikan yang menerapkan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK/KTSP). Guru tersebut harus memenuhi tiga standar kompetensi, di antaranya: (1) kompetensi pengelolaan pembelajaran dan wawasan kependidikan, (2) kompetensi akademik/vokasional sesuai materi pembelajaran, dan (3) pengembangan profesi. Ketiga kompetensi tersebut bertujuan agar guru bermutu, menjadikan pembelajaran bermutu juga, yang akhirnya meningkatkan mutu pendidikan Indonesia. Untuk peningkatan mutu pendidikan tersebut bisa berbagai upaya di antaranya melalui supervisi edukatif pada setiap guru di sekolah. Supervisi tersebut bisa dilakukan secara kolaboratif seperti halnya dalam penelitian tindakan di SMK Muhammadiyah 1 Berbek ini Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan langkah-langkah supervisi edukatif kolaboratif secara periodik dalam menyusun rencana pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, menilai prestasi belajar, melaksanakan tindak lanjut penilaian prestasi belajar siswa yang dapat meningkatkan kinerja guru. Peningkatan kinerja ini melalui supervisi edukatif kolaboratif secara periodik. Penelitian tindakan ini dilakukan terhadap guru SMK Muhammadiyah 1 Berbek Nganjuk yang berjumlah 10 orang. Penelitian tindakan dilaksankan mulai bulan Juli 2011 sampai dengan September 2011. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan penelitian tindakan yang alurnya: membuat rencana tindakan, melaksanakan tindakan, dan refleksi peleksanaan tindakan. Hasil refleksi tersebut digunakan sebagai pedoman untuk pengambilan keputusan melanjutkan atau menghentikan penelitian. Penelitian dilakukan secara spiral dalam siklus-siklus sampai siklus kedua. Data penelitian berupa catatan hasil pengamatan, catatan lapangan, dokumentasi perencanaan dan hasil supervisi. Instrumen pengumpul data utama adalah peneliti, sedangkan instrumen penunjangnya adalah pedoman observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan teknik kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja guru meningkat setelah dilakukan tindakan yang berupa supervisi edukatif kolaboratif secara periodik dari siklus I ke siklus II. Peningkatan tersebut meliputi peningkatan dalam menyusun rencana pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, menilai prestasi belajar, melaksanakan tindak lanjut penilaian prestasi belajar siswa Berdasarkan hasil supervisi edukatif siklus I dan siklus II kinerja guru meningkat, yakni siklus I Kinerja guru dalam menyusun rencana pembelajaran siklus I mencapai 70 % sedangkan siklus II 90 %. Kinerja guru dalam melaksanakan pembelajaran siklus I

melaksanakan pembelajaran. Kinerja guru dalam menilai prestasi belajar siklus I mencapai 70 % sedangkan siklus II 90 %.mencapai 70 % sedangkan siklus II mencapai 90 %. . Untuk itu. Kinerja guru dalam melaksanakan tindak lanjut penilaian prestasi belajar siswa pada siklus I mencapai 50 % sedangkan siklus II 80 %. peneliti menyarankan agar supervisi edukatif di sekolah-sekolah melaksanakan supervisi edukatif kolaboratif secara periodik. Dengan demikian tindakan siklus II rata-rata sudah di atas 80 %. Berdasarkan hasil penelitian tindakan tersebut dapat disimpulkan bahwa kinerja guru meningkat dalam menyusun rencana pembelajaran. menilai prestasi belajar. melaksanakan tindak lanjut penilaian prestasi belajar siswa.

Amin. Nganjuk. Penulis menyadari bahwa PTS ini masih jauh dari sempurna. SE . penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu selesainya PTS ini. penulis mengharap semoga Laporan Tindakan Supervisi ini bermanfaat bagi peningkatan kinerja guru dalam pembelajaran di sekolah.KATA PENGANTAR Alhamdulillah berkat rahmat Allah SWT. sekaligus untuk meningkatkan kinerja guru dalam pembelajaran di sekolah. Akhirnya. Penulisan PTS ini selain diajukan dalam rangka OJT bagi Kepala Sekolah. Utamanya Bapak dan Ibu Guru SMK Muhammadiyah 1 Berbek. Oleh sebab itu. PUTUT NUGROHO. September 2011 Penulis. penulis sangat mengharapkan kritik dan saran dari pembaca demi kesempurnaannya. Dengan terselesainya PTS ini. akhirnya penulis dapat menyusun karya ilmiah hasil penelitian tindakan sekolah dengan judul Peningkatan Kinerja Guru Melalui Supervisi Edukatif Kolaboratif secara Periodik di SMK Muhammadiyah 1 Berbek.

............................................. D... B............................................................................................................ i ii iii v vi 1 4 4 5 6 6 15 17 20 22 23 23 26 26 28 ........................... Peran Pengawas Sekolah terhadap Kinerja Guru...................................................... Abstrak................................................................................................................................................. Teknik Pengumpulan Data........... Teknik Analisa Data........ B............................................................................ BAB II: KAJIAN PUSTAKA A.... Rumusan Masalah.................... C................................................................................................................................ BAB III: METODE PENELITIAN A................. Supervisi Edukatif..................... Kajian Teori............................................................... 3..... Lokasi dan Waktu Penelitian.... Kompetensi Guru................. Tujuan Penelitian........... 1.............................. 2....... Daftar Isi........ Peran Kepala Sekolah terhadap Kinerja Guru................................................. BAB I: PENDAHULUAN A.. Manfaat Penelitian.............................................. Kata Pengantar.......................................... Subjek................................................... Kerangka Berpikir................................................................................................ Latar Penelitian (Kondisi Awal).. 4................................................................................... BAB IV: HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A..................... Lembar Pengesahan.... C.................... Prosedur Penelitian............ B..............................................................DAFTAR ISI Halaman Judul...................... Latar Belakang Masalah.................................................... D.........................

........... Pembahasan Hasil Penelitian...................... BAB V: KESIMPULAN DAN SARAN A........ Saran.............. Hasil dan Temuan Siklus I............ 28 28 48 67 72 76 78 79 ................................................................ LAMPIRAN ............................................................................................... Kesimpulan.................................. DAFTAR PUSTAKA................................ 3.....................B............. 1........................................... 2........... B.................... Sajian Data Tiap Siklus................................................................................................................... Hasil dan Temuan Siklus II...............................................................

BAB I PENDAHULUAN A. (3) meningkatkan kesiapan masukan dan kualitas proses pendidikan untuk mengoptimalkan pembentukan kepribadian yang bermoral. Visi pendidikan nasional di antaranya adalah (1) mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu bagi seluruh rakyat Indonesia. (2) membantu dan memfasilitasi pengembangan potensi anak bangsa secara utuh sejak usia dini sampai akhir hayat dalam rangka mewujudkan masyarakat belajar. pemerintah telah menetapkan Undang-Undang Sistem Pendidikan. dan nilai berdasarkan standar nasional dan global. Undang-Undang tersebut memuat dua puluh dua bab. (4) meningkatkan keprofesionalan dan akuntabilitas lembaga pendidikan sebagai pusat pembudayaan ilmu pengetahuan. misi dan strategi pembangunan pendidikan nasional. tujuh puluh tujuh pasal dan penjelasannya. Jika mencermati visi pendidikan tersebut. semuanya mengarah pada mutu pendidikan yang akhirnya dapat meningkatkan hasil belajar peserta . sikap. dan (5) memperdayakan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan berdasarkan prinsip otonomi dalam konteks Negara Kesatuan RI. Latar Belakang Masalah Untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. keterampilan. pengalaman. Undang-undang Sistem Pendidikan (2003 : 38) menjelaskan bahwa setiap pembaharuan sistem pendidikan nasional untuk memperbarui visi.

Menurut Syamsuddin (2005: 66) ada tiga komponen utama yang saling berkaitan dan memiliki kedudukan strategis dalam kegiatan belajar mengajar. (2) Kompetensi . Dalam pembelajaran seorang guru harus mampu menerjemahkan nilai-nilai yang terdapat dalam kurikulum secara optimal. Kedua wawasan tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipasahkan. namun seorang guru tetap memegang peranan yang penting dalam membimbing siswa. guru menduduki posisi sentral sebab peranannya sangat menentukan. yaitu (1) Kompetensi Pengelolaan Pembelajaran dan Wawasan Kependidikan. Seorang guru harus selalu meningkatkan kemampuan profesionalnya. Bahkan berdasarkan seorang guru harus mempunyai pengetahuan yang memadai baik di bidang akademik maupun pedagogik.didik. pengetahuan. guru. Menurut Djazuli (1886:2) seorang guru dituntut memiliki wawasan yang berhubungan dengan mata pelajaran yang diajarkannya dan wawasan yang berhubungan kependidikan untuk menyampaikan isi pengajaran kepada siswa. Mutu pendidikan ternyata dipengaruhi oleh banyak komponen. Walaupun sistem pembelajaran sekarang sudah tidak theacher center lagi. Ketiga komponen itu. Menurut Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah Departeman Pendidikan Nasional (2004: 2) seorang guru harus memenuhi tiga standar kompetensi. dan pembelajar (siswa). Ketiga komponen tersebut adalah kurikulum. sikap dan keterampilannya secara terus-menerus sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi termasuk paradigma baru pendidikan yang menerapkan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK).

menjadikan pembelajaran bermutu juga. Hal itu harus dilakukan secara periodik agar kinerja dan wawasan guru bertambah sebab berdasarkan diskusi yang dilakukan guru di SMK Muhammadiyah 1 . Untuk mencapai tiga kompetensi tersebut. (2) kurangnya kesempatan guru mengikuti pelatihan. dan (4) supervisi pendidikan yang bertujuan memperbaiki proses pembelajaran cenderung menitikberatkan pada aspek administrasi. (3) kurang efektifnya PKG. dan (3) Pengembangan Profesi. PKG. sekolah harus melaksanakan pembinaan terhadap guru baik melalui workshop. maka penelitian ini hanya divokuskan pada supervisi edukatif saja sehingga judul penelitian tindakan tersebut adalah ”Peningkatan Kinerja Guru dalam Pembelajaran di Kelas Melalui Supervisi Edukatif Kolaboratif secara Periodik”. Ketiga kompetensi tersebut bertujuan agar guru bermutu. . diskusi dan supervisi edukatif. rendahnya kinerja dan wawasan guru diakibatkan (1) rendahnya kesadaran guru untuk belajar. Untuk memperbaiki kinerja dan wawasan guru dalam pembelajaran di SMK Muhammadiyah 1 .Akademik/Vokasional sesuai materi pembelajaran. yang akhirnya meningkatkan mutu pendidikan Indonesia. Karena keterbatasan peneliti. sekolah melaksanakan penelitian tindakan yang berkaitan dengan permasalahan di atas. baik secara regional maupun nasional.

maka rumusan masalah secara umum dalam penelitian tindakan ini adalah : Apakah dengan supervisi edukatif kolaboratif secara periodik. Apakah dengan supervisi edukatif kolaboratif secara periodik dapat meningkatkan kinerja guru dalam menyusun rencana pembelajaran? 2. Ingin mendeskripsikan langkah-langkah supervisi edukatif kolaboratif secara periodik dalam menilai prestasi belajar. Ingin mendeskripsikan langkah-langkah supervisi edukatif kolaboratif secara periodik dalam melaksanakan pembelajaran. Apakah dengan supervisi edukatif kolaboratif secara periodik dapat meningkatkan kinerja guru dalam melaksanakan pembelajaran? 3. 1. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas. Tujuan Penelitian 1. Apakah dengan supervisi edukatif kolaboratif secara periodik dapat meningkatkan guru dalam menilai prestasi belajar siswa? 4. Apakah dengan supervisi edukatif kolaboratif secara periodik dapat meningkatkan guru dalam melaksanakan tindak lanjut hasil penilaian prestasi belajar siswa? C. . kinerja guru dalam pembelajaran di kelas dapat ditingkatkan? Adapun secara khusus. 2. rumusan masalah penelitian tindakan ini sebagai berikut.B.

3. dapat .3. D. 4. kreatif dan menyenangkan sehingga berdampak pada peningkatan mutu pendidikan. Ingin mendeskripsikan langkah-langkah supervisi edukatif kolaboratif secara periodik dalam menyusun rencana pembelajaran. efektif. Manfaat bagi sekolah Menciptakan pembelajaran yang aktif. Manfaat bagi siswa Mengembangkan potensi yang dimiliki peserta didik sehingga meningkatkan hasil belajarnya. Ingin mendeskripsikan langkah-langkah supervisi edukatif kolaboratif secara periodik dalam melaksanakan tindak lanjut penilaian prestasi belajar siswa. Manfaat bagi guru Meningkatkan wawasan guru sehingga termotivasi untuk meningkatkan kinerjanya. Manfaat hasil Penelitian 1. 2.

Oleh sebab itu. sesuai dengan standar kinerja yang dibutuhkan oleh lapangan (Ditjen Dikdasmen. maupun informal harus mempunyai kemampuan khusus di bidang kependidikan itu. kepala sekolah. supervisi edukatif. kinerja kepala sekolah. 2004: 4). untuk mengetahui bagaimana kompetensi seorang ahli kependidikan. keterampilan dan sikap yang dimiliki seseorang serta penerapannya di dalam pekerjaan. dan pengelola sekolah. Secara umum guru tersebut harus berkompetensi di bidangnya. yang di dalamnya adalah guru. Berdasarkan pendapat tersebut seorang yang bekerja sebagai guru. kinerja guru. nonformal. seorang yang bekerja di dunia pendidikan baik formal. Kajian Teori Dengan ditetapkannya Undang-Undang Sistem Pendidikan Nomor 20 Tahun 2003. . yang pekerjaan itu menurut Undang-Undang Guru Tahun 2005 merupakan pekerjaan profesional maka guru harus memenuhi standar-standar minimal yang dibutuhkan oleh Depdiknas.BAB II K A J I A N P U S T A K A A. Kompetensi Guru Kompetensi merupakan spesifikasi dari kemampuan. 1. maka pada kajian teori ini akan dibahas tentang kompetensi guru. dan hipotesis tindakan.

di antaranya adalah sebagai berikut. Semua hasil kerjanya harus dapat diukur oleh indikator. sikap siswa. yang notabene mempunyai berbagai karakter. Oleh sebab itu. yang semuanya perlu strategistrategi khusus yang harus dipersiapkan oleh guru maka guru tersebut harus mempersiapkan diri baik yang berkaitan dengan materi yang akan dikuasai siswa. (3) Pengembangan Profesi. di mana sikap dan kepribadian tersebut senantiasa melekat pada setiap komponen yang menunjang profesi guru. Selain ketiga komponen tersebut. yang masing-masing komponen tersebut. (2) Komponen Akademik/Vokasional sesuai materi pembelajaran. Seorang guru yang profesional akan kelihatan sikap dan kinerjanya dalam kehidupan sehari-hari. Komponen-komponen stantar kompetensi guru antara lain (1) Komponen Kompetensi Pengelolaan Kompetensi Pembelajarandan Wawasan Kependidikan. seorang guru harus memiliki sikap dan kepribadian yang positif. Berdasarkan hal tersebut Depdiknas menentukan bagian- bagian yang harus dikuasai oleh guru dalam rangka memenuhi Standar Kompetensi Guru. strategi yang dapat memudahkan siswa dalam memahami materi tersebut. 1. Komponen Kompetensi Pengelolaan Pembelajaran . baik yang berkaitan dengan anak tersebut maupun dengan lingkungan pendidikan. Ditjen Dikdasmen (2004: 10) merumuskan indikator kompetensi. berbagai kemampuan dan motivasi.Guru yang setiap hari selalu berhadapan dengan anak tentu menghadapi berbagai problema.

Oleh sebab itu. a. • Menentukan sumber belajar yang sesuai (berupa buku. Menentukan media yang akan digunakan. program komputer dan sejenisnya). modul. Dengan adanya program itu semuanya akan dapat dinilai. • Menentukan teknik penilaian. Merancang prosedur pembelajaran. Ditjen Dikmenum pembelajaran/peralatan praktikum (dan bahan) Berdasarkan indikator yang telah ditetapkan oleh tersebut maka seorang guru harus mampu membuat Persiapan Pelaksanaan . • • • • • • • Mendeskripsikan tujuan pembelajaran. dengan indikator sebagai berikut. diukur. Dalam dunia pendidikan penentuan keberhasilan dapat dilihat dari indikatornya. Kompetensi menyusun rencana pembelajaran. Menentukan materi sesuai dengan kompetensi yang telah ditentukan. Mengorganisasikan materi berdasarkan urutan dan kelompok.Kompetensi ini merupakan komponen awal yang harus dilakukan oleh guru. Menentukan metode pembelajaran yang sesuai. indikator dalam kompetensi ini menurut Ditjen Dikmenum adalah sebagai berikut. dan dievaluasi. Mengalokasikan waktu. karena bagian inilah seorang yang profesional dalam melaksanakan tugasnya harus berdasarkan program-program yang disiapkan.

Guru tidak akan mampu membuat RPP tersebut jika guru tidak banyak belajar tentang materi. • Memberikan pertanyaan dan umpan balik. • Menyimpulkan pembelajaran. • Membuka pelajaran dengan metode yang sesuai. • Memotivasi siswa dengan berbagai cara yang positif. guru harus banyak membaca atau belajar. dan penilaian pembelajaran. Oleh sebab itu. strategi. menggunakan bahasa yang . • Menggunakan sumber belajar yang telah dipilih (berupa buku. program komputer dan sejenisnya). • Melakukan interaksi dengan siswa komunikatif. Kompetensi melaksanakan pembelajaran. • Mengatur kegiatan siswa di kelas. • Menerapkan metode dan prosedur pembelajaran yang telah ditentukan. • Menggunakan media pembelajaran/peralatan praktikum (dan bahan) yang telah ditentukan. b. metode. • Menggunakan waktu secara efektif dan efisien. media. untuk mengetahui dan memperkuat penerimaan siswa dalam proses belajar. • Menyajikan materi pelajaran secara otomatis.Pembelajaran (RPP) yang pada dasarnya sama dengan indikator di atas. dengan indikator sebagai berikut. modul.

pedoman penilaian. menilai siswa dalam belajar. Berdasarkan indikator kompetensi penilaian. • Memeriksa jawaban/memberikan skor tes hasil belajar berdasarkan indikator/kriteria unjuk kerja yang telah ditentukan. melatih. tingkat pencapaian siswa. c. • Menyusun laporan hasil penilaian. dan analisis soal tersebut. • Menyimpulkan hasil penilaian secara jelas dan logis (misalnya: interpretasi kecenderungan hasil penilaian. guru yang mampu melaksankan indikator di atas akan dapat menghasilkan pendidikan yang bermutu. • Menyusun soal/perangkat penilaian sesuai dengan indikator/kriteria unjuk kerja yang telah ditentukan. mengolah nilai. daya pembeda.Berdasarkan indikator di atas. • Mengolah hasil penilaian. Indikator-indikator di atas berkaitan dengan tindakan guru dalam melaksanakan pembelajaran (KBM). . mengarahkan. mengajar. validitas dan reabilitas). butir soal. melaporkan nilai. Oleh sebab itu. • Memperbaiki soal/perangkat penilaian. dan lain-lain). • Melaksanakan penilaian. dengan indikator sebagai berikut. guru harus mampu menyusun kisi-kisi. Kompetensi menilai prestasi belajar. • Menganalisis hasil penilaian (berdasarkan tingkat kesukaran. melaksanakan. guru harus mampu mendidik. membimbing.

pengawas akan dapat menilai sejauh mana pembelajaran. dengan indikator sebagai berikut. kebijakan pendidikan. menerapkan bekerja sama dalam pekerjaan. • Melaksanakan tindak lanjut. Melaksanakan tindak lanjut hasil penilaian prestasi belajar peserta didik. Untuk memehami tersebut. dan memanfaatkan kemajuan IPTEK dalam pendidikan. pendekatan pembelajaran. guru wajib belajar perkembangan ilmu pendidikan dan pengetahuan karena ilmu pendididkan sekarang berkembang dengan pesat. 2.d. guru. tetapi pembelajaran itu sekarang ternyata kurang tepat karena siswa setelah pembelajaran tidak bisa memecahkan persoalan. Dahulu pembelajaran. • Menyusun program tindak lanjut hasil penilaian. . • Mengevaluasi hasil tindak lanjut. dengan sistem teacher center sangat tepat. Guru harus memahami kompetensi seorang guru dalam mengelola landasan pendidikan. • Mengidentifikasi kebutuhan tindak lanjut hasil penilaian. bahkan siswa diberi soal yang berbeda walaupun sama temanya tetap tidak bisa. Dengan adanya indikator-indikator yang berkaitan dengan kompetensi pengelolaan belajar di atas. • Menganalisis hasil evaluasi program tindak lanjut penilaian. kepala sekolah. perkembangan siswa. Komponen Kompetensi Wawasan Pendidikan Kompetensi wawasan pendidikan merupakan bagian yang harus dikuasai guru sebelum action di depan anak. Oleh sebab itu.

Bahkan dalam buku-buku pendidikan modern. pembelajaran selalu dikaitkan dengan usia dan motivasi. Menjelaskan tujuan dan hakekat pembelajaran. Menjelaskan tujuan pendidikan tiap satuan pendidikan sesuai tempat bekerjanya. Berdasarkan uraian di atas. misi dan tujuan pendidikan. • • • Menjelaskan sistem dan struktur standar kompetensi guru. Menjelaskan konsep dasar pengembangan kurikulum. guru perlu mengetahui dan menguasai indikator-indikator yang berkaitan dengan kompetensi wawasan pendidikan. dengan indikator sebagai berikut. PAKEM. dengan indikator sebagai berikut. Menjelaskan konsep pengembangan pengelolaan pembelajaran yang diperlakukan (misalnya: life skill. a. Pembelajaran model quantum teaching perlu dibaca oleh guru agar wawasan pendidikan terus bertambah. • • • Menjelaskan tujuan dan hakekat pendidikan. CBET/Competency-Based Education and Training dan lain-lain). Memahami landasan kependidikan. b. CC/Community College.pembelajaran yang berbasis CTL. • • Menjelaskan visi. Memahami kebijakan pendidikan. . Memanfaatkan standar kompetensi siswa. BBE/Broad Based Education. CL. Ditjen Dikmenum (2004: 12) menyebutkan indikatornya sebagai berikut.

Komite Sekolah. Menerapkan kerja sama dalam pekerjaan. • Menjelaskan tingkat-tingkat perkembangan mental siswa. dengan indikator sebagai berikut. • Menjelaskan strategi dan pendekatan pembelajaran yang sesuai materi pembelajarannya. Memahami pendekatan pembelajaran yang sesuai materi pembelajarannya. Dewan Pendidikan. d. dengan indikator sebagai berikut. • Menerapkan kerjasama dalam pekerjaan. • Mengidentifikasi tingkat perkembangan siswa yang dididik. • Menjelaskan metode pembelajaran yang sesuai materi pembelajarannya.• Menjelaskan konsep pengembangan manajemen pendidikan yang diberlakukan (misalnya: MBS / Manajemen Berbasis Sekolah. e. dan lain-lain). c. . • Menjelaskan psikologi pendidikan yang mendasari perkembangan siswa. dengan indikator sebagai berikut. • Menjelaskan teori belajar yang sesuai materi pembelajarannya. • Menjelaskan konsep dan struktur kurikulum yang diberlakukan (misalnya: Kurikulum Berbasis Kompetensi). Memahami tingkat perkembangan siswa. • Menjelaskan arti dan fungsi kerja sama dalam pekerjaan.

dengan indikator menguasai materi pembelajaran di bidangnya. Komponen Kompetensi Akademik/Vokasional Kompetensi akademik ini berkaitan dengan penguasaan materi pelajaran yang akan dipelajari/dipahami/dikuasai siswa. kompetensi bidang akademik ini berkaitan dengan penguasaan keterampilan sesuai dengan materi pembelajaran. Memanfaatkan kemajuan IPTEK dalam pembelajaran. terutama menggunakan e-mail dan mencari informasi. Hal ini jika . Komponen Kompetensi Pengembangan Profesi Komponen ini sangat berkaitan dengan kemampuan guru dalam mengembangkan dirinya sebagai guru yang profesional.f. 3. dengan indikator sebagai berikut. • Menggunakan berbagai fungsi internet. Guru harus bisa mengembangkan dirinya melalui penelitian-penelitian pendidikan demi kemajuan peserta didik dan kemajuan dirinya sendiri. • Menerapkan Bahasa Inggris untuk memahami literatur asing/memperluas wawasan kependidikan. Menurut Ditjen Dikmenum (2004: 14) hanya ada satu kompetensi di bidang ini. yaitu: menguasai keilmuan dan keterampilan sesuai materi pembelajaran. Guru harus menguasai materi yang akan diajarkan. 4. • Menggunakan komputer terutama untuk Word Processor dan spread sheet (Contoh: Microsoft Word dan Exel). Oleh sebab itu.

• Menulis karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri di bidang pendidikan sekolah. • Menulis karya ilmiah hasil penelitian/pengkajian/survei di bidang pendidikan. . penelitian tindakan sangat cocok untuk pengembangan pendidikan. • Menulis tulisan ilmiah populer di bidang pendidikan sekolah pada media masa. Oleh sebab itu. Menulis diktat pelajaran. • Menulis prasaran/makalah berupa tinjauan. gagasan atau ulasan ilmiah yang disampaikan pada pertemuan ilmiah. yakni: a. dengan indikatornya sebagai berikut. Mengikuti kegiatan pengembangan kurikulum. Untuk itu Ditjen Dikmenum (2004: 15) menentukan kompetensi dan indikatornya. Guru melaksanakan penelitian tindakan kelas.dilakukan oleh semua guru maka pendidikan akan bermutu. kepala sekolah melaksanakan penelitian tindakan sekolah. Mengembangkan profesi. • • • • • • Menulis buku pelajaran/modul/diktat. Menciptakan karya seni monumental/seni pertunjukan. Menemukan teknologi tepat guna. Membuat alat pelajaran/alat peraga atau alat bimbingan.

Untuk sasaran supervisi adalah pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dan hal-hal yang menunjang terhadap pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. seperti pengelolaan kelas. Sasaran pokok dalam pelaksanaan supervisi akademik adalah bagaimana guru di dalam melakukan kegiatan belajar mengajar meliputi metode. penggunaan alat-alat media. termasuk juga penerapan (PAKEM) dalam . Agar ts mendidik dan mengajar dapat ditingkatkan. strategi. Peran Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di sekolah dasar terletak pada kegiatan guru dalam kegiatan belajar mengajar. Kepala sekolah sebagai seorang supervisor mempunyai tugas mengadakan supervisi yang meliputi hal-hal sebagai berikut. gaya mengajar. Supervisi akademik. 2. skenario pembelajaran. Supervisi ditunjukkan kepada situasi belajar mengajar yang memungkinkan tercapainya tujuan pendidikan secara optimal. pengelolaan dan pelaksanaan akstrakurikuler (UKS. 1. Pramuka. kepala sekolah akan mudah menentukan guru yang berprestasi maupun yang belum berprestasi.Dengan adanya indikator-indikator seperti di atas. pengelolaan sekolah. dan lain-lain). guru perlu mendapat pembinaan (supervisi) secara teratur dan terencana oleh kepala sekolah. Supervisi yang dilakukan oleh kepala sekolah pengawasan pada saat pelaksanaan pembelajaran.

pelaksanaan bimbingan. Tujuan supervisi bukanlah mencari kesalahan. memeriksa. pengelolaan sekolah. pengelolaan dan pelaksanaan administrasi kelas. sehingga sesuai dengan tujuan yang diharapkan.merawat (klinis) untuk mengetahui apakah kegiatan pembelajaran sudah dilakukan sesuai dengan idealisme pembelajaran atau belum.pembelajaran. Tugas supervisor adalah mengadakan pembinaan. monitoring dan penilaian terhadap guru bersangkutan agar pelaksanaan pembelajaran semakin hari semakin baik. 3. Tugas supervisor mengadakan pembinaan.namun untuk memperbaiki dan mengarahkan terhadap suatu tujuan yang telah ditetapkan.seperti pengelolaan kelas. Supervisi Manajerial supervisi yang dilakukan oleh kepala sekolah terhadap hal-hal yang menunjang terhadap pelaksanaan.dll). monitoring dan penilaian terhadap guru yang bersangkutan agar pelaksanaan pembelajaran semakin hari semakin baik.Pramuka . pelaksanaan ekstrakurikuler ( UKS. 2. kegiatan belajar mengajar. Peran Pengawas Sekolah terhadap kinerja Guru . Supervisi Klinis Suatu kegiatan yang dilakukan secara periodik dan berjenjang dalam rangka melihat. kebersihan. 3. ketertiban.

pengawas melaksanakan fungsi-fungsi supervisi. 2. 3. memanfaatkan sumber-sumber belajar 11. Sasaran supervisi akademik antara lain membantu guru dalam 1. teknik. setrategi. 8. melayani peserta didik yang mengalami kesulitan belajar memberikan bimbingan belajar pada peserta didik menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan mengembangkan dan memanfaatkan alat Bantu .Untuk melaksanakan tugas pokok. 7. 4. memberikan umpan balik secara tepat dan teratur dan terus menerus pada peserta didik 6.) yang tepat dan berdaya guna . mengembangkan interaksi pembelajaran/bimbingan (metode. Supervisi akademik adalah fungsi supervisi yang berkenaan dengan aspek pembinaan dan pengembangan kemampuan profesional guru dalam meningkatkan mutu pembelajaran dan bimbingan di sekolah. model. baik supervjsi akademik maupun supervisi manajerial. pendekatan dll. merencanakan kegiatan pembelajaran dan atau bimbingan melaksanakan Kegiatan pembelajaran/ bimbingan menilai proses dan hasil pembelajaran/ bimbingan memanfaatkan hasil penilaian untuk peningkatan layanan pembelajaran/bimbingan 5.media pembelajaran dan bimbingan 10. 9.

Dalam melaksanakan fungsi supervisi akademik seperti di atas. (e) pengembangan. Mitra guru dalam meningkatkan mutu proses dan hasil pembelajaran dan bimbingan di sekolah binaannya 2. melakukan penelitian praktis bag! perbaikan pembelajaran/bimbingan. mengembangkan inovasi pembelajaran/bimbingan. Konsultan pendidikan dan pembelajaran di sekolah binaannya Konselor bagi guru dan seluruh staf sekolah Motivator untuk meningkatkan kinerja guru dan semua staf sekolah Supervisi manajerial adalah fungsi supervisi yang berkenaan dengan aspek -pengelolaan sekolah yang terkait langsung dengan peningkatan efisiensi dan efektivitas pengelolaan sekolah yang mencakup: (a) perencanaan. (d) penilaian.12. Inovator dan pelopor dalam mengembangkan inovasi pembelajaran dan bimbingan di sekolah binaannya 3. pengawas hendaknya berperan sebagai 1. 5. 4. (b) koordinasi. (c) kebijaksanaan. dan 13. Sasaran supervisi manajerial adalah membantu kepala sekolah dan staf sekolah lainnya dalam mengelola administrasi pendidikan seperti: .

Dalam melaksanakan fungsi supervisi manajerial. serta (h) aspek-aspek administrasi lainnya dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan. (g) administrasi budaya dan lingkungan sekolah. sedangkan orang . Asesor dalam mengidentifikasi kelemahan dan menganalisis potensi sekolah binaannya 3. (b) administrasi keuangan. (f) administrasi. (e) administrasi kesiswaan. koordinasi. 1. (c) administrasi sarana prasarana/ perlengkapan. Pusat informasi pengembangan mutu pendidikan di sekolah binaannya Evaluator/judgement terhadap pemaknaan hasil pengawasan 4. Aspek yang disupervisi bisa berupa administrasi dan edukatif. pengembangan manajemen sekolah.(a) administrasi kurikulum. 4. 2.hubungan sekolah dan masyarakat. Kolaborator dan negosiator dalam proses perencanaan. Supervisi Edukatif Supervisi merupakan salah satu tugas kepala sekolah yang bertujuan untuk membantu memperbaiki dan meningkatkan pengelolaan dari aspek yang disupervisi dan orang yang melakukan supervisi. pengawas hendaknya berperan sebagai. (d) administrasi personal atau ketenagaan.

kepala sekolah. dan pengaturan pelaksanaan BK. berbagai metode penyajian. proses belajar mengajar. Menurut Ditjen Dikmenum (1884:15) pelaksanaan supervisi tersebut dapat dilakukan dengan cara (1) wawancara. Selain itu pengawas bisa bertanya tentang pemanfaatan sarpras. pembagian tugas guru dalam PBM. pelaksanaan bimbingan dan konseling. Dapat juga diarahkan pada pemahaman kepala sekolah terhadap GBPP. Dalam melaksanakan observasi. Supervisi edukatif merupakan supervisi yang diarahkan pada kurikulum pembelajaran. maupun guru senior yang sudah pernah menjadi instruktur mata pelajaran. Adapun orang yang disupervisi bisa kepala sekolah. buku paket dan buku penunjang. dan bimbingan & konseling. penilaian. (2) observasi. Selain wawancara. pengaturan penilaian siswa. dan siswa. Supervisi ini dapat dilakukan oleh pengawas. Jika supervisi dilakukan pengawas kepada kepala sekolah maka pengawas bisa melaksanakan wawancara dengan kepala sekolah yang berkaitan dengan kelengkapan dokumen kurikulum termasuk GBPP. tenaga administrasi. . penilaian kepala sekolah terhadap guru dalam rangka pelaksanaan tugas. tenaga edukatif yang lain. persiapan mengajar.yang melakukan supervisi adalah pengawas. guru pembimbing. kegiatan belajar mengajar. dan instruktur mata pelajaran. guru mata pelajaran. kepala sekolah. pengawas dan/atau kepala sekolah dapat melaksanakan observasi kepada guru dalam proses belajar mengajar atau dalam kegiatan bimbingan dan konseling.

(d) penilaian dan laporan. yang di dalamnya: (a) memiliki kumpulan soal. (2) Observasi kegiatan Bimbingan dan konseling meliputi: (a) program kegiatan bimbingan dan konseling di sekolah. (c) penerapan. (b) analisis hasil belajar. (2) melaksanakan PBM. B. (a) membuat program tahunan. Menurut Ditjen Dikmenum (1884:17) yang termasuk PBM adalah: (1) persiapan mengajar. Pelaksanaannya selama dua siklus. (3) penilaian. yang terdiri atas: (a) pendahuluan. dan (c) pelaksanaan penilaian. Kerangka Berpikir Karena penelitian ini merupakan penelitian tindakan. Menurut Ditjen Dikmenum (1884:16) observasi tersebut bisa berupa: (1) Observasi kegiatan belajar mengajar meliputi: (a) persiapan mengajar. (b) pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah. serta mengamati kegiatan guru dan layanan bimbingan. (b) pelaksanaan satuan pelajaran di dalam kelas. maka pelaksanaan ini dilakukan secara siklus. Siklus-siklus itu merupakan rangkaian yang saling berkelanjutan. (d) penutup. (b) pengembangan. (c) membuat rencana pelaksanaan pembelajaran atau rencana pembelajaran. maksudnya . (b) membuat program semester. Selain di atas. yang terdiri atas.pengawas atau kepala sekolah dapat memilih satu atau beberapa kelas. (c) kelengkapan administrasi/perlengkapan Bimbingan dan Konseling. supervisor harus melakukan observasi dan wawancara sekaligus yang berkaitan dengan kegiatan belajar mengajar di kelas.

analisis. dan tindak lanjut. menyusun program supervisi. pelaksanaan tindakan. pemantauan dan evaluasi. Waktu penelitian adalah bulan Agustus sampai September tahun pelajaran 2011/2012. dan refleksi. Setiap siklusnya selalu ada persiapan tindakan. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMK Muhammadiyah 1 Kecamatan Berbek Kabupaten Nganjuk pada tahun pelajaran 2011/2012. dengan subjek penelitian adalah 10 orang guru. BAB III METODE PENELITIAN A. . Subjek.siklus kedua merupakan kelanjutan dari siklus pertama. pelaksanaan supervisi. Selama penelitian tersebut peneliti mengumpulkan data awal.

serta lamanya guru bertugas. . dan supervisor. 3) Merumuskan langkah-langkah tindakan yang akan dilaksanakan pada siklus pertama b. Persiapan Tindakan Siklus pertama dilaksanakan pada bulan Agustus 2011 dengan kegiatan sebagai berikut.B. Gambaran Pelaksanaan Siklus I a. 1) Pengumpulan data awal diambil dari daftar keadaan guru untuk mengetahui pendidikan terakhir. pelatihan yang pernah diikuti guru. Prosedur Penelitian Gambaran prosedur penelitian yang terdiri dari dua siklus adalah berupa tindakan sebagai berikut : 1. 2) Mengadakan pertemuan guru-guru sebagai mitra penelitian membahas langkah-langkah pemecahan masalah pembelajaran dari aspek guru. Data awal kerja guru dan efektivitas pembelajaran dilihat dari hasil supervisi kunjungan kelas masing-masing guru sebelum dilaksanakan penelitian. Pelaksanaan Tindakan Pelaksanakan tindakan ini dilakukan oleh peneliti dan supervisor selama kegiatan belajar mengajar berlangsung dengan tindakan sebagai berikut.

2) Melaksanakan supervisi edukatif selama pembelajaran secara periodik dengan sistem kolaboratif. guru memiliki komitmen rendah dan kemampuan berpikirnya juga rendah . 3) Tidak terfokus atau bingung. guru yang memiliki kemampuan berpikir tinggi. guru yang memiliki komitmen tinggi dan kemampuan berpikir tinggi 2) Analitis.1) Mengadakan penelitian guru selama membuat program pembelajaran melalui workshop sekolah. dengan sasaran utama untuk melihat peningkatan kemampuan guru serta efektivitas pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru serta tindakan-tindakan supervisor dalam menyupervisi guru tersebut. guru yang memiliki komitmen tinggi. tetapi kemampuan berpikirnya rendah 4) Gagal. 3) Pemberian reward dari kegiatan-kegiatan dalam bentuk penilaian angka kridit jabatan fungsional guru sebagai syarat kenaikan pangkat. c. tetapi komitmennya rendah. Adapun instrumen yang digunakan untuk memantau tindakan guru dalam pembelajaran dan supervisor dalam menyupervisi berupa: 1) Profesional. Pemantauan dan Evaluasi Pada prinsipnya pemantauan dilaksanakan selama penelitian berlangsung.

5) Tindakan supervisor sebelum pelaksanaan supervisi 6) Tindakan supervisor selama pelaksanaan supervisi 7) Tindakan supervisor setelah pelaksanaan supervisi 8) Aktivitas guru dalam melaksanakan pembelajaran di kelas d. Refleksi Refleksi merupakan kegiatan yang meliputi analisis,

sintesis, memaknai, menerangkan, dan akhirnya menyimpulkan semua informasi yang diperoleh pada saat persiapan dan tindakan. Hasil refleksi dimanfaatkan untuk perbaikan pada siklus berikutnya. Guru, peneliti, dan supervisor pada tahap ini pelaksanaan proses pengamatan selama mendiskusikan

tindakan yang dilakukan berdasarkan hasil guru menyusun rencana pembelajaran,

melaksanakan pembelajaran, menilai prestasi belajar, melaksanakan tindak lanjut hasil penilaian prestasi belajar siswa dan supervisor melakukan tindakan. Hal yang didiskusikan meliputi: (a) kesesuaian pembelajaran dengan perencanaan, (b) materi yang digunakan

pembelajaran, (c) evaluasi pembelajaran, (d) kesesuaian tindakan guru dengan format supervisi, dan (e) tindak lanjut supervisor dan guru. 2. Gambaran Siklus II Siklus II dilaksanakan pada bulan Agustus sampai September 2011dan merupakan kelanjutan serta perbaikan siklus I. Kegiatan siklus II didasarkan pada hasil siklus I dengan rangkaian: (a) Persiapan

Tindakan, (b) Pelaksanaan Tindakan, (c) Pemantauan dan Evaluasi, serta (d) Refleksi.

C. Teknik Pengumpulan data Teknik pengumpulan data pada penelitian ini terdiri atas empat kegiatan pokok yakni pengumpulan data awal, data hasil analisis setiap akhir siklus, serta tanggapan lain dari guru terhadap pelaksanaan supervisi edukatif model kolaboratif.

D. Teknik Analisis Data Data yang telah dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif digunakan untuk

menjelaskan perubahan perilaku guru dalam pembelajaran dan perilaku supervisor dalam melaksanakan supervisi guru. Adapun analisis kuantitatif digunakan untuk mengetahui keberhasilan guru dan siswa berdasarkan

standar kompetensi guru yang telah ditetapkan oleh Depdiknas sebagai berikut. a. Nilai 91-100 = amat baik (A) berhasil b. Nilai 76-90 = baik (B) berhasil c. Nilai 55-75 = cukup (C) belum berhasil d. Nilai 0 – 54 = kurang (D) belum berhasil

Keseluruhan data yang terkumpul selanjutkan dipergunakan untuk menilai keberhasilan tindakan yang diberikan dengan indikator keberhasilan sebagai berikut. 1. Terjadi menyusun rencana pembelajaran. 2. Terjadinya melaksanakan pembelajaran 3. Terjadinya menilai prestasi belajar siswa. 4. Terjadinya peningkatan kinerja guru dalam peningkatan kinerja guru dalam peningkatan kinerja guru dalam peningkatan kinerja guru dalam

melaksanakan tindak lanjut hasil penilaian prestasi belajar siswa. 5. Terjadinya pembelajaran efektif yang mampu

memotivasi belajar siswa dengan meningkatnya hasil belajar.

BAB IV DESKRIPSI PENELITIAN DAN PEMBAHASANNYA

A.

Latar Penelitian (Kondisi Awal) Kondisi nyata subyek penelitian sebelum adanya tindakan, mununjukkan kurang adanya perhatian tentang pentingnya administrasi pembelajaran, banyak guru yang tidak mempunyai perangkat pembelajaran.

B.

Sajian Data Tiap Siklus 1. Hasil dan Temuan Siklus I Berdasarkan pemantauan selama persiapan, pelaksanaan, dan tindak lanjut penelitian tindakan ini diperoleh berbagai data baik dari guru yang sedang melaksanakan proses belajar mengajar, siswa yang belajar, supervisor yang sedang melaksanakan supervisinya. Gambaran merupakan hasil dan temuan penelitian sebagai berikut. 1. Perencanaan Supervisi Siklus I Supervisor bersama guru membuat perencanaan yang berkaitan dengan pembuatan instrumen penelitian. Instrumen tersebut dibuat berdasarkan pada indikator yang dibuat oleh Departemen Pendidikan Nasional. Hasil pemantauan sebagai berikut. Pembuatan format penilaian pra-KBM sebagai berikut. • • Mendeskripsikan tujuan pembelajaran. Menentukan materi sesuai dengan kompetensi yang telah ditentukan. • • Mengorganisasikan materi berdasarkan urutan dan kelompok. Mengalokasikan waktu. yang

• • •

Menentukan metode pembelajaran yang sesuai. Merancang prosedur pembelajaran. Menentukan media pembelajaran/peralatan praktikum(dan bahan) yang akan digunakan.

Menentukan sumber belajar yang sesuai (berupa buku, modul, program komputer dan sejenisnya).

Menentukan teknik penilaian. Berdasarkan instrumen tersebut, guru akhirnya membuat

perencanaan pembelajaran yang alurnya sama dengan instrumen supervisi tersebut. Berdasarkan data yang dikumpulkan, ternyata hampir semua guru dapat membuat perencanaan tersebut, tetapi

hasilnya jika kita ukur dengan indikator yang telah ditetapkan masih ada yang kurang. halaman 36) 2. Pelaksanaan Supervisi Siklus I Instrumen penelitian yang digunakan berupa instrumen yang sesuai dengan indikator yang dibuat oleh Depdiknas, itu sebagai berikut. • • • Membuka pelajaran dengan metode yang sesuai. Menyajikan materi pelajaran secara otomatis. Menerapkan metode dan prosedur pembelajaran yang telah ditentukan. Hasil tersebut dapat dilihat pada Tabel I (lihat

• Memberikan pertanyaan dan umpan balik. • Menyusun soal/perangkat penilaian sesuai dengan indikator/kriteria unjuk kerja yang telah ditentukan. • Menggunakan sumber belajar yang telah dipilih (berupa buku. Penilaian Supervisi Siklus I Instrumen penilaian yang digunakan dalam penelitian tindakan berupa instrumen yang sesuai dengan indikator yang dibuat oleh Depdiknas. • • Menyimpulkan pembelajaran. untuk mengetahui dan memperkuat penerimaan siswa dalam proses belajar. . Menggunakan waktu secara efektif dan efisien. • • Memotivasi siswa dengan berbagai cara yang positif. modul.• • Mengatur kegiatan siswa di kelas. • Melaksanakan penilaian. itu sebagai berikut. Melakukan interaksi dengan siswa menggunakan bahasa yang komunikatif. Menggunakan media pembelajaran/peralatan praktikum (dan bahan) yang telah ditentukan. program komputer dan sejenisnya). Gambaran guru dalam melaksanakan PBM berdasarkan indikator yang telah ditentukan dapat dilihat pada Tabel 2 (lihat halaman 37) 3.

. Adapun instrumen yang digunakan untuk menjaring data berupa indikator yang dibuat oleh depdiknas (2004: 12) yaitu sebagai berikut.• Memeriksa jawaban/memberikan skor tes hasil belajar berdasarkan indikator/kriteria unjuk kerja yang telah ditentukan. • • Menyusun laporan hasil penilaian. Mengolah hasil penilaian. Menganalisis hasil penilaian (berdasarkan tingkat kesukaran. Melaksanakan tindak lanjut. daya pembeda. validitas dan reabilitas). • • • Menilai hasil belajar. Menyusun program tindak lanjut hasil penilaian. Memperbaiki soal/perangkat penilaian. (lihat halaman 37) 4. Adapun data yang diperoleh pada bagian penilaian penelitian tindakan tersebut dilihat pada Tabel 3. Pelaksanakan Tindak Lanjut Hasil Penilaian Siklus I Kegiatan ini dilaksanakan oleh guru pada bagian terakhir setelah melaksanakan penilaian dengan tujuan menganalisis program penilaian dan perbaikan hasil penilaian. • Menyimpulkan hasil penilaian secara jelas dan logis (misalnya: interpretasi kecenderungan hasil penilaian. • • • Mengidentifikasi kebutuhan tindak lanjut hasil penilaian. tingkat pencapaian siswa. dan lain-lain).

6. serta (2) supervisor menyuruh guru mengisi format penilaian serta membuat perencanaan kembali kegiatan berikut yang akan disupervisi. Refleksi Siklus I a. Berdasarkan data yang dikumpulkan peneliti. (1) Mendeskripsikan tujuan pembelajaran 9 guru dengan persentase 90%. Menganalisis hasil evaluasi program tindak lanjut hasil penilaian. (1) supervisor memeberikan indikator yang harus dicapai pada saat persiapan. Kegiatan seperti itu dipertahankan. Refleksi Perencanaan Supervisi Siklus I Setelah dilaksanakan diskusi dengan guru mata pelajaran dan supervisor maka peneliti menulis hasil refleksi sebagai berikut. dan penilaian seminggu sebelum pelaksanaan supervisi. . dapat dilihat pada Tabel 4 (lihat halaman 38) 5. tetapi ada beberapa guru yang perlu dimotivasi. berdasarkan data itu kegiatan guru tersebut dipertahankan. berdasarkan data tersebut kegiatan guru sudah sangat baik. (2) Menentukan materi sesuai dengan kompetensi yang telah ditentukan sebanyak 9 guru dengan persentase 90%. Tindakan Supervisor Siklus I Tindakan supervisor pada pelaksanaan supervisi siklus pertama yaitu. pelaksanaan.• • Mengevaluasi hasil tindak lanjut hasil penilaian.

Kegiatan pada bagian ini dipertahankan yakni menentukan aloksasi waktu melalui workshop guru mata pelajaran di sekolah dengan dipandu guru senior.(3) Mengorganisasikan materi berdasarkan urutan dan kelompok sebanyak 8 guru dengan persentase 80%. Guru diberi contoh pembelajaran berdasarkan pembelajaran CTL. Pada penentuan prosedur sangat berkaitan dengan metode pembelajaran. CL. Oleh sebab itu. (5) Menentukan metode pembelajaran yang sesuai sebanyak 6 guru dengan persentase 60%. berdasarkan catatan pelaksanaan dan hasil ternyata pada bagian ini guru perlu diberi bimbingan. perlu ada perbaikan di bidang ini. pengarahan dengan cara berdiskusi dengan supervisor dan guru senior untuk menetapkan metode yang berkaitan dengan kontekstual. (6) Merancang prosedur pembelajaran sebanyak 7 guru dengan persentase 70%. Guru masih terpancang dengan prosedur-prosedur yang sifatnya mengancam siswa jika kurang mampu atau melanggar pembelajaran. Pada bagian ini guru perlu diberi bimbingan lagi tentang bagaimana mengorganisasikan matari berdasarkan urutannya. (7) Menentukan media pembelajaran/peralatan praktikum (dan bahan) yang akan digunakan sebanyak 7 guru dengan . (4) Mengalokasikan waktu sebanyak 10 guru dengan persentase 100%.

guru perlu mempertahankan Adapun enam guru yang belum sesuai perlu diajak diskusi bersama dengan supervisor. Refleksi Pelaksanaan Supervisi Siklus I Hasil refleksi pada bagian pelaksanaan supervisi dan setelah diadakan diskusi dengan guru. (1) Membuka pelajaran dengan metode yang sesuai. Guru masih terfokus pada teknik tradisional yakni penilaian hasil saja. Guru rata-rata sudah mampu membuka pelajaran dengan metode yang tepat.persentase 70%. modul. (9) Menentukan teknik penilaian sebanyak 5 guru dengan persentase 50% . program komputer dan sejenisnya) sebanyak 9 guru dengan persentase 90%. Guru yang dianggap mampu membuka pelajaran dengan tepat sebanyak 8 orang atau dengan persentase 80%. masih perlu diperbaiki. Guru pada bagian ini masih terfokus pada media yang dibeli atau dibuat oleh perusahaan padahal di sekitar kelas banyak media alami yang bisa digunakan sebagai media. (8) Menentukan sumber belajar yang sesuai (berupa buku. Berdasarkan cara tersebut. peneliti. . persentase di atas. b. dan supervisor sebagai berikut. padahal kita juga perlu penilaian proses. dan guru senior. Teknik-teknik yang dibuat guru dalam menyusun penilaian masih kurang beragam. Bagian ini.

Guru dalam menggunakan metode masih terfokus pada metode tradisional secara otomasis pelaksanaannya guru seakan-akan mentransfer ilmunya. Guru masih jarang menggunakan alat-alat yang bisa . Jika hal itu dipersentase maka sudah mencapai 60%. Dalam menyajikan materi pelajaran. Guru-guru dalam menyajikan materi perlu ada persiapan karena sebagian guru masih kurang menguasai materi yang diberikan akibatnya murid sulit memahaminya. guru rata-rata sudah baik dan berdasarkan pengamatan ada 6 guru yang dikategorikan baik. dan diberi contoh pembelajaran modern (4) Mengatur kegiatan siswa di kelas berjumlah 8 guru dengan persentase 80%. Guru yang belum berhasil mengelola kelas dengan baik diajak diskusi pada pascasupervisi. Sebagai perbaikan guru-guru yang masih belum paham dalam menggunakan membaca metode pembelajaran yang yang modern metode diwajibkan buku-buku berkaitan pembelajaran modern.(2) Menyajikan materi pelajaran. Berdasarkan data tersebut guru sudah banyak yang mampu mengelola kelas. (3) Menerapkan metode dan prosedur pembelajaran yang telah ditentukan berjumlah 6 guru dengan persentase 60%. terutama buku CTL. (5) Menggunakan media pembelajaran/peralatan praktikum (dan bahan) yang telah ditentukan berjumlah 6 guru dengan persentase 60 %.

(7) Memotivasi siswa dengan berbagai cara yang positif. Pada bagian ini guru sudah tidak masalah lagi. Guru sudah banyak yang memotivasi siswa. yang jarang memberi motivasi pada siswa ratarata guru senior.menguatkan pembelajaran. Tetapi. (9) Memberikan pertanyaan dan umpan balik. Ada tiga guru yang masih menggunakan bahasa yang sulit dipahami siswa. Hal itu. Hal itu terjadi pada guru yunior. berjumlah 8 guru dengan persentase 80%. untuk mengetahui dan memperkuan penerimaan siswa dalam proses belajar berjumlah 6 guru dengan persentase 60%. Guru seperti itu perlu diajak diskusi tentang keunmggulan memberi motivasi kepada siswa. Guru masih jarang memberi umpan balik pada siswa. (8) Melakukan interaksi dengan siswa menggunakan bahasa yang komunikatif berjumlah 8 guru dengan persentase 80%. Rata-rata hanya mengerjakan soal-soal di LKS sampai waktunya habis. Hal ini terjadi karena masih terpengaruh pada pendidikan lama. dan supervisor harus terus memotivasi guru-guru tersebut. program komputer dan sejenisnya) berjumlah 10 guru dengan persentase 100%. kepala sekolah. dikarenakan belum paham pembelajaran CTL. (6) Menggunakan sumber belajar yang telah dipilih (berupa buku. modul. guru . Untuk mengatasi hal tersebut.

(11) Menggunakan waktu secara efektif dan efisien berjumlah 6 guru dengan persentase 60%. Hal ini terjadi karena waktunya habis digunakan mengerjakan LKS saja. perlu direncanakan dengan baik. (1) Menyusun soal/perangkat penilaian sesuai dengan indikator/kriteria unjuk kerja yang telah ditentukan berjumlah 8 guru dengan persentase 80%. dan supervisor sebagai berikut. Guru masih banyak yang belum menyimpulkan pembelajaran. Berdasarkan pengamatan/analisis ternyata guru tersebut belum paham betul pada kata kerja yang .disuruh merencanakan penyajian materi dengan memperhatikan waktu yang digunakan. Refleksi Penilaian Supervisi Siklus I Hasil refleksi pada bagian penilaian supervisi dan setelah diadakan diskusi dengan guru. Untuk itu perlu disesuaikan soal-soal yang dikerjakan dalam LKS itu. Untuk itu. peneliti. Masih ada beberapa guru yang belum mampu menyusun soal penilaian karena masih tidak sesuai dengan indikatornya. c. Guru kurang efektif dalam menggunakan waktu pembelajaran jika dikaitkan dengan langkah-langkah yang ada dalam indikator tersebut karena waktunya hanya tersita pada mengerjakan LKS saja. (10)Menyimpulkan pembelajaran berjumlah 7 guru dengan persentase 70%.

Untuk mengatasi seperti itu. rata-rata guru yunior yang belum pernah mengikuti pelatihan. (5) Mengolah hasil penilaian berjumlah 6 guru dengan persentase 60%. (4) Menilai hasil belajar siswa berjumlah 10 guru dengan persentase 100%. Skor dianggap sama dengan bobot. Guru seperti ini perlu diberi bimbingan secara khusus tentang pentingnya penilaian. Hal seperti ini akan merugikan anak. guru-guru tersebut diikutkan MGMP kabupaten atau diberi bimbingan secara khusus. Guru yang belum mampu mengolah nilai sebagian besar sama dengan guru pembobotan nilai. Guru yang belum mampu memberikan skor. yang tidak paham terhadap penyekoran . (2) Melaksanakan penilaian berjumlah 8 guru dengan persentase 80%.ada dalam indikator tersebut. Bahkan penilaian itu tidak bisa digunakan untuk mengukur kemampuan siswa. guru-guru itu masih perlu belajar bersama tentang indikator tersebut. (3) Memeriksa berdasarkan jawaban/memberikan skor tes hasil belajar indikator/kriteria unjuk kerja yang telah ditentukan berjumlah 7 guru dengan persentase 70%. Masih ada guru yang membiarkan siswanya membuka buka dalam ulangan tersebut. Oleh sebab itu. Karena semua guru sudah mampu pada indikator ini dipertahankan.

sekolah perlu mengadakan norma di sekolah. (8) Menyusun laporan hasil penilaian berjumlah 10 guru dengan persentase 100%. validitas dan reabilitas) berjumlah 7 guru dengan persentase 70%. Guru yang tidak bisa melaporkan hasil penilaian rata-rata guru tersebut malas membuat laporan. (7) Menyimpulkan hasil penilaian secara jelas dan logis (misalnya: interpretasi kecenderungan hasil penilaian.(6) Menganalisis hasil penilaian (berdasarkan tingkat kesukaran. guru tersebut diajak diskusi atau diajak sisuruh mengikuti norma di sekolah. Karena seperti itu. tingkat pencapaian siswa. dan lanin-lain. Untuk mengatasi hal itu. Guru yang tidak mampu dengan persentase memperbaiki soal yang jelek sebagian besar guru yang kurang . Guru yang tidak bisa menganalisis soal rata-rata guru yang enggan menganalisis atau tidak mau menganalisis sehingga lupa cara menganalisis. maka kepala sekolah harus memotivasi terhadap guru bahwa betapa pentingnya membuat laporan penilaian. Karena tidak bisa menganalisis butir soal akibatnya guru tersebut tidak bisa menyimpulkan penilaian secara logis dan jelas.) berjumlah 7 guru dengan persentase 70%. (9) Memperbaiki soal/perangkat penilaian berjumlah 10 guru 100%. Untuk menghadapi seperti itu. daya pembeda.

Guru yang belum mampu menyusun program tindak lanjut perlu melaksanakan norma sekolah atau dengan dibimbing oleh supervisor/guru senior guru tersebut menyusun program tindak lanjut. . Hasil refleksinya sebagai berikut. guru tersebut diajak diskusi atau kerja kelompok. Pada bagian ini masih banyak guru yang belum mampu mengidentifikasikan kebutuhan tindak lanjut.paham terhadap indikator dalam kisi-kisi penilaian. Refleksi Pelaksanaan Tindak Lanjut Penilaian Siklus I Refleksi pada bagian tindak lanjut ini dilakukan berdasarkan pada data yang dikumpulkan oleh supervisor dan dianalisis lalu dicarikan solosinya. Oleh karena guru banyak yang belum menyusun program. (3) Melaksanakan tindak lanjut berjumlah 5 guru. (1) Mengidentifikasi kebutuhan tindak lanjut hasil penilaian berjumlah 6 guru. supervisor/ guru senior memotivasi kepada guru tersebut supaya melaksanakan tindak lanjut. d. maka pelaksanaannya masih sedikit. dengan persentase 70%. dengan persentase 60%. dengan persentase 50%. pada siklus berikutnya guru tersebut diajak berdiskusi betapa pentingnya pelaksanaan tindak lanjut tersebut. (2) Menyusun program tindak lanjut hasil penilaian berjumlah 7 guru. Oleh sebab itu. Untuk mengatasi itu. Untuk mengatasi itu.

e. pelaksanaan. Untuk meningkatkan guru SMK Muhammadiyah 1 Kecamatan Berbek agar mau menganalisis maka kepala sekolah/ guru senior selalu memotivasi guru tersebut. (4) Supervisor mengamati guru pada saat supervisi. dengan persentase 50%. Pelaksanaan ini belum dilakukan guru karena belum bisa membuat program makanya perlu motivasi pada guru tersebut. dengan persentase 50%. (1) Supervisor memberikan indikator yang harus dicapai pada saat persiapan. dan penilaian seminggu sebelum pelaksanaan supervisi. Refleksi Tindakan Supervisor Hasil refleksi pada bagian pelaksanaan supervisi dan setelah diadakan diskusi dengan guru. satu minggu sebelum pelaksanaan supervisi. Hasil analisis yang dilakukan guru masih sedikit. . (5) Menganalisis hasil evaluasi program tindak lanjut hasil penilaian berjumlah 5 guru. peneliti.(4) Mengevaluasi hasil tindak lanjut hasil penilaian berjumlah 5 guru. dan supervisor sebagai berikut. (3) Supervisor mendiskusikan persiapan dengan guru yang akan disupervisi. (2) Supervisor menyuruh guru mengisi format penilaian yang ingin dicapai.

Indikator Jumlah Guru JML Guru Berhasil % Keberhasilan .(5) Supervisor berdiskusi dengan guru setelah melaksanakan supervisi. Hasil Pelaksanaan Siklus I Hasil siklus pertama dapat dilihat pada tabel berikut ini Tabel 1 Hasil Penentuan Perencanaan Siklus I Jumlah Guru 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 JML Guru Berhasil (Skor > 75 9 9 7 10 6 7 7 9 4 68 % Keberhasilan 90 90 70 100 60 70 70 90 50 70 No. 1 2 3 4 5 6 7 8 Indikator Mendeskripsikan tujuan pembelajaran Menentukan materi sesuai dengan kompetensi Mengorganisasikan materi berdasarkan urutan atau kelompok Mengalokasikan waktu Menentukan metode pembelajaran Merancang prosedur pembelajaran Menentukan media pembelajaran Menentukan sumber belajar yang sesuai (berupa buku. (6) Guru dan supervisor membuat perencanaan kembali kegiatan berikutnya yang akan disupervisi. program komputer dan sejenisnya) Menentukan teknik penilaian yang sesuai Jumlah keberhasilan 9 Tabel 2 Hasil Melaksanakan Pembelajaran Tindakan Siklus I No. modul. 7.

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Membuka pelajaran dengan metode yang tepat Menyajikan materi pelajaran secara sistematis Menerapkan metode dan prosedur pembelajaran yang telah ditentukan Mengatur kegiatan siswa di kelas Menentukan media pembelajaran Menggunakan sumber belajar Memotivasi siswa dengan berbagai cara yang positif 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 (Skor > 75 8 6 6 9 5 10 9 9 5 6 5 78 80 60 60 90 50 90 90 90 50 60 50 70 Melakukan interaksi dengan siswa menggunakan bahasa yang komunikatif Memberikan pertanyaan dan umpan balik Menyimpulkan pembelajaran Menggunakan waktu secara efektif Jumlah Keberhasilan Tabel 3 Hasil Menilai Prestasi Belajar Siklus I Jumlah Guru 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 No. Indikator Jumlah JML % . 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Indikator Menyusun soal/perangkat penilaian Melaksanakan penilaian Memeriksa jawaban/memberi skor Menilai hasil belajar Mengolah hasil belajar Menganalisis hasil belajar Menyimpulkan hasil belajar Menyusun laporan hasil belajar Memperbaiki soal/perangkat penilaian Jumlah Keberhasilan Tabel 4 JML Guru Berhasil (Skor > 75 9 9 7 10 6 7 7 10 10 9 % Keberhasilan 90 90 70 100 60 70 70 100 100 90 Hasil Melaksnakan Tindak Lanjut Hasil Penilaian Siklus I No.

Guru 1 2 3 4 5 Mengidentifikasi kebutuhan Guru Berhasil (Skor > 75 6 7 5 5 Keberhasilan 60 70 50 50 tindak lanjut hasil penilaian Menyusun program tindak lanjut Melaksanakan tindak lanjut Mengevaluasi hasil tindak lanjut hasil penilaian Menganalisis program hasil evaluasi hasil 10 10 10 10 tindak lanjut 10 10 4 27 40 50 penilaian Rata-rata Keberhasilan Grafik 1 Persentase Keberhasilan Siklus I 60 50 40 30 20 10 0 Perencanaan Penilaian .

Guru senior atau guru yang sudah . maupun penilaian. Materi itu ditulis di RPP guru. (4) Menentukan media pembelajaran secara kontekstual dan berdasarkan pada materi yang dipelajari siswa. (3) Menentukan pembagian alokasi waktu secara spisifik dan berdasarkan pada langkah-langkah pembelajaran dan metodenya. b. baik yang berkaitan dengan perencanaan. Tindak Lanjut Perencanaan Supervisi Siklus I Guru yang disupervisi dan guru senior dibantu oleh supervisor membuat perencanaan pembelajaran yang kriterianya berdasarkan Dikmenum dengan pada indikator yang telah dibuat oleh Ditjen memperhatikan hal-hal sebagai berikut : (1) Memperjelas tujuan pembelajaran yang ada dalam GBPP/ Kurikulum yang berlaku dengan membuat tujuan khusus pembelajaran (2) Materi pembelajaran dibuat sesederhana mungkin dan urut dari yang sederhana ke yang sulit. (5) Teknik penilaian didasarkan pada keterampilan atau materi yang diberikan. peneliti. pelaksanaan. Tindak Lanjut Pelaksanaan Supervisi Siklus I Pada siklus I pelaksanaan supervisi difokuskan pada kerja sama dalam pembelajaran di kelas. guru dan supervisor melakukan tindak lanjut yang berkaitan dengan tindakantindakan yang perlu dilakukan pada siklus kedua. a.Berdasarkan deskripsi dan refleksi di atas.

Bagian ketiga digunakan untuk Kesimpulan. yakni bagian untuk menulis tujuan yang ingin dicapai. 1. Guru membagi papan tulis menjadi tiga bagian. Penggunaan media difokuskan pada benda-benda yang ada di lingkungan sekolah. c. 4. Guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan perencanaan yang dibuat bersama dengan memperhatikan langkah-langkah yang ada dalam RPP. pertama digunakan Bagian kedua untuk tanya jawab atau tulisan yang berkaitan dengan proses pembelajaran. Guru senior atau yang sudah mampu melaksanakan pembelajaran memberi contoh pada guru yunior (guru yang belum mampu) dalam membuka pelajaran dengan cara apersepsi dan menggali skemata siswa yang berkaitan dengan materi sebelumnya. 3. Tentu saja disesuaikan dengan materi yang dipelajari siswa. terutama melakukan hal-hal berikut. Contoh-contoh pembelajaran perlu diperhatikan oleh guru yang belum mampu tersebut. 2. Tindak Lanjut Penilaian Pembelajaran Siklus I Pada bagian penilaian ini guru berdiskusi dengan guru lain untuk menentukan penilaian yang cocok untuk pokok bahasan atau KD ..mampu membantu pada guru yunior atau guru yang belum mampu dalam pelaksanaan pembelajaran.

Untuk itu. untuk membicarakan: (a) identifikasi tindak lanjut hasil penilaian. analisis butir soal. bobot. ada beberapa rekomendasi yang perlu ditindaklanjuti pada siklus II yaitu: Para guru SMK Muhammadiyah 1 Kecamatan Berbek perlu work shop tentang tindak lanjut penilaian. yang soalnya berupa pertanyaan yang dijawab secara langsung oleh siswa. (c) Melaksanakan tindak lanjut. Pelaksanaan Tindak Lanjut Penilaian Siklus I Pada bagian penilaian ini guru berdiskusi dengan guru lain untuk menentukan tindak lanjut penilaian karena banyak bagian yang belum dipahami oleh guru-guru SMK Muhammadiyah 1 Berbek. .yang akan disampaikan pada siswa. (2) Pelaksanaan penilaian dikelompokkan menjadi dua. yakni dalam proses. d. menyimpulkan hasil dan melaporkan hasil penilaian. (b) menyusun program tindak lanjut. (e) menganalisis hasil evaluasi program tindak lanjut hasil penilaian. (d) mengevaluasi hasil tindak lanjut. dan perbaikan soal. Hal yang perlu dilaksanakan sebagi perbaikan siklus I adalah: (1) Pembuatan kisi-kisi ulangan dititikberatkan pada ulangan uraian objektif dan satu uraian non objektif. kedua soal-soal yang dibuat untuk dikerjakan setelah proses pembelajaran. (3) Guru selalu mendiskusikan dengan teman guru atau dengan supervisor untuk menentukan skor.

Perencanaan Supervisi Siklus II Guru berdiskusi dengan guru senior dan dibantu supervisor sekolah untuk merumuskan tujuan yang akan dicapai dalam pembelajaran. Indikator sampai pada tujuan khusus pembelajaran • Menentukan materi sesuai dengan kompetensi yang telah ditentukan dengan cara mengelompokkan materi yang berupa fakta. maka gambaran hasil dan temuan yang perlu ditindaklanjuti sebagai berikut. • • Mengorganisasikan materi berdasarkan urutan dan kelompok Mengalokasikan waktu . prinsip. Pembuatan format penilaian pra-KBM sebagai berikut. dan prosedur. 1. Bagian yang sudah baik dipertahankan.2. Hasil dan Temuan Siklus II Siklus II dilaksanakan berdasarkan temuan siklus I. Hasil pembuatan perangkat tersebut dipahami bersama sebelum diberikan pada siswa. Berdasarkan refleksi dan pelaksanaan tindak lanjut siklus I. konsep. sedangkan bagian yang persentase keberhasilannya kecil diperbaiki pada siklus II ini. • Mendeskripsikan tujuan pembelajaran yang dimulai dari penentuan KD / Pokok Bahasan. Tujuan itu bersumber pada KD / indikator atau pokok bahasan dan indikator kompetensi guru yang telah dirumuskan Ditjen Dikmenum.

Menurut Ditjen (2004:8) instrumen tersebut berisi indikator sebagai berikut. Pelaksanaan Supervisi Siklus II Instrumen penelitian pada siklus II tetap menggunakan instrumen yang dibuat oleh pemerintah. 2. program komputer dan sejenisnya) • Menentukan teknik penilaian Berdasarkan hasil yang dicapai ternyata hampir semua guru dapat membuat perencanaan seperti terlihat pada tabel 5. • • • Membuka pelajaran dengan metode yang sesuai Menyajikan materi pelajaran secara otomatis Menerapkan metode dan prosedur pembelajaran yang telah ditentukan • • Mengatur kegiatan siswa di kelas Menggunakan media pembelajaran/peralatan praktikum (dan bahan) yang telah ditentukan . modul.• Menentukan metode pembelajaran yang sesuai dan diarahkan pada pembelajaran CTL dan CL • • Merancang prosedur pembelajaran Menentukan media pembelajaran/peralatan praktikum (dan bahan) yang akan digunakan • Menentukan sumber belajar yang sesuai (berupa buku.

3. program komputer dan sejenisnya) • • Memotivasi siswa dengan berbagai cara yang positif Melakukan interaksi dengan siswa komunikatif menggunakan bahasa yang • Memberikan pertanyaan dan umpan balik. validitas dan reabilitas) .• Menggunakan sumber belajar yang telah dipilih (berupa buku. untuk mengetahui dan memperkuan penerimaan siswa dalam proses belajar • • Menyimpulkan pembelajaran Menggunakan waktu secara efektif dan efisien Berdasarkan hasil pengumpulan data secara langsung pada saat supervisi guru pada siklus II dapat dilihat pada tabel 6. Penilaian Supervisi Siklus II Pada siklus II instrumen yang digunakan berdasarkan Ditjen (2004:11) yaitu: • Menyusun soal/perangkan penilaian sesuai dengan indikator/kriteria unjuk kerja yang telah ditentukan • • Melaksanakan penilaian Memeriksa jawaban/memberikan skor tes hasil belajar berdasarkan indikator/kriteria unjuk kerja yang telah ditentukan • • Mengolah hasil penilaian Menganalisis hasil penilaian (berdasarkan tingkat kesukaran. modul. daya pembeda.

guru Muhammadiyah 1 Kecamatan Berbek SMK dalam melaksanakan tindak lanjut penilaian seperti terlihat pada tabel 7. Tindak Lanjut Hasil Penilaian Siklus II Kegiatan ini dilaksanakan oleh guru pada bagian terakhir setelah melaksanakan penilaian dengan tujuan menganalisis program penilaian dan perbaikan hasil penilaian. Adapun instrumen yang digunakan Ditjen Dikmenum (2004:12) yaitu: • • • • • Mengidentifikasi kebutuhan tindak lanjut hasil penilaian Menyusun program tindak lanjut hasil penilaian Melaksanakan tindak lanjut Mengevaluasi hasil tindak lanjut hasil penilaian Menganalisis hasil evaluasi program tindak lanjut hasil penilaian Berdasarkan data yang dikumpulkan supervisor. dll.• Menyimpulkan hasil penilaian secara jelas dan logis (misalnya: interpretasi kecenderungan hasil penilaian. 4.) • • Menyusun laporan hasil penilaian Memperbaiki soal/perangkat penilaian Hasil yang duperoleh pada siklus II dapat dilihat pada tabel 7. Tindakan Supervisor Siklus II . tingkat pencapaian siswa. 5.

(2) Supervisor menyuruh guru mengisi format penilaian yang ingin dicapai. Refleksi Siklus II a. pelaksanaan. (1) Mendeskripsikan tujuan pembelajaran 10 guru dengan persentase 100 %. berdasarkan data tersebut Sudah mampu mendeskripsikan tujuan pembelajaran. dan penilaian seminggu sebelum pelaksanaan supervisi. (1) Supervisor memeberikan indikator yang harus dicapai pada saat persiapan. model seperti ini tetap dipertahankan. satu minggu sebelum pelaksanaan supervisi. (2)Menentukan materi sesuai dengan kompetensi yang telah ditentukan sebanyak 10 guru dengan persentase 100 %. (5) Supervisor berdiskusi dengan guru setelah melaksanakan supervisi. (6) Guru dan supervisor menganalis hasil belajar siswa dan membuat laporan bersama tentang pembelajaran. (3) Supervisor mendiskusikan persiapan dengan guru yang akan disupervisi. Guru yang disupervisi diajak diskusi tentang format tersebut. Ternyata . Refleksi Perencanaan Supervisi Siklus II Setelah dilaksanakan diskusi dengan guru mata pelajaran dan supervisor maka peneliti menulis hasil refleksi sebagai berikut.Tindakan supervisor pada pelaksanaan supervisi siklus pertama sebagai berikut. 6. Untuk itu. (4) Supervisor mengamati guru pada saat supervisi dengan cara berkolaborasi secara langsung dalam PBM. (7) Guru dan supervisor menganalisis program yang telah dibuat untuk diperbaiki jika kurang sesuasi.

Kegiatan pada bagian ini dipertahankan yakni menentukan aloksasi waktu melalui workshop guru mata pelajasan di sekolah dengan dipandu guru senior. Guru sudah banyak yang melaksanakan metode pembelajaran yang mengarah student center. (4) Mengalokasikan waktu sebanyak 10 guru dengan persentase 100 %. Ada enam guru yang skornya masih di bawah 80. (6) Merancang prosedur pembelajaran sebanyak 8 guru dengan persentase 80 %. perinsip. Pada penentuan prosedur sangat berkaitan dengan metode pembelajaran. Oleh sebab itu. perlu ada perbaikan di . Pada bagian ini guru yang mampu mengorganisasikan materi baik yang berupa materi konsep. (5) Menentukan metode pembelajaran yang sesuai sebanyak 8 guru dengan persentase 80 %. Guru mata pelajaran. (3) Mengorganisasikan materi berdasarkan urutan dan kelompok sebanyak 8 guru dengan persentase 80 %. Hal seperti ini perlu dipertahankan. untuk memperbaiki keenam guru itu perlu dilakukan diskusi kembali dengan kelima guru tersebut. dan guru senior perlu berkolaborasi dalam mengajarnya lalu membahasnya melalui diskusi di MGMP sekolah. maupun fakta. Guru lebih mudah menjalankan tugasnya jika supervisi edukatif dilakukan secara kolaboratif dengan supervisor.guru sudah mampu menentukan materi pembelajaran yang sesuai dengan kompetensinya. prosedur.

modul. (1) Membuka pelajaran dengan metode yang sesuai. (8) Menentukan sumber belajar yang sesuai (berupa buku. dan supervisor sebagai berikut. kuis. b. psikomotorik. kinerja. Hal ini bisa dilihat pada hasil di atas. (9) Menentukan teknik penilaian sebanyak 10 guru dengan persentase 100 % . Guru rata-rata sudah mampu membuka pelajaran dengan metode yang tepat. (7) Menentukan media pembelajaran/peralatan praktikum (dan bahan) yang akan digunakan sebanyak 8 guru dengan persentase 80 %.bidang ini. Itu pun sudah bisa menyesuaikan dengan kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa. program komputer dan sejenisnya) sebanyak 10 guru dengan persentase 100 %. Refleksi Pelaksanaan Supervisi Siklus II Hasil refleksi pada bagian pelaksanaan supervisi dan setelah diadakan diskusi dengan guru. Guru masih terpancang dengan prosedur-prosedur yang sifatnya mengancam siswa jika kurang mampu atau melanggar pembelajaran. guru sudah bervariatif. proyek. Ada yang menggunakan portofolio. Guru yang dianggap mampu membuka pekajaran dengan tepat . Dalam menentukan sumber belajar. peneliti. Ternyata pada bagian ini sudah banyak guru yang menggunakan media yang ada di sekitar kelas. Teknik-teknik yang dibuat guru dalam menyusun penilaian sudah beragam.

Guru banyak yang menggunakan alat-alat yang bisa menguatkan pembelajaran. model penguasaan materi dalam supervisi edukatif kolaboratif perlu dipertahankan. modul. Berdasarkan persentase di atas. Untuk itu. (5) Menggunakan media pembelajaran/peralatan praktikum (dan bahan) yang telah ditentukan berjumlah 8 guru dengan persentase 80 %. guru rata-rata sudah baik dan berdasarkan pengamatan ada 8 guru yang dikategorikan baik. (6) Menggunakan sumber belajar yang telah dipilih (berupa buku. (3) Menerapkan metode dan prosedur pembelajaran yang telah ditentukan berjumlah 8 guru dengan persentase 80 %. Pada siklus II ini guru banyak yang sudah mempu menyajikan materi dengan urutan yang tepat. guru perlu mempertahankan cara tersebut. Dalam menyajikan materi pelajaran.sebanyak 10 orang atau dengan persentase 100 %. Guru yang belum berhasil mengelola kelas dengan baik diajak diskusi pada pascasupervisi. (2) Menyajikan materi pelajaran. (4) Mengatur kegiatan siswa di kelas berjumlah 10 guru dengan persentase 100 %. Guru dalam menggunakan metode pembelajaran sudah mengarah ke model CTL. program komputer dan sejenisnya) berjumlah 10 guru . Berdasarkan data tersebut guru sudah banyak yang mampu mengelola kelas. Jika hal itu dipersentase maka sudah mencapai 80 %.

Guru sudah banyak yang memotivasi siswa. (7) Memotivasi siswa dengan berbagai cara yang positif. supervisor harus terus memotivasi guru-guru tersebut. untuk mengetahui dan memperkuan penerimaan siswa dalam proses belajar berjumlah 8 guru dengan persentase 80 %. kepala sekolah. Guru yang memberikan pertanyaan-pertanyaan sebagai umpan balik ternyata sudah banyak. Hal ini dikarenakan ada kerja sama antara guru yang disupervisi dengan supervisornya. Tetapi. berjumlah 10 guru dengan persentase 100 %.dengan persentase 100 %. Tersnyata semua guru sudah mempu menyimpulkan pembelajaran. Pada bagian ini guru sudah tidak masalah lagi. (9) Memberikan pertanyaan dan umpan balik. Hal itu terjadi karena ketiga guru itu kurang melakukan persiapan pembelajaran. kemudian guru dan supervisor berdiskusi tentang cara menyimpulkan pembelajaran ternyata membawa hasil yang memuaskan. Kegiatan seperti ini perlu dipertahankan (8) Melakukan interaksi dengan siswa menggunakan bahasa yang komunikatif berjumlah 10 guru dengan persentase 100 %. . Ada tiga guru yang masih menggunakan bahasa yang sulit dipahami siswa. Setelah siklus I dilaksanakan. (10) Menyimpulkan pembelajaran berjumlah 10 guru dengan persentase 100 %.

(2) Melaksanakan penilaian berjumlah 9 guru dengan persentase 90 %. c. peneliti. Masih ada satu guru yang belum mampu menyusun soal penilaian karena masih tidak sesuai dengan indikatornya. Guru sudah mampu . guru yang belum berhasil perlu belajar sendiri dengan guru yang sudah mampu. Berdasarkan pengamatan/analisis ternyata guru tersebut pada pertemuan dengan supervisor tidak masuk karena sakit. (1) Menyusun soal/perangkat penilaian sesuai dengan indikator/kriteria unjuk kerja yang telah ditentukan berjumlah 9 guru dengan persentase 90 %. dan supervisor sebagai berikut. Refleksi Penilaian Supervisi Siklus II Hasil refleksi pada bagian penilaian supervisi dan setelah diadakan diskusi dengan guru. bertanya kepada siswa lain. (3) Memeriksa jawaban/memberikan skor tes hasil belajar berdasarkan indikator/kriteria unjuk kerja yang telah ditentukan berjumlah 8 guru dengan persentase 80 %.(11) Menggunakan waktu secara efektif dan efisien berjumlah 10 guru dengan persentase 100 %. Siswa tidak boleh membuka. Cara seperti ini perlu dipertahankan. Pada siklus II ternyata sudah semua guru dapat memanfaatkan waktu secara efektif dan efisien. Hal seperti ini perlu dilakukan karena peneilaian itu untuk mengukur anak yang sudah mampu atau yang belum mampu. Karena demikian. Hampir semua guru sudah melaksanakan penilaian sesuai dengan aturan.

(5) Menganalisis hasil penilaian (berdasarkan tingkat kesukaran. Pada bagian ini perlu dipertahankan karena 100 persen berrhasil dalam pembelajaran. daya pembeda. Guru sudah mampu mengolah nilai mulai dari penskoran pembobotan sampai pada memberi nilai siswa.) berjumlah 9 guru dengan persentase 90 % (7) Menyusun laporan hasil penilaian berjumlah 10 guru dengan persentase 100 %. Semua guru pada siklus II ini sudah bisa memperbaiki soal yang kurang valid. (6) Menyimpulkan hasil penilaian secara jelas dan logis (misalnya: interpretasi kecenderungan hasil penilaian. validitas dan reabilitas) berjumlah 8 guru dengan persentase 80 %. Untuk menghadapi seperti itu. Cara seperti yang sudah dilakukan perlu dipertahankan. . (4) Mengolah hasil penilaian berjumlah 10 guru dengan persentase 100 %.memberikan skor soal. dll. Guru yang tidak bisa menganalisis soal berjumlah 3 orang dan rata-rata guru yang enggan menganalisis atau tidak mau menganalisis sehingga lupa cara menganalisis. (8) Memperbaiki soal/perangkat penilaian berjumlah 10 guru dengan persentase 1000 %. tingkat pencapaian siswa. Makanya guru tetap mempertahankan cara memperbaiki soal tersebut. sekolah perlu mengadakan diskusi dengan guru yang belum mampu tersebut dengan mendatangkan nara sumber.

Ini terbukti 8 guru telah melaksanakan dengan baik. dengan Kecamatan model mengidentifikasi kebutuhan tindak persentase 80 %. Refleksi Pelaksanaan Tindak Lanjut Penilaian Siklus II Refleksi pada bagian tindak lanjut ini dilakukan berdasarkan pada data yang dikumpulkan oleh supervisor dan dianalisis lalu dicarikan solosinya. Untuk itu. Dengan adanya supervisi edukatif berkolaboratif ternyata banyak guru yang sebelumnya tidak bisa menyusun program tindak lanjut ternyata pada siklus II ini berhasil menyusun dengan skor lebih dari 80. dengan persentase 80 %. (1) Mengidentifikasi kebutuhan tindak lanjut hasil penilaian berjumlah 8 guru. dengan persentase 80 %. guru perlu mempertahankan lanjut. Pada siklus II perkembangan guru pesat sekali karena tinggal enam guru saja yang belum mencapai skor 70. . Berarti model ini perlu dipertahankan oleh sekolah.d. sedangkan enam guru sudah melaksanakan tindak lanjut tetapi skor yang dicapai masih di bawah 80. (2) Menyusun program tindak lanjut hasil penilaian berjumlah 8 guru. Guru SMK Muhammadiyah 1 Berbek sudah banyak melaksankan tindak lanjut penilaian. (3) Melaksanakan tindak lanjut berjumlah 8 guru. Hasil refleksinya sebagai berikut.

Karena siklus II ini guru sudah mampu mengevaluasi hasil tindak lanjut maka tindakan guru tersebut perlu dipertahankan. pelaksanaan. (5) Supervisor berdiskusi dengan guru setelah melaksanakan supervisi. (1) Supervisor memeberikan indikator yang harus dicapai pada saat persiapan. Semua guru sudah menganalisis hasil evaluasi program tindak lanjut penilaian walaupun masih ada dua guru yang hasil analisisnya kurang memadai. e. (5) Menganalisis hasil evaluasi program tindak lanjut hasil penilaian berjumlah 9 guru. Guru yang sudah diberi format penilaian perlu diisi dan dipahami. dengan persentase 90 %. (6) Guru dan supervisor membuat tindak lanjut program penilaian . (3) Supervisor mendiskusikan persiapan dengan guru yang akan disupervisi. dan penilaian seminggu sebelum pelaksanaan supervisi. peneliti. dengan persentase 80 %.(4) Mengevaluasi hasil tindak lanjut hasil penilaian berjumlah 8 guru. (2) Supervisor menyuruh guru mengisi format penilaian yang ingin dicapai. (4) Supervisor mengamati guru pada saat supervisi. Refleksi Tindakan Supervisor Siklus II Hasil refleksi pada bagian pelaksanaan supervisi dan setelah diadakan diskusi dengan guru. dan supervisor sebagai berikut. satu minggu sebelum pelaksanaan supervisi.

1 2 3 4 Indikator Membuka pelajaran dengan metode yang tepat Menyajikan 10 10 10 10 materi metode pelajaran dan secara prosedur sistematis Menerapkan pembelajaran yang telah ditentukan Mengatur kegiatan siswa di kelas . program komputer dan sejenisnya) Menentukan teknik penilaian yang sesuai Jumlah keberhasilan Tabel 6 9 10 10 10 82 100 90 Hasil Melaksanakan Pembelajaran Tindakan Siklus II Jumlah Guru JML Guru Berhasil (Skor > 75 9 8 8 9 % Keberhasilan 90 80 80 90 No. 1 2 3 4 5 6 7 8 Indikator Mendeskripsikan Tujuan Pembelajaran Menentukan materi sesuai dengan kompetensi Mengorganisasikan materi berdasarkan urutan atau kelompok Mengalokasikan waktu Menentukan metode pembelajaran Merancang prosedur pembelajaran Menentukan media pembelajaran Menentukan sumber belajar yang sesuai (berupa buku. Hasil Pelaksanaan Siklus II Hasil siklus pertama dapat dilihat pada tabel berikut ini Tabel 5 Hasil Penentuan Perencanaan Siklus II Jumlah Guru 10 10 10 10 10 10 10 10 JML Guru Berhasil (Skor > 75 10 10 8 10 8 8 8 10 % Keberhasilan 100 100 80 100 80 80 80 100 No.7. modul.

5 6 7 7 8 8 11 Menentukan media pembelajaran Menggunakan sumber belajar Memotivasi siswa dengan berbagai cara yang positif Melakukan interaksi dengan siswa 10 10 10 10 10 10 10 10 8 10 9 9 8 10 10 98 80 100 90 90 80 100 100 90 menggunakan bahasa yang komunikatif Memberikan pertanyaan dan umpan balik Menyimpulkan pembelajaran Menggunakan waktu secara efektif Jumlah Keberhasilan Tabel 7 Hasil Menilai Prestasi Belajar Siklus II Jumlah Guru JML Guru Berhasil (Skor > 75 9 10 8 10 10 8 10 10 10 85 % Keberhasilan 90 100 80 100 100 80 100 100 100 90 No. 1 2 3 4 5 6 7 7 8 Indikator Menyusun soal/perangkat penilaian Melaksanakan penilaian Memeriksa jawaban/memberi skor Menilai hasil belajar Mengolah hasil belajar Menganalisis hasil belajar Menyimpulkan hasil belajar Menyusun laporan hasil belajar Memperbaiki soal/perangkat penilaian Jumlah Keberhasilan 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 Tabel 8 Hasil Melaksnakan Tindak Lanjut Hasil Penilaian Siklus II JML Guru Berhasil (Skor > 75 8 8 % Keberhasilan 80 80 No. 1 2 Indikator Mengidentifikasi kebutuhan tindak lanjut hasil penilaian Menyusun program tindak lanjut Jumlah Guru 10 10 .

Hasil Tindakan Penelitian Siklus II .3 4 5 Melaksanakan tindak lanjut 10 Mengevaluasi hasil tindak lanjut hasil penilaian 10 Menganalisis hasil evaluasi program tindak lanjut hasil 10 penilaian Rata-rata Keberhasilan 10 Grafik 2 Persentase Keberhasilan Siklus II 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 Perencanaan Pelaksanaan Penilaian 8 9 9 42 80 90 90 80 Tindak Lanjut Grafik 3 Perbandingan Keberhasilan Siklus I dengan Siklus II 100 80 60 40 20 0 Perencanaan Penilaian Siklus I Siklus II 3-D Colum n 3 3-D Colum n 4 11111111111111111111111111Grafik 3 8.

Tindakan-tindakan guru. Pelaksanaan Supervisi 1) Guru dan supervisor selalu bekerja sama melaksanakan pembelajaran. peneliti. guru diberi format penilaian seminggu sebelum pelaksanaan supervisi dan supervisor selalu menanyakan kekurangmampuan dan kekurangjelasan format penilaian tersebut. Perencanaan Supervisi Tindakan guru dan supervisor pada perencanaan supervisi edukatif kolaboratif yang dapat meningkatkan kinerja guru adalah: 1) Guru dan supervisor selalu bekerja sama dalam membuat persiapan supervisi. Supervisor membuka pelajaran dengan apersepsi . supervisor.Berdasarkan deskripsi dan refleksi di atas. dan penilaian hasil siswa. supervisor / guru senior yang dapat meningkatkan hasil supervisi guru sebagai berikut. Bekerja sama tersebut termasuk menentukan instrumen penilaian. pelaksanaan. baik yang dilakukan oleh guru. 2) Setelah instrumen supervisi selesai. 3) Supervisor menanyakan perangkat pembelajaran seminggu sebelum pelaksanaan baik yang berkaitan dengan pembelajaran maupun penilaian. guru dan supervisor menghentikan penelitian tindakan ini karena hasil yang diperoleh setelah tindakan. a. maupun guru senior sudah memuaskan. b.

dan menggunakan skemata siswa. guru merasa nyaman pada saat mengajarnya karena supervisor dalam menyupervisi seperti rekanan guru yang mengajar bersama di kelas. 3) Penyusunan soal dilaksanakan secara kolaboratif dengan guru senior atau supervisor. c. . 2) Dalam pelaksanaan supervisi. kemudian dilanjutkan oleh guru yang disupervisi. Penilaian Supervisi 1) Guru melaksanakan penilaian berdasarkan program yang sudah dibuat. 4) Guru memberi penilaian proses dengan berdasarkan persiapan yang dikerjakan dengan guru senior atau supervisor. 5) Supervisor dan guru mendiskusikan kelebihan dan kekurangan pembelajaran. 3) Supervisor mengamati guru yang sedang mengajar dengan catatan-catatan khusus tentang kejadian positif dan negatif pada pembelajaran tersebut. 2) Penilaian difokuskan pada bentuk uraian objektif dan uraian nonobjektif. Bagain yang kurang langsung dicarikan solosinya.

(3) Supervisor mendiskusikan persiapan dengan guru yang akan disupervisi. (2) Supervisor menyuruh guru mengisi format penilaian yang ingin dicapai. peneliti.4) Pengoreksian hasil evaluasi dilakukan secara langsung oleh guru setelah pembelajaran. Tindak Lanjut Hasil Penelitian 1) Guru dan supervisor menindak lanjuti hasil penilaian dengan langkah-langkah: • Guru mengumpulkan hasil penilaian • Guru mendiskusikan tindak lanjut penilaian • Guru merencanakan tindak lanjut hasil penilaian • Guru bersama supervisor mengevaluasi hasil tindak lanjut penilaian kemudian menganalisisnya . dan penilaian seminggu sebelum pelaksanaan supervisi. dan supervisor sebagai berikut. Hasil Tindakan Supervisor Hasil refleksi pada bagian pelaksanaan supervisi dan setelah diadakan diskusi dengan guru. e. satu minggu sebelum pelaksanaan supervisi. pelaksanaan. Hal seperti itu dilakukan dengan guru senior. d. (1) Supervisor memberikan indikator yang harus dicapai pada saat persiapan. 5) Guru memnyimpulkan hasil belajar siswa dan melaporkan hasilnya kepada kepala sekolah. .

(6) Guru dan supervisor membuat perencanaan kembali kegiatan berikutnya yang akan disupervisi 3. Temuan pertama. (5) Supervisor berdiskusi dengan guru setelah melaksanakan supervisi.(4) Supervisor mengamati guru pada saat supervisi. Adapun pembahasan hasil penelitian ini sebagai berikut. peneliti membahasnya dari segi pengalaman peneliti pada saat menjadi supervisor pada guru inti mata pelajaran karena diberi tugas menyupervisi para guru tersebut. Pembahasan Hasil Penelitian Berdasarkan hasil penelitan di atas. kinerja guru meningkat dalam membuat perencanaan pembelajaran. Langkah-langkah yang dapat meningkatkan kinerja guru dalam membuat persiapan pembelajaran adalah: (1) Guru senior/supervisor memberikan format supervisi dan jadwal supervisi pada awal tahun pelajaran atau awal semester. Selain itu. (2) Guru senior selalu menanyakan perkembangan pembuatan perangkat pembelajaran (mengingatkan betapa pentingnya perangkat . baik berdasarkan pada referensi maupun dari ucapan ahli di bidang penelitian ini. Pelaksanaan supervisi tidak hanya dilakukan sekali. pembahasan didasarkan pada teori-teori yang sudah ada. Hal ini terjadi karena adanya kerjasama antara guru mata pelajaran yang satu dengan lainnya dengan dibantu oleh guru senior yang ditugasi oleh kepala sekolah untuk menyupervisi guru tersebut.

jika format yang diberikan pada awal tahun pelajaran tersebut hilang. (3) Satu minggu sebelum pelaksanaan supervisi perangkat pembelajaran. Dalam penelitian tindakan ini ternyata dari tiga puluh satu guru hampir semuanya mampu melaksanakan pembelajaran dengan baik. supervisor meminta pengumpulan perangkat pembelajaran yang sudah dibuatnya untuk untuk diteliti kelebihan dan kekurangannya. Bersamaan dengan memberi/menanyakan format. terciptalah hubungan yang akrap antara guru dan supervisor. tetapi supervisor juga menerima argumen guru yang positif. Tentu saja ini akan membawa nilai positif dalam pelaksanaan pembelajaran. kinerja guru meningkat dalam melaksanakan pembelajaran.pembelajaran). Langkah-langkah yang dilakukan untuk meningkatkan pelaksanaan pembelajaran berdasarkan penelitian tindakan ini adalah: (1) Supervisor yang mengamati guru mengajar tidak sebagai penilaia tetapi sebagai rekan bekerja yang siap membantu guru . Hal ini terbukti dari hasil supervisi. (4) Supervisor memberikan catatan-catatan khusus pada lembaran untuk diberikan kepada guru yang akan disupervisi tersebut. maka guru yang bersangkutan disuruh memfotokopi arsip sekolah. Dengan adanya itu. mengarahkan guru yang belum bisa. Supervisor bertindak sebagai kolaborasi. Temuan kedua. Jika sekolah masih di banyak format seperti itu maka guru tersebut diberi kembali. Supervisor membimbing. (5) Supervisor dalam menilai perangkat pembelajaran penuh perhatian dan tidak mencerminkan sebagai penilai. supervisor/guru senior menanyakan format penilaian.

(4) Supervisor selalu memberi contoh pembelajaran yang berorientasi pada Modern Learning. Langkah-langkah yang dilakukan dalam supervisi edukatif kolaboratif secara periodik yang dapat meningkatkan kinerja guru adalah: (1) Supervisor berdiskusi dengan guru dalam pembuatan perangkat .tersebut. memeriksa. (3) Supervisor mencatat semua peristiwa yang terjadi di dalam pembelajaran baik yang positif maupun yang negatif. kinerja guru meningkat dalam menilai prestasi belajar siswa. memberi umpan balik kepada guru tersebut. Pada penelitian tindakan yang dilakukan di SMK Muhammadiyah 1 Kecamatan Berbek ini ternyata pelaksanaan supervisi edukatif kolaboratif secara periodik memberikan dampak positif terhadap guru dalam menyusun soal/perangkat penilaian. umpan balik. (2) Selama pelaksaaan supervisi di di kelas guru tidak menganggap supervisor sebagai penilai karena sebelum pelaksanaan supervisi guru dan supervisor telah berdiskusi permasalahan-permasalahan yang ada dalam pembelajaran tersebut. guru banyak yang mengalami kesulitan dalam melaksankan penilaian. Temuan ketiga. melaksanakan. (6) Setelah guru diberi contoh pembelajaran modern. menganalisis. supervisor memberikan contoh bagaimana menjelaskan tujuan. Sebelum diadakan supervisi edukatif secara kolaboratif. mengolah. menyusun laporan dan memperbaiki soal. menilai. (5) Jika ada guru yang pembelajarannya kurang jelas tujuan. menyajikan. penyajian. Supervisor setiap dua atau tiga minggu mengunjungi atau mengikuti guru tersebut dalam proses pembelajaran. menyimpulkan.

(4) Guru menganalisis hasil penilaian dan melaporkannya kepada urusan kurikulum. melaksanakan. yang sebelum pelaksanaan supervisi didiskusikan dengan supervisor. Kinerja guru meningkat dalam melaksanakan tindak lanjut hasil penilaian prestasi belajar peserta didik. . dan menganalis program tindak lanjut. menilai prestasi belajar. Temuan keempat. yang akhirnya dilanjutkan oleh guru dalam pelaksanaan yang sebenarnya. pembobotan. Temuan kelima. melaksanakan pembelajaran. (3) Guru membuat kriteria penilaian yang berkaitan dengan penskoran. Langkahlangkah yang dapat meningkatkan kinerja guru dalam supervisi edukatif kolaboratif adalah: (1) Supervisor dan guru bersama-sama membuat program tindak lanjut hasil penilaian. dan pengolahan nilai. (2) Guru senior/supervisor memberi contoh pelaksanaan tindak lanjut. (3) Supervisor atau guru senior mengajak diskusi pada guru yang telah membuat.penilaian sebelum dilaksanakan supervisi. Kinerja guru meningkat dalam menyusun program pembelajaran. dan melaksanakan tindak lanjut hasil prestasi belajar siswa ternyata membawa kenaikan prestasi siswa dalam mengikuti Ujian Akhir Sekolah. (2) Guru melaksnakan penilaian sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan bersama supervisor yang sebagai kolaboratif dalam pembelajaran.

1. serta bahasan hasil penelitian. Pertama. dan (4) peningkatan kinerja guru dalam melaksanakan tindak lanjut hasil penilaian prestasi belajar siswa. (2) peningkatan kinerja guru dalam melaksanakan pembelajaran. Supervisor yang berasal dari teman sejawat atau guru senior dapat mengakrabkan guru dalam merumuskan tujuan khusus pembelajaran. 2. pada bagian ini dapat dikemukakan kesimpulan dan saran sebagai berikut. paparan. Kesimpulan Berdasarkan temuan hasil penelitian ada empat hal yang dikemukakan dalam penelitian tindakan ini. yakni kesimpulan tentang: (1) peningkatan kinerja guru dalam menyusun rencana pembelajaran. (3) peningkatan kinerja guru dalam menilai prestasi belajar. (1) Guru senior/supervisor memberikan format supervisi dan jadwal supervisi pada awal tahun pelajaran atau awal semester. A. Pelaksanaan supervisi tidak hanya dilakukan sekali.BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan temuan. Pelaksanaan supervisi edukatif kolaboratif secara periodik dapat meningkatkan kinerja guru dalam menyusun rencana pebelajaran dengan langkah-langkah sebagai berikut. (2) Guru . refleksi. tentang peningkatan kinerja guru dalam menyusun rencana pembelajaran dapat disimpulkan sebagai berikut. Supervisor yang berasal dari teman sejawat dapat memudahkan komunikasi antarguru dalam pembuatan rencana pembelajaran 3.

(5) Supervisor dalam menilai perangkat pembelajaran penuh perhatian dan tidak mencerminkan sebagai penilai. Jika di sekolah masih banyak format seperti itu maka guru tersebut diberi kembali. mengarahkan guru yang belum bisa. supervisor/guru senior menanyakan format penilaian. (4) Supervisor memberikan catatan-catatan khusus pada lembaran untuk diberikan kepada guru yang akan disupervisi tersebut. jika format yang diberikan pada awal tahun pelajaran tersebut hilang. maka guru yang bersangkutan disuruh memfotokopi arsip sekolah. Bersamaan dengan memberi/menanyakan format. tentang peningkatan kinerja guru dalam melaksanakan pembelajaran dapat disimpulkan sebagai berikut. supervisor meminta pengumpulan perangkat pembelajaran yang sudah dibuatnya untuk untuk diteliti kelebihan dan kekurangannya. Dengan adanya itu. Supervisor bertindak sebagai kolaborasi. (3) satu minggu sebelum pelaksanaan supervisi rencana pembelajaran. terciptalah hubungan yang akrab antara guru dan supervisor. Supervisor membimbing. tetapi supervisor juga menerima argumen guru yang positif.senior selalu menanyakan perkembangan pembuatan rencana pembelajaran (mengingatkan betapa pentingnya rencana pembelajaran). Supervisor yang berasal dari teman sejawat atau guru senior dapat mengakrabkan guru dalam pembelajaran di kelas. Kedua. melaksanakan . 1. Tentu saja ini akan membawa nilai positif dalam pelaksanaan pembelajaran.

menyajikan. Pelaksanaan supervisi edukatif kolaboratif secara periodik dapat meningkatkan kinerja guru dalam melaksanakan pembelajaran dengan langkah-langkah sebagai berikut. umpan balik. (3) Supervisor mencatat semua peristiwa yang terjadi di dalam pembelajaran baik yang positif maupun yang negatif. (2) Selama pelaksaaan supervisi di di kelas guru tidak menganggap supervisor sebagai penilai karena sebelum pelaksanaan supervisi guru dan supervisor telah berdiskusi permasalahan-permasalahan yang ada dalam pembelajaran tersebut. penyajian. memberi umpan balik kepada guru tersebut.2. memudahkan Supervisor yang berasal dari teman sejawat dapat komunikasi antarguru dalam melaksanakan pembelajaran di kelas. (4) Supervisor selalu memberi contoh pembelajaran yang berorientasi pada Modern Learning. 3. (5) Jika ada guru yang pembelajarannya kurang jelas tujuan. supervisor memberikan contoh bagaimana menjelaskan tujuan. (1) Supervisor yang mengamati guru mengajar tidak sebagai penilaia tetapi sebagai rekan bekerja yang siap membantu guru tersebut. Supervisor setiap dua atau tiga minggu mengunjungi atau mengikuti guru tersebut dalam proses pembelajaran. . tentang peningkatan kinerja guru dalam menilai prestasi belajar dapat disimpulkan sebagai berikut. (6) Setelah guru diberi contoh pembelajaran modern. Ketiga.

belajar siswa dapat disimpulkan . pembobotan. 3. (1) Supervisor berdiskusi dengan guru dalam pembuatan perangkat penilaian sebelum dilaksanakan supervisi. yang sebelum pelaksanaan supervisi didiskusikan dengan supervosor. tentang peningkatan kinerja guru dalam melaksanakan tindak lanjut hasil penilaian prestasi sebagai berikut. (2) Guru melaksnakan penilaian sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan bersama supervisor yang sebagai kolaboratif dalam pembelajaran. Pelaksanaan supervisi edukatif kolaboratif secara periodik dapat meningkatkan kinerja guru dalam menilai prestasi belajar siswa dengan langkah-langkah sebagai berikut. Supervisor yang berasal dari teman sejawat atau guru senior dapat memudahkan guru dalam berkonsultasi dalam pembuatan perangkat penilaian. Supervisor yang berasal dari teman sejawat atau guru senior dapat memudahkan guru dalam melaksanakan tindak lanjut hasil penilaian prestasi belajar siswa. Keempat. 2. dan pengolahan nilai. (3) Guru membuat kriteria penilaian yang berkaitan dengan penskoran. 1. (4) Guru menganalisis hasil penilaian dan melaorkannya kepada urusan kurikulum. Supervisor yang berasal dari teman sejawat dapat memudahkan komunikasi antarguru dalam melaksanakan penilaian dan analisis hasil penilaian.1.

Supervisi terhadap semua guru perlu dilakukan secara periodik dan ditetapkan pada awal tahun pelajaran (pada saat pembagian tugas). (3) Supervisor atau guru senior mengajak diskusi pada guru yang telah membuat. pelaksanaan pembelajaran. Supervisor yang berasal dari teman sejawat dapat memudahkan komunikasi antarguru dalam melaksanakan tindak lanjut hasil penilaian prestasi belajar siswa. di antaranya adalah sebagai berikut 1. yang akhirnya dilanjutkan oleh guru dalam pelaksanaan yang sebenarnya. (1) Supervisor dan guru bersama-sama membuat program tindak lanjut hasil penilaian. (2) Guru senior/supervisor memberi contoh pelaksanaan tindak lanjut. Berdasarkan peningkatan kinerja guru baik rencana pembelajaran. . dan menganalis program tindak lanjut. ada beberapa saran yang perlu disampaikan kepada pengambil kebijakan sekolah. Saran Berdasarkan temuan-temuan penelitian tindakan ini. melaksanakan.51. 3. Pelaksanaan supervisi edukatif kolaboratif secara periodik dapat meningkatkan kinerja guru dalam melaksanakan tindak lanjut hasil penilaian prestasi belajar siswa dengan langkah-langkah sebagai berikut.2. B.06. dan pelaksanaan tindak lanjut hasil penilaian siswa ternyata mempengaruhi hasil ujian siswa yakni rata-rata ujian nasional mencapai 7. padahal sebelumnya hanya 6. penilaian hasil belajar.

Supervisi edukatif kolaboratif akan bermakna jika supervisornya adalah teman sejawat yang sudah mampu pada mata pelajaran yang bersangkutan. Kepala sekolah perlu memberi kesempatan pada guru-guru yang dianggap sudah mampu menyupervisi guru lain. . 4.2. Supervisi edukatif ternyata membawa peningkatan kinerja guru dan hasil belajar siswa jika dilaksanakan secara kolaboratif. 3.

Jakarta: Depdiknas. Purwanto.Konsep. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen. Ngalim.Administrasi dan Supervisi Pendidikan. 2004. Yrama Widya Aqib.2004.2007. Penelitian Tindakan Sekolah. Manajemen Berbasis Sekolah. Jakarta: Depdiknas Mulyasa. Kurikulum 2004 Pedoman Pemilihan Bahan dan Pemanfaatan bahan Ajar.DAFTAR PUSTAKA Aqib.2005. .1880. 2006.Bandung Remaja Karya. Perencana Pendidikan Dengan Pendekatan Sistim. Peraturan pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan .2007. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistim Pendidikan Nasional.Jakarta .2005. Zainal. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2007 Tentang Standar Kualifikasi Akademik.2003.2001. Pidarta. Zainal. . Bandung: Rosda Karya. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2007 Tentang Standar Kepala Sekolah / Madrasah.Jakarta: Depdiknas. Penelitian Tindakan Kelas. Petunjuk Pelaksanaan Supervisi Pendidikan di Sekolah Jakarta: Depdiknas . Bandung. Jakarta: Depdiknas . 2009. Jakarta:Rineke Cipta.Strategi dan Implementasi.2007. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2007 Tentang Standar Pengawas Sekolah / Madrasah. I Made. E. Jakarta: Depdiknas . . Jakarta: Depdiknas . Yrama Widya Depdiknas. Manajemen Berbasis Sekolah .1877. Jakarta . 2003. Bandung.

1 a) Indikator Memiliki program jangka penjang Bukti Fisik Buku program jangka panjang yang tersusun secara lengkap.Lampiran 1 Rubrik Penelitian Aspek Kemampuan Menyusun Program Sekolah SMK Muhammadiyah 1 Kecamatan Berbek No. rapi datang 5 tahun ke depan dan Identifikasi tantangan nyata antara operasional 5 tahun ke depan dengan kondisi nyta pendidikan saat ini Identifikasi tantangan nyata (kesenjangan kondisi) Visi Sekolah Misi Sekolah Tujuan sekolah dalam 5 tahun Program strategis Strategi pelaksanaan / pencapaian Hasil yang diharapkan Monitoring dan evaluasi . rapi dan operasional Uraian Kelengkapan Skor Maks 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 b) Ada Analisis lingkungan strategis Analisis kondisi pendidikan saat ini Analisis kondisi pendidikan masa datang 10 tahun ke depan Identifikasi tantangan nyata antara 10 tahun ke depan dengan kondisi nyta pendidikan saat ini Identifikasi tantangan nyata (kesenjangan kondisi) Visi Sekolah Misi Sekolah Tujuan sekolah dalam 10 tahun Program strategis Strategi pelaksanaan / pencapaian Hasil yang diharapkan Monitoring dan evaluasi Pembiayaan Memiliki Buku program Ada program jangka Analisis lingkungan strategis menengah menengah Analisis kondisi pendidikan saat yang tersusun ini secara Analisis kondisi pendidikan masa lengkap.

rapi dan operasional Pembiayaan Ada Analisis lingkungan operasional sekolah Analisis pendidikan saat ini Analisis pendidikan 1 tahun ke depan yang diharapkan Identifikasi tantangan nyata satu tahun Tujuan Situasional/Sasaran Identifikasi fungsi-fungsi komponen/urusan sekolah untuk mencapai setiap sasaran Analisis swot Alternatif langkah-langkah pemecahan persoalan Rencana program dan kegiatan Rencana monitoring dan evaluasi Rencana anggaran pendapatan belanja (RAPBS) 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 370 Skor Maksimal .c) Memiliki program jangka pendek (1 tahun) Buku program jangka pendek (1 tahun) panjang yang tersusun secara lengkap.

2. Indikator Kemampuan menyusun organisasi di sekolah Bukti Fisik Memiliki susunan kepegawaian sekolah Uraian Kelengkapan Memiliki struktur organisasi sekolah yang jelas Memiliki uraian tugas yang jelas bagi para pejabat yang tercantum pada struktur organisasi sekolah Masing-masing pejabat yang tercantum pada struktur organisasi sekolah memiliki SK penugasan dari pejabat yang berwewenang Ada pembagian tugas yang jelas di antara semua staf TU dan pesuruh yang ditetapkan SK Kepala Sekolah Struktur organisasi petugas perpustakaan Pembina kepramukaan Koordinator tata tertib SK panitia ulangan umum SK panitia ujian nasional/sekolah SK panitia peringatan harihari besar keagamaan SK kepanitiaan peringatan hari-hari besar nasional SK panitia PSB Skor Maks 10 10 10 10 Memiliki susunan kepegawaian pendukung Mempunyai kepanitiaan untuk kegiatan temporer 5 5 10 10 10 10 10 10 100 Jumlah skor maksimal .Lampiran : 2 Rubrik 2 Aspek Kemampuan Menyusun Organisasi di Sekolah SMK Muhammadiyah 1 Kecamatan Berbek No.

Kedungkumpul No.Dedikasi dan perilakunya kurang baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah Catatan tentang teguran lisan kepada guru/karyawan tertentu yang dilakukan oleh kepala sekolah Arsip teguran tertulis kepada guru/karyawan tertentu yang dilakukan oleh kepala sekolah Catatan tentang bentuk dokumen lainnya yang pernah dikirim kepada guru/karyawan tertentu Jumlah skor maksimal Skor Maks 5 10 5 10 10 10 10 10 10 10 10 10 100 . 3 Indikator Bukti Fisik Uraian Kelengkapan Kemampuan Memberi Persiapan tertulis materi arahan menggerkakkan arahan yang yang disusun kepala sekolah staf dinamis Hasil notulen rapat pengarahan kepala sekolah yang tertulis pada buku notulen rapat Daftar hadir peserta rapat Mengkoordin Buku kendali tugas yang terisi asikan sikap lengkap dan rapi sesuai dengan yang sedang fungsinya melaksanaka Instrumen pelaporan yang diisi n tugas oleh setiap petugas dalam menjalankan tugasnya Catatan hasil pemantauan oleh kepala sekolah terhadap suatu kegiatan Memberi Daftar nama-nama penghargaan guru/karyawan yang pernah (reward) dan berprestasi di lingkungan hukuman sekolah terhadap suatu kegiatan (fanishmen) Catatan wujud penghargaan yang pernah diberikan kepada guru/karyawan yang berprestasi Daftar nama-nama guru/karyawan yang pernah berprestasi kerja .Lampiran : 3 Rubrik 3 Aspek Kemampuan Kemampuan Menggerakkan Staf SMK Muhammadiyah 1 Kec.

bukan merupakan pengambilalihan tulisan atau pikiran orang lain yang saya aku sebagai hasil tulisan atau pikiran saya sendiri. maka saya bersedia menerima sanksi atas perbuatan tersebut. SE NIP. Apabila di kemudian hari terbukti atau dapat dibuktikan PTS ini hasil jiplakan. . Nganjuk.” Menyatakan dengan sebenarnya bahwa PTS yang saya tulis ini benarbenar merupakan hasil karya saya sendiri. September 2011 Yang membuat pernyataan PUTUT NUGROHO. SE : Kepala SMK Muhammadiyah 1 Berbek : “Peningkatan Kinerja Guru melalui Supervisi Edukatif Secara Periodik di SMK Muhammadiyah 1 Berbek.PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN Saya yang bertanda tangan di bawah ini : Nama Jabatan Judul PTS : PUTUT NUGROHO.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful